File TXT tidak ditemukan.
Transcript
3mC_h1qcumw • Webinar 135 Akses dan Pembagian Manfaat dalam Konvensi Keanekaragaman Hayati
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0169_3mC_h1qcumw.txt
Kind: captions
Language: id
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang Bapak, Ibu,
dan rekan-rekan sealian.
Selamat datang kembali diucapkan
terima kasih kepada Bapak Ibu semua yang
sudah selalu setia untuk mengikuti acara
webinar hari ini dan akses dan pembagian
manfaat dalam konvensi keanekaan
hayati.
Perkenalkan saya Dini yang akan bertugas
sebagai moderator pada acara ini.
Baik Bapak Ibu semuanya, sebelum memulai
webinar pada siang ini, alangkah baiknya
kita berdoa bersama-sama sesuai dengan
agama dan kepercayaan masing-masing.
Berdoa dicukupkan. Untuk acara
selanjutnya, mari kita menyanyikan lagu
Indonesia Raya secara bersama-sama.
Diharapkan kepada Bapak Ibu untuk duduk.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Ya. Baik Bapak Ibu semuanya. Untuk
selanjutnya izinkan saya mempromosikan
tiga pelatihan dalam waktu dekat ini
yang akan diselenggarakan oleh kami.
Baik Bapak Ibu, pada pekan depan atau
tanggal 24 hingga 28 November 2025, kami
akan mengadakan dua pelatihan yaitu yang
pertama adalah pelatihan pemodelan
dispersi udara air modal PF dan high
split gelombang 20.
Kemudian
ada pelatihan dan sertifikasi penanggung
jawab operasional instalasi pengendalian
pencemaran untuk pekan depan.
Selanjutnya di sini kami akan mengadakan
pelatihan penunjang dokumen AMDAL
terkait persetujuan teknis untuk air
limbah gelombang 25.
Dan untuk pelatihan pemodelan
ee dispersi udara serta pelatihan
penunjang dokumen AMDAL untuk air limbah
itu Bapak Ibu apabila melakukan ee
pembayaran pada HAM-1 pelatihan Bapak
Ibu akan mendapatkan diskon 10% yaitu
Bapak Ibu cukup melakukan pembayaran
dengan Rp3.600.000.
Kemudian untuk pelatihan dan sertifikasi
penanggung jawab operasional
instalasi pengendalian pencemaran udara
itu Bapak Ibu cukup dengan biaya
investasi sebesar Rp6.500.000.
Dan untuk informasi lebih lanjut, Bapak,
Ibu
dapat menghubungi admin kami yaitu ada
Anto Danisa. Kemudian Bapak, Ibu juga
bisa mengunjungi sosial media kami yaitu
ada Instagram, YouTube channel,
Facebook, X, dan juga website resmi kami
di www.quindu.co.id.
Dan juga bagi Bapak Ibu yang tertarik
langsung untuk mendaftar pelatihannya,
silakan saja untuk mengakses di
pendaftaran.co.id.
Dan selain itu juga kami terdapat
inhouse training yang dapat dilakukan
secara offline maupun online sesuai
dengan instansi atau perusahaan Bapak
Ibu semuanya. Jadi kami tunggu semua
Bapak Ibu di pelatihan Ekoend.
Baik Bapak Ibu, untuk selanjutnya kita
akan langsung saja masuk pada kegiatan
utama kita di mana webinar kali ini kita
akan berdiskusi mengenai akses dan
pembagian manfaat dalam konvensi
keanekaragaman hayati dan
tentu saja
kami telah menghadirkan narasumber yang
sangat kompeten di bidangnya untuk
memberikan materi dan wawasan yang
bermanfaat ini. Baik, langsung saja saya
memperkenalkan narasumber kita hari ini
yaitu ada Ibu Mutiara Febria Siadari,
S.Pd., M.Si. Beliau merupakan Kepala
Pokja Tata Kelola keanekaragaman Hayati
dan Bioekonomi. Dan kebetulan juga Bu
Mutiara sudah ada di dalam ruangan Zoom.
Mungkin saya akan menyapanya terlebih
dahulu. Selamat pagi menjelang.
Ya, selamat pagi. Suara saya terdengar
kah?
Iya, Bu. Terdengar Bu. Bagaimana Bu
kabarnya hari ini?
Alhamdulillah baik. Semoga yang lain,
teman-teman di sini juga baik semua ya.
Iya.
Amin ya rabbal alamin. Bu, mungkin ee
sebelum kita mulai, izinkan saya untuk
menyampaikan beberapa teknis terlebih
dahulu. Yaitu yang pertama untuk
pemaparan akan dilaksanakan selama 1
seteng jam. Kemudian nanti dilanjutkan
dengan sesi tanya jawab dengan
menggunakan aplikasi Slidu dan
dilanjutkan
dengan tanya jawab secara langsung. ini
kepada Ibu Mutiara dan kepada Bapak Ibu
semuanya selamat mengikuti acara webinar
ini.
Baik, saya mulai ya, Mbak.
Mohon maaf tadi saya tidak sempat
mendengar tapi Ibu
ee moderator lah ya saya sampaikan.
Terima kasih ee teman-teman semua.
Terima kasih untuk kehadirannya. Ini ee
lumayan banyak sekali ya, sekitar 300-an
orang kita bersama di sini. Ee saya
pikir ini teman-teman dari Ekoed Eduedu
ini ee lebih kreatif ya untuk
menghadirkan berbagai macam ee
informasi-informasi
yang mungkin menjadi ee fokus ee kepada
teman-teman yang hadir. Kali ini tentang
Protokol Kyoto eh mohon maaf Protokol
Nagoya ini tentang akses dan pembagaian
manfaat dalam konvensi kanak keraban
hayati. Ee kami ingin menyampaikan ini
karena memang secara
ee materi mungkin tidak setiap orang
akan ee mendapatkan ee informasi ini
atau fokus terhadap keanakagaban hayati.
Namun ee bagi kami ini menjadi ee fokus
penting karena ee kebetulan Direktorat
kami juga sekarang baru di KL yang
setelah berpisah dengan Kementerian ee
KLHK ya. waktu itu. Jadi kita fokusnya
lebih terarah saat ini bagaimana untuk
bisa menyampaikan ya informasi-informasi
apa yang ada atau program-program apa
yang ada di ee Direktorat Keanakaman
Hayati. ee semoga nanti di
diskusi ee lebih variasi. Tapi ini hanya
salah satu hal yang kami tangani tentang
protokol ee Nagoya itu eh akses benefit
sharing ya bagi siapa saja yang terkait
dengan pemanfaatan dari ee sumber daya
genetik keanak rekaman hayati. Next
saja.
Silakan di-nex ya.
Apakah bermasalah sharing dokumennya?
Ee mohon izin, Bu. Ini sudah terganti
internetnya agak lama, Bu. Mohon maaf.
Iya. Iya. Nah, konvensi eh on biological
diversity ya atau disebut dengan CBD itu
ya, CBD itu eh adalah perjanjian
internasional multinateral ya,
internasional ya dalam
konteks konservasi dan pemanfaatan
hayati secara berkelanjutan.
ee P Indonesia juga sudah meratifikasi
dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun '94
ee tentang Konvensi Persikatan
Bangsa-bangsa ee mengenai karena
keragaman hayati. Ini komitmen kita ya,
komitmen Indonesia terhadap pengelolan
kagakaman hayati global. Kenapa? Nanti
akan saya jelaskan.
Kembali ke CBD-nya, ada tiga tujuan di
mana tujuan pertama itu adalah bagaimana
mengkonserve ya melindungi keanakaman
hayati Indonesia. Terus bagaimana
menggunakan komponen-komponen keagaman
hati itu secara berkelanjutan.
Kalau dia sudah digunakan tentu harus
ada yang namanya ee keadilan ya,
keadilan pembagian keuntungan ya dari
pemanfaatan ee keadaan keragaman hati
tersebut. Oke, lanjut.
Nah, di sini pun sebenarnya kalau kita
mau lihat lebih dekat ke mana ke
OCBD-nya itu mungkin saya perlu infokan
sedikit konvensi ini ee ditandatangani
pada ee 5 Juni 92 di Rio Rio de Jero ya
konferensi tingkat tingkat konferensi
tingkat tinggi bumi ya dan mulai berlaku
pada tanggal 20 29 Desember 1993 jadi
sudah hampir berapa tahun ini 30 tahun
lebih barangkali ya. Nah, konvensi ini
juga ada konvensi yang mengikuti yaitu
protokol Kartagena dan protokol Nagoya.
Nah, kalau Kartagena itu tentang
keamanan hayatinya sementara Nagoya itu
adalah tentang akses benefit sharing
atau pembagian ee manfaat ya, pembagian
manfaat dari ee pelaksanaan ee ee
pengelolaan kenegeraman hayati. Next.
kita masuk ke ee latar belakang kenapa
Nagoya ee
apa ee protokol ini ya.
Saya yang tidak bisa melihat atau gimana
ya? Oh baik memang belum dishare ya.
Nagoya Protokol itu ee intinya adalah
menjamin akses dan pembagian keuntungan
yang adil dan seimbang atas pemanfaatan
sumber daya genetik untuk kesejahteraan
masyarakat. Kalau Indonesia, masyarakat
Indonesia ini juga sudah kita ratifikasi
sebagai komitmen global ya untuk ee kita
ee mengikuti ya ee apa namanya pembagian
keuntungan akses benefituring itu
seperti apa. Jadi karena ini adalah
turunan atau ee
mendasari terhadap salah satu konvensi
OCBD, maka kita pun harus concern ya.
Artinya kita harus benar-benar ee ee
fokus lah ya, konsern lah untuk ee
menyusun yang namanya Undang-Undang
Nomor 11 dan ee turunannya tentunya ya
pada saat ini memang kita belum punya ee
turunan dari Undang-Undang Nomor 11
Tahun 2013 ini. Kalau secara prosedur di
perundang-undangan memang konvensi tidak
diwajibkan ada turunannya. Tapi dalam
pelaksanaannya ya dalam aplikasinya di
lapangan dibutuhkan
peraturan yang lebih teknis untuk bisa
memastikan ee protokol Kyoto atau ee
akses ee dan ee benefit sumber daya
genetik yang ada di Indonesia itu
benar-benar dilakukan dengan baik dan
adil dan merata.
Baik, lanjut kita ke
ee latar belakang yang selanjutnya ya.
Nah, lahir sebagai respon terhadap
ketimpangan historis ya. Sumber daya
kegageraman hayati negara berkembang
dimanfaatkan tanpa ada kompensasi.
Artinya di sini si pemanfaat siapa yang
punya keinginan untuk memanfaatkan yang
namanya sumber daya genetik bekerja
sendiri. dia cari sendiri,
keuntungannya juga buat sendiri. Padahal
kita ketahui yang namanya sumber daya
genetik itu
ada di
suatu lokasi atau area yang kalau di
Indonesia itu bisa di dilihat mungkin
di masyarakat lokal ya yang sudah ee ee
dari turun tememurun itu ee apa ee
menggunakan
kalau dibilang genetik mungkin
masyarakat tidak tahu ya. tetapi ini
menjadikan ee modal ya, modal untuk ee
dimanfaatkan oleh kalau kita tidak atur
tentu oleh ee oknum atau yang tidak
bertanggung jawab lah ya. Nah, di sini
yang kita ingin agar seluruh gen atau
genetik dari sumber daya genetik yang
kita miliki itu benar-benar digunakan
dan diberi ee manfaat. ini nilai manfaat
ya, nilai manfaatnya kepada ee pemilik
dari sumber daya genetik tersebut. Oke,
nanti saya jelaskan lagi. Ee baik,
lanjut lanjut dulu kita ke ee belakang
yang kedua. Yang selanjutnya adalah
tentang Sebentar next ee back dulu Mbak.
ada hal di atau digital sequen informasi
yang menjadi landasan pengembangan
berbagai produk saat ini. Kalau
teman-teman sering mendengar tentang
produk rekayasa genetik ya itu bisa saja
metodenya memakai ee DSI ya. Ada juga
yang ee memang dari awal untuk mengguna
menghasilkan produk biasanya farmasi
atau ee kesehatan itu ee mereka sudah
mengembangkan hanya dengan
potongan DNA atau RNA. Coba bayangkan
kalau hal seperti itu tanpa ada fisiknya
ya, tanpa ada tumbuhan atau hewan
fisiknya bisa dihasilkan hewan yang
sama. itu kalau tidak dengan ee
kebijakan yang benar itu akan ee
merugikan ya merugikan ee Indonesia atau
si pemilik dari ee biodiversity ataupun
sumber daya genetik tersebut.
Nah, akses fisik ee kepada spesimen itu
melalui DSI itu memberikan potensi yang
besar di Indonesia ini. Kita tahu
Indonesia begitu banyak genetic
resources-nya ya.
Nah, kalau itu tidak di di apa dengan
kebijakan yang baik dan benar,
masyarakat atau si pemilik sumber daya
genetik itu tidak akan mendapat
keuntungan. Yang dapat untung adalah
secara bisnisanya secara komersial atau
ada bule yang datang ke Indonesia ingin
mengambil namanya gen ee salah satu
genemik
tumbuhan atau hewan di Indonesia. Nah,
itu menjadi ee bahaya sekali ya. Apagi
sekarang ada ada lagi ini pemakaian DNA
RNA dari geologi untuk senjata
senjata
apa namanya ee weapon ini ee kayak bom
atau apa biologis. Nah, itu kan bahaya
sekali ya kalau itu enggak diatur ya.
Baik, kita lanjut lagi ee slide
selanjutnya.
Nah, ini dia nih. Indonesia itu memiliki
sumber daya genetik yang berlimpah.
Kalau tiga negara ee kaya kara hanya itu
Brazil, Indonesia, Colombia itu ada kita
di tingkat dua. Namun ada beberapa pakar
yang menyebutkan bisa saja Indonesia
yang paling tinggi. Hanya saja karena
kita tidak belum melengkapi identifikasi
atau inventarisasi dari negara Mariati
kita mungkin belum menggunakan teknologi
dan masih parsial-parsial
dalam melakukan pengelolaan hati.
ee saat ini ee kita posisi kedua gitu
ya. Kalau di di
global yang pertama itu adalah Brazil.
Namun tidak menut kemungkinan nanti
beberapa tahun ke depan setelah
berkembangnya teknologi kita menggunakan
ee apa melakukan identifikasi kembali.
Bisa saja kita yang lebih tinggi dari ee
Brazil ya. Nah, di sini salah satunya
itu di yang saya ingin saya sampaikan
adalah ada konsep dari yang namanya ke
negaraban hayati itu terdiri dari
ekosistem spesies dan gen. Kalau di
Indonesia itu ada saat ini ada 22 jenis
ekosistem ya di Indonesia ada sekitar
delan delan jenis. Mungkin kalau kayak
ekosistem gurun Sahara di sana ya, di
Arab sana banyak gitu ya atau ee ee
beberapa jenis ee ekosistem lainnya.
Nah, ekosistem ini nanti akan
menghasilkan yang namanya jasa
lingkungan. Nanti silakan dipelajari
jasa lingkungan dari kan keram hayati
seperti keberadaan sumber air di suatu
lokasi ya, keberadaan gambut umpamanya
untuk sistem gambut. Ternyata di dalam
gambut itu banyak hidup ee biota gambut
ataupun ee hewan dan tumbuhan dalam e
gambut yang berbeda spesiesnya dengan di
air biasa, air tawar maupun air laut.
Barangkali teman-teman yang memang
konsern di perairan memahami ini ya.
Nah, setelah itu spesies kita lihat 9,7%
tumbuhan berbunga mamalianya 14,5% ada
di Indonesia reptil 8,7%
ikan, air tawar, burung dan amfibi itu
banyak sekali terdapat di Indonesia ya.
bagian dari seluruh ee apa spesies yang
ada di Indonesia. Untuk reptil itu ada
8,7% kita temukan di Indonesia. Nah,
bagaimana dengan gen di sini? ada ee
plasma nutva atau bakteri atau jamur
yang mungkin menjadi bagian dari ee apa
ee sumber daya genetik yang akan
dimanfaatkan di masa depan. saat ini
mungkin yang pemanfaatannya itu
dilakukan oleh ee beberapa unsur-unsur
ee saja, tetapi kalau itu secara
komersialnya ee naik meningkat sekarang
ini seperti produk rekayasa ee genetik
itu bisa tidak terbendung ya. karena ee
ternyata
ee saat ini penggunaan ee produk ee
sumber daya yang ada baik itu di
pertanian,
perikanan, maupun ee teman-teman di
kehutanan sudah banyak sekali ya
hasil-hasil ee hutan atau ee hasil-hasil
dari ee hayati yang ternyata ee
dihasilkan dari pemanfaatan sumber daya
genetik.
Baik. kita lanjut.
Nah, di CBD-nya di pasal 15 menetapkan
aturan tentang akses dan pbagian manfaat
ini ya. Jadi, setiap negara di ee yang
sudah meratifikasi atau masuk ke dalam
kelompok CBD itu wajib menyediakan ee
sistem atau memfasilitasi ee akses untuk
sumber daya genetik. tetapi yang harus
berkelanjutan nanti ee poinnya ini bisa
diatur dalam ee peraturan tentang sumber
daya genetik. Memestikan bahwa manfaat
yang timbul dari penggunaannya dari
penggunaan komponen-komponen tadi dibagi
secara adil ee baik itu bagi pengguna ya
yang mengambil ee SDG tadi dan penyedia.
Penyedia itu masyarakat lokal ya. Karena
ee kalau
ee kita kan banyak tuh tahu seperti
apa beberapa tumbuhan endemik ternyata
menj bisa kita jadikan obat tanaman obat
ya di dengan teknologi ee yang lebih
baik mungkin ee obat yang dihasilkan
juga bisa bervariasi.
Nah, penggunaan sumber daya genetik ini
memang pada saat ini lebih banyak
lembaga penelitian ya dan perusahaanlah
perusahaan yang ingin mengembangkan
produknya. Ada beberapa yang sudah ee
mengajukan juga ya ee tapi paling banyak
itu penelitian karena ini memang
prosedurnya agak panjang ya untuk bisa
ee sampai menghasilkan produk yang baru
ya. ini perlu izin izin ee izin dari ee
pemilik ya si pengguna itu harus
mengajukan izin ke negara tersebut.
Umpamanya kalau Indonesia ya nanti ada
beberapa prosedur yang bisa saya
sampaikan untuk itu. Baik, lanjut dulu.
Nah, apa tujuannya? Ya, tujuan ee
manfaat ABS untuk mengatur akses sumber
daya genetik menjamin bahwa akses ke
sumber daya genetik dilakukan dengan
cara yang adil dan transparan. ya,
bagaimana yang namanya adil itu ya kalau
sudah diatur aksesnya ya bagaimana untuk
mendapatkan ee SDG tersebut, kita
otomatis memastikan bahwa ee
akses itu benar-benar dilakukan secara
ee benar, bukan pencurian istilahnya
seperti itu, Teman-teman.
terus transparan. Kalau memang dia
mengambilnya itu sedikit, sedikitnya
seberapa itu ada ukurannya itu
benar-benar diambilnya sekian gitu ya.
Jadi transparansi itu nanti kalau oh
sudah ada pengaturan tentang akses. Nah,
manfaat yang ee diperoleh dari
penggunaan sumber dayanya juga ketahuan
ya, adil dan setara. Yang paling penting
lagi adalah hak-hak komunitas lokal ya
sebagai
pemilik itu dihormati dan dilindungi.
Oke, kita lihat tujuan yang kedua itu
pembagian manfaat yang adil tadi ya.
menjamin bahwa manfaat yang dihasilkan
dari penggunaan sumber dan gatik ee
benar-benar ya di ee diterima oleh si ee
penyedia atau ee pemilik mendukung
konservasi keakramah hayati dan
pemanfaatan berkelanjutan. Kalau
produknya baru, mau tidak mau jumlah
dari keanergagaman hayati kita kan
bertambah ya.
Dan kalau dia melalui ee apa akses yang
baik ya ee tentu dia berkelanjutan
karena sudah benar-benar diatur dengan
ee ee sesuai dengan apa ee perjanjian ya
perjanjian LCBD. Manfaatnya adalah
menjamin bahwa akses tadi ya dilakukan
dengan adil dan transparan. Terus
menjamin bahwa manfaat yang dihasilkan
itu benar-benar ee diterima ya manfaat
ee secara finansial maupun nonfinansial
ya
dan mendukung konservasi kan k hayati di
tingkat global. Jadi dari daerah itu
masyarakat lokal, terus teman-teman ee
ee pemerhati atau yang fokus terhadap
keramalan hayati memahami, mengetahui
juga. Terus si penggunanya juga memahami
bahwa ada beberapa ee unsur-unsur yang
harus mereka ee share ee keadilan ee
dari manfaat tadi.
Baik, lanjut.
Nah, mengapa akses dan pelbagai manfaat
itu penting?
Ee kalau ee si pengguna tadi tidak ee
mengikuti atau prosedur yang berlaku ya,
maka itu keuntungannya itu hanya diri
sendiri yang mendapatkan. Sementara e
penyedia terus komunitas tempat sumber
daya tersebut tidak menerima apa-apa.
Jadi kepentingannya itu adalah bahwa
semuanya itu harus benar-benar ee di
di kalau dibilang diatur ya harus ada
pengaturan, dilakukanlah sesuai
transparansi
dan ee kepastian dari pembagian
keuntungannya seperti apa. Karena ini
selain untuk kesejahteraan manusia atau
masyarakat lokalnya sendiri ini menjadi
modal dasar bagi ee apa kerekaman H itu
menjadi modal dasar ee untuk negara bisa
berkembang ya. Kalau enggak ada biota
aja, kalau enggak ada beras ajaalah
umpamanya beras ya. Nah, sekarang beras
pun sudah berbagai macam ee ini kan apa
produk-produknya ya dari produk ee
campuran ee jenis ya itu semuanya bisa
dilakukan
ee dengan ee sesuai aturan. Bakanya di
pertanian, Kementerian Pertanian juga
memiliki yang namanya ee peraturan
tentang ee akses ee ee sumber daya
genetik yang seperti apa yang boleh di
ee di dilakukan ee pemanfaatan.
Baik, apalagi ee ee kepentingannya.
Next.
Nah, penyedia sumber daya genetik
memberikan akses yang tadi. Terus
kasusnya di mana penelitian dan
pengembangan menghasilkan produk yang
dikomersialkan.
Yang paling bahaya ini yang
dikomersialkan
kalau tidak ada penghitungan di sana
bisa berkali-kali lipat komersialnya itu
ya. Bisa didapatkan keuntungan gitu ya.
Ya, sampai didapatkan untuk ee lisensi.
Karena kalau negara umpamanya tidak
mengatur,
maka itu bebas sekali mereka memberi
harga, membeli nilai terhadap produk ee
dari SDG.
Itu merugikan kita Indonesia. Kalau yang
kalau diambilnya dari ee SDG, dari
Indonesia gitu ya.
Nah, bagi negara-negara berkembang ya,
akses dari sumber daya genetik ini ee
sangat penting. Sekarang Indonesia ini
sudah masuk negara maju enggak ya?
Apakah masih negara berkembang? Ya,
tergantung substansinya. umpamanya kalau
untuk negara hayati boleh dikata
barangkali kita masih di negara
berkembang karena ya tadi kita belum
secara tegas ya mengatur seperti
pencurian ee atau perdagangan liar dari
kenawan hayati bahkan bisa kita lihat
itu di pasar di mana di Jatin Negara
umpamanya kalau di Jakarta itu banyak ee
tumbuhan yang terancam punah yang
diperdagangkan
Ya,
itu ee ini sekali pembunuhan ee secara
tidak langsung, pengambilan gading gajah
atau kulit harimau ya seperti-seperperti
itu. Jadi ke sepertinya sih kita masih
masuk ke taraf negara berkembang ya,
Teman-teman ya. Kalau negara maju tentu
dia sudah lebih melindungi ya melindungi
karena keraman hayatinya untuk tidak di
dipergunakan ee ee ee tanpa
apa yang dilarang ya dilarang gitu ya.
Nah, ada mungkin yang pelarangan batas
juga ketika suatu spesies itu blooming
ya, ada beberapa. Jadi, bisa dilakukan
semacam ee
perburuan ya untuk menyeimbangkan daya
dukung daya tampung lingkungan ya.
Baik, lanjut lagi
slide selanjutnya kita lihat ya ee
tentang manfaat ini ada beberapa kondisi
di mana ee akses manufauring itu
terwujud dengan benar ya. pengatuan
tradisional tadi dari komunitas lokal
ya. Aturan ee tradisional yang akses
sumber daya genetik bergantung pada
penggunaan pengetahuan tradisional.
Namanya pengetahuan tradisional tentu ee
tergantung kepada komunitas itu ya.
selama ini mereka menggunakannya seperti
apa. Proses-proses yang mereka lakukan
itu ee lebih banyak memang ee
berkelanjutan karena kalau di masyarakat
lokal itu sampai saat ini masih ee eksis
itu berarti penggunaan atau pemanfaatan
melakukannya itu benar-benar
berkelanjutan.
Nah, ini yang harus kita pastikan. Nah,
ketika si pengguna ingin mengambil atau
mengganggu, mengacak-acaklah
dari proses ee penggunaan pengetahuan
tradisional yang sudah ada di masyarakat
lokal, ini kan bahaya ya. Jadi,
komunitas adatnya juga bisa nanti
berubah, ee lingkungannya juga berubah,
yang tadi disampaikan ekosistem juga
bisa berubah. Kalau berubahnya ke arah
yang baik oke. Tapi ternyata kalau itu
merusak ee sistem ee pengetahuan
tradisionalnya ya mungkin akan ada ee
gejolak ya gejolak sosial ya di ee
masyarakat tersebut.
ya pengakuan terhadap nilai pengetahuan
tradisional ini nanti yang akan kita
beri ya dengan cara ada izin ya izin
yang harus diurus oleh si pengguna ya.
Jadi perizinan itu nanti ada prosedurnya
kita lihat di slide selanjutnya. Lanjut.
Nah, sekarang kita lihat dulu
unsur-unsur atau siapa saja yang
terlibat dalam ee akses ee pembagian
manfaat ini. Yang pasti adalah yang
pertama penyedia sumber daya genetik itu
adalah masyarakat lokal tadi yang kita
sampaikan sebagai
ee apa? Mulai yang secara berdaulat
memiliki ya jadi pemilik dari ee sumber
daya alam tersebut secara yuridiksi ya.
mereka ada yang namanya
ee penetapan
ee ee lokal community ya, komunitas
lokal oleh teman-teman di KumHAM itu ya
menetapkan saat ini ada ratusan
masyarakat lokal yang sudah ditetapkan
ya, kelompok masyarakat ya, kelompok
masyarakat ee yang sudah ditetapkan oleh
ee
ee apa? Dirjen Kekayaan Intelektual ya
di Kemungkam ya. Nah, masing-masing
kelompok masyarakat itu memiliki
ciri-ciri tersendiri.
Nah, ini bisa dicek bahwa kurang lebih
masing-masing kelompok masyarakat itu
memiliki keunikan tersendiri terhadap
pengetahuan tradisional mereka.
ya, Teman-teman di ee HAKI itu melihat
itu sebagai hal yang harus dilindungi
sehingga diberi penetapan ya.
Nah, akses-akses ke sumber daya ee
penyedia inilah kalau si penyedianya
atau si masyarakat lokalnya enggak paham
bahwa dia juga harus ikut melindungi,
nah di situlah kerugian ee masyarakat
bahkan kerugian negara ya, kerugian
masyarakat lokal itu ee terjadi.
Nah, ee di
secara global ada apa namanya itu ya
memang perundingan khusus untuk yang ee
lokal community ini ya. Nanti akan ada
yang namanya ee manajemen eh khalifan
seperti itu ya. Khalifan untuk
memastikan bahwa pengetahuan tradisional
dari masyarakat lokal itu benar-benar
diakses dengan baik dan dimanfaatkan
pembagian keuntungannya dengan baik.
Namun itu belum fix ya. Nanti di CP
mendatang ini itu akan dibahas lagi
seperti apa ee manajemen ya secara
manajerial Kalifan itu ee karena ee tadi
adil dan merata dan transparansinya juga
harus ada. Jadi masih perdebatan semoga
di COP nanti itu sudah ada sehingga
nanti kalau terjadi pemanfaatan atau ada
pengajuan pemanfaatan itu disesuaikan
dengan pembagian keuntungannya
disesuaikan dengan yang sudah tercatat
di ee ee Khalifan atau apalah namanya
kalau sekarang namanya Khalifan ya. Kali
itu salah satu kota di mana itu? Jadi ee
di sanalah ee keluarnya ya ee
perundingan atau pembahasan tentang
akses benefit eh sharing eh sebagai
apa bukan turunan ee paralel dengan
keluarnya Nagoya Protokol saat itu ya.
Partisipasi masyarakat lokal diperlukan
dalam kasus men pengetahuan tradisional
terkait dengan sumber daya genetik
sedang. Nah, jadi ee masyarakat lokalnya
pun harus dikasih pemahaman bahwa yang
tadi ee pengetahuan tradisional yang dia
miliki itu juga harus mereka ikut
menjaga ya. Mereka ikut memastikan bahwa
itu diambil atau dicuri ya. Dan kalau
umpamanya dimanfaatkan dengan baik, maka
merekalah yang akan menerima keuntungan,
bukan hanya si pengguna.
Oke, lanjut.
Yang terlibat yang lainnya adalah
pengguna. yang tadi saya sampaikan
adalah peneliti
atau ee perusahaan ya pengguna di sini
yang akan melakukan ee proses dari tadi
seperti metode DSI, produk ekskayasia
genetik, bioprospeksi,
itu semuanya ee kelompoknya itu banyak
sih. yang dari kelompok farmasi ya,
kosmetik,
lembaga penelitian ya, ada malah
kolektor.
Kalau di luar negeri kan ada yang memang
khusus orang kaya atau yang memang punya
punya hobi ya untuk kolektor gu ya.
Nah, mereka inilah yang namanya pengguna
yang harus memberi menyusun atau
mengajukan izin ee ke negara untuk
mengakses pengetahuan tradisional yang
ada di komunitas lokal. Baik, lanjut.
Siapa lagi? Selain ee penyaji, pengguna,
ada yang namanya eh otoritas nasional
yang kompeten, competence national
authority. ini di setiap negara
diwajibkan oleh CBD untuk dibentuk ya.
CNI ini dibentuk untuk memastikan
hal-hal yang dilakukan oleh si pengguna
tadi dan ee keuntungan yang didapat oleh
si penyaji tadi itu adil. Nah, di sini
nanti akan dibuat
namanya mekanisme, prosedur ya ee
seperti apa CNA itu menjadi wakil lah
ya, wakil dari si penyedia. Karena
namanya masyarakat lokal kan enggak
enggak begitu paham ya urusan prosedur,
mekanisme, maka mereka dibantu atau
dipandu oleh yang namanya ee CNA ini ya.
ini wajib ada karena kalau ini tidak ada
nanti ee pembagian keuntungan akhirnya
nanti itu akan tidak ee adil atau tidak
transparan.
Nah, ini biasa ini akan di apa berkumpul
di sini itu selain pemerintah
ya, peneliti. Kalau di Indonesia itu ee
teman-teman dari Brin lah ya, BRIN.
Terus nanti kementerian yang terkait
tergantung kepada SDG yang diajukan
apakah itu ke Kementerian Pertanian,
apakah itu Kementerian Kehutanan atau
mungkin ee SDG yang ada di laut ya itu
nanti dengan teman-teman ee KKP
ee eh KLH sebagai ee focal point
national vocal point untuk CBD yang akan
mengkoordinir nanti ya. Baik, lanjut.
Nah, prinsip akses benefit sharing itu
yang pertama itu harus ada yang namanya
ee persetujuan ee apa badia atau
pengguna ee ee akses manfaat dari ABS
ya, PIC namanya di sini. Ini digunakan
untuk peningkatan transparansi ya. terus
ee
meningkatkan efisiensi ya. Jangan sampai
ee
pengusulan atau pengurusannya itu
ternyata
ee ribet atau panjang, ya.
Nah, di situlah nanti ee
apa ee dan peningkatan kepatuhan ya
kepatuhan terhadap
perjanjian di padia itu.
Oke. Ini juga nanti akan ada yang
namanya kerangka hukum ya, kerangka
hukum atau pedomanlah ya. pedoman untuk
yang ee diikuti oleh si pengguna ini di
mereka yang harus menyusun. Ada
ketentuan yang disepakati tadi yang saya
maksud adalah MAT atau mutual agreed
term. Kesepakatan yang dicapai antara
penyedia ya si kelompok masyarakat tadi
dengan pengguna. Siapa dia? Apakah dia
masyarakat? Apakah dia peneliti atau
perusahaan ya? ada yang namanya
perjanjian di sini. Persetujuannya
seperti apa? Kalau MOU-nya lah atau
STK-nya lah seperti apa agri term-nya
ya. Ini juga tujuannya untuk mengatur
akses tadi pemanfaatnya seperti apa,
terus kerja yang seperti apa yang ee
akan dijalankan.
Sebentar ada masuk WA yang harus saya
bentar.
Baik, kita lanjut ke ee prinsip lainnya.
Next.
Nah, perjanjian transfer materi genetik
ini MTA. Kalau tadi itu mat, kalau ini
MTA ya. Material trans-nya seperti apa?
Ini ee transfer yang akan dilakukan itu
terhadap apa? Umpamanya apakah terhadap
kulit domba, apakah terhadap kuku
apa? Kuku kambing, apakah terhadap daun
dari tumbuhan endemik di suatu wilayah
itu ya. Ini harus dicatatkan ya.
Biasanya ini nanti akan ada rekomendasi
dari kita minta rekomendasi dari lembaga
penelitian ya. Kalau kami pasti
mengarahkan ke ee BRIN teman-teman. BRIN
kan banyak penelitian itu ee yang mana
saja atau unsur mana saja di dalam
tumbuhan itu yang sudah pernah diteliti
yang bisa menghasilkan produk ee berbeda
atau produk yang sama tetapi dengan
kualitas baik gitu ya. Nah, di MTA ini
harus tercatat semua. Terus banyaknya
yang mau diambil seberapa banyak? Apakah
ee kalau daun umpamanya berapa kali
berapa senti
yang diguna yang digunakan yang
dibutuhkan ya untuk ee apa ee dilakukan
apa pemanfaatan sumber daya genetik itu
dan hak-hak kewajiban para pihak ada di
sana. Apa hak yang harus diterima oleh
teman-teman ee lokal komunity? apa hak
si pengguna ya juga kewajiban-kewajiban
terutama terhadap ee sepanjang prosedur
dari awal penyusunan yang namanya padia
tadi terus ee MAT. Nah, sekarang itu
dimasukkan di dalam yang namanya ee ee
apa? Agreement ee MAT ya. Termasuk ini
MTA-nya juga harus masuk ee di dalam
agreementen itu. Pena terhadap
perjanjian. Nah, sudah ada perjanjian,
maka seperti apa ee pelaksanaannya?
Ya, harus taat terhadap ee
MTA, MAT yang sudah disusun. Ya, di
sinilah nanti kalau tercatatnya benefit
sharing-nya itu ada berupa finansial,
berapa keuntungannya? Kalau umpamanya
dia sudah komersial. Kalau belum
komersial itu belum ada penghitungan
finansial. Tapi kalau dia sudah dijual
beli, ada perjual belian, ada bisnis di
situ, maka secara finansial harus
dihitung ya. Nah, presentasi ini nih
yang di Kalifan itu dan di CBD ee di COP
nanti itu ee akan dibahas ya.
Mudah-mudahan terdapat apa ditemukan
kesepakatan di sana apakah 80%
pun penyedia si pengguna 20% atau 50-50
45 untuk si penyedia 45 untuk pengguna
ya kalau si penyedih si si penyedia itu
kan tidak hanya kelompok masyarakat
tentunya ya tetapi ee unsur-unsur yang
terlibat di dalamnya ya termasuk mungkin
pemerintah daerah bisa mendapat di sana
karena mereka yang akan memantau ya
memonitoring terhadap ee penggunaan
pemanfaatan tersebut.
Nah, ini untuk yang ee penataan penaatan
terhadap ee perjanjian yang sudah
disusun. Ada lagi yang namanya
nonfinansial.
Kita berharap ini jangan sampai
terlupakan. umpamanya si masyarakat adat
itu juga harus diberi pemahaman
peningkatan kapasitas
ya pengelola sumber daya di daerah di
lokasi itu juga harus ya akan ada yang
namanya workshop atau apa ya memberikan
informasi terus ee bagaimana cara
melestarikan yang baik, mengkonserve
yang baik ya mengkonserve untuk sumber
daya kritik
ee baik yang digunakan ataupun yang
tidak digunakan
yang pasti yang ada di daerah tersebut.
Nah, si local community harus
mendapatkan nonfinansial seperti itu ya.
Nah, ada satu lagi tradisional knowledge
ini yang harus diakui. Ini tadi
contohnya dengan penetapan pengetahuan
tradisional yang sudah dilakukan oleh
teman-teman di ejen ee HAKI ya, hak
kekayaan Interwal.
Baik, lanjut.
Nah, cakupan untuk ABS ini ya tadi
sebutkan sumber daya genetik pengetahuan
tradisional ya. Terus digunakan untuk
penelitian, pengembangan, bioteknologi,
farmasi, pertanian, dan industri lainnya
sesuai dengan ee apa? Jenis industrinya
ya. Terus prosedurnya seperti apa?
Pengaju tadi kan ada pengaju ya,
pengajuan permohonan akses itu dilakukan
oleh si pengguna ya. Si pengguna tadi
memohonkan akses kepada NCA tadi,
National Authority Competent ya.
Terus setelah itu kita cek nanti sesuai
enggak atau ke mana ini perginya apakah
dia ke bidang mana, pertanianah,
kehutananah. untuk yang satwa dan ee
tumbuhan liar ya itu di kehutanan atau
ke ee ee kelautan ya nanti akan kita ee
arahkan ya Pak untuk ee permohonan akses
itu di disusun
bersama dengan tadi sektor terkait
sesuai dengan ee SDG yang diajukan
pemberian informasi kepada masyarakat
secara jelas di awal. Jadi sebelum
melakukan ee penyusunan pun sudah ada
pendekatan kepada masyarakat lokal bahwa
akan ada rencana seperti ini gitu ya,
bla bla bla seperti ini gitu. Masyarakat
lokal itu harus paham. Jangan sampai ada
yang masuk atau sudah turun ke lapangan
melakukan pemanfaatan, pengambilan
umpamanya ya atau penelitian atau
identifikasi tanpa diketahui oleh
masyarakat ee lokal tersebut. verifikasi
dari hal-hal terkait sumber daya gretik
khususnya pengetahuan tradisional ke
intelektual. Jadi ini kita pastikan yang
tadi seperti apa, apa yang mau diambil
sebanyak apa, terus kalau umpamanya
diambil ada enggak pengaruhnya,
dampaknya kepada ekosistem? Ya, itu
semuanya menjadi ee apa? hal yang
diverifikasi.
Setelah itu barulah diberikan akses
melalui proses yang dapat diterima oleh
para pihak. Jadi banyak pembicaraan di
sini berkali-kali pembicaraan di sini
oleh para pihak tadi, pengguna, penyaji
NCA atau pihak-pihak lain yang terlibat
di sana. Kita enggak tahu ya. Karena
kadang-kadang ada ee apa masyarakat
lokal itu juga ada unsur-unsurnya ya
kayak tokoh masyarakat ataukah ee siapa
ee siapa berbuat apanya di masyarakat
lokal itu apalagi sudah ditetapkan oleh
HAKI itu ada unsur-unsur yang ee terkait
atau terlibat dalam ee akses.
Setelah beberkali-kali melakukan ee
pertemuan atau pembicaraan, diskusi,
konsultasi, maka dicapailah kesepakatan
bersama. Kesepakatan bersama tadi itu
yang nanti akan di ee di apa dimasukkan
ke dalam MAT ya. Dipastikan pelaksanaan
kesepakatan tersebut termasuk
keuntungannya yang adil dan seimbang.
Jadi monitoringnya di sini nih,
monitoringnya bersama-sama menghasilkan
hak dan kewajiban. Nah, ini semuanya
nanti akan dikontrol oleh yang namanya
National eh Competent Authority.
Lanjut.
Nah, bagaimana status Indonesia tentang
akses benda sharing? Tadi saya sudah
sempat sampaikan bahwa kita sudah
meratifikasi protokol Kyoto ya dalam
Undang-Undang Nomor 11. Kita sekarang
sedang menyusun yang namanya RPP Sumber
Daya Genetik.
Sebenarnya sudah ada inisiatif dari ee
DPR, DPD untuk mengangkatnya sebagai
undang-undang. Namun sudah bergulir
berapa tahun ini? Sudah mungkin ada
lebih 13 tahun tetap belum belum
tersusun ya, belum gol.
Sudah masuk di Proleknas namun belum
menjadi prioritas dari teman-teman DPR
ya. Padahal ini
mendesak.
Karena tadi teknologi seperti di S sudah
maju sehingga nanti kita ketinggalan
kalau kita tidak menyusun peraturannya.
Maka inisiatif dari Kementerian
Lingkungan Hidup mari kita susun dulu
RPP ya, peraturan pemerintah tentang
SDG, SDG. Jadi ini sebagai ee apa ee
hal-hal yang ada di Protokol Nagoya akan
kita buat ee ee applicable aplikabelnya
seperti apa, peraturan teknisnya seperti
apa. Nah, institusi kunci tadi nasal val
dan kementerian yang terkait ya,
kehutanan, pertanian.
Kalau untuk farmasi obat-obatan kemen
ya, KKP untuk kelautan Kemen hukum yang
tadi ee haki semuanya ini ee menjadi tim
nanti ya di mana di ee pelaksanaan
pemanfaatan assesment sharing ke Mendes
terutama juga karena masyarakat lokal
itu kan ee pembinaannya di di
teman-teman Mendes dan Brin tentunya
karena untuk penelitian ee ee
hasil-hasil ee keagraman hayati ada di
ee di Brain, teman-teman Brain yang
melakukan lebih banyak walaupun ada
pusat-pusat penelitian seperti di
universitas juga kan ada pusat
penelitian untuk penelitian apa ee
skripsi, tesis, ataupun untuk penelitian
ee kasus-kasus ya bisa juga kita
dapatkan di ee pusat penelitian ee
universitas atau perguruan tinggi. Baik,
lanjut.
Nah, secara global ee kewajiban kita
tadi eh National Focal Point KLH
menetapkan yang namanya komponen
national authority. terdiri dari
berbagai macam tadi ya ee unsur-unsur
terus menyusun peraturan nasional itu
sedang kita susun ee baru di tahap awal
kita baru
meminta masukan ee peminta masukan
pertama ya dari KL terkait sektor
terkait menyediakan yang namanya IRCC
International Recognized Certificate of
Compliance
karena inilah nanti yang akan menandai
ya atau ee memastikan bahwa ee apa ee
pemanfaatan itu ee dilakukan ee sudah
dilakukan dengan baik. Jadi dia diberi
yang namanya ee sertifikat ya melalui
yang namanya AB Clearing House. Clearing
House ini adalah ee apa? Balaibalai
keliring tentang
informasi. semua informasi data dan
informasi tentang akses sharing sumber
daya genetik itu ee ada kayak banknya.
Banknya itu namanya cleaning house
khusus untuk ABS ya.
Memfasilitasi akses dan berbagai manfaat
yang jelas dan transparan
ya dan menghormati hak masyarakat adat
atau lokal community. ini wajib nanti
ini yang akan diceklis oleh konvensi
CBID ya secara global. Baik, lanjut.
Nah, kunci sukses ABS itu apa? Yang
pertama implementasi yang efektif dan
efisien dari yang tadi padta,
mat ya. Benefit sharing-nya seperti apa
itu kalau diimplementasikan dengan baik
ya, efektif, efisien itu ee apa namanya?
maka ABS yang disusun ya dengan adil dan
merata itu ee terjadi tercapai.
Keterlibatan masyarakat lokal itu
berkali-kali saya sampaikan karena
pengetahuan tradisional itu yang yang
memilikinya adalah masyarakat lokal.
Pengembangan kapasitas negara
penyedia untuk mengelola sumber daya
genetik. Nah, kita seperti apa fasilitas
yang kita miliki. BRIN itu perlu
dikembangkan karena penelitian ada di
sana, maka anggaran untuk mereka harus
naik. Misalnya begitu. Contohnya
pemerintah daerah yang akan memastikan
masyarakat apa ee pengetahuan
tradisional ya di suatu lokasi di daerah
ya. juga masing-masing tadi KL terkait
tadi itu ee juga perlu dikembangkan ee
fasilitasnya.
Baik, ada tinggal beberapa slide ya.
Next. Kita lihat seperti apa
tantangan yang muncul ya implementasi
yang efektif mengimplementasikan secara
efektif dan efisien itu tantangannya itu
berat. Karena apa? ini berarti kan
memadukan
unsur
modernisasi
si pengguna dengan yang tradisional
lokal si ee komunitas lokal ini tuh
enggak gampang
ya menyatukannya itu tidak gampang
apalagi mau buat lebih efektif ya dan
memastikan bahwa transparansi ya tadi
tidak ada unsur-unsur yang tidak terkait
masuk di dalamnya nya yang hanya
mengambil keuntungan saja. Apalagi ini
sudah dikomersialkan nanti dibisniskan
biasanya muncul itu ya potensi-potensi
gangguan itu ya keterlibatan masyarakat
lokal karena keterbat lokal dalam proses
jadi tadi dari awal baru direncana saja
mereka sudah harus ada. Nah, ini
tantangannya berat di sini karena bisa
saja
hulu di hulu di proses hulu ini yang
lebih berat ya menyadarkan kelompok
masyarakat bahwa ee ini penting, ini
baik, ini menguntungkan secara ekonomi
ya itu berat di sana seperti apa
terdebat masyarakat lokalnya ya dan
pengembangan kapasitas tadi. Nah,
tentangan inilah yang sekarang ini
sedikit demi sedikit itu harus
bersama-sama.
Kami sebagai nasional vokal point KLH
sebagai nasional POIN itu juga tidak
memiliki akses tidak tidak bukan pemilik
gitu ya, bukan pemilik. Sehingga kita
harus membuka koordinatif,
membuka diskusi dengan semua pihak. Kami
tidak bisa mengetahui bahwa umpamanya
tradisionalisasi di Maluku itu masih
berlanjut sampai sekarang ya. Sehingga
kapasitas lokal tadi ya si masyarakat
lokal di Maluku sana itu perlu kita ee
apa mengembangkan kapasitasnya untuk
memastikan tadi pengetahuan tradisional
tadi itu tetap berlaku, tetap berjalan
dengan baik dan berkelanjutan. Oke,
sepertinya ee masih ada enggak ya? Oh,
kita lihat contohnya ya. contoh ee
seperti apa ee apa stadi stari kasusnya
lah. Pernah ada
program yang namanya ICBG itu
international cooperative biodiversity
Group di Panama Grup dalam hal ini tanda
kutip kelompok masyarakat di sini ya.
mereka ee dalam penggunaan sumber daya
genetik yang ada di ada namanya itu
Taman Nasional Koiba ya, di sana juga
ada ee kelompok masyarakatnya ya ee
kelompok masyarakat yang memiliki
pengetahuan tradisional itu dimanfaatkan
ee dengan ee sesuai apa dalam program
ini ya dalam program ICBG ini
manfaat yang mereka terima itu banyak
sekali. Tidak hanya finansial, bahkan
yang non finansial ini yang lebih ee
muncul ya seperti ee
mereka
meneliti melakukan penelitian atau
kajian terhadap
ee sumber daya genetik yang ada di sana.
Jadi tidak hanya satu macam, tetapi SDG
yang lainnya juga mereka lakukan
penelitian bersama dengan peneliti
daerah lokal, artinya nasional ya. Bukan
hanya pendatang saja ya. Pelatihan untuk
ilmuwan atau peneliti-peneliti di sana
ya untuk meneman obat ini meneman obat
untuk penyakit
warga di sana. sekolah-sekolah juga
mendapatkan benefit ya. Mereka melakukan
yang namanya penyebaran informasi,
sosialisasi
sesuai dengan kebutuhan dari SDG yang
ada ya. Kalau SDG-nya atau ee tumbuhan
umpamanya endemiknya ada di sana seperti
apa biar dia ee tetap hidup baik, maka
diberikan peningkatan kapasitas kepada
unsur-unsur yang terkait ee terhadap
tumbuhan atau hewan danik tadi ya. Jadi
komunitas itu baik itu kepada ee apa ee
masyarakat lokalnya sendiri bahkan
kurikulum di sekolah pun mereka ikut ee
membahas ya sehingga
ee apa ee semua unsur yang ada di mana
ya yang terlibat terhadap sumber daya
genetik tersebut ikut menikmati ya ee
program IC ee Bigi ini. Nah, Taman
Nasional Kuba sendiri pun dengan program
ini
di dinyatakan ya sebagai situs warisan
dunia oleh UNESCO.
Nah, kalau itu kan pencapaian global ya.
Kita sebenarnya tidak tujuannya bukan ke
sana ya, tapi secara tidak langsung ee
ee
ee benefitnya dapat secara global.
Sebenarnya yang kita inginkan adalah
bagaimana biar pengetahuan tradisional
tadi itu ee ee dihargai dengan ee adil
dan ee merata.
Baik. Ee case study lainnya itu mungkin
untuk peningkatan kapasitas. Next saja
penelitian kolaboratif ya. Jadi jangan
hanya orang luar saja yang meneliti di
sini, tapi peneliti kita juga harus ada
ee ee kontribusinya gitu ya, sehingga
kita pun jadi pintar ya. penyediaan
peralatan, perbaikan infrastruktur, ya
pembagian teknologi itu untuk ee
laboratorium, laboratorium ee dalam
ruangan atau laboratorium alam itu kita
butuhkan sekali untuk ee apa ee
pengembangan dari ee sumber daya
genetik, pembayaran royality ini yang
secara komersial tadi. kalau dia sudah
komersial maka dia harus di benar-benar
dibagi ya. Ee ke ee waktu kita di
kehutanan ya, Kementerian KLHK waktu itu
sudah sempat ee mengkaji ya, ada kajian
tentang pembagian ee royality ini ya,
presentasi yang sebaiknya didapat oleh
komunitas. Saya enggak tahu kalau
teman-teman di sini ada ee fokus mungkin
ada beberapa pertimbangan ya. Bisa
saja-Fiy
gitu ya atau bisa saja ee lebih sedikit
untuk si pengguna karena
sustainability-nya kan si penyedia yang
akan ee menjaga gitu ya.
Tapi kalau secara komersial ee
tergantung kepada pasarnya ya. Kalau
pasarnya itu tinggi, peminatnya banyak,
maka si penyedia juga harus ee
mendapatkan
ya effortnya harus dihitunglah gitu ya.
Siapa yang mendapat bagian berapa
kemilikan bersama atas hak dan
intelektual. Nah, kalau sudah produk itu
dipatenkan, maka itu dimiliki oleh ee
bersama tadi si pengguna maupun si
penyedia ya dengan kontrol dari ee CNA
ya, National Authority Control. Jadi
sudah tercatat di situ nanti dibentuk ee
lembaga atau apa strukturnya lah.
Mungkin ada SK tim atau SK Pokja khusus
untuk ee itu untuk pemanfaatan sumber
daya genetik tentu lintas sektoral atau
lintas ee apa ee unsur.
Mungkin itu yang dapat saya sampaikan.
Semoga ini menjadi informasi yang apa
yang menarik ya bagi teman-teman ya.
ee barangkali banyak yang belum paham,
tetapi kami berharap ee
di pemahamanlah ya mungkin awal di awal
pemahaman untuk ee kita bersama-sama ee
memastikan sumber daya genetik kita atau
rekaman hayati kita ee benar-benar harus
kita lindungi, kita lestarikan. Jadi
konsepnya
itu melestarikan dan memanfaatkan.
Melestarikan itu kan ee di oppositnya
itu kan penurunan gitu loh ya, penurunan
jumlah ya penurunan kualitas dari
ekosistem
spesies dan genetik. Kita ingin jangan
kebalikannya dilestarikan.
Nah, melestarikan itu salah satunya
dengan cara memanfaatkan.
Tapi jangan lupa ketika kita
memanfaatkan ya jangan lupa
konsep-konsep pelestariannya juga harus
ee ada didasari oleh ee pemanfaatannya
itu harus didasari ee terhadap konsep
pelestarian. Jadi timbal baik. Mungkin
itu yang dapat saya sampaikan Ibu
moderator. Kami kembalikan
kasih.
Ya. Baik. Ee terima kasih atas
atas pemaparan materinya yang sangat
informatif dan membuka wawasan kita
semua ini. Dan baik untuk selanjutnya di
sini kita akan lanjutkan pada sesi tanya
jawab dari Slido terlebih dahulu.
Mohon ditunggu sebentar.
Baik Bapak Ibu, di sini sudah ada 10
pertanyaan yang ditampilkan dari
aplikasi Slido dan kepada Bu Mutiara
bisa dijawab saja langsung satu persatu
pertanyaannya.
Baik. Ee pertanyaan pertama itu tentang
ee
bagaimana ya kinerja utama
indeks ke hati penentuan indeks ke hati
ya.
Nah, indeks hati ini sekarang memang ee
saat ini memang kalau yang dikeluarkan
oleh pemerintah itu belum ada ya yang ee
tapi yang dikeluarkan oleh beberapa
lembaga ya indeks kanaman hayati bisa
perpesies ya indeks kanaman hayati mamia
gitu ya kita sudah mengeluarkan juga
sebenarnya untuk beberapa ini apa
namanya spesies ya ee ada juga yang
untuk ee indeks ke hati ee regional ya,
regional Sumatera, regional Jawa gitu
ya. Ee itu ada timnya tersendiri yang
yang menyusun. Nah, kalau disebut indeks
keakeraman daerah
ee ada dua opsi nih. Yang pertama
mungkin teman-teman BAPENAS sekarang
sedang menyusun yang namanya ee IPKD
indeks pengelolaan hati daerah IPKD
berdasarkan dari ee apa program-program
yang direncanakan
ya bersama dengan ee Kementerian Dalam
Negeri ya. Nah,
KLH ee juga terlibat di dalamnya. Nanti
akan kita lihat seperti apa ee
unsur-unsur atau kriteria-kriteria dari
OPKD yang bisa diukur.
Tentu dengan mengukur indeks itu kan
harus kita lihat ee keberadaan penekeran
hati secara menyeluruh ya di
masing-masing ee
kabupaten kota ya. karena ini daerah ya
kabupaten kota. Kami saat ini ada
program yang namanya e rencana ee
rencana induk pengelolaan kenati yang
disusut oleh teman-teman provinsi.
Nah, provinsi ini nanti akan lihat
kabupaten kotanya seperti apa, ada
negara seperti apa. Pengelolaan yang
dilakukan yang direncanakan di oleh
teman-teman bpedanya itu ya. dengan
teman-teman Bapunas itu seperti apa.
Kita harus listing dulu identifikasi
dulu pokoknya seperti taman kaki sudah
punya belum ya. Terus ruang terbuka
hijau ya kalau di pemerintahan daerah
kan itu indeks ee ruang terbuka hijau
30% dari luas kabupaten kota ya harus e.
Nah, kriteria-kriteria itu akan kita
masukkan ke dalam yang namanya ee indeks
kakawan hayati. Namun sekarang kita
sedang menyusun yang namanya indeks
pengelolaan perkapan hayati nasional
ini sebagai ee tugas
yang dilahirkan dari sini juga ya.
Provinsi University
mewajibkan
apa? Ee setiap negara menghitung indeks
jadi indeks nasional. Tapi bukan berarti
IPKD itu diangkat menjadi
IPK nasional. Tidak. Karena mungkin
nanti realitas lapangannya tidak sama
gitu ya. Karena kalau nasional kan
biasanya ee berdasarkan program di
sektor-sektor gitu ya ke terkait, terus
program di
ee apa asosiasi yang menukukan terus
LSM,
kelompok masyarakat jadi semua masuk di
sana. Kalau IPKH IPK H nasional ya
yang apa saja yang sudah dilakukan oleh
penanggung jawab usaha industri
perusahaan itu masuk semua. Jadi semua
usur terjamin dan PKD itu sesuai dengan
program yang ada di kabupaten kota itu
saja. mungkin bisa masuk ee beberapa
kegiatan yang dilakukan skala lokal ya
ee tidak harus oleh pemerintah daerah
tetapi mungkin ada pemerhati
ee spesies yang ada di lokasi itu bisa
dimasukkan menjadi apa berkontribusilah
terhadap indeks ee ke hati daerah begitu
ya. bagaimana APS dapat tetap relevan di
era teknologi modern dan rekayasa
genetik. Nah, ini nih yang harus kita
pastikan untuk dia tetap relevan mungkin
relevan ya Bapak Ibu karena ini kan ee
masih baru ini ya tapi sudah terbuka
teknologinya yang tadi seperti yang saya
sampaikan ada rekayasa genetik,
ada
bioprpektif
ya itu semuanya bioteknologi. GSI tadi
ya, bagaimana menggunakan DNA, RNA kecil
tapi sudah bisa membuat produk yang sama
ya dengan sumber daya genetiknya yang
awal
tuh. Jadi kita relevan sih relevan tapi
ya harus diatur tadi ya harus ada
pengaturan di situ
ya. ini juga termasuk bioteknologi ya
tidak tidak ada apa baku metodenya gitu
loh metodenya itu berkembang
ya sesuai dengan apa tujuan tujuan
produk yang ingin dicapai seperti apa.
Undang-undang 11 2013 belum ada
turunannya.
Turunannya bimana praktik ABS sampai
saat ini sekarang yang kita susun ya
teman-teman ya. Nanti juga akan ada
harmonisasi
dengan ee peraturan lain. Terus ada juga
publik partisipasi nanti akan kita buka
siapa saja boleh memberikan masukan
terhadap ee kalau saat ini RPP ya RPP
SDI SDJ sebagai turunan. Kalau dibilang
turunan sih konvensi tidak harus ada
turunan. Tadi kan saya sempat sampaikan.
Tetapi akan lebih baik kalau ada
peraturan teknis ya ee pelaksanaan dari
Nagoya ee protokol tadi. Adakah syarat
pembentukan taman ke hati dan bisakah
dikelola oleh masyarakat atau harus
untuk kelompok? Nah, kita punya yang
namanya peraturan e Permen Nor 3 2019
kalau enggak salah ya tentang taman ke
hati. silakan dilihat, dipelajari
seperti apa. Kalau untuk ee siapa yang
menggunakan, siapa yang mengajukan itu
tentu ee bisa provinsi, pemerintahan
daerah, bisa kabupaten kota ya. Kalau
yang lama-lama biasanya provinsi yang
mengajukan tetapi nanti diserahkan ke
kabupaten ee atau kota di mana Taman
Kehati itu berada. Ada juga teman ke
hati yang lintas kabupaten kota. Nanti
itu akan diordinir atau di ee ee
dipantau oleh teman-teman provinsi.
Ee mengenai siapa yang ee berkontribusi
di sana boleh siapa saja kelompok
masyarakat, perusahaan yang ada di sana
untuk maintenance, untuk ee pengembangan
kajian di Taman Kehati tersebut untuk
apa? pembenuhan fasilitas. Karena kan di
dalam taman ke hati itu tidak hanya
taman saja, tapi ada unsur-unsur
lainnya, ada ruang terbukanya, ada juga
bangunan, ada akses-akses, itu semuanya
bisa dipelajari di Permen 03 ya. Adakah
ee apa saja beda tantangan penerapan
dalam hati antara dahulu, sekarang, dan
yang akan datang? Ee ini yang namanya
tantangan selalu ada ya. Seberapa
berhasilnya
suatu program, tantangan tetap ada. Ya,
kalau untuk kenegerawan hayati.
Ah, kemarin Pesut dua mati. Padahal
Pesut itu tinggal berapa ekor? 28 ekor
apa ya? Ekor apa 82 ekor. Saya lupa
angkanya. Hanya Pesut Mahakam itu hanya
tinggal ee sekian itu. Itu terjadi
karena ee apa namanya? banyaknya ee
gangguan di Sungai Mahakam termasuk
ee peredaran atau jalur tongkang yang
mengganggu ee keadaan Pesut di sana.
mati dua kemarin dua ekor iit tim
kasihan banget dan itu menjadi searang
Pak Menteri pulang dari B ceritanya mau
ee sudah kita rencanakan akan berkunjung
ke Mahakam lagi untuk memastikan ee
bahwa Pesut Mahakam itu bisa kita
lestarikan. Ya, itu tantangannya seperti
itu. Secara tidak langsung kemajuan
teknologi
atau kemajuan industri bisa menjadi ee
apa kendala bagi
ee apa namanya? Kelanjutan ya,
keberlanjutan ee suatu ee kenekagaman
hayati. Kalau yang akan datangnya lebih
banyak kita rencanakan dari saat ini ya.
Kalau perencanaannya kan teman-teman di
BAPENA sudah melihat itu ya melihat ee
kebutuhan yang ee yang di di harus
direncanakan seperti apa. sama
pemerintah daerah juga mereka melakukan
ee apa kajian untuk ee kenekaman hayati
itu bersamaas ya ee seperti apa
pengembangannya ya untuk satu lestari di
daerah tentunya dari program-program itu
dari kegiatan yang ee masuk ee ke dalam
RO ya RO diabasan
apa yang menjadi kewajiban pihak
BP PB BPH perusahaan
dalam AS. Nah, tadi disampaikan bahwa
perusahaan salah satunya adalah sebagai
pengguna ya. Ee beberapa industri yang
ee menggunakan ee seperti produk
rekayasa genetik ya untuk pengembangan
produk mereka itu benar-benar harus ee
apa menjadi salah satu hal keterlibatan
di dalam protokolan kuliah ya.
perusahaan sekarang sudah ee
sudah maju, sudah banyak perusahaan yang
mengajukan itu pertik selain peneliti
ya, selain unsur peneliti. Jadi
benar-benar ee kan kalau untuk
sosialisasi mau tidak mau perusahaan
nantilah ya yang akan ee menghanjukan.
Kalau untuk
itu ee tarafnya
ee pengembangan ee teknologi ya arahnya
ke sana biasanya. Tapi kalau perusahaan
pasti ke arah ke komersialisasi.
Jadi sangat erat kaitannya ya perusahaan
dengan mempentasikan protokol Nangoya.
tadi dijelaskan ibu manfaat ke hati
besar namun kondisi ke hati dari waktu
ke waktu terberus
masih merusak menyelamatkannya
bukan KH ya yang menyelamatkan kita
bersama
seluruh unsur tadi saya sampaikan karena
keramah hati oke di kita nasional tetapi
karena kerekaman HTnya sendiri itu
enggak ada di KLH gitu adanya di
pemerintah daerah di masyarakat lokal di
sektor terkait ya kayak tadi apa ee
tumbuhan satelar CSL itu ada di
kehutanan enggak di KLH KL bisa
mengkoordinasikan
ya mensinergikan antar pemilik itu
bagaimana agar itu rapi gitu bagaimana
umpamanya untuk ABS akses pembagaan
manfaatnya itu benar-benar ee adil dan
merata.
Jadi menyelamatkan itu
tugas bersama kita ya. Saya contohkan
lagi seperti orang hutan yang di mana
yang diok kemarin kan juga tuh ininya ee
apa ee kasusnya karena terlalu banyak ee
perkebunan kelapa sawit yang muncul
sehingga koridor untuk orangnya itu
hilang. Dia enggak tahu ke mana
perginya. Biasa saya jalan ber tahun ee
lewat sini, sekarang sudah enggak ada,
sudah jadi apa? Sudah jadi apa sawit.
Nah, hal itu. Nah, KLH dalam hal ini nih
mengangkat isu itu. mengangkat isu itu
bagaimana kita mencari diskusi
dan berbicara
kepada unsur-unsur terkait tentu
pertanian ya BRIN umpamanya kajiannya
mereka seperti apa sampai ditemukanlah
oh kita harus membangun koridor yang
paling mirip dengan koridor atau daerah
teritorial si orang utan di sana.
Nah, si pemegang hak perusahaan yang ada
apa perkebunannya di sana harus ee wajib
peserta.
Artinya kalau memang lokasi atau
jalurnya itu berada di jalur e mereka
apa e kepemilikan ee hak guna usaha
mereka maka mereka harus
mereka
membebaskan di koridor.
Jadi semuanya terkait ya, tidak hanya
KLH. KLH itu ee ee koordinasi kita ada,
sinergi kita ada dan sudah beberapa ee
kasus ya akhir-akhir ini ee seperti yang
tadi guru di liar, perdagangan liar itu
sudah banyak yang ee tertangkap ya yang
sudah masuk ke ee ee pengadilan ya.
Apakah peran W ini sudah dilaksanakan di
Indonesia? Jika sudah, bagaimana?
Kenapa belum dilaksanakan? Secara tidak
langsung ini sudah terjadi, sudah ada ya
seperti di Kementerian Pertanian banyak
sudah spesies-spesies atau kenetik dari
pertanian itu yang digunakan
dimanfaatkan ya sudah banyak sudah ada.
Ee namun ee pengaturan secara secara
generalnya itu belum ada. Jadi
teman-teman KKV juga membuat peraturan
mereka untuk SDG STG khusus yang untuk
perairan dan laut. Nah ee bukan tidak
terimplementasi terimplementasi tetapi
mungkin nanti tidak belum tercatat. tadi
kan saya sampaikan ada yang namanya
balai keliring ABS ya, clearing house
ABS itu belum terisi gitu ya. Nah, itu
harus ada sehingga semua informasi baik
dari Kementerian Kesehatan siapa saja
yang menggunakan ee yang melakukan atau
merealisasikan Nagoya Protokol ini yang
ternyata ee ee merealisikan Nagoya
Protokol itu dikumpulkan di dalam satu
yang namanya clearing house. Nah, bukan
bukan belum ya sudah ada tetapi tadi
harus ada ee peraturan yang menaungi.
Maka sekarang kita
ee menyusun yang namanya RPPSDG tadi.
Kalau teman-teman sekret sudah punya
RPPnya juga tidak masalah. Nanti akan
ada sinkronisasi di sana ya. Sinergi
dari pelaksanaan Nagoya protokol dari
setiap peraturan yang ada.
Apakah masyarakat adat lokal Indonesia
dalam hal ini terhambat karena
pemerintah kita hingga sekarang IO
convension sat itulah ya News and trible
community ini kita coba kita nanti apa
bertanya ke mana Kementerian ee
Keuangan, Kementerian Tenaga Kerja ya ee
ee seperti apa ini konteksnya agak
sedikit ee ee terkait memang karena
tradisional tadi ya. Kalau Indonesia
enggak mau enggak mau
apa memakai kata indigus ya, tapi local
community
ya. Mungkin ada juga salah satu
penyebabnya itu karena kesepakatan
istilah pun belum didapat gitu ya.
masing-masing negara kan punya
pengertian tersendiri atau definisi
tersendiri ya terhadap ee baik itu
kegiatan maupun ee unsur-unsur ya yang
berfungsi di dalam suatu pengetahuan
tradisional
ya. Yang pasti tadi ABS itu salah satu
komponen pentingnya adalah masyarakat
adat atau masyarakat lokal itu harus
ada. Selain dia diakui ya diakui
kelompok masyarakatnya juga pengetahuan
tradisionalnya yang akan digunakan
sebagai ee apa? pemanfaatan sumberik.
Bu, kalau enggak sengaja terkayasa saat
aplikasi bakteriusensis
kepada jawabung terus terjadi mutasi.
Gimana Buas pada KOJ? Nah, kalau secara
tidak sengaja ini tentunya di
laboratorium ya berarti kan belum ada
belum ada apa belum dipublish gitu ya.
nanti ngobrol dengan teman-teman
pertanian ya ee belum
terpublish biasanya kalau ada mutasi
seperti itu itu tidak akan di-publish
itu akan diulang dari proses awal ya
akan dicatat mutasi-mutasi itu ee
kejadiannya kenapa bisa terjadi ya apa
alasannya terus hal apa yang harus
dirubah dievaluasi
ee
semua produk-produk rekayasa genetika
itu kalau seperti Kementerian Pertanian
itu akan ada masa publish-nya ya. Kalau
tidak dipublish itu tidak akan
dipasarkan.
Jadi sudah ee jelas pengaturannya.
Tapi bagi
kelompok yang ee dalam tanda kutip oknum
menggunakan itu ya mungkin itu yang
harus di ee dikontrol dengan ee
penegakan hukum ya. Yang pasti kalau dia
ee sesuai dengan apa perencanaan
pemerintah, kalau jagung itu pertanian
ya itu jangan keluar ya. itu akan
dimusnahkan ya kalau dan setelah itu
akan ditilik lagi ke depan ke ke awal
kenapa itu bisa terjadi hal-hal apa yang
ee mempengaruhi ee kegagalan ya berarti
itu ya gagal ya atau bermutasinya itu ee
uncontrol ya jadi tidak akan dipasarkan.
Itu mungkin yang bisa saya ee ee jawab.
Ya. Baik. Ee terima kasih Bu Mutiara
atas jawaban-jawabannya
dan kita akan masuk pada sesi
selanjutnya yaitu tanya jawab langsung
dari peserta Zoom. Ee mungkin di sini
saya akan batasi dulu untuk dua penanya
pertama. dipersilakan kepada Bapak Ibu
yang ingin berdiskusi ataupun ingin
bertanya terkait materi yang sudah
disampaikan oleh Ibu Mutiara bisa
langsung saja menggunakan ee
price hand
ataupun
ya menggun
Mungkin saya ee
ini ya ulangi lagi ya Bapak Ibu
barangkali ada yang baru join. Bagi
Bapak Ibu yang ingin bertanya ataupun
berdiskusi terkait materi yang sudah
disampaikan oleh ee Ibu Mutiara utamanya
tentang keanekaaragaman hayati bisa
Bapak Ibu menggunakan raise hand nanti
dari kami akan ee akan disampaikan untuk
tidak unmute. Dipersilakan Bapak Ibu.
Ee baik. Ee di sini sudah ada yang raise
hand. Dipersilakan saja mungkin Bapak
atau Ibu.
Ya, saya ee Rahmat
dari Gorontalo. Bismillah.
terkait dengan indeks-rekaman
hayati.
Iya. Yang data yang tersedia itu kan
kalau skala ekosistem
bisa kita dapat dari jasa ekosistem
biodiversitas ya.
Nah, kalau untuk j untuk ee skala
spesies tadi seperti yang Ibu sebutkan
itu bisa kita akses di mana, Bu?
untuk datanya dan
ee kemudahannya aksesnya seperti apa.
Itu dari saya, Bu. Terima kasih.
Silakan, Bu Mutiara. Langsung jawab
saja.
Saya jawab ya, Mbak Dini ya. Baik,
terima kasih, Pak. Ee
ee kita sudah mengeluarkan peta eagen
ya, Teman-teman. Di mana? Di tata
lingkungan ya. Kem apa ee Dirjen Tata
Tata Lingkungan Dirjen Deputi Deputi
Tata Lingkungan KLH. Jadi di situ nanti
ee RPPH ya tentang ee eh RPLH itu EORN
daerah Bapak
bisa ketahuan dari sana seperti apa
bentuknya ekosistemnya apa saja ya. Jadi
bisa memakai itu Pak Rahmat untuk ee
apa?
ee indeks karti sebagai pendahuluan
barangkali ya latar belakangnya kita
melihat status dari ee
eigen masing-masing daerah.
Jadi kadang-kadang kita kita kan kalau
secara kasat mata secara visual saya
tidak bisa melihat ternyata ada bentang
alam yang saling tupang tinggi pokoknya
ya alamnya itu mungkin
ee ekosistem tadi contoh tadi
ekosistemnya sehingga ditemukan
variasi yang lebih banyak untuk kagaman
hayatinya
coba dibaca dulu ya kalau bisa
konsultasi juga bisa langsung
teman-teman di di
PDS AB ya, Direktorat ee PDSAB untuk
memastikan seperti apa ee kondisi atau
status dari EOREN ee Kabupaten ee
Gorontalo. Yang lain juga seperti itu.
Kalau enggak salah skalanya sudah berapa
ya? 1 banding 250 barangkali ya. Yang
dikeluarkan yang pertamanya 1 banding
500. Mereka lagi menyusun kemarin yang
lebih detail 1 banding 250. itu kalau
enggak salah. Mudah-mudahan nanti bisa
lebih jelas ya, lebih ee mapping-nya itu
lebih terlihat ya untuk ee ekosistem dan
ini apa ee ee jasa lingkungannya nanti
bisa apa saja yang ada di sana. Itu
mungkin ya Pak Rahmat ya. Kalau kriteria
lainnya silakan saja. Mungkin kalau ee
indeks kan biasanya ada kriteria salah
satunya kapasitas kapasitas yang ada di
daerah. Moknya kalau Gorontalo, kalau
kemarin kami menyusun di PKH yang
nasional kapasitasnya seperti apa? Ada
enggak ee unit yang khusus ee
melakukan kegiatan ee terkait kerapan
hati bnya ya? Sumber daya manusianya ada
enggak yang sudah memiliki kompetensi
tentang hatianya gitu ya. Jadi
kapasilitas dari atau struknya
lembaganya seperti apa, kapasilitas yang
ada seperti apa. Ee itu mungkin kriteria
lainnya yang harus yang ada di mana? Di
di indeks ya kapayati daerah ee
di luar yang tadi RTH ya terbuka hijau
atau teman ke hati itu mungkin Pak Oh
berubah war namanya dari jadi Deruci
Iah.
Makasih
ya. Baik, eh terima kasih Pak Rahmat
atas pertanyaannya
dan ini juga kebetulan sudah ada yang
rais hand ada Bapak Derpersilakan.
Iya, mohon izin Ibu. Salam kenal nama
saya Handone yang tadi bertanya tentang
e mutasi genetik pada pertanian Ibu.
Oke.
Baik, Ibu. Izin memperjelas untuk ee
kasusnya. Jadi kami ini kan dari petani
milenial ya ee giat untuk peningkatan
produktivitas
panen. Saat ini sedang konsen ke jagung
mendukung program pemerintah yang mana
tahun 2026 nanti ee atas Mada jagung.
Bu. Nah, kali ini kami sedang berupaya
mengembangkan nutrisi-nutrisi dari
fermentasi terutama melibatkan mikroba,
bakteri, asam laktat, Ibu. Nah, pada
beberapa kasus yang terjadi itu, ini
saya alami langsung ketika menggunakan
lakobacilus
ee yang dari
leptocopus,
termofilus sama
dari
asidofilus itu. Nah, kasusnya jagungnya
itu jadi keluar dempet, Ibu. Maksudnya
satu tongkol itu ada dua batang yang
nyatu di dalam satu clockboard-nya itu.
Jadi, satu apa bungkusnya itu ada juga
yang ukurannya lebih besar. Nah, yang
kami khawatirkan itu efek mutasi
genetiknya kita kan belum bisa prediksi
saat ini. Karena saat ini ee kami masih
menggiatkan untuk mengikuti perintah
dari Pusat ee memanfaatkan keragaman
hayati dari bakteri itu untuk incas ke
pertanian guna meningkatkan nutrisi.
Nah, yang kami khawatirkan itu bagaimana
dampak ee dampak kesehatan terhadap
manusia apabila jagung-jagung yang
bermutasi genetik unkontrol itu beredar
ke pasaran. Terus bagaimana langkah ke
depannya sebaiknya kita bersinergi
dengan siapa dan bagaimana untuk
menindaklanjuti tentang dampak mutasi
genetik yang tidak terprediksi dari
kombinasi anggap saja cukultivating ya
Bu ya. hidup bersama antara gen ee
lakobacilus itu dari berbagai variannya
terhadap tanaman jagung yang kita
aplikasikan yang tentunya di dalamnya
mengandung biaya etanol yang merupakan
iritan dan penembus. Seperti itu Bu
pertanyaannya.
Terima kasih.
Iya.
I
baik saya jawab ya. Ini mungkin ee tidak
kapasitas saya secara detail ya Mas eh
Deruci ya. Karena saya kan orang
lingkungan bukan orang pertanian ya.
Tapi kalau melihat dari ee prosedur
untuk ee rekayasa genetika tentunya itu
kan hati-hati sekali ya, perhatian
sekali. Kalau penggunaan bakteri tadi
tentu ada tujuannya sebenarnya mau kita
hasilkan produk seperti apa gitu ya. Itu
kan harus namanya ada kajian itu kita
harus ee memastikan ee apa namanya
kajiannya seperti apa dulu. Jadi tidak
langsung di produksi gitu ya. Ee
penggunaan bakteri itu memang salah satu
yang banyak digunakan untuk
produk-produk ee jagung ya. Nah ee kalau
umpamanya terjadi mutasi pun ee
boleh saya sampaikan ini kan ada izinnya
ya Mas Deruci ya bukan sendiri ini ya
kan membantu Kementerian Pertanian tadi
katanya kan. Nah, kita kembalikan ke
mana? Ke pemberi ee kegiatanlah
istilahnya di situ ya. Ee karena kalau
kajiannya sudah ee mendekati terhadap
produk yang dituju itu mestinya tidak
banyak lagi ee atau tidak besar lagilah
mutasi atau keanehan yang terjadi. Kalau
seperti tadi itu sepertinya kajiannya
belum cukup ya. atau kembali lagi kita
ke awal kita melihat seperti apa ee
tujuannya ya. Soalnya dempet dua batang
itu berbeda. Tapi kalau umpamanya dalam
satu ee buah itu ada satu yang melintir
gitu mungkin itu kan kecil ya. Tapi ini
kan jadi dikembalikan saja dulu ke
teman-teman pertanian ee seperti apa ya.
Yang pasti kalau itu sempat beredar di
pasaran dimakan oleh manusia tanpa ada
manusia atau apalah ya atau hewan tanpa
ee publikasi terlebih dahulu memastikan
bahwa itu aman. Ini kan berarti nanti ke
ee Kagena protokol nih ceritanya nih Pak
Deruji ya. Bukan Nagoya. Kalau Nagoya
kan akses benefit sering dari ee
penggunaan pemanfaatan. Kalau apa
kartagana protokol itu keamanan
hayatinya itu diatur juga tadi di awal
seperti saya sampaikan ada dua protokol
ya salah satunya keamanan hayati itu
nanti bicaranya di situ Pak Derci
mungkin di lain waktu kita akan lebih
lebih
detail lah tentang keamanan hayati itu
under eh Kagena protokol. Saya tidak mau
menjawab lebih detail karena memang ini
tidak ini saya yang pasti kalau
teman-teman pertanian itu kalau
mutasinya itu ee merubah kualitas atau
merubah apa namanya sesuai dengan ee
yang direncanakan itu tidak akan
dikeluarkan, tidak akan boleh dibesarkan
ya itu akan dilakukan evaluasi ulang.
Itu yang dapat saya sampaikan, Pak.
Ee mungkin saya tambahkan sedikit. Kalau
umpamanya terjadi ee ee ada tiba-tiba
itu muncul, kita lihat ada di lapangan
ya, di pasar atau di mana gitu ya,
banyak sekali hal-hal yang mempengaruhi
yang dampaklah ya paling tidak ke
ekosistem.
sistem. Kalau umpamanya jagungnya itu
ternyata ee masih subur, subur menjadi
benih bawnya ya, dia akan mengganggu
terhadap ee tumbuhan yang ada di
sekitarnya. bisa aja jadi mengganggu
ekosistem
juga ee apa ee bisa saja mungkin kalau
dia sudah keluar itu berkali-kali tanpa
ada kontrol ya ee dari gaku umpamanya ya
maka kebutuhan akan komodi itu juga
akanusan diminta itu kan itu itu kan
merusak ya merusak e sistem sistem
pemasaran itu.
yang baiknya sendiri tidak diterima lagi
karena sudah ada yang ini kok pasti
lebih murah karena kan produknya produk
gagal tapi dapat di pasaran murah gitu
itu kan mengganggu stabilitas ekonomi
juga nantinya itu secara secara makro
sih saya bicaranya ya kalau secara
mikronya mungkin nanti ya hasil evaluasi
tadilah ya nah ini nanti yang akan
menjadi apa kekhawatiran-kekhawatiran
kalau dia sudah keluar ke masyarakat
makanya Kementerian Pertanian tidak akan
m-publish
dan tidak akan apalagi memasarkan ya
tidak akan keluar itu Pak Deci.
Baik ee terima kasih ee Bapak atas
pertanyaannya.
Ini masih ada waktu sekitar 20 menit.
Dipersilakan bagi Bapak Ibu apabila
ingin ditanyakan
mungkin untuk dua penanyaan selanjutnya
dipersilakan. bisa langsung saja untuk
menggunakan fituriz hand-nya
atau mungkin ini karena terhubung dengan
live di YouTube barangkali juga ada
pertanyaan dari ee apa penonton yang
menontonnya itu dari YouTube
dipersilakan nanti saya akan bantu
bacakan.
Kebetulan ini Pak Rahmat Rais hand
kembali.
Dipersilakan Pak Rahmat.
Iya, Ibu. Eh, melanjut tadi yang saya
tanyakan itu kalau untuk skala ekosistem
itu kan bisa kita dapat dari eag tadi.
Di presentasi Ibu tadi sempat
menyebutkan ada yang skala spesies,
spesies yang sudah ada ee apa keaneka
hayatinya ya. itu kalau akses datanya
bisa diasih.
Nah, kalau ekosistem kan ketahuan ya
sudah ada ya bisa dari ecoragen ya dari
apa peta eagen ya. Nah, kalau dari ee
spesiesnya sendiri ini kita harus bicara
harus bicara dengan komunitas lokal
Gorontalo, umpamanya kelompok masyarakat
yang ada di Gorontalo. Terus ee dari
kelompok masyarakat pemerhati ya,
spesies ya. Eh, kalau Gorontalo itu
termasuk Sulawesi ya. Sulawesi itu
biasanya banyak burung di sana ya.
Mungkin ada kelompok pemerhati burung
ee apa ya namanya saya lupa itu. Ini
kita juga kita juga mereka banyak
penelitian di sana di bagian timur lah
ya. Yang burung timur itu kan berbeda
dengan yang di barat ya karena di timur
itu banyak pulau-pulau kecil. Setiap
pulaunya itu juga ada jenis burung
tersendiri ya. Enggak enggak ada di
tempat lain gitu ya. Jadi sumber datanya
memang harus kita cari, Pak Rahmat.
Ee
kalau mau bicara tentang ee taman kehati
sebenarnya kita tidak usah pusing ee
karena prinsipnya kita tidak
memasukkan buruh, memasukkan biotak ke
dalam taman ke hati. Tidak.
Yang namanya keberhasilan taman ke hati
itu ketika taman itu ee secara tidak
langsung mengajak atau membawa satu lain
ke dalamnya. Itu taman ke hati yang
baik, yang benar itu seperti itu.
Tentu kita berpikir oh kita kita di awal
sudah mengetahui potensinya seperti apa
ya. Umpamanya. Oh, dulu di lokasi ini
ada burung jenis ini, sekarang sudah
tidak ada gitu ya. Atau tinggal satu
atau dua. Ketika kita bangun taman ke
hati di sana, burung tadi itu berkembang
baik.
Bukan berarti kita masukkan burung yang
sejenis ke situ, gitu. Enggak. Kan?
Begitu prinsipnya ke hati ya, Bapak, Ibu
ya. Sama dengan tanaman-tanaman juga.
tiba-tiba ee ee tanaman lain yang dulu
pernah tumbuh di sana muncul lagi
setelah adanya teman ke hati. Dulu tidak
ada lumut semacam ini, sekarang sudah
muncul lumut semacam ini, gitu. Nah,
prinsip ee ini apa? Keberhasilan yang
namanya taman ke hati itu seperti itu.
Sehingga kalaupun kita ingin tahu
spesies-spesies yang mana yang kira-kira
cocok di taman ke hati itu ya enggak
masalah. Tapi itu adalah bagian dari
pengkayaan saja ya, pengkayaan untuk
spesies yang akan ee ada atau ee apa
tumbuh di ken ke hati even ee ee
kondisinya atau lingkungannya itu cocok
atau tidak ee untuk biot untuk tumbuhan
atau hewan itu gitu. Makanya lebih baik
ee kita memastikan saja dulu spesies apa
yang ada di sana sehingga kita berharap
nanti kalau taman kapi ini sudah jadi,
sudah hijau, sudah rimbun, maka ee hewan
yang dulu ada di sana itu berkembang
lebih baik. Prinsipnya seperti itu, Pak.
Ini Pak Rahmat ya.
Kalau untuk yang gen mungkin nanti
secara tidak langsung akan muncul
setelah itu setelah setelah berhasil
tamb ke hatinya baru perlu mungkin kita
melakukan kajian untuk yang meditas e
gennya ya karena kan gen itu kan susah
ya kalau secara visual ya.
Ya, paling tidak nanti kalau sudah jadi
kita lakukan kajian bersama dengan
perusahaan yang ada di sana atau dengan
kelompok masyarakat yang ada di sana ya
untuk memastikan ee gen apa saja atau
secara genetik SDG-nya itu apa saja yang
bisa diikan atau mungkin bisa
dimanfaatkan.
Itu Pak Rahmat.
Baik. Ee mudah-mudahan dapat terjawab
pertanyaannya.
Ee
dipersilakan kembali bagi Bapak Ibu
apabila ada hal yang ingin ditanyakan.
Mungkin saya akan menunggu 1 menit nanti
apabila dari ee peserta Zoom tidak ada
yang bertanya, mungkin untuk webinarnya
akan dicukupkan saja.
Mungkin saya izin ulangi lagi. Bagi
Bapak Ibu apabila ada hal yang ditanya
ingin ditanyakan ataupun ingin
didiskusikan dipersilakan untuk
memanfaatkan fituris-nya. Nah, ini
kebetulan ada
Bapak atau mungkin Ibu Ponirin
dipersilakan.
Halo, selamat siang semuanya.
Selamat siang, Pak.
Siang, Pak.
Iya, Bu. Sebenarnya ini pengalaman kami,
Bu, di lapangan. Kami dari Jambi, Bu.
Dari Jambi yang tinggal di kawasan
hutan.
Kalau berbicara ekosistem tuh
sebenarnya, Bu, yang paling enak kita
tinggal menjaga, Bu. Sesuai apa yang
katakan Ibu tadi. Kalau kita masukkan
barang dari luar itu bisa merubah
genetik, kan gitu, Bu.
Cuman bagaimana kami ini berharap
bagaimana ekosistem
yang ada yang sekarang ini atas nama
pemerintah. Suatu contoh kami sekarang
nih berkegiatan di dalam hutan lindung
gambut, Bu. Hutan lindung gambut Sungai
Beritem yang ada di Provinsi Jambi dan
Raja Barat.
Kalau dihitung luasannya sangat luas,
Bu. Tapi sangat prihatin sekali sekarang
ini cuman tinggal berapa persen dari
keluasan yang ada. Dan ekosistem yang
ada di hutan gambut itu sangat komplek,
Bu. Hampir semua ada gitu. Tapi ya yang
sedih itu tadi sekarang rusak. Nah,
salah satunya yang bisa kami lakukan
adalah pengkayaan
yang ada termasuk satwa. Ada sebagian
kami kerjak sama dengan kawan-kawan
banyak juga satwa tangkapan juga kami
lepas bagian di sini tapi ya itu juga
karena kami tidak punya wewenang yang
penuh gitu masih juga kecolongan dari
pemburu liar orang masang jerat. Nah
harapan kami itu ada pemerintah tuh
tahu dan turun ke lapangan bagaimana
gitu. Kalau tadi disebut juga kan
komunitas atau masyarakat lokal atau
masyarakat adat
itu istilahnya ee sering-seringlah
disambangi gitu
sambangi, dibina biar ee orang yang
biasa kita anggap berkegiatan ilegal itu
juga mikir gitu Bu. Nah, kalau berbicara
kami pengalaman di lapangan Bu untuk
membalikan ekosistem itu sebenarnya
bukan kita menanam yang paling bagus
kita jaga, kita rawat itu aja asal tidak
dirambah dan tidak kebakaran
itu akan lebih cepat pulih, Bu. Nah,
kalau berbicara se spesies Bu, kami coba
untuk membantu kegiatan kami di lapangan
ini kan kami ada kendaraan roda du atau
roda empat untuk patroli. Cuman semua
tidak semua bisa dilalui. Kami coba
menggunakan transportasi
memakai kuda Bu. Coba kami punya kuda
empat untuk bantu bawa alat
dalam waktu 1 tahun itu tinggal dua Bu.
Berarti tidak semua spesies itu cocok.
Nah, contohnya kuda kami untuk patroli
itu sudah tinggal dua, padahal perawatan
juga sudah maksimal.
Jadi harapan kami begini, Bu. Ee
bagaimana kayak kami-kami ini mungkin
banyaklah Bu, bukan cuman kami yang
tersebar di seluruh Indonesia ini ee
dapat perhatian bukan masalah bantuan
ini dan itu Bu, tapi bimbingan kepastian
hukum dan bisa kerja sama dengan siapa
saja. Kalau di lapangan ketemu
kendala-kendala atau bagaimana? Mungkin
itu Bu dari kami Bu. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Ya. Waalaikumsalam, Pak Ponirin ya.
Iya ya. Speechless kita ya Pak Ponirin
ya. Ee
saya saya apa ya? Saya mau nanggapin
apa? Ini salah satu tantangan ya yang
tadi yang saya sampaikan itu tantangan
untuk kita bisa memastikan
ee ekosistem sesuai sesenetik itu tetap
ada dulu deh ya dengan menjaga merawat
tadi kalau Pakonirin sampaikan.
Namun menjaga merawat saja pun kan tidak
cukup tentu harus ada yang namanya
rehabilitasi atau pemulihan ya.
Jadi konsennya teman-teman daerah itu ke
mana gitu ya.
Ee kalau
apa ya saya tidak mau menyalahkan
kepemimpinannya tidak. Tetapi memang
harus ada pilihan di situ. Kita memilih
yang mana yang kita dahulukan,
prioritaskan.
Ya, kebetulan selama ini urusan keakati
itu jarang ada yang memprioritaskan.
Mungkin karena apa ya? Karena oh masih
kelihatan kok burungnya. Oh, masih
kelihatan kok hijau. Masih ada yang
hijau kok. Gitu kan Pak Ponerin. Jadi
tidak ada konsen untuk bagaimana agar
dia kembali seperti semula atau biar
hijau lagi atau biar banyak lagi
spesiesnya gitu
ya. Kebijakan kembali ke kebijakan Pak.
Kalau urusan apa peng kapasitas dan
segala macamnya mungkin teman-teman
sesuai kebutuhan saja ya. sesuai
kebutuhan ee ingin menyampaikan ke KL
untuk ada diklat untuk ada apa? Kalau
kami sih dari Direktorat HATI itu
sosialisasi itu setahun ini aja kita
sudah ngadain ada empat kali apa lima
kali ya dengan urusan berbeda ya dengan
urusan berbeda sesuai dengan apa ee hal
krusial lah yang sedang terjadi gitu.
Nah, kalau di Jambi kan kemarin ee gajah
ya kalau enggak salah ya, gajah harimau.
Gajah atau harimau ya yang sedang ini di
di
cas-nya kasusnya ya.
Saya saya speechless menjawabnya, Pak.
Pak Ponirin. Tetapi kalau untuk ee apa
memberikan masukan atau informasi
sosialisasi itu silakan kalau memang
dibutuhkan ee gitu kan gampang tinggal
bersurat dan kami akan datang. Kayak
teman-teman yang menyusun taman ke hati.
Sekarang ini lagi ke mana mereka? Ke
Aceh kalau enggak salah kemarin ke NTT.
Ya, sesuai kebutuhan saja kami akan
membantu
sesuai dengan anggaran yang ada juga.
Yang pasti kami berharap semua daerah
itu terlebih kalau memang ada lokasi
yang bisa dialokasikan
untuk ee taman ke hati itu baik sekali.
Kalau ekosistem yang rusak bagaimana
untuk memulihkan?
Kalau dia di area konservasi mungkin
teman-teman kehutanan nanti akan
membantu. Tapi harus pasti juga seperti
apa kerusakannya
ya apa yang dibutuhkan. Ya, mungkin Mbak
Ponirin lah orang lapangan ini paling
paham. tentang ee apa yang dibutuhkan
ya.
Kalau ee apa namanya ee ya kalau
umpamanya itu di lokasi perairan atau
ini kelautan, kami bisa memberikan
rekomendasi untuk itu untuk teman-teman
kehutanan umpamanya karena di sana ada
binatang atau satwa liar yang harus
dilindungi. Mungkin teman-teman ee
kehutanan di Dirjen Konservasi mungkin
agak apa lengahlah mungkin ya untuk di
Jambi. Nanti kalau kita bersurat ya
tentu nanti diarahkan ke sana
ya. Begitulah Pak ee Ponirin ya. Itu
termasuk kendala tadi ya dan tantangan
ya tantangan sebenarnya tantangan yang
dihadapi untuk bisa memastikan ee
pelestarian dari kanak-kani.
Mungkin itu yang bisa saya jawab ya Pak
Penirin ya.
Bu.
Oke. Baik. Ee terima kasih Pak Ponirin
atas pertanyaannya.
Mungkin ee Pak Ponirin menjadi
pertanyaan terakhir di webinar kali ini
karena waktunya sudah tersisa 4 menit
lagi. Dan terima kasih juga kepada Bapak
Ibu yang sudah berpartisipasi dan mohon
maaf bagi Bapak Ibu yang belum
mendapatkan kesempatan untuk bertanya.
Dan untuk menutup acara webinar ini
kepada Ibu Mutiara untuk memberikan
closing statement-nya besok ya. Yang
penting dengarin dari awal jadi tahu
yang mau ditanyain.
Jujur. Iya. Oh, baik. Terima kasih Mbak
Dini, terima kasih ee Bu Edu ya juga
teman-teman semua yang hadir di sini.
Eh, saya hanya eing statement saya hanya
ingin ee apa yang saya sampaikan tadi
itu mungkin menjadi apa namanya fokus
teman-teman juga karena keberadaan
karena kan hati itu tadi di awal saya
sampaikan bukan di pusat tetapi di
daerah ya daerah dengan kelompok
masyarakatnya masing-masing ya dengan
keberadaan pengetahuan tradisionalnya.
Nah, untuk itu nanti ee siapapun bisa
membantu bagaimana ee untuk kita
sama-sama memastikan sumber daya genetik
itu ee sustain ya, berkelanjutan tetap
ada dan berkelanjutan atau lestari. kita
sama-sama menjaga kalau untuk
pemanfaatannya nanti kami sedang
menyusun mekanismenya itu semoga
ee apa bisa nanti ee secepatnya bisa
keluar peraturannya untuk kita
bersama-sama mengaplikasikan di
lapangan. Itu mungkin closing saya, Mbak
Dini. Terima kasih dan mohon maaf kalau
ada kata yang salah saya sudahi
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih banyak Bu
Mutiara atas pemaparannya dan mohon izin
Bu Mutiara jangan dulu meninggalkan
ruangan Zoom. Kita akan dokumentasi
terlebih dahulu. Baik, dipersilakan
kepada Bapak Ibu yang bisa mengaktifkan
kameranya. Kita akan dokumentasi
terlebih dahulu.
Oke. Baik Bapak, Ibu semuanya, saya akan
mulai saja untuk melakukan
dokumentasinya. Saya di sini akan
melakukan perhitungan mundur dimulai
dari angka tiga.
Ting 2
ya. Mungkin satu kali lagi.
3 2 1.
Oke. Baik. untuk dokumentasinya sudah
dicukupkan dan saya ucapkan terima kasih
terima kasih kepada Ibu Mutiara atas
menyampaian materinya yang sangat
bermanfaat dan membuka wawasan bagi kita
semuanya dan semoga di kesempatan lain
kita dapat berdiskusi kembali dan
bertemu dengan kegiatan berikutnya. Dan
dengan hormat kami persilakan kepada Ibu
Mutiara apabila ingin meninggalkan ruang
ya. Terima kasih. Izin ya.
Ya. Baik, Bapak Ibu semuanya, berakhir
sudah acara webinar di hari ini. Dan
bagi Bapak Ibu yang ingin mendapatkan
e-sertifikat, Bapak Ibu dapat mengisi
link presensi kehadiran yang tertera di
layar ini.
Dan ketika Bapak, Ibu mengisi
presensinya, pastikan nama dan email
sudah diketik dengan benar. karena hal
ini akan mempengaruhi pengiriman
e-sertifikatnya.
Dan baik saya akhiri kegiatan webinar di
hari ini. Mohon maaf apabila saya ada
salah sikap dan ucap. Wabillahi taufik
wal hidayah. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Selamat
siang dan selamat melanjutkan aktivitas
lainnya.