Webinar 108 Pengurangan Sampah Mulai dari Sumber Menuju Kemandirian Pengelolaan Sampah
1AOaE9maZXI • 2025-04-17
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
perorangan ataupun pemerhati lingkungan.
Ekoed Edu selalu berusaha menyajikan
pelatihan yang berkualitas dengan
menghadirkan pengajar yang
[Musik]
berpengalaman, memberikan pengalaman
langsung dengan
praktikum dan e-learning yang dapat
diakses di manapun.
Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan
Eco Ed ini memang dari grup-grup di
alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut
pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh
bisa dianggap menarik ya karena mereka
pengetahuan mereka tentang yang pengin
mereka ketahui itu meningkat gitu ya.
Kemudian skill-skill yang dihasilkan
dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa
dilihat begitu ya. rasa gitu manfaatnya
di kami terutama untuk ee para konsultan
yang memerlukan tenaga-tenaga ahli
sehingga saya memilih Eco Eduidu dan
sempat mengikuti pelatihannya juga dan
itu terdukti benar gitu. Nah, saya lihat
Instagram itu ada Edu yang akan
menyenggarakan pelatihan. Nah, di sini
juga saya banyak baca terlebih dahulu ya
terkait informasi yang disediakan oleh.
Nah, menurut saya itu menjadi hal yang
membuat tertarik untuk ikut pelatihan
gitu. Jadi saya sering lihat di
Instagram gitu bagaimana itu
menyampaikan informasinya. Ego itu bagus
karena tuh selalu tergini terus
mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau
membernya itu bagus-bagus dan terbaiklah
keannya.
[Musik]
Iya. Eh, yang pertama memang tentu saja
ini meningkatkan dan memaksimalkan
skill-skill yang saya harapkan begitu
ya. Tertang dalam pengin ejek saya jadi
bisa lebih produktif, lebih efektif juga
ee punya update gitu ya, update-update
persoalan-persoalan jisan AMD terkini
dari ahlinya langsing di lapangan begitu
ya. Pengalamannya tidak diragukan.
Menurut saya pelatihan yang disediakan
EID ini sangat bermanfaat sekali dan
mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada
teknologi terbaru yang saya dapat dimin
ya itu luar biasa ee pembelajarannya
juga mudah sekali untuk dipahami.
Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga
menambah ilmu pengetahuan yang banyak
banget.
[Musik]
Eh, e-learning ini memang di memang
sangat diperlukan sekali ya, terutama
untuk kita yang dengan keterbatasan
pengetahuan kemudian juga waktu mungkin
ee itu memberikan kita kesempatan untuk
kembali mengingat, kembali mendengarkan
paparan-paparan yang mungkin kurang
jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang
sesering mungkin yang kita inginkan.
kita juga bisa review kembali sehingga
belajar kita bisa lebih efektif dan
efisien. Learning itu membantu sekali
ketika pada saat penyampaian materi ada
yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya
bisa lihat materi itu di
sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil
materi terus lihat video yang bisa
diakses kapan aja dan di mana aja.
4 juta dengan informasi yang kami
peroleh itu jauh dari atas padan
sebenarnya. Jadi apa namanya ya kalau
saya bilang terlalu murah itu jadi
sepadanlah. Jadi menurut saya sepadan Bu
karena memang e pelatihannya itu pun
sangat membantu ya dalam menyelesaikan
satu pekerjaan yang ada di ee sekitar
lingkungan saya sendiri gitu. Nah, saya
kira sepat sesuailah dengan apa yang
[Musik]
didapatkan.
EKTP efektif, tepat, dan profesional,
hemat, cermat, dan hebat, keren,
profesional dan juga keginian.
[Musik]
Pengembangan sumber daya manusia adalah
bagian dari proses dan tujuan dalam
pembangunan
Indonesia. Upaya membangun sumber daya
manusia yang berkualitas salah satunya
dapat dilakukan melalui pelatihan.
Ekoedu hadir sebagai platform pelatihan
lingkungan hidup yang bertujuan untuk
meningkatkan kinerja dan kualitas sumber
daya manusia.
Saat ini kami memiliki 15 paket
pelatihan, yaitu persetujuan teknis AI
limbah, persetujuan teknis emisi udara,
persetujuan teknis limbah B3, penyusunan
dokumen KLHS, penyusunan dokumen RPPLH,
pemodelan kualitas air sungai, pemodelan
dispersi udara, pemodelan air tanah,
life cycle assessment, perhitungan emisi
gas rumah kaca, pengelolaan banjir dan
sedimentasi sungai, perancangan dan
pemilihan insinerator sampah dan limbah
B3, pemantauan kualitas udara dan air
menggunakan sensor, pelatihan sistem
informasi geografis, dan pelatihan
remote
sensing. Alumni pelatihan kami sudah
lebih dari 2.500 orang yang berasal dari
seluruh Indonesia. Pelayanan kami
terbuka untuk perusahaan, pemerintahan,
perorangan, ataupun pemerhati
lingkungan. Ekoed Edu selalu berusaha
menyajikan pelatihan yang berkualitas
dengan menghadirkan pengajar yang
berpengalaman.
[Musik]
memberikan pengalaman langsung dengan
praktikum dan e-learning yang dapat
diakses di manapun.
Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan
Eco Edio ini memang dari grup-grup di
alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut
pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh
bisa dianggap menarik ya, karena mereka
pengetahuan mereka tentang yang pengin
mereka ketahui itu meningkat gitu ya.
Kemudian skill-skill yang dihasilkan
dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa
dilihat begitu ya. terasa gitu
manfaatnya di kami terutama untuk e para
konsult hutan yang memerlukan
tenaga-tenaga ahli gitu sehingga saya
memilih Eco Edu dan sempat mengikuti
pelatihannya juga dan itu terbukti benar
gitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada
Eko Edu ya yang akan menyelenggarakan
pelatihan. Nah, di sini juga saya banyak
baca terlebih dahulu ya terkait tentang
informasi yang disediakan oleh Paku.
Nah, menurut saya itu menjadi hal yang
membuat tertarik untuk ikut latihan di
situ. Jadi, saya sering lihat di
Instagram gitu bagaimana Eko Idu
menyampaikan informasinya. Eko edu itu
bagus karena pelatihan-patihnya itu
selalu tergini terus mengikuti zaman dan
juga pelatihnya apa yang itu bagus-bagus
dan terbaiklah ke depannya.
[Musik]
Iya. Ee yang pertama memang tentu saja
ini meningkatkan dan maksimalkan
skill-skill yang saya harapkan begitu
ya.
dalam penyimpinan dokumen AMDA eD saya
jadi bisa lebih produktif, lebih efektif
juga ee punya update gitu ya,
update-update, persoalan-persoalan dalam
jurusan AMDA terkini dari ahlinya
langsung di lapangan begitu yang
pengalamannya tidak diragukan. Menurut
saya pelatihan yang disediakan EID ini
sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk
aksesnya gitu. Jadi ada teknologi
terbaru yang saya dapat itu di
e-learning ya. Itu luar biasa ee
pembelajarannya juga mudah sekali untuk
dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti
dan juga menambah ilmu pengetahuan yang
banyak banget.
[Musik]
eh-learning ini memang di memang sangat
diperlukan sekali ya, terutama untuk
kita yang dengan keterbatasan
pengetahuan kemudian juga waktu mungkin
ee itu memberikan kita kesempatan untuk
kembali mengingat, kembali mendengarkan
paparan-paparan yang mungkin kurang
jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang
sesering mungkin yang kita inginkan.
Kita juga bisa review kembali sehingga
belajar kita bisa lebih efektif dan
efisien.
Arning itu membantu sekali ketika pada
saat penyampaian materi ada yang
ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa
lihat materi itu di 7 sangat membantu
Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus
lihat video yang bisa diakses kapan aja
dan di mana
[Musik]
aja. Juta dengan informasi yang kami
peroleh itu jauh dari atas padan
sebenarnya. Jadi apa namanya ya? Kalau
saya bilang terlalu murah itu jadi
sepadanlah. Jadi menurut saya padan Bu
karena memang e pelatihannya itu pun
sangat membantu ya dalam menyelesaikan
satu pekerjaan yang ada di e sekitar
lingkungan saya sendiri gitu. Nah, saya
kira sepat sesuailah dengan apa yang
[Musik]
didapatkan.
EKP efektif, tepat, dan profesional,
hemat, cermat, dan hebat, keren,
profesional dan juga keginian.
[Musik]
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi Bapak dan Ibu.
Selamat datang kembali di webinar dari
Eko Edu. Ya, ini merupakan webinar
pertama setelah kita berlibur panjang,
yakni berlibur lebaran kemarin. Ya,
semoga semangat dalam menyimak webinar
kali ini juga dalam keadaan baru ya,
Bapak dan Ibu. Baik, mungkin sebelum
Baik. Sebelumnya saya perkenalkan saya
Budi yang akan menjadi ee atau yang akan
menemani Bapak dan Ibu sampai ee pukul
12.00 nanti. Ee kemudian untuk webinar
kali ini mengangkat tentang pengurangan
sampah mulai dari sumber menuju
kemandirian dan pengelolaan sampah. Ya,
mungkin sebelum webinar dimulai alangkah
baiknya kita berdoa menurut agama dan
kepercayaan masing-masing. Berdoa
dipersilakan.
Berdoa dicukupkan. Selanjutnya kita akan
menyimak terlebih dahulu lagu Indonesia
Raya.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Oke. Baik. Ee selanjutnya adalah sebelum
kita masuk ke tema utama kita, yakni
saya akan memperkenalkan terlebih dahulu
ee tiga pelatihan yang akan
diselenggarakan oleh Ekoed Edu. Yakni
pertama ada pelatihan pemodelan kualitas
air sungai, Kual PKW, dan WASP yang akan
diselenggarakan pada tanggal
21 yang akan diselenggarakan pada pada
tanggal 21 hingga 25 April 2025. ee
Bapak dan Ibu bisa mulai mendaftar dari
sekarang karena pelatihannya akan
dimulai sekitar 4 hari lagi. Kemudian
yang kedua yakni di minggu yang sama
juga ada pelatihan dan sertifikasi
operasional pengelolaan pengelolaan
limbah berbahaya dan beracun atau OPLB3
ini juga sama diselenggarakan pada
tanggal 21 hingga 25 April 2025. Nah,
jadi untuk ee Senin depan Bapak dan Ibu
bisa memilih salah satu di antara dua ee
pelatihan ya, dua pelatihan untuk minggu
depan. Kemudian untuk 2 minggu lagi
yakni ada pelatihan life cycle
assessment yang akan diselenggarakan
pada tanggal 28 April hingga 2 Mei 2025.
Bagi Bapak dan Ibu yang ingin mengetahui
lebih lanjut tentang Ekoed Edu Bapak dan
Ibu bisa em mengontak WhatsApp kami,
WhatsApp admin kami. Di sini ada admin
Rilis dan admin Lisa. Lalu Bapak dan Ibu
juga bisa mengunjungi sosial media kami,
yakni di sini ada Instagram, YouTube
channel, eh Facebook, eh X, dan website
utama kami yakni www.coedu.co.id.
Bagi Bapak dan Ibu yang sudah ee
memutuskan untuk mengikuti pelatihan di
Ecoedu, Bapak dan Ibu bisa mendaftarkan
diri diri Bapak dan Ibu ke
pendaftaranu.co.id. Oleh karena itu,
kami tunggu Bapak dan Ibu di pelatihan.
Salam lestari.
Baik, kita kembali lagi ke tema webinar
yang akan diangkat pada ee hari ini,
yakni tentang pengurangan sampah mulai
dari sumber menuju kemandirian
pengelolaan sampah. Kita tahu bahwa
sumber penghasil sampah adalah kita
sebagai masyarakat, juga sebagai
produsen. Sehingga di sini juga akan
diajarkan atau diperkenalkan bagaimana
caranya melakukan pengelolaan sampah
dari sumber, yakni ee melakukan pengolah
sampah secara mandiri dimulai dari rumah
tangga seperti memilah, em mengumpulkan
barangbarang bekas, kemudian dikirimkan
ke pengepul atau sebagainya. Ya,
kebetulan untuk pemateri kita ee hari
ini adalah Bapak Agus Rusli, S., M.Si.
Beliau merupakan Direktur Pengurangan
Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular
ee Kementerian Lingkungan Hidup atau
BPLH. Kebetulan Bapak Agus Rusli sudah
hadir di tengah
kita ya. Sebentar ya Bapak dan Ibu. Kita
tunggu sebentar untuk pematerinya.
Ya. Baik. Kebetulan Bapak Agusnya, Bapak
Agus Rusli sudah hadir di tengah-tengah
kita. Saya akan sapa terlebih dahulu.
Selamat pagi, Pak Agus. Pak Agus
Rusli. Selamat pagi ee Bapak, Ibu,
teman-teman semua.
Iya. Bagaimana kabarnya Bapak Agus hari
ini? Alhamdulillah baik. Sudah sempat
berolahraga dulu tadi sebentar, lumayan.
Jalan cepat 5 kilo. Kemarin sepedahan 25
kilo. 20 kilo. Ya, lumayan
alhamdulillah.
Wah, jadi ee bisa menyampaikan materi
materi dengan bugar ya, Pak ya.
Insyaallah semoga sehat selalu ya, Pak
ya. Amin. Makasih. Teman-teman juga
semua nih harusnya ee sehat dan semangat
semua ya. Siap, Pak. Baik. Ee kalau
begitu sudah siap, Pak, untuk
menyampaikan materinya? I tadi saya
kirim ke panitia itu materinya masih
PDF. Boleh di-share juga? Saya belum.
Malah, malah saya baru belum dapat
ininya yang PPT-nya malahan kalau
misalnya enggak
keberatan di tayangkan yang PDF tadi.
Oke. Baik, Pak. Ya, mau mungkin mohon
tunggu sebentar ya, Pak. Ya, sudah dipan
I kalau bisa tahu nih sebaran
teman-teman.
Peserta ini dari mana? Dari seluruh
Indonesia ya? Atau sekitar Jakarta
Raya? Halo.
Jakarta hadir ya. Ya. Ini ada dari
seluruh Indonesia, Pak. Indonesia ya?
Iya. Ada yang dari ee tadi tuh saya
lihat ada yang dari Sumatera Barat,
kemudian ada juga yang dari daerah
Sulawesi juga, Pak. Begitu. Ini ada yang
Kota Baru, Pak. Iya. Iya. Sebentar ya,
Pak, ya. Iya.
Siap. Karawang,
Medan. Iya, siap. Padang, Banda Aceh,
Sampit, Bangka Belitung, Bengkulu, Sibo
Langit, Jakarta.
dari
Mataram, dari Samarinda, Tanjung Balai,
Tangerang.
Siap. Wah, ini dari seluruh Indonesia
nih kayaknya.
Jambip ada ada dari Bekasi pasti ya.
ya karena
memang ee
sekarang isu sampah ya sebenarnya tidak
terlalu bicarakan karena memang
permasalahan-permasalahan inilah yang
akhir-akhir ini menjadi ee apa ya
menjadi arus utama di banyak media gitu
ya. Karena memang kita sudah agak
lama abai terhadap permasalahan ini dan
ya kita mindset kita masih ee melihat
sampah itu sebagai masalah yang ee apa
mungkin di urusan belakang rumah gitu.
Padahal dia harusnya menjadi mainstream
di ee awal-awal karena pada saat sampah
tidak terkelola dan sebagainya itu akan
mempengaruhi banyak aktivitas kita yang
lain. Seperti itu. Sederhananya seperti
itu ee Bapak dan Ibu sebagai ee pengisi
ya, bahwa ee sampah itu memang harus
selesai dari rumah kita sendiri.
Kalau boleh saya mulai
ee Bapak dan Ibu ya. Silakan, Pak. Sudah
tershare screen, Pak.
Siap. Siap. Siap.
Makasih. Jadi saya ee pertama sangat
berbahagia dalam pada pagi hari ini bisa
sharing dengan banyak teman, banyak
sahabat di dari seluruh Indonesia.
Mudah-mudahan ya. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Selamat
pagi, salam sejahtera buat kita semua.
Om swastiastu, namo budhayya, salam
kebajikan. kami ee Direktur Pengurangan
Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkuler
dari Kementerian Lingkungan Hidup Badan
Pengendalian Lingkungan
Hidup ingin ee menyampaikan pengurangan
sampah mulai dari sumber menuju
kemandirian pengelolaan sampah.
ya sebagai
ee
pengantar kemandirian pengeluaran sampah
itu berarti ee
semua pemerintah daerah, pemerintah
pusat, masyarakat, LSM dan sebagainya
itu harus bisa menyelesaikan urusan
sampahnya sendiri gitu ya pada itu yang
yang filosofi dari e pengolan sampah
yang ee harus kita lakukan ke depannya
harus selesai dari diri sendiri ya.
Lanjut. Silakan dilanjutkan ya. Jadi
potret umumnya seperti ini, Bapak dan
Ibu. Dan ee apa seperti tadi yang saya
sampaikan, mungkin tidak terlalu nyaman
untuk apa membicarakan yang memang
ee harus kita selesaikan itu ya isu ini,
isu sampah ini ya.
terutama pada saat teman-teman atau
sahabat-sahabat saya
ini
mendekati atau
dekat rumahnya. Kalau mendekati itu
cuman lewat dan sebagainya rumah yang
dekat dengan
fasilitas-fasilitas ini pastior dan
sebagainya ya. ya potretnya seperti kita
masih banyak ee tidak melakukan
pemilahan di rumah misalnya seperti itu
ya. Kemudian TPA dioperasikan masih
secara open damping. Artinya open
damping itu ya dia tinggal angkut buang
kumpulin angkut buang gitu ya. Sehingga
tidak ada ee intervensi untuk
pengelolaan sebagaimana yang diatur di
ee Undang-Undang 18 tahun 2008. Kemudian
air
lindi mencemari badan
air. Dari sekian banyak ee TPA yang
pernah kami kunjungi, hanya beberapa
yang kami lihat melakukan pengelolan air
linding. Kalaupun ada kolam lindingnya,
dia tidak beroperasional normal seperti
itu ya. Artinya ada ada inlet, ada
outlet. Kemudian di antara inlet dan
outlet itu berarti ada
misalnya ee aasi, ada pengendapan
fakultatif dan sebagainya. sampai kepada
diuji misalnya kolam terakhir atau bak
terakhir itu ada ee misalnya itu baru
masuk ke ee badan air penerima gitu.
Kemudian ada penghasil emisi gas rumah
kaca.
Karena peluruhan atau penguraian dari
bahan organik itu
menghasilkan
ee CH4 menghasilkan metan yang daya
rusak atmosfernya itu jauh lebih besar
ee puluhan kali lipat dibanding dengan
CO2. Kemudian tingginya potensi
kebakaran yang TPA-nya masih open
damping itu ada banyak metan dan ee
terjadi
kebakaran ya terjadi kebakaran terhadap
ee TPA tersebut ya. tahun 2023 kalau
tidak salah itu lebih 30 TPA kita ee
terbakar karena metan banyak kemudian
tidak terkelola pada saat ee suhu tinggi
dan sebagainya itu tercipta api gitu ya
sehingga banyak terbakar. Salah satunya
yang tren mudah-mudahan ada teman dari
Tangerang ya, Tangerang Selatan
itu ee apa TPA Rawa Kucing ya terbakar
beberapa minggu. kami waktu itu juga
sempat melakukan pendampingan untuk
pemadaman ee TP RW yang mengganggu
transportasi udara di sekitar ee
Tangerang waktu itu di Bandara Soekarno
Hatta. Kemudian sarana prasarana yang
kurang layak ya.
Jadi banyak rata-rata kendaraan
pengangkut dan sebagainya itu tidak atau
sudah ee berumur kemudian covernya
mungkin tidak tertutup sehingga masih
banyak bau yang
keluar. Mungkin waktu pengangkutan juga
masih ee perlu diatur dengan lebih baik
ya. karena tren ket digabung kok pada
saat masuk ke ee tempat pengumpulan dan
sebagainya sehingga kita untuk
menghindari itu kita perlu untuk bisa
mengatur misalnya untuk waktu-waktu
tertentu misalnya organik yang diangkut
kemudian hari-hari lainnya itu yang ee
anorganik yang diangkut seperti itu
sehingga bisa terkelola tidak tercampur
ya. Kemudian tingginya biaya
operasional. Kami minggu lalu melihat
beberapa ee
TPA yang ee dikelola profesional itu
biaya per ton itu sekitar Rp100.000
Bapak dan Ibu ya. itu sudah terkelola
baik dan ada apa penangkapan dari
metannya untuk bahan bakar untuk memasak
dan sebagainya ya seperti itu.
Lanjut ya. Jadi kalau
kita ee
lihat konsep dan definisi dari ee
pengelolaan sampah itu kita bisa
kategorikan mana kewajiban masyarakat
dan produsen, mana kewajiban pemerintah.
Untuk masyarakat nih harusnya mulai ada
pembatasan meminimalkan timbulan ya
mulai dari sebelum dan dihasilkan produk
kemasan. ini ini ee perusahaan ee
penghasil ee makanan, minuman dalam
kemasan ya. Harus mulai dari desain
produk tersebut sudah melihat apakah
desain ini ee apa
ee penggunaan plastik maupun ee kertas
dan sebagainya itu minimal apa tidak dan
sebagainya.
Kemudian pendaurat ulangan misalnya
pemanfaatan kembali dan sebagainya. Di
beberapa ee pusat perbelanjaan misalnya
sudah tidak menggunakan plastik sebagai
ee apa ee bungkus atau sebagai alat bawa
dan sebagainya, tetapi
menggunakan kardus, bekas dan sebagainya
itu juga ee membantu mengurangi ya.
Kemudian pemanfaatan pengguna ulang
sampah yang dengan fungsi yang sama
tanpa melalui pengolahan ya artinya
sampah-sampah tersebut bisa ee
dimanfaatkan kembali. Kemudian
pengurangan kegiatan dilakukan oleh
penghasil sampah untuk mengurangi sampah
dari sumber timbulannya sampah. Semakin
sedikit sampah yang masuk akan semakin
memudahkan pengelolaan ee Bapak dan Ibu.
Dan Bapak dan Ibu boleh ee melihat ya
pada saat jumlah penduduk kita ya 280
juta sekarang ini kalau misalnya kita
menghasilkan 12eng kilo saja ee sampah
per hari per
orang itu terbayang berapa juta ton
sampah yang masuk ke TPA
kita seperti itu.
Kemudian ada kewajiban pemerintah
misalnya melakukan ee ada pemilahan ya,
kemudian ee memisahkan sampah sesuai
jenis, sumber ee dan sifat dan
sebagainya, kemudian pengumpulan
pengambilan dari ee rumah, dari
masing-masing tempat timbulnya sampah ke
tempat penimbunan sementara dan
sebagainya sampai ke TPA. Kemudian ada
mengangkut, kemudian mengolah, dan
memproses di akhir atau TPA tempat
pemrosesan akhir. Dan kami sebenarnya
mendorong sesuai dengan ee Undang-Undang
2008 yang namanya TPA itu
hanya
menempatkan yang namanya residu saja ya.
Artinya
maksimal sekitar
15%
ya
ee sisa sampah kita yang masuk ke
T. Bentuk-bentuk residu yang biasanya
misalnya nih sisa-sisa makanan yang
mungkin tidak bisa terolah lagi ya
sebenarnya yang boleh masuk ke TPA. Tapi
yang terjadi kan semua tuh seolah-olah
TPA adalah tempat pembuangan akhir
padahal tempat pemprosesan akhir hanya
resiko yang diproses situ. Ya. Kemudian
kalau kita bisa ee lihat yang namanya
penanganan adalah rangkaian kegiatan
mulai dari ee apa timbulan kemudian kita
kurangi, kita modifikasi, kita olah dan
sebagainya sampai kepada
ee TPA pemesasan akhir yang boleh ee
dibuang yang diselenggarakan oleh
pemerintah pemerintah daerah dan
keterlibatan masyarakat.
Ya, seperti
itu. Oh, ini saya ini ada yang minta
saya open kameranya ya, Pak. Ee mohon
maaf, Pak ya. Tapi tadi ini Pak agak
tidak stabil jaringannya. Iya, saya ya
enggak apa-apa saya matiin ya kameranya
ya. Ya boleh Pak. Siap. Makasih ya.
Lanjut.
ini pengolan sampah merupakan tanggung
jawab semua. Saya saya melihat bahwa
ee banyak masyarakat yang masih berpikir
bahwa dengan melakukan misalnya membayar
iuran, membayar apa ee pengangkutan
misalnya dari e kawasan misalnya ya
kawasan mungkin rumah sakit, kemudian
ada pasar dan sebagainya.
ya, sekolah dan sebagainya seolah-olah
tanggung jawab itu selesai ya. Padahal
harusnya kita melihat ini sebagai
tanggung jawab semua pihak yang kita
harus yakin benar ke mana sampah kita
akan berakhir, ke mana sampah kita akan
dibawa dan sebagainya. Ya, tadi pagi ini
sebagai gambaran saja nih. Mudah-mudahan
ada teman yang dari Bekasi hadir ya. TPA
Burangkeng. TPA Murangkeng itu
kapasitasnya sekitar
850 ton sebenarnya
kapasitasnya, tapi terisi sampah yang
masuk ke berangkeng itu hampir 2.400 ton
1 hari. Jadi lebihnya atau ee apa ekses
kelebihan masuk TPA kapasitasnya itu
lebih dari
1500-an
ton masuk ke TPA burangkap hari.
ya. Kita bisa ee lihat bahwa tanggung
jawabnya kalau misalnya sebagai
pengelola kawasan itu kita bisa kita
harus mendapat keyakinan bahwa sampah
yang kita hasilkan di kawasan kita
menyerahkan kepada pihak ketiga
diselesaikan itu yakin kita harus yakin
benar itu masuk ke TPA atau diolah
sebelum masuk ke TPA seperti itu. Itu
harus diyakin ya. Jadi mulai dari
tanggung jawab ee produsen ya,
melaksanakan amanat dari undang-undang,
kemudian Anda melaksanakan komitmen
global karena ee sesuai dengan Peraturan
Menteri LHK waktu itu ya nomor 75 tahun
ituem apa?
pemilik brand atau brand owner ya,
produsen ee makanan, minuman, dalam
kemasan atau yang lainnya juga itu harus
bertanggung jawab terhadap ee limbah
atau sampah
yang dihasilkan oleh masyarakat yang
merupakan limbah kemasannya seperti itu.
malah ee kami juga sedang berkutat
dengan ee teman-teman ee Asperindo
namanya Bapak dan Ibu ya ee Asosiasi
Pengantaran Expres kalau tidak salah ee
apa panjangannya itu dia harus
bertanggung jawab terhadap
kemasan-kemasan barang-barang yang
dikirimkan. Nah, ini juga kami ee sedang
menilik ke sana bagaimana mereka
bertanggung jawab terhadap ee
limbah-limbah bungkus dari pengantaran
ya. Bapak dan Ibu pasti sering belanja
online. Kita bisa lihat itu jumlah
sampah dari kemasan ya. Mau beli ee apa?
mau
beli taruhlah mau
beli HP misalnya atau mau beli ee cover
HP dan sebagainya itu kan tidak pecah
gitu cover HP misalnya yang plastik itu
tapi bungkusnya kan banyak banget ya
kita harus perhatikan itu juga makanya
kami juga komunikasi dengan teman-teman
Askir ini untuk bisa mengendalikan itu.
Kemudian filosofinya itu mengurangi
sampah dari kemasan untuk membatasi
timbulan ya sehingga diguna ulang di apa
didaur ulang diguna ulang dan
sebagainya. Nah, saat ini juga
Kementerian Lingkungan Hidup itu
mengeluarkan pelarangan terhadap
importasi plastik, importasi kertas ya
yang saat ini juga teman-teman asosiasi
banyak keberatan terhadap bagaimana
pengurangan itu karena mereka butuh
bahan baku untuk diolah dan sebagainya.
Kami juga mendorong bahwa teman-teman ee
pengolah itu adalah ee dapat melakukan
pendampingan kepada ee ee pelapak,
pendampingan kepada bank sampah dan
sebagainya sehingga ee jenis-jenis
sampah yang diinginkan atau yang
ditargetkan oleh pengolah itu bisa
sesuai dengan kebutuhan mereka. artinya
tidak
bercampur dengan ee ee misalnya kertas
tidak bercampur plastik atau tidak basah
dan sebagainya sehingga sesuai dengan ee
mutu yang mereka ee perlukan untuk
diolah. Kemudian pemerintah daerah itu
menyiapkan payung hukum regulasi di
tingkat daerah misalnya ya. Jadi ee
pengaturan-pengaturan bagaimana ee
sampah itu tidak langsung
ditransportasikan, di ee kumpulkan,
diangkut dan dibuang ke TPA, tetapi ada
proses sehingga di beberapa daerah juga
harus membuat TPS 3R,
kemudian membangun bank sampah unit,
bank sampah induk dan sebagainya
sehingga mereka juga bisa mengurangi
volume sampah yang masuk ke TPA dan
beberapa tempat juga sudah melakukan
pengolahan-pengolahan seperti itu. Jadi
buat apa? Buat ee ee rumah kompos dan
sebagainya dan sebagainya Bapak dan Ibu
ya. termasuk
infrastruktur. Banyak teman-teman PU
juga membantu memfasilitasi karena
secara ee apa ee fungsi Kementerian PU
itu membantu untuk membangunkan
fasilitas-fasilitas ee pengolah ee
sampah di semua ee daerah ya Bapak dan
Ibu. Kemudian masyarakat juga harus
melakukan
perubahan perilaku ya harus memilah dari
rumah Bapak dan Ibu memilik masyarakat
juga memiliki pilihan dalam menerapkan
konsumsi yang bertanggung jawab ya
responsible consumption sesuai dengan
SDG eh nomor 12 Bapak dan Ibu.
Jadi walaupun misalnya kita ee mampu
membeli dan sebagainya, kita juga harus
bertanggung jawab terhadap konsumsi kita
sehingga mungkin tidak berlebihan.
Sebagai gambaran Bapak dan Ibu silakan
cek ya pada saat Ramadan kemarin ya itu
pasti volume sampah di semua daerah itu
pasti naik.
Padahal harusnya dengan kita berpuasa
mengurangi sampah ee mengurangi ee makan
dan sebagainya harusnya volume sampah
itu berkurang Bapak. Tapi kejadiannya
sebaliknya, justru di bulan Ramadan
kemarin tuh banyak TPA-TPA yang ee apa
menyampaikan ke kami bahwa oh kalau
bulan Ramadan itu naik sekitar 30% atau
20% Pak dibanding dengan bulan-bulan
biasa seperti itu. Ini menggambarkan
pola konsumsi kita masih ee apa tidak
menyesuaikan dengan ee berapa kebutuhan
kita sehingga harusnya bulan Ramadan itu
jumlah sampah lebih sedikit. Logika
sederhananya seperti itu.
Lanjut. Nah, ini
transisi pengelolaan sampah ya menuju
zero waste, zero emission. Memang sangat
utopis ya, sangat apa? Terlalu filosofi
memang awang-awang ya. Zero waste, zero
emission ya. sesuatu yang kelihatannya
sih ee apa menantang untuk dilaksanakan
ya. Dan kami juga sebenarnya mendorong
bahwa yang namanya ee zero itu bisa.
Artinya tetap kita tetap ada ee apa
melakukan pengurangan-pengurangan tapi
dioptimalkan pengurangan itu sehingga
hanya sedikit saja yang kita ee apa
tempatkan di lingkungan di TPA dan
sebagainya. ya, konsep eh cradle to
grave e artinya dari ee sumber sampai
kepada penampungan akhir gitu ya. Sampah
itu menjadi beban pencemar ya. Itu
konsepnya kumpul, angkut, buang ya. Dia
melihat itu sampah sebagai sumber
pencemar. Tidak ada perubahan perilaku
minim sampah. Artinya dia mengkonsumsi
di rumah. Mungkin kalau bayangan saya
semakin ber ee berbudaya harusnya kita
lebih sedikit menghasilkan sampah karena
kita hanya ee mengkonsumsi yang kita
butuhkan, membeli yang kita butuhkan
saja bukan yang kita inginkan ya.
Kemudian tidak ada pengurangan sampah
dari sumber ya. Kita harus berusaha
mengurangi kalau kita misalnya membeli
ini sampahnya kira-kira banyak apa
tidak? Kalau misalnya kita mengkonsumsi
ini sampahnya banyak apa tidak dan
sebagainya itu mindset itu harus
diciptakan, harus di harus dipupuk di
dalam ee diri kita masing-masing atau
keluarga atau teman, sahabat dan
sebagainya.
Kemudian ee linear ekonomi. Jadi ya
gitu-gitu aja
ya memproduksi, dikonsumsi dan dibuang.
Gitu aja nih proses ya. itu mungkin ee
sejak
2008 Undang-Undang 18 itu kita masih ee
melihat ini sebagai ee hal yang kita
lakukan sehari-hari. Bisnis IOL aja ya
kita kumpulkan, kita angkut, kita buang.
Nah, sekarang kita menuju ke sircular
ekonomi. Jadi intinya adalah bagaimana
ada nilai-nilai pemanfaatan ya.
Sederhananya misalnya pada saat kita
menghasilkan limbah organik misalnya
sisa makanan dan sebagainya. Limbah
organik itu kita bisa buat jadi pupuk,
kita bisa buat jadi ee apa? budidaya
magot misalnya. Kalau pupuk untuk
tanaman tanaman tumbuh ee buahnya atau
sayurannya dan sebagainya itu kita
manfaatkan. Jadi dia sirkuler berputar
seperti itu Bapak dan Ibu. Sama juga
misalnya kayak kita pelihara magot. Jadi
sisa makanan kita kasih ee magot.
Magotnya tumbuh besar, magotnya kita
keringkan dan sebagainya untuk pakan
ternak atau pakan ikan atau kita ee apa
cangkangnya kita buat ee pupuk ikannya
kita konsumsi ee telurnya dari ee apa
ayam kita konsumsi telurnya dan
sebagainya. Jadi dia berputar seperti
itu ya. Meredesain kemasan ya.
Misalnya ini kalau saya enggak tahu
ya kayak misalnya ee kemasan rokok
misalnya. Rokok kan kalau kalau menurut
menurut saya itu kan sudah ada bungkus
kertas gitu ya. sebenarnya enggak perlu
lagi dibungkus plastik misalnya atau ee
kemasan-kemasan yang lain misalnya sudah
ada
ee sudah ada
ee bungkus yang cukup baik sehingga ee
mutu dari ee yang dikemas itu misalnya
tidak berubah dalam kurun waktu tertentu
misalnya ya enggak perlu dibungkus
plastik lagi misalnya seperti itu. Jadi
dari desain itu sudah diatur dan
sebagainya. kemudian mengundang ulang ya
dan mendar ulang. Saya
sih kalau dari zaman waktu kami kecil
atau teman-teman juga mungkin yang
usia-usianya ee kelahiran tahun 0-an
misalnya atau 80-an itu penggunaan
plastik itu sangat sedikit, sangat
jarang lah ya. Jadi kalau misalnya dulu
kita beli soto atau beli makanan dan
sebagainya itu rata-rata pakai rantang
ya.
pakai ada pakai jarang yang pakai
pembungkus tapi sekarang semua itu pakai
plastik beli bakso pakai plastik beli
siomai pakai plastik dan sebagainya ya
malah tren anak-anak muda sekarang beli
siomai itu masukin plastik terus
plastiknya dibolongin gitu ya saya
enggak tahu tuh e istilahnya apa, tapi
itu kan apa susah untuk dibersihkan
plastik itu gitu itulah
residues-residunya kemudian saya juga
tidak mau menyalakan plastik
karena kita mendapat nilai kemanfaatan
plastik yang sangat banyak, sangat
besar, ya. Dan yang kita dorong adalah
bagaimana plastik itu bisa termatkan
berulang-ulang ya. Kita bisa gunakan
lebih ee berkali-kali lagi ee sampah ee
plastik tersebut gitu sehingga kita bisa
ee lihat itu sebagai asas kemanfaatan.
Jadi tidak menggunakan plastik sekali
pakai. Nah, sekarang lagi tren Bapak dan
Ibu. Saya lihat di anak-anak muda tuh di
di mall dan sebagainya makan dan
sebagainya itu sudah jarang pakai cuci
tangan. Dia pakainya plastik yang tipis
gitu ya. Pakai tangan kayak sarung
tangan tapi plastik tipis gitu. Dia dia
makan begitu sudah selesai dia tinggal
buka itu selesai. Padahal bayangan saya
itu residu apalagi makan-makanan yang
ada minyak dan sebagainya itu pasti agak
susah atau sulit dibersihkan. Ya, ini
nih tren yang mungkin saya enggak tahu
itu negatif atau apa, tapi ee dari sisi
konsumen sih pasti ee efektif gitu.
Tangan enggak kotor, ngurangi penggunaan
air, tapi hasilnya sampai jadi banyak
seperti itu. Kemudian mencapai
sustainable cities dan communities. Jadi
ee kita di global juga harus
menyesuaikan atau perlu menyesuaikan
dengan inisiatif global bagaimana
kota-kota dikembangkan secara
berkelanjutan. Artinya sampahnya
terkelola. Pada saat sampah terkelola
itu pasti penyakit yang berbasis air itu
kurang. Ee tikus mungkin nyamuk, lalat
dan sebagainya itu kurang. sehingga kita
lebih berbudaya, kota itu lebih maju
karena
bersih dan mencapai responsible
consumption. Artinya, Bapak dan Ibu,
coba deh saya berharap juga ee Bapak dan
Ibu pada saat mengkonsumsi ini kelebihan
enggak ini kalau misalnya saya makan ini
limbahnya gimana, kalau kita
mengkonsumsi ini di keluarga sampahnya
akan banyak atau sedikit dan sebagainya.
mungkin kita harus mulai
mempertimbangkan itu dalam pola-pola
konsumsi kita mendatang, Bapak dan Ibu.
Lanjut. Nah, ini roadmap-nya ya. Jadi
kita ee mulai dari tahun
2025, Pak Menteri juga ee ee mungkin
sekitar Februari lalu atau Januari sudah
mengedarkan surat kepada semua bupati
walikota
untuk menyusun roadmap percepatan
pengurangan
sampah 2025 sampai 2026. Sehingga
harapannya semua pemerintah daerah sudah
memiliki ee pemahaman yang baik bahwa
mereka harus mengurangi sampahnya ya.
tidak ada penambahan landfill baru ya,
landfil open dumping apalagi nih
kemudian tidak ada pembakaran secara
terbuka karena memang paling mudah itu
membakar Bapak dan Ibu tapi paling
tinggi emisinya karena ee apa asapnya
bisa ke tempat lain ya tidak terkelola
dan sebagainya. Kemudian mayoritas
industri kertas daur ulang menggunakan
plastik e menggunakan kertas daur ulang
dalam negeri. ya kita harapkan memang
pengguna-pengguna plastik itu ee ee daur
ulang itu menggunakan sumber atau
mencari sumber atau memanfaatkan ee
plastik-plastik kertas daur ulang dalam
negeri ya sehingga ee mengurangi sampah
ee ee anorganik dan memberi nilai
kemanfaatan dari ee sampah anorganik
tersebut karena kita guna ulang ya
banyak produsen produsen ee kertas
menggunakan kembali kertas ee limbah dan
sebagainya.
banyak produsen-produsen ee kemasan
plastik menggunakan kembali plastiknya.
Dan kami sesuai dengan Permen 75 tahun
2019 itu juga mendorong semua produsen
untuk melakukan ee apa
menggunakan secara persentase ee dengan
persentase tertentu gitu memanfaatkan ee
darur ulang di dalam produk-produknya.
peningkatan pengelolaan sampah yang
tidak masuk landfil ya. Jadi yang masuk
landfil adalah yang hanya residu Bapak
dan Ibu dan ee pengembangan ee PLTSA
pemakai listrik tenaga sampah misalnya
seperti itu, baik RDF maupun SRF atau
jumputan padat.
Dan kita juga mendorong ya ada
biodigestor artinya ee limbah-limbah
organik itu bisa diambil metannya
ya. Kemudian kita mendorong bagaimana
magot itu dibuat untuk biomassa dan
sebagainya. Nah, saat ini kami juga
sedang komunikasi dengan beberapa
Direktorat yang ada di Kementerian
Kelautan dan Perikanan ya, khususnya
Direktorat ee Pakan Ikan gitu ya, dan ee
di Kementerian Pertanian untuk
Direktorat Pakan Ternak untuk bisa
menyerap magot yang dihasilkan dari ee
apa
pengolahan-pengolahan ee sisa makanan
organik seperti itu.
sehingga nantinya magot ini dimanfaatkan
untuk sebagai sumber protein untuk pakan
ternak maupun pakan
ikan. Kita mendorong 50% ya industri
menggunakan kertas daur ulang atau
plastik daur ulang itu dalam dari dalam
negeri sehingga mereka melakukan
pendampingan terhadap banyak ee apa
pelapak atau bank sampah dan sebagainya.
Kemudian tahun
2000 40 kita harapkan semua industri
daur ulang, kertas maupun plastik
menggunakan sumber dari dalam negeri
sehingga kita harus mendorong mereka itu
mengambil limbah kertas, limbah plastik
dan sebagainya yang berasal dari dalam
negeri. memang awalnya ada gejolak Bapak
dan Ibu karena ee
pengalaman teman-teman pengolah ee
plastik dan sebagainya dalam negeri itu
menyampaikan bahwa kalau kita pesan atau
kita impor limbah plastik di luar negeri
misalnya dari India maupun dari ee
beberapa tempat lain misalnya Banglades
dan sebagainya itu berapa kontainer yang
kita pesan itu semuanya sama tapi kalau
dalam negeri mungkin 10 kontainer itu
campur-campur gitu loh. kami sampaikan
bahwa kita harus melakukan
pendekatan kepada teman-teman yang ada
di ee apa di semua daerah khususnya yang
ee bank sampah, kemudian ee pelapak dan
sebagainya untuk bisa sesuai dengan
kebutuhan dari teman-teman pendaur ulang
ya.
sehingga tahun 2050 kita harapkan zero
landfill. Artinya hanya residu malahan
yang kita buang. Sehingga semua daerah
ya itu harus berusaha untuk mengurangi
sampah dan mulai dari ee apa semua
aktivitas-aktivitas yang ada di
masyarakat bisa mengurangi karena sampah
ini tanggung jawab kita semua ya. Bukan
hanya pemerintah atau pemerintah daerah,
tapi semua kita bertanggung jawab untuk
mengurangi sampah yang kita hasilkan
sehari-hari. Nah, menuju zero emission
tahun
2060 sesuai dengan janji pemerintah loh
ya. bukan janji Pak Jokowi, bukan janji
Pak Prabowo atau bahkan bukan janjinya
Pak ee SBY sebelumnya, tapi janji
pemerintah
Indonesia untuk zero emission 2060 or
sooner. Jadi eh janji untuk zero emisi
tahun 2060 atau lebih cepat. Bukan
berarti kita enggak induk tahun-tahun
itu, tetapi emisi yang kita hasilkan itu
diserap oleh sektor itu. Misalnya
kehutanan pada saat dia mengemisi,
ditebang, dan sebagainya, tetapi
penanaman jauh lebih banyak dari yang
ditebang misalnya seperti itu. Atau kita
mengkonsumsi tetap karena kita hidup
kita menghasilkan limbah tapi limbah itu
langsung diolah sehingga tidak ada
limbah yang masuk ke TPA dan sebagainya.
Itu zero emission. pendekatan ee kita
artinya kita tetap bisa hidup dan kita
bisa melakukan pengolahan 100% dari
limbah yang kita hasilkan, Bapak dan Ibu
itu eh filosofinya ya, zero emission.
Takutnya teman-teman nanya lagi, "Loh,
enggak mungkin dong kita hidup masa
enggak ada emisi atau kita tidak
mengurangi sampah dan sebagainya kan
enggak mungkin. Tapi limbah atau sampah
yang kita hasilkan itu kita olah semua.
Jadi tidak ada yang dibuang ke
lingkungan. Idealnya yang kita harapkan
tahun 2060 seperti itu.
Lanjut. Mengapa kita harus mengurangi
memilah sampah dan mengolah sampah?
Ya, pertama dia mengurangi beban
timbulan sampah di TPS ya. Tempat
penimpanan sementara. Mengurangi tingkat
pencemaran air, udara, dan tanah. Bapak
dan
Ibu, sampah yang kita hasilkan dan
dibuang ke TPA dengan cara open dumping
artinya tidak ditutup dengan tanah ya,
tidak ada apa
ee ee pelingkupan sehingga metan ini
tidak keluar dan
sebagainya itu bisa mengurangi potensi
emisi dari metan.
Kemudian lininya dikelola itu berarti
mengurangi potensi limbah yang
mengandung apa ee mikroba, penyakit dan
sebagainya masuk ke badan air. Bisa jadi
masuk ke ee sistem air permukaan dan
masuk
ke sumur Bapak dan Ibu yang rumahnya
mungkin dekat atau tidak jauh dari TPA
misalnya seperti itu ya.
atau masuk ke sungai ikannya kita makan
misalnya seperti itu ya tercemar.
Kemudian udara Bapak dan Ibu pasti udara
yang bersih di perumahan tertentu itu
nilai rumahnya berbeda dengan udara yang
di perumahan yang tidak jauh dari tempat
pemosesan akhir misalnya seper itu
logis, sangat logis dan banyak
pengembang-pengembang kita harus dorong
bahwa jika sampah itu dikelola dengan
baik maka sampah itu tidak bisa tidak
mungkin keluar bau karena dia harus
selesai dalam hari yang sama sehingga
tidak ada peluruhan atau penguraian dari
ee bahan organik oleh ee mikroba dan
sebagainya sehingga menghasilkan bau.
Kemudian mempermudah proses pengolahan
sampah berdasarkan jenisnya. Ya, kalau
boleh secara sederhana Bapak dan
Ibu di rumah masing-masing atau sebarkan
ke tetangga, ke grup WA dan sebagainya
harus punya dua wadah minimal di dalam
rumah.
untuk yang organik dan
anorganik. Artinya organik ini sisa
makanan, sisa sayur, sisa olahan dapur
nyebutnya SOD gitu
ya. Itu yang
dibuang dibuat misalnya kayak pupuk,
buat magol dan sebagainya. Nah, sisa
plastik, kertas dan sebagainya itu
mungkin bisa di storkan di bank sampah
ya. Kemudian memperpanjang umur pakai
TPA ya. Saya tadi lupa-lupa ingat tuh
mau nyebut-nyebut jumlah penduduk gitu
ya. Kalau misalnya saya penggemar Oma
Irama Bapak dan Ibu. Jadi pada saat
tahun -an Bang Haji Omirama itu pernah
mengeluarkan lagu yang judulnya
100 150 juta penduduk Indonesia ya. Itu
tahun 0-an, Bapak dan Ibu.
Sekarang tahun 2025 itu penduduk
Indonesia sudah 28 juta. Jadi tidak
aktual lagi lagu itu dinyanyikan karena
sudah berbeda jauh ya ee jumlah penduduk
ya. Mengurangi biaya pengelolaan sampah.
Artinya pada saat Bapak dan Ibu itu
mengurangi limbah atau sampah organik
masuk ke TPA itu mengurangi beban
pengolahan yang tadinya secara volume
sampah misalnya untuk DKI Jakarta
contohnya
misalnya 8.000 R ton satu hari. Pada
saat efektif semua airway di Jakarta itu
punya bank sampah ya. Semua airway di
Jakarta itu punya ee pengolahan ee
sampah organik untuk buat pupuk, kompos
dan sebagainya. Berarti mengurangi jauh
sebenarnya jumlah sampah yang masuk ke
TPA. Tetapi kejadiannya masih banyak ini
sampah-sampah masuk ke TPA. sehingga
kami juga bersama-sama dengan
teman-teman Jakarta untuk melihat
bagaimana ee intervensi dari program itu
bisa
mempengaruhi ee pengurangan sampah yang
masuk ke TPA ya sehingga yang namanya ee
apa ee timbangan dan sebagainya TPA itu
jadi penting untuk melihat atau jumlah
penghitungan ee apa rit dari truk dan
sebagainya pengangur sampah itu bisa
kurang ya. Jadi jangan tetap misalnya ee
tetap misalnya 1000 truk
misalnya 1000 truk kalau misalnya ini
sekitar 4.000 R ton misalnya ya, kalau 4
ton satu berarti pada saat kita
intervensi program dan sebagainya itu
berkurang misalnya 50% harusnya
cuman 500 stuk saja misalnya yang masuk
ke TPA sehingga ada intervensi bukan
berarti nanti supaya jadi enggak ada
kerjaan ya, tetapi ada pola pemanfaatan
sumber daya yang harus dikreatifkan oleh
ee pemerintah daerah misalnya seperti
itu. sehingga pemanfaatan sumber daya
itu bisa digunakan untuk kepentingan
yang lain ya tentunya juga dengan sumber
daya manusia tersebut sehingga
efektivitas pengelolaan sampah tetap
jalan. Jadi jangan sampai ee kita
ngurangi sampah terus stroknya berkurang
tapi ee apa sori ritasinya berkurang
tapi truknya tetap sama jumlahnya 1.000
ya enggak pas kalau menurut saya
sehingga harus ada adjustment ya
penyesuaian terhadap ee jumlah atau
volume sampah yang masuk ke TP. Lanjut.
Nah, ini Indonesia sedang dalam kondisi
darurat sampah ya. Sampai saat ini
menurut SIPSN ya, sampah yang kita
kelola tahun 2023 itu
39,01% ya artinya hampir 40% itu di
lingkungan ya, tidak terkelola maksudnya
bisa jadi itu ke bank sampah misalnya
ya. yang kita ee apa kita kelola dan
sebagainya bisa jadi kelapak dan
sebagainya sehingga yang namanya data
informasi dalam pengola sampah itu
menjadi sangat penting untuk mengatur
bagaimana pengalokasian sumber daya
kita. Kemudian sebagian besar
TPA sudah overload ya. Sebagian besar
TPA dikelola secara open damping Bapak
dan Ibu ya. kami sampaikan tadi nyebut
keramat nih
TPA open dumping dan
dioperasional open dampingnya oleh Pak
Menteri pada tanggal 10 Maret 2025 lalu
ya sehingga semua teman-teman
ee di wilayah yang
TPA-nya termasuk open damping dan
ditutup aktivitas open damping oleh
pemerintah itu harus dan harus melakukan
aksi atau merubah sistem operasionalnya
dengan ee menjadi sanitary landfill atau
control
landfill. Artinya sederhananya pada saat
menerapkan eh sanitary landfill, begitu
sampah masuk langsung ditutup. Masuk
langsung ditutup. Jadi apa setiap hari
itu ditutup oleh tanah dengan tanah
sehingga metannya tidak keluar
penguraian bahan organik itu tidak ke
keluar yang sehingga menimbulkan bau
Bapak dan Ibu. Tapi kalau misalnya yang
control and feel itu mungkin secara
berkala hari-hari tertentu misalnya
setelah 3 atau 4 hari baru ditutup dan
sebagainya sehingga masih ada timbul bau
kalau setelah ee dua atau 3 hari Bapak
dan Ibu ya. Kita bisa lihat di gambar
kiri bawah ya yang terbuang ke
lingkungan sekian persen. Kemudian
pengurangan sampah hanya 13,61%.
yang ditangani ya itu 25,4% misalnya ya
TP open dampingnya masih
21,8% dari jumlah total
56,63 juta ton sampah yang dihasilkan
oleh Indonesia atau secara umum di semua
ee kabupaten kota seluruh Indonesia ya.
Nah, kita juga Pak Menteri juga sudah
menyusun tim pendampingan TPA TPA yang
ditutup operasional open dampingnya
sehingga nanti semua TPA itu diampingi
oleh
tim ya untuk melihat atau memantau
progres perbaikan yang dilakukan oleh
pemerintah daerah yang bersangkutan atau
sebagai ee penanggung jawab dari TPA
tersebut misalnya. Lanjut.
Ee ini perbaikan tata kelol sampah. Jadi
dari sisi perencanaan, pemerintah daerah
perlu menyusun dokumen perencanaan yang
berkualitas ya sebagai dasar
mengembangkan misalnya mengembangkan
bagaimana pengolan sampah ke depannya.
Jadi tidak yang tak sampaikan di
slide-slide sebelumnya itu semua rekam
apa ee langkah-langkahnya harus
disiapkan oleh pemerintah daerah dalam
bentuk
misalnya dokumen peta jalan penyelesaian
sampah di daerahnya atau di ee apa
wilayahnya seperti itu. Ada
spektrumulasi misalnya beberapa daerah
juga sudah saya kami yakin punya niat
yang baik ya sehingga keluar tuh banyak
Perda dan sebagainya. atau per grup atau
perob ya atau per wali untuk
mengendalikan sampah
sehingga law enforcement ya dari
kegiatan atau dari ee Perda atau
peraturan-peraturan di tingkat daerah
itu harus di tegakkan untuk melihat
efektivitas dari ee regulasi tersebut.
Aspek kelembagaan juga ya diperlukan
fungsi regulasi operator pengelolaan
sampah. kami lihat
memang kita harus ee memberdayakan
bagaimana pengelolaan-pengelolan sampah
yang baik. Kami sudah mengidentifikasi
atau Pak Menteri sudah melakukan
kunjungan ke banyak tempat, banyak TPA
dan mungkin ada beberapa TPA yang ee
beliau nilai atau kita nilai itu cukup
ideal ya operasionalnya dengan biaya
yang mungkin tidak terlalu mahal juga.
sehingga itulah yang harus di
sebarlaskan, harus didorong kepada
pemerintah kabupaten, kota lainnya untuk
bisa di adopsi atau diterapkan di
TPA-nya masing-masing.
Ya, kami juga melihat bahwa ee harus ada
semacam ee badan layanan umum daerah
misalnya untuk bisa melihat bagaimana
pemanfaatan-pemanfaatan sampah lanjutan
untuk bisa di ee dikembangkan ya semacam
untuk kompos, untuk magon dan sebagainya
sehingga peran serta dari pemerintah
daerah juga sebagai pengawal atau
pengampu dari ee isu-isu itu sampah di
daerahnya. Kemudian pendanaan kami
sebenarnya mendorong bagaimana alokasi
dana
APBD yang ada di setiap daerah kabupaten
kota yang memiliki TPA itu minimal
3% dari ee APBD-nya Bapak dan Ibu untuk
pengelolaannya ya. ya. Padahal di situ
juga ada termasuk ee belanja pegawai dan
sebagainya, tapi hanya untuk
pengelolaannya Bapak
dan ya 3%. Tapi ee ini sebagai informasi
pada saat 10 Maret Pak Menteri menutup
kegiatan pendamping itu
semua ya semua bergolak gitu ya.
bagaimana mengelola sampah dia dan
sebagainya, bagaimana dengan pembuangan
sampah berikutnya dan sebagainya. Ya, di
banyak tempat seperti itu. Ada di
Tiungan, ada di Basirih dan sebagainya.
Mudah-mudahan teman-teman Jogja hadir
ya. Di Basirih, di Kalimantan Selatan
misalnya
itu banyak akhirnya sampah yang tidak
terkelola atau dibuang sembarangan dan
sebagainya. Ya, yang kita dorong adalah
bagaimana teman-teman pemerintah daerah
itu bisa melihat ini sebagai peluang
untuk mendekati masyarakat, untuk
bersama sama dengan masyarakat, untuk
melakukan
pengurangan pemilahan di tempat sehingga
berkurang sampah yang akan masuk ke
lingkungan. Ada alternatif juga misalnya
dengan menggunakan ee apa?
insinerator misalnya, tetapi tetap
dengan melihat bagaimana efektivitas,
kemudian bagaimana mengendalikan
cemaran, emisi udara dan sebagainya. S
ee karena insentrator yang kita ee apa
yang ideal adalah bisa mengurangi ee
sampah, kemudian baku emisi udaranya
juga terkontrol. Artinya ee
suhu ruang bakarnya itu minimal 1000
derajat sehingga mengurangi peluang
rilisnya di oksin furan sebagai ee apa?
Sebagai hasil emisi dari
pembakaran-pembakaran yang tidak
sempurna seperti itu. Sehingga itu bisa
memicu kanker. Kita akan mendapat
penyakit lagi ke depannya lebih berat
jika kita menghirup dioksin kuran banyak
seperti itu ya.
itu
kemudian mengoptimalkan retribusi.
Banyak daerah juga masih menerapkan
retribusi dan mendorong ya
stratifikasi retribusi untuk daerah
untuk kawasan-kawasan misalnya yang
sudah mengelola. Sederhananya seperti
ini, Bapak dan Ibu. pada saat misalnya
rumah saya nih ya mengelola sampah
sehingga sampah itu berkurang dari satu
kawasan dari rumah saya misalnya seperti
itu. Pada saat sampah
atau bayar sampah misalnya Rp100.000
misalnya 1 bulan, pada saat sampah yang
dihasilkan dari satu perumahan lebih
sedikit harusnya dia bayar lebih murah
karena secara volume lebih sedikit
sampah yang di angkut ya. semakin
sedikit semakin murah ee model-model itu
tuh harus dikembangkan
sehingga mendorong semacam eh apa reward
and punishment reward-nya pada saat dia
ngeluaran sampah lebih baik hanya residu
dia bayarnya mungkin ya cuma 20% dari
total biaya pengelolaan sampah misalnya
di kawasan atau di ee perumahan misalnya
seperti itu ya ini harus di dibuat
bagaimana kita memberikan ee reward
seperti itu. pastinya bisa karena
teman-teman yang mohon maaf nih
teman-teman yang di Bekasi, di Bogor,
Tangerang ya ee Depok
misalnya yang menggunakan ee apa sistem
transportasi massal dengan kereta api ya
itu buktinya bisa merubah kebiasaan yang
masyarakat tadinya menggunakan kereta
api ya menggunakan kereta dari Bogor
misalnya itu mengangkut buah buah
ngangkut duren, ngangkut ini jualan
segala macam di kereta itu. Sekarang
bisa bersih, tertib tidak banyak orang
jualan di tidak banyak tidak ada belan
orang yang jualan di kereta ada mungkin
online gitu ya. Jadi enggak ada sampah,
enggak ada enggak ada bentuk barangnya
gitu di kereta itu bisa sama juga dengan
sampah. Harapan
kami ingin agar kita mengelola sampah
jauh lebih baik sehingga sampah yang
keluar ke lingkungan itu jauh lebih
sedikit dari apa yang kita lihat. Aspek
teknis misalnya pembangunan
infrastruktur pengelolan sampah untuk
meningkatkan kapasitas pengelolan sampah
di daerah ya. Fasilitas sampah dari
pengelolan sampah dari hulu sampai ke
hilir sehingga masuk ke lingkungan itu
sangat-sangat
sedikit gitu.
Kemudian hanya resido yang masuk
ke hanya resido saja yang masuk ke ee
TPA misalnya partisipasi masyarakat
diperlukan ya masyarakat harus sadar
sekarang kebanyakan kalau kita sakit
perut atau mules dan sebagainya kita oh
ini masuk angin oh ini karena mungkin
masih oh ini kesambet ini segala macam
padahal mungkin ya kita mengkonsumsi
makanan yang sudah tercemar lalat dan
sebagainya nya atau mungkin yang sudah
ada ee kesentuh oleh ee tikus dan
sebagainya ya. Sehingga itu padahal
penyakit dari karena kita tidak mengolah
sampah kita dengan baik sehingga
muncullah tikus, muncul kecoa, muncul
lalat hijau misalnya atau lalat dan
sebagainya ya. Sehingga masyarakat harus
paham bahwa jika kita mengelola
lingkungan dengan baik, sampah dengan
baik, pasti penyakit juga berkurang.
Sehingga nilai
kemanfaatan secara tidak langsung yang
dirasakan oleh masyarakat adalah pada
saat sampah tidak banyak di lingkungan.
Bapak dan
Ibu menguatkan ee
I jadi menguatkan
ee ee peran masyarakat bisa bertanggung
jawab untuk
mengurangi sampah kita. Seperti itu,
Bapak dan Ibu. Kami harap ee apa?
masyarakat juga terbiasa karena
tren-tren masyarakat juga harus ya saya
melihat media sosial gitu ya itu bisa
mengurangi sampah yang ee masuk ke
lingkungan
tetapi anak-anak muda itu bisa
menyebarluaskan
ee jumlah sampah yang masuk ke ee
lingkungan
ya melalui ee FB misalnya Instagram,
TikTok dan sebagainya itu bisa ee
mengurangi ee apa ee animo untuk
menghasilkan
sampah. Kami juga ee melihat masyarakat
harus diajarkan, harus apa?
bertransformasi, merubah
perilaku, meruba
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:09:22 UTC
Categories
Manage