Transcript
RPlOrmEQa5g • ASN Belajar Seri 14 | 2025 - Perempuan Berkarya, Jawa Timur Sejahtera
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0224_RPlOrmEQa5g.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Zaman yang terus
bergerak, sambut dengan penuh
semangat. Saatnya kita
melangkah. Hadapi segala
tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi.
Untuk pelayanan
berdampak bersama
ASN
belajar. Ciptakan SDM unggul
berprestasi selalu inisiatif dan
kolaboratif untuk inovasi yang
berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak
mulia siap menyongsong Indonesia emas.
ASN belajar wujudkan
pemerintahan berkelas dunia satukan
tekad pantang
menyerah jadi ASN cetar
berkualitas belajar
wujudkan
pemerintahan kelas dunia satukan tekad
pancang
menyerah jadi ASN
berkuwa servis
[Musik]
bersama asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Bismillah. Alhamdulillah la
haula wala quwwata illa billah wasalatu
wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wa
ashabihi
wawalah. Generasi unggul bukan hanya
mereka yang cerdas dalam ilmu, tetapi
juga mulia dalam akhlak. Ilmu tanpa
akhlak akan melahirkan kesombongan.
Sedangkan akhlak tanpa ilmu akan
kehilangan
arah. Sebagaimana sabda Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam,
"Sesungguhnya aku diutus untuk
menyempurnakan akhlak yang
mulia." Maka membangun generasi masa
depan harus dimulai dengan menanamkan
nilai-nilai kejujuran, kesabaran, dan
tanggung
jawab. Ilmu adalah cahaya yang menerangi
jalan.
Sementara akhlak adalah kompas yang
membimbing langkah. Jika keduanya
berpadu, lahirlah pemimpin yang bijak
dan masyarakat yang sejahtera. Mari
didik anak-anak kita dengan ilmu yang
luas dan akhlak yang luhur agar mereka
menjadi penerus bangsa yang membawa
keberkahan dan kemajuan. Ilmu membangun
peradaban, akhlak menjaga kemuliaan.
Wallahuam bawab. Saya Ramlianto, Kepala
BPSDM Provinsi Jawa Timur untuk Mutiara
Hikmah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam
webinar ASN belajar yang dipersembahkan
oleh Corporate University SDGIS BPSDM
Provinsi Jawa
Timur. Sebelum memulai webinar, ada
beberapa hal yang perlu Sobat ASN
perhatikan agar acara dapat berjalan
dengan lancar.
Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan
format nama strip asal instansi Sobat
ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan
posisi kamera tidak membelakangi cahaya
ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat
lebih
jelas. Tiga, gunakan virtual background
yang sudah disediakan.
Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link
pendaftaran, virtual background dapat
diunduh pada link yang dikirimkan
melalui pesan WhatsApp.
Empat. Apabila Sobat ASN ingin
mengajukan pertanyaan atau
berpartisipasi interaktif, Sobat ASN
dapat menggunakan reaction angkat tangan
atau rise hand pada Zoom
meeting.
Lima. Bagi Sobat ASN yang mengikuti
webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim
TV dapat menuliskan pertanyaan melalui
kolom live
chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat
tulis untuk mencatat hal-hal penting ya.
Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain
untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini
dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN
tentang materi yang disampaikan oleh
narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan
e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN
wajib mengisi link presensi yang akan
kami bagikan pada saat acara webinar
berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi
lembar penilaian dan kuesioner juga agar
e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh.
Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan selama mengikuti webinar ini.
Tetap semangat dan selamat mengikuti
webinar ASN Belajar.
[Musik]
ee Surabaya kami lakukan karena jangan
sampai kita tidak selamat pagi pagi pagi
pagi luar biasa
[Musik]
merupakan perintah ataupun
siap menerima materi laporan
Hai, lanjutkan. Lanjutkan berdoa
mulai.
Misalnya ee Cina
menyerang pentagon tapi yang tidak
nyerang pakai senjata, tidak nyerang
pakai rudal, tidak. Tapi yang diserang
adalah sistemahmi.
Selamat pagi. Pagi. Pagi. Pagi. Luar
biasa. Siapa kita?
BB tebukan dadanya.
Ayo kita semua. Ayo kita semua. Jangan
pernah berputus asa. Jangan pernah
berputus asa. Karena kita semua. Karena
kita semua.
PP penegak percatusan.
Sekarang kelompok satu menunjuk satu
orang sebagai penilai. Jadi memang fair
ini nanti ya gak menilai punya dirinya
sendiri. Terah nanti ada satu orang yang
presentasi leadernya filosofinya apa,
bagaimana kerja tim yang dia manage atau
dia bentuk kemudian ilmu apa yang
didapat dari hari ini? Selamat pagi
sahabat ASN. Perkenalkan nama saya Andre
Tanggung, peserta Diklat Polisi
Bomprausi 100 JP kategori keahlian dan
keterampilan asal dari Satpol PP
Kabupaten Subar Jaya. Pesan dan kesan
selama mengikuti Diksar
Polpdm Provinsi Jawa Timur sangat
menyenangkan dan mengesatkan karena
materi yang disajikan sangat baik dan
bermanfaat. Fasilitasnya juga sangat
lengkap dan para pengasuhnya sangat
ramah dan baik. Terima kasih kepada
BPSDM Provinsi Jawa Timur untuk
kesempatan yang sudah diberikan kepada
kami. Maju terus BPSDM Provinsi Jawa
Timur. Jaya jaya jaya. Terima kasih.
Selamat siang sobat ASN. Perkenalkan
saya Rahmiza dari Kabupaten Pasar
Kalimantan Timur. Salah
satu peserta Diksar Polp JP kategori
keahlian dan keterampilan pola
kontribusi. Pesan dan kesan saya selama
mengikuti Diksar ini sangat
menyenangkan. Saya sangat bersyukur bisa
turut serta berpartisipasi dalam
kegiatan ini karena saya banyak mendapat
manfaat dan ilmu baru yang bisa saya
terapkan di instansi asal saya nanti.
Saya bisa bertemu dan berkenalan dengan
peserta lain di daerah lain. Selain itu,
fasilitas dari BPSDM Jawa Timur mantap
sekali. Salam prajawib bawah BPSDM Jawa
Timur. Jaya jaya jaya. Terima kasih.
Ayo kita semua. Ayo kita semua. Jangan
pernah berputus asa. Jangan pernah
berputus asa. Karena kita semua. Karena
kita semua. KP menerus bangsa. Opt
penerus bangsa.
Mbak yang jal yang tengah jalannya
Mbaknya ada dagangan di depan nih jualan
ini juga ini jualan ini aduh kalau gak
beli
halo
siapa lapor dia
bang ini Pak
tapi banyak di situ saja
Setuju ya. Setuju. Jangan Pak setuju
aja. Setuju yaang saja
gak apa-apa Pak. Setuju ya. Setuju ya.
Bang iya gimana itu aman enggak? Aman.
Kami yang lindungi. Tugas kamu
melindungi Bapak ini. Bang pindah aja
kita pindah. Yaangnya pindah enggak
sama-sama pindah ya kami angkat ya.
Kami
bantuin boleh Pak ya boleh ya bantu Pak
ya
Pakar silakan silakan. Nah di belakang
sana Pak ya.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
ee saya mengucapkan terima kasih dan
sekaligus mewakili ee untuk menyampaikan
e kesan dan kesat saya selama melakukan
dasar Polp di sini adalah kami merasa
sangat bahagia PP
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
bertanya yang kita bersama Kepala Bidang
Pengembangan Kompetensial
atas
jaan Bapak
Sugengi dan tim semuanya yang
bertugas para instruktur
[Musik]
langsung
dari Allah Subhanahu wa taala dan dengan
mengucap alhamdulillahirabbil alamin
pelatihan dasar Polisi Paja Provinsi
Jawa Timur tahun 2024 pada hari ini hari
Senin 21 Oktober 2024 secara resmi saya
akhiri. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Barah kami junjung teguhkan diri dan
jadikan pedoman serta kekuatan. Kami
hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga negeri. Memeras itu
melayani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
Home. Kami dari sini tugas dengan hati.
Tunjukkan kompetensi dalam harmoni
melayani bangsa loyal tanpa
batasannya selalu adaptif dan
berkolaborasi bergandeng tangan satu
tujuan menjadikan ASN lebih
berakhlak bekerja sepenuh hati tulus
membantu sesama dengan bangga kami melay
Layani bangsa.
[Musik]
Kami dari sini tugas dengan hati.
Tujukan kompetensi dalam
harmoni di bangsa loyal tanpa
batasannya kalau ada dan
berkolaborasi bergandeng tangan satu
tujuan untuk menjadikan ASN lebih
beragam bekerja sepenuh hati tulus
membantu sesama dengan kami melayak
Dengan bang kami
melayani dengan bang kami
melayani bangsa
[Musik]
H
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Ya
Nabi
salam
alaika, ya
Rasul salam
alaika, ya habib
salam
alaika
shawatullah alaika
Antaamsun, anta
badrun, anta
nurun filq
nuri anta
iksiru anta
misbahu suduri
Allah ya
nabi salam Salam
alaika ya
rasul. Salam
alaika ya
habib
salam
alaika
shawatullah alaika.
Hadirin dimohon berdiri.
Menyanyikan lagu
kebangsaan Indonesia Raya.
[Musik]
Hadirin disilakan duduk. kembali
[Musik]
Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia.
Izinkan saya mengawali acara pada pagi
hari ini dengan penuh semarak dan
pantun. Boleh dijawab dengan kata cakep,
jempolnya terangkat ke atas ya. Pagi
cerah, burung bernyanyi,
mentari bersinar.
Tanpa terasa
perempuan hebat terus berkreasi
membangun Jawa Timur menjadi sejahtera.
[Tepuk tangan]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullah. Shalom. Salam sejahtera
bagi kita semua. Om swastiastu. Namo
buddhaya. Salam kebajikan bagi kita
semua. Salam sehat ibu-ibu sekalian.
Selamat pagi. Tentunya kami ucapkan
selamat datang di Sasanawiatap Praja
Kantor BPSDM Provinsi Jawa Timur yang
kami banggakan. Senang sekali pada pagi
hari ini ingin terlebih dahulu menyapa
tamu VIP yang telah hadir. Yang
terhormat Kepala Dinas P3AK Provinsi
Jawa
Timur. Boleh berikan applaus. Bapak dan
Ibu yang kami hormati, Kepala BPSDM
Provinsi Jawa
Timur, Wakil 4 Basnas Jawa
Timur, Ibu-ibu Gerakan Sayang Perempuan
Ojek Online Jawa
Timur, para tamu undangan yang telah
hadir, dan tentunya seluruh sobat ASN
yang telah hadir melalui Zoom meeting
maupun live YouTube BPSDM Japtin TV yang
berbahagia.
Ibu-ibu sekalian yang berbahagia, serta
Bapak Ibu yang telah mengikuti ASN
Belajar Sari ke-14. Yang berbahagia,
perempuan masa kini bukan hanya bagian
dari perubahan saja. Mereka adalah motor
penggeraknya. Hal ini dibuktikan dengan
peran perempuan yang semakin terlihat
nyata dalam menciptakan dampak sosial,
ekonomi, hingga lingkungan. Mereka hadir
sebagai pemimpin komunitas, inovator,
pelindung alam, dan pencipta solusi
berkelanjutan. Namun di balik kontribusi
yang luar biasa ini, tantangan masih
menghadang seperti diskriminasi gender,
akses pendidikan yang belum merata
hingga hambatan struktural yang
menghalangi potensi mereka. Inilah
saatnya kita membuka ruang lebih luas
bagi perempuan untuk berkarya, berdaya
dan dalam rangka memperingati hari
Kartini, yaitu hari ini tanggal 21 April
2025 bersama-sama kita ikuti acara ASN
Belajar seri 14 tahun 2025 yang
mengusung tema Perempuan Berkarya Jawa
Timur
[Tepuk tangan]
sejahtera. Sebelumnya marilah kita
saksikan terlebih dahulu atraksi bela
diri perempuan Srikandi Institut Jujitsu
Indonesia yang merupakan program gerakan
sayang perempuan ojek online di bawah
binaan DP3AK Provinsi Jawa Timur. Di
mana sebagai perempuan driver ojek
online tentunya berpotensi mendapatkan
tindakan kejahatan ataupun kekerasan.
Oleh karena itu, melalui pembinaan fisik
dan mental dengan berlatih bela diri
jujitsu diharapkan perempuan akan lebih
berdaya, berjaya dan berbahaya. Hadirin
yang kami hormati, terimalah persembahan
atraksi jujitsu dari Srikandi Iji
DP3AK Jawa Timur.
[Tepuk tangan]
[Musik]
Ini adalah peragaan kata tongkat pendek
juru atau jurus ayunan tongkat pendek
yang merupakan rangkaian gerak ger
gerakan Teknik senjata tongkat pendek
dalam menyerang, menangkis dengan ayunan
tongkat yang mengalir secara deras,
cepat, dan bertenaga.
[Musik]
Selanjutnya
hadirin yang sedang diperagakan adalah
aplikasi senjata tongkat pendek, yaitu
penggunaan senjata tongkat dalam
berbagai situasi untuk dapat melumpuh
lawan baik dalam posisi rapat ataupun
berjarak.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
yang diperagakan selanjutnya adalah
peragaan kata
dengan jurus kepalan besi atau yang
sering kita ketahui sebagai knakel
brush.
Rangkaian ini merupakan gerakan teknik
senjata dengan menggunakan senjata
berupa cincin kepalan besi atau yang
sering kita ketahui sebagai kenakel
dalam genggaman yang merupakan alat
untuk menambah kekuatan serangan,
pukulan, dan daya rusak yang fatal
sehingga dapat melumpuhkan dan
menghancurkan lawan dan juga pertahanan
lawan.
[Musik]
yang sedang hadirin saksikan merupakan
aplikasi penggunaan senjata kepalan besi
atau knakel.
Penggunaan senjata kepalan besi yang
memang dipergunakan untuk perkelahian
jarak dekat dengan menyerang
bagian-bagian tulang lawan seperti
kepala, lengan, rusuk, dan bagian tulang
lainnya.
[Musik]
Berikutnya adalah aplikasi perkelahian
dengan tangan kosong.
yaitu perlawanan tangan kosong dalam
menghadapi serangan lawan yang berupa
tarikan, pegangan, cekikan, dan pukulan.
Seperti yang kita ketahui, perempuan
merupakan makhluk lemah yang seringki
menjadi
sasaran kekerasan yang terjadi tidak
hanya di dalam rumah dan tapi juga di
jalan atau di luar rumah.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Ye.
[Tepuk tangan]
[Musik]
Inilah
Srikandi
Iji Gaspol DP3 Jatim.
[Tepuk tangan]
Terima kasih atas perhatiannya. Selamat
pagi
[Musik]
Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia.
Boleh berikan applaus sekali lagi.
Apresiasi yang luar biasa kita berikan
kepada Jujitsu Srikandi IJI DP3A
Provinsi Jawa Timur. Dan ingin sekali
kami juga menyapa kepada yang
terhormat. Selamat datang kami ucapkan
kepada Ketua Komisi E-DPRD Provinsi Jawa
Timur Ibu Dranda Sri Untari, MAP di
tempat acara. Selamat datang. Terima
kasih kehadiran dan waktunya, Ibu. Baik,
hadirin yang berbahagia. Selanjutnya
kita akan tundukkan kepala berdoa
bersama memohon kehadirat Allah
Subhanahu wa taala untuk dapat
memberikan manfaat keberkahan. Untuk itu
kami silakan kepada Ibu Hajah Fatimah
untuk dapat memimpin doa pagi hari ini.
Kepada Ibu Fatimah disilakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Mohon izin Bapak Ibu sekalian, mari kita
aminkan doa. Mudah-mudahan Allah
mengijabah atas doa-doa kita bersama.
ila hadratin nabil mustofa rasulillah
sallallahu alaihi wasallam wa ala alihi
wa ashabihi wa azwajihi wriatihi wa
ajat maalam walqul bisyafaah wijahir
rasul waliqi
hajatina
[Musik]
alfatihah bismillah
Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma
sholli ala sayyidina
Muhammadin wa ala ali sayyidina
Muhammad.
Walhamdulillahiabbil
alamin. Rbi az anaskur
nmatakallati anamta alaiya waa
walidina waala shihan
tardahu wailna birahmatika fi ibadik
shihin.
Allahummafirlana dunubana
waliwalidina warhamhum kamaunar.
Allahummaiklana umrina wabariklana fi
ilmina wiklana fi arzaqina wiklana
fihatina wabariklana fi auladina w'alna
min ibadik shihin. Ya Allah, ya Tuhan
kami yang maha mulia, maha adil, dan
maha bijaksana.
Limpahkanlah rahmat dan
karunia-Mu untuk masyarakat Jawa Timur
agar rakyatnya tetap sejahtera dan
makmur. berikanlah kekuatan lahir batin
untuk para pemimpin-pemimpin kami,
utamanya Ibu Gubernur Jawa Timur beserta
wakil dan segenap jajaran
kepemimpinannya di dalam menjalankan
amanah-Nya dan jauhkan dari fitnah,
jauhkan dari adu domba, dan jauhkan dari
para makar-makar yang zalim. Ya Allah,
ya Rahman, ya Rahim, jadikanlah kami,
anak-anak kami menjadi anak-anak yang
saleh salihah, yang terinspirasi Raden
Ajeng Kartini yang berakhlak mulia dan
yang menjadi suri tauladan untuk
kemaslahatan bangsa dan negara. La haula
wala quwwata illa billahil aliilim.
Rabbana atina fid dunya hasanah wafil
akhirati hasanah
waqinazabanar wailnal jann maal abrar ya
azizu ya
garabal alamin wasallallahu ala
sayyidina muhammadin wa ala alihi
wasohbihi wasallam
walhamdulillahiabbil alamin
wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh tu
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih
kepada Ibu Hajah Fatimah yang telah
memimpin doa untuk acara hari ini.
Semoga kita mendapatkan keberkahan dan
kelancaran sampai dengan akhir nanti.
Selanjutnya hadirin, Bapak Ibu yang kami
hormati, kita akan simak bersama laporan
penyelenggaraan acara yang akan
disampaikan oleh Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur yang kami hormati
Bapak Dr. Ramlianto, S.P., MP.
Disilakan.
[Musik]
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita
sekalian. Yang terhormat dan kita
muliakan serta kita banggakan bersama
Ibu Gubernur Jawa Timur Ibu Dr. Raja
Wifaar
Parawansyah. Insyaallah beliau bergabung
menyimak kegiatan kita secara daring
karena kesibukan beliau yang luar biasa
yang tidak bisa ditinggalkan.
Yang kami
hormati
Ibu Arumi Bahsin Emil
Dardak selaku ketua tim penggerak PKK
Provinsi Jawa Timur yang insyaallah juga
beliau bergabung secara daring dan nanti
akan menyampaikan sambutan kepada kita
semua. Yang kita hormati
bersama Ibu Dr. Dranda Sri Untari, M.AP,
HP, Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa
Timur yang sudah berkenan hadir di BPSDM
Jawa
Timur. Seperti yang kita ketahui
bersama, beliau adalah seorang aktivis
perempuan yang selama ini banyak
menginspirasi kita semua. Matur nuwun
Ibu
rawuhnya. Yang kami
[Musik]
hormati sohibul
acara. Kalau saya ini shaibul bait,
sohibul makan dan makanan.
Ibu Dr. Triwahyu
Liswati, M.Pd. Beliau adalah Kepala
Dinas P3AK Provinsi Jawa Timur. Terima
kasih Bu Kadis kolaborasinya dengan
BPSDM Jawa Timur. Yang kita temati
bersama dari Basnas K. H. Husnul Khuluk.
Matur nuwun rawuhnya yang sudah banyak
bersinergi dalam pemberdayaan perempuan
selama ini. Bapak, Ibu para narasumber,
para pejabat di lingkungan pemerintah
Provinsi Jawa Timur, baik dari
BPSDM, dari DP3 AK, maupun dari seluruh
perangkat daerah yang hadir mewakili
perangkat daerah masing-masing. Dan
tentu yang saya banggakan seluruh
peserta yang hadir maupun yang hadir
secara
daring. Saya jadi enggak terlalu
khawatir naik Gojek
atau naik Grab atau
Shopee. Shopee ojol lah pokoknya yang ee
pengendaranya perempuan. Kalau lihat
yang tadi tepuk tangan untuk Bapak Ibu
semuanya.
Pertama tentu
sebagai shahibul bait saya menyampaikan
selamat datang di kampus BPSDM Provinsi
Jawa Timur. Wabil khusus kepada Ibu
Ketua Komisi E yang katanya baru pertama
kali ke
sini. Agak jauh Bu di sini dulu tempat
jin buang
anak dalam arti yang sesungguhnya.
Karena memang daerah ini dulu rawa-rawa
konon di tahun 0-an ketika BPSTM Rus
Jawa Timur berdiri. Tetapi setelah itu
ee apa namanya? Ee kemudian pemerintah
provinsi membangun BPSDM ini dan BPSDM
ini menjadi semacam kawah candra dimuka
bagi ASN di seluruh Indonesia untuk
mengembangkan kompetensinya. Salah satu
alumninya hadir bersama kita, Pak K.
Husnul Hul yang pernah 3 bulan sekolah
di tempat ini. Ada hantunya enggak, Pak?
Di sini enggak
ada. Katanya ada hantunya, tapi saya
belum pernah ketemu. Padahal saya sudah
26 tahun di sini.
pertama tentu eh yang kedua tentu kami
menyampaikan terima kasih kepada ee
Dinas Pendan Perempuan dan Perlindungan
Anak yang telah berkolaborasi dengan
BPSTM Jawa Timur dalam edisi khusus ASN
belajar dalam rangka Hari Kartini tahun
2025. Bapak, Ibu yang saya hormati, tadi
pagi sekitar jam .00
Pagi, Bu Gubernur Jawa Timur
menyampaikan salah satu karya tulis
beliau yang hari ini dimuat di Jawa Pos
dan judulnya itu Kartini itu anti hox.
Ada beberapa poin penting yang
disampaikan oleh Ibu Gubernur. Yang
pertama beliau menyampaikan bahwa
seorang Kartini itu
memancarkan kecantikannya, memancarkan
keuannya itu sebagai refleksi dari inner
beauty, dari kecantikan dalam
hatinya. Ini yang paling penting bagi
kita.
terlihat dari tulisan-tulisan beliau
yang dikumpulkan kemudian menjadi
ee karya besar yang banyak diterjemahkan
dalam banyak bahasa di dunia. Habis
gelap terbitlah
terang. Kalau ibu-ibu aja berangkat
gelap pulangnya terang ya.
[Tertawa]
Jadi tugasnya malam
hari. Mudah-mudahan sehat selalu
semuanya dilindungi Allah subhanahu wa
taala. Jadi Bu Gubernur menyampaikan
bahwa keuan Kartini itu mencerminkan
ininer beauty, mencerminkan
kecantikannya dari dalam. Itu artinya
Bapak Ibu sekalian keuan seorang Kartini
itu dicerminkan oleh sifat dan sikap
perilakunya serta karakter
kepribadiannya yang luar
biasa. Yang kedua, kata Bu Gubernur di
dalam tulisannya Kartini itu orangnya
santun. Jadi perempuan priay, suaminya
sangat berkuasa pada saat itu di
Rembang. Tetapi beliau sangat santun,
tercermin dalam tulisan-tulisan beliau
di dalam yang kemudian dikumpulkan
menjadi sebuah buku habis ee gelap
terbitlah terang. Tulisan-tulisannya
begitu
santun. Tidak mencerminkan bahwa beliau
seorang istri penguasa pada saat itu.
Tidak mencerminkan bahwa beliau adalah
seorang priaayi yang mungkin bisa saja
berkata-kata kasar kepada siapapun.
Tetapi Kartini menunjukkan kesantunannya
di dalam tutur kata, perbuatan maupun
tulisan-tulisan. Nah, sekarang Ibu-ibu
bisa lihat nih penampilannya di foto
profilnya luar biasa elegan. Tetapi
postingan-postingannya di media sosial
itu kata-katanya tidak mencerminkan
wajahnya.
Kartini kata Bu Gubernur adalah wanita
yang original yang asli tidak ditipu
dengan skin, tidak menipu diri dengan
skincare dan tidak menipu diri dengan
filter.
Loh, mungkin Pak Kiai Husnul Huluk, saya
dan para lelaki yang ada di sini pernah
loh jadi korban filter itu.
Sehingga izin Pak Kiai, izin saya mohon
maaf Pak Kiai. Sekarang ada istilah
wanita salihah sama wanita yang
salih mohon maaf. Mohon maaf.
Jadi, Kartini mencerminkan kesantunan
yang luar biasa, Bapak, Ibu sekalian.
Betapaapun beliau adalah seorang istri
penguasa termasuk dalam
tulisan-tulisannya. Dan yang terakhir
yang saya baca dari tulisan Bu Gubernur
adalah Kartini
berkhidmat. Apa nih? berkhidmat itu
memiliki niat semangat yang tinggi.
Tidak hanya untuk membangun dirinya
sendiri, mencerdaskan dirinya sendiri,
tapi juga mencerdaskan bangsanya. Tidak
ingin hanya mensejahterakan dirinya
sendiri, tapi juga untuk mensejahterakan
rakyatnya. Anda kebayang istri seorang
bupati Rembang pada saat itu tentu sudah
berlimpah dengan harta kekayaan. Kalau
dia hanya ingin untuk dirinya sendiri,
saya kira kita semua yakin dia sudah
cukup. Tetapi orang Kartini berkhidmat
untuk turut serta mencerdaskan dan
mensejahterakan rakyat dan bangsanya
pada saat itu. Kartini, Ibu-ibu
sekalian, tidak menunggu sempurna untuk
berbuat
sesuatu. Anda tahu kan
tulisan-tulisannya itu ditulis dari
balik dinding
kadipaten yang mengkungkung beliau.
Kalau sekarang mungkin agak sulit ya,
agak mudah walaupun berada di dalam
kamar, Anda bisa menulis apa saja dan
dipublish di media sosial. Tapi selamat
mengikuti kegiatan selamat hari Kini.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih banyak
sambutan yang luar biasa telah
disampaikan oleh Bapak Kaban BPSDM
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, SPMP. Sangat menginspirasi
kita semua. Bapak, Ibu hadirin yang
berbahagia. Selanjutnya, Sobat SN di
mana pun Anda berada, kita akan menyimak
bersama sambutan Gubernur Jawa Timur,
Ibu Dr. Honoris Kausa Kofifah Indar
Parawansa yang dalam hal ini akan
diwakili oleh Ketua Tim Penggerak PKK
Jawa Timur. Yang kami hormati Ibu Arumi
Bahin Emil Dardak, SE melalui tayangan
video berikut
[Musik]
ini. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya Armi Baksin, ketua tim
gerak PKK. Saya ingin mengucapkan
selamat hari Kartini khususnya bagi para
perempuan-perempuan yang hebat-hebat dan
juga menginspirasi di seluruh Provinsi
Jawa Timur. Terima kasih saya diundang
dalam acara ini. Tapi mohon maaf saya
harus mengirimkan video ini karena di
waktu yang bersamaan saya ada agenda
juga. Jadi saya kirimkan video ini untuk
mewakili saya yang enggak bisa hadir
secara live. Mudah-mudahan ini tidak
mengurangi esensinya. Saya ingin
mengucapkan sekali lagi, selamat Hari
Kartini tahun 2025. Nah, setiap tahunnya
kita mengenang Hari Kartini dan saya
betul-betul berharap bahwa ini tidak
hanya jadi seremonial saja. Karena kalau
kita kenang kembali ya, kita
membayangkan sebagai perempuan di eranya
Raden Ajeng Kartini itu betapa
sebetulnya kalau sekarang kita melihat
perempuan sudah luar biasa, sudah
perempuan yang jadi CEO, perempuan jadi
bisnis woman. perempuan yang menjadi ibu
rumah tangga, tapi lihat bagaimana bisa
mendidik anak-anaknya, mengantarkan
anak-anaknya menggapai cita-cita
masing-masing dengan sangat luar biasa.
Jadi, perempuan yang sekarang ini dengan
di tahun 2025 ini pasti sudah sangat
berbeda tantangannya dengan
perempuan-perempuan di ee masa Raden
Ajeng Kartini. Kita kita bayangkan ya
pada saat itu pastinya orang sampai
sekarang pun masih banyak kan ee
kalangan-kalangan tertentu yang
menganggap perempuan itu tempatnya di
rumah saja, di dapur saja. Nah, saya
enggak bilang bahwa itu tidak mulia.
Perempuan yang memutuskan untuk menjadi
ibu rumah tangga, mengabdi untuk
keluarga, itu adalah pekerjaan yang luar
biasa mulia. Tapi yang salah kaprah
kalau menurut saya adalah kalau kita
mengkotakan. Nah, mungkin ini yang
dialami oleh Raden Ajeng Kartini pada
saat itu. Tapi alih-alih beliau merasa
tertekan. Beliau memanfaatkan banyak
waktu luangnya di rumah itu untuk
hal-hal yang positif. Salah satunya
adalah belajar membaca, belajar menulis,
membaca, dan memahami apa bacaannya. Dan
sampai akhirnya beliau sendiri
terinspirasi
bahwa sebagai perempuan ternyata banyak
sekali potensi-potensi yang bisa
dikembangkan. Bahkan perempuan-perempuan
ini pun bisa setara dengan laki-laki
dalam sisi ekonominya, dalam sisi
karirnya dan seterusnya. Nah, tidak
hanya berhenti di situ, tetapi beliau
ini em action gitu. Jadi melakukan
tindakan atas apa cita-citanya gitu ya.
mulai mengabarkan perempuan-perempuan
lainnya, membuka peluang untuk mereka
yang belum bisa membaca, menulis untuk
belajar membaca dan menulis, memahami,
terus bersurat juga dengan para
perempuan-perempuan inspiratif pada
masanya di dalam negeri sampai dengan ke
mancanegara. sampai akhirnya ini
singkatnya saja beliau menjadi salah
satu pelopor perjuangan perempuan yang
sampai detik ini kita kenal dan kita
kenang selalu. Tapi tentunya sudah
enggak relevan kondisi ee perempuan pada
masa Raden Ajengkartini dengan
perempuan-perempuan yang sekarang.
Karena dari sisi
pemerintahnya, dari sisi orang tuanya
pasti cultur-nya sudah berbeda. Sudah
banyak sekali peluang-peluang yang bisa
dimanfaatkan untuk kesetaraan gender
bagi para perempuan. Tapi sayangnya ya
di masa yang sudah sangat modern seperti
ini, undang-undang sudah banyak yang
melindungi. Tapi masih contohnya saja di
tahun 2024 saya membaca di data kami
masih ada lebih dari 8.000 Ibu, kasus
pernikahan anak atau dispensasi
pernikahan ini biasanya terjadi karena
adanya ee konflik kuasa di mana biasanya
perempuan dianggap lebih lemah
dibandingkan laki-laki atau bahkan orang
tuanya. Kemudian ada juga kasus
kekerasan sampai dengan lebih dari 900
kasus di tahun 2024 kekerasan terhadap
perempuan. Nah, hal-hal ini pasti bikin
kita dilema karena satu sisi kita
melihat banyak sekali perempuan
inspiratif. Contohnya gubernur Provinsi
Jawa Timur. Seorang gubernur yang
mungkin sebelumnya tidak terpikirkan
bahwa provinsi sebesar ini bisa memiliki
gubernur seorang perempuan, tetapi
dibuktikan oleh Ibu Khafifah Hindar
Parawansa. Tapi di sisi yang lain, kita
masih menghadapi masalah-masalah klasik
yang dihadapi oleh para perempuan.
Pertanyaannya, apakah yang kita lakukan
bersama sebagai Kartini-Kartini di era
modern dengan kapasitas kita
masing-masing? Harapannya kalau dari
saya tim penggerak PKK tanpa
henti-hentinya
pastinya ee berusaha dengan segala
keterbatasan tapi juga dengan semangat
yang tinggi
meminimalisir kasus-kasus dispensasi
nikah atau pernikahan dini atau
pernikahan di usia anak dan tentunya
juga kasus-kasus kekerasan terhadap
perempuan. memberikan banyak perempuan
fasilitas-fasilitas baik itu kelas
ataupun ilmu untuk meningkatkan skill
mereka supaya mereka bisa lebih
berkarya, lebih berdaya lagi. Karena di
mana tempat perempuan yang berkarya dan
berdaya biasanya tempat tersebut akan
maju dan sejahtera. Kita hadir sebagai
perempuan bukan untuk berkompetisi
dengan laki-laki, tapi untuk
melengkapi laki-laki juga sehingga
suasana ekonomi, situasi sosial itu
lebih seimbang dan juga balance.
Terakhir sekali lagi saya mengucapkan
selamat hari Kartini untuk kita semua.
Kita sambut dengan penuh semangat,
dengan penuh cita-cita agar para
perempuan di Jawa Timur dan seluruh
Indonesia semakin berkarya lagi, semakin
baik lagi, dan semakin maju lagi. Terima
kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Baik, boleh
berikan applause yang lebih meriah
Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia.
betapa sangat menginspirasi, menambah
ilmu pengetahuan, dan juga menjadi
renungan bagi kita semua di hari Kartini
tahun 2025 kali ini. Selanjutnya, Bapak,
Ibu hadirin, dan sobat ASN di mana pun
berada, kita akan sedikit untuk
memberikan informasi bahwa acara ini
juga live secara YouTube begitu ya di
BPSDM Jatim TV. Dan sebelum kita lanjut
ke sesi materi untuk mengingatkan bahwa
link presensi dapat diakses pada barcode
yang sudah kami tampilkan di layar LED
maupun pada running teks. Baik, dapat
ditampilkan panitia untuk link presensi
bagi sobat ASN yang mengikuti secara
langsung maupun secara online Zoom
meeting maupun di akun YouTube BPSDM
Jatim TV bahwa link ini kami sudah
tampilkan melalui running tex dan juga
di layar LED di semestabank.id.
Setelah Sobat ASN mengisi presensi,
survei, dan lembar monev, nantinya link
sertifikat ini akan muncul maksimal 1*
24 jam. Jadi, Sobat ASN jangan lupa
untuk cek secara berkala. Sekali lagi
kami informasikan dan juga kami ingatkan
untuk link presensi, survei dan lembar
MONEV harap diisi dan link sertifikat
nantinya akan muncul maksimal 1* 24 jam.
dicek secara berkala begitu Bapak dan
Ibu dan Sobat ASN selama 1 hari ini. Dan
untuk cara registrasi presensi, Sobat
ASN dapat mengikuti video tutorial
berikut ini. Selamat menyaksikan.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Baik Bapak Bapak, Ibu hadirin yang
berbahagia, Sobat ASN di mana pun Anda
berada, saya boleh dengar tepuk tangan
semangatnya karena kita akan segera
memasuki sesi materi dengan tema yang
luar biasa sesuai dengan peringatan Hari
Kartini hari ini perempuan berkarya Jawa
Timur sejahtera yang akan dipandu oleh
Ibu Dr. Tri Susantari, M.Si. Kami
silakan untuk dapat naik ke atas
panggung. Ibu boleh berikan applaus
menyambut kehadiran beliau di atas
panggung. Silakan.
[Musik]
Baik, boleh sambil dicek juga mic-nya
Ibu
Tri. Saya mau dengar kabarnya hari ini
sambil kita dengar suaranya apakah sudah
oke. Mungkin bisa langsung dicoba. Sudah
dinyalakan?
Baik, apa kabar Ibu? Alhamdulillah baik,
Mbak Patriia. Terima kasih. Sesi
pemateri kali ini kami serahkan kepada
Ibu Tri. Disilakan.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi dan salam
sejahtera bagi kita semua. Yang saya
hormati Bapak Kepala SD PS BPSDM
Provinsi Jawa Timur ee Ibu Untari Komisi
E DPRD Provinsi Jawa Timur, Ibu
Lis ee Kepala Dinas ee DP3A ee Provinsi
Jawa Timur ee Kiai Basnas. Nggih. Nuwun
sewu saya belum hafal namanya. ee para
undangan, ibu-ibu yang cantik-cantik
luar
biasa. Semangat nggih pagi hari ini.
Saya melihat dari pagi panjenengan semua
menyanyi dengan riang gembira.
Ye. Baik, untuk sesi ee diskusi pada ee
pagi hari ini nanti sampai dengan siang
hari ee akan ada beberapa
narasumber. Narasumber yang pertama
adalah Ibu Dr. Dranda Sri Untari,
Magister Administrasi Publik. Betul.
Nggih, Ibu. Eh, Ketua Komisi E DPRD Jawa
Timur.
Monggo Ibu kami persilakan untuk naik ke
panggung.
[Musik]
Matur nuwun Bu Untari. Untuk narasumber
yang kedua, Ibu Dr. Tri
Wahyu Liswati, Magister Pendidikan,
Ketua DP3 AK Provinsi Jawa Timur. Monggo
Ibu kami persilakan untuk ke panggung.
[Musik]
giih.
Baik,
ee
sudah di atas panggung kedua
narasumber. Untuk sesi yang pertama saya
aturi Ibu Dr. Dranda Sri Untari,
Magister Administrasi Publik untuk
menyampaikan paparannya. Pangamputen
Ibu, waktunya 15 menit. Monggo Ibu.
Matur nuwun Ibu moderator.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Selamat
pagi, salam sejahtera untuk semuanya.
Semoga berkat dan rahmat Allah Subhanahu
wa taala bersama seluruh kita para
perempuan yang bergabung di dalam
program DP3A Provinsi Jawa Timur yang
ditambatkan di dalam program ASN
Belajar. Semoga kita semuanya
senantiasa mendapatkan rahmat dari Allah
Subhanahu wa taala dan senantiasa
terbuka pikiran kita untuk saat ini di
sini untuk kemudian kita mengisi ruang
kosong di dalam pikiran dan hati kita.
menerima sepercik ilmu yang mungkin bisa
kami bagikan pada ibu-ibu semua sebagai
bagian daripada amalan kita sebagai
manusia yang hidup dalam keseharian.
Yang saya hormati Bulis selaku Kepala
DP3A. Kemudian ada sahabat saya, Mbak
Tiah.
Alhamdulillah matur nuwun sanget ada
para ibu-ibu dari organisasi wanita dan
organisasi perempuan serta para sahabat
Ojol putri. Luar biasa panjenengan.
Tepuk tangan buat rekan-rekan kita Ojol
Putri. Saya tadi mau ngarang pantun.
Kiro-kiro pantes apa ora, apik apa ora?
Sakal ning kono iku mau soale
Balongsari Kecamatan Tandes
[Tepuk tangan]
Ojol Putri memang
[Tertawa]
pantes matuk-matuk nih hari ini. Baik,
rekan-rekan semua.
Seperjuangan saya ini manusia yang
berjuang bersama Mbak Tiah. Dari kecil
intil-intil
SD sampai hari ini kalau di dalam rumah
u kudu loro ae. Lek neng jobo
bergas. Iku salah satu indikator aktivis
perempuan. Yang kedua, lek dikongon
budal nang di ora takon. iku ma ono opo
sing penting neng kono iso sharing, iso
menyampaikan apa yang kita pikirkan dan
bisa menumbuh kembangkan yang lain dalam
upaya untuk bisa bersama-sama kita
perempuan ini berdaya, mandiri,
berkarya, dan bersejahtera di Jawa Timur
yang kita cintai dan kita banggakan.
Kita patut berbangga punya Ibu Gubernur
perempuan, presiden wedok mek sitok Bu
Mega durung ono sing nututi. Gubernur
wedok mek sitok Bu Kifah iki durung ono
sing nututi Bu. Saya tidak tahu kapan
lagi akan ada perempuan jadi gubernur.
Mungkin yang pengin jadi gubernur
banyak, tetapi yang mampu menembus
sampai kemudian menjadi gubernur baru
satu orang perempuan namanya Ibu
Khofifah. Lalu kalau tarik garis ke atas
banyak perempuan ingin jadi
presiden. Akeh perempuan pintar-pintar
jadi jenderal ya ada jadi pimpinan
komisioner besar-besar juga ada.
Jadi ketua DPR RI juga sudah ada, tetapi
baru Ibu Megawati yang jadi Presiden
Republik Indonesia. Itu jenis kelaminnya
perempuan. Ngaten, Bu. Dari 7 del8
presiden hanya satu presiden perempuan.
Maka kita sebagai perempuan menurut saya
sudah ada contoh. Ada presiden, ada
gubernur, ada ketua DPR sing
wedok-wedok, ada jenderal juga cuma saya
lupa namanya siapa. Ada seorang jenderal
berbintang tiga. Kalau di polisi ada
jenderal berbintang satu namanya Ibu
Juan SH. Itu yang sering saya
kampanyekan juga sebagai kelompok
perempuan yang mampu menjadi jenderal di
polisi. Karena tidak banyak perempuan di
angkatan maupun di kepolisian mampu naik
sampai pada puncak untuk menjadi
pimpinan tertinggi. Oleh karena itu,
ketika kita menyadari itu, kami dari
Komisi E saya utamanya karena sudah
demikian lama bergumul di dunia
perempuan, di dunia perempuan koperasi.
Dan dulu kami ada di Kaukus Perempuan
Koperasi Indonesia, maaf, Kaukus
Perempuan Politik Indonesia, lalu
koalisi Perempuan Indonesia, lalu saya
terjun fokus langsung ada di dunia
ekonomi perempuan, di dunia
perkoperasian.
Tapi memang penugasan di partai
menugaskan kami di ee komisi yang
membidangi perempuan, anak, sosial,
pendidikan, kesehatan ada di Komisi E.
Kalau kita melihat data di Jawa Timur,
jumlah perempuan lebih banyak sedikit
dibanding laki-laki.
50,3% dari 41 juta. Artinya bahwa jum
kuantata kita ini lebih besar dari
laki-laki. Tapi apakah kesempatan kita
lebih besar dari laki-laki?
Kesempatannya sudah sama. Kalau menurut
saya sudah sama. Top leader di Jawa
Timur
wedok bukan laki-laki artinya second
leader. Next day saya ingin melihat
seorang sekda perempuan. Belum pernah
ada sekda perempuan di Jawa
Timur. Siapa, Bu? No. Jawa Timur ya.
Kalau kabupaten kota masih banyak. Di
Bojonegoro ada, kemudian di Sidoarjo
ada. Tapi untuk
provinsi, kepala birokrat tertinggi di
Jawa Timur belum pernah ada yang
perempuan. Mudah-mudahan polis bisa jadi
seda.
Ya, kita doakan terkadang doa yang mak
betunduk ini kan mak betunduk namanya.
Mak betunduk mak petungul itu doa yang
asli berasal dari ee alam bawah sadar
kita. Itu yang kita tidak tahu. Kita
nanti mau jadi apa. Saya termasuk saya
enggak pernah tahu kok iso moro-moro
terdampar nih dunia koperasi dan politik
juga enggak pernah tahu. Itu yang
kemudian, nah kemudian kalau kita
melihat ketimpangan di Jawa Timur khusus
untuk indeks gender itu ada di Sampang,
Bangkalan, Pamekasan, Sumenep, dan
Probolinggo. Ini yang masih perlu kita
dorong supaya bagaimana para perempuan
ini bisa setara di dalam kesetaraan
gendernya. Kita masih melihat di sana
banyak. Kenapa? Ternyata satu masalahnya
pendidikan. Jadi pendidikan ini
menjadikan kita-kita mampu
berbicara. Maka ketika kemarin COVID,
pendidikan kita terhambat dengan model
Zoom Zoom saja.
itu ada data di Bali. Anak-anak SMP 153
anak tidak bisa
membaca. Ketika tidak bisa membaca maka
jendela ilmu itu menjadi
berkurang. Apakah tidak bisa sambil
mendengar? Bisa. Sekarang ada alat-alat
instrumen YouTube, TikTok dan
sebagainya. Tetapi membaca itu berupa
pengetahuan itu mampu akan menjadikan
analisa pendengaran kita dan pengatan
kita jauh menjadi lebih bagus ketika
kita memiliki referensi. Inilah yang
menjadi salah satu prihatin kami sebagai
ketua komisi E. Kami akan melihat di
Jawa Timur opo yo no ngono iku. Itu
bulis yang kami mau cari. Kami mau
ketemu dengan Dinas Pendidikan apakah
ada?
bahwa ada anak-anak yang tidak bisa
membaca sekolah tapi enggak iso
mocong. Ini kan aneh. Ning sekolahan
terus diajari
opo? Apakah anak-anak tidak kemudian
diminta untuk membaca buku-buku? Nah,
ini temuan menurut saya dan temuan ini
kalau ini banyak perempuan, maka kita
masih punya PR lagi. Nah, kemudian
berikutnya karena hanya waktunya 15
menit, maka kami punya enam strategi
kami untuk memperkuat peran perempuan di
dunia ramai ini dengan melalui pertama
penguatan regulasi dan kebijakan pro
perempuan, kedua pemberdayaan ekonomi
perempuan, ketiga akses dan partisipasi
pendidikan. Keempat advokasi dan
kampanye kesaran gender, kelima
perlindungan dan layanan sosial. Keenam,
mendorong peran perempuan di politik dan
kepemimpinan. Nomor enam, seperti
saya. Kenapa muncul kemudian kayak saya,
kayak anggota DPR DPRD yang lain
diperlukan? Karena ketika kita mau
ngambil keputusan kalau semuanya
laki-laki tidak ada yang mengerti
rasanya
haid, tidak ada yang mahami nyusoni iku
ngerangsemi koy opo iku? Gak ono sing
ngerti. Jare bapak-bapak. Halah. atase
ngono tok a lah. Halah kata-kata
bapak-bapak. Padahal ketika ngerang
semi, menyusui yang pertama sakitnya
minta ampun. Lebih sakit ngerang semi
daripada hamil 9 bulan. Itu kalau saya
karena ngalami sendiri wabuh sampai
tekan kini itu. Nah, ini menjadi salah
satu poin ketika kebijakan kita di dunia
untuk kepentingan perempuan. Ada
perempuan di dunia politik dan di dunia
birokrasi. contoh bullis sekarang ada di
birokrasi sebagai eksekutornya, kami
sebagai pols makernya, maka beberapa hal
menyangkut kebijakan untuk kepentingan
perlindungan perempuan dilakukan. Salah
satunya hari ini dengan memberikan
wawasan itu maka penting bagi kita untuk
menciptakan para perempuan untuk masuk
dunia politik. Bu Untari, politik itu
gaduh, politik itu membingungkan,
politik itu tidak jelas. Iya.
Tetapi itu tantangan kita. Tetapi saya
bisa bertahan lima
periode. Dua kali di Kota Malang, tiga
kali di
Provinsi. Dengan tantangan yang tidak
sedikit dan luar biasa. Mulai tantangan
yang bersifat domestik dengan suami dan
anak-anak sampai tantangan yang bersifat
struktural. di mana lingkungan kita dan
alam kita belum tentu memberikan
dukungan. Tetapi orang-orang kayak saya,
kayak Mbak Tia, kayak dan para aktif
perempuan itu manusia
ngeyel. Ngeyel untuk
misi, ngeyel untuk visi. Kalau aku bisa,
kenapa perempuan yang lain tidak bisa?
Maka aku harus membaginya itu.
Sesungguhnya kalau dikaitkan dengan hari
ini sebagai hari Kartini, itulah
sebenarnya titik kuncinya. Untuk apa Ibu
Kartini knowledge
terus-menerus ketika dilarang
menyampaikan itu pada residen Belanda
yang ada di Semarang, ada di Indonesia,
beliau berkirim surat ke Ratu
Belanda. Ngeyel.
Kalau tidak ngeyel, kita akan tidak bisa
mendapatkan tempat itu. Mendapatkan apa
yang kita butuhkan. Kita ngeyel pengin
pintar, maka pendidikan harus mentarakan
perempuan. Kita ngeyel pengin sehat,
maka anggaran kesehatan perempuan,
anggaran reproduksi, prareproduksi
sampai pasca reproduksi harus disusun
untuk perempuan. Kita ngeyel berpolitik,
maka ada afirmasi. 30% harus ada
perempuan. Kita ngeyel di birokrasi,
maka ada 30% minimal birokrasi
perempuan. Intinya kita ngeyel, maka ada
ojol perempuan. Coba kalau ibu-ibu yang
bisa naik sepeda motor di ojol itu tidak
ngeyel, pengin juga mendapatkan
ekonominya, maka tidak akan pernah boleh
oleh suaminya jadi tukang ojol. Benar
enggak? Maka salah satunya ilmunya untuk
bisa memperjuangkan itu carane ngeyel.
Ngeyel tapi ngeyel terstruktur, ngeyel
bayi data, ngeyel bayi regulasi, ngeyel
ba fakta yang ada. Itu yang harus kita
lakukan sebagai perempuan. Ibu Kartini
ngeyel. Caranya ngeyel dengan peradaban
adalah menulis. Karena Ibu Kartini tidak
bisa demo. Mosok aku wedok podo mbek
masku. Masku oleh sekolah sampai nang
londo. Aku gak oleh aku mek dikongkon
ning nerone puri, dikongkon macak manak.
Masak bendino aku diuruki carane gawe
wedak popor membaca menulis sudah tapi
di di
sana perempuan di sana apakah kaya
aku? Apakah kayak aku? Itu pertanyaan
dia. Maka kemudian aku gak iso metu teko
istanaku. Yo wis aku tak
nulis. Menulislah beliau.
Jebollah peradaban itu karena Kartini
menulis sehingga kemudian beliau menjadi
tonggak
bagi bagi perempuan modern untuk diakui
keberadaannya. Kalau mau ditarik zaman
kuno sudah ada raja-raja perempuan.
Ratusima itu perempuan. Tribuana
Tunggadewi perempuan, Suhita perempuan,
Gayat Tri Rajapatni perempuan, peletak
dasar hebatnya Majabit adalah seorang
perempuan. Jadi kita semuanya hari ini
telah diberikan oleh negara kesempatan
untuk itu. Tinggal bagaimana kita mau
melakukan itu. Maka kami dalam rangka
untuk membangun dan membumikan serta
men-sharingkan para perempuan lain untuk
bisa hidup bersama kita, sama dengan
kita. Maka kita perlu salah satunya
adalah kalau di daerah peraturan daerah
tentang perlindungan anak dan perempuan.
Kenopo Bu Untari wis ono bojone, ono
mase, ono hansib, ono tentara kok
wedok-wedok sik njaluk perda
perlindungan. Ya, karena mereka
membutuhkan di ruang manaun mereka
dilindungi
hak-haknya. Untuk apa? agar terjadi
kesetaraan antara perempuan dan
laki-laki. Dan tambah satu lagi, salah
satu ee kelompok masyarakat yaitu
anak-anak
kita. Perda tentang perda anak dan maka
saya bilang sama Bulis, "Bulis, karena
ini hari Kartini dan aku sesok kudu nang
ngene kemen PPA. Enggak apao Bulis. Asal
isuk aku tak rwene disik bar ngono kok
terbang nang Jakarta besok mau bicara
dengan kemen demi untuk kepentingan kita
semuanya.
Jadi mohon maaf lek aku gak sewekan ya
Bu ya karena ini mau mlayu-mlayu jadi
daripada solan salin mayu-mlayu wis ini
kan perempuan modern celonoan sepatu
ketan itu kan perempuan modern sudah
ndak pakai canda jinjit meneh soalnya
gak s mayu tetapi kalau kita seperti ini
mayune cepat dulu saya kira Ibu Kart
juga pengin macak ngene
iki. Macake yo pengin ngene iki. Ora
suwean nginting terus
ngemini iki ya juj ya penak ning kene
anceno tetapi opo yo bertahan ngene 10
menit sop pedot suwe-suwe gini nggih to
pengin kayak begini terus penak ning
gegeran jan tetapi tetapi gini terus yo
engok mlakune
kayak robot kayak AI nah kemudian
berikutnya ini banyak nanti materi saya
berikan pada penyenengan Ini
poin-poinnya
saja. Salah satu yang membuat kita bisa
mengambil keputusan untuk diri kita
sendiri adalah ekonomi
cuan. Tanpa kemandirian ekonomi, kita
tidak akan pernah mampu
mengkomunikasikan ide dan gagasan kita
dengan baik. Tidak pernah bisa membuat
ide dan rekan sehat putus. Kenapa?
Awakmu kakan kakean omong, "Mak, mak bu
wis tal open ono arek-arek iko ae loh
duit kan wis tekan
aku." Ketika ibunya tahu bakatnya
anaknya adalah sekolah di angkatan
darat, bapaknya njaluk sekolah
guru. Ibunya tahu sebenarnya, tapi
karena ibunya tidak punya peluang
ekonomi sendiri, maka akhire melok
bapake, melok anake sekolah guru. Baru
anake pencilan nk ngene guru.
Yao pancene pecitatan ngono. Wong
senengane dadi tentara gak pengin dadi
guru. Alhasil guru dadi guru
olahraga kan gitu. Ini ini salah satu
contoh saja. Tapi kalau kita mampu
dompet kita isine akeh begitu lalu
kemudian kita mampu membuat keputusan
sendiri. Minimal tuku lipstik gak
P 1 P Wardah saiki mundak
misal sing balik akeh digawe wongong kan
itu. Tapi kalau kita bisa sendiri, alah
mau beli berapa saja, mau beli sepatu,
mau beli baju, mau
sekolah, mau sekolah. Saya ini tipologi
orang senang sekolah, Bu. Kok on S4? Aku
gelem sekolah S4. Tapi gak ono S4 aku yo
ggak sekolah S4.
Seweneng saya sekolah itu, Mang. Banyak
hal yang bisa saya pero maka yang harus
dibutuhkan perempuan hari ini adalah
bagaimana ekonomi perempuan itu terjadi
dan menghasilkan pada diri sendiri. Maka
saya hormat pada ibu-ibu semua, para
ojol putri saya hormat.
Cukup bondo iso nakak sepeda motor,
nyilih sepeda
motor iso oleh duit
mendino mungkin bisa kredit berikutnya.
Awalnya nyilih sepeda sepedae
tonggone tetapi memiliki keberanian
untuk bisa berdiri secara ekonomi. Opo
kudu duwe pabrik ndaklah. Jadi ojol
bagus, dodol-dodol sembarang bagus.
Mulai dari
dodol cilok sampai dodol
berlian. Para
perempuan asal satu ya, Ibu. Ngomong
depan jangan menjual
diri. Jangan. Ini jangan dijual. Ini ini
gratisan dari Allah. Jangan dijual. Lek
iso dipakai. harus dipakai untuk
kepentingan membangun diri kita kembali
kepada Allah dengan utuh. Karena kita
diparingi utuh ketika dilahirkan.
Berikutnya kalau kita sudah berbicara
tentang bagaimana ekonomi, politik
kemudian
pendidikan. Nyun sewu saya mohon izin.
Apakah di antara Ibu-ibu Ojol yang ada
pendidikannya S1?
Loh, bulis ono bulis
luar
biasa. Luar biasa. Tapi saya
nangis saya nangis ini hati saya. Kenapa
S1
harus keadaan Bu?
Iya. Situasi Bu.
Iya. Expired Bu.
Iya, enggak apa-apa. Gak
apa-apa. Pekerjaan ojol bukan pekerjaan
rendah.
Nggih. Tetapi pekerjaan mulia karena
mengantar orang dari satu tempat ke
tempat yang lain. Dari satu tempat ke
tempat yang lain. Saya nyuwun nanti yang
sudah S1 kalau sudah bisa
mengumpulkan tabungan lalu bisa karena
usia juga dipakai untuk kepentingan
membangun ekonomi kecil melalui
bentuk-bentuk UKM.
supaya tidak di jalanan terus sing
enom-enom ndak poo tapi usia sek munggah
lek kenek angin wis
mulai sriwing-seriwing
iya nggih to mulai seriwing-seriing maka
bagaimana caranya kita membuat regulasi
poulis nah tadi yang keenam ke pertama
sebenarnya regulasi yang berpihak kepada
para
perempuan piye carane bulis Bank Jatim
iku CSR-nya ojo mek digawe tendo ojo me
digawen salah satunya mungkin ini usul
kebukup bagikan untuk modal para ojol
untuk membuat UKM
sendiri. Kalau CSR-nya Bank Jatim
katakanlah ono 200 miliar. Nek wong
sitok dikii R jutaan ngih bondo dodol
pecelak. Cukup sih.
Saya usul ya Bu
Gup. Saya usul kepada Bu Gup. Sampun
lah. Ayo di tiap-tiap kabupaten kota
dibegitukan. Katakanlah ojol putrinya
ada berapa ning ngene Surabayo piro,
ning Malang piro, ning Gresik piro? Dan
seterusnya. Lek ono 500 yo dimulai teko
10, 20, 30. Suwe-suwe lak dadi 500.
Dan ndak kira satu kabupaten kota itu
ojol putrinya sampai 500. Paling banter
kiro-kiro 100. Lek neng
Mediun 1500 kan sak Jawa Timur se
Surabaya.
Oke. Nah, 1500 di gerbang Kertas Susila
nanti kan bisa bank-bank Jatim CSR-nya
sebagian diberikan pada ibu-ibu ojol
tapi diminta untuk menyusun rencana
bisnis dulu mau dagang apa begitu baru
kemudian nanti diparingi modal. Nek CSR
kan sudah enggak bingung balekno itu
dalam ini adalah polse yang mesti harus
kita susun. Kami sebagai bagian daripada
anggota DPRD Provinsi Jawa Timur untuk
membangun polese berpihak pada perempuan
melalui
BUMD sehinggak kakean ribet. Nah,
kemudian berikutnya yang masih bisa saya
ingin sampaikan
adalah perlindungan dan layanan sosial.
Saat nyun sewu polis kalau bisa 1500
ojol itu dimudahkan di dalam pelayanan
sosialnya. Termasuk
adminduk
adminduknya, administrasi
kependudukannya. Contoh mau menikah
karena
perempuan belum berkeluarga atau sudah
pernah berkeluarga tapi berpisah. Iki
ojo dingel-ngel golek
KTP-ne gitu kan. KT akad nikahe lek iso
ono diskon.
Oh gratis. Oh, keren. Wis gratis
tambahan untuk yang berkaitan dengan
layanan sosial berikutnya apa? Mungkin
yang namanya beliau-beliau juga penat
kepalanya. Maka kalau bisa hubungan sama
HIMSI, Himpunan
Parapsikologi untuk nyiapin sampun.
Keren.
Sip. Inilah yang Buulis Lis bisa siapkan
di mana? Di beberapa titik. Ojo siji
Lis. Kalau misalkan titik-titik offline
susah
online membangun jaringan dengan para
psikolog secara online untuk memberikan
perlindungan dan layanan sosial
psikologi kepada rekan-rekan kita, para
ibu-ibu perempuan kepala keluarga yang
kemudian ada bekerja di UKM, di
koperasi, bekerja di Ojol, bekerja di
industri dan sebagainya.
Kemudian advokasi dan kampanye kesaraan
gender. Saya kira ini Jawa Timur sudah
tinggi, sudah 92% lebih untuk indeks
pembangunan gender. Sehingga menurut
saya Jawa Timur sudah bisa jadi contoh.
tetapi di beberapa tempat dan kabupaten
tertentu masih dalam lingkup culture
yang belum membuka untuk kesetaraan
gender. ini yang kemudian secara
polemaker berkorelasi dan komunikasi
dengan pemerintah kabupaten kota
setempat agar kemudian ini dibuka supaya
para tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh
budaya memahami bahwa istri
Rasulullah, Ibu Siti Khadijah, Ibu Siti
Fatimah bukan manusia yang hanya di
dapur, kasur dan sumur.
Ya, Ibu Siti Khadijah seorang saudagar
besar. Kenapa Rasulullah memilih menikah
berbeda 15 tahun? Saya mencoba
melempelajari. Oh, ngerti aku
saiki supaya nek sing nyupot pergerakan
perjuangan di dalam rangka untuk
meluaskan apa yang diwahyukan Allah
kepada Rasulullah. Lek bojone
ngak-ngikngok sik bendino njaluk
disayang ditinggal titik nangis
dikongoni ko nangis ya k berjuang loh
maka memilih istri yang enggak
ngakngikngok saya juga membaca akhirnya
Bung Karno kenapa berpisah dengan Ibu
Utari bukan Untari ya Ibu Utari
pernikahannya karena Bung Karno berjuang
terus menulis Bu Untarine dolan an bal
dolanan masih belum bisa dijak mikir
tentang perjuangan pergerakan
kemerdekaan
Indonesia. Maka kita harus melihat bahwa
kalau tokoh-tokoh agama dan tokoh budaya
memahami background Rasulullah, beliau
menikah dengan seorang janda berusia
beda 15 tahun. Rasulullah sel tahun,
beliau 40 tahun dan ini sodagar kaya.
Sudah diuji oleh Ibu Khadijah, Muhammad
disuruh ee apa namanya? Berjualan domba
itu dan beliau sangat sitik, sangat
amanah. Maka alah timbangane golek wong
lanang tuek tapi enom pikirane. Mending
cah iki enom tapi pikirane tuek.
Bersatulah beliau berdua dalam
pergerakan perjuangan mensyiarkan Islam.
Demikian juga Bung Karno pada akhirnya
menikah dengan Bu Inggit. Karena Bu
Inggit juga lebih tua dari Bung Karno.
Matang ketika Bung Karno melaksanakan
proses persiapan kemerdekaan
Indonesia. 13 tahun ngancani ning
penjara. Dari penjara ke penjara, dari
penjara ke penjara. Maka yang dibutuhkan
kita sekarang adalah perempuan dewasa
dan matang yang itu mampu untuk bisa
membangun negeri kita melalui Jawa Timur
ini. Yang kita butuhkan itu. Mari dari
rahim kita dari ini apa
namanya? Apa lek ngarani iki?
Pangkuan kita. Kita hadirkan anak-anak
kita yang mampu meneruskan zaman dengan
memberikan pendidikan yang baik, adab
yang baik, akhlak yang baik, pikiran
yang cerdas sehingga dia akan menjadi
manusia-manusia penerus kita yang
cerdas.
Nggih, saya sudah diparingi pangapunten
sehingga saya juga akan nggih matur
nuwun diparingi pangapunten. Saya akan
nyuwun
ngapunten. Enam sudah saya sampaikan
rinciannya ada di
situ. Kesimpulan akhirnya dan
harapan komitmen kami terutama saya
sebagai ketua komisi
E kami mendukung sepenuhnya pemikiran,
pengembangan, penembuhan perempuan untuk
setara dengan
laki-laki dari berbagai sisi, ekonomi,
sosial, budaya, pemberdayaan, politik,
hukum, pemerintahan kami dukung
sepenuhnya. Kemudian kami juga mendorong
untuk kebijakan-kebijakan yang memenuhi
kesetaraan gender. Alhamdulillah banyak
kok kepala OPD perempuan. Ada Bu Lis,
ada Bu Novi, ada Bu Lilik, ada Bu
Indi. 12 orang ada Bu Tiat, para
kepala-kepala OPD. Dari 40-an OPD ada
12. Dan kemudian kami berkomitmen
menyelesaikan Perda perlindungan anak
dan perempuan ini tahun ini sebagai
Perda inisiatif untuk melindungi kita
semuanya. Harapan saya, harapan kami
adalah mewujudkan masyarakat Jawa Timur
yang inklusif dan berkeadilan gender. Di
mana peran perempuan diberdayakan secara
maksimal dan kesetaraan akses untuk
perempuan dan anak dapat terjamin dengan
sebaik-baiknya. Lalu kami juga
mengharapkan lingkungan yang tercipta
bagi perempuan berkembang dalam segala
bidang. Ekosistem kita dibangun dan
dibentuk untuk membutuhkan untuk supaya
perempuan bisa berkembang dengan baik.
Dan kami berkomitmen secara kuat untuk
bisa membangun secara inklusif di Jawa
Timur utamanya afirmasi kepada kelompok
perempuan. Matur nuwun. Demikian yang
bisa saya sampaikan. Tetapi ini ada satu
puisi dari Bung Karno, bukan puisi,
quote ya. Laki-laki dan perempuan adalah
seperti dua sayap dari seekor burung.
Jika dua sayap sama kuatnya, maka
terbanglah burung itu, gitu ya. Tetapi
sampai ke puncak yang
setinggi-tingginya. Jika patah salah
satu dari dua sayap ini, maka tak
dapatlah burung itu terbang sampai
puncaknya. Jadi lek mek lanang tok yo
ngene ngene ngene kepleh burunge gak
bisa terbang. Wedok tok yo ngene ngene
ngene burungnya enggak bisa terbang
sampai di puncak. W ini bisa kita pakai
untuk kepentingan kita membangun
kesetaraan gender bersama-sama. Matur
nuwun. Ihdiniratal mustaqim.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Tepuk yang
tangan yang meriah nggih. Monggo. Matur
suwun sanget Bu Untari. Nggih. Untuk
sesi berikutnya ee mempersingkat waktu
saya aturi Ibu ee Dr. Lis untuk
menyampaikan paparannya. Ngapunten 15
menit nggih Bu. Siap.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk Ibu Bapak
semuanya. Yang saya hormati, banggakan,
dan muliakan Ibu Gubernur Jawa Timur,
Ibu Dr. Honoris Haus Hajah Hofifa Indar
Parawansa, Ibu Ketua Tim Penggerak PKK
Provinsi Jawa Timur, Ibu Arumi Basin
juga.
yang sangat kami banggakan. Di samping
saya, beliau perempuan juga luar biasa,
Ibu Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa
Timur. Matur nuwun, Ibu sudah berkenan
rawuh on the spot.
Begitu saya sapa juga sahabat-sahabat
yang mengikuti kegiatan ASN belajar
secara daring. Alhamdulillah sudah
hampir 2.000 yang mengikuti kegiatan
kita secara daring. Ibu ee ini adalah
edisi spesial ASN belajar karena kami on
the spot ada secara daring juga bisa
diikuti oleh seluruh sahabat kepala
dinas P3A di Provinsi Jawa Timur yang
ada di kabupaten kota 38 kabupaten kota.
Luar biasa juga sahabat-sahabat kami di
Dinas DP3AK. Ibu dinas kami tidak
semuanya perempuan begitu. Jadi
alhamdulillah masih berimbang jumlah
karyawan laki-laki dan perempuan. Terima
kasih Bu Sekdis, Bu Kepala Bidang
semuanya juga Ibu Kepala UPT, Bapak
Kepala Bidang satu-satunya yang hadir
secara ee on the spot. Bapak, Ibu yang
saya banggakan. Ee materi yang
disampaikan oleh Ibu Ketua Komisi E luar
biasa tadi pagi seperti yang disampaikan
Bapak Kaban, Ibu Gubernur kita
menuliskan Ibu di edisi Jawa Pos pada
pagi hari ini dan insyaallah sudah saya
kirim, saya sebarkan ke seluruh
organisasi perempuan. Bapak, Ibu yang
hadir on the spot. Kalau saya boleh
tanya, sudah adakah yang pernah bertemu
dengan Raden Ajeng Kartini?
Belum. Belum ngih? Belum. Belum. Karena
ini masih dalam suasana Syawal, izinkan
saya mengucapkan minal aidin wal faizin,
mohon maaf lahir dan batin kepada
seluruh peserta yang hadir secara on the
spot maupun secara daring. Juga kami
menyampaikan selamat hari raya Paskah
untuk seluruh sahabat-sahabat kita yang
merayakan hari raya Paskah yang hari ini
tepat saya mohon izin menyampaikan
selamat hari Kartini 21
April
2025. Kenapa kami mengambil tema
perempuan berkarya Jawa Timur sejahtera
Ibu? Karena selama ini dari para
bapak-bapak kok mintanya ee perempuan
berdaya aja. Apa selama ini gak berdaya?
Oh salah. Perempuan-perempuan di Jawa
Timur itu sudah sangat berdaya. Makanya
kita mengambil temanya bukan perempuan
berdaya tapi perempuan berkarya. begitu.
Dan yang ambil peran karya itu adalah
yang hadir on the spot maupun hadir
secara luring. Ibu 2.000 peserta.
Insyaallah mudah-mudahan acara ini
memang benar-benar bermanfaat. Bapak Ibu
untuk materi saya kali ini menyambung
dari Ibu Untari
bagaimana menjadi perempuan-perempuan
yang mandiri yang tidak nangisan, tidak
cengengan, tidak baperan. Nah, itu semua
ada di sini Bu. Bukti nyatanya. Applause
dulu untuk sahabat Gaspol Tangguh Jawa
Timur.
kami melatih menempa mental mereka untuk
ee apa ini untuk kuat, untuk strong. Ee
tidak hanya ambil peran di dalam
keluarga ee
bagaimana karena letaknya ada di tangan
kita para perempuan. bagaimana kita
nanti bisa melahirkan mengantarkan
putra-putri kita seperti apa yang sangat
dipesankan oleh Ibu Gubernur. Jadi kalau
yang belum pernah lihat atau bertemu Ibu
R Kartini, Ibu-ibu bisa melihat langsung
Ibu Gubernur kita. Itulah Kartini Sejati
di era emansipasi wanita saat ini.
Applause dulu, Kagem beliau gitu.
Jadi selain beliau itu adalah perempuan
yang
inspiratif, pesan beliau kepada kita
semua agar bisa meneladani beliau, kita
harus menjadi perempuan yang santun,
yang kalem, yang lemah lembut. Dan tadi
digaris bawahi Bapak Kepala
BPSDM, perempuan yang anti hox. Nah,
jari kita harus hati-hati. Makanya pesan
beliau, selain lemah lembut, santun,
punya adab yang bagus, punya attitude
yang bagus, terakhir harus berakhlak
mulia. Nah, ini sangat luar biasa
keteladanan beliau gitu nggih. Jadi,
pesan ini saya teruskan baik secara
daring maupun on the spot ee yang berada
di kampus BPSDM. Bapak, Ibu yang saya
banggakan, sekolah menjadi pembelajar
sepanjang hayat itu tidak harus sekolah
formal. tadi kalau ada yang teman-teman
ee gaspol tangguh ada mitra yang dari
lulusan S1 luar biasa. Tapi sesungguhnya
belajar itu tidak harus selalu
pembelajaran formal. Menjadi pembelajar
sepanjang hayat siapapun
gurunya, di mana pun tempatnya kita
selalu bisa belajar gitu. Jadi siapapun
juga bisa menjadi guru gitu nggih.
Siapapun bisa menjadi murid. Jadi kita
sebagai perempuan-perempuan tangguh di
Provinsi Jawa Timur harus memberikan
keteladanan ini kepada seluruh
masyarakat di Provinsi Jawa Timur. Jadi,
Bapak, Ibu ee kenapa kita mengembangkan
kapasitas kepemimpinan perempuan gitu
nggih melalui kesadaran pemikiran yang
kritis, kecakapan hidup, salat, salat,
solidaritas, dan pembelajaran sepanjang
hayat tadi yang saya sampaikan. Karena
sekali lagi ini sangat sangat related
dengan tulisan Jawa Pos Ibu Ibu Gubernur
kita pada pagi hari ini bahwa kita akan
menjadi perempuan-perempuan pejuang
Kartini yang anti hox, tidak mudah
terhasut, tidak mudah menerima
informasi-informasi yang palsu. juga
ibu-ibu harus memastikan ibu-ibu tidak
menyebarkan hoa, menyebarkan fitnah,
menyebarkan ujaran
kebencian. Kita juga harus kontrol dalam
keluarga kita karena kita seorang ibu.
Bagaimana suami kita? Bagaimana dengan
putra-putri kita dalam bermetsos
sekarang ini? Gitu. Filternya ada di Ibu
Bu Kadis lah. Itu punya anak saya di
private gitu ya. Saya ndak bisa
mengontrol postingan putra-putri saya
sendiri. Nah, ini tugas Ibu bagaimana
kita bisa ee mengafirmasi putra-putri
kita itu sehingga kedekatannya seperti
besti gitu ya. Kalau ketemu kita itu
penginnya mereka bisa curhat. Nah,
seperti itu. Nah, Bapak
Ibu menjadi pemimpin perubahan. Jadi
harapannya perempuan-perempuan ini kalau
sudah menjadi pembelajar sepanjang
hayat, memiliki kecakapan hidup,
memiliki
solidaritas, ini kita bisa menjadi agent
of changing, menjadi agen perubahan,
apapun perubahan itu gitu nggih menjadi
w wanita-wanita perempuan-perempuan yang
berdaya secara ekonomi utamanya. Dan
berikutnya Bapak Ibu
tentunya ini nanti akan memperkecil gitu
nggih akan makin membuat setara.
Provinsi Jawa Timur Bapak Ibu kalau
boleh saya informasikan kesetaraan
gender kita itu sudah di atas rata-rata
nasional gitu. Applause dulu untuk para
perempuan Jawa Timur gitu.
Karena di ee kita selalu memperjuangkan
ini dan kita gak boleh lengah. Target
kita tahun depan kita makin setara lagi
gitu. Artinya kalau angka itu makin
kecil, kesenjangan itu makin tipis gitu.
Tadi Bu Arumi juga memesankan bukan kita
pengin bersaing dengan para kaum
laki-laki, tetapi kita sebagai pelengkap
dari semua kaum laki-laki seperti itu.
Nah, Bapak Ibu tadi Ibu Ketua Komisi E
juga sudah menyinggung masalah indeks
pemberdayaan gender. Indeks pemberdayaan
gender kita 3 tahun terakhir ini juga
sudah naik secara signifikan dan ini
nilainya juga di atas rata-rata nasional
gitu. Applause dulu untuk para perempuan
tangguh Jawa Timur gitu. Nah, Bapak Ibu
yang saya banggakan ee
bagaimana
DP3AK sebagai kepanjangan tangan dari
PEMPR Jatim. dalam memberdayakan para
perempuan di Jawa Timur. Bapak, Ibu,
mohon izin saya sampaikan dinas kami itu
dinas yang susah disebutkan karena
panjang gitu nggih.
DP3AK, Dinas Pemberdayaan Perempuan
Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk
dan Keluarga
berencana, serta kependudukan dan
catatan sipil. Jadi tusi kami ada di
sana sehingga dalam pemenuhan hak sipil
Ibu alhamdulillah semua layanan duk
capil itu adalah gratis tidak berbayar.
Hari ini pun kami di depan ada spot
untuk pelayanan ee IKD Ibu. Jadi itu
juga gratis. Nah, Bapak Ibu ee DP3 AK
sebagai kepanjangan tangan dari PEMPR
Jatim ini hadir melalui putaran. Jadi,
pusat pembelajaran perempuan tadi di
awal salah satunya adalah membentuk
perempuan-perempuan gaspol,
perempuan-perempuan ee ojek online bisa
membentengi dirinya dengan jujitsu. Itu
adalah hasil dari pembelajaran di dinas
kami, gitu. Alhamdulillah menggandeng
cucitsu Indonesia kami
berkolaborasi membekali para
perempuan-perempuan menjadi tangguh
secara fisik gitu, tidak hanya secara
mental. Bapak, Ibu yang saya hormati,
pembelajaran tadi disebutkan Ibu Ketua
Komisi E. Jadi selain kami membelajarkan
beauty class, cooking class, gift class,
terus ada juga menjahit, ada juga
pembelajaran ee untuk kerohanian, Ibu.
Jadi yang muslim setiap hari Kamis kami
ada pengajian di UPTPA kami. Sedangkan
yang nonmuslim itu kebaktian bersama ee
Gaspol yang nonmuslim. Jadi kalau Ibu
berkenan nanti Kamis malam Jumat yang
mana Ibu bisa berkunjung begitu. Selain
itu kami juga bekerja sama dengan
perguruan tinggi UNER Ubaya juga ee dari
dunia usaha dunia industri itu ada dari
Ester Klinik ada dari Zep untuk bisa
membelajarkan itu, Ibu. Karena enggak
mungkin kalau kami semua sebagai mentor,
tapi kami menggandeng mitra dan jejaring
itu semuanya termasuk di bidang politik,
hukum, sosial, dan ekonomi. Jadi kami
juga menggandeng teman-teman dari
Pushham itu untuk bisa memberikan
pembelajaran itu. Nah, Bapak Ibu
berbahagianya putaran ini
diadaptasi oleh seluruh kabupaten kota
menjadi bentuk sekolah perempuan. Ibu
jadi skoper gitu. Jadi dari 38 kabupaten
kota alhamdulillah data di kami skoper
ini sudah ada 24 gitu. Jadi kami
mendorong sisanya yang belum yang 14
kabupaten kota. Nah siapa saja sasaran
kami kan gitu ya Bu ya. Kalau seluruh
perempuan yang ada di Jawa Timur
insyaallah ini berat gitu. Tetapi kami
ada sasaran gitu. Sasarannya siapa saja
ini salah satunya adalah perempuan ojek
online, perempuan penyintas kekerasan
gitu nggih. Ada perempuan kepala
keluarga, perempuan anggota forum anak
dan perempuan XPMI.
Jadi 1 tahun terakhir Ibu bukan KDRT
kasus kekerasan yang tinggi tetapi
tentang PMI TPPO Ibu. Jadi banyak PMI
ilegal. Nah ini yang yang kami juga
terus ee coba untuk mengadvokasi
teman-teman untuk tidak berangkat
menjadi pegawai migran Indonesia secara
ilegal. Nah, putaran ini kelasnya Bapak,
Ibu. Kalau Bapak Ibu pengin melihat
secara langsung kelas memasak ini kami
menggandeng MasterChef gitu. Nah,
pertemuannya tiga kali dalam seminggu
gitu. Sedangkan dengan Viva Ibu boleh
menyebut merek ngih karena bermitra
dengan kami. Ada Viva dan Ester Klinik.
Ini luar biasa. kami ada enam kali
pertemuan Ibu untuk melatih teman-teman
ee terampil dalam ee beauty class
begitu. Terus juga kami pengandeng
Gerpapi, Rajut, Amaopi ini tiga kali
pertemuan untuk gift class. Jadi kami
bermitra secara pentahelik dengan
organisasi pemerintah, organisasi
swasta, dunia usaha, dunia industri,
organisasi perempuan, organisasi
masyarakat semuanya gitu. Berikutnya
untuk kelas hukum ini pertemuan kami
enam kali dengan Universitas Surabaya.
Alhamdulillah kami bersinergi.
Berikutnya dengan UNER Bu Dr. Tri. Ini
kami enam kali pertemuan untuk kelas
politik, Ibu. Nah, Ibu nanti harus hadir
sebagai pengajar khusus untuk kelas
politik ini. Ee giih. Siap, Ibu. nanti
kami agendakan karena ini bukti langsung
Bu gitu. Karena di antara kita untuk
menjadi pelopor perempuan ajen perubahan
kan harus ada bukti nyata apabila kita
ditantang bisakah kita seperti beliau?
Kita juga masih mikir beribu kali gitu
nggih. Untuk keterlibatan perempuan
dalam parlemen masih kecil Ibu memang.
Jadi ini yang perlu kita ajarkan dan
saya yakin nanti Bu Untari bisa push
gitu nggih. Terus berikutnya kami juga
untuk ibadah ini dengan Srikandi Iji,
Muslimat NU, WKRI, GKJW dan seluruh
organisasi keagamaan lainnya Ibu dengan
tokoh agama dan tokoh masyarakat. Next.
Nah, untuk kelas-kelasnya Bapak, Ibu,
kelas ini sesuai kami ada asesmen untuk
teman-teman Gaspol yang hadir sekarang
150 orang on the spot ini adalah yang
telah menyelesaikannya pembelajaran di
pusat pembelajaran kami di DP3 AK dan
menyelesaikannya dengan baik. Applause
dulu untuk komitmen mereka gitu.
Karena Ibu jumlah kami ada 1500 karena
ini pernah kami hadirkan saat acara
Basnas ee di Islamic Center seperti itu.
Sehingga untuk mengikuti kelas
pembelajaran kami juga ada asesmen gitu.
Siapa yang punya komitmen yang bagus,
punya tujuan yang jelas untuk upgrade
kemampuannya, insyaallah lolos gitu.
Nah, ini 150 orang sangat bersyukur di
antara 1500 yang lain gitu. Nah, tadi
Ibu kami juga bersinergi dengan Bank
Jatim ee selaku pemberi CSR tapi memang
masih terbatas Ibu. Ada sudah 20 orang
yang mendapatkan CSR bantuan modal
sebesar Rp3 juta
gitu. Gigih kok persis gitu. Terus kami
juga menggandeng dengan Dinas Sosial.
Jadi, Bapak Ibu dari Dinas Sosial juga
terima kasih hasil asesmen-nya. kemarin
sudah diberikan di awal bulan ini Ibu di
dinas kami sebanyak 40 perempuan ee
kelompok rentan ini. Jadi tidak hanya
gaspol, ada perempuan kepala keluarga,
ada penyintas korban penyintas
kekerasan itu mendapatkan masing-masing
Rp3 juta jumlahnya 40 orang gitu, Bu.
Applause dulu, Dinas Sosial. Terima
kasih. Jadi ini kami membangun
sinerginya dengan organisasi pemerintah
dan yang lain seperti itu, Ibu. Jadi
kami mewajibkan teman-teman Kabit ini
tidak selalu stay di kantor, Bu. Jadi
terutusan ke mana-mana mencari
kolaborasi ini, gitu. termasuk hari ini
kami pun berkolaborasi dengan BPSDM
karena kami ingin ee seluruh masyarakat
di Jawa Timur itu ee bisa melihat
bagaimana keberhasilan teman-teman di
pusat pembelajaran kami. Begitu. Next.
Nah, ee kegiatan-kegiatan ini dan dari
teman-teman ini banyak juga yang telah
berhasil Ibu Mandiri tidak lagi ngebit.
Jadi organisasi atau perkumpulan gaspol
ini berbeda dengan perkumpulan yang
lain. Kalau yang lain kan penginnya
makin hari makin besar, makin bertambah
gitu ya, Bu ya, anggota komunitasnya.
Tetapi di kami berbeda. Kami inginnya
makin hari makin sedikit gitu. setelah
lulus dari
pemberdayaan ee teman-teman ini ndak
kebit lagi sehingga makin berkurang,
makin berkurang hingga nanti bisa
selesai harapan kami. Tentunya ini atas
arahan dan bimbingan Ibu Gubernur Jatim
ee Ibu Khofifah ini sangat luar biasa Bu
perannya men-support kami di DP3 AK
Jatim. Jadi ee seperti itu Bapak Ibu,
sekolah perempuan di kabupaten kota ini
namanya juga unik-unik Bu gitu. Jadi ada
di Kabupaten Nganjuk itu ada sapa mama,
sekolah perempuan, anak dan masyarakat
marginal. Jadi terus berikutnya ada
sekolah perempuan Kober kumpulan ibu-ibu
hebat dan cerdas. Jadi banyak sekali
gitu nggih. Saya gak usah sebutkan
karena ini ada Bapak Ibu Kepala Dinas
PPA seluruh Jatim gitu nggih. Nanti yang
di kabupaten yang belum 14 itu kami
selalu siap bersinergi dan terus
mendorong untuk bisa ee memiliki ruang
untuk para perempuan kelompok rentan.
Jadi sasaran kami jelas perempuan
kelompok rentan. Di dalamnya ada
penyintas kekerasan.
Ada kelompok gaspol, ada peka. Nah, peka
ini Ibu mohon izin tidak selalu janda,
tetapi bisa jadi perempuan yang memiliki
suami tapi suaminya tidak bekerja karena
alasan sakit ataupun bekerja tapi
penghasilannya kurang dari R1 juta per
bulan. Ibu jadi masuk kelompok kita juga
gitu. Makanya jumlahnya seperti itu.
Jadi seperti itu, Bapak, Ibu yang kami
banggakan, yang kami cintai semuanya.
Mudah-mudahan dengan meluaskan
kolaborasi, sinergi ee ini kita akan
bisa mengalami percepatan lagi dalam
sekolah perempuan ini. Pesan Ibu
Gubernur, di saat yang
lain
berjalan, kita berjalan. Di saat kita
berlari, yang lain ikut berlari gitu.
Saat kita membuat lompatan, yang lain,
provinsi lain juga membuat
lompatan-lompatan, Ibu. Ternyata seperti
itu. Sehingga beliau memesankan dan ini
wajib saya teruskan kepada seluruh yang
hadir, baik daring maupun luring. Kita
harus cerdas dalam menangkap setiap
peluang, Ibu. Jadi peluang mana yang ada
kita harus cerdas mensinergikan,
mengkolaborasikan sehingga itu
bermanfaat secara langsung, berdampak
secara langsung kepada seluruh
masyarakat Jawa Timur. Seperti itu,
Bapak, Ibu yang saya banggakan.
Mudah-mudahan nanti diskusi kita akan
membawa keberkahan untuk kita semuanya.
Wallahul muwafiq ila aqwami thq.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Tepuk tangan yang luar
biasa Ibu Lis, Dr. Lis dari DP 3
nggih. Matur nuwun, tepat sekali
waktunya. Engh, Ibu ee ini memang
sesinya kita tidak membuka pertanyaan,
akan tetapi ee saya ingin merangkum saja
1 2 3 pertanyaan untuk panjenengan
berdua secara langsung mengingat
waktunya sangat terbatas nggih. Yang
pertama luar biasa tadi istilah
ngeyel ngeyel ini memang Jawa Timur
banget gitu nggih. Nah.
apa namanya? Ngeyel itu sendiri
sebenarnya bahasa lain ee kalau
pemikiran Kartini itu adalah
perjuangan. Bahasa lain dari aliran
pemikiran feminis itu juga perjuangan
sebenarnya. Akan tetapi Ibu tadi sudah
ngentikan perkara inklusi. Semuanya tadi
ngentikan inklusi dan inklusif.
Akan tetapi perubahan sosial dan
teknologi ini luar biasa, Ibu. Nggih.
Mungkin kami generasi bubi boomers ya,
generasi yang sudah lansia dan pensiun
ya kan. Kemudian ada generasi
milenial, ada generasi Z atau gengsi,
kemudian ada generasi alpa yang mungkin
sekarang itu STK. ngih sampai SLTA ngih
itu generasi alpa yang pastinya tadi
juga disinggung sama Bu Gubernur ini
terkait dengan bahwa perempuan hoa gitu.
Nah, ini kaitannya dengan teknologi yang
perkembangannya luar biasa, Ibu. Iya.
Nah, saya mohon pendapat panjenengan
berdua terkait mengatasi hal ini apakah
wonten program dari Komisi E maupun dari
ee
DP3A melalui putaran atau sekolah
perempuan ee kalau panjenengan tadi
melalui regulasi Bu saya rasa nggih.
Mbok menawi itu dulu saya aturi Bu Dr.
Ari kemudian panjenengan menambahkan Bu
Dr. Lis. Monggo, Ibu.
Terima kasih, Ibu. Ini memang sekarang
menjadi ee diskursus kita yang begitu
menyeruak di seluruh ruang kita.
Karena sesungguhnya ruang yang sangat
besar ini sudah bisa disederhanakan
menjadi
ini. Universe kita sudah tinggal satu
genggam ini saja. Universe loh ya. Alam
raya yang besar ini sudah ada di sini.
Di dalam alam raya
itu ada semua ciptaan Allah dan ada
ciptaan manusia.
Ini ciptaan manusia yang mencoba untuk
menangkap seluruh ciptaan Allah itu
menjadi ee dalam satu alat komunikasi
yang disebut dengan gadget
ini. Semakin hari manusia semakin
menemukan cara untuk menyamai Tuhan.
AI
misalkan, kita sudah hampir saja tidak
bisa memisahkan mana manusia yang
sejati, mana manusia yang
AI. Sehingga ada beberapa waktu yang
lalu pada saat bulan Ramadan ada semacam
postingan begitu. Ada ibu sedang
berbicara dengan putranya yang sudah
pulang begitu.
ee berbicara dengan putranya ee
kemudian putranya ini datang
sendiri. Maka kalau saya harus
mengatakan hari ini regulasi kita masih
belum menyambut itu. Undang-undang kita
baru Undang-Undang
IT baru Undang-Undang Keterbukaan
Informasi Publik. Nah, pengembangan
pemikiran regulasi kita berkenaan dengan
ini harus mapak menjemput menjemput
zaman sehingga kita tidak menjadi korban
dari teknologi informasi yang sudah jauh
sekali berkembang. Kemarin saya baca
TikTok-nya
ee Daru dan Naru anak
muda. 10 pekerjaan yang dibutuhkan itu
adalah
cyber ya, big
data. Jadi guru, jadi
advokat, jadi ustazah, dadi ustaz. Wis
ora
dibutuhno. Kenapa?
Karena mereka sudah bisa mengambil itu
semuanya dari internet melalui teknologi
AI dan teknologi teknologi yang lain
yang Amerika Serikat dan China sudah
bersaing untuk itu secara luar biasa.
Dan kebetulan Amerika Serikat
kalah, meta kalah dengan dipsik. Sudah.
Ini yang menjadi wacana kita
bersama-sama. Rekan-rekanku, para
ibu-ibu, walaupun panjenengan ngojol,
ojo lali lek karo ngenteni penumpang itu
buka Google untuk mencari berita tentang
berbagai perkembangan ilmu pengetahuan
dunia yang semuanya tersaji ada di situ.
Pjenengan bisa menghibur diri dengan
TikTok lucu-lucu, tetapi jangan lupa
mencari kalau tadi seoper sekolah
perempuan itu offline, panjenengan bisa
mencari sekolah sendiri
secara online. Karena kalau kemudian
kita tidak punya bekal itu, pertama kita
tidak mampu melakukan penghadangan hoa
ini. Nanti akan ada hoa untuk suami
kita, untuk anak kita, untuk pekerjaan
kita, untuk lingkungan kita. Berikutnya
akan ada hoa untuk diri kita sendiri.
Kalau kita sudah diduplikasi oleh AI,
dulu ada cloning persis saya persis
bullis, tapi itu A1, A2, A3 sampai A10.
Ini yang original. Lalu dicloning
menjadi SUB1, SUB2, SUB sampai 10. SUB
Sri Untari Bisowarno. Lis 1, list 2
sampai 10 tidak ada beda. Dan ini para
lab-lab besar dunia yang didanai oleh
mereka-mereka, negara-negara adidaya
sedang mengembangkan melakukan kloning
manusia seperti ini. Tapi tertutup,
tidak dibuka, hanya bisa dibuka oleh
orang-orang yang mampu menembus tembusan
dari channel-channel itu. Maka dalam
upaya kita untuk bisa membuat kita
terhalang oleh adanya teknologi
informasi yang kayak begini, Ibu-ibu
harus
pintar. Tetap di tangan kita kok
anak-anak kita itu. Pengalaman saya
dengan tiga anak, alhamdulillah semuanya
menjadi anak-anak yang baik sing enggak
kakean torek. Kalau basane suraboan
kakan torek, kakan getabrus begitu.
Karena sekolah dengan baik sampai S2.
Kemudian sudah yang satu sudah jadi
anggota DPRD Kabupaten Malang. Berani
bertarung untuk bisa mengikuti jejak
ibunya. Satu lagi ee di Jakarta, di
Pertamina. Satu lagi yang ngikuti jejak
saya hanya satu. Ini karena kita bekali.
Cara membekali nun sewu. Ibu-ibu mek
dijak omong tapi ojo diilokno. Ojo
anyene kon goblok. Ojo ngono jangan.
Mereka itu roh tersendiri yang Allah
berikan ditiupkan ketika umur 4 bulan di
dalam kandungan. Tidak ada yang buruk
dalam anak-anak kita. Kalau belum
seperti kita itu sebenarnya mereka
sedang berproses. Tapi kalau melebihi
kita, kita mestinya berucap
alhamdulillah wasyukrillah. Mereka
melebihi anak kita, anak-anak melebihi
kita. Cara berkomunikasinya adalah
tentukan tema. Kalau saya ini karena
keluarga pulangnya malam-malam jam 11.00
malam sampai jam .00 pagi
diskusinya. Kok bisa begitu? Lah saya
pulangnya ya sudah atas jam 10. Kadang
lek wis urusane akeh sampai jam esok
bareng ket mulih begitu kan. Sehingga
kita berdiskusi tentang berbagai topik.
Nak, kalau bisa jangan topik ngerasani
tonggo. Ojo ngerasani konco, ojo
ngerasani dulur, ojo ngerasani
sopo-sopo. Tapi topik yang lagi aktual
saat ini. Misal kalau perempuan dan anak
stunting, gizi buruk, anemia. Kalau
berbicara tentang politik, bagaimana
mengafirmasi perempuan masuk dunia
politik, tangguh, berani dan kemudian
ada di situ sampai selesai. Kemudian
kalau berbicara tentang ekonomi,
bagaimana mendapatkan ekonomi di situasi
yang berat sekarang ini. Nyun sewu ini
semuanya lagi turun begini ekonomi. Saya
ini masih jadi ketua umum koperasi
setiap Budi Wanita. Bagaimana pendapatan
kami turun? Saya bandingkan COVID masih
lebih baik daripada sekarang. Karena
kami punya analisa 5 tahun. Saya
bandingkan tahun 2020, 21 sampai 2025
kondisinya masih bagusan COVID daripada
ini di Covid yang nuomen itu
baru di Covid awal tengah sampai
menjelang perbaikan itu masih baik.
Ini yang monggo topiknya sambil
ringan-ringan ambek apao minum-minum teh
ek kacang godok itu aja sudah cukup
untuk berdiskusi kepada anak kita untuk
menangkal bagaimana hoa bagaimana
membangun pengetahuan yang akseleratif
dan juga sesuai dengan peradaban yang
baru. Ini peradabannya sudah baru loh.
Nggih. Peradabannya baru nyuwun sewu.
Tetapi saya yakin kita tetap harus tetap
mengajarkan tata krama etika adab pada
anak kita. Di saat anak-anak kita dengan
kepintarannya tapi adabnya masih bagus,
etikanya masih bagus, dia lebih banyak
bisa diterima orang. Tetapi pintar terus
ikine KCC basangane KCC nyuwun sewu le
tak terjemahne welek. Soale KCC ini
enggak suka perusahaan akan nerima,
enggak suka di dunia AS pun akan dilihat
bagaimana psikologinya mereka sehingga
dibutuhkan tetap anak-anak cerdas,
pandai, berakhlak dan beradab. meniko
saya kira cara kita untuk bisa
menghadapi situasi yang sedang
berkembang ini tetap dengan jati diri
kita sebagai bangsa Indonesia yang punya
akhlak, punya adab, punya Pancasila,
punya Quran, punya kitab-kitab yang lain
yang bisa kita jadikan pedoman untuk
hidup. Yang kedua, jangan lupa teknologi
sedang berkembang pesat seperti ini.
Jadi, orang tua jangan gaptek
nemen-nemen. Nek gaptek nemen-nemen kok
dihapusi, Mbak arek-arek, arek-arek gawe
cerita nk Instagram.
awake dewe nwe Instagram kalau duwe ora
mem-follow jadi gak iso ndelok opo sing
dilakoni arek
karo gak iso maka ini yang harus kita
jadikan pola hidup hari ini. Jangan lupa
dengan teknologi
informasi yang seluruh dunyo sak alam
semesta iso dilebokne kene. Karena kita
baru mengenal galaksi Bima Sakti.
Galaksi yang lain belum kita kenal
dengan baik. Bima sudah masuk di sini
dengan
delapan ininya satelitnya ini termasuk
kita mekaten. Saya kira Ibu yang bisa
saya aturkan di dalam rangka merespon
panjenengan. Matur nuwun. Nggih. Luar
biasa. Monggo Ibu Lis. Dr. Luis tepuk
tangan untuk jawabannya Bu Untari. Baik
singkat saja Ibu. Jadi kalau kami dari
sisi ee perempuan
begitu, jadi memang harus ada
kolaboratif sampai di level keluarga.
Artinya ambil peran ayah, ibu, dan anak
di dalam keluarga itu
penting. Pola asuh orang tua terhadap
anak ini menjadi pilar utama. Bagaimana
kita menjadi teladan yang baik buat
putra-putri kita. Insyaallah putra-putri
kita akan menjadikan kita sebagai
cerminnya.
Sebaliknya kalau cermin itu jelek dan
anak-anak menangkap itu, kita orang tua
yang harus introspeksi gitu nggih. Jadi
ambil ambil peran dalam keluarga itu
tidak semuanya tanggung jawab ibu. Ayah
punya perannya sendiri, ibu punya peran
sendiri, dan anak dalam keluarga juga
punya peran yang strategis.
Bagaimana supaya dalam rantai kolaborasi
di dalam keluarga ini bisa harmonis.
Saya rasa itu, Ibu. Jadi kembali lagi
perempuan adalah
pengharmonis di dalam keluarga itu, gitu
sebagai penentu bagaimana membagi peran
di dalam keluarga. Karena kolaborasi
sinergi yang paling kecil, yang paling
dekat dengan kita adalah di keluarga
kita masing masing seperti itu, Ibu.
Terima kasih. Iya. Baik, matur nuwun.
Tepuk tangan untuk Ibu Dr. Lis.
yang dijawab beliau tadi itu sebetulnya
pertanyaan saya nomor
tiga sudah
dijawabel itu. Akan tetapi mungkin
monggo ditambahi sedikit lagi jangan
panjang-panjang.
ee saya itu mengajar kajian informasi
dan
gender. Ee 80% ketika mengerjakan tugas
isu gender dalam keluarga ternyata bahwa
mereka dalam keluarganya 80% mahasiswa
yang ikut sekitar 60 orang itu
menyampaikan
bahwa pendidikan dalam keluarganya masih
bias gender.
Artinya bahwa anak perempuan enggak
boleh sekolah
tinggi-tinggi. Anak perempuan harus
mengerjakan pekerjaan
domestik. Anak perempuan tidak tidak
boleh mengeluarkan
pendapatnya. Semuanya harus mengikuti
kata
ayah. Semuanya harus mengikuti kata
kakak
laki-laki. Ini tugasnya untuk UTS ini
ngih. Sekarang ini kemarin saya uji
jawabannya seperti itu hampir
60%. Nah, dari jawaban panjenengan tadi
panjenengan tambahi apa? Satu lagi
pertanyaan saya nomor dua digabung
saja. Ee indeks gender SDGs Indonesia
itu sudah
biru. Artinya gak ada merahnya. Ini luar
biasa. Akan
tetapi masih di urutan
60 ya kan negara-negara nordik itu sudah
80 indeksnya 90 bahkan kita ini masih 60
walaupun sudah biru semua sementara kita
ini SDG tinggal 5 tahun nggih. Kemudian
ada pencanangan Indonesia emas.
Nah, bagaimana tadi ee keluarga bias
gender dan persoalan indeks SDGIS ini
dan Indonesia emas? Monggo Ibu
sekedik-sekedik sampai jam 11.00 saya
suwun berdua. Monggo. Nggih. Matur
nuwun. Yang pertama untuk mengatasi
keluarga itu bicara tentang kontrak
pernikahan. Kontrak pernikahan itu
isinya. Jadi ini tidak disyaratkan di
dalam hukum Islam kita, tetapi perlu
dalam hukum modern. Satu, bahwa rumah
tangga diatur
bersama-sama. Begitu artinya ada
sederetan pekerjaan rumah
tangga. Ayah nyapu, ibu korah-korah. Hal
biasa ini harus
dikontrakkan. Ibu bekerja, ayah bekerja.
Hal biasa ini dikontrakkan.
harta gonogini istri bawa harta, suami
bawa harta dikontrakkan. Next day jika
terjadi perpisahan, gowon dewe hartamu,
gon dewe
hartamu. Harta yang bisa digonokinikan
adalah hasil dari berdua. Jadi mulailah
dari kontrak
pernikahan. Maka ajari anak-anak
perempuan kita untuk mampu menjadi
perempuan yang bisa berbicara di depan
calon suaminya.
Tidak ada yang namanya
subordinat, tapi adanya adalah saling
setara menjadi ordinat semua.
satu itu kalau saya untuk urusan
bagaimana menembus karena ini mundur
berarti ini mundur fakta ini kalau benar
dan itu diluaskan dan hasilnya seperti
berarti mundur berarti indeks gender
kita ini bias ini nyambung ke situ.
Hanya angka saja yang berbicara, tapi
angka tidak membuktikan bahwa
pelaksanaan di dalam rumah, di dalam
lingkungan itu terjadi seperti angka
yang disebut. Siapa yang salah?
Statistikkah? Yang
menilaikah? Apakah yang menilai itu
punya kepentingan untuk
ngunggah-ngunggahne, nyenengne atasane?
Ya bisa saja wong semuanya itu bisa
terjadi. Maka mulailah dari keluarga.
Saya sepakat semuanya dimulai dari
keluarga. Maka kata kuncinya adalah
kesamaan peran antara ayah dan ibu.
Karena yang bisa menjadi kodrat itu
kalau perempuan tuh haid, mengandung,
menyusui. Ini kodrat perempuan. Nun sewu
sing durung ngerti cateten
iki digantikan. Tetapi karena ini ndak
bisa digantikan ndak bisa diwakilkan.
Bapak-bapak ndak iso mengandung ndak n
rahim. Bapak-bapak gak iso nyusoni
karena enggak punya glandula mamame.
Bapak-bapak ndak bisa haid karena tidak
punya indung
telur. Jadi, Bapak-bapak enggak usah
pengin meteng.
Ibu-ibu enggak punya jakun, enggak punya
alat vital yang namanya
penis, itu yang gak bisa dipertukarkan
kecuali transgender,
operasi, ya kan? Maka ayo berangkat
bersama-sama dimulai dari rumah
panjenengan ojo ngene
terus, ojo neng ngesor ngene terus.
Ingat ya, ketika jadi manten duduknya
setara loh.
Enggak perempuan di bawahnya laki-laki
loh duduknya. Jadi manten ini setara.
Kita mulai dari filosofi menikah setara,
filosofi pernikahan pakai kontrak.
Kemudian negara melindungi semuanya
dengan baik. Nah, oleh karena itu saya
nyuwun juga kepada aparatur kita yang
menilai indeks gender sing tenanan lek
nilai ojo sampai terperangkap pada
tulisan angka di atas 90 tapi praktiknya
ternyata di bawah
50%. Ini yang mari bersama-sama Ibu
kampus juga harus kolaborasi dengan kita
untuk melihat ini secara benar. tadi
yang sampun nggih sampai kenapa
negara-negara di sana biru ning kono
pendidikannya setara
tenanan setara
sungguhan jadi di negara-negara
sejahtera di sana sekolahnya luar biasa
masih rojo kepala negaranya rojo loh Bu
Swedia itu raja Norwegia itu raja
Denmark itu raja jangan dikira itu
presid no jangan mereka negara apa
negara demokrasi dengan pimpinan
adalah seorang raja, tapi bisa menembus
birunya gender yang betul-betul, bukan
birunya
cintaku, langitku.
Birunya langitku mengakkan birunya
genderku. Tapi birunya cintaku bikin
ngilu. Kalau tidak dilakukan dengan
kesadaran penuh. Karena kita ngladeni
ngladeni ngladeni ngladeni. He pa iki yo
kesel pundake iki genten po pijetono ya
iso kudu muni ngono lah. Oj aw dewe
terus sing mijeti iya enggak? He pa iki
kentolku lho kesel riwa-riwi nk pawon
perasane sampeyan nang kantor saya
mengamati pembantu saya aku enggak
sanggup.
Saya bilang, "Saya enggak sanggup dadi
sampeyan. Ketika Rio aku ditinggal
pulang, boyoku po protol kabeh. Me atase
munggah mudun, yang ngarep nyang muri
ngurusi rumah tangga kayak gitu. Jadi
ibu-ibu rumah tangga, halo teman-temanku
semuanya yang jadi rumah tangga di forum
ini maupun yang ada di Zoom. Mari kita
bangga jadi rumah tangga. Hak kita harus
dilindungi, kita harus dilayani juga.
Kita dilindungi dengan regulasi yang
tepat dan benar. Matur nuwun, Bu.
Baik, terima kasih, Ibu. Luar biasa kita
jadi ini ya termotivasi betul bertemu
beliau. Ee jadi tepat sekali Ibu memang
budaya patriaraki ini masih ada gitu.
Yang ini kita di DP3AK juga sudah
mencoba terus tanpa lelah mengadvokasi
dan melakukan pendampingan. Kami ada
inovasi SPA DP Akad Jatim. Jadi sahabat
perempuan dan anak Jawa Timur yang itu
setiap hari Senin gitu mungkin Bu Dr.
Tri juga pernah sebagai narasumber. Ee
nanti mudah-mudahan Ibu Ketua Komisi
juga berkesempatan begitu. Jadi kami ada
inovasi itu Ibu. Jadi untuk bisa
menjangkau seluruh Provinsi Jawa Timur,
kami dengan Sapa DP3 AK Jatim itu juga
kami lakukan secara daring setiap hari
Senin pukul 10.00 dengan materi dan tema
yang berbeda-beda tentunya dari
narasumber pakar begitu. Nah, Bapak Ibu
luar biasa yang beliau ee sudah
sharingkan
bahwasanya ibu itu tiang negara.
Kalau dibreakdown lebih kecil, Ibu itu
tiang rumah tangga. Contoh, kalau Bapak
tidak bisa bekerja, ibu menyingsingkan
lengan baju membantu perekonomian
keluarga. Ini ee benar-benar luar biasa
fungsi Ibu. Jadi, Bapak-bapak yang ada
di ruang ee Zoom ataupun yang ada di on
the
spot untuk ibu-ibu yang memutuskan
dirinya memilih menjadi ibu rumah tangga
gitu. Jangan pernah dikatakan lagi atau
dikatai lagi S2, S3, S1 tapi gak mau
kerja.
Ibu rumah tangga itu kalau dihitung
sebagai pekerjaan. Betul beliau gitu
nggih. Bapak-bapak kalau tiap akhir
bulan diberi bon misalkan bon ini ee
mencuci pakaian selama sebulan, Bonak
memasak makanan sesama sebulan. Bon
mengasuh anak-anaknya dari pagi sampai
pagi lagi selama sebulan.
Bon, bagaimana ibu-ibu kalau malam hari
berprofesi sebagai LC kan gitu.
Kira-kira Bapak-bapak mampu gak membayar
semua itu kalau semua itu ditarifkan
gitu. Nah, ini kan menjadi akad tadi ya
Bu kesepakatan di awal perempuan itu
sudah sangat istimewa gitu nggih. Ibu
rumah tangga ini luar biasa beliau ini
semuanya menjadi tanggung jawabnya.
Jadi, Bapak-bapak gajinya berapa? Hitung
sendiri. Itu sudah cukupkah untuk
membayar tagihan bon? Belum lagi antar
jemput sekolah, Bu. Belum lagi bayar
lesnya. Nah, itu kalau ditotal semua R10
juta mana cukup gitu nggih.
Perempuan-perempuan pada tepuk tangan,
Bu. Nah, untuk itu tetapi kita sebagai
perempuan melakukan semua itu dengan
penuh keikhlasan. Jadi, Bapak-bapak itu
cuma jangan medit, jangan pelit memberi
appreciate kepada
ibu-ibu gitu. Jadi kalau sampai rumah
yang bapak-bapak katakan, "Jangan tasnya
Bu diambil, jangan." Ya Allah,
masyaallah bidadari
surgaku. Nah, itu kan mendeduhkan.
Ibu-ibu sudah lelah dari pagi tadi,
putranya rewel karena panas sampai sore.
Datang-datang bapaknya, "Air panas untuk
saya sudah disiapkan belum?" Kan berbeda
ya, Bapak, Ibu ya. Seperti itu. Artinya
bahwa
komunikasi internal, interpersonal ini
perlu juga dibangun. Ibu, saya pun juga
membelajarkan kalau ketemu putra saya,
masyaallah putra mama yang sangat
ganteng. sangat cakep, sangat pintar.
Ini perlu, Bapak, Ibu, Ibu-ibu jangan
sungkan meskipun anaknya sudah dewasa,
anak-anak itu sangat perlu diapreciate.
Tidak cukup diberi uang jajan, uang
saku, tapi perlukan sentuhan dengan
kalimat-kalimat positif. Ini sangat
diperlukan, Ibu. Karena sekarang makin
jarang Bapak-bapak apalagi jarang Bu,
gitu memberikan appreciate ke
ibu-ibunya, Pak, Bu. meskipun masakannya
agak gosong, agak kasinen atau kurang
garam, Bapak-bapak harus selalu berikan
apa ya ini motivasi positif ujian.
Masyaallah masakan hari ini enak banget
gitu ngih. Enaknya luar biasa. Terus kok
tapinya nanti-nanti saja tapi koyoke
kakaian garam gitu. Jangan tiba-tiba
aduh masa amu mah kasinen gitu ya. ini
membuat perempuan itu langsung hopless
gitu ya. Wis sesok gak tak masakno maneh
gitu. Gitu kan Bu Untari ya. Jadi
artinya bahwa
fundamental fondasi anak-anak kita
bangun itu kita sebagai ibu itu
orkestranya gitu. Kita yang
mengorkestranya gitu. Bagaimana
anak-anak ini bisa tumbuh kembang di
lingkungan yang baik, yang nyaman, yang
aman gitu nggih. Jadi kalau ketemu
putrinya, masyaallah putriku cantik
bagai bidadari. Jangan dikira anak-anak
enggak haus itu, Ibu gitu. Anak-anak
kita itu perlu diberi kalimat-kalimat
positif yang membangun mental psikis
mereka. Karena anak-anak zaman gensi ini
pada terserang NPD gitu. Jadi, nah itu
Ibu
makanya jadi sekali lagi kembali lagi
ibu-ibu yang sudah berperan luar biasa
di keluarganya dan ini masih membantu
perekonomian di keluarga Ibu layak dapat
apa Ibu kira-kira? dapat bintang gitu
nggih. Applause dulu untuk para
perempuan hebat di seluruh Provinsi Jawa
Timur. Bapak-bapak jangan lupa nanti
sampai di rumah pas momennya hari
Kartini jangan lupa beli seikat mawar
putih atau mawar merah. Jadi tidak cukup
ucapan ma selamat hari Kartini ya gitu.
Apalagi kalau mawar diulurkan begitu
ditarik sama ibu-ibu masih ada tali yang
tersambung ada cincin Bu
gitu. Biar suami saya juga dengar di
sana yang sedang kerja gitu. Jadi
seperti itu. Jadi membangun apa ya
suasana bahagia itu memang dari
keluarga. anak-anak itu ee akan membawa
itu sampai di dunia dia. Jadi, anak-anak
generasi stroberi ini sebenarnya ee
perlu kita perkuat dengan seperti itu,
Bapak, Ibu. bahwa adab itu tetap lebih
tinggi posisinya daripada ilmu. Kalau di
dalam keluarga ini kita sudah solid,
sudah saling bantu, saling rengkuh,
insyaallah di luar anak-anak kita
menjadi putra-putri yang hebat.
Putra-putri yang bisa menempatkan
dirinya dengan baik, putra-putri kita
yang selalu berujar kebaikan. selalu
menjadi contoh dalam hal kebaikan.
Selalu punya adab, punya etika, punya
attitude, punya sopan santun, dan punya
akhlak yang masyaallah luar biasa.
Putrane sopo yo kuwi gitu kan pasti
begitu. Alhamdulillah gitu. Jadi
insyaallah ibu ee ibu-ibu ndak usah
berkecil hati. Bu Kadis, suami saya itu
orangnya bagai itu, Bu, es batu bekunya
gitu ya. Ee jangankan memberi appreciate
bunga, ucapan aja belum. Nanti kasih
WA-nya ke saya biar saya beri ee
informasi untuk bisa memberi sugesti
positif kepada Ibu-ibu semuanya. Seperti
itu, Ibu. Ee sekali lagi untuk seluruh
ibu hebat di Jawa Timur, di Indonesia,
dan di seluruh dunia. Kami keluarga
besar DP3AK mengucapkan selamat hari
Kartini, 21 April
2025. Kita lanjutkan perjuangan RA
Kartini. Ingat yang belum pernah bertemu
RA Kartini, segera bertemu Ibu Gubernur
kita. Beliaulah RA Kartini di alam nyata
saat ini. Applause dulu untuk beliau
yang selalu hebat luar biasa. Baik,
matur nuwun untuk narasumber. Kedua,
narasumber yang luar biasa. Applause
buat beliau berdua.
Ee saya tidak menyimpulkan, tapi saya
mencoba untuk menutup ee diskusi ini
dengan ee judul Perempuan Berkarya Jawa
Timur
Sejahtera melalui berada di berbagai
bidang
kehidupan sektor domestik, publik dan
sosial sehingga Jawa Timur akan
sejahtera. Amin ya rabbal alamin. Matur
nuwun atas perhatiannya. Mohon maaf
bilamana kegiatan diskusi ini ada yang
kurang berkenan. Sekali lagi matur nuwun
saya tutup. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Boleh berikan applause juga
untuk moderator kita yang luar biasa,
Ibu Dr. Trisusantari, M.Si. si Izin
ibu-ibu sekalian untuk dapat berfoto
bersama dengan seluruh ibu-ibu yang
hadir di sini dan sobat ASN yang telah
hadir. Kita akan berwifi bersama. Untuk
itu saya undang untuk dapat bangkit
berdiri dari tempat ibu-ibu
masing-masing. Saya undang sekali lagi
kepada Ketua Komisi E-DPRD Jawa Timur
Ibu Dranda Sri Untari, MAP mengundang
pula Kepala Dinas P3K Provinsi Jawa
Timur Ibu Dr. Tri Wahyu Liswati, M.Pd.
dan juga Ibu moderator Ibu Dr.
Trisusantari,
M.Si. Baik, didampingi oleh para kepala
bidang P3AK Provinsi Jawa Timur di
sebelah kanan dan kiri dan juga dari
BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Baik, rekan-rekan media, fotografer,
dokumentasi saya undang naik atas
panggung untuk dapat mengambil gambar
terbaik dari momen kebersamaan kali ini.
Ibu-ibu kita akan berfoto bersama dengan
tiga pose.
Begitu. Nah,
baik. Sudah siap semuanya?
Abah-aba dalam pose formal terlebih
dahulu. Sikap sempurna.
Hitungan dua,
satu. Baik, sebagai semangat Kartini
kita juga berikan sikap semangat Kartini
Ibu-ibu. Tangan mengepal di
depan semangat Kartini bersama ya dengan
hitungan 3 2 sat.
Terakhir biasanya sarange atau bisa juga
salam cuan begitu ya, Ibu-ibu. Oke,
hitungan tiga,
dua, satu. Terima kasih banyak. Kami
silakan untuk dapat kembali ke tempat
duduk masing-masing, Ibu-ibu sekalian.
Oh, baik. Kita akan menyanyikan sebuah
lagu dalam rangka memperingati Hari
Kartini hari ini tanggal
21 April
2025 bersama-sama
mana
[Musik]
bunganya
enggak jadi nanti
Baik, saya mengundang kepada seluruh
ibu-ibu dan hadirin untuk dapat bangkit
berdiri. Kita akan menyanyikan lagu
Kartini bersama-sama.
Oke, yang belum hafal boleh sambil lihat
kerpekannya di
[Musik]
handphone. Dan untuk ibu-ibu sekalian
yang tadi telah mendapatkan bunga, kita
akan serahkan kepada ibu-ibu tercinta
kita di depan. Disilakan dari kursi yang
paling depan untuk dapat menyerahkan
bunga kepada Kepala Dinas P3 Provinsi
Jawa
[Musik]
Timur. Ketua Komisi DPRD Jawa Timur Ibu
Dr.
dan juga
mengundang kepada para kepala bidang
P3AK Provinsi Jawa Timur untuk dapat
mendampingi menerima persembahan bunga
dari Ibu-ibu peserta.
dari acara hari ini.
[Musik]
Pendekarunya untuk
merdeka. Wahai
ibu
kita putri yang mulia.
[Musik]
Sungguh
besar
cita-citanya
bagi Indonesia.
[Musik]
Bakar
putri
sejati
putri
[Musik]
Indonesia. Harum
namanya ibu kita.
Pemberian bunga ini sebagai tanda
apresiasi atas buah pikiran dan insight
yang telah diberikan pada ASN Belajar
seri ke-14 tahun 2025. Hari
[Musik]
ini untuk merdeka.
[Musik]
Wahai
ibu kita ke sini, putri yang
mulia.
Sungguh
besar
cita-cita
bagi Indonesia.
[Musik]
Yes Indonesia
[Musik]
tubuh
kita terbini
ini
bangsa
penjekar
kaumnya
untuk
merdeka.
Wahai
ibu kita
tertiu putri yang bukti.
[Musik]
Sungguh
besar
cita-cita
bagi
Indonesia.
Sungguh
besar
cita-cita
bagi Indonesia.
Applaus sekali lagi Bapak, Ibu hadirin
yang berbahagia.
Bunga ini sebagai tanda apresiasi,
ucapan terima kasih atas jasa dari buah
pikiran dan insight yang telah diberikan
sebagai narasumber dalam ASN Belajar
seri 14 tahun 2025. Kami silakan kepada
Ibu Untari dan juga Ibu Lis untuk
kembali ke tempat duduk diikuti oleh
Kepala Bidang dari P3. Kami silakan
untuk kembali ke tempat duduk. Diikuti
oleh Ibu-ibu sekalian. Disilakan untuk
dapat duduk kembali.
Baik, Ibu-ibu yang berbahagia, hadirin
sekalian yang kami hormati. Selanjutnya
kita akan menyaksikan terlebih dahulu
testimonial Gaspol Jawa Timur yang sudah
mengikuti pusat pembelajaran
pemberdayaan perempuan atau putaran Jawa
Timur melalui tayangan video berikut
ini. Selamat menyaksikan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya Maitri Tuntarina,
driver dari Sijek mengucapkan
banyak-banyak terima kasih kepada
pemerintah Provinsi Jawa Timur atas
pelatihan
memasaknya pada
tahun 23 kemarin. Ee alhamdulillah
dengan pelatihan memasak itu kami
mengurangi aktivitas ee sebagai ojol di
luar. Ee kemudian kami mengembangkan
usaha dengan membuat mie, menambah cuan
dan alhamdulillah ojol tetap kami ee
lakukan tapi hanya sebatas berlangganan
atau anjut anak-anak sekolah. Sekali
lagi terima kasih kepada provinsi ee
pemerintah provinsi Jawa Timur atas
pelatihannya kepada kami para driver
Ocol. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya Faizah dari Gaspol
Malang Raya. Setelah mendapatkan
pelatihan menjahit dari Dinas DP3 AK
Jawa Timur, kami bisa membuat berbagai
macam tas dan sudah bisa menerima
pesanan. Dari hasil tersebut kami sudah
tidak mengajar lagi dan fokus
mengerjakan pesanan tas dari berbagai
instansi. Kami juga diberi kesempatan
untuk mengikuti pameran dan
alhamdulillah kami juga di gandeng Iwabi
DPC Malang. Perempuan berdaya, keluarga
sejahtera, Gaspol Tangguh Pisa.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Perkenalkan nama saya
Indrad Prastiowati. Saya ojol dari
Sijek. Saya mengucapkan banyak-banyak
terima kasih kepada DP3AK yang sudah
memberi pelatihan kepada saya.
merajut, menjahit, dan memasak. Seperti
ini hasil karya kerajinan saya. Saya
mengucapkan banyak-banyak terima kasih.
Dari hasil tersebut saya bisa menambah
penghasilan untuk keluarga dan saya
sekarang sudah berhenti untuk
mengojol. Saya berhenti tidak mengojol
lagi. Dan saya ucapkan banyak-banyak
terima kasih kepada DPK Angka Jatim.
Semoga jenengan semua mendapat balasan
dari Allah Subhanahu wa taala.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Yeah.
[Musik]
Baik, boleh berikan applaus sekali lagi.
Ibu-ibu sekalian, kita tidak
henti-hentinya memberikan apresiasi
untuk rekan-rekan kita. Apalagi
mereka-mereka ini adalah pejuang-pejuang
bagi rumah tangga mereka dan keluarga.
Begitu ya. Terima kasih kami haturkan
kepada DP3 AK yang tidak henti-hentinya
untuk dapat mendukung acara ini. Dan
tentunya Bapak, Ibu, Sobat ASN tidak
terasa acara sudah sampai di penghujung.
Kami haturkan terima kasih atas dukungan
dan arahan dari Ibu Dr. Honoris
Kausahajoko Vifa Inda Parawansa yang
pada hari ini diwakilkan oleh Ibu Arumi
Bahin Emil Dardak, S. selaku ketua tim
penggerak PKK Jawa Timur. Terima kasih
juga kami ucapkan kepada narasumber yang
luar biasa telah hadir siang hari ini,
Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur
Ibu Dranda Sri Untari, M.AP dan juga
Kepala DP3A Provinsi Jawa Timur, Ibu Dr.
Tri Wahyuni Liswati, M.Pd. Demikian
Bapak dan Ibu, seluruh rangkaian ASN
Belajar seri 14 tahun 2025 telah kita
ikuti bersama. Sobat ASN yang telah
mengikuti baik Zoom meeting maupun
YouTube BPSDM Jatim TV, terima kasih
telah berpartisipasi mulai dari awal
hingga akhir dan kami ucapkan sampai
jumpa pada seri selanjutnya. Saya Fan
Patriia pamit undur diri.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selanjutnya Bapak dan
Ibu, pada hari ini juga kita akan akhiri
dengan halal dihalal dan bermaaf-maafan.
Untuk itu mohon berkenan sekali.
[Musik]