ASN Belajar Seri 13 | 2025 - Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) Untuk Tata Kelola Pemerintahan
yHGk7-2pa1Q • 2025-04-10
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] He. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. [Musik] ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitasm belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia tukan tekad pantang sejera jadi ASN berkuar kita [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Barlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke banggaan negeri bererentasut melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Kami di sini sukses dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. layani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tanggal satu tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragam. Mengas penuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani dengan bangan kami melayani dengan bang kami melayani Iya. itu aman enggak aman kami yang melindungi tugas kami melindungi Bapak ini Pak pindah aja kita pindah ya pindah enggak sama pindah ya kami angkat ya pindah kami bantuin angkat tinggi saja boleh Pak ya boleh ya bantu Pak ya gak apaakar silakan silakan nah di belakang sana Pak Ya, asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ee saya mengucapkan terima kasih dan sekaligus mewakili ee dan kesan dan kesat saya selama melakukan dasar Polp di sini adalah kami merasa sangat bahagia PP [Musik] berita bersama Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Fional dan selanjutnya Bapak Sugengi dan tim semuanya yang bertugas para [Musik] instrukturnya dari Allah Subhanahu wa taala dan dengan mengucap alhamdulillahirabbil alamin pelatihan dasar Polisi Paja Provinsi Jawa Timur tahun 2024 pada hari ini hari Senin 21 Oktober 2024 secara resmi saya akhiri. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] dalam satu ke dalam satu SKBT saja. misalkan ee itu sendiri sebenarnya sudah kitaasi e setelah kita masuk seperti ini walaupun kita ya yang lain satu tata kelola pemerintah yang adui di mana di sini sasaran kita pemerintahan yang berbasis elektronik silakan Pak iya ee permisi Pak lompat ee yang berdiri dari Buwi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah. Perkenalkan saya Ahmad Nur, peserta pelatihan perencanaan dan penganggaran angkatan 2 tahun 2024 BPSDM Provinsi Jawa Timur. Saya dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumenap. Alhamdulillah selama mengikuti pelatihan perencanaan ini banyak ilmu dan pengetahuan baru yang kami dapat terutama dari pegawai yang memang bukan kompetensi sebagai perencana tapi ditugaskan untuk melakukan perencanaan. Ini sesuatu hal yang luar biasa. kami mendapatkan ee ilmu dan pemahaman yang sangat bermanfaat. Sekali lagi terima kasih saya sampaikan kepada BPSDM. BPSDM Provinsi Jawa Timur keren dan maju. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Vina Nurilihi, peserta pelatihan perencanaan dan penganggaran angkatan 2 Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Saya berasal dari Bapeda, Kabupaten Bojonegoro. Selama menjalani pelatihan ini, saya merasa mendapat banyak sekali ilmu-ilmu baru dan pengetahuan yang dapat saya gunakan untuk menyusun dokumen perencanaan yang ada di kabupaten agar dapat mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045. Terima kasih untuk BPSDM Jawa Timur dan Bapak Ibu Widya Iswara yang telah men-sharing ilmu-ilmu dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi kami perencana. Semoga pendidikan dan pelatihan ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. BPSDM juara, BPSDM maju, BPSDM keren. Terima kasih. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Yang terhormat ee Ibu kelas, yang terhormat juga pendamping kelas Bapak, yang terhormat ee Ibu dari perwakilan bidang pembahan kompeten di sini. Maaf, mohon maaf. Dan yang terhormat ee rekan-rekan semuanya dari kabupaten kota di seluruh Provinsi Jawa Timur dan dari perwakilan ee perangkat daerah di Jawa Timur. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kita semua shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Yang saya hormati setia saya juga perubahan padahal dulu beliau juga ee staf di waktu saya menjat sebagai kepala bidang. Ee yang saya hormati para ee teman-teman penyelenggara, panitia dan wabil khusus para peserta tingkat perencanaan dan penganggaran pola konvisi antara Dewan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. [Musik] pelatihan perencanaan dan penganggaran angkatan du Yes. Yes. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Y [Musik] Asalamualaikum warahmatullah. wabarakatuh. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan dan salam sehat untuk kita semua. Dan kita masih dalam suasana lebaran. Untuk itu saya Fani Patriia mewakili keluarga besar dari BPSDM Provinsi Jawa Timur mengucapkan minal aidin wal faidin mohon maaf lahir dan batin. Selamat datang sobat ASN dalam acara webinar seri ke-13 tahun 2025 hari ini. Dan sebelum memulai acara dan juga mengundang seluruh narasumber, saya ingin berbantun terlebih dahulu untuk lebih semangat mengikuti ASN belajar seri kali ini. Mohon dijawab dengan kata cakep dalam hati boleh enggak apa-apa. dan jempolnya ya buat yang live cam. Baik. Naik perahu di Sungai Serayu. Airnya tenang mengalir ke muara cakep. Data kelola sistem terpadu cakep. AI menjaga layanan tetap [Tepuk tangan] terpercaya. Baik, semakin semangat sobat ASN di mana pun berada yang sudah bergabung dalam Zoom meeting dan juga live YouTube di BPSDM Jatim TV. Senang sekali kembali saya Fan Patriia yang akan memandu seri kali ini dan juga menyapa sobat ASN di mana pun Anda berada dari mulai Sabang sampai dengan Merauke seluruh Indonesia. ASN belajar seri ke-13 tahun 2025 persembahan Corpu SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Nah, Sobat ASN, perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial intelligence AI ini telah membuka berbagai peluang baru dalam transformasi sektor publik. Dan dalam tata kelola pemerintahan, AI ini tentunya memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, kualitas pelayanan publik juga dan dari pengolahan data yang kompleks sampai dengan pengambilan keputusan berbasis analisis prediktif. AI ini dapat menjadi alat strategis dalam mendukung birokrasi yang lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Selain ee di sini Sobat ASN juga melayani, Sobat ASN juga pastinya dituntut untuk tidak hanya mengenal AI, tetapi juga dapat memanfaatkan AI ini dengan bijak. Seperti apa nih strategi pemanfaatan AI artificial intelligence untuk tata kelola pemerintahan yang lebih cerdas dan juga inklusif? Selengkapnya akan dibahas dalam webinar ASN Belajar Seri 13 tahun 2025. [Musik] Nah, Sobat ASN di mana pun Anda berada dan juga baru saja bergabung untuk membuka webinar ASN belajar seri 13 tahun 2025 kali ini, marilah kita dengarkan terlebih dahulu opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto, [Musik] SPMP. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN dalam jaringan persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Masih dalam suasana bulan Syawal 1446 Hijriah, izinkan kami seluruh jajaran pengelola webinar series ASN belajar BPSM Provinsi Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin atas salah dan khilaf selama ini. Taqobbalallahu minna waminkum. Hari ini Kamis tanggal 10 April 2025 ASN belajar telah memasuki seri yang ke-13. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Untuk merespon semua itu, kami selalu berkomitmen sekaligus terus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-13 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik yang saat ini tidak sekedar menjadi diskursus perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat, yakni teknologi artificial intelligence. Dalam pemanfaatannya, artificial intelligence telah menyasar beragam sektor kehidupan, termasuk juga dalam hal tata kelola pemerintahan. Karena itu, ASN Belajar seri ke-13 tahun 2025 ini mengangkat topik pemanfaatan artificial intelligence untuk tata kelola pemerintahan. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sat di seluruh tanah air, Kaifuli, seorang AI investor yang juga pernah menjabat sebagai Presiden Google China pernah mengatakan, "AI will change the world more than anything in the history of mankind." Tampaknya kita harus turut mengiyakkan statement Kaifuli dimaksud karena saat ini kita sedang menyaksikan teknologi AI telah mengubah dunia. Bukan hanya tentang cara kita bekerja, tapi juga cara kita [Musik] bermimpi. AI menanamkan harapan di tengah kompleksitas dan mempercepat langkah menuju masa depan yang sebelumnya mungkin tak terbayangkan. Teknologi AI telah mengubah dunia dari gedung-gedung sunyi yang kini berbicara. Dari data yang dulu bisu menjadi suara yang membimbing dan mesin tanpa jiwa menjadi mitra yang mampu belajar, berpikir, dan memahami. Teknologi AI telah mengubah dunia. Ia menghapus batas antara imajinasi dan kenyataan, antara waktu dan efisiensi, antara keinginan dan kemungkinan. Ibarat sebuah mantra, Eini mampu membangkitkan dunia dari tidur panjangnya. membuka pintu ke masa depan yang selama ini hanya bisa kita bayangkan dalam dongeng dan mimpi. Ya, AI ibarat sebuah mantra yang membawa kita melesat menembus batas ruang dan waktu. Mengubah tanya menjadi jawaban dan harapan menjadi kenyataan. Namun, Sobat SN, nampaknya kita juga perlu menyimak apa yang disampaikan oleh Sundar Picai, Chief Executive Officer Google yang mengatakan, "We must ensure that development of AI is aligned with human values and democratic principle. bahwa kita juga harus memastikan bahwa pengembangan artificial intelligence selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan dan prinsip-prinsip demokrasi. Di sinilah, Sobat SN, kita sebagai aparatur sipil negara tidak hanya harus mengikuti bahkan menguasai teknologi IAI, tapi juga turut memastikan pemanfaatannya secara bijak untuk kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat. Sahabat ASN di seluruh tanah air. Lalu bagaimana kita sebagai ASN sebaiknya mempelajari, menguasai, mengembangkan, dan memanfaatkan teknologi AI untuk tata kelola pemerintahan? Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang dengan hormat para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada yang terhormat Bapak Dr. H. Emil Elstianto Dardak Bibas, M.Si. Beliau adalah seorang pemimpin muda yang saat ini menjabat sebagai wakil gubernur Jawa Timur. Kedua, kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Ibu Alamanda Santika. Beliau adalah founder dan presiden director dari Binar Akademi dan telah banyak berkarir dalam bisnis berbasis teknologi. Dan yang ketiga, kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Dr. Raden Arif Setiawan, STMT. Beliau adalah Direktur Teknologi Informasi di Universitas Brawijaya Malang. Nah, sahabat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-13 tahun 2025 ini. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih atas opening speech yang telah disampaikan kepada Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Nah, Sobat ASN, selanjutnya kita akan menyimak bersama keynote speech yang akan disampaikan oleh yang terhormat Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Emil Elistianto Dardak. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Yang saya hormati Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, Sp. Yang saya hormati eh Ibu Alamanda Santika, CEO dari BINAR eh dan juga independent commissioner dari Blueber Group Tbk Technology Committee. Juga Bapak Dr. Raden Arif Setiawan, Stmt, Direktur dari Direktorat Teknologi Informasi Universitas Brawijaya dan juga Wakil Ketua AI Center Universitas Brawijaya. Dan tentunya yang saya banggakan segenap peserta dari ASN Belajar yang hari ini masuki seri ke-13 dengan tema pemanfaatan AI untuk tata kelola pemerintahan. Kita tahu bahwa artificial intelligence kini telah menjadi sesuatu yang sangat-sangat pesat perkembangannya dan kita temui di mana-mana. dari mulai tentunya video yang kita ketahui ee melibatkan AI. Ee banyak sekali digunakan AI untuk ee berbagai macam ee produk audio visual atau multimedia. Dulu yang paling sederhana misalnya AI kalau ada yang menggunakan foto kamera di handphone lalu dia mendeteksi secara otomatis misalnya kita kira-kira usianya berapa kan suka muncul tuh umur. Nah, itu salah satu contoh AI Pak istri Hana. Tapi kali ini sudah berkembang pesat luar biasa. ada avatar di mana bisa ada ee tentunya sebuah ee manusia yang sebenarnya tidak eksis di dunia nyata, tapi dia adalah AI yang kemudian dia juga bisa dengan sangat fleksibel menirukan mimik berbicara ee bahkan dari berbagai versi bahasa begitu. Dan eh ini yang disebut orang sebut text to speech yang kemudian dikonversi dalam bentuk bukan hanya audionya saja tapi visualnya ini dibacakan oleh avatar misalnya atau di dibahas dilafalkan dan ini adalah AI yang berkaitan dengan visual tapi kita juga mengenal apa yang disebut sebagai large language model atau model yang memiliki banyak sekali referensi-referensi eh informasi Dan referensi informasi yang sedemikian banyak ini bisa diolah dengan menggunakan logika berpikir seperti manusia atau sering orang menyebut sebagai generative AI, generative artificial intelligence. Kita tahu contohnya chat GPT, Gemini dan lain sebagainya. Termasuk mungkin Microsoft katanya punya copilot eh atau meta memiliki AI dengan tingkat perkembangan yang bervariasi termasuk yang ramai. terakhir ini adalah dipsik yang dibuat oleh eh Cina dan generative AI ini ee tentunya eh ada kesamaan dan perbedaan dengan AI yang tadi kita sebut bahwa AI tadi sebenarnya ee memiliki kemampuan untuk mendeteksi, memahami konteks secara visual. Kita kasih visual gambarnya. Dia bisa memahami dan bisa memodifikasi ya. Sedangkan large language model tadi memiliki kemampuan untuk memimik otak manusia yang kemudian dikaitkan dengan sedemikian banyaknya referensi informasi yang dimiliki kemudian mereka bisa mengolah. Bahkan bukan hanya berbasis tekstual informasi yang tersimpan secara tekstual mereka juga bahkan bisa memahami gambar. kita kirim gambar misalnya dia bisa mencoba mencerna misalnya saya ingin mereovasi rumah kita bingung menjelaskan dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan ini loh yang saya mau kita tinggal kirim gambarnya dia akan mencoba memahami itu apa saya tangannya sakit kita kirim fotonya sakitnya di sebelah sini rasanya begini dia bisa memahami. Jadi dia large language model bisa memahami bukan saja dari prompting yang sifatnya prompting itu artinya apa instruksi yang kita sampaikan secara tekstual tapi bisa juga secara audio visual seakan-akan ada mata manusia sendiri yang sedang melihat itu. Tapi kemudian kita terhubung otak kita diperkuat lagi dengan akses yang unlimited terhadap informasi dan kecepatan mengakses yang luar biasa gitu. Bahkan dari sebuah dokumen yang kita upload misalnya ada satu buku, kita upload buku itu, dia bisa dengan cepat sekali memahami segala isi yang ada di buku itu yang katakanlah kita upload dalam bentuk PDF atau file digital lainnya. Inilah large language model. Jadi, ada AI yang specific function. Misalnya dia membuat sebuah audio visual dan lain sebagainya. Eh, tapi ada juga yang generative AI yang konsepnya adalah general thinking-nya manusia. Tapi bedanya ini jauh lebih cepat, informasinya jauh lebih banyak gitu. Nah, ee ini ini adalah contoh-contoh bagaimana AI sudah berkembang pesat dan tersedia hari ini. Bahkan belum lama ini ada yang mengatakan bahwa GPT versi 4.5 telah lulus apa yang disebut sebagai tes mengenai kecerdasan buatan, yaitu dia sudah tidak bisa lagi dibedakan dengan kecerdasan manusia. Ini yang disebut sebagai touring test. Jadi ini tes yang mencoba melihat dan hasilnya mendekati 70% itu selalu salah orang menebak enggak bisa membedakan antara yang hasil karya manusia dan hasil dari mesin. Ini yang versi 4.5 dari GPT katanya. Nah, oleh karena itu em dikatakan bahwa akan sangat-sangat sulit bagi kita untuk menghindar dari dampak AI. Ada yang mengatakan AI akan menggusur manusia karena dia bisa bekerja bukan hanya sebaik manusia, bahkan lebih baik lagi, lebih cepat, lebih tidak kena lelah, dan juga sekali lagi lebih akurat dan lebih masif. Dan di sisi lain juga ya itu tadi bahwa dia bisa diandalkan ee lebih baik dari manusia. Namun demikian, tetap saja bahwa kecerdasan buatan ini tidak berdiri sendiri. Dia merupakan memberikan sebuah karya dari hasil manusia itu sendiri. Jadi manusia harus menginsert promp yang tepat kemudian akan menghasilkan hasil yang tepat. Nah, eh itulah sebabnya seseorang seperti Jensen Huang yang menemukan apa eh sebagai founder dari Nvidia ini mengatakan bahwa AI tidak akan menggantikan Anda, tapi Anda akan digantikan oleh orang yang mengerti AI. Ini disampaikan di Indonesia AID 2024 saat eh Jensen Huang menjadi keynote speaker. Sebagaimana kita ketahui, Nvidia juga berinvestasi luar biasa pada kecerdasan buatan dan robotics. Artinya, mengkonversi kecerdasan buatan bukan saja dalam bentuk karya tekstual digital. Bahkan kalau robot kita bicara bahwa instruksi itu bisa diterjemahkan ke dalam motion atau gerakan ril dari alatalat seperti robot tadi. Nah, ini yang kemudian atau kita sebut sebagai eh motion artificial intelligence kira-kira. Jadi, em mobil yang bisa dikemudikan secara otomatis ya itu juga contoh dari artificial intelligence yang mengkonversi digital thinking ke dalam real world action. Apakah dalam bentuk penggerak mobil, dalam bentuk lengan robot dan lain sebagainya, jari jemari. Jadi seakan-akan ada otak yang bisa mengirim sinyal untuk dia melakukan sesuatu, menggenggam, menulis, melakukan pengemasan di pabrik dan lain sebagainya. Dan Jensen One melakukan ini dengan eh mengembangkan chips yang dulu memang eh card eh VGA card atau eh graphic card yang digunakan untuk komputer yang diharapkan grafic card ini bisa kuat untuk mengolah eh grafik yang dibutuhkan untuk games karena game sangat sangat besar mengkonsumsi resources untuk menghasilkan grafik yang baik gitu. Tapi ternyata GPU atau graphic processing unit ini juga sangat-sangat bagus untuk beberapa hal. Contoh satu adalah untuk menambang Bitcoin misalnya atau menambang kripto karena mereka ternyata bisa bekerja lebih cepat lagi dalam mencari kombinasi-kombinasi yang kemudian bisa memberikan security yang unik untuk menghasilkan sebuah cryptocurrency seperti Bitcoin. Tapi yang tidak kalah penting ternyata mereka sangat-sangat handal untuk memproses artificial intelligence atau kecerdasan buatan. Jadi semakin banyak kecerdasan buatan digunakan, semakin banyak GPU yang dihasilkan Nvidia yang digunakan. Dan dalam konteks ini eh kita tahu bersama bahwa semakin banyak yang menggunakan AI, semakin banyak juga GPU yang dibutuhkan atau server yang dibutuhkan karena mereka yang akan menerima permintaan dan mengolah gitu. Ibaratnya ini servernya dia butuh banyak GPU untuk menjawab, untuk melatih sangat membutuhkan tadi sangat membutuhkan apa? Hardware atau perangkat kerasnya. dan perangkat keras untuk AI. Makanya sekarang banyak yang mengembangkan center-center AI atau hardware AI atau server AI itu dipaketkan juga dengan pembangkit listriknya ya. Salah satu contoh di negara seperti Islandia ternyata ada yang membuat tambang Bitcoin ya. Kenapa? Karena di sana udaranya dingin. Enggak perlu lagi mahal-mahal bayar AC untuk mendinginkan mesin yang gampang panas saat bekerja sedemikian kerasnya. sama ada yang mulai mengembangkan AI digabung juga dengan pembangkit listrik apakah tenaga surya dan lain sebagainya karena dia banyak sekali membutuhkan energi ya untuk menghasilkan itu. Nah, ini sedikit awal cerita bagaimana AI telah berkembang dan kemudian juga apa yang kemudian dibutuhkan dan AI ini sangat mengandalkan kecepatan internet. Dan kita tahu sekarang bahwa internet sudah masuk era 5G ya. eh walaupun memang e di Indonesia mungkin masih di kota-kota besar 5G eh tetapi bahkan dengan 4G atau forena halfG dan juga 5G itu sudah eh foreign halfG atau 4,5 sudah cukup memadai untuk katakanlah kita menggunakan aplikasi seperti chart GBT itu sudah bisa mengguna. Nah, sekarang kembali kepada temanya. Lalu bagaimana untuk tata kelola pemerintahan? Apalagi pemerintahan adalah sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak. AI apakah sudah sempurna dan tidak mungkin membuat kesalahan? Jawabannya tentu tidak. Oleh karena itu, saat ini tentu tanggung jawab tetap ada di tangan insan ASN atau manusia. Namun demikian, AI bisa membuat ASN menjadi jauh lebih efisien, menjadi jauh lebih cepat dalam melakukan segala sesuatu. Contoh ada dokumen ya, ada dokumen ee yang berisikan mengenai pasal-pasal atau ada peraturan baru, ada undang-undang baru. Nah, seseorang untuk mempelajari undang-undang mungkin dia harus lama sekali membaca satu persatu. Tapi dengan kita unduh eh kita apa ee upload, kita unggah ke dalam chat GPT, dia bisa baca itu. Kemudian dengan cepat kita bisa langsung nanya atau misalnya bagaimana undang-undang ini berpengaruh terhadap katakanlah ee penyelesaian masalah A kira-kira gitu. Apa pada dia bisa membawa kalau ada kesalahan dan mungkin masih ada kesalahan, kesalahan itu tidak bisa dipersalahkan ke AI-nya. Makanya sistem tata kelola pemerintahan ini kan adalah prosedural. Maka tidak bisa ee kita belum melihat AI membas sebuah prosedur tata kelola pemerintahan. meskipun sekarang contohnya misalnya ada izin yang sudah diproses secara otomatis melalui sistem seperti OSS online single submission yang diterapkan oleh BKPM atau Kementerian Investasi ya dia akan mengolah secara prosedural ada algoritmanya ada programmingnya seperti aplikasi dia mengolah menyetujui tidak menyetujui dan mungkin tidak ada peran manusia di dalam proses yang otomatis tadi. Mungkin selama kemudian ini dianggap memang sesuatu yang tidak menimbulkan risiko yang terlalu besar terhadap hajat hidup orang banyak. Tapi apabila kemudian itu mempengaruhi hajat hidup orang banyak, maka fungsi AI ini adalah sekedar decision making tools, tapi bukan decision eh maker, ya. Jadi ini tools untuk membantu membuat decision tapi tanggung jawab untuk memastikan keakuratan dari sistem itu dari rekomendasi yang keluar dari chat GPT kembali kepada orang yang menggunakannya. Di situlah kita harus berhati-hati. Jadi dia adalah sebuah tool yang bisa saja berbuat kesalahan tapi kita harus kemudian bisa me betul-betul memanfaatkan e tools ini dan memverifikasi apakah yang disimpulkan sudah benar atau tidak gitu. Jadi inilah fungsinya. Oleh karena itu saya mengatakan gitu, saya hari ini menggunakan CGBT. Saya berpengalaman menjadi konsultan sejak tahun 2005. Bahkan sudah terlibat dalam kegiatan infrastruktur 2003. Bekerja di sebuah perusahaan eh public relation yang berbasis di New York eh dan punya cabang di Indonesia sejak 2001. Artinya sekarang 2025 sudah efektif 24 tahun kurang lebih saya telah memiliki pengalaman kerja menggunakan chat GPT. Saya tertolong oleh pengalaman saya sebagai ee apa tentunya seseorang yang menekuni dunia profesional di bidang apa ee komersial, keuangan, dan juga dalam manajerial gitu ya. Maka CGPT ini seakan-akan seorang ee lulusan yang pintarlah, lulusan S1 yang pintar, yang cerdas, yang logikanya berjalan dengan baik, tapi mungkin tidak banyak makan asam garam kehidupan. Kira-kira gitu. Namun saya juga melihat bahwa pertama kali saya menggunakan cat GPT itu kira-kira di pertengahan tahun lalu dan sekarang kita sudah hampir masuk pertengahan tahun 2025. Artinya sudah hampir setahun tapi belum nyampai setahun. Ini saya sudah melihat chat GPT ini juga berkembang karena memang secara otomatis apabila kita berlangganan dia akan ee otomatis meng-update kita dengan tingkat kecerdasan yang terus berkembang dari platform CGPT itu sendiri misalnya. Nah, ini adalah ee suatu perkembangan yang luar biasa. Saya bahkan merasa sekarang ini sudah seperti bukan lulusan S1, seorang pemuda usia 21 tahun yang cerdas, logika berpikirnya baik, tapi bahkan sudah punya tingkat kematangan logika berpikir, critical thinking yang seperti mahasiswa PhD ya, seperti mahasiswa doktoral kira-kira gitu ya, tajam ya dalam dalam berpikir, dalam mensintesa dan tapi tentunya karena saya memiliki pengalaman misalnya selama ini membimbing ee ee bawahan saya dalam melakukan sebuah tugas, memberikan guidance, me-review kerjaannya, maka saya memperlakukan chat GPT seperti saya ee kepada staf saya. Artinya cek dan final cek dan dicek tetap ada di tangan saya. Saya tidak bisa melempar kesalahan kepada anak buah. Maka ada cara untuk memverifikasi apakah pekerjaannya sudah benar atau tidak dan apakah kemudian analisanya bisa ditingkatkan atau tidak. Yang bahaya adalah kalau kita kemudian belum memiliki pengalaman yang cukup. Katakanlah kita mungkin punya 2 3 tahun pengalaman. Kita menggunakan chat GPT. Chat GPT-nya sudah level mahasiswa doktoral yang mungkin IP-nya mendekati empat kira-kira begitu. Dan dia bisa berpikir dan hasilnya bagus sekali. Dan kita merasa sebagai seseorang yang mungkin hanya punya baru punya beberapa tahun pengalaman di level yang belum terlalu tinggi berhadapan dengan CGBTnya sedemikian cerdas ya kita langsung mentah-mentah menggunakan hasilnya. Ini yang menjadi bahaya dalam dua hal. Satu akurasinya belum tentu. Kedua, kita akan kehilangan ruang untuk mengembangkan ee daya pikir kita. Karena proses berpikir kerja kerasnya sudah diambil alih dan kita belum punya suatu pengalaman bagaimana dulu mengerjakan semua itu karena kita langsung mengadakan CGBT. Nah, ini berbeda kalau misalnya kita menggunakan CGPT untuk hal yang memang bukan keahlian. Misalnya saya mau nanya-nanya mengenai bagaimana membangun, merenovasi rumah misalnya kalau mau menambah lantai. Saya bukan seorang ahli bangun rumah. Jadi saya ya biarkan aja saya menelan dari dari CJPT. Toh nantinya juga akan saya confirm lagi dengan ahlinya. Kira-kira gitu. Tapi kalau ini bidang yang akan kita tekuni sebagai ASN, maka kita punya kewajiban untuk memastikan bahwa chat GPT bukan tools yang lebih dari kita secara kematangan berpikir. Tetap harus berada, kita harus ada di atas karena kita yang akan bertanggung jawab terhadap pastinya. Maka dalam menggunakan chat GPT yang seperti itu, jangan ditelan mentah-mentah. Kalau dia mengeluarkan pemikiran yang kita anggap sangat baik, tapi kita belum menguasai, bagaimana dia proses bisa menyimpulkan demikian setelah kita kasih permasalahan dan dia bisa begitu, maka kita coba pancing melalui interaksi kita agar dia menjelaskan. Misalnya dia bilang, "Oh, menurut saya masalah yang kamu hadapi dalam misalnya meningkatkan kinerja sebuah ee alat kira-kira gitu atau sebuah ee kebijakan itu seperti ini. Wah, bagus sekali misalnya." Nah, kita kalau belum tahu bagaimana proses dia bisa menyimpulkan itu ya kita tanya, tolong jelaskan lebih detail bagaimana kamu menyimpulkan kebijakan yang ini. Apa informasi yang kamu gunakan? Apa saja pertimbangan A B C D E yang kamu ambil sebelum akhirnya kamu memutuskan ini yang terbaik. Nah, sehingga seakan-akan CGPT kita paksa untuk ngajarin atau ngebocorin ke kita cara dia berpikir sampai ke situ. Itu salah satu triknya bagaimana supaya kita enggak kemudian kehilangan proses mengembangkan cara berpikir. Kira-kira gitu. Karena kalau sampai itu terjadi, maka eh akan terjadi justru lost generation, generasi yang terlalu bergantung kepada generative AI. Mereka kehilangan masa-masa pembentukan kemampuan berpikir memecahkan masalah dan mentah-mentah menerima apa yang dihasilkan AI dan kemudian juga tidak bisa memahami bagaimana AI itu menghasilkan pemikiran itu. ya. Dan ini ee sangat-sangat ee penting untuk kita cermati sehingga bagi ASN mungkin akan menggunakan generat AI ee untuk mempercepat proses dia mempelajari hal ini, memecahkan masalah ya itu hanya membantu tetapi tidak boleh mensubstitusi pemikiran dari ASN itu sendiri. dan em banyak sekali eh AI yang telah diterapkan misalnya di dunia retail ee bagaimana dia menggunakan apa ee deteksi ee otomatis untuk misalnya mengelola pesanan, mengelola warehouse atau gudang karena semakin terdigitalisasi toko ini. Ee bahkan sekarang kita lihat banyak sekali apa istilah yang kita kenal namanya chatbot. chatbot ini kayak ada layanan pelanggan yang memang dia sudah dibatasi kemampuan berpikirnya. Tidak boleh ngalor nginjuk ke mana-mana. Dia harus tetap ada koridornya. Jadi ini melatih inilah yang sering disebut saya dicerita oleh Mbak Alamada dan ini namanya AI agents. AI agent ini bertindak sesuai instruksi yang kita suruh. Dengan menggunakan AI agent maka seakan-akan kita punya pegawai yang terukur prosedurnya. dia tidak bisa kemudian lari sendiri ke pemikiran yang lain atau ke proses yang dia akan mengikuti proses yang memang sudah disuruh gitu. Dan katakanlah ini biasanya dikerjakan manusia sekarang proses berpikir ini bisa dilakukan oleh AI agen. Kalau nerima order ini kamu lakukan cek kolom yang ini, cek kotak yang ini, cek yang ini, kemudian gunakan informasi ini begini. kita ajarin, kita mengajari dia bagaimana kita mengajari seorang staf saat dia menjadi bagian dari proses. Nah, ini ini yang disebut sebagai AI agent. basisnya tetap generative AI, tapi dia punya eh sebuah boundary atau batasan di mana dia bisa bertindak berpikir jangan di luar dari itu sehingga dia tidak tidak melanggar prosedur-prosedur yang ada untuk sebuah proses. Nah, pemerintah bisa saja mengembangkan EI agents. Bahkan sekarang Mbak Alamanda sedang memberikan pelatihan kepada insan-insan ASN di seluruh Indonesia bagaimana mengembangkan AI agent tadi. Karena ini kemudian akan sangat mengefisienkan proses pemerintah. Di manufacturing juga sama ya, di manufacturing tadi kemudian di retail, di pertambangan ada kendaraan otonom, software canggih di dalam tambang. Drone juga sekarang punya kemampuan AI bukan hanya diterbangkan, tapi dia punya kamera. Kameranya itu bisa mendeteksi. Di dunia pertanian juga sama, dia bisa lebih presisi karena ada sensor misalnya. Dan sekali lagi dalam pemerintahan AI ini bisa membantu di berbagai fase dan ee langkah-langkah kewenangan pemerintah. Nah, kata kunci sebuah negara bisa kemudian berkembang dalam penerapan atau bahkan pengembangan AI tentu pertama digitalisasi itu sendiri. Bagaimana ee kemudian digitalisasi ini akan mendorong ekonomi digital dan dia akan meningkatkan bahkan sebuah analisa dari CNY ini yang dikutip oleh The Jakarta Post mengatakan bahwa total kontribusi dari AI kepada perekonomian ASEAN atau Asia Tenggara di 2030 artinya ini 5 tahun lagi akan mencapai 950 miliar US Do. Jadi kalau misalnya R miliar itu sekitar ee 16 ee triliun maka 1.000 kan 950 hampir 1.000 maka ee ini adalah 16.000 triliun. Itu dampak dari AI yang diperkirakan akan ee meningkatkan perekonomian di ASEAN. termasuk di Indonesia nih angkanya sekitar 336 miliar US dolar di Singapura 110 ya. Ini angka-angka yang sangat signifikan dan tentunya juga apabila kita menggunakan AI dia memang bukan menggantik tapi kita akan fokus pada hal-hal yang kita lebih baik. Contoh kamera digital misalnya dulu kamera kalau masih manual ya kita bergantung kepada lembaran film yang ada. seseorang harus lebih presisi lagi dalam ngambil gambar. Tapi dengan adanya kamera digital, dia bisa ambil gambar banyak dulu, terus pilih mana yang terbaik. Tentu itu contoh bagaimana digitalisasi mendorong peningkatan produktivitas dari sumber daya manusia. Nah, kemudian tantangan tentu adalah bagaimana di Indonesia termasuk di Jawa Timur, termasuk di dalam instansi pemerintah, kita bisa pastikan kita memiliki internet yang cepat dan kapasitas server yang kuat ya. Dan kemudian ya itu tadi bagaimana ee kemudian kita bukan hanya menjadi ee penonton, tapi kita akan berperan dalam berkembangnya pasar artificial intelligence. Ada misalnya kita lihat untuk robotics di awal di 2020 itu sekitar 5 miliar US dolar misalnya asumsinya ee ini akan berkembang di 2030 menjadi 64,35. Jadi ini perkembangan yang lebih dari eh 13 kali dalam rentang waktu hanya 10 tahun. Lalu ada autonomous sensor technology. Ini basically bagaimana AI ini bisa membuat suatu autonomous eh eh function ya. Nah, itu juga berkembang dari 15 miliar dolar itu berkembang ee hampir 4 kali lipat dalam waktu 10 tahun menjadi 55 miliar US Dar. Ada juga NLP, Natural Language processing, dan tentunya machine learning ya. Nah, oleh karena itu kita bersyukur bahwa eh World Digital Competitiveness Ranking bagi Indonesia ini rankingnya naik 13 peringkat. Dari tadinya peringkat 56 di 2020, hari ini menjadi peringkat 43 naik 13 peringkat. Dan ini tentunya memposisikan Indonesia eh secara strategis dibanding negara lain dalam world digital competitiveness gitu. Nah, Jawa Timur ini selama ini memang tidak fokus mengatakan AI, tetapi kita sudah mulai mendorong sistem pemerintahan berbasis elektronik atau e-goverment di mana angka Jawa Timur ini melonjak dari 3,62 di 2023 menjadi 4,43. Ya, ini kenaikan yang pesat. Kalau yang nasional 2,79 jadi 3,12. Jawa Timur 3,62 loncat menjadi 4,43. Ini di-support masyarakat digital Indonesia. Tingkat IMDI indeks masyarakat digital di Jawa Timur lebih tinggi dari nasional di angka 45,59 sebelumnya dan naik menjadi 46,07. Sedangkan nasional ada di angka 43,18 naik menjadi 43,34. Oleh karena itu, indeks SPBI kita ee meningkat dan ini menjadi salah satu prasyarat agar kita bisa meningkatkan penerapan AI di dalam pemerintahan kita. Oleh karena itu, ingat kita tidak begitu saja digantikan oleh AI, tapi kerjaan-kerjaan yang akan kemudian terdampak adalah terutama satu, manual labor and physical task. Jadi kerjaan-kerjaan yang manual. Kedua, kerjaan yang repetitif itu bisa kita suruh AI agen dilatih, data entry, layanan pelanggan ee dan lain sebagainya. Nah, kemudian ee beberapa industri jasa juga ee termasuk customer service mungkin akan tergantikan juga oleh chatbot ke depannya. Nah, inilah. Tapi yang tidak gampang terpengaruh oleh AI itu misalnya kerjaan kreatif menjadi penulis, musisi. Memang betul sekarang sudah ada AI tools untuk membuat musik, tapi tentunya originality feel menjadi penting. Contoh di Jawa Timur kemarin kita lihat di era digital kita bisa saja ibu gubernur memilih untuk menjelaskan mengenai konsep gerbang baru nusantara menggunakan video, menggunakan animasi, tapi dipilih justru menggunakan kamera diproyeksikan stand art atau seni pasir yang ditampilkan kemudian di layar LED. Nah, ini menjadi sangat menarik bagi yang menyaksikan karena nih kombinasi bahwa ini adalah keterampilan seorang seniman manual maksudnya tidak menggunakan mesin, tetapi diproyeksikan ke layar besar sehingga akhirnya ada teknologi digital untuk menampilkan eh shoot dari kamera itu langsung di layar besar. Lalu tentunya emotional intelligence, pekerja sosial, counselor yang membutuhkan empati dan social skill. Ya, ini yang dibutuhkan. Jadi saya pikir itu mudah-mudahan bermanfaat bagi rekan-rekan semua yang mengikuti program ASN belajar mengenai AI. Ee semoga tentunya ini menjadi ee awal dari ee sebuah masa depan yang cerah di mana pemerintah juga akan bisa memanfaatkan AI untuk melayani masyarakat dengan lebih baik dan juga tentunya meningkatkan kualitas layanan tanpa membahayakan kehandalan sistem dan keakuratan. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, Sobat ASN, sedikit mengutip dari apa yang telah disampaikan selaku kin speech tadi oleh Bapak Wakil Gubernur Jawa Timur bahwa AI ini tidak sempurna ya. Jadi ee bisa digunakan dan juga kita harus lebih adaptif, namun bisa digunakan sebagai decision making tools. Namun kita sebagai instan ASN lah yang sebagai decision maker. Nah, kita harus lebih adaptif lagi dan juga tidak bergantung dengan yang namanya AI atau artificial intelligence. Terima kasih Bapak Emil Elistianto Dardak atas insight yang telah diberikan kepada Sobat ASN dan kita semua. Dan sebelum kita berlanjut ke sesi pemaparan narasumber, Sobat ASN sudah dapat melakukan presensi di laman semesta Bangkom. Link presensi dapat Sobat ASN lihat pada running tag yang ada di bawah, kolom chat Zoom, dan pinchat YouTube BPSDM Jatim TV. dan juga dikarenakan traffic presensi yang sedang tinggi saat ini. Jadi, Sobat ASN yang masih belum bisa untuk mengakses presensi nanti dapat mencoba kembali secara berkala sambil mengikuti sesi ASN belajar sehari ke-13 kali ini. Nah, Sobat ASN, sesaat lagi kita akan memasuki sesi pemaparan narasumber yang pertama. Namun sebelum itu, kita saksikan video berikut ini. Dunia terus bergerak maju. Artificial intelligence bukan lagi masa depan, tapi kenyataan yang kita jalani hari ini. Untuk tumbuh, kita butuh lebih dari sekedar teknologi. Kita butuh orang-orang yang siap membangun, yang siap beradaptasi. Sebagai penggerak birokrasi dan pelayanan publik, aparatur negara harus lebih dari sekedar mengikuti perubahan. Mereka harus lebih awal mengadaptasi perubahan. Inilah alasan Microsoft Kementerian Komdigi, Yayasan BUMN, dan Binar Bersatu. Misi kami menciptakan 100.000 aparatur negara yang melag artificial intelligence. Karena perubahan besar butuh langkah nyata. Di Microsoft kami percaya bahwa setiap orang punya potensi yang luar biasa termasuk aparatur negara Republik Indonesia. Dengan adanya AI, kami percaya ini kita diberikan kekuatan baru untuk membangun masa depan. Bersama KOMDJI, Binar, dan Yayasan BUMN, mari kita bersama-sama membangun Indonesia menuju Indonesia baru. Di Binar, kami berkomitmen membantu perusahaan dan individu untuk bertransformasi di era AI. Melalui program ini kami ingin mewujudkan visi Indonesia digital selangkah lebih maju dan adaptif menghadapi masa depan yang cerdas dan inklusif. Dari Sabang hingga Merauke, Nias hingga Pulau Rote, Artificial Intelligence bukan hanya teknologi, tapi jembatan menuju masa depan yang inklusif, cerdas, dan berdaya. Kami hadir untuk memastikan setiap aparatur negara siap menghadapi dunia yang terus berubah. Transformasi ini bukan sekedar tren. Ini adalah masa depan. Saatnya tumbuh beradaptasi dan memimpin. Bersama Garuda, kita bangun Indonesia yang lebih maju. [Musik] Sobat ASN, seperti yang telah kita saksikan dalam video barusan bahwa pemerintah terus berupaya untuk mendorong ASN untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Nah, salah satunya melalui program Garuda yang mana merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia dan juga Microsoft serta Binar Akademi. Narasumber kita yang pertama ini merupakan salah satu sosok yang ada di balik program Garuda. Dan untuk itu diskusi bersama beliau akan mengundang Ibu Dita Asyah selaku C-founder Binar Academy dan tenaga ahli Kementerian BUMN untuk memandu jalannya diskusi kepada Ibu Dita Aisyah. waktu dan tempat kami silakan. Terima kasih. Emm warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Perkenalkan nama saya Dita. Em sebuah kehormatan untuk saya menjadi moderator di sesi pagi ini em untuk membicarakan sebuah topik yang sangat menarik dan penting untuk kita semua yaitu pemanfaatan AI untuk tata kelola pemerintahan. Sebelum itu, pertama-tama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Gubernur Jawa Timur, Bapak Emil Dardak, ee Dr. Ramlianto, SP dan MP, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Dr. Raden Arif Setiawan, ST,MT. selaku Direktur ee Direktorat IT di Universitas Brawijaya dan juga seluruh Sobat ASN yang kami banggakan. Hari ini ee diskusi kita terkait pemanfaatan AI untuk tata kelola pemerintahan ee akan ee ngobrol-ngobrol bersama ee seorang tokoh ee wanita inspiratif yang telah berkecimpung di dunia teknologi bisnis dan juga pemerintahan selama ee lebih dari satu dekade ke belakang. Em, Mbak Alamanda mungkin ya karena ee masih muda juga gitu ya, kita panggil ee Mbak Aja. em sudah berkecimpung di ee dunia bisnis dan teknologi. Em selain telah membangun BAR 8 tahun ke belakang, ee Mbak Alamanda juga eh sebelumnya menjadi Vice President of Product and Technology di Gotu em sebagai eh independent commissioner juga di Blueberg sebagai technology committee Mandiri Capital dan juga Hermina. Lalu em sepak terjang beliau di dunia pemerintahan itu juga em ee sudah banyak ee sebagai Dewan Pertimbangan Presiden di era kepresiden kepresidenan Bapak eh Joko Widodo. Lalu juga beliau telah em aktif di ee komunitas sebagai Wakil Ketua Asosiasi Pengembang Talenta Digital Indonesia dan juga ee Ketua Bidang Teknology Education di Kadin. Nah, eh tanpa berlama-lama lagi ee mari kita sapa Mbak Lamanda. Selamat pagi. Untuk sharing-sharing ya gitu. Yes. Eh, nah tanpa berlama-lama lagi nih, Mbak, em selama ini ee AI AI ini tuh sering banget dikaitkan dengan sektor swasta dan sektor ee industri teknologi gitu ya. Tapi kenapa sih ee AI itu juga menjadi sesuatu yang penting untuk ee sektor pemerintahan? Iya. Jadi mungkin [Musik] emas dulu ya, sekedar ee mengulang. Tadi dari Pak Emil juga sudah banyak banget yang disampaikan gitu ya, artificial intelligence atau ee kecerdasan buatan ini ibaratnya adalah otak baru yang ada di dunia digital ya kan. Kalau dulu mungkin kita ee berhubungan dengan internet, berhubungan zaman dulu sebelum ada internet komputer gitu ya, sekarang adalah zaman baru yaitu artificial intelligence. di mana kebetulan memang saya juga dulu kuliahnya artificial intelligence di tahun 2005 itu waktu saya kuliah itu artificial intelligence yang dulu mungkin belum seperti sekarang yang sekarang ini yang saya lihat artigens ini bukan hanya bisa digunakan oleh orang-orang yang membuat ee program artificial intelligence Tapi ternyata sekarang ini banyak tools-tools yang sudah sangat mudah banget, sudah sangat accessible untuk kita semua bisa ee menggunakan artificial intelligence gitu. Nah, ini perkembangan yang saya lihat yang sangat signifikan terutama di 3 tahun ke belakang gitu ya. Dan kalau kita ee melihat ke luar, ke Amerika, ke China terutama juga tadi juga ee sempat disebutkan salah satu buku yang kebetulan saya juga lagi baca itu ee buku ini. Bukunya enggak kelihatan ya, bukunya Kaifuling gitu ya. Em buku ini tuh mengenai AI Superpowers China Silicon Valley itu dan em sebenarnya ditulis di tahun 2018 tapi di buku ini juga banyak membahas tentang bagaimana ee pemerintah China itu sangat amat supportif dengan perkembangan AI. Karena memang ee yang namanya perkembangan teknologi itu sesuatu yang kadang-kadang kita enggak bisa kontrol gitu ya, karena pembuat teknologi itu terus akan berinovasi dengan teknologi baru. Jadi mau enggak mau kita harus beradaptasi gitu kan. Dan ee yang tadi Ibu Deta sudah sampaikan sebenarnya ee EAI ini sekarang karena juga semakin aksesible sehingga penerapannya bukan hanya untuk swasta tapi juga penting juga untuk pemerintahan. Makanya kita juga bekerja sama dengan Microsoft untuk bisa bagaimana ee sobat ASN Bapak Ibu sekalian itu bisa juga mengakses pembelajaran untuk lebih tahu lebih dalam mengenai AI gitu ya. Dan em sebenarnya kalau mau bahas beberapa contoh penerapan dalam pemerintahan ini kita berbicara ee mengenai AI yang mungkin ini Bapak Ibu oh susah ya buatnya sepertinya gitu ya. Nanti kita akan bahas yang lebih mudah, tapi mungkin ee AI yang signifikan ee diadopsi oleh ee negara-negara lain ini ada beberapa yang saya berikan contoh di sini gitu ya. Di Singapura ini emm ada satu website ee di mana mencocokkan antara job seeker dengan lowongan kerja berdasarkan skill dan minat mereka. Nah, mungkin sepertinya ee Jatim juga sudah punya gitu kan. Ee tapi di Singapura ini di saat mereka mencocokkan kedua hal ini antara pencari kerja dan lowongan kerjanya, mereka sudah menggunakan AI di baliknya, di mesinnya supaya ee mencocokkannya ini lebih lebih pas gitu ya. Kemudian ee lampu jalan, smart lampu jalan juga gitu ya, pemantauan kesehatan warga lansia gitu. Di China mereka menggunakan face recognition untuk ee layanan publik, kemudian juga eh deteksi fraud juga di layanan sosial untuk ee make sure bahwa penerima bantuan sosial itu ee orang yang tepat gitu kan. Kemudian ee smart city juga ini kemarin juga yang sempat dibahas banyak ya sepertinya sama Bapak Wapres gitu. Kemudian di ee Amerika Serikat bagaimana ee melakukan efisiensi dalam layanan publik. Karena memang AI ini ee kalau saya melihatnya AI ini sangat bisa melakukan efisiensi karena sangat bisa membantu kita dalam pekerjaan sehari-hari. Ee tapi seperti yang tadi sudah banyak disampaikan bahwa AI tidak akan menggantikan manusia karena ee AI itu akan membantu kita karena di saat kita bisa meminta AI untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang rutin atau sekarang bahkan kalau saya itu misalnya ee kalau dulu saya butuh asistan untuk menulis nulis em meeting mom gitu ya. Sekarang ee saya menggunakan ee AI agent yang akan me-record semua meeting saya dan setelah itu saya bisa langsung dapat transkrip-nya. Setelah itu saya bisa langsung minta Microsoft Copilot contohnya untuk ee membuat summary dari meeting tersebut. Jadi again em sangat amat bisa ee membantu kita dalam mengefisiensikan waktu kita sehingga kita bisa berpikir di hal-hal yang jauh lebih penting, yang jauh lebih strategik gitu ya. Dan selain itu juga ee quality gitu ya. Karena dengan adanya AI ini ee quality kita bisa ee terjaga juga gitu ya. Nah, again kalau kita kembali ke sini di Amerika Serikat, efisiensi layanan publik ee seperti menggunakan AI untuk ee sama seperti tadi di Singapura, mendeteksi penipuan dan mempercepat pemprosesan. Kemudian juga ee di Kanada juga mereka menggunakan virtual assistant untuk ee membantu warga-warganya ee mencari informasi tentang layanan pemerintah. Ini salah satu ee apa namanya? penerapan AI yang mungkin sudah banyak digunakan seperti yang tadi em Pak Wagup sampaikan, chatbot gitu ya. di mana chatboot ini bisa membantu untuk ee apa namanya melayani pertanyaan-pertanyaan dari publik gitu. Itu ee satu hal yang ee penerapannya biasanya dilakukan pertama kali gitu ya. Kemudian ee karena AI juga ini bisa membantu mendeteksi atau mempredik ke depannya gitu ya. Memprediksi dari data-data historikal kemudian membantu memprediksi ke depan. itu contohnya untuk em deteksi bencana alam dan juga ee untuk mengambil keputusan imigrasi juga bisa gitu. Nah, ee ini juga yang sudah dilakukan ya di ini salah satu digitalisasi yang mungkin ee semua masyarakat Indonesia yang sudah bekerja pasti sudah em mencoba dan pernah menggunakan ee layanan seperti e-filing. ini salah satu sebenarnya em apa namanya ee transformasi digitalisasi dan AI yang sudah dilakukan di pemerintahan di Indonesia ini. Saya ee mencoba untuk memberikan satu contoh lagi ee seperti yang ee sudah kami lakukan di Bluebird gitu ya. Em kami membangun ee AI ini di Bluebird sudah sekitar 2 tahun ke belakang gitu ya. Dan sebenarnya problem yang waktu itu kami pikirkan ee problem yang simpel tapi kompleks, yaitu bagaimana sih caranya okupansi pengemudi kita yang sekarang masih rendah itu bisa lebih tinggi. Karena semakin pengemudi kita itu bisa dapat em order lebih banyak, semakin pendapatan mereka juga akan lebih banyak gitu kan. Dan juga pendapatan blueber juga bisa lebih banyak sehingga ee kita pengin tahu kadang-kadang mungkin ada di satu tempat di mana demand-nya itu sedang tinggi gitu. permintaan Bluebird itu sedang tinggi, tapi ee suplai-nya atau pengemudi-pengudi kita enggak ada di tempat titik tersebut, gitu kan. Nah, jadi bagaimana caranya ee kita menggunakan AI di sini gitu ya. Jadi ee AI ini membantu kita untuk memprediksi di satu tempat itu kira-kira 10 menit sampai 1 jam ke depan itu ee demand-nya itu sebanyak apa gitu. Dan kalau dulu sebelum menggunakan AI kita menggunakan ee data yang existing pada hanya pada saat itu gitu kan. Jadi misalnya di saat itu em ada mungkin 10 penumpang yang tidak bisa ee dapat pengemudi di titik tertentu gitu ya. Dan itu kita akan menotifikasi pengemudi untuk segera menuju ke titik itu gitu. Nah, dengan sekarang adanya AI kita menggunakan data historical. Contohnya misalnya di satu titik itu di hari Rabu jam 5.00 sore atau jam .00 sore itu biasanya seberapa banyak ee order yang datang di titik tersebut dari historical data. Dan kemudian sekarang juga again dengan bantuan EA ini kita sudah bisa memprediksi gitu ya, memprediksi oke em kira-kira ee dalam 10 sampai 1 jam ke depan itu ee seberapa banyak order yang akan datang gitu. Jadi kita dengan adanya AI ini kita bisa mengkombinasikan antara data yang real time, data yang sekarang, data yang ke belakang. Terus juga sekarang dengan adanya large language model em kita juga bisa mendapatkan data-data dari mana?
Resume
Categories