Webinar 108 Pengurangan Sampah Mulai dari Sumber Menuju Kemandirian Pengelolaan Sampah
1AOaE9maZXI • 2025-04-17
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id perorangan ataupun pemerhati lingkungan. Ekoed Edu selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang [Musik] berpengalaman, memberikan pengalaman langsung dengan praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manapun. Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Ed ini memang dari grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya. rasa gitu manfaatnya di kami terutama untuk ee para konsultan yang memerlukan tenaga-tenaga ahli sehingga saya memilih Eco Eduidu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu terdukti benar gitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada Edu yang akan menyenggarakan pelatihan. Nah, di sini juga saya banyak baca terlebih dahulu ya terkait informasi yang disediakan oleh. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut pelatihan gitu. Jadi saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana itu menyampaikan informasinya. Ego itu bagus karena tuh selalu tergini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau membernya itu bagus-bagus dan terbaiklah keannya. [Musik] Iya. Eh, yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan memaksimalkan skill-skill yang saya harapkan begitu ya. Tertang dalam pengin ejek saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update persoalan-persoalan jisan AMD terkini dari ahlinya langsing di lapangan begitu ya. Pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan EID ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat dimin ya itu luar biasa ee pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. [Musik] Eh, e-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. Learning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana aja. 4 juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari atas padan sebenarnya. Jadi apa namanya ya kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadanlah. Jadi menurut saya sepadan Bu karena memang e pelatihannya itu pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di ee sekitar lingkungan saya sendiri gitu. Nah, saya kira sepat sesuailah dengan apa yang [Musik] didapatkan. EKTP efektif, tepat, dan profesional, hemat, cermat, dan hebat, keren, profesional dan juga keginian. [Musik] Pengembangan sumber daya manusia adalah bagian dari proses dan tujuan dalam pembangunan Indonesia. Upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas salah satunya dapat dilakukan melalui pelatihan. Ekoedu hadir sebagai platform pelatihan lingkungan hidup yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia. Saat ini kami memiliki 15 paket pelatihan, yaitu persetujuan teknis AI limbah, persetujuan teknis emisi udara, persetujuan teknis limbah B3, penyusunan dokumen KLHS, penyusunan dokumen RPPLH, pemodelan kualitas air sungai, pemodelan dispersi udara, pemodelan air tanah, life cycle assessment, perhitungan emisi gas rumah kaca, pengelolaan banjir dan sedimentasi sungai, perancangan dan pemilihan insinerator sampah dan limbah B3, pemantauan kualitas udara dan air menggunakan sensor, pelatihan sistem informasi geografis, dan pelatihan remote sensing. Alumni pelatihan kami sudah lebih dari 2.500 orang yang berasal dari seluruh Indonesia. Pelayanan kami terbuka untuk perusahaan, pemerintahan, perorangan, ataupun pemerhati lingkungan. Ekoed Edu selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang berpengalaman. [Musik] memberikan pengalaman langsung dengan praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manapun. Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Edio ini memang dari grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya, karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya. terasa gitu manfaatnya di kami terutama untuk e para konsult hutan yang memerlukan tenaga-tenaga ahli gitu sehingga saya memilih Eco Edu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benar gitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada Eko Edu ya yang akan menyelenggarakan pelatihan. Nah, di sini juga saya banyak baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang disediakan oleh Paku. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut latihan di situ. Jadi, saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana Eko Idu menyampaikan informasinya. Eko edu itu bagus karena pelatihan-patihnya itu selalu tergini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya apa yang itu bagus-bagus dan terbaiklah ke depannya. [Musik] Iya. Ee yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang saya harapkan begitu ya. dalam penyimpinan dokumen AMDA eD saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update, persoalan-persoalan dalam jurusan AMDA terkini dari ahlinya langsung di lapangan begitu yang pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan EID ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat itu di e-learning ya. Itu luar biasa ee pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. [Musik] eh-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. Kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. Arning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di 7 sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana [Musik] aja. Juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari atas padan sebenarnya. Jadi apa namanya ya? Kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadanlah. Jadi menurut saya padan Bu karena memang e pelatihannya itu pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di e sekitar lingkungan saya sendiri gitu. Nah, saya kira sepat sesuailah dengan apa yang [Musik] didapatkan. EKP efektif, tepat, dan profesional, hemat, cermat, dan hebat, keren, profesional dan juga keginian. [Musik] Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi Bapak dan Ibu. Selamat datang kembali di webinar dari Eko Edu. Ya, ini merupakan webinar pertama setelah kita berlibur panjang, yakni berlibur lebaran kemarin. Ya, semoga semangat dalam menyimak webinar kali ini juga dalam keadaan baru ya, Bapak dan Ibu. Baik, mungkin sebelum Baik. Sebelumnya saya perkenalkan saya Budi yang akan menjadi ee atau yang akan menemani Bapak dan Ibu sampai ee pukul 12.00 nanti. Ee kemudian untuk webinar kali ini mengangkat tentang pengurangan sampah mulai dari sumber menuju kemandirian dan pengelolaan sampah. Ya, mungkin sebelum webinar dimulai alangkah baiknya kita berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa dipersilakan. Berdoa dicukupkan. Selanjutnya kita akan menyimak terlebih dahulu lagu Indonesia Raya. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Oke. Baik. Ee selanjutnya adalah sebelum kita masuk ke tema utama kita, yakni saya akan memperkenalkan terlebih dahulu ee tiga pelatihan yang akan diselenggarakan oleh Ekoed Edu. Yakni pertama ada pelatihan pemodelan kualitas air sungai, Kual PKW, dan WASP yang akan diselenggarakan pada tanggal 21 yang akan diselenggarakan pada pada tanggal 21 hingga 25 April 2025. ee Bapak dan Ibu bisa mulai mendaftar dari sekarang karena pelatihannya akan dimulai sekitar 4 hari lagi. Kemudian yang kedua yakni di minggu yang sama juga ada pelatihan dan sertifikasi operasional pengelolaan pengelolaan limbah berbahaya dan beracun atau OPLB3 ini juga sama diselenggarakan pada tanggal 21 hingga 25 April 2025. Nah, jadi untuk ee Senin depan Bapak dan Ibu bisa memilih salah satu di antara dua ee pelatihan ya, dua pelatihan untuk minggu depan. Kemudian untuk 2 minggu lagi yakni ada pelatihan life cycle assessment yang akan diselenggarakan pada tanggal 28 April hingga 2 Mei 2025. Bagi Bapak dan Ibu yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang Ekoed Edu Bapak dan Ibu bisa em mengontak WhatsApp kami, WhatsApp admin kami. Di sini ada admin Rilis dan admin Lisa. Lalu Bapak dan Ibu juga bisa mengunjungi sosial media kami, yakni di sini ada Instagram, YouTube channel, eh Facebook, eh X, dan website utama kami yakni www.coedu.co.id. Bagi Bapak dan Ibu yang sudah ee memutuskan untuk mengikuti pelatihan di Ecoedu, Bapak dan Ibu bisa mendaftarkan diri diri Bapak dan Ibu ke pendaftaranu.co.id. Oleh karena itu, kami tunggu Bapak dan Ibu di pelatihan. Salam lestari. Baik, kita kembali lagi ke tema webinar yang akan diangkat pada ee hari ini, yakni tentang pengurangan sampah mulai dari sumber menuju kemandirian pengelolaan sampah. Kita tahu bahwa sumber penghasil sampah adalah kita sebagai masyarakat, juga sebagai produsen. Sehingga di sini juga akan diajarkan atau diperkenalkan bagaimana caranya melakukan pengelolaan sampah dari sumber, yakni ee melakukan pengolah sampah secara mandiri dimulai dari rumah tangga seperti memilah, em mengumpulkan barangbarang bekas, kemudian dikirimkan ke pengepul atau sebagainya. Ya, kebetulan untuk pemateri kita ee hari ini adalah Bapak Agus Rusli, S., M.Si. Beliau merupakan Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular ee Kementerian Lingkungan Hidup atau BPLH. Kebetulan Bapak Agus Rusli sudah hadir di tengah kita ya. Sebentar ya Bapak dan Ibu. Kita tunggu sebentar untuk pematerinya. Ya. Baik. Kebetulan Bapak Agusnya, Bapak Agus Rusli sudah hadir di tengah-tengah kita. Saya akan sapa terlebih dahulu. Selamat pagi, Pak Agus. Pak Agus Rusli. Selamat pagi ee Bapak, Ibu, teman-teman semua. Iya. Bagaimana kabarnya Bapak Agus hari ini? Alhamdulillah baik. Sudah sempat berolahraga dulu tadi sebentar, lumayan. Jalan cepat 5 kilo. Kemarin sepedahan 25 kilo. 20 kilo. Ya, lumayan alhamdulillah. Wah, jadi ee bisa menyampaikan materi materi dengan bugar ya, Pak ya. Insyaallah semoga sehat selalu ya, Pak ya. Amin. Makasih. Teman-teman juga semua nih harusnya ee sehat dan semangat semua ya. Siap, Pak. Baik. Ee kalau begitu sudah siap, Pak, untuk menyampaikan materinya? I tadi saya kirim ke panitia itu materinya masih PDF. Boleh di-share juga? Saya belum. Malah, malah saya baru belum dapat ininya yang PPT-nya malahan kalau misalnya enggak keberatan di tayangkan yang PDF tadi. Oke. Baik, Pak. Ya, mau mungkin mohon tunggu sebentar ya, Pak. Ya, sudah dipan I kalau bisa tahu nih sebaran teman-teman. Peserta ini dari mana? Dari seluruh Indonesia ya? Atau sekitar Jakarta Raya? Halo. Jakarta hadir ya. Ya. Ini ada dari seluruh Indonesia, Pak. Indonesia ya? Iya. Ada yang dari ee tadi tuh saya lihat ada yang dari Sumatera Barat, kemudian ada juga yang dari daerah Sulawesi juga, Pak. Begitu. Ini ada yang Kota Baru, Pak. Iya. Iya. Sebentar ya, Pak, ya. Iya. Siap. Karawang, Medan. Iya, siap. Padang, Banda Aceh, Sampit, Bangka Belitung, Bengkulu, Sibo Langit, Jakarta. dari Mataram, dari Samarinda, Tanjung Balai, Tangerang. Siap. Wah, ini dari seluruh Indonesia nih kayaknya. Jambip ada ada dari Bekasi pasti ya. ya karena memang ee sekarang isu sampah ya sebenarnya tidak terlalu bicarakan karena memang permasalahan-permasalahan inilah yang akhir-akhir ini menjadi ee apa ya menjadi arus utama di banyak media gitu ya. Karena memang kita sudah agak lama abai terhadap permasalahan ini dan ya kita mindset kita masih ee melihat sampah itu sebagai masalah yang ee apa mungkin di urusan belakang rumah gitu. Padahal dia harusnya menjadi mainstream di ee awal-awal karena pada saat sampah tidak terkelola dan sebagainya itu akan mempengaruhi banyak aktivitas kita yang lain. Seperti itu. Sederhananya seperti itu ee Bapak dan Ibu sebagai ee pengisi ya, bahwa ee sampah itu memang harus selesai dari rumah kita sendiri. Kalau boleh saya mulai ee Bapak dan Ibu ya. Silakan, Pak. Sudah tershare screen, Pak. Siap. Siap. Siap. Makasih. Jadi saya ee pertama sangat berbahagia dalam pada pagi hari ini bisa sharing dengan banyak teman, banyak sahabat di dari seluruh Indonesia. Mudah-mudahan ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera buat kita semua. Om swastiastu, namo budhayya, salam kebajikan. kami ee Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkuler dari Kementerian Lingkungan Hidup Badan Pengendalian Lingkungan Hidup ingin ee menyampaikan pengurangan sampah mulai dari sumber menuju kemandirian pengelolaan sampah. ya sebagai ee pengantar kemandirian pengeluaran sampah itu berarti ee semua pemerintah daerah, pemerintah pusat, masyarakat, LSM dan sebagainya itu harus bisa menyelesaikan urusan sampahnya sendiri gitu ya pada itu yang yang filosofi dari e pengolan sampah yang ee harus kita lakukan ke depannya harus selesai dari diri sendiri ya. Lanjut. Silakan dilanjutkan ya. Jadi potret umumnya seperti ini, Bapak dan Ibu. Dan ee apa seperti tadi yang saya sampaikan, mungkin tidak terlalu nyaman untuk apa membicarakan yang memang ee harus kita selesaikan itu ya isu ini, isu sampah ini ya. terutama pada saat teman-teman atau sahabat-sahabat saya ini mendekati atau dekat rumahnya. Kalau mendekati itu cuman lewat dan sebagainya rumah yang dekat dengan fasilitas-fasilitas ini pastior dan sebagainya ya. ya potretnya seperti kita masih banyak ee tidak melakukan pemilahan di rumah misalnya seperti itu ya. Kemudian TPA dioperasikan masih secara open damping. Artinya open damping itu ya dia tinggal angkut buang kumpulin angkut buang gitu ya. Sehingga tidak ada ee intervensi untuk pengelolaan sebagaimana yang diatur di ee Undang-Undang 18 tahun 2008. Kemudian air lindi mencemari badan air. Dari sekian banyak ee TPA yang pernah kami kunjungi, hanya beberapa yang kami lihat melakukan pengelolan air linding. Kalaupun ada kolam lindingnya, dia tidak beroperasional normal seperti itu ya. Artinya ada ada inlet, ada outlet. Kemudian di antara inlet dan outlet itu berarti ada misalnya ee aasi, ada pengendapan fakultatif dan sebagainya. sampai kepada diuji misalnya kolam terakhir atau bak terakhir itu ada ee misalnya itu baru masuk ke ee badan air penerima gitu. Kemudian ada penghasil emisi gas rumah kaca. Karena peluruhan atau penguraian dari bahan organik itu menghasilkan ee CH4 menghasilkan metan yang daya rusak atmosfernya itu jauh lebih besar ee puluhan kali lipat dibanding dengan CO2. Kemudian tingginya potensi kebakaran yang TPA-nya masih open damping itu ada banyak metan dan ee terjadi kebakaran ya terjadi kebakaran terhadap ee TPA tersebut ya. tahun 2023 kalau tidak salah itu lebih 30 TPA kita ee terbakar karena metan banyak kemudian tidak terkelola pada saat ee suhu tinggi dan sebagainya itu tercipta api gitu ya sehingga banyak terbakar. Salah satunya yang tren mudah-mudahan ada teman dari Tangerang ya, Tangerang Selatan itu ee apa TPA Rawa Kucing ya terbakar beberapa minggu. kami waktu itu juga sempat melakukan pendampingan untuk pemadaman ee TP RW yang mengganggu transportasi udara di sekitar ee Tangerang waktu itu di Bandara Soekarno Hatta. Kemudian sarana prasarana yang kurang layak ya. Jadi banyak rata-rata kendaraan pengangkut dan sebagainya itu tidak atau sudah ee berumur kemudian covernya mungkin tidak tertutup sehingga masih banyak bau yang keluar. Mungkin waktu pengangkutan juga masih ee perlu diatur dengan lebih baik ya. karena tren ket digabung kok pada saat masuk ke ee tempat pengumpulan dan sebagainya sehingga kita untuk menghindari itu kita perlu untuk bisa mengatur misalnya untuk waktu-waktu tertentu misalnya organik yang diangkut kemudian hari-hari lainnya itu yang ee anorganik yang diangkut seperti itu sehingga bisa terkelola tidak tercampur ya. Kemudian tingginya biaya operasional. Kami minggu lalu melihat beberapa ee TPA yang ee dikelola profesional itu biaya per ton itu sekitar Rp100.000 Bapak dan Ibu ya. itu sudah terkelola baik dan ada apa penangkapan dari metannya untuk bahan bakar untuk memasak dan sebagainya ya seperti itu. Lanjut ya. Jadi kalau kita ee lihat konsep dan definisi dari ee pengelolaan sampah itu kita bisa kategorikan mana kewajiban masyarakat dan produsen, mana kewajiban pemerintah. Untuk masyarakat nih harusnya mulai ada pembatasan meminimalkan timbulan ya mulai dari sebelum dan dihasilkan produk kemasan. ini ini ee perusahaan ee penghasil ee makanan, minuman dalam kemasan ya. Harus mulai dari desain produk tersebut sudah melihat apakah desain ini ee apa ee penggunaan plastik maupun ee kertas dan sebagainya itu minimal apa tidak dan sebagainya. Kemudian pendaurat ulangan misalnya pemanfaatan kembali dan sebagainya. Di beberapa ee pusat perbelanjaan misalnya sudah tidak menggunakan plastik sebagai ee apa ee bungkus atau sebagai alat bawa dan sebagainya, tetapi menggunakan kardus, bekas dan sebagainya itu juga ee membantu mengurangi ya. Kemudian pemanfaatan pengguna ulang sampah yang dengan fungsi yang sama tanpa melalui pengolahan ya artinya sampah-sampah tersebut bisa ee dimanfaatkan kembali. Kemudian pengurangan kegiatan dilakukan oleh penghasil sampah untuk mengurangi sampah dari sumber timbulannya sampah. Semakin sedikit sampah yang masuk akan semakin memudahkan pengelolaan ee Bapak dan Ibu. Dan Bapak dan Ibu boleh ee melihat ya pada saat jumlah penduduk kita ya 280 juta sekarang ini kalau misalnya kita menghasilkan 12eng kilo saja ee sampah per hari per orang itu terbayang berapa juta ton sampah yang masuk ke TPA kita seperti itu. Kemudian ada kewajiban pemerintah misalnya melakukan ee ada pemilahan ya, kemudian ee memisahkan sampah sesuai jenis, sumber ee dan sifat dan sebagainya, kemudian pengumpulan pengambilan dari ee rumah, dari masing-masing tempat timbulnya sampah ke tempat penimbunan sementara dan sebagainya sampai ke TPA. Kemudian ada mengangkut, kemudian mengolah, dan memproses di akhir atau TPA tempat pemrosesan akhir. Dan kami sebenarnya mendorong sesuai dengan ee Undang-Undang 2008 yang namanya TPA itu hanya menempatkan yang namanya residu saja ya. Artinya maksimal sekitar 15% ya ee sisa sampah kita yang masuk ke T. Bentuk-bentuk residu yang biasanya misalnya nih sisa-sisa makanan yang mungkin tidak bisa terolah lagi ya sebenarnya yang boleh masuk ke TPA. Tapi yang terjadi kan semua tuh seolah-olah TPA adalah tempat pembuangan akhir padahal tempat pemprosesan akhir hanya resiko yang diproses situ. Ya. Kemudian kalau kita bisa ee lihat yang namanya penanganan adalah rangkaian kegiatan mulai dari ee apa timbulan kemudian kita kurangi, kita modifikasi, kita olah dan sebagainya sampai kepada ee TPA pemesasan akhir yang boleh ee dibuang yang diselenggarakan oleh pemerintah pemerintah daerah dan keterlibatan masyarakat. Ya, seperti itu. Oh, ini saya ini ada yang minta saya open kameranya ya, Pak. Ee mohon maaf, Pak ya. Tapi tadi ini Pak agak tidak stabil jaringannya. Iya, saya ya enggak apa-apa saya matiin ya kameranya ya. Ya boleh Pak. Siap. Makasih ya. Lanjut. ini pengolan sampah merupakan tanggung jawab semua. Saya saya melihat bahwa ee banyak masyarakat yang masih berpikir bahwa dengan melakukan misalnya membayar iuran, membayar apa ee pengangkutan misalnya dari e kawasan misalnya ya kawasan mungkin rumah sakit, kemudian ada pasar dan sebagainya. ya, sekolah dan sebagainya seolah-olah tanggung jawab itu selesai ya. Padahal harusnya kita melihat ini sebagai tanggung jawab semua pihak yang kita harus yakin benar ke mana sampah kita akan berakhir, ke mana sampah kita akan dibawa dan sebagainya. Ya, tadi pagi ini sebagai gambaran saja nih. Mudah-mudahan ada teman yang dari Bekasi hadir ya. TPA Burangkeng. TPA Murangkeng itu kapasitasnya sekitar 850 ton sebenarnya kapasitasnya, tapi terisi sampah yang masuk ke berangkeng itu hampir 2.400 ton 1 hari. Jadi lebihnya atau ee apa ekses kelebihan masuk TPA kapasitasnya itu lebih dari 1500-an ton masuk ke TPA burangkap hari. ya. Kita bisa ee lihat bahwa tanggung jawabnya kalau misalnya sebagai pengelola kawasan itu kita bisa kita harus mendapat keyakinan bahwa sampah yang kita hasilkan di kawasan kita menyerahkan kepada pihak ketiga diselesaikan itu yakin kita harus yakin benar itu masuk ke TPA atau diolah sebelum masuk ke TPA seperti itu. Itu harus diyakin ya. Jadi mulai dari tanggung jawab ee produsen ya, melaksanakan amanat dari undang-undang, kemudian Anda melaksanakan komitmen global karena ee sesuai dengan Peraturan Menteri LHK waktu itu ya nomor 75 tahun ituem apa? pemilik brand atau brand owner ya, produsen ee makanan, minuman, dalam kemasan atau yang lainnya juga itu harus bertanggung jawab terhadap ee limbah atau sampah yang dihasilkan oleh masyarakat yang merupakan limbah kemasannya seperti itu. malah ee kami juga sedang berkutat dengan ee teman-teman ee Asperindo namanya Bapak dan Ibu ya ee Asosiasi Pengantaran Expres kalau tidak salah ee apa panjangannya itu dia harus bertanggung jawab terhadap kemasan-kemasan barang-barang yang dikirimkan. Nah, ini juga kami ee sedang menilik ke sana bagaimana mereka bertanggung jawab terhadap ee limbah-limbah bungkus dari pengantaran ya. Bapak dan Ibu pasti sering belanja online. Kita bisa lihat itu jumlah sampah dari kemasan ya. Mau beli ee apa? mau beli taruhlah mau beli HP misalnya atau mau beli ee cover HP dan sebagainya itu kan tidak pecah gitu cover HP misalnya yang plastik itu tapi bungkusnya kan banyak banget ya kita harus perhatikan itu juga makanya kami juga komunikasi dengan teman-teman Askir ini untuk bisa mengendalikan itu. Kemudian filosofinya itu mengurangi sampah dari kemasan untuk membatasi timbulan ya sehingga diguna ulang di apa didaur ulang diguna ulang dan sebagainya. Nah, saat ini juga Kementerian Lingkungan Hidup itu mengeluarkan pelarangan terhadap importasi plastik, importasi kertas ya yang saat ini juga teman-teman asosiasi banyak keberatan terhadap bagaimana pengurangan itu karena mereka butuh bahan baku untuk diolah dan sebagainya. Kami juga mendorong bahwa teman-teman ee pengolah itu adalah ee dapat melakukan pendampingan kepada ee ee pelapak, pendampingan kepada bank sampah dan sebagainya sehingga ee jenis-jenis sampah yang diinginkan atau yang ditargetkan oleh pengolah itu bisa sesuai dengan kebutuhan mereka. artinya tidak bercampur dengan ee ee misalnya kertas tidak bercampur plastik atau tidak basah dan sebagainya sehingga sesuai dengan ee mutu yang mereka ee perlukan untuk diolah. Kemudian pemerintah daerah itu menyiapkan payung hukum regulasi di tingkat daerah misalnya ya. Jadi ee pengaturan-pengaturan bagaimana ee sampah itu tidak langsung ditransportasikan, di ee kumpulkan, diangkut dan dibuang ke TPA, tetapi ada proses sehingga di beberapa daerah juga harus membuat TPS 3R, kemudian membangun bank sampah unit, bank sampah induk dan sebagainya sehingga mereka juga bisa mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA dan beberapa tempat juga sudah melakukan pengolahan-pengolahan seperti itu. Jadi buat apa? Buat ee ee rumah kompos dan sebagainya dan sebagainya Bapak dan Ibu ya. termasuk infrastruktur. Banyak teman-teman PU juga membantu memfasilitasi karena secara ee apa ee fungsi Kementerian PU itu membantu untuk membangunkan fasilitas-fasilitas ee pengolah ee sampah di semua ee daerah ya Bapak dan Ibu. Kemudian masyarakat juga harus melakukan perubahan perilaku ya harus memilah dari rumah Bapak dan Ibu memilik masyarakat juga memiliki pilihan dalam menerapkan konsumsi yang bertanggung jawab ya responsible consumption sesuai dengan SDG eh nomor 12 Bapak dan Ibu. Jadi walaupun misalnya kita ee mampu membeli dan sebagainya, kita juga harus bertanggung jawab terhadap konsumsi kita sehingga mungkin tidak berlebihan. Sebagai gambaran Bapak dan Ibu silakan cek ya pada saat Ramadan kemarin ya itu pasti volume sampah di semua daerah itu pasti naik. Padahal harusnya dengan kita berpuasa mengurangi sampah ee mengurangi ee makan dan sebagainya harusnya volume sampah itu berkurang Bapak. Tapi kejadiannya sebaliknya, justru di bulan Ramadan kemarin tuh banyak TPA-TPA yang ee apa menyampaikan ke kami bahwa oh kalau bulan Ramadan itu naik sekitar 30% atau 20% Pak dibanding dengan bulan-bulan biasa seperti itu. Ini menggambarkan pola konsumsi kita masih ee apa tidak menyesuaikan dengan ee berapa kebutuhan kita sehingga harusnya bulan Ramadan itu jumlah sampah lebih sedikit. Logika sederhananya seperti itu. Lanjut. Nah, ini transisi pengelolaan sampah ya menuju zero waste, zero emission. Memang sangat utopis ya, sangat apa? Terlalu filosofi memang awang-awang ya. Zero waste, zero emission ya. sesuatu yang kelihatannya sih ee apa menantang untuk dilaksanakan ya. Dan kami juga sebenarnya mendorong bahwa yang namanya ee zero itu bisa. Artinya tetap kita tetap ada ee apa melakukan pengurangan-pengurangan tapi dioptimalkan pengurangan itu sehingga hanya sedikit saja yang kita ee apa tempatkan di lingkungan di TPA dan sebagainya. ya, konsep eh cradle to grave e artinya dari ee sumber sampai kepada penampungan akhir gitu ya. Sampah itu menjadi beban pencemar ya. Itu konsepnya kumpul, angkut, buang ya. Dia melihat itu sampah sebagai sumber pencemar. Tidak ada perubahan perilaku minim sampah. Artinya dia mengkonsumsi di rumah. Mungkin kalau bayangan saya semakin ber ee berbudaya harusnya kita lebih sedikit menghasilkan sampah karena kita hanya ee mengkonsumsi yang kita butuhkan, membeli yang kita butuhkan saja bukan yang kita inginkan ya. Kemudian tidak ada pengurangan sampah dari sumber ya. Kita harus berusaha mengurangi kalau kita misalnya membeli ini sampahnya kira-kira banyak apa tidak? Kalau misalnya kita mengkonsumsi ini sampahnya banyak apa tidak dan sebagainya itu mindset itu harus diciptakan, harus di harus dipupuk di dalam ee diri kita masing-masing atau keluarga atau teman, sahabat dan sebagainya. Kemudian ee linear ekonomi. Jadi ya gitu-gitu aja ya memproduksi, dikonsumsi dan dibuang. Gitu aja nih proses ya. itu mungkin ee sejak 2008 Undang-Undang 18 itu kita masih ee melihat ini sebagai ee hal yang kita lakukan sehari-hari. Bisnis IOL aja ya kita kumpulkan, kita angkut, kita buang. Nah, sekarang kita menuju ke sircular ekonomi. Jadi intinya adalah bagaimana ada nilai-nilai pemanfaatan ya. Sederhananya misalnya pada saat kita menghasilkan limbah organik misalnya sisa makanan dan sebagainya. Limbah organik itu kita bisa buat jadi pupuk, kita bisa buat jadi ee apa? budidaya magot misalnya. Kalau pupuk untuk tanaman tanaman tumbuh ee buahnya atau sayurannya dan sebagainya itu kita manfaatkan. Jadi dia sirkuler berputar seperti itu Bapak dan Ibu. Sama juga misalnya kayak kita pelihara magot. Jadi sisa makanan kita kasih ee magot. Magotnya tumbuh besar, magotnya kita keringkan dan sebagainya untuk pakan ternak atau pakan ikan atau kita ee apa cangkangnya kita buat ee pupuk ikannya kita konsumsi ee telurnya dari ee apa ayam kita konsumsi telurnya dan sebagainya. Jadi dia berputar seperti itu ya. Meredesain kemasan ya. Misalnya ini kalau saya enggak tahu ya kayak misalnya ee kemasan rokok misalnya. Rokok kan kalau kalau menurut menurut saya itu kan sudah ada bungkus kertas gitu ya. sebenarnya enggak perlu lagi dibungkus plastik misalnya atau ee kemasan-kemasan yang lain misalnya sudah ada ee sudah ada ee bungkus yang cukup baik sehingga ee mutu dari ee yang dikemas itu misalnya tidak berubah dalam kurun waktu tertentu misalnya ya enggak perlu dibungkus plastik lagi misalnya seperti itu. Jadi dari desain itu sudah diatur dan sebagainya. kemudian mengundang ulang ya dan mendar ulang. Saya sih kalau dari zaman waktu kami kecil atau teman-teman juga mungkin yang usia-usianya ee kelahiran tahun 0-an misalnya atau 80-an itu penggunaan plastik itu sangat sedikit, sangat jarang lah ya. Jadi kalau misalnya dulu kita beli soto atau beli makanan dan sebagainya itu rata-rata pakai rantang ya. pakai ada pakai jarang yang pakai pembungkus tapi sekarang semua itu pakai plastik beli bakso pakai plastik beli siomai pakai plastik dan sebagainya ya malah tren anak-anak muda sekarang beli siomai itu masukin plastik terus plastiknya dibolongin gitu ya saya enggak tahu tuh e istilahnya apa, tapi itu kan apa susah untuk dibersihkan plastik itu gitu itulah residues-residunya kemudian saya juga tidak mau menyalakan plastik karena kita mendapat nilai kemanfaatan plastik yang sangat banyak, sangat besar, ya. Dan yang kita dorong adalah bagaimana plastik itu bisa termatkan berulang-ulang ya. Kita bisa gunakan lebih ee berkali-kali lagi ee sampah ee plastik tersebut gitu sehingga kita bisa ee lihat itu sebagai asas kemanfaatan. Jadi tidak menggunakan plastik sekali pakai. Nah, sekarang lagi tren Bapak dan Ibu. Saya lihat di anak-anak muda tuh di di mall dan sebagainya makan dan sebagainya itu sudah jarang pakai cuci tangan. Dia pakainya plastik yang tipis gitu ya. Pakai tangan kayak sarung tangan tapi plastik tipis gitu. Dia dia makan begitu sudah selesai dia tinggal buka itu selesai. Padahal bayangan saya itu residu apalagi makan-makanan yang ada minyak dan sebagainya itu pasti agak susah atau sulit dibersihkan. Ya, ini nih tren yang mungkin saya enggak tahu itu negatif atau apa, tapi ee dari sisi konsumen sih pasti ee efektif gitu. Tangan enggak kotor, ngurangi penggunaan air, tapi hasilnya sampai jadi banyak seperti itu. Kemudian mencapai sustainable cities dan communities. Jadi ee kita di global juga harus menyesuaikan atau perlu menyesuaikan dengan inisiatif global bagaimana kota-kota dikembangkan secara berkelanjutan. Artinya sampahnya terkelola. Pada saat sampah terkelola itu pasti penyakit yang berbasis air itu kurang. Ee tikus mungkin nyamuk, lalat dan sebagainya itu kurang. sehingga kita lebih berbudaya, kota itu lebih maju karena bersih dan mencapai responsible consumption. Artinya, Bapak dan Ibu, coba deh saya berharap juga ee Bapak dan Ibu pada saat mengkonsumsi ini kelebihan enggak ini kalau misalnya saya makan ini limbahnya gimana, kalau kita mengkonsumsi ini di keluarga sampahnya akan banyak atau sedikit dan sebagainya. mungkin kita harus mulai mempertimbangkan itu dalam pola-pola konsumsi kita mendatang, Bapak dan Ibu. Lanjut. Nah, ini roadmap-nya ya. Jadi kita ee mulai dari tahun 2025, Pak Menteri juga ee ee mungkin sekitar Februari lalu atau Januari sudah mengedarkan surat kepada semua bupati walikota untuk menyusun roadmap percepatan pengurangan sampah 2025 sampai 2026. Sehingga harapannya semua pemerintah daerah sudah memiliki ee pemahaman yang baik bahwa mereka harus mengurangi sampahnya ya. tidak ada penambahan landfill baru ya, landfil open dumping apalagi nih kemudian tidak ada pembakaran secara terbuka karena memang paling mudah itu membakar Bapak dan Ibu tapi paling tinggi emisinya karena ee apa asapnya bisa ke tempat lain ya tidak terkelola dan sebagainya. Kemudian mayoritas industri kertas daur ulang menggunakan plastik e menggunakan kertas daur ulang dalam negeri. ya kita harapkan memang pengguna-pengguna plastik itu ee ee daur ulang itu menggunakan sumber atau mencari sumber atau memanfaatkan ee plastik-plastik kertas daur ulang dalam negeri ya sehingga ee mengurangi sampah ee ee anorganik dan memberi nilai kemanfaatan dari ee sampah anorganik tersebut karena kita guna ulang ya banyak produsen produsen ee kertas menggunakan kembali kertas ee limbah dan sebagainya. banyak produsen-produsen ee kemasan plastik menggunakan kembali plastiknya. Dan kami sesuai dengan Permen 75 tahun 2019 itu juga mendorong semua produsen untuk melakukan ee apa menggunakan secara persentase ee dengan persentase tertentu gitu memanfaatkan ee darur ulang di dalam produk-produknya. peningkatan pengelolaan sampah yang tidak masuk landfil ya. Jadi yang masuk landfil adalah yang hanya residu Bapak dan Ibu dan ee pengembangan ee PLTSA pemakai listrik tenaga sampah misalnya seperti itu, baik RDF maupun SRF atau jumputan padat. Dan kita juga mendorong ya ada biodigestor artinya ee limbah-limbah organik itu bisa diambil metannya ya. Kemudian kita mendorong bagaimana magot itu dibuat untuk biomassa dan sebagainya. Nah, saat ini kami juga sedang komunikasi dengan beberapa Direktorat yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan ya, khususnya Direktorat ee Pakan Ikan gitu ya, dan ee di Kementerian Pertanian untuk Direktorat Pakan Ternak untuk bisa menyerap magot yang dihasilkan dari ee apa pengolahan-pengolahan ee sisa makanan organik seperti itu. sehingga nantinya magot ini dimanfaatkan untuk sebagai sumber protein untuk pakan ternak maupun pakan ikan. Kita mendorong 50% ya industri menggunakan kertas daur ulang atau plastik daur ulang itu dalam dari dalam negeri sehingga mereka melakukan pendampingan terhadap banyak ee apa pelapak atau bank sampah dan sebagainya. Kemudian tahun 2000 40 kita harapkan semua industri daur ulang, kertas maupun plastik menggunakan sumber dari dalam negeri sehingga kita harus mendorong mereka itu mengambil limbah kertas, limbah plastik dan sebagainya yang berasal dari dalam negeri. memang awalnya ada gejolak Bapak dan Ibu karena ee pengalaman teman-teman pengolah ee plastik dan sebagainya dalam negeri itu menyampaikan bahwa kalau kita pesan atau kita impor limbah plastik di luar negeri misalnya dari India maupun dari ee beberapa tempat lain misalnya Banglades dan sebagainya itu berapa kontainer yang kita pesan itu semuanya sama tapi kalau dalam negeri mungkin 10 kontainer itu campur-campur gitu loh. kami sampaikan bahwa kita harus melakukan pendekatan kepada teman-teman yang ada di ee apa di semua daerah khususnya yang ee bank sampah, kemudian ee pelapak dan sebagainya untuk bisa sesuai dengan kebutuhan dari teman-teman pendaur ulang ya. sehingga tahun 2050 kita harapkan zero landfill. Artinya hanya residu malahan yang kita buang. Sehingga semua daerah ya itu harus berusaha untuk mengurangi sampah dan mulai dari ee apa semua aktivitas-aktivitas yang ada di masyarakat bisa mengurangi karena sampah ini tanggung jawab kita semua ya. Bukan hanya pemerintah atau pemerintah daerah, tapi semua kita bertanggung jawab untuk mengurangi sampah yang kita hasilkan sehari-hari. Nah, menuju zero emission tahun 2060 sesuai dengan janji pemerintah loh ya. bukan janji Pak Jokowi, bukan janji Pak Prabowo atau bahkan bukan janjinya Pak ee SBY sebelumnya, tapi janji pemerintah Indonesia untuk zero emission 2060 or sooner. Jadi eh janji untuk zero emisi tahun 2060 atau lebih cepat. Bukan berarti kita enggak induk tahun-tahun itu, tetapi emisi yang kita hasilkan itu diserap oleh sektor itu. Misalnya kehutanan pada saat dia mengemisi, ditebang, dan sebagainya, tetapi penanaman jauh lebih banyak dari yang ditebang misalnya seperti itu. Atau kita mengkonsumsi tetap karena kita hidup kita menghasilkan limbah tapi limbah itu langsung diolah sehingga tidak ada limbah yang masuk ke TPA dan sebagainya. Itu zero emission. pendekatan ee kita artinya kita tetap bisa hidup dan kita bisa melakukan pengolahan 100% dari limbah yang kita hasilkan, Bapak dan Ibu itu eh filosofinya ya, zero emission. Takutnya teman-teman nanya lagi, "Loh, enggak mungkin dong kita hidup masa enggak ada emisi atau kita tidak mengurangi sampah dan sebagainya kan enggak mungkin. Tapi limbah atau sampah yang kita hasilkan itu kita olah semua. Jadi tidak ada yang dibuang ke lingkungan. Idealnya yang kita harapkan tahun 2060 seperti itu. Lanjut. Mengapa kita harus mengurangi memilah sampah dan mengolah sampah? Ya, pertama dia mengurangi beban timbulan sampah di TPS ya. Tempat penimpanan sementara. Mengurangi tingkat pencemaran air, udara, dan tanah. Bapak dan Ibu, sampah yang kita hasilkan dan dibuang ke TPA dengan cara open dumping artinya tidak ditutup dengan tanah ya, tidak ada apa ee ee pelingkupan sehingga metan ini tidak keluar dan sebagainya itu bisa mengurangi potensi emisi dari metan. Kemudian lininya dikelola itu berarti mengurangi potensi limbah yang mengandung apa ee mikroba, penyakit dan sebagainya masuk ke badan air. Bisa jadi masuk ke ee sistem air permukaan dan masuk ke sumur Bapak dan Ibu yang rumahnya mungkin dekat atau tidak jauh dari TPA misalnya seperti itu ya. atau masuk ke sungai ikannya kita makan misalnya seperti itu ya tercemar. Kemudian udara Bapak dan Ibu pasti udara yang bersih di perumahan tertentu itu nilai rumahnya berbeda dengan udara yang di perumahan yang tidak jauh dari tempat pemosesan akhir misalnya seper itu logis, sangat logis dan banyak pengembang-pengembang kita harus dorong bahwa jika sampah itu dikelola dengan baik maka sampah itu tidak bisa tidak mungkin keluar bau karena dia harus selesai dalam hari yang sama sehingga tidak ada peluruhan atau penguraian dari ee bahan organik oleh ee mikroba dan sebagainya sehingga menghasilkan bau. Kemudian mempermudah proses pengolahan sampah berdasarkan jenisnya. Ya, kalau boleh secara sederhana Bapak dan Ibu di rumah masing-masing atau sebarkan ke tetangga, ke grup WA dan sebagainya harus punya dua wadah minimal di dalam rumah. untuk yang organik dan anorganik. Artinya organik ini sisa makanan, sisa sayur, sisa olahan dapur nyebutnya SOD gitu ya. Itu yang dibuang dibuat misalnya kayak pupuk, buat magol dan sebagainya. Nah, sisa plastik, kertas dan sebagainya itu mungkin bisa di storkan di bank sampah ya. Kemudian memperpanjang umur pakai TPA ya. Saya tadi lupa-lupa ingat tuh mau nyebut-nyebut jumlah penduduk gitu ya. Kalau misalnya saya penggemar Oma Irama Bapak dan Ibu. Jadi pada saat tahun -an Bang Haji Omirama itu pernah mengeluarkan lagu yang judulnya 100 150 juta penduduk Indonesia ya. Itu tahun 0-an, Bapak dan Ibu. Sekarang tahun 2025 itu penduduk Indonesia sudah 28 juta. Jadi tidak aktual lagi lagu itu dinyanyikan karena sudah berbeda jauh ya ee jumlah penduduk ya. Mengurangi biaya pengelolaan sampah. Artinya pada saat Bapak dan Ibu itu mengurangi limbah atau sampah organik masuk ke TPA itu mengurangi beban pengolahan yang tadinya secara volume sampah misalnya untuk DKI Jakarta contohnya misalnya 8.000 R ton satu hari. Pada saat efektif semua airway di Jakarta itu punya bank sampah ya. Semua airway di Jakarta itu punya ee pengolahan ee sampah organik untuk buat pupuk, kompos dan sebagainya. Berarti mengurangi jauh sebenarnya jumlah sampah yang masuk ke TPA. Tetapi kejadiannya masih banyak ini sampah-sampah masuk ke TPA. sehingga kami juga bersama-sama dengan teman-teman Jakarta untuk melihat bagaimana ee intervensi dari program itu bisa mempengaruhi ee pengurangan sampah yang masuk ke TPA ya sehingga yang namanya ee apa ee timbangan dan sebagainya TPA itu jadi penting untuk melihat atau jumlah penghitungan ee apa rit dari truk dan sebagainya pengangur sampah itu bisa kurang ya. Jadi jangan tetap misalnya ee tetap misalnya 1000 truk misalnya 1000 truk kalau misalnya ini sekitar 4.000 R ton misalnya ya, kalau 4 ton satu berarti pada saat kita intervensi program dan sebagainya itu berkurang misalnya 50% harusnya cuman 500 stuk saja misalnya yang masuk ke TPA sehingga ada intervensi bukan berarti nanti supaya jadi enggak ada kerjaan ya, tetapi ada pola pemanfaatan sumber daya yang harus dikreatifkan oleh ee pemerintah daerah misalnya seperti itu. sehingga pemanfaatan sumber daya itu bisa digunakan untuk kepentingan yang lain ya tentunya juga dengan sumber daya manusia tersebut sehingga efektivitas pengelolaan sampah tetap jalan. Jadi jangan sampai ee kita ngurangi sampah terus stroknya berkurang tapi ee apa sori ritasinya berkurang tapi truknya tetap sama jumlahnya 1.000 ya enggak pas kalau menurut saya sehingga harus ada adjustment ya penyesuaian terhadap ee jumlah atau volume sampah yang masuk ke TP. Lanjut. Nah, ini Indonesia sedang dalam kondisi darurat sampah ya. Sampai saat ini menurut SIPSN ya, sampah yang kita kelola tahun 2023 itu 39,01% ya artinya hampir 40% itu di lingkungan ya, tidak terkelola maksudnya bisa jadi itu ke bank sampah misalnya ya. yang kita ee apa kita kelola dan sebagainya bisa jadi kelapak dan sebagainya sehingga yang namanya data informasi dalam pengola sampah itu menjadi sangat penting untuk mengatur bagaimana pengalokasian sumber daya kita. Kemudian sebagian besar TPA sudah overload ya. Sebagian besar TPA dikelola secara open damping Bapak dan Ibu ya. kami sampaikan tadi nyebut keramat nih TPA open dumping dan dioperasional open dampingnya oleh Pak Menteri pada tanggal 10 Maret 2025 lalu ya sehingga semua teman-teman ee di wilayah yang TPA-nya termasuk open damping dan ditutup aktivitas open damping oleh pemerintah itu harus dan harus melakukan aksi atau merubah sistem operasionalnya dengan ee menjadi sanitary landfill atau control landfill. Artinya sederhananya pada saat menerapkan eh sanitary landfill, begitu sampah masuk langsung ditutup. Masuk langsung ditutup. Jadi apa setiap hari itu ditutup oleh tanah dengan tanah sehingga metannya tidak keluar penguraian bahan organik itu tidak ke keluar yang sehingga menimbulkan bau Bapak dan Ibu. Tapi kalau misalnya yang control and feel itu mungkin secara berkala hari-hari tertentu misalnya setelah 3 atau 4 hari baru ditutup dan sebagainya sehingga masih ada timbul bau kalau setelah ee dua atau 3 hari Bapak dan Ibu ya. Kita bisa lihat di gambar kiri bawah ya yang terbuang ke lingkungan sekian persen. Kemudian pengurangan sampah hanya 13,61%. yang ditangani ya itu 25,4% misalnya ya TP open dampingnya masih 21,8% dari jumlah total 56,63 juta ton sampah yang dihasilkan oleh Indonesia atau secara umum di semua ee kabupaten kota seluruh Indonesia ya. Nah, kita juga Pak Menteri juga sudah menyusun tim pendampingan TPA TPA yang ditutup operasional open dampingnya sehingga nanti semua TPA itu diampingi oleh tim ya untuk melihat atau memantau progres perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah daerah yang bersangkutan atau sebagai ee penanggung jawab dari TPA tersebut misalnya. Lanjut. Ee ini perbaikan tata kelol sampah. Jadi dari sisi perencanaan, pemerintah daerah perlu menyusun dokumen perencanaan yang berkualitas ya sebagai dasar mengembangkan misalnya mengembangkan bagaimana pengolan sampah ke depannya. Jadi tidak yang tak sampaikan di slide-slide sebelumnya itu semua rekam apa ee langkah-langkahnya harus disiapkan oleh pemerintah daerah dalam bentuk misalnya dokumen peta jalan penyelesaian sampah di daerahnya atau di ee apa wilayahnya seperti itu. Ada spektrumulasi misalnya beberapa daerah juga sudah saya kami yakin punya niat yang baik ya sehingga keluar tuh banyak Perda dan sebagainya. atau per grup atau perob ya atau per wali untuk mengendalikan sampah sehingga law enforcement ya dari kegiatan atau dari ee Perda atau peraturan-peraturan di tingkat daerah itu harus di tegakkan untuk melihat efektivitas dari ee regulasi tersebut. Aspek kelembagaan juga ya diperlukan fungsi regulasi operator pengelolaan sampah. kami lihat memang kita harus ee memberdayakan bagaimana pengelolaan-pengelolan sampah yang baik. Kami sudah mengidentifikasi atau Pak Menteri sudah melakukan kunjungan ke banyak tempat, banyak TPA dan mungkin ada beberapa TPA yang ee beliau nilai atau kita nilai itu cukup ideal ya operasionalnya dengan biaya yang mungkin tidak terlalu mahal juga. sehingga itulah yang harus di sebarlaskan, harus didorong kepada pemerintah kabupaten, kota lainnya untuk bisa di adopsi atau diterapkan di TPA-nya masing-masing. Ya, kami juga melihat bahwa ee harus ada semacam ee badan layanan umum daerah misalnya untuk bisa melihat bagaimana pemanfaatan-pemanfaatan sampah lanjutan untuk bisa di ee dikembangkan ya semacam untuk kompos, untuk magon dan sebagainya sehingga peran serta dari pemerintah daerah juga sebagai pengawal atau pengampu dari ee isu-isu itu sampah di daerahnya. Kemudian pendanaan kami sebenarnya mendorong bagaimana alokasi dana APBD yang ada di setiap daerah kabupaten kota yang memiliki TPA itu minimal 3% dari ee APBD-nya Bapak dan Ibu untuk pengelolaannya ya. ya. Padahal di situ juga ada termasuk ee belanja pegawai dan sebagainya, tapi hanya untuk pengelolaannya Bapak dan ya 3%. Tapi ee ini sebagai informasi pada saat 10 Maret Pak Menteri menutup kegiatan pendamping itu semua ya semua bergolak gitu ya. bagaimana mengelola sampah dia dan sebagainya, bagaimana dengan pembuangan sampah berikutnya dan sebagainya. Ya, di banyak tempat seperti itu. Ada di Tiungan, ada di Basirih dan sebagainya. Mudah-mudahan teman-teman Jogja hadir ya. Di Basirih, di Kalimantan Selatan misalnya itu banyak akhirnya sampah yang tidak terkelola atau dibuang sembarangan dan sebagainya. Ya, yang kita dorong adalah bagaimana teman-teman pemerintah daerah itu bisa melihat ini sebagai peluang untuk mendekati masyarakat, untuk bersama sama dengan masyarakat, untuk melakukan pengurangan pemilahan di tempat sehingga berkurang sampah yang akan masuk ke lingkungan. Ada alternatif juga misalnya dengan menggunakan ee apa? insinerator misalnya, tetapi tetap dengan melihat bagaimana efektivitas, kemudian bagaimana mengendalikan cemaran, emisi udara dan sebagainya. S ee karena insentrator yang kita ee apa yang ideal adalah bisa mengurangi ee sampah, kemudian baku emisi udaranya juga terkontrol. Artinya ee suhu ruang bakarnya itu minimal 1000 derajat sehingga mengurangi peluang rilisnya di oksin furan sebagai ee apa? Sebagai hasil emisi dari pembakaran-pembakaran yang tidak sempurna seperti itu. Sehingga itu bisa memicu kanker. Kita akan mendapat penyakit lagi ke depannya lebih berat jika kita menghirup dioksin kuran banyak seperti itu ya. itu kemudian mengoptimalkan retribusi. Banyak daerah juga masih menerapkan retribusi dan mendorong ya stratifikasi retribusi untuk daerah untuk kawasan-kawasan misalnya yang sudah mengelola. Sederhananya seperti ini, Bapak dan Ibu. pada saat misalnya rumah saya nih ya mengelola sampah sehingga sampah itu berkurang dari satu kawasan dari rumah saya misalnya seperti itu. Pada saat sampah atau bayar sampah misalnya Rp100.000 misalnya 1 bulan, pada saat sampah yang dihasilkan dari satu perumahan lebih sedikit harusnya dia bayar lebih murah karena secara volume lebih sedikit sampah yang di angkut ya. semakin sedikit semakin murah ee model-model itu tuh harus dikembangkan sehingga mendorong semacam eh apa reward and punishment reward-nya pada saat dia ngeluaran sampah lebih baik hanya residu dia bayarnya mungkin ya cuma 20% dari total biaya pengelolaan sampah misalnya di kawasan atau di ee perumahan misalnya seperti itu ya ini harus di dibuat bagaimana kita memberikan ee reward seperti itu. pastinya bisa karena teman-teman yang mohon maaf nih teman-teman yang di Bekasi, di Bogor, Tangerang ya ee Depok misalnya yang menggunakan ee apa sistem transportasi massal dengan kereta api ya itu buktinya bisa merubah kebiasaan yang masyarakat tadinya menggunakan kereta api ya menggunakan kereta dari Bogor misalnya itu mengangkut buah buah ngangkut duren, ngangkut ini jualan segala macam di kereta itu. Sekarang bisa bersih, tertib tidak banyak orang jualan di tidak banyak tidak ada belan orang yang jualan di kereta ada mungkin online gitu ya. Jadi enggak ada sampah, enggak ada enggak ada bentuk barangnya gitu di kereta itu bisa sama juga dengan sampah. Harapan kami ingin agar kita mengelola sampah jauh lebih baik sehingga sampah yang keluar ke lingkungan itu jauh lebih sedikit dari apa yang kita lihat. Aspek teknis misalnya pembangunan infrastruktur pengelolan sampah untuk meningkatkan kapasitas pengelolan sampah di daerah ya. Fasilitas sampah dari pengelolan sampah dari hulu sampai ke hilir sehingga masuk ke lingkungan itu sangat-sangat sedikit gitu. Kemudian hanya resido yang masuk ke hanya resido saja yang masuk ke ee TPA misalnya partisipasi masyarakat diperlukan ya masyarakat harus sadar sekarang kebanyakan kalau kita sakit perut atau mules dan sebagainya kita oh ini masuk angin oh ini karena mungkin masih oh ini kesambet ini segala macam padahal mungkin ya kita mengkonsumsi makanan yang sudah tercemar lalat dan sebagainya nya atau mungkin yang sudah ada ee kesentuh oleh ee tikus dan sebagainya ya. Sehingga itu padahal penyakit dari karena kita tidak mengolah sampah kita dengan baik sehingga muncullah tikus, muncul kecoa, muncul lalat hijau misalnya atau lalat dan sebagainya ya. Sehingga masyarakat harus paham bahwa jika kita mengelola lingkungan dengan baik, sampah dengan baik, pasti penyakit juga berkurang. Sehingga nilai kemanfaatan secara tidak langsung yang dirasakan oleh masyarakat adalah pada saat sampah tidak banyak di lingkungan. Bapak dan Ibu menguatkan ee I jadi menguatkan ee ee peran masyarakat bisa bertanggung jawab untuk mengurangi sampah kita. Seperti itu, Bapak dan Ibu. Kami harap ee apa? masyarakat juga terbiasa karena tren-tren masyarakat juga harus ya saya melihat media sosial gitu ya itu bisa mengurangi sampah yang ee masuk ke lingkungan tetapi anak-anak muda itu bisa menyebarluaskan ee jumlah sampah yang masuk ke ee lingkungan ya melalui ee FB misalnya Instagram, TikTok dan sebagainya itu bisa ee mengurangi ee apa ee animo untuk menghasilkan sampah. Kami juga ee melihat masyarakat harus diajarkan, harus apa? bertransformasi, merubah perilaku, meruba
Resume
Categories