Webinar 113 AMDAL dari Sudut Pandang Sosial dan Ekonomi
tJCFeaKKwSw • 2025-05-22
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Instagram itu ada yang akan menyarakan pelatihan. Nah, di sini juga saya banyak baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang diselu. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut pelatihan di situ. Jadi, saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana Eko Idu menyampaikan informasinya. Eko itu bagus karena pelatihannya itu selalu terkini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya yang tunya itu bagus-bagus dan terbaiklah [Musik] kejutannya. Iya. Ee yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang saya harapkan begitu ya. bertanggung dalam penyusunan AMDAL ini def saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update persoalan-persoalan dalam jurusan AMD terkini dari ahlinya langsing di lapangan begitu yang pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat itu di e-learning ya. Itu luar biasa ee pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah saya bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. [Musik] eh-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. Kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. arning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di 7 sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana [Musik] aja. 4 juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari kas padan sebenarnya. Jadi apa namanya ya? Kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadanlah. Jadi menurut sepadan Bu karena memang pelatihannya itu pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di sekitar lingkungan saya sendiri gitu. E saya kira sepat sesuailah dengan apa yang kita [Musik] dapatkan. E-KTP efektif, tepat dan profesional. Hemat, cermat, dan hebat. Keren, profesional dan juga keginian. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang kembali di webinar EVOED Edu ke-113. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak dan Ibu semuanya yang sudah selalu setia untuk mengikuti acara webinar ini. Hari ini webinar Eko Edu akan mengangkat tema AMDAL dari sudut pandang sosial dan ekonomi. Perkenalkan saya Dini yang akan bertugas sebagai moderator pada acara ini. Baik, kepada Bapak dan Ibu, sebelum kita mulai webinarnya alangkah baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa dipersilakan. Berdoa selesai. Untuk acara selanjutnya mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak dan Ibu untuk duduk. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Baik Bapak dan Ibu semuanya Untuk selanjutnya di sini saya akan mempromosikan tiga pelatihan dari Ekoed Edu yang akan diselenggarakan oleh kami yakni yang pertama itu ada pelatihan pemodelan dispersi udara airm CPOP dan juga high scp minggu yang sama juga akan ada pelatihan dan sertifikasi penanggung jawab pengendalian pencemaran udara yang keduanya ini akan dilaksanakan pada tanggal 26 sampai dengan 30 Mei 2025. Kemudian dilanjutkan lagi pada minggu depannya yaitu pelatihan dan sertifikasi operasional pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun atau yang biasa disingkat OPLB3 yang akan dilaksanakan pada tanggal 2 sampai dengan 10 Juni 2025. Adapun Bapak, Ibu apabila mendaftar pelatihan pemodelan dispersi udara AirMode ini dan jika Bapak Ibu mendaftarnya dan melakukan pembayaran sebelum H-1, Bapak dan Ibu akan mendapatkan diskon 10%. Dan untuk informasi lebih lanjut, Bapak dan Ibu bisa menghubungi admin kami Riris dan juga Nisa melalui melalui WhatsApp ataupun Bapak Ibu juga bisa mengunjungi sosial media kami yaitu ada Instagram, YouTube channel, Facebook, Twitter dan juga Bapak Ibu bisa mengunjungi website kami di www.ecoedu.co.id ecoedu.co.id ataupun apabila Bapak Ibu tertarik langsung untuk mendaftar, Bapak Ibu bisa mengunjungi website ke pendaftaran.ecoedu.co.id. Selain itu juga kami terdapat inhouse training yang dapat dilakukan secara offline maupun online sesuai dengan permintaan dari instansi ataupun perusahaan Bapak dan Ibu semua. Selanjutnya di sini kita akan langsung saja masuk pada kegiatan utama kita di mana webinar kali ini kita akan diskusi mengenai AMDAL dari sudut pandang sosial dan ekonomi. Adapun di sini kita juga sudah menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya yaitu Ibu Dr. Ir. Urip Rahmani, M.Si. Si. Beliau merupakan dosen di Universitas Satya Negara Indonesia Jakarta. Dan kebetulan Ibu sudah ada di dalam ruangan Zoom di sini. Saya akan menyapa terlebih dahulu. Selamat siang kepada Ibu. Mungkin saya akan menyapa sekali lagi. Selamat siang kepada Ibu Urip. Apakah suara saya terhin, Bu Uri, I. Selamat siang. Iya, selamat siang, Ibu. Bagaimana, Bu kabarnya? Siang, Bu. Alhamdulillah baik ya. Ya. Apakah Ibu sudah siap Ibu, untuk memberikan pemateriannya? Iya, siap, Pak. Iya. Baik, kalau gitu sebelum dimulai izinkan saya untuk menyampaikan beberapa teknis terlebih dahulu. Yaitu yang pertama pemaparan akan dilaksanakan selama 1 seteng jam. Kemudian nanti akan dilanjutkan sesi tanya jawab menggunakan aplikasi Slido dan juga nanti dilanjutkan lagi dengan tanya jawab secara langsung. Untuk itu untuk mengefek mengefektifkan waktu saya serahkan ruangan Zoom ini kepada Ibu Urip dan kepada Bapak dan Ibu semuanya. Selamat mengikuti kegiatan acara webinar ini ya. Oke. Baik. Ee terima kasih. Sudah terdengar ya, Mbak ya? Iya, sudah, Ibu. Oke, terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi ya. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua. Ee pertama-tama terima kasih atas kesempatannya nih. Sebenarnya kita banyak ee ke sharing ya atau ee pengalamanpengalaman ya mungkin Bapak dan Ibu juga sudah punya pengalaman. Begitu juga ee saya sedikit ya ada beberapa pengalaman juga mungkin kita bisa sharing yang terkait dengan ee dari sosial ekonomi terkait ee umumnya dengan di AMDAL seperti itu. Mungkin ee sedikit background di saya kali Mbak sebelumnya ya kali ya. Ya. Oke ya. Jadi ee mungkin saya memperkenalkan diri dulu ya. Ee saya Urif Rahmani. Kebetulan saya ee juga menjadi dosen di Universitas Satya Negara Indonesia dan saya juga aktif Bapak dan Ibu yaitu terkait dengan penyusunan ee di AMDAL ya entah itu UKU KLUPL ataupun ee DLH adendum ya atau di AMDAL. Nah ee kebetulan ee saya background saya S1, S2 dari IPB Bapak dan Ibu ya. mungkin ee kemudian saya bekerja di USInis sejak tahun 1993. Jadi cukup lama ya Bapak dan Ibu. Nah, saya menyusun di AMDAL ini Bapak dan Ibu ee saya ikut kursus AMDAL itu pertama di UI ya. Jadi Bapak dan Ibu ya semangat ya bagi yang belum ikut kursus atau ikut pelatihan ya. Jadi memang banyak sekali ee saya merasakan ya ee selain saya sebagai dosen juga saya adalah salah satu penyusun juga di dalam dokumen AMDAL. Jadi sejak saya ikut kursus pertama kali yaitu tahun 5 ee ee untuk AMDAL AMDAL A-nya. Kemudian selanjutnya di AMDAL B. Kemudian juga saya memiliki ee KTPA ya sudah memiliki kompetensi ee KTPA ketua tim penyusun AMDAL itu mulai di tahun 2011 ya sampai sekarang. Dan juga ee saya juga salah satu menjadi asesor juga untuk PPA Bapak dan Ibu semua. Bulan saya menyusun di beberapa hampir di beberapa wilayah di Indonesia ya. Saya lihat tadi ada dari Papua, dari Cirebon ya, ya cukup banyak dari Lampung juga ya. Jadi ee terima kasih nih atas ee kehadirannya ya untuk ikut serta nanti kita bisa sharing di dalam ee apa ee terkait dengan ee khususnya saya di bidang sosial, ekonomi dan budaya. Mungkin itu ee perkenalan dari diri saya dulu dan juga saya juga ee beberapa mengajar ya Mbak ya di Eko Edu maupun di ada di LPK lain yang saya mengajar juga di dalam ee penyusunan ee AMDAL. Saya langsung share screen bisa izin ya. I dipersilakan Ibu. Oke. [Musik] besar ya berarti ya. Oke, Bapak. Baik, Bapak dan Ibu ee teman-teman semua ee kali ini yaitu untuk memaparkan AMDAL dari sudut pandang sosial dan ekonomi. Ya, kebetulan saya di dalam menyusun AMDAL bidang saya adalah di bidang sosial ekonomi ya. Jadi kalau sosial ekonomi sebenarnya ee gampang-gampang susah juga ya Bapak dan Ibu ya. hanya karena di bidang sosek ya, sosekbud ya kita sering mengistilahkan tapi seringki justru ee beberapa ada dokumen juga yang kita terkendala ya terkait dengan sosek. Jadi berbeda dengan di kita dari ee yang lainnya ya dari viskim atau biologi ya tapi sosial ekonomi memang memiliki ciri tersendiri ya Bapak dan Ibu semua ya. Jadi ee hari ini kemudian mungkin sedikit ee ee menyampaikan sedikit singkatan singkatan dulu Bapak dan Ibu. Jadi bagi yang belum belum ee pernah sama sekali di AMDAL ya. Jadi ee ini beberapa singkatan yang mungkin banyak digunakan nanti. Pertama dari AMDAL ya. Jadi AMDAL dengan Amal mungkin beberapa sering ee apa sih bedanya gitu seperti itu ya. Jadi kalau AMDAL adalah se tadi analisis mengenai dampak lingkungan hidup ya. Ini kurang hidupnya. Kemudian kalau andal adalah analisis dampak lingkungan hidup. Jadi andal adalah di bagian dari AMDAL ya. Jadi di AMDAL ada nanti ada formulir kerangka acuan, kemudian ada ANDAL dan ada RKL dan RPL. Nah untuk RKL sendiri adalah rencana pengeluan lingkungan hidup. RPL rencana pemantauan lingkungan hidup. Kemudian UK, UKL, UKL juga sering Bapak dan Ibu ya kita ee mendapatkan istilah ini upaya pengelolan lingkungan hidup dan UPL upaya pemantauan lingkungan hidup. Nah, ini ee apa ee background sedikit ya ee flashback. Jadi perkembangan untuk kebijakan AMDAL itu memang sebenarnya sudah cukup panjang Bapak dan Ibu semua dan memang kita cukup ee di belakangan ini ya sejak UC itu di tahun 2020 ini ya kemudian banyak sekali peraturan-peraturan yang sampai saat ini itu terjadi beberapa ee perubahan-perubahan. Jadi memang sebenarnya tonggak awal dari Undang-Undang AMDAL ini yaitu pertama adalah di tahun 1982. Jadi memang sudah cukup lama ya ini perkembangannya. Kemudian dari Undang-Undang ee turun ke PP Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 986. Di sini merupakan tonggak awal dari sejarah AMDAL. Kemudian muncul lagi PP51 ya. Mungkin Bapak dan Ibu yang sudah cukup lama sempat mengalami yang PP51 ya. ini mulai pengembangan konsep Anda ini di tahun 93, kemudian keluar lagi di tahun '97 itu Undang-Undang Nomor 23 ya tahun '97 itu pengembangan dan perbaikan dari konsep AMDAL dan UKL-UPL. Setelah itu Bapak dan Ibu kemudian muncul ee berikutnya di tahun 99 ini muncul lagi yaitu PP27 tahun 99. Di sini ada perbaikan konsep AMDAL ya. Kemudian muncul lagi 202 dan ini undang-undang 32 yaitu pengenalan konsep izin wah hidup. Dan ini masih digunakan ya sering Bapak dan Ibu di dalam dokumen andal terutama kita terkait dengan sifat penting dampak ini kita masih menggunakan tujuh kriteria yang ada di dalam Undang-Undang 32 tahun 2029. Kemudian refilitasi tahun 2010 dan di 2012 muncul lagi ada PP27 ya integrasi IL. L itu adalah izin lingkungan dalam proses AMDAL dan UK. Jadi memang ee cukup ini Bapak dan Ibu ya perubahan-perubahannya ya. Bab-babnya pun di dalam dokumen juga terjadi perubahan-perubahan ya. Kemudian nah di 2018 munculnyaah OSS ya yaitu online single submission di sini yaitu ada PP24 tahun 2018. Nah IL kemudian ada komitmen dan RKL RPL rinci. Jadi RKLP rinci sudah mulai Bapak dan Ibu ini yaitu terutama seperti untuk kawasan industri ya. Jadi satu saja ada AMDnya. Kemudian ee untuk industri-industri di dalamnya itu cukup menggunakan ee RKR Linci. Nah, setelah ini kemudian ee berubah banyak yaitu di sejak di tahun 2020 sejak munculnya Undang-Undang Cipta Kerja ya mungkin Bapak dan Ibu sama-sama ya ee mengikuti nih di tahun 2020 munculnya UCK itu banyak sekali perubahan-perubahan ya ee baik dari sisi lain terutama kita di bidang di lingkungan hidup di sini adalah ee terutama adalah integrasi yaitu persetujuan lingkungan hidup ke dalam perizinan berusaha. Jadi nanti masuknya keluarnya adalah terakhir perujinan berusaha dan adanya lembaga uji kelayakan lingkungan hidup dan ee pendetailan keterlibatan masyarakat. Nah, ini Bapak dan Ibu, keterlibatan masyarakat itu memang didetailkan sekali yaitu di dalam Undang-Undang UC ini Bapak dan Ibu. Makanya kita sosial, ekonomi, dan budaya itu terkait erat sekali atau ee sangat penting kita terkait dengan keterlibatan masyarakat. dari sini kemudian turun ke PP2 2021 dan inilah yang menjadi acuan kita Bapak dan Ibu di dalam penyusunan ee dokumen ee AMDAL yaitu di PP2 tahun 2021 khususnya adalah di lampiran 2 ya di sini di PP2 ini perubahan nomenklatur IL yaitu izin lingkungan menjadi persetujuan lingkungan dan persetujuan lingkungan ini bukan lagi sebagai izin tapi menjadi persyaratan dasar ya integrasi pertek ke dalam PL. Jadi memang sejak ini Bapak dan Ibu ya, AMDAL kita agak terseok-seok juga ya dalam penyusunannya agak lama karena masuknya di pertek ya. Kalau dulu pertek belakang, AMDAL dulu selesai pertek belakang tapi sekarang pertekan semuanya. Jadi pertek itu jadi sebelum kita ee presentasi di dalam ANDAL pertek itu sudah jadi semua baik itu juga adendum juga sama UKLUPL pertek itu ada di depan baru kita bisa menyusun ke dalam dokumen tersebut dan juga ada lembaga uji kelayakan lingkungan hidup dan juga tim uji kelayakan hidup. Nah, di sinilah Bapak dan Ibu tonggak sejarah ini dari PP2 ee PP1 2022 2021 ini kemudian muncullah Permen-permen yang baru yaitu Permen lingkungan hidup baik seperti Permen LHK nomor 4 2021 yaitu tentang jenis kegiatan apakah wajib AMDAL UKMPL atau cukup SPPL. Nah, ini ee gambaran ee sejarah nih Bapak dan Ibu semua ya ee yaitu terkait dengan kebijakan AMDAL di Indonesia. Nah, terkait dengan ee peraturan-peraturan dan inilah mendasari dari ee ee AMDAL ini Bapak dan Ibu. Pertama tadi UICK ini ya Bapak dan Ibu di tahun 2020. Kemudian juga kemudian ada perubahan-perubahan yang terakhir adalah Undang-Undang Nomor 6 tahun 2023. dari sini yang tadi sudah disampaikan yaitu PP2 tahun 2021 dan ini inilah yang Bapak dan Ibu harus ee pegang ya di PP2 ini lengkap semuanya ya baik dari ee ee penyusunan dokumen ya ee baik itu ee AMDAL maupun kemudian adendum ya kemudian ini lengkap semua di dalam PP2 kemudian juga terkait keterlibatan masyarakat dan sebagainya Bapak dan Ibu ee bisa nanti melihat di PP2 22 tahun 2021. Kemudian selain PP2 tahun 2021 ini ada peraturan pemerintah nomor 5 tahun 2021 yaitu tentang ee ee apa? berisiko, ya. Jadi yang inilah yang ee banyak kita pegang Bapak dan Ibu ya, peraturan ini yang ee kita akan pegang. Dan juga terakhir adalah Permen LHK nomor 4 tahun 2021. Kenapa di Permen HK nomor 421 ini sangat ee terutama pada saat kita mendapatkan apa pekerjaan AMDAL ya Bapak dan Ibu pasti pertama kali kita akan melihat ke fenomenal HK nomor 4 2021 kita akan melakukan penapisan Bapak dan Ibu kemudian setelah itu kita lihat KBLI-nya kemudian biasanya kita akan melihat lagi kewenangannya di mana sih dalam ee perizinan ini ya atau dalam kita nanti pas rapat AMDALnya di mana nih kita akan menggunakan di PP5 tahun 2021 apakah nanti ee di kabupaten ya atau di provinsi ataupun di pusat ya di Kementerian Lingkungan Hidup. Nah, inilah Bapak dan Ibu yang ee sering sekali ini yang ee kita gunakan walaupun nanti ee apa ee baku mutu-baku mutunya akan ee mengikuti juga yang lainnya. Nah, Bapak dan Ibu ee di AMDAL ini memang ee kadang-kadang apa sih ee kenapa sih harus ada AMDAL gitu ya seperti itu. Ee kenapa kalau suatu kegiatan apakah semua harus menyusun AMDAL ya ataukah cukup UKPL atau SPPL ataukah enggak usah gitu Bapak dan Ibu. Jadi Bapak dan Ibu sebagai gambaran tadi sudah ee disampaikan kita pertama kali melakukan penapisan dahulu yaitu di Permen LHK nomor 4 tahun 2021 ya seperti itu. Jadi nanti apakah kegiatan kita ini ya seperti ini ya kita biasanya akan mendapatkan ee dari pemakarsa dulu nih Bapak dan Ibu ya ee Bu kita akan ada kegiatan a seperti apa kemudian kita dapat gambarnya misalnya untuk pembangunan ee mall ya mall atau hotel ya kita akan biasa akan nanya luas lokasinya di mana, kemudian juga apa luas bangunan dan juga luas lahan itu biasanya akan kita tanya. Jadi kegiatannya kita akan tanyakan dulu kegiatannya apa, B apa seperti itu. Kemudian kita ee misalnya kalau untuk mall berarti untuk luas lahan ya meluas bangunan lebih dari Rp10.000 walaupun lahannya kecil tapi dia sudah wajib amdal. Apakah nanti kita akan lakukan penapisan apakah dia wajib AMDAL atau dia cukup PL atau SPPL ya. Nah, setelah itu kita dapat baru kita melakukan kegiatan kita. Misalnya dia wajib AMDAL, dia harus melakukan proses AMDAL. Kalau hanya cukup UKLUPL, kita melakukan proses UKPL dan cukup proses SPPL. Nah, ini Bapak dan Ibu ee AMDAL ini itu penting sekali terkait dengan nanti ujungnya adalah tadi adalah persetujuan lingkungan dan untuk ee perizinan berusaha seperti itu. Jadi ini memang ini salah satu yang memang diperlukan Bapak dan Ibu ya. Jadi ee seringki kita enggak bisa maju dulu nih yang lainnya ya sebelum dokumen kita ini selesai ya misalnya dokumen AMDAL selesai kita tidak bisa melangkah yang lain dahulu kecuali untuk pertek ya praktk itu memang harus Bapak dan Ibu dilakukan yaitu sebelum nanti itu bisa paralel ya di dalam e kita kerangka acuan kita bisa paralel dengan ee apa ee prek ya pretek-pertek yang kita butuhkan ya baik ee air atau udara ya tergantung dari kegiatan Bapak dan Ibu semua. Nah, kemudian setelah misalnya kita putuskan bahwa dari ee penapisan ini kita wajib AMDAL, Bapak dan Ibu, kita nanti di AMDA itu ada ee tiga dokumen ya. Pertama adalah formulir kerangka acuan ya. Jadi kalau dulu bukan formulir ya istilahnya hanya kerangka acuan tapi dengan yang sekarang istilahnya formulir kerangka acuan. Jadi Bapak dan Ibu membuat dahulu formulir kerangka acuan ini nanti ada tiga bagian ya. pertama bagian A adalah informasi umum, kemudian bagian B ee pelingkupan, dan bagian C adalah metode studi. Nah, ini Bapak dan Ibu setelah selesai ini kemudian dirapatkan Bapak dan Ibu semua baru setelah itu ee kita maju ke dokumen andal, analisis ee dampak lingkungan hidup. Nah, di ADAL ini nanti ada tujuh bab Bapak dan Ibu sampai yang e terakhir adalah di evaluasi holistik ya. sini mulai dari pendahuluan dik kegiatan, kemudian ada rona rinci ya, rona rinci. Nah, rona rinci itu berbeda ee dengan di yang ada rona di dalam formulir kerangka cuan. Nah, balik lagi Bapak dan Ibu nanti kita di sosek ya di Sosek itu nanti kita akan muncul nih Bapak dan Ibu baik itu developan di sini adalah ee apa ee rona awal ya untuk sosek wood kemudian maupun nanti dial ee rona rinci seperti itu biasanya kita akan muncul di ee di bab ee bab 3 di rona rinci kemudian di bab 4 nih orang sosek lagi nih Bapak dan Ibu yaitu nanti hasil dari pelibatan masyarakat ya setelah itu masuk ke bab kemudian keenam perakiran dan dampak dan yang bab 7uh adalah evaluasi holistik. Nah, setelah itu kita juga menyusun dokumen namanya RKL dan RPL ya, rencana pengelolan lingkungan hidup dan rencana pemantauan lingkungan. Nah, inilah ee di RKRP ini yang Bapak dan Ibu yang nanti akan dipegang biasanya akan dipakai terus nih selanjutnya oleh dari pemakarsa terkait nanti dalam implementasi atau pemantauan lingkungan lingkungan hidup yang wajib dilaksanakan oleh si perusahaan atau permakarsa yaitu dia harus melakukan Bapak dan Ibu di RKL dan RPL. Nah, di sini nanti biasanya kita banyak menghadapi ya dalam implementasinya seperti apa ya. Apakah perusahaan itu melaksanakan atau di perjalanan sudah melaksanakan tapi terkendala dan sebagainya. Dan ini ee adalah terkait dengan implementasi dari ee RKL dan RPL yang sudah disetujui Bapak dan Ibu semua yaitu di dalam pembahasan di dalam dokumen AMDAL secara keseluruhan. Nah, ini Bapak dan Ibu kalau kita melihat tadi setelah kita ee pertama kali kita melakukan penapisan kita misalnya kegiatan kita misalnya ee wajib AMDAL, kemudian kita sudah dapat adalah nanti ee apa kewenangannya kita berada di mana atau di kabupaten ya atau provinsi atau di pusat ya seperti itu ya. Nah, setelah itu Bapak dan Ibu kita ee terkait dengan SOSEK ya juga di dalam formulir kangkacuan ini kita akan melakukan yaitu namanya pelingkupan Bapak dan Ibu. Nah, pelingkupan ini inilah hal yang sangat penting sekali Bapak dan Ibu di dalam untuk penyusunan ke berikutnya apakah merupakan kegiatan itu nanti komponen lingkungannya apakah nanti merupakan dampak penting atau tidak seperti itu. Nah, dari mana kita mendapatkannya dalam peningkupan ini? yaitu pertama adalah kita akan mendapatkan jadi ada empat dalam lingkupan yang dilihat Bapak dan Ibu baik dari segi kegiatan kemudian ronaling lingup awal kegiatan sekitar dan juga hasil pelibatan masyarakat. Nah, ini sosial lagi Bapak-bapak dan Ibu sosek lagi yaitu di sini hasil pelibatan masyarakat. Nah, ini orang sosek banyak ee bekerja di sini Bapak dan Ibu. Jadi pertama kali yaitu sebelum kita menyusun yang lainnya kita biasanya akan melakukan yaitu namanya pelibatan masyarakat Bapak dan Ibu semua. Nah, ini pentingnya di mana? yaitu berada di pelingkupan dalam menyusun nanti di formulir kerangka acuan maupun nanti pelibatan masyarakat ini nanti akan muncul lagi yaitu di dokumenal yaitu di bab 4 seperti itu. Nah, di sinilah kita akan mendapatkan isu-isu Bapak dan Ibu yaitu apa sih yang terkait isu yang ada di lokasi kegiatan ya seperti itu. Kemudian juga kita melihat juga dari Ronal lingkungan hidup awal di sini kita lihat yaitu misalnya untuk sosial seperti apa? baik itu dari kependudukan ya, kemudian juga ada ee budaya dan sebagainya itu akan nanti muncul di ronal lingkungan hidup awal. Kemudian juga kita perhatikan Bapak dan Ibu usaha dan atau kegiatan sekitar ya. Nah, ini kadang-kadang kegiatan sekitar itu misalnya adalah daerah yang sensitif atau daerah yang sakral ya atau misalnya kalau kita contoh ee di Bali yang kental dengan ee agama budaya ya itu kita harus perhatikan sekali Bapak dan Ibu ya. Jadi kegiatan kita itu dengan harus memperhatikan dari kegiatan sekitar. Nah, inilah yang ee kita pentingkan Bapak dan Ibu semua nanti dalam pertama kali yaitu kita dalam nanti melakukan pelingkupan. Nah, peribatan masyarakat ini tadi juga sudah disampaikan ee lagi bahwa ini memang ee cukup rinci ya Bapak dan Ibu di peratur yang terbaru ini. Nah, setelah itu kita akan melihat ya apakah nanti dari kegiatan kita itu nanti apakah ee komponen keuangan hidup itu menimbulkan dampak ya, apakah itu dampak penting ya. Kemudian setelah itu dilakukan kita lakukan namanya identifikasi dampak potensial ya. Jadi setelah kita dapat rurnal rinci, kegiatan sekitar, kemudian hasil pelibatan masyarakat misal isunya apa nih? Misalnya banjir ya. Nah, masyarakat biasanya di sini sudah sudah melakukan apa? Wah, Bu di daerah kita nih banjir nih Bu. Nanti ini yang tadinya tanah kosong mau dibangun ya seperti itu. Kira-kira gimana nih, Bu? Nanti jangan-jangan dengan nyata-nyah kosong, air hujan menyerap nanti akan mengakibatkan ee banjir di sekitar kita bisa-bisa lebih dalam lagi dan sebagainya. itu munculnya ke ke soseknya adalah ke dalam persesi masyarakat atau adanya kekhawatiran Bapak dan Ibu semua itu dikup di dalam sosial, ekonomi dan budaya seperti itu. Nah, dari situ akan muncul Bapak dan Ibu dilakukan identifikasi dampak potensial. Apa-apa aja sih dampak yang muncul. Nah, satu hal lagi Bapak dan Ibu bedakan antara komponen lingkungan dengan dampak ya. Kalau komponen itu tidak ada kata-kata dampak. Misalnya cukup komponen fisik, kimia, biologi, sosekbud, dan kesmas. Tapi kalau sudah merupakan dampak itu ada dampak misalnya ee peningkatan kesempatan kerja misalnya peluang munculnya peluang berusaha, timbulnya persesi masyarakat ya, perubahan mata pencarian itu yang biasa-biasa di dalam sosial ekonomi budaya. Kemudian ada gangguan aktivitas nelayan ya misalnya jika kegiatan kita itu ada di ee laut atau di daerah pesisir dan sebagainya. Nah, di setelah kita melakukan identifikasi dampak potensial, dampak-dampak apa yang muncul, kita akan lakukan Bapak dan Ibu yaitu mulai dari komponen gefis skem ya, kemudian sosekbot ya, kemudian biologi ya, kesmas itu kita kita sampaikan. Setelah itu dievaluasi Bapak dan Ibu semua ya. Kemudian evaluasi akan menghasilkan daftar dampak penting hipotetik maupun ee DTPHun dikelola dan dipantau. Nah, ini muncul Bapak dan Ibu. Semua ini adalah nanti dari hasil pelingkupan yang ada di bagian B di dalam formulir kerangka acuan. Nah, setelah itu kita akan menghasilkan ee dampak penting hipotetik. Apa-apa saja dampak penting hipotetiknya. Kemudian kita akan ee setelah itu akan melihat t batas wilayah studi ya. Nah, di batas wilayah studi itu ada empat, yaitu ada batas proyek ya. Jadi proyek kita misalnya kita mau bikin ee mall ya atau ee perumahan wilayah kita kita ini kan batas proyek kita. Kemudian batas ekologis yaitu baik dari udara maupun air ini batas ekologis. Kemudian batas sosial. Nah kembali lagi Bapak dan Ibu untuk sosial itu adalah biasanya kita adalah pemukiman yang terdekat dari lokasi kita Bapak dan Ibu semua ya. Jadi kadang-kadang kita tidak ee bisa hanya spot-spot ya, karena di suatu tempat kadang-kadang penduduknya tuh tidak semuanya terisi, tapi hanya spot misalnya di sisi udara, utara, selatan dan sebagainya. Nah, itu. Kemudian juga ada satu lagi adalah batas administrasi Bapak dan Ibu semua. Nah, di batas administrasi ini kita biasanya mencakup ya apakah bisa ee bagian dari kelurahan atau desa dan sebagainya. Nah, batas administrasi ini juga ee nanti setelah itu kita melakukan BWS batas wilayah studi adalah overlay dari keempat batas ini, Bapak dan Ibu. Nah, ini sangat penting sekali Bapak dan Ibu batas studinya. Setelah itu kita masuk ke batas waktu kajian, yaitu setiap dampak penting hipotetik yang dikaji memiliki batas waktu kajian tersendiri yaitu di batas waktu kajian ini kalau kita ada DPH hanya yang DPH saja Bapak dan Ibu semua ya, teman-teman semua yaitu apakah hanya di tahap prakonstruksi, tahap konstruksi atau tahap operasi ya. di tahap konstruksi misalnya ee kita ee pembangunan kita misalnya 1 tahun ya itu di dalam ee konstruksi misalnya perkotan tenaga kerja, mobilisasi alat dan material, kemudian konstruksi bangunan itu sendiri ya seperti itu. Kemudian pembangunan sarana dan prasarana. Nah, di batas suatu kajian selain itu ada juga namanya ee yaitu di tahap operasional. Nah, ini Bapak dan Ibu di tahap operasional sini adalah kemampuan kita dalam memprediksi ya. misalnya kegiatan tambang ya. Tambang itu kan rata-rata paling tidak 20 tahun Bapak dan Ibu semua ya. Tapi kita dibatas waktu kajian kita adalah bukan di 20 tahun ya. Terutama kita di sosek ya misalnya kita dari ee kesempatan kerja adalah kemampuan kita memprediksi Bapak dan Ibu semua ya. Misalnya kita 3 tahun atau 5 tahun jadi nanti kita orang sosek itu memprediksi Bapak dan Ibu batas suatu kajian kita 5 tahun ke depan with and without project yaitu tanpa kegiatan dan dengan kegiatan. Kemudian kita lihat seperti apa perubahannya. Nah, inilah Bapak dan Ibu yang ee cukup urgen di dalam ee formulir dalam perakuan yaitu di dalam ee pelingkupan seperti itu. Nah, terkait dengan pelibatan masyarakat tadi memang ee tadi disampaikan di sini memang lebih didetailkan lagi Bapak dan Ibu dalam pelibatan masyarakat ini. Jadi, pelibatan masyarakat tuh ada yaitu nanti namanya pertama konsultasi publik dan yang kedua adalah pengumuman ya. Nah, pengumuman itu Bapak dan Ibu bisa di koran yaitu ee biasanya kalau kita kegiatannya di provinsi atau kabupaten adalah koran lokal. Tapi kalau kegiatan pemilaian kita adalah di pusat, kita juga memasukkan dari ee apa di koran yang lingkup lingkupnya nasional. Kemudian selain itu juga ee kita melakukan pengumuman-pengumuman juga Bapak dan Ibu misalnya di lokasi ya. Nih ada contoh misalnya ee di kita tempel juga nih Bapak dan Ibu di kelurahan ya, di kelurahan atau di desa atau di kecamatan ya. Kemudian juga kita biasanya juga mengumpulkan juga melakukan apa ee pengumuman juga di Dinas Lingkungankuan Hidup setempat ya. Kalau kita kabupaten ya kita masukkan di kabupaten DLH-nya kita biasanya dalam bentuk standing banner ya Bapak dan Ibu. Kita ee kita taruh di sana. Jadi harapannya kita ada saran dan masukannya ee terkait dengan dari rencana kegiatan ya ini seperti itu. Nah ee untuk penyusunan dokumen AMDAL dilakukan dengan melibatkan masyarakat yang terkena dampak langsung terhadap rencana usaha dan atau kegiatan ini. Siapa sih masyarakat yang terkena dampak? Nah, ini Bapak dan Ibu adalah pertama adalah masyarakat yang berkepentingan atau terpengaruh yaitu masyarakat yang berada di dalam batas wilayah studi AMDAL yang menjadi batas sosial. Tadi kita sudah melihat ya Bapak dan Ibu semua di batas sosial itu di lokasi kegiatan kita yang terdekat siapa nih? Nah, kalau migas atau tama bias kita ada ring-ring ya, ring 1, ring 2 seperti itu ya. Yang bias terdekat banget tuh masuk pada ring satu. Nah, itu yang terdampak langsung yang berkepentingan terhadap rencana usaha dan atau kegiatan terdiri dari masyarakat yang akan mendapatkan manfaat dan masyarakat yang akan mengalami kerugian. Nah, ini yang biasa kita istilahnya yang terdekat nih yang terdampak langsung. Selain itu, siapa lagi? Yaitu adalah pemerhati lingkungan. Ya, perhati lingkungan adalah masyarakat yang tidak terkena dampak tetapi mempunyai perhatian terhadap rencana usahaan atau kegiatan tersebut maupun dampak-dampak lingkungan yang akan ditimbulkannya. Jadi dia ee seperti itu. Kemudian setelah itu, selain itu ada juga adalah LSM pembina masyarakat. Jadi karena di masyarakat tuh ada LSM ya yang melakukan pembinaan. LSM ini yang memang terbukti sebelumnya telah melakukan pembinaan ya dan pendampingan terhadap masyarakat yang terkena dampak langsung. Nah, inilah dalam pibatan masyarakat di sini ee P Makassar melakukan penguman konsepsi publik ya. Kemudian di pemerintah juga ada TUK, tim uji kelayakan. Nah, pelibatan masyarakat ini dilakukan secara proporsional untuk memberikan perhatian lebih terhadap kepentingan masyarakat yang terkena dampak langsung ya dari rencana usahaan atau kegiatan oleh pemakarsa. Kegiatan dengan tetap membuka ruang ya bagi permataan lingkungan dan juga LSM. Pelipatan masyarakat lain di luar masyarakat terkampasung dilakukan oleh pemerintah melalui TUK tim uji kelayakan. Nah, ini Bapak dan Ibu balik lagi ini adalah ee di untuk yang di ee perhatian sekali terutama di sini kita akan mendapatkan segala macam informasi Bapak dan Ibu di pelibatan masyarakat. Nah, di sini siapa aja sih biasanya yang diundang ya, Bapak dan Ibu dalam ee ee ini adalah masyarakat yang diundang yang terkena dampak langsung yang berada di dalam batas wilayah studi Andal melalui ada di sini ada pengumuman konsultasi publik ya masyarakat yangang tadi masyarakat rentan, masyarakat adat laki-laki dan perempuan. Nah, ini Bapak dan Ibu ya, bagi jal kita jika ingin mengadakan ee KP ya atau konsultasi publik ya, kita harus memperhatikan ini Bapak dan Ibu S. Baji yang diundang ya ee perhatikan kesaran gender ya juga adat ya terutama di wilayah-Wilah Indonesia Timur yang cukup kental ya dengan adatnya seperti itu. Itu jangan lupa di kita diundang ya. Kemudian ada juga masyarakat rentan. Kemudian ee di sini nanti ada saran dan pendapatan ee pendapat dan tanggapan masyarakat di sini adalah diberikan 10 hari waktunya ya sampaikan tertulis seperti itu. Kemudian Permati, peneliti pendamping bagian dari masyarakat terkena dampak langsung. Nah, kemudian selain tadi KP ya, jadi pelibatan masyarakat ada dua Bapak dan Ibu tadi apa? konsultasi publik dan juga yang satu lagi adalah pengumuman rencana usaha atau kegiatan yaitu yaitu melakukan tadi apakah di koran seperti itu ya. Di sini mencakup Bapak dan Ibu ada nama ya, ada alamat penanggung jawab, ada jenis rencana usahaan atau kegiatan, kemudian ada skala besaran ya, kemudian ada lokasi dari rencana usaha dan atau kegiatan ya. Nah, jadi lokasinya di mana nih? Biasanya masyarakat akan memperhatikan sekali nih, oh lokasinya di ee suatu tempat seperti itu. Kemudian ee besarannya, jadi kapasitasnya kapasitas produksi. Misalnya kegiatan kita ee kegiatan MIPA B3 ya, kapasitasnya berapa seperti itu. Kalau perumahan luasannya, terus bangunannya dan sebagainya. Kemudian dampak potensial yang muncul ya nanti apa nih? Jadi di sini Bapak dan Ibu dalam melakukan pengumuman di koran kita sudah memunculkan dampak-dampak potensial yang akan muncul baik itu dampak positif maupun dampak negatif ya. Kita ee kadang-kadang kita enggak terlalu banyak juga ya di dalam koran ini memunculkan dampak. Tapi sebaiknya memang kira-kira yang akan muncul kita sampaikan Bapak dan Ibu. Kita enggak usah takut ya nanti belum apa-apa masyarakat sudah ee enggak setuju. Belum apa-apa sudah demo. Memang ee resiko juga ya Bapak dan Ibu ya. Jadi saya juga bertok kali mengalami kita akan melakukan KP tapi kita batal ya karena masyarakat saat itu kondisinya tidak memungkinkan. Nah, biasanya kalau kita akan menunggu dahulu ee KP ini, konstitasi publik ini sampai memang kira-kira masyarakat itu sudah ee memungkinkan untuk kita ke lapangan seperti itu. Kalau kami dari penyusun sih sebenarnya oke-oke saja ya. cuman ee saya pernah satu tempat ee dia tidak menjamin dari keselamatan ee kami melakukan KP sehingga itu diundur Bapak dan Ibu. Jadi kita terutama ee kegiatan-kegiatan yang memang cukup menimbulkan banyak dampak negatif seperti itu. Nah, itu biasanya ee dari masyarakat tuh lumayan juga ya seperti ya kalau kita agak sensitif seperti reklamasi ya Bapak dan Ibu ya. reklamasi pantai itu memang cukup kegiatan yang apa ee yang cukup menimbulkan ee banyaklah ee kontranya juga seperti itu. Nah, dampak-dampaknya yang muncul di sini Bapak dan Ibu kita sudah sebaiknya kita memang munculkan dampak potensialnya seperti kalau potensial yang di ee reklamasi ya seperti misalnya ada gangguan aktivitas nelayan. Kenapa? Karena nanti akan dilakukan ee reklamasi ya. sehingga yang biasanya nelayan adalah keluar masuk dari ee pelabuhan dekat dia atau dermaganya menjadi lebih terhalang. Jadi walaupun tetap nanti dikasih ee spek untuk tetap dia ke luar. Jadi seperti itu Bapak dan Ibu kita munculkan sebaiknya. Memang nanti akan timbul Bapak dan Ibu bisanya nanti pada muncul di setelah ini akan muncul di KP di KP itu konsep publik kita akan undang ya lain-lain biasanya itu akan banyak proses ya misalnya ada nelayan atau kegiatan misalnya budidaya karang hijau yang ada di pantai ya itu nanti kalau reklamasi pasti akan dibebaskan ya itu biasanya akan dipindahkan ya seperti pengalaman di Jakarta Utara seperti itu kemudian dipindahkan di satu tempat yang ee di lebih di pinggir misalnya di perbatasan ya kita karena di sini dekat dengan Tangerang kita akan pindahkan. Nah, itu memang membutuhkan waktu yang cukup banyak dan cukup untuk kajian sosial ekonominya itu lumayan lumayan lumayan cukup ee besar Bapak dan Ibu ya. Seperti itu untuk ee kajian tematik-tematik itu biasanya ada Bapak dan Ibu ya untuk kegiatan-kegiatan yang cukup besar. Di sini dimunculkan Bapak dan Ibu beberapa potensial. Nah, di sini juga akan kita munculkan juga pengendalian dampaknya. Jadi jangan hanya dampaknya saja nanti udah sudah ribut nih masyarakat ya. Tapi kita juga tampilkan Bapak dan Ibu pengenalian dampak misalnya ee ke misalnya dampak misalnya ee apa penuran kualitas ee air ee permukaan seperti itu. Misalnya dari kegiatan penambangan emas ya munculnya apa? Yaitu penurunan ee kualitas air permukaan sepertinya sungai seperti itu. Mengenalan dapaknya banas sih kita akan munculkan yaitu nanti akan namanya kita namanya ada ee IPAL atau ada STP ya. sehingga nanti dari proses dari proses produksi, proses pabrik ya nanti di akan diproses dahulu sampai memaku mutu baru akan dialirkan ke ee air permukaan misalnya seperti itu. Nah, itu yang kita ee akan kita sampaikan Bapak dan Ibu di dalam dokumen di dalam pengumuman rencana usaha atau kegiatan. Jadi dampaknya kemudian pengenaian dampaknya seperti apa. Selain dampak negatif juga dampak positif ya jangan lupa ee dimunculkan Bapak dan Ibu. seperti misalnya peningkatan kesempatan kerja ya peng dampaknya gimana nanti di RK kita akan muncul misalnya memprioritaskan tenaga kerja setempat ya jadi biasanya suatu wilayah nih dalam kita pembahasan dokumen akan muncul nih ee dari ee apa masyarakat nih terutama Pak kita setuju nih tapi ee nanti ee kita akan ee utamakan ya masyarakat setempat masyarakat lokal dan sebagainya makanya kita di pengenalan dampaknya ini kita akan muncul munculkan tadi ya, yaitu memprioritaskan tenaga kerja setempat juga misalnya muncul lagi peluang berusaha. Biasanya dari satu kegiatan akan muncul suatu peluang berusaha ya. seperti terdekat dengan kampus kami, ada mall ya yang cukup besar muncul di sekitarnya adalah peluang-peluang berusaha seperti adanya kantin, kemudian adanya warung ya, warung-warung makan dan sebagainya itu akan muncul ya walaupun beberapa ada juga dampak negatifnya ya muncul parkir-parkir liar dan sebagainya seperti itu. Nah, ee kira-kira gambarnya seperti itu. Kemudian tanggal pengemuan dipasang ya, kenapa kita akan memberikan batas waktu yaitu SPT-nya 10 hari dan terakhir adalah nama dan alamat penanggung jawab. ee usaha atau kegiatan yang menerima SPT. Jadi, Bapak dan Ibu kalau kita biasanya kita mungkin sekarang jarang e lihat koran ya, tapi kadang-kadang itu muncul kita bisa memberikan saran masukannya Bapak dan Ibu silakan di sini. Nah, keungguan juga setelah itu ada undangan ya di undangan KP nih Bapak dan Ibu kons publik yaitu siapa ee kita mau apa aja sih tujuan KP-nya, kemudian waktu dan tempatnya kemudian bentuk dan cara metode konssi publik yang akan dilakukan kemudian di mana ya dan juga saran pendapat tanggung. Jadi kadang-kadang di mana lokasi Bapak dan Ibu tergantung ya. Biasanya kalau ee kami sudah begitu kita pertama tadi mendapatkan ee Bu kita akan mencusin dokumen kita sudah melakukan penapisan, kita sudah koordinasi dengan R setempat biasanya kita kemudian koordinasi itu dengan wilayah dengan desa atau dengan kelurahan Pak. Kita akan ada kegiatan seperti ini. Kita akan melakukan sosialisasi yaitu dalam har ini kita melakukan konsultasi publik ya. Kita konsultasi publik kita akan menggunakan masyarakat terutama masyarakat terdampak. kita sampaikan ni jangan lupa Bapak dan Ibu ya. Kenapa? Karena supaya nanti yang diundang itu adalah sesuai dengan harapan kita. Jangan sampai justru kita melakukan KP masyarakat terdampak yang terdekat itu tidak diundang. Ya, kadang-kadang yang karena yang memilih undangan adalah kadang-kadang kepala desa atau Pak Lurah. Jadi itu tetap Bapak dan Ibu kita sampaikan. Kemudian nanti dari desa biasanya disampaikan, oh ya kita misalnya di aula ya, kita lakukan di aula atau kadang-kadang juga beberapa ada juga dilakukan di rumah makan ya karena memang mungkin tempatnya lebih strategis di rumah makan dan sebagainya silakan saja. Terus bagaimana cara metodenya? biasanya kita ee dengan cara ee kita pertemuan kemudian kita paparan dan laku e tanya jawab seperti seminar seperti itu. Nah, ini bentuk caranya tadi seperti ada loka karya atau seminar FGD ya eh focus group discussion, temu warga, forum dengar pendapat, dialog interaktif, dan juga cara komunikasi duara. Nah, harapan Bapak Ibu, kadang-kadang kita sudah melakukan ya ee 1 KP tapi ee beberapa pengalaman saya juga tidak cukup hanya sekali Bapak dan Ibu konsasi publik ya ternyata ee di tempat la di wilayah yang pas hadir itu Bu tolong ee lakukan lagi Bu sosialisasi ini yaitu di wilayah terdekat dengan lokasi ya. Jadi itu salah satu permintaannya sebaiknya juga kita ikuti ya seperti itu ee karena memang ee dia masih memprotes ya dari kegiatan yang akan kita lakukan ya. Misalnya ada ee kegiatan kita adalah ee rumah susun atau apartemen ya. Nah, biasanya masyarakat yang terdekat nih perumahan apalagi perumahan-perumahan ee yang lumayan elit Bapak dan Ibu dia agak keberatan karena dianggap memang mengganggu ee kurang nyaman. Kemudian dia khawatir ya nanti dekat dengan lokasi dia nanti akan macet ya biasanya akan muncul dampak-dampak lain dari suatu kegiatan ya misalnya macet sekarang aja Bu kita sudah macet nih seperti itu. Nanti kalau ada kegiatan ini apalagi apartemen, rumah susun ya nanti ada mall-nya lagi itu akan menambah kemacetan. Nah, seperti itu. Nah, itu Bapak dan Ibu kadang-kadang dia minta lagi beberapa saya ee kita lakukan lagi yaitu ditemu warga yang dekat dengan lokasi misalnya cukupnya hanya di aula warga saja di dekat RT setempat ya sampai pernah dua sampai tiga kali sampai clear Bapak dan Ibu ee itu selesai baru kemudian kita maju ke ee dokumen ee kerangka acuan ya. Jadi sebaiknya Bapak dan Ibu, kita lebih baik di awal Bapak dan Ibu kita mendapatkan ee masalah-masalah atau penolakan-penolakan daripada nanti kita sudah mau keluar di belakang barulah terjadi demo dan sebagainya. Ya, pernah juga saya mengalami ya sampai di PTUN kan ya karena ada satu masyarakat yang protes ya justru dia terdekat dengan lokasi dia tidak diikut sertakan dan sebagainya. Jadi kita maju Bapak dan Ibu jangan jangan lupa ini semua Bapak dan Ibu terdokumentasikan dengan baik. Jadi apapun yang Bapak Ibu lakukan dokumentasikan dari undangan yang hadir dan sebagainya, foto-foto dan sebagainya ya. Justru kalau sekarang kita sudah bisa merekam ya Bapak dan Ibu. Jadi ee itu yang kita ee apa diperlukan Bapak dan Ibu jika terjadi apa-apa kita masih punya ter dokumentasi dengan baik dan ini juga Bapak dan Ibu yang akan nanti menjadikan lampiran juga ya di dalam ee dokumen formulir kerangka acuan seperti itu. Nah, kemudian ee dalam konsultansi publik informasi yang disampaikan paling sedikit ada deskripsi rencana usaha atau kegiatan ya. Jadi kita sampaikan ini kegiatan kita ya. Kalau kegiatan kita misalnya untuk limbah B3 memang cukup ee sensitif ya Bapak dan Ibu ya karena kan takut ya apalagi kayak sampah nih sampah itu belum apa-apa sudah ramai nih penolakan warga ya karena ee dindinginya ya seperti itu terus nanti bau dan segala jadi ee kita memang sampaikan seperti misalnya TPA ya misalnya berarti kebauan yang utama ya terus nanti kekhawatiran dari air lindi ya di bawahnya itu masuk ke ee daerah kita dan sebagainya kita sampaikan dampak-dampak yang akan muncul. Kemudian limbah B3 juga sama ya, insinerator nanti muncul takutnya kebauan dan sebagainya ya. Kemudian dari reklamasi yang muncul dari gangguan nelayan ya kemudian akan hilang mata pencarian dan sebagainya itu sebaiknya juga disampaikan Bapak dan Ibu kegiatan kitanya. Kemudian defisi rencana usaha atau kegiatan, kapasitasnya, luasan lahan ya, kemudian luasan bangunan dan sebagainya ya. Kemudian dapat potensial tadi sampaikan dan juga komponen lingkungan yang akan terkena dampak dari rencana usaha atau kegiatan. Jadi komponen lingkungan itu nanti apa aja sih yang terkena itu Bapak dan Ibu munculkan di dalam KP sehingga kita mendapatkan tadi saran, pendapat dan tanggapan yang cukup banyak Bapak dan Ibu di dalam kita menyusun nanti di pelingkupan di dalam formulir kerangka acuan seperti itu. Nah, ini sebaiknya memang lebih didetailkan. Kadang-kadang pernah kita melakukan memang enggak banyak nih ternyata masyarakat ya, justru kita dicurigai sama penilai yaitu ini kok setuju semua, bagus semua. Apakah memang padahal kegiatannya lumayan nih lumayan itu ee apakah memang tidak disampaikan secara detail dari kegiatan sehingga masyarakat sedikit sekali yang menyampaikan dari ee sarannya seperti itu. Kekhawatiran juga sedikit sekali ya seperti itu. Jadi memang sebaiknya lebih didetailkan seperti itu. jangan takut ya ee nanti masyarakat menolak dan lebih baik kita di awal ya kalau tuh masyarakat memang itu menolak justru kita akan lebih lebih strik di dalam nanti di dalam RKL dan RPL kita Bapak dan Ibu saya pernah waktu itu juga waktu KP ya pada saat kita KP ee kegiatan migas ya justru di saat itu juga lokasi kita di kita di aula di ee kabupaten ya kemudian diu lokasi ternyata ada gas kick ya banyak saat itu apa banyak orang yang waktu itu pingsan ya ee karena adanya semburan ya dari gas itu ee kemudian munculah banyak. Jadi dari responden 100 ya kurang lebih 80% itu dia menolak dia tidak setuju dengan karena tadi kekhawatiran tadi yaitu pada saat ada semburan-semburan gas liar dan sebagainya ya. Ee namun demikian ee ee pada saat kita pembahasan justru ini kita lebih konsen Bapak dan Ibu. Nanti kita dapat masukkan juga dari pakar dalam menanggulangi ee dampak-dampak ini ya. Sebenarnya kalau kita sosek adalah ee sosekb adalah seringkali selain dampak primer banyak kita dampak turunan ya Bapak dan Ibu ya. dampak sekundernya ya misalnya dari banjir, dari kebauan, dari kualitas udara, kualitas air, muncullah kita ke ee sosek yaitu misalnya ee keresahan masyarakat atau nanti timbulnya konflik dan sebagainya ya atau kekhawatiran-kehawatan itu nanti akan muncul kita biasanya muncul dari ee untuk sosek dan kesmas biasanya adalah dampak turunan ya seperti itu. Nah, ini ee sebagai pengetahuan saja bahwa ketentuan pelibatan masyarakat terkena dampak di sini ee sistem informasi bersama dengan pengumuman permakarsa ya tim uji kelayakan melakukan penibatan masyarakat permatai lingkungan. Kemudian SPT-nya tadi 10 hari ya, kita tunggu saran pendapat dan tanggapan. Kemudian disaring yang relevan kemudian disampaikan kepada penanggung jawab untuk di dalam formulir rangka acuan ini Bapak dan Ibu balik lagi yang tadi kita kaitan dengan sosek ini penting sekali di dalam ee pelibatan masyarakat ini ya. Itu nanti penting penting dalam formulir kerangka acuan. Ini contoh-contoh ya pada saat ee ini kegiatan ee pelibatan masyarakat yaitu pada saat KP ya konsultasi publik ini di daerah ee Bahodopi ya Bahodopi yaitu di Kecamatan Bahodopi ini di Morowali ee Provinsi Sulawesi Tengah dan ini ee kegiatannya itu yaitu ee dari tambang nikel yaitu ee pembuatan ee kayak buburnya bubur nikel kemudian diproses kemudian dialirkan ke Morowali ke imit ya. Nah, ini adalah ee di daerah Konawe yaitu proses produksinya ada di Konawe yaitu di ee ee Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara. Kemudian dialirkan di ee Morowali ya di Bahodopi ya ee desa beberapa desa ee diipnya. Kemudian masyarakat terdampak adalah beberapa desa yang ada di Bawad Dopi yang memang dekat dengan lokasi. Nah, ini adalah contoh-contoh saja kita Bapak dan Ibu jangan lupa ini didokumentasikan ya. Kita undang masyarakat ee terutama yang dekat sekitar ya. Ini kita lakukan penjelasan dan ini masyarakat yang hadir kemudian tanya jawab dan saran, pendapat dan tanggapan. Ini juga nih belum lama ini adalah di ee Jayapura ya di Potekam ee ee itu yaitu untuk pembangunan di sini yaitu PLN ya yang ee saluran transmisi Sutt saluran udara tegang tinggi SUT ya bukan SUTET ya Sutt 150 kafe dan juga pembangunan gardu induk ini bulan yang lalu ya di eh bulan masih di bulan bulan April bulan April terakhir nih di sana. Nah, ini yang kita foto bersama dan juga ini masyarakat yang hadir Bapak dan Ibu ya. Jadi ee ulangi lagi karena ini cukup panjang ya beberapa desa ya karena ee saluran dari PLN itu cukup basah dan itu yang diundang cukup banyak juga seperti itu. Nah, ini contoh-contoh dari ee kita melakukan ee kegiatan-kegiatan namanya konsultasi publik. Nah, untuk di komponen ee lingkungan kita balik lagi sosial ekonomi budaya ya. Kemudian kondak mandal ini ada geofisik kimia ya. Geofisik kimia itu mulai dari tadi ee kualitas udara ya. Jadi kalau masih komponen tidak ada dampak ya belum penurunan atau peningkatan tapi hanya kualitas udara saja. Dampaknya apa? Penurunan kualitas udara. Terus ada kebisingan ya. Kemudian ada apalagi ee misalnya ee kualitas air permukaan ee kemudian ee lalin ya. sekarang masuk di viskin dan sebagainya. Ada hidrologi ya, kemudian terus ada hidrologi kemudian dan sebagainya ya. Ee peningkatan kuantitas air ya misalnya banjir seperti itu. Kemudian kualitas dari air kualitas air tanah, kualitas tanah bisa enggak? Itu masuk semua di geofisik kimia ya. kualitas tanah misalnya dari kegiatan kita terutama limbah B3 itu harus memasukkan dari komponen lingkungan ronanya harus ada di kualitas ee tanah ya kualitas tanah karena memang ee cukup sensitif. Kemudian selain dari geofisi kimia ada biologi ya. Biologi ini contohnya flora, fauna ya komponen lingkungannya. Kemudian ada biota perairan ya seperti ini ya. Biota periran nanti kita bisa rinci lagi ada plankton, bentos ya sebagainya. Nah, di bidang kita kali ini adalah di sosial ekonomi dan budaya ya. Terakhir kesmas di sosial ekonomi budaya ini kompon lingkungannya apa saja? Sebagai contoh adalah yaitu ee apa ee kesempatan kerja ya, peluang berusaha ya, kemudian ee persepsi masyarakat ya atau kadang-kadang juga menggunakan persahan persahan ya atau juga gangguan aktivitas nelayan, peningkatan pendapatan e pendapatan ya pendapatan masyarakat belum peningkatan ya itu nanti komponen ee dampak baru peningkatan pendapatan. Nah, inilah yang masuk di dalam sosial, ekonomi, dan budaya seperti itu. Nah, ini sangat penting Bapak dan Ibu ee terkait dengan ee kita di dalam bidang sosial, ekonomi, dan budaya. Nah, aspek sosial sendiri se kalau kita ketahui memang kadang-kadang ya seperti itu. Kalau memang kegiatan kita hanya mall, perumahan, mungkin kita aman-aman saja ya, Bapak dan Ibu ya. Tapi untuk kegiatan yang memang cukup ee besar dan ee menimbulkan dampak negatif kadang-kadang itu seringki menjadi cukup perhatian. Nah, aspek sosial ini seringki kurang mendapat perhatian ya. Dan sesungguhnya itu sebenarnya masalah yang cukup krusial ya. Karena nanti kita akan bisa melihat ee karena karena sosial pernah ada satu kegiatan itu justru kita ee tidak disetujui ya karena masyarakat ee menolak terkait dengan pembahasan lahan kemudian terkait dengan dampak-dampak ee yang cukup ee cukup dampak negatifnya cukup besar. Nah, itu muncullah di ee sosial ekonomi gaya. Kemudian di sini bisa muncul nanti ee banyak kasus-kasus ya, kasus-kasus dalam ee mungkin
Resume
Categories