Webinar 138 Mangrove Indonesia: Dari Kearifan Lokal menuju Kemandirian Obat Nasional Masa Depan
WSvEXW8FqN4 • 2025-12-18
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi menjelang siang Bapak, Ibu, dan rekan-rekan sekalian. Selamat datang kembali di webinar Eko Edu ke-137. Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Ibu semuanya yang sudah selalu setia untuk mengikuti acara webinar ini. Dan hari ini webinar Eko Edu akan mengangkat tema Mangroove Indonesia dari kearifan lokal menuju kemandirian obat nasional masa depan. Dan perkenalkan saya Dini yang akan bertugas sebagai moderator pada acara ini. Baik Bapak Ibu semuanya sebelum kita mulai webinar pada siang ini, alangkah baiknya kita berdoa bersama-sama sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing. Untuk itu berdoa dipersilakan. berdoa dicukupkan. Untuk selanjutnya yaitu mari kita menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Diharapkan kepada Bapak Ibu untuk duduk tegak. Baik Bapak Ibu semuanya untuk selanjutnya di sini izinkan saya mempromosikan tiga pelatihan dalam waktu dekat ini yang akan diselenggarakan oleh kami yaitu yang pertama adalah pelatihan perhitungan emisi gas rumah kaca dan perdagangan karbon gelombang 22 pada tanggal 5 sampai 9 Januari 2026. Dan pada minggu yang sama juga di sini kami akan mengadakan pelatihan dan sertifikasi penanggung jawab pengendalian kecaran air atau PPPA gelombang 4. Kemudian di minggu selanjutnya yaitu adalah pelatihan penyusunan laporan pemantauan lingkungan RKLR RPL gelombang 5 pada tanggal 12 hingga 14 Januari 2026. Dan Bapak Ibu semuanya, apabila Bapak Ibu melakukan pembayaran pada ee sebelum 2 minggu pelatihan, Bapak Ibu akan mendapatkan ee harga spesial yaitu harga early bird di Rp3.300.000. Itu adalah untuk pelatihan GRA dan juga RKL, RKL, RPL. Dan adapun untuk pelatihan dan sertifikasi PPPA di sini Bapak Ibu akan mendapatkan diskon 10% apabila Bapak Ibu melakukan pembayaran sebelum tanggal 4 Januari 2025. Dan apabila Bapak Ibu ee tertarik dengan pelatihan tersebut, Bapak Ibu bisa langsung kontak saja pada admin kami yaitu ada Anto dan Nisa. Selain itu juga Bapak Ibu bisa mengunjungi sosial media kami yaitu ada Instagram, YouTube channel, Facebook X dan juga website resmi kami di www.eekoedu.co.id. Dan juga bagi Bapak Ibu yang tertarik langsung untuk mendaftar, silakan diakses saja ke pendaftaran datecoedu.co.id. Dan selain itu juga kami di sini terdapat inhouse training yang dapat dilakukan secara offline maupun online sesuai dengan permintaan dari instansi atau perusahaan Bapak Ibu semuanya. Jadi kami tunggu Bapak Ibu semuanya di pelatihan kami. Dan baik Bapak Ibu untuk selanjutnya kita akan langsung pada masuk kegiatan utama kita yang di mana webinar kali ini kita akan berdiskusi mengenai mangroove Indonesia dari kearifan lokal menuju kemandirian obat nasional masa depan. Dan tentu saja kami juga telah menghadirkan narasumber yang sangat kompeten di bidangnya untuk memberikan materi dan wawasan yang bermanfaat ini. Dan baik, perkenankan saya untuk memperkenalkan narasumber kita hari ini yaitu adalah Bapak Dr. Duriat Esud, M.Si. Beliau merupakan koordinator program studi magister Kehutanan di Universitas Lampung. Mungkin saya di sini akan menyapa terlebih dahulu. Selamat siang, Pak Duriat. Selamat siang, Mbak Dini. Iya. Bagaimana, Pak, kabarnya hari ini? Kabarnya baik dan excited sekali hari ini. Oke. Baik, Pak. Mungkin ee sebelum masuk pada kegiatan intinya di sini saya akan menyampaikan dulu beberapa teknis. Yaitu yang pertama adalah pemaparan akan dilaksanakan selama 1 seteng jam. Kemudian nanti dilanjutkan sesi tanya jawab yang di mana yang pertama adalah sesi tanya jawab menggunakan aplikasi Slido dan juga ada sesi tanya jawab secara langsung dengan para peserta Zoom. Dan baik untuk mengefektifkan waktu saya serahkan ruangan Zoom ini kepada Pak Duriat dan kepada Bapak Ibu semuanya. Selamat mengikuti acara webinar ini. Baik. Oke, terima kasih Mbak Dini. Selamat pagi Bapak Ibu. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sebuah kehormatan buat saya diundang oleh Eko Edu untuk memberikan sedikit yang saya ketahui dari ee potensi mangruh sebagai sumber obat bagi kemandirian obat nasional. Dan ee mungkin saya karena saya masih muda tidak begitu banyak pengalaman. Saya yakin Bapak Ibu juga lebih banyak pengalaman dari saya. Tapi tidak ada salahnya kalau saya berbagi apa yang saya ketahui walaupun itu sedikit. Baik, ee saya akan langsung saja bahwa materi mangr Indonesia dari kearifan lokal menuju kemandirian obat nasional masa depan ini akan saya bagi dalam empat ee subpok bahasan. Yaitu yang pertama nanti saya akan berbicara tentang mangroove dan potensi masa depan obat Indonesia. Kemudian dilanjutkan dengan mangruh dalam perspektif kearifan lokal atau etnofarmakologi. Dan yang ketiga adalah keanekaragaman mangruh Indonesia serta potensi bioaktifnya. Dan yang terakhir adalah sains modern yaitu jalur bioprospeksi untuk ee mangroove supaya dihasilkan ee tanaman ee sumber-sumber obat yang potensial bagi penyediaan obat nasional Indonesia. Baik, langsung saja kita masuk ke materi yang pertama yaitu tentang mangkruf dan masa depan obat Indonesia. Indonesia sebenarnya merupakan kawasan mangroove terpenting di dunia di mana sekitar 23,9 19% mangroove global itu ada di Indonesia yang meliputi luas kurang lebih sekitar Rp3.360.000 hektar. Mangro sebagai sumber obat herbal ini sebenarnya sudah banyak sekali dilaporkan. Beberapa jurnal yang saya pelajari itu menyebutkan bahwa saat ini sudah lebih dari 1000 senyawa bioaktif yang telah diisolasi dan dilaporkan dari berbagai spesies mangrve yang ada di seluruh dunia. Dan senyawa-senyawa ini sangat penting potensinya untuk kesehatan. sebenarnya tidak hanya kesehatan, tetapi juga dapat memiliki manfaat yang ee esensial bagi dunia kosmetik, kemudian juga pertanian dan industri pada umumnya. Eh, aktivitas farmakologi dari bioaktif mangr itu beberapa yang dilaporkan adalah sebagai antimikrobaik untuk bakteri maupun jamur. Kemudian juga memiliki antioksidan yang sangat kuat, anti peradangan atau antiinlamasi, anti diabetes, dan bahkan anti kanker. di mana beberapa bahkan dilaporkan antikanker ekstrak mangruk ini memiliki sifat sitotoksik selektif di mana dia akan efektif dan sangat spesifik mengarah pada sel target dan tidak kepada sel-sel yang sehat. Penggunaan obat herbal sendiri sebenarnya secara global itu sudah banyak dilakukan, tetapi sampai saat ini potensinya masih sangat sedikit. Hanya sekitar 17% dari sekitar 7 72.000 spesies tanaman tingkat ee tinggi di dunia yang telah diekstraksi untuk obat. Artinya bahwa sebagian besar itu masih membutuhkan keahlian kita, membutuhkan ee perhatian kita untuk terus kita kaji, untuk terus kita kembangkan sehingga kita akan menemukan sumber-sumber obat baru ee melalui pendekatan ilmiah untuk menghasilkan sumber obat yang dapat digunakan secara medis. Nah, kajian etnobotani sebagai langkah awal untuk ee memetakan kira-kira jenis tanaman apa yang memiliki potensi atau khasiat medis itu sangat penting dan ini seringki dilupakan di negara kita. Baik. Padahal negara kita ini memiliki ee beberapa keterbatasan. Ini sangat ironis bahwa Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman tertinggi kedua di dunia setelah Brazil justru kita menghadapi tantangan terhadap kesehatan nasional dan juga ketergantungan impor terhadap bahan baku obat. Di Indonesia sendiri ee tahun 2024 biaya kesehatan itu mencapai sekitar 33% dari pendapatan domestik butuh nasional yang yaitu sekitar ee kurang lebih kalau dirupiahkan 3% ini adalah 614,5 triliun. Ini sangat besar sekali ya, bahkan lebih besar daripada dana MBG yang saat ini banyak diprotes oleh masyarakat. Nah, kemudian obat sendiri itu menyumbang sekitar 30 sampai 40% dari biaya layanan kesehatan. Artinya biaya untuk pengobatan pengadaan obat itu mencapai kurang lebih 250 sampai 300 triliun sendiri dalam ee layanan kesehatan kita. Artinya itu jumlah yang sangat luar biasa dan sayangnya sebesar jumlah itu masih kita berikan kepada negara-negara luar. Padahal kita sendiri memiliki potensi yang luar biasa besar dan kemungkinan justru seharusnya dengan keanekaragaman hayati kita yang luar biasa, kita seharusnya bisa menjadi pemain atau pengekspor penting di level global. Nah, Indonesia sendiri saat ini masih mengimpor sekitar 85 sampai 90% bahan baku obat dan eh di antara 85 sampai 90% itu termasuk adalah activear pharmacutical ingredien atau bahan aktif dari obat tersebut yang merupakan eh inti dari obat. Nah, pemerintah sendiri melalui Kementerian Perdagangan sebenarnya telah menargetkan bahwa pada tahun 2026 ee Indonesia akan mengurangi impor bahan baku obat mencapai 20%. Artinya dalam rangka mendukung ee kebijakan pemerintah ini ee praktik atau teknologi untuk mencari sumber-sumber obat baru berdasarkan bahan alami yang kita miliki itu memiliki peran strategis yang sangat krusial dalam mendukung kebijakan pemerintah dalam menurunkan 20% impor bahan baku obat pada tahun 2026. Sebenarnya ee kekurangan atau impor bahan baku obat ini memiliki dampak sosial dan dampak akses kesehatan yang luar biasa bagi negara kita. di mana negara kita ini merupakan negara yang masih terkategori negara berpendapatan menengah dan banyak masyarakat kita yang masih terkategori miskin sehingga pada saat mereka mengalami masalah kesehatan ee akan menjadi rentan untuk turun ee kelasnya dari masyarakat yang mungkin sejahtera menjadi masyarakat prasejahtera atau bahkan menjadi masyarakat miskin struktural karena harus kehilangan aset-aset penting seperti menjual tanah atau menjual jual rumah untuk mengakses biaya kesehatan. Saat ini Indonesia itu ee memiliki sekitar 9,57% penduduk yang tergolong miskin atau kalau kita hitung secara ee jumlah itu mencapai 26,36 juta penduduk. Jumlah yang sangat besar bahkan. Nah, ee sayangnya dari jumlah penduduk miskin ini sebagian besar atau hampir 60% di antaranya itu mereka tinggal di pedesaan. Dan dari masyarakat pedesaan yang miskin ini yang paling miskin adalah mereka yang bekerja atau berprofesi sebagai buruh nelayan dan nelayan tradisional ya. Jadi bukan nelayan nelayan ee yang besar Bapak Ibu. Kalau nelayan besar mungkin mereka punya kapal, mereka punya modal, mungkin mereka bisa mendapatkan pendapatan yang di atas rata-rata. Tetapi yang jadi masalah adalah nelayan ee buruh nelayan yang mereka sistem upahnya berdasarkan ee upah harian dan ee hasil tangkapan yang dihasilkan atau mereka yang melakukan penangkapan ikan secara tradisional. Nah, itu adalah dua profesi yang merupakan penduduk berpendapatan paling rendah di negara kita. Dan sebenarnya ee mereka-mereka yang tinggal di pesisir ini relatif beruntung karena mereka memiliki hutan mangroove. Hutan mangr adalah hutan yang sangat potensial, memiliki ee potensi besar untuk menghasilkan sumber-sumber obat. Namun sayangnya memang hal ini belum dapat dioptimalkan di negara kita. Sejatinya untuk memenuhi 20% pengurangan impor bahan baku obat, Indonesia bisa saja ee memfokuskan diri pada penelitian-penelitian dan optimalisasi konteks tanaman herbal. Kenapa? Karena Indonesia sendiri secara tradisional, secara turun-temurun sudah mempraktikkan ee praktik pemanfaatan herbal yang sangat dikenal luas bahkan di dunia yaitu jamu. Nah, eh terkait dengan hal itu sebenarnya apa sih pengobatan herbal itu? Pengobatan herbal adalah praktik pengobatan yang memanfaatkan tumbuhan baik daun, akar, rang, getah, maupun rempah untuk menjaga kesehatan atau mengobati penyakit. Nah, praktik penggunaan tumbuhan ini telah lama sekali digunakan di seluruh penjuru dunia. Dan seperti saya sudah sampaikan sebelumnya bahwa ee kearifan lokal di negara kita secara tradisional kita telah memanfaatkan jamu selama ribuan tahun dan itu diwariskan menjadi kearifan lokal yang turun-temurun dan menjadi fondasi berbagai sistem pengobatan tradisional di Indonesia. Dan ee sayangnya bahwa pengobatan herbal atau praktik-praktik penggunaan tanaman ini di Indonesia sendiri saat ini menjadi kurang populer karena dianggap kuno. Ee dan itu sebenarnya tidak benar. Kenapa? Karena sesungguhnya ee tanaman-tanaman yang kita telah gunakan sebagai obat atau jamu itu dapat kita buktikan secara ilmiah bahwa tanaman-tanaman tersebut mengandung berbagai senyawa bioaktif yang dapat memberikan eh medical properties atau berkhasiat medis. Banyak sekali khasiat medisnya. Eh beberapa yang paling umum ditemukan di dari berbagai jurnal ilmiah adalah bahwa tanaman herbal ini memiliki aktivitas antiinlamasi atau anti peradangan, antioksidan ee antimikroba, dan bahkan anti kanker. sehingga ee konfirmasi ilmiah untuk menjustifikasi penggunaan obat herbal ini adalah langkah strategis yang perlu kita berikan supaya obat herbal ini menjadi lebih bisa dipercaya dan tervalidasi sehingga dapat kembali dipercaya oleh masyarakat modern. beberapa negara maju seperti Jepang, kemudian juga Eropa, bahkan ee Amerika itu sudah ee umum sudah umum menggunakan obat-obatan herbal ini dalam sistem pengobatan ee modern mereka. Kurang lebih 1 tahun ee kemarin saya sempat bertemu dengan seorang profesor dari Turki. Beliau bernama Prof. Naim. juga. Beliau adalah ahli ee bioprospeksi dan kebetulan ee berkunjung ke universitas saya untuk mencoba menginisiasi penelitian untuk membioprospeksi berbagai lada yang ada di Provinsi Lampung. Nah, berdasarkan ee apa yang saya sharing dengan Prof. Naim, beliau bilang bahwa ee Turki adalah negara yang sangat kaya dengan biodiversitas. Turki terletak di tiga zona iklim. Turki memang berada di tengah-tengah antara Eropa dengan Asia sehingga dia memiliki kekayaan biofisikal environmental. eh wilayah Turki sebagian itu masuk Eropa sehingga e mereka memiliki iklim atau biofisikal environmental Eropa. Kemudian sebagian wilayah Turki juga masuk ke wilayah Asia sehingga mereka memiliki kondisi biofysikal environmental Asia dan sebagian lagi berada di wilayah laut Mediterania sehingga mereka memiliki iklim Mediteranea. Dan ketiga eh kekayaan iklim ini membuat Turki itu memiliki keanekaragaman hayati yang sangat-sangat tinggi. Prof. Naim bilang ke saya bahwa keanekaragaman hayati tumbuhan di Turki itu sekitar 12.000. ya sangat banyak 12.000 sehingga memang pengobatan herbal di Turki itu menjadi sangat leading bahkan bisa disejajarkan dengan pengobatan modern dan bahkan dokter-dokter di Turki itu juga sudah meresepkan obat-obatan herbal ee secara ee medis gitu. Nah, sesungguhnya pada saat Prof. Naim itu bilang ke saya bahwa Turki punya 12.000, saya agak tergelitik. Kenapa? Karena oke Indonesia punya R0.000 gitu. kita punya bahkan dua kali lipat lebih dibandingkan ee ya kita punya bahkan tiga kali lipat lebih dari apa yang ada di Turki. Tetapi kenyataannya Indonesia belum bisa mengoptimalkan ee potensi keanekaaman hayati kita untuk dijadikan sebagai sumber obat dan bahkan kita masih impor. di beberapa negara yang sudah ee maju penggunaan obat tradisionalnya itu dapat kita ketahui seperti mungkin ayurveda itu di India di mana di ee dalam ayurveda ini tanaman ee itu digunakan sebagai sumber obat secara eh tradisional. Kemudian di tradisional Chinese medicine atau TCM itu mereka menggabungkan antara keseimbangan energi dan juga penggunaan obat herbal sebagai terapi penyembuhan. Kemudian ee di Jepang dan Korea mereka mengenal tradisi kempo yaitu obat herbal. Di mana obat herbal ini sudah terstandar artinya bahwa kandungan ee bioaktif dan juga dosisnya itu sudah diketahui dengan pasti sehingga dapat diintegrasikan dengan pengobatan modern. Di Indonesia sendiri jamu itu belum ee setara atau belum bisa dijadikan sebagai ee ee apa ee kombinasi atau pelengkap dari pengobatan modern karena memang kita masih membutuhkan ee konfirmasi akademik, konfirmasi ilmiah bagaimana ee jamu ini kandungan bioaktifnya dan bagaimana dosis yang aman serta dosis yang berkhasiat supaya efek dari medical properties dari target tanaman itu dapat diterima. IMA oleh pasien. Oleh karena itu, arah pengembangan global ee pengobatan herbal adalah ada empat ee kunci. Yang pertama adalah herbal sebagai terapi komplementer. Jadi, herbal itu diharapkan bukan sebagai alternatif, tetapi diintegrasikan dalam sistem pengobatan modern sebagai terapi komplementer. Kemudian ee obat herbal di itu menjadi alternatif pengobatan penyakit kronis. beberapa beberapa penyakit kronis yang sudah menahun itu membutuhkan pengobatan jangka panjang. Seringki pengobatan jangka panjang ini menggunakan obat-obat sintetis atau obat kimia itu memberikan dampak ee efek samping yang cukup serius bagi pasien. Oleh karena itu, pengobatan herbal itu memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk menjadi alternatif pengobatan penyakit kronis. Karena dipercaya bahwa obat herbal ini dalam dosis yang tepat, dalam ee takaran yang memang proper akan memiliki efek samping yang ee relatif lebih rendah dibandingkan obat-obatan sintetis atau obat kimia. Kemudian ee kita juga membutuhkan riset-riset farmakologi modern, penggunaan teknologi-teknologi modern untuk ee mengidentifikasi atau membioprospeksi apa saja kandungan senyawa bioaktif yang terkandung di dalam ee jaringan tanaman. Dan kemudian yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menstandarisasi mutu dan juga menguji keamanan penggunaan orbat herbal tersebut ee sehingga masyarakat akan menjadi aman dan ee merasa bahwa obat herbal ini dapat dipercaya. Begitu. Kemudian yang perlu kita tekankan di sini adalah bahwa pengobatan herbal itu perlu menjadi menjadi jembatan antara kealifan lokal ee dan sains. Bahwa ee tidak benar kalau pengobatan herbal itu mitos dan hanya boleh dipercaya oleh orang-orang yang ee mungkin berpendidikan rendah. Karena ternyata saat ini kita bisa mengkonfirmasi bahwa ee kearifan lokal dengan penggunaan obat herbal itu bisa dibuktikan secara sains, modern dan itu memiliki potensi untuk menjadi salah satu sistem kesehatan di negara kita. Nah, untuk mangr sendiri seperti apa laporan-laporan yang sudah ada berdasarkan jurnal-jurnal ilmiah yang sudah ee dipublikasi. beberapa publikasi saya sintesis ee itu menunjukkan bahwa sebagian besar MF ini memang sudah digunakan di negara-negara yang kawasannya memiliki area mangroove seperti misalnya di Asia Selatan yaitu di wilayah negara India, Odisa, dan sekitarnya. di mana di situ ada tiga jenis eh spesies mangrove yang sudah banyak digunakan yaitu sonerapia nasolaris, risopora arikulata, dan juga eritera litoralis. Dan eh jenis-jenis mangroove di wilayah ini itu banyak digunakan untuk pengobatan penyakit pencernaan termasuk di antaranya adalah penyakit diari dan disentri. Bagaimana dengan Asia Tenggara termasuk negara kita Filipina dan juga tetangga kita Malaysia? Di ketiga negara ini eh jenis yang paling umum, paling banyak digunakan itu ada tiga, ada dua, yaitu soneratia colaris dan juga riopora apikulata. Dan eh dari dua jenis ini ee secara umum banyak digunakan untuk pengobatan cacar air, kemudian diare, obat luka atau memar, kemudian juga digunakan sebagai penawar racun untuk sengatan biota-biota laut yang memiliki venom. Kemudian ee di wilayah pesisir lain, di wilayah pesisir tropis lain seperti apa? Misalnya contoh ada di Bangladesh dan kawasan tropis ee di Afrika dan juga Amerika Latin itu ada eh empat jenis yang sangat umum digunakan yaitu avisenia marina, rizopor mukronata, soneratia apetala dan juga seriop tagal. Dan ee keempat spesies ini banyak digunakan sebagai obat luka, obat infeksi, dan juga ee mengobati keluhan pada pernapasan yaitu ee atau pneumonian. Kemudian dari bukti-bukti ilmiah ini menunjukkan bahwa studi etnofarmakologi menunjukkan bahwa ekstrak-ekstrak dari tanaman ini memiliki aktivitas yang ee ee memiliki khasiat gitu. Jadi ini bukan hanya sebagai pengetahuan tradisional yang ee tidak ilmiah dan pengetahuan tradisional yang ee hanya dipercaya oleh masow educated, tetapi juga ini terkonfirmasi bahwa ee kandungan-kandungan bioaktif yang ada di dalam ekstrak tanaman-tanaman mangrf ini itu dapat dibuktikan secara ilmiah dan itu ee berkhasiat. Baik, kemudian kita masuk ke bagian yang kedua, bagaimana mangr perspektif kearifan lokal atau etnofarmakologi. Dalam ini saya akan membahas dulu apa itu sebenarnya etnofarmakologi. Etnofarmakologi adalah kajian ilmiah yang berfokus pada pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat tradisional sebagai obat. Etnofarmakologi sendiri itu merupakan satu cabang dari etnobotani di mana kalau etnobotani nanti itu cabang-cabangnya ada ee penggunaan tumbuhan untuk pangan, untuk ee ritual, kemudian untuk bahan bangunan, untuk ee berbagai hal. Tetapi etnofarmakologi ini memfokuskan diri pada penggunaan tumbuhan oleh masyarakat secara tradisional dan turun-temurun. fokusnya adalah pada penggunaan obat dan etnofarmakologi ini menjadi menjadi pengetahuan yang sangat penting ee karena ternyata Bapak Ibu ee kurang lebih 50% obat modern yang mungkin Bapak Ibu akses saat ini di apotek itu awalnya berasal dari praktik etnofarmakologi atau pengetahuan lokal yang kemudian dilanjutkan dengan uji secara ilmiah dan didapatkanlah senyawa-senyawa yang merupakan target dari ee untuk penyembuhan penyakit. Oleh karena itu, praktik etnofarmakologi ini berperan sebagai starting point penemuan obat atau penyaring awal atau biological relevance sebelum riset laboratorium itu dilakukan. Dan bahkan di antara obat anti kanker yang telah disetujui untuk digunakan di dunia oleh WHO selama periode 1940 sampai dengan 2022, 54% di antaranya itu berasal dari produk alami atau yang terinspirasi dari praktik penggunaan oleh masyarakat. Jadi memang luar biasa sekali etnofarmakologi ini menjadi sebuah ilmu yang tidak bisa kita kesampingkan atau tidak bisa kita lihat sebagai ilmu yang kuno atau ketinggalan zaman. Karena kearifan lokal adalah sumber data ilmiah awal dan etnofarmakologi itu bukan mitos, tetapi hipotesis yang berbasis pengetahuan pengalaman panjang. Memang dia hanya sebagai hipotesis yang butuh untuk divalidasi kebenarannya. Tetapi paling tidak dengan adanya hipotesis ini kita sudah satu langkah melompat untuk menemukan sumber obat baru yang potensial. Baik, bagaimana sebenarnya nilai keilmiah kearifan lokal bagi penemuan obat? Sesungguhnya kearifan lokal itu merupakan salah satu akselerator atau ee mempercepat sains. Tanpa etofarmakologi mungkin para peneliti harus stretching dari ee paling awal yaitu menemukan sumber tanaman potensial. Tetapi dengan adanya etnofarmakologi maka karyafar lokal ini akan membuat tahapan ini bisa kita skip. Artinya kita akan lebih mempercepat dalam sains untuk menemukan sumber potensial obat. Dari etofarmakologi nanti kita akan mendapatkan beberapa nilai parameter termasuk di antaranya salah satu yang paling penting di sini adalah FL atau fidelity level atau tingkat kepercayaan masyarakat lokal, masyarakat adat dalam menggunakan salah satu tanaman untuk menyembuhkan satu jenis penyakit. di mana nantinya jika tanaman itu memiliki nilai fidelity level yang tinggi, artinya itu diduga bahwa potensi untuk menemukan senyawa bioaktif pada jaringan tanaman tersebut itu akan semakin besar. Kemudian ee pengetahuan etrofarmakologi ini akan menghemat waktu dan biaya riset ya. Seperti saya jelaskan sebelumnya bahwa ee kita tidak perlu lagi scratching dari data paling awal kalau kita menggunakan ee data etnofarmakologi sehingga ini akan menghemat waktu yang cukup ee signifikan dan juga tentu saja biaya dalam ee riset secara keseluruhan. Dengan praktik etnofarmakologi, kita juga bisa membantu untuk memilih spesies prioritas. Mungkin Bapak Ibu yang sudah banyak penelitian terkait etnofarmakologi, ada satu parameter eh numerik yaitu spesies use value atau nilai guna spesies. di mana spesies yang memiliki nilai guna tertinggi itu biasanya akan memiliki beraneka ragam ee senyawa bioaktif dan ini akan membantu para peneliti untuk memilih spesies apa yang akan menjadi prioritas di dalam melakukan kajian biokrospeksi untuk menemukan sumber obat baru. Dan kemudian dengan adanya praktik etnofarmakologi ini karena ini sudah digunakan selama ribuan tahun dan juga sudah turun-temurun dari ee beberapa generasi, maka peluang untuk menemukan senyawa bioaktif dari tumbuhan tersebut itu menjadi lebih tinggi dibandingkan kalau para peneliti ini secara ee secara dari awal gitu atau secara gambling ee memilih jenis tanaman yang akan di bioprospeksi. Ee keunggulan lain di dalam praktik etnofarmakologi adalah adanya ritual sebagai sebuah ee praktik pengobatan yang holistik dalam etnofarmakologi. Mungkin bagi sebagian besar ee masyarakat modern atau kita yang merasa kita well educated akan berpikir bahwa ritual dalam pengobatan itu adalah klinik atau mitos yang itu tidak akan bermanfaat sama sekali. Begitu. Tetapi Bapak Ibu ee harus ee mungkin juga perlu memahami bahwa di dalam pengobatan holistik itu ee pengobatan itu tidak saja didasarkan pada efektivitas dari obat yang diberikan, tetapi juga pengobatan holistik itu menyentuh ranah eh spiritual. Mungkin Bapak Ibu pernah mendengar ee efek placebo. Efek placebo adalah pada saat seseorang mengalami perubahan kondisi fisik karena merasa yakin ee atas apa yang dia ee dapatkan atau terapi yang dia dapatkan. Mungkin Bapak Ibu pernah punya pengalaman, mungkin anak Bapak Ibu sakit dan merasa bahwa oh kalau ke dokter A atau ke dokter B baru ketemu dokternya saja kok anak saya sudah sembuh. Nah, itu kemungkinan besar salah satu bentuk dari efek placebo. Dan efek placebo ini juga sangat sangat ee besar peranannya dalam penyembuhan sebuah penyakit. Oleh karena itu, pengobatan tradisional etnofarmakologi dengan ritual-ritualnya itu menyentuh ranah spiritual seperti efek plasibo ini. Sehingga bukan bukan menjadi sebuah ee ritual klinik yang tidak bermanfaat, tetapi membangkitkan atau menyentuh ranah psik psikis atau mental kita sehingga kita secara psikis kita merasa lebih yakin dan keyakinan itu akan membuat sistem di dalam tubuh kita bekerja dengan lebih baik. Begitu. Nah, ee dari beberapa penelitian yang saya lakukan terkait penggunaan ee tanaman mangrov di Provinsi Lampung sebagai ee bahan etnofarmakologi, ada beberapa kepercayaan yang ee menurut saya sangat menarik dan mungkin bisa dikaji lebih lanjut untuk penelitian ke depannya di mana masyarakat Lampung itu percaya bahwa ee biji biji jeruju itu digunakan sebagai ee obat banyak sekali khasiatnya. Termasuk di antaranya adalah untuk obat diabetes. Tetapi ee masyarakat Lampung percaya bahwa untuk mendapatkan efek yang mujarab atau mancur, maka si pasien ini harus menelan ee yaitu tujuh biji. Karena apa? Karena angka tujuh itu dipercaya memiliki ee menjadi memiliki kekuatan dan memiliki simbol ee spiritual sehingga akan memberikan dampak terhadap kesehatan yang lebih baik daripada jumlah yang lain. Kemudian masyarakat Banten yang ee hidup di pesisir Lampung juga percaya bahwa apabila kita ingin menggunakan tanaman mangroup sebagai ee obat atau untuk praktik etnofarmakologi ini, pilihlah daun yang berada tepat di atas air. Nah, ee saya kurang paham apakah ini benar-benar ada secara secara ee ilmiah bisa dibuktikan. Tetapi masyarakat Banten percaya bahwa apabila kita ingin menggunakan tanam daun mangruh, pilihlah yang tepat berada di di atas air. Karena itu akan memiliki khasiat yang lebih baik dibandingkan daun yang letaknya jauh di atas air. Kemudian masyarakat Bugis itu juga ee menarik karena pada pengobatan apapun pengobatannya menggunakan tanaman mangroove mereka memiliki ritual mantra. ritual mantranya kurang lebih ini saya tuliskan dalam ee dengan ee apa namanya narasi berwarna kuning. Saya sendiri kurang kurang bisa membaca dengan baik ya. Tapi mungkin ee Bapak Ibu yang asli suku Bugis akan bisa mempronsiasikan lebih baik. Tetapi kurang lebih ee mantranya berbunyi demikian ya. Ini bismillah sakit makan paru, sakit mulut makan tulang, sakit mulut makan wujud, sakit mulut makan pele. Turun bis naik tawa, aku menawa sakit mulut. Sakit mulut nan bise. Bukan aku setajab guru. Setajab guru menjaga aku ee kupakai ee berkat Allah lailahaillallah bekar baginda Rasulullah. Kurang lebih seperti itu. Dan kemudian terapi pengobatan ini diberikan dan ini diyakini akan memberikan dampak atau kemujaraban yang lebih baik dibandingkan kalau obat itu diberikan tanpa diberikan mantra. Dan biasanya orang yang memberikan mantra ini adalah tetua adat yang memang memiliki ee pengalaman atau kekuatan spiritual untuk menggunakan ee tumbuhan sebagai ee pengobatan ee herbal. Oke. Namun demikian, berdasarkan kajian, beberapa kajian yang sudah saya lakukan ee walaupun tumbuhan ee penggunaan ee tanaman dalam etofarmakologi ini banyak digunakan terutama di bankr, namun demikian kita mengalami ancaman yang sangat serius terhadap ee praktik etnofarmakologi ini. Jadi, ada empat ancaman yang sangat ee harus kita berikan atensi yang lebih sehingga kita dapat ee membuat perencanaan atau tindakan untuk memitigasi dari ancaman tersebut. Yang pertama adalah erosi pengetahuan antar generasi. Jadi, Bapak Ibu pengetahuan praktik etnofarmakologi ini diwariskan secara lisan tanpa adanya skrip, tanpa adanya dokumentasi tertulis. sehingga kalau ee kemudian si pemilik dari pengetahuan ini mengalami gangguan ingatan atau kemudian gangguan kesehatan, maka kemungkinan besar ee praktik ini tidak akan bisa dilanjutkan untuk generasi berikutnya. Ee kemudian generasi muda juga rata-rata mereka tidak lagi tertarik dengan pengobatan ee etofarmakologi ini. Kenapa? karena mereka menganggap bahwa kalau ada yang praktis kenapa harus susah-susah begitu? Karena apa? karena mungkin ee obat-obat kimia atau obat-obat sintetis itu mudah didapatkan ee di apotek terdekat sehingga untuk mencari obat herbal, mencari daun, mencari perakaran, kemudian meramunya itu membutuhkan effort sehingga itu menjadi tidak populer untuk ee generasi muda. Dan ee berdasarkan pengalaman penelitian yang telah kami lakukan itu memang ee praktik etnoofmakologi ini sekarang tidak lagi diketahui oleh generasi yang umurnya di bawah 40 tahun. Bahkan ee sebagian besar ee mereka yang mengetahui praktik etnofarmakologi ini berusia di atas 55 tahun. Dan ini menjadi alarm bagi kita bahwa praktik etnofarmakologi ini berisiko tinggi untuk hilang dan ee tidak lagi ada di ee dalam catatan ilmu kebud e di dalam catatan budaya kita. Kemudian yang kedua yang menjadi masalah adalah degradasi ekosistem mangroove. Ee di Lampung sendiri Bapak Ibu berdasarkan data yang saya pelajari itu semenjak tahun 1980-an sampai tahun 2000 ee 2010 itu sekitar 80% mangr di Lampung itu sudah hilang. Artinya saat ini yang ada di ee Provinsi Lampung itu sekitar 10.000 sekian hektar itu itu hanya 20% dari kondisi existing di tahun 0-an. di mana di tahun-an itu mangr di Lampung mengalami degradasi yang sangat serius karena ee popularitas udang Windu pada saat itu. Udang Windu sangat eh populer dan kemudian terjadi alit fungsi lahan mangroove menjadi tambak-tambak udang untuk perikanan dan mangr juga mengalami kerusakan akibat pencemaran. Kalau mungkin Bapak Ibu ee saat ini mungkin berjalan-jalan di wilayah mangruve, terutama mangruve yang dekat dengan ee perkotaan, kita bisa lihat bahwa perakaran mangr itu ee mungkin bisa dikatakan 70%-nya tertutup oleh sampah, utamanya sampah plastik. Saya hari Sabtu kemarin baru saja mengunjungi Pulau Pasaran. Pulau Pasaran adalah salah satu pulau penghasil ee teri terbesar di Indonesia. Begitu. Dan di Pulau Pasaran itu ada ee kawasan mangrup tidak begitu luas. Luasnya kurang dari sekitar 25 hektar. Tetapi sangat penting karena berada di wilayah Kota Bandar Lampung. Dan ee dari observasi saya memang ee ya saya bisa katakan 90% dari permukaan mangr di wilayah itu sudah tertutup oleh sampah plastik. Oke, Bapak Ibu. Kalau terjadi hilangnya sampah ee terjadi hilangnya mangr, berarti kita akan kehilangan sumber obat. Kita akan kehilangan laboratorium alami dan akan mengalami kehilangan pengetahuan yang melekat pada spesies tersebut. Sedikit pengalaman ingin saya bagikan kepada Bapak Ibu waktu saya melakukan pengabdian kepada masyarakat di wilayah Pesisir Lampung Timur. Ee pada saat itu tema pengabdian saya adalah salah satunya itu memperkenalkan jenis-jenis mangr yang ada di pulau Sumatera gitu. Jadi berdasarkan ee literatur, berdasarkan kajian ilmiah yang saya pelajari bahwa ee ee kemudian saya memperkenalkan apa-apa saja jenis yang ada di Pulau Sumatera dan mayoritas masyarakat pada saat itu yang yang ee melihat ee jenis-jenis mangroove itu dari gambar dan juga dari herbarium yang kami miliki itu menyatakan bahwa oh iya tanaman ini ada di wilayah kami tapi itu dulu gitu. ee sebagian besar mungkin saya bisa katakan ya 80% 90% mereka mengatakan bahwa ya tanaman ini ada, tanaman ini pernah kami jumpai, tanaman ini pernah tumbuh di sini tapi itu dulu. Begitu. Artinya apa Bapak Ibu? Artinya bahwa wilayah Lampung telah kehilangan banyak spesies mangrve yang berarti kita telah kehilangan sumber obat yang sangat ee berharga dan juga kehilangan ee ee berbagai fungsi dari tanaman tersebut. Kemudian ancaman yang ketiga Bapak Ibu adalah modernisasi dan perubahan gaya hidup. di mana seperti saya sudah sampaikan tadi bahwa masyarakat semakin ee modern ini semakin praktis hidupnya. Bahkan saat ini kita kalau mau makan apapun tidak perlu ke warung, kita tidak perlu ke restoran, kita cukup pencet handphone dan makanan akan datang dalam hitungan menit. Dan itulah yang juga terjadi dalam pengobatan ee tradisional kita. masyarakat malas untuk ee mencari bahan, meramu, menyiapkan, kemudian juga mungkin obat herbal ini dengan rasanya yang ee tidak disukai itu akan menjadi tantangan tersendiri sehingga ee perubahan gaya hidup ini mengancam praktik penggunaan ee etnofarmakologi di masyarakat. Oke. Kemudian eh yang menjadi masalah yang sangat serius sendiri bahwa awareness dari stakeholder kita sebagai kaum akademisi juga pemerintah sebagai pengambil kebijakan juga masih sangat kurang dalam mendokumentasikan perlindungan dan juga memberikan hak kepada masyarakat. Jadi ee saat ini Bapak Ibu kita saya sharing ee pengalaman sedikit. Saat ini saya bersama sembilan orang mahasiswa saya sedang melakukan ee penelitian dan salah satu tujuan penelitian kami adalah mendokumentasikan praktik etnofarmakologi penggunaan keanekaaman hayati di repong Damar Pesisir Barat. Bapak, Ibu yang di luar Lampung mungkin belum tahu tentang repong Damar. Repong adalah praktik tradisional masyarakat Lampung dalam ber ee kebun. Jadi, repong sendiri artinya adalah kebun campuran. Jadi, repong damar sebenarnya adalah kebun campuran di mana dominasi damar itu sori di mana jenis damar itu menjadi jenis yang paling dominan begitu. Tapi pada praktiknya di repong damar sendiri itu terdiri atas berbagai spesies yang memberikan manfaat secara ekonomi bagi masyarakat. Dan dari karya keragaman jenis tersebut kami mencoba untuk ee mendokumentasikan ee jenisnya apa saja yang ditemui dan kemudian bagaimana praktik etnofarmakologi yang dilakukan oleh masyarakat di Pesisir Barat sehingga nantinya dokumen ini dapat dijadikan sebagai sebuah kekayaan ee intelektual dan harapannya dari dokumen ini kita tidak akan kehilangan praktik etnofarmakologi paling tidak dari sisi ee pengetahuannya. gitu. Oke. Dan dari kurangnya dokumentasi dan perlindungan hak masyarakat ini karena minimnya riset. Kemudian yang kedua adalah risiko risiko biopiracy. Apa itu bioparsi? Bioparesi adalah pencurian kekayaan ee intelektual dalam hal penggunaan tanaman sebagai sumber obat. Bapak, Ibu mungkin ee pernah mendengar bahwa oh, tempe dipatenkan oleh negara Jepang, oh ee kopi Gayo diproduksi oleh perusahaan Jepang dan sebagainya. Nah, itu termasuk salah satunya adalah bio eh eh P. Jadi, kekayaan praktik eh penggunaan tumbuhan yang sudah turun-temurun ternyata tidak dinikmati oleh benefisinya atau pewarisnya, tetapi ee dimiliki oleh orang lain karena adanya bioparesi ini. Jadi, ee ini juga menjadi konsen kita ini sangat sangat ee harus menjadi ee apa namanya? harus menjadi awareness kita bersama. Dan ee yang berikutnya adalah kurangnya mekanisme benefit sharing. Eh menurut Protokol Kyoto itu bahwa masyarakat sebagai pemilik kearifan lokal itu harus mendapatkan keuntungan dari praktik yang mereka ee sudah miliki. Itu kekayaan mereka. Jadi kalaupun nantinya ada perusahaan atau ee industri farmasi yang kemudian mengembangkan ee obat-obatan yang bersumber dari praktik etnofarmakologi masyarakat, maka perusahaan tersebut harus secara adil melakukan benefit sharing kepada masyarakat sebagai pemilik kearifan ee lokal tersebut. Baik, dalam ee ancaman ee penggunaan ee etnofarmakologi ini yang saya dapat tekankan bahwa ketika satu spesies mangr hilang, kita tidak hanya kehilangan pohon tetapi juga resep obat, pengalaman yang sudah ratusan bahkan mungkin ribuan tahun dan peluang inovasi di masa depan, terutama inovasi dalam hal penemuan ee obat baru. Baik Bapak Ibu, kita masuk ke bagian yang eh ketiga yaitu keaneka ragaman mangr Indonesia dan potensi bioaktifnya. Indonesia sendiri seperti saya tadi sudah ee pernah sebutkan di awal bahwa kita memiliki hampir seperempat dari total mangroove global. Artinya ee kita adalah pemain terpenting di mangfia. Dan eh sayangnya kalau kita sekarang ke Google Scholar menggoogle tentang etnobotani mangr maka yang akan muncul paling banyak adalah India kemudian Bangladesh. Bahkan kita kalah dengan Malaysia. Padahal kita ee merupakan negara yang punya potensi mangruf yang paling besar yaitu masih ironi di negara kita. seharusnya para peneliti lebih ee fokus, lebih melihat mangr ini sebagai potensi yang besar untuk kita gali bersama dan ee harapannya kita akan mendapatkan benefit ee dari keberadaan kekayaan alam yang sangat berharga di negara kita ini. Oke. Mangrov Indonesia sendiri meliputi sekitar 157 spesies tumbuhan. ee spesies tumbuhan ini terdiri atas pohon, kemudian semak, liana, herbal, dan juga epifit. Dan dari sisi keanekaragaman hayati itu ee beberapa data menyatakan bahwa Indonesia itu memiliki sekitar 60 sampai 70% dari seluruh spesies mangroove sejati di dunia. Bapak, Ibu yang mungkin bukan dari kehutanan, saya ingin sedikit menjelaskan apa itu mangruh sejati. Mangruh sejati adalah mangr-benar hanya ditemui pada wilayah pasang surut. Jadi itu adalah mangruh sejati. Di di wilayah Pasang Surut sendiri kadang kala kita juga menemukan jenis-jenis tanaman yang lain. Misalnya kita juga bisa menemukan Waru laut atau Ketapang atau mungkin Bintaro. Tetapi spesies spesies-spesies tersebut tidak uniely gitu, tidak ee secara khas hanya tumbuh di wilayah Pasang Surut. kita bisa temukan di pantai. Bahkan di beberapa perumahan elit itu ee Bintaro itu digunakan sebagai tanaman penghijauan atau bahkan di universitas saya sendiri ee kami dapat menemukan banyak pohon ketapang itu ditanam sebagai pohon peneduh di area parkir. Artinya jenis-jenis tersebut bukan mangruh sejati tetapi terkategori sebagai mangroove asosiasi. Oke. Kemudian ee mangrov di Indonesia itu tersebar luas di wilayah ee pulau-pulau besar kita seperti Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Papua. Dan juga kita temukan dalam porsi yang cukup signifikan itu di Kepulauan Maluku. Jadi memang menyebar dari Sabang sampai Merauk dan ini menjadi ee peluang bahwa kalau memang tersebar secara merata kemudian kita juga memiliki etnis yang luar biasa. keanekaan etnis kita tercatat lebih dari 700 ee etnis kalau saya tidak salah sekitar 724 etnis yang mendiami Kepulauan Nusantara di Indonesia ini. Sehingga kombinasi antara ee etnis dan keanekaragaman hayati itu merupakan anugerah yang luar biasa untuk kekayaan etnofarmakologi, Bapak Ibu. Jadi mungkin satu etnis itu akan dengan ee akan berbeda cara penggunaan dan juga berbeda khasiat yang mereka percayai untuk penggunaan satu jenis tanaman mangruh. Sehingga ya seperti saya bilang tadi ee anugerah yang luar biasa ini ee 25% mangkrof dunia ada di kita dan kemudian kita juga sebagai negara dengan jumlah etnis kedua terbesar di dunia setelah Papua Newini ya Bapak Ibu ya. Eh kalau Papua Yugini mungkin punya sekitar 800-an etnis, kita ee ada sekitar 724 etnis. Sehingga kombinasi keduanya seharusnya akan menciptakan praktik etnofarmakologi yang sangat luar biasa. Nah, eh kemudian kenapa ya kok mangrove ini Bapak Ibu memiliki potensi yang besar sebagai ee sumber obat? Bapak Ibu, mungkin saya perlu ee ee jelaskan sedikit bahwa mangroove adalah tumbuhan yang tumbuh pada lingkungan yang tidak menguntungkan. Kenapa tidak menguntungkan? Karena lingkungan tempat tumbuh mangr itu adalah lingkungan yang sangat marginal. Tanaman lain tidak mau tumbuh di situ atau tidak mampu tumbuh di situ. Apa saja lingkungan marginal itu? Yang pertama adalah salinitasnya sangat tinggi, Bapak, Ibu. Jadi, salinitas mangr itu ee mencapai 20 sampai 25 pptumbuhan halofatik halofitik yang bisa ee tumbuh di wilayah tersebut. Tumbuhan halofitik sendiri adalah tumbuhan yang ee toleran atau dapat hidup pada kadar garam yang tinggi. Begitu. Kemudian kalau kita perhatikan substrat atau tanah di wilayah Mangr itu adalah tanah yang anaerob. Tanah yang aerob. Kenapa? karena dia tergenang oleh air sehingga rongga-rongga ee tanah atau pori tanah yang seharusnya dapat digunakan untuk pertukaran gas itu tertutup oleh air dan ini tidak bisa ditolerir oleh sebagian besar ee tumbuhan tingkat tinggi, tapi mangruh bisa tumbuh di sini. Kemudian ee keterbatasan yang ketiga adalah fluktuasi pasang surut di beberapa wilayah dengan di e beberapa wilayah dan beberapa periode waktu tertentu bahkan penggenangan oleh air pasang mangruk itu dapat mencapai 10 jam dalam 1 hari. Ee untuk beberapa tanaman itu penggenangan selama itu itu tidak dapat ditolerir dan dapat menyebabkan kematian tanaman. Begitu. Kemudian yang berikutnya ee ee ketidakide kondisi tempat tubuh makruf adalah suhu dan intensitas cahaya matahari yang sangat tinggi. Seperti kita ketahui bersama Bapak Ibu bahwa kenapa ya kalau kita ke pantai itu hawanya gerah gitu. Untung pantai itu ada angin. Kalau tidak angin ya pasti kita tidak betah di pantai ya. Kenapa? karena memang ee uap air dari laut itu tinggi, kelembabannya sangat tinggi dan itu membuat udara di wilayah perairan itu menjadi lebih ee panas dan ee kondisi udara yang ee lebih tinggi ini itu tidak disukai atau tidak menguntungkan bagi sebagian besar ee makhluk hidup. Kondisi yang terlalu tinggi begitu Bapak, Ibu ya. dan juga intensitas cahaya matahari yang terlalu ee besar itu juga menjadi faktor ee pembatas bagi banyak tumbuhan ee tingkat tinggi. Nah, oleh karena itu karena tumbuh di wilayah di wilayah yang tidak menguntungkan, mangruk ini mengembangkan adaptasi yang luar biasa, Bapak, Ibu. Adaptasinya ada empat adaptasi yang ee dikembangkan oleh indung. Yang pertama adalah adaptasi morfologis. di mana mangroove itu mengembangkan ee akar napas atau neumatofor di mana karena kondisi yang tergenang mangruve tidak bisa mendapatkan udara untuk respirasi akarnya maka mangkrove mengembangkan akar nafas seperti yang tampil tampak pada gambar slide saya ini. Ini adalah ee akar napas tipe akar ee pasak ya, yaitu menonjol ke permukaan tanah. Di mana ada empat tipe ee akar napas mangrov. Nanti ada tipe akar jangkar, tipe akar pasak seperti yang digambar ini, tipe akar lutut seperti yang bisa kita lihat pada ee pada genus rizofora dan juga tipe akar banir yang kita bisa lihat pada ee ee beberapa jenis tanaman ee bruguguera begitu. Kemudian ee akar-akar seperti ini juga selain dia untuk mengambil oksigen di udara untuk respirasi juga merupakan mekanisme dari mangroove untuk mampu menghadapi kondisi tempat tumbuh yang labil. Kondisi tempat tumbuh mangruf ini kan ee pada umumnya adalah ee ee lumpur yang tidak stabil. ee mudah untuk tererosi, mudah untuk terkena arus e laut sehingga keberadaan akar mangruf ini yang seperti ini itu merupakan jangkar untuk mereka ee tumbuh pada tempat yang tidak menguntungkan ini. Kemudian adaptasi morfologis berikutnya adalah maruf ini memiliki daun yang tebal dan memiliki lapisan lilin di atasnya. Ee ini berfungsi untuk mengurangi penguapan atau mengurangi kehilangan air akibat suhu yang tinggi. Adaptasi yang kedua adalah adaptasi anatomis. Mangr memiliki jaringan aren kimia, yaitu jaringan yang berubah seperti ee spons begitu pada akar dan batang yang ee jaringan tersebut itu mampu meningkatkan suplai oksigen ee untuk mangroove yang memang tumbuh pada kondisi yang tergenang. Kemudian mangrf juga memiliki kelenjar garam pada daun yang berfungsi untuk mengeluarkan kelebihan garam karena mangr tumbuh pada wilayah dengan ee salinitas yang sangat tinggi. Di dalam tubuh mangkrove juga terdapat fokulo besar di dalam sel daun yang berguna untuk menyimpan ion garam, yaitu ion yang kalau dia terlalu berlebihan beredar pada jaringan tanaman, dia akan menjadi racun. sehingga mangr mengembangkan vakola besar untuk menyimpan kelebihan ion garam-garam tersebut. Kemudian adaptasi fisiologis. Ee mangr mengembangkan adaptasi fisiologis berupa eh eksklusi garam dari akar. Jadi, akar mangriki eh solve exclusion, yaitu membuang membuang mangr supaya mangrf ini tidak masuk ke dalam ee perakaran dan tidak menjadikan ee kandungan garam di tubuh mangruf itu menjadi tinggi. Kemudian mangruf juga mampu mengekkresi garam yang sudah masuk ke dalam tubuh tanaman melalui ekskresi yang dilakukan oleh organ daun. Kemudian makruh juga memiliki kapasitas untuk pengaturan osmotik melalui akumulasi senyawa organik yang kompatibel untuk menjaga bahwa tekanan osmotik di dalam tubuh makhluk ini stabil dan tetap terjaga. Kemudian ee makruh juga memiliki adaptasi yang cukup menarik Bapak Ibu. Kalau Bapak Ibu mungkin pernah berkesempatan jalan-jalan ke mangroove, Bapak Ibu akan melihat bahwa buah mangroove itu panjang-panjang sekali. Bahkan yang untuk ee spesies risopora mukronata mungkin panjangnya bahkan ada yang sampai 1 m begitu ya Bapak, Ibu ya. Nah, itu sebenarnya adalah ee propagul. Apa itu propagul? Propagul adalah bentuk adaptasi mangr karena dia tumbuh di perairan dan kemungkinan besar biji yang jatuh itu akan tersapu oleh arus air. Maka mangkrove mengecambahkan dulu bijinya sebelum biji itu dijatuhkan. Sehingga kalau yang Bapak Ibu lihat bagian dari mangrf, biji mangruk yang panjang itu adalah calon akarnya. Calon akar tumbuh dulu. Setelah calon akar tumbuh tumbuh cukup panjang, kemudian baru makruf ini akan menjatuhkan buahnya. Dan dengan perakaran yang sudah panjang tersebut, maka perakaran tersebut akan menancap dengan kuat di ee lumpur dan tidak akan terseret oleh arus laut. Oke. Dan yang paling penting dari adaptasi-adaptasi tersebut, Bapak Ibu, bahwa ee semakin sulit tempat hidup, ya, semakin ee menantang tempat hidup, maka tanaman tanaman yang mampu tumbuh di atasnya dia akan semakin beradaptasi dengan baik. Dan sisi positif dari adaptasi ini adalah produksi senyawa biokimia yang makin banyak dan makin beragam. Oleh karena itu, wajar kiranya apabila tanaman mangroove itu menjadi gudang sumber biokimia karena mereka dan sehari-harinya itu menghadapi stres lingkungan yang ekstrem yang akan memicu produksi metabolit sekunder. Di mana metabolit sekunder ini nanti dapat kita ee dapat kita kaji lebih lanjut di beberapa di antaranya akan memiliki sifat bioaktif. Nah, ini berdasarkan kajian yang pernah saya lakukan dengan tim saya. Ee ternyata memang mangr ini memiliki ee senyawa bioaktif yang sangat besar. Di tahun 2023 kami melakukan kajian eh profiling senyawa bioaktif yang ada di lima jaringan tanaman avisennia marina yaitu akar, bunga dan buah, daun, kayu, serta kulit batang. dan kami melakukan eh profiling-nya itu menggunakan analisis GCMS dan juga analisis LCMS. Analisis GCMS sendiri itu digunakan untuk ee mengidentifikasi senyawa-senyawa yang volatil atau mudah menguap. Sementara LCMS digunakan untuk meng-capture senyawa-senyawa yang non volatil. Dari analisis yang kami lakukan, kami mendapatkan bahwa pada avisennya marina itu terdapat setidaknya oh ya maaf ini disclaimer dulu bahwa avisennya marina yang kami identifikasi itu berasal dari perairan ee Lampung Selatan yaitu di sekitar muara Sungai Wasa Kampung. Sekedar gambaran umum, Sungai Basampung ini adalah sungai besar, salah satu sungai besar di Lampung di mana kondisi perairannya sudah mengalami cemaran dan tergolong tercemar sedang. Oleh karena itu mungkin ee akan berbeda lagi nanti dengan jenis avisennya marina di tempat lain yang mungkin tekanan tempat tumbuhnya itu berbeda. Baik, dari ee tempat dari ee sampel yang kami analisis itu kami menemukan setidaknya ada 55 senyawa yang bersifat bioaktif. Nah, 55 sewa ini ternyata itu ee sangat tinggi ya. Kalau saya komparasikan dengan beberapa penelitian sejenis itu yang pernah dilaporkan itu bahwa ee dari India itu pernah melaporkan bahwa avisenia offisinalis itu hanya e memiliki tiga senyawa dan juga eh pada Avisena Marina asal India itu ditemukan 12 senyawa. Tetapi saya tidak bisa kemudian secara firm bahwa okeenn Marina di ee Lampung Selatan lebih baik karena memang mungkin metode yang digunakan juga berbeda. Ee ee karena metode yang saya gunakan mungkin sedikit lebih modern atau lebih update dibandingkan kedua peneliti yang memang ee sudah lebih dulu melakukan penelitian atau kajian etno ee bioprospeksi tanaman tersebut. Dan menariknya Bapak, Ibu bahwa dari 55 senyawa bioaktif yang kami temukan setelah kami analisis berdasarkan beberapa basis data eh internasional yang sudah platform yang umum digunakan, hanya 20 yang telah dilaporkan memiliki khasiat medis atau diketahui medical properties-nya. Artinya apa? Artinya bahwa masih ada 35 senyawa bioaktif lain yang belum pernah dilaporkan. Nah, ini menjadi peluang besar mungkin kita bisa kemudian mengembangkan, kita bisa bisa kemudian melakukan kajian molekuler docking untuk kemudian mengetahui kira-kira ini potensial untuk penyakit apa. Nah, ini sangat ee menarik sekali. Mungkin Bapak, Ibu yang dari ee Fakultas Farmasi ini dapat ee melakukan kajian lanjutan mungkin dengan ee teknik ya saya tidak tahu saya mungkin cuma mendengarnya tentang teknik molekuler docking yaitu teknik komputerisasi untuk ee mencoba mencocokkan antara ee apa? Gugus aktif dari senyawa bioaktif ini dengan ee enzim dari penyakit target gitu. sehingga akan dicari sekuat mana ikatannya dan seb sejauh mana kecocokannya dan akan ee semakin cocok dan semakin kuat ikatannya maka potensi untuk menyembuhkan penyakit tersebut akan semakin besar. Kurang lebih seperti it
Resume
Categories