Webinar 113 AMDAL dari Sudut Pandang Sosial dan Ekonomi
tJCFeaKKwSw • 2025-05-22
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Instagram itu ada yang akan menyarakan
pelatihan. Nah, di sini juga saya banyak
baca terlebih dahulu ya terkait tentang
informasi yang
diselu. Nah, menurut saya itu menjadi
hal yang membuat tertarik untuk ikut
pelatihan di situ. Jadi, saya sering
lihat di Instagram gitu bagaimana Eko
Idu menyampaikan informasinya. Eko itu
bagus karena pelatihannya itu selalu
terkini terus mengikuti zaman dan juga
pelatihnya yang tunya itu bagus-bagus
dan terbaiklah
[Musik]
kejutannya. Iya. Ee yang pertama memang
tentu saja ini meningkatkan dan
maksimalkan skill-skill yang saya
harapkan begitu ya. bertanggung dalam
penyusunan AMDAL ini def saya jadi bisa
lebih produktif, lebih efektif juga ee
punya update gitu ya, update-update
persoalan-persoalan dalam jurusan AMD
terkini dari ahlinya langsing di
lapangan begitu yang pengalamannya tidak
diragukan. Menurut saya pelatihan yang
disediakan ini sangat bermanfaat sekali
dan mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada
teknologi terbaru yang saya dapat itu di
e-learning ya. Itu luar biasa ee
pembelajarannya juga mudah sekali untuk
dipahami. Alhamdulillah saya bisa
mengikuti dan juga menambah ilmu
pengetahuan yang banyak banget.
[Musik]
eh-learning ini memang di memang sangat
diperlukan sekali ya, terutama untuk
kita yang dengan keterbatasan
pengetahuan kemudian juga waktu mungkin
ee itu memberikan kita kesempatan untuk
kembali mengingat, kembali mendengarkan
paparan-paparan yang mungkin kurang
jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang
sesering mungkin yang kita inginkan.
Kita juga bisa review kembali sehingga
belajar kita bisa lebih efektif dan
efisien.
arning itu membantu sekali ketika pada
saat penyampaian materi ada yang
ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa
lihat materi itu di 7 sangat membantu
Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus
lihat video yang bisa diakses kapan aja
dan di mana
[Musik]
aja. 4 juta dengan informasi yang kami
peroleh itu jauh dari kas padan
sebenarnya. Jadi apa namanya ya? Kalau
saya bilang terlalu murah itu jadi
sepadanlah. Jadi menurut sepadan Bu
karena memang pelatihannya itu pun
sangat membantu ya dalam menyelesaikan
satu pekerjaan yang ada di sekitar
lingkungan saya sendiri gitu. E saya
kira sepat sesuailah dengan apa yang
kita
[Musik]
dapatkan.
E-KTP efektif, tepat dan profesional.
Hemat, cermat, dan hebat. Keren,
profesional dan juga keginian.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu,
dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang
kembali di webinar EVOED Edu ke-113.
Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak
dan Ibu semuanya yang sudah selalu setia
untuk mengikuti acara webinar ini. Hari
ini webinar Eko Edu akan mengangkat tema
AMDAL dari sudut pandang sosial dan
ekonomi. Perkenalkan saya Dini yang akan
bertugas sebagai moderator pada acara
ini. Baik, kepada Bapak dan Ibu, sebelum
kita mulai webinarnya alangkah baiknya
kita berdoa bersama-sama sesuai dengan
agama dan kepercayaan masing-masing.
Berdoa
dipersilakan. Berdoa selesai. Untuk
acara selanjutnya mari kita menyanyikan
lagu Indonesia Raya secara bersama-sama.
Diharapkan kepada Bapak dan Ibu untuk
duduk.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Baik Bapak dan Ibu semuanya Untuk
selanjutnya di sini saya akan
mempromosikan tiga pelatihan dari Ekoed
Edu yang akan diselenggarakan oleh kami
yakni yang pertama itu ada pelatihan
pemodelan dispersi udara airm CPOP dan
juga high
scp minggu yang sama juga akan ada
pelatihan dan sertifikasi penanggung
jawab pengendalian pencemaran udara yang
keduanya ini akan dilaksanakan pada
tanggal 26 sampai dengan 30 Mei 2025.
Kemudian dilanjutkan lagi pada minggu
depannya yaitu pelatihan dan sertifikasi
operasional pengelolaan limbah bahan
berbahaya dan beracun atau yang biasa
disingkat OPLB3 yang akan dilaksanakan
pada tanggal 2 sampai dengan 10 Juni
2025.
Adapun Bapak, Ibu apabila mendaftar
pelatihan pemodelan dispersi udara
AirMode ini dan jika Bapak Ibu
mendaftarnya dan melakukan pembayaran
sebelum H-1, Bapak dan Ibu akan
mendapatkan diskon 10%.
Dan untuk informasi lebih lanjut, Bapak
dan Ibu bisa menghubungi admin kami
Riris dan juga Nisa melalui melalui
WhatsApp ataupun Bapak Ibu juga bisa
mengunjungi sosial media kami yaitu ada
Instagram, YouTube channel, Facebook,
Twitter dan juga Bapak Ibu bisa
mengunjungi website kami di
www.ecoedu.co.id
ecoedu.co.id ataupun apabila Bapak Ibu
tertarik langsung untuk mendaftar, Bapak
Ibu bisa mengunjungi website ke
pendaftaran.ecoedu.co.id. Selain itu
juga kami terdapat inhouse training yang
dapat dilakukan secara offline maupun
online sesuai dengan permintaan dari
instansi ataupun perusahaan Bapak dan
Ibu semua.
Selanjutnya di sini kita akan langsung
saja masuk pada kegiatan utama kita di
mana webinar kali ini kita akan diskusi
mengenai AMDAL dari sudut pandang sosial
dan
ekonomi. Adapun di sini kita juga sudah
menghadirkan narasumber yang sangat
kompeten di bidangnya
yaitu Ibu Dr. Ir. Urip Rahmani, M.Si.
Si. Beliau merupakan dosen di
Universitas Satya Negara Indonesia
Jakarta. Dan kebetulan Ibu sudah ada di
dalam ruangan Zoom di sini. Saya akan
menyapa terlebih dahulu. Selamat siang
kepada
Ibu. Mungkin saya akan menyapa sekali
lagi. Selamat siang kepada Ibu Urip.
Apakah suara saya
terhin, Bu Uri,
I. Selamat siang.
Iya, selamat siang, Ibu. Bagaimana, Bu
kabarnya? Siang, Bu. Alhamdulillah baik
ya. Ya. Apakah Ibu sudah siap Ibu, untuk
memberikan pemateriannya?
Iya, siap, Pak. Iya. Baik, kalau gitu
sebelum dimulai izinkan saya untuk
menyampaikan beberapa teknis terlebih
dahulu. Yaitu yang pertama pemaparan
akan dilaksanakan selama 1 seteng jam.
Kemudian nanti akan dilanjutkan sesi
tanya jawab menggunakan aplikasi Slido
dan juga nanti dilanjutkan lagi dengan
tanya jawab secara langsung. Untuk itu
untuk mengefek mengefektifkan waktu saya
serahkan ruangan Zoom ini kepada Ibu
Urip dan kepada Bapak dan Ibu semuanya.
Selamat mengikuti kegiatan acara webinar
ini
ya. Oke. Baik. Ee terima
kasih. Sudah terdengar ya, Mbak ya? Iya,
sudah, Ibu. Oke, terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi ya. Selamat
pagi, salam sejahtera untuk kita semua.
Ee pertama-tama terima kasih atas
kesempatannya nih. Sebenarnya kita
banyak ee ke sharing ya atau ee
pengalamanpengalaman ya mungkin Bapak
dan Ibu juga sudah punya pengalaman.
Begitu juga ee saya sedikit ya ada
beberapa pengalaman juga mungkin kita
bisa sharing yang terkait dengan ee dari
sosial ekonomi terkait ee umumnya dengan
di AMDAL seperti itu. Mungkin ee sedikit
background di saya kali Mbak sebelumnya
ya kali ya.
Ya. Oke ya. Jadi ee mungkin saya
memperkenalkan diri dulu ya. Ee saya
Urif Rahmani. Kebetulan saya ee juga
menjadi dosen di Universitas Satya
Negara Indonesia dan saya juga aktif
Bapak dan Ibu yaitu terkait dengan
penyusunan ee di AMDAL ya entah itu UKU
KLUPL ataupun ee DLH adendum ya atau di
AMDAL. Nah ee kebetulan
ee saya background saya S1, S2 dari IPB
Bapak dan Ibu ya. mungkin ee kemudian
saya bekerja di USInis sejak tahun 1993.
Jadi cukup lama ya Bapak dan Ibu. Nah,
saya menyusun di AMDAL ini Bapak dan Ibu
ee saya ikut kursus AMDAL itu pertama di
UI ya. Jadi Bapak dan Ibu ya semangat ya
bagi yang belum ikut kursus atau ikut
pelatihan ya. Jadi memang banyak sekali
ee saya merasakan ya ee selain saya
sebagai dosen juga saya adalah salah
satu penyusun juga di dalam dokumen
AMDAL. Jadi sejak saya ikut kursus
pertama kali yaitu tahun 5 ee ee untuk
AMDAL AMDAL A-nya. Kemudian selanjutnya
di AMDAL B. Kemudian juga saya memiliki
ee KTPA ya sudah memiliki kompetensi ee
KTPA ketua tim penyusun AMDAL itu mulai
di tahun 2011 ya sampai sekarang. Dan
juga ee saya juga salah satu menjadi
asesor juga untuk PPA Bapak dan Ibu
semua. Bulan saya menyusun di beberapa
hampir di beberapa wilayah di Indonesia
ya. Saya lihat tadi ada dari Papua, dari
Cirebon ya, ya cukup banyak dari Lampung
juga ya. Jadi ee terima kasih nih atas
ee kehadirannya ya untuk ikut serta
nanti kita bisa sharing di dalam ee apa
ee terkait dengan ee khususnya saya di
bidang sosial, ekonomi dan budaya.
Mungkin itu ee perkenalan dari diri saya
dulu dan juga saya juga ee beberapa
mengajar ya Mbak ya di Eko Edu maupun di
ada di LPK lain yang saya mengajar juga
di dalam ee penyusunan ee
AMDAL. Saya langsung share screen bisa
izin ya. I dipersilakan Ibu. Oke.
[Musik]
besar ya berarti
ya. Oke, Bapak. Baik, Bapak dan Ibu ee
teman-teman semua ee kali ini yaitu
untuk memaparkan AMDAL dari sudut
pandang sosial dan ekonomi. Ya,
kebetulan saya di dalam menyusun AMDAL
bidang saya adalah di bidang sosial
ekonomi ya. Jadi kalau sosial ekonomi
sebenarnya ee gampang-gampang susah juga
ya Bapak dan Ibu ya. hanya karena di
bidang sosek ya, sosekbud ya kita sering
mengistilahkan tapi seringki justru ee
beberapa ada dokumen juga yang kita
terkendala ya terkait dengan sosek. Jadi
berbeda dengan di kita dari ee yang
lainnya ya dari viskim atau biologi ya
tapi sosial ekonomi memang memiliki ciri
tersendiri ya Bapak dan Ibu semua ya.
Jadi ee hari ini
kemudian mungkin sedikit
ee ee menyampaikan sedikit singkatan
singkatan dulu Bapak dan Ibu. Jadi bagi
yang belum belum ee pernah sama sekali
di AMDAL ya. Jadi ee ini beberapa
singkatan yang mungkin banyak digunakan
nanti. Pertama dari AMDAL ya. Jadi AMDAL
dengan Amal mungkin beberapa sering ee
apa sih bedanya gitu seperti itu ya.
Jadi kalau AMDAL adalah se tadi analisis
mengenai dampak lingkungan hidup ya. Ini
kurang hidupnya. Kemudian kalau andal
adalah analisis dampak lingkungan hidup.
Jadi andal adalah di bagian dari AMDAL
ya. Jadi di AMDAL ada nanti ada formulir
kerangka acuan, kemudian ada ANDAL dan
ada RKL dan RPL. Nah untuk RKL sendiri
adalah rencana pengeluan lingkungan
hidup. RPL rencana pemantauan lingkungan
hidup. Kemudian UK, UKL, UKL juga sering
Bapak dan Ibu ya kita ee mendapatkan
istilah ini upaya pengelolan lingkungan
hidup dan UPL upaya pemantauan
lingkungan
hidup. Nah, ini ee apa ee background
sedikit ya ee flashback. Jadi
perkembangan untuk kebijakan AMDAL itu
memang sebenarnya sudah cukup panjang
Bapak dan Ibu semua dan memang kita
cukup ee di belakangan ini ya sejak UC
itu di tahun 2020 ini ya kemudian banyak
sekali peraturan-peraturan yang sampai
saat ini itu terjadi beberapa ee
perubahan-perubahan. Jadi memang
sebenarnya tonggak awal dari
Undang-Undang AMDAL ini yaitu pertama
adalah di tahun 1982.
Jadi memang sudah cukup lama ya ini
perkembangannya. Kemudian dari
Undang-Undang ee turun ke PP Peraturan
Pemerintah Nomor 29 Tahun
986. Di sini merupakan tonggak awal dari
sejarah AMDAL.
Kemudian muncul lagi PP51 ya. Mungkin
Bapak dan Ibu yang sudah cukup lama
sempat mengalami yang PP51 ya. ini mulai
pengembangan konsep Anda ini di tahun
93,
kemudian keluar lagi di tahun '97 itu
Undang-Undang Nomor 23 ya tahun '97 itu
pengembangan dan perbaikan dari konsep
AMDAL dan
UKL-UPL. Setelah itu Bapak dan Ibu
kemudian muncul ee berikutnya di tahun
99 ini muncul lagi yaitu PP27 tahun 99.
Di sini ada perbaikan konsep AMDAL ya.
Kemudian muncul lagi 202 dan ini
undang-undang 32 yaitu pengenalan konsep
izin wah hidup. Dan ini masih digunakan
ya sering Bapak dan Ibu di dalam dokumen
andal terutama kita terkait dengan sifat
penting dampak ini kita masih
menggunakan tujuh kriteria yang ada di
dalam Undang-Undang 32 tahun 2029.
Kemudian refilitasi tahun 2010 dan di
2012 muncul lagi ada PP27 ya integrasi
IL. L itu adalah izin lingkungan dalam
proses AMDAL dan UK. Jadi memang ee
cukup ini Bapak dan Ibu ya
perubahan-perubahannya ya. Bab-babnya
pun di dalam dokumen juga terjadi
perubahan-perubahan ya. Kemudian nah di
2018 munculnyaah OSS ya yaitu online
single submission di sini yaitu ada PP24
tahun 2018. Nah IL kemudian ada komitmen
dan RKL RPL rinci. Jadi RKLP rinci sudah
mulai Bapak dan Ibu ini yaitu terutama
seperti untuk kawasan industri ya. Jadi
satu saja ada AMDnya. Kemudian ee untuk
industri-industri di dalamnya itu cukup
menggunakan ee RKR Linci. Nah, setelah
ini kemudian ee berubah banyak yaitu di
sejak di tahun 2020 sejak munculnya
Undang-Undang Cipta Kerja ya mungkin
Bapak dan Ibu sama-sama ya ee mengikuti
nih di tahun 2020 munculnya UCK itu
banyak sekali perubahan-perubahan ya ee
baik dari sisi lain terutama kita di
bidang di lingkungan hidup di sini
adalah ee terutama adalah integrasi
yaitu persetujuan lingkungan hidup ke
dalam perizinan berusaha. Jadi nanti
masuknya keluarnya adalah terakhir
perujinan berusaha dan adanya lembaga
uji kelayakan lingkungan hidup dan ee
pendetailan keterlibatan masyarakat.
Nah, ini Bapak dan Ibu, keterlibatan
masyarakat itu memang didetailkan sekali
yaitu di dalam Undang-Undang UC ini
Bapak dan Ibu. Makanya kita sosial,
ekonomi, dan budaya itu terkait erat
sekali atau ee sangat penting kita
terkait dengan keterlibatan masyarakat.
dari sini kemudian turun ke PP2 2021 dan
inilah yang menjadi acuan kita Bapak dan
Ibu di dalam penyusunan ee dokumen ee
AMDAL yaitu di PP2 tahun 2021 khususnya
adalah di lampiran 2 ya di sini di PP2
ini perubahan nomenklatur IL yaitu izin
lingkungan menjadi persetujuan
lingkungan dan persetujuan lingkungan
ini bukan lagi sebagai izin tapi menjadi
persyaratan dasar ya integrasi pertek ke
dalam PL. Jadi memang sejak ini Bapak
dan Ibu ya, AMDAL kita agak terseok-seok
juga ya dalam penyusunannya agak lama
karena masuknya di pertek ya. Kalau dulu
pertek belakang, AMDAL dulu selesai
pertek belakang tapi sekarang pertekan
semuanya. Jadi pertek itu jadi sebelum
kita ee presentasi di dalam ANDAL pertek
itu sudah jadi semua baik itu juga
adendum juga sama UKLUPL pertek itu ada
di depan baru kita bisa menyusun ke
dalam dokumen tersebut dan juga ada
lembaga uji kelayakan lingkungan hidup
dan juga tim uji kelayakan hidup. Nah,
di sinilah Bapak dan Ibu tonggak sejarah
ini dari PP2 ee PP1
2022 2021 ini kemudian muncullah
Permen-permen yang baru yaitu Permen
lingkungan hidup baik seperti Permen LHK
nomor 4 2021 yaitu tentang jenis
kegiatan apakah wajib AMDAL UKMPL atau
cukup SPPL. Nah, ini ee gambaran ee
sejarah nih Bapak dan Ibu semua ya ee
yaitu terkait dengan kebijakan AMDAL di
Indonesia.
Nah, terkait dengan ee
peraturan-peraturan dan inilah mendasari
dari ee ee AMDAL ini Bapak dan Ibu.
Pertama tadi UICK ini ya Bapak dan Ibu
di tahun 2020. Kemudian juga kemudian
ada perubahan-perubahan yang terakhir
adalah Undang-Undang Nomor 6 tahun 2023.
dari sini yang tadi sudah disampaikan
yaitu PP2 tahun 2021 dan ini inilah yang
Bapak dan Ibu harus ee pegang ya di PP2
ini lengkap semuanya ya baik dari ee ee
penyusunan dokumen ya ee baik itu ee
AMDAL maupun kemudian adendum ya
kemudian ini lengkap semua di dalam PP2
kemudian juga terkait keterlibatan
masyarakat dan sebagainya Bapak dan Ibu
ee bisa nanti melihat di PP2 22 tahun
2021. Kemudian selain PP2 tahun 2021 ini
ada peraturan pemerintah nomor 5 tahun
2021 yaitu tentang ee ee apa? berisiko,
ya. Jadi yang inilah yang ee banyak kita
pegang Bapak dan Ibu ya, peraturan ini
yang ee kita akan pegang. Dan juga
terakhir adalah Permen LHK nomor 4 tahun
2021. Kenapa di Permen HK nomor 421 ini
sangat ee terutama pada saat kita
mendapatkan apa pekerjaan AMDAL ya Bapak
dan Ibu pasti pertama kali kita akan
melihat ke fenomenal HK nomor 4 2021
kita akan melakukan penapisan Bapak dan
Ibu kemudian setelah itu kita lihat
KBLI-nya kemudian biasanya kita akan
melihat lagi kewenangannya di mana sih
dalam ee perizinan ini ya atau dalam
kita nanti pas rapat AMDALnya di mana
nih kita akan menggunakan di PP5 tahun
2021 apakah nanti ee di kabupaten ya
atau di provinsi ataupun di pusat ya di
Kementerian Lingkungan Hidup. Nah,
inilah Bapak dan Ibu yang ee sering
sekali ini yang ee kita gunakan walaupun
nanti ee apa ee baku mutu-baku mutunya
akan ee mengikuti juga yang lainnya.
Nah, Bapak dan Ibu ee di AMDAL ini
memang ee kadang-kadang apa sih ee
kenapa sih harus ada AMDAL gitu ya
seperti itu. Ee kenapa kalau suatu
kegiatan apakah semua harus menyusun
AMDAL ya ataukah cukup UKPL atau SPPL
ataukah enggak usah gitu Bapak dan Ibu.
Jadi Bapak dan Ibu sebagai gambaran tadi
sudah ee disampaikan kita pertama kali
melakukan penapisan dahulu yaitu di
Permen LHK nomor 4 tahun 2021 ya seperti
itu. Jadi nanti apakah kegiatan kita ini
ya seperti ini ya kita biasanya akan
mendapatkan ee dari pemakarsa dulu nih
Bapak dan Ibu ya ee Bu kita akan ada
kegiatan a seperti apa kemudian kita
dapat gambarnya misalnya untuk
pembangunan ee mall ya mall atau hotel
ya kita akan biasa akan nanya luas
lokasinya di mana, kemudian juga apa
luas bangunan dan juga luas lahan itu
biasanya akan kita tanya. Jadi
kegiatannya kita akan tanyakan dulu
kegiatannya apa, B apa seperti itu.
Kemudian kita ee misalnya kalau untuk
mall berarti untuk luas lahan ya meluas
bangunan lebih dari Rp10.000 walaupun
lahannya kecil tapi dia sudah wajib
amdal. Apakah nanti kita akan lakukan
penapisan apakah dia wajib AMDAL atau
dia cukup PL atau SPPL ya. Nah, setelah
itu kita dapat baru kita melakukan
kegiatan kita. Misalnya dia wajib AMDAL,
dia harus melakukan proses AMDAL. Kalau
hanya cukup UKLUPL, kita melakukan
proses UKPL dan cukup proses SPPL. Nah,
ini Bapak dan Ibu ee AMDAL ini itu
penting sekali terkait dengan nanti
ujungnya adalah tadi adalah persetujuan
lingkungan dan untuk ee perizinan
berusaha seperti itu. Jadi ini memang
ini salah satu yang memang diperlukan
Bapak dan Ibu ya. Jadi ee seringki kita
enggak bisa maju dulu nih yang lainnya
ya sebelum dokumen kita ini selesai ya
misalnya dokumen AMDAL selesai kita
tidak bisa melangkah yang lain dahulu
kecuali untuk pertek ya praktk itu
memang harus Bapak dan Ibu dilakukan
yaitu sebelum nanti itu bisa paralel ya
di dalam e kita kerangka acuan kita bisa
paralel dengan ee apa ee prek ya
pretek-pertek yang kita butuhkan ya baik
ee air atau udara ya tergantung dari
kegiatan Bapak dan Ibu semua.
Nah, kemudian setelah misalnya kita
putuskan bahwa dari ee penapisan ini
kita wajib AMDAL, Bapak dan Ibu, kita
nanti di AMDA itu ada ee tiga dokumen
ya. Pertama adalah formulir kerangka
acuan ya. Jadi kalau dulu bukan formulir
ya istilahnya hanya kerangka acuan tapi
dengan yang sekarang istilahnya formulir
kerangka acuan. Jadi Bapak dan Ibu
membuat dahulu formulir kerangka acuan
ini nanti ada tiga bagian ya. pertama
bagian A adalah informasi umum, kemudian
bagian B ee pelingkupan, dan bagian C
adalah metode studi. Nah, ini Bapak dan
Ibu setelah selesai ini kemudian
dirapatkan Bapak dan Ibu semua baru
setelah itu ee kita maju ke dokumen
andal, analisis ee dampak lingkungan
hidup. Nah, di ADAL ini nanti ada tujuh
bab Bapak dan Ibu sampai yang e terakhir
adalah di evaluasi holistik ya. sini
mulai dari pendahuluan dik kegiatan,
kemudian ada rona rinci ya, rona rinci.
Nah, rona rinci itu berbeda ee dengan di
yang ada rona di dalam formulir kerangka
cuan. Nah, balik lagi Bapak dan Ibu
nanti kita di sosek ya di Sosek itu
nanti kita akan muncul nih Bapak dan Ibu
baik itu developan di sini adalah ee apa
ee rona awal ya untuk sosek wood
kemudian maupun nanti dial ee rona rinci
seperti itu biasanya kita akan muncul di
ee di bab ee bab 3 di rona rinci
kemudian di bab 4 nih orang sosek lagi
nih Bapak dan Ibu yaitu nanti hasil dari
pelibatan masyarakat ya setelah itu
masuk ke bab kemudian keenam perakiran
dan dampak dan yang bab 7uh adalah
evaluasi holistik. Nah, setelah itu kita
juga menyusun dokumen namanya RKL dan
RPL ya, rencana pengelolan lingkungan
hidup dan rencana pemantauan lingkungan.
Nah, inilah ee di RKRP ini yang Bapak
dan Ibu yang nanti akan dipegang
biasanya akan dipakai terus nih
selanjutnya oleh dari pemakarsa terkait
nanti dalam implementasi atau pemantauan
lingkungan lingkungan hidup yang wajib
dilaksanakan oleh si perusahaan atau
permakarsa yaitu dia harus melakukan
Bapak dan Ibu di RKL dan RPL. Nah, di
sini nanti biasanya kita banyak
menghadapi ya dalam implementasinya
seperti apa ya. Apakah perusahaan itu
melaksanakan atau di perjalanan sudah
melaksanakan tapi terkendala dan
sebagainya. Dan ini ee adalah terkait
dengan implementasi dari ee RKL dan RPL
yang sudah disetujui Bapak dan Ibu semua
yaitu di dalam pembahasan di dalam
dokumen AMDAL secara keseluruhan.
Nah, ini Bapak dan Ibu kalau kita
melihat tadi setelah kita ee pertama
kali kita melakukan penapisan kita
misalnya kegiatan kita misalnya ee wajib
AMDAL, kemudian kita sudah dapat adalah
nanti ee apa kewenangannya kita berada
di mana atau di kabupaten ya atau
provinsi atau di pusat ya seperti itu
ya. Nah, setelah itu Bapak dan Ibu kita
ee terkait dengan SOSEK ya juga di dalam
formulir kangkacuan ini kita akan
melakukan yaitu namanya pelingkupan
Bapak dan Ibu. Nah, pelingkupan ini
inilah hal yang sangat penting sekali
Bapak dan Ibu di dalam untuk penyusunan
ke berikutnya apakah merupakan kegiatan
itu nanti komponen lingkungannya apakah
nanti merupakan dampak penting atau
tidak seperti itu. Nah, dari mana kita
mendapatkannya dalam peningkupan ini?
yaitu pertama adalah kita akan
mendapatkan jadi ada empat dalam
lingkupan yang dilihat Bapak dan Ibu
baik dari segi kegiatan kemudian
ronaling lingup awal kegiatan sekitar
dan juga hasil pelibatan masyarakat.
Nah, ini sosial lagi Bapak-bapak dan Ibu
sosek lagi yaitu di sini hasil pelibatan
masyarakat. Nah, ini orang sosek banyak
ee bekerja di sini Bapak dan Ibu. Jadi
pertama kali yaitu sebelum kita menyusun
yang lainnya kita biasanya akan
melakukan yaitu namanya pelibatan
masyarakat Bapak dan Ibu semua. Nah, ini
pentingnya di mana? yaitu berada di
pelingkupan dalam menyusun nanti di
formulir kerangka acuan maupun nanti
pelibatan masyarakat ini nanti akan
muncul lagi yaitu di dokumenal yaitu di
bab 4 seperti itu. Nah, di sinilah kita
akan mendapatkan isu-isu Bapak dan Ibu
yaitu apa sih yang terkait isu yang ada
di lokasi kegiatan ya seperti
itu. Kemudian juga kita melihat juga
dari Ronal lingkungan hidup awal di sini
kita lihat yaitu misalnya untuk sosial
seperti apa? baik itu dari kependudukan
ya, kemudian juga ada ee budaya dan
sebagainya itu akan nanti muncul di
ronal lingkungan hidup awal. Kemudian
juga kita perhatikan Bapak dan Ibu usaha
dan atau kegiatan sekitar ya. Nah, ini
kadang-kadang kegiatan sekitar itu
misalnya adalah daerah yang sensitif
atau daerah yang sakral ya atau misalnya
kalau kita contoh ee di Bali yang kental
dengan ee agama budaya ya itu kita harus
perhatikan sekali Bapak dan Ibu ya. Jadi
kegiatan kita itu dengan harus
memperhatikan dari kegiatan sekitar.
Nah, inilah yang ee kita pentingkan
Bapak dan Ibu semua nanti dalam pertama
kali yaitu kita dalam nanti melakukan
pelingkupan. Nah, peribatan masyarakat
ini tadi juga sudah disampaikan ee lagi
bahwa ini memang ee cukup rinci ya Bapak
dan Ibu di peratur yang terbaru ini.
Nah, setelah itu kita akan melihat ya
apakah nanti dari kegiatan kita itu
nanti apakah ee komponen keuangan hidup
itu menimbulkan dampak ya, apakah itu
dampak penting ya. Kemudian setelah itu
dilakukan kita lakukan namanya
identifikasi dampak potensial ya. Jadi
setelah kita dapat rurnal rinci,
kegiatan sekitar, kemudian hasil
pelibatan masyarakat misal isunya apa
nih? Misalnya banjir ya. Nah, masyarakat
biasanya di sini sudah sudah melakukan
apa? Wah, Bu di daerah kita nih banjir
nih Bu. Nanti ini yang tadinya tanah
kosong mau dibangun ya seperti itu.
Kira-kira gimana nih, Bu? Nanti
jangan-jangan dengan nyata-nyah kosong,
air hujan menyerap nanti akan
mengakibatkan ee banjir di sekitar kita
bisa-bisa lebih dalam lagi dan
sebagainya. itu munculnya ke ke soseknya
adalah ke dalam persesi masyarakat atau
adanya kekhawatiran Bapak dan Ibu semua
itu dikup di dalam sosial, ekonomi dan
budaya seperti itu. Nah, dari situ akan
muncul Bapak dan Ibu dilakukan
identifikasi dampak potensial. Apa-apa
aja sih dampak yang muncul. Nah, satu
hal lagi Bapak dan Ibu bedakan antara
komponen lingkungan dengan dampak ya.
Kalau komponen itu tidak ada kata-kata
dampak. Misalnya cukup komponen fisik,
kimia, biologi, sosekbud, dan kesmas.
Tapi kalau sudah merupakan dampak itu
ada dampak misalnya ee peningkatan
kesempatan kerja misalnya peluang
munculnya peluang berusaha, timbulnya
persesi masyarakat ya, perubahan mata
pencarian itu yang biasa-biasa di dalam
sosial ekonomi budaya. Kemudian ada
gangguan aktivitas nelayan ya misalnya
jika kegiatan kita itu ada di ee laut
atau di daerah pesisir dan sebagainya.
Nah, di setelah kita melakukan
identifikasi dampak potensial,
dampak-dampak apa yang muncul, kita akan
lakukan Bapak dan Ibu yaitu mulai dari
komponen gefis skem ya, kemudian
sosekbot ya, kemudian biologi ya, kesmas
itu kita kita sampaikan. Setelah itu
dievaluasi Bapak dan Ibu semua ya.
Kemudian evaluasi akan menghasilkan
daftar dampak penting hipotetik maupun
ee
DTPHun dikelola dan dipantau. Nah, ini
muncul Bapak dan Ibu. Semua ini adalah
nanti dari hasil pelingkupan yang ada di
bagian B di dalam formulir kerangka
acuan. Nah, setelah itu kita akan
menghasilkan ee dampak penting
hipotetik. Apa-apa saja dampak penting
hipotetiknya. Kemudian kita akan ee
setelah itu akan melihat t batas wilayah
studi ya. Nah, di batas wilayah studi
itu ada empat, yaitu ada batas proyek
ya. Jadi proyek kita misalnya kita mau
bikin ee mall ya atau ee perumahan
wilayah kita kita ini kan batas proyek
kita. Kemudian batas ekologis yaitu baik
dari udara maupun air ini batas
ekologis. Kemudian batas sosial. Nah
kembali lagi Bapak dan Ibu untuk sosial
itu adalah biasanya kita adalah
pemukiman yang terdekat dari lokasi kita
Bapak dan Ibu semua ya. Jadi
kadang-kadang kita tidak ee bisa hanya
spot-spot ya, karena di suatu tempat
kadang-kadang penduduknya tuh tidak
semuanya terisi, tapi hanya spot
misalnya di sisi udara, utara, selatan
dan sebagainya. Nah, itu. Kemudian juga
ada satu lagi adalah batas administrasi
Bapak dan Ibu semua. Nah, di batas
administrasi ini kita biasanya mencakup
ya apakah bisa ee bagian dari kelurahan
atau desa dan sebagainya. Nah, batas
administrasi ini juga ee nanti setelah
itu kita melakukan BWS batas wilayah
studi adalah overlay dari keempat batas
ini, Bapak dan Ibu. Nah, ini sangat
penting sekali Bapak dan Ibu batas
studinya. Setelah itu kita masuk ke
batas waktu kajian, yaitu setiap dampak
penting hipotetik yang dikaji memiliki
batas waktu kajian tersendiri yaitu di
batas waktu kajian ini kalau kita ada
DPH hanya yang DPH saja Bapak dan Ibu
semua ya, teman-teman semua yaitu apakah
hanya di tahap prakonstruksi, tahap
konstruksi atau tahap operasi ya. di
tahap konstruksi misalnya ee kita ee
pembangunan kita misalnya 1 tahun ya itu
di dalam ee konstruksi misalnya perkotan
tenaga kerja, mobilisasi alat dan
material, kemudian konstruksi bangunan
itu sendiri ya seperti itu. Kemudian
pembangunan sarana dan prasarana. Nah,
di batas suatu kajian selain itu ada
juga namanya ee yaitu di tahap
operasional. Nah, ini Bapak dan Ibu di
tahap operasional sini adalah kemampuan
kita dalam memprediksi ya. misalnya
kegiatan tambang ya. Tambang itu kan
rata-rata paling tidak 20 tahun Bapak
dan Ibu semua ya. Tapi kita dibatas
waktu kajian kita adalah bukan di 20
tahun ya. Terutama kita di sosek ya
misalnya kita dari ee kesempatan kerja
adalah kemampuan kita memprediksi Bapak
dan Ibu semua ya. Misalnya kita 3 tahun
atau 5 tahun jadi nanti kita orang sosek
itu memprediksi Bapak dan Ibu batas
suatu kajian kita 5 tahun ke depan with
and without project yaitu tanpa kegiatan
dan dengan kegiatan. Kemudian kita lihat
seperti apa perubahannya. Nah, inilah
Bapak dan Ibu yang ee cukup urgen di
dalam ee formulir dalam perakuan yaitu
di dalam ee pelingkupan seperti
itu. Nah, terkait dengan pelibatan
masyarakat tadi memang ee tadi
disampaikan di sini memang lebih
didetailkan lagi Bapak dan Ibu dalam
pelibatan masyarakat ini. Jadi,
pelibatan masyarakat tuh ada yaitu nanti
namanya pertama konsultasi publik dan
yang kedua adalah pengumuman ya. Nah,
pengumuman itu Bapak dan Ibu bisa di
koran yaitu ee biasanya kalau kita
kegiatannya di provinsi atau kabupaten
adalah koran lokal. Tapi kalau kegiatan
pemilaian kita adalah di pusat, kita
juga memasukkan dari ee apa di koran
yang lingkup lingkupnya nasional.
Kemudian selain itu juga ee kita
melakukan pengumuman-pengumuman juga
Bapak dan Ibu misalnya di lokasi ya. Nih
ada contoh misalnya ee di kita tempel
juga nih Bapak dan Ibu di kelurahan ya,
di kelurahan atau di desa atau di
kecamatan ya. Kemudian juga kita
biasanya juga mengumpulkan juga
melakukan apa ee pengumuman juga di
Dinas Lingkungankuan Hidup setempat ya.
Kalau kita kabupaten ya kita masukkan di
kabupaten DLH-nya kita biasanya dalam
bentuk standing banner ya Bapak dan Ibu.
Kita ee kita taruh di sana. Jadi
harapannya kita ada saran dan masukannya
ee terkait dengan dari rencana kegiatan
ya ini seperti itu. Nah ee untuk
penyusunan dokumen AMDAL dilakukan
dengan melibatkan masyarakat yang
terkena dampak langsung terhadap rencana
usaha dan atau kegiatan ini. Siapa sih
masyarakat yang terkena dampak? Nah, ini
Bapak dan Ibu adalah pertama adalah
masyarakat yang berkepentingan atau
terpengaruh yaitu masyarakat yang berada
di dalam batas wilayah studi AMDAL yang
menjadi batas sosial. Tadi kita sudah
melihat ya Bapak dan Ibu semua di batas
sosial itu di lokasi kegiatan kita yang
terdekat siapa nih? Nah, kalau migas
atau tama bias kita ada ring-ring ya,
ring 1, ring 2 seperti itu ya. Yang bias
terdekat banget tuh masuk pada ring
satu. Nah, itu yang terdampak langsung
yang berkepentingan terhadap rencana
usaha dan atau kegiatan terdiri dari
masyarakat yang akan mendapatkan manfaat
dan masyarakat yang akan mengalami
kerugian. Nah, ini yang biasa kita
istilahnya yang terdekat nih yang
terdampak langsung. Selain itu, siapa
lagi? Yaitu adalah pemerhati lingkungan.
Ya, perhati lingkungan adalah masyarakat
yang tidak terkena dampak tetapi
mempunyai perhatian terhadap rencana
usahaan atau kegiatan tersebut maupun
dampak-dampak lingkungan yang akan
ditimbulkannya.
Jadi dia ee seperti itu. Kemudian
setelah itu, selain itu ada juga adalah
LSM pembina masyarakat. Jadi karena di
masyarakat tuh ada LSM ya yang melakukan
pembinaan. LSM ini yang memang terbukti
sebelumnya telah melakukan pembinaan ya
dan pendampingan terhadap masyarakat
yang terkena dampak langsung. Nah,
inilah dalam pibatan masyarakat di sini
ee P Makassar melakukan penguman
konsepsi publik ya. Kemudian di
pemerintah juga ada TUK, tim uji
kelayakan. Nah, pelibatan masyarakat ini
dilakukan secara proporsional untuk
memberikan perhatian lebih terhadap
kepentingan masyarakat yang terkena
dampak langsung ya dari rencana usahaan
atau kegiatan oleh pemakarsa. Kegiatan
dengan tetap membuka ruang ya bagi
permataan lingkungan dan juga
LSM. Pelipatan masyarakat lain di luar
masyarakat terkampasung dilakukan oleh
pemerintah melalui TUK tim uji
kelayakan.
Nah, ini Bapak dan Ibu balik lagi ini
adalah ee di untuk yang di ee perhatian
sekali terutama di sini kita akan
mendapatkan segala macam informasi Bapak
dan Ibu di pelibatan masyarakat.
Nah, di sini siapa aja sih biasanya yang
diundang ya, Bapak dan Ibu dalam ee ee
ini adalah masyarakat yang diundang yang
terkena dampak langsung yang berada di
dalam batas wilayah studi Andal melalui
ada di sini ada pengumuman konsultasi
publik ya masyarakat yangang tadi
masyarakat rentan, masyarakat adat
laki-laki dan perempuan. Nah, ini Bapak
dan Ibu ya, bagi jal kita jika ingin
mengadakan ee KP ya atau konsultasi
publik ya, kita harus memperhatikan ini
Bapak dan Ibu S. Baji yang diundang ya
ee perhatikan kesaran gender ya juga
adat ya terutama di wilayah-Wilah
Indonesia Timur yang cukup kental ya
dengan adatnya seperti itu. Itu jangan
lupa di kita diundang ya. Kemudian ada
juga masyarakat rentan.
Kemudian ee di sini nanti ada saran dan
pendapatan ee pendapat dan tanggapan
masyarakat di sini adalah diberikan 10
hari waktunya ya sampaikan tertulis
seperti itu. Kemudian Permati, peneliti
pendamping bagian dari masyarakat
terkena dampak
langsung. Nah, kemudian selain tadi KP
ya, jadi pelibatan masyarakat ada dua
Bapak dan Ibu tadi apa? konsultasi
publik dan juga yang satu lagi adalah
pengumuman rencana usaha atau kegiatan
yaitu yaitu melakukan tadi apakah di
koran seperti itu ya. Di sini mencakup
Bapak dan Ibu ada nama ya, ada alamat
penanggung jawab, ada jenis rencana
usahaan atau kegiatan, kemudian ada
skala besaran ya, kemudian ada lokasi
dari rencana usaha dan atau kegiatan ya.
Nah, jadi lokasinya di mana nih?
Biasanya masyarakat akan memperhatikan
sekali nih, oh lokasinya di ee suatu
tempat seperti itu. Kemudian ee
besarannya, jadi kapasitasnya kapasitas
produksi. Misalnya kegiatan kita ee
kegiatan MIPA B3 ya, kapasitasnya berapa
seperti itu. Kalau perumahan luasannya,
terus bangunannya dan sebagainya.
Kemudian dampak potensial yang muncul ya
nanti apa nih? Jadi di sini Bapak dan
Ibu dalam melakukan pengumuman di koran
kita sudah memunculkan dampak-dampak
potensial yang akan muncul baik itu
dampak positif maupun dampak negatif ya.
Kita ee kadang-kadang kita enggak
terlalu banyak juga ya di dalam koran
ini memunculkan dampak. Tapi sebaiknya
memang kira-kira yang akan muncul kita
sampaikan Bapak dan Ibu. Kita enggak
usah takut ya nanti belum apa-apa
masyarakat sudah ee enggak setuju. Belum
apa-apa sudah demo. Memang ee resiko
juga ya Bapak dan Ibu ya. Jadi saya juga
bertok kali mengalami kita akan
melakukan KP tapi kita batal ya karena
masyarakat saat itu kondisinya tidak
memungkinkan. Nah, biasanya kalau kita
akan menunggu dahulu ee KP ini,
konstitasi publik ini sampai memang
kira-kira masyarakat itu sudah ee
memungkinkan untuk kita ke lapangan
seperti itu. Kalau kami dari penyusun
sih sebenarnya oke-oke saja ya. cuman ee
saya pernah satu tempat ee dia tidak
menjamin dari keselamatan ee kami
melakukan KP sehingga itu diundur Bapak
dan Ibu. Jadi kita terutama ee
kegiatan-kegiatan yang memang cukup
menimbulkan banyak dampak negatif
seperti itu. Nah, itu biasanya
ee dari masyarakat tuh lumayan juga ya
seperti ya kalau kita agak sensitif
seperti reklamasi ya Bapak dan Ibu ya.
reklamasi pantai itu memang cukup
kegiatan yang apa ee yang cukup
menimbulkan ee banyaklah ee kontranya
juga seperti itu. Nah, dampak-dampaknya
yang muncul di sini Bapak dan Ibu kita
sudah sebaiknya kita memang munculkan
dampak potensialnya seperti kalau
potensial yang di ee reklamasi ya
seperti misalnya ada gangguan aktivitas
nelayan. Kenapa? Karena nanti akan
dilakukan ee reklamasi ya. sehingga yang
biasanya nelayan adalah keluar masuk
dari ee pelabuhan dekat dia atau
dermaganya menjadi lebih terhalang. Jadi
walaupun tetap nanti dikasih ee spek
untuk tetap dia ke luar. Jadi seperti
itu Bapak dan Ibu kita munculkan
sebaiknya. Memang nanti akan timbul
Bapak dan Ibu bisanya nanti pada muncul
di setelah ini akan muncul di KP di KP
itu konsep publik kita akan undang ya
lain-lain biasanya itu akan banyak
proses ya misalnya ada nelayan atau
kegiatan misalnya budidaya karang hijau
yang ada di pantai ya itu nanti kalau
reklamasi pasti akan dibebaskan ya itu
biasanya akan dipindahkan ya seperti
pengalaman di Jakarta Utara seperti itu
kemudian dipindahkan di satu tempat yang
ee di lebih di pinggir misalnya di
perbatasan ya kita karena di sini dekat
dengan Tangerang kita akan pindahkan.
Nah, itu memang membutuhkan waktu yang
cukup banyak
dan cukup untuk kajian sosial ekonominya
itu lumayan lumayan lumayan cukup ee
besar Bapak dan Ibu ya. Seperti itu
untuk ee kajian tematik-tematik itu
biasanya ada Bapak dan Ibu ya untuk
kegiatan-kegiatan yang cukup besar. Di
sini dimunculkan Bapak dan Ibu beberapa
potensial. Nah, di sini juga akan kita
munculkan juga pengendalian dampaknya.
Jadi jangan hanya dampaknya saja nanti
udah sudah ribut nih masyarakat ya. Tapi
kita juga tampilkan Bapak dan Ibu
pengenalian dampak misalnya ee ke
misalnya dampak misalnya ee apa penuran
kualitas ee air ee permukaan seperti
itu. Misalnya dari kegiatan penambangan
emas ya munculnya apa? Yaitu penurunan
ee kualitas air permukaan sepertinya
sungai seperti itu. Mengenalan dapaknya
banas sih kita akan munculkan yaitu
nanti akan namanya kita namanya ada ee
IPAL atau ada STP ya. sehingga nanti
dari proses dari proses produksi, proses
pabrik ya nanti di akan diproses dahulu
sampai memaku mutu baru akan dialirkan
ke ee air permukaan misalnya seperti
itu. Nah, itu yang kita ee akan kita
sampaikan Bapak dan Ibu di dalam dokumen
di dalam pengumuman rencana usaha atau
kegiatan. Jadi dampaknya kemudian
pengenaian dampaknya seperti apa. Selain
dampak negatif juga dampak positif ya
jangan lupa ee dimunculkan Bapak dan
Ibu. seperti misalnya peningkatan
kesempatan kerja ya peng dampaknya
gimana nanti di RK kita akan muncul
misalnya memprioritaskan tenaga kerja
setempat ya jadi biasanya suatu wilayah
nih dalam kita pembahasan dokumen akan
muncul nih ee dari ee apa masyarakat nih
terutama Pak kita setuju nih tapi ee
nanti ee kita akan ee utamakan ya
masyarakat setempat masyarakat lokal dan
sebagainya makanya kita di pengenalan
dampaknya ini kita akan muncul munculkan
tadi ya, yaitu memprioritaskan tenaga
kerja setempat juga misalnya muncul lagi
peluang berusaha. Biasanya dari satu
kegiatan akan muncul suatu peluang
berusaha ya. seperti terdekat dengan
kampus kami, ada mall ya yang cukup
besar muncul di sekitarnya adalah
peluang-peluang berusaha seperti adanya
kantin, kemudian adanya warung ya,
warung-warung makan dan sebagainya itu
akan muncul ya walaupun beberapa ada
juga dampak negatifnya ya muncul
parkir-parkir liar dan sebagainya
seperti itu. Nah, ee kira-kira gambarnya
seperti itu. Kemudian tanggal pengemuan
dipasang ya, kenapa kita akan memberikan
batas waktu yaitu SPT-nya 10 hari dan
terakhir adalah nama dan alamat
penanggung jawab. ee usaha atau kegiatan
yang menerima SPT. Jadi, Bapak dan Ibu
kalau kita biasanya kita mungkin
sekarang jarang e lihat koran ya, tapi
kadang-kadang itu muncul kita bisa
memberikan saran masukannya Bapak dan
Ibu silakan di sini.
Nah, keungguan juga setelah itu ada
undangan ya di undangan KP nih Bapak dan
Ibu kons publik yaitu siapa ee kita mau
apa aja sih tujuan KP-nya, kemudian
waktu dan tempatnya kemudian bentuk dan
cara metode konssi publik yang akan
dilakukan kemudian di mana ya dan juga
saran pendapat tanggung. Jadi
kadang-kadang di mana lokasi Bapak dan
Ibu tergantung ya. Biasanya kalau ee
kami sudah begitu kita pertama tadi
mendapatkan ee Bu kita akan mencusin
dokumen kita sudah melakukan penapisan,
kita sudah koordinasi dengan R setempat
biasanya kita kemudian koordinasi itu
dengan wilayah dengan desa atau dengan
kelurahan Pak. Kita akan ada kegiatan
seperti ini. Kita akan melakukan
sosialisasi yaitu dalam har ini kita
melakukan konsultasi publik ya. Kita
konsultasi publik kita akan menggunakan
masyarakat terutama masyarakat
terdampak. kita sampaikan ni jangan lupa
Bapak dan Ibu ya. Kenapa? Karena supaya
nanti yang diundang itu adalah sesuai
dengan harapan kita. Jangan sampai
justru kita melakukan KP masyarakat
terdampak yang terdekat itu tidak
diundang. Ya, kadang-kadang yang karena
yang memilih undangan adalah
kadang-kadang kepala desa atau Pak
Lurah. Jadi itu tetap Bapak dan Ibu kita
sampaikan. Kemudian nanti dari desa
biasanya disampaikan, oh ya kita
misalnya di aula ya, kita lakukan di
aula atau kadang-kadang juga beberapa
ada juga dilakukan di rumah makan ya
karena memang mungkin tempatnya lebih
strategis di rumah makan dan sebagainya
silakan saja. Terus bagaimana cara
metodenya? biasanya kita ee dengan cara
ee kita pertemuan kemudian kita paparan
dan laku e tanya jawab seperti seminar
seperti
itu. Nah, ini bentuk caranya tadi
seperti ada loka karya atau seminar FGD
ya eh focus group discussion, temu
warga, forum dengar pendapat, dialog
interaktif, dan juga cara komunikasi
duara. Nah, harapan Bapak Ibu,
kadang-kadang kita sudah melakukan ya ee
1 KP tapi ee beberapa pengalaman saya
juga tidak cukup hanya sekali Bapak dan
Ibu konsasi publik ya ternyata ee di
tempat la di wilayah yang pas hadir itu
Bu tolong ee lakukan lagi Bu sosialisasi
ini yaitu di wilayah terdekat dengan
lokasi ya. Jadi itu salah satu
permintaannya sebaiknya juga kita ikuti
ya seperti itu ee karena memang ee dia
masih memprotes ya dari kegiatan yang
akan kita lakukan ya. Misalnya ada ee
kegiatan kita adalah ee rumah susun atau
apartemen ya. Nah, biasanya masyarakat
yang terdekat nih perumahan apalagi
perumahan-perumahan ee yang lumayan elit
Bapak dan Ibu dia agak keberatan karena
dianggap memang mengganggu ee kurang
nyaman. Kemudian dia khawatir ya nanti
dekat dengan lokasi dia nanti akan macet
ya biasanya akan muncul dampak-dampak
lain dari suatu kegiatan ya misalnya
macet sekarang aja Bu kita sudah macet
nih seperti itu. Nanti kalau ada
kegiatan ini apalagi apartemen, rumah
susun ya nanti ada mall-nya lagi itu
akan menambah kemacetan. Nah, seperti
itu. Nah, itu Bapak dan Ibu
kadang-kadang dia minta lagi beberapa
saya ee kita lakukan lagi yaitu ditemu
warga yang dekat dengan lokasi misalnya
cukupnya hanya di aula warga saja di
dekat RT setempat ya sampai pernah dua
sampai tiga kali sampai clear Bapak dan
Ibu ee itu selesai baru kemudian kita
maju ke ee dokumen ee kerangka acuan ya.
Jadi sebaiknya Bapak dan Ibu, kita lebih
baik di awal Bapak dan Ibu kita
mendapatkan ee masalah-masalah atau
penolakan-penolakan daripada nanti kita
sudah mau keluar di belakang barulah
terjadi demo dan sebagainya. Ya, pernah
juga saya mengalami ya sampai di PTUN
kan ya karena ada satu masyarakat yang
protes ya justru dia terdekat dengan
lokasi dia tidak diikut sertakan dan
sebagainya. Jadi kita maju Bapak dan Ibu
jangan jangan lupa ini semua Bapak dan
Ibu terdokumentasikan dengan baik. Jadi
apapun yang Bapak Ibu lakukan
dokumentasikan dari undangan yang hadir
dan sebagainya, foto-foto dan sebagainya
ya. Justru kalau sekarang kita sudah
bisa merekam ya Bapak dan Ibu. Jadi ee
itu yang kita ee apa diperlukan Bapak
dan Ibu jika terjadi apa-apa kita masih
punya ter dokumentasi dengan baik dan
ini juga Bapak dan Ibu yang akan nanti
menjadikan lampiran juga ya di dalam ee
dokumen formulir kerangka acuan seperti
itu. Nah, kemudian ee dalam konsultansi
publik informasi yang disampaikan paling
sedikit ada deskripsi rencana usaha atau
kegiatan ya. Jadi kita sampaikan ini
kegiatan kita ya. Kalau kegiatan kita
misalnya untuk limbah B3 memang cukup ee
sensitif ya Bapak dan Ibu ya karena kan
takut ya apalagi kayak sampah nih sampah
itu belum apa-apa sudah ramai nih
penolakan warga ya karena ee dindinginya
ya seperti itu terus nanti bau dan
segala jadi ee kita memang sampaikan
seperti misalnya TPA ya misalnya berarti
kebauan yang utama ya terus nanti
kekhawatiran dari air lindi ya di
bawahnya itu masuk ke ee daerah kita dan
sebagainya kita sampaikan dampak-dampak
yang akan muncul. Kemudian limbah B3
juga sama ya, insinerator nanti muncul
takutnya kebauan dan sebagainya ya.
Kemudian dari reklamasi yang muncul dari
gangguan nelayan ya kemudian akan hilang
mata pencarian dan sebagainya itu
sebaiknya juga disampaikan Bapak dan Ibu
kegiatan kitanya. Kemudian defisi
rencana usaha atau kegiatan,
kapasitasnya, luasan lahan ya, kemudian
luasan bangunan dan sebagainya ya.
Kemudian dapat potensial tadi sampaikan
dan juga komponen lingkungan yang akan
terkena dampak dari rencana usaha atau
kegiatan. Jadi komponen lingkungan itu
nanti apa aja sih yang terkena itu Bapak
dan Ibu munculkan di dalam KP sehingga
kita mendapatkan tadi saran, pendapat
dan tanggapan yang cukup banyak Bapak
dan Ibu di dalam kita menyusun nanti di
pelingkupan di dalam formulir kerangka
acuan seperti itu. Nah, ini sebaiknya
memang lebih didetailkan. Kadang-kadang
pernah kita melakukan memang enggak
banyak nih ternyata masyarakat ya,
justru kita dicurigai sama penilai yaitu
ini kok setuju semua, bagus semua.
Apakah memang padahal kegiatannya
lumayan nih lumayan itu ee apakah memang
tidak disampaikan secara detail dari
kegiatan sehingga masyarakat sedikit
sekali yang menyampaikan dari ee
sarannya seperti itu. Kekhawatiran juga
sedikit sekali ya seperti itu. Jadi
memang sebaiknya lebih didetailkan
seperti itu. jangan takut ya ee nanti
masyarakat menolak dan lebih baik kita
di awal ya kalau tuh masyarakat memang
itu menolak justru kita akan lebih lebih
strik di dalam nanti di dalam RKL dan
RPL kita Bapak dan Ibu saya pernah waktu
itu juga waktu KP ya pada saat kita KP
ee kegiatan migas ya justru di saat itu
juga lokasi kita di kita di aula di ee
kabupaten ya kemudian diu lokasi
ternyata ada gas kick ya banyak saat itu
apa banyak orang yang waktu itu pingsan
ya ee karena adanya semburan ya dari gas
itu ee kemudian munculah banyak. Jadi
dari responden 100 ya kurang lebih 80%
itu dia menolak dia tidak setuju dengan
karena tadi kekhawatiran tadi yaitu pada
saat ada semburan-semburan gas liar dan
sebagainya ya. Ee namun demikian ee ee
pada saat kita pembahasan justru ini
kita lebih konsen Bapak dan Ibu. Nanti
kita dapat masukkan juga dari pakar
dalam
menanggulangi ee dampak-dampak ini ya.
Sebenarnya kalau kita sosek adalah ee
sosekb adalah seringkali selain dampak
primer banyak kita dampak turunan ya
Bapak dan Ibu ya. dampak sekundernya ya
misalnya dari banjir, dari kebauan, dari
kualitas udara, kualitas air, muncullah
kita ke ee sosek yaitu misalnya ee
keresahan masyarakat atau nanti
timbulnya konflik dan sebagainya ya atau
kekhawatiran-kehawatan itu nanti akan
muncul kita biasanya muncul dari ee
untuk sosek dan kesmas biasanya adalah
dampak turunan ya seperti
itu. Nah, ini ee sebagai pengetahuan
saja bahwa ketentuan pelibatan
masyarakat terkena dampak di sini ee
sistem informasi bersama dengan
pengumuman permakarsa ya tim uji
kelayakan melakukan penibatan masyarakat
permatai lingkungan. Kemudian SPT-nya
tadi 10 hari ya, kita tunggu saran
pendapat dan tanggapan. Kemudian
disaring yang relevan kemudian
disampaikan kepada penanggung jawab
untuk di dalam formulir rangka acuan ini
Bapak dan Ibu balik lagi yang tadi kita
kaitan dengan sosek ini penting sekali
di dalam ee pelibatan masyarakat ini ya.
Itu nanti penting penting dalam formulir
kerangka acuan.
Ini contoh-contoh ya pada saat ee ini
kegiatan ee pelibatan masyarakat yaitu
pada saat KP ya konsultasi publik ini di
daerah ee Bahodopi ya Bahodopi yaitu di
Kecamatan Bahodopi ini di Morowali ee
Provinsi Sulawesi Tengah dan ini ee
kegiatannya itu yaitu ee dari tambang
nikel yaitu ee pembuatan ee kayak
buburnya bubur nikel kemudian diproses
kemudian dialirkan ke Morowali ke imit
ya. Nah, ini adalah ee di daerah Konawe
yaitu proses produksinya ada di Konawe
yaitu di ee ee Kabupaten Konawe Provinsi
Sulawesi Tenggara. Kemudian dialirkan di
ee Morowali ya di Bahodopi ya ee desa
beberapa desa ee
diipnya. Kemudian masyarakat terdampak
adalah beberapa desa yang ada di Bawad
Dopi yang memang dekat dengan lokasi.
Nah, ini adalah contoh-contoh saja kita
Bapak dan Ibu jangan lupa ini
didokumentasikan ya. Kita undang
masyarakat ee terutama yang dekat
sekitar ya. Ini kita lakukan penjelasan
dan ini masyarakat yang hadir kemudian
tanya jawab dan saran, pendapat dan
tanggapan.
Ini juga nih belum lama ini adalah di ee
Jayapura ya di Potekam ee ee itu yaitu
untuk pembangunan di sini yaitu PLN ya
yang ee saluran transmisi Sutt saluran
udara tegang tinggi SUT ya bukan SUTET
ya Sutt 150 kafe dan juga pembangunan
gardu induk ini bulan yang lalu ya di eh
bulan masih di bulan bulan April bulan
April terakhir nih di sana. Nah, ini
yang kita foto bersama dan juga ini
masyarakat yang hadir Bapak dan Ibu ya.
Jadi ee ulangi lagi karena ini cukup
panjang ya beberapa desa ya karena ee
saluran dari PLN itu cukup basah dan itu
yang diundang cukup banyak juga seperti
itu. Nah, ini contoh-contoh dari ee kita
melakukan ee kegiatan-kegiatan namanya
konsultasi
publik. Nah, untuk di komponen ee
lingkungan kita balik lagi sosial
ekonomi budaya ya. Kemudian kondak
mandal ini ada geofisik kimia ya.
Geofisik kimia itu mulai dari tadi ee
kualitas udara ya. Jadi kalau masih
komponen tidak ada dampak ya belum
penurunan atau peningkatan tapi hanya
kualitas udara saja. Dampaknya apa?
Penurunan kualitas udara. Terus ada
kebisingan ya. Kemudian ada apalagi ee
misalnya ee kualitas air permukaan ee
kemudian ee lalin ya. sekarang masuk di
viskin dan sebagainya. Ada hidrologi
ya, kemudian terus ada hidrologi
kemudian dan sebagainya ya. Ee
peningkatan kuantitas air ya misalnya
banjir seperti itu. Kemudian kualitas
dari air kualitas air tanah, kualitas
tanah bisa enggak? Itu masuk semua di
geofisik kimia ya. kualitas tanah
misalnya dari kegiatan kita terutama
limbah B3 itu harus memasukkan dari
komponen lingkungan ronanya harus ada di
kualitas ee tanah ya kualitas tanah
karena memang ee cukup sensitif.
Kemudian selain dari geofisi kimia ada
biologi ya. Biologi ini contohnya flora,
fauna ya komponen lingkungannya.
Kemudian ada biota perairan ya seperti
ini ya. Biota periran nanti kita bisa
rinci lagi ada plankton, bentos ya
sebagainya. Nah, di bidang kita kali ini
adalah di sosial ekonomi dan budaya ya.
Terakhir kesmas di sosial ekonomi budaya
ini kompon lingkungannya apa saja?
Sebagai contoh adalah yaitu ee apa ee
kesempatan kerja ya, peluang berusaha
ya, kemudian ee persepsi masyarakat ya
atau kadang-kadang juga menggunakan
persahan persahan ya atau juga gangguan
aktivitas nelayan, peningkatan
pendapatan e pendapatan ya pendapatan
masyarakat belum peningkatan ya itu
nanti komponen ee dampak baru
peningkatan pendapatan. Nah, inilah yang
masuk di dalam sosial, ekonomi, dan
budaya seperti itu. Nah, ini sangat
penting Bapak dan Ibu ee terkait dengan
ee kita di dalam bidang sosial, ekonomi,
dan
budaya. Nah, aspek sosial sendiri se
kalau kita ketahui memang kadang-kadang
ya seperti itu. Kalau memang kegiatan
kita hanya mall, perumahan, mungkin kita
aman-aman saja ya, Bapak dan Ibu ya.
Tapi untuk kegiatan yang memang cukup ee
besar dan ee menimbulkan dampak negatif
kadang-kadang itu seringki menjadi cukup
perhatian. Nah, aspek sosial ini
seringki kurang mendapat perhatian ya.
Dan sesungguhnya itu sebenarnya masalah
yang cukup krusial ya. Karena nanti kita
akan bisa melihat ee karena karena
sosial pernah ada satu kegiatan itu
justru kita ee tidak disetujui ya karena
masyarakat ee menolak terkait dengan
pembahasan lahan kemudian terkait dengan
dampak-dampak ee yang cukup ee cukup
dampak negatifnya cukup besar. Nah, itu
muncullah di ee sosial ekonomi gaya.
Kemudian di sini bisa muncul nanti ee
banyak kasus-kasus ya, kasus-kasus dalam
ee mungkin 
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:09:34 UTC
Categories
Manage