Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Indonesia. Pelayanan kami terbuka untuk perusahaan, pemerintahan, perorangan, ataupun pemerhati lingkungan. Ekoed Eedu selalu berusaha menyajikan pelatihan yang berkualitas dengan menghadirkan pengajar yang berpengalaman. Memberikan pengalaman langsung dengan praktikum dan e-learning yang dapat diakses di manapun. Jadi awalnya saya mengikuti pelatihan Eco Edio ini memang dari grup-grup di alumni ya Mbak ya yang pernah ikut pelatihan ini. Cerita mereka itu sungguh bisa dianggap menarik ya karena mereka pengetahuan mereka tentang yang pengin mereka ketahui itu meningkat gitu ya. Kemudian skill-skill yang dihasilkan dari hasil pelatihan itu juga cukup bisa dilihat begitu ya, terasa gitu manfaatnya di kami terutama untuk ee para konsultan yang memerlukan tenaga-tenaga ahli begitu sehingga saya memilih Eko Edu dan sempat mengikuti pelatihannya juga dan itu terbukti benar begitu. Nah, saya lihat Instagram itu ada EQU ya yang akan menyelenggarakan pelatihan. Nah, di situ juga saya baca-baca terlebih dahulu ya terkait tentang informasi yang disediakan oleh Bapak Ibu. Nah, menurut saya itu menjadi hal yang membuat tertarik untuk ikut pelatihan gitu Bu. Jadi saya sering lihat di Instagram gitu bagaimana Eko Aidu menyampaikan informasinya. Eko itu bagus karena pelatihan-pelatihannya itu selalu terkini terus mengikuti zaman dan juga pelatihnya atau mentornya itu bagus-bagus dan terbaiklah di bidangnyaitu. Iya. ee yang pertama memang tentu saja ini meningkatkan dan memaksimalkan skill-skill yang saya harapkan begitu ya dalam terutama dalam penyusunan dokumen AMDAL eh kinerja saya jadi bisa lebih produktif, lebih efektif juga ee punya update gitu ya, update-update persoalan-persoalan dalam penyusunan AMDAL terkini dari ahlinya langsung di lapangan begitu yang pengalamannya tidak diragukan. Menurut saya pelatihan yang disediakan Fed ini sangat bermanfaat sekali dan mudah untuk aksesnya gitu. Jadi ada teknologi terbaru yang saya dapat yaitu di e-learning ya itu luar biasa e pembelajarannya juga mudah sekali untuk dipahami. Alhamdulillah ee bisa mengikuti dan juga menambah ilmu pengetahuan yang banyak banget. Eh, e-learning ini memang di memang sangat diperlukan sekali ya, terutama untuk kita yang dengan keterbatasan pengetahuan kemudian juga waktu mungkin ee itu memberikan kita kesempatan untuk kembali mengingat, kembali mendengarkan paparan-paparan yang mungkin kurang jelas. Kemudian juga kita bisa mengulang sesering mungkin yang kita inginkan. kita juga bisa review kembali sehingga belajar kita bisa lebih efektif dan efisien. Learning itu membantu sekali ketika pada saat penyampaian materi ada yang ketinggalan gitu ya. Jadi ee saya bisa lihat materi itu di e-learning itu Bu sangat membantu Mbak. Jadi saya ee ambil materi terus lihat video yang bisa diakses kapan aja dan di mana aja. 4 juta dengan informasi yang kami peroleh itu jauh dari kata padan sebenarnya. Jadi apa namanya ya kalau saya bilang terlalu murah itu sebadanlah. Jadi menurut saya sepadan Bu karena memang ee pelatihannya ini pun sangat membantu ya dalam menyelesaikan satu pekerjaan yang ada di ee sekitar lingkungan saya sendiri gitu. Ee saya kira sepatuaah dengan apa yang didapatkan. E-KTP efektif, tepat, dan profesional. Hemat, cermat, dan hebat. Keren, profesional dan juga kekinian. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang kembali di webinar Eko Edu ke-127. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu semua yang sudah selalu setia untuk mengikuti acara webinar ini. Hari ini webinar Eko akan mengangkat tema analisis permasalahan lingkungan. Dan perkenalkan saya Dini yang akan bertugas sebagai moderator pada acara ini. Ee baik Bapak Ibu semuanya, sebelum kita mulai webinar pada siang ini, alangkah baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Untuk itu berdoa dipersilakan. Baik, untuk berdoa dicukupkan dan untuk acara selanjutnya mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak Ibu untuk duduk tegak. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Ya. Baik Bapak Ibu semuanya untuk selanjutnya di sini izinkan saya untuk mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu dekat ini yang akan diselenggarakan oleh kami yaitu yang pertama kami akan mengadakan pelatihan dan sertifikasi penanggung jawab pengendalian pencemaran air atau PPPA pada gelombang 3 yang akan dilaksanakan pada tanggal 29 September hingga 3 Oktober 2025. Adapun biaya investasi pada sertifikat tersebut yaitu Rp8.500.000. Kemudian dilanjutkan pada minggu depannya yaitu di tanggal 6 sampai 8 Oktober 2025. Di sini kami akan melaksanakan pelatihan penyusunan laporan pemantauan lingkungan atau RKLRPL ee gelombang 4 dan dilanjutkan lagi di minggu depannya yakni di tanggal 13 hingga 17 Oktober 2025. Di sini kami akan mengadakan pelatihan penunjang dokumen AMDAL terkait persetujuan teknis untuk air limbah gelombang 25. Dan untuk kedua pelatihan ini apabila Bapak Ibu melakukan pembayaran di H-1 pelatihan, Bapak Ibu akan mendapatkan diskon sebesar 10%. Dan untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi admin kami di Riris dan Nisa. Dan Bapak Ibu juga bisa mengunjungi sosial media kami yaitu ada Instagram, YouTube channel, Facebook X dan juga website resmi kami di www.ecoedu.co.id dan juga Bapak Ibu apabila tertarik langsung untuk mendaftarnya silakan saja diakses ke pendaftaran.co.id. Dan selain itu juga kami di sini terdapat inhouse training yang dapat dilakukan secara offline maupun online sesuai dengan permintaan dari instansi perusahaan Bapak Ibu semuanya. Jadi kami tunggu di pelatihan dan baik Bapak Ibu semuanya di sini kita langsung saja untuk masuk pada kegiatan utama kita di mana webinar kali ini kita akan mendiskusikan terkait analisis permasalahan lingkungan. Dan tentu saja di sini kami juga telah menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya untuk memberikan materi dan wawasan yang bermanfaat. Untuk itu, baik perkenankan saya untuk memperkenalkan narasumber kita hari ini yaitu Bapak Dr. Eng Asep Sofan, STMT. Beliau merupakan dosen Teknik Lingkungan di Institut Teknologi Bandung. Dan ee mungkin saya akan sapa terlebih dahulu. Selamat siang, Pak Asep. Selamat siang. Apakah suara saya terdengar? Iya, terdengar, Pak Asep. Baik, ya. Bagaimana, Pak, kabarnya siang hari ini? Kabarnya baik, alhamdulillah. Oke. Iya. Baik, Pak. Kalau gitu mungkin ee kita langsung saja untuk waktu dan tempat saya serahkan kepada Pak Asep dan untuk kepada Bapak, Ibu semuanya selamat mengikuti acara webinar ini. Baik. Ee Bapak, Ibu yang saya hormati. Ini ee tiba-tiba saja videonya tidak muncul ya. Ya, tidak apa-apa. Mungkin ee saya akan matikan video. Ee Bapak, Ibu yang saya hormati, ee izinkan saya untuk menyampaikan materi pada hari ini. Mungkin saya akan share screen. Bagaimana? Apakah sudah full screen? Iya, sudah, Pak. Sudah. Ya. Iya. Ee perkenalkan saya Asep Sofyan, dosen di Teknik Lingkungan ITB. Pada hari ini saya ditugaskan oleh Eko Edu untuk memberikan ee topik analisis permasalahan lingkungan. Sekali lagi terima kasih kepada Eko Edu yang telah mengundang. Mudah-mudahan pelatihan ini bisa kita manfaatkan untuk menambah wawasan kita. Saya akan mulai dengan apa itu permasalahan lingkungan ya. Jadi permasalahan lingkungan ini bisa kita lihat dari sisi filosofis maupun konseptual. M masalah lingkungan sebagai masalah kita sehari-hari ya. Saat ini sudah banyak perdebatan. kita harus berpusat kepada manusia, kepada lingkungan atau kepada kehidupan sosial, ya. Nah, ini paradigma yang terus kita diskusikan sampai saat sampai saat ini. Kemudian juga dari sisi paradigma pembangunan saat ini sudah bergeser dari pertumbuhan menuju keberlanjutan. Untuk mengatasi atau menyelesaikan masalah lingkungan itu memang kita harus melihat permasalahan lingkungan dari berbagai aspek ya. Yang pertama dari aspek geofisik kita ketika melihat masalah pencemaran, degradasi ekosistem, perubahan iklim. Mau tidak mau kita sebagai orang lingkungan harus memahami apa saja parameter fisika, kimia, biologi yang terlibat di dalam pencemaran. Mengapa pencemaran itu terjadi? Apa saja variabel fisik, kimia, biologi yang terlibat? Ya, demikian juga untuk degradasi ekosistem maupun perubahan iklim. Kemudian juga kita sebagai ahli lingkungan perlu melihat dari sisi teknologi pengendalian lingkungan ya, bagaimana dari aspek energi ya, sumber daya ataupun limbah yang dihasilkan ini menjadi penting bukan hanya satu aspek saja misalnya aspek limbah saja itu sekarang sudah tidak berlaku, ya. Artinya untuk memahami suatu masalah lingkungan yang menghasilkan limbah, kita harus melihat ke hulunya ya. ee efisiensi sumber daya ada produksi bersih, life cycle assessment ya itu adalah contoh-contoh aspek yang melihat dari hulu sampai ke hilir. Saat ini juga kita perlu melihat dari aspek ekonomi. Bagaimana masalah lingkungan ini apakah masih dilihat sebagai faktor luar atau eksternal ya. maka kita harus berusaha untuk menjadi internal, faktor internal menjadi faktor produksi ya dari eksternal menuju internal. Kita juga perlu melihatnya dari sisi ekonomi secara makro ya. Bagaimana green ekonomi ini harus diterapkan baik di lingkungan yang kecil maupun lingkungan yang besar misalnya dalam sebuah negara ya. termasuk juga sirkular ekonomi. Bagaimana ekonomi dari limbah yang kita hasilkan kita hitung juga kemudian kita masukkan lagi ke dalam siklus ee bahan baku ya. Itu kira-kira ee masalah-masalah yang muncul dan harus kita lihat dari berbagai perspektif ya. Selain itu juga dari perspektif sosial bagaimana masalah lingkungan kita lihat dari aspek keadilan sosial, konflik sumber daya, kesehatan masyarakat. Nah, jadi kalau kita lihat memang seorang ahli lingkungan ini tidak cukup dia hanya tahu biofisik ya, dia juga harus tahu biofisik, teknologi, ekonomi, sosial. itu adalah konsekuensi menjadi seorang ahli lingkungan. Nah, saat ini masalah lingkungan ini sudah sangat kompleks ya. Dan ciri-ciri dari kompleksitas yang ada itu pertama sudah tidak nonlinear lagi hubungannya ya. Jadi kalau misalnya kita membuang sampah ke sungai, maka akan terjadi banjir misalnya ya. Nah, itu tidak hanya banjir. Ternyata ketika ketika kita membuang sampah ke sungai di sana ada juga pencemaran sungai, ada juga kerusakan ekosistem. Jadi tidak bisa kita anggap semua permasalahan ini linier tapi ee tidak linear ya. Kebalikan dari linier atau lurus menjadi tidak linear atau tidak lurus. Nah, di sinilah nanti kita kembangkan satu metode misalnya sistem dinamik ya atau dinamika sistem untuk mengantisipasi nonlinearitas ini. Kemudian juga saat ini banyak ketidakpastian ya di dalam ya contoh misalnya perubahan iklim. Perubahan iklim variabelnya sangat banyak, banyak ketidakpastian sehingga solusinya ahli-ahli lingkungan mengembangkan banyak modeling dan juga artificial intelligence ya atau AI untuk mengurangi ketidakpastian itu termasuk juga keterkaitan multiskala ya. Multiskala ini juga dikembangkan oleh ahli-ahli lingkungan dengan berbagai metode. Mulai yang paling sederhana misalnya multikriteria analisis ya sampai ee metode yang paling terkini misalnya menggunakan deep learning. Nah, demikian juga untuk antar faktor lokal dan global ya. Nah, ini lebih kepada hubungan internasional ya, bagaimana ee kerja sama kita ini tidak hanya bisa di ee selesaikan secara lokal, tapi juga harus diselesaikan secara internasional. Nah, sebagai kesimpulan kita perlu melakukan klasifikasi ya masalah lingkungan itu mulai dari skala ruang ini masalahnya mikro, meso, makro atau global ya. Artinya sekarang di dalam mengatasi masalah lingkungan ini tidak bisa kita menggunakan satu pendekatan ya. Jadi untuk masalah yang mikro solusinya mungkin berhasil. Untuk masalah meso misalnya untuk satu provinsi, kalau mikro misalnya satu kota ya, meso satu provinsi belum tentu berhasil. Demikian juga untuk makro di level negara dan juga global di level apa di level antarnegara. Demikian juga apa yang berhasil di level makro misalnya di suatu konsep negara di level lokal belum tentu. Nah, jadi di sini ee kompleksitas itu juga ee muncul ketika ada perbedaan skala ruang ya. ee kita tidak boleh menyamakan karena di level makro misalnya berhasil, maka di level mikro pasti berhasil juga. Itu belum tentu ya. Demikian juga untuk ee dimensi waktu. Suatu persoalan yang bisa diselesaikan dalam jangka pendek belum tentu sukses ya untuk permasalahan di jangka panjang. Walaupun masalahnya sama, misalnya pengendalian sampah. Nah, pengendalian sampah ini untuk waktu 1 bulan, 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun. Nah, itu kita harus kelompokkan ya berdasarkan dimensi waktu karena memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Demikian juga untuk media ya, belum tentu untuk media satu berlaku untuk media lainnya. Demikian juga untuk dampaknya ya. Nah, jadi di sini ee kita bisa menggunakan berbagai klasifikasi ini untuk mengetahui apakah solusi kita ini tepat ya dari sisi ruang dan waktu. Nah, untuk mengklasifikasikan permasalahan itu banyak sekali kerangka sistemik yang ada saat ini ya. Dan untuk menyelesaikan sebuah permasalahan lingkungan ini, kita harus mengawalinya dengan kerangka sistemik. Itu tidak bisa ditawar-tawar lagi, ya. Ee di sini saya hanya memperkenalkan tiga kerangka yang paling umum digunakan. Padahal ini banyak sekali ya kerangka sistemik ini banyak sekali tapi kita coba bahas tiga saja dulu. Yang pertama adalah DPS, kedua SES, yang ketiga planetary boundaries. Kita mulai dengan DPSI. Jadi DPS ini untuk melihat tadi dari sisi ruang dan waktu ya. Jadi apa menyebabkan apa? Misalnya tadi masalah sampah ya. Nah masalah sampah ini kita harus tulis di sini sampahnya itu sampah dari mana? Karena sampah domestik ya dari rumah tangga dengan sampah dari pasar atau sampah dari industri itu memiliki karakteristik yang berbeda. Jadi driving force ini adalah sumber ya sumber dari permasalahan itu. aktivitas manusia yang menyebabkan pencemaran itu kita harus definisikan dan nanti menekan ke lingkungannya itu dalam bentuk apa gitu ya. Apakah dia berupa pencemaran atau dia berupa kerusakan atau dia mengganggu sistem ekologi. Nah, ini juga harus kita definisikan. Sedangkan state adalah angka-angka yang kita ukur ya. Misalnya kalau pencemaran sungai, nilai BOD, nilai COD. Jadi state atau status ini harus dalam bentuk angka, hasil pengukuran. Nah, dari angka inilah kita bisa melihat korelasinya dengan dampak-dampak yang terjadi ya. Mulai dari dampak kesehatan, ekosistem, terhadap dampak lainnya. Nah, di sinilah kita menemukan satu kebijakan ya dalam bentuk respon. Dan respon ini kita lakukan untuk semua komponen. Respon untuk menekan sumber, respon untuk mengendalikan tekanan terhadap lingkungan, respon untuk menjamin agar nilai-nilai status ini tetap ada dan juga respon untuk mengendalikan dampak. Jadi dengan DPS ini misalnya untuk menangani sampah ya. Sampah ini kita bisa banyak sekali membuat rekomendasi menangani sampah dari sumbernya. Maka sumber harus memilah ya terhadap tekanan ya. Berarti volume yang dibuang kepada lingkungan ini harus dikurangi. Kemudian status angka-angka ya. Apakah ada angka jumlah sampah yang dibuang ke sungai? Kalau tidak ada angkanya kita sulit menghitung dampaknya ya secara kuantitatif. Nah, jadi kita perlu juga memikirkan bagaimana kita melakukan pemantauan atau sampling atau pengukuran ya untuk mendapatkan status. Nah, saat ini pemerintah sudah menetapkan ya untuk status ada IKLH, ada indeks-indeks apapun itu ya. Nah, itu dalam rangka untuk mengetahui dampak ya. Jadi kalau statusnya tidak ada angkanya, dampaknya juga sulit. Nah, nanti bagaimana untuk mengendalikan dampak? Jadi kita dengan skema ini bisa membuat banyak sekali rekomendasi. Ini merupakan metode yang paling sederhana di dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan. Bagaimana untuk masalah lingkungan yang terkait sosial dan ee manusia ya? Nah, berarti di sini kita harus membuat indikator-indikator yang menghubungkan antara sistem lingkungan dengan sistem sosial, ya. Misalnya di sini ada ee jasa ekosistem, ya. Nah, jasa ekosistem itu kan mengkonversi antara sistem lingkungan yang menghasilkan ekosistem kemudian dikonversi kepada kebutuhan manusia. kira-kira seperti apa jasa lingkungan. Nah, artinya di dalam membahas jasa lingkungan kita tidak memperhatikan bagaimana lingkungan terhadap lingkungan itu sendiri ya atau lingkungan itu terhadap sistem yang lain, tapi kita lebih fokus kepada bagaimana lingkungan itu bermanfaat untuk manusia. Nah, kemudian juga dari manusia kepada ekologi ini seperti apa ya? artinya perilaku-perilaku manusia baik itu manajemen ataupun ee partisipasi masyarakat yang harus dimasukkan ke dalam sistem ekologi itu seperti apa. Nah, jadi kesepakatan-kesepakatan ini yang kira-kira harus kita kembangkan sehingga problem lingkungan dan sosial ini menjadi bisa diselesaikan. Berbeda dengan yang tadi ya. Kalau ini, ini lebih kepada ee hubungan sebab akibat ya, hubungan sebab akibat dari sebuah permasalahan dalam bentuk DPS. Kalau ini lebih kepada korelasi timbal balik ya antara ekologi dan sosial. Kemudian ada juga planetary boundaries. Jadi ini untuk masalah-masalah global. kita bisa gunakan skema ee menggunakan planetary boundaries. Contoh misalnya di sini ya, ada penelitian yang dilakukan oleh Richardson tahun 2023 yang menghitung kalau yang hijau ini artinya inilah batas batas bumi ya, batas kemampuan bumi. Nah, tapi di sini misalnya untuk climate change ini, CO2 concentration-nya ini udah melebihi. Demikian juga radioactive forcing-nya ya. Apalagi untuk genetik ini paling kita sudah paling rusak ya ee di antara variabel-variabel lainnya. Nah, jadi kita menggunakan boundary dari planet kita ini sebagai ee batasan atau sebagai titik tolak analisis. Nah, demikian juga ada ee sebuah lembaga riset ya, Global Footprint Network yang dia menghitung kalau kehidupan kita. Contoh misalnya di sini, jika kehidupan seluruh penduduk bumi ini sama dengan orang Amerika ya, maka kita butuh lima kali ya, sekitar lima kali bumi begitu untuk bisa ee melayani ee kebutuhan ee rakyat Amerika. Artinya dengan pola konsumsinya yang sangat tinggi itu kita butuh sampai lima kali bumi. Kan tidak mungkin juga bumi ini ada lima ya. Nah, jadi kita menggunakan planetary boundaries ini sebagai kerangka kerangka acuan kita menganalisis. Nah, apa saja pendekatan analisis dari berbagai permasalahan itu? Ya, tentunya kita awali dengan pendekatan kualitatif ya seperti ee analisis kebijakan, studi etnografi, kajian historis, kajian persepsi masyarakat, nilai budaya, dimensi etika, itu kita sebut sebagai pendekatan kualitatif. Kita juga bisa melakukan secara pendekatan kuantitatif ya. ini yang biasanya dilakukan oleh ee mahasiswa-mahasiswa di kampus ya, khususnya kampus ilmu lingkungan dan teknik lingkungan yaitu pendekatan kuantitatif mulai dari pengukuran parameter fisik dan kimia, pemodelan matematis dan komputional, analisis statistik, spasial, temporal. Nah, bisa juga kita melakukan pendekatan campuran ya antara kualitatif dan kuantitatif. kita akan bahas lebih detail ya. Untuk pendekatan kualitatif biasanya untuk analisis kebijakan, kemudian juga untuk etnografi ya menggali praktik budaya dan sosial dalam pengelolaan sumber daya alam. Kemudian juga kita bisa melakukan analisis persepsi publik. Nah, analisis kualitatif ini sangat penting ya di dalam analisis lingkungan tentunya ee dilakukan oleh yang ahli apakah ahli sosial, ahli antropologi, dan berbagai ahli lain ya yang paham tentang atau di sini kalau kebijakan berarti ahli hukum ya ee yang memang paham terhadap ee terminologi-terminologi ee hukum sosial, antropologi dan sebagainya. Nah, pendekatan berikutnya adalah kuantitatif ya, yaitu mengukur tadi monitoring, statistik ya, pemodelan matematis. Yang ketiga, ya ini yang sebaiknya kita lakukan yaitu adanya mix method ya atau campuran kualitatif dengan kuantitatif ini tidak bisa dipisahkan. Kita harus gabung. Jadi selain kita ukur ya di sini kita ukur misalnya sungai ee COD BOD-nya kita ukur, kita juga lakukan wawancara dengan masyarakat. Nah, ini hasilnya akan lebih baik ketika kuantitatif dan kualitatif ini kita gabung. Demikian juga misalnya dalam participatory mapping ya, warga diajak memetakkan daerah rawan banjir. Di sini kita gabungkan antara pendekatan kualitatif ya karena mengajak warga dan spasial karena di sini membuat peta. Kemudian dibandingkan dengan data curah hujan dan ketinggian tanah ini merupakan kuantitatif. Jadi di sini contoh gabungan antara kualitatif spasial apa? Kualitatif spasial dengan kuantitatif ya itu digabung. Demikian juga ada nama ada istilahnya citizen science ya. Warga menjadi bagian dari proses pengumpulan data. misalnya ee masyarakat aktif ya untuk mengumpulkan data, kemudian mengolah, membuat komunitas diskusi itu juga menjadi pendekatan campuran bagaimana kualitatif dari pendapat warga digabung dengan data kuantitatif hasil pengukuran. ini juga menjadi metode yang sangat populer ya akhir-akhir ini. Nah, itu tadi adalah pendekatan pendekatan yang intinya adalah ee kuantitatif, kualitatif, dan gabungan. Nah, bagaimana metode metodologi ya ketika kita apakah melakukan kualitatif, kuantitatif atau gabungan itu kita bedakan menjadi beberapa jenis metodologi, ya. agar kita bisa ee memahami semua metodologi yang ada. Yang pertama adalah metodologi survei dan sampling. Ini adalah metode yang paling klasik ya, yang dari dulu sudah kita lakukan tapi masih sangat penting sampai sekarang. Karena tanpa survei dan sampling ini kita kehilangan data primer, data yang menjadi rujukan utama. bisa kita lakukan sampling dan monitoring lapangan, survei sosial ekonomi atau analisis laboratorium. Yang berikutnya adalah metodologi analisis data. Biasanya kita gunakan statistik baik deskriptif maupun inferensial. Kita juga lakukan analisis multivariat dan time series serta analisis spasial ya. Kemudian kita juga kadang-kadang melakukan evaluasi ya. Jadi tidak sekedar analisis data, tapi evaluasi. Tentu evaluasi ini lebih luas ya dari sekedar analisis data. Di sana ada pendekatan kualitatifnya, ada kuantitatifnya, kemudian ada spasialnya juga yang dikemas menjadi sebuah produk analisis atau produk evaluasi. Sebagai contoh ada life cycle assessment atau LCA ya untuk melihat daur hidup dari sebuah produk atau jasa di dalam ee lingkungan ya mulai dari raw material, bahan baku, proses sampai limbah ya itu kita lihat siklus hidupnya. Kemudian AMDAL. AMDAL ini sudah banyak Bapak Ibu yang familiar ya. itu juga menjadi salah satu metodologi evaluasi khususnya untuk proyek. Nah, sedangkan untuk kebijakan itu KLHS ya. Nah, KLHs itu untuk kebijakan ee kalau AMDAL untuk proyek, KLHs untuk kebijakan. Kemudian di sini juga ada risk assessment ya, bagaimana kita melihat risiko kesehatan atau ekosistem dari sebuah kegiatan. Kita juga bisa menghitung menggunakan CBA. cost benefit analysis atau MCDA multieria decision analysis untuk membantu pengambilan keputusan dengan biaya manfaat atau banyak kriteria. KLHS tadi sudah kita bahas ya sebagai ee pengembangan dari AMDAL khususnya untuk kebijakan dan juga untuk ee analisis tata ruang di RTRW ya yang sifatnya lebih luas dari AMDAL kabupaten, provinsi seperti itu. Kemudian ada juga studi lain, contoh misalnya S ya, Social Impact Assessment atau ESV Service Valuation atau valuasi lingkungan. Ini juga ee penting ya untuk dipahami oleh kita ee di dalam menganalisis ee untuk tujuan evaluasi. Nah, kemudian ada juga metodologi pemodelan. ini lebih kepada prediksi ya, prediksi melihat korelasi dan juga melihat ee rekomendasi skenario yang bisa kita lakukan mulai dari pemodelan ekologi, kemudian sistem dinamis ya dan juga ee lainnya. Kemudian yang terakhir nomor 5 ini kita anggap sebagai metodologi modern karena baru berkembang sekitar tahun 2020 ya ee ya ada juga yang berkembang dari tahun 90-an tapi ee sangat pesat ee ketika ee masuk ke tahun 2010-2020. di antaranya adalah eh multi apa? Remote sensing, multiskala ya. Kemudian ada big data internet of things. Eh internet of sing ini sensor ya, kita gunakan sensor. Kemudian data sensor dalam bentuk big data. Artinya ee basis data yang sangat besar. Kemudian ada machine learning, deep learning ya. Kemudian ada digital twin lingkungan. Kita akan bahas semua metode ini satu-satu ya, mulai dari metode sampling dan survei. Saya tidak perlu jelaskan panjang lebar karena ini sudah diketahui oleh Bapak Ibu tentang sampling dan survei. Kemudian juga untuk analisis data ini juga sudah banyak digunakan oleh kita ya sehari-hari dalam analisis data mulai dari ee statistik ini ya ee statistik deskriptif untuk merangkum dan menggambarkan data apa data apa adanya. Kemudian statistik inferensial untuk membuat generalisasi atau kesimpulan tentang populasi berdasarkan sampel dan menganalisis hubungan kompleks antar banyak variabel secara simultan. untuk analisis multivaribel statistika deskriptif ya kita tahu ya membuat grafik, diagram, tabulasi, kemudian ee nanti kita hitung nilai rata-ratanya, penyebaran ini masuk ke dalam statistika deskriptif. Nah, tapi kalau kita sudah ingin mengetahui signifikansi rata-rata ya dari data pemantauan ini kita sebut sebagai statistika inferensi. Ini adalah metode-metode statistik yang sudah sering kita gunakan ya. Eh, metode evaluasi tadi kita sudah bahas ya, ada LCA, ada AMDAL, risk assessment, cost benefit analisis, kemudian multiiteria analisis, eh KLHs, social impact assessment, dancistem service valuasi atau valuasi ekonomi. Kemudian untuk pemodelan ini juga sudah banyak digunakan ya oleh Bapak Ibu dalam analisis lingkungan. Mungkin kita akan bahas contoh-contohnya. Untuk pemodelan ini kita menggabungkan berbagai data. Kita gunakan software untuk menganalisis misalnya penyebaran pencemaran udara, pencemaran air, pencemaran tanah. Ini kita bisa gunakan berbagai model. Kemudian juga ada namanya dinamika system ya. Jadi kita buat ee permasalahan lingkungan itu menjadi hubungan sebab akibat atau kita sebut sebagai kau salal diagram dan kemudian kita simulasikan ya bisa menggunakan fans SIM, stella, power SIM. ini merupakan ee pemodelan untuk ee khususnya bukan untuk variabel-variabel fisik ya. Kalau fisik tadi media udara, air, tanah biasanya kita gunakan pemodelan fisik yang contohnya yang ee tadi sudah kita bahas ya. Ya, ini khususnya pemodelan kuantitatif yang berbentuk fisik. Tapi kalau misalnya kuantitatif tapi berbentuk nonfisik ya, misalnya hubungan sosial, hubungan ekonomi, hubungan lingkungan juga bisa. Tapi pasti ini kompleks ya, tidak hanya menggunakan data-data fisik lingkungan saja. Biasanya digabung antara data fisik lingkungan dengan data sosial misalnya pertumbuhan penduduk ya, nilai ee apa angka kelahiran, kematian, begitu. dan juga data ekonomi ya misalnya manfaat ekonomi penjualan produk dari ee bahan baku ataupun bagaimana biaya limbah itu itu cocok ya untuk kita gunakan dinamika sistem. Kalau misalnya problemnya menyangkut ee spasial ya, kita juga bisa gunakan software GIS untuk melakukan model dinamika spasial. Misalnya sebuah daerah kita ingin lihat skenarionya ya. Contoh misalnya ada sebuah kota baru ya, ibu kota ee negara IKN. Nah, IKN ini kita ingin lihat nanti 10 tahun lagi IKN akan seperti apa perkembangannya misalnya ya, kita bisa modelkan atau sebuah kota apapun ya kita bisa lihat perkembangan kotanya akan sejauh mana. Karena menyangkut spasial maka dinamikanya kita sebut dinamika spasial atau spatial dynamics. Nah, ada juga agen based modeling ya. Nah, jadi modeling ini banyak sekali jenisnya. Bisa fisik, bisa sosial. Tadi mengguna bisa ee spasial ya, ada sosial spasial. Nah, kalau ini lebih ke interaksi manusia. Jadi kalau misalnya kita ingin fokus kepada interaksi manusia, kita sebut sebagai agen based modeling atau ABM. Jadi kita petakan dulu relasi dari manusia yang ada di situ ya. ee kita buat sebagai model bagaimana interaksi mereka. Bisa saja interaksi ini kemudian kita overlay ya dengan ee data-data lain misalnya data tata guna lahan, tutupan lahan. Jadi eh agen based modeling ini kemudian kita kalau kita gabung dengan spasial modeling itu bisa ya. Ya, tentu agen base model ini bisa dipakai untuk apa saja ya, bukan hanya untuk ee spasial, bisa juga untuk ee pendekatan-pendekatan yang lain. Kemudian kita masuk ke dalam metodologi terkini ya. ya, yang sekarang sedang populer. Kalau yang tadi mungkin ee Bapak Ibu sudah tahu dan sudah pakai ya karena metode-metode tadi itu sudah dikembangkan dari sejak tahun 0-an dan terus berkembang sampai sekarang. Nah, tapi dari tahun 2000-an itu ee kita sebut saja sebagai metodologi terkini. Yang pertama adalah remote sensing dan GIS. Jadi, remote sensing dan GIS ini menggabungkan ya berbagai data baik itu data ee monitoring di darat ya, misalnya leidar atau drone begitu dengan data satelit. Nah, kemudian kita modelkan untuk memprediksi apakah di sebuah wilayah itu contoh ya di gambar ini di sana terjadi kebakaran atau tidak. Jadi antara data satelit kemudian data pemantauan di darat ya itu digabung, dianalisis sehingga menghasilkan sebuah ee analisis, sebuah hasil ya, hasil interpretasi kita sebut sebagai remote sensing dan GIS. Nah, ada juga big data dan internet of things. Jadi, contoh di sini ada ee danau ya yang dipasangi banyak sekali sensor. Jadi, data titik-titik ini adalah data sensor ya ee data monitoring real time. Nah, sedangkan data yang garis-garis hijau ini adalah data modeling. Jadi di sini modeling digabung dengan ee sensor menjadi sebuah big data dan IoT. Tentunya ini bisa diaplikasikan untuk untuk semua media ya ee baik udara, tanah ataupun media lainnya. ee ini contohnya untuk media air. Kemudian juga ada artificial intelligence ya atau kecerdasan buatan. ee ini akan kita bahas secara mendalam ya untuk ee kecerdasan buatan ini. Jadi kecerdasan buatan ini atau artificial intelligence ya itu ee berusaha komputer untuk membuat keputusan sendiri. Jadi dalam bahasa mudahnya disuruh mereka untuk berpikir. Tapi sebetulnya mereka tidak berpikir seperti kita ya. mereka pasti disuruh melakukan sesuatu dan berulang-ulang begitu. Ee tetapi dari sisi hasil sepertinya tuh mereka berpikir begitu. Nah, ee jadi bahasa atau kecerdasan buatan yang paling awal ya kita sebut sebagai cognitive computing ya. Cognitive computing ini adalah bagaimana komputer yang asalnya hanya menghitung dia membuat ee decision making ya, keputusan begitu. Nah, kemudian juga ee diberi suplly bahasa manusia ya, bahasa manusia karena ee kita ingin ee logika-logika yang biasanya mereka hanya menggunakan angka, menggunakan data. Nah, sekarang menggunakan bahasa. Contoh misalnya bagaimana mereka menafsirkan ya ketika ada satu bahasa manusia misalnya saya pergi ke sekolah gitu ya. Nah ini kan tidak ada data input berupa angka, data input berupa ee data-data yang biasa komputer hitung ya. Ini adalah sebuah kalimat. Nah, sehingga saya di sana diinterpretasikan oleh komputer ya sebagai subjek. Kemudian tata bahasanya dimasukkan ke dalam logika-logika komputer. Berikut juga arti dari setiap ee kalimat. Nah, bagaimana komputer bisa mengerti kata pergi misalnya ya. Nah, pergi ini diterjemahkan. Artinya kalau manusia mudah ya memahami ya pergi tinggal pindah dari satu tempat ke tempat lain gitu. Tapi bagaimana komputer memahami pergi ee adalah berangkat dari satu titik ke titik yang lain. Nah, ini adalah inti dari natural language processing atau NLP. Bagaimana ee data training ya. data training itu adalah data ee bahasa manusia itu dikumpulkan. Nah, kemudian dibuat ee dalam sebuah hubungan sebab akibat yang akhirnya dimasukkan ke dalam ee algoritma komputer. Yang NLP yang paling modern saat ini misalnya CGPT ya. CGPT itu kita beri perintah dia mengerti perintah kita ya. Jadi ini ee sudah sangat maju NLP ini termasuk juga robotics. Robotics dia bisa mengambil kesimpulan sendiri. Contoh misalnya ketika dia mengelas ya, mengelas ee di pabrik mobil ada robot yang mengelas itu dia ee pertama dia bisa menentukan titik di mana dia harus mengelas ya, kapan harus mulai, kapan harus berhenti. Nah, itu dia lakukan secara otomatis. Nah, kemudian terkait dengan ee bidang kita, bidang lingkungan ya ee kita lebih fokus ke machine learning. Jadi machine learning ini adalah bagian dari kecerdasan buatan atau artificial intelligence yang mengolah data secara repetisi ya, secara berulang-ulang. Misalnya ada di sini ee pengklasifikasian image ya. Ee jadi dia bisa membaca, dia bisa membedakan antara gambar kucing dan harimau misalnya ya. Nah, itu harus dilatih dilatih dengan ee disebut dengan data training. Kemudian juga ada SDMs ya di sini speciies distribution model. Ada juga ABMs ya di sini ABMs agent based. Nah, jadi pada dasarnya artificial intelligence ini pengembangan dari metode-metode sebelumnya. Contoh di dalam ee pembahasan kita sebelumnya, kita mengenal ada yang disebut dengan agen atau agen base modeling. Nah, agent baseding ini kemudian karena dia terlalu kompleks, orangnya sampai ribuan atau bahkan jutaan penduduk yang ingin kita analisis, maka kita masukkan ke dalam machine learning ya. Jadi pada dasarnya machine learning ini adalah kita melatih komputer agar dia bisa melihat pola yang ee kita berikan. Nah, lebih jauh dari machine learning adalah neural network. Artinya dia hubungannya tidak hanya linier tapi multi multilineer ya. atau juga lebih jauh lagi deep learning ini lebih kompleks lagi. Nah, kita akan bahas satu-satu ya. Contoh di sini perbedaan antara machine learning, neural network dan deep learning. Jadi kalau kita lihat machine learning ini awal ya, awalnya ada AI itu ee jadi machine learning ini. Oke ya. Ini ada yang minta remote, maaf jadi keganggu ya. Ya, jadi machine learning ini awal-awal AI dikembangkan ya. Jadi dia lebih ee mempelajari pola dari data training. Nanti kita akan jelaskan lebih detail, ya. Nah, kemudian dikembangkan lagi lebih kompleks lagi disebut dengan neural network dan dikembangkan lebih ee kompleks lagi menjadi deep learning. Tapi kira-kira pendekatannya mirip ya. Nah, kita mulai dari machine learning. Jadi machine learning ini kita kumpulkan data ya. Kemudian kita pisahkan data tersebut, kita latih model, evalua hasil, dan gunakan model. Nah, di sini ada ee mungkin saya masuk dulu ke sini, ya. Jadi, ini adalah contoh machine learning. Di sini ada data yang sudah kita beri label ya. Data yang sudah kita beri label dan kita sebutkan labelnya itu ini. Maka kita training kemudian kita tes. Kita tes dia berhasil ya bahwa kalau diberi gambar ini dia square begitu ya. Dia dia langsung bisa jawab diberi ini dia disebut triangle. Nah, ya datanya bisa macam-macam ya, misalnya curah hujan, elevasi. Ini tentu datanya data numerik. Curah hujan kan pasti ada 0 1 2 3 sampai 500 misalnya ya. Elevasi angka numerik juga tutupan lahan. Nanti kita beri ee misalnya tutupan lahan satu ini untuk hutan, dua untuk apa. Jadi semuanya numerik ya. Nah, kemudian ee kita diberi ee label begitu ya untuk setiap data-data ini. Nah, karena dia diberi label maka ada plus minus di sini ya. Mungkin maaf saya balik lagi ke sini. Jadi ee untuk yang slide yang plus minus. Oke, itu ada di akhir ya. Jadi ee kalau dia pakai label itu tentunya datanya harus ada manusia yang memberi label ya. Nah, jadi ini datanya kita sebut sebagai data yang mahal. Itu adalah pengertian dari supervised learning ya. Jadi datanya sudah berlaber. Kalau banjir adalah satu, tidak banjir adalah nol. Jadi dia ee ada interaksi antar ee tiga variabel tadi misalnya curah hujan, ketinggian, dan juga apa tadi ya contohnya misalnya di sini. Nah, ini tutupan lahan ya. Jadi ada tiga data curah hujan, elevasi, tutupan lahan. Nah, kalau curah hujannya lebih dari sekian tapi elevasinya sekian dan tutupan lahannya sekian, maka dia banjir. Kalau curah hujannya sekian, elevan. Jadi ada ee variasi-variasi yang kita masukkan ke dalam program ya. Dan kita beri variasi itu adalah banjir. Kita beri variasi tidak banjir. Tentu variasi-variasi ini tidak bisa kita masukkan semua begitu ya. ee tapi dia disuruh baca begitu, dia disuruh mikir sendiri gitu, disuruh ee sehingga akhirnya dia bisa membuat kriteria sendiri kapan suatu kondisi disebut banjir dan kapan suatu kondisi disebut tidak banjir. Hanya kita menggunakan kriteria. Nah, karena kita sudah memberikan kunci jawabannya kira-kira ya, ini adalah banjir, inilah tidak banjir, kita sebut sebagai supervised learning. Nah, karena data-data ini sangat banyak dan manusia tidak punya waktu ya untuk memberi label satu-satu, kemudian dikembangkan satu model lain ya, yaitu unsupervised learning. Nah, unsupervised learning ini kalau datanya tidak punya label. Jadi ee datanya contohnya curah hujan, kemiringan lahan, jenis tanah tidak punya label ya. Nah, di sinilah pentingnya ada algoritma yang dipakai ya. Bagi Bapak Ibu yang ingin mendalami tentang machine learning ini tentunya ee perlu mempelajari apa arti K means clustering hierarchical clustering atau principal component analisis ini tuh seperti apa algoritmanya memang di dalam aplikasinya sudah ada kita tinggal download ee algoritma ini sudah ada tapi kalau ingin paham dalamnya ya tentu kita harus pelajari ee dari dasar ya. Nah, apakah kita hanya pakai saja atau kita mau pelajari dari dasar itu balik lagi kepada ee tujuan kita mempelajari machine learning. Tapi bedanya dari supervise itu untuk unsupervised itu dia tidak punya label. Nah, bagaimana cara dia belajar? ya. Nah, itu kuncinya ada di algoritma ini. Jadi, dia contoh misalnya ya untuk klasifikasi sungai ee dia bisa membaca sendiri mana kategori sangat tercemar, sedang atau bersih ya dari sini walaupun kita tidak beri label seperti tadi ya. Jadi, unsupervised learning ini tidak kita beri label, kekuatannya ada di algoritma. Kemudian yang ketiga kita sebut sebagai reinforcement learning. Jadi, reinforcement learning itu eh mirip ya dengan mungkin saya balik lagi ke atas milik dengan super unsupervised learning ya, tapi dia lebih kompleks datanya lebih banyak, variabelnya lebih banyak jadi ee harus melakukan trial and error ya. Nah, kita beri kriteria-kriteria. Ada reward, ada penalti di sini ya. Ada reward, ada penalti. Begitu di dalam ee algoritmanya. Nah, akhirnya dia bisa mengeluarkan contoh di dalam bidang lingkungan misalnya optimasi energi terbarukan, ya. Nah, berarti kita beri data input yang sangat banyak di sini. Kemudian ee algoritmanya akan belajar kapan harus menyimpan atau kapan harus melepas energi. Misalnya dalam manajemen sumber daya air ya, bagaimana sebuah bendungan ini harus dilepas atau ditahan ya. Bendungan kan mengeluarkan air ya. Nah, itu bendungannya harus mengeluarkan kapan? Ee jadi berbagai otomatisasi yang kita temukan saat ini ya. Misalnya ee mobil yang bisa bergerak sendiri dia kan melihat sensor ya. Nah sebelum mobil itu bisa dioperasionalkan di jalan itu melalui data training dulu. Jadi ada orang yang menyetir kemudian perilaku menyetir itu masuk ke dalam basis data ee mobil itu. Jadi dia membaca ee misalnya ketika jalan nanjak dia kan baca data kemiringan ya. E data kemiringan dikaitkan dengan gas yang harus naik begitu kemudian jalan turun. harus injak rem misalnya ya, kemudian jalan membelok, setir harus ikut belokan itu. Nah, data training itu tahunan. Jadi sebelum produk machine learning ini dilepas ke konsumen, sudah dilakukan proses data training yang sangat lama ya bertahun-tahun itu di dilakukan oleh ahli AI ya. Jadi ahli AI mereka programming juga melakukan data training juga begitu. Nah, itu bertahun-tahun dan database-nya itu dijual ya ee artinya diperjual belikan. Nah, karena kalau tidak diperjual belikan, kebayang ya perusahaan mobil A baru mulai wah dia tidak bisa ini ya, tidak bisa mulai dari nol kan. Nah, jadi ada konsultan atau perusahaan riset yang memang sengaja melakukan data training ini untuk kendaraan. Nah, nanti dia pekerjaannya memang melakukan data training ya, membuat algoritma. Nah, kemudian dia jual sebagai ee produk dari ee jasa konsultan dia itu dan dibeli oleh banyak pabrik mobil begitu. Tapi ada juga pabrik mobil yang dia melakukan riset sendiri ya. Tentu kalau dia punya dana yang besar ya dana riset yang besar dia melakukan sendiri. Namun kebanyakan dia ee membeli data dari ee konsultan yang ee bergerak di bidang data training ini tentunya bukan hanya untuk ee data mobil ya ee mobil tanpa awak begitu ya pasti banyak aplikasi-aplikasi lainnya misalnya untuk ee pesawat terbang begitu ya. Kemudian kalau di bidang lingkungan pengenalan tadi ya hewan. Jadi di hutan itu kan kita sering pasang kamera tuh pasang kamera. Si kamera itu dia harus bisa menebak itu hewan yang lewat itu apakah kucing atau harimau gitu ya atau musang atau ayam begitu. Nah, itu itu dilatih begitu dilatih dulu sampai akhirnya dia bisa mengenal image ya, image processing. Nah, itu juga ada konsultan yang khusus membuat itu sehingga riset AI ini begitu cepat berkembang karena memang ada ee konsultan yang menyediakan data-data ee dasar ya, data-data basic. Nah, kemudian nah ini tadi yang saya sampaikan ya. Bapak, Ibu tentang apa kelebihan dan kekurangannya. Tentu yang supervised learning ini lebih cepat ya, lebih tapi dia mahal karena harus dientry oleh manusia ya. Nah, yang unsupervised ini tidak butuh label ya, apa lebih murah begitu. Nah, tapi ini yang buat ee ininya apa ee algoritmanya yang harus pintar ya. Nah, termasuk juga reinforcement learning ini pasti ee programmernya yang harus bekerja keras begitu. Software untuk membuat ini banyak sekali ya. ini yang paling populer ee Python bisa R bisa MATLAB. Jadi ee sudah banyak ee software-software yang ee di pasaran dan yang gratis juga banyak ya. Nah, tadi adalah machine learning. Nah, machine learning ini dia korelasinya sederhana ya. Kemudian ada kebutuhan untuk ee interaksi yang lebih kompleks. Karena tadi kan contoh masalah lingkungan juga sangat kompleks ya. Nah, ya masalah di bidang lain juga misalnya tadi otomatisasi kendaraan tanpa awak itu juga dia sangat kompleks begitu. maka ditirulah jaringan otak manusia ya ee menjadi sebuah algoritma komputer di kita sebut sebagai neural network. Nah, neural network ini ee asalnya kan kalau machine learning ada input, nanti output-nya apa gitu. Nah, ini ada variabel-variabel tambahan di tengah ya. Jadi contohnya misalnya mm kalau di sini inputnya ee pencemar udara tinggi maka tercemar misalnya ya PM 2,5 lebih dari 55 tercemar. Nah di sini PM 2,5 lebih dari 55 mikrogram/m³. Di sini ada variabel lain misalnya kelembaban berapa begitu ya. Nah, karena dengan adanya kelembaban PM2,5 itu dia akan teraglomerasi. Mungkin walaupun dia konsentrasinya lebih kecil, tapi karena ada aglomerasi setelah keluar dari sumber di atmosfer dia teraglomerasi, maka angka tercemarnya itu lebih besar kemungkinannya. Nah, jadi ada variabel-variabel di sini yang dikembangkan sehingga input ke output tuh lebih mendekati kenyataan di lapangan, ya. Nah, kira-kira begitu. Jadi, di sini ee hidden variabel ini beda-beda tiap bidang ya. Bidang udara sendiri, bidang air sendiri, bidang tanah sendiri, bidang industri. Misalnya tadi kendaraan tanpa awak ya sendiri juga. Jadi dia ee beda-beda. Tapi di situ ada tambahan variabel yang membuat input dan output ini menjadi lebih realistis gitu. Kemudian ee ya algoritma neural NW ini yang saat ini jadi bidang yang sangat cepat perkembangannya ya dan bagi kita orang lingkungan mungkin cukup ee user aja ya kita pakai aja yang mana begitu. ee kecuali ya Bapak, Ibu ada yang ingin mengembangkan masuk ke dalam dunia programming silakan, tapi kalau tidak ya kita pakai saja ee sudah ada ee modul-modulnya ya, baik di Python maupun di MATLAB begitu. Ee software-nya rata-rata yang paling populer ya, Python, R, Matlab. Nah, ada juga yang cloud computing ya, misalnya Google Earth Engine atau cloud platform itu juga populer sekarang. Kemudian contohnya ya tadi ya ee si PM2,5 ini dikaitkan juga dengan ee dengan suhu dengan kelembaban. Jadi dia ada korelasi-korelasi lagi di tengah begitu ya. Jadi antara input ada korelasi-korelasi dulu sebelum akhirnya menghasilkan output. Itu kira-kira ee pengertian dari neural network ya. Nah, ternyata mungkin saya masuk dulu ke gambar ya. Nah, neural network tadi kita sudah gambarkan dia ada hidden layer di sini ya. Hidden layer di sini. dan hidden layer-nya ini satu aja begitu. Tapi kemudian dikembangkan jadi banyak hidden hidden layer-nya itu banyak sangat kompleks. Nah, ketika kita menggunakan hidden layer yang banyak itu istilahnya sudah bergeser dari neural network menjadi deep learning. Jadi, deep learning adalah neural network yang kompleks. Kira-kira begitu. Hidden layer-nya banyak ya. Ya, ini adalah pengembangan ee yang terjadi sekarang ya deep learning ini. Karena melihat hasil neural network ini masih ya contoh tadi yang mudah dibayangkan misalnya ee algoritmanya neural network ee mobilnya ini masih sering nabrak misalnya ya. ee artinya kita ee sedang membuat machine learning untuk mobil supaya dia bisa jalan sendiri tanpa sopir. Nah, tapi dia sering nabrak begitu, sering nabrak. Nah, ini akhirnya dikembangkan lagi eh deep learning begitu ya. Nah, jadi sekarang memang levelnya sudah deep learning sehingga ee sebuah kendaraan ya kendaraan ketika dia ee disuruh parkir sendiri bahkan dari satu kota ke kota lain itu dia tidak nabrak, tidak artinya dia sudah pintar begitu ya. Nah, karena dari neural network itu dia sudah bergeser ke deep learning. Jadi kunci di dalam deep learning ini ya harus ada hidden layer ini. Hidden layer ini selain tadi variasi bukan variasi ya korelasi-korelasi antar variabelnya juga di sana ada bobot ya ada bobot-bobot yang dimasukkan begitu hubungannya itu apa dengan apa dan bobotnya berapa. Nah, ini menjadi ee satu ilmu dari manusia tentunya ya yang dimasukkan ke dalam program komputer sehingga program komputer itu bisa mengolah data tersebut. Misalnya di sini kasus prediksi banjir ya. Curah hujannya 120 mm, elevasinya 20 m, jarak ke sungai 100 m. Nah, kita ee buat hidden layer 1 indeks kerentanan. Jadi, ada rumus baru di situ yang kita sebut indeks kerentanan. Kemudian ada risiko genangan gitu. Jadi, kita masukkan berbagai rumus-rumus fisika ya, kimia, biologi, matematika ke dalam software itu sehingga dia bisa mengolah data. Nah, jadi ee sebaik apapun ee produk AI sebetulnya ada manusia di baliknya ya yang memegitu. Dia tidak bisa berpikir sendiri. Jadi ada produk AI yang akurat misalnya dalam memprediksi banjir, ada juga yang kurang akurat ya berarti rumus di dalamnya ini ee kurang bagus gitu. Apa bedanya dengan modeling? Kan modeling juga sama. Kita memasukkan sebuah rumus-rumus sehingga dia bisa memprediksi. Nah, bedanya kalau modeling itu dia tidak berpikir sendiri, dia hanya input, proses, output. Nah, kalau di dalam AI algoritmanya beda. Dia ada data training gitu. Jadi ee dia disuruh untuk mempelajari pola nanti kita kasih tes. Akhirnya dia bisa menyesuaikan gitu, menyesuaikan berdasarkan pola yang dia pelajari. Nah, jadi kira-kira seperti itu ya bedanya antara modeling dengan ee machine learning. Kemudian kita masuk ee ya tentu kelebihan kekurangannya sudah kita bahas tadi ya. Contoh aplikasi lingkungan banyak sekali sekarang ya untuk ee meng melakukan klasifikasi citra satelit. Citra satelit itu kan ee dulu masih sangat manual ya. Jadi ada manusia di darat yang ee misalnya tutupan lahan hutan dia pakai alat ya. Tutupan lahan seperti apa dia pakai alat. Jadi manual sekali bagaimana memvalidasi ee aplik apa citra satelit itu ya. Itu kan mahal ya karena harus manusia survei apalagi ke tengah hutan gitu. Nah, maka dengan adanya deep learning ini ee ya kita ajari aturan-aturan umumnya biar EAI yang berpikir begitu ya. Jadi ee kemajuan di dalam membaca citra satelit ini sekarang menjadi lebih cepat dibandingkan dulu. Demikian juga untuk prediksi iklim, cuaca, ee identifikasi spesies burung dari rekaman audio ya, deteksi pencemaran ini ee sekarang sudah mudah dikenali oleh ee ini ya, oleh ee AI. Nah, itu barangkali ya yang sudah kita bahas mulai dari metode yang paling klasik, pemantauan, kemudian ada modeling ya. Ya, sebelum modeling ada analisis statistik begitu kemudian kita pakai komputer untuk modeling sampai akhirnya modeling yang diotomatisasi. Jadi menggunakan AI. AI tadi sudah kita bahas AI eh untuk bidang lingkungan terutama adalah machine learning yang kemudian didetailkan lagi menjadi neural network dan juga deep learning ya. Deep learning menjadi satu yang paling kompleks. Nah, ee ketika data-data analisis itu sudah keluar tentu belum selesai ya. ee harus ada seorang ahli ya ahli lingkungan yang mengintegrasikan berbagai hasil analisis tadi untuk menyelesaikan permasalahan. Nah, jadi tetap saja ya walaupun ada AI, AI ini belum sampai level dia bisa mengambil keputusan. dia hanya membantu analisis saja. Sampai saat ini memang ada level-level AI ya yang nantinya itu dia bisa membuat keputusan tapi belum ee belum sampai situ untuk saat ini. Nah, tetap saja untuk saat ini yang membuat keputusan adalah manusia melihat dari produk data AI yang dihasilkan. Dan di sini manusia ya dalam hal ini tenaga ahli lingkungan dia harus berpikir secara transisiplin. Dia jangan hanya bicara tentang sains dan teknologi, tapi dia juga harus lihat masalah kebijakan, masalah ee sosial ya, masalah keadilan ee sosial dan juga kepentingan masyarakat. Jadi di sini ee tentunya perlu ada etika dari seorang tenaga ahli lingkungan di dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan. Teknisnya kita bisa menggunakan ee multriteria decision analisis ya secara teknisnya dalam membuat keputusan sebagai alat bantu dan juga kita harus memperhitungkan keberlanjutan karena sekarang trennya ini semuanya keberlanjutan. Nah, kita seringki juga harus berkolaborasi dengan masyarakat ya. Jadi ee tadi ya melibatkan masyarakat di dalam baik mengumpulkan data ataupun di dalam menginterpretasikan ee hasil kemudian di dalam menentukan kebijakan ini juga ee menjadi tuntutan tren ya saat ini untuk melibatkan partisipasi publik. Nah, untuk konteks kita di Indonesia ya tentu saja masih banyak tantangan khususnya ada kesenjangan data dan teknologi. Kita belum sepenuhnya menguasai teknologi-teknologi terbaru tersebut. Juga bagaimana pendapat ma
Resume
Categories