Transcript
1AOaE9maZXI • Webinar 108 Pengurangan Sampah Mulai dari Sumber Menuju Kemandirian Pengelolaan Sampah
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0142_1AOaE9maZXI.txt
Kind: captions Language: id perorangan ataupun pemerhati lingkungan. Ekoed Edu selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang [Musik] berpengalaman, memberikan pengalaman langsung dengan praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manapun. Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Ed ini memang dari grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya. rasa gitu manfaatnya di kami terutama untuk ee para konsultan yang memerlukan tenaga-tenaga ahli sehingga saya memilih Eco Eduidu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu terdukti benar gitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada Edu yang akan menyenggarakan pelatihan. Nah, di sini juga saya banyak baca terlebih dahulu ya terkait informasi yang disediakan oleh. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut pelatihan gitu. Jadi saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana itu menyampaikan informasinya. Ego itu bagus karena tuh selalu tergini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau membernya itu bagus-bagus dan terbaiklah keannya. [Musik] Iya. Eh, yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan memaksimalkan skill-skill yang saya harapkan begitu ya. Tertang dalam pengin ejek saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update persoalan-persoalan jisan AMD terkini dari ahlinya langsing di lapangan begitu ya. Pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan EID ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat dimin ya itu luar biasa ee pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. [Musik] Eh, e-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. Learning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana aja. 4 juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari atas padan sebenarnya. Jadi apa namanya ya kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadanlah. Jadi menurut saya sepadan Bu karena memang e pelatihannya itu pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di ee sekitar lingkungan saya sendiri gitu. Nah, saya kira sepat sesuailah dengan apa yang [Musik] didapatkan. EKTP efektif, tepat, dan profesional, hemat, cermat, dan hebat, keren, profesional dan juga keginian. [Musik] Pengembangan sumber daya manusia adalah bagian dari proses dan tujuan dalam pembangunan Indonesia. Upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas salah satunya dapat dilakukan melalui pelatihan. Ekoedu hadir sebagai platform pelatihan lingkungan hidup yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia. Saat ini kami memiliki 15 paket pelatihan, yaitu persetujuan teknis AI limbah, persetujuan teknis emisi udara, persetujuan teknis limbah B3, penyusunan dokumen KLHS, penyusunan dokumen RPPLH, pemodelan kualitas air sungai, pemodelan dispersi udara, pemodelan air tanah, life cycle assessment, perhitungan emisi gas rumah kaca, pengelolaan banjir dan sedimentasi sungai, perancangan dan pemilihan insinerator sampah dan limbah B3, pemantauan kualitas udara dan air menggunakan sensor, pelatihan sistem informasi geografis, dan pelatihan remote sensing. Alumni pelatihan kami sudah lebih dari 2.500 orang yang berasal dari seluruh Indonesia. Pelayanan kami terbuka untuk perusahaan, pemerintahan, perorangan, ataupun pemerhati lingkungan. Ekoed Edu selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang berpengalaman. [Musik] memberikan pengalaman langsung dengan praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manapun. Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Edio ini memang dari grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya, karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya. terasa gitu manfaatnya di kami terutama untuk e para konsult hutan yang memerlukan tenaga-tenaga ahli gitu sehingga saya memilih Eco Edu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benar gitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada Eko Edu ya yang akan menyelenggarakan pelatihan. Nah, di sini juga saya banyak baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang disediakan oleh Paku. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut latihan di situ. Jadi, saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana Eko Idu menyampaikan informasinya. Eko edu itu bagus karena pelatihan-patihnya itu selalu tergini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya apa yang itu bagus-bagus dan terbaiklah ke depannya. [Musik] Iya. Ee yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang saya harapkan begitu ya. dalam penyimpinan dokumen AMDA eD saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update, persoalan-persoalan dalam jurusan AMDA terkini dari ahlinya langsung di lapangan begitu yang pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan EID ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat itu di e-learning ya. Itu luar biasa ee pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. [Musik] eh-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. Kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. Arning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di 7 sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana [Musik] aja. Juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari atas padan sebenarnya. Jadi apa namanya ya? Kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadanlah. Jadi menurut saya padan Bu karena memang e pelatihannya itu pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di e sekitar lingkungan saya sendiri gitu. Nah, saya kira sepat sesuailah dengan apa yang [Musik] didapatkan. EKP efektif, tepat, dan profesional, hemat, cermat, dan hebat, keren, profesional dan juga keginian. [Musik] Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi Bapak dan Ibu. Selamat datang kembali di webinar dari Eko Edu. Ya, ini merupakan webinar pertama setelah kita berlibur panjang, yakni berlibur lebaran kemarin. Ya, semoga semangat dalam menyimak webinar kali ini juga dalam keadaan baru ya, Bapak dan Ibu. Baik, mungkin sebelum Baik. Sebelumnya saya perkenalkan saya Budi yang akan menjadi ee atau yang akan menemani Bapak dan Ibu sampai ee pukul 12.00 nanti. Ee kemudian untuk webinar kali ini mengangkat tentang pengurangan sampah mulai dari sumber menuju kemandirian dan pengelolaan sampah. Ya, mungkin sebelum webinar dimulai alangkah baiknya kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa dipersilakan. Berdoa dicukupkan. Selanjutnya kita akan menyimak terlebih dahulu lagu Indonesia Raya. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Oke. Baik. Ee selanjutnya adalah sebelum kita masuk ke tema utama kita, yakni saya akan memperkenalkan terlebih dahulu ee tiga pelatihan yang akan diselenggarakan oleh Ekoed Edu. Yakni pertama ada pelatihan pemodelan kualitas air sungai, Kual PKW, dan WASP yang akan diselenggarakan pada tanggal 21 yang akan diselenggarakan pada pada tanggal 21 hingga 25 April 2025. ee Bapak dan Ibu bisa mulai mendaftar dari sekarang karena pelatihannya akan dimulai sekitar 4 hari lagi. Kemudian yang kedua yakni di minggu yang sama juga ada pelatihan dan sertifikasi operasional pengelolaan pengelolaan limbah berbahaya dan beracun atau OPLB3 ini juga sama diselenggarakan pada tanggal 21 hingga 25 April 2025. Nah, jadi untuk ee Senin depan Bapak dan Ibu bisa memilih salah satu di antara dua ee pelatihan ya, dua pelatihan untuk minggu depan. Kemudian untuk 2 minggu lagi yakni ada pelatihan life cycle assessment yang akan diselenggarakan pada tanggal 28 April hingga 2 Mei 2025. Bagi Bapak dan Ibu yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang Ekoed Edu Bapak dan Ibu bisa em mengontak WhatsApp kami, WhatsApp admin kami. Di sini ada admin Rilis dan admin Lisa. Lalu Bapak dan Ibu juga bisa mengunjungi sosial media kami, yakni di sini ada Instagram, YouTube channel, eh Facebook, eh X, dan website utama kami yakni www.coedu.co.id. Bagi Bapak dan Ibu yang sudah ee memutuskan untuk mengikuti pelatihan di Ecoedu, Bapak dan Ibu bisa mendaftarkan diri diri Bapak dan Ibu ke pendaftaranu.co.id. Oleh karena itu, kami tunggu Bapak dan Ibu di pelatihan. Salam lestari. Baik, kita kembali lagi ke tema webinar yang akan diangkat pada ee hari ini, yakni tentang pengurangan sampah mulai dari sumber menuju kemandirian pengelolaan sampah. Kita tahu bahwa sumber penghasil sampah adalah kita sebagai masyarakat, juga sebagai produsen. Sehingga di sini juga akan diajarkan atau diperkenalkan bagaimana caranya melakukan pengelolaan sampah dari sumber, yakni ee melakukan pengolah sampah secara mandiri dimulai dari rumah tangga seperti memilah, em mengumpulkan barangbarang bekas, kemudian dikirimkan ke pengepul atau sebagainya. Ya, kebetulan untuk pemateri kita ee hari ini adalah Bapak Agus Rusli, S., M.Si. Beliau merupakan Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular ee Kementerian Lingkungan Hidup atau BPLH. Kebetulan Bapak Agus Rusli sudah hadir di tengah kita ya. Sebentar ya Bapak dan Ibu. Kita tunggu sebentar untuk pematerinya. Ya. Baik. Kebetulan Bapak Agusnya, Bapak Agus Rusli sudah hadir di tengah-tengah kita. Saya akan sapa terlebih dahulu. Selamat pagi, Pak Agus. Pak Agus Rusli. Selamat pagi ee Bapak, Ibu, teman-teman semua. Iya. Bagaimana kabarnya Bapak Agus hari ini? Alhamdulillah baik. Sudah sempat berolahraga dulu tadi sebentar, lumayan. Jalan cepat 5 kilo. Kemarin sepedahan 25 kilo. 20 kilo. Ya, lumayan alhamdulillah. Wah, jadi ee bisa menyampaikan materi materi dengan bugar ya, Pak ya. Insyaallah semoga sehat selalu ya, Pak ya. Amin. Makasih. Teman-teman juga semua nih harusnya ee sehat dan semangat semua ya. Siap, Pak. Baik. Ee kalau begitu sudah siap, Pak, untuk menyampaikan materinya? I tadi saya kirim ke panitia itu materinya masih PDF. Boleh di-share juga? Saya belum. Malah, malah saya baru belum dapat ininya yang PPT-nya malahan kalau misalnya enggak keberatan di tayangkan yang PDF tadi. Oke. Baik, Pak. Ya, mau mungkin mohon tunggu sebentar ya, Pak. Ya, sudah dipan I kalau bisa tahu nih sebaran teman-teman. Peserta ini dari mana? Dari seluruh Indonesia ya? Atau sekitar Jakarta Raya? Halo. Jakarta hadir ya. Ya. Ini ada dari seluruh Indonesia, Pak. Indonesia ya? Iya. Ada yang dari ee tadi tuh saya lihat ada yang dari Sumatera Barat, kemudian ada juga yang dari daerah Sulawesi juga, Pak. Begitu. Ini ada yang Kota Baru, Pak. Iya. Iya. Sebentar ya, Pak, ya. Iya. Siap. Karawang, Medan. Iya, siap. Padang, Banda Aceh, Sampit, Bangka Belitung, Bengkulu, Sibo Langit, Jakarta. dari Mataram, dari Samarinda, Tanjung Balai, Tangerang. Siap. Wah, ini dari seluruh Indonesia nih kayaknya. Jambip ada ada dari Bekasi pasti ya. ya karena memang ee sekarang isu sampah ya sebenarnya tidak terlalu bicarakan karena memang permasalahan-permasalahan inilah yang akhir-akhir ini menjadi ee apa ya menjadi arus utama di banyak media gitu ya. Karena memang kita sudah agak lama abai terhadap permasalahan ini dan ya kita mindset kita masih ee melihat sampah itu sebagai masalah yang ee apa mungkin di urusan belakang rumah gitu. Padahal dia harusnya menjadi mainstream di ee awal-awal karena pada saat sampah tidak terkelola dan sebagainya itu akan mempengaruhi banyak aktivitas kita yang lain. Seperti itu. Sederhananya seperti itu ee Bapak dan Ibu sebagai ee pengisi ya, bahwa ee sampah itu memang harus selesai dari rumah kita sendiri. Kalau boleh saya mulai ee Bapak dan Ibu ya. Silakan, Pak. Sudah tershare screen, Pak. Siap. Siap. Siap. Makasih. Jadi saya ee pertama sangat berbahagia dalam pada pagi hari ini bisa sharing dengan banyak teman, banyak sahabat di dari seluruh Indonesia. Mudah-mudahan ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera buat kita semua. Om swastiastu, namo budhayya, salam kebajikan. kami ee Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkuler dari Kementerian Lingkungan Hidup Badan Pengendalian Lingkungan Hidup ingin ee menyampaikan pengurangan sampah mulai dari sumber menuju kemandirian pengelolaan sampah. ya sebagai ee pengantar kemandirian pengeluaran sampah itu berarti ee semua pemerintah daerah, pemerintah pusat, masyarakat, LSM dan sebagainya itu harus bisa menyelesaikan urusan sampahnya sendiri gitu ya pada itu yang yang filosofi dari e pengolan sampah yang ee harus kita lakukan ke depannya harus selesai dari diri sendiri ya. Lanjut. Silakan dilanjutkan ya. Jadi potret umumnya seperti ini, Bapak dan Ibu. Dan ee apa seperti tadi yang saya sampaikan, mungkin tidak terlalu nyaman untuk apa membicarakan yang memang ee harus kita selesaikan itu ya isu ini, isu sampah ini ya. terutama pada saat teman-teman atau sahabat-sahabat saya ini mendekati atau dekat rumahnya. Kalau mendekati itu cuman lewat dan sebagainya rumah yang dekat dengan fasilitas-fasilitas ini pastior dan sebagainya ya. ya potretnya seperti kita masih banyak ee tidak melakukan pemilahan di rumah misalnya seperti itu ya. Kemudian TPA dioperasikan masih secara open damping. Artinya open damping itu ya dia tinggal angkut buang kumpulin angkut buang gitu ya. Sehingga tidak ada ee intervensi untuk pengelolaan sebagaimana yang diatur di ee Undang-Undang 18 tahun 2008. Kemudian air lindi mencemari badan air. Dari sekian banyak ee TPA yang pernah kami kunjungi, hanya beberapa yang kami lihat melakukan pengelolan air linding. Kalaupun ada kolam lindingnya, dia tidak beroperasional normal seperti itu ya. Artinya ada ada inlet, ada outlet. Kemudian di antara inlet dan outlet itu berarti ada misalnya ee aasi, ada pengendapan fakultatif dan sebagainya. sampai kepada diuji misalnya kolam terakhir atau bak terakhir itu ada ee misalnya itu baru masuk ke ee badan air penerima gitu. Kemudian ada penghasil emisi gas rumah kaca. Karena peluruhan atau penguraian dari bahan organik itu menghasilkan ee CH4 menghasilkan metan yang daya rusak atmosfernya itu jauh lebih besar ee puluhan kali lipat dibanding dengan CO2. Kemudian tingginya potensi kebakaran yang TPA-nya masih open damping itu ada banyak metan dan ee terjadi kebakaran ya terjadi kebakaran terhadap ee TPA tersebut ya. tahun 2023 kalau tidak salah itu lebih 30 TPA kita ee terbakar karena metan banyak kemudian tidak terkelola pada saat ee suhu tinggi dan sebagainya itu tercipta api gitu ya sehingga banyak terbakar. Salah satunya yang tren mudah-mudahan ada teman dari Tangerang ya, Tangerang Selatan itu ee apa TPA Rawa Kucing ya terbakar beberapa minggu. kami waktu itu juga sempat melakukan pendampingan untuk pemadaman ee TP RW yang mengganggu transportasi udara di sekitar ee Tangerang waktu itu di Bandara Soekarno Hatta. Kemudian sarana prasarana yang kurang layak ya. Jadi banyak rata-rata kendaraan pengangkut dan sebagainya itu tidak atau sudah ee berumur kemudian covernya mungkin tidak tertutup sehingga masih banyak bau yang keluar. Mungkin waktu pengangkutan juga masih ee perlu diatur dengan lebih baik ya. karena tren ket digabung kok pada saat masuk ke ee tempat pengumpulan dan sebagainya sehingga kita untuk menghindari itu kita perlu untuk bisa mengatur misalnya untuk waktu-waktu tertentu misalnya organik yang diangkut kemudian hari-hari lainnya itu yang ee anorganik yang diangkut seperti itu sehingga bisa terkelola tidak tercampur ya. Kemudian tingginya biaya operasional. Kami minggu lalu melihat beberapa ee TPA yang ee dikelola profesional itu biaya per ton itu sekitar Rp100.000 Bapak dan Ibu ya. itu sudah terkelola baik dan ada apa penangkapan dari metannya untuk bahan bakar untuk memasak dan sebagainya ya seperti itu. Lanjut ya. Jadi kalau kita ee lihat konsep dan definisi dari ee pengelolaan sampah itu kita bisa kategorikan mana kewajiban masyarakat dan produsen, mana kewajiban pemerintah. Untuk masyarakat nih harusnya mulai ada pembatasan meminimalkan timbulan ya mulai dari sebelum dan dihasilkan produk kemasan. ini ini ee perusahaan ee penghasil ee makanan, minuman dalam kemasan ya. Harus mulai dari desain produk tersebut sudah melihat apakah desain ini ee apa ee penggunaan plastik maupun ee kertas dan sebagainya itu minimal apa tidak dan sebagainya. Kemudian pendaurat ulangan misalnya pemanfaatan kembali dan sebagainya. Di beberapa ee pusat perbelanjaan misalnya sudah tidak menggunakan plastik sebagai ee apa ee bungkus atau sebagai alat bawa dan sebagainya, tetapi menggunakan kardus, bekas dan sebagainya itu juga ee membantu mengurangi ya. Kemudian pemanfaatan pengguna ulang sampah yang dengan fungsi yang sama tanpa melalui pengolahan ya artinya sampah-sampah tersebut bisa ee dimanfaatkan kembali. Kemudian pengurangan kegiatan dilakukan oleh penghasil sampah untuk mengurangi sampah dari sumber timbulannya sampah. Semakin sedikit sampah yang masuk akan semakin memudahkan pengelolaan ee Bapak dan Ibu. Dan Bapak dan Ibu boleh ee melihat ya pada saat jumlah penduduk kita ya 280 juta sekarang ini kalau misalnya kita menghasilkan 12eng kilo saja ee sampah per hari per orang itu terbayang berapa juta ton sampah yang masuk ke TPA kita seperti itu. Kemudian ada kewajiban pemerintah misalnya melakukan ee ada pemilahan ya, kemudian ee memisahkan sampah sesuai jenis, sumber ee dan sifat dan sebagainya, kemudian pengumpulan pengambilan dari ee rumah, dari masing-masing tempat timbulnya sampah ke tempat penimbunan sementara dan sebagainya sampai ke TPA. Kemudian ada mengangkut, kemudian mengolah, dan memproses di akhir atau TPA tempat pemrosesan akhir. Dan kami sebenarnya mendorong sesuai dengan ee Undang-Undang 2008 yang namanya TPA itu hanya menempatkan yang namanya residu saja ya. Artinya maksimal sekitar 15% ya ee sisa sampah kita yang masuk ke T. Bentuk-bentuk residu yang biasanya misalnya nih sisa-sisa makanan yang mungkin tidak bisa terolah lagi ya sebenarnya yang boleh masuk ke TPA. Tapi yang terjadi kan semua tuh seolah-olah TPA adalah tempat pembuangan akhir padahal tempat pemprosesan akhir hanya resiko yang diproses situ. Ya. Kemudian kalau kita bisa ee lihat yang namanya penanganan adalah rangkaian kegiatan mulai dari ee apa timbulan kemudian kita kurangi, kita modifikasi, kita olah dan sebagainya sampai kepada ee TPA pemesasan akhir yang boleh ee dibuang yang diselenggarakan oleh pemerintah pemerintah daerah dan keterlibatan masyarakat. Ya, seperti itu. Oh, ini saya ini ada yang minta saya open kameranya ya, Pak. Ee mohon maaf, Pak ya. Tapi tadi ini Pak agak tidak stabil jaringannya. Iya, saya ya enggak apa-apa saya matiin ya kameranya ya. Ya boleh Pak. Siap. Makasih ya. Lanjut. ini pengolan sampah merupakan tanggung jawab semua. Saya saya melihat bahwa ee banyak masyarakat yang masih berpikir bahwa dengan melakukan misalnya membayar iuran, membayar apa ee pengangkutan misalnya dari e kawasan misalnya ya kawasan mungkin rumah sakit, kemudian ada pasar dan sebagainya. ya, sekolah dan sebagainya seolah-olah tanggung jawab itu selesai ya. Padahal harusnya kita melihat ini sebagai tanggung jawab semua pihak yang kita harus yakin benar ke mana sampah kita akan berakhir, ke mana sampah kita akan dibawa dan sebagainya. Ya, tadi pagi ini sebagai gambaran saja nih. Mudah-mudahan ada teman yang dari Bekasi hadir ya. TPA Burangkeng. TPA Murangkeng itu kapasitasnya sekitar 850 ton sebenarnya kapasitasnya, tapi terisi sampah yang masuk ke berangkeng itu hampir 2.400 ton 1 hari. Jadi lebihnya atau ee apa ekses kelebihan masuk TPA kapasitasnya itu lebih dari 1500-an ton masuk ke TPA burangkap hari. ya. Kita bisa ee lihat bahwa tanggung jawabnya kalau misalnya sebagai pengelola kawasan itu kita bisa kita harus mendapat keyakinan bahwa sampah yang kita hasilkan di kawasan kita menyerahkan kepada pihak ketiga diselesaikan itu yakin kita harus yakin benar itu masuk ke TPA atau diolah sebelum masuk ke TPA seperti itu. Itu harus diyakin ya. Jadi mulai dari tanggung jawab ee produsen ya, melaksanakan amanat dari undang-undang, kemudian Anda melaksanakan komitmen global karena ee sesuai dengan Peraturan Menteri LHK waktu itu ya nomor 75 tahun ituem apa? pemilik brand atau brand owner ya, produsen ee makanan, minuman, dalam kemasan atau yang lainnya juga itu harus bertanggung jawab terhadap ee limbah atau sampah yang dihasilkan oleh masyarakat yang merupakan limbah kemasannya seperti itu. malah ee kami juga sedang berkutat dengan ee teman-teman ee Asperindo namanya Bapak dan Ibu ya ee Asosiasi Pengantaran Expres kalau tidak salah ee apa panjangannya itu dia harus bertanggung jawab terhadap kemasan-kemasan barang-barang yang dikirimkan. Nah, ini juga kami ee sedang menilik ke sana bagaimana mereka bertanggung jawab terhadap ee limbah-limbah bungkus dari pengantaran ya. Bapak dan Ibu pasti sering belanja online. Kita bisa lihat itu jumlah sampah dari kemasan ya. Mau beli ee apa? mau beli taruhlah mau beli HP misalnya atau mau beli ee cover HP dan sebagainya itu kan tidak pecah gitu cover HP misalnya yang plastik itu tapi bungkusnya kan banyak banget ya kita harus perhatikan itu juga makanya kami juga komunikasi dengan teman-teman Askir ini untuk bisa mengendalikan itu. Kemudian filosofinya itu mengurangi sampah dari kemasan untuk membatasi timbulan ya sehingga diguna ulang di apa didaur ulang diguna ulang dan sebagainya. Nah, saat ini juga Kementerian Lingkungan Hidup itu mengeluarkan pelarangan terhadap importasi plastik, importasi kertas ya yang saat ini juga teman-teman asosiasi banyak keberatan terhadap bagaimana pengurangan itu karena mereka butuh bahan baku untuk diolah dan sebagainya. Kami juga mendorong bahwa teman-teman ee pengolah itu adalah ee dapat melakukan pendampingan kepada ee ee pelapak, pendampingan kepada bank sampah dan sebagainya sehingga ee jenis-jenis sampah yang diinginkan atau yang ditargetkan oleh pengolah itu bisa sesuai dengan kebutuhan mereka. artinya tidak bercampur dengan ee ee misalnya kertas tidak bercampur plastik atau tidak basah dan sebagainya sehingga sesuai dengan ee mutu yang mereka ee perlukan untuk diolah. Kemudian pemerintah daerah itu menyiapkan payung hukum regulasi di tingkat daerah misalnya ya. Jadi ee pengaturan-pengaturan bagaimana ee sampah itu tidak langsung ditransportasikan, di ee kumpulkan, diangkut dan dibuang ke TPA, tetapi ada proses sehingga di beberapa daerah juga harus membuat TPS 3R, kemudian membangun bank sampah unit, bank sampah induk dan sebagainya sehingga mereka juga bisa mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA dan beberapa tempat juga sudah melakukan pengolahan-pengolahan seperti itu. Jadi buat apa? Buat ee ee rumah kompos dan sebagainya dan sebagainya Bapak dan Ibu ya. termasuk infrastruktur. Banyak teman-teman PU juga membantu memfasilitasi karena secara ee apa ee fungsi Kementerian PU itu membantu untuk membangunkan fasilitas-fasilitas ee pengolah ee sampah di semua ee daerah ya Bapak dan Ibu. Kemudian masyarakat juga harus melakukan perubahan perilaku ya harus memilah dari rumah Bapak dan Ibu memilik masyarakat juga memiliki pilihan dalam menerapkan konsumsi yang bertanggung jawab ya responsible consumption sesuai dengan SDG eh nomor 12 Bapak dan Ibu. Jadi walaupun misalnya kita ee mampu membeli dan sebagainya, kita juga harus bertanggung jawab terhadap konsumsi kita sehingga mungkin tidak berlebihan. Sebagai gambaran Bapak dan Ibu silakan cek ya pada saat Ramadan kemarin ya itu pasti volume sampah di semua daerah itu pasti naik. Padahal harusnya dengan kita berpuasa mengurangi sampah ee mengurangi ee makan dan sebagainya harusnya volume sampah itu berkurang Bapak. Tapi kejadiannya sebaliknya, justru di bulan Ramadan kemarin tuh banyak TPA-TPA yang ee apa menyampaikan ke kami bahwa oh kalau bulan Ramadan itu naik sekitar 30% atau 20% Pak dibanding dengan bulan-bulan biasa seperti itu. Ini menggambarkan pola konsumsi kita masih ee apa tidak menyesuaikan dengan ee berapa kebutuhan kita sehingga harusnya bulan Ramadan itu jumlah sampah lebih sedikit. Logika sederhananya seperti itu. Lanjut. Nah, ini transisi pengelolaan sampah ya menuju zero waste, zero emission. Memang sangat utopis ya, sangat apa? Terlalu filosofi memang awang-awang ya. Zero waste, zero emission ya. sesuatu yang kelihatannya sih ee apa menantang untuk dilaksanakan ya. Dan kami juga sebenarnya mendorong bahwa yang namanya ee zero itu bisa. Artinya tetap kita tetap ada ee apa melakukan pengurangan-pengurangan tapi dioptimalkan pengurangan itu sehingga hanya sedikit saja yang kita ee apa tempatkan di lingkungan di TPA dan sebagainya. ya, konsep eh cradle to grave e artinya dari ee sumber sampai kepada penampungan akhir gitu ya. Sampah itu menjadi beban pencemar ya. Itu konsepnya kumpul, angkut, buang ya. Dia melihat itu sampah sebagai sumber pencemar. Tidak ada perubahan perilaku minim sampah. Artinya dia mengkonsumsi di rumah. Mungkin kalau bayangan saya semakin ber ee berbudaya harusnya kita lebih sedikit menghasilkan sampah karena kita hanya ee mengkonsumsi yang kita butuhkan, membeli yang kita butuhkan saja bukan yang kita inginkan ya. Kemudian tidak ada pengurangan sampah dari sumber ya. Kita harus berusaha mengurangi kalau kita misalnya membeli ini sampahnya kira-kira banyak apa tidak? Kalau misalnya kita mengkonsumsi ini sampahnya banyak apa tidak dan sebagainya itu mindset itu harus diciptakan, harus di harus dipupuk di dalam ee diri kita masing-masing atau keluarga atau teman, sahabat dan sebagainya. Kemudian ee linear ekonomi. Jadi ya gitu-gitu aja ya memproduksi, dikonsumsi dan dibuang. Gitu aja nih proses ya. itu mungkin ee sejak 2008 Undang-Undang 18 itu kita masih ee melihat ini sebagai ee hal yang kita lakukan sehari-hari. Bisnis IOL aja ya kita kumpulkan, kita angkut, kita buang. Nah, sekarang kita menuju ke sircular ekonomi. Jadi intinya adalah bagaimana ada nilai-nilai pemanfaatan ya. Sederhananya misalnya pada saat kita menghasilkan limbah organik misalnya sisa makanan dan sebagainya. Limbah organik itu kita bisa buat jadi pupuk, kita bisa buat jadi ee apa? budidaya magot misalnya. Kalau pupuk untuk tanaman tanaman tumbuh ee buahnya atau sayurannya dan sebagainya itu kita manfaatkan. Jadi dia sirkuler berputar seperti itu Bapak dan Ibu. Sama juga misalnya kayak kita pelihara magot. Jadi sisa makanan kita kasih ee magot. Magotnya tumbuh besar, magotnya kita keringkan dan sebagainya untuk pakan ternak atau pakan ikan atau kita ee apa cangkangnya kita buat ee pupuk ikannya kita konsumsi ee telurnya dari ee apa ayam kita konsumsi telurnya dan sebagainya. Jadi dia berputar seperti itu ya. Meredesain kemasan ya. Misalnya ini kalau saya enggak tahu ya kayak misalnya ee kemasan rokok misalnya. Rokok kan kalau kalau menurut menurut saya itu kan sudah ada bungkus kertas gitu ya. sebenarnya enggak perlu lagi dibungkus plastik misalnya atau ee kemasan-kemasan yang lain misalnya sudah ada ee sudah ada ee bungkus yang cukup baik sehingga ee mutu dari ee yang dikemas itu misalnya tidak berubah dalam kurun waktu tertentu misalnya ya enggak perlu dibungkus plastik lagi misalnya seperti itu. Jadi dari desain itu sudah diatur dan sebagainya. kemudian mengundang ulang ya dan mendar ulang. Saya sih kalau dari zaman waktu kami kecil atau teman-teman juga mungkin yang usia-usianya ee kelahiran tahun 0-an misalnya atau 80-an itu penggunaan plastik itu sangat sedikit, sangat jarang lah ya. Jadi kalau misalnya dulu kita beli soto atau beli makanan dan sebagainya itu rata-rata pakai rantang ya. pakai ada pakai jarang yang pakai pembungkus tapi sekarang semua itu pakai plastik beli bakso pakai plastik beli siomai pakai plastik dan sebagainya ya malah tren anak-anak muda sekarang beli siomai itu masukin plastik terus plastiknya dibolongin gitu ya saya enggak tahu tuh e istilahnya apa, tapi itu kan apa susah untuk dibersihkan plastik itu gitu itulah residues-residunya kemudian saya juga tidak mau menyalakan plastik karena kita mendapat nilai kemanfaatan plastik yang sangat banyak, sangat besar, ya. Dan yang kita dorong adalah bagaimana plastik itu bisa termatkan berulang-ulang ya. Kita bisa gunakan lebih ee berkali-kali lagi ee sampah ee plastik tersebut gitu sehingga kita bisa ee lihat itu sebagai asas kemanfaatan. Jadi tidak menggunakan plastik sekali pakai. Nah, sekarang lagi tren Bapak dan Ibu. Saya lihat di anak-anak muda tuh di di mall dan sebagainya makan dan sebagainya itu sudah jarang pakai cuci tangan. Dia pakainya plastik yang tipis gitu ya. Pakai tangan kayak sarung tangan tapi plastik tipis gitu. Dia dia makan begitu sudah selesai dia tinggal buka itu selesai. Padahal bayangan saya itu residu apalagi makan-makanan yang ada minyak dan sebagainya itu pasti agak susah atau sulit dibersihkan. Ya, ini nih tren yang mungkin saya enggak tahu itu negatif atau apa, tapi ee dari sisi konsumen sih pasti ee efektif gitu. Tangan enggak kotor, ngurangi penggunaan air, tapi hasilnya sampai jadi banyak seperti itu. Kemudian mencapai sustainable cities dan communities. Jadi ee kita di global juga harus menyesuaikan atau perlu menyesuaikan dengan inisiatif global bagaimana kota-kota dikembangkan secara berkelanjutan. Artinya sampahnya terkelola. Pada saat sampah terkelola itu pasti penyakit yang berbasis air itu kurang. Ee tikus mungkin nyamuk, lalat dan sebagainya itu kurang. sehingga kita lebih berbudaya, kota itu lebih maju karena bersih dan mencapai responsible consumption. Artinya, Bapak dan Ibu, coba deh saya berharap juga ee Bapak dan Ibu pada saat mengkonsumsi ini kelebihan enggak ini kalau misalnya saya makan ini limbahnya gimana, kalau kita mengkonsumsi ini di keluarga sampahnya akan banyak atau sedikit dan sebagainya. mungkin kita harus mulai mempertimbangkan itu dalam pola-pola konsumsi kita mendatang, Bapak dan Ibu. Lanjut. Nah, ini roadmap-nya ya. Jadi kita ee mulai dari tahun 2025, Pak Menteri juga ee ee mungkin sekitar Februari lalu atau Januari sudah mengedarkan surat kepada semua bupati walikota untuk menyusun roadmap percepatan pengurangan sampah 2025 sampai 2026. Sehingga harapannya semua pemerintah daerah sudah memiliki ee pemahaman yang baik bahwa mereka harus mengurangi sampahnya ya. tidak ada penambahan landfill baru ya, landfil open dumping apalagi nih kemudian tidak ada pembakaran secara terbuka karena memang paling mudah itu membakar Bapak dan Ibu tapi paling tinggi emisinya karena ee apa asapnya bisa ke tempat lain ya tidak terkelola dan sebagainya. Kemudian mayoritas industri kertas daur ulang menggunakan plastik e menggunakan kertas daur ulang dalam negeri. ya kita harapkan memang pengguna-pengguna plastik itu ee ee daur ulang itu menggunakan sumber atau mencari sumber atau memanfaatkan ee plastik-plastik kertas daur ulang dalam negeri ya sehingga ee mengurangi sampah ee ee anorganik dan memberi nilai kemanfaatan dari ee sampah anorganik tersebut karena kita guna ulang ya banyak produsen produsen ee kertas menggunakan kembali kertas ee limbah dan sebagainya. banyak produsen-produsen ee kemasan plastik menggunakan kembali plastiknya. Dan kami sesuai dengan Permen 75 tahun 2019 itu juga mendorong semua produsen untuk melakukan ee apa menggunakan secara persentase ee dengan persentase tertentu gitu memanfaatkan ee darur ulang di dalam produk-produknya. peningkatan pengelolaan sampah yang tidak masuk landfil ya. Jadi yang masuk landfil adalah yang hanya residu Bapak dan Ibu dan ee pengembangan ee PLTSA pemakai listrik tenaga sampah misalnya seperti itu, baik RDF maupun SRF atau jumputan padat. Dan kita juga mendorong ya ada biodigestor artinya ee limbah-limbah organik itu bisa diambil metannya ya. Kemudian kita mendorong bagaimana magot itu dibuat untuk biomassa dan sebagainya. Nah, saat ini kami juga sedang komunikasi dengan beberapa Direktorat yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan ya, khususnya Direktorat ee Pakan Ikan gitu ya, dan ee di Kementerian Pertanian untuk Direktorat Pakan Ternak untuk bisa menyerap magot yang dihasilkan dari ee apa pengolahan-pengolahan ee sisa makanan organik seperti itu. sehingga nantinya magot ini dimanfaatkan untuk sebagai sumber protein untuk pakan ternak maupun pakan ikan. Kita mendorong 50% ya industri menggunakan kertas daur ulang atau plastik daur ulang itu dalam dari dalam negeri sehingga mereka melakukan pendampingan terhadap banyak ee apa pelapak atau bank sampah dan sebagainya. Kemudian tahun 2000 40 kita harapkan semua industri daur ulang, kertas maupun plastik menggunakan sumber dari dalam negeri sehingga kita harus mendorong mereka itu mengambil limbah kertas, limbah plastik dan sebagainya yang berasal dari dalam negeri. memang awalnya ada gejolak Bapak dan Ibu karena ee pengalaman teman-teman pengolah ee plastik dan sebagainya dalam negeri itu menyampaikan bahwa kalau kita pesan atau kita impor limbah plastik di luar negeri misalnya dari India maupun dari ee beberapa tempat lain misalnya Banglades dan sebagainya itu berapa kontainer yang kita pesan itu semuanya sama tapi kalau dalam negeri mungkin 10 kontainer itu campur-campur gitu loh. kami sampaikan bahwa kita harus melakukan pendekatan kepada teman-teman yang ada di ee apa di semua daerah khususnya yang ee bank sampah, kemudian ee pelapak dan sebagainya untuk bisa sesuai dengan kebutuhan dari teman-teman pendaur ulang ya. sehingga tahun 2050 kita harapkan zero landfill. Artinya hanya residu malahan yang kita buang. Sehingga semua daerah ya itu harus berusaha untuk mengurangi sampah dan mulai dari ee apa semua aktivitas-aktivitas yang ada di masyarakat bisa mengurangi karena sampah ini tanggung jawab kita semua ya. Bukan hanya pemerintah atau pemerintah daerah, tapi semua kita bertanggung jawab untuk mengurangi sampah yang kita hasilkan sehari-hari. Nah, menuju zero emission tahun 2060 sesuai dengan janji pemerintah loh ya. bukan janji Pak Jokowi, bukan janji Pak Prabowo atau bahkan bukan janjinya Pak ee SBY sebelumnya, tapi janji pemerintah Indonesia untuk zero emission 2060 or sooner. Jadi eh janji untuk zero emisi tahun 2060 atau lebih cepat. Bukan berarti kita enggak induk tahun-tahun itu, tetapi emisi yang kita hasilkan itu diserap oleh sektor itu. Misalnya kehutanan pada saat dia mengemisi, ditebang, dan sebagainya, tetapi penanaman jauh lebih banyak dari yang ditebang misalnya seperti itu. Atau kita mengkonsumsi tetap karena kita hidup kita menghasilkan limbah tapi limbah itu langsung diolah sehingga tidak ada limbah yang masuk ke TPA dan sebagainya. Itu zero emission. pendekatan ee kita artinya kita tetap bisa hidup dan kita bisa melakukan pengolahan 100% dari limbah yang kita hasilkan, Bapak dan Ibu itu eh filosofinya ya, zero emission. Takutnya teman-teman nanya lagi, "Loh, enggak mungkin dong kita hidup masa enggak ada emisi atau kita tidak mengurangi sampah dan sebagainya kan enggak mungkin. Tapi limbah atau sampah yang kita hasilkan itu kita olah semua. Jadi tidak ada yang dibuang ke lingkungan. Idealnya yang kita harapkan tahun 2060 seperti itu. Lanjut. Mengapa kita harus mengurangi memilah sampah dan mengolah sampah? Ya, pertama dia mengurangi beban timbulan sampah di TPS ya. Tempat penimpanan sementara. Mengurangi tingkat pencemaran air, udara, dan tanah. Bapak dan Ibu, sampah yang kita hasilkan dan dibuang ke TPA dengan cara open dumping artinya tidak ditutup dengan tanah ya, tidak ada apa ee ee pelingkupan sehingga metan ini tidak keluar dan sebagainya itu bisa mengurangi potensi emisi dari metan. Kemudian lininya dikelola itu berarti mengurangi potensi limbah yang mengandung apa ee mikroba, penyakit dan sebagainya masuk ke badan air. Bisa jadi masuk ke ee sistem air permukaan dan masuk ke sumur Bapak dan Ibu yang rumahnya mungkin dekat atau tidak jauh dari TPA misalnya seperti itu ya. atau masuk ke sungai ikannya kita makan misalnya seperti itu ya tercemar. Kemudian udara Bapak dan Ibu pasti udara yang bersih di perumahan tertentu itu nilai rumahnya berbeda dengan udara yang di perumahan yang tidak jauh dari tempat pemosesan akhir misalnya seper itu logis, sangat logis dan banyak pengembang-pengembang kita harus dorong bahwa jika sampah itu dikelola dengan baik maka sampah itu tidak bisa tidak mungkin keluar bau karena dia harus selesai dalam hari yang sama sehingga tidak ada peluruhan atau penguraian dari ee bahan organik oleh ee mikroba dan sebagainya sehingga menghasilkan bau. Kemudian mempermudah proses pengolahan sampah berdasarkan jenisnya. Ya, kalau boleh secara sederhana Bapak dan Ibu di rumah masing-masing atau sebarkan ke tetangga, ke grup WA dan sebagainya harus punya dua wadah minimal di dalam rumah. untuk yang organik dan anorganik. Artinya organik ini sisa makanan, sisa sayur, sisa olahan dapur nyebutnya SOD gitu ya. Itu yang dibuang dibuat misalnya kayak pupuk, buat magol dan sebagainya. Nah, sisa plastik, kertas dan sebagainya itu mungkin bisa di storkan di bank sampah ya. Kemudian memperpanjang umur pakai TPA ya. Saya tadi lupa-lupa ingat tuh mau nyebut-nyebut jumlah penduduk gitu ya. Kalau misalnya saya penggemar Oma Irama Bapak dan Ibu. Jadi pada saat tahun -an Bang Haji Omirama itu pernah mengeluarkan lagu yang judulnya 100 150 juta penduduk Indonesia ya. Itu tahun 0-an, Bapak dan Ibu. Sekarang tahun 2025 itu penduduk Indonesia sudah 28 juta. Jadi tidak aktual lagi lagu itu dinyanyikan karena sudah berbeda jauh ya ee jumlah penduduk ya. Mengurangi biaya pengelolaan sampah. Artinya pada saat Bapak dan Ibu itu mengurangi limbah atau sampah organik masuk ke TPA itu mengurangi beban pengolahan yang tadinya secara volume sampah misalnya untuk DKI Jakarta contohnya misalnya 8.000 R ton satu hari. Pada saat efektif semua airway di Jakarta itu punya bank sampah ya. Semua airway di Jakarta itu punya ee pengolahan ee sampah organik untuk buat pupuk, kompos dan sebagainya. Berarti mengurangi jauh sebenarnya jumlah sampah yang masuk ke TPA. Tetapi kejadiannya masih banyak ini sampah-sampah masuk ke TPA. sehingga kami juga bersama-sama dengan teman-teman Jakarta untuk melihat bagaimana ee intervensi dari program itu bisa mempengaruhi ee pengurangan sampah yang masuk ke TPA ya sehingga yang namanya ee apa ee timbangan dan sebagainya TPA itu jadi penting untuk melihat atau jumlah penghitungan ee apa rit dari truk dan sebagainya pengangur sampah itu bisa kurang ya. Jadi jangan tetap misalnya ee tetap misalnya 1000 truk misalnya 1000 truk kalau misalnya ini sekitar 4.000 R ton misalnya ya, kalau 4 ton satu berarti pada saat kita intervensi program dan sebagainya itu berkurang misalnya 50% harusnya cuman 500 stuk saja misalnya yang masuk ke TPA sehingga ada intervensi bukan berarti nanti supaya jadi enggak ada kerjaan ya, tetapi ada pola pemanfaatan sumber daya yang harus dikreatifkan oleh ee pemerintah daerah misalnya seperti itu. sehingga pemanfaatan sumber daya itu bisa digunakan untuk kepentingan yang lain ya tentunya juga dengan sumber daya manusia tersebut sehingga efektivitas pengelolaan sampah tetap jalan. Jadi jangan sampai ee kita ngurangi sampah terus stroknya berkurang tapi ee apa sori ritasinya berkurang tapi truknya tetap sama jumlahnya 1.000 ya enggak pas kalau menurut saya sehingga harus ada adjustment ya penyesuaian terhadap ee jumlah atau volume sampah yang masuk ke TP. Lanjut. Nah, ini Indonesia sedang dalam kondisi darurat sampah ya. Sampai saat ini menurut SIPSN ya, sampah yang kita kelola tahun 2023 itu 39,01% ya artinya hampir 40% itu di lingkungan ya, tidak terkelola maksudnya bisa jadi itu ke bank sampah misalnya ya. yang kita ee apa kita kelola dan sebagainya bisa jadi kelapak dan sebagainya sehingga yang namanya data informasi dalam pengola sampah itu menjadi sangat penting untuk mengatur bagaimana pengalokasian sumber daya kita. Kemudian sebagian besar TPA sudah overload ya. Sebagian besar TPA dikelola secara open damping Bapak dan Ibu ya. kami sampaikan tadi nyebut keramat nih TPA open dumping dan dioperasional open dampingnya oleh Pak Menteri pada tanggal 10 Maret 2025 lalu ya sehingga semua teman-teman ee di wilayah yang TPA-nya termasuk open damping dan ditutup aktivitas open damping oleh pemerintah itu harus dan harus melakukan aksi atau merubah sistem operasionalnya dengan ee menjadi sanitary landfill atau control landfill. Artinya sederhananya pada saat menerapkan eh sanitary landfill, begitu sampah masuk langsung ditutup. Masuk langsung ditutup. Jadi apa setiap hari itu ditutup oleh tanah dengan tanah sehingga metannya tidak keluar penguraian bahan organik itu tidak ke keluar yang sehingga menimbulkan bau Bapak dan Ibu. Tapi kalau misalnya yang control and feel itu mungkin secara berkala hari-hari tertentu misalnya setelah 3 atau 4 hari baru ditutup dan sebagainya sehingga masih ada timbul bau kalau setelah ee dua atau 3 hari Bapak dan Ibu ya. Kita bisa lihat di gambar kiri bawah ya yang terbuang ke lingkungan sekian persen. Kemudian pengurangan sampah hanya 13,61%. yang ditangani ya itu 25,4% misalnya ya TP open dampingnya masih 21,8% dari jumlah total 56,63 juta ton sampah yang dihasilkan oleh Indonesia atau secara umum di semua ee kabupaten kota seluruh Indonesia ya. Nah, kita juga Pak Menteri juga sudah menyusun tim pendampingan TPA TPA yang ditutup operasional open dampingnya sehingga nanti semua TPA itu diampingi oleh tim ya untuk melihat atau memantau progres perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah daerah yang bersangkutan atau sebagai ee penanggung jawab dari TPA tersebut misalnya. Lanjut. Ee ini perbaikan tata kelol sampah. Jadi dari sisi perencanaan, pemerintah daerah perlu menyusun dokumen perencanaan yang berkualitas ya sebagai dasar mengembangkan misalnya mengembangkan bagaimana pengolan sampah ke depannya. Jadi tidak yang tak sampaikan di slide-slide sebelumnya itu semua rekam apa ee langkah-langkahnya harus disiapkan oleh pemerintah daerah dalam bentuk misalnya dokumen peta jalan penyelesaian sampah di daerahnya atau di ee apa wilayahnya seperti itu. Ada spektrumulasi misalnya beberapa daerah juga sudah saya kami yakin punya niat yang baik ya sehingga keluar tuh banyak Perda dan sebagainya. atau per grup atau perob ya atau per wali untuk mengendalikan sampah sehingga law enforcement ya dari kegiatan atau dari ee Perda atau peraturan-peraturan di tingkat daerah itu harus di tegakkan untuk melihat efektivitas dari ee regulasi tersebut. Aspek kelembagaan juga ya diperlukan fungsi regulasi operator pengelolaan sampah. kami lihat memang kita harus ee memberdayakan bagaimana pengelolaan-pengelolan sampah yang baik. Kami sudah mengidentifikasi atau Pak Menteri sudah melakukan kunjungan ke banyak tempat, banyak TPA dan mungkin ada beberapa TPA yang ee beliau nilai atau kita nilai itu cukup ideal ya operasionalnya dengan biaya yang mungkin tidak terlalu mahal juga. sehingga itulah yang harus di sebarlaskan, harus didorong kepada pemerintah kabupaten, kota lainnya untuk bisa di adopsi atau diterapkan di TPA-nya masing-masing. Ya, kami juga melihat bahwa ee harus ada semacam ee badan layanan umum daerah misalnya untuk bisa melihat bagaimana pemanfaatan-pemanfaatan sampah lanjutan untuk bisa di ee dikembangkan ya semacam untuk kompos, untuk magon dan sebagainya sehingga peran serta dari pemerintah daerah juga sebagai pengawal atau pengampu dari ee isu-isu itu sampah di daerahnya. Kemudian pendanaan kami sebenarnya mendorong bagaimana alokasi dana APBD yang ada di setiap daerah kabupaten kota yang memiliki TPA itu minimal 3% dari ee APBD-nya Bapak dan Ibu untuk pengelolaannya ya. ya. Padahal di situ juga ada termasuk ee belanja pegawai dan sebagainya, tapi hanya untuk pengelolaannya Bapak dan ya 3%. Tapi ee ini sebagai informasi pada saat 10 Maret Pak Menteri menutup kegiatan pendamping itu semua ya semua bergolak gitu ya. bagaimana mengelola sampah dia dan sebagainya, bagaimana dengan pembuangan sampah berikutnya dan sebagainya. Ya, di banyak tempat seperti itu. Ada di Tiungan, ada di Basirih dan sebagainya. Mudah-mudahan teman-teman Jogja hadir ya. Di Basirih, di Kalimantan Selatan misalnya itu banyak akhirnya sampah yang tidak terkelola atau dibuang sembarangan dan sebagainya. Ya, yang kita dorong adalah bagaimana teman-teman pemerintah daerah itu bisa melihat ini sebagai peluang untuk mendekati masyarakat, untuk bersama sama dengan masyarakat, untuk melakukan pengurangan pemilahan di tempat sehingga berkurang sampah yang akan masuk ke lingkungan. Ada alternatif juga misalnya dengan menggunakan ee apa? insinerator misalnya, tetapi tetap dengan melihat bagaimana efektivitas, kemudian bagaimana mengendalikan cemaran, emisi udara dan sebagainya. S ee karena insentrator yang kita ee apa yang ideal adalah bisa mengurangi ee sampah, kemudian baku emisi udaranya juga terkontrol. Artinya ee suhu ruang bakarnya itu minimal 1000 derajat sehingga mengurangi peluang rilisnya di oksin furan sebagai ee apa? Sebagai hasil emisi dari pembakaran-pembakaran yang tidak sempurna seperti itu. Sehingga itu bisa memicu kanker. Kita akan mendapat penyakit lagi ke depannya lebih berat jika kita menghirup dioksin kuran banyak seperti itu ya. itu kemudian mengoptimalkan retribusi. Banyak daerah juga masih menerapkan retribusi dan mendorong ya stratifikasi retribusi untuk daerah untuk kawasan-kawasan misalnya yang sudah mengelola. Sederhananya seperti ini, Bapak dan Ibu. pada saat misalnya rumah saya nih ya mengelola sampah sehingga sampah itu berkurang dari satu kawasan dari rumah saya misalnya seperti itu. Pada saat sampah atau bayar sampah misalnya Rp100.000 misalnya 1 bulan, pada saat sampah yang dihasilkan dari satu perumahan lebih sedikit harusnya dia bayar lebih murah karena secara volume lebih sedikit sampah yang di angkut ya. semakin sedikit semakin murah ee model-model itu tuh harus dikembangkan sehingga mendorong semacam eh apa reward and punishment reward-nya pada saat dia ngeluaran sampah lebih baik hanya residu dia bayarnya mungkin ya cuma 20% dari total biaya pengelolaan sampah misalnya di kawasan atau di ee perumahan misalnya seperti itu ya ini harus di dibuat bagaimana kita memberikan ee reward seperti itu. pastinya bisa karena teman-teman yang mohon maaf nih teman-teman yang di Bekasi, di Bogor, Tangerang ya ee Depok misalnya yang menggunakan ee apa sistem transportasi massal dengan kereta api ya itu buktinya bisa merubah kebiasaan yang masyarakat tadinya menggunakan kereta api ya menggunakan kereta dari Bogor misalnya itu mengangkut buah buah ngangkut duren, ngangkut ini jualan segala macam di kereta itu. Sekarang bisa bersih, tertib tidak banyak orang jualan di tidak banyak tidak ada belan orang yang jualan di kereta ada mungkin online gitu ya. Jadi enggak ada sampah, enggak ada enggak ada bentuk barangnya gitu di kereta itu bisa sama juga dengan sampah. Harapan kami ingin agar kita mengelola sampah jauh lebih baik sehingga sampah yang keluar ke lingkungan itu jauh lebih sedikit dari apa yang kita lihat. Aspek teknis misalnya pembangunan infrastruktur pengelolan sampah untuk meningkatkan kapasitas pengelolan sampah di daerah ya. Fasilitas sampah dari pengelolan sampah dari hulu sampai ke hilir sehingga masuk ke lingkungan itu sangat-sangat sedikit gitu. Kemudian hanya resido yang masuk ke hanya resido saja yang masuk ke ee TPA misalnya partisipasi masyarakat diperlukan ya masyarakat harus sadar sekarang kebanyakan kalau kita sakit perut atau mules dan sebagainya kita oh ini masuk angin oh ini karena mungkin masih oh ini kesambet ini segala macam padahal mungkin ya kita mengkonsumsi makanan yang sudah tercemar lalat dan sebagainya nya atau mungkin yang sudah ada ee kesentuh oleh ee tikus dan sebagainya ya. Sehingga itu padahal penyakit dari karena kita tidak mengolah sampah kita dengan baik sehingga muncullah tikus, muncul kecoa, muncul lalat hijau misalnya atau lalat dan sebagainya ya. Sehingga masyarakat harus paham bahwa jika kita mengelola lingkungan dengan baik, sampah dengan baik, pasti penyakit juga berkurang. Sehingga nilai kemanfaatan secara tidak langsung yang dirasakan oleh masyarakat adalah pada saat sampah tidak banyak di lingkungan. Bapak dan Ibu menguatkan ee I jadi menguatkan ee ee peran masyarakat bisa bertanggung jawab untuk mengurangi sampah kita. Seperti itu, Bapak dan Ibu. Kami harap ee apa? masyarakat juga terbiasa karena tren-tren masyarakat juga harus ya saya melihat media sosial gitu ya itu bisa mengurangi sampah yang ee masuk ke lingkungan tetapi anak-anak muda itu bisa menyebarluaskan ee jumlah sampah yang masuk ke ee lingkungan ya melalui ee FB misalnya Instagram, TikTok dan sebagainya itu bisa ee mengurangi ee apa ee animo untuk menghasilkan sampah. Kami juga ee melihat masyarakat harus diajarkan, harus apa? bertransformasi, merubah perilaku, merubah perilaku untuk bisa mengurangi sampah ee masuk ke lingkungan. Jadi harus semua Bapak dan Ibu, saya melihat juga sekarang ini peluang untuk karena ada program Pak Presiden Prabowo makan bergizi gratis gitu ya. ee kami juga sudah menyiapkan ee beberapa model-model pemantauan sehingga pemilahan sampah dari dapur, MBG dan sebagainya itu bisa mengurangi beban lingkungan yang masuk ke TPA misalnya. sehingga kita melihat ee apa [Musik] sebaran-sebaran apa dapur makan bergizi gratis itu tidak apa tidak banyak di ee lingkungan dan sebagainya sehingga ee kita bisa melihat mereka sebagai ee agen-agen perubahan ke depannya. Karena anak-anak sekolah yang menerima mahasiz gratis sekarang ini kelas 6 misalnya tambah 5 tahun nanti 2029 misalnya itu mereka sudah SMA sehingga mindsetnya sudah berubah mengurangi sampah dan sebagainya sehingga harapan kami melalui MBG misalnya itu bisa bertransformasi masyarakat-masyarakat anak-anak muda khususnya anak-anak didik yang sekarang kelas 6 nanti SMA yang SMA nanti kuliah atau yang SMP nanti SMA kelas 3 untuk kuliah dan sebagainya. nya memiliki mindset untuk mengelola sampah. Kami harap harapnya begitu. Lanjut ya. Ini pengeluan sampah yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Bapak dan Ibu, kami melihat ee pengelolaan sampah di hulu ya. kita harus menyebarluaskan inisiatif-inisiatif di Hulu ini kepada ee semua masyarakat melalui komunikasi, informasi, dan edukasi. Banyak ee upaya-upaya yang sudah dilakukan, tetapi mungkin tidak tersebar luas ya ke banyak kelompok-kelompok masyarakat sehingga ee kita masih dianggap ee apa tidak melakukan apa-apa atau tidak banyak atau tidak masif yang kita lakukan ya. Sehingga kalau misalnya kita bisa lihat nih zaman zaman-zaman tahun '90-an di mana internet tidak terlalu banyak gitu ya, mungkin informasi ee apa tentang kegiatan aja apapun itu termasuk pengelolan sampah misalnya itu tidak banyak tersebar. Tetapi saat ini begitu ada sesuatu terjadi di mana saja di dunia ini itu sudah gampang tersebar luas jadi viral dan sebagainya. Nah, ini kita juga penting memanfaatkan media ini untuk bisa menyebarluaskan informasi upaya-upaya praktik-praktik baik yang kita lakukan. Kemudian mewajibkan setiap sumber sampah dari rumah tangga, produsen, penanggung jawab dan sebagainya pengelola kawasan untuk melakukan pemilahan menyediakan tempat untuk pengolan sampah ya mengoptimalisasi penerapan kewajiban produsen atau IPR ya extended producer responsibility. Jadi pengusaha harus bertanggung jawab untuk mengambil kembali kemasan-kemasan produksinya, produknya ya. Kita bisa lihat nih Bapak dan Ibu. Saya kebetulan sering ke apa pusat-pusat perbelanjaan gitu. Pasti teman-teman juga yang bisa lihat dari misalnya berapa lajur barang-barang yang ditawarkan itu banyak multiayer plastiknya Bapak dan Ibu. Contoh ya misalnya ini kayak bungkus kopi, bungkus chiki, bungkus naik itu multilayer semua itu susah untuk bisa dikendalikan, susah untuk bisa diolah sehingga harus mewajibkan semua produsen untuk mengadopsi ya produk tertentu harus ngambil limbahnya, harus kendalikan limbahnya di lingkungan dan sebagainya ya. khusus teman-teman Jakarta misalnya sudah banyak di Jakarta itu saya sebutnya Starling atau teman-teman nyebutnya Starlink Starbuck keliling gitu ya. Nah, itu jualnya multilayer semua tuh kopi apa ee bungkus-bungkus minuman penyegar dan sebagainya itu susah diolah Bapak dan Ibu. Bebannya lari ke lingkungan ya. Jika ada nilai dari multielir itu bisa jadi teman-teman ee apa pemulung atau pedagang dan sebagainya. bisa me bisa mengambil. Kenapa? Karena ada nilainya. Seperti juga botol-botol minuman itu bisa itu bisa di ee apa bisa diambil karena ada nilainya. Kertas plastik pembungkus makanan misalnya kita bisa kumpulkan atau pemulung atau sebagainya bisa kumpulkan karena ada nilainya. N kalau enggak ada nilai enggak adaak enggak ada yang mau ngumpulin ya multiayer contohnya sampai sekarang ini masih susah. Kemudian menerapkan kebijakan satu bank sampah setiap RW ya Jakarta kita harapkan semua ee apa RW itu ada bank sampah dan ada pendamping pengembangan atau pengelolaan lingkungan di setiap airway ya. Kami juga berharap teman-teman di daerah juga bisa seperti itu seperti Jakarta ya. Dan kita melatih teman-teman pendamping mereka sebutnya BPS RW, Badan Pengelola ee sampah RW. Jadi ada orang-orang yang mendampingi satu bank sampah unit di setiap RW mungkin satu kecamatan itu ada bank sampah induk misalnya seperti itu ya. Kemarin kami sempat diskusi dengan Walikota Jakarta Utara yang akan mendorong semua. Jadi Jakarta Utara itu ee hampir ee sekarang ini RW yang belum ada bank sampah itu sekitar 117 bank ee RW. Kemudian bank sampah yang belum yang tidak aktif itu ada 53. Pak Walikota berjanji akan mengaktifkan yang 53 dan akan membangun 117 bank sampah di setiap RW dan minta ada pendampingan seperti itu. Dan nanti membuat reward system gimanalah caranya untuk membuat masyarakat untuk tertarik bersama-sama dengan pemerintah menyelesaikan urusan sampah. Kemudian optimalisasi pengelolan sampah di fasilitas pusat darur ulang. ya banyak recycle center yang dibuat oleh pemerintah kemudian PU buat dan sebagainya tetapi banyak juga yang tidak jalan atau tidak beroperasional secara efektif itu juga kita perlu ee cari tahu bagaimana menjalankan itu kembali fasilitasi akses pasar produk daur ulang pengolahan sampah dan sebagainya untuk RDF kompos dan sebagainya karena pemerintah juga harus melihat ini sebagai peluang untuk bisa di jalankan Bapak B dan Ibu ya. Mungkin Bapak dan Ibu tahu RTF Rorotan ya. Jakarta, teman-teman Jakarta pasti tahu tuh. Jadi sampah yang harus di yang diolah di rorotan itu misalnya itu hasilnya RF hasilnya itu sampah kering yang bisa menjadi bahan baku untuk bahan bakar di pabrik semen misalnya seperti itu ya. Tapi mungkin ada sisa olahannya, ada ada lindinya misalnya. Jadi ee apa bisa diatur, bisa diolah kembali misalnya mungkin ada organiknya untuk bisa pupuk dan sebagainya ya. Kami harap juga teman-teman di daerah juga bisa mendorong dan alhamdulillah Pak Presiden Prabowo sudah meminta kepada Pak Menteri kami Bapak Hanif untuk mendorong pembangunan wilayah untuk ee pembangkit listrik tenaga sampah PLTSA ya tentunya ee bekerja sama dengan beberapa lembaga Tetapi memang daerah-daerah yang ee akan dipilih adalah daerah-daerah yang memiliki sampah di atas 1000 ton setiap hari, Bapak dan Ibu. Membuat pembetaan, menyediakan kebutuhan, meningkatkan kapasitas fungsional dan sebagainya. Karena kami juga di Kementerian Lingkungan Hidup itu ee ada sebagai pembina fungsional pedal ya, pengendali penyuluh lingkungan pedal dan sebagainya itu tersebar anggotanya di seluruh Indonesia. Ya, kami juga berharap nanti bisa dilakukan penguatan pendampingan oleh pemerintah daerah. Memastikan seluruh pemerintah melaporkan data. Nah, ini penting ya namanya data. Fasilitas yang dimiliki, progresnya gimana, kondisinya gimana, dan apa yang akan dilakukan untuk melakukan pengurangan itu. Apa yang dilakukan untuk menghilangkan atau mempercepat proses penyelesaian masalah sampah misalnya. Sehingga kalau kita punya data, kita bisa lihat berapa sumber daya yang kita butuhkan untuk selesai. Ya, kalau pengeluan sampah dihilir dari sebelah kanan, layanan, pengumpulan, pengangkutan dan sebagainya yang terpilah dan sebagainya ya, link dengan optakernya misalnya. Karena banyak daerah, saya yakin Bapak dan Ibu, tidak semua ee daerah memiliki misalnya kayak ada ee apa pembangkit listrik tenaga sampah misalnya atau memiliki public semen misalnya untuk mengambil RDF dan sebagainya. Mungkin kalau kayak di Sumatera Barat ada, di Sulawesi ada ya, Pabl Semen misalnya, di Jawa banyak misalnya, tapi di NTB enggak ada tuh misalnya ya, di NTT enggak ada misalnya. Papua enggak ada. Sehingga susah juga dikembangkan RDR di tempat yang lain. Sehingga yang kita dorong adalah bagaimana teman-teman untuk bisa berinisiatif untuk melakukan pengolahan ee kompos biodigester dan sebagainya. Tetapi eh RDF mungkin masih belum ya jika ada pabrik dan sebagainya RDF-nya itu bisa dimanfaatkan, tetapi harus mempertimbangkan transportasi dan sebagainya. pembangunan industri pengelolan sampah dengan mengembangkan fasilitas pengolan sampah yang melakukan teknologi Bapak dan Ibu ya. Kayak tadi itu eh RF dan sebagainya melakukan penataan TPA ya. TPA untuk yang ee apa Kota Sedang gitu ya yang mungkin sekitar 500 ton sehari itu pengolahan lind dan sebagainya itu sebenarnya bisa lebih ee terkendali jika masing-masing ee pemerintah daerah paham bahwa indirect benefit atau manfaat tidak langsung itu pasti mereka akan terima. Misalnya ini dengan kota bersih, dengan kota terkelola dan sebagainya pasti jumlah kunjungan wisata naik. Kenapa? Karena bersih. Pada saat bersih tidak banyak penyakit sehingga kunjungan ke rumah sakit, kunjungan ke puskesmas atau pemanfaatan BPJS jadi berkurang. Sehingga indirect benefit atau manfaat tidak langsung inilah yang kita perlu perbesar. Artinya kepala daerah harus melihat ini sebagai peluang penerimaan yang bentuknya intangible atau yang tidak kelihatan seperti itu ya. Kemudian mendorong ada sanitary landfill, sampahnya datang langsung tutup, sampah datang langsung ditutup dan sebagainya ya. Penertiban pembuangan sampah ilegal. Kami yakin di semua tempat masih banyak TPA TPA bayangan seperti itu ya. sehingga itu harus ditutup Bapak dan Ibu memperbaiki tata kelola pengolan sampah di daerah, penguatan regulasi, law enforcement menjadi penting. Beberapa tempat kami tahu ada kayak apa pengawas gitu ya. Bahkan di tempat tinggal saya di Depok itu dulu ada namanya kayak tim buser buser sampah gitu Bapak dan Ibu. Jadi beberapa yang saya tahu ada malah ee rekan kami dulu di KLHK gitu itu ketangkap buang sampah diproses difoto dan sebagainya. Eh ternyata pakai peneng kantor gitu jadi enggak enak juga kita. Tapi emang kalau kita tidak dibuat seperti itu, orang enggak sadar-sadar bahwa sampahnya harus diselesaikan oleh diri sendiri ya. Membuang akirnya ketangkap tuh. Nah ini perlu nih law enforcement Bapak dan Ibu. beberapa daerah juga punya perda untuk me apa membuat law enforcement untuk membuat jera masyarakat membuang sampah seperti itu. Lanjut. Nah, ini pengurangan oleh masyarakat ini praktiknya seperti ini, Bapak dan Ibu gambarnya ya mulai di ulang kemudian beberapa daerah juga menerapkan sedekah sampah ya. Jadi plastik-plastik dan sebagainya ditampung tetap harus bisa diukur efektivitas Bapak dan Ibu ya. Bayangan saya kalau misalnya kita hanya oh ini kita ada sedekah sampah di beberapa tempat ibadah misalnya seperti itu. Dia signifikan enggak diukur berapa banyak dari rumah ibadah yang mendapat fasilitas itu misalnya kalau misalnya semua harusnya bisa diperhitungkan atau bisa diukur berapa efektivitas pengurangan sampah dari program yang kita laksanakan tersebut. misalnya itu harus di dilihat Bapak dan Ibu. Kemudian di sebelah kanan kita bisa bisa lihat ada takakura ya komposter gitu ya, ada food digester, biogas dan sebagainya untuk masak, ada buat magot, untuk pakan ternak, biopori dan sebagainya. Praktik baik yang dilakukan oleh teman-teman khususnya di Bali yang kami pernah lihat itu dia buat kayak biopori lebih besar mungkin ee diameter sekitar 1 m lebih atau 1,5 met sehingga sisa makanan dimasukkan situ tiap hari. Mungkin lebih dari tahunan itu baru penuh dan pada saat diambil itu sudah menjadi kompos, sudah menjadi pupuk gitu untuk tanaman dan sebagainya ya. Lanjut. Nah, ini mulai dari rumah ya, Bapak dan Ibu. 3R reduce mengurangi. Kita harus berpikir kayak tadi saya sampaikan mikir dulu ini konsumsi kita lebih apa enggak. Kadang banyak ee teman-teman sudah perilakunya baik ya. Pada saat pesan makanan malah ditanya dulu nih ini makanannya banyak apa enggak? Sehingga banyak daerah juga atau banyak ee rumah makan nih. Kenapa nanya volumenya gitu? sebenarnya bukan untuk macam-macam. Ingin tahu bahwa konsumsinya dia lebih bertanggung jawab, tidak banyak yang dibuang atau di ee tidak dimakan dan sebagainya. Tujuannya untuk itu sebenarnya Bapak dan Ibu ya. Memilih produk dengan kemasan yang paling ringkes, paling mudah, dan dapat diisi ulang. Kami juga ee komunikasi dengan beberapa produsen ee apa personal care gitu ya. ee sabun dan sebagainya yang punya inisiatif untuk menjual ee isi ulang gitu. Jadi dia cuman bawa wadahnya kembali, beli sabun, diisi lagi, dia bayar volume tertentu ya. Tapi beberapa lembaga seperti BPOM menganggap, oh ini enggak boleh terekspos udara secara langsung karena itu sensitif ke pulih dan sebagainya. Nah, hal-hal ini juga kami ee banyak komunikasikan dengan BPOM untuk bisa melihat bagaimana efektivitas dengan pembelian dalam bentuk ee isi ulang dan sebagainya. Reuse menggunakan kembali ee atau menggunakan ulang sehingga saya lebih cenderung silakan gunakan plastik tapi di dipakai berkali-kali gitu ya. Saya enggak bilang harus di kayak kresek gitu. harusnya dipakai berkali-kali sudah selesai dilipat sambil pergi ke itu lagi dipakai lagi enggak masalah ya itu harusnya yang didorong digunakan ulang kemudian gunakan baterai yang dicharge dicas ulang ya kemudian memilih produk kemasan yang dapat berulang mudah terurai ya sekarang sudah mulai banyak tuh tas-tas plastik itas-tas bentuk bentuk kayak kresek gitu tapi begitu kena air air dia langsung terurai atau begitu berapa hari seminggu dia langsung lebur gitu hancur di tanah dan sebagainya ya. Tapi harus dilihat juga ini nilai atau harga juga menentukan karena masyarakat kita masih melihat harga gitu ya. Sehingga inilah yang kita harus ee dorong. Bagian-bagian atau kelompok-kelompok masyarakat bisa sangat peduli tapi bagian-bagian masyarakat yang lain mungkin tidak. Atau kita harus dorong untuk lebih peduli ke lingkungan. sehingga kesadaran masyarakat itu kita harus bangun. Mimpi saya sih 2030 insyaallah masyarakat sudah mulai sadar bahwa lingkungan ini harus dikelola, sampah ini harus dikelola sehingga ee apa masyarakat bisa jadi lebih sejahtera pada saat penyakit kurang, pada saat mutu lingkungan baik dan sebagainya. Lebih cerdas anak-anak ke depannya. Lanjut. Ini Bapak dan Ibu enggak ada yang burning question ya? Nanya nih. Saya takut nih eh apa dengar saya ngomong kebanyakan atau gimana nih? Kalau mau ada nanya silakan aja saya di apa resen enggak apa-apa. Silakan. Selanjutnya membangun kemandirian pengolahan sampah. Ya, saya melihat atau ketemu dengan banyak kelompok masyarakat yang memanfaatkan sampah ya sebagai wirausaha ya. Tadi ada yang dari Palembang. Saya pernah lihat ke bank sampah Indonesia namanya yang pengurusnya namanya Mas Dono. Ya, sebenarnya sampah yang dikelola ya sama aja kayak di tempat-tempat lain, tapi ada nilai tambah, ada value edit ya dari yang dilakukan oleh Mas Dono waktu itu. saya surprise atau Pak Menteri sangat itu waktu itu surprise sehingga meminta kami untuk kunjungi itu karena dia berhasil mengirim ee nasabahnya untuk umrah waktu itu dan naik haji coba dari sampah karena memang sampahnya tidak misalnya kertas dijual kertas plastik jual plastik tapi ditambah nilainya artinya dia buat bubur kertas dari kertas dia buat bubur kertas kemudian dibuat boneka dan sebagainya dijual sehingga Kertas yang tadi harganya 2.000 sekilo bisa jadi Rp25.000 R000 misalnya satu mainan gitu ya dari 1 kilo ee kertas misalnya seperti itu ya boneka dan sebagainya celengan dan sebagainya sehingga ada nilai manfaat inovasi dari ee inisiatif yang dilakukan oleh bank sampah tertentu misalnya ada juga yang buat ee apa botol-botol plastik untuk sebagai septic tank misalnya sebagai isi dari septic tank sehingga ee apa ee penguraian-penguraian ee ee ee apa ee aerob itu bisa terjadi ya di eh safety time misalnya itu gunakan plastik. Dia kan enggak rusak plastik mau berapa tahun juga tapi bisa digunakan. Nah, kalau zaman-zaman dulu orang-orang atau teknologi mengguna apa pembuatan ee saptic tank itu masih menggunakan kerikil, ijuk gitu-gitu ya, Bapak dan Ibu atau teman-temannya saya takut saya yang ketuaan ini nyebut seperti itu. Tapi sekarang sudah mulai banyak pakai plastik sebagai ee apa? isi dari sepic tank misalnya ya, sehingga penguraian dari ee sisa-sisa eh apa black water kita gitu di diolah di sep. Kemudian berpikir kreatif yaitu kemampuan melahirkan sesuatu yang baru, gagasan baru. Ya, kita bisa lihat nih banyak inisiatif-inisiatif mempermudah orang untuk mengkoleksi atau mengumpulkan limbah sampah dan sebagainya. mempermudah orang untuk menggunakan kembali ee sampah-sampah yang mungkin harusnya terbuang tapi dia bisa manfaatkan kembali ya. Banyak daerah-daerah yang mengembangkan ini apa namanya blok-blok kayak bata dan sebagainya tapi masih banyak menggunakan beberapa juga saya lihat menggunakan plastik yang dibakar itu juga mengerikan Bapak dan Ibu karena pasti dioksin furannya keluar ya dan bahaya untuk lingkungan. Tapi ada juga yang menggunakan itu di dicacah gitu halus dicampur dengan semen, dibuat bataku dan sebagainya itu masih memungkinkan. Dan kreativitas ini tentu saja tidak terbatas pada hal-hal yang saya sebutkan tadi, tetapi ada hal lain yang bisa di ee apa di ee upayakan misalnya seperti itu ya. Kemudian inovasi, kemampuan melakukan inovasi, memperkenalkan hal baru, temuan baru, pengembangan dari yang sudah ada ya. W management responsibility. Ini ada apa nih? Hadirin hadirin ST kalau mau WA di WA apa sori di ee apa chat juga boleh silakan ya. Waste management responsibility ya. ada pendidikan, ada lingkungan, kemudian ada inovasi ya, ada ekonomi, ada value. Jadi kalau misalnya ada value itu kita enggak perlu ajarin lagi. Masyarakat pasti lebih pintar. Begitu ada nilai yang berputar di situ pasti diikutin. Ya bahasa sederhananya zaman dulu bebek gitu ya, pasti orang ikut tuh ramai-ramai ikut. Lanjut atau ada saya mau respon yang mau nanya dulu silakan kalau misalnya ada yang mau ditanyakan. ee sesi pertanyaan nanti, Pak sekitar jam 11.30 ya. Silakan dilanjutkan lagi untuk materinya. I pengolan sampah di bank sampah melalui bisnis sosial. Jadi kita harus melihat keekonomian Bapak dan Ibu. Kadang kita jarang memasukkan misalnya ya ee upaya-upaya apa tenaga kerja kita ee apa ee cost yang kita keluarkan dan sebagainya sebagai faktor produksi gitu sehingga kelihatannya dia visibel aja ini bank sampah dan sebagainya. Itulah yang kita harus cari cari tahu ini apakah secara ekonomi ini bank sampah ini visibel enggak menguntungkan apa tidak gitu. Kalau hanya kayak tadi itu masuk sekian kita jual, masuk sekian kita jual, tapi tidak ada value edit, tidak ada penambahan nilai dari sampah tersebut misalnya. Tentu juga tentu saja kami berharap pemerintah daerah itu bisa memfasilitasi gitu ya. Misalnya nih pupuk organik. Bayangan saya di beberapa tempat yang sudah punya inisiatif seperti itu, masyarakat dan sebagainya, seharusnya pemerintah daerah bisa fasilitasi itu untuk misalnya membeli dan digunakan di pemupukan taman misalnya. membeli digunakan di pemupukan kawasan-kawasan misalnya atau membuat bibit dan sebagainya dan sebagainya ya pertanian pertanian perkotaan dan sebagainya itu bisa dibuat seperti itu. Nah, sehingga ada nilai ekonomi yang bisa berputar pada saat keekonomiannya ketemu dia jadi visibel atau mudah atau banyak yang akan melakukan. Kemudian usaha budidaya magot dari sampah organik dapur. Kami tadi menyebutkan ee magot itu bisa digunakan untuk pakan ternak, pakan ikan dan sebagainya. dan beberapa sahabat kami juga dari paguyuban bisa menghasilkan apa membuat ee apa ayam afkir atau tidak bisa bertelur lagi itu malah bisa bertelur lagi itu dikasih makan magot misalnya atau beberapa petani ikan hias khususnya itu warnanya itu lebih cerah lebih apa lebih keluar warna ikan dikasih magot ya tetapi mungkin kalau dari beberapa peneliti yang kami hubungi juga kalau terlalu banyak magotnya justru pertumbuhan ya berkurang sehingga secara persentase dia tidak boleh terlalu dominan dikasih mangkot. Harus ada pakan pakan lain gitu ya, karbohidrat dan sebagainya atau yang bersumber dari ikan. Kemudian peluang-peluang jasa lainnya ini ada pengelolahan sampah pemukiman, perkantoran, hotel, restoran, kafe dan sebagainya. Pasar. Alhamdulillah kami juga dengan teman-teman Kementerian Perdagangan ee melakukan kegiatan kebersihan pasar gitu ya. Bahkan teman-teman ee Kementerian Perdagangan itu membuat program yang namanya GERNAS Mapan, Gerakan Nasional membersihkan Pasar Nusantara. dan kami bersama-sama mereka ee apa teman-teman Kementerian Perdagangan itu mendorong semua pasar itu harus ada bank sampah, semua pasar harus ada atau diharapkan saya enggak enggak mau taruh harus seolah-olah harus seperti itu enggak ya tapi kita mendorong semua pasar harus ee ada punya bank sampah semua pasar bisa buat ee apa ee magot bisa buat pupuk organik dan sebagainya, komposting dan sebagainya. Kemudian ee limbah-limbah dari ee ini disebutnya ini sampah sejenis sampah rumah tangga. Artinya dari perkantoran, dari permukiman, dari rumah sakit. tim rumah sakit itu ada infeksius ee ini ya ee limbah gitu ya misalnya kayak ILP ya lembah bawa kemasyarakatan atau misalnya ee perkantoran, pusat bisnis itu kan ada sampah-sampah rumah tangganya sebenarnya dari sisa aktivitas ee ee apa ee pegawai dan sebagainya itu harus ada dikelola atau misalnya hotel dari tamu dan sebagainya itu pasti ada sampah dan sebagainya itu biasanya meminta kepada pihak ketiga untuk selesaikan itu. Nah, tetapi yang harus dilihat adalah bagaimana pihak ketiga itu melakukan ee pengolahan lebih lanjut sehingga sampah yang dihasilkan oleh kawasan itu bisa terkelola ya. Inovasi pemanfaatan bahan baku sampah menjadi produk upcycle. Ya, ya. Sekarang banyak inisiatif ee multilayer itu dijadikan kayak papan atau panel atau kursi dan sebagainya, tetapi masih menggunakan panas atau termal dipanasin g di dicairkan gitu ya plastik-plastik itu ya. pemanfaatan sampah menjadi energi. Sampai saat ini ada beberapa ee tempat misalnya kayak di ee Solo, di Putri Cempo namanya itu masih bisa ee beroperasi sampah menjadi energi. Sama juga di Benowo. Mudah-mudahan ada teman dari Jogja eh dari mana? Dari Solo dan dari ee Surabaya bisa melihat pemanfaatan sampah menjadi energi. Lanjut. Nah, ini contoh-contoh produk cycle ya, Bapak dan Ibu yang tadi saya ceritakan. Jadi, plastik itu bisa digiling, dicaca dan sedemikian rupa bisa menjadi apa ee bentuk-bentuk lain gitu ya. Ini yang sebelah kanan ni ada meja, kursi dan sebagainya itu e apa yang datar-datar itu papan dan sebagainya itu dari plastik eh multilayer tuh yang dibuat meja ya. Tapi masih ee cukup mahal ini ya. Kemudian ada yang dibuat HDPE itu dibuat ini apa? Ee untuk apa ya namanya itu yang sebelah kanan bawah ini untuk tempat-tempat barang-barang disusun gitu ya. panel atau apalah teman itu. Kemudian untuk pemanfaatan lain misalnya apa ee sendok plastik, garpu dan sebagainya itu bisa di dari PS polistiren yang di ee hancurkan atau dibuat barang itu lagi. Jadi dia bentuk barang lagi. Nanti pada saat dia jadi limbah dibuat barang yang sama lagi. Terus dia akan dibuat secara terus-menerus. Jadi diup cycle ya Bapak dan Ibu. Lanjut. Nah, ini gerakan sadar sampah. Saya ingin ee menyampaikan sedikit ya. Mungkin kita jarang menyentuh juga ini. Kami juga ee apa ke depan akan memperhatikan itu ya. Limbah-limbah tekstil Bapak dan Ibu. Jadi banyak sekarang di banyak kota itu di kita dipenuhi oleh bahan-bahan tekstil ee pakai apa ee baju, kaos, celana dan sebagainya dari luar negeri. Beberapa beberapa negara itu menerapkan sisa-sisa ee apa ee tekstil itu untuk dibuat bahan baku lagi untuk tekstil, dibuat selimut dan sebagainya diekspor lagi. Nah, mungkin perlu ee teman-teman untuk melihat itu sebagai peluang bagaimana mengendalikan sisa-sisa tekstil untuk dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku ee tekstil. Ya, beberapa pusat perbelanjaan juga menjual tapi masih kebanyakan impor ya. kita ingin mendorong swasta-swasta nasional untuk bisa manfaatkan itu. Kemudian ada tadi lima perilaku ya, ada cegah sampah ya, ini dicoret-coret yang berarti plastik dan sebagainya banyak pakai slotan yang mungkin bisa guna ulang atau dari kertas dan sebagainya bisa dipakai ulang kemudian ee tas mungkin dari kertas dan sebagainya kemudian tidak menggunakan steroform. Tapi memang pada dasarnya manusia itu ingin kemudahan, maunya gampang aja ya. Mungkin termasuk saya tuh makan bubur ayam gitu ya, pakai sterofor gitu dibanding bawa wadah sendiri gitu ya. Kemudian mengganti ee sendok-sendok plastik tadi dengan sendok-sendok metal gitu sehingga bisa digunakan ee berkali-kali gitu. Lanjut. Itu untuk mencegah ee timbulnya sampah. Kemudian belanja tanpa kemasan yang tadi saya bilang dalam bentuk bulk gitu ya. Termasuk misalnya beli shampo kita bawa botolnya aja tuh ke gerai-gerai penjualan ee isi ulang misalnya shampo, sabun dan sebagainya. Termasuk juga bahan-bahan kebutuhan ini nih kita bawa wadah sendiri gitu ya untuk kita gunakan. Jadi ee kita tidak pakai plastiknya lagi sehingga plastik akan semakin berkurang dengan semakin sadarnya kita pada saat kita ingin membeli tanpa wadah baru. Kita bawa wadah sendiri. Lanjut. Ini pilah sampah dari rumah ya. Ini tempat sampah sebenarnya sederhana dua aja buat organik anorganik. Pada saat tungan sampah ngambil organik, berarti organik yang dikeluarin. Pada saat tungan sampah misalnya ambil yang ee anorganik hari-hari tertentu di satu kota misalnya itu ya silakan yang organik semua tuh anorganik semua yang keluar pada hari yang sama misalnya seperti itu. Sehingga di asisten rumah tangga tidak berpikir, "Wah, Pak nanti di TPA juga digabungin juga kok sampahnya. Jadi percuma juga kita pilah." Nah, sehingga kesadaran itu harusnya didorong oleh teman-teman pemerintah daerah, Bapak dan Ibu ya. Ada pemilahan dan sebagainya, ada kompos mungkin ada segala sampah gitu ya. Dan masyarakat nanti mendapat nilai kemanfaatan insyaallah pasti akan bisa berjalan dengan baik jika kita sadar semua, semua kita sadar. Jadi jangan sampai loh itu enggak. Oh, itu iya itu enggak. Kenapa tidak ada enforcement misalnya ya? Jadi kita mulai dari kita sendiri, mulai dari yang kecil, mulai dari sekarang. Itu kata Aagim ya Bapak dan Ibu. Lanjut. Nah, ini komposkan sisa makanan. Jadi kayak tadi itu ya, buat biopori mungkin volumenya tidak besar ya, tapi misalnya bisa 1 m gitu dia pasti jadi ee kompos itu dan mungkin tidak cepat penuh. sebulan juga belum tentu penuh itu ya. Tapi jika hanya sisa makanan kayak sayur, kayak apa sisa nasi yang tidak termakan atau sisa kue dan ya sisa makanan yang gak termakan tapi jangan dimasukin plastik atau jangan dimasukin ee tulang ayam misalnya seperti itu. Pasti dia tidak bisa terurai tapi sisa-sisa makanan yang mudah terurai saja dimasukin dimasukkan untuk jadi kompos Bapak dan Ibu. Lanjut. Ah, ini habiskan makanan. Jadi, jangan sampai ada makanan sisa. Di beberapa negara juga kalau mesan makanan ada sisa malah disuruh didenda, dibayar harus bayar lebih tinggi karena harus diolah sisa makanan yang tidak termakan. Lanjut. Oh, kayak itu yang terakhir, Bapak dan Ibu. Ee terima kasih atas ee perhatiannya jika ada pertanyaan, diskusi dan sebagainya. kami persilakan. saya juga bisa diakses melalui nomor. Silakan Bapak dan Ibu juga bisa bertanya ke panitia nomor saya sehingga kita bisa ee apa tidak hanya putus sampai pada saat kami menyampaikan, tapi kami juga ingin ee teman-teman juga berproses juga dan berinteraksi dengan kami lebih lanjut untuk bisa ee apa mungkin kami perlu banyak belajar juga dari ee Bapak dan Ibu, teman-teman semua sehingga kita bisa lebih maju ke depannya. Terima kasih. Mohon maaf jika ada kesalahan. Billahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya kembalikan ke moderator. Baik. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih kepada Bapak Agus Rusli yang sudah menyampaikan materi terkait pengurangan sampah ee yang dimulai dari sumber ya. tadi ada beberapa cara salah satunya yaitu tadi ee bagaimana kita mengolah sampah menjadi suatu ee produk yang berguna ya seperti upcycling tadi dan juga ada beberapa advice seperti tadi ya yang makanan tidak ee tidak boleh tersisa harus dihabiskan karena dapat mudah terurai. Baik, ee berikutnya adalah sesi tanya jawab di mana ee sebelumnya untuk sesi tanya jawabnya berdasarkan dari Slidu ya terlebih dahulu. Baik, ee berikut akan saya bacakan pertanyaan dari Bapak Abdul Khadir. Ee perilaku pengumpulan sampah di masyarakat kurang kondisi dikarenakan faktor penunjang atau sarana prasarana yang tidak menunjang. Bagaimana problem solving-nya? Ya, mungkin silakan dari Pak Agus Rusli untuk langsung dijawab. Saya langsung respon ya. Silakan, Pak. E pertanyaannya nih, Mbak Pak Khadir Abdul Khadir, perilaku penghan sampah di masyarakat kurang kondusif. Memang kayak gini nih masalahnya. Kadang kita harus komprehensif sebenarnya. Taruhlah misalnya ya pemerintah kota misalnya menentukan pokoknya ee sampah akan diangkut 2 hari sekali misalnya semua terkecuali misalnya di satu ee tempat ya. di kluster atau dikelompokkan. Mungkin ada yang perumahan, ada yang non perumahan dan sebagainya. Kalau yang perumahan bisa disebutkan bahwa setiap 2 hari diambil sampahnya. Tapi misalnya nih bisa dibuat pokoknya kalau tanggal ganjil dia organik, tanggal genap anorganik misalnya kan bisa diatur seperti itu. Atau misalnya nih dibuat Senin Kamis diambil organik, Selasa, Jumat anorganik gitu kan bisa dibuat kayak seperti itu sehingga masyarakat juga tidak terbentur. Loh, ini kok nanti dicampur lagi loh. Ini kok sekarang ini ya? Sehingga masyarakat bisa melihat bahwa pemerintah daerah itu sejalan dengan keinginan masyarakat, sejalan dengan keinginan kita semua nih bahwa sampah itu harus terkelola. bayangan saya sih seperti itu sehingga komunikasi dan kami juga ee saat ini ee membangun komunikasi melalui 343 tim yang dibentuk oleh Pak Menteri untuk melakukan pendampingan pada 343 PPA open dumping Bapak dan Ibu sehingga semua bisa mendapat solusi. Kalaupun ada inisiatif-inisiatif itu bisa kita kembalikan kepada ee masyarakat, kita bisa kembalikan kepada pemerintah daerah bahwa inisiatif ini bisa mendorong ada inovasi magot, ada inovasi e bioenergi, ada inovasi untuk buat ee pakan ternak dan sebagainya dan sebagainya gitu ya atau biodigester gitu. Manfaatkan ee metannya untuk memasak dan sebagainya ya. Karena sudah ada solusi. Misalnya saya minggu lalu ke TPA Manggar, ada yang di Kalimantan Timur ya, dari Balikpan ya, Bapak dan Ibu. Di TPA Manggar itu metannya sudah bisa dialir dialirkan ke maksimal itu sekitar 7 kilo rumahnya dari ee TPA manggar itu. Itu bisa memanfaatkan saluran ee apa ee metan yang bisa digunakan memasak 24 jam. Artinya rumah tangga mau masak terus boleh. Nah, daerah lain ini harus membuat sistem serupa, melihat bagaimana metan ini dimanfaatkan sehingga bisa ada nilai ekonomi. Kalau misalnya rata-rata keluarga di sana kalau menurut wawancara kemarin misalnya ada dia menggunakan gas ee gas melon tuh rata-rata satu rumah tangga itu bisa empat. Kalau misalnya itu apa nilainya sekitar 20 atau R5.000 berarti gas melon itu sekitar Rp100.000. R000. Nah, satu keluarga bayarnya cuman Rp10.000 sehingga dia jauh bisa menghemat dan 24 jam dia mau masak ya sehingga bisa menjadi ee solusi yang baik. Kalau sarana prasarana kalau menurut saya bisa di bisa memanfaatkan fasilitas-fasilitas yang ada. Banyak orang, oh ini harus ada bang apa? Harus ada tong sampah seperti ini. Nah, saya bilang kalau misalnya pakai kaleng bekas cat galon misalnya tempat sampah ya enggak apa-apa juga k menurut saya. Sehingga kita bisa berkreasi. Nih, Bapak dan Ibu. Saya sarankan lihat di Google itu yang namanya ada ee ada namanya kota nanti saya share ke panitia ya karena saya lupa nama kotanya di India yang kotanya kota sedang tidak besar yang tadinya sangat kotor sekarang tuh sangat bersih. Bisa dilihat deh di ini dan dia bisa menghasilkan banyak uang dari apa? dari pengolahan, dari pemilahan dan sebagainya dan itu masuk ke ee apa ee perusahaan di kota itu gitu loh. Perusahaan milik pemerintah daerah di situ dan namanya kalau salah Indore namanya kalau enggak salah. Silakan dicek ya. Indore. I N D O R E di Cina eh di apa? Di India. Silakan dicek itu ya. Artinya bisa masyarakat dirubah kan kelakuan. Makanya agak susah juga kalau misalnya saya bilang, "Oh, kita harus belajar ke Eropa, belajar ini." Ya, kita belajar ke tempat yang perilakunya mirip-mirip sama kita gitu ya. Malaysia, Thailand, Kamboja. Mereka lebih apa lebih baik untuk kita bisa pelajari gitu karena perilaku budayanya mirip-mirip sama kita. Selanjutnya ini sampah di saluran renase sungai sering menjadi masalah serius terkait dengan bencana banjir. Saya kasih tahu Bapak dan Ibu. Sederhananya Pak pada yang namanya api ya. Api nih api pada saat dia kecil dia bisa untuk masak, bisa untuk pengering dan sebagainya dan sebagainya. Tapi pada saat dia besar negara seperti Amerika aja itu tidak bisa menghentikan serta-metta kebakaran hutan yang terjadi di California. Negara besar seperti itu. Sama juga dengan sampah. Kalau misalnya kita bisa kendalikan ini dari awal, dari sumber pada saat dia kecil bisa, tapi pada saat dia besar susah kita kendalikan. Saya kasih contoh ya. Ada deposit sampah di di Bantar Gebang itu sekitar R juta ton depositnya nih sekarang. Kalau misalnya itu ditambang karena di sana ada fasilitas RDF yang ee yang kapasitasnya 2.000 ton. 2.000 ton itu dibagi dua. Yang sampah segar hari itu 1.000, yang sampah lama 1.000. Tapi dia tetap masuk sekian berapa ribu ton kan situ. Sehingga bayangan saya kalaupun ee dibuat tidak ada penambahan sampah baru ya artinya 1.000 itu yang diolah 1000 itu hanya ngelola yang R juta itu mungkin sekitar lebih 50 tahun tuh selesai sampah itu. Coba bayangin ya kalau masalah itu jadi masalah ini. ee sehingga banyak sampah yang saya ingin menyalahkan, tidak menyalahkan sampahnya sebenarnya menyalahkan perilaku masyarakat ini yang masih membuang sampah sembarangan. Mungkin teman-teman bisa mengumpulkan dinas kebersihan, dinas pertamanan dan sebagainya. Karena saya perhatikan saya karena suka jalan ya, suka olahraga gitu pagi-pagi lihat tuh dinas pertamanan begitu dia anggaran kurang dan sebagainya sampah itu masukin ke di kali ini didorong ke kali sampah itu ya. Ini praktik kita loh yang kita yang saya bilang mudah-mudahan saya salah gitu ya. Tapi yang saya lihat seperti itu ya. sehingga dia banjir. Sehingga pada saat banjir, Bapak, Ibu bisa bayangkan kerugian banjir mana Bekasi dan beberapa area di Jakarta kemarin ini bukan yang lama-lama yang kemarin ini itu hitungannya coba berapa triliun tuh ruginya kelihatannya ya banyak enggak bisa masuk air yang sudah sampai atap dan sebagainya itu harus dilihat Bapak dan Ibu gitu. Nah, sehingga kita harus mulai membersihkan. Saya lihat banyak daerah juga sudah mulai melihat jangan sampai sampah itu lari masuk ke lingkungan, lari masuk ke sungai, lari masuk ke trenase yang membuat itu banjir. Ya, itu paling yang saya bisa sampaikan untuk yang itu. Kemudian, konsep strategi dalam rangka pengurangan dan pengelolaan sampah habis di TPS 3R. Saya melihat gini Bapak dan Ibu, sekarang di Kementerian PU itu ada namanya project ISWMP kalau enggak salah Indonesia Solid Waste Management Program ya itu dibangun oleh Kementerian PU. Saya sampaikan juga kalau sama teman-teman PUI. Jadi jangan sampai kita mendesain itu tapi maunya kita, tidak maunya masyarakat, tidak maunya dan sesuaikan dengan kemampuan pemerintah daerah. Karena operasionalisasi dari TPS 3R itu adalah pemerintah daerah dan masyarakat. ini kalau misalnya kita hanya buat tinggal tanpa memperhatikan apakah ini diinginkan, apakah ini sesuai, apakah pemda itu punya kapasitas untuk menjalankan dan sebagainya. Saya boleh jujur misalnya ya, TPS 3R yang banyak dibuat oleh teman-teman TU sepanjang ee Citarum misalnya, banyaknya enggak jalan ya. Saya apresiasi dengan inisiatif itu, tapi memang harusnya kita melihat ini sebagai inisiatif yang muncul dari masyarakat sehingga masyarakat bertanggung jawab untuk bisa menjalankan itu. Ya, kalau menurut saya sih seperti itu. sehingga ke depan kita tidak hanya minta, kita tidak hanya minta dibangunkan, tapi kita harus membangun kapasitas kita untuk bisa menindaklanjuti atau mengoperasionalkan TPS 3R yang sudah dibangun oleh pemerintah. Kemudian pengelolaan sampah seperti bank sampah, budidaya magot dinilai sebagai solusi. Namun bagaimana menjamin keberlanjutan usaha, minimnya dukungan modal dan akses pasar. Ini saya tadi sebutkan ya. Baik. Ini ee sebagai hitung-hitungan ini Pak Heri ya. Untuk menghasilkan satu ee ton magot kering ya itu dari 5 ton magot basah, Pak. Perbandingannya nih ya. Untuk menghasilkan 5 ton basah itu diperlukan pakan itu 50 ton sisa olahan dapur atau sisa makanan yang tidak termakan. Bapak bisa bayangkan untuk bisa menghasilkan 5 ton ya magot basah itu dia butuh 50 ton sisa makanan organik yang tidak termakan. Bapak bisa bayangkan kalau sampah Jakarta misalnya atau Depok misalnya ya, Depok itu 1 hari 1300 ton. 40% atau sekitar 500 ton itu adalah sampah organik, sisa makanan dan sebagainya ya. Jadi untuk menghasilkan ya 50 ton sampah eh 50 ton ee apa maggot dia butuh 500 ton itu makanan ya makanan sisa oan dapur untuk menghasilkan 50 ton sampah ee apa e magot dari 50 ton itu hanya menjadi 10 ton kering. Coba Bapak bayangkan untuk menghasilkan 10 ton kering itu dia butuh 500 ton sisa olahan dapur. Ya, mungkin nangkap hitung-hitungannya ya. Kalau teman-teman yang tertarik dengan ini nanti saya bisa masukkan ke dalam grup dan silakan boleh apa boleh japri saya nanti kami ada punya apa ee sedang interaksi dengan teman-teman di apa paguyuban pegiat magot nusantara namanya anggotanya banyak dan saya sedang mengkomunikasikan inisiatif ini dengan teman-teman di Kementerian Keawatan dan Perikanan, Direktorat Pakan Ikan, dan Direktorat Pakan Ternak di Kementerian Pertanian. sehingga kami juga mendorong bahwa magkot yang dihasilkan ini nanti masuk ke sistem ee apa? edar dari pakan ternak, sistem edar yang ada di pakan ikan gitu sehingga masuk gitu ya. Nah, kemudian sejauh mana ee dampak dari Permen LHK terhadap pengurangan sampah di Indonesia terutama dampak langsung di kabupaten kota di mana produk-produk tersebut dijual? Saya melihat gini Bapak dan Ibu, mohon maaf nih ya yang namanya ee IPR ini ya, Permen 75, perusahaan penghasil ee atau apa perusahaan makanan, minuman dalam kemasan itu jumlahnya di Indonesia lebih hampir 7.000-an perusahaan, Bapak dan Ibu. 7.000 nih perusahaan. Dan pada saat saya masuk ke direktorat ini, itu yang ikut membuat peta jalan pengurangan itu sampai saat ini baru hanya sekitar 23 perusahaan Bapak dan Ibu dari 7.000 tuh. Sehingga saya ingin mendorong bagaimana ee apa lebih banyak lagi perusahaan yang ikut. Padahal desain dari Permen itu adalah semua harus ikut extended producer responsibility. produser harus bertanggung jawab mengambil kembali limbah kemasaannya semua loh ya tanpa terkecuali. Nah, ini tantangan kita semua bahwa bagaimana mendorong semua. Kami juga insyaallah akan koordinasi terus dengan teman-teman perindustrian karena pembina industri itu adalah teman-teman di Kementerian Perindustrian. Belum lagi yang small medium enterprise Bapak dan Ibu. Bapak dan Ibu pasti sering ke pasar gitu ya. Bapak, Ibu lihat di pasar itu banyak orang jual kayak snack-snack dalam plastik itu. Itu multilayer semua dan harganya murah dan dia harus bertanggung jawab juga sehingga pemerintah kami juga mendorong mereka harus bertanggung jawab mengambil kembali itu ee kemasan-kemasannya, Pak. Ya, untuk magot nanti boleh kontak langsung ke saya nanti kita bisa diskusi lebih jauh. Kemudian banyak alat pembakar sampah. Apakah sudah ada regulasi? Sebenarnya sudah ada regulasinya ee apa ee baku udara yang boleh di ee rilis ke lingkungan khusus untuk ee insinerator. Tapi sekarang ini banyak perusahaan-perusahaan yang buat insistator sederhana dan sebagainya hanya untuk menyelesaikan membakar sampah dan sebagainya. Kami juga melakukan pendekatan harus sesuai dengan kriteria baku emisi udara ya. Pokoknya kalau pembakaran di bawah 1000 derajat aja pasti keluar dioksin furan ya karena pembakarannya tidak sempurna ya. Nanti kita bisa diskusi terkait itu aturan-aturan nanti kami ee sharing dari ee Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara ee Deputi ee Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan. Bagaimana strategi jangka pendek mengenai tumpukan sampah seperti kasus Jogja dan Banjarmasin. Ini menarik Bapak dan Ibu dan ee saya Piungan beberapa waktu lalu lihat memang di sepanjang TPA memang tidak ada aktivitas lagi tetapi mereka banyak punya insentrator sekarang dan insinerator itu dilakukan pembakaran mungkin tidak sempurna juga. sehingga saya juga ee sudah diskusikan ini dengan teman-teman di tim pendampingan yang 343 TPA pendamping itu harus bisa memberikan solusi dan pemerintah daerah yang bersangkutan harus memiliki langkah bagaimana menyelesaikan itu. Misalnya melakukan pemilahan, melakukan misalnya apa ee membangun biopori sehingga limbah organik masuk ke sana. bagaimana mengefektifkan bank sampah, bagaimana mengefektifkan pelapak-pelapak dan sebagainya. Ya, itu juga di dilakukan dan kita dorong ya. Apalagi Banjarmasin Bapak dan Ibu sebagai apa tanah apa ee kampung halamannya Pak Menteri juga sangat apa sangat konsern terkait dengan bagaimana menindaklanjuti. Karena setiap penutupan itu ada ee hal yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah ya, aksi-aksi yang harus dilakukan. Cuman memang tidak sederhana merubah perilaku orang yang tadinya terbiasa tidak peduli menjadi harus peduli. Ini perlu tantangan. e tantangan sekali buat kami dan ee masyarakat tentunya. Kemudian seberapa efektif retribusi sampah dalam pengelolan sampah di daerah dan bagaimana mencegah ketidakadilan masyarakat terkait dengan pembayaran dan retribusi. Mungkin bisa dibuat kluster ini ee oh tapi ini enggak ada orangnya ya anonyus ini ya. bisa dibuat misalnya kayak tadi masyarakat dibuat kelompok dulu, masyarakat yang perkotaan, perumahan terkendali, sistem pengangkutannya sudah ee terjadwal dan sebagainya. Kemudian ada masyarakat yang mungkin di desa-desa tidak ada pengangkutan dan sebagainya, harus ada pembuatan biopori dan sebagainya. Tetapi wilayah-wilayah perkotaan itu mungkin bisa dibuat semacam ee apa? Eh reward and punishment pada saat dia sangat kurang sampahnya karena dia buat akakura, dia buat komposter dan sebagainya, dia harusnya mendapat reward dengan pengurangan retribusi misalnya. Tapi retribusi ini sebenarnya kami melihat di beberapa daerah digunakan untuk sebagai biaya operasional dari pengelolaan sampah atau sistem transportasinya Bapak dan Ibu ya. Ini harus di didorong seperti itu sehingga ada reward bagi masyarakat bagi rumah tangga yang sudah melakukan pemilahan sehingga dia bayar lebih murah kalau menurut saya. Tapi itu tidak sederhana dan kami yakin masih bisa karena harus ada pendekatan ke struktur RW, RT dan sebagainya dan harus semua pihak diajak bicara. Ya, kami juga anggap mohon maaf ini mungkin agak mudah untuk ngomong. Saya takutnya teman-teman, wah itu mudah gampang aja itu si Agus ngomong gitu. Emang iya tetapi pada praktiknya ini tantangan tersendiri dan bukan mustahil untuk dilakukan Bapak dan Ibu. Makanya silakan lihat ya, kota Indore itu di India ada di Google kalau bisa dilihat langkah-langkah yang mereka lakukan. Kemudian bagaimana cara mengevaluasi pengelolan sampah dan memberikan strategi pengelolan sampah untuk mewujudkan ekonomi hijau khususnya pada kabupaten kota. Ya, kita melihat gini Bapak dan Ibu. Teman-teman sejak ee Februari lalu itu sudah diminta untuk membangun peta jalan percepatan pengelolaan sampah di kabupaten kota. Tapi sampai saat ini dari 514 kabupaten kota yang sudah menyampaikan peta jalan hanya sekitar 150 masih 350 lebih 360-an tuh yang masih belum menyampaikan. dari 150 kabupaten kota yang sudah menyampaikan itu pun masih kita evaluasi lagi apakah ee sebangun antara timbul bayangkan gini Bapak dan Ibu misalnya timbulan 1000 dari 1000 ini organik anorganik berapa dari yang organik ini yang bisa ada program untuk menyelesaikan apa aja ada komposter ada magot biopori dan sebagainya anorganik ada bank sampah, ada TPS3R dan sebagainya, ada rantai nilai misalnya. Nah, dari kegiatan pemanfaatan organik dan anorganik ini berapa efektivitas ee kegiatannya sehingga ketemu gap ya paling kanan itu pasti gap. Jadi before after-nya pada saat sebelumnya 1000, setelah itu misalnya 500 berarti ada gap 500 ini yang belum diselesaikan. Nah, bagaimana 500 ini bisa terbagi dari berbagai aktivitas program yang ada sehingga keluar ee pemanfaatan yang sudah atau inisiatif penyelesaian masalah sampah yang dilakukan oleh satu kabupaten kota. Nah, kita melakukan pendampingan itu untuk melihat oh dia butuh TPS 3R, dia butuh penguatan kompos, dia butuh penguatan magot, budidaya dan sebagainya, butuh pendampingan dan sebagainya. Kemudian dalam upaya pengolan sampah 5 B3 biasanya di mana dilakukan pengumpulan yang menerima sampah B3 dari sumber rumah tangga. Nah, untuk ee B3 itu masih ada ee apa penampungan-penampungan tersendiri dan mungkin tidak ee jumlahnya tidak banyak di ee setiap kabupaten kota sehingga itu bisa mudah terpantau. Dia ada sistem ee aplikasinya kalau tidak salah ya. nanti kami akan ee komunikasikan ee hal ini ke teman-teman yang bertanggung jawab gitu ee Bapak dan Ibu ya. Baik. Ee selanjutnya adalah kita ini ya ke penanya yang langsung dari Zoom. Kebetulan tadi sudah ada ee tiga orang ya, tapi sekarang jadi dua orang yang rais hand. Mungkin saya beri waktu sampai 1215 ya. Jadi mungkin nanti Bapak dan Ibu silakan untuk bertanya. secara singkat saja ya. Ya, mungkin saya mulai dari Pak Agus Shihin ya. Silakan Pak Agus Solihin untuk menyampaikan pertanyaannya. Baik ee terima kasih Pak moderator juga Pak Agus Rusli ya. Izin perkenalkan saya Agus Solihin, Pak. Founder Bangsampah.id di Provinsi Lampung. Ee pertama saya coba ini, Pak. Ada tiga poin sih sebenarnya, Pak. Yang pertama terkait kebijakan pemerintah, Pak. Kan tadi Bapak bicara tentang bagaimana ee kegiatan pemilahan itu di ini sebenarnya di Kota Bandar Lampung di tempat saya tinggal itu beberapa dulu pernah dilakukan program pemilahan dan setelah diilah tapi tetap masih diangkut dalam satu angkutan yang sama. Nah, saya pikir ini, Pak ee mungkin Menteri LH mesti bersikap yang kayak kemarin ya, Pak, ya, sempat viral kemarin itu ee beliau datang ke provinsi ke mana-mana kemudian menegaskan lain sebagainya menyampaikan ada notis ee dan lain sebagainya. Itu kan semua DLH kontraksi semua itu Pak. Nah, itu maksud saya kebijakan pemilahan ini pengangkutan yang terpisah di hari genap, hari ganjil itu kan teknis saja. Saya pikir itu mesti direalisasikan, Pak. Saya pikir ini bisa menjadi ee bagian dari arahan yang mesti disampaikan oleh pusat. Itu poin pertama, Pak. Yang kedua, berkaitan dengan bank sampah, ya. Jadi, ee saya sih, Pak, saya juga mengelola bank sampah, Pak. Sudah 5 tahun. Nasabah kami ada 6.000 di Kota Bandar Lampung dan sus, Pak. Alhamdulillah. Dan memang kuncinya adalah sebenarnya poin yang harus disadari oleh teman-teman ketika melalui bank sampah itu adalah nafasnya harus UMKM. Jangan sampai teman-teman berpikir bahwa bank sampah itu gerakan sosial. Ini hal yang keliru menurut saya. Nah, ini juga ee nah sekarang berkaitan dengan magot misalkan kami juga produsenya magot Pak lebih kurang 5 ton per bulan dengan kapasitas yang lebih kurang yang Bapak sampaikan tadi memang kalau kami karena pakannya juga dicampur dengan pakan yang relatif banyak karbohidrat jadi kami konversinya hanya sekedar 3 1 banding 3 jadi 1 ton itu bersumber dari 3 kilo. Tapi memang kalau saya ambil dari sampah rumah tangga memang 10 benar pata Pak Agus Rusil tadi ya, bahwa 1 kilo magot itu dihasilkan dari 10 sampai organ 10 kilo sampah organik. Nah, ini terkait masalah program magot itu sebenarnya yang jadi masalah adalah Pak ketika kita tidak memiliki akses pasar. Tapi alhamdulillah kami selama 2 tahun ini alhamdulillah sudah ada mitra yang siap menampung berapa ton, berapa puluh ton pun mereka siap nampung dan alhamdulillah ini masih berjalan makanya sustain sampai dengan hari ini. Saya pikir ini juga menjadi notis untuk semua daerah ya, Pak. Nah, berikutnya terkait masalah plastik. Saya pikir kebijakan-kebijakan pemerintah yang memisahkan antara plastik ee kemasan, lain sebagainya itu saya pikir sebenarnya kan plastik itu kan ada yang bisa didaur ulang, ada yang resido persis gitu kan. Nah, saya pikir ini juga jadi saya pikir teman-teman penggiat lingkungan kemudian pelaku usaha lingkungan tidak pernah berhenti bekerja di bidangnya ketika memang masih ada sampah dan kemasan-kemasan yang seperti botol, kemasan yang memang bisa di saya pikir itu insyaallah diambil oleh rekan-rekan. Yang jadi permasalahannya adalah bagaimana kebijakan pemerintah mengurangi produksi yang residu. Justru itu jadi persoalan kan selama ini meskipun ada program yang buat jadi pping, buat jadi bata, buat jadi solar, saya pikir itu ada tapi sejauh ini ya dampaknya untuk pengurangan belum terlalu terlihat. Nah, berikutnya, Pak, terkait masalah ee kebijakan tang sampah ya, Pak. Jadi saya pikir juga ee karena memang Pak Agus Rusli memang dari KLH ya, Pak. Ini juga mungkin saya dipesan dari teman-teman bank sampah yang ada di Provinsi Lampung ya, bagaimana sinergi antara pemerintah dengan penggiat itu bisa betul-betul berjalan gitu, Pak. Berjalan dalam artian e kami itu pengin loh, Pak misalkan dilibatkan sebagai entah itu Satgas, entah itu timnya DLH di lapangan. Sehingga dari memang dari sisi lapangan teman-teman DLH itu enggak usah kerja juga ngbentuk bank sampah gitu loh. Enggak usah kerja juga untuk jadi pelaku penggiat lingkungan. dalam tanda kutip mohon maaf, Pak. Enggak usah sok-sokan juga gitu kan. Kenapa? Karena kami sudah melakukan itu, gitu loh. Mending LH mengeluarkan anggaran yang melibatkan kami selaku penggiat dan itu ada insentifnya gitu loh. Itu saya pikir sinerginya di situ, Pak. Nah, selama kita berjalan masing-masing, saya beberapa kali, Pak, saya agak mohon maaf, Pak. Saya agak dongkol dengan kegiatan DLH yang DLH itu justru buat kegiatan-kegiatan yang sama. Bahkan jadi tandingan-tandingan kita, kita sudah berusaha merapat. justru marah mereka keki dengan keberadaan kita lain sebagainya. Saya pikir ini hal-hal yang saya pikir itu norak bangetlah. Saya pikir teman-teman di pemerintahan di instansi itu mesti terbuka dong gitu kan. Mesti terbuka dengan kami selaku penggiat lingkungan. Mesti menyambut kami sebagai mitra strategis bukan justru kami hadir seolah-olah kok jadi saing-saingan gitu. Karena itu mungkin Pak ini saya selaku pelaku penggiat lingkungan di Lampung selama 5 tahun ini ya saya menemukan masalahannya seperti itu, Pak. Saya pikir ini juga se-Indonesia juga ee juga mengalami gitu kan. Jadi teman-teman bank sampah pun harus menyadari bahwa bank sampah itu adalah perusahaan UMKM. Jadi nafasnya harus benar-benar berusaha dan saya, Pak alhamdulillah gitu karena sudah 5 tahun saya menemukan formulasi bahwa untuk ee teman-teman yang sus dari sisi omset gitu kan. Karena kenapa bank sampah ID jumlah nasabahnya sampai 6.000 itu semestnya sedikit Pak karena jumlah rumah di Kota Bandar Lampung itu jumlahnya Rp300.000 jadi 6.000 RBU rumah yang saya kelola itu sangat sedikit dibandingkan jumlah rumah. Dan dengan kapasitas 1000, 2000, 3.000 itu saya sudah tahu omsetnya berapa gitu. Karena kita harus melibatkan satu kelompok itu setidaknya 10 orang. Nanti ada ketahuan omset. Makanya eh ada 18 bank sampah binaan saya yang saya kelola di Provinsi Lampung itu saya instruksikan bahwa eh kerja teman-teman itu ketika memang mau susin adalah bagaimana bisa bersikap secepatnya untuk mendapatkan nasabah sebanyak-banyaknya gitu kan untuk bisa edukasi teralisasi dan mereka bisa ikut pemilahan di rumah masing-masing sehingga dengan mereka terlibat dan dengan nasabah sekian ribu orang maka dengan melibatkan dua orang tiga orang untuk mendapatkan feedback ee 2 juta per bulan tiga orang tuh saya pikir bisa itu saya karena memang kita pelaku di lingkungan jadi kita ee sedikit mengerti ya bagaimana nilai-nilai omset di masing-masing ee jenis sampah ataupun masing-masing total di masing-masing lembaga bank sampah gitu Pak Gus Rli. Mohon maaf ya Pak ya. Ini mumpung di forum yang e besar dan forum yang penting saya pikir ini perlu sampaikan dengan rekan-rekan semua. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Baik. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Silakan mungkin Pak Agus Rusli boleh langsung menjawab dan menanggapi. Silakan. Ee terima kasih eh Pak Agus Sihin dari ee Bandar Lampung gitu ya. Saya apresiasi sekali ee upaya atau inisiatif yang sudah berjalan selama ini karena pasti dia lebih senior nih dibanding saya untuk pelan sampah nih. Karena pemain gitu ya. Kalau saya ee regulasi saya hanya main ngelolang-ngulang sampah itu mungkin hanya 3 tahun karena tidak tahan. tidak ada perubahan perilaku di ee lingkungan saya waktu itu. Sehingga saya bilang, "Wah, gua saya enggak tahan ini untuk melakukan ini." Dan alhamdulillah nih, Pak Agus Salihin sudah berhasil dan mudah-mudahan kita ada kesempatan waktu untuk bertemu. Saya sangat apresiasi ini nasabahnya sudah 6.000 dengan potensi 300.000 Ibu ya pasti keekonomiannya sudah ketemu nih karena sudah berlangsung cukup lama dan magot tadi memang benar yang namanya ee apa lubang istilahnya orang-orang dagangnya lubangnya di mana ini? Nah, itu jadi penting karena harusnya kita buat lubangnya dulu baru kita inisiatif. Karena memang penyelesaian sampah karena ee untuk magot khususnya karena perbandingan itu 1 banding 10 memang harusnya kita ee bisa kejar karena bisa mengurangi jauh lebih banyak sampah organik khususnya. Dan mengenai satgas itu saya setuju nanti kita carikan ee pola saja ee Pak Agus Shihin. Karena bayangan saya atau perkiraan saya pada saat inisiatif itu ada kesepahaman gitu ya. Kalau saya ini mohon maaf ya saya tidak pernah menganggap inisiatif yang dilakukan oleh banyak teman, banyak kolega, banyak mitra, banyak paker itu sebagai kompetitor saya. Enggak. Saya menganggap ini sebagai urun apa? Ee urun rembuk inisiatif yang ujung-ujungnya bisa mengurangi sampah kita sama-sama gitu ya. Itu tuh apa mungkin saya mendorong ke teman-teman semua punya ee apa punya mindset positif gitu ya. Saya enggak pernah masalah tuh. Bahkan ke banyak kolega saya, ke partner saya bilang, "Kalau lu enggak menang gua gua enggak masalah juga nanti kok datang." Saya datang, saya bilang, "Kenapa?" "Saya melihat inisiatif yang dilakukan oleh teman-teman itu harus terapresiasi nih. Oh, gua saya datang nanti walaupun Anda terhadap upaya yang dilakukan gitu loh, Pak Gus. sehingga lebih banyak terlibat lebih baik. Ya, saya pikir mudah-mudahan teman-teman punya mindset yang positif seperti itu sehingga kita bisa selesaikan ini sama-sama. Silakan dilanjutkan ee oleh yang siapa nih? Pak Andi ya, Mas Budi. Ya, betul, Pak. Silakan Pak Andi untuk menyampaikan pertanyaannya. Namun mohon maaf karena keterbatasan waktu jadi ee saya batasi hanya dua penanya saja. Baik, silakan Pak Andi. Lain yang lain bisa WA juga enggak apa-apa. Nanti saya respon WA juga ya, Mas Bud. Silakan, Pak Andi. Iya. Baik, terima kasih. Asalamualaikum warahmatull. Oh, ini senior saya nih malah nih, Paki. Selamat ya, Pak, Pak Dir Agus. Makanya saya ikut begitu ee di apa di flyer-nya Pak Agus ini. Wah, saya perlu mendapatkan ilmu ini. Kang, mangga. Oke. Oke. Gini, Pak Agus. Ee sebetulnya ee Bapak Ibu sekalian yang hadir juga di sini ini mungkin menjadi challenge ya. Saya enggak tahu apakah ini pertanyaan atau satu komen atau juga saran ya. Jadi kebetulan kalau yang yang kami dapat data itu kita sudah lumayanlah positif lah ya di tahun 2018 kita yang penyumbang plastik nomor du di tahun 2021 itu berdasarkan ee laporan dari salah satu lembaga internasional kita turun sudah kelima artinya sudah ada prestasiah ya Pak Agus ya ini prestasi. Nah, jadi ee kebetulan kalau kita lihat semua berhilirnya itu ke laut. Nah, ini tantangan ini. Jadi, data yang kami punya itu 56.000 56.335 33 ton di tahun 2021. Mudah-mudahan kita turun lagi ya. Kita belum tahu nih laporan yang di 2025 ini paling tidak 2024. Persoalannya adalah kita bagaimana mempercepat penurunan Indonesia menjadi penyumbang ee sampah yang paling sedikit. Ini dulu nomor dua, sekarang sudah nomor lima setelah ee Cina, Malaysia, India, dan Filipin. Philipin the best. Dia masih penyumbang pertama ini ee plastik kita sudah mulai baguslah ya. Nah, ini perlu dipercepat lagi karena apa? Ini implikasinya terhadap pengelolaan laut. Sementara Pak Presiden kita, Pak Prabowo itu selalu menekankan bahwa satu ee kita harus suasembada pangan, kemudian peningkatan ekonomi ee ee protein melalui ee ikan dan lain sebagainya. Bagaimana kita bisa meningkatkan pangan dengan kualitas ikan yang rendah. Nah, ini kan implikasinya ke sampah. Nah, persoalannya adalah posisi kami ee ini kan di KKP ini kan punya keterbatasan kewenangan nih, hanya ibaratnya kayak nyapu gitu loh, nyapu di laut. Nah, sementara yang di hulunya ini kan ada beberapa kementerian ataupun lembaga bahkan pemerintah daerah yang bertanggung jawab. Pertanyaannya ataupun saran kalau memang belum ada, apakah ada kebijakan? Ya, artinya yang holistik. holistik tidak hanya dalam tataran ee ee berbicara saja, tapi juga ada kebijakan yang memang konkret ya. Kebijakan yang konkret katakanlah begini yang paling gampangannya lah gitu. Ketika katakanlah misalnya di hulu di gunung dia buang sampah. Ketika ada program itu tidak berhasil kita kerannya kita kurangi keran APBN misalnya atau kalau misalnya di pemda keran yang masuk ke pemdanya kurangi gitu loh. Karena ini sebetulnya semangatnya bukan semangat dari KKP. Kebetulan di KKP dari lima program prioritas ya itu satu prioritasnya itu adalah mengenai sampah. bagaimana laut itu bersih gitu loh. Karena semua sampah hilirnya di laut ini. Nah, jadi yang pertanyaan kami ataupun saran barangkali ada kebijakan yang betul-betul signifikan ee konkrit. Tadi sudah dijelaskan oleh Pak Agus bahwa banyak ee terobosan-terobosan kemudian bank sampahlah dan sebagainya itu ee ee saya pikir ee itu bagus. tapi juga kita ada yang holistik ini saya berbicara e sebagai regulator ini ya artinya kita membutuhkan ee suara ee yang ee punya kompetensi dalam hal ini Pak Agus lah ya di LH gitu untuk bisa membuat satu kebijakan yang bisa menggigit dan berimplikasi terhadap reward dan punishment. Jadi ketika pemerintah daerah bagus misalnya, kita berikan reward. Yang paling gampang reward-nya alokasikan APBN ataupun ataupun misalnya nanti gubernurnya APBD-nya dialokasikan untuk itu. Karena ee menurut kami ini penting ya. Ini penting karena apa? Ini berimplikasi ke hal-hal yang lain, ke pangan, kemudian nanti larinya ke ekonomi dan kecerdasan masyarakat. Kita lebih semangat, lebih cerdas dan lain sebagainya. Jadi sampah ini kalau menurut saya memang sangat penting dan ee saya banggalah artinya adik-adik ini e Pak Agus ini ee berkiprah di di sampah ini ini bukan persoalan yang kecil ini. Ini butuh butuh pemikiran yang betul-betul yang ee apa namanya yang betul-betul kurius gitu ya. Saya kira itu Pak Agus. Jadi ee mungkin ee bisa ee saya ingin mendengarkan komen dari Pak Agus. Bagaimana sejauh apa artinya supaya ini lebih cepat penurunan ee penyumbang plastik ke mana ke laut kita. Tidak sekarang tidak tidak nomor 5 tapi bisa nomor 10 atau bahkan ke nomor sekian. Itu sih harapan kami. Mumpung Pak Agus di sini siapa tahu nanti kan insyaallah jadi Dirjen Menteri gitu. Baik terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih, Pak Budi. Siap. Makasih ee Kang Andi ee senior saya nih ya. Senior di kehutanan juga, senior di kampus juga nih, Kang Andi ini. Jadi ee seperti yang kami tadi sampaikan memang ee apa kalau kita lihat skala permasalahannya wah kayaknya gede banget nih ya. Tapi kalau misalnya kita tidak pakai strategi, makanya ee apa kita sekarang mulai mengelompokkan ini, Kang Andi. Jadi kalau dari data itu produsen makanan, minuman, dalam kemasan itu jumlahnya 7.000, Kang. 7.000 perusahaan ini, ya. Dan yang sudah mengikuti atau sudah mengembangkan petanjalan penyelesaiannya itu baru sekitar 23 tuh perusahaan. Makanya saya ngejar semua nih. Saya cari itu yang besar-besar ini ada sekitar 100 perusahaan yang besarlah contohnya ya. Itu makanan. Makanan ya makanan dan minuman khusus yang air mineral itu yang secara nasional itu besar itu ada 20. Saya kejar juga yang 20 ini ya. Kemudian ada ee yang multilayer ini ya. Kita penggemar kopi ini banyak ya. Multilayer tuh kopi kapal api, ABCis itu semua multilayer, Kang. Enggak ada harganya itu. Makanya ribut semua teman-teman orang pikir, "Wah, si Agus ini ngomongnya halus alus halus. Ini ini dia nekan kita nih." Saya bilang, "Kalau enggak ini kita ketekan semua nanti di akhirnya." Punten ya, kita ada kegiatan dulu apa ee saya sempat survei di beberapa trek pendakian, Kang ya. Gunung itu di atas itu dari bungkus kap Indomia lah ya. bungkus kopiah, bungkus sampulah segala macam itu. Ini saya bilang sama teman-teman kotanan, bisa enggak kita buat ini pada saat orang mau naik ke atas, kita hitung nih berapa banyak kup yang naik ini. Pas turun diperiksa lagi begitu bawa dia naik 10 keluarnya 8, dua lagi ke mana lu harus denda, lu harus bayar. Ya cuma memang harus harus harus the poin ini saya bilang ya. model-model itu di banyak penakian itu seperti itu kondisinya sampah semua di atas Kang Andi ya. Pertama yang 7.000 harus ikutan tanpa kecuali karena kita akan membentuk yang namanya ee apa ee kayak producer recycle eh organisasi gitu ya. Jadi kayak di beberapa negara maju gitu ya. Semua itu harus ikut tanpa kecuali. Enggak bisa. Oh saya kan perusahaan kecil enggak bisa. Tapi kita juga enggak berani kejam-kejam gitu juga, Kang. Makanya saya bilang kita buat kayak kluster 100 besar aja kita dorong dulu yang omsetnya di atas 50 miliar misalnya. Yang di bawah itu mungkin kita ada treatment yang berbeda. Bukan berarti tidak bertanggung jawab. Karena sekarang ini kebanyakan gini nih. Mungkin Akang kenal ya Maya Tamimi kan di Unilever tuh. Saya bilang sama Mbak Maya, Mbak Maya ini tidak hanya Unilever ya. Saya nanti mendekati KAO juga mendekati Johnson and Johnson dan sebagainya yang memiliki eh karakter industri mirip dengan teman-teman Unver itu harus hilangkan atau gedein volume dari ee saset. Saset ini coba orang mandi di pantai dia emang paling gampang set selesai sampai selesai dia buang. Tapi kalau dia besar minimal dia bawa pulang minimal dia simpan minimal dia ada apa ada nilai. Sehingga saya bilang di satu saset itu ada harus ditaruh ada harga termasuk kopi dan sebagainya. Saya minta itu ada harganya sehingga orang mau ngumpulin. Nah, sekarang kenapa kemasan-kemasan plastik, minuman, dan sebagainya ee banyak orang ngumpulin? Karena ada nilainya. Kalau salset itu enggak ada nilainya. Termasuk bungkus kopi salas itu enggak ada nilainya tuh. Sehingga saya bilang, "Saya mau masukin nilai." Makanya gerap grup semua bingung nih, wah ini masukin nilai segala macam. karena kita sudah terlalu lama mengabaikan itu. Keempat, insyaallah nanti saya mau ngajak Pak Menteri saya juga nanti kami akan ee ngundang juga teman-teman di lautan buat underwater clean up. Mumpung Pak Menteri semangat pengin ke pulau. Saya bilang, "Nanti kita ke pramuka aja, Pak. Nanti kita lihat, nanti kita snkling sedikitlah di situ. Di bawah dermaga pasir. Saya sudah clean up di situ beberapa kali itu baru sning sebentar aja atau 15 menit aja. W itu sampahnya banyak banget di bawah itu ya. Kepedulian itu harus ditemukan. Yang kelima, reward and punishment penting ya. Cuman sekarang kendalanya ee Kang Andi itu banyak kementerian, lembaga bahkan pemerintah daerah yang maaf sori pemerintah daerah khususnya itu menempatkan sampah itu urusan wajib tapi bukan apa ya urusan apa ya bukan bukan bukan kewajiban pemerintah daerah gitu jadi dia taruhnya paling bawah nih anggaran tuh ya sudah begitu pas sisa anggaran ya sudah ini LH gitu oh ini kebersihan seperti itu ditempatkan Sehingga Pak Menteri juga mendekati Pak Tito, Menteri Dalam Negeri untuk mendorong dia menjadi urusan wajib yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah sehingga alokasi penganggaran. Yang kelima yang penting sebenarnya, Kang Andi, saya kasih contoh Banyumas ya, karena emang sudah terjadi ya. Ini juga mudah-mudahan ada yang dari Banyumas ini. Ini contoh ya, yang namanya sistem politik itu harus ee sustainable ya. Karena ini 10 tahun terakhir Bupati Banyumas namanya Pak Husein itu sangat bagus mengeluar lingkungan dari luar negeri itu belajar ke Banyumas kangani. Nah sekarang pada saat berganti dia sudah 10 tahun nih Pak Husin ini ya penggantinya tidak terlalu aware terhadap lingkungan. Sehingga saya bilang gimana sistem politik ini bisa ada apa ya istilnya dicry over lah program-program bagusnya sehingga itu dia bisa terbawa ke pemerintahan berikutnya. Makanya saya ingin benar bahwa kemarin Pak Menteri bilang, "Eh, Pak, bisa enggak Bupati Walikota yang lagi di apa di Magelang kemarin kalau enggak salah ya sama Pak Prabowo itu bisa enggak kita apa training itu bahasa sehari gitu?" Wah, saya bilang harus pendekatan ke Kemang Negeri itu agar bisa ada waktu gitu berapa jam LH bisa paparan itu gimana pemahaman terhadap sampah dan sebagainya. Dan gini, Kang Ai, yang keenam ee sebenarnya kita ada punya program-program yang ICM mungkin pernah dengar ya, integrity management gitu ya. Beberapa inisiatif yang kayak TKN PSL ee tim ee apa penyelesaian sampah nasional gitu ya. Kebetulan ada programnya di kita sama teman-teman MAPES sebenarnya ya, tim koordinasi nasional penyelesaian sampah. Jadi kita ingin inisiatif itu bisa memfasilitasi misalnya nih berapa tempat ibadah di utara, di pantai, di Banten yang di Bekasi dan sebagainya. Tapi semua jadi jangan cuma contoh oh sekian. Enggak. Misalnya nih, semua masjid dikasih itu semua apa kayak tempat sampah tapi agak besar gitu ya, tapi cuman kayak kerangkeng gitu sehingga botol minuman dan sebagainya masuk ke situ. Tapi bukan sampah ya yang bisa ada nilai sehingga kita bisa ukur tuh nanti diresmikan oleh ketua dewan masjid misalnya tapi semua rumah ibadah di pantai ee apa kota-kota atau kabupaten pesisir gitu harus ada. itu bisa diukur, tapi kalau misalnya hanya contoh beberapa ini enggak bisa. Sehingga saya bilang sama teman-teman di TKNPS, nanti kita bisa diskusikan lebih lanjut bagaimana mengukur itu. Karena dari survei nih indeks kepedulian masyarakat ini masih dari tantangan kita e Kang Andi itu baru 0,7 indeks kesadarannya sehingga masih jauh kesadaran masyarakat terkait dengan kuluan sampah. Tapi yang kami ingin pastikan bahwa kepedulian punten ya kayak teman-teman ee KKP misalnya ini kita khawatir memang terkait dengan mikroplastik Kang Andi. Nanoplastik mikroplastik ini sangat kita peduli kenapa? Takutnya kita nelateni ini, ini malah menjadi penghambat ikan-ikan kita, tuna dan sebagainya masuk ke pasar internasional. Ini ngeri juga kita kan kalau kita misalnya melihat ke nanoplastik aja kan dia bisa masuk ke ee jaringan-jaringan tumbuh ikan tuh ngeri juga kan jadinya kalau ikan kita ditolak karena ada nanoplastik itu ya sehingga kami juga mempertimbangkan itu. Tetapi bukan berarti diabaikan. Makanya Pak Menteri Hanif itu itu sangat apa ya sangat bersemangat gitu ya. Tiap minggu, Sabtu Minggu itu bagi kerja. Ini besok aja nih. Punten ini Pak Menteri dari minggu lalu udah udah nanya-nanya ini yang namanya kenaikan IS Almasih itu bisa boleh kerja enggak sih gitu? Itu kerja terus tuh. Makanya besok katanya kata teman-temanak, "Oh, boleh Pak gini-gini." Akhirnya besok kerja tuh beliau kunjungan ke daerah itu pada saat Imlek apa Imlek itu satu ee Senin Selasa Rebo libur waktu itu. Jadi dari Jumat kami pergi itu Jumat, Sabtu, Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis masuk kantor, Pak. Saya bilang, "Wah ni kalau di Singkawang Imlek kita sudah kerja kita dimarahin. Kan banyak etnis Cina di situ. Takut juga kita." Demikian semangatnya. Dan program yang sangat beliau ee ingin dorong adalah kayak tadi memang karena aran Pak Prabowo juga Pak Presiden terkait sama ketanan pangan khususnya sampah ini banyak mempengaruhi sumber-sumber pengembangan pangan kita nih Kang Andi. Nah, mudah-mudahan dengan dukungan ini ee pelatihan-pelatihan seperti ini bisa menyadarkan kita semua dan saya bisa diakses 24 jam silakan mau konsultasi dan sebagainya. Dan setiap ee apa ini contoh baik yang Jakarta lakukan ya, Kang Andi. Jadi Jakarta dengan 11 atau 12 sungai yang masuk ke ke Teluk Jakarta itu mulai dari atas mereka sudah buat screen. Screen yang besar itu semakin ke upstream itu semakin besar jaringnya ya. Semakin ke hilir itu semakin rapat. Saya pernah main ke saya suka naik sepeda. Suatu ketika saya naik sepeda ke apa ee museum bahari itu. Nah, di sebelah itu kan ada sungai itu screennya kayak 1 centti kurang itu sehingga berkurang. Nah, cuman kekhawatiran Jakarta gini kemarin bisa jadi tetangga-tetangga kita, Pak. Kalau dari kita sih saya jamin karena kita sudah buat screen di semua sungai yang begitu masuk ke laut itu screennya sangat sempit gitu dari atas. Nah, sekarang kita ingin dorong supaya mulai dari Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Jakarta itu harus punya skrin yang sama, model yang sama sehingga mengurangi sampah yang masuk ke laut melalui sungai yang ada di satu kawasan. Dan pasti Kang Ani tahu yang di Bali misalnya itu kan dari tahun 2000-an saya buat model dengan teman-teman ITB itu kan sampah yang masuk ke Kute dan sebagainya itu kan dari tangga-tangga di Jawa itu di sungai berantas Bengawan Solo yang besar-besar itu kan belum ada sprint di situ ya. Sehingga ini yang kita ingin dorong bahwa model-model pengelolaan terintegrasi antara hulu dan hilir ini bisa di diterapkan. Insyaallah nanti kalau misalnya Kang Andi ada waktu nanti kita bisa ee sharing. Kami undang ee di online-online meeting itu ya, kita bisa ee berkontribusi, curah pikiran dan sebagainya untuk mengendalikan sampah yang masuk ke laut melalui media ee sungai atau aktivitas yang ada di daratan termasuk yang offsor dan sebagainya juga kita kendalikan. Begitu, Kang Andi. Punten. Saya kembalikan ke Mas Budi, ya. Oke. Baik. E ini ya apa penjelasan yang sangat menarik ya ee namun sayang karena waktunya terbatas jadi ee tidak bisa lagi dilanjutkan di sini ya. Mungkin nanti bagi Bapak dan Ibu yang ingin berdiskusi atau bertanya kepada Pak ee Agus Rusli bisa nanti ee bertanya ke WhatsApp admin Anto ya Bapak dan Ibu. Nanti akan diberikan nomor Pak Agus Rusli begitu ya Pak ya. Saya izin men-shai nomor ee Bapak ke Mas Bapak Ibu peserta. Oke. Baik. Karena waktu karena sudah lewat ya sebenarnya sudah lewat setengah jam jadi tidak apa-apa karena kebetulan supaya terangkat juga ya pembahasan yang menarik ya. Ee jadi mungkin dicukupkan untuk sampai sini. Namun sebelum Pak Agus Rusri meninggalkan ruangan, kita akan dokumentasi terlebih dahulu. Jadi silakan ee Bapak dan Ibu yang bisa oncam ya. Namun mohon maaf hanya dua kali pengambilan ya. Jadi silakan Bapak Ibu oncam barangkali bisa ke screenshot ya. Oke saya mulai hitung mundur dari angka 5 4 3 2 1. Ya, sekali lagi Bapak dan Ibu. ee 3 2 1. Oke, sudah terdokumentasi untuk Pak Agus Rusli. Terima kasih banyak atas penyampaian materinya. Sampai bertemu lagi di Makasih, Kang Agus Shihin tadi. Mudah-mudahan jadi amal ibadah kita semua ya. Amin. Amin ya Allah. Terima kasih, Pak. Silakan, Pak. Sampai bertemu lagi nanti di acara berikutnya, Pak I. Asalamualaikum. Masih. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, Bapak dan Ibu, berakhir sudah untuk webinar kali ini. Ee sebelumnya saya ingatkan kembali kepada Bapak dan Ibu untuk mengisi lebar presensi sebagai syarat untuk mendapatkan e-certificate. Nah, pastikan sebelum Bapak dan Ibu men-submit jawaban ee tidak ada taipo antara nama sama email-nya karena nanti akan mempengaruhi penerbitan sertifikatnya. Baik, mungkin itu saja dari saya. Saya Budi mohon izin pamit undur diri. Ee segala hal yang kurang berkenan mohon dimaafkan. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang dan selamat melanjutkan aktivitas lainnya. Terima kasih.