ASN Belajar Seri 13 | 2025 - Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Untuk Tata Kelola Pemerintahan
yHGk7-2pa1Q • 2025-04-10
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
He.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Zaman yang terus
bergerak, sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita
melangkah. Hadapi segala
tantangan. Tingkatkan setiap
kompetensi untuk pelayanan
berdampak. Bersama
ASN
belajar. Ciptakan SDM unggul
berprestasi.
selalu inisiatif dan
kolaboratif untuk inovasi yang
berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak
mulia siap menyongsong Indonesia emas.
[Musik]
ASM belajar wujudkan
pemerintahan berkelas dunia satukan
tekad pantang
menyerah jadi ASN cetar
berkualitasm belajar
wujudkan
pemerintahan kelas
dunia tukan tekad pantang
sejera jadi ASN
berkuar kita
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Barlah kami junjung teguhkan diri dan
jadikan pedoman serta
kekuatan hadir di sini untuk mengabdi
laksanakan tugas ke banggaan negeri
bererentasut melayani bangsa dengan
akuntabilitas tinggi.
Kami di sini sukses dengan
hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
layani bangsa loyal tanpa
batasannya selalu adaptif dan
berkolaborasi bergandeng tanggal satu
tujuan menjadikan ASN lebih
berakhlak bekerja sepenuh hati tulus
membantu sesama dengan bangga kami
melayani bangsa
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati.
Tunjukkan kompetensi dalam
harmoni. Bangsa loyal tanpa
batasannya selalu adaptif dan
berkolaborasi bergandeng tangan. Satu
tujuan untuk menjadikan ASN lebih
beragam. Mengas penuh hati tulus
membantu sesama dengan bangga kami
melayani dengan bangan kami
melayani dengan bang kami melayani
Iya. itu aman enggak aman kami yang
melindungi tugas kami melindungi Bapak
ini Pak pindah aja kita pindah ya pindah
enggak
sama pindah ya kami angkat ya
pindah kami bantuin angkat tinggi
saja boleh Pak ya boleh ya bantu Pak ya
gak
apaakar silakan silakan nah di belakang
sana Pak Ya, asalamualaikum.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Ee saya mengucapkan terima kasih dan
sekaligus mewakili
ee dan kesan dan kesat saya selama
melakukan dasar Polp di sini adalah kami
merasa sangat bahagia PP
[Musik]
berita bersama Kepala Bidang
Pengembangan
Kompetensi Fional
dan
selanjutnya Bapak
Sugengi dan tim semuanya yang
bertugas para
[Musik]
instrukturnya
dari Allah Subhanahu wa taala dan dengan
mengucap alhamdulillahirabbil alamin
pelatihan dasar Polisi Paja Provinsi
Jawa Timur tahun 2024 pada hari ini hari
Senin 21 Oktober 2024 secara resmi saya
akhiri. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
dalam satu ke dalam satu SKBT saja.
misalkan
ee itu sendiri sebenarnya sudah kitaasi
e setelah kita masuk seperti ini
walaupun kita
ya yang lain satu tata kelola pemerintah
yang adui di mana di sini sasaran kita
pemerintahan yang berbasis
elektronik silakan Pak iya ee permisi
Pak lompat ee yang berdiri dari Buwi.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillah. Perkenalkan
saya Ahmad Nur, peserta pelatihan
perencanaan dan penganggaran angkatan 2
tahun
2024 BPSDM Provinsi Jawa Timur. Saya
dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten
Sumenap.
Alhamdulillah selama mengikuti pelatihan
perencanaan ini banyak ilmu dan
pengetahuan baru yang kami dapat
terutama
dari pegawai yang memang bukan
kompetensi sebagai perencana tapi
ditugaskan untuk melakukan perencanaan.
Ini sesuatu hal yang luar biasa. kami
mendapatkan ee ilmu dan pemahaman yang
sangat bermanfaat. Sekali lagi terima
kasih saya sampaikan kepada
BPSDM. BPSDM Provinsi Jawa Timur keren
dan maju. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya Vina Nurilihi, peserta
pelatihan perencanaan dan penganggaran
angkatan 2 Provinsi Jawa Timur tahun
2024. Saya berasal dari Bapeda,
Kabupaten Bojonegoro. Selama menjalani
pelatihan ini, saya merasa mendapat
banyak sekali ilmu-ilmu baru dan
pengetahuan yang dapat saya gunakan
untuk menyusun dokumen perencanaan yang
ada di
kabupaten agar dapat mewujudkan
Indonesia Emas tahun 2045.
Terima kasih untuk BPSDM Jawa Timur dan
Bapak Ibu Widya Iswara yang telah
men-sharing ilmu-ilmu dan pengetahuan
yang sangat bermanfaat bagi kami
perencana. Semoga pendidikan dan
pelatihan ini akan terus berlanjut pada
tahun-tahun berikutnya. BPSDM juara,
BPSDM maju, BPSDM keren. Terima kasih.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Yang
terhormat ee Ibu kelas, yang terhormat
juga pendamping kelas Bapak, yang
terhormat ee Ibu dari perwakilan bidang
pembahan kompeten di sini.
Maaf, mohon maaf. Dan yang terhormat ee
rekan-rekan semuanya dari kabupaten kota
di seluruh Provinsi Jawa Timur dan dari
perwakilan ee perangkat daerah di Jawa
Timur. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Kita semua
shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan.
Yang saya hormati
setia saya juga perubahan padahal dulu
beliau
juga ee staf di waktu saya menjat
sebagai kepala bidang.
Ee yang saya
hormati
para ee
teman-teman penyelenggara,
panitia dan wabil khusus para peserta
tingkat perencanaan dan penganggaran
pola konvisi antara Dewan Pemerintah
Provinsi Jawa Timur.
[Musik]
pelatihan perencanaan dan penganggaran
angkatan du
Yes. Yes.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Y
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullah.
wabarakatuh.
Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan dan salam sehat untuk
kita semua. Dan kita masih dalam suasana
lebaran. Untuk itu saya Fani Patriia
mewakili keluarga besar dari BPSDM
Provinsi Jawa Timur mengucapkan minal
aidin wal faidin mohon maaf lahir dan
batin. Selamat datang sobat ASN dalam
acara webinar seri ke-13 tahun 2025 hari
ini. Dan sebelum memulai acara dan juga
mengundang seluruh narasumber, saya
ingin berbantun terlebih dahulu untuk
lebih semangat mengikuti ASN belajar
seri kali ini. Mohon dijawab dengan kata
cakep dalam hati boleh enggak apa-apa.
dan jempolnya ya buat yang live cam.
Baik. Naik perahu di Sungai Serayu.
Airnya tenang mengalir ke muara cakep.
Data kelola sistem terpadu cakep. AI
menjaga layanan tetap
[Tepuk tangan]
terpercaya. Baik, semakin semangat sobat
ASN di mana pun berada yang sudah
bergabung dalam Zoom meeting dan juga
live YouTube di BPSDM Jatim TV. Senang
sekali kembali saya Fan Patriia yang
akan memandu seri kali ini dan juga
menyapa sobat ASN di mana pun Anda
berada dari mulai Sabang sampai dengan
Merauke seluruh Indonesia. ASN belajar
seri ke-13 tahun 2025 persembahan Corpu
SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Nah,
Sobat ASN, perkembangan teknologi
kecerdasan buatan atau Artificial
intelligence AI ini telah membuka
berbagai peluang baru dalam transformasi
sektor publik. Dan dalam tata kelola
pemerintahan, AI ini tentunya memiliki
potensi yang besar untuk meningkatkan
efisiensi,
transparansi, kualitas pelayanan publik
juga dan dari pengolahan data yang
kompleks sampai dengan pengambilan
keputusan berbasis analisis prediktif.
AI ini dapat menjadi alat strategis
dalam mendukung birokrasi yang lebih
responsif dan adaptif terhadap kebutuhan
masyarakat. Selain ee di sini Sobat ASN
juga melayani, Sobat ASN juga pastinya
dituntut untuk tidak hanya mengenal AI,
tetapi juga dapat memanfaatkan AI ini
dengan bijak. Seperti apa nih strategi
pemanfaatan AI artificial intelligence
untuk tata kelola pemerintahan yang
lebih cerdas dan juga inklusif?
Selengkapnya akan dibahas dalam webinar
ASN Belajar Seri 13 tahun 2025.
[Musik]
Nah, Sobat ASN di mana pun Anda berada
dan juga baru saja bergabung untuk
membuka webinar ASN belajar seri 13
tahun 2025 kali ini, marilah kita
dengarkan terlebih dahulu opening speech
yang akan disampaikan oleh Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur yang terhormat Bapak
Dr. Ramlianto,
[Musik]
SPMP. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Salam sehat dan salam sejahtera untuk
kita sekalian. Sobat ASN di seluruh
tanah air, selamat bertemu kembali dalam
webinar series ASN Belajar, sebuah
wahana pengembangan kompetensi ASN dalam
jaringan persembahan Jatim Corporate
University, Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Masih dalam suasana bulan Syawal 1446
Hijriah, izinkan kami seluruh jajaran
pengelola webinar series ASN belajar
BPSM Provinsi Jawa Timur menyampaikan
permohonan maaf lahir dan batin atas
salah dan khilaf selama ini.
Taqobbalallahu minna
waminkum. Hari ini Kamis tanggal 10
April 2025 ASN belajar telah memasuki
seri yang ke-13.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar
ini. Untuk merespon semua itu, kami
selalu berkomitmen sekaligus terus
berikhtiar untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-13 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik yang saat ini tidak sekedar
menjadi diskursus perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi, tetapi sudah
menjadi bagian dari keseharian
masyarakat, yakni teknologi artificial
intelligence.
Dalam pemanfaatannya, artificial
intelligence telah menyasar beragam
sektor kehidupan, termasuk juga dalam
hal tata kelola
pemerintahan. Karena itu, ASN Belajar
seri ke-13 tahun 2025 ini mengangkat
topik pemanfaatan artificial
intelligence untuk tata kelola
pemerintahan.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam ASN belajar bahwa topik menarik
ini akan kita bahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Sat di seluruh tanah air, Kaifuli,
seorang AI investor yang juga pernah
menjabat sebagai Presiden Google China
pernah mengatakan, "AI will change the
world more than anything in the history
of
mankind." Tampaknya kita harus turut
mengiyakkan statement Kaifuli dimaksud
karena saat ini kita sedang menyaksikan
teknologi AI telah mengubah dunia. Bukan
hanya tentang cara kita bekerja, tapi
juga cara kita
[Musik]
bermimpi. AI menanamkan harapan di
tengah kompleksitas dan mempercepat
langkah menuju masa depan yang
sebelumnya mungkin tak
terbayangkan. Teknologi AI telah
mengubah dunia dari gedung-gedung sunyi
yang kini berbicara. Dari data yang dulu
bisu menjadi suara yang membimbing dan
mesin tanpa jiwa menjadi mitra yang
mampu belajar, berpikir, dan
memahami. Teknologi AI telah mengubah
dunia. Ia menghapus batas antara
imajinasi dan kenyataan, antara waktu
dan efisiensi, antara keinginan dan
kemungkinan. Ibarat sebuah mantra, Eini
mampu membangkitkan dunia dari tidur
panjangnya. membuka pintu ke masa depan
yang selama ini hanya bisa kita
bayangkan dalam dongeng dan mimpi. Ya,
AI ibarat sebuah mantra yang membawa
kita melesat menembus batas ruang dan
waktu. Mengubah tanya menjadi jawaban
dan harapan menjadi kenyataan.
Namun, Sobat SN, nampaknya kita juga
perlu menyimak apa yang disampaikan oleh
Sundar Picai, Chief Executive Officer
Google yang mengatakan, "We must ensure
that development of AI is aligned with
human values and democratic principle.
bahwa kita juga harus memastikan bahwa
pengembangan artificial intelligence
selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan
dan prinsip-prinsip demokrasi. Di
sinilah, Sobat SN, kita sebagai aparatur
sipil negara tidak hanya harus mengikuti
bahkan menguasai teknologi IAI, tapi
juga turut memastikan pemanfaatannya
secara bijak untuk kepentingan bangsa,
negara, dan masyarakat.
Sahabat ASN di seluruh tanah air. Lalu
bagaimana kita sebagai ASN sebaiknya
mempelajari, menguasai, mengembangkan,
dan memanfaatkan teknologi AI untuk tata
kelola pemerintahan? Nah, untuk membahas
cerdas dan tuntas topik ini, kami telah
mengundang dengan hormat para narasumber
luar biasa yang sudah barang tentu
sangat kompeten di bidangnya. Kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada para narasumber hebat yang telah
berkenan hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada sobat ASN di
seluruh tanah air. Pertama kami
menyampaikan terima kasih yang tak
terhingga kepada yang terhormat Bapak
Dr. H. Emil Elstianto Dardak Bibas,
M.Si. Beliau adalah seorang pemimpin
muda yang saat ini menjabat sebagai
wakil gubernur Jawa Timur. Kedua, kami
menyampaikan terima kasih kepada yang
terhormat Ibu Alamanda Santika. Beliau
adalah founder dan presiden director
dari Binar Akademi dan telah banyak
berkarir dalam bisnis berbasis
teknologi. Dan yang ketiga, kami
menyampaikan terima kasih kepada yang
terhormat Bapak Dr. Raden Arif Setiawan,
STMT. Beliau adalah Direktur Teknologi
Informasi di Universitas Brawijaya
Malang. Nah, sahabat ASN, mari kita
simak dengan seksama webinar ASN belajar
seri ke-13 tahun 2025 ini. Semoga
bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih atas opening
speech yang telah disampaikan kepada
Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Nah, Sobat
ASN, selanjutnya kita akan menyimak
bersama keynote speech yang akan
disampaikan oleh yang terhormat Wakil
Gubernur Jawa Timur, Bapak Emil
Elistianto Dardak.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita
semua. Yang saya hormati Kepala BPSDM
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, Sp. Yang saya hormati eh Ibu
Alamanda Santika, CEO dari BINAR eh dan
juga independent commissioner dari
Blueber Group Tbk Technology Committee.
Juga Bapak Dr. Raden Arif Setiawan,
Stmt, Direktur dari Direktorat Teknologi
Informasi Universitas Brawijaya dan juga
Wakil Ketua AI Center Universitas
Brawijaya. Dan tentunya yang saya
banggakan segenap peserta dari ASN
Belajar yang hari ini masuki seri ke-13
dengan tema pemanfaatan AI untuk tata
kelola
pemerintahan. Kita tahu bahwa artificial
intelligence kini telah menjadi sesuatu
yang sangat-sangat pesat perkembangannya
dan kita temui di mana-mana. dari mulai
tentunya video yang kita ketahui ee
melibatkan AI. Ee banyak sekali
digunakan AI untuk ee berbagai macam ee
produk audio visual atau multimedia.
Dulu yang paling sederhana misalnya AI
kalau ada yang menggunakan foto kamera
di handphone lalu dia mendeteksi secara
otomatis misalnya kita kira-kira usianya
berapa kan suka muncul tuh umur. Nah,
itu salah satu contoh AI Pak istri Hana.
Tapi kali ini sudah berkembang pesat
luar biasa. ada avatar di mana bisa ada
ee
tentunya sebuah ee manusia yang
sebenarnya tidak eksis di dunia nyata,
tapi dia adalah AI yang kemudian dia
juga bisa dengan sangat fleksibel
menirukan mimik berbicara ee bahkan dari
berbagai versi bahasa begitu. Dan eh ini
yang disebut orang sebut text to speech
yang kemudian dikonversi dalam bentuk
bukan hanya audionya saja tapi visualnya
ini dibacakan oleh avatar misalnya atau
di dibahas dilafalkan dan ini adalah AI
yang berkaitan dengan visual tapi kita
juga mengenal apa yang disebut sebagai
large language model atau model yang
memiliki banyak sekali
referensi-referensi eh informasi Dan
referensi informasi yang sedemikian
banyak ini bisa diolah dengan
menggunakan logika berpikir seperti
manusia atau sering orang menyebut
sebagai generative AI, generative
artificial intelligence. Kita tahu
contohnya chat GPT,
Gemini dan lain sebagainya. Termasuk
mungkin Microsoft katanya punya copilot
eh atau meta memiliki AI dengan tingkat
perkembangan yang bervariasi termasuk
yang ramai. terakhir ini adalah dipsik
yang dibuat oleh eh Cina dan generative
AI ini ee tentunya eh ada kesamaan dan
perbedaan dengan AI yang tadi kita sebut
bahwa AI tadi sebenarnya ee memiliki
kemampuan untuk mendeteksi, memahami
konteks secara visual. Kita kasih visual
gambarnya. Dia bisa memahami dan bisa
memodifikasi ya. Sedangkan large
language model tadi memiliki kemampuan
untuk memimik otak manusia yang kemudian
dikaitkan dengan sedemikian banyaknya
referensi informasi yang dimiliki
kemudian mereka bisa mengolah. Bahkan
bukan hanya berbasis tekstual informasi
yang tersimpan secara tekstual mereka
juga bahkan bisa memahami gambar. kita
kirim gambar misalnya dia bisa mencoba
mencerna misalnya saya ingin mereovasi
rumah kita bingung menjelaskan dalam
bentuk tulisan untuk menggambarkan ini
loh yang saya mau kita tinggal kirim
gambarnya dia akan mencoba memahami itu
apa saya tangannya sakit kita kirim
fotonya sakitnya di sebelah sini rasanya
begini dia bisa memahami. Jadi dia large
language model bisa memahami bukan saja
dari prompting yang sifatnya prompting
itu artinya apa instruksi yang kita
sampaikan secara tekstual tapi bisa juga
secara audio visual seakan-akan ada mata
manusia sendiri yang sedang melihat itu.
Tapi kemudian kita terhubung otak kita
diperkuat lagi dengan akses yang
unlimited terhadap informasi dan
kecepatan mengakses yang luar biasa
gitu. Bahkan dari sebuah dokumen yang
kita upload misalnya ada satu buku, kita
upload buku itu, dia bisa dengan cepat
sekali memahami segala isi yang ada di
buku itu yang katakanlah kita upload
dalam bentuk PDF atau file digital
lainnya. Inilah large language model.
Jadi, ada AI yang specific function.
Misalnya dia membuat sebuah audio visual
dan lain sebagainya. Eh, tapi ada juga
yang generative AI yang konsepnya adalah
general thinking-nya manusia. Tapi
bedanya ini jauh lebih cepat,
informasinya jauh lebih banyak gitu.
Nah, ee ini ini adalah contoh-contoh
bagaimana AI sudah berkembang pesat dan
tersedia hari ini. Bahkan belum lama ini
ada yang mengatakan bahwa GPT versi 4.5
telah lulus apa yang disebut sebagai tes
mengenai kecerdasan buatan, yaitu dia
sudah tidak bisa lagi dibedakan dengan
kecerdasan manusia. Ini yang disebut
sebagai touring test. Jadi ini tes yang
mencoba melihat dan hasilnya mendekati
70% itu selalu salah orang menebak
enggak bisa membedakan antara yang hasil
karya manusia dan hasil dari mesin. Ini
yang versi 4.5 dari GPT katanya. Nah,
oleh karena itu em dikatakan bahwa akan
sangat-sangat sulit bagi kita untuk
menghindar dari dampak AI. Ada yang
mengatakan AI akan menggusur manusia
karena dia bisa bekerja bukan hanya
sebaik manusia, bahkan lebih baik lagi,
lebih cepat, lebih tidak kena lelah, dan
juga sekali lagi lebih akurat dan lebih
masif. Dan di sisi lain juga ya itu tadi
bahwa dia bisa diandalkan ee lebih baik
dari manusia. Namun demikian, tetap saja
bahwa kecerdasan buatan ini tidak
berdiri sendiri. Dia merupakan
memberikan sebuah karya dari hasil
manusia itu sendiri. Jadi manusia harus
menginsert promp yang tepat kemudian
akan menghasilkan hasil yang tepat. Nah,
eh itulah sebabnya seseorang seperti
Jensen Huang yang menemukan apa eh
sebagai founder dari Nvidia ini
mengatakan bahwa AI tidak akan
menggantikan Anda, tapi Anda akan
digantikan oleh orang yang mengerti AI.
Ini disampaikan di Indonesia AID 2024
saat eh Jensen Huang menjadi keynote
speaker. Sebagaimana kita ketahui,
Nvidia juga berinvestasi luar biasa pada
kecerdasan buatan dan robotics. Artinya,
mengkonversi kecerdasan buatan bukan
saja dalam bentuk karya tekstual
digital. Bahkan kalau robot kita bicara
bahwa instruksi itu bisa diterjemahkan
ke dalam motion atau gerakan ril dari
alatalat seperti robot tadi. Nah, ini
yang kemudian atau kita sebut sebagai eh
motion artificial intelligence
kira-kira. Jadi, em mobil yang bisa
dikemudikan secara otomatis ya itu juga
contoh dari artificial intelligence yang
mengkonversi digital thinking ke dalam
real world action. Apakah dalam bentuk
penggerak mobil, dalam bentuk lengan
robot dan lain sebagainya, jari jemari.
Jadi seakan-akan ada otak yang bisa
mengirim sinyal untuk dia melakukan
sesuatu, menggenggam,
menulis, melakukan pengemasan di pabrik
dan lain sebagainya. Dan Jensen One
melakukan ini dengan eh mengembangkan
chips yang dulu memang eh card eh VGA
card atau eh graphic card yang digunakan
untuk komputer yang diharapkan grafic
card ini bisa kuat untuk mengolah eh
grafik yang dibutuhkan untuk games
karena game sangat sangat besar
mengkonsumsi resources untuk
menghasilkan grafik yang baik gitu. Tapi
ternyata GPU atau graphic processing
unit ini juga sangat-sangat bagus untuk
beberapa hal. Contoh satu adalah untuk
menambang Bitcoin misalnya atau
menambang kripto karena mereka ternyata
bisa bekerja lebih cepat lagi dalam
mencari kombinasi-kombinasi yang
kemudian bisa memberikan security yang
unik untuk menghasilkan sebuah
cryptocurrency seperti Bitcoin. Tapi
yang tidak kalah penting ternyata mereka
sangat-sangat handal untuk memproses
artificial intelligence atau kecerdasan
buatan. Jadi semakin banyak kecerdasan
buatan digunakan, semakin banyak GPU
yang dihasilkan Nvidia yang digunakan.
Dan dalam konteks ini eh kita tahu
bersama bahwa semakin banyak yang
menggunakan AI, semakin banyak juga GPU
yang dibutuhkan atau server yang
dibutuhkan karena mereka yang akan
menerima permintaan dan mengolah gitu.
Ibaratnya ini servernya dia butuh banyak
GPU untuk menjawab, untuk melatih sangat
membutuhkan tadi sangat membutuhkan apa?
Hardware atau perangkat kerasnya. dan
perangkat keras untuk AI. Makanya
sekarang banyak yang mengembangkan
center-center AI atau hardware AI atau
server AI itu dipaketkan juga dengan
pembangkit listriknya ya. Salah satu
contoh di negara seperti Islandia
ternyata ada yang membuat tambang
Bitcoin ya. Kenapa? Karena di sana
udaranya dingin. Enggak perlu lagi
mahal-mahal bayar AC untuk mendinginkan
mesin yang gampang panas saat bekerja
sedemikian kerasnya. sama ada yang mulai
mengembangkan AI digabung juga dengan
pembangkit listrik apakah tenaga surya
dan lain sebagainya karena dia banyak
sekali membutuhkan energi ya untuk
menghasilkan itu. Nah, ini sedikit awal
cerita bagaimana AI telah berkembang dan
kemudian juga apa yang kemudian
dibutuhkan dan AI ini sangat
mengandalkan kecepatan internet. Dan
kita tahu sekarang bahwa internet sudah
masuk era 5G ya. eh walaupun memang e di
Indonesia mungkin masih di kota-kota
besar 5G eh tetapi bahkan dengan 4G atau
forena halfG dan juga 5G itu sudah eh
foreign halfG atau 4,5 sudah cukup
memadai untuk katakanlah kita
menggunakan aplikasi seperti chart GBT
itu sudah bisa mengguna. Nah, sekarang
kembali kepada temanya. Lalu bagaimana
untuk tata kelola pemerintahan? Apalagi
pemerintahan adalah sektor yang
menyangkut hajat hidup orang banyak. AI
apakah sudah sempurna dan tidak mungkin
membuat kesalahan? Jawabannya tentu
tidak. Oleh karena itu, saat ini tentu
tanggung jawab tetap ada di tangan insan
ASN atau manusia. Namun demikian, AI
bisa membuat ASN menjadi jauh lebih
efisien, menjadi jauh lebih cepat dalam
melakukan segala sesuatu. Contoh ada
dokumen ya, ada dokumen ee yang
berisikan
mengenai pasal-pasal atau ada peraturan
baru, ada undang-undang baru. Nah,
seseorang untuk mempelajari
undang-undang mungkin dia harus lama
sekali membaca satu persatu. Tapi dengan
kita unduh eh kita apa ee upload, kita
unggah ke dalam chat GPT, dia bisa baca
itu. Kemudian dengan cepat kita bisa
langsung nanya atau misalnya bagaimana
undang-undang ini berpengaruh terhadap
katakanlah ee penyelesaian masalah A
kira-kira gitu. Apa pada dia bisa
membawa kalau ada kesalahan dan mungkin
masih ada kesalahan, kesalahan itu tidak
bisa dipersalahkan ke AI-nya. Makanya
sistem tata kelola pemerintahan ini kan
adalah prosedural. Maka tidak bisa ee
kita belum melihat AI membas sebuah
prosedur tata kelola pemerintahan.
meskipun sekarang contohnya misalnya ada
izin yang sudah diproses secara otomatis
melalui sistem seperti OSS online single
submission yang diterapkan oleh BKPM
atau Kementerian Investasi ya dia akan
mengolah secara prosedural ada
algoritmanya ada programmingnya seperti
aplikasi dia mengolah menyetujui tidak
menyetujui dan mungkin tidak ada peran
manusia di dalam proses yang otomatis
tadi. Mungkin selama kemudian ini
dianggap memang sesuatu yang tidak
menimbulkan risiko yang terlalu besar
terhadap hajat hidup orang banyak. Tapi
apabila kemudian itu mempengaruhi hajat
hidup orang banyak, maka fungsi AI ini
adalah sekedar decision making tools,
tapi bukan decision eh maker, ya. Jadi
ini tools untuk membantu membuat
decision tapi tanggung jawab untuk
memastikan keakuratan dari sistem itu
dari rekomendasi yang keluar dari chat
GPT kembali kepada orang yang
menggunakannya. Di situlah kita harus
berhati-hati. Jadi dia adalah sebuah
tool yang bisa saja berbuat kesalahan
tapi kita harus kemudian bisa
me betul-betul memanfaatkan e tools ini
dan memverifikasi apakah yang
disimpulkan sudah benar atau tidak gitu.
Jadi inilah fungsinya. Oleh karena itu
saya mengatakan gitu, saya hari ini
menggunakan CGBT. Saya berpengalaman
menjadi konsultan sejak tahun 2005.
Bahkan sudah terlibat dalam kegiatan
infrastruktur 2003. Bekerja di sebuah
perusahaan eh public relation yang
berbasis di New York eh dan punya cabang
di Indonesia sejak 2001. Artinya
sekarang 2025 sudah efektif 24 tahun
kurang lebih saya telah memiliki
pengalaman kerja menggunakan chat GPT.
Saya tertolong oleh pengalaman saya
sebagai ee apa tentunya seseorang yang
menekuni dunia profesional di bidang apa
ee komersial, keuangan, dan juga dalam
manajerial gitu ya.
Maka CGPT ini seakan-akan seorang ee
lulusan yang pintarlah, lulusan S1 yang
pintar, yang cerdas, yang logikanya
berjalan dengan baik, tapi mungkin tidak
banyak makan asam garam kehidupan.
Kira-kira gitu. Namun saya juga melihat
bahwa pertama kali saya
menggunakan cat GPT itu kira-kira di
pertengahan tahun lalu dan sekarang kita
sudah hampir masuk pertengahan tahun
2025. Artinya sudah hampir setahun tapi
belum nyampai setahun. Ini saya sudah
melihat chat GPT ini juga berkembang
karena memang secara otomatis apabila
kita berlangganan dia akan ee otomatis
meng-update kita dengan tingkat
kecerdasan yang terus berkembang dari
platform CGPT itu sendiri misalnya. Nah,
ini adalah ee suatu perkembangan yang
luar biasa. Saya bahkan merasa sekarang
ini sudah seperti bukan lulusan S1,
seorang pemuda usia 21 tahun yang
cerdas, logika berpikirnya baik, tapi
bahkan sudah punya tingkat kematangan
logika berpikir, critical thinking yang
seperti mahasiswa PhD ya, seperti
mahasiswa doktoral kira-kira gitu ya,
tajam ya dalam dalam berpikir, dalam
mensintesa dan tapi tentunya karena saya
memiliki pengalaman misalnya selama ini
membimbing ee ee bawahan saya dalam
melakukan sebuah tugas, memberikan
guidance, me-review kerjaannya, maka
saya memperlakukan chat GPT seperti saya
ee kepada staf saya. Artinya cek dan
final cek dan dicek tetap ada di tangan
saya. Saya tidak bisa melempar kesalahan
kepada anak buah. Maka ada cara untuk
memverifikasi apakah pekerjaannya sudah
benar atau tidak dan apakah kemudian
analisanya bisa ditingkatkan atau tidak.
Yang bahaya adalah kalau kita kemudian
belum memiliki pengalaman yang cukup.
Katakanlah kita mungkin punya 2 3 tahun
pengalaman. Kita menggunakan chat GPT.
Chat GPT-nya sudah level mahasiswa
doktoral yang mungkin IP-nya mendekati
empat kira-kira begitu. Dan dia bisa
berpikir dan hasilnya bagus sekali. Dan
kita merasa sebagai seseorang yang
mungkin hanya punya baru punya beberapa
tahun pengalaman di level yang belum
terlalu tinggi berhadapan dengan CGBTnya
sedemikian cerdas ya kita langsung
mentah-mentah menggunakan hasilnya. Ini
yang menjadi bahaya dalam dua hal. Satu
akurasinya belum tentu. Kedua, kita akan
kehilangan ruang untuk mengembangkan ee
daya pikir kita. Karena proses berpikir
kerja kerasnya sudah diambil alih dan
kita belum punya suatu pengalaman
bagaimana dulu mengerjakan semua itu
karena kita langsung mengadakan CGBT.
Nah, ini berbeda kalau misalnya kita
menggunakan CGPT untuk hal yang memang
bukan keahlian. Misalnya saya mau
nanya-nanya mengenai
bagaimana membangun, merenovasi rumah
misalnya kalau mau menambah lantai. Saya
bukan seorang ahli bangun rumah. Jadi
saya ya biarkan aja saya menelan dari
dari CJPT. Toh nantinya juga akan saya
confirm lagi dengan ahlinya. Kira-kira
gitu. Tapi kalau ini bidang yang akan
kita tekuni sebagai ASN, maka kita punya
kewajiban untuk memastikan bahwa chat
GPT bukan tools yang lebih dari kita
secara kematangan berpikir. Tetap harus
berada, kita harus ada di atas karena
kita yang akan bertanggung jawab
terhadap pastinya. Maka dalam
menggunakan chat GPT yang seperti itu,
jangan ditelan mentah-mentah. Kalau dia
mengeluarkan pemikiran yang kita anggap
sangat baik, tapi kita belum menguasai,
bagaimana dia proses bisa menyimpulkan
demikian setelah kita kasih permasalahan
dan dia bisa begitu, maka kita coba
pancing melalui interaksi kita agar dia
menjelaskan. Misalnya dia bilang, "Oh,
menurut saya masalah yang kamu hadapi
dalam misalnya meningkatkan kinerja
sebuah ee alat kira-kira gitu atau
sebuah ee kebijakan itu seperti ini.
Wah, bagus sekali misalnya." Nah, kita
kalau belum tahu bagaimana proses dia
bisa menyimpulkan itu ya kita tanya,
tolong jelaskan lebih detail bagaimana
kamu menyimpulkan kebijakan yang ini.
Apa informasi yang kamu gunakan? Apa
saja pertimbangan A B C D E yang kamu
ambil sebelum akhirnya kamu memutuskan
ini yang terbaik. Nah, sehingga
seakan-akan CGPT kita paksa untuk
ngajarin atau ngebocorin ke kita cara
dia berpikir sampai ke situ. Itu salah
satu triknya bagaimana supaya kita
enggak kemudian kehilangan proses
mengembangkan cara berpikir. Kira-kira
gitu. Karena kalau sampai itu terjadi,
maka eh akan terjadi justru lost
generation, generasi yang terlalu
bergantung kepada generative AI. Mereka
kehilangan masa-masa pembentukan
kemampuan berpikir memecahkan masalah
dan mentah-mentah menerima apa yang
dihasilkan AI dan kemudian juga tidak
bisa memahami bagaimana AI itu
menghasilkan pemikiran itu. ya. Dan ini
ee sangat-sangat ee penting untuk kita
cermati sehingga bagi ASN mungkin akan
menggunakan generat AI ee untuk
mempercepat proses dia mempelajari hal
ini, memecahkan masalah ya itu hanya
membantu tetapi tidak boleh
mensubstitusi pemikiran dari ASN itu
sendiri. dan em banyak sekali eh AI yang
telah diterapkan misalnya di dunia
retail ee bagaimana dia menggunakan apa
ee deteksi ee otomatis untuk misalnya
mengelola pesanan, mengelola warehouse
atau gudang karena semakin
terdigitalisasi toko ini. Ee bahkan
sekarang kita lihat banyak sekali apa
istilah yang kita kenal namanya chatbot.
chatbot ini kayak ada layanan pelanggan
yang memang dia sudah dibatasi kemampuan
berpikirnya. Tidak boleh ngalor nginjuk
ke mana-mana. Dia harus tetap ada
koridornya. Jadi ini melatih inilah yang
sering disebut saya dicerita oleh Mbak
Alamada dan ini namanya AI agents. AI
agent ini bertindak sesuai instruksi
yang kita suruh. Dengan menggunakan AI
agent maka seakan-akan kita punya
pegawai yang terukur prosedurnya. dia
tidak bisa kemudian lari sendiri ke
pemikiran yang lain atau ke proses yang
dia akan mengikuti proses yang memang
sudah disuruh gitu. Dan katakanlah ini
biasanya dikerjakan manusia sekarang
proses berpikir ini bisa dilakukan oleh
AI agen. Kalau nerima order ini kamu
lakukan cek kolom yang ini, cek kotak
yang ini, cek yang ini, kemudian gunakan
informasi ini begini. kita ajarin, kita
mengajari dia bagaimana kita mengajari
seorang staf saat dia menjadi bagian
dari proses. Nah, ini ini yang disebut
sebagai AI agent. basisnya tetap
generative AI, tapi dia punya eh sebuah
boundary atau batasan di mana dia bisa
bertindak berpikir jangan di luar dari
itu sehingga dia tidak tidak melanggar
prosedur-prosedur yang ada untuk sebuah
proses. Nah, pemerintah bisa saja
mengembangkan EI agents. Bahkan sekarang
Mbak Alamanda sedang memberikan
pelatihan kepada insan-insan ASN di
seluruh Indonesia bagaimana
mengembangkan AI agent tadi. Karena ini
kemudian akan sangat mengefisienkan
proses
pemerintah. Di manufacturing juga sama
ya, di manufacturing tadi kemudian di
retail, di pertambangan ada kendaraan
otonom, software canggih di dalam
tambang. Drone juga sekarang punya
kemampuan AI bukan hanya diterbangkan,
tapi dia punya kamera. Kameranya itu
bisa mendeteksi. Di dunia pertanian juga
sama, dia bisa lebih presisi karena ada
sensor misalnya. Dan sekali lagi dalam
pemerintahan AI ini bisa membantu di
berbagai fase dan ee langkah-langkah
kewenangan pemerintah. Nah, kata kunci
sebuah negara bisa kemudian berkembang
dalam penerapan atau bahkan pengembangan
AI tentu pertama digitalisasi itu
sendiri. Bagaimana ee kemudian
digitalisasi ini akan mendorong ekonomi
digital dan dia akan meningkatkan bahkan
sebuah analisa dari CNY ini yang dikutip
oleh The Jakarta Post mengatakan bahwa
total kontribusi dari AI kepada
perekonomian ASEAN atau Asia Tenggara di
2030 artinya ini 5 tahun lagi akan
mencapai
950 miliar US Do. Jadi kalau
misalnya R miliar itu sekitar ee 16 ee
triliun maka 1.000 kan 950 hampir 1.000
maka ee ini adalah 16.000 triliun. Itu
dampak dari AI yang
diperkirakan
akan
ee meningkatkan perekonomian di ASEAN.
termasuk di Indonesia nih angkanya
sekitar
336 miliar US dolar di Singapura 110 ya.
Ini angka-angka yang sangat signifikan
dan tentunya juga apabila kita
menggunakan AI dia memang bukan
menggantik tapi kita akan fokus pada
hal-hal yang kita lebih baik. Contoh
kamera digital misalnya dulu kamera
kalau masih manual ya kita bergantung
kepada lembaran film yang ada. seseorang
harus lebih presisi lagi dalam ngambil
gambar. Tapi dengan adanya kamera
digital, dia bisa ambil gambar banyak
dulu, terus pilih mana yang terbaik.
Tentu itu contoh bagaimana digitalisasi
mendorong peningkatan produktivitas dari
sumber daya manusia. Nah, kemudian
tantangan tentu adalah bagaimana di
Indonesia termasuk di Jawa Timur,
termasuk di dalam instansi pemerintah,
kita bisa pastikan kita memiliki
internet yang cepat dan kapasitas server
yang kuat ya. Dan kemudian ya itu tadi
bagaimana ee kemudian kita bukan hanya
menjadi ee penonton, tapi kita akan
berperan dalam berkembangnya pasar
artificial intelligence. Ada misalnya
kita lihat untuk robotics di awal di
2020 itu sekitar 5 miliar US dolar
misalnya asumsinya ee ini akan
berkembang di 2030 menjadi 64,35.
Jadi ini perkembangan yang lebih dari eh
13 kali dalam rentang waktu hanya 10
tahun. Lalu ada autonomous sensor
technology. Ini basically bagaimana AI
ini bisa membuat suatu autonomous eh eh
function ya. Nah, itu juga berkembang
dari 15 miliar dolar itu berkembang ee
hampir 4 kali lipat dalam waktu 10 tahun
menjadi 55 miliar US Dar. Ada juga NLP,
Natural Language processing, dan
tentunya machine learning ya. Nah, oleh
karena itu kita bersyukur bahwa eh World
Digital Competitiveness Ranking bagi
Indonesia ini rankingnya naik 13
peringkat. Dari tadinya peringkat 56 di
2020, hari ini menjadi peringkat 43 naik
13 peringkat. Dan ini tentunya
memposisikan Indonesia eh secara
strategis dibanding negara lain dalam
world digital competitiveness gitu. Nah,
Jawa Timur ini selama ini memang tidak
fokus mengatakan AI, tetapi kita sudah
mulai mendorong sistem pemerintahan
berbasis elektronik atau e-goverment di
mana angka Jawa Timur ini melonjak dari
3,62 di 2023 menjadi
4,43. Ya, ini kenaikan yang pesat. Kalau
yang nasional 2,79 jadi 3,12. Jawa Timur
3,62 loncat menjadi
4,43. Ini di-support masyarakat digital
Indonesia. Tingkat IMDI indeks
masyarakat digital di Jawa Timur lebih
tinggi dari nasional di angka 45,59
sebelumnya dan naik menjadi 46,07.
Sedangkan nasional ada di angka 43,18
naik menjadi 43,34.
Oleh karena itu, indeks SPBI kita ee
meningkat dan ini menjadi salah satu
prasyarat agar kita bisa meningkatkan
penerapan AI di dalam pemerintahan kita.
Oleh karena itu, ingat kita tidak begitu
saja digantikan oleh AI, tapi
kerjaan-kerjaan yang akan kemudian
terdampak adalah terutama satu, manual
labor and physical task. Jadi
kerjaan-kerjaan yang manual. Kedua,
kerjaan yang repetitif itu bisa kita
suruh AI agen dilatih, data entry,
layanan pelanggan ee dan lain
sebagainya. Nah, kemudian ee beberapa
industri jasa juga ee termasuk customer
service mungkin akan tergantikan juga
oleh chatbot ke depannya. Nah, inilah.
Tapi yang tidak gampang terpengaruh oleh
AI itu misalnya kerjaan kreatif menjadi
penulis, musisi. Memang betul sekarang
sudah ada AI tools untuk membuat musik,
tapi tentunya originality feel menjadi
penting. Contoh di Jawa Timur kemarin
kita lihat di era digital kita bisa saja
ibu gubernur memilih untuk menjelaskan
mengenai konsep gerbang baru nusantara
menggunakan video, menggunakan animasi,
tapi dipilih justru menggunakan kamera
diproyeksikan stand art atau seni pasir
yang ditampilkan kemudian di layar LED.
Nah, ini menjadi sangat menarik bagi
yang menyaksikan karena nih kombinasi
bahwa ini adalah keterampilan seorang
seniman manual maksudnya tidak
menggunakan mesin, tetapi diproyeksikan
ke layar besar sehingga akhirnya ada
teknologi digital untuk menampilkan eh
shoot dari kamera itu langsung di layar
besar. Lalu tentunya emotional
intelligence, pekerja sosial, counselor
yang membutuhkan empati dan social
skill. Ya, ini yang dibutuhkan. Jadi
saya pikir itu mudah-mudahan bermanfaat
bagi rekan-rekan semua yang mengikuti
program ASN belajar mengenai AI. Ee
semoga tentunya ini menjadi ee awal dari
ee sebuah masa depan yang cerah di mana
pemerintah juga akan bisa memanfaatkan
AI untuk melayani masyarakat dengan
lebih baik dan juga tentunya
meningkatkan kualitas layanan tanpa
membahayakan kehandalan sistem dan
keakuratan. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Baik, Sobat ASN, sedikit
mengutip dari apa yang telah disampaikan
selaku kin speech tadi oleh Bapak Wakil
Gubernur Jawa Timur bahwa AI ini tidak
sempurna ya. Jadi ee bisa digunakan dan
juga kita harus lebih adaptif, namun
bisa digunakan sebagai decision making
tools. Namun kita sebagai instan ASN lah
yang sebagai decision maker. Nah, kita
harus lebih adaptif lagi dan juga tidak
bergantung dengan yang namanya AI atau
artificial intelligence. Terima kasih
Bapak Emil Elistianto Dardak atas
insight yang telah diberikan kepada
Sobat ASN dan kita semua. Dan sebelum
kita berlanjut ke sesi pemaparan
narasumber, Sobat ASN sudah dapat
melakukan presensi di laman semesta
Bangkom. Link presensi dapat Sobat ASN
lihat pada running tag yang ada di
bawah, kolom chat Zoom, dan pinchat
YouTube BPSDM Jatim TV. dan juga
dikarenakan traffic presensi yang sedang
tinggi saat ini. Jadi, Sobat ASN yang
masih belum bisa untuk mengakses
presensi nanti dapat mencoba kembali
secara berkala sambil mengikuti sesi ASN
belajar sehari ke-13 kali ini. Nah,
Sobat ASN, sesaat lagi kita akan
memasuki sesi pemaparan narasumber yang
pertama. Namun sebelum itu, kita
saksikan video berikut
ini. Dunia terus bergerak maju.
Artificial intelligence bukan lagi masa
depan, tapi kenyataan yang kita jalani
hari ini. Untuk tumbuh, kita butuh lebih
dari sekedar teknologi. Kita butuh
orang-orang yang siap membangun, yang
siap
beradaptasi. Sebagai penggerak birokrasi
dan pelayanan publik, aparatur negara
harus lebih dari sekedar mengikuti
perubahan. Mereka harus lebih awal
mengadaptasi perubahan. Inilah alasan
Microsoft Kementerian Komdigi, Yayasan
BUMN, dan Binar Bersatu. Misi kami
menciptakan 100.000 aparatur negara yang
melag artificial intelligence. Karena
perubahan besar butuh langkah nyata. Di
Microsoft kami percaya bahwa setiap
orang punya potensi yang luar biasa
termasuk aparatur negara Republik
Indonesia. Dengan adanya AI, kami
percaya ini kita diberikan kekuatan baru
untuk membangun masa depan. Bersama
KOMDJI, Binar, dan Yayasan BUMN, mari
kita bersama-sama membangun Indonesia
menuju Indonesia baru. Di Binar, kami
berkomitmen membantu perusahaan dan
individu untuk bertransformasi di era
AI. Melalui program ini kami ingin
mewujudkan visi Indonesia digital
selangkah lebih maju dan adaptif
menghadapi masa depan yang cerdas dan
inklusif. Dari Sabang hingga Merauke,
Nias hingga Pulau Rote, Artificial
Intelligence bukan hanya teknologi, tapi
jembatan menuju masa depan yang
inklusif, cerdas, dan berdaya.
Kami hadir untuk memastikan setiap
aparatur negara siap menghadapi dunia
yang terus
berubah. Transformasi ini bukan sekedar
tren. Ini adalah masa depan. Saatnya
tumbuh beradaptasi dan memimpin. Bersama
Garuda, kita bangun Indonesia yang lebih
maju.
[Musik]
Sobat ASN, seperti yang telah kita
saksikan dalam video barusan bahwa
pemerintah terus berupaya untuk
mendorong ASN untuk terus berinovasi dan
beradaptasi dengan perkembangan
teknologi. Nah, salah satunya melalui
program Garuda yang mana merupakan hasil
kolaborasi antara Kementerian Komunikasi
dan Digital Republik Indonesia dan juga
Microsoft serta Binar Akademi.
Narasumber kita yang pertama ini
merupakan salah satu sosok yang ada di
balik program Garuda. Dan untuk itu
diskusi bersama beliau akan mengundang
Ibu Dita Asyah selaku C-founder Binar
Academy dan tenaga ahli Kementerian BUMN
untuk memandu jalannya diskusi kepada
Ibu Dita Aisyah. waktu dan tempat kami
silakan.
Terima
kasih. Emm warahmatullahi wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk kita semua.
Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan. Perkenalkan nama saya
Dita. Em sebuah kehormatan untuk saya
menjadi moderator di sesi pagi ini em
untuk membicarakan sebuah topik yang
sangat menarik dan penting untuk kita
semua yaitu pemanfaatan AI untuk tata
kelola pemerintahan.
Sebelum itu, pertama-tama saya ingin
mengucapkan terima kasih kepada Bapak
Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Emil
Dardak, ee Dr. Ramlianto, SP dan MP,
Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Dr.
Raden Arif Setiawan, ST,MT.
selaku Direktur ee Direktorat IT di
Universitas Brawijaya dan juga seluruh
Sobat ASN yang kami banggakan. Hari ini
ee diskusi kita terkait pemanfaatan AI
untuk tata kelola pemerintahan ee akan
ee ngobrol-ngobrol bersama ee seorang
tokoh ee wanita inspiratif yang telah
berkecimpung di dunia teknologi bisnis
dan juga
pemerintahan selama ee lebih dari satu
dekade ke belakang.
Em, Mbak Alamanda mungkin ya karena ee
masih muda juga gitu ya, kita panggil ee
Mbak Aja. em sudah berkecimpung di ee
dunia bisnis dan teknologi. Em selain
telah membangun BAR 8 tahun ke belakang,
ee Mbak Alamanda juga eh sebelumnya
menjadi Vice President of Product and
Technology di Gotu em sebagai eh
independent commissioner juga di
Blueberg sebagai technology committee
Mandiri Capital dan juga Hermina. Lalu
em sepak terjang beliau di dunia
pemerintahan itu juga em ee sudah banyak
ee sebagai Dewan Pertimbangan Presiden
di era kepresiden kepresidenan Bapak eh
Joko Widodo. Lalu juga beliau telah
em aktif di ee komunitas sebagai Wakil
Ketua Asosiasi Pengembang Talenta
Digital Indonesia dan juga ee Ketua
Bidang Teknology Education di Kadin.
Nah, eh tanpa berlama-lama lagi ee mari
kita sapa Mbak Lamanda. Selamat
pagi. Untuk sharing-sharing
ya gitu.
Yes. Eh, nah tanpa berlama-lama lagi
nih, Mbak, em selama ini ee AI AI ini
tuh sering banget dikaitkan dengan
sektor swasta dan sektor ee industri
teknologi gitu ya. Tapi kenapa sih ee AI
itu juga menjadi sesuatu yang penting
untuk ee sektor pemerintahan?
Iya. Jadi mungkin
[Musik]
emas dulu ya, sekedar ee mengulang. Tadi
dari Pak Emil juga sudah banyak banget
yang disampaikan gitu ya, artificial
intelligence atau ee kecerdasan buatan
ini ibaratnya adalah otak baru yang ada
di dunia digital ya kan. Kalau dulu
mungkin kita ee berhubungan dengan
internet, berhubungan zaman dulu sebelum
ada internet komputer gitu ya, sekarang
adalah zaman baru yaitu artificial
intelligence. di mana kebetulan memang
saya juga dulu kuliahnya artificial
intelligence di tahun 2005 itu waktu
saya kuliah itu artificial intelligence
yang dulu
mungkin belum seperti sekarang
yang sekarang ini yang saya lihat
artigens ini bukan hanya bisa digunakan
oleh orang-orang yang membuat ee program
artificial intelligence Tapi ternyata
sekarang ini banyak tools-tools yang
sudah sangat mudah banget, sudah sangat
accessible untuk kita semua bisa ee
menggunakan artificial intelligence
gitu. Nah, ini perkembangan yang saya
lihat yang sangat signifikan terutama di
3 tahun ke belakang gitu ya. Dan kalau
kita ee melihat ke luar, ke Amerika, ke
China terutama juga tadi juga ee sempat
disebutkan salah satu buku yang
kebetulan saya juga lagi baca itu ee
buku ini.
Bukunya enggak kelihatan ya, bukunya
Kaifuling gitu ya. Em buku ini tuh
mengenai AI Superpowers China Silicon
Valley itu dan
em sebenarnya ditulis di tahun 2018 tapi
di buku ini juga banyak membahas tentang
bagaimana ee pemerintah China itu sangat
amat supportif dengan perkembangan AI.
Karena memang ee yang namanya
perkembangan teknologi itu sesuatu yang
kadang-kadang kita enggak bisa kontrol
gitu ya, karena pembuat teknologi itu
terus akan berinovasi dengan teknologi
baru. Jadi mau enggak mau kita harus
beradaptasi gitu kan. Dan ee yang tadi
Ibu Deta sudah sampaikan sebenarnya ee
EAI ini sekarang karena juga semakin
aksesible sehingga penerapannya bukan
hanya untuk swasta tapi juga penting
juga untuk pemerintahan. Makanya kita
juga bekerja sama dengan Microsoft untuk
bisa bagaimana ee sobat ASN Bapak Ibu
sekalian itu bisa juga mengakses
pembelajaran untuk lebih tahu lebih
dalam mengenai AI gitu ya. Dan em
sebenarnya kalau mau bahas beberapa
contoh penerapan dalam
pemerintahan ini kita berbicara ee
mengenai AI yang mungkin ini Bapak Ibu
oh susah ya buatnya sepertinya gitu ya.
Nanti kita akan bahas yang lebih mudah,
tapi mungkin ee AI yang signifikan ee
diadopsi oleh ee negara-negara lain ini
ada beberapa yang saya berikan contoh di
sini gitu ya. Di Singapura ini emm ada
satu website ee di mana mencocokkan
antara job seeker dengan lowongan kerja
berdasarkan skill dan minat mereka. Nah,
mungkin sepertinya ee Jatim juga sudah
punya gitu kan. Ee tapi di Singapura ini
di saat mereka mencocokkan kedua hal ini
antara pencari kerja dan lowongan
kerjanya, mereka sudah menggunakan AI di
baliknya, di mesinnya supaya ee
mencocokkannya ini lebih lebih pas gitu
ya.
Kemudian ee lampu jalan, smart lampu
jalan juga gitu ya, pemantauan kesehatan
warga lansia gitu. Di China mereka
menggunakan face recognition untuk ee
layanan publik, kemudian juga eh deteksi
fraud juga di layanan sosial untuk ee
make sure
bahwa penerima bantuan sosial itu ee
orang yang tepat gitu kan. Kemudian ee
smart city juga ini kemarin juga yang
sempat dibahas banyak ya sepertinya sama
Bapak Wapres gitu. Kemudian di ee
Amerika Serikat bagaimana ee melakukan
efisiensi dalam layanan publik. Karena
memang AI ini ee kalau saya melihatnya
AI ini sangat bisa melakukan efisiensi
karena sangat bisa membantu kita dalam
pekerjaan sehari-hari.
Ee tapi seperti yang tadi sudah banyak
disampaikan bahwa AI tidak akan
menggantikan manusia karena ee AI itu
akan membantu kita karena di saat kita
bisa meminta AI untuk mengerjakan
pekerjaan-pekerjaan yang rutin atau
sekarang bahkan kalau saya itu misalnya
ee kalau dulu saya butuh asistan untuk
menulis nulis em
meeting mom gitu ya. Sekarang ee saya
menggunakan ee AI agent yang akan
me-record semua meeting saya dan setelah
itu saya bisa langsung dapat
transkrip-nya. Setelah itu saya bisa
langsung minta Microsoft Copilot
contohnya untuk ee membuat summary dari
meeting tersebut. Jadi again em sangat
amat bisa ee membantu kita dalam
mengefisiensikan waktu kita sehingga
kita bisa berpikir di hal-hal yang jauh
lebih penting, yang jauh lebih strategik
gitu ya. Dan selain itu juga ee quality
gitu ya. Karena dengan adanya AI ini ee
quality kita
bisa ee terjaga juga gitu ya. Nah, again
kalau kita kembali ke sini di Amerika
Serikat, efisiensi layanan publik ee
seperti menggunakan AI untuk ee sama
seperti tadi di Singapura, mendeteksi
penipuan dan mempercepat pemprosesan.
Kemudian juga ee di Kanada juga mereka
menggunakan virtual assistant untuk ee
membantu warga-warganya ee mencari
informasi tentang layanan pemerintah.
Ini salah satu ee apa namanya? penerapan
AI yang mungkin sudah banyak digunakan
seperti yang tadi em Pak Wagup
sampaikan, chatbot gitu ya. di mana
chatboot ini bisa membantu untuk ee apa
namanya
melayani pertanyaan-pertanyaan dari
publik gitu. Itu ee satu hal yang ee
penerapannya biasanya dilakukan pertama
kali gitu ya. Kemudian ee karena AI juga
ini bisa membantu mendeteksi atau
mempredik ke depannya gitu ya.
Memprediksi dari data-data historikal
kemudian membantu memprediksi ke depan.
itu contohnya untuk em deteksi bencana
alam dan
juga ee
untuk mengambil keputusan imigrasi juga
bisa gitu. Nah, ee ini juga yang sudah
dilakukan ya di ini salah satu
digitalisasi yang mungkin ee semua
masyarakat Indonesia yang sudah bekerja
pasti sudah em mencoba dan pernah
menggunakan ee layanan seperti e-filing.
ini salah satu sebenarnya em apa namanya
ee
transformasi digitalisasi dan AI yang
sudah dilakukan di pemerintahan di
Indonesia ini. Saya ee mencoba untuk
memberikan satu contoh lagi ee seperti
yang ee sudah kami lakukan di Bluebird
gitu ya. Em kami membangun ee AI ini di
Bluebird sudah sekitar 2 tahun ke
belakang gitu ya. Dan sebenarnya problem
yang waktu itu kami pikirkan ee problem
yang simpel tapi kompleks, yaitu
bagaimana sih caranya okupansi pengemudi
kita yang sekarang masih rendah itu bisa
lebih tinggi. Karena semakin pengemudi
kita itu bisa dapat em order lebih
banyak, semakin pendapatan mereka juga
akan lebih banyak gitu kan. Dan juga
pendapatan blueber juga bisa lebih
banyak sehingga ee kita pengin tahu
kadang-kadang mungkin ada di satu tempat
di mana demand-nya itu sedang tinggi
gitu. permintaan Bluebird itu sedang
tinggi, tapi ee suplai-nya atau
pengemudi-pengudi kita enggak ada di
tempat titik tersebut, gitu kan. Nah,
jadi bagaimana caranya ee kita
menggunakan AI di sini gitu ya. Jadi ee
AI ini membantu kita untuk memprediksi
di satu tempat itu kira-kira 10 menit
sampai 1 jam ke depan itu ee demand-nya
itu sebanyak apa gitu. Dan kalau dulu
sebelum menggunakan AI kita menggunakan
ee data yang existing pada hanya pada
saat itu gitu kan. Jadi misalnya di saat
itu em ada mungkin 10 penumpang yang
tidak bisa ee dapat pengemudi di titik
tertentu gitu ya. Dan itu kita akan
menotifikasi pengemudi untuk segera
menuju ke titik itu gitu. Nah, dengan
sekarang adanya AI kita menggunakan data
historical. Contohnya misalnya di satu
titik itu di hari Rabu jam 5.00 sore
atau jam .00 sore itu biasanya seberapa
banyak ee order yang datang di titik
tersebut dari historical data. Dan
kemudian sekarang juga again dengan
bantuan EA ini kita sudah bisa
memprediksi gitu ya, memprediksi oke em
kira-kira ee dalam 10 sampai 1 jam ke
depan itu ee seberapa banyak order yang
akan datang gitu. Jadi
kita dengan adanya AI ini kita bisa
mengkombinasikan antara data yang real
time, data yang sekarang, data yang ke
belakang. Terus juga sekarang dengan
adanya large language model em kita juga
bisa mendapatkan data-data dari mana?
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:11 UTC
Categories
Manage