Transcript
b_9Fwbasp7c • ASN Belajar Seri 12 | 2025 - Kerja dengan Hati: Saat Profesi ASN Menjadi Ladang Ibadah
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0221_b_9Fwbasp7c.txt
Kind: captions Language: id [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Bar kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Situt melainkani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hindeda di sini tugas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adolaborasi bergandeng tangan tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tujuh kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragam. Mengerda sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangan kami melayani dengan bangan kami melayani dengan kami melayani bangsa [Musik] zaman terus bergerak sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Jadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. [Musik] ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujudkan perintah kelas dunia tekad pantang menyerah jadi berkualitas [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana kabarnya sobat ASN di mana pun Sobat ASN berada? Selamat pagi. Salam sejahtera bagi kita semuanya dan tentunya untuk sobat ASN yang menjalankan ibadah puasa. Semoga ibadah puasa pada hari ini dipermudah dan juga diperlancar. Pastinya sudah pengin mudik juga ya, Sobat ASN ya. Nah, Sobat ASN pada pagi hari ini tentunya kita akan mengusung satu tema yaitu dalam webinar ASN belajar seri ke-12 tahun 2025. dengan satu tema yaitu kerja dengan hati saat profesi ASN menjadi ladang ibadah. Nah, Sobat ASN menjadi aparatur sipil negara atau ASN bukan sekedar menjalankan tugas dan juga tanggung jawab administratif, tetapi juga bentuk pengabdian kepada masyarakat dan juga negara. Dengan bekerja penuh integritas, profesionalisme, dan juga empati, ASN dapat menjadikan pekerjaannya sebagai penuh integritas, profesionalisme, dan empati. Nah, ASN dapat menjadikan pekerjaannya sebagai ladang ibadah. Setiap layanan yang diberikan dengan tulus dan juga penuh keikhlasan pastinya bernilai amal ibadah menceminkan dedikasi untuk menciptakan satu pelayanan publik yang adil dan juga berkualitas. Nah, ketika ini semuanya dilakukan dengan hati, Sobat ASN, setiap tugas itu menjadi satu lebih dari sekedar rutinitas, melainkan salah satu wujud nyata dari kontribusi bagi kesejahteraan bersama. sikap yang disiplin, jujur, dan juga bertanggung jawab menjadikan cermin nilai-nilai moral dan juga spiritual yang tinggi. Dengan niat yang lurus, semangat pengabdian, dan juga profesi SN tidak hanya menjadi sarana mencari nafkah, tetapi juga menjadi jalan untuk mendapatkan keberkahan serta pahala di dunia dan juga akhirat. Nah, kali ini selengkapnya Sobat ASN akan dibahas dalam webinar ASN belajar seri ke-12, yaitu kerja dengan hati saat profesi ASN menjadi ladang ibadah. [Musik] Sobatn tentunya sebelum kita menginjak webinar dengan materi yang pertama, marilah bersama-sama kita akan menyambut kali ini yang akan memberikan opening speech pada pagi hari ini. Kami persilakan kepada Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Kepada yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Kami persilakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sahabat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN dalam jaringan persembahan Jatim Corporate University Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini, Kamis tanggal 27 Maret tahun 2025, ASN Belajar telah memasuki seri yang ke-12. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Untuk merespon semua itu, kami selalu berkomitmen sekaligus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi sekaligus kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-12 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik yang relate dengan suasana bulan suci Ramadan 1446 Hijriah ini. Topik yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap makin khusyuknya para sobat ASN dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan di 10 hari terakhir ini. Karena itu, ASN belajar seri ke-12 tahun 2025 ini mengangkat topik kerja dengan hati. Saatnya profesi ASN menjadi ladang ibadah. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sobat Hasn di seluruh tanah air dalam banyak literatur disebutkan bahwa setiap agama, kepercayaan atau sistem nilai yang diyakini oleh manusia selalu terdapat konsepsi tentang bekerja sebagai sebuah keniscayaan ilahiah. Dalam konteksnya dapat dijelaskan bahwa seseorang yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bukanlah sekedar aktivitas profan atau duniawi, tetapi juga merupakan panggilan ketuhanan yang diyakini memiliki nilai ibadah. Konsep ini menekankan bahwa aktivitas profesional tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan material semata, tetapi juga sebagai ekspresi pengabdian dan pemenuhan tujuan hidup yang lebih tinggi. Dalam konteks ini, pekerjaan dipandang sebagai sarana untuk mencapai kesejahteraan moral atau spiritual. Sobat HN, penelitian terbaru menunjukkan bahwa memandang pekerjaan sebagai bentuk ibadah atau panggilan spiritual dapat meningkatkan kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan kesejahteraan karyawan. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Jurnal of Business Ethics menemukan bahwa karyawan yang melihat pekerjaan mereka sebagai panggilan suci memiliki tingkat kepuasan kerja yang lebih tinggi dan cenderung lebih berkomitmen terhadap organisasi mereka. Selain itu, integrasi nilai-nilai spiritual ke dalam lingkungan kerja dapat menciptakan budaya organisasi yang lebih positif dan lebih sportif. Studi ini juga menemukan bahwa spiritualitas di tempat kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi dan semangat kerja. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai spiritual ke dalam lingkungan kerja juga dapat meningkatkan kinerja, loyalitas, integritas, sekaligus produktivitas organisasi yang pada akhirnya akan berdampak terhadap kesejahteraan karyawan. Tentu saja berbagai penelitian dimaksud hanya mampu menjangkau aspek material yang bisa diukur dengan takaran ilmiah. Namun demikian, tentu kita juga meyakini keterkaitannya dengan kehidupan akhirat pasca kehidupan di dunia ini. Kita juga meyakini bahwa setiap langkah kerja kita yang diniatkan untuk memenuhi panggilan ilahiah akan memiliki konsekuensi terhadap kehidupan kita. di akhirat kelak. Wallahuam bissawab. Sahabat ASN di seluruh tanah air. Lalu bagaimana agar aktivitas profesional kita sebagai aparatur sipil negara mengandung nilai-nilai ibadah terlebih lagi di bulan suci Ramadan seperti ini. Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Prof. Dr. K.H. Alim Hasan Musa. Beliau adalah Ketua Badan Amil Zakat Nasional atau BASN Provinsi Jawa Timur. Kedua, kami menyampaikan terima kasih kepada almukaram Bapak Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri, M.S. Beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Magfirah Malang. Dan yang ketiga kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Prof. Dr. Muhammad Ali Aziz, M.Ag. Selain sebagai seorang pendakwah, beliau juga seorang akademisi dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-12 tahun 2025. Semoga bermanfaat dan dipenuhi keberkahan dari Allah subhanahu wa taala. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Dr. Ramlianto, SPMP selaku Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur yang sudah memberikan sambutan pada pagi hari ini. Nah, Sobat ASN, inilah saatnya kita akan memulai untuk materi sesi yang pertama atau webinar sesi yang pertama. Untuk Sobat ASN di mana pun Anda berada, jangan lupa ketika nanti ada pertanyaan, silakan saja untuk bisa menekan tombol rais hand dan nanti akan ada sesi Q&A khusus setelah materi dipaparkan. Nah, kali ini sebelum kita memulai untuk pemaparan materi yang pertama, izinkan saya untuk dapat menjelaskan siapakah beliau pemateri yang pertama. Pemateri yang pertama beliau adalah seorang tok tokoh NU, guru besar, dan juga dosen di program pasca sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya. Dan saat ini beliau menjabat sebagai ketua Basnas Jawa Timur. Beliau juga ketua PWNU Jawa Timur periode 1999 sampai dengan 2008 dan anggota DPR RI periode 2009 sampai dengan 2014 dari PKB mewakili Jawa Timur. Kita sambut inilah Prof. Dr. K. H. Alim Masan Musa, M.Si. Asalamualaikum, Prof. wabarakatuh. Bagaimana bagaimana kabarnya, Prof. ini sehat walafiat alhamdulillah. Sehat walafiat alhamdulillah. Baiklah kali ini Prof. Ini adalah salah satu momen yang kami nantikan tentunya bersama Sobat ASN dan tentunya kami persilakan kepada Prof. Dr. K. H. Ali Hasanmusa, M.Si. untuk dapat memberikan pemaparan. Tempat dan waktu kami persilakan. Ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang pertama mudah-mudahan yang mengikuti acara ini semua sehat walafiat dan update terakhir Prof. Dr. Sweda dari John Hskin University mengingatkan kita bahwa orang sehat walafiat itu lebih ditentukan eh psikis ya hati daripada fisik. ada hubungannya dengan tema yang kita sedang bahas hari ini. Jadi, beliau sampai punya angka 7030. Jadi, selama ini kita bisa salah persepsi, salah bahkan salah kaprah seolah-olah kesehatan itu hanya ditentukan fisik, ternyata tidak. Jadi, sekali lagi bisa dicek, Prof. Dr. Sweda memang ini orang Jepang yang menjadi guru besar ee kesehatan masyarakat di di John Hskin eh Amerika ya. Sama dengan mungkin bagi yang pernah belajar sosiologi eh Francis eh Profesor Fransis Bukuyam juga orang Jepang yang menjadi sosiolog yang paling up to date hari ini pengganti Jos riser pengganti emur dan sebagainya itu ya. Jadi beliau sekali lagi ee punya angka 7030. Dan sebenarnya ketika kita hari ini diingatkan oleh ee emosional kien, spiritual kien sebenarnya selalu hampir sama bahwa orang di dunia ini sukses ditentukan IQ otak itu hanya 27%. Kemudian ee spiritual, kecerasan-spiritual termasuk kejerasan agama ya itu dua kali lipat bisa sampai 54% dan yang skill itu ternyata pegang ee porsi yang paling sedikit sekitar 18% ya. Pada hari ini kita lebih disebutkan urusan skill, skill dan skill, skilling, upskilling ya. Padahal sebenarnya akan ditutupkan apakah ee mental kita itu sehat atau tidak. Kita bicara insin misalnya, Saudara sekalian, ini SD tidak lulus masuk ee high sampai SMA, high school juga ditolak karena dianggap paling goblok sehingga otomatis masuk peruruan tinggi juga ditolak. Tapi yang menarik ketika umur 20 tahun dia bekerja di kantor ekspedisi itu pun bagian ee tenaga kasar. Geografi yang kami baca umur 25 tahun bisa mencerikan teori relativitas yang sangat luar biasa itu ya. dan bahkan kemajuan hari ini ee 40,50 dan sampai berapa pun nanti yang itu sebenarnya saya termasuk pengikut ee ee Profesor Wiva Noah Harari yang harus dikembalikan pada istilah lama poli canggih saja. Jadi sedikit nyinggung Profesor Harari ini. Hari ini kalau nulis di Eropa Amerika paling bestseller yang banyak mengingatkan orang Eropa Amerika harus kembali pada Tuhan. Jangan rasional choice Tuhan mereka selama ini kan akal. Tapi dengan akal tidak menyelesaikan semua persoalan. Karena sebenarnya kehidupan ini tidak semuanya bisa dirasionalkan dengan pendekatan rasionaliz. Jadi, Profesor Harari mengingatkan istilah ee kecerasan buatan itu istilah yang menyesatkan itu kesombongan. Mengapa harus 4050? Menurut beliau tujuan terakhirnya adalah ee nyawa buatan itu something impossible ya, something unsable, maka kembali ada agama aja gitu loh. Dan itulah saudara sekalian ini ee kembali pada Profesor Harare ini. Mengapa di Amerika dan Eropa khususnya orang bunuh diri sangat sangat banyak? Karena ketika akal tidak mampu menyelesaikan akhirnya ya banyak yang bunuh diri. Bahkan e beberapa negara itu tiap 2 menit ada yang bunuh diri. Di Indonesia data terakhir yang kami terima sebenarnya negara yang paling sedikit bunuh diri. Tapi itu pun 3 jam sekali ya mengalami kemajuan-kemajuan dalam proses bunuh diri. Ya, bisa dicek misalnya is the future why it is up to us. Ya, itu dari Stanford University yang merespon mengapa anak-anak Eropa Amerika lulus S1. Kemudian 6 bulan gak dapat pekerjaan. Kemudian banyak yang bunuh diri ya. Dan akhirnya bunuh diri itu disebabkan karena ekonomi sulit dua ee sama di seluruh dunia. ee ekonomi hanya dipegang beberapa orang termasuk tahun ini yang mendapat hadiah Nobel dari ekonomi Profesor Robinson ini juga ketika mampu menyampaikan data seluruh dunia itu ekonomi hanya dipegang sekitar 10 orang yang hampir menguasai aset 67%. Akhirnya apa? akhirnya bisa disimpulkan oleh Stanford memang generasi Z sekarang itu tidak akan bisa lebih kaya daripada generasi sebelumnya karena monopoli-monopoli yang dilakukan oleh orang-orang yang sedang ee menguasai harta tadi. Saudara sekalian kembali pada Einstein eh umur 25 Einstein ee mampu menciptakan teori yang sangat luar biasa dan umur 40 mendapat hadiah Nobel ya. Nobel itu dari bahasa Arab Nabil yang artinya cerdas. Kalau perempuan Nabilah gitu ya. Maka ee yang kita baca saudar sekalian dia seangkatan dengan ee Sik seorang guru besar psikohuanalisis terkena Sigmen Fred itu. Kemudian dikirim surat sama Fred bahwa Anda SD tidak lulus ya, SMP, high school, SMA juga lulus kok dinyatakan orang paling cer di dunia. Apa jawaban instin yang sangat luar biasa? Akhirnya I didn't arrive with rational choice. Dengan tegas mengatakan saya berpikir bukan dari hati ya dari hati. Dan dia menambahkan kata-kata yang sangat luar biasa. I worry rary of words at all. Saya membenci kata-kata. Kata ins kata-kata sering diucapkan tidak lewat hati yang tulus. Itulah sering di antara kita ada istilah ya tidak boleh ada dusta di antara kita, tapi nyatanya selalu ada kedustaan di antara kita sekalian. Ya, Saudara sekalian. Kemudian ee ee penelitian-penelitian terakhir yang bisa kita juga bisa lacak saudara sekalian sekarang sebenarnya otak itu kan hanya hardware IQ itu kan hardware orang berpikir itu hardware-nya IQ otaklah apal kan gitu sudah bicara otak kanan otak kiri ya otak kanan IG otak kiri itu adalah spiritual ya lah tapi apapun mereka itu tetap ee hardware software itu ya psikisnya itu sebenarnya hatilah ya. Jadi ibarat mobil otak itu apapun ya bodinya saja body mawon. Jadi ee yang membuat mobil jalan kan mesin ya. Ada mesin ada hati itu hatinya bobrok karakternya rusak yang hampir orang sudah gak bicara karakter lagi ya. Ya, bagaimana kita bayangkan masa depan dunia yang dipimpin olehnya mengandalkan rasio belaka? Ya, inilah yang ee sekrates pun dulu juga begitu sudah mengingatkan ya ketika beliau harus minum racun itu sebenarnya kan ada hubungannya dengan ketika dia tidak setuju dengan model pilihan langsung direct election yang hanya itu proses-proses lah sebenarnya yang penting orangnya menurut Sokrates yaitu orang yang bijak. Jadi soal cara itu jangan menjadi utama pilihan langsung atau tidak langsung itu eh something else lah. Tapi ee menurut Sokrates orangnya harus punya bijak. Makanya Sokrates sudah mengingatkan kita waktu itu sebelum minum racun ya, dia pesan sama ee orang terdekat ya murid terdekatnya Grito itu bahwa yang boleh memimpin kampusnya bukan Aristeles tapi Plato. Aris itu lebih cerdas tapi dia kurang bijak, karakternya kurang kurang wais gitu loh. Kalau pelatu lebih wais maka pemimpin itu wais. Dan itu bisa diartikan bahwa kalau bicara leadership itu sebenarnya orang dulu baru aturan ya gak seperti orang di dunia sekarang itu kan bicaranya aturan aturan aturan lah orangnya gak punya karakter atau karakternya bahkan ee rusak ya dan kalau nanti ada kehendak yang gak sama kan aturannya bisa dirubah itu terjadilah paradoks-paradok kehidupan yang juga menyengsarakan kehidupan manusia ya Jadi kembali pada. Jadi beliau berpikir dari hati bukan dari otak ee ke hati. Hati ke jadi bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Menstan and corporation itu harus di diberi catatan-catatan dan bahkan kalau kita kembali kepada ee pepatah Inggris yang sederhana tapi luar biasa main behind the gun itu sudah sangat sangat betul. Jadi main behind thean itu kan alat 4050 itu apapun kan teknologi anaknya ilmu itu yang penting kan ilmunya lah ilmu itu terus tergantung juga orang yang berilmu punya karakter atau tidak seperti kriteria sokrat tadi wise ya wisdom lah yang harus diutamakan daripadanya orang yang cerdas yaah maka dengan demikian ee klop sekali dengan apa yang kita bicarakan hari ini bahwa ee sekali lagi ee auta itu hanya hardware, software-nya hati ya. Sama dengan kita sekarang ini ee salah persepsi orang kalau ngomong itu kan alat ucap itu kan gak betul ya. Kalau orang bisa ngomong ayat itu kan alat ucap itu dua bibir laring paring dua tenggorokan lah ya. Kemudian ee lubang hidung, lubang telinga. Tapi pertanyaannya, woi kambing yang juga punya alat ucap tapi gak bisa bicara kecuali satu kata mbek saja. Kita kan gak pernah dengar kambing bisa mbok atau mama apa-apa. Karena apa? Karena di sinilah fungsi manusia yang ada nurani ya. Yang lebih dalam adalah nurani ya. Tidak sekedar hati-hati itu kan kulit luarnya saja sebenarnya. Loh kajian-kajian psikis yang lebih lebih detail ya. Nurani itu yang paling murni, yang paling lebih dalam juga sekalian lah. Maka dengan demikian ya kita lagi-lagi kalau mengandalkan otak belaka kita tertipu gitu loh ya. sama dengan ee apa kriteria mencari peperiksaan tahun 2025 di tempat kemarin kan dari 15 item itu ya yang ukuran teknis kan hanya dua semuanya menyangkut sabar ul tabar mengikut adalah kejerasan spiritual yang dalam bahasa kita ya ASN kalau niati untuk penguatan-penguatan spiritual dalam konteks lebih tegas lagi kepentingan dengan ee agama karena Tuhan itu lebih menguntungkan buat kita sekalian. Jadi, Saudara sekalian, e beberapa hal yang menarik ee di tahun ini misalnya apapun kita bicara manajemen misalnya ya, misalnya manajemen 40 ya dalam konteks manajemen termasuk manajemen pendidikanlah dalam konteks eh education ya itu misalnya ag thinking misalnya kemudian kolaborasi adopting diversity itu lebih banyak hubungannya dengan karakter jadi agis thinking itu kalau punya problem segara dirumus berubungnya apa solusunya ABC misalnya. Kemudian kolaborasi kebersamaan toh ya jadi gak boleh punya memandang orang jangankan 1 seteng aja gak bolehlah. Kemudian yang terakhir adalah adopting diversity bahwa eh perbedaan-perbedaan itu something usual ya biasa. Yang bahaya bukan beda pendapat, yang bahaya kan beda pendapatan sebenarnya itu ya. lah kembali saudara sekalian ya kepada hal yang kita hadapi hari ini. penelitian terakhir yang baru akhir Februari misalnya 24 Februari ee guru besar-guru dari ee Toronto, Kanada Universitas itu menyampaikan sebuah data yang lebih detail tentang orang jangan mencari kesenangan orang dengan mencari kebahagiaan karena ternyata orang yang mencur kesenangan, kebahagiaan itu dia akan mendapatkan. Karena apa? karena memang pesan dan sebagainya itu lebih berhubungan dengan nafsu ya. Jadi bukan dengan psikis yang murni jadi ee eh app of psychologi gak salah begitu. Peding. Wellbe itu kesenangan, kebahagiaan. Di dunia gak ada. Kalau pada agama malah jelas lagi di Quran saya baca misalnya kata gembira masrur surur saadah itu gembira parah itu gembira tapi itu mengindikasikan merekomendasikan bahwa itu kesenangan di akhirat bukan di dunia memang kalau dalam bahasa agama Allah turunkan kesenangan itu kan jumlahnya 100 yang diturunkan dunia itu hanya satu itu pun dibagi seluruh makhluk makanya banyak peringatan jangan pernah mencari kesenangan di dunia. Ada kesenangan tapi masih menipu. Mataul gurur misalnya. Jadi pendidikan dari Toronto Kanada ini betul-betul mengingatkan kita bahwa apapun yang kita lakukan harus ibadah gitu kan. Jangan hanya bekerja itu mencari kesenangan bagian tidak carilah ketenangan. Nah, ketenangan inilah yang nilai-nilai yang lebih sangat ee spiritual yang membuat orang akan tidak kena penyakit mudah bunuh diri. Sebagaimana saudara sekalian, hari ini kita ee penyakit alzimer misalnya yang kita agak ikuti ya, itu penyebab ee kelima terbesar di dunia orang kematian ya. Satu jantung, dua paru-paru dan paru-paru itu penyebabnya rokok. Yai tentaja kalau tidak merokok ee APBN kita kehilangan 220 triliun. ya kan Bu Srioyani malah akhir-akhir ini Menteri Keuangan mengingatkan ya katanya merokok tetaplah merokok karena akan kehilangan fiskal dari APBN 220 triliun gitu ya. Yang ketiga adalah hipertensi yang keempat diabet. Yang kelima Alzimer. Alzimer itu kan dimensinya plus dan yang menarik itu yang kena anak-anak muda ya. Kalau hanya dimensi ya pikun itu kan orang tua ya. Ambilkan makanan saya. Ya. Loh, Mbah baru makan loh. Lupa kamu siapa? L saya ini kan istri panjenengan itu hanya pikun dimensia. Tapi ini plusnya yang bahaya. Plus apa? Plus mudah marah plus ingin bunuh diri. Dan itu yang terkena yang banyak adalah usia 15 sampai 28 tahun rata-rata anak yang baru lulus S1 tidak segera mendapatkan pekerjaan ya akhirnya kena ee itu tadi Alzimer itu jadi dimensiatif plus itu lebih bahaya ya lebih sangat-sangat membahayakan dan kalau penyebabnya penelitian dari ee perguruan university Inggris satu HP, dua ekonomi, tiga merasa laun. Jadi ee karena lama dengan HP kemudian ee merasa kesepian. Jadi tiga sebak yang melibatkan orang kena Alzheimer 1 HP. Kalau orang 5 jam bahkan kalau 8 jam itu terus-menerus gak berhenti. Itu kan itu akan kena Alzimer tadi. Ekonomi memang yang sedang tidak baik saja karena yang sedang pegang ekonomi itu sekarang semakin ya tidak mau berbagilah begitu. Kemudian terus akhirnya muncul dengan HP itu dengan on digital selalu on digital itu ternyata malah membuat orang lonely. Maka di Inggris hari ini yang terbaru saya kami baca bahwa ee empat orang satu di empat orang yang anak muda di remaja itu sekarang gak bawa HP karena mendapatkan lebih tenanglah daripada bawa HP. Jadi saat dari empat orang itu yang tiga itu kalau keluar sekarang gak bawa HP. Tapi apa senang mulai kongkong-ngongkong model kafe gitu sekarang di Inggris ee lebih kumpul tatap muka lagi daripada hanya lewat lewat HP atau on digital saudara sekalian. Nah, kembali pada ibadah inilah makanya kalau agama mengajar kita jangan cari kebahagiaan carilah ketenangan. Ya. Jadi kata bahagia saya baca kata semua itu menerangkan di akhirat bukan di dunia. Kemudian juga jadi Sandiku State Amerika yang juga ee memperkuat dari Toronto, Kanada. Semua ini dirilis akhir ee Februari kemarin, Saudara sekalian sekitar tanggal 2425 Februari. Ya, ini sama. Cuma kalau di Turun itu kan ada tegas bahwa orang mencari kebahagiaan dan mencari kesenangan itu tidak akan mendapatkan ya sesuatu gak ada kok dicari gitu. Tapi kalau yang desaegusit ini yang diteliti remaja-remaja di seluruh Eropa dan Amerika dan juga e Britania Raya itu negara-negara yang pernah dijasa oleh Inggris misalnya Malaysia ya misalnya termasuk Australia termasuk India lah. Jadi generasi Z sekarang merasa merasa kurang bahagia atau bahkan tidak bahagia di generasi sebelumnya ya. Ya, kembali pada penelitian profesor di Turuntuk Kanada aja bahwa memang kebahagiaan itu gak ada itu ya gak akan mendapatkan gitu loh. Kalau agama jelas, agama jelas. Nabi sendiri beberapa kali mengatakan Daud jangan jangan pernah mencari kesenangan di dunia. Carilah ketenangan. Kesenangan di dunia ini kalau cepat datang, cepat pergi, gak ada yang abadi di dunia ini. Maka ketenangan itu dari mana? Dalam konteks agama kalau orang selalu hatinya ee mentautkan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ya, dalam bahasa kalau Islam selalu Allah, Allah itu justun dia kena Alzimer lah. Kembali pada ee anak muda Alzimer ini sama dengan saudara sekalian data terakhir ya. orang yang di Indonesia misalnya bunuh diri paling bagus ya, tetapi itu pun 3 jam sekali mengalami kemajuan yang sangat memprihatinkan ya kan. Tapi sekali lagi bahwa yang paling banyak kena azimer itu umur 15 sampai 28 27 lah ya banyak. Sama dengan faktor bunuh diri di Indonesia itu juga sama. Yang paling banyak bunuh diri adalah anak-anak usia ee 15 sampai 27 28 tadi. Karena apa? karena terlalu ee kuat pada rasional choice tadi ya yang akhirnya kita hanya dininbukan oleh ee teknologi 4050 ya apapun itu teknologi itu anaknya ilmu pengetahuan kita dilupakan dengan ilmu itu sendiri yang menjadi adalah kekosongan kekuusan batin yang disebut launel tadi ya. Ee saya kira itulah pengantar saya. ee Bu siapa, Mbah yang moderator mudah-mudahan ee bisa membantu perspektif dalam konteks bahwa hidup ini ibadah dalam konteks orang Jawa kami sangkan paring itu mati ya. Kemudian kalau ingin mencari ketenangan itu adalah carilah air ya tirto pawit dan air tirto itu pawit itu air ketemu di di ruji. Dewaji itu adalah ee rahim ibu. Jadi seorang bayi ketika ada di rahim ibunya terutama nyawa dimasukkan 4 bulan itu merasa tenang sebenarnya lah. Itulah sebenarnya ketika ee rahim ibu itu apa maknanya? ketika orang ee kembali pada Tuhan, Tuhan, Tuhan sangkan parang mati tadi. Ya, saya kira demikianlah mudah-mudahan ada ee perseptif yang bisa kita ngambil manfaat yang sangat penting. Matur nuwun, mudah-mudahan ee bisa dipahami dengan dari berbagai perspektif. Monggo kita kembalikan pada ee Mbak moderator dari Baik, terima kasih banyak Prof. untuk hari ini pemaparan di sesi yang pertama. Nah, kali ini untuk sobat ASN silakan saja yang ingin bertanya untuk bisa langsung menekan tombol res dan kali ini ada juga yang juga live via YouTube yang ingin bertanya kami persilakan dan kali ini sudah ada pertanyaan melalui live YouTube. Nah, kali ini pertanyaannya adalah begini, Prof. Apa sih, Prof. Contoh nyatanya dari ASN itu yang berhasil menjadikan pekerjaannya sebagai ladang ibadah dan kita tuh harus seperti apa nih, Prof, untuk memulainya startnya? Iya. Jadi ee sebenarnya itu soal teknis urusan kedua menurut saya itu yang harus dirubah mindsetnya yang gak mudah. kita ini di kampus ya dan apalagi apalagi kita ini di satu dunia lah sekarang ya globalisasi ini satu dunia kita ini kan dididik ee ee antroposentrisme. Semua ilmuwanilmuan ilmuwan dari Barat itu memandang manusia sekali. He. Ketika orang mulai Karel Marx yang bicara materialisme dia ngingkari ide itu Karel Marx itu ya. Ar itu sebenarnya dulu murid Hegel. Hegel itu adalah ideu kebenaran, kebajikan, Tuhan. Tapi Mak ini ketika sudah tua, dia cerdas memang melihat kesengsaraan ee di masyarakat itu karena kolaborasi antara penguasa, pengusaha dan tokoh agama. Saya perlu tegaskan Mbak, tokoh agama itu agama. Agama itu sendiri punyaak ide kebenaran ee kebajikan. Tapi ee tokoh agama ya, pemimpin agama itu adalah materi. Ketika ee pemimpin agama, pengusaha dan penguasa jadi satu punya kebijakan yang merugikan orang kecil, orang proletar, maka di situlah ee Karelmak akhirnya berpindah bukan ide ya. Yang lebih dominan yang dominan adalah materi ya. Setelah ee materialisme jadilah ee kapitalisme, modernism. Jadi modernism globalisasi sekarang orang sudah tidak bicara globalisasi dan bicara 40,50 itu sama ketika orang memandang manusia yang materi lebih penting daripada ide daripada surga daripada tadi disampaikan Pak Kepala Badan tadi akhiratlah begitu. itu apa yang terjadi ya kegersangan dunia hari ini. Karena memang membaca membaca rias betul ya tapi dalam konteks apakah ketika orang dengan materi bisa mendapatkan ketenangan batin kan tidak lah. Maka sebenarnya harus dibalik ya. Jadi bukan antroposentrisme tapi adalah theosentrisme bahwa kita ini diciptakan dari Tuhan lah. Sebenarnya kita mampu merubah mindset seperti ini baru bahwa semua akhirnya apa yang kita lakukan karena Tuhan gitu loh. Ya, makanya dengan demikian kalau kita bisa merubah mindset seperti itu yang teknis-teknis itu urusan kedua dalam konteks agama misalnya ya. Tuhan itu menciptakan manusia dulu. Nabi yang integritasnya jelas ya, yang integritasnya jelas, yang orangnya humble dan mesti humble. Jadi teori teori kapitalisme yang nak gak dilakukan orang sekarang kan yang kesederhanannya bahwa kapitalis bisa berhasil itu sebenarnya tidak hanya faktor karena punya punya kehendak di dunia yang lebih mulia tapi sebenarnya adalah humble ya. Jadi kapitalisme sekarang sekarang kapitalisme yang tidak murni. Kapitalisme murni itu orang yang memandang yang dulu berhasil karena memandang bahwa dia harus hidup sederhana, h ya. Dan sekarang orang hindonism misalnya ya. Maka dengan demikian ndak nak nyampai gitu ndak ndak ndak nyambung irisannya ndak nak nyambung. Dengan demikian menurut saya yang harus dirubah mindset dulu adalah kita ini hidup bukan untuk kepentingan kita gitu loh ya. Dan nyatanya ketika kita nuruti ganda kita orang manusia kan tidak tidak pernah mendapatkan apa yang dicari. Penelitian-penelitian yang dituntukkan ada tadi betul-betul mengingatkan kita bahwa orang itu semua kan berisin dengan kesenangan, kebahagiaan padahal gak akan mendapatkan gitu loh. Yang namanya kesenangan bahagiaan itu di dunia gak ada ya. itu itu lebih dekat dengan nafsu gitu loh ya. Yang dicari masih ketenangan batiniah itulah Tuhan. Ketika orang dekat dengan Tuhan apapun agamanya gitu loh kalau lebih dengan Tuhan dia akan mendapatkan ee ketenangan yang bersifat spiritualisme. Penelitian-penelitian ee Dana Zohar aan Marsa tentang ESQ itu nanya sudah betul-betul mengingatkan kita bahwa ee IQ saja tidak mutlak apalagi ya hanya kapitalisme, hanya menyangkut globalisasi. Maka dengan demikian ya akhirnya e segala sesuatu orang akan dinilai dengan apa yang menjadi niatnya. Ketika kita sadar bahwa kita hidup ini dihidupkan oleh yang maha kuasa dan nanti dimatikan yang maha kuasa, maka yang harus kita lakukan adalah untuk kepentingan yang maha kuasa. Dan jangan pernah memandang dunia ini ee tempat selamanya. Makanya seorang muslim kalau oleh Nabi diingatkan di dunia ini nih orang di dalam penjara si Junul Mukminin. Orang di penjara gak pernah bersenang-senang. Maka jangan Nabi selalu jangan pernah mencari kesenangan, jangan pernah mencari kebahagiaan. Carilah ketenangan. Ketenangan yang bersifat batiniah itu apa? Ya, ketika dekat dengan Tuhan itulah dewa ruci. Yang orang Jawa mengatakan ketika sudah dewa ruci terto pawitra itu sudah di dalam rahim itu selalu apa? yaitu tangkan barang mati ya apa ee orang juga bahasa-bahasa lama mengul susui angin susui angin itu apa pernaapasan siapa yang memberi nafas kita ya Tuhan dalam konteks ee filsafat Jawa apakah itu e pangestu sabto dharm semuanya itu bagus menurut saya dalam konteks mengingatkan kita bahwa dunia ini sebenarnya bukan bukan tempat segalanya buat kita sekalian saya kira demikian Jadi sebenarnya kita harus mengingat yang pertama kali adalah Tuhan terlebih dahulu. Ya, betul begitu ya, Prof ya. Baik, Prof. Kali ini juga sudah ada yang bertanya dari Sobat ASN yang bergabung bersama kami di webinar. Baiklah, asalamualaikum. Boleh berkenalan dengan siapa ini? Boleh di-unmute terlebih dahulu. Monggo. Boleh di-unmute terlebih dahulu, Mas. Oke. Baik, sudah. Silakan. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Boleh diperkenalkan dengan siapa ini dan dari mana? Kenal Bu Devi ya. Iya betul Bapak. Selama ini kami jadi penonton dan penumpang gelap. Mohon maaf ya Mbak Devi. Tapi karena memang ee webinarnya dari Prof. yakini luar biasa ya. Terima kasih banyak. Jadi saya semuanya jempol saya semua jari jempolnya saya acumkan semua. Wah terima kasih banyak Bapak Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor. Jauh ya? Jauh sekali. Iya. Salam kenal buat semua teman-teman ASM di Provok Jawa Timur. Heeh. Ini menarik sekali Prof. Jadi ee kalau kalau kalau saya biasanya ingin tahu nih contoh nyata di kehidupan saat ini kira-kira figur siapa yang memang bisa kita berikan sebagai teladan ee yang intinya mengangkat dan mengusung tema kita hari ini. Jadi paling tidak kan kita bisa berkaca perilaku kebiasaan maupun cara hidup ee beliau bersangkutan gitu Prof. Kira-kira sederhana mungkin pertanyaannya, tapi ee saya mohon kira-kira kita diberikan ee gambaran Prof. Ya, sehingga kita bisa memberikan apa mengambil contoh dari perilaku beliau selain Rasulullah, nabi kita ee Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya, Prof. Sehat selalu, Prof. Terima kasih. Iya, nggih. Salam kenal dan sehat selalu. Iya. Asalamualaikum warahmatullah. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Monggo, Prof. untuk bisa langsung menjawab. Iya. Kalau Iya, kalau Rasulullah memang jelas saya kira ya kita kadang malu ya orang yang paling baik di dunia tidurnya pakai tikar memang ya memang untuk mengingat kembali yang paling dia memang beliau jadi tidurnya pakai tikar betapa sangat humble. Kemudian ee itu pun dianyam sendiri dari daun kurma ya. Ya. Kemudian beliau selalu ee hidup itu menyenangkan orang lain ya. Jadi berkali-kali beliau tidak makan berhari kecuali ee kurma dan hari zam-sam. Tapi semua hartanya diberikan orang fakir miskin terutama anak yatim. Karena beliau itu adalah anak yatim. Gambaran ideanya memang begitu. Dan memandang dunia ini tidak tidak selamanya hanya transit. Orang Jawa mampir ngomilah gitu loh ya. Ya, hanya transit. Kalau di Indonesia memang sekarang sulit ya mencari menyebut nama kecuali mungkin kalau saya boleh karena polisi itu sebenarnya ASN. Polisi itu kan sipil yang dipersenjatai aja. Saya lebih cenderung Pak Hugeng Iman Santoso itu dulu adalah salah satu orang ketika turun dari kapori naik sepeda ontel. Ya, itulah sebenarnya contoh tidak memandang jabatan Kapol itu segalanya masih tetap sederhana. Orang-orang semacam itulah yang sebenarnya sebenarnya polisi itu kan bukan bukan polisi itu kan sipil cuma dipersenjatai kan menyangkut ganti emas. Ya makanya ya kalau ingat Gus Dur sekali lagi kalau ditanya polisi yang paling baik itu ya satu Pak Ugeng Iman Santoso ya. Yang kedua siapa ya? patung polisi yang ketiga polisi tidur itu kelakarnya Gus Dur. Jadi cari yang ideal sekali memang agak sulit Bapak yang dari Bor tadi tapi paling tidak kita akan berusaha ke sanalah begitu ya. Ketika orang memandang mindset sudah dirubah tidak tidak antroposentrisme segala kepentingan manusia ya kepentingan Tuhan lebih diutamakan maka sebenarnya hidup dia akan memberi manfaat kepada ee orang lain lebih empirik lah begitu. Tapi kalau kita mencari kesenangan juga gak akan mendapatkan kesenangan. Itu kalau kata Nabi, kalau kita orang Islam ya cepat datang cepat pergi gitu ya. Carilah ketenangan. ketenangan sumbernya ketika orang selalu nyambung dengan Tuhan yang maha kuasa gitu loh. Jadi untuk nyebut yang lain memang ee agak sulit ya karena memang ya beliaulah kalau Rasulullah kan jelas itu ee uswatun hasanah itu bahasa kita kan ingarso sondo. Kalau sekarang kan sudah dirubah ngarso goleh bondo masalah kan begitu ya. Jadi ing mad anjeng sekarang ya. Jadi betapa dunia ini sudah sangat berubah. Apa yang gak berubah dunia yang gak berubah ya perubahan itu sendiri. Nggih. Saya kira begitulah. Baik terima kasih Prof untuk jawabannya dan untuk Bapak Supriadi. Semoga ini cukup menjawab ya Bapak Supriadi ya. Dan kali ini Prof masih ada satu penanya lagi. Monggo. Baik langsung saja kita akan menuju ke penanya yang berikutnya. Silakan Ibu boleh dikenalkan Ibu siapa dan dari mana untuk bisa di-unmute terlebih dahulu. Baik, silakan Ibu. Selamat pagi. Masih belum terdengar Ibu. Iya, belum belum terdengar. Boleh dicoba lagi. Nah, baik. Sudah, sudah terdengar cukup jelas. Silakan, Ibu. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Saya T Oktaviani dari Dinas SDM Provinsi. [Musik] Jih. Ee menarik sekali yang sudah disampaikan oleh Prof. tadi dan sebenarnya ketika ASN ini melakukan ee apa yang sudah apa berakhlak ya, Pak ya. Sudah dikatakan harus berorientasi pelayanan, harus akuntable, kompeten dan segalanya. Itu seharusnya itu sudah ee kita melakukan itu saja sudah sangat bagus ya, Prof. Apalagi ketika kita menyadari bahwa bekerja itu sebagai ladang ibadah. Nah, ini yang ee kami tanyakan ee sejauh mana ee ASN ini ketika berhadapan dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan ee hati kita ya, Prof. ya. Sementara kita memang harus ibadah tapi ada sesuatu yang mungkin ee tidak sesuai gitu. Mungkin ada ee tips dari Prof. untuk menjaga ketenangan hati ketika kita harus bekerja menjadikan itu sebagai ladang ibadah. Tapi ada sesuatu yang tidak sesuai dengan hati kita. Padahal kita memang harus menjaga ketenangan hati. Mungkin ada tips dan trik dari Prof. Terima kasih. Nggih. Gimana? Silakan ini, Prof. untuk dapat menjawab pertanyaan dari Ibu Tri Oktaviani. Ee memang mencari orang yang sempurna meneimbangkan antara psikis dan fisik itu yang gak gak mudah. Itu kan pola-pola equal yang harus dilakukan. Kita ingin baik tapi melihat orang yang gak baik tapi hidupnya lebih makmur misalnya itu kadang kita juga ee berontak di dalam hati saya begitu. Maka caranya gak usah kita banding-bandingkan orang lah. Kalau sudah ingin berbuat baik, ya sudah murni berbuat baikah. Saya kira begitu. Ada penelitian yang yang sebagai contoh ya. Ini ini dari dari saya dengar terakhir dari Stanford University juga itu Mbak ya. Itu hidup itu kalau apa membantu orang itu akhirnya indra keenamnya kuat. Saya kira ini penelitian yang terbaru ya. Kalau orang Jawa kan mengatakan ambek paramoarto ya. Ambekomo dengan hartanya sebarnya tidak hanya tidak hanya ada duit ya dengan pikirannya dengan fisiknya membantu orang lain kan itu orang kan ono sumimpang. Jadi orang yang suka membantu kesulitan orang lain. Nah kalau ada bahaya dia bisa menghindari ini ini di Jawa. Kemudian bahasa lainnya weruh sak durung winara. Indra keenamnya akan kuat. ini sebenarnya yang harus harus harus harus dipahami. Betul. Penelitian terakhir yang gak salah juga dari Stford ya itu eh judulnya memang ini penelitian juga guru-guru besar psikologi ya. Jadi why a good thing happen to a good people. Saya ulangi. Why a good thing happen to a good people? Mengapa eh sing itu eh indra keenam, ketujuh dia mengatakan eh glowam efek hatinya menjadi bersinar dan angan-anget begitu ya. Dia ini penelitian lama sekali dilakukan oleh ee Profesor Stefan ini ya. Ya, dia suka meneliti orang-orang suka membantu orang lain, apakah dengan uangnya, dengan pikirannya, dengan tenaganya. Muncullah buku tadi, why you could think happen to Good people. Mengapa good people itu orang yang suka bantu kesulitan orang lain? Hidupnya untuk eh tadi ASN hidupnya ibadah. Bagaimana pelayanan public service ya, pelayanan yang murni lah ya begitu ya. Ya, untuk negara tapi diniati untuk tubuhan juga ya. Ya, jadi orang kalau suka membat orang lain tuh kutsutin itu apa? Glowam efek itu hatinya berisi punya indra ke67 kuat dia apa yang terjadi dia tahu lain dengan kalau ambek aroma ambektur angkoro kalau di Jawa ya orang yang gak pernah mau ee gak punya empati hatinya gak pernah tergerak untuk membantu kesulitan orang lain itu orang ini masih akan hancur gitu loh ambek dur angkoro muruho gitu sama dengan ee ee adik hadiku adiku dibunuh kan gitu. Akhirnya adigang itu kan gaj ee adigang itu kan kijang. Adigung itu gajah. Adigung itu ular ya. Merasa hebat dengan dirinya gak pernah mau membantu kesulitan orang lain. Ya, akhirnya tiga binatang tadi kan berkelai gak gak mau sambil kalah kan mati kabeh. Jadi kesombongan orang nak terlintas hatinya membantu kesulitan orang lain dalam konteks ASN kan public service ya itu mesti hancur dirinya. sama dengan honor pod joyo monggo tadi ini penelitian-penelitian yang terupdate terbaru dari Profesor Stefani tadi why you think itu menjelaskan kita bahwa hidup itu hidup itu adalah ee meringankan beban orang lain. Kalau sudah begitu kita kan lebih lebih tenang gitu loh. Kajian-kaji psikuli ini yang terbaru. dulu ya dari agama jelaslah dari agama ini kan penelitian-penelitian yang update terakhir ini kan sangat bagus sekali ya ee bagi orang yang enggak percaya dengan hal yang berisipasi virtualisme ya orang sekarang terlalu rasional choice tadi loh padahal kami sudah menyampaikan instin yang bisa menciptakan teori yang sangat luar biasa yang menjadi model 4050 itu malah dia berpikir dari bukan dari otak dari hati tadi jadi eh I didn't arrive with rational choice dari hati nuran Jadi yang menyebabkan otak cerdas itu dari nurani yang cerdas dan itu lebih murni dan lebih manfaat dalam konteks kebersamaan. Saya kira demikian Mbak Prof untuk jawabannya dan kali ini Mbak Tri Oktaviani semoga cukup menjawab dari pertanyaannya atau mungkin ada pertanyaan. Oke ya. Makasih. Terima kasih. Baik, Prof. Boleh enggak kita dikasih pesan-pesan untuk Sobat ASN sebagai closing statement? Apa nih, Prof. Pesan-pesannya untuk Sobat ASN supaya kita bisa bekerja dengan ikhlas, bekerja dengan untuk ibadah seperti itu, Prof? Iya. Sekarang satu aalah sebenarnya ya, bahwa kita ee hidup di dunia ini kan seder mampir-momil, Pak. H yang kedua hiduplah sederhana. Yang ketiga, jangan mencari kesenangan tadi. Carilah ketenangan. sumber ketenangan dari Gusti Allah Tuhan yang sing ngecat Lombok kan gitu aja sederhana tapi ee praktiknya yang harus konsisten gitu ya. Jadi jumlahnya itu aja hidupnya berarti kalau kita tidak mencari apa yang ada dengan kepuasan yang ada misalnya ASN yang sehari hanya R00.000 Ibu kalau gak usah beli minyak gak boleh kejamannya tempe berumpang magic selesai dan itu lebih sehat saya itu gak usah dipandang terlalu bulat-bulat itu aja praktisah. Baik terima kasih Prof untuk wejangannya. Boleh kita berikan tepuk tangan yang meriah kali ini. Terima kasih Prof. Untuk materi yang pertama kita ucapkan terima kasih banyak untuk Prof. Dr. K. H. Alim Hasan Musa, M.Si. Terima kasih, Prof. Kita berjumpa lagi di lain kesempatan. Dan kali ini Sobat ASN tentunya masih ada beberapa materi lagi yaitu tepatnya ada dua materi lagi. Seperti apa materi yang berikutnya? tentunya sesaat lagi [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] H [Musik] Sobat SN kembali lagi tentunya dalam ASN webinar seri ke-12. Nah, kali ini ASN belajar seri ke-12 pada tahun 2025 yang mengusung satu tema yaitu kerja dengan hati saat profesi ASN menjadi ladang ibadah. Dan tentunya Sobat ASN webinar pada hari ini bertujuan untuk mengajak seluruh ASN bisa memahami profesi mereka secara mendalam. Tidak hanya sebagai tugas administratifnya tapi sebagai juga panggilan mulia yang bernilai ibadah. Nah, kali ini kita menginjak untuk langsung ke ke pemateri yang berikutnya yaitu pemateri yang kedua. Beliau adalah seorang guru besar di bidang konservasi sumber daya air dan ketua jurusan teknik pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya periode 1999 sampai dengan 2002 dan tentunya mendarmmaabaktikan kehidupannya di bidang pendidikan terutama di Universitas Brawijaya mulai dari sebagai ketua pusat jaminan mutu dekan Fakultas Teknik hingga menjadi rektor. Saat ini beliau aktif menjadi pembina Pondok Pesantren Bahrul Magfirah Malang selaku Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah Kota Malang, ketua Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah Provinsi Jawa Timur dan juga sebagai Dewan Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan sekaligus juga menjadi bendahara Yayasan Masjid Agung Jami Kota Malang dan juga sebagai penasehat takmir Masjid Sabilillah Kota Malang. Kita sambut inilah Prof. Muhammadri. Asalamualaikum, Prof. Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh. Alhamdulillah. Bagaimana kabarnya, Prof pada hari ini? Sehatsat. Alhamdulillah sehat. Baik. Baik. Nah, Prof. Kali ini Sobat sudah menantikan nih ya, Prof. untuk ASN belajar seri ke-12. Selain juga tentunya kita meningkatkan skill kita, kita juga harus meningkatkan ibadah kita. Nih, Prof. Ada juga nih nanti kita akan memberikan saran-saran untuk soat ASN semuanya seperti ini pada pagi hari ini seperti apa. Langsung saja, Prof. untuk tempat dan waktu kami persilakan langsung ya. Boleh. Silakan Prof. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee saya cerita sedikit. Saya ini kan kompetensi saya adalah ee orang teknik, tapi hari ini diminta untuk menyampaikan materi tentang kerja dengan nti ya. Tetapi saya memang sudah lama belajar agama Islam dan mengikhtiarkan mengamalkan secara bertahap. Jadi saya waktu rektor di Unasrawijaya juga coba saya amalkan ilmu-ilmu Islam yang telah saya punyai dan pada akhirnya saya dijadikan rektor oleh Allah, rektor pondok pesantren Barul Mfirah. Jadi, jadi rektor UB menjadi rektor pondok ini ya. Sehingga saya sekarang e karena adik saya meninggal dunia ya Gus Lukman karena beliau yang kompensinya dari Tebu Ireng sehingga saya mengantikannya sehingga ini rodok kepekso ini jadi pembina pondok pesantren. Saya mencoba berdasarkan pengetahuan saya dan pengalaman saya serta amaliah saya di bidang agama Islam. Saya mencoba menyampaikan sharing tentang kerja dengan hati saat profesi ASN menjadi ladang ibadah. Topik subtopiknya adalah ikhlas dan profesional. Jadi ikhlas dan profesional. Kenapa ikhlas dan profesional ini saya angkat? Karena orang kalau bekerja jadi apapun kalau ikhlas itu menjadi nilai ibadah. Tetapi harus profesional. Makanya itu hurufnya dan jadi untuk menjadikan kita bernilai ibadah maka harus ikhlas dan harus profesional. Tidak boleh hanya ikhlas saja. Kalau ikhlas enggak profesional kalau kita nanti menjadi orang Islam ikhlas terus tapi enggak profesional dipaid orang biar orang ini Islam kok enggak profesional. Padahal Islam itu mengajari orang menjadi profesional. Kalau kita hanya profesional saja tidak ikhlas menjadi bukan ibadah. Makanya ini kata-katanya harus digandeng Islam, ikhlas dan profesional. Jadi ya ikhlas ya profesional. Kalau profesional tok tanpa ikhlas enggak menjadi ibadah. Ikhlas tanpa profesional nanti bisa di dilecehkan orang. Jadi saya mulai dari salah satu ayat di surah Albaqarah bahwa kita ini sebagai khalifah. Jadi inamun. Jadi ternyata Allah itu memang sudah mendesain ya mendesain manusia untuk menjadi khalifah di bumi. Jadi Allah sudah menyampaikan kepada para malaikat sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Kemudian malaikat protes. Kenapa yang dijadikan khalifah itu manusia bukan kami malaikat yang senantiasa bertasbih dan memuji Engkau. Tapi Allah menjawab, "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." Dan secara dalil aqli atau secara pikiran memang Allah sangat benar kalau yang menjadi khalifah, yang menjaga bumi itu seorang malaikat. Maka kita tidak akan bisa melihat bagaimana contoh malaikat membangun mall. kita tidak akan tahu karena malaikat adalah makhluk gaib yang hanya punya roh dan akal, tidak punya jasad, tidak punya nafsu. Karena tidak punya nafsu, maka malaikat tidak akan berkeinginan ee membuat jalan tol. Ya, jadi oleh karena itu Allah sungguh luar biasa. Sehingga memang Allah menyatakan inni alamu maam aku lebih mengetahui daripada engkau wahai malaikat. sehingga Allah menjadikan kita manusia sebagai khalifah di bumi. Apa tugas khalifah? Ya, jadi kita ini sekarang sebagai khalifah. Khalifah itu artinya juga sebagai wakil Tuhan di muka bumi. Jadi khalifah itu kalau secara umum diartikan sebagai wakil Tuhan yang disuruh untuk menjaga dan merawat bumi beserta lingkungannya. memutuskan perkara secara adil di antara semua makhluknya di muka bumi. Memberikan kasih sayang kepada bumi dan isinya rahmatan lil alamin. Mengelola bumi beserta isinya untuk kebaikan semua makhluk. Menciptakan kedamaian, ketentraman, dan kemakmuran penduduki. Ini beberapa tugas khalifah. Jadi ASN juga merupakan khalifah. Jadi ASN saya juga ASN. Saya harus juga menjadi khalifah di bumi dengan mandat tugas seperti ini. Beberapa tugas ini ya, merawat bumi ya. Kita menjadi orang yang kasih sayang kepada semuanya, kepada makhluk Allah, tidak hanya manusia. Kita menciptakan kedamaian, ketentraman, kemakmuran. Ini tujuan Allah menjadikan kita sebagai khalifah. Oleh karena itu di dalam khalifah ini Allah menciptakan jin dan manusia. Jadi kita sebagai khalifah ya. Kemudian tujuannya apa? W khalaqtul jinna wal insa illa liya'budu. Aku tidak ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah mengabdi kepadamu. Jadi kita sebagai khalifah dalam rangka mengabdi kepada Allah Subhanahu wa taala. Jadi ada dua makhluk yang diminta mengabdi, jin dan manusia. Tapi kita sekarang membicarakan tentang manusia. Jadi kita diminta Allah sebagai khalifah sekaligus melalui wasilah khalifah itulah kita beribadah mengabdi kepada Allah. Mengabdi kepada Allah adalah mentaati semua perintahnya dan menjauhi semua larangannya. Itu adalah ibadah. Jadi simpel sebenarnya kalau kita mentaati semua perintah Allah dan menjauhi semanya itu disebut dengan ibadah. Jadi sesungguhnya Kanjeng Nabi Muhammad bersabda, "Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung niatnya. Innamal a'malu binniat." Jadi semua itu tergantung niatnya. Kalau niatnya hanya profesional, tidak ikhlas, maka dia hanya mendapatkan pekerjaan atau mungkin honor. Tapi kalau niatnya ikhlas dan profesional, maka ee sebagai bentuk ibadah kepada Allah juga mendapatkan sesuatu dari manusia. Kemudian ibadah ini, ibadah itu saya mencari beberapa referensi pustaka. Ibadah itu memang dibagi dua. Yang pertama ibadah mahdah. Ibadah yang memang ditentukan oleh syariat. Salat, wudu, zakat, puasa. Hari ini kita puasa itu adalah ibadah mahdah. Ada ibadah giriru mahdoh, ibadah yang tidak murni atau bercampur dengan yang lainnya. Oleh karena itu kalau kita hitung waktu itu ya ibadah giriru mahdah sebenarnya lebih banyak peluangnya dibanding ibadah mahd. 24 jam kita hanya salat berapa menit? 10 menit dari 5 kali 5 waktu hanya sedikit. Tapi sebetulnya kita mencari nilai ibadah itu diiru mahdah itu cukup banyak sekali ya. Kita tidak sadar sebagai SN bahwa kalau kita membuat saluran drinasi menanggulan banjir itu kalau kita niatnya ibadah itu luar biasa manfaat. Bahkan Kanjeng Nabi menyampaikan kalau kita menanam pohon karena Allah Taala, kalau pohon itu berbuah menjadi sedekah kita selama-lamanya. Bayangkan berarti ibadah giri mak sebetulnya ibadah yang tidak boleh kita sepelikan. Walaupun memang penting ibadah mahd dulu karena hukumnya wajib. Salat, zakat tidak boleh ditinggal. Puasa, haji kalau mampu tidak boleh ditinggal. Jadi ibadah wiru mahd itu memang contohnya mencari ilmu ya. Bekerja untuk mencari nafkah. Saya hanya di sini aja pekerja untuk mencari nafkah yang merah itu salah satu ibadah giri mahdah. Kita sebagai ASN kita harus ee mencari ibadah giriu mahdadah mahd. Nah, ini penting karena kalau kita bisa ee mencari nafkah dengan ibadah, maka pahala kita akan besar. Karena Islam itu adalah agama yang berdasarkan hisab, ditimbang. Ya, kalau kita hitung kita salat lima kali, salat kita enggak ikhlas hanya karena kewajiban pahala kita dapat sedikit. Kemudian kita tidak ada ibadah, kita masih suka ngerasani orang dan seterusnya. maka kita akan kalau ditimbang pasti akan akan enggak seimbang antara yang positif dan negatif. Jadi, oleh karena itu ada suatu cerita itu ada suatu cerita bahwa Kanjeng Nabi Muhammad suatu saat ee dengan para sahabat duduk-duduk kemudian Kanjeng Nabi menyampaikan kepada para sahabat, "Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan muflis?" Kemudian para sahabat menjawab, "Muklis itu adalah orang yang rugi di dalam perdagangan." Tapi Kanjeng Nabi menjelaskan, "Bukan hanya itu, muklis itu adalah orang yang rugi berat." Ada seseorang, Kanjeng Nabi menjelaskan, ada seseorang yang ibadahnya ibadah mahfdahnya luar biasa. Salat, puasa, zakat luar biasa. Tetapi dia suka menyakiti orang. bekerja tidak profesional. Dia suka menghina orang, sombong, merendahkan orang. Orang itu orang direndahkan itu. Maka pahala orang direndahkan itu mengambil dari pahala orang yang tadi merendahkan yang salat tadi. Akhirnya digerogoti, habislah pahala orang yang ibadah mahd. Akhirnya orang itu dilempar ke neraka oleh Allah Subhanahu jadi Islam itu luar biasa. Masuk akal semua. Jadi konsepnya adalah hisab ya. Kalau kita salah-salah dikit ya kita harus tobat kalau kepada Allah. Kalau salah-salah kepada orang harus minta maaf. Jadi Islam itu agama yang mudah. Oleh karena itu Allah menyuruh ibadah itu sebetulnya apa nanti asinya? Wattaqulah laallakum tuflihun. Dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung bahagia. Tadi saya mendengar tentang bahagia. Bahagia itu ada tiga. Bahagia di dunia, bahagia di alam barzakh, kubur, dan alam akhirat. Islam menjelaskan kepada kita selakunya makhluk Allah dihan Allah. Nanti kebahagiaan itu ada tiga. Kita akan kalau beragama Islam mestinya kita harus bahagia. Kalau beragama Islam ada yang kurang bahagia itu ada yang salah dia dalam memahami dan mengamalkan Islam. Jadi Islam itu harus bahagia. Bahagia itu di dalam Islam ukurannya ati qolbu tenang tumakninah ya itu ukurannya Islam itu adalah kalbunya kalau di dunia. Jadi bisa juga kaya tapi dia tenang, damai hatinya itu juga bahagia. Ada juga orang miskin tukang becak dia duduk dengan suami istrinya, dengan istrinya, dengan tapi rasanya dia senang sekali itu bahagia di dunia. Tapi harus ukuran bahagia di dunia, harus ukurannya Allah Subhanahu wa taala. Tadi adalah kalbu. Kalau bagi dalam kubur berarti kita dapat nikmat kubur, bukan siksa kubur. Kalau di dalam akhirat kebahagiaan itu adalah masuk surga. Jadi bahagia itu adalah tujuan kita beragama Islam. Nah, agama Islam juga memberikan anu memberikan pedoman guiden, petunjuk. Bagaimana cara kita mendapatkan bahagia agama Islam memberi petunjukina amanuah. Jadi orang kalau bahagia itu syaratnya dua, yaitu amanu wailu sh orang yang beriman dan beramal saleh. Kita tidak berjalan iman, kita berjalan amal saleh. Sekarang bagaimana amal saleh? Amal saleh adalah amal yang dilakukan semata-mata karena Allah, bukan karena siapapun dan bukan karena apapun. Jadi, semua ikhlas karena Allah. Itulah tadi yang saya katakan ikhlas. Jadi pekerja harus ikhlas semua karena Allah. Sesungguhnya Allah Subhanahu wa taala tidak menerima amalan kecuali yang ikhlas mengharap. Ya. Jadi ikhlas itulah sebagai modal kita untuk mendapatkan amal saleh. Jadi ee kita selaku ASN atau apa jadi apapun lah mau jadi apapun kita harus menjalankan tugasnya dalam har masyarakat harus ikhlas. Jadi saya sebagai dosen ya, dosen ee misalkan saya ini dosen. Jadi saya sebagai dosen misalkan saya kalau dengan mahasiswa itu karena saya belajar mengamalkan ilmu Islam maka saya melayani mahasiswa itu tidak gaya-gayaan. Jadi mahasiswa minta ketemu saya langsung janjian. Karena saya bukan karena mahasiswa ya. Saya karena ikhlas karena Allah. Jadi saya tidak mempersulit mahasiswa ya. Saya tidak akan memberi mahasiswa selamahasiswa itu memang tujuannya baik ya. di manapun mau konsultasi, mau apa-apa dia akan saya anu saya layi. Karena saya sebagai dosen adalah pelayannya mahasiswa. Jadi itulah kalau kita selalu apapun yang kita lakukan karena Allah kita akan ringan. Itulah akan menjadikan hati kita menjadi kalbu yang salim, qbun salim. Qbu yang damai. Jadi yang kedua ikhlas tadi sudah saya jelaskan di sini sekarang ada dari Rasulullah S. al wasallam dari Sayidah Aisyah, innallaha yuhibbu amil ahadukum alalaut. Jadi Allah itu mencintai, bayangkan Allah itu mencintai seseorang yang apabila bekerja mengerjakannya dengan itqan profesional. Jadi kalau kita bekerja profesional, Allah itu cinta. Ya sungguh profesional itu kompeten. Profesional melayani dengan hati. Sebetulnya kalau di Islam profesional itu melayani dengan hati ya. Kita sangat profesional melayani masyarakat. Ada masyarakat ngeluh langsung kita layani. Tidak karena terus kita tidak marah-marah dengan hati. Itulah profesional. Ya memang walaupun profesional juga diartikan sebagai ee seseorang yang punyai kompetensi tertentu sebagai ladang pekerja itu juga profesional. Tapi dalam hal ini adalah melayani dengan hati. Oleh karena itu, kesimpulannya adalah kalau kita ingin bekerja ikhlas dan profesional maka itu harus menjadi tahaluk, jadi budaya, perilaku. Ya, ibadah itu ada tingkatnya. Yang pertama adalah taabud. Kita salat, puasa ya hanya seperti itu. Hanya patuh saja. Tidak pernah kita apa dampak ibadah kita. Kan banyak orang salat itu orangnya juga tidak baik ya. Inilah wal orang itu salat tapi dampaknya itu tidak kepada orang dia itu benar salat tapi kepada orang masih jahat masih sering menyebarkan fitnah hoak masih mengolok-ngolok orang. Kenapa seperti itu? Karena hanya sebatas ta. Islam mengajarkan proses berikutnya adalah taakul. Taakul itu ibadah kita harus dipikir. Makanya Allah sering mengatakan di Alqur'an, "Aala tatafakarun." Apakah kamu tidak berpikir tentang ciptaan saya tentang bagaimana ibadah itu? Taakul itu adalah kita berpikir, diajak berpikir oleh Allah. Kenapa kita disuruh wudu? Supaya bersih. Berarti sebagai kita sebagai khalifah, maka kita harus bersih. Ya, saya itu waktu di pondok juga sedih. Katanya anak kalau mondok kalau enggak budiken itu bukan anak santri. Loh, saya bilang apakah Islam ngajari itu toh? Saya bilang enggak, maka harus di pondok jangan ada lagi gudiken kalau kita mengikuti ajaran Islam yang benar. Harus bersih. Jadi anunya harus ada pohonnya. Harus seperti itu. Nah, itu nanti kita harus menjadi tahaluk. Jadi perilaku atau budaya. Jadi kita melayani di dalam sehari-hari melayani saya melayani mahasiswa, teman-teman dosen. Saya harus menjadi tahaluk. Jadi perilaku saya, saya harus baik. Islam itu mengajari kita benar dan baik. Benar dan baik. Makanya Kanjeng Nabi Muhammad itu makarimal akhlak adalah paling ujung adalah akhlak, budaya, perilaku. Jadi, oleh karena itu ASN harus ikhlas profesional harus menjadikan hal tersebut menjadi tahaluk atau budaya perilaku bagi ASN dalam kita. Sekian terima kasih kurang lebihnya mohon maaf. Akhirul kalam asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Prof untuk pemaparannya di sesi materi kami yang kedua yaitu bekerja dengan ikhlas. Ya. Kemudian kali ini kalau kita bekerja dengan sabar, syukur, lalu ikhlas, maka menjadi ASN dengan kualitas, pekerjaan yang baik, dan juga ibadah yang yang menjadi nomor satu juga bisa yaata Prof ya menjadi satu hal yang balancing. Dan kali ini bekerja dengan ikhlas dan profesional harus menjadi yang namanya tahaluk, yaitu berperilaku ataupun menjadi satu budaya, bukan hanya kewajiban begitu kan ya, Prof? biasanya kan ibadah selalu dijadikan kewajiban begitu. Tapi kita tidak tahu artinya kita ibadah untuk apa. Begitu ya, Prof ya. Baik, kali ini langsung saja untuk Sobat SN yang ingin bertanya untuk bisa langsung saja mengaktifkan future S hand-nya. Dan kali ini kesempatan yang sangat momen spesial kali ini ya. Halo, selamat pagi. Asalamualaikum. Boleh diperkenalkan dengan Ibu siapa? Boleh di-unmute terlebih dahulu Ibu. Baik, sudah. Silakan ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Kakak atas kesempatannya. Injih ee Prof. dengan tema hari ini profesi ASN menjadi ladang ibadah penginnya kami sebagai ASN itu satu merealisasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Yang kedua, insyaallah penginnya saya itu istikamah gitu, Prof. Istikamah kemudian berkelanjutan. Jadi tidak hanya di bulan Ramadan ini saja. Setelah bulan Ramadan kami pun ingin ee melakukan hal ini. Namun yang ingin ee saya tanyakan, saya itu sebetulnya tipenya tipe yang qonaah nggih. Qonaah ngaten. Apalagi mendengar dawuhei Prof. tadi saya itu lebih suka yang sami nawa atau na. Namun yang ingin saya tanyakan, bagaimana kiat-kiatnya dalam menjalani ini? Misalnya kita menghadapi staf, kemudian para aparat yang dalam kondisi tidak baik-baik saja kami itu harus profesional. Ee yang ingin saya tanyakan bagaimana sabar, syukur, ikhlas yang lillahi taala. Tapi bukan karena apa ya, Prof. Karena fitun ya. Meskipun awalnya seperti itu, tapi penginnya ke arah sana. Mohon arahannya, Prof. Matur nuwun dengan Ibu siapa dan dari mana Ibu? Eh, saya Neni Mardi dari Bojonegoro. Ibu. Baik, kali ini Prof. kami persilakan tentunya untuk Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri untuk dapat menjawab pertanyaan yang pertama. Silakan, Prof. Ya, terima kasih pertanyaannya. Jadi, saya ini kan juga ASN ya, Bu ya. Saya ini pernah jadi dekan, pernah jadi rektor ya, jadi pejabatlah di perguruan tinggi. Saya ngalami mungkin yang Ibu rasakan hari ini, ya. Yang ngasakan hari ini saya alami juga. Nah, bagaimana kita supaya istikamah? Istikamah itu harus memang dilakukan secara bertahap. Tidak bisa itu serta-merta mendadak. Dilatih. Istikamah itu dilatih. Seperti orang zikir itu dilatih. Harus istikamah. Kalau enggak dilatih itu kita tidak akan anu Kanjeng Nabi Muhammad kan dilatih Allah mulai dari Buiro itu bertahap tidak langsung dikasih terus jadilah Nabi Muhammad lama prosesnya. Makanya kita harus harus mulai kecil, mulai remaja, mulai sekarang harus terus berlatih menjaga amaliah kita secara istikamah. Jadi kalau ada apa-apa ingat Allah. Saya tu gitu zikir itu kan ingat Allah. Kalau ada masalah ingat Allah karena Allah itu qul huallahu ahad. Allahus somad. Allah tempat kita bergantung mengatur. Jadi saya juga mengalami problem-problem seperti ibu ASN dengan orang lain sama ya sama tapi saya tetap telaten. Saya tetap bekerja di koridor yang Allah anukan sampaikan perintahkan. Kalau itu saya salah saya juga enggak masalah. Nanti kan dihisab Bu. Kita dihisab kalau kita salah satu kita punya 10 cadangan si ono songo. Karena manusia itu enggak akan sempurna. Manusia tidak ada yang sempurna kecuali Kanjeng Nabi Muhammad. Jadi makhluk Allah namanya manusia gak ada yang sempurna. Kita harus punya prinsip kita nanti akan dihisab dan kita secara bertahap berlatih istikamah. Berlatih berikhtiar. Enggak pernah jangan pernah berhenti berlatih istikamah tentang benar dan kebaikan. Jadi terusmenerus. Jadi saya jadi dekan jadi rektor sekarang pondok saya terus istikamah ya memegang teguh tali Allah walaupun tidak mudah tidak mudah dalam kehidupan syariah. Enak teorine ngamalnone sing angel. Tapi istikomah pelan-pelan harus kita jalankan. Lama-lama orang akan tahu wah ambek wong iki gak wani i soalnya w kencang gitu. Oke, akhirnya itu yang akan jadi masyarakat menilai orang ini kencang. Sebetulnya saya juga bilang saya enggak kenceng-kenceng amat kok karena manusia pasti ada salahnya. Tapi berusaha istikamahkan hal itu. Ngat nggih, Bu. Nggih. Giih. Berarti paling tidak kita istikamah dan tetap ee teguh hati nggih. Teguh hati dalam berbuat kebaikan minimal dan ikhlas. Tidak mengharapkan apapun itu. Insyaallah. Nggih. Matur nuwun. Salam sehat selalu. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Ibu Dini di Bojonegoro untuk pertanyaannya. Semoga selalu bisa istikamah ya, Ibu ya. Amin. Amin. Doa terbaik selalu. Amin. Amin. Allahuma amin. Dan kali ini Prof masih ada pertanyaan lagi nih dari Sobat ASN karena ini sangat menarik sekali ini materinya Prof. Baik untuk penanya ASN silakan yang kedua. Sobat ASN ada siapa kali ini dan di mana? Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ngih, salam kenal, Prof. Dan iya, mbaknya. Saya Pak Man dari Pamekasan dari UPT Pembibitan Ternak dan Kesehatan Hewan dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Iya, Prof. Ee mohon izin ee tadi disampaikan bahwa ee agar kerja kita bernilai ibadah itu kan ikhlas dan itiba pada Rasulullah kan ngoten nggih. Nggih, Prof. Nggih. Iya. Ikhlas dan profesional. Ee nggih. Jadi ketika kemudian 8 jam kita kerja ee per hari artinya kan sepertiga dari ee waktu kita harian begitu nggih. Selama berpuluh-puluh tahun baru pensiun, baru purna. Nah, pertanyaannya begini, Prof. Jadi ketika kita muslim dituntut untuk ee setiap amaliah kita ini bernilai ibadah, seringnya di kantor itu kadang-kadang teman tuh bilang begini, "Prof, ojo sok sucilah. Ee ini kan kerja enggak usah bawa-bawa nama ibadah begitu, enggak usah bawa-bawa nama Islam." sehingga kadang-kadang ee kita yang pengin lurus itu ada tantangan tersendiri gitu loh, Prof. Jadi kalau kemudian ee intinya gini sih, Islam itu ngatur kita keluar rumah aja diatur, masuk rumah diatur, masuk WC juga diatur. lah ini di pekerjaan kok kadang-kadang ada sebagian teman yang ee suci banget sih. Sok sok sok cuci kok sok suci begitu loh ya. Alim banget. Nah ini ini kira-kira ee kita sih kadang-kadang menjelaskan seperlunya saja kan begitu ya. Cuman kalau misalkan ee lingkungan kita yang enggak kondusif begitu. Nah kira-kira tipsnya seperti apa, Prof? Matur nuwun. Nggih. Jadi langsung ya. Jadi yang pertama kita kalau kerja itu kan cukup lama 8 jam kita harus diniati ibadah. Jadi berangkat dari rumah ibadah niat itu bisa dengan hanya bismillahirrahmanirrahim niat ibadah berarti selama 8 jam kita ibadah. Yang kedua memang di lingkungan kerja kita kan tidak sama. Tidak seperti kita bekerja di masjid semua sama ibadah. Ya, ada mungkin yang orang Islam yang hanya nama Islam tidak mau belajar agama Islam, ada yang orang non Islam. Oleh karena itu, saran saya yang kedua di lingkungan kerja tidak perlu kita berceramah. Itu kadang-kadang kalau kita berceramah ramai orang-orang itu paling repot. Jadi kita diam aja. Jadi kita melakukan melakukan ibadah ya usah ibadah aja saran saya. Kemudian kita baik-baik aja dengan orang-orang itu. Karena saya yakin orang itu kalau memahami agama enggak akan seperti itu. Orang yang memahami agama Islam dengan benar pasti akan melakukan sesuai dengan perintah Allah. Kalau tidak seperti itu, beliau akan mengatakan ojos sok suci. Sebenarnya kita enggak suci, kita diperintahkan Allah. Allah itu Tuhan kita memerintahkan kita untuk salat itu diperintahkan Allah. Yang ngasih makan itu juga Allah. Hakikat kita itu. Yaitu melalui pemerintahnya. Masih perantara aja semuanya itu karena Allah. Tetapi kita harus memang sabar tadi tidak perlu kita tanggapi berlebihan. Kita lakukan aja waktu salat salat ya kita kerjakan pekerjaan dengan profesional kita tetap baik dengan orang. Jadi menurut saya kita tidak perlu terlalu ee apa ribut dengan berisiknya orang sekitar kita. Saya juga demikian di kampus juga komunitasnya banyak. saya di jurusan, di fakultas, di rektorat tambah banyak orang, tapi saya tenang-tenang saja menjalankan sesuai apa yang diperintakan Allah, tetapi tidak terlalu vulgar. Kita tidak tonjolkan diri sendiri kayak yang wong paling paling anu paling enggak usah enggak usah ceramah menurut saya karena kita enggak kondusif kalau begitu. Sehingga yang ketiga adalah tetap istikamah aja kita menjalankan perintah Allah menjauhi larangan istikamah. Orang akan tahu lama-lama akan menyadari kalau sudah tua kalau dia dapat daya dia akan merasa getun. Aku kok biyen ngono yo kita mumpung masih seperti ini. Nah supaya enggak kedun belakang biasanya. Kedun kan belakang gitu nggih. Saya kira itu. Matur nuwun. Oke siap. Terima kasih Pak Lukman di Pamekasan dari Dinas Peternakan untuk pertanyaannya. Dan kali ini tentunya kami ucapkan terima kasih juga untuk pemateri kita yang kedua yaitu Prof. Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri, M.S. Terima kasih, Prof. Sami-sami, Prof. Tapi sebelum kita untuk mengakhiri sesi Profesor kali ini, Prof. Saya pengin bertanya nih, Prof. Ya, sekaligus untuk memberikan pesan kepada Sobat ASN di seluruh Indonesia. Bagaimana sih, Prof. Sobat ASN ini bisa memaknai pekerjaannya sebagai bentuk ibadah dalam kehidupan sehari-hari dan juga apa nih pesannya untuk sobat ASN yang ada di seluruh Indonesia nih, Prof? ya bekerja kalau menjadikan itu sebagai ibadah itu harus kita sadari itulah perintahnya Allah. Itu perintah Tuhan kita ya. Tuhan yang paling tinggi di antara semuanya ini itu perintah. Kalau kita dar itu perintah kemudian kita berniat melaksana perintah Allah dengan membaca bismillahirrahmanirrahim bahwa itu perintah Allah ya kita laksanakan apapun yang anu enggak usah di di anu herokan lah lainnya itu insyaallah kita akan istikamah kalau kita sejak awal enggak menyadari apa yang kita lakukan bukan karena perintah Allah hanya sekedar rutinitas seperti tadi bukan menjadi taabu taakul tahalu ya akan anu aja gelundung aja aja gitu ya. Jadi gelundung aja. Jadi kita harus sejak awal menyadari bahwa bekerja sebagai SN itu adalah perintah Allah ya. Perintah Allah untuk bekerja mencari nafkah untuk anak turun kita karena Allah Subhanahu wa taala. Jadi harus sejak awal diniati itu. Itu penting sekali nggih gitu. Nggih. Baik terima kasih banyak Prof untuk pesan-pesannya sobat SS Indonesia. Ya, terima kasih. Saya izin ya, Mas. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih tentunya untuk Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri, M.S yang sudah memaparkan materi yang kedua. Nah, kali ini Sobat TSN, kita masih punya satu materi yang terakhir. Seperti apa materinya? Sesaat lagi kita saksikan bersama-sama. [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Kami melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas kebanggaan negeri berentasut melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hong ho di sini dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan tanggung tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tujukan kompetensi dalam harmoni bangsa loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragama mengerjas penuh hati tulus membantu sesama dibangan melayak dengan bang kami melayani dengan bang kami melayani bangsa [Musik] H [Musik] Sobat ASN, kita kembali lagi tentunya masih bersama webinar di seri yang ke-12 kali ini, Sobat ASN. Nah, kali ini kita sudah menginjak di materi yang terakhir atau materi yang ketiga. Izinkan saya untuk bisa memperkenalkan siapakah pemateri yang ketiga. Beliau adalah seorang santri dari Ponpes Ihyaul Ulung Gresik yang meraju jenjang pendidikannya hingga menjadi guru besar Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Dan beliau juga menjadi dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UINsa. Ketua Senat Akademik UINA Imam Besar Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. Dan kiprah beliau sebagai imam terawih dan penceramah sudah melintasi empat benua, yaitu ada benua Asia, Afrika, Eropa, dan juga Amerika. Selain beliau juga merupakan penulis buku Salat Bahagia, Prof. Dr. Ali Aziz juga punya karya yang lainnya yaitu sukses belajar melalui terapi salat, bersiul di tengah badai, ilmu dakwah, hidup masih koma belum titik, dan juga 20 buku yang lainnya. Dan marilah kita sambut ini dia Prof. Dr. Muhammad Ali Aziz, MAG. Asalamualaikum, Prof. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana kabarnya hari ini, Prof? Ah, sangat bahagia, sangat sehat. Alhamdulillah. Semoga kebahagiaan selalu menular kepada kami, Sobat ASN ya, Prof. Iya, memang kalau Anda gak bahagia, bagaimana membahagiakan orang? Oke, baik Prof. Aduh, ini pembukaannya langsung jos banget nih, Prof. Nah, kali ini, Prof. langsung saja untuk pemaparan materi kami persilakan ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee selamat pagi, selamat siang untuk sobat ASN se Indonesia. Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wasohbihi walah. Amma ba'du. Yang kita hormati bersama-sama Mbak Devi yang lincah, murah senyum, cerdas, dan seluruh ASN yang mengikuti acara pada pagi setengah siang hari ini. Selamat berpuasa bagi yang sedang berpuasa. Ee selamat menghormati yang berpuasa bagi yang tidak puasa dan selamat menghormati yang tidak puasa bagi yang sedang tidak berpuasa. Ee kajian saya pada sesi yang ketiga ini ke sesi yang terakhir ini saya gak bisa membayangkan ini sudah lelah ini. Orang komunikasi mengatakan eh when you speak more than 30 minutes you speak to animal gitu. Jika kamu berbicara kepada orang yang lebih dari 30 menit, sebenarnya Anda itu bicara dengan hewan. Nah, gitu lah. Ini bicara more than 30 minutes ini ya. Tapi mudah-mudahan nanti saya menggunakan cara yang baru yang bisa merubah from animal to human being. Ya, begitu. Ee tolong ini PPT-nya di ee keluarkan. Ini saya sudah bikin PPT sehingga nanti gampang cepat. Nah, ini penguatan tekad menjadi ASN yang hebat. Nah, inilah. Jadi saya kalau tadi ee itu beberapa penjelasan dari narasumber satu dua saya kira bagus-bagus itu saya catat semua ini karena ini ilmu yang berarti berarti. Tapi sekarang saya ingin menyemangati bagaimana kita menjadi yang the best ASN. Baik, lanjut. Nah, saya berbicara tentang surat Wal Asr. Ini termasuk surat yang sedang populer pada Ramadan ini, gitu ya. Karena imam-imam tarawih pakai surat ini. Tapi ee sering kita dengar tetapi kurang kita kita memaknainya secara sungguh-sungguh. asri inal insana lafi khus illina amanuilhati watw bilhaqi watw nah ini demi waktu ini Allah bersumpah demi waktu sungguh manusia benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang yang beriman dan berbuat kebaikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan kesabaran nah nanti Nanti saya jelaskan lebih lanjut. Silakan lanjut. Nah, demi waktu. Kenapa sih Allah bersumpah dengan waktu? Kita diingatkan bahwa hidup sampai Ramadan 1446 atau 2025 ini nikmat besar. Ini aset mahal. Bapak Ibu yang terhormat ya. Nikmat itu tidak hanya uang, tapi nikmat bisa menyebut nama Allah itu luar biasa. Nikmat bisa berbagi takjil itu juga luar biasa. Nikmat bisa menyemangati orang yang aslinya terpuruk menjadi bangkit itu juga luar biasa. Itu berarti kita ini hidup kita itu berarti. Nah, coba kita kita membuat ilustrasi yang sederhana. Betapa mahalnya waktu. Di sini saya tulis ya, 5 detik saja bisa berharga 20 miliar. Coba dengan memenangi lomba lari cepat dunia. Nah, artinya ia dijanjikan oleh Pemkap-nya lah gitu. Kalau nanti kamu menang ee level dunia, kamu saya beri 20 miliar. gak main-main karena itu kan mengharumkan nama provinsi, nama kabupaten, nama ee negara. Tiba-tiba dia ee kalah gak jangan sampai 5 detik, hanya kalah 1 detik. Coba dia kehilangan toh 20 miliar. Iya toh, Bu. Iya gitu loh, Bu. Supaya senang saya, Bu. Ah, itu supaya ada komunikasi ini. Soalnya ada yang saya lihat ini gambar-gambar AI ini ya. Jadi ya ee wajahnya enggak jelas ini gitu ya. Tapi gak apaah yang penting ikut mendengarkan. Jadi hanya kalah 1 detik saja itu kehilangan 20 miliar. Sekarang kalau dia bisa memenangi 1 detik berarti dia dapat 20. itu kalau dihitung rupiah. Bahkan waktu sesingkat itu bisa juga merubah masa depan dunia dan akhirat kita. itu sekarang waktu Ramadan ini. Lalu Bapak Ibu ee berbicara di dalam hati, "Ya Allah ini adalah bulan perubahan yang kemarin saya bekerja seenaknya sekarang sudah tidak lagi. Ya Allah, saya ingin bekerja yang lebih baik, lebih memuaskan orang dan lebih produktif pikiran-pikiran saya. Saya curahkan." Coba hanya berniat begitu. Lalu tiba-tiba dia meninggal dunia. Ingat loh, niat begitu itu sudah dihargai Allah. Hanya niat beberapa detik merubahlah ee masa depannya dunia dan akhiratnya. Ya lah. Perlu dicatat Bapak Ibu sekalian, ASN ini ee jangan malas zikirlah gitu ya. Sebab kalau malas zikir ah zikir itu mohon maaf sajalah zikir itu tidak harus menyebut nama Allah. itu gaklah, tidak harus karena dia menunjukkan muslim loh tangannya diberi tasbih waktu bekerja bertasbih lah. Ini untuk apa gitu? Rohnya saja. Roh roh roh agama itu seperti apa sih gitu? Rohnya agama itu menyuruh kita seperti apa? Ya itu kita lakukan. Dan tadi betul sudah disampaikan oleh Prof. istri tadi itu bahwa ee kita jangan menggurui orang lah gitu. Tunjukkan bahwa kita ini memang pantas menjadi pribadi yang memang pantas dicontoh lah. Begitu maksudnya itu ingat zikir itu ingat ingat Allah terus jangan sampai putus ingat Allah. J melarang A, melarang B. Ikuti itu. Sebab kalau nanti hubungan dengan Allah itu putus, maka yang ganti memasuki itu adalah setan. itu sudah jelas. Jangan malas membaca. ASN kok malas membaca. Wong dunia sudah putarannya kayak cepat begini. Apalagi bagian perencanaan. Dulu bisa merencanakan 25 tahun yang akan datang. Dulu bisa merencanakan 5 tahun yang akan datang. Sekarang saya kira-kira gak bisa. Karena perubahan itu sudah tidak hanya jam per jam, tapi itu menit per menit sekarang ini. Maka harus banyak membaca. Kalau malas membaca akan buta perkembangan. Kalau buta perkembangan susah. Jangan malas belajar. Kalau malas belajar di sekolah berarti akan putus studi. Ini bagi ASN yang ee juga menempuh pendidikan untuk strata du, strata 3, saya ucapkan selamat. Itu bagus. Bagus. Itu bagus. Nah, itu jangan malas belajar. atur waktu antara pekerjaan dan ini gak boleh itu. Kemudian karena sekolah kemudian jenis pekerjaannya terlantar orang menjadi kecewa gak boleh ya. Ee akan putus itu di mager malas gerak maka akan berdampak pada kesehatan. Mm ya kalau kita berhubungan dengan orang kan bisa saja dengan telepon toh bisa dengan WA. Tapi ada saat-saat tertentu jangan mengandalkan itulah. datanglah. Kemudian kalau anak buah itu coba kita dekati kemudian kita ee apa itu pegang pundaknya sambil menyemangati itu jauh berbeda dengan hanya lewat WA apalagi kemudian ee diajak makan. Oh, itu tambah bagus. Bagus ya. Mm malas berkreasi. Jangan malas berkreasi. Coba Bapak, Ibu sekalian ini kalau kita lihat jari-jari kita ini, ini jari-jari kita ini tidak ada yang sama satuun di dunia itu gak ada. Jadi setiap anak lahir itu ada kreasi baru. Gak ada jari ibu jari-jari garis jari-jari ee garis ibu jari kita ini yang sama di dunia. Mulai zaman Nabi Adam sampai akhir gak ada. Jadi manusia lahir Allah sudah menciptakan yang baru itu sama dengan mengajari kita harus ada sesuatu yang baru gitu ya. Eh Albert Insin pernah mengatakan insanity is doing thing doing the same thing again and again over and over and expecting different result. Yang disebut gila itu apa? Gila itu adalah ketika Anda melakukan sesuatu yang sama, gak ada kreasi baru sama sekali, tetapi Anda mengharapkan ee hasil yang berbeda. Itu gila namanya itu. Kalau ingin sesuatu yang baru, ya harus ada kreasi yang baru. Ah, begitulah ya. Ya. Nah, berpikir 1 jam sekarang saya ee tadi ee Profistri sudah sampai pada taakul tadi ya. Berpikirlah. Berpikir. Berpikir. Ini saya sampaikan berpikir 1 jam. Berpikir 1 jam untuk mencari inovasi memajukan organisasi atau perusahaan atau kantor Anda atau menyelamatkannya dari kehancuran. Berpikir 1 jam itu bisa menjadi pahala yang tiada putus sampai hari sampai sepanjang zamanlah sampai kiamat. Coba perhatikan. Jadi berpikir sampai bisa menyelamatkan itu. Makanya Ibnu Abbas mengatakan sahabat Nabi yang ahli tafsir berpikir ee maaf ini Abu Darda ya. Sahabat Nabi juga yang dicintai berpikir 1 menit itu lebih baik daripada 1000 salat sepanjang malam. Nah gitulah menghargai pikiran-pikiran kita itu. Baik ya. Lanjut. Nah, ini ini bukan sebetulnya bukan doa, tapi saya ingin menunjukkan Nabi itu selalu berdoa ini loh Nabi ya ini Nabi loh ya supaya dia menjadi orang yang gesit satset. Ahah. Itu ya dalam pelayanan ya. Kalau kita melayani orang dengan cepat senang, kenapa kita tidak mau melayani itu ya? masa legalisir saja atau ambil surat keterangan saja kok ditunda nanti nanti nanti nanti. Kalau bisa hari itu kenapa sih? Sebab setiap menit itu ada harganya. Kalau orang disuruh nunggu di situ lama di arti berarti kehilangan ee produktivitas di tempat yang lain. Ayolah kita alani yang bagus. Jangan malas lah. Ini Nabi sendiri itu berdoa ini. Allahumma inni azubika minal ajzi wal kasal. Wahai Allah, jauhkan aku dari lemah fisik dan mental dan jauhkan pula dari malas. Ee gak haruslah, gak harus Bapak-bapak, Ibu harus bahasa bahasa Arabnya gak perlu. Tetapi setiap salat itu minta kepada Allah dalam bahasa Indonesia boleh, bahasa Madura boleh, bahasa Inggris boleh. Ya, ya Allah mohon Engkau memberikan kelincahan saya di dalam bekerja dan melayani orang. Nah, baik. Yaitu ini. Ini doa Rasulullah. Doa Rasulullah berarti bisa kita pergunakan. Tapi jangan hanya doanya, tapi inilah semangat Rasulullah itu ketika dia ingin berubah melakukan sesuatu yang baik itu dia minta tolong kepada Allah gitu. Jadi tidak mengandalkan potensi dirinya tetapi ada power. yang ada di luar bisa memberikan kekuatan spesial kepadanya. Lanjut. Ini saya masih berbicara soal bagaimana kita itu menghargai waktu ya. Menghargai waktu ini orang bijak alqtu minahabamuhab altuahabamu waktu adalah emas. Jika tidak kau ambil manfaat ia begitu saja lewat. Jadi, Bapak, Ibu sekalian, kita ini ee bekerja beratus-ratus jam ya, beratus menit ya dalam sehari itu. Katakan kalau 8 jam atau 6 jam atau 7 jam itu berarti 7 * 60 menit toh berarti berapa itu? itu waktu itu harus berharga, waktu itu harus produktif. Selama kita menggunakan waktu yang produktif, yang baik, yaitu ibadah. Walaupun tidak diniati ibadah, gitu ya. Itu walaupun gak diniati ibadah, pokoknya ngerti bahwa itu adalah perintah Allah, perintah pimpinan ya selesai gitu. Jadi tidak harus ee mohon maaf tadi itu sampai menunjukkan Islam-Islamnya jangan jangan pada label-labelnya lah begitu. Tapi apa sih substansi Islam? Sebenarnya jujur ya jujur gak usah kita dalillah gitu. Harus kita kita harus jujur. Allah berfirman. Wah gak usah untuk apa kita harus jujur. Rasulullah bersabda gak usah gitu. Sudah roh itu tunjukkan time is what we want but what we use worth. Itu William Pen mengatakan begitu. Waktu adalah sesuatu yang paling kita inginkan tapi sesuatu yang paling kita salah. Paling kita meremehkan penggunaannya. Benyamin Franklin mengatakan, "You may delay, but time will not." Kamu bisa menunda waktu tapi ee waktu gak mau. Kamu ajak menunda itu. Setiap menit itu ada jatah sendiri untuk produktivitas kerja kita. Saya ingin Bapak Ibu sekalian ya. Saya ingin Bapak Ibu sekalian ee ee mendapatkan inspirasi dari apa yang saya temui ya di negara Afrika ya tahun 2000. Di sana ada mm namanya negara Mauritius ya. Maurid Mauritius itu ada danau yang terkenal di dunia, Grand Basin. Nah, itu itu muslimnya saya kira itu hanya sekitar 2% muslimnya. Tetapi ee potensinya yang 2% itu luar biasa. Jadi kalau ada mobil itu mobil bagus hampir dipastikan itu milik muslim. Kalau ada orang cerdas hampir dipastikan dia muslim gitu. Lalu bagaimana kita saya melihat itu? Jadi mereka itu sudah mengerti bahwa zikir itu ibadah, tetapi kerja juga ibadah. Sehingga ee saya lihat di beberapa masjid, di MP Luis, di beberapa tempat itu zikir enggak ada yang lama. Salatnya itu salat kemudian Allahumma antasalamu mingkas salam kemudian selesai dan langsung kerja. Sehingga mereka mengartikan ya kerja itu ya zikir. Karena kenapa kok zikir? Iya karena kerjanya itu dia itu ingat boleh dan tidak boleh. Must and must not itu dilakukan di situ ya zikir. Zikir dengan tangan namanya zikir dengan kaki. Baik. Ee lanjut. Hmm. Iman dan kualitas kerja. Iman ini mindset Bapak Ibu sekalian. Jika benar, ia bisa meningkatkan etos kerja, optimisme, dan tenang menghadapi tantangan. Termasuk tantangan AI ini yang luar biasa ya, Pak. Ya, itu nanti kantor-kantor itu apa perlu sih orang sebanyak ini gitu. Ini ya perlu gaji besar, bisa demo, bisa ini mungkin nanti tergantikan semuanya dengan alat-alat itu manusia hanya beberapa orang saja. bagaimana bisa menganalisis data, bagaimana bisa mencari data dan seterusnya itu bisa saja seperti itu tantangan. Jadi kalau kita itu mengerti bahwa kalau saya jadi orang baik itu yang untung adalah saya sendiri itu berarti ibadah. Kalau saya baik, lalu kantor saya ini menjadi kantor yang bisa menyejahterakan banyak orang, maka berarti orang yang sejahtera yang senyum itu saya punya saham di situ. Berarti saya dapat pahala lah. Ini ibadah. Kalau saya ke kantor saya tidak terlambat, saya berarti tidak mengurangi jam kerja saya. Karena salah satu dari ee ibadah itu adalah taat aturan. Jadi bekerja sesuai dengan ibadah itu sederhana kok. Taatilah aturan kerja, taatilah Allah dan rasulnya selesai. Itu sudah ibadah. Itu sudah ibadah. Walaupun tidak pakai kata-kata ibadah, tetapi rohnya itu sudah dapat gitu ya. Iman bisa menjadi motor kesalehan pribadi dan sosial. Hablum minallah dan hablum mini salah ini ya. Hablum minallah dan hablum minannas sebetulnya itu salah itu ya. Keluarga, kolega kerja dan stakeholders itu. Silakan lanjut. Nah, ini satu kalau kita ingin bekerja lebih produktif yang itu berbasis agama. berbasis agama. Satu, berpikir positif tu ya. Hidup yang tenang ya, yang tenang. Kalau mendapatkan sesuatu ya bergembira boleh tapi jangan sampai lupa diri. Kalau mendapatkan sesuatu yang tidak nyaman ya tenang saja. Bapak, Ibu sudah banting tulang ya kerja ya ini ya doa semuanya kok masih kenyataannya beda dengan keinginan ya gak apa-apa toh. Itu mang kehendak Allah. Selesai tenang. Sebab orang yang cemas itu susah itu akan menularkan kepada orang lain. Kalau pimpinannya itu kelihatan sedih, seluruh karyawan ikut sedih. Kalau satu salah satu karyawan sedih, maka kemudian yang lain ikut sedih. Nah, kita harus membahagiakan orang kok justru kita menyebarkan virus kesedihan. Di sini dikatakan ajaban li amril mukmin. Orang mukmin itu hebat. semuanya itu positif dan serba berpahala. Sikap demikian itu hanya pada orang yang percaya adalah percaya kepada Allah. Jika mendapatkan sesuatu yang senang ya ya syukur selesai. Itu pasti baik baginya. Jika mendapat yang susah ya sabar itu juga baik baginya. Coba perhatikan seperti ini. Berpikir yang positif sehingga kegagalan di dalam satu hal tidak sampai mengurangi produktivitas pada menit-menit berikutnya. Next. Nah, ini tadi kan saya katakan ee senang memberi dan menerima masukan. Tadi ada ayat yang tadi itu berbunyi wat tawasau bil haqqi wat tawasau bisobr. Ciptakan suasana hidup dan kerja yang memungkinkan orang speak up gitu loh, Pak. Ya. Jadilah orang yang membuat orang tuh senang memberi masukan. Bapak, Ibu yang terhormat. Kalau ada orang sampai membuat orang takut memberi nasihat kepadanya ini sudah berada di tepi jurang itu ee cenderung menjadi orang-orang yang suul khatimah. Saya ulang. Jadilah ASN yang kalau ada orang menasihati kita itu adalah kita dengarkan itu ibadah. Kita menerima masukan, ibadah, memberi masukan ya ibadah. yang senanglah gitu. Kalau sudah menakutkan orang memberi masukan. Karena setiap diberi masukan itu pembelaannya itu berlebihan gitu. Akhirnya orang gak berani. Maka kalau orang itu sudah hampir ditubruk kereta api karena orang sudah takut menasihati dia. Nanti kalau dinasihati mesti bilang, "Saya sudah tahu. Masa kamu sok tahu." Wah gitu. Ya sudah biarkan aja. Akhirnya itu berbeburlah gitu. tebuk kereta api. Maka jadilah orang yang kalau dinasihati itu yang senang itu terima kasih. Jangan sekali-kali berbicara ini wateku ah gelem yang ngene iki gak gelem wis itu menantang agama. Kok orang disuruh menyesuaikan ya kamu harus menyesuaikan loh. Gak boleh begitu. Justru kita dinasihati orang itu itu adalah perhatian mereka supaya kita tidak menjadi orang yang sedih, tidak sesat. kita mengatakan, "Maaf ya, ini watak saya, doakan ya saya bisa merubah watak saya." Wah, itu bagus itu. Dia kemauan belajar. Tapi kalau sudah saya sudah tahu, waduh ini membuat orang kemudian hari enggak ada yang mau mengingatkan dan itu akan berbahaya. Nah, dan juga watwr itu dan memberi motivasi ketangguhan tidak menyerah menghadapi tantangan. Begitulah saya kira gitu. Silakan. Saya kira cukup ya. Lanjut. Nah, ini makanya surat wal asri itu kenapa waktu Bapak Ibu waktu kecil dulu ngaji ya itu selalu ee doanya yang perpisahan itu kan wal asri innal insana lafi khus itu itu senang pokoknya itu senang. Kalau sudah ngaji waktu kecil itu tapi kecil Bapak Ibu mungkin lain dengan saya ya. Saya kan kecil saya tahun mm 57. Jadi ya beda mungkin sekarang sudah beda. Dulu kalau sudah walau asir itu senang ya seperti ibu-ibu bapak itu loh. Kalau ada orang doa tuh sudah rabbana atina itu kan mesti senang. Sudah senang top sudah selesai gitu. Nah ini ternyata itu budaya zaman Nabi itu sahabat-sahabat Nabi itu selalu kalau mau berpisah itu membaca wal asri yang itu isinya adalah ingat waktu. Ingat waktu, ingat waktu, ingat waktu. Gunakan waktu seproduktif mungkin, sebaik mungkin, setaat mungkin. Gambarkan bahwa Anda itu pribadi yang memang diangkat oleh negara. Gambarkan bahwa Anda itu makhluk yang diciptakan Allah untuk beribadah. Nah, gitu. Itu pesannya kan begitu. Selalu menasihati dan selalu senang diberi nasihat atau diberi masukan. Terima kasih, mudah-mudahan manfaat. Saya tunggu ee diskusi kita lebih lanjut. Mbak Devi, silakan Pak Devi. Baik, Prof. Aziz. Nah, Profiz kali ini untuk sobat ASN silakan yang mau sharing. Mumpung Prof. Aziz ini memberikan banyak masukan nantinya bisa sharing-sharing juga di sini. Silakan Sobat ASN untuk bisa mengaktifkan future SN-nya terlebih dahulu dan tentunya untuk bisa memperkenalkan diri. Wah, Prof ini ya ternyata kita bekerja itu selain ikhlas, kita juga harus penuh semangat dan harus bahagia agar nantinya semua pekerjaan berjalan dengan lancar. Begitu ya, Prof? Ya, betul. Nah, kali ini Prof. Itu juga pengin tahu nih, Prof. Bagaimana sih Prof. Kita tuh bisa sebagai Sobat ASN ya memaknai pekerjaan sebagai bentuk ibadah dalam kehidupan sehari-hari nih, Prof. Karena kan kadang-kadang nih ya, Prof. ya, sebagai Sobat ASN nih, saya ini kalau kalau bekerja ya bekerja. Begitu. Kalau waktunya ibadah ya khusus ibadah hanya spiritual begitu, Prof. Bagaimana bisa mengkolaborasi atau menggabungkan keduanya, Prof? Semua pekerjaan yang baik ya yaitu ibadah walaupun tidak diberi nama ibadah. He. Orang kerja. Cobalah sekarang ya. Ini nanti terlalu panjang kalau saya bacakan. Nabi itu pernah mengatakan, "Kalau kamu punya duit, ya he kamu punya duit, kamu berikan untuk bangun 1000 masjid, itu pahalanya besar. Kalau kamu punya duit untuk membebaskan kemiskinan se-Indonesia, itu pasti pahalanya besar." He. Kalau kamu punya duit, lalu engkau bisa membebaskan orang-orang yang diperjual belikan itu terkungkung di dalam sekapan di apakah itu di ee Vietnam atau di Kamboja atau di mana-manalah itu. Anda bebaskan dengan caramu itu berpahala. Tapi kata Rasulullah ini tolong dengarkan semuanya. Tapi kata Rasulullah, uang yang kau berikan untuk istrimu, untuk suamimu, untuk anakmu supaya mereka tidak menjadi pengemis, supaya mereka supaya hidupnya itu terhormat, tidak menjadi beban orang lain, supaya tumbuh menjadi pribadi yang tangguh yang nanti bisa memikul Indonesia emas ini. Nah, itu pahalanya lebih besar dari seluruh yang saya sebutkan tadi. Jadi, itu ibadah. Makanya kalau ibadah itu diartikan salat itu ibadah, kerja itu gak ibadah payah. Oh, makanya tadi yang saya sebut yang di Mauritius tadi itu SDM-nya kecil tetapi bisa menjadi ee menjadi penggerak penggerak ekonomi negara itu. Mengapa? Karena dia memaknai saya salat kemudian zikir sebentar kemudian saya langsung kerja. Loh, begitu toh? Kerja itu ibadah. Bagaimana negara sekecil itu loh, sekecil itu bisa memasuk ee produk gula untuk seluruh Eropa? Coba. Karena saya tahu bagaimana petani-petani itu bekerja. Petani bekerja dan bagaimana mereka itu memaknai kerja itu seperti itu. Ya, ini mereka mengatakan just to the God, please the Lord. Eh, menyenangkan Allah. Itu dalam bahasa Arab itu mencari rida Allah. Just to please God. Just to please God. Selesai. Tapi ada saat-saat juga di mana itu dia tidak mengganggu pekerjaan tapi fokus. For example ya ini ada seorang polisi yang di Mortius itu dia polisi. Kemudian dia iktikaf 10 hari terakhir. Saya tanya, "What is your profession?" Apa profesi Anda? I am policeman. Why do you why are you always here while you are a policeman? Dia mengatakan, "I am saya cuti. Saya gak mengganggu pekerjaan saya. Saya cuti untuk iktikaf. Y coba jadi pekerjaan yes, ibadah yes. Itu gampang. H. Baik-baik, Prof. Baik, Prof. Nah, kali ini sudah ada yang resen nih, Prof. Kita akan mencari informasi siapakah beliau. Silakan, Ibu. Boleh di-unmute terlebih dahulu. Iya. Baik. Boleh memperkenalkan diri dan dari mana? Silakan untuk bisa bertanya dengan Prof. Ali Aziz. Mohon maaf tidak terdengar suaranya. Ibu boleh di-unmute. Baik. Oke. Sudah sudah terdengar kejelas. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Prof. Baik. Baik, Ibu. I terima kasih. Sangat menarik sekali. Luar biasa pembahasannya. Ee Prof. ee saya sangat ee tertarik dan setuju sekali memang kalau ee kita kerja kerja dalam perspektif Al-Qur'an sebagaimana tadi yang Prof. sampaikan itu sangat luar biasa kalau kita ikuti. Artinya memang seperti itulah ee dalam menjalankan kehidupan tuh dalam setiap aktivitas kita dalam hal apapun termasuk apalagi di dalam bekerja kan seperti itu. Namun ee kita sering bahkan banyak tadi juga disampaikan oleh teman-teman itu kadang-kadang kalau ee di ee kantor lingkungan kerja itu ee mereka masih banyak yang memisahkan antara kerja dengan apa namanya ee ibadah. Sebenarnya kan kerja itu juga ibadah sebenarnya kan seperti itu. Jadi untuk pemahaman ke ee kepada kerja itu adalah ibadah memang masih masih sangat jauh sekali dan itu banyak sekali kami temui di beberapa ee kantor. ketika ee misalnya saya berusaha mencoba untuk bagaimana ee teman-teman ini ee memiliki apa namanya karakter-karakter ee ee yang bernilai bernilai-nilai Al-Qur'an seperti itu kan. kita coba ajak misalnya sesekali sama-sama untuk kita sama-sama sharing kita melaksanakan saya pengajian dan sebagainya seperti itu. Namun juga tetap saja kalau yang namanya orang memiliki karakter yang memang sulit untuk di ee ajak gitu kan ada beberapa memang yang memang tidak tidak pernah mau mengikuti dan tidak memang tidak mau diajak ke hal-hal keagamaan. seperti itu. Jadi kita ingin menciptakan milio ee lingkungan kerja itu yang ya yang agamis misalnya kan seperti itu, Do. Eh, Prof. Tapi yang ee ternyata juga di beberapa tempat ee di kantor-kantor itu masih banyak yang ee mindset atau berpikirnya itu ya ee kerja itu hanya terpaku kepada ee nilai kehidupan dunia saja gitu ya. Apa yang apa yang dia peroleh apa yang di manfaatkan. makanya sering ngeluh, sering kalau misalnya ada sedikit kebijakan dan sebagainya pasti dia akan mengeluh, pasti akan ee apa ya membantah dan sebagainya gitu. Nah, gimana sebenarnya trik untuk kita menciptakan milu yang agamis yang ee nilai nilai-nilai ee apa Islam itu dapat internalisasi di dalam ee jiwa ASN gitu. sehingga bekerja itu betul-betul ee bekerja yang memiliki makna gitu ya. Artinya tidak ada keluhan kemudian betul-betul ikhlas, sabar itu yang ingin kita munculkan ee bahwa ASN yang sabar, ikhlas. Nah, seperti itu seperti ee itu bagaimana itu, Prof. Terima kasih, Prof. Masih. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Jadi, ya gini loh, ya. sesuatu yang sama tetapi maknanya beda. Kalau niatnya itu memang beda. Contoh gini ya. Nabi pernah mengatakan, "Ya, kamu itu duduk-duduk bersama keluargamu ya, santai. Kamu tahu enggak? Itu lebih baik dar daripada kamu iktikaf di Masjid Madinah." Mengapa? Karena memberikan porsi kepada istri, kepada anak itu menjadi porsi kegembiraan sehingga anak ini nanti akan tumbuh menjadi orang hebat. itu ibadah gitu loh. Tapi ini jangan kemudian diartikan bahwa begini kalau begitu ya gak usah ke Madinah Pak. Kelonan ae Pak gitu loh. Nak begitu. Ini menunjukkan bahwa sesuatu itu sekarang saya tadi saya setelah subuh saya olahraga kemudian saya tidur. Saya niati untuk apa? Saya tidur supaya nanti ketika saya melaksanakan amanat untuk tampil di dalam forum ini tidak mengecewakan orang. mengecewakan orang itu dosa, berarti tidur saya ibadah gitu loh ya. Tidur saya ibadah. Nah, sekarang ee Ibu tadi mengatakan kenapa kita belum bisa menjadi pribadi yang sabar dan sebagainya. Tadi sudah disebut oleh Pak Bistri ee ini kan sama dengan pertanyaan begini toh Bunda ya. Bunda, ada orang yang ee ee apa itu binaraga kok. Bunda kok bisa kok bisa itu tangannya sebesar itu, dadanya sebesar itu? Jawabannya kan sederhana loh ini latihan berapa minggu? Minggu ini latihan 10 tahun saya ini. Loh, gitu loh, Bunda. Itu menguatkan otot. Sekarang yang kita bicarakan ini menguatkan hati. So it is more difficult. Saya kira lebih susah. Tetapi jangan menyerah. Biarlah kita bekerja. Nanti yang memberi cahaya itu adalah Allah gitu. Ibu gak boleh memusuhi orang-orang yang diajak pengajian gak mau itu didoakan saja ya. Didoakan saja. Jangan-jangan nanti ibu juga enggak ee juga gak sabar juga gitu toh gitu. Iya jengkel saya ini loh. Katanya nyuruh sabar lah. Kok yang ngajak pengajian sendiri kok kelihatan gak sabar. Nah gitu ya. Dan itu ada teknik-tekniknya Bunda untuk melunakkan hati orang. Saya barusan minggu ini saya menulis buku dua ya ee tapi sebetulnya saya tulis sudah 2 tahun yang lalu. Satu adalah ee judulnya itu religi renungan 5 menit tiap pagi. Bagaimana orang itu sambil minum kopi menunggu kopinya itu dingin sedikit itu membaca 5 menit untuk satu artikel. Artikel itu hanya sekitar tiga aline, tiga paragraf. cukuplah itu. Sehingga tiap pagi itu dia ada protein yang itu jasadi, ada protein yang itu rohani gitu. Nah, itu seimbang nanti seimbang. Saya menulis juga ee dakwah ramah Indonesia. Ini bukunya ini dakwah ramah Indonesia. Saya tulis ini. Ini di sini diartikan Bu, kalau ngajak orang itu jangan pada substansinya dulu. Jangan mengajak orang, jangan berbicara kepada orang sebelum hati Anda itu sambung. Dia sambung kepada hati Ibu. Contoh, Bu, ini di sini saya tulis. Kalau Bunda ngajak orang yang gak mau pengajian, jangan diajak. Diajak makan aja dulu. Setiap pagi dia dia tiap hari jam istirahat ayo ke sate yang kesukaanmu. Jangan bicara agama dulu. Nanti besok mana bakso yang kita suka kita makan beres gitu. Nanti kemudian ketika pulang ini titip untuk anakmu bukan untuk kamu. Titip ini R.000 20 Rp50.000 nanti kalau sudah sambung ibu ngomong apa saja bisa. Itu attlif qobla takrif. Jangan berbicara sebelum hatimu sambung. Sayidina Ali karamallahu waj berkata, "Jangan memasuki rumah kalau belum tahu pintunya." Nah, gitu. Jadi ya memperbaiki orang itu ya juga bahasa jawanya perlu modal juga gitu. Begitu Bunda ya. Oke. Insyaallah itu yang memang yang sudah ee kita lakukan juga seperti itu, Prof. Kita tetap sabar. Tetap sabar gak apaa gak apa-apa. Kalau nanti sudah diberi sejak makan sate soto gak tetap gak berubah. Ibu baca buku saya judulnya hidup masih koma belum. Itu kan sekarang dia gak mau. Nanti kadang-kadang orang itu baru mau ketika sudah dinyatakan dokter jantungmu harus diring. Itu baru. Itu berarti Allah itu berbicara merubah orang tidak melalui firman tapi melalui tindakan. Ada pengusaha yang sukses dulu nak mau pengajian. Ketika dia perusahaannya bangkrut dia importen dia baru ikut istiasah. Eh, berarti ya ini Allah membuat dia baik itu tidak melalui firman tapi melalui tindakan. So, biarkan aja Allah yang mengatur. Bunda hanya usahanya yang manusiawi yang ee yang sesuai dengan hukum-hukum alam ini saja. Soal dapat hidayah dan tidak urusannya. Oke, Bu. Baik, insyaallah. Makasih, Pak, ya. Baik, terima kasih Ibu yang ada di Tanjung Pinang. Dan kali ini tentunya kami persilakan kepada sobat ASN yang ingin bertanya masih terbuka lebar untuk Anda tinggal res hand saja. Prof. Kali ini saya pengin bertanya lagi nih Prof. Sebenarnya Prof. Makna bekerja dengan hati dalam profesinya tuh sebagai ASN nih, Prof? Iya. Berita dengan hati itu artinya begini loh, ya. berkah dengan hati itu. Tanyakan pada hatimu. Kalau kamu itu marah-marah begitu, sekiranya umpamanya anakmu bekerja dimarahi begitu itu senang apa gak gitu. Dan pertanyaan itu sudah dinyatakan oleh Albert Instin. Just a few people feel with their heart gitu. Just a few people eh see by theoniz gitu. hanya sedikit orang yang ee memandang dengan mata mata kepalanya sendiri dan hanya beberapa orang yang ee memutuskan sesuatu dengan hati. Begitu ya. Dengan hati itu artinya ukurannya itu adalah ini baik apa tidak, ini baik atau tidak, ini baik atau tidak lah. Itu selalu berpikir begitu. Karena setiap kata yang kita ucapkan, ekspresi wajah yang kita tontonkan, tindakan yang kita lakukan, tidak ada yang itu tidak dicatat Allah dan tidak ada yang tidak tidak dipertanggungjawabkan. So, jadi harus hati-hati, Mbak Devi, Mbak Devi Santi harus hati-hati itu karena setiap kata lah. Setiap orang semakin banyak ngomong itu semakin kemungkinan banyak salahnya. Maka jangan lama-lamalah saya bicara. Baik, Prof. Prof. satu lagi boleh ya, Prof. ya. Kalau untuk peran pemimpin sendiri nih, Prof. untuk men-support apa untuk peran pemimpin sendiri nih, Prof. Bagaimana cara mendukung, menciptakan budayanya seperti itu harus diawali dengan apa nih, Prof? E sekarang kita belajarlah jangan mengambil jarak. Kewibawaan itu tidak dibangun dengan mengambil jarak. He. Tolong pelajari Quran surah Al-Qasas. Tolong pelajari surat Alanbiya. Seluruh nabi itu diistilahkan dalam Al-Qur'an itu ee saudaramu. Saudaramu itu adalah saudaramu. Jadi akrab biasa-biasa aja. Itu artinya jangan mengambil jarak. Apa sih susahnya kalau Anda sebagai pemimpin sebagai yang muslim itu salatnya di sana baris dengan orang-orang yang pegawai rendangan yang itu takut dengan Bapak? Bapak justru ambil posisi yang tidak pada sajadah yang disiapkan oleh anak buah itu. Tapi Bapak justru duduk di paling belakang itu diajak ngobrol di situ. Setelah salat kerja di bagian apa, Pak? Ini anaknya berapa? Oke. Ya, ya. Saya doakan, Pak, ya. Ditepuk tangan. Bundak Yakin. Saya suka sekali Bapak kerja di sini dulu. Sabar, Pak. Ya, itu waduh itu mengenal sekali dia itu sampai itu diviralkan itu saya satu-satunya di masjid itu tadi yang ditepuk pundaknya oleh pimpinan saya. Nah, apalagi begitu kemudian diberilah uang. Pokoknya kita harus dermawan. Harus dermawan. Jangan hanya ngobral kata, ngobrakah sedekah. Gitu tohih. Jadi itu kemudian ini titip untuk anakmu ya. Ini anakmu sekolah di mana? SD. Ini titip Rp50.000 Ibu untuk nanti makan ee berbuka puasa ya gitu. He jabat tangan dicium. Terima kasihnya orang itu pegawai kecil, Mbak. Itu sujud syukurnya itu sampai orang sudah pulang semua belum bangun. Hmm. Ya. Jadi ya ya yang dekatlah seluruh nabi itu di dalam Quran itu tidak dengarkan ketika pimpinanmu bicara. Gak gak begitu sama sekali tidak ada. Yang ada adalah idola lahum akuhum hud. ketika Hud berbicara kepada saudaranya. Jadi ini ada kemitraan toh? Iya. Di antara kemungkinan kemitraan dan ini saya kira dikembangkan di manajemen yang terbaru itu biasa saya di di apa itu di maaf itu di ee Jepang ya saya ngisi Ramadan di sana. Kemudian saya dia ke rumah makan, ke rumah makan ee cabe ya di Tokyo itu. Kemudian saya lihat itu siapa ini yang membersihkan meja itu. Kemudian kok bicara akrab dengan ee pekerja-pekerja yang lain. Ternyata itu adalah bosnya. Oh oke. Tahu bos. H. Jadi jangan menganggap kalau kita terlalu dekat itu gak ada wibawa. Oh no no no. Wibawa tidak ditentukan itu. Kita tidak perlu wibawa. Tetapi kita tuh perlu dicinta. kita perlu mencintai dan kita dicinta itu selesai kok urusan. Kalau sudah mesra itu apa yang gak bisa masuk ya gitu toh. Baik baik terima kasih Prof. Dan kali ini kita boleh berikan tepuk tangan yang meriah untuk Prof. Dr. Muhammad Ali Aziz, MAG. Terima kasih banyak Prof ya untuk ilmunya pada hari ini di materi yang terakhir Prof. Boleh dong dikasih pesan-pesan ini closing statement untuk Sobat ASN seluruh Indonesia. Apa nih Profesannya? Iyalah. Pokoknya beginilah di dalam Al-Qur'an itu bagi yang muslim dan tidak muslim saya kira sama nanti prinsipnya itu di dalam Quran itu sudah dijelaskan di dalam surat yang keempat ayat 59 itu kalau ingin sukses itu taatilah Allah, taatilah Rasulullah, taatilah aturan di mana kamu bekerja. Selesai. apapun namanya itu sudah pokoknya taatilah Allah ini aturan boleh gak menurut agama boleh gak menurut aturan negara selesai kalau itu ditaati selesai you will be the best oke baik terima kasih banyak Prof untuk pesannya semoga nanti di lain kesempatan kita bisa berjumpa lagi dan juga bisa ngobrol lebih lanjut lagi untuk materi-materi yang berikutnya terima kasih banyak Prof. Kita berikan tepuk tangan sekali lagi untuk Prof. Dr. Muhammad Ali Aziz MAG. Terima kasih untuk waktunya dan kali ini Sobat ASN tibalah kita di penghujung acara. Kami ucapkan terima kasih untuk para narasumber kami yaitu ada Prof. Dr. K. H. Ali Masmusa, M.Si. selaku Ketua Basnas Jawa Timur. Dan juga di sini kami ucapkan terima kasih kepada Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri, M.S. selaku pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Magfirah Malang. Dan juga kami ucapkan terima kasih banyak untuk Prof. Dr. Muhamad Ali Aziz, MAG selaku dosen S2 UIN Sunan Ampel Surabaya. Dan tentunya untuk sobat ASN terima kasih banyak untuk Sobat ASN yang sudah menyaksikan dari awal sampai dengan akhir. Jangan lupa untuk bisa mengisi presensi sobat ASN di semesta Bangkom ya. Dan kali ini Sobat ASN saya Dewi Santi pamit undur diri. Terima kasih banyak. Kita berjumpa lagi tentunya dalam webinar ASN belajar seri berikutnya. Sampai jumpa. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Dadah. Bye bye. Salam sehat selalu. [Musik] Zaman yang terus bergerak sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi. Untuk pelayanan berdampak bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Jadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. [Musik] ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN tetas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia bukan tekad pantang menyerah jadi berkuit [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] He. Yeah.