Transcript
x6etl4O2sJQ • Webinar 127 Analisis Permasalahan Lingkungan
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0161_x6etl4O2sJQ.txt
Kind: captions Language: id Indonesia. Pelayanan kami terbuka untuk perusahaan, pemerintahan, perorangan, ataupun pemerhati lingkungan. Ekoed Eedu selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang berpengalaman. Memberikan pengalaman langsung dengan praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manapun. Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Edio ini memang dari grup-grup di alumni ya Mbak ya yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya, terasa gitu manfaatnya di kami terutama untuk ee para konsultan yang memerlukan tenaga-tenaga ahli begitu sehingga saya memilih Eko Edu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benar begitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada EQU ya yang akan menyelenggarakan pelatihan. Nah, di situ juga saya baca-baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang disediakan oleh Bapak Ibu. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut pelatihan gitu Bu. Jadi saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana Eko Aidu menyampaikan informasinya. Eko itu bagus karena pelatihan-pelatihannya itu selalu terkini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau mentornya itu bagus-bagus dan terbaiklah di bidangnyaitu. Iya. ee yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan memaksimalkan skill-skill yang saya harapkan begitu ya dalam terutama dalam penyusunan dokumen AMDAL eh kinerja saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update persoalan-persoalan dalam penyusunan AMDAL terkini dari ahlinya langsung di lapangan begitu yang pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan Fed ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat yaitu di e-learning ya itu luar biasa e pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah ee bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. Eh, e-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. Learning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di e-learning itu Bu sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana aja. 4 juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari kata padan sebenarnya. Jadi apa namanya ya kalau saya bilang terlalu murah itu sebadanlah. Jadi menurut saya sepadan Bu karena memang ee pelatihannya ini pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di ee sekitar lingkungan saya sendiri gitu. Ee saya kira sepatuaah dengan apa yang didapatkan. E-KTP efektif, tepat, dan profesional. Hemat, cermat, dan hebat. Keren, profesional dan juga kekinian. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang kembali di webinar Eko Edu ke-127. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu semua yang sudah selalu setia untuk mengikuti acara webinar ini. Hari ini webinar Eko akan mengangkat tema analisis permasalahan lingkungan. Dan perkenalkan saya Dini yang akan bertugas sebagai moderator pada acara ini. Ee baik Bapak Ibu semuanya, sebelum kita mulai webinar pada siang ini, alangkah baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Untuk itu berdoa dipersilakan. Baik, untuk berdoa dicukupkan dan untuk acara selanjutnya mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak Ibu untuk duduk tegak. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Ya. Baik Bapak Ibu semuanya untuk selanjutnya di sini izinkan saya untuk mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu dekat ini yang akan diselenggarakan oleh kami yaitu yang pertama kami akan mengadakan pelatihan dan sertifikasi penanggung jawab pengendalian pencemaran air atau PPPA pada gelombang 3 yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 September hingga 3 Oktober 2025. Adapun biaya investasi pada sertifikat tersebut yaitu Rp8.500.000. Kemudian dilanjutkan pada minggu depannya yaitu di tanggal 6 sampai 8 Oktober 2025. Di sini kami akan melaksanakan pelatihan penyusunan laporan pemantauan lingkungan atau RKLRPL ee gelombang 4 dan dilanjutkan lagi di minggu depannya yakni di tanggal 13 hingga 17 Oktober 2025. Di sini kami akan mengadakan pelatihan penunjang dokumen AMDAL terkait persetujuan teknis untuk air limbah gelombang 25. Dan untuk kedua pelatihan ini apabila Bapak Ibu melakukan pembayaran di H-1 pelatihan, Bapak Ibu akan mendapatkan diskon sebesar 10%. Dan untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi admin kami di Riris dan Nisa. Dan Bapak Ibu juga bisa mengunjungi sosial media kami yaitu ada Instagram, YouTube channel, Facebook X dan juga website resmi kami di www.ecoedu.co.id dan juga Bapak Ibu apabila tertarik langsung untuk mendaftarnya silakan saja diakses ke pendaftaran.co.id. Dan selain itu juga kami di sini terdapat inhouse training yang dapat dilakukan secara offline maupun online sesuai dengan permintaan dari instansi perusahaan Bapak Ibu semuanya. Jadi kami tunggu di pelatihan dan baik Bapak Ibu semuanya di sini kita langsung saja untuk masuk pada kegiatan utama kita di mana webinar kali ini kita akan mendiskusikan terkait analisis permasalahan lingkungan. Dan tentu saja di sini kami juga telah menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya untuk memberikan materi dan wawasan yang bermanfaat. Untuk itu, baik perkenankan saya untuk memperkenalkan narasumber kita hari ini yaitu Bapak Dr. Eng Asep Sofan, STMT. Beliau merupakan dosen Teknik Lingkungan di Institut Teknologi Bandung. Dan ee mungkin saya akan sapa terlebih dahulu. Selamat siang, Pak Asep. Selamat siang. Apakah suara saya terdengar? Iya, terdengar, Pak Asep. Baik, ya. Bagaimana, Pak, kabarnya siang hari ini? Kabarnya baik, alhamdulillah. Oke. Iya. Baik, Pak. Kalau gitu mungkin ee kita langsung saja untuk waktu dan tempat saya serahkan kepada Pak Asep dan untuk kepada Bapak, Ibu semuanya selamat mengikuti acara webinar ini. Baik. Ee Bapak, Ibu yang saya hormati. Ini ee tiba-tiba saja videonya tidak muncul ya. Ya, tidak apa-apa. Mungkin ee saya akan matikan video. Ee Bapak, Ibu yang saya hormati, ee izinkan saya untuk menyampaikan materi pada hari ini. Mungkin saya akan share screen. Bagaimana? Apakah sudah full screen? Iya, sudah, Pak. Sudah. Ya. Iya. Ee perkenalkan saya Asep Sofyan, dosen di Teknik Lingkungan ITB. Pada hari ini saya ditugaskan oleh Eko Edu untuk memberikan ee topik analisis permasalahan lingkungan. Sekali lagi terima kasih kepada Eko Edu yang telah mengundang. Mudah-mudahan pelatihan ini bisa kita manfaatkan untuk menambah wawasan kita. Saya akan mulai dengan apa itu permasalahan lingkungan ya. Jadi permasalahan lingkungan ini bisa kita lihat dari sisi filosofis maupun konseptual. M masalah lingkungan sebagai masalah kita sehari-hari ya. Saat ini sudah banyak perdebatan. kita harus berpusat kepada manusia, kepada lingkungan atau kepada kehidupan sosial, ya. Nah, ini paradigma yang terus kita diskusikan sampai saat sampai saat ini. Kemudian juga dari sisi paradigma pembangunan saat ini sudah bergeser dari pertumbuhan menuju keberlanjutan. Untuk mengatasi atau menyelesaikan masalah lingkungan itu memang kita harus melihat permasalahan lingkungan dari berbagai aspek ya. Yang pertama dari aspek geofisik kita ketika melihat masalah pencemaran, degradasi ekosistem, perubahan iklim. Mau tidak mau kita sebagai orang lingkungan harus memahami apa saja parameter fisika, kimia, biologi yang terlibat di dalam pencemaran. Mengapa pencemaran itu terjadi? Apa saja variabel fisik, kimia, biologi yang terlibat? Ya, demikian juga untuk degradasi ekosistem maupun perubahan iklim. Kemudian juga kita sebagai ahli lingkungan perlu melihat dari sisi teknologi pengendalian lingkungan ya, bagaimana dari aspek energi ya, sumber daya ataupun limbah yang dihasilkan ini menjadi penting bukan hanya satu aspek saja misalnya aspek limbah saja itu sekarang sudah tidak berlaku, ya. Artinya untuk memahami suatu masalah lingkungan yang menghasilkan limbah, kita harus melihat ke hulunya ya. ee efisiensi sumber daya ada produksi bersih, life cycle assessment ya itu adalah contoh-contoh aspek yang melihat dari hulu sampai ke hilir. Saat ini juga kita perlu melihat dari aspek ekonomi. Bagaimana masalah lingkungan ini apakah masih dilihat sebagai faktor luar atau eksternal ya. maka kita harus berusaha untuk menjadi internal, faktor internal menjadi faktor produksi ya dari eksternal menuju internal. Kita juga perlu melihatnya dari sisi ekonomi secara makro ya. Bagaimana green ekonomi ini harus diterapkan baik di lingkungan yang kecil maupun lingkungan yang besar misalnya dalam sebuah negara ya. termasuk juga sirkular ekonomi. Bagaimana ekonomi dari limbah yang kita hasilkan kita hitung juga kemudian kita masukkan lagi ke dalam siklus ee bahan baku ya. Itu kira-kira ee masalah-masalah yang muncul dan harus kita lihat dari berbagai perspektif ya. Selain itu juga dari perspektif sosial bagaimana masalah lingkungan kita lihat dari aspek keadilan sosial, konflik sumber daya, kesehatan masyarakat. Nah, jadi kalau kita lihat memang seorang ahli lingkungan ini tidak cukup dia hanya tahu biofisik ya, dia juga harus tahu biofisik, teknologi, ekonomi, sosial. itu adalah konsekuensi menjadi seorang ahli lingkungan. Nah, saat ini masalah lingkungan ini sudah sangat kompleks ya. Dan ciri-ciri dari kompleksitas yang ada itu pertama sudah tidak nonlinear lagi hubungannya ya. Jadi kalau misalnya kita membuang sampah ke sungai, maka akan terjadi banjir misalnya ya. Nah, itu tidak hanya banjir. Ternyata ketika ketika kita membuang sampah ke sungai di sana ada juga pencemaran sungai, ada juga kerusakan ekosistem. Jadi tidak bisa kita anggap semua permasalahan ini linier tapi ee tidak linear ya. Kebalikan dari linier atau lurus menjadi tidak linear atau tidak lurus. Nah, di sinilah nanti kita kembangkan satu metode misalnya sistem dinamik ya atau dinamika sistem untuk mengantisipasi nonlinearitas ini. Kemudian juga saat ini banyak ketidakpastian ya di dalam ya contoh misalnya perubahan iklim. Perubahan iklim variabelnya sangat banyak, banyak ketidakpastian sehingga solusinya ahli-ahli lingkungan mengembangkan banyak modeling dan juga artificial intelligence ya atau AI untuk mengurangi ketidakpastian itu termasuk juga keterkaitan multiskala ya. Multiskala ini juga dikembangkan oleh ahli-ahli lingkungan dengan berbagai metode. Mulai yang paling sederhana misalnya multikriteria analisis ya sampai ee metode yang paling terkini misalnya menggunakan deep learning. Nah, demikian juga untuk antar faktor lokal dan global ya. Nah, ini lebih kepada hubungan internasional ya, bagaimana ee kerja sama kita ini tidak hanya bisa di ee selesaikan secara lokal, tapi juga harus diselesaikan secara internasional. Nah, sebagai kesimpulan kita perlu melakukan klasifikasi ya masalah lingkungan itu mulai dari skala ruang ini masalahnya mikro, meso, makro atau global ya. Artinya sekarang di dalam mengatasi masalah lingkungan ini tidak bisa kita menggunakan satu pendekatan ya. Jadi untuk masalah yang mikro solusinya mungkin berhasil. Untuk masalah meso misalnya untuk satu provinsi, kalau mikro misalnya satu kota ya, meso satu provinsi belum tentu berhasil. Demikian juga untuk makro di level negara dan juga global di level apa di level antarnegara. Demikian juga apa yang berhasil di level makro misalnya di suatu konsep negara di level lokal belum tentu. Nah, jadi di sini ee kompleksitas itu juga ee muncul ketika ada perbedaan skala ruang ya. ee kita tidak boleh menyamakan karena di level makro misalnya berhasil, maka di level mikro pasti berhasil juga. Itu belum tentu ya. Demikian juga untuk ee dimensi waktu. Suatu persoalan yang bisa diselesaikan dalam jangka pendek belum tentu sukses ya untuk permasalahan di jangka panjang. Walaupun masalahnya sama, misalnya pengendalian sampah. Nah, pengendalian sampah ini untuk waktu 1 bulan, 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun. Nah, itu kita harus kelompokkan ya berdasarkan dimensi waktu karena memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Demikian juga untuk media ya, belum tentu untuk media satu berlaku untuk media lainnya. Demikian juga untuk dampaknya ya. Nah, jadi di sini ee kita bisa menggunakan berbagai klasifikasi ini untuk mengetahui apakah solusi kita ini tepat ya dari sisi ruang dan waktu. Nah, untuk mengklasifikasikan permasalahan itu banyak sekali kerangka sistemik yang ada saat ini ya. Dan untuk menyelesaikan sebuah permasalahan lingkungan ini, kita harus mengawalinya dengan kerangka sistemik. Itu tidak bisa ditawar-tawar lagi, ya. Ee di sini saya hanya memperkenalkan tiga kerangka yang paling umum digunakan. Padahal ini banyak sekali ya kerangka sistemik ini banyak sekali tapi kita coba bahas tiga saja dulu. Yang pertama adalah DPS, kedua SES, yang ketiga planetary boundaries. Kita mulai dengan DPSI. Jadi DPS ini untuk melihat tadi dari sisi ruang dan waktu ya. Jadi apa menyebabkan apa? Misalnya tadi masalah sampah ya. Nah masalah sampah ini kita harus tulis di sini sampahnya itu sampah dari mana? Karena sampah domestik ya dari rumah tangga dengan sampah dari pasar atau sampah dari industri itu memiliki karakteristik yang berbeda. Jadi driving force ini adalah sumber ya sumber dari permasalahan itu. aktivitas manusia yang menyebabkan pencemaran itu kita harus definisikan dan nanti menekan ke lingkungannya itu dalam bentuk apa gitu ya. Apakah dia berupa pencemaran atau dia berupa kerusakan atau dia mengganggu sistem ekologi. Nah, ini juga harus kita definisikan. Sedangkan state adalah angka-angka yang kita ukur ya. Misalnya kalau pencemaran sungai, nilai BOD, nilai COD. Jadi state atau status ini harus dalam bentuk angka, hasil pengukuran. Nah, dari angka inilah kita bisa melihat korelasinya dengan dampak-dampak yang terjadi ya. Mulai dari dampak kesehatan, ekosistem, terhadap dampak lainnya. Nah, di sinilah kita menemukan satu kebijakan ya dalam bentuk respon. Dan respon ini kita lakukan untuk semua komponen. Respon untuk menekan sumber, respon untuk mengendalikan tekanan terhadap lingkungan, respon untuk menjamin agar nilai-nilai status ini tetap ada dan juga respon untuk mengendalikan dampak. Jadi dengan DPS ini misalnya untuk menangani sampah ya. Sampah ini kita bisa banyak sekali membuat rekomendasi menangani sampah dari sumbernya. Maka sumber harus memilah ya terhadap tekanan ya. Berarti volume yang dibuang kepada lingkungan ini harus dikurangi. Kemudian status angka-angka ya. Apakah ada angka jumlah sampah yang dibuang ke sungai? Kalau tidak ada angkanya kita sulit menghitung dampaknya ya secara kuantitatif. Nah, jadi kita perlu juga memikirkan bagaimana kita melakukan pemantauan atau sampling atau pengukuran ya untuk mendapatkan status. Nah, saat ini pemerintah sudah menetapkan ya untuk status ada IKLH, ada indeks-indeks apapun itu ya. Nah, itu dalam rangka untuk mengetahui dampak ya. Jadi kalau statusnya tidak ada angkanya, dampaknya juga sulit. Nah, nanti bagaimana untuk mengendalikan dampak? Jadi kita dengan skema ini bisa membuat banyak sekali rekomendasi. Ini merupakan metode yang paling sederhana di dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan. Bagaimana untuk masalah lingkungan yang terkait sosial dan ee manusia ya? Nah, berarti di sini kita harus membuat indikator-indikator yang menghubungkan antara sistem lingkungan dengan sistem sosial, ya. Misalnya di sini ada ee jasa ekosistem, ya. Nah, jasa ekosistem itu kan mengkonversi antara sistem lingkungan yang menghasilkan ekosistem kemudian dikonversi kepada kebutuhan manusia. kira-kira seperti apa jasa lingkungan. Nah, artinya di dalam membahas jasa lingkungan kita tidak memperhatikan bagaimana lingkungan terhadap lingkungan itu sendiri ya atau lingkungan itu terhadap sistem yang lain, tapi kita lebih fokus kepada bagaimana lingkungan itu bermanfaat untuk manusia. Nah, kemudian juga dari manusia kepada ekologi ini seperti apa ya? artinya perilaku-perilaku manusia baik itu manajemen ataupun ee partisipasi masyarakat yang harus dimasukkan ke dalam sistem ekologi itu seperti apa. Nah, jadi kesepakatan-kesepakatan ini yang kira-kira harus kita kembangkan sehingga problem lingkungan dan sosial ini menjadi bisa diselesaikan. Berbeda dengan yang tadi ya. Kalau ini, ini lebih kepada ee hubungan sebab akibat ya, hubungan sebab akibat dari sebuah permasalahan dalam bentuk DPS. Kalau ini lebih kepada korelasi timbal balik ya antara ekologi dan sosial. Kemudian ada juga planetary boundaries. Jadi ini untuk masalah-masalah global. kita bisa gunakan skema ee menggunakan planetary boundaries. Contoh misalnya di sini ya, ada penelitian yang dilakukan oleh Richardson tahun 2023 yang menghitung kalau yang hijau ini artinya inilah batas batas bumi ya, batas kemampuan bumi. Nah, tapi di sini misalnya untuk climate change ini, CO2 concentration-nya ini udah melebihi. Demikian juga radioactive forcing-nya ya. Apalagi untuk genetik ini paling kita sudah paling rusak ya ee di antara variabel-variabel lainnya. Nah, jadi kita menggunakan boundary dari planet kita ini sebagai ee batasan atau sebagai titik tolak analisis. Nah, demikian juga ada ee sebuah lembaga riset ya, Global Footprint Network yang dia menghitung kalau kehidupan kita. Contoh misalnya di sini, jika kehidupan seluruh penduduk bumi ini sama dengan orang Amerika ya, maka kita butuh lima kali ya, sekitar lima kali bumi begitu untuk bisa ee melayani ee kebutuhan ee rakyat Amerika. Artinya dengan pola konsumsinya yang sangat tinggi itu kita butuh sampai lima kali bumi. Kan tidak mungkin juga bumi ini ada lima ya. Nah, jadi kita menggunakan planetary boundaries ini sebagai kerangka kerangka acuan kita menganalisis. Nah, apa saja pendekatan analisis dari berbagai permasalahan itu? Ya, tentunya kita awali dengan pendekatan kualitatif ya seperti ee analisis kebijakan, studi etnografi, kajian historis, kajian persepsi masyarakat, nilai budaya, dimensi etika, itu kita sebut sebagai pendekatan kualitatif. Kita juga bisa melakukan secara pendekatan kuantitatif ya. ini yang biasanya dilakukan oleh ee mahasiswa-mahasiswa di kampus ya, khususnya kampus ilmu lingkungan dan teknik lingkungan yaitu pendekatan kuantitatif mulai dari pengukuran parameter fisik dan kimia, pemodelan matematis dan komputional, analisis statistik, spasial, temporal. Nah, bisa juga kita melakukan pendekatan campuran ya antara kualitatif dan kuantitatif. kita akan bahas lebih detail ya. Untuk pendekatan kualitatif biasanya untuk analisis kebijakan, kemudian juga untuk etnografi ya menggali praktik budaya dan sosial dalam pengelolaan sumber daya alam. Kemudian juga kita bisa melakukan analisis persepsi publik. Nah, analisis kualitatif ini sangat penting ya di dalam analisis lingkungan tentunya ee dilakukan oleh yang ahli apakah ahli sosial, ahli antropologi, dan berbagai ahli lain ya yang paham tentang atau di sini kalau kebijakan berarti ahli hukum ya ee yang memang paham terhadap ee terminologi-terminologi ee hukum sosial, antropologi dan sebagainya. Nah, pendekatan berikutnya adalah kuantitatif ya, yaitu mengukur tadi monitoring, statistik ya, pemodelan matematis. Yang ketiga, ya ini yang sebaiknya kita lakukan yaitu adanya mix method ya atau campuran kualitatif dengan kuantitatif ini tidak bisa dipisahkan. Kita harus gabung. Jadi selain kita ukur ya di sini kita ukur misalnya sungai ee COD BOD-nya kita ukur, kita juga lakukan wawancara dengan masyarakat. Nah, ini hasilnya akan lebih baik ketika kuantitatif dan kualitatif ini kita gabung. Demikian juga misalnya dalam participatory mapping ya, warga diajak memetakkan daerah rawan banjir. Di sini kita gabungkan antara pendekatan kualitatif ya karena mengajak warga dan spasial karena di sini membuat peta. Kemudian dibandingkan dengan data curah hujan dan ketinggian tanah ini merupakan kuantitatif. Jadi di sini contoh gabungan antara kualitatif spasial apa? Kualitatif spasial dengan kuantitatif ya itu digabung. Demikian juga ada nama ada istilahnya citizen science ya. Warga menjadi bagian dari proses pengumpulan data. misalnya ee masyarakat aktif ya untuk mengumpulkan data, kemudian mengolah, membuat komunitas diskusi itu juga menjadi pendekatan campuran bagaimana kualitatif dari pendapat warga digabung dengan data kuantitatif hasil pengukuran. ini juga menjadi metode yang sangat populer ya akhir-akhir ini. Nah, itu tadi adalah pendekatan pendekatan yang intinya adalah ee kuantitatif, kualitatif, dan gabungan. Nah, bagaimana metode metodologi ya ketika kita apakah melakukan kualitatif, kuantitatif atau gabungan itu kita bedakan menjadi beberapa jenis metodologi, ya. agar kita bisa ee memahami semua metodologi yang ada. Yang pertama adalah metodologi survei dan sampling. Ini adalah metode yang paling klasik ya, yang dari dulu sudah kita lakukan tapi masih sangat penting sampai sekarang. Karena tanpa survei dan sampling ini kita kehilangan data primer, data yang menjadi rujukan utama. bisa kita lakukan sampling dan monitoring lapangan, survei sosial ekonomi atau analisis laboratorium. Yang berikutnya adalah metodologi analisis data. Biasanya kita gunakan statistik baik deskriptif maupun inferensial. Kita juga lakukan analisis multivariat dan time series serta analisis spasial ya. Kemudian kita juga kadang-kadang melakukan evaluasi ya. Jadi tidak sekedar analisis data, tapi evaluasi. Tentu evaluasi ini lebih luas ya dari sekedar analisis data. Di sana ada pendekatan kualitatifnya, ada kuantitatifnya, kemudian ada spasialnya juga yang dikemas menjadi sebuah produk analisis atau produk evaluasi. Sebagai contoh ada life cycle assessment atau LCA ya untuk melihat daur hidup dari sebuah produk atau jasa di dalam ee lingkungan ya mulai dari raw material, bahan baku, proses sampai limbah ya itu kita lihat siklus hidupnya. Kemudian AMDAL. AMDAL ini sudah banyak Bapak Ibu yang familiar ya. itu juga menjadi salah satu metodologi evaluasi khususnya untuk proyek. Nah, sedangkan untuk kebijakan itu KLHS ya. Nah, KLHs itu untuk kebijakan ee kalau AMDAL untuk proyek, KLHs untuk kebijakan. Kemudian di sini juga ada risk assessment ya, bagaimana kita melihat risiko kesehatan atau ekosistem dari sebuah kegiatan. Kita juga bisa menghitung menggunakan CBA. cost benefit analysis atau MCDA multieria decision analysis untuk membantu pengambilan keputusan dengan biaya manfaat atau banyak kriteria. KLHS tadi sudah kita bahas ya sebagai ee pengembangan dari AMDAL khususnya untuk kebijakan dan juga untuk ee analisis tata ruang di RTRW ya yang sifatnya lebih luas dari AMDAL kabupaten, provinsi seperti itu. Kemudian ada juga studi lain, contoh misalnya S ya, Social Impact Assessment atau ESV Service Valuation atau valuasi lingkungan. Ini juga ee penting ya untuk dipahami oleh kita ee di dalam menganalisis ee untuk tujuan evaluasi. Nah, kemudian ada juga metodologi pemodelan. ini lebih kepada prediksi ya, prediksi melihat korelasi dan juga melihat ee rekomendasi skenario yang bisa kita lakukan mulai dari pemodelan ekologi, kemudian sistem dinamis ya dan juga ee lainnya. Kemudian yang terakhir nomor 5 ini kita anggap sebagai metodologi modern karena baru berkembang sekitar tahun 2020 ya ee ya ada juga yang berkembang dari tahun 90-an tapi ee sangat pesat ee ketika ee masuk ke tahun 2010-2020. di antaranya adalah eh multi apa? Remote sensing, multiskala ya. Kemudian ada big data internet of things. Eh internet of sing ini sensor ya, kita gunakan sensor. Kemudian data sensor dalam bentuk big data. Artinya ee basis data yang sangat besar. Kemudian ada machine learning, deep learning ya. Kemudian ada digital twin lingkungan. Kita akan bahas semua metode ini satu-satu ya, mulai dari metode sampling dan survei. Saya tidak perlu jelaskan panjang lebar karena ini sudah diketahui oleh Bapak Ibu tentang sampling dan survei. Kemudian juga untuk analisis data ini juga sudah banyak digunakan oleh kita ya sehari-hari dalam analisis data mulai dari ee statistik ini ya ee statistik deskriptif untuk merangkum dan menggambarkan data apa data apa adanya. Kemudian statistik inferensial untuk membuat generalisasi atau kesimpulan tentang populasi berdasarkan sampel dan menganalisis hubungan kompleks antar banyak variabel secara simultan. untuk analisis multivaribel statistika deskriptif ya kita tahu ya membuat grafik, diagram, tabulasi, kemudian ee nanti kita hitung nilai rata-ratanya, penyebaran ini masuk ke dalam statistika deskriptif. Nah, tapi kalau kita sudah ingin mengetahui signifikansi rata-rata ya dari data pemantauan ini kita sebut sebagai statistika inferensi. Ini adalah metode-metode statistik yang sudah sering kita gunakan ya. Eh, metode evaluasi tadi kita sudah bahas ya, ada LCA, ada AMDAL, risk assessment, cost benefit analisis, kemudian multiiteria analisis, eh KLHs, social impact assessment, dancistem service valuasi atau valuasi ekonomi. Kemudian untuk pemodelan ini juga sudah banyak digunakan ya oleh Bapak Ibu dalam analisis lingkungan. Mungkin kita akan bahas contoh-contohnya. Untuk pemodelan ini kita menggabungkan berbagai data. Kita gunakan software untuk menganalisis misalnya penyebaran pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah. Ini kita bisa gunakan berbagai model. Kemudian juga ada namanya dinamika system ya. Jadi kita buat ee permasalahan lingkungan itu menjadi hubungan sebab akibat atau kita sebut sebagai kau salal diagram dan kemudian kita simulasikan ya bisa menggunakan fans SIM, stella, power SIM. ini merupakan ee pemodelan untuk ee khususnya bukan untuk variabel-variabel fisik ya. Kalau fisik tadi media udara, air, tanah biasanya kita gunakan pemodelan fisik yang contohnya yang ee tadi sudah kita bahas ya. Ya, ini khususnya pemodelan kuantitatif yang berbentuk fisik. Tapi kalau misalnya kuantitatif tapi berbentuk nonfisik ya, misalnya hubungan sosial, hubungan ekonomi, hubungan lingkungan juga bisa. Tapi pasti ini kompleks ya, tidak hanya menggunakan data-data fisik lingkungan saja. Biasanya digabung antara data fisik lingkungan dengan data sosial misalnya pertumbuhan penduduk ya, nilai ee apa angka kelahiran, kematian, begitu. dan juga data ekonomi ya misalnya manfaat ekonomi penjualan produk dari ee bahan baku ataupun bagaimana biaya limbah itu itu cocok ya untuk kita gunakan dinamika sistem. Kalau misalnya problemnya menyangkut ee spasial ya, kita juga bisa gunakan software GIS untuk melakukan model dinamika spasial. Misalnya sebuah daerah kita ingin lihat skenarionya ya. Contoh misalnya ada sebuah kota baru ya, ibu kota ee negara IKN. Nah, IKN ini kita ingin lihat nanti 10 tahun lagi IKN akan seperti apa perkembangannya misalnya ya, kita bisa modelkan atau sebuah kota apapun ya kita bisa lihat perkembangan kotanya akan sejauh mana. Karena menyangkut spasial maka dinamikanya kita sebut dinamika spasial atau spatial dynamics. Nah, ada juga agen based modeling ya. Nah, jadi modeling ini banyak sekali jenisnya. Bisa fisik, bisa sosial. Tadi mengguna bisa ee spasial ya, ada sosial spasial. Nah, kalau ini lebih ke interaksi manusia. Jadi kalau misalnya kita ingin fokus kepada interaksi manusia, kita sebut sebagai agen based modeling atau ABM. Jadi kita petakan dulu relasi dari manusia yang ada di situ ya. ee kita buat sebagai model bagaimana interaksi mereka. Bisa saja interaksi ini kemudian kita overlay ya dengan ee data-data lain misalnya data tata guna lahan, tutupan lahan. Jadi eh agen based modeling ini kemudian kita kalau kita gabung dengan spasial modeling itu bisa ya. Ya, tentu agen base model ini bisa dipakai untuk apa saja ya, bukan hanya untuk ee spasial, bisa juga untuk ee pendekatan-pendekatan yang lain. Kemudian kita masuk ke dalam metodologi terkini ya. ya, yang sekarang sedang populer. Kalau yang tadi mungkin ee Bapak Ibu sudah tahu dan sudah pakai ya karena metode-metode tadi itu sudah dikembangkan dari sejak tahun 0-an dan terus berkembang sampai sekarang. Nah, tapi dari tahun 2000-an itu ee kita sebut saja sebagai metodologi terkini. Yang pertama adalah remote sensing dan GIS. Jadi, remote sensing dan GIS ini menggabungkan ya berbagai data baik itu data ee monitoring di darat ya, misalnya leidar atau drone begitu dengan data satelit. Nah, kemudian kita modelkan untuk memprediksi apakah di sebuah wilayah itu contoh ya di gambar ini di sana terjadi kebakaran atau tidak. Jadi antara data satelit kemudian data pemantauan di darat ya itu digabung, dianalisis sehingga menghasilkan sebuah ee analisis, sebuah hasil ya, hasil interpretasi kita sebut sebagai remote sensing dan GIS. Nah, ada juga big data dan internet of things. Jadi, contoh di sini ada ee danau ya yang dipasangi banyak sekali sensor. Jadi, data titik-titik ini adalah data sensor ya ee data monitoring real time. Nah, sedangkan data yang garis-garis hijau ini adalah data modeling. Jadi di sini modeling digabung dengan ee sensor menjadi sebuah big data dan IoT. Tentunya ini bisa diaplikasikan untuk untuk semua media ya ee baik udara, tanah ataupun media lainnya. ee ini contohnya untuk media air. Kemudian juga ada artificial intelligence ya atau kecerdasan buatan. ee ini akan kita bahas secara mendalam ya untuk ee kecerdasan buatan ini. Jadi kecerdasan buatan ini atau artificial intelligence ya itu ee berusaha komputer untuk membuat keputusan sendiri. Jadi dalam bahasa mudahnya disuruh mereka untuk berpikir. Tapi sebetulnya mereka tidak berpikir seperti kita ya. mereka pasti disuruh melakukan sesuatu dan berulang-ulang begitu. Ee tetapi dari sisi hasil sepertinya tuh mereka berpikir begitu. Nah, ee jadi bahasa atau kecerdasan buatan yang paling awal ya kita sebut sebagai cognitive computing ya. Cognitive computing ini adalah bagaimana komputer yang asalnya hanya menghitung dia membuat ee decision making ya, keputusan begitu. Nah, kemudian juga ee diberi suplly bahasa manusia ya, bahasa manusia karena ee kita ingin ee logika-logika yang biasanya mereka hanya menggunakan angka, menggunakan data. Nah, sekarang menggunakan bahasa. Contoh misalnya bagaimana mereka menafsirkan ya ketika ada satu bahasa manusia misalnya saya pergi ke sekolah gitu ya. Nah ini kan tidak ada data input berupa angka, data input berupa ee data-data yang biasa komputer hitung ya. Ini adalah sebuah kalimat. Nah, sehingga saya di sana diinterpretasikan oleh komputer ya sebagai subjek. Kemudian tata bahasanya dimasukkan ke dalam logika-logika komputer. Berikut juga arti dari setiap ee kalimat. Nah, bagaimana komputer bisa mengerti kata pergi misalnya ya. Nah, pergi ini diterjemahkan. Artinya kalau manusia mudah ya memahami ya pergi tinggal pindah dari satu tempat ke tempat lain gitu. Tapi bagaimana komputer memahami pergi ee adalah berangkat dari satu titik ke titik yang lain. Nah, ini adalah inti dari natural language processing atau NLP. Bagaimana ee data training ya. data training itu adalah data ee bahasa manusia itu dikumpulkan. Nah, kemudian dibuat ee dalam sebuah hubungan sebab akibat yang akhirnya dimasukkan ke dalam ee algoritma komputer. Yang NLP yang paling modern saat ini misalnya CGPT ya. CGPT itu kita beri perintah dia mengerti perintah kita ya. Jadi ini ee sudah sangat maju NLP ini termasuk juga robotics. Robotics dia bisa mengambil kesimpulan sendiri. Contoh misalnya ketika dia mengelas ya, mengelas ee di pabrik mobil ada robot yang mengelas itu dia ee pertama dia bisa menentukan titik di mana dia harus mengelas ya, kapan harus mulai, kapan harus berhenti. Nah, itu dia lakukan secara otomatis. Nah, kemudian terkait dengan ee bidang kita, bidang lingkungan ya ee kita lebih fokus ke machine learning. Jadi machine learning ini adalah bagian dari kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang mengolah data secara repetisi ya, secara berulang-ulang. Misalnya ada di sini ee pengklasifikasian image ya. Ee jadi dia bisa membaca, dia bisa membedakan antara gambar kucing dan harimau misalnya ya. Nah, itu harus dilatih dilatih dengan ee disebut dengan data training. Kemudian juga ada SDMs ya di sini speciies distribution model. Ada juga ABMs ya di sini ABMs agent based. Nah, jadi pada dasarnya artificial intelligence ini pengembangan dari metode-metode sebelumnya. Contoh di dalam ee pembahasan kita sebelumnya, kita mengenal ada yang disebut dengan agen atau agen base modeling. Nah, agent baseding ini kemudian karena dia terlalu kompleks, orangnya sampai ribuan atau bahkan jutaan penduduk yang ingin kita analisis, maka kita masukkan ke dalam machine learning ya. Jadi pada dasarnya machine learning ini adalah kita melatih komputer agar dia bisa melihat pola yang ee kita berikan. Nah, lebih jauh dari machine learning adalah neural network. Artinya dia hubungannya tidak hanya linier tapi multi multilineer ya. atau juga lebih jauh lagi deep learning ini lebih kompleks lagi. Nah, kita akan bahas satu-satu ya. Contoh di sini perbedaan antara machine learning, neural network dan deep learning. Jadi kalau kita lihat machine learning ini awal ya, awalnya ada AI itu ee jadi machine learning ini. Oke ya. Ini ada yang minta remote, maaf jadi keganggu ya. Ya, jadi machine learning ini awal-awal AI dikembangkan ya. Jadi dia lebih ee mempelajari pola dari data training. Nanti kita akan jelaskan lebih detail, ya. Nah, kemudian dikembangkan lagi lebih kompleks lagi disebut dengan neural network dan dikembangkan lebih ee kompleks lagi menjadi deep learning. Tapi kira-kira pendekatannya mirip ya. Nah, kita mulai dari machine learning. Jadi machine learning ini kita kumpulkan data ya. Kemudian kita pisahkan data tersebut, kita latih model, evalua hasil, dan gunakan model. Nah, di sini ada ee mungkin saya masuk dulu ke sini, ya. Jadi, ini adalah contoh machine learning. Di sini ada data yang sudah kita beri label ya. Data yang sudah kita beri label dan kita sebutkan labelnya itu ini. Maka kita training kemudian kita tes. Kita tes dia berhasil ya bahwa kalau diberi gambar ini dia square begitu ya. Dia dia langsung bisa jawab diberi ini dia disebut triangle. Nah, ya datanya bisa macam-macam ya, misalnya curah hujan, elevasi. Ini tentu datanya data numerik. Curah hujan kan pasti ada 0 1 2 3 sampai 500 misalnya ya. Elevasi angka numerik juga tutupan lahan. Nanti kita beri ee misalnya tutupan lahan satu ini untuk hutan, dua untuk apa. Jadi semuanya numerik ya. Nah, kemudian ee kita diberi ee label begitu ya untuk setiap data-data ini. Nah, karena dia diberi label maka ada plus minus di sini ya. Mungkin maaf saya balik lagi ke sini. Jadi ee untuk yang slide yang plus minus. Oke, itu ada di akhir ya. Jadi ee kalau dia pakai label itu tentunya datanya harus ada manusia yang memberi label ya. Nah, jadi ini datanya kita sebut sebagai data yang mahal. Itu adalah pengertian dari supervised learning ya. Jadi datanya sudah berlaber. Kalau banjir adalah satu, tidak banjir adalah nol. Jadi dia ee ada interaksi antar ee tiga variabel tadi misalnya curah hujan, ketinggian, dan juga apa tadi ya contohnya misalnya di sini. Nah, ini tutupan lahan ya. Jadi ada tiga data curah hujan, elevasi, tutupan lahan. Nah, kalau curah hujannya lebih dari sekian tapi elevasinya sekian dan tutupan lahannya sekian, maka dia banjir. Kalau curah hujannya sekian, elevan. Jadi ada ee variasi-variasi yang kita masukkan ke dalam program ya. Dan kita beri variasi itu adalah banjir. Kita beri variasi tidak banjir. Tentu variasi-variasi ini tidak bisa kita masukkan semua begitu ya. ee tapi dia disuruh baca begitu, dia disuruh mikir sendiri gitu, disuruh ee sehingga akhirnya dia bisa membuat kriteria sendiri kapan suatu kondisi disebut banjir dan kapan suatu kondisi disebut tidak banjir. Hanya kita menggunakan kriteria. Nah, karena kita sudah memberikan kunci jawabannya kira-kira ya, ini adalah banjir, inilah tidak banjir, kita sebut sebagai supervised learning. Nah, karena data-data ini sangat banyak dan manusia tidak punya waktu ya untuk memberi label satu-satu, kemudian dikembangkan satu model lain ya, yaitu unsupervised learning. Nah, unsupervised learning ini kalau datanya tidak punya label. Jadi ee datanya contohnya curah hujan, kemiringan lahan, jenis tanah tidak punya label ya. Nah, di sinilah pentingnya ada algoritma yang dipakai ya. Bagi Bapak Ibu yang ingin mendalami tentang machine learning ini tentunya ee perlu mempelajari apa arti K means clustering hierarchical clustering atau principal component analisis ini tuh seperti apa algoritmanya memang di dalam aplikasinya sudah ada kita tinggal download ee algoritma ini sudah ada tapi kalau ingin paham dalamnya ya tentu kita harus pelajari ee dari dasar ya. Nah, apakah kita hanya pakai saja atau kita mau pelajari dari dasar itu balik lagi kepada ee tujuan kita mempelajari machine learning. Tapi bedanya dari supervise itu untuk unsupervised itu dia tidak punya label. Nah, bagaimana cara dia belajar? ya. Nah, itu kuncinya ada di algoritma ini. Jadi, dia contoh misalnya ya untuk klasifikasi sungai ee dia bisa membaca sendiri mana kategori sangat tercemar, sedang atau bersih ya dari sini walaupun kita tidak beri label seperti tadi ya. Jadi, unsupervised learning ini tidak kita beri label, kekuatannya ada di algoritma. Kemudian yang ketiga kita sebut sebagai reinforcement learning. Jadi, reinforcement learning itu eh mirip ya dengan mungkin saya balik lagi ke atas milik dengan super unsupervised learning ya, tapi dia lebih kompleks datanya lebih banyak, variabelnya lebih banyak jadi ee harus melakukan trial and error ya. Nah, kita beri kriteria-kriteria. Ada reward, ada penalti di sini ya. Ada reward, ada penalti. Begitu di dalam ee algoritmanya. Nah, akhirnya dia bisa mengeluarkan contoh di dalam bidang lingkungan misalnya optimasi energi terbarukan, ya. Nah, berarti kita beri data input yang sangat banyak di sini. Kemudian ee algoritmanya akan belajar kapan harus menyimpan atau kapan harus melepas energi. Misalnya dalam manajemen sumber daya air ya, bagaimana sebuah bendungan ini harus dilepas atau ditahan ya. Bendungan kan mengeluarkan air ya. Nah, itu bendungannya harus mengeluarkan kapan? Ee jadi berbagai otomatisasi yang kita temukan saat ini ya. Misalnya ee mobil yang bisa bergerak sendiri dia kan melihat sensor ya. Nah sebelum mobil itu bisa dioperasionalkan di jalan itu melalui data training dulu. Jadi ada orang yang menyetir kemudian perilaku menyetir itu masuk ke dalam basis data ee mobil itu. Jadi dia membaca ee misalnya ketika jalan nanjak dia kan baca data kemiringan ya. E data kemiringan dikaitkan dengan gas yang harus naik begitu kemudian jalan turun. harus injak rem misalnya ya, kemudian jalan membelok, setir harus ikut belokan itu. Nah, data training itu tahunan. Jadi sebelum produk machine learning ini dilepas ke konsumen, sudah dilakukan proses data training yang sangat lama ya bertahun-tahun itu di dilakukan oleh ahli AI ya. Jadi ahli AI mereka programming juga melakukan data training juga begitu. Nah, itu bertahun-tahun dan database-nya itu dijual ya ee artinya diperjual belikan. Nah, karena kalau tidak diperjual belikan, kebayang ya perusahaan mobil A baru mulai wah dia tidak bisa ini ya, tidak bisa mulai dari nol kan. Nah, jadi ada konsultan atau perusahaan riset yang memang sengaja melakukan data training ini untuk kendaraan. Nah, nanti dia pekerjaannya memang melakukan data training ya, membuat algoritma. Nah, kemudian dia jual sebagai ee produk dari ee jasa konsultan dia itu dan dibeli oleh banyak pabrik mobil begitu. Tapi ada juga pabrik mobil yang dia melakukan riset sendiri ya. Tentu kalau dia punya dana yang besar ya dana riset yang besar dia melakukan sendiri. Namun kebanyakan dia ee membeli data dari ee konsultan yang ee bergerak di bidang data training ini tentunya bukan hanya untuk ee data mobil ya ee mobil tanpa awak begitu ya pasti banyak aplikasi-aplikasi lainnya misalnya untuk ee pesawat terbang begitu ya. Kemudian kalau di bidang lingkungan pengenalan tadi ya hewan. Jadi di hutan itu kan kita sering pasang kamera tuh pasang kamera. Si kamera itu dia harus bisa menebak itu hewan yang lewat itu apakah kucing atau harimau gitu ya atau musang atau ayam begitu. Nah, itu itu dilatih begitu dilatih dulu sampai akhirnya dia bisa mengenal image ya, image processing. Nah, itu juga ada konsultan yang khusus membuat itu sehingga riset AI ini begitu cepat berkembang karena memang ada ee konsultan yang menyediakan data-data ee dasar ya, data-data basic. Nah, kemudian nah ini tadi yang saya sampaikan ya. Bapak, Ibu tentang apa kelebihan dan kekurangannya. Tentu yang supervised learning ini lebih cepat ya, lebih tapi dia mahal karena harus dientry oleh manusia ya. Nah, yang unsupervised ini tidak butuh label ya, apa lebih murah begitu. Nah, tapi ini yang buat ee ininya apa ee algoritmanya yang harus pintar ya. Nah, termasuk juga reinforcement learning ini pasti ee programmernya yang harus bekerja keras begitu. Software untuk membuat ini banyak sekali ya. ini yang paling populer ee Python bisa R bisa MATLAB. Jadi ee sudah banyak ee software-software yang ee di pasaran dan yang gratis juga banyak ya. Nah, tadi adalah machine learning. Nah, machine learning ini dia korelasinya sederhana ya. Kemudian ada kebutuhan untuk ee interaksi yang lebih kompleks. Karena tadi kan contoh masalah lingkungan juga sangat kompleks ya. Nah, ya masalah di bidang lain juga misalnya tadi otomatisasi kendaraan tanpa awak itu juga dia sangat kompleks begitu. maka ditirulah jaringan otak manusia ya ee menjadi sebuah algoritma komputer di kita sebut sebagai neural network. Nah, neural network ini ee asalnya kan kalau machine learning ada input, nanti output-nya apa gitu. Nah, ini ada variabel-variabel tambahan di tengah ya. Jadi contohnya misalnya mm kalau di sini inputnya ee pencemar udara tinggi maka tercemar misalnya ya PM 2,5 lebih dari 55 tercemar. Nah di sini PM 2,5 lebih dari 55 mikrogram/m³. Di sini ada variabel lain misalnya kelembaban berapa begitu ya. Nah, karena dengan adanya kelembaban PM2,5 itu dia akan teraglomerasi. Mungkin walaupun dia konsentrasinya lebih kecil, tapi karena ada aglomerasi setelah keluar dari sumber di atmosfer dia teraglomerasi, maka angka tercemarnya itu lebih besar kemungkinannya. Nah, jadi ada variabel-variabel di sini yang dikembangkan sehingga input ke output tuh lebih mendekati kenyataan di lapangan, ya. Nah, kira-kira begitu. Jadi, di sini ee hidden variabel ini beda-beda tiap bidang ya. Bidang udara sendiri, bidang air sendiri, bidang tanah sendiri, bidang industri. Misalnya tadi kendaraan tanpa awak ya sendiri juga. Jadi dia ee beda-beda. Tapi di situ ada tambahan variabel yang membuat input dan output ini menjadi lebih realistis gitu. Kemudian ee ya algoritma neural NW ini yang saat ini jadi bidang yang sangat cepat perkembangannya ya dan bagi kita orang lingkungan mungkin cukup ee user aja ya kita pakai aja yang mana begitu. ee kecuali ya Bapak, Ibu ada yang ingin mengembangkan masuk ke dalam dunia programming silakan, tapi kalau tidak ya kita pakai saja ee sudah ada ee modul-modulnya ya, baik di Python maupun di MATLAB begitu. Ee software-nya rata-rata yang paling populer ya, Python, R, Matlab. Nah, ada juga yang cloud computing ya, misalnya Google Earth Engine atau cloud platform itu juga populer sekarang. Kemudian contohnya ya tadi ya ee si PM2,5 ini dikaitkan juga dengan ee dengan suhu dengan kelembaban. Jadi dia ada korelasi-korelasi lagi di tengah begitu ya. Jadi antara input ada korelasi-korelasi dulu sebelum akhirnya menghasilkan output. Itu kira-kira ee pengertian dari neural network ya. Nah, ternyata mungkin saya masuk dulu ke gambar ya. Nah, neural network tadi kita sudah gambarkan dia ada hidden layer di sini ya. Hidden layer di sini. dan hidden layer-nya ini satu aja begitu. Tapi kemudian dikembangkan jadi banyak hidden hidden layer-nya itu banyak sangat kompleks. Nah, ketika kita menggunakan hidden layer yang banyak itu istilahnya sudah bergeser dari neural network menjadi deep learning. Jadi, deep learning adalah neural network yang kompleks. Kira-kira begitu. Hidden layer-nya banyak ya. Ya, ini adalah pengembangan ee yang terjadi sekarang ya deep learning ini. Karena melihat hasil neural network ini masih ya contoh tadi yang mudah dibayangkan misalnya ee algoritmanya neural network ee mobilnya ini masih sering nabrak misalnya ya. ee artinya kita ee sedang membuat machine learning untuk mobil supaya dia bisa jalan sendiri tanpa sopir. Nah, tapi dia sering nabrak begitu, sering nabrak. Nah, ini akhirnya dikembangkan lagi eh deep learning begitu ya. Nah, jadi sekarang memang levelnya sudah deep learning sehingga ee sebuah kendaraan ya kendaraan ketika dia ee disuruh parkir sendiri bahkan dari satu kota ke kota lain itu dia tidak nabrak, tidak artinya dia sudah pintar begitu ya. Nah, karena dari neural network itu dia sudah bergeser ke deep learning. Jadi kunci di dalam deep learning ini ya harus ada hidden layer ini. Hidden layer ini selain tadi variasi bukan variasi ya korelasi-korelasi antar variabelnya juga di sana ada bobot ya ada bobot-bobot yang dimasukkan begitu hubungannya itu apa dengan apa dan bobotnya berapa. Nah, ini menjadi ee satu ilmu dari manusia tentunya ya yang dimasukkan ke dalam program komputer sehingga program komputer itu bisa mengolah data tersebut. Misalnya di sini kasus prediksi banjir ya. Curah hujannya 120 mm, elevasinya 20 m, jarak ke sungai 100 m. Nah, kita ee buat hidden layer 1 indeks kerentanan. Jadi, ada rumus baru di situ yang kita sebut indeks kerentanan. Kemudian ada risiko genangan gitu. Jadi, kita masukkan berbagai rumus-rumus fisika ya, kimia, biologi, matematika ke dalam software itu sehingga dia bisa mengolah data. Nah, jadi ee sebaik apapun ee produk AI sebetulnya ada manusia di baliknya ya yang memegitu. Dia tidak bisa berpikir sendiri. Jadi ada produk AI yang akurat misalnya dalam memprediksi banjir, ada juga yang kurang akurat ya berarti rumus di dalamnya ini ee kurang bagus gitu. Apa bedanya dengan modeling? Kan modeling juga sama. Kita memasukkan sebuah rumus-rumus sehingga dia bisa memprediksi. Nah, bedanya kalau modeling itu dia tidak berpikir sendiri, dia hanya input, proses, output. Nah, kalau di dalam AI algoritmanya beda. Dia ada data training gitu. Jadi ee dia disuruh untuk mempelajari pola nanti kita kasih tes. Akhirnya dia bisa menyesuaikan gitu, menyesuaikan berdasarkan pola yang dia pelajari. Nah, jadi kira-kira seperti itu ya bedanya antara modeling dengan ee machine learning. Kemudian kita masuk ee ya tentu kelebihan kekurangannya sudah kita bahas tadi ya. Contoh aplikasi lingkungan banyak sekali sekarang ya untuk ee meng melakukan klasifikasi citra satelit. Citra satelit itu kan ee dulu masih sangat manual ya. Jadi ada manusia di darat yang ee misalnya tutupan lahan hutan dia pakai alat ya. Tutupan lahan seperti apa dia pakai alat. Jadi manual sekali bagaimana memvalidasi ee aplik apa citra satelit itu ya. Itu kan mahal ya karena harus manusia survei apalagi ke tengah hutan gitu. Nah, maka dengan adanya deep learning ini ee ya kita ajari aturan-aturan umumnya biar EAI yang berpikir begitu ya. Jadi ee kemajuan di dalam membaca citra satelit ini sekarang menjadi lebih cepat dibandingkan dulu. Demikian juga untuk prediksi iklim, cuaca, ee identifikasi spesies burung dari rekaman audio ya, deteksi pencemaran ini ee sekarang sudah mudah dikenali oleh ee ini ya, oleh ee AI. Nah, itu barangkali ya yang sudah kita bahas mulai dari metode yang paling klasik, pemantauan, kemudian ada modeling ya. Ya, sebelum modeling ada analisis statistik begitu kemudian kita pakai komputer untuk modeling sampai akhirnya modeling yang diotomatisasi. Jadi menggunakan AI. AI tadi sudah kita bahas AI eh untuk bidang lingkungan terutama adalah machine learning yang kemudian didetailkan lagi menjadi neural network dan juga deep learning ya. Deep learning menjadi satu yang paling kompleks. Nah, ee ketika data-data analisis itu sudah keluar tentu belum selesai ya. ee harus ada seorang ahli ya ahli lingkungan yang mengintegrasikan berbagai hasil analisis tadi untuk menyelesaikan permasalahan. Nah, jadi tetap saja ya walaupun ada AI, AI ini belum sampai level dia bisa mengambil keputusan. dia hanya membantu analisis saja. Sampai saat ini memang ada level-level AI ya yang nantinya itu dia bisa membuat keputusan tapi belum ee belum sampai situ untuk saat ini. Nah, tetap saja untuk saat ini yang membuat keputusan adalah manusia melihat dari produk data AI yang dihasilkan. Dan di sini manusia ya dalam hal ini tenaga ahli lingkungan dia harus berpikir secara transisiplin. Dia jangan hanya bicara tentang sains dan teknologi, tapi dia juga harus lihat masalah kebijakan, masalah ee sosial ya, masalah keadilan ee sosial dan juga kepentingan masyarakat. Jadi di sini ee tentunya perlu ada etika dari seorang tenaga ahli lingkungan di dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan. Teknisnya kita bisa menggunakan ee multriteria decision analisis ya secara teknisnya dalam membuat keputusan sebagai alat bantu dan juga kita harus memperhitungkan keberlanjutan karena sekarang trennya ini semuanya keberlanjutan. Nah, kita seringki juga harus berkolaborasi dengan masyarakat ya. Jadi ee tadi ya melibatkan masyarakat di dalam baik mengumpulkan data ataupun di dalam menginterpretasikan ee hasil kemudian di dalam menentukan kebijakan ini juga ee menjadi tuntutan tren ya saat ini untuk melibatkan partisipasi publik. Nah, untuk konteks kita di Indonesia ya tentu saja masih banyak tantangan khususnya ada kesenjangan data dan teknologi. Kita belum sepenuhnya menguasai teknologi-teknologi terbaru tersebut. Juga bagaimana pendapat masyarakat ya terhadap hasil analisis tersebut. ee ini juga ada isu etika ya dalam penggunaan AI dan big data ini juga masih ee muncul di masyarakat. Namun demikian, kita berharap ee ilmu lingkungan berkembang terus ya mengikuti transformasi digital baik di dalam pengembangan sensor ya komputer yang tercanggih saat ini, kemudian integrasi cloud, kemudian ekonomi berbasis data lingkungan sehingga nanti kita bisa semakin banyak menghasilkan early warning system ya. berbasis AI dan juga adaptive governance dalam menghadapi ketidakpastian iklim. Ini adalah target kita ke depan ya ee untuk terus meningkatkan metode-metode analisis yang ada di kita agar bisa lebih bermanfaat baik untuk masyarakat maupun untuk negara. Selain itu juga kita harus ee proaktif ya di dalam me memasukkan sains ke dalam polisi dan juga bagaimana sains itu tadi terus ee berkembang ya, apakah dengan melibatkan AI atau metode lainnya ee dan semakin memperluas tadi ya ee pluralitas ee kita tidak kita hanya fokus di satu titik kita ee ee pluralitas sehingga yang saat ini kita hanya berpikir mitigasi itu bergeser kepada regeneratif ya atau bagaimana sustainability keberlanjutan ini dia bisa ee terus ya memperbaiki bumi dari kerusakan dan juga kepemilikan terhadap planet ini harus harus makin besar ya. Baik kita sebagai ee pengelola ataupun kita sebagai masyarakat umum ee tidak hanya berpikir bahwa kita tinggal tidak punya tanggung jawab. Ini merupakan tantangan kita ke depan. Baik, itu adalah paparan saya pada ee Iya. Baik. Ee terima kasih banyak kepada Pak Asep atas pemaparan materinya yang sangat informatif dan membuka wawasan kita semuanya. Dan baik Bapak Ibu peserta kita juga sudah mendengarkan penjelasan yang komprehensif tadi mulai dari definisi permasalahan lingkungan dari berbagai aspek, kemudian rangka sistemik permasalahan lingkungan dan hingga juga penggunaan metode analisis yang modern seperti tadi penggunaan machine learning dalam membantu analisis permasalahan lingkungan. Dan baik untuk itu kita lanjutkan pada sesi tanya jawab yang di mana kita akan ee membuka dari aplikasi Slido terlebih dahulu. Ee mohon sebentar di sini saya akan menampilkannya. Oke, baik. Ee ini sudah ada 10 pertanyaan Pak Asep dari aplikasi Slidu. Mungkin ee kepada Pak Asep bisa langsung saja dijawab satu persatu untuk pertanyaannya. Baik, saya akan mulai dari yang paling atas ya dari Mas Koko. Bagaimana cara mengidentifikasi permasalahan lingkungan yang efektif bagi industri? Apakah kita perlu mengidentifikasi dari setiap proses atau bagaimana? Nah, tadi kita sudah bahas ya tentang skala. Jadi, ada skala mikro, meso ee kemudian juga ada makro. Nah, sekarang industri ini kita lihat sebagai industri sebagai satu industri atau sebagai sebuah kawasan industri dalam sebuah kota misalnya ya atau sebuah kabupaten. Nah, jadi ee karena skala ini akan membedakan metodologi. Nah, kalau Mas Koko bilang apakah kita perlu mengidentifikasi dari setiap proses ini berarti mikro ya, industri sebagai mikro, sebagai satu industri. Nah, jadi kalau ya artinya kan saya juga tidak tahu ya ini ee konteks permasalahannya apa. Kalau dia mikro, betul kita harus lihat dari setiap proses. Ee saat ini yang paling banyak digunakan adalah metode LCA ya, life cycle assessment. Ee jadi kita lihat mulai dari raw material, proses, setiap proses kita lihat sampai dalam menghasilkan produk dan juga menghasilkan limbah itu di dilihat satu-satu. Jadi kalau ee bagaimana caranya mengidentifikasi industri skala mikro hanya satu industri kita gunakan LCA ya. Nah, bagaimana kalau dia sebagai sebuah kawasan? Ya, tentu di sini kita gunakan metode AMDAL ya, yaitu ee khusus untuk kawasan kita gunakan RKL, RPL rinci. Nah, bagaimana kalau dia lebih luas lagi? Ya, tentu KLHS begitu. Jadi ee tergantung kepada skala. Kalau mikro ya dia sebagai satu pabrik, kita bisa gunakan LCA Life Cycle Assessment. Kemudian untuk pertanyaan kedua, jika ada perubahan pola ruang untuk kawasan industri dan pemukiman, bagaimana pendapat lingkungan? Nah, jadi kawasan industri dan pemukiman ini bagusnya memang ada sebuah jarak ya. Nah, kalau tidak ada jarak ya kita sebagai orang lingkungan harusnya mengusulkan ada jarak untuk mengurangi dampak langsung dari kawasan industri kepada pemukiman. Karena kita tahu di industri ini pasti banyak truk. Truk yang ngangkut bahan baku, yang ngangkut produk, yang ngangkut limbah. Truk itu kebanyakan besar-besar ya. Nah, kalau dia jalan, jalannya kebetulan tidak bagus, debunya ke mana-mana. Ini contoh saja. Nah, berarti itu adalah dampak nyata dari sebuah kawasan industri dibandingkan dengan pemukiman. Kalau pemukiman paling mobil-mobil kecil gitu kan, mobil penumpang. tidak akan sebesar dampak kalau di kawasan industri dari sisi mobilisasi alat aja misalnya ya kita lihat itu satu aspek aja dulu. Nah, artinya kita sudah tahu bagaimana kendaraan-kendaraan truk yang besar itu tidak terlalu berdampak ke pemukiman. Misalnya kita pasang barir ya, apakah dia sebuah ee RTH gitu. RTH dan di sana banyak pohon-pohon tinggi. Nah, itu sudah bisa mengurangi partikel dari kawasan industri, kemudian juga mengurangi kebisingan ya. Nah, jadi kita sebagai orang lingkungan melihatnya perlu ada pemisahan antara kawasan industri dan kawasan pemukiman. Nah, kalau ada perubahan pola ruang ya dia bergeraknya ke mana? Nah, tentunya tetap barer ini harus ada ya ke manaun dia berubah. Nah, bagaimana kalau misalnya dia mix dulunya daerah itu kosong hanya industri tapi pemukiman makin banyak jadi ya tidak ada jarak lagi ya. Nah, ini tentu jadi masalah ee bagaimana kita menyelesaikan mix use antara industri dan pemukiman atau di pemukiman tiba-tiba ada industri-industri muncul ya. Nah, ini tentu ee akan menjadi masalah karena saling mengganggu ya. ee pemukiman terganggu dengan adanya industri itu. Industri itu juga mungkin sering diprotes, sering dikomplain, itu juga jadi tidak tenang ee melakukan aktivitasnya. Jadi ee lingkungan ini sebagaimana tadi sudah kita bahas, kita harus melihatnya sebagai DPSI ya. pertama DPS dulu, drivernya apa, pressure-nya apa, state-nya bagaimana, impact-nya apa, nanti responnya seperti apa. Jadi metode-metode yang tadi sudah kita pelajari bisa kita terapkan ya, mulai dari DPSI, kemudian sosial, dan juga ekologi interaksinya bagaimana. Kemudian juga kita bisa lihat ee kalau perubahan pola ruang kan ya cocoknya KLHs ya konteksnya KLHS. Dalam KLHS itu kan ada enam muatan mulai dari jasa ekosistem kemudian daya dukung daya tampung ada efisiensi sumber daya alam perubahan risiko lingkungan, kemudian dampak terhadap perubahan iklim dan keanekaragaman hayati. Jadi ee metode-metode yang sesuai dengan skalanya itu kita pakai, ya. Kemudian pertanyaan berikutnya, bagaimana cara memperkecil nilai parameter yang tinggi pada air sungai secara periodik? Amonia. Amonianya ingin kita turunkan. Nah, kalau kita lihat skalanya, sungai ini kan pasti tidak mikro ya, dia pasti minimal meso lah. Karena di sana dia ada sungai, ada yang memasukkan limbah ke sungai. Jadi tidak hanya melihat sungai itu sebagai satu entitas, kita harus lihatnya sebagai sebuah subdas misalnya ya, subd berikut berbagai ee komponen yang terlibat apakah industri, domestik, kemudian ada peternakan dan seterusnya. Nah, berarti kita harus lihatnya sebagai sebuah sistem meso. Kemudian kita bisa pakai DPS ya di situ atau mau langsung menggunakan CLD kausalop diagram juga bisa. Kita pakai dinamika sistem ya, sistem dynamic. Nah, sebagai kerangka analisis. Nah, nanti di sana masuk iterasi-iterasi ee upaya ya. Nah, atau mau pakai modeling bisa juga kita pakai qual wasp ya. Itu kerangka analisisnya. Bagaimana caranya? Ya berarti kan amonia ini dia beracun ya. Amonia beracun merupakan ee suatu senyawa yang ee organik yang tidak terdegradasi begitu. Artinya kalau dia ee massa ya artinya di IPAL-nya itu dia panjang kan pertama dia COD dulu ya artinya COD itu pertama dia organiknya dulu baru nitrogennya. Nah, di sini terlihat bahwa dia mass masa mass masa massa IPALnya itu ee terlalu pendek begitu sehingga amonianya masih masuk ke dalam sungai. Nah, berarti kita sudah tahu tuh penyebabnya kenapa amonia itu banyak ya. Bagaimana cara mengelola amonia? Ya, tidak bisa kita hanya ee pergunakan airasi di sungai ya. tidak cukup untuk mengurangi amonia. Jadi di sini harus ada kombinasi antara yang tadi saya sebutkan ya, pengetahuan biofisik amonia ini berasal dari mana. Nah, digabung dengan tadi yang sistem. Sistemnya bebas ya. Kita mau pakai modeling, mau pakai dinamika sistem atau yang lain itu kan opsi-opsinya banyak. Nah, jadi kira-kira seperti itu ya ee cara untuk memperkecil nilai parameter. Pertama kita lihat skalanya. dia pasti bukan mikro ya, mungkin meso. Kemudian kita pilih metodenya apakah dinamika sistem atau pemodelan atau kita pakai metode yang lain. Kemudian kita juga harus tahu biofisik ya untuk mengisi rumus-rumus yang kita masukkan ke dalam metode yang kita pilih. Kemudian mengapa BOD COD amonia upstream lebih tinggi dibandingkan downstream? Nah, ini juga mirip ya dengan yang tadi. Kita lihat dulu ini pasti meso ya karena sudah bicara upstream dan downstream. Nah, di upstream justru pencemarannya tinggi karena di upstream itulah sumber pencemarnya nyata. Berarti kita harus cari sumber pencemarannya apa. Biasanya di upstream itu peternakan ya, pertanian, perkebunan. Jadi jangan disangka bahwa di upstream itu tidak ada pencemaran dan jangan disangka juga bahwa ee limbah dari peternakan itu kecil dampaknya pada sungai itu lebih besar daripada dampak dari domestik ya. Nah, berarti kita harus identifikasi bagaimana kalau setelah kita cari di upstream itu tidak ada. Berarti ada anak-anak sungai yang mungkin masuk ya di upstream. Itu juga harus kita analisis. Jadi, metode pemantauan walaupun metode klasik tetap efektif di situ. Jadi dia mulai tingginya itu di mana? di segmen berapa? Apa betul-betul di upstream di mata airnya atau dia di jarak 100 m, di jarak 200 m itu kita sampling ya. Nah, di titik mana dia mulai tinggi? Nah, di situlah kita ee istilahnya tuh kita ini ya fokuskan fokuskan di titik itu. Kenapa di situ tiba-tiba menjadi tinggi begitu ya. Jadi wajar saja di upstream itu lebih tinggi daripada downstream. Ee karena bisa saja di upstream itu juga ada ee sumber pencemar. Nah, bagaimana cara menyelesaikannya? Ya, tentu kita harus menghitungnya segmen per segmen. Upstream bagaimana menyelesaikan yang di tengah, bagaimana cara menyelesaikan yang di akhir. Nah, untuk problem ini paling cocok menggunakan pemodelan misalnya WASP atau call tok ya supaya kita bisa melihat ee skenario-skenario yang kita masukkan sehingga dia bisa turun gitu ya. Kemudian ee untuk kualitas udara di fasi cas ya, kualitas udara di fasi cas ee kita bisa cari ya ee di apa di untuk ya Bapak Ibu bisa browsing. Jadi ee kualitas udara di pasankes ya peraturannya biasanya dari Dinas Kesehatan ya. Jadi menurut saya ee jawabannya ee tinggal melakukan ee browsing ya Bapak Ibu ya. Tinggal melakukan browsing. Jadi ee saya hanya bisa menjawab secara umum, tidak bisa menyampaikan angka yang pasti ya. Yang jelas ini pasti ada di internet. Nanti bisa dicari saja untuk ee indoor air pollution ya, pencemaran udara dalam ruangan itu di apa di ee regulasi kita itu di mana gitu ya. Kemudian ee kita yang berikutnya bicara tentang valuasi ekonomi. Ee tentu kita akan mengalami yang disebut dengan under value atau over value tergantung kepada referensi ya. Jadi ada satu tim yang menghitung mangrov ini kalau di tebang ya kita harus mengganti uang R juta. Tapi ada kelompok lain yang mengatakan 10 miliar. Nah, ini kan besar sekali bedanya antara R juta dengan 10 miliar. masing-masing tentu memiliki metode perhitungan sendiri-sendiri. Mungkin yang 100 juta hanya menghitung kerugian petani begitu ya akibat kehilangan ikan. Nah, yang 10 miliar nih termasuk kerugian keanekaragaman hayati, kemudian potensi kehilangan ee produksi ikan dalam jangka panjang. Nah, jadi tergantung kepada ee ruang lingkup perhitungan. Nah, di dalam riset ya tidak ada batasan kita menggunakan ruang lingkup yang mana. Tetapi dalam aplikasi sehari-hari itu pasti ada ruang lingkup yang disepakati. Jadi kalau kita menghitung mangroove dan kerja sama dengan pemda, pasti yang dipikirkan hanyalah kerugian petani ya. Jadi angkanya yang dianggap pas adalah R juta. Mungkin menurut salah satu LSM keaneka regagaman hayati hitungan kita itu under value ya. Dan sebaliknya kalau misalnya kita berurusan dengan lembaga konservasi tentu upayanya lebih besar. Nilai mangroove itu akan bernilai 10 miliar. Ya, bagi pemda melihat angka 10 miliar itu akan overvalue. Nah, jadi supaya kita tidak under value atau over value siapa partner kita ya. Nah, balik lagi tadi kalau riset kan tidak ada ya tergantung dalam riset kita asumsikan dia untuk kepentingan pembangunan atau untuk kepentingan keanekaaman hayati itu pasti beda ininya ya ee value-nya asal kita sebutkan ruang lingkupnya ya terus submit paper-nya ke mana begitu ya apakah ke ee paper tentang pembangunan atau paper tentang keanekaan hayati itu mereka punya komunitas dengan nilai sendiri-sendiri. Jadi untuk riset tidak ada batasan. Tapi untuk aplikasi di lapangan siapa yang meminta kita menghitung valuasi lingkungan? Ya, itu yang harus kita jadikan standar sehingga nilai kita tidak dianggap under value maupun over value. Nah, kemudian bagaimana kita sebagai orang lingkungan berpihak kita berpihak ke yang 100 juta atau yang ke 10 miliar. ini memang ada dua mazhab ya di dalam lingkungan yang disebut dengan ekologi dan yang disebut dengan ekonomi lingkungan. Kalau ekologi dan keekaragaman hayati, mazhab yang memegang itu, itu pasti akan mempertahankan nilai yang 10 miliar ya, bahkan mungkin nilainya lebih besar dari itu. Nah, bagi yang berpihak pada ekonomi lingkungan, bagaimana mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi tanpa merusak lingkungan ya itu puas di angka R00 juta. Jadi ee selain dengan siapa kita bekerja, mazhab kita juga apa gitu ya. Nah, jadi ee karena tidak ada yang benar dan salah di sini ya tergantung kepada cara pandang. Artinya orang lingkungan juga terbagi dua gitu ya. Ada yang mempertahankan ke kananeka hayati, ada juga yang memiliki kompromi supaya pembangunan bisa jalan. Kemudian analisa pencemaran udara. Nah, ini mungkin maksudnya pengukuran ya. Nah, sekarang sudah banyak low cost sensor LCS yang dijual di pasaran. Tapi tetap saja kita harus melihat akurasinya. Untuk harga LCS yang dianggap bagus itu 1 unit masih di kisaran Rp10 juta per parameter ya. Misalnya PM 2,5 R10 juta, kemudian SO2 R10 juta. Jadi masih relatif mahal. Bagaimana kalau Bapak Ibu menemukan harga LCS yang hanya R1 juta per parameter? Ya, pengalaman saya sih tidak akurat begitu ya. Memang harganya murah tapi tidak akurat. Jadi ee bisa kita lakukan mandiri tapi untuk saat ini masih relatif mahal. Jadi kalau dia rata-rata satu sensor R10 juta ya, kalau 5 sensor ya bisa sampai Rp50 juta ya. Masih relatif mahal untuk ee saat ini. Tapi hasilnya lumayan ya, errornya mungkin sekitar 30%-an. Jadi masih bisa kita pakai untuk kepentingan mandiri. jauh lebih murah dibandingkan dengan ee menggunakan yang pemantauan [Musik] ee yang menggunakan chemical method ya. Nah, kalau kita kan ee menggunakan elektrokemikal begitu yang sensor. Kalau yang menggunakan chemical method itu satu unit utuh bisa sampai 5 miliar ya. Jadi mungkin tidak mungkin untuk mandiri. Jadi ee kita biasanya pilih yangemikal, yang LCS, Laukos sensor. Kalau satu parameter saja mungkin kita bisa pilih yang harga sekitar R jutaan, ya. Kemudian, bagaimana cara memanfaatkan citra satelit? Nah, ini sudah banyak ee teknologinya ya. Nah, jadi citra satelit ini kita pilih citra satelit yang sensornya ada sensor lingkungannya ya. Jadi tidak semua satelit itu punya sensor untuk lingkungan. Ee kita bisa browsing ya di internet. Ee kemudian bagaimana cara analisisnya itu juga sudah banyak metode-metodenya. Jadi kita pilih satelit yang memang bisa dipakai untuk data lingkungan. Kemudian kita tentukan metodenya ya. Karena tidak semua metode juga cocok ya untuk ee sebuah ee data satelit. Untuk lebih mudahnya kita bisa mulai browsing ya di internet misalnya pemanfaatan citra satelit untuk pencemaran itu nanti akan banyak ya contoh-contoh paper-paper atau publikasi yang sudah melakukan kita tinggal ikuti saja ee artinya dari berbagai ee paper yang sudah ada ya. Kemudian dalam sumber daya air bagaimana tidak terjadi konflik. Nah, kalau bicara konflik masyarakat berarti kita tidak menggunakan pemodelan fisik di sini ya, tapi kita menggunakan pemodelan ee sosial. Nah, sebelum masuk ke pemodelan sosial, kita pasti akan gunakan dulu tadi skema ya, misalnya hubungan antara ekologi dan sosial. Di dalam SES ya, hubungan antara ekologi dan sosial ini banyak sekali ee variabel-variabel yang harus kita perhatikan. Misalnya dari sisi manusia dulu ya. Nah, manusia ini kan kebutuhannya banyak. ada untuk pertanian, ada untuk air minum. Nah, berarti di situ kita harus melihat supply dan demand. Kalau misalnya kebutuhan air dari masyarakat ini sudah sangat tinggi, ya. Nah, berarti kita harus sampaikan kepada mereka bahwa air ini merupakan kepentingan bersama. Kalau kita ikuti keinginan semua orang, semua tidak akan kebagian. Karena air ini akan habis kering terjadi konflik. Maka kita harus mengurangi kebutuhan ya. Nah, bagaimana cara ee masyarakat itu mau mengikuti ya saran kita? Berarti kita harus mengumpulkan data. Kita kumpulkan data dan kita tunjukkan ya dengan menggunakan peta seperti apa kondisi air ini, siapa saja yang perlu, jumlahnya berapa, kita buat neraca massa sederhana. Biarlah masyarakat untuk menilai. pasti prosesnya panjang agar masyarakat paham dengan diagram atau grafik yang kita buat ya. Tapi tanpa ada proses seperti ini ya konflik akan terus terjadi. Tapi dengan partisipasi dari masyarakat dengan kita sering berkomunikasi ya baik melalui FGD atau proses apa, katakanlah prosesnya itu bisa sampai 1 tahun. Ya, itulah biaya yang harus kita keluarkan untuk menyelesaikan konflik karena memang tidak bisa dalam waktu singkat ya. Mungkin di daerah lain tidak harus 1 tahun, 1 bulan masyarakatnya langsung paham ya berarti di sana lebih efisien ya. kita tidak perlu membutuhkan waktu sampai 1 tahun untuk mendapatkan kesepakatan itu. Jadi, berapa lama masyarakat sampai bisa menerima data-data itu dan sampai bisa berkomitmen terhadap hitungan-hitungan kita itu? Itu memang sangat bergantung kepada kondisi di lapangan. kita tidak bisa ini harus 1 minggu, ini harus 2 bulan misalnya itu agak sulit ya. Tapi biasanya sebelum kita menentukan rencana studi, kita biasanya melakukan ee identifikasi awal dulu ya. Kita datang ke lapangan, kita lihat masyarakatnya, dari situ kita bisa menilai berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan ee partisipasi. mapping atau public mapping ya. Jadi nanti ee ini memang bukan proses yang mudah karena masyarakat apalagi di desa kan tidak biasa melihat data-data seperti itu. Nah, berarti kan butuh proses yang cukup lama dan sebaiknya kita libatkan ya ee tenaga ahli lokal dari kampus lokal mungkin bisa memahami bahasa lokal. Dan yang paling penting adalah trust. Ya, masyarakat kalau tidak terust, tidak percaya kepada kita, mau 1 tahun juga enggak akan selesai. Tapi kalau dia sudah trust begitu, mungkin prosesnya akan lebih cepat. Jadi kunci dalam menyelesaikan konflik sosial itu adalah dalam negosiasi awal, ya. Nah, kalau negosiasi awalnya lancar, maka konflik itu akan hilang dengan sendirinya. Tapi begitu negosiasi awal ini tidak ketemu, apalagi kita hanya komunikasi via Zoom begitu ya, itu tidak bisa di masyarakat itu ee beda ya, struktur komunikasinya itu berbeda. Tidak bisa ee dicepat-cepat gitu, tidak bisa. itu memang ee ya prosesnya butuh ee waktu yang panjang dan kompleks ya. Jadi ee tidak ada cara instan untuk menyelesaikan konflik itu barangkali ya Pak Imron mudah-mudahan bisa menjawab. Kalau ee masih ada pertanyaan dipersilakan. I. Baik. Ee terima kasih Pak Asep atas jawaban-jawabannya dan kita langsung lanjutkan pada sesi selanjutnya yaitu pertanyaan langsung dari peserta Zoom. Ee mungkin di sini saya akan batasi untuk dua penanya terlebih dahulu dan kebetulan di sini sudah ada Pak Sugeng yang raise hand. Dipersilakan kepada Pak Sugeng untuk menyampaikan pertanyaannya ya. Terima kasih. E terima kasih, Pak. Pak Asep, ya. Iya, Pak Sugan. Pak, ini Pak saya itu ini ada ee ee beberapa informasi yang saya tangkap ini. Jadi, beberapa masalah yang dengan aktivitas pertambangan, Pak. Baik mungkin di Kalimantan, mungkin yang sekarang baru gencar itu di pertambangan nikel ya. Nah, itu di Halmahira kemudian di Raja Ampat dan segala macam. Dan ini berita-berita pencemaran lingkungan itu sangat-sangat deras sekali dan kelihatannya tidak ada titik-titik apa terang untuk menyelesaikan masalah-masalah lingkungan. Ee yang pertama ee pihak investor itu kan mestinya ada kewajiban melakukan ya mungkin dalam hal ini mungkin AMDAL, mungkin RKL atau RPL atau kemungkinan juga harus mengalah mungkin lebih detail metode life cycle assessment ya Pak ya. Jadi ada beberapa langkah sehingga apa hasil daripada ee produk pencemaran lingkungan itu kelihatan jelas sih apa saja sih sebetulnya ee yang menjadi atau yang terjadi akibat aktivitas pertambangan itu. Yang jelas itu mungkin ee mungkin PH ya, mungkin PH terhadap air tanah, kemudian air permukaan, mungkin juga tadi beberapa faktor yang kaitannya dengan oksigen ya. Kemudian juga terhadap ee keanekaan apa hayati di perairan, kemudian juga sedimentasi dan segala macam. Kemudian faktor-faktor unsur kimia tertentu yang melebihi ambang batas. Nah, dari data-data yang kita kumpulkan ini, Pak, ini mestinya kan dia menggunakan jasa lingkungan ya atau analisis itu dari ee dari apa ya istilahnya investor itu menunjuk ee jasa jasa penganalisis lingkungan. Tapi ini harusnya kan mestinya harus ada pembanding yang sifatnya independen ya, Pak. supaya bisa lebih menjadi objektif data-data lingkungannya itu apa saja yang sebetulnya ee ee akibat aktivitas pertambangan itu pencemperan lingkungan yang terjadi. Nah, ini ee apa sih yang kemudian akan dilakukan, Pak? karena berita-berita ini sangat santer dan pencemaran baik tambang batubara mungkin juga tambang mineral di Kalimantan mungkin di Sumatera mungkin juga yang tambang mineralisasi ini kan yang baruas itu kan ini ya terkait dengan apa ee nikel ya ini apa saja yang sebetulnya untuk bisa mencari ee nilai-nilai objektif daripada penyemalan lingkungan kemudian itu bisa diambil sebagai satu keputusan untuk ee memberikan atau ee meneruskan atau menutup izin usaha pertambangan itu, Pak. Jadi, kebetulan izin usaha pertambangan itu yang mengeluarkan adalah Kementerian ISDM yang satu lagi masalah ini itu kan yang dikoordinasi oleh Menteri Lingkungan Hidup. Ini mohon ee nganu Pak ee pencerahannya Pak. Terima kasih Pak. Iya. Terima kasih, Pak Sugeng. ya. Bagus sekali pengamatan Pasugang dan kita semua sama-sama ee prihatin ya dengan kondisi pencemaran lingkungan yang terjadi di beberapa wilayah. Jadi ada tiga pendekatan yang bisa kita lakukan ya. Pertama adalah pendekatan media. Jadi ee dengan kita aktif di sosial media untuk terus menyuarakan ee keprihatinan kita suatu saat mungkin akan didengar begitu ya. Nah, sebetulnya kalau saya komunikasi dengan Kementerian Lungan Hidup dan juga beberapa instansi di pusat, mereka juga prihatin ya dan mereka juga mengusahakan bagaimana menyelesaikan permasalahan ini. Nah, namun ada kendala-kendala birokrasi yang mungkin belum lancar pada saat ini yang ee masih menghambat ee penyelesaian masalah itu. Jadi kita sebagai civil society bisa memanfaatkan sosial media ya untuk terus ee menyuarakan. Ee waktu mungkin 2 3 bulan lalu tuh sempat viral ya tentang ee Raja Ampat begitu. Ee itu kan ee begitu viralnya sampai akhirnya ee pemerintah pusat menutup itu bergerak begitu ya. Nah, itu bukti bahwa ee sosial media ini menjadi salah satu upaya kita untuk menyelesaikan masalah itu. Kemudian yang kedua, bantuan teknis. Ya, mungkin di sini banyak Bapak Ibu yang ahli lingkungan ya bisa ee mulai menawarkan bantuan kepada pemerintah provinsi atau pemerintah pusat ee kita punya keahlian apa di situ. Jadi, kita bisa ee ikut berpartisipasi secara langsung terhadap penyelesaian masalah-masalah itu. Dan yang ketiga tentunya kita bisa melakukan ee kita sebut sebagai konsolidasi ee ya pemerhati lingkungan mungkin ya. Jadi ee kita coba kontak teman-teman kita yang ada di sana, kemudian kita tanyakan duduk persoalannya seperti apa. Setidaknya kita bisa memberikan dukungan moral kepada saudara-saudara kita yang tinggal di sana gitu ya. Artinya kalau kita yang tidak tinggal di sana saja merasa prihatin, apalagi saudara-saudara kita yang tinggal di sana. Jadi kalau tadi sosm itu hanya bersifat informasi, kalau ini mungkin lebih kepada ee komunitas ya, bagaimana kita bisa minimal menghibur ya, menghibur saudara-saudara kita yang menderita di sana karena ee tinggal di daerah yang tercemar itu pasti tidak enak ya. Nah, jadi ee ya saya sempat juga ya berkomunikasi ya yang paling minimal menghibur begitu ya, menghibur bagaimana ya kalau bantuan teknis juga apa yang bisa saya lakukan gitu ya. Ee ya termasuk juga sering mem-format berita-berita sosmet ya ee mungkin sebagai masyarakat itu ya yang bisa dilakukan. Karena kalau kita masuk tadi ya, apakah mereka harus ditutup atau tidak? Nah, ini kan ada prosedurnya. Ee tentu kita serahkan kepada penegak hukum. Nah, kita sebagai masyarakat mungkin bisa mendorong tadi ya memviralkan berita-berita itu di sosmet itu ee sangat efektif ya. Buktinya banyak ee penyelesaian kasus ya setelah viral itu bisa diselesaikan. itu barangkali ya, Pak. Jadi, Pak kalau kalau kalau ini, Pak, jadi di beberapa daerah kabupaten tuh kan ada Dinas Lingkungan Hidup, Pak, ya. Dengan anggaran yang minim mungkin dengan anggaran terbatas dia kan mengambil sampel-sampel air permukaan, kemudian juga ee sampel-sampel apa pengukuran kualitas udara. Nah, dari data-data dari Dinas Lingkungan Hidup ini sebetulnya ee apakah ini bisa ee menjadi satu acuan atau mungkin sebagai catatan untuk memberikan informasi kepada Kementerian Lingkungan Hidup bahwa di sini terjadi ee apa ee degradasi lingkungan terutama mungkin kualitas air dan kualitas udara itu. Nah, dari sini mungkin belum sampai ke itu tadi, Pak. Mungkin ada RKL, RPL, mungkin AMDAL, mungkin juga menyangkut yang lebih detail lagi life cycle assesment ya. Mulai dari proses-proses ee aktivitas pertambangan itu dari eksplorasi sampai ke eksploitasi sampai produksinya kemudian memperbesar produksinya selama berapa tahun ini mungkin akan memerlukan dana yang cukup banyak ya, Pak ya. Nah, ini apakah itu menjadi bisa menjadi awal atau embrio untuk meningkatkan dari data-data yang sederhana dari Dinas Lingkungankuan Hidup menuju ke apa AMDAL mungkin RKL, RPL mungkin juga ke life cycle assessment. Makasih, Pak. Iya, setuju, Pak. Setuju. Artinya bisa dimulai dari pemantauan, Pak. Ya. Ya, setuju, Pak Sugang. Terima kasih. Oke, ini ada satu lagi ya, Pak Antoni mungkin. Silakan, Pak Antoni. I. Baik. Ee untuk selanjutnya dipersilakan kepada Pak Antoni untuk menyampaikan pertanyaannya. Terima kasih, Pak. Antoni dari Jogja, Pak. Ee terkait ini, Pak. Ini kan kebetulan kita di bidang pemberdayaan. Cuma kalau melihat laju pencemaran sumber air tanah di tingkat perkotaan khususnya yang perbatasan dengan desa itu sudah sangat parah. Nah, itu kira-kira sebagai ya civil society itu apa yang harus dilakukan? mengingat bahwa ketahanan pangan khususnya terkait dengan sumber air itu sangat penting untuk ke depan mungkin kita melihat parameter harga aja untuk Aqua kan satu galon itu sudah Rp20.000. Ini sebentar lagi kemiskinan juga akan meningkat karena kebutuhan air bersih tidak lagi dari sumber air tanah tetapi dari ee air yang diproduksi pabrik. Nah, dengan hal ini ee dari ee narasumber kira-kira apa rekomendasi kebijakan yang harus dilakukan sehingga ada kesadaran bersama baik pemerintah, pemerintah pusat, daerah dan p masyarakat dan juga akademisi kesadaran terhadap bagaimana menjaga konservasi sumber air tanah ini jangan sampai tercemar oleh bakteri kolit. Terima kasih, Pak. Baik. Bagus sekali ya, Pak Antoni ee pengamatannya. Saya setuju bahwa ee kondisi lingkungan di sekitar kita ini sudah rusak. Nah, jadi ee Bapak Ibu yang hadir di sini saya yakin adalah ee warga masyarakat yang sadar ya. Nah, tapi di luar sana masih banyak ee warga masyarakat yang tidak sadar. Buktinya masih banyak industri yang membuang limbah sembarangan. mereka ketika ditindak patuh begitu, ketika pengawasnya tidak ada membuang lagi. Nah, jadi ee demikian juga untuk kita sendiri ya di dalam misalnya kalau kasusnya air tanah, apakah ee limbah domestik dari kita sudah melalui tangki septik atau belum, ya? Ee terus kalau tidak ada tangki septik, apa tanggung jawab tiap orang apa membiarkan begitu saja atau berusaha ya untuk ee membangun tangki septik ya. Artinya semua komponen ini memang harus kita sentuh ya baik kita sendiri sebagai masyarakat maupun industri maupun pelaku usaha lainnya. Nah, jadi kesadaran politik ini memang harus dikembalikan ke semangat gotong-royong. yang sempat kita miliki ya. Nah, ini kita sebut sebagai pendekatan bottom up dari ee bawah ya dari kita sendiri membangun kesadaran secara bertahap. Tadi Bapak juga menyinggung melibatkan akademisi, melibatkan pemimpin daerah. Jadi memang ini merupakan suatu usaha yang bertahap ya. nanti makin lama makin besar kekuatannya dan di sisi top down ya artinya menurut pengamatan saya aturan kita ini sudah bagus kemudian instrumen AMDAL KLHS itu juga sudah bagus. Nah, tapi ketika penerapan ini mulai ya ee muncul masalah karena untuk bisa mengawasi itu butuh biaya. Nah, kenapa AMDAL itu dia bisa ada? Ya, karena AMDAL itu kan yang membiayai adalah pelaku usaha. Sebuah industri kalau ingin dapat izin dia harus membuat AMDAL. AMDALnya dari uang industri itu sendiri ya. dia pasti akan mengusahakan AMDAL itu ada karena kalau tidak dia tidak bisa buka pabrik. Nah, tapi masalahnya pengawasan itu kan tidak dibiayai oleh industri. pengawasan itu dibiayai oleh pemerintah dan kita tahu yang namanya PPNS ya, pengawas ee dari Dinas Lingkungan Hidup ataupun dari dinas lain itu kan jumlahnya sangat terbatas dan biaya operasional juga sangat minim. Nah, ini yang menjadi kunci kenapa pengawasan itu tidak efektif. Jadi kita bisa saling bantu. Artinya pemerintah pusat, pemerintah daerah sangat ingin mengawasi tapi kekurangan biaya. Nah, kita sebagai civil society memiliki tenaga, memiliki kesadaran. Ini bisa kolaborasi. bagaimana kita ciptakan di daerah kita itu sistem ee pengawasan dari pemerintah dan pemerintah daerah dibantu oleh masyarakat. Nah, ini akan berhasil. Kenapa saat ini tidak berhasil? Karena kedua belah pihak ini lemah. Pemerintah pusat. Tadi saya sudah katakan pemerintah daerah sangat terbatas dari sisi orang, dari sisi biaya untuk melakukan pengawasan itu sangat terbatas. Bisa dicek ya angkanya ke ee dinas LH masing-masing itu sangat terbatas dan juga tidak ada bantuan dari kita sebagai masyarakat ya. Maka pengawasan ini tidak jalan. Artinya ee proses analisis lingkungan hanya ada di perencanaan, tapi di pengawasan kurang. Nah, ini memang masalah yang sangat kompleks ya, karena banyak juga masyarakat ya itu bukan tugas saya, itu tugas pemerintah. Kalau pemerintahnya sanggup ya pasti tidak akan ada masalah. Nah, cuman kan masalahnya tadi kita sudah ketahui bersama ya, bahwa untuk melakukan pengawasan itu dananya sangat terbatas. Jadi solusinya memang harus dibantu oleh masyarakat. Ee problemnya di sana gitu ya, di ada gap antara ee kebutuhan dengan yang dilaksanakan. Nah, kita tutup kebutuhan itu dengan tadi dengan kerja sama multipihak khususnya dengan ee penggerak-penggerak ee masyarakat ya. Ee jadi kita bisa gunakan ee partisipasi masyarakat untuk ikut mengawasi. Ini waktunya sudah jam 12.00. saya mungkin serahkan dulu ke moderator ee apakah akan ditambah satu penanya lagi atau bagaimana? Silakan. Ee ee oke. Baik ee Pak Asep ee mungkin di sini sudah menunjuk ke jam 12.00 lebih, Pak Asep. Sepertinya untuk sesi tanya jawab kita cukupkan saja, Pak. Baik, saya kembalikan ke Mbak Dini. Terima kasih Bapak Ibu. Saya apresiasi sekali atas kehadiran Bapak Ibu. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ya. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Wabarakatuh. Ya, mohon maaf kepada tadi ee ada satu penanya ini karena adanya keterbatasan waktu jadi ee bagi yang belum mendapatkan kesempatan mungkin bisa mencoba lagi di minggu depan seperti itu. Dan terima kasih juga kepada Bapak Ibu yang sudah berpartisipasi dan mungkin untuk menutup acara webinar ini kepada Pak Asep untuk memberikan closing statement-nya. Baik, analisis data lingkungan yang tadi sudah kita bahas merupakan sebuah pendekatan komprehensif ya, dimulai dari sistem. Di sana kita mendefinisikan batas atau boundari. Kemudian dari sana juga kita tentukan metode yang paling tepat dan akhirnya kita melakukan kajian dan juga mengambil kesimpulan. Dengan berbagai permasalahan lingkungan yang ada saat ini tentunya kita juga harus ikut ee berkembang ya karena masalah makin berkembang, solusi juga harus makin berkembang. Teknologi-teknologi yang saat ini berkembang tentunya itu bisa kita ikuti ya. Apakah dengan eh remote sensing tadi ya, dengan eh AI begitu ya, dengan IoT, Internet of SS dan sebagainya. Itu bagi yang tertarik ke sana silakan diikuti sehingga kita bisa menyelesaikan permasalahan lingkungan yang makin kompleks ini. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ya, terima kasih kepada Pak Asep. Mungkin sebelum Pak Asep meninggalkan ruangan Zoom, kita akan dokumentasi terlebih dahulu. Dan kepada Bapak Ibu yang bisa mengaktifkan kameranya dipersilakan. Oke. Baik Bapak Ibu semuanya, kita langsung saja untuk melakukan dokumentasi. Saya mulai untuk melakukan perhitungan mundur. Dimulai dari angka 3. mungkin sekali lagi. 3 2 1. Oke. Baik. untuk dokumentasi sudah dicukupkan dan saya ucapkan terima kasih banyak kepada Pak Asep atas penyampaian materinya yang sangat bermanfaat ini dan semoga di kesempatan lain kita dapat kembali berdiskusi dan bertemu dalam kegiatan berikutnya. Dan ee dengan hormat kami persilakan kepada Pak Asep apabila ingin meninggalkan ruangan Zoom. Terima kasih. Ya. Baik ee Bapak Ibu semuanya, berakhir sudah acara webinar di hari ini dan bagi Bapak Ibu yang ingin mendapatkan e-sertifikatnya ee Bapak Ibu dapat mengisi link presensi kehadiran yang tertera di layar ini. Dan ketika Bapak Ibu mengisi presensinya pastikan nama dan email sudah diketik dengan benar karena hal ini akan mempengaruhi pengiriman e-sertifikatnya. Dan baik ee saya akhiri kegiatan webinar hari ini. Mohon maaf apabila saya ada salah sikap ataupun salah ucap. Wabillahi taufik walhidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.