File TXT tidak ditemukan.
ASN Belajar Seri 17 | 2025 - Membangun Bangsa Yang Cerdas Menuju Indonesia Emas
opp0TmJMnIE • 2025-05-08
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Terus
bergerak sambut dengan penuh
semangat. Saatnya kita
melangkah. Hadapi segala
tantangan. Tingkatkan setiap
kompetensi untuk pelayanan
berdampak. Bersama
ASN
belajar. Ciptakan SDM unggul
berprestasi.
[Musik]
selalu inisiatif dan
kolaboratif untuk inovasi yang
berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak
mulia siap menyongsong Indonesia emas.
[Musik]
ASM belajar
wujudkan
pemerintahan berkelas dunia satukan
tekad pantang
menyerah jadi ASNAR
berkualitas belajar
wujudkan
pemerintahanku telah
dunia tekad pantang
menyerah jadi
[Musik]
berkuit sama
[Musik]
He.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita
semuanya dan semoga tentunya Sobat ASN
di mana pun Anda berada selalu sehat
walafiat dan juga diberkahi oleh Allah
Subhanahu wa taala. Nah, pagi ini sobat
ASN di ASN Belajar seri ke-17 tahun 2025
kita mengusung satu tema yaitu membangun
bangsa yang cerdas menuju Indonesia
emas. Dan tentunya kali ini Bapak dan
Ibu, pembangunan sumber daya manusia
menjadi satu kunci utama dalam
mewujudkan visi Indonesia Emas
2045 dan tentunya untuk memaksimalkan
potensi demografi, kualitas pendidikan,
dan juga kompetensi masyarakat termasuk
aparatur sipil negara atau ASN harus
terus ditingkatkan sebagai pelayanan
publik dituntut untuk memiliki kapasitas
intelektual dan juga profesional
tentunya agar dapat mendukung
transformasi birokrasi dan juga
pembangunan nasional. Nah, tentunya
Bapak dan Ibu, Sobat ASN dalam
menghadapi satu tantangan globalisasi
dan juga revolusi industri 4.0, ASN
dituntut menguasai ilmu pengetahuan,
teknologi, dan juga inovasi pembelajaran
sepanjang hayat menjadi kebutuhan mutlak
terutama dengan kemajuan teknologi
digital yang memperluas akses informasi.
tentunya Sobat ASN akan dibahas tuntas
di webinar ASN belajar seri ke-17 tahun
2025. Dan kali ini Sobat ASN tentunya
untuk Anda. Tanpa berlama-lama lagi
marilah bersama-sama kita membuka acara
pada pagi hari ini tentunya dengan
sambutan yang akan disampaikan oleh
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Provinsi Jawa Timur. Kepada yang
terhormat Bapak Dr. Ramlianto, SPMP.
Kami persilakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita semuanya. Sobat ASN
di seluruh tanah air. Selamat bertemu
kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini Kamis tanggal 8 Mei 2025, ASN
Belajar telah memasuki seri yang ke-17.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi yang tulus atas antusiasme
sobat ASN di seluruh negeri untuk terus
mengikuti secara aktif program ASN
belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih
kami, kami selalu berkomitmen sekaligus
terus berikhtiar untuk menyajikan
topik-topik pengembangan kompetensi yang
menarik, kekinian, dan tentu berdampak
secara nyata terhadap peningkatan
kompetensi dan kinerja aparatur sipil
negara di Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-17 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka turut serta
menyemarakkan pemikiran dalam momen Hari
Pendidikan Nasional yang baru saja kita
peringati pada tanggal 2 Mei yang lalu.
Karena itu, ASN Belajar seri ke-17 tahun
2025 ini mengangkat topik membangun
bangsa yang cerdas menuju Indonesia
emas.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam ASN belajar bahwa topik menarik
ini akan kita bahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya. Sabat ASN di seluruh tanah
air telah menjadi kesepakatan kolektif
bangsa bahwa pendidikan adalah lentera
yang tak boleh padam sejenak pun.
Dia harus terus menyala dari lorong
sejarah hingga masa depan yang panjang.
Menerangi jalan anak bangsa menuju
kesejatian manusia. Manusia yang
berpikir merdeka, berhati nurani bening,
dan bertindak untuk kemaslahatan
semesta. Ia tidak semata cerdas secara
intelektual, tetapi juga mantap secara
spiritual dan santun secara sosial.
Manusia yang bijak dalam mengambil
keputusan, tangguh dalam menghadapi
tantangan, dan luhur dalam menjaga
nilai-nilai kemanusiaan.
Sobat SN di seluruh tanah air, momentum
Hari Pendidikan Nasional yang mengambil
tema partisipasi semesta wujudkan
pendidikan bermutu untuk semua
mengingatkan kita bahwa mencerdaskan
kehidupan bangsa bukan hanya amanat
konstitusi tetapi panggilan nurani
kolektif bangsa. Di sanalah pendidikan
menemukan martabatnya bukan sekedar
proses transmisi ilmu, tapi juga proses
memanusiakan manusia.
Di tengah dunia yang berubah
akseleratif, pendidikan tidak lagi cukup
jika hanya mengisi kepala dengan rumus
dan hafalan. Ia harus menumbuhkan daya
nalar, menyuburkan kepekaan sosial, dan
membentuk karakter luhur yang siap
menghadapi tantangan segala
zaman. Mencerdaskan anak bangsa berarti
mempersiapkan mereka tidak hanya untuk
bekerja, tetapi untuk hidup. Tidak hanya
untuk bersaing, tetapi juga untuk
berempati dan
berkontribusi. Pendidikan harus menjadi
jalan pulang bagi anak-anak yang mencari
makna dan arah di tengah hirup pikuk
dunia. Pendidikan yang mencerdaskan
harus hadir dalam segala bentuk dan
ruang. Di kelas, di rumah, di alam, di
dunia digital, anak-anak bangsa mesti
didampingi bukan hanya untuk menjadi
pintar, tapi untuk juga menjadi bijak.
Saat ini kita sedang membangun sistem
pendidikan yang membuka ruang refleksi,
menantang rasa ingin tahu, dan
menguatkan rasa tanggung jawab sebagai
warga negara dan warga
dunia. Momentum Hari Pendidikan Nasional
adalah ajakan untuk membangun masa depan
dari ruang-ruang belajar hari ini. Sebab
dari sanalah lahir generasi yang bukan
hanya cakap menghadapi tantangan, tapi
juga punya cita-cita luhur untuk
memajukan bangsanya.
Pendidikan adalah benih dan setiap anak
adalah lahan yang subur. Jika kita
menanam dengan hati dan pengetahuan,
bangsa ini akan tumbuh menjadi peradaban
yang terang dan
bermartabat. Sobat ASN di seluruh tanah
air. Lalu bagaimana kita membangun
arsitektur pendidikan yang mampu
mencerdaskan anak bangsa dari segala
dimensinya dalam rangka menyongsong
Indonesia Emas 2025. Nah, untuk membahas
cerdas dan tuntas topik ini, kami telah
mengundang para narasumber luar biasa
yang sudah barang tentu sangat kompeten
di bidangnya. Kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada para
narasumber hebat yang telah berkenan
hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada SatN di
seluruh tanah air. Pertama, kami
menyampaikan terima kasih kepada yang
terhormat Bapak Dr. Marimandarto, S.,
M.Si. SI. Beliau adalah staf ahli
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah
Republik Indonesia bidang manajemen
Talenta. Yang kedua, kami menyampaikan
terima kasih kepada yang terhormat Bapak
Dr. Aris Agung Pawa, SSTP, M.M. Beliau
adalah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi
Jawa Timur yang syarat dengan prestasi.
Dan yang ketiga kami menyampaikan terima
kasih kepada yang terhormat Bapak Prof.
Dr. Joko Sarono, M.Pd. Beliau adalah
akademisi dari Universitas Negeri Malang
yang sangat aktif dalam berbagai
kegiatan literasi. Nah, Sobat TSN, mari
kita simak dengan seksama webinar SN
belajar seri ke-17 tahun 2025. Semoga
bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih
tentunya kepada Bapak Dr. Ramlianto,
S.P., MP. selaku Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur. Nah, Bapak dan Ibu,
Sobat ASN kali ini yang telah hadir,
inilah saatnya kita akan memasuki
pemateri sesi yang pertama. Namun
izinkan saya untuk dapat menyapa
pemateri kita yang pertama. Tentunya
tidak lengkap rasanya mengangkat topik
pendidikan tanpa menghadirkan Kepala
Dinas Pendidikan selaku penanggung jawab
pelaksanaan teknis di tingkat provinsi.
Nah, bagaimana kiprah beliau dalam
mengawali kebijakan pemberdayaan SDM
para ASN di wilayah kerjanya
masing-masing. Dan kali ini Bapak dan
Ibu, kami akan hadirkan beliau yang
pernah menjadi pejabat Walikota Batu
Jawa Timur dari tahun 2023 sampai dengan
2025. Dan tentunya beliau saat ini
menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan
Provinsi Jawa Timur. Yang terhormat
inilah Bapak Dr. Aris Agung Pawai, SSTP,
M.M.
Asalamualaikum, Bapak. Selamat pagi.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, Mbak Devi.
Bagaimana kabarnya Bapak? Sehat?
Alhamdulillah sehat. Suara saya jelas
kedengaran? Sangat jelas dan juga sangat
jernih sekali, Bapak. Dan kali ini
tentunya Sobat AS juga sudah tidak sabar
nih Bapak Aris untuk bisa menyimak
pemaparan yang akan disampaikan dan juga
tentunya triks dan juga tips apa
tentunya Sobat ASN yang bisa lakukan
kali ini. Nah, untuk itu kepada Bapak
Aris kami persilakan
ya. Terima kasih Mbak Devi. Jadi
sebenarnya pagi ini saya bergabung
dengan ASN Belajar seri ke-17. bukan
memaparkan apa yang perlu saya
sampaikan, tapi ini bagian dari sharing
kita semua tentang bagaimana
perkembangan pendidikan di Jawa Timur
dan juga Indonesia di mana kita akan
membangun Indonesia Mars
2045. Ee perlu saya menyapa dulu kepada
kita semua di Sobat ASN Belajar seri
ke-17 ini. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, salam
sejahtera untuk kita semua. Om
swastiastu, Namo Buddhaya, salam
kebajikan. Shalom. Yang saya hormati
tentunya dan yang saya muliakan seluruh
narasumber ASN Belajar seri 17 tahun
2025. Yang pertama tentunya terima kasih
Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur yang
telah mengundang kami untuk bergabung ke
ASN Belajar seri ke-17. tentunya sangat
berbahagia buat kami dan sangat
terhormat bisa diundang forum yang
tentunya sangat berharga bagi kita semua
para ASN bukan hanya di Jawa Timur
bahkan di seluruh Indonesia yang telah
bergabung pada kesempatan ini. Ngomong
pendidikan tentu tidak akan ada
habisnya. Ngomong pendidikan tentu
menjadi gairah buat kita semua bagaimana
kita meningkatkan kompetensi kita, ilmu
kita, dan juga wawasan kita. Yang saya
hormati yang kedua narasumber kita juga
mungkin insyaallah sudah hadir bersama
dengan kita semua. Bapak Prof. Dr. Joko
Saryono, M.Pd., pakar pendidikan dan
juga guru besar Universitas Negeri
Malang. Ee beliau juga sangat eksert di
bidang pendidikan. Mudah-mudahan nanti
akan memberikan pencerahan buat kita
semua. Yang ketiga yang mewakili Bapak
Menteri Bapak Dr. Marimandarto, S.,
M.Si., SI, Staf Ahli Bidang Manajemen
Talenta Comun Daksmen. Ee alhamdulillah
juga mungkin insyaallah beliau sudah
hadir bersama-sama kita dan seluruh ASN
belajar, sobat ASN yang saya banggakan
dan saya hormati di seluruh Indonesia
yang mengikuti forum ini. Temanya sangat
luar biasa karena yang diangkat adalah
membangun bangsa yang cerdas menuju
Indonesia Emas 2045.
Tentu akan menjadi pertanyaan kita semua
apa yang telah kita lakukan ee di bangsa
ini terkait dengan bagaimana kita
menyiapkan diri Indonesia Mars 2045.
Tentu membangun ini adalah tentu
mempunyai ET yang sangat tinggi dengan
juga perlu strategi yang cukup tinggi.
Di mana Bapak Ibu sekalian ee forum ini
adalah forum yang menurut saya adalah
bagian yang tepat untuk kita semua
membahasnya. Kenapa saya katakan tepat?
karena 2045 tidak terasa sebentar lagi
akan kita hadapi dan tentu tantangan,
rintangan, dan juga isu-isu strategis
banyak yang harus kita hadapi bersama.
Maka membahas bagaimana membangun bangsa
yang cerdas tentu perlu
strategi-strategi khusus yang kita
lakukan bersama. Saudara-saudara, Sobat
ASN yang saya banggakan, Indonesia kini
berada pada titik krusial. Kenapa saya
katakan krusial? Karena yang tadi saya
sampaikan tahun 2045 itu sudah di depan
mata kita. akan menjadi momentum sejarah
yang tentu akan kita hadapi sebagai
bagian dari memperingati 100 tahun
kemerdekaan bangsa Indonesia. Namun
pertanyaannya adalah sudahkah kita
menyiapkan SDM yang unggul, berkualitas,
dan siap menghadapi tantangan global?
Nah, ini kan pertanyaan yang menarik
buat kita semua para sobat ASN yang
mengikuti forum ini. Tentu kita
membutuhkan ee pendidikan yang punya
pondasi utama terutama bagaimana
tertuang di dalam materi yang telah kita
susun bersama tentang pilar pembangunan
cerdas yang mencakup seluruh sendi-sendi
pendidikan yaitu berkualitas ee inovasi
teknologi, infrastruktur yang modern dan
itu tidak cukup karena pendidikan tidak
lagi hanya mengajarkan tentang
pengetahuan dasar melainkan harus
bagaimana kita mengintegrasikan antara
keterampilan kompetensi yang dihadapi di
abad 21 yaitu berpikir kritis,
komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan
dan karakter yang kuat. Nah, tentu ini
yang harusnya menjadi dasar buat kita
agar nanti ee Sobat ASN kita sudah bisa
menyiapkan generasi-generasi penerus
kita. Generasi-generasi yang tentunya
akan menjadi pelanjut kita yang
menyiapkan diri di Indonesia Mars 2045.
Kita sadar atau tidak sadar bahwa
anak-anak kita yang sekarang
berpendidikan di tingkat sekolah
menengah, mereka ini adalah
generasi-generasi yang nanti akan
melanjutkan estafet Indonesia Mars 2045.
Kenapa? Karena usia-usia mereka ini kan
rata-rata usia umur 15, 16, bahkan
sampai 17 dan 18. Nah, kalau kita hitung
nanti ke depan sampai dengan 2045,
berarti merekalah yang generasi-generasi
yang akan memimpin negara ini. Nah,
negara-negara maju seperti Finlandia ya,
Finlandia, Korea Selatan, Jepang ini
telah membuktikan bahwa investasi pada
pendidikan anak usia dini termasuk yang
sekarang berpendidikan, termasuk ee
sekolah menengah, mereka adalah bagian
bibit-bibit yang sudah disiapkan
bagi-bagian dari integrasi antara
pendidikan dan teknologi sebagai bagian
dari kemajuan. Di dalam kunci kemajuan
teknologi itu adalah pendidikan sendiri
yang mereka lakukan. Di saat yang sama,
negara-negara berkembang seperti
Vietnam, India sudah menunjukkan
lompatan signifikan di dalam penguatan
SD melalui digitalisasi dan reformasi
pendidikan. Nah, ini akan menjadi tolak
ukur bagi kita di Indonesia. Apakah
Indonesia tidak tertinggal dari
negara-negara maju yang tadi kami
sebutkan bahkan negara-negara yang
berkembang yang juga saya sebutkan. Nah,
namun kita masih bisa menghadapi
berbagai masalah, terutama kita harus
bisa memetakan isu-isu strategis seperti
apa sih yang kita hadapi di terhadap
dunia pendidikan untuk mengembangkan
kualitas SDM yang dimiliki oleh
Indonesia. Tentu kita menyadari bahwa
isu strategis yang harus kita lihat
adalah pertama adalah ketimpangan
kualitas dan akses pendidikan antar
wilayah. Nah, ini kan menjadi poin
penting kita juga bahwa isu strategis di
bidang pendidikan adalah salah satunya
adalah ketimpangan kualitas dan akses
pendidikan antar wilayah. Indonesia
memiliki banyak pulau, Indonesia banyak
ee berbagai macam suku, adat, dan
lain-lain. Dan itu tentu akan
mempengaruhi terhadap kualitas dan akses
pendidikan. Kenapa? Masih banyak
daerah-daerah kita yang terpencil jauh
di pelosok-pelosok yang tentu tidak
semua bisa mengakses pendidikan yang
secara merata bisa mereka nikmati.
terutama para guru-guru kita yang sangat
terbatas. Nah, ini menjadi tantangan
tersendiri dan menjadi isu strategis di
dalam pengembangan pendidikan di
Indonesia khususnya juga di Jawa Timur.
Yang selanjutnya adalah rendahnya
literasi digital. Mau tidak mau kita
sadari bahwa ee walaupun di genggaman
kita, anak-anak kita sudah menggenggam
yang namanya gadget, tapi tidak
digunakan sebagai bagian penguatan
literasi bagi mereka. Lebih banyak
kepada hal-hal yang penguatan-penguatan
di media sosial.
mungkin juga ee hal-hal yang lain,
mungkin game dan lain-lain yang tidak
ada ee sangkut pautnya dengan
peningkatan pendidikan yang harus mereka
dapatkan. Maka oleh sebab itu, Bapak,
Ibu sekalian, di mana kurikulum
kebutuhan terhadap industri masa depan
ini harus menjadi bagian yang perlu kita
ee siapkan. Ini juga termasuk dari
bagian dari isu strategis. Maka oleh
sebab itu, Bapak, Ibu sekalian, Sobat
ASM yang isu strategis lainnya adalah
minimnya kolaborasi pendidikan dengan
dunia usaha dan teknologi. Nah, kenapa
ee kami menyampaikan bahwa ini adalah
bagian salah satu isu strategis? Karena
banyak dari anak-anak kita atau
murid-murid kita yang sekarang ini
bersekolah baik di SMA maupun SMK mereka
kurang terhadap pemahaman bagaimana
dunia usaha dan dunia teknologi yang
mereka hadapi saat ini. Apalagi
perkembangan dunia ini kan begitu cepat
yaitu globalisasi, perang dagang yang
harusnya mereka bisa tangkap
peluang-peluang ini menjadi bagian dari
kesempatan untuk mereka untuk bisa
mendapatkan informasi-informasi untuk
penguatan literasi mereka. terutama
literasi kompetensi yang harus dihadapi.
Nah, untuk itu ee Sobat ASN, pemerintah
pusat dan pemerintah daerah harus bisa
bersinergi secara
strategis. Apa langkah-langkah strategis
yang bisa diambil? Yang pertama adalah
kita berharap dari pemerintah pusat dulu
bahwa untuk menyusun kebijakan nasional
pendidikan yang futuristik dan inklusif
maka tentu membutuhkan peningkatan
anggaran yang tidak sedikit. Jadi selain
tidak sedikit tentu harus kita harapkan
bisa lebih merata dari seluruh daerah.
Tadi saya sampaikan kan isu strategisnya
permasalahan yang kita hadapi adalah ee
akses masyarakat terhadap pendidikan itu
tidak merata karena ada daerah-daerah
kita yang terpencil, daerah-daerah kita
yang jauh yang di mana mereka bisa belum
bisa mengakses pendidikan. Maka oleh
sebab itu pemerintah pusat harus bisa
bagaimana caranya agar pendidikan
kebijakan nasional ini bisa futuristik
dan inklusif. maka tentu anggaran harus
bisa merata di semua lini termasuk di
semua wilayah termasuk di Jawa Timur itu
sendiri. Dan yang tidak kalah pentingnya
adalah bahwa pendidikan harus tepat
sasaran. Kita berharap bahwa pendidikan
ini jangan sampai anggaran yang sudah
dikeluarkan oleh pemerintah pusat ya
untuk pemerataan pendidikan, peningkatan
kualitas pendidikan dan juga mutu
pendidikan. Tapi tentu kita harapkan
jangan sampai salah sasaran yang
akhirnya tidak bermanfaat bahkan tidak
bisa memberikan dampak yang positif
terhadap perkembangan pendidikan dan
juga pembangunan SDM yang ada di
berbagai wilayah termasuk yang ada di
Jawa Timur. Nah, kita berharap bahwa di
dalam membangun ekosistem pendidikan
tentu kita berharap bahwa semuanya harus
berbasis teknologi dan juga bagaimana
kita bisa meningkatkan kompetensi
kewirausahaan. Nah, pemerintah pusat
harus bisa melihat bagaimana potensi
ini, terutama SDM yang ada di berbagai
wilayah, termasuk di Provinsi Jawa
Timur, di seluruh Indonesia. kita harus
bisa menangkap peluang-peluang ini.
Karena banyak SMK kita lulusannya ya
mereka mungkin lulus tapi dengan lulus
ya tidak mempunyai kompetensi keahlian
tertentu yang memang diharapkan di dalam
dunia saat ini atau ee kebutuhan
terhadap pangsa pasar, pangsa kerja yang
dibutuhkan terhadap lulusan SMK. Begitu
juga ee anak-anak kita yang lulusan SMA.
Mereka banyak yang kaget begitu masuk di
perguruan tinggi ternyata apa yang
mereka dapatkan di SMA, ilmu-ilmu yang
mereka dapatkan, akademik yang mereka
dapatkan, kurikulum yang telah disusun
ternyata tidak linear dengan apa yang
mereka dapatkan setelah mereka masuk di
perguruan tinggi. Nah, tentu ini
penguatan terhadap ee berbasis teknologi
dan juga bagaimana mereka menyiapkan
literasi-literasi kompetensi tentu kita
harapkan melalui sekolah-sekolah yang
sudah disiapkan saat ini, terutama di
sekolah menengah. Nah, bagaimana peran
pemerintah daerah apakah itu pemerintah
provinsi maupun pemerintah kabupaten
kota. Kita berharap bahwa
mengimplementasikan kebijakan pemerintah
pusat yang tadi saya sampaikan tentu
tidak hanya di dalam bentuk konseptual
saja. Kita ingin bahwa ini bisa langsung
bisa disesuaikan dengan kebutuhan lokal.
Kenapa saya katakan kebutuhan lokal?
Karena setiap daerah Bapak, Ibu
sekalian, Sobat ASN tidak sama. Jawa
Timur kebutuhannya dengan Jawa Barat
dengan kebutuhannya dengan Sulawesi,
Kalimantan, dan lain-lain. Tentu
berdasarkan kebutuhan kearifan lokal
yang diinginkan. Maka bagaimana
pengembangan SDM-nya, bagaimana
pengembangan terhadap pendidikannya,
maka tidak boleh kita kesampingkan
terhadap kebutuhan lokal yang
diinginkan. Bisa saja daerah-daerah
tertentu kebutuhan lokalnya terhadap SDM
yang dibutuhkan harus disesuaikan dengan
pangsa pasar dan pangsa kerja yang ada
di sana. Kecuali kalau memang
kebutuhannya adalah untuk kebutuhan yang
lebih besar lagi. Apakah dia akan
dikirim atau akan belajar di luar negeri
atau akan bekerja di luar negeri, ya.
ini kebutuhannya memang ee terpisahkan.
Namun pemerintah daerah harus bisa
memetakan ini. Yang selanjutnya adalah
memberdayakan sekolah melalui manajemen
berbasis data dan hasil belajar. Nah, ee
kita sering mengesampingkan terhadap
hasil mutu pendidikan bagi anak-anak
kita yang ada di sekolah. Ya, kita bisa
melihatlah pada saat proses anak-anak
kita melalui PPDB yang masuk di sekolah
negeri yang tertentu, yang dirasa hebat
dan juga mungkin sekolah-sekolah swasta
yang punya prestasi sangat luar biasa,
kita bisa melihat hasil lulusannya ini
yang betul-betul yang kita ingin lihat
dampaknya linier. Artinya mereka begitu
masuk di sekolah menengah mereka tidak
perlu lagi beradaptasi terlalu lama,
tapi mereka sudah tahu, sudah bisa
dengan berbasiskan data yang kita
hasilkan dari proses hasil belajar ini.
Maka saya berharap bahwa indeks sekolah
tidak hanya bagian dari momentum kita
mengetahui bagaimana prestasi ee si anak
ini atau murid ini atau anak didik kita,
tapi kita berharap bahwa juga kita
melihat
kompetensi-kompetensi dan skill anak
tersebut. dari hasil yang kita dapatkan
di proses pendidikan apakah itu 3 tahun
dan 3 tahun berikutnya di tingkat
tertentu. Nah, Bapak, Ibu sekalian,
Sobat ASN yang kami
banggakan. Yang di lain hal tentang
bagaimana pemerintah daerah mempunyai
peran adalah bagaimana kita menyiapkan
kompetensi guru yang tentu harus lebih
meningkat. Tenaga kependidikan juga kita
harus bisa melihat bagaimana mereka
meningkatkan pendidikannya secara
berkelanjutan. Kita bisa melihat bahwa
Bapak, Ibu sekalian di dunia teknologi
saat ini anak-anak kita ini tidak lagi
berharap gurunya sebagai seorang guru
yang mengajar satu arah. Kan enggak
bisa. Karena anak-anak kita ini ya kalau
kita bisa simpulkan mereka lebih cerdas
daripada kita. Mereka lebih cerdas
kepada gurunya. Kenapa? Mereka belajar
dari gadget. Mereka belajar dari dunia
teknologi yang mereka genggam saat ini.
Apa saja mereka bisa dapatkan. apa yang
disampaikan guru pada saat itu di dalam
kelas mereka bisa langsung berkomunikasi
dengan gadgetnya mendapatkan apa yang
mereka inginkan. Apakah itu yang
pola-pola yang kita gunakan saat ini
kepada guru dan tenaga pendidik kita
yang ada di sekolah? Tidak. Tentu kita
berharap para guru ini bisa menjadi
fasilitator buat anak-anak kita, menjadi
teman, sahabat buat anak-anak kita. dan
berprosesnya itu tentu kita berharap
mereka bisa mengungkit daya pikir
mereka, daya kritis mereka sehingga kita
mendapatkan generasi-generasi yang
cemerlang, generasi generasi yang begitu
mereka mendapatkan suatu permasalahan
mereka kritis dan tahu bagaimana
memecahkan permasalahan itu dan itulah
gunanya dan manfaatnya guru bisa menjadi
fasilitator buat mereka. Hadirin ee
sobat ASN seri ke-17 ASN Belajar yang
saya hormati, saya banggakan.
Transformasi pendidikan bukan lagi
menjadi pilihan. Jadi sesuatu yang
menjadi keniscayaan buat kita semua.
artinya sudah harus menjadi bagian dari
kehidupan kita, tidak bisa kita elakkan
lagi. Maka oleh sebab itu kita harus
bisa mencetak generasi tidak hanya
cerdas ya, tapi secara ee keseluruhan
kita berharap mereka juga adaptif,
kreatif, dan berintegritas. Terutama
mereka harus kritis. Kenapa saya katakan
ini? Tentu kita berharap bahwa ee Bapak,
Ibu sekalian, Sobat ASN, kalau
pendidikan kita hanya berdasarkan
akademik, maka kita tidak akan
menghasilkan anak-anak yang betul-betul
ee siap mentalnya untuk bisa menghadapi
dunia globalisasi yang begitu cepat,
termasuk bagaimana dunia yang saat ini
mereka harus hadapi yang begitu cepat
perkembangannya. Maka oleh sebab itu,
kenapa saya katakan tadi membutuhkan ee
anak-anak didik atau SDM kita yang
adaptif, kreatif, inovatif, dan
berintegritas. Kalau ini bisa dimiliki
oleh mereka semua ya yang diajarkan yang
ditransfer knowledge oleh guru-gurunya
sebagai fasilitator di lingkungan
sekolah, saya yakin membangun SDM
Indonesia Emas 2045 tidak muluk-muluk
bagi saya, bagi kita semua bahwa itu
akan terwujud. Nah, namun tentu kita
berharap dengan membangun kebersamaan
ini dan juga tekad dan kemauan kita
untuk meningkatkan kompetensi ilmu ya,
adaptasi anak-anak kita, kreativitas
anak kita, inovasi anak-anak kita, maka
tentunya mereka akan siap untuk bersaing
tidak hanya di tingkat ee daerah ya di
mana mereka tinggal, tapi di tingkat
nasional bahkan internasional. Kita bisa
melihat anak-anak kita ini banyak sekali
sekarang yang ee berani sekali mereka
ikut kompetensi-kompetensi tingkat
internasional sampai mereka ke luar
negeri dengan kepercayaan yang tinggi
dan bahkan mereka menghasilkan prestasi
yang sangat luar biasa. Ini kan wujud
bahwa mereka ini tidak kalah bersaing
dengan SDM-SDM yang ada di luar negara
sana, baik negara-negara maju maupun
negara-negara berkembang. Buktinya
mereka begitu kembali ke Indonesia,
kembali ke sekolahnya bisa menunjukkan
prestasi yang sangat luar biasa. Nah,
tentu Bapak, Ibu sekalian ee banyak hal
juga yang menentut kita harus menjadi
bagian memperhatikan bagaimana tampilan
ee dunia global saat ini di mana masa
SDM ini perlu kita lakukan regenerasi.
Nah, kita harapkan
ee membangun SDM Indonesia yang tidak
hanya untuk mampu bersaing di tingkat
nasional yang tadi kita sampaikan, tapi
juga internasional. Kita berharap
tampilan sebagai pemain global di masa
depan tentu menjadi harapan kita
bersama. Masa depan Indonesia tidak
hanya dimulai dari ee saat ini, tapi
kita berharap ee di berbagai ruang-ruang
publik bisa kita bangun literasi
anak-anak kita. Ya, karena anak-anak
kita ini dengan adanya gadget saya
melihat, kita menyaksikan bersama kurang
anak-anak kita terhadap
literasi-literasi, bahan-bahan mereka
untuk mengembangkan kompetensi ilmu
mereka. Jadi mereka hanya membaca
sesuatu yang ada di gadget tanpa ada
penguatan-penguatan literasi. Di mana
buku yang dulu menjadi pegangan sekarang
sudah banyak yang ditinggalkan. Maka
kita berharap ruang-ruang kelas hari ini
harus menjadi bagian ruang-ruang yang
hidup untuk membangun SDM yang
cemerlang, SDM yang cerdas, SDM yang
siap untuk menghadapi Indonesia emas.
Tentunya investasi terbesar kita adalah
bukan hanya sebagai bagian dari
infrastruktur di
sekolah, apakah itu infrastruktur beton
atau sarana prasarana lain, tapi yang
kita butuhkan adalah kecerdasan
anak-anak bangsa. Nah, ini Bapak, Ibu
sekalian, Sobat ASN ee Belajar seri
ke-17. Kita berharap bahwa apa yang
menjadi tumpuan harapan Indonesia Emas
adalah bagaimana kita menyiapkan SDM
yang unggul mulai dari sekarang ya.
Apakah di usia dini yang sekarang ini
masih berproses, apakah itu di PAUD, di
TK, masuk mereka di tingkat SD sampai
mereka melanjutkan di tingkat SMP dan
akhirnya mereka masuk di sekolah
menengah. Kita berharap bahwa pendidikan
mereka ini betul-betul bisa berdampak
terhadap individu mereka maupun
bagaimana kita menyiapkan
generasi-generasi yang hebat di tahun
2045 yaitu Indonesia Emas yang kita
harapkan bahwa ini bukan hanya slogan,
bukan hanya harapan, bukan hanya
tumpuan, tapi betul-betul bisa terwujud
dengan apa yang kita cita-citakan karena
ini adalah investasi masa depan.
Investasi yang tidak bisa kita pungkiri.
investasi yang menjadi bagian dari
ikhtiar kita agar negara Indonesia bisa
siap berkompetisi dengan negara-negara
maju, dengan negara berkembang sehingga
Indonesia tidak ketinggalan dengan
apapun yang terjadi. Apakah itu
teknologi yang begitu canggih,
digitalisasi yang begitu cepat, dan juga
perang dagang yang dihadapi Indonesia
saat ini. Saya yakin ee anak-anak kita
yang nanti akan melanjutkan
kepemimpinan-kepimpinan nasional pasti
akan siap untuk menghadapi itu. ini
Bapak Ibu sekalian yang bisa dapat saya
sampaikan pada kesempatan momen ASN
belajar seri
ke-17. Senang sekali saya bisa bergabung
ee yang kesekian kalinya mungkin baik
saya sebagai Kepala Dinas Pendidikan
maupun sebagai ee PJ Walikota Batu pada
saat itu saya bergabung di ASN Belajar.
senang melihat perkembangan-perkembangan
yang terjadi yang dilaksanakan oleh
teman-teman BPSDM yang sangat inovatif,
yang kreatifnya sangat luar biasa
sehingga ASN belajar ini masih
berlangsung sampai dengan saat ini.
Karena kita tahulah momentum-momentum
ASN kita untuk terus mengupdate diri itu
kan agak sulit dengan rutinitas yang
dilaksanakan sekarang dengan pekerjaan
yang begitu padat, tugas-tugas yang
begitu juga luar biasa. tentu mereka
harus butuh upgrade dirinya dengan
upgrade diri ya salah satunya dengan ASN
belajar yang sudah diinovasi oleh e
BPSDM Provinsi Jawa Timur. Banggalah
kita bahwa BPSDM Jawa Timur terus
memberikan dampak yang positif terhadap
perkembangan ilmu pengetahuan dan
kompetensi para SN kita bahkan bukan
hanya di Jawa Timur juga di seluruh
Indonesia. Sukses selalu untuk ASN
belajar di seri ke-17 ini. Sangat
menarik topiknya. Mudah-mudahan nanti
Pak Joko dan juga dari staf ahli dari
kementerian bisa memberikan pencerahan
kepada kita semua. Kami mohon maaf izin
ee tidak dapat mengikuti secara ee
seluruhnya dari kegiatan SM Belajar ini
karena ada kegiatan kami yang harus kami
ikuti dan tidak dapat ditinggalkan
karena sudah teragenda sebelumnya.
Sekali lagi terima kasih. Salam sukses
untuk ASN belajar seri ke-17.
Mudah-mudahan ini bermanfaat buat kita
semua. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih kami ucapkan
kepada Bapak Dr. Aris Agung Paw, SSTP,
MM. Kita berikan tepuk tangan yang
meriah, Bapak dan Ibu. Terima kasih
Bapak untuk kehadirannya pada pagi hari
ini. Dan tentunya untuk Sobat ASN Bapak
mohon izin apakah kita juga bisa
melanjutkan dengan sesi sharing sejenak
untuk bisa dengan memberikan tanya jawab
kepada sobat ASN pada hari ini? Mungkin
satu penanya Bapak kalau boleh satu
penanya boleh. Masih ada waktu sekitar 5
menit ya. Baik, silakan Bapak dan Ibu
silakan untuk bisa melakukan rise hand
kali ini karena kesibukan Bapak Aris
Agung Pawai kali ini juga sebagai Kepala
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur
juga akan ada melakukan kegiatan
kembali. Kami persilakan untuk Anda
dapat memberikan
pertanyaan. Hanya untuk satu penanya
Bapak dan Ibu. Mohon maaf untuk
keterbatasan waktu pada hari ini.
Silakan Bapak boleh diperkenalkan Bapak
dengan siapa dan dari
mana. Boleh di-unmute terlebih dahulu
Bapak. Mohon maaf Bapak belum terdengar
suaranya di kami di studio. Boleh
di-unmute. Baik. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Bapak Aris, saya Kasih hati
dari SMA Negeri 1 Ngoro, Mojokerto,
Bapak. Ya, alhamdulillah ee luar biasa
untuk materi kali ini ada tiga pilar
pembangunan cerdas yang Bapak terangkan
pendidikan berkualitas, inovasi
teknologi dan infrastruktural. Dan yang
saya tanakan Bapak, bagaimana strategi
transformatif yang holistik dan
berkelanjutan yang dapat
diimplementasikan bagi kami sebagai
pendidik di SMA Negeri 1 Ngorong
Mojokerto, Bapak untuk mewujudkan
pendidikan berkualitas, merata, dan
menggunakan inovasi teknologi dan
menjadi ee generasi emas di tahun 2045.
Terima kasih Bapak. Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh. Wabarakatuh. Terima kasih
banyak untuk pertanyaannya dan kami
persilakan kepada Bapak Aris Agung Pawai
untuk dapat menjawab pertanyaan
ya. Terima kasih. Salam ketemu lagi.
Perasaan baru 2 hari lalu kita ketemu,
Pak. Nah, nggih ee pertanyaannya sangat
luar biasa karena memang di lingkungan
vokasi atau khususnya pendidikan vokasi
ini menjadi tantangan tersendiri buat
kita semua. Saya sudah sering menekankan
kepada ee semua teman-teman pendidikan
ya, guru dan tenaga kependidikan di
berbagai wilayah, bagaimana pendidikan
ini bisa berdampak bagi semuanya. Jadi
bukan hanya berdampak bagi siswanya atau
muridnya ee juga guru dan tenaga
pendidikannya, tapi kita ingin bahwa
berdampak secara nasional. Jadi mereka
lulus, mereka berhasil menempuh
pendidikan sampai dengan berakhir. Tapi
mereka bisa menularkan
pendidikan-pendidikan ini ee secara
holistik kepada siapapun termasuk
lingkungannya, dunia kerjanya kalau
mereka sudah diterima di dunia kerja
maupun di perusahaan-perusahaan di mana
mereka berharap bisa di ee diterima.
Nah, oleh sebab itu, Bapak, Ibu
sekalian, pertanyaan ini menjadikan
bagian pengungkit kita semua bahwa
ternyata ee pilar terhadap perkembangan
pendidikan atau SDM menjadi poin penting
buat kita semua di dalam memberikan ee
tugas dan tanggung jawab kita sebagai
pendidik terutama ee teman-teman
pendidikan ya, guru dan tenaga
pendidikan di mana ee pilar yang paling
penting adalah pendidikan ini sekali
lagi saya katakan harus terjangkau Ya,
ini yang penting. Yang penting kalau
tidak terjangkau dan tidak terakses oleh
ee masyarakat ya tentu tidak mungkin ada
ada pendidikan yang bisa merata di
seluruh Indonesia atau di seluruh
wilayah kalau tidak kita lakukan ee
bagaimana keterjangkauan pendidikan
sendiri. keterjangkauan itu bukan hanya
terkait dengan di mana sekolah itu
berada ya, tapi bagaimana sekolah itu
bisa berada di tengah-tengah masyarakat,
terutama pembiayaannya mungkin ya ee
ketersediaan guru dan tenaga
pendidikannya dan juga infrastrukturnya.
Nah, termasuk yang tadi saya sampaikan
finansialnya ya. Pilar selanjutnya
adalah bagaimana kualitas pendidikan itu
bisa berdampak bagi semuanya. berdampak
itu artinya bahwa proses pembelajaran
dan kurikulum itu harus bisa linier.
Selama ini, Bapak, Ibu sekalian, saya
mohon maaf kalau bagian dari ee evaluasi
saya secara pribadi sebagai Kepala Dinas
Pendidikan dan juga mungkin teman-teman
dari kementerian. Selama ini kan setiap
5 tahun kita berganti kurikulum ya. Jadi
kurikulum 5 tahun sebelumnya mungkin
teman-teman guru di tanah pendidikan
belum selesai menghadapi kurikulum yang
lama sudah berganti dengan kurikulum
yang baru dan itu harus butuh regulasi.
Begitu regulasinya ditetapkan,
teman-teman harus belajar lagi, harus
menyesuaikan lagi. Guru dan tenaga
pendidik ini ee kalau saya melihat,
kalau saya berkeliling ke sekolah,
rata-rata mereka bingung apa sih
sebenarnya yang harus kita siapkan bagi
anak-anak kita ini ke depan. Setiap ee
waktu kami harus menyesuaikan kurikulum.
Nah, kami berpikir kenapa tidak sih kita
buat peta jalan pendidikan di Indonesia?
Apakah untuk ee 100 tahun ke depan, 30
tahun ke depan, 25 tahun ke depan
sehingga kita mendapatkan proses ee guru
yang berkualitas termasuk murid yang
betul-betul mempunyai mutu dan prestasi
yang cukup cemerlang. Karena apa? Karena
mereka berhadapan dengan kurikulum yang
tentunya sudah punya kepastian ya.
Kalaupun nanti ada perkembangan dunia
yang begitu cepat yang kita hadapi saat
ini kan tinggal mengisi saja ya. Tinggal
mengisi saja. Nah, oleh sebab itu yang
menjadi pilar yang tadi saya sampaikan
yang kedua adalah kualitas dan
pembelajaran yang ada di dalam kurikulum
yang tentunya kita berharap relevan
termasuk teknologi pendidikan itu
sendiri. Selanjutnya adalah kita
berharap ada relevansi dari proses
pendidikan itu yaitu link and match ya.
Pasti jenengan paham bagaimana dunia
kerja ini harus punya link and match
antara pendidikan vokasi kemitraan
antara industri dan juga kewirausahaan.
Nah, saya berharap Bapak, Ibu sekalian,
para kepala sekolah saya sering tekankan
Bapak, Ibu sekalian, janganlah kita
bekerja dengan rutinitas terhadap
pendidikan. Kalau kita tidak punya
inovasi, bahkan kita tidak melompat
keluar ya di luar dari ring sekolah atau
di luar dari halaman sekolah, lingkungan
sekolah, maka Bapak, Ibu sekalian kita
tidak bisa berharap apa-apa dari
anak-anak kita. Kenapa? kitalah yang
harusnya menangkap peluang itu. Jadi
kalau ada peluang ee terhadap industri
dan dunia usaha, maka sekolahlah yang
memberikan jalur buat mereka, jembatan
buat mereka supaya mereka sudah bisa
melihat ada masa depan yang bisa mereka
harapkan. Kenapa? Sekolah ikut membantu
bukan hanya untuk meluluskan saja, tapi
membantu anak-anak kita bisa link and
match terhadap dunia kerjanya. Nah, yang
selanjutnya adalah kita berharap ada
tata kelola yang jelas termasuk
kebijakan-kebijakan yang inklusif bagi
semua, terutama bagaimana kita berharap
ee terkait dengan desentralisasi
pendidikan. Nah, kami berharap ee
alhamdulillah kemarin kementerian sudah
mengundang kami seluruh kepala dinas
provinsi, kabupaten, kota diajak diskusi
yang namanya rembuk nasional. Saya yakin
bahwa kalau kita sepakat dengan sesuatu
yang berasal dari bawah ke atas, saya
yakin itu adalah produk yang sangat luar
biasa. Kenapa? Karena mendengarkan
arus-arus bawah terkait bagaimana yang
dihadapi dunia pendidikan baik di
pemerintah daerah maupun di
sekolah-sekolah yang saat ini kita
hadapi. Nah, tentunya kita juga butuh
transparansi dan akuntabilitas ya. Jadi
saya berharap sekolah-sekolah ini supaya
masyarakat percaya terhadap apa yang
kita lakukan terhadap dunia pendidikan
maka tentunya harus ada transparansi dan
bagaimana akuntabilitas kita jaga supaya
masyarakat itu lega dengan apa yang kita
lakukan. Termasuk bagaimana kita
penguatan karakter pendidikan yang kita
siapkan sebagai SDM yang unggul terutama
pendidikan karakternya. ee bagaimana
kita menyiapkan sektor gizinya yang
sudah dilakukan oleh pemerintah melalui
MBG ini sudah linear betul dengan apa
yang diharapkan oleh pemerintah termasuk
lifelong planning. Jadi bagaimana
mendorong untuk terus budaya belajar
bagi murid-murid kita, budaya belajar
bagi SDM Indonesia itu terus berada di
tengah-tengah mereka. Jadi komunitas
belajar ini terus berangkit. Kenapa?
Tanpa belajar maka tentunya kita akan
menjadi generasi yang kosong. tanpa
belajar mengupdate diri kita mungkin
jadi generasi yang akan jadi malas. Nah,
itu kita berharap Bapak Ibu sekalian apa
yang tadi sudah disampaikan kepada kita
semua ini adalah proses yang sangat luar
biasa dan saya yakin jenengan bertanya
ini tentu sudah paham bagaimana
sendi-sendi yang harus kita siapkan
untuk menyiapkan generasi emas yang
nanti kita hadapi bersama. Kita hanya
menikmati saja. tapi mereka yang akan
menjalankan ee roda pemerintahan, roda
negara ini termasuk bagaimana
mengembangkan dunia teknologi yang
begitu cepat. Mungkin itu yang dapat
saya sampaikan. Terima kasih.
Baik, terima kasih banyak Bapak untuk
sesi sharingnya dan kami mohon maaf
untuk keterbatasan waktunya. Dan sekali
lagi marilah bersama-sama kita berikan
tepuk tangan yang meriah untuk Kepala
Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Terima kasih banyak Bapak untuk segala
waktu yang diluangkan dan juga selamat
melanjutkan aktivitas kembali tentunya.
Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak
Dr. Aris Agung Pawa, SSTP, M.M. Dan kali
ini Sobat ASN tentunya kita akan
melanjutkan untuk di sesi yang
berikutnya. Dan kali ini Bapak dan Ibu
sebelum ke sesi yang berikutnya marilah
bersama-sama kita akan menyimak semesta
Bangkom berikut ini. Oke.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
He.
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Marilah kami junjung teguhkan diri dan
jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga
negeri. Situt melainkani bangsa dengan
akuntabilitas
tinggi.
Heb di sini tugas dengan hati.
Tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Melayani bangsa loyal tanpa
batasannya sangat adaptif dan
berkolaborasi. Bergandeng
tanggandung
tujuan jadikan ASN lebih
berakhlak bekerja sepenuh hati tulus
membantu sesama dengan bangga kami
melayani bangsa.
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan
hati. Tujuh kompetensi dalam
harmoni. Bangsa loyal tanpa
batasannya adaptif dan
berkolaborasi. Bergandeng tangan satu
tujuan untuk menjadikan ASN lebih
beragam.
mengerjas penuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami
melayani dengan bang kami
[Musik]
melayani bangsa
[Musik]
zaman yang terus
bergerak. Sambut dengan penuh
semangat. Saatnya kita
melangkah. Hadapi segala
tantangan. Tingkatkan setiap
kompetensi untuk pelayanan
berdampak. Bersama ASN
belajar. Ciptakan SDM unggul
berprestasi.
selalu inisiatif dan
kolaboratif untuk inovasi yang
berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak
mulia siap menyongsong Indonesia emas.
[Musik]
ASN belajar wujudkan
pemerintahan berkelas dunia satukan
tekad pantang
menyerah jadi ASN getar
berkualitas belajar
wujud
menerus kelas
dunia bukan tekad pantang
menyerah jadi
[Musik]
berkuar
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Marlah kami junjung teguhkan diri dan
jadikan pedoman serta
kekuatan hadir di sini untuk mengabdi
laksanakan tugas ke bangga negeri.
Memerentasut melaihani bangsa dengan
akuntabilitas tinggi.
Kami dari
sini dengan
hati. Tunjukkan kompetensi dalam
harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa
batasannya. Selalu adaptif dan
berkolaborasi. Bergandeng tangan
tanggung
tujuan untuk menjadikan ASN lebih
berakhlak.
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami
melayani
[Musik]
bangsa kami dari sini tedes dengan hati
Tujukan kompetensi dalam
harmoni. Bangsa loyal tanpa
batasannya adaptif dan
berkolaborasi. Bergandeng tangan satu
tujuan untuk menjadikan ASN lebih
beragama. Menggas penuh hati tulus
membantu sesama di rembangan kami malam.
melayani dengan mengah kami
melayani dengan kami
[Musik]
melayani bangsa
[Musik]
H
[Musik]
Hasen bua semangat
membara di era digital terus berkarya
berkolaborasi inisiatif
tinggi inovasi cemelak Jawa Timur terus
melaju bersama
BPSDN Jatim kita terus melesat untuk
Indonesia emas prestasi hebat
[Musik]
ASNU tiada yang tertinggal no one left
behind kita terus
melangkah
berkolaborasi inisiatif
tinggi inovasi cemerlang Jawa Timur
terus melaju bersama
BPSDM Jatim Kita terus melesat untuk
Indonesia emas. Prestasi hebat aset
unggur tiada yang
tertinggal. No one left behind. Kita
terus
melangkah
berkolaborasi inisiatif
tinggi inovasi cemalah. Jawa Timur terus
melaju bersama
PPSDM Jatim kita terus melesar untuk
Indonesia emas prestasi hebat bersama
kampus satelit
PPSM Jatim no one left behind ASN unggul
dan
berkualitas melesa
tinggi Indonesia jaya Yeah.
[Musik]
Semangat
membara di era digital. Terus berkarya,
berkolaborasi, inisiatif
tinggi, inovasi cempelak, Jawa Timur
terus melaju. Bersama
BPSN Jatim, kita terus melesat. Untuk
Indonesia emas prestasi hebat.
[Musik]
SN tiada yang tertinggal no one left
behind kita terus
melangkah
berkolaborasi inisiatif
tinggi inovasi cemerlang Jawa Timur
terus melaju bersama
BPSDM Jatim kita terus melesat untuk
Indonesia emas prestasi herat aset
unggur tiada yang
tertinggal no left behind kita terus
melangkah
berkolaborasi inisiatif
tinggi inovasi cemalah Jawa Timur terus
melaju bersama
PPSDM Jatim Kita terus melesar untuk
Indonesia emas prestasi hebat bersama
kampus satelit
PPSM Jatim. No one left behind. I unggul
dan
berkualitas. Melesa
tinggi Indonesia jaya.
[Musik]
[Tepuk tangan]
Zaman yang terus
bergerak, sambut dengan penuh
semangat. Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala
tantangan. Tingkatkan setiap
kompetensi untuk pelayanan
berdampak. Bersama
ASN
belajar. Ciptakan SDM unggul
berprestasi. Selalu inisiatif dan
kolaboratif untuk inovasi yang
berkelanjutan.
menjadi ASN berakhlak
mulia, siap menyongsong Indonesia emas.
[Musik]
ASN belajar wujudkan
pemerintahan berkelas dunia satukan
tekad pantang
menyerah jadi ASN getar
berkualitas belajar
wujudkan
pemerintahan kelas
dunia bukan tekad pantang
menyerah jadi
[Musik]
berkuit belajar
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
He.
Kembali lagi sobat SN tentunya masih
dalam acara webinar SN belajar seri
ke-17 yang tentunya membahas satu tema
membangun bangsa yang cerdas menuju
Indonesia emas. Dan tentunya kami sudah
menghadirkan para narasumber yang
kompeten di bidangnya pada hari ini
untuk bisa memberikan satu wawasan,
inspirasi dan juga solusi strategis bagi
pengembangan SDM ASN di seluruh
Indonesia. Nah, tentunya dengan adanya
kegiatan ini kita mengharapkan Sobat ASN
dapat menciptakan jaringan pembelajaran
antar ASN dan juga tentunya dapat
mendorong peningkatan kualitas pelayanan
publik dan tata kelola dari berbagai
wilayah pemerintahan yang jauh lebih
baik untuk ke depannya. Nah, kali ini
Sobat ASN seperti janji saya kalau kali
ini kita juga punya pemateri yang
berikutnya. Izinkan saya untuk dapat
menceritakan sedikit siapakah beliau
yang akan memberikan presentasi ataupun
juga pemateri yang kedua. Nah, adapun
narasumber kita ini adalah seorang yang
sudah mendedikasikan hidupnya dalam
pendidikan ilmu manajemen, terutama pada
bidang integritas, etika manajemen, dan
juga manajemen kerja selama lebih dari
20 tahun. Dan tentunya hadirin sekalian,
marilah bersama-sama kita akan menyimak
pemaparan yang akan disampaikan oleh
Bapak Dr. Mariman Darto, S., M.Si. SI
selaku Staf Ahli Menteri Bidang
Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Selamat pagi, Bapak.
Asalamualaikum. Mohon izin, Bapak
suaranya belum terdengar dari studio.
Selamat pagi, Mbak Devi. Selamat pagi.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Suaranya sangat terdengar
jelas di sini Bapak Dr. Mariman. Nah,
bagaimana kabarnya Bapak? Pak.
Alhamdulillah sehat-sehat. Salam dari
Pak Menteri untuk hadirin sekalian.
Nggih. Terima kasih banyak. Nah, kali
ini tentunya Sobat ASN sudah tidak sabar
ingin menyaksikan bersama, sharing
bersama untuk materi yang kedua. Dan
kali ini kepada Bapak Dr. Marimandarto,
S., M.Si.
Baik.
Oke. Ee bisa melihat bahan atau materi
saya
ngih? Bisa melihat materi saya?
Teman-teman sekalian bisa Bapak bisa
terlihat di studio Bapak. Oke. Baik.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Bapak Ibu
sekalian yang saya hormati. ya senang
sekali bis hari ini bisa hadir
bersama ee rekan-rekan sekalian dan ee
tentu ini sebuah apa sebuah ee
penghargaan kami ee apa penghan dari
teman-teman Jawa Timur terutama di BSDM
kepada Pak Menteri yang ee hari ini
mohon maaf tidak bisa hadir. salam dari
beliau karena ada tugas yang tidak bisa
ditinggalkan di
Denpasar. Dan ee ada beberapa hal yang
perlu kami sampaikan sebelum saya
menyampaikan materi ini. Pertama bahwa
ee beliau apa menyampaikan salam kepada
Bapak Ibu sekalian ee dan insyaallah di
kesempatan yang lain beliau akan hadir
ee berjumpa dengan teman-teman sekalian.
Dan yang kedua tentu ee beliau juga
menyampaikan apa? Salam hangat ee dan
terutama kepada para guru di seluruh
Indonesia dan hadirin sekalian yang
bukan profesi guru dan tentu banyak ee
kebijakan penting yang apa yang ee
beliau benar-benar ee dedikasikan untuk
bangsa ini dan terutama memang kaitannya
dengan membangun bangsa cerdas menuju
Indonesia Emas 2045 khususnya bagi
aparat negara.
Nah, kalau kita apa kalau kita baca ee
sekilas dari apa mungkin ee bahan kami
belum anu ya ee tidak apa atau gimana
ini belum bisa tampil ya. Baik Bapak
boleh kami bantu ya Pak ya untuk di
studio dari teman-teman di sana ya. Iya.
Baik kami bantu dengan rekan-rekan kami
yang ada di studio. Baik. Iya. Baik
sudah terlihat Bapak. Oke, makasih
banyak ya ee teman-teman sekalian
terkait dengan ee konteks membangun
bangsa cerdas menuju Indonesia 2045
tentu ee kita ingin ee melihat bahwa apa
sih sebenarnya yang terjadi
di45 itu tentu dengan apa dengan
beberapa data menarik yang perlu kami
sampaikan ee ke teman-teman sekalian.
Kalau kita melihat ee apa yang terjadi
di apa di ee apa Indonesia Mas 245 ini
tentu angka prediksi yang kami peroleh
dari sumber Undang-Undang Nomor 59 Tahun
2024 tentang RPJM RPJPN
2025-2045 dan ee tentu ada hal-hal yang
menarik menurut saya terkait dengan tema
ini. Kenapa kemudian kami memaparkan di
tahap awal ini ee cerita tentang visi
Indonesia
2045? Nah, kalau kita baca ee dari apa?
Dari ee Visi Indonesia Mars 2045, next
slide, maka ee Indonesia ingin
menjadikan ee negara ini sebagai negara
yang memang bersatu ya, berdaulat, maju,
dan berkelanjutan. Dan ini ditopang oleh
ee dua transformasi penting yang kita
bisa baca di apa di slide ini, di next
slide. Ee yang pertama adalah
transformasi sosial dan yang kedua
adalah transformasi ekonomi. Dua ee
transformasi yang sangat ee apa sangat
ee penting ee untuk mempersiapkan
Indonesia di apa di ee apa 2045.
Dan kalau kita melihat dari sasaran apa?
Sasaran pembangunan, maka ee lima poin
penting yang kita bisa lihat, bisa
tampak di layar adalah ee pertama ee
kita menghadapi kondisi yang apa yang
memang hari ini itu tidak ideal. Tetapi
setidaknya ee dengan apa sasaran
bangunan di 2045 ee dengan pendapatan
berkapita setara dengan negara maju maka
beberapa data ee predik apa yang
sifatnya prediktif eh di apa yang bisa
kita sampaikan ini tidak ee apa prediksi
atas apa atas eh data di internal kita
tetapi World Bank juga sama ya
mengatakan hal yang sama bahwa ee apa
ini kan perkapita Indonesia di apa di
apa di 2045 itu ada kenaikan yang cukup
apa cukup ee signifikan dari 5.500 di
saat ini ke 30 di tahun 2023 misalkan ke
30.000 ee 300 ee apa per kapita ee ini
US dollar ya per kapita. Nah, kemudian
yang kedua eh apa ini juga ee angka
prediksi yang menurut saya sih masuk
akal itu ya, bahwa kontribusi PDB di
sektor kemaritiman itu meningkat sangat
signifikan. Ada 7 poin. Jadi dari 8,1 ee
apa persen ke
15,0% misalkan. Nah, kemudian juga sama
di kontribusi PDB manufaktur. Manufaktur
juga menempati posisi yang kurang lebih
sama ee ada selisih 1 poin dari 20,8 ke
28 ee0. Kemudian yang kedua bahwa ee
prediksi apa pemerintah ee karena ini
menggunaan data pemerintah ya terkait
dengan penurunan angka kemiskinan dan ee
pengurangan terhadap ee apa terhadap gap
di apa di baik di antar wilayah gitu ya
ee maupun di ee beberapa angka apa di
generasio dan sebagainya maka ini bisa
tergambar tingkat kemiskinan ee
prentasenya juga menurun sekitar 2
sampai 3% dari 7 ee ke 0, 5 dan kemudian
gini rasio yang menunjukkan apa yang
menggambarkan bahwa tingkat
kesejahteraan kita semakin apa semakin
baik dari 0,3 sampai 0,38 misalkan ke 0,
29 misalkan. Nah, kemudian dikontribusi
PDRB di kawasan Timur Indonesia yang
menjadi kawasan yang paling apa paling
ee apa ya ee apa ya sangat apa sangat ya
kita tahu hari ini kita bicara
ketimpangan itu pasti kawasan timur
Indonesia ee ternyata ini juga mengalami
ee apa ee peningkatan sumbangannya di
apa naik di 7 kom apa cuma 1 poin jadi
dari 21,4 menjadi 28 ee5.
Nah, ini angka yang menggambarkan bahwa
ee sas
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:01 UTC
Categories
Manage