File TXT tidak ditemukan.
ASN Belajar Seri 17 | 2025 - Membangun Bangsa Yang Cerdas Menuju Indonesia Emas
opp0TmJMnIE • 2025-05-08
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id Terus bergerak sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. [Musik] selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. [Musik] ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASNAR berkualitas belajar wujudkan pemerintahanku telah dunia tekad pantang menyerah jadi [Musik] berkuit sama [Musik] He. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semuanya dan semoga tentunya Sobat ASN di mana pun Anda berada selalu sehat walafiat dan juga diberkahi oleh Allah Subhanahu wa taala. Nah, pagi ini sobat ASN di ASN Belajar seri ke-17 tahun 2025 kita mengusung satu tema yaitu membangun bangsa yang cerdas menuju Indonesia emas. Dan tentunya kali ini Bapak dan Ibu, pembangunan sumber daya manusia menjadi satu kunci utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 dan tentunya untuk memaksimalkan potensi demografi, kualitas pendidikan, dan juga kompetensi masyarakat termasuk aparatur sipil negara atau ASN harus terus ditingkatkan sebagai pelayanan publik dituntut untuk memiliki kapasitas intelektual dan juga profesional tentunya agar dapat mendukung transformasi birokrasi dan juga pembangunan nasional. Nah, tentunya Bapak dan Ibu, Sobat ASN dalam menghadapi satu tantangan globalisasi dan juga revolusi industri 4.0, ASN dituntut menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, dan juga inovasi pembelajaran sepanjang hayat menjadi kebutuhan mutlak terutama dengan kemajuan teknologi digital yang memperluas akses informasi. tentunya Sobat ASN akan dibahas tuntas di webinar ASN belajar seri ke-17 tahun 2025. Dan kali ini Sobat ASN tentunya untuk Anda. Tanpa berlama-lama lagi marilah bersama-sama kita membuka acara pada pagi hari ini tentunya dengan sambutan yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Kepada yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Kami persilakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita semuanya. Sobat ASN di seluruh tanah air. Selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 8 Mei 2025, ASN Belajar telah memasuki seri yang ke-17. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tulus atas antusiasme sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami selalu berkomitmen sekaligus terus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-17 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka turut serta menyemarakkan pemikiran dalam momen Hari Pendidikan Nasional yang baru saja kita peringati pada tanggal 2 Mei yang lalu. Karena itu, ASN Belajar seri ke-17 tahun 2025 ini mengangkat topik membangun bangsa yang cerdas menuju Indonesia emas. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sabat ASN di seluruh tanah air telah menjadi kesepakatan kolektif bangsa bahwa pendidikan adalah lentera yang tak boleh padam sejenak pun. Dia harus terus menyala dari lorong sejarah hingga masa depan yang panjang. Menerangi jalan anak bangsa menuju kesejatian manusia. Manusia yang berpikir merdeka, berhati nurani bening, dan bertindak untuk kemaslahatan semesta. Ia tidak semata cerdas secara intelektual, tetapi juga mantap secara spiritual dan santun secara sosial. Manusia yang bijak dalam mengambil keputusan, tangguh dalam menghadapi tantangan, dan luhur dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Sobat SN di seluruh tanah air, momentum Hari Pendidikan Nasional yang mengambil tema partisipasi semesta wujudkan pendidikan bermutu untuk semua mengingatkan kita bahwa mencerdaskan kehidupan bangsa bukan hanya amanat konstitusi tetapi panggilan nurani kolektif bangsa. Di sanalah pendidikan menemukan martabatnya bukan sekedar proses transmisi ilmu, tapi juga proses memanusiakan manusia. Di tengah dunia yang berubah akseleratif, pendidikan tidak lagi cukup jika hanya mengisi kepala dengan rumus dan hafalan. Ia harus menumbuhkan daya nalar, menyuburkan kepekaan sosial, dan membentuk karakter luhur yang siap menghadapi tantangan segala zaman. Mencerdaskan anak bangsa berarti mempersiapkan mereka tidak hanya untuk bekerja, tetapi untuk hidup. Tidak hanya untuk bersaing, tetapi juga untuk berempati dan berkontribusi. Pendidikan harus menjadi jalan pulang bagi anak-anak yang mencari makna dan arah di tengah hirup pikuk dunia. Pendidikan yang mencerdaskan harus hadir dalam segala bentuk dan ruang. Di kelas, di rumah, di alam, di dunia digital, anak-anak bangsa mesti didampingi bukan hanya untuk menjadi pintar, tapi untuk juga menjadi bijak. Saat ini kita sedang membangun sistem pendidikan yang membuka ruang refleksi, menantang rasa ingin tahu, dan menguatkan rasa tanggung jawab sebagai warga negara dan warga dunia. Momentum Hari Pendidikan Nasional adalah ajakan untuk membangun masa depan dari ruang-ruang belajar hari ini. Sebab dari sanalah lahir generasi yang bukan hanya cakap menghadapi tantangan, tapi juga punya cita-cita luhur untuk memajukan bangsanya. Pendidikan adalah benih dan setiap anak adalah lahan yang subur. Jika kita menanam dengan hati dan pengetahuan, bangsa ini akan tumbuh menjadi peradaban yang terang dan bermartabat. Sobat ASN di seluruh tanah air. Lalu bagaimana kita membangun arsitektur pendidikan yang mampu mencerdaskan anak bangsa dari segala dimensinya dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2025. Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada SatN di seluruh tanah air. Pertama, kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Dr. Marimandarto, S., M.Si. SI. Beliau adalah staf ahli Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia bidang manajemen Talenta. Yang kedua, kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Dr. Aris Agung Pawa, SSTP, M.M. Beliau adalah Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang syarat dengan prestasi. Dan yang ketiga kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Prof. Dr. Joko Sarono, M.Pd. Beliau adalah akademisi dari Universitas Negeri Malang yang sangat aktif dalam berbagai kegiatan literasi. Nah, Sobat TSN, mari kita simak dengan seksama webinar SN belajar seri ke-17 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih tentunya kepada Bapak Dr. Ramlianto, S.P., MP. selaku Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Nah, Bapak dan Ibu, Sobat ASN kali ini yang telah hadir, inilah saatnya kita akan memasuki pemateri sesi yang pertama. Namun izinkan saya untuk dapat menyapa pemateri kita yang pertama. Tentunya tidak lengkap rasanya mengangkat topik pendidikan tanpa menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan selaku penanggung jawab pelaksanaan teknis di tingkat provinsi. Nah, bagaimana kiprah beliau dalam mengawali kebijakan pemberdayaan SDM para ASN di wilayah kerjanya masing-masing. Dan kali ini Bapak dan Ibu, kami akan hadirkan beliau yang pernah menjadi pejabat Walikota Batu Jawa Timur dari tahun 2023 sampai dengan 2025. Dan tentunya beliau saat ini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Yang terhormat inilah Bapak Dr. Aris Agung Pawai, SSTP, M.M. Asalamualaikum, Bapak. Selamat pagi. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, Mbak Devi. Bagaimana kabarnya Bapak? Sehat? Alhamdulillah sehat. Suara saya jelas kedengaran? Sangat jelas dan juga sangat jernih sekali, Bapak. Dan kali ini tentunya Sobat AS juga sudah tidak sabar nih Bapak Aris untuk bisa menyimak pemaparan yang akan disampaikan dan juga tentunya triks dan juga tips apa tentunya Sobat ASN yang bisa lakukan kali ini. Nah, untuk itu kepada Bapak Aris kami persilakan ya. Terima kasih Mbak Devi. Jadi sebenarnya pagi ini saya bergabung dengan ASN Belajar seri ke-17. bukan memaparkan apa yang perlu saya sampaikan, tapi ini bagian dari sharing kita semua tentang bagaimana perkembangan pendidikan di Jawa Timur dan juga Indonesia di mana kita akan membangun Indonesia Mars 2045. Ee perlu saya menyapa dulu kepada kita semua di Sobat ASN Belajar seri ke-17 ini. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua. Om swastiastu, Namo Buddhaya, salam kebajikan. Shalom. Yang saya hormati tentunya dan yang saya muliakan seluruh narasumber ASN Belajar seri 17 tahun 2025. Yang pertama tentunya terima kasih Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur yang telah mengundang kami untuk bergabung ke ASN Belajar seri ke-17. tentunya sangat berbahagia buat kami dan sangat terhormat bisa diundang forum yang tentunya sangat berharga bagi kita semua para ASN bukan hanya di Jawa Timur bahkan di seluruh Indonesia yang telah bergabung pada kesempatan ini. Ngomong pendidikan tentu tidak akan ada habisnya. Ngomong pendidikan tentu menjadi gairah buat kita semua bagaimana kita meningkatkan kompetensi kita, ilmu kita, dan juga wawasan kita. Yang saya hormati yang kedua narasumber kita juga mungkin insyaallah sudah hadir bersama dengan kita semua. Bapak Prof. Dr. Joko Saryono, M.Pd., pakar pendidikan dan juga guru besar Universitas Negeri Malang. Ee beliau juga sangat eksert di bidang pendidikan. Mudah-mudahan nanti akan memberikan pencerahan buat kita semua. Yang ketiga yang mewakili Bapak Menteri Bapak Dr. Marimandarto, S., M.Si., SI, Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Comun Daksmen. Ee alhamdulillah juga mungkin insyaallah beliau sudah hadir bersama-sama kita dan seluruh ASN belajar, sobat ASN yang saya banggakan dan saya hormati di seluruh Indonesia yang mengikuti forum ini. Temanya sangat luar biasa karena yang diangkat adalah membangun bangsa yang cerdas menuju Indonesia Emas 2045. Tentu akan menjadi pertanyaan kita semua apa yang telah kita lakukan ee di bangsa ini terkait dengan bagaimana kita menyiapkan diri Indonesia Mars 2045. Tentu membangun ini adalah tentu mempunyai ET yang sangat tinggi dengan juga perlu strategi yang cukup tinggi. Di mana Bapak Ibu sekalian ee forum ini adalah forum yang menurut saya adalah bagian yang tepat untuk kita semua membahasnya. Kenapa saya katakan tepat? karena 2045 tidak terasa sebentar lagi akan kita hadapi dan tentu tantangan, rintangan, dan juga isu-isu strategis banyak yang harus kita hadapi bersama. Maka membahas bagaimana membangun bangsa yang cerdas tentu perlu strategi-strategi khusus yang kita lakukan bersama. Saudara-saudara, Sobat ASN yang saya banggakan, Indonesia kini berada pada titik krusial. Kenapa saya katakan krusial? Karena yang tadi saya sampaikan tahun 2045 itu sudah di depan mata kita. akan menjadi momentum sejarah yang tentu akan kita hadapi sebagai bagian dari memperingati 100 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia. Namun pertanyaannya adalah sudahkah kita menyiapkan SDM yang unggul, berkualitas, dan siap menghadapi tantangan global? Nah, ini kan pertanyaan yang menarik buat kita semua para sobat ASN yang mengikuti forum ini. Tentu kita membutuhkan ee pendidikan yang punya pondasi utama terutama bagaimana tertuang di dalam materi yang telah kita susun bersama tentang pilar pembangunan cerdas yang mencakup seluruh sendi-sendi pendidikan yaitu berkualitas ee inovasi teknologi, infrastruktur yang modern dan itu tidak cukup karena pendidikan tidak lagi hanya mengajarkan tentang pengetahuan dasar melainkan harus bagaimana kita mengintegrasikan antara keterampilan kompetensi yang dihadapi di abad 21 yaitu berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kepemimpinan dan karakter yang kuat. Nah, tentu ini yang harusnya menjadi dasar buat kita agar nanti ee Sobat ASN kita sudah bisa menyiapkan generasi-generasi penerus kita. Generasi-generasi yang tentunya akan menjadi pelanjut kita yang menyiapkan diri di Indonesia Mars 2045. Kita sadar atau tidak sadar bahwa anak-anak kita yang sekarang berpendidikan di tingkat sekolah menengah, mereka ini adalah generasi-generasi yang nanti akan melanjutkan estafet Indonesia Mars 2045. Kenapa? Karena usia-usia mereka ini kan rata-rata usia umur 15, 16, bahkan sampai 17 dan 18. Nah, kalau kita hitung nanti ke depan sampai dengan 2045, berarti merekalah yang generasi-generasi yang akan memimpin negara ini. Nah, negara-negara maju seperti Finlandia ya, Finlandia, Korea Selatan, Jepang ini telah membuktikan bahwa investasi pada pendidikan anak usia dini termasuk yang sekarang berpendidikan, termasuk ee sekolah menengah, mereka adalah bagian bibit-bibit yang sudah disiapkan bagi-bagian dari integrasi antara pendidikan dan teknologi sebagai bagian dari kemajuan. Di dalam kunci kemajuan teknologi itu adalah pendidikan sendiri yang mereka lakukan. Di saat yang sama, negara-negara berkembang seperti Vietnam, India sudah menunjukkan lompatan signifikan di dalam penguatan SD melalui digitalisasi dan reformasi pendidikan. Nah, ini akan menjadi tolak ukur bagi kita di Indonesia. Apakah Indonesia tidak tertinggal dari negara-negara maju yang tadi kami sebutkan bahkan negara-negara yang berkembang yang juga saya sebutkan. Nah, namun kita masih bisa menghadapi berbagai masalah, terutama kita harus bisa memetakan isu-isu strategis seperti apa sih yang kita hadapi di terhadap dunia pendidikan untuk mengembangkan kualitas SDM yang dimiliki oleh Indonesia. Tentu kita menyadari bahwa isu strategis yang harus kita lihat adalah pertama adalah ketimpangan kualitas dan akses pendidikan antar wilayah. Nah, ini kan menjadi poin penting kita juga bahwa isu strategis di bidang pendidikan adalah salah satunya adalah ketimpangan kualitas dan akses pendidikan antar wilayah. Indonesia memiliki banyak pulau, Indonesia banyak ee berbagai macam suku, adat, dan lain-lain. Dan itu tentu akan mempengaruhi terhadap kualitas dan akses pendidikan. Kenapa? Masih banyak daerah-daerah kita yang terpencil jauh di pelosok-pelosok yang tentu tidak semua bisa mengakses pendidikan yang secara merata bisa mereka nikmati. terutama para guru-guru kita yang sangat terbatas. Nah, ini menjadi tantangan tersendiri dan menjadi isu strategis di dalam pengembangan pendidikan di Indonesia khususnya juga di Jawa Timur. Yang selanjutnya adalah rendahnya literasi digital. Mau tidak mau kita sadari bahwa ee walaupun di genggaman kita, anak-anak kita sudah menggenggam yang namanya gadget, tapi tidak digunakan sebagai bagian penguatan literasi bagi mereka. Lebih banyak kepada hal-hal yang penguatan-penguatan di media sosial. mungkin juga ee hal-hal yang lain, mungkin game dan lain-lain yang tidak ada ee sangkut pautnya dengan peningkatan pendidikan yang harus mereka dapatkan. Maka oleh sebab itu, Bapak, Ibu sekalian, di mana kurikulum kebutuhan terhadap industri masa depan ini harus menjadi bagian yang perlu kita ee siapkan. Ini juga termasuk dari bagian dari isu strategis. Maka oleh sebab itu, Bapak, Ibu sekalian, Sobat ASM yang isu strategis lainnya adalah minimnya kolaborasi pendidikan dengan dunia usaha dan teknologi. Nah, kenapa ee kami menyampaikan bahwa ini adalah bagian salah satu isu strategis? Karena banyak dari anak-anak kita atau murid-murid kita yang sekarang ini bersekolah baik di SMA maupun SMK mereka kurang terhadap pemahaman bagaimana dunia usaha dan dunia teknologi yang mereka hadapi saat ini. Apalagi perkembangan dunia ini kan begitu cepat yaitu globalisasi, perang dagang yang harusnya mereka bisa tangkap peluang-peluang ini menjadi bagian dari kesempatan untuk mereka untuk bisa mendapatkan informasi-informasi untuk penguatan literasi mereka. terutama literasi kompetensi yang harus dihadapi. Nah, untuk itu ee Sobat ASN, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus bisa bersinergi secara strategis. Apa langkah-langkah strategis yang bisa diambil? Yang pertama adalah kita berharap dari pemerintah pusat dulu bahwa untuk menyusun kebijakan nasional pendidikan yang futuristik dan inklusif maka tentu membutuhkan peningkatan anggaran yang tidak sedikit. Jadi selain tidak sedikit tentu harus kita harapkan bisa lebih merata dari seluruh daerah. Tadi saya sampaikan kan isu strategisnya permasalahan yang kita hadapi adalah ee akses masyarakat terhadap pendidikan itu tidak merata karena ada daerah-daerah kita yang terpencil, daerah-daerah kita yang jauh yang di mana mereka bisa belum bisa mengakses pendidikan. Maka oleh sebab itu pemerintah pusat harus bisa bagaimana caranya agar pendidikan kebijakan nasional ini bisa futuristik dan inklusif. maka tentu anggaran harus bisa merata di semua lini termasuk di semua wilayah termasuk di Jawa Timur itu sendiri. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa pendidikan harus tepat sasaran. Kita berharap bahwa pendidikan ini jangan sampai anggaran yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah pusat ya untuk pemerataan pendidikan, peningkatan kualitas pendidikan dan juga mutu pendidikan. Tapi tentu kita harapkan jangan sampai salah sasaran yang akhirnya tidak bermanfaat bahkan tidak bisa memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan pendidikan dan juga pembangunan SDM yang ada di berbagai wilayah termasuk yang ada di Jawa Timur. Nah, kita berharap bahwa di dalam membangun ekosistem pendidikan tentu kita berharap bahwa semuanya harus berbasis teknologi dan juga bagaimana kita bisa meningkatkan kompetensi kewirausahaan. Nah, pemerintah pusat harus bisa melihat bagaimana potensi ini, terutama SDM yang ada di berbagai wilayah, termasuk di Provinsi Jawa Timur, di seluruh Indonesia. kita harus bisa menangkap peluang-peluang ini. Karena banyak SMK kita lulusannya ya mereka mungkin lulus tapi dengan lulus ya tidak mempunyai kompetensi keahlian tertentu yang memang diharapkan di dalam dunia saat ini atau ee kebutuhan terhadap pangsa pasar, pangsa kerja yang dibutuhkan terhadap lulusan SMK. Begitu juga ee anak-anak kita yang lulusan SMA. Mereka banyak yang kaget begitu masuk di perguruan tinggi ternyata apa yang mereka dapatkan di SMA, ilmu-ilmu yang mereka dapatkan, akademik yang mereka dapatkan, kurikulum yang telah disusun ternyata tidak linear dengan apa yang mereka dapatkan setelah mereka masuk di perguruan tinggi. Nah, tentu ini penguatan terhadap ee berbasis teknologi dan juga bagaimana mereka menyiapkan literasi-literasi kompetensi tentu kita harapkan melalui sekolah-sekolah yang sudah disiapkan saat ini, terutama di sekolah menengah. Nah, bagaimana peran pemerintah daerah apakah itu pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten kota. Kita berharap bahwa mengimplementasikan kebijakan pemerintah pusat yang tadi saya sampaikan tentu tidak hanya di dalam bentuk konseptual saja. Kita ingin bahwa ini bisa langsung bisa disesuaikan dengan kebutuhan lokal. Kenapa saya katakan kebutuhan lokal? Karena setiap daerah Bapak, Ibu sekalian, Sobat ASN tidak sama. Jawa Timur kebutuhannya dengan Jawa Barat dengan kebutuhannya dengan Sulawesi, Kalimantan, dan lain-lain. Tentu berdasarkan kebutuhan kearifan lokal yang diinginkan. Maka bagaimana pengembangan SDM-nya, bagaimana pengembangan terhadap pendidikannya, maka tidak boleh kita kesampingkan terhadap kebutuhan lokal yang diinginkan. Bisa saja daerah-daerah tertentu kebutuhan lokalnya terhadap SDM yang dibutuhkan harus disesuaikan dengan pangsa pasar dan pangsa kerja yang ada di sana. Kecuali kalau memang kebutuhannya adalah untuk kebutuhan yang lebih besar lagi. Apakah dia akan dikirim atau akan belajar di luar negeri atau akan bekerja di luar negeri, ya. ini kebutuhannya memang ee terpisahkan. Namun pemerintah daerah harus bisa memetakan ini. Yang selanjutnya adalah memberdayakan sekolah melalui manajemen berbasis data dan hasil belajar. Nah, ee kita sering mengesampingkan terhadap hasil mutu pendidikan bagi anak-anak kita yang ada di sekolah. Ya, kita bisa melihatlah pada saat proses anak-anak kita melalui PPDB yang masuk di sekolah negeri yang tertentu, yang dirasa hebat dan juga mungkin sekolah-sekolah swasta yang punya prestasi sangat luar biasa, kita bisa melihat hasil lulusannya ini yang betul-betul yang kita ingin lihat dampaknya linier. Artinya mereka begitu masuk di sekolah menengah mereka tidak perlu lagi beradaptasi terlalu lama, tapi mereka sudah tahu, sudah bisa dengan berbasiskan data yang kita hasilkan dari proses hasil belajar ini. Maka saya berharap bahwa indeks sekolah tidak hanya bagian dari momentum kita mengetahui bagaimana prestasi ee si anak ini atau murid ini atau anak didik kita, tapi kita berharap bahwa juga kita melihat kompetensi-kompetensi dan skill anak tersebut. dari hasil yang kita dapatkan di proses pendidikan apakah itu 3 tahun dan 3 tahun berikutnya di tingkat tertentu. Nah, Bapak, Ibu sekalian, Sobat ASN yang kami banggakan. Yang di lain hal tentang bagaimana pemerintah daerah mempunyai peran adalah bagaimana kita menyiapkan kompetensi guru yang tentu harus lebih meningkat. Tenaga kependidikan juga kita harus bisa melihat bagaimana mereka meningkatkan pendidikannya secara berkelanjutan. Kita bisa melihat bahwa Bapak, Ibu sekalian di dunia teknologi saat ini anak-anak kita ini tidak lagi berharap gurunya sebagai seorang guru yang mengajar satu arah. Kan enggak bisa. Karena anak-anak kita ini ya kalau kita bisa simpulkan mereka lebih cerdas daripada kita. Mereka lebih cerdas kepada gurunya. Kenapa? Mereka belajar dari gadget. Mereka belajar dari dunia teknologi yang mereka genggam saat ini. Apa saja mereka bisa dapatkan. apa yang disampaikan guru pada saat itu di dalam kelas mereka bisa langsung berkomunikasi dengan gadgetnya mendapatkan apa yang mereka inginkan. Apakah itu yang pola-pola yang kita gunakan saat ini kepada guru dan tenaga pendidik kita yang ada di sekolah? Tidak. Tentu kita berharap para guru ini bisa menjadi fasilitator buat anak-anak kita, menjadi teman, sahabat buat anak-anak kita. dan berprosesnya itu tentu kita berharap mereka bisa mengungkit daya pikir mereka, daya kritis mereka sehingga kita mendapatkan generasi-generasi yang cemerlang, generasi generasi yang begitu mereka mendapatkan suatu permasalahan mereka kritis dan tahu bagaimana memecahkan permasalahan itu dan itulah gunanya dan manfaatnya guru bisa menjadi fasilitator buat mereka. Hadirin ee sobat ASN seri ke-17 ASN Belajar yang saya hormati, saya banggakan. Transformasi pendidikan bukan lagi menjadi pilihan. Jadi sesuatu yang menjadi keniscayaan buat kita semua. artinya sudah harus menjadi bagian dari kehidupan kita, tidak bisa kita elakkan lagi. Maka oleh sebab itu kita harus bisa mencetak generasi tidak hanya cerdas ya, tapi secara ee keseluruhan kita berharap mereka juga adaptif, kreatif, dan berintegritas. Terutama mereka harus kritis. Kenapa saya katakan ini? Tentu kita berharap bahwa ee Bapak, Ibu sekalian, Sobat ASN, kalau pendidikan kita hanya berdasarkan akademik, maka kita tidak akan menghasilkan anak-anak yang betul-betul ee siap mentalnya untuk bisa menghadapi dunia globalisasi yang begitu cepat, termasuk bagaimana dunia yang saat ini mereka harus hadapi yang begitu cepat perkembangannya. Maka oleh sebab itu, kenapa saya katakan tadi membutuhkan ee anak-anak didik atau SDM kita yang adaptif, kreatif, inovatif, dan berintegritas. Kalau ini bisa dimiliki oleh mereka semua ya yang diajarkan yang ditransfer knowledge oleh guru-gurunya sebagai fasilitator di lingkungan sekolah, saya yakin membangun SDM Indonesia Emas 2045 tidak muluk-muluk bagi saya, bagi kita semua bahwa itu akan terwujud. Nah, namun tentu kita berharap dengan membangun kebersamaan ini dan juga tekad dan kemauan kita untuk meningkatkan kompetensi ilmu ya, adaptasi anak-anak kita, kreativitas anak kita, inovasi anak-anak kita, maka tentunya mereka akan siap untuk bersaing tidak hanya di tingkat ee daerah ya di mana mereka tinggal, tapi di tingkat nasional bahkan internasional. Kita bisa melihat anak-anak kita ini banyak sekali sekarang yang ee berani sekali mereka ikut kompetensi-kompetensi tingkat internasional sampai mereka ke luar negeri dengan kepercayaan yang tinggi dan bahkan mereka menghasilkan prestasi yang sangat luar biasa. Ini kan wujud bahwa mereka ini tidak kalah bersaing dengan SDM-SDM yang ada di luar negara sana, baik negara-negara maju maupun negara-negara berkembang. Buktinya mereka begitu kembali ke Indonesia, kembali ke sekolahnya bisa menunjukkan prestasi yang sangat luar biasa. Nah, tentu Bapak, Ibu sekalian ee banyak hal juga yang menentut kita harus menjadi bagian memperhatikan bagaimana tampilan ee dunia global saat ini di mana masa SDM ini perlu kita lakukan regenerasi. Nah, kita harapkan ee membangun SDM Indonesia yang tidak hanya untuk mampu bersaing di tingkat nasional yang tadi kita sampaikan, tapi juga internasional. Kita berharap tampilan sebagai pemain global di masa depan tentu menjadi harapan kita bersama. Masa depan Indonesia tidak hanya dimulai dari ee saat ini, tapi kita berharap ee di berbagai ruang-ruang publik bisa kita bangun literasi anak-anak kita. Ya, karena anak-anak kita ini dengan adanya gadget saya melihat, kita menyaksikan bersama kurang anak-anak kita terhadap literasi-literasi, bahan-bahan mereka untuk mengembangkan kompetensi ilmu mereka. Jadi mereka hanya membaca sesuatu yang ada di gadget tanpa ada penguatan-penguatan literasi. Di mana buku yang dulu menjadi pegangan sekarang sudah banyak yang ditinggalkan. Maka kita berharap ruang-ruang kelas hari ini harus menjadi bagian ruang-ruang yang hidup untuk membangun SDM yang cemerlang, SDM yang cerdas, SDM yang siap untuk menghadapi Indonesia emas. Tentunya investasi terbesar kita adalah bukan hanya sebagai bagian dari infrastruktur di sekolah, apakah itu infrastruktur beton atau sarana prasarana lain, tapi yang kita butuhkan adalah kecerdasan anak-anak bangsa. Nah, ini Bapak, Ibu sekalian, Sobat ASN ee Belajar seri ke-17. Kita berharap bahwa apa yang menjadi tumpuan harapan Indonesia Emas adalah bagaimana kita menyiapkan SDM yang unggul mulai dari sekarang ya. Apakah di usia dini yang sekarang ini masih berproses, apakah itu di PAUD, di TK, masuk mereka di tingkat SD sampai mereka melanjutkan di tingkat SMP dan akhirnya mereka masuk di sekolah menengah. Kita berharap bahwa pendidikan mereka ini betul-betul bisa berdampak terhadap individu mereka maupun bagaimana kita menyiapkan generasi-generasi yang hebat di tahun 2045 yaitu Indonesia Emas yang kita harapkan bahwa ini bukan hanya slogan, bukan hanya harapan, bukan hanya tumpuan, tapi betul-betul bisa terwujud dengan apa yang kita cita-citakan karena ini adalah investasi masa depan. Investasi yang tidak bisa kita pungkiri. investasi yang menjadi bagian dari ikhtiar kita agar negara Indonesia bisa siap berkompetisi dengan negara-negara maju, dengan negara berkembang sehingga Indonesia tidak ketinggalan dengan apapun yang terjadi. Apakah itu teknologi yang begitu canggih, digitalisasi yang begitu cepat, dan juga perang dagang yang dihadapi Indonesia saat ini. Saya yakin ee anak-anak kita yang nanti akan melanjutkan kepemimpinan-kepimpinan nasional pasti akan siap untuk menghadapi itu. ini Bapak Ibu sekalian yang bisa dapat saya sampaikan pada kesempatan momen ASN belajar seri ke-17. Senang sekali saya bisa bergabung ee yang kesekian kalinya mungkin baik saya sebagai Kepala Dinas Pendidikan maupun sebagai ee PJ Walikota Batu pada saat itu saya bergabung di ASN Belajar. senang melihat perkembangan-perkembangan yang terjadi yang dilaksanakan oleh teman-teman BPSDM yang sangat inovatif, yang kreatifnya sangat luar biasa sehingga ASN belajar ini masih berlangsung sampai dengan saat ini. Karena kita tahulah momentum-momentum ASN kita untuk terus mengupdate diri itu kan agak sulit dengan rutinitas yang dilaksanakan sekarang dengan pekerjaan yang begitu padat, tugas-tugas yang begitu juga luar biasa. tentu mereka harus butuh upgrade dirinya dengan upgrade diri ya salah satunya dengan ASN belajar yang sudah diinovasi oleh e BPSDM Provinsi Jawa Timur. Banggalah kita bahwa BPSDM Jawa Timur terus memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kompetensi para SN kita bahkan bukan hanya di Jawa Timur juga di seluruh Indonesia. Sukses selalu untuk ASN belajar di seri ke-17 ini. Sangat menarik topiknya. Mudah-mudahan nanti Pak Joko dan juga dari staf ahli dari kementerian bisa memberikan pencerahan kepada kita semua. Kami mohon maaf izin ee tidak dapat mengikuti secara ee seluruhnya dari kegiatan SM Belajar ini karena ada kegiatan kami yang harus kami ikuti dan tidak dapat ditinggalkan karena sudah teragenda sebelumnya. Sekali lagi terima kasih. Salam sukses untuk ASN belajar seri ke-17. Mudah-mudahan ini bermanfaat buat kita semua. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Dr. Aris Agung Paw, SSTP, MM. Kita berikan tepuk tangan yang meriah, Bapak dan Ibu. Terima kasih Bapak untuk kehadirannya pada pagi hari ini. Dan tentunya untuk Sobat ASN Bapak mohon izin apakah kita juga bisa melanjutkan dengan sesi sharing sejenak untuk bisa dengan memberikan tanya jawab kepada sobat ASN pada hari ini? Mungkin satu penanya Bapak kalau boleh satu penanya boleh. Masih ada waktu sekitar 5 menit ya. Baik, silakan Bapak dan Ibu silakan untuk bisa melakukan rise hand kali ini karena kesibukan Bapak Aris Agung Pawai kali ini juga sebagai Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur juga akan ada melakukan kegiatan kembali. Kami persilakan untuk Anda dapat memberikan pertanyaan. Hanya untuk satu penanya Bapak dan Ibu. Mohon maaf untuk keterbatasan waktu pada hari ini. Silakan Bapak boleh diperkenalkan Bapak dengan siapa dan dari mana. Boleh di-unmute terlebih dahulu Bapak. Mohon maaf Bapak belum terdengar suaranya di kami di studio. Boleh di-unmute. Baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Bapak Aris, saya Kasih hati dari SMA Negeri 1 Ngoro, Mojokerto, Bapak. Ya, alhamdulillah ee luar biasa untuk materi kali ini ada tiga pilar pembangunan cerdas yang Bapak terangkan pendidikan berkualitas, inovasi teknologi dan infrastruktural. Dan yang saya tanakan Bapak, bagaimana strategi transformatif yang holistik dan berkelanjutan yang dapat diimplementasikan bagi kami sebagai pendidik di SMA Negeri 1 Ngorong Mojokerto, Bapak untuk mewujudkan pendidikan berkualitas, merata, dan menggunakan inovasi teknologi dan menjadi ee generasi emas di tahun 2045. Terima kasih Bapak. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Wabarakatuh. Terima kasih banyak untuk pertanyaannya dan kami persilakan kepada Bapak Aris Agung Pawai untuk dapat menjawab pertanyaan ya. Terima kasih. Salam ketemu lagi. Perasaan baru 2 hari lalu kita ketemu, Pak. Nah, nggih ee pertanyaannya sangat luar biasa karena memang di lingkungan vokasi atau khususnya pendidikan vokasi ini menjadi tantangan tersendiri buat kita semua. Saya sudah sering menekankan kepada ee semua teman-teman pendidikan ya, guru dan tenaga kependidikan di berbagai wilayah, bagaimana pendidikan ini bisa berdampak bagi semuanya. Jadi bukan hanya berdampak bagi siswanya atau muridnya ee juga guru dan tenaga pendidikannya, tapi kita ingin bahwa berdampak secara nasional. Jadi mereka lulus, mereka berhasil menempuh pendidikan sampai dengan berakhir. Tapi mereka bisa menularkan pendidikan-pendidikan ini ee secara holistik kepada siapapun termasuk lingkungannya, dunia kerjanya kalau mereka sudah diterima di dunia kerja maupun di perusahaan-perusahaan di mana mereka berharap bisa di ee diterima. Nah, oleh sebab itu, Bapak, Ibu sekalian, pertanyaan ini menjadikan bagian pengungkit kita semua bahwa ternyata ee pilar terhadap perkembangan pendidikan atau SDM menjadi poin penting buat kita semua di dalam memberikan ee tugas dan tanggung jawab kita sebagai pendidik terutama ee teman-teman pendidikan ya, guru dan tenaga pendidikan di mana ee pilar yang paling penting adalah pendidikan ini sekali lagi saya katakan harus terjangkau Ya, ini yang penting. Yang penting kalau tidak terjangkau dan tidak terakses oleh ee masyarakat ya tentu tidak mungkin ada ada pendidikan yang bisa merata di seluruh Indonesia atau di seluruh wilayah kalau tidak kita lakukan ee bagaimana keterjangkauan pendidikan sendiri. keterjangkauan itu bukan hanya terkait dengan di mana sekolah itu berada ya, tapi bagaimana sekolah itu bisa berada di tengah-tengah masyarakat, terutama pembiayaannya mungkin ya ee ketersediaan guru dan tenaga pendidikannya dan juga infrastrukturnya. Nah, termasuk yang tadi saya sampaikan finansialnya ya. Pilar selanjutnya adalah bagaimana kualitas pendidikan itu bisa berdampak bagi semuanya. berdampak itu artinya bahwa proses pembelajaran dan kurikulum itu harus bisa linier. Selama ini, Bapak, Ibu sekalian, saya mohon maaf kalau bagian dari ee evaluasi saya secara pribadi sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan juga mungkin teman-teman dari kementerian. Selama ini kan setiap 5 tahun kita berganti kurikulum ya. Jadi kurikulum 5 tahun sebelumnya mungkin teman-teman guru di tanah pendidikan belum selesai menghadapi kurikulum yang lama sudah berganti dengan kurikulum yang baru dan itu harus butuh regulasi. Begitu regulasinya ditetapkan, teman-teman harus belajar lagi, harus menyesuaikan lagi. Guru dan tenaga pendidik ini ee kalau saya melihat, kalau saya berkeliling ke sekolah, rata-rata mereka bingung apa sih sebenarnya yang harus kita siapkan bagi anak-anak kita ini ke depan. Setiap ee waktu kami harus menyesuaikan kurikulum. Nah, kami berpikir kenapa tidak sih kita buat peta jalan pendidikan di Indonesia? Apakah untuk ee 100 tahun ke depan, 30 tahun ke depan, 25 tahun ke depan sehingga kita mendapatkan proses ee guru yang berkualitas termasuk murid yang betul-betul mempunyai mutu dan prestasi yang cukup cemerlang. Karena apa? Karena mereka berhadapan dengan kurikulum yang tentunya sudah punya kepastian ya. Kalaupun nanti ada perkembangan dunia yang begitu cepat yang kita hadapi saat ini kan tinggal mengisi saja ya. Tinggal mengisi saja. Nah, oleh sebab itu yang menjadi pilar yang tadi saya sampaikan yang kedua adalah kualitas dan pembelajaran yang ada di dalam kurikulum yang tentunya kita berharap relevan termasuk teknologi pendidikan itu sendiri. Selanjutnya adalah kita berharap ada relevansi dari proses pendidikan itu yaitu link and match ya. Pasti jenengan paham bagaimana dunia kerja ini harus punya link and match antara pendidikan vokasi kemitraan antara industri dan juga kewirausahaan. Nah, saya berharap Bapak, Ibu sekalian, para kepala sekolah saya sering tekankan Bapak, Ibu sekalian, janganlah kita bekerja dengan rutinitas terhadap pendidikan. Kalau kita tidak punya inovasi, bahkan kita tidak melompat keluar ya di luar dari ring sekolah atau di luar dari halaman sekolah, lingkungan sekolah, maka Bapak, Ibu sekalian kita tidak bisa berharap apa-apa dari anak-anak kita. Kenapa? kitalah yang harusnya menangkap peluang itu. Jadi kalau ada peluang ee terhadap industri dan dunia usaha, maka sekolahlah yang memberikan jalur buat mereka, jembatan buat mereka supaya mereka sudah bisa melihat ada masa depan yang bisa mereka harapkan. Kenapa? Sekolah ikut membantu bukan hanya untuk meluluskan saja, tapi membantu anak-anak kita bisa link and match terhadap dunia kerjanya. Nah, yang selanjutnya adalah kita berharap ada tata kelola yang jelas termasuk kebijakan-kebijakan yang inklusif bagi semua, terutama bagaimana kita berharap ee terkait dengan desentralisasi pendidikan. Nah, kami berharap ee alhamdulillah kemarin kementerian sudah mengundang kami seluruh kepala dinas provinsi, kabupaten, kota diajak diskusi yang namanya rembuk nasional. Saya yakin bahwa kalau kita sepakat dengan sesuatu yang berasal dari bawah ke atas, saya yakin itu adalah produk yang sangat luar biasa. Kenapa? Karena mendengarkan arus-arus bawah terkait bagaimana yang dihadapi dunia pendidikan baik di pemerintah daerah maupun di sekolah-sekolah yang saat ini kita hadapi. Nah, tentunya kita juga butuh transparansi dan akuntabilitas ya. Jadi saya berharap sekolah-sekolah ini supaya masyarakat percaya terhadap apa yang kita lakukan terhadap dunia pendidikan maka tentunya harus ada transparansi dan bagaimana akuntabilitas kita jaga supaya masyarakat itu lega dengan apa yang kita lakukan. Termasuk bagaimana kita penguatan karakter pendidikan yang kita siapkan sebagai SDM yang unggul terutama pendidikan karakternya. ee bagaimana kita menyiapkan sektor gizinya yang sudah dilakukan oleh pemerintah melalui MBG ini sudah linear betul dengan apa yang diharapkan oleh pemerintah termasuk lifelong planning. Jadi bagaimana mendorong untuk terus budaya belajar bagi murid-murid kita, budaya belajar bagi SDM Indonesia itu terus berada di tengah-tengah mereka. Jadi komunitas belajar ini terus berangkit. Kenapa? Tanpa belajar maka tentunya kita akan menjadi generasi yang kosong. tanpa belajar mengupdate diri kita mungkin jadi generasi yang akan jadi malas. Nah, itu kita berharap Bapak Ibu sekalian apa yang tadi sudah disampaikan kepada kita semua ini adalah proses yang sangat luar biasa dan saya yakin jenengan bertanya ini tentu sudah paham bagaimana sendi-sendi yang harus kita siapkan untuk menyiapkan generasi emas yang nanti kita hadapi bersama. Kita hanya menikmati saja. tapi mereka yang akan menjalankan ee roda pemerintahan, roda negara ini termasuk bagaimana mengembangkan dunia teknologi yang begitu cepat. Mungkin itu yang dapat saya sampaikan. Terima kasih. Baik, terima kasih banyak Bapak untuk sesi sharingnya dan kami mohon maaf untuk keterbatasan waktunya. Dan sekali lagi marilah bersama-sama kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Terima kasih banyak Bapak untuk segala waktu yang diluangkan dan juga selamat melanjutkan aktivitas kembali tentunya. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Aris Agung Pawa, SSTP, M.M. Dan kali ini Sobat ASN tentunya kita akan melanjutkan untuk di sesi yang berikutnya. Dan kali ini Bapak dan Ibu sebelum ke sesi yang berikutnya marilah bersama-sama kita akan menyimak semesta Bangkom berikut ini. Oke. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] He. [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marilah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Situt melainkani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Heb di sini tugas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa batasannya sangat adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tanggandung tujuan jadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa. [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tujuh kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragam. mengerjas penuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani dengan bang kami [Musik] melayani bangsa [Musik] zaman yang terus bergerak. Sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. [Musik] ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujud menerus kelas dunia bukan tekad pantang menyerah jadi [Musik] berkuar [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Memerentasut melaihani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Kami dari sini dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa batasannya. Selalu adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tangan tanggung tujuan untuk menjadikan ASN lebih berakhlak. bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani [Musik] bangsa kami dari sini tedes dengan hati Tujukan kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragama. Menggas penuh hati tulus membantu sesama di rembangan kami malam. melayani dengan mengah kami melayani dengan kami [Musik] melayani bangsa [Musik] H [Musik] Hasen bua semangat membara di era digital terus berkarya berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemelak Jawa Timur terus melaju bersama BPSDN Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi hebat [Musik] ASNU tiada yang tertinggal no one left behind kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemerlang Jawa Timur terus melaju bersama BPSDM Jatim Kita terus melesat untuk Indonesia emas. Prestasi hebat aset unggur tiada yang tertinggal. No one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemalah. Jawa Timur terus melaju bersama PPSDM Jatim kita terus melesar untuk Indonesia emas prestasi hebat bersama kampus satelit PPSM Jatim no one left behind ASN unggul dan berkualitas melesa tinggi Indonesia jaya Yeah. [Musik] Semangat membara di era digital. Terus berkarya, berkolaborasi, inisiatif tinggi, inovasi cempelak, Jawa Timur terus melaju. Bersama BPSN Jatim, kita terus melesat. Untuk Indonesia emas prestasi hebat. [Musik] SN tiada yang tertinggal no one left behind kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemerlang Jawa Timur terus melaju bersama BPSDM Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi herat aset unggur tiada yang tertinggal no left behind kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemalah Jawa Timur terus melaju bersama PPSDM Jatim Kita terus melesar untuk Indonesia emas prestasi hebat bersama kampus satelit PPSM Jatim. No one left behind. I unggul dan berkualitas. Melesa tinggi Indonesia jaya. [Musik] [Tepuk tangan] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. Selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. menjadi ASN berakhlak mulia, siap menyongsong Indonesia emas. [Musik] ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia bukan tekad pantang menyerah jadi [Musik] berkuit belajar [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] He. Kembali lagi sobat SN tentunya masih dalam acara webinar SN belajar seri ke-17 yang tentunya membahas satu tema membangun bangsa yang cerdas menuju Indonesia emas. Dan tentunya kami sudah menghadirkan para narasumber yang kompeten di bidangnya pada hari ini untuk bisa memberikan satu wawasan, inspirasi dan juga solusi strategis bagi pengembangan SDM ASN di seluruh Indonesia. Nah, tentunya dengan adanya kegiatan ini kita mengharapkan Sobat ASN dapat menciptakan jaringan pembelajaran antar ASN dan juga tentunya dapat mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik dan tata kelola dari berbagai wilayah pemerintahan yang jauh lebih baik untuk ke depannya. Nah, kali ini Sobat ASN seperti janji saya kalau kali ini kita juga punya pemateri yang berikutnya. Izinkan saya untuk dapat menceritakan sedikit siapakah beliau yang akan memberikan presentasi ataupun juga pemateri yang kedua. Nah, adapun narasumber kita ini adalah seorang yang sudah mendedikasikan hidupnya dalam pendidikan ilmu manajemen, terutama pada bidang integritas, etika manajemen, dan juga manajemen kerja selama lebih dari 20 tahun. Dan tentunya hadirin sekalian, marilah bersama-sama kita akan menyimak pemaparan yang akan disampaikan oleh Bapak Dr. Mariman Darto, S., M.Si. SI selaku Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Selamat pagi, Bapak. Asalamualaikum. Mohon izin, Bapak suaranya belum terdengar dari studio. Selamat pagi, Mbak Devi. Selamat pagi. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Suaranya sangat terdengar jelas di sini Bapak Dr. Mariman. Nah, bagaimana kabarnya Bapak? Pak. Alhamdulillah sehat-sehat. Salam dari Pak Menteri untuk hadirin sekalian. Nggih. Terima kasih banyak. Nah, kali ini tentunya Sobat ASN sudah tidak sabar ingin menyaksikan bersama, sharing bersama untuk materi yang kedua. Dan kali ini kepada Bapak Dr. Marimandarto, S., M.Si. Baik. Oke. Ee bisa melihat bahan atau materi saya ngih? Bisa melihat materi saya? Teman-teman sekalian bisa Bapak bisa terlihat di studio Bapak. Oke. Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak Ibu sekalian yang saya hormati. ya senang sekali bis hari ini bisa hadir bersama ee rekan-rekan sekalian dan ee tentu ini sebuah apa sebuah ee penghargaan kami ee apa penghan dari teman-teman Jawa Timur terutama di BSDM kepada Pak Menteri yang ee hari ini mohon maaf tidak bisa hadir. salam dari beliau karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkan di Denpasar. Dan ee ada beberapa hal yang perlu kami sampaikan sebelum saya menyampaikan materi ini. Pertama bahwa ee beliau apa menyampaikan salam kepada Bapak Ibu sekalian ee dan insyaallah di kesempatan yang lain beliau akan hadir ee berjumpa dengan teman-teman sekalian. Dan yang kedua tentu ee beliau juga menyampaikan apa? Salam hangat ee dan terutama kepada para guru di seluruh Indonesia dan hadirin sekalian yang bukan profesi guru dan tentu banyak ee kebijakan penting yang apa yang ee beliau benar-benar ee dedikasikan untuk bangsa ini dan terutama memang kaitannya dengan membangun bangsa cerdas menuju Indonesia Emas 2045 khususnya bagi aparat negara. Nah, kalau kita apa kalau kita baca ee sekilas dari apa mungkin ee bahan kami belum anu ya ee tidak apa atau gimana ini belum bisa tampil ya. Baik Bapak boleh kami bantu ya Pak ya untuk di studio dari teman-teman di sana ya. Iya. Baik kami bantu dengan rekan-rekan kami yang ada di studio. Baik. Iya. Baik sudah terlihat Bapak. Oke, makasih banyak ya ee teman-teman sekalian terkait dengan ee konteks membangun bangsa cerdas menuju Indonesia 2045 tentu ee kita ingin ee melihat bahwa apa sih sebenarnya yang terjadi di45 itu tentu dengan apa dengan beberapa data menarik yang perlu kami sampaikan ee ke teman-teman sekalian. Kalau kita melihat ee apa yang terjadi di apa di ee apa Indonesia Mas 245 ini tentu angka prediksi yang kami peroleh dari sumber Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang RPJM RPJPN 2025-2045 dan ee tentu ada hal-hal yang menarik menurut saya terkait dengan tema ini. Kenapa kemudian kami memaparkan di tahap awal ini ee cerita tentang visi Indonesia 2045? Nah, kalau kita baca ee dari apa? Dari ee Visi Indonesia Mars 2045, next slide, maka ee Indonesia ingin menjadikan ee negara ini sebagai negara yang memang bersatu ya, berdaulat, maju, dan berkelanjutan. Dan ini ditopang oleh ee dua transformasi penting yang kita bisa baca di apa di slide ini, di next slide. Ee yang pertama adalah transformasi sosial dan yang kedua adalah transformasi ekonomi. Dua ee transformasi yang sangat ee apa sangat ee penting ee untuk mempersiapkan Indonesia di apa di ee apa 2045. Dan kalau kita melihat dari sasaran apa? Sasaran pembangunan, maka ee lima poin penting yang kita bisa lihat, bisa tampak di layar adalah ee pertama ee kita menghadapi kondisi yang apa yang memang hari ini itu tidak ideal. Tetapi setidaknya ee dengan apa sasaran bangunan di 2045 ee dengan pendapatan berkapita setara dengan negara maju maka beberapa data ee predik apa yang sifatnya prediktif eh di apa yang bisa kita sampaikan ini tidak ee apa prediksi atas apa atas eh data di internal kita tetapi World Bank juga sama ya mengatakan hal yang sama bahwa ee apa ini kan perkapita Indonesia di apa di apa di 2045 itu ada kenaikan yang cukup apa cukup ee signifikan dari 5.500 di saat ini ke 30 di tahun 2023 misalkan ke 30.000 ee 300 ee apa per kapita ee ini US dollar ya per kapita. Nah, kemudian yang kedua eh apa ini juga ee angka prediksi yang menurut saya sih masuk akal itu ya, bahwa kontribusi PDB di sektor kemaritiman itu meningkat sangat signifikan. Ada 7 poin. Jadi dari 8,1 ee apa persen ke 15,0% misalkan. Nah, kemudian juga sama di kontribusi PDB manufaktur. Manufaktur juga menempati posisi yang kurang lebih sama ee ada selisih 1 poin dari 20,8 ke 28 ee0. Kemudian yang kedua bahwa ee prediksi apa pemerintah ee karena ini menggunaan data pemerintah ya terkait dengan penurunan angka kemiskinan dan ee pengurangan terhadap ee apa terhadap gap di apa di baik di antar wilayah gitu ya ee maupun di ee beberapa angka apa di generasio dan sebagainya maka ini bisa tergambar tingkat kemiskinan ee prentasenya juga menurun sekitar 2 sampai 3% dari 7 ee ke 0, 5 dan kemudian gini rasio yang menunjukkan apa yang menggambarkan bahwa tingkat kesejahteraan kita semakin apa semakin baik dari 0,3 sampai 0,38 misalkan ke 0, 29 misalkan. Nah, kemudian dikontribusi PDRB di kawasan Timur Indonesia yang menjadi kawasan yang paling apa paling ee apa ya ee apa ya sangat apa sangat ya kita tahu hari ini kita bicara ketimpangan itu pasti kawasan timur Indonesia ee ternyata ini juga mengalami ee apa ee peningkatan sumbangannya di apa naik di 7 kom apa cuma 1 poin jadi dari 21,4 menjadi 28 ee5. Nah, ini angka yang menggambarkan bahwa ee sas
Resume
Categories