Webinar 123 Dari Makro ke Mikro: Perencanaan Infrastruktur Hijau Biru Terintegrasi
dz9rL-Fi4X4 • 2025-08-28
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id mereka itu Ya, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang kembali di webinar Eko ke-123. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu semua yang sudah selalu setia untuk mengikuti acara webinar ini. Hari ini webinar Eko akan mengangkat tema dari makro ke mikro perencanaan infrastruktur hijau biru terintegrasi. Perkenalkan saya Dini yang akan bertugas sebagai moderator pada acara ini. Baik Bapak Ibu semuanya, sebelum memulai webinar pada siang ini, alangkah baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Berdoa dipersilakan. Baik, berdoa dicukupkan. Untuk selanjutnya mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak dan Ibu untuk duduk tegak. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Baik Bapak Ibu, untuk selanjutnya di sini izinkan saya untuk mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu dekat ini yang akan diselenggarakan oleh kami yaitu yang pertama kami akan mengadakan pelatihan dasar AMDAL gelombang 18 di tanggal 1 hingga 10 September 2025. Ee dan untuk biaya investasi pada pelatihan ini yaitu sebesar Rp4.500.000. Kemudian dilanjutkan pada tanggal 8 hingga 12 September 2025. Di sini kami akan mengadakan dua pelatihan, yaitu yang pertama pelatihan pemodelan dispersi udara airpff, dan high split gelombang 19. Kemudian pelatihan dinamika sistem untuk kajian lingkungan gelombang 12 pada tanggal yang sama. Dan kedua pelatihan ini akan mendapatkan diskon 10% apabila Bapak Ibu melakukan pembayaran pada H-1 pelatihan. Dan untuk informasi lebih lanjut, Bapak Ibu dapat menghubungi admin kami yaitu Riris dan Nisa. Selain itu juga Bapak Ibu bisa mengunjungi sosial media kami di Instagram, YouTube, channel, Facebook, Twitter atau juga Bapak dan Ibu dapat mengunjungi website resmi kami di www.ecoedu.co.id ecoedu.co.id ataupun Bapak Ibu apabila tertarik pada pelatihan kami dapat mendaftar langsung di pendaftaran.ecoedu.co.id. Nah, selain itu juga kami di sini memiliki eh pelatihan inhouse training yang dapat dilakukan secara offline maupun online sesuai dengan permintaan dari instansi atau perusahaan Bapak Ibu semuanya. Jadi kami tunggu di pelatihan. Oke. Baik Bapak Ibu, kita langsung saja untuk masuk kepada kegiatan utama kita di mana webinar kali ini akan berdiskusi mengenai dari makro ke mikro, perencanaan infrastruktur hijau biru terintegrasi. Dan di sini juga kami sudah menghadirkan ee narasumber yang kompeten di bidangnya untuk memberikan materi dan wawasan yang bermanfaat ini. Dan langsung saja kita perkenalkan narasumber kita hari ini yaitu ada Prof. Dr. Sri Maryati, STMIP. Beliau merupakan guru besar tata kelola infrastruktur wilayah dan kota berkelanjutan di Institut Teknologi Bandung. Ya, selamat siang, Prof. Prof. Sri. Selamat siang, Mbak Dini. Bagaimana, Prof. Kabarnya hari ini? Alhamdulillah baik. Ini cuma suaranya agak serak-serak. Iya. Baik, Prof. Mudah-mudahan ee segera sehat ya, Prof ya. Amin. Amin ya rabbal alamin. Ya. Baik, Prof. Mungkin sebelum ee mulai untuk lanjut ke acara intinya, izinkan saya menyampaikan beberapa teknis terlebih dahulu, yaitu yang pertama untuk pemaparan akan dilaksanakan selama 1,eng jam, kemudian nanti akan dilanjutkan pada sesi tanya jawab menggunakan aplikasi Slidu dan dilanjutkan lagi dengan tanya jawab secara langsung. Baik, untuk mengefektifkan waktu saya serahkan ruangan Zoom ini kepada Prof. Sri Mariati dan kepada Bapak Ibu semuanya selamat mengikuti webinar kali ini. Ya, baik ee terima kasih Mbak Dini. Ee Bapak Ibu sekalian selamat pagi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Nah, izin mungkin ini apa ee suaranya mudah-mudahan ee cukup jelas ya. Ini sudah beberapa hari ini kehilangan suara ya. Iya, Bapak Ibu. Jadi ee webinar kita kali ini seperti tadi yang sudah disampaikan oleh Mbak moderator ya, Mbak Dini, kita akan ee berdiskusi ya sebetulnya ini ee nanti sifatnya diskusi saja yaitu mengenai perencanaan ee infrastruktur hijau biru terintegrasi ya. Jadi judulnya dari makro ke mikro perencanaan infrastruktur hijau biru terintegrasi. Nah, ini ee jadi kita secara garis besar akan membahas bagaimana ee cara merencanakan ya cara merencanakan infrastruktur ee hijau biru itu agar ee terintegrasi dan kemudian nanti ee tentunya kita harapkan ee dapat berkelanjutan begitu. Nah, ini adalah ee outline ee diskusi kita hari ini. Jadi, yang pertama kita akan membahas lagi ya, karena ini sebetulnya di webinar kalau tidak salah tahun kemarin ya, kita sudah membahas begitu tapi ini untuk mengingatkan kembali mengenai konsep ee infrastruktur hijau biru ya. Kalau yang ee tahun kemarin mungkin penekanannya di ee infrastruktur hijaunya ya dan ee bagaimana masalah-masalah atau isu dalam implementasinya ya. Nah, jadi kalau ee itu yang sebelumnya, sekarang kita lanjutkan ee dengan menggabungkan konsep infrastruktur hijau biru dan penekanannya adalah bagaimana di dalam ee proses perencanaannya yang terintegrasi. Nah, kemudian pada bagian kedua kita akan melihat ee skala dan bentuk infrastruktur hijau biru dan ee terakhir kita akan berdiskusi mengenai perencanaan ee infrastruktur hijau biru itu sendiri seperti apa. Nah, ini untuk mengingatkan kembali ee Bapak Ibu mungkin masih ee ingat ya ee di webinar di tahun kemarin itu tentang ee apa perbedaan antara infrastruktur ee hijau biru hijau ya. Kalau di hari ini kita akan di biru hijau karena banyak penekanannya di airnya ya. Jadi birunya itu adalah air. Kemudian apa bedanya dengan biru hijau dengan hijau dan dengan abu-abu ya Bapak Ibu. Nah, jadi kita bisa lihat di sini. Jadi ee yang hijau biru ini dia sebetulnya menggabungkan konsep ee manajemen air ya, manajemen air termasuk misalnya ee sungai dan sebagainya ya dan menggabungkannya dengan konsep ee hijau ya yang seperti misalnya ee untuk ekosistem services ya. Jadi, jadi dia tidak hanya hijau saja tapi menggabungkan juga dengan water management. Nah, eh ini kadang-kadang kita sebut green blue infrastructure atau blue green infrastructure ya. Yang ini eh tergantung kepada penekanannya lebih ke mana begitu ya. Kalau penekanannya atau lebih banyak ke infrastruktur hijaunya kita sebut green blue infrastructure. Nah, tapi kalau penekanannya lebih banyak ke aspek airnya kita sebut blue green infrastructure. Nah, seperti pertemuan kita hari ini mungkin penekanannya lebih banyak kepada ee infrastruktur apa airnya ya. Ee airnya. Jadi yang hijaunya ini adalah ee bagian dari ee air yang lebih besar yang akan kita bahas. Nah, kalau green infrastructure ini ee walaupun banyak definisinya ya. Kalau kita cari di website Grid infrastructure itu kadang-kadang membahas juga ee energi hijau ya, misalnya energi dari sampah ya, dari ee dari biogas ya atau energi-energi terbarukan kadang-kadang disebut juga sebagai green infrastructure. Nah, tapi dalam konteks kita lebih menekankan kepada ee apa namanya? fitur-fitur ee lingkungan ya yang ee didesain dan dikelola untuk ee apa namanya ee yang atau untuk menyampaikan ya ee ekosistem services atau mem-provide eh ekosistem services. Jadi ee secara umum mungkin dapat kita pahami seperti apa ee green space ya ee dengan berbagai variasinya ya termasuk juga misalnya eh roof garden ya misalnya itu kan juga eh roof top garden itu mungkin bisa masuk green blue infrastructure karena mungkin hijaunya lebih banyak daripada eh blue-nya ya atau hijaunya ya. Jadi eh itu green infrastructure. Nah, sedangkan greay infrastructure ini adalah eh infrastruktur ya, terutama kalau kita kaitkan dengan air dan air limbah begitu. Dia ee disebut abu-abu ini karena biasanya kita menggunakan konstruksi ya, konstruksi seperti baja atau beton ya. yang warnanya kan abu-abu ya kalau beton sama baja. Nah, itu yang disebut sebagai ee greay infrastructure ya. Jadi ee ini mungkin bedanya kalau grey itu yang disebutnya tradisional ya, karena hanya menggunakan ee beton, kemudian baja yang berwarna hijau misalnya, kemudian ee sebetulnya evolusinya itu dari grey dulu ya, kemudian pindah ke green. Nah, jadi ada pemikiran bagaimana kalau dalam infrastruktur itu kita hubungkan juga dengan ee hijau-hijaunya ya. misalnya ee apa penyediaan infrastruktur digabungkan dengan ee misalnya dengan ee green open space misalnya ya atau memang ada infrastruktur yang kita sebut sebagai green infrastructure misalnya adalah eh rain garden misalnya ya. Jadi rain garden itu ada ada hijau-hijaunya juga gitu ya. Jadi tidak hanya air. Jadi pada saat hujan baru dia ee berfungsi untuk menyerapkan air ke dalam tanah. Nah, kemudian ee konsep terakhir itu adalah ee sebenarnya sudah banyak lagi mungkin ya, tapi dalam eh tiga ini evolusinya dimulai dari grey, kemudian green, lalu eh blue green infrastructure ya. Nah, kalau blue green infrastructure unsur airnya ini lebih besar ya. Jadi kita bicaranya dalam konteks misalnya sungai gitu ya. Jadi tidak hanya misalnya ee individual ee rumah tangga ya. Jadi kita ee bicaranya dalam konteks yang lebih luas. Jadi eh water bodies di sini ya misalnya sungai, dana eh misalnya juga ee mungkin kawasan pesisir ya dan sebagainya. Jadi ini konteksnya konteks airnya lebih luas. Nah, jadi itu mungkin ya perbedaannya Bapak Ibu antara infrastruktur abu-abu atau grey infrastructure, lalu eh infrastruktur hijau atau green infrastructure dan eh infrastruktur hijau biru ya atau blue green infrastructure di mana evolusinya mungkin dimulai dari ee infrastruktur abu-abu lalu bergerak ke green infrastructure kemudian terakhir ke eh blue green infrastructure. Nah, eh jadi eh kita lihat eh blue blue green infrastructure secara lebih spesifik ya, Bapak Ibu. Jadi blue-nya ini atau hijaunya ini me-refer kepada sungai atau badan air lainnya ya. Sementara ee hijaunya ini me-refer kepada ee landskapnya ya. Lansskap-nya yang hijau ya. landskapnya yang hijau. Jadi ini berbagai contohnya misalnya di daerah perkotaan ya mungkin seperti ini. Di sini ada mungkin drainase begitu ya, ada ee drainas kemudian dikombinasikan dengan di sini ya water cycle-nya itu eh drainas ini merupakan ee juga bagian dari water bodies misalnya ya. Nah, ini ee kita kombinasikan dengan berbagai konsep hijau ya. Nah, kalau di sini mungkin kurang terlihat greennya ya di sini. Nah, tetapi greennya ini ada di ee pada konsep ee air ini diresapkan ke dalam tanah begitu. Nah, untuk yang natural ya atau kawasan ee apa ee ya ini tentu saja ini di daerah perkotaan kan mungkin seperti ini ya ee dominasinya. Nah, sedangkan yang diharapkan dengan konsep eh blue green infrastructure itu adalah pemandangan yang seperti di bawah ini ya. Jadi ee apa di sini ada ee water bodies-nya ya, ada ee sungai mungkin atau selokan yang sudah didesain khusus misalnya. Nah, kemudian yang greennya ini kita lihat di sini ya. Jadi ee ada ee apa ee hijau-hijaunya ya. Jadi itu ee kira-kira konsep ee blueegreen ee infrastructure. Nah, selanjutnya mungkin ee apa kita singkat ya Bapak Ibu. Infrastruktur hijau biru ini menjadi ee IHB ya atau ee infrastruktur hijau biru. Nah, di sini mungkin ee kita akan lihat ee skala yang berbeda dari infrastruktur hijau biru yaitu ee dari skala regional ya. Karena kalau kita bicara sungai atau badan air tentunya kita tidak bisa bicaranya di dalam batasan wilayah administrasi ya atau skalanya. Ya, mohon izin Bapak Ibu ee sepertinya untuk Prof. Sri Mariati sedang ada gangguan teknis. Jadi mohon ditunggu sebentar Bapak Ibu semuanya kecil. Jadi kalau ee apa namanya lebih makro kira-kira begitu. Nah, kemudian ee tentu saja misalnya kalau kita bicara sungai, sungai itu tentu akan melewati ee wilayah administrasi juga ya ee misalnya kota atau kabupaten begitu. Jadi di situ juga ada ee ininya ada ee bagiannya. Nah, kemudian dalam skala terkecil itu adalah ee skala rumah tangga atau individu. Nah, ini tadi yang dalam judul ee diskusi kita hari ini. Jadi dari makro ke mikro. Nah, ini bagaimana ya? Karena tentu ee infrastruktur hijau biru ini tidak tidak bisa hanya misalnya di ee neighborhood saja misalnya ya atau di regional saja ya. Nah, tentu bisa. Tetapi kalau kita tadi bicara sesuai dengan judulnya yaitu yang integrasi ya terintegrasi ee supaya benefitnya lebih luas maka ee kita perlu ee melakukan perencanaan dari makro ke mikro ini ya. yang di mana makro ini mungkin dalam skala ee regional begitu ya. Kalau kita bicara sungai di Indonesia mungkin kita bicara daerah aliran sungai, wilayah aliran sungai ya. Kemudian wilayah yang ee lebih kecil lagi yaitu wilayah kota dan kabupaten. Mungkin kita bicaranya administratif. Kemudian ee skala yang lebih kecil lagi itu adalah wilayah ee atau ee apa namanya? rumah tangga ya atau individu. Nah, kalau kita lihat nanti ini kita akan lihat ee beberapa contoh ya untuk yang perencanaan pada level makro pada level regional ini atau wilayah daerah aliran sungai atau wilayah aliran sungai itu pendekatannya mungkin akan ee lebih banyak bersifat ee teknokratik. Jadi ee teknokratik ini mungkin ee apa banyak analisis-analisis yang dilakukan ya yang ee saentifik begitu. Jadi mungkin aspek partisipatifnya itu ee tidak terlalu banyak ya Bapak Ibu di sini. Nah, tapi begitu kita bicara ee pada level mikro, nah ini adalah ee partisipasinya mungkin akan lebih banyak ya. Jadi kalau kita merencanakan dalam level DAS mungkin agak sulit ya kalau ee terlalu banyak partisipasi misalnya ya atau ee semuanya harus diputuskan bersama oleh masyarakat mungkin agak agak sulit begitu. Oleh karena itu, pada pendekatan makro ini kita menggunakan pendekatan ee teknokratik ya, berdasarkan hasil-hasil analisis saintifik yang kemudian ee kita apa kita nanti pada level yang lebih kecil lagi pada level mikro. Nah, ini baru ee banyak atau baru mungkin bisa kita melakukan ee analisis-analisis yang sifatnya partisipatif. Nanti kita akan lihat ee beberapa contoh ya ee di berbagai negara ya. Ee nanti mungkin apakah di Indonesia ada ee contohnya. Nah, kebetulan kami sudah pernah melakukan studi tapi nanti mungkin kita lihat dulu ee apa namanya ee beberapa contoh di Belanda dan juga di India. Nah, ee Bapak Ibu ini contohnya ya mungkin ee kita mulai dari tadi karena dari regional ya. regional itu misalnya ee ini ya contohnya adalah ee seperti ini disebutnya di sini adalah strategik ya atau kalau di Indonesia mungkin kita menyebutnya kawasan fungsional ya seperti tadi daerah aliran sungai ya atau misalnya ee pengelolaan pesisir ya dan sebagainya ya. Ini jadi ee ini contohnya yang ee yang sifatnya tadi ya regional ya meliputi kawasan fungsional. Nah, ee kemudian ini yang wilayah kota ya, yang wilayah kota ini adalah ee contoh-contohnya seperti apa? Mungkin ee bisa dibuat ada taman kota ya ini atau regional park ya. Kemudian juga ada community forest ya. Ini ini contoh saja eh open access ya site tapi tentu saja sudah menggabungkan dengan unsur-unsur yang ee hijau tadi ya. Nah, kemudian ini yang wilayah yang lebih kecil lagi. Mungkin kalau di Indonesia wilayah ee apa kecamatan misalnya ya, ini juga bisa dikembangkan berbagai konsep ee green blue infrastructure ya. Dan ini adalah berikutnya skala neighborhood ya atau skala lingkungan ya. Juga mungkin terdiri atas beberapa ee rumah tangga begitu ya. Nah, yang akan kita diskusikan hari ini adalah bagaimana kita mengintegrasikan semua skala ini begitu ya di dalam suatu ee perencanaan agar nanti ee implementasinya dapat dilakukan ee secara integrasi dan tentu saja nanti ee diharapkan akan ee berkelanjutan. Nah, ee baik Bapak Ibu, kita ee ini ya ee langsung saja mungkin ke bagian ketiga tadi di apa di dalam outline ya diskusi kita hari ini nanti akan ada tiga bagian ya yang tadi sudah dijelaskan mengenai konsepnya. konsep ee infrastruktur hijau biru. Kemudian tadi ee skala-skalanya ya ternyata juga ee bisa dibedakan dalam skala regional, dalam skala kota ya ee dan dalam skala ee neighborhood ya. Nah, kemudian ee sekarang kita akan lihat bagaimana kita ee menyusun ya perencanaan atau merencanakan ee infrastruktur dari berbagai skala ini secara terintegrasi ya. Nah, ee kita akan lihat ee ini contoh ya, ini salah satu contoh yaitu eh project room for the River ya di Belanda. Nah, ini saya sendiri belum pernah ya melihat ee projek ini secara langsung. Nah, tetapi ee saya berkesempatan bertemu dengan ee salah satu anggota tim ya yang terlibat di dalam projek ee Room for the River ini dan ee sedikit ee apa namanya ee melakukan diskusi ya, bagaimana projek ini direncanakan ee hingga misalnya pada level yang tadi kita sebut level neighborhood. Nah, ini kalau kita lihat ya, ini adalah sebenarnya salah satu ee contoh ya, bagian yang dilakukan di project eh room for the River di Belanda ya. Jadi project ini sebetulnya tidak hanya bagian ini ya, tidak hanya di bagian yang seperti di gambar ini, tetapi ini meliputi juga ee sungai yang panjang ya. Karena kita tidak bisa sebetulnya merencanakan kalau kita bicara ee sungai ya itu ee kalau kita melakukan intervensi di satu titik walaupun ee di titik yang terlihat kecil tetapi pengaruhnya itu akan ee apa berada di seluruh wilayah sungai ya seperti ee juga di dalam transportasi ya dalam transportasi itu ee jalan misalnya kalau kita menutup saja jalan ya walaupun yang ditutup itu hanya misalnya hanya 5 m, tetapi implikasinya mungkin akan jauh sekali ya, menimbulkan kemacetan di mana-mana ya. Jadi ee itu jadi projek ini sebenarnya dia ee dimulainya dari skala makro ya, dari kalau di Indonesia itu kita sebut daerah aliran sungai. Jadi di sepanjang sungai ini dilakukan ee penataan begitu ya. Nah, ee tetapi ee dalam projek ini ee secara umum ya penataan atau pada level makro ee di dalam perencanaan ee sungai ya, sungai yang dilakukan ini itu ee pada level makronya semua dilakukan secara ee teknis ya atau menggunakan pendekatan teknokratik ya. Bahkan ee di sini juga diketahui bahwa pada awalnya masyarakat melakukan penolakan ya terhadap projek ini karena menganggap ee projek ini sifatnya top down ya. Ee jadi langsung dikerjakan saja dengan berbasis analisis-analisis yang ee sifatnya saentifik gitu ya. Jadi sudah misalnya analisis hidrologi, analisis ee ruangan dan sebagainya tanpa melibatkan atau porsi partisipasinya sangat kecil ya. Jadi ee disampaikan bahwa projek ini awalnya mendapat ee penolakan dari masyarakat karena ee dianggap ee sangat bersifat top down. Jadi tidak tidak apa tidak partisipatif begitu ya. Nah, tapi dalam kesempatan ee saya bertemu dengan ee apa namanya ee salah satu anggota tim ya yang mengerjakan Room for the River ini ee apa beliau sampaikan bahwa memang di dalam ee pada level makro pada perencanaan daerah aliran sungai memang ee tidak bisa ya terlalu banyak ee kegiatan partisipatif karena ee apa namanya ini skalanya sangat luas ya. Nanti saya bisa kasih contoh juga ya dalam penelitian yang kami lakukan di Indonesia ya, bahwa pada level makro, pada level daerah aliran sungai keputusan-keputusan mungkin akan ee sedikit sekali ya aspek ee partisipasi partisipatifnya ya. Jadi ini diputuskan saja berdasarkan ee analisis-analisis ee teknokratik ya. Yang mana yang baiknya misalnya perhitungan ee curah hujan, kemudian ee apa namanya ee perhitungan banjir ya dan sebagainya. Tentu itu tidak bisa secara ee partisipatif ya. Nah, jadi ee proyek ini ee seperti itu ya. Nah, ini ee ini adalah ee salah satu bagian yang kemudian ee dalam proyek ini ee dilakukan pendetailan ya. Jadi disampaikan oleh anggota tim yang saya berkesempatan ee berdiskusi tersebut. Jadi setelah dilakukan perencanaan secara makro pada level daerah aliran sungai, barulah ee pada detail-detailnya ya misalnya di kawasan ini dilakukan perencanaan yang lebih melibatkan masyarakat ya. Jadi untuk daerah aliran sungainya atau makronya itu dilakukan di tahap awal di mana pendekatannya adalah teknokratik. Nah, kemudian setelah ee secara makro ini sudah tertangani ya, itu baru nanti pendetailan pada beberapa kawasan ini ee dilakukan ee secara partisipatif. Ini ini contohnya yang apa namanya ee yang sangat terkenal ya kalau kita cari bagian dari project eh Room for the River yaitu di yang disebut dengan eeah ini eh Needs Megan mungkin bacanya benar ya begitu ya. di Nitz Megan ini dikembangkan menjadi suatu kawasan pariwisata ya ee dan bisa digunakan oleh masyarakat ya. Nah, ini ini sebelumnya seperti ini nih di kawasan ini ya. Jadi tidak ada ee ini bisa kita lihat kan seperti ada dua sungai begitu ya. Lalu di sini ada pulau. Nah, ini ee setelah dilakukan penataan. Kalau ini adalah sebelum ee dilakukan penataan ya. Nah, sekarang kita lihat eh apa sih yang dilakukan di eh proyek eh Room for the River ini. Nah, eh sebagaimana kita ketahui Belanda itu kan ee namanya juga Netherlands ya. Jadi Netherlands itu dari namanya bisa kita lihat bahwa ee tanahnya ya ee itu adalah di bawah air ya. Nah, jadi ee tentu banyak sekali kejadian-kejadian banjir ya. ancaman banjir ini meningkat apalagi ee dengan adanya perubahan ee iklim ya. Nah, jadi seperti yang saya sampaikan ee jadi perencanaannya dilakukan di pertama-tama adalah di ee katakanlah di daerah aliran sungainya ya. Jadi di ee di sungai-sungai ini ya di ada ee ini sungai ini nyambung sebetulnya ya dia menyambung mungkin kalau di kita itu ya daerah aliran sungai ya jadi ini ada ancaman banjir ee secara keseluruhan di daerah aliran sungai ini yang ini diperburuk juga oleh adanya ee perubahan iklim. Nah ee sebelumnya mungkin Bapak Ibu pernah melihat ee di Belanda itu ada juga projek Delta ya. Jadi di Project Delta ini kan ee apa ee dibuat tanggul-tanggul ya ee tanggul-tanggul air. Jadi dibuat lebih tinggi supaya ee airnya tidak masuk ke darat ya. Jadi seperti di benteng begitu ya ee apa Belanda itu seperti di benteng supaya akhirnya tidak masuk ke apa namanya ke daratannya ya. Nah, namun dengan pendekatan baru yaitu proyek Room for the River ini ee justru ee apa namanya? Sungai-sungai ini dilebarkan jadi memberi ruang ya yang lebih besar lagi kepada ee sungai-sungai gitu. Jadi tidak hanya meninggikan ee tanggul ya. Mungkin kalau project Delta yang meninggikan tanggul ini lebih eh ke grey infrastructure ya. Nah, eh project room for the River ini mempunyai tujuan ganda yaitu untuk pengendalian banjir dan juga untuk meningkatkan kualitas ruang dan ee ekologinya ya, meliputi ee kualitas landskap-nya ya dan juga memberikan ruang-ruang untuk ee rekreasi. Nah, kemudian ee dalam hal apa mungkin ee project room for the river ini terhubung dengan infrastruktur hijau biru ya, kita dapat lihat di sini. Jadi ini eh project room for the river ini menerapkan konsep infrastruktur hijau biru dan nature base ya solution. Nah, jadi kita lihat ee yang pertama project ini memberikan ruang untuk air ya dalam hal ini adalah sungai. Dengan cara apa? Dengan cara melebarkan alur, ya. Kemud kemudian juga ee menurunkan ee flat float eh plane dan juga membuat ee kanal-kanal ya, membuat kanal-kanal. Jadi memberikan ruang yang lebih banyak untuk air gitu kira-kira ya. Kemudian ee untuk tanggulnya sendiri di relokasi ee menjauh ya dari tepi sungai. Nah, kemudian eh Natur B solution-nya itu ada di lahan basah ya atau wetland, kemudian eh ada hutan rivarian dan juga koridor ekologis. Nah, kemudian dalam projek ini juga dilakukan integrasi dengan tata ruang yaitu dalam pengembangan ee taman-taman ya, kemudian jalur sepeda dan ruang publik. Nah, manfaat ya dan dampak yang diharapkan dari projek ini adalah reduksi muka air saat banjir ya. Karena ruangnya sudah diperbesar ya, ruang untuk ee airnya sudah diperbesar. Jadi mereduksi ee muka air saat banjir ee dan kapasitas debitnya menjadi lebih besar ya karena ruangnya diperbesar. Kemudian juga peningkatan biodiversitas ya dan kualitas air. Nah, lalu ada juga cobenefit sosial ya, benefit yang mungkin ee tidak secara langsung ya dari projek ini ee yaitu adanya ee taman-taman rekreasi pariwisata ya dan juga ee nilai properti akan meningkat juga ya dengan adanya ee projek ini. Nah, ee kemudian ee yang lainnya adalah ee ini diharapkan tentu dalam jangka panjang ya, kota sungai ini akan lebih resilien ya terhadap ee perubahan iklim. Nah, kita kan sekarang ini sudah tidak jelas lagi ya ee apa namanya musim hujan itu kapan ya ee yang apa namanya saat musim hujan tapi hujan enggak turun-turun gitu ya, saat musim kemarau tapi hujan juga ada turun gitu ya. Jadi ee kita mungkin harus menciptakan kota yang lebih resilien terhadap iklim. Nah, ini juga dimaksudkan projek ini adalah ee meningkatkan resiliensi kota terhadap perubahan iklim. Nah, kemudian ee ini tadi lokasinya dan contoh projek utama ya. Nah, tetapi tadi ee seperti yang saya sampaikan sebenarnya dia ee ini tu di sepanjang sungai ya. ini tadi ee mungkin agak saya pribadi agak sulit ini membacanya seperti apa. Jadi di sungai ini ya, di sungai-sungai ini ya ee yang tentu sungai itu kan enggak bisa dipotong berdasarkan wilayah administrasi. Jadi dia ee ini ya di sungai-sungai ini ini ee menyambung sungainya. Tapi ada di beberapa titik tadi yang dikembangkan ya. ini yang apa yang sangat terkenal ya, yang tadi yang saya berikan contohnya yaitu di ee poin di Nit Megan Land ini ya. Jadi ini di sini dilakukan ee relokasi tanggulnya lebih kurang 350 m kemudian dibuat ee kanal tambahan dan juga dibuat juga ee taman-taman kotanya ya di sini. Kemudian juga ada di tempat-tempat lain juga ee dilakukan misalnya bypass ya ee jadi langsung ee dipotong gitu harusnya ee dan juga hal-hal lain ya. Ini yang beberapa lokasi yang sangat terkenal. Nah, tetapi di ee secara keseluruhan projek ini didesain dulu untuk ee penataan ee dalam lingkup daerah aliran sungai ya. Nah, nanti baru ee ke detail-detail ke ee misalnya sebagai contoh di empat wilayah ini ya. Nah, ini contohnya. Nah, ee tahapan pengerjaan. Nah, ini Bapak Ibu bisa lihat di sini ya. Jadi pada tahap awal itu mereka melihatnya secara makro dulu secara ee tadi dalam lingkup daerah aliran sungai ya. beberapa studi ini sangat teknokratik ee dilakukan ya seperti studi hidraulik kemudian ee skenario debit, analisis risiko dengan multikriteria ya, pendekatan multi kriteria. Jadi kalau kita lihat di sini ee sangat kurang ya tentu partisipasinya minta pendapat masyarakat belum dilakukan pada tahapan makro ini. Nah, kemudian dilakukan ee desain yang terintegrasi ya antara teknik sipil, ekologi, ee arkeologi, dan juga tata ruang ya. Ini juga masih ee apa namanya? Pendekatannya teknokratik. Nah, kemudian setelah dilakukan studi-studi yang sifatnya teknokratik ini baru di ee tahapan perizinan ya dan lahan karena ee di sini memang ada ya penggusuran tuh ee ada di sini ee tapi mungkin bukan penggusuran maksudnya dipindahkan ya. Jadi ada pembebasan lahan ee dengan kompensasi ya. Lalu ada ee relokasi juga ya karena kan menyediakan ruang tambahan nih untuk air ya atau untuk sungai. Jadi pastinya ada relokasi ee dan juga dilakukan koordinasi ee multievel ya ee dalam lingkup nasional, provinsi ya. Kemudian ee ada juga di sana ee di Belanda itu ada waterboard ya dan juga ee pada lingkup kota ya. Nah, kemudian konstruksinya dilakukan ee secara bertahap ya. ada ee penggalian ee apa namanya kanal-kanalnya, kemudian relokasi tanggul, kemudian penataan ya dan juga ee terakhir baru vegetasinya. Nah, dan tahap terakhir adalah monitoring dan adaptasi ya, yaitu meliputi ee kinerja hidrauliknya dilihat ee lalu suksesi, ekologi dan pemanfaatan oleh publik ya. Jadi ee apa tahapannya adalah seperti ini. Dimulai dari tahapan yang ee dari segi area atau wilayahnya dia ee sangat makro dan pendekatannya bersifat ee teknokratik ya ee sangat ee saentifik ya. Nah, kemudian setelah setelah apa namanya? Dilakukan di level makro tadi baru di pendetailan-pendetailan di ee bagian-bagian tertentu. Nah, itu dilakukan ee partisipasi masyarakat ya seperti yang di eh Ned Megan eh Land tadi ya. Itu baru dilakukan ee proses perencanaan yang partisipatif. Nah, ee setelah itu baru ee implementasi skala mikronya ya. ee dilakukan di neighborhood atau permukiman misalnya membuat taman tadi ya. Taman itu memang ee dilakukan partisipatif ya. Jadi apa yang akan di ini sudah ada nih ee pulaunya lalu akan dilakukan apa ya. Jadi di situ ada ee taman rian. taman ini pada saat tidak hujan ya, dia berfungsi sebagai taman ya, makanya disebut ee infrastruktur hijau biru. Ee tetapi pada saat turun hujan dia berfungsi untuk menampung air. Nah, kemudian juga ee koridor ee drainase alami ya misalnya rain garden. Nah, ini tentu harus ee partisipatif ya ini sifatnya. Ee kemudian juga adaptasi bangunan. Tentu ini juga harus ee karena di adaptasi bangunan kan dilakukan oleh individu mungkin ya terhadap rumahnya. Jadi ini juga ee pada tahap makro mikronya baru melibatkan masyarakat. Nah, jadi ee kemudian juga ee di sini juga ee apa namanya dinyatakan pada waktu mendesain ee jalur sepeda dan jalur pejalan kaki ya ee di tepi sungai atau kanal ini juga ee ini dilakukan secara ee partisipatif. Jadi setelah dibuat perencanaan makro yang detail-detailnya ya di lokasi-lokasi tertentu baru dilakukan perencanaan secara mikro. Nah, ee dampak pada warga seperti apa ya dan lingkungannya ee ee sudah terjadi pengurangan banjir lokal ya dan juga kualitas hidup meningkat ya, nilai properti juga meningkat, kemudian juga ee ekosistem urbannya menjadi lebih baik ya, ada penurunan suhu lokal dan sebagainya. Nah, kemudian ini juga edukasi ya edukasi terhadap masyarakat ya gitu. Nah, ini ee ini mungkin dalam konteks ee apa Indonesia nih ya ee neighborhood ya RT dan RW ya atau di kampung tepi sungai ya. Ini ee ini sudah pada tahap mikro. Nah, ee tadi partisipasi dan tata kelolanya seperti apa? Tadi ee sudah disampaikan di pada level makro ini sedikit mungkin ya ee partisipasinya. Nah, tetapi dari segi tata kelola dilakukan ee kemitraan atau koordinasi ee lintas level dari pemerintah pusat ee provinsi ya, kemudian ee ada waterboard-nya dan juga pada level kota. Nah, di sini juga ee pada level makro karena ada relokasi ini ada skema kompensasi ya dan juga relokasi terencana dan juga ee dikomunikasikan sebetulnya kepada masyarakat mengenai resiko-resikonya ya. Nah, kemudian dari segi pendanaan ini ee secara keluruh keseluruhan adalah kombinasi dari anggaran nasional ya dan juga ee proyek-proyek dari daerah. Nah, ee untuk level mikronya setelah makronya jadi ini ya, perencanaannya jadi sudah diimplementasikan ee yang mikro lebih cenderung kepada penataan dengan pelibatan masyarakat ini dilakukan ee konsultasi publik ya. Sebenarnya konsultasi publik itu sudah dilakukan juga ya pada tahap makro. Namun tidak ini sifatnya hanya menginformasikan akan ada proyek seperti ini begitu ya. Nah, ee namun pada tahap ini tuh ee masyarakat juga cenderung menolak karena menganggap ini sifatnya top down begitu ya. Nah, tapi di sini fungsinya ee dilakukan apa? Sosialisasi ya, konsultasi publik ee dan sebagainya dan pada akhirnya masyarakat ee dapat menerima begitu ya. Nah, kemudian ee pada level mikro ini dilakukan kodesain ee ruang publik. Jadi masyarakat terlibat nih di dalam mendesain ee ruang-ruang publik ya yang merupakan bagian dari ee proyek besar eh Room for the River. Nah, contohnya tadi di bagian yang eh Needs Megan ini ya eh River Park yang ada di Needs Megan ini dirancang dengan ee partisipasi masyarakat. Nah, ini adalah ee perbandingannya seperti apa ya? Kalau di skala makro ini dilakukan sistem sungai nasional, tapi ini dilakukan terintegrasi ya sesuai dengan judul dari webinar kita. Jadi dia tidak hanya berhenti di makro tapi didetailkan di mikronya juga ya. Tapi perencanaannya diawali dari makro. Jadi bukan mikro, mikro mikro lalu digabung jadi makro. bukan seperti itu. Jadi dimulainya dari yang makro dulu ee lalu sudah ada konsepnya nanti ini dikembangkan apa, dikembangkan apa, dikembangkan apa. Nah, lalu detail pada masing-masing lokasi itu ee dilakukan secara partisipatif begitu ya. Nah, jadi di sini ee tujuannya agak beda. Kalau di skala makro secara keseluruhan reduksi resiko banjir besar ya. ee kalau di skala mikro mungkin ya genangan-genangan lokal ee kualitas hidup dan ekologi. Nah, ee jenis intervensinya yang dilakukan di sini ya karena dia skala ee apa namanya? Makro dilakukan bypass misalnya relokasi tanggul ya dan sebagainya. Sedangkan di sini ee lebih ke intervensnya di skala mikro lebih kepada ee codesain ya. Jadi ee ataupun misalnya pembuatan-pembuatan rain garden yang rain garden ini biasanya dilakukan di individu ya di individu bangunan. Nah, yang ini ee contohnya ya, contoh ee yang dilakukan di skala mikro seperti ini ya. Nah, kemudian yang di yang makro maksudnya yang di skala mikronya misalnya dalam pengembangan ee taman-taman ya, taman-taman banjir lokal, jalur sepeda dan sebagainya. Nah, ini yang aktor yang terlibat juga kita lihat di sini agak berbeda ya. Kalau skala makro ini mungkin kalau masyarakat ini komunitas lokal ini hanya diinformasikan akan ada proyek seperti ini begitu ya. Jadi tidak terlalu banyak, tapi di sini yang berperan itu adalah dari ee apa? Dari level nasional, kemudian provinsi ya, waterboard-nya dan juga dari kota. Nah, sedangkan di skala mikro ini ee dimulai dari pemerintah kota, komunitas lokal, dan juga ee LSM. Nah, manfaatnya tentu ini tidak bisa dipisahkan ya. Artinya kalau yang skala makronya sukses ya ee diikuti oleh mikro yang sukses ini baru projeknya dapat dikatakan sukses. Jadi kesuksesannya ee sangat tergantung satu sama lainnya walaupun dimulai dari yang makro dulu ya. Jadi ee yang skala makro ini manfaatnya untuk keamanan nasional kemudian perlindungan infrastruktur vital. Nah, sedangkan di mikro ini lebih ke ee biodiversitas ya, rekreasi, edukasi warga, dan juga ee peningkatan nilai properti. Nah, jadi ee itu ya contohnya. Mungkin kita balik ke gambarnya tadi. Jadi di sini ya ini salah satu bagian saja sebetulnya yang apa namanya yang taman ini tadi ya. ee salah satu bagian taman yang ditata gitu ya. Ee ini yang level mikronya yang melibatkan partisipasi masyarakat. Tapi sebelumnya untuk seluruh sungai ini ini dilakukan ee perencanaan dan penataan ee secara makro dulu ya baru nanti pendetailannya di sini. Nah, kita lihat di sini ya di di area ini ee sebelumnya ini hanya ada satu sungai ya. Nah, tetapi dengan konsep room for the river kita menambah ee maksudnya project ini menambah lagi nih ee ruang-ruang untuk sungai ya. Jadi di sini kelihatan ada tambahannya. Nah, ini dan di sini ada ee apa? Ada taman ya. Ada taman-taman dan tentu saja ini mungkin harus dibangun ee jembatan baru di sini. Nah, kalau kita lihat tentu ini ya ini bagian sebelumnya begitu. ee sebelum ada penataan. Nah, kalau kita lihat memang mungkin ada yang harus direlokasi ya dari wilayah yang sebelah yang di sebelah sini begitu. Nah, jadi ee ini yang sudah jadinya adalah seperti ini. Nah, ee kemudian contoh kedua. Nah, kalau contoh kedua ini saya pernah ya mengunjungi atau melihat ee secara langsung ee ini banyak sekali nanti kalau kalau dilihat ya ee di Ahmed Abad ini nanti ee apa kita lihat apa sungai yang ditata sangat baik gitu ya di dokumen-dokumentasi perencanaannya ya. ini eh yang disebut dengan Sabar Mati River Front eh project ya di Ahmad eh Ahmed Abad ya. Jadi ini dalam konteks ee infrastruktur hijau biru. Nah, jadi ee ini ya mereka itu punya badan tersendiri untuk yang sabar mati projek ini begitu ya. Mereka punya ee ini sendiri. Kemudian ee tujuannya adalah untuk proteksi banjir ya. Kemudian juga untuk urban renewual ya. Nah, ee kemudian ee juga tentu ada beberapa manfaat ya atau tujuan misalnya untuk ee pengendali banjir, kemudian tentu untuk beautification ya dan juga untuk eh real estate development. Nah, ini adalah yang dilakukan yang di apa namanya ee projek-projek yang dilakukan di Sabar Mati. River Sabar Mati ini adalah sungainya ya. Nah, jadi ee sebelumnya ee sungai ini adalah tempat pembuangan sampah ya dan juga waste water. Jadi semuanya dibuang di sungai ini. Jadi ee tidak menariklah ya pencemarannya tinggi dan sebagainya. Nah, kemudian dilakukan penataan. Nah, di sini juga ada ee relokasi ya tentunya dilakukan penataan ya. Kemudian juga ee penataan alur sungai ya yang diperlukan seperti apa dan ini kalau kita lihat di sini dia ee apa namanya? Aspek engineering-nya sangat besar ya ee di projek sabar mati ini ya. Jadi ee karena memang dia skalanya besar ee di seluruh ee wilayah sungai. Jadi kalau terlalu partisipatif ya itu agak sulit. Jadi memang di tahap awal dia ee sangat ee rekayasanya sangat kental ya di Sabar Mati Project ini. Bahkan hingga saat ini mungkin ee partisipasinya masih sangat kurang ya kalau dibandingkan dengan ee yang di room for the river tadi karena memang ini belum sepenuhnya selesai ya. bisa bermati project ini. Nah, ee apa yang dilakukan di sini ya? Jadi ee apa yang di sini mengkombinasikan antara green aspeknya ee lalu blue-nya di mana? Ya, di sini ya. Penataan sungainya, penataan sungai ee sabar mati ini ya. Jadi ee di sini dilakukan ee greennya itu di mananya? Jadi dilakukan juga pengembangan taman-taman ya. Kemudian landscaping, penanaman tanaman, kemudian juga eh urban green space ditingkatkan. Eh lalu juga ada beberapa bagian itu yang digunakan sebagai public space ya untuk market ya, market kemudian rekreasi, festival dan sebagainya. Nah, ini juga ee meningkatkan estetika dan ee nantinya mungkin ya makro climate karena Ahmed Abad ini katanya ee hanya ada dua musim di sini ya, yaitu panas atau sangat panas ya. Jadi waktu saya ke sana itu suhu mencapai ee 40 derajat Celcius. Jadi ini merupakan isu di sana ya. Jadi penataan ee Sungai Sabar Mati ini juga ditujukan untuk ee makroklimate ya untuk menurunkan suhu juga ya. Tapi saya kira mungkin belum belum karena belum projectnya belum selesai. Nah, ini mungkin perbandingannya ya antara eh sabar mati River Front di India di Ahmed Abad dan Room for the River di Netherland. Ya, tentu ini ee beda masalah, beda intervensi. Ya, beda masalah, beda intervensi. Karena kalau di Belanda itu adalah banjir ya. Ee masalah utamanya adalah banjir karena ee Belanda ada di ee apa namanya? di bawah air ya sesuai dengan namanya kan Netherland. Nah, kalau di ee apa ee Sabar Mati River ini permasalahannya banjir juga iya ya? banjir juga iya, tapi dia pada saat ee kering gitu itu surut ee apa namanya apa ee kelihatan ininya dasarnya ya. Jadi ee dan yang persoalan utamanya itu adalah ee suhunya sangat panas di sana ya. Jadi ee mungkin beda masalah, beda juga pendekatan ya. Ee tetapi project ini memberikan contoh bahwa ee dimulainya dari yang makronya dulu gitu ya, baru ke mikronya ya. Nah, jadi ee di sini misalnya kita lihat ee integrasinya ya memang di sini mungkin belum terlalu kelihatan nih yang aspek ee ekologi dan partisipatifnya ya yang disabar mati karena mereka masih dalam tahap yang makronya ya yang ee penataan yang rekayasanya ya. Nah, sedangkan Room for the River ini sudah mulai ke apa ee tahapan partisipasi ya. Nah, ini dimensi sosialnya ya semuanya ee pasti akan ada apa ee relokasi ya di mana-mana sebetulnya kalau kita akan melakukan perbaikan. Nah, tapi di sebenarnya relokasi juga waktu itu juga ee pada tah makro ya yang di room for the river ini. Jadi ee tidak ditanya satu-satu ya misalnya bagaimana pendapatnya tentu akan sangat sulit kalau membuat perencanaan dalam level makro. misalnya kita ee meminta apa partisipasi dari semua masyarakat ya itu. Nah ee ini mungkin kalau kita lihat ya ini gambarnya tapi di beberapa bagian di Sabar Mati River Front ini sudah jadi ya. Saya ada fotonya cuma e tidak sebagus ini gitu ya karena pada saat musim apa sungainya ini enggak penuh seperti ini ya. Ee jadi kurang bagus. Nah, mungkin kita lihat di sini ya nanti ini memang perencanaannya tapi di beberapa bagian ini sudah terjadi ya. Jadi saya apa namanya kagum juga maksudnya di India pun sudah bisa membuat yang seperti ini ya ee mengimplementasikan ee apa ee konsep-konsep ini ya. Dan ini juga keterlibatan dari perguruan tinggi sangat besar ya. kebetulan ee kami mempunyai kolega juga di apa ee universitas di sini ya yang mereka juga terlibat ya di dalam pengembangan ee sabar mati ee river river front ya. Jadi kalau apa namanya ee atau istilahnya nih mungkin kota tepian sungai karena sungainya ini besar ya besar ee membagi wilayahnya apa di sana ya kemudian dilakukan penataan. Jadi di beberapa bagian sebetulnya sudah sudah terjadi nih di sini ya ee bentuk-bentuk seperti ini. Jadi pada malam hari itu karena kalau mungkin kalau siang hari ee panas jadi ee baru kelihatan ramai itu pada malam hari ya orang-orang keluar begitu menikmati sungai gitu ya ee dengan apa beberapa pepohonan. Nah, ini kalau kita lihat bagaimana konsepnya ya ee ini seperti ini ya. Jadi ee ini kan tadi kita lihat dia bertingkat ini kan bertingkat nih seperti ini ya bertingkat. Jadi konsepnya kalau ini meluap dia akan ee tidak langsung. Jadi ini berperan juga sebagai tanggul sebetulnya ya yang ini bagian yang ini. Nah tapi dibuatnya kalau kita lihat ini kan mungkin lebih kelihatan ya. Ini di ini sungainya di sini ya. Nah, kemudian ee di sini juga dibuat sebetulnya ee apa namanya? Tempat berjalan kaki ya. Berjalan kaki, sepeda dan sebagainya. Lalu di sini ee juga ada nih penataan ya. Nah, bisa kita lihat di sini kan integrasi antara ee hij birunya ini birunya dan ini adalah ee hijaunya itu ya. Jadi, nah ini pun sebenarnya kalau kalau misalnya airnya ini meluap mungkin dia enggak sampai ke sini dulu, ya. Jadi, ee seperti ada tambulnya begitu ya. Nah, ini contoh yang sabar mati. Nah, ee nah ini kita sudah sampai di kesimpulan ini Mbak Dini. Ee jadi apa ee tapi di di bawah kesimpulannya nanti saya ada contoh ya di Indonesia. Jadi ee pengembangan infrastruktur hijau biru ini memang harus kalau kita memang mau menghasilkan ya yang karena kalau biru kalau hijau saja mungkin bisa ee apa secara sporadis ya mungkin pokoknya ya kita mulai aja dulu di mana begitu ya. Nah, tetapi kalau kita ingin kalau hijau biru karena hijaunya ini menyangkut badan air ya ee seperti sungai ee sebaiknya kita melakukan perencanaan secara terintegrasi dan dimulai dari makro dulu begitu ya. Nah, untuk ee perencanaan pada level makro ini memang ee banyaknya pendekatan yang digunakan itu adalah pendekatan ee teknokratis yang ee mungkin partisipati partisipasinya itu sangat kurang ya. mungkin hanya memberikan ee informasi atau konsultasi publik gitu ya kepada masyarakat begitu hanya ini kita akan ada projek ini gambaran besarnya seperti apa gitu ya. Jadi tidak tidak ee apa sifatnya tuh tidak meminta pendapat masyarakat ya ataupun ee apa ee desain-desain dari masyarakat ya. Jadi itu di tahap makronya. Nah, namun tahap makro ini memang harus diikuti dengan ee mikronya ya, karena pada beberapa bagian ya mungkin itu ee justru dalam pengembangan yang hijaunya ini akan harusnya didukung dari level mikronya begitu ya. Ee termasuk juga ee oleh masyarakat misalnya ya. mereka juga misalnya menerapkan atau menampung air hujan atau misalnya tidak membuang air ke sungai tentu kita pasti memerlukan dukungan dari masyarakat ya pada level ee mikronya ya. Nah, ini pada level mikro ini bisa dilakukan secara ee partisipatif ya. Nah, ini yang ee tadi pertanyaannya ya, apakah ada di Indonesia gitu sudah ada belum gitu ya. Nah, ee apa mungkin sudah ada beberapa potongan-potongan begitu ya. Nah, ini kebetulan kami ee melakukan penelitian ya dan ee beberapa bagian ini ditulis ee sebagai tugas akhir begitu ya oleh mahasiswa. Jadi ee ini apa kami mencoba ini melakukan simulasi ya ee apakah pendekatan partisipatif itu bisa dilakukan ee pada level makro begitu ya. Nah, jadi kami di awalnya ini mengambil kasus daerah aliran Sungai Cisanggarung ya. ini mungkin dari sini dari Kuningan mulainya terus ke sini ya ee apa dan dia berakhir di di sini ya ee berakhir di ee Laut Jawa ya ini ee sungai Cisanggarung itu. Nah, dan melintas ee beberapa ini ee kabupaten ya, dua kalau Cisanggarung ini Kuningan dan Kabupaten Cirebon. dan sedikit bagian di Kabupaten Berebes ini sedikit sekali di ujungnya ini dengan Kabupaten Brebes. Nah, ee ini juga kami ee apa melakukan wawancara ya dengan pemerintah kota juga ee pemerintah kabupaten maksudnya ee juga dengan ee apa dengan BBWS ya ee Cimanduk Cisanggarung ee apa menanyakan bagaimana prosesnya gitu ya. Mungkin di sini ada Bapak Ibu peserta juga ya. ee mungkin waktu itu kami juga melakukan FGD gitu dengan Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon yang dilaksanakan di ITB kampus Cirebon ya. Nah, jadi ee ini apa ee sudah melakukan wawancara memang sudah ada sebetulnya mekanisme koordinasi ya di ee yang dilakukan di Indonesia ya. Karena kalau sungai tadi seperti yang saya sampaikan ee ada ini kan lintas kabupaten misalnya ya, jadi ini ada dari ee pemerintah pusat juga ya dari BBWS ini sangat berperan juga ini melakukan koordinasi ee pengelolaan ee wilayah sungai. Nah, di sini kami mencoba ee pertama-tama melakukan pendekatan secara teknokratik ya. Jadi dengan menggunakan ee kriteria-kriteria ya untuk menentukan di mana lokasi ee infrastruktur hijau biru yang tepat ya. Jadi sungainya sebenarnya sudah ada tapi ee kita ingin mengintegrasikan dengan ee infrastruktur hijau biru gitu ya supaya karena ini di beberapa bagian ini terjadi banjir ee pada saat musim hujan. Nah, kami ee apa namanya? ee membuat kriteria kemudian ee melakukan analisis ya ee untuk menentukan lokasi-lokasinya untuk ee kalau di peta ini sebagai contoh adalah lahan basah ya atau wetland itu ada di mana saja gitu ya. Nah, dari hasil ee simulasi kami dengan menggunakan perhitungan dengan pemodelan ee mendapatkan ya akhirnya di lokasi-lokasi ini mungkin tidak terlalu jelas begitu ya Bapak Ibu lokasinya, tapi ada nih ee beberapa lokasi yang dihasilkan dari ee analisis ee GIS ya dengan menggunakan berbagai kriteria analisis overlay. Nah, jadi kalau dari analisis overlay itu ee sudah ditentukan lokasi lokasinya ya berdasarkan pendekatan teknokratis. Nah, kemudian kami ee ini hanya mensimulasikan saja sebagaimana ee seberapa efektif jika dilakukan ee proses perencanaan partisipatif begitu ya di dalam ee perencanaan ee infrastruktur hijau biru. Nah, ee tidak apa namanya ee ini sebenarnya tidak bermaksud ee menyatakan bahwa proses partisipatif itu ee tidak baik, tetapi mungkin kalau dilakukan pada skala makro itu agak susah begitu ya. karena kami ee mengabaikan ini dulu nih ee apa lokasi yang kami dapatkan dari ee pemodelan kami. Kemudian kami meminta pendapat nih dari peserta ee apa namanya ee FGD begitu ya. kira-kira di mana nih lokasi yang tepat begitu ya. Ee misalnya ingin dikombinasikan dengan pengendalian banjir. Nah, tentu akan sangat sulit begitu ee jika hanya meminta pendapat ya walaupun kita sudah oke kita sepakati ee jenis infrastrukturnya ini dan kita letakkan di daerah yang rawan banjir begitu. Nah, itu juga sulit ee menentukannya di mana begitu ya dan juga sulit untuk ee apa ee mencapai kesepakatan karena beda-beda ya. Ee jadi itu kesulitan yang kita hadapi kalau kita melakukan perencanaan secara makro tapi kita ingin pendekatannya partisipatif begitu. Nah, ee akhirnya kita munculkan yang ini ya yang memang ada beberapa bagian yang mendekati. Oh ya, memang lokasinya ee mendekati di sana, tapi ada juga yang berbeda begitu. Nah, jadi ee ee tetapi jika lokasi ini misalnya kita zoom ya, kita zoom out, nah mungkin ee itu adalah titik-titik yang sudah ditentukan itu mungkin bisa kita detailkan perencanaannya ya. Kita detailkan lagi perencanaannya, kemudian ee bagaimana desainnya. Nah, itu mungkin bisa melibatkan masyarakat ya. misalnya apakah ini akan dikembangkan untuk pariwisata? Nah, itu ee saya yakin mungkin apa dengan proses partisipasi akan sangat baik ya. Nah, di wilayah sini ee ini tuh juga ada Waduk Dharma ya. Mungkin Bapak Ibu pernah mendengar atau bahkan mungkin pernah ke sana ya, itu juga sudah berkembang ee pariwisata dan masyarakat juga terlibat ya di dalam ee apa namanya pengembangan ee kawasan pariwisata begitu di sana. Nah, mungkin bentuknya modelnya seperti itu. Jadi ee setelah kita tentukan lokasi-lokasinya ya, beberapa lokasi sebetulnya bisa kita kembangkan karena ee merupakan tahap awal dari infrastruktur hijau biru begitu ya. Nah, kemudian ee setelah ada lokasi mungkin nanti desain dan sebagainya itu bisa kita lakukan secara partisipatif. misalnya ini mau diapakan, mau dibuat apa ee taman rekreasi atau misalnya ee tempat pejalan kaki misalnya ya, itu bisa ee kita lakukan secara partisipatif ya. Saya pernah membaca ee di saya lupa membaca di mana ya, tapi ada satu desa di Indonesia di Jawa ya, di Jawa. Jadi mengembangkan ee pariwisata dengan apa namanya? arung jeram tapi pakai ban gitu ya, pakai ban ininya ya. Itu juga memberikan pendapatan kepada desa yang cukup besar begitu ya dengan menggabungkan jugalah dengan konsep-konsep hijau dan sebagainya tapi ini dilakukan oleh komunitas ya. Nah, kalau secara mikro seperti itu setelah didesain ee apa namanya secara keseluruhan itu akan sangat baik begitu ya. Nah, di desa ini tadinya ee apa sungai itu dianggap inilah musuh ya dan juga kotor. Tapi dengan ee bersama-sama dikembangkan ee apa sebagai tempat wisata dan masyarakat merasakan adanya keuntungan ya dengan pengembangan pariwisata ini karena sungainya juga bersih jadi bisa untuk arung jeram begitu ya. Ee jadi ee apa terpelihara begitu. Nah, tapi persoalannya kalau ini dilakukan pada level desa ya, sedangkan sungai itu kan dia tidak pasti di hulunya sudah melewati desa yang lain, nanti yang ini akan ke hilir begitu ya. Kalau tidak dilakukan secara terintegrasi ya mungkin dia hanya pas di desa itu saja yang kualitas airnya baik ya tapi ee akan repot gitu motongnya gitu ya karena di hulunya tidak tidak direncanakan ya. Nah, ini mungkin ee Bapak Ibu yang ee apa namanya? Mungkin masih banyak hal yang perlu kita diskusikan lagi ya, bagaimana kita mengimplementasikan ini di Indonesia ya. Tapi tadi sudah ada beberapa contoh di luar tapi tentu ee tidak mengambil contoh di luar itu adalah ya untuk ini saja ya. Karena mungkin di Indonesia yang secara terintegrasi itu yang skala besarnya mungkin sudah ada ya beberapa ee dinding-dinding penahan ya terutama di pantai utara Jawa mungkin itu menjadi contoh juga. Nah, nanti mungkin pendetailannya itu bisa dilakukan secara ee mikro begitu ya. Dan mungkin ee pesannya juga adalah bahwa ee perencanaannya mestinya disesuaikan dengan permasalahan yang dihadapi. Tadi kita akan lihat ya kalau B
Resume
Categories