Transcript
1AOaE9maZXI • Webinar 108 Pengurangan Sampah Mulai dari Sumber Menuju Kemandirian Pengelolaan Sampah
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0142_1AOaE9maZXI.txt
Kind: captions
Language: id
perorangan ataupun pemerhati lingkungan.
Ekoed Edu selalu berusaha menyajikan
pelatihan yang berkualitas dengan
menghadirkan pengajar yang
[Musik]
berpengalaman, memberikan pengalaman
langsung dengan
praktikum dan e-learning yang dapat
diakses di manapun.
Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan
Eco Ed ini memang dari grup-grup di
alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut
pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh
bisa dianggap menarik ya karena mereka
pengetahuan mereka tentang yang pengin
mereka ketahui itu meningkat gitu ya.
Kemudian skill-skill yang dihasilkan
dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa
dilihat begitu ya. rasa gitu manfaatnya
di kami terutama untuk ee para konsultan
yang memerlukan tenaga-tenaga ahli
sehingga saya memilih Eco Eduidu dan
sempat mengikuti pelatihannya juga dan
itu terdukti benar gitu. Nah, saya lihat
Instagram itu ada Edu yang akan
menyenggarakan pelatihan. Nah, di sini
juga saya banyak baca terlebih dahulu ya
terkait informasi yang disediakan oleh.
Nah, menurut saya itu menjadi hal yang
membuat tertarik untuk ikut pelatihan
gitu. Jadi saya sering lihat di
Instagram gitu bagaimana itu
menyampaikan informasinya. Ego itu bagus
karena tuh selalu tergini terus
mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau
membernya itu bagus-bagus dan terbaiklah
keannya.
[Musik]
Iya. Eh, yang pertama memang tentu saja
ini meningkatkan dan memaksimalkan
skill-skill yang saya harapkan begitu
ya. Tertang dalam pengin ejek saya jadi
bisa lebih produktif, lebih efektif juga
ee punya update gitu ya, update-update
persoalan-persoalan jisan AMD terkini
dari ahlinya langsing di lapangan begitu
ya. Pengalamannya tidak diragukan.
Menurut saya pelatihan yang disediakan
EID ini sangat bermanfaat sekali dan
mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada
teknologi terbaru yang saya dapat dimin
ya itu luar biasa ee pembelajarannya
juga mudah sekali untuk dipahami.
Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga
menambah ilmu pengetahuan yang banyak
banget.
[Musik]
Eh, e-learning ini memang di memang
sangat diperlukan sekali ya, terutama
untuk kita yang dengan keterbatasan
pengetahuan kemudian juga waktu mungkin
ee itu memberikan kita kesempatan untuk
kembali mengingat, kembali mendengarkan
paparan-paparan yang mungkin kurang
jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang
sesering mungkin yang kita inginkan.
kita juga bisa review kembali sehingga
belajar kita bisa lebih efektif dan
efisien. Learning itu membantu sekali
ketika pada saat penyampaian materi ada
yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya
bisa lihat materi itu di
sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil
materi terus lihat video yang bisa
diakses kapan aja dan di mana aja.
4 juta dengan informasi yang kami
peroleh itu jauh dari atas padan
sebenarnya. Jadi apa namanya ya kalau
saya bilang terlalu murah itu jadi
sepadanlah. Jadi menurut saya sepadan Bu
karena memang e pelatihannya itu pun
sangat membantu ya dalam menyelesaikan
satu pekerjaan yang ada di ee sekitar
lingkungan saya sendiri gitu. Nah, saya
kira sepat sesuailah dengan apa yang
[Musik]
didapatkan.
EKTP efektif, tepat, dan profesional,
hemat, cermat, dan hebat, keren,
profesional dan juga keginian.
[Musik]
Pengembangan sumber daya manusia adalah
bagian dari proses dan tujuan dalam
pembangunan
Indonesia. Upaya membangun sumber daya
manusia yang berkualitas salah satunya
dapat dilakukan melalui pelatihan.
Ekoedu hadir sebagai platform pelatihan
lingkungan hidup yang bertujuan untuk
meningkatkan kinerja dan kualitas sumber
daya manusia.
Saat ini kami memiliki 15 paket
pelatihan, yaitu persetujuan teknis AI
limbah, persetujuan teknis emisi udara,
persetujuan teknis limbah B3, penyusunan
dokumen KLHS, penyusunan dokumen RPPLH,
pemodelan kualitas air sungai, pemodelan
dispersi udara, pemodelan air tanah,
life cycle assessment, perhitungan emisi
gas rumah kaca, pengelolaan banjir dan
sedimentasi sungai, perancangan dan
pemilihan insinerator sampah dan limbah
B3, pemantauan kualitas udara dan air
menggunakan sensor, pelatihan sistem
informasi geografis, dan pelatihan
remote
sensing. Alumni pelatihan kami sudah
lebih dari 2.500 orang yang berasal dari
seluruh Indonesia. Pelayanan kami
terbuka untuk perusahaan, pemerintahan,
perorangan, ataupun pemerhati
lingkungan. Ekoed Edu selalu berusaha
menyajikan pelatihan yang berkualitas
dengan menghadirkan pengajar yang
berpengalaman.
[Musik]
memberikan pengalaman langsung dengan
praktikum dan e-learning yang dapat
diakses di manapun.
Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan
Eco Edio ini memang dari grup-grup di
alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut
pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh
bisa dianggap menarik ya, karena mereka
pengetahuan mereka tentang yang pengin
mereka ketahui itu meningkat gitu ya.
Kemudian skill-skill yang dihasilkan
dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa
dilihat begitu ya. terasa gitu
manfaatnya di kami terutama untuk e para
konsult hutan yang memerlukan
tenaga-tenaga ahli gitu sehingga saya
memilih Eco Edu dan sempat mengikuti
pelatihannya juga dan itu terbukti benar
gitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada
Eko Edu ya yang akan menyelenggarakan
pelatihan. Nah, di sini juga saya banyak
baca terlebih dahulu ya terkait tentang
informasi yang disediakan oleh Paku.
Nah, menurut saya itu menjadi hal yang
membuat tertarik untuk ikut latihan di
situ. Jadi, saya sering lihat di
Instagram gitu bagaimana Eko Idu
menyampaikan informasinya. Eko edu itu
bagus karena pelatihan-patihnya itu
selalu tergini terus mengikuti zaman dan
juga pelatihnya apa yang itu bagus-bagus
dan terbaiklah ke depannya.
[Musik]
Iya. Ee yang pertama memang tentu saja
ini meningkatkan dan maksimalkan
skill-skill yang saya harapkan begitu
ya.
dalam penyimpinan dokumen AMDA eD saya
jadi bisa lebih produktif, lebih efektif
juga ee punya update gitu ya,
update-update, persoalan-persoalan dalam
jurusan AMDA terkini dari ahlinya
langsung di lapangan begitu yang
pengalamannya tidak diragukan. Menurut
saya pelatihan yang disediakan EID ini
sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk
aksesnya gitu. Jadi ada teknologi
terbaru yang saya dapat itu di
e-learning ya. Itu luar biasa ee
pembelajarannya juga mudah sekali untuk
dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti
dan juga menambah ilmu pengetahuan yang
banyak banget.
[Musik]
eh-learning ini memang di memang sangat
diperlukan sekali ya, terutama untuk
kita yang dengan keterbatasan
pengetahuan kemudian juga waktu mungkin
ee itu memberikan kita kesempatan untuk
kembali mengingat, kembali mendengarkan
paparan-paparan yang mungkin kurang
jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang
sesering mungkin yang kita inginkan.
Kita juga bisa review kembali sehingga
belajar kita bisa lebih efektif dan
efisien.
Arning itu membantu sekali ketika pada
saat penyampaian materi ada yang
ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa
lihat materi itu di 7 sangat membantu
Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus
lihat video yang bisa diakses kapan aja
dan di mana
[Musik]
aja. Juta dengan informasi yang kami
peroleh itu jauh dari atas padan
sebenarnya. Jadi apa namanya ya? Kalau
saya bilang terlalu murah itu jadi
sepadanlah. Jadi menurut saya padan Bu
karena memang e pelatihannya itu pun
sangat membantu ya dalam menyelesaikan
satu pekerjaan yang ada di e sekitar
lingkungan saya sendiri gitu. Nah, saya
kira sepat sesuailah dengan apa yang
[Musik]
didapatkan.
EKP efektif, tepat, dan profesional,
hemat, cermat, dan hebat, keren,
profesional dan juga keginian.
[Musik]
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi Bapak dan Ibu.
Selamat datang kembali di webinar dari
Eko Edu. Ya, ini merupakan webinar
pertama setelah kita berlibur panjang,
yakni berlibur lebaran kemarin. Ya,
semoga semangat dalam menyimak webinar
kali ini juga dalam keadaan baru ya,
Bapak dan Ibu. Baik, mungkin sebelum
Baik. Sebelumnya saya perkenalkan saya
Budi yang akan menjadi ee atau yang akan
menemani Bapak dan Ibu sampai ee pukul
12.00 nanti. Ee kemudian untuk webinar
kali ini mengangkat tentang pengurangan
sampah mulai dari sumber menuju
kemandirian dan pengelolaan sampah. Ya,
mungkin sebelum webinar dimulai alangkah
baiknya kita berdoa menurut agama dan
kepercayaan masing-masing. Berdoa
dipersilakan.
Berdoa dicukupkan. Selanjutnya kita akan
menyimak terlebih dahulu lagu Indonesia
Raya.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Oke. Baik. Ee selanjutnya adalah sebelum
kita masuk ke tema utama kita, yakni
saya akan memperkenalkan terlebih dahulu
ee tiga pelatihan yang akan
diselenggarakan oleh Ekoed Edu. Yakni
pertama ada pelatihan pemodelan kualitas
air sungai, Kual PKW, dan WASP yang akan
diselenggarakan pada tanggal
21 yang akan diselenggarakan pada pada
tanggal 21 hingga 25 April 2025. ee
Bapak dan Ibu bisa mulai mendaftar dari
sekarang karena pelatihannya akan
dimulai sekitar 4 hari lagi. Kemudian
yang kedua yakni di minggu yang sama
juga ada pelatihan dan sertifikasi
operasional pengelolaan pengelolaan
limbah berbahaya dan beracun atau OPLB3
ini juga sama diselenggarakan pada
tanggal 21 hingga 25 April 2025. Nah,
jadi untuk ee Senin depan Bapak dan Ibu
bisa memilih salah satu di antara dua ee
pelatihan ya, dua pelatihan untuk minggu
depan. Kemudian untuk 2 minggu lagi
yakni ada pelatihan life cycle
assessment yang akan diselenggarakan
pada tanggal 28 April hingga 2 Mei 2025.
Bagi Bapak dan Ibu yang ingin mengetahui
lebih lanjut tentang Ekoed Edu Bapak dan
Ibu bisa em mengontak WhatsApp kami,
WhatsApp admin kami. Di sini ada admin
Rilis dan admin Lisa. Lalu Bapak dan Ibu
juga bisa mengunjungi sosial media kami,
yakni di sini ada Instagram, YouTube
channel, eh Facebook, eh X, dan website
utama kami yakni www.coedu.co.id.
Bagi Bapak dan Ibu yang sudah ee
memutuskan untuk mengikuti pelatihan di
Ecoedu, Bapak dan Ibu bisa mendaftarkan
diri diri Bapak dan Ibu ke
pendaftaranu.co.id. Oleh karena itu,
kami tunggu Bapak dan Ibu di pelatihan.
Salam lestari.
Baik, kita kembali lagi ke tema webinar
yang akan diangkat pada ee hari ini,
yakni tentang pengurangan sampah mulai
dari sumber menuju kemandirian
pengelolaan sampah. Kita tahu bahwa
sumber penghasil sampah adalah kita
sebagai masyarakat, juga sebagai
produsen. Sehingga di sini juga akan
diajarkan atau diperkenalkan bagaimana
caranya melakukan pengelolaan sampah
dari sumber, yakni ee melakukan pengolah
sampah secara mandiri dimulai dari rumah
tangga seperti memilah, em mengumpulkan
barangbarang bekas, kemudian dikirimkan
ke pengepul atau sebagainya. Ya,
kebetulan untuk pemateri kita ee hari
ini adalah Bapak Agus Rusli, S., M.Si.
Beliau merupakan Direktur Pengurangan
Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular
ee Kementerian Lingkungan Hidup atau
BPLH. Kebetulan Bapak Agus Rusli sudah
hadir di tengah
kita ya. Sebentar ya Bapak dan Ibu. Kita
tunggu sebentar untuk pematerinya.
Ya. Baik. Kebetulan Bapak Agusnya, Bapak
Agus Rusli sudah hadir di tengah-tengah
kita. Saya akan sapa terlebih dahulu.
Selamat pagi, Pak Agus. Pak Agus
Rusli. Selamat pagi ee Bapak, Ibu,
teman-teman semua.
Iya. Bagaimana kabarnya Bapak Agus hari
ini? Alhamdulillah baik. Sudah sempat
berolahraga dulu tadi sebentar, lumayan.
Jalan cepat 5 kilo. Kemarin sepedahan 25
kilo. 20 kilo. Ya, lumayan
alhamdulillah.
Wah, jadi ee bisa menyampaikan materi
materi dengan bugar ya, Pak ya.
Insyaallah semoga sehat selalu ya, Pak
ya. Amin. Makasih. Teman-teman juga
semua nih harusnya ee sehat dan semangat
semua ya. Siap, Pak. Baik. Ee kalau
begitu sudah siap, Pak, untuk
menyampaikan materinya? I tadi saya
kirim ke panitia itu materinya masih
PDF. Boleh di-share juga? Saya belum.
Malah, malah saya baru belum dapat
ininya yang PPT-nya malahan kalau
misalnya enggak
keberatan di tayangkan yang PDF tadi.
Oke. Baik, Pak. Ya, mau mungkin mohon
tunggu sebentar ya, Pak. Ya, sudah dipan
I kalau bisa tahu nih sebaran
teman-teman.
Peserta ini dari mana? Dari seluruh
Indonesia ya? Atau sekitar Jakarta
Raya? Halo.
Jakarta hadir ya. Ya. Ini ada dari
seluruh Indonesia, Pak. Indonesia ya?
Iya. Ada yang dari ee tadi tuh saya
lihat ada yang dari Sumatera Barat,
kemudian ada juga yang dari daerah
Sulawesi juga, Pak. Begitu. Ini ada yang
Kota Baru, Pak. Iya. Iya. Sebentar ya,
Pak, ya. Iya.
Siap. Karawang,
Medan. Iya, siap. Padang, Banda Aceh,
Sampit, Bangka Belitung, Bengkulu, Sibo
Langit, Jakarta.
dari
Mataram, dari Samarinda, Tanjung Balai,
Tangerang.
Siap. Wah, ini dari seluruh Indonesia
nih kayaknya.
Jambip ada ada dari Bekasi pasti ya.
ya karena
memang ee
sekarang isu sampah ya sebenarnya tidak
terlalu bicarakan karena memang
permasalahan-permasalahan inilah yang
akhir-akhir ini menjadi ee apa ya
menjadi arus utama di banyak media gitu
ya. Karena memang kita sudah agak
lama abai terhadap permasalahan ini dan
ya kita mindset kita masih ee melihat
sampah itu sebagai masalah yang ee apa
mungkin di urusan belakang rumah gitu.
Padahal dia harusnya menjadi mainstream
di ee awal-awal karena pada saat sampah
tidak terkelola dan sebagainya itu akan
mempengaruhi banyak aktivitas kita yang
lain. Seperti itu. Sederhananya seperti
itu ee Bapak dan Ibu sebagai ee pengisi
ya, bahwa ee sampah itu memang harus
selesai dari rumah kita sendiri.
Kalau boleh saya mulai
ee Bapak dan Ibu ya. Silakan, Pak. Sudah
tershare screen, Pak.
Siap. Siap. Siap.
Makasih. Jadi saya ee pertama sangat
berbahagia dalam pada pagi hari ini bisa
sharing dengan banyak teman, banyak
sahabat di dari seluruh Indonesia.
Mudah-mudahan ya. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Selamat
pagi, salam sejahtera buat kita semua.
Om swastiastu, namo budhayya, salam
kebajikan. kami ee Direktur Pengurangan
Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkuler
dari Kementerian Lingkungan Hidup Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup ingin ee menyampaikan pengurangan
sampah mulai dari sumber menuju
kemandirian pengelolaan sampah.
ya sebagai
ee
pengantar kemandirian pengeluaran sampah
itu berarti ee
semua pemerintah daerah, pemerintah
pusat, masyarakat, LSM dan sebagainya
itu harus bisa menyelesaikan urusan
sampahnya sendiri gitu ya pada itu yang
yang filosofi dari e pengolan sampah
yang ee harus kita lakukan ke depannya
harus selesai dari diri sendiri ya.
Lanjut. Silakan dilanjutkan ya. Jadi
potret umumnya seperti ini, Bapak dan
Ibu. Dan ee apa seperti tadi yang saya
sampaikan, mungkin tidak terlalu nyaman
untuk apa membicarakan yang memang
ee harus kita selesaikan itu ya isu ini,
isu sampah ini ya.
terutama pada saat teman-teman atau
sahabat-sahabat saya
ini
mendekati atau
dekat rumahnya. Kalau mendekati itu
cuman lewat dan sebagainya rumah yang
dekat dengan
fasilitas-fasilitas ini pastior dan
sebagainya ya. ya potretnya seperti kita
masih banyak ee tidak melakukan
pemilahan di rumah misalnya seperti itu
ya. Kemudian TPA dioperasikan masih
secara open damping. Artinya open
damping itu ya dia tinggal angkut buang
kumpulin angkut buang gitu ya. Sehingga
tidak ada ee intervensi untuk
pengelolaan sebagaimana yang diatur di
ee Undang-Undang 18 tahun 2008. Kemudian
air
lindi mencemari badan
air. Dari sekian banyak ee TPA yang
pernah kami kunjungi, hanya beberapa
yang kami lihat melakukan pengelolan air
linding. Kalaupun ada kolam lindingnya,
dia tidak beroperasional normal seperti
itu ya. Artinya ada ada inlet, ada
outlet. Kemudian di antara inlet dan
outlet itu berarti ada
misalnya ee aasi, ada pengendapan
fakultatif dan sebagainya. sampai kepada
diuji misalnya kolam terakhir atau bak
terakhir itu ada ee misalnya itu baru
masuk ke ee badan air penerima gitu.
Kemudian ada penghasil emisi gas rumah
kaca.
Karena peluruhan atau penguraian dari
bahan organik itu
menghasilkan
ee CH4 menghasilkan metan yang daya
rusak atmosfernya itu jauh lebih besar
ee puluhan kali lipat dibanding dengan
CO2. Kemudian tingginya potensi
kebakaran yang TPA-nya masih open
damping itu ada banyak metan dan ee
terjadi
kebakaran ya terjadi kebakaran terhadap
ee TPA tersebut ya. tahun 2023 kalau
tidak salah itu lebih 30 TPA kita ee
terbakar karena metan banyak kemudian
tidak terkelola pada saat ee suhu tinggi
dan sebagainya itu tercipta api gitu ya
sehingga banyak terbakar. Salah satunya
yang tren mudah-mudahan ada teman dari
Tangerang ya, Tangerang Selatan
itu ee apa TPA Rawa Kucing ya terbakar
beberapa minggu. kami waktu itu juga
sempat melakukan pendampingan untuk
pemadaman ee TP RW yang mengganggu
transportasi udara di sekitar ee
Tangerang waktu itu di Bandara Soekarno
Hatta. Kemudian sarana prasarana yang
kurang layak ya.
Jadi banyak rata-rata kendaraan
pengangkut dan sebagainya itu tidak atau
sudah ee berumur kemudian covernya
mungkin tidak tertutup sehingga masih
banyak bau yang
keluar. Mungkin waktu pengangkutan juga
masih ee perlu diatur dengan lebih baik
ya. karena tren ket digabung kok pada
saat masuk ke ee tempat pengumpulan dan
sebagainya sehingga kita untuk
menghindari itu kita perlu untuk bisa
mengatur misalnya untuk waktu-waktu
tertentu misalnya organik yang diangkut
kemudian hari-hari lainnya itu yang ee
anorganik yang diangkut seperti itu
sehingga bisa terkelola tidak tercampur
ya. Kemudian tingginya biaya
operasional. Kami minggu lalu melihat
beberapa ee
TPA yang ee dikelola profesional itu
biaya per ton itu sekitar Rp100.000
Bapak dan Ibu ya. itu sudah terkelola
baik dan ada apa penangkapan dari
metannya untuk bahan bakar untuk memasak
dan sebagainya ya seperti itu.
Lanjut ya. Jadi kalau
kita ee
lihat konsep dan definisi dari ee
pengelolaan sampah itu kita bisa
kategorikan mana kewajiban masyarakat
dan produsen, mana kewajiban pemerintah.
Untuk masyarakat nih harusnya mulai ada
pembatasan meminimalkan timbulan ya
mulai dari sebelum dan dihasilkan produk
kemasan. ini ini ee perusahaan ee
penghasil ee makanan, minuman dalam
kemasan ya. Harus mulai dari desain
produk tersebut sudah melihat apakah
desain ini ee apa
ee penggunaan plastik maupun ee kertas
dan sebagainya itu minimal apa tidak dan
sebagainya.
Kemudian pendaurat ulangan misalnya
pemanfaatan kembali dan sebagainya. Di
beberapa ee pusat perbelanjaan misalnya
sudah tidak menggunakan plastik sebagai
ee apa ee bungkus atau sebagai alat bawa
dan sebagainya, tetapi
menggunakan kardus, bekas dan sebagainya
itu juga ee membantu mengurangi ya.
Kemudian pemanfaatan pengguna ulang
sampah yang dengan fungsi yang sama
tanpa melalui pengolahan ya artinya
sampah-sampah tersebut bisa ee
dimanfaatkan kembali. Kemudian
pengurangan kegiatan dilakukan oleh
penghasil sampah untuk mengurangi sampah
dari sumber timbulannya sampah. Semakin
sedikit sampah yang masuk akan semakin
memudahkan pengelolaan ee Bapak dan Ibu.
Dan Bapak dan Ibu boleh ee melihat ya
pada saat jumlah penduduk kita ya 280
juta sekarang ini kalau misalnya kita
menghasilkan 12eng kilo saja ee sampah
per hari per
orang itu terbayang berapa juta ton
sampah yang masuk ke TPA
kita seperti itu.
Kemudian ada kewajiban pemerintah
misalnya melakukan ee ada pemilahan ya,
kemudian ee memisahkan sampah sesuai
jenis, sumber ee dan sifat dan
sebagainya, kemudian pengumpulan
pengambilan dari ee rumah, dari
masing-masing tempat timbulnya sampah ke
tempat penimbunan sementara dan
sebagainya sampai ke TPA. Kemudian ada
mengangkut, kemudian mengolah, dan
memproses di akhir atau TPA tempat
pemrosesan akhir. Dan kami sebenarnya
mendorong sesuai dengan ee Undang-Undang
2008 yang namanya TPA itu
hanya
menempatkan yang namanya residu saja ya.
Artinya
maksimal sekitar
15%
ya
ee sisa sampah kita yang masuk ke
T. Bentuk-bentuk residu yang biasanya
misalnya nih sisa-sisa makanan yang
mungkin tidak bisa terolah lagi ya
sebenarnya yang boleh masuk ke TPA. Tapi
yang terjadi kan semua tuh seolah-olah
TPA adalah tempat pembuangan akhir
padahal tempat pemprosesan akhir hanya
resiko yang diproses situ. Ya. Kemudian
kalau kita bisa ee lihat yang namanya
penanganan adalah rangkaian kegiatan
mulai dari ee apa timbulan kemudian kita
kurangi, kita modifikasi, kita olah dan
sebagainya sampai kepada
ee TPA pemesasan akhir yang boleh ee
dibuang yang diselenggarakan oleh
pemerintah pemerintah daerah dan
keterlibatan masyarakat.
Ya, seperti
itu. Oh, ini saya ini ada yang minta
saya open kameranya ya, Pak. Ee mohon
maaf, Pak ya. Tapi tadi ini Pak agak
tidak stabil jaringannya. Iya, saya ya
enggak apa-apa saya matiin ya kameranya
ya. Ya boleh Pak. Siap. Makasih ya.
Lanjut.
ini pengolan sampah merupakan tanggung
jawab semua. Saya saya melihat bahwa
ee banyak masyarakat yang masih berpikir
bahwa dengan melakukan misalnya membayar
iuran, membayar apa ee pengangkutan
misalnya dari e kawasan misalnya ya
kawasan mungkin rumah sakit, kemudian
ada pasar dan sebagainya.
ya, sekolah dan sebagainya seolah-olah
tanggung jawab itu selesai ya. Padahal
harusnya kita melihat ini sebagai
tanggung jawab semua pihak yang kita
harus yakin benar ke mana sampah kita
akan berakhir, ke mana sampah kita akan
dibawa dan sebagainya. Ya, tadi pagi ini
sebagai gambaran saja nih. Mudah-mudahan
ada teman yang dari Bekasi hadir ya. TPA
Burangkeng. TPA Murangkeng itu
kapasitasnya sekitar
850 ton sebenarnya
kapasitasnya, tapi terisi sampah yang
masuk ke berangkeng itu hampir 2.400 ton
1 hari. Jadi lebihnya atau ee apa ekses
kelebihan masuk TPA kapasitasnya itu
lebih dari
1500-an
ton masuk ke TPA burangkap hari.
ya. Kita bisa ee lihat bahwa tanggung
jawabnya kalau misalnya sebagai
pengelola kawasan itu kita bisa kita
harus mendapat keyakinan bahwa sampah
yang kita hasilkan di kawasan kita
menyerahkan kepada pihak ketiga
diselesaikan itu yakin kita harus yakin
benar itu masuk ke TPA atau diolah
sebelum masuk ke TPA seperti itu. Itu
harus diyakin ya. Jadi mulai dari
tanggung jawab ee produsen ya,
melaksanakan amanat dari undang-undang,
kemudian Anda melaksanakan komitmen
global karena ee sesuai dengan Peraturan
Menteri LHK waktu itu ya nomor 75 tahun
ituem apa?
pemilik brand atau brand owner ya,
produsen ee makanan, minuman, dalam
kemasan atau yang lainnya juga itu harus
bertanggung jawab terhadap ee limbah
atau sampah
yang dihasilkan oleh masyarakat yang
merupakan limbah kemasannya seperti itu.
malah ee kami juga sedang berkutat
dengan ee teman-teman ee Asperindo
namanya Bapak dan Ibu ya ee Asosiasi
Pengantaran Expres kalau tidak salah ee
apa panjangannya itu dia harus
bertanggung jawab terhadap
kemasan-kemasan barang-barang yang
dikirimkan. Nah, ini juga kami ee sedang
menilik ke sana bagaimana mereka
bertanggung jawab terhadap ee
limbah-limbah bungkus dari pengantaran
ya. Bapak dan Ibu pasti sering belanja
online. Kita bisa lihat itu jumlah
sampah dari kemasan ya. Mau beli ee apa?
mau
beli taruhlah mau
beli HP misalnya atau mau beli ee cover
HP dan sebagainya itu kan tidak pecah
gitu cover HP misalnya yang plastik itu
tapi bungkusnya kan banyak banget ya
kita harus perhatikan itu juga makanya
kami juga komunikasi dengan teman-teman
Askir ini untuk bisa mengendalikan itu.
Kemudian filosofinya itu mengurangi
sampah dari kemasan untuk membatasi
timbulan ya sehingga diguna ulang di apa
didaur ulang diguna ulang dan
sebagainya. Nah, saat ini juga
Kementerian Lingkungan Hidup itu
mengeluarkan pelarangan terhadap
importasi plastik, importasi kertas ya
yang saat ini juga teman-teman asosiasi
banyak keberatan terhadap bagaimana
pengurangan itu karena mereka butuh
bahan baku untuk diolah dan sebagainya.
Kami juga mendorong bahwa teman-teman ee
pengolah itu adalah ee dapat melakukan
pendampingan kepada ee ee pelapak,
pendampingan kepada bank sampah dan
sebagainya sehingga ee jenis-jenis
sampah yang diinginkan atau yang
ditargetkan oleh pengolah itu bisa
sesuai dengan kebutuhan mereka. artinya
tidak
bercampur dengan ee ee misalnya kertas
tidak bercampur plastik atau tidak basah
dan sebagainya sehingga sesuai dengan ee
mutu yang mereka ee perlukan untuk
diolah. Kemudian pemerintah daerah itu
menyiapkan payung hukum regulasi di
tingkat daerah misalnya ya. Jadi ee
pengaturan-pengaturan bagaimana ee
sampah itu tidak langsung
ditransportasikan, di ee kumpulkan,
diangkut dan dibuang ke TPA, tetapi ada
proses sehingga di beberapa daerah juga
harus membuat TPS 3R,
kemudian membangun bank sampah unit,
bank sampah induk dan sebagainya
sehingga mereka juga bisa mengurangi
volume sampah yang masuk ke TPA dan
beberapa tempat juga sudah melakukan
pengolahan-pengolahan seperti itu. Jadi
buat apa? Buat ee ee rumah kompos dan
sebagainya dan sebagainya Bapak dan Ibu
ya. termasuk
infrastruktur. Banyak teman-teman PU
juga membantu memfasilitasi karena
secara ee apa ee fungsi Kementerian PU
itu membantu untuk membangunkan
fasilitas-fasilitas ee pengolah ee
sampah di semua ee daerah ya Bapak dan
Ibu. Kemudian masyarakat juga harus
melakukan
perubahan perilaku ya harus memilah dari
rumah Bapak dan Ibu memilik masyarakat
juga memiliki pilihan dalam menerapkan
konsumsi yang bertanggung jawab ya
responsible consumption sesuai dengan
SDG eh nomor 12 Bapak dan Ibu.
Jadi walaupun misalnya kita ee mampu
membeli dan sebagainya, kita juga harus
bertanggung jawab terhadap konsumsi kita
sehingga mungkin tidak berlebihan.
Sebagai gambaran Bapak dan Ibu silakan
cek ya pada saat Ramadan kemarin ya itu
pasti volume sampah di semua daerah itu
pasti naik.
Padahal harusnya dengan kita berpuasa
mengurangi sampah ee mengurangi ee makan
dan sebagainya harusnya volume sampah
itu berkurang Bapak. Tapi kejadiannya
sebaliknya, justru di bulan Ramadan
kemarin tuh banyak TPA-TPA yang ee apa
menyampaikan ke kami bahwa oh kalau
bulan Ramadan itu naik sekitar 30% atau
20% Pak dibanding dengan bulan-bulan
biasa seperti itu. Ini menggambarkan
pola konsumsi kita masih ee apa tidak
menyesuaikan dengan ee berapa kebutuhan
kita sehingga harusnya bulan Ramadan itu
jumlah sampah lebih sedikit. Logika
sederhananya seperti itu.
Lanjut. Nah, ini
transisi pengelolaan sampah ya menuju
zero waste, zero emission. Memang sangat
utopis ya, sangat apa? Terlalu filosofi
memang awang-awang ya. Zero waste, zero
emission ya. sesuatu yang kelihatannya
sih ee apa menantang untuk dilaksanakan
ya. Dan kami juga sebenarnya mendorong
bahwa yang namanya ee zero itu bisa.
Artinya tetap kita tetap ada ee apa
melakukan pengurangan-pengurangan tapi
dioptimalkan pengurangan itu sehingga
hanya sedikit saja yang kita ee apa
tempatkan di lingkungan di TPA dan
sebagainya. ya, konsep eh cradle to
grave e artinya dari ee sumber sampai
kepada penampungan akhir gitu ya. Sampah
itu menjadi beban pencemar ya. Itu
konsepnya kumpul, angkut, buang ya. Dia
melihat itu sampah sebagai sumber
pencemar. Tidak ada perubahan perilaku
minim sampah. Artinya dia mengkonsumsi
di rumah. Mungkin kalau bayangan saya
semakin ber ee berbudaya harusnya kita
lebih sedikit menghasilkan sampah karena
kita hanya ee mengkonsumsi yang kita
butuhkan, membeli yang kita butuhkan
saja bukan yang kita inginkan ya.
Kemudian tidak ada pengurangan sampah
dari sumber ya. Kita harus berusaha
mengurangi kalau kita misalnya membeli
ini sampahnya kira-kira banyak apa
tidak? Kalau misalnya kita mengkonsumsi
ini sampahnya banyak apa tidak dan
sebagainya itu mindset itu harus
diciptakan, harus di harus dipupuk di
dalam ee diri kita masing-masing atau
keluarga atau teman, sahabat dan
sebagainya.
Kemudian ee linear ekonomi. Jadi ya
gitu-gitu aja
ya memproduksi, dikonsumsi dan dibuang.
Gitu aja nih proses ya. itu mungkin ee
sejak
2008 Undang-Undang 18 itu kita masih ee
melihat ini sebagai ee hal yang kita
lakukan sehari-hari. Bisnis IOL aja ya
kita kumpulkan, kita angkut, kita buang.
Nah, sekarang kita menuju ke sircular
ekonomi. Jadi intinya adalah bagaimana
ada nilai-nilai pemanfaatan ya.
Sederhananya misalnya pada saat kita
menghasilkan limbah organik misalnya
sisa makanan dan sebagainya. Limbah
organik itu kita bisa buat jadi pupuk,
kita bisa buat jadi ee apa? budidaya
magot misalnya. Kalau pupuk untuk
tanaman tanaman tumbuh ee buahnya atau
sayurannya dan sebagainya itu kita
manfaatkan. Jadi dia sirkuler berputar
seperti itu Bapak dan Ibu. Sama juga
misalnya kayak kita pelihara magot. Jadi
sisa makanan kita kasih ee magot.
Magotnya tumbuh besar, magotnya kita
keringkan dan sebagainya untuk pakan
ternak atau pakan ikan atau kita ee apa
cangkangnya kita buat ee pupuk ikannya
kita konsumsi ee telurnya dari ee apa
ayam kita konsumsi telurnya dan
sebagainya. Jadi dia berputar seperti
itu ya. Meredesain kemasan ya.
Misalnya ini kalau saya enggak tahu
ya kayak misalnya ee kemasan rokok
misalnya. Rokok kan kalau kalau menurut
menurut saya itu kan sudah ada bungkus
kertas gitu ya. sebenarnya enggak perlu
lagi dibungkus plastik misalnya atau ee
kemasan-kemasan yang lain misalnya sudah
ada
ee sudah ada
ee bungkus yang cukup baik sehingga ee
mutu dari ee yang dikemas itu misalnya
tidak berubah dalam kurun waktu tertentu
misalnya ya enggak perlu dibungkus
plastik lagi misalnya seperti itu. Jadi
dari desain itu sudah diatur dan
sebagainya. kemudian mengundang ulang ya
dan mendar ulang. Saya
sih kalau dari zaman waktu kami kecil
atau teman-teman juga mungkin yang
usia-usianya ee kelahiran tahun 0-an
misalnya atau 80-an itu penggunaan
plastik itu sangat sedikit, sangat
jarang lah ya. Jadi kalau misalnya dulu
kita beli soto atau beli makanan dan
sebagainya itu rata-rata pakai rantang
ya.
pakai ada pakai jarang yang pakai
pembungkus tapi sekarang semua itu pakai
plastik beli bakso pakai plastik beli
siomai pakai plastik dan sebagainya ya
malah tren anak-anak muda sekarang beli
siomai itu masukin plastik terus
plastiknya dibolongin gitu ya saya
enggak tahu tuh e istilahnya apa, tapi
itu kan apa susah untuk dibersihkan
plastik itu gitu itulah
residues-residunya kemudian saya juga
tidak mau menyalakan plastik
karena kita mendapat nilai kemanfaatan
plastik yang sangat banyak, sangat
besar, ya. Dan yang kita dorong adalah
bagaimana plastik itu bisa termatkan
berulang-ulang ya. Kita bisa gunakan
lebih ee berkali-kali lagi ee sampah ee
plastik tersebut gitu sehingga kita bisa
ee lihat itu sebagai asas kemanfaatan.
Jadi tidak menggunakan plastik sekali
pakai. Nah, sekarang lagi tren Bapak dan
Ibu. Saya lihat di anak-anak muda tuh di
di mall dan sebagainya makan dan
sebagainya itu sudah jarang pakai cuci
tangan. Dia pakainya plastik yang tipis
gitu ya. Pakai tangan kayak sarung
tangan tapi plastik tipis gitu. Dia dia
makan begitu sudah selesai dia tinggal
buka itu selesai. Padahal bayangan saya
itu residu apalagi makan-makanan yang
ada minyak dan sebagainya itu pasti agak
susah atau sulit dibersihkan. Ya, ini
nih tren yang mungkin saya enggak tahu
itu negatif atau apa, tapi ee dari sisi
konsumen sih pasti ee efektif gitu.
Tangan enggak kotor, ngurangi penggunaan
air, tapi hasilnya sampai jadi banyak
seperti itu. Kemudian mencapai
sustainable cities dan communities. Jadi
ee kita di global juga harus
menyesuaikan atau perlu menyesuaikan
dengan inisiatif global bagaimana
kota-kota dikembangkan secara
berkelanjutan. Artinya sampahnya
terkelola. Pada saat sampah terkelola
itu pasti penyakit yang berbasis air itu
kurang. Ee tikus mungkin nyamuk, lalat
dan sebagainya itu kurang. sehingga kita
lebih berbudaya, kota itu lebih maju
karena
bersih dan mencapai responsible
consumption. Artinya, Bapak dan Ibu,
coba deh saya berharap juga ee Bapak dan
Ibu pada saat mengkonsumsi ini kelebihan
enggak ini kalau misalnya saya makan ini
limbahnya gimana, kalau kita
mengkonsumsi ini di keluarga sampahnya
akan banyak atau sedikit dan sebagainya.
mungkin kita harus mulai
mempertimbangkan itu dalam pola-pola
konsumsi kita mendatang, Bapak dan Ibu.
Lanjut. Nah, ini roadmap-nya ya. Jadi
kita ee mulai dari tahun
2025, Pak Menteri juga ee ee mungkin
sekitar Februari lalu atau Januari sudah
mengedarkan surat kepada semua bupati
walikota
untuk menyusun roadmap percepatan
pengurangan
sampah 2025 sampai 2026. Sehingga
harapannya semua pemerintah daerah sudah
memiliki ee pemahaman yang baik bahwa
mereka harus mengurangi sampahnya ya.
tidak ada penambahan landfill baru ya,
landfil open dumping apalagi nih
kemudian tidak ada pembakaran secara
terbuka karena memang paling mudah itu
membakar Bapak dan Ibu tapi paling
tinggi emisinya karena ee apa asapnya
bisa ke tempat lain ya tidak terkelola
dan sebagainya. Kemudian mayoritas
industri kertas daur ulang menggunakan
plastik e menggunakan kertas daur ulang
dalam negeri. ya kita harapkan memang
pengguna-pengguna plastik itu ee ee daur
ulang itu menggunakan sumber atau
mencari sumber atau memanfaatkan ee
plastik-plastik kertas daur ulang dalam
negeri ya sehingga ee mengurangi sampah
ee ee anorganik dan memberi nilai
kemanfaatan dari ee sampah anorganik
tersebut karena kita guna ulang ya
banyak produsen produsen ee kertas
menggunakan kembali kertas ee limbah dan
sebagainya.
banyak produsen-produsen ee kemasan
plastik menggunakan kembali plastiknya.
Dan kami sesuai dengan Permen 75 tahun
2019 itu juga mendorong semua produsen
untuk melakukan ee apa
menggunakan secara persentase ee dengan
persentase tertentu gitu memanfaatkan ee
darur ulang di dalam produk-produknya.
peningkatan pengelolaan sampah yang
tidak masuk landfil ya. Jadi yang masuk
landfil adalah yang hanya residu Bapak
dan Ibu dan ee pengembangan ee PLTSA
pemakai listrik tenaga sampah misalnya
seperti itu, baik RDF maupun SRF atau
jumputan padat.
Dan kita juga mendorong ya ada
biodigestor artinya ee limbah-limbah
organik itu bisa diambil metannya
ya. Kemudian kita mendorong bagaimana
magot itu dibuat untuk biomassa dan
sebagainya. Nah, saat ini kami juga
sedang komunikasi dengan beberapa
Direktorat yang ada di Kementerian
Kelautan dan Perikanan ya, khususnya
Direktorat ee Pakan Ikan gitu ya, dan ee
di Kementerian Pertanian untuk
Direktorat Pakan Ternak untuk bisa
menyerap magot yang dihasilkan dari ee
apa
pengolahan-pengolahan ee sisa makanan
organik seperti itu.
sehingga nantinya magot ini dimanfaatkan
untuk sebagai sumber protein untuk pakan
ternak maupun pakan
ikan. Kita mendorong 50% ya industri
menggunakan kertas daur ulang atau
plastik daur ulang itu dalam dari dalam
negeri sehingga mereka melakukan
pendampingan terhadap banyak ee apa
pelapak atau bank sampah dan sebagainya.
Kemudian tahun
2000 40 kita harapkan semua industri
daur ulang, kertas maupun plastik
menggunakan sumber dari dalam negeri
sehingga kita harus mendorong mereka itu
mengambil limbah kertas, limbah plastik
dan sebagainya yang berasal dari dalam
negeri. memang awalnya ada gejolak Bapak
dan Ibu karena ee
pengalaman teman-teman pengolah ee
plastik dan sebagainya dalam negeri itu
menyampaikan bahwa kalau kita pesan atau
kita impor limbah plastik di luar negeri
misalnya dari India maupun dari ee
beberapa tempat lain misalnya Banglades
dan sebagainya itu berapa kontainer yang
kita pesan itu semuanya sama tapi kalau
dalam negeri mungkin 10 kontainer itu
campur-campur gitu loh. kami sampaikan
bahwa kita harus melakukan
pendekatan kepada teman-teman yang ada
di ee apa di semua daerah khususnya yang
ee bank sampah, kemudian ee pelapak dan
sebagainya untuk bisa sesuai dengan
kebutuhan dari teman-teman pendaur ulang
ya.
sehingga tahun 2050 kita harapkan zero
landfill. Artinya hanya residu malahan
yang kita buang. Sehingga semua daerah
ya itu harus berusaha untuk mengurangi
sampah dan mulai dari ee apa semua
aktivitas-aktivitas yang ada di
masyarakat bisa mengurangi karena sampah
ini tanggung jawab kita semua ya. Bukan
hanya pemerintah atau pemerintah daerah,
tapi semua kita bertanggung jawab untuk
mengurangi sampah yang kita hasilkan
sehari-hari. Nah, menuju zero emission
tahun
2060 sesuai dengan janji pemerintah loh
ya. bukan janji Pak Jokowi, bukan janji
Pak Prabowo atau bahkan bukan janjinya
Pak ee SBY sebelumnya, tapi janji
pemerintah
Indonesia untuk zero emission 2060 or
sooner. Jadi eh janji untuk zero emisi
tahun 2060 atau lebih cepat. Bukan
berarti kita enggak induk tahun-tahun
itu, tetapi emisi yang kita hasilkan itu
diserap oleh sektor itu. Misalnya
kehutanan pada saat dia mengemisi,
ditebang, dan sebagainya, tetapi
penanaman jauh lebih banyak dari yang
ditebang misalnya seperti itu. Atau kita
mengkonsumsi tetap karena kita hidup
kita menghasilkan limbah tapi limbah itu
langsung diolah sehingga tidak ada
limbah yang masuk ke TPA dan sebagainya.
Itu zero emission. pendekatan ee kita
artinya kita tetap bisa hidup dan kita
bisa melakukan pengolahan 100% dari
limbah yang kita hasilkan, Bapak dan Ibu
itu eh filosofinya ya, zero emission.
Takutnya teman-teman nanya lagi, "Loh,
enggak mungkin dong kita hidup masa
enggak ada emisi atau kita tidak
mengurangi sampah dan sebagainya kan
enggak mungkin. Tapi limbah atau sampah
yang kita hasilkan itu kita olah semua.
Jadi tidak ada yang dibuang ke
lingkungan. Idealnya yang kita harapkan
tahun 2060 seperti itu.
Lanjut. Mengapa kita harus mengurangi
memilah sampah dan mengolah sampah?
Ya, pertama dia mengurangi beban
timbulan sampah di TPS ya. Tempat
penimpanan sementara. Mengurangi tingkat
pencemaran air, udara, dan tanah. Bapak
dan
Ibu, sampah yang kita hasilkan dan
dibuang ke TPA dengan cara open dumping
artinya tidak ditutup dengan tanah ya,
tidak ada apa
ee ee pelingkupan sehingga metan ini
tidak keluar dan
sebagainya itu bisa mengurangi potensi
emisi dari metan.
Kemudian lininya dikelola itu berarti
mengurangi potensi limbah yang
mengandung apa ee mikroba, penyakit dan
sebagainya masuk ke badan air. Bisa jadi
masuk ke ee sistem air permukaan dan
masuk
ke sumur Bapak dan Ibu yang rumahnya
mungkin dekat atau tidak jauh dari TPA
misalnya seperti itu ya.
atau masuk ke sungai ikannya kita makan
misalnya seperti itu ya tercemar.
Kemudian udara Bapak dan Ibu pasti udara
yang bersih di perumahan tertentu itu
nilai rumahnya berbeda dengan udara yang
di perumahan yang tidak jauh dari tempat
pemosesan akhir misalnya seper itu
logis, sangat logis dan banyak
pengembang-pengembang kita harus dorong
bahwa jika sampah itu dikelola dengan
baik maka sampah itu tidak bisa tidak
mungkin keluar bau karena dia harus
selesai dalam hari yang sama sehingga
tidak ada peluruhan atau penguraian dari
ee bahan organik oleh ee mikroba dan
sebagainya sehingga menghasilkan bau.
Kemudian mempermudah proses pengolahan
sampah berdasarkan jenisnya. Ya, kalau
boleh secara sederhana Bapak dan
Ibu di rumah masing-masing atau sebarkan
ke tetangga, ke grup WA dan sebagainya
harus punya dua wadah minimal di dalam
rumah.
untuk yang organik dan
anorganik. Artinya organik ini sisa
makanan, sisa sayur, sisa olahan dapur
nyebutnya SOD gitu
ya. Itu yang
dibuang dibuat misalnya kayak pupuk,
buat magol dan sebagainya. Nah, sisa
plastik, kertas dan sebagainya itu
mungkin bisa di storkan di bank sampah
ya. Kemudian memperpanjang umur pakai
TPA ya. Saya tadi lupa-lupa ingat tuh
mau nyebut-nyebut jumlah penduduk gitu
ya. Kalau misalnya saya penggemar Oma
Irama Bapak dan Ibu. Jadi pada saat
tahun -an Bang Haji Omirama itu pernah
mengeluarkan lagu yang judulnya
100 150 juta penduduk Indonesia ya. Itu
tahun 0-an, Bapak dan Ibu.
Sekarang tahun 2025 itu penduduk
Indonesia sudah 28 juta. Jadi tidak
aktual lagi lagu itu dinyanyikan karena
sudah berbeda jauh ya ee jumlah penduduk
ya. Mengurangi biaya pengelolaan sampah.
Artinya pada saat Bapak dan Ibu itu
mengurangi limbah atau sampah organik
masuk ke TPA itu mengurangi beban
pengolahan yang tadinya secara volume
sampah misalnya untuk DKI Jakarta
contohnya
misalnya 8.000 R ton satu hari. Pada
saat efektif semua airway di Jakarta itu
punya bank sampah ya. Semua airway di
Jakarta itu punya ee pengolahan ee
sampah organik untuk buat pupuk, kompos
dan sebagainya. Berarti mengurangi jauh
sebenarnya jumlah sampah yang masuk ke
TPA. Tetapi kejadiannya masih banyak ini
sampah-sampah masuk ke TPA. sehingga
kami juga bersama-sama dengan
teman-teman Jakarta untuk melihat
bagaimana ee intervensi dari program itu
bisa
mempengaruhi ee pengurangan sampah yang
masuk ke TPA ya sehingga yang namanya ee
apa ee timbangan dan sebagainya TPA itu
jadi penting untuk melihat atau jumlah
penghitungan ee apa rit dari truk dan
sebagainya pengangur sampah itu bisa
kurang ya. Jadi jangan tetap misalnya ee
tetap misalnya 1000 truk
misalnya 1000 truk kalau misalnya ini
sekitar 4.000 R ton misalnya ya, kalau 4
ton satu berarti pada saat kita
intervensi program dan sebagainya itu
berkurang misalnya 50% harusnya
cuman 500 stuk saja misalnya yang masuk
ke TPA sehingga ada intervensi bukan
berarti nanti supaya jadi enggak ada
kerjaan ya, tetapi ada pola pemanfaatan
sumber daya yang harus dikreatifkan oleh
ee pemerintah daerah misalnya seperti
itu. sehingga pemanfaatan sumber daya
itu bisa digunakan untuk kepentingan
yang lain ya tentunya juga dengan sumber
daya manusia tersebut sehingga
efektivitas pengelolaan sampah tetap
jalan. Jadi jangan sampai ee kita
ngurangi sampah terus stroknya berkurang
tapi ee apa sori ritasinya berkurang
tapi truknya tetap sama jumlahnya 1.000
ya enggak pas kalau menurut saya
sehingga harus ada adjustment ya
penyesuaian terhadap ee jumlah atau
volume sampah yang masuk ke TP. Lanjut.
Nah, ini Indonesia sedang dalam kondisi
darurat sampah ya. Sampai saat ini
menurut SIPSN ya, sampah yang kita
kelola tahun 2023 itu
39,01% ya artinya hampir 40% itu di
lingkungan ya, tidak terkelola maksudnya
bisa jadi itu ke bank sampah misalnya
ya. yang kita ee apa kita kelola dan
sebagainya bisa jadi kelapak dan
sebagainya sehingga yang namanya data
informasi dalam pengola sampah itu
menjadi sangat penting untuk mengatur
bagaimana pengalokasian sumber daya
kita. Kemudian sebagian besar
TPA sudah overload ya. Sebagian besar
TPA dikelola secara open damping Bapak
dan Ibu ya. kami sampaikan tadi nyebut
keramat nih
TPA open dumping dan
dioperasional open dampingnya oleh Pak
Menteri pada tanggal 10 Maret 2025 lalu
ya sehingga semua teman-teman
ee di wilayah yang
TPA-nya termasuk open damping dan
ditutup aktivitas open damping oleh
pemerintah itu harus dan harus melakukan
aksi atau merubah sistem operasionalnya
dengan ee menjadi sanitary landfill atau
control
landfill. Artinya sederhananya pada saat
menerapkan eh sanitary landfill, begitu
sampah masuk langsung ditutup. Masuk
langsung ditutup. Jadi apa setiap hari
itu ditutup oleh tanah dengan tanah
sehingga metannya tidak keluar
penguraian bahan organik itu tidak ke
keluar yang sehingga menimbulkan bau
Bapak dan Ibu. Tapi kalau misalnya yang
control and feel itu mungkin secara
berkala hari-hari tertentu misalnya
setelah 3 atau 4 hari baru ditutup dan
sebagainya sehingga masih ada timbul bau
kalau setelah ee dua atau 3 hari Bapak
dan Ibu ya. Kita bisa lihat di gambar
kiri bawah ya yang terbuang ke
lingkungan sekian persen. Kemudian
pengurangan sampah hanya 13,61%.
yang ditangani ya itu 25,4% misalnya ya
TP open dampingnya masih
21,8% dari jumlah total
56,63 juta ton sampah yang dihasilkan
oleh Indonesia atau secara umum di semua
ee kabupaten kota seluruh Indonesia ya.
Nah, kita juga Pak Menteri juga sudah
menyusun tim pendampingan TPA TPA yang
ditutup operasional open dampingnya
sehingga nanti semua TPA itu diampingi
oleh
tim ya untuk melihat atau memantau
progres perbaikan yang dilakukan oleh
pemerintah daerah yang bersangkutan atau
sebagai ee penanggung jawab dari TPA
tersebut misalnya. Lanjut.
Ee ini perbaikan tata kelol sampah. Jadi
dari sisi perencanaan, pemerintah daerah
perlu menyusun dokumen perencanaan yang
berkualitas ya sebagai dasar
mengembangkan misalnya mengembangkan
bagaimana pengolan sampah ke depannya.
Jadi tidak yang tak sampaikan di
slide-slide sebelumnya itu semua rekam
apa ee langkah-langkahnya harus
disiapkan oleh pemerintah daerah dalam
bentuk
misalnya dokumen peta jalan penyelesaian
sampah di daerahnya atau di ee apa
wilayahnya seperti itu. Ada
spektrumulasi misalnya beberapa daerah
juga sudah saya kami yakin punya niat
yang baik ya sehingga keluar tuh banyak
Perda dan sebagainya. atau per grup atau
perob ya atau per wali untuk
mengendalikan sampah
sehingga law enforcement ya dari
kegiatan atau dari ee Perda atau
peraturan-peraturan di tingkat daerah
itu harus di tegakkan untuk melihat
efektivitas dari ee regulasi tersebut.
Aspek kelembagaan juga ya diperlukan
fungsi regulasi operator pengelolaan
sampah. kami lihat
memang kita harus ee memberdayakan
bagaimana pengelolaan-pengelolan sampah
yang baik. Kami sudah mengidentifikasi
atau Pak Menteri sudah melakukan
kunjungan ke banyak tempat, banyak TPA
dan mungkin ada beberapa TPA yang ee
beliau nilai atau kita nilai itu cukup
ideal ya operasionalnya dengan biaya
yang mungkin tidak terlalu mahal juga.
sehingga itulah yang harus di
sebarlaskan, harus didorong kepada
pemerintah kabupaten, kota lainnya untuk
bisa di adopsi atau diterapkan di
TPA-nya masing-masing.
Ya, kami juga melihat bahwa ee harus ada
semacam ee badan layanan umum daerah
misalnya untuk bisa melihat bagaimana
pemanfaatan-pemanfaatan sampah lanjutan
untuk bisa di ee dikembangkan ya semacam
untuk kompos, untuk magon dan sebagainya
sehingga peran serta dari pemerintah
daerah juga sebagai pengawal atau
pengampu dari ee isu-isu itu sampah di
daerahnya. Kemudian pendanaan kami
sebenarnya mendorong bagaimana alokasi
dana
APBD yang ada di setiap daerah kabupaten
kota yang memiliki TPA itu minimal
3% dari ee APBD-nya Bapak dan Ibu untuk
pengelolaannya ya. ya. Padahal di situ
juga ada termasuk ee belanja pegawai dan
sebagainya, tapi hanya untuk
pengelolaannya Bapak
dan ya 3%. Tapi ee ini sebagai informasi
pada saat 10 Maret Pak Menteri menutup
kegiatan pendamping itu
semua ya semua bergolak gitu ya.
bagaimana mengelola sampah dia dan
sebagainya, bagaimana dengan pembuangan
sampah berikutnya dan sebagainya. Ya, di
banyak tempat seperti itu. Ada di
Tiungan, ada di Basirih dan sebagainya.
Mudah-mudahan teman-teman Jogja hadir
ya. Di Basirih, di Kalimantan Selatan
misalnya
itu banyak akhirnya sampah yang tidak
terkelola atau dibuang sembarangan dan
sebagainya. Ya, yang kita dorong adalah
bagaimana teman-teman pemerintah daerah
itu bisa melihat ini sebagai peluang
untuk mendekati masyarakat, untuk
bersama sama dengan masyarakat, untuk
melakukan
pengurangan pemilahan di tempat sehingga
berkurang sampah yang akan masuk ke
lingkungan. Ada alternatif juga misalnya
dengan menggunakan ee apa?
insinerator misalnya, tetapi tetap
dengan melihat bagaimana efektivitas,
kemudian bagaimana mengendalikan
cemaran, emisi udara dan sebagainya. S
ee karena insentrator yang kita ee apa
yang ideal adalah bisa mengurangi ee
sampah, kemudian baku emisi udaranya
juga terkontrol. Artinya ee
suhu ruang bakarnya itu minimal 1000
derajat sehingga mengurangi peluang
rilisnya di oksin furan sebagai ee apa?
Sebagai hasil emisi dari
pembakaran-pembakaran yang tidak
sempurna seperti itu. Sehingga itu bisa
memicu kanker. Kita akan mendapat
penyakit lagi ke depannya lebih berat
jika kita menghirup dioksin kuran banyak
seperti itu ya.
itu
kemudian mengoptimalkan retribusi.
Banyak daerah juga masih menerapkan
retribusi dan mendorong ya
stratifikasi retribusi untuk daerah
untuk kawasan-kawasan misalnya yang
sudah mengelola. Sederhananya seperti
ini, Bapak dan Ibu. pada saat misalnya
rumah saya nih ya mengelola sampah
sehingga sampah itu berkurang dari satu
kawasan dari rumah saya misalnya seperti
itu. Pada saat sampah
atau bayar sampah misalnya Rp100.000
misalnya 1 bulan, pada saat sampah yang
dihasilkan dari satu perumahan lebih
sedikit harusnya dia bayar lebih murah
karena secara volume lebih sedikit
sampah yang di angkut ya. semakin
sedikit semakin murah ee model-model itu
tuh harus dikembangkan
sehingga mendorong semacam eh apa reward
and punishment reward-nya pada saat dia
ngeluaran sampah lebih baik hanya residu
dia bayarnya mungkin ya cuma 20% dari
total biaya pengelolaan sampah misalnya
di kawasan atau di ee perumahan misalnya
seperti itu ya ini harus di dibuat
bagaimana kita memberikan ee reward
seperti itu. pastinya bisa karena
teman-teman yang mohon maaf nih
teman-teman yang di Bekasi, di Bogor,
Tangerang ya ee Depok
misalnya yang menggunakan ee apa sistem
transportasi massal dengan kereta api ya
itu buktinya bisa merubah kebiasaan yang
masyarakat tadinya menggunakan kereta
api ya menggunakan kereta dari Bogor
misalnya itu mengangkut buah buah
ngangkut duren, ngangkut ini jualan
segala macam di kereta itu. Sekarang
bisa bersih, tertib tidak banyak orang
jualan di tidak banyak tidak ada belan
orang yang jualan di kereta ada mungkin
online gitu ya. Jadi enggak ada sampah,
enggak ada enggak ada bentuk barangnya
gitu di kereta itu bisa sama juga dengan
sampah. Harapan
kami ingin agar kita mengelola sampah
jauh lebih baik sehingga sampah yang
keluar ke lingkungan itu jauh lebih
sedikit dari apa yang kita lihat. Aspek
teknis misalnya pembangunan
infrastruktur pengelolan sampah untuk
meningkatkan kapasitas pengelolan sampah
di daerah ya. Fasilitas sampah dari
pengelolan sampah dari hulu sampai ke
hilir sehingga masuk ke lingkungan itu
sangat-sangat
sedikit gitu.
Kemudian hanya resido yang masuk
ke hanya resido saja yang masuk ke ee
TPA misalnya partisipasi masyarakat
diperlukan ya masyarakat harus sadar
sekarang kebanyakan kalau kita sakit
perut atau mules dan sebagainya kita oh
ini masuk angin oh ini karena mungkin
masih oh ini kesambet ini segala macam
padahal mungkin ya kita mengkonsumsi
makanan yang sudah tercemar lalat dan
sebagainya nya atau mungkin yang sudah
ada ee kesentuh oleh ee tikus dan
sebagainya ya. Sehingga itu padahal
penyakit dari karena kita tidak mengolah
sampah kita dengan baik sehingga
muncullah tikus, muncul kecoa, muncul
lalat hijau misalnya atau lalat dan
sebagainya ya. Sehingga masyarakat harus
paham bahwa jika kita mengelola
lingkungan dengan baik, sampah dengan
baik, pasti penyakit juga berkurang.
Sehingga nilai
kemanfaatan secara tidak langsung yang
dirasakan oleh masyarakat adalah pada
saat sampah tidak banyak di lingkungan.
Bapak dan
Ibu menguatkan ee
I jadi menguatkan
ee ee peran masyarakat bisa bertanggung
jawab untuk
mengurangi sampah kita. Seperti itu,
Bapak dan Ibu. Kami harap ee apa?
masyarakat juga terbiasa karena
tren-tren masyarakat juga harus ya saya
melihat media sosial gitu ya itu bisa
mengurangi sampah yang ee masuk ke
lingkungan
tetapi anak-anak muda itu bisa
menyebarluaskan
ee jumlah sampah yang masuk ke ee
lingkungan
ya melalui ee FB misalnya Instagram,
TikTok dan sebagainya itu bisa ee
mengurangi ee apa ee animo untuk
menghasilkan
sampah. Kami juga ee melihat masyarakat
harus diajarkan, harus apa?
bertransformasi, merubah
perilaku, merubah perilaku untuk bisa
mengurangi sampah ee masuk ke
lingkungan. Jadi harus semua Bapak dan
Ibu, saya melihat juga sekarang ini
peluang untuk karena ada program Pak
Presiden Prabowo makan bergizi gratis
gitu ya. ee kami juga sudah menyiapkan
ee
beberapa model-model pemantauan sehingga
pemilahan sampah dari dapur, MBG dan
sebagainya itu bisa mengurangi beban
lingkungan yang masuk ke TPA misalnya.
sehingga kita melihat ee apa
[Musik]
sebaran-sebaran apa dapur makan bergizi
gratis itu tidak apa tidak banyak di ee
lingkungan dan sebagainya sehingga ee
kita bisa melihat mereka sebagai ee
agen-agen perubahan ke depannya. Karena
anak-anak sekolah yang menerima mahasiz
gratis sekarang ini kelas 6 misalnya
tambah 5 tahun nanti 2029 misalnya itu
mereka sudah SMA sehingga mindsetnya
sudah berubah mengurangi sampah dan
sebagainya sehingga harapan kami melalui
MBG misalnya itu bisa bertransformasi
masyarakat-masyarakat anak-anak muda
khususnya anak-anak didik yang sekarang
kelas 6 nanti SMA yang SMA nanti kuliah
atau yang SMP nanti SMA kelas 3 untuk
kuliah dan sebagainya. nya memiliki
mindset untuk mengelola sampah. Kami
harap harapnya begitu.
Lanjut ya. Ini pengeluan sampah yang
terintegrasi dari hulu ke hilir. Bapak
dan Ibu, kami
melihat ee pengelolaan sampah di hulu
ya.
kita harus menyebarluaskan
inisiatif-inisiatif di Hulu ini kepada
ee semua masyarakat melalui komunikasi,
informasi, dan edukasi. Banyak ee
upaya-upaya yang sudah
dilakukan, tetapi mungkin tidak tersebar
luas ya ke banyak kelompok-kelompok
masyarakat sehingga ee kita masih
dianggap ee apa tidak melakukan apa-apa
atau tidak banyak atau tidak masif yang
kita lakukan ya. Sehingga kalau misalnya
kita bisa lihat nih zaman zaman-zaman
tahun '90-an di mana internet tidak
terlalu banyak gitu ya, mungkin
informasi ee apa
tentang kegiatan aja apapun itu termasuk
pengelolan sampah misalnya itu tidak
banyak tersebar. Tetapi saat ini begitu
ada sesuatu terjadi di mana saja di
dunia ini itu sudah gampang tersebar
luas jadi viral dan sebagainya. Nah, ini
kita juga penting memanfaatkan media ini
untuk bisa menyebarluaskan informasi
upaya-upaya praktik-praktik baik yang
kita lakukan. Kemudian mewajibkan setiap
sumber sampah dari rumah tangga,
produsen, penanggung jawab dan
sebagainya pengelola kawasan untuk
melakukan pemilahan menyediakan tempat
untuk pengolan sampah ya
mengoptimalisasi penerapan kewajiban
produsen atau IPR ya extended producer
responsibility.
Jadi pengusaha harus bertanggung jawab
untuk mengambil kembali kemasan-kemasan
produksinya, produknya ya. Kita bisa
lihat nih Bapak dan Ibu. Saya
kebetulan sering ke apa pusat-pusat
perbelanjaan gitu. Pasti teman-teman
juga yang bisa lihat dari misalnya
berapa lajur barang-barang yang
ditawarkan itu banyak multiayer
plastiknya Bapak dan Ibu. Contoh ya
misalnya ini kayak bungkus kopi, bungkus
chiki, bungkus naik itu multilayer semua
itu susah untuk bisa dikendalikan, susah
untuk bisa
diolah sehingga harus mewajibkan semua
produsen untuk mengadopsi ya produk
tertentu harus ngambil limbahnya, harus
kendalikan limbahnya di lingkungan dan
sebagainya ya. khusus teman-teman
Jakarta misalnya sudah banyak di Jakarta
itu saya sebutnya Starling atau
teman-teman nyebutnya Starlink Starbuck
keliling gitu ya. Nah, itu jualnya
multilayer semua tuh kopi apa ee
bungkus-bungkus minuman penyegar dan
sebagainya itu susah diolah Bapak dan
Ibu. Bebannya lari ke lingkungan ya.
Jika ada nilai dari multielir itu bisa
jadi teman-teman ee apa pemulung atau
pedagang dan sebagainya. bisa
me bisa mengambil. Kenapa? Karena ada
nilainya. Seperti juga botol-botol
minuman itu
bisa itu bisa di ee apa bisa diambil
karena ada
nilainya. Kertas plastik pembungkus
makanan misalnya kita bisa kumpulkan
atau pemulung atau sebagainya bisa
kumpulkan karena ada nilainya. N kalau
enggak ada nilai enggak adaak enggak ada
yang mau ngumpulin ya multiayer
contohnya sampai sekarang ini masih
susah. Kemudian menerapkan kebijakan
satu bank sampah setiap RW ya Jakarta
kita harapkan semua ee apa RW itu ada
bank sampah dan ada pendamping
pengembangan atau pengelolaan lingkungan
di setiap airway ya. Kami juga berharap
teman-teman di daerah juga bisa seperti
itu seperti Jakarta ya. Dan kita melatih
teman-teman pendamping mereka sebutnya
BPS RW, Badan Pengelola ee sampah RW.
Jadi ada orang-orang yang
mendampingi satu bank sampah unit di
setiap RW mungkin satu kecamatan itu ada
bank sampah induk misalnya seperti itu
ya. Kemarin kami sempat diskusi dengan
Walikota Jakarta Utara yang akan
mendorong semua. Jadi Jakarta Utara itu
ee hampir ee sekarang ini RW yang belum
ada bank sampah itu sekitar 117 bank ee
RW. Kemudian bank sampah yang belum yang
tidak aktif itu ada 53. Pak Walikota
berjanji akan mengaktifkan yang 53 dan
akan membangun 117 bank sampah di setiap
RW dan minta ada pendampingan seperti
itu. Dan nanti membuat reward system
gimanalah caranya untuk membuat
masyarakat untuk tertarik bersama-sama
dengan pemerintah menyelesaikan urusan
sampah. Kemudian optimalisasi pengelolan
sampah di fasilitas pusat darur ulang.
ya banyak recycle center yang dibuat
oleh pemerintah kemudian PU buat dan
sebagainya tetapi banyak juga yang tidak
jalan atau tidak beroperasional secara
efektif itu juga kita perlu ee cari tahu
bagaimana menjalankan itu kembali
fasilitasi akses pasar produk daur ulang
pengolahan sampah dan sebagainya untuk
RDF kompos dan sebagainya karena
pemerintah juga harus melihat ini
sebagai peluang untuk bisa di jalankan
Bapak B dan Ibu ya. Mungkin Bapak dan
Ibu tahu RTF Rorotan ya. Jakarta,
teman-teman Jakarta pasti tahu
tuh. Jadi sampah yang harus di yang
diolah di rorotan itu misalnya itu
hasilnya RF hasilnya itu sampah kering
yang bisa menjadi bahan baku untuk bahan
bakar di pabrik semen misalnya seperti
itu ya. Tapi mungkin ada sisa olahannya,
ada ada lindinya misalnya. Jadi ee apa
bisa diatur, bisa diolah kembali
misalnya mungkin ada organiknya untuk
bisa pupuk dan sebagainya ya.
Kami harap juga teman-teman di daerah
juga bisa mendorong dan alhamdulillah
Pak Presiden Prabowo
sudah meminta kepada Pak Menteri kami
Bapak Hanif untuk mendorong pembangunan
wilayah untuk ee pembangkit listrik
tenaga sampah PLTSA
ya tentunya
ee bekerja sama dengan beberapa lembaga
Tetapi memang daerah-daerah yang ee akan
dipilih adalah daerah-daerah yang
memiliki sampah di atas 1000 ton setiap
hari, Bapak dan Ibu. Membuat pembetaan,
menyediakan kebutuhan, meningkatkan
kapasitas fungsional dan sebagainya.
Karena kami juga di Kementerian
Lingkungan Hidup itu ee ada sebagai
pembina fungsional pedal ya, pengendali
penyuluh lingkungan pedal dan sebagainya
itu tersebar anggotanya di seluruh
Indonesia. Ya, kami juga berharap nanti
bisa dilakukan penguatan pendampingan
oleh pemerintah daerah. Memastikan
seluruh pemerintah melaporkan data. Nah,
ini penting ya namanya data. Fasilitas
yang
dimiliki, progresnya gimana, kondisinya
gimana, dan apa yang akan dilakukan
untuk melakukan pengurangan itu. Apa
yang dilakukan untuk menghilangkan atau
mempercepat proses penyelesaian masalah
sampah misalnya. Sehingga kalau kita
punya data, kita bisa lihat berapa
sumber daya yang kita butuhkan untuk
selesai. Ya, kalau pengeluan sampah
dihilir dari sebelah kanan, layanan,
pengumpulan, pengangkutan dan sebagainya
yang terpilah dan sebagainya ya, link
dengan optakernya misalnya. Karena
banyak daerah, saya yakin Bapak dan Ibu,
tidak semua ee daerah memiliki misalnya
kayak ada ee apa pembangkit listrik
tenaga sampah misalnya atau memiliki
public semen misalnya untuk mengambil
RDF dan sebagainya. Mungkin kalau kayak
di Sumatera Barat ada, di Sulawesi ada
ya, Pabl Semen misalnya, di Jawa banyak
misalnya, tapi di NTB enggak ada tuh
misalnya ya, di NTT enggak ada misalnya.
Papua enggak ada. Sehingga susah juga
dikembangkan RDR di tempat yang lain.
Sehingga yang kita dorong adalah
bagaimana teman-teman untuk bisa
berinisiatif untuk melakukan pengolahan
ee kompos biodigester dan sebagainya.
Tetapi eh RDF mungkin masih belum ya
jika ada pabrik dan sebagainya RDF-nya
itu bisa dimanfaatkan, tetapi harus
mempertimbangkan transportasi dan
sebagainya. pembangunan industri
pengelolan sampah dengan mengembangkan
fasilitas pengolan sampah yang melakukan
teknologi Bapak dan Ibu ya. Kayak tadi
itu eh RF dan sebagainya melakukan
penataan TPA ya. TPA untuk
yang ee apa Kota Sedang gitu ya yang
mungkin sekitar 500 ton sehari
itu pengolahan lind dan sebagainya itu
sebenarnya bisa lebih ee terkendali jika
masing-masing ee pemerintah daerah paham
bahwa indirect benefit atau manfaat
tidak langsung itu pasti mereka akan
terima. Misalnya ini dengan kota bersih,
dengan kota terkelola dan sebagainya
pasti jumlah kunjungan wisata naik.
Kenapa? Karena bersih. Pada saat bersih
tidak banyak penyakit sehingga kunjungan
ke rumah sakit, kunjungan ke puskesmas
atau pemanfaatan BPJS jadi
berkurang. Sehingga indirect benefit
atau manfaat tidak langsung inilah yang
kita
perlu perbesar. Artinya kepala daerah
harus melihat ini sebagai peluang
penerimaan yang bentuknya intangible
atau yang tidak kelihatan seperti itu
ya. Kemudian mendorong ada sanitary
landfill, sampahnya datang langsung
tutup, sampah datang langsung ditutup
dan sebagainya ya. Penertiban pembuangan
sampah ilegal. Kami yakin di semua
tempat masih banyak TPA TPA bayangan
seperti itu ya.
sehingga itu harus ditutup Bapak dan Ibu
memperbaiki tata kelola pengolan sampah
di daerah, penguatan regulasi, law
enforcement menjadi penting. Beberapa
tempat kami tahu
ada kayak apa pengawas gitu ya. Bahkan
di tempat tinggal saya di Depok itu dulu
ada namanya kayak tim buser buser sampah
gitu Bapak dan Ibu. Jadi beberapa yang
saya tahu ada malah ee rekan kami dulu
di KLHK gitu itu ketangkap buang sampah
diproses difoto dan sebagainya. Eh
ternyata pakai peneng kantor gitu jadi
enggak enak juga kita. Tapi emang kalau
kita tidak dibuat seperti itu, orang
enggak sadar-sadar bahwa sampahnya harus
diselesaikan oleh diri sendiri ya.
Membuang akirnya ketangkap tuh. Nah ini
perlu nih law enforcement Bapak dan Ibu.
beberapa daerah juga punya perda untuk
me apa membuat law enforcement untuk
membuat jera masyarakat membuang sampah
seperti itu.
Lanjut. Nah, ini pengurangan oleh
masyarakat ini praktiknya seperti ini,
Bapak dan Ibu gambarnya ya mulai di
ulang kemudian beberapa daerah juga
menerapkan sedekah sampah ya. Jadi
plastik-plastik dan sebagainya ditampung
tetap harus bisa diukur efektivitas
Bapak dan Ibu ya. Bayangan saya kalau
misalnya kita hanya oh ini kita ada
sedekah sampah di beberapa tempat ibadah
misalnya seperti itu. Dia signifikan
enggak diukur berapa banyak dari rumah
ibadah yang mendapat fasilitas itu
misalnya kalau misalnya semua harusnya
bisa diperhitungkan atau bisa diukur
berapa efektivitas pengurangan sampah
dari program yang kita laksanakan
tersebut. misalnya itu harus di dilihat
Bapak dan Ibu. Kemudian di sebelah kanan
kita bisa bisa lihat ada takakura ya
komposter gitu ya, ada food digester,
biogas dan sebagainya untuk masak, ada
buat magot, untuk pakan ternak, biopori
dan sebagainya. Praktik baik yang
dilakukan oleh teman-teman khususnya di
Bali yang kami pernah lihat itu dia buat
kayak biopori lebih besar mungkin ee
diameter sekitar 1 m lebih atau 1,5 met
sehingga sisa makanan dimasukkan situ
tiap hari. Mungkin lebih
dari tahunan itu baru penuh dan pada
saat diambil itu sudah menjadi kompos,
sudah menjadi pupuk gitu untuk tanaman
dan sebagainya
ya. Lanjut.
Nah, ini mulai dari rumah ya, Bapak dan
Ibu. 3R reduce mengurangi. Kita harus
berpikir kayak tadi saya sampaikan mikir
dulu ini konsumsi kita lebih apa
enggak. Kadang banyak ee teman-teman
sudah perilakunya baik ya. Pada saat
pesan makanan malah ditanya dulu nih ini
makanannya banyak apa enggak? Sehingga
banyak daerah juga atau banyak ee rumah
makan nih. Kenapa nanya volumenya gitu?
sebenarnya bukan untuk macam-macam.
Ingin tahu bahwa konsumsinya dia lebih
bertanggung jawab, tidak banyak yang
dibuang atau di ee tidak dimakan dan
sebagainya. Tujuannya untuk itu
sebenarnya Bapak dan Ibu ya. Memilih
produk dengan kemasan yang
paling ringkes, paling mudah, dan dapat
diisi ulang. Kami juga ee komunikasi
dengan beberapa produsen ee apa personal
care gitu ya. ee sabun dan sebagainya
yang punya inisiatif untuk menjual ee
isi ulang gitu. Jadi dia cuman bawa
wadahnya kembali, beli sabun, diisi
lagi, dia bayar volume tertentu ya. Tapi
beberapa lembaga seperti BPOM
menganggap, oh ini enggak boleh
terekspos udara secara langsung karena
itu sensitif ke pulih dan sebagainya.
Nah, hal-hal ini juga kami ee banyak
komunikasikan dengan BPOM untuk bisa
melihat bagaimana efektivitas dengan
pembelian dalam bentuk ee isi ulang dan
sebagainya. Reuse menggunakan kembali ee
atau menggunakan ulang sehingga saya
lebih cenderung silakan gunakan plastik
tapi di dipakai berkali-kali gitu ya.
Saya enggak bilang harus di kayak kresek
gitu.
harusnya dipakai berkali-kali sudah
selesai dilipat sambil pergi ke itu lagi
dipakai lagi enggak masalah ya itu
harusnya yang didorong digunakan ulang
kemudian gunakan baterai yang dicharge
dicas ulang ya kemudian memilih produk
kemasan yang dapat berulang mudah
terurai ya sekarang sudah mulai banyak
tuh tas-tas plastik itas-tas bentuk
bentuk kayak kresek gitu tapi begitu
kena air air
dia langsung terurai atau begitu berapa
hari seminggu dia langsung lebur gitu
hancur di tanah dan sebagainya ya. Tapi
harus dilihat juga ini nilai atau harga
juga menentukan karena masyarakat kita
masih melihat harga gitu ya. Sehingga
inilah yang kita harus ee dorong.
Bagian-bagian atau kelompok-kelompok
masyarakat bisa sangat peduli tapi
bagian-bagian masyarakat yang lain
mungkin tidak. Atau kita harus dorong
untuk lebih peduli ke lingkungan.
sehingga kesadaran masyarakat itu kita
harus bangun. Mimpi saya sih 2030
insyaallah masyarakat sudah mulai sadar
bahwa lingkungan ini harus dikelola,
sampah ini harus dikelola sehingga ee
apa masyarakat bisa jadi lebih sejahtera
pada saat penyakit kurang, pada saat
mutu lingkungan baik dan sebagainya.
Lebih cerdas anak-anak ke depannya.
Lanjut.
Ini Bapak dan Ibu enggak ada yang
burning question ya? Nanya nih. Saya
takut nih eh apa dengar saya ngomong
kebanyakan atau gimana nih? Kalau mau
ada nanya silakan aja saya di apa resen
enggak apa-apa.
Silakan. Selanjutnya membangun
kemandirian pengolahan sampah. Ya, saya
melihat atau ketemu dengan banyak
kelompok masyarakat yang memanfaatkan
sampah ya sebagai wirausaha ya. Tadi ada
yang dari Palembang. Saya pernah lihat
ke bank sampah Indonesia namanya yang
pengurusnya namanya Mas Dono. Ya,
sebenarnya sampah yang dikelola ya sama
aja kayak di tempat-tempat lain, tapi
ada nilai tambah, ada value edit ya dari
yang dilakukan oleh Mas Dono waktu itu.
saya surprise atau Pak Menteri sangat
itu waktu itu surprise sehingga meminta
kami untuk kunjungi itu karena dia
berhasil mengirim ee nasabahnya untuk
umrah waktu itu dan naik haji coba dari
sampah karena memang sampahnya tidak
misalnya kertas dijual kertas plastik
jual plastik tapi ditambah nilainya
artinya dia buat bubur kertas dari
kertas dia buat bubur kertas kemudian
dibuat boneka dan sebagainya dijual
sehingga
Kertas yang tadi harganya 2.000 sekilo
bisa jadi Rp25.000 R000 misalnya satu
mainan gitu ya dari 1 kilo ee kertas
misalnya seperti itu ya boneka dan
sebagainya celengan dan sebagainya
sehingga ada nilai manfaat inovasi dari
ee inisiatif yang dilakukan oleh bank
sampah tertentu misalnya ada juga yang
buat ee apa botol-botol plastik untuk
sebagai septic tank misalnya sebagai isi
dari septic tank sehingga ee apa ee
penguraian-penguraian ee ee ee apa ee
aerob itu bisa terjadi ya di eh safety
time misalnya itu gunakan plastik. Dia
kan enggak rusak plastik mau berapa
tahun juga tapi bisa digunakan. Nah,
kalau zaman-zaman dulu orang-orang atau
teknologi mengguna apa
pembuatan ee saptic tank itu masih
menggunakan kerikil, ijuk gitu-gitu ya,
Bapak dan Ibu atau teman-temannya saya
takut saya yang ketuaan ini nyebut
seperti itu. Tapi sekarang sudah mulai
banyak pakai plastik sebagai ee apa? isi
dari sepic tank misalnya ya, sehingga
penguraian dari ee sisa-sisa eh apa
black water kita gitu di diolah di sep.
Kemudian berpikir kreatif yaitu
kemampuan melahirkan sesuatu yang baru,
gagasan baru. Ya, kita bisa lihat nih
banyak
inisiatif-inisiatif mempermudah orang
untuk mengkoleksi atau mengumpulkan
limbah sampah dan sebagainya.
mempermudah orang untuk menggunakan
kembali ee sampah-sampah yang mungkin
harusnya terbuang tapi dia bisa
manfaatkan kembali ya. Banyak
daerah-daerah yang mengembangkan ini apa
namanya blok-blok kayak bata dan
sebagainya tapi masih banyak menggunakan
beberapa juga saya lihat menggunakan
plastik yang dibakar itu juga mengerikan
Bapak dan Ibu karena pasti dioksin
furannya keluar
ya dan bahaya untuk lingkungan. Tapi ada
juga yang menggunakan itu di dicacah
gitu halus dicampur dengan semen, dibuat
bataku dan sebagainya itu masih
memungkinkan. Dan kreativitas ini tentu
saja tidak terbatas pada hal-hal yang
saya sebutkan tadi, tetapi ada hal lain
yang bisa di ee apa di ee upayakan
misalnya seperti itu ya. Kemudian
inovasi, kemampuan melakukan inovasi,
memperkenalkan hal baru, temuan baru,
pengembangan dari yang sudah ada ya. W
management responsibility. Ini ada apa
nih? Hadirin hadirin ST kalau mau WA di
WA apa sori di ee apa chat juga boleh
silakan ya. Waste management
responsibility ya. ada
pendidikan, ada lingkungan, kemudian ada
inovasi ya, ada ekonomi, ada value. Jadi
kalau misalnya ada value itu kita enggak
perlu ajarin lagi. Masyarakat pasti
lebih pintar. Begitu ada nilai yang
berputar di situ pasti diikutin. Ya
bahasa sederhananya zaman dulu bebek
gitu ya, pasti orang ikut tuh
ramai-ramai
ikut. Lanjut atau ada saya mau respon
yang mau nanya dulu silakan kalau
misalnya ada yang mau ditanyakan.
ee sesi pertanyaan nanti, Pak sekitar
jam 11.30 ya. Silakan dilanjutkan lagi
untuk materinya. I pengolan sampah di
bank sampah melalui bisnis sosial.
Jadi kita harus
melihat keekonomian Bapak dan Ibu.
Kadang kita jarang memasukkan misalnya
ya ee upaya-upaya apa tenaga kerja kita
ee apa
ee cost yang kita keluarkan dan
sebagainya sebagai faktor produksi gitu
sehingga kelihatannya dia visibel aja
ini bank sampah dan
sebagainya. Itulah yang kita harus cari
cari tahu ini apakah secara ekonomi ini
bank sampah ini visibel enggak
menguntungkan apa tidak gitu. Kalau
hanya kayak tadi itu masuk sekian kita
jual, masuk sekian kita jual, tapi tidak
ada value edit, tidak ada penambahan
nilai dari sampah tersebut misalnya.
Tentu juga tentu saja kami berharap
pemerintah daerah itu bisa memfasilitasi
gitu ya. Misalnya
nih pupuk organik. Bayangan saya di
beberapa tempat yang sudah punya
inisiatif seperti itu, masyarakat dan
sebagainya, seharusnya pemerintah daerah
bisa fasilitasi itu untuk
misalnya membeli dan digunakan
di pemupukan taman misalnya. membeli
digunakan di pemupukan kawasan-kawasan
misalnya atau membuat bibit dan
sebagainya dan sebagainya ya pertanian
pertanian perkotaan dan sebagainya itu
bisa dibuat seperti itu. Nah, sehingga
ada nilai ekonomi yang bisa berputar
pada saat keekonomiannya
ketemu dia jadi visibel atau mudah atau
banyak yang akan melakukan. Kemudian
usaha budidaya magot dari sampah organik
dapur. Kami tadi
menyebutkan ee magot itu bisa digunakan
untuk pakan ternak, pakan ikan dan
sebagainya. dan beberapa sahabat kami
juga dari paguyuban bisa menghasilkan
apa membuat ee apa ayam afkir atau tidak
bisa bertelur lagi itu malah bisa
bertelur lagi itu dikasih makan magot
misalnya atau beberapa petani ikan hias
khususnya itu warnanya itu lebih cerah
lebih apa lebih keluar warna ikan
dikasih magot ya tetapi mungkin kalau
dari beberapa peneliti yang kami hubungi
juga kalau terlalu banyak magotnya
justru pertumbuhan ya berkurang sehingga
secara persentase dia tidak boleh
terlalu dominan dikasih mangkot. Harus
ada pakan pakan lain gitu ya,
karbohidrat dan sebagainya atau yang
bersumber dari ikan. Kemudian
peluang-peluang jasa lainnya ini ada
pengelolahan sampah pemukiman,
perkantoran, hotel, restoran, kafe dan
sebagainya. Pasar. Alhamdulillah kami
juga dengan teman-teman Kementerian
Perdagangan
ee
melakukan kegiatan kebersihan pasar gitu
ya. Bahkan teman-teman ee Kementerian
Perdagangan itu membuat program yang
namanya GERNAS Mapan, Gerakan Nasional
membersihkan Pasar Nusantara. dan kami
bersama-sama mereka ee apa teman-teman
Kementerian Perdagangan itu mendorong
semua pasar itu harus ada bank sampah,
semua pasar harus ada atau diharapkan
saya enggak enggak mau taruh harus
seolah-olah harus seperti itu enggak ya
tapi kita mendorong semua pasar harus ee
ada punya bank sampah semua pasar bisa
buat ee apa ee magot bisa buat pupuk
organik dan sebagainya, komposting dan
sebagainya. Kemudian ee limbah-limbah
dari ee ini disebutnya ini sampah
sejenis sampah rumah tangga. Artinya
dari perkantoran, dari permukiman, dari
rumah sakit. tim rumah sakit itu ada
infeksius ee ini ya ee limbah gitu ya
misalnya kayak ILP ya lembah bawa
kemasyarakatan atau misalnya ee
perkantoran, pusat bisnis itu kan ada
sampah-sampah rumah tangganya sebenarnya
dari sisa aktivitas ee ee apa ee pegawai
dan sebagainya itu harus ada dikelola
atau misalnya hotel dari tamu dan
sebagainya itu pasti ada sampah dan
sebagainya itu biasanya meminta kepada
pihak ketiga untuk selesaikan itu. Nah,
tetapi yang harus dilihat adalah
bagaimana pihak ketiga itu melakukan
ee pengolahan lebih lanjut sehingga
sampah yang dihasilkan oleh kawasan itu
bisa terkelola
ya. Inovasi pemanfaatan bahan baku
sampah menjadi produk upcycle. Ya, ya.
Sekarang banyak inisiatif ee multilayer
itu dijadikan kayak papan atau panel
atau kursi dan sebagainya, tetapi masih
menggunakan panas atau termal dipanasin
g di dicairkan gitu ya plastik-plastik
itu ya.
pemanfaatan sampah menjadi energi.
Sampai saat ini ada beberapa ee tempat
misalnya kayak di ee Solo, di Putri
Cempo namanya itu masih bisa ee
beroperasi sampah menjadi energi. Sama
juga di Benowo. Mudah-mudahan ada teman
dari Jogja eh dari mana? Dari Solo dan
dari ee Surabaya bisa melihat
pemanfaatan sampah menjadi
energi. Lanjut.
Nah, ini contoh-contoh produk cycle ya,
Bapak dan Ibu yang tadi saya ceritakan.
Jadi, plastik itu bisa digiling, dicaca
dan sedemikian rupa bisa
menjadi apa ee bentuk-bentuk lain gitu
ya. Ini yang sebelah kanan ni ada meja,
kursi dan sebagainya itu e apa yang
datar-datar itu papan dan sebagainya itu
dari plastik eh multilayer tuh yang
dibuat meja ya. Tapi masih ee cukup
mahal ini ya. Kemudian ada yang dibuat
HDPE itu dibuat ini apa? Ee untuk apa ya
namanya itu yang sebelah kanan bawah ini
untuk tempat-tempat barang-barang
disusun gitu ya.
panel atau apalah teman
itu. Kemudian untuk pemanfaatan lain
misalnya apa ee sendok plastik, garpu
dan sebagainya itu bisa di dari PS
polistiren yang di ee hancurkan atau
dibuat barang itu lagi. Jadi dia bentuk
barang lagi. Nanti pada saat dia jadi
limbah dibuat barang yang sama lagi.
Terus dia akan dibuat secara
terus-menerus. Jadi diup cycle ya Bapak
dan Ibu. Lanjut.
Nah, ini gerakan sadar sampah. Saya
ingin ee menyampaikan sedikit ya.
Mungkin kita jarang menyentuh juga ini.
Kami juga ee apa ke depan akan
memperhatikan itu ya. Limbah-limbah
tekstil Bapak dan Ibu. Jadi banyak
sekarang di banyak kota itu di kita
dipenuhi oleh bahan-bahan tekstil ee
pakai apa ee baju, kaos, celana dan
sebagainya dari luar
negeri. Beberapa beberapa negara itu
menerapkan
sisa-sisa ee apa ee tekstil itu untuk
dibuat bahan baku lagi untuk tekstil,
dibuat selimut dan sebagainya diekspor
lagi. Nah, mungkin perlu ee teman-teman
untuk melihat itu sebagai peluang
bagaimana mengendalikan sisa-sisa
tekstil untuk dimanfaatkan kembali
sebagai bahan baku ee tekstil. Ya,
beberapa pusat perbelanjaan juga menjual
tapi masih kebanyakan impor ya. kita
ingin mendorong swasta-swasta nasional
untuk bisa manfaatkan itu. Kemudian ada
tadi lima perilaku ya, ada cegah sampah
ya, ini dicoret-coret yang berarti
plastik dan sebagainya banyak pakai
slotan yang mungkin bisa guna ulang atau
dari kertas dan sebagainya bisa dipakai
ulang kemudian ee tas mungkin dari
kertas dan sebagainya kemudian tidak
menggunakan steroform. Tapi
memang pada dasarnya manusia itu ingin
kemudahan, maunya gampang aja ya.
Mungkin termasuk saya tuh makan bubur
ayam gitu ya, pakai sterofor gitu
dibanding bawa wadah sendiri gitu ya.
Kemudian mengganti ee sendok-sendok
plastik tadi dengan sendok-sendok metal
gitu sehingga bisa digunakan ee
berkali-kali gitu. Lanjut. Itu untuk
mencegah ee timbulnya sampah.
Kemudian belanja tanpa kemasan yang tadi
saya bilang dalam bentuk bulk gitu ya.
Termasuk misalnya beli shampo kita bawa
botolnya aja tuh ke gerai-gerai
penjualan ee isi ulang misalnya shampo,
sabun dan sebagainya. Termasuk juga
bahan-bahan kebutuhan ini nih kita bawa
wadah sendiri gitu ya untuk kita
gunakan. Jadi ee kita tidak pakai
plastiknya lagi sehingga plastik akan
semakin berkurang dengan semakin
sadarnya kita pada saat kita ingin
membeli tanpa wadah baru. Kita bawa
wadah
sendiri.
Lanjut. Ini pilah sampah dari rumah ya.
Ini tempat sampah sebenarnya sederhana
dua aja buat organik anorganik. Pada
saat tungan sampah ngambil organik,
berarti organik yang dikeluarin. Pada
saat tungan sampah misalnya ambil yang
ee anorganik hari-hari tertentu di satu
kota misalnya itu ya silakan yang
organik semua tuh anorganik semua yang
keluar pada hari yang sama misalnya
seperti itu. Sehingga di asisten rumah
tangga tidak berpikir, "Wah, Pak nanti
di TPA juga digabungin juga kok
sampahnya. Jadi percuma juga kita
pilah." Nah, sehingga kesadaran itu
harusnya didorong oleh teman-teman
pemerintah daerah, Bapak dan Ibu ya. Ada
pemilahan dan sebagainya, ada kompos
mungkin ada segala sampah gitu
ya. Dan masyarakat nanti mendapat nilai
kemanfaatan insyaallah pasti akan bisa
berjalan dengan baik jika kita sadar
semua, semua kita sadar. Jadi jangan
sampai loh itu enggak. Oh, itu iya itu
enggak.
Kenapa tidak ada enforcement misalnya
ya? Jadi kita mulai dari kita sendiri,
mulai dari yang kecil, mulai dari
sekarang. Itu kata Aagim ya Bapak dan
Ibu.
Lanjut. Nah, ini komposkan sisa makanan.
Jadi kayak tadi itu ya, buat biopori
mungkin volumenya tidak besar ya, tapi
misalnya bisa 1 m gitu dia pasti jadi ee
kompos itu dan mungkin tidak cepat
penuh. sebulan juga belum tentu penuh
itu ya. Tapi jika hanya sisa makanan
kayak sayur, kayak apa sisa nasi yang
tidak termakan atau sisa kue dan ya sisa
makanan yang gak termakan tapi jangan
dimasukin plastik atau jangan dimasukin
ee tulang ayam misalnya seperti itu.
Pasti dia tidak bisa terurai tapi
sisa-sisa makanan yang mudah terurai
saja dimasukin dimasukkan untuk jadi
kompos Bapak dan Ibu. Lanjut.
Ah, ini habiskan makanan. Jadi, jangan
sampai ada makanan sisa. Di beberapa
negara juga kalau mesan makanan ada sisa
malah disuruh didenda, dibayar harus
bayar lebih tinggi karena harus diolah
sisa makanan yang tidak termakan.
Lanjut. Oh, kayak itu yang terakhir,
Bapak dan Ibu. Ee terima kasih atas ee
perhatiannya jika ada pertanyaan,
diskusi dan sebagainya.
kami persilakan. saya juga bisa diakses
melalui nomor. Silakan Bapak dan Ibu
juga bisa bertanya ke panitia nomor saya
sehingga kita bisa ee apa tidak hanya
putus sampai pada saat kami
menyampaikan, tapi kami juga ingin ee
teman-teman juga berproses juga dan
berinteraksi dengan kami lebih lanjut
untuk bisa ee apa mungkin kami perlu
banyak belajar juga dari ee Bapak dan
Ibu, teman-teman semua sehingga kita
bisa lebih maju ke depannya. Terima
kasih. Mohon maaf jika ada kesalahan.
Billahi taufik wal hidayah.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya kembalikan ke
moderator.
Baik. Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima
kasih kepada Bapak Agus Rusli yang
sudah menyampaikan materi terkait
pengurangan sampah ee yang dimulai dari
sumber ya. tadi ada beberapa cara salah
satunya yaitu tadi ee bagaimana kita
mengolah sampah menjadi suatu ee produk
yang berguna ya seperti upcycling tadi
dan juga ada beberapa advice seperti
tadi ya yang makanan tidak ee tidak
boleh tersisa harus dihabiskan karena
dapat mudah terurai. Baik, ee berikutnya
adalah sesi tanya jawab di mana ee
sebelumnya untuk sesi tanya jawabnya
berdasarkan dari Slidu ya terlebih
dahulu.
Baik, ee berikut akan saya bacakan
pertanyaan dari Bapak Abdul Khadir. Ee
perilaku pengumpulan sampah di
masyarakat kurang kondisi dikarenakan
faktor penunjang atau sarana prasarana
yang tidak menunjang. Bagaimana problem
solving-nya? Ya, mungkin silakan dari
Pak Agus Rusli untuk langsung dijawab.
Saya langsung respon ya. Silakan, Pak. E
pertanyaannya nih, Mbak Pak Khadir Abdul
Khadir, perilaku penghan sampah di
masyarakat kurang kondusif. Memang kayak
gini nih masalahnya.
Kadang kita harus komprehensif
sebenarnya. Taruhlah misalnya ya
pemerintah kota misalnya menentukan
pokoknya ee sampah akan diangkut 2 hari
sekali misalnya semua terkecuali
misalnya di satu ee tempat ya.
di kluster atau dikelompokkan. Mungkin
ada yang perumahan, ada yang non
perumahan dan sebagainya. Kalau yang
perumahan bisa disebutkan bahwa setiap 2
hari diambil sampahnya. Tapi misalnya
nih bisa dibuat pokoknya kalau tanggal
ganjil dia organik, tanggal genap
anorganik misalnya kan bisa diatur
seperti itu. Atau misalnya nih dibuat
Senin Kamis diambil
organik, Selasa, Jumat anorganik gitu
kan bisa dibuat kayak seperti itu
sehingga masyarakat juga tidak
terbentur. Loh, ini kok nanti dicampur
lagi loh. Ini kok sekarang ini ya?
Sehingga masyarakat bisa
melihat bahwa pemerintah daerah itu
sejalan dengan keinginan masyarakat,
sejalan dengan keinginan kita semua nih
bahwa sampah itu harus terkelola.
bayangan saya sih seperti itu sehingga
komunikasi dan kami juga ee saat ini ee
membangun komunikasi melalui
343 tim yang dibentuk oleh Pak Menteri
untuk melakukan pendampingan pada 343
PPA open dumping Bapak dan Ibu sehingga
semua bisa mendapat solusi. Kalaupun ada
inisiatif-inisiatif itu bisa kita
kembalikan kepada ee masyarakat, kita
bisa kembalikan kepada pemerintah daerah
bahwa inisiatif ini bisa
mendorong ada inovasi magot, ada inovasi
e bioenergi, ada inovasi untuk buat ee
pakan ternak dan sebagainya dan
sebagainya gitu ya atau biodigester
gitu. Manfaatkan ee metannya untuk
memasak dan sebagainya ya. Karena sudah
ada solusi. Misalnya saya minggu lalu ke
TPA Manggar, ada yang di Kalimantan
Timur ya, dari Balikpan ya, Bapak dan
Ibu. Di TPA Manggar itu metannya sudah
bisa dialir dialirkan ke maksimal itu
sekitar 7 kilo rumahnya dari ee TPA
manggar itu. Itu bisa memanfaatkan
saluran ee apa ee metan yang bisa
digunakan memasak 24 jam. Artinya rumah
tangga mau masak terus boleh.
Nah, daerah lain ini harus membuat
sistem serupa, melihat bagaimana metan
ini dimanfaatkan
sehingga bisa ada nilai ekonomi. Kalau
misalnya rata-rata keluarga di sana
kalau menurut wawancara kemarin misalnya
ada dia menggunakan gas ee gas melon tuh
rata-rata satu rumah tangga itu bisa
empat. Kalau misalnya itu apa nilainya
sekitar 20 atau R5.000 berarti gas melon
itu sekitar Rp100.000. R000. Nah, satu
keluarga bayarnya cuman Rp10.000
sehingga dia jauh bisa menghemat dan 24
jam dia mau masak ya sehingga bisa
menjadi ee solusi yang baik. Kalau
sarana prasarana kalau menurut saya bisa
di bisa memanfaatkan fasilitas-fasilitas
yang ada. Banyak orang, oh ini harus ada
bang apa? Harus ada tong sampah seperti
ini. Nah, saya bilang kalau misalnya
pakai kaleng bekas cat galon misalnya
tempat sampah ya enggak apa-apa juga k
menurut saya. Sehingga kita bisa
berkreasi. Nih, Bapak dan Ibu. Saya
sarankan lihat di Google itu yang
namanya ada ee ada namanya kota nanti
saya share ke panitia ya karena saya
lupa nama kotanya di India
yang kotanya kota sedang tidak besar
yang tadinya sangat kotor sekarang tuh
sangat
bersih. Bisa dilihat deh di ini dan dia
bisa menghasilkan banyak uang dari apa?
dari pengolahan, dari pemilahan dan
sebagainya dan itu masuk ke ee apa ee
perusahaan di kota itu gitu loh.
Perusahaan milik pemerintah daerah di
situ dan namanya kalau salah Indore
namanya kalau enggak salah. Silakan
dicek ya. Indore. I N D O R E di Cina eh
di apa? Di India. Silakan dicek itu ya.
Artinya bisa masyarakat dirubah kan
kelakuan. Makanya agak susah juga kalau
misalnya saya bilang, "Oh, kita harus
belajar ke Eropa, belajar ini." Ya, kita
belajar ke tempat yang perilakunya
mirip-mirip sama kita gitu ya. Malaysia,
Thailand, Kamboja. Mereka lebih apa
lebih baik untuk kita bisa pelajari gitu
karena perilaku budayanya mirip-mirip
sama kita. Selanjutnya ini sampah di
saluran renase sungai sering menjadi
masalah serius terkait dengan bencana
banjir. Saya kasih tahu Bapak dan Ibu.
Sederhananya Pak pada yang namanya api
ya. Api nih api pada saat dia kecil dia
bisa untuk masak, bisa untuk pengering
dan sebagainya dan sebagainya. Tapi pada
saat dia
besar negara seperti Amerika aja itu
tidak bisa menghentikan serta-metta
kebakaran hutan yang terjadi di
California. Negara besar seperti itu.
Sama juga dengan sampah. Kalau misalnya
kita bisa kendalikan ini dari awal, dari
sumber pada saat dia kecil bisa, tapi
pada saat dia besar susah kita
kendalikan. Saya kasih contoh
ya. Ada deposit sampah di di Bantar
Gebang itu sekitar R juta
ton depositnya nih sekarang. Kalau
misalnya itu ditambang karena di sana
ada fasilitas RDF yang ee yang
kapasitasnya 2.000 ton. 2.000 ton itu
dibagi dua. Yang sampah segar hari itu
1.000, yang sampah lama 1.000.
Tapi dia tetap masuk sekian berapa ribu
ton kan situ. Sehingga bayangan saya
kalaupun ee dibuat tidak ada penambahan
sampah baru ya artinya 1.000 itu yang
diolah 1000 itu hanya ngelola yang R
juta itu mungkin sekitar lebih 50 tahun
tuh selesai sampah itu. Coba bayangin ya
kalau masalah itu jadi masalah ini. ee
sehingga banyak sampah yang saya ingin
menyalahkan, tidak menyalahkan sampahnya
sebenarnya menyalahkan perilaku
masyarakat ini yang masih membuang
sampah sembarangan. Mungkin teman-teman
bisa mengumpulkan dinas kebersihan,
dinas pertamanan dan sebagainya. Karena
saya perhatikan saya karena suka jalan
ya, suka olahraga gitu pagi-pagi lihat
tuh dinas pertamanan begitu dia anggaran
kurang dan sebagainya sampah itu masukin
ke di kali ini didorong ke kali sampah
itu ya. Ini praktik kita loh yang kita
yang saya bilang mudah-mudahan saya
salah gitu ya. Tapi yang saya lihat
seperti itu ya. sehingga dia banjir.
Sehingga pada saat banjir, Bapak, Ibu
bisa bayangkan kerugian
banjir mana Bekasi dan beberapa area di
Jakarta kemarin ini bukan yang lama-lama
yang kemarin ini itu hitungannya coba
berapa triliun tuh ruginya kelihatannya
ya banyak enggak bisa masuk air yang
sudah sampai atap dan sebagainya itu
harus dilihat Bapak dan Ibu gitu. Nah,
sehingga kita harus mulai membersihkan.
Saya lihat banyak daerah juga sudah
mulai melihat jangan sampai sampah itu
lari masuk ke lingkungan, lari masuk ke
sungai, lari masuk ke trenase yang
membuat itu banjir.
Ya, itu paling yang saya bisa sampaikan
untuk yang itu. Kemudian, konsep
strategi dalam rangka pengurangan dan
pengelolaan sampah habis di TPS 3R. Saya
melihat gini Bapak dan Ibu, sekarang di
Kementerian PU itu ada namanya project
ISWMP kalau enggak
salah Indonesia Solid Waste Management
Program
ya itu dibangun oleh Kementerian PU.
Saya sampaikan juga kalau sama
teman-teman PUI. Jadi jangan
sampai kita mendesain itu tapi maunya
kita, tidak maunya masyarakat, tidak
maunya dan sesuaikan dengan kemampuan
pemerintah daerah. Karena
operasionalisasi dari TPS 3R itu adalah
pemerintah daerah dan masyarakat. ini
kalau misalnya kita hanya buat tinggal
tanpa memperhatikan apakah ini
diinginkan, apakah ini sesuai, apakah
pemda itu punya kapasitas untuk
menjalankan dan
sebagainya. Saya boleh jujur misalnya
ya, TPS 3R yang banyak dibuat oleh
teman-teman TU sepanjang ee Citarum
misalnya, banyaknya enggak
jalan ya. Saya apresiasi dengan
inisiatif itu, tapi memang harusnya kita
melihat ini
sebagai inisiatif yang muncul dari
masyarakat sehingga masyarakat
bertanggung jawab untuk bisa menjalankan
itu. Ya, kalau menurut saya sih seperti
itu. sehingga ke depan kita tidak hanya
minta, kita tidak hanya minta
dibangunkan, tapi kita harus membangun
kapasitas kita untuk bisa
menindaklanjuti atau
mengoperasionalkan TPS 3R yang sudah
dibangun oleh pemerintah. Kemudian
pengelolaan sampah seperti bank sampah,
budidaya magot dinilai sebagai solusi.
Namun bagaimana menjamin keberlanjutan
usaha, minimnya dukungan modal dan akses
pasar. Ini saya tadi sebutkan ya.
Baik. Ini ee sebagai hitung-hitungan ini
Pak Heri
ya. Untuk menghasilkan satu ee ton magot
kering ya itu dari 5 ton magot basah,
Pak. Perbandingannya nih ya. Untuk
menghasilkan 5 ton basah itu diperlukan
pakan itu 50
ton sisa olahan dapur atau sisa makanan
yang tidak termakan. Bapak bisa
bayangkan untuk bisa menghasilkan 5 ton
ya magot basah itu dia butuh 50
ton sisa
makanan organik yang tidak termakan.
Bapak bisa bayangkan kalau sampah
Jakarta
misalnya atau Depok misalnya ya, Depok
itu 1 hari 1300 ton. 40% atau sekitar
500 ton itu adalah sampah organik, sisa
makanan dan sebagainya ya.
Jadi untuk menghasilkan ya 50 ton sampah
eh 50 ton ee
apa maggot dia butuh 500 ton itu
makanan
ya makanan sisa oan dapur untuk
menghasilkan 50
ton sampah ee apa e magot dari 50 ton
itu hanya
menjadi 10 ton kering. Coba Bapak
bayangkan untuk menghasilkan 10 ton
kering itu dia butuh 500
ton sisa olahan dapur. Ya, mungkin
nangkap hitung-hitungannya ya. Kalau
teman-teman yang tertarik dengan ini
nanti saya bisa masukkan ke dalam grup
dan silakan boleh apa boleh japri saya
nanti kami ada
punya apa ee sedang interaksi dengan
teman-teman di apa paguyuban pegiat
magot nusantara namanya anggotanya
banyak dan saya sedang mengkomunikasikan
inisiatif ini dengan teman-teman di
Kementerian Keawatan dan Perikanan,
Direktorat Pakan Ikan, dan Direktorat
Pakan Ternak di Kementerian Pertanian.
sehingga kami juga mendorong bahwa
magkot yang dihasilkan ini nanti masuk
ke sistem ee apa? edar dari pakan
ternak, sistem edar yang ada di pakan
ikan gitu sehingga masuk gitu ya. Nah,
kemudian sejauh mana ee dampak dari
Permen LHK terhadap pengurangan sampah
di Indonesia terutama dampak langsung di
kabupaten kota di mana produk-produk
tersebut dijual? Saya melihat gini Bapak
dan Ibu, mohon maaf nih ya yang namanya
ee IPR ini ya, Permen 75, perusahaan
penghasil ee atau apa perusahaan
makanan, minuman dalam kemasan itu
jumlahnya di Indonesia lebih hampir
7.000-an perusahaan, Bapak dan Ibu.
7.000 nih perusahaan.
Dan pada saat saya masuk ke direktorat
ini, itu yang ikut membuat peta jalan
pengurangan itu sampai saat ini baru
hanya sekitar 23 perusahaan Bapak dan
Ibu dari 7.000
tuh. Sehingga saya ingin mendorong
bagaimana ee apa lebih banyak lagi
perusahaan yang ikut. Padahal desain
dari Permen itu adalah semua harus ikut
extended producer responsibility.
produser harus bertanggung jawab
mengambil kembali limbah kemasaannya
semua loh ya tanpa terkecuali. Nah, ini
tantangan kita semua bahwa bagaimana
mendorong semua. Kami juga insyaallah
akan koordinasi terus dengan teman-teman
perindustrian karena pembina industri
itu adalah teman-teman di Kementerian
Perindustrian. Belum lagi yang small
medium enterprise Bapak dan Ibu. Bapak
dan Ibu pasti sering ke pasar gitu ya.
Bapak, Ibu lihat di pasar itu banyak
orang jual kayak snack-snack dalam
plastik itu. Itu multilayer semua dan
harganya murah dan dia harus bertanggung
jawab
juga sehingga pemerintah kami juga
mendorong mereka harus bertanggung jawab
mengambil kembali itu ee
kemasan-kemasannya, Pak. Ya, untuk magot
nanti boleh kontak langsung ke saya
nanti kita bisa diskusi lebih jauh.
Kemudian banyak alat pembakar sampah.
Apakah sudah ada regulasi? Sebenarnya
sudah ada regulasinya ee apa ee baku
udara yang boleh di ee rilis ke
lingkungan khusus untuk ee
insinerator. Tapi sekarang ini banyak
perusahaan-perusahaan yang buat
insistator sederhana dan sebagainya
hanya untuk
menyelesaikan membakar sampah dan
sebagainya. Kami juga melakukan
pendekatan harus sesuai dengan kriteria
baku emisi udara ya. Pokoknya kalau
pembakaran di bawah 1000 derajat aja
pasti keluar dioksin furan ya karena
pembakarannya tidak sempurna ya. Nanti
kita bisa diskusi terkait itu
aturan-aturan nanti kami ee sharing dari
ee Direktorat Pengendalian Pencemaran
Udara ee Deputi ee Pengendalian
Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan.
Bagaimana strategi jangka pendek
mengenai tumpukan sampah seperti kasus
Jogja dan
Banjarmasin. Ini menarik Bapak dan Ibu
dan ee
saya Piungan beberapa waktu lalu lihat
memang di sepanjang TPA memang tidak ada
aktivitas lagi tetapi mereka banyak
punya insentrator sekarang dan
insinerator itu dilakukan pembakaran
mungkin tidak sempurna juga. sehingga
saya juga ee sudah diskusikan ini dengan
teman-teman di tim pendampingan yang 343
TPA pendamping itu harus bisa memberikan
solusi dan pemerintah daerah yang
bersangkutan harus memiliki langkah
bagaimana menyelesaikan itu.
Misalnya melakukan pemilahan, melakukan
misalnya apa
ee membangun biopori sehingga limbah
organik masuk ke sana. bagaimana
mengefektifkan bank sampah, bagaimana
mengefektifkan pelapak-pelapak dan
sebagainya. Ya, itu juga di dilakukan
dan kita dorong ya. Apalagi Banjarmasin
Bapak dan Ibu sebagai apa tanah apa ee
kampung halamannya Pak Menteri juga
sangat apa sangat konsern terkait dengan
bagaimana menindaklanjuti. Karena setiap
penutupan itu ada ee hal yang harus
dilakukan oleh pemerintah daerah ya,
aksi-aksi yang harus dilakukan. Cuman
memang tidak sederhana merubah perilaku
orang yang tadinya terbiasa tidak peduli
menjadi harus peduli. Ini perlu
tantangan. e tantangan sekali buat kami
dan ee masyarakat tentunya. Kemudian
seberapa efektif retribusi sampah dalam
pengelolan sampah di daerah dan
bagaimana mencegah ketidakadilan
masyarakat terkait dengan pembayaran dan
retribusi. Mungkin bisa dibuat kluster
ini ee oh tapi ini enggak ada orangnya
ya anonyus ini ya.
bisa dibuat misalnya kayak tadi
masyarakat dibuat kelompok dulu,
masyarakat yang perkotaan, perumahan
terkendali, sistem pengangkutannya sudah
ee terjadwal dan sebagainya. Kemudian
ada masyarakat yang mungkin di desa-desa
tidak ada pengangkutan dan sebagainya,
harus ada pembuatan biopori dan
sebagainya. Tetapi wilayah-wilayah
perkotaan itu mungkin bisa dibuat
semacam ee apa? Eh reward and punishment
pada saat dia sangat kurang sampahnya
karena dia buat akakura, dia buat
komposter dan sebagainya, dia harusnya
mendapat reward dengan pengurangan
retribusi misalnya. Tapi retribusi ini
sebenarnya kami melihat di beberapa
daerah digunakan untuk sebagai biaya
operasional dari pengelolaan sampah atau
sistem transportasinya Bapak dan Ibu ya.
Ini harus di didorong seperti itu
sehingga ada reward bagi masyarakat bagi
rumah tangga yang sudah melakukan
pemilahan sehingga dia bayar lebih murah
kalau menurut saya. Tapi itu tidak
sederhana dan kami yakin masih bisa
karena harus ada pendekatan ke struktur
RW, RT dan sebagainya dan harus semua
pihak diajak bicara. Ya, kami juga
anggap mohon maaf ini mungkin agak mudah
untuk ngomong. Saya takutnya
teman-teman, wah itu mudah gampang aja
itu si Agus ngomong gitu. Emang iya
tetapi pada praktiknya ini tantangan
tersendiri dan bukan mustahil untuk
dilakukan Bapak dan Ibu. Makanya silakan
lihat ya, kota Indore itu di India ada
di Google kalau bisa dilihat
langkah-langkah yang mereka
lakukan. Kemudian bagaimana cara
mengevaluasi pengelolan sampah dan
memberikan strategi pengelolan sampah
untuk mewujudkan ekonomi hijau khususnya
pada kabupaten kota. Ya, kita melihat
gini Bapak dan Ibu. Teman-teman sejak ee
Februari lalu itu sudah diminta untuk
membangun peta jalan percepatan
pengelolaan sampah di kabupaten kota.
Tapi sampai saat ini dari 514 kabupaten
kota yang sudah menyampaikan peta jalan
hanya sekitar
150 masih 350 lebih 360-an tuh yang
masih belum menyampaikan. dari 150
kabupaten kota yang sudah menyampaikan
itu pun masih kita evaluasi lagi
apakah ee sebangun antara
timbul bayangkan gini Bapak dan Ibu
misalnya timbulan 1000 dari 1000 ini
organik anorganik berapa dari yang
organik ini yang
bisa ada program untuk menyelesaikan apa
aja ada komposter ada magot biopori dan
sebagainya anorganik ada bank sampah,
ada TPS3R dan sebagainya, ada rantai
nilai misalnya. Nah, dari kegiatan
pemanfaatan organik dan anorganik ini
berapa efektivitas ee kegiatannya
sehingga ketemu gap ya paling kanan itu
pasti gap. Jadi before after-nya pada
saat sebelumnya 1000, setelah itu
misalnya 500 berarti ada gap 500 ini
yang belum diselesaikan. Nah, bagaimana
500 ini bisa terbagi dari berbagai
aktivitas program yang ada sehingga
keluar ee pemanfaatan yang sudah atau
inisiatif penyelesaian masalah sampah
yang dilakukan oleh satu kabupaten kota.
Nah, kita melakukan pendampingan itu
untuk melihat oh dia butuh TPS 3R, dia
butuh penguatan kompos, dia butuh
penguatan magot, budidaya dan
sebagainya, butuh pendampingan dan
sebagainya.
Kemudian dalam upaya pengolan
sampah 5 B3 biasanya di mana dilakukan
pengumpulan yang menerima sampah B3 dari
sumber rumah tangga. Nah, untuk ee
B3 itu masih ada ee
apa penampungan-penampungan tersendiri
dan mungkin tidak ee jumlahnya tidak
banyak di ee setiap kabupaten kota
sehingga itu bisa mudah terpantau. Dia
ada sistem ee aplikasinya kalau tidak
salah ya. nanti kami akan ee
komunikasikan ee hal ini ke teman-teman
yang bertanggung jawab gitu ee Bapak dan
Ibu ya. Baik. Ee selanjutnya adalah kita
ini ya ke penanya yang langsung dari
Zoom. Kebetulan tadi sudah ada ee tiga
orang ya, tapi sekarang jadi dua orang
yang rais hand. Mungkin saya beri waktu
sampai 1215 ya. Jadi mungkin nanti Bapak
dan Ibu silakan untuk bertanya. secara
singkat saja ya. Ya, mungkin saya mulai
dari Pak Agus
Shihin ya. Silakan Pak Agus Solihin
untuk menyampaikan pertanyaannya.
Baik ee terima kasih Pak moderator juga
Pak Agus Rusli ya. Izin perkenalkan saya
Agus Solihin, Pak. Founder Bangsampah.id
di Provinsi Lampung.
Ee pertama saya coba ini, Pak. Ada tiga
poin sih sebenarnya, Pak. Yang pertama
terkait kebijakan pemerintah, Pak. Kan
tadi Bapak bicara tentang bagaimana ee
kegiatan pemilahan itu di ini sebenarnya
di Kota Bandar Lampung di tempat saya
tinggal itu beberapa dulu pernah
dilakukan program pemilahan dan setelah
diilah tapi tetap masih diangkut dalam
satu angkutan yang sama. Nah, saya pikir
ini, Pak ee mungkin Menteri LH mesti
bersikap yang kayak kemarin ya, Pak, ya,
sempat viral kemarin itu ee beliau
datang ke provinsi ke mana-mana kemudian
menegaskan lain sebagainya menyampaikan
ada notis ee dan lain sebagainya. Itu
kan semua DLH kontraksi semua itu Pak.
Nah, itu maksud saya kebijakan pemilahan
ini pengangkutan yang terpisah di hari
genap, hari ganjil itu kan teknis saja.
Saya pikir itu mesti direalisasikan,
Pak. Saya pikir ini bisa menjadi ee
bagian dari arahan yang mesti
disampaikan oleh pusat. Itu poin
pertama, Pak. Yang kedua, berkaitan
dengan bank sampah, ya. Jadi, ee saya
sih, Pak, saya juga mengelola bank
sampah, Pak. Sudah 5 tahun. Nasabah kami
ada 6.000 di Kota Bandar Lampung dan
sus, Pak. Alhamdulillah. Dan memang
kuncinya adalah sebenarnya poin yang
harus disadari oleh teman-teman ketika
melalui bank sampah itu adalah nafasnya
harus UMKM. Jangan sampai teman-teman
berpikir bahwa bank sampah itu gerakan
sosial. Ini hal yang keliru menurut
saya. Nah, ini juga ee nah sekarang
berkaitan dengan magot misalkan kami
juga produsenya magot Pak lebih kurang 5
ton per bulan dengan kapasitas yang
lebih kurang yang Bapak sampaikan tadi
memang kalau kami karena pakannya juga
dicampur dengan pakan yang relatif
banyak karbohidrat jadi kami konversinya
hanya sekedar 3 1 banding 3 jadi 1 ton
itu bersumber dari 3 kilo. Tapi memang
kalau saya ambil dari sampah rumah
tangga memang 10 benar pata Pak Agus
Rusil tadi ya, bahwa 1 kilo magot itu
dihasilkan dari 10 sampai organ 10 kilo
sampah organik. Nah, ini terkait masalah
program magot itu sebenarnya yang jadi
masalah adalah Pak ketika kita tidak
memiliki akses pasar. Tapi alhamdulillah
kami selama 2 tahun ini alhamdulillah
sudah ada mitra yang siap menampung
berapa ton, berapa puluh ton pun mereka
siap nampung dan alhamdulillah ini masih
berjalan makanya sustain sampai dengan
hari ini. Saya pikir ini juga menjadi
notis untuk semua daerah ya, Pak. Nah,
berikutnya terkait masalah plastik. Saya
pikir kebijakan-kebijakan pemerintah
yang memisahkan antara plastik ee
kemasan, lain sebagainya itu saya pikir
sebenarnya kan plastik itu kan ada yang
bisa didaur ulang, ada yang resido
persis gitu kan. Nah, saya pikir ini
juga jadi saya pikir teman-teman
penggiat lingkungan kemudian pelaku
usaha lingkungan tidak pernah berhenti
bekerja di bidangnya ketika memang masih
ada sampah dan kemasan-kemasan yang
seperti botol, kemasan yang memang bisa
di saya pikir itu insyaallah diambil
oleh rekan-rekan. Yang jadi
permasalahannya adalah bagaimana
kebijakan pemerintah mengurangi produksi
yang residu. Justru itu jadi persoalan
kan selama ini meskipun ada program yang
buat jadi pping, buat jadi bata, buat
jadi solar, saya pikir itu ada tapi
sejauh ini ya dampaknya untuk
pengurangan belum terlalu terlihat. Nah,
berikutnya, Pak, terkait masalah ee
kebijakan tang sampah ya, Pak. Jadi saya
pikir juga ee karena memang Pak Agus
Rusli memang dari KLH ya, Pak. Ini juga
mungkin saya dipesan dari teman-teman
bank sampah yang ada di Provinsi Lampung
ya, bagaimana sinergi antara pemerintah
dengan penggiat itu bisa betul-betul
berjalan gitu, Pak. Berjalan dalam
artian e kami itu pengin loh, Pak
misalkan dilibatkan sebagai entah itu
Satgas, entah itu timnya DLH di
lapangan. Sehingga dari memang dari sisi
lapangan teman-teman DLH itu enggak usah
kerja juga ngbentuk bank sampah gitu
loh. Enggak usah kerja juga untuk jadi
pelaku penggiat lingkungan. dalam tanda
kutip mohon maaf, Pak. Enggak usah
sok-sokan juga gitu kan. Kenapa? Karena
kami sudah melakukan itu, gitu loh.
Mending LH mengeluarkan anggaran yang
melibatkan kami selaku penggiat dan itu
ada insentifnya gitu loh. Itu saya pikir
sinerginya di situ, Pak. Nah, selama
kita berjalan masing-masing, saya
beberapa kali, Pak, saya agak mohon
maaf, Pak. Saya agak dongkol dengan
kegiatan DLH yang DLH itu justru buat
kegiatan-kegiatan yang sama. Bahkan jadi
tandingan-tandingan kita, kita sudah
berusaha merapat. justru marah mereka
keki dengan keberadaan kita lain
sebagainya. Saya pikir ini hal-hal yang
saya pikir itu norak bangetlah. Saya
pikir teman-teman di pemerintahan di
instansi itu mesti terbuka dong gitu
kan. Mesti terbuka dengan kami selaku
penggiat lingkungan. Mesti menyambut
kami sebagai mitra strategis bukan
justru kami hadir seolah-olah kok jadi
saing-saingan gitu. Karena itu mungkin
Pak ini saya selaku pelaku penggiat
lingkungan di Lampung selama 5 tahun ini
ya saya menemukan masalahannya seperti
itu, Pak. Saya pikir ini juga
se-Indonesia juga ee juga mengalami gitu
kan. Jadi teman-teman bank sampah pun
harus menyadari bahwa bank sampah itu
adalah perusahaan UMKM. Jadi nafasnya
harus benar-benar berusaha dan saya, Pak
alhamdulillah gitu karena sudah 5 tahun
saya menemukan formulasi bahwa untuk ee
teman-teman yang sus dari sisi omset
gitu kan. Karena kenapa bank sampah ID
jumlah nasabahnya sampai 6.000 itu
semestnya sedikit Pak karena jumlah
rumah di Kota Bandar Lampung itu
jumlahnya Rp300.000 jadi 6.000 RBU rumah
yang saya kelola itu sangat sedikit
dibandingkan jumlah rumah. Dan dengan
kapasitas 1000, 2000, 3.000 itu saya
sudah tahu omsetnya berapa gitu. Karena
kita harus melibatkan satu kelompok itu
setidaknya 10 orang. Nanti ada ketahuan
omset. Makanya eh ada 18 bank sampah
binaan saya yang saya kelola di Provinsi
Lampung itu saya instruksikan bahwa eh
kerja teman-teman itu ketika memang mau
susin adalah bagaimana bisa bersikap
secepatnya untuk mendapatkan nasabah
sebanyak-banyaknya gitu kan untuk bisa
edukasi teralisasi dan mereka bisa ikut
pemilahan di rumah masing-masing
sehingga dengan mereka terlibat dan
dengan nasabah sekian ribu orang maka
dengan melibatkan dua orang tiga orang
untuk mendapatkan feedback ee 2 juta per
bulan tiga orang tuh saya pikir bisa itu
saya karena memang kita pelaku di
lingkungan jadi kita ee sedikit mengerti
ya bagaimana nilai-nilai omset di
masing-masing ee jenis sampah ataupun
masing-masing total di masing-masing
lembaga bank sampah gitu Pak Gus Rli.
Mohon maaf ya Pak ya. Ini mumpung di
forum yang e besar dan forum yang
penting saya pikir ini perlu sampaikan
dengan rekan-rekan semua. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Baik. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Silakan
mungkin Pak Agus Rusli boleh langsung
menjawab dan menanggapi. Silakan. Ee
terima kasih eh Pak Agus Sihin dari ee
Bandar Lampung gitu ya. Saya apresiasi
sekali ee upaya atau inisiatif yang
sudah berjalan selama ini karena pasti
dia lebih senior nih dibanding saya
untuk pelan sampah nih. Karena pemain
gitu ya. Kalau saya ee regulasi saya
hanya main ngelolang-ngulang sampah itu
mungkin hanya 3 tahun karena tidak
tahan.
tidak ada perubahan perilaku di ee
lingkungan saya waktu itu. Sehingga saya
bilang, "Wah, gua saya enggak tahan ini
untuk melakukan ini." Dan alhamdulillah
nih, Pak Agus Salihin sudah berhasil dan
mudah-mudahan kita ada kesempatan waktu
untuk bertemu. Saya sangat apresiasi ini
nasabahnya sudah 6.000 dengan potensi
300.000 Ibu ya pasti keekonomiannya
sudah ketemu nih karena sudah
berlangsung cukup lama dan magot tadi
memang benar yang namanya ee apa lubang
istilahnya orang-orang dagangnya
lubangnya di mana ini? Nah, itu jadi
penting karena harusnya kita buat
lubangnya dulu baru kita inisiatif.
Karena memang penyelesaian sampah karena
ee untuk magot khususnya karena
perbandingan itu 1 banding 10 memang
harusnya kita ee bisa kejar karena bisa
mengurangi jauh lebih banyak sampah
organik khususnya. Dan mengenai satgas
itu saya setuju nanti kita carikan ee
pola saja ee Pak Agus Shihin. Karena
bayangan saya
atau perkiraan saya pada saat inisiatif
itu ada kesepahaman gitu ya. Kalau saya
ini mohon maaf ya saya tidak pernah
menganggap inisiatif yang dilakukan oleh
banyak teman, banyak kolega, banyak
mitra, banyak paker itu sebagai
kompetitor saya. Enggak. Saya menganggap
ini sebagai urun apa? Ee urun rembuk
inisiatif yang ujung-ujungnya bisa
mengurangi sampah kita sama-sama gitu
ya. Itu tuh apa mungkin saya mendorong
ke teman-teman semua punya ee apa punya
mindset positif gitu ya. Saya enggak
pernah masalah tuh. Bahkan ke banyak
kolega saya, ke partner saya bilang,
"Kalau lu enggak menang
gua gua enggak masalah juga nanti kok
datang." Saya datang, saya bilang,
"Kenapa?" "Saya
melihat inisiatif yang dilakukan oleh
teman-teman itu harus
terapresiasi nih. Oh, gua saya datang
nanti walaupun Anda terhadap upaya yang
dilakukan gitu loh, Pak Gus. sehingga
lebih banyak terlibat lebih baik. Ya,
saya pikir mudah-mudahan teman-teman
punya mindset yang positif seperti itu
sehingga kita bisa selesaikan ini
sama-sama. Silakan dilanjutkan ee oleh
yang siapa nih? Pak Andi ya, Mas Budi.
Ya, betul, Pak. Silakan Pak Andi untuk
menyampaikan pertanyaannya. Namun mohon
maaf karena keterbatasan waktu jadi ee
saya batasi hanya dua penanya saja.
Baik, silakan Pak Andi. Lain yang lain
bisa WA juga enggak apa-apa. Nanti saya
respon WA juga ya, Mas Bud. Silakan, Pak
Andi. Iya. Baik, terima kasih.
Asalamualaikum warahmatull. Oh, ini
senior saya nih malah nih,
Paki. Selamat ya, Pak,
Pak Dir Agus. Makanya saya ikut begitu
ee di apa di flyer-nya Pak Agus ini.
Wah, saya perlu mendapatkan ilmu ini.
Kang, mangga. Oke. Oke. Gini, Pak Agus.
Ee sebetulnya ee Bapak Ibu sekalian yang
hadir juga di sini ini mungkin menjadi
challenge ya. Saya enggak tahu apakah
ini pertanyaan atau satu komen atau juga
saran ya.
Jadi kebetulan kalau yang yang kami
dapat data itu kita sudah lumayanlah
positif lah ya di tahun 2018 kita yang
penyumbang plastik nomor du di tahun
2021 itu berdasarkan ee laporan dari
salah satu lembaga internasional kita
turun sudah kelima artinya sudah ada
prestasiah ya Pak Agus ya ini prestasi.
Nah, jadi ee kebetulan kalau kita lihat
semua berhilirnya itu ke laut. Nah, ini
tantangan ini. Jadi, data yang kami
punya itu
56.000
56.335 33 ton di tahun 2021.
Mudah-mudahan kita turun lagi ya. Kita
belum tahu nih laporan yang di 2025 ini
paling tidak 2024.
Persoalannya adalah kita bagaimana
mempercepat penurunan Indonesia menjadi
penyumbang ee sampah yang paling
sedikit. Ini dulu nomor dua, sekarang
sudah nomor lima setelah ee Cina,
Malaysia, India, dan Filipin. Philipin
the best. Dia masih penyumbang pertama
ini ee plastik kita sudah mulai baguslah
ya. Nah, ini perlu dipercepat lagi
karena apa? Ini implikasinya terhadap
pengelolaan laut. Sementara Pak Presiden
kita, Pak Prabowo itu selalu menekankan
bahwa satu ee kita harus suasembada
pangan, kemudian peningkatan ekonomi ee
ee protein melalui ee ikan dan lain
sebagainya. Bagaimana kita bisa
meningkatkan pangan dengan kualitas ikan
yang rendah. Nah, ini kan implikasinya
ke sampah. Nah, persoalannya adalah
posisi kami ee ini kan di KKP ini kan
punya keterbatasan kewenangan nih, hanya
ibaratnya kayak nyapu gitu loh, nyapu di
laut. Nah, sementara yang di hulunya ini
kan ada beberapa kementerian ataupun
lembaga bahkan pemerintah daerah yang
bertanggung
jawab. Pertanyaannya ataupun saran kalau
memang belum ada, apakah ada kebijakan?
Ya, artinya yang holistik. holistik
tidak hanya dalam tataran ee ee
berbicara saja, tapi juga ada kebijakan
yang memang konkret ya. Kebijakan yang
konkret katakanlah begini yang paling
gampangannya lah gitu. Ketika katakanlah
misalnya di hulu di gunung dia buang
sampah. Ketika ada program itu tidak
berhasil kita kerannya kita kurangi
keran APBN misalnya atau kalau misalnya
di pemda keran yang masuk ke pemdanya
kurangi gitu loh. Karena ini sebetulnya
semangatnya bukan semangat dari KKP.
Kebetulan di KKP dari lima program
prioritas ya itu satu prioritasnya itu
adalah mengenai sampah.
bagaimana laut itu bersih gitu loh.
Karena semua sampah hilirnya di laut
ini. Nah, jadi yang pertanyaan kami
ataupun saran barangkali ada kebijakan
yang betul-betul signifikan ee konkrit.
Tadi sudah dijelaskan oleh Pak Agus
bahwa banyak ee
terobosan-terobosan kemudian bank
sampahlah dan sebagainya itu ee ee saya
pikir ee itu bagus. tapi juga kita ada
yang holistik ini saya berbicara e
sebagai regulator ini ya artinya kita
membutuhkan ee suara ee yang ee punya
kompetensi dalam hal ini Pak Agus lah ya
di LH gitu untuk bisa membuat satu
kebijakan yang bisa menggigit dan
berimplikasi terhadap reward dan
punishment.
Jadi ketika pemerintah daerah bagus
misalnya, kita berikan reward. Yang
paling gampang reward-nya alokasikan
APBN ataupun ataupun misalnya nanti
gubernurnya APBD-nya dialokasikan untuk
itu. Karena ee menurut kami ini penting
ya. Ini penting karena apa? Ini
berimplikasi ke hal-hal yang lain, ke
pangan, kemudian nanti larinya ke
ekonomi dan kecerdasan masyarakat. Kita
lebih semangat, lebih cerdas dan lain
sebagainya. Jadi sampah ini kalau
menurut saya memang sangat penting dan
ee saya banggalah artinya adik-adik ini
e Pak Agus ini ee berkiprah di di sampah
ini ini bukan persoalan yang kecil ini.
Ini butuh butuh pemikiran yang
betul-betul yang ee apa namanya yang
betul-betul kurius gitu ya. Saya kira
itu Pak Agus. Jadi ee mungkin ee bisa ee
saya ingin mendengarkan komen dari Pak
Agus. Bagaimana sejauh apa artinya
supaya ini lebih cepat penurunan ee
penyumbang plastik ke mana ke laut kita.
Tidak sekarang tidak tidak nomor 5 tapi
bisa nomor 10 atau bahkan ke nomor
sekian. Itu sih harapan kami. Mumpung
Pak Agus di sini siapa tahu nanti kan
insyaallah jadi Dirjen Menteri gitu.
Baik terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Terima
kasih, Pak Budi. Siap. Makasih ee Kang
Andi ee senior saya nih ya. Senior di
kehutanan juga, senior di kampus juga
nih, Kang Andi
ini. Jadi ee seperti yang kami tadi
sampaikan memang ee apa kalau kita lihat
skala permasalahannya wah kayaknya gede
banget nih ya. Tapi kalau misalnya kita
tidak pakai strategi, makanya ee apa
kita sekarang mulai mengelompokkan ini,
Kang Andi. Jadi kalau dari data itu
produsen makanan, minuman, dalam kemasan
itu jumlahnya 7.000, Kang. 7.000
perusahaan ini, ya. Dan yang sudah
mengikuti atau sudah mengembangkan
petanjalan penyelesaiannya itu baru
sekitar 23 tuh perusahaan. Makanya saya
ngejar semua nih. Saya cari itu yang
besar-besar ini ada sekitar 100
perusahaan yang besarlah contohnya ya.
Itu makanan. Makanan ya makanan dan
minuman khusus yang air mineral itu yang
secara nasional itu besar itu ada 20.
Saya kejar juga yang 20 ini ya.
Kemudian ada ee yang multilayer ini ya.
Kita penggemar kopi ini banyak ya.
Multilayer tuh kopi kapal api, ABCis itu
semua multilayer, Kang. Enggak ada
harganya itu. Makanya ribut semua
teman-teman orang pikir, "Wah, si Agus
ini ngomongnya halus alus halus. Ini ini
dia nekan kita nih." Saya bilang, "Kalau
enggak ini kita ketekan semua nanti di
akhirnya." Punten ya, kita ada kegiatan
dulu apa ee saya sempat survei di
beberapa trek pendakian, Kang ya. Gunung
itu di atas itu dari bungkus kap Indomia
lah ya.
bungkus kopiah, bungkus sampulah segala
macam itu. Ini saya bilang sama
teman-teman kotanan, bisa enggak kita
buat ini pada saat orang mau naik ke
atas, kita hitung nih berapa banyak kup
yang naik ini. Pas turun diperiksa lagi
begitu bawa dia naik 10 keluarnya 8, dua
lagi ke mana lu harus denda, lu harus
bayar. Ya cuma memang harus harus harus
the poin ini saya bilang ya. model-model
itu di banyak penakian itu seperti itu
kondisinya sampah semua di atas Kang
Andi ya. Pertama yang 7.000 harus ikutan
tanpa kecuali karena kita akan membentuk
yang namanya ee apa ee
kayak producer recycle eh organisasi
gitu ya. Jadi kayak di beberapa negara
maju gitu ya. Semua itu harus ikut tanpa
kecuali. Enggak bisa. Oh saya kan
perusahaan kecil enggak bisa. Tapi kita
juga enggak berani kejam-kejam gitu
juga, Kang. Makanya saya bilang kita
buat kayak kluster 100 besar aja kita
dorong dulu yang omsetnya di atas 50
miliar misalnya. Yang di bawah itu
mungkin kita ada treatment yang berbeda.
Bukan berarti tidak bertanggung jawab.
Karena sekarang ini kebanyakan gini
nih. Mungkin Akang kenal ya Maya Tamimi
kan di Unilever tuh. Saya bilang sama
Mbak Maya, Mbak Maya ini tidak hanya
Unilever ya. Saya nanti mendekati KAO
juga mendekati Johnson and Johnson dan
sebagainya yang memiliki eh karakter
industri mirip dengan teman-teman Unver
itu harus hilangkan atau gedein volume
dari ee
saset. Saset ini coba orang mandi di
pantai dia emang paling gampang set
selesai sampai selesai dia buang. Tapi
kalau dia besar minimal dia bawa pulang
minimal dia simpan minimal dia ada apa
ada nilai. Sehingga saya bilang di satu
saset itu ada harus ditaruh ada harga
termasuk kopi dan sebagainya. Saya minta
itu ada harganya sehingga orang mau
ngumpulin. Nah, sekarang kenapa
kemasan-kemasan plastik, minuman, dan
sebagainya ee banyak orang ngumpulin?
Karena ada nilainya. Kalau salset itu
enggak ada nilainya. Termasuk bungkus
kopi salas itu enggak ada nilainya tuh.
Sehingga saya bilang, "Saya mau masukin
nilai." Makanya gerap grup semua bingung
nih, wah ini masukin nilai segala macam.
karena kita sudah terlalu lama
mengabaikan itu. Keempat, insyaallah
nanti saya mau ngajak Pak Menteri saya
juga nanti kami akan ee ngundang juga
teman-teman di lautan buat underwater
clean up. Mumpung Pak Menteri semangat
pengin ke pulau. Saya bilang, "Nanti
kita ke pramuka aja, Pak. Nanti kita
lihat, nanti kita snkling sedikitlah di
situ. Di bawah dermaga pasir. Saya sudah
clean up di situ beberapa kali itu baru
sning sebentar aja atau 15 menit aja. W
itu sampahnya banyak banget di bawah itu
ya. Kepedulian itu harus ditemukan. Yang
kelima, reward and punishment penting
ya. Cuman sekarang kendalanya ee Kang
Andi itu banyak kementerian, lembaga
bahkan pemerintah daerah yang maaf sori
pemerintah daerah khususnya itu
menempatkan sampah itu urusan wajib tapi
bukan apa ya urusan apa ya bukan bukan
bukan kewajiban pemerintah daerah gitu
jadi dia taruhnya paling bawah nih
anggaran tuh ya sudah begitu pas sisa
anggaran ya sudah ini LH gitu oh ini
kebersihan seperti itu ditempatkan
Sehingga Pak Menteri juga mendekati Pak
Tito, Menteri Dalam Negeri untuk
mendorong dia menjadi urusan wajib yang
harus diselesaikan oleh pemerintah
daerah sehingga alokasi penganggaran.
Yang kelima yang penting sebenarnya,
Kang Andi, saya kasih contoh Banyumas
ya, karena emang sudah terjadi ya. Ini
juga mudah-mudahan ada yang dari
Banyumas ini. Ini contoh ya, yang
namanya sistem politik itu harus ee
sustainable ya. Karena ini 10 tahun
terakhir Bupati Banyumas namanya Pak
Husein itu sangat bagus mengeluar
lingkungan dari luar negeri itu belajar
ke Banyumas kangani. Nah sekarang pada
saat berganti dia sudah 10 tahun nih Pak
Husin ini ya penggantinya tidak terlalu
aware terhadap lingkungan. Sehingga saya
bilang gimana sistem politik ini bisa
ada apa ya istilnya dicry over lah
program-program bagusnya sehingga itu
dia bisa terbawa ke pemerintahan
berikutnya. Makanya saya ingin benar
bahwa kemarin Pak Menteri bilang, "Eh,
Pak, bisa enggak Bupati Walikota yang
lagi di apa di Magelang kemarin kalau
enggak salah ya sama Pak Prabowo itu
bisa enggak kita apa training itu bahasa
sehari gitu?" Wah, saya bilang harus
pendekatan ke Kemang Negeri itu agar
bisa ada waktu gitu berapa jam LH bisa
paparan itu gimana pemahaman terhadap
sampah dan sebagainya. Dan gini, Kang
Ai, yang keenam ee sebenarnya kita ada
punya program-program yang ICM mungkin
pernah dengar ya, integrity management
gitu
ya. Beberapa inisiatif yang kayak TKN
PSL ee tim ee apa penyelesaian sampah
nasional gitu
ya. Kebetulan ada programnya di kita
sama teman-teman MAPES sebenarnya ya,
tim koordinasi nasional penyelesaian
sampah.
Jadi kita ingin inisiatif itu bisa
memfasilitasi misalnya nih berapa tempat
ibadah di utara, di pantai, di Banten
yang di Bekasi dan sebagainya. Tapi
semua jadi jangan cuma contoh oh sekian.
Enggak. Misalnya nih, semua masjid
dikasih itu semua apa kayak tempat
sampah tapi agak besar gitu ya, tapi
cuman kayak kerangkeng gitu sehingga
botol minuman dan sebagainya masuk ke
situ. Tapi bukan sampah ya yang bisa ada
nilai sehingga kita bisa ukur tuh nanti
diresmikan oleh ketua dewan masjid
misalnya tapi semua rumah ibadah di
pantai ee apa kota-kota atau kabupaten
pesisir gitu harus ada. itu bisa diukur,
tapi kalau misalnya hanya contoh
beberapa ini enggak bisa. Sehingga saya
bilang sama teman-teman di TKNPS, nanti
kita bisa diskusikan lebih lanjut
bagaimana mengukur itu. Karena dari
survei nih indeks kepedulian masyarakat
ini masih dari tantangan kita e Kang
Andi itu baru
0,7 indeks kesadarannya sehingga masih
jauh kesadaran masyarakat terkait dengan
kuluan sampah.
Tapi yang kami ingin pastikan bahwa
kepedulian punten ya kayak teman-teman
ee KKP misalnya ini kita khawatir memang
terkait dengan mikroplastik Kang Andi.
Nanoplastik mikroplastik ini sangat kita
peduli kenapa? Takutnya kita nelateni
ini, ini malah menjadi penghambat
ikan-ikan kita, tuna dan sebagainya
masuk ke pasar internasional. Ini ngeri
juga kita kan kalau kita misalnya
melihat ke nanoplastik aja kan dia bisa
masuk ke ee jaringan-jaringan tumbuh
ikan tuh ngeri juga kan jadinya kalau
ikan kita ditolak karena ada nanoplastik
itu ya sehingga kami juga
mempertimbangkan itu. Tetapi bukan
berarti diabaikan. Makanya Pak Menteri
Hanif itu itu sangat apa ya sangat
bersemangat gitu ya. Tiap minggu, Sabtu
Minggu itu bagi kerja. Ini besok aja
nih. Punten ini Pak Menteri dari minggu
lalu udah udah nanya-nanya ini yang
namanya kenaikan IS Almasih itu bisa
boleh kerja enggak sih gitu? Itu kerja
terus tuh. Makanya besok katanya kata
teman-temanak, "Oh, boleh Pak
gini-gini." Akhirnya besok kerja tuh
beliau kunjungan ke daerah itu pada saat
Imlek apa Imlek itu satu ee Senin Selasa
Rebo libur waktu itu. Jadi dari Jumat
kami pergi itu Jumat, Sabtu, Minggu,
Senin, Selasa, Rabu, Kamis masuk kantor,
Pak. Saya bilang, "Wah ni kalau di
Singkawang Imlek kita sudah kerja kita
dimarahin. Kan banyak etnis Cina di
situ. Takut juga kita." Demikian
semangatnya. Dan program yang sangat
beliau ee ingin dorong adalah kayak tadi
memang karena aran Pak Prabowo juga Pak
Presiden terkait sama ketanan pangan
khususnya sampah ini banyak mempengaruhi
sumber-sumber pengembangan pangan kita
nih Kang Andi. Nah, mudah-mudahan dengan
dukungan ini ee pelatihan-pelatihan
seperti ini bisa menyadarkan kita semua
dan saya bisa diakses 24 jam silakan mau
konsultasi dan sebagainya. Dan setiap ee
apa ini contoh baik yang Jakarta lakukan
ya, Kang Andi. Jadi Jakarta dengan 11
atau 12 sungai yang masuk ke ke Teluk
Jakarta itu mulai dari atas mereka sudah
buat screen. Screen yang besar itu
semakin ke upstream itu semakin besar
jaringnya ya. Semakin ke hilir itu
semakin rapat. Saya pernah main ke saya
suka naik sepeda. Suatu ketika saya naik
sepeda ke apa ee museum bahari itu. Nah,
di sebelah itu kan ada sungai itu
screennya kayak 1 centti kurang itu
sehingga berkurang. Nah, cuman
kekhawatiran Jakarta gini kemarin bisa
jadi tetangga-tetangga kita, Pak. Kalau
dari kita sih saya jamin karena kita
sudah buat screen di semua sungai yang
begitu masuk ke laut itu screennya
sangat
sempit gitu dari atas. Nah, sekarang
kita ingin dorong supaya mulai dari
Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok,
Jakarta itu harus punya skrin yang sama,
model yang sama sehingga mengurangi
sampah yang masuk ke laut
melalui sungai yang ada di satu kawasan.
Dan pasti Kang Ani tahu yang di Bali
misalnya itu kan dari tahun 2000-an saya
buat model dengan teman-teman ITB itu
kan sampah yang masuk ke Kute dan
sebagainya itu kan dari tangga-tangga di
Jawa itu di sungai berantas Bengawan
Solo yang besar-besar itu kan belum ada
sprint di situ ya. Sehingga ini yang
kita ingin dorong bahwa model-model
pengelolaan terintegrasi antara hulu dan
hilir ini bisa di diterapkan. Insyaallah
nanti kalau misalnya Kang Andi ada waktu
nanti kita bisa ee sharing. Kami undang
ee di online-online meeting itu ya, kita
bisa ee berkontribusi, curah pikiran dan
sebagainya untuk mengendalikan sampah
yang masuk ke laut melalui media ee
sungai atau aktivitas yang ada di
daratan termasuk yang offsor dan
sebagainya juga kita kendalikan. Begitu,
Kang Andi.
Punten. Saya kembalikan ke Mas Budi, ya.
Oke. Baik. E ini ya apa penjelasan yang
sangat menarik ya ee namun sayang karena
waktunya terbatas jadi ee tidak bisa
lagi dilanjutkan di sini ya. Mungkin
nanti bagi Bapak dan Ibu yang ingin
berdiskusi atau bertanya kepada Pak ee
Agus Rusli bisa nanti ee bertanya ke
WhatsApp admin Anto ya Bapak dan Ibu.
Nanti akan diberikan nomor Pak Agus
Rusli begitu ya Pak ya. Saya izin
men-shai nomor ee Bapak ke Mas Bapak Ibu
peserta. Oke. Baik. Karena waktu karena
sudah lewat ya sebenarnya sudah lewat
setengah jam jadi tidak apa-apa karena
kebetulan supaya terangkat juga ya
pembahasan yang menarik ya. Ee jadi
mungkin dicukupkan untuk sampai sini.
Namun sebelum Pak Agus Rusri
meninggalkan ruangan, kita akan
dokumentasi terlebih dahulu. Jadi
silakan ee Bapak dan Ibu yang bisa oncam
ya. Namun mohon maaf hanya dua kali
pengambilan ya. Jadi silakan Bapak Ibu
oncam barangkali bisa ke screenshot
ya. Oke saya mulai hitung mundur dari
angka
5 4 3 2
1. Ya, sekali lagi Bapak dan Ibu.
ee 3 2
1. Oke, sudah terdokumentasi untuk Pak
Agus Rusli. Terima kasih banyak atas
penyampaian materinya. Sampai bertemu
lagi di Makasih, Kang Agus Shihin tadi.
Mudah-mudahan jadi amal ibadah kita
semua ya. Amin. Amin ya Allah.
Terima kasih, Pak. Silakan, Pak. Sampai
bertemu lagi nanti di acara berikutnya,
Pak I. Asalamualaikum. Masih.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Baik, Bapak dan Ibu,
berakhir sudah untuk webinar kali ini.
Ee sebelumnya saya ingatkan kembali
kepada Bapak dan Ibu untuk mengisi lebar
presensi sebagai syarat untuk
mendapatkan
e-certificate. Nah, pastikan sebelum
Bapak dan Ibu men-submit jawaban ee
tidak ada taipo antara nama sama
email-nya karena nanti akan mempengaruhi
penerbitan sertifikatnya. Baik, mungkin
itu saja dari saya. Saya Budi mohon izin
pamit undur diri. Ee segala hal yang
kurang berkenan mohon dimaafkan.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang dan selamat
melanjutkan aktivitas lainnya. Terima
kasih.