Transcript
b_9Fwbasp7c • ASN Belajar Seri 12 | 2025 - Kerja dengan Hati: Saat Profesi ASN Menjadi Ladang Ibadah
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0221_b_9Fwbasp7c.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Bar
kami junjung teguhkan diri dan jadikan
pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga
negeri. Situt melainkani bangsa dengan
akuntabilitas
tinggi.
Hindeda di sini tugas dengan hati.
Tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Layani bangsa loyal tanpa
batasannya selalu
adolaborasi bergandeng
tangan
tujuan menjadikan ASN lebih
berakhlak bekerja sepenuh hati tulus
membantu sesama dengan bangga kami
melayani bangsa
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati.
Tujuh kompetensi dalam
harmoni. Bangsa loyal tanpa
batasannya adaptif dan
berkolaborasi bergandeng tangan. Satu
tujuan untuk menjadikan ASN lebih
beragam. Mengerda sepenuh hati tulus
membantu sesama dengan bangan kami
melayani dengan bangan kami
melayani dengan kami
melayani bangsa
[Musik]
zaman terus
bergerak sambut dengan penuh
semangat. Saatnya kita
melangkah. Hadapi segala
tantangan. Tingkatkan setiap
kompetensi untuk pelayanan
berdampak. Bersama
ASN
belajar. Ciptakan SDM unggul
berprestasi.
selalu inisiatif dan
kolaboratif untuk inovasi yang
berkelanjutan. Jadi ASN berakhlak
mulia siap menyongsong Indonesia emas.
[Musik]
ASM belajar wujudkan
pemerintahan berkelas dunia satukan
tekad pantang
menyerah jadi ASN getar
berkualitas belajar
wujudkan
perintah kelas
dunia tekad pantang
menyerah jadi
berkualitas
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Bagaimana kabarnya sobat
ASN di mana pun Sobat ASN berada?
Selamat pagi. Salam sejahtera bagi kita
semuanya dan tentunya untuk sobat ASN
yang menjalankan ibadah puasa. Semoga
ibadah puasa pada hari ini dipermudah
dan juga diperlancar. Pastinya sudah
pengin mudik juga ya, Sobat ASN ya. Nah,
Sobat ASN pada pagi hari ini tentunya
kita akan mengusung satu tema yaitu
dalam webinar ASN belajar seri ke-12
tahun 2025. dengan satu tema yaitu kerja
dengan hati saat profesi ASN menjadi
ladang ibadah. Nah, Sobat ASN menjadi
aparatur sipil negara atau ASN bukan
sekedar menjalankan tugas dan juga
tanggung jawab administratif, tetapi
juga bentuk pengabdian kepada masyarakat
dan juga negara. Dengan bekerja penuh
integritas, profesionalisme, dan juga
empati, ASN dapat menjadikan
pekerjaannya sebagai penuh integritas,
profesionalisme, dan empati. Nah, ASN
dapat menjadikan pekerjaannya sebagai
ladang ibadah. Setiap layanan yang
diberikan dengan tulus dan juga penuh
keikhlasan pastinya bernilai amal ibadah
menceminkan dedikasi untuk menciptakan
satu pelayanan publik yang adil dan juga
berkualitas. Nah, ketika ini semuanya
dilakukan dengan hati, Sobat ASN, setiap
tugas itu menjadi satu lebih dari
sekedar rutinitas, melainkan salah satu
wujud nyata dari kontribusi bagi
kesejahteraan bersama. sikap yang
disiplin, jujur, dan juga bertanggung
jawab menjadikan cermin nilai-nilai
moral dan juga spiritual yang tinggi.
Dengan niat yang lurus, semangat
pengabdian, dan juga profesi SN tidak
hanya menjadi sarana mencari nafkah,
tetapi juga menjadi jalan untuk
mendapatkan keberkahan serta pahala di
dunia dan juga akhirat. Nah, kali ini
selengkapnya Sobat ASN akan dibahas
dalam webinar ASN belajar seri ke-12,
yaitu kerja dengan hati saat profesi ASN
menjadi ladang ibadah.
[Musik]
Sobatn tentunya sebelum kita menginjak
webinar dengan materi yang pertama,
marilah bersama-sama kita akan menyambut
kali ini yang akan memberikan opening
speech pada pagi hari ini. Kami
persilakan kepada Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur. Kepada yang
terhormat Bapak Dr. Ramlianto, SPMP.
Kami persilakan. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat
dan salam sejahtera untuk kita
sekalian. Sahabat ASN di seluruh tanah
air, selamat bertemu kembali dalam
webinar series ASN belajar, sebuah
wahana pengembangan kompetensi ASN dalam
jaringan persembahan Jatim Corporate
University Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini, Kamis tanggal 27 Maret tahun
2025, ASN Belajar telah memasuki seri
yang ke-12. Kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi atas antusiasme
Sobat ASN di seluruh negeri untuk terus
mengikuti secara aktif program ASN
belajar
ini. Untuk merespon semua itu, kami
selalu berkomitmen sekaligus berikhtiar
untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
sekaligus kinerja aparatur sipil negara
di Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-12 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik yang relate dengan suasana
bulan suci Ramadan 1446 Hijriah ini.
Topik yang diharapkan dapat memberikan
kontribusi terhadap makin khusyuknya
para sobat ASN dalam menjalankan ibadah
puasa Ramadan di 10 hari terakhir ini.
Karena itu, ASN belajar seri ke-12 tahun
2025 ini mengangkat topik kerja dengan
hati. Saatnya profesi ASN menjadi ladang
ibadah. Nah, sudah menjadi tradisi
akademik dalam ASN belajar bahwa topik
menarik ini akan kita bahas secara
intensif dari beragam perspektif bersama
para narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Sobat Hasn di seluruh tanah air dalam
banyak literatur disebutkan bahwa setiap
agama, kepercayaan atau sistem nilai
yang diyakini oleh manusia selalu
terdapat konsepsi tentang bekerja
sebagai sebuah keniscayaan ilahiah.
Dalam konteksnya dapat dijelaskan bahwa
seseorang yang bekerja untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya bukanlah sekedar
aktivitas profan atau duniawi, tetapi
juga merupakan panggilan ketuhanan yang
diyakini memiliki nilai ibadah.
Konsep ini menekankan bahwa aktivitas
profesional tidak hanya berfungsi untuk
memenuhi kebutuhan material semata,
tetapi juga sebagai ekspresi pengabdian
dan pemenuhan tujuan hidup yang lebih
tinggi. Dalam konteks ini, pekerjaan
dipandang sebagai sarana untuk mencapai
kesejahteraan moral atau spiritual.
Sobat HN, penelitian terbaru menunjukkan
bahwa memandang pekerjaan sebagai bentuk
ibadah atau panggilan spiritual dapat
meningkatkan kepuasan kerja, komitmen
organisasi, dan kesejahteraan karyawan.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam
Jurnal of Business Ethics menemukan
bahwa karyawan yang melihat pekerjaan
mereka sebagai panggilan suci memiliki
tingkat kepuasan kerja yang lebih tinggi
dan cenderung lebih berkomitmen terhadap
organisasi mereka. Selain itu, integrasi
nilai-nilai spiritual ke dalam
lingkungan kerja dapat menciptakan
budaya organisasi yang lebih positif dan
lebih sportif.
Studi ini juga menemukan bahwa
spiritualitas di tempat kerja memiliki
pengaruh signifikan terhadap motivasi
dan semangat kerja. Hal ini menunjukkan
bahwa integrasi nilai-nilai spiritual ke
dalam lingkungan kerja juga dapat
meningkatkan kinerja, loyalitas,
integritas, sekaligus produktivitas
organisasi yang pada akhirnya akan
berdampak terhadap kesejahteraan
karyawan.
Tentu saja berbagai penelitian dimaksud
hanya mampu menjangkau aspek material
yang bisa diukur dengan takaran ilmiah.
Namun demikian, tentu kita juga meyakini
keterkaitannya dengan kehidupan akhirat
pasca kehidupan di dunia ini. Kita juga
meyakini bahwa setiap langkah kerja kita
yang diniatkan untuk memenuhi panggilan
ilahiah akan memiliki konsekuensi
terhadap kehidupan kita. di akhirat
kelak. Wallahuam
bissawab. Sahabat ASN di seluruh tanah
air. Lalu bagaimana agar aktivitas
profesional kita sebagai aparatur sipil
negara mengandung nilai-nilai ibadah
terlebih lagi di bulan suci Ramadan
seperti ini. Nah, untuk membahas cerdas
dan tuntas topik ini, kami telah
mengundang para narasumber luar biasa
yang sudah barang tentu sangat kompeten
di bidangnya. Kami menyampaikan terima
kasih dan penghargaan kepada para
narasumber hebat yang telah berkenan
hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ASN di
seluruh tanah air. Pertama kami
menyampaikan terima kasih kepada yang
terhormat Bapak Prof. Dr. K.H. Alim
Hasan Musa. Beliau adalah Ketua Badan
Amil Zakat Nasional atau BASN Provinsi
Jawa Timur.
Kedua, kami menyampaikan terima kasih
kepada almukaram Bapak Prof. Dr. Ir.
Muhammad Bisri, M.S. Beliau adalah
pengasuh Pondok Pesantren Bahrul
Magfirah Malang. Dan yang ketiga kami
menyampaikan terima kasih kepada Bapak
Prof. Dr. Muhammad Ali Aziz, M.Ag.
Selain sebagai seorang pendakwah, beliau
juga seorang akademisi dari Universitas
Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Nah,
Sobat ASN, mari kita simak dengan
seksama webinar ASN belajar seri ke-12
tahun 2025. Semoga bermanfaat dan
dipenuhi keberkahan dari Allah subhanahu
wa taala. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih kami ucapkan
kepada Bapak Dr. Ramlianto, SPMP selaku
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya
Manusia Provinsi Jawa Timur yang sudah
memberikan sambutan pada pagi hari ini.
Nah, Sobat ASN, inilah saatnya kita akan
memulai untuk materi sesi yang pertama
atau webinar sesi yang pertama. Untuk
Sobat ASN di mana pun Anda berada,
jangan lupa ketika nanti ada pertanyaan,
silakan saja untuk bisa menekan tombol
rais hand dan nanti akan ada sesi Q&A
khusus setelah materi dipaparkan. Nah,
kali ini sebelum kita memulai untuk
pemaparan materi yang pertama, izinkan
saya untuk dapat menjelaskan siapakah
beliau pemateri yang pertama. Pemateri
yang pertama beliau adalah seorang tok
tokoh NU, guru besar, dan juga dosen di
program pasca sarjana IAIN Sunan Ampel
Surabaya. Dan saat ini beliau menjabat
sebagai ketua Basnas Jawa Timur. Beliau
juga ketua PWNU Jawa Timur periode
1999 sampai dengan 2008 dan anggota DPR
RI periode 2009 sampai dengan 2014 dari
PKB mewakili Jawa Timur. Kita sambut
inilah Prof. Dr. K. H. Alim Masan Musa,
M.Si. Asalamualaikum, Prof.
wabarakatuh.
Bagaimana bagaimana kabarnya, Prof. ini
sehat walafiat alhamdulillah. Sehat
walafiat alhamdulillah. Baiklah kali ini
Prof. Ini adalah salah satu momen yang
kami nantikan tentunya bersama Sobat ASN
dan tentunya kami persilakan kepada
Prof. Dr. K. H. Ali Hasanmusa, M.Si.
untuk dapat memberikan pemaparan. Tempat
dan waktu kami persilakan.
Ya. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Yang
pertama mudah-mudahan yang
mengikuti acara ini semua sehat
walafiat
dan update terakhir Prof.
Dr. Sweda dari John Hskin
University mengingatkan kita bahwa orang
sehat walafiat itu lebih ditentukan eh
psikis ya hati daripada fisik.
ada hubungannya dengan tema yang kita
sedang bahas hari ini. Jadi, beliau
sampai punya angka
7030. Jadi, selama ini kita bisa salah
persepsi, salah bahkan salah
kaprah seolah-olah kesehatan itu hanya
ditentukan fisik, ternyata tidak. Jadi,
sekali lagi bisa dicek, Prof. Dr. Sweda
memang ini orang Jepang yang menjadi
guru besar ee kesehatan masyarakat di di
John Hskin eh Amerika ya. Sama dengan
mungkin bagi yang pernah belajar
sosiologi eh Francis eh Profesor Fransis
Bukuyam juga orang Jepang yang menjadi
sosiolog yang paling up to date hari ini
pengganti Jos riser pengganti emur dan
sebagainya itu ya. Jadi beliau sekali
lagi ee punya angka
7030. Dan sebenarnya ketika kita hari
ini diingatkan oleh ee emosional kien,
spiritual kien sebenarnya selalu hampir
sama bahwa orang di dunia ini sukses
ditentukan IQ otak itu hanya 27%.
Kemudian
ee spiritual, kecerasan-spiritual
termasuk kejerasan agama ya itu dua kali
lipat bisa sampai 54% dan yang skill itu
ternyata pegang ee porsi yang paling
sedikit sekitar
18% ya. Pada hari ini kita lebih
disebutkan urusan skill, skill dan
skill, skilling, upskilling ya. Padahal
sebenarnya akan ditutupkan apakah ee
mental kita itu sehat atau
tidak. Kita bicara insin misalnya,
Saudara
sekalian, ini SD tidak
lulus masuk ee high sampai SMA, high
school juga ditolak karena dianggap
paling goblok sehingga otomatis masuk
peruruan tinggi juga ditolak.
Tapi yang menarik ketika umur 20 tahun
dia bekerja
di kantor ekspedisi itu pun bagian ee
tenaga
kasar. Geografi yang kami baca umur 25
tahun bisa mencerikan teori relativitas
yang sangat luar biasa itu ya. dan
bahkan kemajuan hari ini
ee 40,50 dan sampai berapa pun nanti
yang itu sebenarnya saya termasuk
pengikut
ee ee Profesor Wiva Noah Harari yang
harus dikembalikan pada istilah lama
poli canggih saja.
Jadi sedikit nyinggung Profesor Harari
ini. Hari ini kalau nulis di Eropa
Amerika paling bestseller yang banyak
mengingatkan orang Eropa Amerika harus
kembali pada Tuhan. Jangan rasional
choice Tuhan mereka selama ini kan akal.
Tapi dengan akal tidak menyelesaikan
semua persoalan. Karena sebenarnya
kehidupan ini tidak semuanya bisa
dirasionalkan dengan pendekatan
rasionaliz.
Jadi, Profesor Harari mengingatkan
istilah ee kecerasan buatan itu istilah
yang
menyesatkan itu kesombongan. Mengapa
harus 4050? Menurut beliau tujuan
terakhirnya adalah ee nyawa buatan itu
something impossible ya, something
unsable, maka kembali ada agama aja gitu
loh. Dan itulah saudara sekalian ini ee
kembali pada Profesor Harare ini.
Mengapa di Amerika dan Eropa khususnya
orang bunuh diri sangat sangat banyak?
Karena ketika akal tidak mampu
menyelesaikan akhirnya ya banyak yang
bunuh diri. Bahkan e beberapa negara itu
tiap 2 menit ada yang bunuh diri. Di
Indonesia data terakhir yang kami terima
sebenarnya negara yang paling sedikit
bunuh diri. Tapi itu pun 3 jam sekali ya
mengalami
kemajuan-kemajuan dalam proses bunuh
diri. Ya, bisa dicek misalnya is the
future why it is up to us. Ya, itu dari
Stanford University yang merespon
mengapa anak-anak Eropa Amerika lulus
S1. Kemudian 6 bulan gak dapat
pekerjaan. Kemudian banyak yang bunuh
diri ya. Dan akhirnya bunuh diri itu
disebabkan karena ekonomi sulit dua ee
sama di seluruh dunia. ee ekonomi hanya
dipegang beberapa orang termasuk tahun
ini yang mendapat hadiah Nobel dari
ekonomi Profesor Robinson ini juga
ketika mampu menyampaikan data seluruh
dunia itu ekonomi hanya dipegang sekitar
10 orang yang hampir menguasai aset
67%. Akhirnya apa? akhirnya bisa
disimpulkan oleh Stanford memang
generasi Z sekarang itu tidak akan bisa
lebih kaya daripada generasi sebelumnya
karena monopoli-monopoli yang dilakukan
oleh orang-orang yang sedang ee
menguasai harta tadi. Saudara sekalian
kembali pada Einstein eh umur 25
Einstein ee mampu menciptakan teori yang
sangat luar biasa dan umur 40 mendapat
hadiah Nobel ya. Nobel itu dari bahasa
Arab Nabil yang artinya cerdas. Kalau
perempuan Nabilah gitu ya. Maka ee yang
kita baca saudar sekalian dia seangkatan
dengan ee Sik seorang guru besar
psikohuanalisis terkena Sigmen Fred itu.
Kemudian dikirim surat sama Fred bahwa
Anda SD tidak lulus ya, SMP, high
school, SMA juga lulus kok dinyatakan
orang paling cer di dunia. Apa jawaban
instin yang sangat luar biasa? Akhirnya
I didn't arrive with rational
choice. Dengan tegas mengatakan saya
berpikir bukan dari hati ya dari hati.
Dan dia menambahkan kata-kata yang
sangat luar biasa. I worry rary of words
at all. Saya membenci
kata-kata. Kata ins kata-kata sering
diucapkan tidak lewat hati yang tulus.
Itulah sering di antara kita ada istilah
ya tidak boleh ada dusta di antara kita,
tapi nyatanya selalu ada kedustaan di
antara kita sekalian. Ya, Saudara
sekalian. Kemudian ee ee
penelitian-penelitian terakhir yang bisa
kita juga bisa lacak saudara sekalian
sekarang sebenarnya otak itu kan hanya
hardware IQ itu kan hardware orang
berpikir itu hardware-nya IQ
otaklah apal kan gitu sudah bicara otak
kanan otak kiri ya otak kanan IG otak
kiri itu adalah spiritual ya lah tapi
apapun mereka itu tetap ee hardware
software itu ya psikisnya itu sebenarnya
hatilah ya. Jadi ibarat mobil otak itu
apapun ya bodinya saja body mawon. Jadi
ee yang membuat mobil jalan kan mesin
ya. Ada mesin ada hati itu hatinya
bobrok karakternya rusak yang hampir
orang sudah gak bicara karakter lagi ya.
Ya, bagaimana kita bayangkan masa depan
dunia yang dipimpin olehnya mengandalkan
rasio belaka?
Ya, inilah yang ee sekrates pun dulu
juga begitu sudah mengingatkan ya ketika
beliau harus minum racun itu sebenarnya
kan ada hubungannya dengan ketika dia
tidak setuju dengan model pilihan
langsung direct election yang hanya itu
proses-proses lah sebenarnya yang
penting orangnya menurut Sokrates yaitu
orang yang bijak. Jadi soal cara itu
jangan menjadi utama pilihan langsung
atau tidak langsung itu eh something
else lah. Tapi ee menurut Sokrates
orangnya harus punya bijak. Makanya
Sokrates sudah mengingatkan kita waktu
itu sebelum minum racun ya, dia pesan
sama ee orang terdekat ya murid
terdekatnya Grito itu bahwa yang boleh
memimpin kampusnya bukan Aristeles tapi
Plato. Aris itu lebih cerdas tapi dia
kurang bijak, karakternya kurang kurang
wais gitu loh. Kalau pelatu lebih wais
maka pemimpin itu wais. Dan itu bisa
diartikan bahwa kalau bicara leadership
itu sebenarnya orang dulu baru aturan ya
gak seperti orang di dunia sekarang itu
kan bicaranya aturan aturan aturan lah
orangnya gak punya karakter atau
karakternya bahkan ee rusak ya dan kalau
nanti ada kehendak yang gak sama kan
aturannya bisa dirubah itu terjadilah
paradoks-paradok kehidupan yang juga
menyengsarakan kehidupan manusia ya Jadi
kembali pada. Jadi beliau berpikir dari
hati bukan dari otak ee ke hati. Hati ke
jadi bangunlah jiwanya, bangunlah
badannya. Menstan and corporation itu
harus di diberi
catatan-catatan dan bahkan kalau kita
kembali
kepada ee pepatah Inggris yang sederhana
tapi luar biasa main behind the gun itu
sudah sangat sangat betul. Jadi main
behind thean itu kan alat 4050 itu
apapun kan teknologi anaknya ilmu itu
yang penting kan ilmunya lah ilmu itu
terus tergantung juga orang yang berilmu
punya karakter atau tidak seperti
kriteria sokrat tadi wise ya wisdom lah
yang harus diutamakan daripadanya orang
yang cerdas yaah maka dengan demikian ee
klop sekali dengan apa yang kita
bicarakan hari ini bahwa ee sekali lagi
ee auta itu hanya hardware, software-nya
hati ya. Sama dengan kita sekarang ini
ee salah persepsi orang kalau ngomong
itu kan alat ucap itu kan gak
betul ya. Kalau orang bisa ngomong ayat
itu kan alat ucap itu dua bibir laring
paring dua tenggorokan lah ya. Kemudian
ee lubang hidung, lubang telinga. Tapi
pertanyaannya, woi kambing yang juga
punya alat ucap tapi gak bisa bicara
kecuali satu kata mbek saja. Kita kan
gak pernah dengar kambing bisa mbok atau
mama apa-apa. Karena apa? Karena di
sinilah fungsi manusia yang ada nurani
ya. Yang lebih dalam adalah nurani ya.
Tidak sekedar hati-hati itu kan kulit
luarnya saja sebenarnya. Loh
kajian-kajian psikis yang lebih lebih
detail ya. Nurani itu yang paling murni,
yang paling lebih dalam juga sekalian
lah. Maka dengan demikian ya kita
lagi-lagi kalau mengandalkan otak belaka
kita tertipu gitu loh ya. sama dengan
ee apa kriteria mencari peperiksaan
tahun 2025 di tempat kemarin kan dari 15
item itu ya
yang ukuran teknis kan hanya dua
semuanya menyangkut sabar ul tabar
mengikut adalah kejerasan spiritual yang
dalam bahasa kita ya ASN kalau niati
untuk penguatan-penguatan spiritual
dalam konteks lebih tegas lagi
kepentingan dengan ee agama karena Tuhan
itu lebih menguntungkan buat kita
sekalian. Jadi, Saudara sekalian, e
beberapa hal yang menarik ee di tahun
ini misalnya apapun kita bicara
manajemen misalnya ya, misalnya
manajemen 40 ya dalam konteks manajemen
termasuk manajemen pendidikanlah dalam
konteks eh education ya itu misalnya ag
thinking misalnya kemudian kolaborasi
adopting diversity itu lebih banyak
hubungannya dengan karakter jadi agis
thinking itu kalau punya problem segara
dirumus berubungnya apa solusunya ABC
misalnya. Kemudian kolaborasi
kebersamaan toh ya jadi gak boleh punya
memandang orang jangankan 1 seteng aja
gak bolehlah. Kemudian yang terakhir
adalah adopting diversity bahwa eh
perbedaan-perbedaan itu something usual
ya biasa. Yang bahaya bukan beda
pendapat, yang bahaya kan beda
pendapatan sebenarnya itu ya. lah
kembali saudara sekalian ya kepada hal
yang kita hadapi hari ini. penelitian
terakhir yang baru akhir Februari
misalnya 24 Februari ee guru besar-guru
dari ee Toronto, Kanada Universitas itu
menyampaikan sebuah data yang lebih
detail tentang orang jangan mencari
kesenangan orang dengan mencari
kebahagiaan karena ternyata orang yang
mencur kesenangan, kebahagiaan itu dia
akan mendapatkan. Karena apa? karena
memang pesan dan sebagainya itu lebih
berhubungan dengan nafsu ya. Jadi bukan
dengan psikis yang murni jadi ee
eh app of psychologi gak salah begitu.
Peding. Wellbe itu kesenangan,
kebahagiaan. Di dunia gak ada. Kalau
pada agama malah jelas lagi di Quran
saya baca misalnya kata gembira masrur
surur saadah itu gembira parah itu
gembira tapi itu
mengindikasikan merekomendasikan bahwa
itu kesenangan di akhirat bukan di dunia
memang kalau dalam bahasa agama Allah
turunkan kesenangan itu kan jumlahnya
100 yang diturunkan dunia itu hanya satu
itu pun dibagi seluruh makhluk makanya
banyak peringatan jangan pernah mencari
kesenangan di dunia. Ada kesenangan tapi
masih menipu. Mataul gurur misalnya.
Jadi pendidikan dari Toronto Kanada ini
betul-betul mengingatkan kita bahwa
apapun yang kita lakukan harus ibadah
gitu kan. Jangan hanya bekerja itu
mencari kesenangan bagian tidak carilah
ketenangan. Nah, ketenangan inilah yang
nilai-nilai yang lebih sangat ee
spiritual yang membuat orang akan tidak
kena penyakit mudah bunuh diri.
Sebagaimana saudara sekalian, hari ini
kita ee penyakit alzimer misalnya yang
kita agak ikuti ya, itu penyebab ee
kelima terbesar di dunia orang kematian
ya. Satu jantung, dua paru-paru dan
paru-paru itu penyebabnya rokok. Yai
tentaja kalau tidak merokok ee APBN kita
kehilangan 220 triliun. ya kan Bu
Srioyani malah akhir-akhir ini Menteri
Keuangan mengingatkan ya katanya merokok
tetaplah merokok karena akan kehilangan
fiskal dari APBN 220 triliun gitu ya.
Yang ketiga adalah hipertensi yang
keempat diabet. Yang kelima Alzimer.
Alzimer itu kan dimensinya plus dan yang
menarik itu yang kena anak-anak muda ya.
Kalau hanya dimensi ya pikun itu kan
orang tua ya. Ambilkan makanan saya. Ya.
Loh, Mbah baru makan loh. Lupa kamu
siapa? L saya ini kan istri panjenengan
itu hanya pikun dimensia. Tapi ini
plusnya yang bahaya. Plus apa? Plus
mudah marah plus ingin bunuh diri.
Dan itu yang terkena yang banyak adalah
usia 15 sampai 28 tahun rata-rata anak
yang baru lulus S1 tidak segera
mendapatkan
pekerjaan ya akhirnya kena ee itu tadi
Alzimer itu jadi dimensiatif plus itu
lebih bahaya ya lebih sangat-sangat
membahayakan dan kalau penyebabnya
penelitian dari
ee perguruan university Inggris satu HP,
dua ekonomi, tiga merasa laun. Jadi ee
karena lama dengan HP kemudian ee merasa
kesepian. Jadi tiga sebak yang
melibatkan orang kena Alzheimer 1 HP.
Kalau orang 5 jam bahkan kalau 8 jam itu
terus-menerus gak berhenti. Itu kan itu
akan kena Alzimer tadi. Ekonomi memang
yang sedang tidak baik saja karena yang
sedang pegang ekonomi itu sekarang
semakin ya tidak mau berbagilah begitu.
Kemudian terus akhirnya muncul dengan HP
itu dengan on digital selalu on digital
itu ternyata malah membuat orang lonely.
Maka di Inggris hari ini yang terbaru
saya kami baca bahwa ee empat orang satu
di empat orang yang anak muda di remaja
itu sekarang gak bawa HP karena
mendapatkan lebih tenanglah daripada
bawa HP. Jadi saat dari empat orang itu
yang tiga itu kalau keluar sekarang gak
bawa HP. Tapi apa senang mulai
kongkong-ngongkong model kafe gitu
sekarang di Inggris ee lebih kumpul
tatap muka lagi daripada hanya lewat
lewat HP atau on digital saudara
sekalian. Nah, kembali pada ibadah
inilah makanya kalau agama mengajar kita
jangan cari kebahagiaan carilah
ketenangan. Ya. Jadi kata bahagia saya
baca kata semua itu menerangkan di
akhirat bukan di dunia. Kemudian juga
jadi Sandiku State Amerika yang juga ee
memperkuat dari Toronto, Kanada. Semua
ini dirilis akhir ee Februari kemarin,
Saudara sekalian sekitar tanggal 2425
Februari. Ya, ini sama. Cuma kalau di
Turun itu kan ada tegas bahwa orang
mencari kebahagiaan dan mencari
kesenangan itu tidak akan mendapatkan ya
sesuatu gak ada kok dicari gitu. Tapi
kalau yang desaegusit ini yang diteliti
remaja-remaja di seluruh Eropa dan
Amerika dan juga e Britania Raya itu
negara-negara yang pernah dijasa oleh
Inggris misalnya Malaysia ya misalnya
termasuk Australia termasuk India lah.
Jadi generasi Z sekarang merasa merasa
kurang bahagia atau bahkan tidak bahagia
di generasi
sebelumnya ya. Ya, kembali pada
penelitian profesor di Turuntuk Kanada
aja bahwa memang kebahagiaan itu gak ada
itu ya gak akan mendapatkan gitu loh.
Kalau agama jelas, agama jelas. Nabi
sendiri beberapa kali mengatakan Daud
jangan jangan pernah mencari kesenangan
di dunia. Carilah ketenangan. Kesenangan
di dunia ini kalau cepat datang, cepat
pergi, gak ada yang abadi di dunia ini.
Maka ketenangan itu dari mana? Dalam
konteks agama kalau orang selalu hatinya
ee mentautkan diri dengan Tuhan Yang
Maha Esa. Ya, dalam bahasa kalau Islam
selalu Allah, Allah itu justun dia kena
Alzimer lah. Kembali pada ee anak muda
Alzimer ini sama dengan saudara sekalian
data terakhir ya. orang yang di
Indonesia misalnya bunuh diri paling
bagus ya, tetapi itu pun 3 jam sekali
mengalami kemajuan yang sangat
memprihatinkan ya kan. Tapi sekali lagi
bahwa yang paling banyak kena azimer itu
umur 15 sampai 28 27 lah ya banyak. Sama
dengan faktor bunuh diri di Indonesia
itu juga sama. Yang paling banyak bunuh
diri adalah anak-anak usia ee 15 sampai
27 28 tadi. Karena apa? karena terlalu
ee kuat pada rasional choice tadi ya
yang akhirnya kita hanya dininbukan oleh
ee teknologi 4050 ya apapun itu
teknologi itu anaknya ilmu pengetahuan
kita dilupakan dengan ilmu itu sendiri
yang menjadi adalah kekosongan kekuusan
batin yang disebut launel tadi ya. Ee
saya kira itulah pengantar saya. ee Bu
siapa, Mbah yang moderator mudah-mudahan
ee bisa membantu perspektif dalam
konteks bahwa hidup ini ibadah dalam
konteks orang Jawa kami sangkan paring
itu mati ya. Kemudian kalau ingin
mencari ketenangan itu adalah carilah
air ya tirto pawit dan air tirto itu
pawit itu air ketemu di di ruji. Dewaji
itu adalah ee rahim ibu. Jadi seorang
bayi ketika ada di rahim ibunya terutama
nyawa dimasukkan 4 bulan itu merasa
tenang sebenarnya lah. Itulah sebenarnya
ketika ee rahim ibu itu apa maknanya?
ketika orang ee kembali pada Tuhan,
Tuhan, Tuhan sangkan parang mati tadi.
Ya, saya kira demikianlah mudah-mudahan
ada ee perseptif yang bisa kita ngambil
manfaat yang sangat penting. Matur
nuwun, mudah-mudahan ee bisa dipahami
dengan dari berbagai
perspektif. Monggo kita kembalikan pada
ee Mbak moderator dari
Baik, terima kasih banyak Prof. untuk
hari ini pemaparan di sesi yang pertama.
Nah, kali ini untuk sobat ASN silakan
saja yang ingin bertanya untuk bisa
langsung menekan tombol res dan kali ini
ada juga yang juga live via YouTube yang
ingin bertanya kami persilakan dan kali
ini sudah ada pertanyaan melalui live
YouTube. Nah, kali ini pertanyaannya
adalah begini, Prof. Apa sih, Prof.
Contoh nyatanya dari ASN itu yang
berhasil menjadikan pekerjaannya sebagai
ladang ibadah dan kita tuh harus seperti
apa nih, Prof, untuk memulainya
startnya? Iya. Jadi ee sebenarnya itu
soal teknis urusan kedua menurut saya
itu yang harus dirubah mindsetnya yang
gak mudah. kita ini di kampus ya dan
apalagi apalagi kita ini di satu dunia
lah sekarang ya globalisasi ini satu
dunia kita ini kan dididik ee ee
antroposentrisme.
Semua ilmuwanilmuan ilmuwan dari Barat
itu memandang manusia sekali. He. Ketika
orang mulai Karel Marx yang bicara
materialisme dia ngingkari ide itu Karel
Marx itu ya.
Ar itu sebenarnya dulu murid Hegel.
Hegel itu adalah ideu kebenaran,
kebajikan, Tuhan. Tapi Mak ini ketika
sudah tua, dia cerdas memang melihat
kesengsaraan ee di masyarakat itu karena
kolaborasi antara penguasa, pengusaha
dan tokoh agama.
Saya perlu tegaskan Mbak, tokoh agama
itu agama. Agama itu sendiri punyaak ide
kebenaran ee kebajikan. Tapi ee tokoh
agama ya, pemimpin agama itu adalah
materi. Ketika ee pemimpin agama,
pengusaha dan penguasa jadi satu punya
kebijakan yang merugikan orang kecil,
orang proletar, maka di situlah ee
Karelmak akhirnya berpindah bukan ide
ya. Yang lebih dominan yang dominan
adalah materi ya.
Setelah ee materialisme jadilah ee
kapitalisme, modernism. Jadi modernism
globalisasi sekarang orang sudah tidak
bicara globalisasi dan bicara 40,50 itu
sama ketika orang memandang manusia yang
materi lebih penting daripada ide
daripada surga daripada tadi disampaikan
Pak Kepala Badan tadi akhiratlah begitu.
itu apa yang terjadi ya kegersangan
dunia hari ini. Karena memang membaca
membaca rias betul ya tapi dalam konteks
apakah ketika orang dengan materi bisa
mendapatkan ketenangan batin kan tidak
lah. Maka sebenarnya harus dibalik ya.
Jadi bukan antroposentrisme tapi adalah
theosentrisme bahwa kita ini diciptakan
dari Tuhan lah. Sebenarnya kita mampu
merubah mindset seperti ini baru bahwa
semua akhirnya apa yang kita lakukan
karena Tuhan gitu loh. Ya, makanya
dengan demikian kalau kita bisa merubah
mindset seperti itu yang teknis-teknis
itu urusan kedua dalam konteks agama
misalnya ya. Tuhan itu menciptakan
manusia dulu. Nabi yang integritasnya
jelas ya, yang integritasnya jelas, yang
orangnya humble dan mesti humble. Jadi
teori teori kapitalisme yang nak gak
dilakukan orang sekarang kan yang
kesederhanannya bahwa kapitalis bisa
berhasil itu sebenarnya tidak hanya
faktor karena punya punya kehendak di
dunia yang lebih mulia tapi sebenarnya
adalah humble ya. Jadi kapitalisme
sekarang sekarang kapitalisme yang tidak
murni. Kapitalisme murni itu orang yang
memandang yang dulu berhasil karena
memandang bahwa dia harus hidup
sederhana, h ya. Dan sekarang orang
hindonism misalnya ya. Maka dengan
demikian ndak nak nyampai gitu ndak ndak
ndak nyambung irisannya ndak nak
nyambung. Dengan demikian menurut saya
yang harus dirubah mindset dulu adalah
kita ini hidup bukan untuk kepentingan
kita gitu loh ya. Dan nyatanya ketika
kita nuruti ganda kita orang manusia kan
tidak tidak pernah mendapatkan apa yang
dicari. Penelitian-penelitian yang
dituntukkan ada tadi betul-betul
mengingatkan kita bahwa orang itu semua
kan berisin dengan kesenangan,
kebahagiaan padahal gak akan mendapatkan
gitu loh. Yang namanya kesenangan
bahagiaan itu di dunia gak ada ya. itu
itu lebih dekat dengan nafsu gitu loh
ya. Yang dicari masih ketenangan
batiniah itulah Tuhan. Ketika orang
dekat dengan Tuhan apapun agamanya gitu
loh kalau lebih dengan Tuhan dia akan
mendapatkan ee ketenangan yang bersifat
spiritualisme. Penelitian-penelitian ee
Dana Zohar aan Marsa tentang ESQ itu
nanya sudah betul-betul mengingatkan
kita bahwa ee IQ saja tidak mutlak
apalagi ya hanya kapitalisme, hanya
menyangkut globalisasi.
Maka dengan demikian ya akhirnya e
segala sesuatu orang akan dinilai dengan
apa yang menjadi niatnya. Ketika kita
sadar bahwa kita hidup ini dihidupkan
oleh yang maha kuasa dan nanti dimatikan
yang maha kuasa, maka yang harus kita
lakukan adalah untuk kepentingan yang
maha kuasa. Dan jangan pernah memandang
dunia ini ee tempat selamanya. Makanya
seorang muslim kalau oleh Nabi
diingatkan di dunia ini nih orang di
dalam penjara si Junul Mukminin. Orang
di penjara gak pernah bersenang-senang.
Maka jangan Nabi selalu jangan pernah
mencari kesenangan, jangan pernah
mencari kebahagiaan. Carilah ketenangan.
Ketenangan yang bersifat batiniah itu
apa? Ya, ketika dekat dengan Tuhan
itulah dewa ruci. Yang orang Jawa
mengatakan ketika sudah dewa ruci terto
pawitra itu sudah di dalam rahim itu
selalu apa? yaitu tangkan barang mati ya
apa
ee orang juga bahasa-bahasa lama mengul
susui angin susui angin itu apa
pernaapasan siapa yang memberi nafas
kita ya Tuhan dalam konteks ee filsafat
Jawa apakah itu e pangestu sabto dharm
semuanya itu bagus menurut saya dalam
konteks mengingatkan kita bahwa dunia
ini sebenarnya bukan bukan tempat
segalanya buat kita sekalian saya kira
demikian
Jadi sebenarnya kita harus mengingat
yang pertama kali adalah Tuhan terlebih
dahulu. Ya, betul begitu ya, Prof ya.
Baik, Prof. Kali ini juga sudah ada yang
bertanya dari Sobat
ASN yang bergabung bersama kami di
webinar. Baiklah, asalamualaikum. Boleh
berkenalan dengan siapa
ini? Boleh di-unmute terlebih dahulu.
Monggo. Boleh di-unmute terlebih dahulu,
Mas. Oke. Baik, sudah. Silakan.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Boleh diperkenalkan dengan
siapa ini dan dari mana? Kenal Bu Devi
ya. Iya betul Bapak. Selama ini kami
jadi penonton dan penumpang gelap. Mohon
maaf ya Mbak Devi. Tapi karena memang ee
webinarnya dari Prof. yakini luar biasa
ya. Terima kasih banyak. Jadi saya
semuanya jempol saya semua jari
jempolnya saya acumkan semua. Wah terima
kasih banyak Bapak
Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor.
Jauh ya? Jauh sekali. Iya.
Salam kenal buat semua teman-teman ASM
di Provok Jawa Timur. Heeh. Ini menarik
sekali Prof. Jadi ee kalau kalau kalau
saya biasanya ingin tahu nih contoh
nyata di kehidupan saat ini kira-kira
figur siapa yang memang bisa kita
berikan sebagai teladan ee yang intinya
mengangkat dan mengusung tema kita hari
ini. Jadi paling tidak kan kita bisa
berkaca perilaku kebiasaan maupun cara
hidup ee beliau bersangkutan gitu Prof.
Kira-kira sederhana mungkin
pertanyaannya, tapi ee saya mohon
kira-kira kita diberikan ee gambaran
Prof. Ya, sehingga kita bisa memberikan
apa mengambil contoh dari perilaku
beliau selain Rasulullah, nabi kita ee
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Ya, Prof. Sehat selalu, Prof.
Terima kasih. Iya, nggih. Salam kenal
dan sehat selalu. Iya. Asalamualaikum
warahmatullah. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Monggo,
Prof. untuk bisa langsung menjawab. Iya.
Kalau Iya, kalau Rasulullah memang jelas
saya kira ya kita kadang malu ya orang
yang paling baik di dunia tidurnya pakai
tikar memang ya memang untuk mengingat
kembali yang paling dia memang beliau
jadi tidurnya pakai tikar betapa sangat
humble. Kemudian ee itu pun dianyam
sendiri dari daun
kurma ya. Ya. Kemudian beliau selalu ee
hidup itu menyenangkan orang
lain ya. Jadi berkali-kali beliau tidak
makan berhari kecuali ee kurma dan hari
zam-sam. Tapi semua hartanya diberikan
orang fakir miskin terutama anak yatim.
Karena beliau itu adalah anak yatim.
Gambaran ideanya memang
begitu. Dan memandang dunia ini tidak
tidak selamanya hanya transit. Orang
Jawa mampir ngomilah gitu loh ya. Ya,
hanya transit. Kalau di Indonesia memang
sekarang sulit ya mencari menyebut nama
kecuali mungkin kalau saya boleh karena
polisi itu sebenarnya ASN. Polisi itu
kan sipil yang dipersenjatai aja. Saya
lebih cenderung Pak Hugeng Iman Santoso
itu dulu adalah salah satu orang ketika
turun dari kapori naik sepeda ontel. Ya,
itulah sebenarnya contoh tidak memandang
jabatan Kapol itu segalanya masih tetap
sederhana. Orang-orang semacam itulah
yang sebenarnya sebenarnya polisi itu
kan bukan bukan polisi itu kan sipil
cuma dipersenjatai kan menyangkut ganti
emas. Ya makanya ya kalau ingat Gus Dur
sekali lagi kalau ditanya polisi yang
paling baik itu ya satu Pak Ugeng Iman
Santoso ya. Yang kedua siapa ya? patung
polisi yang ketiga polisi tidur itu
kelakarnya Gus Dur. Jadi cari yang ideal
sekali memang agak sulit Bapak yang dari
Bor tadi tapi paling tidak kita akan
berusaha ke sanalah begitu ya. Ketika
orang memandang mindset sudah dirubah
tidak tidak antroposentrisme segala
kepentingan manusia ya kepentingan Tuhan
lebih diutamakan maka sebenarnya hidup
dia akan memberi manfaat kepada ee orang
lain lebih empirik lah begitu. Tapi
kalau kita mencari kesenangan juga gak
akan mendapatkan kesenangan. Itu kalau
kata Nabi, kalau kita orang Islam ya
cepat datang cepat pergi gitu ya.
Carilah ketenangan. ketenangan sumbernya
ketika orang selalu nyambung dengan
Tuhan yang maha kuasa gitu loh. Jadi
untuk nyebut yang lain memang ee agak
sulit ya karena memang ya beliaulah
kalau Rasulullah kan jelas itu ee
uswatun hasanah itu bahasa kita kan
ingarso
sondo. Kalau sekarang kan sudah dirubah
ngarso goleh bondo masalah kan begitu
ya. Jadi ing mad anjeng
sekarang ya. Jadi betapa dunia ini sudah
sangat berubah. Apa yang gak berubah
dunia yang gak berubah ya perubahan itu
sendiri. Nggih. Saya kira begitulah.
Baik terima kasih Prof untuk jawabannya
dan untuk Bapak Supriadi. Semoga ini
cukup menjawab ya Bapak Supriadi ya. Dan
kali ini Prof masih ada satu penanya
lagi.
Monggo. Baik langsung saja kita akan
menuju ke penanya yang berikutnya.
Silakan Ibu boleh dikenalkan Ibu siapa
dan dari
mana untuk bisa di-unmute terlebih
dahulu. Baik, silakan
Ibu. Selamat
pagi. Masih belum terdengar Ibu.
Iya, belum belum
terdengar. Boleh dicoba lagi. Nah, baik.
Sudah, sudah terdengar cukup jelas.
Silakan, Ibu. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Saya T Oktaviani dari Dinas SDM
Provinsi.
[Musik]
Jih. Ee menarik sekali yang sudah
disampaikan oleh Prof. tadi dan
sebenarnya ketika ASN ini melakukan ee
apa yang sudah apa berakhlak ya, Pak ya.
Sudah dikatakan harus berorientasi
pelayanan, harus akuntable, kompeten dan
segalanya. Itu seharusnya itu sudah ee
kita melakukan itu saja sudah sangat
bagus ya, Prof. Apalagi ketika kita
menyadari bahwa bekerja itu sebagai
ladang ibadah. Nah, ini yang ee kami
tanyakan ee sejauh mana ee ASN ini
ketika berhadapan dengan hal-hal yang
tidak sesuai dengan ee hati kita ya,
Prof. ya. Sementara kita memang harus
ibadah tapi ada sesuatu yang mungkin ee
tidak sesuai gitu. Mungkin ada ee tips
dari Prof. untuk menjaga ketenangan hati
ketika kita harus bekerja menjadikan itu
sebagai ladang ibadah. Tapi ada sesuatu
yang tidak sesuai dengan hati kita.
Padahal kita memang harus menjaga
ketenangan hati. Mungkin ada tips dan
trik dari Prof. Terima kasih. Nggih.
Gimana? Silakan ini, Prof. untuk dapat
menjawab pertanyaan dari Ibu Tri
Oktaviani.
Ee
memang mencari orang yang sempurna
meneimbangkan antara psikis dan fisik
itu yang gak gak mudah. Itu kan
pola-pola equal yang harus dilakukan.
Kita ingin baik tapi melihat orang yang
gak baik tapi hidupnya lebih makmur
misalnya itu kadang kita juga ee
berontak di dalam hati saya begitu. Maka
caranya gak usah kita banding-bandingkan
orang lah. Kalau sudah ingin berbuat
baik, ya sudah murni berbuat baikah.
Saya kira begitu. Ada penelitian yang
yang sebagai contoh ya. Ini ini dari
dari saya dengar terakhir dari Stanford
University juga itu Mbak ya. Itu hidup
itu
kalau apa membantu orang itu akhirnya
indra keenamnya kuat. Saya kira ini
penelitian yang terbaru ya. Kalau orang
Jawa kan mengatakan ambek
paramoarto ya. Ambekomo dengan hartanya
sebarnya tidak hanya tidak hanya ada
duit ya dengan pikirannya dengan
fisiknya membantu orang lain kan itu
orang kan ono
sumimpang. Jadi orang yang suka membantu
kesulitan orang lain. Nah kalau ada
bahaya dia bisa
menghindari ini ini di Jawa. Kemudian
bahasa lainnya weruh sak durung winara.
Indra keenamnya akan kuat. ini
sebenarnya yang harus harus harus harus
dipahami. Betul. Penelitian terakhir
yang gak salah juga dari Stford ya itu
eh judulnya memang ini penelitian juga
guru-guru besar psikologi ya. Jadi why a
good thing happen to a good people. Saya
ulangi. Why a good thing happen to a
good people? Mengapa eh sing itu eh
indra keenam,
ketujuh dia mengatakan eh glowam efek
hatinya menjadi bersinar dan angan-anget
begitu ya. Dia ini penelitian lama
sekali dilakukan oleh ee Profesor Stefan
ini ya. Ya, dia suka meneliti
orang-orang suka membantu orang lain,
apakah dengan uangnya, dengan
pikirannya, dengan
tenaganya. Muncullah buku tadi, why you
could think happen to Good people.
Mengapa good people itu orang yang suka
bantu kesulitan orang lain? Hidupnya
untuk
eh tadi ASN hidupnya ibadah. Bagaimana
pelayanan public service ya, pelayanan
yang murni lah ya begitu ya. Ya, untuk
negara tapi diniati untuk tubuhan juga
ya. Ya, jadi orang kalau suka membat
orang lain tuh kutsutin itu apa? Glowam
efek itu hatinya berisi punya indra ke67
kuat dia apa yang terjadi dia
tahu lain dengan kalau ambek aroma
ambektur angkoro kalau di Jawa ya orang
yang gak pernah mau ee gak punya empati
hatinya gak pernah tergerak untuk
membantu kesulitan orang lain itu orang
ini masih akan hancur gitu loh ambek dur
angkoro muruho gitu sama dengan ee ee
adik hadiku adiku dibunuh kan gitu.
Akhirnya adigang itu kan gaj ee adigang
itu kan kijang. Adigung itu gajah.
Adigung itu ular ya. Merasa hebat dengan
dirinya gak pernah mau membantu
kesulitan orang lain. Ya, akhirnya tiga
binatang tadi kan berkelai gak gak mau
sambil kalah kan mati kabeh. Jadi
kesombongan orang nak terlintas hatinya
membantu kesulitan orang lain dalam
konteks ASN kan public service ya itu
mesti hancur dirinya. sama dengan
honor pod joyo monggo tadi ini
penelitian-penelitian yang terupdate
terbaru dari Profesor Stefani tadi why
you think itu menjelaskan kita bahwa
hidup itu hidup itu adalah ee
meringankan beban orang lain. Kalau
sudah begitu kita kan lebih lebih tenang
gitu loh. Kajian-kaji psikuli ini yang
terbaru. dulu ya dari agama jelaslah
dari agama ini kan penelitian-penelitian
yang update terakhir ini kan sangat
bagus sekali ya ee bagi orang yang
enggak percaya dengan hal yang
berisipasi virtualisme ya orang sekarang
terlalu rasional choice tadi loh padahal
kami sudah menyampaikan instin yang bisa
menciptakan teori yang sangat luar biasa
yang menjadi model 4050 itu malah dia
berpikir dari bukan dari otak dari hati
tadi jadi eh I didn't arrive with
rational choice dari hati nuran
Jadi yang menyebabkan otak cerdas itu
dari nurani yang cerdas dan itu lebih
murni dan lebih manfaat dalam konteks
kebersamaan. Saya kira demikian
Mbak Prof untuk jawabannya dan kali ini
Mbak Tri Oktaviani semoga cukup menjawab
dari pertanyaannya atau mungkin ada
pertanyaan. Oke ya. Makasih. Terima
kasih. Baik, Prof. Boleh enggak kita
dikasih pesan-pesan untuk Sobat ASN
sebagai closing statement? Apa nih,
Prof. Pesan-pesannya untuk Sobat ASN
supaya kita bisa bekerja dengan ikhlas,
bekerja dengan untuk ibadah seperti itu,
Prof?
Iya. Sekarang satu aalah sebenarnya ya,
bahwa kita ee hidup di dunia ini kan
seder mampir-momil, Pak. H yang kedua
hiduplah sederhana. Yang ketiga, jangan
mencari kesenangan tadi. Carilah
ketenangan. sumber ketenangan dari Gusti
Allah Tuhan yang sing ngecat Lombok kan
gitu
aja sederhana tapi ee praktiknya yang
harus konsisten gitu ya. Jadi jumlahnya
itu aja hidupnya berarti kalau kita
tidak mencari apa yang ada dengan
kepuasan yang ada misalnya ASN yang
sehari hanya R00.000 Ibu kalau gak usah
beli minyak gak boleh kejamannya tempe
berumpang magic selesai dan itu lebih
sehat saya itu gak usah dipandang
terlalu
bulat-bulat itu aja praktisah.
Baik terima kasih Prof untuk
wejangannya. Boleh kita berikan tepuk
tangan yang meriah kali ini. Terima
kasih Prof. Untuk materi yang pertama
kita ucapkan terima kasih banyak untuk
Prof. Dr. K. H. Alim Hasan Musa, M.Si.
Terima kasih, Prof. Kita berjumpa lagi
di lain kesempatan. Dan kali ini Sobat
ASN tentunya masih ada beberapa materi
lagi yaitu tepatnya ada dua materi lagi.
Seperti apa materi yang berikutnya?
tentunya sesaat lagi
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
H
[Musik]
Sobat SN kembali lagi tentunya dalam ASN
webinar seri ke-12. Nah, kali ini ASN
belajar seri ke-12 pada tahun 2025 yang
mengusung satu tema yaitu kerja dengan
hati saat profesi ASN menjadi ladang
ibadah. Dan tentunya Sobat ASN webinar
pada hari ini bertujuan untuk mengajak
seluruh ASN bisa memahami profesi mereka
secara mendalam. Tidak hanya sebagai
tugas administratifnya tapi sebagai juga
panggilan mulia yang bernilai ibadah.
Nah, kali ini kita menginjak untuk
langsung ke ke pemateri yang berikutnya
yaitu pemateri yang kedua. Beliau adalah
seorang guru besar di bidang konservasi
sumber daya air dan ketua jurusan teknik
pengairan Fakultas Teknik Universitas
Brawijaya periode
1999 sampai dengan 2002 dan tentunya
mendarmmaabaktikan kehidupannya di
bidang pendidikan terutama di
Universitas Brawijaya mulai dari sebagai
ketua pusat jaminan mutu dekan Fakultas
Teknik hingga menjadi rektor. Saat ini
beliau aktif menjadi pembina Pondok
Pesantren Bahrul Magfirah Malang selaku
Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi
Syariah Kota Malang, ketua Dewan Pakar
Masyarakat Ekonomi Syariah Provinsi Jawa
Timur dan juga sebagai Dewan Pendidikan
Tinggi Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan dan sekaligus juga menjadi
bendahara Yayasan Masjid Agung Jami Kota
Malang dan juga sebagai penasehat takmir
Masjid Sabilillah Kota Malang. Kita
sambut inilah Prof.
Muhammadri. Asalamualaikum, Prof.
Waalaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh.
Alhamdulillah. Bagaimana kabarnya, Prof
pada hari ini? Sehatsat. Alhamdulillah
sehat. Baik. Baik. Nah, Prof. Kali ini
Sobat sudah menantikan nih ya, Prof.
untuk ASN belajar seri ke-12. Selain
juga tentunya kita meningkatkan skill
kita, kita juga harus meningkatkan
ibadah kita. Nih, Prof. Ada juga nih
nanti kita akan memberikan saran-saran
untuk soat ASN semuanya seperti ini pada
pagi hari ini seperti apa. Langsung
saja, Prof. untuk tempat dan waktu kami
persilakan langsung ya. Boleh. Silakan
Prof. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Ee saya cerita sedikit. Saya ini kan
kompetensi saya adalah ee orang teknik,
tapi hari ini diminta untuk menyampaikan
materi tentang kerja dengan nti ya.
Tetapi saya memang sudah lama belajar
agama Islam dan mengikhtiarkan
mengamalkan secara bertahap. Jadi saya
waktu rektor di
Unasrawijaya juga coba saya amalkan
ilmu-ilmu Islam yang telah saya punyai
dan pada akhirnya saya dijadikan rektor
oleh Allah, rektor pondok pesantren
Barul Mfirah. Jadi, jadi rektor UB
menjadi rektor pondok ini ya. Sehingga
saya sekarang e karena adik saya
meninggal dunia ya Gus Lukman karena
beliau yang kompensinya dari Tebu Ireng
sehingga saya mengantikannya sehingga
ini rodok kepekso ini jadi pembina
pondok pesantren. Saya
mencoba berdasarkan pengetahuan saya dan
pengalaman saya serta amaliah saya di
bidang agama Islam. Saya mencoba
menyampaikan sharing tentang kerja
dengan hati saat profesi ASN menjadi
ladang ibadah. Topik subtopiknya adalah
ikhlas dan profesional. Jadi ikhlas dan
profesional. Kenapa ikhlas dan
profesional ini saya angkat? Karena
orang kalau bekerja jadi apapun kalau
ikhlas itu menjadi nilai
ibadah. Tetapi harus profesional.
Makanya itu hurufnya dan jadi untuk
menjadikan kita bernilai ibadah maka
harus ikhlas dan harus profesional.
Tidak boleh hanya ikhlas saja. Kalau
ikhlas enggak profesional kalau kita
nanti menjadi orang Islam ikhlas terus
tapi enggak profesional dipaid orang
biar orang ini Islam kok enggak
profesional. Padahal Islam itu mengajari
orang menjadi profesional.
Kalau kita hanya profesional saja tidak
ikhlas menjadi bukan ibadah. Makanya ini
kata-katanya harus digandeng Islam,
ikhlas dan profesional. Jadi ya ikhlas
ya profesional. Kalau profesional tok
tanpa ikhlas enggak menjadi ibadah.
Ikhlas tanpa profesional nanti bisa di
dilecehkan orang.
Jadi saya mulai
dari salah satu ayat di surah Albaqarah
bahwa kita ini sebagai khalifah.
Jadi inamun.
Jadi ternyata Allah itu memang sudah
mendesain ya mendesain manusia untuk
menjadi khalifah di bumi. Jadi Allah
sudah menyampaikan kepada para malaikat
sesungguhnya aku hendak menjadikan
seorang khalifah di muka bumi. Kemudian
malaikat protes. Kenapa yang dijadikan
khalifah itu manusia bukan kami malaikat
yang senantiasa bertasbih dan memuji
Engkau. Tapi Allah menjawab,
"Sesungguhnya aku mengetahui apa yang
tidak kamu ketahui." Dan secara dalil
aqli atau secara pikiran memang Allah
sangat benar kalau yang menjadi
khalifah, yang menjaga bumi itu seorang
malaikat. Maka kita tidak akan bisa
melihat bagaimana contoh malaikat
membangun mall.
kita tidak akan tahu karena malaikat
adalah makhluk gaib yang hanya punya roh
dan akal, tidak punya jasad, tidak punya
nafsu. Karena tidak punya nafsu, maka
malaikat tidak akan berkeinginan ee
membuat jalan tol. Ya, jadi oleh karena
itu Allah sungguh luar biasa. Sehingga
memang Allah menyatakan inni alamu maam
aku lebih mengetahui daripada engkau
wahai malaikat. sehingga Allah
menjadikan kita manusia sebagai khalifah
di
bumi. Apa tugas khalifah? Ya, jadi kita
ini sekarang sebagai khalifah. Khalifah
itu artinya juga sebagai wakil Tuhan di
muka bumi. Jadi khalifah itu kalau
secara umum diartikan sebagai wakil
Tuhan yang disuruh untuk menjaga dan
merawat bumi beserta lingkungannya.
memutuskan perkara secara adil di antara
semua makhluknya di muka bumi.
Memberikan kasih sayang kepada bumi dan
isinya rahmatan lil alamin. Mengelola
bumi beserta isinya untuk kebaikan semua
makhluk. Menciptakan kedamaian,
ketentraman, dan kemakmuran penduduki.
Ini beberapa tugas khalifah. Jadi ASN
juga merupakan khalifah. Jadi ASN saya
juga ASN. Saya harus juga menjadi
khalifah di bumi dengan mandat tugas
seperti ini. Beberapa tugas ini ya,
merawat bumi ya. Kita menjadi orang yang
kasih sayang kepada semuanya, kepada
makhluk Allah, tidak hanya manusia. Kita
menciptakan kedamaian, ketentraman,
kemakmuran. Ini tujuan Allah menjadikan
kita sebagai khalifah.
Oleh karena
itu di dalam khalifah ini Allah
menciptakan jin dan manusia. Jadi kita
sebagai khalifah ya. Kemudian tujuannya
apa? W khalaqtul jinna wal insa illa
liya'budu. Aku tidak ciptakan jin dan
manusia melainkan agar mereka beribadah
mengabdi kepadamu. Jadi kita sebagai
khalifah dalam rangka mengabdi kepada
Allah Subhanahu wa taala. Jadi ada dua
makhluk yang diminta mengabdi, jin dan
manusia. Tapi kita sekarang membicarakan
tentang manusia. Jadi kita diminta Allah
sebagai khalifah
sekaligus melalui wasilah khalifah
itulah kita beribadah mengabdi kepada
Allah. Mengabdi kepada Allah adalah
mentaati semua perintahnya dan menjauhi
semua larangannya. Itu adalah ibadah.
Jadi simpel sebenarnya kalau kita
mentaati semua perintah Allah dan
menjauhi semanya itu disebut dengan
ibadah. Jadi sesungguhnya Kanjeng Nabi
Muhammad bersabda, "Sesungguhnya amal
perbuatan itu tergantung niatnya.
Innamal a'malu binniat." Jadi semua itu
tergantung niatnya. Kalau niatnya hanya
profesional, tidak ikhlas, maka dia
hanya mendapatkan pekerjaan atau mungkin
honor. Tapi kalau niatnya ikhlas dan
profesional, maka ee sebagai bentuk
ibadah kepada Allah juga mendapatkan
sesuatu dari
manusia. Kemudian ibadah ini, ibadah itu
saya mencari beberapa referensi pustaka.
Ibadah itu memang dibagi dua. Yang
pertama ibadah mahdah.
Ibadah yang memang ditentukan oleh
syariat. Salat, wudu, zakat, puasa. Hari
ini kita puasa itu adalah ibadah mahdah.
Ada ibadah giriru mahdoh, ibadah yang
tidak murni atau bercampur dengan yang
lainnya. Oleh karena itu kalau kita
hitung waktu itu ya ibadah giriru mahdah
sebenarnya lebih banyak peluangnya
dibanding ibadah mahd. 24 jam kita hanya
salat berapa menit? 10 menit dari 5 kali
5 waktu hanya sedikit. Tapi sebetulnya
kita mencari nilai ibadah itu diiru
mahdah itu cukup banyak sekali ya. Kita
tidak sadar sebagai SN bahwa kalau kita
membuat saluran drinasi menanggulan
banjir itu kalau kita niatnya ibadah itu
luar biasa manfaat. Bahkan Kanjeng Nabi
menyampaikan kalau kita menanam pohon
karena Allah Taala, kalau pohon itu
berbuah menjadi sedekah kita
selama-lamanya. Bayangkan berarti ibadah
giri mak sebetulnya ibadah yang tidak
boleh kita sepelikan. Walaupun memang
penting ibadah mahd dulu karena hukumnya
wajib. Salat, zakat tidak boleh
ditinggal. Puasa, haji kalau mampu tidak
boleh ditinggal.
Jadi ibadah wiru mahd itu memang
contohnya mencari ilmu ya. Bekerja untuk
mencari nafkah. Saya hanya di sini aja
pekerja untuk mencari nafkah yang merah
itu salah satu ibadah giri mahdah. Kita
sebagai ASN kita harus ee mencari ibadah
giriu
mahdadah mahd. Nah, ini penting karena
kalau kita bisa ee mencari nafkah dengan
ibadah, maka pahala kita akan besar.
Karena Islam itu adalah agama yang
berdasarkan hisab,
ditimbang. Ya, kalau kita hitung kita
salat lima kali, salat kita enggak
ikhlas hanya karena kewajiban pahala
kita dapat sedikit. Kemudian kita tidak
ada ibadah, kita masih suka ngerasani
orang dan seterusnya. maka kita akan
kalau ditimbang pasti akan akan enggak
seimbang antara yang positif dan
negatif. Jadi, oleh karena itu ada suatu
cerita itu ada suatu
cerita bahwa Kanjeng Nabi Muhammad suatu
saat ee dengan para sahabat duduk-duduk
kemudian Kanjeng Nabi menyampaikan
kepada para sahabat, "Tahukah kamu apa
yang dimaksud dengan muflis?"
Kemudian para sahabat menjawab, "Muklis
itu adalah orang yang rugi di dalam
perdagangan." Tapi Kanjeng Nabi
menjelaskan, "Bukan hanya itu, muklis
itu adalah orang yang rugi berat." Ada
seseorang, Kanjeng Nabi menjelaskan, ada
seseorang yang ibadahnya ibadah
mahfdahnya luar biasa. Salat, puasa,
zakat luar biasa. Tetapi dia suka
menyakiti orang.
bekerja tidak
profesional. Dia suka menghina orang,
sombong, merendahkan orang. Orang itu
orang direndahkan itu. Maka pahala orang
direndahkan itu mengambil dari pahala
orang yang tadi merendahkan yang salat
tadi. Akhirnya digerogoti, habislah
pahala orang yang ibadah mahd. Akhirnya
orang itu dilempar ke neraka oleh Allah
Subhanahu jadi Islam itu luar biasa.
Masuk akal semua. Jadi konsepnya adalah
hisab ya. Kalau kita salah-salah dikit
ya kita harus tobat kalau kepada Allah.
Kalau salah-salah kepada orang harus
minta maaf. Jadi Islam itu agama yang
mudah. Oleh karena itu Allah menyuruh
ibadah itu sebetulnya apa nanti asinya?
Wattaqulah laallakum tuflihun. Dan
bertakwalah kepada Allah agar kamu
beruntung bahagia. Tadi saya mendengar
tentang bahagia.
Bahagia itu ada tiga. Bahagia di dunia,
bahagia di alam barzakh, kubur, dan alam
akhirat. Islam menjelaskan kepada kita
selakunya makhluk Allah dihan Allah.
Nanti kebahagiaan itu ada tiga. Kita
akan kalau beragama Islam mestinya kita
harus bahagia. Kalau beragama Islam ada
yang kurang bahagia itu ada yang salah
dia dalam memahami dan mengamalkan
Islam. Jadi Islam itu harus bahagia.
Bahagia itu di dalam Islam ukurannya ati
qolbu tenang
tumakninah ya itu ukurannya Islam itu
adalah kalbunya kalau di dunia. Jadi
bisa juga kaya tapi dia tenang, damai
hatinya itu juga bahagia. Ada juga orang
miskin tukang becak dia duduk dengan
suami istrinya, dengan istrinya, dengan
tapi rasanya dia senang sekali itu
bahagia di dunia. Tapi harus ukuran
bahagia di dunia, harus ukurannya Allah
Subhanahu wa taala. Tadi adalah kalbu.
Kalau bagi dalam kubur berarti kita
dapat nikmat kubur, bukan siksa kubur.
Kalau di dalam akhirat kebahagiaan itu
adalah masuk
surga.
Jadi bahagia itu adalah tujuan kita
beragama Islam. Nah, agama Islam juga
memberikan anu memberikan pedoman
guiden, petunjuk. Bagaimana cara kita
mendapatkan bahagia agama Islam memberi
petunjukina amanuah.
Jadi orang kalau bahagia itu syaratnya
dua,
yaitu amanu wailu sh orang yang beriman
dan beramal saleh. Kita tidak berjalan
iman, kita berjalan amal saleh. Sekarang
bagaimana amal saleh? Amal saleh adalah
amal yang dilakukan semata-mata karena
Allah, bukan karena siapapun dan bukan
karena apapun. Jadi, semua ikhlas karena
Allah. Itulah tadi yang saya katakan
ikhlas. Jadi pekerja harus ikhlas semua
karena Allah. Sesungguhnya Allah
Subhanahu wa taala tidak menerima amalan
kecuali yang ikhlas mengharap. Ya. Jadi
ikhlas itulah sebagai modal kita untuk
mendapatkan amal
saleh. Jadi ee kita selaku ASN atau apa
jadi apapun lah mau jadi apapun kita
harus menjalankan tugasnya dalam har
masyarakat harus ikhlas. Jadi saya
sebagai dosen ya, dosen ee misalkan saya
ini
dosen. Jadi saya sebagai dosen misalkan
saya kalau dengan mahasiswa itu karena
saya belajar mengamalkan ilmu Islam maka
saya melayani mahasiswa itu tidak
gaya-gayaan. Jadi mahasiswa minta ketemu
saya langsung janjian. Karena saya bukan
karena mahasiswa ya. Saya karena ikhlas
karena Allah. Jadi saya tidak
mempersulit
mahasiswa ya. Saya tidak akan memberi
mahasiswa selamahasiswa itu memang
tujuannya baik ya. di manapun mau
konsultasi, mau apa-apa dia akan saya
anu saya layi. Karena saya sebagai dosen
adalah pelayannya
mahasiswa. Jadi itulah kalau kita selalu
apapun yang kita lakukan karena Allah
kita akan ringan. Itulah akan menjadikan
hati kita menjadi kalbu yang salim, qbun
salim. Qbu yang
damai. Jadi yang kedua ikhlas tadi sudah
saya jelaskan di sini sekarang ada dari
Rasulullah S. al wasallam dari Sayidah
Aisyah, innallaha yuhibbu amil ahadukum
alalaut. Jadi Allah itu mencintai,
bayangkan Allah itu mencintai seseorang
yang apabila bekerja mengerjakannya
dengan itqan
profesional. Jadi kalau kita bekerja
profesional, Allah itu cinta. Ya sungguh
profesional itu kompeten. Profesional
melayani dengan hati. Sebetulnya kalau
di Islam profesional itu melayani dengan
hati ya. Kita sangat profesional
melayani masyarakat. Ada masyarakat
ngeluh langsung kita layani. Tidak
karena terus kita tidak marah-marah
dengan hati. Itulah
profesional. Ya memang walaupun
profesional juga diartikan sebagai ee
seseorang yang punyai kompetensi
tertentu sebagai ladang pekerja itu juga
profesional. Tapi dalam hal ini adalah
melayani dengan hati.
Oleh karena itu, kesimpulannya adalah
kalau kita ingin bekerja ikhlas dan
profesional maka itu harus menjadi
tahaluk, jadi budaya, perilaku. Ya,
ibadah itu ada tingkatnya. Yang pertama
adalah taabud. Kita salat, puasa ya
hanya seperti itu. Hanya patuh saja.
Tidak pernah kita apa dampak ibadah
kita. Kan banyak orang salat itu
orangnya juga tidak baik ya.
Inilah wal orang itu salat tapi
dampaknya itu tidak kepada orang dia itu
benar salat tapi kepada orang masih
jahat masih sering menyebarkan fitnah
hoak masih mengolok-ngolok orang. Kenapa
seperti itu? Karena hanya sebatas ta.
Islam mengajarkan proses berikutnya
adalah taakul. Taakul itu ibadah kita
harus dipikir. Makanya Allah sering
mengatakan di Alqur'an, "Aala
tatafakarun."
Apakah kamu tidak berpikir tentang
ciptaan saya tentang bagaimana ibadah
itu? Taakul itu adalah kita berpikir,
diajak berpikir oleh Allah. Kenapa kita
disuruh wudu? Supaya bersih. Berarti
sebagai kita sebagai khalifah, maka kita
harus bersih. Ya, saya itu waktu di
pondok juga sedih. Katanya anak kalau
mondok kalau enggak budiken itu bukan
anak santri. Loh, saya bilang apakah
Islam ngajari itu toh? Saya bilang
enggak, maka harus di pondok jangan ada
lagi gudiken kalau kita mengikuti ajaran
Islam yang
benar. Harus bersih. Jadi anunya harus
ada pohonnya. Harus seperti itu. Nah,
itu nanti kita harus menjadi tahaluk.
Jadi perilaku atau
budaya. Jadi kita melayani di dalam
sehari-hari melayani saya melayani
mahasiswa, teman-teman dosen. Saya harus
menjadi tahaluk. Jadi perilaku saya,
saya harus baik. Islam itu mengajari
kita benar dan baik. Benar dan baik.
Makanya Kanjeng Nabi Muhammad
itu makarimal akhlak adalah paling ujung
adalah akhlak, budaya, perilaku. Jadi,
oleh karena itu ASN harus ikhlas
profesional harus menjadikan hal
tersebut menjadi tahaluk atau budaya
perilaku bagi ASN dalam kita. Sekian
terima kasih kurang lebihnya mohon maaf.
Akhirul kalam asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Prof untuk
pemaparannya di sesi materi kami yang
kedua yaitu bekerja dengan ikhlas. Ya.
Kemudian kali ini kalau kita bekerja
dengan sabar, syukur, lalu ikhlas, maka
menjadi ASN dengan kualitas, pekerjaan
yang baik, dan juga ibadah yang yang
menjadi nomor satu juga bisa yaata Prof
ya menjadi satu hal yang balancing. Dan
kali ini bekerja dengan ikhlas dan
profesional harus menjadi
yang namanya tahaluk, yaitu berperilaku
ataupun menjadi satu budaya, bukan hanya
kewajiban begitu kan ya, Prof? biasanya
kan ibadah selalu dijadikan kewajiban
begitu. Tapi kita tidak tahu artinya
kita ibadah untuk apa. Begitu ya, Prof
ya. Baik, kali ini langsung saja untuk
Sobat SN yang ingin bertanya untuk bisa
langsung saja mengaktifkan future S
hand-nya. Dan kali ini kesempatan yang
sangat momen spesial kali ini ya. Halo,
selamat pagi. Asalamualaikum. Boleh
diperkenalkan dengan Ibu
siapa? Boleh di-unmute terlebih dahulu
Ibu. Baik, sudah. Silakan
ya. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
Kakak atas
kesempatannya. Injih ee Prof. dengan
tema hari ini profesi ASN menjadi ladang
ibadah penginnya kami sebagai ASN itu
satu
merealisasikannya dalam kehidupan
sehari-hari. Yang kedua, insyaallah
penginnya saya itu istikamah gitu, Prof.
Istikamah kemudian berkelanjutan. Jadi
tidak hanya di bulan Ramadan ini saja.
Setelah bulan Ramadan kami pun ingin ee
melakukan hal ini. Namun yang ingin ee
saya tanyakan, saya itu sebetulnya
tipenya tipe yang qonaah nggih. Qonaah
ngaten. Apalagi mendengar dawuhei Prof.
tadi saya itu lebih suka yang sami nawa
atau na. Namun yang ingin saya tanyakan,
bagaimana
kiat-kiatnya dalam menjalani ini?
Misalnya kita menghadapi staf, kemudian
para aparat yang dalam kondisi tidak
baik-baik saja kami itu harus
profesional. Ee yang ingin saya tanyakan
bagaimana sabar, syukur, ikhlas yang
lillahi taala. Tapi bukan
karena apa ya, Prof. Karena fitun ya.
Meskipun awalnya seperti itu, tapi
penginnya ke arah sana. Mohon arahannya,
Prof. Matur nuwun
dengan Ibu siapa dan dari mana Ibu?
Eh, saya Neni Mardi dari Bojonegoro.
Ibu. Baik, kali ini Prof. kami
persilakan tentunya untuk Prof. Dr. Ir.
Muhammad Bisri untuk dapat menjawab
pertanyaan
yang pertama. Silakan, Prof. Ya, terima
kasih pertanyaannya. Jadi, saya ini kan
juga ASN ya, Bu ya. Saya ini pernah jadi
dekan, pernah jadi rektor ya, jadi
pejabatlah di perguruan tinggi. Saya
ngalami mungkin yang Ibu rasakan hari
ini, ya. Yang ngasakan hari ini saya
alami juga. Nah, bagaimana kita supaya
istikamah? Istikamah itu harus memang
dilakukan secara bertahap. Tidak bisa
itu serta-merta mendadak.
Dilatih. Istikamah itu dilatih. Seperti
orang zikir itu dilatih. Harus
istikamah. Kalau enggak dilatih itu kita
tidak akan anu Kanjeng Nabi Muhammad kan
dilatih Allah mulai dari Buiro itu
bertahap tidak langsung dikasih terus
jadilah Nabi Muhammad lama prosesnya.
Makanya kita harus harus mulai kecil,
mulai remaja, mulai sekarang harus terus
berlatih menjaga amaliah kita secara
istikamah. Jadi kalau ada apa-apa ingat
Allah. Saya tu gitu zikir itu kan ingat
Allah. Kalau ada masalah ingat Allah
karena Allah itu qul huallahu ahad.
Allahus somad. Allah tempat kita
bergantung mengatur. Jadi saya juga
mengalami problem-problem seperti ibu
ASN dengan orang lain sama ya sama tapi
saya tetap telaten. Saya tetap bekerja
di koridor yang
Allah anukan sampaikan perintahkan.
Kalau itu saya salah saya juga enggak
masalah. Nanti kan dihisab Bu. Kita
dihisab kalau kita salah satu kita punya
10 cadangan si ono songo. Karena manusia
itu enggak akan sempurna. Manusia tidak
ada yang sempurna kecuali Kanjeng Nabi
Muhammad. Jadi makhluk Allah namanya
manusia gak ada yang sempurna. Kita
harus punya prinsip kita nanti akan
dihisab dan kita secara bertahap
berlatih istikamah. Berlatih berikhtiar.
Enggak pernah jangan pernah berhenti
berlatih istikamah tentang benar dan
kebaikan. Jadi terusmenerus. Jadi saya
jadi dekan jadi rektor sekarang pondok
saya terus istikamah ya memegang teguh
tali Allah walaupun tidak mudah tidak
mudah dalam kehidupan syariah. Enak
teorine ngamalnone sing angel.
Tapi istikomah pelan-pelan harus kita
jalankan. Lama-lama orang akan tahu wah
ambek wong iki gak wani i soalnya w
kencang gitu. Oke, akhirnya itu yang
akan jadi masyarakat menilai orang ini
kencang. Sebetulnya saya juga bilang
saya enggak kenceng-kenceng amat kok
karena manusia pasti ada salahnya. Tapi
berusaha istikamahkan hal itu. Ngat
nggih, Bu. Nggih. Giih. Berarti paling
tidak kita istikamah dan tetap ee teguh
hati nggih. Teguh hati dalam berbuat
kebaikan minimal dan ikhlas. Tidak
mengharapkan apapun itu. Insyaallah.
Nggih. Matur nuwun. Salam sehat selalu.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
Ibu Dini di Bojonegoro untuk
pertanyaannya. Semoga selalu bisa
istikamah ya, Ibu ya. Amin. Amin. Doa
terbaik selalu. Amin. Amin. Allahuma
amin. Dan kali ini Prof masih ada
pertanyaan lagi nih dari Sobat ASN
karena ini sangat menarik sekali ini
materinya Prof. Baik untuk penanya ASN
silakan yang kedua. Sobat ASN ada siapa
kali ini dan di mana?
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh.
Ngih, salam kenal, Prof. Dan iya,
mbaknya. Saya Pak Man dari Pamekasan
dari UPT Pembibitan Ternak dan Kesehatan
Hewan dari Dinas Peternakan Provinsi
Jawa Timur. Iya, Prof. Ee mohon izin ee
tadi disampaikan bahwa
ee agar kerja kita bernilai ibadah itu
kan ikhlas
dan itiba pada Rasulullah kan ngoten
nggih. Nggih, Prof. Nggih. Iya. Ikhlas
dan profesional.
Ee nggih. Jadi ketika kemudian 8 jam
kita kerja ee per hari artinya kan
sepertiga dari ee waktu kita harian
begitu nggih. Selama berpuluh-puluh
tahun baru pensiun, baru purna. Nah,
pertanyaannya begini, Prof. Jadi ketika
kita muslim dituntut untuk
ee setiap amaliah kita ini bernilai
ibadah, seringnya di kantor
itu kadang-kadang teman tuh bilang
begini, "Prof, ojo sok
sucilah. Ee ini kan kerja enggak usah
bawa-bawa nama ibadah begitu, enggak
usah bawa-bawa nama Islam."
sehingga
kadang-kadang ee kita yang pengin
lurus itu ada tantangan tersendiri gitu
loh, Prof.
Jadi kalau kemudian ee intinya gini sih,
Islam itu ngatur kita keluar rumah aja
diatur, masuk rumah diatur, masuk WC
juga diatur. lah ini di pekerjaan kok
kadang-kadang ada sebagian teman yang ee
suci banget sih. Sok sok sok cuci kok
sok suci begitu loh ya. Alim banget. Nah
ini ini kira-kira ee kita sih
kadang-kadang menjelaskan seperlunya
saja kan begitu ya. Cuman kalau misalkan
ee lingkungan kita yang enggak kondusif
begitu. Nah kira-kira tipsnya seperti
apa, Prof? Matur nuwun. Nggih. Jadi
langsung ya. Jadi yang
pertama kita kalau kerja itu kan cukup
lama 8 jam kita harus diniati ibadah.
Jadi berangkat dari rumah ibadah niat
itu bisa dengan hanya
bismillahirrahmanirrahim niat ibadah
berarti selama 8 jam kita
ibadah. Yang kedua memang di lingkungan
kerja kita kan tidak sama. Tidak seperti
kita bekerja di masjid semua sama
ibadah. Ya, ada mungkin yang orang Islam
yang hanya nama Islam tidak mau belajar
agama Islam, ada yang orang non Islam.
Oleh karena itu, saran saya yang kedua
di lingkungan kerja tidak perlu kita
berceramah. Itu kadang-kadang kalau kita
berceramah ramai orang-orang itu paling
repot. Jadi kita diam aja. Jadi kita
melakukan melakukan ibadah ya usah
ibadah aja saran saya. Kemudian kita
baik-baik aja dengan orang-orang itu.
Karena saya yakin orang itu kalau
memahami agama enggak akan seperti itu.
Orang yang memahami agama Islam dengan
benar pasti akan melakukan sesuai dengan
perintah Allah. Kalau tidak seperti itu,
beliau akan mengatakan ojos sok suci.
Sebenarnya kita enggak suci, kita
diperintahkan Allah. Allah itu Tuhan
kita memerintahkan kita untuk salat itu
diperintahkan Allah. Yang ngasih makan
itu juga Allah. Hakikat kita itu. Yaitu
melalui pemerintahnya. Masih perantara
aja semuanya itu karena Allah. Tetapi
kita harus memang sabar tadi tidak perlu
kita tanggapi berlebihan. Kita lakukan
aja waktu salat salat ya kita kerjakan
pekerjaan dengan profesional kita tetap
baik dengan orang. Jadi menurut saya
kita tidak perlu terlalu ee apa ribut
dengan berisiknya orang sekitar kita.
Saya juga demikian di kampus juga
komunitasnya banyak. saya di jurusan, di
fakultas, di rektorat tambah banyak
orang, tapi saya tenang-tenang saja
menjalankan sesuai apa yang diperintakan
Allah, tetapi tidak terlalu vulgar. Kita
tidak tonjolkan diri sendiri kayak yang
wong paling paling anu paling enggak
usah enggak usah ceramah menurut saya
karena kita enggak kondusif kalau
begitu. Sehingga yang ketiga adalah
tetap istikamah aja kita menjalankan
perintah Allah menjauhi larangan
istikamah. Orang akan tahu lama-lama
akan menyadari kalau sudah tua kalau dia
dapat daya dia akan merasa getun. Aku
kok biyen ngono yo kita mumpung masih
seperti ini. Nah supaya enggak kedun
belakang biasanya. Kedun kan belakang
gitu nggih. Saya kira itu. Matur nuwun.
Oke siap. Terima kasih Pak Lukman di
Pamekasan dari Dinas Peternakan untuk
pertanyaannya. Dan kali ini tentunya
kami ucapkan terima kasih juga untuk
pemateri kita yang kedua yaitu Prof.
Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri, M.S.
Terima kasih, Prof.
Sami-sami, Prof. Tapi sebelum kita untuk
mengakhiri sesi Profesor kali ini, Prof.
Saya pengin bertanya nih, Prof. Ya,
sekaligus untuk memberikan pesan kepada
Sobat ASN di seluruh Indonesia.
Bagaimana sih, Prof. Sobat ASN ini bisa
memaknai pekerjaannya sebagai bentuk
ibadah dalam kehidupan sehari-hari dan
juga apa nih pesannya untuk sobat ASN
yang ada di seluruh Indonesia nih, Prof?
ya bekerja kalau menjadikan itu sebagai
ibadah itu harus kita sadari itulah
perintahnya Allah. Itu perintah Tuhan
kita ya. Tuhan yang paling tinggi di
antara semuanya ini itu perintah. Kalau
kita dar itu perintah kemudian kita
berniat melaksana perintah Allah dengan
membaca
bismillahirrahmanirrahim bahwa itu
perintah Allah ya kita laksanakan apapun
yang anu enggak usah di di anu herokan
lah lainnya itu insyaallah kita akan
istikamah kalau kita sejak awal enggak
menyadari apa yang kita lakukan bukan
karena perintah Allah hanya sekedar
rutinitas seperti tadi bukan menjadi
taabu taakul tahalu ya akan anu aja
gelundung aja aja gitu ya. Jadi
gelundung aja. Jadi kita harus sejak
awal menyadari bahwa bekerja sebagai SN
itu adalah perintah Allah ya. Perintah
Allah untuk bekerja mencari nafkah untuk
anak turun kita karena Allah Subhanahu
wa taala. Jadi harus sejak awal diniati
itu. Itu penting sekali nggih gitu.
Nggih. Baik terima kasih banyak Prof
untuk pesan-pesannya sobat SS
Indonesia. Ya, terima kasih. Saya izin
ya, Mas. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
tentunya untuk Prof. Dr. Ir. Muhammad
Bisri, M.S yang sudah memaparkan materi
yang kedua. Nah, kali ini Sobat TSN,
kita masih punya satu materi yang
terakhir. Seperti apa materinya? Sesaat
lagi kita saksikan bersama-sama.
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik. Kami
melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Marah kami junjung teguhkan diri dan
jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas kebanggaan negeri
berentasut melayani bangsa dengan
akuntabilitas
tinggi. Hong
ho di
sini dengan
hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Layani bangsa loyal tanpa
batasannya selalu adaptif dan
berkolaborasi bergandeng tangan tanggung
tujuan menjadikan ASN lebih
berakhlak bekerja sepenuh hati tulus
membantu sesama dengan bangga kami
melayani bangsa
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati.
Tujukan kompetensi dalam
harmoni bangsa loyal tanpa
batasannya adaptif dan
berkolaborasi bergandeng tangan satu
tujuan untuk menjadikan ASN lebih
beragama mengerjas penuh hati tulus
membantu sesama
dibangan melayak
dengan bang kami
melayani dengan bang kami
melayani bangsa
[Musik]
H
[Musik]
Sobat ASN, kita kembali lagi tentunya
masih bersama webinar di seri yang ke-12
kali ini, Sobat ASN. Nah, kali ini kita
sudah menginjak di materi yang terakhir
atau materi yang ketiga. Izinkan saya
untuk bisa memperkenalkan siapakah
pemateri yang ketiga. Beliau adalah
seorang santri dari Ponpes Ihyaul Ulung
Gresik yang meraju jenjang pendidikannya
hingga menjadi guru besar Universitas
Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Dan
beliau juga menjadi dekan Fakultas
Dakwah dan Komunikasi UINsa. Ketua Senat
Akademik UINA Imam Besar Masjid Nasional
Al-Akbar Surabaya. Dan kiprah beliau
sebagai imam terawih dan penceramah
sudah melintasi empat benua, yaitu ada
benua Asia, Afrika, Eropa, dan juga
Amerika. Selain beliau juga merupakan
penulis buku Salat Bahagia, Prof. Dr.
Ali Aziz juga punya karya yang lainnya
yaitu sukses belajar melalui terapi
salat, bersiul di tengah badai, ilmu
dakwah, hidup masih koma belum titik,
dan juga 20 buku yang lainnya. Dan
marilah kita sambut ini dia Prof. Dr.
Muhammad Ali Aziz, MAG. Asalamualaikum,
Prof.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Bagaimana kabarnya hari
ini, Prof? Ah, sangat bahagia, sangat
sehat.
Alhamdulillah. Semoga kebahagiaan selalu
menular kepada kami, Sobat ASN ya, Prof.
Iya, memang kalau Anda gak bahagia,
bagaimana membahagiakan orang? Oke, baik
Prof. Aduh, ini pembukaannya langsung
jos banget nih, Prof. Nah, kali ini,
Prof. langsung saja untuk pemaparan
materi kami persilakan
ya. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Ee selamat pagi, selamat siang untuk
sobat ASN se
Indonesia. Alhamdulillah wasalatu
wasalamu ala rasulillah wa ala alihi
wasohbihi walah. Amma ba'du.
Yang kita hormati bersama-sama Mbak Devi
yang
lincah, murah senyum,
cerdas, dan seluruh ASN yang mengikuti
acara pada pagi setengah siang hari ini.
Selamat berpuasa bagi yang sedang
berpuasa.
Ee selamat menghormati yang berpuasa
bagi yang tidak puasa dan selamat
menghormati yang tidak puasa bagi yang
sedang tidak
berpuasa. Ee kajian saya pada sesi yang
ketiga ini ke sesi yang terakhir ini
saya gak bisa membayangkan ini sudah
lelah ini. Orang komunikasi mengatakan
eh when you speak more than 30 minutes
you speak to animal gitu. Jika kamu
berbicara kepada orang yang lebih dari
30 menit, sebenarnya Anda itu bicara
dengan hewan. Nah, gitu lah. Ini bicara
more than 30 minutes ini ya. Tapi
mudah-mudahan nanti saya menggunakan
cara yang baru yang bisa merubah from
animal to human being. Ya,
begitu. Ee tolong ini PPT-nya di ee
keluarkan. Ini saya sudah bikin PPT
sehingga nanti gampang cepat. Nah, ini
penguatan tekad menjadi ASN yang hebat.
Nah, inilah. Jadi saya kalau tadi ee itu
beberapa penjelasan dari narasumber satu
dua saya kira bagus-bagus itu saya catat
semua ini karena ini ilmu yang berarti
berarti. Tapi sekarang saya ingin
menyemangati bagaimana kita menjadi yang
the best
ASN. Baik, lanjut.
Nah, saya berbicara tentang surat Wal
Asr. Ini termasuk surat yang sedang
populer pada Ramadan ini, gitu ya.
Karena imam-imam tarawih pakai surat
ini. Tapi ee sering kita dengar tetapi
kurang kita kita memaknainya secara
sungguh-sungguh.
asri inal insana lafi khus illina
amanuilhati watw bilhaqi
watw nah ini demi waktu ini Allah
bersumpah demi waktu sungguh manusia
benar-benar berada dalam
kerugian kecuali orang yang beriman dan
berbuat kebaikan serta saling menasehati
untuk kebenaran dan kesabaran nah nanti
Nanti saya jelaskan lebih
lanjut. Silakan
lanjut. Nah, demi waktu. Kenapa sih
Allah bersumpah dengan
waktu? Kita diingatkan bahwa hidup
sampai
Ramadan
1446 atau 2025 ini nikmat
besar. Ini aset mahal. Bapak Ibu yang
terhormat ya.
Nikmat itu tidak hanya uang, tapi nikmat
bisa menyebut nama Allah itu luar
biasa. Nikmat bisa berbagi takjil itu
juga luar biasa. Nikmat bisa
menyemangati orang yang aslinya terpuruk
menjadi bangkit itu juga luar biasa. Itu
berarti kita ini hidup kita itu
berarti.
Nah, coba kita kita membuat ilustrasi
yang sederhana. Betapa mahalnya waktu.
Di sini saya tulis
ya, 5 detik saja bisa berharga 20
miliar. Coba dengan memenangi lomba lari
cepat dunia. Nah, artinya ia dijanjikan
oleh Pemkap-nya lah gitu. Kalau nanti
kamu menang ee level dunia, kamu saya
beri 20 miliar.
gak main-main karena itu kan
mengharumkan nama provinsi, nama
kabupaten, nama ee
negara. Tiba-tiba dia ee kalah gak
jangan sampai 5 detik, hanya kalah 1
detik.
Coba dia kehilangan toh 20 miliar. Iya
toh, Bu. Iya gitu loh, Bu. Supaya senang
saya, Bu.
Ah, itu supaya ada komunikasi ini.
Soalnya ada yang saya lihat ini
gambar-gambar AI ini ya. Jadi ya ee
wajahnya enggak jelas ini gitu
ya. Tapi gak apaah yang penting ikut
mendengarkan. Jadi hanya kalah 1 detik
saja itu kehilangan 20 miliar. Sekarang
kalau dia bisa memenangi 1 detik berarti
dia dapat 20.
itu kalau dihitung rupiah. Bahkan waktu
sesingkat itu bisa juga merubah masa
depan dunia dan akhirat kita.
itu
sekarang waktu Ramadan ini. Lalu Bapak
Ibu ee berbicara di dalam hati, "Ya
Allah ini adalah bulan
perubahan yang kemarin saya bekerja
seenaknya sekarang sudah tidak lagi. Ya
Allah, saya ingin bekerja yang lebih
baik, lebih memuaskan orang dan lebih
produktif pikiran-pikiran saya. Saya
curahkan." Coba hanya berniat begitu.
Lalu tiba-tiba dia meninggal dunia.
Ingat loh, niat begitu itu sudah
dihargai Allah. Hanya niat beberapa
detik
merubahlah ee masa depannya dunia dan
akhiratnya. Ya lah. Perlu dicatat Bapak
Ibu sekalian, ASN ini ee jangan malas
zikirlah gitu
ya. Sebab kalau malas zikir ah zikir itu
mohon maaf sajalah zikir itu tidak harus
menyebut nama Allah. itu
gaklah, tidak harus karena dia
menunjukkan muslim loh tangannya diberi
tasbih waktu bekerja bertasbih lah. Ini
untuk apa gitu? Rohnya saja. Roh roh roh
agama itu seperti apa sih
gitu? Rohnya agama itu menyuruh kita
seperti apa? Ya itu kita lakukan. Dan
tadi betul sudah disampaikan oleh Prof.
istri tadi itu bahwa ee kita jangan
menggurui orang lah gitu. Tunjukkan
bahwa kita ini memang pantas menjadi
pribadi yang memang pantas dicontoh lah.
Begitu maksudnya itu ingat zikir itu
ingat ingat Allah terus jangan sampai
putus ingat Allah. J melarang A,
melarang B. Ikuti itu. Sebab kalau nanti
hubungan dengan Allah itu putus, maka
yang ganti memasuki itu adalah setan.
itu sudah
jelas. Jangan malas membaca. ASN kok
malas membaca. Wong dunia sudah
putarannya kayak cepat begini. Apalagi
bagian perencanaan. Dulu bisa
merencanakan 25 tahun yang akan datang.
Dulu bisa merencanakan 5 tahun yang akan
datang. Sekarang saya kira-kira gak
bisa. Karena perubahan itu sudah tidak
hanya jam per jam, tapi itu menit per
menit sekarang ini. Maka harus banyak
membaca. Kalau malas membaca akan buta
perkembangan. Kalau buta perkembangan
susah. Jangan malas
belajar. Kalau malas belajar di sekolah
berarti akan putus studi. Ini bagi ASN
yang ee juga menempuh pendidikan untuk
strata du, strata 3, saya ucapkan
selamat. Itu bagus. Bagus. Itu
bagus. Nah, itu jangan malas belajar.
atur waktu antara pekerjaan dan ini gak
boleh itu. Kemudian karena sekolah
kemudian jenis pekerjaannya terlantar
orang menjadi kecewa gak boleh
ya. Ee akan putus itu di mager malas
gerak maka akan berdampak pada
kesehatan.
Mm ya kalau kita berhubungan dengan
orang kan bisa saja dengan telepon toh
bisa dengan WA. Tapi ada saat-saat
tertentu jangan mengandalkan itulah.
datanglah. Kemudian kalau anak buah itu
coba kita dekati kemudian kita ee apa
itu pegang pundaknya sambil menyemangati
itu jauh berbeda dengan hanya lewat WA
apalagi kemudian ee diajak makan. Oh,
itu tambah bagus. Bagus
ya. Mm malas berkreasi. Jangan malas
berkreasi. Coba Bapak, Ibu sekalian ini
kalau kita lihat jari-jari kita ini, ini
jari-jari kita ini tidak ada yang sama
satuun di dunia itu gak
ada. Jadi setiap anak lahir itu ada
kreasi baru. Gak ada jari ibu jari-jari
garis jari-jari ee garis ibu jari kita
ini yang sama di dunia. Mulai zaman Nabi
Adam sampai akhir gak ada. Jadi manusia
lahir Allah sudah menciptakan yang baru
itu sama dengan mengajari kita harus ada
sesuatu yang baru gitu ya. Eh Albert
Insin pernah
mengatakan
insanity is doing
thing doing the same thing again and
again over and over and expecting
different
result. Yang disebut gila itu apa? Gila
itu adalah ketika Anda melakukan sesuatu
yang sama, gak ada kreasi baru sama
sekali, tetapi Anda mengharapkan ee
hasil yang berbeda. Itu gila namanya
itu. Kalau ingin sesuatu yang baru, ya
harus ada kreasi yang baru. Ah,
begitulah ya. Ya. Nah, berpikir 1 jam
sekarang saya ee tadi ee Profistri sudah
sampai pada taakul tadi ya. Berpikirlah.
Berpikir. Berpikir. Ini saya sampaikan
berpikir 1 jam. Berpikir 1 jam untuk
mencari inovasi memajukan organisasi
atau perusahaan atau kantor Anda atau
menyelamatkannya dari
kehancuran. Berpikir 1 jam itu bisa
menjadi pahala yang tiada putus sampai
hari sampai sepanjang zamanlah sampai
kiamat. Coba perhatikan.
Jadi berpikir sampai bisa
menyelamatkan itu. Makanya Ibnu Abbas
mengatakan sahabat Nabi yang ahli tafsir
berpikir ee maaf ini Abu Darda ya.
Sahabat Nabi juga yang dicintai berpikir
1 menit itu lebih baik daripada 1000
salat sepanjang malam. Nah gitulah
menghargai pikiran-pikiran kita itu.
Baik ya. Lanjut.
Nah, ini ini bukan sebetulnya bukan doa,
tapi saya ingin menunjukkan Nabi itu
selalu berdoa ini loh Nabi ya ini Nabi
loh ya supaya dia menjadi orang yang
gesit satset. Ahah. Itu ya dalam
pelayanan ya. Kalau kita melayani orang
dengan cepat senang, kenapa kita tidak
mau melayani itu ya? masa legalisir saja
atau ambil surat keterangan saja kok
ditunda nanti nanti nanti nanti. Kalau
bisa hari itu kenapa
sih? Sebab setiap menit itu ada
harganya. Kalau orang disuruh nunggu di
situ lama di arti berarti kehilangan ee
produktivitas di tempat yang lain.
Ayolah kita alani yang bagus. Jangan
malas lah. Ini Nabi sendiri itu berdoa
ini. Allahumma inni azubika minal ajzi
wal kasal. Wahai Allah, jauhkan aku dari
lemah fisik dan mental dan jauhkan pula
dari malas. Ee gak haruslah, gak harus
Bapak-bapak, Ibu harus bahasa bahasa
Arabnya gak perlu. Tetapi setiap salat
itu minta kepada Allah dalam bahasa
Indonesia boleh, bahasa Madura
boleh, bahasa Inggris boleh. Ya, ya
Allah mohon Engkau memberikan kelincahan
saya di dalam bekerja dan melayani
orang. Nah, baik. Yaitu ini. Ini doa
Rasulullah. Doa Rasulullah berarti bisa
kita pergunakan. Tapi jangan hanya
doanya, tapi inilah semangat Rasulullah
itu ketika dia ingin berubah melakukan
sesuatu yang baik itu dia minta tolong
kepada Allah gitu. Jadi tidak
mengandalkan potensi dirinya tetapi ada
power. yang ada di luar bisa memberikan
kekuatan spesial kepadanya.
Lanjut. Ini saya masih berbicara soal
bagaimana kita itu menghargai waktu ya.
Menghargai waktu ini orang bijak alqtu
minahabamuhab
altuahabamu waktu adalah emas. Jika
tidak kau ambil manfaat ia begitu saja
lewat.
Jadi, Bapak, Ibu sekalian, kita ini ee
bekerja beratus-ratus jam ya, beratus
menit ya dalam sehari itu. Katakan kalau
8 jam atau 6 jam atau 7 jam itu berarti
7 *
60 menit toh berarti berapa itu? itu
waktu itu harus berharga, waktu itu
harus produktif. Selama kita menggunakan
waktu yang produktif, yang baik, yaitu
ibadah. Walaupun tidak diniati ibadah,
gitu ya. Itu walaupun gak diniati
ibadah, pokoknya ngerti bahwa itu adalah
perintah Allah, perintah pimpinan ya
selesai gitu. Jadi tidak harus ee mohon
maaf tadi itu sampai menunjukkan
Islam-Islamnya jangan jangan pada
label-labelnya lah begitu. Tapi apa sih
substansi Islam? Sebenarnya jujur ya
jujur gak usah kita dalillah gitu. Harus
kita kita harus jujur. Allah berfirman.
Wah gak usah untuk apa kita harus jujur.
Rasulullah bersabda gak usah gitu. Sudah
roh itu
tunjukkan time is what we want but what
we use worth. Itu William Pen mengatakan
begitu. Waktu adalah sesuatu yang paling
kita inginkan tapi sesuatu yang paling
kita salah. Paling kita meremehkan
penggunaannya. Benyamin Franklin
mengatakan, "You may delay, but time
will not." Kamu bisa menunda waktu tapi
ee waktu gak mau. Kamu ajak menunda itu.
Setiap menit itu ada jatah sendiri untuk
produktivitas kerja kita.
Saya ingin Bapak Ibu sekalian ya. Saya
ingin Bapak Ibu sekalian
ee ee mendapatkan inspirasi dari apa
yang saya temui ya di negara Afrika ya
tahun 2000. Di sana ada
mm namanya negara Mauritius ya. Maurid
Mauritius itu ada danau yang terkenal di
dunia, Grand Basin. Nah, itu itu
muslimnya saya kira itu hanya sekitar
2% muslimnya. Tetapi
ee potensinya yang 2% itu luar
biasa. Jadi kalau ada mobil itu mobil
bagus hampir dipastikan itu milik
muslim. Kalau ada orang cerdas hampir
dipastikan dia muslim gitu.
Lalu bagaimana kita saya melihat itu?
Jadi mereka itu sudah mengerti bahwa
zikir itu ibadah, tetapi kerja juga
ibadah. Sehingga ee saya lihat di
beberapa masjid, di MP Luis, di beberapa
tempat itu zikir enggak ada yang
lama. Salatnya itu salat kemudian
Allahumma antasalamu mingkas salam
kemudian selesai dan langsung kerja.
Sehingga mereka mengartikan ya kerja itu
ya zikir. Karena kenapa kok zikir? Iya
karena kerjanya itu dia itu ingat boleh
dan tidak boleh. Must and must not itu
dilakukan di situ ya zikir. Zikir dengan
tangan namanya zikir dengan kaki.
Baik. Ee
lanjut. Hmm. Iman dan kualitas
kerja. Iman ini mindset Bapak Ibu
sekalian. Jika benar, ia bisa
meningkatkan etos kerja, optimisme, dan
tenang menghadapi tantangan. Termasuk
tantangan AI ini yang luar biasa ya,
Pak. Ya, itu nanti kantor-kantor itu apa
perlu sih orang sebanyak ini
gitu. Ini ya perlu gaji besar, bisa
demo, bisa ini mungkin nanti tergantikan
semuanya dengan alat-alat itu manusia
hanya beberapa orang saja. bagaimana
bisa menganalisis data, bagaimana bisa
mencari data dan seterusnya itu bisa
saja seperti itu tantangan. Jadi kalau
kita itu mengerti bahwa kalau saya jadi
orang baik itu yang untung adalah saya
sendiri itu berarti ibadah.
Kalau saya baik, lalu kantor saya ini
menjadi kantor yang bisa menyejahterakan
banyak orang, maka berarti orang yang
sejahtera yang senyum itu saya punya
saham di situ. Berarti saya dapat pahala
lah. Ini
ibadah. Kalau saya ke kantor saya tidak
terlambat, saya berarti tidak mengurangi
jam kerja saya. Karena salah satu dari
ee ibadah itu adalah taat aturan. Jadi
bekerja sesuai dengan ibadah itu
sederhana kok. Taatilah aturan
kerja, taatilah Allah dan rasulnya
selesai. Itu sudah
ibadah. Itu sudah
ibadah. Walaupun tidak pakai kata-kata
ibadah, tetapi rohnya itu sudah dapat
gitu ya.
Iman bisa menjadi motor kesalehan
pribadi dan sosial. Hablum minallah dan
hablum mini salah ini
ya. Hablum minallah dan hablum minannas
sebetulnya itu salah itu ya. Keluarga,
kolega kerja dan stakeholders itu.
Silakan
lanjut. Nah, ini satu kalau kita ingin
bekerja lebih produktif yang itu
berbasis agama.
berbasis agama. Satu, berpikir positif
tu
ya. Hidup yang tenang ya, yang tenang.
Kalau mendapatkan sesuatu ya bergembira
boleh tapi jangan sampai lupa diri.
Kalau mendapatkan sesuatu yang tidak
nyaman ya tenang saja. Bapak, Ibu sudah
banting tulang ya kerja ya ini ya doa
semuanya kok masih kenyataannya beda
dengan keinginan ya gak apa-apa toh. Itu
mang kehendak Allah. Selesai tenang.
Sebab orang yang cemas itu susah itu
akan menularkan kepada orang lain. Kalau
pimpinannya itu kelihatan sedih, seluruh
karyawan ikut sedih. Kalau satu salah
satu karyawan sedih, maka kemudian yang
lain ikut sedih. Nah, kita harus
membahagiakan orang kok justru kita
menyebarkan virus kesedihan. Di sini
dikatakan ajaban li amril mukmin. Orang
mukmin itu hebat.
semuanya itu positif dan serba
berpahala. Sikap demikian itu hanya pada
orang yang percaya adalah percaya kepada
Allah. Jika mendapatkan sesuatu yang
senang ya ya syukur
selesai. Itu pasti baik baginya. Jika
mendapat yang susah ya sabar itu juga
baik baginya. Coba perhatikan seperti
ini. Berpikir yang positif sehingga
kegagalan di dalam satu hal tidak sampai
mengurangi produktivitas pada
menit-menit berikutnya.
Next. Nah, ini tadi kan saya katakan ee
senang memberi dan menerima masukan.
Tadi ada ayat yang tadi itu berbunyi wat
tawasau bil haqqi wat tawasau
bisobr. Ciptakan suasana hidup dan kerja
yang memungkinkan orang speak up gitu
loh, Pak. Ya. Jadilah orang yang membuat
orang tuh senang memberi masukan. Bapak,
Ibu yang terhormat.
Kalau ada orang sampai membuat orang
takut memberi nasihat kepadanya ini
sudah berada di tepi jurang itu ee
cenderung menjadi orang-orang yang suul
khatimah. Saya ulang. Jadilah ASN yang
kalau ada orang menasihati kita itu
adalah kita dengarkan itu
ibadah. Kita menerima masukan, ibadah,
memberi masukan ya ibadah.
yang senanglah gitu. Kalau sudah
menakutkan orang memberi masukan. Karena
setiap diberi masukan itu pembelaannya
itu berlebihan gitu. Akhirnya orang gak
berani. Maka kalau orang itu sudah
hampir ditubruk kereta
api karena orang sudah takut menasihati
dia. Nanti kalau dinasihati mesti
bilang, "Saya sudah tahu. Masa kamu sok
tahu." Wah gitu. Ya sudah biarkan aja.
Akhirnya itu berbeburlah gitu. tebuk
kereta api. Maka jadilah orang yang
kalau dinasihati itu yang senang itu
terima kasih. Jangan sekali-kali
berbicara ini wateku ah gelem yang ngene
iki gak gelem wis itu menantang
agama. Kok orang disuruh menyesuaikan ya
kamu harus menyesuaikan loh. Gak boleh
begitu. Justru kita dinasihati orang itu
itu adalah perhatian mereka supaya kita
tidak menjadi orang yang sedih, tidak
sesat. kita mengatakan, "Maaf ya, ini
watak saya, doakan ya saya bisa merubah
watak saya." Wah, itu bagus itu. Dia
kemauan belajar. Tapi kalau sudah saya
sudah tahu, waduh ini membuat orang
kemudian hari enggak ada yang mau
mengingatkan dan itu akan
berbahaya. Nah, dan juga watwr itu dan
memberi motivasi ketangguhan tidak
menyerah menghadapi tantangan. Begitulah
saya kira gitu. Silakan. Saya kira cukup
ya.
Lanjut. Nah, ini makanya surat wal asri
itu kenapa waktu Bapak Ibu waktu kecil
dulu ngaji ya itu selalu ee doanya yang
perpisahan itu kan wal asri innal insana
lafi khus itu itu senang pokoknya itu
senang. Kalau sudah ngaji waktu kecil
itu tapi kecil Bapak Ibu mungkin lain
dengan saya ya. Saya kan kecil saya
tahun mm 57. Jadi ya beda mungkin
sekarang sudah beda. Dulu kalau sudah
walau asir itu senang ya seperti ibu-ibu
bapak itu loh. Kalau ada orang doa tuh
sudah rabbana atina itu kan mesti
senang. Sudah senang top sudah selesai
gitu. Nah ini ternyata itu budaya zaman
Nabi itu sahabat-sahabat Nabi itu selalu
kalau mau berpisah itu membaca wal asri
yang itu isinya adalah ingat waktu.
Ingat waktu, ingat waktu, ingat waktu.
Gunakan waktu seproduktif mungkin,
sebaik mungkin, setaat mungkin.
Gambarkan bahwa Anda itu pribadi yang
memang diangkat oleh
negara. Gambarkan bahwa Anda itu makhluk
yang diciptakan Allah untuk beribadah.
Nah,
gitu. Itu pesannya kan begitu. Selalu
menasihati dan selalu senang diberi
nasihat atau diberi masukan. Terima
kasih, mudah-mudahan manfaat. Saya
tunggu ee diskusi kita lebih lanjut.
Mbak Devi,
silakan Pak Devi. Baik, Prof. Aziz. Nah,
Profiz kali ini untuk sobat ASN silakan
yang mau sharing. Mumpung Prof. Aziz ini
memberikan banyak masukan nantinya bisa
sharing-sharing juga di sini. Silakan
Sobat ASN untuk bisa mengaktifkan future
SN-nya terlebih dahulu dan tentunya
untuk bisa memperkenalkan diri. Wah,
Prof ini ya ternyata kita bekerja itu
selain ikhlas, kita juga harus penuh
semangat dan harus bahagia agar nantinya
semua pekerjaan berjalan dengan lancar.
Begitu ya, Prof? Ya, betul.
Nah, kali ini Prof. Itu juga pengin tahu
nih, Prof. Bagaimana sih Prof. Kita tuh
bisa sebagai Sobat ASN ya memaknai
pekerjaan sebagai bentuk ibadah dalam
kehidupan sehari-hari nih, Prof. Karena
kan kadang-kadang nih ya, Prof. ya,
sebagai Sobat ASN nih, saya ini kalau
kalau bekerja ya bekerja. Begitu. Kalau
waktunya ibadah ya khusus ibadah hanya
spiritual begitu, Prof. Bagaimana bisa
mengkolaborasi atau menggabungkan
keduanya,
Prof? Semua pekerjaan yang baik ya yaitu
ibadah walaupun tidak diberi nama
ibadah. He. Orang kerja. Cobalah
sekarang ya. Ini nanti terlalu panjang
kalau saya bacakan.
Nabi itu pernah mengatakan, "Kalau kamu
punya duit, ya he kamu punya duit, kamu
berikan untuk bangun 1000 masjid, itu
pahalanya
besar. Kalau kamu punya duit untuk
membebaskan kemiskinan se-Indonesia, itu
pasti pahalanya besar." He. Kalau kamu
punya duit, lalu engkau bisa membebaskan
orang-orang yang diperjual belikan itu
terkungkung di dalam sekapan di apakah
itu di ee Vietnam atau di Kamboja atau
di mana-manalah itu. Anda bebaskan
dengan caramu itu berpahala. Tapi kata
Rasulullah ini tolong dengarkan
semuanya. Tapi kata
Rasulullah, uang yang kau berikan untuk
istrimu, untuk suamimu, untuk anakmu
supaya mereka tidak menjadi pengemis,
supaya mereka supaya hidupnya itu
terhormat, tidak menjadi beban orang
lain, supaya tumbuh menjadi pribadi yang
tangguh yang nanti bisa memikul
Indonesia emas ini. Nah, itu pahalanya
lebih besar dari seluruh yang saya
sebutkan tadi.
Jadi, itu ibadah. Makanya kalau ibadah
itu diartikan salat itu ibadah, kerja
itu gak ibadah payah.
Oh, makanya tadi yang saya sebut yang di
Mauritius tadi itu SDM-nya kecil tetapi
bisa menjadi ee menjadi penggerak
penggerak ekonomi negara itu. Mengapa?
Karena dia memaknai saya salat kemudian
zikir sebentar kemudian saya langsung
kerja. Loh, begitu toh? Kerja itu
ibadah.
Bagaimana negara sekecil itu loh,
sekecil itu bisa memasuk ee produk gula
untuk seluruh Eropa? Coba. Karena saya
tahu bagaimana petani-petani itu
bekerja. Petani bekerja dan bagaimana
mereka itu memaknai kerja itu seperti
itu. Ya, ini mereka mengatakan just to
the God, please the Lord. Eh,
menyenangkan Allah. Itu dalam bahasa
Arab itu mencari rida Allah. Just to
please God. Just to please God. Selesai.
Tapi ada saat-saat juga di mana itu dia
tidak mengganggu pekerjaan tapi fokus.
For example ya ini ada seorang polisi
yang di Mortius itu dia polisi. Kemudian
dia iktikaf 10 hari terakhir. Saya
tanya, "What is your profession?" Apa
profesi Anda? I am policeman. Why do you
why are you always here while you are a
policeman? Dia mengatakan, "I am saya
cuti. Saya gak mengganggu pekerjaan
saya. Saya cuti untuk iktikaf. Y coba
jadi pekerjaan yes, ibadah yes. Itu
gampang.
H. Baik-baik, Prof. Baik, Prof. Nah,
kali ini sudah ada yang resen nih, Prof.
Kita akan mencari informasi siapakah
beliau.
Silakan, Ibu. Boleh di-unmute terlebih
dahulu. Iya. Baik. Boleh memperkenalkan
diri dan dari mana? Silakan untuk bisa
bertanya dengan Prof. Ali Aziz.
Mohon maaf tidak terdengar suaranya. Ibu
boleh
di-unmute. Baik. Oke. Sudah sudah
terdengar kejelas. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Prof. Baik. Baik, Ibu. I
terima kasih. Sangat menarik sekali.
Luar biasa pembahasannya. Ee Prof. ee
saya sangat ee tertarik dan setuju
sekali memang kalau ee kita kerja kerja
dalam perspektif Al-Qur'an sebagaimana
tadi yang Prof. sampaikan itu sangat
luar biasa kalau kita ikuti. Artinya
memang seperti itulah ee dalam
menjalankan kehidupan tuh dalam setiap
aktivitas kita dalam hal apapun termasuk
apalagi di dalam bekerja kan seperti
itu. Namun ee kita sering bahkan banyak
tadi juga disampaikan oleh teman-teman
itu kadang-kadang kalau ee di ee kantor
lingkungan kerja itu ee mereka masih
banyak yang memisahkan antara kerja
dengan apa namanya ee ibadah. Sebenarnya
kan kerja itu juga ibadah sebenarnya kan
seperti itu. Jadi untuk pemahaman ke ee
kepada kerja itu adalah ibadah memang
masih masih sangat jauh sekali dan itu
banyak sekali kami temui di beberapa ee
kantor. ketika ee misalnya saya berusaha
mencoba untuk bagaimana ee teman-teman
ini ee memiliki apa namanya
karakter-karakter ee ee yang bernilai
bernilai-nilai Al-Qur'an seperti itu
kan. kita coba ajak misalnya sesekali
sama-sama untuk kita sama-sama sharing
kita melaksanakan saya pengajian dan
sebagainya seperti itu. Namun juga tetap
saja kalau yang namanya orang memiliki
karakter yang memang sulit untuk di ee
ajak gitu kan ada beberapa memang yang
memang tidak tidak pernah mau mengikuti
dan tidak memang tidak mau diajak ke
hal-hal keagamaan. seperti itu. Jadi
kita ingin menciptakan milio ee
lingkungan kerja itu yang ya yang agamis
misalnya kan seperti itu, Do. Eh, Prof.
Tapi yang ee ternyata juga di beberapa
tempat ee di kantor-kantor itu masih
banyak yang ee mindset atau berpikirnya
itu ya ee kerja itu hanya terpaku kepada
ee nilai kehidupan dunia saja gitu ya.
Apa yang apa yang dia peroleh apa yang
di manfaatkan. makanya sering ngeluh,
sering kalau misalnya ada sedikit
kebijakan dan sebagainya pasti dia akan
mengeluh, pasti akan ee apa ya membantah
dan sebagainya gitu. Nah, gimana
sebenarnya trik untuk kita menciptakan
milu yang agamis yang ee nilai
nilai-nilai ee apa Islam itu
dapat internalisasi di dalam ee jiwa ASN
gitu. sehingga bekerja itu betul-betul
ee bekerja yang memiliki makna gitu ya.
Artinya tidak ada keluhan kemudian
betul-betul ikhlas, sabar itu yang ingin
kita munculkan ee bahwa ASN yang sabar,
ikhlas. Nah, seperti itu seperti ee itu
bagaimana itu, Prof. Terima kasih, Prof.
Masih. Asalamualaikum. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Jadi, ya
gini loh, ya. sesuatu yang sama tetapi
maknanya beda. Kalau niatnya itu memang
beda. Contoh gini
ya. Nabi pernah mengatakan, "Ya, kamu
itu duduk-duduk bersama
keluargamu ya, santai. Kamu tahu enggak?
Itu lebih baik dar daripada kamu iktikaf
di Masjid Madinah." Mengapa? Karena
memberikan porsi kepada istri, kepada
anak itu menjadi porsi kegembiraan
sehingga anak ini nanti akan tumbuh
menjadi orang hebat. itu ibadah gitu
loh. Tapi ini jangan kemudian diartikan
bahwa begini kalau begitu ya gak usah ke
Madinah Pak. Kelonan ae Pak gitu loh.
Nak begitu. Ini menunjukkan bahwa
sesuatu itu sekarang saya tadi saya
setelah subuh saya olahraga kemudian
saya tidur. Saya niati untuk apa? Saya
tidur supaya nanti ketika saya
melaksanakan amanat untuk tampil di
dalam forum ini tidak mengecewakan
orang. mengecewakan orang itu dosa,
berarti tidur saya
ibadah gitu loh ya. Tidur saya ibadah.
Nah, sekarang ee Ibu tadi mengatakan
kenapa kita belum bisa menjadi pribadi
yang sabar dan sebagainya. Tadi sudah
disebut oleh Pak Bistri ee ini kan sama
dengan pertanyaan begini toh Bunda ya.
Bunda, ada orang yang ee ee apa itu
binaraga kok. Bunda kok bisa kok bisa
itu tangannya sebesar itu, dadanya
sebesar
itu? Jawabannya kan sederhana loh ini
latihan berapa minggu? Minggu ini
latihan 10 tahun saya ini. Loh, gitu
loh, Bunda. Itu menguatkan otot.
Sekarang yang kita bicarakan ini
menguatkan hati. So it is more
difficult. Saya kira lebih susah. Tetapi
jangan menyerah. Biarlah kita bekerja.
Nanti yang memberi cahaya itu adalah
Allah gitu.
Ibu gak boleh memusuhi orang-orang yang
diajak pengajian gak mau itu didoakan
saja ya. Didoakan saja. Jangan-jangan
nanti ibu juga enggak ee juga gak sabar
juga gitu toh gitu. Iya jengkel saya ini
loh. Katanya nyuruh sabar lah. Kok yang
ngajak pengajian sendiri kok kelihatan
gak sabar. Nah gitu ya. Dan itu ada
teknik-tekniknya Bunda untuk melunakkan
hati orang. Saya barusan minggu ini saya
menulis buku dua ya ee tapi sebetulnya
saya tulis sudah 2 tahun yang lalu. Satu
adalah ee judulnya itu religi renungan 5
menit tiap
pagi. Bagaimana orang itu sambil minum
kopi menunggu kopinya itu dingin sedikit
itu membaca 5 menit untuk satu artikel.
Artikel itu hanya sekitar tiga aline,
tiga paragraf. cukuplah itu. Sehingga
tiap pagi itu dia ada protein yang itu
jasadi, ada protein yang itu rohani
gitu. Nah, itu seimbang nanti seimbang.
Saya menulis juga ee dakwah ramah
Indonesia. Ini bukunya ini dakwah ramah
Indonesia. Saya tulis ini. Ini di sini
diartikan Bu, kalau ngajak orang itu
jangan pada substansinya dulu. Jangan
mengajak orang, jangan berbicara kepada
orang sebelum hati Anda itu sambung. Dia
sambung kepada hati Ibu. Contoh, Bu, ini
di sini saya tulis. Kalau Bunda ngajak
orang yang gak mau pengajian, jangan
diajak. Diajak makan aja
dulu. Setiap pagi dia dia tiap hari jam
istirahat ayo ke sate yang
kesukaanmu. Jangan bicara agama dulu.
Nanti besok mana bakso yang kita suka
kita makan beres gitu. Nanti kemudian
ketika pulang ini titip untuk anakmu
bukan untuk kamu. Titip ini R.000 20
Rp50.000 nanti kalau sudah sambung ibu
ngomong apa saja bisa. Itu attlif qobla
takrif. Jangan berbicara sebelum hatimu
sambung. Sayidina Ali karamallahu waj
berkata, "Jangan memasuki rumah kalau
belum tahu
pintunya." Nah, gitu.
Jadi ya memperbaiki orang itu ya juga
bahasa jawanya perlu modal juga gitu.
Begitu Bunda
ya. Oke. Insyaallah itu yang memang yang
sudah ee kita lakukan juga seperti itu,
Prof. Kita tetap sabar. Tetap sabar gak
apaa gak apa-apa. Kalau nanti sudah
diberi sejak makan sate soto gak tetap
gak berubah. Ibu baca buku saya judulnya
hidup masih koma belum. Itu kan sekarang
dia gak mau. Nanti kadang-kadang orang
itu baru mau ketika sudah dinyatakan
dokter jantungmu harus diring. Itu
baru. Itu berarti Allah itu berbicara
merubah orang tidak melalui firman tapi
melalui
tindakan. Ada pengusaha yang sukses dulu
nak mau pengajian. Ketika dia
perusahaannya bangkrut dia importen dia
baru ikut istiasah. Eh, berarti ya ini
Allah membuat dia baik itu tidak melalui
firman tapi melalui tindakan. So,
biarkan aja Allah yang mengatur. Bunda
hanya usahanya yang manusiawi yang ee
yang sesuai dengan hukum-hukum alam ini
saja. Soal dapat hidayah dan tidak
urusannya. Oke, Bu. Baik, insyaallah.
Makasih, Pak, ya. Baik, terima kasih Ibu
yang ada di Tanjung Pinang. Dan kali ini
tentunya kami persilakan kepada sobat
ASN yang ingin bertanya masih terbuka
lebar untuk Anda tinggal res hand saja.
Prof. Kali ini saya pengin bertanya lagi
nih Prof. Sebenarnya Prof. Makna bekerja
dengan hati dalam profesinya tuh sebagai
ASN nih, Prof?
Iya. Berita dengan hati itu artinya
begini loh, ya. berkah dengan hati itu.
Tanyakan pada
hatimu. Kalau kamu itu marah-marah
begitu, sekiranya umpamanya anakmu
bekerja dimarahi begitu itu senang apa
gak gitu.
Dan pertanyaan itu sudah dinyatakan oleh
Albert Instin. Just a few people feel
with their heart gitu. Just a few people
eh see by theoniz gitu. hanya sedikit
orang yang ee memandang dengan mata mata
kepalanya sendiri dan hanya beberapa
orang yang ee memutuskan sesuatu dengan
hati. Begitu ya. Dengan hati itu artinya
ukurannya itu adalah ini baik apa tidak,
ini baik atau tidak, ini baik atau tidak
lah. Itu selalu berpikir begitu. Karena
setiap kata yang kita
ucapkan, ekspresi wajah yang kita
tontonkan, tindakan yang kita lakukan,
tidak ada yang itu tidak dicatat Allah
dan tidak ada yang tidak tidak
dipertanggungjawabkan. So, jadi harus
hati-hati, Mbak Devi, Mbak Devi Santi
harus hati-hati itu karena setiap kata
lah. Setiap orang semakin banyak ngomong
itu semakin kemungkinan banyak salahnya.
Maka jangan lama-lamalah saya bicara.
Baik, Prof. Prof. satu lagi boleh ya,
Prof. ya. Kalau untuk peran pemimpin
sendiri nih, Prof. untuk men-support
apa untuk peran pemimpin sendiri nih,
Prof. Bagaimana cara mendukung,
menciptakan budayanya seperti itu harus
diawali dengan apa nih, Prof? E sekarang
kita belajarlah jangan mengambil jarak.
Kewibawaan itu tidak dibangun dengan
mengambil jarak. He. Tolong pelajari
Quran surah Al-Qasas.
Tolong pelajari surat Alanbiya. Seluruh
nabi itu diistilahkan dalam Al-Qur'an
itu ee
saudaramu. Saudaramu
itu adalah saudaramu. Jadi akrab
biasa-biasa aja. Itu artinya jangan
mengambil jarak. Apa sih susahnya kalau
Anda sebagai pemimpin sebagai yang
muslim itu salatnya di sana baris dengan
orang-orang yang pegawai rendangan yang
itu takut dengan Bapak?
Bapak justru ambil posisi yang tidak
pada sajadah yang disiapkan oleh anak
buah itu. Tapi Bapak justru duduk di
paling belakang itu diajak ngobrol di
situ. Setelah salat kerja di bagian apa,
Pak? Ini anaknya berapa? Oke. Ya, ya.
Saya doakan, Pak, ya. Ditepuk tangan.
Bundak Yakin. Saya suka sekali Bapak
kerja di sini dulu. Sabar, Pak. Ya, itu
waduh
itu mengenal sekali dia itu sampai itu
diviralkan itu saya satu-satunya di
masjid itu tadi yang ditepuk pundaknya
oleh pimpinan saya. Nah, apalagi begitu
kemudian diberilah uang. Pokoknya kita
harus dermawan. Harus dermawan. Jangan
hanya ngobral kata, ngobrakah sedekah.
Gitu tohih. Jadi itu kemudian ini titip
untuk anakmu ya. Ini anakmu sekolah di
mana? SD. Ini titip Rp50.000 Ibu untuk
nanti makan ee berbuka puasa ya gitu. He
jabat tangan dicium. Terima kasihnya
orang itu pegawai kecil, Mbak. Itu sujud
syukurnya itu sampai orang sudah pulang
semua belum bangun. Hmm. Ya. Jadi ya ya
yang dekatlah seluruh nabi itu di dalam
Quran itu tidak dengarkan ketika
pimpinanmu bicara. Gak gak begitu sama
sekali tidak ada. Yang ada adalah idola
lahum akuhum hud. ketika Hud berbicara
kepada saudaranya. Jadi ini ada
kemitraan toh? Iya. Di antara
kemungkinan kemitraan dan ini saya kira
dikembangkan di manajemen yang terbaru
itu biasa saya di
di apa itu di maaf itu di ee Jepang ya
saya ngisi Ramadan di sana. Kemudian
saya dia ke rumah makan, ke rumah makan
ee cabe ya di Tokyo itu. Kemudian saya
lihat itu siapa ini yang membersihkan
meja itu. Kemudian kok bicara akrab
dengan ee pekerja-pekerja yang lain.
Ternyata itu adalah bosnya. Oh oke. Tahu
bos. H. Jadi jangan menganggap kalau
kita terlalu dekat itu gak ada wibawa.
Oh no no no. Wibawa tidak ditentukan
itu. Kita tidak perlu wibawa. Tetapi
kita tuh perlu dicinta. kita perlu
mencintai dan kita dicinta itu selesai
kok urusan. Kalau sudah mesra itu apa
yang gak bisa masuk ya gitu toh.
Baik baik terima kasih Prof. Dan kali
ini kita boleh berikan tepuk tangan yang
meriah untuk Prof. Dr. Muhammad Ali
Aziz, MAG. Terima kasih banyak Prof ya
untuk ilmunya pada hari ini di materi
yang terakhir Prof. Boleh dong dikasih
pesan-pesan ini closing statement untuk
Sobat ASN seluruh Indonesia. Apa nih
Profesannya? Iyalah. Pokoknya beginilah
di dalam Al-Qur'an itu bagi yang muslim
dan tidak muslim saya kira sama nanti
prinsipnya itu di dalam Quran itu sudah
dijelaskan di
dalam surat yang keempat ayat 59 itu
kalau ingin sukses itu taatilah Allah,
taatilah Rasulullah, taatilah aturan di
mana kamu bekerja. Selesai.
apapun namanya itu sudah pokoknya
taatilah Allah ini aturan boleh gak
menurut agama boleh gak menurut aturan
negara selesai kalau itu ditaati selesai
you will be the best
oke baik terima kasih banyak Prof untuk
pesannya semoga nanti di lain kesempatan
kita bisa berjumpa lagi dan juga bisa
ngobrol lebih lanjut lagi untuk
materi-materi yang berikutnya terima
kasih banyak Prof. Kita berikan tepuk
tangan sekali lagi untuk Prof. Dr.
Muhammad Ali Aziz MAG. Terima kasih
untuk waktunya dan kali ini Sobat ASN
tibalah kita di penghujung acara. Kami
ucapkan terima kasih untuk para
narasumber kami yaitu ada Prof. Dr. K.
H. Ali Masmusa, M.Si. selaku Ketua
Basnas Jawa Timur. Dan juga di sini kami
ucapkan terima kasih kepada Prof. Dr.
Ir. Muhammad Bisri, M.S. selaku pengasuh
Pondok Pesantren Bahrul Magfirah Malang.
Dan juga kami ucapkan terima kasih
banyak untuk Prof. Dr. Muhamad Ali Aziz,
MAG selaku dosen S2 UIN Sunan Ampel
Surabaya. Dan tentunya untuk sobat ASN
terima kasih banyak untuk Sobat ASN yang
sudah menyaksikan dari awal sampai
dengan akhir. Jangan lupa untuk bisa
mengisi presensi sobat ASN di semesta
Bangkom ya. Dan kali ini Sobat ASN saya
Dewi Santi pamit undur diri. Terima
kasih banyak. Kita berjumpa lagi
tentunya dalam webinar ASN belajar seri
berikutnya. Sampai jumpa.
Wassalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Dadah. Bye bye. Salam sehat
selalu.
[Musik]
Zaman yang terus
bergerak sambut dengan penuh
semangat. Saatnya kita
melangkah. Hadapi segala
tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi.
Untuk pelayanan
berdampak bersama
ASN
belajar. Ciptakan SDM unggul
berprestasi selalu inisiatif dan
kolaboratif untuk inovasi yang
berkelanjutan. Jadi ASN berakhlak
mulia siap menyongsong Indonesia emas.
[Musik]
ASM belajar wujudkan
pemerintahan berkelas dunia satukan
tekad pantang
menyerah jadi ASN
tetas belajar
wujudkan
pemerintahan kelas
dunia bukan tekad pantang
menyerah jadi
berkuit
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
He. Yeah.