File TXT tidak ditemukan.
ASN Belajar Seri 12 | 2025 - Kerja dengan Hati: Saat Profesi ASN Menjadi Ladang Ibadah
b_9Fwbasp7c • 2025-03-27
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Bar kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Situt melainkani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hindeda di sini tugas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adolaborasi bergandeng tangan tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tujuh kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragam. Mengerda sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangan kami melayani dengan bangan kami melayani dengan kami melayani bangsa [Musik] zaman terus bergerak sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Jadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. [Musik] ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujudkan perintah kelas dunia tekad pantang menyerah jadi berkualitas [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana kabarnya sobat ASN di mana pun Sobat ASN berada? Selamat pagi. Salam sejahtera bagi kita semuanya dan tentunya untuk sobat ASN yang menjalankan ibadah puasa. Semoga ibadah puasa pada hari ini dipermudah dan juga diperlancar. Pastinya sudah pengin mudik juga ya, Sobat ASN ya. Nah, Sobat ASN pada pagi hari ini tentunya kita akan mengusung satu tema yaitu dalam webinar ASN belajar seri ke-12 tahun 2025. dengan satu tema yaitu kerja dengan hati saat profesi ASN menjadi ladang ibadah. Nah, Sobat ASN menjadi aparatur sipil negara atau ASN bukan sekedar menjalankan tugas dan juga tanggung jawab administratif, tetapi juga bentuk pengabdian kepada masyarakat dan juga negara. Dengan bekerja penuh integritas, profesionalisme, dan juga empati, ASN dapat menjadikan pekerjaannya sebagai penuh integritas, profesionalisme, dan empati. Nah, ASN dapat menjadikan pekerjaannya sebagai ladang ibadah. Setiap layanan yang diberikan dengan tulus dan juga penuh keikhlasan pastinya bernilai amal ibadah menceminkan dedikasi untuk menciptakan satu pelayanan publik yang adil dan juga berkualitas. Nah, ketika ini semuanya dilakukan dengan hati, Sobat ASN, setiap tugas itu menjadi satu lebih dari sekedar rutinitas, melainkan salah satu wujud nyata dari kontribusi bagi kesejahteraan bersama. sikap yang disiplin, jujur, dan juga bertanggung jawab menjadikan cermin nilai-nilai moral dan juga spiritual yang tinggi. Dengan niat yang lurus, semangat pengabdian, dan juga profesi SN tidak hanya menjadi sarana mencari nafkah, tetapi juga menjadi jalan untuk mendapatkan keberkahan serta pahala di dunia dan juga akhirat. Nah, kali ini selengkapnya Sobat ASN akan dibahas dalam webinar ASN belajar seri ke-12, yaitu kerja dengan hati saat profesi ASN menjadi ladang ibadah. [Musik] Sobatn tentunya sebelum kita menginjak webinar dengan materi yang pertama, marilah bersama-sama kita akan menyambut kali ini yang akan memberikan opening speech pada pagi hari ini. Kami persilakan kepada Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Kepada yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Kami persilakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sahabat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN dalam jaringan persembahan Jatim Corporate University Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini, Kamis tanggal 27 Maret tahun 2025, ASN Belajar telah memasuki seri yang ke-12. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Untuk merespon semua itu, kami selalu berkomitmen sekaligus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi sekaligus kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-12 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik yang relate dengan suasana bulan suci Ramadan 1446 Hijriah ini. Topik yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap makin khusyuknya para sobat ASN dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan di 10 hari terakhir ini. Karena itu, ASN belajar seri ke-12 tahun 2025 ini mengangkat topik kerja dengan hati. Saatnya profesi ASN menjadi ladang ibadah. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sobat Hasn di seluruh tanah air dalam banyak literatur disebutkan bahwa setiap agama, kepercayaan atau sistem nilai yang diyakini oleh manusia selalu terdapat konsepsi tentang bekerja sebagai sebuah keniscayaan ilahiah. Dalam konteksnya dapat dijelaskan bahwa seseorang yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya bukanlah sekedar aktivitas profan atau duniawi, tetapi juga merupakan panggilan ketuhanan yang diyakini memiliki nilai ibadah. Konsep ini menekankan bahwa aktivitas profesional tidak hanya berfungsi untuk memenuhi kebutuhan material semata, tetapi juga sebagai ekspresi pengabdian dan pemenuhan tujuan hidup yang lebih tinggi. Dalam konteks ini, pekerjaan dipandang sebagai sarana untuk mencapai kesejahteraan moral atau spiritual. Sobat HN, penelitian terbaru menunjukkan bahwa memandang pekerjaan sebagai bentuk ibadah atau panggilan spiritual dapat meningkatkan kepuasan kerja, komitmen organisasi, dan kesejahteraan karyawan. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Jurnal of Business Ethics menemukan bahwa karyawan yang melihat pekerjaan mereka sebagai panggilan suci memiliki tingkat kepuasan kerja yang lebih tinggi dan cenderung lebih berkomitmen terhadap organisasi mereka. Selain itu, integrasi nilai-nilai spiritual ke dalam lingkungan kerja dapat menciptakan budaya organisasi yang lebih positif dan lebih sportif. Studi ini juga menemukan bahwa spiritualitas di tempat kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap motivasi dan semangat kerja. Hal ini menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai spiritual ke dalam lingkungan kerja juga dapat meningkatkan kinerja, loyalitas, integritas, sekaligus produktivitas organisasi yang pada akhirnya akan berdampak terhadap kesejahteraan karyawan. Tentu saja berbagai penelitian dimaksud hanya mampu menjangkau aspek material yang bisa diukur dengan takaran ilmiah. Namun demikian, tentu kita juga meyakini keterkaitannya dengan kehidupan akhirat pasca kehidupan di dunia ini. Kita juga meyakini bahwa setiap langkah kerja kita yang diniatkan untuk memenuhi panggilan ilahiah akan memiliki konsekuensi terhadap kehidupan kita. di akhirat kelak. Wallahuam bissawab. Sahabat ASN di seluruh tanah air. Lalu bagaimana agar aktivitas profesional kita sebagai aparatur sipil negara mengandung nilai-nilai ibadah terlebih lagi di bulan suci Ramadan seperti ini. Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Prof. Dr. K.H. Alim Hasan Musa. Beliau adalah Ketua Badan Amil Zakat Nasional atau BASN Provinsi Jawa Timur. Kedua, kami menyampaikan terima kasih kepada almukaram Bapak Prof. Dr. Ir. Muhammad Bisri, M.S. Beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Magfirah Malang. Dan yang ketiga kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Prof. Dr. Muhammad Ali Aziz, M.Ag. Selain sebagai seorang pendakwah, beliau juga seorang akademisi dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-12 tahun 2025. Semoga bermanfaat dan dipenuhi keberkahan dari Allah subhanahu wa taala. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Dr. Ramlianto, SPMP selaku Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur yang sudah memberikan sambutan pada pagi hari ini. Nah, Sobat ASN, inilah saatnya kita akan memulai untuk materi sesi yang pertama atau webinar sesi yang pertama. Untuk Sobat ASN di mana pun Anda berada, jangan lupa ketika nanti ada pertanyaan, silakan saja untuk bisa menekan tombol rais hand dan nanti akan ada sesi Q&A khusus setelah materi dipaparkan. Nah, kali ini sebelum kita memulai untuk pemaparan materi yang pertama, izinkan saya untuk dapat menjelaskan siapakah beliau pemateri yang pertama. Pemateri yang pertama beliau adalah seorang tok tokoh NU, guru besar, dan juga dosen di program pasca sarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya. Dan saat ini beliau menjabat sebagai ketua Basnas Jawa Timur. Beliau juga ketua PWNU Jawa Timur periode 1999 sampai dengan 2008 dan anggota DPR RI periode 2009 sampai dengan 2014 dari PKB mewakili Jawa Timur. Kita sambut inilah Prof. Dr. K. H. Alim Masan Musa, M.Si. Asalamualaikum, Prof. wabarakatuh. Bagaimana bagaimana kabarnya, Prof. ini sehat walafiat alhamdulillah. Sehat walafiat alhamdulillah. Baiklah kali ini Prof. Ini adalah salah satu momen yang kami nantikan tentunya bersama Sobat ASN dan tentunya kami persilakan kepada Prof. Dr. K. H. Ali Hasanmusa, M.Si. untuk dapat memberikan pemaparan. Tempat dan waktu kami persilakan. Ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang pertama mudah-mudahan yang mengikuti acara ini semua sehat walafiat dan update terakhir Prof. Dr. Sweda dari John Hskin University mengingatkan kita bahwa orang sehat walafiat itu lebih ditentukan eh psikis ya hati daripada fisik. ada hubungannya dengan tema yang kita sedang bahas hari ini. Jadi, beliau sampai punya angka 7030. Jadi, selama ini kita bisa salah persepsi, salah bahkan salah kaprah seolah-olah kesehatan itu hanya ditentukan fisik, ternyata tidak. Jadi, sekali lagi bisa dicek, Prof. Dr. Sweda memang ini orang Jepang yang menjadi guru besar ee kesehatan masyarakat di di John Hskin eh Amerika ya. Sama dengan mungkin bagi yang pernah belajar sosiologi eh Francis eh Profesor Fransis Bukuyam juga orang Jepang yang menjadi sosiolog yang paling up to date hari ini pengganti Jos riser pengganti emur dan sebagainya itu ya. Jadi beliau sekali lagi ee punya angka 7030. Dan sebenarnya ketika kita hari ini diingatkan oleh ee emosional kien, spiritual kien sebenarnya selalu hampir sama bahwa orang di dunia ini sukses ditentukan IQ otak itu hanya 27%. Kemudian ee spiritual, kecerasan-spiritual termasuk kejerasan agama ya itu dua kali lipat bisa sampai 54% dan yang skill itu ternyata pegang ee porsi yang paling sedikit sekitar 18% ya. Pada hari ini kita lebih disebutkan urusan skill, skill dan skill, skilling, upskilling ya. Padahal sebenarnya akan ditutupkan apakah ee mental kita itu sehat atau tidak. Kita bicara insin misalnya, Saudara sekalian, ini SD tidak lulus masuk ee high sampai SMA, high school juga ditolak karena dianggap paling goblok sehingga otomatis masuk peruruan tinggi juga ditolak. Tapi yang menarik ketika umur 20 tahun dia bekerja di kantor ekspedisi itu pun bagian ee tenaga kasar. Geografi yang kami baca umur 25 tahun bisa mencerikan teori relativitas yang sangat luar biasa itu ya. dan bahkan kemajuan hari ini ee 40,50 dan sampai berapa pun nanti yang itu sebenarnya saya termasuk pengikut ee ee Profesor Wiva Noah Harari yang harus dikembalikan pada istilah lama poli canggih saja. Jadi sedikit nyinggung Profesor Harari ini. Hari ini kalau nulis di Eropa Amerika paling bestseller yang banyak mengingatkan orang Eropa Amerika harus kembali pada Tuhan. Jangan rasional choice Tuhan mereka selama ini kan akal. Tapi dengan akal tidak menyelesaikan semua persoalan. Karena sebenarnya kehidupan ini tidak semuanya bisa dirasionalkan dengan pendekatan rasionaliz. Jadi, Profesor Harari mengingatkan istilah ee kecerasan buatan itu istilah yang menyesatkan itu kesombongan. Mengapa harus 4050? Menurut beliau tujuan terakhirnya adalah ee nyawa buatan itu something impossible ya, something unsable, maka kembali ada agama aja gitu loh. Dan itulah saudara sekalian ini ee kembali pada Profesor Harare ini. Mengapa di Amerika dan Eropa khususnya orang bunuh diri sangat sangat banyak? Karena ketika akal tidak mampu menyelesaikan akhirnya ya banyak yang bunuh diri. Bahkan e beberapa negara itu tiap 2 menit ada yang bunuh diri. Di Indonesia data terakhir yang kami terima sebenarnya negara yang paling sedikit bunuh diri. Tapi itu pun 3 jam sekali ya mengalami kemajuan-kemajuan dalam proses bunuh diri. Ya, bisa dicek misalnya is the future why it is up to us. Ya, itu dari Stanford University yang merespon mengapa anak-anak Eropa Amerika lulus S1. Kemudian 6 bulan gak dapat pekerjaan. Kemudian banyak yang bunuh diri ya. Dan akhirnya bunuh diri itu disebabkan karena ekonomi sulit dua ee sama di seluruh dunia. ee ekonomi hanya dipegang beberapa orang termasuk tahun ini yang mendapat hadiah Nobel dari ekonomi Profesor Robinson ini juga ketika mampu menyampaikan data seluruh dunia itu ekonomi hanya dipegang sekitar 10 orang yang hampir menguasai aset 67%. Akhirnya apa? akhirnya bisa disimpulkan oleh Stanford memang generasi Z sekarang itu tidak akan bisa lebih kaya daripada generasi sebelumnya karena monopoli-monopoli yang dilakukan oleh orang-orang yang sedang ee menguasai harta tadi. Saudara sekalian kembali pada Einstein eh umur 25 Einstein ee mampu menciptakan teori yang sangat luar biasa dan umur 40 mendapat hadiah Nobel ya. Nobel itu dari bahasa Arab Nabil yang artinya cerdas. Kalau perempuan Nabilah gitu ya. Maka ee yang kita baca saudar sekalian dia seangkatan dengan ee Sik seorang guru besar psikohuanalisis terkena Sigmen Fred itu. Kemudian dikirim surat sama Fred bahwa Anda SD tidak lulus ya, SMP, high school, SMA juga lulus kok dinyatakan orang paling cer di dunia. Apa jawaban instin yang sangat luar biasa? Akhirnya I didn't arrive with rational choice. Dengan tegas mengatakan saya berpikir bukan dari hati ya dari hati. Dan dia menambahkan kata-kata yang sangat luar biasa. I worry rary of words at all. Saya membenci kata-kata. Kata ins kata-kata sering diucapkan tidak lewat hati yang tulus. Itulah sering di antara kita ada istilah ya tidak boleh ada dusta di antara kita, tapi nyatanya selalu ada kedustaan di antara kita sekalian. Ya, Saudara sekalian. Kemudian ee ee penelitian-penelitian terakhir yang bisa kita juga bisa lacak saudara sekalian sekarang sebenarnya otak itu kan hanya hardware IQ itu kan hardware orang berpikir itu hardware-nya IQ otaklah apal kan gitu sudah bicara otak kanan otak kiri ya otak kanan IG otak kiri itu adalah spiritual ya lah tapi apapun mereka itu tetap ee hardware software itu ya psikisnya itu sebenarnya hatilah ya. Jadi ibarat mobil otak itu apapun ya bodinya saja body mawon. Jadi ee yang membuat mobil jalan kan mesin ya. Ada mesin ada hati itu hatinya bobrok karakternya rusak yang hampir orang sudah gak bicara karakter lagi ya. Ya, bagaimana kita bayangkan masa depan dunia yang dipimpin olehnya mengandalkan rasio belaka? Ya, inilah yang ee sekrates pun dulu juga begitu sudah mengingatkan ya ketika beliau harus minum racun itu sebenarnya kan ada hubungannya dengan ketika dia tidak setuju dengan model pilihan langsung direct election yang hanya itu proses-proses lah sebenarnya yang penting orangnya menurut Sokrates yaitu orang yang bijak. Jadi soal cara itu jangan menjadi utama pilihan langsung atau tidak langsung itu eh something else lah. Tapi ee menurut Sokrates orangnya harus punya bijak. Makanya Sokrates sudah mengingatkan kita waktu itu sebelum minum racun ya, dia pesan sama ee orang terdekat ya murid terdekatnya Grito itu bahwa yang boleh memimpin kampusnya bukan Aristeles tapi Plato. Aris itu lebih cerdas tapi dia kurang bijak, karakternya kurang kurang wais gitu loh. Kalau pelatu lebih wais maka pemimpin itu wais. Dan itu bisa diartikan bahwa kalau bicara leadership itu sebenarnya orang dulu baru aturan ya gak seperti orang di dunia sekarang itu kan bicaranya aturan aturan aturan lah orangnya gak punya karakter atau karakternya bahkan ee rusak ya dan kalau nanti ada kehendak yang gak sama kan aturannya bisa dirubah itu terjadilah paradoks-paradok kehidupan yang juga menyengsarakan kehidupan manusia ya Jadi kembali pada. Jadi beliau berpikir dari hati bukan dari otak ee ke hati. Hati ke jadi bangunlah jiwanya, bangunlah badannya. Menstan and corporation itu harus di diberi catatan-catatan dan bahkan kalau kita kembali kepada ee pepatah Inggris yang sederhana tapi luar biasa main behind the gun itu sudah sangat sangat betul. Jadi main behind thean itu kan alat 4050 itu apapun kan teknologi anaknya ilmu itu yang penting kan ilmunya lah ilmu itu terus tergantung juga orang yang berilmu punya karakter atau tidak seperti kriteria sokrat tadi wise ya wisdom lah yang harus diutamakan daripadanya orang yang cerdas yaah maka dengan demikian ee klop sekali dengan apa yang kita bicarakan hari ini bahwa ee sekali lagi ee auta itu hanya hardware, software-nya hati ya. Sama dengan kita sekarang ini ee salah persepsi orang kalau ngomong itu kan alat ucap itu kan gak betul ya. Kalau orang bisa ngomong ayat itu kan alat ucap itu dua bibir laring paring dua tenggorokan lah ya. Kemudian ee lubang hidung, lubang telinga. Tapi pertanyaannya, woi kambing yang juga punya alat ucap tapi gak bisa bicara kecuali satu kata mbek saja. Kita kan gak pernah dengar kambing bisa mbok atau mama apa-apa. Karena apa? Karena di sinilah fungsi manusia yang ada nurani ya. Yang lebih dalam adalah nurani ya. Tidak sekedar hati-hati itu kan kulit luarnya saja sebenarnya. Loh kajian-kajian psikis yang lebih lebih detail ya. Nurani itu yang paling murni, yang paling lebih dalam juga sekalian lah. Maka dengan demikian ya kita lagi-lagi kalau mengandalkan otak belaka kita tertipu gitu loh ya. sama dengan ee apa kriteria mencari peperiksaan tahun 2025 di tempat kemarin kan dari 15 item itu ya yang ukuran teknis kan hanya dua semuanya menyangkut sabar ul tabar mengikut adalah kejerasan spiritual yang dalam bahasa kita ya ASN kalau niati untuk penguatan-penguatan spiritual dalam konteks lebih tegas lagi kepentingan dengan ee agama karena Tuhan itu lebih menguntungkan buat kita sekalian. Jadi, Saudara sekalian, e beberapa hal yang menarik ee di tahun ini misalnya apapun kita bicara manajemen misalnya ya, misalnya manajemen 40 ya dalam konteks manajemen termasuk manajemen pendidikanlah dalam konteks eh education ya itu misalnya ag thinking misalnya kemudian kolaborasi adopting diversity itu lebih banyak hubungannya dengan karakter jadi agis thinking itu kalau punya problem segara dirumus berubungnya apa solusunya ABC misalnya. Kemudian kolaborasi kebersamaan toh ya jadi gak boleh punya memandang orang jangankan 1 seteng aja gak bolehlah. Kemudian yang terakhir adalah adopting diversity bahwa eh perbedaan-perbedaan itu something usual ya biasa. Yang bahaya bukan beda pendapat, yang bahaya kan beda pendapatan sebenarnya itu ya. lah kembali saudara sekalian ya kepada hal yang kita hadapi hari ini. penelitian terakhir yang baru akhir Februari misalnya 24 Februari ee guru besar-guru dari ee Toronto, Kanada Universitas itu menyampaikan sebuah data yang lebih detail tentang orang jangan mencari kesenangan orang dengan mencari kebahagiaan karena ternyata orang yang mencur kesenangan, kebahagiaan itu dia akan mendapatkan. Karena apa? karena memang pesan dan sebagainya itu lebih berhubungan dengan nafsu ya. Jadi bukan dengan psikis yang murni jadi ee eh app of psychologi gak salah begitu. Peding. Wellbe itu kesenangan, kebahagiaan. Di dunia gak ada. Kalau pada agama malah jelas lagi di Quran saya baca misalnya kata gembira masrur surur saadah itu gembira parah itu gembira tapi itu mengindikasikan merekomendasikan bahwa itu kesenangan di akhirat bukan di dunia memang kalau dalam bahasa agama Allah turunkan kesenangan itu kan jumlahnya 100 yang diturunkan dunia itu hanya satu itu pun dibagi seluruh makhluk makanya banyak peringatan jangan pernah mencari kesenangan di dunia. Ada kesenangan tapi masih menipu. Mataul gurur misalnya. Jadi pendidikan dari Toronto Kanada ini betul-betul mengingatkan kita bahwa apapun yang kita lakukan harus ibadah gitu kan. Jangan hanya bekerja itu mencari kesenangan bagian tidak carilah ketenangan. Nah, ketenangan inilah yang nilai-nilai yang lebih sangat ee spiritual yang membuat orang akan tidak kena penyakit mudah bunuh diri. Sebagaimana saudara sekalian, hari ini kita ee penyakit alzimer misalnya yang kita agak ikuti ya, itu penyebab ee kelima terbesar di dunia orang kematian ya. Satu jantung, dua paru-paru dan paru-paru itu penyebabnya rokok. Yai tentaja kalau tidak merokok ee APBN kita kehilangan 220 triliun. ya kan Bu Srioyani malah akhir-akhir ini Menteri Keuangan mengingatkan ya katanya merokok tetaplah merokok karena akan kehilangan fiskal dari APBN 220 triliun gitu ya. Yang ketiga adalah hipertensi yang keempat diabet. Yang kelima Alzimer. Alzimer itu kan dimensinya plus dan yang menarik itu yang kena anak-anak muda ya. Kalau hanya dimensi ya pikun itu kan orang tua ya. Ambilkan makanan saya. Ya. Loh, Mbah baru makan loh. Lupa kamu siapa? L saya ini kan istri panjenengan itu hanya pikun dimensia. Tapi ini plusnya yang bahaya. Plus apa? Plus mudah marah plus ingin bunuh diri. Dan itu yang terkena yang banyak adalah usia 15 sampai 28 tahun rata-rata anak yang baru lulus S1 tidak segera mendapatkan pekerjaan ya akhirnya kena ee itu tadi Alzimer itu jadi dimensiatif plus itu lebih bahaya ya lebih sangat-sangat membahayakan dan kalau penyebabnya penelitian dari ee perguruan university Inggris satu HP, dua ekonomi, tiga merasa laun. Jadi ee karena lama dengan HP kemudian ee merasa kesepian. Jadi tiga sebak yang melibatkan orang kena Alzheimer 1 HP. Kalau orang 5 jam bahkan kalau 8 jam itu terus-menerus gak berhenti. Itu kan itu akan kena Alzimer tadi. Ekonomi memang yang sedang tidak baik saja karena yang sedang pegang ekonomi itu sekarang semakin ya tidak mau berbagilah begitu. Kemudian terus akhirnya muncul dengan HP itu dengan on digital selalu on digital itu ternyata malah membuat orang lonely. Maka di Inggris hari ini yang terbaru saya kami baca bahwa ee empat orang satu di empat orang yang anak muda di remaja itu sekarang gak bawa HP karena mendapatkan lebih tenanglah daripada bawa HP. Jadi saat dari empat orang itu yang tiga itu kalau keluar sekarang gak bawa HP. Tapi apa senang mulai kongkong-ngongkong model kafe gitu sekarang di Inggris ee lebih kumpul tatap muka lagi daripada hanya lewat lewat HP atau on digital saudara sekalian. Nah, kembali pada ibadah inilah makanya kalau agama mengajar kita jangan cari kebahagiaan carilah ketenangan. Ya. Jadi kata bahagia saya baca kata semua itu menerangkan di akhirat bukan di dunia. Kemudian juga jadi Sandiku State Amerika yang juga ee memperkuat dari Toronto, Kanada. Semua ini dirilis akhir ee Februari kemarin, Saudara sekalian sekitar tanggal 2425 Februari. Ya, ini sama. Cuma kalau di Turun itu kan ada tegas bahwa orang mencari kebahagiaan dan mencari kesenangan itu tidak akan mendapatkan ya sesuatu gak ada kok dicari gitu. Tapi kalau yang desaegusit ini yang diteliti remaja-remaja di seluruh Eropa dan Amerika dan juga e Britania Raya itu negara-negara yang pernah dijasa oleh Inggris misalnya Malaysia ya misalnya termasuk Australia termasuk India lah. Jadi generasi Z sekarang merasa merasa kurang bahagia atau bahkan tidak bahagia di generasi sebelumnya ya. Ya, kembali pada penelitian profesor di Turuntuk Kanada aja bahwa memang kebahagiaan itu gak ada itu ya gak akan mendapatkan gitu loh. Kalau agama jelas, agama jelas. Nabi sendiri beberapa kali mengatakan Daud jangan jangan pernah mencari kesenangan di dunia. Carilah ketenangan. Kesenangan di dunia ini kalau cepat datang, cepat pergi, gak ada yang abadi di dunia ini. Maka ketenangan itu dari mana? Dalam konteks agama kalau orang selalu hatinya ee mentautkan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa. Ya, dalam bahasa kalau Islam selalu Allah, Allah itu justun dia kena Alzimer lah. Kembali pada ee anak muda Alzimer ini sama dengan saudara sekalian data terakhir ya. orang yang di Indonesia misalnya bunuh diri paling bagus ya, tetapi itu pun 3 jam sekali mengalami kemajuan yang sangat memprihatinkan ya kan. Tapi sekali lagi bahwa yang paling banyak kena azimer itu umur 15 sampai 28 27 lah ya banyak. Sama dengan faktor bunuh diri di Indonesia itu juga sama. Yang paling banyak bunuh diri adalah anak-anak usia ee 15 sampai 27 28 tadi. Karena apa? karena terlalu ee kuat pada rasional choice tadi ya yang akhirnya kita hanya dininbukan oleh ee teknologi 4050 ya apapun itu teknologi itu anaknya ilmu pengetahuan kita dilupakan dengan ilmu itu sendiri yang menjadi adalah kekosongan kekuusan batin yang disebut launel tadi ya. Ee saya kira itulah pengantar saya. ee Bu siapa, Mbah yang moderator mudah-mudahan ee bisa membantu perspektif dalam konteks bahwa hidup ini ibadah dalam konteks orang Jawa kami sangkan paring itu mati ya. Kemudian kalau ingin mencari ketenangan itu adalah carilah air ya tirto pawit dan air tirto itu pawit itu air ketemu di di ruji. Dewaji itu adalah ee rahim ibu. Jadi seorang bayi ketika ada di rahim ibunya terutama nyawa dimasukkan 4 bulan itu merasa tenang sebenarnya lah. Itulah sebenarnya ketika ee rahim ibu itu apa maknanya? ketika orang ee kembali pada Tuhan, Tuhan, Tuhan sangkan parang mati tadi. Ya, saya kira demikianlah mudah-mudahan ada ee perseptif yang bisa kita ngambil manfaat yang sangat penting. Matur nuwun, mudah-mudahan ee bisa dipahami dengan dari berbagai perspektif. Monggo kita kembalikan pada ee Mbak moderator dari Baik, terima kasih banyak Prof. untuk hari ini pemaparan di sesi yang pertama. Nah, kali ini untuk sobat ASN silakan saja yang ingin bertanya untuk bisa langsung menekan tombol res dan kali ini ada juga yang juga live via YouTube yang ingin bertanya kami persilakan dan kali ini sudah ada pertanyaan melalui live YouTube. Nah, kali ini pertanyaannya adalah begini, Prof. Apa sih, Prof. Contoh nyatanya dari ASN itu yang berhasil menjadikan pekerjaannya sebagai ladang ibadah dan kita tuh harus seperti apa nih, Prof, untuk memulainya startnya? Iya. Jadi ee sebenarnya itu soal teknis urusan kedua menurut saya itu yang harus dirubah mindsetnya yang gak mudah. kita ini di kampus ya dan apalagi apalagi kita ini di satu dunia lah sekarang ya globalisasi ini satu dunia kita ini kan dididik ee ee antroposentrisme. Semua ilmuwanilmuan ilmuwan dari Barat itu memandang manusia sekali. He. Ketika orang mulai Karel Marx yang bicara materialisme dia ngingkari ide itu Karel Marx itu ya. Ar itu sebenarnya dulu murid Hegel. Hegel itu adalah ideu kebenaran, kebajikan, Tuhan. Tapi Mak ini ketika sudah tua, dia cerdas memang melihat kesengsaraan ee di masyarakat itu karena kolaborasi antara penguasa, pengusaha dan tokoh agama. Saya perlu tegaskan Mbak, tokoh agama itu agama. Agama itu sendiri punyaak ide kebenaran ee kebajikan. Tapi ee tokoh agama ya, pemimpin agama itu adalah materi. Ketika ee pemimpin agama, pengusaha dan penguasa jadi satu punya kebijakan yang merugikan orang kecil, orang proletar, maka di situlah ee Karelmak akhirnya berpindah bukan ide ya. Yang lebih dominan yang dominan adalah materi ya. Setelah ee materialisme jadilah ee kapitalisme, modernism. Jadi modernism globalisasi sekarang orang sudah tidak bicara globalisasi dan bicara 40,50 itu sama ketika orang memandang manusia yang materi lebih penting daripada ide daripada surga daripada tadi disampaikan Pak Kepala Badan tadi akhiratlah begitu. itu apa yang terjadi ya kegersangan dunia hari ini. Karena memang membaca membaca rias betul ya tapi dalam konteks apakah ketika orang dengan materi bisa mendapatkan ketenangan batin kan tidak lah. Maka sebenarnya harus dibalik ya. Jadi bukan antroposentrisme tapi adalah theosentrisme bahwa kita ini diciptakan dari Tuhan lah. Sebenarnya kita mampu merubah mindset seperti ini baru bahwa semua akhirnya apa yang kita lakukan karena Tuhan gitu loh. Ya, makanya dengan demikian kalau kita bisa merubah mindset seperti itu yang teknis-teknis itu urusan kedua dalam konteks agama misalnya ya. Tuhan itu menciptakan manusia dulu. Nabi yang integritasnya jelas ya, yang integritasnya jelas, yang orangnya humble dan mesti humble. Jadi teori teori kapitalisme yang nak gak dilakukan orang sekarang kan yang kesederhanannya bahwa kapitalis bisa berhasil itu sebenarnya tidak hanya faktor karena punya punya kehendak di dunia yang lebih mulia tapi sebenarnya adalah humble ya. Jadi kapitalisme sekarang sekarang kapitalisme yang tidak murni. Kapitalisme murni itu orang yang memandang yang dulu berhasil karena memandang bahwa dia harus hidup sederhana, h ya. Dan sekarang orang hindonism misalnya ya. Maka dengan demikian ndak nak nyampai gitu ndak ndak ndak nyambung irisannya ndak nak nyambung. Dengan demikian menurut saya yang harus dirubah mindset dulu adalah kita ini hidup bukan untuk kepentingan kita gitu loh ya. Dan nyatanya ketika kita nuruti ganda kita orang manusia kan tidak tidak pernah mendapatkan apa yang dicari. Penelitian-penelitian yang dituntukkan ada tadi betul-betul mengingatkan kita bahwa orang itu semua kan berisin dengan kesenangan, kebahagiaan padahal gak akan mendapatkan gitu loh. Yang namanya kesenangan bahagiaan itu di dunia gak ada ya. itu itu lebih dekat dengan nafsu gitu loh ya. Yang dicari masih ketenangan batiniah itulah Tuhan. Ketika orang dekat dengan Tuhan apapun agamanya gitu loh kalau lebih dengan Tuhan dia akan mendapatkan ee ketenangan yang bersifat spiritualisme. Penelitian-penelitian ee Dana Zohar aan Marsa tentang ESQ itu nanya sudah betul-betul mengingatkan kita bahwa ee IQ saja tidak mutlak apalagi ya hanya kapitalisme, hanya menyangkut globalisasi. Maka dengan demikian ya akhirnya e segala sesuatu orang akan dinilai dengan apa yang menjadi niatnya. Ketika kita sadar bahwa kita hidup ini dihidupkan oleh yang maha kuasa dan nanti dimatikan yang maha kuasa, maka yang harus kita lakukan adalah untuk kepentingan yang maha kuasa. Dan jangan pernah memandang dunia ini ee tempat selamanya. Makanya seorang muslim kalau oleh Nabi diingatkan di dunia ini nih orang di dalam penjara si Junul Mukminin. Orang di penjara gak pernah bersenang-senang. Maka jangan Nabi selalu jangan pernah mencari kesenangan, jangan pernah mencari kebahagiaan. Carilah ketenangan. Ketenangan yang bersifat batiniah itu apa? Ya, ketika dekat dengan Tuhan itulah dewa ruci. Yang orang Jawa mengatakan ketika sudah dewa ruci terto pawitra itu sudah di dalam rahim itu selalu apa? yaitu tangkan barang mati ya apa ee orang juga bahasa-bahasa lama mengul susui angin susui angin itu apa pernaapasan siapa yang memberi nafas kita ya Tuhan dalam konteks ee filsafat Jawa apakah itu e pangestu sabto dharm semuanya itu bagus menurut saya dalam konteks mengingatkan kita bahwa dunia ini sebenarnya bukan bukan tempat segalanya buat kita sekalian saya kira demikian Jadi sebenarnya kita harus mengingat yang pertama kali adalah Tuhan terlebih dahulu. Ya, betul begitu ya, Prof ya. Baik, Prof. Kali ini juga sudah ada yang bertanya dari Sobat ASN yang bergabung bersama kami di webinar. Baiklah, asalamualaikum. Boleh berkenalan dengan siapa ini? Boleh di-unmute terlebih dahulu. Monggo. Boleh di-unmute terlebih dahulu, Mas. Oke. Baik, sudah. Silakan. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Boleh diperkenalkan dengan siapa ini dan dari mana? Kenal Bu Devi ya. Iya betul Bapak. Selama ini kami jadi penonton dan penumpang gelap. Mohon maaf ya Mbak Devi. Tapi karena memang ee webinarnya dari Prof. yakini luar biasa ya. Terima kasih banyak. Jadi saya semuanya jempol saya semua jari jempolnya saya acumkan semua. Wah terima kasih banyak Bapak Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor. Jauh ya? Jauh sekali. Iya. Salam kenal buat semua teman-teman ASM di Provok Jawa Timur. Heeh. Ini menarik sekali Prof. Jadi ee kalau kalau kalau saya biasanya ingin tahu nih contoh nyata di kehidupan saat ini kira-kira figur siapa yang memang bisa kita berikan sebagai teladan ee yang intinya mengangkat dan mengusung tema kita hari ini. Jadi paling tidak kan kita bisa berkaca perilaku kebiasaan maupun cara hidup ee beliau bersangkutan gitu Prof. Kira-kira sederhana mungkin pertanyaannya, tapi ee saya mohon kira-kira kita diberikan ee gambaran Prof. Ya, sehingga kita bisa memberikan apa mengambil contoh dari perilaku beliau selain Rasulullah, nabi kita ee Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya, Prof. Sehat selalu, Prof. Terima kasih. Iya, nggih. Salam kenal dan sehat selalu. Iya. Asalamualaikum warahmatullah. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Monggo, Prof. untuk bisa langsung menjawab. Iya. Kalau Iya, kalau Rasulullah memang jelas saya kira ya kita kadang malu ya orang yang paling baik di dunia tidurnya pakai tikar memang ya memang untuk mengingat kembali yang paling dia memang beliau jadi tidurnya pakai tikar betapa sangat humble. Kemudian ee itu pun dianyam sendiri dari daun kurma ya. Ya. Kemudian beliau selalu ee hidup itu menyenangkan orang lain ya. Jadi berkali-kali beliau tidak makan berhari kecuali ee kurma dan hari zam-sam. Tapi semua hartanya diberikan orang fakir miskin terutama anak yatim. Karena beliau itu adalah anak yatim. Gambaran ideanya memang begitu. Dan memandang dunia ini tidak tidak selamanya hanya transit. Orang Jawa mampir ngomilah gitu loh ya. Ya, hanya transit. Kalau di Indonesia memang sekarang sulit ya mencari menyebut nama kecuali mungkin kalau saya boleh karena polisi itu sebenarnya ASN. Polisi itu kan sipil yang dipersenjatai aja. Saya lebih cenderung Pak Hugeng Iman Santoso itu dulu adalah salah satu orang ketika turun dari kapori naik sepeda ontel. Ya, itulah sebenarnya contoh tidak memandang jabatan Kapol itu segalanya masih tetap sederhana. Orang-orang semacam itulah yang sebenarnya sebenarnya polisi itu kan bukan bukan polisi itu kan sipil cuma dipersenjatai kan menyangkut ganti emas. Ya makanya ya kalau ingat Gus Dur sekali lagi kalau ditanya polisi yang paling baik itu ya satu Pak Ugeng Iman Santoso ya. Yang kedua siapa ya? patung polisi yang ketiga polisi tidur itu kelakarnya Gus Dur. Jadi cari yang ideal sekali memang agak sulit Bapak yang dari Bor tadi tapi paling tidak kita akan berusaha ke sanalah begitu ya. Ketika orang memandang mindset sudah dirubah tidak tidak antroposentrisme segala kepentingan manusia ya kepentingan Tuhan lebih diutamakan maka sebenarnya hidup dia akan memberi manfaat kepada ee orang lain lebih empirik lah begitu. Tapi kalau kita mencari kesenangan juga gak akan mendapatkan kesenangan. Itu kalau kata Nabi, kalau kita orang Islam ya cepat datang cepat pergi gitu ya. Carilah ketenangan. ketenangan sumbernya ketika orang selalu nyambung dengan Tuhan yang maha kuasa gitu loh. Jadi untuk nyebut yang lain memang ee agak sulit ya karena memang ya beliaulah kalau Rasulullah kan jelas itu ee uswatun hasanah itu bahasa kita kan ingarso sondo. Kalau sekarang kan sudah dirubah ngarso goleh bondo masalah kan begitu ya. Jadi ing mad anjeng sekarang ya. Jadi betapa dunia ini sudah sangat berubah. Apa yang gak berubah dunia yang gak berubah ya perubahan itu sendiri. Nggih. Saya kira begitulah. Baik terima kasih Prof untuk jawabannya dan untuk Bapak Supriadi. Semoga ini cukup menjawab ya Bapak Supriadi ya. Dan kali ini Prof masih ada satu penanya lagi. Monggo. Baik langsung saja kita akan menuju ke penanya yang berikutnya. Silakan Ibu boleh dikenalkan Ibu siapa dan dari mana untuk bisa di-unmute terlebih dahulu. Baik, silakan Ibu. Selamat pagi. Masih belum terdengar Ibu. Iya, belum belum terdengar. Boleh dicoba lagi. Nah, baik. Sudah, sudah terdengar cukup jelas. Silakan, Ibu. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Saya T Oktaviani dari Dinas SDM Provinsi. [Musik] Jih. Ee menarik sekali yang sudah disampaikan oleh Prof. tadi dan sebenarnya ketika ASN ini melakukan ee apa yang sudah apa berakhlak ya, Pak ya. Sudah dikatakan harus berorientasi pelayanan, harus akuntable, kompeten dan segalanya. Itu seharusnya itu sudah ee kita melakukan itu saja sudah sangat bagus ya, Prof. Apalagi ketika kita menyadari bahwa bekerja itu sebagai ladang ibadah. Nah, ini yang ee kami tanyakan ee sejauh mana ee ASN ini ketika berhadapan dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan ee hati kita ya, Prof. ya. Sementara kita memang harus ibadah tapi ada sesuatu yang mungkin ee tidak sesuai gitu. Mungkin ada ee tips dari Prof. untuk menjaga ketenangan hati ketika kita harus bekerja menjadikan itu sebagai ladang ibadah. Tapi ada sesuatu yang tidak sesuai dengan hati kita. Padahal kita memang harus menjaga ketenangan hati. Mungkin ada tips dan trik dari Prof. Terima kasih. Nggih. Gimana? Silakan ini, Prof. untuk dapat menjawab pertanyaan dari Ibu Tri Oktaviani. Ee memang mencari orang yang sempurna meneimbangkan antara psikis dan fisik itu yang gak gak mudah. Itu kan pola-pola equal yang harus dilakukan. Kita ingin baik tapi melihat orang yang gak baik tapi hidupnya lebih makmur misalnya itu kadang kita juga ee berontak di dalam hati saya begitu. Maka caranya gak usah kita banding-bandingkan orang lah. Kalau sudah ingin berbuat baik, ya sudah murni berbuat baikah. Saya kira begitu. Ada penelitian yang yang sebagai contoh ya. Ini ini dari dari saya dengar terakhir dari Stanford University juga itu Mbak ya. Itu hidup itu kalau apa membantu orang itu akhirnya indra keenamnya kuat. Saya kira ini penelitian yang terbaru ya. Kalau orang Jawa kan mengatakan ambek paramoarto ya. Ambekomo dengan hartanya sebarnya tidak hanya tidak hanya ada duit ya dengan pikirannya dengan fisiknya membantu orang lain kan itu orang kan ono sumimpang. Jadi orang yang suka membantu kesulitan orang lain. Nah kalau ada bahaya dia bisa menghindari ini ini di Jawa. Kemudian bahasa lainnya weruh sak durung winara. Indra keenamnya akan kuat. ini sebenarnya yang harus harus harus harus dipahami. Betul. Penelitian terakhir yang gak salah juga dari Stford ya itu eh judulnya memang ini penelitian juga guru-guru besar psikologi ya. Jadi why a good thing happen to a good people. Saya ulangi. Why a good thing happen to a good people? Mengapa eh sing itu eh indra keenam, ketujuh dia mengatakan eh glowam efek hatinya menjadi bersinar dan angan-anget begitu ya. Dia ini penelitian lama sekali dilakukan oleh ee Profesor Stefan ini ya. Ya, dia suka meneliti orang-orang suka membantu orang lain, apakah dengan uangnya, dengan pikirannya, dengan tenaganya. Muncullah buku tadi, why you could think happen to Good people. Mengapa good people itu orang yang suka bantu kesulitan orang lain? Hidupnya untuk eh tadi ASN hidupnya ibadah. Bagaimana pelayanan public service ya, pelayanan yang murni lah ya begitu ya. Ya, untuk negara tapi diniati untuk tubuhan juga ya. Ya, jadi orang kalau suka membat orang lain tuh kutsutin itu apa? Glowam efek itu hatinya berisi punya indra ke67 kuat dia apa yang terjadi dia tahu lain dengan kalau ambek aroma ambektur angkoro kalau di Jawa ya orang yang gak pernah mau ee gak punya empati hatinya gak pernah tergerak untuk membantu kesulitan orang lain itu orang ini masih akan hancur gitu loh ambek dur angkoro muruho gitu sama dengan ee ee adik hadiku adiku dibunuh kan gitu. Akhirnya adigang itu kan gaj ee adigang itu kan kijang. Adigung itu gajah. Adigung itu ular ya. Merasa hebat dengan dirinya gak pernah mau membantu kesulitan orang lain. Ya, akhirnya tiga binatang tadi kan berkelai gak gak mau sambil kalah kan mati kabeh. Jadi kesombongan orang nak terlintas hatinya membantu kesulitan orang lain dalam konteks ASN kan public service ya itu mesti hancur dirinya. sama dengan honor pod joyo monggo tadi ini penelitian-penelitian yang terupdate terbaru dari Profesor Stefani tadi why you think itu menjelaskan kita bahwa hidup itu hidup itu adalah ee meringankan beban orang lain. Kalau sudah begitu kita kan lebih lebih tenang gitu loh. Kajian-kaji psikuli ini yang terbaru. dulu ya dari agama jelaslah dari agama ini kan penelitian-penelitian yang update terakhir ini kan sangat bagus sekali ya ee bagi orang yang enggak percaya dengan hal yang berisipasi virtualisme ya orang sekarang terlalu rasional choice tadi loh padahal kami sudah menyampaikan instin yang bisa menciptakan teori yang sangat luar biasa yang menjadi model 4050 itu malah dia berpikir dari bukan dari otak dari hati tadi jadi eh I didn't arrive with rational choice dari hati nuran Jadi yang menyebabkan otak cerdas itu dari nurani yang cerdas dan itu lebih murni dan lebih manfaat dalam konteks kebersamaan. Saya kira demikian Mbak Prof untuk jawabannya dan kali ini Mbak Tri Oktaviani semoga cukup menjawab dari pertanyaannya atau mungkin ada pertanyaan. Oke ya. Makasih. Terima kasih. Baik, Prof. Boleh enggak kita dikasih pesan-pesan untuk Sobat ASN sebagai closing statement? Apa nih, Prof. Pesan-pesannya untuk Sobat ASN supaya kita bisa bekerja dengan ikhlas, bekerja dengan untuk ibadah seperti itu, Prof? Iya. Sekarang satu aalah sebenarnya ya, bahwa kita ee hidup di dunia ini kan seder mampir-momil, Pak. H yang kedua hiduplah sederhana. Yang ketiga, jangan mencari kesenangan tadi. Carilah ketenangan. sumber ketenangan dari Gusti Allah Tuhan yang sing ngecat Lombok kan gitu aja sederhana tapi ee praktiknya yang harus konsisten gitu ya. Jadi jumlahnya itu aja hidupnya berarti kalau kita tidak mencari apa yang ada dengan kepuasan yang ada misalnya ASN yang sehari hanya R00.000 Ibu kalau gak usah beli minyak gak boleh kejamannya tempe berumpang magic selesai dan itu lebih sehat saya itu gak usah dipandang terlalu bulat-bulat itu aja praktisah. Baik terima kasih Prof untuk wejangannya. Boleh kita berikan tepuk tangan yang meriah kali ini. Terima kasih Prof. Untuk materi yang pertama kita ucapkan terima kasih banyak untuk Prof. Dr. K. H. Alim Hasan Musa, M.Si. Terima kasih, Prof. Kita berjumpa lagi di lain kesempatan. Dan kali ini Sobat ASN tentunya masih ada beberapa materi lagi yaitu tepatnya ada dua materi lagi. Seperti apa materi yang berikutnya? tentunya sesaat lagi [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] H [Musik] Sobat SN kembali lagi tentunya dalam ASN webinar seri ke-12. Nah, kali ini ASN belajar seri ke-12 pada tahun 2025 yang mengusung satu tema yaitu kerja dengan hati saat profesi ASN menjadi ladang ibadah. Dan tentunya Sobat ASN webinar pada hari ini bertujuan untuk mengajak seluruh ASN bisa memahami profesi mereka secara mendalam. Tidak hanya sebagai tugas administratifnya tapi sebagai juga panggilan mulia yang bernilai ibadah. Nah, kali ini kita menginjak untuk langsung ke ke pemateri yang berikutnya yaitu pemateri yang kedua. Beliau adalah seorang guru besar di bidang konservasi sumber daya air dan ketua jurusan teknik pengairan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya periode 1999 sampai dengan 2002 dan tentunya mendarmmaabaktikan kehidupannya di bidang pendidikan terutama di Universitas Brawijaya mulai dari sebagai ketua pusat jaminan mutu dekan Fakultas Teknik hingga menjadi rektor. Saat ini beliau aktif menjadi pembina Pondok Pesantren Bahrul Magfirah Malang selaku Ketua Dewan Pembina Masyarakat Ekonomi Syariah Kota Malang, ketua Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah Provinsi Jawa Timur dan juga sebagai Dewan Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan sekaligus juga menjadi bendahara Yayasan Masjid Agung Jami Kota Malang dan juga sebagai penasehat takmir Masjid Sabilillah Kota Malang. Kita sambut inilah Prof. Muhammadri. Asalamualaikum, Prof. Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh. Alhamdulillah. Bagaimana kabarnya, Prof pada hari ini? Sehatsat. Alhamdulillah sehat. Baik. Baik. Nah, Prof. Kali ini Sobat sudah menantikan nih ya, Prof. untuk ASN belajar seri ke-12. Selain juga tentunya kita meningkatkan skill kita, kita juga harus meningkatkan ibadah kita. Nih, Prof. Ada juga nih nanti kita akan memberikan saran-saran untuk soat ASN semuanya seperti ini pada pagi hari ini seperti apa. Langsung saja, Prof. untuk tempat dan waktu kami persilakan langsung ya. Boleh. Silakan Prof. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee saya cerita sedikit. Saya ini kan kompetensi saya adalah ee orang teknik, tapi hari ini diminta untuk menyampaikan materi tentang kerja dengan nti ya. Tetapi saya memang sudah lama belajar agama Islam dan mengikhtiarkan mengamalkan secara bertahap. Jadi saya waktu rektor di Unasrawijaya juga coba saya amalkan ilmu-ilmu Islam yang telah saya punyai dan pada akhirnya saya dijadikan rektor oleh Allah, rektor pondok pesantren Barul Mfirah. Jadi, jadi rektor UB menjadi rektor pondok ini ya. Sehingga saya sekarang e karena adik saya meninggal dunia ya Gus Lukman karena beliau yang kompensinya dari Tebu Ireng sehingga saya mengantikannya sehingga ini rodok kepekso ini jadi pembina pondok pesantren. Saya mencoba berdasarkan pengetahuan saya dan pengalaman saya serta amaliah saya di bidang agama Islam. Saya mencoba menyampaikan sharing tentang kerja dengan hati saat profesi ASN menjadi ladang ibadah. Topik subtopiknya adalah ikhlas dan profesional. Jadi ikhlas dan profesional. Kenapa ikhlas dan profesional ini saya angkat? Karena orang kalau bekerja jadi apapun kalau ikhlas itu menjadi nilai ibadah. Tetapi harus profesional. Makanya itu hurufnya dan jadi untuk menjadikan kita bernilai ibadah maka harus ikhlas dan harus profesional. Tidak boleh hanya ikhlas saja. Kalau ikhlas enggak profesional kalau kita nanti menjadi orang Islam ikhlas terus tapi enggak profesional dipaid orang biar orang ini Islam kok enggak profesional. Padahal Islam itu mengajari orang menjadi profesional. Kalau kita hanya profesional saja tidak ikhlas menjadi bukan ibadah. Makanya ini kata-katanya harus digandeng Islam, ikhlas dan profesional. Jadi ya ikhlas ya profesional. Kalau profesional tok tanpa ikhlas enggak menjadi ibadah. Ikhlas tanpa profesional nanti bisa di dilecehkan orang. Jadi saya mulai dari salah satu ayat di surah Albaqarah bahwa kita ini sebagai khalifah. Jadi inamun. Jadi ternyata Allah itu memang sudah mendesain ya mendesain manusia untuk menjadi khalifah di bumi. Jadi Allah sudah menyampaikan kepada para malaikat sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. Kemudian malaikat protes. Kenapa yang dijadikan khalifah itu manusia bukan kami malaikat yang senantiasa bertasbih dan memuji Engkau. Tapi Allah menjawab, "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." Dan secara dalil aqli atau secara pikiran memang Allah sangat benar kalau yang menjadi khalifah, yang menjaga bumi itu seorang malaikat. Maka kita tidak akan bisa melihat bagaimana contoh malaikat membangun mall. kita tidak akan tahu karena malaikat adalah makhluk gaib yang hanya punya roh dan akal, tidak punya jasad, tidak punya nafsu. Karena tidak punya nafsu, maka malaikat tidak akan berkeinginan ee membuat jalan tol. Ya, jadi oleh karena itu Allah sungguh luar biasa. Sehingga memang Allah menyatakan inni alamu maam aku lebih mengetahui daripada engkau wahai malaikat. sehingga Allah menjadikan kita manusia sebagai khalifah di bumi. Apa tugas khalifah? Ya, jadi kita ini sekarang sebagai khalifah. Khalifah itu artinya juga sebagai wakil Tuhan di muka bumi. Jadi khalifah itu kalau secara umum diartikan sebagai wakil Tuhan yang disuruh untuk menjaga dan merawat bumi beserta lingkungannya. memutuskan perkara secara adil di antara semua makhluknya di muka bumi. Memberikan kasih sayang kepada bumi dan isinya rahmatan lil alamin. Mengelola bumi beserta isinya untuk kebaikan semua makhluk. Menciptakan kedamaian, ketentraman, dan kemakmuran penduduki. Ini beberapa tugas khalifah. Jadi ASN juga merupakan khalifah. Jadi ASN saya juga ASN. Saya harus juga menjadi khalifah di bumi dengan mandat tugas seperti ini. Beberapa tugas ini ya, merawat bumi ya. Kita menjadi orang yang kasih sayang kepada semuanya, kepada makhluk Allah, tidak hanya manusia. Kita menciptakan kedamaian, ketentraman, kemakmuran. Ini tujuan Allah menjadikan kita sebagai khalifah. Oleh karena itu di dalam khalifah ini Allah menciptakan jin dan manusia. Jadi kita sebagai khalifah ya. Kemudian tujuannya apa? W khalaqtul jinna wal insa illa liya'budu. Aku tidak ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah mengabdi kepadamu. Jadi kita sebagai khalifah dalam rangka mengabdi kepada Allah Subhanahu wa taala. Jadi ada dua makhluk yang diminta mengabdi, jin dan manusia. Tapi kita sekarang membicarakan tentang manusia. Jadi kita diminta Allah sebagai khalifah sekaligus melalui wasilah khalifah itulah kita beribadah mengabdi kepada Allah. Mengabdi kepada Allah adalah mentaati semua perintahnya dan menjauhi semua larangannya. Itu adalah ibadah. Jadi simpel sebenarnya kalau kita mentaati semua perintah Allah dan menjauhi semanya itu disebut dengan ibadah. Jadi sesungguhnya Kanjeng Nabi Muhammad bersabda, "Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung niatnya. Innamal a'malu binniat." Jadi semua itu tergantung niatnya. Kalau niatnya hanya profesional, tidak ikhlas, maka dia hanya mendapatkan pekerjaan atau mungkin honor. Tapi kalau niatnya ikhlas dan profesional, maka ee sebagai bentuk ibadah kepada Allah juga mendapatkan sesuatu dari manusia. Kemudian ibadah ini, ibadah itu saya mencari beberapa referensi pustaka. Ibadah itu memang dibagi dua. Yang pertama ibadah mahdah. Ibadah yang memang ditentukan oleh syariat. Salat, wudu, zakat, puasa. Hari ini kita puasa itu adalah ibadah mahdah.
Resume
Categories