ASN Belajar Seri 16 | 2025 - ASN Hebat Peduli K3: Membangun Lingkungan Kerja yang Aman dan Produktif
4nl4_lxbMPY • 2025-04-30
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Zaman yang terus
bergerak, sambut dengan penuh
semangat. Saatnya kita
melangkah. Hadapi segala
tantangan. Tingkatkan setiap
kompetensi untuk pelayanan
berdampak. Bersama
ASN belajar.
Ciptakan SDM unggul
berprestasi selalu inisiatif dan
kolaboratif untuk inovasi yang
berkelanjutan menjadi ASN berakhlak
mulia siap menyongsong Indonesia
emas ASM belajar
wujudkan
pemerintahan berkelas
Dunia satukan tekad pantang
menyerah jadi ASN getar
berkualitas belajar
wujudkan kelas
dunia tekad pantang
menyerah jadi AS berkualitas
[Musik]
sama
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Shalom. Om swastiastu. Namo
buddhaya. Salam kebajikan, rahayu.
Rahayu, dan salam sehat untuk kita
semua. Sebelum mengawali acara ASN
Belajar seri ke-16 pada pagi hari ini,
saya ingin berpantun terlebih dahulu dan
boleh dijawab dengan kata cakep di
tempat di manaun Sobat SN berada dan
jempolnya terangkat ke atas ya. Pagi
cerah, burung bernyanyi,
cukup. ASN datang penuh semangat
canggup. K3 dijaga setiap hari
demi kerja selamat dan sehat.
Baik, saya yakin sobat ASN di mana pun
berada saat ini sudah bergabung dengan
kami dan penuh semangat untuk mengikuti
seri ke-16 pada pagi hari ini. Dan saya
senang sekali untuk dapat menyapa
terlebih dahulu kepada yang terhormat
Kepala BPSDM Jawa Timur Bapak Dr.
Ramlianto, S.P.MP yang telah bergabung
secara online. Yang kami hormati para
narasumber, Direktur Bina Pengujian
Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Bapak
Muhammad Yusuf, ST., M.Si. si selamat
pagi juga yang kami hormati Komisi 3
Dewan K3 Provinsi Jawa Timur bidang
kerja sama K3 dan Humas Prof. Dr. Adity
Sudiarno, ST. Aidip Nebos.
Pakar Kesehatan dan Keselamatan K3
Universitas Erlangga Unair, Ibu Dr.
Putri Ayuni Alainur, SKM, MKK, Isert,
OHT, serta Bapak, Ibu, Sobat ASN di mana
pun Anda berada yang telah tergabung
secara Zoom maupun yang sudah bergabung
dalam YouTube BPSDM Jatim TV. Dan
selamat pagi, selamat bergabung kami
ucapkan dalam ASN Belajar seri ke-16
dengan tema ASN Hebat Petudi K3
membangun lingkungan kerja yang aman dan
produktif yang dipersembahkan oleh BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Puji syukur kita
haturkan kehadirat Tuhan yang maha kuasa
karena berkat hidayah-Nya kita dapat
berkumpul kembali secara online dari
Sabang sampai dengan Maraoke untuk
mengikuti ASN belajar seri ke-16 tahun
2025 kali ini. Dan tentu saja pada tema
kali ini saya Fan Patriia yang akan
menjadi moderator sampai dengan selesai
nanti. di mana tema kali ini kita akan
berbincang tentang penerapan keselamatan
dan kesehatan kerja K3 yang merupakan
elemen penting dalam menciptakan
lingkungan kerja yang tidak hanya aman
saja, tetapi juga mendukung
produktivitas yang maksimal. Dalam
rangka tercapainya para aparatur sipil
negara ini tentunya memiliki peran yang
besar dalam memastikan bahwa setiap
aspek K3 diterapkan secara konsisten di
setiap instansi baik di tingkat pusat
maupun di tingkat daerah. Kegiatan ini
tentu saja dapat memberikan wawasan
lebih luas mengenai prinsip-prinsip K3
sekaligus mendorong ASN untuk lebih
peduli dan berkomitmen dalam menciptakan
lingkungan kerja yang tidak hanya aman
saja, tetapi juga nyaman dan mendukung
tercapainya tujuan organisasi.
dengan implementasi K3 yang optimal,
tidak hanya mensejahterakan para ASN
saja, tetapi juga produktivitas kerja
yang bisa meningkat sehingga berdampak
positif pada kualitas pelayanan publik
dan keberlanjutan kinerja pemerintah.
Selengkapnya akan dibahas melalui ASN
Belajar seri ke-16 tahun 2025. Hari
[Musik]
ini. Sobat ASN di manapun Anda berada.
Sekali lagi Anda bisa bergabung melalui
BPSDM Jatim TV di YouTube dan tentu saja
yang sudah bergabung dengan Zoom
presensi nanti akan kami hadirkan di
Semesta Bangkom. Dan mengawali acara
kita pada ASN belajar seri ke-16 kali
ini, marilah kita bersama-sama menyimak
keynote speech yang akan disampaikan
oleh Kepala BPSDM Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, S.P.,MP.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita.
sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah
air, selamat bertemu kembali dalam
webinar series ASN belajar, sebuah
wahana pengembangan kompetensi ASN dalam
jaringan persembahan Jatim Corporate
University, Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Provinsi Jawa
Timur. Hari ini, Rabu tanggal 30 April
2025, ASN Belajar telah memasuki seri
ke-16. Kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi atas antusiasme sobat ASN
di seluruh tanah air untuk terus
mengikuti secara aktif program ASN
belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih
kami. Kami terus berkomitmen sekaligus
terus berikhtiar untuk menyajikan
topiktik pengembangan kompetensi yang
menarik, kekinian, dan tentu berdampak
secara nyata terhadap peningkatan
kompetensi dan kinerja aparatur sipil
negara di seluruh Indonesia.
Sahabat ASN, hari ini ASN belajar seri
ke-16 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka menyambut sebuah
momentum spesial Hari Keselamatan dan
Kesehatan Kerja atau K3 Internasional
atau World Day for Safety and Health At
Work yang diperingati setiap tanggal 28
April.
Karena itu ASN belajar seri ke-16 tahun
2025 ini mengangkat topik ASN hebat
peduli K3 membangun lingkungan kerja
yang aman dan
produktif. Nah, sudah menjadi tradisi
akademik dalam ASN belajar bahwa topik
menarik ini akan kita bahas secara
intensif dari beragam perspektif bersama
para narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Sapat di seluruh tanah air, Hari
Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3
International atau World Day for Safety
and Health at Work pertama kali
dicanangkan oleh organisasi Perburuan
Internasional ILO pada tahun 2023 dan
kemudian menjadi agenda tahunan untuk
meningkatkan kesadaran global terkait
pentingnya keselamatan dan kesehatan di
tempat kerja.
Tujuan utama dari hari K3 Internasional
adalah mendorong pencegahan kecelakaan
dan penyakit akibat kerja. Kampanye ini
juga menjadi momentum untuk mengajak
seluruh masyarakat internasional
membangun budaya kerja yang mengutamakan
keselamatan dan kesehatan demi menekan
angka kecelakaan dan kematian kerja di
seluruh dunia.
Tahun 2025 ini hari K3 Internasional
mengusung
tema Revolutionizing heart and safety
the role of artificial intelligence and
digitalization at work atau merevolusi
kesehatan dan keselamatan peran
artificial intelligence dan digitalisasi
di tempat kerja.
Sebagaimana kita sadari bersama, Sobat
ASN, peran teknologi khususnya
kecerdasan buatan atau artificial
intelligence dan digitalisasi kini makin
menonjol dalam dunia kerja. Robot sudah
digunakan untuk menangani tugas-tugas
berbahaya seperti mengelola bahan
beracun, bekerja dalam suhu ekstrem,
atau melakukan pekerjaan berat dan
berulang. Sementara itu, alat pemantau
berbasis sensor mampu mendeteksi potensi
bahaya secara
dini. Sobat ASN, tentu saja yang harus
menjadi kita sadari bersama digitalisasi
bukanlah sekedar layar dan data. Ia
adalah lentera yang menerangi
celah-celah gelap di tempat kerja. Dari
helm pintar hingga sentor tak kasat
mata. Setiap denyut teknologi mengalun
demi menjaga nyawa dan asa manusia.
Tentu revolusi ini bukan menggantikan
manusia, tapi merangkulkan tangan baru
agar keselamatan tak lagi menjadi
pilihan, melainkan budaya kerja yang
tumbuh dan menyatu.
Artificial intelligence hadir bukan
untuk menghapus rasa, tapi memperhalus
langkah, membimbing manusia bekerja
cerdas tanpa kehilangan arah. Oleh
karena itu, hari K3 ini sudah seharusnya
kita rayakan bukan hanya dengan spanduk
dan seremoni, tapi dengan tekad untuk
menjadikan teknologi sebagai sekutu
harmoni. Karena di tempat kerja yang
aman dan sehat, masa depan tumbuh dan
martabat manusia menjadi kuat.
Shabat ASN di seluruh tanah air. Lalu
bagaimana kita sebagai ASN membangun dan
mengembangkan budaya kerja yang bukan
hanya produktif tapi mengarustamakan
kesehatan dan keselamatan kerja. Nah,
untuk membahas cerdas dan tuntas topik
ini, kami telah mengundang para
narasumber luar biasa yang sudah barang
tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada para narasumber hebat yang telah
berkenan hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ASN di
seluruh tanah air. Pertama kami
menyampaikan terima kasih kepada yang
terhormat Bapak Muhammad Yusuf STM, SI.
Beliau adalah Direktur Bina Pengujian
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Kementerian Tenaga Kerja Republik
Indonesia. Yang kedua, kami menyampaikan
terima kasih kepada yang terhormat Bapak
Prof. Dr. Adityya Sudiarno, ST dari
Komisi 3 Dewan Keselahatan dan
Keselamatan Kerja Jawa Timur. Dan yang
ketiga kami menyampaikan terima kasih
kepada Ibu Dr. Putri Ayuni Alaya Nur,
SKM MKK. Beliau adalah pakar kesehatan
dan keselamatan kerja Universitas
Airlangga Surabaya.
Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan
seksama webinar ASN belajar seri ke-16
tahun 2025. Semoga bermanfaat.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih atas ke speech
yang telah disampaikan kepada Bapak Dr.
Rahmianto, S.P,MP. Nah, sobat ASN di
mana pun berada yang baru saja bergabung
mungkin belum ada yang paham mengenai
aturan dari ASN belajar seri ke-16 kali
ini. Jadi untuk yang pertama sesi tanya
jawab ini dilakukan setiap selesai
pemateri menyampaikan materinya dan 30
menit kami berikan untuk memaparkan
materi pada setiap narasumber. Kemudian
yang kedua, mohon untuk para penanya
nantinya raise hand jika ingin
berinteraksi secara langsung melalui
open cam dan juga open mic. Jadi nanti
tim dari panitia yang ada di sini akan
menyambungkan dan menghubungkan sobat
ASN untuk bisa berinteraksi secara
langsung melalui open cam dan juga open
mic. Dan yang ketiga, link absensi
peserta serta e-sertifikat nantinya akan
diisi dan juga akan hadir di semesta
Bangkom. Jadi pastikan sobat ASN untuk
mengisi semua yang ada di aplikasi
semesta Bangkom di setiap akhir sesi.
Dan pastikan e-sertifikat ini sudah
didapatkan. Namun jika belum dapat,
namanya juga belum tertulis dengan
jelas, mohon dilakukan pengecekan secara
berkala selama ASN belajar seri ke-16
ini berlangsung. Baik, kita sudah sampai
pada sesi pertama kali ini. Untuk itu,
segera kita akan terhubung dengan
narasumber kita yang pertama
yaitu Direktur Bina Pengujian
Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Yang
kami hormati Bapak Muhammad Yusuf, ST.
M. Selamat pagi,
Bapak. Selamat pagi, Pak Direktur.
Iya. Selamat pagi. Baik. Asalamualaikum,
Bapak. Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Bagaimana kabarnya untuk
hari Rabu ini, Pak?
Alhamdulillah diberi kesehatan dan
keselamatan sehingga bisa bertemu dengan
semua sobat ASN seluruh Indonesia. Dua
hal yang penting ya, kesehatan dan
keselamatan. Nah, hal ini juga yang akan
kita bahas pada momen kali ini. Untuk
itu waktu kami silakan Pak Direktur
ya. Ee terima kasih ee Pak Moderator.
Mungkin bisa ditampilkan di layar
presentasi
saya. Saya pertama saya ingin
menyampaikan terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada Kepala
Badan Pengembangan SDM Provinsi Jatim,
Bapak Dr.
Ramlianto, S.PMP. Kemudian juga tentu
rekan-rekan narasumber pada hari ini
Bapak Prof. Dr. Adityya Sudiarno ST,
IDEPnebos dan Dr. Putri Ayuni Alya Nur
SKM
MK3. Dan tentu saya ingin menyampaikan
salam hormat saya kepada seluruh
rekan-rekan sobat ASN di seluruh
Indonesia. Alhamdulillah kita bisa
bertemu pada pagi hari ini dan surprise
bagi saya karena webinar ini ternyata
diikuti dari seluruh Indonesia.
Ya, Bapak dan Ibu sekalian,
ee saya ingin pada kesempatan ini ingin
sharing dan berbagi ya tentang K3,
keselamatan dan kesehatan kerja
khususnya bagi kita sebagai insan ASN.
Kenapa?
Karena secara filosofi dan juga nature
dari pekerjaan kita sebagai ASN tentu
setiap hari dihadapkan pada layanan
publik. Ada yang di dalam ruangan
indoor, ada yang di outdoor di mana
semuanya punya
potensi menimbulkan kecelakaan
dan penyakit akibat kerja. Nah, ini ee
tentu kita
ingin hidup kalau sekarang bilangnya
work life balance ya, hidup juga
sejahtera ya, ASN juga perlu sejahtera.
Nah, bagaimana caranya? Salah satu
caranya adalah dengan melaksanakan K3.
Baik. Ee mulai mungkin slide-nya bisa
dipaparkan di jelas ya di judul dulu
Mbak. Terlihat semua ya. Saya ingin
memulai dari judul yang sudah dipilihkan
oleh panitia yang begitu inspiratif ya.
ASN Hebat Peduli
K3. Saya pernah sempat tinggal di Jawa
Timur.
ada fenomena dulu apa yang dikatakan
hebat. Waktu itu
saya sering naik kendaraan umum ya. Jadi
ya
baru ee antara Surabaya dan Jogja gitu
ya.
yang dikatakan hebat
adalah naik bis ya, Teman-teman. Di Jawa
Timur mungkin sudah sangat terkenal ya
dengan merek-merek bus yang begitu luar
biasa ya. Kalau dari Surabaya, dari
Bungur Asih ke Jogja itu hebat itu
driver atau suir bus itu yang bisa
membawa penumpang dengan sangat cepat.
Ya, maka kita masih suka lihat ya di
TikTok sekarang ada yang gimana ya antar
besing salib-menyalib. Apakah itu yang
dibilang
hebat gitu
ya? Tentu kita semua sepakat tidak ya.
Kita sepakat saja bahwa yang dibilang
hebat adalah orang yang bisa sama
seperti superhero waktu kita kecil ya
menyelamatkan orang lain ya
menyelamatkan masyarakat. Itulah yang
dibilang hebat. Begitu juga dengan kita
ASN. ASN yang hebat adalah ASN yang bisa
memberi keselamatan kepada baik diri
sendiri maupun
kepada masyarakat yang kita
layani. Saya barusan saja dapat data
bahwa sampai Oktober
2024 sudah ada 227 rekan kita
yang tewas ya, yang gugur pada saat
bekerja ya. Dan ini tentu bukan angka
yang kecil ya, ini angka yang besar.
Jangankan
227, satu saja itu sudah besar bagi kita
ya. Oke. Bagaimana kita membangun
fondasi untuk bisa membangun keselamatan
dan kesehatan kerja? Next
slide. Ini ada enam ee yang ingin saya
sampaikan, enam poin yang ingin saya
sampaikan. Kita lanjut.
Yang
pertama sori ini layarnya mungkin bisa
dibesarkan
ya. Ya.
Ee pertama cukup pertama meningkatkan
kesadaran tentang tujuan kita adalah
meningkatkan kesadaran
tentang apa itu keselamatan dan
kesehatan kerja bagi ASN.
Yang kedua ee memberikan pengetahuan
tentang bagaimana implementasi K3 yang
efektif dan membangun komitmen untuk
menciptakan lingungan kerja yang aman
dan
produktif. Jadi
awareness, knowledge, dan komitmen ya.
awareness dulu kita bangun kemudian
harus ditambah dengan knowledge. Setelah
itu kita butuh komitmen. Karena kalau di
tempat kerja tidak ada komitmen pimpinan
maka semua program, semua kebijakan
tidak akan berjalan. Ya. Jadi ini tiga
hal yang harus kita bangun di kantor
masing-masing, di unit kerja
masing-masing. Pertama apa? Pertama
awareness dulu. Betapa pentingnya kita
melaksanakan K3. Kenapa penting?
Kemudian knowledge-nya harus kita
tambah. Ada banyak sekali ilmu
multidisiplin ilmu untuk bisa memahami
K3 dan juga membangun komitmen. Komitmen
pimpinan, komitmen kita semua ya. Itu
harus dibangun. Next
slide. Apa itu pengertian K3?
Sobat ASN yang saya
banggakan, K3
sesungguhnya melekat inherent ya dalam
peradaban manusia.
Kalau sekarang teman-teman sobat ASN
kenal alat pelindung diri
ya, baju yang kita pakai adalah alat
pelindung diri pada masa itu. Bukan
sekedar fashion ya. Pada masa
manusia purba ya, awal-awal peradaban
baju adalah alat pelindung diri.
Kemudian pada saat pembangunan dulu
ee Romawi ya, bangsa Romawi membangun
polosium dan lain sebagainya,
mereka membangun bangunan-bangunan
tinggi. Kemudian ada batu yang jatuh
kena kepala. Mereka bangun bikin yang
namanya helm. Akhirnya helm berkembang.
Nah,
sekarang revolusi industri juga
memunculkan banyak
sekali penerapan
K3 ya, mulai dari kita bagaimana
K3 permesinan, K3 ee listrik, K3
ee transportasi, konstruksi dan lain
sebagainya ya.
manusia sesuai dengan peradabannya tadi
belajar tentang
K3. Jadi, Bapak dan Ibu, saya sering
ee sering apa namanya ya? Sering
menyampaikan bahwa K3 itu ilmu yang
mahal karena belajarnya dari korban baik
itu korban meninggal maupun korban
sakit. Jadi ini ilmu mahal Bapak dan Ibu
sekalian. Kita belajar dari korban
sehingga kalau ada kecelakaan yang harus
dicari adalah hikmahnya. Kenapa sampai
terjadi seperti itu? Ya. Nah, singkatnya
K3 adalah upaya kita untuk menjamin
keselamatan diri kita dan orang lain di
tempat kerja agar selalu sehat dan
produktif.
Ya, tadi kalau revolusi industri sudah
memunculkan banyak ilmu-ilmu K3.
Sekarang tadi dikaitkan dengan tema
K3 internasional tahun 2025. Apakah AI,
apakah digitalisasi juga akan
memunculkan
potensi kecelakaan dan penyakit kerja di
tempat
kerja? Nanti akan dijelaskan oleh
narasumber lain, tapi itu akan jadi satu
trigger kita
untuk
bisa awareness lagi, bisa aware lagi
tentang potensi-potensi kecelakaan yang
ada di tempat kerja kita, khususnya di
ASN ya. termasuk masalah sekarang tren
psikososial
ya, ergonomi psikososial itu se sekarang
sudah menjadi ee kebutuhan kita untuk
lebih perhatian. Kenapa? Balik lagi
karena saya pengin enggak stres kalau
kerja. Saya pengin happy, saya pengin
bahagia. Work life balance saya dapat
kan begitu ya. Oke, next.
Nah, tentu ASN, Sobat ASN semua, kita
bekerja ada di tempat kerja kita, ada di
unit kerja
kita, tidak lepas
dari regulasi ya. Dan ada banyak
regulasi yang sudah mendukung kita. Yang
pertama Undang-Undang Nomor 1 tahun 0
tentang keselamatan Kerja. Kemudian ada
Undang-Undang 13 tahun 2013 tentang
Ketenagakerjaan. Ada juga PP50 2012
tentang penerapan sistem manajemen K3
dan Peremalaker 5 tahun 2018 tentang K3
lingkungan kerja. Ya, selain itu
juga kita sudah sangat kita sangat
mengapresiasi MenPAN sudah mengeluarkan
MenPAN RB sudah
mengeluarkan peraturan nomor 6 tahun
2022 bahwa ASN adalah sebagai
model pelayanan publik yang aman dan
berintegritas yang selamat. dan
berintegritasi. Kemudian juga di
PP 94 tahun 2021 bahwa disiplin ASN
mencakup kepatuhan terhadap protokol
keselamatan
kerja. Dan yang terbaru adalah
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023
tentang ASN yang menyatakan bahwa
harus bekerja ACSN harus bekerja dengan
aman dan selamat. Jadi inilah komitmen
atau kebijakan pemerintah pusat yang
harus kita laksanakan bersama. Sebagai
pimpinan unit kerja di berbagai level,
kita harus
peduli pada keselamatan dan
kesehatan seluruh anggota yang ada di
bawah kita. Begitu juga keselamatan dan
kesehatan masyarakat yang kita
layani. Ini next slide.
Ya, ini sudah disampaikan tadi. Next
slide di rencana induk K3 nasional
2020 2 sampai 2025 adalah K3 menjadi
budaya di setiap kegiatan pekerjaan
menuju Indonesia berbudaya K3 tahun
2025. Apakah ini sudah tercapai? Ini
akan terus kita usahakan Bapak dan Ibu
sekalian ya.
Dan tentu kami di Kementerian
Ketenagakerjaan akan terus memperkuat
regulasi dan pengawasan,
kemudian juga meningkatkan kompetensi
SDMK3 baik itu di sektor privat maupun
di sektor layanan publik dan juga
meningkatkan kolaborasi lintas sektor
termasuk di antaranya adalah ee lintas
instansi
pemerintah. Next slide.
Apa peran kita? Per Sobat ASN dalam
rangka K3 yang pertama tadi sesuai
dengan Permenpan RB ya. Kita jadi
teladan, jadi role model dalam disiplin
dan kepatuhan K3.
disiplin dan kepatuhan K3 ini
tentunya harus dilatar belakangi oleh
motivasi ya tadi motivasi dari juga
paradigma kita bahwa layanan kita
harus selamat harus sehat ya tempat
kerja kita harus selamat dan sehat
kemudian diikuti dengan adanya protokol
keselamatan dan kesehatan kerja atau
aturan atau SOP yang kita bangun di
tempat kerja kita
masing-masing. Kemudian SOP yang sudah
kita
susun jangan rest in paper ya, tetapi
harus aktif
disosialisasikan melalui pelatihan,
melalui safety meeting, safety briefing
ya dan lain sebagainya. Jadi ini harus
di lakukan secara
konsisten untuk apa? untuk kita punya
target outcome mewujudkan zero accident
di lingkungan kerja kita.
Dan tentu pada saatnya nanti kita akan
mendorong setiap instansi pemerintah
juga menerapkan sistem manajemen
K3 di tempat kerja
masing-masing. Ini yang ee siklus yang
akan kita bangun di instansi kerja kita
ya, Bapak dan Ibu sekalian. Jadi tetap
apa
ee fase ini masing-masing
akan mulai
dari
aspek tadi awareness dulu. Awareness
kita menambah knowledge, membuat
protokolnya, kemudian kita
sosialisasikan sehingga outcome-nya
adalah membuttikan zero accident dan
pembangun secara berkelanjutan melalui
sistem manajemen K3.
Kita tidak ingin lagi tahun depan
misalnya angka tadi saya di awal saya
sudah
sampaikan 2024 ada
227 rekan kita yang
tewas. Mudah-mudahan tahun ini itu bisa
kita kurangi dengan berbagai upaya kita
meningkatkan K3. Next.
Ini beberapa contoh aksi nyata peduli K3
di lingkungan ASN ya. Yang
pertama kita membentuk tim
K3 di
internal instansi
masing-masing. Di sinilah kita
melakukan tadi awareness dan knowledge
ya. Awareness, knowledge, dan komitment.
slide saya yang pertama di awal tadi
ya. Kita bentuk tim untuk membangun apa?
Awareness, knowledge, dan
komitmen.
Nah, yang paling tidak mudah ya, yang
paling tidak mudah adalah membangun
awareness.
Ada banyak sekali contoh-contoh
ee kecelakaan kerja ya. Sekarang mungkin
ada rekan-rekan yang di
BPBD ya.
di BPBD
ini sudah sangat terlatih. Tapi yang
paling penting dari BPHD ee misalnya
kalau kita menolong korban bencana yang
harus dipastikan adalah kita sendiri
harus tim rescue itu
harus selamat, harus aman dulu baru bisa
menolong yang lain. Jangan kita masuk
kita dalam kondisi yang tidak aman ya.
Kemudian kalau di kantor misalnya ya, di
kantor itu mulai nanti
dari masalah
kelistrikan. Bapak dan Ibu
sudah mendengar di media ya, membaca
melihat di media. Ada banyak kantor
pemerintah
yang mengalami bahaya kebakaran. Ya, ini
hal-hal yang dimulai dari hal-hal kecil
kepedulian terhadap K3 listrik misalnya,
ya. Jadi, awareness itu ee nanti akan
dibahas lebih detail oleh ee narasumber
berikutnya. Saya tidak akan banyak di
sini.
Kemudian salah satu juga yang penting
adalah melakukan simulasi evaluasi
darurat. Indonesia adalah negeri
dengan potensi bencana
yang sangat beragam ya. Mulai dari gempa
bumi, gunung
meletus,
longsor,
banjir, dan lain sebagainya. Ya, kita
punya banyak bencana sehingga kita harus
lebih aware terhadap
bencana, baik itu bencana alam maupun
bencana industri ya. Di daerah-daerah
industri misalnya di Gresik ya. Kalau di
Bontang misalnya di Kalimantan Timur ya,
di kawasan-kawasan industri harus juga
bersiap diri untuk bahaya industri,
industrial disaster selain dari natural
disaster ya atau bencana alam. Nah,
bagaimana kalau gempa itu harus dilatih?
Bapak dan Ibu, saya pernah melatih
penggunaan apar saja ya, alat pemadam
api ringan itu yang laki-laki enggak
berani, yang berani malah yang
perempuan. Sehingga tim K3 itu jangan
isinya laki-laki semua ya, Bapak, Ibu
ya. Kalau maentuk tim K3 ya itu dipilih
yang komitmen yang paling kuat ya,
passion yang paling kuat untuk membantu
orang ya.
Kemudian simulasi evakuasi dar dilakukan
secara berkala Bapak dan Ibu. Bagaimana
kalau yang berada di gedung-gedung
tinggi ya di atas empat lantai itu harus
latihan
juga. Kalau tidak dilatih pada saat
darurat semua mengandalkan
insting refleks ya. Ini ada ada
prosedurnya ya. bagaimana turun tadi
lantai 4 misalnya ada keadaan darurat
itu ada prosedurnya Bapak Ibu ya
bagaimana evakuasi ada prosedurnya ya
dan itu harus dipelajari kemudian
menyediakan alat pembadan piringan dan
alat keselamatan kerja lainnya ya dan
dilatih cara penggunaannya kemudian juga
memastikan ergonomi dan kenyamanan ruang
kerja serta
menerapkan yang paling basic menerapkan
5R R di tempat kerja masing-masing,
ringkas, rapi, resik, rawat, dan rajin.
Ini yang paling basic, Bapak dan Ibu.
Belum lagi kita bicara nanti gimana
dengan
ee psikososial, ya. Nah, jadi ini
didiskusikan, didialogkan. Jadi,
masing-masing tempat kerja punya
karakteristik, masing-masing pekerjaan
punya karakteristik K3 yang
berbeda-beda. Ya. Next slide.
Nah, ini tantangan dan solusi yang kita
hadapi
ya. Kurangnya kesadaran akan pentingnya
K3 itu introspeksi untuk diri kita
sendiri ya, Bapak dan Ibu sekalian bisa
mengintrospeksi apakah kita sudah aware
waktu berangkat
kantor kita pakai helm.
Kalau yang pakai mobil, apakah kita
sudah pakai safety belt di depan maupun
di belakang?
Apakah kita aware dengan apakah kita
sudah sadar bahwa kendaraan kita perlu
di maintenance ya, perlu dicek
remnya, olinya segala macamnya, bannya
ya dicek secara
berkala apakah kita sudah aware
dengan peralatan kerja
kita, teman-teman yang di pertanian
misalnya yang di UPT ya, UPTD.
UPTD ada alat-alat mekanik, ada
alat-alat listrik, ada
alat-alat
ee yang menghasilkan panas, uap dan lain
sebagainya ya. Ada alat berat juga di
situ.
Apakah sudah di-maintenance dengan baik?
Ya, belum
lagi teman-teman saya tadi pertanian
saya barusan dapat info bahwa
teman-teman yang di kebun bibit misalnya
di pembibitan itu ada yang sudah terkena
heat
stress. Heat stress ini stres karena
terpapar panas. Kita tahu akibat climate
change suhu apa temperatur bumi itu naik
ya 1 derajat. itu efeknya besar loh ya.
Bagaimana kita mengatur jam kerja
supaya yang ada di tempat kerja outdoor
terutama itu tidak terkena heat stress.
Karena heat stress itu kalau dibiarkan
akan jadi heat stroke nanti ya. Di
tempat kerja yang bising bagaimana?
Apakah kita peduli
penggunaan ee alat pelindung diri earma
atau earplug ya kalau tidak bisa
dikurangi e kebisingannya?
Apakah kita peduli bahwa tempat kerja
kita lampunya tinggal 5 watt ya sehingga
yang di komputer sering capek ini
atau ada yang input data saja ya input
data kita tidak peduli dengan kita belum
peduli dengan mereka harus 4 jam 5 jam
tanpa exercise gitu ya.
Ya, aturannya bahwa setiap 1 jam bekerja
di depan komputer Bapak dan Ibu itu
harus relaksasi ya. Matanya
direlaksasi apa
ee tangannya, punggungnya itu harus
direlaksasi ya. Misalnya seperti itu.
Jadi tapi nah di lain sisi kita juga
punya keterbatasan anggaran dan sarana
untuk melengkapi semua itu. Nah, ini
kuncinya di mana? Kuncinya di
komitmen. Jadi kalau di
perusahaan-perusahaan maju
itu no compromise ya, no negotiable.
Kalau menyangkut K3, apakah kita akan
bisa sampai ke sana? Insyaallah ya
mudah-mudahan. Jadi kalau semua
menyangkut K3 itu sudah enggak ada
alasan lagi, harus diterima gitu ya.
Jadi ya kalau lampu kalau itu menyangkut
K3 ya harus ditambah lampu yang terang
misalnya ya.
Kalau alat ya harus di peralatan harus
dimaintenance ya, tidak bisa tidak gitu
ya. Itu ee tantangan dari aspek
manajemen tentunya ya. Nah, kemudian
tentu ee solusinya bagaimana ya?
Solusinya tadi sudah saya juga
sampaikan.
Jadi kita mulai dari awareness, dari
campaign kita kampanyekan secara
internal dan istikamah. secara
terus-menerus berkalan. Kemudian
mengintegrasikan prinsip-prinsip K3
dalam SOP yang kita buat, Bapak dan Ibu.
SOP layanan yang kita buat. Masukkan
prinsip-prinsip K3 di
sana. Nah, misalnya apa? Misalnya yang
paling sederhana soal antrian. Bapak
jangan biarkan masyarakat antri 2 jam
berdiri, Pak. Harus sediakan tempat
duduk. Itu yang sering kita lihat di
media ya. Masyarakat antri berjam-jam ya
jangan sampai seperti itu ya. Kita harus
siapkan tempat yang baik ya. Karena
nyangkut K3
juga. Kemudian alat pelindung diri ya.
Jadi untuk teman-teman Satpol PP
misalnya ya, alat pelindung diri ayo
dilengkapi gitu ya dalam melaksanakan
SOP dalam melaksnya masing-masing dan
lain sebagainya. Kemudian juga tadi
sudah saya sampaikan komitmen pimpinan
perlu sekali untuk kita bangun. Next.
penutup saya ingin ee berpesan bahwa
kita
harus peduli pada diri kita dan juga
kepada rekan-rekan kerja kita. Karena K3
tidak bisa kita kerjakan bersama. Sama
dengan seperti masuk surga enggak
ternyata enggak bisa sendirian, Bapak
dan
Ibu. Kalau kita mau selamat, mau sehat,
kita juga harus mengajak rekan kita
untuk sehat dan selamat.
satu rekan kita yang kita indikasi
misalnya TBC, tuberkulosis itu juga satu
isu besar. Ada 1 juta lebih warga
Indonesia yang diindikasikan TBC saat
ini. Kalau kita peduli, maka
ayo ada SOP untuk treatment rekan kita
yang TPC. Kalau dibiarkan apa? Maka satu
kantor akan tertular. Nah, ini
contoh-contoh ya, bahwa K3 adalah
tanggung jawab kita bersama.
Kemudian sebagaimana
tadi sudah saya sampaikan dalam
kebijakan kita sebagai yang diatur dalam
peraturanpan RB bahwa ASN adalah role
model bagi pelayanan publik ya wajib
menjadi pelopor untuk menjaga
keselamatan dan kesehatan kerja. Jadi
sekali lagi Bapak dan Ibu mari kita
wujudkan ASN Hebat yang peduli K3.
Demikian yang bisa saya sampaikan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullah wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih banyak Pak
Direktur atas pemaparan materi yang saya
juga turut menyimak bahwa penting sekali
bagaimana kita menjaga kesehatan dan
keselamatan selama kita bertugas dan
bekerja. Dan kita akan membuka sesi
diskusi pada momen kali ini. Untuk sobat
ASN yang ingin sekali berinteraksi
secara langsung silakan rais hand. Maka
tim dari kami akan langsung
menghubungkan sobat ASN di manapun Anda
berada untuk bisa bertanya dan
berdiskusi dengan narasumber kita yang
pertama yaitu Pak Direktur yaitu Bapak
Muhammad Yusuf kali ini. Silakan sobat
ASN. Selain kita juga akan menghubungkan
interaksi kita juga ada pertanyaan. Oh
baik sudah terhubung. Selamat pagi.
Dengan siapa ini? Bapak boleh open mic
ya. Suaranya sudah terdengar.
Selamat pagi, Bapak. Asalamualaikum.
Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Dengan
Bapak siapa ini?
Ya, mohon maaf, saya dari Pak Solin dari
Dinas Perpustakaan Partisipan Kabupaten
Banyuwangi. Bu, dari Banyuwangi. Selamat
pagi. Salam
baik.
yang
baik suaranya agak sedikit
terputus-putus namun terdengar saat ini
dengar
baik Pak Slamet. Betul ya
Ya, silakan untuk pertanyaannya Pak
Samet.
Oh, Pak Solihin mohon maaf saya Bapak
Sihin. Iya, mohon maaf Pak. Disilakan.
Langsung saja
punya ini mohon maaf kami akan langsung
bertanya aja bagaimana kita dapat
menerapkan
prinsip-prinsip K3 yaitu keselamatan itu
dan kesehatan kerja dalam kerja
khususnya di ASN itu. Yang pertama. Nah,
yang kedua bagaimana sih, Pak ee cara
mengidentifikasi bahaya dan risiko di
tempat kerja? Apa saja program K3 yang
perlu diterapkan dan bagaimana
memastikan kepatuhan terhadap peraturan
K3 itu, Pak. Itu aja dua yang perlu saya
saya tanyakan. Kurang lebihnya saya
mohon maaf. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
kepada Pak Direktur izin untuk menjawab.
Tadi agak kurang jelas ya tadi bagaimana
menerapkan prinsip-prinsip K3 ya. I
betul salah ya. Betul ya Pakin?
Betul betul ya Pakin. Ee terima kasih ee
Pak Solin berdinas di Dinas
Perpustakaan di Banyuwangi ya.
Nah, saya ingin ee yang pertama tadi,
Pak, tiga prinsip tadi itu, Pak. Ada
kesadaran dulu, ada motivasi dulu,
kemudian ada pengetahuan kita tentang
potensi bahaya, dan yang ketiga ada
komitmen. Nah, ya itu
ee tiga prinsip yang awal, ya. Tiga
prinsip awal yang mendasari semua
kegiatan kita. Contoh saya boleh contoh
di perpustakaan ya, Pak
ya. Ya, Pak Solin bekerja di
perpustakaan, Pak. Dinas di dinas
perpustakaan apa di di gedung di
perpustakaannya, Pak?
Di perpustakaan. Di perpustakaan dan I
contoh,
Pak. Mulai dari yang pertama adalah
awareness.
Kalau kita keliling-keliling di
perpustakaan, Pak, kira-kira Pak apa
menurut apa kita apa potensi bahaya yang
mungkin muncul di lingkungan
perpustakaan baik dari aspek apa
keselamatan maupun dari aspek kesehatan
itu harus kita buat listnya, Pak.
Modelnya gitu. Coba bikin listnya dulu
ya. Semakin banyak pengetahuan nanti
yang kita dapat, maka listnya akan
semakin banyak.
Contoh bahwa buku-buku
itu menimbulkan debu,
Pak. Ya, debu bahaya untuk apa? Untuk
pernapasan pernaapasan kesehatan kita,
ya. Kemudian yang kedua, ada bahaya apa
lagi di perpustakaan? Ada
bahaya listrik, ya kan? Ada. Oh, tadi
debu itu ada standarnya, Pak. Jadi,
standar debu di ruangan tempat kerja itu
kita ada standarnya. Nanti akan
dijelaskan oleh narasumber kedua. Tapi
kita harus mengidentifikasi dulu. Jadi,
prinsip pertama
mengidentifikasi potensi bahaya dan
penyakit. Ya, tadi saya coba pancing
identifikasi potensi bahaya dari di
perpustakaan. Ada debu, ada bahaya
listrik, ada bahaya biologi. Contohnya
apa,
Pak? Yang dari binatang ada enggak, Pak?
Di perpustakaan, Pak Solihin?
Gak ada, Pak. Ada tikus, ada kutu, ada
macam-macam itu. Kami ada standarnya,
Pak, ya. Ada nilai ambang batasnya.
Kemudian dari
aspek penerangan. Penerangannya, Pak.
Pencahayaan itu juga kita ada
standarnya.
Kemudian dari ventilasi, Pak, udara.
Saya pernah datang ke satu perpustakaan,
udaranya sangat apa? Lembab, sangat
mengap gitu ya. Ya. Jadi dari aspek
biologi ada, dari aspek apa ee fisika
ada, aspek ee
apa ee bacaannya iya pencahayaan ada dan
macam-macam ya. Jadi coba kita
identifikasi dulu ya. Sesudah kita
identifikasi, maka yang langkah kedua
adalah kita pikirkan bagaimana
mengatasihan
masalah tersebut ya, pencegahannya ya.
Contoh tadi kalau
misalnya ada bahaya tikus atau bahaya
kutu, bagaimana caranya? Ya, kalau tadi
gelap bagaimana caranya ya? Ya kalau
gelap lampunya kurang punya tambah lampu
misalnya ya. Itu hal-hal yang simpel.
ventilasi kurang, udaranya kok kurang
enak gitu ya. Solusinya bagaimana? Bisa
enggak ventilasi dari secara alami
ditambah tambah jendela
atau ditambah dengan ee apa? AC misalnya
kalau mau pakai AC. Soal debu misalnya
ya, bagaimana kita membuat
sistem untuk apa ee kebersihan ya. Kalau
kebersihannya selama ini dilakukan
mungkin kalau debu di lantai dengan debu
di buku kan beda ya, Pak ya. Saya enggak
tahu ya. Tapi bikin coba dilihat
prosedurnya bagaimana kita mengatasi
debuk di sana ya. Itu cara-caranya. Nah,
kemudian pertanyaan yang kedua
itu menarik ini, Pak. Bagaimana
memastikan aturan itu dilaksanakan gitu
ya. Ee itu tadi, Pak. Kalau PR ketiga
komitmen,
Pak. Jadi membangun komitmen. Kita harus
jadikan satu SOP di tadi ada integrasi
SOP dengan SOP yang sudah ada
sekarang. Kalau sudah ada
aturannya, maka aturan itu harus
dijalankan ya dengan
konsisten. Jadi kita berdasarkan aturan.
Jadi kesadaran saja tidak cukup ya.
Kesadaran tuangkan dalam aturan. Setelah
aturan laksanakan aturan kan itu itu
ee pakem yang kita pakai ya.
Mudah-mudahan dari situ kemudian
muncul menjadi budaya yang kita harapkan
kan ke sana ke budaya. Tapi sebelum bisa
jadi budaya ya harus agak dipaksa
sedikit, Pak. Ah gitu.
Kalau kalau apa ya agak dipekso ya, tapi
bisa juga caranya makso gimana caranya
memaksa?
ya bisa juga kita kasih motivasi, Pak ya
dengan coba bikin
ee
misalnya penghargaan ya kasih
penghargaan kepada insan ASN di unit
kerja yang peduli K3 ya.
Kira-kira seperti itu. Jadi kasih
penghargaan bisa apa?
Kasih ee hukuman juga boleh ya.
Baik, demikian untuk jawabannya. Pak
Salihin sudah terjawab dengan lengkap
begitu Pak ya.
Baik. Terima kasih banyak Pak Solihin
atas pertanyaannya dan sudah tergabung
dengan kami. Baik Pak Direktur, ada satu
penanya lagi yang rais hand. Jadi kami
akan menghubungkan penanya tersebut
untuk bisa berdiskusi secara langsung.
Selamat pagi. Pagi. Ah, baik. Dengan
Bapak siapa ini? Dengan Randi dari BPSDM
Jatim. Baik, Pak Randi. Wah, luar biasa
Pak Randi. Silakan untuk pertanyaannya.
Baik, selamat pagi, Pak. Pak Muhammad
Yusuf ya. Selamat pagi, Mas Randi. Pagi,
Pak. Izin bertanya, Pak. Tentunya kalau
kita bicara implementasi ketiga sangat
berkaitan erat dengan aturan, Pak. ya,
khususnya undang-undang ya. Kita
sama-sama tahu Undang-Undang 1 tahun
1970 sudah sangat lama ya, Pak ya. Ya,
saya sempat mendengar info ada revisi,
Pak. Saya kita pengin tahu
perkembangannya sudah sejauh mana.
Khususnya terkait dengan instansi
pemerintah diwajibkan dalam salah satu
di dalamnya untuk bisa menerapkan K3.
Karena dari dari pengetahuan kami selama
ini industri, Pak, yang lebih ditekankan
di Undang-Undang 1 1970. Mungkin itu,
Pak. Terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam. Ya, Mas Randi. Eh, ini
update untuk kita masih ini ya,
masih sangat mengharapkan banyak masukan
ya untuk ee revisi Undang-Undang 170.
Jadi insyaallah ini
ee on progress gitu ya, sampai sejauh
mana ya.
ini
tahapannya masih di tahap-tahap awal,
Pak. Jadi
ee kita masih tahapannya masih ada
kajian-kajian yang dan mengumpulkan
berbagai masukan dari stakeholder ya.
Nah, saya ingin ee meluruskan terkait
dengan implementasinya ya. Kalau kita
bicara undang-undang 170 itu bicara
tempat kerja dan tempat kerja ini
ee pun ya bahkan kalau kita perdefinisi
di Undang-Undang 70 tempat ibadah
sekalipun itu adalah tempat kerja ya.
Yayasan itu tempat kerja.
Jadi di mana ada tenaga kerja itu bisa
di ee golongkan sebagai 170 apa ee masuk
ke dalam ruang lingkup Undang-Undang
keselamatan kerja.
Jadi kalau terkait dengan aturan tadi,
Pak, saya pikir kita sudah
sangat berprogres ya dengan
undang-undang tadi
undang-undang undang-undang ASN ya.
Kemudian juga dengan Permenpan RB itu
sudah sudah apa menjadi modalitas kita
untuk bisa melaksanakan K3 di setiap
unit kerja. Jadi sudah sebetulnya tidak
ada alasan ya untuk kita di ASN untuk
tidak melaksanakan atau kesulitan
mencari dasar hukum. Nah, ini jadi sudah
tidak ada alasan lagi
untuk apa nih tidak ada dasar hukumnya.
Oh, tidak bisa ya. Karena sudah ada dua
undang-undang besar undang-undang 170
dan undang-undang 20 2023 yang mendorong
itu. Nah, bahwa ee ini perlu
penguatan-penguatan ya. Sekarang
penguatannya tidak di level
undang-undang
tetapi
di level implementasi. bagaimana kita
bisa membangun itu karena sudah ada
amanahnya. Kira-kira begitu. Jadi ee
saya terima kasih inisiatif dari BPSDM
Jawa Timur yang sudah
menginisiasi tema kita
pada minggu ini yang ee B ke-16 ya. ini
luar biasa dan saya harapkan juga nanti
BPSDM di provinsi-provinsi lain untuk
bisa membuat acara sesi-sesi yang sama.
Ini mungkin ee lebih ke awareness
tapi lebih spesifik lagi kita bisa
bangun apa ee kita bisa ee membuat
webinar yang lebih tematik begitu ya.
Karena skopnya ASN, Sobat ASN bekerja di
berbagai macam. Guru juga mengalami
potensi
bahaya, penyakit kerja dan kecelakaan
kerja. Kalau kita lihat di media sosial
ada guru yang harus menyeberangi sungai
dengan dan lain sebagainya apa ee
kendala di alam ya. Kemudian tadi ada
SATPOL PP, ada di BP ee apa ee Badan
Penang Bencana ya, ada di
UPTP, penyuluh pertanian kita misalnya,
bagaimana mereka harus menjaga
keselamatannya.
Penyakit, di rumah sakit juga tidak
kurang-kurang dari apa potensi bahaya
ya. dan ya hampir semua tempat kerja
kita punya potensi bahaya sehingga ee
dalam kesempatan ini saya sekali sekali
lagi mencampaikan apresiasi dan saran
mungkin ke depan kita bisa membuat satu
tema-tema yang
ee tema-tema pelatihan yang tematik yang
memang dibutuhkan oleh ee sobat-sobat
ASN di seluruh Indonesia. Terima kasih.
Mas Randi. Iya.
Baik. Terima kasih banyak juga untuk
jawabannya Bapak dan juga sarannya. Ini
sangat berarti bagi kami. Semoga saja
minggu depan atau bahkan bulan depan
kita bisa mengadakan ASN belajar dengan
lebih tematik lagi. Dan waktu harus kami
cukupkan untuk sesi narasumber kita yang
pertama kali ini. Terima kasih banyak
kami sampaikan kepada Direktur Bina
Pengujian Keselamatan dan Kesehatan
Kemenaker Republik Indonesia Bapak
Muhammad Yusuf, ST. M.Si. si. Sampai
jumpa, Bapak. Salam sehat selalu, ya.
Mohon izin pamit, ya. Asalamualaikum.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Jangan ke mana-mana, Sobat
ASN karena kita masih selesai dengan ee
narasumber kita yang pertama dan kita
masih akan lanjut dengan narasumber kita
yang kedua sesuai dengan apa yang telah
disampaikan oleh Pak Yusuf selaku
narasumber yang pertama bahwa narasumber
yang kedua ini akan memberikan pemaparan
yang lebih detail dan lebih jelas
mengenai K3. Jangan ke mana-mana, tetap
bersama kami. Dan buat Anda yang belum
bergubung bergabung dengan kami, Sobat
ASN, silakan mendaftarkan diri dan juga
link presensi ini akan ada di aplikasi
Semesta Bangkom. Kita akan kembali
dengan narasumber kita yang kedua
setelah yang satu ini.
[Musik]
Terima kasih, Sobat ASN masih bersama
dengan kami dalam ASN Belajar seri ke-16
tahun 2025. Dan kita sudah tergabung
dengan narasumber kita yang kedua yaitu
Komisi 3 Dewan K3 Provinsi Jawa Timur
bidang kerja sama K3 dan humas Prof. Dr.
Adity Sudiarno, ST. Aidip Nebos. Kita
akan terhung Pak Adityya. Selamat pagi,
Prof.
Selamat pagi, Mbak Fani. Dan selamat
pagi ee sapat ASN semuanya.
Baik, terima kasih telah bergabung dan
telah memberikan waktunya pada hari Rabu
ini. Kita tentunya ingin sekali untuk
mendapatkan banyak sekali ilmu dan juga
pemaparan materi yang akan disampaikan.
Kepada waktunya, Pak Adityya disilakan.
Baik. Ee Bapak, Ibu, sobat ASN semua,
saya mohon izin untuk eh share screen ya
dari ee laptop.
Baik. Ee apakah ini sudah tampak
ya? Ya, sudah tampak Bapak. Sudah tampak
ya. Baik. Ee Bapak Ibu sekalian, saya
buka dulu. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi semuanya. Ee
salam sehat selalu dan semoga kita
senantiasa diberikan keselamatan dan
kesehatan ya dalam menjalankan aktivitas
kita sehari-hari.
Sebelumnya saya sampaikan banyak ee
terima kasih kepada Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Dr. Ramlianto dan
ee Bapak Ibu di BPSDM yang telah
memberikan kesempatan dan kepercayaan
kepada kami ya ee di Dewan K3 Provinsi
Jawa Timur untuk ee membersamai
program-program yang dilaksanakan selama
beberapa waktu. belakangan termasuk juga
pada kesempatan kali ini. Nah, pada
kesempatan kali ini dalam seri ASN
Belajar rupanya sudah seri yang ke-16 ya
di tahun ini ya ini dalam rangka
memperingati ya ee Hari K3 sedunia atau
Hari K3 Internasional maka saya kemarin
diminta untuk menyampaikan terkait
dengan best practice penerapan
Permenaker R ya nomor 5 tahun 2018 yang
mana Permenaker ini ee membicarakan kan
tentang K3 lingkungan kerja ya.
Khususnya yang akan kita akan bahas pada
hari ini adalah yang terkait dengan ASN
ya. Jadi pokok bahasan kita hari ini
adalah
ee bagaimana sih sebetulnya penerapan
Permenaker ya ee 5 2018 ini dalam
konteks lingkungan kita, dalam pekerjaan
kita sebagai
IS. Oke, Bapak Ibu sekalian ya. Ee jadi
mungkin ini beberapa di antara kita ada
yang sudah ee cukup familiar ya dengan
Permenaker ini dan mungkin juga ada
beberapa yang ee belum familiar. Maka
kita coba simak kembali sebetulnya
Permenaker 5 2018 ini ya ruang
lingkupnya seperti apa ya. Secara umum
yang akan dibahas di dalam Permenaker 5
2018 itu adalah terkait dengan
keselamatan dan kesehatan kerja
lingkungan.
kita akan membahas ya terkait dengan
lingkungan kerja di dalam keseharian
kita itu ada faktor faktor bahaya apakah
sih sebetulnya yang perlu kita cermati
sehingga kita bisa bekerja dengan
selamat, kita bisa bekerja dengan sehat
dan akhirnya bisa meningkatkan
produktivitas ya. Nah, kalau kita lihat
di dalam Promenaker ini memang cukup
banyak bab yang ditampilkan, pasal-pasal
yang ada begitu ya. Kemudian juga
mencakup banyak sekali ee nilai ambang
batas, standar indeks, contoh-contoh
formulir ya, pedoman ya, yang mana
jumlahnya itu sebanyak 258 halaman. Dan
ini kalau kita bahas satu persatu tentu
pada pagi hari ini tidak cukup waktunya
gitu ya. maka saya akan menyampaikan
beberapa highlight utama yang penting
yang nanti bisa memberikan bekang bagi
kita semua untuk ee ya setidaknya
memahami ya secara helicopter view
kira-kira apa sih yang perlu kita
antisipasi, apa yang perlu kita
perhatikan dalam lingan kita
sehari-hari. Nanti akan saya sampaikan
beberapa contoh best practice ya,
bagaimana ini bisa diterapkan dalam
lingkungan pekerjaan kita yang juga
merupakan best practice dipakai pada
berbagai macam instansi ya kelas dunia
ya. Instansi kelas dunia artinya sebuah
instansi yang dia tidak hanya dalam
level ee apa namanya nasional ya ee apa
kinerjanya tapi dalam level
internasional. Nah, itu ternyata ada
beberapa best practice yang sangat
relate dengan ya K3 lingkungan kerja
dalam pokok bahasan kita hari
ini. Bapak, Ibu sekalian, Sobat ASN ya.
Sebelum kita masuk terkait dengan ee ada
berapa faktor bahaya di dalam Premangar
ini, maka saya ingin mengulas ya secara
umum dulu apa sih sebetulnya yang
dimaksud dengan keselamatan dan
kesehatan kerja. K3
ini ya kalau di Indonesia ini kan juga
diperingati sebagai salah satu bulan K3
ya Januari sampai Februari. Kemudian
kemarin tanggal 28 kita memperingati
sebagai hari K3 internasional. Maka
sebetulnya apa K3 itu?
Bapak, Ibu sekalian, Satn, K3 itu adalah
segala
kegiatan yang orientasinya ini adalah
menjamin dan melindungi keselamatan dan
kesehatan tenaga kerja kita melalui
upaya pencegahan kecelakaan kerja dan
penyakit akibat kerja.
Ya, kalau kita bicara terkait dengan
upaya untuk memberikan proteksi, upaya
untuk memberikan perlindungan gitu ya
kepada tenaga kerja, maka kita ini
sebagai seorang pimpinan di instansi
kita ya, staf-staf kita, para ASN yang
bekerja dalam lingungan kita ini juga
termasuk tenaga kerja yang menjadi
partner pekerja kita yang perlu kita
berikan perlindungan terhadap
keselamatan kerjanya dan juga
potensi-potensi peny penyakit yang
mungkin nanti akan diderita oleh mereka.
sehingga konteks dalam keselamatan dan
kesehatan kerja itu adalah apapun
kegiatan itu yang perlu kita lakukan
dalam rangka memberikan perlindungan,
dalam rangka memberikan sebuah garansi
kepada ya ccle kita, kepada staf kita,
kepada rekan kerja kita, maka ya ini
adalah upaya untuk kita ee menerapkan K3
itu ya sehingga mereka semua yang berada
dalam ccle kita, lingkungan kita itu
terhindar dari kejadian yang tidak kita
inginkan. Apakah kejadian itu berupa
kecelakaan kerja maupun juga penyakit
akibat kerja. Kecelakaan kerja itu kalau
mungkin di industri yang beresiko tinggi
mungkin akan bisa kita bayangkan
kecelakaan itu adalah suatu kondisi di
mana seseorang itu mungkin
mengalami luka, mengalami suatu apa
namanya ee accident yang akan membuat
dia ee h mungkin ya mungkin ada
mengakibatkan fatality gitu ya. ya. Maka
di dalam ling pekerjaan kita hal-hal
seperti itu juga ternyata punya potensi
untuk terjadi. Ya, mungkin resikonya
tidak sebesar ya tenaga kerja yang ada
dalam industri beresiko tinggi seperti
katakanlah petrochemical, oil and cas
tapi resiko itu masih ada. Maka upaya
kita untuk memberikan perlindungan ini
adalah upaya yang merupakan upaya yang
perlu kita lakukan untuk bisa
menjalankan prinsip-prinsip K3 ya. Di
samping kecelakaan kerja sendiri juga
ada isu terkait dengan penyakit-penyakit
akibat kerja. Nanti akan saya berikan
contoh. Ada beberapa penyakit akibat
kerja yang sekiranya itu cukup banyak
kita temui dalam lingkungan pekerjaan
kita sebagai ya seorang ASN yang mungkin
lebih banyak beraktivitas itu di dalam
office, dalam kantor berhubungan dengan
pekerjaan-pekerjaan administratif. Nanti
ada contoh-contoh penyakit akibat kerja
yang kita kenal sebagai singkatan
kontrat ya nanti akan saya jelaskan.
Bapak Ibu sekalian di dalam Permenang
ke5 2018 itu tadi kita spesifik
membahasnya adalah terkait dengan
lingkungan kerja. Laras
pertanyaannya ya apa sih lingan kerja
itu? Apakah itu sama dengan tempat
kerja? Lingan kerja itu adalah aspek
hygien ya Bapak Ibu sekalian. aspek
haijin di tempat kerja yang di dalamnya
itu mencakup beberapa faktor. Faktor
fisika, faktor kimia, faktor biologi,
faktor ergonomi, dan faktor psikologi
yang keberadaannya ini ada di tempat
kerja yang dapat mempengaruhi
keselamatan dan kesehatan kerja. Ya,
jadi ini bukan belajar seperti di ee
anak-anak kita di SMA gitu ya, belajar
fisika, kimia bukan tetapi ada
faktor-faktor bahaya. yang berhubungan
dengan faktor bahaya fisika, kime yang
perlu kita tahu ya dalam rangka kita
bisa memberikan perlindungan ya kepada
partner-partner kerja kita. Jadi kalau
kita bicara lengan kerja ini adalah
aspek hygienya ya, aspek penerapan ya ee
upaya-upaya untuk bisa memberikan satu
apa ee proteksi terhadap kesehatan ya
para ee pekerja kita, para apa ccle kita
sekitar sekitar lingkungan kerja kita.
Ya, kira-kira begitu. Nah, nanti kita
akan lihat ada beberapa faktor yang
mungkin secara lebih detail apa sih
sebetulnya definisinya faktor fisika,
kimia, biologi, ergonomi, dan psikologi
itu yang ada dalam ling. Nah, sementara
kalau kita bicara tentang tempat kerja,
maka tempat kerja ini akan lebih merujuk
kepada suatu entitas yang kita sebut
sebagai entitas fisik, ya. Tiap ruangan
atau lapangan terbuka ataupun tertutup
gitu ya, baik dia bergerak ataupun
tetap. Di mana tenaga kerja atau yang
sering ya, di mana tenaga kerja itu
bekerja atau ya lokasi yang sering
dimasuki tenaga kerja untuk keperluan
suatu usaha dan di mana terdapat sumber
atau sumber-sumber bahaya termasuk semua
ruangan, lapangan, halaman sekelilingnya
merupakan bagian yang berhubungan dengan
tempat kerja tersebut. Jadi kalau kita
bicara tempat kerja singkat kata itu
adalah ya entitas fisiknya ya. Entitas
fisiknya atau yang kita sebut sebagai
area gitu ya, area tertentu begitu yang
di mana itu dipergunakan oleh tenaga
kerja untuk bekerja ataupun dimasuki ya
oleh ee seorang tenaga kerja untuk
beraktivitas. Nah, di dalam tempat kerja
itu ada sumber-sumber bahaya. Kira-kira
begitu ya. sumber-sumber bahaya yang
perlu kita antisipasi. Sehingga kalau
kita lihat apa sih lingan kerja, apa sih
tempat kerja, maka ini dibedakan. Salah
satunya adalah bahwa tempat kerja
berbeda dengan lengan kerja adalah
tempat kerja itu lebih merujuk kepada
entitas fisik ya. Oke, Bapak Ibu
sekalian dalam pembahasan kita di
Permenaker 5 2018 yang perlu saya
sampaikan untuk memberikan highlight
kepada kita semua tentang apa sih
sebetulnya isi dari Permenaker itu yang
jumlah halamannya sangat banyak. Yang
utama adalah kita akan mengenal lima
cakup lima cakupan ya faktor lengan
kerja yang apa ya
yang mendominasi yang ada dalam sekitar
kita, yang ada dalam ccle kita. Ada ada
beberapa. Yang pertama adalah faktor
fisika. Tadi sudah saya sebutkan ya. Ada
faktor fisika, kemudian nanti ada faktor
kimia ya. Kemudian yang ketiga nanti ada
faktor biologi yang berhubungan dengan
hewan, tumbuhan dan lain sebagainya.
Kemudian nanti ada faktor ergonomi. Nah,
ini nantilah yang merupakan faktor yang
akan banyak ya berhubungan dengan kita
ketika kita itu aktivitasnya lebih
didominasi dengan aktivitas pekerjaan di
lingkungan perkantoran. Ya, nanti kalau
yang di lapangan mungkin nanti akan
banyak berhubungan dengan faktor kimia,
banyak berhubungan dengan biologi,
fisika, dan seterusnya. Kemudian
berikutnya juga ada faktor yang kelima
yaitu adalah faktor psikologi yang
terkait dengan ee aspek mentali dari ee
apa ee para pekerja di sekitarnya. Jadi
lima poin inilah yang ada di dalam ee
cangkupan Permenagaker 5
2018. Untuk apa ya syarat-syarat K3
lemungan kerja ini dilakukan? Ternyata
t
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:12 UTC
Categories
Manage