Transcript
YXOa1u9C6kQ • Webinar 109 Fundamental Proses Pengolahan Air Limbah
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0143_YXOa1u9C6kQ.txt
Kind: captions Language: id emisi udara, persetujuan teknis limbah B3, penyusunan dokumen KLHS, penyusunan dokumen RPPLH, pemodelan kualitas air sungai, pemodelan dispersi udara, pemodelan air tanah, life cycle assessment, perhitungan emisi gas rumah kaca, pengelolaan banjir dan sedimentasi sungai, perancangan dan pemilihan insinerator sampah dan limbah B3, pemantauan kualitas udara dan air menggunakan sensor, pelatihan sistem informasi geografis, dan pelatihan remote sensing. Alumni pelatihan kami sudah lebih dari 2.500 orang yang berasal dari seluruh Indonesia. Pelayanan kami terbuka untuk perusahaan, pemerintahan, perorangan, ataupun pemerhati lingkungan. Ekoedu selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang [Musik] berpengalaman. Memberikan pengalaman langsung dengan praktikum. dan e-learning yang dapat diakses di manapun. Jadi, awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Edio ini memang dari grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya, karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya, terasa gitu manfaatnya di kami terutama untuk e para konsultan yang memerlukan tenaga-penangka ahli gitu. Sehingga saya memilih Eco Edu mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benar gitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada Eco Edu ya yang akan menyenggarakan pelatihan. Nah, di sini juga saya banyak baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang disediakan oleh Paku. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut pelatihan di situ. Jadi, saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana Eko Idu menyampaikan informasinya. Eko edu itu bagus karena pelatihan-patihnya itu selalu terkini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya itu bagus-bagus dan terbaiklah ke [Musik] bidangnya. Iya. Ee yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang saya harapkan begitu ya. ter dalam penyusunan dokumen AMD saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update persoalan-persoalan dalam jurusan AMDA terkini dari ahlinya langsing di lapangan begitu yang pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat itu di e-learning ya. Itu luar biasa ee pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. [Musik] eh e-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. Kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. arning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di sangat membantu Mbak jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana [Musik] aja juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari padan sebenarnya. Jadi apa namanya ya? Kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadanlah. Jadi menurut sepadan Bu karena memang e pelatihannya itu pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di e sekitar lingkungan saya sendiri gitu. Saya kira sepat sesuailah dengan apa yang kita [Musik] dapatkan. EKTP efektif, tepat dan profesional. Hemat, cermat, dan hebat. Keren, profesional dan juga keginian. [Musik] Pengembangan sumber daya manusia adalah bagian dari proses dan tujuan dalam pembangunan Indonesia. Upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas salah satunya dapat dilakukan melalui pelatihan. Ekoedu hadir sebagai platform pelatihan lingkungan hidup yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia. Saat ini kami memiliki 15 paket pelatihan, yaitu persetujuan teknis AI limbah, persetujuan teknis emisi udara, persetujuan teknis limbah B3, penyusunan dokumen KLHS, penyusunan dokumen RPPLH, pemodelan kualitas air sungai, pemodelan dispersi udara, pemodelan air tanah, life cycle assessment, perhitungan emisi gas rumah kaca, pengelolaan banjir dan sedimentasi sungai, perancangan dan pemilihan insinerator sampah dan limbah B3, pemantauan kualitas udara dan air menggunakan sensor, pelatihan sistem informasi geografis, dan pelatihan remote sensing. Alumni pelatihan kami sudah lebih dari 2.500 orang yang berasal dari seluruh Indonesia. Layanan kami terbuka untuk perusahaan, pemerintahan, perorangan, ataupun pemerhati lingkungan. Ekoedu selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang berpengalaman. [Musik] memberikan pengalaman langsung dengan praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manapun. Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Edio ini memang dari grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya, terasa gitu manfaatnya di kami, terutama untuk e para konsultan yang membukan tenaga-tenaga ahli sehingga saya memilih Eco Edu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benar gitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada Edu yang akan menyengarakan pelatihan. Nah, di sini juga saya banyak baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang diselu. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut pelatihan gitu. Jadi saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana Ibu menyampaikan informasinya. Eko edu itu bagus karena pelatihan-patihnya itu selalu tergini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau bagus-bagus dan terbaiklah ke [Musik] bidangnya. Iya. Ee yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang saya harapkan begitu ya. bertanggung dalam penyusunan dokumen AMD saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update persoalan-persoalan dalam keisan AMD terkini dari ahlinya langsing di lapangan begitu yang pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan EID ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya. Jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat itu di e-learning ya. Itu luar biasa ee pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. [Musik] eh-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. Kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. Arning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di 7 sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana [Musik] aja. 4 juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari kas padan sebenarnya. Jadi apa namanya ya, kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadanlah. Jadi menurut sepadan Bu karena memang e pelatihannya itu pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di e sekitar lingkungan saya sendiri gitu. Nah, saya kira sepat sesuailah dengan apa yang didapatkan. [Musik] E-KTP efektif, tepat dan profesional. Hemat, cermat, dan hebat. Keren, profesional, dan juga keginian. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang kembali di webinar Ekoedu ke-109. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu semua yang sudah selalu setia untuk mengikuti acara webinar ini. Hari ini webinar Eko akan mengangkat tema fundamental proses pengolahan air limbah. Perkenalkan saya Dini yang akan bertugas sebagai moderator pada acara ini. Baik Bapak Ibu semua, sebelum memulai webinar pada siang ini, alangkah baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa dipersilakan. Berdoa dicukupkan. Untuk acara selanjutnya, mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak dan Ibu untuk duduk. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Baik Bapak Ibu semua, untuk selanjutnya izinkan saya mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu dekat ini yang akan diselenggarakan oleh kami, yakni Yang pertama ada pelatihan life cycle assessment yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 April hingga 2 Mei 2025. Kemudian pada minggu yang sama akan diadakan pelatihan dan sertifikasi penanggung jawab operasional pengolahan air limbah atau biasa disingkat Kopa yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 April hingga 2 Mei 2025. Kemudian dilanjutkan lagi pada 2 minggu ke depan yaitu ada pelatihan penyusunan laporan pemantauan lingkungan RKLRPL gelombang 2 yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 sampai 7 Mei 2025. Dan jika Bapak Ibu melakukan pembayaran pada haming satu pelatihan, Bapak Ibu akan mendapatkan diskon 10% dari biaya investasi. Untuk informasi lebih lanjut dalam dapat menghubungi admin kami Riris Danisa. Bapak Ibu juga bisa mengunjungi sosial media kami yakni ada Instagram, YouTube channel, Facebook dan juga website resmi kami yaitu ecoedu.co.id. Dan juga bagi Bapak Ibu yang tertarik langsung untuk mendaftar, silakan diakses ke pendaftaran ehedu.co.ido. Ee selain itu kami juga terdapat inhouse training yang dapat dilaksanakan secara offline sesuai dengan permintaan dari instansi atau perusahaan Bapak dan Ibu semuanya. Selanjutnya kita akan langsung masuk pada kegiatan utama kita di mana webinar kali ini kita akan berdiskusi mengenai fundamental proses pengolahan air limbah dan kami telah menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya untuk memberikan materi dan wawasan yang bermanfaat. Baik, perkenankan saya untuk memperkenalkan narasumber kita hari ini yaitu Ir. Ahmad Soh Setiawan, ST, MT, PhD. Beliau merupakan Kepala Program Studi Rekayasa Infrastruktur Lingkungan dan Magister Pengolaan Air Bersih dan Sanitasi di Institut Teknologi Bandung. Dan kebetulan narasumber kita pada ses pada siang ini yaitu Bapak Ahmad sudah ada di dalam ruangan Zoom. Izinkan saya untuk menyapa terlebih dahulu. Selamat siang kepada Bapak Ahmad ya. Selamat siang, Mbak Dini. Iya, selamat siang. Selamat pagi, Bapak Ibu, ya. Baik. Bagaimana, Pak, kabarnya untuk pada siang hari ini? Insyaallah ya alhamdulillah baik ya. Semoga yang lain juga sama ya kita semangat untuk ee belajar ya di acara ini. Iya. Baik, Pak. Mudah-mudahan kita selalu sehat ya, Pak. Eh ya. Baik, Pak. Izin terlebih dahulu sebelum kita mulai izinkan saya untuk menyampaikan beberapa teknis. Yang pertama untuk pemaparan akan dilaksanakan selama 1 seteng jam kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan menggunakan aplikasi Slidu dan juga dilanjutkan lagi dengan tanya jawab secara langsung. Baik, untuk mengefektifkan waktu saya serahkan ruangan Zoom ini kepada Bapak Ahmad dan kepada Bapak Ibu semuanya. Selamat mengikuti acara webinar ini. Baik, terima kasih Mbak Dini yang telah mengantar dan membuka acara ini. Baik, saya izin ee share slide-nya ya. Ya, mudah-mudahan sudah terlihat ya, Bapak, Ibu. Iya, sudah, Bapak Ahmad ya. Baik, saya coba mulai ya. Baik, selamat pagi Bapak Ibu semuanya. Ee salam kenal bagi yang baru pertama kali mungkin ya kita bertemu. Tadi sudah disampaikan ee nama lengkap saya Mas Setiawan, tapi mungkin ee teman-teman di ITB mengenal saya dengan nama ASO ya. Jadi, Pak Asso silakan boleh memanggil saya dengan Pak Aso. Saya sehari-hari mengajar di ee teknik lingkungan di program studi RK Infrastruktur lingkungan dan Magister Pengelali Bersih dan Sanitasi ya. Dan saya tergabung di kelompok keahlian air dan limbah cair. Nah, pada hari ini topik yang akan disampaikan itu terkait dengan fundamental proses pengolahan air limbah. Jadi materi yang akan ee tengah saya juga akan coba mkan ee ee baik saya mulai dari antara pengelolaan pengolahan ini adalah bagi peng keseluruhan dari ee sampai dengan air limbah tersebut dimanfaatkan atau dibuang ke lingkungan ya. Jadi ada berbagai hal kegiatan ee sementara untuk pengolahan itu hanya bagian dari pengelolaan yang sifatnya adalah kuratif. ee maaf sifatnya itu eh kuratif ya. Jadi end of pip di mana eh telah timbul air limbahnya kemudian kita ee olah sedemikian rupa supaya memenuhi ee kualitas yang di apa ditentukan ya yaitu baku mutu. Nah, jadi secara prinsip tujuan dari entar ini terhalang ya. Oke, tujuan ee utama dari pengolahan air limbah itu adalah mengurangi dampak negatif dari air limbah yang ee dihasilkan, ya. Di mana di air limbah tersebut terkandung berbagai kontaminan yang ee dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan ee menurunkan kesehatan masyarakat. Nah, biasanya komponen yang ada di dalam air limbah itu yang utama itu terdiri dari partikel, kemudian bahan-bahan organik, ada nutrien juga ya berupa nitrogen, fosfor, dan kemudian ada juga ee parameter-parameter lain yang bersifat racun seperti logam berat ya, nitrit-nitrat dan lain-lain ya. Ee nah setiap pengolahan itu kita punya target ya, di mana target dalam pengolahan air limbah ini ee kita mengacu ke baku mutu ya, ada baku mutu stream dan baku mutu evluence. Nanti akan saya jelaskan di slide selanjutnya. Baik, kita lanjut untuk slide berikutnya. Nah, untuk ee kita ketahui juga bahwa dalam air limbah itu kita bagi menjadi dua kategori yang utama yaitu air limbah domestik dan air limbah industri. Ya, secara prinsip pengolahan sebetulnya bisa dikatakan sama ya, namun nanti ada ee karakteristik ya yang berbeda antara air limbah domestik dan air limbah industri dan nanti akan berpengaruh terhadap pemilihan teknologi ee dan proses pengolahannya. Nah, kita lihat di sini ada air limbah domestik ya. air limbah domestik itu ee umumnya karakteristiknya itu ee tidak bersifat B3 kecuali kalau ada kontaminasi dari limbah-limbah yang ee B3 atau mengandung bahan B3 ya misalnya dari Om industri, dari medis dan lain-lain. Nah, dan dihasilkan di dari aktivitas rumah tangga ya, bukan artinya dari rumah, tapi dari aktivitas domestik ya. Seperti ee mandi, cuci ee kakus. Dan ini tidak hanya ada di rumah tangga ya, di seluruh ee tempat di mana di situ ada manusia atau habitat pasti akan dihasilkan limbah domestik. Walaupun di kawasan komersil atau kawasan industri pertambangan pasti di situ ada air limbah domestik. Nah, untuk konsentrasinya sendiri ini kategorinya antara ringan sampai sedang ya dibandingkan dengan air limbah industri. Ee sementara untuk air limbah industri sendiri ini sifatnya ee bisa mengandung B3 dan non B3 ya karena tergantung dari ee bahan-bahan yang digunakan di industri tersebut. sifatnya ee antara sedang sampai dengan berat ya dan dihasilkan dari proses produksi ataupun pencuncian-pencucian alat-alat ee produksi ya. Nah, itu dikategorikan sebagai air limbah industri. Nah, baik air limbah domestik maupun air limbah industri ya keduanya harus kita olah sedemikian rupa sehingga nantinya akan memenuhi baku mutu air limbah domestik ataupun air limbah industri. Untuk air limbah industri ini ee untuk air limbah industri ini mengandung eh maaf terdiri dari berbagai jenis industri ya. sehingga nanti dalam penggunaan bahan ee baku mutu itu harus mengacu ke jenis industri tertentu ya. Ini dibedakan di dalam ee baku mutu nanti kita lihat di ee peraturan ya. Jadi intinya seperti itu ya. Terdiri dari limbah domestik dan air limbah industri. Nah, berikut adalah kaitan antara ee air limbah khususnya domestik ya dengan isu-isu yang ee terkait ya. Nah, isu-isu berkelanjutan. Nah, dibandingkan antara air limbah domestik dengan air limbah industri, sebetulnya kalau ditanya mana air limbah yang ee berkontribusi paling tinggi terhadap pencemaran ya pasti rata-rata menjawabnya industri gitu ya. Namun sebetulnya kalau kita ee perhatikan ya di sungai gitu ya, di badan air justru yang paling banyak kontribusi terhadap pencemaran atau ee ya membuang air limbah langsung ke lingkungan adalah dari air limbah domestik. Ya, jadi coba Bapak Ibu perhatikan di tepian sungai ya, banyak rumah-rumah yang tidak mengolah terlebih dahulu air limbah domestiknya ya. Jadi langsung dibuang ke lingkungan. Nah, sementara air limbah industri ini ee lebih memungkinkan untuk di kontrol, lebih memungkinkan untuk ee dikendalikan ya karena ee industri lebih penegakan hukum untuk industri itu lebih mudah ya sehingga pada ee kenyataan di lapangan itu lebih ee mudah untuk dikontrol ya. Jika terdapat indikasi pencemaran biasanya industri tersebut akan di ee kenakan ee penegakan hukum ya sehingga tidak bisa beroperasi. Sementara kalau air limbah domestik ini sulit ya. Nah, ini jadi tidak hanya dari sisi karakteristiknya yang tinggi, tapi juga harus dilihat dari sisi ee kontrolnya ya. Ini lebih sulit sebetulnya limbah domestik. Jadi bukan artinya air limbah domestik ini ee tidak berbahaya ya. Kemudian kaitannya dengan kerusakan lingkungan dan kesehatan ya tentu ee air limbah domestik maupun industri ini dapat membahayakan ya baik untuk ee lingkungan maupun untuk manusia. Kemudian terjadinya misalnya proses etrofikasi ya, yaitu peningkatan ee pertumbuhan alga secara ee tidak terkendali ya akibat terdapatnya nutrien-nutrien yang masih ee tinggi ya dibuang ke lingkungan. Tentu penurunan juga nilai estetika ya dari sisi ee kekeruhan kemudian bau yang tidak enak gitu ya dan warna tentu itu akan menurunkan nilai estetika. Kemudian isu lainnya yang terkait dengan ee pengolahan air limbah adalah ee adanya ee kemungkinan untuk kita bisa manfaatkan kembali ya, kita recovery lagi ya. Misalnya dari ee airnya kita manfaatkan untuk untuk air recycle atau lumpurnya atau ya lumpur tinja atau lumpur ee hasil pengolahan itu bisa kita manfaatkan sebagai sumber energi ee misalnya untuk bricket energi untuk soil conditioning gitu ya atau untuk pupuk atau untuk ee biokonversi dan lain sebagainya. Nah, jadi isu-isu ini juga akan ee menjadi pertimbangan ketika kita ingin memilih ee target. Jadi, kita harus menentukan nih target dalam pengolahan gitu ya. Apakah cukup hanya untuk ee memenuhi baku mutu? Artinya kita juga harus memilih teknologi yang ee sesuai gitu ya. Kalau terlalu advance nanti akan menjadi masalah di biaya dan keberlanjutan dari teknologi tersebut. Namun untuk keperluan recycle ya tentu kita juga harus mempertimbangkan ee teknologi yang mampu ee mengolah sehingga dia bisa dimanfaatkan. Nah, itu pun harus dilihat ya dari segi air limbah yang dihasilkan dengan biaya yang dikeluarkan. Jadi jangan sampai ee secara finansial tidak menguntungkan baik ee bagi pihak pengelola seperti itu. Baik, kita lanjut lagi. Nah, selanjutnya ini juga bagian terpenting dalam ee pengolahan gitu ya. Nah, kita harus melihat baku mutu ya sebagai target pengolahan ya. Nah, dalam hal ini baku mutu ini adalah baku mutu evluen dan stream standar. Kedua baku mutu ini sebetulnya untuk e baku mututo eh ketika dia dibuang ke lingkungan ya, bukan untuk diycle. Nah, untukluence standar itu kita masih mengacu untuk baku mutu ee limbah domestik mengacu ke Permen LHK nomor 68 tahun 2016 ya. sampai saat ini masih menggunakan ee baku mutu ini. Sementara untuk industri itu ada Permen LAH nomor 5 tahun 2014 ya yang terbaru. Jadi ada baku mutuen dan ada baku mutu ehluen industri dan domestik ya. Selain daripada ini, kita juga bisa mengacu ke baku mutu yang sifatnya lokal, yang sifatnya lebih spesifik. misalnya ini pergub DKI atau Pergubinsi lainnya ya. Nah, di sini kalau di DKI atau di Jakarta itu mengacu ke nomor 69 tahun 2013 gitu ya. Nah, ketika kita melihat ini seharusnya pergup-pergup yang atau peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemerintah daerah itu harusnya lebih ketat ya dibandingkan dengan nasional. Jadi kita lihat atau mungkin nanti ee jika pemerintah daerah membuat kebijakan maka harus meninjau kembali ee baku mutu yang nasional gu ya. Jangan sampai lebih longgar dari nasional. Jadi harus lebih ketat dari nasional dengan tujuan untuk ee segi keamanan gitu ya. Nah, kemudian untuk ee baku mutu lainnya contohnya adalah Permen CAS nomor 2. Ini kalau dimanfaatkan ya sebagai air bersih ya bisa juga menggunakan Permen CAS cas. Jadi baku mutu untuk pembuangan dan bak mutu untuk pemanfaatan. Nah, apa bedanya dengan stream standar? ini juga harus kita ketahui. Nah, kalau evaluence standar itu sebetulnya ee pencegahan jadi standar ee maksimum kontaminan itu boleh kita buang setelah kita olah ya ee dengan konsentrasi maksimum sesuai dengan standar. Jadi sebelum masuk ke badan air penerima ya, jadi kita harus pastikan sudah memenuhi baku mutu ya. Nah, sementara kalau stream standar itu untuk mencegah ee dampak negatif dari air yang sudah masuk ke lingkungan terhadap disipn yaitu terhadap manusia dalam hal ini. Nah, jadi baku mutuostram ini cara penggunaannya adalah ee mencari dulu C campurannya ya. Kalauen langsung ya, jadi sebelum masuk dibandingkan dengan baku mutu. Nah, sementara kalau streaming standar itu setelah masuk ke lingkungan kita cari Campurannya. Campuran dari air limbah yang masuk dan air limbah yang memang sudah ada di dalam sungainya tersebut atau badan air tersebut gitu ya. Kemudian Campurannya tersebutlah yang nanti akan dibandingkan dengan stream standarnya baku mutunya. Dalam hal ini yang terbaru adalah PP nomor 22 tahun 2021 ya. Nah, di situ ada kelas-kelasnya, ada kelas 1, 2, 3, dan 4. Ini disesuaikan dengan peruntukan ee sungainya ya. Kalau kelas 1 untuk air baku, air minum, kelas 2 untuk air rekreasi atau kolam renang ya, kelas 3 untuk perikanan peternakan, kelas 4 pengairan tanaman. Nah, cara membacanya juga kalau dia sudah muni kelas 1 artinya dia bisa digunakan juga untuk kelas 2, kelas 3, kelas 4 gitu ya. atau kalau dia men kelas 2, dia bisa juga digunakan untuk kelas 3, kelas 4, tetapi tidak bisa digunakan untuk kelas 1. Ya, demikian. Nah, bagi yang kalau kita ingin melakukan pemantauan di lingkungan, nah kita juga bisa menggunakan baku mutu stream standar ya. Tapi kalau tidak diketahui ee peruntukannya biasanya kita mengacu ke kelas 2. Nah, ada kalanya pemerintah daerah menentukan ee kualitas yang lebih daripada peruntukannya. Nah, ini sebetulnya tergantung dari kebijakan dari daerahnya sendiri ya. Oke, kita langsung. Nah, ini sebetulnya ee apa ya kaitannya dengan pengolahan itu adalah nanti di target olahan ya. Jadi kita menargetkan nanti hasil pengolahan kan kita harus tahu inn-nya berapa, karakteristik inn-nya, influence-nya, dan karakteristik outlet-nya sebagai target yang kita akan ee olah gitu kan. Itu harus kita tentukan dari sejak awal apakah mau dibuang apa dimanfaatkan untuk memenuhi kualitas yang mana gitu ya. itu harus clear dari awal. Oke, kita lanjut lagi. Nah, ini contoh dari baku mutu air limbah domestik yaitu Permen LHK nomor 68 tahun 2016. Nah, sebetulnya saya ingin menjelaskan di sini bahwa Permen HK ini adalah ee perubahan dari KPNLH 112 tahun 2003 di mana di sini ada ee baku mutu yang lebih ee ketat ya, di mana sebelumnya hanya 4 1 2 3 4 parameter. Nah, yang sekarang 7uh parameter ya. Jadi lebih banyak yang diatur. Kemudian dari segi konsentrasi sekarang ee sudah mengacu ke ee lebih ketat ya. Jadi BOD kalau dulu boleh dibuang sampai 100, kalau sekarang enggak boleh, harus 30 maksimum gitu ya. Begitu pula parameter lainnya lebih ketat dari yang sebelumnya. Artinya apa? Dalam proses pengolahan juga harus dilakukan proses pengolahan yang lebih advance gitu ya. Yang dulu mungkin masih bisa menggunakan hanya proses anaerobik. Nah, sekarang dengan adanya penyisian amonia ya, ya tentu lebih sulit ya kalau hanya menggunakan proses anaerobik. Jadi sebaiknya juga ada ee proses aerobik atau kombinasi dari proses anaerobik dan aerobik ya. Itu salah satu contohnya ya dari adanya ee perubahan baku mutu yang lebih ketat. Baik, selanjutnya saya juga memperkenalkan ee beberapa karakteristik air limbah ya. karena yang hadir pada saat ini saya lihat ee berbagai background ya. Jadi saya mulai dari mulai fundamental dari paling dasar dan nantinya mungkin ada contoh-contoh juga yang bisa di ee diikuti oleh ee peserta yang sudah berpengalaman juga ya. Nah, ini contoh karakteristik dilakukan di laboratorium. Nah, yang ingin saya sampaikan di sini adalah apa parameter-parameter utama khususnya air limbah domestik gitu ya. Karena kalau air limbah industri ya banyak sekali gitu ya, tergantung jenis industrinya dan lain-lain. Nah, kita lihat saja, kita tinjau dari contoh air limbah domestik ya. Yang pertama adalah BOD yaitu biochemical oxygen demological. Nah, ini yang seringki di lapangan itu sekarang istilah yang ee dikenal di umum juga adalah biological sebetulnya kurang tepat. Yang tepat adalah biochemical oxygen demand ya. Jadi, oksigen yang diperlukan ee oleh mikroorganisme ya atau yang terjadi di dalam bio. Jadi reaksi secara chemikal di dalam biologi gitu ya, di dalam bakteri. Jadi disebut biochemikal karena terjadi proses kimia di dalam tubuh bakteri ya yang membutuhkan oksigen. Nah, sebetulnya BOD measurement ini juga adalah ee an ee pengukuran organik secara indir secara tidak langsung gitu yang kita ukur oksigennya. Tapi sebetulnya yang ingin kita estimasi adalah kandungan organiknya gitu ya. Memang agak aneh gitu ya. Tapi sebetulnya ini dengan reaksi stokiometri kan akan sebanding antara organik yang hilang dengan oksigen yang digunakan gitu ya. Nah, jadi karena orang teknik umumnya kan menggunakan pendekatan yang efisien, yang efektif, yang murah gitu ya. Maka kita menggunakan BOD seringki dibandingkan dengan TOC ya atau zat organik gitu ya. Jadi kita pakai yang BOD ya. Nah, BOD ini juga merepresentasikan ee material organik yang biodegradableel karena dia bisa diolah secara biologi gitu ya. Nah, jadi apa tadi ee definisinya? yaitu jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri karena dia berlangsung di tubuh bakteri reaksi kimianya untuk menguraikan atau mengoksidasi atau mendegradasi ee zat organik ya. Jadi secara tidak langsung sebenarnya yang diukur adalah organik ya ee yang terlarut dan sebagian yang tersuspensi di dalam air ya. Nah, bakum mutunya 30. Jadi itu istilah BOD. Nah, kemudian istilah yang lainnya adalah COD atau chemical oxygen demand ya. Nah, berbeda dengan BOD. Kalau COD ini berlangsungnya bukan di tubuh bakteri atau biologi ya, tapi berlangsung ee secara reaksi kimia di mana oksidatornya bukan ee bukan bakteri tapi bahan kimia ya. Dalam hal ini biasanya menggunakan mangan atau krom ya sebagai oksidatornya. Jadi dia akan mendegradasi, dia akan menguraikan zat-zat organik tersebut secara chemikal ya dengan menggunakan bantuan oksigen juga sama. Jadi sama-sama sebetulnya oksigen yang diukur ya. Nah, namun dalam hal ini COD itu yang terukur adalah ee baik yang biodegradable maupun yang non biodegradable gitu ya. Jadi kalau manusia seperti kita makan itu kan makan pisang enggak mau sama kulitnya gitu kan. Kalau kimia itu dia makan aja semuanya dengan kulit-kulitnya gitu kan. Ibaratnya seperti itu atau dengan garpu dan piringnya juga gitu kan. Sehingga nilai COD ini akan lebih tinggi dibandingkan BOD. Jadi dia bukan hanya yang biodegradable tapi yang non biodegradable juga lebih tinggi ya. Jadi kalau ada hasil lab silakan dicek nilai COD-nya itu harus lebih tinggi dari BOD. Kalau kebalik itu berarti mungkin ada kesalahan di dalam ee analisanya. Kemudian baku mutu. Nah, ini juga lebih tinggi ya dibandingkan dengan baku mutu BOD. Baik, kita lanjut dulu ya. Ee kemudian parameter utama lainnya adalah TSS ya. Ya, sebetulnya untuk ee menggambarkan jumlah ee partikel di dalam eh sampel atau di dalam air ya. Jadi ada TSS tol suspended solid ya, artinya partikel yang eh mengapung ya atau partikel yang tidak terlarut gitu. Jadi partikel itu ada yang mengapung, ada yang tidak terlarut sebetulnya dari ukurannya gitu ya. Kalau yang PSS yang lebih dari ee berapa mikron gitu ya, sesuai dengan ukuran kertas saring ya, 90 mikron kalau enggak salah ya. Nah, kalau yang lolos daripada itu kita sebut disop gitu ya. Jadi yang yang larut. Nah, kalau totalnya jumlah dari kedua ini adalah total solid. Nah, biasanya kalau untuk air kita menggunakan parameter TSS karena kelihatan gitu jelas ya. Kalau tesisnya tinggi artinya airnya keruh secara estetika tidak baik dan kemungkinan terdapat kontaminan-kontaminan lainnya yang ee banyak di dalam air tersebut ya. Kalau di lumpur biasanya menggunakan total solid ya. Jadi jumlah dari TSS dan TDS. Nah, begitu baku mutunya sama dengan BOD ya. Kemudian parameter lainnya yang penting juga adalah TN dan TP. TN itu total nitrogen, TP itu total fosfor yang biasa merepresentasikan kondisi ee kandungan nutrien di dalam air ya. Ee untuk proses biologi. Nah, di baku mutu biasanya kita menggunakan amonia ya, bukan TN. Walaupun di baku mutu di luar negeri sudah menggunakan TN. gitu ya. Tapi di Indonesia masih ee menggunakan amonianya karena baku mutu itu tidak hanya terkait dengan kesehatan, tapi juga secara teknis bagaimana ee bisa diolah gitu ya. Kalau sulit diolah ya itu kita belum ke level tersebut. Jadi TN dan TP ini juga perlu ya bahan e baku mutunya menggunakan amonia 10 kalau di Indonesia. Kalau di luar negeri TN ya. Artinya apa? Kalau amonia sebetulnya dengan proses pengolahan dia bisa terkonversi ya, bukan hilang ya, tapi terkonversi dari NH3. Kalau dengan proses ee aerobik oksidasi dia akan berubah menjadi nitrat dan nitrit ya. Artinya secara baku mutu ya sudah berkurang NH3-nya, tapi secara total secara total nitrogen masih relatif tinggi ya, karena NH3-nya hanya berubah menjadi nitroten. Jadi kalau mau mengolah lebih lanjut TN-nya maka harus dilakukan proses nitrifikasi dan dinitrifikasi. Jadi, NO2 dan NO3 itu kita kembalikan ke reaksi di awal sehingga nanti akan berubah menjadi NO2 dan N2O dan N2 ya berupa gas gitu ya sehingga akan Nah, itu sekilas terkait TN dan TP yang parameter selanjutnya adalah minyak dan lemak atau lain gris ini untuk air limbah domestik adalah musuh utama ya karena biasanya menyebabkan ee penyumbatan dan juga dia mengurangi ee kinerja dari proses proses biologi ya. Jadi bakteri tidak maksimum kalau masih mengandung minyak dan lemak yang cukup tinggi. Jadi bab pemutunya harus 5 mg/ kemudian total colform ini sebetulnya indikator ee terkait dengan mikroorganisme patogen ya. Jadi hanya indikator ya kita tidak di bakumutu tidak harus spesifik ya karena terkait dengan biaya dan ada analisis yang sulit gitu ya. Nah, jadi total coliform dia harus harus nol kalau daya limbah ya, itu 3.000 mpn/100 ml ya. Jadi tidak harus nol artinya tidak harus seperti air bersih ya. Kalau air bersih harus no. Kemudian pH ini juga parameter utama karena menunjukkan general kondisi di dalam proses pengolah apakah basa asam atau netral. biasanya kita maintain di pH netral 6 sampai 9 gitu ya untuk proses biologi. Baik, kita lanjut ke ee part berikutnya yaitu kualitas air limbah domestik. Nah, kalau air limbah domestik secara kualitas itu cukup tipikal dibandingkan dengan limbah industri ya. Kalau limbah domestik itu kisarannya kita bisa ingat sebetulnya TSS itu antara 250 ya 850 kalau terlarut ya kalau tersuspensi 100 sampai 350 rata-ratanya sekian jadi sangat tipikal ya tidak terlalu jauh signifikan BOD juga sama ya kurang lebih sama dengan TSS COD lebih tinggi ya rata-rata untuk lim domestik itu 500 kemudian untuk TOC ya amoni Nitrogen juga sama ya, antara 1250 itu 25 ya. Fosfor biasanya karena tidak ada di dalam baku mutu tidak terlalu dilihat ya. Tapi kalau dalam proses pengolahan kita harus juga melihat komposisinya ya, TN, TP ya. Jadi komposisi CNP itu harus kita perhatikan. Kalau aerobik dan anaerobik itu berbeda. Tapi kalau air limbah domestik biasanya tidak memerlukan tambahan lagi ya karena komposisinya sudah cukup biodegradableel. Tapi kalau limbah industri juga harus dilihat. Kemudian klorida itu 30 100 di sini 50 minyak lemak 100 ya. Jadi ini eh tipikal sebetulnya dan untuk eh matcavened sebetulnya ada juga kategorinya ada low, medium, weak, eh medium, dan strong sebetulnya ada yaitu disesuaikan aja dengan data aktual dari ee sumber air limbah yang Bapak Ibu punya ya. Nah, kemudian untuk limbah industri kalau kita bandingkan secara umum itu seperti ini ya. Jadi BODnya 0 sampai 70.000 ya. Sangat ee bedanya sangat jauh. COD sama TSS bisa dari 0 sampai tak terhingga. Amonium bisa dari nol sampai tak terhingga. Logam berat pun sama. Tergantung dari jenis produksi, banyaknya produksi dan jenis industrinya ya. Jadi sangat ini ya cara satu-satunya untuk industri Anda harus melakukan sampling primer gitu ya. Kalau domestik masih bisa menggunakan data sekunder, tapi industri disarankan menggunakan data primer. Nah, perbandingan antar masing-masing industri sebetulnya ini hanya dilihat dari satu parameter BOD ya. Tapi sebetulnya bukan hanya parameter BOD dan setiap jenis industri punya parameter ciri khas tertentu ya. Nah, contohnya dalam BOD saja tiap industri ini berbeda-beda ya ee baku mutunya ya, jadi sangat bervariasi ya. Kemudian walaupun sama jenis industrinya belum tentu dia kualitasnya, karakteristik infray-nya sama. Jadi betul-betul untuk industri itu harus menggunakan data primer ya. Nah, baru sekarang kita akan masuk ke skema pengolahan air limbah ya, baik ee secara domestik maupun industri sebetulnya secara skema pengolahan sama ya. Nah, biasanya tingkatan pengolahan itu dibagi menjadi ada retreatment, primary treatment, secondary treatment, dan advance treatment. Nah, masing-masing ini punya tujuannya ya. Jadi pretreatment itu biasanya untuk menyiapkan air limbah sebelum diolah atau menyingkirkan terlebih dahulu parameter-parameter yang sebetulnya tidak ada di dalam baku mutu. Namun ya harus disisihkan supaya tidak mengganggu proses pengolahan selanjutnya. Contohnya di sini course material ya, bisa sampah, bisa grid ya atau serpihan-serpihan gitu ya. minyak lemak ini juga walaupun ada di baku mutimah domestik ya, tapi ini dikategorikan sebenarnya sampah ya, minyak lemak grid itu sebenarnya kategorinya sampah dan dibuangnya bukan ke slash ya, bukan ke slash treatment tapi ke landfill atau ke TPS harusnya ya. Nah, seperti itu untuk pretreatmen atau bak ekualisasi ya. Bak ekualisasi mungkin pernah dengar Bapak Ibu ya itu juga sebetulnya belum ke tahap pengolahan, baru penyiapan ya. di mana di bak ekolisasi itu fungsinya untuk menghomogenkan aliran maupun konsentrasinya gitu ya. Supaya nanti ee pada pengolahan selanjutnya tidak terjadi shock loading dan performance dari ee proses pengolahannya konstan dan ee bagus gitu ya. Nah, selanjutnya tahap kedua adalah primary treatment. Nah, primary ini yang di yang diolah adalah yang utama ya, primary yaitu partikel yang kelihatan gitu ya. Jadi sebetulnya saya seringkiali dalam setiap training saya sampaikan bahwa dalam pengolahan itu dalam sistem pengolahan kita prinsipnya itu sama seperti kita mengerjakan soal ujian Bapak Ibu. Jadi kita selesaikan dulu, kita jawab dulu soal-soal yang mudah gitu. Jadi parameter-parameter yang gampang kita ee sisihkan kita kita olah dulu. Nah, jadi pretreatment tadi yang gampang ya, sampah, minyak itu kita tangkap dulu, kita sisihkan dulu. Yang lainnya biarkan saja. Jangan enggak usah khawatir, biarkan saja dia lewat karena nanti akan ada pengolahan selanjutnya gitu ya. Jadi sampah dan minyaknya sudah hilang ya dan grid-gridnya juga hilang. Nah, selanjutnya masuk ke primary treatment. Nanti yang akan disisikan adalah partikel-partikel terlarutnya, maaf, partikel-partikel tersuspensinya, ya. Jadi seperti TSS itu akan hilang ya. BOD dan organik dan COD yang bersifat non solubel itu juga akan ee berkurang ya, tapi efisiensinya maksimum 40% ya, tidak lebih dari itu. Nah, kemudian nanti akan dihasilkan sl yaitu lumpur eh primary ya. Biasanya karakteristiknya itu berbeda ya. Jadi masing-masing unit ini punya karakteristik lumpur yang berbeda. Di primer itu bisa 1 sampai 2% solid gitu kan. Nah, kalau secondary treatment bisa 3 sampai 5% ya, itu menunjukkan ee kandungan solidnya di dalam lumpur ya. Nah, jadi yang tersisikan di dalam primary treatment itu yang partikel-partikel yang padat ya. Sementara yang partikel terlarut seperti organik, amonia biarkan saja, bakteri biarkan saja dia lolos ya. Nanti akan dilakukan pengolahan pada secondary treatment. Nah, secondary treatment ini umumnya menggunakan proses biologi karena murah ya dibandingkan dengan proses kimia. proses kimia Bapak Ibu harus menambahkan dosis bahan kimia yang besar ya karena dikali dengan debit dikali berapa hari Bapak Ibu harus setiap hari berapa kilogram Bapak harus masukin ya yang nantinya costnya sangat-sangat tinggi sehingga dalam proses pengolahan khususnya limbah domestik saya menyarankan menggunakan proses biologi ya karena ee kontaminannya adalah biodegradable yang mudah diolah secara biologi. Namun untuk industri Bapak Ibu harus perhatikan terlebih dahulu apakah biodegradable apa non biodegradable. Biasanya dengan rule of time kita bisa bisa ee mengetahui apakah ini biodegable apa non biodegable gitu ya. Yaitu dengan membandingkan antara nilai BOD dengan COD. Kalau BOD per COD-nya di bawah atau di atas 5 0,5 ya artinya dia biodegrad depol. Jadi bisa diolah secara biologi atau di atas 0,4 masih mungkin diolah secara biologi. Kalau di bawah 0,4 atau 0,3 ke bawah itu sulit dilakukan proses biologi. Artinya proses kimia dan fisika itu lebih dominan gitu ya. seperti itu. Nah, secondary treatment misalnya menggunakan biologi sehingga lumpur yang dihasilkan nanti adalah lumpur biologi. Nah, kalau menggunakan bahan kimia terjadi proses koagulasi flokulasi nanti lumpurnya juga akan mengandung lumpur kimia. Jadi harus dihitung juga berapa dosis lumpur yang dihasilkan ya. Jadi pengolahan lumpur juga harus diperhatikan ya Bapak Ibu. Ini bagian dari pengolahan air limbah. Jadi tidak bisa hanya fokus di airnya. Lumpurnya dibiarkan saja gitu ya. Nah, selanjutnya eh seharusnya dengan secondary treatment sampai pada ee level secondary treatment itu seharusnya sudah memenuhi baku mutu. Nah, namun ee mungkin kita ingin memanfaatkan kembali air limbahnya maka diperlukan proses pengolahan yang lebih advance gitu ya. Jadi sebetulnya pada secondary harusnya sudah selesailah untuk pembuangan. Tapi kalau ingin dimanfaatkan ada advance treatment. Jadi yang diolah biasanya eh nutrien yang masih berlebih ya nutriennya. Jadi kalau ingin TN-nya turun ya harus diolah lebih lanjut atau kalau mau mengolah logam beratnya dan lain-lain gitu ya. dan juga ee untuk desinfeksi ya untuk ee bakteri yang akan dihilangkan juga di advance treatment biasanya dengan proses desinfeksi ya nanti akan dihasilkan lagi slash-nya ya tapi biasanya yang utama itu eh primary dan secondary ya tapi kalau ada ee proses kimia di sini maka dihasilkan juga sl ya jadi to semua sl yang diperoleh ini harus dilakukan pengolahan di slash treatment nanti di akhir slide saya juga akan coba mengulas sedikit ya tentang pengolahan pelumpurnya. Kemudian evluen di bisa dibuang ke badan air atau dimanfaatkan setelah memenuhi baku mutu atau kriteria ya. Nah, di sini juga ada contoh-contoh unit-unit yang biasa dipakai. Ada bar screen ya. Tadi bar screen itu untuk menangkap apa? E sampah ya. Grid untuk menangkap serpihan-sepihan. Grid itu apa? Bukan hanya pasir ya, tapi juga bisa kaca, bisa tulang ikan, tulang ayam ya. itu kategorinya sebetulnya sampah ya. Flutation unit bisa itu grp atau frutation unit untuk menyisihkan minyak lemak. Commonition atau komonitor ini apa? Ini untuk menggerus organik yang terlalu keras. Bisa juga menggunakan komunitor ya. Kemudian untuk primary bisa proses eh sedimentasi strain proses fisika. Itu dengan ee saringan juga ya mengenakan mesk. Kemudian proses fisika bisa ya sedimentasi atau untuk secondary bisa biologi dan kimia. Nah, kalau saya menyarankan tadi proses biologi terlebih dahulu ya. Ee nanti kalau memang tidak memungkinkan baru menggunakan proses kimia. Nah, kemudian untuk yang advance bisa biologi, kimia, dan fisika. Nah, itu secara garis besar Bapak, Ibu ya terkait dengan ee tahapan pengolahan air limbah. Baik. Nah, di sini sebetulnya tadi sudah disampaikan ya, sudah tersampaikan. Jadi, ada preliminary, primary, secondary, tersedia. Jadi hierarki dalam proses pengolahan dan satu lagi yang penting adalah ee desinfeksi di tahap akhir ya di sini penghilangan patogen. Jadi desinfeksi itu biasanya dilakukan di paling akhir ya Bapak, Ibu. Karena kalau di di awal atau masih mengandung organik yang tinggi itu tidak efektif atau partikelnya masih tinggi. Jadi, proses desinfeksi yang terjadi tidak efektif. gitu ya. Jadi biasanya di akhir setelah organik dan ee TSS-nya terpenuhi ya sesuai bakutuk. Saya kira itu yang lainnya sudah tersampaikan ya. Nah, ini contoh-contoh yang lebih lengkapnya Bapak Ibu unit-yunit yang digunakan di pretreatment tadi ada screen grealisasi separator minyak. Saya kira sudah dijelaskan tadi untuk primary treatment bisa chemikal bisa fisik ya. Chemikal nih kalau limbahnya industri ya kita cek dulu pH-nya. pH-nya kalau ee basa ya kita netralkan ada netralisasi ya atau kalau misalnya mau ee presipitasi mau mengendapkan logam berat Bapak Ibu bisa naikkan pH-nya sampai basah ya tapi nanti perlu diadjust lagi dinetralkan lagi. atau penambahan kimia dan koagulasi ya biasanya menggunakan bahan kimia koagulan atau polimer dan bahkan flokulan juga bisa untuk mempercepat pengendapan dan kalau kuagulan itu untuk ee mendestabilisasi partikel yang ee muatannya sama sehingga dia sulit bersatu ya dengan menambahkan kuagulan. Nah, nanti dia akan terjadi proses ee aglomerasi, terjadi proses ee ikatan antar sesama partikel sehingga nanti akan lebih berat dan gampang untuk diendapkan. Kalau fisik bisa flotasi, sedimentasi tadi sudah ya. Untuk secondary ah ini ada unit lumpur aktif. Ini yang paling legend ya. Lumpur aktif nanti akan dijelaskan juga di slide selanjutnya. Jadi lumpur aktif itu sebetulnya ee bakteri ya, bakteri yang aktif ya, yang bisa mendegradasi itu yang kita sebut lumpur aktif. Kemudian ada anaerobik lagun. Nah, ini dari kedalaman polan biasanya kita kontrol supaya kondisinya anaerobik. Kemudian tricking filter ini biasanya menggunakan media Bapak Ibu. Jadi kalau lumpur aktif itu tersuspensi bakterinya jadi dia ee melayang-layang gitu di air. Nah, kalau tricking filter itu dia ee menempel pada media tumbuh ya. Nah, biasanya tricking filter menggunakan kerikil atau sekarang sudah dimodifikasi menggunakan bahan dari plastik juga ada gitu ya. Kemudian aerasi lagun ini ee kolam stabilisasi tapi dimodifikasi dengan menambahkan aerasi ya unit aerasi. Kemudian ada RBC rotating contactor. Ini e unit yang biasanya menggunakan media kontak juga ya seperti cakram atau piringan nanti dia akan berputar dengan sangat lambat. Nah, ini sebetulnya proses kombinasi antara anaerobik dan aerobik. Jadi ketika dia kontak dengan udara sistemnya adalah aerobik. ketika dia masuk ke bawah air sistemnya anaerobik ya. Jadi ada yang sifatnya kombinasi aerobik, anaerobik dan ada kombinasi ya. Nah, mungkin saya juga perlu menjelaskan ya. Aerobik itu adalah kondisi di mana ee terdapat oksigen bebas sebagai ee sumber elektron aksetronnya ya. Nah, sementara untuk anaerobik tidak terdapat oksigen bebas ya. Jadi, O2 tidak disuplai aerasi, unit aerasi. Ada juga kalanya anoksik ya. Anoksik itu ee tidak terdapat oksigen bebas tapi ada oksigen terikat ya di NO2 atau NO3 sebagai sumber elektron aksept. Makanya kalau proses anoksik itu selalu dikembalikan ke eh unit awal. Setelah dioksidasi dikembalikan ke unit awal supaya NO2 dan NO3-nya tinggi ya sebagai aseptan elektronnya. Oke, kita lanjut lagi untuk anaerobik kontaktor dan filter ya atau biofilter. Ini juga sama menggunakan media ya. Nanti Bapak Ibu harus mengecek ee kriteria desain ya. Jadi masing-masing teknologi ini memiliki kriteria-kriteria, anjuran-anjuran, pedoman-pedoman supaya kinerjanya, efisiensinya itu sesuai ya. Jadi harus ada kita ikuti kriteria-kriteria tersebut. Kemudian penyisian padatan tersuspensi ya tadi sedimentasi juga sudah ni. Kemudian yang lainnya terser treatment kalau koagulasi sedimentasi sudah filtrasi. Nah, filtrasi ini bisa menggunakan media berbutir atau juga bisa menggunakan membran ya. Ee kalau media juga macam-macam ada menggunakan pasir silika, karbon aktif dan lain-lainnya. Adsorsi karbon sebetulnya ee ini adalah bagian dari filtrasi ya. Tapi adsorsi itu adalah menempel di permukaan ya. kalau absorsi menempel di dalam ee pori-pori. Kemudian ada pertukaran ion biasanya untuk mengurangi kesadahan ya. Ini biasanya menangkap ee ion-ion mineral-mineral di dalam air ya. Misalnya membran nih juga ada ya, ini sama dengan filter tapi membran ini menggunakan pori-pori yang lebih kecil lagi ya, bahkan lebih kecil dari pori-pori manusia sehingga dia bisa memisahkan ee partikel bahkan ion-ion yang ada di dalam air laut juga bisa hilang sehingga menjadi tawar ya. Kemudian untuk SAS treatment, nah ini sebetulnya ee mungkin nanti kita bahas di slide berikutnya ya untuk pengolahan ee lumpurnya. Baik, kita saya berikan ee ilustrasi diagram ya dalam pengolahan khususnya ini limbah domestik karena lebih tipikal gitu ya kalau limbah domestik kalau industri berbeda-beda. Nah, ini contoh yang pertama ini preliminary treatment atau pretreatment ya. Jadi terdiri dari plan unit influence, preliminary treatment terdiri dari bar screen, ada bakolisasi, ada primary clarifier. Kalau di sini tanpa adanya tambahan bahan kimia ya. Jadi dia mengendap secara natural ya karena partikel yang mengendap adalah partikel diskret ya bukan partikel flock. Kemudian selanjutnya ada [Musik] ee oh ini primary clarifier tadi. Yang kedua ini adalah secondary ya, secondary treatment sebetulnya. Jadi ada menggunakan lupur aktif di sini aeration basin. Nah, kalau lumpur aktif biasanya dilanjutkan dengan secondary clarifier. tujuannya untuk menjernihkan air. Jadi ee bakteri bakteri yang ada di bak aerasi ini memakan material organik sehingga dia menjadi berat ee gravitasinya ee massanya semakin besar sehingga dia mudah mengendap di clarifier ya. Sebagian dikembalikan untuk m-maintain jumlah bakteri dan FM rasio di dalam ee unit rasi. Nah, yang sebagiannya lagi itu baru dialirkan ke ee dibuang ya sebagai lumpur ee waste gitu ya. Kemudian evaluennya bisa juga dilanjutkan dengan proses eh tertiary treatment ya, ada nutrification basin, ada final filtration dan disinfection yaitu sebagai eh pengolahan tingkat tiga. Nah, untuk lumpurnya sendiri nanti diolah contohnya menggunakan graffiti thickener ee digesting ya, thickener ini untuk mengentalkan. Jadi karena kandungan airnya masih tinggi sehingga yang kita lakukan adalah mengurangi kandungan airnya, kemudian mengentalkan, maaf ya. Jadi terjadi dekantansi, pengendapan lebih lanjut, kemudian ada digesting ya. Di sini proses ee mengerami, mendegradasi lebih lanjut material organik yang masih ada sehingga terjadi mineral-mineral. Nah, kemudian dewertering ya, dewertering baru pengeringan ya. Jadi diperas atau dijemur supaya ee airnya hilang. Nah, airnya sendiri nanti dikembalikan ke unit pengolahan awal gu ya. Sementara lumpurnya kalau sudah kering nanti bisa dimanfaatkan ya atau dibuang sebetulnya ee pemanfaatan ya tidak ada baku mutu pembuangan lumpur. Baik, saya lanjutkan. Nah, untuk proses perancangan jadi selain karakteristik tentu kualitas eh kuantitas ya yang harus kita perhatikan. Jadi kita harus menentukan berapa kapasitas IPAL yang akan kita olah gitu ya Bapak Ibu. Nah, untuk domestik sebetulnya mudah ya kita bisa memperkirakan air limbah yang ee yang dihasilkan yaitu biasanya sumbernya dari air bersih. Nah, kita bisa estimasi 80% ee dari air bersih itu akan menjadi air limbah gitu ya. Nah, tapi angka ini sangat bervariasi ya. Kalau di skala perkotaan ya seperti ini. Tapi kalau skala gedung, skala ini bisa berbeda gitu ya. Ee kemudian ada fluktuasi ya domestik ini biasanya tergantung orang menggunakan biasanya di pagi hari atau sore hari lebih banyak kalau di Indonesia. Nah, untuk industri ini sangat sulit diprediksi sehingga harus kita hitung secara langsung di lapangan ya atau kalau mau ada standar e berapa limbah per produksinya yang dihasilkan ya. Nah, untuk air limbah domestik juga menggunakan standar-standar yang sudah develop ya, sudah ada misalnya ini contohnya untuk lima domesti perumahan yang sederhana sekian, menengah sekian, mewah sekian, apartemen, perkantoran, dan lain-lain itu sudah ada. Kalau di dari di DKI sendiri kita ada pergup DKI ya. Nah, nomor 1 DOA tahun 2005 ini sudah lengkap di situ. Mungkin di provinsi lain juga e sudah ada ya sebagian. Nah, selanjutnya setelah kita bisa menentukan kapasitas IPA, karakteristik yang akan diolah, target yang akan diolah, kita bisa memilih teknologi apa yang e cocok berdasarkan pertimbangan yang pertama engineering factor ya. Jadi faktor-faktor engineering misalnya periode desain gitu ya, ketersediaan tinggi hidrolis ya, sehingga airnya bisa mengalir secara gravitasi. jangan banyak main pompa gitu kan karena nanti biayanya mahal juga. Kemudian kedalaman air tanah juga jadi pertimbangan daya dukung tanah ya, stabilitas tanah itu adalah faktor engineering. Nah, kalau faktor environment itu kaitannya dengan kualitas air permukaan, kemudian hasil pengolahannya, gangguan bau, kedalaman air tanah, pertimbangan kesehatan masyarakat itu menjadi environmental faktor. Nah, selanjutnya adalah di biaya ya. proses ee maaf diproses dulu proses faktor ya, ada debit, ada tingkat pengolahan sesuai dengan target yang kita inginkan, karakteristik eh inlet dan outlet, kemudian ketersediaan lahan itu menjadi faktor ee kritis yang menentukan teknologi mana yang ingin kita ambil. Kemudian cost faktor ada CAPEK dan ada OPEC. CAPEK itu adalah biaya investasi, OPEC itu biaya operasional ya. Jadi keempat hal aspek ini bisa ee Bapak Ibu tentukan berapa bobotnya tergantung dari kekritisan faktor tersebut. Jadi semakin kritis maka bobotnya akan semakin besar. Nanti tinggal Bapak Ibu bandingkan beberapa teknologi menggunakan simple white comparison. Contohnya yang paling sederhana. Bandingkan dengan bobot-bobotnya ee masing-masing faktor dikali dengan nilainya ya. Sat du atau 3 silakan dibuat kategorinya. satu itu apa, dua itu apa, tiga itu apa, sehingga nanti diperoleh unit unis yang dibutuhkan. Nah, baik Bapak Ibu sebetulnya untuk dasar dasarnya sudah cukup ya, namun kita akan lihat contoh-contoh dalam perhitungannya. Mudah-mudahan ini bisa memberikan gambaran lebih dalam ya. Nah, di sini saya akan memberikan contoh perhitungan kapasitas IPAL ya. Untuk air limbah domestiklah contohnya ini rumah sederhana ya, ada 5.000 orang maka tinggal 5.000 dikali standar kebutuhannya ya. E standar kebutuhannya 100 ya tinggal 100 * 5 R500.000. Kemudian kalau rumah menengah, rumah mewah sama. Kemudian di kawasan tersebut ada apartemen juga contohnya 10 lantai ini 1000 orang tinggal 300. Ini standar kebutuhannya dikali 1.000 jumlah orangnya. Kemudian ada hotel 200 ya dikali kebutuhannya 600 ini 4.000. Shopping mall berdasarkan luas area juga ada standarnya berapa tinggal dikali dapatlah nilai seperti ini ya. Silakan Bapak Ibu tambahkan untuk kebutuhan untuk fasilitas-fasilitas lainnya termasuk yang non domestiknya atau mungkin kalau ada pertimbangan eh population equivalent juga bisa dimasukkan. Mungkin ada yang ee tidak berdomisili di kawasan tersebut ya. Sehingga totalnya contohnya di sini 5.000 lit per hari atau 5.000 m³ per hari sebagai basis ee kapasitas IPAL yang akan dirancang gitu ya. Nah, ini harusnya sudah mempertimbangkan ee master plan kebutuhan 20 30 tahun ke depan. Jadi yang kita desain itu untuk eh future plan, bukan untuk yang kondisi aktual saat ini ya. Jadi harus dipertimbangkan kalau kalau harus ada proyeksi gitu. proyeksi dari du sekarang sampai dari 5 tahun yang lalu, 10 tahun yang lalu sampai nanti ee 20 30 tahun ke depan sesuai dengan master plan yang ada gitu ya. Nah, sehingga nanti ee IPAL yang yang didesain itu bisa berfungsi. Namun perlu diperhatikan juga kalau terlalu panjang mungkin bisa dibuat beberapa ee tahap ya, tahap sat, tahap du, tahap 3 ya. bisa itu namanya pendekatan inkremental, bisa berjenjang atau bisa ee modular ya. Jadi bisa nanti tinggal nambah apa nambah apa. Jadi sudah direncanakan dari saat ini. Baik, kita lanjut lagi. Nah, ini ada bet rata-ratanya. Untuk mengetahui minimumnya biasanya kita lakukan ee kita kalikan dengan faktor minimum. Untuk maksimumnya kita kalikan dengan faktor maksimum. Nah, jadi kurang lebih ee debitnya seperti ini. Ini harus kita definisikan. Nah, artinya apa? Nah, ketika dia sebelum masuk ke bug ekualisasi, Bapak, Ibu desain unitnya itu menggunakan ee debit maksimum ya. Tapi setelah dia ee melewati bualisasi, maka bisa saja kita desain dengan debit rata-rata atau tetap harus ee bisa bekerja pada kondisi minimum dan maksimum, ya. Jadi ini jadi pertimbangan ketiga-tiganya sebaiknya sih diperhatikan ya sehingga IPAL yang akan kita buat itu bisa bekerja pada seluruh kondisi baik minimum, maksimum, maupun rata-rata ya ini untuk pendekatan PE aja ya jumlah orang. Jadi seperti itu sehingga Bapak Ibu sudah bisa menentukan berapa kapasitas IPAL yang dibutuhkan. Nah, selanjutnya kita akan lihat contoh-contoh unit yang tipikal yang umum dipakai di air limbah domestik Bapak Ibu karena di industri itu sangat bervariasi ya. Nah, ini ada bar atau fine screen ya. Jadi, ini bentuknya seperti jeruji seperti ini ya. Tujuannya untuk menangkap sampah-sampah yang ada. Nanti dia bisa dibersihkan secara manual ataupun secara otomatis. Jadi seperti ini nanti dia akan berputar. Nah, nanti si sampahnya akan ee tertampung di bagian atasnya gitu. Sehingga nanti dia ada otomatis juga ada conveyor-nya nanti dia akan bawa ke TPS di sebelahnya sehingga dia akan dibuang ke ke kontainer di sebelahnya. Kemudian ini kriteria desain. Nah, kriteria ini sebetulnya alat untuk kita mendesain. Jadi, semakin banyak alat yang kita punya, kita akan lebih mudah mendesainnya. Ya, kalau mau pendekatan, nah biasanya kalau di lapangan itu ada dua pendekatan, ada yang secara praktis, ada yang secara teoritis, gitu ya. Kalau yang secara teoritis ya Bapak, Ibu harus memasukkan angka-angka berdasarkan hasil penelitian gitu ya, hasil perhitungan. Nah, kalau di secara praktis biasanya konsultan-konsultan itu menggunakan kriteria desain aja gitu ya yang lebih mudah. Nah, misalnya untuk jarak antar bar itu ee didesain antara 2 sampai 5. Nah, ini cara bacanya juga sering banyak yang salah gitu ya. Jadi kalau kriteria itu harus dalam bentuk rentang atau lebih kecil atau lebih besar, nah berarti Bapak Ibu harus pilih ee Bapak Ibu bisa mainkan gitu ya si barnya ini antara 2 sampai 5. Enggak harus dua atau lebih kecil dari dua justru enggak bagus ya atau di atas 5 enggak bagus. Jadi harus di antara rentang ini. Nah kemudian kecepatan aliran yang melewati bar itu didesain antara 0,4 sampai 0,6 m/ dek. Jadi jangan didesain di bawah itu atau di atas itu. Pokoknya sesuaikan dengan kriteria ini. Untuk sudut kemiringan antara 45 sampai 60 derajat kehilangan tekan lewat bukaan. Nah, ini harus Bapak Ibu kontrol. Jadi jangan kehilangan tekannya melebihi 80 cm atau 800 mm. Kalau lebih dari itu artinya si ee sampah-sampah itu harus segera di bersihkan gitu ya. Untuk yang barak. Nah, untuk yang fine screen ini ee berbeda ya kriterianya ya, mungkin tidak saya jelaskan secara keseluruhan. Kemudian efisiensinya pemisahan sebetulnya karena ini yang apa materialnya material yang sampah atau yang besar sebetulnya lebih diutamakan menyisikan sampah walaupun ada BOD atau SS yang ikut berkurang tapi tidak lebih dari inilah gitu ya efisiensi penyisihannya jadi tidak terlalu besar ya. Nanti silakan Bapak Ibu membuat neraca massa untuk mengetahui kebutuhan unit-unit yang ada. Kemudian bisa memprediksi apakah nanti di akhir memenuhi baku mutu atau enggak. Kemudian dari neraca massa juga Bapak Ibu bisa menentukan aliran debitnya berapa debit yang masuk sehingga nanti mendesainnya itu berdasarkan ee neraca massa bukan berdasarkan kapasitas awal. Karena di neraca masa itu ada yang diresirkulasi, ada yang dibuang sehingga debitnya yang masuk berbeda ya berdasarkan persen efisiensi dan debit yang dibuang. Baik ya. Ee waktunya ini terbatas sebentar saya lihat-lihat dulu. Nah, selanjutnya untuk screen bisa juga Bapak Ibu hitung head loss-nya. Jadi headl tadi kan di kriteria antara 150 sampai 800 ya. Kalau lebih dari ini enggak bagus atau kurang dari ini juga aneh gitu ya. Nah, cara menghitung headl ada di sini faktor bentuk ada beta ya. W itu adalah ee lebar lebar bar ya. B itu adalah bukaan. H itu adalah kecepatan ee head ya atau kalau rumusnya V^/2g gitu ya. Nah, nanti sin teta tnya teta itu adalah ee sudut antara horizontal dengan kemiringan si barnya. Ya, tinggal masukkan ke sini dapatlah head loss-nya. Nah, head loss-nya harus di ee sesuai dengan kriteria yang ini ya, antara ee 150 sampai 800. Kalau tidak sesuai bagaimana? Diiterasi lagi Bapak, Ibu. Diulang lagi dengan menggunakan mengubah misalnya jarak barnya berubah, diubah, kecepatannya, diubah gitu ya. sehingga diperoleh nanti ee tekanan sisa kehilangan tekannya tidak lebih gitu ya sesuai dengan ini. Jadi diiterasi terus sampai memenuhi kriteria. Nah, biasanya para konsultan itu hanya menghitung sekali aja gitu kan harusnya dicek terus sampai menuhi baku mutu eh memenuhi kriteria. Kalau belum memenuhi kriteria diiterasi lagi. Ierasi lagi. Karena desain itu adalah proses iterasi bukan sekali sekali hitung langsung jadi gitu ya. Enggak. Oke. Nah, berikutnya komonitor. Ini bentuknya seperti ini. Ini fabrikasi. Jadi apa yang dilakukan adalah ee Bapak Ibu tinggal mencari spek yang sesuai ya. Digunakan debit minimum dan debit maksimum untuk mengetahuinya ya. Nah, ini contohnya debit rata-rata minimum ee 2,43 MGD rata-rata 7,59. Nah, nanti maksimumnya berapa? 8,349. Nanti dari sini Bapak Ibu lihat bandingkan dengan di tabel ya. Nah, maka yang terpilih itu adalah ee 25A ya. 25A di sini ya dengan e kapasitas antara ee 1 sampai 11 ya. Karena di sini ee dia baik minimum maupun maksimum mencukupi gitu ya. Jadi dipilih seperti itu. Baik, selanjutnya adalah grid chamber. Nah, grid chamber itu bentuknya bisa seperti ini atau ada juga yang retic grid chamber ya, tapi umumnya adalah seperti yang horizontal flow grid chamber ya. Nah, ini yang harus Bapak, Ibu lihat adalah waktu tinggalnya itu harus lebih kecil dari kalau di sini 60 ya, tapi kalau di MATCF ID itu antara 45 sampai 90 detik bukan menit, bukan jam. Nah, yang sering saya temukan di lapangan itu waktu tinggalnya terlalu lama ya. Enggak itu enggak bagus ya. Jadi mindsetnya juga tolong diubah gitu. Jadi kalau terlalu lama itu belum tentu bagus gitu ya. Karena kalau sebetulnya di grid ini yang kita ingin tangkap kan hanya gridnya, hanya serpihan-serpihannya yang sifatnya itu besar, berat gitu ya. Nah, kita tidak berharap di sini terjadi penumpukan bahan organik, lumpur organik ya. Tidak berharap karena nanti biarkan dia lolos gitu kan nanti diolah di unit selanjutnya. Nah, yang sering saya temukan di lapangan itu waktu tinggalnya bisa berjam-jam gitu kan padahal kriterianya hanya detik ya. Karenapa detik ya? Karena dia hanya lewat aja gitu kan. Dan unitnya jangan cuman satu ya, harus lebih dari satu karena saat dia di dikeruk ya, dia harus tetap berjalan si IPAL ini gitu ya. Nah, kemudian kecepatan horizontalnya juga harus dihitung jangan terlalu cepat nanti terbawa gitu ya. Di sini 0,3 m/dik. Jadi ada yang horizontal, ada yang vertikal. Nah, vertikalnya 0,21 m/ jadi si apa? Si lumpur itu ada kecepatan horizontal, ada ada vertikal ke bawah sehingga nanti dia harus mengendap sebelum evaluen ya. Nanti rasio antar panjang dan kedalamannya bisa kita atur antara 10 sampai 20 banding 1. Ya, seperti itu. Nah, ini contoh perhitungannya Bapak, Ibu. Jadi, ini saya takut enggak cukup waktunya ya. Oke. Ee jadi contoh perhitungannya debit misalnya kapasitas IP 2.400, faktor jam puncak 1,25 ya. ee Bapak Ibu harus kalikan dengan faktor jam puncak. Kenapa? Karena belum belum masuk ke bug ekalisasi ya. Jadi masih dipengaruhi oleh fluktuasi sehingga 2.400 / 24 jam itu 100 m³/ dikali 1,25 sebagai faktor jam puncak. Jadi ee di desain itu nanti si bak menangkap pasinya 125 m³/ skala detik 0,035 detik. Nah, tadi luas permukaannya itu ee tinggal dihitung aja 0,035 m³/d dibagi dengan kecepatan vertikal ke bawah. Jadi, nanti dapatlah ini kan hilang meter kubiknya dibagi meter jadi met² detiknya juga hilang ya. Nah, jadi seperti itu mungkin saya coret-coret sedikit ya. Nah, jadi ininya hilang ya, meter kubiknya hilang ya, jadi met² ya. Jadi met². Jadi inilah luas permukaannya ya untuk 1 ya. Nah, kemudian rasio antar panjang dan lebarnya tadi dikriteria antara 10 banding 1 sehingga nanti Bapak Ibu bisa perkirakan panjangnya 4, lebarnya 0,4 ya. Nah, luas penampangnya tinggal dibagi dengan ee kecepatan horizontal debit ini dibagi kecepatan horizontal ya sehingga dapat 0,12. Nah, jadi dari sini kita bisa bagi dengan kedalaman. kita bisa cari kedalaman air ya dengan membagi ee dengan lebarnya ya. J ini dibagi lebar dapatlah kedalaman 0,3 m. Jadi kita dapat dimensinya ya. Eah nanti ditambah dengan freebat aja kedalamannya ya. Tambah dengan freebat sekitar 20 cent ya. Jadi silakan bisa dibuat ya. Seperti itu Bapak Ibu. Kemudian untuk unit selanjutnya adalah bak ekualisasi. Nah, bak ekolisasi ini fungsinya adalah untuk homogenitas ya, baik secara konsentrasi maupun secara aliran ya. Kalau untuk konsentrasi nanti dia ditambahkan pengadukan di dalam bak ekolisasi. Jadi kalau enggak ada pengadukan di dalam bak ekolisasi itu bukan bak ekolisasi namanya karena konsentrasinya tidak homogen ya. pengadukannya bisa dengan cara hidrolis, bisa dengan cara pneumatis atau dengan blower gitu ya, atau dengan cara mekanis dengan pengaduk gitu ya. Nah, selain ee pengadukan juga harus ada pempaan karena kan tujuannya meratakan aliran berarti kan harus dipompa. Nah, makanya saya kadang-kadang di lapangan lihat ada yang ini bakai ekualisasi tapi kok enggak ada pompanya atau enggak ada ee pengadukannya. Berarti sebetulnya bukan pakai kualisasi ya, hanya bak penampung aja biasa gitu ya. Yang kurang secara fungsi pasti ee tidak sama. Nah, dalam perancangannya biasanya menggunakan defisit dan surplus ya. Jadi kita akumulasikan yang in ya dan out ya dari jam 00 sampai jam 24.00 kita akumulasikan biasanya Bapak Ibu. Kemudian di nanti ada kurva ee jadi nanti ada kurva seperti ini, nanti ini ada akumulasi seperti ini. Nah, ini ada debit pempaan juga diakumulasikan. Nanti surplus di atas dikurangi defisit di bawah. Inilah jadi volume dari bug ekualisasi ya. Nah, tapi biasanya kalau di lapangan ee saya perhatikan itu banyak yang menggunakan pendekatan yang ee praktis. Jadi dengan menggunakan waktu tinggal ya bisa aja cuman biasanya jadi lebih panjang gitu ya. Nah, di sini bisa 6 sampai 8 jam. Kalau menggunakan surprus tadi biasanya 1 jam atau 2 jam ya. Ya, tapi silakan aja kalau mau menggunakan pendekatan praktis biasanya seperti ini. 2400 / 100 dibagi 24 jam. Jadi 100 m/jam. Nah, di sini waktu tinggalnya 8 jam dikali 8 jam. Jadi, dapat 800 m³ volumenya. Kita tinggal tinggal ee bandingkan panjang, lebar dan kedalamannya. Kedalamannya kita set jangan lebih dari ee 3 m atau 4 m, ya. Kemudian ke dalam efektifnya 3 m ya. Artinya di atasnya ada freebat sebanyak 1 m. Nah, kurang lebih seperti ini ilustrasinya. Nah, ini ada pengadukan blower ya. Di sini ada pempaan ya. Pompanya minimal 2 unit ya. Jadi saat satu bekerja yang satunya off gitu atau mau bekerja setengah-setengah. Intinya jangan sampai satu mati nanti ee enggak bisa bekerja gitu kan kalau cuman satu. Nah, ini untuk pengadukan air ee untuk pengunakan udaranya yang dibutuhkan bisa dihitung berdasarkan pendekatan ini ya. Jadi ee 1,5 sampai 2 normal meter kedik ya per me per. Jadi tergantung luas areanya. Tinggal dikali aja luas area dari si bak ekolisasinya. Kemudian pemasangan air air perforated pipe ini di bagian bawah ini harus jangan kena lantai ya 20 cent lah di atas dasar. Nah itu jadi Bapak Ibu bisa hitung kebutuhan udara. Jadi udara di sini bukan untuk oksidasi ya, tapi untuk pengadukan ya. Jadi tidak bisa. Jadi sebetulnya di bak ekolisasi itu tidak kita fungsikan untuk mengolah. Jadi jangan ada efisiensi penyisian di pakai kolisesi karena bukan fungsinya untuk mengoksidasi atau mengolah hanya meratakan. Baik. Nah, kemudian, nah, ini saya skip aja. Ini sebetulnya perhitungan bak aerasi ya. Ee kehitungan kapasitas aerasi sebenarnya tadi sudah saya jelaskan. Jadi, tinggal ini aja dikali 1,5 antara 2 antara 1,5 sampai 2 dikali luas area si bakalisasinya ini luas areanya 300 kan dikali ini 1,6 kebutuhannya. Jadi totalnya segini gitu ya. Nah, gitu. Tinggal Bapak Ibu cari speknya yang sesuai dengan ini gitu ya. ketekanannya dan watt-nya berapa, kemudian jumlahnya berapa. Oke, kita lanjut lagi. Ini contoh bak ini pompanya ya. Ini contoh pompanya tadi kan 2.400 ya. Nah, head itu adalah tekanannya. Nanti tinggal dihitung aja berapa vertikal, berapa horizontal ditambah dengan ee persentase head minornya berapa. Ya, nanti didapat head pompanya berapa. Jadi kapasitasnya berapa, head-nya berapa. itu yang Bapak Ibu cari. Lihat di speknya di pasaran nanti bisa dicari. Nah, untuk sedimentasi biasanya seperti ini. Ini untuk sedimentasi pertama ya. Jadi tanpa ada penambahan bakteri ataupun ee bahan kimia ya, efisiensi bisa menyisikan SS sekitar segini. BOD dan COD masih bisa berkurang karena ada BOD non soluble ya. Dan COD non soluble yang sifatnya suspended itu juga bisa ikut berkurang ya. Tapi sebenarnya fungsi utamanya menyisihkan SS. Nah, kadang-kadang saya lihat ada terlalu over gitu ya. Penyisiannya bisa 70 bah bisa 90% itu mustahil ya. Karena saya coba di lab enggak pernah lewat dari 70%. Nah, kemudian cara menghitungnya sebenarnya mudah. Ee ini kapasitas IPAL-nya tadi ya. Kemudian yang ini kita skip dulu. Nanti tinggal dibagi overflow rate-nya Bapak Ibu di sini. Overflow rate-nya itu 1,6 m³b/ jam ya. Jadi di tinggal dibagi aja ini 2.400 / 24 100 m³b/ jam dibagi overflow rate-nya 1,6 dapatlah luas areanya 63 m². Nah, kalau karena ini sirkular atau diameter ya ee atau lingkaran, maka Bapak Ibu tinggal dicari aja diameternya 1/4 VD^ = 63 m² ya. Kemudian kedalamannya biasanya 3 meteran ya. Ee airnya kalau banknya 4 m ya. Selanjutnya Bapak Ibu juga harus hitung ee waktu tinggalnya. Sebetulnya waktu tinggalnya jangan lebih dari 1,5 sampai 2,5. Kalau lebih daripada itu, maka Bapak Ibu tinggal pilih lagi. Jangan menggunakan surface loading yang 1,6. Kan ada variasinya ya di sini surface loading-nya. Oh enggak enggak kelihatan ya. Ada kriterianya sebetulnya surface loading-nya ya sekian sampai sekian meter kbik per met^ perjam sebetulnya ya. Ini juga satuannya ee kurang tepat. Ee oh ini di bawah ada ya beban permukaan antara 1,5 sampai 2 m³/m²/ jadi Bapak Ibu tinggal mainkan ini aja sehingga secara waktu tinggal maupun beban permukaan terpenuhi. Nah, selain itu beban pelimpah juga harus Bapak Ibu hitung dibagi dengan ee antara 120 180 m³/m/h. Jadi, nanti diperoleh berapa panjang-nya. Panjang ware itu adalah untuk menangkap si evluent ya. Jadi kalau digambar ini, nah, ini nanti dia akan masuk ke dalam sini. Nah, panjang ware itu adalah panjang ini ke sini ya. Ini ada berapa banyak ya, tinggal dihitung aja panjang totalnya berapa. Jangan kurang dari hasil perhitungan ya. atau bisa juga di di secara diameter. Jadi, lingkaran ini adalah panjang-nya gitu ya. We atau gutter ya. Kalau gutter itu menangkapnya where itu adalah pelimpahnya. Nah, untuk biologi. Nah, sekarang masuk ke pengolahan biologi Bapak Ibu. Jadi pengolahan biologi ada yang sifatnya suspended grow, ada yang attach crow. Kalau suspended ini ada eh contohnya SAS tadi sudah sebetulnya ya. A retagun, kontak silitasi, aeration, extended aeration, oxidation ditch. Ya, kalau yang atas ada tricking, rotating buil contractor, membran, e bioreaktor ya dan lain-lain. Ada biofilter juga. Jadi biasanya dibagi menjadi dua, ada suspended grow, ada attach grow atau ada kombinasinya ya misalnya MBBR, kombinasi dari eh attach dan suspended grow. Nah, hal-hal yang penting dalam proses ee biologi ini penting ya. Nah, dalam proses dalam IPAL biasanya saya akan melihat unit secondary sebagai ee penentu performance dari IPAL. Misalnya kalau si secondary treatmentnya itu bermasalah ya itu kemungkinan besar tidak terpenuhi baku mutu. Tapi kalau secondary treatmentnya bagus ya walaupun yang lainnya kurang bagus itu masih mungkin bisa ditingkatkanlah gitu ya dari ee jadi secara baku mutu mungkin masih terpenuhi walaupun unit pretreatmen-nya itu kurang baik misalnya. Jadi ini sangat utama. Nah, kapan kita pakai aerobik? Kapan kita pakai anaerobik? Jadi kalau aerobik itu kalau BOD-nya sekitaran di bawah 400, kalau di sudah di atas 400 biasanya kita menggunakan anaerobik dan kombinasi ya, anaerobik dan aerobik gitu ya karena terlalu tinggi. Kemudian faktor yang penting permukaan kontak, kontak surface ya. Ini juga nanti ada kriteria kalau menggunakan media ya berapa kontaknya, SSA-nya ya, surveice spesifik areanya. Kemudian oksigennya, suplly oksigennya, DO-nya harus diperhatikan Bapak Ibu. Jadi, DO-nya itu ee kita maintain di atas 2 mg/L supaya menghilangkan organik. Kalau mau dilebihkan untuk menghilangkan amonia itu biasanya kita maintain di angka 4 mg/l. Untuk komposisi air buangan BODNP itu kalau aerobik 111. Kalau anaerobik itu ini bervariasi 400 sampai 1000 banding 5 banding 1 ya. Untuk air limbah domestik sebetulnya tidak terjadi masalah. Nah, kemudian untuk industri ini yang harus lebih dipantau ya. Nah, untuk mikroorganisme ini harus ada ee penyesuaian kondisi pH ya dan temperatur. Nah, sistem lumpur aktif seperti ini yang eh suspended solid ya. Nah, ini diagramnya jadi ee seperti ini. Ada bak aerasi nanti ada di ada masuk ke clarifier untuk dipisahkan antara ee lumpur yang masih aktif dikembalikan. Ada return activated slash ini sekitar 25% sampai 100% dikembalikan ya. Ee yang sisanya dibuang sebagai waste sl gitu ya. Nanti dibuang dan diolah di pengolahan lumpur ya. Kemudian-nya keluar jadi seperti ini Bapak Ibu ee apa namanya ee sistemnya ya. Nah, ini kondisi operasional yang dimaintain pH-nya 6,5 sampai 7,5 suhunya di bawah 38. Kalau lebih dari itu bisa mati bakterinya. ee oksigen kalau untuk menyisikan organik saja kita maintain di 2 sampai 3. Tapi kalau mau amonianya juga hilang dilebihkan ya ee biasanya sampai empat. Kemudian pengadukannya dibuat sesempurna mungkin ya ee dengan menghitung berapa diffusion yang dibutuhkan, luas area cakupannya berapa. Kesimbingan nutrien kalau mau dipantau ya disimbangkan 1101 untuk yang proses aerobik ya. Nah, tapi kalau untuk limbah domestik biasanya aman ya. Nah, ini kriteria desainnya yang harus diacu. Jadi, tiap teknologi itu berbeda-beda. Ada yang eh lumpur aktif konvensional, ada yang extended aation, ada kontak stabilisasi, oxidan disis, dan SBR. Nah, ini sebetulnya modifikasi-modifikasi dari lumpur aktif. Umur lumpurnya bervariasi antara 5 sampai 30 hari. Jadi, kalau lebih dari itu biasanya dibuang. Ada ses biasanya 25% itu dibuang gitu ya. Sisanya dikembalikan gitu ya. Jadi seperti itu. Nah, itu harus dipantau dari angka f/m rasionya ya. Ini ada f/m ratio. F/m rasio itu adalah rasio antara food atau organik dibandingkan dengan mikroorganisme atau MLSS yang ada di dalam bgnya. Ini MLSS-nya di mantain sebanyak ini. Jadi kalau kurang dari ini ya MLSS-nya harus ditambahin gitu ya atau rasio ee rasio apa namanya pembuangannya dikurangi gitu ya supaya MLSS-nya naik. Tapi kalau MLSS-nya kebanyakan juga enggak baik, nanti food-nya kekurangan, kelaparan semuanya. Nah, makanya MLSS-nya dipantau di kalau kita ambil namanya SFI eh SS30 ya, itu kita maintain 30 sampai 40% volumenya. J kita ambil sampel di bak aerasi kemudian kita biarkan 30 menit di dalam kolom ee gelas ukur. Kemudian nanti kita bisa lihat berapa persen lumpurnya. Kalau lebih dari 60% bisa kita buang. Kalau kurang dari 30% kita kurangi pembuangannya sehingga terdapat MLSS sejumlah yang sesuai gitu ya, antara 30 sampai 40% ya sesuai dengan angka ini. Kemudian waktu tinggalnya juga harus diset seperti ini. Kalau kekurangan ya dia kurang kontaknya dengan ee kontaminanya ya. Ini rasio resirkulasi. Jadi ada yang dikembalikan tadi lumpurnya bisa dari 25% sampai 100% bahkan bisa lebih ya. Kalau kalau lebih biasanya ini jadinya ada ada ee sedikit flushing, ada sedikit pengenceran gitu ya. Kalau pengencerannya dilakukan di dalam sistem enggak masalah ya, tapi kalau sudah di luar itu enggak boleh. Nah, kemudian contoh perhitungan bak aerasi ya. Ee ini debitnya tadi sudah ya. Ini kondisi kandungan BOD, SS-nya. Ini penyisian SS dan BOD ya. Kemudian MLSS-nya kita maintain di 3.000 kita tumbuhkan ya atau MLVSS-nya kurang dari 3.000 2.500-an. Rasio FM-nya kita maintain di 0,07. Sebetulnya tadi kriterianya sekian sampai sekian ya. DO-nya kita maintain di 2 kg. Nah, specific oxygen consumption kita harus hitung juga kebutuhan oksigennya Bapak Ibu ya di antara 2 kg untuk menyisihkan BOD saja. Kalau untuk amonia 4 kg. Jadi ditambahkan aja 2 + 4 dikali ee BOD yang ingin dihilangkan dan organik amonia yang ingin dihilangkan gitu ya. Nanti didapatlah spesific oksigen consumption-nya. Nah, untuk access SL-nya itu kita maintain di angka ini. Maaf ini agak advance sebetulnya ya. Tapi ya saya ingin mengakomodir bagi Bapak Ibu yang sudah berpengalaman ya. Kemudian ee nah untuk menghitung BOD loading-nya tinggal dikali aja debit dikali konsentrasi ee organik ini yang 200 mg/l atau 0,2 kg/m³ sehingga dapat 180 ya. Nah, untuk menghitung volumenya tinggal 480 ini dibagi dengan nilai rasio F/M ini ya 0,07 nanti dapat dikali 3 kg MLSS-nya sehingga dapat volume sibak aerasinya adalah 2285. Nah, ini harus dicek juga ee waktu tinggalnya. Kalau waktu tinggalnya belum terpenuhi, ulang lagi gitu, ulang lagi gitu sampai dia memenuhi baik waktu tinggal maupun ee BOD volumetriknya atau BOD volume bugnya ya. Kemudian untuk menghitung jumlah. Nah, selain oksigen yang harus dihitung adalah timbulan lumpurnya harus dihitung Bapak Ibu ya. Di sini BOD yang terpisahkannya 432 kg. Nah, jadi lumpur yang dihasilkannya itu nanti 80% berarti SS akan hilang, BOD-nya juga akan hilang ya. Nah, nanti 432 kg di* 0,25 ini konversi dari BOD ke SS sehingga nanti dapatlah 108 kg ya. Kemudian eh 80% dikali ini SS yang dihilangkan 0,12 itu dari sini 120 mg/l ya dikali 24 230 nanti dijumlahkan karena ini sudah dikonversi ke dalam SS semuanya jadi bisa kita tambahkan 30 + 108 dapatlah 338 kg perhi lumpur yang dihasilkan ya. Nah, selain itu lumpur dari bahan kimia kalau ada harus ditambahkan ya, harus dibuang. Nah, ini untuk faktor koreksi untuk oksigen ya. Biasanya kita koreksi karena temperaturnya di kita kita buat normal ya. Jadi kita buat ke standar 20 derajat Celcius sehingga nanti ada angka konversi 1,82. Nanti tinggal ini BOD yang dihilangkan dikali dengan kebutuhan penghilangan oksigen untuk BOD per per kg ee BOD. dapatlah 2 kg * 432 ya dikali nah ini faktor koreksinya 1,82 sehingga oksigen yang dibutuhkan adalah 9572 kg ya nanti dikali saf facttor lah ya kalau memang perlu ya saf facttor berapa ya jadi kita bisa cari kapasitas aerasi yang sesuai ini belum selesai ya nanti ada ada SOT atau spesifik eh standar oxygen transfer efficienc karena blower dan diffuser itu punya efisiensi maka kita harus bagi dengan 25% ya untuk yang tergantung tipenya sehingga nanti kebutuhan oksigennya ee lebih daripada yang dihitung tadi ya. Ee ya perhitungannya agak lebih ee kompl kompleks ya. Kemudian konsentrasi si oksigen di udara 21% juga harus diperhitungkan berat molekulnya berapa ya sehingga kebutuhannya ee 180 kg O2/h ya. Nah dengan kapasitas blower yang ada ini 4342 sehingga ini sudah sangat mencukupi ya lebih dari 1572 yang tadi sudah dihitung dan ee 180 kg O2/ jam. Ini jenis-jenis aerasi yang bisa digunakan di bak e aerasi ada yang diffuser ya ini ada yang diffuser yang ini diffuser ini ada perporated pipe ini ada surface irated ya kemudian alat-alat yang dibutuhkan ada debit flometer phammet dometer. Ini harus digunakan do untuk m-maintain ya. Ada juga sebenarnya SFI dan SS30 yang harus dimaintain ya operasionalnya. SFI itu adalah side volume indeks. Perbandingan antara eh jumlah partikel dibandingkan dengan ee MLSS ya. Kemudian ini bak pengendap keduanya ini sama dengan tadi contoh perhitungannya untuk ee bak pengendap satu ya. Ini saya percepat maaf waktunya sudah hampir habis. Ini restrikasi lumpur juga. Ini sudah. Nah, ini ada e clarifier kelengkapannya. Ini ada drive unit ya. Ini ada wear. Ini we. Ini gutter. Ini sebetulnya gutter yang ini ya. Jadi, nah kemudian ini ada buffel, ada skambuffel untuk menahan skam-skam. Nanti sekamnya dibuang ke bawah ya. Di bawah itu ada scraper seperti ini Bapak Ibu untuk meratakan ee lumpur di bawahnya. ini ada inlight chamber untuk mengurangi energi yang berlebihan supaya tidak terjadi turbulensi ketika inletnya di sini ada inletnya ya pipa inlet itu di sini masuknya di dalam sini supaya tidak terjadi turbulensi. Nah, ini bisa dilihat lebih detailnya di sini ya. Ini ada untuk berdiri ini ada ini ada scam through nih ya. Jadi dia si sekarang sini sini ada gutter untuk meneruskan ke lender ini nanti meneruskan ke unit selanjutnya ya untuk evaluen-nya lumpurnya nanti di bawah disedot ee dibuang ke unit atau diolah di unit selanjutnya. Oke, saya percepat. Nah, ini parameter-parameter operasional yang harus di ee perhatikan. Ada FM ratio, umur lumpur, sirkulasi lumpur, ada HRT atau waktu tinggal, MLSS, MLVSS, dan beban organiknya ya. Nah, ini saya skip aja. Nah, ini contoh-contoh yang lainnya. Unit pengolahan yang lain ada aid lagun ya. Kemudian ada oxidation ditch. bentuknya seperti ini. Jadi biasanya dilengkapi dengan brush aerator. Di sini ada dua ya contohnya. Jadi ketika dia kontak dengan brush maka kondisinya aerobik. Ketika dia di perjalanan dia berkurang do-nya terjadi kondisi anerobik. Jadi ini sebenarnya kombinasi. Nah, ini kriteria desain yang harus diperhatikan. Berapa kecepatan mengalir dalam unitnya, waktu berapa waktu tinggalnya, kedalamannya, supaya energinya berapa. Jadi bisa dihitung berdasarkan ee kriteria tersebut ya. Ini saya skip aja gambar-gambarnya. Ini kontak stabilisasi ini sebenarnya modifikasi dari lumpur aktif di mana di mana sebelum dikembalikan ke aerasi di sini dirami dulu sehingga si lumpurnya si bakterinya ee kelaparan terlebih dahulu. Ketika bakteri kelaparan, dia akan memanfaatkan sumber energi dari ee dari ATP dan ADP yaitu fosfor. Jadi sebenarnya nanti pengolahan fosfornya lebih meningkat. Nah, ini tricking filter tadi sudah dijelaskan. Jadi di sini airnya ee influence-nya dari sini ya. Nanti dia berputar searah jarumnya dengan kecepatan yang sangat lambat. Kecepatan yang berdasar karena dorongan dari air ini ya. Nah, nanti airnya akan meresap dan kontak ke dalam media. Di sini nanti di bagian bawahnya ee akan ada drain ya. Kemudian bisa saja disirkulasi, dikembalikan lagi ke atas ya. Ini RBC tadi sudah dijelaskan juga ini piringannya, ini medianya nanti ini biofilmnya menempel di dalam RBC ini ya. Nah, itu kaitannya dengan proses biologi. Nah, selanjutnya desinfeksi. Desinfeksi yang itu digunakan untuk sebetulnya untuk membunuh patogen ya. ee walaupun ada juga amoniak dan organik yang akan juga akan hilang atau akan digunakan si klorin misalnya untuk kebutuhan ee daya pengikat klornya ya, tapi kita tidak berharap ee organiknya masih terlalu tinggi ya, karena nanti akan menghasilkan trihalometan yang berbahaya. Jadi kita maintain si desinfeksi ini ee biasanya menghitungnya itu adalah DPK plus ee sisa klor berapa ya? Kalau kalau kriterianya antara 2 sampai 8 mg/l biasanya kita hitung dulu ya supaya tidak terlalu tinggi. Nah, yang bisa kita gunakan klorinasi yang umumnya dipakai dalam pengolahan air limbah atau bisa juga ozon atau UV atau bisa juga kolam maturasi dan constructed wlandine. Dalam kola maturasi dan konsted wetland juga akan terjadi persaingan antar bakteri dan paparan dengan matahari sehingga waktu ee sehingga bakterinya akan mati juga. Nah, ini ini bisa kita skip ya. Jadi ini pertimbangannya. Nah, ini cara contoh perhitungannya. Jadi kalau menggunakan bentuknya gas biasanya konsentrasi kemurniannya itu sangat tinggi 99,9% dosisnya sekiansekian ya. Ini cara perhitungannya debitnya segini dosisnya diambil di rentang antara ini misalnya 5 mg/lit. Kebutuhannya tinggal dikali aja 2.400 * 5 mg/ liter sudah berapa per harinya? ya nanti tinggal di ee bagi dengan persen kemurnian ini. Kebetulan persen kemurniannya sempurna ya, hampir sempurna sehingga e jadi cuman dibagi satu jadi sama aja. Nah, untuk pemakaian 1 bulan berapa ya? Kemudian kapasitas klorin bisa diordinator bisa diperhitungkan berdasarkan jumlah kilogram per jam ya. untuk menggunakan jenis kaporit yang lain NaOCl ya dengan ee ini kemurniannya segini ya sehingga nanti di bagian bawah harus dibagi dengan kemurniannya 12% dan massa jenisnya 1,2 ya sehingga diperoleh 83,3 L dalam 1 hari. Jadi kebutuhannya dalam 30 hari sekian. Nah, inilah biayanya nanti dikalikan dengan jumlahnya ee biaya per liter kgamnya ya. Nah, untuk eh unit operational-nya biasanya menggunakan pengadukan ya hidrolis misalnya seperti ini. Jadi di ini menggunakan hidrolis dengan buffel nanti terjadi olakan atau adukan seperti ini atau bisa menggunakan pedal atau terjunan ya silakan aja. Nah, kemudian ini contoh ozon unit ozon ozon generator seperti ini difabrikasi atau menggunakan UV seperti ini. Tapi UV ini harus ee betul-betul diperhatikan karena ee tidak memiliki sisa klor ya, tidak memiliki daya bunuh setelah dialirkan sehingga kemungkinan bisa tumbuh lagi bakti. Biasanya dipakai untuk air bersih ya, tapi sekarang sudah mulai dipakai juga untuk air limbah. Kemudian untuk pengolahan lumpur ini sudah masuk ke bagian akhir. Untuk pengolahan lumpur ini ee biasanya lumpur itu dihasilkan dari primary dan secondary ya dengan ini karakteristiknya ini menunjukkan berapa persen solid yang disisikan atau yang terkandung di dalam lumpur. Jadi semakin tinggi persen solidnya maka dia semakin kental Bapak Ibu. Nah, nanti proses-proses yang terjadi biasanya seperti ini. Jadi, dari ee slash yang dari sedimentasi dan dari primary sedimentasi masuk ke thickening. Nanti di thickening ini terjadi proses pengentalan. Nah, kemudian dari thickening ini bisa langsung diwatering menggunakan slash drying bed atau screw press atau belt press atau bisa juga distabilisasikan dulu dengan digesting ya. Kemudian dilakukan dewetering baru nanti dikompos ya dikompos kalau mau digunakan sebagai soil conditioning ya atau kalau mau langsung dijadikan pupuk juga bisa ya atau kalau mau di ee bakar di insinerator atau mau dijadikan apa ee bahan bakar bisa ya atau mau dijadikan tanah penutup bisa jadi setelah memenuhi kriteria dari masing-masing pemanfaatan tersebut. Baik, jadi saya kira materinya sudah cukup ya, mungkin bisa di lanjutkan dengan sesi tanya jawab. Tapi sebelumnya saya kembalikan kepada Mbak Dini sebagai moderator. Baik, terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ya. Baik, terima kasih banyak kepada Pak Ahmad atas pemateriannya yang sangat detail dan bermanfaat ini. Baik, kita akan lanjutkan pada sesi tanya jawab dari Slidu terlebih dahulu. Di sini saya akan tampilkan ee slidunya. Ee oke. Baik. Ee di sini sudah ada pertanyaan yang ada di Slido dan kurang lebih sudah ada sekitar sembilan pertanyaan. Sebenarnya ini lebih dari pertanyaan dan dari tim kami sudah melakukan filter. Ee kepada Pak Ahmad mungkin bisa langsung dijawab saja satu persatu. Iya. Baik, terima kasih Bu Mbak Dini yang sudah merekap ini pertanyaannya cukup banyak ya. Ee saya belum melihat satu persatu ya. Kita langsung aja ee kita bacakan satu-satu ya. ini dari Oh, namanya di di ini ya ditutup. Jadi izin bertanya, sudahkah Indonesia memanfaatkan pengolahan limbah diubah menjadi sumber air bersih? ini sudah ada Bapak Ibu karena saya sering menjadi narasumber untuk perizinan teknis dan biasanya di perizinan teknis di gedung-gedung khususnya di DKI Jakarta memang saya sering memberikan narasumber dan arahan itu banyak yang sudah mengolah air limbahnya, memanfaatkan air limbahnya sebagai air siram taman ataupun air bersih. Jadi saya pastikan ini sudah ada, Bapak Ibu. Kemudian untuk parameter yang kedua ya, untuk parameter amonia di limbah domestik dan industri yang digunakan di Indonesia apa yang digunakan? Ya, total nitrogen atau gas gas amonia terlarut atau amonium ya. Jadi begini ee amonia itu ee istilah umumnya amonia. Begitu dia kontak dengan ee air maka dia akan berubah menjadi amonium bentuknya. Tapi sebetulnya sama ini juga ya. Jadi amoniak dan amonium itu sama ya. Nah, kalau dalam air ya kontaminasinya dalam bentuk air ya, cairan ya. Ee jadi yang digunakan di dalam pengolahan air limbah ya ee amonia atau amonium ya. Kalau di dalam bentuk gas, kalau dalam bentuk gas ya itu ee sudah di luar dari ee lingkup pengolahan air limbah ya. Kalau gas ya mungkin nanti ada pengolahan dari emisinya. Tapi yang dalam proses pengolahan air limbah, amonia yang digunakan sebagai indikator itu ya amonia gitu ya. Amonia atau amonium sama aja sebetulnya amonium kalau di dalam air ya namanya istilahnya amonium. Kalau ee di istilah di luarnya amonia ya. Amonia atau amonium itu sebetulnya spesi dari nitrogen yang ini langsung dimanfaatkan oleh mikroorganisme ya untuk asimilasi untuk pembentukan selnya gitu ya. Jadi amonia yang memang sangat berperan dalam ee pencemaran dan pengolahan air limbah. Oke, mungkin kita lanjut ke pertanyaan selanjutnya ya. Apakah definisi dari pengenceran terkait pengenalan limbah atau terkait IPA masih nyisal limbah domestik bukan pengenceran dalam pengujian di lab? Eh sori coba saya ulang lagi ya. Apakah definisi dari pengenceran terkait pengolahan limbah atau terkait IPAL misal limbah domestik bukan pengenceran pengujian lab ini berbeda. Jadi kalau di dalam lab pengenceran ya boleh gitu kan di dalam analisis ya dalam dalam rangka untuk menganalisis ee COD misalnya kita encerkan dulu karena terlalu tinggi konsentrasinya. Kalau terlalu tinggi juga tidak bisa terdeteksi ya kalau dianalisis. Tapi angka pengincerannya itu harus dicatat dan nanti dikalikan dengan hasilnya. Jadi nanti akan terdetect ya secara total keseluruhan. Jadi itu dibolehkan kalau di dalam analisis ee parameter. Nah, namun kalau di IPAL sendiri ee ada penghincaran juga gitu ya. Nah, kalau di IPAL di dalam masih di dalam sistem pengolahan itu mungkin bisa terjadi resirkulasi ya, bisa terjadi pengenceran. Kalau tadi yang direservinya lebih dari 100% ya berarti kan ada pengenceran itu masih diperbolehkan ya karena bukan dibuang ya tapi diolah ya. Tapi kalau dia tidak diolah atau dia sebelum dibuang ke lingkungan diencerkan dulu itu sebetulnya enggak boleh karena di dalam ee di dalam apa di dalam baku mutu juga sebetulnya yang diatur bukan hanya konsentrasi tapi beban pencemarnya juga gitu kan. beban itu kan berarti artinya e konsentrasi dikali debit. Jadi kalau debitnya banyak atau ada indikasi pengenceran artinya juga itu terjadi ee pelanggaran. Jadi enggak boleh juga ya. Jadi yang diperbolehkan di dalam IPAL ya ee pengenceran dalam rangka untuk diproses gitu ya, bukan untuk dibuang. Baik, mungkin saya lanjut lagi ke pertanyaan selanjutnya karena masih cukup banyak. Izin bertanya. Untuk pengujian air limbah untuk laboratorium kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan menggunakan baku mutu yang mana? Oke. Untuk ee baku mutu air limbah untuk fasilitas kesehatan ya sebetulnya ada beberapa peraturan ya terkait dengan resan di dalam baku mututu ee di pergub DKI di pergub atau di peraturan yang ee lokal ya coba dicek apakah sudah ada biasanya ada gitu ya yang kategorinya limpah medis atau di dalam ee industri. Nah, industri ada juga kategori limbah medis gu ya. Tapi harus dicek dulu apakah sumbernya air limbah medis atau sumbernya air limbah domestik. Karena di dalam rumah sakit misal atau di dalam di di fasilitas pelayan kesehatan kan tidak semuanya kategori limbahnya itu limbah P3 atau medis gitu ya. Jadi coba di diidentifikasi dulu ya apakah limbahnya kategorinya domestik atau ee medis gitu ya. Kalau kalau domestik ya tetap mengacu ke pergub pergub eh maaf Permen LHK 686 karena itu domestik ya tapi tidak boleh tercampur ketika dia tercampur dengan limbah medis ah ya jadi kategorinya semuanya limbah medis ya yang harus di ee olah ee menggunakan bakem mutu ee limbah medis yang ada di dalam limbah industri atau dipergup biasanya ada gitu ya. Ee kemudian kita lanjut lagi. Mohon bertanya. Hasil BOD dan COD kadang tidak sinkron. Penjawabnya apa, Bapak? Terima kasih. Gini, ee saya tidak tahu maksudnya sinkron itu gimana ya. Ee tapi biasanya ee BOD dan COD itu ada kategori total BOD, ada total COD. Ada yang solubel, ada yang non solubel. Jadi pastikan ee pemeriksaannya menggunakan yang sama. Kalau mau total ya total dua-duanya. Kalau mau yang ee solubel yang solubel dua-duanya atau non soluble non solubel. Jadi harus ada keterangan lebih lanjut ya apakah BOD yang diukurnya BOD total, BOD solubel atau BOD non solubel ya. Kalau di baku mutu biasanya total ya, total BOD, total COD gitu ya. Nah, kemudian ee nilai BOD harus lebih rendah dibanding nilai COD. Kalau ternyata COD lebih tinggi dan BOD tentu ada yang ee salah ya. Nah, kesalahan yang terjadi bisa karena adanya ee pengenceran yang tidak tercatat. Jadi kan BOD itu ada angka-angka pengencernya ya atau pemeriksaan COD juga ada angka-angka pengincernya yang mungkin tidak ee tidak tercatat. Nah, kalau yang memeriksanya lab yang lain lab dari luar atau bukan Bapak Ibu sendiri yang mengecek, Bapak Ibu bisa mengajukan komplain sebetulnya ke ee lab-nya ya. nanti lab akan meriksa kembali. Maka dalam kalau memberikan sampel ke lab itu jangan pas sekali gitu harus dilebihkan. Jadi ketika ada hal yang tidak diragukan bisa dilakukan pengujian ulang. Nah biasanya lakukan dua triplo lah ya untuk melihat presisinya. Jadi apakah disebabkan oleh harusnya kan kalau humannya bagus dia harusnya presisinya tepat ya. Jadi kesalahan mungkin saja terjadi tapi bisa kita minimalisir. Kalau lab-nya sudah terakreditasi saya yakin dia sudah paham ee bagaimana m-maintain ee sampel ya dan juga pengawetan juga tolong diperhatikan pengawetan dan ee apa lama pemeriksaan ya. Jadi jangan sampai sudah terlalu lama baru diperiksa atau melebihi waktu yang ee expired gitu ya. Itu juga harus diperhatikan. Kalau terlalu lama ya terjadi pengurangan atau bahkan penambahan itu juga sudah jadi tidak representatif kembali ya. Jadi kalau Bapak Ibu mau meriksa ke orang lain pastikan volumenya tepat ee lebih gitu ya mungkin 1 lit set gitu kan supaya lebih aman. ee kemudian ee waktu waktunya sesegera mungkin kemudian dilakukan pengawetan ee kalau dalam satu hari bisa dengan hanya dengan ee apa pendinginan 4 derajat menggunakan blue ice atau cooler box gitu ya. Tapi kalau seminggu ya harus ada pengawetan menggunakan asam sulfat gitu ya. Begitu. Kemudian kita lanjut lagi ke pertanyaan dari Bu Surbakti ya di sini ya. Apa yang menyebabkan parameter CD ini muncul sebagai parameter baku mutu lingkungan di lingkungan ideal kan di lingkungan ideal kan enggak ada yang akan proses secara kimia ya. Oke. Ee jadi COD itu untuk merepresentasikan organik yang ee non biodegradableel juga. Karena di dalam ee air limbah kalau hanya menggunakan BOD berarti hanya yang terdeteksi yang bisa di biodegradasi oleh bakteri saja. Nah, berarti nanti angkanya tidak tidak merepresentasikan keseluruhan ya, Bu Bakti. ee seperti itu. Jadi baiknya memang COD juga tetap diperiksa ya ee untuk menunjukkan ee kandungan organik secara ee total walaupun enggak total amat karena yang kalau mau total ya TOC ya tapi cukup sebetulnya dengan COD. Jadi baku mutu itu dibuat ee selain untuk melindungi lingkungan dan kesehatan juga melihat dari sisi ee ke teknis dalam analisisnya tidak menyulitkan, tidak biayanya tidak mahal gitu ya dan juga ee memungkinkan untuk diolah gitu kan. itu juga harus jadi pertimbangan ketika KLHK atau pemangku kebijakan dalam menentukan ee baku mutu. Nah, kalau COD kan lebih gampang dibandingkan dengan TOC sebetulnya dan biayanya lebih murah. Jadi, COD dan BOD sudah cukup menurut saya. Tapi kalau BOD saja ya kurang karena nanti organik yang non biodegradableel ini juga berbahaya dan harus diperiksa gitu. Nah, dengan adanya COD dan BOD ini saya kira sudah ideal ya. Baik, saya lanjutkan. Pak Ozil ya. Apa strategi Bapak untuk mempercepat progres pengelolaan Air5 domestik Indonesia yang aman sehingga tidak tertinggal dengan negara tetangga? Daarawan pertanyaannya sangat filosofi juga ya. Ee jadi kalau bicara secara pengelolaan secara umum kan ada dua ya. Ada dengan sistem terpusat dan ada sistem setempat ya Bapak. Nah, kalau secara terpusat ini butuh biaya yang sangat ee tinggi gitu ya dan pengerjaannya butuh waktu dan kompleksitas yang sangat tinggi gitu ya. Jadi kalau mau mempercepat ya mungkin diarahkan ke sistem setempat gitu atau sistem komunal ya. Tapi ini biasanya diatur oleh BAPENAS yang ee institusi yang memang bertanggung jawab terhadap strategis strategi secara nasional untuk pencapaian dari aspek sanitasi ya. Ee kalau saya sih menyarankan ya dengan ee meningkatkan sistem-sistem ee setempat ya, pengolahan setempat kemudian pengolahan komunal ya. Jadi jangan hanya tergantung sistem perpipaan ya nantinya enggak enggak mempercepat gitu ya. Nah, kemudian selain itu juga perlu diperhatikan dari sisi ee performance si IPAL-Ipal yang sudah ada ya. Jadi kita kan aman kalau kalau basic saja cukup tapi kan untuk menjamin keamanan sanitasi aman, maka harus diperhatikan juga performan si IPAL-Ipal yang sudah ada, sudah dibangun dan pengelolaan lumpurnya. Karena kalau lumpur tinjanya belum diolah ya pasti kategorinya belum aman ya. Itu masih ee kategorinya ee basic atau ee ya basic ya di bawah aman. Baik, saya lanjut lagi. Pertanyaan berikutnya adalah apakah target pengolahan di IPAL yang airplnya akan dibuang ke sungai masih boleh menggunakan Permen LHK 68 jika sungai kelas 2? Tetapi kualitas existing kelas 3 tapi kualitas existing kelas 3 ya. Jadi sebetulnya ee ini tergantung ya. ee kalau pemerintah daerahnya atau pemerintah ya pemerintah daerah khususnya ya sudah menerapkan kebijakan yang lebih ketat tentu kita harus mengikuti kebijakan dari pemerintah daerah yang yang berwenang untuk ee me apa mengarahkan pemenuhan baku mutu atau target baku mutu tertentu ya. Jadi secara nasional secara umum sebetulnya masih boleh menggunakan Permen LH68 ya untuk memenuhi standar baku mutuen. Tetapi kalau ada pertimbangan khusus dari pemerintah daerah yang menginginkan kualitas selebih dari itu dengan menggunakan kualitas sungai ee kelas DU misalnya, walaupun eksisnya kelas 3 itu diperbolehkan juga ya. ya dengan pasti ada dasarnya ya karena misalnya ee pengin kualitasnya lebih baik gitu ya. Tapi pem kebijakan juga harus mempertimbangkan aspek lainnya ya. Saya juga di sini bukan sebagai pemerintah dan juga bukan sebagai konsultan ya yang membuat IPA tapi tolong ee disesuaikan aja. Jadi karena kalau kita menentukan kebijakan yang terlalu ketat dilihat kemampuan biaya dan teknologinya gitu ya. Jadi bisa dilakukan secara bertahap gitu ya. Jadi boleh alja ya kalau kita menerapkan yang lebih ketat dari PPNH68 yaitu dengan menggunakan baku mutu stream misalnya atau baku mustamnya yang tadi yang sisnya kelas 3 kita pakai yang kelas 2 misalnya lebih ketat lagi ya boleh juga ya tergantung ee tujuan dari ee pemerintah ya yang menerapkan ee ketentuan tersebut pasti ada tujuannya ya ya sebagai ee konsultan ya harus ngikutin gitu ya tapi sebagai pemerintah juga harus ee bijaksana juga gitu ya, apakah biayanya mencukupi dengan kan kalau kelas 2 ya berarti harus ada proses kimia misalnya kalau ada proses kimia berarti kan biayanya ini pengelolanya mampu enggak operasional jangan sampai jadi membebani juga ya mungkin bisa dilakukan dengan bertahap Bapak Ibu karena kalau sanitasi bicara sanitasi contohnya kita itu ada namanya tangga sanitasi ya jadi tidak harus yang dari BABS langsung jadi aman sebetulnya tergantung kemampuan juga mungkin bisa bertahap ada tangganya yang penting ada proses continue improvement ya. Baik saya lanjut lagi. Bagaimanakah mengendalikan limbah dari industri-industri kecil rumah tangga? Karena kalau kuantitasnya banyak juga berpotensi mencemari lingkungan. Ya, ini penting sekali ya karena ee belum ada saya lihat yang kebijakan pemerintah atau program-program pemerintah yang serius ya menangani eeh industri ya. Tapi kalau di aturannya sudah ada sih di baku mutunya misalnya ee baku mutu untuk limbah tahu, lumbah potong hewan itu sudah ada Bapak Ibu ya. Itu kan sebenarnya mengakomodir juga ee industri-industri kecil ya tetap harus cuman penerapannya penegakannya di lapangan ini belum ee serius gitu ya. ee ya kalau mau serius harus ada ee tupoki terhadap pemerintah atau Dinas Lingkungan Hidup atau ee instansi tertentu yang ditunjuk oleh pemerintah pusat untuk mengawasi ee dan menegakkan hukum gitu kan kalau mau serius seperti itu. Tapi secara peraturan dan harusnya kalau sudah ada baku mutu ya itu harusnya ee sudah ada ya. Cuma penegakannya dan pelaksanaannya itu yang harus diperhatikan. Ini kalau role modelnya contohnya di di Jepang ya. Di Jepang itu ee ada namanya Jaso ya. Jokaso itu eh tangki setik yang spesifik yang digunakan di seluruh Jepang. mereka punya unit ee instansi khusus yang yang tanggung jawabnya adalah mengawasi, membangun, mengawasi, dan melakukan research center gitu ya. Dan semuanya di diawasi ya. Cuma butuh biaya juga kan untuk melakukan fungsi tersebut kan. Butuh biaya, butuh orang yang komitmen gitu ya, butuh tupoksi yang khusus gitu karena pemerintahnya sanggup enggak gitu ya. Kalau di Jepang sih sudah berjalan ee dengan sangat baik ya. Jadi semua sungai-sungai di Jepang itu sudah sangat baik ya. Tapi yang penting semangatnya ya kita harus semangat ke arah sana walaupun dilakukan secara ee bertahap Bapak Ibu ya. Saya kira demikian ya. Apakah masih ada ini Mbak Dini? Iya. Terima kasih Pak Ahmad atas jawabannya. Mungkin kita akan langsung lanjut saja pada pertanyaan langsung. Namun karena adanya keterbatasan waktu saya beri kepada satu penanya saja dan kebetulan Pak Bu Syairi ini sudah eh raise hand. Ee dipersilakan kepada Pak Bu Syairi untuk mengajukan pertanyaannya. Baik terima kasih. Apa suara saya terdengar? Ee sudah terdengar. Sudah, Pak. Iya. Baik terim kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sebelumnya terima kasih untuk materi hari ini sangat luar biasa kepada narasumber. Alhamdulillah. Terima kasih, Pak. Yang ingin saya tanyakan adalah posisi teknik lingkungan. Kebetulan tadi disampaikan Bapak dari teknik lingkungan dan saya juga teknik lingkungan. Artinya ada kepatutan regulasi yang harus kita penuhi. kepatutan regulasi dan baku mutu. Tapi dari sisi kita sebagai teknik lingkungan kan ada sisi ilmiahnya. Tadi di materi Bapak itu sesekali memang masuk dari posisi ilmiah atau akademisnya. Tapi pada saat kita diskusi dengan stakeholder atau pemerintah atau swasta pasti yang dipertanyakan pertama ada aturannya enggak? Tadi Bapak juga sudah menyampaikan ada perdanya enggak? Berapa nilai perdanya? 30, 50, 100 BOD, COD-nya. Ya udah penuhin itu saja. Tapi satu sisi mungkin berbeda kalau kita bicara tentang badan air penerimanya sudah tidak memenuhi lagi. Nah, dari posisi itu kan ee tadi Bapak sudah sampaikan tergantung wilayah masing-masing perdanya. Tapi dari pihak swasta menyatakan bahwa ya sudah penuhin yang itu aja. Itu kan belum ada aturan perdanya atau segala macam. Nah, posisi itu mendudukkan permasalahannya itu di kita sebagai teknik lingkungan itu seperti apa? Mengikutin apakah benar teknik lingkungan kita penuhi semua regulasi. Karena hampir 70% teknik lingkungan kan semua tentang regulasi. Bakum mutu air, bakumutu udara, bakum mutu air laut, air minum, semua tentang regulasi. Atau satu sisi kita coba menjelaskan lebih ke akademiknya atau cukup ya sudah ikutin regulasi saja. Karena salah satu contohnya yang kami hadapi itu rumah sakit. Rumah sakit itu kan ada khusus air limbah medisnya. Begitu bilang pengelola rumah sakit bilang air limbah medis, saya pisahkan, saya serahkan ke pihak pengumpul limbah B3. sehingga rumah sakit kegiatannya semua tinggal domestik ya mandi, cuci kakus, laundri segala macam. Jadi gak gunakan baku mutu limbah rumah sakit tapi menggunakan ee air limbah domestik 68 tadi. Iya kan? Padahal kan ada cuci alat segala macam itu kan masuk grey water juga. apa iya semuanya masuk ke limbah B3 kan volume limbah B3 nanti kan dia bayar lagi. Nah, limbah B3 juga kan ada regulasinya lagi. Nah, teknik lingkungan tuh hampir 7080% semua regulasi. Mungkin seperti itu. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, langsung saya jawab mungkin ya. Ee Pak Basril ya. Siapa tadi? Pak Basri ya? Pak Busyari. Terima kasih, Pak, untuk ee tanggapannya ya, untuk pertanyaannya juga. Ee jadi kalau saya menangkap dari dari ee pertanyaan Bapak ya, bagaimana ee posisi kita ya sebagai ee ee teknik lingkungan lah ya dan memposisikan diri ee bagaimana ee apakah harus mematuhi apa harus mengakomodir semua peraturan gitu ya. Ee jadi sebetulnya ya peran teknik lingkungan tuh perannya kan di mana-mana ya. Baik sebagai konsultannya yang membuat peraturannya juga sebetulnya orang teknik lingkungan juga ya yang kerja di KLHK kan juga orang teknik lingkungan gitu kan di BAP. Jadi semuanya sebetulnya yang terlibat itu juga ee background-nya sebagian besar itu adalah teknik lingkungan ya. Nah, makanya saya sebetulnya ee tadi tidak memposisikan sebagai konsultan atau sebagai pemerintah. Jadi, sebagai konsultan kita harus mengikuti peraturan dari pemerintah. Tapi sebagai pemerintah yang memberikan kebijakan juga harus bijaksana juga gitu ya. Jangan menerapkan peraturan yang terlalu ketat gitu ya. Nah, itu juga harus sama-sama kita ee introspeksilah dari berbagai stakeholder. ee kita jangan ee terlalu ambisius juga gitu ya sebagai jadi contohnya gini ya saya sering menemukan KLHK dengan PUPR itu sering ada di posisi yang bertentangan gitu karena kayak ingin ee baku mututu seperti ini. Nah, sementara PU yang sebagai ee apa? Institusi yang menyediakan fasilitas juga terbentur dengan dana dan sebagainya gitu. Nah, itu di situlah kita harus duduk bersama ee menentukan strategi yang tepat. Tapi ee kita mengikuti aturan sebisa mungkin kita betul mengitu aturan tapi tolong aturannya itu juga dibuat strategis gitu kan. Artinya jangan hanya hasilnya yang kita lihat pengin segini tapi kita caranya bagaimana untuk bisa mencapai e aturan tersebut, target tersebut gitu ya. Tapi tentu kita tidak boleh break the rule sih, Pak ya. ya. Kalau sudah ada peraturan ada ya kita harus ikuti peraturan tersebut. Ee tapi aturan yang dibuat itu juga harus dilihat dari berbagai aspek gitu ya. Jadi baik ee orang teknik lingkungan yang berperan sebagai pembuat kebijakan juga harus berpikir gitu ee bagaimana cara pencapaian targetnya tersebut memungkinkan apa enggak gitu. Itu harus diperhatikan strateginya bagaimana ya. Baik. Ee pelaksana juga harus memikirkan ee ya kalau tidak mungkin ya harus enggak boleh break the rule. Jadi intinya kuncinya diskusi aja antara ee pemberi kebijakan dengan pelaksana kegiatan itu tolong didiskusikan strategi yang yang diperlukan apa gitu ya. Jadi ee sebisa mungkin tidak membuat peraturan yang ee terlalu ambisius tapi juga tidak boleh break the rule juga gitu kan. supaya posisi kita aman gitu ya sebagai teknik lingkungan. Jadi kita tidak melanggar aturan tapi juga ee bisa tetap melaksanakan peran-peran kita sebagai ee rekayasawan lingkungan gitu ya. Mungkin itu dulu jawaban yang generalnya Pak Buel ya. Terima kasih ya. Ini juga jadi masukan buat saya juga ya. Ya barangkali itu saya kembalikan. Makasih ya. Baik, bagaimana dengan Pak Bu Syairi? Apakah sudah cukup? Ya, baik kalau gitu untuk sesi tanya jawab kita cepuhkan. Terima kasih kepada Bapak dan Ibu yang sudah berpartisipasi. Untuk menutup acara webinar ini. Mungkin dari Pak Ahmad ada closing statement-nya, Pak. Baik, terima kasih Bu Dini dan terima kasih juga Bapak Ibu yang sudah hadir dan mengikuti kegiatan hari ini. Mudah-mudahan apa yang sudah saya sampaikan itu ee menjadi semangatlah tentunya ya. karena saya yakin masih belum cukup Bapak Ibu untuk ee menggali seluruh aspek di dalam proses pengolahan, tapi setidaknya bisa menjadi semangat Bapak Ibu untuk terus ee mempelajari dan terus mencari pengalaman-pengalaman dalam bidang ee pengolahan limbah domestik seperti ini. Dan tentu ee dibutuhkan tadi seperti terakhir tadi pertanyaan terakhir ya. kita butuh ee strategi-strategi dalam ee pencapaian ee pengolahan air libah yang lebih baik lagi dengan cara ee berdiskusi bersama dari berbagai stakeholder ya, baik dari pengguna, pelaksana, kegiatan pembuat infrastruktur, maupun dari yang pemangkuk kebijakan. Nah, itu tolong didiskusikan bersama. Saya kira demikian Bapak Ibu, sampai ketemu lagi mudah-mudahan di lain kesempatan. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Mohon maaf kepada Pak Ahmad jangan dulu meninggalkan ruangan Zoom karena di sini kita akan melakukan dokumentasi terlebih dahulu. Ee baik ee untuk sesi selanjutnya kita akan melakukan dokumentasi dan kepada Bapak Ibu yang bisa mengaktifkan kamera dipersilakan. Oke, di sini saya akan mulai untuk melakukan dokumentasi. Saya akan mulai melakukan perhitungan mundut. Oke. Baik. Di sini saya akan mulai melakukan perhitungan mundur dimulai dari angka 5 4 3 2 1 ya sekali lagi 5 4 3 2 1.1. Oke. Baik ee dokumentasi sudah dicukupkan. Terima kasih kepada Pak Ahmad atas penyampaian materi yang sangat bermanfaat ini. Semoga Bapak dan Ibu semuanya di sini juga bisa menerapkannya di lapangan. Saya ucapkan lagi terima kasih kepada Pak Ahmad. Semoga kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh kepada Pak Ahmad dan kepada Pak Ahmad apabila ingin meninggalkan ruangan Zoom dipersilakan Pak. Baik terima kasih Mbak Dini. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Iya. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, kepada Bapak dan Ibu semuanya, berakhir sudah acara webinar di hari ini. Bagi Bapak Ibu yang ingin mendapatkan e-sertifikat, Bapak Ibu dapat mengisi link presensi kehadiran yang tertera di layar ini. Dan ketika Bapak, Ibu mengisi presensi, pastikan nama dan email sudah diketik dengan benar karena hal ini dapat mempengaruhi pengiriman e-sertifikatnya. Baik, saya akhiri kegiatan webinar hari ini. Mohon maaf apabila saya ada salah kata dan salah ucap. Wabillahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang dan selamat melanjutkan aktivitas lainnya.