Transcript
YXOa1u9C6kQ • Webinar 109 Fundamental Proses Pengolahan Air Limbah
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0143_YXOa1u9C6kQ.txt
Kind: captions
Language: id
emisi udara, persetujuan teknis limbah
B3, penyusunan dokumen KLHS, penyusunan
dokumen RPPLH, pemodelan kualitas air
sungai, pemodelan dispersi udara,
pemodelan air tanah, life cycle
assessment, perhitungan emisi gas rumah
kaca, pengelolaan banjir dan sedimentasi
sungai, perancangan dan pemilihan
insinerator sampah dan limbah B3,
pemantauan kualitas udara dan air
menggunakan sensor, pelatihan sistem
informasi geografis, dan pelatihan
remote
sensing. Alumni pelatihan kami sudah
lebih dari 2.500 orang yang berasal dari
seluruh Indonesia. Pelayanan kami
terbuka untuk perusahaan, pemerintahan,
perorangan, ataupun pemerhati
lingkungan. Ekoedu selalu berusaha
menyajikan pelatihan yang berkualitas
dengan menghadirkan pengajar yang
[Musik]
berpengalaman. Memberikan pengalaman
langsung dengan praktikum.
dan e-learning yang dapat diakses di
manapun. Jadi, awalnya saya mengikuti
pelatihan Eco Edio ini memang dari
grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang
pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka
itu sungguh bisa dianggap menarik ya,
karena mereka pengetahuan mereka tentang
yang pengin mereka ketahui itu meningkat
gitu ya. Kemudian skill-skill yang
dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga
cukup bisa dilihat begitu ya, terasa
gitu manfaatnya di kami terutama untuk e
para konsultan yang memerlukan
tenaga-penangka ahli gitu. Sehingga saya
memilih Eco
Edu mengikuti pelatihannya juga dan itu
terbukti benar gitu. Nah, saya lihat
Instagram itu ada Eco Edu ya yang akan
menyenggarakan pelatihan. Nah, di sini
juga saya banyak baca terlebih dahulu ya
terkait tentang informasi yang
disediakan oleh Paku. Nah, menurut saya
itu menjadi hal yang membuat tertarik
untuk ikut pelatihan di situ. Jadi, saya
sering lihat di Instagram gitu bagaimana
Eko Idu menyampaikan informasinya. Eko
edu itu bagus karena pelatihan-patihnya
itu selalu terkini terus mengikuti zaman
dan juga pelatihnya itu bagus-bagus dan
terbaiklah ke
[Musik]
bidangnya. Iya. Ee yang pertama memang
tentu saja ini meningkatkan dan
maksimalkan skill-skill yang saya
harapkan begitu ya. ter dalam penyusunan
dokumen AMD saya jadi bisa lebih
produktif, lebih efektif juga ee punya
update gitu ya, update-update
persoalan-persoalan dalam jurusan AMDA
terkini dari ahlinya langsing di
lapangan begitu yang pengalamannya tidak
diragukan. Menurut saya pelatihan yang
disediakan ini sangat bermanfaat sekali
dan mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada
teknologi terbaru yang saya dapat itu di
e-learning ya. Itu luar biasa ee
pembelajarannya juga mudah sekali untuk
dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti
dan juga menambah ilmu pengetahuan yang
banyak banget.
[Musik]
eh e-learning ini memang di memang
sangat diperlukan sekali ya, terutama
untuk kita yang dengan keterbatasan
pengetahuan kemudian juga waktu mungkin
ee itu memberikan kita kesempatan untuk
kembali mengingat, kembali mendengarkan
paparan-paparan yang mungkin kurang
jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang
sesering mungkin yang kita inginkan.
Kita juga bisa review kembali sehingga
belajar kita bisa lebih efektif dan
efisien.
arning itu membantu sekali ketika pada
saat penyampaian materi ada yang
ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa
lihat materi itu di
sangat membantu Mbak jadi saya ee ambil
materi terus lihat video yang bisa
diakses kapan aja dan di mana
[Musik]
aja juta dengan informasi yang kami
peroleh itu jauh dari padan sebenarnya.
Jadi apa namanya ya? Kalau saya bilang
terlalu murah itu jadi
sepadanlah. Jadi menurut sepadan Bu
karena memang e pelatihannya itu pun
sangat membantu ya dalam menyelesaikan
satu pekerjaan yang ada di e sekitar
lingkungan saya sendiri gitu. Saya kira
sepat sesuailah dengan apa yang kita
[Musik]
dapatkan.
EKTP efektif, tepat dan profesional.
Hemat, cermat, dan hebat. Keren,
profesional dan juga keginian.
[Musik]
Pengembangan sumber daya manusia adalah
bagian dari proses dan tujuan dalam
pembangunan
Indonesia. Upaya membangun sumber daya
manusia yang berkualitas salah satunya
dapat dilakukan melalui pelatihan.
Ekoedu hadir sebagai platform pelatihan
lingkungan hidup yang bertujuan untuk
meningkatkan kinerja dan kualitas sumber
daya manusia.
Saat ini kami memiliki 15 paket
pelatihan, yaitu persetujuan teknis AI
limbah, persetujuan teknis emisi udara,
persetujuan teknis limbah B3, penyusunan
dokumen KLHS, penyusunan dokumen RPPLH,
pemodelan kualitas air sungai, pemodelan
dispersi udara, pemodelan air tanah,
life cycle assessment, perhitungan emisi
gas rumah kaca, pengelolaan banjir dan
sedimentasi sungai, perancangan dan
pemilihan insinerator sampah dan limbah
B3, pemantauan kualitas udara dan air
menggunakan sensor, pelatihan sistem
informasi geografis, dan pelatihan
remote
sensing. Alumni pelatihan kami sudah
lebih dari 2.500 orang yang berasal dari
seluruh Indonesia. Layanan kami terbuka
untuk perusahaan, pemerintahan,
perorangan, ataupun pemerhati
lingkungan. Ekoedu selalu berusaha
menyajikan pelatihan yang berkualitas
dengan menghadirkan pengajar yang
berpengalaman.
[Musik]
memberikan pengalaman langsung dengan
praktikum dan e-learning yang dapat
diakses di manapun.
Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan
Eco Edio ini memang dari grup-grup di
alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut
pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh
bisa dianggap menarik ya karena mereka
pengetahuan mereka tentang yang pengin
mereka ketahui itu meningkat gitu ya.
Kemudian skill-skill yang dihasilkan
dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa
dilihat begitu ya, terasa gitu
manfaatnya di kami, terutama untuk e
para konsultan yang membukan
tenaga-tenaga ahli sehingga saya memilih
Eco Edu dan sempat mengikuti
pelatihannya juga dan itu terbukti benar
gitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada
Edu yang akan menyengarakan pelatihan.
Nah, di sini juga saya banyak baca
terlebih dahulu ya terkait tentang
informasi yang
diselu. Nah, menurut saya itu menjadi
hal yang membuat tertarik untuk ikut
pelatihan gitu. Jadi saya sering lihat
di Instagram gitu bagaimana Ibu
menyampaikan informasinya. Eko edu itu
bagus karena pelatihan-patihnya itu
selalu tergini terus mengikuti zaman dan
juga pelatihnya atau bagus-bagus dan
terbaiklah ke
[Musik]
bidangnya. Iya. Ee yang pertama memang
tentu saja ini meningkatkan dan
maksimalkan skill-skill yang saya
harapkan begitu ya. bertanggung dalam
penyusunan dokumen AMD saya jadi bisa
lebih produktif, lebih efektif juga ee
punya update gitu ya, update-update
persoalan-persoalan dalam keisan AMD
terkini dari ahlinya langsing di
lapangan begitu yang pengalamannya tidak
diragukan. Menurut saya pelatihan yang
disediakan EID ini sangat bermanfaat
sekali dan mudah untuk aksesnya. Jadi
ada teknologi terbaru yang saya dapat
itu di e-learning ya. Itu luar biasa ee
pembelajarannya juga mudah sekali untuk
dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti
dan juga menambah ilmu pengetahuan yang
banyak banget.
[Musik]
eh-learning ini memang di memang sangat
diperlukan sekali ya, terutama untuk
kita yang dengan keterbatasan
pengetahuan kemudian juga waktu mungkin
ee itu memberikan kita kesempatan untuk
kembali mengingat, kembali mendengarkan
paparan-paparan yang mungkin kurang
jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang
sesering mungkin yang kita inginkan.
Kita juga bisa review kembali sehingga
belajar kita bisa lebih efektif dan
efisien.
Arning itu membantu sekali ketika pada
saat penyampaian materi ada yang
ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa
lihat materi itu di 7 sangat membantu
Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus
lihat video yang bisa diakses kapan aja
dan di mana
[Musik]
aja. 4 juta dengan informasi yang kami
peroleh itu jauh dari kas padan
sebenarnya. Jadi apa namanya ya, kalau
saya bilang terlalu murah itu jadi
sepadanlah. Jadi menurut sepadan Bu
karena memang e pelatihannya itu pun
sangat membantu ya dalam menyelesaikan
satu pekerjaan yang ada di e sekitar
lingkungan saya sendiri gitu. Nah, saya
kira sepat sesuailah dengan apa yang
didapatkan.
[Musik]
E-KTP efektif, tepat dan profesional.
Hemat, cermat, dan hebat. Keren,
profesional, dan juga keginian.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu,
dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang
kembali di webinar Ekoedu ke-109. Saya
ucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu
semua yang sudah selalu setia untuk
mengikuti acara webinar ini. Hari ini
webinar Eko akan mengangkat tema
fundamental proses pengolahan air
limbah.
Perkenalkan saya Dini yang akan bertugas
sebagai moderator pada acara ini. Baik
Bapak Ibu semua, sebelum memulai webinar
pada siang ini, alangkah baiknya kita
berdoa bersama-sama sesuai dengan agama
dan kepercayaan masing-masing. Berdoa
dipersilakan. Berdoa dicukupkan. Untuk
acara selanjutnya, mari kita menyanyikan
lagu Indonesia Raya secara bersama-sama.
Diharapkan kepada Bapak dan Ibu untuk
duduk.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Baik Bapak Ibu semua, untuk selanjutnya
izinkan saya mempromosikan tiga
pelatihan dalam waktu dekat ini yang
akan diselenggarakan oleh
kami, yakni Yang pertama ada pelatihan
life cycle assessment yang akan
dilaksanakan pada tanggal 28 April
hingga 2 Mei
2025. Kemudian pada minggu yang sama
akan diadakan pelatihan dan sertifikasi
penanggung jawab operasional pengolahan
air limbah atau biasa disingkat Kopa
yang akan dilaksanakan pada tanggal 28
April hingga 2 Mei 2025. Kemudian
dilanjutkan lagi pada 2 minggu ke depan
yaitu ada pelatihan penyusunan laporan
pemantauan lingkungan
RKLRPL gelombang 2 yang akan
dilaksanakan pada tanggal 5 sampai 7 Mei
2025. Dan jika Bapak Ibu melakukan
pembayaran pada haming satu pelatihan,
Bapak Ibu akan mendapatkan diskon 10%
dari biaya investasi.
Untuk informasi lebih lanjut dalam dapat
menghubungi admin kami Riris
Danisa. Bapak Ibu juga bisa mengunjungi
sosial media kami yakni ada Instagram,
YouTube channel, Facebook dan juga
website resmi kami yaitu ecoedu.co.id.
Dan juga bagi Bapak Ibu yang tertarik
langsung untuk mendaftar, silakan
diakses ke
pendaftaran
ehedu.co.ido. Ee selain itu kami juga
terdapat inhouse training yang dapat
dilaksanakan secara offline sesuai
dengan permintaan dari instansi atau
perusahaan Bapak dan Ibu semuanya.
Selanjutnya kita akan langsung masuk
pada kegiatan utama kita di mana webinar
kali ini kita akan berdiskusi mengenai
fundamental proses pengolahan air
limbah dan kami telah menghadirkan
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya untuk memberikan materi dan
wawasan yang bermanfaat. Baik,
perkenankan saya untuk memperkenalkan
narasumber kita hari ini yaitu Ir. Ahmad
Soh Setiawan, ST, MT, PhD. Beliau
merupakan Kepala Program Studi Rekayasa
Infrastruktur Lingkungan dan Magister
Pengolaan Air Bersih dan Sanitasi di
Institut Teknologi Bandung. Dan
kebetulan narasumber kita pada ses pada
siang ini yaitu Bapak Ahmad sudah ada di
dalam ruangan Zoom. Izinkan saya untuk
menyapa terlebih dahulu. Selamat siang
kepada Bapak Ahmad
ya. Selamat siang, Mbak Dini. Iya,
selamat siang. Selamat pagi, Bapak Ibu,
ya. Baik. Bagaimana, Pak, kabarnya untuk
pada siang hari ini? Insyaallah ya
alhamdulillah baik ya. Semoga yang lain
juga sama ya kita semangat untuk ee
belajar ya di acara ini. Iya. Baik, Pak.
Mudah-mudahan kita selalu sehat ya, Pak.
Eh ya. Baik, Pak. Izin terlebih dahulu
sebelum kita mulai izinkan saya untuk
menyampaikan beberapa teknis. Yang
pertama untuk pemaparan akan
dilaksanakan selama 1 seteng jam
kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya
jawab dengan menggunakan aplikasi Slidu
dan juga dilanjutkan lagi dengan tanya
jawab secara langsung. Baik, untuk
mengefektifkan waktu saya serahkan
ruangan Zoom ini kepada Bapak Ahmad dan
kepada Bapak Ibu semuanya. Selamat
mengikuti acara webinar ini.
Baik, terima kasih Mbak Dini yang telah
mengantar dan membuka acara ini. Baik,
saya izin ee share slide-nya ya.
Ya, mudah-mudahan sudah terlihat ya,
Bapak, Ibu.
Iya, sudah, Bapak Ahmad ya.
Baik, saya
coba mulai ya. Baik, selamat pagi Bapak
Ibu semuanya. Ee salam kenal bagi yang
baru pertama kali mungkin ya kita
bertemu. Tadi sudah disampaikan ee nama
lengkap saya Mas Setiawan, tapi mungkin
ee teman-teman di ITB mengenal saya
dengan nama ASO ya. Jadi, Pak Asso
silakan boleh memanggil saya dengan Pak
Aso. Saya sehari-hari mengajar di ee
teknik lingkungan di program studi RK
Infrastruktur lingkungan dan Magister
Pengelali Bersih dan Sanitasi ya. Dan
saya tergabung di kelompok keahlian air
dan limbah cair. Nah, pada hari ini
topik yang akan disampaikan itu terkait
dengan fundamental proses pengolahan air
limbah. Jadi materi yang
akan
ee tengah saya juga akan coba
mkan
ee ee baik saya mulai
dari antara
pengelolaan pengolahan
ini adalah bagi
peng
keseluruhan dari
ee sampai dengan air limbah tersebut
dimanfaatkan atau dibuang ke lingkungan
ya. Jadi ada berbagai hal kegiatan ee
sementara untuk pengolahan itu hanya
bagian dari pengelolaan yang sifatnya
adalah kuratif. ee maaf sifatnya itu
eh kuratif ya. Jadi end of pip di mana
eh telah timbul air limbahnya kemudian
kita ee olah sedemikian rupa supaya
memenuhi ee kualitas yang
di apa ditentukan ya yaitu baku mutu.
Nah, jadi secara
prinsip tujuan dari entar ini terhalang
ya.
Oke, tujuan ee utama dari
pengolahan air limbah itu adalah
mengurangi dampak negatif dari air
limbah yang ee dihasilkan, ya. Di mana
di air limbah tersebut terkandung
berbagai kontaminan yang ee dapat
menyebabkan kerusakan lingkungan dan
ee menurunkan kesehatan masyarakat. Nah,
biasanya komponen yang ada di dalam air
limbah itu yang utama itu terdiri dari
partikel, kemudian bahan-bahan organik,
ada nutrien juga ya berupa nitrogen,
fosfor, dan kemudian ada juga
ee parameter-parameter lain yang
bersifat racun seperti logam berat ya,
nitrit-nitrat dan lain-lain ya. Ee nah
setiap pengolahan itu kita punya target
ya, di mana target dalam pengolahan air
limbah ini ee kita mengacu ke baku mutu
ya, ada baku mutu stream dan baku mutu
evluence. Nanti akan saya jelaskan di
slide
selanjutnya. Baik, kita lanjut untuk
slide berikutnya. Nah, untuk ee kita
ketahui juga bahwa dalam air limbah itu
kita bagi menjadi dua kategori yang
utama yaitu air limbah domestik dan air
limbah industri. Ya, secara prinsip
pengolahan sebetulnya bisa dikatakan
sama ya, namun nanti ada
ee karakteristik ya yang berbeda antara
air limbah domestik dan air limbah
industri dan nanti akan berpengaruh
terhadap pemilihan teknologi ee dan
proses pengolahannya. Nah, kita lihat di
sini ada air limbah domestik ya. air
limbah domestik itu ee
umumnya karakteristiknya itu ee tidak
bersifat B3 kecuali kalau ada
kontaminasi dari limbah-limbah yang ee
B3 atau mengandung bahan B3 ya misalnya
dari Om industri, dari medis dan
lain-lain. Nah, dan dihasilkan di dari
aktivitas rumah tangga ya, bukan artinya
dari rumah, tapi dari aktivitas domestik
ya. Seperti ee mandi, cuci ee kakus. Dan
ini tidak hanya ada di rumah tangga ya,
di seluruh ee tempat di mana di situ ada
manusia atau habitat pasti akan
dihasilkan limbah domestik. Walaupun di
kawasan komersil atau kawasan industri
pertambangan pasti di situ ada air
limbah domestik.
Nah, untuk konsentrasinya sendiri ini
kategorinya antara ringan sampai sedang
ya dibandingkan dengan air limbah
industri. Ee sementara untuk air limbah
industri sendiri ini sifatnya ee bisa
mengandung B3 dan non B3 ya karena
tergantung dari ee bahan-bahan yang
digunakan di industri tersebut. sifatnya
ee antara sedang sampai dengan berat ya
dan dihasilkan dari proses produksi
ataupun pencuncian-pencucian alat-alat
ee produksi ya. Nah, itu dikategorikan
sebagai air limbah industri.
Nah, baik air limbah domestik maupun air
limbah industri ya keduanya harus kita
olah sedemikian rupa sehingga nantinya
akan memenuhi baku mutu air limbah
domestik ataupun air limbah industri.
Untuk air limbah industri ini
ee untuk air limbah industri ini
mengandung eh maaf terdiri dari berbagai
jenis industri ya. sehingga nanti dalam
penggunaan bahan ee baku mutu itu harus
mengacu ke jenis industri tertentu ya.
Ini dibedakan di dalam ee baku mutu
nanti kita lihat di ee peraturan ya.
Jadi intinya seperti itu ya. Terdiri
dari limbah domestik dan air limbah
industri.
Nah, berikut adalah kaitan antara ee air
limbah khususnya domestik ya dengan
isu-isu yang ee terkait ya. Nah, isu-isu
berkelanjutan. Nah, dibandingkan antara
air limbah domestik dengan air limbah
industri,
sebetulnya kalau ditanya mana air limbah
yang
ee berkontribusi paling tinggi terhadap
pencemaran ya pasti rata-rata
menjawabnya industri gitu ya. Namun
sebetulnya kalau kita ee perhatikan ya
di sungai gitu ya, di badan air justru
yang paling banyak kontribusi terhadap
pencemaran atau ee ya membuang air
limbah langsung ke lingkungan adalah
dari air limbah domestik. Ya, jadi coba
Bapak Ibu perhatikan di tepian sungai
ya, banyak rumah-rumah yang tidak
mengolah terlebih dahulu air limbah
domestiknya ya. Jadi langsung dibuang ke
lingkungan.
Nah, sementara air limbah industri ini
ee lebih memungkinkan untuk di kontrol,
lebih memungkinkan untuk ee dikendalikan
ya karena ee industri lebih penegakan
hukum untuk industri itu lebih mudah ya
sehingga pada ee kenyataan di lapangan
itu lebih ee mudah untuk dikontrol ya.
Jika terdapat indikasi pencemaran
biasanya industri tersebut akan di ee
kenakan ee penegakan hukum ya sehingga
tidak bisa beroperasi. Sementara kalau
air limbah domestik ini sulit ya. Nah,
ini jadi tidak hanya dari sisi
karakteristiknya yang tinggi, tapi juga
harus dilihat dari sisi ee kontrolnya
ya. Ini lebih sulit sebetulnya limbah
domestik. Jadi bukan artinya air limbah
domestik ini ee tidak berbahaya ya.
Kemudian kaitannya dengan kerusakan
lingkungan dan kesehatan ya tentu ee air
limbah domestik maupun industri ini
dapat membahayakan ya baik untuk ee
lingkungan maupun untuk manusia.
Kemudian terjadinya misalnya proses
etrofikasi ya, yaitu peningkatan ee
pertumbuhan alga secara ee tidak
terkendali ya akibat terdapatnya
nutrien-nutrien yang masih ee tinggi ya
dibuang ke lingkungan. Tentu penurunan
juga nilai estetika ya dari sisi ee
kekeruhan kemudian bau yang tidak enak
gitu ya dan warna tentu itu akan
menurunkan nilai estetika. Kemudian isu
lainnya yang terkait dengan ee
pengolahan air limbah adalah ee adanya
ee kemungkinan untuk kita bisa
manfaatkan kembali ya, kita recovery
lagi ya. Misalnya dari ee airnya kita
manfaatkan untuk untuk air recycle atau
lumpurnya atau ya lumpur tinja atau
lumpur ee hasil pengolahan itu bisa kita
manfaatkan sebagai sumber energi ee
misalnya untuk bricket energi untuk soil
conditioning gitu ya atau untuk pupuk
atau untuk ee biokonversi dan lain
sebagainya. Nah, jadi isu-isu ini juga
akan ee menjadi pertimbangan ketika kita
ingin memilih ee target. Jadi, kita
harus menentukan nih target dalam
pengolahan gitu ya. Apakah cukup hanya
untuk ee memenuhi baku mutu? Artinya
kita juga harus memilih teknologi yang
ee sesuai gitu ya. Kalau terlalu advance
nanti akan menjadi masalah di biaya dan
keberlanjutan dari teknologi tersebut.
Namun untuk keperluan recycle ya tentu
kita juga harus mempertimbangkan ee
teknologi yang mampu ee mengolah
sehingga dia bisa dimanfaatkan. Nah, itu
pun harus dilihat ya dari segi air
limbah yang dihasilkan dengan biaya yang
dikeluarkan. Jadi jangan
sampai ee secara finansial tidak
menguntungkan baik ee bagi pihak
pengelola seperti itu. Baik, kita lanjut
lagi. Nah, selanjutnya ini juga bagian
terpenting
dalam ee pengolahan gitu ya. Nah, kita
harus melihat baku mutu ya sebagai
target pengolahan ya. Nah, dalam hal ini
baku mutu ini adalah baku mutu evluen
dan stream standar. Kedua baku mutu ini
sebetulnya untuk e baku mututo eh ketika
dia dibuang ke lingkungan ya, bukan
untuk diycle. Nah, untukluence standar
itu kita masih mengacu untuk baku mutu
ee limbah domestik mengacu ke Permen LHK
nomor 68 tahun 2016 ya. sampai saat ini
masih menggunakan ee baku mutu ini.
Sementara untuk industri itu ada Permen
LAH nomor 5 tahun 2014 ya yang terbaru.
Jadi ada baku mutuen dan ada baku mutu
ehluen industri dan domestik ya. Selain
daripada ini, kita juga bisa mengacu ke
baku mutu yang sifatnya lokal, yang
sifatnya lebih spesifik. misalnya ini
pergub DKI atau Pergubinsi lainnya ya.
Nah, di sini kalau di DKI atau di
Jakarta itu mengacu ke nomor 69 tahun
2013 gitu ya. Nah, ketika kita melihat
ini seharusnya pergup-pergup yang atau
peraturan-peraturan yang dibuat oleh
pemerintah daerah itu harusnya lebih
ketat ya dibandingkan dengan nasional.
Jadi kita lihat atau mungkin nanti ee
jika pemerintah daerah membuat kebijakan
maka harus meninjau kembali ee baku mutu
yang nasional gu ya. Jangan sampai lebih
longgar dari nasional. Jadi harus lebih
ketat dari nasional dengan tujuan untuk
ee segi keamanan gitu ya. Nah, kemudian
untuk ee baku mutu lainnya contohnya
adalah Permen CAS nomor 2. Ini kalau
dimanfaatkan ya sebagai air bersih ya
bisa juga menggunakan Permen CAS cas.
Jadi baku mutu untuk pembuangan dan bak
mutu untuk pemanfaatan. Nah, apa bedanya
dengan stream standar? ini juga harus
kita ketahui. Nah, kalau evaluence
standar itu sebetulnya ee
pencegahan jadi standar ee maksimum
kontaminan itu boleh kita buang setelah
kita olah ya
ee dengan konsentrasi maksimum sesuai
dengan standar. Jadi sebelum masuk ke
badan air penerima ya, jadi kita harus
pastikan sudah memenuhi baku mutu ya.
Nah, sementara kalau stream standar itu
untuk mencegah ee dampak negatif dari
air yang sudah masuk ke lingkungan
terhadap disipn yaitu terhadap manusia
dalam hal ini. Nah, jadi baku mutuostram
ini cara penggunaannya adalah
ee mencari dulu C campurannya ya.
Kalauen langsung ya, jadi sebelum masuk
dibandingkan dengan baku mutu. Nah,
sementara kalau streaming standar itu
setelah masuk ke lingkungan kita cari
Campurannya. Campuran dari air limbah
yang masuk dan air limbah yang memang
sudah ada di dalam sungainya tersebut
atau badan air tersebut gitu ya.
Kemudian Campurannya tersebutlah yang
nanti akan dibandingkan dengan stream
standarnya baku mutunya. Dalam hal ini
yang terbaru adalah PP nomor 22 tahun
2021 ya. Nah, di situ ada
kelas-kelasnya, ada kelas 1, 2, 3, dan
4. Ini disesuaikan dengan peruntukan ee
sungainya ya. Kalau kelas 1 untuk air
baku, air minum, kelas 2 untuk air
rekreasi atau kolam renang ya, kelas 3
untuk perikanan peternakan, kelas 4
pengairan tanaman. Nah, cara membacanya
juga kalau dia sudah muni kelas 1
artinya dia bisa digunakan juga untuk
kelas 2, kelas 3, kelas 4 gitu ya. atau
kalau dia men kelas 2, dia bisa juga
digunakan untuk kelas 3, kelas 4, tetapi
tidak bisa digunakan untuk kelas 1. Ya,
demikian. Nah, bagi yang kalau kita
ingin melakukan pemantauan di
lingkungan, nah kita juga bisa
menggunakan baku mutu stream standar ya.
Tapi kalau tidak diketahui ee
peruntukannya biasanya kita mengacu ke
kelas
2. Nah, ada kalanya pemerintah daerah
menentukan ee kualitas yang lebih
daripada peruntukannya. Nah, ini
sebetulnya tergantung dari kebijakan
dari daerahnya sendiri ya. Oke, kita
langsung. Nah, ini sebetulnya
ee apa
ya kaitannya dengan pengolahan itu
adalah nanti di target olahan ya. Jadi
kita menargetkan nanti hasil pengolahan
kan kita harus tahu inn-nya berapa,
karakteristik inn-nya, influence-nya,
dan karakteristik outlet-nya sebagai
target yang kita akan ee olah gitu kan.
Itu harus kita tentukan dari sejak awal
apakah mau dibuang apa dimanfaatkan
untuk memenuhi kualitas yang mana gitu
ya. itu harus clear dari awal. Oke, kita
lanjut
lagi. Nah, ini contoh dari baku mutu air
limbah domestik yaitu Permen LHK nomor
68 tahun 2016. Nah, sebetulnya saya
ingin menjelaskan di sini bahwa Permen
HK ini adalah ee perubahan dari KPNLH
112 tahun 2003 di mana di sini ada ee
baku mutu yang lebih ee ketat ya, di
mana sebelumnya hanya 4 1 2 3 4
parameter. Nah, yang sekarang 7uh
parameter ya. Jadi lebih banyak yang
diatur. Kemudian dari segi konsentrasi
sekarang ee sudah mengacu ke ee lebih
ketat ya. Jadi BOD kalau dulu boleh
dibuang sampai 100, kalau sekarang
enggak boleh, harus 30 maksimum gitu ya.
Begitu pula parameter lainnya lebih
ketat dari yang sebelumnya. Artinya apa?
Dalam proses pengolahan juga harus
dilakukan proses pengolahan yang lebih
advance gitu ya. Yang dulu mungkin masih
bisa menggunakan hanya proses anaerobik.
Nah, sekarang dengan adanya penyisian
amonia ya, ya tentu lebih sulit ya kalau
hanya menggunakan proses anaerobik. Jadi
sebaiknya juga ada ee proses aerobik
atau kombinasi dari proses anaerobik dan
aerobik ya. Itu salah satu contohnya ya
dari adanya ee perubahan baku mutu yang
lebih ketat. Baik, selanjutnya saya juga
memperkenalkan ee beberapa karakteristik
air limbah ya. karena yang hadir pada
saat ini saya lihat ee berbagai
background ya. Jadi saya mulai dari
mulai fundamental dari paling dasar dan
nantinya mungkin ada contoh-contoh juga
yang bisa di ee diikuti oleh ee peserta
yang sudah berpengalaman juga ya. Nah,
ini contoh karakteristik dilakukan di
laboratorium. Nah, yang ingin saya
sampaikan di sini adalah apa
parameter-parameter utama khususnya air
limbah domestik gitu ya. Karena kalau
air limbah industri ya banyak sekali
gitu ya, tergantung jenis industrinya
dan lain-lain. Nah, kita lihat saja,
kita tinjau dari contoh air limbah
domestik ya. Yang pertama adalah BOD
yaitu biochemical oxygen
demological. Nah, ini yang seringki di
lapangan itu sekarang istilah yang ee
dikenal di umum juga adalah biological
sebetulnya kurang tepat. Yang tepat
adalah biochemical oxygen demand ya.
Jadi, oksigen yang diperlukan
ee oleh mikroorganisme ya atau yang
terjadi di dalam bio. Jadi reaksi secara
chemikal di dalam biologi gitu ya, di
dalam bakteri. Jadi disebut biochemikal
karena terjadi proses kimia di dalam
tubuh bakteri ya yang membutuhkan
oksigen. Nah, sebetulnya BOD measurement
ini juga adalah
ee an ee pengukuran organik secara indir
secara tidak langsung gitu yang kita
ukur oksigennya. Tapi sebetulnya yang
ingin kita estimasi adalah kandungan
organiknya gitu ya. Memang agak aneh
gitu ya. Tapi sebetulnya ini dengan
reaksi stokiometri kan akan sebanding
antara organik yang hilang dengan
oksigen yang digunakan gitu ya. Nah,
jadi karena orang teknik umumnya kan
menggunakan pendekatan yang efisien,
yang efektif, yang murah gitu ya. Maka
kita menggunakan BOD seringki
dibandingkan dengan TOC ya atau zat
organik gitu ya. Jadi kita pakai yang
BOD ya. Nah, BOD ini juga
merepresentasikan ee material organik
yang biodegradableel karena dia bisa
diolah secara biologi gitu ya. Nah, jadi
apa tadi ee definisinya? yaitu jumlah
oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri
karena dia berlangsung di tubuh bakteri
reaksi kimianya untuk menguraikan atau
mengoksidasi atau mendegradasi ee zat
organik ya. Jadi secara tidak langsung
sebenarnya yang diukur adalah organik ya
ee yang terlarut dan sebagian yang
tersuspensi di dalam air ya. Nah, bakum
mutunya 30. Jadi itu istilah
BOD. Nah, kemudian istilah yang lainnya
adalah COD atau chemical oxygen demand
ya. Nah, berbeda dengan BOD. Kalau COD
ini berlangsungnya bukan di tubuh
bakteri atau biologi ya, tapi
berlangsung ee secara reaksi kimia di
mana oksidatornya bukan ee bukan bakteri
tapi bahan kimia ya. Dalam hal ini
biasanya menggunakan mangan atau krom ya
sebagai oksidatornya. Jadi dia akan
mendegradasi, dia akan menguraikan
zat-zat organik tersebut secara chemikal
ya dengan menggunakan bantuan oksigen
juga sama. Jadi sama-sama sebetulnya
oksigen yang diukur ya. Nah, namun dalam
hal ini COD itu yang terukur adalah ee
baik yang biodegradable maupun yang non
biodegradable gitu ya. Jadi kalau
manusia seperti kita makan itu kan makan
pisang enggak mau sama kulitnya gitu
kan. Kalau kimia itu dia makan aja
semuanya dengan kulit-kulitnya gitu kan.
Ibaratnya seperti itu atau dengan garpu
dan piringnya juga gitu kan. Sehingga
nilai COD ini akan lebih tinggi
dibandingkan BOD. Jadi dia bukan hanya
yang biodegradable tapi yang non
biodegradable juga lebih tinggi ya. Jadi
kalau ada hasil lab silakan dicek nilai
COD-nya itu harus lebih tinggi dari BOD.
Kalau kebalik itu berarti mungkin ada
kesalahan di dalam ee analisanya.
Kemudian baku mutu. Nah, ini juga lebih
tinggi ya dibandingkan dengan baku mutu
BOD. Baik, kita lanjut dulu ya. Ee
kemudian parameter utama lainnya adalah
TSS ya. Ya, sebetulnya untuk
ee menggambarkan jumlah ee partikel di
dalam eh sampel atau di dalam air ya.
Jadi ada TSS tol suspended solid ya,
artinya partikel yang eh mengapung ya
atau partikel yang tidak terlarut gitu.
Jadi partikel itu ada yang mengapung,
ada yang tidak terlarut sebetulnya dari
ukurannya gitu ya. Kalau yang PSS yang
lebih dari
ee berapa mikron gitu ya, sesuai dengan
ukuran kertas saring ya, 90 mikron kalau
enggak salah ya. Nah, kalau yang lolos
daripada itu kita sebut disop gitu ya.
Jadi yang yang larut. Nah, kalau
totalnya jumlah dari kedua ini adalah
total solid. Nah, biasanya kalau untuk
air kita menggunakan parameter TSS
karena kelihatan gitu jelas ya. Kalau
tesisnya tinggi artinya airnya keruh
secara estetika tidak baik dan
kemungkinan terdapat
kontaminan-kontaminan lainnya yang ee
banyak di dalam air tersebut ya. Kalau
di lumpur biasanya menggunakan total
solid ya. Jadi jumlah dari TSS dan TDS.
Nah, begitu baku mutunya sama dengan BOD
ya. Kemudian parameter lainnya yang
penting juga adalah TN dan TP. TN itu
total nitrogen, TP itu total fosfor yang
biasa merepresentasikan kondisi ee
kandungan nutrien di dalam air ya.
Ee
untuk proses biologi. Nah, di baku mutu
biasanya kita menggunakan amonia ya,
bukan TN. Walaupun di baku mutu di luar
negeri sudah menggunakan TN. gitu ya.
Tapi di Indonesia masih ee menggunakan
amonianya karena baku mutu itu tidak
hanya terkait dengan kesehatan, tapi
juga secara teknis bagaimana ee bisa
diolah gitu ya. Kalau sulit diolah ya
itu kita belum ke level tersebut. Jadi
TN dan TP ini juga perlu ya bahan e baku
mutunya menggunakan amonia 10 kalau di
Indonesia. Kalau di luar negeri TN ya.
Artinya apa? Kalau amonia sebetulnya
dengan proses pengolahan dia bisa
terkonversi ya, bukan hilang ya, tapi
terkonversi dari NH3. Kalau dengan
proses ee aerobik oksidasi dia akan
berubah menjadi nitrat dan nitrit ya.
Artinya secara baku mutu ya sudah
berkurang NH3-nya, tapi secara total
secara total nitrogen
masih relatif tinggi ya, karena NH3-nya
hanya berubah menjadi nitroten. Jadi
kalau mau mengolah lebih lanjut TN-nya
maka harus dilakukan proses nitrifikasi
dan dinitrifikasi. Jadi, NO2 dan NO3 itu
kita kembalikan ke reaksi di awal
sehingga nanti akan berubah menjadi NO2
dan N2O dan N2 ya berupa gas gitu ya
sehingga akan Nah, itu sekilas terkait
TN dan TP yang parameter selanjutnya
adalah minyak dan lemak atau lain gris
ini untuk air limbah domestik adalah
musuh utama ya karena biasanya
menyebabkan
ee penyumbatan dan juga dia mengurangi
ee kinerja dari proses proses biologi
ya. Jadi bakteri tidak maksimum kalau
masih mengandung minyak dan lemak yang
cukup tinggi. Jadi bab pemutunya harus 5
mg/ kemudian total colform ini
sebetulnya indikator ee terkait dengan
mikroorganisme patogen ya. Jadi hanya
indikator ya kita tidak di bakumutu
tidak harus spesifik ya karena terkait
dengan biaya dan ada analisis yang sulit
gitu ya. Nah, jadi total coliform dia
harus harus nol kalau daya limbah ya,
itu 3.000 mpn/100 ml ya. Jadi tidak
harus nol artinya tidak harus seperti
air bersih ya. Kalau air bersih harus
no. Kemudian pH ini juga parameter utama
karena menunjukkan general kondisi di
dalam proses pengolah apakah basa asam
atau netral. biasanya kita maintain di
pH netral 6 sampai 9 gitu ya untuk
proses
biologi. Baik, kita lanjut ke
ee part berikutnya yaitu kualitas air
limbah domestik. Nah, kalau air limbah
domestik secara kualitas itu cukup
tipikal dibandingkan dengan limbah
industri ya. Kalau limbah domestik itu
kisarannya kita bisa ingat sebetulnya
TSS itu antara 250 ya 850 kalau terlarut
ya kalau tersuspensi 100 sampai 350
rata-ratanya sekian jadi sangat tipikal
ya tidak terlalu jauh signifikan BOD
juga sama ya kurang lebih sama dengan
TSS COD lebih tinggi ya rata-rata untuk
lim domestik itu
500 kemudian untuk TOC ya amoni Nitrogen
juga sama ya, antara 1250 itu 25 ya.
Fosfor biasanya karena tidak ada di
dalam baku mutu tidak terlalu dilihat
ya. Tapi kalau dalam proses pengolahan
kita harus juga melihat komposisinya ya,
TN, TP ya. Jadi komposisi CNP itu harus
kita perhatikan. Kalau aerobik dan
anaerobik itu berbeda. Tapi kalau air
limbah domestik biasanya tidak
memerlukan tambahan lagi ya karena
komposisinya sudah cukup
biodegradableel. Tapi kalau limbah
industri juga harus dilihat. Kemudian
klorida itu 30 100 di sini 50 minyak
lemak 100 ya. Jadi ini eh tipikal
sebetulnya dan untuk eh matcavened
sebetulnya ada juga kategorinya ada low,
medium, weak, eh medium, dan strong
sebetulnya ada yaitu disesuaikan aja
dengan data aktual dari ee sumber air
limbah yang Bapak Ibu punya ya. Nah,
kemudian untuk limbah industri kalau
kita bandingkan secara umum itu seperti
ini ya. Jadi BODnya 0 sampai 70.000 ya.
Sangat ee bedanya sangat jauh. COD sama
TSS bisa dari 0 sampai tak terhingga.
Amonium bisa dari nol sampai tak
terhingga. Logam berat pun sama.
Tergantung dari jenis
produksi, banyaknya produksi dan jenis
industrinya ya. Jadi sangat ini ya cara
satu-satunya untuk industri Anda harus
melakukan sampling primer gitu ya. Kalau
domestik masih bisa menggunakan data
sekunder, tapi industri disarankan
menggunakan data primer. Nah,
perbandingan antar masing-masing
industri sebetulnya ini hanya dilihat
dari satu parameter BOD ya. Tapi
sebetulnya bukan hanya parameter BOD dan
setiap jenis industri punya parameter
ciri khas tertentu ya. Nah, contohnya
dalam BOD saja tiap industri ini
berbeda-beda ya ee baku mutunya ya, jadi
sangat bervariasi ya. Kemudian walaupun
sama jenis industrinya belum tentu dia
kualitasnya, karakteristik infray-nya
sama. Jadi betul-betul untuk industri
itu harus menggunakan data primer ya.
Nah, baru sekarang kita akan masuk ke
skema pengolahan air limbah ya, baik ee
secara domestik maupun industri
sebetulnya secara skema pengolahan sama
ya. Nah, biasanya tingkatan pengolahan
itu dibagi menjadi ada retreatment,
primary treatment, secondary treatment,
dan advance
treatment. Nah, masing-masing ini punya
tujuannya ya. Jadi pretreatment itu
biasanya untuk menyiapkan air limbah
sebelum diolah atau menyingkirkan
terlebih dahulu parameter-parameter yang
sebetulnya tidak ada di dalam baku mutu.
Namun ya harus disisihkan supaya tidak
mengganggu proses pengolahan
selanjutnya. Contohnya di sini course
material ya, bisa sampah, bisa grid ya
atau serpihan-serpihan gitu ya. minyak
lemak ini juga walaupun ada di baku
mutimah domestik ya, tapi ini
dikategorikan sebenarnya sampah ya,
minyak lemak grid itu sebenarnya
kategorinya sampah dan dibuangnya bukan
ke slash ya, bukan ke slash treatment
tapi ke landfill atau ke TPS harusnya
ya. Nah, seperti itu untuk pretreatmen
atau bak ekualisasi ya. Bak ekualisasi
mungkin pernah dengar Bapak Ibu ya itu
juga sebetulnya belum ke tahap
pengolahan, baru penyiapan ya. di mana
di bak ekolisasi itu fungsinya untuk
menghomogenkan aliran maupun
konsentrasinya gitu ya. Supaya nanti ee
pada pengolahan selanjutnya tidak
terjadi shock loading dan performance
dari ee proses pengolahannya konstan dan
ee bagus gitu ya. Nah, selanjutnya tahap
kedua adalah primary treatment.
Nah, primary ini yang di yang diolah
adalah yang utama ya, primary yaitu
partikel yang kelihatan gitu ya. Jadi
sebetulnya saya seringkiali dalam setiap
training saya sampaikan bahwa dalam
pengolahan itu dalam sistem pengolahan
kita prinsipnya itu sama seperti kita
mengerjakan soal ujian Bapak Ibu. Jadi
kita selesaikan dulu, kita jawab dulu
soal-soal yang mudah gitu. Jadi
parameter-parameter yang gampang kita ee
sisihkan kita kita olah dulu. Nah, jadi
pretreatment tadi yang gampang ya,
sampah, minyak itu kita tangkap dulu,
kita sisihkan dulu. Yang lainnya biarkan
saja. Jangan enggak usah khawatir,
biarkan saja dia lewat karena nanti akan
ada pengolahan selanjutnya gitu ya. Jadi
sampah dan minyaknya sudah hilang ya dan
grid-gridnya juga hilang. Nah,
selanjutnya masuk ke primary treatment.
Nanti yang akan disisikan adalah
partikel-partikel terlarutnya, maaf,
partikel-partikel
tersuspensinya, ya. Jadi seperti TSS itu
akan hilang ya. BOD dan organik dan COD
yang bersifat non solubel itu juga akan
ee berkurang ya, tapi efisiensinya
maksimum 40% ya, tidak lebih dari itu.
Nah, kemudian nanti akan dihasilkan sl
yaitu lumpur eh primary ya. Biasanya
karakteristiknya itu berbeda ya. Jadi
masing-masing unit ini punya
karakteristik lumpur yang berbeda. Di
primer itu bisa 1 sampai 2% solid gitu
kan. Nah, kalau secondary treatment bisa
3 sampai 5% ya, itu menunjukkan ee
kandungan solidnya di dalam lumpur ya.
Nah, jadi yang tersisikan di dalam
primary treatment itu yang
partikel-partikel yang padat ya.
Sementara yang partikel terlarut seperti
organik, amonia biarkan saja, bakteri
biarkan saja dia lolos ya. Nanti akan
dilakukan pengolahan pada secondary
treatment. Nah, secondary treatment ini
umumnya menggunakan proses biologi
karena murah ya dibandingkan dengan
proses kimia. proses kimia Bapak Ibu
harus menambahkan dosis bahan kimia yang
besar ya karena dikali dengan debit
dikali berapa hari Bapak Ibu harus
setiap hari berapa kilogram Bapak harus
masukin ya yang nantinya costnya
sangat-sangat tinggi sehingga dalam
proses pengolahan khususnya limbah
domestik saya menyarankan menggunakan
proses biologi ya karena ee
kontaminannya adalah biodegradable yang
mudah diolah secara biologi. Namun untuk
industri Bapak Ibu harus perhatikan
terlebih dahulu apakah biodegradable apa
non biodegradable. Biasanya dengan rule
of time kita bisa
bisa ee mengetahui apakah ini biodegable
apa non biodegable gitu ya. Yaitu dengan
membandingkan antara nilai BOD dengan
COD. Kalau BOD per COD-nya di bawah atau
di atas 5 0,5 ya artinya dia biodegrad
depol. Jadi bisa diolah secara biologi
atau di atas 0,4 masih mungkin diolah
secara biologi. Kalau di bawah 0,4 atau
0,3 ke bawah itu sulit dilakukan proses
biologi. Artinya proses kimia dan fisika
itu lebih dominan gitu ya. seperti itu.
Nah, secondary treatment misalnya
menggunakan biologi sehingga lumpur yang
dihasilkan nanti adalah lumpur biologi.
Nah, kalau menggunakan bahan kimia
terjadi proses koagulasi flokulasi nanti
lumpurnya juga akan mengandung lumpur
kimia. Jadi harus dihitung juga berapa
dosis lumpur yang dihasilkan ya. Jadi
pengolahan lumpur juga harus
diperhatikan ya Bapak Ibu. Ini bagian
dari pengolahan air limbah. Jadi tidak
bisa hanya fokus di airnya. Lumpurnya
dibiarkan saja gitu ya. Nah, selanjutnya
eh seharusnya dengan secondary treatment
sampai pada ee level secondary treatment
itu seharusnya sudah memenuhi baku mutu.
Nah, namun ee mungkin kita
ingin memanfaatkan kembali air limbahnya
maka diperlukan proses pengolahan yang
lebih advance gitu ya. Jadi sebetulnya
pada secondary harusnya sudah selesailah
untuk pembuangan. Tapi kalau ingin
dimanfaatkan ada advance treatment. Jadi
yang diolah biasanya eh nutrien yang
masih berlebih ya nutriennya. Jadi kalau
ingin TN-nya turun ya harus diolah lebih
lanjut atau kalau mau mengolah logam
beratnya dan lain-lain gitu ya. dan juga
ee untuk desinfeksi ya untuk ee bakteri
yang akan dihilangkan juga di advance
treatment biasanya dengan proses
desinfeksi ya nanti akan dihasilkan lagi
slash-nya ya tapi biasanya yang utama
itu eh primary dan secondary ya tapi
kalau ada ee proses kimia di sini maka
dihasilkan juga sl ya jadi to semua sl
yang diperoleh ini harus dilakukan
pengolahan di slash treatment nanti di
akhir slide saya juga akan coba mengulas
sedikit ya tentang pengolahan
pelumpurnya. Kemudian evluen di bisa
dibuang ke badan air atau dimanfaatkan
setelah memenuhi baku mutu atau kriteria
ya. Nah, di sini juga ada contoh-contoh
unit-unit yang biasa dipakai. Ada bar
screen ya. Tadi bar screen itu untuk
menangkap apa? E sampah ya. Grid untuk
menangkap serpihan-sepihan. Grid itu
apa? Bukan hanya pasir ya, tapi juga
bisa kaca, bisa tulang ikan, tulang ayam
ya. itu kategorinya sebetulnya sampah
ya. Flutation unit bisa itu grp atau
frutation unit untuk menyisihkan minyak
lemak. Commonition atau komonitor ini
apa? Ini untuk menggerus organik yang
terlalu keras. Bisa juga menggunakan
komunitor ya. Kemudian untuk primary
bisa proses eh sedimentasi strain proses
fisika. Itu dengan ee saringan juga ya
mengenakan mesk. Kemudian proses fisika
bisa ya sedimentasi atau untuk secondary
bisa biologi dan kimia. Nah, kalau saya
menyarankan tadi proses biologi terlebih
dahulu ya. Ee nanti kalau memang tidak
memungkinkan baru menggunakan proses
kimia. Nah, kemudian untuk yang advance
bisa biologi, kimia, dan fisika. Nah,
itu secara garis besar Bapak, Ibu ya
terkait dengan ee tahapan pengolahan air
limbah. Baik. Nah, di sini sebetulnya
tadi sudah disampaikan ya, sudah
tersampaikan. Jadi, ada preliminary,
primary, secondary, tersedia. Jadi
hierarki dalam proses pengolahan dan
satu lagi yang penting adalah ee
desinfeksi di tahap akhir ya di sini
penghilangan patogen. Jadi desinfeksi
itu biasanya dilakukan di paling akhir
ya Bapak, Ibu. Karena kalau di di awal
atau masih mengandung organik yang
tinggi itu tidak efektif atau
partikelnya masih tinggi. Jadi, proses
desinfeksi yang terjadi tidak efektif.
gitu ya. Jadi biasanya di akhir setelah
organik dan ee TSS-nya terpenuhi ya
sesuai bakutuk. Saya kira itu yang
lainnya sudah tersampaikan ya. Nah, ini
contoh-contoh yang lebih lengkapnya
Bapak Ibu unit-yunit yang digunakan di
pretreatment tadi ada screen
grealisasi separator minyak. Saya kira
sudah dijelaskan tadi untuk primary
treatment bisa chemikal bisa fisik ya.
Chemikal nih kalau limbahnya industri ya
kita cek dulu pH-nya. pH-nya kalau ee
basa ya kita netralkan ada netralisasi
ya atau kalau misalnya mau ee
presipitasi mau mengendapkan logam berat
Bapak Ibu bisa naikkan pH-nya sampai
basah ya tapi nanti perlu diadjust lagi
dinetralkan lagi. atau penambahan kimia
dan koagulasi ya biasanya menggunakan
bahan kimia koagulan atau polimer dan
bahkan flokulan juga bisa untuk
mempercepat pengendapan dan kalau
kuagulan itu untuk ee mendestabilisasi
partikel yang ee muatannya sama sehingga
dia sulit bersatu ya dengan menambahkan
kuagulan. Nah, nanti dia akan terjadi
proses ee aglomerasi, terjadi proses ee
ikatan antar sesama partikel sehingga
nanti akan lebih berat dan gampang untuk
diendapkan.
Kalau fisik bisa flotasi, sedimentasi
tadi sudah ya. Untuk secondary ah ini
ada unit lumpur aktif. Ini yang paling
legend ya. Lumpur aktif nanti akan
dijelaskan juga di slide selanjutnya.
Jadi lumpur aktif itu sebetulnya ee
bakteri ya, bakteri yang aktif ya, yang
bisa mendegradasi itu yang kita sebut
lumpur aktif. Kemudian ada anaerobik
lagun. Nah, ini dari kedalaman polan
biasanya kita kontrol supaya kondisinya
anaerobik. Kemudian tricking filter ini
biasanya menggunakan media Bapak Ibu.
Jadi kalau lumpur aktif itu tersuspensi
bakterinya jadi dia ee melayang-layang
gitu di air. Nah, kalau tricking filter
itu dia ee menempel pada media tumbuh
ya. Nah, biasanya tricking filter
menggunakan kerikil atau sekarang sudah
dimodifikasi menggunakan bahan dari
plastik juga ada gitu ya. Kemudian
aerasi lagun ini ee kolam stabilisasi
tapi dimodifikasi dengan menambahkan
aerasi ya unit aerasi. Kemudian ada RBC
rotating contactor. Ini e unit yang
biasanya menggunakan media kontak juga
ya seperti cakram atau piringan nanti
dia akan berputar dengan sangat lambat.
Nah, ini sebetulnya proses kombinasi
antara anaerobik dan aerobik. Jadi
ketika dia kontak dengan udara sistemnya
adalah aerobik. ketika dia masuk ke
bawah air sistemnya anaerobik ya. Jadi
ada yang sifatnya kombinasi aerobik,
anaerobik dan ada kombinasi ya. Nah,
mungkin saya juga perlu menjelaskan ya.
Aerobik itu adalah kondisi di mana ee
terdapat oksigen bebas sebagai ee sumber
elektron aksetronnya ya. Nah, sementara
untuk anaerobik tidak terdapat oksigen
bebas ya. Jadi, O2 tidak disuplai
aerasi, unit aerasi. Ada juga kalanya
anoksik ya. Anoksik itu ee tidak
terdapat oksigen bebas tapi ada oksigen
terikat ya di NO2 atau NO3 sebagai
sumber elektron aksept. Makanya kalau
proses anoksik itu selalu dikembalikan
ke eh unit awal. Setelah dioksidasi
dikembalikan ke unit awal supaya NO2 dan
NO3-nya tinggi ya sebagai aseptan
elektronnya. Oke, kita lanjut lagi untuk
anaerobik kontaktor dan filter ya atau
biofilter. Ini juga sama menggunakan
media ya. Nanti Bapak Ibu harus mengecek
ee kriteria desain ya. Jadi
masing-masing teknologi ini memiliki
kriteria-kriteria, anjuran-anjuran,
pedoman-pedoman supaya kinerjanya,
efisiensinya itu sesuai ya. Jadi harus
ada kita ikuti kriteria-kriteria
tersebut. Kemudian penyisian padatan
tersuspensi ya tadi sedimentasi juga
sudah ni. Kemudian yang lainnya terser
treatment kalau koagulasi sedimentasi
sudah filtrasi. Nah, filtrasi ini bisa
menggunakan media berbutir atau juga
bisa menggunakan membran ya. Ee kalau
media juga macam-macam ada menggunakan
pasir silika, karbon aktif dan
lain-lainnya. Adsorsi karbon sebetulnya
ee ini adalah bagian dari filtrasi ya.
Tapi adsorsi itu adalah menempel di
permukaan ya. kalau absorsi menempel di
dalam ee
pori-pori. Kemudian ada pertukaran ion
biasanya untuk mengurangi kesadahan ya.
Ini biasanya menangkap ee
ion-ion mineral-mineral di dalam air ya.
Misalnya membran nih juga ada ya, ini
sama dengan filter tapi membran ini
menggunakan pori-pori yang lebih kecil
lagi ya, bahkan lebih kecil dari
pori-pori manusia sehingga dia bisa
memisahkan ee partikel bahkan ion-ion
yang ada di dalam air laut juga bisa
hilang sehingga menjadi tawar ya.
Kemudian untuk SAS treatment, nah ini
sebetulnya ee mungkin nanti kita bahas
di slide berikutnya ya untuk pengolahan
ee lumpurnya.
Baik, kita saya berikan ee ilustrasi
diagram ya dalam pengolahan khususnya
ini limbah domestik karena lebih tipikal
gitu ya kalau limbah domestik kalau
industri berbeda-beda. Nah, ini contoh
yang pertama ini preliminary treatment
atau pretreatment ya. Jadi terdiri dari
plan unit influence, preliminary
treatment terdiri dari bar screen, ada
bakolisasi, ada primary clarifier. Kalau
di sini tanpa adanya tambahan bahan
kimia ya. Jadi dia mengendap secara
natural ya karena partikel yang
mengendap adalah partikel diskret ya
bukan partikel flock. Kemudian
selanjutnya ada
[Musik]
ee oh ini primary clarifier tadi. Yang
kedua ini adalah secondary ya, secondary
treatment sebetulnya. Jadi ada
menggunakan lupur aktif di sini aeration
basin. Nah, kalau lumpur aktif biasanya
dilanjutkan dengan secondary clarifier.
tujuannya untuk menjernihkan air. Jadi
ee bakteri bakteri yang ada di bak
aerasi ini memakan material organik
sehingga dia menjadi berat ee
gravitasinya ee massanya semakin besar
sehingga dia mudah mengendap di
clarifier ya. Sebagian dikembalikan
untuk m-maintain jumlah bakteri dan FM
rasio di dalam ee unit rasi. Nah, yang
sebagiannya lagi itu baru dialirkan ke
ee dibuang ya sebagai lumpur
ee waste gitu ya. Kemudian evaluennya
bisa juga dilanjutkan dengan proses eh
tertiary treatment ya, ada nutrification
basin, ada final filtration dan
disinfection yaitu sebagai eh pengolahan
tingkat tiga. Nah, untuk lumpurnya
sendiri nanti diolah contohnya
menggunakan graffiti thickener ee
digesting ya, thickener ini untuk
mengentalkan. Jadi karena kandungan
airnya masih tinggi sehingga yang kita
lakukan adalah mengurangi kandungan
airnya, kemudian mengentalkan, maaf ya.
Jadi terjadi dekantansi, pengendapan
lebih lanjut, kemudian ada digesting ya.
Di sini proses
ee mengerami, mendegradasi lebih lanjut
material organik yang masih ada sehingga
terjadi mineral-mineral. Nah, kemudian
dewertering ya, dewertering baru
pengeringan ya. Jadi diperas atau
dijemur supaya ee airnya hilang. Nah,
airnya sendiri nanti dikembalikan ke
unit pengolahan awal gu ya. Sementara
lumpurnya kalau sudah kering nanti bisa
dimanfaatkan ya atau dibuang sebetulnya
ee pemanfaatan ya tidak ada baku mutu
pembuangan
lumpur. Baik, saya lanjutkan. Nah, untuk
proses perancangan jadi selain
karakteristik tentu kualitas eh
kuantitas ya yang harus kita perhatikan.
Jadi kita harus menentukan berapa
kapasitas IPAL yang akan kita olah gitu
ya Bapak Ibu. Nah, untuk domestik
sebetulnya mudah ya kita bisa
memperkirakan air limbah yang ee yang
dihasilkan yaitu biasanya sumbernya dari
air bersih. Nah, kita bisa estimasi
80% ee dari air bersih itu akan menjadi
air limbah gitu ya. Nah, tapi angka ini
sangat bervariasi ya. Kalau di skala
perkotaan ya seperti ini. Tapi kalau
skala gedung, skala ini bisa berbeda
gitu ya. Ee
kemudian ada fluktuasi ya domestik ini
biasanya tergantung orang menggunakan
biasanya di pagi hari atau sore hari
lebih banyak kalau di Indonesia. Nah,
untuk industri ini sangat sulit
diprediksi sehingga harus kita hitung
secara langsung di lapangan ya atau
kalau mau ada standar e berapa limbah
per produksinya yang dihasilkan ya. Nah,
untuk air limbah domestik juga
menggunakan standar-standar yang sudah
develop ya, sudah ada misalnya ini
contohnya untuk lima domesti perumahan
yang sederhana sekian, menengah sekian,
mewah sekian, apartemen, perkantoran,
dan lain-lain itu sudah ada. Kalau di
dari di DKI sendiri kita ada pergup DKI
ya. Nah, nomor 1 DOA tahun 2005 ini
sudah lengkap di situ. Mungkin di
provinsi lain juga e sudah ada ya
sebagian. Nah, selanjutnya setelah kita
bisa menentukan kapasitas IPA,
karakteristik yang akan diolah, target
yang akan diolah, kita bisa memilih
teknologi apa yang e cocok berdasarkan
pertimbangan yang pertama engineering
factor ya. Jadi faktor-faktor
engineering misalnya periode desain gitu
ya, ketersediaan tinggi hidrolis ya,
sehingga airnya bisa mengalir secara
gravitasi. jangan banyak main pompa gitu
kan karena nanti biayanya mahal juga.
Kemudian kedalaman air tanah juga jadi
pertimbangan daya dukung tanah ya,
stabilitas tanah itu adalah faktor
engineering. Nah, kalau faktor
environment itu kaitannya dengan
kualitas air permukaan, kemudian hasil
pengolahannya, gangguan bau, kedalaman
air tanah, pertimbangan kesehatan
masyarakat itu menjadi environmental
faktor. Nah, selanjutnya adalah di biaya
ya. proses ee maaf diproses dulu proses
faktor ya, ada debit, ada tingkat
pengolahan sesuai dengan target yang
kita inginkan, karakteristik eh inlet
dan outlet, kemudian ketersediaan lahan
itu menjadi faktor ee kritis yang
menentukan teknologi mana yang ingin
kita ambil. Kemudian cost faktor ada
CAPEK dan ada OPEC. CAPEK itu adalah
biaya investasi, OPEC itu biaya
operasional ya. Jadi keempat hal aspek
ini bisa ee Bapak Ibu tentukan berapa
bobotnya tergantung dari kekritisan
faktor tersebut. Jadi semakin kritis
maka bobotnya akan semakin besar. Nanti
tinggal Bapak Ibu bandingkan beberapa
teknologi menggunakan simple white
comparison. Contohnya yang paling
sederhana. Bandingkan dengan
bobot-bobotnya ee masing-masing faktor
dikali dengan nilainya ya. Sat du atau 3
silakan dibuat kategorinya. satu itu
apa, dua itu apa, tiga itu apa, sehingga
nanti diperoleh unit unis yang
dibutuhkan. Nah, baik Bapak Ibu
sebetulnya untuk dasar dasarnya sudah
cukup ya, namun kita akan lihat
contoh-contoh dalam perhitungannya.
Mudah-mudahan ini bisa memberikan
gambaran lebih dalam ya. Nah, di sini
saya akan memberikan contoh perhitungan
kapasitas IPAL ya. Untuk air limbah
domestiklah contohnya ini rumah
sederhana ya, ada 5.000 orang maka
tinggal 5.000 dikali standar
kebutuhannya ya. E standar kebutuhannya
100 ya tinggal 100 * 5 R500.000.
Kemudian kalau rumah menengah, rumah
mewah sama. Kemudian di kawasan tersebut
ada apartemen juga contohnya 10 lantai
ini 1000 orang tinggal 300. Ini standar
kebutuhannya dikali 1.000 jumlah
orangnya. Kemudian ada hotel 200 ya
dikali kebutuhannya 600 ini 4.000.
Shopping mall berdasarkan luas area juga
ada standarnya berapa tinggal dikali
dapatlah nilai seperti ini ya. Silakan
Bapak Ibu tambahkan untuk kebutuhan
untuk fasilitas-fasilitas lainnya
termasuk yang non
domestiknya atau mungkin kalau ada
pertimbangan eh population equivalent
juga bisa dimasukkan. Mungkin ada yang
ee tidak berdomisili di kawasan tersebut
ya. Sehingga totalnya contohnya di sini
5.000 lit per hari atau 5.000 m³ per
hari sebagai basis ee kapasitas IPAL
yang akan dirancang gitu ya. Nah, ini
harusnya sudah mempertimbangkan ee
master plan kebutuhan 20 30 tahun ke
depan. Jadi yang kita desain itu untuk
eh future plan, bukan untuk yang kondisi
aktual saat ini ya. Jadi harus
dipertimbangkan kalau kalau harus ada
proyeksi gitu. proyeksi dari du sekarang
sampai dari 5 tahun yang lalu, 10 tahun
yang lalu sampai nanti ee 20 30 tahun ke
depan sesuai dengan master plan yang ada
gitu ya. Nah, sehingga nanti ee IPAL
yang yang didesain itu bisa berfungsi.
Namun perlu diperhatikan juga kalau
terlalu panjang mungkin bisa dibuat
beberapa ee tahap ya, tahap sat, tahap
du, tahap 3 ya. bisa itu namanya
pendekatan inkremental, bisa berjenjang
atau bisa ee modular ya. Jadi bisa nanti
tinggal nambah apa nambah apa. Jadi
sudah direncanakan dari saat ini. Baik,
kita lanjut lagi. Nah, ini ada bet
rata-ratanya. Untuk mengetahui
minimumnya biasanya kita lakukan ee kita
kalikan dengan faktor minimum. Untuk
maksimumnya kita kalikan dengan faktor
maksimum. Nah, jadi kurang lebih ee
debitnya seperti ini. Ini harus kita
definisikan. Nah, artinya apa? Nah,
ketika dia sebelum masuk ke bug
ekualisasi, Bapak, Ibu desain unitnya
itu menggunakan ee debit maksimum ya.
Tapi setelah dia ee melewati bualisasi,
maka bisa saja kita desain dengan debit
rata-rata atau tetap harus ee bisa
bekerja pada kondisi minimum dan
maksimum, ya. Jadi ini jadi pertimbangan
ketiga-tiganya sebaiknya sih
diperhatikan ya sehingga IPAL yang akan
kita buat itu bisa bekerja pada seluruh
kondisi baik minimum, maksimum, maupun
rata-rata ya ini untuk pendekatan PE aja
ya jumlah
orang. Jadi seperti itu sehingga Bapak
Ibu sudah bisa menentukan berapa
kapasitas IPAL yang dibutuhkan. Nah,
selanjutnya kita akan lihat
contoh-contoh unit yang tipikal yang
umum dipakai di air limbah domestik
Bapak Ibu karena di industri itu sangat
bervariasi ya. Nah, ini ada bar atau
fine screen ya. Jadi, ini bentuknya
seperti jeruji seperti ini ya. Tujuannya
untuk menangkap sampah-sampah yang ada.
Nanti dia bisa dibersihkan secara manual
ataupun secara otomatis. Jadi seperti
ini nanti dia akan berputar. Nah, nanti
si sampahnya akan ee tertampung di
bagian atasnya gitu. Sehingga nanti dia
ada otomatis juga ada conveyor-nya nanti
dia akan bawa ke TPS di sebelahnya
sehingga dia akan dibuang ke ke
kontainer di sebelahnya.
Kemudian ini kriteria desain. Nah,
kriteria ini sebetulnya alat untuk kita
mendesain. Jadi, semakin banyak alat
yang kita punya, kita akan lebih mudah
mendesainnya. Ya, kalau mau pendekatan,
nah biasanya kalau di lapangan itu ada
dua pendekatan, ada yang secara praktis,
ada yang secara teoritis, gitu ya. Kalau
yang secara teoritis ya Bapak, Ibu harus
memasukkan angka-angka berdasarkan hasil
penelitian gitu ya, hasil perhitungan.
Nah, kalau di secara praktis biasanya
konsultan-konsultan itu menggunakan
kriteria desain aja gitu ya yang lebih
mudah. Nah, misalnya untuk jarak antar
bar itu ee didesain antara 2 sampai 5.
Nah, ini cara bacanya juga sering banyak
yang salah gitu ya. Jadi kalau kriteria
itu harus dalam bentuk rentang atau
lebih kecil atau lebih besar, nah
berarti Bapak Ibu harus pilih ee Bapak
Ibu bisa mainkan gitu ya si barnya ini
antara 2 sampai 5. Enggak harus dua atau
lebih kecil dari dua justru enggak bagus
ya atau di atas 5 enggak bagus. Jadi
harus di antara rentang ini. Nah
kemudian kecepatan aliran yang melewati
bar itu didesain antara 0,4 sampai 0,6
m/ dek. Jadi jangan didesain di bawah
itu atau di atas itu. Pokoknya sesuaikan
dengan kriteria ini. Untuk sudut
kemiringan antara 45 sampai 60 derajat
kehilangan tekan lewat bukaan. Nah, ini
harus Bapak Ibu kontrol. Jadi jangan
kehilangan tekannya melebihi 80 cm atau
800 mm. Kalau lebih dari itu artinya si
ee sampah-sampah itu harus segera di
bersihkan gitu
ya. Untuk
yang barak. Nah, untuk yang fine screen
ini ee berbeda ya kriterianya ya,
mungkin tidak saya jelaskan secara
keseluruhan. Kemudian efisiensinya
pemisahan sebetulnya karena ini yang apa
materialnya material yang sampah atau
yang besar sebetulnya lebih diutamakan
menyisikan sampah walaupun ada BOD atau
SS yang ikut berkurang tapi tidak lebih
dari inilah gitu ya efisiensi
penyisihannya jadi tidak terlalu besar
ya. Nanti silakan Bapak Ibu membuat
neraca massa untuk
mengetahui kebutuhan unit-unit yang ada.
Kemudian bisa memprediksi apakah nanti
di akhir memenuhi baku mutu atau enggak.
Kemudian dari neraca massa juga Bapak
Ibu bisa menentukan aliran debitnya
berapa debit yang masuk sehingga nanti
mendesainnya itu berdasarkan ee neraca
massa bukan berdasarkan kapasitas awal.
Karena di neraca masa itu ada yang
diresirkulasi, ada yang dibuang sehingga
debitnya yang masuk berbeda ya
berdasarkan persen efisiensi dan debit
yang
dibuang. Baik ya. Ee waktunya ini
terbatas sebentar saya lihat-lihat dulu.
Nah, selanjutnya untuk screen bisa juga
Bapak Ibu hitung head loss-nya. Jadi
headl tadi kan di
kriteria antara 150 sampai 800 ya. Kalau
lebih dari ini enggak bagus atau kurang
dari ini juga aneh gitu ya. Nah, cara
menghitung headl ada di sini faktor
bentuk ada beta ya. W itu
adalah
ee lebar lebar bar ya. B itu adalah
bukaan. H itu adalah
kecepatan ee head ya atau kalau rumusnya
V^/2g gitu ya. Nah, nanti sin teta tnya
teta itu adalah ee sudut antara
horizontal dengan kemiringan si barnya.
Ya, tinggal masukkan ke sini dapatlah
head loss-nya. Nah, head loss-nya harus
di ee sesuai dengan kriteria yang ini
ya, antara ee 150 sampai 800. Kalau
tidak sesuai bagaimana? Diiterasi lagi
Bapak, Ibu. Diulang lagi dengan
menggunakan mengubah misalnya jarak
barnya berubah, diubah, kecepatannya,
diubah gitu ya. sehingga diperoleh nanti
ee tekanan sisa kehilangan tekannya
tidak lebih gitu ya sesuai dengan ini.
Jadi diiterasi terus sampai memenuhi
kriteria. Nah, biasanya para konsultan
itu hanya menghitung sekali aja gitu kan
harusnya dicek terus sampai menuhi baku
mutu eh memenuhi kriteria. Kalau belum
memenuhi kriteria diiterasi lagi. Ierasi
lagi. Karena desain itu adalah proses
iterasi bukan sekali sekali hitung
langsung jadi gitu ya. Enggak.
Oke. Nah, berikutnya komonitor. Ini
bentuknya seperti ini. Ini fabrikasi.
Jadi apa yang dilakukan adalah ee Bapak
Ibu tinggal mencari spek yang sesuai ya.
Digunakan debit minimum dan debit
maksimum untuk mengetahuinya ya. Nah,
ini contohnya debit rata-rata minimum ee
2,43 MGD rata-rata 7,59. Nah, nanti
maksimumnya berapa? 8,349. Nanti dari
sini Bapak Ibu lihat bandingkan dengan
di tabel ya. Nah, maka yang terpilih itu
adalah ee 25A ya. 25A di sini ya dengan
e kapasitas antara
ee 1 sampai 11 ya. Karena di sini ee dia
baik minimum maupun
maksimum mencukupi gitu ya. Jadi dipilih
seperti itu. Baik, selanjutnya adalah
grid chamber. Nah, grid chamber itu
bentuknya bisa seperti ini atau ada juga
yang retic grid chamber ya, tapi umumnya
adalah seperti yang horizontal flow grid
chamber ya. Nah, ini yang harus Bapak,
Ibu lihat adalah waktu tinggalnya itu
harus lebih kecil dari kalau di sini 60
ya, tapi kalau di MATCF ID itu antara 45
sampai 90 detik bukan menit, bukan jam.
Nah, yang sering saya temukan di
lapangan itu waktu tinggalnya terlalu
lama ya. Enggak itu enggak bagus ya.
Jadi mindsetnya juga tolong diubah gitu.
Jadi kalau terlalu lama itu belum tentu
bagus gitu ya. Karena kalau sebetulnya
di grid ini yang kita ingin tangkap kan
hanya gridnya, hanya
serpihan-serpihannya yang sifatnya itu
besar, berat gitu ya. Nah, kita tidak
berharap di sini terjadi penumpukan
bahan organik, lumpur organik ya. Tidak
berharap karena nanti biarkan dia lolos
gitu kan nanti diolah di unit
selanjutnya. Nah, yang sering saya
temukan di lapangan itu waktu tinggalnya
bisa berjam-jam gitu kan padahal
kriterianya hanya detik ya. Karenapa
detik ya? Karena dia hanya lewat aja
gitu kan. Dan unitnya jangan cuman satu
ya, harus lebih dari satu karena saat
dia di dikeruk ya, dia harus tetap
berjalan si IPAL ini gitu ya. Nah,
kemudian kecepatan horizontalnya juga
harus dihitung jangan terlalu cepat
nanti terbawa gitu ya. Di sini 0,3
m/dik. Jadi ada yang horizontal, ada
yang vertikal. Nah, vertikalnya 0,21 m/
jadi si apa? Si lumpur itu ada kecepatan
horizontal, ada ada vertikal ke bawah
sehingga nanti dia harus mengendap
sebelum evaluen ya. Nanti rasio antar
panjang dan kedalamannya bisa kita atur
antara 10 sampai 20 banding 1. Ya,
seperti itu. Nah, ini contoh
perhitungannya Bapak, Ibu. Jadi, ini
saya takut enggak cukup waktunya ya.
Oke. Ee jadi contoh perhitungannya debit
misalnya kapasitas IP 2.400, faktor jam
puncak 1,25 ya. ee Bapak Ibu harus
kalikan dengan faktor jam puncak.
Kenapa? Karena belum belum masuk ke bug
ekalisasi ya. Jadi masih dipengaruhi
oleh fluktuasi sehingga 2.400 / 24 jam
itu 100 m³/ dikali 1,25 sebagai faktor
jam puncak. Jadi ee di desain itu nanti
si bak menangkap pasinya 125
m³/ skala detik 0,035 detik. Nah, tadi
luas permukaannya itu ee tinggal
dihitung aja 0,035 m³/d dibagi dengan
kecepatan vertikal ke bawah. Jadi, nanti
dapatlah ini kan hilang meter kubiknya
dibagi meter jadi met² detiknya juga
hilang ya. Nah, jadi seperti itu mungkin
saya coret-coret sedikit ya. Nah, jadi
ininya hilang ya, meter kubiknya hilang
ya, jadi met² ya. Jadi met². Jadi inilah
luas permukaannya ya untuk 1
ya. Nah, kemudian rasio antar panjang
dan lebarnya tadi dikriteria antara 10
banding 1 sehingga nanti Bapak Ibu bisa
perkirakan panjangnya 4, lebarnya 0,4
ya. Nah, luas penampangnya tinggal
dibagi dengan ee kecepatan horizontal
debit ini dibagi kecepatan horizontal ya
sehingga dapat 0,12. Nah, jadi dari sini
kita bisa bagi dengan kedalaman. kita
bisa cari kedalaman air ya dengan
membagi ee dengan lebarnya ya. J ini
dibagi lebar dapatlah kedalaman 0,3 m.
Jadi kita dapat dimensinya ya. Eah nanti
ditambah dengan freebat aja kedalamannya
ya. Tambah dengan freebat sekitar 20
cent ya. Jadi silakan bisa dibuat
ya. Seperti itu Bapak Ibu. Kemudian
untuk unit selanjutnya adalah bak
ekualisasi. Nah, bak ekolisasi ini
fungsinya adalah untuk homogenitas ya,
baik secara konsentrasi maupun secara
aliran ya. Kalau untuk konsentrasi nanti
dia ditambahkan pengadukan di dalam bak
ekolisasi. Jadi kalau enggak ada
pengadukan di dalam bak ekolisasi itu
bukan bak ekolisasi namanya karena
konsentrasinya tidak homogen ya.
pengadukannya bisa dengan cara hidrolis,
bisa dengan cara pneumatis atau dengan
blower gitu ya, atau dengan cara mekanis
dengan pengaduk gitu ya. Nah, selain ee
pengadukan juga harus ada pempaan karena
kan tujuannya meratakan aliran berarti
kan harus dipompa. Nah, makanya saya
kadang-kadang di lapangan lihat ada yang
ini bakai ekualisasi tapi kok enggak ada
pompanya atau enggak ada ee
pengadukannya. Berarti sebetulnya bukan
pakai kualisasi ya, hanya bak penampung
aja biasa gitu ya. Yang kurang secara
fungsi pasti ee tidak sama. Nah, dalam
perancangannya biasanya menggunakan
defisit dan surplus ya. Jadi kita
akumulasikan yang in ya dan out ya dari
jam 00 sampai jam 24.00 kita
akumulasikan biasanya Bapak Ibu.
Kemudian di nanti ada kurva ee jadi
nanti ada kurva seperti ini, nanti ini
ada akumulasi seperti ini. Nah, ini ada
debit pempaan juga diakumulasikan. Nanti
surplus di atas dikurangi defisit di
bawah. Inilah jadi volume dari bug
ekualisasi ya. Nah, tapi biasanya kalau
di
lapangan ee saya perhatikan itu banyak
yang menggunakan pendekatan yang
ee praktis. Jadi dengan menggunakan
waktu tinggal ya bisa aja cuman biasanya
jadi lebih panjang gitu ya. Nah, di sini
bisa 6 sampai 8 jam. Kalau menggunakan
surprus tadi biasanya 1 jam atau 2 jam
ya. Ya, tapi silakan aja kalau mau
menggunakan pendekatan praktis biasanya
seperti ini. 2400 / 100 dibagi 24 jam.
Jadi 100 m/jam. Nah, di sini waktu
tinggalnya 8 jam dikali 8 jam. Jadi,
dapat 800 m³ volumenya. Kita tinggal
tinggal ee bandingkan panjang, lebar dan
kedalamannya. Kedalamannya kita set
jangan lebih dari ee 3 m atau 4 m, ya.
Kemudian ke dalam efektifnya 3 m ya.
Artinya di atasnya ada freebat sebanyak
1 m. Nah, kurang lebih seperti ini
ilustrasinya. Nah, ini ada pengadukan
blower ya. Di sini ada pempaan ya.
Pompanya minimal 2 unit ya. Jadi saat
satu bekerja yang satunya off gitu atau
mau bekerja setengah-setengah. Intinya
jangan sampai satu mati nanti ee enggak
bisa bekerja gitu kan kalau cuman satu.
Nah, ini untuk pengadukan air ee untuk
pengunakan udaranya yang dibutuhkan bisa
dihitung berdasarkan pendekatan ini ya.
Jadi ee 1,5 sampai 2 normal meter kedik
ya per me per. Jadi tergantung luas
areanya. Tinggal dikali aja luas area
dari si bak ekolisasinya. Kemudian
pemasangan air air perforated pipe ini
di bagian bawah ini harus jangan kena
lantai ya 20 cent lah di atas dasar. Nah
itu jadi Bapak Ibu bisa hitung kebutuhan
udara. Jadi udara di sini bukan untuk
oksidasi ya, tapi untuk pengadukan ya.
Jadi tidak bisa. Jadi sebetulnya di bak
ekolisasi itu tidak kita fungsikan untuk
mengolah. Jadi jangan ada efisiensi
penyisian di pakai kolisesi karena bukan
fungsinya untuk mengoksidasi atau
mengolah hanya meratakan.
Baik. Nah, kemudian, nah, ini saya skip
aja. Ini sebetulnya perhitungan bak
aerasi ya. Ee kehitungan kapasitas
aerasi sebenarnya tadi sudah saya
jelaskan. Jadi, tinggal ini aja dikali
1,5 antara 2 antara 1,5 sampai 2 dikali
luas area si bakalisasinya ini luas
areanya 300 kan dikali ini 1,6
kebutuhannya. Jadi totalnya segini gitu
ya. Nah, gitu. Tinggal Bapak Ibu cari
speknya yang sesuai dengan ini gitu ya.
ketekanannya dan watt-nya berapa,
kemudian jumlahnya berapa. Oke, kita
lanjut lagi. Ini contoh bak ini pompanya
ya. Ini contoh pompanya tadi kan 2.400
ya. Nah, head itu adalah tekanannya.
Nanti tinggal dihitung aja berapa
vertikal, berapa horizontal ditambah
dengan ee persentase head minornya
berapa. Ya, nanti didapat head pompanya
berapa. Jadi kapasitasnya berapa,
head-nya berapa. itu yang Bapak Ibu
cari. Lihat di speknya di pasaran nanti
bisa dicari. Nah, untuk sedimentasi
biasanya seperti ini. Ini untuk
sedimentasi pertama ya. Jadi tanpa ada
penambahan bakteri ataupun ee bahan
kimia ya, efisiensi bisa menyisikan SS
sekitar segini. BOD dan COD masih bisa
berkurang karena ada BOD non soluble ya.
Dan COD non soluble yang sifatnya
suspended itu juga bisa ikut berkurang
ya. Tapi sebenarnya fungsi utamanya
menyisihkan SS. Nah, kadang-kadang saya
lihat ada terlalu over gitu ya.
Penyisiannya bisa 70 bah bisa 90% itu
mustahil ya. Karena saya coba di lab
enggak pernah lewat dari
70%. Nah, kemudian cara menghitungnya
sebenarnya mudah. Ee ini kapasitas
IPAL-nya tadi ya. Kemudian yang ini kita
skip dulu. Nanti tinggal dibagi overflow
rate-nya Bapak Ibu di sini. Overflow
rate-nya itu
1,6
m³b/ jam ya. Jadi di tinggal dibagi aja
ini 2.400 / 24 100 m³b/ jam dibagi
overflow rate-nya 1,6 dapatlah luas
areanya 63 m². Nah, kalau karena ini
sirkular atau diameter ya ee atau
lingkaran, maka Bapak Ibu tinggal dicari
aja diameternya 1/4 VD^ = 63 m² ya.
Kemudian kedalamannya biasanya 3 meteran
ya. Ee airnya kalau banknya 4 m ya.
Selanjutnya Bapak Ibu juga harus hitung
ee waktu tinggalnya. Sebetulnya waktu
tinggalnya jangan lebih dari 1,5 sampai
2,5. Kalau lebih daripada itu, maka
Bapak Ibu tinggal pilih lagi. Jangan
menggunakan surface loading yang 1,6.
Kan ada variasinya ya di sini surface
loading-nya. Oh enggak enggak kelihatan
ya. Ada kriterianya sebetulnya surface
loading-nya ya sekian sampai sekian
meter kbik per met^ perjam sebetulnya
ya. Ini juga satuannya ee kurang
tepat. Ee oh ini di bawah ada ya beban
permukaan antara 1,5 sampai 2
m³/m²/ jadi Bapak Ibu tinggal mainkan
ini aja sehingga secara waktu tinggal
maupun beban permukaan terpenuhi. Nah,
selain itu beban pelimpah juga harus
Bapak Ibu hitung dibagi dengan ee antara
120 180 m³/m/h. Jadi, nanti diperoleh
berapa panjang-nya. Panjang ware itu
adalah untuk menangkap si evluent ya.
Jadi kalau digambar ini, nah, ini nanti
dia akan masuk ke dalam sini. Nah,
panjang ware itu adalah panjang ini ke
sini ya. Ini ada berapa banyak ya,
tinggal dihitung aja panjang totalnya
berapa. Jangan kurang dari hasil
perhitungan ya. atau bisa juga di di
secara diameter. Jadi, lingkaran ini
adalah panjang-nya gitu
ya. We atau gutter ya. Kalau gutter itu
menangkapnya where itu adalah
pelimpahnya. Nah, untuk biologi. Nah,
sekarang masuk ke pengolahan biologi
Bapak Ibu. Jadi pengolahan biologi ada
yang sifatnya suspended grow, ada yang
attach crow. Kalau suspended ini ada eh
contohnya SAS tadi sudah sebetulnya ya.
A retagun, kontak silitasi,
aeration, extended aeration, oxidation
ditch. Ya, kalau yang atas ada tricking,
rotating buil contractor, membran, e
bioreaktor ya dan lain-lain. Ada
biofilter juga. Jadi biasanya dibagi
menjadi dua, ada suspended grow, ada
attach grow atau ada kombinasinya ya
misalnya MBBR, kombinasi dari eh attach
dan suspended
grow. Nah, hal-hal yang penting dalam
proses ee biologi ini penting ya.
Nah, dalam proses dalam IPAL biasanya
saya akan melihat unit secondary sebagai
ee penentu performance dari IPAL.
Misalnya kalau si secondary treatmentnya
itu bermasalah ya itu kemungkinan besar
tidak terpenuhi baku mutu. Tapi kalau
secondary treatmentnya bagus ya walaupun
yang lainnya kurang bagus itu masih
mungkin bisa ditingkatkanlah gitu ya
dari ee jadi secara baku mutu mungkin
masih terpenuhi walaupun unit
pretreatmen-nya itu kurang baik
misalnya. Jadi ini sangat utama. Nah,
kapan kita pakai aerobik? Kapan kita
pakai anaerobik? Jadi kalau aerobik itu
kalau BOD-nya sekitaran di bawah 400,
kalau di sudah di atas 400 biasanya kita
menggunakan anaerobik dan kombinasi ya,
anaerobik dan aerobik gitu ya karena
terlalu tinggi. Kemudian faktor yang
penting permukaan kontak, kontak surface
ya. Ini juga nanti ada kriteria kalau
menggunakan media ya berapa kontaknya,
SSA-nya ya, surveice spesifik areanya.
Kemudian oksigennya, suplly oksigennya,
DO-nya harus diperhatikan Bapak Ibu.
Jadi, DO-nya itu ee kita maintain di
atas 2 mg/L supaya menghilangkan
organik. Kalau mau dilebihkan untuk
menghilangkan amonia itu biasanya kita
maintain di angka 4 mg/l. Untuk
komposisi air buangan BODNP itu kalau
aerobik 111. Kalau anaerobik itu ini
bervariasi 400 sampai 1000 banding 5
banding 1 ya. Untuk air limbah domestik
sebetulnya tidak terjadi masalah. Nah,
kemudian untuk industri ini yang harus
lebih dipantau ya.
Nah, untuk
mikroorganisme ini harus ada
ee penyesuaian kondisi pH ya dan
temperatur. Nah, sistem lumpur aktif
seperti ini yang eh suspended solid
ya. Nah, ini diagramnya jadi ee seperti
ini. Ada bak aerasi nanti ada di ada
masuk ke clarifier untuk dipisahkan
antara ee lumpur yang masih aktif
dikembalikan. Ada return activated slash
ini sekitar 25% sampai 100% dikembalikan
ya. Ee yang sisanya dibuang sebagai
waste sl gitu ya. Nanti dibuang dan
diolah di pengolahan lumpur ya.
Kemudian-nya keluar jadi seperti ini
Bapak Ibu ee apa namanya ee sistemnya
ya. Nah, ini kondisi operasional yang
dimaintain pH-nya 6,5 sampai 7,5 suhunya
di bawah 38. Kalau lebih dari itu bisa
mati bakterinya. ee oksigen kalau untuk
menyisikan organik saja kita maintain di
2 sampai 3. Tapi kalau mau amonianya
juga hilang dilebihkan ya ee biasanya
sampai empat. Kemudian pengadukannya
dibuat sesempurna mungkin ya ee dengan
menghitung berapa diffusion yang
dibutuhkan, luas area cakupannya berapa.
Kesimbingan nutrien kalau mau dipantau
ya disimbangkan 1101 untuk yang proses
aerobik ya. Nah, tapi kalau untuk limbah
domestik biasanya aman ya. Nah, ini
kriteria desainnya yang harus diacu.
Jadi, tiap teknologi itu berbeda-beda.
Ada yang eh lumpur aktif konvensional,
ada yang extended aation, ada kontak
stabilisasi, oxidan disis, dan SBR. Nah,
ini sebetulnya modifikasi-modifikasi
dari lumpur aktif. Umur lumpurnya
bervariasi antara 5 sampai 30 hari.
Jadi, kalau lebih dari itu biasanya
dibuang. Ada ses biasanya 25% itu
dibuang gitu ya. Sisanya dikembalikan
gitu ya. Jadi seperti itu. Nah, itu
harus dipantau dari angka f/m rasionya
ya. Ini ada f/m ratio. F/m rasio itu
adalah rasio antara food atau organik
dibandingkan dengan mikroorganisme atau
MLSS yang ada di dalam bgnya. Ini
MLSS-nya di mantain sebanyak ini. Jadi
kalau kurang dari ini ya MLSS-nya harus
ditambahin gitu ya atau rasio ee rasio
apa namanya pembuangannya dikurangi gitu
ya supaya MLSS-nya naik. Tapi kalau
MLSS-nya kebanyakan juga enggak baik,
nanti food-nya kekurangan, kelaparan
semuanya. Nah, makanya MLSS-nya dipantau
di kalau kita ambil namanya SFI eh SS30
ya, itu kita maintain 30 sampai 40%
volumenya. J kita ambil sampel di bak
aerasi kemudian kita biarkan 30 menit di
dalam kolom ee gelas ukur. Kemudian
nanti kita bisa lihat berapa persen
lumpurnya. Kalau lebih dari 60% bisa
kita buang. Kalau kurang dari 30% kita
kurangi pembuangannya sehingga terdapat
MLSS sejumlah yang sesuai gitu ya,
antara 30 sampai 40% ya sesuai dengan
angka ini. Kemudian waktu tinggalnya
juga harus diset seperti ini. Kalau
kekurangan ya dia kurang kontaknya
dengan ee kontaminanya ya. Ini rasio
resirkulasi. Jadi ada yang dikembalikan
tadi lumpurnya bisa dari 25% sampai 100%
bahkan bisa lebih ya. Kalau kalau lebih
biasanya ini jadinya ada ada ee sedikit
flushing, ada sedikit pengenceran gitu
ya. Kalau pengencerannya dilakukan di
dalam sistem enggak masalah ya, tapi
kalau sudah di luar itu enggak boleh.
Nah,
kemudian contoh perhitungan bak aerasi
ya. Ee ini debitnya tadi sudah ya. Ini
kondisi kandungan BOD, SS-nya. Ini
penyisian SS dan BOD ya. Kemudian
MLSS-nya kita maintain di 3.000 kita
tumbuhkan ya atau MLVSS-nya kurang dari
3.000 2.500-an. Rasio FM-nya kita
maintain di 0,07. Sebetulnya tadi
kriterianya sekian sampai sekian ya.
DO-nya kita maintain di 2 kg. Nah,
specific oxygen consumption kita harus
hitung juga kebutuhan oksigennya Bapak
Ibu ya di antara 2 kg untuk menyisihkan
BOD saja. Kalau untuk amonia 4 kg. Jadi
ditambahkan aja 2 + 4 dikali ee BOD yang
ingin dihilangkan dan organik amonia
yang ingin dihilangkan gitu ya. Nanti
didapatlah spesific oksigen
consumption-nya. Nah, untuk access
SL-nya itu kita maintain di angka ini.
Maaf ini agak advance sebetulnya ya.
Tapi ya saya ingin mengakomodir bagi
Bapak Ibu yang sudah berpengalaman ya.
Kemudian ee nah untuk menghitung BOD
loading-nya tinggal dikali aja debit
dikali konsentrasi ee organik ini yang
200 mg/l atau 0,2 kg/m³ sehingga dapat
180 ya. Nah, untuk menghitung volumenya
tinggal 480 ini dibagi dengan nilai
rasio F/M ini ya 0,07 nanti dapat dikali
3 kg MLSS-nya sehingga dapat volume
sibak aerasinya adalah 2285. Nah, ini
harus dicek juga ee waktu tinggalnya.
Kalau waktu tinggalnya belum terpenuhi,
ulang lagi gitu, ulang lagi gitu sampai
dia memenuhi baik waktu tinggal maupun
ee BOD volumetriknya atau BOD volume
bugnya ya. Kemudian untuk menghitung
jumlah. Nah, selain oksigen yang harus
dihitung adalah timbulan lumpurnya harus
dihitung Bapak Ibu ya. Di sini BOD yang
terpisahkannya 432 kg. Nah, jadi lumpur
yang dihasilkannya itu nanti 80% berarti
SS akan hilang, BOD-nya juga akan hilang
ya. Nah, nanti 432 kg di* 0,25 ini
konversi dari BOD ke SS sehingga nanti
dapatlah 108 kg ya. Kemudian eh
80% dikali ini SS yang dihilangkan 0,12
itu dari sini 120 mg/l ya dikali 24 230
nanti dijumlahkan karena ini sudah
dikonversi ke dalam SS semuanya jadi
bisa kita tambahkan 30 + 108 dapatlah
338 kg perhi lumpur yang dihasilkan ya.
Nah, selain itu lumpur dari bahan kimia
kalau ada harus ditambahkan ya, harus
dibuang. Nah, ini untuk faktor koreksi
untuk oksigen ya. Biasanya kita koreksi
karena temperaturnya di kita kita buat
normal ya. Jadi kita buat ke standar 20
derajat Celcius sehingga nanti ada angka
konversi 1,82. Nanti tinggal ini BOD
yang dihilangkan dikali dengan kebutuhan
penghilangan oksigen untuk BOD per per
kg ee BOD. dapatlah 2 kg * 432 ya dikali
nah ini faktor koreksinya 1,82 sehingga
oksigen yang dibutuhkan adalah 9572 kg
ya nanti dikali saf facttor lah ya kalau
memang perlu ya saf facttor berapa ya
jadi kita bisa cari kapasitas aerasi
yang sesuai ini belum selesai ya nanti
ada ada SOT atau spesifik eh standar
oxygen transfer efficienc karena blower
dan diffuser itu punya efisiensi
maka kita harus bagi dengan
25% ya untuk yang tergantung tipenya
sehingga nanti kebutuhan oksigennya ee
lebih daripada yang dihitung tadi ya. Ee
ya perhitungannya agak lebih ee kompl
kompleks ya. Kemudian konsentrasi si
oksigen di udara 21% juga harus
diperhitungkan berat molekulnya berapa
ya sehingga kebutuhannya ee 180 kg O2/h
ya. Nah dengan kapasitas blower yang ada
ini 4342 sehingga ini sudah sangat
mencukupi ya lebih dari 1572 yang tadi
sudah dihitung dan ee 180 kg O2/ jam.
Ini jenis-jenis aerasi yang bisa
digunakan di bak e aerasi ada yang
diffuser ya ini ada yang diffuser yang
ini diffuser ini ada perporated pipe ini
ada surface irated ya kemudian alat-alat
yang dibutuhkan ada debit flometer
phammet dometer. Ini harus digunakan do
untuk m-maintain ya. Ada juga sebenarnya
SFI dan SS30 yang harus dimaintain ya
operasionalnya. SFI itu adalah side
volume indeks. Perbandingan antara eh
jumlah partikel dibandingkan dengan ee
MLSS
ya. Kemudian ini bak pengendap keduanya
ini sama dengan tadi contoh
perhitungannya untuk ee bak pengendap
satu ya. Ini saya percepat maaf waktunya
sudah hampir habis.
Ini restrikasi lumpur juga. Ini sudah.
Nah, ini ada e clarifier kelengkapannya.
Ini ada drive unit ya. Ini ada wear. Ini
we. Ini gutter. Ini sebetulnya gutter
yang ini ya. Jadi, nah kemudian ini ada
buffel, ada skambuffel untuk menahan
skam-skam. Nanti sekamnya dibuang ke
bawah ya. Di bawah itu ada scraper
seperti ini Bapak Ibu untuk meratakan ee
lumpur di bawahnya. ini ada inlight
chamber untuk mengurangi energi yang
berlebihan supaya tidak terjadi
turbulensi ketika inletnya di sini ada
inletnya ya pipa inlet itu di sini
masuknya di dalam sini supaya tidak
terjadi
turbulensi. Nah, ini bisa dilihat lebih
detailnya di sini ya. Ini ada untuk
berdiri ini ada ini ada scam through nih
ya. Jadi dia si
sekarang sini sini ada
gutter untuk meneruskan ke lender ini
nanti meneruskan ke unit selanjutnya ya
untuk evaluen-nya lumpurnya nanti di
bawah disedot ee dibuang ke unit atau
diolah di unit
selanjutnya. Oke, saya percepat. Nah,
ini parameter-parameter operasional yang
harus di ee perhatikan. Ada FM ratio,
umur lumpur, sirkulasi lumpur, ada HRT
atau waktu tinggal, MLSS, MLVSS, dan
beban organiknya ya. Nah, ini saya skip
aja. Nah, ini contoh-contoh yang
lainnya. Unit pengolahan yang lain ada
aid lagun ya. Kemudian ada oxidation
ditch. bentuknya seperti ini. Jadi
biasanya dilengkapi dengan brush
aerator. Di sini ada dua ya contohnya.
Jadi ketika dia kontak dengan brush maka
kondisinya aerobik. Ketika dia di
perjalanan dia berkurang do-nya terjadi
kondisi anerobik. Jadi ini sebenarnya
kombinasi. Nah, ini kriteria desain yang
harus diperhatikan. Berapa kecepatan
mengalir dalam unitnya, waktu berapa
waktu tinggalnya, kedalamannya, supaya
energinya berapa. Jadi bisa dihitung
berdasarkan ee kriteria tersebut
ya. Ini saya skip aja gambar-gambarnya.
Ini kontak stabilisasi ini sebenarnya
modifikasi dari lumpur aktif di mana di
mana sebelum dikembalikan ke aerasi di
sini dirami dulu sehingga si lumpurnya
si bakterinya ee kelaparan terlebih
dahulu. Ketika bakteri kelaparan, dia
akan memanfaatkan sumber energi dari ee
dari ATP dan ADP yaitu fosfor. Jadi
sebenarnya nanti pengolahan fosfornya
lebih
meningkat. Nah, ini tricking filter tadi
sudah dijelaskan. Jadi di sini airnya ee
influence-nya dari sini ya. Nanti dia
berputar searah jarumnya dengan
kecepatan yang sangat lambat. Kecepatan
yang berdasar karena dorongan dari air
ini ya. Nah, nanti airnya akan meresap
dan kontak ke dalam media. Di sini nanti
di bagian bawahnya ee akan ada drain ya.
Kemudian bisa saja disirkulasi,
dikembalikan lagi ke atas ya. Ini RBC
tadi sudah dijelaskan juga ini
piringannya, ini medianya nanti ini
biofilmnya menempel di dalam RBC ini ya.
Nah, itu kaitannya dengan proses
biologi. Nah, selanjutnya desinfeksi.
Desinfeksi yang itu digunakan untuk
sebetulnya untuk membunuh patogen ya. ee
walaupun ada juga amoniak dan organik
yang akan juga akan hilang atau akan
digunakan si klorin misalnya untuk
kebutuhan ee daya pengikat klornya ya,
tapi kita tidak berharap ee organiknya
masih terlalu tinggi ya, karena nanti
akan menghasilkan trihalometan yang
berbahaya. Jadi kita maintain si
desinfeksi ini ee biasanya menghitungnya
itu adalah DPK plus ee sisa klor berapa
ya? Kalau kalau kriterianya antara 2
sampai 8 mg/l biasanya kita hitung dulu
ya supaya tidak terlalu tinggi. Nah,
yang bisa kita gunakan klorinasi yang
umumnya dipakai dalam pengolahan air
limbah atau bisa juga ozon atau UV atau
bisa juga kolam maturasi dan constructed
wlandine. Dalam kola maturasi dan
konsted wetland juga akan terjadi
persaingan antar bakteri dan paparan
dengan matahari sehingga waktu ee
sehingga bakterinya akan mati juga. Nah,
ini ini bisa kita skip ya. Jadi ini
pertimbangannya. Nah, ini cara contoh
perhitungannya. Jadi kalau menggunakan
bentuknya gas biasanya konsentrasi
kemurniannya itu sangat tinggi
99,9% dosisnya sekiansekian ya. Ini cara
perhitungannya debitnya segini dosisnya
diambil di rentang antara ini misalnya 5
mg/lit. Kebutuhannya tinggal dikali aja
2.400 * 5 mg/ liter sudah berapa per
harinya? ya nanti tinggal di ee bagi
dengan persen kemurnian ini. Kebetulan
persen kemurniannya sempurna ya, hampir
sempurna sehingga e jadi cuman dibagi
satu jadi sama aja. Nah, untuk pemakaian
1 bulan berapa ya? Kemudian kapasitas
klorin bisa diordinator bisa
diperhitungkan berdasarkan jumlah
kilogram per jam ya. untuk menggunakan
jenis kaporit yang lain NaOCl ya dengan
ee ini kemurniannya segini ya sehingga
nanti di bagian bawah harus dibagi
dengan kemurniannya 12% dan massa
jenisnya 1,2 ya sehingga diperoleh 83,3
L dalam 1 hari. Jadi kebutuhannya dalam
30 hari sekian. Nah, inilah biayanya
nanti dikalikan dengan jumlahnya ee
biaya per liter kgamnya ya. Nah, untuk
eh unit operational-nya biasanya
menggunakan pengadukan ya hidrolis
misalnya seperti ini. Jadi di ini
menggunakan hidrolis dengan buffel nanti
terjadi olakan atau adukan seperti ini
atau bisa menggunakan pedal atau
terjunan ya silakan aja. Nah, kemudian
ini contoh ozon unit ozon ozon generator
seperti ini difabrikasi atau menggunakan
UV seperti ini. Tapi UV ini harus ee
betul-betul diperhatikan karena ee tidak
memiliki sisa klor ya, tidak memiliki
daya bunuh setelah dialirkan sehingga
kemungkinan bisa tumbuh lagi bakti.
Biasanya dipakai untuk air bersih ya,
tapi sekarang sudah mulai dipakai juga
untuk air limbah. Kemudian untuk
pengolahan lumpur ini sudah masuk ke
bagian akhir. Untuk pengolahan lumpur
ini
ee biasanya lumpur itu dihasilkan dari
primary dan secondary ya dengan ini
karakteristiknya ini menunjukkan berapa
persen solid yang disisikan atau yang
terkandung di dalam lumpur. Jadi semakin
tinggi persen solidnya maka dia semakin
kental Bapak Ibu.
Nah, nanti proses-proses yang terjadi
biasanya seperti ini. Jadi, dari ee
slash yang
dari sedimentasi dan dari primary
sedimentasi masuk ke thickening. Nanti
di thickening ini terjadi proses
pengentalan. Nah, kemudian dari
thickening ini bisa langsung diwatering
menggunakan slash drying bed atau screw
press atau belt press atau bisa juga
distabilisasikan dulu dengan digesting
ya. Kemudian dilakukan dewetering baru
nanti dikompos ya dikompos kalau mau
digunakan sebagai soil conditioning ya
atau kalau mau langsung dijadikan pupuk
juga bisa ya atau kalau mau di ee bakar
di insinerator atau mau dijadikan apa ee
bahan bakar bisa ya atau mau dijadikan
tanah penutup bisa jadi setelah memenuhi
kriteria dari masing-masing pemanfaatan
tersebut. Baik, jadi saya
kira materinya sudah cukup ya, mungkin
bisa di lanjutkan dengan sesi tanya
jawab. Tapi sebelumnya saya kembalikan
kepada Mbak Dini sebagai moderator.
Baik, terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Ya. Baik, terima kasih banyak kepada Pak
Ahmad atas pemateriannya yang sangat
detail dan bermanfaat ini. Baik, kita
akan lanjutkan pada sesi tanya jawab
dari Slidu terlebih dahulu. Di sini saya
akan
tampilkan ee
slidunya. Ee oke. Baik. Ee di sini sudah
ada pertanyaan yang ada di Slido dan
kurang lebih sudah ada sekitar sembilan
pertanyaan. Sebenarnya ini lebih dari
pertanyaan dan dari tim kami sudah
melakukan
filter. Ee kepada Pak Ahmad mungkin bisa
langsung dijawab saja satu persatu.
Iya. Baik, terima kasih Bu Mbak Dini
yang sudah merekap ini pertanyaannya
cukup banyak ya. Ee saya belum melihat
satu persatu ya. Kita langsung aja ee
kita bacakan satu-satu ya. ini dari Oh,
namanya di di ini ya ditutup. Jadi izin
bertanya, sudahkah Indonesia
memanfaatkan pengolahan limbah diubah
menjadi sumber air bersih? ini sudah ada
Bapak Ibu karena saya sering menjadi
narasumber untuk perizinan teknis dan
biasanya di perizinan teknis di
gedung-gedung khususnya di DKI Jakarta
memang saya sering
memberikan narasumber dan arahan itu
banyak yang sudah
mengolah air limbahnya, memanfaatkan air
limbahnya sebagai air siram taman
ataupun air bersih. Jadi saya pastikan
ini sudah ada, Bapak Ibu. Kemudian untuk
parameter yang kedua ya, untuk parameter
amonia di limbah domestik dan industri
yang digunakan di Indonesia apa yang
digunakan? Ya, total nitrogen atau
gas gas amonia terlarut atau amonium
ya. Jadi begini ee amonia
itu ee istilah umumnya amonia. Begitu
dia kontak dengan ee air maka dia akan
berubah menjadi amonium bentuknya. Tapi
sebetulnya sama ini juga ya. Jadi
amoniak dan amonium itu sama ya. Nah,
kalau dalam air ya kontaminasinya dalam
bentuk air ya, cairan ya. Ee jadi yang
digunakan di dalam pengolahan air limbah
ya ee amonia atau amonium ya. Kalau di
dalam bentuk gas, kalau dalam bentuk gas
ya itu ee sudah di luar dari ee lingkup
pengolahan air limbah ya. Kalau gas ya
mungkin nanti ada pengolahan dari
emisinya. Tapi yang dalam proses
pengolahan air limbah, amonia yang
digunakan sebagai indikator itu ya
amonia gitu ya. Amonia atau amonium sama
aja sebetulnya amonium kalau di dalam
air ya namanya istilahnya amonium. Kalau
ee di istilah di luarnya amonia ya.
Amonia atau amonium itu sebetulnya spesi
dari nitrogen yang ini langsung
dimanfaatkan oleh mikroorganisme ya
untuk asimilasi untuk pembentukan selnya
gitu ya. Jadi amonia yang memang sangat
berperan dalam ee pencemaran dan
pengolahan air limbah. Oke, mungkin kita
lanjut ke pertanyaan selanjutnya ya.
Apakah definisi dari pengenceran terkait
pengenalan limbah atau terkait IPA masih
nyisal limbah domestik bukan pengenceran
dalam pengujian di
lab? Eh sori coba saya ulang lagi ya.
Apakah definisi dari pengenceran terkait
pengolahan limbah atau terkait IPAL
misal limbah domestik bukan pengenceran
pengujian lab ini berbeda. Jadi kalau di
dalam lab pengenceran ya boleh gitu kan
di dalam analisis ya dalam dalam rangka
untuk menganalisis ee COD misalnya kita
encerkan dulu karena terlalu tinggi
konsentrasinya. Kalau terlalu tinggi
juga tidak bisa terdeteksi ya kalau
dianalisis. Tapi angka pengincerannya
itu harus dicatat dan nanti dikalikan
dengan hasilnya. Jadi nanti akan
terdetect ya secara total keseluruhan.
Jadi itu dibolehkan kalau di dalam
analisis ee parameter. Nah, namun kalau
di IPAL sendiri ee ada penghincaran juga
gitu ya. Nah, kalau di IPAL di dalam
masih di dalam sistem
pengolahan itu mungkin bisa terjadi
resirkulasi ya, bisa terjadi
pengenceran. Kalau tadi yang
direservinya lebih dari 100% ya berarti
kan ada pengenceran itu masih
diperbolehkan ya karena bukan dibuang ya
tapi diolah ya. Tapi kalau dia tidak
diolah atau dia sebelum dibuang ke
lingkungan diencerkan dulu itu
sebetulnya enggak boleh karena di dalam
ee di dalam apa di dalam baku mutu juga
sebetulnya yang diatur bukan hanya
konsentrasi tapi beban pencemarnya juga
gitu kan. beban itu kan berarti artinya
e konsentrasi dikali debit. Jadi kalau
debitnya banyak atau ada indikasi
pengenceran artinya juga itu terjadi ee
pelanggaran. Jadi enggak boleh juga ya.
Jadi yang diperbolehkan di dalam IPAL
ya ee pengenceran dalam rangka untuk
diproses gitu ya, bukan untuk
dibuang. Baik, mungkin saya lanjut lagi
ke pertanyaan selanjutnya karena masih
cukup banyak. Izin
bertanya. Untuk pengujian air limbah
untuk laboratorium kesehatan, fasilitas
pelayanan kesehatan menggunakan baku
mutu yang mana?
Oke. Untuk ee baku mutu air limbah untuk
fasilitas kesehatan ya sebetulnya ada
beberapa peraturan ya terkait dengan
resan di dalam baku mututu ee di pergub
DKI di pergub atau di peraturan yang
ee lokal ya coba dicek apakah sudah ada
biasanya ada gitu ya yang kategorinya
limpah medis atau di dalam ee industri.
Nah, industri ada juga kategori limbah
medis gu ya. Tapi harus dicek dulu
apakah sumbernya air limbah medis atau
sumbernya air limbah domestik. Karena di
dalam rumah sakit misal atau di dalam di
di fasilitas pelayan kesehatan kan tidak
semuanya kategori limbahnya itu limbah
P3 atau medis gitu ya. Jadi coba di
diidentifikasi dulu ya apakah limbahnya
kategorinya domestik atau ee medis gitu
ya. Kalau kalau domestik ya tetap
mengacu ke pergub pergub eh maaf Permen
LHK
686 karena itu domestik ya tapi tidak
boleh tercampur ketika dia tercampur
dengan limbah medis ah ya jadi
kategorinya semuanya limbah medis ya
yang harus di ee olah ee menggunakan
bakem mutu ee limbah medis yang ada di
dalam limbah industri atau dipergup
biasanya ada gitu ya. Ee kemudian kita
lanjut lagi. Mohon bertanya. Hasil BOD
dan COD kadang tidak sinkron.
Penjawabnya apa, Bapak? Terima kasih.
Gini, ee saya tidak tahu maksudnya
sinkron itu gimana ya. Ee tapi biasanya
ee BOD dan COD itu ada kategori total
BOD, ada total COD. Ada yang solubel,
ada yang non solubel. Jadi pastikan
ee pemeriksaannya menggunakan yang sama.
Kalau mau total ya total dua-duanya.
Kalau mau yang ee solubel yang solubel
dua-duanya atau non soluble non solubel.
Jadi harus ada keterangan lebih lanjut
ya apakah BOD yang diukurnya BOD total,
BOD solubel atau BOD non solubel ya.
Kalau di baku mutu biasanya total ya,
total BOD, total COD gitu ya. Nah,
kemudian ee nilai BOD harus lebih rendah
dibanding nilai COD. Kalau ternyata COD
lebih tinggi dan BOD tentu ada yang ee
salah ya. Nah, kesalahan yang terjadi
bisa karena adanya ee pengenceran yang
tidak tercatat. Jadi kan BOD itu ada
angka-angka pengencernya ya atau
pemeriksaan COD juga ada angka-angka
pengincernya yang mungkin tidak ee tidak
tercatat. Nah, kalau yang memeriksanya
lab yang lain lab dari luar atau bukan
Bapak Ibu sendiri yang mengecek, Bapak
Ibu bisa mengajukan komplain sebetulnya
ke ee lab-nya ya. nanti lab akan meriksa
kembali. Maka dalam kalau memberikan
sampel ke lab itu jangan pas sekali gitu
harus dilebihkan. Jadi ketika ada hal
yang tidak diragukan bisa dilakukan
pengujian ulang. Nah biasanya lakukan
dua triplo lah ya untuk melihat
presisinya. Jadi apakah disebabkan
oleh harusnya kan kalau humannya bagus
dia harusnya presisinya tepat ya. Jadi
kesalahan mungkin saja terjadi tapi bisa
kita minimalisir. Kalau lab-nya sudah
terakreditasi saya yakin dia sudah paham
ee bagaimana m-maintain ee sampel ya dan
juga pengawetan juga tolong diperhatikan
pengawetan dan
ee apa lama pemeriksaan ya. Jadi jangan
sampai sudah terlalu lama baru diperiksa
atau melebihi waktu yang ee expired gitu
ya. Itu juga harus diperhatikan. Kalau
terlalu lama ya terjadi pengurangan atau
bahkan penambahan itu juga sudah jadi
tidak representatif kembali ya. Jadi
kalau Bapak Ibu mau meriksa ke orang
lain pastikan volumenya tepat ee lebih
gitu ya mungkin 1 lit set gitu kan
supaya lebih aman. ee
kemudian ee waktu waktunya sesegera
mungkin kemudian dilakukan pengawetan ee
kalau dalam satu hari bisa dengan hanya
dengan ee apa pendinginan 4 derajat
menggunakan blue ice atau cooler box
gitu ya. Tapi kalau seminggu ya harus
ada pengawetan menggunakan asam sulfat
gitu ya. Begitu. Kemudian kita lanjut
lagi ke pertanyaan dari Bu Surbakti ya
di sini ya. Apa yang menyebabkan
parameter CD ini muncul sebagai
parameter baku mutu lingkungan di
lingkungan ideal kan di lingkungan ideal
kan enggak ada yang akan proses secara
kimia ya. Oke. Ee
jadi COD itu untuk
merepresentasikan organik yang ee non
biodegradableel juga. Karena di dalam ee
air limbah kalau hanya menggunakan BOD
berarti hanya yang terdeteksi
yang bisa di biodegradasi oleh bakteri
saja. Nah, berarti nanti angkanya tidak
tidak merepresentasikan keseluruhan ya,
Bu Bakti.
ee seperti itu. Jadi baiknya memang COD
juga tetap diperiksa ya ee untuk
menunjukkan ee kandungan organik secara
ee total walaupun enggak total amat
karena yang kalau mau total ya TOC ya
tapi cukup sebetulnya dengan COD. Jadi
baku mutu itu
dibuat ee selain untuk melindungi
lingkungan dan kesehatan juga melihat
dari sisi
ee ke teknis dalam analisisnya tidak
menyulitkan, tidak biayanya tidak mahal
gitu ya dan juga ee memungkinkan untuk
diolah gitu kan. itu juga harus jadi
pertimbangan ketika KLHK atau pemangku
kebijakan dalam menentukan ee baku mutu.
Nah, kalau COD kan lebih gampang
dibandingkan dengan TOC sebetulnya dan
biayanya lebih murah. Jadi, COD dan BOD
sudah cukup menurut saya. Tapi kalau BOD
saja ya kurang karena nanti organik yang
non biodegradableel ini juga berbahaya
dan harus diperiksa gitu. Nah, dengan
adanya COD dan BOD ini saya kira sudah
ideal ya. Baik, saya lanjutkan. Pak Ozil
ya. Apa strategi Bapak untuk mempercepat
progres pengelolaan Air5 domestik
Indonesia yang aman sehingga tidak
tertinggal dengan negara tetangga?
Daarawan pertanyaannya sangat filosofi
juga ya.
Ee jadi kalau bicara secara pengelolaan
secara umum kan ada dua ya. Ada dengan
sistem terpusat dan ada sistem setempat
ya Bapak. Nah, kalau
secara terpusat ini butuh biaya yang
sangat ee tinggi gitu ya
dan pengerjaannya butuh waktu dan
kompleksitas yang sangat tinggi gitu ya.
Jadi kalau mau mempercepat ya mungkin
diarahkan ke sistem setempat gitu atau
sistem komunal ya. Tapi ini biasanya
diatur oleh BAPENAS yang ee institusi
yang memang bertanggung jawab terhadap
strategis strategi secara nasional untuk
pencapaian dari aspek sanitasi ya. Ee
kalau saya sih menyarankan ya dengan ee
meningkatkan sistem-sistem ee setempat
ya, pengolahan setempat kemudian
pengolahan komunal ya. Jadi jangan hanya
tergantung sistem perpipaan ya nantinya
enggak enggak mempercepat gitu ya. Nah,
kemudian selain itu juga perlu
diperhatikan dari sisi ee performance si
IPAL-Ipal yang sudah ada ya. Jadi kita
kan aman kalau kalau basic saja cukup
tapi kan untuk menjamin keamanan
sanitasi aman, maka harus diperhatikan
juga performan si IPAL-Ipal yang sudah
ada, sudah dibangun dan pengelolaan
lumpurnya. Karena kalau lumpur tinjanya
belum diolah ya pasti kategorinya belum
aman ya. Itu masih ee kategorinya ee
basic atau ee ya basic ya di bawah aman.
Baik, saya lanjut lagi. Pertanyaan
berikutnya adalah apakah target
pengolahan di IPAL yang airplnya akan
dibuang ke sungai masih boleh
menggunakan Permen LHK 68 jika sungai
kelas 2? Tetapi kualitas existing kelas
3 tapi kualitas existing kelas 3
ya. Jadi
sebetulnya ee ini tergantung ya. ee
kalau pemerintah daerahnya atau
pemerintah ya pemerintah daerah
khususnya ya sudah menerapkan kebijakan
yang lebih ketat tentu kita harus
mengikuti kebijakan dari pemerintah
daerah yang yang berwenang untuk
ee me apa
mengarahkan pemenuhan baku mutu atau
target baku mutu tertentu ya. Jadi
secara nasional secara umum sebetulnya
masih boleh menggunakan Permen
LH68 ya untuk memenuhi standar baku
mutuen. Tetapi kalau ada pertimbangan
khusus dari pemerintah daerah yang
menginginkan kualitas selebih dari itu
dengan menggunakan kualitas sungai
ee kelas DU misalnya, walaupun eksisnya
kelas 3 itu diperbolehkan juga ya. ya
dengan pasti ada dasarnya ya karena
misalnya ee pengin kualitasnya lebih
baik gitu ya. Tapi pem kebijakan juga
harus mempertimbangkan aspek lainnya ya.
Saya juga di sini bukan sebagai
pemerintah dan juga bukan sebagai
konsultan ya yang membuat IPA tapi
tolong ee disesuaikan aja. Jadi karena
kalau kita menentukan kebijakan yang
terlalu ketat dilihat kemampuan biaya
dan teknologinya gitu ya. Jadi bisa
dilakukan secara bertahap gitu ya. Jadi
boleh alja ya kalau kita menerapkan yang
lebih ketat dari PPNH68 yaitu dengan
menggunakan baku mutu stream misalnya
atau baku mustamnya yang tadi yang
sisnya kelas 3 kita pakai yang kelas 2
misalnya lebih ketat lagi ya boleh juga
ya tergantung ee tujuan dari ee
pemerintah ya yang menerapkan ee
ketentuan tersebut pasti ada tujuannya
ya ya sebagai ee konsultan ya harus
ngikutin gitu ya tapi sebagai pemerintah
juga harus ee bijaksana juga gitu ya,
apakah biayanya mencukupi dengan kan
kalau kelas 2 ya berarti harus ada
proses kimia misalnya kalau ada proses
kimia berarti kan biayanya ini
pengelolanya mampu enggak operasional
jangan sampai jadi membebani juga ya
mungkin bisa dilakukan dengan bertahap
Bapak Ibu karena kalau sanitasi bicara
sanitasi contohnya kita itu ada namanya
tangga sanitasi ya jadi tidak harus yang
dari BABS langsung jadi aman sebetulnya
tergantung kemampuan juga mungkin bisa
bertahap ada tangganya yang penting ada
proses continue improvement ya. Baik
saya lanjut lagi. Bagaimanakah
mengendalikan limbah dari
industri-industri kecil rumah tangga?
Karena kalau kuantitasnya banyak juga
berpotensi mencemari
lingkungan. Ya, ini penting sekali ya
karena ee belum ada saya lihat yang
kebijakan pemerintah atau
program-program pemerintah yang serius
ya menangani eeh industri ya. Tapi kalau
di aturannya sudah ada sih di baku
mutunya misalnya ee baku mutu untuk
limbah tahu, lumbah potong hewan itu
sudah ada Bapak Ibu ya. Itu kan
sebenarnya mengakomodir juga ee
industri-industri kecil ya tetap harus
cuman penerapannya penegakannya di
lapangan ini belum ee serius gitu ya. ee
ya kalau mau serius harus ada ee tupoki
terhadap pemerintah atau Dinas
Lingkungan Hidup atau ee instansi
tertentu yang ditunjuk oleh pemerintah
pusat untuk mengawasi ee dan menegakkan
hukum gitu kan kalau mau serius seperti
itu. Tapi secara peraturan dan harusnya
kalau sudah ada baku mutu ya itu
harusnya ee sudah ada ya. Cuma
penegakannya dan pelaksanaannya itu yang
harus diperhatikan. Ini kalau role
modelnya contohnya di di Jepang ya. Di
Jepang itu ee ada namanya Jaso ya.
Jokaso itu eh tangki setik yang spesifik
yang digunakan di seluruh Jepang. mereka
punya unit ee instansi khusus yang
yang tanggung jawabnya adalah
mengawasi, membangun, mengawasi, dan
melakukan research center gitu ya. Dan
semuanya di diawasi ya. Cuma butuh biaya
juga kan untuk melakukan fungsi tersebut
kan. Butuh biaya, butuh orang yang
komitmen gitu ya, butuh tupoksi yang
khusus gitu karena pemerintahnya sanggup
enggak gitu ya. Kalau di Jepang sih
sudah berjalan ee dengan sangat baik ya.
Jadi semua sungai-sungai di Jepang itu
sudah sangat baik ya. Tapi yang penting
semangatnya ya kita harus semangat ke
arah sana walaupun dilakukan secara ee
bertahap Bapak Ibu ya. Saya kira
demikian ya. Apakah masih ada ini Mbak
Dini?
Iya. Terima kasih Pak Ahmad atas
jawabannya. Mungkin kita akan langsung
lanjut saja pada pertanyaan langsung.
Namun karena adanya keterbatasan waktu
saya beri kepada satu penanya saja dan
kebetulan Pak Bu Syairi ini sudah eh
raise hand. Ee dipersilakan kepada Pak
Bu Syairi untuk mengajukan
pertanyaannya.
Baik terima kasih. Apa suara saya
terdengar? Ee sudah terdengar. Sudah,
Pak. Iya. Baik terim kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Sebelumnya terima kasih
untuk materi hari ini sangat luar biasa
kepada narasumber. Alhamdulillah. Terima
kasih, Pak. Yang ingin saya tanyakan
adalah
posisi teknik lingkungan. Kebetulan tadi
disampaikan Bapak dari teknik lingkungan
dan saya juga teknik lingkungan. Artinya
ada kepatutan regulasi yang harus kita
penuhi. kepatutan regulasi dan baku
mutu. Tapi dari sisi kita sebagai teknik
lingkungan kan ada sisi ilmiahnya. Tadi
di materi Bapak itu sesekali memang
masuk dari posisi ilmiah atau
akademisnya. Tapi pada saat kita diskusi
dengan stakeholder atau pemerintah atau
swasta pasti yang dipertanyakan pertama
ada aturannya enggak? Tadi Bapak juga
sudah menyampaikan ada perdanya enggak?
Berapa nilai perdanya? 30, 50, 100 BOD,
COD-nya. Ya udah penuhin itu saja. Tapi
satu sisi mungkin berbeda kalau kita
bicara tentang badan air penerimanya
sudah tidak memenuhi lagi. Nah, dari
posisi itu kan ee tadi Bapak sudah
sampaikan tergantung wilayah
masing-masing perdanya. Tapi dari pihak
swasta menyatakan bahwa ya sudah penuhin
yang itu aja. Itu kan belum ada aturan
perdanya atau segala macam. Nah, posisi
itu mendudukkan permasalahannya itu di
kita sebagai teknik lingkungan itu
seperti apa? Mengikutin apakah benar
teknik lingkungan kita penuhi semua
regulasi. Karena hampir 70% teknik
lingkungan kan semua tentang regulasi.
Bakum mutu air, bakumutu udara, bakum
mutu air laut, air minum, semua tentang
regulasi. Atau satu sisi kita coba
menjelaskan lebih ke akademiknya atau
cukup ya sudah ikutin regulasi saja.
Karena salah satu contohnya yang kami
hadapi itu rumah sakit. Rumah sakit itu
kan ada khusus air limbah medisnya.
Begitu bilang pengelola rumah sakit
bilang air limbah medis, saya pisahkan,
saya serahkan ke pihak pengumpul limbah
B3. sehingga rumah sakit kegiatannya
semua tinggal domestik ya mandi, cuci
kakus, laundri segala macam. Jadi gak
gunakan baku mutu limbah rumah sakit
tapi menggunakan ee air limbah domestik
68 tadi. Iya kan? Padahal kan ada cuci
alat segala macam itu kan masuk grey
water juga. apa iya semuanya masuk ke
limbah B3 kan volume limbah B3 nanti kan
dia bayar lagi. Nah, limbah B3 juga kan
ada regulasinya lagi. Nah, teknik
lingkungan tuh hampir 7080% semua
regulasi. Mungkin seperti itu. Terima
kasih. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Baik, langsung saya jawab
mungkin ya. Ee Pak Basril ya. Siapa
tadi? Pak Basri ya? Pak Busyari.
Terima kasih, Pak, untuk ee tanggapannya
ya, untuk pertanyaannya juga. Ee jadi
kalau saya menangkap dari dari ee
pertanyaan Bapak ya, bagaimana ee posisi
kita ya sebagai ee ee teknik lingkungan
lah ya dan memposisikan diri ee
bagaimana ee apakah
harus mematuhi apa harus mengakomodir
semua peraturan gitu ya.
Ee
jadi sebetulnya ya peran teknik
lingkungan tuh perannya kan di mana-mana
ya. Baik sebagai konsultannya yang
membuat peraturannya juga sebetulnya
orang teknik lingkungan juga ya yang
kerja di KLHK kan juga orang teknik
lingkungan gitu kan di BAP. Jadi
semuanya sebetulnya yang terlibat itu
juga ee background-nya sebagian besar
itu adalah teknik lingkungan ya. Nah,
makanya saya sebetulnya ee tadi tidak
memposisikan sebagai konsultan atau
sebagai pemerintah. Jadi, sebagai
konsultan kita harus mengikuti peraturan
dari pemerintah. Tapi sebagai pemerintah
yang memberikan kebijakan juga harus
bijaksana juga gitu ya. Jangan
menerapkan peraturan yang terlalu ketat
gitu ya. Nah, itu juga harus sama-sama
kita ee introspeksilah dari berbagai
stakeholder. ee kita jangan ee terlalu
ambisius juga gitu ya sebagai jadi
contohnya gini ya saya sering menemukan
KLHK dengan PUPR itu sering ada di
posisi yang bertentangan gitu karena
kayak ingin ee baku mututu seperti ini.
Nah, sementara PU yang sebagai ee apa?
Institusi
yang menyediakan fasilitas juga
terbentur dengan dana dan sebagainya
gitu. Nah, itu di situlah kita harus
duduk bersama ee menentukan strategi
yang tepat. Tapi ee
kita mengikuti aturan sebisa mungkin
kita betul mengitu aturan tapi tolong
aturannya itu juga dibuat strategis gitu
kan. Artinya jangan hanya hasilnya yang
kita lihat pengin segini tapi kita
caranya bagaimana untuk bisa mencapai e
aturan tersebut, target tersebut gitu
ya. Tapi tentu kita tidak boleh break
the rule sih, Pak ya. ya. Kalau sudah
ada peraturan ada ya kita harus ikuti
peraturan tersebut. Ee tapi aturan yang
dibuat itu juga harus dilihat dari
berbagai aspek gitu ya. Jadi baik ee
orang teknik lingkungan yang berperan
sebagai pembuat kebijakan juga harus
berpikir gitu ee bagaimana cara
pencapaian targetnya tersebut
memungkinkan apa enggak gitu. Itu harus
diperhatikan strateginya bagaimana ya.
Baik. Ee pelaksana juga harus memikirkan
ee ya kalau tidak mungkin ya harus
enggak boleh break the rule. Jadi
intinya kuncinya diskusi aja antara ee
pemberi kebijakan dengan pelaksana
kegiatan itu tolong didiskusikan
strategi yang yang diperlukan apa gitu
ya. Jadi ee sebisa mungkin tidak membuat
peraturan yang ee terlalu ambisius tapi
juga tidak boleh break the rule juga
gitu kan. supaya posisi kita aman gitu
ya sebagai teknik lingkungan. Jadi kita
tidak melanggar aturan tapi juga ee bisa
tetap melaksanakan peran-peran kita
sebagai ee rekayasawan lingkungan gitu
ya. Mungkin itu dulu jawaban yang
generalnya Pak Buel ya. Terima kasih ya.
Ini juga jadi masukan buat saya juga ya.
Ya barangkali itu saya kembalikan.
Makasih
ya. Baik, bagaimana dengan Pak Bu
Syairi? Apakah sudah
cukup? Ya, baik kalau gitu untuk sesi
tanya jawab kita cepuhkan. Terima kasih
kepada Bapak dan Ibu yang sudah
berpartisipasi. Untuk menutup acara
webinar ini. Mungkin dari Pak Ahmad ada
closing statement-nya, Pak.
Baik, terima kasih Bu Dini dan terima
kasih juga Bapak Ibu yang sudah hadir
dan mengikuti kegiatan hari ini.
Mudah-mudahan apa yang sudah saya
sampaikan itu ee menjadi semangatlah
tentunya ya. karena saya yakin masih
belum cukup Bapak Ibu untuk ee menggali
seluruh aspek di dalam proses
pengolahan, tapi setidaknya bisa menjadi
semangat Bapak Ibu untuk terus
ee mempelajari dan terus mencari
pengalaman-pengalaman dalam bidang ee
pengolahan limbah domestik seperti ini.
Dan tentu ee dibutuhkan tadi seperti
terakhir tadi pertanyaan terakhir ya.
kita butuh ee strategi-strategi dalam ee
pencapaian
ee pengolahan air libah yang lebih baik
lagi dengan cara ee berdiskusi bersama
dari berbagai stakeholder ya, baik dari
pengguna, pelaksana, kegiatan pembuat
infrastruktur, maupun dari yang
pemangkuk kebijakan. Nah, itu tolong
didiskusikan bersama. Saya kira demikian
Bapak Ibu, sampai ketemu lagi
mudah-mudahan di lain kesempatan. Terima
kasih. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Mohon maaf
kepada Pak Ahmad jangan dulu
meninggalkan ruangan Zoom karena di sini
kita akan melakukan dokumentasi terlebih
dahulu. Ee baik ee untuk sesi
selanjutnya kita akan melakukan
dokumentasi dan kepada Bapak Ibu yang
bisa mengaktifkan kamera dipersilakan.
Oke, di sini saya akan mulai untuk
melakukan dokumentasi. Saya akan mulai
melakukan perhitungan
mundut.
Oke. Baik. Di sini saya akan mulai
melakukan perhitungan mundur dimulai
dari angka 5 4 3 2 1 ya sekali lagi 5 4
3 2
1.1. Oke. Baik ee dokumentasi sudah
dicukupkan. Terima kasih kepada Pak
Ahmad atas penyampaian materi yang
sangat bermanfaat ini. Semoga Bapak dan
Ibu semuanya di sini juga bisa
menerapkannya di lapangan. Saya ucapkan
lagi terima kasih kepada Pak Ahmad.
Semoga kita bisa bertemu lagi di lain
kesempatan ya. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh kepada Pak
Ahmad dan kepada Pak Ahmad apabila ingin
meninggalkan ruangan Zoom dipersilakan
Pak. Baik terima kasih Mbak Dini.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Iya. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh.
Baik, kepada Bapak dan Ibu semuanya,
berakhir sudah acara webinar di hari
ini. Bagi Bapak Ibu yang ingin
mendapatkan
e-sertifikat, Bapak Ibu dapat mengisi
link presensi kehadiran yang tertera di
layar ini. Dan ketika Bapak, Ibu mengisi
presensi, pastikan nama dan email sudah
diketik dengan benar karena hal ini
dapat mempengaruhi pengiriman
e-sertifikatnya.
Baik, saya akhiri kegiatan webinar hari
ini. Mohon maaf apabila saya ada salah
kata dan salah ucap. Wabillahi taufik
wal hidayah. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Selamat
siang dan selamat melanjutkan aktivitas
lainnya.