Webinar 138 Mangrove Indonesia: Dari Kearifan Lokal menuju Kemandirian Obat Nasional Masa Depan
WSvEXW8FqN4 • 2025-12-18
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi menjelang siang Bapak, Ibu,
dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang
kembali di webinar Eko Edu ke-137.
Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak
Ibu semuanya yang sudah selalu setia
untuk mengikuti acara webinar ini. Dan
hari ini webinar Eko Edu akan mengangkat
tema Mangroove Indonesia dari kearifan
lokal menuju kemandirian obat nasional
masa depan. Dan perkenalkan saya Dini
yang akan bertugas sebagai moderator
pada acara ini.
Baik Bapak Ibu semuanya sebelum kita
mulai webinar pada siang ini, alangkah
baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai
dengan agama dan kepercayaan
masing-masing. Untuk itu berdoa
dipersilakan.
berdoa dicukupkan.
Untuk selanjutnya yaitu mari kita
menyanyikan lagu Indonesia Raya secara
bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak
Ibu untuk duduk tegak.
Baik Bapak Ibu semuanya untuk
selanjutnya di sini izinkan saya
mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu
dekat ini yang akan diselenggarakan oleh
kami yaitu yang pertama adalah pelatihan
perhitungan emisi gas rumah kaca dan
perdagangan karbon gelombang 22 pada
tanggal 5 sampai 9 Januari 2026. Dan
pada minggu yang sama juga di sini kami
akan mengadakan pelatihan dan
sertifikasi penanggung jawab
pengendalian kecaran air atau PPPA
gelombang 4. Kemudian di minggu
selanjutnya yaitu adalah pelatihan
penyusunan laporan pemantauan lingkungan
RKLR RPL gelombang 5 pada tanggal 12
hingga 14 Januari 2026. Dan Bapak Ibu
semuanya, apabila Bapak Ibu melakukan
pembayaran pada ee sebelum 2 minggu
pelatihan, Bapak Ibu akan mendapatkan ee
harga spesial yaitu harga early bird di
Rp3.300.000.
Itu adalah untuk pelatihan GRA dan juga
RKL, RKL, RPL. Dan adapun untuk
pelatihan dan sertifikasi PPPA di sini
Bapak Ibu akan mendapatkan diskon 10%
apabila Bapak Ibu melakukan pembayaran
sebelum tanggal 4 Januari 2025.
Dan apabila Bapak Ibu ee tertarik dengan
pelatihan tersebut, Bapak Ibu bisa
langsung kontak saja pada admin kami
yaitu ada Anto dan Nisa. Selain itu juga
Bapak Ibu bisa mengunjungi sosial media
kami yaitu ada Instagram, YouTube
channel, Facebook X dan juga website
resmi kami di www.eekoedu.co.id.
Dan juga bagi Bapak Ibu yang tertarik
langsung untuk mendaftar, silakan
diakses saja ke pendaftaran
datecoedu.co.id.
Dan selain itu juga kami di sini
terdapat inhouse training yang dapat
dilakukan secara offline maupun online
sesuai dengan permintaan dari instansi
atau perusahaan Bapak Ibu semuanya. Jadi
kami tunggu Bapak Ibu semuanya di
pelatihan kami.
Dan baik Bapak Ibu untuk selanjutnya
kita akan langsung pada masuk kegiatan
utama kita yang di mana webinar kali ini
kita akan berdiskusi mengenai mangroove
Indonesia dari kearifan lokal menuju
kemandirian obat nasional masa depan.
Dan tentu saja kami juga telah
menghadirkan narasumber yang sangat
kompeten di bidangnya untuk memberikan
materi dan wawasan yang bermanfaat ini.
Dan baik, perkenankan saya untuk
memperkenalkan narasumber kita hari ini
yaitu adalah Bapak Dr. Duriat Esud,
M.Si. Beliau merupakan koordinator
program studi magister Kehutanan di
Universitas Lampung. Mungkin saya di
sini akan menyapa terlebih dahulu.
Selamat siang, Pak Duriat. Selamat
siang, Mbak Dini.
Iya. Bagaimana, Pak, kabarnya hari ini?
Kabarnya baik dan excited sekali hari
ini. Oke. Baik, Pak. Mungkin ee sebelum
masuk pada kegiatan intinya di sini saya
akan menyampaikan dulu beberapa teknis.
Yaitu yang pertama adalah pemaparan akan
dilaksanakan selama 1 seteng jam.
Kemudian nanti dilanjutkan sesi tanya
jawab yang di mana yang pertama adalah
sesi tanya jawab menggunakan aplikasi
Slido dan juga ada sesi tanya jawab
secara langsung dengan para peserta
Zoom. Dan baik untuk mengefektifkan
waktu saya serahkan ruangan Zoom ini
kepada Pak Duriat dan kepada Bapak Ibu
semuanya. Selamat mengikuti acara
webinar ini.
Baik.
Oke, terima kasih Mbak Dini. Selamat
pagi Bapak Ibu. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Sebuah kehormatan buat saya diundang
oleh Eko Edu untuk memberikan sedikit
yang saya ketahui dari ee potensi
mangruh sebagai sumber obat bagi
kemandirian obat nasional. Dan ee
mungkin saya karena saya masih muda
tidak begitu banyak pengalaman. Saya
yakin Bapak Ibu juga lebih banyak
pengalaman dari saya. Tapi tidak ada
salahnya kalau saya berbagi apa yang
saya ketahui walaupun itu sedikit. Baik,
ee saya akan langsung saja bahwa materi
mangr Indonesia dari kearifan lokal
menuju kemandirian obat nasional masa
depan ini akan saya bagi dalam empat ee
subpok bahasan. Yaitu yang pertama nanti
saya akan berbicara tentang mangroove
dan potensi masa depan obat Indonesia.
Kemudian dilanjutkan dengan mangruh
dalam perspektif kearifan lokal atau
etnofarmakologi.
Dan yang ketiga adalah keanekaragaman
mangruh Indonesia serta potensi
bioaktifnya. Dan yang terakhir adalah
sains modern yaitu jalur bioprospeksi
untuk ee mangroove supaya dihasilkan ee
tanaman ee sumber-sumber obat yang
potensial bagi penyediaan obat nasional
Indonesia. Baik, langsung saja kita
masuk ke materi yang pertama yaitu
tentang mangkruf dan masa depan obat
Indonesia.
Indonesia sebenarnya merupakan kawasan
mangroove terpenting di dunia di mana
sekitar 23,9
19% mangroove global itu ada di
Indonesia yang meliputi luas kurang
lebih sekitar Rp3.360.000
hektar. Mangro sebagai sumber obat
herbal ini sebenarnya sudah banyak
sekali dilaporkan. Beberapa jurnal yang
saya pelajari itu menyebutkan bahwa saat
ini sudah lebih dari 1000 senyawa
bioaktif yang telah diisolasi dan
dilaporkan dari berbagai spesies mangrve
yang ada di seluruh dunia. Dan
senyawa-senyawa ini sangat penting
potensinya untuk kesehatan. sebenarnya
tidak hanya kesehatan, tetapi juga dapat
memiliki manfaat yang ee esensial bagi
dunia kosmetik, kemudian juga pertanian
dan industri pada umumnya. Eh, aktivitas
farmakologi dari bioaktif mangr itu
beberapa yang dilaporkan adalah sebagai
antimikrobaik untuk bakteri maupun
jamur. Kemudian juga memiliki
antioksidan yang sangat kuat, anti
peradangan atau antiinlamasi, anti
diabetes, dan bahkan anti kanker. di
mana beberapa bahkan dilaporkan
antikanker ekstrak mangruk ini memiliki
sifat sitotoksik selektif di mana dia
akan
efektif dan sangat spesifik mengarah
pada sel target dan tidak kepada sel-sel
yang sehat.
Penggunaan obat herbal sendiri
sebenarnya secara global itu sudah
banyak dilakukan, tetapi sampai saat ini
potensinya masih sangat sedikit. Hanya
sekitar 17% dari sekitar 7 72.000
spesies tanaman tingkat ee tinggi di
dunia yang telah diekstraksi untuk obat.
Artinya bahwa sebagian besar itu masih
membutuhkan keahlian kita, membutuhkan
ee perhatian kita untuk terus kita kaji,
untuk terus kita kembangkan sehingga
kita akan menemukan sumber-sumber obat
baru ee melalui pendekatan ilmiah untuk
menghasilkan sumber obat yang dapat
digunakan secara medis. Nah, kajian
etnobotani sebagai langkah awal untuk ee
memetakan kira-kira jenis tanaman apa
yang memiliki potensi atau khasiat medis
itu sangat penting dan ini seringki
dilupakan di negara kita.
Baik. Padahal negara kita ini memiliki
ee beberapa keterbatasan. Ini sangat
ironis bahwa Indonesia sebagai negara
dengan keanekaragaman tertinggi kedua di
dunia setelah Brazil justru kita
menghadapi tantangan terhadap kesehatan
nasional dan juga ketergantungan impor
terhadap bahan baku obat. Di Indonesia
sendiri ee tahun 2024
biaya kesehatan itu mencapai sekitar 33%
dari pendapatan domestik butuh nasional
yang yaitu sekitar ee kurang lebih kalau
dirupiahkan 3% ini adalah 614,5
triliun. Ini sangat besar sekali ya,
bahkan lebih besar daripada dana MBG
yang saat ini banyak diprotes oleh
masyarakat. Nah, kemudian obat sendiri
itu menyumbang sekitar 30 sampai 40%
dari biaya layanan kesehatan. Artinya
biaya untuk pengobatan pengadaan obat
itu mencapai kurang lebih 250 sampai 300
triliun sendiri dalam ee layanan
kesehatan kita. Artinya itu jumlah yang
sangat luar biasa dan sayangnya sebesar
jumlah itu masih kita berikan kepada
negara-negara luar. Padahal kita sendiri
memiliki potensi yang luar biasa besar
dan kemungkinan justru seharusnya dengan
keanekaragaman hayati kita yang luar
biasa, kita seharusnya bisa menjadi
pemain atau pengekspor penting di level
global. Nah, Indonesia sendiri saat ini
masih mengimpor sekitar 85 sampai 90%
bahan baku obat dan eh di antara 85
sampai 90% itu termasuk adalah activear
pharmacutical ingredien atau bahan aktif
dari obat tersebut yang merupakan eh
inti dari obat. Nah, pemerintah sendiri
melalui Kementerian Perdagangan
sebenarnya telah menargetkan bahwa pada
tahun 2026 ee Indonesia akan mengurangi
impor bahan baku obat mencapai 20%.
Artinya dalam rangka mendukung ee
kebijakan pemerintah ini ee praktik atau
teknologi untuk mencari sumber-sumber
obat baru berdasarkan bahan alami yang
kita miliki itu memiliki peran strategis
yang sangat krusial dalam mendukung
kebijakan pemerintah dalam menurunkan
20% impor bahan baku obat pada tahun
2026. Sebenarnya
ee kekurangan atau impor bahan baku obat
ini memiliki dampak sosial dan dampak
akses kesehatan yang luar biasa bagi
negara kita. di mana negara kita ini
merupakan negara yang masih terkategori
negara berpendapatan menengah dan banyak
masyarakat kita yang masih terkategori
miskin sehingga pada saat mereka
mengalami masalah kesehatan ee akan
menjadi rentan untuk turun ee kelasnya
dari masyarakat yang mungkin sejahtera
menjadi masyarakat prasejahtera atau
bahkan menjadi masyarakat miskin
struktural karena harus kehilangan
aset-aset penting seperti menjual tanah
atau menjual jual rumah untuk mengakses
biaya kesehatan.
Saat ini Indonesia itu ee memiliki
sekitar 9,57%
penduduk yang tergolong miskin atau
kalau kita hitung secara ee jumlah itu
mencapai 26,36 juta penduduk. Jumlah
yang sangat besar bahkan. Nah, ee
sayangnya dari jumlah penduduk miskin
ini sebagian besar atau hampir 60% di
antaranya itu mereka tinggal di
pedesaan. Dan dari masyarakat pedesaan
yang miskin ini yang paling miskin
adalah mereka yang bekerja atau
berprofesi sebagai buruh nelayan dan
nelayan tradisional ya. Jadi bukan
nelayan nelayan ee yang besar Bapak Ibu.
Kalau nelayan besar mungkin mereka punya
kapal, mereka punya modal, mungkin
mereka bisa mendapatkan pendapatan yang
di atas rata-rata. Tetapi yang jadi
masalah adalah nelayan ee buruh nelayan
yang mereka sistem upahnya berdasarkan
ee upah harian dan ee hasil tangkapan
yang dihasilkan atau mereka yang
melakukan penangkapan ikan secara
tradisional. Nah, itu adalah dua profesi
yang merupakan penduduk berpendapatan
paling rendah di negara kita. Dan
sebenarnya ee
mereka-mereka yang tinggal di pesisir
ini relatif beruntung karena mereka
memiliki hutan mangroove. Hutan mangr
adalah hutan yang sangat potensial,
memiliki ee potensi besar untuk
menghasilkan sumber-sumber obat. Namun
sayangnya memang hal ini belum dapat
dioptimalkan di negara kita.
Sejatinya untuk memenuhi 20% pengurangan
impor bahan baku obat, Indonesia bisa
saja ee memfokuskan diri pada
penelitian-penelitian dan optimalisasi
konteks tanaman herbal. Kenapa? Karena
Indonesia sendiri secara tradisional,
secara turun-temurun sudah mempraktikkan
ee praktik pemanfaatan herbal yang
sangat dikenal luas bahkan di dunia
yaitu jamu. Nah, eh terkait dengan hal
itu sebenarnya apa sih pengobatan herbal
itu? Pengobatan herbal adalah praktik
pengobatan yang memanfaatkan tumbuhan
baik daun, akar, rang, getah, maupun
rempah untuk menjaga kesehatan atau
mengobati penyakit. Nah, praktik
penggunaan tumbuhan ini telah lama
sekali digunakan di seluruh penjuru
dunia. Dan seperti saya sudah sampaikan
sebelumnya bahwa ee kearifan lokal di
negara kita secara tradisional kita
telah memanfaatkan jamu selama ribuan
tahun dan itu diwariskan menjadi
kearifan lokal yang turun-temurun dan
menjadi fondasi berbagai sistem
pengobatan tradisional di Indonesia.
Dan ee sayangnya bahwa pengobatan herbal
atau praktik-praktik penggunaan tanaman
ini di Indonesia sendiri saat ini
menjadi kurang populer karena dianggap
kuno. Ee dan itu sebenarnya tidak benar.
Kenapa? Karena sesungguhnya ee
tanaman-tanaman yang kita telah gunakan
sebagai obat atau jamu itu dapat kita
buktikan secara ilmiah bahwa
tanaman-tanaman tersebut mengandung
berbagai senyawa bioaktif yang dapat
memberikan eh medical properties atau
berkhasiat medis. Banyak sekali khasiat
medisnya. Eh beberapa yang paling umum
ditemukan di dari berbagai jurnal ilmiah
adalah bahwa tanaman herbal ini memiliki
aktivitas antiinlamasi atau anti
peradangan, antioksidan ee antimikroba,
dan bahkan anti kanker. sehingga ee
konfirmasi ilmiah untuk menjustifikasi
penggunaan obat herbal ini adalah
langkah strategis yang perlu kita
berikan supaya obat herbal ini menjadi
lebih bisa dipercaya dan tervalidasi
sehingga dapat kembali dipercaya oleh
masyarakat modern.
beberapa negara maju seperti Jepang,
kemudian juga Eropa, bahkan ee Amerika
itu sudah ee umum sudah umum menggunakan
obat-obatan herbal ini dalam sistem
pengobatan ee modern mereka. Kurang
lebih 1 tahun ee kemarin saya sempat
bertemu dengan seorang profesor dari
Turki. Beliau bernama Prof. Naim. juga.
Beliau adalah ahli ee bioprospeksi dan
kebetulan ee berkunjung ke universitas
saya untuk mencoba menginisiasi
penelitian untuk membioprospeksi
berbagai lada yang ada di Provinsi
Lampung. Nah, berdasarkan ee
apa yang saya sharing dengan Prof. Naim,
beliau bilang bahwa ee Turki adalah
negara yang sangat kaya dengan
biodiversitas. Turki terletak di tiga
zona iklim. Turki memang berada di
tengah-tengah antara Eropa dengan Asia
sehingga dia memiliki kekayaan
biofisikal environmental. eh wilayah
Turki sebagian itu masuk Eropa sehingga
e mereka memiliki iklim atau biofisikal
environmental Eropa. Kemudian sebagian
wilayah Turki juga masuk ke wilayah Asia
sehingga mereka memiliki kondisi
biofysikal environmental Asia dan
sebagian lagi berada di wilayah laut
Mediterania sehingga mereka memiliki
iklim Mediteranea. Dan ketiga eh
kekayaan iklim ini membuat Turki itu
memiliki keanekaragaman hayati yang
sangat-sangat tinggi. Prof. Naim bilang
ke saya bahwa keanekaragaman hayati
tumbuhan di Turki itu sekitar 12.000. ya
sangat banyak 12.000 sehingga memang
pengobatan herbal di Turki itu menjadi
sangat leading bahkan bisa disejajarkan
dengan pengobatan modern dan bahkan
dokter-dokter di Turki itu juga sudah
meresepkan obat-obatan herbal ee secara
ee medis gitu. Nah, sesungguhnya pada
saat Prof. Naim itu bilang ke saya bahwa
Turki punya 12.000, saya agak
tergelitik. Kenapa? Karena oke Indonesia
punya R0.000 gitu. kita punya bahkan dua
kali lipat lebih dibandingkan ee ya kita
punya bahkan tiga kali lipat lebih dari
apa yang ada di Turki. Tetapi
kenyataannya Indonesia belum bisa
mengoptimalkan ee potensi keanekaaman
hayati kita untuk dijadikan sebagai
sumber obat dan bahkan kita masih impor.
di beberapa negara yang sudah ee maju
penggunaan obat tradisionalnya itu dapat
kita ketahui seperti mungkin ayurveda
itu di India di mana di ee dalam
ayurveda ini tanaman ee itu digunakan
sebagai sumber obat secara eh
tradisional. Kemudian di tradisional
Chinese medicine atau TCM itu mereka
menggabungkan antara keseimbangan energi
dan juga penggunaan obat herbal sebagai
terapi penyembuhan. Kemudian ee di
Jepang dan Korea mereka mengenal tradisi
kempo yaitu obat herbal. Di mana obat
herbal ini sudah terstandar artinya
bahwa kandungan ee bioaktif dan juga
dosisnya itu sudah diketahui dengan
pasti sehingga dapat diintegrasikan
dengan pengobatan modern. Di Indonesia
sendiri jamu itu belum ee setara atau
belum bisa dijadikan sebagai ee ee apa
ee kombinasi atau pelengkap dari
pengobatan modern karena memang kita
masih membutuhkan ee konfirmasi
akademik, konfirmasi ilmiah bagaimana ee
jamu ini kandungan bioaktifnya dan
bagaimana dosis yang aman serta dosis
yang berkhasiat supaya efek dari medical
properties dari target tanaman itu dapat
diterima. IMA oleh pasien.
Oleh karena itu, arah pengembangan
global ee pengobatan herbal adalah ada
empat ee kunci. Yang pertama adalah
herbal sebagai terapi komplementer.
Jadi, herbal itu diharapkan bukan
sebagai alternatif, tetapi
diintegrasikan dalam sistem pengobatan
modern sebagai terapi komplementer.
Kemudian ee obat herbal di itu menjadi
alternatif pengobatan penyakit kronis.
beberapa beberapa penyakit kronis yang
sudah menahun itu membutuhkan pengobatan
jangka panjang. Seringki pengobatan
jangka panjang ini menggunakan obat-obat
sintetis atau obat kimia itu memberikan
dampak ee efek samping yang cukup serius
bagi pasien. Oleh karena itu, pengobatan
herbal itu memiliki potensi yang sangat
luar biasa untuk menjadi alternatif
pengobatan penyakit kronis. Karena
dipercaya bahwa obat herbal ini dalam
dosis yang tepat, dalam ee takaran yang
memang proper akan memiliki efek samping
yang ee relatif lebih rendah
dibandingkan obat-obatan sintetis atau
obat kimia. Kemudian ee kita juga
membutuhkan riset-riset farmakologi
modern, penggunaan teknologi-teknologi
modern untuk ee mengidentifikasi atau
membioprospeksi apa saja kandungan
senyawa bioaktif yang terkandung di
dalam ee jaringan tanaman. Dan kemudian
yang tidak kalah penting adalah
bagaimana kita menstandarisasi mutu dan
juga menguji keamanan penggunaan orbat
herbal tersebut ee sehingga masyarakat
akan menjadi aman dan ee merasa bahwa
obat herbal ini dapat dipercaya. Begitu.
Kemudian yang perlu kita tekankan di
sini adalah bahwa pengobatan herbal itu
perlu menjadi menjadi jembatan antara
kealifan lokal ee dan sains. Bahwa ee
tidak benar kalau pengobatan herbal itu
mitos dan hanya boleh dipercaya oleh
orang-orang yang ee mungkin
berpendidikan rendah. Karena ternyata
saat ini kita bisa mengkonfirmasi bahwa
ee kearifan lokal dengan penggunaan obat
herbal itu bisa dibuktikan secara sains,
modern dan itu memiliki potensi untuk
menjadi salah satu sistem kesehatan di
negara kita.
Nah, untuk mangr sendiri seperti apa
laporan-laporan yang sudah ada
berdasarkan jurnal-jurnal ilmiah yang
sudah ee dipublikasi. beberapa publikasi
saya sintesis ee itu menunjukkan bahwa
sebagian besar MF ini memang sudah
digunakan di negara-negara yang
kawasannya memiliki area mangroove
seperti misalnya di Asia Selatan yaitu
di wilayah negara India, Odisa, dan
sekitarnya. di mana di situ ada tiga
jenis eh spesies mangrove yang sudah
banyak digunakan yaitu sonerapia
nasolaris, risopora arikulata, dan juga
eritera litoralis. Dan eh jenis-jenis
mangroove di wilayah ini itu banyak
digunakan untuk pengobatan penyakit
pencernaan termasuk di antaranya adalah
penyakit diari dan disentri. Bagaimana
dengan Asia Tenggara termasuk negara
kita Filipina dan juga tetangga kita
Malaysia? Di ketiga negara ini eh jenis
yang paling umum, paling banyak
digunakan itu ada tiga, ada dua, yaitu
soneratia colaris dan juga riopora
apikulata. Dan eh dari dua jenis ini ee
secara umum banyak digunakan untuk
pengobatan cacar air, kemudian diare,
obat luka atau memar, kemudian juga
digunakan sebagai penawar racun untuk
sengatan biota-biota laut yang memiliki
venom. Kemudian ee di wilayah pesisir
lain, di wilayah pesisir tropis lain
seperti apa? Misalnya contoh ada di
Bangladesh dan kawasan tropis ee di
Afrika dan juga Amerika Latin itu ada eh
empat jenis yang sangat umum digunakan
yaitu avisenia marina, rizopor
mukronata, soneratia
apetala dan juga seriop tagal. Dan ee
keempat spesies ini banyak digunakan
sebagai obat luka, obat infeksi, dan
juga ee mengobati keluhan pada
pernapasan yaitu ee atau pneumonian.
Kemudian dari bukti-bukti ilmiah ini
menunjukkan bahwa studi etnofarmakologi
menunjukkan bahwa ekstrak-ekstrak dari
tanaman ini memiliki aktivitas yang ee
ee memiliki khasiat gitu. Jadi ini bukan
hanya sebagai pengetahuan tradisional
yang ee tidak ilmiah dan pengetahuan
tradisional yang ee hanya dipercaya oleh
masow educated, tetapi juga ini
terkonfirmasi bahwa ee
kandungan-kandungan bioaktif yang ada di
dalam ekstrak tanaman-tanaman mangrf ini
itu dapat dibuktikan secara ilmiah dan
itu ee berkhasiat.
Baik, kemudian kita masuk ke bagian yang
kedua, bagaimana mangr perspektif
kearifan lokal atau etnofarmakologi.
Dalam ini saya akan membahas dulu apa
itu sebenarnya etnofarmakologi.
Etnofarmakologi adalah kajian ilmiah
yang berfokus pada pemanfaatan tumbuhan
oleh masyarakat tradisional sebagai
obat. Etnofarmakologi sendiri itu
merupakan satu cabang dari etnobotani di
mana kalau etnobotani nanti itu
cabang-cabangnya ada ee penggunaan
tumbuhan untuk pangan, untuk ee ritual,
kemudian untuk bahan bangunan, untuk ee
berbagai hal. Tetapi etnofarmakologi ini
memfokuskan diri pada penggunaan
tumbuhan oleh masyarakat secara
tradisional dan turun-temurun. fokusnya
adalah pada penggunaan obat dan
etnofarmakologi ini menjadi menjadi
pengetahuan yang sangat penting ee
karena ternyata Bapak Ibu ee kurang
lebih 50% obat modern yang mungkin Bapak
Ibu akses saat ini di apotek itu awalnya
berasal dari praktik etnofarmakologi
atau pengetahuan lokal yang kemudian
dilanjutkan dengan uji secara ilmiah dan
didapatkanlah senyawa-senyawa yang
merupakan target dari ee untuk
penyembuhan penyakit. Oleh karena itu,
praktik etnofarmakologi ini berperan
sebagai starting point penemuan obat
atau penyaring awal atau biological
relevance sebelum riset laboratorium itu
dilakukan. Dan bahkan di antara obat
anti kanker yang telah disetujui untuk
digunakan di dunia oleh WHO selama
periode 1940 sampai dengan 2022, 54% di
antaranya itu berasal dari produk alami
atau yang terinspirasi dari praktik
penggunaan oleh masyarakat. Jadi memang
luar biasa sekali etnofarmakologi ini
menjadi sebuah ilmu yang tidak bisa kita
kesampingkan atau tidak bisa kita lihat
sebagai ilmu yang kuno atau ketinggalan
zaman. Karena kearifan lokal adalah
sumber data ilmiah awal dan
etnofarmakologi itu bukan mitos, tetapi
hipotesis yang berbasis pengetahuan
pengalaman panjang. Memang dia hanya
sebagai hipotesis yang butuh untuk
divalidasi kebenarannya. Tetapi paling
tidak dengan adanya hipotesis ini kita
sudah satu langkah melompat untuk
menemukan sumber obat baru yang
potensial.
Baik, bagaimana sebenarnya nilai
keilmiah kearifan lokal bagi penemuan
obat? Sesungguhnya kearifan lokal itu
merupakan salah satu akselerator atau ee
mempercepat sains. Tanpa etofarmakologi
mungkin para peneliti harus stretching
dari ee paling awal yaitu menemukan
sumber tanaman potensial. Tetapi dengan
adanya etnofarmakologi maka karyafar
lokal ini akan membuat tahapan ini bisa
kita skip. Artinya kita akan lebih
mempercepat dalam sains untuk menemukan
sumber potensial obat. Dari
etofarmakologi nanti kita akan
mendapatkan beberapa nilai parameter
termasuk di antaranya salah satu yang
paling penting di sini adalah FL atau
fidelity level atau tingkat kepercayaan
masyarakat lokal, masyarakat adat dalam
menggunakan salah satu tanaman untuk
menyembuhkan satu jenis penyakit. di
mana nantinya jika tanaman itu memiliki
nilai fidelity level yang tinggi,
artinya itu diduga bahwa potensi untuk
menemukan senyawa bioaktif pada jaringan
tanaman tersebut itu akan semakin besar.
Kemudian ee pengetahuan etrofarmakologi
ini akan menghemat waktu dan biaya riset
ya. Seperti saya jelaskan sebelumnya
bahwa ee kita tidak perlu lagi
scratching dari data paling awal kalau
kita menggunakan ee data etnofarmakologi
sehingga ini akan menghemat waktu yang
cukup ee signifikan dan juga tentu saja
biaya dalam ee riset secara keseluruhan.
Dengan praktik etnofarmakologi, kita
juga bisa membantu untuk memilih spesies
prioritas. Mungkin Bapak Ibu yang sudah
banyak penelitian terkait
etnofarmakologi, ada satu parameter eh
numerik yaitu spesies use value atau
nilai guna spesies. di mana spesies yang
memiliki nilai guna tertinggi itu
biasanya akan memiliki beraneka ragam ee
senyawa bioaktif dan ini akan membantu
para peneliti untuk memilih spesies apa
yang akan menjadi prioritas di dalam
melakukan kajian biokrospeksi untuk
menemukan sumber obat baru. Dan kemudian
dengan adanya praktik etnofarmakologi
ini karena ini sudah digunakan selama
ribuan tahun dan juga sudah
turun-temurun dari ee beberapa generasi,
maka peluang untuk menemukan senyawa
bioaktif dari tumbuhan tersebut itu
menjadi lebih tinggi dibandingkan kalau
para peneliti ini secara ee secara dari
awal gitu atau secara gambling ee
memilih jenis tanaman yang akan di
bioprospeksi.
Ee keunggulan lain di dalam praktik
etnofarmakologi adalah adanya ritual
sebagai sebuah ee praktik pengobatan
yang holistik dalam etnofarmakologi.
Mungkin bagi sebagian besar ee
masyarakat modern atau kita yang merasa
kita well educated akan berpikir bahwa
ritual dalam pengobatan itu adalah
klinik atau mitos yang itu tidak akan
bermanfaat sama sekali. Begitu. Tetapi
Bapak Ibu ee harus ee mungkin juga perlu
memahami bahwa di dalam pengobatan
holistik itu ee pengobatan itu tidak
saja didasarkan pada efektivitas dari
obat yang diberikan, tetapi juga
pengobatan holistik itu menyentuh ranah
eh spiritual. Mungkin Bapak Ibu pernah
mendengar ee efek placebo. Efek placebo
adalah pada saat seseorang mengalami
perubahan kondisi fisik karena merasa
yakin ee atas apa yang dia ee dapatkan
atau terapi yang dia dapatkan. Mungkin
Bapak Ibu pernah punya pengalaman,
mungkin anak Bapak Ibu sakit dan merasa
bahwa oh kalau ke dokter A atau ke
dokter B baru ketemu dokternya saja kok
anak saya sudah sembuh. Nah, itu
kemungkinan besar salah satu bentuk dari
efek placebo. Dan efek placebo ini juga
sangat sangat ee besar peranannya dalam
penyembuhan sebuah penyakit. Oleh karena
itu, pengobatan tradisional
etnofarmakologi
dengan ritual-ritualnya itu menyentuh
ranah spiritual seperti efek plasibo
ini. Sehingga bukan bukan menjadi sebuah
ee ritual klinik yang tidak bermanfaat,
tetapi membangkitkan atau menyentuh
ranah psik psikis atau mental kita
sehingga kita secara psikis kita merasa
lebih yakin dan keyakinan itu akan
membuat sistem di dalam tubuh kita
bekerja dengan lebih baik. Begitu. Nah,
ee dari beberapa penelitian yang saya
lakukan terkait penggunaan
ee tanaman mangrov di Provinsi Lampung
sebagai ee bahan etnofarmakologi, ada
beberapa kepercayaan yang ee menurut
saya sangat menarik dan mungkin bisa
dikaji lebih lanjut untuk penelitian ke
depannya di mana masyarakat Lampung itu
percaya bahwa ee biji biji jeruju itu
digunakan sebagai ee obat banyak sekali
khasiatnya. Termasuk di antaranya adalah
untuk obat diabetes. Tetapi ee
masyarakat Lampung percaya bahwa untuk
mendapatkan efek yang mujarab atau
mancur, maka si pasien ini harus menelan
ee
yaitu tujuh biji. Karena apa? Karena
angka tujuh itu dipercaya memiliki ee
menjadi memiliki kekuatan dan memiliki
simbol ee spiritual sehingga akan
memberikan dampak terhadap kesehatan
yang lebih baik daripada jumlah yang
lain. Kemudian masyarakat Banten yang ee
hidup di pesisir Lampung juga percaya
bahwa apabila kita ingin menggunakan
tanaman mangroup sebagai ee obat atau
untuk praktik etnofarmakologi ini,
pilihlah daun yang berada tepat di atas
air. Nah, ee saya kurang paham apakah
ini benar-benar ada secara secara ee
ilmiah bisa dibuktikan. Tetapi
masyarakat Banten percaya bahwa apabila
kita ingin menggunakan tanam daun
mangruh, pilihlah yang tepat berada di
di atas air. Karena itu akan memiliki
khasiat yang lebih baik dibandingkan
daun yang letaknya jauh di atas air.
Kemudian masyarakat Bugis itu juga ee
menarik karena pada pengobatan apapun
pengobatannya menggunakan tanaman
mangroove mereka memiliki ritual mantra.
ritual mantranya kurang lebih ini saya
tuliskan dalam ee dengan ee apa namanya
narasi berwarna kuning. Saya sendiri
kurang kurang bisa membaca dengan baik
ya. Tapi mungkin ee Bapak Ibu yang asli
suku Bugis akan bisa mempronsiasikan
lebih baik. Tetapi kurang lebih ee
mantranya berbunyi demikian ya. Ini
bismillah sakit makan paru, sakit mulut
makan tulang, sakit mulut makan wujud,
sakit mulut makan pele. Turun bis naik
tawa, aku menawa sakit mulut. Sakit
mulut nan bise. Bukan aku setajab guru.
Setajab guru menjaga aku ee kupakai ee
berkat Allah lailahaillallah bekar
baginda Rasulullah. Kurang lebih seperti
itu. Dan kemudian terapi pengobatan ini
diberikan dan ini diyakini akan
memberikan dampak atau kemujaraban yang
lebih baik dibandingkan kalau obat itu
diberikan tanpa diberikan mantra. Dan
biasanya orang yang memberikan mantra
ini adalah tetua adat yang memang
memiliki ee pengalaman atau kekuatan
spiritual untuk menggunakan ee tumbuhan
sebagai ee pengobatan ee herbal.
Oke.
Namun demikian, berdasarkan kajian,
beberapa kajian yang sudah saya lakukan
ee walaupun tumbuhan ee penggunaan ee
tanaman dalam etofarmakologi ini banyak
digunakan terutama di bankr, namun
demikian kita mengalami ancaman yang
sangat serius terhadap ee praktik
etnofarmakologi ini. Jadi, ada empat
ancaman yang sangat ee harus kita
berikan atensi yang lebih sehingga kita
dapat ee membuat perencanaan atau
tindakan untuk memitigasi dari ancaman
tersebut. Yang pertama adalah erosi
pengetahuan antar generasi. Jadi, Bapak
Ibu pengetahuan praktik etnofarmakologi
ini diwariskan secara lisan tanpa adanya
skrip, tanpa adanya dokumentasi
tertulis. sehingga kalau ee kemudian si
pemilik dari pengetahuan ini mengalami
gangguan ingatan atau kemudian gangguan
kesehatan, maka kemungkinan besar ee
praktik ini tidak akan bisa dilanjutkan
untuk generasi berikutnya. Ee kemudian
generasi muda juga rata-rata mereka
tidak lagi tertarik dengan pengobatan ee
etofarmakologi ini. Kenapa? karena
mereka menganggap bahwa kalau ada yang
praktis kenapa harus susah-susah begitu?
Karena apa? karena mungkin ee obat-obat
kimia atau obat-obat sintetis itu mudah
didapatkan ee di apotek terdekat
sehingga untuk mencari obat herbal,
mencari daun, mencari perakaran,
kemudian meramunya itu membutuhkan
effort sehingga itu menjadi tidak
populer untuk ee generasi muda. Dan ee
berdasarkan pengalaman penelitian yang
telah kami lakukan itu memang ee praktik
etnoofmakologi ini sekarang tidak lagi
diketahui oleh generasi yang umurnya di
bawah 40 tahun. Bahkan ee sebagian besar
ee mereka yang mengetahui praktik
etnofarmakologi ini berusia di atas 55
tahun. Dan ini menjadi alarm bagi kita
bahwa praktik etnofarmakologi ini
berisiko tinggi untuk hilang dan ee
tidak lagi ada di ee dalam catatan ilmu
kebud e di dalam catatan budaya kita.
Kemudian yang kedua yang menjadi masalah
adalah degradasi ekosistem mangroove.
Ee di Lampung sendiri Bapak Ibu
berdasarkan data yang saya pelajari itu
semenjak tahun 1980-an
sampai tahun 2000 ee 2010 itu sekitar
80% mangr di Lampung itu sudah hilang.
Artinya saat ini yang ada di ee Provinsi
Lampung itu sekitar 10.000 sekian hektar
itu itu hanya 20% dari kondisi existing
di tahun 0-an. di mana di tahun-an itu
mangr di Lampung mengalami degradasi
yang sangat serius karena ee popularitas
udang Windu pada saat itu. Udang Windu
sangat eh populer dan kemudian terjadi
alit fungsi lahan mangroove menjadi
tambak-tambak udang untuk perikanan dan
mangr juga mengalami kerusakan akibat
pencemaran. Kalau mungkin Bapak Ibu ee
saat ini mungkin berjalan-jalan di
wilayah mangruve, terutama mangruve yang
dekat dengan ee perkotaan, kita bisa
lihat bahwa perakaran mangr itu ee
mungkin bisa dikatakan 70%-nya tertutup
oleh sampah, utamanya sampah plastik.
Saya hari Sabtu kemarin baru saja
mengunjungi Pulau Pasaran. Pulau Pasaran
adalah salah satu pulau penghasil ee
teri terbesar di Indonesia. Begitu. Dan
di Pulau Pasaran itu ada ee kawasan
mangrup tidak begitu luas. Luasnya
kurang dari sekitar 25 hektar. Tetapi
sangat penting karena berada di wilayah
Kota Bandar Lampung. Dan ee dari
observasi saya memang ee ya saya bisa
katakan 90% dari permukaan mangr di
wilayah itu sudah tertutup oleh sampah
plastik.
Oke, Bapak Ibu. Kalau terjadi hilangnya
sampah ee terjadi hilangnya mangr,
berarti kita akan kehilangan sumber
obat. Kita akan kehilangan laboratorium
alami dan akan mengalami kehilangan
pengetahuan yang melekat pada spesies
tersebut. Sedikit pengalaman ingin saya
bagikan kepada Bapak Ibu waktu saya
melakukan pengabdian kepada masyarakat
di wilayah Pesisir Lampung Timur. Ee
pada saat itu tema pengabdian saya
adalah salah satunya itu memperkenalkan
jenis-jenis mangr yang ada di pulau
Sumatera gitu. Jadi berdasarkan ee
literatur, berdasarkan kajian ilmiah
yang saya pelajari bahwa ee ee kemudian
saya memperkenalkan apa-apa saja jenis
yang ada di Pulau Sumatera dan mayoritas
masyarakat pada saat itu yang yang ee
melihat ee jenis-jenis mangroove itu
dari gambar dan juga dari herbarium yang
kami miliki itu menyatakan bahwa oh iya
tanaman ini ada di wilayah kami tapi itu
dulu gitu. ee sebagian besar mungkin
saya bisa katakan ya 80% 90% mereka
mengatakan bahwa ya tanaman ini ada,
tanaman ini pernah kami jumpai, tanaman
ini pernah tumbuh di sini tapi itu dulu.
Begitu. Artinya apa Bapak Ibu? Artinya
bahwa wilayah Lampung telah kehilangan
banyak spesies mangrve yang berarti kita
telah kehilangan sumber obat yang sangat
ee berharga dan juga kehilangan ee ee
berbagai fungsi dari tanaman tersebut.
Kemudian ancaman yang ketiga Bapak Ibu
adalah modernisasi dan perubahan gaya
hidup. di mana seperti saya sudah
sampaikan tadi bahwa masyarakat semakin
ee modern ini semakin praktis hidupnya.
Bahkan saat ini kita kalau mau makan
apapun tidak perlu ke warung, kita tidak
perlu ke restoran, kita cukup pencet
handphone dan makanan akan datang dalam
hitungan menit. Dan itulah yang juga
terjadi dalam pengobatan ee tradisional
kita. masyarakat malas untuk ee mencari
bahan, meramu, menyiapkan, kemudian juga
mungkin obat herbal ini dengan rasanya
yang ee tidak disukai itu akan menjadi
tantangan tersendiri sehingga ee
perubahan gaya hidup ini mengancam
praktik penggunaan ee etnofarmakologi di
masyarakat. Oke. Kemudian eh yang
menjadi masalah yang sangat serius
sendiri bahwa awareness dari stakeholder
kita sebagai kaum akademisi juga
pemerintah sebagai pengambil kebijakan
juga masih sangat kurang dalam
mendokumentasikan perlindungan dan juga
memberikan hak kepada masyarakat. Jadi
ee saat ini Bapak Ibu kita saya sharing
ee pengalaman sedikit. Saat ini saya
bersama sembilan orang mahasiswa saya
sedang melakukan ee penelitian dan salah
satu tujuan penelitian kami adalah
mendokumentasikan praktik
etnofarmakologi
penggunaan keanekaaman hayati di repong
Damar Pesisir Barat. Bapak, Ibu yang di
luar Lampung mungkin belum tahu tentang
repong Damar. Repong adalah praktik
tradisional masyarakat Lampung dalam ber
ee kebun. Jadi, repong sendiri artinya
adalah kebun campuran. Jadi, repong
damar sebenarnya adalah kebun campuran
di mana dominasi damar itu sori di mana
jenis damar itu menjadi jenis yang
paling dominan begitu. Tapi pada
praktiknya di repong damar sendiri itu
terdiri atas berbagai spesies yang
memberikan manfaat secara ekonomi bagi
masyarakat. Dan dari karya keragaman
jenis tersebut kami mencoba untuk ee
mendokumentasikan
ee jenisnya apa saja yang ditemui dan
kemudian bagaimana praktik
etnofarmakologi yang dilakukan oleh
masyarakat di Pesisir Barat sehingga
nantinya dokumen ini dapat dijadikan
sebagai sebuah kekayaan ee intelektual
dan harapannya dari dokumen ini kita
tidak akan kehilangan praktik
etnofarmakologi paling tidak dari sisi
ee pengetahuannya. gitu. Oke. Dan dari
kurangnya dokumentasi dan perlindungan
hak masyarakat ini karena minimnya
riset. Kemudian yang kedua adalah risiko
risiko biopiracy. Apa itu bioparsi?
Bioparesi adalah pencurian kekayaan ee
intelektual dalam hal penggunaan tanaman
sebagai sumber obat. Bapak, Ibu mungkin
ee pernah mendengar bahwa oh, tempe
dipatenkan oleh negara Jepang, oh ee
kopi Gayo diproduksi oleh perusahaan
Jepang dan sebagainya. Nah, itu termasuk
salah satunya adalah bio eh eh P. Jadi,
kekayaan praktik eh penggunaan
tumbuhan yang sudah turun-temurun
ternyata tidak dinikmati oleh
benefisinya atau pewarisnya, tetapi ee
dimiliki oleh orang lain karena adanya
bioparesi ini. Jadi, ee ini juga menjadi
konsen kita ini sangat sangat ee harus
menjadi ee apa namanya? harus menjadi
awareness kita bersama. Dan ee yang
berikutnya adalah kurangnya mekanisme
benefit sharing. Eh menurut Protokol
Kyoto itu bahwa masyarakat sebagai
pemilik kearifan lokal itu harus
mendapatkan keuntungan dari praktik yang
mereka ee sudah miliki. Itu kekayaan
mereka. Jadi kalaupun nantinya ada
perusahaan atau ee industri farmasi yang
kemudian mengembangkan ee obat-obatan
yang bersumber dari praktik
etnofarmakologi masyarakat, maka
perusahaan tersebut harus secara adil
melakukan benefit sharing kepada
masyarakat sebagai pemilik kearifan ee
lokal tersebut. Baik, dalam ee ancaman
ee penggunaan ee etnofarmakologi ini
yang saya dapat tekankan bahwa ketika
satu spesies mangr hilang, kita tidak
hanya kehilangan pohon tetapi juga resep
obat, pengalaman yang sudah ratusan
bahkan mungkin ribuan tahun dan peluang
inovasi di masa depan, terutama inovasi
dalam hal penemuan ee obat baru.
Baik Bapak Ibu, kita masuk ke bagian
yang eh ketiga yaitu keaneka ragaman
mangr Indonesia dan potensi bioaktifnya.
Indonesia sendiri seperti saya tadi
sudah ee pernah sebutkan di awal bahwa
kita memiliki hampir seperempat dari
total mangroove global. Artinya ee kita
adalah pemain terpenting di mangfia. Dan
eh sayangnya kalau kita sekarang ke
Google Scholar menggoogle tentang
etnobotani mangr maka yang akan muncul
paling banyak adalah India kemudian
Bangladesh. Bahkan kita kalah dengan
Malaysia. Padahal kita ee merupakan
negara yang punya potensi mangruf yang
paling besar yaitu masih ironi di negara
kita. seharusnya para peneliti lebih ee
fokus, lebih melihat mangr ini sebagai
potensi yang besar untuk kita gali
bersama dan ee harapannya kita akan
mendapatkan benefit ee dari keberadaan
kekayaan alam yang sangat berharga di
negara kita ini. Oke. Mangrov Indonesia
sendiri meliputi sekitar 157 spesies
tumbuhan. ee spesies tumbuhan ini
terdiri atas pohon, kemudian semak,
liana, herbal, dan juga epifit. Dan dari
sisi keanekaragaman hayati itu ee
beberapa data menyatakan bahwa Indonesia
itu memiliki sekitar 60 sampai 70% dari
seluruh spesies mangroove sejati di
dunia. Bapak, Ibu yang mungkin bukan
dari kehutanan, saya ingin sedikit
menjelaskan apa itu mangruh sejati.
Mangruh sejati adalah mangr-benar
hanya ditemui pada wilayah pasang surut.
Jadi itu adalah mangruh sejati. Di di
wilayah Pasang Surut sendiri kadang kala
kita juga menemukan jenis-jenis tanaman
yang lain. Misalnya kita juga bisa
menemukan Waru laut atau Ketapang atau
mungkin Bintaro. Tetapi spesies
spesies-spesies tersebut tidak uniely
gitu, tidak ee secara khas hanya tumbuh
di wilayah Pasang Surut. kita bisa
temukan di pantai. Bahkan di beberapa
perumahan elit itu ee Bintaro itu
digunakan sebagai tanaman penghijauan
atau bahkan di universitas saya sendiri
ee kami dapat menemukan banyak pohon
ketapang itu ditanam sebagai pohon
peneduh di area parkir. Artinya
jenis-jenis tersebut bukan mangruh
sejati tetapi terkategori sebagai
mangroove asosiasi. Oke. Kemudian ee
mangrov di Indonesia itu tersebar luas
di wilayah ee pulau-pulau besar kita
seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa,
Sulawesi, dan Papua. Dan juga kita
temukan dalam porsi yang cukup
signifikan itu di Kepulauan Maluku. Jadi
memang menyebar dari Sabang sampai
Merauk dan ini menjadi ee peluang bahwa
kalau memang tersebar secara merata
kemudian kita juga memiliki etnis yang
luar biasa. keanekaan etnis kita
tercatat lebih dari 700 ee etnis kalau
saya tidak salah sekitar 724 etnis yang
mendiami Kepulauan Nusantara di
Indonesia ini. Sehingga kombinasi antara
ee etnis dan keanekaragaman hayati itu
merupakan anugerah yang luar biasa untuk
kekayaan etnofarmakologi, Bapak Ibu.
Jadi mungkin satu etnis itu akan dengan
ee akan berbeda cara penggunaan dan juga
berbeda khasiat yang mereka percayai
untuk penggunaan satu jenis tanaman
mangruh. Sehingga ya seperti saya bilang
tadi ee anugerah yang luar biasa ini ee
25% mangkrof dunia ada di kita dan
kemudian kita juga sebagai negara dengan
jumlah etnis kedua terbesar di dunia
setelah Papua Newini ya Bapak Ibu ya. Eh
kalau Papua Yugini mungkin punya sekitar
800-an etnis, kita ee ada sekitar 724
etnis. Sehingga kombinasi keduanya
seharusnya akan menciptakan praktik
etnofarmakologi yang sangat luar biasa.
Nah, eh kemudian kenapa ya kok mangrove
ini Bapak Ibu memiliki potensi yang
besar sebagai ee sumber obat? Bapak Ibu,
mungkin saya perlu ee ee jelaskan
sedikit bahwa mangroove adalah tumbuhan
yang tumbuh pada lingkungan yang tidak
menguntungkan. Kenapa tidak
menguntungkan? Karena lingkungan tempat
tumbuh mangr itu adalah lingkungan yang
sangat marginal. Tanaman lain tidak mau
tumbuh di situ atau tidak mampu tumbuh
di situ. Apa saja lingkungan marginal
itu? Yang pertama adalah salinitasnya
sangat tinggi, Bapak, Ibu. Jadi,
salinitas mangr itu ee mencapai 20
sampai 25 pptumbuhan
halofatik halofitik yang bisa ee tumbuh
di wilayah tersebut. Tumbuhan halofitik
sendiri adalah tumbuhan yang ee toleran
atau dapat hidup pada kadar garam yang
tinggi. Begitu. Kemudian kalau kita
perhatikan substrat atau tanah di
wilayah Mangr itu adalah tanah yang
anaerob. Tanah yang aerob. Kenapa?
karena dia tergenang oleh air sehingga
rongga-rongga ee tanah atau pori tanah
yang seharusnya dapat digunakan untuk
pertukaran gas itu tertutup oleh air dan
ini tidak bisa ditolerir oleh sebagian
besar ee tumbuhan tingkat tinggi, tapi
mangruh bisa tumbuh di sini. Kemudian ee
keterbatasan yang ketiga adalah
fluktuasi pasang surut di beberapa
wilayah dengan di e beberapa wilayah dan
beberapa periode waktu tertentu bahkan
penggenangan oleh air pasang mangruk itu
dapat mencapai 10 jam dalam 1 hari. Ee
untuk beberapa tanaman itu penggenangan
selama itu itu tidak dapat ditolerir dan
dapat menyebabkan kematian tanaman.
Begitu. Kemudian yang berikutnya ee ee
ketidakide kondisi tempat tubuh makruf
adalah suhu dan intensitas cahaya
matahari yang sangat tinggi. Seperti
kita ketahui bersama Bapak Ibu bahwa
kenapa ya kalau kita ke pantai itu
hawanya gerah gitu. Untung pantai itu
ada angin. Kalau tidak angin ya pasti
kita tidak betah di pantai ya. Kenapa?
karena memang ee uap air dari laut itu
tinggi, kelembabannya sangat tinggi dan
itu membuat udara di wilayah perairan
itu menjadi lebih ee panas dan ee
kondisi udara yang ee lebih tinggi ini
itu tidak disukai atau tidak
menguntungkan bagi sebagian besar ee
makhluk hidup. Kondisi yang terlalu
tinggi begitu Bapak, Ibu ya. dan juga
intensitas cahaya matahari yang terlalu
ee besar itu juga menjadi faktor ee
pembatas bagi banyak tumbuhan ee tingkat
tinggi. Nah, oleh karena itu karena
tumbuh di wilayah di wilayah yang tidak
menguntungkan, mangruk ini mengembangkan
adaptasi yang luar biasa, Bapak, Ibu.
Adaptasinya ada empat adaptasi yang ee
dikembangkan oleh indung. Yang pertama
adalah adaptasi morfologis. di mana
mangroove itu mengembangkan ee akar
napas atau neumatofor di mana karena
kondisi yang tergenang mangruve tidak
bisa mendapatkan udara untuk respirasi
akarnya maka mangkrove mengembangkan
akar nafas seperti yang tampil tampak
pada gambar slide saya ini. Ini adalah
ee akar napas tipe akar ee pasak ya,
yaitu menonjol ke permukaan tanah. Di
mana ada empat tipe ee akar napas
mangrov. Nanti ada tipe akar jangkar,
tipe akar pasak seperti yang digambar
ini, tipe akar lutut seperti yang bisa
kita lihat pada ee pada genus rizofora
dan juga tipe akar banir yang kita bisa
lihat pada ee ee beberapa jenis tanaman
ee bruguguera begitu.
Kemudian ee akar-akar seperti ini juga
selain dia untuk mengambil oksigen di
udara untuk respirasi juga merupakan
mekanisme dari mangroove untuk mampu
menghadapi kondisi tempat tumbuh yang
labil. Kondisi tempat tumbuh mangruf ini
kan ee pada umumnya adalah ee ee lumpur
yang tidak stabil. ee mudah untuk
tererosi, mudah untuk terkena arus e
laut sehingga keberadaan akar mangruf
ini yang seperti ini itu merupakan
jangkar untuk mereka ee tumbuh pada
tempat yang tidak menguntungkan ini.
Kemudian adaptasi morfologis berikutnya
adalah maruf ini memiliki daun yang
tebal dan memiliki lapisan lilin di
atasnya. Ee ini berfungsi untuk
mengurangi penguapan atau mengurangi
kehilangan air akibat suhu yang tinggi.
Adaptasi yang kedua adalah adaptasi
anatomis.
Mangr memiliki jaringan aren kimia,
yaitu jaringan yang berubah seperti ee
spons begitu pada akar dan batang yang
ee jaringan tersebut itu mampu
meningkatkan suplai oksigen ee untuk
mangroove yang memang tumbuh pada
kondisi yang tergenang. Kemudian mangrf
juga memiliki kelenjar garam pada daun
yang berfungsi untuk mengeluarkan
kelebihan garam karena mangr tumbuh pada
wilayah dengan ee salinitas yang sangat
tinggi. Di dalam tubuh mangkrove juga
terdapat fokulo besar di dalam sel daun
yang berguna untuk menyimpan ion garam,
yaitu ion yang kalau dia terlalu
berlebihan beredar pada jaringan
tanaman, dia akan menjadi racun.
sehingga mangr mengembangkan vakola
besar untuk menyimpan kelebihan ion
garam-garam tersebut. Kemudian adaptasi
fisiologis. Ee mangr mengembangkan
adaptasi fisiologis berupa eh eksklusi
garam dari akar. Jadi, akar mangriki
eh solve exclusion, yaitu membuang
membuang mangr supaya mangrf ini tidak
masuk ke dalam ee perakaran dan tidak
menjadikan ee kandungan garam di tubuh
mangruf itu menjadi tinggi. Kemudian
mangruf juga mampu mengekkresi garam
yang sudah masuk ke dalam tubuh tanaman
melalui ekskresi yang dilakukan oleh
organ daun. Kemudian makruh juga
memiliki kapasitas untuk pengaturan
osmotik melalui akumulasi senyawa
organik yang kompatibel untuk menjaga
bahwa tekanan osmotik di dalam tubuh
makhluk ini stabil dan tetap terjaga.
Kemudian ee makruh juga memiliki
adaptasi yang cukup menarik Bapak Ibu.
Kalau Bapak Ibu mungkin pernah
berkesempatan jalan-jalan ke mangroove,
Bapak Ibu akan melihat bahwa buah
mangroove itu panjang-panjang sekali.
Bahkan yang untuk ee spesies risopora
mukronata mungkin panjangnya bahkan ada
yang sampai 1 m begitu ya Bapak, Ibu ya.
Nah, itu sebenarnya adalah ee propagul.
Apa itu propagul? Propagul adalah bentuk
adaptasi mangr karena dia tumbuh di
perairan dan kemungkinan besar biji yang
jatuh itu akan tersapu oleh arus air.
Maka mangkrove mengecambahkan dulu
bijinya sebelum biji itu dijatuhkan.
Sehingga kalau yang Bapak Ibu lihat
bagian dari mangrf, biji mangruk yang
panjang itu adalah calon akarnya. Calon
akar tumbuh dulu. Setelah calon akar
tumbuh tumbuh cukup panjang, kemudian
baru makruf ini akan menjatuhkan
buahnya. Dan dengan perakaran yang sudah
panjang tersebut, maka perakaran
tersebut akan menancap dengan kuat di ee
lumpur dan tidak akan terseret oleh arus
laut. Oke. Dan yang paling penting dari
adaptasi-adaptasi tersebut, Bapak Ibu,
bahwa ee semakin sulit tempat hidup, ya,
semakin ee menantang tempat hidup, maka
tanaman tanaman yang mampu tumbuh di
atasnya dia akan semakin beradaptasi
dengan baik. Dan sisi positif dari
adaptasi ini adalah produksi senyawa
biokimia yang makin banyak dan makin
beragam. Oleh karena itu, wajar kiranya
apabila tanaman mangroove itu menjadi
gudang sumber biokimia karena mereka dan
sehari-harinya itu menghadapi stres
lingkungan yang ekstrem yang akan memicu
produksi metabolit sekunder. Di mana
metabolit sekunder ini nanti dapat kita
ee dapat kita kaji lebih lanjut di
beberapa di antaranya akan memiliki
sifat bioaktif.
Nah, ini berdasarkan kajian yang pernah
saya lakukan dengan tim saya. Ee
ternyata memang mangr ini memiliki ee
senyawa bioaktif yang sangat besar. Di
tahun 2023 kami melakukan kajian eh
profiling senyawa bioaktif yang ada di
lima jaringan tanaman avisennia marina
yaitu akar, bunga dan buah, daun, kayu,
serta kulit batang. dan kami melakukan
eh profiling-nya itu menggunakan
analisis GCMS dan juga analisis LCMS.
Analisis GCMS sendiri itu digunakan
untuk ee mengidentifikasi
senyawa-senyawa yang volatil atau mudah
menguap. Sementara LCMS digunakan untuk
meng-capture senyawa-senyawa yang non
volatil. Dari analisis yang kami
lakukan, kami mendapatkan bahwa pada
avisennya marina itu terdapat setidaknya
oh ya maaf ini disclaimer dulu bahwa
avisennya marina yang kami identifikasi
itu berasal dari perairan ee Lampung
Selatan yaitu di sekitar muara Sungai
Wasa Kampung. Sekedar gambaran umum,
Sungai Basampung ini adalah sungai
besar, salah satu sungai besar di
Lampung di mana kondisi perairannya
sudah mengalami cemaran dan tergolong
tercemar sedang. Oleh karena itu mungkin
ee akan berbeda lagi nanti dengan jenis
avisennya marina di tempat lain yang
mungkin tekanan tempat tumbuhnya itu
berbeda.
Baik, dari ee tempat dari ee sampel yang
kami analisis itu kami menemukan
setidaknya ada 55 senyawa yang bersifat
bioaktif. Nah, 55 sewa ini ternyata itu
ee sangat tinggi ya. Kalau saya
komparasikan dengan beberapa penelitian
sejenis itu yang pernah dilaporkan itu
bahwa ee dari India itu pernah
melaporkan bahwa avisenia offisinalis
itu hanya e memiliki tiga senyawa dan
juga eh pada Avisena Marina asal India
itu ditemukan 12 senyawa. Tetapi saya
tidak bisa kemudian secara firm bahwa
okeenn Marina di ee Lampung Selatan
lebih baik karena memang mungkin metode
yang digunakan juga berbeda. Ee ee
karena metode yang saya gunakan mungkin
sedikit lebih modern atau lebih update
dibandingkan kedua peneliti yang memang
ee sudah lebih dulu melakukan penelitian
atau kajian etno ee bioprospeksi tanaman
tersebut. Dan menariknya Bapak, Ibu
bahwa dari 55 senyawa bioaktif yang kami
temukan setelah kami analisis
berdasarkan beberapa basis data eh
internasional yang sudah platform yang
umum digunakan, hanya 20 yang telah
dilaporkan memiliki khasiat medis atau
diketahui medical properties-nya.
Artinya apa? Artinya bahwa masih ada 35
senyawa bioaktif lain yang belum pernah
dilaporkan. Nah, ini menjadi peluang
besar mungkin kita bisa kemudian
mengembangkan, kita bisa bisa kemudian
melakukan kajian molekuler docking untuk
kemudian mengetahui kira-kira ini
potensial untuk penyakit apa. Nah, ini
sangat ee menarik sekali. Mungkin Bapak,
Ibu yang dari ee Fakultas Farmasi ini
dapat ee melakukan kajian lanjutan
mungkin dengan ee teknik ya saya tidak
tahu saya mungkin cuma mendengarnya
tentang teknik molekuler docking yaitu
teknik komputerisasi untuk ee mencoba
mencocokkan antara ee apa? Gugus aktif
dari senyawa bioaktif ini dengan ee
enzim dari penyakit target gitu.
sehingga akan dicari sekuat mana
ikatannya dan seb sejauh mana
kecocokannya dan akan ee semakin cocok
dan semakin kuat ikatannya maka potensi
untuk menyembuhkan penyakit tersebut
akan semakin besar. Kurang lebih seperti
it
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:09:28 UTC
Categories
Manage