File TXT tidak ditemukan.
ASN Belajar Seri 12 | 2025 - Kerja dengan Hati: Saat Profesi ASN Menjadi Ladang Ibadah
b_9Fwbasp7c • 2025-03-27
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Bar
kami junjung teguhkan diri dan jadikan
pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga
negeri. Situt melainkani bangsa dengan
akuntabilitas
tinggi.
Hindeda di sini tugas dengan hati.
Tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Layani bangsa loyal tanpa
batasannya selalu
adolaborasi bergandeng
tangan
tujuan menjadikan ASN lebih
berakhlak bekerja sepenuh hati tulus
membantu sesama dengan bangga kami
melayani bangsa
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati.
Tujuh kompetensi dalam
harmoni. Bangsa loyal tanpa
batasannya adaptif dan
berkolaborasi bergandeng tangan. Satu
tujuan untuk menjadikan ASN lebih
beragam. Mengerda sepenuh hati tulus
membantu sesama dengan bangan kami
melayani dengan bangan kami
melayani dengan kami
melayani bangsa
[Musik]
zaman terus
bergerak sambut dengan penuh
semangat. Saatnya kita
melangkah. Hadapi segala
tantangan. Tingkatkan setiap
kompetensi untuk pelayanan
berdampak. Bersama
ASN
belajar. Ciptakan SDM unggul
berprestasi.
selalu inisiatif dan
kolaboratif untuk inovasi yang
berkelanjutan. Jadi ASN berakhlak
mulia siap menyongsong Indonesia emas.
[Musik]
ASM belajar wujudkan
pemerintahan berkelas dunia satukan
tekad pantang
menyerah jadi ASN getar
berkualitas belajar
wujudkan
perintah kelas
dunia tekad pantang
menyerah jadi
berkualitas
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Bagaimana kabarnya sobat
ASN di mana pun Sobat ASN berada?
Selamat pagi. Salam sejahtera bagi kita
semuanya dan tentunya untuk sobat ASN
yang menjalankan ibadah puasa. Semoga
ibadah puasa pada hari ini dipermudah
dan juga diperlancar. Pastinya sudah
pengin mudik juga ya, Sobat ASN ya. Nah,
Sobat ASN pada pagi hari ini tentunya
kita akan mengusung satu tema yaitu
dalam webinar ASN belajar seri ke-12
tahun 2025. dengan satu tema yaitu kerja
dengan hati saat profesi ASN menjadi
ladang ibadah. Nah, Sobat ASN menjadi
aparatur sipil negara atau ASN bukan
sekedar menjalankan tugas dan juga
tanggung jawab administratif, tetapi
juga bentuk pengabdian kepada masyarakat
dan juga negara. Dengan bekerja penuh
integritas, profesionalisme, dan juga
empati, ASN dapat menjadikan
pekerjaannya sebagai penuh integritas,
profesionalisme, dan empati. Nah, ASN
dapat menjadikan pekerjaannya sebagai
ladang ibadah. Setiap layanan yang
diberikan dengan tulus dan juga penuh
keikhlasan pastinya bernilai amal ibadah
menceminkan dedikasi untuk menciptakan
satu pelayanan publik yang adil dan juga
berkualitas. Nah, ketika ini semuanya
dilakukan dengan hati, Sobat ASN, setiap
tugas itu menjadi satu lebih dari
sekedar rutinitas, melainkan salah satu
wujud nyata dari kontribusi bagi
kesejahteraan bersama. sikap yang
disiplin, jujur, dan juga bertanggung
jawab menjadikan cermin nilai-nilai
moral dan juga spiritual yang tinggi.
Dengan niat yang lurus, semangat
pengabdian, dan juga profesi SN tidak
hanya menjadi sarana mencari nafkah,
tetapi juga menjadi jalan untuk
mendapatkan keberkahan serta pahala di
dunia dan juga akhirat. Nah, kali ini
selengkapnya Sobat ASN akan dibahas
dalam webinar ASN belajar seri ke-12,
yaitu kerja dengan hati saat profesi ASN
menjadi ladang ibadah.
[Musik]
Sobatn tentunya sebelum kita menginjak
webinar dengan materi yang pertama,
marilah bersama-sama kita akan menyambut
kali ini yang akan memberikan opening
speech pada pagi hari ini. Kami
persilakan kepada Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur. Kepada yang
terhormat Bapak Dr. Ramlianto, SPMP.
Kami persilakan. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat
dan salam sejahtera untuk kita
sekalian. Sahabat ASN di seluruh tanah
air, selamat bertemu kembali dalam
webinar series ASN belajar, sebuah
wahana pengembangan kompetensi ASN dalam
jaringan persembahan Jatim Corporate
University Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini, Kamis tanggal 27 Maret tahun
2025, ASN Belajar telah memasuki seri
yang ke-12. Kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi atas antusiasme
Sobat ASN di seluruh negeri untuk terus
mengikuti secara aktif program ASN
belajar
ini. Untuk merespon semua itu, kami
selalu berkomitmen sekaligus berikhtiar
untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
sekaligus kinerja aparatur sipil negara
di Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-12 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik yang relate dengan suasana
bulan suci Ramadan 1446 Hijriah ini.
Topik yang diharapkan dapat memberikan
kontribusi terhadap makin khusyuknya
para sobat ASN dalam menjalankan ibadah
puasa Ramadan di 10 hari terakhir ini.
Karena itu, ASN belajar seri ke-12 tahun
2025 ini mengangkat topik kerja dengan
hati. Saatnya profesi ASN menjadi ladang
ibadah. Nah, sudah menjadi tradisi
akademik dalam ASN belajar bahwa topik
menarik ini akan kita bahas secara
intensif dari beragam perspektif bersama
para narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Sobat Hasn di seluruh tanah air dalam
banyak literatur disebutkan bahwa setiap
agama, kepercayaan atau sistem nilai
yang diyakini oleh manusia selalu
terdapat konsepsi tentang bekerja
sebagai sebuah keniscayaan ilahiah.
Dalam konteksnya dapat dijelaskan bahwa
seseorang yang bekerja untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya bukanlah sekedar
aktivitas profan atau duniawi, tetapi
juga merupakan panggilan ketuhanan yang
diyakini memiliki nilai ibadah.
Konsep ini menekankan bahwa aktivitas
profesional tidak hanya berfungsi untuk
memenuhi kebutuhan material semata,
tetapi juga sebagai ekspresi pengabdian
dan pemenuhan tujuan hidup yang lebih
tinggi. Dalam konteks ini, pekerjaan
dipandang sebagai sarana untuk mencapai
kesejahteraan moral atau spiritual.
Sobat HN, penelitian terbaru menunjukkan
bahwa memandang pekerjaan sebagai bentuk
ibadah atau panggilan spiritual dapat
meningkatkan kepuasan kerja, komitmen
organisasi, dan kesejahteraan karyawan.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam
Jurnal of Business Ethics menemukan
bahwa karyawan yang melihat pekerjaan
mereka sebagai panggilan suci memiliki
tingkat kepuasan kerja yang lebih tinggi
dan cenderung lebih berkomitmen terhadap
organisasi mereka. Selain itu, integrasi
nilai-nilai spiritual ke dalam
lingkungan kerja dapat menciptakan
budaya organisasi yang lebih positif dan
lebih sportif.
Studi ini juga menemukan bahwa
spiritualitas di tempat kerja memiliki
pengaruh signifikan terhadap motivasi
dan semangat kerja. Hal ini menunjukkan
bahwa integrasi nilai-nilai spiritual ke
dalam lingkungan kerja juga dapat
meningkatkan kinerja, loyalitas,
integritas, sekaligus produktivitas
organisasi yang pada akhirnya akan
berdampak terhadap kesejahteraan
karyawan.
Tentu saja berbagai penelitian dimaksud
hanya mampu menjangkau aspek material
yang bisa diukur dengan takaran ilmiah.
Namun demikian, tentu kita juga meyakini
keterkaitannya dengan kehidupan akhirat
pasca kehidupan di dunia ini. Kita juga
meyakini bahwa setiap langkah kerja kita
yang diniatkan untuk memenuhi panggilan
ilahiah akan memiliki konsekuensi
terhadap kehidupan kita. di akhirat
kelak. Wallahuam
bissawab. Sahabat ASN di seluruh tanah
air. Lalu bagaimana agar aktivitas
profesional kita sebagai aparatur sipil
negara mengandung nilai-nilai ibadah
terlebih lagi di bulan suci Ramadan
seperti ini. Nah, untuk membahas cerdas
dan tuntas topik ini, kami telah
mengundang para narasumber luar biasa
yang sudah barang tentu sangat kompeten
di bidangnya. Kami menyampaikan terima
kasih dan penghargaan kepada para
narasumber hebat yang telah berkenan
hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ASN di
seluruh tanah air. Pertama kami
menyampaikan terima kasih kepada yang
terhormat Bapak Prof. Dr. K.H. Alim
Hasan Musa. Beliau adalah Ketua Badan
Amil Zakat Nasional atau BASN Provinsi
Jawa Timur.
Kedua, kami menyampaikan terima kasih
kepada almukaram Bapak Prof. Dr. Ir.
Muhammad Bisri, M.S. Beliau adalah
pengasuh Pondok Pesantren Bahrul
Magfirah Malang. Dan yang ketiga kami
menyampaikan terima kasih kepada Bapak
Prof. Dr. Muhammad Ali Aziz, M.Ag.
Selain sebagai seorang pendakwah, beliau
juga seorang akademisi dari Universitas
Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Nah,
Sobat ASN, mari kita simak dengan
seksama webinar ASN belajar seri ke-12
tahun 2025. Semoga bermanfaat dan
dipenuhi keberkahan dari Allah subhanahu
wa taala. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih kami ucapkan
kepada Bapak Dr. Ramlianto, SPMP selaku
Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya
Manusia Provinsi Jawa Timur yang sudah
memberikan sambutan pada pagi hari ini.
Nah, Sobat ASN, inilah saatnya kita akan
memulai untuk materi sesi yang pertama
atau webinar sesi yang pertama. Untuk
Sobat ASN di mana pun Anda berada,
jangan lupa ketika nanti ada pertanyaan,
silakan saja untuk bisa menekan tombol
rais hand dan nanti akan ada sesi Q&A
khusus setelah materi dipaparkan. Nah,
kali ini sebelum kita memulai untuk
pemaparan materi yang pertama, izinkan
saya untuk dapat menjelaskan siapakah
beliau pemateri yang pertama. Pemateri
yang pertama beliau adalah seorang tok
tokoh NU, guru besar, dan juga dosen di
program pasca sarjana IAIN Sunan Ampel
Surabaya. Dan saat ini beliau menjabat
sebagai ketua Basnas Jawa Timur. Beliau
juga ketua PWNU Jawa Timur periode
1999 sampai dengan 2008 dan anggota DPR
RI periode 2009 sampai dengan 2014 dari
PKB mewakili Jawa Timur. Kita sambut
inilah Prof. Dr. K. H. Alim Masan Musa,
M.Si. Asalamualaikum, Prof.
wabarakatuh.
Bagaimana bagaimana kabarnya, Prof. ini
sehat walafiat alhamdulillah. Sehat
walafiat alhamdulillah. Baiklah kali ini
Prof. Ini adalah salah satu momen yang
kami nantikan tentunya bersama Sobat ASN
dan tentunya kami persilakan kepada
Prof. Dr. K. H. Ali Hasanmusa, M.Si.
untuk dapat memberikan pemaparan. Tempat
dan waktu kami persilakan.
Ya. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Yang
pertama mudah-mudahan yang
mengikuti acara ini semua sehat
walafiat
dan update terakhir Prof.
Dr. Sweda dari John Hskin
University mengingatkan kita bahwa orang
sehat walafiat itu lebih ditentukan eh
psikis ya hati daripada fisik.
ada hubungannya dengan tema yang kita
sedang bahas hari ini. Jadi, beliau
sampai punya angka
7030. Jadi, selama ini kita bisa salah
persepsi, salah bahkan salah
kaprah seolah-olah kesehatan itu hanya
ditentukan fisik, ternyata tidak. Jadi,
sekali lagi bisa dicek, Prof. Dr. Sweda
memang ini orang Jepang yang menjadi
guru besar ee kesehatan masyarakat di di
John Hskin eh Amerika ya. Sama dengan
mungkin bagi yang pernah belajar
sosiologi eh Francis eh Profesor Fransis
Bukuyam juga orang Jepang yang menjadi
sosiolog yang paling up to date hari ini
pengganti Jos riser pengganti emur dan
sebagainya itu ya. Jadi beliau sekali
lagi ee punya angka
7030. Dan sebenarnya ketika kita hari
ini diingatkan oleh ee emosional kien,
spiritual kien sebenarnya selalu hampir
sama bahwa orang di dunia ini sukses
ditentukan IQ otak itu hanya 27%.
Kemudian
ee spiritual, kecerasan-spiritual
termasuk kejerasan agama ya itu dua kali
lipat bisa sampai 54% dan yang skill itu
ternyata pegang ee porsi yang paling
sedikit sekitar
18% ya. Pada hari ini kita lebih
disebutkan urusan skill, skill dan
skill, skilling, upskilling ya. Padahal
sebenarnya akan ditutupkan apakah ee
mental kita itu sehat atau
tidak. Kita bicara insin misalnya,
Saudara
sekalian, ini SD tidak
lulus masuk ee high sampai SMA, high
school juga ditolak karena dianggap
paling goblok sehingga otomatis masuk
peruruan tinggi juga ditolak.
Tapi yang menarik ketika umur 20 tahun
dia bekerja
di kantor ekspedisi itu pun bagian ee
tenaga
kasar. Geografi yang kami baca umur 25
tahun bisa mencerikan teori relativitas
yang sangat luar biasa itu ya. dan
bahkan kemajuan hari ini
ee 40,50 dan sampai berapa pun nanti
yang itu sebenarnya saya termasuk
pengikut
ee ee Profesor Wiva Noah Harari yang
harus dikembalikan pada istilah lama
poli canggih saja.
Jadi sedikit nyinggung Profesor Harari
ini. Hari ini kalau nulis di Eropa
Amerika paling bestseller yang banyak
mengingatkan orang Eropa Amerika harus
kembali pada Tuhan. Jangan rasional
choice Tuhan mereka selama ini kan akal.
Tapi dengan akal tidak menyelesaikan
semua persoalan. Karena sebenarnya
kehidupan ini tidak semuanya bisa
dirasionalkan dengan pendekatan
rasionaliz.
Jadi, Profesor Harari mengingatkan
istilah ee kecerasan buatan itu istilah
yang
menyesatkan itu kesombongan. Mengapa
harus 4050? Menurut beliau tujuan
terakhirnya adalah ee nyawa buatan itu
something impossible ya, something
unsable, maka kembali ada agama aja gitu
loh. Dan itulah saudara sekalian ini ee
kembali pada Profesor Harare ini.
Mengapa di Amerika dan Eropa khususnya
orang bunuh diri sangat sangat banyak?
Karena ketika akal tidak mampu
menyelesaikan akhirnya ya banyak yang
bunuh diri. Bahkan e beberapa negara itu
tiap 2 menit ada yang bunuh diri. Di
Indonesia data terakhir yang kami terima
sebenarnya negara yang paling sedikit
bunuh diri. Tapi itu pun 3 jam sekali ya
mengalami
kemajuan-kemajuan dalam proses bunuh
diri. Ya, bisa dicek misalnya is the
future why it is up to us. Ya, itu dari
Stanford University yang merespon
mengapa anak-anak Eropa Amerika lulus
S1. Kemudian 6 bulan gak dapat
pekerjaan. Kemudian banyak yang bunuh
diri ya. Dan akhirnya bunuh diri itu
disebabkan karena ekonomi sulit dua ee
sama di seluruh dunia. ee ekonomi hanya
dipegang beberapa orang termasuk tahun
ini yang mendapat hadiah Nobel dari
ekonomi Profesor Robinson ini juga
ketika mampu menyampaikan data seluruh
dunia itu ekonomi hanya dipegang sekitar
10 orang yang hampir menguasai aset
67%. Akhirnya apa? akhirnya bisa
disimpulkan oleh Stanford memang
generasi Z sekarang itu tidak akan bisa
lebih kaya daripada generasi sebelumnya
karena monopoli-monopoli yang dilakukan
oleh orang-orang yang sedang ee
menguasai harta tadi. Saudara sekalian
kembali pada Einstein eh umur 25
Einstein ee mampu menciptakan teori yang
sangat luar biasa dan umur 40 mendapat
hadiah Nobel ya. Nobel itu dari bahasa
Arab Nabil yang artinya cerdas. Kalau
perempuan Nabilah gitu ya. Maka ee yang
kita baca saudar sekalian dia seangkatan
dengan ee Sik seorang guru besar
psikohuanalisis terkena Sigmen Fred itu.
Kemudian dikirim surat sama Fred bahwa
Anda SD tidak lulus ya, SMP, high
school, SMA juga lulus kok dinyatakan
orang paling cer di dunia. Apa jawaban
instin yang sangat luar biasa? Akhirnya
I didn't arrive with rational
choice. Dengan tegas mengatakan saya
berpikir bukan dari hati ya dari hati.
Dan dia menambahkan kata-kata yang
sangat luar biasa. I worry rary of words
at all. Saya membenci
kata-kata. Kata ins kata-kata sering
diucapkan tidak lewat hati yang tulus.
Itulah sering di antara kita ada istilah
ya tidak boleh ada dusta di antara kita,
tapi nyatanya selalu ada kedustaan di
antara kita sekalian. Ya, Saudara
sekalian. Kemudian ee ee
penelitian-penelitian terakhir yang bisa
kita juga bisa lacak saudara sekalian
sekarang sebenarnya otak itu kan hanya
hardware IQ itu kan hardware orang
berpikir itu hardware-nya IQ
otaklah apal kan gitu sudah bicara otak
kanan otak kiri ya otak kanan IG otak
kiri itu adalah spiritual ya lah tapi
apapun mereka itu tetap ee hardware
software itu ya psikisnya itu sebenarnya
hatilah ya. Jadi ibarat mobil otak itu
apapun ya bodinya saja body mawon. Jadi
ee yang membuat mobil jalan kan mesin
ya. Ada mesin ada hati itu hatinya
bobrok karakternya rusak yang hampir
orang sudah gak bicara karakter lagi ya.
Ya, bagaimana kita bayangkan masa depan
dunia yang dipimpin olehnya mengandalkan
rasio belaka?
Ya, inilah yang ee sekrates pun dulu
juga begitu sudah mengingatkan ya ketika
beliau harus minum racun itu sebenarnya
kan ada hubungannya dengan ketika dia
tidak setuju dengan model pilihan
langsung direct election yang hanya itu
proses-proses lah sebenarnya yang
penting orangnya menurut Sokrates yaitu
orang yang bijak. Jadi soal cara itu
jangan menjadi utama pilihan langsung
atau tidak langsung itu eh something
else lah. Tapi ee menurut Sokrates
orangnya harus punya bijak. Makanya
Sokrates sudah mengingatkan kita waktu
itu sebelum minum racun ya, dia pesan
sama ee orang terdekat ya murid
terdekatnya Grito itu bahwa yang boleh
memimpin kampusnya bukan Aristeles tapi
Plato. Aris itu lebih cerdas tapi dia
kurang bijak, karakternya kurang kurang
wais gitu loh. Kalau pelatu lebih wais
maka pemimpin itu wais. Dan itu bisa
diartikan bahwa kalau bicara leadership
itu sebenarnya orang dulu baru aturan ya
gak seperti orang di dunia sekarang itu
kan bicaranya aturan aturan aturan lah
orangnya gak punya karakter atau
karakternya bahkan ee rusak ya dan kalau
nanti ada kehendak yang gak sama kan
aturannya bisa dirubah itu terjadilah
paradoks-paradok kehidupan yang juga
menyengsarakan kehidupan manusia ya Jadi
kembali pada. Jadi beliau berpikir dari
hati bukan dari otak ee ke hati. Hati ke
jadi bangunlah jiwanya, bangunlah
badannya. Menstan and corporation itu
harus di diberi
catatan-catatan dan bahkan kalau kita
kembali
kepada ee pepatah Inggris yang sederhana
tapi luar biasa main behind the gun itu
sudah sangat sangat betul. Jadi main
behind thean itu kan alat 4050 itu
apapun kan teknologi anaknya ilmu itu
yang penting kan ilmunya lah ilmu itu
terus tergantung juga orang yang berilmu
punya karakter atau tidak seperti
kriteria sokrat tadi wise ya wisdom lah
yang harus diutamakan daripadanya orang
yang cerdas yaah maka dengan demikian ee
klop sekali dengan apa yang kita
bicarakan hari ini bahwa ee sekali lagi
ee auta itu hanya hardware, software-nya
hati ya. Sama dengan kita sekarang ini
ee salah persepsi orang kalau ngomong
itu kan alat ucap itu kan gak
betul ya. Kalau orang bisa ngomong ayat
itu kan alat ucap itu dua bibir laring
paring dua tenggorokan lah ya. Kemudian
ee lubang hidung, lubang telinga. Tapi
pertanyaannya, woi kambing yang juga
punya alat ucap tapi gak bisa bicara
kecuali satu kata mbek saja. Kita kan
gak pernah dengar kambing bisa mbok atau
mama apa-apa. Karena apa? Karena di
sinilah fungsi manusia yang ada nurani
ya. Yang lebih dalam adalah nurani ya.
Tidak sekedar hati-hati itu kan kulit
luarnya saja sebenarnya. Loh
kajian-kajian psikis yang lebih lebih
detail ya. Nurani itu yang paling murni,
yang paling lebih dalam juga sekalian
lah. Maka dengan demikian ya kita
lagi-lagi kalau mengandalkan otak belaka
kita tertipu gitu loh ya. sama dengan
ee apa kriteria mencari peperiksaan
tahun 2025 di tempat kemarin kan dari 15
item itu ya
yang ukuran teknis kan hanya dua
semuanya menyangkut sabar ul tabar
mengikut adalah kejerasan spiritual yang
dalam bahasa kita ya ASN kalau niati
untuk penguatan-penguatan spiritual
dalam konteks lebih tegas lagi
kepentingan dengan ee agama karena Tuhan
itu lebih menguntungkan buat kita
sekalian. Jadi, Saudara sekalian, e
beberapa hal yang menarik ee di tahun
ini misalnya apapun kita bicara
manajemen misalnya ya, misalnya
manajemen 40 ya dalam konteks manajemen
termasuk manajemen pendidikanlah dalam
konteks eh education ya itu misalnya ag
thinking misalnya kemudian kolaborasi
adopting diversity itu lebih banyak
hubungannya dengan karakter jadi agis
thinking itu kalau punya problem segara
dirumus berubungnya apa solusunya ABC
misalnya. Kemudian kolaborasi
kebersamaan toh ya jadi gak boleh punya
memandang orang jangankan 1 seteng aja
gak bolehlah. Kemudian yang terakhir
adalah adopting diversity bahwa eh
perbedaan-perbedaan itu something usual
ya biasa. Yang bahaya bukan beda
pendapat, yang bahaya kan beda
pendapatan sebenarnya itu ya. lah
kembali saudara sekalian ya kepada hal
yang kita hadapi hari ini. penelitian
terakhir yang baru akhir Februari
misalnya 24 Februari ee guru besar-guru
dari ee Toronto, Kanada Universitas itu
menyampaikan sebuah data yang lebih
detail tentang orang jangan mencari
kesenangan orang dengan mencari
kebahagiaan karena ternyata orang yang
mencur kesenangan, kebahagiaan itu dia
akan mendapatkan. Karena apa? karena
memang pesan dan sebagainya itu lebih
berhubungan dengan nafsu ya. Jadi bukan
dengan psikis yang murni jadi ee
eh app of psychologi gak salah begitu.
Peding. Wellbe itu kesenangan,
kebahagiaan. Di dunia gak ada. Kalau
pada agama malah jelas lagi di Quran
saya baca misalnya kata gembira masrur
surur saadah itu gembira parah itu
gembira tapi itu
mengindikasikan merekomendasikan bahwa
itu kesenangan di akhirat bukan di dunia
memang kalau dalam bahasa agama Allah
turunkan kesenangan itu kan jumlahnya
100 yang diturunkan dunia itu hanya satu
itu pun dibagi seluruh makhluk makanya
banyak peringatan jangan pernah mencari
kesenangan di dunia. Ada kesenangan tapi
masih menipu. Mataul gurur misalnya.
Jadi pendidikan dari Toronto Kanada ini
betul-betul mengingatkan kita bahwa
apapun yang kita lakukan harus ibadah
gitu kan. Jangan hanya bekerja itu
mencari kesenangan bagian tidak carilah
ketenangan. Nah, ketenangan inilah yang
nilai-nilai yang lebih sangat ee
spiritual yang membuat orang akan tidak
kena penyakit mudah bunuh diri.
Sebagaimana saudara sekalian, hari ini
kita ee penyakit alzimer misalnya yang
kita agak ikuti ya, itu penyebab ee
kelima terbesar di dunia orang kematian
ya. Satu jantung, dua paru-paru dan
paru-paru itu penyebabnya rokok. Yai
tentaja kalau tidak merokok ee APBN kita
kehilangan 220 triliun. ya kan Bu
Srioyani malah akhir-akhir ini Menteri
Keuangan mengingatkan ya katanya merokok
tetaplah merokok karena akan kehilangan
fiskal dari APBN 220 triliun gitu ya.
Yang ketiga adalah hipertensi yang
keempat diabet. Yang kelima Alzimer.
Alzimer itu kan dimensinya plus dan yang
menarik itu yang kena anak-anak muda ya.
Kalau hanya dimensi ya pikun itu kan
orang tua ya. Ambilkan makanan saya. Ya.
Loh, Mbah baru makan loh. Lupa kamu
siapa? L saya ini kan istri panjenengan
itu hanya pikun dimensia. Tapi ini
plusnya yang bahaya. Plus apa? Plus
mudah marah plus ingin bunuh diri.
Dan itu yang terkena yang banyak adalah
usia 15 sampai 28 tahun rata-rata anak
yang baru lulus S1 tidak segera
mendapatkan
pekerjaan ya akhirnya kena ee itu tadi
Alzimer itu jadi dimensiatif plus itu
lebih bahaya ya lebih sangat-sangat
membahayakan dan kalau penyebabnya
penelitian dari
ee perguruan university Inggris satu HP,
dua ekonomi, tiga merasa laun. Jadi ee
karena lama dengan HP kemudian ee merasa
kesepian. Jadi tiga sebak yang
melibatkan orang kena Alzheimer 1 HP.
Kalau orang 5 jam bahkan kalau 8 jam itu
terus-menerus gak berhenti. Itu kan itu
akan kena Alzimer tadi. Ekonomi memang
yang sedang tidak baik saja karena yang
sedang pegang ekonomi itu sekarang
semakin ya tidak mau berbagilah begitu.
Kemudian terus akhirnya muncul dengan HP
itu dengan on digital selalu on digital
itu ternyata malah membuat orang lonely.
Maka di Inggris hari ini yang terbaru
saya kami baca bahwa ee empat orang satu
di empat orang yang anak muda di remaja
itu sekarang gak bawa HP karena
mendapatkan lebih tenanglah daripada
bawa HP. Jadi saat dari empat orang itu
yang tiga itu kalau keluar sekarang gak
bawa HP. Tapi apa senang mulai
kongkong-ngongkong model kafe gitu
sekarang di Inggris ee lebih kumpul
tatap muka lagi daripada hanya lewat
lewat HP atau on digital saudara
sekalian. Nah, kembali pada ibadah
inilah makanya kalau agama mengajar kita
jangan cari kebahagiaan carilah
ketenangan. Ya. Jadi kata bahagia saya
baca kata semua itu menerangkan di
akhirat bukan di dunia. Kemudian juga
jadi Sandiku State Amerika yang juga ee
memperkuat dari Toronto, Kanada. Semua
ini dirilis akhir ee Februari kemarin,
Saudara sekalian sekitar tanggal 2425
Februari. Ya, ini sama. Cuma kalau di
Turun itu kan ada tegas bahwa orang
mencari kebahagiaan dan mencari
kesenangan itu tidak akan mendapatkan ya
sesuatu gak ada kok dicari gitu. Tapi
kalau yang desaegusit ini yang diteliti
remaja-remaja di seluruh Eropa dan
Amerika dan juga e Britania Raya itu
negara-negara yang pernah dijasa oleh
Inggris misalnya Malaysia ya misalnya
termasuk Australia termasuk India lah.
Jadi generasi Z sekarang merasa merasa
kurang bahagia atau bahkan tidak bahagia
di generasi
sebelumnya ya. Ya, kembali pada
penelitian profesor di Turuntuk Kanada
aja bahwa memang kebahagiaan itu gak ada
itu ya gak akan mendapatkan gitu loh.
Kalau agama jelas, agama jelas. Nabi
sendiri beberapa kali mengatakan Daud
jangan jangan pernah mencari kesenangan
di dunia. Carilah ketenangan. Kesenangan
di dunia ini kalau cepat datang, cepat
pergi, gak ada yang abadi di dunia ini.
Maka ketenangan itu dari mana? Dalam
konteks agama kalau orang selalu hatinya
ee mentautkan diri dengan Tuhan Yang
Maha Esa. Ya, dalam bahasa kalau Islam
selalu Allah, Allah itu justun dia kena
Alzimer lah. Kembali pada ee anak muda
Alzimer ini sama dengan saudara sekalian
data terakhir ya. orang yang di
Indonesia misalnya bunuh diri paling
bagus ya, tetapi itu pun 3 jam sekali
mengalami kemajuan yang sangat
memprihatinkan ya kan. Tapi sekali lagi
bahwa yang paling banyak kena azimer itu
umur 15 sampai 28 27 lah ya banyak. Sama
dengan faktor bunuh diri di Indonesia
itu juga sama. Yang paling banyak bunuh
diri adalah anak-anak usia ee 15 sampai
27 28 tadi. Karena apa? karena terlalu
ee kuat pada rasional choice tadi ya
yang akhirnya kita hanya dininbukan oleh
ee teknologi 4050 ya apapun itu
teknologi itu anaknya ilmu pengetahuan
kita dilupakan dengan ilmu itu sendiri
yang menjadi adalah kekosongan kekuusan
batin yang disebut launel tadi ya. Ee
saya kira itulah pengantar saya. ee Bu
siapa, Mbah yang moderator mudah-mudahan
ee bisa membantu perspektif dalam
konteks bahwa hidup ini ibadah dalam
konteks orang Jawa kami sangkan paring
itu mati ya. Kemudian kalau ingin
mencari ketenangan itu adalah carilah
air ya tirto pawit dan air tirto itu
pawit itu air ketemu di di ruji. Dewaji
itu adalah ee rahim ibu. Jadi seorang
bayi ketika ada di rahim ibunya terutama
nyawa dimasukkan 4 bulan itu merasa
tenang sebenarnya lah. Itulah sebenarnya
ketika ee rahim ibu itu apa maknanya?
ketika orang ee kembali pada Tuhan,
Tuhan, Tuhan sangkan parang mati tadi.
Ya, saya kira demikianlah mudah-mudahan
ada ee perseptif yang bisa kita ngambil
manfaat yang sangat penting. Matur
nuwun, mudah-mudahan ee bisa dipahami
dengan dari berbagai
perspektif. Monggo kita kembalikan pada
ee Mbak moderator dari
Baik, terima kasih banyak Prof. untuk
hari ini pemaparan di sesi yang pertama.
Nah, kali ini untuk sobat ASN silakan
saja yang ingin bertanya untuk bisa
langsung menekan tombol res dan kali ini
ada juga yang juga live via YouTube yang
ingin bertanya kami persilakan dan kali
ini sudah ada pertanyaan melalui live
YouTube. Nah, kali ini pertanyaannya
adalah begini, Prof. Apa sih, Prof.
Contoh nyatanya dari ASN itu yang
berhasil menjadikan pekerjaannya sebagai
ladang ibadah dan kita tuh harus seperti
apa nih, Prof, untuk memulainya
startnya? Iya. Jadi ee sebenarnya itu
soal teknis urusan kedua menurut saya
itu yang harus dirubah mindsetnya yang
gak mudah. kita ini di kampus ya dan
apalagi apalagi kita ini di satu dunia
lah sekarang ya globalisasi ini satu
dunia kita ini kan dididik ee ee
antroposentrisme.
Semua ilmuwanilmuan ilmuwan dari Barat
itu memandang manusia sekali. He. Ketika
orang mulai Karel Marx yang bicara
materialisme dia ngingkari ide itu Karel
Marx itu ya.
Ar itu sebenarnya dulu murid Hegel.
Hegel itu adalah ideu kebenaran,
kebajikan, Tuhan. Tapi Mak ini ketika
sudah tua, dia cerdas memang melihat
kesengsaraan ee di masyarakat itu karena
kolaborasi antara penguasa, pengusaha
dan tokoh agama.
Saya perlu tegaskan Mbak, tokoh agama
itu agama. Agama itu sendiri punyaak ide
kebenaran ee kebajikan. Tapi ee tokoh
agama ya, pemimpin agama itu adalah
materi. Ketika ee pemimpin agama,
pengusaha dan penguasa jadi satu punya
kebijakan yang merugikan orang kecil,
orang proletar, maka di situlah ee
Karelmak akhirnya berpindah bukan ide
ya. Yang lebih dominan yang dominan
adalah materi ya.
Setelah ee materialisme jadilah ee
kapitalisme, modernism. Jadi modernism
globalisasi sekarang orang sudah tidak
bicara globalisasi dan bicara 40,50 itu
sama ketika orang memandang manusia yang
materi lebih penting daripada ide
daripada surga daripada tadi disampaikan
Pak Kepala Badan tadi akhiratlah begitu.
itu apa yang terjadi ya kegersangan
dunia hari ini. Karena memang membaca
membaca rias betul ya tapi dalam konteks
apakah ketika orang dengan materi bisa
mendapatkan ketenangan batin kan tidak
lah. Maka sebenarnya harus dibalik ya.
Jadi bukan antroposentrisme tapi adalah
theosentrisme bahwa kita ini diciptakan
dari Tuhan lah. Sebenarnya kita mampu
merubah mindset seperti ini baru bahwa
semua akhirnya apa yang kita lakukan
karena Tuhan gitu loh. Ya, makanya
dengan demikian kalau kita bisa merubah
mindset seperti itu yang teknis-teknis
itu urusan kedua dalam konteks agama
misalnya ya. Tuhan itu menciptakan
manusia dulu. Nabi yang integritasnya
jelas ya, yang integritasnya jelas, yang
orangnya humble dan mesti humble. Jadi
teori teori kapitalisme yang nak gak
dilakukan orang sekarang kan yang
kesederhanannya bahwa kapitalis bisa
berhasil itu sebenarnya tidak hanya
faktor karena punya punya kehendak di
dunia yang lebih mulia tapi sebenarnya
adalah humble ya. Jadi kapitalisme
sekarang sekarang kapitalisme yang tidak
murni. Kapitalisme murni itu orang yang
memandang yang dulu berhasil karena
memandang bahwa dia harus hidup
sederhana, h ya. Dan sekarang orang
hindonism misalnya ya. Maka dengan
demikian ndak nak nyampai gitu ndak ndak
ndak nyambung irisannya ndak nak
nyambung. Dengan demikian menurut saya
yang harus dirubah mindset dulu adalah
kita ini hidup bukan untuk kepentingan
kita gitu loh ya. Dan nyatanya ketika
kita nuruti ganda kita orang manusia kan
tidak tidak pernah mendapatkan apa yang
dicari. Penelitian-penelitian yang
dituntukkan ada tadi betul-betul
mengingatkan kita bahwa orang itu semua
kan berisin dengan kesenangan,
kebahagiaan padahal gak akan mendapatkan
gitu loh. Yang namanya kesenangan
bahagiaan itu di dunia gak ada ya. itu
itu lebih dekat dengan nafsu gitu loh
ya. Yang dicari masih ketenangan
batiniah itulah Tuhan. Ketika orang
dekat dengan Tuhan apapun agamanya gitu
loh kalau lebih dengan Tuhan dia akan
mendapatkan ee ketenangan yang bersifat
spiritualisme. Penelitian-penelitian ee
Dana Zohar aan Marsa tentang ESQ itu
nanya sudah betul-betul mengingatkan
kita bahwa ee IQ saja tidak mutlak
apalagi ya hanya kapitalisme, hanya
menyangkut globalisasi.
Maka dengan demikian ya akhirnya e
segala sesuatu orang akan dinilai dengan
apa yang menjadi niatnya. Ketika kita
sadar bahwa kita hidup ini dihidupkan
oleh yang maha kuasa dan nanti dimatikan
yang maha kuasa, maka yang harus kita
lakukan adalah untuk kepentingan yang
maha kuasa. Dan jangan pernah memandang
dunia ini ee tempat selamanya. Makanya
seorang muslim kalau oleh Nabi
diingatkan di dunia ini nih orang di
dalam penjara si Junul Mukminin. Orang
di penjara gak pernah bersenang-senang.
Maka jangan Nabi selalu jangan pernah
mencari kesenangan, jangan pernah
mencari kebahagiaan. Carilah ketenangan.
Ketenangan yang bersifat batiniah itu
apa? Ya, ketika dekat dengan Tuhan
itulah dewa ruci. Yang orang Jawa
mengatakan ketika sudah dewa ruci terto
pawitra itu sudah di dalam rahim itu
selalu apa? yaitu tangkan barang mati ya
apa
ee orang juga bahasa-bahasa lama mengul
susui angin susui angin itu apa
pernaapasan siapa yang memberi nafas
kita ya Tuhan dalam konteks ee filsafat
Jawa apakah itu e pangestu sabto dharm
semuanya itu bagus menurut saya dalam
konteks mengingatkan kita bahwa dunia
ini sebenarnya bukan bukan tempat
segalanya buat kita sekalian saya kira
demikian
Jadi sebenarnya kita harus mengingat
yang pertama kali adalah Tuhan terlebih
dahulu. Ya, betul begitu ya, Prof ya.
Baik, Prof. Kali ini juga sudah ada yang
bertanya dari Sobat
ASN yang bergabung bersama kami di
webinar. Baiklah, asalamualaikum. Boleh
berkenalan dengan siapa
ini? Boleh di-unmute terlebih dahulu.
Monggo. Boleh di-unmute terlebih dahulu,
Mas. Oke. Baik, sudah. Silakan.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Boleh diperkenalkan dengan
siapa ini dan dari mana? Kenal Bu Devi
ya. Iya betul Bapak. Selama ini kami
jadi penonton dan penumpang gelap. Mohon
maaf ya Mbak Devi. Tapi karena memang ee
webinarnya dari Prof. yakini luar biasa
ya. Terima kasih banyak. Jadi saya
semuanya jempol saya semua jari
jempolnya saya acumkan semua. Wah terima
kasih banyak Bapak
Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor.
Jauh ya? Jauh sekali. Iya.
Salam kenal buat semua teman-teman ASM
di Provok Jawa Timur. Heeh. Ini menarik
sekali Prof. Jadi ee kalau kalau kalau
saya biasanya ingin tahu nih contoh
nyata di kehidupan saat ini kira-kira
figur siapa yang memang bisa kita
berikan sebagai teladan ee yang intinya
mengangkat dan mengusung tema kita hari
ini. Jadi paling tidak kan kita bisa
berkaca perilaku kebiasaan maupun cara
hidup ee beliau bersangkutan gitu Prof.
Kira-kira sederhana mungkin
pertanyaannya, tapi ee saya mohon
kira-kira kita diberikan ee gambaran
Prof. Ya, sehingga kita bisa memberikan
apa mengambil contoh dari perilaku
beliau selain Rasulullah, nabi kita ee
Nabi Muhammad sallallahu alaihi
wasallam. Ya, Prof. Sehat selalu, Prof.
Terima kasih. Iya, nggih. Salam kenal
dan sehat selalu. Iya. Asalamualaikum
warahmatullah. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Monggo,
Prof. untuk bisa langsung menjawab. Iya.
Kalau Iya, kalau Rasulullah memang jelas
saya kira ya kita kadang malu ya orang
yang paling baik di dunia tidurnya pakai
tikar memang ya memang untuk mengingat
kembali yang paling dia memang beliau
jadi tidurnya pakai tikar betapa sangat
humble. Kemudian ee itu pun dianyam
sendiri dari daun
kurma ya. Ya. Kemudian beliau selalu ee
hidup itu menyenangkan orang
lain ya. Jadi berkali-kali beliau tidak
makan berhari kecuali ee kurma dan hari
zam-sam. Tapi semua hartanya diberikan
orang fakir miskin terutama anak yatim.
Karena beliau itu adalah anak yatim.
Gambaran ideanya memang
begitu. Dan memandang dunia ini tidak
tidak selamanya hanya transit. Orang
Jawa mampir ngomilah gitu loh ya. Ya,
hanya transit. Kalau di Indonesia memang
sekarang sulit ya mencari menyebut nama
kecuali mungkin kalau saya boleh karena
polisi itu sebenarnya ASN. Polisi itu
kan sipil yang dipersenjatai aja. Saya
lebih cenderung Pak Hugeng Iman Santoso
itu dulu adalah salah satu orang ketika
turun dari kapori naik sepeda ontel. Ya,
itulah sebenarnya contoh tidak memandang
jabatan Kapol itu segalanya masih tetap
sederhana. Orang-orang semacam itulah
yang sebenarnya sebenarnya polisi itu
kan bukan bukan polisi itu kan sipil
cuma dipersenjatai kan menyangkut ganti
emas. Ya makanya ya kalau ingat Gus Dur
sekali lagi kalau ditanya polisi yang
paling baik itu ya satu Pak Ugeng Iman
Santoso ya. Yang kedua siapa ya? patung
polisi yang ketiga polisi tidur itu
kelakarnya Gus Dur. Jadi cari yang ideal
sekali memang agak sulit Bapak yang dari
Bor tadi tapi paling tidak kita akan
berusaha ke sanalah begitu ya. Ketika
orang memandang mindset sudah dirubah
tidak tidak antroposentrisme segala
kepentingan manusia ya kepentingan Tuhan
lebih diutamakan maka sebenarnya hidup
dia akan memberi manfaat kepada ee orang
lain lebih empirik lah begitu. Tapi
kalau kita mencari kesenangan juga gak
akan mendapatkan kesenangan. Itu kalau
kata Nabi, kalau kita orang Islam ya
cepat datang cepat pergi gitu ya.
Carilah ketenangan. ketenangan sumbernya
ketika orang selalu nyambung dengan
Tuhan yang maha kuasa gitu loh. Jadi
untuk nyebut yang lain memang ee agak
sulit ya karena memang ya beliaulah
kalau Rasulullah kan jelas itu ee
uswatun hasanah itu bahasa kita kan
ingarso
sondo. Kalau sekarang kan sudah dirubah
ngarso goleh bondo masalah kan begitu
ya. Jadi ing mad anjeng
sekarang ya. Jadi betapa dunia ini sudah
sangat berubah. Apa yang gak berubah
dunia yang gak berubah ya perubahan itu
sendiri. Nggih. Saya kira begitulah.
Baik terima kasih Prof untuk jawabannya
dan untuk Bapak Supriadi. Semoga ini
cukup menjawab ya Bapak Supriadi ya. Dan
kali ini Prof masih ada satu penanya
lagi.
Monggo. Baik langsung saja kita akan
menuju ke penanya yang berikutnya.
Silakan Ibu boleh dikenalkan Ibu siapa
dan dari
mana untuk bisa di-unmute terlebih
dahulu. Baik, silakan
Ibu. Selamat
pagi. Masih belum terdengar Ibu.
Iya, belum belum
terdengar. Boleh dicoba lagi. Nah, baik.
Sudah, sudah terdengar cukup jelas.
Silakan, Ibu. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Saya T Oktaviani dari Dinas SDM
Provinsi.
[Musik]
Jih. Ee menarik sekali yang sudah
disampaikan oleh Prof. tadi dan
sebenarnya ketika ASN ini melakukan ee
apa yang sudah apa berakhlak ya, Pak ya.
Sudah dikatakan harus berorientasi
pelayanan, harus akuntable, kompeten dan
segalanya. Itu seharusnya itu sudah ee
kita melakukan itu saja sudah sangat
bagus ya, Prof. Apalagi ketika kita
menyadari bahwa bekerja itu sebagai
ladang ibadah. Nah, ini yang ee kami
tanyakan ee sejauh mana ee ASN ini
ketika berhadapan dengan hal-hal yang
tidak sesuai dengan ee hati kita ya,
Prof. ya. Sementara kita memang harus
ibadah tapi ada sesuatu yang mungkin ee
tidak sesuai gitu. Mungkin ada ee tips
dari Prof. untuk menjaga ketenangan hati
ketika kita harus bekerja menjadikan itu
sebagai ladang ibadah. Tapi ada sesuatu
yang tidak sesuai dengan hati kita.
Padahal kita memang harus menjaga
ketenangan hati. Mungkin ada tips dan
trik dari Prof. Terima kasih. Nggih.
Gimana? Silakan ini, Prof. untuk dapat
menjawab pertanyaan dari Ibu Tri
Oktaviani.
Ee
memang mencari orang yang sempurna
meneimbangkan antara psikis dan fisik
itu yang gak gak mudah. Itu kan
pola-pola equal yang harus dilakukan.
Kita ingin baik tapi melihat orang yang
gak baik tapi hidupnya lebih makmur
misalnya itu kadang kita juga ee
berontak di dalam hati saya begitu. Maka
caranya gak usah kita banding-bandingkan
orang lah. Kalau sudah ingin berbuat
baik, ya sudah murni berbuat baikah.
Saya kira begitu. Ada penelitian yang
yang sebagai contoh ya. Ini ini dari
dari saya dengar terakhir dari Stanford
University juga itu Mbak ya. Itu hidup
itu
kalau apa membantu orang itu akhirnya
indra keenamnya kuat. Saya kira ini
penelitian yang terbaru ya. Kalau orang
Jawa kan mengatakan ambek
paramoarto ya. Ambekomo dengan hartanya
sebarnya tidak hanya tidak hanya ada
duit ya dengan pikirannya dengan
fisiknya membantu orang lain kan itu
orang kan ono
sumimpang. Jadi orang yang suka membantu
kesulitan orang lain. Nah kalau ada
bahaya dia bisa
menghindari ini ini di Jawa. Kemudian
bahasa lainnya weruh sak durung winara.
Indra keenamnya akan kuat. ini
sebenarnya yang harus harus harus harus
dipahami. Betul. Penelitian terakhir
yang gak salah juga dari Stford ya itu
eh judulnya memang ini penelitian juga
guru-guru besar psikologi ya. Jadi why a
good thing happen to a good people. Saya
ulangi. Why a good thing happen to a
good people? Mengapa eh sing itu eh
indra keenam,
ketujuh dia mengatakan eh glowam efek
hatinya menjadi bersinar dan angan-anget
begitu ya. Dia ini penelitian lama
sekali dilakukan oleh ee Profesor Stefan
ini ya. Ya, dia suka meneliti
orang-orang suka membantu orang lain,
apakah dengan uangnya, dengan
pikirannya, dengan
tenaganya. Muncullah buku tadi, why you
could think happen to Good people.
Mengapa good people itu orang yang suka
bantu kesulitan orang lain? Hidupnya
untuk
eh tadi ASN hidupnya ibadah. Bagaimana
pelayanan public service ya, pelayanan
yang murni lah ya begitu ya. Ya, untuk
negara tapi diniati untuk tubuhan juga
ya. Ya, jadi orang kalau suka membat
orang lain tuh kutsutin itu apa? Glowam
efek itu hatinya berisi punya indra ke67
kuat dia apa yang terjadi dia
tahu lain dengan kalau ambek aroma
ambektur angkoro kalau di Jawa ya orang
yang gak pernah mau ee gak punya empati
hatinya gak pernah tergerak untuk
membantu kesulitan orang lain itu orang
ini masih akan hancur gitu loh ambek dur
angkoro muruho gitu sama dengan ee ee
adik hadiku adiku dibunuh kan gitu.
Akhirnya adigang itu kan gaj ee adigang
itu kan kijang. Adigung itu gajah.
Adigung itu ular ya. Merasa hebat dengan
dirinya gak pernah mau membantu
kesulitan orang lain. Ya, akhirnya tiga
binatang tadi kan berkelai gak gak mau
sambil kalah kan mati kabeh. Jadi
kesombongan orang nak terlintas hatinya
membantu kesulitan orang lain dalam
konteks ASN kan public service ya itu
mesti hancur dirinya. sama dengan
honor pod joyo monggo tadi ini
penelitian-penelitian yang terupdate
terbaru dari Profesor Stefani tadi why
you think itu menjelaskan kita bahwa
hidup itu hidup itu adalah ee
meringankan beban orang lain. Kalau
sudah begitu kita kan lebih lebih tenang
gitu loh. Kajian-kaji psikuli ini yang
terbaru. dulu ya dari agama jelaslah
dari agama ini kan penelitian-penelitian
yang update terakhir ini kan sangat
bagus sekali ya ee bagi orang yang
enggak percaya dengan hal yang
berisipasi virtualisme ya orang sekarang
terlalu rasional choice tadi loh padahal
kami sudah menyampaikan instin yang bisa
menciptakan teori yang sangat luar biasa
yang menjadi model 4050 itu malah dia
berpikir dari bukan dari otak dari hati
tadi jadi eh I didn't arrive with
rational choice dari hati nuran
Jadi yang menyebabkan otak cerdas itu
dari nurani yang cerdas dan itu lebih
murni dan lebih manfaat dalam konteks
kebersamaan. Saya kira demikian
Mbak Prof untuk jawabannya dan kali ini
Mbak Tri Oktaviani semoga cukup menjawab
dari pertanyaannya atau mungkin ada
pertanyaan. Oke ya. Makasih. Terima
kasih. Baik, Prof. Boleh enggak kita
dikasih pesan-pesan untuk Sobat ASN
sebagai closing statement? Apa nih,
Prof. Pesan-pesannya untuk Sobat ASN
supaya kita bisa bekerja dengan ikhlas,
bekerja dengan untuk ibadah seperti itu,
Prof?
Iya. Sekarang satu aalah sebenarnya ya,
bahwa kita ee hidup di dunia ini kan
seder mampir-momil, Pak. H yang kedua
hiduplah sederhana. Yang ketiga, jangan
mencari kesenangan tadi. Carilah
ketenangan. sumber ketenangan dari Gusti
Allah Tuhan yang sing ngecat Lombok kan
gitu
aja sederhana tapi ee praktiknya yang
harus konsisten gitu ya. Jadi jumlahnya
itu aja hidupnya berarti kalau kita
tidak mencari apa yang ada dengan
kepuasan yang ada misalnya ASN yang
sehari hanya R00.000 Ibu kalau gak usah
beli minyak gak boleh kejamannya tempe
berumpang magic selesai dan itu lebih
sehat saya itu gak usah dipandang
terlalu
bulat-bulat itu aja praktisah.
Baik terima kasih Prof untuk
wejangannya. Boleh kita berikan tepuk
tangan yang meriah kali ini. Terima
kasih Prof. Untuk materi yang pertama
kita ucapkan terima kasih banyak untuk
Prof. Dr. K. H. Alim Hasan Musa, M.Si.
Terima kasih, Prof. Kita berjumpa lagi
di lain kesempatan. Dan kali ini Sobat
ASN tentunya masih ada beberapa materi
lagi yaitu tepatnya ada dua materi lagi.
Seperti apa materi yang berikutnya?
tentunya sesaat lagi
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
H
[Musik]
Sobat SN kembali lagi tentunya dalam ASN
webinar seri ke-12. Nah, kali ini ASN
belajar seri ke-12 pada tahun 2025 yang
mengusung satu tema yaitu kerja dengan
hati saat profesi ASN menjadi ladang
ibadah. Dan tentunya Sobat ASN webinar
pada hari ini bertujuan untuk mengajak
seluruh ASN bisa memahami profesi mereka
secara mendalam. Tidak hanya sebagai
tugas administratifnya tapi sebagai juga
panggilan mulia yang bernilai ibadah.
Nah, kali ini kita menginjak untuk
langsung ke ke pemateri yang berikutnya
yaitu pemateri yang kedua. Beliau adalah
seorang guru besar di bidang konservasi
sumber daya air dan ketua jurusan teknik
pengairan Fakultas Teknik Universitas
Brawijaya periode
1999 sampai dengan 2002 dan tentunya
mendarmmaabaktikan kehidupannya di
bidang pendidikan terutama di
Universitas Brawijaya mulai dari sebagai
ketua pusat jaminan mutu dekan Fakultas
Teknik hingga menjadi rektor. Saat ini
beliau aktif menjadi pembina Pondok
Pesantren Bahrul Magfirah Malang selaku
Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi
Syariah Kota Malang, ketua Dewan Pakar
Masyarakat Ekonomi Syariah Provinsi Jawa
Timur dan juga sebagai Dewan Pendidikan
Tinggi Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan dan sekaligus juga menjadi
bendahara Yayasan Masjid Agung Jami Kota
Malang dan juga sebagai penasehat takmir
Masjid Sabilillah Kota Malang. Kita
sambut inilah Prof.
Muhammadri. Asalamualaikum, Prof.
Waalaikumsalam warahmatullah
wabarakatuh.
Alhamdulillah. Bagaimana kabarnya, Prof
pada hari ini? Sehatsat. Alhamdulillah
sehat. Baik. Baik. Nah, Prof. Kali ini
Sobat sudah menantikan nih ya, Prof.
untuk ASN belajar seri ke-12. Selain
juga tentunya kita meningkatkan skill
kita, kita juga harus meningkatkan
ibadah kita. Nih, Prof. Ada juga nih
nanti kita akan memberikan saran-saran
untuk soat ASN semuanya seperti ini pada
pagi hari ini seperti apa. Langsung
saja, Prof. untuk tempat dan waktu kami
persilakan langsung ya. Boleh. Silakan
Prof. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Ee saya cerita sedikit. Saya ini kan
kompetensi saya adalah ee orang teknik,
tapi hari ini diminta untuk menyampaikan
materi tentang kerja dengan nti ya.
Tetapi saya memang sudah lama belajar
agama Islam dan mengikhtiarkan
mengamalkan secara bertahap. Jadi saya
waktu rektor di
Unasrawijaya juga coba saya amalkan
ilmu-ilmu Islam yang telah saya punyai
dan pada akhirnya saya dijadikan rektor
oleh Allah, rektor pondok pesantren
Barul Mfirah. Jadi, jadi rektor UB
menjadi rektor pondok ini ya. Sehingga
saya sekarang e karena adik saya
meninggal dunia ya Gus Lukman karena
beliau yang kompensinya dari Tebu Ireng
sehingga saya mengantikannya sehingga
ini rodok kepekso ini jadi pembina
pondok pesantren. Saya
mencoba berdasarkan pengetahuan saya dan
pengalaman saya serta amaliah saya di
bidang agama Islam. Saya mencoba
menyampaikan sharing tentang kerja
dengan hati saat profesi ASN menjadi
ladang ibadah. Topik subtopiknya adalah
ikhlas dan profesional. Jadi ikhlas dan
profesional. Kenapa ikhlas dan
profesional ini saya angkat? Karena
orang kalau bekerja jadi apapun kalau
ikhlas itu menjadi nilai
ibadah. Tetapi harus profesional.
Makanya itu hurufnya dan jadi untuk
menjadikan kita bernilai ibadah maka
harus ikhlas dan harus profesional.
Tidak boleh hanya ikhlas saja. Kalau
ikhlas enggak profesional kalau kita
nanti menjadi orang Islam ikhlas terus
tapi enggak profesional dipaid orang
biar orang ini Islam kok enggak
profesional. Padahal Islam itu mengajari
orang menjadi profesional.
Kalau kita hanya profesional saja tidak
ikhlas menjadi bukan ibadah. Makanya ini
kata-katanya harus digandeng Islam,
ikhlas dan profesional. Jadi ya ikhlas
ya profesional. Kalau profesional tok
tanpa ikhlas enggak menjadi ibadah.
Ikhlas tanpa profesional nanti bisa di
dilecehkan orang.
Jadi saya mulai
dari salah satu ayat di surah Albaqarah
bahwa kita ini sebagai khalifah.
Jadi inamun.
Jadi ternyata Allah itu memang sudah
mendesain ya mendesain manusia untuk
menjadi khalifah di bumi. Jadi Allah
sudah menyampaikan kepada para malaikat
sesungguhnya aku hendak menjadikan
seorang khalifah di muka bumi. Kemudian
malaikat protes. Kenapa yang dijadikan
khalifah itu manusia bukan kami malaikat
yang senantiasa bertasbih dan memuji
Engkau. Tapi Allah menjawab,
"Sesungguhnya aku mengetahui apa yang
tidak kamu ketahui." Dan secara dalil
aqli atau secara pikiran memang Allah
sangat benar kalau yang menjadi
khalifah, yang menjaga bumi itu seorang
malaikat. Maka kita tidak akan bisa
melihat bagaimana contoh malaikat
membangun mall.
kita tidak akan tahu karena malaikat
adalah makhluk gaib yang hanya punya roh
dan akal, tidak punya jasad, tidak punya
nafsu. Karena tidak punya nafsu, maka
malaikat tidak akan berkeinginan ee
membuat jalan tol. Ya, jadi oleh karena
itu Allah sungguh luar biasa. Sehingga
memang Allah menyatakan inni alamu maam
aku lebih mengetahui daripada engkau
wahai malaikat. sehingga Allah
menjadikan kita manusia sebagai khalifah
di
bumi. Apa tugas khalifah? Ya, jadi kita
ini sekarang sebagai khalifah. Khalifah
itu artinya juga sebagai wakil Tuhan di
muka bumi. Jadi khalifah itu kalau
secara umum diartikan sebagai wakil
Tuhan yang disuruh untuk menjaga dan
merawat bumi beserta lingkungannya.
memutuskan perkara secara adil di antara
semua makhluknya di muka bumi.
Memberikan kasih sayang kepada bumi dan
isinya rahmatan lil alamin. Mengelola
bumi beserta isinya untuk kebaikan semua
makhluk. Menciptakan kedamaian,
ketentraman, dan kemakmuran penduduki.
Ini beberapa tugas khalifah. Jadi ASN
juga merupakan khalifah. Jadi ASN saya
juga ASN. Saya harus juga menjadi
khalifah di bumi dengan mandat tugas
seperti ini. Beberapa tugas ini ya,
merawat bumi ya. Kita menjadi orang yang
kasih sayang kepada semuanya, kepada
makhluk Allah, tidak hanya manusia. Kita
menciptakan kedamaian, ketentraman,
kemakmuran. Ini tujuan Allah menjadikan
kita sebagai khalifah.
Oleh karena
itu di dalam khalifah ini Allah
menciptakan jin dan manusia. Jadi kita
sebagai khalifah ya. Kemudian tujuannya
apa? W khalaqtul jinna wal insa illa
liya'budu. Aku tidak ciptakan jin dan
manusia melainkan agar mereka beribadah
mengabdi kepadamu. Jadi kita sebagai
khalifah dalam rangka mengabdi kepada
Allah Subhanahu wa taala. Jadi ada dua
makhluk yang diminta mengabdi, jin dan
manusia. Tapi kita sekarang membicarakan
tentang manusia. Jadi kita diminta Allah
sebagai khalifah
sekaligus melalui wasilah khalifah
itulah kita beribadah mengabdi kepada
Allah. Mengabdi kepada Allah adalah
mentaati semua perintahnya dan menjauhi
semua larangannya. Itu adalah ibadah.
Jadi simpel sebenarnya kalau kita
mentaati semua perintah Allah dan
menjauhi semanya itu disebut dengan
ibadah. Jadi sesungguhnya Kanjeng Nabi
Muhammad bersabda, "Sesungguhnya amal
perbuatan itu tergantung niatnya.
Innamal a'malu binniat." Jadi semua itu
tergantung niatnya. Kalau niatnya hanya
profesional, tidak ikhlas, maka dia
hanya mendapatkan pekerjaan atau mungkin
honor. Tapi kalau niatnya ikhlas dan
profesional, maka ee sebagai bentuk
ibadah kepada Allah juga mendapatkan
sesuatu dari
manusia. Kemudian ibadah ini, ibadah itu
saya mencari beberapa referensi pustaka.
Ibadah itu memang dibagi dua. Yang
pertama ibadah mahdah.
Ibadah yang memang ditentukan oleh
syariat. Salat, wudu, zakat, puasa. Hari
ini kita puasa itu adalah ibadah mahdah.
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:10 UTC
Categories
Manage