ASN Mengaji - "Is Our Way of Purifying Ourselves Correct?"
AemeIg5sevc • 2023-08-23
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id jadi harus begini minimal begini makanya saya kalau di rumah itu selalu pakai hanafik jadi kalau di rumah saya nyentuh istri meluk istri bahkan istri pun saya menganggap tidak batal karena dan di rumah saya pakai air keran Ketika pakai air keran kemudian kalau untuk minimal saya basuh seperempat bagian ubun-ubun sisanya sama semua mau ikut pakai Hanafi pakai air keran kemudian minimal basuh seperempat ini kalau Hanafi kalau Maliki Maliki bersentuhan laki-laki perempuan itu batal kalau syahwat kalau ndak syahwat sama [Tertawa] kalau Maliki itu kalau sahabat batal kalau sampai nyentuh kemudian nyetrum itu batal kalau ndak nyetrum Apa bedanya Maliki dengan Syafi'i bedanya juga sama dua satu kalau Maliki air tidak harus mengalir terus bebas bedanya kalau Maliki gosok itu wajib itu kan saya ambil air saya alirkan selesai ini namanya membasuh setelah Saya Arkan begini kemudian digosok begini Ini namanya gosok dengan air Setelah air rata Kemudian jenengan begini kan itu namanya gosok kalau Syafi'i sunnah kalau Maliki wajib Jadi kalau Syafi'i itu setelah dibasuh begini diginiin sunnah tapi kalau Maliki wajib satu nomor dua bedanya di kepala Kalau Syafi'i seperempat kalau Maliki harus rata Jadi kalau Malik harus seperti ini dikembalikan lagi kalau Syafi'i yang seperti ini ini sunnah kalau Maliki wajib Nah makanya kalau yang Maliki Agak repot terutama untuk perempuan [Musik] Saya biasanya kalau di tempat saya di Pasuruan itu kan saya rumah asli Pasuruan itu kan jarang kamar mandi di Pasuruan itu ada keran khusus itu jarang berarti pakai hanafikan ndak bisa alternatifnya supaya nyentuh istri tidak batal tadi itu jadi harus pakai airnya kemudian digosok setelah digosok kemudian kepala itu harus rata ini perbedaan Hanafi Maliki Syafi'i dan anda bisa menggunakan ini tidak harus ketika di Mekkah di rumah pun boleh kata ulama yang penting satu paket dan saya tiap hari kalau untuk di rumah selalu pakai Hanafi lanjut kita akan membahas tentang mensucikan dari najis Kalau kemarin suci dari hadas Sekarang kita akan membahas suci dari najis Nanti akan saya sampaikan mulai paling ketat sampai paling mudah sebagai alternatif lanjut nah sebelum Saya bahas ada beberapa hadits yang berkaitan tentang air ini saya saya sampaikan dulu dalilnya hadits pertama riwayat Imam Baihaqi dan yang lain Rasulullah Mengatakan innalla yunaji kata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam air itu tidak bisa najis kecuali bau rasa dan warnanya berubah jadi hadis ini ini air bisa najis karena rubah sifatnya tapi umum air sedikit ataupun banyak itu berubah atau tidak berubah itu berpengaruhnya adalah kalau berubah ini harus pertama hadis kedua Rasulullah mengatakan kalau air itu banyak kata Rasulullah tidak bisa najis berarti hadis ini mengatakan kalau banyak tidak najis tapi harus pertama najis itu kalau berubah yang ketiga ada ijma ulama ijma air itu sedikit banyak kalau berubah najis dari sini kemudian ulama berbeda pendapat pertama ini adalah pendapat Mazhab Syafi'i Mazhab Syafi'i air itu dibagi dua ada air sedikit ada air banyak air sedikit Itu air yang kurang 2 gula air dua kulah itu kalau saya buat kotak gini kotak ini air dua kulah itu adalah panjang lebar tinggi kisaran 70 cm itu panjang lebar tinggi 70 cm itu berarti airnya Banyak kalau Mazhab Syafi'i kalau airnya Banyak kena najis makan nggak najis selagi belum berubah tapi kalau airnya sedikit cipratan najis berubah ndak berubah kata Mazhab Syafi'i itu najis contoh di toilet umum itu biasanya airnya pakai apa ada yang bakteri itu Cuma segini pun kira-kira kalau jenengan 6 Plus cipratan jenengan ke BAK ini pasti nampas Makanya kalau Mazhab Syafi'i bak air yang di toilet itu kebanyakan najis Kenapa kok najis Karena airnya sedikit cipratan dari najis sedikit saja tidak berubah itu najis makanya untuk masalah air Mazhab Syafi'i agak ketat Nanti saya sampaikan enaknya Bagaimana ini makanya dulu kenapa orang-orang Desa dulu itu kamar mandinya gede-gede besar-besar kecuali orang kota tipe minimalis Kenapa karena orang-orang dulu orang tua kita nenek-nenek kita kakaknya kita itu banyak ngaji Mazhab Syafi'i makanya mereka itu punya kamar mandi itu besar supaya nanti kalau tercipratan najis tidak najis yang penting tidak berubah ini makanya kalau dulu ada yang sampai bak itu dikasih dua warna ini warna pertama warna kedua ini warna minimal dua kulah panjang lebar tinggi atasnya itu berarti lebih jadi Kalau umpama airnya itu di bawah yang coklat ini itu berarti sudah sangat minim harus ditambah Bun nah mayoritas ulama mengatakan dua kulah itu adalah panjang ini panjang lebar tinggi itu 60 cm [Musik] ini berarti 20 itu panjang lebar tinggi itu adalah minimal 60 cm meskipun ada yang mengatakan 60 cm intinya total 60 kali 3 180 jadi 80 kemudian tingginya cuma 20 lah tinggal nanti lebarnya dibuat berapa yang sekiranya totalnya adalah 60 atau 70 kali 3 ini yang banyak keliru banyak ditole toilet terutama rest area itu antara kamar mandi makanya Kenapa di masjid-masjid di masjid-masjid itu biasanya kalau masjidnya ikut Mazhab Syafi'i antara toilet dengan tempat wudhu itu biasanya ada kolamnya Kenapa kok ada kolamnya karena kalau nggak ada kolamnya rentan najis apalagi toiletnya toilet berdiri apalagi toiletnya kemudian antara toilet dengan tempat wudhu itu tidak ada jeda ketika jenengan kencing kira-kira area toilet area tempat kencing itu najis atau suci kan kemungkinan besar najis kena kaki jenengan basah ketika basah kemudian jenengan masuk dari tempat toilet ke tempat wudhu kira-kira kaki jenengan ketika bawaan najis ke tempat wudhu basah semua kira-kira tempat untuk rata dengan aja atau ndak Setelah dari tempat wudhu keliling masjid [Tertawa] nya kan tinggi dari tempat wudhu dari tempat kencing dari toilet bawa najis dibawa ke tempat wudhu area tempat wudhu itu sudah najis karena terbawa dari toilet setelah itu kemudian dibawa ke masjid keliling ke masjid makanya biasanya masjid-masjid yang di desain oleh Mazhab Syafi'i itu biasanya antara toilet ke tempat wudhu atau setelah tempat wudhu ke masjid itu ada kolam yang kolamnya itu harusnya 2 bulan sekiranya panjang lebar tingginya itu 660 Supaya apa supaya ketika kaki kita masuk ke dalam kolam keluar sudah suci itu kenapa beberapa masjid banyak yang seperti itu Nah makanya hadis Mazhab Syafi'i ini didasari oleh beberapa pendapat ini didasari oleh beberapa hadis yang pertama kata Mazhab Syafi'i ketika orang Arab badui dulu kan Arab Baduy itu dulu pernah kencing di masjid pernah dengar ceritanya oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam disuruh apa disuruh Kenapa Masya Allah hebatnya Rasulullah dilarang dikongkon selesaikan kencingnya kenapa sampeyan nek Wong Lanang jangan disentak Jangan dimarahi selesaikan dulu oleh Rasulullah alaihi wasallam disuruh ambil air disiramkan ke tapi ingat di zaman Rasulullah yang namanya Masjid itu lantainya bukan keramik tapi pasir maka ketika ada kencing disiramkan langsung Suci Kenapa Suci Karena airnya tersebut lho Kalau umpama jenengan di sini ada kencing jenengan siram Itu nanti bukan mensucikan tapi merata makanya nanti saya sampaikan caranya bagaimana air yang digunakan apalagi dari pel-pelan sini ada kencing ambil pel-pelan dipel setelah dipel masukkan lagi ke timba kemarin itu namanya meratakan najis lho Ustadz kan di zaman Rasulullah karena pasir bukan keramik kalau dengan nyiram keramik itu tidak meresap bangga dalam hadis riwayat Bukhari Muslim orang bangun tidur itu oleh Rasulullah dilarang tangannya itu dimasukkan ke dalam air yang airnya sedikit kenapa Karena di zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sahabat itu biasanya kalau istinja pakai batu karena pakai batu berarti area dubur itu masih najis dan orang tidur itu ndak tahu tangani [Musik] macam-macam waktu tidur kan nggak tahu maka kata Rasulullah alaihi wasallam karena kita tidak tahu kemungkinan tangan kita kemana kan bisa jadi garuk-garuk area najis maka Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadis Bukhari Muslim dilarang dimasukkan ke dalam bak karena baknya airnya kecil kemasukan najis ikut najis ini dasar mazhab makanya para jamaah Kalau jenengan ikut Mazhab Syafi'i ini ada pakaian najis kalau jenengan ada pakaian najis kemudian ini ada bak kemudian pakaian najisnya dimasukkan ke dalam bak itu namanya bukan mensucikan najis tapi meratakan Kenapa karena baknya airnya sedikit jenengan pakaiannya najis dimasukkan ke dalam air maka airnya ikut Makanya kalau pakai mesin cuci mesin cuci ada dua ada mesin cuci yang bukaan atas biasanya diisi air kemudian pakaiannya dimasukkan ada yang mesin cuci langsung kering bukan depan biasanya ke depan itu cara mensucikannya beda kalau yang bukaan atas jenengan kemudian naruh air di mesin cuci pakaian jenengan yang untuk sholat pakaian anaknya yang bekas Kompol jenengan jadikan satu masukkan ke dalam mesin cuci maka Mesin cucinya najis Kenapa Karena airnya sedikit kejatuhan najis maka airnya ikut Makanya bagaimana Ustadz cara mensucikan pakaian yang najis kalau kita pakai mesin cuci yang bukan atas kalau saya mending ada dua cara tapi cara yang paling baik yang pertama apa jenengan punya tempat Pakaian kotor itu dua ada Pakaian kotor Suci ada Pakaian kotor najis Pakaian kotor Suci apa baju jenengan kotor kena reget tubuh tapi kan Suci ada pakaian anak jenengan kena kompor itu najis dipisah pakaian yang kotor tapi Suci langsung masukkan pakaian yang najis kena ompol dibilas dulu setelah bau ompolnya hilang ompolnya hilang tinggal dimasukkan baru sudah suci Tapi kalau dari awal dicampur itu bisa najis semua tapi kalau yang pesen cuci yang bukaan depan hasil keputusan basul Masail mengatakan yang penting diproses dua kali sudah suci Kok bisa Ustadz yang kayak di rumah saya itu kan mesin bukaan depan saya masukkan Suci najis kemudian saya saya apa Saya pencet ya bilas Apa itu kan kemudian airnya keluar kemudian menggiling ketika gilingan pertama itu kan kotorannya terbuang berarti ketika gilingan pertama air itu najis tapi najisnya hilang kemudian saya pencet gilingan kedua muncul air air yang kedua itu sudah mensucikan Makanya kalau mesin cuci bukaan depan yang langsung mesin cuci yang langsung kering itu bisa dengan cara dua atau tiga kali proses bilasan air itu sudah Suci ndak usah dipisah tapi kalau yang bukan atas itu harus bisa paling enak untuk masalah air itu ngambil hadits yang pertama saja tidak digabung kata mazhab Maliki air itu najis kalau berubah kalau tidak berubah suci paling enak Saya biasanya kalau pakai Maliki ini kalau terpaksa kan pernah saya Saya biasanya kalau kita lihat umum kalau kran bisa dibuka saya ngambil airnya dari kran langsung karena yang di bak itu kan rentan najis kalau pakai Syafi'i tapi kan ada waktu waktu saya masuk ke toilet keran dibuka satu-satunya air yang ada di bak kecil Ya sudah kalau dalam kondisi seperti ini saya tutup mata ikut Maliki sing penting Banyu manajerni ndak mampu tidak berubah warnanya Ya sudah saya pakai makanya saya katakan tadi dengan kita ikut mazhab lain itu kadang-kadang dalam kondisi tertentu bisa kita pakai najis itu kata ulama ada dua ada Najis aininya ada najis hukmia itu najis yang Bendanya masih ada warnanya ada baunya ada rasanya ada cuma untuk rasa dijilat Dikira ada itu najis yang kebendaannya hilang sudah tidak ada baunya sudah tidak ada warnanya sudah tidak ada rasanya tapi belum disucikan ini cara mensucikannya beda kalau najis aininya cara mensucikannya harus hilang baunya harus hilang warnanya hilang rasanya hilang kalau tidak bisa kata ulama yang tidak boleh kumpul itu adalah bau sama warna contoh start baju saya kena darah Ketika saya kucek Ustad sudah saya bersihkan rasanya sudah tidak ada bau amisnya hilang tapi berjejak merahnya masih ada dan tidak bisa dihilangkan kata ulama kalau tersisa salah satunya bercak atau bau maka sudah Suci kena darah sudah dikucek amisnya hilang tapi bercak merahnya masih ada berarti sudah Suci Atau sisa bau warnanya nggak ada contoh kalau dengan wawi kira-kira Kalau dicium masih terasa aroma terapinya tidak terasa tapi warnanya kan hilang ketika warnanya hilang bau masih ada kata lama berarti sudah suci yang pasti najis itu kalau warna dan bau campur aroma terapinya menyengat harus salah satunya dihilangkan darah juga sama ketika dicuci bau amisnya masih ada bercaknya masih ada berarti masih najis cara sucinya harus salah satunya hilang warnanya hilang atau baunya hilang kalau salah satunya hilang tinggal salah satunya maka sudah Suci kalau najis itu mudah najis hukmia itu yang penting disiram itu kasih contoh maka hati-hati ini merebut masjid harus ngerti cara mensucikan najis ini ada lantai di tengah-tengah ada kotoran hewan ada orang ngompol anak kecil ngompol kalau jenengan siram karena ini najis aininya Bendanya kan masih ada maka air yang digunakan caranya jangan langsung disiram apalagi di sini ada apa sih semangat semangat bersihkan pakai pel-pelan kemudian Air pel-pelannya pel-pelannya langsung dimasukkan ke situ dikucek-kucek dimasukkan ke dalam air bak gawe caranya bagaimana caranya kalau najis hukmia adalah jadikan dulu najis lainnya itu menjadi najis hukmiyah contoh ini ada kotoran atau ada kencing caranya bagaimana ambil gombal Ambil tisu caranya bagaimana ini kita bersihkan dulu sampai baunya warnanya rasanya hilang setelah selesai tinggal disiram setelah disiram air yang digunakan kalau saya di rumah itu paling gampang pakai ini semprotan Saya di rumah itu kalau kalau ada ya biasa ya punya anak bayi itu kan sing ngompol sing muntah itu kalau langsung disiram lagi semua Saya biasanya Bagaimana ya sudah saya ambil gombal area kena muntah area kena kompor itu saya bersihkan semua setelah saya bersihkan hati-hati ini kalau netes ini najis ambil bak ambil bak sisa untuk membersihkan itu saya taruh sini Saya biasanya untuk memastikan saya pakai tisu basah setelah bersih semua ya saya pakai tisu basah terakhir Setelah selesai saya ambil semprotan saya semprotkan rata ke area itu sudah selesai tinggal dikeringkan Suci cuma semprotan itu ada dua ada semprotan yang keluarnya itu seperti spray kayak kayak apa ya kayak uap itu tidak bisa tapi ada semprotan yang itu yang keluarnya air Biasanya kalau dengan pingin tahu keluar ayat atau ndak jenengan semprotkan tangan kalau disemprotkan tangan basah tapi tidak ngalir itu tidak bisa tapi kalau jenengan semprotkan begini kemudian airnya ngalir milih itu itu berarti Bisa Saya biasanya pakai ini itu saya semprot setelah tadi dibersihkan ya saya semprot rata Ya sudah sudah Suci tinggal dikeringkan Suci maka Margot Margot masjid hati-hati kalau mau mensucikan jadikan dulu disiram terakhir dari saya ini saya ingin sedikit untuk mensucikan najis itu yang paling mudah ikut mazhab Hanafi Makanya kalau jenengan agak kesulitan itu pakai Hanafi contoh jenengan kalau HPnya kena najis kalau pakai Syafii syaratnya diapakan kalau pakai Syafi'i harus disiram karena pakai sapi itu kan harus hilang beli lagi kan Eman Untungnya ada mazhab Hanafi makanya saya sampaikan pada banyak itu supaya jadi alternatif contoh lagi jenengan tahu baju baju batik yang harganya mahal itu kira-kira kalau masuk ke laundry cari yang white clean atau dry clean dry clean kan kira-kira ada airnya nggak kalau pakai Syafii nggak bisa nah ini saya sampaikan Hanafi bon begini ini bedanya siapa sama Nabi di Alquran Allah mengatakan Allah aku turunkan dari langit air yang mensucikan Mazhab Syafi'i ketat Kenapa kok pakai air karena Alquran menggunakan air Berarti selain air tidak bisa mensucikan ndak usah tanya kata Syafi'i jadi Safi itu karakternya ndak usah tanya kalau masalah ibadah jadi kalau Allah mengatakan aku turunkan dari langit air yang mensucikan berarti yang bisa mensucikan cuma air air pun kata Syafi'i harus Air Yang Jernih air tercampur teh ndak bisa air tercampur kemudian kapur nggak bisa pokoknya harus air jernih ini sapi tapi kalau Hanafi mengatakan begini Kenapa air bisa mensucikan kata Hanafi karena air bisa menghilangkan najis Kenapa Allah menurunkan air untuk mensucikan karena air bisa menghilangkan maka kata mazhab Hanafi sing penting najisnya hilang sudah suci makanya kata Hanafi Beliau mengatakan semua benda cair itu bisa mensucikan tidak harus Air ini kalau malam Syafi'i harus Air ini tapi kalau mata Hanafi jenengan najis disiram sampai Banyu Sprite disiram pakai air apa ya air teh bisa pakai air apapun bisa yang penting najisnya hilang bahkan kalau kata mazhab Hanafi air ludah itu bisa mensucikan Umpama ibu-ibu payudaranya najis karena muntah anaknya disucikan dengan disusun diambil anaknya itu sudah Suci Kenapa karena air ludahnya anak itu termasuk yang bisa mensucikan karena menghilangkan setelah selesainya suami tidak usah disucikan payudaranya Kenapa karena air liur itu kata mata Hanafi cairan yang bisa mensucikan keringat jenengan penyakit keringatnya dikumpulkan jadi tidak jelas pokoknya benda cair bisa menghilangkan itu suci ini [Tertawa] menggosok yang terkena najis pada tanah sampai benda dan bekas najisnya hilang jenengan punya sepatu punya sandal nginjak kotoran kalau sholat jenazah biasanya sepatunya harus dilepas Makanya jangan sering kan Lihat ada orang sholat jenazah di luar sepatunya dilepas atau seandainya dilepas pernah lihat Kenapa kok dilepas karena Mazhab Syafi'i Kenapa kok najis karena bawah sandal itu najis karena bawah sadar najis kalau dipakai itu namanya nempel tapi kalau bawahnya najis kita injak itu tidak masalah sama dengan ini kan ini saya pakai pakai sajadah sajadah atasnya Suci kan ndak masalah makanya Kenapa orang-orang yang fanatik Syafi'i kalau dia sholat pakai sandal-sandanya dilepas supaya diinjak karena bawahnya kan najis Tapi kalau pakai Hanafi dengan kita pakai sandal pakai sepatu Andaikan kena najis kita gunakan Jalan tergesek oleh tanah najisnya hilang otomatis sudah suci itu Hanafi enak apa ndak dalam kondisi tertentu enak bener contoh jenangan biasanya orang umroh sandalnya taruh di luar atau digendong digendong Karena setelah dipakai itu kan gesek-gesek-geseknya hilang makanya kadang-kadang pendapat-pendapat seperti ini bisa kita pakai yang ketiga kalau dalam mazhab Hanafi termasuk yang mensucikan adalah mengusap benda yang tidak berpori contoh kaca tidak berpori pedang tidak berpori HP berpori nggak tahan api kalau HP jenengan kena najis nggak usah disiram cukup cari tisu basah di pusat Pakai tisu basah najisnya hilang sudah suci enakan tidak perlu ganti HP kan dibandingkan ganti HP kan mending pindahan dulu benda-benda seperti keramik itu Kalau umpama pakai Hanafi tinggal pakai tisu basah najisnya dihilangkan kering dengan api kering dengan sinar matahari atau angin untuk bahan-bahan yang kemudian menancap di tanah itu Umpama ada orang yang kencing di situ tapi karena kena sinar matahari karena kena angin baunya ndak ada warna otomatis -keramik di depan itu ada yang ngompol di situ hilang kencingnya hilang baunya hilang warnanya hilang karena otomatis suci termasuk kata Hanafi yang mensucikan itu adalah api yang mensucikan itu api karena karena orang itu kan kalau Mas kalau punya dosa banyak kalau mau masuk surga itu kan dibersihkan dulu bersihkannya pakai apa termasuk yang bisa mensucikan adalah api ini bisa kita pakai contoh apa batu bata batu bata itu kalau jenengan pernah lihat itu kadang-kadang orang buat batuk-batuk itu di situ tanahnya dicetak kemudian di bakar kalau Syafi'i kan najis tapi dengan menggunakan hanafik ketika dibakar sisa tanahnya itu suci termasuk Syafi'i benda najis dibakar kuatnya bukan uap apa namanya asapnya itu najis ada babi guli guling dibakar kan keluar asap kalau Syafii asap dari najis itu najis Kalau umpama pakaian jenengan basah karena asapnya najis tapi kalau Hanafi sesuatu yang berubah bentuk itu suci jadi kalau Hanafi ada kotoran kok dibakar uapnya kotoran itu suci kotorannya najis makanya untuk najis itu lebih gampang Hanabi pohon lanjut termasuk pakaian panjang kalau Hanafi pakaian panjang ibu-ibu biasanya kan sekarang kan lagi ngetren pakaian nyapu tanah itu kan ngetren sekarang andaikan ketika dianyaku tanah kena najis tapi dengan sapuan yang kedua ketiga kena tanah najisnya hilang otomatis Suci kemudian benang Syafi'i Hanafi benang kalau najis disisir sekiranya najisnya hilang Suci Intinya kalau Hanafi yang penting najisnya hilang otomatis itu kalau ingin jenengan punya bagian pakai dry clean kena najis harus ikut halal ini yang mungkin bisa saya sampaikan kalau ada yang mau disisihkan saya persilahkan Insya Allah di pertemuan selanjutnya kita akan nonton cara mensucikan yang bagus videonya sama cara perkutut Monggo kalau ada mau ditanyakan saya persilahkan tadi keterangan kalau ada satu pesan masjid ini ada ada kotoran ada kotoran kalau disiram itu bukan membersihkan tapi meratakan Itu kan menurut Syafi'i kalau kita ikut Hanafi berarti dilihat dulu Jadi kalau di sini jenengan siram kalau air yang digunakan siram Berubah itu juga sama karena intinya najisnya masih ada makanya paling aman Kalau yang kayak Kenapa jenenge itu kalau pakai Hanafi yang tidak berpori enakan langsung diusap cari tisu basah Langsung dibersihkan pakai tisu basah yang penting najisnya sudah hilang suci Jangan disiram kalau disiram masalahnya nanti air nyiramnya itu kan masih ada kecuali setelah nyiram dibersihkan sampai bersih karena itu najisnya hilang Marbot Masjid itu harus tahu cara mensucikan najis Kalau kayak seperti ini dengan pakaian apa vakum yang penting najisnya hilang bau rasa warnanya hilang [Musik] makanya saya jadi kalau di rumah saya yang istri meluk istri bahkan kemudian minimal bakso ikan [Musik] yang pertama terkait tentang masalah mazhab mazhab itu sampai hari kiamat tetap berlaku dan mazhab itu biasanya masing-masing punya karakter sendiri ada di daerah yang cocoknya pakai mazhab tertentu Ustadz saya kalau hidup di masyarakat itu enaknya pakai bahasa apa kata ulama mazhab yang biasa dipakai yang tidak menimbulkan konflik itu paling bagus jangan senang tampil beda contoh Nanti insya Allah kapan-kapan kita akan membahas tentang apa saja najis najis itu ulama ada yang khilafiat ada yang najis disepakati ada yang najis ulama akhilafiyah contoh yang disepakati contoh najis yang ulama khilafiyah apa anjing tapi dari Ustad Mari pengajian anjing maka ada salah seorang yang pernah belajar kepada mazhab kepada Imam Ahmad bin hambal mengatakan Kamu dari mana Saya dari Yaman Oh Yaman itu daerahnya Mazhab Syafi'i kamu tidak perlu belajar ke saya kenapa jangan sampai setelah kamu belajar ke saya pulang jadi orang yang tampil beda akhirnya menimbulkan konflik jadi kita dengan belajar mazhab itu satu sebagai orang kita dengan melihat mazhab itu kalau ada orang yang beda kita nggak gampang nyalahkan tapi mana yang kita pakai pakailah yang kemudian terbiasa di masyarakat Kenapa Ustad jenengan menyampaikan masalah Hanafi macam-macam supaya kita dalam kondisi tertentu bisa pakai dan kalau ada orang yang seperti itu kita tidak menyalahkan karena otak itu kalau yang di otak itu hanya ada petir dawanan itu karena yang dipunya cuma petir tapi kalau di otak itu lap-lapan ada kemudian tisu basah enak lihat kaca kotor ndak cocok pakai petir pakai apa Pakai itu Tsubasa kotor itu semua mazhab itu sesuai Sampai Akhir Zaman tetap dipakai cuma kadang-kadang di satu daerah itu kemudian ada mazhab itu yang biasa dipakai yang kita pakai itu tapi dengan kita belajar banyak mazhab dalam kondisi tertentu Kita bisa punya pilihan saya kasih contoh makanya Kenapa kok jangan senang jadi orang yang tampil beda saya kasih contoh ulama dulu Imam Ahmad bin hambal itu termasuk ulama perawi hadits karena beliau adalah orang yang meriwayatkan hadits beliau punya kitab namanya mushaf Ahmad kumpulan hadits itu ada 11 jilid beliau adalah ulama hadits yang meriwayatkan salat qobliyah magrib jadi salah satu hadis yang menjelaskan ada qobliyah magrib itu riwayat Imam Ahmad bin hambal tapi Imam Ahmad bin hambal seumur hidup hanya pernah melakukan qobliyah maghrib cuma sekali pertanyaannya Kenapa apakah karena beliau malas salat Sunnah ternyata tidak Imam Ahmad bin Hambali itu anaknya sendiri ngomong Ayah saya itu sehari semalam salatnya 300 rokaat jangan salatnya Berapa rakaat [Tertawa] Oke kita itu sholat paling baik kita sholat paling banyak itu gelem shalat lima waktu terus untung wong itu kadang-kadang juga Kalau puasa Muhammad NU R Masya Allah Maksudnya bagaimana Muhammad NU rakaat ini rumah Muhammadiyah speed kecepatannya [Tertawa] kalau terawat yang paling favorit itu Imam Ahmad bin hambal itu sehari semalam 300 rakaat kecuali beliau usia 80-an 80 tahunan dulu beliau di termasuk ulama yang korban kriminalisasi karena beliau itu dipenjara di dalam penjara itu dicampui ketika usia 80 tahun beliau badannya agak ringkih ketika ringki itu salatnya dikurangi jadi berapa 300 jadi 150 rokaat per hari jenengan yang sehat Berarti Imam Ahmad bin Hambali maghrib bukan karena malas murid nyatanya Kenapa engkau tidak salat kemudian karena beliau karena saya sudah kadung tinggal di daerah yang daerah itu sudah pakai mazhab Abu Hanifah yang mengatakan salat tapi menimbulkan konflik tukaran ini penting nih sekarang ini banyak orang yang kemudian senang ngomong sunnah tapi kemudian senang itu Karan mazhab Abu Hanifah Imam Ahmad bin hambal sendiri Beliau mengatakan saya meninggalkan qobliyah maghrib yang menurut saya sunnah karena saya meriwayatkan Karena saya takut kalau saya melakukan itu akan menimbulkan konflik makanya Masjid itu kalau kita lihat banyak pendapat yang disampaikan itu enak rukun pendapatnya ini pendapat ini jadi waktu salat Allahu Akbar yang lain Allahu akbar Ustadz yang dipakai Bagaimana sebisa mungkin kita pakai yang ideal kecuali dalam kondisi tertentu saya di daerah di rumah orang itu tidak ketemu pernah ke masjid saya nggak ngomong masjidnya nggak enak Masjid itu antara tempat kencing dengan tempat wudu itu nyampur dan saya tahu pasti yang namanya orang kencing nikmatnya ke tempat wudhu saya akhirnya Bagaimana ya sudah saya harus tutup mata pokok kencingnya tapi sebisa mungkin dalam kondisi ideal kita pakai yang hati hati ada lagi nanti setelah pengajian kita dengan takmir yang keliling jangan tidak [Tertawa] kalau cekap saya anggap cukup Semoga menjadi ilmu manfaat Barokah semoga ilmu yang kita peroleh bisa kita praktekkan dan menjadi penyempurna ibadah kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala Amin ya robbal alamin Bismillahirrohmanirrohim Alhamdulillah [Musik] Assalamualaikum ini yang bisa saya sampaikan kurang lebihnya saya mohon maaf Subhanallah wabihamdika asyhadu alla ilaha illa Anta Astaghfirullah Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Resume
Categories