Transcript
b86Ca-9h-tg • Webinar 120 Tata Ruang Responsif Iklim: Menata Wilayah untuk Masa Depan yang Tangguh
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0154_b86Ca-9h-tg.txt
Kind: captions Language: id atau konteks yang regional ya, ataupun tingkat yang lebih e mikro gitu ya. Nah, intinya itu kita melihat eh mana yang ekstrem gitu ya perubahannya gitu ya. Nah, ini contoh yang bagian kanan sebenarnya kita bisa lihat ya, kita prediksi gitu ya yang gesernya apa gitu ya. Nah, kembali lagi saya mengulang gitu ya, bahwa perubahan iklim ini memang terjadi ee karena adanya peningkatan ya, emisi gas rumah kaca, pembakaran ya, ee kemudian hutan gundul ya, sehingga tidak ada penyerap ee emisi dan sebagainya gitu ya. Penggunaan ee apa ee bahan bakar berbasis fosil dan seterusnya dan ini menyebabkan pemanasan global dan akhirnya terjadilah perubahan iklim. Ada dua cara, yaitu dengan mitigasi. Tadi sudah sampaikan lebih pada upaya pengelolaan risiko dengan menurunkan emisi atau meningkatkan penyerapan gas rumah kaca dengan mengadakan misalkan penghijauan dan seterusnya. Dan kedua adalah adaptasi. Adaptasi ini lebih cenderung pada meningkatkan kemampuan ya, ability dalam menyesuaikan diri ya. Mungkin kita tidak bisa kembali ke kondisi normal, tapi kita beradaptasi dengan kondisi yang ada gitu ya. Nah, ingin saya sampaikan ya ee mungkin sekilas saja bahwa sebenarnya kalau kita punya data tadi saya sampaikan ya, data ee dari wali data misalkan dari BMKG gitu ya, kita punya data yang baiklah gitu ya ee asumsinya gitu. Walaupun ee pada Rnya-nya kadang ada data-data yang ee apa ee tidak ada datanya sehingga kita perlu lakukan suatu ee apa estimasi gitu ya. Nah, sebenarnya kalau kita punya data tersebut ya kita bisa gunakan data itu untuk melakukan namanya proyeksi. Misalnya ini contoh curah hujan tahunan gitu ya di Indonesia ya. Ini dilakukan oleh ee BAPENAS gitu ya di tahun 2034 gitu ya. Polanya seperti apa gitu. Oh ternyata di Kalimantan ee bagian timur ya ini cenderung nanti curah hujan tinggi ya ee secara rata-rata gitu ya. dan ee ada beberapa daerah yang mungkin ee sori yang merah itu sangat rendah ya, yang sangat tinggi itu yang warna hijau ya gitu ya. Nah, itu ee menandakan bahwa ee di beberapa daerah ada yang curahnya tinggi dan sebagainya. Kalau kita lihat ya yang sangat rendah itu terjadi misalkan kalau di Indonesia itu curah hujan yang ada di daerah timur ya mungkin bulan basahnya lebih rendah dibandingkan ee yang ada di Jawa ya atau di Kalimantan ya. kita bisa lihat dengan ee hal ini. Jadi, dari data ee tahunan ya ee yang kita peroleh gitu ya, kemudian kita bisa gunakan proyeksi ya untuk ke depannya. Nah, mengapa saya sampaikan ini? Karena ini akan berkaitan dengan ee aspek tata ruang gitu ya. Karena ini berbasis spasial gitu ya. kita tahu gitu ya daerah-daerah mana saja yang ee curah hujan tinggi, rendah, sedang, dan sebagainya itu akan membantu ya ya membantu penyusunan ee tata ruang gitu ya. Contoh lain misalkan ee kekeringan ya. Nah, kita bisa lihat lihat di sini itu merah ya, artinya kekeringannya sangat tinggi ya. dan sebagian besar yang di Kalimantan ee ee Sulawesi itu ee rendah kekeringannya. Nah, ini ya ini sebagai data atau awal ya yang kita bisa gunakan sebenarnya. Minimal kita bisa membaca ya dari data ini apa ee maksudnya gitu ya. Nah, kita lihat lagi yang lebih ee apa dalam yaitu di tingkat provinsi. Nah, ini kita per pernah lakukan gitu ya ee kami dengan Jaika ee kemudian dengan Pusat Perubahan Iklim ee ya kita minta ahli meteorologi untuk membuat ee peta ini gitu ya dalam konteks di Jobat gitu ya. Jadi kita punya data baseline ya dari data eh tahunan tersebut yang bahaya banjir gitu ya cenderung ee tinggi ada di beberapa daerah ee di perkotaan ya di Kota Bandung dan sekitarnya ya. ee kemudian karena ini rendah ya, kemudian di daerah pesisir ya yang juga rentan ya terhadap e banjir. Kemudian kita proyeksi ini yang ee gambar ee atas kanan ya ternyata ee hampir sama ya polanya gitu ya. Nah, ini bisa kita jadikan sebagai bahan. Kemudian kita bisa susun indeks ya ee indeks terkait dengan ee bay banjir tersebut gitu ya. Jadi wilayah dengan peningkatan bayar banjir yang lebih signifikan ya. kita bisa cari ya. Betul yaang ya kemudian Banjar dan sekitarnya ini juga perlu menjadi perhatian gitu ya. Nah, ini masih bahaya ya tadi bahaya banjir dan sedangkan ini ada bahaya kekeringan hampir sama prosesnya dengan yang lakukan dengan ee bahaya ee banjir ya. Intinya apa? Dari sini kita bisa lihat ternyata dari data tersebut kita bisa melakukan proyeksi ya melakukan proyeksi bahaya ke depan itu misalkan kita ingin prediksi 10 tahun ke depan seperti apa dengan database gitu ya. Ini kalau diterapkan gitu ya di dalam penyusunan tata ruang tadi ya dengan judul utama dari webinar ini adalah semoga tata ruang itu menjadi lebih ee tangguh ya dan responsif terhadap iklim gitu ya. Nah, ini juga ee contoh ee bagaimana bahaya penggenangan pesisir. Jadi semuanya berketan denganan iklim gitu ya. Ee kita juga bisa lakukan prediksi gitu ya. Skenario dengan beberapa skenario 2040 ternyata ada beberapa daerah ya kalau tidak dilakukan secara ee apa tidak ada upaya ya penanganan ini daerah yang daerah utara Semarang terutama daerah timur ini seringkali akan terjadi ee peningkatan rendaman ya. yang sebelumnya mungkin masih orange ya, antara 2 sampai 3 m. Tapi kalau misalkan tidak ada ee penanganan ya di tahun 2040 ini akan ee sebagian besar ee merah ya. Nah, hal seperti ini bisa kita lakukan secara ee apa sacientifik ya, sains. Nah, sekarang kita lihat profil ee bencana yang terjadi di Indonesia gitu ya berdasarkan dari data BNPB atau kita sebut dengan indeks risiko bencana Indonesia gitu ya. Ini kita bisa lihat juga sebagai bahan gitu ya. kalau kita ingin melakukan ee apa ee pengamatan awal ya, observasi terkaitcana. Ternyata sebagian besar ee bencana itu memang dengan bencana hidrologi ya, Tor ya, kemudian ee banjir ya ee selain memang ee ada juga yang ee tsunami ya e namun ee jarang ya dan seterusnya. Ini bisa kita lihat dan daerah-daerah mana saja ee yang seringkiali terjadi ini kita bisa lihat secara spasial. Nah, kita masuk ke dalam konteks ee perencanaan tata ruang. Jadi, rencana tata ruang ini bagi Bapak Ibu ee yang belum ee tahu ya, bahwa rencana tata ruang ini ee setiap daerah dari tingkat nasional hingga tingkat ee kota kabupaten perlu menyusun rencata ruang dengan lingkup waktunya 20 tahun. basis ee itah Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 ya tentang pataan ruang memang ee menariknya di sana memang sudah ada ya kalau kita lihat dalam proses pencan tata ruang gitu ya bahwa ee dalam Tang itu perlu memperhatikan analisis resiko bencana gitu ya. Namun yang ee baru ya di peraturan ee Permen ATR BPN tahun 2021 itu mulai dimasukkan. Perlu ada analisis terkait dengan ee nanti kita lihat ee setelah ini. Nah, posisi pet ruang ee dalam pengurangan risiko bencana ini bisa membantu ya dalam membatasi pembangunan tadi ya. Kalau kita tahu daerah mana saja yang beresiko ya terhadap banjir, longsor, kekeringan, nah kita bisa antisipasi ya. Jadi tidak bisnisual gitu ya, semua misalkan kalau di sana sebagai permukiman gitu ya, itu mungkin kita bisa memberikan suatu rekomendasi gitu ya. Ee bahwa pemik kalau dia dia resiko ee tinggi tidak ada cara lain gitu ya, dia harus eh move ya atau ee pindah gitu ya, relokasi ke daerah lain. Tapi kalau masih resikonya sedang atau rendah kita bisa mungkin dengan teknologi tertentu gitu ya. Nah, itu sebelumnya belum ada gitu ya, belum ada hal seperti itu. Nah, kita coba ee diintegrasikan ke dalam tata ruang dan ini juga akan mengklasifikasikan lahan yang sesuai dengan kondisi bencana gitu ya. Jadi, kita ee perlu tahu bencananya apa gitu ya, yang paling berisiko apa gitu ya. Kemudian kita sesuaikan sekarang ada lagi ee misalkan pertanian-pertanian yang ee tangguh terhadap bencana banjir gitu ya. dengan misalkan kalau kita tahu daerah mana saja, kita bisa men-suplai bibit-bibit ee mungkin dari ee Dinas ee Kementerian Pertanian dia punya bibit yang mungkin tahan terhadap banjir. Contoh seperti itu ya. Kemudian bisa mempromosikan metode Kasa untuk mengurangi risiko ya atau mengatur punaan lahan rencana jurinasi secara ee legal gitu ya. Mengurangi risiko dengan berupa cara ya dengan development atau relokasi serta mengurangi ketentanan sosial dan ekonomi ya. Contoh kemarin-kemarin ee ada banjir ya di daerah Bekasi itu mungkin juga bisa kita antisipasi ya. Kita tahu daerah mana saja sebenarnya rentan atau berisiko ya terkait dengan ee bahaya gitu ya. Nah, peran tetaruan dalam penanggulan bencana ini memang posisinya ya kalau kita ee lihat dalam ee penanggulan bencana itu masuk kepada ee tahapan ee pengembangan dan ee pencegahan gitu ya. Nah, integrasi pengurangan risiko bencana ini ee kalau kita lihat dalam penyusunan tata ruang ya sebenarnya sudah di ee apa dimasukkan gitu ya. Ini Permen ATR ya ee nomor 11 tahun 2001. Saya langsung saja apa bedanya gitu ya. Di bagian yang warna merah ini pengolan data dan analisis data gitu ya. Yang sebelumnya ini mungkin hanya ada puluhan ya mungkin ee 111 10 tapi ada yang hal baru ya. Di sini disampaikan ya ee poin nomor 12 analisis pulang risiko bencana dan juga ee mulai masuk nomor 11 ya analisis daya dukung dan tetap lingkungan hidup serta analisis mitigasi dan atasi perlu iklim gitu ya yang sebelumnya ini tidak ada. Jadi ini suatu ee progres ya dari ee ATR kementerian ATR yang sudah mengintegrasikan terkait isu perubahan iklim dan juga bencana di dalam penyusunan tata ruang gitu ya. yang sebelumnya ya saya ingin sampaikan saja mungkin Bapak Ibu yang ee belum tahu atau mungkin sudah aware ya paham terkait dengan tata ruang itu sebagian besar gitu ya isu tentang iklim itu hanya masuk kepada bagian yang ini ya yang warna apa nih kuning orange inilah apa nih brown ya coklat ya ee tahap pengumpulan data informasi jadi ee ya saya pengalaman juga penyusunan tata ruang ya sebelumnya itu hanya sebagai profiling ya. Jadi profiling dalam menyusun tata ruang sampai situ saja gitu ya. Sampai situ saja. Dan ee misalkan Kota Bandung memiliki ee apa? temperatur bla bla bla memiliki curah hujan bla bla bla pada bulan ini nih hanya seked gitu ya, belum masuk bagian pengolan data dan analisis. Padahal cat ruang ini kan ee tadi saya sampaikan itu jangka waktunya 20 tahun gitu ya. Jadi hanya untuk sebagai ee ee apa f ya ee dari suatu daerah. Nah, sekarang di Permen ATR 11 tahun 2021 ini sudah mulai dimasukkan begitu ya nomor 11. Nah, kami ya ee 2021 kemudian 22, 23, 24 hingga kemarin tahun 2024 gitu ya, kami cek di dalam Permen ATR ini itu ternyata eh tidak detail gitu ya, how-nya, how to eh measure atau how to assess eh atau bagaimana melakukan analisis eh berkaitan dengan mitigasi, adaptasi peran hiklim. Dia mungkin hanya satu halaman kalauak salah saya lihat di lampirannya. Nah, itulah yang kami eh bekerja sama dengan Jaika eh JPN Interventional eh eh Cooperative Agency, kemudian dengan pusat buan Iklim ya eh kemudian juga dengan eh Permen ee dengan Kementerian ATR untuk memperdalam jadi suatu petunjuk teknis, pedoman ee bagaimana caranya ee analisis ini bisa diterapkan dalam tata ruang. Nah, slide-slide berikutnya akan saya bahas ee ya ini sekedar mungkin sosialisasi ya ee terkait dengan ee bagaimana sebenarnya kita bisa integrasikan ee isu perguruan negeri ini dalam rencana tata ruang itu idenya ya. Ee semoga ini juga bisa meningkatkan pemahaman ya terkait dengan menciptakan suatu wilayah ee ruang ya kota ee yang tangguh ya dan responsif terhadap ee isu beban iklim gitu ya. Nah, kebijakan tata ruang ini kalau kita masuk kepada ee konteks bencana, dia masuk pada mitigasi bencana berupa nonstruktural. Nah, ini harus pahami ya. Jadi, kalau di bencana itu ada juga namanya istilahnya mitigasi ya. Mitigasi bencana struktural dan mitigasi bencana yang nonstruktural. Nah, kebijakan catatan ruang itu masuk mitigasi bencana nonstruktural, yaitu strategi dan tindakan yang tidak melibatkan pembangunan infrastruktur fisik, tetapi berfokus pada pengurangan risiko melalui perencanaan, kebijakan, pendidikan, ya ee pelatihan dan praktik manajemen. Pendekatan ini sebenarnya melengkapi solusi struktural yang ada dan sangat penting untuk membangun ketahanan masyarakat dan meminimalkan dampak bencana. Nah, ini contoh saja beberapa strategi nonstruktural mitigasi bencana bisa berupa peraturan atau penilaian resiko bencana dan sistem peringatan lini. Nah, ini contoh ee pengaplikasian mitigasi bencana dalam cata ruang di Indonesia ini ee sebenarnya ee apresiasi ya karena ini salah satu ee RTRW cata ruang wilayah provinsi ya se Indonesia yang sudah menerapkan gitu ya di dalam ee dokumennya ee 2022 tentang isu ee bencana dan perubahan iklim ini ee sejak itu ya e disisahkan mungkin 2000 ee 21 atau dua-dua lah, dua-dua ya disahkan ya, dilegalkan ya dan diterapkan. Mengapa? Karena di dalam e materinya, substansinya dia sudah menyebutkan pentingnya ee jalur berkumpul dan sebagainya dan ini menjadikan ee apa ee percontohan untuk ee penyusunan RTRW ee di daerah-daerah lain gitu ya. Nah, ini sekedar ee pengayaan ya, bahwa Bapak, Ibu ee secara global ya itu ada suatu kerangka ya melakukan penilaian sejauh mana wilayah atau kota itu sudah ee tangguh ya atau sudah responsif terhadap ee ee bencana ya ataupun e dampak bebulan iklim. Banyak sekali framework-nya di sini gitu ya. Ee ini contoh eh misalkan City Resilient Framework 2024 ya, dia melihat eh aspek eh institusinya, kelembagaannya, kemudian ee penghidupan masyarakat, ekonomi ya, dan juga infrastructure dan environment. Ini juga bisa jadikan sebagai eh bentuk penilaian ya saya cepat aja. Kemudian ada juga methode city resilience profiling tools ya yang bisa diulat dari berbagai macam aspeknya. Nah, kita masuk langsung ke bagian intinya ya. Nah, tadi saya sampaikan, ya, ini ee alhamdulillah sudah terbit ya ee tahun lalu 6 Juni 2024 ya. Walaupun mungkin ini belum banyak yang ee apa tahu gitu ya, bahwa ada Juknis ya ee sebagai bagian dari Permen ATR ee nomor ee 11 tahun 2001 tadi gitu ya. Juknis ini membantu sekali ya. kurang lebih tebalnya sekitar ada ee 90 sampai 100 halaman ya. Tapi detail gitu ya. Bagaimana misalkan ee kalau data iklimnya tidak ada. Nah, kita juga memberikan rekomendasi menggunakan scaling dan sebagainya. Tapi ee kita ee asumsikan misalkan data BMKG lengkap gitu ya. Kalau tidak ada berarti kita harus ee menyiapkan dalam persiapan itu perlu ada tim ee menambahkan anggota tim ee terkait dengan ee meteorologi kan gitu ya. Tapi kalau kita asumsinya ee lengkap ee itu tinggal kita proses gitu ya. Nah, ini ee hasil yang kita lakukan ee bersama tim ya. Intinya apa? di dalam ee dokumen tersebut ya ee selama ini gitu ya ee iklim itu tadi saya sampaikan hanya digunakan sebagai gambaran umum ya atau profiling. Nah, kalau kita lihat ini tambahannya adalah yang warna kuning ini. Jadi ee disampaikan di sini ya kita harus menilai resiko. Jadi resiko ee bencana itu bisa kita nilai ya kalau kita tahu hazard tadi ya bahaya ya. Bahaya longsor, bahaya banjir ya. Ya, kekuatan iklim seperti itu ya. bahay kekeringan ya dan seterusnya atau bahaya genangan ee pesisir ya. Nah, itu adalah ee bahaya hazard ya. Kemudian kita ee gunakan V itu adalah vability kerentanan. Nah, kerentanan ini kita gunakan eh proxi yaitu berupa eh data L use ya. Ee jadi banyak eh definisi vability tapi kita gunakan lene. Jadi misalkan kalau luse-nya eh hijau gitu ya itu resikonya rendah gitu ya pasti resikonya rendah. Tapi kalau ada bangunan atau ada budidaya itu akan cenderung ee bervariasi dibagi kapasitas itu kapasitas ini ee bervariasi di setiap daerah. Nah, ini detailnya ada di dalam prinik ini teknis ini. Cuma secara singkat saya akan sampaikan gitu ya ee perbedaannya apa yang sebelumnya analisisnya adalah kita melakukan kajian bahaya baseline gitu ya. Kemudian kita lakukan juga proyeksi sesuai dengan ee jangka waktu tata ruang yaitu 20 tahun ke depan ya. Jadi 20 tahun ke depan ee kajian bahaya, kajian kerentanan hingga kita peroleh namanya kajian risiko ya. Resiko ini tadi ya rumusnya ya hazat kali eh V itu sehingga dapat kajian risiko. Ini intinya. Jadi ee selama ini ini tidak dilakukan gitu ya ee tidak dilakukan. Jadi hanya sebagai profile bahwa di situ ada banjir gitu ya, ada ee baya tapi digunakan ya overlay mungkin ya, tapi datanya data ee 2000 misalkan 2025 sekarang datanya 2024 gitu ya. Padahal kalau kita bata ruang itu kan 20 tahun ke depan gitu ya. Nah, sebenarnya bisa gitu ya iklim itu juga bisa kita prediksi sesuai atau mau 5 tahunan gitu ya hingga 20 tahun ke depan gitu ya. Nah, ini yang kita ee apa ee lakukan ya, suatu terobosan ee itu bisa dilakukan gitu ya bila data iklimnya lengkap gitu ya dan kita bisa buat secara spasial. Nah, ini akan masuk nanti ke isu pengembangan wilayah, ke konsep ee kemudian tujakstra ya dan seterusnya ya. Nanti saya akan berikan contoh ee di Kota Semarang gitu ya. Nah, yang pertama ya kita identifikasi dampak. Jadi dampak ini harus kita lihat apa saja eh bahaya-bahaya yang berkaitan dengan peran iklim klimat indish hazard atau klimat relate hazard ya. Kemudian karena tata ruang ini berbasis spasial ya ee artinya kita harus tahu ya ee kawasan mana saja yang terpapar ya ada dampak langsung maupun dampak tidak langsung ya. Nah, ini kita buatkan contohnya ya ee suatu ee matriks atau tabel ya. Misalkan dampak langsungnya kerusakan tanaman atau bahayanya adalah baya tanah longsor tingkat sedang sangat tinggi ya sedang sangat tinggi. Kawasan di kawasan pertanian dampak langsungnya kerusakan tanaman ya dapat dilangsungnya gagal panen penurunan produksi tanam sektor dampaknya pertanian ketahanan pangan. Nah ini contoh saja ya. Setelah kita ketahui ee bahaya gitu ya tadi ya ee kemudian dampaknya ya kemudian kita ee lihat kita rumuskan dalam tujakstra gitu ya. Nah, ini bisa kita lakukan ya sudah disebutkan di sini ee prosesnya yaitu terhadap kita lihat tinjauan-tinjauan yang berkaitan dengan pengulan iklim ya kemudian hal penting yang perlu diperhatikan dalam perumusan tujaksa dan sebagainya. Nah, ini contoh ya ee jenis contoh tabel yang kita bisa adop ya ee dalam penyusunan ee tujakstra itu gitu ya. Apakah ada berkaitan tata ruang? Kalau ada ya ee beri ceklist, kalau tidak ee kita beri tidak ya. Kemudian kita terapkan di dalam tujuan, kebijakan dan strategi. Ini contoh ee misalkan di Kota Semarang gitu ya. Ee kita punya bahaya tanah longsor di ee sedang tinggi ya. ee tidak ada yang ee rendah gitu ya. Nah, ini ya. Jadi ee beberapa kita bisa lihat patternnya, polanya kemudian dihubungkan dengan peta guna lahan ya tadi kan karena berkaitan dengan kawasan mana yang terdampak. Nah, ini ya kita masukkan misalkan ee terkait dengan ee longsor. Jadi, dampak langsungnya adalah kerusakan tanaman ee dan infrastruktur ya di daerah pertanian ini yang warna ee apa ee ee hijau ya. Sedangkan yang oren ini permukiman jadi kerusakan bangunan dampak langsungnya tidak langsungnya kualitas air bersih berkurang ya dan sebagainya. Nah, kemudian kita bisa menetapkan isunya yaitu 9,02% wilayah Kota Semarang di masa depan akan terdampak bahaya tanah longsor tingkat sedang tinggi. Masa depannya bisa ag ganti dengan misalkan 2000 berapa gitu ya ee ee tahun. Jadi jelas ya ee terukur gitu ya. Kemudian tujuan ini contoh munculkan kesemaran sebagai persangan jasa kesat internasional yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan. aman ini dimaknai dengan patahan ruang yang ee tangguh ya ee yang ee responsif terkait dengan dampak ee perubahan iklim ya. Kebijakannya apa? Pengembangan wilayah yang adaptif ya secara ruang terhadap baha iklim pada kawasan terdampak gitu ya. Nah, dari sini kita bisa lihat ya eh statement ini gitu ya. Statement ini sudah mengarahkan gitu ya ee terkait dengan isu-isu perubahan iklim yang cenderungnya ee selama ini ini tidak dibahas gitu ya. Jadi lebih cenderung strategi lindung gitu aja gitu ya di dalam ee sebagai daah resepat air ya. Tapi kita bisa tambahkan yang memiliki tingkat kerawanan tinggi sangat tinggi. Nah gitu ya. Kita tambahkan jadi ee khusus yang diprioritaskan adalah tingkat kerawanan tinggi dan sangat tinggi gitu ya. Kemudian kita masuk setelah tujakstra gitu ya. Kemudian misalkan tinjauan dampak ee kemudian kita masuk ke dalam penyusunan rencana tata pola ruang ataupun ee ya rencana pola ruang ya dan juga struktur ruang ya. Di sini contohnya di kawasan pertanian ee akibat ee longsor ya dan juga ee tanah ee permukiman ya. Jadi budidaya ini kawasan budidaya itu kawasan pertanian dan pemukiman. Nah, ini sama ya. Jadi ee kita lihat ee apa spasialnya longsor ee yang sedang dan tinggi. Nah, kemudian ee kita masuk ke dalam bentuk-bentuk adaptasinya gitu ya. Ee sebentar ini. Iya. Jadi bentuk-bentuk adaptasinya ee kita gunakan ee konsep gitu ya. Opsi adaptasi ini sebenarnya bisa dibagi menjadi tiga ya. Retreat ya, akomodasi atau proteksi gitu ya. Jadi retreat ini adalah ee apa ya? Kalau dia masuk kepada resiko yang tinggi, tidak ada cara lain harus pindah gitu ya, merah warnanya gitu ya. Tapi kalau misalkan sedang, kita bisa akomodasi gitu ya. Kalau yang rendah kita bisa protect ya. Misalkan dengan membuat ee apa tanggul ya atau menaikkan ee bangunan dan sebagainya. Tapi kalau sudah warna merah berikut tinggi sekali gitu ya, tidak cara lain harus pindah gitu ya, lokasi ke daerah-daerah yang lebih aman gitu ya. Nah, ini ee bentuk ee opsinya dan juga ini ada beberapa contoh ee insentif-isentif yang bisa diberikan gitu ya ee ke dalam ee dua jenis contoh kawasan budidaya ee pertanian maupun permukiman gitu ya. Nah, terakhir di sini ee saya pernah presentasikan gitu ya ee hasil ini ya ee ke dalam suatu ee showcase ya ee yang diadakan oleh eh Asian Global eh Asia Pacific Network gitu ya. dan alhamdulillah menjadi eh mendapatkan eh apa penghargaan ya dengan judulnya tadi propose framework for integrated eh climate adaptation ya eh pada e percatatan ruang di Indonesia gitu ya. Mungkin terakhir ya kesimpulannya bahwa analisis kajian risiko danasi bulan tadi yang ada dalam proses tata ruang itu menjadi bagian yang sangat tidak terpisahkan ya dalam penan tata ruang agar menciptakan suatu ee wilayah yang tangguh ya responsif terhadap ee isu peran krim dan sus tata ruang ini ee perlu ada integrasi dengan adi peran iklim di mana dalam upaya untuk menurunkan tingkat kerentan potensi dampak ya atau risiko dan juga meningkatkan ketangguhan dan penting sekali adalah ee ini juga menjadi apa ya ee sejak kami melakukan proses penyusunan ee Juknis itu ee beberapa walid data terutamanya penyih data BMKG ini ee perlu aware juga ya BIG juga bahwa kami tidak hanya menyusun ee peta RBI ya dan sebagainya, tapi juga kita mungkin bisa membantu ya dalam penyusunan ee apa ee peta ee apa peta SKL ya. Kalau dalam BKG mungkin tidak hanya berupa apa datata rutinitas, tapi kita juga bisa ee membantu untuk Kementerian ATR dalam ee tadi ya ee menyediakan data gitu ya. Dan penting juga sistem pematuhan evaluasi masih perlu dikembangkan untuk perbaikan pada proses penan dan pelaksanaan adaptasi di masa mendatang. Mungkin itu saja ya, sekaligus ini juga ee terima kasih terima kasih pada Eko Eduid telah mengundang saya sekaligus sosialisasi ya bahwa eh Juk di sini sudah ada 2024 namun memang belum ee karena pergantian ya transisi pemerintahan ya ee mungkin belum ada asosiasi yang masif ya ee dan ini mungkin sebagai salah satu oportunity ya ee bagi kami untuk ee memberikan ee penjelasan ya terkait dengan ee konteks di Indonesia kebijakan tata teruang nya harus jauh-jauh mana dan ini bisa semoga bisa diterapkan di tingkat ee daerah ya ee baik dari provinsi, kota, kabupaten ya, maupun ee yang lainnya ya. Tujuan tadi ya untuk mencipakan ee tata ruang ya wilayah yang lebih tangguh dan terhadap isu perubahan iklim. Baik, demikian yang mungkin saya bisa berikan. Mohon maaf kalau ada kekurangan. Ee terima kasih atas pertanyaannya. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya kembalikan kepada moderator atau MC. Baik. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima terima kasih banyak kepada Pak Nurahman atas pemateriannya yang sangat informatif ini yang sebagaimana ee kita pelajari ini bagaimana perencanaan ruang itu tidak hanya sekedar mempertimbangkan aspek ekonomi saja, tetapi juga ee kita perlu memperhatikan daya dukung lingkungannya, bagaimana cara memperhati menghitung risiko bencana, mitigasi, adaptasi, dan juga ketahanan jangka panjang terhadap dampak perubahan iklim. Baik, kita akan lanjutkan pada sesi tanya jawab dari Slidu terlebih dahulu. Di sini saya akan menampilkannya. Baik, dari aplikasi Slidu ini sudah terdapat ee tujuh pertanyaan yang bisa dijawab oleh Bapak Nurahman. Mungkin kita langsung saja untuk pertanyaan pertama yaitu apakah ketersediaan data di Indonesia sudah memenuhi ekspektasi dan tidak menjadi tantangan? Baik, terima kasih Bu Dini. Ee ini langsung jawab langsung saja, Pak. Baik ee terima kasih Bu Dini. Ee ya ini tidak ada nama ya. Ee terima kasih ee Anonimos ya. ee apakah kekerjaan data di Indonesia sudah memenuhi ekspektasi dan tidak menjadi tantangan? Ya, tadi saya sampaikan ya ee di konteks Indonesia memang data availability ini ee masih menjadi suatu ee momok ya atau tantangan. Tidak hanya ee tadi ya kajian tata ruang, tapi juga di dunia akademis gitu ya. ee ya kalau kita compare ya, kita bandingkan dengan ee negara-negara ee maju ya terutama gitu ya, memang kita agak tertinggal gitu ya dan kecenderungan data yang kita miliki itu walaupun kita punya ya ee kebijakan tentang satu data Indonesia ya ee memang ee ya itu teru terobosan ee tapi agak telat ya karena peraturan presiden itu ee tahun 2017 gitu ya walaupun mungkin praktiknya ee ee belum belum belum belum mendalam gitu ya. Namun ya ada upaya ya untuk ee bahwa data itu ee mudah diakses gitu ya. Kemudian data itu ee mudah diukar ya. Maksudnya gini, kita masih lihat banyak dari data-data itu ee yang sifatnya tidak bisa kita olah gitu ya. Misalkan kita peroleh dari data instansi ee tertentu gitu ya, datanya berupa data PDF atau data-data yang berupa JPEG yang kemudian itu tidak bisa kolah, kita harus melakukan proses yang butuh waktu ya untuk melakukan itu gitu ya. Nah, ini yang mungkin perlu menjadi kesadaran ya. Ee dan alhamdulillah ketika proses kemarin kami lakukan kita juga mengundang itu ada beberapa FGD ya, Forum Group Discussion dengan BMKG, dengan BIG ya, kemudian dengan beberapa eh instansi yang terkait gitu ya. Ini juga meningkatkan kesadaran mereka gitu ya. Ee contoh BIG gitu ya. BIG ini kan ee rutinitasnya mereka menyusun suatu ee peta ya ee peta dasar ya dan sebagainya ya. Kemudian mereka tanya ee kepada kami gitu ya, sebenarnya apa sih kebutuhan ee tata ruang gitu ya? Kami butuh ee misalkan peta ee satuan kemampuan lahan SKL gitu ya yang selama ini kita perlu olah gitu ya. Nah, kalau misalkan dari BIG bisa memberikan peta SKL gitu ya, ee peta satuan kemampuan lahan gitu ya, itu bisa membantu ya dalam susunan daya dukungan lingkungan dan sebagainya. Jadi tidak perlu lagi kita proses lama gitu ya. termasuk tadi data iklim dari BMKG kalau dia punya data iklim ya tidak hanya berupa tabular tapi juga bisa dispasialkan. Nah, daerah nanti ee kota kabupaten maupun provinsi dengan mudah melakukan itu. Jadi ee iya kesan data ini masih menjadi tantangan namun kita jangan menjadikan ini menjadi ee kelemahan gitu ya. Kita cari opportunity gitu ya. Ee ya harus agak kreatif ya. ee mungkin ada cara lain dengan estimasi atau dengan menggunakan data-data proxi ya yang bisa ee kita gunakan gitu ya. Ya, tapi kalau di secara umum ini masih ee masih agak ee apa kurang ya ee terkait data accessibility ini gitu ya. Oke, itu untuk yang pertama. Eh, lanjut yang kedua ya. Bagaimana cara mengintegrasikan data iklim ke dalam kebijakan tata ruang daerah mengingat kebijakan iklim cenderung makro. Nah, secara sains itu bisa ya ada nama prosesnya secara statistik namanya downsaling gitu ya. Eh, saya enggak akan jelaskan detail ya. E cuma itu bisa gitu ya. Jadi kalau Bapak Ibu punya data atau sebenarnya gini kalau ada dua titik ya kita punya misalkan data eh rain ya ee apa itu ee kantor pos ee kantor pos kantor ee curah hujan atau stasiun curah hujan gitu ya. dua titik kita bisa prediksi ya dengan interpolasi gitu ya. Ee ya seperti itu. Jadi ee kalau untuk iklim bisa ya jadi ee data iklim maklo dengan berupa skenario gitu ya. Dan ini ee secara saintik bisa dilakukan ya. Tapi saya enggak akan jelaskan secara sentifik dan saya pernah pengalaman juga dan ee kalau kita punya datanya ya, data minimal gini kalau mau melakukan proyeksi kita punya data minimal ya tadi ya ee ya 15 tahun ke belakang gitu ya yang kadang itu datanya ee ada yang berlubang gitu ya, ada yang kosong dan sebagainya jadi invalid ya. Nah, itu harus kita rapikan. Jadi data pun gitu ya e ini sederhana sekali ya bahwa data itu jangan langsung kita gunakan gitu ya. Data itu harus kita cek dulu. RicK kembali ya ee misalkan dalam bentuk eh spredsheet atau Excel gitu ya, kita cek ee apa dengan menggunakan deskriptif gitu ya, apakah ada yang maksimum minimumnya atau pencilan gitu ya, baru kita olah ya. Jadi ee walaupun kita dapat BMKG ya belum tentu itu datanya baik gitu ya. Nah, ini yang harus jadi perhatian ya. Selain data accessibilities juga ee tantangan kedua adalah kualitas data. Nah, ini ya kualitas data ee ini juga menjadi hal yang perlu diperhatikan. ya kualitas data. Jadi ee data itu sebelum kita gunakan analisis harus di ee filtering, dirapikan, dan sebagainya baru kita proses. Ya, saya setuju memang ee apa data iklim ini cenderung makro ya, tapi kita bisa peroleh ya di dalam Juklis ini ada beberapa ee ee apa option gitu ya. ada berapa pilihan ee akses data yang bisa dilakukan secara free dan tidak gitu ya. Ee ee kita peroleh ee kemarin dari sains sains dari metodologi itu bisa digunakan gitu ya dan ini ee global dan eh free ya itu bisa dilakukan gitu. Kemudian pertanyaan selanjutnya oleh Iru, apakah kajian risiko dan adaptasi perubahan iklim rencana tang dikaitkan model perubahan iklim SSPU suhu udara lebih spesifik? ee bedakan ya ee ini harusnya orang klimatologi ee tapi p saya ini harus dibedakan antara ee kajian risiko adaptasi perubahan iklim dengan ee model perubahan iklim ya ee SSP suhu darah dan ini karena dua hal yang berbeda ya. Kalau yang SSP suhu darah dan visasi ini mungkin cenderung untuk ee apa polusi ya namun bisa saja ee dikaitkan gitu ya semua hal kan bisa dikaitkan ya. Jadi model perubahan iklim ee curah hujan tinggi ya. Ee mungkin ee karena banyak awan gitu ya. Ini akan menurunkan ee sebentar SSP itu apa ya? Partikulat ya. Iya, bisa saja. Ee intinya gini, kalau kita ingin lebih detail artinya data ee iklimnya pun harus lebih eh detail gitu ya. Misalkan kalau ini spasial ya, mungkin grid-nya ya grid-nya. Kalau ini berupa data raster artinya bisa ee hingga ee tergantung kebutuhan gitu ya. Ya, jadi eh ini bisa dilakukan down scaling ya. Dengan kita punya data 1 km kita downscelling menjadi eh 100 m. Nah, itu contoh gitu ya. Jadi sebenar saya kalau secara modeling ya ee ee saya yakin tuh bisa gitu ya ee ya perlu ada validasi juga gitu ya intinya ya. Oke, yang kedua eh selanjutnya dari Peremhati SDGIS Kementerian Keuangan. Kepada siapa baiknya pengetahuan perubahan iklim disampaikan? Kepada eh ini jawaban mudah kepada semua orang intinya gitu ya. Tidak hanya ee kepada ee pihak tertentu ya. Bahkan di Kementerian AT pun gitu ya ee mereka tidak ee pernah ada yang bertanya waktu kita lakukan FGD gitu ya. Ee Bapak apa sih bedanya antara mitigasi bencana dengan mitigasi beban iklim gitu ya? Padahal ee orang ini yang sering ikut ee COP ya ee apa itu yang sering ada di setiap tahun ya ee dia baru tahu, "Oh, ternyata mitigasi bencana itu berbeda dengan mitigasi brown iklim. mitigasi iklim itu bagaimana kita menurunkan risiko eh atau menurunkan ee sori kalau mitigasi peran iklim itu lebih cenderung kepada bagaimana kita menurunkan ee emisi. Tapi kalau mitigasi bencana itu bisa kita bagi dua, mitigasi struktural atau nonstruktural gitu ya. Nah, kalau mitigasi bencana sifatnya non struktural ya itu adalah bisa berupa dengan ee kebijakan kebijakan tata ruang gitu ya. Nah, ini semua pihak gitu ya. Karena isu perubahan klin ini tidak hanya tadi saya sampaikan di awal hanya satu sektor tertentu, tapi semua sektor klini itu sudah ee apa terdampak akibat isu peranihan kiri. Betul. Jadi isu ini masih dianggap remeh karena ee sebagian besar memang ya walaupun ada ya tapi ee cenderungnya masih berupa ee kajian ya dan memang lebih banyak pada konteks mitigasi ya. Kalau mitigasi ini banyak ya karbon ya emission itu banyak kajian cuma untuk adaptasi ini ee masih di belum banyak gitu ya belum banyak dilakukan karena memang tadi saya sampaikan ee cenderung memang ee sulit dikuantifikasikan gitu ya. Beda dengan karbon yang bisa dihitung nanti nilainya bisa keluar ya atau mau dimonetasi dalam bentuk rupiah itu bisa. Tapi kalau adaptasi ini ee tadi keluarnya berupa indeks ya. Ee dan ee ini perlu ada apa ee ee justifikasi ya atau perlu argumen yang kuat gitu ya. Namun kalau kita lihat ini bisa kita dukung dengan ee apa kajian-kajian yang ada di luar negeri ya. Mereka sudah sangat aktif sekali gitu ya terkait kajian ini gitu ya. Kemudian kita lanjut anonomis. Semoga ee apa ee terjawab gitu ya. Nanti kalau tidak bisa ditanyakan kembali mungkin secara langsung ya. Permasalahan utama dalam RTRW selalu dilakukan review revisi tap ke kelerak B solusinya ee tidak juga Pak karena dalam peraturan ee Permen gitu ya. E tadi Permen AT PPN revisi 5 tahun sekali itu bisa dilakukan bila ya ada tiga hal ya. tiga hal itu misalkan ada bencana yang sifatnya ee masif ya, besar ya, jadi bencana nasional ya, seperti tsunami ya, seperti yang kemarin ee atau gempa gitu ya, itu bisa ya yang di Palu ya itu bisa ee lakukan melakukan revisi atau review ya. Yang kedua ee ada perubahan batas admitrasi ya. batas tuh maksudnya batas wilayah ya ee berubah tuh misalkan ee ada geser. Nah, itu kita bisa lakukan review 5 tahun sekali. Ketiga, nah ini yangjadikan sebagai jalan masuk bagi kepala daerah untuk melakukan review. Bila ada peraturan yang lebih tinggi, misalnya peraturan presiden ya. Nah, ya peraturan yang di atasnya gitu. Karena kan ee RT ini kan ee ditetapkan dalam bentuk ee peraturan kepala daerah biasanya kan e walikota, bupati dan sebagainya. Tapi kalau ada protokol tinggi misalnya kemarin ya, ada rencana jalan tol ya ee pantura ya kemudian ada ee kereta cepat. Nah, mau tidak mau gitu ya karena itu peraturan yang ada di tinggi yang lebih tinggi gitu ya. misal peraturan presiden. Nah, bawahnya itu harus mengikuti itu maksudnya. Jadi ya tapi enggak harus Pak, enggak enggak semua ee perg kepala daerah harus mengat review. Jadi kalau selama itu masih relevan ya tadi yang saya sampaikan tidak ada bencana, tidak ada pergeseran ee administrasi batas ya atau tidak ada peraturan yang terkait. Kalau IKN kemarin ya itu ya mau tidak mau kota kabupaten yang ada di sekitarnya pasti akan berubah gitu. J tidak selalu, Pak ya. Ya. Ee ada syaratnya itu ditetapkan dalam Permen AT tadi. Kemudian ee berikutnya, negara kita sangat berlebihan. Air minum selalu terbuang sia-sia ke laut. Bagaimana solusinya untuk menjaga air tetap tersedia saat musim kering? Ya, ini banyak sekali konsep dengan eh Nature base solution ya, NBS ya. misalkan ee secara regional ya ee air hujan itu jangan langsung terjun ke laut ya atau ee diteruskan ke laut tapi kita perlu tampung ya terutama daerah hulu gitu ya kita tampung bisa buat embung ya bisa buat waterpond ya ee dan sebagainya. Nah itu ee kita manfaatkan ee nanti ketika kemarau ya atau hujan ee rendah itu bisa di dibuka gitu ya. banyak cara atau kalau dalam lingkup yang kecil ya ee mungkin dalam perumahan Bapak Ibu pernah dengar namanya eh rain water harvesting ya. Jadi ee apa memanfaatkan air hujan ya ee ditampung tapi hati-hati ini ee ada resikonya ya kalau tampungan itu kalau tidak bersih itu jadi sarang nyamuk ya. Jadi itu juga harus diperhatikan gitu ya dan seterusnya. Jadi banyak cara ya ee terkait dengan air tetap tersedia ya. ini mm mungkin ee apa tantangan bagi daerah-daerah timur ya, terutama daerah ee NTT ya, terkait dengan ee lebih banyak bulan keringnya dibandingkan bulan basahnya. Jadi mereka harus ee tahu cara bagaimana manfaatkan air ya, jangan ee terbuang sia-sia ya ke laut ya. Walaupun juga ada yang penggunaan teknologi mahal ya, misalkan ee air laut kemudian dijernihkan ke menjadi air minum ya itu juga suatu proses tapi itu membutuhkan biaya dan energi yang besar. Terakhir ini bagaimana tata ruang dapat memperkuat keadilan antara wilayah dalam konteks perubahan iklim ya. Ee ya ini berkaitan dengan spatial justice ya. Jadi ee banyak hal. Contoh saja misalkan tadi ya ee kita ingin mencontoh tentang isu ee apa kenaikan panuknya laut ya ee kukan laut kemudian kita ee gunakan tanggul gitu ya. Nah, tanggul itu mungkin bisa jadi solusi ya, solusi untuk ee mengurangi resiko terkait dengan gelombang ya, gelombang ee air pasang dan sebagainya ee atau erosi ee atau ee abrasi dari pesisir gitu ya, digeng menggunakan tanggul. Namun kadang kala ee ini memberikan dampak lain gitu ya kepada misalkan masyarakat e nelayan yang harusnya dia bisa melaut ya tapi karena tutup tanggul dan bahkan juga ekosistem ee laut di sana jadi tidak ee tidak baik lagi gitu ya karena ada tanggul tersebut gitu ya. Nah, inilah yang harus diperhatikan juga ke dalam kalau kita ingin suatu merencanakan gitu ya. Nah, ini apakah menggunakan tanggul ataukah menggunakan ee cara lain misalkan dengan menanam ee apa mangroof ya gitu ya ee menggunakan mangroof ya ee bakau gitu ya sehingga ekosistem tetap terjaga gitu ya. Namun ini harus dilihat kontekstual wilayahnya J tanggul itu mungkin cocok ya untuk ee untuk melindungi ya daerah vital gitu ya. Misalkan infrastruktur vital pelabuhan ya dan sebagainya. Tapi untuk yang masker-mas ee apa ruang terbuka gitu ya, maksudnya masih berupa ee petani dan sebagainya mungkin tanggul kurang cocok gitu ya. Jadi tanggul itu mang cocok untuk yang ee untuk melindungi yang sudah terbangun ya. Artinya di sana ada infrastruktur vital ya, ada pelabuhan, ada ee apa jalan ya yang harus dilindungi. Tapi kalau untuk nelayan itu mungkin tanggul ini malah memperburuk ke nah itu contoh saja gitu ya. Jadi ee harus memperhatikan hal tersebut. Jadi makanya ketika melakukan ee kajian itu harus mendalam ya komprehensif ya melihat berbagai macam aspek gitu ya. Itu ya yang diharapkan di dalam susunan tata ruang. Oke, baik Pak Nurhman. Terima kasih atas jawabannya. Untuk itu, selanjutnya kita akan langsung saja pada sesi tanya jawab secara langsung dari peserta Zoom. Di sini saya akan membatasi dulu untuk dua orang penanya pertama. dipersilakan tadi kepada Pak Sugeng yang sudah raise hand ya. Silakan Pak Sugeng. Oke, terima kasih Pak. Saya akan mencoba ee mengamati perubahan iklim, Pak. Di Indonesia itu kan sekarang pemanasan globalnya sudah atau mungkin dunia sudah sampai 1,45 derajat Celcius ya sehingga tinggal 0,05 derajat Celcius kita itu sudah mendekati titik kritis apa ee peningkatan suhu bumi. Nah, kira-kira terkait dengan perubahan iklim itu usaha-usaha apa yang sudah dilakukan untuk menekan supaya kita tidak sampai mencapai peningkatan 1,5 derajat Celcius itu Pak. ini terkait dengan tata ruang ya nanti. Nah, itu kira-kira apa ya usaha-usaha yang telah dilakukan atau yang akan dilakukan untuk menekan supaya suhu bumi itu tidak sampai naik 1,5 derajat celcius lagi karena itu sudah batas kritis itu kemudian yang kedua memang ini ada keterkaitan atau hubungan antara perubahan iklim dengan risiko bencana Pak. Perubahan iklim itu salah satunya tadi kan berdampak kepada ee konstelasi bencana terutama banjir rok kemudian banjir kemudian tanah longsor. Jadi ini mestinya ada interaksi ya antara perubahan iklim dengan ee kebencanaan. Nah, sekarang kalau dalam tata ruang itu sudah kita buat suatu rencana tata ruang yang berbasis mengenai kawasan rawan bencana tadi atau risiko bencana. Jadi kita sudah mendasarkan itu. Tapi kalau ini dikaitkan dengan peraturan KLH yang baru atau ATR yang baru itu yang mengkaitkan dengan perubahan iklim itu apakah BMKB itu sudah menyediakan diri untuk membuat peta curah hujan? minimal selama 20 tahun karena tata ruang tadi kan selama 20 tahun ya Pak. Jadi kira-kira perubahan selama 20 tahun atau setiap 5 tahun itu perubahan-perubahan iklim terutama curah hujan, kemudian suhu, kemudian kelembaban dan segala macam itu apakah BMKG itu sudah mampu atau bersedia membuat untuk tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten kota. Nah, ini ini yang jadi masalah atau kendala kalau kita mau mengkaitkan perubahan iklim. Ee kemudian salah satu dampak daripada perubahan iklim itu sebetulnya adalah ee indeks risiko bencananya. Jadi kalau indeks risiko bencananya itu mengalami penurunan berarti konstelasi menekan perubahan iklim atau ee menjaga apa ee menjaga perubahan temperatur suhu atau katakanlah apa ee emisi karbon itu terjaga dengan baik sehingga indeks risiko bencanaannya ee menjadi turun. Nah, kemudian yang ketiga itu Bapak sendiri apakah sudah pernah mencoba yang mengkaitkan antara perubahan iklim kemudian ee risiko bencana untuk perencanaan satu tata ruang Pak. Kami ingin mendapat ee apa informasi mengenai bagaimana sih hasil dari rencana tata ruang baik struktur ruang maupun pola ruangnya sudah berbasiskan kepada perubahan iklim dan risiko bencana. Karena ini dua hal yang tidak bisa kita pisahkan. Kurban iklim dengan risiko bencana itu saling berkaitan. Terima kasih, Pak. Makasih, Pak Sugeng Wijono. Ya, ini ee pertanyaannya sangat baik sekali ini, ya. Ee dan lengkap ya dari yang pertama terkait ee apa saja tindakan yang sudah dilakukan ya ee terkait dengan ee pengurangan emisi ya untuk ee apa? menurunkan ee global warming ya yang tadi sampaikan ee suhu sudah sangat kritis ya. Nah, ee kalau di tingkat nasional memang ada beberapa kebijakan ya ee bahkan di Kementerian Lingkungan ya dan BAPENAS itu ada khusus ee divisi yang berkaitan dengan ee mitigasi perubahan iklim dan mereka ikut juga ee beberapa conference ya di luar menyatakan bahwa Indonesia ini ee peduli ya akan ee penurunan ee global atau eh pembatarasan global. misalkan dengan adanya INDC ya itu adalah suatu inisiasi ee jadi setiap negara itu ya e mereka harus mencatumkan gitu ya target-target ee penurunan emisinya berapa. Kalau enggak salah kita menargetkan sekitar 42% gitu ya. Ee jadi ada berapa persen yang dilakukan oleh peminta dan juga ada ee kerja sama dengan ee swasta dan sebagainya. Jadi itu ee sebagai komitmen secara global ya. Nah, sekarang kita lihat dalam tingkat nasional itu juga ada beberapa peraturan ya terkait dengan ee apa ee penurunan ee global warming ini misalkan dengan kerja sama dengan Kementerian ee Lingkungan Hidup ya. namanya ee KLHK ya, sekarang KL KLH ya ee misalkan dengan meningkatkan ee apa eh pengurangan deforestation ya eh dan seterusnya dan juga eh ada kebijakan terkait dengan penggunaan ee apa ma kendaraan listrik itu salah satunya juga walaupun ee saya pernah diskusi ya listrik itu juga dihasilkan dari energi fosil baik lagi ee enggak 100% ternyata Jadi untuk menghasilkan listrik itu menggunakan fosil juga gitu. Kita ingin menggunakan kendaraan berbahan nonfosil tapi untuk menghasilkan listrik itu jadi ya ini ee joknya dari kita ya karena belum belum bisa kita menghasilkan ee murni ya ee listrik itu benar-benar dari listrik gitu ya. Jadi masih ada ee misalkan ya listrik itu kan dihasilkan ee dari generator dan menggunakan diesel kan gitu ya. Contoh ya kayak gitu. Nah, namun ada upaya-upayanya. Jadi ee upaya sekecil pun ya ee kita harus ee apresiasi ya, Pak ee dan ya terus ya kita di kalau di akademisi ya kita coba ada mencoba untuk menggunakan hidrogen ya untuk ee bahan bakar kendaraan dan sebagainya. itu salah satu bentuk penularan emisi di tingkat ee perkotaan ya misalkan ya ini saya lihat di ruangan Bapak ada AC ya ee walaupun menggunakan kipas angin ya tapi ee ya ini juga satu bentuk ya urban heat ya eh urban heat eh artinya ada pemanasan ini ini juga pengaruh karena eh global warming ya tadi tingkat lokal ya di e climate zone ya ini banyak terjadi. Namun intinya ee ada beberapa upaya ya ee sederananya bagaimana ee kita dari tingkat rumah ya ee tidak menggunakan ee apa listrik berlebihan ya ee membuka jendela dan sebagainya ya ee agar sirkulasi udara lebih baik itu tingkat lokal, tingkat kota juga ee beer banyak ee apa ee hijau ya ee perpohonan ya itu seringkali disampaikan gitu ya ruang terbuka hijau ya eh green space itu penting ya dalam menurut menurunkan ee global warming ya. Jadi tadi tingkat nasional, tingkat ee kota, tingkat mikro juga harus ee secara apa terpadu ya untuk ee menurunkan ee pemanasan global ini. Nah, yang kedua tadi terkait dengan ee saya lupa ya tadi apa ya? Rencana tata ruang ya apa? Iya, rencana tata ruang. Halo. Rencana ya. Halo. Risiko. Iya. Iya. Risiko bencana dengan apa? Ee perubahan iklim. Jadi itu dua dua hal yang saling berkaitan dan tidak terpisahkan itu, Pak. Karena dampak dari perubahan iklim adalah salah satu dampaknya adalah bencana. Nah, jadi ee keberhasilan ee perubahan iklim atau mematisai perubahan iklim itu kalau penanggulangan risiko atau menurunkan indeks risiko bencananya berhasil. Jadi, IRB-nya turun. Betul. Baik. Iya, ini betul setuju Pak. Jadi IRB ya ee kebetulan saya juga ee seringkali terlibat dalam penyusunan kajian risiko bencana ya. Kemudian menyusun bencana, penangunan bencana ya. ee ee dan ada lagi nanti kajian kontigensi dan sebagainya. Nah, ee indeks risiko bencana memang itu jadikan sebagai ee indikator bagi daerah ya, bahwa ee dia telah sukses atau berhasil ya untuk menurunkan salah satunya ada dokumen ya, dokumen RPB ya atau rencana pan bencana. Cuma kembali lagi untuk terkait tata ruang, saya setuju dengan Bapak bahwa ee tata ruang ini ee walaupun bencana itu kan bisa dibagi ya, ada bencana alam dan non alam gitu ya. bencana alam itu berkaitan dengan tadi ya ee hidrometorologi ya dan sebagainya geologi dan sebagainya. Eh namun yang klimate ini eh penting juga jadi climate relate hazard atau climate relate disaster ini yang harus juga diperhatikan karena longsor itu pun juga ada unsur iklimnya gitu. Boleh Pak mengajukan beberapa ini. Jadi gini Pak jadi kalau saya melihat longsor itu ya tadi kan salah satunya ada perubahan iklim ya. Salah satu penyebabnya adalah curah hujan ya. Jadi longsor itu semuanya ada dua faktor dominan. Faktor yang given, faktor yang dipunyai oleh alam sendiri, oleh lerengnya itu sendiri. Jadi termasuk apa besarnya lereng, kemudian penutup lahan, kemudian juga apa struktur geologi yang pada ada lereng itu given ya yang tidak bisa dirubah-rubah. Kemudian faktor yang dari eksternal, faktor yang dari luar itu sebetulnya ada banyak Pak. Salah satu adalah curah hujan, kemudian gempa juga, kemudian arah aliran air tanah juga bisa. Jadi, jadi ee yang eksternal tadi sebetulnya sebagai pemicu lah. Salah satunya di dalam perubahan iklim itu kalau di tadi dikatakan curah hujan itu sebenarnya adalah pemicu pemicu terjadinya tanah longsor. Oleh karenanya kalau kita dapat peta perubahan perubahan iklim itu selama 20 tahun ataklah sampai tingkat kabupaten atau kota sangat bagus sekali itu Pak. Jadi kita bisa memprediksi kira-kira kapan itu akan terjadi longsor karena pemicunya itu ada di hujan. Itu kalau given mengenai kondisi tanahnya, lerengnya itu given itu sudah kayak gitu gitu. Nah. Nah, ini ini yang variabel ee dependen itu itu faktor-faktor lereng. Tetapi yang independen itu kan termasuk yang curah hujan itu. Itu kan yang setiap 5 tahun mungkin bisa berubah, 10 tahun bisa berubah, 15 tahun sampai 20 tahun bisa berubah sesuai dengan RT RW-nya, Pak. RTRW 5 tahun ganti bupati, 5 tahun ganti bupati. Yaah, ini bisa antisipasinya bisa berubah-ubah sesuai dengan perubahan apa iklim skala detail skala kabupaten gitu loh, Pak. Iya, betul. ee ya ini kembali lagi apakah data itu tersedia ya di tingkat ee kabupaten betul karena kan sekarang kembali kepada ee one one poly one map ya Pak ya nanti kan sem nanti berdasarkan satu satu muatan peta yang dikeluarkan oleh BIG nanti ya to jadi ini yang harusnya menjadi keseragaman kalau evaluasi tingkat RTRW itu kan sampai 25.000 R itu, Pak, untuk RDT mungkin sampai 5.000. Nah, ini juga memerlukan peta-peta yang yang seil kalau mau memasukkan faktor iklim ke dalam apa ee rencana tata ruang gitu. I saya setuju, Pak. ee dan ini ee memang harus disampaikan ya ee tidak hanya dalam grup ini gitu ya ee untuk meningkatkan kesadaran karena ee penyedia data atau data pun mungkin mereka tidak aware gitu ya bahwa selama ini ee mereka memproduce data itu tidak sesuai dengan kebutuhan apa yang dilakukan untuk ee pihak lain gitu ya. Jadi saya itu kadang-kadang ini, Pak. Jadi peta risiko bencana yang dikeluarkan BNPB itu kan walid datanya ada Badan Geologi, ada BRIN, ada lembaga-lembaga kan banyak yang mencet peta ancaman bencana. Kemudian dengan kerentanan sama apa ee mitigasi kan dibuat risiko bencana. Nah, itu kan tugasnya BNPB itu. Nah, sekarang wali data ini kadang-kadang bertanya-tanya apakah mereka sudah melihat data-data ancaman yang kita usulkan gitu loh. Termasuk nanti kalau dari BMKG ngeluarkan peta curah hujan itu kan sebagai walidata untuk memprediksi risiko toh. Iya betul. Jadi ini juga sebagai evaluasi buat walid data ya. ee kemarin kita juga diskusi ya, apakah peta curah hujan yang mereka keluarkan itu bermanfaat tidak gitu ya, ee atau hanya ee apa ya ee hanya untuk ee informasi saja gitu ya, tapi tidak bisa digunakan untuk analisis. Jadi saya setuju dengan Bapak Sugeng ini. Ini harus kita dorong gitu ya dan harus kita apa kalau itu bisa didorong setiap 5 tahun ada perubahan curah hujan itu kan potensi longsornya berubah Pak ya toh? Intinya kan kejadiannya loh kejadiannya itu bisa berubah waktunya maupun mungkin juga ee tanda petik ya lokasi gitu ya. Iya, itu bisa kita lakukan nanti kalau misalkan punya data itu ee misalkan jangka waktu 20 tahun, kita ingin lihat mungkin per5 tahun. Tapi kan yang kita lihat ee seberapa besar risikonya. Kalau resikonya tinggi ya nanti kita bisa lihat ataukah mungkin resikonya ada ada ee ada risiko tapi rendah ya mungkin ee longsornya enggak terlalu ini. Itu kalau engor itu terjadi mungkin karena ada perubahan gunahan juga gitu ya. Kalau didiamkan mungkin ee dia sebenarnya kita kan mempercayakan kepada BNPB toh, Pak. Risikonya itu rendah, sedang atau tinggi. Itu kan percaya kepada BNPB yang punya wewenang pembuatnya gitu loh. Nah, kita memanfaatkan untuk antisipasi rencana rencana tata ruangnya gitu loh. Wah, ini iya mungkin setiap 5 tahun bisa karena ada perubahan iklim yang 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun berubah. Ah, itu itu wah ini tambah lagi nih apa parameternya gitu loh. Nah, kesiapan lembaga yang menyediakan data itu ah sudah sudah tanda petik ya tanda tanda petik itu siap atau belum gitu loh Pak. Sebagai wali data ke BNPB misalnya ya, BNPB sebagai walid data perlu dari walidata. Iya, betul. Iya. Ee saya setuju, Pak. Itu nanti mungkin bisa di apa ee masukkan juga ya kepada walidata bahwa ee tidak hanya menghasilkan pek hujan di tingkat nasional maupun juga bisa hingga tingkat ee kabupaten, provinsi kabupaten, Pak. Jadi kalau arahnya nanti ke tata ruang itu arahnya ke provinsi kabupaten ini ya toh. Nah, ini baik baik. Ini pemikiran saya loh, Pak. ini jadi supaya karena kan antar lembaga itu kelihatannya kok ya saya melihat belum ada kolaborasi yang serius gitu loh Pak, yang fokus gitu loh Pak. Kelihatannya masih berdiri sendiri-sendiri mungkin terkait dengan apa efisiensi anggaran atau keberandak anggaran saya enggak tahu itu, Pak I. Baik, terima kasih Pak Sugeng. Ini saya respon yang pertanyaan ketiga ya. Apakah pernah dilakukan? Nah, dalam tujuh cas ini kita menggunakan dua cash, Pak. Ee Kota Semarang dengan ee kota ya. Dan kemudian kabupatennya adalah Kabupaten Subang. Kemudian untuk provinsinya Provinsi Jawa Barat. Jadi, di dokumen itu ee ada tiga contoh yang sudah kita terapkan gitu ya menggunakan tadi ee integrasi ee isu perubahan iklim ya ee yang berbasis bencana ke dalam ee penusunan tata ruang. Jadi bisa dicek aja yang saya tampilkan tadi mungkin itu ee peta curahnya. Peta curahan masih pakai regional, Pak. Ee sudah di Kota Semarang saya sudah Kota Semarang sudah Kota Semarang istilnya BMKG Kota Semarang ya ee di lokal ya. Nah itu bagus itu. Iya iya nanti silakan dilihat di teknisnya itu sudah e online ya ee artinya bisa diakses oleh siapa saja. Makasih, Pak Sugeng. Iya, sama-sama Pak. Terima kasih, Pak. Pak Sugeng dari mana? Kalau tahu saya di Pusat Studi Perencanaan Pembangunan Regional UGM, Pak. Jadi sering ikut apa ya bantu-bantu RTRW. Tapi disiplin saya geologi, Pak. Kenal Pak Joko Abisoso ya? Oh, ya. Kalau di UGM itu ya kalau guru besarnya Prof. Har e Bambang Hari Wibisono ya. Kenal. Terus Agam Marsoyo? Saya dari BWK. Oh BW. Iya itu PWK Pak. Dari dulu Pak Leksono ada banyak Pak. Ada Pak Sani. Oh Sani. Iya tahu ke Nah itu itu biasanya sok ngundang saya kalau terkait dengan apa kebencanaan. Makasih, Pak Bobi. Iya, Bobi. Ya, Pak Bobi. Iya. Baik, terima kasih kepada Pak Sugeng atas pertanyaannya. Mungkin di sini karena masih ada waktu, dipersilakan kepada Bapak dan Ibu peserta yang lain apabila ingin ada hal-hal yang ingin ditanyakan bisa langsung saja menggunakan fitur rise hand. Baik, di sini sudah ada Bapak Kupu. Ee saya sudah mengajukan untuk unmute. Dipersilakan kepada Pak Pupu untuk langsung saja memberikan pertanyaannya. Terima kasih. Mau mohon maaf ini saya mau menanyakan tentang apa ada kaitannya penggunaan sumur sipel pertanian yang dilakukan secara masif di daerah-daerah tada hujan dalam menumpang ketahanan pangan sebagai program prioritas pemerintah terhadap peningkatan pemanasan global dan penurunan air tanah dan penurunan permukaan tanah dan bagaimana pemetaan tata ruang dan tata guna lahan saat ini agar bisa menjadi salah satu cara dalam memitigasi bencana lebih besar baik itu kekeringan, perubahan iklim, dan pergisiran tanah. Terima kasih. Baik, terima kasih Pak Kukuh. Boleh boleh tahu dari mana, Pak? Dari Boyolali, Pak. Penyuluh kehutanan, Pak. Oh, iya. Terima kasih, Pak Kukuh ya. ee mungkin perlu diperhatikan ya terkait dengan penggunaan sumur ya. Sumur ini ee memang menjadi perhatian ee terkait dengan pengambilan air tanah ya ee walaupun itu baik ya untuk ee apa ee pengairan ya. Namun perlu dicek nanti ini ee dilihat dulu ya. Jadi tidak sembarang ya ee karena ingin apa meu ketahanan pangan dengan perlunya ada air kemudian melakukan sumur ee bor gitu ya. Nah, ini harus diperhatikan karena ada beberapa daerah yang masih menggunakan sumur air permukaan ya dari sumur sungai itu yang mungkin diutamakan. Tapi untuk sumur bor ini mungkin perlu diperhatikan titik-titik ee pengambilan tanah ee pengambilan ee apa air tanah. Karena kalau berlebihan ini tadi ya bisa berkaibat ee terkait dengan ee apa penurunan muka air tanah dan juga tadi ya ee adanya ee pen ee apa penukan tanah ya. Nah, harusnya ini juga menjadi perhatian dari itu dari Dinas Pertanian ya yang mengajukan ya. Tapi ee harusnya kan diutamakan sumur permukaan ya ee dicari dari sumur dari sungai ya kali. ya ee dan sebagainya baru di biasanya menggunakan pompa ya. Dan sumur bor ini ee khusus mungkin kalau saya pernah ke Nusa Tenggara Timur atau daerah ee Maluku memang ee tidak ada cara lain karena dia di daerah hulu gitu ya. Jadi menggunakan ee apa dan jauh dari sungai gitu ya. itu mungkin ee bisa digunakan dengan sumur. Tapi kalau misalkan akses dari sungai ya ee masih ada ya tambahkan ee su air permukaan. Tapi kalau misalkan gimana kalau kering ya berarti ee tadi ya bisa melakukan membuat penampungan gitu ya penampungan atau ee embung ya ee di daerah-daerah ee tertentu gitu ya. itu mungkin Pak Kuku ini mungkin harus dilihat ya ee secara teknisnya ya di lapangan seperti apa kondisinya ya. Bagaimana Pak Kuk? Apakah sudah cukup? ini penggunaannya itu kan secara masif kan di daerah-daerah yang mestinya kan berada di lahan-lahan yang tad hujan lah dengan penggunaan sumur sibel yang secara masif sebagai program dalam meningkatkan ketahanan pangan itu kan dari dinasem dinas pertanian itu kan begitu masif memaksakan kan gitu akhirnya kan tetap keluar kami ya mungkin beberapa tahun yang akan datang akan timbul pergeseran tanah atau penurunan tanah atau juga mungkin kekeringan dalam jangka panjang lah. Ini siapa yang nanti yang akan bisa mengawal dan mengantisipasi agar penggunaan itu kan sebagai berada di tempat-tempat yang mestinya berada dari spot-spot yang tidak menimbulkan dampak dan dari lembaga apa yang harus bisa mengawal hal itu gitu loh. dan pemetaan tata ruang tata guna lahan itu siapa yang harus mengawal kan gitu sehingga penggunaan itu kan akan bisa diarahkan, dikendalikan syukur bisa ada regulasi yang mengatur perizinan itu kan gitu. Baik itu nanti karena penggunaan itu kan berada di sumur baik permukaan maupun rata-rata di sumur dalam untuk menopang tingkat ketahanan pangan dan produktivitas lahan. Karena ini program program prioritas mungkin ya dalam meningkatkan ketahanan pangan itu loh ya. tanpa kita kawal dan kita apa itu awasi mungkin tanpa ada regulasi mungkin 5 10 tahun yang akan depan 5 atau 10 tahun ke depan itu akan timbullah bencana baik itu pergisaran tanah, penurunan tanah atau mungkin sebagai bencana kekeringan yang mungkin tidak secara masif mungkin kita gak tahu akan terjadi apa gitu loh kan gitu itu mungkin harus ada lembaga atau pemerintah itu yang mengawal kan gitu syukur memberikan izin karena ini seolah-olah sana dari Dinasem Pertanian itu menggenjot untuk meningkatkan produktivitas lahan yang notabasi lokasi itu bukan lokasi pertanian secara pertanian irigasi teknis atau pertanian itu kan pertanian terhadap hujan yang mestinya satu kali tanam padi dua kali apa itu palawija tetapi semua dipaksakan menjadi tanaman padi, padi padi kan gitu loh. Itu atau mungkin sekali palawija jagung kan gitu itu mohon maaf ya satu CT itu mendukung program pemerintah tapi di sisi lain belum ada yang mengawal penggunaan sumur-sumur siel itu sebagai dampak 5 10 tahun yang akan datang terhadap bencana yang akan timbul gitu loh. itu itu mungkin ada usulan ada regulasi yang mengawal itu atau lembaga pemerintah yang mengatur tata-tata guna lahan yang sebagai spot-spot atau penggunaan yang seb sesuai dengan kebutuhan gitu. Nah, itu aja, Pak. Itu bagaimana? Baik. Baik. Terima kasih, Pak Kukuh. Ya, ee ini kan artinya yang program nasional adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan gitu ya. Namun di sisi lain ternyata ini memberikan dampak ya ee karena ee terkait dengan suplai airnya ya yang menggunakan sumur ee air tanah yang bisa berdampak ya ini jadi harus menjadi evaluasi nih ee bagi ee pemerintah untuk melakukan ee evaluasi terhadap program yang program sumurnya bukan program tant pangannya ya sebenarnya. Iya harus dievaluasi. Ya. Ya. Mungkin supaya bisa kedua-duanya bisa berjalan. Baik itu program ketahanan pangan berjalan, tetapi program anu peningkatan penurunan dan pencegahan mitigasi terjadinya iklim yang atau dan pemanasan global itu juga bisa dimitigasi lebih awal. I gitu maksudnya itu gitu berjalan seiring dan seimbang. Iya. Artinya gini aja, Pak. Nanti ee untuk sumur itu kan harusnya memang ada izin ya ee harusnya ada izin dari dinas terkait ya ee dan ada pengawasan misalkan kedalaman ya kemudian berapa lama dia mengambil air kan itu harusnya sudah ada aturan-atur seperti itu gitu sehingga tidak memberikan dampak ee apa secara langsung maupun tidak langsung tadi ya bisa menurunkan ee apa ee permukaan tanah atau pergeseran dan sebagainya. Nah, ini harus dikaji ya ee mendalam ini. Jadi tidak sembarang ee ngebor gitu atau ngambil air gitu ya kemudian digunakan 24 jam dan sebagainya gitu. Kita pendekan. Iya. Terima kasih, Pak. Biasanya setahu saya, Pak, untuk ketan itu dia menampung gitu. Jadi ee hanya ada satu ya, kemudian satu sumur gitu ya, kemudian dia buat tampungan gitu kemudian digunakan untuk ee pertanian. Jadi tidak semua masih sumur-sumur, tidak seperti itu kalau enggak salah ya kan seperti itu, Pak. Ya, seharusnya seperti ini. Tapi karena antara kebutuhan ekonomi dengan kebutuhan jangka panjangan kan mungkin karena itu memberikan potensi produktivitas lahan dan secara ekonomi memberikan pendapatan yang ya mohon maaf itu bagi petani itu kan lebih signifikanlah saat ini mungkin gitu. sehingga sedikit mengabikan dampak yang akan terjadi kan gitu kira-kira. Terima kasih Pak mudah-mudahan bisa menjadi referensilah gitu Pak Kukuh atas sharingnya ya. Baik, terima kasih Pak Kupuh atas pertanyaannya dan di sini kita masih ada waktu. Dipersilakan kepada Bapak dan Ibu yang masih ada hal-hal yang ingin didiskusikan ataupun ditanyakan. Langsung saja untuk menggunakan fitur rise hand-nya ee mungkin saya persilakan terlebih dahulu kepada Pak Odi. Silakan Pak Odi. Tes. Suara saya masuk? Sudah masuk Pak. Iya sudah dengar Pak. Ya. Selamat siang Bapak NS. Mohon maaf saya belum bisa hidup kamera. Enggak ada kameranya. Engak tahu saya. Iya. Ee saya Oi dari dari sanasi lah ya. Dari sasi pemerintahan. Mohon izin Pak Odi. Suaranya terlampau kecil ya Pak. Tes tes. Maaf masuk suara saya. Tes sekarang masuk Pak ya. Ya. Langsung aja ya Pak pertanyaannya mungkin yang pertama Pak Nurahman. Em tadi disinggung kan untuk perencanaan tata ruang sama ditayangkan juga peraturan yang terbaru ya dari ATR BPN. Nah, mungkin kalau saya mungkin pertanyaan sebagai yang awam ya di ilmu perencanaan dan tata ruang tanggapan di masyarakat Pak Nurahman yang kasus tanpa menyebut nama developernya mungkin sama-sama tahu yang kasus perumahan di Bekasi yang banjir setahun en kali ya apa pokoknya sudah enam kali banjir. Nah, itu jadi ada kecenderungan masyarakat ee tidak percaya gitu kenapa izin dulu pembangunannya bisa keluar. Jadi kayak meremehkan apa itu ilmu perencanaan. Sama aja yang penting ada duit bangun gitu. Nah, bagaimana tanggapan Pak Nurahman terkait em kasus-kasus itu. Terus yang kedua, saya tertarik sama CV Pak Nurrahman tadi mungkin mohon izin gambaran Pak Nurrahman. Em ada ada penawaran dalam waktu dekat dari instansi saya untuk short course ke Thailand terkait climate change, mitigasi dan adaptation. Nah, mungkin saya agak ragu Thailand kan negara berkembang ya. Apa yang bisa saya pelajari ya dari Thailand ini? Mungkin ya mungkin poin positifnya sih kayaknya di Thailand enggak ada salju ya. Mungkin klimate-nya kurang lebih sama. Nah, tapi mungkin sebelum berangkat ini mungkin ada masukan atau em gambaran kalau Pak Nurrahman ada pengalaman dari negara sana. Terima kasih, Pak Nurhanman. Baik, terima kasih Pak Oi, ya. Ini ee pertanyaannya cukup ee baik juga ya terkait dengan kondisi yang terjadi ya saat-saat kemarin ee jadi banjir besar yang terjadi di Bekasi ya. Dan ini memang ee tidak bisa dilihat dalam satu perspektif gitu ya. harus dilihat dari berbagai macam perspektif karena banjir ini kan ada kaitannya dengan em banyak hal ya. Terutama misalkan kalau kita lihat ee dari mana sih ee pencetus banjir tersebut gitu ya. Karena banjir ini terjadi ya ee tadi bisa jadi karena ee dari ee permukaan sungai ya yang melimpah ya yang meluap dan sebagainya gitu ya. Bisa banyak hal ya. Apakah karena adanya sedimentasi atau karena memang curah hujan tinggi di daerah hulu dan mereka tidak bisa ee apa menampung gitu ya curah hujan tersebut ya dan sebagainya. Ee dan jadi hasilnya ada ketidak normalan gitu ya. Di sisi lain ya ee ada daerah-daerah yang memang harusnya itu dijadikan sebagai daerah yang ee aman gitu ya ee untuk ee pelimpahan dari air ya yang ada sungai. Kalau secara aturan memang sepanjang ee sepadan sungai itu harus ee harus tidak ada bangunan atau tidak ada kawasan budidaya gitu. ataupun yang terjadi kan seringkali itu tidak diperhatikan gitu ya. Nah, berkaitan dengan peranan Pak Odi tadi gitu ya, kenapa itu bisa diizinkan? Nah, ini ee banyak juga faktor ya ee karena daerah itu kan juga butuh pemasukan daerah ya. Akhirnya mereka mengizinkan menan gitu ya sebagai income untuk daerah gitu ya. Tapi dia tidak memperhatikan aspek tata ruang gitu ya. Itu bisa terjadi gitu ya. ee banyak daerah yang melakukan seperti itu gitu ya. Nah, yang kedua ini juga karena kurangnya pengawasan gitu ya. Sebenarnya kalau dalam aturan misalkan sepadan sungai itu ee tidak boleh dibangun gitu ya ee pemerintah itu bisa melakukan suatu ee tindakan gitu ya. Namun apabila dibiarkan gitu ya, dibiarkan terus kemudian mereka lama-kelamaan dari yang semi permanen kemudian jadi permanen akhirnya jadi suatu bangunan gitu ya, bangunan yang kokoh gitu ya. Akhirnya ya mereka kemudian meminta kepada BPN ya ee untuk mendapatkan sertifikasi gitu ya. Nah, itu kan artinya apa? Karena tidak adanya ee regular eh apa monitoring yang pemerintah gitu ya. Ini juga bisa dua hal gitu ya. Jadi pemerintah mengabaikan gitu ya bahwa daerah-daerah yang harusnya itu ee melindungi gitu ya, tapi ternyata digunakan. Jadi ya itu jadi kurangnya pengawasan karena sekarang zamannya otonomi daerah ya ee setiap daerah kan punya kapasitas ee dan keunggulan masing-masing ya ee artinya kapasitas SDM, kapasitas resource finansial dan sebagainya. Jadi ya ee belum juga isu politik ya yang mungkin juga itu menjadi ee apa hal yang harus diperhatikan. Jadi banyak hal ya ee terkait itu. Tapi kami sebagai akademisi atau sebagai ee perencana tata ruang ee kami berusaha untuk menyusun tata ruang ini dengan ee semaksimal mungkin gitu ya. Artinya inilah sebagai pedoman bagi kepala daerah ya atau bagi instansi terkait untuk ee minimal patuh gitu ya. E kalau yang dia lindung ya dilindungi ya daerah lindung tapi kalau dia pasan budaya ya seperti budaya gitu. Karena kalau misalkan di luar dari itu, itu akan ee berimikasi kepada hal-hal yang terjadi ee seperti kita lihat yang terjadi di Bekasi dan sebagainya. Tapi banjir ini tidak bisahat kita lihat sebagai satu apa? Segmen ya, misalkan satu wilayah Bekasi. Tidak. Tapi kita sebenarnya juga ee karena ada hubungan dengan ee DAS ya, daerah sungai, ada hubungan dengan Bogor, ada hubungan dengan ee daerah-daerah lain yang harus juga kita ee peraktikan. Jadi penting juga kita melihat ee multi ya, multie level gitu, tidak hanya satu wilayah itu banyak ee nanti kajiannya Pak itu ee harus kita lihat lihat dari kacamata mana gitu. Kalau dari segi tata ruang tadi ya ee ada beberapa daerah yang harus dilindungi dan ada daerah yang memang bisa dibudidayakan. Kemudian untuk pertanyaan kedua eh Pak Odi akan ada rencana ee melakukan short cost ya eh di Thailand ee terkait dengan mitigasi ee apa ee bencana ya terkait dengan ee perubahan iklim. Menurut saya ee itu baik ya ee karena ee konteksnya sama ya ee dengan konteks yang ada di Indonesia sebagai negara tropis ee dengan ee walaupun di Thailand lebih banyak panasnya ya ee dibandingkan di Indonesia. Namun di sini juga ada curah ada hujan dan sebagainya. Nah, yang kedua adalah ee cara penanganan gitu ya. ee penanganan ee dalam ee upaya ee adaptasi perubahan iklim gitu ya. Di sini saya rasa lebih maju ya karena kebetulan ya saya mengambil S3 di Thailand, di IT juga ee disertasi saya tentang ee adaptasi perban iklim gitu ya. Dan memang di sini ee banyak beberapa contoh ya. E kita sering juga apa ee field trip gitu ya ke lapangan gitu ya. bagaimana ee daerah-daerah di pesisir mereka ee tidak hanya pemerintah maupun masyarakat ee bekerja sama untuk ee membangun e mangroove ya. Kemudian ada beberapa daerah di daerah hulu juga ee mereka ee apa membangun ee disebut dengan chicken. Chicken apa ini? Oh chicken apa? Eh sori pipi monyet ya kalau di bahasa Indonesiakan. Jadi monkey monkey chick ya. ee itu artinya menampung ya. Jadi menampung ee air hujan di daerah hulu gitu ya. Itu terkenal kalau kita cek di Google mangkicik itu ee sebenarnya usulan dari ee raja ya raja yang sebelumnya terkait dengan bahwa air itu jangan langsung dialirkan gitu ya ke sungai eh ke sungai ataupun ke laut gitu ya tapi dilindungi termasuk penjagaan ee sungainya ya ee sepadannya itu ee lebih terawat gitu ya. Nah, ini mungkin nung mungkin Pak Audi bisa dapat beberapa pelajaran ya walaupun mungkin ada beberapa hal ya terkait dengan politik dan itu juga mungkin ee hampir sama dengan Koteks Indonesia tapi ada beberapa pembelajaran yang bisa saya yakin ee diperoleh itu mungkin Pak Audi. Bagaimana Pak Odi? Apakah sudah cukup? E oke mungkin. Oke kalau gitu terima kasih Pak Adi atas pertanyaannya dan di sini ada risan lagi dari Pak Sugeng Wijono ya. Dipersilakan kembali Pak Sugeng ya. Ini ini untuk nganu aja bantu Pak Nurman saja. tadi ada pertanyaan yang kaitannya dengan pangan khususnya terkait dengan pemboran air tanah ya, Pak ya. Jadi ya Iya. Ya. Jadi saya kasih contoh di Pulau Jawa itu di daerah Ngawi. Kalau Bapak ke pernah ke Ngawi di sana irigasi pertanian itu mengandalkan apa? Sumur-sumur bor semua, Pak. Jadi tidak ada air permukaan yang bisa diakses untuk irigasi. Ah, saya sarankan sebetulnya ee pemboran air tanah itu ada instansi yang mengawasi ee di Undang-Undang apa sumber daya air itu kalau mengenai air permukaan itu di bawah ee PU Pak Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Kemudian kalau menyangkut air tanah masih di bawah pengawasan badan geologi, Pak. Jadi badan geologi itu yang memberikan izin-izin mengenai pemboran. Kemudian yang kedua sebaiknya memang memanfaatkan dulu air permukaan. Kalau kalau kalau air permukaan itu memang sudah tidak ada sama sekali ya apa boleh buat. Tapi sebetulnya program-program untuk memanen air hujan itu bisa dilakukan, Pak. Sebetulnya membuat bendungan, membuat embung, membuat apa ee bakbak apa penampungan air pada saat hujan itu bisa dilakukan. Sebetulnya air tanah itu bisa dilakukan kalau memang air permukaan betul-betul sama sekali enggak ada. Nah, kemudian kalau terpaksa menggunakan air tanah itu diupayakan air tanah itu mengambil yang aquiver, Pak. Yang apa? Confine aquuiver. Aquiver yang tertekan istilahnya air air air tanah yang ada di lebih pada kedalam yang yang sangat dalam. Jadi, ada lapisan-lapisan kedap air yang membatasi lapisan pembawa air sehingga tidak mempengaruhi air tanah yang dangkal sifatnya. Jadi kalau kita mengambil air tanah yang di dalam yang dari ee confinci quiver itu air itu bisa keluar sendiri karena punya tekanan untuk naik ke atas. itu disarankan mengambil itu sehingga kondisi air permukaan itu, air tanah dangkal itu tidak terpengaruh, tidak terpengaruh sama sekali karena ada lapisan kedap air sehingga subsidence atau penurunan permukaan tanah itu bisa dieliminir atau bisa dikurangi sekecil mungkin. Saya kira itu, Pak. Terima kasih, Pak. Saya ngasih aja informasi. Makasih, Masih, Pak Sugeng. Terima kasih, Pak Sugeng atas insight yang sudah diberikan. Mungkin untuk sesi tanya jawab kita cukupkan dan terima kasih kepada Bapak dan Ibu semuanya yang sudah berpartisipasi untuk menutup acara webinar ini. Mungkin dari Pak Nurahman terdapat eh closing statement-nya. Baik, terima kasih Bu Dini ya. ee sekali lagi ingin saya sampaikan ee bahwa ee untuk mewujudkan ee tata ruang ee wilayah yang tangguh atau responsif terhadap iklim ya kita harus paham atau sadar ee apa saja ee dampak ya yang terjadi akibat perubahan iklim ini dan upaya-upaya apa saja untuk ee mengatasi ya ee dampak perubahan iklim ini. ya harapannya ee dengan adanya webinar ee webinar ini ini adal bentuk sosialisasi gitu ya ee terkait kesadaran ee tentang konsep perubahan iklim itu sendiri dan juga bagaimana ee dalam konteks tata ruang ya bisa membantu ya ee mewujudkan ya ee suatu wilayah yang responsif terhadap iklim ee dan aman ya ee ee akibat adanya ee ee dampak perubahan tersebut. Itu aja mungkin dari saya. Terima kasih. Saya kembalikan ke Bu Dini. Baik. Baik. Terima kasih kepada Pak Nurman. Mungkin sebelum ee kita akhiri, kita akan melakukan dokumentasi terlebih dahulu kepada Bapak dan Ibu peserta webinar yang bisa mengaktifkan kameranya. Dipersilakan. Oke. Baik. Saya di sini akan mulai melakukan perhitungan mundur. Dimulai dari angka 3. ya. Sekali lagi 3 2 1. Oke. Baik. Untuk dokumentasi sudah dicukupkan. Saya ucapkan terima kasih banyak kepada Pak Nurahman atas penyampaian materi yang sangat bermanfaat ini. Semoga nanti di lain kesempatan kita bisa bertemu kembali dan apabila dan apabila kepada Pak Nurrahman ingin meninggalkan ruangan Zoom, sudah dipersilakan Pak Nurahman. Baik, terima kasih Bapak Ibu semuanya. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik Bapak dan Ibu semuanya, berakhir sudah acara webinar di hari ini. Bagi Bapak dan Ibu yang ingin mendapatkan e-sertifikat, Bapak Ibu bisa mengisi link presensi kehadiran yang tertera di layar ini. Dan ketika Bapak, Ibu mengisi presensi, pastikan nama dan email sudah diketik dengan benar karena hal ini akan mempengaruhi pengiriman e-sertifikatnya. Baik, saya akhiri kegiatan webinar hari ini. Mohon maaf apabila ada salah sikap dan ucap. Wabillahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang dan selamat melanjutkan aktivitas lainnya.