Transcript
opp0TmJMnIE • ASN Belajar Seri 17 | 2025 - Membangun Bangsa Yang Cerdas Menuju Indonesia Emas
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0228_opp0TmJMnIE.txt
Kind: captions
Language: id
Terus
bergerak sambut dengan penuh
semangat. Saatnya kita
melangkah. Hadapi segala
tantangan. Tingkatkan setiap
kompetensi untuk pelayanan
berdampak. Bersama
ASN
belajar. Ciptakan SDM unggul
berprestasi.
[Musik]
selalu inisiatif dan
kolaboratif untuk inovasi yang
berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak
mulia siap menyongsong Indonesia emas.
[Musik]
ASM belajar
wujudkan
pemerintahan berkelas dunia satukan
tekad pantang
menyerah jadi ASNAR
berkualitas belajar
wujudkan
pemerintahanku telah
dunia tekad pantang
menyerah jadi
[Musik]
berkuit sama
[Musik]
He.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita
semuanya dan semoga tentunya Sobat ASN
di mana pun Anda berada selalu sehat
walafiat dan juga diberkahi oleh Allah
Subhanahu wa taala. Nah, pagi ini sobat
ASN di ASN Belajar seri ke-17 tahun 2025
kita mengusung satu tema yaitu membangun
bangsa yang cerdas menuju Indonesia
emas. Dan tentunya kali ini Bapak dan
Ibu, pembangunan sumber daya manusia
menjadi satu kunci utama dalam
mewujudkan visi Indonesia Emas
2045 dan tentunya untuk memaksimalkan
potensi demografi, kualitas pendidikan,
dan juga kompetensi masyarakat termasuk
aparatur sipil negara atau ASN harus
terus ditingkatkan sebagai pelayanan
publik dituntut untuk memiliki kapasitas
intelektual dan juga profesional
tentunya agar dapat mendukung
transformasi birokrasi dan juga
pembangunan nasional. Nah, tentunya
Bapak dan Ibu, Sobat ASN dalam
menghadapi satu tantangan globalisasi
dan juga revolusi industri 4.0, ASN
dituntut menguasai ilmu pengetahuan,
teknologi, dan juga inovasi pembelajaran
sepanjang hayat menjadi kebutuhan mutlak
terutama dengan kemajuan teknologi
digital yang memperluas akses informasi.
tentunya Sobat ASN akan dibahas tuntas
di webinar ASN belajar seri ke-17 tahun
2025. Dan kali ini Sobat ASN tentunya
untuk Anda. Tanpa berlama-lama lagi
marilah bersama-sama kita membuka acara
pada pagi hari ini tentunya dengan
sambutan yang akan disampaikan oleh
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Provinsi Jawa Timur. Kepada yang
terhormat Bapak Dr. Ramlianto, SPMP.
Kami persilakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita semuanya. Sobat ASN
di seluruh tanah air. Selamat bertemu
kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini Kamis tanggal 8 Mei 2025, ASN
Belajar telah memasuki seri yang ke-17.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi yang tulus atas antusiasme
sobat ASN di seluruh negeri untuk terus
mengikuti secara aktif program ASN
belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih
kami, kami selalu berkomitmen sekaligus
terus berikhtiar untuk menyajikan
topik-topik pengembangan kompetensi yang
menarik, kekinian, dan tentu berdampak
secara nyata terhadap peningkatan
kompetensi dan kinerja aparatur sipil
negara di Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-17 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka turut serta
menyemarakkan pemikiran dalam momen Hari
Pendidikan Nasional yang baru saja kita
peringati pada tanggal 2 Mei yang lalu.
Karena itu, ASN Belajar seri ke-17 tahun
2025 ini mengangkat topik membangun
bangsa yang cerdas menuju Indonesia
emas.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam ASN belajar bahwa topik menarik
ini akan kita bahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya. Sabat ASN di seluruh tanah
air telah menjadi kesepakatan kolektif
bangsa bahwa pendidikan adalah lentera
yang tak boleh padam sejenak pun.
Dia harus terus menyala dari lorong
sejarah hingga masa depan yang panjang.
Menerangi jalan anak bangsa menuju
kesejatian manusia. Manusia yang
berpikir merdeka, berhati nurani bening,
dan bertindak untuk kemaslahatan
semesta. Ia tidak semata cerdas secara
intelektual, tetapi juga mantap secara
spiritual dan santun secara sosial.
Manusia yang bijak dalam mengambil
keputusan, tangguh dalam menghadapi
tantangan, dan luhur dalam menjaga
nilai-nilai kemanusiaan.
Sobat SN di seluruh tanah air, momentum
Hari Pendidikan Nasional yang mengambil
tema partisipasi semesta wujudkan
pendidikan bermutu untuk semua
mengingatkan kita bahwa mencerdaskan
kehidupan bangsa bukan hanya amanat
konstitusi tetapi panggilan nurani
kolektif bangsa. Di sanalah pendidikan
menemukan martabatnya bukan sekedar
proses transmisi ilmu, tapi juga proses
memanusiakan manusia.
Di tengah dunia yang berubah
akseleratif, pendidikan tidak lagi cukup
jika hanya mengisi kepala dengan rumus
dan hafalan. Ia harus menumbuhkan daya
nalar, menyuburkan kepekaan sosial, dan
membentuk karakter luhur yang siap
menghadapi tantangan segala
zaman. Mencerdaskan anak bangsa berarti
mempersiapkan mereka tidak hanya untuk
bekerja, tetapi untuk hidup. Tidak hanya
untuk bersaing, tetapi juga untuk
berempati dan
berkontribusi. Pendidikan harus menjadi
jalan pulang bagi anak-anak yang mencari
makna dan arah di tengah hirup pikuk
dunia. Pendidikan yang mencerdaskan
harus hadir dalam segala bentuk dan
ruang. Di kelas, di rumah, di alam, di
dunia digital, anak-anak bangsa mesti
didampingi bukan hanya untuk menjadi
pintar, tapi untuk juga menjadi bijak.
Saat ini kita sedang membangun sistem
pendidikan yang membuka ruang refleksi,
menantang rasa ingin tahu, dan
menguatkan rasa tanggung jawab sebagai
warga negara dan warga
dunia. Momentum Hari Pendidikan Nasional
adalah ajakan untuk membangun masa depan
dari ruang-ruang belajar hari ini. Sebab
dari sanalah lahir generasi yang bukan
hanya cakap menghadapi tantangan, tapi
juga punya cita-cita luhur untuk
memajukan bangsanya.
Pendidikan adalah benih dan setiap anak
adalah lahan yang subur. Jika kita
menanam dengan hati dan pengetahuan,
bangsa ini akan tumbuh menjadi peradaban
yang terang dan
bermartabat. Sobat ASN di seluruh tanah
air. Lalu bagaimana kita membangun
arsitektur pendidikan yang mampu
mencerdaskan anak bangsa dari segala
dimensinya dalam rangka menyongsong
Indonesia Emas 2025. Nah, untuk membahas
cerdas dan tuntas topik ini, kami telah
mengundang para narasumber luar biasa
yang sudah barang tentu sangat kompeten
di bidangnya. Kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada para
narasumber hebat yang telah berkenan
hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada SatN di
seluruh tanah air. Pertama, kami
menyampaikan terima kasih kepada yang
terhormat Bapak Dr. Marimandarto, S.,
M.Si. SI. Beliau adalah staf ahli
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
Republik Indonesia bidang manajemen
Talenta. Yang kedua, kami menyampaikan
terima kasih kepada yang terhormat Bapak
Dr. Aris Agung Pawa, SSTP, M.M. Beliau
adalah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi
Jawa Timur yang syarat dengan prestasi.
Dan yang ketiga kami menyampaikan terima
kasih kepada yang terhormat Bapak Prof.
Dr. Joko Sarono, M.Pd. Beliau adalah
akademisi dari Universitas Negeri Malang
yang sangat aktif dalam berbagai
kegiatan literasi. Nah, Sobat TSN, mari
kita simak dengan seksama webinar SN
belajar seri ke-17 tahun 2025. Semoga
bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih
tentunya kepada Bapak Dr. Ramlianto,
S.P., MP. selaku Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur. Nah, Bapak dan Ibu,
Sobat ASN kali ini yang telah hadir,
inilah saatnya kita akan memasuki
pemateri sesi yang pertama. Namun
izinkan saya untuk dapat menyapa
pemateri kita yang pertama. Tentunya
tidak lengkap rasanya mengangkat topik
pendidikan tanpa menghadirkan Kepala
Dinas Pendidikan selaku penanggung jawab
pelaksanaan teknis di tingkat provinsi.
Nah, bagaimana kiprah beliau dalam
mengawali kebijakan pemberdayaan SDM
para ASN di wilayah kerjanya
masing-masing. Dan kali ini Bapak dan
Ibu, kami akan hadirkan beliau yang
pernah menjadi pejabat Walikota Batu
Jawa Timur dari tahun 2023 sampai dengan
2025. Dan tentunya beliau saat ini
menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan
Provinsi Jawa Timur. Yang terhormat
inilah Bapak Dr. Aris Agung Pawai, SSTP,
M.M.
Asalamualaikum, Bapak. Selamat pagi.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, Mbak Devi.
Bagaimana kabarnya Bapak? Sehat?
Alhamdulillah sehat. Suara saya jelas
kedengaran? Sangat jelas dan juga sangat
jernih sekali, Bapak. Dan kali ini
tentunya Sobat AS juga sudah tidak sabar
nih Bapak Aris untuk bisa menyimak
pemaparan yang akan disampaikan dan juga
tentunya triks dan juga tips apa
tentunya Sobat ASN yang bisa lakukan
kali ini. Nah, untuk itu kepada Bapak
Aris kami persilakan
ya. Terima kasih Mbak Devi. Jadi
sebenarnya pagi ini saya bergabung
dengan ASN Belajar seri ke-17. bukan
memaparkan apa yang perlu saya
sampaikan, tapi ini bagian dari sharing
kita semua tentang bagaimana
perkembangan pendidikan di Jawa Timur
dan juga Indonesia di mana kita akan
membangun Indonesia Mars
2045. Ee perlu saya menyapa dulu kepada
kita semua di Sobat ASN Belajar seri
ke-17 ini. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, salam
sejahtera untuk kita semua. Om
swastiastu, Namo Buddhaya, salam
kebajikan. Shalom. Yang saya hormati
tentunya dan yang saya muliakan seluruh
narasumber ASN Belajar seri 17 tahun
2025. Yang pertama tentunya terima kasih
Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur yang
telah mengundang kami untuk bergabung ke
ASN Belajar seri ke-17. tentunya sangat
berbahagia buat kami dan sangat
terhormat bisa diundang forum yang
tentunya sangat berharga bagi kita semua
para ASN bukan hanya di Jawa Timur
bahkan di seluruh Indonesia yang telah
bergabung pada kesempatan ini. Ngomong
pendidikan tentu tidak akan ada
habisnya. Ngomong pendidikan tentu
menjadi gairah buat kita semua bagaimana
kita meningkatkan kompetensi kita, ilmu
kita, dan juga wawasan kita. Yang saya
hormati yang kedua narasumber kita juga
mungkin insyaallah sudah hadir bersama
dengan kita semua. Bapak Prof. Dr. Joko
Saryono, M.Pd., pakar pendidikan dan
juga guru besar Universitas Negeri
Malang. Ee beliau juga sangat eksert di
bidang pendidikan. Mudah-mudahan nanti
akan memberikan pencerahan buat kita
semua. Yang ketiga yang mewakili Bapak
Menteri Bapak Dr. Marimandarto, S.,
M.Si., SI, Staf Ahli Bidang Manajemen
Talenta Comun Daksmen. Ee alhamdulillah
juga mungkin insyaallah beliau sudah
hadir bersama-sama kita dan seluruh ASN
belajar, sobat ASN yang saya banggakan
dan saya hormati di seluruh Indonesia
yang mengikuti forum ini. Temanya sangat
luar biasa karena yang diangkat adalah
membangun bangsa yang cerdas menuju
Indonesia Emas 2045.
Tentu akan menjadi pertanyaan kita semua
apa yang telah kita lakukan ee di bangsa
ini terkait dengan bagaimana kita
menyiapkan diri Indonesia Mars 2045.
Tentu membangun ini adalah tentu
mempunyai ET yang sangat tinggi dengan
juga perlu strategi yang cukup tinggi.
Di mana Bapak Ibu sekalian ee forum ini
adalah forum yang menurut saya adalah
bagian yang tepat untuk kita semua
membahasnya. Kenapa saya katakan tepat?
karena 2045 tidak terasa sebentar lagi
akan kita hadapi dan tentu tantangan,
rintangan, dan juga isu-isu strategis
banyak yang harus kita hadapi bersama.
Maka membahas bagaimana membangun bangsa
yang cerdas tentu perlu
strategi-strategi khusus yang kita
lakukan bersama. Saudara-saudara, Sobat
ASN yang saya banggakan, Indonesia kini
berada pada titik krusial. Kenapa saya
katakan krusial? Karena yang tadi saya
sampaikan tahun 2045 itu sudah di depan
mata kita. akan menjadi momentum sejarah
yang tentu akan kita hadapi sebagai
bagian dari memperingati 100 tahun
kemerdekaan bangsa Indonesia. Namun
pertanyaannya adalah sudahkah kita
menyiapkan SDM yang unggul, berkualitas,
dan siap menghadapi tantangan global?
Nah, ini kan pertanyaan yang menarik
buat kita semua para sobat ASN yang
mengikuti forum ini. Tentu kita
membutuhkan ee pendidikan yang punya
pondasi utama terutama bagaimana
tertuang di dalam materi yang telah kita
susun bersama tentang pilar pembangunan
cerdas yang mencakup seluruh sendi-sendi
pendidikan yaitu berkualitas ee inovasi
teknologi, infrastruktur yang modern dan
itu tidak cukup karena pendidikan tidak
lagi hanya mengajarkan tentang
pengetahuan dasar melainkan harus
bagaimana kita mengintegrasikan antara
keterampilan kompetensi yang dihadapi di
abad 21 yaitu berpikir kritis,
komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan
dan karakter yang kuat. Nah, tentu ini
yang harusnya menjadi dasar buat kita
agar nanti ee Sobat ASN kita sudah bisa
menyiapkan generasi-generasi penerus
kita. Generasi-generasi yang tentunya
akan menjadi pelanjut kita yang
menyiapkan diri di Indonesia Mars 2045.
Kita sadar atau tidak sadar bahwa
anak-anak kita yang sekarang
berpendidikan di tingkat sekolah
menengah, mereka ini adalah
generasi-generasi yang nanti akan
melanjutkan estafet Indonesia Mars 2045.
Kenapa? Karena usia-usia mereka ini kan
rata-rata usia umur 15, 16, bahkan
sampai 17 dan 18. Nah, kalau kita hitung
nanti ke depan sampai dengan 2045,
berarti merekalah yang generasi-generasi
yang akan memimpin negara ini. Nah,
negara-negara maju seperti Finlandia ya,
Finlandia, Korea Selatan, Jepang ini
telah membuktikan bahwa investasi pada
pendidikan anak usia dini termasuk yang
sekarang berpendidikan, termasuk ee
sekolah menengah, mereka adalah bagian
bibit-bibit yang sudah disiapkan
bagi-bagian dari integrasi antara
pendidikan dan teknologi sebagai bagian
dari kemajuan. Di dalam kunci kemajuan
teknologi itu adalah pendidikan sendiri
yang mereka lakukan. Di saat yang sama,
negara-negara berkembang seperti
Vietnam, India sudah menunjukkan
lompatan signifikan di dalam penguatan
SD melalui digitalisasi dan reformasi
pendidikan. Nah, ini akan menjadi tolak
ukur bagi kita di Indonesia. Apakah
Indonesia tidak tertinggal dari
negara-negara maju yang tadi kami
sebutkan bahkan negara-negara yang
berkembang yang juga saya sebutkan. Nah,
namun kita masih bisa menghadapi
berbagai masalah, terutama kita harus
bisa memetakan isu-isu strategis seperti
apa sih yang kita hadapi di terhadap
dunia pendidikan untuk mengembangkan
kualitas SDM yang dimiliki oleh
Indonesia. Tentu kita menyadari bahwa
isu strategis yang harus kita lihat
adalah pertama adalah ketimpangan
kualitas dan akses pendidikan antar
wilayah. Nah, ini kan menjadi poin
penting kita juga bahwa isu strategis di
bidang pendidikan adalah salah satunya
adalah ketimpangan kualitas dan akses
pendidikan antar wilayah. Indonesia
memiliki banyak pulau, Indonesia banyak
ee berbagai macam suku, adat, dan
lain-lain. Dan itu tentu akan
mempengaruhi terhadap kualitas dan akses
pendidikan. Kenapa? Masih banyak
daerah-daerah kita yang terpencil jauh
di pelosok-pelosok yang tentu tidak
semua bisa mengakses pendidikan yang
secara merata bisa mereka nikmati.
terutama para guru-guru kita yang sangat
terbatas. Nah, ini menjadi tantangan
tersendiri dan menjadi isu strategis di
dalam pengembangan pendidikan di
Indonesia khususnya juga di Jawa Timur.
Yang selanjutnya adalah rendahnya
literasi digital. Mau tidak mau kita
sadari bahwa ee walaupun di genggaman
kita, anak-anak kita sudah menggenggam
yang namanya gadget, tapi tidak
digunakan sebagai bagian penguatan
literasi bagi mereka. Lebih banyak
kepada hal-hal yang penguatan-penguatan
di media sosial.
mungkin juga ee hal-hal yang lain,
mungkin game dan lain-lain yang tidak
ada ee sangkut pautnya dengan
peningkatan pendidikan yang harus mereka
dapatkan. Maka oleh sebab itu, Bapak,
Ibu sekalian, di mana kurikulum
kebutuhan terhadap industri masa depan
ini harus menjadi bagian yang perlu kita
ee siapkan. Ini juga termasuk dari
bagian dari isu strategis. Maka oleh
sebab itu, Bapak, Ibu sekalian, Sobat
ASM yang isu strategis lainnya adalah
minimnya kolaborasi pendidikan dengan
dunia usaha dan teknologi. Nah, kenapa
ee kami menyampaikan bahwa ini adalah
bagian salah satu isu strategis? Karena
banyak dari anak-anak kita atau
murid-murid kita yang sekarang ini
bersekolah baik di SMA maupun SMK mereka
kurang terhadap pemahaman bagaimana
dunia usaha dan dunia teknologi yang
mereka hadapi saat ini. Apalagi
perkembangan dunia ini kan begitu cepat
yaitu globalisasi, perang dagang yang
harusnya mereka bisa tangkap
peluang-peluang ini menjadi bagian dari
kesempatan untuk mereka untuk bisa
mendapatkan informasi-informasi untuk
penguatan literasi mereka. terutama
literasi kompetensi yang harus dihadapi.
Nah, untuk itu ee Sobat ASN, pemerintah
pusat dan pemerintah daerah harus bisa
bersinergi secara
strategis. Apa langkah-langkah strategis
yang bisa diambil? Yang pertama adalah
kita berharap dari pemerintah pusat dulu
bahwa untuk menyusun kebijakan nasional
pendidikan yang futuristik dan inklusif
maka tentu membutuhkan peningkatan
anggaran yang tidak sedikit. Jadi selain
tidak sedikit tentu harus kita harapkan
bisa lebih merata dari seluruh daerah.
Tadi saya sampaikan kan isu strategisnya
permasalahan yang kita hadapi adalah ee
akses masyarakat terhadap pendidikan itu
tidak merata karena ada daerah-daerah
kita yang terpencil, daerah-daerah kita
yang jauh yang di mana mereka bisa belum
bisa mengakses pendidikan. Maka oleh
sebab itu pemerintah pusat harus bisa
bagaimana caranya agar pendidikan
kebijakan nasional ini bisa futuristik
dan inklusif. maka tentu anggaran harus
bisa merata di semua lini termasuk di
semua wilayah termasuk di Jawa Timur itu
sendiri. Dan yang tidak kalah pentingnya
adalah bahwa pendidikan harus tepat
sasaran. Kita berharap bahwa pendidikan
ini jangan sampai anggaran yang sudah
dikeluarkan oleh pemerintah pusat ya
untuk pemerataan pendidikan, peningkatan
kualitas pendidikan dan juga mutu
pendidikan. Tapi tentu kita harapkan
jangan sampai salah sasaran yang
akhirnya tidak bermanfaat bahkan tidak
bisa memberikan dampak yang positif
terhadap perkembangan pendidikan dan
juga pembangunan SDM yang ada di
berbagai wilayah termasuk yang ada di
Jawa Timur. Nah, kita berharap bahwa di
dalam membangun ekosistem pendidikan
tentu kita berharap bahwa semuanya harus
berbasis teknologi dan juga bagaimana
kita bisa meningkatkan kompetensi
kewirausahaan. Nah, pemerintah pusat
harus bisa melihat bagaimana potensi
ini, terutama SDM yang ada di berbagai
wilayah, termasuk di Provinsi Jawa
Timur, di seluruh Indonesia. kita harus
bisa menangkap peluang-peluang ini.
Karena banyak SMK kita lulusannya ya
mereka mungkin lulus tapi dengan lulus
ya tidak mempunyai kompetensi keahlian
tertentu yang memang diharapkan di dalam
dunia saat ini atau ee kebutuhan
terhadap pangsa pasar, pangsa kerja yang
dibutuhkan terhadap lulusan SMK. Begitu
juga ee anak-anak kita yang lulusan SMA.
Mereka banyak yang kaget begitu masuk di
perguruan tinggi ternyata apa yang
mereka dapatkan di SMA, ilmu-ilmu yang
mereka dapatkan, akademik yang mereka
dapatkan, kurikulum yang telah disusun
ternyata tidak linear dengan apa yang
mereka dapatkan setelah mereka masuk di
perguruan tinggi. Nah, tentu ini
penguatan terhadap ee berbasis teknologi
dan juga bagaimana mereka menyiapkan
literasi-literasi kompetensi tentu kita
harapkan melalui sekolah-sekolah yang
sudah disiapkan saat ini, terutama di
sekolah menengah. Nah, bagaimana peran
pemerintah daerah apakah itu pemerintah
provinsi maupun pemerintah kabupaten
kota. Kita berharap bahwa
mengimplementasikan kebijakan pemerintah
pusat yang tadi saya sampaikan tentu
tidak hanya di dalam bentuk konseptual
saja. Kita ingin bahwa ini bisa langsung
bisa disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
Kenapa saya katakan kebutuhan lokal?
Karena setiap daerah Bapak, Ibu
sekalian, Sobat ASN tidak sama. Jawa
Timur kebutuhannya dengan Jawa Barat
dengan kebutuhannya dengan Sulawesi,
Kalimantan, dan lain-lain. Tentu
berdasarkan kebutuhan kearifan lokal
yang diinginkan. Maka bagaimana
pengembangan SDM-nya, bagaimana
pengembangan terhadap pendidikannya,
maka tidak boleh kita kesampingkan
terhadap kebutuhan lokal yang
diinginkan. Bisa saja daerah-daerah
tertentu kebutuhan lokalnya terhadap SDM
yang dibutuhkan harus disesuaikan dengan
pangsa pasar dan pangsa kerja yang ada
di sana. Kecuali kalau memang
kebutuhannya adalah untuk kebutuhan yang
lebih besar lagi. Apakah dia akan
dikirim atau akan belajar di luar negeri
atau akan bekerja di luar negeri, ya.
ini kebutuhannya memang ee terpisahkan.
Namun pemerintah daerah harus bisa
memetakan ini. Yang selanjutnya adalah
memberdayakan sekolah melalui manajemen
berbasis data dan hasil belajar. Nah, ee
kita sering mengesampingkan terhadap
hasil mutu pendidikan bagi anak-anak
kita yang ada di sekolah. Ya, kita bisa
melihatlah pada saat proses anak-anak
kita melalui PPDB yang masuk di sekolah
negeri yang tertentu, yang dirasa hebat
dan juga mungkin sekolah-sekolah swasta
yang punya prestasi sangat luar biasa,
kita bisa melihat hasil lulusannya ini
yang betul-betul yang kita ingin lihat
dampaknya linier. Artinya mereka begitu
masuk di sekolah menengah mereka tidak
perlu lagi beradaptasi terlalu lama,
tapi mereka sudah tahu, sudah bisa
dengan berbasiskan data yang kita
hasilkan dari proses hasil belajar ini.
Maka saya berharap bahwa indeks sekolah
tidak hanya bagian dari momentum kita
mengetahui bagaimana prestasi ee si anak
ini atau murid ini atau anak didik kita,
tapi kita berharap bahwa juga kita
melihat
kompetensi-kompetensi dan skill anak
tersebut. dari hasil yang kita dapatkan
di proses pendidikan apakah itu 3 tahun
dan 3 tahun berikutnya di tingkat
tertentu. Nah, Bapak, Ibu sekalian,
Sobat ASN yang kami
banggakan. Yang di lain hal tentang
bagaimana pemerintah daerah mempunyai
peran adalah bagaimana kita menyiapkan
kompetensi guru yang tentu harus lebih
meningkat. Tenaga kependidikan juga kita
harus bisa melihat bagaimana mereka
meningkatkan pendidikannya secara
berkelanjutan. Kita bisa melihat bahwa
Bapak, Ibu sekalian di dunia teknologi
saat ini anak-anak kita ini tidak lagi
berharap gurunya sebagai seorang guru
yang mengajar satu arah. Kan enggak
bisa. Karena anak-anak kita ini ya kalau
kita bisa simpulkan mereka lebih cerdas
daripada kita. Mereka lebih cerdas
kepada gurunya. Kenapa? Mereka belajar
dari gadget. Mereka belajar dari dunia
teknologi yang mereka genggam saat ini.
Apa saja mereka bisa dapatkan. apa yang
disampaikan guru pada saat itu di dalam
kelas mereka bisa langsung berkomunikasi
dengan gadgetnya mendapatkan apa yang
mereka inginkan. Apakah itu yang
pola-pola yang kita gunakan saat ini
kepada guru dan tenaga pendidik kita
yang ada di sekolah? Tidak. Tentu kita
berharap para guru ini bisa menjadi
fasilitator buat anak-anak kita, menjadi
teman, sahabat buat anak-anak kita. dan
berprosesnya itu tentu kita berharap
mereka bisa mengungkit daya pikir
mereka, daya kritis mereka sehingga kita
mendapatkan generasi-generasi yang
cemerlang, generasi generasi yang begitu
mereka mendapatkan suatu permasalahan
mereka kritis dan tahu bagaimana
memecahkan permasalahan itu dan itulah
gunanya dan manfaatnya guru bisa menjadi
fasilitator buat mereka. Hadirin ee
sobat ASN seri ke-17 ASN Belajar yang
saya hormati, saya banggakan.
Transformasi pendidikan bukan lagi
menjadi pilihan. Jadi sesuatu yang
menjadi keniscayaan buat kita semua.
artinya sudah harus menjadi bagian dari
kehidupan kita, tidak bisa kita elakkan
lagi. Maka oleh sebab itu kita harus
bisa mencetak generasi tidak hanya
cerdas ya, tapi secara ee keseluruhan
kita berharap mereka juga adaptif,
kreatif, dan berintegritas. Terutama
mereka harus kritis. Kenapa saya katakan
ini? Tentu kita berharap bahwa ee Bapak,
Ibu sekalian, Sobat ASN, kalau
pendidikan kita hanya berdasarkan
akademik, maka kita tidak akan
menghasilkan anak-anak yang betul-betul
ee siap mentalnya untuk bisa menghadapi
dunia globalisasi yang begitu cepat,
termasuk bagaimana dunia yang saat ini
mereka harus hadapi yang begitu cepat
perkembangannya. Maka oleh sebab itu,
kenapa saya katakan tadi membutuhkan ee
anak-anak didik atau SDM kita yang
adaptif, kreatif, inovatif, dan
berintegritas. Kalau ini bisa dimiliki
oleh mereka semua ya yang diajarkan yang
ditransfer knowledge oleh guru-gurunya
sebagai fasilitator di lingkungan
sekolah, saya yakin membangun SDM
Indonesia Emas 2045 tidak muluk-muluk
bagi saya, bagi kita semua bahwa itu
akan terwujud. Nah, namun tentu kita
berharap dengan membangun kebersamaan
ini dan juga tekad dan kemauan kita
untuk meningkatkan kompetensi ilmu ya,
adaptasi anak-anak kita, kreativitas
anak kita, inovasi anak-anak kita, maka
tentunya mereka akan siap untuk bersaing
tidak hanya di tingkat ee daerah ya di
mana mereka tinggal, tapi di tingkat
nasional bahkan internasional. Kita bisa
melihat anak-anak kita ini banyak sekali
sekarang yang ee berani sekali mereka
ikut kompetensi-kompetensi tingkat
internasional sampai mereka ke luar
negeri dengan kepercayaan yang tinggi
dan bahkan mereka menghasilkan prestasi
yang sangat luar biasa. Ini kan wujud
bahwa mereka ini tidak kalah bersaing
dengan SDM-SDM yang ada di luar negara
sana, baik negara-negara maju maupun
negara-negara berkembang. Buktinya
mereka begitu kembali ke Indonesia,
kembali ke sekolahnya bisa menunjukkan
prestasi yang sangat luar biasa. Nah,
tentu Bapak, Ibu sekalian ee banyak hal
juga yang menentut kita harus menjadi
bagian memperhatikan bagaimana tampilan
ee dunia global saat ini di mana masa
SDM ini perlu kita lakukan regenerasi.
Nah, kita harapkan
ee membangun SDM Indonesia yang tidak
hanya untuk mampu bersaing di tingkat
nasional yang tadi kita sampaikan, tapi
juga internasional. Kita berharap
tampilan sebagai pemain global di masa
depan tentu menjadi harapan kita
bersama. Masa depan Indonesia tidak
hanya dimulai dari ee saat ini, tapi
kita berharap ee di berbagai ruang-ruang
publik bisa kita bangun literasi
anak-anak kita. Ya, karena anak-anak
kita ini dengan adanya gadget saya
melihat, kita menyaksikan bersama kurang
anak-anak kita terhadap
literasi-literasi, bahan-bahan mereka
untuk mengembangkan kompetensi ilmu
mereka. Jadi mereka hanya membaca
sesuatu yang ada di gadget tanpa ada
penguatan-penguatan literasi. Di mana
buku yang dulu menjadi pegangan sekarang
sudah banyak yang ditinggalkan. Maka
kita berharap ruang-ruang kelas hari ini
harus menjadi bagian ruang-ruang yang
hidup untuk membangun SDM yang
cemerlang, SDM yang cerdas, SDM yang
siap untuk menghadapi Indonesia emas.
Tentunya investasi terbesar kita adalah
bukan hanya sebagai bagian dari
infrastruktur di
sekolah, apakah itu infrastruktur beton
atau sarana prasarana lain, tapi yang
kita butuhkan adalah kecerdasan
anak-anak bangsa. Nah, ini Bapak, Ibu
sekalian, Sobat ASN ee Belajar seri
ke-17. Kita berharap bahwa apa yang
menjadi tumpuan harapan Indonesia Emas
adalah bagaimana kita menyiapkan SDM
yang unggul mulai dari sekarang ya.
Apakah di usia dini yang sekarang ini
masih berproses, apakah itu di PAUD, di
TK, masuk mereka di tingkat SD sampai
mereka melanjutkan di tingkat SMP dan
akhirnya mereka masuk di sekolah
menengah. Kita berharap bahwa pendidikan
mereka ini betul-betul bisa berdampak
terhadap individu mereka maupun
bagaimana kita menyiapkan
generasi-generasi yang hebat di tahun
2045 yaitu Indonesia Emas yang kita
harapkan bahwa ini bukan hanya slogan,
bukan hanya harapan, bukan hanya
tumpuan, tapi betul-betul bisa terwujud
dengan apa yang kita cita-citakan karena
ini adalah investasi masa depan.
Investasi yang tidak bisa kita pungkiri.
investasi yang menjadi bagian dari
ikhtiar kita agar negara Indonesia bisa
siap berkompetisi dengan negara-negara
maju, dengan negara berkembang sehingga
Indonesia tidak ketinggalan dengan
apapun yang terjadi. Apakah itu
teknologi yang begitu canggih,
digitalisasi yang begitu cepat, dan juga
perang dagang yang dihadapi Indonesia
saat ini. Saya yakin ee anak-anak kita
yang nanti akan melanjutkan
kepemimpinan-kepimpinan nasional pasti
akan siap untuk menghadapi itu. ini
Bapak Ibu sekalian yang bisa dapat saya
sampaikan pada kesempatan momen ASN
belajar seri
ke-17. Senang sekali saya bisa bergabung
ee yang kesekian kalinya mungkin baik
saya sebagai Kepala Dinas Pendidikan
maupun sebagai ee PJ Walikota Batu pada
saat itu saya bergabung di ASN Belajar.
senang melihat perkembangan-perkembangan
yang terjadi yang dilaksanakan oleh
teman-teman BPSDM yang sangat inovatif,
yang kreatifnya sangat luar biasa
sehingga ASN belajar ini masih
berlangsung sampai dengan saat ini.
Karena kita tahulah momentum-momentum
ASN kita untuk terus mengupdate diri itu
kan agak sulit dengan rutinitas yang
dilaksanakan sekarang dengan pekerjaan
yang begitu padat, tugas-tugas yang
begitu juga luar biasa. tentu mereka
harus butuh upgrade dirinya dengan
upgrade diri ya salah satunya dengan ASN
belajar yang sudah diinovasi oleh e
BPSDM Provinsi Jawa Timur. Banggalah
kita bahwa BPSDM Jawa Timur terus
memberikan dampak yang positif terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan dan
kompetensi para SN kita bahkan bukan
hanya di Jawa Timur juga di seluruh
Indonesia. Sukses selalu untuk ASN
belajar di seri ke-17 ini. Sangat
menarik topiknya. Mudah-mudahan nanti
Pak Joko dan juga dari staf ahli dari
kementerian bisa memberikan pencerahan
kepada kita semua. Kami mohon maaf izin
ee tidak dapat mengikuti secara ee
seluruhnya dari kegiatan SM Belajar ini
karena ada kegiatan kami yang harus kami
ikuti dan tidak dapat ditinggalkan
karena sudah teragenda sebelumnya.
Sekali lagi terima kasih. Salam sukses
untuk ASN belajar seri ke-17.
Mudah-mudahan ini bermanfaat buat kita
semua. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih kami ucapkan
kepada Bapak Dr. Aris Agung Paw, SSTP,
MM. Kita berikan tepuk tangan yang
meriah, Bapak dan Ibu. Terima kasih
Bapak untuk kehadirannya pada pagi hari
ini. Dan tentunya untuk Sobat ASN Bapak
mohon izin apakah kita juga bisa
melanjutkan dengan sesi sharing sejenak
untuk bisa dengan memberikan tanya jawab
kepada sobat ASN pada hari ini? Mungkin
satu penanya Bapak kalau boleh satu
penanya boleh. Masih ada waktu sekitar 5
menit ya. Baik, silakan Bapak dan Ibu
silakan untuk bisa melakukan rise hand
kali ini karena kesibukan Bapak Aris
Agung Pawai kali ini juga sebagai Kepala
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur
juga akan ada melakukan kegiatan
kembali. Kami persilakan untuk Anda
dapat memberikan
pertanyaan. Hanya untuk satu penanya
Bapak dan Ibu. Mohon maaf untuk
keterbatasan waktu pada hari ini.
Silakan Bapak boleh diperkenalkan Bapak
dengan siapa dan dari
mana. Boleh di-unmute terlebih dahulu
Bapak. Mohon maaf Bapak belum terdengar
suaranya di kami di studio. Boleh
di-unmute. Baik. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Bapak Aris, saya Kasih hati
dari SMA Negeri 1 Ngoro, Mojokerto,
Bapak. Ya, alhamdulillah ee luar biasa
untuk materi kali ini ada tiga pilar
pembangunan cerdas yang Bapak terangkan
pendidikan berkualitas, inovasi
teknologi dan infrastruktural. Dan yang
saya tanakan Bapak, bagaimana strategi
transformatif yang holistik dan
berkelanjutan yang dapat
diimplementasikan bagi kami sebagai
pendidik di SMA Negeri 1 Ngorong
Mojokerto, Bapak untuk mewujudkan
pendidikan berkualitas, merata, dan
menggunakan inovasi teknologi dan
menjadi ee generasi emas di tahun 2045.
Terima kasih Bapak. Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh. Wabarakatuh. Terima kasih
banyak untuk pertanyaannya dan kami
persilakan kepada Bapak Aris Agung Pawai
untuk dapat menjawab pertanyaan
ya. Terima kasih. Salam ketemu lagi.
Perasaan baru 2 hari lalu kita ketemu,
Pak. Nah, nggih ee pertanyaannya sangat
luar biasa karena memang di lingkungan
vokasi atau khususnya pendidikan vokasi
ini menjadi tantangan tersendiri buat
kita semua. Saya sudah sering menekankan
kepada ee semua teman-teman pendidikan
ya, guru dan tenaga kependidikan di
berbagai wilayah, bagaimana pendidikan
ini bisa berdampak bagi semuanya. Jadi
bukan hanya berdampak bagi siswanya atau
muridnya ee juga guru dan tenaga
pendidikannya, tapi kita ingin bahwa
berdampak secara nasional. Jadi mereka
lulus, mereka berhasil menempuh
pendidikan sampai dengan berakhir. Tapi
mereka bisa menularkan
pendidikan-pendidikan ini ee secara
holistik kepada siapapun termasuk
lingkungannya, dunia kerjanya kalau
mereka sudah diterima di dunia kerja
maupun di perusahaan-perusahaan di mana
mereka berharap bisa di ee diterima.
Nah, oleh sebab itu, Bapak, Ibu
sekalian, pertanyaan ini menjadikan
bagian pengungkit kita semua bahwa
ternyata ee pilar terhadap perkembangan
pendidikan atau SDM menjadi poin penting
buat kita semua di dalam memberikan ee
tugas dan tanggung jawab kita sebagai
pendidik terutama ee teman-teman
pendidikan ya, guru dan tenaga
pendidikan di mana ee pilar yang paling
penting adalah pendidikan ini sekali
lagi saya katakan harus terjangkau Ya,
ini yang penting. Yang penting kalau
tidak terjangkau dan tidak terakses oleh
ee masyarakat ya tentu tidak mungkin ada
ada pendidikan yang bisa merata di
seluruh Indonesia atau di seluruh
wilayah kalau tidak kita lakukan ee
bagaimana keterjangkauan pendidikan
sendiri. keterjangkauan itu bukan hanya
terkait dengan di mana sekolah itu
berada ya, tapi bagaimana sekolah itu
bisa berada di tengah-tengah masyarakat,
terutama pembiayaannya mungkin ya ee
ketersediaan guru dan tenaga
pendidikannya dan juga infrastrukturnya.
Nah, termasuk yang tadi saya sampaikan
finansialnya ya. Pilar selanjutnya
adalah bagaimana kualitas pendidikan itu
bisa berdampak bagi semuanya. berdampak
itu artinya bahwa proses pembelajaran
dan kurikulum itu harus bisa linier.
Selama ini, Bapak, Ibu sekalian, saya
mohon maaf kalau bagian dari ee evaluasi
saya secara pribadi sebagai Kepala Dinas
Pendidikan dan juga mungkin teman-teman
dari kementerian. Selama ini kan setiap
5 tahun kita berganti kurikulum ya. Jadi
kurikulum 5 tahun sebelumnya mungkin
teman-teman guru di tanah pendidikan
belum selesai menghadapi kurikulum yang
lama sudah berganti dengan kurikulum
yang baru dan itu harus butuh regulasi.
Begitu regulasinya ditetapkan,
teman-teman harus belajar lagi, harus
menyesuaikan lagi. Guru dan tenaga
pendidik ini ee kalau saya melihat,
kalau saya berkeliling ke sekolah,
rata-rata mereka bingung apa sih
sebenarnya yang harus kita siapkan bagi
anak-anak kita ini ke depan. Setiap ee
waktu kami harus menyesuaikan kurikulum.
Nah, kami berpikir kenapa tidak sih kita
buat peta jalan pendidikan di Indonesia?
Apakah untuk ee 100 tahun ke depan, 30
tahun ke depan, 25 tahun ke depan
sehingga kita mendapatkan proses ee guru
yang berkualitas termasuk murid yang
betul-betul mempunyai mutu dan prestasi
yang cukup cemerlang. Karena apa? Karena
mereka berhadapan dengan kurikulum yang
tentunya sudah punya kepastian ya.
Kalaupun nanti ada perkembangan dunia
yang begitu cepat yang kita hadapi saat
ini kan tinggal mengisi saja ya. Tinggal
mengisi saja. Nah, oleh sebab itu yang
menjadi pilar yang tadi saya sampaikan
yang kedua adalah kualitas dan
pembelajaran yang ada di dalam kurikulum
yang tentunya kita berharap relevan
termasuk teknologi pendidikan itu
sendiri. Selanjutnya adalah kita
berharap ada relevansi dari proses
pendidikan itu yaitu link and match ya.
Pasti jenengan paham bagaimana dunia
kerja ini harus punya link and match
antara pendidikan vokasi kemitraan
antara industri dan juga kewirausahaan.
Nah, saya berharap Bapak, Ibu sekalian,
para kepala sekolah saya sering tekankan
Bapak, Ibu sekalian, janganlah kita
bekerja dengan rutinitas terhadap
pendidikan. Kalau kita tidak punya
inovasi, bahkan kita tidak melompat
keluar ya di luar dari ring sekolah atau
di luar dari halaman sekolah, lingkungan
sekolah, maka Bapak, Ibu sekalian kita
tidak bisa berharap apa-apa dari
anak-anak kita. Kenapa? kitalah yang
harusnya menangkap peluang itu. Jadi
kalau ada peluang ee terhadap industri
dan dunia usaha, maka sekolahlah yang
memberikan jalur buat mereka, jembatan
buat mereka supaya mereka sudah bisa
melihat ada masa depan yang bisa mereka
harapkan. Kenapa? Sekolah ikut membantu
bukan hanya untuk meluluskan saja, tapi
membantu anak-anak kita bisa link and
match terhadap dunia kerjanya. Nah, yang
selanjutnya adalah kita berharap ada
tata kelola yang jelas termasuk
kebijakan-kebijakan yang inklusif bagi
semua, terutama bagaimana kita berharap
ee terkait dengan desentralisasi
pendidikan. Nah, kami berharap ee
alhamdulillah kemarin kementerian sudah
mengundang kami seluruh kepala dinas
provinsi, kabupaten, kota diajak diskusi
yang namanya rembuk nasional. Saya yakin
bahwa kalau kita sepakat dengan sesuatu
yang berasal dari bawah ke atas, saya
yakin itu adalah produk yang sangat luar
biasa. Kenapa? Karena mendengarkan
arus-arus bawah terkait bagaimana yang
dihadapi dunia pendidikan baik di
pemerintah daerah maupun di
sekolah-sekolah yang saat ini kita
hadapi. Nah, tentunya kita juga butuh
transparansi dan akuntabilitas ya. Jadi
saya berharap sekolah-sekolah ini supaya
masyarakat percaya terhadap apa yang
kita lakukan terhadap dunia pendidikan
maka tentunya harus ada transparansi dan
bagaimana akuntabilitas kita jaga supaya
masyarakat itu lega dengan apa yang kita
lakukan. Termasuk bagaimana kita
penguatan karakter pendidikan yang kita
siapkan sebagai SDM yang unggul terutama
pendidikan karakternya. ee bagaimana
kita menyiapkan sektor gizinya yang
sudah dilakukan oleh pemerintah melalui
MBG ini sudah linear betul dengan apa
yang diharapkan oleh pemerintah termasuk
lifelong planning. Jadi bagaimana
mendorong untuk terus budaya belajar
bagi murid-murid kita, budaya belajar
bagi SDM Indonesia itu terus berada di
tengah-tengah mereka. Jadi komunitas
belajar ini terus berangkit. Kenapa?
Tanpa belajar maka tentunya kita akan
menjadi generasi yang kosong. tanpa
belajar mengupdate diri kita mungkin
jadi generasi yang akan jadi malas. Nah,
itu kita berharap Bapak Ibu sekalian apa
yang tadi sudah disampaikan kepada kita
semua ini adalah proses yang sangat luar
biasa dan saya yakin jenengan bertanya
ini tentu sudah paham bagaimana
sendi-sendi yang harus kita siapkan
untuk menyiapkan generasi emas yang
nanti kita hadapi bersama. Kita hanya
menikmati saja. tapi mereka yang akan
menjalankan ee roda pemerintahan, roda
negara ini termasuk bagaimana
mengembangkan dunia teknologi yang
begitu cepat. Mungkin itu yang dapat
saya sampaikan. Terima kasih.
Baik, terima kasih banyak Bapak untuk
sesi sharingnya dan kami mohon maaf
untuk keterbatasan waktunya. Dan sekali
lagi marilah bersama-sama kita berikan
tepuk tangan yang meriah untuk Kepala
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Terima kasih banyak Bapak untuk segala
waktu yang diluangkan dan juga selamat
melanjutkan aktivitas kembali tentunya.
Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak
Dr. Aris Agung Pawa, SSTP, M.M. Dan kali
ini Sobat ASN tentunya kita akan
melanjutkan untuk di sesi yang
berikutnya. Dan kali ini Bapak dan Ibu
sebelum ke sesi yang berikutnya marilah
bersama-sama kita akan menyimak semesta
Bangkom berikut ini. Oke.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
He.
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Marilah kami junjung teguhkan diri dan
jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga
negeri. Situt melainkani bangsa dengan
akuntabilitas
tinggi.
Heb di sini tugas dengan hati.
Tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Melayani bangsa loyal tanpa
batasannya sangat adaptif dan
berkolaborasi. Bergandeng
tanggandung
tujuan jadikan ASN lebih
berakhlak bekerja sepenuh hati tulus
membantu sesama dengan bangga kami
melayani bangsa.
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan
hati. Tujuh kompetensi dalam
harmoni. Bangsa loyal tanpa
batasannya adaptif dan
berkolaborasi. Bergandeng tangan satu
tujuan untuk menjadikan ASN lebih
beragam.
mengerjas penuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami
melayani dengan bang kami
[Musik]
melayani bangsa
[Musik]
zaman yang terus
bergerak. Sambut dengan penuh
semangat. Saatnya kita
melangkah. Hadapi segala
tantangan. Tingkatkan setiap
kompetensi untuk pelayanan
berdampak. Bersama ASN
belajar. Ciptakan SDM unggul
berprestasi.
selalu inisiatif dan
kolaboratif untuk inovasi yang
berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak
mulia siap menyongsong Indonesia emas.
[Musik]
ASN belajar wujudkan
pemerintahan berkelas dunia satukan
tekad pantang
menyerah jadi ASN getar
berkualitas belajar
wujud
menerus kelas
dunia bukan tekad pantang
menyerah jadi
[Musik]
berkuar
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Marlah kami junjung teguhkan diri dan
jadikan pedoman serta
kekuatan hadir di sini untuk mengabdi
laksanakan tugas ke bangga negeri.
Memerentasut melaihani bangsa dengan
akuntabilitas tinggi.
Kami dari
sini dengan
hati. Tunjukkan kompetensi dalam
harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa
batasannya. Selalu adaptif dan
berkolaborasi. Bergandeng tangan
tanggung
tujuan untuk menjadikan ASN lebih
berakhlak.
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami
melayani
[Musik]
bangsa kami dari sini tedes dengan hati
Tujukan kompetensi dalam
harmoni. Bangsa loyal tanpa
batasannya adaptif dan
berkolaborasi. Bergandeng tangan satu
tujuan untuk menjadikan ASN lebih
beragama. Menggas penuh hati tulus
membantu sesama di rembangan kami malam.
melayani dengan mengah kami
melayani dengan kami
[Musik]
melayani bangsa
[Musik]
H
[Musik]
Hasen bua semangat
membara di era digital terus berkarya
berkolaborasi inisiatif
tinggi inovasi cemelak Jawa Timur terus
melaju bersama
BPSDN Jatim kita terus melesat untuk
Indonesia emas prestasi hebat
[Musik]
ASNU tiada yang tertinggal no one left
behind kita terus
melangkah
berkolaborasi inisiatif
tinggi inovasi cemerlang Jawa Timur
terus melaju bersama
BPSDM Jatim Kita terus melesat untuk
Indonesia emas. Prestasi hebat aset
unggur tiada yang
tertinggal. No one left behind. Kita
terus
melangkah
berkolaborasi inisiatif
tinggi inovasi cemalah. Jawa Timur terus
melaju bersama
PPSDM Jatim kita terus melesar untuk
Indonesia emas prestasi hebat bersama
kampus satelit
PPSM Jatim no one left behind ASN unggul
dan
berkualitas melesa
tinggi Indonesia jaya Yeah.
[Musik]
Semangat
membara di era digital. Terus berkarya,
berkolaborasi, inisiatif
tinggi, inovasi cempelak, Jawa Timur
terus melaju. Bersama
BPSN Jatim, kita terus melesat. Untuk
Indonesia emas prestasi hebat.
[Musik]
SN tiada yang tertinggal no one left
behind kita terus
melangkah
berkolaborasi inisiatif
tinggi inovasi cemerlang Jawa Timur
terus melaju bersama
BPSDM Jatim kita terus melesat untuk
Indonesia emas prestasi herat aset
unggur tiada yang
tertinggal no left behind kita terus
melangkah
berkolaborasi inisiatif
tinggi inovasi cemalah Jawa Timur terus
melaju bersama
PPSDM Jatim Kita terus melesar untuk
Indonesia emas prestasi hebat bersama
kampus satelit
PPSM Jatim. No one left behind. I unggul
dan
berkualitas. Melesa
tinggi Indonesia jaya.
[Musik]
[Tepuk tangan]
Zaman yang terus
bergerak, sambut dengan penuh
semangat. Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala
tantangan. Tingkatkan setiap
kompetensi untuk pelayanan
berdampak. Bersama
ASN
belajar. Ciptakan SDM unggul
berprestasi. Selalu inisiatif dan
kolaboratif untuk inovasi yang
berkelanjutan.
menjadi ASN berakhlak
mulia, siap menyongsong Indonesia emas.
[Musik]
ASN belajar wujudkan
pemerintahan berkelas dunia satukan
tekad pantang
menyerah jadi ASN getar
berkualitas belajar
wujudkan
pemerintahan kelas
dunia bukan tekad pantang
menyerah jadi
[Musik]
berkuit belajar
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
He.
Kembali lagi sobat SN tentunya masih
dalam acara webinar SN belajar seri
ke-17 yang tentunya membahas satu tema
membangun bangsa yang cerdas menuju
Indonesia emas. Dan tentunya kami sudah
menghadirkan para narasumber yang
kompeten di bidangnya pada hari ini
untuk bisa memberikan satu wawasan,
inspirasi dan juga solusi strategis bagi
pengembangan SDM ASN di seluruh
Indonesia. Nah, tentunya dengan adanya
kegiatan ini kita mengharapkan Sobat ASN
dapat menciptakan jaringan pembelajaran
antar ASN dan juga tentunya dapat
mendorong peningkatan kualitas pelayanan
publik dan tata kelola dari berbagai
wilayah pemerintahan yang jauh lebih
baik untuk ke depannya. Nah, kali ini
Sobat ASN seperti janji saya kalau kali
ini kita juga punya pemateri yang
berikutnya. Izinkan saya untuk dapat
menceritakan sedikit siapakah beliau
yang akan memberikan presentasi ataupun
juga pemateri yang kedua. Nah, adapun
narasumber kita ini adalah seorang yang
sudah mendedikasikan hidupnya dalam
pendidikan ilmu manajemen, terutama pada
bidang integritas, etika manajemen, dan
juga manajemen kerja selama lebih dari
20 tahun. Dan tentunya hadirin sekalian,
marilah bersama-sama kita akan menyimak
pemaparan yang akan disampaikan oleh
Bapak Dr. Mariman Darto, S., M.Si. SI
selaku Staf Ahli Menteri Bidang
Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Selamat pagi, Bapak.
Asalamualaikum. Mohon izin, Bapak
suaranya belum terdengar dari studio.
Selamat pagi, Mbak Devi. Selamat pagi.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Suaranya sangat terdengar
jelas di sini Bapak Dr. Mariman. Nah,
bagaimana kabarnya Bapak? Pak.
Alhamdulillah sehat-sehat. Salam dari
Pak Menteri untuk hadirin sekalian.
Nggih. Terima kasih banyak. Nah, kali
ini tentunya Sobat ASN sudah tidak sabar
ingin menyaksikan bersama, sharing
bersama untuk materi yang kedua. Dan
kali ini kepada Bapak Dr. Marimandarto,
S., M.Si.
Baik.
Oke. Ee bisa melihat bahan atau materi
saya
ngih? Bisa melihat materi saya?
Teman-teman sekalian bisa Bapak bisa
terlihat di studio Bapak. Oke. Baik.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Bapak Ibu
sekalian yang saya hormati. ya senang
sekali bis hari ini bisa hadir
bersama ee rekan-rekan sekalian dan ee
tentu ini sebuah apa sebuah ee
penghargaan kami ee apa penghan dari
teman-teman Jawa Timur terutama di BSDM
kepada Pak Menteri yang ee hari ini
mohon maaf tidak bisa hadir. salam dari
beliau karena ada tugas yang tidak bisa
ditinggalkan di
Denpasar. Dan ee ada beberapa hal yang
perlu kami sampaikan sebelum saya
menyampaikan materi ini. Pertama bahwa
ee beliau apa menyampaikan salam kepada
Bapak Ibu sekalian ee dan insyaallah di
kesempatan yang lain beliau akan hadir
ee berjumpa dengan teman-teman sekalian.
Dan yang kedua tentu ee beliau juga
menyampaikan apa? Salam hangat ee dan
terutama kepada para guru di seluruh
Indonesia dan hadirin sekalian yang
bukan profesi guru dan tentu banyak ee
kebijakan penting yang apa yang ee
beliau benar-benar ee dedikasikan untuk
bangsa ini dan terutama memang kaitannya
dengan membangun bangsa cerdas menuju
Indonesia Emas 2045 khususnya bagi
aparat negara.
Nah, kalau kita apa kalau kita baca ee
sekilas dari apa mungkin ee bahan kami
belum anu ya ee tidak apa atau gimana
ini belum bisa tampil ya. Baik Bapak
boleh kami bantu ya Pak ya untuk di
studio dari teman-teman di sana ya. Iya.
Baik kami bantu dengan rekan-rekan kami
yang ada di studio. Baik. Iya. Baik
sudah terlihat Bapak. Oke, makasih
banyak ya ee teman-teman sekalian
terkait dengan ee konteks membangun
bangsa cerdas menuju Indonesia 2045
tentu ee kita ingin ee melihat bahwa apa
sih sebenarnya yang terjadi
di45 itu tentu dengan apa dengan
beberapa data menarik yang perlu kami
sampaikan ee ke teman-teman sekalian.
Kalau kita melihat ee apa yang terjadi
di apa di ee apa Indonesia Mas 245 ini
tentu angka prediksi yang kami peroleh
dari sumber Undang-Undang Nomor 59 Tahun
2024 tentang RPJM RPJPN
2025-2045 dan ee tentu ada hal-hal yang
menarik menurut saya terkait dengan tema
ini. Kenapa kemudian kami memaparkan di
tahap awal ini ee cerita tentang visi
Indonesia
2045? Nah, kalau kita baca ee dari apa?
Dari ee Visi Indonesia Mars 2045, next
slide, maka ee Indonesia ingin
menjadikan ee negara ini sebagai negara
yang memang bersatu ya, berdaulat, maju,
dan berkelanjutan. Dan ini ditopang oleh
ee dua transformasi penting yang kita
bisa baca di apa di slide ini, di next
slide. Ee yang pertama adalah
transformasi sosial dan yang kedua
adalah transformasi ekonomi. Dua ee
transformasi yang sangat ee apa sangat
ee penting ee untuk mempersiapkan
Indonesia di apa di ee apa 2045.
Dan kalau kita melihat dari sasaran apa?
Sasaran pembangunan, maka ee lima poin
penting yang kita bisa lihat, bisa
tampak di layar adalah ee pertama ee
kita menghadapi kondisi yang apa yang
memang hari ini itu tidak ideal. Tetapi
setidaknya ee dengan apa sasaran
bangunan di 2045 ee dengan pendapatan
berkapita setara dengan negara maju maka
beberapa data ee predik apa yang
sifatnya prediktif eh di apa yang bisa
kita sampaikan ini tidak ee apa prediksi
atas apa atas eh data di internal kita
tetapi World Bank juga sama ya
mengatakan hal yang sama bahwa ee apa
ini kan perkapita Indonesia di apa di
apa di 2045 itu ada kenaikan yang cukup
apa cukup ee signifikan dari 5.500 di
saat ini ke 30 di tahun 2023 misalkan ke
30.000 ee 300 ee apa per kapita ee ini
US dollar ya per kapita. Nah, kemudian
yang kedua eh apa ini juga ee angka
prediksi yang menurut saya sih masuk
akal itu ya, bahwa kontribusi PDB di
sektor kemaritiman itu meningkat sangat
signifikan. Ada 7 poin. Jadi dari 8,1 ee
apa persen ke
15,0% misalkan. Nah, kemudian juga sama
di kontribusi PDB manufaktur. Manufaktur
juga menempati posisi yang kurang lebih
sama ee ada selisih 1 poin dari 20,8 ke
28 ee0. Kemudian yang kedua bahwa ee
prediksi apa pemerintah ee karena ini
menggunaan data pemerintah ya terkait
dengan penurunan angka kemiskinan dan ee
pengurangan terhadap ee apa terhadap gap
di apa di baik di antar wilayah gitu ya
ee maupun di ee beberapa angka apa di
generasio dan sebagainya maka ini bisa
tergambar tingkat kemiskinan ee
prentasenya juga menurun sekitar 2
sampai 3% dari 7 ee ke 0, 5 dan kemudian
gini rasio yang menunjukkan apa yang
menggambarkan bahwa tingkat
kesejahteraan kita semakin apa semakin
baik dari 0,3 sampai 0,38 misalkan ke 0,
29 misalkan. Nah, kemudian dikontribusi
PDRB di kawasan Timur Indonesia yang
menjadi kawasan yang paling apa paling
ee apa ya ee apa ya sangat apa sangat ya
kita tahu hari ini kita bicara
ketimpangan itu pasti kawasan timur
Indonesia ee ternyata ini juga mengalami
ee apa ee peningkatan sumbangannya di
apa naik di 7 kom apa cuma 1 poin jadi
dari 21,4 menjadi 28 ee5.
Nah, ini angka yang menggambarkan bahwa
ee sasaran bangunan di 2045 ee
pemerintah tampaknya yakin bahwa ini
bisa kita apa kita capai. Nah, kemudian
yang ketiga ee kalau kita melihat dari
apa dari ee pengaruh ee di dunia
internasional terutama di ee di aspek
kepemimpinan, saya rasa Presiden Prabowo
menempatkan posisinya sebagai apa?
sebagai ee sosok yang memang ee ideal
untuk mendorong tahapantahapan penting
transformasi baik sosial maupun ekonomi
ini menuju ke arah sana. Nah, kalau kita
bisa melihat dari global power index
gitu ya, ini kita bisa ee lihat di data
Pareto economics di 2023 yang diolah
oleh BAPENAS eh misalkan menunjukkan
bahwa posisi Indonesia setidaknya ee ini
meningkat dari t posisi 34 ee dunia
tahun 2023 itu menjadi 15 ee apa 15
negara dengan apa dengan pengaruh yang
cukup besar. ini tentu sangat signifikan
apa dengan apa dengan ee hal ini. Dan
yang keempat adalah kalau kita bicara di
daya saing ee sumber daya manusia yang
juga meningkat indeks modal manusia
misalkan hari ini ee di 0,56 ke kemudian
meningkat di 0,73 ee ee
0,73 dan kemudian ee terkait
dengan apa dengan perubahan iklim
misalkan ada penunan intensitas emisi di
apa di 38,93%. Nah, ini menunjukkan
beberapa fakta yang menarik. Nah, kunci
utamanya adalah ee SDM ya. Kunci
utamanya adalah SDM. Kalau kemudian kita
bicara tentang ee tema yang teman-teman
angkat, ini tema yang berusaha sangat ee
sangat penting. Nah, ee mewujudkan apa
atau membangun bangsa yang cerdas ini
tentu ee apa faktor yang paling ee apa
determinan dari apa dari apa dari
kerangka ee pembangun atau mencerdaskan
kehidupan bangsa itu tentu adalah soal
pendidikan. pendidikan dan kesehatan ee
memiliki peran yang apa sangat apa
sangat penting dalam rangka mewujudkan
ee SDM Indonesia yang unggul,
fakultitas, dan produktif. Dan faktor
yang apa yang ee paling penting saya
rasa karena memang ada keterkaitan
dengan sektor apa pendidikan, hubungan
antara sektor pendidikan dengan apa
dengan ee apa dengan penciptaan tenaga
kerja yang profesional, kemudian
terampil dan ee berkehlian, kemudian
kreatif dan inovatif dan kemudian ee
terhadap apa terhadap ee ee permoan
angka kemiskinan. Ini juga apa juga
menarik. ada beberapa data yang mungkin
nanti bisa saya sampaikan di belakang.
Nah, kalau kita baca di RPJPN ee di
2045, maka visi pendidikan ee sangat
apa? Sangat menarik gitu ya. Dan memang
ee kalau kita baca ee setidaknya bahwa
manusia profile manusia Indonesia di apa
di ee 2045 tentu ee lebih support ke
pada bagaimana kemudian ee sektor
pendidikan yang menjadi apa tolok ukur
dalam apa dalam penyiapan manusia unggul
ini mendapatkan ee perhatian lebih.
Bahkan ini yang menarik menurut saya
adalah bahkan ee kontribusi atau apa
peran apa peran ee apa kementerian kami
Pendidikan Dasar dan Menengah yang hari
ini ee kalau kita bicara tentang politik
anggaran hanya
4,5% dari porsi 20% anggaran pendidikan
itu ya ini bisa 4,9 ya 4,9 ee persidikan
yang ee anggaran pendidikan yang selama
ini di apa di quotqu ee didisikan oleh
Bapak pernah kemarin dalam konsolidasi
nasional mengatakan bahwa ini ada yang
keliru terhadap apa terhadap ee apa ee
pemaknaan 20% anggaran pendidikan itu
yang justru ee kalau kita baca di apa di
ee di sistem penganggaran kita ee hanya
4,9% dari total anggaran yang apa yang
ada ini ke sektor kita. Nah, kalau kita
baca dari ee beberapa catatan bahwa ee
taraf pendidikan tinggi ini menjadi ee
salah satu poin penting yang ee menjadi
visi kita ke depan ya. Kemudian manusia
yang ee punya karakter yang sangat
kritikal terhadap e be persoalan ini
juga menjadi bagian penting dan ee
cerdas, kreatif, inovatif, dan ee apa?
ee memiliki kecakapan literasi yang
tinggi, penguasaan IPTEK, kemudian ee
prioritas yang sangat tinggi. Ini juga
bagian dari ee apa beberapa poin yang
apa yang menjadi ee visi kita ke depan.
Nah, di samping itu secara apa dalam
kerangka atau menunjang transformasi
sosial, maka beberapa ee penguatan
demokrasi dilakukan kemudian
pengembangan karakter yang kuat dan
berkepribadian ini juga menjadi bahan ee
atau menjadi visi yang sangat penting
bagaimana sektor pendidikan bisa ee
berperan dalam rangka membangun kohesi
sosial ee ke wawasan yang
multikulturalism ee bagaimana kemudian
memahami kesetaraan ee harmoni di antar
warga dan sebagainya. nya itu berakhlak
mulia, bermartabat dan berintegritas.
Kemudian penguatan identitas sejati diri
dan ee apa dan ee memiliki wawasan
global. Nah, kalau kita lihat ya ee
kenapa kemudian ee revisi terhadap
Undang-Undang Sisdiknas dilakukan ya di
apa di ee apa ini inisiatif DPR yang
ditempatkan di kementerian ini, maka
akan tampak gitu bahwa ada empat soal
atau empat transformasi yang ingin kita
lakukan. pertama bahwa ee visi Indonesia
45 ee dengan ekonomi yang maju, yang
kuat yang ditopang oleh taraf pendidikan
penduduk yang baik, status kesehatan
gizi dan yang bag ee dan gizi yang
bagus, kesehatan gizi yang bagus dan
penguasaan ITEK dan inovasi ini tentu
harus menjadi apa menjadi arah ee
bagaimana kemudian redesain terhadap
sistem pendidikan Indonesia ini bisa
dilakukan. Yang kedua, kita juga
memahami bahwa perubahan sosial budaya
dan demograsi ee demografi antara lain
karena ee ada persoalan urbanisasi yang
terjadi dari desa ke kota. Kemudian
bonus demograsi yang ee demografi yang
hari ini ee apa ee apa kita hadapi.
Kemudian preferensi terhadap layanan
pendidikan yang juga harus apa harus
sesuai. Ini juga menjadi isu yang e
menarik ee isu transformatif yang e
kaitannya dengan pendidikan Indonesia.
termasuk struktur perekonomian Indonesia
mengalami transformasi mendasar ini dari
apa dari agraris kemudian industri
ekonomi kreatif ekonomi digital dan
sebagainya. Trand skipar kerja Indonesia
juga mengalami perubahan yang menurut
saya sangat apa sangat menarik dan ini
tentu kita berharap ee menjadi poin-poin
penting kenapa kemudian ee membangun
atau mewujudkan bangsa yang cerdas ini
juga akan juga melihat beberapa fenomena
yang terjadi ee saat ini dan ke depan.
Nah, kalau kita melihat dari struktur
apa ee kerangka kalau kita melihat apa
ee kerangka besar ee pembangunan ee SDM,
maka kita juga harus bisa melihat betapa
ee apa SDM Indonesia hari ini ya, hari
ini hampir 70% ini adalah ee atau
merupakan ee anak-anak di usia yang
sangat muda. Nah, kalau ini yang ee
terjadi, maka tentu beberapa tuntutan
juga harus di apa? Direspons gitu ya.
Jadi ini ee beberapa apa beberapa ee
hasil proyeksi di 2025-2050 ini bisa
menunjukkan bahwa ee Indonesia sedang
apa ee menikmati bonus demografi hingga
2037 dengan ee tentu ini juga skenario
yang yang ee optimistik gitu ya. Jadi ee
kalau ee kita juga melihat pada usia 15
sampai 64 tahun ini tampak bahwa
struktur penduduk Indonesia di tahun
2023 ini lebih didominasi oleh penduduk
usia muda dan produktif gitu ya. Nah,
ini tentu menjadi ee poin yang apa yang
ee penting, tetapi juga ini sekaligus
menjadi jebakan kita ketika ee apa ee
ketika kita menikmati apa menikmati
posisi yang sangat bagus yang didominasi
oleh penduduk usia produktif. Ee kalau
ini tidak segera direspons gitu ya
dengan cara yang apa yang ee terbaik
tentu ini juga akan menimbulkan
persoalan baru bagi kita sekalian. Nah,
kemudian kalau kita baca di hasil
proyeksi penduduk Indonesia di masa
depan misalkan ini kan tampak sebenarnya
bahwa ee apa peningkatan jumlah penduduk
usia produktif gitu ya. Ini terjadi di
apa di ee dan berpengaruh terhadap
pertumbuhan penduduk bertambahnya
penduduk jumlah penduduk di Indonesia
secara umum gitu ya. Kalau kalau kita
bisa baca di data ini, maka ee akan
tampak ee secara proyektif. Nah,
komposisi Indonesia hingga di
2050 ee akan banyak ee tadi didominasi
oleh ee usia yang memang harus kita
harus kita isi dengan ee kemampuan SDM
yang jauh lebih bagus. Nah, tetapi di
sisi yang lain ee juga kita menghadapi
populations gitu ya. Ee jadi ee apa
penuaan penduduk ee apa Indonesia di
tahun yang sudah dimulai setahun yang
lalu di 2024 kalau kita baca di ee data
ini gitu ya. Maka provinsi-provinsi
seperti apa? Sulawesi Utara misalkan
Bali, Jawa Timur, kemudian ee DIY dan
Jawa Tengah ini telah eh memasuki fase
eh population gitu ya. Jadi ketika
persentase penduduk usia 65 tahun ee ke
atas itu ee mencapai di angka apa? Angka
apa? Standar di 7% dari total penduduk
Indonesia. Nah, ini juga perlu
diwaspadai ya Bapak, Ibu sekalian. Nah,
ee saya saya hanya ingin gini bahwa
berbagai data yang tadi saya sampaikan
di atas ee ya di atas di next slide ini
menunjukkan bahwa mengapa next slide
mengapa
ee ee pendidikan itu menjadi penting
gitu ya. Kalau kita lihat next slide
Bapak Ibu sekalian ee oke lagi
lanjut lanjut ini tadi angka yang saya
prediksi. Oke, lanjut next slide. Oke,
ya. Kalau kita baca ee dari apa visi
apa? Visi Bapak Menteri Pendidikan
Bermutu untuk semua, maka akan tampak
bahwa
ee pendidikan ini merupakan mandat
konstitusional yang apa yang ee sangat
penting sebagai apa? Sebagai ee apa?
media untuk apa pencapaian visi
Indonesia ke depan terutama di apa
mencerdaskan kehidupan bangsa
sebagaimana di pembukaan Undosar
1945 dan kalau kita juga baca di dalam
Undang-Undang Dasar 945 maupun di
Undang-Undang ee 20 tahun 2023 tentang
sistem pendidikan nasional maka setiap
warga negara berhak untuk mendapatkan ee
apa pendidikan gitu ya. Jadi, nah ini
juga menjadi koncern dari Pak Presiden
eh dan di kalau kita baca di Asta Cita
yang keempat yang tentu tidak hanya itu,
tapi juga terlilit dengan apa dengan ee
apa ee apa empat atau lima asta cita
yang lain bahwa memperkuat pembangunan
sumber daya manusia, kemudian sains ee
teknologi, kemudian pendidikan
kesehatan, prestasi olahraga, kemudian
kesetaraan gender, kemudian penguatan
dan peran perempuan pemuda dan penyerang
disabilitas itu juga ee apa ee
memberikan apa atau diletakkan sebagai
kunci pembangunan bangsa ke depan. Dan
ini tentu relate dengan tadi bahwa ee
membangun bangsa yang cerdas itu ee itu
menjadi visi presiden ya dan ee apa dan
kita bisa melihat sekarang kenapa
kemudian pendidikan itu menjadi penting
ya karena memang pendidikan memberi
bekal untuk menjawab tantangan masa
depan. ee saya rasa beberapa case di
beberapa daerah ee miskin seperti di apa
namanya di ee apa daerah sekitar ee apa
Bojonegoro sampai di Lamongan misalkan
atau kemudian dari apa dari ee apa ee
Blora, kemudian Rembang, kemudian Pati,
lalu kemudian di daerah Mataraman ee apa
Ngawi misalkan Madiun sampai di apa di
Mojokerto lalu di apa daerah di ee Tapal
Kuda misalkan, maka kita juga bisa
melihat sebenarnya bahwa ee positioning
ee pendidikan itu menjadi sangat
penting. Orang yang tidak mendapatkan
akses pendidikan yang baik maka
kehidupannya juga tidak akan pernah
berubah. Makanya salah satu tantangan
yang paling penting dari kementerian
kita ini adalah masih adanya 3,9 juta
anak tidak sekolah pada usia sekolah.
anak usia sekolah yang tidak sekolah
atau ATS itu. Ini yang kemudian ee
beberapa perubahan kita lakukan. Tapi
intinya adalah bahwa ee pendidikan
memberikan bekal ee yang baik untuk
menjawab tantangan masa depan itu. Kita
perlu juga memastikan bahwa ee apa
setiap anak Indonesia memperoleh
pendidikan yang berkualitas agar bisa
beradaptasi dengan perubahan ee apa di
dunia ini ya. ee ada industri apa 4.0
kemudian ee kejelasan artifisial kenapa
kemudian salah satu apa tambahan materi
penting di apa di apa namanya di ee ee
kebijakan Pak Menteri itu ada coding dan
AI itu juga dalam kerangka itu. Nah,
termasuk eh cyber security itu juga
sama. Kalau kita juga bisa juga harus
menjawab ada perubahan transisi energi,
bagaimana kemudian kreativitas anak
bangsa itu bisa menjawab ee persoalan
transisi energi ini yang tentu ini
dimulai dari sekolah, dimulai dari
perguruan tinggi. Perubahan iklim juga
sama membutuhkan ee kreativitas untuk
menjawab persoalan itu. Tidak bisa e itu
hanya diserahkan kepada bangsa, tapi
kita sebagai warga bangsa punya tanggung
jawab yang sama. Nah, kata tanggung
jawab itu pasti ya ee ini ee apa bagian
penting dari manusia yang terdidik ee
karena tanggung jawab itu juga muncul
karena pemahaman kita yang sangat baik
ee pengalaman kita yang juga cukup ee
apa baik dalam kerangka itu dan ee
apalagi di bidang kesehatan dengan
kijangan ekonomi. Tapi ada data yang
menurut saya perlu ee kami sampaikan.
Nah, saya rasa visi Indonesia Mas 2045
sebagai negara maju ee kita membutuhkan
investasi yang sangat besar memang ya
dengan pertambahan jumlah penduduk ee
dengan pertumbuhan 1% ee apa kalau mohon
maaf ee kalau saya salah bisa dikoreksi
dengan 1% itu ee apa jumlah tenaga kerja
yang kita butuhkan itu sebesar ee dulu
400.000 sekarang di angka ee hanya
sekitar Rp100.000 Ibu karena memang ada
apa ada beberapa persoalan yang apa yang
ee apa yang ada di kita gitu ya.
Kemudian ee manusia yang sehat dan
pendidikan ini ee akan menjadi tenaga
produktif. Kita sepakat dengan itu.
Kalau dalam konteks Indonesia 2045 kita
sangat membutuhkan itu. Kenapa kemudian
program ee apa ee makan berisi ee gratis
itu dilakukan juga dalam kerangka
memastikan bahwa manusia yang sehat
dengan nutrisi yang baik. Lalu kemudian
dengan tingkat pendidikan yang apa yang
baik itu akan menjadi pemicu ee lahirnya
tenaga kerja yang memang produktif gitu
ya. Jadi kemudian pendidikan juga apa
juga ee apa berperan dalam ee
redistribusi pendapatan. Nah, ini yang
kita mau sebenarnya. Jadi setiap anak
tanpa memandang status ekonomi orang
tuanya ya harus mendapatkan pendidikan
yang berkualitas. Karena hanya dengan
pendidikan itulah ee taraf kehidupan
akan semakin berubah. Nah, tentu
redistribusi ee apa ee pendapatan tidak
dilakukan dengan cara-cara yang apa yang
tidak elegan, tetapi tentu kita berharap
pendidikan menjadi cara yang ideal untuk
bisa ee melakukan proses redistribusi
secara alamiah. Kira seperti itu. Nah,
kemudian pendidikan yang berkualitas ee
juga memastikan bahwa distribusi
pendakan yang adil di masa depan itu
juga ee apa juga menjadi poin penting.
Nah, kalau kita baca di poin terakhir
bahwa eh salah satu tujuan pendidikan
yang paling penting itu adalah bagaimana
kemudian aksesibilitas menumbuhkan atau
membuka apa kesempatan belajar
seluas-luasnya mengembangkan pengetahuan
dan keterampilan bagi siapapun ya.
Karena kena itu tline Pak Menteri
pendidikan untuk semua itu tidak intinya
adalah tidak ada satuun anak di negeri
ini yang ee apa yang ee tidak sekolah
gitu ya. anak ATS saja yang memang ee
pada usia sekolah saja kita dekati
dengan dua pendekatan. Ee satu sisi
bahwa pendekatan formal penting,
penyetaraan penting, tetapi eh life
skill juga penting bagi anak-anak yang
terlanjur tidak mau sekolah. Mereka yang
memang ee tidak sekolah karena
pertimbangan ekonomi yang kemudian
diminta, dipaksa oleh orang tuanya un
pekerja itu pun juga harus menjadi
sasaran kita. Bagaimana caranya dengan
apa dengan bagaimana e mereka harus
belajar dengan apa dengan pengembangan
life skill mereka kemudian diempower
mereka dengan beberapa ee apa ee
pendidikan kewirausahaan, kursus
kewirausahaan dan sebagainya. Nah, semua
program itu juga diharapkan bisa
mendorong ee agar apa agar ee pendidikan
sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi
dan pengentasan kemiskinan bisa menjadi
apa menjadi ee apa menjadi ee solusi
bagi kita sekalian. Nah, ini adalah
gambaran bahwa pendidikan untuk
mengatasi kemiskinan ini juga apa juga
bisa kita lihat dari kerangka program
yang kanan-kawan saya rasa sudah
memahami
itu. Jadi ketika pendidikan ee
diharapkan bisa menjadi ee bisa memutus
mata rantai kemiskinan, membuka
pilihan-pilihan pekerjaan dan
meningkatkan pendapatan yang dibutuhkan,
tentu ee kami sadar ya, kami sadar bahwa
anak-anak dari keluarga miskin perlu
mendapatkan intervensi program secara
khusus. Kenapa kemudian ee ini menjadi
pertimbangan kami? ee kenapa kemudian
Direktorat eh apa nonformal ee dan
pendidikan informal itu hidup kita
hidupkan kembali misalkan itu juga ee
kita membaca ada peluang ada ruang bahwa
ee penurunan angka kemiskinan sebagai
sasaran ee pembangunan di 2045 itu
membutuhkan kreativitas program yang
memadai. Dan ini sebenarnya tujuan kita
kenapa kemudian kita ee apa membaca apa
membaca data seperti itu. Pemerintah
juga melakukan intervensi melalui
program apa ee Indonesia pintar PIP
bahwa kemudian case di lapangan tentu
itu hanya kasus gitu ya. Tetapi kita
juga akan melihat ulang bahwa bagaimana
evaluasi di apa sebelumnya kenapa
kemudian ee anak-anak yang tidak apa
mendapatkan apa tidak mendapatkan sesuai
dengan standar yang ditetapkan oleh PIP.
ini juga perlu ee keterlibatan Bapak Ibu
sekalian. Kalau data itu bisa di-support
ke kami, saya rasa kita juga perlu ee
apa mendapatkan apa mendapatkan apa
perlu ada koreksi terhadap mungkin
mekanisme yang ee dilakukan selama ini.
Bantuan operasi sekolah, Bos. ini juga
menjadi salah satu alternatif yang
sangat penting dan nanti ada satu data
bahwa ternyata memang ee apa bantuan
operasional sekolah ini mampu ee apa
mampu menghidupkan kembali semangat ee
kreatif bagi para sekolah yang memang
sebelumnya ee apa namanya tidak apa
tidak apa tidak ee secara kreatif bisa
melakukan berbagai terobosan karena
keterbatasan anggaran dan ini ee
pelonggaran terhadap ee apa penggunaan
bantuan operasional sekolah ini juga
bagian dari ee intervensi kita agar apa
agar kita sekalian ini bisa siapapun itu
bisa mendapatkan ee ee apa? perhatian
khusus dari pemerintah. Nah, ee saya
rasa terkait dengan dana PIP ini yang ee
dianggap oleh BAPNAS sangat efektif. Ini
bisa menjamin anak-anak dari keluarga
miskin bisa bersekolah. ini tentu ee
menjadi poin penting. Memang
keterbatasan anggaran karena program
efisiensi tetapi ee kemungkinan ke depan
di 26 juga akan menambah. di tahun ini
saja juga ada tambahan yang cukup ee
signifikan dari apa dari dana PIP ini.
Nah, kemudian ee apa beberapa soal SAS
nanti bisa dibaca di tempat kita di apa
di slide ini. Nah, kalau kita lihat kita
sadar bahwa pendidikan kita masih apa
masih ee belum semua penduduk menikmati
pendidikan ini. Apalagi pendidikan ee
tinggi ya. Jadi ee proporsi penduduk di
15 tahun ke atas yang memiliki ijazah
gitu ya ini ee apa ya ya hanya 10%
10,15% yang berpendidikan tinggi atau
21,4 juta dari total 210,5 juta penduduk
untuk di perguruan tinggi. Nah, di SMA
atau SMK ya ini
30,22% dan SMP dan MTs ini
22,74%. Jadi ee yang memang ini
menggambarkan bahwa apa ee karena yang
paling tinggi itu adalah SD apa madrasah
atau sederajat gitu ya. Jadi ee porsi
yang paling besar ada di mereka. Nah,
tentu kan ini menggambarkan bahwa jumlah
ee apa jumlah anak-anak yang lulus di
apa di level apa di level SD atau
jenjang pendidikan kita masih sangat
rendah kan di level SD. Nah, mayoritas
penduduk
59,63% masih pendidikan SMP. Ini
gambaran yang ya kita harus harus sadar
bahwa ini memang terjadi di tempat kita.
Lalu bagaimana kita bisa membangun
bangsa yang cerdas kalau kemudian ee
proporsinya masih di level ini ya. Ya,
bagaimana mereka bisa memahami konteks
yang berkembang di luar kalau kemudian
ee kesempatan untuk sekolah di level
yang lebih tinggi minimal di SLTA atau
SMK gitu ya. ini bisa kita lakukan ya
dan ini masih sangat sedikit apalagi
kalau kemudian ee kita arahkan ke
transformasi ekonomi misalkan dari
penduduk 15 tahun ke atas menurut ijazah
yang dimiliki dan status ekonominya ini
kan juga sangat apa sangat ee sedih kita
tingkat pendidikan penduduk usia 15
tahun ke atas pada kelompok 20% terkaya
jauh lebih tinggi daripada mereka yang
berada di ee 20% termiskin. ini
menggambarkan betapa kelompok masyarakat
ee yang termiskin ini tidak menikmati ee
apa pendidikan. Mayoritas penduduk 20%
termiskin memiliki ijazah masih SD. Nah,
tentu saja ee kita akan bicara tentang
jauh. Ini masih sangat jauh kalau kita
bicara di data proporsi penduduk di next
slide ee kanan sekalian saya mohon untuk
di anu disesuaikan.
Terus ee proporsi penduduk ee ee apa
namanya? Pendidikan tinggi ini masih apa
masih. Next slide. Oke. I ini gambaran
betapa masih sedikitnya ee penduduk yang
apa yang menikmati akses apa akses ee
apa pendidikan. Next slide.
Nah, ini juga bisa bisa tampak
sebenarnya bahwa
ee pendidikan dasar dan menengah menjadi
fondasi yang paling menentukan terutama
di PAUD. Lebih dari 20 30% penduduk usia
Indonesia berada pada usia PAUD hingga
pendidikan menengah.
Ya, tentu ya kita berharap ini relatif
ee lumayan ya ee meskipun ini baru baru
sekitar apa baru sekitar 30 ee persenan,
tetapi ee kita ingin mendorong agar ee
anak-anak pada usia dini ya pada usia
prasekolah SD terutama ini harus apa
harus ee bisa masuk di apa di apa level
ini. Nah, jika tidak maka ee kita akan
kehilangan ee potensi anak-anak dengan
karakter apa karakter dan sikap mental
yang baik. Karena memang ee penanaman
apa ee mental anak di usia yang sangat
masih sangat ee apa muda ya seperti ini
ini ee menentukan arah ee apa arah
mereka ee ke mana mereka nanti akan
apakah mereka akan menjadi orang yang
sukses atau tidak. Apakah mereka akan
menjadi orang yang dengan karakter yang
ee petarung, karakter yang memang punya
semangat tinggi dalam apa menggapai masa
depannya, cita-citanya dan sebagainya.
Ini juga menjadi persoalan kita. Nah, ee
iya gambaran ini mungkin nanti next
slide ya. Oke. Nah, terus kita sampai di
angka kualitas hasil belajar yang kita
juga ee kemarin data Kompas juga
mempersiapkan itu. Kalau kita juga
melihat eh data dari PISA tahun. Next
slide. Next slide. Oke, lanjut. Nah,
kita bisa melihat sekarang. Nah,
kualitas hasil belajar masih menjadi
tantangan utama di pendidikan kita.
Anak usia 15 tahun di Indonesia ini
memiliki kemampuan membaca di bawah
standar, di bawah level 2. Itu bisa
artinya bahwa memang ee apa ya pemahaman
ee terhadap gagasan utama setiap teks
yang diajarkan di sekolah ini masih
sangat sulit sekali. Kenapa kemudian eh
deep learning itu kita ingin ajarkan?
Nah, itu juga karena melihat data yang
seperti ini. Anak usia 15 tahun di
Indonesia yang memiliki kemampuan
matematika di bawah standar ini dua apa
bisa misalkan ini. Ini kan luar biasa.
Artinya apa? Mereka sulit untuk memahami
ee apa namanya aplikasi matematika.
Salah satu contoh yang ee yang menarik
adalah kalau kita membaca melihat ee di
apa di media sosial ee akhir-akhir ini
maka tampak sekali bahwa ee anak-anak di
usia yang SLTA saja gitu ya ini tidak
paham dengan pembagian kemudian
perkalian penambahan dan sebagainya itu
dan ee ini juga perlu ee di apa di
didekati dengan cara lain. Pak Menteri
misalkan selalu mengatakan bahwa
mengajarkan apa anak ee matematika di
usia ee dini tidak harus dengan apa
dengan ee hafalan e merumuskan hafalan
ee perkalian, penambahan, pengurangan
dan sebagainya tetapi cukup dengan
menggunakan ee apa alat peraga media apa
media ee apa media yang ada di lapangan
gitu ya. ee atau kalau kita bisa apa
bisa ee ada beberapa TK yang kreatif
yang menggunakan buah-buahan dengan cara
menghitung buah itu dia kemudian lebih
bisa memaknai bisa memahami bahwa oh ya
kalau 2 + 2 itu sama dengan apa sama
dengan 4 misalkan itu karena ada empat
apa ada empat buah ada dua buah yang
kemudian dikelompokkan ada dua buah yang
berwarna merah ya coba kumpulkan
misalkan ee apa ee bola-bola yang
berwarna merah misalkan dia tahu yang
merah kemudian dikumpulkan. Untuk
mengenal merah itu juga kemudian bisa
diajarkan dengan cara-cara yang eh lebih
menggembirakan eh joyful gitu ya, tapi
juga eh meaningful gitu. Jadi dia juga
mengerti gitu ya dengan apa dengan
menggunakan ee apa media-media yang apa
yang khusus. Karena itu kita mendorong
ee alat peraga kemudian ee kreativitas
ee sekolah untuk ee menggunakan berbagai
cara ini. Kementerian sedang menyiapkan
ee apa tim ee ada 50 orang yang dikirim
ke Australia e dengan pembiayaan penuh
dari Australia untuk ee apa menjawab
tantangan apa tantangan pemahaman atau
deep planning ini. Dan eh ada dua batch
yang sudah kita siapkan di tanggal 25
Mei ini akan berangkat. ee itu sebagai
tim yang nasional yang nanti akan apa
akan secara keseluruhan akan membantu
Bapak Ibu sekalian yang kebetulan dari
guru untuk apa membuat tot di apa di
seluruh Indonesia. Dan memang ini ee apa
ini sebuah pendekatan ya, sebuah
pendekatan yang kita lakukan karena kita
sadar bahwa ee dengan cara ini ya dengan
cara ini ee apa kita ingin mengurangi ee
apa ya sisi kognitif tetapi lebih ke
mendorong aspek yang sifatnya pedagogik
gitu ya. ee aspek yang memang ee lebih
mendorong orang untuk ee apa ee memahami
gagasan utama tapi tidak dengan
cara-cara yang yang lama. Kira seperti
itu. Next slide Bapak Ibu
sekalian. Nah ee ini juga ya mohon maaf
Bapak Ibu sekalian gitu ya. Kalau kita
melihat, kita baca, maka kawasan timur
apa Indonesia ini daerah yang ee
persentase siswa mencapai kompetensi
minimal di literasi ini sangat
tertinggal. Nah, ini kan perlu tentu
perlu intervensi gitu ya. Ee apa tidak
hanya literasi tapi numerasi juga sama
gitu ya. Terutama di kawasan Timur
Indonesia ya. ini perlu didorong ee
peran-peran yang lebih dari kita e dari
apa ee tidak hanya pemerintah tapi juga
melibatkan ee catur pusat pendidikan
yang itu meliputi ya media juga harus
membantu kita tambahannya kalau dulu kan
ada trik catur pendidikan yang meliputi
ee apa namanya ee apa sekolah kemudian
ee masyarakat dan tentu ee apa namanya
siswa ee dan apa dan apa dan ini tentu
kita berharap bisa terlibat AT. Nah,
beapa program pendidikan yang kita ingin
dorong ke depan dalam rangka menjawab
kebutuhan ini ee membangun bangsa yang
cerdas ee menuju Indonesia emas. Nah,
kenapa saya cerita kok Pak Mas ini kok
enggak bukan cerita tentang ASN karena
sekalian lahirnya ASN kita ya lahirnya
ee ASN yang profesional dimulai dari
kerangka besar membangun ee sistem
pendidikan yang baik ya. Tentu ini tentu
ini ee apa? menjadi ee kata kuncinya
kita tidak sedang menyiapkan ASN yang
dari apa dari pola ee apa ini kan-kan
sudah direkrut sebagai ASN gitu ya.
Tentu kita tidak sedang menyiapkan ee
ASN yang cerdas, tetapi ee kita
menginginkan agar generasi baru sebelum
masuk ASN itu juga harus ee memahami
bahwa pendidikan menjadi salah satu
bahkan satu-satunya solusi atas ee
persoalan apa ee apa persoalan bangsa
ini dan ini ee beberapa program yang
dilakukan oleh Pak Menteri. Kenapa
kemudian muncul wajib belajar 13 tahun
itu? karena ee mestinya idealnya PAUD
itu juga menjadi apa menjadi tolok ukur
keberhasilan Indonesia di masa depan.
Nah, kita berharap ee kenapa ada satu
tesis yang menarik dari ee teman-teman
ee yang itu ee menurut saya menarik
untuk kita diskusikan gitu ya,
bahwa kenapa kemudian Indonesia ee
sampai saat ini gitu ya, sampai saat ini
ee terjadi ee problem di apa di ee apa
di yang ada kemiskinan dan sebagainya
itu karena memang karakter di usia dini
ee mohon maaf karena memang ada
problematika ee dari jumlah lah penduduk
yang apa yang ada di Indonesia yang ee
apa yang pernah apa sekolah atau yang
pernah ee masuk di jenjang PAUD itu juga
sangat kecil gitu ya. Nah, PAUD ini ee
sebagai apa sebagai prasekolah ee
preschool yang itu juga bisa menjadi
mendorong orang untuk ee bangkit dan apa
dan menyadari bahwa ee masa depan itu ee
benar-benar dibutuhkan. gitu ya. Jadi
kawan-kawan kita juga bisa melihat bahwa
kenapa kemudian ee karakter itu perlu
diletakkan di z dini ee paling tidak ya
paling tidak ya paling tidak pada
anak-anak usia yang masih ee sangat ee
muda ini bisa diberikan contoh-contoh
baik tentang apa tentang ee apa tentang
ee apa soal ya tadi pembelajaran terkait
dengan matematika yang lebih apa lebih
jaful ya kemudian
pendidikan tentang ee apa MIPA apa
matematika IPA dan dan yang itu ee lebih
pada mengeksplorasi alam yang itu juga
bisa diberikan. Lalu kemudian ee
soal-soal karakter, kemudian integritas,
kejujuran, ee soal-soal terkait dengan
kedisiplinan ee bagaimana kemudian ee
mereka juga tahu bahwa ee sangat
berbahaya ketika kita nyebrang pada saat
lampu merah ee apa ee nyala dan
sebagainya. Bagaimana kemudian kita
kalau bahayanya ketika kita tidak pakai
apa pakai apa ee safety dan sebagainya
itu ini kan diajarkan di luar. Nah, kami
kita ingin ingin bahwa ee salah satu ee
apa kegagalan Indonesia membangun
karakter ini karena memang tidak dimulai
dari ee masa kecil itu. Nah, titik tekan
Pak Menteri dalam rangka membangun apa
membangun kualitas ee apa pendidikan itu
dimulai dari wajib wajib belajar 13
tahun terutama di PAUD pendidikan
karakter menjadi prioritas utama dan
kebetulan ini berada di wilayah kami
yang tentu ee kami berharap ee apa ya
termasuk tujuh kebiasaan kemudian
termasuk kemudian saih ee senam ee anak
Indonesia hebat kemudian termasuk
kemudian persoalan ee ajang kompetisi
yang ada di kami ada 14 ajang
internasional yang kami berikan dukungan
terhadap apa? Terhadap ee anak-anak yang
berprestasi nasional yang dimulai dari
ee SD di level apa ee kecamatan,
kabupaten, kota, provinsi dan kemudian
ujungnya di tempat kami. Kenapa kami
harus mendorong ee keberian karakter itu
agar anak-anak ee siap untuk
berkompetisi di level itu. Memang kita
sadari bahwa ada problem besar. Kita
sadari bahwa penikmat dari apa? dari BIM
misalkan beasiswa Indonesia ee maju
misalkan ee 90% hanya anak-anak yang
memang pewaris. Saya sadari itu kita
sepakat dengan itu ya. Tapi bagaimana
anak-anak yang kemudian apa? anak-anak
yang kemudian diperintis anak-anak yang
memang tidak pernah tahu informasi
tentang beasiswa itu, anak-anak yang
dari kampung yang setulnya dia punya e
kepandian, punya kehebatan itu juga
tidak tahu bagaimana peran sekolah dalam
rangka e meng apa e apa ikut terlibat
dalam proses ee mensosiasikan berbagai
program ini juga kita sadari bagaimana
kemudian si John apa eh apa eh salah
satu apa book eh National University
yang kemarin kami datangi punya program
sampai hampir 1 triliun gitu ya untuk
membantu Indonesia dalam apa untuk
anak-anak Indonesia untuk bisa sekolah
ke luar negeri dan sebagainya. Bagaimana
kita bisa akses cukup banyak saya rasa
tidak hanya ee apa tidak hanya mereka
yang ee memiliki itu, tapi juga
perguruan tinggi yang lain juga sekarang
ini juga e melakukan hal yang sama. Nah,
ini beberapa gambaran bahwa ee
penerjemahan ee Asta Cital di
kementerian kami dengan menginisiasi
berbagai program penting ini juga
membutuhkan bantuan Bapak, Ibu sekalian
untuk kita dorong ya. Jadi ee ya dalam
rangka itu terutama di ee apa kita punya
tiga keterkaitan ee terutama di
manajemen talenta yang ada di kami. Ada
tiga kegiatan yang kami lakukan terutama
ee dalam hal pengembangan manajemen
talenta. Satu, bagaimana kita menyiapkan
ASN terutama di kementerian lembaga.
Kami punya jaringan sampai di Indonesia
ada 9.000 R ee 558 pegawai justru
Indonesia yang itu juga harus disiapkan
bagaimana apa talenta-talenta mereka
gitu ya. Kemudian yang kedua ee peserta
didik yang jumlahnya ee sangat besar 50
ee juta anak yang kalau kita lihat ee
dari rasio yang ikut atau rasio yang
terlibat. Jadi rasio anak sekolah yang
terlibat di kompetisi baik di jenjang
SD, SMP, SMA ee sampai di mulai dari
level apa level ee kabupaten sampai di
level ee pusat di data ee SIM apa sistem
informasi manajemen talenta kita maupun
di Dapodik misalkan masih sangat kecil
hanya
0,2%. Ini artinya apa? Ada problematika
dalam apa? Dalam melihat apa? dalam
melihat ee sudut pandang ee itu. Jadi
ini yang kemudian juga kita ingin apa
ingin lihat ee ke depan. Nah, tentu saja
kami berharap ee guru-guru kita baik
yang di swasta ini saat ini terdapat
110.000 Ibu guru swasta yang telah lulus
seleksi guru di ASN ini. Ini ee kami
ingin ditempatkan ee selama ini
ditempatkan di apa di apa di negeri.
Kita ingin dorong sesuai dengan
Permindik Dasmen di 2025 tentang
redistribusi guru memang ini juga kita
berharap ee kenapa kemudian ini kita
lakukan? Karena memang yang kita kalau
kita bicara SDM itu tidak hanya negeri
saja, swasta pun juga cukup besar.
Bahkan jumlah ee apa jumlah sekolah di
swasta itu lebih besar dibandingkan
dengan jumlah sekolah di negeri kecuali
SD. Kalau S cukup besar karena memang
ada program INPRES yang sangat sukses di
zaman Pak Harto itu. Nah, ini juga ee
menjadi pertimbangan kita bahwa guru ASN
harus menjadi pelopor, guru P3K harus
menjadi pelopor. Tetapi pemerintah juga
mengakomodir guru-guru non ASN untuk
diberikan ee peringkatan kesejahteraan
termasuk quote unquote ya, guru honorer
yang memang belum terangkat dengan angka
apa dengan angka subsidi edar kita ee
apa insentif sekitar Rp300.000 Ibu itu.
Nah, redistribusi juga mempertimbangkan
data ya kebutuhan guru memang di ee
negeri dan swasta. Jika memang itu bisa
di apa di ee data lengkap, saya rasa
kita juga akan proses. Persoalannya
adalah ya persoalannya adalah bagaimana
kemudian kalau guru-guru itu masih
berada dan menjadi tanggung jawab ee
pemerintah daerah. Itulah kenapa
kemudian sentralisasi terhadap guru ke
pusat itu dilakukan. Nah, semuanya ini
juga kita lakukan dalam kerangka apa?
Dalam kerangka agar ke depan ya
ee membangun bangsa yang cerdas itu bisa
ee kita lakukan dan pendidikan menjadi
pintu masuk utama membangun SDM unggul
di level kita. Saya rasa mungkin
beberapa hal ee apa tidak bisa kami
sampaikan karena ini sudah sekitar ee 45
menit dan ee mungkin kita bisa diskusi
ee lebih lanjut ya. Ee Mbak eh Devi
silakan.
Baik, terima kasih banyak Bapak tentunya
untuk pemaparan materi yang isinya
sebenarnya daging semuanya nih Pak. Saya
yakin ini Sobat ASN di mana pun Anda
berada juga sudah ingin curhat ataupun
juga sharing pada sesi siang hari ini di
pemateri yang kedua. Dan untuk itu,
Sobat ASN silakan saja untuk bisa raise
hand, nyalakan saja untuk tombol rise
hand-nya. Dan tentunya buat Anda sobat
hand silakan untuk bisa bertanya. Ini
dia penanya pertanya pertanya pertama.
Silakan untuk dapat memperkenalkan
namanya siapa Bapak dan dari
mana.
Silakan. Mohon izin Bapak belum
terdengar suaranya. Boleh diambil. Baik.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. dengan siapa
Bapak dan di mana? Saya nama Joko Joko
Kosmarenato dari UPT Blk Singosari
Bapak. Oke.
Nggih. Iya. Kami mencermati apa yang
narasumber sampaikan tadi ya memang kita
sebenarnya cukup prihatin Pak ya dengan
kondisi ada. Saya seringki melatih
menemui anak-anak lulusan yang mereka
lulus ee SMA SMK. Namun mereka banyak
sekali yang ketika saya tanya misalkan
apakah Anda punya visi begitu saya
enggak ngerti Pak. Oh iya ya iya. Ini
ini saya pikir dipendidikan di mana ini
kok satu contoh begitu. Ketika saya
tanya coba sampaikan visi visi aja
bahkan yang sarjana pun mereka bingung
Pak enggak punya visi hidup itu lah.
Padahal orang hidup tanpa visi ini kan
apa yang mau dituju kan begitu kan. Nah,
itu jadi bagaimana ee Menteri Pendidikan
kita itu bisa membuat satu
ee materi atau kurikulum, Pak, ya, yang
bisa memberikan ee apa itu pencerahan
pada mereka. Siap. Mereka ee yang kedua
tadi Bapak singgung tentang belajar ke
luar negeri, Pak. Kalau menurut temat
saya sebetulnya
ee di dalam negeri kita tu tidak kalah
hebat dengan luar negeri loh, Pak.
Nggih. Yang terpenting bagaimana
misalnya kita ngejawantahkan nilai-nilai
luhur Pancasila itu sejak awal sejak
dini kita punya sesuatu yang luar biasa
yang negara lain enggak punya itu
Pancasila itu. Jadi bagaimana
nilai-nilai Pancasila mulai silah
pertama sampai yang kelima itu
dijawatkan dalam bentuk tindakan nyata.
ini saya lihat belum nampak di situ ya.
Sehingga muncullah apa yang Pak sebutkan
dengan karakter tadi itu. Nah, namun
belakangan kami melihat ada satu hal
yang sangat menggembirakan yang
dilakukan oleh terusterang aja KDM Pak
Gubernur Jawa Barat kami mengikuti itu.
Terobosan-robosan beliau luar biasa ya.
Anak-anak yang tidak nurut, yang
bermasalah itu masukkan di barak
militer. Bukan terjadi ke militer tapi
dididik dengan karakter. Ya, memang
harus begitu. Enggih. Enggih. Karena itu
sumber masalah. Namun demikian juga ada
yang DPR ataupun ee dari KPAI yang tidak
setuju dengan itu. Kalau menurut saya
itu satu terobosan yang
bagus. Jadi nanti bahkan ee perlu
didukung semua pihak itu, Pak. lah.
Berikutnya masalah peran serta
masyarakat yaitu ee melalui komite
undang-undang Sik 20 itu kan masih
berlaku. Nah, selama ini peran komite
itu belum begitu tampak. Komite sekolah.
Kepada sekolah cenderungnya itu semuanya
pada kepala sekolah center, Pak.
Oke. Sayangnya kami juga menemukan
banyak hal yang terjadi ee yang
penggunaan dana BOS itu yang semestinya
bisa dikontrol oleh masyarakat melalui
komite. Banyak hal yang tidak
terkontrol, Pak. Sehingga ini menjadi
masalah juga.
Nah, jadi peran sama masyarakat yang
Bapak disebut catur pendidikan tadi itu
di antara peran masyarakat itu kan
diwadahi melalui komite. Nah, tadi
komite belum disinggung sama sekali oleh
panjenengan, Pak. Ini padahal itu
termasuk penopang penopang pendidikan di
Indonesia kecuali Undang-Undang Nomor 20
itu sudah dirubah gitu ternyata kan
masih belum dirubah, masih berlaku. Maka
di situlah peran masyarakat itu sangat
dibutuhkan.
Nah, berkaitan dengan apa yang sampaikan
tadi, bagaimana langkah strategi dari
Kementerian Pendidikan ini untuk
menyikapi kondisi-kondisi yang demikian,
Pak? Nah, sekali ee sekali lagi sekalian
saya sampaikan informasi bahwa beberapa
tahun yang lalu ee bulan lalu kami
menjadi juri nasional yang
diselenggarakan oleh lembaga pendidikan
tinggi di Malang dalam lomba NBPC Pak,
National Busnismen plan Contest.
Nah, itu bagus sekali. Jadi, mana-anak
yang banyak itu bukan SMK, justru SMA di
situ yang ikut itu, Mas. bagaimana anak
sekolah kita di level SMA atau sederajat
itu
dimotivasi untuk membuat bagaimana
membuat bisnis plan yang bagus sehingga
mereka kita arahkan jangan sekarang ini
janganlah jangan berpikir untuk menjadi
employee ya dan employee karena wadahnya
sudah sesak penuh di situ. Bahkan
perusahaan untuk mempertahankan yang ada
susah-susah apalagi menerima yang baru.
Nah, ini mulainya saya pikir eh saran
kami buku cash flow kuadran itu perlu
di bumikan di pendidikan kita, Pak. Dari
Robert Keosaki itu bagus sebagai ee
katakanlah sebagai pintu pembuka untuk
bagaimana anak-anak kita itu tidak
berpikir sebagai ee employee, tapi
berpikir sebagai entrepreneur itu sejak
awal. Nah, jadi ini kenyataan yang saya
alami. Kami dari lembaga pelatihan Bal
Sosari itu kan mayoritasnya peserta kami
itu ada pada level
SMA, SMK, dan S1 begitu. Walaupun kami
tidak dibatasi harus pendidikan apa.
Nah, berikutnya adalah mengenai peran
serta lembaga-lembaga nonformal
pondok-pondok pesantren. Kalau itu harus
mulai dimaksimalkan, Pak.
Jadi ini beberapa ee yang perlu kami
sampaikan. Pertanyaan terakhirnya adalah
sampai sejauh manakah ee kebijakan dari
Kementerian Pendidikan itu untuk
menangani masalah-masalah sebutkan tadi,
Pak? Ya, demikian, Pak. Nggih. Nggih.
Asalamualaikum. Gimana? Langsung dijawab
atau gimana? Nggih? Baik. Kali ini Bapak
Darto bisa langsung saja menjawab. Tapi
kayaknya Pak Joko ini pertanyaan sudah
dirangkum ya, Pak ya. Ini banyak sekali
pertanyaannya, kegelisahannya dari Bapak
Joko. Semoga Bapak Darto juga bisa
memuaskan dengan jawaban-jawaban juga
kali ini. Silakan Bapak Darto untuk
dapat menjawab. I. Baik, makasih banyak
ee Mas Joko yang saya hormati. Jadi
tentang apa? Tentang apa? Visi ya.
Tentang visi. Ada beberapa pertanyaan
yang memang arahnya ke
pembangunanpembangunan karakter gitu ya.
ee
tentu lebih banyak pada ee kalau saya
lihat lebih banyak pada bagaimana
kemudian menyiapkan ee kementerian ini
menyiapkan ee pendidikan karakter agar
bisa membangun masa
depannya. Ee
pertama kalau saya lihat gitu ya, kalau
saya baca jelas ya, bahwa ee penguatan
pendidikan karakter ee apa ini kita
letakkan sebagai ee basis apa? basis
penyelesaian berbagai persoalan kita.
Kita menyadari Bapak ya, kita menyadari
bahwa ee kenapa kemudian anak-anak tidak
apa tidak ee mampu menjawab pertanyaan
tentang visi masa
depan. Ya, ini juga ee menjadi problem
kita ketika eh World Economic Forum
menempatkan apa?
menempatkan ee apa? Urusan adaptability
gitu ya. Ee urusan visi ee anak-anak
yang punya visi. Kemudian ada namanya ee
keyakinan diri juga sama, selficacy
sebagai tiga apa? Tiga besar eh future
soft skill yang harus dimiliki oleh anak
Indonesia, anak-anak dunia juga sama ya.
itu kemudian tidak ee mampu apa ee
merespon secara baik. Adaptability
misalkan ee hari ini kita bicara tentang
apa? Tentang ee konteks masa depan yang
begitu luar biasa gitu ya. Berbagai
respon sih kita terhadap ee apa
kebijakan terhadap ee problem ee
perilaku sosial di masa di apa di
anak-anak. Kemudian problem transformasi
ekonomi yang memang juga sedang
disiapkan oleh pemerintah ee yang
kemudian juga kaitannya dengan bagaimana
menyiapkan ee apa menyiapkan mereka di
ee apa di apa di tenaga kerja dan
sebagainya. Ini juga menjadi ee problem
utama. Beberapa persoalan yang tadi saya
sampaikan itu sebetulnya menegasikan
bahwa ee ya adaptasi menjadi persoalan
yang paling serius yang kita juga harus
ee tata mulai dari kecil gitu ya. Kenapa
kemudian peran guru itu ee tidak apa
tidak ee lebih ee mestinya tidak tidak
diarahkan untuk memberikan direction? Ee
contoh kasus misalkan program pemerintah
yang menempatkan apa
300.000 apa 300.000 smart apa smartboard
misalkan sebagai penunjang sarana
penunjang di sekolah agar bisa
beradaptasi dengan lingkungan di luar
gitu ya. ini ini kan juga apa juga ee
sebuah program yang sangat apa sangat
ideal sampai dengan tahun 2000
pertengahan 2026 ini Presiden mengatakan
itu juga harus bisa rampung. Nah, ini
kan ee kita juga ingat. Tapi
persoalannya adalah apakah kemudian
guru-guru juga bisa secara interaktif
melakukan apa melakukan atau merespon ee
harapan dari apa harapan dari kita
sejauh mana pengalaman dia dalam apa
dalam ee menggunakan peralatan yang
sangat canggih itu untuk mentransfer
berbagai ee apa ilmu, pengalaman,
kemudian cerita-cerita baik dari luar
tentang orang-orang yang sukses dengan
mimpinya dan sebagainya lewat alat yang
sangat ee ee canggih seperti ini. Ini
juga menjadi problem bersama. Nah, ini
kejadian yang kemarin misalkan di ee
Bogor ketika Presiden apa Presiden
mencanangkan empat apa empat quickins
kita itu yang ee ternyata memang itu
direspon apa
direspon ee apa ya kaget sekali sehingga
kemudian ee apa ee kita e Pak Menteri
men-take over dan ee akhirnya Pak
Menteri yang menjelaskan menjadi guru
mewakili murid-murid yang menjelaskan
tentang bagaimana ee penggunaan
peralatan yang canggih itu untuk
mentransfer berbagai ee pengalaman,
berbagai informasi, baik, pengalaman
baik dari berbagai pihak. Ini ini
menjadi ee poin-poin penting. Jadi ee
persoalan ketidaksiapan kita juga ada,
Pak. Karena memang faktanya adalah ee
kalau kita bicara ee peningkatan apa
kenapa kemudian kualifikasi guru,
kemudian kompetensi guru, kemudian
kesejahteraan guru, itu juga bagian dari
itu, gitu ya. Jadi ee ini ini memang ee
lingkaran yang tidak akan pernah
selesai. Tetapi kita yakin bahwa dengan
apa dengan ee poin pertama tadi dengan
ee kemampuan beradaptasi juga akan
membuat anak-anak kita ee bisa jauh
lebih baik. Yang kedua misalkan tentang
selfica atau keyakinan diri. Kalau kita
bicara selfi ini kan materi yang sangat
bagus ya. ini kan eh salah satu isu eh
apa feuture apa soft skill yang harus
dimiliki oleh anak-anak.
Bayangkan ee kalau setiap
anak mulai dari PAUD dikenalkan dengan
cerita-cerita masa depan, bagaimana
membangun mimpi, bagaimana membangun ee
bagaimana menyiapkan dirinya, lalu
kemudian membuat mereka menjadi yakin
bahwa ee apa dia percaya diri bahwa dia
bisa meraih mimpi di masa depan. saya
juga bisa ee apa bisa mendapatkan ee apa
pengalaman sebagaimana di TV di apa di
ee dilanjutkan apa di ditantangan dari
gurunya dan sebagainya itu ini juga akan
sangat apa sangat e penting untuk bisa
kita lihat harapan kita memang semuanya
seperti itu gitu tapi kan tidak banyak
coba Pak ee tadi saya katakan 0 hanya
0,2% hanya 0,2% dari total 50 juta rasio
jumlah anak yang mengikuti kompetisi
baik mulai dari SD sampai di apa? Sampai
di SLTA sampai di ee yang kompetisi di
internasional itu hanya 0,2% dari total
50 juta. Ini yang kemudian kami kemarin
diskusikan ini problem karakter ini
problem ee apa? Problem dengan karakter.
Kita tidak usah bicara pada level teknis
di SLTA misalkan ya. Karena itu juga
korban karena ketidaksiapan karakter
membuat mereka 3/4 eh 3/4at dari e dari
lulusan SMK tidak terserap di lapangan
kerja. Ini kan juga apa juga hal-hal
yang sangat penting gitu ya. Jadi ini
Pak Joko yang ee kita semuanya menjadi
dasar. Nah, terkait dengan apa? Terkait
dengan apa dengan ee apa
KDM ee respon respon kita seperti ini
Bapak ya. Jadi ee prinsip utama dalam
pendidikan itu kan ee kalau pendidikan
karakter itu kan ee non punishment yang
non hukuman fokus pada pemulihan bukan
pada pembalasan gitu ya. Jadi ee apakah
kemudian setelah anak-anak ee kemudian
dimasukkan dalam barak lalu kemudian dia
bisa ee selesai. Tapi ada problem besar
e tadi, problem
karakter dia bisa jadi ya bisa bisa jadi
ketika dimasukkan dalam barak mungkin
saat pada saat yang itu karena mungkin
juga ketakutan karena memang inian
militer karena kata militer itu e apa
selalu identik dengan apa dengan apa
dengan ee latian yang sangat ketat dan
sebagainya itu ini juga menjadi problem.
Nah, eh sentuhan atau apa atau human
touch anak-anak itu kan ada pada ee
memberikan ruang kebebasan pada mereka
untuk berekspresi, bukan non hukuman,
Pak Joko. Itu yang pertama. Yang kedua,
kita mengajarkan pada anak-anak dengan
apa? Dengan empati dan apa? Dengan
interkoneksi gitu ya. Bagaimana
anak-anak berubah ketika merasa ee apa
apa anak itu berubah ketika merasa
dimengerti ya. Jadi artinya gini, bahwa
membangun ee sikap ee apa empati ee
kemudian merasa terhubung atau engage
terhadap yang lain itu menjadi kebutuhan
dia karena ternyata dia tidak bisa hidup
sendiri gitu. Karena dia ternyata juga
paham bahwa kalau tidak ada teman saya
sakit, kalau tidak ada orang tua saya
juga sakit. Kalau tidak ada ee
teman-teman terbaik di sekitarnya saya
hanya main sendirian. Apa fungsinya
mainan yang diberikan oleh ibu saya yang
begitu banyak dan bagus lalu tidak
kemudian memberikan apa tidak menjadikan
saya bisa punya sikap yang baik terhadap
kawan-kawan saya yang miskin yang tidak
punya permain lalu kemudian timbul
berbagi lah. Saya rasa memang ee ya ini
saya tidak promosi jumbo ya tidak
promosi jumbo. Tapi memang film yang
dibuat selama 5 tahun dengan 425 kreator
itu yang sekarang penontonnya sudah 8,6
juta itu itu memang ee memiliki esensi
yang cukup ee baik. Bagaimana kemudian
harus berempati, bagaimana kemudian
bahwa ee menjadi the champions itu tidak
bisa dilakukan dengan sendiri tapi juga
harus dilakukan dengan banyak pihak
melibatkan dengan banyak orang. Nah,
betapa ee karakter seperti ini menjadi
penting bahwa ketiga adalah pembelajaran
tentang kolaboratif. Kalau sejak usia
dini ya perlibatan anak-anak sebagai
bagian dari solusi itu dilakukan, maka
kreativitas dia akan muncul ketika orang
tuanya tidak mendapatkan apa tidak
mendapatkan solusi pemecahan masalah
terhadap problem di keluarganya. Lalu
dia bisa apa? Memberikan usulan-unsuran
baik. Sekali lagi Bapak ee pendekatan
yang kita lakukan tentu tidak instan ya.
tidak kemudian ee kenakalan sebagai
objek ya yang kemudian di apa di ee apa
diselesaikan salah saat
tidak. Bangunan masa depan adalah
bangunan karakter dan butuh investasi
panjang Bapak Ibu ya. Apa yang kita
saksikan hari ini yang kemudian kita
meresponnya dengan gegabita itu tentu
itu short term gitu ya, tidak long term.
Nah, kita menginginkan agar pendidikan
dibangun dari dasar yang sangat kuat
dari karakter itu. Ya, sama dengan ee
Pak Joko tentu sadar, kita ini juga
menyadari bahwa kita menjadi seperti ini
kan karena bangunan karakter yang kuat
dari orang tua kita dan ini butuh waktu
puluhan tahun untuk bisa e berkarakter
seperti kita ini. Sama halnya tidak
mungkin anak menjadi baik lalu selamanya
menjadi baik kalau kemudian di
disekolahkan di barak lalu kemudian dia
akan berubah. Tidak. Kalau kemudian
lingkungan pembentuknya tidak tidak
bersikap, kalau lingkungan masyarakat
juga tidak juga acuh terhadap itu, kalau
kemudian sekolahnya juga tidak bertindak
setelah pasa itu, enggak bisa, Bapak ya.
pendampingan e tentu anak-anak susah
sekali untuk didampingi ya ee soal-soal
seperti itu. Jadi, nah ini juga menjadi
poin penting. Nah, tentang komite
sekolah saya sepakat ya bahwa gambaran
dari apa dari catur ee apa pusat ee
pendidikan itu juga sebagian ada di
sana. Tapi peran media juga penting
Bapak peran media juga penting karena ee
mohon maaf ya ee apakah media juga
memberikan dukungan terhadap komite
sekolah misalkan ini juga menjadi
problem besar kita, Bapak. Jadi ini
case-nya menarik ya. Eh eh memang ini
case gitu ya di beberapa sekolah yang
sangat membutuhkan perhatian kita dan
mohon maaf perannya tidak lalu menjadi
peran materialistik gitu ya, tetapi
perannya mestinya juga didorong untuk
bagaimana kemudian ee apa keterlibatan
mereka di sekolah, bagaimana
keterlibatan
mereka apa di luar sekolah, di dalam
ruang-ruang sempit kita, keluarga kita,
keluarga kita untuk terus juga membantu
guru ya ee apa tidak mengerjakan soal.
tetapi bagaimana ee juga turut serta
dalam membangun karakter di lingkungan
keluarga sendiri misalkan ini juga
penting Pak. Tapi kemudian media juga
harus dilibatkan. Masalahnya adalah ee
baru sedikit memberikan bantuan saja ee
hanya beran apa sekian rupiah. Lalu ada
guru yang wadul. Wadul itu apa ya? Wakul
itu ada guru yang kemudian ee apa ee apa
ee merasa ee apa keputusan itu justru
memberatkan mereka sehingga kemudian
mereka juga sampaikan kepada media lalu
media menjadi apa membesarkan isu itu
sehingga kemudian seolah-olah sekolah
itu salah dan sebagainya, kepala
sekolahnya salah dan sebagainya. Nah,
ini problem kita Bapak yang sebenarnya
ee apa kita tidak kita ee tidak apa
tidak berharap itu kemudian ee apa ee
terjadi. Nah, lembaga-lembaga formal
nonformal ya memang sebatas ee dalam
kewenangan kita ya dalam kenangan SKAT
karena memang kita ini berada dalam
lingkungan birokrasi Bapak. Eh ee itulah
kenapa kemudian di Undang-Undang
Sisdiknas kita itu ya pendekatan yang
kita lakukan itu adalah pada bagaimana
ee empat undang-undang termasuk
Undang-Undang tentang pondok pesantren,
undang-undang tentang ee apa guru ya
undang apa guru dan dosen, kemudian
undang-undang ee apa sisdiknas yang lama
ya itu juga kemudian menjadi bagian
penting yang kemudian harus kita kita
lakukan. Siapa sih? Misalnya gini, siapa
sih yang paling bertanggung jawab
terhadap guru gitu ya. Ya, ee ini juga
harus kita tata, Bapak. Nah, karena
memang ada guru-guru yang ee apa yang ee
perlakunya perlakuannya berbeda antara
di Kementerian Agama dengan di ee
pendidikan Dasar Menengah. Ketika ee Pak
Menteri ee apa melalui Pak Prabowo
m-launching program kesejahteraan guru
ya. Lalu mereka juga tidak terima sampai
dengan saat ini hanya 1,5. Sementara
yang di guru negeri e guru kita yang di
dalam kewenangan Diknas itu sudah sudah
2 juta. Ini juga problem yang luar
biasa. Nah, ini juga ee menjadi poin
penting bahwa ee kita ingin ee apa ee
melibatkan apa sampai ee semua pihak itu
bisa terlibat dalam kerangka ini.
Mungkin itu nggih Pak Mas Joko nggih
bagian-bagian penting yang mungkin nanti
bisa di apa diskusikan jika tidak pas
nanti bisa langsung langsung diskusi
dengan kami ya. Soal KDM tadi sudah saya
jawab nggih, Pak Joko. Nggih. Jadi eh
intinya baik
Pak. Jadi tadi yang belum disinggung
tentang pengecamatan nilai-nilai
Pancasila itu sejak awal itu disinggung
Pak. Ya. Terusang kami ini mengamati ya,
Pak ya sebagai orang yang apa
berkecimpung di dunia pelatihan
pendidikan ini ada contoh yang bagus
seperti ee dari kelompok yang minim
ekonominya tapi mampu meraih gelar
doktor di usia 26 tahun di UGM kemarin
itu ada. Nggih. Ngih. Itu luar biasa.
Tapi di sisi lain ada yang kasus yang
sampai sekarang mudah-mudahanlah cepat
selesai kasus itu ya. Kita sama-sama
tahulah di level nasional ini berkaitan
dengan ee isu yang sudah merebak ke
mana-mama itu ijazah palsu, Pak. Nah,
itu kan mudah-mudahan cepat selesai
supaya clear semuanya ini. Terus terang
kami prihatin, Pak. Itu kok jadi seperti
ini, gitu kan. Ini terus menjadi heboh.
Nah, du media juga Pak sebut tadi media
kita itu kan punya jargon sendiri Pak.
The bad news is the good kan itu
sebenarnya enggak harus demikian kita
terus terang ya prihatin sebagai warga
negara Indonesia ini semogalah ke depan
menjadi lebih baik begitu Pak. Terima
kasih. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam Mas Joko. Ee
pendidikan kejujuran itu kita peroleh ee
itu bagian dari pengamalan dari salah
satu sila Bapak N. Jadi itu yang
kemudian ee kenapa ya meskipun memang
pendekatannya masih seperti apa seperti
kolosal ee tapi kami bisa mendapatkan
sesuatu gitu ya ketika ee apa ee
implementasi dari 36 butir-butir
Pancasila itu dalam keseharian kita
ketika guru mengajarkan kita tentang
hidup hemat dengan apa dengan ee kita
diminta untuk menghitung encleng apa
namanya enclengan itu apa Pak Cuk ee apa
namanya ee apa tabungan dalam bentuk apa
dalam bentuk berbagai macam binatang
itu. Lalu di depan guru kita kita
diminta untuk apa? Untuk e membukanya
itu sesuatu yang luar biasa gitu ya.
Jadi ee kenapa kemudian kita harus
berhemat ketika kita bicara tentang apa?
tentang ee penghormatan terhadap
tetangga kita yang nonmuslim misalkan
atau yang muslim di antara kita misalkan
itu juga diajarkan oleh guru-guru kita.
Dan kenapa kemudian penghormatan anak
kepada guru yang kebudan nonmuslim ee
sampai kemudian kita sampai saat ini
kita terasa Pak banyak guru-guru kita
non muslim yang itu merasa bahwa kita
itu anaknya mereka ya tidak ada tidak
ada jarak ee apa karena apa karena ee
apa ideologi jarak karena ee apa karena
memang perbedaan agama, ras dan
sebagainya. Nah, konsep merit saja ini
juga menjadi penting gitu ya.
penghargaan terhadap apa terhadap ee
pertimbangan profesionalisme dalam apa
dalam pola rekrutmen di ASN saja
misalkan. Apakah ini juga apa juga
persoalan yang ee apa bukan persoalan
karakter ini persoalan karakter yang
harus kita apa kita bilang. Nah,
bagaimana pengajaran itu? Nah, saya rasa
memang ee pembelajaran tentang Pancasila
itu sudah ada Bapak di kurikulum kita ee
di apa baik yang di merdeka belajar
maupun yang ee K13 juga sudah ada. Tapi
problem utamanya adalah pendekatan yang
harus kita lakukan. Apakah kemudian ee
pendekatan yang sama maksud dengan
pendekatan itu adalah apakah apakah
dalam pembelajaran ee kita ee tentang
kesadaran orang untuk belajar itu bukan
paksaan ya untuk belajar itu itu juga
kita lakukan. Apakah kemudian kita juga
memahami selain
menghafal ee kita menjadi tidak
meaningful gitu ya ketika ee ketika kita
harus hafalan sehingga kemudian setelah
itu selesai selesai tapi dengan
contoh-contoh konkret dengan visualisasi
apa dengan visualisasi ee apa metode apa
ee ee apa alat yang membuat kita menjadi
mengerti bahwa apa bahwa ee ternyata
menghardik anak yatim itu tidak boleh.
Karena kasusnya seperti ini. Ketika kita
belajar tentang kedisiplinan, ketika
kita nyeberang di lalu lintas dengan
sebuah visual, video visual yang sangat
apa, sangat ee sederhana. Lalu bagaimana
kemudian orang yang ditabrak itu sampai
seperti apa gitu. Jadi ee ini ini
menurut saya ee ya memang harus
meaningful. Nah, pembelajaran itu kenapa
sih ee kita gagal dalam ee pembelajaran
matematika itu ya? Kalau melihat guru
matematika masuk sekolah, masuk kelas
itu kan seram sekali, Pak. Karena seram
sekali gitu. Padahal kan yang kita
butuhkan adalah bagaimana ee mengajarkan
anak-anak dengan barang-barang yang ada
di sekitar sekolah kan gitu nggih, Pak.
Nggih. Jadi ee menghitung itu ya
menghitung itu tidak harus dengan Mas
Menteri selalu selalu mencontohkan
seperti ini. Coba ee apa ee apa lewat
apa lewat pensil atau papan tulis atau
lewat apa lewat apa lewat kapur tulis
yang ada dulu kan masih pakai apa ya
pakai kapur kapur itu Pak ya itu kita
diminta untuk menghitung ya. Kemudian
ada beberapa jenis ee apa ee apa alat
atau buah-buahan, jeruk dan sebagainya
yang mereka suruh bawa masing-masing
karena ini belajar tentang matematika 2
* 2. Kalau kemudian ini kan model-model
yang menurut saya mengasikkan gitu. Ini
model-model yang memang yang sifatnya
joyful gitu. Nah, kenapa harus apa harus
berskesadaran ya? Kenapa harus apa harus
ee apa harus ee pembelajaran itu harus
bermakna? Kenapa harus menggembirakan?
Ini soal olah pikir, Bapak. Kesadaran
itu soal olah pikir, Pak juga. Soal olah
hati juga olah rasa dan juga
olahraga. Untuk apa sih ee olah pikir
itu dilakukan, olahra hati itu ee untuk
apa dilakukan? Ini kan sudah esensi dari
joyful itu. Ee kalau kita kalau kita
bicara tentang apa? tentang ee
pembelajaran yang apa yang ee apa ya
yang meaningful itu misalkan ya yang
bermakna
ee keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan
Yang Maha Esa itu ee manifestasinya
lewat apa sih? Kenapa kemudian orang
yang punya iman yang kuat tiba-tiba ee
ibadahnya itu begitu bagus begitu kuat
gitu? Karena memang manifestasi dari
apa? Dari keimanan itu kan di situ, Pak.
Ya. Tapi kenapa kemudian orang-orang
yang apa yang ee tidak pernah salat? Ya,
karena memang dia menganggap bahwa itu
keterpaksaan ya. Karena orang tua saya
juga enggak salat kok. Tetapi bagi ee
kita g esensi dari kita sebagai manusia
ketika belajar agama misalnya di sekolah
itu harus sampai pada level itu. Kenapa
kemudian penalaran kritis itu juga
dimungkinkan? Kenapa kolaborasi harus
kita lakukan? Contoh-contoh yang menarik
apa sih? Oh iya, kita tidak bisa
membangun jembatan itu ya. Itu dengan
apa? Dengan cara kita sendiri. Tentu
harus melibatkan banyak orang lain,
harus melibatkan banyak orang. Kenapa
kemudian kesehatan itu menjadi penting?
Kenapa kemudian apa setiap hari Jumat
itu tangan kita diminta oleh Bapak Ibu
guru di atas apa? Di atas apa? Di atas
ee apa namanya? Di atas ee meja. Lalu
Pak Guru dengan Mister kayu, Pak. Masih
ingat ya Pak Joko ya? Dengan Mister kayu
yang gede panjang itu Pak. Ayo, silakan
anak-anak ee pagi ini silakan ee ditaruh
tangannya di atas meja. Begitu ada yang
hitam tok langsung gitu, Pak. Ini kan
pembelajaran cara pembelajar cara
bagaimana kemudian ee nilai-nilai
Pancasila itu
diajarkan. Semua sudah disiapkan di
dalam Googleum. Problemnya adalah metode
dalam pembelajaran itu yang sedang kita
asap. Kenapa kemudian Pak Menteri
meresponnya dengan ee bahwa deep
learning eh dengan pembelajaran
berkesadaran? kemudian bermakna dan
menggembirakan itu dilakukan agar ya
tidak hanya kesadaran saja, tidak hanya
makna saja. J. Kalau kemudian dilakukan
secara serius juga orang ya pada level
usia kita Pak, level SD saja mati kita
Pak ee pikiran kita juga kemudian ee apa
stuck di situ. Itu kira-kira yang ee
dilakukan oleh Pak Menteri. Jadi banyak
hal Bapak yang bisa kita ee sampaikan
terkait dengan apa dengan itu dan memang
ini butuh melibatkan banyak apa banyak
ee pihak Bapak. Jadi ee mungkin nanti
bisa dibaca di beberapa slide di
belakang nggih Bapak nggih. Nggih Bu
Devi nanti mungkin bisa ee apa nggih
matur suun sangat Pak Joko. Baik terima
kasih banyak Bapak Joko. Ini curhatannya
sudah kayaknya seluruh pertanyaan dari
Indonesia dirangkum oleh Bapak Joko kali
ini ya. Baiklah kami ucapkan terima
kasih banyak untuk Bapak Joko dan juga
kami ucapkan terima kasih banyak untuk
tentunya Bapak Dr. Marimandarto, S.
M.Si. SI selaku Staf Ahli Menteri Bidang
Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Terima kasih banyak Bapak untuk waktu
yang Anda luangkan. Materi yang sangat
menarik dan tentunya kayaknya waktu 45
menit itu kurang Bapak ya kan. Mungkin
besok ataupun juga nanti di sesi-sesi
yang berikutnya kita dapat berjumpa
kembali dengan materi-materi yang sangat
menarik dan juga men-support tentunya
para ASN, Sobat ASN di seluruh
Indonesia. Sekali lagi terima kasih
banyak Bapak untuk waktu yang Anda
luangkan, materi yang di-sharingkan.
Kita berikan tepuk tangan yang meriah
tentunya untuk Dr. Mari Mandato, S. MSI.
Terima kasih. Izin eh lif Bapak Ibu
sekalian. Baik, terima kasih banyak
Bapak. Dan kali ini Sobat ASN tentunya
masih ada satu materi lagi yang menarik
dan siapakah beliau yang akan memberikan
materi tentunya sesaat lagi masih
bersama ASN Belajar seri ke-17.
[Musik]
Baiklah, Sobat ASN di mana pun Anda
berada, kita sudah dimasuki oleh sesi
yang terakhir, pemateri yang ketiga atau
pemateri yang terakhir Bapak dan Ibu.
Dan kali ini untuk sobat ASN sebelum
kita menginjak pada materi yang
terakhir, saya ingin menceritakan
siapakah beliau yang menjadi pemateri
tentunya dalam acara SN belajar di seri
yang ke-17. Beliau lahir di Madiun,
namun bertumbuh sebagai siswa hingga
pendidik di Kota Malang. Dan tentunya
beliau besar dari iklim akademik
Universitas Negeri Malang. Dan juga
selain itu beliau juga mengasah
kemampuan jurnalistiknya sejak masa
perkuliahan hingga menjadi pemimpin
redaksi beberapa media. Sosok yang
sangat bersahaja dan juga sangat
mencintai budaya Indonesia. Mengantar
beliau juga sebagai ketua dewan
penasihat pedalangan Indonesia, marilah
kita sambut. Ini dia Prof. Dr. Joko
Saryono, M.Pd. selaku pakar pendidikan
guru besar Universitas Negeri Malang.
Selamat siang, Prof. Selamat siang,
Mbaki. Terima kasih. Bagaimana kabarnya,
Prof? Baik, selalu baik. Bersemangat
kalau bertemu teman-teman guru dan
pendidik. Alhamdulillah kita juga selalu
semangat nih bersama Prof. Joko yang
akan memberikan sharingnya. Harus nih,
Prof. pasti ini semangatnya akan
memberikan satu spirit inovasi baru lagi
untuk Sobat ASN di seluruh Indonesia.
Baiklah, Prof. karena Sobat ASN di
seluruh Indonesia juga sudah tidak sabar
spirit apaagi yang akan ditularkan oleh
Prof. Joko. Untuk tempat dan waktu kami
persilakan. Terima kasih Mbak Devi,
Bapak, Ibu, teman-teman, sahabat ASN
Pelajar semuanya.
Ee selamat siang, salam sejahtera.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Ee saya bahagia bertemu
dengan semua sahabat pendidik dan tenaga
kependidikan.
Karena di antara Bapak Ibu saya yakin
ada yang berposisi di dunia tenaga
kependidikan. Saya kira semuanya adalah
ee elemen penting dalam pencerdasan
bangsa kita, dalam pencerdasan manusia
Indonesia itu yang ee tentu saja
mengambil jalur atau bidang pendidikan.
Tadi saya kira sejak pagi Pak Ari sampai
Pak Marimandarto sudah ee menayangkan,
memaparkan dan
menayangkan ee pikiran-pikiran yang
berkenaan dengan topik kita pada pagi
sampai siang hari ini yaitu membangun
bangsa yang cerdas menuju Indonesia
Emas. Saya kira sudah sangat lebih dari
cukup ee apa yang disampaikan bahkan apa
yang kita dengar tentang Indonesia emas,
tentang ee pembangunan bangsa dan
seterusnya. Karena itu saya ee
sebenarnya sudah kehabisan materi karena
materi sudah begitu banyak bertebaran
kita bisa
memungutnya tetapi apa yang belum kita
lakukan apa apa yang belum tercapai
sehingga kita itu terus-menerus
menggelorakan ee pencapaian Indonesia
emas itu. Nah, karena itu saya ingin
mengajak ee teman-teman semuanya, saya
sahabat teman-teman, sahabat-sahabat
karena saya pun selalu memperkenalkan
diri sebagai pendidik. Saya lebih suka
disebut pendidik daripada ee
sebutan-sebutan lainnya. Nah, ee
kawan-kawan pendidik dan tenaga
kependidikan, saya hanya ingin mengajak
pada siang hari ini itu melakukan
refleksi-refleksi yang
sederhana-sederhana saja. tidak dengan
PPT yang canggih, tidak dengan ee apa ya
gagasan-gagasan yang ee tinggi. Begitu.
Saya ingin menyampaikan hal-hal
sederhana saja yang ee coba saya kemas
dalam beberapa
salindia ee yang sesuai dengan topik itu
dan saya tidak diberi batasan khusus
harus menceritakan apa atau mengajak
berefleksi apa. Ee jadi saya akan mulai
dari hal yang umum mengajak Bapak, Ibu
semuanya, kawan-kawan ee yang bergerak
di dunia pendidikan ini untuk bagaimana
merenungi, bagaimana ee
merasakan upaya-upaya membangun bangsa
yang cerdas menuju Indonesia emas
itu. kita sudah mendapatkan begitu
banyak pikiran,
gagasan, bahkan dalam rupa buku seperti
ini, peta jalan Indonesia Emas 45. kita
sudah
mendapatkan buku-buku lain yang ditulis
oleh para pakar tentang bagaimana menuju
Indonesia emas itu. Sumbangan generasi
muda, sumbangan generasi GENI, sumbangan
bidang ekonomi dan sebagainya. kita
sudah mendapatkan begitu banyak ee
sekali ee bahan bahkan salin dia juga
bertebaran kalau kita ee lihat ee
algoritma Google itu. Tetapi
pertanyaannya apakah kita
kemudian ee lega kemudian kita optimis
kemudian kita ee merasa tenang gitu?
Itulah yang akhir-akhir ini saya kira
berkembang ee di antara kita. Nah,
Bapak, Ibu sekalian, mari kita ingat
kembali sekilas saja yang tadi tampaknya
juga tidak banyak
dieksplorasi bahwa Indonesia emas itu
membuat kita berdaulat. Jadi, bangsa dan
negara Indonesia ini harus berdaulat.
Selain berdaulat tentu maju. Selain maju
berkelanjutan. Jadi tidak boleh
terputus-putus, tidak boleh ee berhenti
diganti yang lain. Nah, mari kita
renungi bersama-sama. Ada pertanyaan
pokok yang harus kita jawab ee seiring
dengan itu ya.
tadi saya sudah sampaikan ya ee apa yang
sudah didiskusikan, dibicarakan ee
dipikirkan
itu apakah sudah tercapai apa
sedang dalam proses tercapai pada tahun
2045 itu
pada peringatan satu abad Indonesia
itu. ini saya kira harus kita renungi,
kita harus berefleksi, kita harus
berkontlasi, dan kita bisa ee
mengatakannya dengan jujur. Saya kira
kejujuran, ketulusan, dan ketepatan itu
sangat penting bagi kita untuk melangkah
mencapai ee apa ya hasil-hasil yang
benar-benar diharapkan pada Indonesia
Emas tahun 2045 itu, yaitu Indonesia
yang berdaulat, Indonesia yang maju, dan
Indonesia yang berkelanjutan. bagaimana
kontribusi bidang
pendidikan, sains dan
teknologi. Nah, saya tambahkan sains dan
teknologi karena di dalam Asta Cita Pak
Prabowo itu tidak hanya
disebut pendidikan, tetapi juga sains
dan teknologi. Saya kira itulah dasar
mengapa kemudian terjadi pemisahan dan
dibentuk ee Kementerian Pendidikan
Tinggi, Sains, dan Teknologi secara
tersendiri dan
eksplisit. Nah, Bapak, Ibu sekalian,
pertanyaan yang kedua yang harus kita
renungkan itu waktu kita berapa lama
untuk mencapai Indonesia emas itu? Kita
sudah di mana? Indonesia emas yang
ditayangkan, yang
dituliskan yang didokumentasikan dan
dituangkan di dalam perundang-undangan
itu tahun berapa? Itu sejak Pak Jokowi
sudah 10 tahun, 15 tahun. Nah, 15 tahun
itu sudah sampai di mana? 40% kah, 50%
kah, 60% kah? Saya kira ini pertanyaan
yang harus kita jawab dengan jujur,
dengan tulus, dengan mempertimbangkan
berbagai faktor esensial saja. Nah,
kalau sekarang pada tahun 2025, maka
kita hanya punya waktu 20 tahun. Kalau
kurang 40% dari dokumen dan dokumen itu
tidak
diubah-ubah, artinya ee memang begitulah
target-target, begitulah ee
tujuan-tujuan visi yang diemban dalam
Indonesia emas itu tidak diubah apapun,
sudah menjadi tonggak, sudah menjadi
milestone. Nah, kurang berapa persen?
Apakah kita mungkin? Lalu apa yang harus
kita lakukan? kerja-kerja,
aktivitas-aktivitas untuk mencapai
Indonesia emas itu. Pekerjaan rumah apa
yang harus kita kerjakan hari-hari ini
sampai nanti pada tahun
2045? Pekerjaan rumah di bidang
pendidikan, pekerjaan rumah di bidang
pendidikan, pelatihan, bahkan kalau
secara teoritik itu perlu ditambah
pengembangan pengembangan manusia. Nah,
ini saya kira ee penting bagi kita agar
kita sekarang bisa melakukan
kegiatan-kegiatan yang lebih terfokus.
Tidak dalam bahasa Jawa Ngombroworo,
tidak ke sana kemari, tidak melebar,
tapi terfokus berdasarkan tujuan. Saya
kira sudah banyak teori, banyak
pengalaman manajerial yang mengatakan
bahwa fokuslah yang membuat kita bisa
mencapai tujuan yang kita
inginkan. Nah, pertanyaan ketiga itu
yang penting. Apakah kita ini semakin
maju, semakin berdaulat, dan semakin
berkelanjutan? Saya tidak ingin memberi
ilustrasi. Silakanlah dirasakan sendiri,
direnungkan sendiri. Apakah kita sejak
semakin maju dengan berbagai data baik
kuantitatif maupun kualitatif yang tadi
juga disampaikan oleh Pak Marimandarto,
disampaikan Pak ee Aris ee Paway juga
disampaikan oleh banyak pihak. Apakah
kita semakin maju dalam arti ekonomis,
dalam arti politis, dalam arti ee
individual, dan dalam arti sektor-sektor
kebudayaan dan peradaban lainnya. Apakah
kita makin berdaulat?
berdaulat itu misalnya berdaulat ee
sosiografis ee landskap
landskap ee kenegaraan kita, kebangsaan
kita. Kalau di Jawa Timur itu apakah
kita betul-betul berdaulat? Kalau toh
ada pihak-pihak yang bekerja sama, pihak
di luar Jawa Timur bekerja sama, apakah
kita itu tetap berdaulat sebagai
pemimpin? Nah, ini apakah
berkelanjutan? Nah, kadang-kadang kita
melihat berkelanjutan secara esensial
tetapi terputus-putus secara
terminologis atau secara
linguistis. Kita kemudian menjadi apa ya
gregeten gitu ya melihat
perubahan-perubahan yang ternyata tidak
esensial lebih pada perubahan-perubahan
ee diksional dan terminologis.
sistem
penerimaan murid baru. Sebelumnya
PPDB sistemnya sama. Dulu ee merdeka
belajar, sekarang kampus berdampak. Yang
ee sepintas
itu
berubah, tetapi itu perubahan-perubahan
linguistik saja. sehingga kita
kebingungan kita itu ee menjadi
mengobral, membuang-buang energi untuk
sesuatu yang ee sebenarnya tidak
esensial. Nah, inilah saya kira yang
membuat kita terengah-engah.
Nah, ini saya kira pertanyaan-pertanyaan
yang kemudian menghasilkan ini berbagai
impresi dan persepsi Indonesia emas
itu. Saya harus mengatakan dengan jujur
karena
akademisi, akademisi pendidik apalagi
profesor itu harus berkata jujur
meskipun salah. Tidak boleh ee berbohong
demi sebuah kesalahan. Kalau yang lain
silakanlah semua ditutupi. Tapi kita
harus berkata dengan jujur bahwa
sekarang itu ada tiga macam impresi dan
persepsi tentang Indonesia emas. Pertama
persepsi impresi optimis. Indonesia emas
pasti kita raih pasti kita capai pasti
kita ee dapatkan tahun 2045.
Sepintas saya kira pandangan Pak Mariman
Darto tadi adalah pandangan yang sangat
optimis. Tapi yang kedua, ada pandangan
yang moderat ya, banyak kendalanya ya.
Wah, kita itu bonus demografi sudah
hampir habis. ee sebentar lagi kita itu
tadi di disebut juga berhadapan dengan
ee manusia usia tua yang makin tidak
produktif tetapi ee terus sehat ee
kemudian anggaran yang semakin cek ee
konjungtur perekonomian internasional
yang makin tidak ee menyenangkan dan
seterusnya ada pandangan
gema ee pesimis. Jadi ada impresi
persegi pesimis yang mengatakan
Indonesia emas itu ee muskil dan
mustahil untuk dicapai. Saya sebut saja
ini cemas gitu. Nah, karena itu kita
sekarang berhadapan dengan tiga impresi
tentang Indonesia emas itu ee tentang
Indonesia tahun 2045 itu yaitu Indonesia
emas, Indonesia cemas dan Indonesia
gemas.
Nah, tiga hal ini saya kira ee wajar
tetapi membuat kita tidak produktif.
Oleh karena itu, kita harus bisa
memoderasi bagaimana itu ee bisa menjadi
ee sumber daya sebagai api motivasi, api
semangat kita untuk tetap berjalan
mencapai mengarah ee pada Indonesia emas
tadi. Nah, saya tidak
berlanjut-lanjut dengan tiga tiga
impresi itu. Nah, tiga impresi itu saya
kira disebabkan oleh sikap dan pandangan
kita termasuk kita ee yang bergerak di
dunia pendidikan itu. Saya menggunakan
kita karena saya juga pendidik dan
senang disebut pendidik ee lama sekali
menjadi komite sekolah dan saya juga
ngurusi sekolah. Nah, pandangan kita itu
sebagian yang Indonesia cemas itu pasti
pandangan antipati dan pandangan apati.
Tapi kalau moderat itu tadi simpati.
Nah, pandangan empati itu saya kira yang
sangat optimis tadi. Nah, pertanyaannya
sebenarnya berapa persen sekarang itu ya
yang penuh empati kemudian Indonesia
emas pasti diraih pada tahun 2045?
Berapa persen yang ee simpati bahwa
Indonesia akan kita capai jika kita
melakukan kerja AB CD yang apati dan
antipati ini biasanya juga menjadi rem
ini. Rem yang membuat kita terus apa
enggak, terus apa enggak dan seterusnya.
Nah, bagaimana sikap dan pandangan
sebaiknya? Tentu idealnya kita berkata
pandangan optimislah, minimal ee
pandangan moderat agar ee Indonesia emas
itu ee terus kita kerjakan. Kita tidak
putus di tengah jalan. Kalau kita
hentikan dan semuanya mengelompok pada
impresi Indonesia cemas, maka selesai
terjadi keterputusan, keberlanjutan itu
tidak terjadi. Nah, demi keberlanjutan
itulah ee maka kita harus berpandangan
optimis. Saya kira optimis dan pesimis
itu energinya sama, tetapi dampaknya
berbeda. Kita boleh saja berpandangan
optimis, kita boleh saja berpandangan
pesimis. Dan dua-duanya juga bisa
menghasilkan sesuatu yang nyata bagi
individu, tetapi tidak bagi bangsa dan
bagi masyarakat. Lagi pula e pandangan
pesimis itu akan menghabiskan energi
yang tidak berdampak konstruktif. Tetapi
kalau pandangan optimis itu saya kira ee
menghabiskan energi yang berdampak
konstruktif. Nah, karena itulah saya
kira pikiran yang paling baik itu adalah
pandangan optimis. Sekali lagi, optimis
dan pesimis itu energi yang
dikeluarkannya relatif sama, tetapi
dampaknya yang berbeda. Tentu kalau kita
tetap
berkhidmat, berkhidmat dan setia pada
pencapaian visi Indonesia Emas 2045
tadi, kita harus mengambil posisi
optimis dan kita yakin apa yang kita
kerjakan di dunia pendidikan itu
memberikan dampak yang konstruktif bagi
tercapainya Indonesia emas. Tentu kita
harus sadar bahwa kita bukan
satu-satunya yang bisa ee membereskan
Indonesia emas itu. Ada sekian puluh
aktor, ada sekian puluh sektor yang
harus ber ee bekerja sama dengan kita
ini. Untuk sains dan teknologi
pendidikan saja kita membutuhkan banyak
pihak.
Tidak hanya dunia pendidikan, tidak
hanya bidang
kemendasmen, tidak hanya guru-guru, para
pendidik di sekolah-sekolah, di
pondok-pondok pesantren, di madrasah,
tetapi juga kantong-kantong penelitian
misalnya
brida ee Badan Riset dan Inovasi Daerah
Jawa Timur. Mereka bertanggung jawab
pada pengembangan sains dan teknologi,
riset-riset sains dan teknologi juga
BRIN Badan Riset dan inovasi nasional,
demikian juga lembaga-lembaga sejenis
yang lain. Jadi intinya kita adalah
aktor kecil saja di dalam
semesta aktor dalam rangka mencapai
Indonesia emas tadi. Nah, saya kira
inilah kesadaran yang harus kita
pikirkan bersama-sama. Indonesia, Emas,
dan Asta Cita itu sekarang menekankan
pendidikan, sains, dan teknologi.
Meskipun bisa dirinci atau dalam bahasa
kita dibreakdown ee menjadi
bermacam-macam menjadi 8 menjadi 10
Astacita menjadi enam. Tetapi intinya e
kalau kita lihat Indonesia, Emas dan
Asta Cita itu menempatkan pendidikan
sains, dan teknologi pada tempat yang
sangat terhormat. Itulah pengungkit,
itulah fondasi perekonomian kita tidak
akan berjalan dengan baik. Tadi Pak ee
Joko sudah menyampaikan ee persoalan
bagaimana ee kualitas ee anak-anak kita
atau lulusan kita yang membuat ee
perkembangan ekonomi kita, perkembangan
bisnis kita, ketenagakerjaan kita tidak
berkembang semestinya. karena ee
perbedaan semangat atau orientasi
employer dan entrepreneur tadi. Nah,
saya kira inilah yang harus kita
ee sadari bersama bahwa pendidikan dan
sains teknologi merupakan fondasi bagi
tercapainya sektor-sektor lain, sektor
ee ekonomi, sektor politik, sektor
bisnis dan sebagainya yang akan
mendorong Indonesia ini mencapai ee apa
yang dihajatkan tadi Indonesia emas.
kita tidak bisa me ee negasi itu lagi.
Kalau kita keliru menegasi dan kita
berpandangan pesimis, maka selesai
pendidikan sains dan teknologi kita juga
tidak akan ee terus berkembang. kita
juga tidak akan bisa menyaksikan
bagaimana ee anak-anak kita dengan
sains, teknologi, dan pendidikannya itu
bisa mendorong, bisa mewujudkan apa yang
dihajatkan pada Indonesia Emas tahun
2045 tadi. Nah, di situlah saya
kira kita punya
kewajiban merealisasikan tiga hal tadi,
yaitu pendidikan yang
bermutu, teknologi yang bermutu, sains
yang bermutu tinggi, juga tiga hal ini
saya kira tiga serangkai yang memiliki
ee keterkaitan tidak terpisahkan sebagai
suatu fondasi Yang penting. Jika tiga
hal ini bisa dilakukan, saya kira proses
pencerdasan bangsa itu bisa kita
lakukan. Jadi, pencerdasan bangsa hanya
mungkin kita lakukan jika kita
menyelenggarakan pendidikan bermutu,
pengembangan sains, dan juga
pengembangan teknologi yang tentu saja
relevan.
Saya ingin menyebutnya yang dibutuhkan
karena
teknologi-teknologi destruktif itu tidak
diperlukan. Itulah yang membuat
negara-negara
gagal. Kita perlu teknologi hijau, kita
perlu ee teknologi yang adaptif, kita
perlu teknologi yang relevan dengan
kebutuhan-kebutuhan Indonesia ke depan
khususnya Jawa Timur. kita juga ee
membutuhkan sain yang memang diperlukan
bagi ee pengembangan ee berbagai sektor
bangsa ini. Kita ingin misalnya makan
bergizi gratis,
tetapi apakah makan bergizi gratis itu
ditopang
oleh infrastruktur atau prasarana atau
bahan-bahan kita kesulitan. Telur saja
belum tentu cukup. daging juga belum
tentu
cukup. Nah, ini kan mendorong kita harus
mengembangkan sain. Bagaimana sains ee
bisa bereksperimen menghasilkan misalnya
ee pangan-pangan lokal yang mendor yang
bisa menguatkan, memperlama ketahanan
belajar kita. perlu diketahui bahwa
anak-anak kita, jadi anak-anak kita
mulai
PAUD, mulai PAUD prasekolah sampai SD ya
bahkan sampai
SMA SMA, MTs ee
MA dan sejenisnya itu SMK itu daya tahan
belajarnya 2 jam per hari. Ini kan
kurang. Jadi kita harus meningkatkan
ketahanan belajar. Untuk meningkatkan
ketahanan belajar ya, maka kita harus
memberikan asupan yang bukan hanya
bergizi, tetapi yang dibutuhkan untuk
tahan belajar itu. Di situlah maka kita
harus mengembangkan pangan yang khusus.
Kalau impor terus jebolah ee segi-segi
ee finansial kita ee fiskal kita akan
ambrol di situ. Nah, di situlah saya
kira saing ditantang. Tetapi tidak
mudah menciptakan saintis itu prosesnya
harus sejak awal.
Nah, ini saya kira satu ilustrasi saja
ya, bahwa kita sebenarnya
juga bertanggung jawab atas terbentuknya
suatu disiplin, satu bidang yang kita
sebut sains yang kita butuhkan tadi. Ini
ilustrasi dalam MPG. Belum lagi susu,
kita harus susu. Susu itu tidak cukup
kalau kita ee terbatas saja pada yang
sudah ada. Misalnya di Koperasi Sai
Pujon dipakai untuk anak seJawa Timur
saja tidak cukup. Cukupnya mungkin 1
bulan atau 3 bulan. Padahal ini harus
berkelanjutan. bagaimana kita bisa
ee menciptakan suatu formula, suatu
teknologi, suatu ilmu yang memungkinkan
bahwa ee
produktivitas ee kualitas susu itu bisa
meningkat tanpa menimbulkan ekses-ekses
yang lain. Ini saya kira prinsip dari
pencerdasan kehidupan bangsa. Nah,
pertanyaan
kembali semuanya ujungnya bagi saya itu
Indonesia itu ee akan mencapai Indonesia
emas
2045 itu bila manusia atau bangsa kita
bermutu. Kembali lagi ee pertanyaan yang
harus ee kita jawab,
sudah menyelenggarakan pendidikan
berdaulat?
Kadang-kadang urusan asesmen saja kita
tidak
berdaulat, kita sibuk dengan pizza
misalnya.
Loh, pendidikan kita itu untuk membentuk
anak-anak
kita bermutu atau agar skornya itu
mentereng di ranking-ranking PISA saja
hanya untuk ee apa ya
kemasan-kemasan ee popularitas,
viralitas dan ee apa ya statistika ee
prestasi-prestasi itu. Tetapi yang real
tidak terwujud. Nah, ini saya kira hal
kecil. tadi ada yang menyampaikan sistem
pembelajaran juga
demikian. Apalagi ee semakin tinggi
semakin tinggi kita semakin tidak
berdaulat. Jadi kedaulatan pendidikan
saya kira juga kedaulatan ee
pembelajaran, kedaulatan infrastruktur
pembelajaran atau sarana dan prasarana
pembelajaran, kedaulatan kurikuler. Saya
kira itu juga satu hal yang penting.
Janganlah kita selalu membuat kurikulum
berasaskan studi banding. Selalu saja
kurikulum berbasis studi banding. bukan
kurikulum berbasis realitas kehidupan
rakyat Indonesia ini, bangsa Indonesia
ini. Nah, ini saya kira hal kecil
pendidikan berdaulat yang harus kita
pikirkan. Kemudian pendidikan maju.
Apakah kita sudah menyelenggarakan
pendidikan sesuai dengan ee kebutuhan
yang
ada di Jawa Timur misalnya? Apakah
proporsi
SMA SMK 70 30% itu layak dilanjutkan?
Apakah itu membuat kita
maju? Memang SMK kemudian banyak yang
meminati, tetapi juga sering mendapat
olok-olok SMK menciptakan banyak
pengangguran, SMA tidak. SMK dulu
dihajatkan untuk masuk ke sektor
pekerjaan.
Jadi ke sektor ee
kebekerjaan employability.
Tetapi nyatanya sekarang itu saya
perhatikan ya, baik di media sosial
maupun di
media-media cetak yang ada.
Kepala-kepala sekolah itu sangat bangga
kalau kepala SMK itu sangat bangga kalau
sekian ratus lulusannya masuk perguruan
tinggi A B CD dan itu umum bukan
melanjutkan spesifikasi yang telah
ditekuni di SMK ini. Begitulah akhirnya
kita menyaksikan pendidikan yang
terputus-putus tidak berkesinambungan.
Nah, karena itu pertanyaan pentingnya
pendidikan berkelanjutan ini sudahkah
kita ee kerjakan? Saya kira pesan dari
Gur ee sebuah lembaga survei di Eropa
itu mengatakan
ee
keberlanjutan dan respek terhadap guru
itu adalah fondasi bagi keberhasilan
pendidikan itu berlaku di mana saja.
Nah, apakah kita sudah melakukan itu
pendidikan yang berkelanjutan? Jangan
sampai kita terjebak pada dalam tanda
petik politik revisionis. Setiap pejabat
merevisi apa yang sebelumnya. Setiap ee
ganti pemerintahan merevisi yang
sebelumnya bikin repot dan menghabiskan
energi kita. Kadang-kadang kita
bersegang ee juga begitu, kadang pulang
juga begitu, kadang-kadang kita ee sibuk
di sekolah karena sesuatu yang tidak ee
berkelanjutan itu. Jadi, egosentrisme
dan
ee apa ya? narsisme sektorer itu harus
kita hentikan atau
ee kita luruskan agar kita ee menemukan
suatu pendidikan yang berkelanjutan
sehingga kita bisa mengukur yang ee
seharusnya. Mari kita ambil misa
pendidikan
bermutu untuk semua yang sekarang
menjadi slogan Kementerian Pendidikan
dan ee Pendidikan Dasar dan Menengah itu
itu sudah dicetuskan oleh UNESCO sejak
tahun ee
1973 di dalam eh Act Education for all.
Tetapi kita silih berganti memperhatikan
dan tidak sekarang baru diperhatikan
lagi ya. Saya kira inilah yang membuat
kita lambat mencapai apa yang kita
hajatkan sendiri. Nah, Bapak, Ibu
sekalian ee saya tidak ingin
berandai-andai yang banyak, banyak teori
sekali. Tapi saya ingin mengingatkan
bahwa manusia dan bangsa yang bermutu
itu saya kira pesan
dari Forum Ekonomi Dunia pada tahun 2016
itu relevan bagi kita. Kalau kita ingin
menjadi bangsa global, kita ingin
bermain di lingkungan internasional,
kita ingin menjadi warga negara
global atau keluarga dunia global,
kecakapan abad 21 itu ee menjadi
penting. Nah, saya ingin mengulang
sedikit saja.
Ada tiga di dalam kecakapan abad 21 yang
dirumuskan oleh Forum Ekonomi Dunia yang
memang berfokus pada bagaimana
menggerakkan dan meningkatkan ekonomi
dunia tentu dengan pembangunan
masing-masing itu ee sektor pendidikan
itu diamanati dengan kecakapan abad 21
itu 2016-2017 itu dokumennya sangat
rinci yang sebagian-sebagian juga kita
adop Dopsi dan kita adaptasi di
Indonesia. Saya kira pertama itu
literasi yang tinggi. Nah, literasi kita
sudah tinggi atau masih rendah?
Saya tidak ingin menjawab karena sudah
tersedia banyak data yang
berbeda-beda. Menurut PISA misalnya ee
nilai PISA kita itu
99% berada di level 1 dan level 3. Hanya
kurang dari 1% yang berada di
level 4 sampai 6. Ini kan menandakan ee
tingkat literasi kita dan tingkat
kompetensi kita. kita juga sudah sering
mengeluhkan meskipun ee atau melagukan
nada sumbang tentang ee peringkat
literasi kita nomor 61 dari 62 meskipun
itu tidak akurat misalnya kita juga
memiliki aku baca aku baca bagaimana
studi literasi itu. Nah, kompetensi saya
kira ee kita bisa melihat meskipun
sekali lagi tidak tidak holistik, tidak
komprehensif tapi parsial atau bahkan
bahasa canggihnya itu
parokial. Serpih-serveih begitu karena
kita tidak punya
desain asesmen yang ee bisa terpercaya.
ini juga menyulitkan perguruan tinggi.
Pengalaman saya menyulitkan sekali
sehingga perguruan tinggi terpaksa dan
mau tidak mau menyelenggarakan tes
kembali karena tidak ada satu sistem
asesmen yang ee berwibawa kemudian bisa
menebak apa yang memang ada terjadi.
Nah, kemudian ketiga karakter tadi sudah
banyak sekali diulas oleh Pak
Marimandator dengan pertanyaannya Pak
Joko dan juga Pak eh Aris Agus tadi juga
mengatakan karakter bagus ini. Saya
tidak ingin berkomentar tetapi ini sudah
merupakan pekerjaan lama yang tidak
pernah selesai juga karena berbagai ee
hal yang kita ee apa ya kita hadapi pada
zaman Orde Ebu. Kalau tadi disebut nilai
karakter Pancasilais itu
458 nilai lalu jadi 13 nilai kemudian
pada zaman ee sebelum ini jadi ee 6
nilai sekarang jadi 8 nilai dan
seterusnya kita sibuk dengan
perubahan-perubahan jumlah angka
sehingga lalai untuk
melaksanakannya. Nah, karakter ini
menjadi problematis. Nah, saya ingin
menambahkan satu yang tidak ada di dalam
kecakapan abad 21, yaitu jati diri. Jati
diri yang kokoh. Saya sering melihat
orang-orang yang tidak mencintai
negerinya sendiri, negeri Indonesia ini.
Saya kira itulah sumber kelemahan jati
diri. Ketika kita tidak mencintai, maka
ee apa yang ada misalnya pasar saham itu
makin tidak punya mata. dalam waktu
sekejap tidak untung akan hilang ee
sekian juta saham misalnya. Jadi, jati
diri ini
menjadi sinar cemerlang di dalam batin
kita yang sekarang itu redup ee inner
innerlich gitu. Jadi, satu pendar-pendar
cemerlang di dalam hati kita yang sudah
mulai redup. Nah, karena itu kita harus
membangun jati
diri. Banyak diulas ya. Tapi menurut
hemat saya jati diri di tengah
globalisasi, di tengah penyeduniaan ini,
di tengah transnasionalisasi ini menjadi
sangat penting. Tidak cukup banyak
karakter. karakter kata banyak pihak itu
selalu eh thinking eh feeling dan eh
behavior selalu itu. Tetapi siapa yang
menyangga karakter bagus apa tidak itu
jati diri.
Nah, kita itu tidak memiliki itu.
Menurut saya beda dengan mohon maaf saya
ingin membandingkan sedikit. Orang di
Belanda itu lebih senang naik
sepeda. 24 juta sepeda. Padahal
penduduknya 17 juta. Jadi sepeda lebih
banyak. Mobil jarang, semua orang senang
berjalan dan seterusnya. Dan kalau libur
keliling dunia rekreasi, kita menyangka
mereka orang kaya. Padahal tidak. Mereka
adalah orang-orang yang sudah tidak
ingin kaya raya. Karena semuanya begitu.
Nah, kalau ditanya dia mengatakan, "Kami
bisa membeli macam-macam dan bisa kaya
raya, tetapi itu bukan kami. Kami
sepeda, kami keliling dunia." Saya kira
inilah jati diri itu. Karakter bisa
berkembang dari situ. Nah, kita yang
lemah bukan hanya karakter literasi
tetapi juga jati diri. Ini kita sudah
sering mengatakan jati diri. Jati diri,
jati diri. Tetapi apa? Jati diri yang
kita didikkan, kita belajarkan, kita
hayatkan pada anak-anak kita ini pada
diri kita. Itu menjadi pertanyaan yang
harus kita jawab. Nah, kondisi nyatanya
bagaimana? Kembali lagi silakan ee
Bapak, Ibu, sahabat-sahabat saya
semuanya bagaimana merenungi ini
bagaimana literasi bangsa kita, bangsa
Indonesia ini. Literasi kita itu masih
terombang-ambing di lautan yang penuh
badai. Tidak semuanya. Karena pengalaman
berliterasi tidak membawa kecerahan,
tidak membawa lampu ee penerangan yang
terang kepada masa depan orang.
Syukurlah di Jawa Timur jauh lebih
landai, jauh lebih ee apa ya tenang ya
lautnya begitu sehingga tidak
bermasalah. Tetapi di tempat-tempat lain
literasi itu problem. Problem pokoknya
adalah tidak ada ekosistem. literasi
yang baik di Indonesia ini. Bahkan di
wilayah-wilayah yang
menjadi apa ya proyek-proyek nasional
dan internasional terutama perkebunan
besar mulai pertanian, kelapa sawit dan
sebagainya itu masyarakatnya cenderung
kembali ke buta huruf dan tidak ingin
belajar ee aksara dan bahasa Indonesia.
Silakan ee Bapak Ibu melihat buku-buku
laporan. misalnya ee masyarakat di
Sulawesi itu, masyarakat adat di
Sulawesi itu menarik diri untuk buta
huruf kembali dan ee tidak bisa
berbahasa Indonesia karena pengalaman
mereka setelah bisa beraksara dan bahasa
Indonesia hutan adat mereka hilang hanya
oleh secarik kertas dalam tanda tangan
yang disebut MOU itu yang sepenuhnya
tidak mereka ketahui. Silakan baca buku
ee Setan Bermata Runcing. Jadi di banyak
tempat di Indonesia literasi itu juga
dianggap setan bermata runcing. Padahal
itu amanat global forum ekonomi dunia
dan amanat kita diang di dalam RPJMN
literasi itu menjadi salah satu di
antara sekian banyak indikator manusia
bermutu. kualitas manusia Indonesia itu
harus dicirikan oleh literasi yaitu
literat. Tadi kompetensi saya kira sudah
banyak konjungturnya ee sangat beragam.
Saya kira di tempat kita ada
kesenjangan, ada ketimpangan tingkat
kompetensi ee katakanlah 4C yang di ee
amanatkan dalam forum ekonomi dunia yang
juga dikembangkan.
Saya membuat generalisasi saja. Yang
saya maksud masih sangat timpang itu ee
bisa berarti
antara pendidikan dasar di Jawa Timur
dengan di luar Jawa Timur dengan di Jawa
dengan luar Jawa. bisa juga antara di ee
MA, SMK dan
ee
SMA atau bahkan ada variasi-variasi
kecil di dalam pendidikan ee non formal
ya misalnya paket C gitu ya. Nah, ini ee
kompetensi yang timpang ini saya kira
juga ee membuat kita harus
memfokuskan perhatian, harus mengerahkan
energi ekstra berat. Di situlah saya
kira ee kita melihat paling tidak saya
melihat teman-teman guru dan tendik itu
bekerja keras bukan hanya banting tulang
tapi juga jungkir balik untuk bisa
menyelenggarakan
ee pendidikan yang sebaik-baiknya untuk
membentuk kompetensi yang sebaiknya.
Apalagi tadi sudah disebutkan oleh Pak
Mariman ee kesenjangan guru, ketimpangan
guru, ketimpangan jumlah, ketimpangan
kualitas, ketimpangan kesejahteraan itu
terjadi. Nah, ini saya kira yang ee
menimbulkan pencapaian pencerdasan
kehidupan bangsa itu menjadi seperti
ngegas ngerem yang yang sekelompok
ngegas, yang sekelompok lain ngerem itu.
Nah, karakter saya kira sudah banyak
yang ee mengeluh. Ee ada juga yang ee
memberi contoh bagus. Tapi persoalan
pokok di Indonesia itu saya kira
karakter itu sulit terbentuk karena
tidak ada teladan. Satu itu. Kedua,
tidak ada ekosistem ee sosial budaya
yang baik yang mendukung karakter. kita
berhadapan dengan suatu kekosongan atau
kehampaan gravitasi nilai. Itulah yang
membuat ee saya kira karakter itu
menjadi
dilematis. Ada sebuah kasus di Kota
Malang misalnya seorang siswa, tidak
seorang, beberapa siswa ramai saja di
luar kelas mengganggu guru yang sedang
mengajar. si guru itu keluar kemudian
bukan menempeleng, saya kira hanya
memegang mungkin menempeleng kecil-kecil
dalam arti mengingatkan dalam arti kasih
sayang pada siswa itu jangan ramai. yang
terjadi kemudian diadukan orang tuanya
ee ke polisi. Jadi sedikit-sedikit juga
terjadi
ee pengaduan secara legal yudisial itu
ee usaha-usaha untuk mendidik dalam arti
mendidik karakter itu. Jadi ini repot
ini bagi saya kalau boleh usul begitu.
Kalau dalam Undang-Undang BUMN
saja yang namanya komisaris dan direksi
tidak
boleh ditangkap KPK di dalam
Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional
yang baru nanti. Guru dan tendik tidak
boleh diperkarakan hukum. Dipkarakan
hukum pada saat melaksanakan proses
pendidikan.
tentu ee itu membutuhkan perjuangan kita
bersama. Kalau tidak, maka teman-teman
guru kita semua ini selalu dihadapi ee
kecemasan saja. Nah, ini saya kira ee
problem karakter kita yang pokok. Yang
kedua itu ee tidak adanya suatu relasi
sosial yang saling ee mendukung
penciptaan ee karakter yang kita
inginkan bersama-sama. Sekolah sudah
banting, tulang, hancur lebur, ee
membentuk karakter. Luar sekolah
anak-anak itu sama sekali tidak ada
sistem kendali, tidak ada sistem
proyeksi. Para antropolog mengatakan
bahwa masyarakat yang baik, masyarakat
yang harmoni harus ada sistem nilai yang
memproyeksikan dan mengendalikan orang
perorang itu sehingga tunduk pada satu
tatanan sosial. Nah, di sini di
Indonesia kita ini kita sedang mengalami
problem itu. Itu dua saja di kasus itu.
Kemudian jati diri kita masih lemah
dalam jati diri kita masih
menjadi apa ya enlander atau mediokritas
gitu ya
setengah-setengah kemudian balik lagi
dan seterusnya. Ini saya kira
problem nyata yang tentu saja menurut
impresi dan persepsi saya, Bapak, Ibu
bisa memberikan data, fakta, pengalaman
yang lain yang memperkaya yang nanti
akan bisa menjadi satu simpulan bahwa
kondisi nyata seperti itu. Lalu kita
harus berbuat apa dalam sisa waktu 20
tahun ini.
Nah, saya ingin menekankan literasi ini.
Saya kira basis dari kompetensi karakter
itu seperti dinyatakan forum ekonomi
dunia itu adalah pada literasi. Karena
itulah semua sekarang literasi. Saya
sering menyebut sekarang itu mendadak
literasi. Kalau dulu ada lagu dangdut ee
ada film judul dan judul lagu ee
judulnya mendadak dangdut ini mendadak
literasi. Tetapi kita riuh di dalam
pameran-peran, di dalam ee
festival-festival, kerja-kerja literasi
yang nyata. Itu yang harus kita lakukan.
Kita di sekolah saya rasanya masih ee
ter serpih-serpih tadi. Kita belum
menyatu bahwa semua guru adalah guru
literasi. Semua tenaga pendidik adalah
pendidik literasi.
kita belum bisa mengembangkan slogan
itu. Dan jangan
lupa bukan hanya di lembaga pendidikan
tapi di masyarakat kita masih berhadapan
dengan nilai-nilai yang
menegasi
suasana atmosfer, kemudian struktur yang
atau nilai bahkan nilai yang mendukung
literasi
itu banyaklah saya kira ee lebih
baik pesta, lebih baik ee ke kafe
makan-makan lebih baik temannya lulus
itu ee misalnya kalau di kampus-kampus
sekarang itu mesti ee teman-temannya itu
membeli karangan bunga crunch itu.
Kenapa tidak yang lulus itu diadiai buku
dan seterusnya? Mengapa kendurinya itu
tidak kenduri literasi tapi kenduri ya
kenduri nasi dan seterusnya. Nah, di
keluarga kita nyaris ee tidak menemukan
suatu model peran role model tentang
keluarga literasi ini. tidak banyak.
Bukan tidak ada, tetapi tidak cukup
untuk ee melihat Indonesia ini di
keluarga, di masyarakat kita masih bisa
ee kita melihat peran-peran kecil
sebagai lilin-lilin kecil yang
dinyalakan, kafe-kafe, warung-warung dan
seterusnya itu saya kira layak kita
hargai, kita rekrut, kita pedulikan
sebagai bagian dari ee
upaya-upaya mendongkrak, mendorong atau
menjaga mutu literasi kita. Kita lemah
di dalam digital semuanya. Nah, lembaga
pemerintahan dan lembaga sosial saya
kira ini penting yang jarang disinggung.
Kalau ee kemudian misalnya kantor-kantor
Dinas Pendidikan itu A pada literasi,
tidak mendukung literasi sebenarnya ya
percuma saja. lembaga-lembaga sosial di
luar itu tidak mementingkan itu.
Misalnya RT, RW itu tidak kelurahan,
tidak ee beraras pada literasi, ya kita
akan sulit membangun mutu literasi kita.
Tapi itulah yang kita hadapi dan kita
harus ee bagaimana dengan cara begitu
rupa mendorong, mendongkrak,
meningkatkan literasi kita.
Nah, Bapak, Ibu
sekalian, bagaimana kita mendorongnya?
Saya kira kita harus membangun
optimisme. Saya kira tidak bisa kita
membangun literasi, membangun ee
pendidikan bermutu kita, membangun sains
dan teknologi kita, dan secara ee umum
mencerdaskan bangsa kita tanpa kita
optimis bisa melakukannya. Nah, karena
itulah ee saya menekankan optimisme itu
ee ini tentang literasi saja. Ee saya
setidak-tidaknya melihat ee tiga hal
yaitu reorientasi pendidikan dan
pembelajaran. Mau tidak mau ee kita
harus melakukan
reorientasi menyiangi mana yang tidak
perlu dan kemudian merawat mana yang
diperlukan. Kalau perlu menanam baru
yang diperlukan. Tetapi tetap dengan
koridor keberlanjutan agar perubahan itu
bukanlah sebuah tikungan tajam yang
membuat penumpang atau drivernya itu
malah kalangkabut terjungkal. Itu kita
sering menyaksikan begitu ee di dunia
pendidikan kita ini. Bahkan kita sering
melihat antar komponen itu offset.
offside dan bahkan apa ya overlapping
begitu tanpa
koordinasi ya tanpa koordinasi. Sebagai
contoh misalnya ini ya sekolah rakyat
dikelola oleh Kemen
SOS.
Kemudian SMA unggulan Garuda dikelola
Dikti. Kemudian ee ada sekolah untuk
mencetak
pemimpin bangsa.
yang dinamai Taruna Nusantara dikelola
Kemenha. Nah, karena itulah tidak heran
anggaran kita tadi disampaikan Pak
Mariman Darto tadi cuma 5% karena yang
lain-lain ya untuk para penyelenggara
pendidikan yang lain. Nah, kita harus
reorientasi pendidikan dan pembelajaran
itu. Pembelajaran kita yang seperti apa?
Yang cocok untuk Indonesia, cocok untuk
Jawa Timur. Nah, mengapa begitu? Saya
melihat salah satu contoh saja. Banyak
model pembelajaran itu tumbuh dan
berkembang di dunia kontinental. Kita
ini dunia arcipelego, kita dunia ee
bahari dan ee daratan itu menjadi satu.
Mau tidak mau ee kita harus memiliki
suatu orientasi pendidikan yang
menyiangi, merawat,
dan apa ya mengembangkan wilayah-wilayah
yang bukan daratan. Nah, kemudian ada
sikap baru pendidikan kependidikan kita
ya. Kita harus memiliki sikap
kependidikan kita seperti tadi ya. Semua
guru adalah guru literasi. Semua
pendidik adalah ee tenaga kependidikan
adalah guru literasi. Tenaga
kependidikan adalah guru. Guru juga
tenaga kependidikan tapi tidak
ee tidak prioritas pertama. Karena
sekarang hal-hal yang dulu katakanlah
nilai hal-hal yang dulu itu dikerjakan
oleh TU, TU sudah makin tidak ada ya,
maka harus bisa dikerjakan sendiri
akibat teknologi yang memungkinkan. Ini
kan berarti sikap-sikap baru
kependidikan yang harus kita kita
wujudkan. Nah, politik baru pembelajaran
tadi saya kira
ee kita tunggu saja
ee apa ya
omnibus kependidikan kita. Jadi kita
sedang menunggu Omnibus law pendidikan
kita. Mengapa disebut saya sebut
Omnibus? Karena itu delapan atau empat
undang-undang mau dikepras diserasikan
jadi satu. seperti dulu ee Undang-Undang
Perekonomian 72 diringkas jadi
Undang-Undang Cipta Kerja itu. Nah, kita
sekarang sedang menyaksikan di dunia
pendidikan akan dilakukan begitu. Saya
dengar-dengar bukan hanya empat yang
seperti yang disampaikan Pak Darto tadi,
tapi malah delapan. Karena di selain itu
ada undang-undang keinsinyuran, ada
undang-undang pendidikan
kesehatan dan lain-lain. Silakan dicari
sendiri. Inilah saya kira. Mari kita
optimis memandang ke depan karena
memandang pesimis juga sama saja energi
kita habis. Lebih baik menumpahkan
sesuatu dengan cerah
ceria. Meskipun mungkin hasilnya tidak
seperti yang kita sangka. Tetapi
setidak-tidaknya prosesnya menjadi lebih
menyenangkan, lebih menggairahkan, dan
lebih ee apa ya bersatu padu daripada
kita ee mengembangkan sikap pesimis yang
pastilah dalam proses itu loyo dan kita
tidak punya semangat. Nah, siapa yang
harus memulai? Saya kira tidak ada yang
tidak punya tugas.
Biarlah Pak Mariman Darto, Pak Menteri
Pendidikan Dasar Menengah itu menjadi
konseptor politik pendidikan yang tadi
saya sampaikan kita, Pak mulai Pak Agus
sampai kita yang berada di kelas, yang
berada di jajaran
pendidikan, dinas pendidikan maksud saya
itu para implementer, para pelaku yang
akan menjalankan ee detail-detail dari
apa yang telah menjadi kesepakatan
bersama. sama. Kalau itu bisa dilakukan,
maka saya kira pendidikan, sains, dan
teknologi ini akan memiliki peran yang
signifikan di dalam mencerdaskan bangsa
kita. Kalau itu bisa dilakukan, maka
paling tidak kita bisa lebih optimis,
kita lebih bisa melihat Indonesia cemas
dan kita tidak sedang menyaksikan
Indonesia lemas. Terima kasih. Saya
kembalikan pada moderator.
Baik, terima kasih banyak untuk Prof.
Joko Sarono yang sudah memberikan satu
pemaparan dan kali ini tentunya Sobat
ASN kami berikan satu kesempatan untuk
Anda bisa memberikan pertanyaan di
sesinya dari Prof. Joko Sariono. Silakan
untuk sobat ASN yang ingin bertanya kami
persilakan tentunya untuk bisa sharing
juga kepada Prof. Joko Sarono pada hari
ini dari sisi pakar pendidikan. Kalau
tadi kita sudah melihat dari berbagai
sisi tentunya kurang komplit kalau tanpa
dari sisi pakar pendidikan. Dan kali ini
jangan lupa untuk bisa mengaktifkan
tombol rais hand terlebih dahulu ketika
Anda ingin bertanya ya, Sobat ASN
ya. Silakan untuk Sobat ASN kami
persilakan di sesi pemateri kami yang
ketiga. Baik Prof. Saya juga boleh
bertanya enggak nih, Prof? Boleh. Boleh
ya, Prof. ya. Karena ini sangat sangat
berkesinambungan sekali nih, Prof. Nah,
Prof. Sebenarnya langkah-langkah awal
apa saja sih? Karena kan kadang-kadang
kita membutuhkan support ya kan, Prof.
ya. Sedangkan kalau kita lihat dari
berbagai sisi kali ini mungkin
pendidikannya sudah siap tapi
kadang-kadang muridnya atau juga wali
muridnya juga terkadang belum siap nih,
Prof. untuk berkesinambungan itu kita
harus men-supportnya dari sisi yang
seperti apa dulu nih, Prof. untuk
mengawalinya dari sisi yang seperti apa
nih, Prof? Kalau dari dilihat untuk segi
pendidikan sendiri nih, Prof. Saya kira
insan pendidikan ya, penyelenggara
pendidikan itu harus solid dulu, solid.
Ee sungguh-sungguh senang. Memang mereka
sudah bekerja keras ya, sudah ee
menumpahkan pikiran, tenaga ee tetapi
sering langkahnya itu tidak ee tidak
saling terangkai gitu. Nah, karena itu
kita harus keluar dari kepompong ee
kotak-kotak kita agar kita
bisa ee solid ya. Tadi kalau
dikatakannya solid, solid untuk
melakukan upaya-upaya
pendidikan. Tentu pendidikan bermutu
yang memang bisa merangkul semua
ee elemen pendidikan, elemen pelaksana
pendidikan. Setelah itu barulah kita
bisa ke ee siswa. Nah, kalau orang tua
agak susah sebenarnya di di Indonesia
karena
berbagai faktor
ketenagakerjaan dan ekonomi itu
mengakibatkan banyak orang tua pasrah
bongkokan kepada sekolah. bukan hanya
ee bukan hanya orang tua dalam arti
anaknya yang sudah SMA, SMK atau MA,
tetapi pertumbuhan yang sangat tinggi ee
tempat penitipan anak dan sejenisnya itu
gambaran bahwa orang tua muda juga
kerepotan dengan anak-anaknya dan
tidak mau berpikir banyak. mungkin
memikirkan pekerjaannya sudah pusing
eilan keliling. Kalau tujuh keliling kan
bintang tujuh ya. Betul. Kalau keliling
itu NU gitu.
Baik ya. Nah tek ini kelet. Jadi saya
kira itulah e dan kita ee solid dulu.
Eh, ada satu nasihat manajerial saya
kira
dari Maxfell itu yang mengatakan
eh perubahan selalu datang dari diri
pelaku sendiri. Kalau itu tidak
dilakukan, maka tidak bisa perubahan itu
bergerak mencapai tujuan. Nah, saya kira
pendidikan juga begitu. Kita harus solid
dulu. He. Nah, di situlah saya kira
orang-orang seperti tadi Pak Joko sampai
Pak Aris itu ee tidak bicara banyak lagi
tentang leadership. Kita itu zamannya
leader leadership.
Jadi leadership bukan leadership tapi
leadership. He. Jadi kita sedang ee
menggeser kepemimpinan bukan lagi
mempertahankan beginilah kepemimpinan
itu. Kita sedang menjadi mencari formula
yang paling ee mujarab bagi persoalan
kita. Terima kasih. Terima kasih, Prof.
Dan kali ini boleh dong, Prof. diberikan
closing statement untuk sobat ASN yang
telah hadir seluruh Indonesia. Apa nih
pesannya nih, Prof?
Pesannya ya musim tidak selalu hujan,
musim tidak selalu kemarau, musim
kadang-kadang juga hijau. Dan dunia
pendidikan kita, dunia pencerdasan
kehidupan bangsa, dunia untuk mencapai
atau konteks ekosistem untuk mencapai
Indonesia emas itu juga begitu. Tetapi
kita tetap harus siap dengan segala
musim.
orang yang hebat bisa mencapai tujuan,
bisa mencapai visi. Tadi kata Pak Joko,
Indonesia yang berdaulat, Indonesia yang
maju, Indonesia yang berkelanjutan,
pendidikan yang bermutu untuk semua
adalah orang-orang yang tidak bingung,
tidak kacau, tidak kalangkabut dengan
musim yang berubah-ubah. Karena kita
mampu memahami segala musim itu dan
menyiapkan perangkatnya. Saya kira
begitulah kita kalau meniru
nelayan, nelayan seperti apapun badai
kondisi laut tetap berangkat. Kalau
angin kencang, maka layar yang
diubah-ubah. Kita perlu mengubah-ubah
strategi cara dengan tetap terus
berjalan untuk mengerjakan apa yang kita
hajatkan untuk mencapai pendidikan
bermutu untuk semua bangsa yang cerdas.
Kemudian Indonesia emas itu kalau itu
dilakukan kita bukan hanya bahagia dan
gembira tetapi kita juga puas dengan apa
yang telah kita lakukan. Perkara
tercapai apa tidak itu saya kira sebuah
dinamika yang selalu di luar dugaan
kita. Karena setiap kerja kita memiliki
intended impact dan unintended impact.
Di situlah kita akan terpukau pada apa
yang kita hasilkan. Terima kasih. Terima
kasih, Prof. Tentunya untuk closing
statement yang sudah disampaikan kali
ini. Kami ucapkan terima kasih banyak
tentunya untuk Prof. Dr. Joko Sariono,
MPD. Untuk waktu yang sudah diluangkan
dan juga materi sebagai pemateri kami
yang ketiga. Terima kasih, Prof. Kita
berikan tepuk tangan yang meriah Bapak
dan Ibu, Sobat ASN di mana pun Anda
berada. Terima kasih, Prof. Semoga
nantinya kita bisa bertemu untuk sharing
kembali lebih dalam lagi. Terima kasih,
Prof. Sehat selalu. Terima kasih.
Sama-sama, Prof. Dan kali ini Sobat ASN
usai sudah acara webinar ASN Belajar
seri
ke-1725 yang mengusung satu tema
membangun bangsa yang cerdas menuju
Indonesia Emas
2045. Dan kali ini saya Devi Santi
mengucapkan terima kasih banyak untuk
Anda sobat ASN di mana pun berada.
Jangan lupa link presensinya diisi ya,
Sobat ASN ya. Dan tentunya kali ini kami
ucapkan terima kasih banyak untuk
kehadiran Anda. Berjumpa lagi di ASN
Belajar seri berikutnya.
Wassalamualaikum. warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat selalu. Sampai
[Tertawa]
[Musik]
[Tepuk tangan]
jumpa. Zaman yang terus
bergerak. Sambut dengan penuh
semangat. Saatnya kita
melangkah. Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap
kompetensi untuk pelayanan
berdampak bersama ASN
belajar. Ciptakan SDM unggul
berprestasi selalu inisiatif dan
kolaboratif untuk inovasi yang
berkelanjutan.
menjadi ASN berakhlak
mulia, siap menyongsong Indonesia emas.
[Musik]
ASN belajar wujudkan
pemerintahan berkelas dunia satukan
tekad pantang
menyerah jadi ASN getar
berkualitas belajar
wujudkan
pemerintahan kelas
dunia tukang tekad pantang
menyerah jadi
berkualit Kita
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]