Webinar 120 Tata Ruang Responsif Iklim: Menata Wilayah untuk Masa Depan yang Tangguh
b86Ca-9h-tg • 2025-07-31
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
atau konteks yang regional ya, ataupun
tingkat yang lebih e mikro gitu ya. Nah,
intinya itu kita melihat eh mana yang
ekstrem gitu ya perubahannya gitu ya.
Nah, ini contoh yang bagian kanan
sebenarnya kita bisa lihat ya, kita
prediksi gitu ya yang gesernya apa gitu
ya.
Nah, kembali lagi saya mengulang gitu
ya, bahwa perubahan iklim ini memang
terjadi ee karena adanya peningkatan ya,
emisi gas rumah kaca, pembakaran ya, ee
kemudian hutan gundul ya, sehingga tidak
ada penyerap ee emisi dan sebagainya
gitu ya. Penggunaan ee apa ee bahan
bakar berbasis fosil dan seterusnya dan
ini menyebabkan pemanasan global dan
akhirnya terjadilah perubahan iklim. Ada
dua cara, yaitu dengan mitigasi. Tadi
sudah sampaikan lebih pada upaya
pengelolaan risiko dengan menurunkan
emisi atau meningkatkan penyerapan gas
rumah kaca dengan mengadakan misalkan
penghijauan dan seterusnya. Dan kedua
adalah adaptasi. Adaptasi ini lebih
cenderung pada meningkatkan kemampuan
ya, ability dalam menyesuaikan diri ya.
Mungkin kita tidak bisa kembali ke
kondisi normal, tapi kita beradaptasi
dengan kondisi yang ada gitu ya.
Nah, ingin saya sampaikan ya ee mungkin
sekilas saja bahwa sebenarnya kalau kita
punya data tadi saya sampaikan ya, data
ee dari wali data misalkan dari BMKG
gitu ya, kita punya data yang baiklah
gitu ya ee asumsinya gitu. Walaupun ee
pada Rnya-nya kadang ada data-data yang
ee
apa ee tidak ada datanya sehingga kita
perlu lakukan suatu ee apa estimasi gitu
ya. Nah, sebenarnya kalau kita punya
data tersebut ya kita bisa gunakan data
itu untuk melakukan namanya proyeksi.
Misalnya ini contoh curah hujan tahunan
gitu ya di Indonesia ya. Ini dilakukan
oleh ee BAPENAS gitu ya di tahun 2034
gitu ya. Polanya seperti apa gitu. Oh
ternyata di Kalimantan ee bagian timur
ya ini cenderung nanti curah hujan
tinggi ya ee secara rata-rata gitu ya.
dan ee ada beberapa daerah yang mungkin
ee
sori yang merah itu sangat rendah ya,
yang sangat tinggi itu yang warna hijau
ya gitu ya. Nah, itu ee menandakan bahwa
ee di beberapa daerah ada yang curahnya
tinggi dan sebagainya. Kalau kita lihat
ya yang sangat rendah itu terjadi
misalkan kalau di Indonesia itu curah
hujan yang ada di daerah timur ya
mungkin bulan basahnya lebih rendah
dibandingkan ee yang ada di Jawa ya atau
di Kalimantan ya. kita bisa lihat dengan
ee hal ini. Jadi, dari data ee tahunan
ya ee yang kita peroleh gitu ya,
kemudian kita bisa gunakan proyeksi ya
untuk ke depannya. Nah, mengapa saya
sampaikan ini? Karena ini akan berkaitan
dengan ee aspek tata ruang gitu ya.
Karena ini berbasis spasial gitu ya.
kita tahu gitu ya daerah-daerah mana
saja yang ee curah hujan tinggi, rendah,
sedang, dan sebagainya itu akan membantu
ya ya membantu penyusunan ee tata ruang
gitu ya. Contoh lain misalkan ee
kekeringan ya. Nah, kita bisa lihat
lihat di sini itu merah ya, artinya
kekeringannya sangat tinggi ya. dan
sebagian besar yang di Kalimantan ee ee
Sulawesi itu ee
rendah kekeringannya. Nah, ini ya ini
sebagai data atau awal ya yang kita bisa
gunakan sebenarnya. Minimal kita bisa
membaca ya dari data ini apa ee
maksudnya gitu ya. Nah, kita lihat lagi
yang lebih ee apa dalam yaitu di tingkat
provinsi. Nah, ini kita per pernah
lakukan gitu ya ee kami dengan Jaika ee
kemudian dengan Pusat Perubahan Iklim ee
ya kita minta ahli meteorologi untuk
membuat ee peta ini gitu ya dalam
konteks di Jobat gitu ya. Jadi kita
punya data baseline ya dari data eh
tahunan tersebut yang bahaya banjir gitu
ya cenderung ee tinggi ada di beberapa
daerah ee di
perkotaan ya di Kota Bandung dan
sekitarnya ya. ee kemudian karena ini
rendah ya, kemudian di daerah pesisir ya
yang juga rentan ya terhadap e banjir.
Kemudian kita proyeksi ini yang ee
gambar ee atas kanan ya ternyata ee
hampir sama ya polanya gitu ya. Nah, ini
bisa kita jadikan sebagai bahan.
Kemudian kita bisa susun indeks ya ee
indeks terkait dengan ee bay banjir
tersebut gitu ya. Jadi wilayah dengan
peningkatan bayar banjir yang lebih
signifikan ya. kita bisa
cari ya.
Betul yaang ya kemudian Banjar dan
sekitarnya ini juga perlu menjadi
perhatian
gitu ya.
Nah, ini masih bahaya ya tadi bahaya
banjir dan sedangkan ini ada bahaya
kekeringan hampir sama prosesnya dengan
yang lakukan dengan ee bahaya ee banjir
ya. Intinya apa? Dari sini kita bisa
lihat ternyata dari data tersebut kita
bisa melakukan proyeksi ya melakukan
proyeksi bahaya ke depan itu misalkan
kita ingin prediksi 10 tahun ke depan
seperti apa dengan database gitu ya. Ini
kalau diterapkan gitu ya di
dalam penyusunan tata ruang tadi ya
dengan judul utama dari webinar ini
adalah semoga tata ruang itu menjadi
lebih ee tangguh ya dan responsif
terhadap iklim gitu ya.
Nah, ini juga ee contoh ee bagaimana
bahaya penggenangan pesisir. Jadi
semuanya berketan denganan iklim gitu
ya. Ee kita juga bisa lakukan prediksi
gitu ya. Skenario dengan beberapa
skenario 2040 ternyata ada beberapa
daerah ya kalau tidak dilakukan secara
ee apa tidak ada upaya ya penanganan ini
daerah yang daerah utara Semarang
terutama daerah timur ini seringkali
akan terjadi ee peningkatan rendaman ya.
yang sebelumnya mungkin masih orange ya,
antara 2 sampai 3 m. Tapi kalau misalkan
tidak ada ee penanganan ya di tahun 2040
ini akan ee sebagian besar ee merah ya.
Nah, hal seperti ini bisa kita lakukan
secara ee apa sacientifik ya, sains.
Nah, sekarang kita lihat profil ee
bencana yang terjadi di Indonesia gitu
ya berdasarkan dari data BNPB atau kita
sebut dengan indeks risiko bencana
Indonesia gitu ya. Ini kita bisa lihat
juga sebagai bahan gitu ya. kalau kita
ingin melakukan ee apa ee pengamatan
awal ya, observasi terkaitcana.
Ternyata sebagian besar ee bencana itu
memang dengan bencana hidrologi ya, Tor
ya, kemudian ee banjir ya ee selain
memang ee ada juga yang ee tsunami ya e
namun ee jarang ya dan seterusnya. Ini
bisa kita lihat dan daerah-daerah mana
saja ee yang seringkiali terjadi ini
kita bisa lihat secara spasial.
Nah, kita masuk ke dalam konteks ee
perencanaan tata ruang. Jadi, rencana
tata ruang ini bagi Bapak Ibu ee
yang belum ee tahu ya, bahwa rencana
tata ruang ini ee setiap daerah dari
tingkat nasional hingga tingkat ee
kota kabupaten perlu menyusun rencata
ruang dengan lingkup waktunya 20 tahun.
basis ee
itah Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007
ya tentang pataan ruang memang ee
menariknya di sana memang sudah ada ya
kalau kita lihat dalam proses pencan
tata ruang gitu ya bahwa ee dalam Tang
itu perlu memperhatikan analisis resiko
bencana gitu ya.
Namun yang ee baru ya di peraturan ee
Permen ATR BPN tahun 2021 itu mulai
dimasukkan. Perlu ada analisis terkait
dengan ee nanti kita lihat ee setelah
ini. Nah, posisi pet ruang ee dalam
pengurangan risiko bencana ini bisa
membantu ya dalam membatasi pembangunan
tadi ya. Kalau kita tahu daerah mana
saja yang beresiko ya terhadap banjir,
longsor, kekeringan, nah kita bisa
antisipasi ya. Jadi tidak bisnisual gitu
ya, semua misalkan kalau di sana sebagai
permukiman gitu ya, itu mungkin kita
bisa memberikan suatu rekomendasi gitu
ya. Ee bahwa pemik kalau dia dia resiko
ee tinggi tidak ada cara lain gitu ya,
dia harus eh move ya atau ee pindah gitu
ya, relokasi ke daerah lain. Tapi kalau
masih resikonya sedang atau rendah kita
bisa mungkin dengan teknologi tertentu
gitu ya. Nah, itu sebelumnya belum ada
gitu ya, belum ada hal seperti itu. Nah,
kita coba ee diintegrasikan ke dalam
tata ruang dan ini juga akan
mengklasifikasikan lahan yang sesuai
dengan kondisi bencana gitu ya. Jadi,
kita ee perlu tahu bencananya apa gitu
ya, yang paling berisiko apa gitu ya.
Kemudian kita sesuaikan sekarang ada
lagi ee misalkan pertanian-pertanian
yang ee
tangguh terhadap bencana banjir gitu ya.
dengan misalkan kalau kita tahu daerah
mana saja, kita bisa men-suplai
bibit-bibit ee mungkin dari ee Dinas ee
Kementerian Pertanian dia punya bibit
yang mungkin tahan terhadap banjir.
Contoh seperti itu ya. Kemudian bisa
mempromosikan metode Kasa untuk
mengurangi risiko ya atau mengatur
punaan lahan rencana jurinasi secara ee
legal gitu ya. Mengurangi risiko dengan
berupa cara ya dengan development atau
relokasi serta mengurangi ketentanan
sosial dan ekonomi ya. Contoh
kemarin-kemarin ee ada banjir ya di
daerah Bekasi itu mungkin juga bisa kita
antisipasi ya. Kita tahu daerah mana
saja sebenarnya rentan atau berisiko ya
terkait dengan ee bahaya gitu ya.
Nah, peran tetaruan dalam penanggulan
bencana ini memang posisinya ya kalau
kita ee lihat dalam ee penanggulan
bencana itu masuk kepada ee tahapan ee
pengembangan dan ee pencegahan gitu ya.
Nah, integrasi pengurangan risiko
bencana ini ee kalau kita lihat dalam
penyusunan tata ruang ya sebenarnya
sudah di
ee apa dimasukkan gitu ya. Ini Permen
ATR ya ee nomor 11 tahun 2001. Saya
langsung saja apa bedanya gitu ya. Di
bagian yang warna merah ini pengolan
data dan analisis data gitu ya. Yang
sebelumnya ini mungkin hanya ada puluhan
ya mungkin ee 111 10 tapi ada yang hal
baru ya. Di sini disampaikan ya ee poin
nomor 12 analisis pulang risiko bencana
dan juga ee mulai masuk nomor 11 ya
analisis daya dukung dan tetap
lingkungan hidup serta analisis mitigasi
dan atasi perlu iklim gitu ya yang
sebelumnya ini tidak ada. Jadi ini suatu
ee progres ya dari ee ATR kementerian
ATR yang sudah mengintegrasikan terkait
isu perubahan iklim dan juga bencana di
dalam penyusunan tata ruang gitu ya.
yang sebelumnya ya saya ingin sampaikan
saja mungkin Bapak Ibu yang ee belum
tahu atau mungkin sudah aware ya paham
terkait dengan tata ruang itu sebagian
besar gitu ya isu tentang iklim itu
hanya masuk kepada bagian yang ini ya
yang warna apa nih kuning orange inilah
apa nih brown ya coklat ya ee tahap
pengumpulan data informasi jadi ee ya
saya pengalaman juga penyusunan tata
ruang ya sebelumnya itu hanya sebagai
profiling ya. Jadi profiling dalam
menyusun tata ruang sampai situ saja
gitu ya. Sampai situ saja. Dan ee
misalkan Kota Bandung memiliki ee apa?
temperatur bla bla bla memiliki curah
hujan bla bla bla pada bulan ini nih
hanya seked gitu ya, belum masuk bagian
pengolan data dan analisis. Padahal cat
ruang ini kan ee tadi saya sampaikan itu
jangka waktunya 20 tahun gitu ya. Jadi
hanya untuk sebagai ee
ee apa f ya ee dari suatu daerah. Nah,
sekarang di Permen ATR 11 tahun 2021 ini
sudah mulai dimasukkan begitu ya nomor
11.
Nah, kami ya ee 2021 kemudian 22, 23, 24
hingga kemarin tahun 2024 gitu ya, kami
cek di dalam Permen ATR ini
itu ternyata eh tidak detail gitu ya,
how-nya, how to eh measure atau how to
assess eh atau bagaimana melakukan
analisis eh berkaitan dengan mitigasi,
adaptasi peran hiklim. Dia mungkin hanya
satu halaman kalauak salah saya lihat di
lampirannya. Nah, itulah yang kami eh
bekerja sama dengan Jaika eh JPN
Interventional eh eh Cooperative Agency,
kemudian dengan pusat buan Iklim ya eh
kemudian juga dengan eh Permen ee dengan
Kementerian ATR untuk memperdalam jadi
suatu petunjuk teknis, pedoman ee
bagaimana caranya ee analisis ini bisa
diterapkan dalam tata ruang. Nah,
slide-slide berikutnya akan saya bahas
ee ya ini sekedar mungkin sosialisasi ya
ee terkait dengan ee bagaimana
sebenarnya kita bisa integrasikan ee isu
perguruan negeri ini dalam rencana tata
ruang itu idenya ya. Ee semoga ini juga
bisa meningkatkan pemahaman ya terkait
dengan menciptakan suatu wilayah ee
ruang ya kota ee yang tangguh ya dan
responsif terhadap ee isu beban iklim
gitu ya.
Nah, kebijakan tata ruang ini kalau kita
masuk kepada ee konteks bencana, dia
masuk pada mitigasi bencana
berupa nonstruktural. Nah, ini harus
pahami ya. Jadi, kalau di bencana itu
ada juga namanya istilahnya mitigasi ya.
Mitigasi bencana struktural dan mitigasi
bencana yang nonstruktural. Nah,
kebijakan catatan ruang itu masuk
mitigasi bencana nonstruktural, yaitu
strategi dan tindakan yang tidak
melibatkan pembangunan infrastruktur
fisik, tetapi berfokus pada pengurangan
risiko melalui perencanaan, kebijakan,
pendidikan, ya ee pelatihan dan praktik
manajemen. Pendekatan ini sebenarnya
melengkapi solusi struktural yang ada
dan sangat penting untuk membangun
ketahanan masyarakat dan meminimalkan
dampak bencana. Nah, ini contoh saja
beberapa strategi nonstruktural mitigasi
bencana bisa berupa peraturan atau
penilaian resiko bencana dan sistem
peringatan lini.
Nah, ini contoh ee pengaplikasian
mitigasi bencana dalam cata ruang di
Indonesia ini ee sebenarnya ee apresiasi
ya karena ini salah satu ee RTRW cata
ruang wilayah provinsi ya se Indonesia
yang sudah menerapkan gitu ya di dalam
ee dokumennya ee 2022
tentang isu ee bencana dan perubahan
iklim ini ee sejak itu ya e disisahkan
mungkin 2000 ee 21 atau dua-dua lah,
dua-dua ya disahkan ya, dilegalkan ya
dan diterapkan. Mengapa? Karena di dalam
e materinya, substansinya dia sudah
menyebutkan pentingnya ee jalur
berkumpul dan sebagainya dan ini
menjadikan ee apa ee percontohan untuk
ee penyusunan RTRW ee di daerah-daerah
lain gitu ya.
Nah, ini sekedar ee pengayaan ya, bahwa
Bapak, Ibu ee secara global ya itu ada
suatu kerangka ya melakukan penilaian
sejauh mana wilayah atau kota itu sudah
ee tangguh ya atau sudah responsif
terhadap ee
ee bencana ya ataupun e dampak bebulan
iklim. Banyak sekali framework-nya di
sini gitu ya. Ee ini contoh eh misalkan
City Resilient Framework 2024 ya, dia
melihat eh aspek eh institusinya,
kelembagaannya, kemudian ee penghidupan
masyarakat, ekonomi ya, dan juga
infrastructure dan environment. Ini juga
bisa jadikan sebagai eh bentuk penilaian
ya saya cepat aja. Kemudian ada juga
methode city resilience profiling tools
ya yang bisa diulat dari berbagai macam
aspeknya.
Nah, kita masuk langsung ke bagian
intinya ya. Nah, tadi saya sampaikan,
ya, ini ee alhamdulillah sudah terbit ya
ee tahun lalu 6 Juni 2024 ya. Walaupun
mungkin
ini belum banyak yang ee apa
tahu gitu ya, bahwa ada Juknis ya ee
sebagai bagian dari Permen ATR ee nomor
ee 11 tahun 2001 tadi gitu ya. Juknis
ini membantu sekali ya. kurang lebih
tebalnya sekitar ada ee 90 sampai 100
halaman ya. Tapi detail gitu ya.
Bagaimana misalkan ee kalau data
iklimnya tidak ada. Nah, kita juga
memberikan rekomendasi menggunakan
scaling dan sebagainya. Tapi ee kita ee
asumsikan misalkan data BMKG lengkap
gitu ya. Kalau tidak ada berarti kita
harus ee menyiapkan dalam persiapan itu
perlu ada tim ee menambahkan anggota tim
ee terkait dengan ee meteorologi kan
gitu ya. Tapi kalau kita asumsinya ee
lengkap ee itu tinggal kita proses gitu
ya.
Nah, ini ee hasil yang kita lakukan ee
bersama tim ya. Intinya apa? di dalam ee
dokumen tersebut ya ee
selama ini gitu ya ee iklim itu tadi
saya sampaikan hanya digunakan sebagai
gambaran umum ya atau profiling. Nah,
kalau kita lihat ini tambahannya adalah
yang warna kuning ini. Jadi ee
disampaikan di sini ya
kita harus menilai resiko. Jadi resiko
ee bencana itu bisa kita nilai ya kalau
kita tahu hazard tadi ya bahaya ya.
Bahaya longsor, bahaya banjir ya. Ya,
kekuatan iklim seperti itu ya. bahay
kekeringan ya dan seterusnya atau bahaya
genangan ee pesisir ya. Nah, itu adalah
ee bahaya hazard ya. Kemudian kita ee
gunakan V itu adalah vability
kerentanan. Nah, kerentanan ini kita
gunakan eh proxi yaitu berupa eh data L
use ya. Ee jadi banyak eh definisi
vability tapi kita gunakan lene. Jadi
misalkan kalau luse-nya eh hijau gitu ya
itu resikonya rendah gitu ya pasti
resikonya rendah. Tapi kalau ada
bangunan atau ada budidaya itu akan
cenderung ee bervariasi dibagi kapasitas
itu kapasitas ini ee bervariasi di
setiap daerah. Nah, ini detailnya ada di
dalam prinik ini teknis ini. Cuma secara
singkat saya akan sampaikan gitu ya ee
perbedaannya apa yang sebelumnya
analisisnya adalah kita melakukan kajian
bahaya baseline gitu ya. Kemudian
kita lakukan juga proyeksi sesuai dengan
ee jangka waktu tata ruang yaitu 20
tahun ke depan ya. Jadi 20 tahun ke
depan ee kajian bahaya, kajian
kerentanan hingga kita peroleh namanya
kajian risiko ya. Resiko ini tadi ya
rumusnya ya hazat kali eh V itu sehingga
dapat kajian risiko. Ini intinya. Jadi
ee selama ini ini tidak dilakukan gitu
ya ee tidak dilakukan. Jadi hanya
sebagai profile bahwa di situ ada banjir
gitu ya, ada ee baya tapi digunakan ya
overlay mungkin ya, tapi datanya data ee
2000 misalkan 2025 sekarang datanya 2024
gitu ya. Padahal kalau kita bata ruang
itu kan 20 tahun ke depan gitu ya. Nah,
sebenarnya bisa gitu ya iklim itu juga
bisa kita prediksi sesuai atau mau 5
tahunan gitu ya hingga 20 tahun ke depan
gitu ya. Nah, ini yang kita ee apa ee
lakukan ya, suatu terobosan ee itu bisa
dilakukan gitu ya bila data iklimnya
lengkap gitu ya dan kita bisa buat
secara spasial. Nah, ini akan masuk
nanti ke isu pengembangan wilayah, ke
konsep ee kemudian tujakstra ya dan
seterusnya ya. Nanti saya akan berikan
contoh ee di Kota Semarang gitu ya.
Nah, yang pertama ya kita identifikasi
dampak. Jadi dampak ini harus kita lihat
apa saja eh bahaya-bahaya yang berkaitan
dengan peran iklim klimat indish hazard
atau klimat relate hazard ya. Kemudian
karena tata ruang ini berbasis spasial
ya ee artinya kita harus tahu ya ee
kawasan mana saja yang terpapar ya ada
dampak langsung maupun dampak tidak
langsung ya. Nah, ini kita buatkan
contohnya ya ee suatu ee matriks atau
tabel ya. Misalkan dampak langsungnya
kerusakan tanaman atau bahayanya adalah
baya tanah longsor tingkat sedang sangat
tinggi ya sedang sangat tinggi. Kawasan
di kawasan pertanian dampak langsungnya
kerusakan tanaman ya dapat dilangsungnya
gagal panen penurunan produksi tanam
sektor dampaknya pertanian ketahanan
pangan. Nah ini contoh saja ya.
Setelah kita ketahui ee bahaya gitu ya
tadi ya ee kemudian dampaknya ya
kemudian kita ee lihat kita rumuskan
dalam tujakstra gitu ya. Nah, ini bisa
kita lakukan ya sudah disebutkan di sini
ee prosesnya yaitu terhadap kita lihat
tinjauan-tinjauan yang berkaitan dengan
pengulan iklim ya kemudian hal penting
yang perlu diperhatikan dalam perumusan
tujaksa dan sebagainya.
Nah, ini contoh ya ee jenis contoh tabel
yang kita bisa adop ya ee dalam
penyusunan ee tujakstra itu gitu ya.
Apakah ada berkaitan tata ruang? Kalau
ada ya ee beri ceklist, kalau tidak ee
kita beri tidak ya. Kemudian kita
terapkan di dalam tujuan, kebijakan dan
strategi. Ini contoh ee misalkan di Kota
Semarang gitu ya. Ee kita punya bahaya
tanah longsor di ee sedang tinggi ya. ee
tidak ada yang ee rendah gitu ya.
Nah, ini ya. Jadi ee beberapa kita bisa
lihat patternnya, polanya kemudian
dihubungkan dengan peta guna lahan ya
tadi kan karena berkaitan dengan kawasan
mana yang terdampak. Nah, ini ya kita
masukkan misalkan ee terkait dengan ee
longsor. Jadi, dampak langsungnya adalah
kerusakan tanaman ee dan infrastruktur
ya di daerah pertanian ini yang warna ee
apa ee ee hijau ya. Sedangkan yang oren
ini permukiman jadi kerusakan bangunan
dampak langsungnya tidak langsungnya
kualitas air bersih berkurang ya dan
sebagainya. Nah, kemudian kita bisa
menetapkan isunya yaitu 9,02% wilayah
Kota Semarang di masa depan akan
terdampak bahaya tanah longsor tingkat
sedang tinggi. Masa depannya bisa ag
ganti dengan misalkan 2000 berapa gitu
ya ee ee tahun. Jadi jelas ya ee terukur
gitu ya. Kemudian tujuan ini contoh
munculkan kesemaran sebagai persangan
jasa kesat internasional yang aman,
nyaman, produktif, dan berkelanjutan.
aman ini dimaknai dengan patahan ruang
yang ee tangguh ya ee yang ee responsif
terkait dengan dampak ee perubahan iklim
ya. Kebijakannya apa? Pengembangan
wilayah yang adaptif ya secara ruang
terhadap baha iklim pada kawasan
terdampak gitu ya. Nah, dari sini kita
bisa lihat ya eh statement ini gitu ya.
Statement ini sudah mengarahkan gitu ya
ee terkait dengan isu-isu perubahan
iklim yang cenderungnya ee selama ini
ini tidak dibahas gitu ya. Jadi lebih
cenderung strategi lindung gitu aja gitu
ya di dalam ee sebagai daah resepat air
ya. Tapi kita bisa tambahkan yang
memiliki tingkat kerawanan tinggi sangat
tinggi. Nah gitu ya. Kita tambahkan jadi
ee khusus yang diprioritaskan adalah
tingkat kerawanan tinggi dan sangat
tinggi gitu ya.
Kemudian kita masuk setelah tujakstra
gitu ya. Kemudian misalkan tinjauan
dampak ee kemudian kita masuk ke dalam
penyusunan rencana tata pola ruang
ataupun ee ya rencana pola ruang ya dan
juga struktur ruang ya. Di sini
contohnya di kawasan pertanian ee akibat
ee longsor ya dan juga ee tanah ee
permukiman ya. Jadi budidaya ini kawasan
budidaya itu kawasan pertanian dan
pemukiman.
Nah, ini sama ya. Jadi ee kita lihat ee
apa spasialnya
longsor ee yang sedang dan tinggi.
Nah, kemudian ee kita masuk
ke dalam bentuk-bentuk
adaptasinya gitu ya. Ee
sebentar ini.
Iya. Jadi bentuk-bentuk adaptasinya ee
kita gunakan ee konsep gitu ya. Opsi
adaptasi ini sebenarnya bisa dibagi
menjadi tiga ya. Retreat ya, akomodasi
atau proteksi gitu ya. Jadi retreat ini
adalah ee
apa ya? Kalau dia masuk kepada resiko
yang tinggi, tidak ada cara lain harus
pindah gitu ya, merah warnanya gitu ya.
Tapi kalau misalkan sedang, kita bisa
akomodasi gitu ya.
Kalau yang rendah kita bisa protect ya.
Misalkan dengan membuat ee apa tanggul
ya atau menaikkan ee bangunan dan
sebagainya. Tapi kalau sudah warna merah
berikut tinggi sekali gitu ya, tidak
cara lain harus pindah gitu ya, lokasi
ke daerah-daerah yang lebih aman gitu
ya.
Nah, ini ee bentuk ee opsinya dan juga
ini ada beberapa contoh ee
insentif-isentif yang bisa diberikan
gitu ya ee ke dalam ee dua jenis contoh
kawasan budidaya ee pertanian maupun
permukiman gitu ya. Nah, terakhir di
sini ee saya pernah presentasikan gitu
ya ee hasil ini ya ee ke dalam suatu ee
showcase ya ee yang diadakan oleh eh
Asian Global eh
Asia Pacific Network gitu ya. dan
alhamdulillah menjadi eh mendapatkan eh
apa penghargaan ya dengan judulnya tadi
propose framework for integrated eh
climate adaptation ya eh pada e
percatatan ruang di Indonesia gitu ya.
Mungkin terakhir ya kesimpulannya bahwa
analisis kajian risiko danasi bulan tadi
yang ada dalam proses tata ruang itu
menjadi bagian yang sangat tidak
terpisahkan ya dalam penan tata ruang
agar menciptakan suatu ee wilayah yang
tangguh ya responsif terhadap ee isu
peran krim dan sus tata ruang ini ee
perlu ada integrasi dengan adi peran
iklim di mana dalam upaya untuk
menurunkan tingkat kerentan potensi
dampak ya atau risiko dan juga
meningkatkan ketangguhan dan penting
sekali adalah ee ini juga menjadi apa ya
ee sejak kami melakukan proses
penyusunan ee Juknis itu ee beberapa
walid data terutamanya penyih data BMKG
ini ee perlu aware juga ya BIG juga
bahwa kami tidak hanya menyusun ee peta
RBI ya dan sebagainya, tapi juga kita
mungkin bisa membantu ya dalam
penyusunan ee apa ee peta ee
apa peta SKL ya. Kalau dalam BKG mungkin
tidak hanya berupa apa datata rutinitas,
tapi kita juga bisa ee membantu untuk
Kementerian ATR dalam ee tadi ya ee
menyediakan data gitu ya. Dan penting
juga sistem pematuhan evaluasi masih
perlu dikembangkan untuk perbaikan pada
proses penan dan pelaksanaan adaptasi di
masa mendatang. Mungkin itu saja ya,
sekaligus ini juga ee terima kasih
terima kasih pada Eko Eduid telah
mengundang saya sekaligus sosialisasi ya
bahwa eh Juk di sini sudah ada 2024
namun memang belum ee karena pergantian
ya transisi pemerintahan ya ee mungkin
belum ada asosiasi yang masif ya ee dan
ini mungkin sebagai salah satu
oportunity ya ee bagi kami untuk ee
memberikan ee penjelasan ya terkait
dengan ee konteks di Indonesia kebijakan
tata teruang nya harus jauh-jauh mana
dan ini bisa semoga bisa diterapkan di
tingkat ee daerah ya ee baik dari
provinsi, kota, kabupaten ya, maupun ee
yang lainnya ya. Tujuan tadi ya untuk
mencipakan ee tata ruang ya wilayah yang
lebih tangguh dan terhadap isu perubahan
iklim. Baik, demikian yang mungkin saya
bisa berikan. Mohon maaf kalau ada
kekurangan. Ee terima kasih atas
pertanyaannya. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Saya
kembalikan kepada moderator atau MC.
Baik. Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima terima kasih banyak
kepada Pak Nurahman atas pemateriannya
yang sangat informatif ini yang
sebagaimana ee kita pelajari ini
bagaimana perencanaan ruang itu tidak
hanya sekedar mempertimbangkan aspek
ekonomi saja, tetapi juga ee kita perlu
memperhatikan daya dukung lingkungannya,
bagaimana cara memperhati menghitung
risiko bencana, mitigasi, adaptasi, dan
juga ketahanan jangka panjang terhadap
dampak perubahan iklim. Baik, kita akan
lanjutkan pada sesi tanya jawab dari
Slidu terlebih dahulu. Di sini saya akan
menampilkannya.
Baik, dari aplikasi Slidu ini sudah
terdapat ee tujuh pertanyaan yang bisa
dijawab oleh Bapak Nurahman. Mungkin
kita langsung saja untuk pertanyaan
pertama yaitu apakah ketersediaan data
di Indonesia sudah memenuhi ekspektasi
dan tidak menjadi tantangan?
Baik, terima kasih Bu Dini. Ee ini
langsung jawab
langsung saja, Pak.
Baik ee terima kasih Bu Dini. Ee ya ini
tidak ada nama ya. Ee terima kasih ee
Anonimos ya. ee
apakah kekerjaan data di Indonesia sudah
memenuhi ekspektasi dan tidak menjadi
tantangan? Ya, tadi saya sampaikan ya ee
di konteks Indonesia memang data
availability ini ee masih menjadi suatu
ee momok ya atau tantangan. Tidak hanya
ee tadi ya kajian tata ruang, tapi juga
di dunia akademis gitu ya. ee ya kalau
kita compare ya, kita bandingkan dengan
ee negara-negara ee maju ya terutama
gitu ya, memang kita agak tertinggal
gitu ya dan kecenderungan data yang kita
miliki itu walaupun kita punya ya ee
kebijakan tentang satu data Indonesia ya
ee memang ee ya itu teru terobosan ee
tapi agak telat ya karena peraturan
presiden itu ee tahun 2017 gitu ya
walaupun mungkin praktiknya ee ee belum
belum belum belum mendalam gitu ya.
Namun ya ada upaya ya untuk ee bahwa
data itu ee mudah diakses gitu ya.
Kemudian data itu ee mudah diukar ya.
Maksudnya gini, kita masih lihat banyak
dari data-data itu ee yang sifatnya
tidak bisa kita olah gitu ya. Misalkan
kita peroleh dari data instansi ee
tertentu gitu ya, datanya berupa data
PDF atau data-data yang berupa JPEG yang
kemudian itu tidak bisa kolah, kita
harus melakukan proses yang butuh waktu
ya untuk melakukan itu gitu ya. Nah, ini
yang mungkin perlu menjadi kesadaran ya.
Ee dan alhamdulillah ketika proses
kemarin kami lakukan kita juga
mengundang itu ada beberapa FGD ya,
Forum Group Discussion dengan BMKG,
dengan BIG ya, kemudian dengan beberapa
eh instansi yang terkait gitu ya. Ini
juga meningkatkan kesadaran mereka gitu
ya. Ee contoh BIG gitu ya. BIG ini kan
ee rutinitasnya mereka menyusun suatu ee
peta ya ee peta dasar ya dan sebagainya
ya. Kemudian mereka tanya ee kepada kami
gitu ya, sebenarnya apa sih kebutuhan ee
tata ruang gitu ya? Kami butuh ee
misalkan peta ee satuan kemampuan lahan
SKL gitu ya yang selama ini kita perlu
olah gitu ya. Nah, kalau misalkan dari
BIG bisa memberikan peta SKL gitu ya, ee
peta satuan kemampuan lahan gitu ya, itu
bisa membantu ya dalam susunan daya
dukungan lingkungan dan sebagainya. Jadi
tidak perlu lagi kita proses lama gitu
ya. termasuk tadi data iklim dari BMKG
kalau dia punya data iklim ya tidak
hanya berupa tabular tapi juga bisa
dispasialkan. Nah, daerah nanti ee kota
kabupaten maupun provinsi dengan mudah
melakukan itu. Jadi ee iya kesan data
ini masih menjadi tantangan namun kita
jangan menjadikan ini menjadi ee
kelemahan gitu ya. Kita cari opportunity
gitu ya. Ee ya harus agak kreatif ya. ee
mungkin ada cara lain dengan estimasi
atau dengan menggunakan data-data proxi
ya yang bisa ee kita gunakan gitu ya.
Ya, tapi kalau di secara umum ini masih
ee masih agak ee apa kurang ya ee
terkait data accessibility ini gitu ya.
Oke, itu untuk yang pertama. Eh, lanjut
yang kedua ya.
Bagaimana cara mengintegrasikan data
iklim ke dalam kebijakan tata ruang
daerah mengingat kebijakan iklim
cenderung makro. Nah, secara sains itu
bisa ya ada nama prosesnya secara
statistik namanya downsaling gitu ya.
Eh, saya enggak akan jelaskan detail ya.
E cuma itu bisa gitu ya. Jadi kalau
Bapak Ibu punya data atau sebenarnya
gini kalau ada dua titik ya
kita punya misalkan data eh rain ya ee
apa itu ee kantor pos ee kantor pos
kantor ee curah hujan atau stasiun curah
hujan gitu ya. dua titik kita bisa
prediksi ya dengan interpolasi gitu ya.
Ee ya seperti itu. Jadi ee
kalau untuk iklim bisa ya jadi ee data
iklim maklo dengan berupa skenario gitu
ya. Dan ini ee
secara saintik bisa dilakukan ya. Tapi
saya enggak akan jelaskan secara
sentifik dan saya pernah pengalaman juga
dan ee kalau kita punya datanya ya, data
minimal gini kalau mau melakukan
proyeksi kita punya data minimal ya tadi
ya ee ya 15 tahun ke belakang gitu ya
yang kadang itu datanya ee ada yang
berlubang gitu ya, ada yang kosong dan
sebagainya jadi invalid ya. Nah, itu
harus kita rapikan. Jadi data pun gitu
ya e ini sederhana sekali ya bahwa data
itu jangan langsung kita gunakan gitu
ya. Data itu harus kita cek dulu. RicK
kembali ya ee misalkan dalam bentuk eh
spredsheet atau Excel gitu ya, kita cek
ee apa dengan menggunakan deskriptif
gitu ya, apakah ada yang maksimum
minimumnya atau pencilan gitu ya, baru
kita olah ya. Jadi ee walaupun kita
dapat BMKG ya belum tentu itu datanya
baik gitu ya. Nah, ini yang harus jadi
perhatian ya. Selain data
accessibilities juga ee tantangan kedua
adalah kualitas data. Nah, ini ya
kualitas data ee ini juga menjadi hal
yang perlu diperhatikan. ya kualitas
data. Jadi ee data itu sebelum kita
gunakan analisis harus di ee filtering,
dirapikan, dan sebagainya baru kita
proses. Ya, saya setuju memang ee apa
data iklim ini cenderung makro ya, tapi
kita bisa peroleh ya di dalam Juklis ini
ada beberapa ee
ee apa
option gitu ya. ada berapa pilihan ee
akses data yang bisa dilakukan secara
free dan tidak gitu ya. Ee ee kita
peroleh ee kemarin dari
sains sains dari metodologi itu bisa
digunakan gitu ya dan ini ee global dan
eh free ya itu bisa dilakukan gitu.
Kemudian pertanyaan selanjutnya oleh
Iru, apakah kajian risiko dan adaptasi
perubahan iklim rencana tang dikaitkan
model perubahan iklim SSPU suhu udara
lebih spesifik?
ee bedakan ya ee ini harusnya orang
klimatologi ee tapi p saya ini harus
dibedakan antara ee kajian risiko
adaptasi perubahan iklim dengan ee model
perubahan iklim ya ee
SSP suhu darah dan ini karena dua hal
yang berbeda ya. Kalau yang SSP suhu
darah dan visasi ini mungkin cenderung
untuk ee apa polusi ya namun bisa saja
ee dikaitkan gitu ya semua hal kan bisa
dikaitkan ya. Jadi model perubahan iklim
ee curah hujan tinggi ya. Ee mungkin ee
karena banyak awan gitu ya. Ini akan
menurunkan ee
sebentar SSP itu apa ya?
Partikulat ya.
Iya, bisa saja. Ee intinya gini, kalau
kita ingin lebih detail artinya data ee
iklimnya pun harus lebih eh detail gitu
ya. Misalkan kalau ini spasial ya,
mungkin grid-nya ya grid-nya. Kalau ini
berupa data raster artinya bisa ee
hingga ee tergantung kebutuhan gitu ya.
Ya, jadi eh ini bisa dilakukan down
scaling ya. Dengan kita punya data 1 km
kita downscelling menjadi eh 100 m. Nah,
itu contoh gitu ya. Jadi sebenar saya
kalau secara modeling ya ee ee saya
yakin tuh bisa gitu ya ee ya perlu ada
validasi juga gitu ya intinya ya.
Oke, yang kedua eh selanjutnya dari
Peremhati SDGIS Kementerian Keuangan.
Kepada siapa baiknya pengetahuan
perubahan iklim disampaikan?
Kepada eh ini jawaban mudah kepada semua
orang intinya gitu ya. Tidak hanya ee
kepada ee pihak tertentu ya. Bahkan di
Kementerian AT pun gitu ya ee mereka
tidak ee pernah ada yang bertanya waktu
kita lakukan FGD gitu ya. Ee Bapak apa
sih bedanya antara mitigasi bencana
dengan mitigasi beban iklim gitu ya?
Padahal ee orang ini yang sering ikut ee
COP ya ee
apa itu yang sering ada di setiap tahun
ya ee dia baru tahu, "Oh, ternyata
mitigasi bencana itu berbeda dengan
mitigasi brown iklim. mitigasi iklim itu
bagaimana kita menurunkan risiko eh atau
menurunkan ee sori kalau mitigasi peran
iklim itu lebih cenderung kepada
bagaimana kita menurunkan ee emisi. Tapi
kalau mitigasi bencana itu bisa kita
bagi dua, mitigasi struktural atau
nonstruktural gitu ya. Nah, kalau
mitigasi bencana sifatnya non struktural
ya itu adalah bisa berupa dengan ee
kebijakan kebijakan tata ruang gitu ya.
Nah, ini semua pihak gitu ya. Karena isu
perubahan klin ini tidak hanya tadi saya
sampaikan di awal hanya satu sektor
tertentu, tapi semua sektor klini itu
sudah ee
apa terdampak akibat isu peranihan kiri.
Betul. Jadi isu ini masih dianggap remeh
karena ee sebagian besar memang ya
walaupun ada ya tapi ee cenderungnya
masih berupa ee kajian ya dan memang
lebih banyak pada konteks mitigasi ya.
Kalau mitigasi ini banyak ya karbon ya
emission itu banyak kajian cuma untuk
adaptasi ini ee masih di belum banyak
gitu ya belum banyak dilakukan karena
memang tadi saya sampaikan ee cenderung
memang ee sulit dikuantifikasikan gitu
ya. Beda dengan karbon yang bisa
dihitung nanti nilainya bisa keluar ya
atau mau dimonetasi dalam bentuk rupiah
itu bisa. Tapi kalau adaptasi ini ee
tadi keluarnya berupa indeks ya. Ee dan
ee ini perlu ada apa ee
ee justifikasi ya atau perlu argumen
yang kuat gitu ya. Namun kalau kita
lihat ini bisa kita dukung dengan ee apa
kajian-kajian yang ada di luar negeri
ya. Mereka sudah sangat aktif sekali
gitu ya terkait kajian ini gitu ya.
Kemudian kita lanjut anonomis. Semoga ee
apa ee terjawab gitu ya. Nanti kalau
tidak bisa ditanyakan kembali mungkin
secara langsung ya. Permasalahan utama
dalam RTRW selalu dilakukan review
revisi tap ke kelerak B solusinya ee
tidak juga Pak karena dalam peraturan ee
Permen gitu ya. E tadi Permen AT PPN
revisi 5 tahun sekali itu bisa dilakukan
bila ya ada tiga hal ya. tiga hal itu
misalkan ada bencana yang sifatnya ee
masif ya, besar ya, jadi bencana
nasional ya, seperti tsunami ya, seperti
yang kemarin ee atau gempa gitu ya, itu
bisa ya yang di Palu ya itu bisa ee
lakukan melakukan revisi atau review ya.
Yang kedua ee ada perubahan batas
admitrasi
ya. batas tuh maksudnya batas wilayah ya
ee berubah tuh misalkan ee ada geser.
Nah, itu kita bisa lakukan review 5
tahun sekali. Ketiga, nah ini
yangjadikan sebagai jalan masuk bagi
kepala daerah untuk melakukan review.
Bila ada peraturan yang lebih tinggi,
misalnya peraturan presiden ya. Nah, ya
peraturan yang di atasnya gitu. Karena
kan ee RT ini kan ee ditetapkan dalam
bentuk ee peraturan kepala daerah
biasanya kan e walikota, bupati dan
sebagainya. Tapi kalau ada protokol
tinggi misalnya kemarin ya, ada rencana
jalan tol ya ee pantura ya kemudian ada
ee kereta cepat. Nah, mau tidak mau gitu
ya karena itu peraturan yang ada di
tinggi yang lebih tinggi gitu ya. misal
peraturan presiden. Nah, bawahnya itu
harus mengikuti
itu maksudnya. Jadi ya tapi enggak harus
Pak, enggak enggak semua ee perg kepala
daerah harus mengat review. Jadi kalau
selama itu masih relevan ya tadi yang
saya sampaikan tidak ada bencana, tidak
ada pergeseran ee administrasi batas ya
atau tidak ada peraturan yang terkait.
Kalau IKN kemarin ya itu ya mau tidak
mau kota kabupaten yang ada di
sekitarnya pasti akan berubah gitu.
J tidak selalu, Pak ya. Ya. Ee ada
syaratnya itu ditetapkan dalam Permen AT
tadi.
Kemudian ee berikutnya, negara kita
sangat berlebihan. Air minum selalu
terbuang sia-sia ke laut. Bagaimana
solusinya untuk menjaga air tetap
tersedia saat musim kering? Ya, ini
banyak sekali konsep dengan eh Nature
base solution ya, NBS ya. misalkan ee
secara regional ya ee air hujan itu
jangan langsung terjun ke laut ya atau
ee diteruskan ke laut tapi kita perlu
tampung ya terutama daerah hulu gitu ya
kita tampung bisa buat embung ya bisa
buat waterpond ya ee dan sebagainya. Nah
itu ee kita manfaatkan ee nanti ketika
kemarau ya atau hujan ee rendah itu bisa
di dibuka gitu ya. banyak cara atau
kalau dalam lingkup yang kecil ya ee
mungkin dalam perumahan Bapak Ibu pernah
dengar namanya eh rain water harvesting
ya. Jadi ee apa memanfaatkan air hujan
ya ee ditampung tapi hati-hati ini ee
ada resikonya ya kalau tampungan itu
kalau tidak bersih itu jadi sarang
nyamuk ya. Jadi itu juga harus
diperhatikan gitu ya dan seterusnya.
Jadi banyak cara ya ee terkait dengan
air tetap tersedia ya. ini mm mungkin ee
apa tantangan bagi daerah-daerah timur
ya, terutama daerah ee NTT ya, terkait
dengan ee lebih banyak bulan keringnya
dibandingkan bulan basahnya. Jadi mereka
harus ee tahu cara bagaimana manfaatkan
air ya, jangan ee terbuang sia-sia ya ke
laut ya. Walaupun juga ada yang
penggunaan teknologi mahal ya, misalkan
ee air laut kemudian dijernihkan ke
menjadi air minum ya itu juga suatu
proses tapi itu membutuhkan biaya dan
energi yang besar. Terakhir ini
bagaimana tata ruang dapat memperkuat
keadilan antara wilayah dalam konteks
perubahan iklim
ya. Ee ya ini berkaitan dengan spatial
justice ya. Jadi ee banyak hal. Contoh
saja misalkan tadi ya ee
kita ingin mencontoh tentang isu ee apa
kenaikan panuknya laut ya ee kukan laut
kemudian kita ee gunakan tanggul gitu
ya. Nah, tanggul itu mungkin bisa jadi
solusi ya, solusi untuk ee mengurangi
resiko terkait dengan gelombang ya,
gelombang ee air pasang dan sebagainya
ee atau erosi ee atau
ee abrasi dari pesisir gitu ya, digeng
menggunakan tanggul. Namun kadang kala
ee ini memberikan dampak lain gitu ya
kepada misalkan masyarakat e nelayan
yang harusnya dia bisa melaut ya tapi
karena tutup tanggul dan bahkan juga
ekosistem ee laut di sana jadi tidak ee
tidak baik lagi gitu ya karena ada
tanggul tersebut gitu ya. Nah, inilah
yang harus diperhatikan juga ke dalam
kalau kita ingin suatu merencanakan gitu
ya. Nah, ini apakah menggunakan tanggul
ataukah menggunakan
ee cara lain misalkan dengan menanam ee
apa mangroof ya gitu ya ee menggunakan
mangroof ya ee bakau gitu ya sehingga
ekosistem tetap terjaga gitu ya. Namun
ini harus dilihat kontekstual wilayahnya
J tanggul itu mungkin cocok ya untuk ee
untuk melindungi ya daerah vital gitu
ya. Misalkan infrastruktur vital
pelabuhan ya dan sebagainya. Tapi untuk
yang masker-mas
ee apa ruang terbuka gitu ya, maksudnya
masih berupa ee petani dan sebagainya
mungkin tanggul kurang cocok gitu ya.
Jadi tanggul itu mang cocok untuk yang
ee untuk melindungi yang sudah terbangun
ya. Artinya di sana ada infrastruktur
vital ya, ada pelabuhan, ada ee apa
jalan ya yang harus dilindungi. Tapi
kalau untuk nelayan itu mungkin tanggul
ini malah memperburuk ke nah itu contoh
saja gitu ya. Jadi ee harus
memperhatikan hal tersebut. Jadi makanya
ketika melakukan ee kajian itu harus
mendalam ya komprehensif ya melihat
berbagai macam aspek gitu ya. Itu ya
yang diharapkan di dalam susunan tata
ruang.
Oke, baik Pak Nurhman. Terima kasih atas
jawabannya. Untuk itu, selanjutnya kita
akan langsung saja pada sesi tanya jawab
secara langsung dari peserta Zoom. Di
sini saya akan membatasi dulu untuk dua
orang penanya pertama. dipersilakan tadi
kepada
Pak Sugeng yang sudah raise hand
ya. Silakan Pak Sugeng.
Oke, terima kasih
Pak. Saya akan mencoba
ee mengamati perubahan iklim, Pak.
Di Indonesia itu kan sekarang pemanasan
globalnya sudah atau mungkin dunia sudah
sampai 1,45
derajat Celcius ya sehingga tinggal 0,05
derajat Celcius kita itu sudah mendekati
titik kritis apa ee peningkatan suhu
bumi. Nah, kira-kira terkait dengan
perubahan iklim itu usaha-usaha apa yang
sudah dilakukan untuk menekan supaya
kita tidak sampai mencapai peningkatan
1,5 derajat Celcius itu Pak. ini terkait
dengan tata ruang ya nanti. Nah, itu
kira-kira apa ya usaha-usaha yang telah
dilakukan atau yang akan dilakukan untuk
menekan supaya suhu bumi itu tidak
sampai naik 1,5 derajat celcius lagi
karena itu sudah batas kritis itu
kemudian yang kedua memang ini ada
keterkaitan atau hubungan antara
perubahan iklim dengan risiko bencana
Pak. Perubahan iklim itu salah satunya
tadi kan berdampak kepada ee konstelasi
bencana terutama banjir rok kemudian
banjir kemudian tanah longsor. Jadi ini
mestinya ada interaksi ya antara
perubahan iklim dengan ee kebencanaan.
Nah, sekarang kalau dalam tata ruang itu
sudah kita buat suatu rencana tata ruang
yang berbasis mengenai kawasan rawan
bencana tadi atau risiko bencana. Jadi
kita sudah mendasarkan itu. Tapi kalau
ini dikaitkan dengan peraturan KLH yang
baru atau ATR yang baru itu yang
mengkaitkan dengan perubahan iklim itu
apakah BMKB itu sudah menyediakan diri
untuk membuat peta curah hujan? minimal
selama 20 tahun karena tata ruang tadi
kan selama 20 tahun ya Pak. Jadi
kira-kira perubahan selama 20 tahun atau
setiap 5 tahun itu perubahan-perubahan
iklim terutama curah hujan, kemudian
suhu, kemudian kelembaban dan segala
macam itu apakah BMKG itu sudah mampu
atau bersedia membuat untuk tingkat
provinsi maupun tingkat kabupaten kota.
Nah, ini ini yang jadi masalah atau
kendala kalau kita mau mengkaitkan
perubahan iklim. Ee kemudian salah satu
dampak daripada perubahan iklim itu
sebetulnya adalah ee indeks risiko
bencananya. Jadi kalau indeks risiko
bencananya itu mengalami penurunan
berarti konstelasi menekan perubahan
iklim atau ee menjaga apa ee menjaga
perubahan temperatur suhu atau
katakanlah apa ee emisi karbon itu
terjaga dengan baik sehingga indeks
risiko bencanaannya ee menjadi turun.
Nah, kemudian yang ketiga itu Bapak
sendiri apakah sudah pernah mencoba yang
mengkaitkan antara perubahan iklim
kemudian ee risiko bencana untuk
perencanaan satu tata ruang Pak. Kami
ingin mendapat ee apa informasi mengenai
bagaimana sih hasil dari rencana tata
ruang baik struktur ruang maupun pola
ruangnya sudah berbasiskan kepada
perubahan iklim dan risiko bencana.
Karena ini dua hal yang tidak bisa kita
pisahkan. Kurban iklim dengan risiko
bencana itu saling berkaitan. Terima
kasih, Pak.
Makasih, Pak Sugeng Wijono. Ya, ini ee
pertanyaannya sangat baik sekali ini,
ya. Ee dan lengkap ya dari yang pertama
terkait ee apa saja tindakan yang sudah
dilakukan ya ee terkait dengan ee
pengurangan
emisi ya untuk ee apa? menurunkan ee
global warming ya yang tadi sampaikan ee
suhu sudah sangat kritis ya. Nah, ee
kalau di tingkat nasional memang ada
beberapa kebijakan ya ee bahkan di
Kementerian Lingkungan ya dan BAPENAS
itu ada khusus ee divisi yang berkaitan
dengan ee mitigasi perubahan iklim dan
mereka ikut juga ee beberapa conference
ya di luar menyatakan bahwa Indonesia
ini ee peduli ya akan ee penurunan ee
global atau eh pembatarasan global.
misalkan dengan adanya
INDC ya itu adalah suatu inisiasi ee
jadi setiap negara itu ya e mereka harus
mencatumkan gitu ya target-target ee
penurunan emisinya berapa. Kalau enggak
salah kita menargetkan sekitar 42% gitu
ya. Ee jadi ada berapa persen yang
dilakukan oleh peminta dan juga ada ee
kerja sama dengan ee swasta dan
sebagainya. Jadi itu ee sebagai komitmen
secara global ya. Nah, sekarang kita
lihat dalam tingkat nasional itu juga
ada beberapa peraturan ya terkait dengan
ee apa ee penurunan ee global warming
ini misalkan dengan kerja sama dengan
Kementerian ee Lingkungan Hidup ya.
namanya ee KLHK ya, sekarang KL KLH ya
ee misalkan dengan meningkatkan ee apa
eh pengurangan deforestation ya eh dan
seterusnya dan juga eh
ada kebijakan terkait dengan penggunaan
ee apa ma kendaraan listrik itu salah
satunya juga walaupun ee saya pernah
diskusi ya listrik itu juga dihasilkan
dari energi fosil baik lagi ee enggak
100% ternyata Jadi untuk menghasilkan
listrik itu menggunakan fosil juga gitu.
Kita ingin menggunakan kendaraan
berbahan nonfosil tapi untuk
menghasilkan listrik itu jadi ya ini ee
joknya dari kita ya karena belum belum
bisa kita menghasilkan ee murni ya ee
listrik itu benar-benar dari listrik
gitu ya. Jadi masih ada ee misalkan ya
listrik itu kan dihasilkan ee dari
generator dan menggunakan diesel kan
gitu ya. Contoh ya kayak gitu. Nah,
namun ada upaya-upayanya. Jadi ee upaya
sekecil pun ya ee kita harus ee
apresiasi ya, Pak ee dan ya terus ya
kita di kalau di akademisi ya kita coba
ada mencoba untuk menggunakan hidrogen
ya untuk ee bahan bakar kendaraan dan
sebagainya. itu salah satu bentuk
penularan emisi di tingkat ee perkotaan
ya misalkan ya ini saya lihat di ruangan
Bapak ada AC ya ee walaupun menggunakan
kipas angin ya tapi ee ya ini juga satu
bentuk ya urban heat ya eh urban heat eh
artinya ada
pemanasan ini ini juga pengaruh karena
eh global warming ya tadi tingkat lokal
ya di e climate zone ya ini banyak
terjadi. Namun intinya ee ada beberapa
upaya ya ee sederananya bagaimana ee
kita dari tingkat rumah ya ee tidak
menggunakan ee apa listrik berlebihan ya
ee membuka jendela dan sebagainya ya ee
agar sirkulasi udara lebih baik itu
tingkat lokal, tingkat kota juga ee beer
banyak ee apa ee hijau ya ee perpohonan
ya itu seringkali disampaikan gitu ya
ruang terbuka hijau ya eh green space
itu penting ya dalam menurut menurunkan
ee global warming ya. Jadi tadi tingkat
nasional, tingkat ee kota, tingkat mikro
juga harus ee secara apa terpadu ya
untuk ee menurunkan ee pemanasan global
ini. Nah, yang kedua tadi terkait dengan
ee
saya lupa ya tadi apa ya? Rencana
tata ruang ya apa?
Iya, rencana tata ruang. Halo.
Rencana ya. Halo.
Risiko. Iya.
Iya. Risiko bencana dengan apa? Ee
perubahan iklim. Jadi itu dua dua hal
yang saling berkaitan dan tidak
terpisahkan itu, Pak.
Karena dampak dari perubahan iklim
adalah salah satu dampaknya adalah
bencana. Nah, jadi ee keberhasilan ee
perubahan iklim atau mematisai perubahan
iklim itu kalau penanggulangan risiko
atau menurunkan indeks risiko bencananya
berhasil. Jadi, IRB-nya turun.
Betul.
Baik.
Iya, ini betul setuju Pak. Jadi IRB ya
ee kebetulan saya juga ee
seringkali terlibat dalam penyusunan
kajian risiko bencana ya. Kemudian
menyusun bencana, penangunan bencana ya.
ee ee dan ada lagi nanti kajian
kontigensi dan sebagainya. Nah, ee
indeks risiko bencana memang itu jadikan
sebagai ee indikator bagi daerah ya,
bahwa ee dia telah sukses atau berhasil
ya untuk menurunkan salah satunya ada
dokumen ya, dokumen RPB ya atau rencana
pan bencana. Cuma kembali lagi untuk
terkait tata ruang, saya setuju dengan
Bapak bahwa ee tata ruang ini ee
walaupun bencana itu kan bisa dibagi ya,
ada bencana alam dan non alam gitu ya.
bencana alam itu berkaitan dengan tadi
ya ee hidrometorologi ya dan sebagainya
geologi dan sebagainya. Eh namun yang
klimate ini eh penting juga jadi climate
relate hazard atau climate relate
disaster ini yang harus juga
diperhatikan karena longsor itu pun juga
ada unsur iklimnya gitu.
Boleh Pak
mengajukan beberapa ini. Jadi gini Pak
jadi kalau saya melihat longsor itu ya
tadi kan salah satunya ada perubahan
iklim ya. Salah satu penyebabnya adalah
curah hujan ya. Jadi longsor itu
semuanya ada dua faktor dominan. Faktor
yang given, faktor yang dipunyai oleh
alam sendiri, oleh lerengnya itu
sendiri. Jadi termasuk apa besarnya
lereng, kemudian penutup lahan, kemudian
juga apa struktur geologi yang pada ada
lereng itu given ya yang tidak bisa
dirubah-rubah. Kemudian faktor yang dari
eksternal, faktor yang dari luar itu
sebetulnya ada banyak Pak. Salah satu
adalah curah hujan, kemudian gempa juga,
kemudian arah aliran air tanah juga
bisa. Jadi, jadi ee yang eksternal tadi
sebetulnya sebagai pemicu lah. Salah
satunya di dalam perubahan iklim itu
kalau di tadi dikatakan curah hujan itu
sebenarnya adalah pemicu pemicu
terjadinya tanah longsor. Oleh karenanya
kalau kita dapat peta perubahan
perubahan iklim itu selama 20 tahun
ataklah sampai tingkat kabupaten atau
kota sangat bagus sekali itu Pak. Jadi
kita bisa memprediksi kira-kira kapan
itu akan terjadi longsor karena
pemicunya itu ada di hujan. Itu
kalau given mengenai kondisi tanahnya,
lerengnya itu given itu sudah kayak gitu
gitu.
Nah. Nah, ini ini yang variabel ee
dependen itu itu faktor-faktor lereng.
Tetapi yang independen itu kan termasuk
yang curah hujan itu. Itu kan yang
setiap 5 tahun mungkin bisa berubah, 10
tahun bisa berubah, 15 tahun sampai 20
tahun bisa berubah sesuai dengan RT
RW-nya, Pak. RTRW 5 tahun ganti bupati,
5 tahun ganti bupati. Yaah, ini bisa
antisipasinya bisa berubah-ubah sesuai
dengan perubahan apa iklim skala detail
skala kabupaten gitu loh, Pak.
Iya, betul. ee ya ini kembali lagi
apakah data itu tersedia ya di tingkat
ee kabupaten
betul karena kan sekarang kembali kepada
ee one one poly one map ya Pak ya nanti
kan
sem nanti berdasarkan satu satu muatan
peta yang dikeluarkan oleh BIG nanti ya
to jadi ini yang harusnya menjadi
keseragaman kalau evaluasi tingkat RTRW
itu kan sampai 25.000 R itu, Pak, untuk
RDT mungkin sampai 5.000. Nah, ini juga
memerlukan peta-peta yang yang seil
kalau mau memasukkan faktor iklim ke
dalam apa ee rencana tata ruang gitu.
I saya setuju, Pak. ee dan ini ee memang
harus disampaikan
ya ee tidak hanya dalam grup ini gitu ya
ee untuk meningkatkan kesadaran karena
ee penyedia data atau data pun mungkin
mereka tidak aware gitu ya
bahwa selama ini
ee mereka memproduce data itu tidak
sesuai dengan kebutuhan apa yang
dilakukan untuk ee pihak lain gitu ya.
Jadi
saya itu kadang-kadang ini, Pak. Jadi
peta risiko bencana yang dikeluarkan
BNPB itu kan walid datanya ada Badan
Geologi, ada BRIN, ada lembaga-lembaga
kan banyak yang mencet peta
ancaman bencana. Kemudian dengan
kerentanan sama
apa ee mitigasi kan dibuat risiko
bencana. Nah, itu kan tugasnya BNPB itu.
Nah, sekarang wali data ini
kadang-kadang bertanya-tanya apakah
mereka sudah melihat data-data ancaman
yang kita usulkan gitu loh. Termasuk
nanti kalau dari BMKG ngeluarkan peta
curah hujan itu kan sebagai walidata
untuk memprediksi risiko toh.
Iya betul. Jadi ini juga sebagai
evaluasi buat walid data ya. ee kemarin
kita juga diskusi ya, apakah peta curah
hujan yang mereka keluarkan
itu bermanfaat tidak gitu ya, ee atau
hanya ee apa ya ee hanya untuk ee
informasi saja gitu ya, tapi tidak bisa
digunakan untuk analisis. Jadi saya
setuju dengan Bapak Sugeng ini. Ini
harus kita dorong gitu ya dan harus kita
apa kalau itu bisa didorong setiap 5
tahun ada perubahan curah hujan itu kan
potensi longsornya berubah Pak ya toh?
Intinya kan kejadiannya loh kejadiannya
itu bisa berubah waktunya maupun mungkin
juga ee tanda petik ya lokasi gitu ya.
Iya, itu bisa kita lakukan nanti kalau
misalkan punya data itu ee misalkan
jangka waktu 20 tahun, kita ingin lihat
mungkin per5 tahun. Tapi kan yang kita
lihat ee seberapa besar risikonya. Kalau
resikonya tinggi ya nanti kita bisa
lihat ataukah mungkin resikonya ada ada
ee ada risiko tapi rendah ya mungkin ee
longsornya enggak terlalu ini. Itu kalau
engor itu terjadi mungkin karena ada
perubahan gunahan juga gitu ya. Kalau
didiamkan mungkin
ee 
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:09:34 UTC
Categories
Manage