Webinar 109 Fundamental Proses Pengolahan Air Limbah
YXOa1u9C6kQ • 2025-04-24
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id emisi udara, persetujuan teknis limbah B3, penyusunan dokumen KLHS, penyusunan dokumen RPPLH, pemodelan kualitas air sungai, pemodelan dispersi udara, pemodelan air tanah, life cycle assessment, perhitungan emisi gas rumah kaca, pengelolaan banjir dan sedimentasi sungai, perancangan dan pemilihan insinerator sampah dan limbah B3, pemantauan kualitas udara dan air menggunakan sensor, pelatihan sistem informasi geografis, dan pelatihan remote sensing. Alumni pelatihan kami sudah lebih dari 2.500 orang yang berasal dari seluruh Indonesia. Pelayanan kami terbuka untuk perusahaan, pemerintahan, perorangan, ataupun pemerhati lingkungan. Ekoedu selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang [Musik] berpengalaman. Memberikan pengalaman langsung dengan praktikum. dan e-learning yang dapat diakses di manapun. Jadi, awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Edio ini memang dari grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya, karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya, terasa gitu manfaatnya di kami terutama untuk e para konsultan yang memerlukan tenaga-penangka ahli gitu. Sehingga saya memilih Eco Edu mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benar gitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada Eco Edu ya yang akan menyenggarakan pelatihan. Nah, di sini juga saya banyak baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang disediakan oleh Paku. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut pelatihan di situ. Jadi, saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana Eko Idu menyampaikan informasinya. Eko edu itu bagus karena pelatihan-patihnya itu selalu terkini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya itu bagus-bagus dan terbaiklah ke [Musik] bidangnya. Iya. Ee yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang saya harapkan begitu ya. ter dalam penyusunan dokumen AMD saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update persoalan-persoalan dalam jurusan AMDA terkini dari ahlinya langsing di lapangan begitu yang pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat itu di e-learning ya. Itu luar biasa ee pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. [Musik] eh e-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. Kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. arning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di sangat membantu Mbak jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana [Musik] aja juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari padan sebenarnya. Jadi apa namanya ya? Kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadanlah. Jadi menurut sepadan Bu karena memang e pelatihannya itu pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di e sekitar lingkungan saya sendiri gitu. Saya kira sepat sesuailah dengan apa yang kita [Musik] dapatkan. EKTP efektif, tepat dan profesional. Hemat, cermat, dan hebat. Keren, profesional dan juga keginian. [Musik] Pengembangan sumber daya manusia adalah bagian dari proses dan tujuan dalam pembangunan Indonesia. Upaya membangun sumber daya manusia yang berkualitas salah satunya dapat dilakukan melalui pelatihan. Ekoedu hadir sebagai platform pelatihan lingkungan hidup yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia. Saat ini kami memiliki 15 paket pelatihan, yaitu persetujuan teknis AI limbah, persetujuan teknis emisi udara, persetujuan teknis limbah B3, penyusunan dokumen KLHS, penyusunan dokumen RPPLH, pemodelan kualitas air sungai, pemodelan dispersi udara, pemodelan air tanah, life cycle assessment, perhitungan emisi gas rumah kaca, pengelolaan banjir dan sedimentasi sungai, perancangan dan pemilihan insinerator sampah dan limbah B3, pemantauan kualitas udara dan air menggunakan sensor, pelatihan sistem informasi geografis, dan pelatihan remote sensing. Alumni pelatihan kami sudah lebih dari 2.500 orang yang berasal dari seluruh Indonesia. Layanan kami terbuka untuk perusahaan, pemerintahan, perorangan, ataupun pemerhati lingkungan. Ekoedu selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang berpengalaman. [Musik] memberikan pengalaman langsung dengan praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manapun. Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Edio ini memang dari grup-grup di alumni ya, Mbak ya, yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya, terasa gitu manfaatnya di kami, terutama untuk e para konsultan yang membukan tenaga-tenaga ahli sehingga saya memilih Eco Edu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benar gitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada Edu yang akan menyengarakan pelatihan. Nah, di sini juga saya banyak baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang diselu. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut pelatihan gitu. Jadi saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana Ibu menyampaikan informasinya. Eko edu itu bagus karena pelatihan-patihnya itu selalu tergini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau bagus-bagus dan terbaiklah ke [Musik] bidangnya. Iya. Ee yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang saya harapkan begitu ya. bertanggung dalam penyusunan dokumen AMD saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update persoalan-persoalan dalam keisan AMD terkini dari ahlinya langsing di lapangan begitu yang pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan EID ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya. Jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat itu di e-learning ya. Itu luar biasa ee pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. [Musik] eh-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. Kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. Arning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di 7 sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana [Musik] aja. 4 juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari kas padan sebenarnya. Jadi apa namanya ya, kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadanlah. Jadi menurut sepadan Bu karena memang e pelatihannya itu pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di e sekitar lingkungan saya sendiri gitu. Nah, saya kira sepat sesuailah dengan apa yang didapatkan. [Musik] E-KTP efektif, tepat dan profesional. Hemat, cermat, dan hebat. Keren, profesional, dan juga keginian. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang kembali di webinar Ekoedu ke-109. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu semua yang sudah selalu setia untuk mengikuti acara webinar ini. Hari ini webinar Eko akan mengangkat tema fundamental proses pengolahan air limbah. Perkenalkan saya Dini yang akan bertugas sebagai moderator pada acara ini. Baik Bapak Ibu semua, sebelum memulai webinar pada siang ini, alangkah baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa dipersilakan. Berdoa dicukupkan. Untuk acara selanjutnya, mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak dan Ibu untuk duduk. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Baik Bapak Ibu semua, untuk selanjutnya izinkan saya mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu dekat ini yang akan diselenggarakan oleh kami, yakni Yang pertama ada pelatihan life cycle assessment yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 April hingga 2 Mei 2025. Kemudian pada minggu yang sama akan diadakan pelatihan dan sertifikasi penanggung jawab operasional pengolahan air limbah atau biasa disingkat Kopa yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 April hingga 2 Mei 2025. Kemudian dilanjutkan lagi pada 2 minggu ke depan yaitu ada pelatihan penyusunan laporan pemantauan lingkungan RKLRPL gelombang 2 yang akan dilaksanakan pada tanggal 5 sampai 7 Mei 2025. Dan jika Bapak Ibu melakukan pembayaran pada haming satu pelatihan, Bapak Ibu akan mendapatkan diskon 10% dari biaya investasi. Untuk informasi lebih lanjut dalam dapat menghubungi admin kami Riris Danisa. Bapak Ibu juga bisa mengunjungi sosial media kami yakni ada Instagram, YouTube channel, Facebook dan juga website resmi kami yaitu ecoedu.co.id. Dan juga bagi Bapak Ibu yang tertarik langsung untuk mendaftar, silakan diakses ke pendaftaran ehedu.co.ido. Ee selain itu kami juga terdapat inhouse training yang dapat dilaksanakan secara offline sesuai dengan permintaan dari instansi atau perusahaan Bapak dan Ibu semuanya. Selanjutnya kita akan langsung masuk pada kegiatan utama kita di mana webinar kali ini kita akan berdiskusi mengenai fundamental proses pengolahan air limbah dan kami telah menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya untuk memberikan materi dan wawasan yang bermanfaat. Baik, perkenankan saya untuk memperkenalkan narasumber kita hari ini yaitu Ir. Ahmad Soh Setiawan, ST, MT, PhD. Beliau merupakan Kepala Program Studi Rekayasa Infrastruktur Lingkungan dan Magister Pengolaan Air Bersih dan Sanitasi di Institut Teknologi Bandung. Dan kebetulan narasumber kita pada ses pada siang ini yaitu Bapak Ahmad sudah ada di dalam ruangan Zoom. Izinkan saya untuk menyapa terlebih dahulu. Selamat siang kepada Bapak Ahmad ya. Selamat siang, Mbak Dini. Iya, selamat siang. Selamat pagi, Bapak Ibu, ya. Baik. Bagaimana, Pak, kabarnya untuk pada siang hari ini? Insyaallah ya alhamdulillah baik ya. Semoga yang lain juga sama ya kita semangat untuk ee belajar ya di acara ini. Iya. Baik, Pak. Mudah-mudahan kita selalu sehat ya, Pak. Eh ya. Baik, Pak. Izin terlebih dahulu sebelum kita mulai izinkan saya untuk menyampaikan beberapa teknis. Yang pertama untuk pemaparan akan dilaksanakan selama 1 seteng jam kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan menggunakan aplikasi Slidu dan juga dilanjutkan lagi dengan tanya jawab secara langsung. Baik, untuk mengefektifkan waktu saya serahkan ruangan Zoom ini kepada Bapak Ahmad dan kepada Bapak Ibu semuanya. Selamat mengikuti acara webinar ini. Baik, terima kasih Mbak Dini yang telah mengantar dan membuka acara ini. Baik, saya izin ee share slide-nya ya. Ya, mudah-mudahan sudah terlihat ya, Bapak, Ibu. Iya, sudah, Bapak Ahmad ya. Baik, saya coba mulai ya. Baik, selamat pagi Bapak Ibu semuanya. Ee salam kenal bagi yang baru pertama kali mungkin ya kita bertemu. Tadi sudah disampaikan ee nama lengkap saya Mas Setiawan, tapi mungkin ee teman-teman di ITB mengenal saya dengan nama ASO ya. Jadi, Pak Asso silakan boleh memanggil saya dengan Pak Aso. Saya sehari-hari mengajar di ee teknik lingkungan di program studi RK Infrastruktur lingkungan dan Magister Pengelali Bersih dan Sanitasi ya. Dan saya tergabung di kelompok keahlian air dan limbah cair. Nah, pada hari ini topik yang akan disampaikan itu terkait dengan fundamental proses pengolahan air limbah. Jadi materi yang akan ee tengah saya juga akan coba mkan ee ee baik saya mulai dari antara pengelolaan pengolahan ini adalah bagi peng keseluruhan dari ee sampai dengan air limbah tersebut dimanfaatkan atau dibuang ke lingkungan ya. Jadi ada berbagai hal kegiatan ee sementara untuk pengolahan itu hanya bagian dari pengelolaan yang sifatnya adalah kuratif. ee maaf sifatnya itu eh kuratif ya. Jadi end of pip di mana eh telah timbul air limbahnya kemudian kita ee olah sedemikian rupa supaya memenuhi ee kualitas yang di apa ditentukan ya yaitu baku mutu. Nah, jadi secara prinsip tujuan dari entar ini terhalang ya. Oke, tujuan ee utama dari pengolahan air limbah itu adalah mengurangi dampak negatif dari air limbah yang ee dihasilkan, ya. Di mana di air limbah tersebut terkandung berbagai kontaminan yang ee dapat menyebabkan kerusakan lingkungan dan ee menurunkan kesehatan masyarakat. Nah, biasanya komponen yang ada di dalam air limbah itu yang utama itu terdiri dari partikel, kemudian bahan-bahan organik, ada nutrien juga ya berupa nitrogen, fosfor, dan kemudian ada juga ee parameter-parameter lain yang bersifat racun seperti logam berat ya, nitrit-nitrat dan lain-lain ya. Ee nah setiap pengolahan itu kita punya target ya, di mana target dalam pengolahan air limbah ini ee kita mengacu ke baku mutu ya, ada baku mutu stream dan baku mutu evluence. Nanti akan saya jelaskan di slide selanjutnya. Baik, kita lanjut untuk slide berikutnya. Nah, untuk ee kita ketahui juga bahwa dalam air limbah itu kita bagi menjadi dua kategori yang utama yaitu air limbah domestik dan air limbah industri. Ya, secara prinsip pengolahan sebetulnya bisa dikatakan sama ya, namun nanti ada ee karakteristik ya yang berbeda antara air limbah domestik dan air limbah industri dan nanti akan berpengaruh terhadap pemilihan teknologi ee dan proses pengolahannya. Nah, kita lihat di sini ada air limbah domestik ya. air limbah domestik itu ee umumnya karakteristiknya itu ee tidak bersifat B3 kecuali kalau ada kontaminasi dari limbah-limbah yang ee B3 atau mengandung bahan B3 ya misalnya dari Om industri, dari medis dan lain-lain. Nah, dan dihasilkan di dari aktivitas rumah tangga ya, bukan artinya dari rumah, tapi dari aktivitas domestik ya. Seperti ee mandi, cuci ee kakus. Dan ini tidak hanya ada di rumah tangga ya, di seluruh ee tempat di mana di situ ada manusia atau habitat pasti akan dihasilkan limbah domestik. Walaupun di kawasan komersil atau kawasan industri pertambangan pasti di situ ada air limbah domestik. Nah, untuk konsentrasinya sendiri ini kategorinya antara ringan sampai sedang ya dibandingkan dengan air limbah industri. Ee sementara untuk air limbah industri sendiri ini sifatnya ee bisa mengandung B3 dan non B3 ya karena tergantung dari ee bahan-bahan yang digunakan di industri tersebut. sifatnya ee antara sedang sampai dengan berat ya dan dihasilkan dari proses produksi ataupun pencuncian-pencucian alat-alat ee produksi ya. Nah, itu dikategorikan sebagai air limbah industri. Nah, baik air limbah domestik maupun air limbah industri ya keduanya harus kita olah sedemikian rupa sehingga nantinya akan memenuhi baku mutu air limbah domestik ataupun air limbah industri. Untuk air limbah industri ini ee untuk air limbah industri ini mengandung eh maaf terdiri dari berbagai jenis industri ya. sehingga nanti dalam penggunaan bahan ee baku mutu itu harus mengacu ke jenis industri tertentu ya. Ini dibedakan di dalam ee baku mutu nanti kita lihat di ee peraturan ya. Jadi intinya seperti itu ya. Terdiri dari limbah domestik dan air limbah industri. Nah, berikut adalah kaitan antara ee air limbah khususnya domestik ya dengan isu-isu yang ee terkait ya. Nah, isu-isu berkelanjutan. Nah, dibandingkan antara air limbah domestik dengan air limbah industri, sebetulnya kalau ditanya mana air limbah yang ee berkontribusi paling tinggi terhadap pencemaran ya pasti rata-rata menjawabnya industri gitu ya. Namun sebetulnya kalau kita ee perhatikan ya di sungai gitu ya, di badan air justru yang paling banyak kontribusi terhadap pencemaran atau ee ya membuang air limbah langsung ke lingkungan adalah dari air limbah domestik. Ya, jadi coba Bapak Ibu perhatikan di tepian sungai ya, banyak rumah-rumah yang tidak mengolah terlebih dahulu air limbah domestiknya ya. Jadi langsung dibuang ke lingkungan. Nah, sementara air limbah industri ini ee lebih memungkinkan untuk di kontrol, lebih memungkinkan untuk ee dikendalikan ya karena ee industri lebih penegakan hukum untuk industri itu lebih mudah ya sehingga pada ee kenyataan di lapangan itu lebih ee mudah untuk dikontrol ya. Jika terdapat indikasi pencemaran biasanya industri tersebut akan di ee kenakan ee penegakan hukum ya sehingga tidak bisa beroperasi. Sementara kalau air limbah domestik ini sulit ya. Nah, ini jadi tidak hanya dari sisi karakteristiknya yang tinggi, tapi juga harus dilihat dari sisi ee kontrolnya ya. Ini lebih sulit sebetulnya limbah domestik. Jadi bukan artinya air limbah domestik ini ee tidak berbahaya ya. Kemudian kaitannya dengan kerusakan lingkungan dan kesehatan ya tentu ee air limbah domestik maupun industri ini dapat membahayakan ya baik untuk ee lingkungan maupun untuk manusia. Kemudian terjadinya misalnya proses etrofikasi ya, yaitu peningkatan ee pertumbuhan alga secara ee tidak terkendali ya akibat terdapatnya nutrien-nutrien yang masih ee tinggi ya dibuang ke lingkungan. Tentu penurunan juga nilai estetika ya dari sisi ee kekeruhan kemudian bau yang tidak enak gitu ya dan warna tentu itu akan menurunkan nilai estetika. Kemudian isu lainnya yang terkait dengan ee pengolahan air limbah adalah ee adanya ee kemungkinan untuk kita bisa manfaatkan kembali ya, kita recovery lagi ya. Misalnya dari ee airnya kita manfaatkan untuk untuk air recycle atau lumpurnya atau ya lumpur tinja atau lumpur ee hasil pengolahan itu bisa kita manfaatkan sebagai sumber energi ee misalnya untuk bricket energi untuk soil conditioning gitu ya atau untuk pupuk atau untuk ee biokonversi dan lain sebagainya. Nah, jadi isu-isu ini juga akan ee menjadi pertimbangan ketika kita ingin memilih ee target. Jadi, kita harus menentukan nih target dalam pengolahan gitu ya. Apakah cukup hanya untuk ee memenuhi baku mutu? Artinya kita juga harus memilih teknologi yang ee sesuai gitu ya. Kalau terlalu advance nanti akan menjadi masalah di biaya dan keberlanjutan dari teknologi tersebut. Namun untuk keperluan recycle ya tentu kita juga harus mempertimbangkan ee teknologi yang mampu ee mengolah sehingga dia bisa dimanfaatkan. Nah, itu pun harus dilihat ya dari segi air limbah yang dihasilkan dengan biaya yang dikeluarkan. Jadi jangan sampai ee secara finansial tidak menguntungkan baik ee bagi pihak pengelola seperti itu. Baik, kita lanjut lagi. Nah, selanjutnya ini juga bagian terpenting dalam ee pengolahan gitu ya. Nah, kita harus melihat baku mutu ya sebagai target pengolahan ya. Nah, dalam hal ini baku mutu ini adalah baku mutu evluen dan stream standar. Kedua baku mutu ini sebetulnya untuk e baku mututo eh ketika dia dibuang ke lingkungan ya, bukan untuk diycle. Nah, untukluence standar itu kita masih mengacu untuk baku mutu ee limbah domestik mengacu ke Permen LHK nomor 68 tahun 2016 ya. sampai saat ini masih menggunakan ee baku mutu ini. Sementara untuk industri itu ada Permen LAH nomor 5 tahun 2014 ya yang terbaru. Jadi ada baku mutuen dan ada baku mutu ehluen industri dan domestik ya. Selain daripada ini, kita juga bisa mengacu ke baku mutu yang sifatnya lokal, yang sifatnya lebih spesifik. misalnya ini pergub DKI atau Pergubinsi lainnya ya. Nah, di sini kalau di DKI atau di Jakarta itu mengacu ke nomor 69 tahun 2013 gitu ya. Nah, ketika kita melihat ini seharusnya pergup-pergup yang atau peraturan-peraturan yang dibuat oleh pemerintah daerah itu harusnya lebih ketat ya dibandingkan dengan nasional. Jadi kita lihat atau mungkin nanti ee jika pemerintah daerah membuat kebijakan maka harus meninjau kembali ee baku mutu yang nasional gu ya. Jangan sampai lebih longgar dari nasional. Jadi harus lebih ketat dari nasional dengan tujuan untuk ee segi keamanan gitu ya. Nah, kemudian untuk ee baku mutu lainnya contohnya adalah Permen CAS nomor 2. Ini kalau dimanfaatkan ya sebagai air bersih ya bisa juga menggunakan Permen CAS cas. Jadi baku mutu untuk pembuangan dan bak mutu untuk pemanfaatan. Nah, apa bedanya dengan stream standar? ini juga harus kita ketahui. Nah, kalau evaluence standar itu sebetulnya ee pencegahan jadi standar ee maksimum kontaminan itu boleh kita buang setelah kita olah ya ee dengan konsentrasi maksimum sesuai dengan standar. Jadi sebelum masuk ke badan air penerima ya, jadi kita harus pastikan sudah memenuhi baku mutu ya. Nah, sementara kalau stream standar itu untuk mencegah ee dampak negatif dari air yang sudah masuk ke lingkungan terhadap disipn yaitu terhadap manusia dalam hal ini. Nah, jadi baku mutuostram ini cara penggunaannya adalah ee mencari dulu C campurannya ya. Kalauen langsung ya, jadi sebelum masuk dibandingkan dengan baku mutu. Nah, sementara kalau streaming standar itu setelah masuk ke lingkungan kita cari Campurannya. Campuran dari air limbah yang masuk dan air limbah yang memang sudah ada di dalam sungainya tersebut atau badan air tersebut gitu ya. Kemudian Campurannya tersebutlah yang nanti akan dibandingkan dengan stream standarnya baku mutunya. Dalam hal ini yang terbaru adalah PP nomor 22 tahun 2021 ya. Nah, di situ ada kelas-kelasnya, ada kelas 1, 2, 3, dan 4. Ini disesuaikan dengan peruntukan ee sungainya ya. Kalau kelas 1 untuk air baku, air minum, kelas 2 untuk air rekreasi atau kolam renang ya, kelas 3 untuk perikanan peternakan, kelas 4 pengairan tanaman. Nah, cara membacanya juga kalau dia sudah muni kelas 1 artinya dia bisa digunakan juga untuk kelas 2, kelas 3, kelas 4 gitu ya. atau kalau dia men kelas 2, dia bisa juga digunakan untuk kelas 3, kelas 4, tetapi tidak bisa digunakan untuk kelas 1. Ya, demikian. Nah, bagi yang kalau kita ingin melakukan pemantauan di lingkungan, nah kita juga bisa menggunakan baku mutu stream standar ya. Tapi kalau tidak diketahui ee peruntukannya biasanya kita mengacu ke kelas 2. Nah, ada kalanya pemerintah daerah menentukan ee kualitas yang lebih daripada peruntukannya. Nah, ini sebetulnya tergantung dari kebijakan dari daerahnya sendiri ya. Oke, kita langsung. Nah, ini sebetulnya ee apa ya kaitannya dengan pengolahan itu adalah nanti di target olahan ya. Jadi kita menargetkan nanti hasil pengolahan kan kita harus tahu inn-nya berapa, karakteristik inn-nya, influence-nya, dan karakteristik outlet-nya sebagai target yang kita akan ee olah gitu kan. Itu harus kita tentukan dari sejak awal apakah mau dibuang apa dimanfaatkan untuk memenuhi kualitas yang mana gitu ya. itu harus clear dari awal. Oke, kita lanjut lagi. Nah, ini contoh dari baku mutu air limbah domestik yaitu Permen LHK nomor 68 tahun 2016. Nah, sebetulnya saya ingin menjelaskan di sini bahwa Permen HK ini adalah ee perubahan dari KPNLH 112 tahun 2003 di mana di sini ada ee baku mutu yang lebih ee ketat ya, di mana sebelumnya hanya 4 1 2 3 4 parameter. Nah, yang sekarang 7uh parameter ya. Jadi lebih banyak yang diatur. Kemudian dari segi konsentrasi sekarang ee sudah mengacu ke ee lebih ketat ya. Jadi BOD kalau dulu boleh dibuang sampai 100, kalau sekarang enggak boleh, harus 30 maksimum gitu ya. Begitu pula parameter lainnya lebih ketat dari yang sebelumnya. Artinya apa? Dalam proses pengolahan juga harus dilakukan proses pengolahan yang lebih advance gitu ya. Yang dulu mungkin masih bisa menggunakan hanya proses anaerobik. Nah, sekarang dengan adanya penyisian amonia ya, ya tentu lebih sulit ya kalau hanya menggunakan proses anaerobik. Jadi sebaiknya juga ada ee proses aerobik atau kombinasi dari proses anaerobik dan aerobik ya. Itu salah satu contohnya ya dari adanya ee perubahan baku mutu yang lebih ketat. Baik, selanjutnya saya juga memperkenalkan ee beberapa karakteristik air limbah ya. karena yang hadir pada saat ini saya lihat ee berbagai background ya. Jadi saya mulai dari mulai fundamental dari paling dasar dan nantinya mungkin ada contoh-contoh juga yang bisa di ee diikuti oleh ee peserta yang sudah berpengalaman juga ya. Nah, ini contoh karakteristik dilakukan di laboratorium. Nah, yang ingin saya sampaikan di sini adalah apa parameter-parameter utama khususnya air limbah domestik gitu ya. Karena kalau air limbah industri ya banyak sekali gitu ya, tergantung jenis industrinya dan lain-lain. Nah, kita lihat saja, kita tinjau dari contoh air limbah domestik ya. Yang pertama adalah BOD yaitu biochemical oxygen demological. Nah, ini yang seringki di lapangan itu sekarang istilah yang ee dikenal di umum juga adalah biological sebetulnya kurang tepat. Yang tepat adalah biochemical oxygen demand ya. Jadi, oksigen yang diperlukan ee oleh mikroorganisme ya atau yang terjadi di dalam bio. Jadi reaksi secara chemikal di dalam biologi gitu ya, di dalam bakteri. Jadi disebut biochemikal karena terjadi proses kimia di dalam tubuh bakteri ya yang membutuhkan oksigen. Nah, sebetulnya BOD measurement ini juga adalah ee an ee pengukuran organik secara indir secara tidak langsung gitu yang kita ukur oksigennya. Tapi sebetulnya yang ingin kita estimasi adalah kandungan organiknya gitu ya. Memang agak aneh gitu ya. Tapi sebetulnya ini dengan reaksi stokiometri kan akan sebanding antara organik yang hilang dengan oksigen yang digunakan gitu ya. Nah, jadi karena orang teknik umumnya kan menggunakan pendekatan yang efisien, yang efektif, yang murah gitu ya. Maka kita menggunakan BOD seringki dibandingkan dengan TOC ya atau zat organik gitu ya. Jadi kita pakai yang BOD ya. Nah, BOD ini juga merepresentasikan ee material organik yang biodegradableel karena dia bisa diolah secara biologi gitu ya. Nah, jadi apa tadi ee definisinya? yaitu jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bakteri karena dia berlangsung di tubuh bakteri reaksi kimianya untuk menguraikan atau mengoksidasi atau mendegradasi ee zat organik ya. Jadi secara tidak langsung sebenarnya yang diukur adalah organik ya ee yang terlarut dan sebagian yang tersuspensi di dalam air ya. Nah, bakum mutunya 30. Jadi itu istilah BOD. Nah, kemudian istilah yang lainnya adalah COD atau chemical oxygen demand ya. Nah, berbeda dengan BOD. Kalau COD ini berlangsungnya bukan di tubuh bakteri atau biologi ya, tapi berlangsung ee secara reaksi kimia di mana oksidatornya bukan ee bukan bakteri tapi bahan kimia ya. Dalam hal ini biasanya menggunakan mangan atau krom ya sebagai oksidatornya. Jadi dia akan mendegradasi, dia akan menguraikan zat-zat organik tersebut secara chemikal ya dengan menggunakan bantuan oksigen juga sama. Jadi sama-sama sebetulnya oksigen yang diukur ya. Nah, namun dalam hal ini COD itu yang terukur adalah ee baik yang biodegradable maupun yang non biodegradable gitu ya. Jadi kalau manusia seperti kita makan itu kan makan pisang enggak mau sama kulitnya gitu kan. Kalau kimia itu dia makan aja semuanya dengan kulit-kulitnya gitu kan. Ibaratnya seperti itu atau dengan garpu dan piringnya juga gitu kan. Sehingga nilai COD ini akan lebih tinggi dibandingkan BOD. Jadi dia bukan hanya yang biodegradable tapi yang non biodegradable juga lebih tinggi ya. Jadi kalau ada hasil lab silakan dicek nilai COD-nya itu harus lebih tinggi dari BOD. Kalau kebalik itu berarti mungkin ada kesalahan di dalam ee analisanya. Kemudian baku mutu. Nah, ini juga lebih tinggi ya dibandingkan dengan baku mutu BOD. Baik, kita lanjut dulu ya. Ee kemudian parameter utama lainnya adalah TSS ya. Ya, sebetulnya untuk ee menggambarkan jumlah ee partikel di dalam eh sampel atau di dalam air ya. Jadi ada TSS tol suspended solid ya, artinya partikel yang eh mengapung ya atau partikel yang tidak terlarut gitu. Jadi partikel itu ada yang mengapung, ada yang tidak terlarut sebetulnya dari ukurannya gitu ya. Kalau yang PSS yang lebih dari ee berapa mikron gitu ya, sesuai dengan ukuran kertas saring ya, 90 mikron kalau enggak salah ya. Nah, kalau yang lolos daripada itu kita sebut disop gitu ya. Jadi yang yang larut. Nah, kalau totalnya jumlah dari kedua ini adalah total solid. Nah, biasanya kalau untuk air kita menggunakan parameter TSS karena kelihatan gitu jelas ya. Kalau tesisnya tinggi artinya airnya keruh secara estetika tidak baik dan kemungkinan terdapat kontaminan-kontaminan lainnya yang ee banyak di dalam air tersebut ya. Kalau di lumpur biasanya menggunakan total solid ya. Jadi jumlah dari TSS dan TDS. Nah, begitu baku mutunya sama dengan BOD ya. Kemudian parameter lainnya yang penting juga adalah TN dan TP. TN itu total nitrogen, TP itu total fosfor yang biasa merepresentasikan kondisi ee kandungan nutrien di dalam air ya. Ee untuk proses biologi. Nah, di baku mutu biasanya kita menggunakan amonia ya, bukan TN. Walaupun di baku mutu di luar negeri sudah menggunakan TN. gitu ya. Tapi di Indonesia masih ee menggunakan amonianya karena baku mutu itu tidak hanya terkait dengan kesehatan, tapi juga secara teknis bagaimana ee bisa diolah gitu ya. Kalau sulit diolah ya itu kita belum ke level tersebut. Jadi TN dan TP ini juga perlu ya bahan e baku mutunya menggunakan amonia 10 kalau di Indonesia. Kalau di luar negeri TN ya. Artinya apa? Kalau amonia sebetulnya dengan proses pengolahan dia bisa terkonversi ya, bukan hilang ya, tapi terkonversi dari NH3. Kalau dengan proses ee aerobik oksidasi dia akan berubah menjadi nitrat dan nitrit ya. Artinya secara baku mutu ya sudah berkurang NH3-nya, tapi secara total secara total nitrogen masih relatif tinggi ya, karena NH3-nya hanya berubah menjadi nitroten. Jadi kalau mau mengolah lebih lanjut TN-nya maka harus dilakukan proses nitrifikasi dan dinitrifikasi. Jadi, NO2 dan NO3 itu kita kembalikan ke reaksi di awal sehingga nanti akan berubah menjadi NO2 dan N2O dan N2 ya berupa gas gitu ya sehingga akan Nah, itu sekilas terkait TN dan TP yang parameter selanjutnya adalah minyak dan lemak atau lain gris ini untuk air limbah domestik adalah musuh utama ya karena biasanya menyebabkan ee penyumbatan dan juga dia mengurangi ee kinerja dari proses proses biologi ya. Jadi bakteri tidak maksimum kalau masih mengandung minyak dan lemak yang cukup tinggi. Jadi bab pemutunya harus 5 mg/ kemudian total colform ini sebetulnya indikator ee terkait dengan mikroorganisme patogen ya. Jadi hanya indikator ya kita tidak di bakumutu tidak harus spesifik ya karena terkait dengan biaya dan ada analisis yang sulit gitu ya. Nah, jadi total coliform dia harus harus nol kalau daya limbah ya, itu 3.000 mpn/100 ml ya. Jadi tidak harus nol artinya tidak harus seperti air bersih ya. Kalau air bersih harus no. Kemudian pH ini juga parameter utama karena menunjukkan general kondisi di dalam proses pengolah apakah basa asam atau netral. biasanya kita maintain di pH netral 6 sampai 9 gitu ya untuk proses biologi. Baik, kita lanjut ke ee part berikutnya yaitu kualitas air limbah domestik. Nah, kalau air limbah domestik secara kualitas itu cukup tipikal dibandingkan dengan limbah industri ya. Kalau limbah domestik itu kisarannya kita bisa ingat sebetulnya TSS itu antara 250 ya 850 kalau terlarut ya kalau tersuspensi 100 sampai 350 rata-ratanya sekian jadi sangat tipikal ya tidak terlalu jauh signifikan BOD juga sama ya kurang lebih sama dengan TSS COD lebih tinggi ya rata-rata untuk lim domestik itu 500 kemudian untuk TOC ya amoni Nitrogen juga sama ya, antara 1250 itu 25 ya. Fosfor biasanya karena tidak ada di dalam baku mutu tidak terlalu dilihat ya. Tapi kalau dalam proses pengolahan kita harus juga melihat komposisinya ya, TN, TP ya. Jadi komposisi CNP itu harus kita perhatikan. Kalau aerobik dan anaerobik itu berbeda. Tapi kalau air limbah domestik biasanya tidak memerlukan tambahan lagi ya karena komposisinya sudah cukup biodegradableel. Tapi kalau limbah industri juga harus dilihat. Kemudian klorida itu 30 100 di sini 50 minyak lemak 100 ya. Jadi ini eh tipikal sebetulnya dan untuk eh matcavened sebetulnya ada juga kategorinya ada low, medium, weak, eh medium, dan strong sebetulnya ada yaitu disesuaikan aja dengan data aktual dari ee sumber air limbah yang Bapak Ibu punya ya. Nah, kemudian untuk limbah industri kalau kita bandingkan secara umum itu seperti ini ya. Jadi BODnya 0 sampai 70.000 ya. Sangat ee bedanya sangat jauh. COD sama TSS bisa dari 0 sampai tak terhingga. Amonium bisa dari nol sampai tak terhingga. Logam berat pun sama. Tergantung dari jenis produksi, banyaknya produksi dan jenis industrinya ya. Jadi sangat ini ya cara satu-satunya untuk industri Anda harus melakukan sampling primer gitu ya. Kalau domestik masih bisa menggunakan data sekunder, tapi industri disarankan menggunakan data primer. Nah, perbandingan antar masing-masing industri sebetulnya ini hanya dilihat dari satu parameter BOD ya. Tapi sebetulnya bukan hanya parameter BOD dan setiap jenis industri punya parameter ciri khas tertentu ya. Nah, contohnya dalam BOD saja tiap industri ini berbeda-beda ya ee baku mutunya ya, jadi sangat bervariasi ya. Kemudian walaupun sama jenis industrinya belum tentu dia kualitasnya, karakteristik infray-nya sama. Jadi betul-betul untuk industri itu harus menggunakan data primer ya. Nah, baru sekarang kita akan masuk ke skema pengolahan air limbah ya, baik ee secara domestik maupun industri sebetulnya secara skema pengolahan sama ya. Nah, biasanya tingkatan pengolahan itu dibagi menjadi ada retreatment, primary treatment, secondary treatment, dan advance treatment. Nah, masing-masing ini punya tujuannya ya. Jadi pretreatment itu biasanya untuk menyiapkan air limbah sebelum diolah atau menyingkirkan terlebih dahulu parameter-parameter yang sebetulnya tidak ada di dalam baku mutu. Namun ya harus disisihkan supaya tidak mengganggu proses pengolahan selanjutnya. Contohnya di sini course material ya, bisa sampah, bisa grid ya atau serpihan-serpihan gitu ya. minyak lemak ini juga walaupun ada di baku mutimah domestik ya, tapi ini dikategorikan sebenarnya sampah ya, minyak lemak grid itu sebenarnya kategorinya sampah dan dibuangnya bukan ke slash ya, bukan ke slash treatment tapi ke landfill atau ke TPS harusnya ya. Nah, seperti itu untuk pretreatmen atau bak ekualisasi ya. Bak ekualisasi mungkin pernah dengar Bapak Ibu ya itu juga sebetulnya belum ke tahap pengolahan, baru penyiapan ya. di mana di bak ekolisasi itu fungsinya untuk menghomogenkan aliran maupun konsentrasinya gitu ya. Supaya nanti ee pada pengolahan selanjutnya tidak terjadi shock loading dan performance dari ee proses pengolahannya konstan dan ee bagus gitu ya. Nah, selanjutnya tahap kedua adalah primary treatment. Nah, primary ini yang di yang diolah adalah yang utama ya, primary yaitu partikel yang kelihatan gitu ya. Jadi sebetulnya saya seringkiali dalam setiap training saya sampaikan bahwa dalam pengolahan itu dalam sistem pengolahan kita prinsipnya itu sama seperti kita mengerjakan soal ujian Bapak Ibu. Jadi kita selesaikan dulu, kita jawab dulu soal-soal yang mudah gitu. Jadi parameter-parameter yang gampang kita ee sisihkan kita kita olah dulu. Nah, jadi pretreatment tadi yang gampang ya, sampah, minyak itu kita tangkap dulu, kita sisihkan dulu. Yang lainnya biarkan saja. Jangan enggak usah khawatir, biarkan saja dia lewat karena nanti akan ada pengolahan selanjutnya gitu ya. Jadi sampah dan minyaknya sudah hilang ya dan grid-gridnya juga hilang. Nah, selanjutnya masuk ke primary treatment. Nanti yang akan disisikan adalah partikel-partikel terlarutnya, maaf, partikel-partikel tersuspensinya, ya. Jadi seperti TSS itu akan hilang ya. BOD dan organik dan COD yang bersifat non solubel itu juga akan ee berkurang ya, tapi efisiensinya maksimum 40% ya, tidak lebih dari itu. Nah, kemudian nanti akan dihasilkan sl yaitu lumpur eh primary ya. Biasanya karakteristiknya itu berbeda ya. Jadi masing-masing unit ini punya karakteristik lumpur yang berbeda. Di primer itu bisa 1 sampai 2% solid gitu kan. Nah, kalau secondary treatment bisa 3 sampai 5% ya, itu menunjukkan ee kandungan solidnya di dalam lumpur ya. Nah, jadi yang tersisikan di dalam primary treatment itu yang partikel-partikel yang padat ya. Sementara yang partikel terlarut seperti organik, amonia biarkan saja, bakteri biarkan saja dia lolos ya. Nanti akan dilakukan pengolahan pada secondary treatment. Nah, secondary treatment ini umumnya menggunakan proses biologi karena murah ya dibandingkan dengan proses kimia. proses kimia Bapak Ibu harus menambahkan dosis bahan kimia yang besar ya karena dikali dengan debit dikali berapa hari Bapak Ibu harus setiap hari berapa kilogram Bapak harus masukin ya yang nantinya costnya sangat-sangat tinggi sehingga dalam proses pengolahan khususnya limbah domestik saya menyarankan menggunakan proses biologi ya karena ee kontaminannya adalah biodegradable yang mudah diolah secara biologi. Namun untuk industri Bapak Ibu harus perhatikan terlebih dahulu apakah biodegradable apa non biodegradable. Biasanya dengan rule of time kita bisa bisa ee mengetahui apakah ini biodegable apa non biodegable gitu ya. Yaitu dengan membandingkan antara nilai BOD dengan COD. Kalau BOD per COD-nya di bawah atau di atas 5 0,5 ya artinya dia biodegrad depol. Jadi bisa diolah secara biologi atau di atas 0,4 masih mungkin diolah secara biologi. Kalau di bawah 0,4 atau 0,3 ke bawah itu sulit dilakukan proses biologi. Artinya proses kimia dan fisika itu lebih dominan gitu ya. seperti itu. Nah, secondary treatment misalnya menggunakan biologi sehingga lumpur yang dihasilkan nanti adalah lumpur biologi. Nah, kalau menggunakan bahan kimia terjadi proses koagulasi flokulasi nanti lumpurnya juga akan mengandung lumpur kimia. Jadi harus dihitung juga berapa dosis lumpur yang dihasilkan ya. Jadi pengolahan lumpur juga harus diperhatikan ya Bapak Ibu. Ini bagian dari pengolahan air limbah. Jadi tidak bisa hanya fokus di airnya. Lumpurnya dibiarkan saja gitu ya. Nah, selanjutnya eh seharusnya dengan secondary treatment sampai pada ee level secondary treatment itu seharusnya sudah memenuhi baku mutu. Nah, namun ee mungkin kita ingin memanfaatkan kembali air limbahnya maka diperlukan proses pengolahan yang lebih advance gitu ya. Jadi sebetulnya pada secondary harusnya sudah selesailah untuk pembuangan. Tapi kalau ingin dimanfaatkan ada advance treatment. Jadi yang diolah biasanya eh nutrien yang masih berlebih ya nutriennya. Jadi kalau ingin TN-nya turun ya harus diolah lebih lanjut atau kalau mau mengolah logam beratnya dan lain-lain gitu ya. dan juga ee untuk desinfeksi ya untuk ee bakteri yang akan dihilangkan juga di advance treatment biasanya dengan proses desinfeksi ya nanti akan dihasilkan lagi slash-nya ya tapi biasanya yang utama itu eh primary dan secondary ya tapi kalau ada ee proses kimia di sini maka dihasilkan juga sl ya jadi to semua sl yang diperoleh ini harus dilakukan pengolahan di slash treatment nanti di akhir slide saya juga akan coba mengulas sedikit ya tentang pengolahan pelumpurnya. Kemudian evluen di bisa dibuang ke badan air atau dimanfaatkan setelah memenuhi baku mutu atau kriteria ya. Nah, di sini juga ada contoh-contoh unit-unit yang biasa dipakai. Ada bar screen ya. Tadi bar screen itu untuk menangkap apa? E sampah ya. Grid untuk menangkap serpihan-sepihan. Grid itu apa? Bukan hanya pasir ya, tapi juga bisa kaca, bisa tulang ikan, tulang ayam ya. itu kategorinya sebetulnya sampah ya. Flutation unit bisa itu grp atau frutation unit untuk menyisihkan minyak lemak. Commonition atau komonitor ini apa? Ini untuk menggerus organik yang terlalu keras. Bisa juga menggunakan komunitor ya. Kemudian untuk primary bisa proses eh sedimentasi strain proses fisika. Itu dengan ee saringan juga ya mengenakan mesk. Kemudian proses fisika bisa ya sedimentasi atau untuk secondary bisa biologi dan kimia. Nah, kalau saya menyarankan tadi proses biologi terlebih dahulu ya. Ee nanti kalau memang tidak memungkinkan baru menggunakan proses kimia. Nah, kemudian untuk yang advance bisa biologi, kimia, dan fisika. Nah, itu secara garis besar Bapak, Ibu ya terkait dengan ee tahapan pengolahan air limbah. Baik. Nah, di sini sebetulnya tadi sudah disampaikan ya, sudah tersampaikan. Jadi, ada preliminary, primary, secondary, tersedia. Jadi hierarki dalam proses pengolahan dan satu lagi yang penting adalah ee desinfeksi di tahap akhir ya di sini penghilangan patogen. Jadi desinfeksi itu biasanya dilakukan di paling akhir ya Bapak, Ibu. Karena kalau di di awal atau masih mengandung organik yang tinggi itu tidak efektif atau partikelnya masih tinggi. Jadi, proses desinfeksi yang terjadi tidak efektif. gitu ya. Jadi biasanya di akhir setelah organik dan ee TSS-nya terpenuhi ya sesuai bakutuk. Saya kira itu yang lainnya sudah tersampaikan ya. Nah, ini contoh-contoh yang lebih lengkapnya Bapak Ibu unit-yunit yang digunakan di pretreatment tadi ada screen grealisasi separator minyak. Saya kira sudah dijelaskan tadi untuk primary treatment bisa chemikal bisa fisik ya. Chemikal nih kalau limbahnya industri ya kita cek dulu pH-nya. pH-nya kalau ee basa ya kita netralkan ada netralisasi ya atau kalau misalnya mau ee presipitasi mau mengendapkan logam berat Bapak Ibu bisa naikkan pH-nya sampai basah ya tapi nanti perlu diadjust lagi dinetralkan lagi. atau penambahan kimia dan koagulasi ya biasanya menggunakan bahan kimia koagulan atau polimer dan bahkan flokulan juga bisa untuk mempercepat pengendapan dan kalau kuagulan itu untuk ee mendestabilisasi partikel yang ee muatannya sama sehingga dia sulit bersatu ya dengan menambahkan kuagulan. Nah, nanti dia akan terjadi proses ee aglomerasi, terjadi proses ee ikatan antar sesama partikel sehingga nanti akan lebih berat dan gampang untuk diendapkan. Kalau fisik bisa flotasi, sedimentasi tadi sudah ya. Untuk secondary ah ini ada unit lumpur aktif. Ini yang paling legend ya. Lumpur aktif nanti akan dijelaskan juga di slide selanjutnya. Jadi lumpur aktif itu sebetulnya ee bakteri ya, bakteri yang aktif ya, yang bisa mendegradasi itu yang kita sebut lumpur aktif. Kemudian ada anaerobik lagun. Nah, ini dari kedalaman polan biasanya kita kontrol supaya kondisinya anaerobik. Kemudian tricking filter ini biasanya menggunakan media Bapak Ibu. Jadi kalau lumpur aktif itu tersuspensi bakterinya jadi dia ee melayang-layang gitu di air. Nah, kalau tricking filter itu dia ee menempel pada media tumbuh ya. Nah, biasanya tricking filter menggunakan kerikil atau sekarang sudah dimodifikasi menggunakan bahan dari plastik juga ada gitu ya. Kemudian aerasi lagun ini ee kolam stabilisasi tapi dimodifikasi dengan menambahkan aerasi ya unit aerasi. Kemudian ada RBC rotating contactor. Ini e unit yang biasanya menggunakan media kontak juga ya seperti cakram atau piringan nanti dia akan berputar dengan sangat lambat. Nah, ini sebetulnya proses kombinasi antara anaerobik dan aerobik. Jadi ketika dia kontak dengan udara sistemnya adalah aerobik. ketika dia masuk ke bawah air sistemnya anaerobik ya. Jadi ada yang sifatnya kombinasi aerobik, anaerobik dan ada kombinasi ya. Nah, mungkin saya juga perlu menjelaskan ya. Aerobik itu adalah kondisi di mana ee terdapat oksigen bebas sebagai ee sumber elektron aksetronnya ya. Nah, sementara untuk anaerobik tidak terdapat oksigen bebas ya. Jadi, O2 tidak disuplai aerasi, unit aerasi. Ada juga kalanya anoksik ya. Anoksik itu ee tidak terdapat oksigen bebas tapi ada oksigen terikat ya di NO2 atau NO3 sebagai sumber elektron aksept. Makanya kalau proses anoksik itu selalu dikembalikan ke eh unit awal. Setelah dioksidasi dikembalikan ke unit awal supaya NO2 dan NO3-nya tinggi ya sebagai aseptan elektronnya. Oke, kita lanjut lagi untuk anaerobik kontaktor dan filter ya atau biofilter. Ini juga sama menggunakan media ya. Nanti Bapak Ibu harus mengecek ee kriteria desain ya. Jadi masing-masing teknologi ini memiliki kriteria-kriteria, anjuran-anjuran, pedoman-pedoman supaya kinerjanya, efisiensinya itu sesuai ya. Jadi harus ada kita ikuti kriteria-kriteria tersebut. Kemudian penyisian padatan tersuspensi ya tadi sedimentasi juga sudah ni. Kemudian yang lainnya terser treatment kalau koagulasi sedimentasi sudah filtrasi. Nah, filtrasi ini bisa menggunakan media berbutir atau juga bisa menggunakan membran ya. Ee kalau media juga macam-macam ada menggunakan pasir silika, karbon aktif dan lain-lainnya. Adsorsi karbon sebetulnya ee ini adalah bagian dari filtrasi ya. Tapi adsorsi itu adalah menempel di permukaan ya. kalau absorsi menempel di dalam ee pori-pori. Kemudian ada pertukaran ion biasanya untuk mengurangi kesadahan ya. Ini biasanya menangkap ee ion-ion mineral-mineral di dalam air ya. Misalnya membran nih juga ada ya, ini sama dengan filter tapi membran ini menggunakan pori-pori yang lebih kecil lagi ya, bahkan lebih kecil dari pori-pori manusia sehingga dia bisa memisahkan ee partikel bahkan ion-ion yang ada di dalam air laut juga bisa hilang sehingga menjadi tawar ya. Kemudian untuk SAS treatment, nah ini sebetulnya ee mungkin nanti kita bahas di slide berikutnya ya untuk pengolahan ee lumpurnya. Baik, kita saya berikan ee ilustrasi diagram ya dalam pengolahan khususnya ini limbah domestik karena lebih tipikal gitu ya kalau limbah domestik kalau industri berbeda-beda. Nah, ini contoh yang pertama ini preliminary treatment atau pretreatment ya. Jadi terdiri dari plan unit influence, preliminary treatment terdiri dari bar screen, ada bakolisasi, ada primary clarifier. Kalau di sini tanpa adanya tambahan bahan kimia ya. Jadi dia mengendap secara natural ya karena partikel yang mengendap adalah partikel diskret ya bukan partikel flock. Kemudian selanjutnya ada [Musik] ee oh ini primary clarifier tadi. Yang kedua ini adalah secondary ya, secondary treatment sebetulnya. Jadi ada menggunakan lupur aktif di sini aeration basin. Nah, kalau lumpur aktif biasanya dilanjutkan dengan secondary clarifier. tujuannya untuk menjernihkan air. Jadi ee bakteri bakteri yang ada di bak aerasi ini memakan material organik sehingga dia menjadi berat ee gravitasinya ee massanya semakin besar sehingga dia mudah mengendap di clarifier ya. Sebagian dikembalikan untuk m-maintain jumlah bakteri dan FM rasio di dalam ee unit rasi. Nah, yang sebagiannya lagi itu baru dialirkan ke ee dibuang ya sebagai lumpur ee waste gitu ya. Kemudian evaluennya bisa juga dilanjutkan dengan proses eh tertiary treatment ya, ada nutrification basin, ada final filtration dan disinfection yaitu sebagai eh pengolahan tingkat tiga. Nah, untuk lumpurnya sendiri nanti diolah contohnya menggunakan graffiti thickener ee digesting ya, thickener ini untuk mengentalkan. Jadi karena kandungan airnya masih tinggi sehingga yang kita lakukan adalah mengurangi kandungan airnya, kemudian mengentalkan, maaf ya. Jadi terjadi dekantansi, pengendapan lebih lanjut, kemudian ada digesting ya. Di sini proses ee mengerami, mendegradasi lebih lanjut material organik yang masih ada sehingga terjadi mineral-mineral. Nah, kemudian dewertering ya, dewertering baru pengeringan ya. Jadi diperas atau dijemur supaya ee airnya hilang. Nah, airnya sendiri nanti dikembalikan ke unit pengolahan awal gu ya. Sementara lumpurnya kalau sudah kering nanti bisa dimanfaatkan ya atau dibuang sebetulnya ee pemanfaatan ya tidak ada baku mutu pembuangan lumpur. Baik, saya lanjutkan. Nah, untuk proses perancangan jadi selain karakteristik tentu kualitas eh kuantitas ya yang harus kita perhatikan. Jadi kita harus menentukan berapa kapasitas IPAL yang akan kita olah gitu ya Bapak Ibu. Nah, untuk domestik sebetulnya mudah ya kita bisa memperkirakan air limbah yang ee yang dihasilkan yaitu biasanya sumbernya dari air bersih. Nah, kita bisa estimasi 80% ee dari air bersih itu akan menjadi air limbah gitu ya. Nah, tapi angka ini sangat bervariasi ya. Kalau di skala perkotaan ya seperti ini. Tapi kalau skala gedung, skala ini bisa berbeda gitu ya. Ee kemudian ada fluktuasi ya domestik ini biasanya tergantung orang menggunakan biasanya di pagi hari atau sore hari lebih banyak kalau di Indonesia. Nah, untuk industri ini sangat sulit diprediksi sehingga harus kita hitung secara langsung di lapangan ya atau kalau mau ada standar e berapa limbah per produksinya yang dihasilkan ya. Nah, untuk air limbah domestik juga menggunakan standar-standar yang sudah develop ya, sudah ada misalnya ini contohnya untuk lima domesti perumahan yang sederhana sekian, menengah sekian, mewah sekian, apartemen, perkantoran, dan lain-lain itu sudah ada. Kalau di dari di DKI sendiri kita ada pergup DKI ya. Nah, nomor 1 DOA tahun 2005 ini sudah lengkap di situ. Mungkin di provinsi lain juga e sudah ada ya sebagian. Nah, selanjutnya setelah kita bisa menentukan kapasitas IPA, karakteristik yang akan diolah, target yang akan diolah, kita bisa memilih teknologi apa yang e cocok berdasarkan pertimbangan yang pertama engineering factor ya. Jadi faktor-faktor engineering misalnya periode desain gitu ya, ketersediaan tinggi hidrolis ya, sehingga airnya bisa mengalir secara gravitasi. jangan banyak main pompa gitu kan karena nanti biayanya mahal juga. Kemudian kedalaman air tanah juga jadi pertimbangan daya dukung tanah ya, stabilitas tanah itu adalah faktor engineering. Nah, kalau faktor environment itu kaitannya dengan kualitas air permukaan, kemudian hasil pengolahannya, gangguan bau, kedalaman air tanah, pertimbangan kesehatan masyarakat itu menjadi environmental faktor. Nah, selanjutnya adalah di biaya ya. proses ee maaf diproses dulu proses faktor ya, ada debit, ada tingkat pengolahan sesuai dengan target yang kita inginkan, karakteristik eh inlet dan outlet, kemudian ketersediaan lahan itu menjadi faktor ee kritis yang menentukan teknologi mana yang ingin kita ambil. Kemudian cost faktor ada CAPEK
Resume
Categories