Transcript
RPlOrmEQa5g • ASN Belajar Seri 14 | 2025 - Perempuan Berkarya, Jawa Timur Sejahtera
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0224_RPlOrmEQa5g.txt
Kind: captions Language: id [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi. Untuk pelayanan berdampak bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia satukan tekad pancang menyerah jadi ASN berkuwa servis [Musik] bersama asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bismillah. Alhamdulillah la haula wala quwwata illa billah wasalatu wasalamu ala rasulillah wa ala alihi wa ashabihi wawalah. Generasi unggul bukan hanya mereka yang cerdas dalam ilmu, tetapi juga mulia dalam akhlak. Ilmu tanpa akhlak akan melahirkan kesombongan. Sedangkan akhlak tanpa ilmu akan kehilangan arah. Sebagaimana sabda Rasulullah sallallahu alaihi wasallam, "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." Maka membangun generasi masa depan harus dimulai dengan menanamkan nilai-nilai kejujuran, kesabaran, dan tanggung jawab. Ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan. Sementara akhlak adalah kompas yang membimbing langkah. Jika keduanya berpadu, lahirlah pemimpin yang bijak dan masyarakat yang sejahtera. Mari didik anak-anak kita dengan ilmu yang luas dan akhlak yang luhur agar mereka menjadi penerus bangsa yang membawa keberkahan dan kemajuan. Ilmu membangun peradaban, akhlak menjaga kemuliaan. Wallahuam bawab. Saya Ramlianto, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur untuk Mutiara Hikmah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar yang dipersembahkan oleh Corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format nama strip asal instansi Sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. Empat. Apabila Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi Sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN Belajar. [Musik] ee Surabaya kami lakukan karena jangan sampai kita tidak selamat pagi pagi pagi pagi luar biasa [Musik] merupakan perintah ataupun siap menerima materi laporan Hai, lanjutkan. Lanjutkan berdoa mulai. Misalnya ee Cina menyerang pentagon tapi yang tidak nyerang pakai senjata, tidak nyerang pakai rudal, tidak. Tapi yang diserang adalah sistemahmi. Selamat pagi. Pagi. Pagi. Pagi. Luar biasa. Siapa kita? BB tebukan dadanya. Ayo kita semua. Ayo kita semua. Jangan pernah berputus asa. Jangan pernah berputus asa. Karena kita semua. Karena kita semua. PP penegak percatusan. Sekarang kelompok satu menunjuk satu orang sebagai penilai. Jadi memang fair ini nanti ya gak menilai punya dirinya sendiri. Terah nanti ada satu orang yang presentasi leadernya filosofinya apa, bagaimana kerja tim yang dia manage atau dia bentuk kemudian ilmu apa yang didapat dari hari ini? Selamat pagi sahabat ASN. Perkenalkan nama saya Andre Tanggung, peserta Diklat Polisi Bomprausi 100 JP kategori keahlian dan keterampilan asal dari Satpol PP Kabupaten Subar Jaya. Pesan dan kesan selama mengikuti Diksar Polpdm Provinsi Jawa Timur sangat menyenangkan dan mengesatkan karena materi yang disajikan sangat baik dan bermanfaat. Fasilitasnya juga sangat lengkap dan para pengasuhnya sangat ramah dan baik. Terima kasih kepada BPSDM Provinsi Jawa Timur untuk kesempatan yang sudah diberikan kepada kami. Maju terus BPSDM Provinsi Jawa Timur. Jaya jaya jaya. Terima kasih. Selamat siang sobat ASN. Perkenalkan saya Rahmiza dari Kabupaten Pasar Kalimantan Timur. Salah satu peserta Diksar Polp JP kategori keahlian dan keterampilan pola kontribusi. Pesan dan kesan saya selama mengikuti Diksar ini sangat menyenangkan. Saya sangat bersyukur bisa turut serta berpartisipasi dalam kegiatan ini karena saya banyak mendapat manfaat dan ilmu baru yang bisa saya terapkan di instansi asal saya nanti. Saya bisa bertemu dan berkenalan dengan peserta lain di daerah lain. Selain itu, fasilitas dari BPSDM Jawa Timur mantap sekali. Salam prajawib bawah BPSDM Jawa Timur. Jaya jaya jaya. Terima kasih. Ayo kita semua. Ayo kita semua. Jangan pernah berputus asa. Jangan pernah berputus asa. Karena kita semua. Karena kita semua. KP menerus bangsa. Opt penerus bangsa. Mbak yang jal yang tengah jalannya Mbaknya ada dagangan di depan nih jualan ini juga ini jualan ini aduh kalau gak beli halo siapa lapor dia bang ini Pak tapi banyak di situ saja Setuju ya. Setuju. Jangan Pak setuju aja. Setuju yaang saja gak apa-apa Pak. Setuju ya. Setuju ya. Bang iya gimana itu aman enggak? Aman. Kami yang lindungi. Tugas kamu melindungi Bapak ini. Bang pindah aja kita pindah. Yaangnya pindah enggak sama-sama pindah ya kami angkat ya. Kami bantuin boleh Pak ya boleh ya bantu Pak ya Pakar silakan silakan. Nah di belakang sana Pak ya. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. ee saya mengucapkan terima kasih dan sekaligus mewakili ee untuk menyampaikan e kesan dan kesat saya selama melakukan dasar Polp di sini adalah kami merasa sangat bahagia PP [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] bertanya yang kita bersama Kepala Bidang Pengembangan Kompetensial atas jaan Bapak Sugengi dan tim semuanya yang bertugas para instruktur [Musik] langsung dari Allah Subhanahu wa taala dan dengan mengucap alhamdulillahirabbil alamin pelatihan dasar Polisi Paja Provinsi Jawa Timur tahun 2024 pada hari ini hari Senin 21 Oktober 2024 secara resmi saya akhiri. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Barah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Kami hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Memeras itu melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Home. Kami dari sini tugas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni melayani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melay Layani bangsa. [Musik] Kami dari sini tugas dengan hati. Tujukan kompetensi dalam harmoni di bangsa loyal tanpa batasannya kalau ada dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragam bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan kami melayak Dengan bang kami melayani dengan bang kami melayani bangsa [Musik] H [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Ya Nabi salam alaika, ya Rasul salam alaika, ya habib salam alaika shawatullah alaika Antaamsun, anta badrun, anta nurun filq nuri anta iksiru anta misbahu suduri Allah ya nabi salam Salam alaika ya rasul. Salam alaika ya habib salam alaika shawatullah alaika. Hadirin dimohon berdiri. Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. [Musik] Hadirin disilakan duduk. kembali [Musik] Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia. Izinkan saya mengawali acara pada pagi hari ini dengan penuh semarak dan pantun. Boleh dijawab dengan kata cakep, jempolnya terangkat ke atas ya. Pagi cerah, burung bernyanyi, mentari bersinar. Tanpa terasa perempuan hebat terus berkreasi membangun Jawa Timur menjadi sejahtera. [Tepuk tangan] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Shalom. Salam sejahtera bagi kita semua. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan bagi kita semua. Salam sehat ibu-ibu sekalian. Selamat pagi. Tentunya kami ucapkan selamat datang di Sasanawiatap Praja Kantor BPSDM Provinsi Jawa Timur yang kami banggakan. Senang sekali pada pagi hari ini ingin terlebih dahulu menyapa tamu VIP yang telah hadir. Yang terhormat Kepala Dinas P3AK Provinsi Jawa Timur. Boleh berikan applaus. Bapak dan Ibu yang kami hormati, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Wakil 4 Basnas Jawa Timur, Ibu-ibu Gerakan Sayang Perempuan Ojek Online Jawa Timur, para tamu undangan yang telah hadir, dan tentunya seluruh sobat ASN yang telah hadir melalui Zoom meeting maupun live YouTube BPSDM Japtin TV yang berbahagia. Ibu-ibu sekalian yang berbahagia, serta Bapak Ibu yang telah mengikuti ASN Belajar Sari ke-14. Yang berbahagia, perempuan masa kini bukan hanya bagian dari perubahan saja. Mereka adalah motor penggeraknya. Hal ini dibuktikan dengan peran perempuan yang semakin terlihat nyata dalam menciptakan dampak sosial, ekonomi, hingga lingkungan. Mereka hadir sebagai pemimpin komunitas, inovator, pelindung alam, dan pencipta solusi berkelanjutan. Namun di balik kontribusi yang luar biasa ini, tantangan masih menghadang seperti diskriminasi gender, akses pendidikan yang belum merata hingga hambatan struktural yang menghalangi potensi mereka. Inilah saatnya kita membuka ruang lebih luas bagi perempuan untuk berkarya, berdaya dan dalam rangka memperingati hari Kartini, yaitu hari ini tanggal 21 April 2025 bersama-sama kita ikuti acara ASN Belajar seri 14 tahun 2025 yang mengusung tema Perempuan Berkarya Jawa Timur [Tepuk tangan] sejahtera. Sebelumnya marilah kita saksikan terlebih dahulu atraksi bela diri perempuan Srikandi Institut Jujitsu Indonesia yang merupakan program gerakan sayang perempuan ojek online di bawah binaan DP3AK Provinsi Jawa Timur. Di mana sebagai perempuan driver ojek online tentunya berpotensi mendapatkan tindakan kejahatan ataupun kekerasan. Oleh karena itu, melalui pembinaan fisik dan mental dengan berlatih bela diri jujitsu diharapkan perempuan akan lebih berdaya, berjaya dan berbahaya. Hadirin yang kami hormati, terimalah persembahan atraksi jujitsu dari Srikandi Iji DP3AK Jawa Timur. [Tepuk tangan] [Musik] Ini adalah peragaan kata tongkat pendek juru atau jurus ayunan tongkat pendek yang merupakan rangkaian gerak ger gerakan Teknik senjata tongkat pendek dalam menyerang, menangkis dengan ayunan tongkat yang mengalir secara deras, cepat, dan bertenaga. [Musik] Selanjutnya hadirin yang sedang diperagakan adalah aplikasi senjata tongkat pendek, yaitu penggunaan senjata tongkat dalam berbagai situasi untuk dapat melumpuh lawan baik dalam posisi rapat ataupun berjarak. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] yang diperagakan selanjutnya adalah peragaan kata dengan jurus kepalan besi atau yang sering kita ketahui sebagai knakel brush. Rangkaian ini merupakan gerakan teknik senjata dengan menggunakan senjata berupa cincin kepalan besi atau yang sering kita ketahui sebagai kenakel dalam genggaman yang merupakan alat untuk menambah kekuatan serangan, pukulan, dan daya rusak yang fatal sehingga dapat melumpuhkan dan menghancurkan lawan dan juga pertahanan lawan. [Musik] yang sedang hadirin saksikan merupakan aplikasi penggunaan senjata kepalan besi atau knakel. Penggunaan senjata kepalan besi yang memang dipergunakan untuk perkelahian jarak dekat dengan menyerang bagian-bagian tulang lawan seperti kepala, lengan, rusuk, dan bagian tulang lainnya. [Musik] Berikutnya adalah aplikasi perkelahian dengan tangan kosong. yaitu perlawanan tangan kosong dalam menghadapi serangan lawan yang berupa tarikan, pegangan, cekikan, dan pukulan. Seperti yang kita ketahui, perempuan merupakan makhluk lemah yang seringki menjadi sasaran kekerasan yang terjadi tidak hanya di dalam rumah dan tapi juga di jalan atau di luar rumah. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Ye. [Tepuk tangan] [Musik] Inilah Srikandi Iji Gaspol DP3 Jatim. [Tepuk tangan] Terima kasih atas perhatiannya. Selamat pagi [Musik] Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia. Boleh berikan applaus sekali lagi. Apresiasi yang luar biasa kita berikan kepada Jujitsu Srikandi IJI DP3A Provinsi Jawa Timur. Dan ingin sekali kami juga menyapa kepada yang terhormat. Selamat datang kami ucapkan kepada Ketua Komisi E-DPRD Provinsi Jawa Timur Ibu Dranda Sri Untari, MAP di tempat acara. Selamat datang. Terima kasih kehadiran dan waktunya, Ibu. Baik, hadirin yang berbahagia. Selanjutnya kita akan tundukkan kepala berdoa bersama memohon kehadirat Allah Subhanahu wa taala untuk dapat memberikan manfaat keberkahan. Untuk itu kami silakan kepada Ibu Hajah Fatimah untuk dapat memimpin doa pagi hari ini. Kepada Ibu Fatimah disilakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Mohon izin Bapak Ibu sekalian, mari kita aminkan doa. Mudah-mudahan Allah mengijabah atas doa-doa kita bersama. ila hadratin nabil mustofa rasulillah sallallahu alaihi wasallam wa ala alihi wa ashabihi wa azwajihi wriatihi wa ajat maalam walqul bisyafaah wijahir rasul waliqi hajatina [Musik] alfatihah bismillah Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma sholli ala sayyidina Muhammadin wa ala ali sayyidina Muhammad. Walhamdulillahiabbil alamin. Rbi az anaskur nmatakallati anamta alaiya waa walidina waala shihan tardahu wailna birahmatika fi ibadik shihin. Allahummafirlana dunubana waliwalidina warhamhum kamaunar. Allahummaiklana umrina wabariklana fi ilmina wiklana fi arzaqina wiklana fihatina wabariklana fi auladina w'alna min ibadik shihin. Ya Allah, ya Tuhan kami yang maha mulia, maha adil, dan maha bijaksana. Limpahkanlah rahmat dan karunia-Mu untuk masyarakat Jawa Timur agar rakyatnya tetap sejahtera dan makmur. berikanlah kekuatan lahir batin untuk para pemimpin-pemimpin kami, utamanya Ibu Gubernur Jawa Timur beserta wakil dan segenap jajaran kepemimpinannya di dalam menjalankan amanah-Nya dan jauhkan dari fitnah, jauhkan dari adu domba, dan jauhkan dari para makar-makar yang zalim. Ya Allah, ya Rahman, ya Rahim, jadikanlah kami, anak-anak kami menjadi anak-anak yang saleh salihah, yang terinspirasi Raden Ajeng Kartini yang berakhlak mulia dan yang menjadi suri tauladan untuk kemaslahatan bangsa dan negara. La haula wala quwwata illa billahil aliilim. Rabbana atina fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah waqinazabanar wailnal jann maal abrar ya azizu ya garabal alamin wasallallahu ala sayyidina muhammadin wa ala alihi wasohbihi wasallam walhamdulillahiabbil alamin wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh tu Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih kepada Ibu Hajah Fatimah yang telah memimpin doa untuk acara hari ini. Semoga kita mendapatkan keberkahan dan kelancaran sampai dengan akhir nanti. Selanjutnya hadirin, Bapak Ibu yang kami hormati, kita akan simak bersama laporan penyelenggaraan acara yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur yang kami hormati Bapak Dr. Ramlianto, S.P., MP. Disilakan. [Musik] Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita sekalian. Yang terhormat dan kita muliakan serta kita banggakan bersama Ibu Gubernur Jawa Timur Ibu Dr. Raja Wifaar Parawansyah. Insyaallah beliau bergabung menyimak kegiatan kita secara daring karena kesibukan beliau yang luar biasa yang tidak bisa ditinggalkan. Yang kami hormati Ibu Arumi Bahsin Emil Dardak selaku ketua tim penggerak PKK Provinsi Jawa Timur yang insyaallah juga beliau bergabung secara daring dan nanti akan menyampaikan sambutan kepada kita semua. Yang kita hormati bersama Ibu Dr. Dranda Sri Untari, M.AP, HP, Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur yang sudah berkenan hadir di BPSDM Jawa Timur. Seperti yang kita ketahui bersama, beliau adalah seorang aktivis perempuan yang selama ini banyak menginspirasi kita semua. Matur nuwun Ibu rawuhnya. Yang kami [Musik] hormati sohibul acara. Kalau saya ini shaibul bait, sohibul makan dan makanan. Ibu Dr. Triwahyu Liswati, M.Pd. Beliau adalah Kepala Dinas P3AK Provinsi Jawa Timur. Terima kasih Bu Kadis kolaborasinya dengan BPSDM Jawa Timur. Yang kita temati bersama dari Basnas K. H. Husnul Khuluk. Matur nuwun rawuhnya yang sudah banyak bersinergi dalam pemberdayaan perempuan selama ini. Bapak, Ibu para narasumber, para pejabat di lingkungan pemerintah Provinsi Jawa Timur, baik dari BPSDM, dari DP3 AK, maupun dari seluruh perangkat daerah yang hadir mewakili perangkat daerah masing-masing. Dan tentu yang saya banggakan seluruh peserta yang hadir maupun yang hadir secara daring. Saya jadi enggak terlalu khawatir naik Gojek atau naik Grab atau Shopee. Shopee ojol lah pokoknya yang ee pengendaranya perempuan. Kalau lihat yang tadi tepuk tangan untuk Bapak Ibu semuanya. Pertama tentu sebagai shahibul bait saya menyampaikan selamat datang di kampus BPSDM Provinsi Jawa Timur. Wabil khusus kepada Ibu Ketua Komisi E yang katanya baru pertama kali ke sini. Agak jauh Bu di sini dulu tempat jin buang anak dalam arti yang sesungguhnya. Karena memang daerah ini dulu rawa-rawa konon di tahun 0-an ketika BPSTM Rus Jawa Timur berdiri. Tetapi setelah itu ee apa namanya? Ee kemudian pemerintah provinsi membangun BPSDM ini dan BPSDM ini menjadi semacam kawah candra dimuka bagi ASN di seluruh Indonesia untuk mengembangkan kompetensinya. Salah satu alumninya hadir bersama kita, Pak K. Husnul Hul yang pernah 3 bulan sekolah di tempat ini. Ada hantunya enggak, Pak? Di sini enggak ada. Katanya ada hantunya, tapi saya belum pernah ketemu. Padahal saya sudah 26 tahun di sini. pertama tentu eh yang kedua tentu kami menyampaikan terima kasih kepada ee Dinas Pendan Perempuan dan Perlindungan Anak yang telah berkolaborasi dengan BPSTM Jawa Timur dalam edisi khusus ASN belajar dalam rangka Hari Kartini tahun 2025. Bapak, Ibu yang saya hormati, tadi pagi sekitar jam .00 Pagi, Bu Gubernur Jawa Timur menyampaikan salah satu karya tulis beliau yang hari ini dimuat di Jawa Pos dan judulnya itu Kartini itu anti hox. Ada beberapa poin penting yang disampaikan oleh Ibu Gubernur. Yang pertama beliau menyampaikan bahwa seorang Kartini itu memancarkan kecantikannya, memancarkan keuannya itu sebagai refleksi dari inner beauty, dari kecantikan dalam hatinya. Ini yang paling penting bagi kita. terlihat dari tulisan-tulisan beliau yang dikumpulkan kemudian menjadi ee karya besar yang banyak diterjemahkan dalam banyak bahasa di dunia. Habis gelap terbitlah terang. Kalau ibu-ibu aja berangkat gelap pulangnya terang ya. [Tertawa] Jadi tugasnya malam hari. Mudah-mudahan sehat selalu semuanya dilindungi Allah subhanahu wa taala. Jadi Bu Gubernur menyampaikan bahwa keuan Kartini itu mencerminkan ininer beauty, mencerminkan kecantikannya dari dalam. Itu artinya Bapak Ibu sekalian keuan seorang Kartini itu dicerminkan oleh sifat dan sikap perilakunya serta karakter kepribadiannya yang luar biasa. Yang kedua, kata Bu Gubernur di dalam tulisannya Kartini itu orangnya santun. Jadi perempuan priay, suaminya sangat berkuasa pada saat itu di Rembang. Tetapi beliau sangat santun, tercermin dalam tulisan-tulisan beliau di dalam yang kemudian dikumpulkan menjadi sebuah buku habis ee gelap terbitlah terang. Tulisan-tulisannya begitu santun. Tidak mencerminkan bahwa beliau seorang istri penguasa pada saat itu. Tidak mencerminkan bahwa beliau adalah seorang priaayi yang mungkin bisa saja berkata-kata kasar kepada siapapun. Tetapi Kartini menunjukkan kesantunannya di dalam tutur kata, perbuatan maupun tulisan-tulisan. Nah, sekarang Ibu-ibu bisa lihat nih penampilannya di foto profilnya luar biasa elegan. Tetapi postingan-postingannya di media sosial itu kata-katanya tidak mencerminkan wajahnya. Kartini kata Bu Gubernur adalah wanita yang original yang asli tidak ditipu dengan skin, tidak menipu diri dengan skincare dan tidak menipu diri dengan filter. Loh, mungkin Pak Kiai Husnul Huluk, saya dan para lelaki yang ada di sini pernah loh jadi korban filter itu. Sehingga izin Pak Kiai, izin saya mohon maaf Pak Kiai. Sekarang ada istilah wanita salihah sama wanita yang salih mohon maaf. Mohon maaf. Jadi, Kartini mencerminkan kesantunan yang luar biasa, Bapak, Ibu sekalian. Betapaapun beliau adalah seorang istri penguasa termasuk dalam tulisan-tulisannya. Dan yang terakhir yang saya baca dari tulisan Bu Gubernur adalah Kartini berkhidmat. Apa nih? berkhidmat itu memiliki niat semangat yang tinggi. Tidak hanya untuk membangun dirinya sendiri, mencerdaskan dirinya sendiri, tapi juga mencerdaskan bangsanya. Tidak ingin hanya mensejahterakan dirinya sendiri, tapi juga untuk mensejahterakan rakyatnya. Anda kebayang istri seorang bupati Rembang pada saat itu tentu sudah berlimpah dengan harta kekayaan. Kalau dia hanya ingin untuk dirinya sendiri, saya kira kita semua yakin dia sudah cukup. Tetapi orang Kartini berkhidmat untuk turut serta mencerdaskan dan mensejahterakan rakyat dan bangsanya pada saat itu. Kartini, Ibu-ibu sekalian, tidak menunggu sempurna untuk berbuat sesuatu. Anda tahu kan tulisan-tulisannya itu ditulis dari balik dinding kadipaten yang mengkungkung beliau. Kalau sekarang mungkin agak sulit ya, agak mudah walaupun berada di dalam kamar, Anda bisa menulis apa saja dan dipublish di media sosial. Tapi selamat mengikuti kegiatan selamat hari Kini. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak sambutan yang luar biasa telah disampaikan oleh Bapak Kaban BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Sangat menginspirasi kita semua. Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia. Selanjutnya, Sobat SN di mana pun Anda berada, kita akan menyimak bersama sambutan Gubernur Jawa Timur, Ibu Dr. Honoris Kausa Kofifah Indar Parawansa yang dalam hal ini akan diwakili oleh Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur. Yang kami hormati Ibu Arumi Bahin Emil Dardak, SE melalui tayangan video berikut [Musik] ini. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Armi Baksin, ketua tim gerak PKK. Saya ingin mengucapkan selamat hari Kartini khususnya bagi para perempuan-perempuan yang hebat-hebat dan juga menginspirasi di seluruh Provinsi Jawa Timur. Terima kasih saya diundang dalam acara ini. Tapi mohon maaf saya harus mengirimkan video ini karena di waktu yang bersamaan saya ada agenda juga. Jadi saya kirimkan video ini untuk mewakili saya yang enggak bisa hadir secara live. Mudah-mudahan ini tidak mengurangi esensinya. Saya ingin mengucapkan sekali lagi, selamat Hari Kartini tahun 2025. Nah, setiap tahunnya kita mengenang Hari Kartini dan saya betul-betul berharap bahwa ini tidak hanya jadi seremonial saja. Karena kalau kita kenang kembali ya, kita membayangkan sebagai perempuan di eranya Raden Ajeng Kartini itu betapa sebetulnya kalau sekarang kita melihat perempuan sudah luar biasa, sudah perempuan yang jadi CEO, perempuan jadi bisnis woman. perempuan yang menjadi ibu rumah tangga, tapi lihat bagaimana bisa mendidik anak-anaknya, mengantarkan anak-anaknya menggapai cita-cita masing-masing dengan sangat luar biasa. Jadi, perempuan yang sekarang ini dengan di tahun 2025 ini pasti sudah sangat berbeda tantangannya dengan perempuan-perempuan di ee masa Raden Ajeng Kartini. Kita kita bayangkan ya pada saat itu pastinya orang sampai sekarang pun masih banyak kan ee kalangan-kalangan tertentu yang menganggap perempuan itu tempatnya di rumah saja, di dapur saja. Nah, saya enggak bilang bahwa itu tidak mulia. Perempuan yang memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga, mengabdi untuk keluarga, itu adalah pekerjaan yang luar biasa mulia. Tapi yang salah kaprah kalau menurut saya adalah kalau kita mengkotakan. Nah, mungkin ini yang dialami oleh Raden Ajeng Kartini pada saat itu. Tapi alih-alih beliau merasa tertekan. Beliau memanfaatkan banyak waktu luangnya di rumah itu untuk hal-hal yang positif. Salah satunya adalah belajar membaca, belajar menulis, membaca, dan memahami apa bacaannya. Dan sampai akhirnya beliau sendiri terinspirasi bahwa sebagai perempuan ternyata banyak sekali potensi-potensi yang bisa dikembangkan. Bahkan perempuan-perempuan ini pun bisa setara dengan laki-laki dalam sisi ekonominya, dalam sisi karirnya dan seterusnya. Nah, tidak hanya berhenti di situ, tetapi beliau ini em action gitu. Jadi melakukan tindakan atas apa cita-citanya gitu ya. mulai mengabarkan perempuan-perempuan lainnya, membuka peluang untuk mereka yang belum bisa membaca, menulis untuk belajar membaca dan menulis, memahami, terus bersurat juga dengan para perempuan-perempuan inspiratif pada masanya di dalam negeri sampai dengan ke mancanegara. sampai akhirnya ini singkatnya saja beliau menjadi salah satu pelopor perjuangan perempuan yang sampai detik ini kita kenal dan kita kenang selalu. Tapi tentunya sudah enggak relevan kondisi ee perempuan pada masa Raden Ajengkartini dengan perempuan-perempuan yang sekarang. Karena dari sisi pemerintahnya, dari sisi orang tuanya pasti cultur-nya sudah berbeda. Sudah banyak sekali peluang-peluang yang bisa dimanfaatkan untuk kesetaraan gender bagi para perempuan. Tapi sayangnya ya di masa yang sudah sangat modern seperti ini, undang-undang sudah banyak yang melindungi. Tapi masih contohnya saja di tahun 2024 saya membaca di data kami masih ada lebih dari 8.000 Ibu, kasus pernikahan anak atau dispensasi pernikahan ini biasanya terjadi karena adanya ee konflik kuasa di mana biasanya perempuan dianggap lebih lemah dibandingkan laki-laki atau bahkan orang tuanya. Kemudian ada juga kasus kekerasan sampai dengan lebih dari 900 kasus di tahun 2024 kekerasan terhadap perempuan. Nah, hal-hal ini pasti bikin kita dilema karena satu sisi kita melihat banyak sekali perempuan inspiratif. Contohnya gubernur Provinsi Jawa Timur. Seorang gubernur yang mungkin sebelumnya tidak terpikirkan bahwa provinsi sebesar ini bisa memiliki gubernur seorang perempuan, tetapi dibuktikan oleh Ibu Khafifah Hindar Parawansa. Tapi di sisi yang lain, kita masih menghadapi masalah-masalah klasik yang dihadapi oleh para perempuan. Pertanyaannya, apakah yang kita lakukan bersama sebagai Kartini-Kartini di era modern dengan kapasitas kita masing-masing? Harapannya kalau dari saya tim penggerak PKK tanpa henti-hentinya pastinya ee berusaha dengan segala keterbatasan tapi juga dengan semangat yang tinggi meminimalisir kasus-kasus dispensasi nikah atau pernikahan dini atau pernikahan di usia anak dan tentunya juga kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan. memberikan banyak perempuan fasilitas-fasilitas baik itu kelas ataupun ilmu untuk meningkatkan skill mereka supaya mereka bisa lebih berkarya, lebih berdaya lagi. Karena di mana tempat perempuan yang berkarya dan berdaya biasanya tempat tersebut akan maju dan sejahtera. Kita hadir sebagai perempuan bukan untuk berkompetisi dengan laki-laki, tapi untuk melengkapi laki-laki juga sehingga suasana ekonomi, situasi sosial itu lebih seimbang dan juga balance. Terakhir sekali lagi saya mengucapkan selamat hari Kartini untuk kita semua. Kita sambut dengan penuh semangat, dengan penuh cita-cita agar para perempuan di Jawa Timur dan seluruh Indonesia semakin berkarya lagi, semakin baik lagi, dan semakin maju lagi. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, boleh berikan applause yang lebih meriah Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia. betapa sangat menginspirasi, menambah ilmu pengetahuan, dan juga menjadi renungan bagi kita semua di hari Kartini tahun 2025 kali ini. Selanjutnya, Bapak, Ibu hadirin, dan sobat ASN di mana pun berada, kita akan sedikit untuk memberikan informasi bahwa acara ini juga live secara YouTube begitu ya di BPSDM Jatim TV. Dan sebelum kita lanjut ke sesi materi untuk mengingatkan bahwa link presensi dapat diakses pada barcode yang sudah kami tampilkan di layar LED maupun pada running teks. Baik, dapat ditampilkan panitia untuk link presensi bagi sobat ASN yang mengikuti secara langsung maupun secara online Zoom meeting maupun di akun YouTube BPSDM Jatim TV bahwa link ini kami sudah tampilkan melalui running tex dan juga di layar LED di semestabank.id. Setelah Sobat ASN mengisi presensi, survei, dan lembar monev, nantinya link sertifikat ini akan muncul maksimal 1* 24 jam. Jadi, Sobat ASN jangan lupa untuk cek secara berkala. Sekali lagi kami informasikan dan juga kami ingatkan untuk link presensi, survei dan lembar MONEV harap diisi dan link sertifikat nantinya akan muncul maksimal 1* 24 jam. dicek secara berkala begitu Bapak dan Ibu dan Sobat ASN selama 1 hari ini. Dan untuk cara registrasi presensi, Sobat ASN dapat mengikuti video tutorial berikut ini. Selamat menyaksikan. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Baik Bapak Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia, Sobat ASN di mana pun Anda berada, saya boleh dengar tepuk tangan semangatnya karena kita akan segera memasuki sesi materi dengan tema yang luar biasa sesuai dengan peringatan Hari Kartini hari ini perempuan berkarya Jawa Timur sejahtera yang akan dipandu oleh Ibu Dr. Tri Susantari, M.Si. Kami silakan untuk dapat naik ke atas panggung. Ibu boleh berikan applaus menyambut kehadiran beliau di atas panggung. Silakan. [Musik] Baik, boleh sambil dicek juga mic-nya Ibu Tri. Saya mau dengar kabarnya hari ini sambil kita dengar suaranya apakah sudah oke. Mungkin bisa langsung dicoba. Sudah dinyalakan? Baik, apa kabar Ibu? Alhamdulillah baik, Mbak Patriia. Terima kasih. Sesi pemateri kali ini kami serahkan kepada Ibu Tri. Disilakan. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua. Yang saya hormati Bapak Kepala SD PS BPSDM Provinsi Jawa Timur ee Ibu Untari Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Ibu Lis ee Kepala Dinas ee DP3A ee Provinsi Jawa Timur ee Kiai Basnas. Nggih. Nuwun sewu saya belum hafal namanya. ee para undangan, ibu-ibu yang cantik-cantik luar biasa. Semangat nggih pagi hari ini. Saya melihat dari pagi panjenengan semua menyanyi dengan riang gembira. Ye. Baik, untuk sesi ee diskusi pada ee pagi hari ini nanti sampai dengan siang hari ee akan ada beberapa narasumber. Narasumber yang pertama adalah Ibu Dr. Dranda Sri Untari, Magister Administrasi Publik. Betul. Nggih, Ibu. Eh, Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur. Monggo Ibu kami persilakan untuk naik ke panggung. [Musik] Matur nuwun Bu Untari. Untuk narasumber yang kedua, Ibu Dr. Tri Wahyu Liswati, Magister Pendidikan, Ketua DP3 AK Provinsi Jawa Timur. Monggo Ibu kami persilakan untuk ke panggung. [Musik] giih. Baik, ee sudah di atas panggung kedua narasumber. Untuk sesi yang pertama saya aturi Ibu Dr. Dranda Sri Untari, Magister Administrasi Publik untuk menyampaikan paparannya. Pangamputen Ibu, waktunya 15 menit. Monggo Ibu. Matur nuwun Ibu moderator. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera untuk semuanya. Semoga berkat dan rahmat Allah Subhanahu wa taala bersama seluruh kita para perempuan yang bergabung di dalam program DP3A Provinsi Jawa Timur yang ditambatkan di dalam program ASN Belajar. Semoga kita semuanya senantiasa mendapatkan rahmat dari Allah Subhanahu wa taala dan senantiasa terbuka pikiran kita untuk saat ini di sini untuk kemudian kita mengisi ruang kosong di dalam pikiran dan hati kita. menerima sepercik ilmu yang mungkin bisa kami bagikan pada ibu-ibu semua sebagai bagian daripada amalan kita sebagai manusia yang hidup dalam keseharian. Yang saya hormati Bulis selaku Kepala DP3A. Kemudian ada sahabat saya, Mbak Tiah. Alhamdulillah matur nuwun sanget ada para ibu-ibu dari organisasi wanita dan organisasi perempuan serta para sahabat Ojol putri. Luar biasa panjenengan. Tepuk tangan buat rekan-rekan kita Ojol Putri. Saya tadi mau ngarang pantun. Kiro-kiro pantes apa ora, apik apa ora? Sakal ning kono iku mau soale Balongsari Kecamatan Tandes [Tepuk tangan] Ojol Putri memang [Tertawa] pantes matuk-matuk nih hari ini. Baik, rekan-rekan semua. Seperjuangan saya ini manusia yang berjuang bersama Mbak Tiah. Dari kecil intil-intil SD sampai hari ini kalau di dalam rumah u kudu loro ae. Lek neng jobo bergas. Iku salah satu indikator aktivis perempuan. Yang kedua, lek dikongon budal nang di ora takon. iku ma ono opo sing penting neng kono iso sharing, iso menyampaikan apa yang kita pikirkan dan bisa menumbuh kembangkan yang lain dalam upaya untuk bisa bersama-sama kita perempuan ini berdaya, mandiri, berkarya, dan bersejahtera di Jawa Timur yang kita cintai dan kita banggakan. Kita patut berbangga punya Ibu Gubernur perempuan, presiden wedok mek sitok Bu Mega durung ono sing nututi. Gubernur wedok mek sitok Bu Kifah iki durung ono sing nututi Bu. Saya tidak tahu kapan lagi akan ada perempuan jadi gubernur. Mungkin yang pengin jadi gubernur banyak, tetapi yang mampu menembus sampai kemudian menjadi gubernur baru satu orang perempuan namanya Ibu Khofifah. Lalu kalau tarik garis ke atas banyak perempuan ingin jadi presiden. Akeh perempuan pintar-pintar jadi jenderal ya ada jadi pimpinan komisioner besar-besar juga ada. Jadi ketua DPR RI juga sudah ada, tetapi baru Ibu Megawati yang jadi Presiden Republik Indonesia. Itu jenis kelaminnya perempuan. Ngaten, Bu. Dari 7 del8 presiden hanya satu presiden perempuan. Maka kita sebagai perempuan menurut saya sudah ada contoh. Ada presiden, ada gubernur, ada ketua DPR sing wedok-wedok, ada jenderal juga cuma saya lupa namanya siapa. Ada seorang jenderal berbintang tiga. Kalau di polisi ada jenderal berbintang satu namanya Ibu Juan SH. Itu yang sering saya kampanyekan juga sebagai kelompok perempuan yang mampu menjadi jenderal di polisi. Karena tidak banyak perempuan di angkatan maupun di kepolisian mampu naik sampai pada puncak untuk menjadi pimpinan tertinggi. Oleh karena itu, ketika kita menyadari itu, kami dari Komisi E saya utamanya karena sudah demikian lama bergumul di dunia perempuan, di dunia perempuan koperasi. Dan dulu kami ada di Kaukus Perempuan Koperasi Indonesia, maaf, Kaukus Perempuan Politik Indonesia, lalu koalisi Perempuan Indonesia, lalu saya terjun fokus langsung ada di dunia ekonomi perempuan, di dunia perkoperasian. Tapi memang penugasan di partai menugaskan kami di ee komisi yang membidangi perempuan, anak, sosial, pendidikan, kesehatan ada di Komisi E. Kalau kita melihat data di Jawa Timur, jumlah perempuan lebih banyak sedikit dibanding laki-laki. 50,3% dari 41 juta. Artinya bahwa jum kuantata kita ini lebih besar dari laki-laki. Tapi apakah kesempatan kita lebih besar dari laki-laki? Kesempatannya sudah sama. Kalau menurut saya sudah sama. Top leader di Jawa Timur wedok bukan laki-laki artinya second leader. Next day saya ingin melihat seorang sekda perempuan. Belum pernah ada sekda perempuan di Jawa Timur. Siapa, Bu? No. Jawa Timur ya. Kalau kabupaten kota masih banyak. Di Bojonegoro ada, kemudian di Sidoarjo ada. Tapi untuk provinsi, kepala birokrat tertinggi di Jawa Timur belum pernah ada yang perempuan. Mudah-mudahan polis bisa jadi seda. Ya, kita doakan terkadang doa yang mak betunduk ini kan mak betunduk namanya. Mak betunduk mak petungul itu doa yang asli berasal dari ee alam bawah sadar kita. Itu yang kita tidak tahu. Kita nanti mau jadi apa. Saya termasuk saya enggak pernah tahu kok iso moro-moro terdampar nih dunia koperasi dan politik juga enggak pernah tahu. Itu yang kemudian, nah kemudian kalau kita melihat ketimpangan di Jawa Timur khusus untuk indeks gender itu ada di Sampang, Bangkalan, Pamekasan, Sumenep, dan Probolinggo. Ini yang masih perlu kita dorong supaya bagaimana para perempuan ini bisa setara di dalam kesetaraan gendernya. Kita masih melihat di sana banyak. Kenapa? Ternyata satu masalahnya pendidikan. Jadi pendidikan ini menjadikan kita-kita mampu berbicara. Maka ketika kemarin COVID, pendidikan kita terhambat dengan model Zoom Zoom saja. itu ada data di Bali. Anak-anak SMP 153 anak tidak bisa membaca. Ketika tidak bisa membaca maka jendela ilmu itu menjadi berkurang. Apakah tidak bisa sambil mendengar? Bisa. Sekarang ada alat-alat instrumen YouTube, TikTok dan sebagainya. Tetapi membaca itu berupa pengetahuan itu mampu akan menjadikan analisa pendengaran kita dan pengatan kita jauh menjadi lebih bagus ketika kita memiliki referensi. Inilah yang menjadi salah satu prihatin kami sebagai ketua komisi E. Kami akan melihat di Jawa Timur opo yo no ngono iku. Itu bulis yang kami mau cari. Kami mau ketemu dengan Dinas Pendidikan apakah ada? bahwa ada anak-anak yang tidak bisa membaca sekolah tapi enggak iso mocong. Ini kan aneh. Ning sekolahan terus diajari opo? Apakah anak-anak tidak kemudian diminta untuk membaca buku-buku? Nah, ini temuan menurut saya dan temuan ini kalau ini banyak perempuan, maka kita masih punya PR lagi. Nah, kemudian berikutnya karena hanya waktunya 15 menit, maka kami punya enam strategi kami untuk memperkuat peran perempuan di dunia ramai ini dengan melalui pertama penguatan regulasi dan kebijakan pro perempuan, kedua pemberdayaan ekonomi perempuan, ketiga akses dan partisipasi pendidikan. Keempat advokasi dan kampanye kesaran gender, kelima perlindungan dan layanan sosial. Keenam, mendorong peran perempuan di politik dan kepemimpinan. Nomor enam, seperti saya. Kenapa muncul kemudian kayak saya, kayak anggota DPR DPRD yang lain diperlukan? Karena ketika kita mau ngambil keputusan kalau semuanya laki-laki tidak ada yang mengerti rasanya haid, tidak ada yang mahami nyusoni iku ngerangsemi koy opo iku? Gak ono sing ngerti. Jare bapak-bapak. Halah. atase ngono tok a lah. Halah kata-kata bapak-bapak. Padahal ketika ngerang semi, menyusui yang pertama sakitnya minta ampun. Lebih sakit ngerang semi daripada hamil 9 bulan. Itu kalau saya karena ngalami sendiri wabuh sampai tekan kini itu. Nah, ini menjadi salah satu poin ketika kebijakan kita di dunia untuk kepentingan perempuan. Ada perempuan di dunia politik dan di dunia birokrasi. contoh bullis sekarang ada di birokrasi sebagai eksekutornya, kami sebagai pols makernya, maka beberapa hal menyangkut kebijakan untuk kepentingan perlindungan perempuan dilakukan. Salah satunya hari ini dengan memberikan wawasan itu maka penting bagi kita untuk menciptakan para perempuan untuk masuk dunia politik. Bu Untari, politik itu gaduh, politik itu membingungkan, politik itu tidak jelas. Iya. Tetapi itu tantangan kita. Tetapi saya bisa bertahan lima periode. Dua kali di Kota Malang, tiga kali di Provinsi. Dengan tantangan yang tidak sedikit dan luar biasa. Mulai tantangan yang bersifat domestik dengan suami dan anak-anak sampai tantangan yang bersifat struktural. di mana lingkungan kita dan alam kita belum tentu memberikan dukungan. Tetapi orang-orang kayak saya, kayak Mbak Tia, kayak dan para aktif perempuan itu manusia ngeyel. Ngeyel untuk misi, ngeyel untuk visi. Kalau aku bisa, kenapa perempuan yang lain tidak bisa? Maka aku harus membaginya itu. Sesungguhnya kalau dikaitkan dengan hari ini sebagai hari Kartini, itulah sebenarnya titik kuncinya. Untuk apa Ibu Kartini knowledge terus-menerus ketika dilarang menyampaikan itu pada residen Belanda yang ada di Semarang, ada di Indonesia, beliau berkirim surat ke Ratu Belanda. Ngeyel. Kalau tidak ngeyel, kita akan tidak bisa mendapatkan tempat itu. Mendapatkan apa yang kita butuhkan. Kita ngeyel pengin pintar, maka pendidikan harus mentarakan perempuan. Kita ngeyel pengin sehat, maka anggaran kesehatan perempuan, anggaran reproduksi, prareproduksi sampai pasca reproduksi harus disusun untuk perempuan. Kita ngeyel berpolitik, maka ada afirmasi. 30% harus ada perempuan. Kita ngeyel di birokrasi, maka ada 30% minimal birokrasi perempuan. Intinya kita ngeyel, maka ada ojol perempuan. Coba kalau ibu-ibu yang bisa naik sepeda motor di ojol itu tidak ngeyel, pengin juga mendapatkan ekonominya, maka tidak akan pernah boleh oleh suaminya jadi tukang ojol. Benar enggak? Maka salah satunya ilmunya untuk bisa memperjuangkan itu carane ngeyel. Ngeyel tapi ngeyel terstruktur, ngeyel bayi data, ngeyel bayi regulasi, ngeyel ba fakta yang ada. Itu yang harus kita lakukan sebagai perempuan. Ibu Kartini ngeyel. Caranya ngeyel dengan peradaban adalah menulis. Karena Ibu Kartini tidak bisa demo. Mosok aku wedok podo mbek masku. Masku oleh sekolah sampai nang londo. Aku gak oleh aku mek dikongkon ning nerone puri, dikongkon macak manak. Masak bendino aku diuruki carane gawe wedak popor membaca menulis sudah tapi di di sana perempuan di sana apakah kaya aku? Apakah kayak aku? Itu pertanyaan dia. Maka kemudian aku gak iso metu teko istanaku. Yo wis aku tak nulis. Menulislah beliau. Jebollah peradaban itu karena Kartini menulis sehingga kemudian beliau menjadi tonggak bagi bagi perempuan modern untuk diakui keberadaannya. Kalau mau ditarik zaman kuno sudah ada raja-raja perempuan. Ratusima itu perempuan. Tribuana Tunggadewi perempuan, Suhita perempuan, Gayat Tri Rajapatni perempuan, peletak dasar hebatnya Majabit adalah seorang perempuan. Jadi kita semuanya hari ini telah diberikan oleh negara kesempatan untuk itu. Tinggal bagaimana kita mau melakukan itu. Maka kami dalam rangka untuk membangun dan membumikan serta men-sharingkan para perempuan lain untuk bisa hidup bersama kita, sama dengan kita. Maka kita perlu salah satunya adalah kalau di daerah peraturan daerah tentang perlindungan anak dan perempuan. Kenopo Bu Untari wis ono bojone, ono mase, ono hansib, ono tentara kok wedok-wedok sik njaluk perda perlindungan. Ya, karena mereka membutuhkan di ruang manaun mereka dilindungi hak-haknya. Untuk apa? agar terjadi kesetaraan antara perempuan dan laki-laki. Dan tambah satu lagi, salah satu ee kelompok masyarakat yaitu anak-anak kita. Perda tentang perda anak dan maka saya bilang sama Bulis, "Bulis, karena ini hari Kartini dan aku sesok kudu nang ngene kemen PPA. Enggak apao Bulis. Asal isuk aku tak rwene disik bar ngono kok terbang nang Jakarta besok mau bicara dengan kemen demi untuk kepentingan kita semuanya. Jadi mohon maaf lek aku gak sewekan ya Bu ya karena ini mau mlayu-mlayu jadi daripada solan salin mayu-mlayu wis ini kan perempuan modern celonoan sepatu ketan itu kan perempuan modern sudah ndak pakai canda jinjit meneh soalnya gak s mayu tetapi kalau kita seperti ini mayune cepat dulu saya kira Ibu Kart juga pengin macak ngene iki. Macake yo pengin ngene iki. Ora suwean nginting terus ngemini iki ya juj ya penak ning kene anceno tetapi opo yo bertahan ngene 10 menit sop pedot suwe-suwe gini nggih to pengin kayak begini terus penak ning gegeran jan tetapi tetapi gini terus yo engok mlakune kayak robot kayak AI nah kemudian berikutnya ini banyak nanti materi saya berikan pada penyenengan Ini poin-poinnya saja. Salah satu yang membuat kita bisa mengambil keputusan untuk diri kita sendiri adalah ekonomi cuan. Tanpa kemandirian ekonomi, kita tidak akan pernah mampu mengkomunikasikan ide dan gagasan kita dengan baik. Tidak pernah bisa membuat ide dan rekan sehat putus. Kenapa? Awakmu kakan kakean omong, "Mak, mak bu wis tal open ono arek-arek iko ae loh duit kan wis tekan aku." Ketika ibunya tahu bakatnya anaknya adalah sekolah di angkatan darat, bapaknya njaluk sekolah guru. Ibunya tahu sebenarnya, tapi karena ibunya tidak punya peluang ekonomi sendiri, maka akhire melok bapake, melok anake sekolah guru. Baru anake pencilan nk ngene guru. Yao pancene pecitatan ngono. Wong senengane dadi tentara gak pengin dadi guru. Alhasil guru dadi guru olahraga kan gitu. Ini ini salah satu contoh saja. Tapi kalau kita mampu dompet kita isine akeh begitu lalu kemudian kita mampu membuat keputusan sendiri. Minimal tuku lipstik gak P 1 P Wardah saiki mundak misal sing balik akeh digawe wongong kan itu. Tapi kalau kita bisa sendiri, alah mau beli berapa saja, mau beli sepatu, mau beli baju, mau sekolah, mau sekolah. Saya ini tipologi orang senang sekolah, Bu. Kok on S4? Aku gelem sekolah S4. Tapi gak ono S4 aku yo ggak sekolah S4. Seweneng saya sekolah itu, Mang. Banyak hal yang bisa saya pero maka yang harus dibutuhkan perempuan hari ini adalah bagaimana ekonomi perempuan itu terjadi dan menghasilkan pada diri sendiri. Maka saya hormat pada ibu-ibu semua, para ojol putri saya hormat. Cukup bondo iso nakak sepeda motor, nyilih sepeda motor iso oleh duit mendino mungkin bisa kredit berikutnya. Awalnya nyilih sepeda sepedae tonggone tetapi memiliki keberanian untuk bisa berdiri secara ekonomi. Opo kudu duwe pabrik ndaklah. Jadi ojol bagus, dodol-dodol sembarang bagus. Mulai dari dodol cilok sampai dodol berlian. Para perempuan asal satu ya, Ibu. Ngomong depan jangan menjual diri. Jangan. Ini jangan dijual. Ini ini gratisan dari Allah. Jangan dijual. Lek iso dipakai. harus dipakai untuk kepentingan membangun diri kita kembali kepada Allah dengan utuh. Karena kita diparingi utuh ketika dilahirkan. Berikutnya kalau kita sudah berbicara tentang bagaimana ekonomi, politik kemudian pendidikan. Nyun sewu saya mohon izin. Apakah di antara Ibu-ibu Ojol yang ada pendidikannya S1? Loh, bulis ono bulis luar biasa. Luar biasa. Tapi saya nangis saya nangis ini hati saya. Kenapa S1 harus keadaan Bu? Iya. Situasi Bu. Iya. Expired Bu. Iya, enggak apa-apa. Gak apa-apa. Pekerjaan ojol bukan pekerjaan rendah. Nggih. Tetapi pekerjaan mulia karena mengantar orang dari satu tempat ke tempat yang lain. Dari satu tempat ke tempat yang lain. Saya nyuwun nanti yang sudah S1 kalau sudah bisa mengumpulkan tabungan lalu bisa karena usia juga dipakai untuk kepentingan membangun ekonomi kecil melalui bentuk-bentuk UKM. supaya tidak di jalanan terus sing enom-enom ndak poo tapi usia sek munggah lek kenek angin wis mulai sriwing-seriwing iya nggih to mulai seriwing-seriing maka bagaimana caranya kita membuat regulasi poulis nah tadi yang keenam ke pertama sebenarnya regulasi yang berpihak kepada para perempuan piye carane bulis Bank Jatim iku CSR-nya ojo mek digawe tendo ojo me digawen salah satunya mungkin ini usul kebukup bagikan untuk modal para ojol untuk membuat UKM sendiri. Kalau CSR-nya Bank Jatim katakanlah ono 200 miliar. Nek wong sitok dikii R jutaan ngih bondo dodol pecelak. Cukup sih. Saya usul ya Bu Gup. Saya usul kepada Bu Gup. Sampun lah. Ayo di tiap-tiap kabupaten kota dibegitukan. Katakanlah ojol putrinya ada berapa ning ngene Surabayo piro, ning Malang piro, ning Gresik piro? Dan seterusnya. Lek ono 500 yo dimulai teko 10, 20, 30. Suwe-suwe lak dadi 500. Dan ndak kira satu kabupaten kota itu ojol putrinya sampai 500. Paling banter kiro-kiro 100. Lek neng Mediun 1500 kan sak Jawa Timur se Surabaya. Oke. Nah, 1500 di gerbang Kertas Susila nanti kan bisa bank-bank Jatim CSR-nya sebagian diberikan pada ibu-ibu ojol tapi diminta untuk menyusun rencana bisnis dulu mau dagang apa begitu baru kemudian nanti diparingi modal. Nek CSR kan sudah enggak bingung balekno itu dalam ini adalah polse yang mesti harus kita susun. Kami sebagai bagian daripada anggota DPRD Provinsi Jawa Timur untuk membangun polese berpihak pada perempuan melalui BUMD sehinggak kakean ribet. Nah, kemudian berikutnya yang masih bisa saya ingin sampaikan adalah perlindungan dan layanan sosial. Saat nyun sewu polis kalau bisa 1500 ojol itu dimudahkan di dalam pelayanan sosialnya. Termasuk adminduk adminduknya, administrasi kependudukannya. Contoh mau menikah karena perempuan belum berkeluarga atau sudah pernah berkeluarga tapi berpisah. Iki ojo dingel-ngel golek KTP-ne gitu kan. KT akad nikahe lek iso ono diskon. Oh gratis. Oh, keren. Wis gratis tambahan untuk yang berkaitan dengan layanan sosial berikutnya apa? Mungkin yang namanya beliau-beliau juga penat kepalanya. Maka kalau bisa hubungan sama HIMSI, Himpunan Parapsikologi untuk nyiapin sampun. Keren. Sip. Inilah yang Buulis Lis bisa siapkan di mana? Di beberapa titik. Ojo siji Lis. Kalau misalkan titik-titik offline susah online membangun jaringan dengan para psikolog secara online untuk memberikan perlindungan dan layanan sosial psikologi kepada rekan-rekan kita, para ibu-ibu perempuan kepala keluarga yang kemudian ada bekerja di UKM, di koperasi, bekerja di Ojol, bekerja di industri dan sebagainya. Kemudian advokasi dan kampanye kesaraan gender. Saya kira ini Jawa Timur sudah tinggi, sudah 92% lebih untuk indeks pembangunan gender. Sehingga menurut saya Jawa Timur sudah bisa jadi contoh. tetapi di beberapa tempat dan kabupaten tertentu masih dalam lingkup culture yang belum membuka untuk kesetaraan gender. ini yang kemudian secara polemaker berkorelasi dan komunikasi dengan pemerintah kabupaten kota setempat agar kemudian ini dibuka supaya para tokoh-tokoh agama, tokoh-tokoh budaya memahami bahwa istri Rasulullah, Ibu Siti Khadijah, Ibu Siti Fatimah bukan manusia yang hanya di dapur, kasur dan sumur. Ya, Ibu Siti Khadijah seorang saudagar besar. Kenapa Rasulullah memilih menikah berbeda 15 tahun? Saya mencoba melempelajari. Oh, ngerti aku saiki supaya nek sing nyupot pergerakan perjuangan di dalam rangka untuk meluaskan apa yang diwahyukan Allah kepada Rasulullah. Lek bojone ngak-ngikngok sik bendino njaluk disayang ditinggal titik nangis dikongoni ko nangis ya k berjuang loh maka memilih istri yang enggak ngakngikngok saya juga membaca akhirnya Bung Karno kenapa berpisah dengan Ibu Utari bukan Untari ya Ibu Utari pernikahannya karena Bung Karno berjuang terus menulis Bu Untarine dolan an bal dolanan masih belum bisa dijak mikir tentang perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia. Maka kita harus melihat bahwa kalau tokoh-tokoh agama dan tokoh budaya memahami background Rasulullah, beliau menikah dengan seorang janda berusia beda 15 tahun. Rasulullah sel tahun, beliau 40 tahun dan ini sodagar kaya. Sudah diuji oleh Ibu Khadijah, Muhammad disuruh ee apa namanya? Berjualan domba itu dan beliau sangat sitik, sangat amanah. Maka alah timbangane golek wong lanang tuek tapi enom pikirane. Mending cah iki enom tapi pikirane tuek. Bersatulah beliau berdua dalam pergerakan perjuangan mensyiarkan Islam. Demikian juga Bung Karno pada akhirnya menikah dengan Bu Inggit. Karena Bu Inggit juga lebih tua dari Bung Karno. Matang ketika Bung Karno melaksanakan proses persiapan kemerdekaan Indonesia. 13 tahun ngancani ning penjara. Dari penjara ke penjara, dari penjara ke penjara. Maka yang dibutuhkan kita sekarang adalah perempuan dewasa dan matang yang itu mampu untuk bisa membangun negeri kita melalui Jawa Timur ini. Yang kita butuhkan itu. Mari dari rahim kita dari ini apa namanya? Apa lek ngarani iki? Pangkuan kita. Kita hadirkan anak-anak kita yang mampu meneruskan zaman dengan memberikan pendidikan yang baik, adab yang baik, akhlak yang baik, pikiran yang cerdas sehingga dia akan menjadi manusia-manusia penerus kita yang cerdas. Nggih, saya sudah diparingi pangapunten sehingga saya juga akan nggih matur nuwun diparingi pangapunten. Saya akan nyuwun ngapunten. Enam sudah saya sampaikan rinciannya ada di situ. Kesimpulan akhirnya dan harapan komitmen kami terutama saya sebagai ketua komisi E kami mendukung sepenuhnya pemikiran, pengembangan, penembuhan perempuan untuk setara dengan laki-laki dari berbagai sisi, ekonomi, sosial, budaya, pemberdayaan, politik, hukum, pemerintahan kami dukung sepenuhnya. Kemudian kami juga mendorong untuk kebijakan-kebijakan yang memenuhi kesetaraan gender. Alhamdulillah banyak kok kepala OPD perempuan. Ada Bu Lis, ada Bu Novi, ada Bu Lilik, ada Bu Indi. 12 orang ada Bu Tiat, para kepala-kepala OPD. Dari 40-an OPD ada 12. Dan kemudian kami berkomitmen menyelesaikan Perda perlindungan anak dan perempuan ini tahun ini sebagai Perda inisiatif untuk melindungi kita semuanya. Harapan saya, harapan kami adalah mewujudkan masyarakat Jawa Timur yang inklusif dan berkeadilan gender. Di mana peran perempuan diberdayakan secara maksimal dan kesetaraan akses untuk perempuan dan anak dapat terjamin dengan sebaik-baiknya. Lalu kami juga mengharapkan lingkungan yang tercipta bagi perempuan berkembang dalam segala bidang. Ekosistem kita dibangun dan dibentuk untuk membutuhkan untuk supaya perempuan bisa berkembang dengan baik. Dan kami berkomitmen secara kuat untuk bisa membangun secara inklusif di Jawa Timur utamanya afirmasi kepada kelompok perempuan. Matur nuwun. Demikian yang bisa saya sampaikan. Tetapi ini ada satu puisi dari Bung Karno, bukan puisi, quote ya. Laki-laki dan perempuan adalah seperti dua sayap dari seekor burung. Jika dua sayap sama kuatnya, maka terbanglah burung itu, gitu ya. Tetapi sampai ke puncak yang setinggi-tingginya. Jika patah salah satu dari dua sayap ini, maka tak dapatlah burung itu terbang sampai puncaknya. Jadi lek mek lanang tok yo ngene ngene ngene kepleh burunge gak bisa terbang. Wedok tok yo ngene ngene ngene burungnya enggak bisa terbang sampai di puncak. W ini bisa kita pakai untuk kepentingan kita membangun kesetaraan gender bersama-sama. Matur nuwun. Ihdiniratal mustaqim. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Tepuk yang tangan yang meriah nggih. Monggo. Matur suwun sanget Bu Untari. Nggih. Untuk sesi berikutnya ee mempersingkat waktu saya aturi Ibu ee Dr. Lis untuk menyampaikan paparannya. Ngapunten 15 menit nggih Bu. Siap. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk Ibu Bapak semuanya. Yang saya hormati, banggakan, dan muliakan Ibu Gubernur Jawa Timur, Ibu Dr. Honoris Haus Hajah Hofifa Indar Parawansa, Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Ibu Arumi Basin juga. yang sangat kami banggakan. Di samping saya, beliau perempuan juga luar biasa, Ibu Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur. Matur nuwun, Ibu sudah berkenan rawuh on the spot. Begitu saya sapa juga sahabat-sahabat yang mengikuti kegiatan ASN belajar secara daring. Alhamdulillah sudah hampir 2.000 yang mengikuti kegiatan kita secara daring. Ibu ee ini adalah edisi spesial ASN belajar karena kami on the spot ada secara daring juga bisa diikuti oleh seluruh sahabat kepala dinas P3A di Provinsi Jawa Timur yang ada di kabupaten kota 38 kabupaten kota. Luar biasa juga sahabat-sahabat kami di Dinas DP3AK. Ibu dinas kami tidak semuanya perempuan begitu. Jadi alhamdulillah masih berimbang jumlah karyawan laki-laki dan perempuan. Terima kasih Bu Sekdis, Bu Kepala Bidang semuanya juga Ibu Kepala UPT, Bapak Kepala Bidang satu-satunya yang hadir secara ee on the spot. Bapak, Ibu yang saya banggakan. Ee materi yang disampaikan oleh Ibu Ketua Komisi E luar biasa tadi pagi seperti yang disampaikan Bapak Kaban, Ibu Gubernur kita menuliskan Ibu di edisi Jawa Pos pada pagi hari ini dan insyaallah sudah saya kirim, saya sebarkan ke seluruh organisasi perempuan. Bapak, Ibu yang hadir on the spot. Kalau saya boleh tanya, sudah adakah yang pernah bertemu dengan Raden Ajeng Kartini? Belum. Belum ngih? Belum. Belum. Karena ini masih dalam suasana Syawal, izinkan saya mengucapkan minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh peserta yang hadir secara on the spot maupun secara daring. Juga kami menyampaikan selamat hari raya Paskah untuk seluruh sahabat-sahabat kita yang merayakan hari raya Paskah yang hari ini tepat saya mohon izin menyampaikan selamat hari Kartini 21 April 2025. Kenapa kami mengambil tema perempuan berkarya Jawa Timur sejahtera Ibu? Karena selama ini dari para bapak-bapak kok mintanya ee perempuan berdaya aja. Apa selama ini gak berdaya? Oh salah. Perempuan-perempuan di Jawa Timur itu sudah sangat berdaya. Makanya kita mengambil temanya bukan perempuan berdaya tapi perempuan berkarya. begitu. Dan yang ambil peran karya itu adalah yang hadir on the spot maupun hadir secara luring. Ibu 2.000 peserta. Insyaallah mudah-mudahan acara ini memang benar-benar bermanfaat. Bapak Ibu untuk materi saya kali ini menyambung dari Ibu Untari bagaimana menjadi perempuan-perempuan yang mandiri yang tidak nangisan, tidak cengengan, tidak baperan. Nah, itu semua ada di sini Bu. Bukti nyatanya. Applause dulu untuk sahabat Gaspol Tangguh Jawa Timur. kami melatih menempa mental mereka untuk ee apa ini untuk kuat, untuk strong. Ee tidak hanya ambil peran di dalam keluarga ee bagaimana karena letaknya ada di tangan kita para perempuan. bagaimana kita nanti bisa melahirkan mengantarkan putra-putri kita seperti apa yang sangat dipesankan oleh Ibu Gubernur. Jadi kalau yang belum pernah lihat atau bertemu Ibu R Kartini, Ibu-ibu bisa melihat langsung Ibu Gubernur kita. Itulah Kartini Sejati di era emansipasi wanita saat ini. Applause dulu, Kagem beliau gitu. Jadi selain beliau itu adalah perempuan yang inspiratif, pesan beliau kepada kita semua agar bisa meneladani beliau, kita harus menjadi perempuan yang santun, yang kalem, yang lemah lembut. Dan tadi digaris bawahi Bapak Kepala BPSDM, perempuan yang anti hox. Nah, jari kita harus hati-hati. Makanya pesan beliau, selain lemah lembut, santun, punya adab yang bagus, punya attitude yang bagus, terakhir harus berakhlak mulia. Nah, ini sangat luar biasa keteladanan beliau gitu nggih. Jadi, pesan ini saya teruskan baik secara daring maupun on the spot ee yang berada di kampus BPSDM. Bapak, Ibu yang saya banggakan, sekolah menjadi pembelajar sepanjang hayat itu tidak harus sekolah formal. tadi kalau ada yang teman-teman ee gaspol tangguh ada mitra yang dari lulusan S1 luar biasa. Tapi sesungguhnya belajar itu tidak harus selalu pembelajaran formal. Menjadi pembelajar sepanjang hayat siapapun gurunya, di mana pun tempatnya kita selalu bisa belajar gitu. Jadi siapapun juga bisa menjadi guru gitu nggih. Siapapun bisa menjadi murid. Jadi kita sebagai perempuan-perempuan tangguh di Provinsi Jawa Timur harus memberikan keteladanan ini kepada seluruh masyarakat di Provinsi Jawa Timur. Jadi, Bapak, Ibu ee kenapa kita mengembangkan kapasitas kepemimpinan perempuan gitu nggih melalui kesadaran pemikiran yang kritis, kecakapan hidup, salat, salat, solidaritas, dan pembelajaran sepanjang hayat tadi yang saya sampaikan. Karena sekali lagi ini sangat sangat related dengan tulisan Jawa Pos Ibu Ibu Gubernur kita pada pagi hari ini bahwa kita akan menjadi perempuan-perempuan pejuang Kartini yang anti hox, tidak mudah terhasut, tidak mudah menerima informasi-informasi yang palsu. juga ibu-ibu harus memastikan ibu-ibu tidak menyebarkan hoa, menyebarkan fitnah, menyebarkan ujaran kebencian. Kita juga harus kontrol dalam keluarga kita karena kita seorang ibu. Bagaimana suami kita? Bagaimana dengan putra-putri kita dalam bermetsos sekarang ini? Gitu. Filternya ada di Ibu Bu Kadis lah. Itu punya anak saya di private gitu ya. Saya ndak bisa mengontrol postingan putra-putri saya sendiri. Nah, ini tugas Ibu bagaimana kita bisa ee mengafirmasi putra-putri kita itu sehingga kedekatannya seperti besti gitu ya. Kalau ketemu kita itu penginnya mereka bisa curhat. Nah, seperti itu. Nah, Bapak Ibu menjadi pemimpin perubahan. Jadi harapannya perempuan-perempuan ini kalau sudah menjadi pembelajar sepanjang hayat, memiliki kecakapan hidup, memiliki solidaritas, ini kita bisa menjadi agent of changing, menjadi agen perubahan, apapun perubahan itu gitu nggih menjadi w wanita-wanita perempuan-perempuan yang berdaya secara ekonomi utamanya. Dan berikutnya Bapak Ibu tentunya ini nanti akan memperkecil gitu nggih akan makin membuat setara. Provinsi Jawa Timur Bapak Ibu kalau boleh saya informasikan kesetaraan gender kita itu sudah di atas rata-rata nasional gitu. Applause dulu untuk para perempuan Jawa Timur gitu. Karena di ee kita selalu memperjuangkan ini dan kita gak boleh lengah. Target kita tahun depan kita makin setara lagi gitu. Artinya kalau angka itu makin kecil, kesenjangan itu makin tipis gitu. Tadi Bu Arumi juga memesankan bukan kita pengin bersaing dengan para kaum laki-laki, tetapi kita sebagai pelengkap dari semua kaum laki-laki seperti itu. Nah, Bapak Ibu tadi Ibu Ketua Komisi E juga sudah menyinggung masalah indeks pemberdayaan gender. Indeks pemberdayaan gender kita 3 tahun terakhir ini juga sudah naik secara signifikan dan ini nilainya juga di atas rata-rata nasional gitu. Applause dulu untuk para perempuan tangguh Jawa Timur gitu. Nah, Bapak Ibu yang saya banggakan ee bagaimana DP3AK sebagai kepanjangan tangan dari PEMPR Jatim. dalam memberdayakan para perempuan di Jawa Timur. Bapak, Ibu, mohon izin saya sampaikan dinas kami itu dinas yang susah disebutkan karena panjang gitu nggih. DP3AK, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga berencana, serta kependudukan dan catatan sipil. Jadi tusi kami ada di sana sehingga dalam pemenuhan hak sipil Ibu alhamdulillah semua layanan duk capil itu adalah gratis tidak berbayar. Hari ini pun kami di depan ada spot untuk pelayanan ee IKD Ibu. Jadi itu juga gratis. Nah, Bapak Ibu ee DP3 AK sebagai kepanjangan tangan dari PEMPR Jatim ini hadir melalui putaran. Jadi, pusat pembelajaran perempuan tadi di awal salah satunya adalah membentuk perempuan-perempuan gaspol, perempuan-perempuan ee ojek online bisa membentengi dirinya dengan jujitsu. Itu adalah hasil dari pembelajaran di dinas kami, gitu. Alhamdulillah menggandeng cucitsu Indonesia kami berkolaborasi membekali para perempuan-perempuan menjadi tangguh secara fisik gitu, tidak hanya secara mental. Bapak, Ibu yang saya hormati, pembelajaran tadi disebutkan Ibu Ketua Komisi E. Jadi selain kami membelajarkan beauty class, cooking class, gift class, terus ada juga menjahit, ada juga pembelajaran ee untuk kerohanian, Ibu. Jadi yang muslim setiap hari Kamis kami ada pengajian di UPTPA kami. Sedangkan yang nonmuslim itu kebaktian bersama ee Gaspol yang nonmuslim. Jadi kalau Ibu berkenan nanti Kamis malam Jumat yang mana Ibu bisa berkunjung begitu. Selain itu kami juga bekerja sama dengan perguruan tinggi UNER Ubaya juga ee dari dunia usaha dunia industri itu ada dari Ester Klinik ada dari Zep untuk bisa membelajarkan itu, Ibu. Karena enggak mungkin kalau kami semua sebagai mentor, tapi kami menggandeng mitra dan jejaring itu semuanya termasuk di bidang politik, hukum, sosial, dan ekonomi. Jadi kami juga menggandeng teman-teman dari Pushham itu untuk bisa memberikan pembelajaran itu. Nah, Bapak Ibu berbahagianya putaran ini diadaptasi oleh seluruh kabupaten kota menjadi bentuk sekolah perempuan. Ibu jadi skoper gitu. Jadi dari 38 kabupaten kota alhamdulillah data di kami skoper ini sudah ada 24 gitu. Jadi kami mendorong sisanya yang belum yang 14 kabupaten kota. Nah siapa saja sasaran kami kan gitu ya Bu ya. Kalau seluruh perempuan yang ada di Jawa Timur insyaallah ini berat gitu. Tetapi kami ada sasaran gitu. Sasarannya siapa saja ini salah satunya adalah perempuan ojek online, perempuan penyintas kekerasan gitu nggih. Ada perempuan kepala keluarga, perempuan anggota forum anak dan perempuan XPMI. Jadi 1 tahun terakhir Ibu bukan KDRT kasus kekerasan yang tinggi tetapi tentang PMI TPPO Ibu. Jadi banyak PMI ilegal. Nah ini yang yang kami juga terus ee coba untuk mengadvokasi teman-teman untuk tidak berangkat menjadi pegawai migran Indonesia secara ilegal. Nah, putaran ini kelasnya Bapak, Ibu. Kalau Bapak Ibu pengin melihat secara langsung kelas memasak ini kami menggandeng MasterChef gitu. Nah, pertemuannya tiga kali dalam seminggu gitu. Sedangkan dengan Viva Ibu boleh menyebut merek ngih karena bermitra dengan kami. Ada Viva dan Ester Klinik. Ini luar biasa. kami ada enam kali pertemuan Ibu untuk melatih teman-teman ee terampil dalam ee beauty class begitu. Terus juga kami pengandeng Gerpapi, Rajut, Amaopi ini tiga kali pertemuan untuk gift class. Jadi kami bermitra secara pentahelik dengan organisasi pemerintah, organisasi swasta, dunia usaha, dunia industri, organisasi perempuan, organisasi masyarakat semuanya gitu. Berikutnya untuk kelas hukum ini pertemuan kami enam kali dengan Universitas Surabaya. Alhamdulillah kami bersinergi. Berikutnya dengan UNER Bu Dr. Tri. Ini kami enam kali pertemuan untuk kelas politik, Ibu. Nah, Ibu nanti harus hadir sebagai pengajar khusus untuk kelas politik ini. Ee giih. Siap, Ibu. nanti kami agendakan karena ini bukti langsung Bu gitu. Karena di antara kita untuk menjadi pelopor perempuan ajen perubahan kan harus ada bukti nyata apabila kita ditantang bisakah kita seperti beliau? Kita juga masih mikir beribu kali gitu nggih. Untuk keterlibatan perempuan dalam parlemen masih kecil Ibu memang. Jadi ini yang perlu kita ajarkan dan saya yakin nanti Bu Untari bisa push gitu nggih. Terus berikutnya kami juga untuk ibadah ini dengan Srikandi Iji, Muslimat NU, WKRI, GKJW dan seluruh organisasi keagamaan lainnya Ibu dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Next. Nah, untuk kelas-kelasnya Bapak, Ibu, kelas ini sesuai kami ada asesmen untuk teman-teman Gaspol yang hadir sekarang 150 orang on the spot ini adalah yang telah menyelesaikannya pembelajaran di pusat pembelajaran kami di DP3 AK dan menyelesaikannya dengan baik. Applause dulu untuk komitmen mereka gitu. Karena Ibu jumlah kami ada 1500 karena ini pernah kami hadirkan saat acara Basnas ee di Islamic Center seperti itu. Sehingga untuk mengikuti kelas pembelajaran kami juga ada asesmen gitu. Siapa yang punya komitmen yang bagus, punya tujuan yang jelas untuk upgrade kemampuannya, insyaallah lolos gitu. Nah, ini 150 orang sangat bersyukur di antara 1500 yang lain gitu. Nah, tadi Ibu kami juga bersinergi dengan Bank Jatim ee selaku pemberi CSR tapi memang masih terbatas Ibu. Ada sudah 20 orang yang mendapatkan CSR bantuan modal sebesar Rp3 juta gitu. Gigih kok persis gitu. Terus kami juga menggandeng dengan Dinas Sosial. Jadi, Bapak Ibu dari Dinas Sosial juga terima kasih hasil asesmen-nya. kemarin sudah diberikan di awal bulan ini Ibu di dinas kami sebanyak 40 perempuan ee kelompok rentan ini. Jadi tidak hanya gaspol, ada perempuan kepala keluarga, ada penyintas korban penyintas kekerasan itu mendapatkan masing-masing Rp3 juta jumlahnya 40 orang gitu, Bu. Applause dulu, Dinas Sosial. Terima kasih. Jadi ini kami membangun sinerginya dengan organisasi pemerintah dan yang lain seperti itu, Ibu. Jadi kami mewajibkan teman-teman Kabit ini tidak selalu stay di kantor, Bu. Jadi terutusan ke mana-mana mencari kolaborasi ini, gitu. termasuk hari ini kami pun berkolaborasi dengan BPSDM karena kami ingin ee seluruh masyarakat di Jawa Timur itu ee bisa melihat bagaimana keberhasilan teman-teman di pusat pembelajaran kami. Begitu. Next. Nah, ee kegiatan-kegiatan ini dan dari teman-teman ini banyak juga yang telah berhasil Ibu Mandiri tidak lagi ngebit. Jadi organisasi atau perkumpulan gaspol ini berbeda dengan perkumpulan yang lain. Kalau yang lain kan penginnya makin hari makin besar, makin bertambah gitu ya, Bu ya, anggota komunitasnya. Tetapi di kami berbeda. Kami inginnya makin hari makin sedikit gitu. setelah lulus dari pemberdayaan ee teman-teman ini ndak kebit lagi sehingga makin berkurang, makin berkurang hingga nanti bisa selesai harapan kami. Tentunya ini atas arahan dan bimbingan Ibu Gubernur Jatim ee Ibu Khofifah ini sangat luar biasa Bu perannya men-support kami di DP3 AK Jatim. Jadi ee seperti itu Bapak Ibu, sekolah perempuan di kabupaten kota ini namanya juga unik-unik Bu gitu. Jadi ada di Kabupaten Nganjuk itu ada sapa mama, sekolah perempuan, anak dan masyarakat marginal. Jadi terus berikutnya ada sekolah perempuan Kober kumpulan ibu-ibu hebat dan cerdas. Jadi banyak sekali gitu nggih. Saya gak usah sebutkan karena ini ada Bapak Ibu Kepala Dinas PPA seluruh Jatim gitu nggih. Nanti yang di kabupaten yang belum 14 itu kami selalu siap bersinergi dan terus mendorong untuk bisa ee memiliki ruang untuk para perempuan kelompok rentan. Jadi sasaran kami jelas perempuan kelompok rentan. Di dalamnya ada penyintas kekerasan. Ada kelompok gaspol, ada peka. Nah, peka ini Ibu mohon izin tidak selalu janda, tetapi bisa jadi perempuan yang memiliki suami tapi suaminya tidak bekerja karena alasan sakit ataupun bekerja tapi penghasilannya kurang dari R1 juta per bulan. Ibu jadi masuk kelompok kita juga gitu. Makanya jumlahnya seperti itu. Jadi seperti itu, Bapak, Ibu yang kami banggakan, yang kami cintai semuanya. Mudah-mudahan dengan meluaskan kolaborasi, sinergi ee ini kita akan bisa mengalami percepatan lagi dalam sekolah perempuan ini. Pesan Ibu Gubernur, di saat yang lain berjalan, kita berjalan. Di saat kita berlari, yang lain ikut berlari gitu. Saat kita membuat lompatan, yang lain, provinsi lain juga membuat lompatan-lompatan, Ibu. Ternyata seperti itu. Sehingga beliau memesankan dan ini wajib saya teruskan kepada seluruh yang hadir, baik daring maupun luring. Kita harus cerdas dalam menangkap setiap peluang, Ibu. Jadi peluang mana yang ada kita harus cerdas mensinergikan, mengkolaborasikan sehingga itu bermanfaat secara langsung, berdampak secara langsung kepada seluruh masyarakat Jawa Timur. Seperti itu, Bapak, Ibu yang saya banggakan. Mudah-mudahan nanti diskusi kita akan membawa keberkahan untuk kita semuanya. Wallahul muwafiq ila aqwami thq. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Tepuk tangan yang luar biasa Ibu Lis, Dr. Lis dari DP 3 nggih. Matur nuwun, tepat sekali waktunya. Engh, Ibu ee ini memang sesinya kita tidak membuka pertanyaan, akan tetapi ee saya ingin merangkum saja 1 2 3 pertanyaan untuk panjenengan berdua secara langsung mengingat waktunya sangat terbatas nggih. Yang pertama luar biasa tadi istilah ngeyel ngeyel ini memang Jawa Timur banget gitu nggih. Nah. apa namanya? Ngeyel itu sendiri sebenarnya bahasa lain ee kalau pemikiran Kartini itu adalah perjuangan. Bahasa lain dari aliran pemikiran feminis itu juga perjuangan sebenarnya. Akan tetapi Ibu tadi sudah ngentikan perkara inklusi. Semuanya tadi ngentikan inklusi dan inklusif. Akan tetapi perubahan sosial dan teknologi ini luar biasa, Ibu. Nggih. Mungkin kami generasi bubi boomers ya, generasi yang sudah lansia dan pensiun ya kan. Kemudian ada generasi milenial, ada generasi Z atau gengsi, kemudian ada generasi alpa yang mungkin sekarang itu STK. ngih sampai SLTA ngih itu generasi alpa yang pastinya tadi juga disinggung sama Bu Gubernur ini terkait dengan bahwa perempuan hoa gitu. Nah, ini kaitannya dengan teknologi yang perkembangannya luar biasa, Ibu. Iya. Nah, saya mohon pendapat panjenengan berdua terkait mengatasi hal ini apakah wonten program dari Komisi E maupun dari ee DP3A melalui putaran atau sekolah perempuan ee kalau panjenengan tadi melalui regulasi Bu saya rasa nggih. Mbok menawi itu dulu saya aturi Bu Dr. Ari kemudian panjenengan menambahkan Bu Dr. Lis. Monggo, Ibu. Terima kasih, Ibu. Ini memang sekarang menjadi ee diskursus kita yang begitu menyeruak di seluruh ruang kita. Karena sesungguhnya ruang yang sangat besar ini sudah bisa disederhanakan menjadi ini. Universe kita sudah tinggal satu genggam ini saja. Universe loh ya. Alam raya yang besar ini sudah ada di sini. Di dalam alam raya itu ada semua ciptaan Allah dan ada ciptaan manusia. Ini ciptaan manusia yang mencoba untuk menangkap seluruh ciptaan Allah itu menjadi ee dalam satu alat komunikasi yang disebut dengan gadget ini. Semakin hari manusia semakin menemukan cara untuk menyamai Tuhan. AI misalkan, kita sudah hampir saja tidak bisa memisahkan mana manusia yang sejati, mana manusia yang AI. Sehingga ada beberapa waktu yang lalu pada saat bulan Ramadan ada semacam postingan begitu. Ada ibu sedang berbicara dengan putranya yang sudah pulang begitu. ee berbicara dengan putranya ee kemudian putranya ini datang sendiri. Maka kalau saya harus mengatakan hari ini regulasi kita masih belum menyambut itu. Undang-undang kita baru Undang-Undang IT baru Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik. Nah, pengembangan pemikiran regulasi kita berkenaan dengan ini harus mapak menjemput menjemput zaman sehingga kita tidak menjadi korban dari teknologi informasi yang sudah jauh sekali berkembang. Kemarin saya baca TikTok-nya ee Daru dan Naru anak muda. 10 pekerjaan yang dibutuhkan itu adalah cyber ya, big data. Jadi guru, jadi advokat, jadi ustazah, dadi ustaz. Wis ora dibutuhno. Kenapa? Karena mereka sudah bisa mengambil itu semuanya dari internet melalui teknologi AI dan teknologi teknologi yang lain yang Amerika Serikat dan China sudah bersaing untuk itu secara luar biasa. Dan kebetulan Amerika Serikat kalah, meta kalah dengan dipsik. Sudah. Ini yang menjadi wacana kita bersama-sama. Rekan-rekanku, para ibu-ibu, walaupun panjenengan ngojol, ojo lali lek karo ngenteni penumpang itu buka Google untuk mencari berita tentang berbagai perkembangan ilmu pengetahuan dunia yang semuanya tersaji ada di situ. Pjenengan bisa menghibur diri dengan TikTok lucu-lucu, tetapi jangan lupa mencari kalau tadi seoper sekolah perempuan itu offline, panjenengan bisa mencari sekolah sendiri secara online. Karena kalau kemudian kita tidak punya bekal itu, pertama kita tidak mampu melakukan penghadangan hoa ini. Nanti akan ada hoa untuk suami kita, untuk anak kita, untuk pekerjaan kita, untuk lingkungan kita. Berikutnya akan ada hoa untuk diri kita sendiri. Kalau kita sudah diduplikasi oleh AI, dulu ada cloning persis saya persis bullis, tapi itu A1, A2, A3 sampai A10. Ini yang original. Lalu dicloning menjadi SUB1, SUB2, SUB sampai 10. SUB Sri Untari Bisowarno. Lis 1, list 2 sampai 10 tidak ada beda. Dan ini para lab-lab besar dunia yang didanai oleh mereka-mereka, negara-negara adidaya sedang mengembangkan melakukan kloning manusia seperti ini. Tapi tertutup, tidak dibuka, hanya bisa dibuka oleh orang-orang yang mampu menembus tembusan dari channel-channel itu. Maka dalam upaya kita untuk bisa membuat kita terhalang oleh adanya teknologi informasi yang kayak begini, Ibu-ibu harus pintar. Tetap di tangan kita kok anak-anak kita itu. Pengalaman saya dengan tiga anak, alhamdulillah semuanya menjadi anak-anak yang baik sing enggak kakean torek. Kalau basane suraboan kakan torek, kakan getabrus begitu. Karena sekolah dengan baik sampai S2. Kemudian sudah yang satu sudah jadi anggota DPRD Kabupaten Malang. Berani bertarung untuk bisa mengikuti jejak ibunya. Satu lagi ee di Jakarta, di Pertamina. Satu lagi yang ngikuti jejak saya hanya satu. Ini karena kita bekali. Cara membekali nun sewu. Ibu-ibu mek dijak omong tapi ojo diilokno. Ojo anyene kon goblok. Ojo ngono jangan. Mereka itu roh tersendiri yang Allah berikan ditiupkan ketika umur 4 bulan di dalam kandungan. Tidak ada yang buruk dalam anak-anak kita. Kalau belum seperti kita itu sebenarnya mereka sedang berproses. Tapi kalau melebihi kita, kita mestinya berucap alhamdulillah wasyukrillah. Mereka melebihi anak kita, anak-anak melebihi kita. Cara berkomunikasinya adalah tentukan tema. Kalau saya ini karena keluarga pulangnya malam-malam jam 11.00 malam sampai jam .00 pagi diskusinya. Kok bisa begitu? Lah saya pulangnya ya sudah atas jam 10. Kadang lek wis urusane akeh sampai jam esok bareng ket mulih begitu kan. Sehingga kita berdiskusi tentang berbagai topik. Nak, kalau bisa jangan topik ngerasani tonggo. Ojo ngerasani konco, ojo ngerasani dulur, ojo ngerasani sopo-sopo. Tapi topik yang lagi aktual saat ini. Misal kalau perempuan dan anak stunting, gizi buruk, anemia. Kalau berbicara tentang politik, bagaimana mengafirmasi perempuan masuk dunia politik, tangguh, berani dan kemudian ada di situ sampai selesai. Kemudian kalau berbicara tentang ekonomi, bagaimana mendapatkan ekonomi di situasi yang berat sekarang ini. Nyun sewu ini semuanya lagi turun begini ekonomi. Saya ini masih jadi ketua umum koperasi setiap Budi Wanita. Bagaimana pendapatan kami turun? Saya bandingkan COVID masih lebih baik daripada sekarang. Karena kami punya analisa 5 tahun. Saya bandingkan tahun 2020, 21 sampai 2025 kondisinya masih bagusan COVID daripada ini di Covid yang nuomen itu baru di Covid awal tengah sampai menjelang perbaikan itu masih baik. Ini yang monggo topiknya sambil ringan-ringan ambek apao minum-minum teh ek kacang godok itu aja sudah cukup untuk berdiskusi kepada anak kita untuk menangkal bagaimana hoa bagaimana membangun pengetahuan yang akseleratif dan juga sesuai dengan peradaban yang baru. Ini peradabannya sudah baru loh. Nggih. Peradabannya baru nyuwun sewu. Tetapi saya yakin kita tetap harus tetap mengajarkan tata krama etika adab pada anak kita. Di saat anak-anak kita dengan kepintarannya tapi adabnya masih bagus, etikanya masih bagus, dia lebih banyak bisa diterima orang. Tetapi pintar terus ikine KCC basangane KCC nyuwun sewu le tak terjemahne welek. Soale KCC ini enggak suka perusahaan akan nerima, enggak suka di dunia AS pun akan dilihat bagaimana psikologinya mereka sehingga dibutuhkan tetap anak-anak cerdas, pandai, berakhlak dan beradab. meniko saya kira cara kita untuk bisa menghadapi situasi yang sedang berkembang ini tetap dengan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia yang punya akhlak, punya adab, punya Pancasila, punya Quran, punya kitab-kitab yang lain yang bisa kita jadikan pedoman untuk hidup. Yang kedua, jangan lupa teknologi sedang berkembang pesat seperti ini. Jadi, orang tua jangan gaptek nemen-nemen. Nek gaptek nemen-nemen kok dihapusi, Mbak arek-arek, arek-arek gawe cerita nk Instagram. awake dewe nwe Instagram kalau duwe ora mem-follow jadi gak iso ndelok opo sing dilakoni arek karo gak iso maka ini yang harus kita jadikan pola hidup hari ini. Jangan lupa dengan teknologi informasi yang seluruh dunyo sak alam semesta iso dilebokne kene. Karena kita baru mengenal galaksi Bima Sakti. Galaksi yang lain belum kita kenal dengan baik. Bima sudah masuk di sini dengan delapan ininya satelitnya ini termasuk kita mekaten. Saya kira Ibu yang bisa saya aturkan di dalam rangka merespon panjenengan. Matur nuwun. Nggih. Luar biasa. Monggo Ibu Lis. Dr. Luis tepuk tangan untuk jawabannya Bu Untari. Baik singkat saja Ibu. Jadi kalau kami dari sisi ee perempuan begitu, jadi memang harus ada kolaboratif sampai di level keluarga. Artinya ambil peran ayah, ibu, dan anak di dalam keluarga itu penting. Pola asuh orang tua terhadap anak ini menjadi pilar utama. Bagaimana kita menjadi teladan yang baik buat putra-putri kita. Insyaallah putra-putri kita akan menjadikan kita sebagai cerminnya. Sebaliknya kalau cermin itu jelek dan anak-anak menangkap itu, kita orang tua yang harus introspeksi gitu nggih. Jadi ambil ambil peran dalam keluarga itu tidak semuanya tanggung jawab ibu. Ayah punya perannya sendiri, ibu punya peran sendiri, dan anak dalam keluarga juga punya peran yang strategis. Bagaimana supaya dalam rantai kolaborasi di dalam keluarga ini bisa harmonis. Saya rasa itu, Ibu. Jadi kembali lagi perempuan adalah pengharmonis di dalam keluarga itu, gitu sebagai penentu bagaimana membagi peran di dalam keluarga. Karena kolaborasi sinergi yang paling kecil, yang paling dekat dengan kita adalah di keluarga kita masing masing seperti itu, Ibu. Terima kasih. Iya. Baik, matur nuwun. Tepuk tangan untuk Ibu Dr. Lis. yang dijawab beliau tadi itu sebetulnya pertanyaan saya nomor tiga sudah dijawabel itu. Akan tetapi mungkin monggo ditambahi sedikit lagi jangan panjang-panjang. ee saya itu mengajar kajian informasi dan gender. Ee 80% ketika mengerjakan tugas isu gender dalam keluarga ternyata bahwa mereka dalam keluarganya 80% mahasiswa yang ikut sekitar 60 orang itu menyampaikan bahwa pendidikan dalam keluarganya masih bias gender. Artinya bahwa anak perempuan enggak boleh sekolah tinggi-tinggi. Anak perempuan harus mengerjakan pekerjaan domestik. Anak perempuan tidak tidak boleh mengeluarkan pendapatnya. Semuanya harus mengikuti kata ayah. Semuanya harus mengikuti kata kakak laki-laki. Ini tugasnya untuk UTS ini ngih. Sekarang ini kemarin saya uji jawabannya seperti itu hampir 60%. Nah, dari jawaban panjenengan tadi panjenengan tambahi apa? Satu lagi pertanyaan saya nomor dua digabung saja. Ee indeks gender SDGs Indonesia itu sudah biru. Artinya gak ada merahnya. Ini luar biasa. Akan tetapi masih di urutan 60 ya kan negara-negara nordik itu sudah 80 indeksnya 90 bahkan kita ini masih 60 walaupun sudah biru semua sementara kita ini SDG tinggal 5 tahun nggih. Kemudian ada pencanangan Indonesia emas. Nah, bagaimana tadi ee keluarga bias gender dan persoalan indeks SDGIS ini dan Indonesia emas? Monggo Ibu sekedik-sekedik sampai jam 11.00 saya suwun berdua. Monggo. Nggih. Matur nuwun. Yang pertama untuk mengatasi keluarga itu bicara tentang kontrak pernikahan. Kontrak pernikahan itu isinya. Jadi ini tidak disyaratkan di dalam hukum Islam kita, tetapi perlu dalam hukum modern. Satu, bahwa rumah tangga diatur bersama-sama. Begitu artinya ada sederetan pekerjaan rumah tangga. Ayah nyapu, ibu korah-korah. Hal biasa ini harus dikontrakkan. Ibu bekerja, ayah bekerja. Hal biasa ini dikontrakkan. harta gonogini istri bawa harta, suami bawa harta dikontrakkan. Next day jika terjadi perpisahan, gowon dewe hartamu, gon dewe hartamu. Harta yang bisa digonokinikan adalah hasil dari berdua. Jadi mulailah dari kontrak pernikahan. Maka ajari anak-anak perempuan kita untuk mampu menjadi perempuan yang bisa berbicara di depan calon suaminya. Tidak ada yang namanya subordinat, tapi adanya adalah saling setara menjadi ordinat semua. satu itu kalau saya untuk urusan bagaimana menembus karena ini mundur berarti ini mundur fakta ini kalau benar dan itu diluaskan dan hasilnya seperti berarti mundur berarti indeks gender kita ini bias ini nyambung ke situ. Hanya angka saja yang berbicara, tapi angka tidak membuktikan bahwa pelaksanaan di dalam rumah, di dalam lingkungan itu terjadi seperti angka yang disebut. Siapa yang salah? Statistikkah? Yang menilaikah? Apakah yang menilai itu punya kepentingan untuk ngunggah-ngunggahne, nyenengne atasane? Ya bisa saja wong semuanya itu bisa terjadi. Maka mulailah dari keluarga. Saya sepakat semuanya dimulai dari keluarga. Maka kata kuncinya adalah kesamaan peran antara ayah dan ibu. Karena yang bisa menjadi kodrat itu kalau perempuan tuh haid, mengandung, menyusui. Ini kodrat perempuan. Nun sewu sing durung ngerti cateten iki digantikan. Tetapi karena ini ndak bisa digantikan ndak bisa diwakilkan. Bapak-bapak ndak iso mengandung ndak n rahim. Bapak-bapak gak iso nyusoni karena enggak punya glandula mamame. Bapak-bapak ndak bisa haid karena tidak punya indung telur. Jadi, Bapak-bapak enggak usah pengin meteng. Ibu-ibu enggak punya jakun, enggak punya alat vital yang namanya penis, itu yang gak bisa dipertukarkan kecuali transgender, operasi, ya kan? Maka ayo berangkat bersama-sama dimulai dari rumah panjenengan ojo ngene terus, ojo neng ngesor ngene terus. Ingat ya, ketika jadi manten duduknya setara loh. Enggak perempuan di bawahnya laki-laki loh duduknya. Jadi manten ini setara. Kita mulai dari filosofi menikah setara, filosofi pernikahan pakai kontrak. Kemudian negara melindungi semuanya dengan baik. Nah, oleh karena itu saya nyuwun juga kepada aparatur kita yang menilai indeks gender sing tenanan lek nilai ojo sampai terperangkap pada tulisan angka di atas 90 tapi praktiknya ternyata di bawah 50%. Ini yang mari bersama-sama Ibu kampus juga harus kolaborasi dengan kita untuk melihat ini secara benar. tadi yang sampun nggih sampai kenapa negara-negara di sana biru ning kono pendidikannya setara tenanan setara sungguhan jadi di negara-negara sejahtera di sana sekolahnya luar biasa masih rojo kepala negaranya rojo loh Bu Swedia itu raja Norwegia itu raja Denmark itu raja jangan dikira itu presid no jangan mereka negara apa negara demokrasi dengan pimpinan adalah seorang raja, tapi bisa menembus birunya gender yang betul-betul, bukan birunya cintaku, langitku. Birunya langitku mengakkan birunya genderku. Tapi birunya cintaku bikin ngilu. Kalau tidak dilakukan dengan kesadaran penuh. Karena kita ngladeni ngladeni ngladeni ngladeni. He pa iki yo kesel pundake iki genten po pijetono ya iso kudu muni ngono lah. Oj aw dewe terus sing mijeti iya enggak? He pa iki kentolku lho kesel riwa-riwi nk pawon perasane sampeyan nang kantor saya mengamati pembantu saya aku enggak sanggup. Saya bilang, "Saya enggak sanggup dadi sampeyan. Ketika Rio aku ditinggal pulang, boyoku po protol kabeh. Me atase munggah mudun, yang ngarep nyang muri ngurusi rumah tangga kayak gitu. Jadi ibu-ibu rumah tangga, halo teman-temanku semuanya yang jadi rumah tangga di forum ini maupun yang ada di Zoom. Mari kita bangga jadi rumah tangga. Hak kita harus dilindungi, kita harus dilayani juga. Kita dilindungi dengan regulasi yang tepat dan benar. Matur nuwun, Bu. Baik, terima kasih, Ibu. Luar biasa kita jadi ini ya termotivasi betul bertemu beliau. Ee jadi tepat sekali Ibu memang budaya patriaraki ini masih ada gitu. Yang ini kita di DP3AK juga sudah mencoba terus tanpa lelah mengadvokasi dan melakukan pendampingan. Kami ada inovasi SPA DP Akad Jatim. Jadi sahabat perempuan dan anak Jawa Timur yang itu setiap hari Senin gitu mungkin Bu Dr. Tri juga pernah sebagai narasumber. Ee nanti mudah-mudahan Ibu Ketua Komisi juga berkesempatan begitu. Jadi kami ada inovasi itu Ibu. Jadi untuk bisa menjangkau seluruh Provinsi Jawa Timur, kami dengan Sapa DP3 AK Jatim itu juga kami lakukan secara daring setiap hari Senin pukul 10.00 dengan materi dan tema yang berbeda-beda tentunya dari narasumber pakar begitu. Nah, Bapak Ibu luar biasa yang beliau ee sudah sharingkan bahwasanya ibu itu tiang negara. Kalau dibreakdown lebih kecil, Ibu itu tiang rumah tangga. Contoh, kalau Bapak tidak bisa bekerja, ibu menyingsingkan lengan baju membantu perekonomian keluarga. Ini ee benar-benar luar biasa fungsi Ibu. Jadi, Bapak-bapak yang ada di ruang ee Zoom ataupun yang ada di on the spot untuk ibu-ibu yang memutuskan dirinya memilih menjadi ibu rumah tangga gitu. Jangan pernah dikatakan lagi atau dikatai lagi S2, S3, S1 tapi gak mau kerja. Ibu rumah tangga itu kalau dihitung sebagai pekerjaan. Betul beliau gitu nggih. Bapak-bapak kalau tiap akhir bulan diberi bon misalkan bon ini ee mencuci pakaian selama sebulan, Bonak memasak makanan sesama sebulan. Bon mengasuh anak-anaknya dari pagi sampai pagi lagi selama sebulan. Bon, bagaimana ibu-ibu kalau malam hari berprofesi sebagai LC kan gitu. Kira-kira Bapak-bapak mampu gak membayar semua itu kalau semua itu ditarifkan gitu. Nah, ini kan menjadi akad tadi ya Bu kesepakatan di awal perempuan itu sudah sangat istimewa gitu nggih. Ibu rumah tangga ini luar biasa beliau ini semuanya menjadi tanggung jawabnya. Jadi, Bapak-bapak gajinya berapa? Hitung sendiri. Itu sudah cukupkah untuk membayar tagihan bon? Belum lagi antar jemput sekolah, Bu. Belum lagi bayar lesnya. Nah, itu kalau ditotal semua R10 juta mana cukup gitu nggih. Perempuan-perempuan pada tepuk tangan, Bu. Nah, untuk itu tetapi kita sebagai perempuan melakukan semua itu dengan penuh keikhlasan. Jadi, Bapak-bapak itu cuma jangan medit, jangan pelit memberi appreciate kepada ibu-ibu gitu. Jadi kalau sampai rumah yang bapak-bapak katakan, "Jangan tasnya Bu diambil, jangan." Ya Allah, masyaallah bidadari surgaku. Nah, itu kan mendeduhkan. Ibu-ibu sudah lelah dari pagi tadi, putranya rewel karena panas sampai sore. Datang-datang bapaknya, "Air panas untuk saya sudah disiapkan belum?" Kan berbeda ya, Bapak, Ibu ya. Seperti itu. Artinya bahwa komunikasi internal, interpersonal ini perlu juga dibangun. Ibu, saya pun juga membelajarkan kalau ketemu putra saya, masyaallah putra mama yang sangat ganteng. sangat cakep, sangat pintar. Ini perlu, Bapak, Ibu, Ibu-ibu jangan sungkan meskipun anaknya sudah dewasa, anak-anak itu sangat perlu diapreciate. Tidak cukup diberi uang jajan, uang saku, tapi perlukan sentuhan dengan kalimat-kalimat positif. Ini sangat diperlukan, Ibu. Karena sekarang makin jarang Bapak-bapak apalagi jarang Bu, gitu memberikan appreciate ke ibu-ibunya, Pak, Bu. meskipun masakannya agak gosong, agak kasinen atau kurang garam, Bapak-bapak harus selalu berikan apa ya ini motivasi positif ujian. Masyaallah masakan hari ini enak banget gitu ngih. Enaknya luar biasa. Terus kok tapinya nanti-nanti saja tapi koyoke kakaian garam gitu. Jangan tiba-tiba aduh masa amu mah kasinen gitu ya. ini membuat perempuan itu langsung hopless gitu ya. Wis sesok gak tak masakno maneh gitu. Gitu kan Bu Untari ya. Jadi artinya bahwa fundamental fondasi anak-anak kita bangun itu kita sebagai ibu itu orkestranya gitu. Kita yang mengorkestranya gitu. Bagaimana anak-anak ini bisa tumbuh kembang di lingkungan yang baik, yang nyaman, yang aman gitu nggih. Jadi kalau ketemu putrinya, masyaallah putriku cantik bagai bidadari. Jangan dikira anak-anak enggak haus itu, Ibu gitu. Anak-anak kita itu perlu diberi kalimat-kalimat positif yang membangun mental psikis mereka. Karena anak-anak zaman gensi ini pada terserang NPD gitu. Jadi, nah itu Ibu makanya jadi sekali lagi kembali lagi ibu-ibu yang sudah berperan luar biasa di keluarganya dan ini masih membantu perekonomian di keluarga Ibu layak dapat apa Ibu kira-kira? dapat bintang gitu nggih. Applause dulu untuk para perempuan hebat di seluruh Provinsi Jawa Timur. Bapak-bapak jangan lupa nanti sampai di rumah pas momennya hari Kartini jangan lupa beli seikat mawar putih atau mawar merah. Jadi tidak cukup ucapan ma selamat hari Kartini ya gitu. Apalagi kalau mawar diulurkan begitu ditarik sama ibu-ibu masih ada tali yang tersambung ada cincin Bu gitu. Biar suami saya juga dengar di sana yang sedang kerja gitu. Jadi seperti itu. Jadi membangun apa ya suasana bahagia itu memang dari keluarga. anak-anak itu ee akan membawa itu sampai di dunia dia. Jadi, anak-anak generasi stroberi ini sebenarnya ee perlu kita perkuat dengan seperti itu, Bapak, Ibu. bahwa adab itu tetap lebih tinggi posisinya daripada ilmu. Kalau di dalam keluarga ini kita sudah solid, sudah saling bantu, saling rengkuh, insyaallah di luar anak-anak kita menjadi putra-putri yang hebat. Putra-putri yang bisa menempatkan dirinya dengan baik, putra-putri kita yang selalu berujar kebaikan. selalu menjadi contoh dalam hal kebaikan. Selalu punya adab, punya etika, punya attitude, punya sopan santun, dan punya akhlak yang masyaallah luar biasa. Putrane sopo yo kuwi gitu kan pasti begitu. Alhamdulillah gitu. Jadi insyaallah ibu ee ibu-ibu ndak usah berkecil hati. Bu Kadis, suami saya itu orangnya bagai itu, Bu, es batu bekunya gitu ya. Ee jangankan memberi appreciate bunga, ucapan aja belum. Nanti kasih WA-nya ke saya biar saya beri ee informasi untuk bisa memberi sugesti positif kepada Ibu-ibu semuanya. Seperti itu, Ibu. Ee sekali lagi untuk seluruh ibu hebat di Jawa Timur, di Indonesia, dan di seluruh dunia. Kami keluarga besar DP3AK mengucapkan selamat hari Kartini, 21 April 2025. Kita lanjutkan perjuangan RA Kartini. Ingat yang belum pernah bertemu RA Kartini, segera bertemu Ibu Gubernur kita. Beliaulah RA Kartini di alam nyata saat ini. Applause dulu untuk beliau yang selalu hebat luar biasa. Baik, matur nuwun untuk narasumber. Kedua, narasumber yang luar biasa. Applause buat beliau berdua. Ee saya tidak menyimpulkan, tapi saya mencoba untuk menutup ee diskusi ini dengan ee judul Perempuan Berkarya Jawa Timur Sejahtera melalui berada di berbagai bidang kehidupan sektor domestik, publik dan sosial sehingga Jawa Timur akan sejahtera. Amin ya rabbal alamin. Matur nuwun atas perhatiannya. Mohon maaf bilamana kegiatan diskusi ini ada yang kurang berkenan. Sekali lagi matur nuwun saya tutup. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Boleh berikan applause juga untuk moderator kita yang luar biasa, Ibu Dr. Trisusantari, M.Si. si Izin ibu-ibu sekalian untuk dapat berfoto bersama dengan seluruh ibu-ibu yang hadir di sini dan sobat ASN yang telah hadir. Kita akan berwifi bersama. Untuk itu saya undang untuk dapat bangkit berdiri dari tempat ibu-ibu masing-masing. Saya undang sekali lagi kepada Ketua Komisi E-DPRD Jawa Timur Ibu Dranda Sri Untari, MAP mengundang pula Kepala Dinas P3K Provinsi Jawa Timur Ibu Dr. Tri Wahyu Liswati, M.Pd. dan juga Ibu moderator Ibu Dr. Trisusantari, M.Si. Baik, didampingi oleh para kepala bidang P3AK Provinsi Jawa Timur di sebelah kanan dan kiri dan juga dari BPSDM Provinsi Jawa Timur. Baik, rekan-rekan media, fotografer, dokumentasi saya undang naik atas panggung untuk dapat mengambil gambar terbaik dari momen kebersamaan kali ini. Ibu-ibu kita akan berfoto bersama dengan tiga pose. Begitu. Nah, baik. Sudah siap semuanya? Abah-aba dalam pose formal terlebih dahulu. Sikap sempurna. Hitungan dua, satu. Baik, sebagai semangat Kartini kita juga berikan sikap semangat Kartini Ibu-ibu. Tangan mengepal di depan semangat Kartini bersama ya dengan hitungan 3 2 sat. Terakhir biasanya sarange atau bisa juga salam cuan begitu ya, Ibu-ibu. Oke, hitungan tiga, dua, satu. Terima kasih banyak. Kami silakan untuk dapat kembali ke tempat duduk masing-masing, Ibu-ibu sekalian. Oh, baik. Kita akan menyanyikan sebuah lagu dalam rangka memperingati Hari Kartini hari ini tanggal 21 April 2025 bersama-sama mana [Musik] bunganya enggak jadi nanti Baik, saya mengundang kepada seluruh ibu-ibu dan hadirin untuk dapat bangkit berdiri. Kita akan menyanyikan lagu Kartini bersama-sama. Oke, yang belum hafal boleh sambil lihat kerpekannya di [Musik] handphone. Dan untuk ibu-ibu sekalian yang tadi telah mendapatkan bunga, kita akan serahkan kepada ibu-ibu tercinta kita di depan. Disilakan dari kursi yang paling depan untuk dapat menyerahkan bunga kepada Kepala Dinas P3 Provinsi Jawa [Musik] Timur. Ketua Komisi DPRD Jawa Timur Ibu Dr. dan juga mengundang kepada para kepala bidang P3AK Provinsi Jawa Timur untuk dapat mendampingi menerima persembahan bunga dari Ibu-ibu peserta. dari acara hari ini. [Musik] Pendekarunya untuk merdeka. Wahai ibu kita putri yang mulia. [Musik] Sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia. [Musik] Bakar putri sejati putri [Musik] Indonesia. Harum namanya ibu kita. Pemberian bunga ini sebagai tanda apresiasi atas buah pikiran dan insight yang telah diberikan pada ASN Belajar seri ke-14 tahun 2025. Hari [Musik] ini untuk merdeka. [Musik] Wahai ibu kita ke sini, putri yang mulia. Sungguh besar cita-cita bagi Indonesia. [Musik] Yes Indonesia [Musik] tubuh kita terbini ini bangsa penjekar kaumnya untuk merdeka. Wahai ibu kita tertiu putri yang bukti. [Musik] Sungguh besar cita-cita bagi Indonesia. Sungguh besar cita-cita bagi Indonesia. Applaus sekali lagi Bapak, Ibu hadirin yang berbahagia. Bunga ini sebagai tanda apresiasi, ucapan terima kasih atas jasa dari buah pikiran dan insight yang telah diberikan sebagai narasumber dalam ASN Belajar seri 14 tahun 2025. Kami silakan kepada Ibu Untari dan juga Ibu Lis untuk kembali ke tempat duduk diikuti oleh Kepala Bidang dari P3. Kami silakan untuk kembali ke tempat duduk. Diikuti oleh Ibu-ibu sekalian. Disilakan untuk dapat duduk kembali. Baik, Ibu-ibu yang berbahagia, hadirin sekalian yang kami hormati. Selanjutnya kita akan menyaksikan terlebih dahulu testimonial Gaspol Jawa Timur yang sudah mengikuti pusat pembelajaran pemberdayaan perempuan atau putaran Jawa Timur melalui tayangan video berikut ini. Selamat menyaksikan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Maitri Tuntarina, driver dari Sijek mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada pemerintah Provinsi Jawa Timur atas pelatihan memasaknya pada tahun 23 kemarin. Ee alhamdulillah dengan pelatihan memasak itu kami mengurangi aktivitas ee sebagai ojol di luar. Ee kemudian kami mengembangkan usaha dengan membuat mie, menambah cuan dan alhamdulillah ojol tetap kami ee lakukan tapi hanya sebatas berlangganan atau anjut anak-anak sekolah. Sekali lagi terima kasih kepada provinsi ee pemerintah provinsi Jawa Timur atas pelatihannya kepada kami para driver Ocol. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Faizah dari Gaspol Malang Raya. Setelah mendapatkan pelatihan menjahit dari Dinas DP3 AK Jawa Timur, kami bisa membuat berbagai macam tas dan sudah bisa menerima pesanan. Dari hasil tersebut kami sudah tidak mengajar lagi dan fokus mengerjakan pesanan tas dari berbagai instansi. Kami juga diberi kesempatan untuk mengikuti pameran dan alhamdulillah kami juga di gandeng Iwabi DPC Malang. Perempuan berdaya, keluarga sejahtera, Gaspol Tangguh Pisa. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Indrad Prastiowati. Saya ojol dari Sijek. Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada DP3AK yang sudah memberi pelatihan kepada saya. merajut, menjahit, dan memasak. Seperti ini hasil karya kerajinan saya. Saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih. Dari hasil tersebut saya bisa menambah penghasilan untuk keluarga dan saya sekarang sudah berhenti untuk mengojol. Saya berhenti tidak mengojol lagi. Dan saya ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada DPK Angka Jatim. Semoga jenengan semua mendapat balasan dari Allah Subhanahu wa taala. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Yeah. [Musik] Baik, boleh berikan applaus sekali lagi. Ibu-ibu sekalian, kita tidak henti-hentinya memberikan apresiasi untuk rekan-rekan kita. Apalagi mereka-mereka ini adalah pejuang-pejuang bagi rumah tangga mereka dan keluarga. Begitu ya. Terima kasih kami haturkan kepada DP3 AK yang tidak henti-hentinya untuk dapat mendukung acara ini. Dan tentunya Bapak, Ibu, Sobat ASN tidak terasa acara sudah sampai di penghujung. Kami haturkan terima kasih atas dukungan dan arahan dari Ibu Dr. Honoris Kausahajoko Vifa Inda Parawansa yang pada hari ini diwakilkan oleh Ibu Arumi Bahin Emil Dardak, S. selaku ketua tim penggerak PKK Jawa Timur. Terima kasih juga kami ucapkan kepada narasumber yang luar biasa telah hadir siang hari ini, Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur Ibu Dranda Sri Untari, M.AP dan juga Kepala DP3A Provinsi Jawa Timur, Ibu Dr. Tri Wahyuni Liswati, M.Pd. Demikian Bapak dan Ibu, seluruh rangkaian ASN Belajar seri 14 tahun 2025 telah kita ikuti bersama. Sobat ASN yang telah mengikuti baik Zoom meeting maupun YouTube BPSDM Jatim TV, terima kasih telah berpartisipasi mulai dari awal hingga akhir dan kami ucapkan sampai jumpa pada seri selanjutnya. Saya Fan Patriia pamit undur diri. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selanjutnya Bapak dan Ibu, pada hari ini juga kita akan akhiri dengan halal dihalal dan bermaaf-maafan. Untuk itu mohon berkenan sekali. [Musik]