Transcript
opp0TmJMnIE • ASN Belajar Seri 17 | 2025 - Membangun Bangsa Yang Cerdas Menuju Indonesia Emas
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0228_opp0TmJMnIE.txt
Kind: captions Language: id Terus bergerak sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. [Musik] selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. [Musik] ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASNAR berkualitas belajar wujudkan pemerintahanku telah dunia tekad pantang menyerah jadi [Musik] berkuit sama [Musik] He. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semuanya dan semoga tentunya Sobat ASN di mana pun Anda berada selalu sehat walafiat dan juga diberkahi oleh Allah Subhanahu wa taala. Nah, pagi ini sobat ASN di ASN Belajar seri ke-17 tahun 2025 kita mengusung satu tema yaitu membangun bangsa yang cerdas menuju Indonesia emas. Dan tentunya kali ini Bapak dan Ibu, pembangunan sumber daya manusia menjadi satu kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dan tentunya untuk memaksimalkan potensi demografi, kualitas pendidikan, dan juga kompetensi masyarakat termasuk aparatur sipil negara atau ASN harus terus ditingkatkan sebagai pelayanan publik dituntut untuk memiliki kapasitas intelektual dan juga profesional tentunya agar dapat mendukung transformasi birokrasi dan juga pembangunan nasional. Nah, tentunya Bapak dan Ibu, Sobat ASN dalam menghadapi satu tantangan globalisasi dan juga revolusi industri 4.0, ASN dituntut menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan juga inovasi pembelajaran sepanjang hayat menjadi kebutuhan mutlak terutama dengan kemajuan teknologi digital yang memperluas akses informasi. tentunya Sobat ASN akan dibahas tuntas di webinar ASN belajar seri ke-17 tahun 2025. Dan kali ini Sobat ASN tentunya untuk Anda. Tanpa berlama-lama lagi marilah bersama-sama kita membuka acara pada pagi hari ini tentunya dengan sambutan yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Kepada yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Kami persilakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita semuanya. Sobat ASN di seluruh tanah air. Selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 8 Mei 2025, ASN Belajar telah memasuki seri yang ke-17. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tulus atas antusiasme sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami selalu berkomitmen sekaligus terus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-17 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka turut serta menyemarakkan pemikiran dalam momen Hari Pendidikan Nasional yang baru saja kita peringati pada tanggal 2 Mei yang lalu. Karena itu, ASN Belajar seri ke-17 tahun 2025 ini mengangkat topik membangun bangsa yang cerdas menuju Indonesia emas. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sabat ASN di seluruh tanah air telah menjadi kesepakatan kolektif bangsa bahwa pendidikan adalah lentera yang tak boleh padam sejenak pun. Dia harus terus menyala dari lorong sejarah hingga masa depan yang panjang. Menerangi jalan anak bangsa menuju kesejatian manusia. Manusia yang berpikir merdeka, berhati nurani bening, dan bertindak untuk kemaslahatan semesta. Ia tidak semata cerdas secara intelektual, tetapi juga mantap secara spiritual dan santun secara sosial. Manusia yang bijak dalam mengambil keputusan, tangguh dalam menghadapi tantangan, dan luhur dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Sobat SN di seluruh tanah air, momentum Hari Pendidikan Nasional yang mengambil tema partisipasi semesta wujudkan pendidikan bermutu untuk semua mengingatkan kita bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya amanat konstitusi tetapi panggilan nurani kolektif bangsa. Di sanalah pendidikan menemukan martabatnya bukan sekedar proses transmisi ilmu, tapi juga proses memanusiakan manusia. Di tengah dunia yang berubah akseleratif, pendidikan tidak lagi cukup jika hanya mengisi kepala dengan rumus dan hafalan. Ia harus menumbuhkan daya nalar, menyuburkan kepekaan sosial, dan membentuk karakter luhur yang siap menghadapi tantangan segala zaman. Mencerdaskan anak bangsa berarti mempersiapkan mereka tidak hanya untuk bekerja, tetapi untuk hidup. Tidak hanya untuk bersaing, tetapi juga untuk berempati dan berkontribusi. Pendidikan harus menjadi jalan pulang bagi anak-anak yang mencari makna dan arah di tengah hirup pikuk dunia. Pendidikan yang mencerdaskan harus hadir dalam segala bentuk dan ruang. Di kelas, di rumah, di alam, di dunia digital, anak-anak bangsa mesti didampingi bukan hanya untuk menjadi pintar, tapi untuk juga menjadi bijak. Saat ini kita sedang membangun sistem pendidikan yang membuka ruang refleksi, menantang rasa ingin tahu, dan menguatkan rasa tanggung jawab sebagai warga negara dan warga dunia. Momentum Hari Pendidikan Nasional adalah ajakan untuk membangun masa depan dari ruang-ruang belajar hari ini. Sebab dari sanalah lahir generasi yang bukan hanya cakap menghadapi tantangan, tapi juga punya cita-cita luhur untuk memajukan bangsanya. Pendidikan adalah benih dan setiap anak adalah lahan yang subur. Jika kita menanam dengan hati dan pengetahuan, bangsa ini akan tumbuh menjadi peradaban yang terang dan bermartabat. Sobat ASN di seluruh tanah air. Lalu bagaimana kita membangun arsitektur pendidikan yang mampu mencerdaskan anak bangsa dari segala dimensinya dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2025. Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada SatN di seluruh tanah air. Pertama, kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Dr. Marimandarto, S., M.Si. SI. Beliau adalah staf ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia bidang manajemen Talenta. Yang kedua, kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Dr. Aris Agung Pawa, SSTP, M.M. Beliau adalah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang syarat dengan prestasi. Dan yang ketiga kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Prof. Dr. Joko Sarono, M.Pd. Beliau adalah akademisi dari Universitas Negeri Malang yang sangat aktif dalam berbagai kegiatan literasi. Nah, Sobat TSN, mari kita simak dengan seksama webinar SN belajar seri ke-17 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih tentunya kepada Bapak Dr. Ramlianto, S.P., MP. selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Nah, Bapak dan Ibu, Sobat ASN kali ini yang telah hadir, inilah saatnya kita akan memasuki pemateri sesi yang pertama. Namun izinkan saya untuk dapat menyapa pemateri kita yang pertama. Tentunya tidak lengkap rasanya mengangkat topik pendidikan tanpa menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan selaku penanggung jawab pelaksanaan teknis di tingkat provinsi. Nah, bagaimana kiprah beliau dalam mengawali kebijakan pemberdayaan SDM para ASN di wilayah kerjanya masing-masing. Dan kali ini Bapak dan Ibu, kami akan hadirkan beliau yang pernah menjadi pejabat Walikota Batu Jawa Timur dari tahun 2023 sampai dengan 2025. Dan tentunya beliau saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Yang terhormat inilah Bapak Dr. Aris Agung Pawai, SSTP, M.M. Asalamualaikum, Bapak. Selamat pagi. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, Mbak Devi. Bagaimana kabarnya Bapak? Sehat? Alhamdulillah sehat. Suara saya jelas kedengaran? Sangat jelas dan juga sangat jernih sekali, Bapak. Dan kali ini tentunya Sobat AS juga sudah tidak sabar nih Bapak Aris untuk bisa menyimak pemaparan yang akan disampaikan dan juga tentunya triks dan juga tips apa tentunya Sobat ASN yang bisa lakukan kali ini. Nah, untuk itu kepada Bapak Aris kami persilakan ya. Terima kasih Mbak Devi. Jadi sebenarnya pagi ini saya bergabung dengan ASN Belajar seri ke-17. bukan memaparkan apa yang perlu saya sampaikan, tapi ini bagian dari sharing kita semua tentang bagaimana perkembangan pendidikan di Jawa Timur dan juga Indonesia di mana kita akan membangun Indonesia Mars 2045. Ee perlu saya menyapa dulu kepada kita semua di Sobat ASN Belajar seri ke-17 ini. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua. Om swastiastu, Namo Buddhaya, salam kebajikan. Shalom. Yang saya hormati tentunya dan yang saya muliakan seluruh narasumber ASN Belajar seri 17 tahun 2025. Yang pertama tentunya terima kasih Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur yang telah mengundang kami untuk bergabung ke ASN Belajar seri ke-17. tentunya sangat berbahagia buat kami dan sangat terhormat bisa diundang forum yang tentunya sangat berharga bagi kita semua para ASN bukan hanya di Jawa Timur bahkan di seluruh Indonesia yang telah bergabung pada kesempatan ini. Ngomong pendidikan tentu tidak akan ada habisnya. Ngomong pendidikan tentu menjadi gairah buat kita semua bagaimana kita meningkatkan kompetensi kita, ilmu kita, dan juga wawasan kita. Yang saya hormati yang kedua narasumber kita juga mungkin insyaallah sudah hadir bersama dengan kita semua. Bapak Prof. Dr. Joko Saryono, M.Pd., pakar pendidikan dan juga guru besar Universitas Negeri Malang. Ee beliau juga sangat eksert di bidang pendidikan. Mudah-mudahan nanti akan memberikan pencerahan buat kita semua. Yang ketiga yang mewakili Bapak Menteri Bapak Dr. Marimandarto, S., M.Si., SI, Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Comun Daksmen. Ee alhamdulillah juga mungkin insyaallah beliau sudah hadir bersama-sama kita dan seluruh ASN belajar, sobat ASN yang saya banggakan dan saya hormati di seluruh Indonesia yang mengikuti forum ini. Temanya sangat luar biasa karena yang diangkat adalah membangun bangsa yang cerdas menuju Indonesia Emas 2045. Tentu akan menjadi pertanyaan kita semua apa yang telah kita lakukan ee di bangsa ini terkait dengan bagaimana kita menyiapkan diri Indonesia Mars 2045. Tentu membangun ini adalah tentu mempunyai ET yang sangat tinggi dengan juga perlu strategi yang cukup tinggi. Di mana Bapak Ibu sekalian ee forum ini adalah forum yang menurut saya adalah bagian yang tepat untuk kita semua membahasnya. Kenapa saya katakan tepat? karena 2045 tidak terasa sebentar lagi akan kita hadapi dan tentu tantangan, rintangan, dan juga isu-isu strategis banyak yang harus kita hadapi bersama. Maka membahas bagaimana membangun bangsa yang cerdas tentu perlu strategi-strategi khusus yang kita lakukan bersama. Saudara-saudara, Sobat ASN yang saya banggakan, Indonesia kini berada pada titik krusial. Kenapa saya katakan krusial? Karena yang tadi saya sampaikan tahun 2045 itu sudah di depan mata kita. akan menjadi momentum sejarah yang tentu akan kita hadapi sebagai bagian dari memperingati 100 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia. Namun pertanyaannya adalah sudahkah kita menyiapkan SDM yang unggul, berkualitas, dan siap menghadapi tantangan global? Nah, ini kan pertanyaan yang menarik buat kita semua para sobat ASN yang mengikuti forum ini. Tentu kita membutuhkan ee pendidikan yang punya pondasi utama terutama bagaimana tertuang di dalam materi yang telah kita susun bersama tentang pilar pembangunan cerdas yang mencakup seluruh sendi-sendi pendidikan yaitu berkualitas ee inovasi teknologi, infrastruktur yang modern dan itu tidak cukup karena pendidikan tidak lagi hanya mengajarkan tentang pengetahuan dasar melainkan harus bagaimana kita mengintegrasikan antara keterampilan kompetensi yang dihadapi di abad 21 yaitu berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan dan karakter yang kuat. Nah, tentu ini yang harusnya menjadi dasar buat kita agar nanti ee Sobat ASN kita sudah bisa menyiapkan generasi-generasi penerus kita. Generasi-generasi yang tentunya akan menjadi pelanjut kita yang menyiapkan diri di Indonesia Mars 2045. Kita sadar atau tidak sadar bahwa anak-anak kita yang sekarang berpendidikan di tingkat sekolah menengah, mereka ini adalah generasi-generasi yang nanti akan melanjutkan estafet Indonesia Mars 2045. Kenapa? Karena usia-usia mereka ini kan rata-rata usia umur 15, 16, bahkan sampai 17 dan 18. Nah, kalau kita hitung nanti ke depan sampai dengan 2045, berarti merekalah yang generasi-generasi yang akan memimpin negara ini. Nah, negara-negara maju seperti Finlandia ya, Finlandia, Korea Selatan, Jepang ini telah membuktikan bahwa investasi pada pendidikan anak usia dini termasuk yang sekarang berpendidikan, termasuk ee sekolah menengah, mereka adalah bagian bibit-bibit yang sudah disiapkan bagi-bagian dari integrasi antara pendidikan dan teknologi sebagai bagian dari kemajuan. Di dalam kunci kemajuan teknologi itu adalah pendidikan sendiri yang mereka lakukan. Di saat yang sama, negara-negara berkembang seperti Vietnam, India sudah menunjukkan lompatan signifikan di dalam penguatan SD melalui digitalisasi dan reformasi pendidikan. Nah, ini akan menjadi tolak ukur bagi kita di Indonesia. Apakah Indonesia tidak tertinggal dari negara-negara maju yang tadi kami sebutkan bahkan negara-negara yang berkembang yang juga saya sebutkan. Nah, namun kita masih bisa menghadapi berbagai masalah, terutama kita harus bisa memetakan isu-isu strategis seperti apa sih yang kita hadapi di terhadap dunia pendidikan untuk mengembangkan kualitas SDM yang dimiliki oleh Indonesia. Tentu kita menyadari bahwa isu strategis yang harus kita lihat adalah pertama adalah ketimpangan kualitas dan akses pendidikan antar wilayah. Nah, ini kan menjadi poin penting kita juga bahwa isu strategis di bidang pendidikan adalah salah satunya adalah ketimpangan kualitas dan akses pendidikan antar wilayah. Indonesia memiliki banyak pulau, Indonesia banyak ee berbagai macam suku, adat, dan lain-lain. Dan itu tentu akan mempengaruhi terhadap kualitas dan akses pendidikan. Kenapa? Masih banyak daerah-daerah kita yang terpencil jauh di pelosok-pelosok yang tentu tidak semua bisa mengakses pendidikan yang secara merata bisa mereka nikmati. terutama para guru-guru kita yang sangat terbatas. Nah, ini menjadi tantangan tersendiri dan menjadi isu strategis di dalam pengembangan pendidikan di Indonesia khususnya juga di Jawa Timur. Yang selanjutnya adalah rendahnya literasi digital. Mau tidak mau kita sadari bahwa ee walaupun di genggaman kita, anak-anak kita sudah menggenggam yang namanya gadget, tapi tidak digunakan sebagai bagian penguatan literasi bagi mereka. Lebih banyak kepada hal-hal yang penguatan-penguatan di media sosial. mungkin juga ee hal-hal yang lain, mungkin game dan lain-lain yang tidak ada ee sangkut pautnya dengan peningkatan pendidikan yang harus mereka dapatkan. Maka oleh sebab itu, Bapak, Ibu sekalian, di mana kurikulum kebutuhan terhadap industri masa depan ini harus menjadi bagian yang perlu kita ee siapkan. Ini juga termasuk dari bagian dari isu strategis. Maka oleh sebab itu, Bapak, Ibu sekalian, Sobat ASM yang isu strategis lainnya adalah minimnya kolaborasi pendidikan dengan dunia usaha dan teknologi. Nah, kenapa ee kami menyampaikan bahwa ini adalah bagian salah satu isu strategis? Karena banyak dari anak-anak kita atau murid-murid kita yang sekarang ini bersekolah baik di SMA maupun SMK mereka kurang terhadap pemahaman bagaimana dunia usaha dan dunia teknologi yang mereka hadapi saat ini. Apalagi perkembangan dunia ini kan begitu cepat yaitu globalisasi, perang dagang yang harusnya mereka bisa tangkap peluang-peluang ini menjadi bagian dari kesempatan untuk mereka untuk bisa mendapatkan informasi-informasi untuk penguatan literasi mereka. terutama literasi kompetensi yang harus dihadapi. Nah, untuk itu ee Sobat ASN, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus bisa bersinergi secara strategis. Apa langkah-langkah strategis yang bisa diambil? Yang pertama adalah kita berharap dari pemerintah pusat dulu bahwa untuk menyusun kebijakan nasional pendidikan yang futuristik dan inklusif maka tentu membutuhkan peningkatan anggaran yang tidak sedikit. Jadi selain tidak sedikit tentu harus kita harapkan bisa lebih merata dari seluruh daerah. Tadi saya sampaikan kan isu strategisnya permasalahan yang kita hadapi adalah ee akses masyarakat terhadap pendidikan itu tidak merata karena ada daerah-daerah kita yang terpencil, daerah-daerah kita yang jauh yang di mana mereka bisa belum bisa mengakses pendidikan. Maka oleh sebab itu pemerintah pusat harus bisa bagaimana caranya agar pendidikan kebijakan nasional ini bisa futuristik dan inklusif. maka tentu anggaran harus bisa merata di semua lini termasuk di semua wilayah termasuk di Jawa Timur itu sendiri. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa pendidikan harus tepat sasaran. Kita berharap bahwa pendidikan ini jangan sampai anggaran yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah pusat ya untuk pemerataan pendidikan, peningkatan kualitas pendidikan dan juga mutu pendidikan. Tapi tentu kita harapkan jangan sampai salah sasaran yang akhirnya tidak bermanfaat bahkan tidak bisa memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan pendidikan dan juga pembangunan SDM yang ada di berbagai wilayah termasuk yang ada di Jawa Timur. Nah, kita berharap bahwa di dalam membangun ekosistem pendidikan tentu kita berharap bahwa semuanya harus berbasis teknologi dan juga bagaimana kita bisa meningkatkan kompetensi kewirausahaan. Nah, pemerintah pusat harus bisa melihat bagaimana potensi ini, terutama SDM yang ada di berbagai wilayah, termasuk di Provinsi Jawa Timur, di seluruh Indonesia. kita harus bisa menangkap peluang-peluang ini. Karena banyak SMK kita lulusannya ya mereka mungkin lulus tapi dengan lulus ya tidak mempunyai kompetensi keahlian tertentu yang memang diharapkan di dalam dunia saat ini atau ee kebutuhan terhadap pangsa pasar, pangsa kerja yang dibutuhkan terhadap lulusan SMK. Begitu juga ee anak-anak kita yang lulusan SMA. Mereka banyak yang kaget begitu masuk di perguruan tinggi ternyata apa yang mereka dapatkan di SMA, ilmu-ilmu yang mereka dapatkan, akademik yang mereka dapatkan, kurikulum yang telah disusun ternyata tidak linear dengan apa yang mereka dapatkan setelah mereka masuk di perguruan tinggi. Nah, tentu ini penguatan terhadap ee berbasis teknologi dan juga bagaimana mereka menyiapkan literasi-literasi kompetensi tentu kita harapkan melalui sekolah-sekolah yang sudah disiapkan saat ini, terutama di sekolah menengah. Nah, bagaimana peran pemerintah daerah apakah itu pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten kota. Kita berharap bahwa mengimplementasikan kebijakan pemerintah pusat yang tadi saya sampaikan tentu tidak hanya di dalam bentuk konseptual saja. Kita ingin bahwa ini bisa langsung bisa disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Kenapa saya katakan kebutuhan lokal? Karena setiap daerah Bapak, Ibu sekalian, Sobat ASN tidak sama. Jawa Timur kebutuhannya dengan Jawa Barat dengan kebutuhannya dengan Sulawesi, Kalimantan, dan lain-lain. Tentu berdasarkan kebutuhan kearifan lokal yang diinginkan. Maka bagaimana pengembangan SDM-nya, bagaimana pengembangan terhadap pendidikannya, maka tidak boleh kita kesampingkan terhadap kebutuhan lokal yang diinginkan. Bisa saja daerah-daerah tertentu kebutuhan lokalnya terhadap SDM yang dibutuhkan harus disesuaikan dengan pangsa pasar dan pangsa kerja yang ada di sana. Kecuali kalau memang kebutuhannya adalah untuk kebutuhan yang lebih besar lagi. Apakah dia akan dikirim atau akan belajar di luar negeri atau akan bekerja di luar negeri, ya. ini kebutuhannya memang ee terpisahkan. Namun pemerintah daerah harus bisa memetakan ini. Yang selanjutnya adalah memberdayakan sekolah melalui manajemen berbasis data dan hasil belajar. Nah, ee kita sering mengesampingkan terhadap hasil mutu pendidikan bagi anak-anak kita yang ada di sekolah. Ya, kita bisa melihatlah pada saat proses anak-anak kita melalui PPDB yang masuk di sekolah negeri yang tertentu, yang dirasa hebat dan juga mungkin sekolah-sekolah swasta yang punya prestasi sangat luar biasa, kita bisa melihat hasil lulusannya ini yang betul-betul yang kita ingin lihat dampaknya linier. Artinya mereka begitu masuk di sekolah menengah mereka tidak perlu lagi beradaptasi terlalu lama, tapi mereka sudah tahu, sudah bisa dengan berbasiskan data yang kita hasilkan dari proses hasil belajar ini. Maka saya berharap bahwa indeks sekolah tidak hanya bagian dari momentum kita mengetahui bagaimana prestasi ee si anak ini atau murid ini atau anak didik kita, tapi kita berharap bahwa juga kita melihat kompetensi-kompetensi dan skill anak tersebut. dari hasil yang kita dapatkan di proses pendidikan apakah itu 3 tahun dan 3 tahun berikutnya di tingkat tertentu. Nah, Bapak, Ibu sekalian, Sobat ASN yang kami banggakan. Yang di lain hal tentang bagaimana pemerintah daerah mempunyai peran adalah bagaimana kita menyiapkan kompetensi guru yang tentu harus lebih meningkat. Tenaga kependidikan juga kita harus bisa melihat bagaimana mereka meningkatkan pendidikannya secara berkelanjutan. Kita bisa melihat bahwa Bapak, Ibu sekalian di dunia teknologi saat ini anak-anak kita ini tidak lagi berharap gurunya sebagai seorang guru yang mengajar satu arah. Kan enggak bisa. Karena anak-anak kita ini ya kalau kita bisa simpulkan mereka lebih cerdas daripada kita. Mereka lebih cerdas kepada gurunya. Kenapa? Mereka belajar dari gadget. Mereka belajar dari dunia teknologi yang mereka genggam saat ini. Apa saja mereka bisa dapatkan. apa yang disampaikan guru pada saat itu di dalam kelas mereka bisa langsung berkomunikasi dengan gadgetnya mendapatkan apa yang mereka inginkan. Apakah itu yang pola-pola yang kita gunakan saat ini kepada guru dan tenaga pendidik kita yang ada di sekolah? Tidak. Tentu kita berharap para guru ini bisa menjadi fasilitator buat anak-anak kita, menjadi teman, sahabat buat anak-anak kita. dan berprosesnya itu tentu kita berharap mereka bisa mengungkit daya pikir mereka, daya kritis mereka sehingga kita mendapatkan generasi-generasi yang cemerlang, generasi generasi yang begitu mereka mendapatkan suatu permasalahan mereka kritis dan tahu bagaimana memecahkan permasalahan itu dan itulah gunanya dan manfaatnya guru bisa menjadi fasilitator buat mereka. Hadirin ee sobat ASN seri ke-17 ASN Belajar yang saya hormati, saya banggakan. Transformasi pendidikan bukan lagi menjadi pilihan. Jadi sesuatu yang menjadi keniscayaan buat kita semua. artinya sudah harus menjadi bagian dari kehidupan kita, tidak bisa kita elakkan lagi. Maka oleh sebab itu kita harus bisa mencetak generasi tidak hanya cerdas ya, tapi secara ee keseluruhan kita berharap mereka juga adaptif, kreatif, dan berintegritas. Terutama mereka harus kritis. Kenapa saya katakan ini? Tentu kita berharap bahwa ee Bapak, Ibu sekalian, Sobat ASN, kalau pendidikan kita hanya berdasarkan akademik, maka kita tidak akan menghasilkan anak-anak yang betul-betul ee siap mentalnya untuk bisa menghadapi dunia globalisasi yang begitu cepat, termasuk bagaimana dunia yang saat ini mereka harus hadapi yang begitu cepat perkembangannya. Maka oleh sebab itu, kenapa saya katakan tadi membutuhkan ee anak-anak didik atau SDM kita yang adaptif, kreatif, inovatif, dan berintegritas. Kalau ini bisa dimiliki oleh mereka semua ya yang diajarkan yang ditransfer knowledge oleh guru-gurunya sebagai fasilitator di lingkungan sekolah, saya yakin membangun SDM Indonesia Emas 2045 tidak muluk-muluk bagi saya, bagi kita semua bahwa itu akan terwujud. Nah, namun tentu kita berharap dengan membangun kebersamaan ini dan juga tekad dan kemauan kita untuk meningkatkan kompetensi ilmu ya, adaptasi anak-anak kita, kreativitas anak kita, inovasi anak-anak kita, maka tentunya mereka akan siap untuk bersaing tidak hanya di tingkat ee daerah ya di mana mereka tinggal, tapi di tingkat nasional bahkan internasional. Kita bisa melihat anak-anak kita ini banyak sekali sekarang yang ee berani sekali mereka ikut kompetensi-kompetensi tingkat internasional sampai mereka ke luar negeri dengan kepercayaan yang tinggi dan bahkan mereka menghasilkan prestasi yang sangat luar biasa. Ini kan wujud bahwa mereka ini tidak kalah bersaing dengan SDM-SDM yang ada di luar negara sana, baik negara-negara maju maupun negara-negara berkembang. Buktinya mereka begitu kembali ke Indonesia, kembali ke sekolahnya bisa menunjukkan prestasi yang sangat luar biasa. Nah, tentu Bapak, Ibu sekalian ee banyak hal juga yang menentut kita harus menjadi bagian memperhatikan bagaimana tampilan ee dunia global saat ini di mana masa SDM ini perlu kita lakukan regenerasi. Nah, kita harapkan ee membangun SDM Indonesia yang tidak hanya untuk mampu bersaing di tingkat nasional yang tadi kita sampaikan, tapi juga internasional. Kita berharap tampilan sebagai pemain global di masa depan tentu menjadi harapan kita bersama. Masa depan Indonesia tidak hanya dimulai dari ee saat ini, tapi kita berharap ee di berbagai ruang-ruang publik bisa kita bangun literasi anak-anak kita. Ya, karena anak-anak kita ini dengan adanya gadget saya melihat, kita menyaksikan bersama kurang anak-anak kita terhadap literasi-literasi, bahan-bahan mereka untuk mengembangkan kompetensi ilmu mereka. Jadi mereka hanya membaca sesuatu yang ada di gadget tanpa ada penguatan-penguatan literasi. Di mana buku yang dulu menjadi pegangan sekarang sudah banyak yang ditinggalkan. Maka kita berharap ruang-ruang kelas hari ini harus menjadi bagian ruang-ruang yang hidup untuk membangun SDM yang cemerlang, SDM yang cerdas, SDM yang siap untuk menghadapi Indonesia emas. Tentunya investasi terbesar kita adalah bukan hanya sebagai bagian dari infrastruktur di sekolah, apakah itu infrastruktur beton atau sarana prasarana lain, tapi yang kita butuhkan adalah kecerdasan anak-anak bangsa. Nah, ini Bapak, Ibu sekalian, Sobat ASN ee Belajar seri ke-17. Kita berharap bahwa apa yang menjadi tumpuan harapan Indonesia Emas adalah bagaimana kita menyiapkan SDM yang unggul mulai dari sekarang ya. Apakah di usia dini yang sekarang ini masih berproses, apakah itu di PAUD, di TK, masuk mereka di tingkat SD sampai mereka melanjutkan di tingkat SMP dan akhirnya mereka masuk di sekolah menengah. Kita berharap bahwa pendidikan mereka ini betul-betul bisa berdampak terhadap individu mereka maupun bagaimana kita menyiapkan generasi-generasi yang hebat di tahun 2045 yaitu Indonesia Emas yang kita harapkan bahwa ini bukan hanya slogan, bukan hanya harapan, bukan hanya tumpuan, tapi betul-betul bisa terwujud dengan apa yang kita cita-citakan karena ini adalah investasi masa depan. Investasi yang tidak bisa kita pungkiri. investasi yang menjadi bagian dari ikhtiar kita agar negara Indonesia bisa siap berkompetisi dengan negara-negara maju, dengan negara berkembang sehingga Indonesia tidak ketinggalan dengan apapun yang terjadi. Apakah itu teknologi yang begitu canggih, digitalisasi yang begitu cepat, dan juga perang dagang yang dihadapi Indonesia saat ini. Saya yakin ee anak-anak kita yang nanti akan melanjutkan kepemimpinan-kepimpinan nasional pasti akan siap untuk menghadapi itu. ini Bapak Ibu sekalian yang bisa dapat saya sampaikan pada kesempatan momen ASN belajar seri ke-17. Senang sekali saya bisa bergabung ee yang kesekian kalinya mungkin baik saya sebagai Kepala Dinas Pendidikan maupun sebagai ee PJ Walikota Batu pada saat itu saya bergabung di ASN Belajar. senang melihat perkembangan-perkembangan yang terjadi yang dilaksanakan oleh teman-teman BPSDM yang sangat inovatif, yang kreatifnya sangat luar biasa sehingga ASN belajar ini masih berlangsung sampai dengan saat ini. Karena kita tahulah momentum-momentum ASN kita untuk terus mengupdate diri itu kan agak sulit dengan rutinitas yang dilaksanakan sekarang dengan pekerjaan yang begitu padat, tugas-tugas yang begitu juga luar biasa. tentu mereka harus butuh upgrade dirinya dengan upgrade diri ya salah satunya dengan ASN belajar yang sudah diinovasi oleh e BPSDM Provinsi Jawa Timur. Banggalah kita bahwa BPSDM Jawa Timur terus memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kompetensi para SN kita bahkan bukan hanya di Jawa Timur juga di seluruh Indonesia. Sukses selalu untuk ASN belajar di seri ke-17 ini. Sangat menarik topiknya. Mudah-mudahan nanti Pak Joko dan juga dari staf ahli dari kementerian bisa memberikan pencerahan kepada kita semua. Kami mohon maaf izin ee tidak dapat mengikuti secara ee seluruhnya dari kegiatan SM Belajar ini karena ada kegiatan kami yang harus kami ikuti dan tidak dapat ditinggalkan karena sudah teragenda sebelumnya. Sekali lagi terima kasih. Salam sukses untuk ASN belajar seri ke-17. Mudah-mudahan ini bermanfaat buat kita semua. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Dr. Aris Agung Paw, SSTP, MM. Kita berikan tepuk tangan yang meriah, Bapak dan Ibu. Terima kasih Bapak untuk kehadirannya pada pagi hari ini. Dan tentunya untuk Sobat ASN Bapak mohon izin apakah kita juga bisa melanjutkan dengan sesi sharing sejenak untuk bisa dengan memberikan tanya jawab kepada sobat ASN pada hari ini? Mungkin satu penanya Bapak kalau boleh satu penanya boleh. Masih ada waktu sekitar 5 menit ya. Baik, silakan Bapak dan Ibu silakan untuk bisa melakukan rise hand kali ini karena kesibukan Bapak Aris Agung Pawai kali ini juga sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga akan ada melakukan kegiatan kembali. Kami persilakan untuk Anda dapat memberikan pertanyaan. Hanya untuk satu penanya Bapak dan Ibu. Mohon maaf untuk keterbatasan waktu pada hari ini. Silakan Bapak boleh diperkenalkan Bapak dengan siapa dan dari mana. Boleh di-unmute terlebih dahulu Bapak. Mohon maaf Bapak belum terdengar suaranya di kami di studio. Boleh di-unmute. Baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Bapak Aris, saya Kasih hati dari SMA Negeri 1 Ngoro, Mojokerto, Bapak. Ya, alhamdulillah ee luar biasa untuk materi kali ini ada tiga pilar pembangunan cerdas yang Bapak terangkan pendidikan berkualitas, inovasi teknologi dan infrastruktural. Dan yang saya tanakan Bapak, bagaimana strategi transformatif yang holistik dan berkelanjutan yang dapat diimplementasikan bagi kami sebagai pendidik di SMA Negeri 1 Ngorong Mojokerto, Bapak untuk mewujudkan pendidikan berkualitas, merata, dan menggunakan inovasi teknologi dan menjadi ee generasi emas di tahun 2045. Terima kasih Bapak. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Wabarakatuh. Terima kasih banyak untuk pertanyaannya dan kami persilakan kepada Bapak Aris Agung Pawai untuk dapat menjawab pertanyaan ya. Terima kasih. Salam ketemu lagi. Perasaan baru 2 hari lalu kita ketemu, Pak. Nah, nggih ee pertanyaannya sangat luar biasa karena memang di lingkungan vokasi atau khususnya pendidikan vokasi ini menjadi tantangan tersendiri buat kita semua. Saya sudah sering menekankan kepada ee semua teman-teman pendidikan ya, guru dan tenaga kependidikan di berbagai wilayah, bagaimana pendidikan ini bisa berdampak bagi semuanya. Jadi bukan hanya berdampak bagi siswanya atau muridnya ee juga guru dan tenaga pendidikannya, tapi kita ingin bahwa berdampak secara nasional. Jadi mereka lulus, mereka berhasil menempuh pendidikan sampai dengan berakhir. Tapi mereka bisa menularkan pendidikan-pendidikan ini ee secara holistik kepada siapapun termasuk lingkungannya, dunia kerjanya kalau mereka sudah diterima di dunia kerja maupun di perusahaan-perusahaan di mana mereka berharap bisa di ee diterima. Nah, oleh sebab itu, Bapak, Ibu sekalian, pertanyaan ini menjadikan bagian pengungkit kita semua bahwa ternyata ee pilar terhadap perkembangan pendidikan atau SDM menjadi poin penting buat kita semua di dalam memberikan ee tugas dan tanggung jawab kita sebagai pendidik terutama ee teman-teman pendidikan ya, guru dan tenaga pendidikan di mana ee pilar yang paling penting adalah pendidikan ini sekali lagi saya katakan harus terjangkau Ya, ini yang penting. Yang penting kalau tidak terjangkau dan tidak terakses oleh ee masyarakat ya tentu tidak mungkin ada ada pendidikan yang bisa merata di seluruh Indonesia atau di seluruh wilayah kalau tidak kita lakukan ee bagaimana keterjangkauan pendidikan sendiri. keterjangkauan itu bukan hanya terkait dengan di mana sekolah itu berada ya, tapi bagaimana sekolah itu bisa berada di tengah-tengah masyarakat, terutama pembiayaannya mungkin ya ee ketersediaan guru dan tenaga pendidikannya dan juga infrastrukturnya. Nah, termasuk yang tadi saya sampaikan finansialnya ya. Pilar selanjutnya adalah bagaimana kualitas pendidikan itu bisa berdampak bagi semuanya. berdampak itu artinya bahwa proses pembelajaran dan kurikulum itu harus bisa linier. Selama ini, Bapak, Ibu sekalian, saya mohon maaf kalau bagian dari ee evaluasi saya secara pribadi sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan juga mungkin teman-teman dari kementerian. Selama ini kan setiap 5 tahun kita berganti kurikulum ya. Jadi kurikulum 5 tahun sebelumnya mungkin teman-teman guru di tanah pendidikan belum selesai menghadapi kurikulum yang lama sudah berganti dengan kurikulum yang baru dan itu harus butuh regulasi. Begitu regulasinya ditetapkan, teman-teman harus belajar lagi, harus menyesuaikan lagi. Guru dan tenaga pendidik ini ee kalau saya melihat, kalau saya berkeliling ke sekolah, rata-rata mereka bingung apa sih sebenarnya yang harus kita siapkan bagi anak-anak kita ini ke depan. Setiap ee waktu kami harus menyesuaikan kurikulum. Nah, kami berpikir kenapa tidak sih kita buat peta jalan pendidikan di Indonesia? Apakah untuk ee 100 tahun ke depan, 30 tahun ke depan, 25 tahun ke depan sehingga kita mendapatkan proses ee guru yang berkualitas termasuk murid yang betul-betul mempunyai mutu dan prestasi yang cukup cemerlang. Karena apa? Karena mereka berhadapan dengan kurikulum yang tentunya sudah punya kepastian ya. Kalaupun nanti ada perkembangan dunia yang begitu cepat yang kita hadapi saat ini kan tinggal mengisi saja ya. Tinggal mengisi saja. Nah, oleh sebab itu yang menjadi pilar yang tadi saya sampaikan yang kedua adalah kualitas dan pembelajaran yang ada di dalam kurikulum yang tentunya kita berharap relevan termasuk teknologi pendidikan itu sendiri. Selanjutnya adalah kita berharap ada relevansi dari proses pendidikan itu yaitu link and match ya. Pasti jenengan paham bagaimana dunia kerja ini harus punya link and match antara pendidikan vokasi kemitraan antara industri dan juga kewirausahaan. Nah, saya berharap Bapak, Ibu sekalian, para kepala sekolah saya sering tekankan Bapak, Ibu sekalian, janganlah kita bekerja dengan rutinitas terhadap pendidikan. Kalau kita tidak punya inovasi, bahkan kita tidak melompat keluar ya di luar dari ring sekolah atau di luar dari halaman sekolah, lingkungan sekolah, maka Bapak, Ibu sekalian kita tidak bisa berharap apa-apa dari anak-anak kita. Kenapa? kitalah yang harusnya menangkap peluang itu. Jadi kalau ada peluang ee terhadap industri dan dunia usaha, maka sekolahlah yang memberikan jalur buat mereka, jembatan buat mereka supaya mereka sudah bisa melihat ada masa depan yang bisa mereka harapkan. Kenapa? Sekolah ikut membantu bukan hanya untuk meluluskan saja, tapi membantu anak-anak kita bisa link and match terhadap dunia kerjanya. Nah, yang selanjutnya adalah kita berharap ada tata kelola yang jelas termasuk kebijakan-kebijakan yang inklusif bagi semua, terutama bagaimana kita berharap ee terkait dengan desentralisasi pendidikan. Nah, kami berharap ee alhamdulillah kemarin kementerian sudah mengundang kami seluruh kepala dinas provinsi, kabupaten, kota diajak diskusi yang namanya rembuk nasional. Saya yakin bahwa kalau kita sepakat dengan sesuatu yang berasal dari bawah ke atas, saya yakin itu adalah produk yang sangat luar biasa. Kenapa? Karena mendengarkan arus-arus bawah terkait bagaimana yang dihadapi dunia pendidikan baik di pemerintah daerah maupun di sekolah-sekolah yang saat ini kita hadapi. Nah, tentunya kita juga butuh transparansi dan akuntabilitas ya. Jadi saya berharap sekolah-sekolah ini supaya masyarakat percaya terhadap apa yang kita lakukan terhadap dunia pendidikan maka tentunya harus ada transparansi dan bagaimana akuntabilitas kita jaga supaya masyarakat itu lega dengan apa yang kita lakukan. Termasuk bagaimana kita penguatan karakter pendidikan yang kita siapkan sebagai SDM yang unggul terutama pendidikan karakternya. ee bagaimana kita menyiapkan sektor gizinya yang sudah dilakukan oleh pemerintah melalui MBG ini sudah linear betul dengan apa yang diharapkan oleh pemerintah termasuk lifelong planning. Jadi bagaimana mendorong untuk terus budaya belajar bagi murid-murid kita, budaya belajar bagi SDM Indonesia itu terus berada di tengah-tengah mereka. Jadi komunitas belajar ini terus berangkit. Kenapa? Tanpa belajar maka tentunya kita akan menjadi generasi yang kosong. tanpa belajar mengupdate diri kita mungkin jadi generasi yang akan jadi malas. Nah, itu kita berharap Bapak Ibu sekalian apa yang tadi sudah disampaikan kepada kita semua ini adalah proses yang sangat luar biasa dan saya yakin jenengan bertanya ini tentu sudah paham bagaimana sendi-sendi yang harus kita siapkan untuk menyiapkan generasi emas yang nanti kita hadapi bersama. Kita hanya menikmati saja. tapi mereka yang akan menjalankan ee roda pemerintahan, roda negara ini termasuk bagaimana mengembangkan dunia teknologi yang begitu cepat. Mungkin itu yang dapat saya sampaikan. Terima kasih. Baik, terima kasih banyak Bapak untuk sesi sharingnya dan kami mohon maaf untuk keterbatasan waktunya. Dan sekali lagi marilah bersama-sama kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Terima kasih banyak Bapak untuk segala waktu yang diluangkan dan juga selamat melanjutkan aktivitas kembali tentunya. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Aris Agung Pawa, SSTP, M.M. Dan kali ini Sobat ASN tentunya kita akan melanjutkan untuk di sesi yang berikutnya. Dan kali ini Bapak dan Ibu sebelum ke sesi yang berikutnya marilah bersama-sama kita akan menyimak semesta Bangkom berikut ini. Oke. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] He. [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marilah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Situt melainkani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Heb di sini tugas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa batasannya sangat adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tanggandung tujuan jadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa. [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tujuh kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragam. mengerjas penuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani dengan bang kami [Musik] melayani bangsa [Musik] zaman yang terus bergerak. Sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. [Musik] ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujud menerus kelas dunia bukan tekad pantang menyerah jadi [Musik] berkuar [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Memerentasut melaihani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Kami dari sini dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa batasannya. Selalu adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tangan tanggung tujuan untuk menjadikan ASN lebih berakhlak. bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani [Musik] bangsa kami dari sini tedes dengan hati Tujukan kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragama. Menggas penuh hati tulus membantu sesama di rembangan kami malam. melayani dengan mengah kami melayani dengan kami [Musik] melayani bangsa [Musik] H [Musik] Hasen bua semangat membara di era digital terus berkarya berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemelak Jawa Timur terus melaju bersama BPSDN Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi hebat [Musik] ASNU tiada yang tertinggal no one left behind kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemerlang Jawa Timur terus melaju bersama BPSDM Jatim Kita terus melesat untuk Indonesia emas. Prestasi hebat aset unggur tiada yang tertinggal. No one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemalah. Jawa Timur terus melaju bersama PPSDM Jatim kita terus melesar untuk Indonesia emas prestasi hebat bersama kampus satelit PPSM Jatim no one left behind ASN unggul dan berkualitas melesa tinggi Indonesia jaya Yeah. [Musik] Semangat membara di era digital. Terus berkarya, berkolaborasi, inisiatif tinggi, inovasi cempelak, Jawa Timur terus melaju. Bersama BPSN Jatim, kita terus melesat. Untuk Indonesia emas prestasi hebat. [Musik] SN tiada yang tertinggal no one left behind kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemerlang Jawa Timur terus melaju bersama BPSDM Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi herat aset unggur tiada yang tertinggal no left behind kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemalah Jawa Timur terus melaju bersama PPSDM Jatim Kita terus melesar untuk Indonesia emas prestasi hebat bersama kampus satelit PPSM Jatim. No one left behind. I unggul dan berkualitas. Melesa tinggi Indonesia jaya. [Musik] [Tepuk tangan] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. Selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. menjadi ASN berakhlak mulia, siap menyongsong Indonesia emas. [Musik] ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia bukan tekad pantang menyerah jadi [Musik] berkuit belajar [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] He. Kembali lagi sobat SN tentunya masih dalam acara webinar SN belajar seri ke-17 yang tentunya membahas satu tema membangun bangsa yang cerdas menuju Indonesia emas. Dan tentunya kami sudah menghadirkan para narasumber yang kompeten di bidangnya pada hari ini untuk bisa memberikan satu wawasan, inspirasi dan juga solusi strategis bagi pengembangan SDM ASN di seluruh Indonesia. Nah, tentunya dengan adanya kegiatan ini kita mengharapkan Sobat ASN dapat menciptakan jaringan pembelajaran antar ASN dan juga tentunya dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola dari berbagai wilayah pemerintahan yang jauh lebih baik untuk ke depannya. Nah, kali ini Sobat ASN seperti janji saya kalau kali ini kita juga punya pemateri yang berikutnya. Izinkan saya untuk dapat menceritakan sedikit siapakah beliau yang akan memberikan presentasi ataupun juga pemateri yang kedua. Nah, adapun narasumber kita ini adalah seorang yang sudah mendedikasikan hidupnya dalam pendidikan ilmu manajemen, terutama pada bidang integritas, etika manajemen, dan juga manajemen kerja selama lebih dari 20 tahun. Dan tentunya hadirin sekalian, marilah bersama-sama kita akan menyimak pemaparan yang akan disampaikan oleh Bapak Dr. Mariman Darto, S., M.Si. SI selaku Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Selamat pagi, Bapak. Asalamualaikum. Mohon izin, Bapak suaranya belum terdengar dari studio. Selamat pagi, Mbak Devi. Selamat pagi. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Suaranya sangat terdengar jelas di sini Bapak Dr. Mariman. Nah, bagaimana kabarnya Bapak? Pak. Alhamdulillah sehat-sehat. Salam dari Pak Menteri untuk hadirin sekalian. Nggih. Terima kasih banyak. Nah, kali ini tentunya Sobat ASN sudah tidak sabar ingin menyaksikan bersama, sharing bersama untuk materi yang kedua. Dan kali ini kepada Bapak Dr. Marimandarto, S., M.Si. Baik. Oke. Ee bisa melihat bahan atau materi saya ngih? Bisa melihat materi saya? Teman-teman sekalian bisa Bapak bisa terlihat di studio Bapak. Oke. Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak Ibu sekalian yang saya hormati. ya senang sekali bis hari ini bisa hadir bersama ee rekan-rekan sekalian dan ee tentu ini sebuah apa sebuah ee penghargaan kami ee apa penghan dari teman-teman Jawa Timur terutama di BSDM kepada Pak Menteri yang ee hari ini mohon maaf tidak bisa hadir. salam dari beliau karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan di Denpasar. Dan ee ada beberapa hal yang perlu kami sampaikan sebelum saya menyampaikan materi ini. Pertama bahwa ee beliau apa menyampaikan salam kepada Bapak Ibu sekalian ee dan insyaallah di kesempatan yang lain beliau akan hadir ee berjumpa dengan teman-teman sekalian. Dan yang kedua tentu ee beliau juga menyampaikan apa? Salam hangat ee dan terutama kepada para guru di seluruh Indonesia dan hadirin sekalian yang bukan profesi guru dan tentu banyak ee kebijakan penting yang apa yang ee beliau benar-benar ee dedikasikan untuk bangsa ini dan terutama memang kaitannya dengan membangun bangsa cerdas menuju Indonesia Emas 2045 khususnya bagi aparat negara. Nah, kalau kita apa kalau kita baca ee sekilas dari apa mungkin ee bahan kami belum anu ya ee tidak apa atau gimana ini belum bisa tampil ya. Baik Bapak boleh kami bantu ya Pak ya untuk di studio dari teman-teman di sana ya. Iya. Baik kami bantu dengan rekan-rekan kami yang ada di studio. Baik. Iya. Baik sudah terlihat Bapak. Oke, makasih banyak ya ee teman-teman sekalian terkait dengan ee konteks membangun bangsa cerdas menuju Indonesia 2045 tentu ee kita ingin ee melihat bahwa apa sih sebenarnya yang terjadi di45 itu tentu dengan apa dengan beberapa data menarik yang perlu kami sampaikan ee ke teman-teman sekalian. Kalau kita melihat ee apa yang terjadi di apa di ee apa Indonesia Mas 245 ini tentu angka prediksi yang kami peroleh dari sumber Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJM RPJPN 2025-2045 dan ee tentu ada hal-hal yang menarik menurut saya terkait dengan tema ini. Kenapa kemudian kami memaparkan di tahap awal ini ee cerita tentang visi Indonesia 2045? Nah, kalau kita baca ee dari apa? Dari ee Visi Indonesia Mars 2045, next slide, maka ee Indonesia ingin menjadikan ee negara ini sebagai negara yang memang bersatu ya, berdaulat, maju, dan berkelanjutan. Dan ini ditopang oleh ee dua transformasi penting yang kita bisa baca di apa di slide ini, di next slide. Ee yang pertama adalah transformasi sosial dan yang kedua adalah transformasi ekonomi. Dua ee transformasi yang sangat ee apa sangat ee penting ee untuk mempersiapkan Indonesia di apa di ee apa 2045. Dan kalau kita melihat dari sasaran apa? Sasaran pembangunan, maka ee lima poin penting yang kita bisa lihat, bisa tampak di layar adalah ee pertama ee kita menghadapi kondisi yang apa yang memang hari ini itu tidak ideal. Tetapi setidaknya ee dengan apa sasaran bangunan di 2045 ee dengan pendapatan berkapita setara dengan negara maju maka beberapa data ee predik apa yang sifatnya prediktif eh di apa yang bisa kita sampaikan ini tidak ee apa prediksi atas apa atas eh data di internal kita tetapi World Bank juga sama ya mengatakan hal yang sama bahwa ee apa ini kan perkapita Indonesia di apa di apa di 2045 itu ada kenaikan yang cukup apa cukup ee signifikan dari 5.500 di saat ini ke 30 di tahun 2023 misalkan ke 30.000 ee 300 ee apa per kapita ee ini US dollar ya per kapita. Nah, kemudian yang kedua eh apa ini juga ee angka prediksi yang menurut saya sih masuk akal itu ya, bahwa kontribusi PDB di sektor kemaritiman itu meningkat sangat signifikan. Ada 7 poin. Jadi dari 8,1 ee apa persen ke 15,0% misalkan. Nah, kemudian juga sama di kontribusi PDB manufaktur. Manufaktur juga menempati posisi yang kurang lebih sama ee ada selisih 1 poin dari 20,8 ke 28 ee0. Kemudian yang kedua bahwa ee prediksi apa pemerintah ee karena ini menggunaan data pemerintah ya terkait dengan penurunan angka kemiskinan dan ee pengurangan terhadap ee apa terhadap gap di apa di baik di antar wilayah gitu ya ee maupun di ee beberapa angka apa di generasio dan sebagainya maka ini bisa tergambar tingkat kemiskinan ee prentasenya juga menurun sekitar 2 sampai 3% dari 7 ee ke 0, 5 dan kemudian gini rasio yang menunjukkan apa yang menggambarkan bahwa tingkat kesejahteraan kita semakin apa semakin baik dari 0,3 sampai 0,38 misalkan ke 0, 29 misalkan. Nah, kemudian dikontribusi PDRB di kawasan Timur Indonesia yang menjadi kawasan yang paling apa paling ee apa ya ee apa ya sangat apa sangat ya kita tahu hari ini kita bicara ketimpangan itu pasti kawasan timur Indonesia ee ternyata ini juga mengalami ee apa ee peningkatan sumbangannya di apa naik di 7 kom apa cuma 1 poin jadi dari 21,4 menjadi 28 ee5. Nah, ini angka yang menggambarkan bahwa ee sasaran bangunan di 2045 ee pemerintah tampaknya yakin bahwa ini bisa kita apa kita capai. Nah, kemudian yang ketiga ee kalau kita melihat dari apa dari ee pengaruh ee di dunia internasional terutama di ee di aspek kepemimpinan, saya rasa Presiden Prabowo menempatkan posisinya sebagai apa? sebagai ee sosok yang memang ee ideal untuk mendorong tahapantahapan penting transformasi baik sosial maupun ekonomi ini menuju ke arah sana. Nah, kalau kita bisa melihat dari global power index gitu ya, ini kita bisa ee lihat di data Pareto economics di 2023 yang diolah oleh BAPENAS eh misalkan menunjukkan bahwa posisi Indonesia setidaknya ee ini meningkat dari t posisi 34 ee dunia tahun 2023 itu menjadi 15 ee apa 15 negara dengan apa dengan pengaruh yang cukup besar. ini tentu sangat signifikan apa dengan apa dengan ee hal ini. Dan yang keempat adalah kalau kita bicara di daya saing ee sumber daya manusia yang juga meningkat indeks modal manusia misalkan hari ini ee di 0,56 ke kemudian meningkat di 0,73 ee ee 0,73 dan kemudian ee terkait dengan apa dengan perubahan iklim misalkan ada penunan intensitas emisi di apa di 38,93%. Nah, ini menunjukkan beberapa fakta yang menarik. Nah, kunci utamanya adalah ee SDM ya. Kunci utamanya adalah SDM. Kalau kemudian kita bicara tentang ee tema yang teman-teman angkat, ini tema yang berusaha sangat ee sangat penting. Nah, ee mewujudkan apa atau membangun bangsa yang cerdas ini tentu ee apa faktor yang paling ee apa determinan dari apa dari apa dari kerangka ee pembangun atau mencerdaskan kehidupan bangsa itu tentu adalah soal pendidikan. pendidikan dan kesehatan ee memiliki peran yang apa sangat apa sangat penting dalam rangka mewujudkan ee SDM Indonesia yang unggul, fakultitas, dan produktif. Dan faktor yang apa yang ee paling penting saya rasa karena memang ada keterkaitan dengan sektor apa pendidikan, hubungan antara sektor pendidikan dengan apa dengan ee apa dengan penciptaan tenaga kerja yang profesional, kemudian terampil dan ee berkehlian, kemudian kreatif dan inovatif dan kemudian ee terhadap apa terhadap ee ee permoan angka kemiskinan. Ini juga apa juga menarik. ada beberapa data yang mungkin nanti bisa saya sampaikan di belakang. Nah, kalau kita baca di RPJPN ee di 2045, maka visi pendidikan ee sangat apa? Sangat menarik gitu ya. Dan memang ee kalau kita baca ee setidaknya bahwa manusia profile manusia Indonesia di apa di ee 2045 tentu ee lebih support ke pada bagaimana kemudian ee sektor pendidikan yang menjadi apa tolok ukur dalam apa dalam penyiapan manusia unggul ini mendapatkan ee perhatian lebih. Bahkan ini yang menarik menurut saya adalah bahkan ee kontribusi atau apa peran apa peran ee apa kementerian kami Pendidikan Dasar dan Menengah yang hari ini ee kalau kita bicara tentang politik anggaran hanya 4,5% dari porsi 20% anggaran pendidikan itu ya ini bisa 4,9 ya 4,9 ee persidikan yang ee anggaran pendidikan yang selama ini di apa di quotqu ee didisikan oleh Bapak pernah kemarin dalam konsolidasi nasional mengatakan bahwa ini ada yang keliru terhadap apa terhadap ee apa ee pemaknaan 20% anggaran pendidikan itu yang justru ee kalau kita baca di apa di ee di sistem penganggaran kita ee hanya 4,9% dari total anggaran yang apa yang ada ini ke sektor kita. Nah, kalau kita baca dari ee beberapa catatan bahwa ee taraf pendidikan tinggi ini menjadi ee salah satu poin penting yang ee menjadi visi kita ke depan ya. Kemudian manusia yang ee punya karakter yang sangat kritikal terhadap e be persoalan ini juga menjadi bagian penting dan ee cerdas, kreatif, inovatif, dan ee apa? ee memiliki kecakapan literasi yang tinggi, penguasaan IPTEK, kemudian ee prioritas yang sangat tinggi. Ini juga bagian dari ee apa beberapa poin yang apa yang menjadi ee visi kita ke depan. Nah, di samping itu secara apa dalam kerangka atau menunjang transformasi sosial, maka beberapa ee penguatan demokrasi dilakukan kemudian pengembangan karakter yang kuat dan berkepribadian ini juga menjadi bahan ee atau menjadi visi yang sangat penting bagaimana sektor pendidikan bisa ee berperan dalam rangka membangun kohesi sosial ee ke wawasan yang multikulturalism ee bagaimana kemudian memahami kesetaraan ee harmoni di antar warga dan sebagainya. nya itu berakhlak mulia, bermartabat dan berintegritas. Kemudian penguatan identitas sejati diri dan ee apa dan ee memiliki wawasan global. Nah, kalau kita lihat ya ee kenapa kemudian ee revisi terhadap Undang-Undang Sisdiknas dilakukan ya di apa di ee apa ini inisiatif DPR yang ditempatkan di kementerian ini, maka akan tampak gitu bahwa ada empat soal atau empat transformasi yang ingin kita lakukan. pertama bahwa ee visi Indonesia 45 ee dengan ekonomi yang maju, yang kuat yang ditopang oleh taraf pendidikan penduduk yang baik, status kesehatan gizi dan yang bag ee dan gizi yang bagus, kesehatan gizi yang bagus dan penguasaan ITEK dan inovasi ini tentu harus menjadi apa menjadi arah ee bagaimana kemudian redesain terhadap sistem pendidikan Indonesia ini bisa dilakukan. Yang kedua, kita juga memahami bahwa perubahan sosial budaya dan demograsi ee demografi antara lain karena ee ada persoalan urbanisasi yang terjadi dari desa ke kota. Kemudian bonus demograsi yang ee demografi yang hari ini ee apa ee apa kita hadapi. Kemudian preferensi terhadap layanan pendidikan yang juga harus apa harus sesuai. Ini juga menjadi isu yang e menarik ee isu transformatif yang e kaitannya dengan pendidikan Indonesia. termasuk struktur perekonomian Indonesia mengalami transformasi mendasar ini dari apa dari agraris kemudian industri ekonomi kreatif ekonomi digital dan sebagainya. Trand skipar kerja Indonesia juga mengalami perubahan yang menurut saya sangat apa sangat menarik dan ini tentu kita berharap ee menjadi poin-poin penting kenapa kemudian ee membangun atau mewujudkan bangsa yang cerdas ini juga akan juga melihat beberapa fenomena yang terjadi ee saat ini dan ke depan. Nah, kalau kita melihat dari struktur apa ee kerangka kalau kita melihat apa ee kerangka besar ee pembangunan ee SDM, maka kita juga harus bisa melihat betapa ee apa SDM Indonesia hari ini ya, hari ini hampir 70% ini adalah ee atau merupakan ee anak-anak di usia yang sangat muda. Nah, kalau ini yang ee terjadi, maka tentu beberapa tuntutan juga harus di apa? Direspons gitu ya. Jadi ini ee beberapa apa beberapa ee hasil proyeksi di 2025-2050 ini bisa menunjukkan bahwa ee Indonesia sedang apa ee menikmati bonus demografi hingga 2037 dengan ee tentu ini juga skenario yang yang ee optimistik gitu ya. Jadi ee kalau ee kita juga melihat pada usia 15 sampai 64 tahun ini tampak bahwa struktur penduduk Indonesia di tahun 2023 ini lebih didominasi oleh penduduk usia muda dan produktif gitu ya. Nah, ini tentu menjadi ee poin yang apa yang ee penting, tetapi juga ini sekaligus menjadi jebakan kita ketika ee apa ee ketika kita menikmati apa menikmati posisi yang sangat bagus yang didominasi oleh penduduk usia produktif. Ee kalau ini tidak segera direspons gitu ya dengan cara yang apa yang ee terbaik tentu ini juga akan menimbulkan persoalan baru bagi kita sekalian. Nah, kemudian kalau kita baca di hasil proyeksi penduduk Indonesia di masa depan misalkan ini kan tampak sebenarnya bahwa ee apa peningkatan jumlah penduduk usia produktif gitu ya. Ini terjadi di apa di ee dan berpengaruh terhadap pertumbuhan penduduk bertambahnya penduduk jumlah penduduk di Indonesia secara umum gitu ya. Kalau kalau kita bisa baca di data ini, maka ee akan tampak ee secara proyektif. Nah, komposisi Indonesia hingga di 2050 ee akan banyak ee tadi didominasi oleh ee usia yang memang harus kita harus kita isi dengan ee kemampuan SDM yang jauh lebih bagus. Nah, tetapi di sisi yang lain ee juga kita menghadapi populations gitu ya. Ee jadi ee apa penuaan penduduk ee apa Indonesia di tahun yang sudah dimulai setahun yang lalu di 2024 kalau kita baca di ee data ini gitu ya. Maka provinsi-provinsi seperti apa? Sulawesi Utara misalkan Bali, Jawa Timur, kemudian ee DIY dan Jawa Tengah ini telah eh memasuki fase eh population gitu ya. Jadi ketika persentase penduduk usia 65 tahun ee ke atas itu ee mencapai di angka apa? Angka apa? Standar di 7% dari total penduduk Indonesia. Nah, ini juga perlu diwaspadai ya Bapak, Ibu sekalian. Nah, ee saya saya hanya ingin gini bahwa berbagai data yang tadi saya sampaikan di atas ee ya di atas di next slide ini menunjukkan bahwa mengapa next slide mengapa ee ee pendidikan itu menjadi penting gitu ya. Kalau kita lihat next slide Bapak Ibu sekalian ee oke lagi lanjut lanjut ini tadi angka yang saya prediksi. Oke, lanjut next slide. Oke, ya. Kalau kita baca ee dari apa visi apa? Visi Bapak Menteri Pendidikan Bermutu untuk semua, maka akan tampak bahwa ee pendidikan ini merupakan mandat konstitusional yang apa yang ee sangat penting sebagai apa? Sebagai ee apa? media untuk apa pencapaian visi Indonesia ke depan terutama di apa mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana di pembukaan Undosar 1945 dan kalau kita juga baca di dalam Undang-Undang Dasar 945 maupun di Undang-Undang ee 20 tahun 2023 tentang sistem pendidikan nasional maka setiap warga negara berhak untuk mendapatkan ee apa pendidikan gitu ya. Jadi, nah ini juga menjadi koncern dari Pak Presiden eh dan di kalau kita baca di Asta Cita yang keempat yang tentu tidak hanya itu, tapi juga terlilit dengan apa dengan ee apa ee apa empat atau lima asta cita yang lain bahwa memperkuat pembangunan sumber daya manusia, kemudian sains ee teknologi, kemudian pendidikan kesehatan, prestasi olahraga, kemudian kesetaraan gender, kemudian penguatan dan peran perempuan pemuda dan penyerang disabilitas itu juga ee apa ee memberikan apa atau diletakkan sebagai kunci pembangunan bangsa ke depan. Dan ini tentu relate dengan tadi bahwa ee membangun bangsa yang cerdas itu ee itu menjadi visi presiden ya dan ee apa dan kita bisa melihat sekarang kenapa kemudian pendidikan itu menjadi penting ya karena memang pendidikan memberi bekal untuk menjawab tantangan masa depan. ee saya rasa beberapa case di beberapa daerah ee miskin seperti di apa namanya di ee apa daerah sekitar ee apa Bojonegoro sampai di Lamongan misalkan atau kemudian dari apa dari ee apa ee Blora, kemudian Rembang, kemudian Pati, lalu kemudian di daerah Mataraman ee apa Ngawi misalkan Madiun sampai di apa di Mojokerto lalu di apa daerah di ee Tapal Kuda misalkan, maka kita juga bisa melihat sebenarnya bahwa ee positioning ee pendidikan itu menjadi sangat penting. Orang yang tidak mendapatkan akses pendidikan yang baik maka kehidupannya juga tidak akan pernah berubah. Makanya salah satu tantangan yang paling penting dari kementerian kita ini adalah masih adanya 3,9 juta anak tidak sekolah pada usia sekolah. anak usia sekolah yang tidak sekolah atau ATS itu. Ini yang kemudian ee beberapa perubahan kita lakukan. Tapi intinya adalah bahwa ee pendidikan memberikan bekal ee yang baik untuk menjawab tantangan masa depan itu. Kita perlu juga memastikan bahwa ee apa setiap anak Indonesia memperoleh pendidikan yang berkualitas agar bisa beradaptasi dengan perubahan ee apa di dunia ini ya. ee ada industri apa 4.0 kemudian ee kejelasan artifisial kenapa kemudian salah satu apa tambahan materi penting di apa di apa namanya di ee ee kebijakan Pak Menteri itu ada coding dan AI itu juga dalam kerangka itu. Nah, termasuk eh cyber security itu juga sama. Kalau kita juga bisa juga harus menjawab ada perubahan transisi energi, bagaimana kemudian kreativitas anak bangsa itu bisa menjawab ee persoalan transisi energi ini yang tentu ini dimulai dari sekolah, dimulai dari perguruan tinggi. Perubahan iklim juga sama membutuhkan ee kreativitas untuk menjawab persoalan itu. Tidak bisa e itu hanya diserahkan kepada bangsa, tapi kita sebagai warga bangsa punya tanggung jawab yang sama. Nah, kata tanggung jawab itu pasti ya ee ini ee apa bagian penting dari manusia yang terdidik ee karena tanggung jawab itu juga muncul karena pemahaman kita yang sangat baik ee pengalaman kita yang juga cukup ee apa baik dalam kerangka itu dan ee apalagi di bidang kesehatan dengan kijangan ekonomi. Tapi ada data yang menurut saya perlu ee kami sampaikan. Nah, saya rasa visi Indonesia Mas 2045 sebagai negara maju ee kita membutuhkan investasi yang sangat besar memang ya dengan pertambahan jumlah penduduk ee dengan pertumbuhan 1% ee apa kalau mohon maaf ee kalau saya salah bisa dikoreksi dengan 1% itu ee apa jumlah tenaga kerja yang kita butuhkan itu sebesar ee dulu 400.000 sekarang di angka ee hanya sekitar Rp100.000 Ibu karena memang ada apa ada beberapa persoalan yang apa yang ee apa yang ada di kita gitu ya. Kemudian ee manusia yang sehat dan pendidikan ini ee akan menjadi tenaga produktif. Kita sepakat dengan itu. Kalau dalam konteks Indonesia 2045 kita sangat membutuhkan itu. Kenapa kemudian program ee apa ee makan berisi ee gratis itu dilakukan juga dalam kerangka memastikan bahwa manusia yang sehat dengan nutrisi yang baik. Lalu kemudian dengan tingkat pendidikan yang apa yang baik itu akan menjadi pemicu ee lahirnya tenaga kerja yang memang produktif gitu ya. Jadi kemudian pendidikan juga apa juga ee apa berperan dalam ee redistribusi pendapatan. Nah, ini yang kita mau sebenarnya. Jadi setiap anak tanpa memandang status ekonomi orang tuanya ya harus mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Karena hanya dengan pendidikan itulah ee taraf kehidupan akan semakin berubah. Nah, tentu redistribusi ee apa ee pendapatan tidak dilakukan dengan cara-cara yang apa yang tidak elegan, tetapi tentu kita berharap pendidikan menjadi cara yang ideal untuk bisa ee melakukan proses redistribusi secara alamiah. Kira seperti itu. Nah, kemudian pendidikan yang berkualitas ee juga memastikan bahwa distribusi pendakan yang adil di masa depan itu juga ee apa juga menjadi poin penting. Nah, kalau kita baca di poin terakhir bahwa eh salah satu tujuan pendidikan yang paling penting itu adalah bagaimana kemudian aksesibilitas menumbuhkan atau membuka apa kesempatan belajar seluas-luasnya mengembangkan pengetahuan dan keterampilan bagi siapapun ya. Karena kena itu tline Pak Menteri pendidikan untuk semua itu tidak intinya adalah tidak ada satuun anak di negeri ini yang ee apa yang ee tidak sekolah gitu ya. anak ATS saja yang memang ee pada usia sekolah saja kita dekati dengan dua pendekatan. Ee satu sisi bahwa pendekatan formal penting, penyetaraan penting, tetapi eh life skill juga penting bagi anak-anak yang terlanjur tidak mau sekolah. Mereka yang memang ee tidak sekolah karena pertimbangan ekonomi yang kemudian diminta, dipaksa oleh orang tuanya un pekerja itu pun juga harus menjadi sasaran kita. Bagaimana caranya dengan apa dengan bagaimana e mereka harus belajar dengan apa dengan pengembangan life skill mereka kemudian diempower mereka dengan beberapa ee apa ee pendidikan kewirausahaan, kursus kewirausahaan dan sebagainya. Nah, semua program itu juga diharapkan bisa mendorong ee agar apa agar ee pendidikan sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan bisa menjadi apa menjadi ee apa menjadi ee solusi bagi kita sekalian. Nah, ini adalah gambaran bahwa pendidikan untuk mengatasi kemiskinan ini juga apa juga bisa kita lihat dari kerangka program yang kanan-kawan saya rasa sudah memahami itu. Jadi ketika pendidikan ee diharapkan bisa menjadi ee bisa memutus mata rantai kemiskinan, membuka pilihan-pilihan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan yang dibutuhkan, tentu ee kami sadar ya, kami sadar bahwa anak-anak dari keluarga miskin perlu mendapatkan intervensi program secara khusus. Kenapa kemudian ee ini menjadi pertimbangan kami? ee kenapa kemudian Direktorat eh apa nonformal ee dan pendidikan informal itu hidup kita hidupkan kembali misalkan itu juga ee kita membaca ada peluang ada ruang bahwa ee penurunan angka kemiskinan sebagai sasaran ee pembangunan di 2045 itu membutuhkan kreativitas program yang memadai. Dan ini sebenarnya tujuan kita kenapa kemudian kita ee apa membaca apa membaca data seperti itu. Pemerintah juga melakukan intervensi melalui program apa ee Indonesia pintar PIP bahwa kemudian case di lapangan tentu itu hanya kasus gitu ya. Tetapi kita juga akan melihat ulang bahwa bagaimana evaluasi di apa sebelumnya kenapa kemudian ee anak-anak yang tidak apa mendapatkan apa tidak mendapatkan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh PIP. ini juga perlu ee keterlibatan Bapak Ibu sekalian. Kalau data itu bisa di-support ke kami, saya rasa kita juga perlu ee apa mendapatkan apa mendapatkan apa perlu ada koreksi terhadap mungkin mekanisme yang ee dilakukan selama ini. Bantuan operasi sekolah, Bos. ini juga menjadi salah satu alternatif yang sangat penting dan nanti ada satu data bahwa ternyata memang ee apa bantuan operasional sekolah ini mampu ee apa mampu menghidupkan kembali semangat ee kreatif bagi para sekolah yang memang sebelumnya ee apa namanya tidak apa tidak apa tidak ee secara kreatif bisa melakukan berbagai terobosan karena keterbatasan anggaran dan ini ee pelonggaran terhadap ee apa penggunaan bantuan operasional sekolah ini juga bagian dari ee intervensi kita agar apa agar kita sekalian ini bisa siapapun itu bisa mendapatkan ee ee apa? perhatian khusus dari pemerintah. Nah, ee saya rasa terkait dengan dana PIP ini yang ee dianggap oleh BAPNAS sangat efektif. Ini bisa menjamin anak-anak dari keluarga miskin bisa bersekolah. ini tentu ee menjadi poin penting. Memang keterbatasan anggaran karena program efisiensi tetapi ee kemungkinan ke depan di 26 juga akan menambah. di tahun ini saja juga ada tambahan yang cukup ee signifikan dari apa dari dana PIP ini. Nah, kemudian ee apa beberapa soal SAS nanti bisa dibaca di tempat kita di apa di slide ini. Nah, kalau kita lihat kita sadar bahwa pendidikan kita masih apa masih ee belum semua penduduk menikmati pendidikan ini. Apalagi pendidikan ee tinggi ya. Jadi ee proporsi penduduk di 15 tahun ke atas yang memiliki ijazah gitu ya ini ee apa ya ya hanya 10% 10,15% yang berpendidikan tinggi atau 21,4 juta dari total 210,5 juta penduduk untuk di perguruan tinggi. Nah, di SMA atau SMK ya ini 30,22% dan SMP dan MTs ini 22,74%. Jadi ee yang memang ini menggambarkan bahwa apa ee karena yang paling tinggi itu adalah SD apa madrasah atau sederajat gitu ya. Jadi ee porsi yang paling besar ada di mereka. Nah, tentu kan ini menggambarkan bahwa jumlah ee apa jumlah anak-anak yang lulus di apa di level apa di level SD atau jenjang pendidikan kita masih sangat rendah kan di level SD. Nah, mayoritas penduduk 59,63% masih pendidikan SMP. Ini gambaran yang ya kita harus harus sadar bahwa ini memang terjadi di tempat kita. Lalu bagaimana kita bisa membangun bangsa yang cerdas kalau kemudian ee proporsinya masih di level ini ya. Ya, bagaimana mereka bisa memahami konteks yang berkembang di luar kalau kemudian ee kesempatan untuk sekolah di level yang lebih tinggi minimal di SLTA atau SMK gitu ya. ini bisa kita lakukan ya dan ini masih sangat sedikit apalagi kalau kemudian ee kita arahkan ke transformasi ekonomi misalkan dari penduduk 15 tahun ke atas menurut ijazah yang dimiliki dan status ekonominya ini kan juga sangat apa sangat ee sedih kita tingkat pendidikan penduduk usia 15 tahun ke atas pada kelompok 20% terkaya jauh lebih tinggi daripada mereka yang berada di ee 20% termiskin. ini menggambarkan betapa kelompok masyarakat ee yang termiskin ini tidak menikmati ee apa pendidikan. Mayoritas penduduk 20% termiskin memiliki ijazah masih SD. Nah, tentu saja ee kita akan bicara tentang jauh. Ini masih sangat jauh kalau kita bicara di data proporsi penduduk di next slide ee kanan sekalian saya mohon untuk di anu disesuaikan. Terus ee proporsi penduduk ee ee apa namanya? Pendidikan tinggi ini masih apa masih. Next slide. Oke. I ini gambaran betapa masih sedikitnya ee penduduk yang apa yang menikmati akses apa akses ee apa pendidikan. Next slide. Nah, ini juga bisa bisa tampak sebenarnya bahwa ee pendidikan dasar dan menengah menjadi fondasi yang paling menentukan terutama di PAUD. Lebih dari 20 30% penduduk usia Indonesia berada pada usia PAUD hingga pendidikan menengah. Ya, tentu ya kita berharap ini relatif ee lumayan ya ee meskipun ini baru baru sekitar apa baru sekitar 30 ee persenan, tetapi ee kita ingin mendorong agar ee anak-anak pada usia dini ya pada usia prasekolah SD terutama ini harus apa harus ee bisa masuk di apa di apa level ini. Nah, jika tidak maka ee kita akan kehilangan ee potensi anak-anak dengan karakter apa karakter dan sikap mental yang baik. Karena memang ee penanaman apa ee mental anak di usia yang sangat masih sangat ee apa muda ya seperti ini ini ee menentukan arah ee apa arah mereka ee ke mana mereka nanti akan apakah mereka akan menjadi orang yang sukses atau tidak. Apakah mereka akan menjadi orang yang dengan karakter yang ee petarung, karakter yang memang punya semangat tinggi dalam apa menggapai masa depannya, cita-citanya dan sebagainya. Ini juga menjadi persoalan kita. Nah, ee iya gambaran ini mungkin nanti next slide ya. Oke. Nah, terus kita sampai di angka kualitas hasil belajar yang kita juga ee kemarin data Kompas juga mempersiapkan itu. Kalau kita juga melihat eh data dari PISA tahun. Next slide. Next slide. Oke, lanjut. Nah, kita bisa melihat sekarang. Nah, kualitas hasil belajar masih menjadi tantangan utama di pendidikan kita. Anak usia 15 tahun di Indonesia ini memiliki kemampuan membaca di bawah standar, di bawah level 2. Itu bisa artinya bahwa memang ee apa ya pemahaman ee terhadap gagasan utama setiap teks yang diajarkan di sekolah ini masih sangat sulit sekali. Kenapa kemudian eh deep learning itu kita ingin ajarkan? Nah, itu juga karena melihat data yang seperti ini. Anak usia 15 tahun di Indonesia yang memiliki kemampuan matematika di bawah standar ini dua apa bisa misalkan ini. Ini kan luar biasa. Artinya apa? Mereka sulit untuk memahami ee apa namanya aplikasi matematika. Salah satu contoh yang ee yang menarik adalah kalau kita membaca melihat ee di apa di media sosial ee akhir-akhir ini maka tampak sekali bahwa ee anak-anak di usia yang SLTA saja gitu ya ini tidak paham dengan pembagian kemudian perkalian penambahan dan sebagainya itu dan ee ini juga perlu ee di apa di didekati dengan cara lain. Pak Menteri misalkan selalu mengatakan bahwa mengajarkan apa anak ee matematika di usia ee dini tidak harus dengan apa dengan ee hafalan e merumuskan hafalan ee perkalian, penambahan, pengurangan dan sebagainya tetapi cukup dengan menggunakan ee apa alat peraga media apa media ee apa media yang ada di lapangan gitu ya. ee atau kalau kita bisa apa bisa ee ada beberapa TK yang kreatif yang menggunakan buah-buahan dengan cara menghitung buah itu dia kemudian lebih bisa memaknai bisa memahami bahwa oh ya kalau 2 + 2 itu sama dengan apa sama dengan 4 misalkan itu karena ada empat apa ada empat buah ada dua buah yang kemudian dikelompokkan ada dua buah yang berwarna merah ya coba kumpulkan misalkan ee apa ee bola-bola yang berwarna merah misalkan dia tahu yang merah kemudian dikumpulkan. Untuk mengenal merah itu juga kemudian bisa diajarkan dengan cara-cara yang eh lebih menggembirakan eh joyful gitu ya, tapi juga eh meaningful gitu. Jadi dia juga mengerti gitu ya dengan apa dengan menggunakan ee apa media-media yang apa yang khusus. Karena itu kita mendorong ee alat peraga kemudian ee kreativitas ee sekolah untuk ee menggunakan berbagai cara ini. Kementerian sedang menyiapkan ee apa tim ee ada 50 orang yang dikirim ke Australia e dengan pembiayaan penuh dari Australia untuk ee apa menjawab tantangan apa tantangan pemahaman atau deep planning ini. Dan eh ada dua batch yang sudah kita siapkan di tanggal 25 Mei ini akan berangkat. ee itu sebagai tim yang nasional yang nanti akan apa akan secara keseluruhan akan membantu Bapak Ibu sekalian yang kebetulan dari guru untuk apa membuat tot di apa di seluruh Indonesia. Dan memang ini ee apa ini sebuah pendekatan ya, sebuah pendekatan yang kita lakukan karena kita sadar bahwa ee dengan cara ini ya dengan cara ini ee apa kita ingin mengurangi ee apa ya sisi kognitif tetapi lebih ke mendorong aspek yang sifatnya pedagogik gitu ya. ee aspek yang memang ee lebih mendorong orang untuk ee apa ee memahami gagasan utama tapi tidak dengan cara-cara yang yang lama. Kira seperti itu. Next slide Bapak Ibu sekalian. Nah ee ini juga ya mohon maaf Bapak Ibu sekalian gitu ya. Kalau kita melihat, kita baca, maka kawasan timur apa Indonesia ini daerah yang ee persentase siswa mencapai kompetensi minimal di literasi ini sangat tertinggal. Nah, ini kan perlu tentu perlu intervensi gitu ya. Ee apa tidak hanya literasi tapi numerasi juga sama gitu ya. Terutama di kawasan Timur Indonesia ya. ini perlu didorong ee peran-peran yang lebih dari kita e dari apa ee tidak hanya pemerintah tapi juga melibatkan ee catur pusat pendidikan yang itu meliputi ya media juga harus membantu kita tambahannya kalau dulu kan ada trik catur pendidikan yang meliputi ee apa namanya ee apa sekolah kemudian ee masyarakat dan tentu ee apa namanya siswa ee dan apa dan apa dan ini tentu kita berharap bisa terlibat AT. Nah, beapa program pendidikan yang kita ingin dorong ke depan dalam rangka menjawab kebutuhan ini ee membangun bangsa yang cerdas ee menuju Indonesia emas. Nah, kenapa saya cerita kok Pak Mas ini kok enggak bukan cerita tentang ASN karena sekalian lahirnya ASN kita ya lahirnya ee ASN yang profesional dimulai dari kerangka besar membangun ee sistem pendidikan yang baik ya. Tentu ini tentu ini ee apa? menjadi ee kata kuncinya kita tidak sedang menyiapkan ASN yang dari apa dari pola ee apa ini kan-kan sudah direkrut sebagai ASN gitu ya. Tentu kita tidak sedang menyiapkan ee ASN yang cerdas, tetapi ee kita menginginkan agar generasi baru sebelum masuk ASN itu juga harus ee memahami bahwa pendidikan menjadi salah satu bahkan satu-satunya solusi atas ee persoalan apa ee apa persoalan bangsa ini dan ini ee beberapa program yang dilakukan oleh Pak Menteri. Kenapa kemudian muncul wajib belajar 13 tahun itu? karena ee mestinya idealnya PAUD itu juga menjadi apa menjadi tolok ukur keberhasilan Indonesia di masa depan. Nah, kita berharap ee kenapa ada satu tesis yang menarik dari ee teman-teman ee yang itu ee menurut saya menarik untuk kita diskusikan gitu ya, bahwa kenapa kemudian Indonesia ee sampai saat ini gitu ya, sampai saat ini ee terjadi ee problem di apa di ee apa di yang ada kemiskinan dan sebagainya itu karena memang karakter di usia dini ee mohon maaf karena memang ada problematika ee dari jumlah lah penduduk yang apa yang ada di Indonesia yang ee apa yang pernah apa sekolah atau yang pernah ee masuk di jenjang PAUD itu juga sangat kecil gitu ya. Nah, PAUD ini ee sebagai apa sebagai prasekolah ee preschool yang itu juga bisa menjadi mendorong orang untuk ee bangkit dan apa dan menyadari bahwa ee masa depan itu ee benar-benar dibutuhkan. gitu ya. Jadi kawan-kawan kita juga bisa melihat bahwa kenapa kemudian ee karakter itu perlu diletakkan di z dini ee paling tidak ya paling tidak ya paling tidak pada anak-anak usia yang masih ee sangat ee muda ini bisa diberikan contoh-contoh baik tentang apa tentang ee apa tentang ee apa soal ya tadi pembelajaran terkait dengan matematika yang lebih apa lebih jaful ya kemudian pendidikan tentang ee apa MIPA apa matematika IPA dan dan yang itu ee lebih pada mengeksplorasi alam yang itu juga bisa diberikan. Lalu kemudian ee soal-soal karakter, kemudian integritas, kejujuran, ee soal-soal terkait dengan kedisiplinan ee bagaimana kemudian ee mereka juga tahu bahwa ee sangat berbahaya ketika kita nyebrang pada saat lampu merah ee apa ee nyala dan sebagainya. Bagaimana kemudian kita kalau bahayanya ketika kita tidak pakai apa pakai apa ee safety dan sebagainya itu ini kan diajarkan di luar. Nah, kami kita ingin ingin bahwa ee salah satu ee apa kegagalan Indonesia membangun karakter ini karena memang tidak dimulai dari ee masa kecil itu. Nah, titik tekan Pak Menteri dalam rangka membangun apa membangun kualitas ee apa pendidikan itu dimulai dari wajib wajib belajar 13 tahun terutama di PAUD pendidikan karakter menjadi prioritas utama dan kebetulan ini berada di wilayah kami yang tentu ee kami berharap ee apa ya termasuk tujuh kebiasaan kemudian termasuk kemudian saih ee senam ee anak Indonesia hebat kemudian termasuk kemudian persoalan ee ajang kompetisi yang ada di kami ada 14 ajang internasional yang kami berikan dukungan terhadap apa? Terhadap ee anak-anak yang berprestasi nasional yang dimulai dari ee SD di level apa ee kecamatan, kabupaten, kota, provinsi dan kemudian ujungnya di tempat kami. Kenapa kami harus mendorong ee keberian karakter itu agar anak-anak ee siap untuk berkompetisi di level itu. Memang kita sadari bahwa ada problem besar. Kita sadari bahwa penikmat dari apa? dari BIM misalkan beasiswa Indonesia ee maju misalkan ee 90% hanya anak-anak yang memang pewaris. Saya sadari itu kita sepakat dengan itu ya. Tapi bagaimana anak-anak yang kemudian apa? anak-anak yang kemudian diperintis anak-anak yang memang tidak pernah tahu informasi tentang beasiswa itu, anak-anak yang dari kampung yang setulnya dia punya e kepandian, punya kehebatan itu juga tidak tahu bagaimana peran sekolah dalam rangka e meng apa e apa ikut terlibat dalam proses ee mensosiasikan berbagai program ini juga kita sadari bagaimana kemudian si John apa eh apa eh salah satu apa book eh National University yang kemarin kami datangi punya program sampai hampir 1 triliun gitu ya untuk membantu Indonesia dalam apa untuk anak-anak Indonesia untuk bisa sekolah ke luar negeri dan sebagainya. Bagaimana kita bisa akses cukup banyak saya rasa tidak hanya ee apa tidak hanya mereka yang ee memiliki itu, tapi juga perguruan tinggi yang lain juga sekarang ini juga e melakukan hal yang sama. Nah, ini beberapa gambaran bahwa ee penerjemahan ee Asta Cital di kementerian kami dengan menginisiasi berbagai program penting ini juga membutuhkan bantuan Bapak, Ibu sekalian untuk kita dorong ya. Jadi ee ya dalam rangka itu terutama di ee apa kita punya tiga keterkaitan ee terutama di manajemen talenta yang ada di kami. Ada tiga kegiatan yang kami lakukan terutama ee dalam hal pengembangan manajemen talenta. Satu, bagaimana kita menyiapkan ASN terutama di kementerian lembaga. Kami punya jaringan sampai di Indonesia ada 9.000 R ee 558 pegawai justru Indonesia yang itu juga harus disiapkan bagaimana apa talenta-talenta mereka gitu ya. Kemudian yang kedua ee peserta didik yang jumlahnya ee sangat besar 50 ee juta anak yang kalau kita lihat ee dari rasio yang ikut atau rasio yang terlibat. Jadi rasio anak sekolah yang terlibat di kompetisi baik di jenjang SD, SMP, SMA ee sampai di mulai dari level apa level ee kabupaten sampai di level ee pusat di data ee SIM apa sistem informasi manajemen talenta kita maupun di Dapodik misalkan masih sangat kecil hanya 0,2%. Ini artinya apa? Ada problematika dalam apa? Dalam melihat apa? dalam melihat ee sudut pandang ee itu. Jadi ini yang kemudian juga kita ingin apa ingin lihat ee ke depan. Nah, tentu saja kami berharap ee guru-guru kita baik yang di swasta ini saat ini terdapat 110.000 Ibu guru swasta yang telah lulus seleksi guru di ASN ini. Ini ee kami ingin ditempatkan ee selama ini ditempatkan di apa di apa di negeri. Kita ingin dorong sesuai dengan Permindik Dasmen di 2025 tentang redistribusi guru memang ini juga kita berharap ee kenapa kemudian ini kita lakukan? Karena memang yang kita kalau kita bicara SDM itu tidak hanya negeri saja, swasta pun juga cukup besar. Bahkan jumlah ee apa jumlah sekolah di swasta itu lebih besar dibandingkan dengan jumlah sekolah di negeri kecuali SD. Kalau S cukup besar karena memang ada program INPRES yang sangat sukses di zaman Pak Harto itu. Nah, ini juga ee menjadi pertimbangan kita bahwa guru ASN harus menjadi pelopor, guru P3K harus menjadi pelopor. Tetapi pemerintah juga mengakomodir guru-guru non ASN untuk diberikan ee peringkatan kesejahteraan termasuk quote unquote ya, guru honorer yang memang belum terangkat dengan angka apa dengan angka subsidi edar kita ee apa insentif sekitar Rp300.000 Ibu itu. Nah, redistribusi juga mempertimbangkan data ya kebutuhan guru memang di ee negeri dan swasta. Jika memang itu bisa di apa di ee data lengkap, saya rasa kita juga akan proses. Persoalannya adalah ya persoalannya adalah bagaimana kemudian kalau guru-guru itu masih berada dan menjadi tanggung jawab ee pemerintah daerah. Itulah kenapa kemudian sentralisasi terhadap guru ke pusat itu dilakukan. Nah, semuanya ini juga kita lakukan dalam kerangka apa? Dalam kerangka agar ke depan ya ee membangun bangsa yang cerdas itu bisa ee kita lakukan dan pendidikan menjadi pintu masuk utama membangun SDM unggul di level kita. Saya rasa mungkin beberapa hal ee apa tidak bisa kami sampaikan karena ini sudah sekitar ee 45 menit dan ee mungkin kita bisa diskusi ee lebih lanjut ya. Ee Mbak eh Devi silakan. Baik, terima kasih banyak Bapak tentunya untuk pemaparan materi yang isinya sebenarnya daging semuanya nih Pak. Saya yakin ini Sobat ASN di mana pun Anda berada juga sudah ingin curhat ataupun juga sharing pada sesi siang hari ini di pemateri yang kedua. Dan untuk itu, Sobat ASN silakan saja untuk bisa raise hand, nyalakan saja untuk tombol rise hand-nya. Dan tentunya buat Anda sobat hand silakan untuk bisa bertanya. Ini dia penanya pertanya pertanya pertama. Silakan untuk dapat memperkenalkan namanya siapa Bapak dan dari mana. Silakan. Mohon izin Bapak belum terdengar suaranya. Boleh diambil. Baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. dengan siapa Bapak dan di mana? Saya nama Joko Joko Kosmarenato dari UPT Blk Singosari Bapak. Oke. Nggih. Iya. Kami mencermati apa yang narasumber sampaikan tadi ya memang kita sebenarnya cukup prihatin Pak ya dengan kondisi ada. Saya seringki melatih menemui anak-anak lulusan yang mereka lulus ee SMA SMK. Namun mereka banyak sekali yang ketika saya tanya misalkan apakah Anda punya visi begitu saya enggak ngerti Pak. Oh iya ya iya. Ini ini saya pikir dipendidikan di mana ini kok satu contoh begitu. Ketika saya tanya coba sampaikan visi visi aja bahkan yang sarjana pun mereka bingung Pak enggak punya visi hidup itu lah. Padahal orang hidup tanpa visi ini kan apa yang mau dituju kan begitu kan. Nah, itu jadi bagaimana ee Menteri Pendidikan kita itu bisa membuat satu ee materi atau kurikulum, Pak, ya, yang bisa memberikan ee apa itu pencerahan pada mereka. Siap. Mereka ee yang kedua tadi Bapak singgung tentang belajar ke luar negeri, Pak. Kalau menurut temat saya sebetulnya ee di dalam negeri kita tu tidak kalah hebat dengan luar negeri loh, Pak. Nggih. Yang terpenting bagaimana misalnya kita ngejawantahkan nilai-nilai luhur Pancasila itu sejak awal sejak dini kita punya sesuatu yang luar biasa yang negara lain enggak punya itu Pancasila itu. Jadi bagaimana nilai-nilai Pancasila mulai silah pertama sampai yang kelima itu dijawatkan dalam bentuk tindakan nyata. ini saya lihat belum nampak di situ ya. Sehingga muncullah apa yang Pak sebutkan dengan karakter tadi itu. Nah, namun belakangan kami melihat ada satu hal yang sangat menggembirakan yang dilakukan oleh terusterang aja KDM Pak Gubernur Jawa Barat kami mengikuti itu. Terobosan-robosan beliau luar biasa ya. Anak-anak yang tidak nurut, yang bermasalah itu masukkan di barak militer. Bukan terjadi ke militer tapi dididik dengan karakter. Ya, memang harus begitu. Enggih. Enggih. Karena itu sumber masalah. Namun demikian juga ada yang DPR ataupun ee dari KPAI yang tidak setuju dengan itu. Kalau menurut saya itu satu terobosan yang bagus. Jadi nanti bahkan ee perlu didukung semua pihak itu, Pak. lah. Berikutnya masalah peran serta masyarakat yaitu ee melalui komite undang-undang Sik 20 itu kan masih berlaku. Nah, selama ini peran komite itu belum begitu tampak. Komite sekolah. Kepada sekolah cenderungnya itu semuanya pada kepala sekolah center, Pak. Oke. Sayangnya kami juga menemukan banyak hal yang terjadi ee yang penggunaan dana BOS itu yang semestinya bisa dikontrol oleh masyarakat melalui komite. Banyak hal yang tidak terkontrol, Pak. Sehingga ini menjadi masalah juga. Nah, jadi peran sama masyarakat yang Bapak disebut catur pendidikan tadi itu di antara peran masyarakat itu kan diwadahi melalui komite. Nah, tadi komite belum disinggung sama sekali oleh panjenengan, Pak. Ini padahal itu termasuk penopang penopang pendidikan di Indonesia kecuali Undang-Undang Nomor 20 itu sudah dirubah gitu ternyata kan masih belum dirubah, masih berlaku. Maka di situlah peran masyarakat itu sangat dibutuhkan. Nah, berkaitan dengan apa yang sampaikan tadi, bagaimana langkah strategi dari Kementerian Pendidikan ini untuk menyikapi kondisi-kondisi yang demikian, Pak? Nah, sekali ee sekali lagi sekalian saya sampaikan informasi bahwa beberapa tahun yang lalu ee bulan lalu kami menjadi juri nasional yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan tinggi di Malang dalam lomba NBPC Pak, National Busnismen plan Contest. Nah, itu bagus sekali. Jadi, mana-anak yang banyak itu bukan SMK, justru SMA di situ yang ikut itu, Mas. bagaimana anak sekolah kita di level SMA atau sederajat itu dimotivasi untuk membuat bagaimana membuat bisnis plan yang bagus sehingga mereka kita arahkan jangan sekarang ini janganlah jangan berpikir untuk menjadi employee ya dan employee karena wadahnya sudah sesak penuh di situ. Bahkan perusahaan untuk mempertahankan yang ada susah-susah apalagi menerima yang baru. Nah, ini mulainya saya pikir eh saran kami buku cash flow kuadran itu perlu di bumikan di pendidikan kita, Pak. Dari Robert Keosaki itu bagus sebagai ee katakanlah sebagai pintu pembuka untuk bagaimana anak-anak kita itu tidak berpikir sebagai ee employee, tapi berpikir sebagai entrepreneur itu sejak awal. Nah, jadi ini kenyataan yang saya alami. Kami dari lembaga pelatihan Bal Sosari itu kan mayoritasnya peserta kami itu ada pada level SMA, SMK, dan S1 begitu. Walaupun kami tidak dibatasi harus pendidikan apa. Nah, berikutnya adalah mengenai peran serta lembaga-lembaga nonformal pondok-pondok pesantren. Kalau itu harus mulai dimaksimalkan, Pak. Jadi ini beberapa ee yang perlu kami sampaikan. Pertanyaan terakhirnya adalah sampai sejauh manakah ee kebijakan dari Kementerian Pendidikan itu untuk menangani masalah-masalah sebutkan tadi, Pak? Ya, demikian, Pak. Nggih. Nggih. Asalamualaikum. Gimana? Langsung dijawab atau gimana? Nggih? Baik. Kali ini Bapak Darto bisa langsung saja menjawab. Tapi kayaknya Pak Joko ini pertanyaan sudah dirangkum ya, Pak ya. Ini banyak sekali pertanyaannya, kegelisahannya dari Bapak Joko. Semoga Bapak Darto juga bisa memuaskan dengan jawaban-jawaban juga kali ini. Silakan Bapak Darto untuk dapat menjawab. I. Baik, makasih banyak ee Mas Joko yang saya hormati. Jadi tentang apa? Tentang apa? Visi ya. Tentang visi. Ada beberapa pertanyaan yang memang arahnya ke pembangunanpembangunan karakter gitu ya. ee tentu lebih banyak pada ee kalau saya lihat lebih banyak pada bagaimana kemudian menyiapkan ee kementerian ini menyiapkan ee pendidikan karakter agar bisa membangun masa depannya. Ee pertama kalau saya lihat gitu ya, kalau saya baca jelas ya, bahwa ee penguatan pendidikan karakter ee apa ini kita letakkan sebagai ee basis apa? basis penyelesaian berbagai persoalan kita. Kita menyadari Bapak ya, kita menyadari bahwa ee kenapa kemudian anak-anak tidak apa tidak ee mampu menjawab pertanyaan tentang visi masa depan. Ya, ini juga ee menjadi problem kita ketika eh World Economic Forum menempatkan apa? menempatkan ee apa? Urusan adaptability gitu ya. Ee urusan visi ee anak-anak yang punya visi. Kemudian ada namanya ee keyakinan diri juga sama, selficacy sebagai tiga apa? Tiga besar eh future soft skill yang harus dimiliki oleh anak Indonesia, anak-anak dunia juga sama ya. itu kemudian tidak ee mampu apa ee merespon secara baik. Adaptability misalkan ee hari ini kita bicara tentang apa? Tentang ee konteks masa depan yang begitu luar biasa gitu ya. Berbagai respon sih kita terhadap ee apa kebijakan terhadap ee problem ee perilaku sosial di masa di apa di anak-anak. Kemudian problem transformasi ekonomi yang memang juga sedang disiapkan oleh pemerintah ee yang kemudian juga kaitannya dengan bagaimana menyiapkan ee apa menyiapkan mereka di ee apa di apa di tenaga kerja dan sebagainya. Ini juga menjadi ee problem utama. Beberapa persoalan yang tadi saya sampaikan itu sebetulnya menegasikan bahwa ee ya adaptasi menjadi persoalan yang paling serius yang kita juga harus ee tata mulai dari kecil gitu ya. Kenapa kemudian peran guru itu ee tidak apa tidak ee lebih ee mestinya tidak tidak diarahkan untuk memberikan direction? Ee contoh kasus misalkan program pemerintah yang menempatkan apa 300.000 apa 300.000 smart apa smartboard misalkan sebagai penunjang sarana penunjang di sekolah agar bisa beradaptasi dengan lingkungan di luar gitu ya. ini ini kan juga apa juga ee sebuah program yang sangat apa sangat ideal sampai dengan tahun 2000 pertengahan 2026 ini Presiden mengatakan itu juga harus bisa rampung. Nah, ini kan ee kita juga ingat. Tapi persoalannya adalah apakah kemudian guru-guru juga bisa secara interaktif melakukan apa melakukan atau merespon ee harapan dari apa harapan dari kita sejauh mana pengalaman dia dalam apa dalam ee menggunakan peralatan yang sangat canggih itu untuk mentransfer berbagai ee apa ilmu, pengalaman, kemudian cerita-cerita baik dari luar tentang orang-orang yang sukses dengan mimpinya dan sebagainya lewat alat yang sangat ee ee canggih seperti ini. Ini juga menjadi problem bersama. Nah, ini kejadian yang kemarin misalkan di ee Bogor ketika Presiden apa Presiden mencanangkan empat apa empat quickins kita itu yang ee ternyata memang itu direspon apa direspon ee apa ya kaget sekali sehingga kemudian ee apa ee kita e Pak Menteri men-take over dan ee akhirnya Pak Menteri yang menjelaskan menjadi guru mewakili murid-murid yang menjelaskan tentang bagaimana ee penggunaan peralatan yang canggih itu untuk mentransfer berbagai ee pengalaman, berbagai informasi, baik, pengalaman baik dari berbagai pihak. Ini ini menjadi ee poin-poin penting. Jadi ee persoalan ketidaksiapan kita juga ada, Pak. Karena memang faktanya adalah ee kalau kita bicara ee peningkatan apa kenapa kemudian kualifikasi guru, kemudian kompetensi guru, kemudian kesejahteraan guru, itu juga bagian dari itu, gitu ya. Jadi ee ini ini memang ee lingkaran yang tidak akan pernah selesai. Tetapi kita yakin bahwa dengan apa dengan ee poin pertama tadi dengan ee kemampuan beradaptasi juga akan membuat anak-anak kita ee bisa jauh lebih baik. Yang kedua misalkan tentang selfica atau keyakinan diri. Kalau kita bicara selfi ini kan materi yang sangat bagus ya. ini kan eh salah satu isu eh apa feuture apa soft skill yang harus dimiliki oleh anak-anak. Bayangkan ee kalau setiap anak mulai dari PAUD dikenalkan dengan cerita-cerita masa depan, bagaimana membangun mimpi, bagaimana membangun ee bagaimana menyiapkan dirinya, lalu kemudian membuat mereka menjadi yakin bahwa ee apa dia percaya diri bahwa dia bisa meraih mimpi di masa depan. saya juga bisa ee apa bisa mendapatkan ee apa pengalaman sebagaimana di TV di apa di ee dilanjutkan apa di ditantangan dari gurunya dan sebagainya itu ini juga akan sangat apa sangat e penting untuk bisa kita lihat harapan kita memang semuanya seperti itu gitu tapi kan tidak banyak coba Pak ee tadi saya katakan 0 hanya 0,2% hanya 0,2% dari total 50 juta rasio jumlah anak yang mengikuti kompetisi baik mulai dari SD sampai di apa? Sampai di SLTA sampai di ee yang kompetisi di internasional itu hanya 0,2% dari total 50 juta. Ini yang kemudian kami kemarin diskusikan ini problem karakter ini problem ee apa? Problem dengan karakter. Kita tidak usah bicara pada level teknis di SLTA misalkan ya. Karena itu juga korban karena ketidaksiapan karakter membuat mereka 3/4 eh 3/4at dari e dari lulusan SMK tidak terserap di lapangan kerja. Ini kan juga apa juga hal-hal yang sangat penting gitu ya. Jadi ini Pak Joko yang ee kita semuanya menjadi dasar. Nah, terkait dengan apa? Terkait dengan apa dengan ee apa KDM ee respon respon kita seperti ini Bapak ya. Jadi ee prinsip utama dalam pendidikan itu kan ee kalau pendidikan karakter itu kan ee non punishment yang non hukuman fokus pada pemulihan bukan pada pembalasan gitu ya. Jadi ee apakah kemudian setelah anak-anak ee kemudian dimasukkan dalam barak lalu kemudian dia bisa ee selesai. Tapi ada problem besar e tadi, problem karakter dia bisa jadi ya bisa bisa jadi ketika dimasukkan dalam barak mungkin saat pada saat yang itu karena mungkin juga ketakutan karena memang inian militer karena kata militer itu e apa selalu identik dengan apa dengan apa dengan ee latian yang sangat ketat dan sebagainya itu ini juga menjadi problem. Nah, eh sentuhan atau apa atau human touch anak-anak itu kan ada pada ee memberikan ruang kebebasan pada mereka untuk berekspresi, bukan non hukuman, Pak Joko. Itu yang pertama. Yang kedua, kita mengajarkan pada anak-anak dengan apa? Dengan empati dan apa? Dengan interkoneksi gitu ya. Bagaimana anak-anak berubah ketika merasa ee apa apa anak itu berubah ketika merasa dimengerti ya. Jadi artinya gini, bahwa membangun ee sikap ee apa empati ee kemudian merasa terhubung atau engage terhadap yang lain itu menjadi kebutuhan dia karena ternyata dia tidak bisa hidup sendiri gitu. Karena dia ternyata juga paham bahwa kalau tidak ada teman saya sakit, kalau tidak ada orang tua saya juga sakit. Kalau tidak ada ee teman-teman terbaik di sekitarnya saya hanya main sendirian. Apa fungsinya mainan yang diberikan oleh ibu saya yang begitu banyak dan bagus lalu tidak kemudian memberikan apa tidak menjadikan saya bisa punya sikap yang baik terhadap kawan-kawan saya yang miskin yang tidak punya permain lalu kemudian timbul berbagi lah. Saya rasa memang ee ya ini saya tidak promosi jumbo ya tidak promosi jumbo. Tapi memang film yang dibuat selama 5 tahun dengan 425 kreator itu yang sekarang penontonnya sudah 8,6 juta itu itu memang ee memiliki esensi yang cukup ee baik. Bagaimana kemudian harus berempati, bagaimana kemudian bahwa ee menjadi the champions itu tidak bisa dilakukan dengan sendiri tapi juga harus dilakukan dengan banyak pihak melibatkan dengan banyak orang. Nah, betapa ee karakter seperti ini menjadi penting bahwa ketiga adalah pembelajaran tentang kolaboratif. Kalau sejak usia dini ya perlibatan anak-anak sebagai bagian dari solusi itu dilakukan, maka kreativitas dia akan muncul ketika orang tuanya tidak mendapatkan apa tidak mendapatkan solusi pemecahan masalah terhadap problem di keluarganya. Lalu dia bisa apa? Memberikan usulan-unsuran baik. Sekali lagi Bapak ee pendekatan yang kita lakukan tentu tidak instan ya. tidak kemudian ee kenakalan sebagai objek ya yang kemudian di apa di ee apa diselesaikan salah saat tidak. Bangunan masa depan adalah bangunan karakter dan butuh investasi panjang Bapak Ibu ya. Apa yang kita saksikan hari ini yang kemudian kita meresponnya dengan gegabita itu tentu itu short term gitu ya, tidak long term. Nah, kita menginginkan agar pendidikan dibangun dari dasar yang sangat kuat dari karakter itu. Ya, sama dengan ee Pak Joko tentu sadar, kita ini juga menyadari bahwa kita menjadi seperti ini kan karena bangunan karakter yang kuat dari orang tua kita dan ini butuh waktu puluhan tahun untuk bisa e berkarakter seperti kita ini. Sama halnya tidak mungkin anak menjadi baik lalu selamanya menjadi baik kalau kemudian di disekolahkan di barak lalu kemudian dia akan berubah. Tidak. Kalau kemudian lingkungan pembentuknya tidak tidak bersikap, kalau lingkungan masyarakat juga tidak juga acuh terhadap itu, kalau kemudian sekolahnya juga tidak bertindak setelah pasa itu, enggak bisa, Bapak ya. pendampingan e tentu anak-anak susah sekali untuk didampingi ya ee soal-soal seperti itu. Jadi, nah ini juga menjadi poin penting. Nah, tentang komite sekolah saya sepakat ya bahwa gambaran dari apa dari catur ee apa pusat ee pendidikan itu juga sebagian ada di sana. Tapi peran media juga penting Bapak peran media juga penting karena ee mohon maaf ya ee apakah media juga memberikan dukungan terhadap komite sekolah misalkan ini juga menjadi problem besar kita, Bapak. Jadi ini case-nya menarik ya. Eh eh memang ini case gitu ya di beberapa sekolah yang sangat membutuhkan perhatian kita dan mohon maaf perannya tidak lalu menjadi peran materialistik gitu ya, tetapi perannya mestinya juga didorong untuk bagaimana kemudian ee apa keterlibatan mereka di sekolah, bagaimana keterlibatan mereka apa di luar sekolah, di dalam ruang-ruang sempit kita, keluarga kita, keluarga kita untuk terus juga membantu guru ya ee apa tidak mengerjakan soal. tetapi bagaimana ee juga turut serta dalam membangun karakter di lingkungan keluarga sendiri misalkan ini juga penting Pak. Tapi kemudian media juga harus dilibatkan. Masalahnya adalah ee baru sedikit memberikan bantuan saja ee hanya beran apa sekian rupiah. Lalu ada guru yang wadul. Wadul itu apa ya? Wakul itu ada guru yang kemudian ee apa ee apa ee merasa ee apa keputusan itu justru memberatkan mereka sehingga kemudian mereka juga sampaikan kepada media lalu media menjadi apa membesarkan isu itu sehingga kemudian seolah-olah sekolah itu salah dan sebagainya, kepala sekolahnya salah dan sebagainya. Nah, ini problem kita Bapak yang sebenarnya ee apa kita tidak kita ee tidak apa tidak berharap itu kemudian ee apa ee terjadi. Nah, lembaga-lembaga formal nonformal ya memang sebatas ee dalam kewenangan kita ya dalam kenangan SKAT karena memang kita ini berada dalam lingkungan birokrasi Bapak. Eh ee itulah kenapa kemudian di Undang-Undang Sisdiknas kita itu ya pendekatan yang kita lakukan itu adalah pada bagaimana ee empat undang-undang termasuk Undang-Undang tentang pondok pesantren, undang-undang tentang ee apa guru ya undang apa guru dan dosen, kemudian undang-undang ee apa sisdiknas yang lama ya itu juga kemudian menjadi bagian penting yang kemudian harus kita kita lakukan. Siapa sih? Misalnya gini, siapa sih yang paling bertanggung jawab terhadap guru gitu ya. Ya, ee ini juga harus kita tata, Bapak. Nah, karena memang ada guru-guru yang ee apa yang ee perlakunya perlakuannya berbeda antara di Kementerian Agama dengan di ee pendidikan Dasar Menengah. Ketika ee Pak Menteri ee apa melalui Pak Prabowo m-launching program kesejahteraan guru ya. Lalu mereka juga tidak terima sampai dengan saat ini hanya 1,5. Sementara yang di guru negeri e guru kita yang di dalam kewenangan Diknas itu sudah sudah 2 juta. Ini juga problem yang luar biasa. Nah, ini juga ee menjadi poin penting bahwa ee kita ingin ee apa ee melibatkan apa sampai ee semua pihak itu bisa terlibat dalam kerangka ini. Mungkin itu nggih Pak Mas Joko nggih bagian-bagian penting yang mungkin nanti bisa di apa diskusikan jika tidak pas nanti bisa langsung langsung diskusi dengan kami ya. Soal KDM tadi sudah saya jawab nggih, Pak Joko. Nggih. Jadi eh intinya baik Pak. Jadi tadi yang belum disinggung tentang pengecamatan nilai-nilai Pancasila itu sejak awal itu disinggung Pak. Ya. Terusang kami ini mengamati ya, Pak ya sebagai orang yang apa berkecimpung di dunia pelatihan pendidikan ini ada contoh yang bagus seperti ee dari kelompok yang minim ekonominya tapi mampu meraih gelar doktor di usia 26 tahun di UGM kemarin itu ada. Nggih. Ngih. Itu luar biasa. Tapi di sisi lain ada yang kasus yang sampai sekarang mudah-mudahanlah cepat selesai kasus itu ya. Kita sama-sama tahulah di level nasional ini berkaitan dengan ee isu yang sudah merebak ke mana-mama itu ijazah palsu, Pak. Nah, itu kan mudah-mudahan cepat selesai supaya clear semuanya ini. Terus terang kami prihatin, Pak. Itu kok jadi seperti ini, gitu kan. Ini terus menjadi heboh. Nah, du media juga Pak sebut tadi media kita itu kan punya jargon sendiri Pak. The bad news is the good kan itu sebenarnya enggak harus demikian kita terus terang ya prihatin sebagai warga negara Indonesia ini semogalah ke depan menjadi lebih baik begitu Pak. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam Mas Joko. Ee pendidikan kejujuran itu kita peroleh ee itu bagian dari pengamalan dari salah satu sila Bapak N. Jadi itu yang kemudian ee kenapa ya meskipun memang pendekatannya masih seperti apa seperti kolosal ee tapi kami bisa mendapatkan sesuatu gitu ya ketika ee apa ee implementasi dari 36 butir-butir Pancasila itu dalam keseharian kita ketika guru mengajarkan kita tentang hidup hemat dengan apa dengan ee kita diminta untuk menghitung encleng apa namanya enclengan itu apa Pak Cuk ee apa namanya ee apa tabungan dalam bentuk apa dalam bentuk berbagai macam binatang itu. Lalu di depan guru kita kita diminta untuk apa? Untuk e membukanya itu sesuatu yang luar biasa gitu ya. Jadi ee kenapa kemudian kita harus berhemat ketika kita bicara tentang apa? tentang ee penghormatan terhadap tetangga kita yang nonmuslim misalkan atau yang muslim di antara kita misalkan itu juga diajarkan oleh guru-guru kita. Dan kenapa kemudian penghormatan anak kepada guru yang kebudan nonmuslim ee sampai kemudian kita sampai saat ini kita terasa Pak banyak guru-guru kita non muslim yang itu merasa bahwa kita itu anaknya mereka ya tidak ada tidak ada jarak ee apa karena apa karena ee apa ideologi jarak karena ee apa karena memang perbedaan agama, ras dan sebagainya. Nah, konsep merit saja ini juga menjadi penting gitu ya. penghargaan terhadap apa terhadap ee pertimbangan profesionalisme dalam apa dalam pola rekrutmen di ASN saja misalkan. Apakah ini juga apa juga persoalan yang ee apa bukan persoalan karakter ini persoalan karakter yang harus kita apa kita bilang. Nah, bagaimana pengajaran itu? Nah, saya rasa memang ee pembelajaran tentang Pancasila itu sudah ada Bapak di kurikulum kita ee di apa baik yang di merdeka belajar maupun yang ee K13 juga sudah ada. Tapi problem utamanya adalah pendekatan yang harus kita lakukan. Apakah kemudian ee pendekatan yang sama maksud dengan pendekatan itu adalah apakah apakah dalam pembelajaran ee kita ee tentang kesadaran orang untuk belajar itu bukan paksaan ya untuk belajar itu itu juga kita lakukan. Apakah kemudian kita juga memahami selain menghafal ee kita menjadi tidak meaningful gitu ya ketika ee ketika kita harus hafalan sehingga kemudian setelah itu selesai selesai tapi dengan contoh-contoh konkret dengan visualisasi apa dengan visualisasi ee apa metode apa ee ee apa alat yang membuat kita menjadi mengerti bahwa apa bahwa ee ternyata menghardik anak yatim itu tidak boleh. Karena kasusnya seperti ini. Ketika kita belajar tentang kedisiplinan, ketika kita nyeberang di lalu lintas dengan sebuah visual, video visual yang sangat apa, sangat ee sederhana. Lalu bagaimana kemudian orang yang ditabrak itu sampai seperti apa gitu. Jadi ee ini ini menurut saya ee ya memang harus meaningful. Nah, pembelajaran itu kenapa sih ee kita gagal dalam ee pembelajaran matematika itu ya? Kalau melihat guru matematika masuk sekolah, masuk kelas itu kan seram sekali, Pak. Karena seram sekali gitu. Padahal kan yang kita butuhkan adalah bagaimana ee mengajarkan anak-anak dengan barang-barang yang ada di sekitar sekolah kan gitu nggih, Pak. Nggih. Jadi ee menghitung itu ya menghitung itu tidak harus dengan Mas Menteri selalu selalu mencontohkan seperti ini. Coba ee apa ee apa lewat apa lewat pensil atau papan tulis atau lewat apa lewat apa lewat kapur tulis yang ada dulu kan masih pakai apa ya pakai kapur kapur itu Pak ya itu kita diminta untuk menghitung ya. Kemudian ada beberapa jenis ee apa ee apa alat atau buah-buahan, jeruk dan sebagainya yang mereka suruh bawa masing-masing karena ini belajar tentang matematika 2 * 2. Kalau kemudian ini kan model-model yang menurut saya mengasikkan gitu. Ini model-model yang memang yang sifatnya joyful gitu. Nah, kenapa harus apa harus berskesadaran ya? Kenapa harus apa harus ee apa harus ee pembelajaran itu harus bermakna? Kenapa harus menggembirakan? Ini soal olah pikir, Bapak. Kesadaran itu soal olah pikir, Pak juga. Soal olah hati juga olah rasa dan juga olahraga. Untuk apa sih ee olah pikir itu dilakukan, olahra hati itu ee untuk apa dilakukan? Ini kan sudah esensi dari joyful itu. Ee kalau kita kalau kita bicara tentang apa? tentang ee pembelajaran yang apa yang ee apa ya yang meaningful itu misalkan ya yang bermakna ee keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa itu ee manifestasinya lewat apa sih? Kenapa kemudian orang yang punya iman yang kuat tiba-tiba ee ibadahnya itu begitu bagus begitu kuat gitu? Karena memang manifestasi dari apa? Dari keimanan itu kan di situ, Pak. Ya. Tapi kenapa kemudian orang-orang yang apa yang ee tidak pernah salat? Ya, karena memang dia menganggap bahwa itu keterpaksaan ya. Karena orang tua saya juga enggak salat kok. Tetapi bagi ee kita g esensi dari kita sebagai manusia ketika belajar agama misalnya di sekolah itu harus sampai pada level itu. Kenapa kemudian penalaran kritis itu juga dimungkinkan? Kenapa kolaborasi harus kita lakukan? Contoh-contoh yang menarik apa sih? Oh iya, kita tidak bisa membangun jembatan itu ya. Itu dengan apa? Dengan cara kita sendiri. Tentu harus melibatkan banyak orang lain, harus melibatkan banyak orang. Kenapa kemudian kesehatan itu menjadi penting? Kenapa kemudian apa setiap hari Jumat itu tangan kita diminta oleh Bapak Ibu guru di atas apa? Di atas apa? Di atas ee apa namanya? Di atas ee meja. Lalu Pak Guru dengan Mister kayu, Pak. Masih ingat ya Pak Joko ya? Dengan Mister kayu yang gede panjang itu Pak. Ayo, silakan anak-anak ee pagi ini silakan ee ditaruh tangannya di atas meja. Begitu ada yang hitam tok langsung gitu, Pak. Ini kan pembelajaran cara pembelajar cara bagaimana kemudian ee nilai-nilai Pancasila itu diajarkan. Semua sudah disiapkan di dalam Googleum. Problemnya adalah metode dalam pembelajaran itu yang sedang kita asap. Kenapa kemudian Pak Menteri meresponnya dengan ee bahwa deep learning eh dengan pembelajaran berkesadaran? kemudian bermakna dan menggembirakan itu dilakukan agar ya tidak hanya kesadaran saja, tidak hanya makna saja. J. Kalau kemudian dilakukan secara serius juga orang ya pada level usia kita Pak, level SD saja mati kita Pak ee pikiran kita juga kemudian ee apa stuck di situ. Itu kira-kira yang ee dilakukan oleh Pak Menteri. Jadi banyak hal Bapak yang bisa kita ee sampaikan terkait dengan apa dengan itu dan memang ini butuh melibatkan banyak apa banyak ee pihak Bapak. Jadi ee mungkin nanti bisa dibaca di beberapa slide di belakang nggih Bapak nggih. Nggih Bu Devi nanti mungkin bisa ee apa nggih matur suun sangat Pak Joko. Baik terima kasih banyak Bapak Joko. Ini curhatannya sudah kayaknya seluruh pertanyaan dari Indonesia dirangkum oleh Bapak Joko kali ini ya. Baiklah kami ucapkan terima kasih banyak untuk Bapak Joko dan juga kami ucapkan terima kasih banyak untuk tentunya Bapak Dr. Marimandarto, S. M.Si. SI selaku Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Terima kasih banyak Bapak untuk waktu yang Anda luangkan. Materi yang sangat menarik dan tentunya kayaknya waktu 45 menit itu kurang Bapak ya kan. Mungkin besok ataupun juga nanti di sesi-sesi yang berikutnya kita dapat berjumpa kembali dengan materi-materi yang sangat menarik dan juga men-support tentunya para ASN, Sobat ASN di seluruh Indonesia. Sekali lagi terima kasih banyak Bapak untuk waktu yang Anda luangkan, materi yang di-sharingkan. Kita berikan tepuk tangan yang meriah tentunya untuk Dr. Mari Mandato, S. MSI. Terima kasih. Izin eh lif Bapak Ibu sekalian. Baik, terima kasih banyak Bapak. Dan kali ini Sobat ASN tentunya masih ada satu materi lagi yang menarik dan siapakah beliau yang akan memberikan materi tentunya sesaat lagi masih bersama ASN Belajar seri ke-17. [Musik] Baiklah, Sobat ASN di mana pun Anda berada, kita sudah dimasuki oleh sesi yang terakhir, pemateri yang ketiga atau pemateri yang terakhir Bapak dan Ibu. Dan kali ini untuk sobat ASN sebelum kita menginjak pada materi yang terakhir, saya ingin menceritakan siapakah beliau yang menjadi pemateri tentunya dalam acara SN belajar di seri yang ke-17. Beliau lahir di Madiun, namun bertumbuh sebagai siswa hingga pendidik di Kota Malang. Dan tentunya beliau besar dari iklim akademik Universitas Negeri Malang. Dan juga selain itu beliau juga mengasah kemampuan jurnalistiknya sejak masa perkuliahan hingga menjadi pemimpin redaksi beberapa media. Sosok yang sangat bersahaja dan juga sangat mencintai budaya Indonesia. Mengantar beliau juga sebagai ketua dewan penasihat pedalangan Indonesia, marilah kita sambut. Ini dia Prof. Dr. Joko Saryono, M.Pd. selaku pakar pendidikan guru besar Universitas Negeri Malang. Selamat siang, Prof. Selamat siang, Mbaki. Terima kasih. Bagaimana kabarnya, Prof? Baik, selalu baik. Bersemangat kalau bertemu teman-teman guru dan pendidik. Alhamdulillah kita juga selalu semangat nih bersama Prof. Joko yang akan memberikan sharingnya. Harus nih, Prof. pasti ini semangatnya akan memberikan satu spirit inovasi baru lagi untuk Sobat ASN di seluruh Indonesia. Baiklah, Prof. karena Sobat ASN di seluruh Indonesia juga sudah tidak sabar spirit apaagi yang akan ditularkan oleh Prof. Joko. Untuk tempat dan waktu kami persilakan. Terima kasih Mbak Devi, Bapak, Ibu, teman-teman, sahabat ASN Pelajar semuanya. Ee selamat siang, salam sejahtera. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee saya bahagia bertemu dengan semua sahabat pendidik dan tenaga kependidikan. Karena di antara Bapak Ibu saya yakin ada yang berposisi di dunia tenaga kependidikan. Saya kira semuanya adalah ee elemen penting dalam pencerdasan bangsa kita, dalam pencerdasan manusia Indonesia itu yang ee tentu saja mengambil jalur atau bidang pendidikan. Tadi saya kira sejak pagi Pak Ari sampai Pak Marimandarto sudah ee menayangkan, memaparkan dan menayangkan ee pikiran-pikiran yang berkenaan dengan topik kita pada pagi sampai siang hari ini yaitu membangun bangsa yang cerdas menuju Indonesia Emas. Saya kira sudah sangat lebih dari cukup ee apa yang disampaikan bahkan apa yang kita dengar tentang Indonesia emas, tentang ee pembangunan bangsa dan seterusnya. Karena itu saya ee sebenarnya sudah kehabisan materi karena materi sudah begitu banyak bertebaran kita bisa memungutnya tetapi apa yang belum kita lakukan apa apa yang belum tercapai sehingga kita itu terus-menerus menggelorakan ee pencapaian Indonesia emas itu. Nah, karena itu saya ingin mengajak ee teman-teman semuanya, saya sahabat teman-teman, sahabat-sahabat karena saya pun selalu memperkenalkan diri sebagai pendidik. Saya lebih suka disebut pendidik daripada ee sebutan-sebutan lainnya. Nah, ee kawan-kawan pendidik dan tenaga kependidikan, saya hanya ingin mengajak pada siang hari ini itu melakukan refleksi-refleksi yang sederhana-sederhana saja. tidak dengan PPT yang canggih, tidak dengan ee apa ya gagasan-gagasan yang ee tinggi. Begitu. Saya ingin menyampaikan hal-hal sederhana saja yang ee coba saya kemas dalam beberapa salindia ee yang sesuai dengan topik itu dan saya tidak diberi batasan khusus harus menceritakan apa atau mengajak berefleksi apa. Ee jadi saya akan mulai dari hal yang umum mengajak Bapak, Ibu semuanya, kawan-kawan ee yang bergerak di dunia pendidikan ini untuk bagaimana merenungi, bagaimana ee merasakan upaya-upaya membangun bangsa yang cerdas menuju Indonesia emas itu. kita sudah mendapatkan begitu banyak pikiran, gagasan, bahkan dalam rupa buku seperti ini, peta jalan Indonesia Emas 45. kita sudah mendapatkan buku-buku lain yang ditulis oleh para pakar tentang bagaimana menuju Indonesia emas itu. Sumbangan generasi muda, sumbangan generasi GENI, sumbangan bidang ekonomi dan sebagainya. kita sudah mendapatkan begitu banyak ee sekali ee bahan bahkan salin dia juga bertebaran kalau kita ee lihat ee algoritma Google itu. Tetapi pertanyaannya apakah kita kemudian ee lega kemudian kita optimis kemudian kita ee merasa tenang gitu? Itulah yang akhir-akhir ini saya kira berkembang ee di antara kita. Nah, Bapak, Ibu sekalian, mari kita ingat kembali sekilas saja yang tadi tampaknya juga tidak banyak dieksplorasi bahwa Indonesia emas itu membuat kita berdaulat. Jadi, bangsa dan negara Indonesia ini harus berdaulat. Selain berdaulat tentu maju. Selain maju berkelanjutan. Jadi tidak boleh terputus-putus, tidak boleh ee berhenti diganti yang lain. Nah, mari kita renungi bersama-sama. Ada pertanyaan pokok yang harus kita jawab ee seiring dengan itu ya. tadi saya sudah sampaikan ya ee apa yang sudah didiskusikan, dibicarakan ee dipikirkan itu apakah sudah tercapai apa sedang dalam proses tercapai pada tahun 2045 itu pada peringatan satu abad Indonesia itu. ini saya kira harus kita renungi, kita harus berefleksi, kita harus berkontlasi, dan kita bisa ee mengatakannya dengan jujur. Saya kira kejujuran, ketulusan, dan ketepatan itu sangat penting bagi kita untuk melangkah mencapai ee apa ya hasil-hasil yang benar-benar diharapkan pada Indonesia Emas tahun 2045 itu, yaitu Indonesia yang berdaulat, Indonesia yang maju, dan Indonesia yang berkelanjutan. bagaimana kontribusi bidang pendidikan, sains dan teknologi. Nah, saya tambahkan sains dan teknologi karena di dalam Asta Cita Pak Prabowo itu tidak hanya disebut pendidikan, tetapi juga sains dan teknologi. Saya kira itulah dasar mengapa kemudian terjadi pemisahan dan dibentuk ee Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi secara tersendiri dan eksplisit. Nah, Bapak, Ibu sekalian, pertanyaan yang kedua yang harus kita renungkan itu waktu kita berapa lama untuk mencapai Indonesia emas itu? Kita sudah di mana? Indonesia emas yang ditayangkan, yang dituliskan yang didokumentasikan dan dituangkan di dalam perundang-undangan itu tahun berapa? Itu sejak Pak Jokowi sudah 10 tahun, 15 tahun. Nah, 15 tahun itu sudah sampai di mana? 40% kah, 50% kah, 60% kah? Saya kira ini pertanyaan yang harus kita jawab dengan jujur, dengan tulus, dengan mempertimbangkan berbagai faktor esensial saja. Nah, kalau sekarang pada tahun 2025, maka kita hanya punya waktu 20 tahun. Kalau kurang 40% dari dokumen dan dokumen itu tidak diubah-ubah, artinya ee memang begitulah target-target, begitulah ee tujuan-tujuan visi yang diemban dalam Indonesia emas itu tidak diubah apapun, sudah menjadi tonggak, sudah menjadi milestone. Nah, kurang berapa persen? Apakah kita mungkin? Lalu apa yang harus kita lakukan? kerja-kerja, aktivitas-aktivitas untuk mencapai Indonesia emas itu. Pekerjaan rumah apa yang harus kita kerjakan hari-hari ini sampai nanti pada tahun 2045? Pekerjaan rumah di bidang pendidikan, pekerjaan rumah di bidang pendidikan, pelatihan, bahkan kalau secara teoritik itu perlu ditambah pengembangan pengembangan manusia. Nah, ini saya kira ee penting bagi kita agar kita sekarang bisa melakukan kegiatan-kegiatan yang lebih terfokus. Tidak dalam bahasa Jawa Ngombroworo, tidak ke sana kemari, tidak melebar, tapi terfokus berdasarkan tujuan. Saya kira sudah banyak teori, banyak pengalaman manajerial yang mengatakan bahwa fokuslah yang membuat kita bisa mencapai tujuan yang kita inginkan. Nah, pertanyaan ketiga itu yang penting. Apakah kita ini semakin maju, semakin berdaulat, dan semakin berkelanjutan? Saya tidak ingin memberi ilustrasi. Silakanlah dirasakan sendiri, direnungkan sendiri. Apakah kita sejak semakin maju dengan berbagai data baik kuantitatif maupun kualitatif yang tadi juga disampaikan oleh Pak Marimandarto, disampaikan Pak ee Aris ee Paway juga disampaikan oleh banyak pihak. Apakah kita semakin maju dalam arti ekonomis, dalam arti politis, dalam arti ee individual, dan dalam arti sektor-sektor kebudayaan dan peradaban lainnya. Apakah kita makin berdaulat? berdaulat itu misalnya berdaulat ee sosiografis ee landskap landskap ee kenegaraan kita, kebangsaan kita. Kalau di Jawa Timur itu apakah kita betul-betul berdaulat? Kalau toh ada pihak-pihak yang bekerja sama, pihak di luar Jawa Timur bekerja sama, apakah kita itu tetap berdaulat sebagai pemimpin? Nah, ini apakah berkelanjutan? Nah, kadang-kadang kita melihat berkelanjutan secara esensial tetapi terputus-putus secara terminologis atau secara linguistis. Kita kemudian menjadi apa ya gregeten gitu ya melihat perubahan-perubahan yang ternyata tidak esensial lebih pada perubahan-perubahan ee diksional dan terminologis. sistem penerimaan murid baru. Sebelumnya PPDB sistemnya sama. Dulu ee merdeka belajar, sekarang kampus berdampak. Yang ee sepintas itu berubah, tetapi itu perubahan-perubahan linguistik saja. sehingga kita kebingungan kita itu ee menjadi mengobral, membuang-buang energi untuk sesuatu yang ee sebenarnya tidak esensial. Nah, inilah saya kira yang membuat kita terengah-engah. Nah, ini saya kira pertanyaan-pertanyaan yang kemudian menghasilkan ini berbagai impresi dan persepsi Indonesia emas itu. Saya harus mengatakan dengan jujur karena akademisi, akademisi pendidik apalagi profesor itu harus berkata jujur meskipun salah. Tidak boleh ee berbohong demi sebuah kesalahan. Kalau yang lain silakanlah semua ditutupi. Tapi kita harus berkata dengan jujur bahwa sekarang itu ada tiga macam impresi dan persepsi tentang Indonesia emas. Pertama persepsi impresi optimis. Indonesia emas pasti kita raih pasti kita capai pasti kita ee dapatkan tahun 2045. Sepintas saya kira pandangan Pak Mariman Darto tadi adalah pandangan yang sangat optimis. Tapi yang kedua, ada pandangan yang moderat ya, banyak kendalanya ya. Wah, kita itu bonus demografi sudah hampir habis. ee sebentar lagi kita itu tadi di disebut juga berhadapan dengan ee manusia usia tua yang makin tidak produktif tetapi ee terus sehat ee kemudian anggaran yang semakin cek ee konjungtur perekonomian internasional yang makin tidak ee menyenangkan dan seterusnya ada pandangan gema ee pesimis. Jadi ada impresi persegi pesimis yang mengatakan Indonesia emas itu ee muskil dan mustahil untuk dicapai. Saya sebut saja ini cemas gitu. Nah, karena itu kita sekarang berhadapan dengan tiga impresi tentang Indonesia emas itu ee tentang Indonesia tahun 2045 itu yaitu Indonesia emas, Indonesia cemas dan Indonesia gemas. Nah, tiga hal ini saya kira ee wajar tetapi membuat kita tidak produktif. Oleh karena itu, kita harus bisa memoderasi bagaimana itu ee bisa menjadi ee sumber daya sebagai api motivasi, api semangat kita untuk tetap berjalan mencapai mengarah ee pada Indonesia emas tadi. Nah, saya tidak berlanjut-lanjut dengan tiga tiga impresi itu. Nah, tiga impresi itu saya kira disebabkan oleh sikap dan pandangan kita termasuk kita ee yang bergerak di dunia pendidikan itu. Saya menggunakan kita karena saya juga pendidik dan senang disebut pendidik ee lama sekali menjadi komite sekolah dan saya juga ngurusi sekolah. Nah, pandangan kita itu sebagian yang Indonesia cemas itu pasti pandangan antipati dan pandangan apati. Tapi kalau moderat itu tadi simpati. Nah, pandangan empati itu saya kira yang sangat optimis tadi. Nah, pertanyaannya sebenarnya berapa persen sekarang itu ya yang penuh empati kemudian Indonesia emas pasti diraih pada tahun 2045? Berapa persen yang ee simpati bahwa Indonesia akan kita capai jika kita melakukan kerja AB CD yang apati dan antipati ini biasanya juga menjadi rem ini. Rem yang membuat kita terus apa enggak, terus apa enggak dan seterusnya. Nah, bagaimana sikap dan pandangan sebaiknya? Tentu idealnya kita berkata pandangan optimislah, minimal ee pandangan moderat agar ee Indonesia emas itu ee terus kita kerjakan. Kita tidak putus di tengah jalan. Kalau kita hentikan dan semuanya mengelompok pada impresi Indonesia cemas, maka selesai terjadi keterputusan, keberlanjutan itu tidak terjadi. Nah, demi keberlanjutan itulah ee maka kita harus berpandangan optimis. Saya kira optimis dan pesimis itu energinya sama, tetapi dampaknya berbeda. Kita boleh saja berpandangan optimis, kita boleh saja berpandangan pesimis. Dan dua-duanya juga bisa menghasilkan sesuatu yang nyata bagi individu, tetapi tidak bagi bangsa dan bagi masyarakat. Lagi pula e pandangan pesimis itu akan menghabiskan energi yang tidak berdampak konstruktif. Tetapi kalau pandangan optimis itu saya kira ee menghabiskan energi yang berdampak konstruktif. Nah, karena itulah saya kira pikiran yang paling baik itu adalah pandangan optimis. Sekali lagi, optimis dan pesimis itu energi yang dikeluarkannya relatif sama, tetapi dampaknya yang berbeda. Tentu kalau kita tetap berkhidmat, berkhidmat dan setia pada pencapaian visi Indonesia Emas 2045 tadi, kita harus mengambil posisi optimis dan kita yakin apa yang kita kerjakan di dunia pendidikan itu memberikan dampak yang konstruktif bagi tercapainya Indonesia emas. Tentu kita harus sadar bahwa kita bukan satu-satunya yang bisa ee membereskan Indonesia emas itu. Ada sekian puluh aktor, ada sekian puluh sektor yang harus ber ee bekerja sama dengan kita ini. Untuk sains dan teknologi pendidikan saja kita membutuhkan banyak pihak. Tidak hanya dunia pendidikan, tidak hanya bidang kemendasmen, tidak hanya guru-guru, para pendidik di sekolah-sekolah, di pondok-pondok pesantren, di madrasah, tetapi juga kantong-kantong penelitian misalnya brida ee Badan Riset dan Inovasi Daerah Jawa Timur. Mereka bertanggung jawab pada pengembangan sains dan teknologi, riset-riset sains dan teknologi juga BRIN Badan Riset dan inovasi nasional, demikian juga lembaga-lembaga sejenis yang lain. Jadi intinya kita adalah aktor kecil saja di dalam semesta aktor dalam rangka mencapai Indonesia emas tadi. Nah, saya kira inilah kesadaran yang harus kita pikirkan bersama-sama. Indonesia, Emas, dan Asta Cita itu sekarang menekankan pendidikan, sains, dan teknologi. Meskipun bisa dirinci atau dalam bahasa kita dibreakdown ee menjadi bermacam-macam menjadi 8 menjadi 10 Astacita menjadi enam. Tetapi intinya e kalau kita lihat Indonesia, Emas dan Asta Cita itu menempatkan pendidikan sains, dan teknologi pada tempat yang sangat terhormat. Itulah pengungkit, itulah fondasi perekonomian kita tidak akan berjalan dengan baik. Tadi Pak ee Joko sudah menyampaikan ee persoalan bagaimana ee kualitas ee anak-anak kita atau lulusan kita yang membuat ee perkembangan ekonomi kita, perkembangan bisnis kita, ketenagakerjaan kita tidak berkembang semestinya. karena ee perbedaan semangat atau orientasi employer dan entrepreneur tadi. Nah, saya kira inilah yang harus kita ee sadari bersama bahwa pendidikan dan sains teknologi merupakan fondasi bagi tercapainya sektor-sektor lain, sektor ee ekonomi, sektor politik, sektor bisnis dan sebagainya yang akan mendorong Indonesia ini mencapai ee apa yang dihajatkan tadi Indonesia emas. kita tidak bisa me ee negasi itu lagi. Kalau kita keliru menegasi dan kita berpandangan pesimis, maka selesai pendidikan sains dan teknologi kita juga tidak akan ee terus berkembang. kita juga tidak akan bisa menyaksikan bagaimana ee anak-anak kita dengan sains, teknologi, dan pendidikannya itu bisa mendorong, bisa mewujudkan apa yang dihajatkan pada Indonesia Emas tahun 2045 tadi. Nah, di situlah saya kira kita punya kewajiban merealisasikan tiga hal tadi, yaitu pendidikan yang bermutu, teknologi yang bermutu, sains yang bermutu tinggi, juga tiga hal ini saya kira tiga serangkai yang memiliki ee keterkaitan tidak terpisahkan sebagai suatu fondasi Yang penting. Jika tiga hal ini bisa dilakukan, saya kira proses pencerdasan bangsa itu bisa kita lakukan. Jadi, pencerdasan bangsa hanya mungkin kita lakukan jika kita menyelenggarakan pendidikan bermutu, pengembangan sains, dan juga pengembangan teknologi yang tentu saja relevan. Saya ingin menyebutnya yang dibutuhkan karena teknologi-teknologi destruktif itu tidak diperlukan. Itulah yang membuat negara-negara gagal. Kita perlu teknologi hijau, kita perlu ee teknologi yang adaptif, kita perlu teknologi yang relevan dengan kebutuhan-kebutuhan Indonesia ke depan khususnya Jawa Timur. kita juga ee membutuhkan sain yang memang diperlukan bagi ee pengembangan ee berbagai sektor bangsa ini. Kita ingin misalnya makan bergizi gratis, tetapi apakah makan bergizi gratis itu ditopang oleh infrastruktur atau prasarana atau bahan-bahan kita kesulitan. Telur saja belum tentu cukup. daging juga belum tentu cukup. Nah, ini kan mendorong kita harus mengembangkan sain. Bagaimana sains ee bisa bereksperimen menghasilkan misalnya ee pangan-pangan lokal yang mendor yang bisa menguatkan, memperlama ketahanan belajar kita. perlu diketahui bahwa anak-anak kita, jadi anak-anak kita mulai PAUD, mulai PAUD prasekolah sampai SD ya bahkan sampai SMA SMA, MTs ee MA dan sejenisnya itu SMK itu daya tahan belajarnya 2 jam per hari. Ini kan kurang. Jadi kita harus meningkatkan ketahanan belajar. Untuk meningkatkan ketahanan belajar ya, maka kita harus memberikan asupan yang bukan hanya bergizi, tetapi yang dibutuhkan untuk tahan belajar itu. Di situlah maka kita harus mengembangkan pangan yang khusus. Kalau impor terus jebolah ee segi-segi ee finansial kita ee fiskal kita akan ambrol di situ. Nah, di situlah saya kira saing ditantang. Tetapi tidak mudah menciptakan saintis itu prosesnya harus sejak awal. Nah, ini saya kira satu ilustrasi saja ya, bahwa kita sebenarnya juga bertanggung jawab atas terbentuknya suatu disiplin, satu bidang yang kita sebut sains yang kita butuhkan tadi. Ini ilustrasi dalam MPG. Belum lagi susu, kita harus susu. Susu itu tidak cukup kalau kita ee terbatas saja pada yang sudah ada. Misalnya di Koperasi Sai Pujon dipakai untuk anak seJawa Timur saja tidak cukup. Cukupnya mungkin 1 bulan atau 3 bulan. Padahal ini harus berkelanjutan. bagaimana kita bisa ee menciptakan suatu formula, suatu teknologi, suatu ilmu yang memungkinkan bahwa ee produktivitas ee kualitas susu itu bisa meningkat tanpa menimbulkan ekses-ekses yang lain. Ini saya kira prinsip dari pencerdasan kehidupan bangsa. Nah, pertanyaan kembali semuanya ujungnya bagi saya itu Indonesia itu ee akan mencapai Indonesia emas 2045 itu bila manusia atau bangsa kita bermutu. Kembali lagi ee pertanyaan yang harus ee kita jawab, sudah menyelenggarakan pendidikan berdaulat? Kadang-kadang urusan asesmen saja kita tidak berdaulat, kita sibuk dengan pizza misalnya. Loh, pendidikan kita itu untuk membentuk anak-anak kita bermutu atau agar skornya itu mentereng di ranking-ranking PISA saja hanya untuk ee apa ya kemasan-kemasan ee popularitas, viralitas dan ee apa ya statistika ee prestasi-prestasi itu. Tetapi yang real tidak terwujud. Nah, ini saya kira hal kecil. tadi ada yang menyampaikan sistem pembelajaran juga demikian. Apalagi ee semakin tinggi semakin tinggi kita semakin tidak berdaulat. Jadi kedaulatan pendidikan saya kira juga kedaulatan ee pembelajaran, kedaulatan infrastruktur pembelajaran atau sarana dan prasarana pembelajaran, kedaulatan kurikuler. Saya kira itu juga satu hal yang penting. Janganlah kita selalu membuat kurikulum berasaskan studi banding. Selalu saja kurikulum berbasis studi banding. bukan kurikulum berbasis realitas kehidupan rakyat Indonesia ini, bangsa Indonesia ini. Nah, ini saya kira hal kecil pendidikan berdaulat yang harus kita pikirkan. Kemudian pendidikan maju. Apakah kita sudah menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan ee kebutuhan yang ada di Jawa Timur misalnya? Apakah proporsi SMA SMK 70 30% itu layak dilanjutkan? Apakah itu membuat kita maju? Memang SMK kemudian banyak yang meminati, tetapi juga sering mendapat olok-olok SMK menciptakan banyak pengangguran, SMA tidak. SMK dulu dihajatkan untuk masuk ke sektor pekerjaan. Jadi ke sektor ee kebekerjaan employability. Tetapi nyatanya sekarang itu saya perhatikan ya, baik di media sosial maupun di media-media cetak yang ada. Kepala-kepala sekolah itu sangat bangga kalau kepala SMK itu sangat bangga kalau sekian ratus lulusannya masuk perguruan tinggi A B CD dan itu umum bukan melanjutkan spesifikasi yang telah ditekuni di SMK ini. Begitulah akhirnya kita menyaksikan pendidikan yang terputus-putus tidak berkesinambungan. Nah, karena itu pertanyaan pentingnya pendidikan berkelanjutan ini sudahkah kita ee kerjakan? Saya kira pesan dari Gur ee sebuah lembaga survei di Eropa itu mengatakan ee keberlanjutan dan respek terhadap guru itu adalah fondasi bagi keberhasilan pendidikan itu berlaku di mana saja. Nah, apakah kita sudah melakukan itu pendidikan yang berkelanjutan? Jangan sampai kita terjebak pada dalam tanda petik politik revisionis. Setiap pejabat merevisi apa yang sebelumnya. Setiap ee ganti pemerintahan merevisi yang sebelumnya bikin repot dan menghabiskan energi kita. Kadang-kadang kita bersegang ee juga begitu, kadang pulang juga begitu, kadang-kadang kita ee sibuk di sekolah karena sesuatu yang tidak ee berkelanjutan itu. Jadi, egosentrisme dan ee apa ya? narsisme sektorer itu harus kita hentikan atau ee kita luruskan agar kita ee menemukan suatu pendidikan yang berkelanjutan sehingga kita bisa mengukur yang ee seharusnya. Mari kita ambil misa pendidikan bermutu untuk semua yang sekarang menjadi slogan Kementerian Pendidikan dan ee Pendidikan Dasar dan Menengah itu itu sudah dicetuskan oleh UNESCO sejak tahun ee 1973 di dalam eh Act Education for all. Tetapi kita silih berganti memperhatikan dan tidak sekarang baru diperhatikan lagi ya. Saya kira inilah yang membuat kita lambat mencapai apa yang kita hajatkan sendiri. Nah, Bapak, Ibu sekalian ee saya tidak ingin berandai-andai yang banyak, banyak teori sekali. Tapi saya ingin mengingatkan bahwa manusia dan bangsa yang bermutu itu saya kira pesan dari Forum Ekonomi Dunia pada tahun 2016 itu relevan bagi kita. Kalau kita ingin menjadi bangsa global, kita ingin bermain di lingkungan internasional, kita ingin menjadi warga negara global atau keluarga dunia global, kecakapan abad 21 itu ee menjadi penting. Nah, saya ingin mengulang sedikit saja. Ada tiga di dalam kecakapan abad 21 yang dirumuskan oleh Forum Ekonomi Dunia yang memang berfokus pada bagaimana menggerakkan dan meningkatkan ekonomi dunia tentu dengan pembangunan masing-masing itu ee sektor pendidikan itu diamanati dengan kecakapan abad 21 itu 2016-2017 itu dokumennya sangat rinci yang sebagian-sebagian juga kita adop Dopsi dan kita adaptasi di Indonesia. Saya kira pertama itu literasi yang tinggi. Nah, literasi kita sudah tinggi atau masih rendah? Saya tidak ingin menjawab karena sudah tersedia banyak data yang berbeda-beda. Menurut PISA misalnya ee nilai PISA kita itu 99% berada di level 1 dan level 3. Hanya kurang dari 1% yang berada di level 4 sampai 6. Ini kan menandakan ee tingkat literasi kita dan tingkat kompetensi kita. kita juga sudah sering mengeluhkan meskipun ee atau melagukan nada sumbang tentang ee peringkat literasi kita nomor 61 dari 62 meskipun itu tidak akurat misalnya kita juga memiliki aku baca aku baca bagaimana studi literasi itu. Nah, kompetensi saya kira ee kita bisa melihat meskipun sekali lagi tidak tidak holistik, tidak komprehensif tapi parsial atau bahkan bahasa canggihnya itu parokial. Serpih-serveih begitu karena kita tidak punya desain asesmen yang ee bisa terpercaya. ini juga menyulitkan perguruan tinggi. Pengalaman saya menyulitkan sekali sehingga perguruan tinggi terpaksa dan mau tidak mau menyelenggarakan tes kembali karena tidak ada satu sistem asesmen yang ee berwibawa kemudian bisa menebak apa yang memang ada terjadi. Nah, kemudian ketiga karakter tadi sudah banyak sekali diulas oleh Pak Marimandator dengan pertanyaannya Pak Joko dan juga Pak eh Aris Agus tadi juga mengatakan karakter bagus ini. Saya tidak ingin berkomentar tetapi ini sudah merupakan pekerjaan lama yang tidak pernah selesai juga karena berbagai ee hal yang kita ee apa ya kita hadapi pada zaman Orde Ebu. Kalau tadi disebut nilai karakter Pancasilais itu 458 nilai lalu jadi 13 nilai kemudian pada zaman ee sebelum ini jadi ee 6 nilai sekarang jadi 8 nilai dan seterusnya kita sibuk dengan perubahan-perubahan jumlah angka sehingga lalai untuk melaksanakannya. Nah, karakter ini menjadi problematis. Nah, saya ingin menambahkan satu yang tidak ada di dalam kecakapan abad 21, yaitu jati diri. Jati diri yang kokoh. Saya sering melihat orang-orang yang tidak mencintai negerinya sendiri, negeri Indonesia ini. Saya kira itulah sumber kelemahan jati diri. Ketika kita tidak mencintai, maka ee apa yang ada misalnya pasar saham itu makin tidak punya mata. dalam waktu sekejap tidak untung akan hilang ee sekian juta saham misalnya. Jadi, jati diri ini menjadi sinar cemerlang di dalam batin kita yang sekarang itu redup ee inner innerlich gitu. Jadi, satu pendar-pendar cemerlang di dalam hati kita yang sudah mulai redup. Nah, karena itu kita harus membangun jati diri. Banyak diulas ya. Tapi menurut hemat saya jati diri di tengah globalisasi, di tengah penyeduniaan ini, di tengah transnasionalisasi ini menjadi sangat penting. Tidak cukup banyak karakter. karakter kata banyak pihak itu selalu eh thinking eh feeling dan eh behavior selalu itu. Tetapi siapa yang menyangga karakter bagus apa tidak itu jati diri. Nah, kita itu tidak memiliki itu. Menurut saya beda dengan mohon maaf saya ingin membandingkan sedikit. Orang di Belanda itu lebih senang naik sepeda. 24 juta sepeda. Padahal penduduknya 17 juta. Jadi sepeda lebih banyak. Mobil jarang, semua orang senang berjalan dan seterusnya. Dan kalau libur keliling dunia rekreasi, kita menyangka mereka orang kaya. Padahal tidak. Mereka adalah orang-orang yang sudah tidak ingin kaya raya. Karena semuanya begitu. Nah, kalau ditanya dia mengatakan, "Kami bisa membeli macam-macam dan bisa kaya raya, tetapi itu bukan kami. Kami sepeda, kami keliling dunia." Saya kira inilah jati diri itu. Karakter bisa berkembang dari situ. Nah, kita yang lemah bukan hanya karakter literasi tetapi juga jati diri. Ini kita sudah sering mengatakan jati diri. Jati diri, jati diri. Tetapi apa? Jati diri yang kita didikkan, kita belajarkan, kita hayatkan pada anak-anak kita ini pada diri kita. Itu menjadi pertanyaan yang harus kita jawab. Nah, kondisi nyatanya bagaimana? Kembali lagi silakan ee Bapak, Ibu, sahabat-sahabat saya semuanya bagaimana merenungi ini bagaimana literasi bangsa kita, bangsa Indonesia ini. Literasi kita itu masih terombang-ambing di lautan yang penuh badai. Tidak semuanya. Karena pengalaman berliterasi tidak membawa kecerahan, tidak membawa lampu ee penerangan yang terang kepada masa depan orang. Syukurlah di Jawa Timur jauh lebih landai, jauh lebih ee apa ya tenang ya lautnya begitu sehingga tidak bermasalah. Tetapi di tempat-tempat lain literasi itu problem. Problem pokoknya adalah tidak ada ekosistem. literasi yang baik di Indonesia ini. Bahkan di wilayah-wilayah yang menjadi apa ya proyek-proyek nasional dan internasional terutama perkebunan besar mulai pertanian, kelapa sawit dan sebagainya itu masyarakatnya cenderung kembali ke buta huruf dan tidak ingin belajar ee aksara dan bahasa Indonesia. Silakan ee Bapak Ibu melihat buku-buku laporan. misalnya ee masyarakat di Sulawesi itu, masyarakat adat di Sulawesi itu menarik diri untuk buta huruf kembali dan ee tidak bisa berbahasa Indonesia karena pengalaman mereka setelah bisa beraksara dan bahasa Indonesia hutan adat mereka hilang hanya oleh secarik kertas dalam tanda tangan yang disebut MOU itu yang sepenuhnya tidak mereka ketahui. Silakan baca buku ee Setan Bermata Runcing. Jadi di banyak tempat di Indonesia literasi itu juga dianggap setan bermata runcing. Padahal itu amanat global forum ekonomi dunia dan amanat kita diang di dalam RPJMN literasi itu menjadi salah satu di antara sekian banyak indikator manusia bermutu. kualitas manusia Indonesia itu harus dicirikan oleh literasi yaitu literat. Tadi kompetensi saya kira sudah banyak konjungturnya ee sangat beragam. Saya kira di tempat kita ada kesenjangan, ada ketimpangan tingkat kompetensi ee katakanlah 4C yang di ee amanatkan dalam forum ekonomi dunia yang juga dikembangkan. Saya membuat generalisasi saja. Yang saya maksud masih sangat timpang itu ee bisa berarti antara pendidikan dasar di Jawa Timur dengan di luar Jawa Timur dengan di Jawa dengan luar Jawa. bisa juga antara di ee MA, SMK dan ee SMA atau bahkan ada variasi-variasi kecil di dalam pendidikan ee non formal ya misalnya paket C gitu ya. Nah, ini ee kompetensi yang timpang ini saya kira juga ee membuat kita harus memfokuskan perhatian, harus mengerahkan energi ekstra berat. Di situlah saya kira ee kita melihat paling tidak saya melihat teman-teman guru dan tendik itu bekerja keras bukan hanya banting tulang tapi juga jungkir balik untuk bisa menyelenggarakan ee pendidikan yang sebaik-baiknya untuk membentuk kompetensi yang sebaiknya. Apalagi tadi sudah disebutkan oleh Pak Mariman ee kesenjangan guru, ketimpangan guru, ketimpangan jumlah, ketimpangan kualitas, ketimpangan kesejahteraan itu terjadi. Nah, ini saya kira yang ee menimbulkan pencapaian pencerdasan kehidupan bangsa itu menjadi seperti ngegas ngerem yang yang sekelompok ngegas, yang sekelompok lain ngerem itu. Nah, karakter saya kira sudah banyak yang ee mengeluh. Ee ada juga yang ee memberi contoh bagus. Tapi persoalan pokok di Indonesia itu saya kira karakter itu sulit terbentuk karena tidak ada teladan. Satu itu. Kedua, tidak ada ekosistem ee sosial budaya yang baik yang mendukung karakter. kita berhadapan dengan suatu kekosongan atau kehampaan gravitasi nilai. Itulah yang membuat ee saya kira karakter itu menjadi dilematis. Ada sebuah kasus di Kota Malang misalnya seorang siswa, tidak seorang, beberapa siswa ramai saja di luar kelas mengganggu guru yang sedang mengajar. si guru itu keluar kemudian bukan menempeleng, saya kira hanya memegang mungkin menempeleng kecil-kecil dalam arti mengingatkan dalam arti kasih sayang pada siswa itu jangan ramai. yang terjadi kemudian diadukan orang tuanya ee ke polisi. Jadi sedikit-sedikit juga terjadi ee pengaduan secara legal yudisial itu ee usaha-usaha untuk mendidik dalam arti mendidik karakter itu. Jadi ini repot ini bagi saya kalau boleh usul begitu. Kalau dalam Undang-Undang BUMN saja yang namanya komisaris dan direksi tidak boleh ditangkap KPK di dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yang baru nanti. Guru dan tendik tidak boleh diperkarakan hukum. Dipkarakan hukum pada saat melaksanakan proses pendidikan. tentu ee itu membutuhkan perjuangan kita bersama. Kalau tidak, maka teman-teman guru kita semua ini selalu dihadapi ee kecemasan saja. Nah, ini saya kira ee problem karakter kita yang pokok. Yang kedua itu ee tidak adanya suatu relasi sosial yang saling ee mendukung penciptaan ee karakter yang kita inginkan bersama-sama. Sekolah sudah banting, tulang, hancur lebur, ee membentuk karakter. Luar sekolah anak-anak itu sama sekali tidak ada sistem kendali, tidak ada sistem proyeksi. Para antropolog mengatakan bahwa masyarakat yang baik, masyarakat yang harmoni harus ada sistem nilai yang memproyeksikan dan mengendalikan orang perorang itu sehingga tunduk pada satu tatanan sosial. Nah, di sini di Indonesia kita ini kita sedang mengalami problem itu. Itu dua saja di kasus itu. Kemudian jati diri kita masih lemah dalam jati diri kita masih menjadi apa ya enlander atau mediokritas gitu ya setengah-setengah kemudian balik lagi dan seterusnya. Ini saya kira problem nyata yang tentu saja menurut impresi dan persepsi saya, Bapak, Ibu bisa memberikan data, fakta, pengalaman yang lain yang memperkaya yang nanti akan bisa menjadi satu simpulan bahwa kondisi nyata seperti itu. Lalu kita harus berbuat apa dalam sisa waktu 20 tahun ini. Nah, saya ingin menekankan literasi ini. Saya kira basis dari kompetensi karakter itu seperti dinyatakan forum ekonomi dunia itu adalah pada literasi. Karena itulah semua sekarang literasi. Saya sering menyebut sekarang itu mendadak literasi. Kalau dulu ada lagu dangdut ee ada film judul dan judul lagu ee judulnya mendadak dangdut ini mendadak literasi. Tetapi kita riuh di dalam pameran-peran, di dalam ee festival-festival, kerja-kerja literasi yang nyata. Itu yang harus kita lakukan. Kita di sekolah saya rasanya masih ee ter serpih-serpih tadi. Kita belum menyatu bahwa semua guru adalah guru literasi. Semua tenaga pendidik adalah pendidik literasi. kita belum bisa mengembangkan slogan itu. Dan jangan lupa bukan hanya di lembaga pendidikan tapi di masyarakat kita masih berhadapan dengan nilai-nilai yang menegasi suasana atmosfer, kemudian struktur yang atau nilai bahkan nilai yang mendukung literasi itu banyaklah saya kira ee lebih baik pesta, lebih baik ee ke kafe makan-makan lebih baik temannya lulus itu ee misalnya kalau di kampus-kampus sekarang itu mesti ee teman-temannya itu membeli karangan bunga crunch itu. Kenapa tidak yang lulus itu diadiai buku dan seterusnya? Mengapa kendurinya itu tidak kenduri literasi tapi kenduri ya kenduri nasi dan seterusnya. Nah, di keluarga kita nyaris ee tidak menemukan suatu model peran role model tentang keluarga literasi ini. tidak banyak. Bukan tidak ada, tetapi tidak cukup untuk ee melihat Indonesia ini di keluarga, di masyarakat kita masih bisa ee kita melihat peran-peran kecil sebagai lilin-lilin kecil yang dinyalakan, kafe-kafe, warung-warung dan seterusnya itu saya kira layak kita hargai, kita rekrut, kita pedulikan sebagai bagian dari ee upaya-upaya mendongkrak, mendorong atau menjaga mutu literasi kita. Kita lemah di dalam digital semuanya. Nah, lembaga pemerintahan dan lembaga sosial saya kira ini penting yang jarang disinggung. Kalau ee kemudian misalnya kantor-kantor Dinas Pendidikan itu A pada literasi, tidak mendukung literasi sebenarnya ya percuma saja. lembaga-lembaga sosial di luar itu tidak mementingkan itu. Misalnya RT, RW itu tidak kelurahan, tidak ee beraras pada literasi, ya kita akan sulit membangun mutu literasi kita. Tapi itulah yang kita hadapi dan kita harus ee bagaimana dengan cara begitu rupa mendorong, mendongkrak, meningkatkan literasi kita. Nah, Bapak, Ibu sekalian, bagaimana kita mendorongnya? Saya kira kita harus membangun optimisme. Saya kira tidak bisa kita membangun literasi, membangun ee pendidikan bermutu kita, membangun sains dan teknologi kita, dan secara ee umum mencerdaskan bangsa kita tanpa kita optimis bisa melakukannya. Nah, karena itulah ee saya menekankan optimisme itu ee ini tentang literasi saja. Ee saya setidak-tidaknya melihat ee tiga hal yaitu reorientasi pendidikan dan pembelajaran. Mau tidak mau ee kita harus melakukan reorientasi menyiangi mana yang tidak perlu dan kemudian merawat mana yang diperlukan. Kalau perlu menanam baru yang diperlukan. Tetapi tetap dengan koridor keberlanjutan agar perubahan itu bukanlah sebuah tikungan tajam yang membuat penumpang atau drivernya itu malah kalangkabut terjungkal. Itu kita sering menyaksikan begitu ee di dunia pendidikan kita ini. Bahkan kita sering melihat antar komponen itu offset. offside dan bahkan apa ya overlapping begitu tanpa koordinasi ya tanpa koordinasi. Sebagai contoh misalnya ini ya sekolah rakyat dikelola oleh Kemen SOS. Kemudian SMA unggulan Garuda dikelola Dikti. Kemudian ee ada sekolah untuk mencetak pemimpin bangsa. yang dinamai Taruna Nusantara dikelola Kemenha. Nah, karena itulah tidak heran anggaran kita tadi disampaikan Pak Mariman Darto tadi cuma 5% karena yang lain-lain ya untuk para penyelenggara pendidikan yang lain. Nah, kita harus reorientasi pendidikan dan pembelajaran itu. Pembelajaran kita yang seperti apa? Yang cocok untuk Indonesia, cocok untuk Jawa Timur. Nah, mengapa begitu? Saya melihat salah satu contoh saja. Banyak model pembelajaran itu tumbuh dan berkembang di dunia kontinental. Kita ini dunia arcipelego, kita dunia ee bahari dan ee daratan itu menjadi satu. Mau tidak mau ee kita harus memiliki suatu orientasi pendidikan yang menyiangi, merawat, dan apa ya mengembangkan wilayah-wilayah yang bukan daratan. Nah, kemudian ada sikap baru pendidikan kependidikan kita ya. Kita harus memiliki sikap kependidikan kita seperti tadi ya. Semua guru adalah guru literasi. Semua pendidik adalah ee tenaga kependidikan adalah guru literasi. Tenaga kependidikan adalah guru. Guru juga tenaga kependidikan tapi tidak ee tidak prioritas pertama. Karena sekarang hal-hal yang dulu katakanlah nilai hal-hal yang dulu itu dikerjakan oleh TU, TU sudah makin tidak ada ya, maka harus bisa dikerjakan sendiri akibat teknologi yang memungkinkan. Ini kan berarti sikap-sikap baru kependidikan yang harus kita kita wujudkan. Nah, politik baru pembelajaran tadi saya kira ee kita tunggu saja ee apa ya omnibus kependidikan kita. Jadi kita sedang menunggu Omnibus law pendidikan kita. Mengapa disebut saya sebut Omnibus? Karena itu delapan atau empat undang-undang mau dikepras diserasikan jadi satu. seperti dulu ee Undang-Undang Perekonomian 72 diringkas jadi Undang-Undang Cipta Kerja itu. Nah, kita sekarang sedang menyaksikan di dunia pendidikan akan dilakukan begitu. Saya dengar-dengar bukan hanya empat yang seperti yang disampaikan Pak Darto tadi, tapi malah delapan. Karena di selain itu ada undang-undang keinsinyuran, ada undang-undang pendidikan kesehatan dan lain-lain. Silakan dicari sendiri. Inilah saya kira. Mari kita optimis memandang ke depan karena memandang pesimis juga sama saja energi kita habis. Lebih baik menumpahkan sesuatu dengan cerah ceria. Meskipun mungkin hasilnya tidak seperti yang kita sangka. Tetapi setidak-tidaknya prosesnya menjadi lebih menyenangkan, lebih menggairahkan, dan lebih ee apa ya bersatu padu daripada kita ee mengembangkan sikap pesimis yang pastilah dalam proses itu loyo dan kita tidak punya semangat. Nah, siapa yang harus memulai? Saya kira tidak ada yang tidak punya tugas. Biarlah Pak Mariman Darto, Pak Menteri Pendidikan Dasar Menengah itu menjadi konseptor politik pendidikan yang tadi saya sampaikan kita, Pak mulai Pak Agus sampai kita yang berada di kelas, yang berada di jajaran pendidikan, dinas pendidikan maksud saya itu para implementer, para pelaku yang akan menjalankan ee detail-detail dari apa yang telah menjadi kesepakatan bersama. sama. Kalau itu bisa dilakukan, maka saya kira pendidikan, sains, dan teknologi ini akan memiliki peran yang signifikan di dalam mencerdaskan bangsa kita. Kalau itu bisa dilakukan, maka paling tidak kita bisa lebih optimis, kita lebih bisa melihat Indonesia cemas dan kita tidak sedang menyaksikan Indonesia lemas. Terima kasih. Saya kembalikan pada moderator. Baik, terima kasih banyak untuk Prof. Joko Sarono yang sudah memberikan satu pemaparan dan kali ini tentunya Sobat ASN kami berikan satu kesempatan untuk Anda bisa memberikan pertanyaan di sesinya dari Prof. Joko Sariono. Silakan untuk sobat ASN yang ingin bertanya kami persilakan tentunya untuk bisa sharing juga kepada Prof. Joko Sarono pada hari ini dari sisi pakar pendidikan. Kalau tadi kita sudah melihat dari berbagai sisi tentunya kurang komplit kalau tanpa dari sisi pakar pendidikan. Dan kali ini jangan lupa untuk bisa mengaktifkan tombol rais hand terlebih dahulu ketika Anda ingin bertanya ya, Sobat ASN ya. Silakan untuk Sobat ASN kami persilakan di sesi pemateri kami yang ketiga. Baik Prof. Saya juga boleh bertanya enggak nih, Prof? Boleh. Boleh ya, Prof. ya. Karena ini sangat sangat berkesinambungan sekali nih, Prof. Nah, Prof. Sebenarnya langkah-langkah awal apa saja sih? Karena kan kadang-kadang kita membutuhkan support ya kan, Prof. ya. Sedangkan kalau kita lihat dari berbagai sisi kali ini mungkin pendidikannya sudah siap tapi kadang-kadang muridnya atau juga wali muridnya juga terkadang belum siap nih, Prof. untuk berkesinambungan itu kita harus men-supportnya dari sisi yang seperti apa dulu nih, Prof. untuk mengawalinya dari sisi yang seperti apa nih, Prof? Kalau dari dilihat untuk segi pendidikan sendiri nih, Prof. Saya kira insan pendidikan ya, penyelenggara pendidikan itu harus solid dulu, solid. Ee sungguh-sungguh senang. Memang mereka sudah bekerja keras ya, sudah ee menumpahkan pikiran, tenaga ee tetapi sering langkahnya itu tidak ee tidak saling terangkai gitu. Nah, karena itu kita harus keluar dari kepompong ee kotak-kotak kita agar kita bisa ee solid ya. Tadi kalau dikatakannya solid, solid untuk melakukan upaya-upaya pendidikan. Tentu pendidikan bermutu yang memang bisa merangkul semua ee elemen pendidikan, elemen pelaksana pendidikan. Setelah itu barulah kita bisa ke ee siswa. Nah, kalau orang tua agak susah sebenarnya di di Indonesia karena berbagai faktor ketenagakerjaan dan ekonomi itu mengakibatkan banyak orang tua pasrah bongkokan kepada sekolah. bukan hanya ee bukan hanya orang tua dalam arti anaknya yang sudah SMA, SMK atau MA, tetapi pertumbuhan yang sangat tinggi ee tempat penitipan anak dan sejenisnya itu gambaran bahwa orang tua muda juga kerepotan dengan anak-anaknya dan tidak mau berpikir banyak. mungkin memikirkan pekerjaannya sudah pusing eilan keliling. Kalau tujuh keliling kan bintang tujuh ya. Betul. Kalau keliling itu NU gitu. Baik ya. Nah tek ini kelet. Jadi saya kira itulah e dan kita ee solid dulu. Eh, ada satu nasihat manajerial saya kira dari Maxfell itu yang mengatakan eh perubahan selalu datang dari diri pelaku sendiri. Kalau itu tidak dilakukan, maka tidak bisa perubahan itu bergerak mencapai tujuan. Nah, saya kira pendidikan juga begitu. Kita harus solid dulu. He. Nah, di situlah saya kira orang-orang seperti tadi Pak Joko sampai Pak Aris itu ee tidak bicara banyak lagi tentang leadership. Kita itu zamannya leader leadership. Jadi leadership bukan leadership tapi leadership. He. Jadi kita sedang ee menggeser kepemimpinan bukan lagi mempertahankan beginilah kepemimpinan itu. Kita sedang menjadi mencari formula yang paling ee mujarab bagi persoalan kita. Terima kasih. Terima kasih, Prof. Dan kali ini boleh dong, Prof. diberikan closing statement untuk sobat ASN yang telah hadir seluruh Indonesia. Apa nih pesannya nih, Prof? Pesannya ya musim tidak selalu hujan, musim tidak selalu kemarau, musim kadang-kadang juga hijau. Dan dunia pendidikan kita, dunia pencerdasan kehidupan bangsa, dunia untuk mencapai atau konteks ekosistem untuk mencapai Indonesia emas itu juga begitu. Tetapi kita tetap harus siap dengan segala musim. orang yang hebat bisa mencapai tujuan, bisa mencapai visi. Tadi kata Pak Joko, Indonesia yang berdaulat, Indonesia yang maju, Indonesia yang berkelanjutan, pendidikan yang bermutu untuk semua adalah orang-orang yang tidak bingung, tidak kacau, tidak kalangkabut dengan musim yang berubah-ubah. Karena kita mampu memahami segala musim itu dan menyiapkan perangkatnya. Saya kira begitulah kita kalau meniru nelayan, nelayan seperti apapun badai kondisi laut tetap berangkat. Kalau angin kencang, maka layar yang diubah-ubah. Kita perlu mengubah-ubah strategi cara dengan tetap terus berjalan untuk mengerjakan apa yang kita hajatkan untuk mencapai pendidikan bermutu untuk semua bangsa yang cerdas. Kemudian Indonesia emas itu kalau itu dilakukan kita bukan hanya bahagia dan gembira tetapi kita juga puas dengan apa yang telah kita lakukan. Perkara tercapai apa tidak itu saya kira sebuah dinamika yang selalu di luar dugaan kita. Karena setiap kerja kita memiliki intended impact dan unintended impact. Di situlah kita akan terpukau pada apa yang kita hasilkan. Terima kasih. Terima kasih, Prof. Tentunya untuk closing statement yang sudah disampaikan kali ini. Kami ucapkan terima kasih banyak tentunya untuk Prof. Dr. Joko Sariono, MPD. Untuk waktu yang sudah diluangkan dan juga materi sebagai pemateri kami yang ketiga. Terima kasih, Prof. Kita berikan tepuk tangan yang meriah Bapak dan Ibu, Sobat ASN di mana pun Anda berada. Terima kasih, Prof. Semoga nantinya kita bisa bertemu untuk sharing kembali lebih dalam lagi. Terima kasih, Prof. Sehat selalu. Terima kasih. Sama-sama, Prof. Dan kali ini Sobat ASN usai sudah acara webinar ASN Belajar seri ke-1725 yang mengusung satu tema membangun bangsa yang cerdas menuju Indonesia Emas 2045. Dan kali ini saya Devi Santi mengucapkan terima kasih banyak untuk Anda sobat ASN di mana pun berada. Jangan lupa link presensinya diisi ya, Sobat ASN ya. Dan tentunya kali ini kami ucapkan terima kasih banyak untuk kehadiran Anda. Berjumpa lagi di ASN Belajar seri berikutnya. Wassalamualaikum. warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat selalu. Sampai [Tertawa] [Musik] [Tepuk tangan] jumpa. Zaman yang terus bergerak. Sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. menjadi ASN berakhlak mulia, siap menyongsong Indonesia emas. [Musik] ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia tukang tekad pantang menyerah jadi berkualit Kita [Musik] [Tepuk tangan] [Musik]