Transcript
WSvEXW8FqN4 • Webinar 138 Mangrove Indonesia: Dari Kearifan Lokal menuju Kemandirian Obat Nasional Masa Depan
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/EcoEduid/.shards/text-0001.zst#text/0172_WSvEXW8FqN4.txt
Kind: captions
Language: id
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi menjelang siang Bapak, Ibu,
dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang
kembali di webinar Eko Edu ke-137.
Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak
Ibu semuanya yang sudah selalu setia
untuk mengikuti acara webinar ini. Dan
hari ini webinar Eko Edu akan mengangkat
tema Mangroove Indonesia dari kearifan
lokal menuju kemandirian obat nasional
masa depan. Dan perkenalkan saya Dini
yang akan bertugas sebagai moderator
pada acara ini.
Baik Bapak Ibu semuanya sebelum kita
mulai webinar pada siang ini, alangkah
baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai
dengan agama dan kepercayaan
masing-masing. Untuk itu berdoa
dipersilakan.
berdoa dicukupkan.
Untuk selanjutnya yaitu mari kita
menyanyikan lagu Indonesia Raya secara
bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak
Ibu untuk duduk tegak.
Baik Bapak Ibu semuanya untuk
selanjutnya di sini izinkan saya
mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu
dekat ini yang akan diselenggarakan oleh
kami yaitu yang pertama adalah pelatihan
perhitungan emisi gas rumah kaca dan
perdagangan karbon gelombang 22 pada
tanggal 5 sampai 9 Januari 2026. Dan
pada minggu yang sama juga di sini kami
akan mengadakan pelatihan dan
sertifikasi penanggung jawab
pengendalian kecaran air atau PPPA
gelombang 4. Kemudian di minggu
selanjutnya yaitu adalah pelatihan
penyusunan laporan pemantauan lingkungan
RKLR RPL gelombang 5 pada tanggal 12
hingga 14 Januari 2026. Dan Bapak Ibu
semuanya, apabila Bapak Ibu melakukan
pembayaran pada ee sebelum 2 minggu
pelatihan, Bapak Ibu akan mendapatkan ee
harga spesial yaitu harga early bird di
Rp3.300.000.
Itu adalah untuk pelatihan GRA dan juga
RKL, RKL, RPL. Dan adapun untuk
pelatihan dan sertifikasi PPPA di sini
Bapak Ibu akan mendapatkan diskon 10%
apabila Bapak Ibu melakukan pembayaran
sebelum tanggal 4 Januari 2025.
Dan apabila Bapak Ibu ee tertarik dengan
pelatihan tersebut, Bapak Ibu bisa
langsung kontak saja pada admin kami
yaitu ada Anto dan Nisa. Selain itu juga
Bapak Ibu bisa mengunjungi sosial media
kami yaitu ada Instagram, YouTube
channel, Facebook X dan juga website
resmi kami di www.eekoedu.co.id.
Dan juga bagi Bapak Ibu yang tertarik
langsung untuk mendaftar, silakan
diakses saja ke pendaftaran
datecoedu.co.id.
Dan selain itu juga kami di sini
terdapat inhouse training yang dapat
dilakukan secara offline maupun online
sesuai dengan permintaan dari instansi
atau perusahaan Bapak Ibu semuanya. Jadi
kami tunggu Bapak Ibu semuanya di
pelatihan kami.
Dan baik Bapak Ibu untuk selanjutnya
kita akan langsung pada masuk kegiatan
utama kita yang di mana webinar kali ini
kita akan berdiskusi mengenai mangroove
Indonesia dari kearifan lokal menuju
kemandirian obat nasional masa depan.
Dan tentu saja kami juga telah
menghadirkan narasumber yang sangat
kompeten di bidangnya untuk memberikan
materi dan wawasan yang bermanfaat ini.
Dan baik, perkenankan saya untuk
memperkenalkan narasumber kita hari ini
yaitu adalah Bapak Dr. Duriat Esud,
M.Si. Beliau merupakan koordinator
program studi magister Kehutanan di
Universitas Lampung. Mungkin saya di
sini akan menyapa terlebih dahulu.
Selamat siang, Pak Duriat. Selamat
siang, Mbak Dini.
Iya. Bagaimana, Pak, kabarnya hari ini?
Kabarnya baik dan excited sekali hari
ini. Oke. Baik, Pak. Mungkin ee sebelum
masuk pada kegiatan intinya di sini saya
akan menyampaikan dulu beberapa teknis.
Yaitu yang pertama adalah pemaparan akan
dilaksanakan selama 1 seteng jam.
Kemudian nanti dilanjutkan sesi tanya
jawab yang di mana yang pertama adalah
sesi tanya jawab menggunakan aplikasi
Slido dan juga ada sesi tanya jawab
secara langsung dengan para peserta
Zoom. Dan baik untuk mengefektifkan
waktu saya serahkan ruangan Zoom ini
kepada Pak Duriat dan kepada Bapak Ibu
semuanya. Selamat mengikuti acara
webinar ini.
Baik.
Oke, terima kasih Mbak Dini. Selamat
pagi Bapak Ibu. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Sebuah kehormatan buat saya diundang
oleh Eko Edu untuk memberikan sedikit
yang saya ketahui dari ee potensi
mangruh sebagai sumber obat bagi
kemandirian obat nasional. Dan ee
mungkin saya karena saya masih muda
tidak begitu banyak pengalaman. Saya
yakin Bapak Ibu juga lebih banyak
pengalaman dari saya. Tapi tidak ada
salahnya kalau saya berbagi apa yang
saya ketahui walaupun itu sedikit. Baik,
ee saya akan langsung saja bahwa materi
mangr Indonesia dari kearifan lokal
menuju kemandirian obat nasional masa
depan ini akan saya bagi dalam empat ee
subpok bahasan. Yaitu yang pertama nanti
saya akan berbicara tentang mangroove
dan potensi masa depan obat Indonesia.
Kemudian dilanjutkan dengan mangruh
dalam perspektif kearifan lokal atau
etnofarmakologi.
Dan yang ketiga adalah keanekaragaman
mangruh Indonesia serta potensi
bioaktifnya. Dan yang terakhir adalah
sains modern yaitu jalur bioprospeksi
untuk ee mangroove supaya dihasilkan ee
tanaman ee sumber-sumber obat yang
potensial bagi penyediaan obat nasional
Indonesia. Baik, langsung saja kita
masuk ke materi yang pertama yaitu
tentang mangkruf dan masa depan obat
Indonesia.
Indonesia sebenarnya merupakan kawasan
mangroove terpenting di dunia di mana
sekitar 23,9
19% mangroove global itu ada di
Indonesia yang meliputi luas kurang
lebih sekitar Rp3.360.000
hektar. Mangro sebagai sumber obat
herbal ini sebenarnya sudah banyak
sekali dilaporkan. Beberapa jurnal yang
saya pelajari itu menyebutkan bahwa saat
ini sudah lebih dari 1000 senyawa
bioaktif yang telah diisolasi dan
dilaporkan dari berbagai spesies mangrve
yang ada di seluruh dunia. Dan
senyawa-senyawa ini sangat penting
potensinya untuk kesehatan. sebenarnya
tidak hanya kesehatan, tetapi juga dapat
memiliki manfaat yang ee esensial bagi
dunia kosmetik, kemudian juga pertanian
dan industri pada umumnya. Eh, aktivitas
farmakologi dari bioaktif mangr itu
beberapa yang dilaporkan adalah sebagai
antimikrobaik untuk bakteri maupun
jamur. Kemudian juga memiliki
antioksidan yang sangat kuat, anti
peradangan atau antiinlamasi, anti
diabetes, dan bahkan anti kanker. di
mana beberapa bahkan dilaporkan
antikanker ekstrak mangruk ini memiliki
sifat sitotoksik selektif di mana dia
akan
efektif dan sangat spesifik mengarah
pada sel target dan tidak kepada sel-sel
yang sehat.
Penggunaan obat herbal sendiri
sebenarnya secara global itu sudah
banyak dilakukan, tetapi sampai saat ini
potensinya masih sangat sedikit. Hanya
sekitar 17% dari sekitar 7 72.000
spesies tanaman tingkat ee tinggi di
dunia yang telah diekstraksi untuk obat.
Artinya bahwa sebagian besar itu masih
membutuhkan keahlian kita, membutuhkan
ee perhatian kita untuk terus kita kaji,
untuk terus kita kembangkan sehingga
kita akan menemukan sumber-sumber obat
baru ee melalui pendekatan ilmiah untuk
menghasilkan sumber obat yang dapat
digunakan secara medis. Nah, kajian
etnobotani sebagai langkah awal untuk ee
memetakan kira-kira jenis tanaman apa
yang memiliki potensi atau khasiat medis
itu sangat penting dan ini seringki
dilupakan di negara kita.
Baik. Padahal negara kita ini memiliki
ee beberapa keterbatasan. Ini sangat
ironis bahwa Indonesia sebagai negara
dengan keanekaragaman tertinggi kedua di
dunia setelah Brazil justru kita
menghadapi tantangan terhadap kesehatan
nasional dan juga ketergantungan impor
terhadap bahan baku obat. Di Indonesia
sendiri ee tahun 2024
biaya kesehatan itu mencapai sekitar 33%
dari pendapatan domestik butuh nasional
yang yaitu sekitar ee kurang lebih kalau
dirupiahkan 3% ini adalah 614,5
triliun. Ini sangat besar sekali ya,
bahkan lebih besar daripada dana MBG
yang saat ini banyak diprotes oleh
masyarakat. Nah, kemudian obat sendiri
itu menyumbang sekitar 30 sampai 40%
dari biaya layanan kesehatan. Artinya
biaya untuk pengobatan pengadaan obat
itu mencapai kurang lebih 250 sampai 300
triliun sendiri dalam ee layanan
kesehatan kita. Artinya itu jumlah yang
sangat luar biasa dan sayangnya sebesar
jumlah itu masih kita berikan kepada
negara-negara luar. Padahal kita sendiri
memiliki potensi yang luar biasa besar
dan kemungkinan justru seharusnya dengan
keanekaragaman hayati kita yang luar
biasa, kita seharusnya bisa menjadi
pemain atau pengekspor penting di level
global. Nah, Indonesia sendiri saat ini
masih mengimpor sekitar 85 sampai 90%
bahan baku obat dan eh di antara 85
sampai 90% itu termasuk adalah activear
pharmacutical ingredien atau bahan aktif
dari obat tersebut yang merupakan eh
inti dari obat. Nah, pemerintah sendiri
melalui Kementerian Perdagangan
sebenarnya telah menargetkan bahwa pada
tahun 2026 ee Indonesia akan mengurangi
impor bahan baku obat mencapai 20%.
Artinya dalam rangka mendukung ee
kebijakan pemerintah ini ee praktik atau
teknologi untuk mencari sumber-sumber
obat baru berdasarkan bahan alami yang
kita miliki itu memiliki peran strategis
yang sangat krusial dalam mendukung
kebijakan pemerintah dalam menurunkan
20% impor bahan baku obat pada tahun
2026. Sebenarnya
ee kekurangan atau impor bahan baku obat
ini memiliki dampak sosial dan dampak
akses kesehatan yang luar biasa bagi
negara kita. di mana negara kita ini
merupakan negara yang masih terkategori
negara berpendapatan menengah dan banyak
masyarakat kita yang masih terkategori
miskin sehingga pada saat mereka
mengalami masalah kesehatan ee akan
menjadi rentan untuk turun ee kelasnya
dari masyarakat yang mungkin sejahtera
menjadi masyarakat prasejahtera atau
bahkan menjadi masyarakat miskin
struktural karena harus kehilangan
aset-aset penting seperti menjual tanah
atau menjual jual rumah untuk mengakses
biaya kesehatan.
Saat ini Indonesia itu ee memiliki
sekitar 9,57%
penduduk yang tergolong miskin atau
kalau kita hitung secara ee jumlah itu
mencapai 26,36 juta penduduk. Jumlah
yang sangat besar bahkan. Nah, ee
sayangnya dari jumlah penduduk miskin
ini sebagian besar atau hampir 60% di
antaranya itu mereka tinggal di
pedesaan. Dan dari masyarakat pedesaan
yang miskin ini yang paling miskin
adalah mereka yang bekerja atau
berprofesi sebagai buruh nelayan dan
nelayan tradisional ya. Jadi bukan
nelayan nelayan ee yang besar Bapak Ibu.
Kalau nelayan besar mungkin mereka punya
kapal, mereka punya modal, mungkin
mereka bisa mendapatkan pendapatan yang
di atas rata-rata. Tetapi yang jadi
masalah adalah nelayan ee buruh nelayan
yang mereka sistem upahnya berdasarkan
ee upah harian dan ee hasil tangkapan
yang dihasilkan atau mereka yang
melakukan penangkapan ikan secara
tradisional. Nah, itu adalah dua profesi
yang merupakan penduduk berpendapatan
paling rendah di negara kita. Dan
sebenarnya ee
mereka-mereka yang tinggal di pesisir
ini relatif beruntung karena mereka
memiliki hutan mangroove. Hutan mangr
adalah hutan yang sangat potensial,
memiliki ee potensi besar untuk
menghasilkan sumber-sumber obat. Namun
sayangnya memang hal ini belum dapat
dioptimalkan di negara kita.
Sejatinya untuk memenuhi 20% pengurangan
impor bahan baku obat, Indonesia bisa
saja ee memfokuskan diri pada
penelitian-penelitian dan optimalisasi
konteks tanaman herbal. Kenapa? Karena
Indonesia sendiri secara tradisional,
secara turun-temurun sudah mempraktikkan
ee praktik pemanfaatan herbal yang
sangat dikenal luas bahkan di dunia
yaitu jamu. Nah, eh terkait dengan hal
itu sebenarnya apa sih pengobatan herbal
itu? Pengobatan herbal adalah praktik
pengobatan yang memanfaatkan tumbuhan
baik daun, akar, rang, getah, maupun
rempah untuk menjaga kesehatan atau
mengobati penyakit. Nah, praktik
penggunaan tumbuhan ini telah lama
sekali digunakan di seluruh penjuru
dunia. Dan seperti saya sudah sampaikan
sebelumnya bahwa ee kearifan lokal di
negara kita secara tradisional kita
telah memanfaatkan jamu selama ribuan
tahun dan itu diwariskan menjadi
kearifan lokal yang turun-temurun dan
menjadi fondasi berbagai sistem
pengobatan tradisional di Indonesia.
Dan ee sayangnya bahwa pengobatan herbal
atau praktik-praktik penggunaan tanaman
ini di Indonesia sendiri saat ini
menjadi kurang populer karena dianggap
kuno. Ee dan itu sebenarnya tidak benar.
Kenapa? Karena sesungguhnya ee
tanaman-tanaman yang kita telah gunakan
sebagai obat atau jamu itu dapat kita
buktikan secara ilmiah bahwa
tanaman-tanaman tersebut mengandung
berbagai senyawa bioaktif yang dapat
memberikan eh medical properties atau
berkhasiat medis. Banyak sekali khasiat
medisnya. Eh beberapa yang paling umum
ditemukan di dari berbagai jurnal ilmiah
adalah bahwa tanaman herbal ini memiliki
aktivitas antiinlamasi atau anti
peradangan, antioksidan ee antimikroba,
dan bahkan anti kanker. sehingga ee
konfirmasi ilmiah untuk menjustifikasi
penggunaan obat herbal ini adalah
langkah strategis yang perlu kita
berikan supaya obat herbal ini menjadi
lebih bisa dipercaya dan tervalidasi
sehingga dapat kembali dipercaya oleh
masyarakat modern.
beberapa negara maju seperti Jepang,
kemudian juga Eropa, bahkan ee Amerika
itu sudah ee umum sudah umum menggunakan
obat-obatan herbal ini dalam sistem
pengobatan ee modern mereka. Kurang
lebih 1 tahun ee kemarin saya sempat
bertemu dengan seorang profesor dari
Turki. Beliau bernama Prof. Naim. juga.
Beliau adalah ahli ee bioprospeksi dan
kebetulan ee berkunjung ke universitas
saya untuk mencoba menginisiasi
penelitian untuk membioprospeksi
berbagai lada yang ada di Provinsi
Lampung. Nah, berdasarkan ee
apa yang saya sharing dengan Prof. Naim,
beliau bilang bahwa ee Turki adalah
negara yang sangat kaya dengan
biodiversitas. Turki terletak di tiga
zona iklim. Turki memang berada di
tengah-tengah antara Eropa dengan Asia
sehingga dia memiliki kekayaan
biofisikal environmental. eh wilayah
Turki sebagian itu masuk Eropa sehingga
e mereka memiliki iklim atau biofisikal
environmental Eropa. Kemudian sebagian
wilayah Turki juga masuk ke wilayah Asia
sehingga mereka memiliki kondisi
biofysikal environmental Asia dan
sebagian lagi berada di wilayah laut
Mediterania sehingga mereka memiliki
iklim Mediteranea. Dan ketiga eh
kekayaan iklim ini membuat Turki itu
memiliki keanekaragaman hayati yang
sangat-sangat tinggi. Prof. Naim bilang
ke saya bahwa keanekaragaman hayati
tumbuhan di Turki itu sekitar 12.000. ya
sangat banyak 12.000 sehingga memang
pengobatan herbal di Turki itu menjadi
sangat leading bahkan bisa disejajarkan
dengan pengobatan modern dan bahkan
dokter-dokter di Turki itu juga sudah
meresepkan obat-obatan herbal ee secara
ee medis gitu. Nah, sesungguhnya pada
saat Prof. Naim itu bilang ke saya bahwa
Turki punya 12.000, saya agak
tergelitik. Kenapa? Karena oke Indonesia
punya R0.000 gitu. kita punya bahkan dua
kali lipat lebih dibandingkan ee ya kita
punya bahkan tiga kali lipat lebih dari
apa yang ada di Turki. Tetapi
kenyataannya Indonesia belum bisa
mengoptimalkan ee potensi keanekaaman
hayati kita untuk dijadikan sebagai
sumber obat dan bahkan kita masih impor.
di beberapa negara yang sudah ee maju
penggunaan obat tradisionalnya itu dapat
kita ketahui seperti mungkin ayurveda
itu di India di mana di ee dalam
ayurveda ini tanaman ee itu digunakan
sebagai sumber obat secara eh
tradisional. Kemudian di tradisional
Chinese medicine atau TCM itu mereka
menggabungkan antara keseimbangan energi
dan juga penggunaan obat herbal sebagai
terapi penyembuhan. Kemudian ee di
Jepang dan Korea mereka mengenal tradisi
kempo yaitu obat herbal. Di mana obat
herbal ini sudah terstandar artinya
bahwa kandungan ee bioaktif dan juga
dosisnya itu sudah diketahui dengan
pasti sehingga dapat diintegrasikan
dengan pengobatan modern. Di Indonesia
sendiri jamu itu belum ee setara atau
belum bisa dijadikan sebagai ee ee apa
ee kombinasi atau pelengkap dari
pengobatan modern karena memang kita
masih membutuhkan ee konfirmasi
akademik, konfirmasi ilmiah bagaimana ee
jamu ini kandungan bioaktifnya dan
bagaimana dosis yang aman serta dosis
yang berkhasiat supaya efek dari medical
properties dari target tanaman itu dapat
diterima. IMA oleh pasien.
Oleh karena itu, arah pengembangan
global ee pengobatan herbal adalah ada
empat ee kunci. Yang pertama adalah
herbal sebagai terapi komplementer.
Jadi, herbal itu diharapkan bukan
sebagai alternatif, tetapi
diintegrasikan dalam sistem pengobatan
modern sebagai terapi komplementer.
Kemudian ee obat herbal di itu menjadi
alternatif pengobatan penyakit kronis.
beberapa beberapa penyakit kronis yang
sudah menahun itu membutuhkan pengobatan
jangka panjang. Seringki pengobatan
jangka panjang ini menggunakan obat-obat
sintetis atau obat kimia itu memberikan
dampak ee efek samping yang cukup serius
bagi pasien. Oleh karena itu, pengobatan
herbal itu memiliki potensi yang sangat
luar biasa untuk menjadi alternatif
pengobatan penyakit kronis. Karena
dipercaya bahwa obat herbal ini dalam
dosis yang tepat, dalam ee takaran yang
memang proper akan memiliki efek samping
yang ee relatif lebih rendah
dibandingkan obat-obatan sintetis atau
obat kimia. Kemudian ee kita juga
membutuhkan riset-riset farmakologi
modern, penggunaan teknologi-teknologi
modern untuk ee mengidentifikasi atau
membioprospeksi apa saja kandungan
senyawa bioaktif yang terkandung di
dalam ee jaringan tanaman. Dan kemudian
yang tidak kalah penting adalah
bagaimana kita menstandarisasi mutu dan
juga menguji keamanan penggunaan orbat
herbal tersebut ee sehingga masyarakat
akan menjadi aman dan ee merasa bahwa
obat herbal ini dapat dipercaya. Begitu.
Kemudian yang perlu kita tekankan di
sini adalah bahwa pengobatan herbal itu
perlu menjadi menjadi jembatan antara
kealifan lokal ee dan sains. Bahwa ee
tidak benar kalau pengobatan herbal itu
mitos dan hanya boleh dipercaya oleh
orang-orang yang ee mungkin
berpendidikan rendah. Karena ternyata
saat ini kita bisa mengkonfirmasi bahwa
ee kearifan lokal dengan penggunaan obat
herbal itu bisa dibuktikan secara sains,
modern dan itu memiliki potensi untuk
menjadi salah satu sistem kesehatan di
negara kita.
Nah, untuk mangr sendiri seperti apa
laporan-laporan yang sudah ada
berdasarkan jurnal-jurnal ilmiah yang
sudah ee dipublikasi. beberapa publikasi
saya sintesis ee itu menunjukkan bahwa
sebagian besar MF ini memang sudah
digunakan di negara-negara yang
kawasannya memiliki area mangroove
seperti misalnya di Asia Selatan yaitu
di wilayah negara India, Odisa, dan
sekitarnya. di mana di situ ada tiga
jenis eh spesies mangrove yang sudah
banyak digunakan yaitu sonerapia
nasolaris, risopora arikulata, dan juga
eritera litoralis. Dan eh jenis-jenis
mangroove di wilayah ini itu banyak
digunakan untuk pengobatan penyakit
pencernaan termasuk di antaranya adalah
penyakit diari dan disentri. Bagaimana
dengan Asia Tenggara termasuk negara
kita Filipina dan juga tetangga kita
Malaysia? Di ketiga negara ini eh jenis
yang paling umum, paling banyak
digunakan itu ada tiga, ada dua, yaitu
soneratia colaris dan juga riopora
apikulata. Dan eh dari dua jenis ini ee
secara umum banyak digunakan untuk
pengobatan cacar air, kemudian diare,
obat luka atau memar, kemudian juga
digunakan sebagai penawar racun untuk
sengatan biota-biota laut yang memiliki
venom. Kemudian ee di wilayah pesisir
lain, di wilayah pesisir tropis lain
seperti apa? Misalnya contoh ada di
Bangladesh dan kawasan tropis ee di
Afrika dan juga Amerika Latin itu ada eh
empat jenis yang sangat umum digunakan
yaitu avisenia marina, rizopor
mukronata, soneratia
apetala dan juga seriop tagal. Dan ee
keempat spesies ini banyak digunakan
sebagai obat luka, obat infeksi, dan
juga ee mengobati keluhan pada
pernapasan yaitu ee atau pneumonian.
Kemudian dari bukti-bukti ilmiah ini
menunjukkan bahwa studi etnofarmakologi
menunjukkan bahwa ekstrak-ekstrak dari
tanaman ini memiliki aktivitas yang ee
ee memiliki khasiat gitu. Jadi ini bukan
hanya sebagai pengetahuan tradisional
yang ee tidak ilmiah dan pengetahuan
tradisional yang ee hanya dipercaya oleh
masow educated, tetapi juga ini
terkonfirmasi bahwa ee
kandungan-kandungan bioaktif yang ada di
dalam ekstrak tanaman-tanaman mangrf ini
itu dapat dibuktikan secara ilmiah dan
itu ee berkhasiat.
Baik, kemudian kita masuk ke bagian yang
kedua, bagaimana mangr perspektif
kearifan lokal atau etnofarmakologi.
Dalam ini saya akan membahas dulu apa
itu sebenarnya etnofarmakologi.
Etnofarmakologi adalah kajian ilmiah
yang berfokus pada pemanfaatan tumbuhan
oleh masyarakat tradisional sebagai
obat. Etnofarmakologi sendiri itu
merupakan satu cabang dari etnobotani di
mana kalau etnobotani nanti itu
cabang-cabangnya ada ee penggunaan
tumbuhan untuk pangan, untuk ee ritual,
kemudian untuk bahan bangunan, untuk ee
berbagai hal. Tetapi etnofarmakologi ini
memfokuskan diri pada penggunaan
tumbuhan oleh masyarakat secara
tradisional dan turun-temurun. fokusnya
adalah pada penggunaan obat dan
etnofarmakologi ini menjadi menjadi
pengetahuan yang sangat penting ee
karena ternyata Bapak Ibu ee kurang
lebih 50% obat modern yang mungkin Bapak
Ibu akses saat ini di apotek itu awalnya
berasal dari praktik etnofarmakologi
atau pengetahuan lokal yang kemudian
dilanjutkan dengan uji secara ilmiah dan
didapatkanlah senyawa-senyawa yang
merupakan target dari ee untuk
penyembuhan penyakit. Oleh karena itu,
praktik etnofarmakologi ini berperan
sebagai starting point penemuan obat
atau penyaring awal atau biological
relevance sebelum riset laboratorium itu
dilakukan. Dan bahkan di antara obat
anti kanker yang telah disetujui untuk
digunakan di dunia oleh WHO selama
periode 1940 sampai dengan 2022, 54% di
antaranya itu berasal dari produk alami
atau yang terinspirasi dari praktik
penggunaan oleh masyarakat. Jadi memang
luar biasa sekali etnofarmakologi ini
menjadi sebuah ilmu yang tidak bisa kita
kesampingkan atau tidak bisa kita lihat
sebagai ilmu yang kuno atau ketinggalan
zaman. Karena kearifan lokal adalah
sumber data ilmiah awal dan
etnofarmakologi itu bukan mitos, tetapi
hipotesis yang berbasis pengetahuan
pengalaman panjang. Memang dia hanya
sebagai hipotesis yang butuh untuk
divalidasi kebenarannya. Tetapi paling
tidak dengan adanya hipotesis ini kita
sudah satu langkah melompat untuk
menemukan sumber obat baru yang
potensial.
Baik, bagaimana sebenarnya nilai
keilmiah kearifan lokal bagi penemuan
obat? Sesungguhnya kearifan lokal itu
merupakan salah satu akselerator atau ee
mempercepat sains. Tanpa etofarmakologi
mungkin para peneliti harus stretching
dari ee paling awal yaitu menemukan
sumber tanaman potensial. Tetapi dengan
adanya etnofarmakologi maka karyafar
lokal ini akan membuat tahapan ini bisa
kita skip. Artinya kita akan lebih
mempercepat dalam sains untuk menemukan
sumber potensial obat. Dari
etofarmakologi nanti kita akan
mendapatkan beberapa nilai parameter
termasuk di antaranya salah satu yang
paling penting di sini adalah FL atau
fidelity level atau tingkat kepercayaan
masyarakat lokal, masyarakat adat dalam
menggunakan salah satu tanaman untuk
menyembuhkan satu jenis penyakit. di
mana nantinya jika tanaman itu memiliki
nilai fidelity level yang tinggi,
artinya itu diduga bahwa potensi untuk
menemukan senyawa bioaktif pada jaringan
tanaman tersebut itu akan semakin besar.
Kemudian ee pengetahuan etrofarmakologi
ini akan menghemat waktu dan biaya riset
ya. Seperti saya jelaskan sebelumnya
bahwa ee kita tidak perlu lagi
scratching dari data paling awal kalau
kita menggunakan ee data etnofarmakologi
sehingga ini akan menghemat waktu yang
cukup ee signifikan dan juga tentu saja
biaya dalam ee riset secara keseluruhan.
Dengan praktik etnofarmakologi, kita
juga bisa membantu untuk memilih spesies
prioritas. Mungkin Bapak Ibu yang sudah
banyak penelitian terkait
etnofarmakologi, ada satu parameter eh
numerik yaitu spesies use value atau
nilai guna spesies. di mana spesies yang
memiliki nilai guna tertinggi itu
biasanya akan memiliki beraneka ragam ee
senyawa bioaktif dan ini akan membantu
para peneliti untuk memilih spesies apa
yang akan menjadi prioritas di dalam
melakukan kajian biokrospeksi untuk
menemukan sumber obat baru. Dan kemudian
dengan adanya praktik etnofarmakologi
ini karena ini sudah digunakan selama
ribuan tahun dan juga sudah
turun-temurun dari ee beberapa generasi,
maka peluang untuk menemukan senyawa
bioaktif dari tumbuhan tersebut itu
menjadi lebih tinggi dibandingkan kalau
para peneliti ini secara ee secara dari
awal gitu atau secara gambling ee
memilih jenis tanaman yang akan di
bioprospeksi.
Ee keunggulan lain di dalam praktik
etnofarmakologi adalah adanya ritual
sebagai sebuah ee praktik pengobatan
yang holistik dalam etnofarmakologi.
Mungkin bagi sebagian besar ee
masyarakat modern atau kita yang merasa
kita well educated akan berpikir bahwa
ritual dalam pengobatan itu adalah
klinik atau mitos yang itu tidak akan
bermanfaat sama sekali. Begitu. Tetapi
Bapak Ibu ee harus ee mungkin juga perlu
memahami bahwa di dalam pengobatan
holistik itu ee pengobatan itu tidak
saja didasarkan pada efektivitas dari
obat yang diberikan, tetapi juga
pengobatan holistik itu menyentuh ranah
eh spiritual. Mungkin Bapak Ibu pernah
mendengar ee efek placebo. Efek placebo
adalah pada saat seseorang mengalami
perubahan kondisi fisik karena merasa
yakin ee atas apa yang dia ee dapatkan
atau terapi yang dia dapatkan. Mungkin
Bapak Ibu pernah punya pengalaman,
mungkin anak Bapak Ibu sakit dan merasa
bahwa oh kalau ke dokter A atau ke
dokter B baru ketemu dokternya saja kok
anak saya sudah sembuh. Nah, itu
kemungkinan besar salah satu bentuk dari
efek placebo. Dan efek placebo ini juga
sangat sangat ee besar peranannya dalam
penyembuhan sebuah penyakit. Oleh karena
itu, pengobatan tradisional
etnofarmakologi
dengan ritual-ritualnya itu menyentuh
ranah spiritual seperti efek plasibo
ini. Sehingga bukan bukan menjadi sebuah
ee ritual klinik yang tidak bermanfaat,
tetapi membangkitkan atau menyentuh
ranah psik psikis atau mental kita
sehingga kita secara psikis kita merasa
lebih yakin dan keyakinan itu akan
membuat sistem di dalam tubuh kita
bekerja dengan lebih baik. Begitu. Nah,
ee dari beberapa penelitian yang saya
lakukan terkait penggunaan
ee tanaman mangrov di Provinsi Lampung
sebagai ee bahan etnofarmakologi, ada
beberapa kepercayaan yang ee menurut
saya sangat menarik dan mungkin bisa
dikaji lebih lanjut untuk penelitian ke
depannya di mana masyarakat Lampung itu
percaya bahwa ee biji biji jeruju itu
digunakan sebagai ee obat banyak sekali
khasiatnya. Termasuk di antaranya adalah
untuk obat diabetes. Tetapi ee
masyarakat Lampung percaya bahwa untuk
mendapatkan efek yang mujarab atau
mancur, maka si pasien ini harus menelan
ee
yaitu tujuh biji. Karena apa? Karena
angka tujuh itu dipercaya memiliki ee
menjadi memiliki kekuatan dan memiliki
simbol ee spiritual sehingga akan
memberikan dampak terhadap kesehatan
yang lebih baik daripada jumlah yang
lain. Kemudian masyarakat Banten yang ee
hidup di pesisir Lampung juga percaya
bahwa apabila kita ingin menggunakan
tanaman mangroup sebagai ee obat atau
untuk praktik etnofarmakologi ini,
pilihlah daun yang berada tepat di atas
air. Nah, ee saya kurang paham apakah
ini benar-benar ada secara secara ee
ilmiah bisa dibuktikan. Tetapi
masyarakat Banten percaya bahwa apabila
kita ingin menggunakan tanam daun
mangruh, pilihlah yang tepat berada di
di atas air. Karena itu akan memiliki
khasiat yang lebih baik dibandingkan
daun yang letaknya jauh di atas air.
Kemudian masyarakat Bugis itu juga ee
menarik karena pada pengobatan apapun
pengobatannya menggunakan tanaman
mangroove mereka memiliki ritual mantra.
ritual mantranya kurang lebih ini saya
tuliskan dalam ee dengan ee apa namanya
narasi berwarna kuning. Saya sendiri
kurang kurang bisa membaca dengan baik
ya. Tapi mungkin ee Bapak Ibu yang asli
suku Bugis akan bisa mempronsiasikan
lebih baik. Tetapi kurang lebih ee
mantranya berbunyi demikian ya. Ini
bismillah sakit makan paru, sakit mulut
makan tulang, sakit mulut makan wujud,
sakit mulut makan pele. Turun bis naik
tawa, aku menawa sakit mulut. Sakit
mulut nan bise. Bukan aku setajab guru.
Setajab guru menjaga aku ee kupakai ee
berkat Allah lailahaillallah bekar
baginda Rasulullah. Kurang lebih seperti
itu. Dan kemudian terapi pengobatan ini
diberikan dan ini diyakini akan
memberikan dampak atau kemujaraban yang
lebih baik dibandingkan kalau obat itu
diberikan tanpa diberikan mantra. Dan
biasanya orang yang memberikan mantra
ini adalah tetua adat yang memang
memiliki ee pengalaman atau kekuatan
spiritual untuk menggunakan ee tumbuhan
sebagai ee pengobatan ee herbal.
Oke.
Namun demikian, berdasarkan kajian,
beberapa kajian yang sudah saya lakukan
ee walaupun tumbuhan ee penggunaan ee
tanaman dalam etofarmakologi ini banyak
digunakan terutama di bankr, namun
demikian kita mengalami ancaman yang
sangat serius terhadap ee praktik
etnofarmakologi ini. Jadi, ada empat
ancaman yang sangat ee harus kita
berikan atensi yang lebih sehingga kita
dapat ee membuat perencanaan atau
tindakan untuk memitigasi dari ancaman
tersebut. Yang pertama adalah erosi
pengetahuan antar generasi. Jadi, Bapak
Ibu pengetahuan praktik etnofarmakologi
ini diwariskan secara lisan tanpa adanya
skrip, tanpa adanya dokumentasi
tertulis. sehingga kalau ee kemudian si
pemilik dari pengetahuan ini mengalami
gangguan ingatan atau kemudian gangguan
kesehatan, maka kemungkinan besar ee
praktik ini tidak akan bisa dilanjutkan
untuk generasi berikutnya. Ee kemudian
generasi muda juga rata-rata mereka
tidak lagi tertarik dengan pengobatan ee
etofarmakologi ini. Kenapa? karena
mereka menganggap bahwa kalau ada yang
praktis kenapa harus susah-susah begitu?
Karena apa? karena mungkin ee obat-obat
kimia atau obat-obat sintetis itu mudah
didapatkan ee di apotek terdekat
sehingga untuk mencari obat herbal,
mencari daun, mencari perakaran,
kemudian meramunya itu membutuhkan
effort sehingga itu menjadi tidak
populer untuk ee generasi muda. Dan ee
berdasarkan pengalaman penelitian yang
telah kami lakukan itu memang ee praktik
etnoofmakologi ini sekarang tidak lagi
diketahui oleh generasi yang umurnya di
bawah 40 tahun. Bahkan ee sebagian besar
ee mereka yang mengetahui praktik
etnofarmakologi ini berusia di atas 55
tahun. Dan ini menjadi alarm bagi kita
bahwa praktik etnofarmakologi ini
berisiko tinggi untuk hilang dan ee
tidak lagi ada di ee dalam catatan ilmu
kebud e di dalam catatan budaya kita.
Kemudian yang kedua yang menjadi masalah
adalah degradasi ekosistem mangroove.
Ee di Lampung sendiri Bapak Ibu
berdasarkan data yang saya pelajari itu
semenjak tahun 1980-an
sampai tahun 2000 ee 2010 itu sekitar
80% mangr di Lampung itu sudah hilang.
Artinya saat ini yang ada di ee Provinsi
Lampung itu sekitar 10.000 sekian hektar
itu itu hanya 20% dari kondisi existing
di tahun 0-an. di mana di tahun-an itu
mangr di Lampung mengalami degradasi
yang sangat serius karena ee popularitas
udang Windu pada saat itu. Udang Windu
sangat eh populer dan kemudian terjadi
alit fungsi lahan mangroove menjadi
tambak-tambak udang untuk perikanan dan
mangr juga mengalami kerusakan akibat
pencemaran. Kalau mungkin Bapak Ibu ee
saat ini mungkin berjalan-jalan di
wilayah mangruve, terutama mangruve yang
dekat dengan ee perkotaan, kita bisa
lihat bahwa perakaran mangr itu ee
mungkin bisa dikatakan 70%-nya tertutup
oleh sampah, utamanya sampah plastik.
Saya hari Sabtu kemarin baru saja
mengunjungi Pulau Pasaran. Pulau Pasaran
adalah salah satu pulau penghasil ee
teri terbesar di Indonesia. Begitu. Dan
di Pulau Pasaran itu ada ee kawasan
mangrup tidak begitu luas. Luasnya
kurang dari sekitar 25 hektar. Tetapi
sangat penting karena berada di wilayah
Kota Bandar Lampung. Dan ee dari
observasi saya memang ee ya saya bisa
katakan 90% dari permukaan mangr di
wilayah itu sudah tertutup oleh sampah
plastik.
Oke, Bapak Ibu. Kalau terjadi hilangnya
sampah ee terjadi hilangnya mangr,
berarti kita akan kehilangan sumber
obat. Kita akan kehilangan laboratorium
alami dan akan mengalami kehilangan
pengetahuan yang melekat pada spesies
tersebut. Sedikit pengalaman ingin saya
bagikan kepada Bapak Ibu waktu saya
melakukan pengabdian kepada masyarakat
di wilayah Pesisir Lampung Timur. Ee
pada saat itu tema pengabdian saya
adalah salah satunya itu memperkenalkan
jenis-jenis mangr yang ada di pulau
Sumatera gitu. Jadi berdasarkan ee
literatur, berdasarkan kajian ilmiah
yang saya pelajari bahwa ee ee kemudian
saya memperkenalkan apa-apa saja jenis
yang ada di Pulau Sumatera dan mayoritas
masyarakat pada saat itu yang yang ee
melihat ee jenis-jenis mangroove itu
dari gambar dan juga dari herbarium yang
kami miliki itu menyatakan bahwa oh iya
tanaman ini ada di wilayah kami tapi itu
dulu gitu. ee sebagian besar mungkin
saya bisa katakan ya 80% 90% mereka
mengatakan bahwa ya tanaman ini ada,
tanaman ini pernah kami jumpai, tanaman
ini pernah tumbuh di sini tapi itu dulu.
Begitu. Artinya apa Bapak Ibu? Artinya
bahwa wilayah Lampung telah kehilangan
banyak spesies mangrve yang berarti kita
telah kehilangan sumber obat yang sangat
ee berharga dan juga kehilangan ee ee
berbagai fungsi dari tanaman tersebut.
Kemudian ancaman yang ketiga Bapak Ibu
adalah modernisasi dan perubahan gaya
hidup. di mana seperti saya sudah
sampaikan tadi bahwa masyarakat semakin
ee modern ini semakin praktis hidupnya.
Bahkan saat ini kita kalau mau makan
apapun tidak perlu ke warung, kita tidak
perlu ke restoran, kita cukup pencet
handphone dan makanan akan datang dalam
hitungan menit. Dan itulah yang juga
terjadi dalam pengobatan ee tradisional
kita. masyarakat malas untuk ee mencari
bahan, meramu, menyiapkan, kemudian juga
mungkin obat herbal ini dengan rasanya
yang ee tidak disukai itu akan menjadi
tantangan tersendiri sehingga ee
perubahan gaya hidup ini mengancam
praktik penggunaan ee etnofarmakologi di
masyarakat. Oke. Kemudian eh yang
menjadi masalah yang sangat serius
sendiri bahwa awareness dari stakeholder
kita sebagai kaum akademisi juga
pemerintah sebagai pengambil kebijakan
juga masih sangat kurang dalam
mendokumentasikan perlindungan dan juga
memberikan hak kepada masyarakat. Jadi
ee saat ini Bapak Ibu kita saya sharing
ee pengalaman sedikit. Saat ini saya
bersama sembilan orang mahasiswa saya
sedang melakukan ee penelitian dan salah
satu tujuan penelitian kami adalah
mendokumentasikan praktik
etnofarmakologi
penggunaan keanekaaman hayati di repong
Damar Pesisir Barat. Bapak, Ibu yang di
luar Lampung mungkin belum tahu tentang
repong Damar. Repong adalah praktik
tradisional masyarakat Lampung dalam ber
ee kebun. Jadi, repong sendiri artinya
adalah kebun campuran. Jadi, repong
damar sebenarnya adalah kebun campuran
di mana dominasi damar itu sori di mana
jenis damar itu menjadi jenis yang
paling dominan begitu. Tapi pada
praktiknya di repong damar sendiri itu
terdiri atas berbagai spesies yang
memberikan manfaat secara ekonomi bagi
masyarakat. Dan dari karya keragaman
jenis tersebut kami mencoba untuk ee
mendokumentasikan
ee jenisnya apa saja yang ditemui dan
kemudian bagaimana praktik
etnofarmakologi yang dilakukan oleh
masyarakat di Pesisir Barat sehingga
nantinya dokumen ini dapat dijadikan
sebagai sebuah kekayaan ee intelektual
dan harapannya dari dokumen ini kita
tidak akan kehilangan praktik
etnofarmakologi paling tidak dari sisi
ee pengetahuannya. gitu. Oke. Dan dari
kurangnya dokumentasi dan perlindungan
hak masyarakat ini karena minimnya
riset. Kemudian yang kedua adalah risiko
risiko biopiracy. Apa itu bioparsi?
Bioparesi adalah pencurian kekayaan ee
intelektual dalam hal penggunaan tanaman
sebagai sumber obat. Bapak, Ibu mungkin
ee pernah mendengar bahwa oh, tempe
dipatenkan oleh negara Jepang, oh ee
kopi Gayo diproduksi oleh perusahaan
Jepang dan sebagainya. Nah, itu termasuk
salah satunya adalah bio eh eh P. Jadi,
kekayaan praktik eh penggunaan
tumbuhan yang sudah turun-temurun
ternyata tidak dinikmati oleh
benefisinya atau pewarisnya, tetapi ee
dimiliki oleh orang lain karena adanya
bioparesi ini. Jadi, ee ini juga menjadi
konsen kita ini sangat sangat ee harus
menjadi ee apa namanya? harus menjadi
awareness kita bersama. Dan ee yang
berikutnya adalah kurangnya mekanisme
benefit sharing. Eh menurut Protokol
Kyoto itu bahwa masyarakat sebagai
pemilik kearifan lokal itu harus
mendapatkan keuntungan dari praktik yang
mereka ee sudah miliki. Itu kekayaan
mereka. Jadi kalaupun nantinya ada
perusahaan atau ee industri farmasi yang
kemudian mengembangkan ee obat-obatan
yang bersumber dari praktik
etnofarmakologi masyarakat, maka
perusahaan tersebut harus secara adil
melakukan benefit sharing kepada
masyarakat sebagai pemilik kearifan ee
lokal tersebut. Baik, dalam ee ancaman
ee penggunaan ee etnofarmakologi ini
yang saya dapat tekankan bahwa ketika
satu spesies mangr hilang, kita tidak
hanya kehilangan pohon tetapi juga resep
obat, pengalaman yang sudah ratusan
bahkan mungkin ribuan tahun dan peluang
inovasi di masa depan, terutama inovasi
dalam hal penemuan ee obat baru.
Baik Bapak Ibu, kita masuk ke bagian
yang eh ketiga yaitu keaneka ragaman
mangr Indonesia dan potensi bioaktifnya.
Indonesia sendiri seperti saya tadi
sudah ee pernah sebutkan di awal bahwa
kita memiliki hampir seperempat dari
total mangroove global. Artinya ee kita
adalah pemain terpenting di mangfia. Dan
eh sayangnya kalau kita sekarang ke
Google Scholar menggoogle tentang
etnobotani mangr maka yang akan muncul
paling banyak adalah India kemudian
Bangladesh. Bahkan kita kalah dengan
Malaysia. Padahal kita ee merupakan
negara yang punya potensi mangruf yang
paling besar yaitu masih ironi di negara
kita. seharusnya para peneliti lebih ee
fokus, lebih melihat mangr ini sebagai
potensi yang besar untuk kita gali
bersama dan ee harapannya kita akan
mendapatkan benefit ee dari keberadaan
kekayaan alam yang sangat berharga di
negara kita ini. Oke. Mangrov Indonesia
sendiri meliputi sekitar 157 spesies
tumbuhan. ee spesies tumbuhan ini
terdiri atas pohon, kemudian semak,
liana, herbal, dan juga epifit. Dan dari
sisi keanekaragaman hayati itu ee
beberapa data menyatakan bahwa Indonesia
itu memiliki sekitar 60 sampai 70% dari
seluruh spesies mangroove sejati di
dunia. Bapak, Ibu yang mungkin bukan
dari kehutanan, saya ingin sedikit
menjelaskan apa itu mangruh sejati.
Mangruh sejati adalah mangr-benar
hanya ditemui pada wilayah pasang surut.
Jadi itu adalah mangruh sejati. Di di
wilayah Pasang Surut sendiri kadang kala
kita juga menemukan jenis-jenis tanaman
yang lain. Misalnya kita juga bisa
menemukan Waru laut atau Ketapang atau
mungkin Bintaro. Tetapi spesies
spesies-spesies tersebut tidak uniely
gitu, tidak ee secara khas hanya tumbuh
di wilayah Pasang Surut. kita bisa
temukan di pantai. Bahkan di beberapa
perumahan elit itu ee Bintaro itu
digunakan sebagai tanaman penghijauan
atau bahkan di universitas saya sendiri
ee kami dapat menemukan banyak pohon
ketapang itu ditanam sebagai pohon
peneduh di area parkir. Artinya
jenis-jenis tersebut bukan mangruh
sejati tetapi terkategori sebagai
mangroove asosiasi. Oke. Kemudian ee
mangrov di Indonesia itu tersebar luas
di wilayah ee pulau-pulau besar kita
seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa,
Sulawesi, dan Papua. Dan juga kita
temukan dalam porsi yang cukup
signifikan itu di Kepulauan Maluku. Jadi
memang menyebar dari Sabang sampai
Merauk dan ini menjadi ee peluang bahwa
kalau memang tersebar secara merata
kemudian kita juga memiliki etnis yang
luar biasa. keanekaan etnis kita
tercatat lebih dari 700 ee etnis kalau
saya tidak salah sekitar 724 etnis yang
mendiami Kepulauan Nusantara di
Indonesia ini. Sehingga kombinasi antara
ee etnis dan keanekaragaman hayati itu
merupakan anugerah yang luar biasa untuk
kekayaan etnofarmakologi, Bapak Ibu.
Jadi mungkin satu etnis itu akan dengan
ee akan berbeda cara penggunaan dan juga
berbeda khasiat yang mereka percayai
untuk penggunaan satu jenis tanaman
mangruh. Sehingga ya seperti saya bilang
tadi ee anugerah yang luar biasa ini ee
25% mangkrof dunia ada di kita dan
kemudian kita juga sebagai negara dengan
jumlah etnis kedua terbesar di dunia
setelah Papua Newini ya Bapak Ibu ya. Eh
kalau Papua Yugini mungkin punya sekitar
800-an etnis, kita ee ada sekitar 724
etnis. Sehingga kombinasi keduanya
seharusnya akan menciptakan praktik
etnofarmakologi yang sangat luar biasa.
Nah, eh kemudian kenapa ya kok mangrove
ini Bapak Ibu memiliki potensi yang
besar sebagai ee sumber obat? Bapak Ibu,
mungkin saya perlu ee ee jelaskan
sedikit bahwa mangroove adalah tumbuhan
yang tumbuh pada lingkungan yang tidak
menguntungkan. Kenapa tidak
menguntungkan? Karena lingkungan tempat
tumbuh mangr itu adalah lingkungan yang
sangat marginal. Tanaman lain tidak mau
tumbuh di situ atau tidak mampu tumbuh
di situ. Apa saja lingkungan marginal
itu? Yang pertama adalah salinitasnya
sangat tinggi, Bapak, Ibu. Jadi,
salinitas mangr itu ee mencapai 20
sampai 25 pptumbuhan
halofatik halofitik yang bisa ee tumbuh
di wilayah tersebut. Tumbuhan halofitik
sendiri adalah tumbuhan yang ee toleran
atau dapat hidup pada kadar garam yang
tinggi. Begitu. Kemudian kalau kita
perhatikan substrat atau tanah di
wilayah Mangr itu adalah tanah yang
anaerob. Tanah yang aerob. Kenapa?
karena dia tergenang oleh air sehingga
rongga-rongga ee tanah atau pori tanah
yang seharusnya dapat digunakan untuk
pertukaran gas itu tertutup oleh air dan
ini tidak bisa ditolerir oleh sebagian
besar ee tumbuhan tingkat tinggi, tapi
mangruh bisa tumbuh di sini. Kemudian ee
keterbatasan yang ketiga adalah
fluktuasi pasang surut di beberapa
wilayah dengan di e beberapa wilayah dan
beberapa periode waktu tertentu bahkan
penggenangan oleh air pasang mangruk itu
dapat mencapai 10 jam dalam 1 hari. Ee
untuk beberapa tanaman itu penggenangan
selama itu itu tidak dapat ditolerir dan
dapat menyebabkan kematian tanaman.
Begitu. Kemudian yang berikutnya ee ee
ketidakide kondisi tempat tubuh makruf
adalah suhu dan intensitas cahaya
matahari yang sangat tinggi. Seperti
kita ketahui bersama Bapak Ibu bahwa
kenapa ya kalau kita ke pantai itu
hawanya gerah gitu. Untung pantai itu
ada angin. Kalau tidak angin ya pasti
kita tidak betah di pantai ya. Kenapa?
karena memang ee uap air dari laut itu
tinggi, kelembabannya sangat tinggi dan
itu membuat udara di wilayah perairan
itu menjadi lebih ee panas dan ee
kondisi udara yang ee lebih tinggi ini
itu tidak disukai atau tidak
menguntungkan bagi sebagian besar ee
makhluk hidup. Kondisi yang terlalu
tinggi begitu Bapak, Ibu ya. dan juga
intensitas cahaya matahari yang terlalu
ee besar itu juga menjadi faktor ee
pembatas bagi banyak tumbuhan ee tingkat
tinggi. Nah, oleh karena itu karena
tumbuh di wilayah di wilayah yang tidak
menguntungkan, mangruk ini mengembangkan
adaptasi yang luar biasa, Bapak, Ibu.
Adaptasinya ada empat adaptasi yang ee
dikembangkan oleh indung. Yang pertama
adalah adaptasi morfologis. di mana
mangroove itu mengembangkan ee akar
napas atau neumatofor di mana karena
kondisi yang tergenang mangruve tidak
bisa mendapatkan udara untuk respirasi
akarnya maka mangkrove mengembangkan
akar nafas seperti yang tampil tampak
pada gambar slide saya ini. Ini adalah
ee akar napas tipe akar ee pasak ya,
yaitu menonjol ke permukaan tanah. Di
mana ada empat tipe ee akar napas
mangrov. Nanti ada tipe akar jangkar,
tipe akar pasak seperti yang digambar
ini, tipe akar lutut seperti yang bisa
kita lihat pada ee pada genus rizofora
dan juga tipe akar banir yang kita bisa
lihat pada ee ee beberapa jenis tanaman
ee bruguguera begitu.
Kemudian ee akar-akar seperti ini juga
selain dia untuk mengambil oksigen di
udara untuk respirasi juga merupakan
mekanisme dari mangroove untuk mampu
menghadapi kondisi tempat tumbuh yang
labil. Kondisi tempat tumbuh mangruf ini
kan ee pada umumnya adalah ee ee lumpur
yang tidak stabil. ee mudah untuk
tererosi, mudah untuk terkena arus e
laut sehingga keberadaan akar mangruf
ini yang seperti ini itu merupakan
jangkar untuk mereka ee tumbuh pada
tempat yang tidak menguntungkan ini.
Kemudian adaptasi morfologis berikutnya
adalah maruf ini memiliki daun yang
tebal dan memiliki lapisan lilin di
atasnya. Ee ini berfungsi untuk
mengurangi penguapan atau mengurangi
kehilangan air akibat suhu yang tinggi.
Adaptasi yang kedua adalah adaptasi
anatomis.
Mangr memiliki jaringan aren kimia,
yaitu jaringan yang berubah seperti ee
spons begitu pada akar dan batang yang
ee jaringan tersebut itu mampu
meningkatkan suplai oksigen ee untuk
mangroove yang memang tumbuh pada
kondisi yang tergenang. Kemudian mangrf
juga memiliki kelenjar garam pada daun
yang berfungsi untuk mengeluarkan
kelebihan garam karena mangr tumbuh pada
wilayah dengan ee salinitas yang sangat
tinggi. Di dalam tubuh mangkrove juga
terdapat fokulo besar di dalam sel daun
yang berguna untuk menyimpan ion garam,
yaitu ion yang kalau dia terlalu
berlebihan beredar pada jaringan
tanaman, dia akan menjadi racun.
sehingga mangr mengembangkan vakola
besar untuk menyimpan kelebihan ion
garam-garam tersebut. Kemudian adaptasi
fisiologis. Ee mangr mengembangkan
adaptasi fisiologis berupa eh eksklusi
garam dari akar. Jadi, akar mangriki
eh solve exclusion, yaitu membuang
membuang mangr supaya mangrf ini tidak
masuk ke dalam ee perakaran dan tidak
menjadikan ee kandungan garam di tubuh
mangruf itu menjadi tinggi. Kemudian
mangruf juga mampu mengekkresi garam
yang sudah masuk ke dalam tubuh tanaman
melalui ekskresi yang dilakukan oleh
organ daun. Kemudian makruh juga
memiliki kapasitas untuk pengaturan
osmotik melalui akumulasi senyawa
organik yang kompatibel untuk menjaga
bahwa tekanan osmotik di dalam tubuh
makhluk ini stabil dan tetap terjaga.
Kemudian ee makruh juga memiliki
adaptasi yang cukup menarik Bapak Ibu.
Kalau Bapak Ibu mungkin pernah
berkesempatan jalan-jalan ke mangroove,
Bapak Ibu akan melihat bahwa buah
mangroove itu panjang-panjang sekali.
Bahkan yang untuk ee spesies risopora
mukronata mungkin panjangnya bahkan ada
yang sampai 1 m begitu ya Bapak, Ibu ya.
Nah, itu sebenarnya adalah ee propagul.
Apa itu propagul? Propagul adalah bentuk
adaptasi mangr karena dia tumbuh di
perairan dan kemungkinan besar biji yang
jatuh itu akan tersapu oleh arus air.
Maka mangkrove mengecambahkan dulu
bijinya sebelum biji itu dijatuhkan.
Sehingga kalau yang Bapak Ibu lihat
bagian dari mangrf, biji mangruk yang
panjang itu adalah calon akarnya. Calon
akar tumbuh dulu. Setelah calon akar
tumbuh tumbuh cukup panjang, kemudian
baru makruf ini akan menjatuhkan
buahnya. Dan dengan perakaran yang sudah
panjang tersebut, maka perakaran
tersebut akan menancap dengan kuat di ee
lumpur dan tidak akan terseret oleh arus
laut. Oke. Dan yang paling penting dari
adaptasi-adaptasi tersebut, Bapak Ibu,
bahwa ee semakin sulit tempat hidup, ya,
semakin ee menantang tempat hidup, maka
tanaman tanaman yang mampu tumbuh di
atasnya dia akan semakin beradaptasi
dengan baik. Dan sisi positif dari
adaptasi ini adalah produksi senyawa
biokimia yang makin banyak dan makin
beragam. Oleh karena itu, wajar kiranya
apabila tanaman mangroove itu menjadi
gudang sumber biokimia karena mereka dan
sehari-harinya itu menghadapi stres
lingkungan yang ekstrem yang akan memicu
produksi metabolit sekunder. Di mana
metabolit sekunder ini nanti dapat kita
ee dapat kita kaji lebih lanjut di
beberapa di antaranya akan memiliki
sifat bioaktif.
Nah, ini berdasarkan kajian yang pernah
saya lakukan dengan tim saya. Ee
ternyata memang mangr ini memiliki ee
senyawa bioaktif yang sangat besar. Di
tahun 2023 kami melakukan kajian eh
profiling senyawa bioaktif yang ada di
lima jaringan tanaman avisennia marina
yaitu akar, bunga dan buah, daun, kayu,
serta kulit batang. dan kami melakukan
eh profiling-nya itu menggunakan
analisis GCMS dan juga analisis LCMS.
Analisis GCMS sendiri itu digunakan
untuk ee mengidentifikasi
senyawa-senyawa yang volatil atau mudah
menguap. Sementara LCMS digunakan untuk
meng-capture senyawa-senyawa yang non
volatil. Dari analisis yang kami
lakukan, kami mendapatkan bahwa pada
avisennya marina itu terdapat setidaknya
oh ya maaf ini disclaimer dulu bahwa
avisennya marina yang kami identifikasi
itu berasal dari perairan ee Lampung
Selatan yaitu di sekitar muara Sungai
Wasa Kampung. Sekedar gambaran umum,
Sungai Basampung ini adalah sungai
besar, salah satu sungai besar di
Lampung di mana kondisi perairannya
sudah mengalami cemaran dan tergolong
tercemar sedang. Oleh karena itu mungkin
ee akan berbeda lagi nanti dengan jenis
avisennya marina di tempat lain yang
mungkin tekanan tempat tumbuhnya itu
berbeda.
Baik, dari ee tempat dari ee sampel yang
kami analisis itu kami menemukan
setidaknya ada 55 senyawa yang bersifat
bioaktif. Nah, 55 sewa ini ternyata itu
ee sangat tinggi ya. Kalau saya
komparasikan dengan beberapa penelitian
sejenis itu yang pernah dilaporkan itu
bahwa ee dari India itu pernah
melaporkan bahwa avisenia offisinalis
itu hanya e memiliki tiga senyawa dan
juga eh pada Avisena Marina asal India
itu ditemukan 12 senyawa. Tetapi saya
tidak bisa kemudian secara firm bahwa
okeenn Marina di ee Lampung Selatan
lebih baik karena memang mungkin metode
yang digunakan juga berbeda. Ee ee
karena metode yang saya gunakan mungkin
sedikit lebih modern atau lebih update
dibandingkan kedua peneliti yang memang
ee sudah lebih dulu melakukan penelitian
atau kajian etno ee bioprospeksi tanaman
tersebut. Dan menariknya Bapak, Ibu
bahwa dari 55 senyawa bioaktif yang kami
temukan setelah kami analisis
berdasarkan beberapa basis data eh
internasional yang sudah platform yang
umum digunakan, hanya 20 yang telah
dilaporkan memiliki khasiat medis atau
diketahui medical properties-nya.
Artinya apa? Artinya bahwa masih ada 35
senyawa bioaktif lain yang belum pernah
dilaporkan. Nah, ini menjadi peluang
besar mungkin kita bisa kemudian
mengembangkan, kita bisa bisa kemudian
melakukan kajian molekuler docking untuk
kemudian mengetahui kira-kira ini
potensial untuk penyakit apa. Nah, ini
sangat ee menarik sekali. Mungkin Bapak,
Ibu yang dari ee Fakultas Farmasi ini
dapat ee melakukan kajian lanjutan
mungkin dengan ee teknik ya saya tidak
tahu saya mungkin cuma mendengarnya
tentang teknik molekuler docking yaitu
teknik komputerisasi untuk ee mencoba
mencocokkan antara ee apa? Gugus aktif
dari senyawa bioaktif ini dengan ee
enzim dari penyakit target gitu.
sehingga akan dicari sekuat mana
ikatannya dan seb sejauh mana
kecocokannya dan akan ee semakin cocok
dan semakin kuat ikatannya maka potensi
untuk menyembuhkan penyakit tersebut
akan semakin besar. Kurang lebih seperti
itu dan saya bukan ahli molekuler
docking. Kalau ada yang salah nanti
mohon dikoreksi juga Bapak Ibu.
Nah, dari ee 20 senyawa bioaktif yang
sudah ee diketahui ternyata Bapak Ibu
sangat menarik. ternyata terdapat 21
medical properties dan dari 21 medical
properties ini saya mencoba untuk
meng-highlight empat medical properties
yang memang sangat dibutuhkan oleh dunia
kesehatan di masa yang akan datang. Apa
saja? Yang pertama adalah antiinlamasi.
Dari Avisena Marina kami menemukan 12
antiinlamasi. Antiinlamasi ini sangat
penting untuk ee dunia medis di masa
yang akan datang. Karena antiinlamasi
ini sangat potensial untuk ee beberapa
penyakit yang makin hari makin comen,
yaitu artitis atau radang persendian,
kemudian autoimun, dan juga terapi
kanker. Kenapa kanker? Karena memang
ternyata penyakit kanker ini sangat
relate dengan peradangan. Eh beberapa
penelitian menyatakan bahwa
berkembangnya sel kanker itu apabila dia
mendapatkan pasokan yang pasokan ee
perdarahan yang memadahi dan perdarahan
atau pembuluh darah ini akan terbentuk
dengan masif apabila terjadi peradangan.
Oleh karena itu ee peradangan itu sangat
relate, sangat erat kaitannya dengan
kejadian kanker. Kemudian yang
berikutnya adalah ada tujuh senyawa
antibakteri,
yaitu merupakan anti ee mikrobial yang
ee sangat potensial untuk penemuan
sumber antibiotik baru untuk mengatasi
berbagai resistensi antibiotik yang
memang terjadi saat ini akibat
ketidakpatuhan masyarakat dalam
menggunakan antibiotik secara proper
sehingga banyak terjadi ee kejadian ee
apa namanya
ee resistensi dan juga memang secara
alami bakteri dan juga berbagai penyakit
ini mengalami evolusi dan mengalami
perkembangan sehingga wajar kalau ee
antibiotik-antibiotik yang mungkin 50
tahun yang lalu menjadi dewa antibiotik
saat ini sudah ee banyak yang tidak lagi
manjur karena adanya resistensi ini.
Sehingga untuk itu kita perlu terus
mencari sumber-sumber antibiotik yang
baru. Dan di avisina Marina sendiri itu
terdapat tujuh senyawa antibakteri.
Kemudian yang tidak kalah pentingnya
adalah senyawa anti kanker. Bapak Ibu,
kita menemukan ada empat senyawa yang
disinyalir merupakan antikanker. Ee
antikanker sendiri saat ini memang belum
ada ee obat yang benar-benar bisa
digunakan untuk menyembuhkan kanker
Bapak, Ibu ya. Bahkan beberapa pasien
itu dilaporkan mengalami penurunan
kondisi ee kondisi fisik ee setelah
dilakukan terapi seperti misalnya ee
kemoterapi seperti itu. Nah, ee oleh
karena itu perlu terus dilakukan ee
penelitian atau kajian untuk berupaya
menemukan senyawa-senyawa anti kanker
yang senyawa ini diharapkan memiliki
efek samping yang lebih ringan. memiliki
efek samping yang lebih ringan sehingga
ee tidak akan menurunkan kualitas hidup
penderita kanker yang sedang ditreatmen
dan juga memiliki efektivitas yang lebih
tinggi dari ee anti-anti agen-agen anti
kanker yang saat ini sudah ee diizinkan
untuk digunakan secara global. Kemudian
dari senyawa afisennya sendiri itu kami
temukan senyawa antioksidan di mana
antioksidan ini sangat penting Bapak Ibu
untuk mencegah ee atau mengatasi radikal
bebas di mana kita hidup di ee apalagi
Bapak Ibu yang tinggal di wilayah
perkotaan setiap hari mungkin kita akan
menghisap kendaraan asap kendaraan
bermotor, asap dari pabrik, dari
industri ee atau asap dari pembakaran
sampah dan sebagainya itu tentu saja
kita akan terpapar banyak sekali radikal
bebas dan apabila Bapak Ibu ee bisa
kemudian menyeimbangkannya dengan
konsumsi antioksidan maka diharapkan
bahwa ee radikal bebas itu tidak akan
berdampak buruk terhadap ee tubuh kita
semua dan juga ee radikal antioksidan
ini dapat mengurangi stres oksidatif dan
juga ee mengurangi karena memang
beberapa kejadian kanker itu dipicu
karena provokasi dari radikal bebas pada
sel sehat yang kita miliki. sehingga
kalau kita mengkonsumsi antioksidan
harapannya kita akan ee lebih ee
bertahan dari ee penyakit yang sangat
berbahaya ini. Dan juga yang tidak kalah
penting saat ini bahwa semua orang ingin
terlihat awet muda, semua orang ingin ee
terlihat eh glowing begitu Bapak Ibu.
Bahkan beberapa ee kajian itu
menunjukkan bahwa banyak sekarang
masyarakat di Indonesia yang mereka
tidak khawatir kalau mereka tidak
mendapatkan protein untuk lauk
keluarganya, tetapi mereka akan sangat
khawatir kalau skincare mereka habis.
Artinya apa? Artinya bahwa memang
kebutuhan terhadap kosmetik ini menjadi
kebutuhan yang cenderung sudah mengarah
kepada kebutuhan pokok. begitu. Sehingga
memang potensi antiaging ini menjadi
sangat penting bagi ee kebutuhan ee
masyarakat ee modern. Nah, eh sedemikian
banyak potensi dari Avisina Marina ini
Bapak Ibu bahkan menjadi menjadi wajar
apabila
ee dunia ee ilmiah menamai tanaman ini
sebagai eh avisenia yang merupakan eh
pronsiasi orang Barat terhadap Ibnu Sina
yaitu Bapak kedokteran ee modern dunia
ya. Sehingga karena memang potensi dari
ee senyawa bioaktifnya sangat luar
biasa.
Baik Bapak Ibu, kita masuk ke bagian
yang terakhir yaitu bagaimana sains
modern ini kemudian menjadi jalur
bioprospeksi mangrov.
Eh bioprospeksi sendiri apa?
Bioprospeksi adalah proses ilmiah untuk
menemukan, mengidentifikasi,
mengembangkan senyawa bioaktif dari
sumber-sumber hayati yaitu bisa
tumbuhan, bisa mikroorganisme dan bahkan
juga dari berbagai organisme laut.
Brioprospeksi sendiri itu merupakan
jembatan antara alam dan juga sains
modern. Jadi apa yang disediakan alam
kemudian sains modern itu ee berupaya
untuk menjustifikasinya, untuk
mengilmiahkannya menjadi sebuah ee
sebuah temuan ee ilmiah yang menyatakan
bahwa oke tanaman ini atau spesies ini
itu berpotensi untuk digunakan untuk
tujuan A gitu. misalnya bisa untuk ee
obat, bisa untuk sumber ee kosmetik,
bahkan mungkin juga bisa sebagai sumber
ee pestisida di dunia pertanian, sumber
herbisida di dunia industri sebagai
katalis untuk reaksi dan sebagainya. Dan
untuk kegiatan bioprospeksi ini itu ada
tiga komponen penting yang harus kita ee
kita lakukan. Yang pertama kita harus
memetakan dulu keanekaragaman hayati.
Dari keanekaragaman hayati yang ada
nantinya kita akan punya basic basis
data untuk melakukan riset di skala
laboratorium. Dan kemudian setelah
melalui justifikasi ilmiah dari riset
laboratorium, kita dapat melakukan
inovasi untuk menemukan berbagai ee
sumber obat baru, produk kesehatan,
kosmetik, dan juga industri secara umum.
Satu contoh tentang kegiatan
bioprospeksi yang saya pernah lakukan
bersama tim saya ee di ini kami sudah
lakukan dari tahun 2021 sampai dengan
tahun 2025 ini. Jadi kebetulan eh ee
riset ini didanai oleh Hey Project
Universitas Lampung dan ee ee kami telah
melakukannya sampai di uji efek
efektivitas yaitu di tahap kelima. Di
dalam penelitian ini Bapak Ibu saya
mohon maaf karena saya sendiri adalah ee
dosen di jurusan kehutanan. Jadi nanti
ada beberapa yang mungkin tidak atau
saya kurang eksplasinya karena ini
terkait dengan dunia farmasi dan juga
dunia kedokteran. Tetapi sesungguhnya di
tim kami itu ada juga ee dosen-dosen
yang memang ahlinya di bidang ee farmasi
dan juga di bidang kedokteran utamanya
yaitu di bagian obstekrik dan ginekolog.
Karena misi kami pada saat ini pada pada
penelitian ini adalah kami ingin mencari
agen antifertilitas herbal untuk pria.
Kami merasa bahwa selama ini tidak adil.
Kenapa kok untuk rabe, untuk kontrasepsi
kok hanya wanita? Maka kami mencoba
untuk bagaimana kita mempromote bahwa
pria juga harus adil, pria juga harus
mau untuk ee melakukan KB atau anti ee
fertilitas ini. Nah, studi kami ini
dilakukan melalui lima tahapan. Yang
pertama dilakukan melalui studi
keanekaan, spesies tumbuhan mangroove di
seluruh Provinsi Lampung. Kemudian yang
kedua, kami berdasarkan ee
keanekaragaman tersebut, kami mencoba
menggali praktik etnofarmakologi yang di
lakukan oleh masyarakat pesisir di
seluruh Provinsi Lampung dan kemudian
dari jenis tanaman yang ee berpotensi
sebagai antifertilitas kemudian kami
melakukan bioprospeksi. Nah, kemudian
setelah bioprospeksi dan kemudian
terindikasi atau ditemukan bahwa tanaman
ini mengandung agen antifertilitas, maka
kami melakukan uji toksisitas pada hewan
uji yaitu tikus winstar atau mencit. Dan
kemudian setelah uji e toksisitas ini ee
ternyata senyawa atau ekstrak dari
tanaman tersebut aman, maka kami akan
lanjutkan untuk uji efektivitas untuk
melihat seberapa efektif dan dosis
berapa yang efektif untuk ee sebagai
agen antifertilitas yang nantinya ee
mudah-mudahan dapat diadopsi untuk ee
diaplikasikan kepada manusia.
Nah, ee dari hasil penelitian tersebut
kami mendapatkan bahwa di ini contoh
kasusnya di Lampung ya, Bapak, Ibu. Kami
mendapatkan bahwa di pesisir Lampung itu
terdapat setidaknya 28 jenis ee 28
spesies tanaman mangroove. Di mana
Avisena Marina itu memiliki dominansi
yang sangat luar biasa yaitu memiliki
indeks nilai penting mencapai 238%.
Artinya ya hampir mutlak ya kalau 300%
mutlak. ee artinya memang ee Avisina
Marina ini sangat mendominasi, banyak
ditemukan, dan juga memiliki ee ukuran
ukuran tanaman yang besar sehingga dia
sangat dominan begitu. Kemudian ee
sesungguhnya dominansi satu spesies yang
terlalu besar ini mencerminkan bahwa
ekosistem tersebut kurang resilien,
kurang lenting kalau menghadapi tekanan
dari luar. sehingga ini menjadi
awareness kita bersama bahwa ee perlu
untuk memberikan ee sentuhan atau
memberikan ee apa ya treatment kepada
mangrove di Provinsi Lampung supaya
lebih merata lagi nanti ee dominansinya
dengan jenis-jenis yang lain. Kemudian
dari hasil penelitian tahap kedua, kami
menemukan Bapak Ibu bahwa praktik
etnofarmakologi itu ternyata masih hidup
dan ada bersama tradisi masyarakat yang
ada di pesisir Lampung. ee di mana
memang yang paling besar di sini kita
lihat adalah di Lampung Timur. Kenapa
Lampung Timur memiliki praktik
etnofarmakologi yang sedemikian kaya? Di
sini kita lihat bagian yang warna hijau
ini adalah jumlah penyakit yang ee
menurut masyarakat itu dapat disembuhkan
dan kemudian ee yang berwarna biru
adalah jumlah spesies yang digunakan
dalam praktik etnofarmakologi. Nah,
kenapa Lampung Timur menjadi ee tempat
yang paling banyak praktik farmakologi?
Eh, ada dua alasan. Yang pertama memang
Lampung Timur adalah sentra mangroove di
Provinsi Lampung. Jadi memang
dibandingkan dengan wilayah-wilayah
lain, pusat atau keberadaan mangkrove di
Lampung Timur itu adalah yang paling
luas dan paling beragam. Kemudian yang
kedua, selain itu ee masyarakat di
Lampung Timur juga ee terdiri atas etnis
yang sangat beragam. Etnis yang sangat
beragam. Dan menariknya dari praktik
etnofarmakologi ini ee suku Bugis adalah
suku yang paling advance dalam hal
pemanfaatan makro sebagai tanaman obat.
Sehingga ee di manapun ditemukan suku
Bugis maka di situ praktik
etofarmakologi akan ee berkembang dengan
baik. Maksud saya akan ditemukan praktik
etnofarmakologi yang kaya apabila di
wilayah pesisir tersebut ditemukan suku
Bugis dan ini yang tidak terjadi di
Kabupaten Tulang Bawang. Ee oleh karena
itu memang walaupun mangruh di tulang
bawang cukup signifikan, tetapi praktik
etofarmakologinya tidak begitu kaya.
Nah, ini adalah beberapa contoh
penggunaan dan penyiapan ee tanaman
untuk pengobatan secara etofarmakologi,
Bapak, Ibu. Yang pertama adalah daun
risopora apikulata. Daun risupora
apikulata ini dipercaya oleh masyarakat
Lampung sebagai obat luka luar. obat
luka luar dan juga obat sengatan biota
laut. Misalnya terkena bulu babi atau
terkena ikan lepok dan sebagainya yang
mengandung venom itu dapat disembuhkan
menggunakan ee ekstrak dari daun
risopora apikulata dengan cara
dihaluskan, boleh ditumbuk atau dikuny
seperti itu. Kemudian ditempelkan pada
ee apa? Bagian yang luka atau bagian
yang tersengat oleh biota laut. Kemudian
yang kedua adalah penggunaan rizopora
apikulata yaitu pada buahnya. Buah
rizopora apikulata itu direbus kemudian
ee dikeringkan dan setelah kering ee
disangrai dan dijadikan
seperti kopi bubuk dan itu dipercaya
oleh masyarakat sebagai antioksidan.
Meningkatkan daya tahan tubuh, tidak
mudah tersarang penyakit dan juga ee
supaya lebih ee sehat menurut
masyarakat. Kemudian yang ketiga adalah
contoh ketiga adalah kulit batang
risupora apikulata itu digunakan sebagai
teh. Dia direbus, diseduh menggunakan
air yang dididihkan kemudian ee setelah
dingin itu diminum dan mereka percaya
itu adalah obat yang mancur untuk
gangguan liver dan juga menurunkan
tekanan darah yang tinggi. Begitu. Itu
adalah beberapa contoh praktik
etnofarmakologi yang ada di Provinsi
Lampung.
Nah, setelah kita coba cocokkan Bapak,
Ibu dari praktik etnofarmakologi,
khasiat yang dipercaya oleh masyarakat
dan kemudian literatur ilmiah yang coba
kami telusuri, yang coba kami telisik,
ternyata sebagian besar di sini Bapak,
Ibu itu ditunjukkan dengan warna hijau.
Artinya sangat sesuai. terkategori
sangat sesuai Bapak, Ibu apabila
terdapat paling tidak dua senyawa
bioaktif yang memiliki medical
properties untuk menyembuhkan penyakit
yang ditargetkan. Begitu. Kemudian
sesuai apabila terdapat hanya satu
senyawa yang memiliki medical properties
sesuai dengan ee penyakit yang
ditargetkan. Kurang sesuai itu apabila
seperti ini, Bapak, Ibu. ternyata efek
bio ee efek ee dari
ee bioaktifnya itu tidak langsung kepada
penyakit itu, tetapi melalui mekanisme
yang dua tahap. Seperti misalnya untuk
mengobati penyakit sariawan, tidak
langsung untuk membunuh jamurnya, tetapi
meningkatkan daya tahan tubuhnya. Nah,
itu terkategori kurang sesuai karena
tidak langsung. Tetapi bukan tidak
tersesuai karena memang masih ada
implikasinya. walaupun tidak direct
gitu. Nah, kurang lebih seperti ini.
Ternyata surprisingly sebagian besar
praktik yang dilakukan oleh masyarakat
secara etnofarmakologi itu secara ilmiah
itu terkonfirmasi sangat sesuai.
Nah, dari ee beberapa jenis tanaman yang
memang digunakan oleh masyarakat Lampung
itu kami dapatkan Bapak Ibu bahwa eh
nilai tanaman yang memiliki species use
value atau nilai guna tertinggi di sini
adalah Avisenia Marina. Jadi, Avisenia
Marina itu memiliki nilai guna
tertinggi. Oleh karena itu, kemudian
Avisenia Marina ini menjadi eh spesies
target kami untuk melakukan bioprospeksi
gitu. Dan ee berdasarkan perhitungan SUV
ini kemudian kami targetkan Avisena
Marina sebagai jenis tanaman yang akan
kami bioprospeksi.
Nah, ini sudah saya sampaikan tadi di
slide ee terdahulu kurang lebih seperti
ini. Sedikit saya ulang ada 55 senyawa
bioaktif yang ditemukan pada Abisena
Marina. Nah, kemudian ini adalah
beberapa eh medical properties atau eh
khasiatnya. Ini sangat beragam sekali
ya, Bapak, Ibu. analgesik atau untuk
anti nyeri, kemudian antibakteri, anti
epileptik, antifertilitas atau Nah, ini
yang nomor empat ini adalah target kita,
Bapak, Ibu. Target kita adalah
antifertilitas untuk obat KB, kemudian
anti ee fungi, anti peradangan, bahkan
anti kanker dan lain-lain. Sangat
beragam sekali eh medical properties
dari Avisina Marina ini. Dan kemudian
kita akan fokus pada poin yang keempat
karena memang misi kita adalah mencari
antifertilitas untuk pria.
Nah, untuk kepentingan ee antiersilitas
sendiri karena memang sudah
terkonfirmasi bahwa pada jaringan
tanaman avisenia marina itu ditemukan
anti antifertilitas
bahkan pada semua jaringan ditemukan
satu di akar, satu pada bunga dan buah,
satu di daun, satu di kayu, satu di
kulit batang. Artinya semua ee bagian
tanaman ini memiliki antifertilitas.
Oleh karena itu, kemudian kami lakukan
uji ee toksisitas pada hewan coba. Pada
hewan coba kami menguji sori. Pada hewan
coba kami menguji ee toksisitas ini
dengan ee en dosis Bapak Ibu. 1 2 3 4 5
ya. 6 dosis dari 0 sampai 4.000 mg/ kg
berat badan. Dan kami ujikan selama 2
minggu berturut-turut. ee kami ujikan eh
kami menguji pada mencit waktu itu ada
empat ekstrak. Ada empat ekstrak dan
kemudian kita uji masing-masing ekstrak
ini eh dengan en dosis.
Oke. Dan kemudian dari enam dosis ini
ternyata surprisingly bahwa memang tidak
ada toksisitas yang sampai membunuh
hewan coba, sampai mematikan hewan coba.
sampai akhir pengamatan itu hewan coba
kita 100% masih hidup. Namun demikian
kemudian kita melakukan ee analisis PA
dan hasil analisis ini ternyata
diketahui bahwa dosis 0 sampai 500 mg
itu tidak menunjukkan efek kerusakan
yang berarti pada organ hati ee ginjal
dan ee pada organ hati dan ginjal gitu.
Sehingga ini terkategori aman untuk
dosis 0 sampai 500. Sementara untuk
dosis 1000 sampai 4.000 mg/ kg berat
badan itu kami mendapatkan bahwa hasil
PA menunjukkan bahwa ada kerusakan yang
terkategori sedang pada organ hati dan
ginjal. Oleh karena itu, kami
berkesimpulan bahwa dosis yang aman
untuk diberikan adalah sampai dengan 500
mg/ kg berat badan. Oleh karena itu,
Bapak Ibu, kemudian di tahun berikutnya
kami melakukan uji tahap kelima atau uji
yang terakhir tadi dari proses pencarian
antibilitas, yaitu uji efektivitas.
Nah, dari uji efektivitas ini kami
memberikan ee ekstrak ee buah mangroove
itu selama ee 2 minggu berturut-turut
terhadap mencit jantan dengan dosis
bervariasi antara 0, 100, 250, dan 500
mg/ kg berat badan. Dan ee
mengejutkannya bahwa seluruh hewan coba
kami itu aman gitu. Jadi seluruhnya
hidup dan ee artinya bahwa memang ee
tidak ada ee kematian yang disebabkan
oleh pemberian ekstrak ee buah avisen
ekstrak buah avisennya marina ini selama
6 minggu. Nah, kemudian ee setelah itu
setelah ee periode pencekokan selesai,
kami hadirkan mencit betina untuk
menguji apakah mencit jantan yang kita
cekoki itu kehilangan libido atau tidak.
Dan surprisingly ternyata eh 100% mencit
ini melakukan kawin setelah kita
hadirkan dua ekor betina. Artinya apa,
Bapak Ibu? bahwa pemberian ee pemberian
ekstrak mangroove afisennya marina ini
tidak menurunkan libido pada laki-laki.
Dan ini sangat penting dan ini merupakan
kabar gembira bahwa ee antifertilitas,
agen antifertilitas ini tidak menurunkan
libido. Kemudian setelah kita kawinkan,
mencit betina itu kita pelihara selama
ee 3 minggu. Kemudian kita melihat
apakah ee ada kehamilan di situ. Dan
ternyata pada kontrol itu 100% hamil,
Bapak, Ibu. Kontrol itu 100% mencit
betinanya hamil. Untuk dosis 100 mg itu
2,5% hamil. Dan ee yang yang
melegakannya adalah untuk dosis 200 dan
500 mg/ kg berat badan itu tidak ada
satuun mencit betina yang hamil setelah
dikawini oleh mencit jantan yang ee
dicekoki oleh ekstrak avisenia marina.
Baik Bapak Ibu, sebenarnya bagaimana ee
kenapa ya kok ee Alvisina Marina ini
dapat menjadi agen antifertilitas? Itu
memang masih membutuhkan ee kajian lebih
lanjut. Tetapi beberapa literatur,
beberapa sumber yang kami pelajari, ada
empat mekanisme bagaimana ee zat
flavonoid sebagai agen antifertilitas
ini bekerja untuk menurunkan fertilitas
ee dari mencit jantan. Yang pertama
adalah melalui mekanisme gangguan
spermatogenesis, yaitu flavonoid itu
menghambat poliferasi dan diferensiasi
sel pada spermatogenesis sehingga
menurunkan jumlah dan kualitas dari
spermatozoa. Kemudian yang kedua,
disrupsi hormonal.
Flavonoid itu berperan sebagai eh
fitoestrogen yang dapat mengganggu
keseimbangan hormon priaitu hormon
testosteron, LH, dan FSH. sehingga
mempengaruhi fusi testis dalam
memproduksi sperma. Yang ketiga, melalui
mekanisme stres oksidatif yang
terkontrol pada spermatozoa. Di mana
pada konsentrasi tertentu flafonid itu
dapat meningkatkan ketidakseimbangan
redoks yang berdampak pada kerusakan
membran DNA dan juga dapat mengakibatkan
kematian atau mortalitas dari sperma.
Dan yang terakhir adalah melalui
mekanisme penurunan ee motilitas dan
viabilitas sperma eh spermal interaksi
yaitu flavonoid dengan membran sel dan
mitokondria sperma menghambat produksi
energi atau ATP yang diperlukan untuk ee
produksi ee sperma sehingga menurunkan
kemampuan dari gerakan sperma ini karena
energi yang tersedia menjadi terbatas.
Demikian Bapak Ibu yang dapat saya
sampaikan. mungkin ee tidak sepenuhnya
memenuhi ekspektasi Bapak Ibu. Tetapi
kalau misalnya Bapak Ibu ada hal-hal
yang ingin didiskusikan atau ditanyakan
sejauh itu saya mengetahuinya, saya akan
dengan senang hati untuk bisa sharing.
Saya kembalikan kepada Ibu Dini sebagai
moderator.
Baik, terima kasih banyak kepada Pak
Duriat atas pemaparan materinya yang
sangat informatif dan membuka wawasan
kita semuanya. Dan kita juga sudah
mendengarkan bagaimana keragaman mangr
di Indonesia ini sangat besar dan mampu
juga menciptakan kemandirian obat
nasional di masa depan. Baik, untuk itu
kita akan lanjut pada sesi tanya jawab.
Yang pertama itu adalah dari aplikasi
Slidu terlebih dahulu.
Nah, kebetulan ini Pak Duriat sudah ada
enam pertanyaan yang ada di aplikasi
Saidu. Mungkin bisa langsung saja
dijawab pertanyaannya satu satu persatu.
Untuk itu kepada Pak Duri dipersilakan.
Oke. Saya bisa lihat ee di chat ya, Mbak
Dini
ee sudah ada di layar ya, Pak. Apakah
sudah ada?
Saya coba saya stop sharing ya. Oke.
Oke. Baik.
Oke ya. Oke. Baik. Yang pertama adalah
jenis mangruh yang bisa dijadikan obat,
habitatnya, dan berapa lama bisa
diproduksi sejak tanam. Baik Bapak Ibu.
ini sebenarnya memang ee secara umum
jenis-jenis mangr yang digunakan sebagai
obat di Indonesia dan juga di dunia ini
masih sangat terbatas, Bapak, Ibu. Oleh
karena itu, ini menjadi peluang semua
peneliti untuk terus mencoba menggali
potensi ini. Di Indonesia sendiri itu
penggunaan mangr sebagai obat itu
seperti saya ee hasil penelitian kami
tadi itu belum terlalu banyak ya, Bapak,
Ibu. baru enam di Lampung Timur dari 28
jenis yang kami temui. Artinya memang
masih sedikit sekali dan ee jenis-jenis
yang umum digunakan ya e masih terfokus
pada jenis yang itu-itu saja yaitu
seperti afisin marina, risupora
apikulata, kemudian akatus ilisifolius,
kemudian eh rizopora mukronata dan
jenis-jenis itu sebenarnya hanya
sebagian kecil dari beragamnya jenis
yang ada di mangr gitu. Dan kemudian
sejak kapan itu bisa di ee dipanen
tanaman Bapak Ibu tanaman mangrve ini
adalah salah satu tanaman yang sangat
cepat pertumbuhannya. Jadi karena
pertumbuhan yang cepat bahkan mangr itu
dipercaya mampu menyerap karbon sampai
empat kali lebih besar dibandingkan
dengan hutan daratan. Oleh karena itu
memang mangruf ini cepat sekali
menghasilkan biomassa dan menghasilkan
ee masuk pada fase generatif. Nah,
sebenarnya Bapak Ibu kalau untuk
digunakan sebagai sumber ee obat itu
selama ee jaringan yang ditargetkan
memiliki senyawa bioaktif itu sudah
terbentuk, nah itu sudah bisa digunakan.
Ee dan tanaman mangf ini pada umumnya
akan masuk ke fase generatif itu di usia
3 sampai 4 tahun. Karena itu di usia itu
sudah dapat dimanfaatkan apabila Bapak
Ibu ee menargetkan senyawa bioaktif yang
terkandung pada bunga atau buahnya.
Baik, pertanyaan yang kedua, adakah
jenis pengangruf untuk pengobatan kanker
dan cara sederhana seperti direbus atau
dimakan? Bapak Ibu berdasarkan
penelitian kami itu memang Avisennya
Marina itu teridentifikasi memiliki
senyawa bioaktif yang telah dilaporkan
memiliki eh medical prospektif sebagai
antier.
Namun demikian, Bapak Ibu ee dalam
penemuan sebuah obat itu kita harus
melalui berbagai uji yang tidak
sederhana. Nah, ee kalau nanti saya
diminta untuk apa yang bisa digunakan
untuk kanker, bagaimana cara
mempersiapkannya, penelitian saya belum
sampai di situ, Bapak Ibu. Tetapi
penelitian saya sudah mengkonfirmasi
bahwa Avisenia Marina memiliki senyawa
bioaktif yang potensial sebagai antiker.
Tetapi untuk membuktikan apakah senyawa
ini aman digunakan dan dosisnya berapa
itu butuh penelitian yang lebih lanjut
lagi. Sehingga mari Bapak Ibu yang
mungkin dari bidang ilmu farmasi atau
dari ilmu kedokteran itu bisa kita
tindak lanjuti temuan ini menjadi sebuah
kajian ilmiah yang nantinya dapat
dikembangkan menjadi obat yang siap
pakai. Kemudian pertanyaan yang ketiga
adalah persyaratan perizinan untuk
menggunakan area mangroove dan penanaman
mangr untuk budidaya terumbu karang,
fauna rumput laut wisata untuk
pemberdayaan masyarakat. Baik Bapak Ibu.
Jadi ee menariknya seperti ini. Di
Lampung sendiri mangroove yang tumbuh di
wilayah Pesisir Lampung itu 90%-nya itu
ada di luar kawasan hutan dan hanya
kurang dari 10% yang ada di kawasan
hutan. Sehingga kalau untuk di kawasan
hutan mungkin kita membutuhkan perizinan
yang ee yang yang formal begitu ya. Ee
nah untuk yang di kawasan di luar
kawasan hutan sendiri walaupun itu tidak
dikelola oleh pemerintah, tetapi
biasanya masyarakat punya organisasi ee
pengelola mangruh dan masing-masing
organisasi ini mereka memiliki rule rule
of the game dan memiliki aturan
tersendiri untuk bagaimana mereka
memanfaatkan mangroove maupun kawasan
mangrfnya. saya sedikit beri contoh
untuk ee kelompok pelestari mangroof di
Kabupaten Lampung Timur terutama di Desa
Margasari. Desa Margasari pada tahun
itu mengalami abrasi yang luar biasa
akibat angin timur. Pada saat itu abrasi
yang terjadi itu hampir bahkan sampai
500 m dari titik awal pantai. Bapak, Ibu
bisa, Bapak Ibu bisa bayangkan 500 m itu
sangat jauh sekali dan itu banyak sekali
tambak udang yang kemudian hilang karena
abrasi.
berkaca dari pengalaman tersebut.
Kemudian masyarakat secara swadaya
mereka sadar bahwa mau atau tidak mau
kita harus mengembangkan mangruf. Dan
atas kesepakatan bersama masyarakat yang
memiliki ee tambah udang yang sekarang
menjadi bibir pantai itu harus rela
tanahnya untuk dimangruhkan. Begitu. Dan
kemudian masyarakat pada saat itu dengan
sadar diri menyerahkan tambak-tambaknya
untuk dijadikan hutan mangruh dengan
persyaratan. Persyaratannya adalah bahwa
tidak ada satuun orang yang boleh
menebang mangruf ini. Begitu. Jadi
memang di kawasan Margasari saat ini
menebang mangruf itu haram. Bahkan ee
beberapa kasus memang pernah dilaporkan
ke polisi adanya masyarakat yang
melakukan penerbangan terhadap mangr
ini. Jadi memang ee aturan ini terutama
di wilayah di luar kawasan itu akan
berbeda satu sama lain tergantung pada
masyarakat pengelola mangrufnya. Begitu.
Baik, pertanyaan yang berikutnya. Jika
mangruf digunakan masyarakat secara
masif, apakah akan mengganggu keberadaan
mangruf itu sendiri? Apakah khasiat
mangruf itu berbeda tergantung
spesiesnya? Baik, Bapak, Ibu. Nah, ini
menjadi kekhawariran sebagian besar
masyarakat juga bahwa kalau nantinya ee
ternyata mangr ini punya potensi besar
dan ini diketahui oleh masyarakat, maka
akan terjadi overksploitasi. Begitu ya,
Bapak, Ibu ya. Maka inilah pentingnya ee
pemerintah sebagai stakeholder melakukan
regulasi.
pemerintah harus membuat aturan yang
ketat dengan implementasi yang yang ee
dipaksakan kepada masyarakat bahwa kalau
memang masyarakat mau menggunakan
mangroove sebagai sumber obat dan ini
tidak digunakan untuk self consumption
atau untuk yang e kebutuhan ee rumah
tangga misalnya atau untuk industri,
maka mereka harus mau tidak mau
menggunakan atau memproduksi mangrve
yang mereka tanam sendiri. Begitu. Jadi
kondisi existing menjadi titik nol bahwa
ini tidak boleh diganggu. Dan kalau ada
yang mau ee memproduksi ekstrak
mangkrove untuk mengambil khasiatnya,
mereka harus menanam mangkrove sendiri
di luar yang kondisi existing yang sudah
ada. Nah, seperti itu ya, Bapak, Ibu ya.
Jadi memang ini membutuhkan ee peran
serta ee pemerintah sebagai regulator
untuk membuat aturan-aturan hukum ee
yang jelas dan ee tepat sasaran untuk
melindungi mangrve terutama mangkruve
yang sudah ada saat ini. Kemudian
pertanyaan keduanya, apakah khasiat mrf
itu berbeda tergantung spesiesnya? Betul
sekali Bapak Ibu. Jadi bahkan Bapak Ibu
saya katakan di sini bahwa antar spesies
pun di spesies yang sama pun maksud saya
spesies yang sama pun kalau dia tumbuh
di wilayah tempat tumbuh yang berbeda
itu akan memiliki bioaktif yang berbeda.
Bapak Ibu saya sedikit cerita tentang ee
mungkin ubi Cilembu yang mungkin lebih
mudah dipahami Bapak Ibu. Di Lampung itu
banyak ee kendaraan-kendaraan pikap
sekarang ini yang menjual ubi Cilembu
yang berasal dari Jawa Barat. Ubi
cilembu ini terkenal dengan teksturnya
yang legit dan juga rasanya yang sangat
manis.
Kemudian Bapak Ibu di Lampung ini ada
daerah ee Lampung Barat tepatnya di
daerah Liwa itu yang memiliki kondisi
ekologis yang mirip dengan Cilembu.
Kemudian ubi Cilembu ini ee
dibudidayakan di wilayah tersebut gitu.
Di wilayah liwa. Apakah ubi Cilembu ini
tumbuh? Ternyata tumbuh, Bapak Ibu.
Ternyata tumbuh. Apakah berbuah?
Ternyata berbuah. Nah, pertanyaannya
apakah semanis yang ada di Cilembu?
Ternyata tidak. Kenapa? Karena itulah
indikator geografis. Karena faktor
lingkungan itu juga sangat berpengaruh
terhadap ee senyawa metabolit sekunder
yang dihasilkan oleh tanaman. Jadi saya
tekankan di sini ee bahkan untuk spesies
yang sama pun kalau tumbuh di tempat
dengan kondisi biofisikal environmental
yang berbeda, maka tanaman tersebut
berpotensi untuk memiliki bioaktif atau
senyawa ee metabolit sekunder yang
berbeda. Apalagi jika tanaman tersebut
berbeda spesiesnya pasti akan sangat
berbeda. Begitu ya, Bapak, Ibu. Baik,
untuk pertanyaan yang keenam. bagaimana
kelayakan teknis budidaya mangroove
berbioaktif tinggi, apa program
rehabilitasi nasional 2025 mengakomodasi
pelestariannya untuk industri farmasi.
Nah, ini jadi menarik sangat menarik ya
Bapak Ibu kalau memang ee ternyata
mangroove ini sudah dilirik oleh
industri farmasi. Ee saya sangat senang
kenapa? Karena nantinya masyarakat itu
tidak hanya mendapatkan benefit dari
mangroove itu ngawang-ngawang gitu.
Ngawang-ngawangnya seperti apa? Selama
ini masyarakat hanya di dikasih tahu
bahwa oh mangruf ini bagus untuk nursery
ground, untuk pemijahan ikan, untuk ee
apa namanya menjaga abrasi pantai. Dan
itu tidak berdampak langsung terhadap
ekonomi masyarakat secara secara
perspektif masyarakat nih. Dari
perspektif masyarakat itu tidak
berdampak langsung. Tetapi apabila
nantinya mangroove ini sudah menjadi
bahan untuk ekstraksi obat-obatan yang
secara industri sudah ee dilirik oleh
dunia farmasi,
maka saya akan sangat bersyukur. Kenapa?
Karena masyarakat yang menjaga mangruh
nantinya akan dapat memperoleh manfaat
yang tangible atau langsung tersentuh,
langsung dapat nilai uangnya dari mangrf
itu. Begitu. Jadi ee dia di dua sisi
mata uang. Yang pertama mungkin akan
sangat riskan untuk ee kelestarian
mangkrove karena ee
ada peluang overksploitasi.
Tetapi ini mungkin bisa diatasi dengan
regulasi yang tepat, sasaran dan juga
implementasinya yang ee tegas. Dan yang
kedua sisi positifnya adalah akan
mendatangkan benefit yang tangible dan
langsung dapat diterima oleh masyarakat
dan itu akan berdampak pada dorongan
atau motivasi masyarakat untuk terus
menjaga dan melestarikan mangrve yang
ada saat ini. Demikian yang saya dapat
jawab, saya kembalikan ke Mbak Dini.
Oke, baik. Terima kasih Pak Duriat atas
ee jawabannya
dan kita akan lanjutkan pada sesi
selanjutnya yaitu tanya jawab langsung
dengan peserta Zoom. Mungkin di sini
saya akan membatasi dulu untuk dua
penanya dan dipersilakan kepada Bapak
Ibu apabila ada hal yang ingin
ditanyakan. Dan kemudian juga di sini
kebetulan sudah ada yang ris
Arifin dari DLHP Provinsi Sumatera
Selatan. Untuk itu kami persilakan
kepada Pak Jondri.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Maaf mungkin pertanyaan ini agak
menyimpang dari materi tapi intinya
masih berkaitan.
Iya. Silakan. Ya, setelah saya mendengar
paparan dari Bapak tadi cukup baik bahwa
jangan takut kita dengan penyakit karena
banyak sekali obat yang telah
diceritakan dari Tuhan khususnya di
negara Indonesia ini.
Iya.
Ya.
Ee yang akan saya tanyakan adalah
obat herbal itu ee membutuhkan banyak
untuk menyembuhkan. Maksud saya gini,
kalauat obat ee kimia itu langsung
Iya. prosesnya tidak lama. Obat herbal
itu kan lama, tapi dia memang mentaskan
penyakit.
Iya.
Nah, yang akan saya tanyakan itu kan
orang nih biasanya mengambil yang
praktis sehingga berbentuk pelapsul,
Pak. Ya.
Tapi yang saya tanyakan apakah dalam
bentukan kapsul itu kan di dalam kapsul
itu baru obat yang menggunakan ini tadi
kan menggunakan herbal tadi. Apakah
kapsul itu
karena kita sering menggunakan herbal
dalam jangka panjang untuk proses
penyembunnya kan lama. itu mengganggu
daripada proses ginjal, Pak.
Oke.
Nah, yang kedua, kenapa
harga daripada obat herbal itu lebih
mahal dibandingkan dengan harga obat
kimia? Sedangkan kita ya hampir seluruh
tumbuh-tumbuhan khusus di Indonesia ini
saya Bapak jelaskan tadi itu banyak
mengandung obat-obat yang mungkin
dibutuhkan pada saat kita sakit. Terima
kasih, Pak. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Ee terima kasih, Pak
Jondri. Saya senang sekali Pak Jri ini
saya amati tadi dari awal dibukanya ee
webinar ini sudah hadir dan ee
memperhatikan dengan seksama ya Pak
Johri ya. Terima kasih. Tapi mungkin
saya luruskan sedikit ya Pak Jondri
bukan berarti bahwa kita tidak boleh oh
ee nyantai aja penyakit pasti sudah ada
obatnya. Tetap Pak John kita harus tetap
menjaga karena kesehatan itu adalah ee
apa ya Pak ya? Harta yang enggak ada
tandingannya ya Pak ya. mungkin ee orang
bisa punya ee duit triliunan gitu, tapi
kalau dia sakit itu disuruh nuker
duitnya dengan kesehatannya pasti mau
sih, Pak. Saya yakin. Jadi memang ee
tetap kita jaga kesehatan ya, Pak ya.
Nah, kemudian Pak yang untuk
pertanyaannya ee bagaimana, Pak? Apakah
kalau jangka panjang ee penggunaan obat
herbal ini apakah tidak merusak ginjal?
Jadi seperti ini, Pak, bahwa sebenarnya
ee penggunaan apapun itu ya namanya obat
itu kan sebenarnya ee racun ya, Pak ya.
Namanya obat itu racun. Nah, racun itu
pasti ada efek negatifnya. Cuman memang
ee obat ini kan kenapa racun tetapi
tidak tidak berdampak besar ke kita
karena dosisnya tertakar begitu, Pak.
Dosisnya ditakar pada dosis yang aman
dan ee pada dosis yang manjur sesuai
dengan target yang ee penyakit kita
tuju. Oleh karena itu, si racun ini ee
akan berdampak positif pada tubuh kita,
yaitu mengatasi penyakit. Tetapi, Pak,
di sisi lain namanya racun kan pasti
punya dampak negatif di badan kita. Akan
tetapi memang beberapa kajian
menyatakan, Pak, bahwa kalau kita
menggunakan obat herbal itu dampak
negatif atau efek sampingnya itu jauh
lebih sedikit dibandingkan obat-obat
yang disintetis oleh pabrik, Pak, atau
obat kimia. Begitu, Pak. sehingga ee ada
yang ee ada satu jurnal itu yang bilang
begini, "Pak, kenapa kok ee ekstrak
herbal itu lebih aman?" Karena apabila
ada efek yang tidak menguntungkan dari
obat herbal ini, maka secara alami
tumbuhan itu sudah memproduksi senyawa
yang dapat menetralisirnya. Begitu.
Walaupun mungkin kita perlu ee ee
konfirmasi lagi pernyataan tersebut ya,
Pak ya. tetapi memang ee dipercaya oleh
masyarakat bahwa obat herbal ini
memiliki ee efek samping yang lebih
rendah dibandingkan dengan obat kimia
atau obat sintetis. Nah, kemudian Pak,
kenapa ya kok obat herbal ini lebih
lebih ee mahal? Nah, ee begini Pak untuk
pembuatan obat-obatan yang ee sifatnya
sintetis atau obat kimia itu kan bahan
aktifnya itu tersedia di pasaran dengan
ee sangat melimpah ya, Pak ya. kita bisa
meminta ee membeli dan kemudian kita
bisa memproduksinya dalam jumlah yang
sangat ee besar, masif sehingga ee kalau
dihitung secara secara biaya kalau sudah
diproduksi secara masif tentu saja
harganya akan menjadi lebih ekonomis
gitu, Pak. Lebih murah. Nah, ee obat
herbal ini, Pak sampai saat ini itu
memang harus melalui ee tahapan yang
panjang ya, Pak ya. kita budidayakan
dulu tanamannya, kemudian kita ekstraksi
dulu, kemudian kita produksi dan itu
tidak tidak
semasif produksinya kalau memproduksi
obat kimia. Sehingga memang itulah yang
menjadi hambatan untuk ee obat herbal
ini harganya masih lebih tinggi
dibandingkan dengan obat kimia. Namun
demikian, Pak, obat herbal ini memiliki
kelebihan. Kelebihannya apa?
Kelebihannya dapat kita sediakan
sendiri, Pak. kita sediakan sendiri.
Karena obat ini bisa kita tanam, kita
bisa ee produksi, maka kita bisa ee
sebenarnya ee R0 begitu, Pak. R0 artinya
bahwa obat ini tidak harus kita beli
karena kita bisa membudidayakannya
sendiri. Nah, ee oleh karena itu kalau
dibilang apakah obat herbal lebih mahal
ya mungkin tergantung ya, Pak ya. Kalau
kita kalau kita membelinya dan itu kita
bandingkan dengan obat kimia ya pasti
lebih mahal. Tetapi kalau kita mau
sedikit berupaya untuk ee kesehatan
kita, kita menanam sendiri, kita
memproduksi sendiri, kita menyiapkan
sendiri, tentu obat herbal ini dapat
dijangkau dengan harga yang lebih murah.
Bahkan ee WHO sendiri itu
menyarankan begitu, Pak, ya. bahwa untuk
masyarakat-masyarakat yang terisolir
gitu, masyarakat-masyarakat yang ee
aksesibilitasnya kurang baik, yang
informasinya kurang kurang memadai itu
mereka ee dipacu atau dipromotekan untuk
menggunakan obat herbal sebagai sistem
utama kesehatan masyarakat tersebut.
Begitu, Pak. Terima kasih, Pak, atas
pertanyaannya.
Oke. Baik. Ee
kita lanjutkan lagi. Dipersilakan kepada
Bapak Ibu apabila ada hal yang ingin
ditanyakan bisa langsung saja untuk
menggunakan ee
raise hand-nya.
Mungkin di sini ee saya beri kesempatan
mungkin saya akan menunggu sekitar 1
menit ya, Bapak, Ibu. Ee dipersilakan
bagi Bapak Ibu apabila ada hal yang
ingin ditanyakan ataupun ingin
didiskusikan terkait dengan mangruf dan
kaitannya dengan obat ataupun mungkin
hal yang lainnya terkait mangruve.
dipersilakan kepada Bapak Ibu semuanya
bisa Bapak Ibu menggunakan ee fitur rise
hand nanti akan saya ajukan untuk tidak
diunmute.
Oke. Baik Bapak Ibu semuanya ini sudah
lewat dari S 1 1 menit dan tidak ada
lagi yang ris mungkin untuk sesi tanya
jawabnya dicukupkan saja dan terima
kasih kepada Bapak Ibu semuanya yang
sudah berpartisipasi
dan mungkin untuk menutup acara webinar
ini dipersilakan kepada Pak Duriat untuk
memberikan closing statementnya.
Baik, terima kasih eh Mbak Dini. Jadi
terima kasih juga Bapak Ibu yang sudah
menyimak. Saya sangat apresiasi sekali
dan eh statement saya adalah mari kita
jaga mangr kita karena mangr ternyata
tidak hanya memiliki
perlindungan-perlindungan yang mungkin
Bapak Ibu sudah ketahui seperti anti
abrasi, menjaga intrusi, dan lain
sebagainya. Ternyata mangr juga punya
potensi yang sangat-sangat besar untuk
menjaga marwah negara ini menjadi
produsen ee sumber obat nasional. Terima
kasih Mbak Din.
Oke. Baik, Pak Durian. Untuk itu kita
lanjutkan untuk dokumentasi terlebih
dahulu ya. Bagi Bapak Ibu yang bisa
mengaktifkan kameranya dipersilakan.
Baik, Bapak Ibu semuanya di sini saya
akan langsung saja untuk melakukan
dokumentasi. Saya akan mulai melakukan
perhitungan mundur dimulai dari angka 3.
mungkin satu kali lagi. 3 2 1.
Oke. Baik, untuk dokumentasi sudah
dicukupkan dan saya ucapkan sekali lagi
terima kasih banyak kepada ee Pak Duriat
atas ee penyampaian materinya dan ini
sangat membuka sangat bermanfaat dan
membuka wawasan bagi kita semuanya dan
kehadiran ee Pak Duriat ini merupakan
suatu kehormatan bagi EPO Edu juga. Dan
semoga di kesempatan lain kita dapat
kembali berdiskusi dan bertemu dalam
kegiatan berikutnya. Dan dengan hormat
ee apabila Pak Duriat ingin meninggalkan
ruangan Zoom, sudah dipersilakan.
Terima kasih Mbak Dini.
Sama-sama Pak.
Baik Bapak Ibu semuanya, berakhir sudah
acara webinar di hari ini dan bagi Bapak
Ibu yang ingin mendapatkan e sertifikat,
Bapak Ibu dapat mengisi link presensi
kehadiran yang tertera di layar ini. Dan
ketika ee Bapak Ibu mengisi presensinya,
pastikan nama dan email sudah diketik
dengan benar karena hal ini akan
mempengaruhi pengiriman e-sertifikatnya.
Dan baik saya akhiri kegiatan webinar di
hari ini. Mohon maaf apabila ada saya
saya ada salah sikap dan ucap. Wabillahi
taufik wal hidayah. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.