Webinar 119 Pajak Karbon dalam Transisi Energi, Ekonomi Hijau dan Net Zero Emission (NZE) 2060
irrcood3C6o • 2025-07-17
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Edio ini memang dari grup-grup di alumni ya Mbak ya yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya terasa gitu manfaatnya di kami terutama untuk e para konsultan yang memerlukan tenaga-tenaga ahli. sehingga saya memilih Eco Edu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benar gitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada Edu ya yang akan menyelenggarakan pelatihan. Nah, di sini juga saya banyak baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang disediakan oleh Paku. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut pelatihan di Facebook. Jadi saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana Eko Ibu menyampaikan informasinya. Eko edu itu bagus karena pelatihan-patihnya itu selalu tergini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya akan tatunya itu bagus-bagus dan terbaiklah kejutannya. [Musik] Iya. Ee yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan maksimalkan skill-skill yang saya harapkan begitu ya. bertahun dalam penyusunan dokumen AMDA eject saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update, persoalan-persoalan dalam jurusan AMDA terkini dari ahlinya langsing di lapangan begitu yang pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat itu di e-learning ya. Itu luar biasa ee pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. [Musik] eh e-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. Kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. Arning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di al sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana aja. Juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari kas padan sebenarnya. Jadi apa namanya ya? Kalau saya bilang terlalu murah itu jadi sepadanlah. Jadi menurut saya padan Bu karena memang e pelatihannya itu pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di e sekitar lingkungan saya sendiri gitu. Nah, saya kira sepat sesuailah dengan apa yang kita dapatkan. [Musik] EKTP efektif, tepat, dan profesional. Hemat, cermat, dan hebat. Keren, profesional dan juga keginian. [Musik] Ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian. Selamat bergabung kembali di webinar pajak karbon dalam transisi energi ekonomi hijau dan net zero Emission NZE 2060. Perkenalkan saya Dini yang akan bertugas sebagai moderator pada acara webinar hari ini. Baik, kepada Bapak dan Ibu semuanya sebelum kita mulai acara webinar ini, kita berdoa terlebih dahulu bersama-sama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa. Dipersilakan. Baik, untuk acara selanjutnya mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak dan Ibu untuk duduk tegak. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Baik Bapak Ibu, mohon maaf tadi sempat ada kendala teknis. Dan untuk selanjutnya di sini izinkan saya untuk mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu dekat ini yang akan diselenggarakan oleh kami, yakni itu yang pertama di minggu pertama itu kami ada pelatihan dan sertifikat sertifikasi penanggung jawab operasional pengolahan air limbah. atau POPA yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 hingga 25 Juli 2025. Kemudian di minggu yang sama itu terdapat pelatihan dasar AMDAL gelombang 17 yang akan dilaksanakan pada tanggal 21 hingga 29 Juli 2025. Lalu pada minggu selanjutnya ada pelatihan pemodelan kualitas air sungai Qual 2K dan WASP gelombang 19 yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Juli hingga 1 Agustus 2025. Dan untuk pelatihan pemodelan kualitas air sungai Qualtuk dan WASP itu Bapak Ibu apabila melakukan pembayaran pada H-1 pelatihan akan mendapatkan diskon 10% menjadi Rp3,6 juta. Dan untuk informasi lebih lanjut, Bapak Ibu dapat menghubungi admin kami yaitu Riris dan Nisa. Ataupun Bapak Ibu juga bisa mengunjungi sosial media kami yaitu ada Instagram, YouTube channel, Facebook, dan website resmi kami di wwwekoedu.co.id. Dan juga Bapak Ibu yang tertarik langsung untuk mendaftar, silakan diakses ke pendaftaran.ecoedu.co.id. Selain itu juga kami di sini terdapat inhouse training yang dapat dilakukan secara offline ataupun juga bisa online sesuai dengan permintaan dari instansi dan perusahaan Bapak Ibu semuanya. Jadi kami tunggu Bapak Ibu di pelatihan. Baik, untuk selanjutnya kita akan langsung saja masuk pada acara kegiatan utama kita di mana webinar kali ini itu akan berdiskusi mengenai webinar pajak karbon dalam transisi energi ekonomi hijau dan net zero emission NZE 2060. Dan kebetulan juga kami telah menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya untuk memberikan materi dan wawasan yang bermanfaat ini. Baik, perkenankan saya untuk memperkenalkan narasumber kita hari ini yaitu ada Bapak Muhammad Lutfan Awal, S.PT., M.Sc., MIL. Beliau merupakan karbon spesialis ya. Baik, selamat siang kepada Bapak Lutfan. Selamat siang. Ya, selamat siang, Pak Lutfan. Siang, Mbak. Sehat, Mbak Dini? Ee mohon izin untuk suaranya belum terdengar ya, Pak. Belumar. Eh, cek apakah ada, Pak, sekarang? Halo. Suaranya masih kecil, Pak, volumenya. Oke, oke, oke. Sebentar. Halo. Ee sudah ada sekarang. Oke, Pak. Sudah ada. Iya. Bagaimana kabarnya, Pak Lutfan? Alhamdulillah sehat. Ee masih kecil atau sudah normal suaranya? Ee untuk masih kecil sih, Pak. Mungkin agak sedikit. Ah, coba kalau Nah, yang bermasalah. Siap-siap. I Baik, kalau begitu mungkin sebelum dimulai izinkan saya untuk memberikan penyampaian beberapa teknis saja. Yaitu yang pertama untuk pemaparan dilaksanakan selama 1 seteng jam, kemudian nanti dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan menggunakan aplikasi Slidu dan kemudian dilanjutkan lagi dengan tanya jawab secara langsung. Baik, untuk mengefektifkan waktu saya serahkan ruangan Zoom ini kepada Pak Lukfan dan kepada Bapak Ibu semuanya. Selamat mengikuti acara webinar ini. Oke, terima kasih Mbak Dini. Saya izin share PowerPoint saya. Oke, apakah sudah muncul Bapak Ibu sekalian? Sudah ya, Pak. Oke. Oke. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, mungkin pagi menjelang siang, Bapak, Ibu sekalian peserta webinar kali ini. Ee hari ini saya diundang ee Eko sebagai salah satu pembicara yang tema diskusi kita hari ini adalah ee tentang pajak karbon dan bagaimana pajak karbon ini di dalam transisi energi, ekonomi hijau dan ee target net zero Indonesia ke depannya. Mungkin ini ada sedikit ee perkenalan dari saya. Saya punya beberapa pengalaman kerja di FHO sebagai karbon spesialis, tapi fokusnya di social forestry, kemudian juga di Jentara sebagai carbon expert dan eh di CES UNPAT dulu sebagai resour officer. Dan untuk background pendidikan saya punya background di environmental studies atau eh ilmu lingkungan dan juga di Bioresource science yang di mana ini menjadi asal mula saya berkecimpung atau kenal dengan namanya eh ecologal footprint yang ke sini menjadi ee karbon-karbonan seperti itu. Ee untuk kontak ada di situ bisa nanti kalau misalnya ada yang ingin ditanyakan atau didiskusikan. bisa langsung dikontak melalui email ataupun melalui melalui Linkin saya. Oke, ini ada satu quote dari Kofi Anan, yaitu yang menjadi ide yang absorb atau abstrak di eh abad ini adalah bagaimana kita mengimplementasikan sustainable development menjadi suatu kegiatan yang bisa dilakukan di kegiatan hari-harian. Jadi kalau misalnya eh dari bangun sampai tidur lagi, bagaimana kita mengambil ide dari sustainable development yang ada 17 goals itu ke dalam kehidupan sehari-hari kita. Memang susah, tapi memang bisa dilakukan. Mungkin dengan mengikuti webinar kali ini kita bisa sedikit dapat gambaran bagaimana cara kita melakukan itu di kehidupan kita sehari-hari. Oke, ee sebelum kita jauh ee berbicara tentang pajak karbon, ee saya ingin kita mundur sedikit tentang apa itu karbon sebenarnya di dalam konteks perubahan iklim dulu. Ee awalnya ketika istilah karbon ini muncul, yang pertama kali dipikirkan orang adalah arang. Karena karbon ini sangat identik dengan namanya karbon aktif yang dulu kita tahu untuk memurnikan air ataupun buat obat. Kemudian setelah pemahaman ee mulai meningkat maka kita ee merujuk bahwa karbon itu bisa jadi emisi yang dihasilkan dari ee kegiatan pertanian atau peternakan seperti itu. Kemudian ada lagi karbon itu berarti semua emisi atau asap yang keluar dari proses industri. berkembang lagi menjadi ee pemahamannya menjadi bahwa karbon itu ada hubungannya dengan energi terbarukan dan yang paling banyak sebenarnya juga ada karbon itu ee ada hubungannya dengan kehutan baik itu deforestasi maupun degradasi. Sebenarnya dalam konteks ee perubahan iklim karbon itu ada di semuanya dan bahkan sekarang areng pun masuk sebagai salah satu objek ee pengukuran karbon. Karena semakin banyak standar karbon internasional yang mulai me bukan mengklaim mulai memasukkan ee biochar yaitu ee salah satu jenis arang di dalam salah sat di dalam salah satu upaya yang ee diakui untuk memitigasi perubahan iklim seperti itu. Secara definisi, karbon itu adalah unit eh yang dihitung atau diestimasi dari greenhouse gas eh eh GSG yang dikeluarkan dari kegiatan antropogenik atau kegiatan manusia atau yang disimpan di dalam carbon puls. Biasanya diukur menggunakan eh carbon food permetology atau GH inventory. Eh dan unitnya umumnya adalah karbon dioxide ekivalen atau CO2 ekivalen. Sebenarnya nanti ada beberapa ee tipe gas yang lain, tapi untuk memudahkan biasanya dikonversi menjadi ee karboni dioksida. Nanti kita akan berbicara lebih lanjut bagaimana cara konversinya. Dan karbon unit ini sendiri adalah suatu benda yang tidak bisa dipegang, tidak bisa dilihat, tapi bisa diukur dan di perdagangkan tradable. ee dalam artian ee ada suatu mekanisme gimana caranya karbon unit ini bisa kita pindahkan haknya dari satu entity ke entity yang lainnya seperti itu. Kemudian eh GSG itu sendiri adalah eh gas yang commonly found. Jadi memang gas ini itu secara umum ada di atmosfer kita dan ditemukan secara natural yang gunanya membantu bumi kita tetap hangat di mana dia ee menahan atau ee memantulkan kembali radiasi matahari yang masuk ke dalam bumi sehingga ee bumi kita tetap hangat. Dan yang saya yakin Bapak Ibu sekalian sudah pernah mendengar eh greenhouse gass effect atau efek rumah kaca dan carbon pulsar atau ee tempat penyimpanan karbon-karbon karbon unit yang ada di dalam sistem di bumi yang bisa mengakumulasi, menyimpan ataupun melepaskan kembali ee emisi atau karbon yang mereka simpan itu sendiri. sendiri. Kemudian mengapa ee mengukur emisi gas rumah ee gas rumah kaca kita menjadi suatu hal yang penting? Karena seperti sebelum eh seperti disebutkan sebelumnya bahwa GRK atau GHG itu adalah suatu gas yang umum ditemukan di atmosfer kita dan memang kita memerlukannya. Tapi semenj ee ada data dari IPCC tahun 2021 bahwa konsentrasi gas rumah kaca yang ditemukan di atmosfer itu meningkat, rata-ratanya meningkat. Jadi memang ada fluktuasinya tapi nilai tengah dari fluktuasi itu meningkat dari tahun ke tahun dari awal ee 1880 hingga 2020. Dan memang ada beberapa yang mengatakan bahwa ini kan fluktuasi naik dan turun itu merupakan fluktuasi yang ee natural terjadi memang. Tapi titik tengahnya atau rata-rata tengahnya dari peningkatan dan penurunannya ini cenderung meningkat dan ee efeknya apa? Suhu di permukaan buminya meningkat. Sekarang sudah mencapai 1 derajat lebih panas dibandingkan ee zaman preindustrial level. Jadi sebelum revolusi industri itu yang menjadi alasan kenapa kita perlu ee mengukur emisi gas rumah kaca atau emisi ee GHG yang kita hasilkan. Efeknya apa? Tentu saja pemanasan global atau efek rumah kaca yang tadinya cukup untuk menghangatkan bumi, sekarang melebihi dari kecupukan itu. Jadi intensitasnya dari ee efek rumah kaca itu meningkat. sehingga yang itu yang kita sebut sebagai global warming atau pemanasan global. Dan pemanasan global ini berpengaruh pada semua spesies di bumi yang bisa jadi dari kita kehilangan biodiversitas dan di mana biodiversitas ini merupakan ee spesies-spesies yang sebenarnya kita perlukan untuk menjaga ekosistem ee yang ada di bumi ini. Dan kita sebagai manusia juga ee sampai saat ini masih sangat bergantung pada biodiversitas. contohnya padi saja atau pangan kita itu masih 70% ee bergantung pada polinator. Ini data paling baru dari FHO. Kemudian juga ee efeknya adalah ada perubahan dari suhu ee tahunan, regulasi iklim tahunan yang umum terjadi. Jadi misalnya di suatu tempat yang umumnya dia ee hujan misalnya hanya 2 mm setiap kali hujan kemudian naik menjadi 20 ataupun hujannya dibarengi dengan angin ee kencang atau misalnya daerah yang umumnya ada ee musim salju, musim salju bergeser dan bahkan tidak ada sama sekali ataupun meningkatnya intensitas ataupun ee apa ya dampak dari ee kondisi iklim itu sendiri dan ujungnya di manusia adalah reduce inequality of life. Karena tadi kita masih sangat bergantung kepada biodiversitas, kemudian juga kita masih hidup di dalam bumi. sehingga apapun yang terjadi dalam bumi ini, apapun yang terjadi dalam ee cuaca yang ada di dalam bumi ini akan berpengaruh secara langsung ke baik dalam kesehatan, kemudian baik dalam ekonomi kita ataupun ee dari apa ya aspek kehidupan hari-harian yang setiap hari kita lakukan. Misalnya kita saat ini pasti sebagian besar dari kita merasakan bahwa ee panasnya di siang hari itu cukup menyengat. Kemudian ketika malam itu tiba-tiba dingin sekali seperti itu. Itu bisa jadi salah satu dampak dari eh climate change yang terjadi saat ini. Dan ini juga ada ee data dari IPCC bahwa dampak perubahan iklim yang kita rasakan saat ini itu hanya sebagian kecil dari dampak perubahan iklim yang akan dirasakan oleh anak cucu kita di 100 tahun atau 70 tahun ke depan. Karena di sini kita lihat di ee di tahun 2020 itu hanya dampak hanya garis oren yang terlihat. Sedangkan di tahun 2200 eh maaf ee merahnya berubah merah sangat gelap. Jadi untuk ee anak atau cucu kita yang lahir di tahun ini ketika mereka nanti dewasa ataupun sudah tua yang mereka rasakan itu bisa beberapa kali lebih parah dibandingkan yang kitaakan ee yang kita rasakan hari ini. Maka ee kembali lagi apakah kita punya niat untuk menurunkan ee dampak dari perubahan iklim ini atau memang kita ingin melakukan bisnis asual seperti yang kita lakukan saat ini? Kemudian ee apa yang menjab pengaruh utama dari peningkatan konsentrasi gas rumah kaca ini mayoritas disebabkan oleh kegiatan manusia baik itu dari ee kebakaran hutan yang sering sekali kita punya apa namanya kita kita temui kejadiannya di Indonesia. Kemudian ada penggunaan bahan bakar, kemudian ada proses industri, proses ee produksi dari energi itu sendiri sampai dengan ee proses industrialisasi dari pertanian yang kita miliki saat ini. Nah, kemudian ini ada beberapa tipe gas rumah kaca yang diketahui dan ini biasanya ee tabel ini akan di-update setiap kali ada eh AR atau assessment report dari IPCC. Ini saya menggunakan assessment report tahun eh edisi ke-6 tahun 2021 di mana ada beberapa tipe gas rumah kaca yang utama. Yang pertama ada CO2, kemudian ada CH4. sekarang sudah dibagi menjadi dua. Jadi, ada CH4 fosil dan nonfosil. Ada NO2 golongan HFC dan CFC ke bawahnya. Dan di sini itu kita lihat ada beberapa indeks sebenarnya eh GWP indeks umumnya kita pakai GWP indeks 100. Nah, GBP indeks 100 ini yang menjadi konversi ee bagaimana kita mengkonversi gas rumah kaca lain menjadi CO2 ekivalen. Jadi, maksudnya CO2 ekivalen itu setiap 1 ton gas CO2 eh maaf setiap 1 ton gas ee rumah kaca selain CO2 itu berapa ee ekivalennya di dalam eh CO2? Contohnya kalau misalnya kita lihat yang eh CH4 fosil dia GWP 100-nya adalah 29,8 plus-11. Jadi tiap 1 ton CH4 fosil itu ekivalen dengan 29,8 ton CO2 atau pengaruhnya 29 kali lebih tinggi dibandingkan CO2. Nah, ini ada contoh misalnya ada 2 kilo dari CO2, 2 kilo dari CH4 dan 1 kilo dari NO2, N2O, maaf. Maka berapa CO2 ekivalennya? Jadi tinggal kita kalikan masing-masing ee berat gas itu dengan GWP 100-nya. sehingga kita dapat totalnya adalah 329 kilo CO2 ekivalen. Nah, umumnya nanti kalau misalnya kita berbicara tentang karbon, satuan yang dipakai adalah CO2 ekivalen sehingga ee dan ini merupakan satuan yang ee universal dan umumnya diakui oleh seluruh ee negara di dunia. Ini ada data dari emisi gas rumah kaca di negara di dunia. Yang di sebelah kiri adalah total emisi. Ee Cina masih nomor satu. Kemudian ada India, Jepang, dan ee South Korea dan kita juga ada di situ. Ee kemudian ketika kita bagi menjadi kapita atau dibagi menjadi jumlah dengan jumlah penduduknya maka Cina menjadi kecil karena Cina memiliki populasi paling besar di dunia sehingga perkapitannya dia lumayan kecil dibandingkan dengan Amerika. Di sini ada Virgin Islands yang dia cuma state tapi eh per kapitannya paling besar dibandingkan negara lain. Atau kalau misalnya mau disimplifikasi bisa seperti ini. Jadi ini adalah totalnya masih ee tahun 2023 masih Cina nomor satu kemudian disusul oleh ee Amerika, India ee Uni Eropa dan Rusia. Dan kita sebenarnya ee masuk 10 besar sebagai emiter gas rumah kaca di dunia. Jadi kita dari sebelah kanan itu di atasnya Brazil sebagai negara nomor tuuh ee emitor gas rumah kaca e terbesar di dunia. Kalau misalnya kita bagi prosektor, emisi gas rumah kaca terbesar itu dihasilkan dari ee dari sektor industri ee di mana memang banyak sekali negara yang masih ee bergantung pada sektor industri batu bara. Contohnya juga Indonesia 69 kita produksi ee listrik kita masih bergantung hampir 70% dari batu bara, kemudian ee 13% dari natural gas dan sebagainya. Selain itu juga dari ini juga ee emisi bahan bakar kita masih di 100 lebih dari setengahnya berasal dari penggunaan batu bara. Kemudian muncul yang namanya Kyoto Protocol yang menjadi salah satu upaya ee internasional bagaimana kita menurunkan emisi secara global. Dan di Kyoto Protokol ini ee ada deklarasi ataupun atau ee ataupun perjanjian bahwa semua negara berkembang wajib menurunkan emisinya. Sedangkan negara-negara maju eh maaf semua negara maju wajib menurunkan emisinya sedangkan negara-negara berkembang belum wajib untuk menurunkan emisinya. Dan dari Kyoto Protocol ini eh muncul namanya carbon pricing yang di mana carbon pricing ini menjadi salah satu upaya mengenakan harga dari karbon yang dihasilkan atau memberi valuasi terhadap setiap satuan karbon atau emisi berdasarkan nilai ekonomi dari masing-masing negara itu. Jadi ee harganya berbeda setiap negara, tapi satuannya sama, CO2 ekivalen seperti itu. Dan Kyoto Protokol ini selesai di tahun 2012 yang kemudian dilanjutkan oleh Paris Agreement. Dan perbedaan Paris agreement ini yang pertama adalah di sini semua negara wajib berupaya atau ee wajib meratifikasi ee upaya penurunan emisi ini di dalam ee kebijakan nasionalnya seperti itu. Yang sebelumnya tadi kan di K protokol hanya negara maju. Kalau di sini di Presementen itu adalah semua negara wajib. Dan salah satu yang sangat yang banyak digunakan saat ini adalah eh artikel 6 dari price agreement di mana eh carbon pricing yang tadi sudah ditetapkan di protokol ini bisa dilaku atau bisa dilakukan tradable trading maaf trading baik antar negara ataupun eh antar entity di satu negara dengan entity yang di negara lainnya. nya. Nah, ini yang menjadi dasar dari ee carbon market yang saat ini mulai berkembang ee terlebih juga di Indonesia seperti itu. Oh, maaf. Perbedaannya apa? Ketika perdagangan karbon ini terjadi antara negara A dengan negara B, maka biasanya itu adalah hubungan bilateral dan ee scop-nya adalah penurunan emisi yang dilakukan dilakukan oleh pemerintah yang akan dibeli oleh pemerintah lainnya. Sedangkan ketika kita pakai artikel 6.4 maka itu maka perjanjiannya bisa eh B2B atau bisnis to bisnis. Jadi tidak perlu government to government lagi seperti itu. Sedangkan untuk yang eh artikel 6.8 itu biasanya ee melalui atau disertifikasi oleh UNFCC. Kemudian ini ada beberap kita lihat ee perbedaan dari instrumen carbon pricing. Yang pertama itu ada emission trading system di mana yang diperjual belikan adalah eh cap atau misalnya data allowance dari emisi di dalam di antara anggota dalam ITS itu sendiri. Kemudian ada carbonx yang kita akan bahas lebih lanjut di webinar kali ini. Kemudian yang ketiga ada crediting mechanism. Credit mechanism ini biasanya bisa kita bagi jadi dua yaitu mandatory carbon market ataupun voluntary carbon market. Kalau mandatory contohnya dulu mungkin CDM dan untuk voluntary sekarang eh VCM itu banyak sekali dan banyak sekali ee isu atau namanya badan yang meng sertifikasi dari eh kredit karbon yang dihasilkan. Kemudian juga ada result based climate finance atau lebih singkatnya kita bisa bilang result based payment RBP yang biasanya ini hubungannya government to government di mana government A akan eh apa ya seperti memberi dana hibah asal government B menurunkan emisinya sekian dan itu merupakan target yang di apa di ee di bukan diakui yang disepakati oleh kedua government itu sendiri. Kemudian untuk yang internal carbon pricing ini biasanya bagaimana suatu perusahaan menginvestasikan sebagian dari ee dananya untuk melakukan penurunan emisi yang nantinya penurunan emisi yang sudah dilakukan bisa diklaim sebagai ee ee green teknologi yang mereka ee mereka terapkan dan misalnya di dicantumkan di dalam ee SR-nya seperti itu. ataupun bisa juga dia membeli offset dari ee projek-projek karbon yang terakreditasi. Ya, kalau kita bagi berdasarkan regulator kebijakan, sifat objek dan ee klaimnya, maka carbon tax umumnya diregulasi oleh ee pemerintah. Sifatnya mandatory karena memang ini dikenakan kepada seluruh sektor biasanya atau sebagian sektor di dalam suatu negara itu sendiri. Objeknya adalah emisi yang dilepaskan dari setiap sektor itu. Harganya juga akan ditetapkan oleh pemerintah dan klaim penurunannya nanti akan diklaim oleh pemerintah nasional. Contohnya pajak karbon. Kemudian kalau ITS ini regulatornya bisa pemerintah ataupun pasar. Contoh pemerintah berarti seperti di kita ee di Indonesia dan di Cina itu yang e regulator kebijakannya adalah ee pemerintah dari masing-masing negara. Sedangkan kalau pasar kita bisa lihat di Uni Eropa ETS karena mereka tergabung di dalam satu ITS bukan satu negara saja tapi dari beberapa negara. Jadi memang ee regulator kebijakannya gabungan antara pemerintah dan pasar dan sifatnya mostly mandatory eh untuk semua anggota yang tergabung di dalam ETS itu sendiri. Kemudian objek yang dikenakan harganya adalah allowance atau cap emission. Jadi eh di sistem ITS itu ketika ada suatu entitas yang berhasil menurunkan emisinya di bawah cap atau di bawah batas. itu yang dia jual sebagai allowance buat ee untuk entitas lain yang menghasilkan emisi di atas ee batas tadi dan regulator harganya juga ditetapkan oleh pemerintah ataupun pasar. Klaimnya nanti bisa diklaim secara nasional ataupun regional tergantung dari di mana ITS ini berada. Untuk carbon market yang mandatory regulator kebijakannya umumnya ditetapkan oleh eh multi atau bilateral tergantung dari tipe kerjaamanya dilakukan oleh berapa negara dan sifatnya mandatory untuk negara-negara yang tergabung di dalam IPCC. Kemudian yang menjadi objeknya adalah penurunan emisi ataupun stok karbon. Jadi kalau penurunan emisi adalah ee emisi yang bisa diturunkan dari ee dibandingkan dengan baseline pada tahun A ataupun stok karbon itu adalah jumlah peningkatan karbon tersimpan dibandingkan dengan ee ee stok karbon di tahun A seperti itu. regulatornya bisa multi ataupun bilateral tergantung dari berapa jumlah negara yang ee bekerja sama. Kemudian klaim penurunannya juga bisa diklaim oleh ee umumnya oleh negara-negara yang memiliki kerja sama itu sendiri. Ee meskipun terkadang di dalam praktiknya bisa jadi yang mengklaim adalah negara yang punya atau memberikan ee dananya di dalam ee kegiatan itu sendiri. Contohnya ada CDM yang dulu eh sempat berjalan. Kemudian ada join implementation, beberapa project yang kita punya dengan Jepang kalau tidak salah. Kemudian yang terakhir ada voluntary carbon market di mana regulator kebijakannya dan ee harganya ditetapkan oleh pasar. Jadi memang tidak ada ketetapan berapa setiap unit karbon yang dijual harus dihargai dan sifatnya voluntary. Sebagian besar yang melakukan kegiatan di sini itu tidak ee apa ya? Tidak diwajibkan oleh ee tidak diwajibkan secara ee regulasi atau kebijakan untuk melakukan penurunan karbon atau peningkatan stok karbon, tapi memiliki nilai additionality. itu yang membedakan antara eh umumnya antara eh carbon pricing volunary eh carbon market volunary ini dengan eh carbon pricing lainnya. Dan klaim penurunan emisinya nanti adalah diklaim oleh entitas yang membeli eh unit karbon yang terverifikasi itu sendiri. Contohnya ada VCS dari Vera, kemudian ada VCS itu Vera Carbon Standard, kemudian ada first atau verified emission reduction dari gold standard, ada PVCis, Plan Vivo carbon standar atau kalau misalnya di pasar karbon e nasional kita ada SPEGRK eh sertifikat penurunan emisi gas rumah kaca yang disertifikasi oleh SRN PPI. Nah, ee kemudian apa itu pajak karbon? sebenarnya adalah suatu penetapan harga karbon secara eksplisit dengan dengan cara mengenakan pajak dari ee untuk para emitor atau ee penghasil emisi CO2 yang unitnya kembali lagi yang digunakan adalah ton CO2 Givalent. Biasanya eh harga pajak karbon ini disesuaikan dengan kebijakan ee perpajakan yang tujuannya adalah mendorong para emitor untuk menurunkan emisinya. sehingga ee nilai atau capital cost yang mereka perlukan dalam produksinya lebih rendah. Karena apabila mereka menghasilkan emisi lebih tinggi dibandingkan batas yang ditentukan, maka tentu saja mereka perlu ee membayar pajak lebih tinggi. kebijakan karbon pajak di Indonesia, pajak karbon di Indonesia itu dimulai ada di tahun 2021 dengan Perpres 98 di mana di situ ditetapkan ada pungutan atas kegiatan atau barang yang berpotensi menghasilkan emisi. Kemudian juga ee disinggung pada Undang-Undang 7 tahun 2021 tentang harmonisasi perbajakan yang ditetapkan tarif dasar pajak karbon seharga Rp30 per kg atau R30.000 per ton CO2 ekivalen atau kurang lebih setara dengan ee 2 US DO. Nah, tapi untuk saat ini ee implementasi harga ini masih dilakukan di ee sektor pembangkit listrik ee yang ada di Indonesia. Jadi memang belum sampai ke sektor lainnya. Pajak karbon ini umumnya bersifat wajib tapi bebas. dalam antian wajib semua emitor yang di dalam sektor yang sudah ee sudah diakui pemerintah masuk di dalam ee di dalam skema pajak karbon ini wajib wajib ikut serta di dalam mekanisme pajak karbon tapi bebas menentukan jumlah pajak yang akan dibayarkan kembali lagi jadi mereka bisa membayarkan lebih rendah dibandingkan orang lain kalau memang mereka bisa menurunkan emisinya. Dan bagaimana cara menurunkan emisinya itu yang harus ee ditetapkan sendiri oleh para emitornya. Baik mereka bisa melakukan investasi pada inovasi atau peningkatan informasi dan teknologi di dalam ee SDM-nya sehingga emisi yang dihasilkannya lebih rendah. ataupun mereka juga bisa ee mencoba untuk membeli ee apa namanya karbon kredit untuk menet bukan menetralisir untuk menurunkan ee jumlah emisi yang mereka hasilkan seperti itu. Jadi, jadi wajib diikuti tapi bebas untuk menentukan sendiri jumlah atau nominal pajak yang akan mereka bayarkan. Ee kemudian bagaimana interaksi dari kebijakan pajak karbon ini dengan ee kebijakan lainnya. Jadi pajak karbon ini bisa bersifat komplementari atau melengkapi ketika memang pemerintah bertujuan ee untuk menurunkan emisi yang dihasilkan di dalam di baik itu regional, di kota ataupun di secara nasional. dan memang belum ada kebijakan lain yang bertujuan mengurangi emisi. Jadi, contohnya ketika ee saya yakin Bapak, Ibu sekalian yang mungkin tinggal di Jaburitapek tahu bahwa ee merasakan bahwa ee kualitas udaranya menurun seperti itu. Kemudian juga ee kabut asap merupakan hal yang sangat mengganggu bagi kehidupan, bagi kesehatan ataupun kegiatan sehari-hari. Maka bisa jadi pajak karbon yang nanti diterapkan secara regional, kalau misalnya secara regional di Jaburitabek itu tujuannya adalah ee untuk mendorong penurunan atau peningkatan kualitas udara sehingga ee apa namanya sehingga nilai dari atau sehingga ee objek dari pajak pajaknya itu sendiri bisa dikenakan baik di kegiatan ee industri ataupun BBM kalau memang belum ada pajak BBM ya seperti itu. Yang kedua adalah overlapping tadi apabila sudah ada kebijakan lain yang bertujuan sama dan diberlakukan pada sektor yang sama. Contohnya kalau memang sudah ada pajak BBM yang tujuannya adalah mengurangi konsumsi BBM, kemudian BBM-nya itu ditambah lagi dengan pajak karbon yang tujuannya juga secara tidak langsung mengurangi ee konsumsi BBM. Nah, efeknya apa? ini akan nanti menjadi ee tanda tanya sebenarnya ee ketumpang tindihan ini dari wajib pajak karena ada satu objek pajak yang dikenakan dua pajak sama yang harus dibayarkan dengan tujuan yang sama seperti itu. Dan yang ketiga adalah contracting. Kembali eh saya ingatkan bahwa kita ini berbicara dalam konteks tujuan eh tujuan pajaknya, bukan dalam konteks ee secara luasnya. Jadi contohnya ketika ada pajak karbon yang diterapkan dengan tujuan menurunkan ee emisi, kemudian juga ada kebijakan subsidi bahan bakar yang tujuannya adalah ee meningkatkan konsumsi bahan bakar. Nah, ini adalah dua hal yang ee dari konteks dari konteks tujuannya merupakan dua hal yang e bertolak belakang. Jadi ee nanti ke depannya pengaruhnya adalah salah satu atau bahkan kedua dari kedua kebijakan ini tidak dapat memenuhi tujuan awalnya. Jadi karena memang dua-duanya tertahan satu sama lain seperti itu. Nah, kemudian kita lihat ada beberapa negara di dunia yang sudah mengimplementasikan ee pajak karbon dan beberapa negara juga di implementasi pajak karbonnya digabungkan di dalam ee ITS seperti itu. eh sebagian besar Kanada sudah melakukan mengimplementasikan pajak karbon. Untuk di Amerika ada beberapa states kalau tidak salah yang sudah memulai untuk implementasi ee pajak karbon. Sedangkan untuk Eropa apalagi Eropa Utara merupakan negara-negara yang ee terutama negara-negara ee seperti Swedia, Norwegia, dan Finlandia itu adalah negara yang pertama kali mengimplementasikan pajak karbon. ee mereka mulai di tahun 1990-an, kemudian juga di sebagai negara di ee Amerika Selatan. Dan kita juga kita saat ini masih ee mencoba untuk memformulasikan bagaimana pajak karbon diimplementasikan di sektor lain selain ee pembangkit listrik. Ini ada harga pajak karbon yang ada di dunia yang saat ini paling tinggi ditetapkan di Uruguay dengan harganya mencapai 167 US per ton CO2. Sedangkan untuk negara-negara Eropa Utara kita lihat di atasnya ini ee di antara 110 sampai 130. Dan berdasarkan data World Bank itu hampir 51% negara di dunia masih menerapkan pajak karbon di bawah 10 US dolar per ton CO2 ekivalen. Nah, kemudian pertanyaannya adalah berapa harga pajak karbon yang ideal? Sebenarnya ini ada suatu studi yang dilakukan yang secara hipotesis pajak karbon akan mendekati ideal dan efektif sesuai dengan tujuan eh Paris agreement apabila harganya di sekitar 56 US Do per tahun CEO equivalen. Tapi ini secara eh hipotesis kita belum kita belum melihat eh faktor sosial dari setiap negara. Jadi kalau semua negara menerapkan 56 US ini, maka tujuan Paris agreement menurunkan 1,5 derajat eh suhu dunia itu akan tercapai hipotetically speaking. Nah, kemudian bagaimana kita menerapkan harga pajak karbon yang sesuai? Yang pertama kita harus melihat social cost of carbon itu sendiri. Jadi, social cost of carbon ini bisa diartikan setiap peningkatan atau penurunan 1 ton CO2 ekivalen, berapa kemungkinan orang sakit, berapa kemungkinan orang sehat, seperti itu. Kemudian berapa kemungkinan penurunan kualitas tanah misalnya karena peningkatan 1 ton otas karbon ini memang sangat-sangat subjektif. Kemudian setiap negara berbeda dan ee sangat terikat kepada faktor sosial. bisa dihitung. Ee memang susah tapi bisa dihitung dan saya yakin banyak orang sosial yang paham ini dan ee ahli di bidangnya. Kemudian yang kedua adalah abatement target yaitu mempertimbangkan target penurunan emisi dan target tahun terpenuhnya. Jadi kita bagi nih misalnya ee sekarang emisi kita 100 ee targetnya kita menuruni menurunkan menjadi 50 dengan durasi waktu 50 tahun misalnya. Nah, berarti kita per tahunnya ee kita punya harus menurunkan ee ee 1 ton CO2 ekivalen per tahunnya. Nah, itu nanti kita bagi harganya dan dari situ ee ditentukan ee per tonnya berapa. Kalau misalnya dari berdasarkan IPCC maka eh maaf berdasarkan high level commission on carbon price maka untuk mendukung target IPCC harganya sebaiknya 40 sampai 80 US Do pada tahun 2020 dan naik menjadi 50 sampai 100 US Do pada tahun ee 2030. Kemudian yang ketiga adalah berdasarkan revenue target. Jadi ketika pajak karbon ini digunakan sebagai eh revenue nasional atau pendapatan negara nasional, maka harga pajak karbon ini ditetapkan berdasarkan ee negara ini ingin berapa untungnya dari ee kebijakan pajak karbon ini. Jadi, kita menggunakan analisa ekonomi supply and demand ee objeknya apa? Karena ketika satu ee satu objek dikenakan ee pajak karbon, kalau misalnya pajak karbonnya itu terlalu tinggi yang berakibat pada peningkatan harga dari produk tersebut ee berdasarkan hukum ekonomi maka akan terjadi penurunan dari demand objek tersebut atau produk tersebut. Itu yang harus dipertimbangkan di dalam eh penggunaan pendekatan eh revenue target. Dan yang keempat adalah benchmarking di mana ee ini yang paling ee paling banyak dilakukan yaitu mencontoh kebijakan pajak karbon dari negara lain yang memiliki kesamaan baik dari ee profil energinya, kemudian kondisi sosial politiknya, ketersediaan carbon marketnya, ataupun eh ketersediaan partner dan kompetitor dalam melakukan carbon pricing ini sendiri. Harga pajak karbon yang ditetapkan pun sebenarnya bisa berubah. Ada yang ada yang statis, ada yang dinamis. Contohnya untuk di Islandia ini mereka menggunakan pendekatan single rate di mana ee harganya sudah ditentukan di awal ketika ee kebijakan pajak karbon ini ditetapkan. Nah, cuma kerugiannya adalah ketika ada perubahan ee kondisi ekonomi dan perubahan kondisi politik atau sosial, maka nilai pajak karbon ini menjadi tidak dapat menyesuaikan dengan eh circumstance yang berubah seperti itu. Untuk yang eh dynamic juga ada beberapa pendekatan. Yang pertama adalah predefine rate. Jadi memang nanti setiap eh peningkatan ekonomi berapa akan ada perubahan ee harga pajak karbon. Tapi rate peningkatannya ya sudah ditentukan. Jadi harga pajak karbonnya bisa naik tapi sudah ditentukan harganya berapa ataupun pendekatan hybrid yang dilakukan di Prancis. Jadi yang ditetapkan adalah harga awal dan harga akhir. Bagaimana mencapai harga akhir ini dari harga awal itu yang nanti di ee tentukan sesuai dengan kondisi sosial politik ataupun ee sosial yang berubah di dalam ee negara itu sendiri. Nah, itu itu nanti yang dibahas selama sebelum mencapai target akhir tadi. Jadi, misalnya target A ditetapkan di tahun 2020, kemudian target B ditetapkan di tahun 2060. Nah, bagaimana dari target A ini bisa capai ke target B? Itu yang nanti kita lihat secara ee di perjalanannya seperti apa, seperti itu. Kemudian juga ada yang namanya eh political intervention di ini diterapkan di Finlandia. Jadi, pajak karbon ini bisa berubah. Jadi memang diperbolehkan berubah sesuai dengan ee kondisi politik yang ada di negara itu dan sesuai dengan siapa yang memegang kendali dari pemerintahan yang ada di negara itu. Nah, cuma kekurangannya adalah karena ini ditentukan oleh kondisi politik maka banyak yang ee ber ee asumsi negatif ini bisa diganggu oleh kepentingan politik yang ada dari pemerintah yang naik. ataupun juga ee prediktabilitasnya rendah karena ee untuk pemain atau untuk sektor-sektor yang berada di luar lingkaran pemerintah maka tidak dapat melakukan ee prediksi ke depannya pajak karbonnya akan seperti apa seperti itu. Ataupun yang ketiga itu yang diterap ee namanya teks formula auto adjustment diterapkan di Portugal. Jadi yang diterapkan di dalam pendekatan ini adalah metodologi perhitungan pajak karbonnya. Jadi metodologinya sudah difixkan dengan di mana metodologi itu memasukkan variabel-variabel seperti kondisi sosial politik, kondisi ekonomi, ee kemudian ada misalnya dia ada bencana pun dia masukkan di dalam metode itu. Nah, setiap kali ada perubahan ee apa namanya? Setiap kali ada perubahan kondisi di salah satu variabel tadi, mereka akan menghitung ulang pajak karbon yang sesuai seperti apa. Nah, jadi nilainya belum ditentukan, tapi metode perhitungannya yang sudah ditentukan seperti itu. Nah, cuma memang kembali lagi eh disadvantage-nya adalah eh overly insensitive to economy. Jadi memang ada ketika tadi berubah, salah satu variabel berubah akan berubah semuanya. Padahal belum tentu kondisi ekonominya berubah ee signifikan berubah seperti variabel lainnya seperti itu. Dan yang terakhir ada periodic review di yang diterapkan di Irlandia eh di mana meetingnya atau durasi-durasi review-nya yang ditetapkan. Jadi misalnya per 5 tahun sekali atau misalnya per 3 tahun sekali itu akan direvisi lagi atau di-review kembali harga pajak karbon yang sudah diterapkannya. Ini bisa naik dan bisa turun. Cuma ee pasti ada perubahan atau misalnya pasti ada ada yang dirubah di dalam ee proses review itu sendiri. Nah, jadi pemerintah punya dua opsi dalam mengimplementasikan ee harga pajak karbon itu. Yang pertama itu tetap atau berlaku seterusnya seperti yang kita lihat ini di ee Kanada di mana dia naiknya ee tetap ataupun yang dinamis seperti yang di Singapura yang bisa jadi sudah diatur sebelumnya kenaikannya ataupun memang ee benar-benar mengikuti kondisi dari ee kondisi sosial politik yang terjadi di negara itu sendiri. Dan memang ee tipe dinamis ini merupakan tipe atau pendekatan yang paling banyak digunakan di negara-negara yang sudah mengimplementasikan ee pajak karbon. Oke, kemudian kita lihat kalau kita lihat dari hubungan antara pajak karbon dan pendapatan negara itu ee tidak semuanya ber berbanding lurus. Contohnya ee pada maaf contohnya di Uruguay ketika dia menerapkan 167 US dolar pajak karbon pendapatannya itu hanya 255 juta eh US dollar pendapatan negara dari pajak karbon. Sedangkan kalau misalnya kita lihat di Jepang di mana pajak karbon dia hanya 1,19 eh maaf 1,91 US DO per eh ton COE ekivalen, tapi pendapatannya dari pajak karbon itu mencapai 18.800 juta US Do. Nah, perbedaannya di mana? biasanya ini di ee sektornya berapa besar dari ee sektor yang dicakup di pajak karbon ini mencakup seluruh sektor yang ada secara nasional. Jadi kalau di Jepang kita lihat itu sampai 80% dari sektor yang ada di ee di Jepang dicover oleh pajak karbon. Sedangkan kalau di Uruguay meskipun rate-nya tinggi tapi dia hanya meng-cover eh 4,5% dari total sektor yang ada di ee Uruguay itu sendiri di dalam ee negaranya seperti itu. Selain itu juga ada perbedaan dari beberapa negara menetapkan eh gas yang dicovernya berbeda satu sama lain, tapi memang ee banyak juga yang sudah meng-cover seluruh ee gas rumah kaca yang di dalam pajak karbonnya. ee pajak karbon itu sendiri nanti nantinya bisa dialokasikan menjadi beberapa opsi. Yang pertama sebagai general budget di mana general budget ini adalah pendapatan negara atau devisa negara secara umum yang bisa digunakan negara tersebut untuk memenuhi kebutuhannya atau pengeluarannya. Ini dilakukan di Chili ee Islandia, Portugal dan di eh United Kingdom. Kemudian juga sebagai pengurang teks atau pengurang teks lainnya. Jadi, contohnya ketika pajak karbon ini diterapkan untuk mengurangi besaran pajak perusahaan atau pajak pendapatan perusahaan itu ee kalau memang dia sudah membayarkan pajak karbon. Nah, ini juga dilakukan di British Columbia, states di e Amerika, di South Africa, Prancis, dan di Denmark. Opsi ketiga adalah untuk mengurangi ee apa namanya depangi utang negara. Ini juga digunakan di Irlandia. Jadi memang income dari pajak karbon digunakan langsung untuk mengurangi utang negara. Cuma memang ee untuk opsi ketiga ini umumnya tidak di ee tidak tidak akan secara tidak akan diterima oleh masyarakat secara terbuka karena efeknya tidak dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Kemudian yang keempat adalah untuk rebit atau dikembalikan kepada masyarakat atau wajib pajak dalam bentuk ee suatu sistem yang bisa dirasakan oleh bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Contohnya di Swiss itu digunakan sebagai ee asuransi sosial dan kesehatan masyarakat. Jadi masyarakat di sana free secara health assurance-nya karena ditanggung oleh pajak karbon ataupun di Australia yang dikembalikannya dalam bentuk ee bantuan cash. Mungkin di kita jatuhnya seperti BLT ya. Jadi bantuan langsung tunai yang diberikan kepada ee masyarakat atau rumah tangga satuan waktu seperti itu. Terus kemudian yang kelima itu adalah untuk tujuan spesifik lainnya seperti investasi ee pada mitigasi perubahan iklim, adaptasi perubahan iklim, ataupun bantuan finansial lagi terhadap ee keluarga-keluarga miskin. Ee contohnya ee tadi seperti BLT. Jadi tadi untuk yang Australia itu bukan tidak spesifik untuk salah satu kelompok masyarakat. Sedangkan untuk yang opsi kelima ini bisa bisa digunakan untuk spesifik ee untuk satu kelompok masyarakat seperti itu. Dan yang keenam adalah eh forging revenue atau pembebasan sebagian atau seluruh sektor dari pajak karbon. Jadi contohnya ketika ee suatu entitas sudah membayarkan pajak karbonnya sekian, maka ee nilai dari atau pajak-pajak lainnya dia tidak perlu membayarkan ee sekian persen seperti itu. Dan ini sudah diterapkan di Mexico. Nah, dari enam pendekatan ini mana yang paling banyak digunakan? Sebenarnya yang pertama adalah local brad investment, yang kedua adalah general budget. Ini berdasarkan data tahun 2017. Kemudian ada juga sebagian kecil yang digunakan sebagai direct payment ataupun eh reduction of other taxes. Ini ini berdasarkan 70 negara yang di ee survei pada tahun 2017. Dan bagaimana sebenarnya ee regulator bisa memilih enam opsi tadi. Ee strategi yang digunakannya ada empat yang bisa digunakan sebelum memilih opsi tadi. Yang pertama adalah ee penentuan strateginya bagaimana. yaitu dalam proses ini regulator harus bisa menjabarkan dan menjelaskan apa tujuan dan penggunaan dana dari pajak karbon itu sendiri dan rencana implementasinya bagaimana. Kemudian ee operasional atau ee melakukan dari ee kebijakan strategi kebijakan tadi secara mendetail. Kemudian ada implementasi dan di situ juga secara ee ketika implementasi harus ada transparansinya. Dan yang keempat adalah evaluasi dari strategi yang sudah dibentuk. Jadi memang kalau memang ternyata hasil evaluasinya ee tidak cocok ketika kita memilih salah satu dari enam opsi tadi sebagai penggunaan penerima ee penggunaan dari pajak karbon mungkin memang perlu dilaku perlu mencari opsi lainnya dari salah satu dari enam tadi dan ee enam tadi enam opsi penggunaan ee pendapatan dari pajak karbon ini tidak tidak dalam artian harus hanya satu tapi bisa beberapa apa dilakukan sekaligus seperti itu. Nah, kemudian kalau kita lihat pajak karbon ini sebagai investasi di dalam ee teknologi hijau sebenarnya ada dua variabel yang bisa kita bagi. Yang pertama dari ee segi industri atau dari ee segi konsumen. Karena ee kembali lagi tujuan utama dari pajak karbon ini adalah mendorong emiter untuk mengurangi emisinya yang bisa dilakukan baik dari efisiensi ataupun melakukan transisi ke teknologi hijau. Ee jadi menurut ee salah satu studi yang dilakukan oleh Wolf secara umum eh demand adalah faktor yang mempercepat transisi penggunaan teknologi hijau di sektor industri. Jadi ketika industri tersebut memiliki demand tinggi maka dia akan ee secara lebih terbuka untuk mulai beralih atau mulai melakukan transisinya ke ke penggunaan teknologi hijau sehingga nantinya akan menurunkan ee nilai pajak karbon yang harus dia bayarkan karena mereka memiliki spare dari ee income atau spare pendapatan perusahaan yang memang bisa diterapkan sebagai inovasi atau investasi di teknologi hijau. Sedangkan industri yang memiliki demand rendah umumnya tidak memiliki spare capital untuk melakukan transisi, kecuali memang ee green teknologi atau teknologi hijau itu bisa diperoleh dengan harga yang rendah ataupun memang pajak karabu yang diberlakukan harganya sangat tinggi seperti itu. Sedangkan dari sisi regulator atau pemerintah, umumnya pajak karbon ini tuh ee harus bisa mendorong transisi menjadi green technologi dalam waktu paling sesingkat-singkatnya seperti itu. Tapi tetap kembali tetap tetap harus mempertimbangkan ee relevansi terhadap skala industri dan usaha yang dikenakan ee pajak karbon itu sendiri. Kemudian juga pajak karbon itu juga bisa menghasilkan efek negatif atau ee efek kebalikan ketika pajak karbon yang diterapkan di dalam negara A atau di negara A sangat tinggi dan sangat ketat, tapi di negara sebelahnya ee menerapkan pajak karbon yang lebih rendah, lebih lebih ee lebih longgar dari dari apa namanya? dari ee kebijakannya, maka ada kemungkinan emitor di negara A ini akan memindahkan operasinya menjadi negara B di negara B. Jadi, secara global emisi yang dihasilkannya tidak akan berkurang. Hanya memindahkan emisi dari A ke dari ee area A ke area B. ini yang kalau misalnya di dalam eh skema karbon kita sebut sebagai carbon leakage. Jadi perpindahan emisi karena dilakukannya atau dilakukannya project atau ee pembatasan emisi di ee suatu lokasi seperti itu. Nah, kemudian juga ada yang melakukan ee studi bahwa penerapan atau implementasi dari ee pajak karbon ini akan menurunkan dalam jangka pendek akan menurunkan ee konsumsi dari energi terbarukan, tapi dalam jangka panjang ini akan kembali menaikkannya. Jadi ee naik lagi dan melebihi konsumsi energi terbarukan sebelumnya. ee karena pada umumnya ketika ada ee apa implementasi pajak baru di semua negara pun ada fenomena syok di masyarakat karena ada suatu nominal baru atau suatu expense baru yang harus mereka keluarkan sehingga masyarakat umumnya akan mengurangi konsumsi produk tersebut seperti itu. Tapi dalam jangka panjang ketika human capital kemudian physical capital-nya sudah menyesuaikan eh pajak karbon ini, nah itu akan menjadi eh pendorong dari implementasi eh renewable energy. Jadi dalam jangka pendek dia akan mengurangi konsumsi dari renewable energy. Tapi di jangka panjangnya ini akan meningkatkan bahkan lebih dari ee sebelumnya. Tapi fenomena ini jarang terjadi di negara berkembang karena kita punya perbedaan kualitas regulasi dan ee kelengkapan pasar seperti itu. Sehingga transisi energi terbarukan ini di negara berkembang biasanya memerlukan ee komponen atau variabel yang lebih banyak dibandingkan di negara yang sudah maju. Nah, ee ini ada contoh ee studi yang dilakukan di negara maju. Jadi implementasi environmental tax pada negara-naga EOCD pada tahun 1994 hingga 2014 itu eh awalnya juga memberikan dakmak negatif terhadap konsumsi eh renewable energy. Tapi ketika teks tersebut diikuti oleh insentif yang mengencourage kembali konsumsi eh R ini, maka dalam jangka panjang akan meningkatkannya. Tapi juga dalam catatan insentifnya ini juga harus mendorong economy growth atau tadi eh capital eh human dan physical capital sehingga konsumsi renewable energy-nya ini bisa tercapai nanti di jangka panjangnya. Kalau di negara berkembang ee jadi ada studi yang dilakukan oleh Zo pada tahun 2023 bahwa environmental environmental tax ini tidak akan secara substansional mengurangi emisi dari emisi yang dihasilkan di negara itu. Karena pada negara-negara berkembang ini umumnya kita akan lebih fokus di ehconomic growth. dan bahkan diprediksi economic growth di ee atau pertumbuhan ekonomi di negara berkembang itu hampir dua kali lipat dari negara-negar G7. Dan ketika benefit dari pertumbuhan ekonomi ini didistribusikan secara ee fairly ee maka ini akan mendorong lebih baik ee apa pengurangan emisinya dibandingkan implementasi pajak karbon itu sendiri. Dan tadi juga sudah disebutkan bahwa ketika ee negara berkembang bertetanggaan, ada beberapa klaster negara berkembang salah satunya menerapkan pajak karbon dan yang lainnya tidak atau lebih lebih longgar ee kapasitas regulasinya, maka ini ee akan mendorong perpindahan emisi dari negara berkembang A ke negara berkembang lain. Jadi kalau memang ee negara berkembang itu di dalam satu regional, ada baiknya ketika ketika implementasi pajak karbon itu diterapkan secara regional, bukan satu-satuan. Jadi satu regional itu memiliki ee regulasi pajak karbon yang sama seperti itu. Jadi tujuannya akan tercapai. Kemudian di Indonesia bagaimana rencananya atau skemanya pajak karbon Indonesia itu diterapkan pada dua hal, dua objek. emisi yang dihasilkan bahan bakar fosil dan ke depannya akan diintegrasikan dengan ee pajak-pajak lain dan perdagangan karbon. Kemudian kalau kita lihat dari ee Undang-Undang 7 tahun 2021, rencana alokasi ee atau rencana penggunaan dari penerimaan pajak karbon ini yang diguna akan digunakan pertama sebagai alokasi dana pengendalian perubahan iklim. Dan yang kedua adalah pengurangan pajak karbon bagi wajib pajak yang sudah berpartisipasi dalam perdagangan karbon ee perdagangan emisi, ee pengimbangan emisi atau mekanisme lainnya. Jadi, Indonesia eh menargetkan dua opsi tadi. Yang pertama adalah other specific purposes. Yang kedua adalah for going revenue. Nah, untuk integrasi di dalam ee perdagangan karbon tadi atau misalnya dalam ee ETS ya
Resume
Categories