Transcript
lsnCeEa3M9A • ASN Belajar Seri 20 | 2025 - ASN: Garda Pancasila Andal Di Era Digital
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0234_lsnCeEa3M9A.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Zaman yang terus
bergerak, sambut dengan penuh
semangat. Saatnya kita melangkah.
hadapi segala
tantangan. Tingkatkan setiap
kompetensi untuk pelayanan
berdampak bersama ASN
belajar. Ciptakan SDM unggul
berprestasi selalu inisiatif dan
kolaboratif untuk inovasi yang
berkelanjutan.
[Musik]
menjadi ASN berakhlak
mulia, siap menyongsong Indonesia emas.
ASN belajar wujudkan
pemerintahan berkelas dunia satukan
tekad pantang
menyerah jadi SM getar
berkualitas SM belajar
wujudkan
pemerintahan kelas
dunia tekad pantang
menyerah jadi ASN cepat
[Musik]
berkewajiban bersama.
[Musik]
Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam
webinar ASN belajar yang dipersembahkan
oleh Corporate University SDGIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur.
Sebelum memulai webinar, ada beberapa
hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar
acara dapat berjalan dengan
lancar. Satu, tulis nama akun Zoom
sesuai dengan format. Nama strip asal
instansi sobat
ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan
posisi kamera tidak membelakangi cahaya
ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat
lebih jelas.
Tiga, gunakan virtual background yang
sudah
disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah
mengisi link pendaftaran, virtual
background dapat diunduh pada link yang
dikirimkan melalui pesan
WhatsApp. Empat, apabila Sobat ASN ingin
mengajukan pertanyaan atau
berpartisipasi interaktif, Sobat ASN
dapat menggunakan reaction angkat tangan
atau rise hand pada Zoom
meeting. Lima.
Bagi sobat ASN yang mengikuti webinar
melalui live YouTube BPSDM Jatim TV
dapat menuliskan pertanyaan melalui
kolom live
chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat
tulis untuk mencatat hal-hal penting,
ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN
selain untuk mencatat hal-hal penting.
Hal ini dapat mempertajam pemahaman
Sobat ASN tentang materi yang
disampaikan oleh narasumber.
Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat
pada webinar ini, Sobat ASN wajib
mengisi link presensi yang akan kami
bagikan pada saat acara webinar
berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi
lembar penilaian dan kuesioner juga agar
e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh.
Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan selama mengikuti webinar ini.
Tetap semangat dan selamat mengikuti
webinar ASN Belajar.
[Musik]
Untuk menjawab tantangan tersebut perlu
upaya peningkatan daya SNSN serta kerja
sama kemitraan harmonis. Salah satu
upaya yang dilakukan adalah dengan
pengembangan kompetensi bagi ASN sesuai
dengan tuntutan tugas jabatan dengan
memaksimalkan pemanfaatan teknologi
informasi dan komunikasi serta
terintegrasi secara ee nasional. Kami
berharap alumni serentifikasi komponensi
mampu menggali informasi semaksimal
mungkin keluar dari sertifikasi yang
telah Bapak Ibu lakukan.
ee sehingga Bapak Ibu yang telah
menyatakan kompetan itu memiliki ruang,
gerak dan waktu bisa menatapan yang
lebih sehingga Bapak Ibu akan
dipersiapkan kembali pada yang lain,
pada uji kompetensi yang lain tentu
dengan jenjang yang berbeda.
Mudah-mudahan untuk Bapak ngih ee bisa
masuk ke hukum yang lain untuk dengan
kompetensi yang berbeda
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam
webinar ASN belajar.
yang dipersembahkan oleh Corporate
University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa
Timur. Sebelum memulai webinar, ada
beberapa hal yang perlu Sobat ASN
perhatikan agar acara dapat berjalan
dengan
lancar. Satu, tulis nama akun Zoom
sesuai dengan format nama strip asal
instansi sobat
ASN. Dua, aktifkan kamera.
Pastikan posisi kamera tidak
membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat
ASN dapat terlihat lebih
jelas. Tiga, gunakan virtual background
yang sudah
disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah
mengisi link pendaftaran, virtual
background dapat diunduh pada link yang
dikirimkan melalui pesan WhatsApp.
Empat. Apabila Sobat ASN ingin
mengajukan pertanyaan atau
berpartisipasi interaktif, Sobat ASN
dapat menggunakan reaction angkat tangan
atau rise hand pada Zoom
meeting.
Lima. Bagi Sobat ASN yang mengikuti
webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim
TV dapat menuliskan pertanyaan melalui
kolom live
chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat
tulis untuk mencatat hal-hal penting,
ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN
selain untuk mencatat hal-hal penting.
Hal ini dapat mempertajam pemahaman
Sobat ASN tentang materi yang
disampaikan oleh
narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan
e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN
wajib mengisi link presensi yang akan
kami bagikan pada saat acara webinar
berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi
lembar penilaian dan kuesioner juga agar
e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh.
Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan selama mengikuti webinar ini.
Tetap semangat dan selamat mengikuti
webinar ASN Belajar.
[Musik]
Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam
webinar ASN belajar yang dipersembahkan
oleh Corporate University SDGIS BPSDM
Provinsi Jawa
Timur. Sebelum memulai webinar, ada
beberapa hal yang perlu Sobat ASN
perhatikan agar acara dapat berjalan
dengan
lancar. Satu, tulis nama akun Zoom
sesuai dengan format. Nama strip asal
instansi sobat
ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan
posisi kamera tidak membelakangi cahaya
ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat
lebih
jelas. Tiga, gunakan virtual background
yang sudah
disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah
mengisi link pendaftaran, virtual
background dapat diunduh pada link yang
dikirimkan melalui pesan WhatsApp.
Empat. Apabila sobat ASN ingin
mengajukan pertanyaan atau
berpartisipasi interaktif, Sobat ASN
dapat menggunakan reaction angkat tangan
atau rise hand pada Zoom
meeting. Lima. Bagi Sobat ASN yang
mengikuti webinar melalui live YouTube
BPSDM Jatim TV dapat menuliskan
pertanyaan melalui kolom live
chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat
tulis untuk mencatat hal-hal penting,
ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN
selain untuk mencatat hal-hal penting.
Hal ini dapat mempertajam pemahaman
Sobat ASN tentang materi yang
disampaikan oleh
narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan
e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN
wajib mengisi link presensi yang akan
kami bagikan pada saat acara webinar
berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi
lembar penilaian dan kuesioner juga agar
e-sertifikat Sobat ASN dapat
diunduh. Itulah beberapa hal yang patut
Sobat ASN perhatikan selama mengikuti
webinar ini. Tetap semangat dan selamat
mengikuti webinar ASN Belajar.
[Musik]
Terima kasih atas kehadiran Bapak-bapak.
kami ee sebenarnya Pak Ibuara sebagai
kami ingin mengundang seluruh alumni
insyaallah nanti bertahan karena
keterbatasan kami sehingga Bapaklah yang
beruntung untuk diundang oleh hurara
untuk segera mengikuti proses teler
stadi kali ini. Ee tujuan teler stadi
kali ini adalah ee untuk menggali
informasi, Pak.
menggali informasi baik
kompetensi-kompetensi teknis atau
kompetensi-kompetensi tertentu yang
Bapak Ibu miliki untuk dikangkan ke
dalam kemarin maupun proses secara
teknis.
[Musik]
Zaman yang terus
bergerak, sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita
melangkah. Hadapi segala
tantangan. Tingkatkan setiap
kompetensi untuk pelayanan
berdampak. Bersama
ASN
belajar. Ciptakan SDM unggul
berprestasi.
selalu inisiatif dan
kolaboratif untuk inovasi yang
berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak
mulia siap menyongsong Indonesia emas.
[Musik]
ASM belajar wujudkan
pemerintahan berkelas dunia satukan
tekad pantang
menyerah jadi ASN cetar
berkualitas belajar
wujudkan
pemerintahan kelas
dunia tukan tekad pantang
sejarah jadi ASN
berkualitar
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik,
melayani bangsa Dengan sepenuh hati
barah kami junjung teguhkan diri dan
jadikan pedoman serta
kekuatan hadir di sini untuk mengabdi
laksanakan tugas ke bangga negeri.
Berentas melayani bangsa dengan
akuntabilitas tinggi.
Kami dari sini sukses dengan
hati. Tunjukkan kompetensi dalam
harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa
batasannya. Selalu adaptif dan
berkolaborasi. Bergandeng tangan satu
tujuan.
Menjadikan ASN lebih berakhlak.
bekerja sepenuh hati, tulus membantu
sesama dengan bangga kami
melayani
[Musik]
bangsa. Kami dari sini tegas dengan
hati.
Tunjukkan kompetensi dalam
harmoni. Bangsa loyal tanpa
batasannya selalu adaptif dan
berkolaborasi. Bergandeng tangan. Satu
tujuan untuk menjadikan ASN lebih
beragam.
sepuh hati tulus membantu
[Musik]
Pada hari ini, Senin, 9 Desember 2024,
kita semua dapat berkumpul bersama dalam
penyelenggaraan kegiatan sharing session
sobat sertifikasi kompetensi investasi
ASN berkualitas dalam keadaan sehat
walaf. Salah satu langkah strategis
dalam meningkatkan kualitas ASN adalah
perubahan kompetensi melalui sertifikasi
kompetensi.
Sertifikasi kompetensi bukan sekedar
selar penghanal tetapi melupakan bentuk
investasi nyata memastikan ASN memiliki
standar kean yang sesuai dengan
kebutuhan pekerjaan sertifikasi
kompetensi investasi ASN
kualitasan dibuka dan dimulai.
[Musik]
A
[Musik]
2 S. Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh, sahabat ASN di mana pun
Anda berada, baik yang sudah bergabung
di Zoom meeting ataupun yang tengah
menyaksikan melalui live YouTube BPSDM
Jatim TV. Senang sekali saya Lukman Ali
dapat kembali menyapa Sobat ASN dalam
webinar ASN Belajar seri 20 tahun 2025
persembahan Corpu SDGIS BPSDM Provinsi
Jawa Timur. Sobat ASN, pesatnya
perkembangan teknologi digital tentunya
ini membawa banyak sekali manfaat ya
bagi masyarakat kita. Namun tak sedikit
pula dampak negatif yang diakibatkan.
Salah satunya adalah munculnya
paham-paham yang bertentangan dengan
ideologi Pancasila akibat akulturasi
budaya melalui platform digital. Dan
tentunya sebagai ganda terdepan dalam
menjalankan roda pemerintahan, saya
yakin ASN dituntut untuk adaptif dan
cakap terhadap perkembangan digital
tanpa kehilangan jati diri sebagai
pelayan publik yang menjunjung tinggi
nilai-nilai Pancasila sehingga mampu
memberikan pelayanan publik yang
inklusif, humanis, serta berlandaskan
Pancasila. Dan dalam rangka menyambut
hari kelahiran Pancasila, ayo jadi
bagian dalam transformasi ASN yang
handal, cakap digital, dan berjiwa
nasionalis bersama webinar ASN belajar
seri 20 tahun 2025.
[Musik]
S. Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN
Belajar seri 20 tahun 2025, kali ini
kita akan dengarkan bersama opening
speech yang akan disampaikan oleh Kepala
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, SP. MP.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita semuanya.
Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat
bertemu kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University, Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa
Timur. Hari ini Rabu tanggal 28 Mei
2025, ASN belajar telah memasuki seri
yang ke-20.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN Pelajar
ini. Sebagai bentuk terima kasih kami,
kami terus berkomitmen sekaligus terus
berikhtiar untuk menyajikan topik-topik
persembahan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-20 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka turut serta
menyemarakkan pemikiran dalam momen hari
lahir Pancasila yang akan kita peringati
pada tanggal 1 Juni beberapa hari
lagi. Tanggal 1 Juni adalah sebuah
momentum historis yang sangat penting
dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Setiap tanggal 1 Juni, segenap komponen
bangsa dan masyarakat Indonesia
berkomitmen untuk memperingati hari
lahir Pancasila dalam rangka penguatan
pengarutamaan Pancasila dalam seluruh
bidang kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara.
sebuah momentum yang tidak hanya dapat
kita maknai sebagai nostalgia sejarah,
tetapi juga sebagai sebuah narasi
nasional untuk memantapkan komitmen
Pancasila sebagai ideologi dan falsafah
bangsa. Karena itu, ASN belajar seri
ke-20 tahun 2025 ini mengangkat topik
ASN Garda Pancasila andal di era
digital.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam SN belajar bahwa topik menarik ini
akan kita bahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya. Sabat ASN di seluruh tanah
air, Pancasila adalah falsafah dasar
yang menjadi suluh perjalanan bangsa.
Dalam denyut nadi Pancasila tertanam
nilai luhur tentang ketuhanan,
kemanusiaan, persatuan, dan
permusyawaratan serta keadilan yang
menjadi penopang utama rumah besar
bernama Indonesia. Pancasila bukan
sekedar dasar konstitusional, melainkan
jiwa yang menyatukan keberagaman dalam
satu kesadaran kebangsaan yang utuh.
Dalam konteks pembangunan nasional
menuju Indonesia Emas 2045, Pancasila
tidak boleh hanya dikidungkan dalam
seremonial, namun harus dijawah dalam
kerja
nyata. Sejarah telah membuktikan bahwa
Pancasila adalah tali pengikat bangsa
yang majemuk yang mampu menjaga
persatuan di tengah gelombang perbedaan
dan ancaman perpecahan.
Sejarah telah membuktikan bahwa
Pancasila bukan hanya dasar negara, tapi
juga sistem nilai yang terbukti adaptif
dalam menjawab dinamika zaman tanpa
kehilangan akar identitas
kebangsaan. Sejarah telah membuktikan
bahwa Pancasila adalah nafas yang
menghidupi rakyat Indonesia sebagai
bangsa yang besar dan unggul dalam
kancah daya saing global.
Sejarah telah membuktikan bahwa
Pancasila mampu menuntun Indonesia
melewati berbagai ujian sejarah dari
masa revolusi hingga era reformasi
karena nilai-nilainya hidup dalam denyut
rakyat dan jiwa konstitusi
kita. Di sinilah peran aparatur sipil
negara menjadi sangat strategis. ASN
bukan hanya pelaksana kebijakan, tapi
juga elan vital, tenaga penggerak utama
yang menerjemahkan nilai-nilai Pancasila
dalam sistem pelayanan publik yang adil,
bersih, dan berorientasi pada
kepentingan
rakyat. ASN adalah wajah negara yang
berinteraksi langsung dengan masyarakat
dan dalam wajah itulah seharusnya
Pancasila
terpancar. Tugas ASN tidak ringan. Ia
dituntut bukan hanya kompeten dalam
kinerja, tapi juga teguh dalam
integritas serta bijak dalam perilaku.
ASN sudah semestinya menjadi suri
tauladan dan menjunjung tinggi etika
profesi, mengedepankan semangat
gotongroyong, dan menolak segala bentuk
penyimpangan yang merusak sendi
kepercayaan publik. Menjadi ASN berarti
menjadi penjaga moral negara yang dalam
setiap langkah kerjanya memuliakan
martabat kemanusiaan dan merawat
keutuhan
bangsa. Di tengah gelombang disrupsi
teknologi dan dinamika global yang
begitu cepat, Pancasila telah menjadi
jangkar identitas. ASN sebagai pemimpin
perubahan harus mampu memadukan inovasi
dan nilai teknologi dengan etika dan
efisiensi dengan empati. Di wajah ASN
seharusnya nilai Pancasila terpancar
sebagai cermin dari pengabdian yang
jujur, adil, dan berkeadaban.
ASN sebagai pelayan masyarakat dan
penjaga nilai-nilai luhur adalah pilar
utama dalam menjaga nyala obor
Pancasila. Dengan kerja yang bersih,
hati yang tulus, dan visi yang luhur,
kita bersama mengukir Indonesia yang
maju dan bermartabat.
Sobat ASN di seluruh tanah air, lalu
bagaimana ikhtiar kita pada momentum
hari lahir Pancasila ini agar ASN
sebagai elan vital bangsa mampu
menunjukkan peran-peran strategis untuk
turut menjaga kekokohan Pancasila
sebagai falsafah bangsa. Nah, untuk
membahas cerdas dan tuntas topik ini,
kami telah mengundang para narasumber
luar biasa yang sudah barang tentu
sangat kompeten di bidangnya.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi kepada para narasumber hebat
yang telah berkenan hadir dan akan
berbagi berbagai informasi strategis
kepada Sobat ASN di seluruh tanah
air. Pertama, kami menyampaikan terima
kasih kepada yang terhormat Bapak Ir.
Prakoso, M.M. Beliau adalah deputi
hubungan antar lembaga sosialisasi
komunikasi dan jaringan Badan Pembinaan
Ideologi Pancasila atau BPIP. Kedua,
kami menyampaikan terima kasih kepada
yang terhormat Bapak Dr. Ir. Boni Fasius
Wahyu Pujianto, MT. Beliau adalah Kepala
BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital
Republik Indonesia. Dan yang ketiga,
kami menyampaikan terima kasih kepada
Bapak Prof. Dr. Sarkawi, S.S., M.Hum.
Beliau adalah guru besar bidang sejarah
revolusi Universitas Erlangga Surabaya.
Nah, Sobat SN, mari kita simak dengan
seksama webinar ASN belajar seri ke-20
tahun 2025. Semoga bermanfaat.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Kami ucapkan sekali lagi
terima kasih kepada Bapak Dr. Ramlianto,
SPMP atas opening speech yang telah
disampaikan. Baik, Sobat TN. Selanjutnya
kita akan simak bersama keynote speech
yang kali ini akan disampaikan oleh
Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga,
Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan
BPIP RI yang saat ini beliau juga
menjabat sebagai Plt. Deputi Bidang
Pendidikan Badan Pembinaan Ideologi
Pancasila Republik Indonesia, Bapak Ir.
Prakoso, M.M.
[Musik]
Selamat pagi, Pak. Pagi, Mas. Mas
Lukman. Kabar baik, Pak? Baik, Mas
Lukman. Ini luar biasa banget saya
berkesempatan bertemu dan berbincang
langsung dengan Bapak Ir. Prakoso,
apalagi di era yang sekarang ya, Pak ya.
kita sebutnya ada istilah netizen yang
istilahnya ketika ada isu tertentu itu
mereka bisa mengeluarkan komentar yang
berbagai macam dan istilahnya tidak
mencerminkan nilai-nilai luhur
Pancasila. Nah, kali ini kita akan simak
bersama paparan keynote speech yang akan
disampaikan oleh Bapak Ir. Prakosa, M.M.
Semoga dengan apa yang nanti Bapak
sampaikan ini bisa menggugah semangat
kita sebagai para SN untuk
menginternalisasi nilai-nilai luhur
Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat
kita. Kami persilakan Pak Ir. Prakosa
untuk menyampaikan keynot speed-nya.
Saya paparan boleh. Silakan,
Pak. Apakah sudah diilihat anunya
paparan saya?
Oh, sudah, sudah, sudah terlihat Bapak
ya. Ini terima kasih sekali Mas Lukman
dan hadirin sekalian. para ASN Garda
Pancasila di era digital kerja sama
dengan
BPSDM
ee ee Jawa Timur. Langsung saja ee di
era
sekarang ASN tahu sekali bahwa
Undang-Undang Republik Indonesia nomor
20 tentang Aparatur Sipil Negara di mana
di pasal 3nya pegawai ASN memang
memegang teguh ideologi Pancasila,
Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia, setia kepada Negara Kesatuan
Republik Indonesia, serta pemerintahan
yang siap. pegawai ASN
mengimplementasikan nilai-nilai dasar
ASN yang terdiri atas tadi disampaikan
oleh Bapak Kepala Badan BPSDM Jawa
Timur, Pak Ramli berorientasi pelayanan
akuntabel, kompeten, harmonis, loyal,
adaptif, dan
kolaboratif. Dan ASN sendiri berfungsi
sebagai pelaksana kebijakan publik,
pelayanan publik, perekat, dan persatuan
bangsa. pemersatu bangsa. Jadi, ASN itu
juga perekat dan dan pemersatu bangsa.
Jadi, ini adalah undang-undang tentang
ASN yang perlu disadari bersama. Tindak
lanjut selanjutnya ini dalam rangka
memperingati hari lahirnya Pancasila 1
Juni. Mengapa ada undang-undang ini?
Karena ada Undang-Undang Dasarnya
sebagai konsensus kita sebagai negara
Indonesia.
Maka pegawai ASN setia setiap dan taat
kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia tahun 1945.
Ini kewajiban ASN Bapak Ibu sekalian.
Mengapa kami, kita semua? Karena
mempunyai negara yang menjadi
kesepakatan kita. Terus kita tindak
lanjutin lagi ee para SN yang kami ee
hormati. Jadi negara Indonesia itu kalau
kita bagi ya ada tahapannya. Ketika ada
penjajahan kebangkitan, menyepakati
sebagai prinsip dasar negara dibangunnya
negara ini yaitu Pancasila. Terus
merdeka, konstitusi mengisi kemerdekaan.
Era kita sekarang mengisi kemerdekaan.
Namun sebelum itu kita harus tahu
semua lan anu apa tuh yang kita ketahui
era
kolonialisasi zaman dulu kita ya memang
era penjajahan kita memang
terkolonialisasi terjajah oleh yang
namanya Belanda.
Selanjutnya kita negara kita yang akan
kita
merdekakan yaitu ya di petanya itu ya
peta Hindia Belanda. Inilah yang akan
kita
merdekakan. Era itu era kita sebagai
negara
yang kelas dua karena
terkolonialisasi. Inilah potret waktu
kita terkolonialisasi.
waktu kita belum merdeka era-era
itu lah. Inilah yang kita perjuangkan.
Mengapa kita terkolonialisasi, Bapak,
Ibu sekalian, para SN? Yang perlu kita
ketahui karena kita terjajah. Mengapa
kita terjajah? Karena kita kalah
teknologi militernya. Kerajaan-kerajaan
di Nusantara
tadi kalah dengan penjajah yang
mempunyai senjata. Nah, itulah yang
harus kita apa
kita sadari. Maka kita dipecah belah
baru era-era awal abad 19 yaitu adanya
kebangkitan nasional. Salah satunya dari
Jawa Timur juga di situ adanya
kebangkitan nasional, adanya Budi Utomo
dan sebagainya dan sebagainya, adanya
Stofia dan sebagainya dan sebagainya.
adanya kelompok pelajar-pelajar kita
yang sekolah di Netherland juga
menginisiasi untuk kita keluar dari
penjajahan itu. Maka ada filosofi
gonsahnya, ada Sumpah Pemuda yang ada di
Negara Kesatuan Indonesia sekarang ini
itu memang berbeda-beda loh, tetapi
tetap satu juga loh. Di dalam Sumpah
Pemuda kita sudah mendefinisikan bahwa
kita akan membuat, bersumpah bahwa kita
adalah satu tanah air, yaitu tanah air
Indonesia, satu bangsa-bangsa Indonesia,
satu bahas-bahasa Indonesia. Itu
definisi
kita di konvensi Montevideo Convention
on Red and State tahun 1933 disebutkan
ada empat negara, ada empat syarat
negara harus dipenuhi. Populasi,
teritori, struktur pemerintahan, dan
memperoleh pengakuan internasional.
Biar kita tahu tentang sejarah lahirnya
Pancasila, maka kita awali dengan tahun
1940 di mana Jerman menduduki Belanda
sehingga Nusantara ini yang nantinya
menjadi negara kesatuan Republik
Indonesia yaitu Hindia
Belanda diberlakukan darurat karena
negara Belandanya sendiri
itu di apa ee diduduki oleh ee ee
Jerman dan setelah
Desember tanggal 741 Jepang menyerang
Pirhalbor Amerika maka Belanda sekutu
Amerika menyatakan perang terhadap
Jepang. Namun Bapak Ibu sekalian, kita
ketahui sekali bahwa Jepang tanggal 10
Januari menginvansi Hindia Belanda ini
yang sekarang Indonesia ini di invasi
Jepang.
Hanya 3
bulan Belanda kalah. Pada 8 Maret 42
Belanda menyerah. Sehingga Nusantara ini
diduduki oleh
Jepang. Yang beratus-ratus tahun VOC
Belanda
mengkooptasi bumi Nusantara ini diambil
alih oleh
Jepang. Pada waktu itu Perang Dunia
Kedua. Bapak Ibu sekalian. Bapak Ibu
sekalian.
Era
itulah kita
menyepakati bahwa para
pemuda tokoh-tokoh nasional berkumpul di
ee gedung Pancasila sekarang The Blue
itu menyepakati kita akan membangun
suatu negara. Harus ada kesepakatan
dulu. Nilai-nilai apa? Nilai intangible
apa? value apa yang menjadikan perekat
kita semua lah. Itulah sidang
BPUPK. Inilah gedungnya
sekarang. Di sinilah
dirumuskan nilai-nilai Pancasila itu
oleh para pendiri
bangsa. Bapak, Ibu sekalian. Selanjutnya
kita tersepakatilah yang namanya
Pancasila yang disampaikan oleh Bapak
Kepala BPSDM tadi ada lima
tadi. Mengapa Pancasila? Karena
Pancasila apa dulu ya? Pancasila lahir 1
Juni 1945 yang saya sampaikan tadi
sebagai dasar negara. Lima prinsip
kesepakatan konsensus ketika nanti akan
didirikan negara Indonesia. Jadi
Indonesia belum berdiri nih dasarnya
harus tahu dulu, sepakat dulu mengapa
kita menilai memilih Pancasila. Karena
nilai-nilai Pancasila itulah sebagai
pemersatu bineka
tunggalika asli digali dari bumi
Indonesia. bahwa
berketuhanan,
berkemanusiaan,
berpersatuan, berkerakyatan, musyawarah,
berkeadilan, itu nilai-nilai itu asli
digali dari budaya nusantara ini, Bapak,
Ibu sekalian. Untuk apa? untuk
membebaskan dari koloni, membebaskan
dari penjajah, melindungi, memajukan
kesejahteraan, dan mencerdaskan
kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia di state di konstitusi
kita
pembukaannya. Bagaimana menjalankannya?
Ya, menjalankan dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Semua regulasi berdasarkan Pancasila.
Ada nilai Pancasilanya. Karena negara
ini dibangun dasarnya itu, Bapak, Ibu
sekalian. Itu yang perlu kita ketahui
bersama. Inilah
Pancasila sebagai pandangan ibut,
sebagai pemersatu, sebagai dasar,
sebagai filosofi gronslah, sebagai
sumber daripada sumber hukum di
Indonesia. nilai-nilai Pancasila
itu. Nah, kesepakatan peranglah dunia
kedua itu tadi terus masih
berjalan. 6 Agustus Hiroshima di
bom. 9 Agustus Nagasaki di
bom. Tentara sekutu pimpinan Amerika ini
dibom. Ini pengebomannya.
Tanggal 14 Agustus, Sultan Syahrir dan
beberapa orang mendengarkan kabar dari
radio bahwa
Jepang takluk dengan
sekutu. Sehingga kekosongan di Hindia
Belanda, bumi Nusantara ini
tadi sudah tidak ada penjajahan Jepang
karena
Jepang menyerah.
Tanggal 15 Agustus golongan pemuda
mengadakan perundingan. Kalau inilah
momentumnya saat kita merebut kekosongan
dari ee negara
ini, Belanda pergi kalah sama Jepang,
Jepang kalah sama sekutu, ada
kekosongan. Maka tanggal 15 para pemuda
Soekarni pada waktu itu salah satu
tokohnya yaitu merencanakan untuk segera
mendorong Soekarno Hatta untuk
memerdekakan Indonesia. Maka ada
peristiwa Rengas Dengklok. Peristiwa
Sengas penculikan Soekarno dan orang
tokoh-tokoh masya tokoh-tokoh ee
pergerakan pada waktu
itu. Dan tanggal 16
malamnya Pak Karno dan Pak Bunghaatta
dari Rengas Dengklok dijemput oleh
Subandrio untuk segera ke Jakarta dan
menyampaikan proklamasi. Betul apa
adanya. 17 Agustus Soekarno menyatakan
kemerdekaannya.
Soekarno menyatakan kemerdekaannya.
Inilah kita
merdeka. The winner take all. Pancasila
take all. Jadi Pancasila mengapa kita
sepakati? Karena kita menang perang. Ini
Pancasila itu menang perang. Inilah
revolusi yang menang
memimpin. Proklamasi
kemerdekaan. Ingat dan dimuntif video
tadi bahwa harus adanya pengakuan
internasional. Maka kita ada pengakuan
internasional. Itulah yang perlu kita
sepakati bahwa kita punya dasar negara
yang menjadi kesepakatan kita dan kita
menang perang, kita memproklamirkan
diri, kita punya teritori yang kita
perjuangkan, kita punya rakyat, kita
punya wakil bangsa kita ini,
pemerintahan ini dan kita diakui secara
internasional. Kitalah negara Indonesia.
maka konstitusinya mengikat. Mengapa
harus ditunduk? Karena ini konstitusi
sebagai hukum dasar, hukum positif yang
berlaku kepada seluruh warga negara
Indonesia tidak ada kecualinya. Sehingga
ee kita bersepakat dengan Pancasila,
kita mengikuti undang-undang turunannya
adalah mengikat kepada seluruh warga
negara Indonesia tanpa kecuali. namanya
hukum positif. Bapak, Ibu
sekalian, kita punya cita-cita juga di
pembukaan alineia. Namun tanggal setelah
kita merdeka, Belanda pun melakukan
agresi atau mau mentake over sendiri.
Padahal perjanjian internasional the
winner take all. Maka setelah ada agresi
Belanda 12 tetap kita hadapi dengan
perang betulan, bukan perang diplomatik
ini perang fisik. Ada peristiwa
Ambarawa, ada peristiwa
Surabaya. Di mana Brigadir Jenderal
Arbetin Walterson Malabi meninggal dunia
waktu itu. Inilah perang betulan.
Konvensi Media Bundar baru mengakui
Indonesia sebagai negara merdeka. Maka
kita punya bendera, kita punya istana,
kita punya presiden pertama kali yang
dilantik Soekarno di keraton Yogyakarta
tahun. Inilah presiden pertama kali kita
gitu.
Inilah negara Pancasila kita
ini. Kitabeka.
Inilah memang
kita tidak hanya satu golongan Jong
Java, Jong Sumatera, Jong Celebus, Jong
Ambon semuanya adalah itu Indonesia.
Indonesia itu bineka tunggalitan.
Sehingga kita karena kita punya negara,
kita punya teritori yang sekarang Bapak
Ibu mungkin punya sertifikat ini karena
kita punya Pancasila ini. Ada
Pancasilanya, ada
teritorinya kita punya KTP penduduk ada
Pancasilanya. Kita punya paspor diakui
bahwa kalau kita melancong ke luar
negeri ada Pancasilanya. Kita punya uang
Indonesia ada Pancasilanya.
Kita punya pulau kurang lebih
17.500
17.504 pulau ada
278 juta penduduk. Inilah
Indonesia ada inilah teritorial kita
Bapak Ibu sekalian dan kita punya
tetangga. Ada tetangga kita yang
langsung berdekatan dengan Indonesia ada
10 Bapak Ibu sekalian. Dan inilah kita
punya besar sekali
wilayah 5 juta km² kurang lebih 2
jutanya daratan, 3 jutanya lautan. Namun
oleh Deklarasi Juanda ini menjadi satu
kesatuan darat laut itu satu kesatuan
Deklarasi Juanda dan telah teralifikasi
oleh UNCLOS pada tahun 1982.
Bapak, Ibu sekalian. Maka Pancasila
sebagai dasar negara ini ada tangible
and tangible. Pancasilanya itu
nilai-nilainya. Tangibelnya ya kita
punya tanah air ini, punya negara ini,
punya wilayah ini, itu bisa dira. Tapi
dalam hatinya, dalam nilai-nilainya,
itulah Pancasila kita yang harus kita
jaga bersama. sehingga kita juga di ee
jadikan moto kita binikan
tunggalika sekretarisp
juga
solidarity tunggal ika unity
Nah, untuk maju ke depan dunia pun kalau
ber moto seperti Indonesia akan lebih
baik, Bapak Ibu sekalian. Nah, inilah
kita bangun. Kita punya negara yang
subur, kita punya hutan yang luas, kita
punya air yang
jernih, kita punya pantai yang banyak
sekali, Bapak, Ibu
sekalian. Dan kita tinggal di Jambrut
Katolis.
bahagia hidup sejahtera
dikasih alam
berseri-seri berawi.
Allah indah bermain di
Filipina bertadu
tawir burung
beria berma.
Nah, Bapak Ibu sekalian kita harus
bersyukur bahwa negara kita damai,
subur, dan ada di Katulistiwa. Nah, yang
kita usahakan kita juga punya
pertambangan. Nah, tata kelolanya ini
yang perlu kita ee kuatkan bersama.
Pancasila salah satunya sila kelima itu
kita harus berkeadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia loh. Maka
Bapak, Ibu sekalian sebagai aparatur
sipil negara harus memperjuangkan
keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia. Ilmu pengetahuan harus
kita
miliki. Jangan sampai mengisi
kemerdekaan adanya perpecahan. Seperti
Yugoslavia sekarang sudah berantakan
menjadi beberapa
negara. Ada Macedonia, Kosovo,
Montenegro, Elservia,
Serbia. Inilah kalau salah tata
kelola. Cekoswakia juga pecah. Maka ini
harus kita aware bersama sebagai
pemersatu. Aparatur sipil negara harus
mengisi dengan menjalankan nilai-nilai
Pancasila dalam kehidupan berbangsa,
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dengan
mengantisipasi perkembangan tren ke
depannya kita capai Indonesia Raya.
Tidak hanya Indonesia emas, Indonesia
Raya seperti apa itu
ee ee lagu Indonesia Raya, lagu
kebangsaan kita. Stansa satu adalah kita
harus berpersatuan, stansa dua kita
harus bahagia, stansa ketiga kita harus
abadi. Itu filosofi menciptakan lagu
Indonesia Raya dengan dasar Pancasila.
Maka kita perjuangkan GDP kita harus
naik terus. Jangan sampai ini peta GDP
dunia. Indonesia masih orange. Kita
kalau bisa hijau
sampai biru. Nah, inilah perjuangan
kita. kita harus berani
membanding-bandingkan era digital ini
negara kita dengan negara lain. Makanya
kita kecap, kita percepat kemajuannya
itu salah satunya kita sudah mempunyai
modal komparatif negara yang besar kita
ubah menjadi kompetitif di situ ada
penguasaan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Ada Pancasila, ada ilmu
pengetahuan dan teknologi. Dan kita
punya resources. Itu yang harus kita
perjuangkan. Persatuan Indonesia di era
digital ini. Karena tanpa kita
mengantisipasi era digital, kita menjadi
penonton saja era digital. Tapi jangan
ingat juga era digital adanya algoritma
media sosial dengan AE yang istilah
kerennya Sundel Bolong. Sepertinya bagus
tapi ternyata jelek. Nah, inilah yang
harus diantisipasi sebagai ASN adanya
algoritma yang mendorong kita menjadikan
salah dalam mempresepsi. Maka filosofi
ground selahnya, Pancasilanya bahwa
mengapa kita bersatu, mengapa kita punya
negara, tujuannya apa itu harus disadari
bersama. Itulah Pancasila Indonesia
perjuangan kita. Mana saja yang harus
kita kuatkan? manufaktur, teknologi,
finance, apa itu fashion, retail, hood
andage, real estate dan sebagainya.
Itulah kolam-kolam yang harus kita
dorong untuk menjadikan apa itu
Indonesia mempunyai GDP lebih kuat lagi.
Sehingga funding father kita dulu
mempunyai cita-cita yang harus kita
implementasikan.
Inilah
era
wong aku
E era maka
era gardanya salah satunya ASN harus
terus dikuatkan mental
pemuda-pemudanya juga harus
dikuatkan.
[Musik]
Aku senju
ini antemnya SMA 20 Surabaya.
Ini
dari Aceh
sampai Papua. Kabupaten Mitrat, Provinsi
Papua Barat. Salam Pancasila. sama
dari Natuna yang paling jauh di atas
sana, Laut Cina Selatan. Salam
Pancasila. Demikian untuk paparan saya.
Semoga bermanfaat. Salam Pancasila.
Salam Pancasila. Terima kasih Bapak Ir.
Prakoso, MM atas keynote speech yang
telah disampaikan. Luar biasa sekali ya.
kita bisa melihat bagaimana kilas balik
ee era sebelum lahirnya Pancasila,
ketika lahir Pancasila sampai dengan era
kita sekarang ini adalah era untuk
mengisi kemerdekaan. Dan tadi yang perlu
di-highlight adalah sekretaris PPB aja
bangga dengan moto bineka tunggal IK
kita. Gimana kita harus juga bisa bangga
ya dan bisa spreading awareness tidak
hanya dalam ucapan tapi juga tindakan
kita sebagai ASN di kehidupan
sehari-hari. Sekali lagi terima kasih
Bapak Inyur Prakoso atasnya di webinar
ASM Belajar seri 20. Semoga kita bisa
bertemu lagi di event-event selanjutnya.
Sama sehat selalu Bapak. Sama sehat
selalu. Terima kasih, Pak Boni, teman
saya ini, Pak Boni. Terima kasih, Pak
Boni. Pak Punding
Pujianto. Siap. Terima kasih kembali Pak
Ir. Prakoso, M.M. Dan Sobat ASN. Sebelum
kita berlanjut ke sesi pemaparan
narasumber, Sobat ASN sudah dapat
melakukan presensi pada laman semesta
Bangkom dan link presensi ini dapat
Sobat ASN lihat pada running tags.
Kemudian Sobat ASN juga dapat lihat
melalui kolom chat Zoom ataupun pincet
YouTube BPSDM Jatim TV. Dan memang
karena dikarenakan saat ini traffic
presensi kita sedang tinggi, bagi Sobat
TSN yang masih belum bisa akses presensi
dapat mencoba kembali secara berkalah.
Baik, Sobat TSN, sesaat lagi kita akan
memasuki sesi pemaparan narasumber kita
yang pertama. Tapi sebelum itu kita
saksikan video berikut ini.
[Musik]
Anda kembali lagi menyaksikan webinar
ASN Belajar seri 20 2025. Sobat ASN,
kali ini kita akan bersama-sama
dengarkan materi pertama yang kali ini
akan disampaikan oleh narasumber pertama
kita, Kepala BPSDM Kementerian
Komunikasi Digital Republik Indonesia,
Bapak Dr. Ir. Bonifacius Wahyu Pujianto,
MT.
[Musik]
Baik, saya akan sapa beliau terlebih
dahulu. Selamat pagi, Pak Boni. Selamat
pagi. Kabar baik, Pak? Apakah bisa
didengar? Terdengar jelas, Pak? Clear
sekali, Pak Boni, tadi sudah disampaikan
oleh Pak Ir. Prakoso ya, bagaimana
sejarah dari lahirnya Pancasila dan kita
sekarang sudah berada di era untuk
mengisi kemerdekaan. Tapi seolah-olah
kalau sekarang kita lihat kan banyak
sekali media sosial yang berkembang ya,
Pak ya. dan kita juga semakin bebas
untuk berpendapat via media sosial. Pada
akhirnya isu-isu seperti diskriminasi,
bullying, kekerasan verbal, kemudian
poli ee polarisasi politik pasca pemilu
itu juga masih terjadi gitu. Nah, kali
ini kita ingin mendengarkan paparan
menarik dari Pak Bonifasius. Bagaimana
Bapak menanggapi isu-isu seperti ini dan
bagaimana ASN ini bisa menginternalisasi
nilai-nilai luhur Pancasila dalam
pekerjaannya sehari-hari. Izin Riman
juga Bapak untuk waktu penyampaian
materi nanti akan berdurasi kurang lebih
selama 30 menit. Nanti kita akan lanjut
di sesi tanya jawab atau Q&A. Saya
persilakan kepada yang kami hormati
Bapak Bonifasius untuk menyampaikan
materinya. Monggo, Pak.
Baik, selamat pagi. Saya coba share
screen saat
ini. Mudah-mudahan bisa dilihat
dengan nyaman.
Iya. Oke. Em, semoga bisa dilihat dengan
baik Bapak Ibu semua.
Terima kasih. Selamat pagi.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Shalom. Om swastiastu. Namo
budaya. Salam kebajikan.
Bapak, Ibu semua, tadi pagi ee saat
pembukaan Pak Kepala BPSDM Provinsi
Japim telah menyampaikan ya ee tujuan
dari pelatihan ataupun ee event pada
hari pagi hari ini. Dan yang menarik
tadi Pak Prakoso itu menceritakan
bagaimana sejarah mengenai perjuangan
bangsa Indonesia meraih kemerdekaan.
Tapi ingat, kita tidak berhenti pada
saat hanya sampai di pintu gerbang
kemerdekaan. Kurang lebih begitu ya.
Justru tantangan terberat adalah
bagaimana kita membangun bangsa ini.
Menjadi bangsa yang besar, menjadi
bangsa yang memiliki kemampuan tumbuh
dan
berkembang
diilengkapi oleh masyarakat yang cerdas
sehingga ekonomi bisa bergulir dengan
cepat. Nah, Bapak Ibu sekalian pada pagi
hari ini saya akan sedikit
menceritakan kenapa Bapak Ibu sekalian
itu perlu terus mengasah diri walaupun
kita ASN ya Bapak Ibu sekalian tapi kita
harus
meletakkan upaya untuk terus
berkembang, mencari
ilmu, meningkatkan
skill atau kita sering mengatakan
sebagai skill set kita untuk membangun
bangsa.
Tentu ini tidak terbatas pada ee ASN
saja, justru kalangan muda ini menjadi
motor pergerakan dan pembangunan
nasional kita ke depan. Mari kita mulai.
Nah, ee Bapak Ibu sekalian, saat ini
kita Kementerian Komdiji memiliki visi
untuk membangun Indonesia Emas 2045 yang
telah dicanangkan oleh Bapak Presiden
dan kemudian juga kita perlu membangun
bersama-sama ekonomi Indonesia yang
lebih kuat di masa depan. Nah, untuk itu
kami dari Kementerian Komdigi memiliki
beberapa pilar program ya. Jadi kalau
kita lihat yang pertama maka di sini ada
yang kita sebut sebagai visi Indonesia
Digital 45. Kemudian di sini ada
fungsi-fungsi sebentar saya coba gunakan
yang
lebih clear sebentar.
Oke, mohon maaf sedikit saya perlu
mengubah setting. Nah, untuk membangun
Indonesia emas ini kita
membutuhkan pilar-pilar yang kuat.
Sebenarnya ada empat pilar yaitu
pemerintahan digital, ekonomi digital,
masyarakat digital, serta infrastruktur
digital. Empat pilar itu yang menyangga
pembangunan digital Indonesia ke depan.
Nah, pertanyaannya adalah kok di bagian
tengah ada area yang kita sebut future
teknologi dan
ekosistem. Bapak, Ibu sekalian, kita
harus siap bahwa teknologi itu tidak
akan berhenti. Itu keniscayaan. Oleh
karena itu, kita harus mampu melakukan
adaptasi, kemudian juga belajar
memanfaatkan, bahkan mencari nilai
tambah yang bisa dihasilkan. Nah, kenapa
kita harus terus belajar? Karena kita
adalah bangsa yang besar. Tadi Pak Pras
sudah menyampaikan begitu banyak
indikator terkait dengan kekuatan bangsa
kita. Khusus di sektor digital kita
memiliki
370,1
juta koneksi
seluler. Kemudian ada juga pengguna
internet 200,4 juta. Padahal penduduk
tadi
270 8 juta atau sekian ya. Jadi jumlah
pengguna internet kurang lebih
73% ya pengguna internet. Sedangkan, nah
ini yang luar bias luar biasa besar
adalah jumlah pembelian barang konsumsi
dari tahun ke tahun itu
198,6 juta. Jadi apalagi ini didorong
dengan e-commerce, transaksi perdagangan
itu sangat masif. Nah, namun kembali
jangan sampai perdagangan secara digital
tersebut akhirnya dikuasai oleh
produk-produk dari luar.
kita harus mendorong transaksi
perdagangan yang bersifat konsumtif ini
justru produk-produk dari dalam negeri.
Yang
terakhir, waktu penggunaan
daripada internet rata-rata adalah
8,36 menit. Nah, saya mau tes Bapak Ibu
sekalian. Bapak Ibu sekalian mungkin ada
yang menggunakan Android begitu ya. Nah,
nanti silakan kalau Bapak Ibu
menggunakan Android kita buka setting.
Nah, ini mohon maaf saya coba ee
showcase gitu ya. Kemudian nanti dari
setting biasanya ya kalau kita scroll
down ke
bawah nanti di bagian bawah ada yang
disebut sebagai digital wellbeing and
parental control gitu ya.
Nah, kita bisa melihat di dalam behavior
kita berapa jam kita online? Cocokkah
nanti ya selama 24 jam? Cocokkah
kira-kira kita ada 8 jam rata-rata 8 jam
30 menit. Tapi tampaknya kita berada
lebih daripada itu berkait dengan
penggunaan digital khususnya internet.
Nah, di terkait digital wellbeing
tersebut kita bisa melihat ini aplikasi
apa saja yang paling banyak kita gunakan
begitu. Ini bisa kita lihat hari ini
sudah berapa lama atau berdasarkan
aplikasi apa yang kita gunakan ya paling
sering kita gunakan. Tujuannya apa?
Bapak Ibu sekalian tentu kita punya
putra-putri ataupun kita punya ponakan
ada anak-anak yang harus kita urus. kita
bisa melihat behavior mereka berapa jam
mereka di internet, aplikasi apa yang
mereka gunakan. Kita sebagai orang tua
wajib ya untuk menjaga, mengawasi
anak-anak kita. Bagi Bapak Ibu yang
kebetulan guru dan lain sebagainya bisa
juga mencek anak-anak didik menggunakan
apa saja. Bahkan kita bisa melihat
hari-hari sebelumnya ini kebetulan
misalkan hari ini tanggal 28 kita bisa
cek tanggal
27 mereka menggunakan apa, aplikasi apa.
Secara detail bisa kita lihat ya
walaupun bukan konten ya tapi kita bisa
memahami behavior dari anak-anak kita
menggunakan internet. Ini penting. Ini
sedikit clue ee kenapa kita perlu
memahami sebenarnya untuk yang kebetulan
ini yang Android ya, Bapak, Ibu
sekalian. Tapi untuk ee saya rasa di
yang Apple juga ada ya.
Oke. Nah,
selanjutnya
emm
sebentar slide.
Mohon maaf saya agak merubah sedikit
setting ya. Namun demikian, Bapak Ibu
sekalian, tadi kita sudah memahami
betapa pentingnya
digitalisasi. Nah, ini tidak lepas dari
kita perlu menyiapkan sumber daya
manusia yang kuat. Nah, inilah
faktor-faktor yang berdampak terhadap
transformasi digital. Pertama, sumber
daya manusia.
tidak bisa dipungkiri karena kita yang
menggunakan dan kita yang memanfaatkan.
Namun tekno sumber daya manusia itu kita
sebagai pengguna ataupun kita sebagai
pengembang ataupun kita sebagai ee
pelaksana. Jadi ada istilahnya tuh kita
sebagai user, developer ataupun
deployer, ya. Nah, ini kita membutuhkan
suatu mekanisme yang kita sebut sebagai
tata kelola dan kebijakan. Nah, di sini
kita perlu menata agar digitalisasi yang
dilakukan di institusi Bapak, Ibu
sekalian itu ada prosedurnya. Bagaimana
tata kelola manajemen perubahannya,
bagaimana mengatasi manakala ada hal-hal
yang tidak diinginkan. misalnya ada ee
vising gitu ya, ada scamming dan lain
sebagainya. Namun tidak kalah penting
nanti Bapak Ibu akan kami sampaikan
mengenai bagaimana menghindari berbagai
informasi yang mungkin bisa
mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa
kita. Jadi hati-hati saat ini musim
dalam arti masyarakat begitu mudahnya
menyampaikan tulisan ataupun informasi
yang belum tentu benar atau kita sebut
sebagai bisa jadi suatu hoa. Nah, hoa
itu bisa berupa misinformasi,
disinformasi, dan malin informasi, ya.
Nah, yang ketiga. Nah, ini aspek yang
ketiga adalah bagaimana
kita memahami aspek teknologi itu
sendiri. Ya, mohon maaf ini eranya
sekarang era digital yang sangat cepat
perubahannya. Bahkan AI menjadi bagian
dari kehidupan kita. Nanti pelan-pelan
Bapak Ibu sekalian mohon juga
mempelajari AI bukan sebagai
tantangan. AI adalah tools yang justru
membantu kita.
Namun jangan sampai tadi ya ada hal-hal
yang disalahgunakan dengan kemampuan AI
tersebut. Begitu ya. Nah, terakhir data
dan informasi. Nah, ini penting karena
kita di ee pemerintahan ASN kita ada
arsitektur data misalkan informasi data
secara nasional kita juga ada satu data.
Bahkan untuk penyimpanan data itu
sendiri khusus data-data strategik itu
dikumpulkan dalam pusat data
nasional. Nah, ini mohon Bapak, Ibu
sekalian ee memahami tidak mudah kita
harus siap terhadap perubahan zaman
tersebut. Pertanyaannya adalah kenapa
kita harus mempersiapkan talenta digital
bangsa Indonesia ini secara cermat? Nah,
Bapak Ibu sekalian yang perlu kita
perhatikan Indonesia ini memiliki jumlah
penduduk yang besar. Namun demikian,
jumlah talenta digital masih kurang.
Jadi kalau kita lihat ini di dalam
grafik
ini, kita punya dream untuk bisa
ee men-supplai
sekitar 9 juta talenta digital tahun
2030 dimulai 2015.
ee optimisnya kebutuhannya adalah 12
juta. Namun demikian, saat ini kita
belum mampu menghasilkan sebanyak itu.
Ada gap ya sekitar rata-rata 600.000 per
tahun yang dibutuhkan untuk mengisi
kekurangan tersebut. Nah, itu adalah PR
besar kita bagaimana memenuhi kebutuhan
600.000 talenta digital setiap tahun.
Kenapa? Kalau tidak, maka market yang
besar dari negara kita akan diisi oleh
warga negara lain sebagai talenta
digital. Nah, kita bisa mengukur ke
Bapak Ibu sekalian. Kita bisa cek di
sini bagaimana indeks atau kesenjangan
talenta digital di dalam ee diagram di
sebelah kanan. Nah, matriks ini kalau
kita lihat Jawa Timur. Nah, ini nomor 15
kondisinya sudah sangat baik relatif
terhadap provinsi-provinsi yang
lain. Em warnanya orange ya. Itu berarti
kalau kita melihat dari ee indeksnya itu
tinggi karena Jawa Timur memiliki jumlah
kampus yang cukup tinggi. Ekosistem
digitalnya juga maju ya.
Nah, sekarang kenapa konsekuen kenapa
hal ini penting?
Karena ke depan masyarakat Indonesia itu
perlu kita jaga pertumbuhan
perkembangannya. Jangan sampai kita
muncul berbagai dampak negatif karena
digitalisasi. Salah satu upaya yang kami
lakukan adalah melakukan yang kita sebut
program literasi digital. ini terdapat
di sisi yang sebelah kiri. Ini langkah
pertama ini bersifat masif kepada
seluruh masyarakat Indonesia. Tadi
kuncinya di sini
ada pelatihan yang terkait dengan
digital skill, digital culture, etic,
dan safety. Kita untuk mudahnya
mengingatnya dengan singkatan cab ya.
C-nya dari cakap digital ya.
A-nya adalah aman digital, B-nya adalah
budaya digital, dan E-nya adalah etika
digital. Ini penting. Nanti masyarakat,
kita punya target 50 juta masyarakat
Indonesia diberikan literasi digital
begitu dan saat ini sudah mencapai
sekitar 27 juta ya masih ada PR sekitar
23 juta. Namun kami belum ee sampai
kepada target tersebut dengan segala
keterbatasan resources khususnya
anggaran. Nah, yang kedua adalah setelah
masyarakat di literasi digital, tentu
faktor yang selanjutnya penting adalah
bagaimana membangun skill tadi, gap-nya.
Nah, gap ini tentu ada yang kita berikan
pelatihan bersama stakeholders digital
lainnya. Sebagai contoh ya, masyarakat
umum, mereka yang baru lulus, pelajar,
bahkan ASN silakan mengikuti berbagai
pelatihan.
yang disediakan oleh kami Kementerian
Komdiji ataupun yang diselenggarakan
oleh BPSDM, BPSDM, Provinsi, kabupaten
kota dan lain sebagainya. Bahkan dari
private
sektor kami tahun ini punya target
100.000 1000 peserta begitu ya,
macam-macam terkait IoT, AI, kemudian
bagaimana mengenai security development
dalam arti developer ya untuk membangun
aplikasi-aplikasi, memperkuat bisnis
model dan lain sebagainya. Nah, semua
itu terdapat di dalam portal kami yang
disebut digital ya. Nanti Bapak Ibu bisa
install gitu ya.
Namun untuk mereka dari industri ataupun
mereka yang sedang mencari kerja, kami
mempersiapkan juga yang disebut
certification
ya. Karena itu ada berbagai macam
ya. Sebagai contoh saya berikan adalah
AI. AI ada dua TRK. Satu sebagai user,
satu sebagai developer. User pun ada
dari beginner sampai dengan advance.
kita sebut sebagai prom engineer untuk
AI. Kalau yang untuk developer tentu
saja mereka akan mengembangkan aplikasi
berbasis AI ataupun aplikasi yang ada
diequip dengan AI dari level beginner
sampai dengan advance sebagai seorang
developer. Nah, sertifikasinya kami
siapkan ya bagi mereka-mereka yang
membutuhkannya macam-macam ya. Dan
kemudian yang paling penting adalah
tidak berhenti mereka hanya sekedar
certificate of compion, kemudian
certification of competencies ya. Tapi
para peserta yang memiliki sertifikasi
kami kumpulkan dalam talent pool. Nah,
talent pool ini yang nanti kita connect
kita sebutnya platform kami adalah
deploy. Nah,
ini itu akan kami connect saat ini sudah
terkoneksi dengan cukup banyak ini
sekitar 1000 ee korporasi
untuk mendapatkan opportunity pekerjaan
gitu ya. Nah, ini untuk
mengurangi ee pengangguran ataupun
meningkatkan masyarakat untuk memperoleh
kehidupan yang lebih baik. Terakhir ini
adalah DLA. DLA ini menjadi bagian yang
penting khususnya kita ya Bapak, Ibu
sekalian sebagai ASN ini juga ada
namanya digital leadership academy. Di
dalamnya ada government transformation
academy dan lain sebagainya. Sebagai
informasi kami dari Kementerian Komdizi
juga memberikan scholarship juga S2, S3
dalam dan luar negeri. Nah, Bapak, Ibu
sekalian, yang menarik adalah kita ke
depan tidak hanya berhenti pada hal
bagaimana mempersiapkan masyarakat kita
terbebas dari informasi yang salah atau
yang di kamuflase atau bahkan
difabrikasi. Ya, tadi ada misinformasi,
disinformasi, mal informasi. Nah, ini
harus kita jaga. jangan sampai
menghancurkan, mengubah ataupun merusak
tatanan kehidupan berbangsa bernegara.
Nah, ini empat kunci yang kami berikan
terkait tadi literasi
digital.
Nah, ini sudah kami sampaikan di luar
daripada hal-hal yang sifatnya teknikal,
kami juga menyediakan
pelatihan-pelatihan yang
sifatnya entrepreneurship. Mohon maaf
saya agak mundur sedikit ya. Ini adalah
terkait entrepreneurship dan ada yang
terkait tematik akademi
ya. Digital entrepreneurship macam-macam
bisa untuk UMKM kemudian bisa juga untuk
mereka yang membangun koperasi
bersama-sama ya.
Bahkan untuk tematik akademik itu bisa
dikhususkan bagi diabel, ibu-ibu. Karena
kami sangat paham kami harus bersifat
inklusif ya, berbasis gender dan juga
kepada masyarakat yang ee memiliki
kebutuhan khusus. Nah, oleh karena itu
kami menyiapkan ee berbagai tematik
akademi khusus bagi mereka.
Selanjutnya, Bapak, Ibu sekalian ee kami
juga melakukan berbagai upaya ya untuk
memberikan skill set yang lebih kuat
kepada Bapak, Ibu sekalian sebagai
ASN. Kenapa? Karena kita pahami kita
harus
menyiapkan mindset. Nah, ini penting
sekali ya. Jangan sampai kita, mohon
maaf Bapak, Ibu sekalian yang berada
pada manajerial level atau pimpinan itu
kalah. Ya, kalah dalam arti bukan kalah
dalam arti ilmu pengetahuan, tapi kita
menjadi
tidak memiliki kemampuan beradaptasi
dengan perubahan.
Karena ini penting kita
sebagai middle middle eh decision maker
gitu ya ataupun sebagai decision
maker itu harus adaptif manakala
rekan-rekan muda, staf-staf kita
memberikan input terkait pemanfaatan
digital untuk
pembaharuan-kebaharuan, perbaikan,
akselerasi, inovasi di tempat bekerja
Bapak, Ibu sekalian. Oleh karena itu,
jangan berhenti belajar. Nah, itu
penting sekali. Bisa diequip dengan kita
melakukan pelatihan ada digital literasi
dan yang sifatnya digital skill. Nah,
ini menjadi tantangan dan upaya kami ke
depan kita berkolaborasi. Kami baru saja
juga berkolaborasi dengan BPSDM
Kemendagri.
Pak Sugeng sangat welcome. Kami
berkolaborasi sehingga kita akan
melakukan bagaimana meningkatkan skill
set artificial intelligence kepada ASN
di Kementerian Dalam Negeri. Tidak
berhenti Kementerian Dalam Negeri
melalui Kemendagri kami akan menjangkau
seluruh provinsi dan kabupaten kota.
Jadi, Bapak, Ibu sekalian, selain skill
set yang sudah ada, kita masuk ke level
yang lebih lanjut ya, terkait dengan
artificial intelligence. Baik.
Em
ini program terkait dengan ee khususnya
untuk ASN Digital Leadership Academy ini
kita sudah menjalini beberapa tahun yang
berjalan ini dari ee
2022 ya ee tahun ini kita sudah memiliki
digital leadership Academy bersama
Kalimantan Utara ya ee baru saja
berjalan dengan Radio Republik
Indonesia. Kemudian nanti ada Kalimantan
Selatan gitu ya. Kemudian juga ada
Provinsi ee Banten, Sulawesi Selatan,
Sulawesi Utara, Provinsi Sumatera
Selatan dan lain sebagainya. Tentu kita
tidak berjalan sendiri. di belakang kami
berbagai industri baik itu ee berbasis
teknologi ataupun universitas serta
international organization m-backup
kami. Sehingga Bapak Ibu sekalian materi
yang disampaikan tentu the most
advance atau new technology yang
membantu aktivitas Bapak Ibu sekalian.
Selain digital leadership academy juga
ada government transformation academy.
Kalau ini dikhususkan kepada para
pimpinan maka seluruh ASN bisa
menggunakan government transformation
academy gitu
ya. Nah, selanjutnya ini ada beberapa
materi yang mungkin Bapak Ibu bisa
manfaatkan. kami nanti akan berkontak
dengan BPSDM Jawa Timur
terkait modul-modul apa yang telah kami
miliki. Cukup banyak Bapak, Ibu silakan
untuk dimanfaatkan ini berbasis online.
Ada yang bersifat manajemen risiko SPBE
ya ini penting sekali ya e-goverment
kemudian keamanan informasi ada audit
sistem manajemen kemudian dan lain
sebagainya. Bahkan bagi mereka yang
ingin walaupun ASN silakan untuk
mendalami misalnya IT essential, data
science, cyber security dan lain
sebagainya termasuk juga management
project ya. AI kami memiliki kelas
khusus ya yang bisa dimanfaatkan oleh
Bapak Ibu sekalian. kita memiliki seat
ataupun kursi sebanyak ee 2 sampai 3
juta seat. Setiap orang bisa mengambil
satu atau dua seat ya karena berbeda
tematik gitu ya. Ee walaupun AI tapi ada
leveling-nya kurang lebih demikian.
Silakan itu terbuka bagi siapa saja.
Nanti ada certificate of completion-nya.
Tapi yang paling penting bagi mereka
yang terpilih karena prestasinya baik
bisa mengambil yang sifatnya
certification. Ini luar biasa. Microsoft
memberikan certification khusus tidak
banyak. Mereka
mendonasikan sekitar 10.000 kalau enggak
salah. Kemudian ee dari Google, dari
Meta, dari Sisco dan lain sebagainya
mereka mendonasikannya. Baik, Bapak Ibu
sekalian ee ini adalah contoh ee
aplikasi yang bisa di-download. Namanya
adalah
ee apa namanya? aplikasi terkait
dengan ee DTS ya itu LMS kami. Sedangkan
yang di tengah deploy adalah khusus bagi
mempertemukan supply dan demand tenaga
kerja dan industri sehingga ini membantu
untuk
meningkatkan ee penyerapan tenaga kerja
Indonesia di
industri. Mungkin demikian yang dapat
kami sampaikan, Bapak Ibu sekalian.
Semoga bermanfaat. kita adalah eranya
digital, maka kita akan selalu
mendampingi Bapak, Ibu sekalian untuk
meningkatkan kompetensinya. Mohon maaf,
mungkin masih ada hal yang belum kami
sampaikan dan mungkin dibutuhkan
pendalaman lebih lanjut. Kami persilakan
nanti pada sesi tanya jawab. Terima
kasih. Kami kembalikan kepada MC.
Wabillahi taufik walhidayah.
Wasalamualaikum warahmatullah
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
Pak Bonifasius atas materi yang telah
dipaparkan. Ini menarik sekali ya.
Memang kalau kita bicara terkait era
society 5.0, teknologi itu adalah
sesuatu yang tidak bisa kita hindari.
Kuncinya adalah day or change ya. Kalau
tidak mau berubah atau beradaptasi, ya
kita akan mati. Dan tadi menarik sekali
apa yang sudah disampaikan inisiatif
yang sudah dilakukan oleh BPSDM KOMDKI
terkait dengan bagaimana kita bisa
menyiapkan talent-talent digital ya.
Karena saya lihat teknologi ini juga
menjadi pedang bermata dua. Kalau kita
enggak bisa menggunakannya dengan bijak
gitu ya, otomatis nilai-nilai Pancasila
juga tidak bisa terimplementasi dengan
baik. Baik, Sobat ASN sebelum kita
lanjut ke sesi tanya jawab kali ini,
bagi Sobat ASN yang tengah bergabung di
Zoom apabila ingin bertanya dapat
menggunakan feature rise hand ataupun
yang bergabung melalui YouTube dapat
menuliskan pertanyaan melalui live chat.
Kita akan kembali masuk ke sesi tanya
jawab setelah jeda pandiwara berikut
ini.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Baik, Anda kembali menyaksikan webinar
ASN Belajar seri 20. Kali ini kita akan
langsung masuk ke sesi tanya jawab. Kali
ini sudah ada yang raise hand ya atas
nama Bapak Yudi Kemal. Saya akan sapa
beliau terlebih dahulu. Selamat pagi Pak
Yudi.
Selamat pagi Mas Lukman. Baik Bapak
mungkin sebelum disampaikan
pertanyaannya kepada narasumber kita
bisa perkenalkan terlebih dahulu Bapak
dari unit mana dan silakan langsung
disampaikan pertanyaannya. Monggo Pak.
Ya, terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuh. Saya Yud, Pak ee Kepala
Unit Pelaksana Teknis
ee Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Timur
atau ee kami di
bawah ee Unit Pelaksanaan Teknis di
bawah Badan Pendapatan Daerah Provinsi
Jawa Timur. Ee izin penjelasan dari para
narasumber cukup luar biasa ee dan juga
berkenaan dengan izin Mas Lukman. Apakah
langsung saja saya bisa silakan bertanya
ya. Silakan Pak para narasumber ya. Jadi
penjelasannya ee para narasumber ini
cukup luar biasa. Ee tadi Pak Boni dan
juga ee Pak Prakoso juga cukup
komprehensif. Ya, tapi saya ingin
bertanya mungkin ke Pak Boni em
berkenaan dengan memang saat
ini em secara teknologi eh artificial
intelligence yang sudah semakin eh
solid, Pak. dan bahkan ee yang sedang
ramai diperbincangkan di media sosial
itu adalah penggunaan ee AI ee dari
Google VO3 yang kemudian mendekati
ee sempurnalah dan sedikit ee juga ada
kengerian di dalamnya. ee karena kalau
misalnya kemudian kita berbicara ee
tidak ee diatur atau tidak dipadatkan ee
melalui regulasi, maka akan punya
potensi yang kemudian ee digunakan dan
bahkan kemudian jadi ada ee hal-hal yang
berkenaan keluar dari falsafah Pancasila
yang kita ee perbincangkan juga ee di
hari ini gitu. Ee hubungannya dengan ee
falsafah Pancasila. Pertanyaan saya, Pak
Boni, apakah ee sudah ada ee wacana
ataupun ee rencana dari pemerintah ee
dalam hal ini KOMDI untuk merancang
aturan yang kemudian ee memang bisa eh
selain untuk protecting kemudian juga
bisa mengatur bagaimana turnover dari
penggunaan teknologi artificial
intelligence. Karena menurut riset Pak
ee Indonesia ini luar biasa sekali ya.
Indonesia ternyata sudah nomor dua. Eh
salah satu riset menyatakan Indonesia
pengguna atau AI users nomor dua. Nah
sehingga eh pemerintah harusnya sudah
ken kami Pak Trenggalek meskipun
kabupaten kecil
eeat unit pelaksana dan kebetulan kami
ada pelayanan publik Samsat. Jadi ee
kami berpikir juga
menggunakan ee tools ini untuk
kemudahan. Namun kami masih ee
mempelajari lebih dalam. Selain terkait
aturan, kami
juga ingin ini tidak jadi fraud. Karena
kalau kemudian ee kami create ini
menjadi inovasi ee untuk memudahkan
masyarakat misalnya misalnya pakai eh
FAQ atau ee masyarakat kepada kami
dengan AI sementara petugas-petugas kami
memang ee terbatas. Nah, itu kan
sebenarnya membantu. Tapi kami takut,
ada ketakutan tersendiri karena ada
informations yang eh transform ketika
kita memang memprom AI itu eh
transformasi informasinya itu seperti
apa. Jadi secure yang ee kami rasakan
itu sih, Pak, ketika kami pengin m-build
inovasi yang sedemikian dan memang
meskipun ee Jawa Timur ini ee wilayahnya
kecil-kecil tapi ternyata sangat melek
digital. Terbukti pada pembayaran pajak
kendaraan bermotor lewat Eagle itu kalau
di Trenggalek saja cukup ee luar biasa
datanya. Saya kira itu Pak Boni. Matur
nuwun. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Silakan, Pak
Boni, langsung saja dijawab, Pak. Baik,
terima kasih. Aduh, tadi saya lupa
menanyakan nama Bapak dari Trenggalek
atas nama Pak Yudi. Pak Yudi. Terima
kasih Pak Yudi.
Ee oke. Saya kembali ke basic mengenai
bagaimana kita mengelola, mengatur, dan
menata AI di Indonesia. Tapi sebelum
saya masuk ke situ perlu saya sampaikan
bahwa Kementerian
Komdiji sudah mengeluarkan yang kita
sebut sebagai surat edaran terkait AI
etics ya. Jadi kita belum berbentuk
peraturan regulasi gitu ya. Entah itu
bentuknya ee Perpres ataupun PP ataupun
Permen atau bahkan undang-undang begitu
ya. Gak kita belum sampai ke sana. Tapi
justru yang harus kita tekankan dari
awal adalah terkait
etika tentang AI itu sendiri. Nah, surat
edarannya sudah keluar sudah cukup lama
mungkin setahun setengah atau 2 tahun.
Silakan di-download karena intinya
adalah di situ ada do and don't terkait
pengembangan AI, penggunaan AI, dan
pemanfaatannya. Silakan untuk
dipelajari.
Karena ini sifatnya surat edaran belum
ada terkait ee konsekuensi hukum ya
bilamana ada penyalahgunaan dan lain
sebagainya. Oleh karena itu saat ini
Kementerian KomDi dan berbagai
stakeholder sedang mempersiapkan roadmap
AI. Nah, ini ada pokjanya yang sedang
mempersiapkan. Mudah-mudahan dalam akhir
tahun bisa selesai. Nah, nanti dari situ
maka akan keluar regulasi terkait dengan
bagaimana AI itu dikembangkan di
Indonesia. Namun, nah ini penting Bapak,
Ibu
sekalian. AI itu sebenarnya adalah tools
ya, tapi tools yang luar biasa. Nah,
oleh karena itu perlu diperhatikan bahwa
dalam pengembangan AI itu harus
mengikuti kaidah-kaidah.
Saat ini dunia sangat dipengaruhi oleh
AI. Semoga di walaupun di sisi
pemerintah silakan lakukanlah
inovasi-inovasi pemanfaatan AI untuk
memperbaiki misalkan layanan publik.
Terima kasih. Tadi sudah dilakukan untuk
pajak ya, kendaraan bermotor dan lain
sebagainya di Trenggalek itu baik
sekali. Tapi masih banyak aspek lain
yang bisa kita tingkatkan efisiensinya,
produktivitasnya dengan AI. Saat ini
kami kebetulan tidak hanya berfokus
kepada ASN tapi juga
kepada generasi muda khususnya para
mahasiswa dan yang telah lulus.
Ya, salah satu yang kami lakukan itu ada
Direktorat ee ekonomi digital di
Kementerian Komdigi yang khusus
mendorong bagaimana mengembangkan
startup begitu ya di dalam ekosistem
digital.
Dan luar biasa rekan-rekan muda tadi
kalau tadi nomor dua pengguna sebenarnya
ada dua aspek sebagai profesional
pengguna dan sebagai developer atau yang
mengembangkan aplikasi berbasis AI
karena nanti akan dihasilkan adalah use
case-nya. Use case ini yang bisa
dimanfaatkan oleh berbagai sektor.
Kurang lebih begitu. Nah, sekarang
sebagai user pun leveling-nya ada
bermacam-macam. Baik yang sifatnya tadi
beginner sampai dengan advance.
Penggunaan itu baik keperluan individual
ataupun penggunaan sebagai user yang
bersifat menghasilkan ekonomi. Jadi
banyak talenta digital sebagai entah itu
ini di bidang ekonomi kreatif umumnya.
Kebetulan saya dahulu juga ee pernah ee
dalam satu periode 5 tahun berada di
Badan Ekonomi Kreatif. Jadi kami paham
sekali bagaimana ekonomi kreatif ya,
baik itu
konten terutama intelektual property
bisa dihasilkan dari memanfaatkan AI.
Namun kita harus perhatikan jangan
sampai
disalahgunakan dalam menghasilkan
kreasi-kreasi yang menyalahi peraturan
dan perundangan yang sudah
ada. Mungkin demikian, Pak Yudi. Terima
kasih pertanyaannya. Jadi silakan
bergabung manakala tertarik dalam
penyusunan roadmap AI.
Kom, maybe the one and the only eh
kementerian ya, yang ada direktoratnya
AI. Nah, ini nama direkturnya Bu Ayu.
Silakan berkonsultasi dengan beliau
manakala ada hal-hal yang diperlukan
dengan AI. Terima kasih. Terima kasih
Pak Boni atas jawabannya. Dan
selanjutnya ini ada penanya
dari atas nama Pak Wicaksono. Saya akan
sapa beliau terlebih dahulu. Pak
Wicaksono apa tengah bergabung bersama
dengan kami?
Siap. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Silakan
disampaikan asal unitnya, Pak, dan
pertanyaannya. Monggo. Terima kasih
moderator. Izin nama saya Bicaksono.
Saya dari BPSDM Provinsi Lampung dari
Sumatera. Makasih, Pak Boni ee
pencerahannya sangat ee luar biasa. Ada
dua hal ingin kamu tanyakan. Saya
mengawali dari saya juga sudah ikut
kegiatan di digital talent academi yang
dimiliki oleh KOMDI. Bahkan mungkin
sebelum itu ya sebelum masih Komino,
masih di Kominfo ya. Ya. Ee sangat
mencerahkan dan mudah karena di mana pun
berada ee karena masih ada yang luring
dan ada yang daring saya menikmati.
ee yang pertama mungkin mirip dengan
yang pertama, tapi gini kan sekarang e
media itu bisa dibuat oleh siapapun oleh
siapapun sehingga kadang-kadang untuk
mana yang dan mana yang tidak jadi
irisannya kelihatannya agak-agakir
jadinya karena mungkin yang lebih banyak
sehingga orang tiap kali dibuka di
internet yang muncul yang yang h dapat
dikatakan tadi
Pak Pak Boni ee ada beberapa ee
klasifikasinya ini bagaimana kita mos
cheek apakah berita itu FX atau tidak
sehingga masyarakat perlu diedukasi
sehingga ee tidak mendapatkan informasi
yang salah gitu. Karena karena dengan
bertubi-tubi ee postingan itu
seakan-akan teori demikian seakan-akan
menjadi benar walaupun itu salah. Yang
kedua terkait
ee ada di literasi bagaimana meningkat
literasi ada digital skill, ada digital
marketing, digital culture, digital
safety. Mungkin terkait digital safety.
setiap kali kita mengikuti webinar kita
diminta
data bahkan sampai NIK NIP bahkan sampai
ee nomer handphone. seringkali kemudian
di entah dari mana mungkin di tempat
tertentu tidak, tetapi di tempat yang
lain kita mendapatkan informasi yang
lain gitu yang kemudian entah data itu
dari mana masuk ke handphone kita ee
tentang sebuah promosi kegiatan atau
promosi sesuatu gitu. Apakah mungkin
belum tentu dig webinar tetapi karena
webinar minta data yang cukup detail.
Kemudian apakah juga dari perbankan
karena dia promosi terkait dengan sebuah
produk, terkait dengan sebuah apa ya ee
asuransi dan sebagainya. Ini kalau data
kita semakin terbuka kemudian itu bisa
diakses oleh berbagai pihak ini
bagaimana ee kita sebagai masyarakat
begitu atau kita mengedukasi masyarakat.
Kalau kayak gini enggak perlu ada
mungkin webinar seperti apa enggak perlu
sampai ke detail misalnya atau apa ya
mengcossek itu enggak perlu sampai
segitunya karena kalau itu bocor data
itu ke mana-mana bisa itu yang terugikan
masyarakat. Itu saja terima kasih Pak
Boni. Terima kasih BBSDM Jatim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih Pak Waks atas
pertanyaannya. Saya persilakan kepada
Pak Boni untuk menjawab.
Iya. Terima kasih Pak
Wicaksono. Em ini menarik
ya sekarang ini eranya user generated
content. Jadi setiap masyarakat eh bisa
menggenerate konten ya. Dan ini sangat
berbeda.
Di era sebelum ada internet semua adalah
registered ataupun tersertifikasi siapa
saja yang boleh dan tidak menggenerate
berita.
Karena yang disebut sebagai media
konvensional adalah TV ya, radio atau
majalah koran dan lain sebagainya yang
merupakan paper base. Begitu berpindah
kepada
digital sehingga setiap orang melalui
sosial media, portal ataupun kanal-kanal
lainnya mampu menjeneret berita
tersebut. bahkan pada komunikasi peer to
peer. Nah, oleh karena kita kita paham
ya, kita sering mendapat viral berita
melalui WhatsApp dan lain sebagainya.
Nah, kembali Bapak Ibu sekalian yang
perlu saya
berikan alert ya, warning adalah
bilamana Bapak Ibu menggunakan sosial
media hati-hati karena di setiap sosial
media apapun itu tidak harus hanya
Instagram, TikTok, kemudian juga ada
zaman dulu ada Facebook ya ataupun
bahkan portal-portal berita
kita. Manakala kita memilih berita
tertentu,
maka tendensi atau behavior berita yang
akan keluar akan mengikuti preferensi
Bapak, Ibu. Sebagai contoh, kita hobinya
mencari makanan di sosial media, maka
nanti algoritma akan terus
mencarikan kulineri yang sesuai dengan
preferensi Bapak Ibu sekalian.
Namun masalahnya bilamana itu terkait
dengan
berita, yang terkait dengan isu dan lain
sebagainya yang kebetulan tidak benar
dan Bapak Ibu mencari terus, maka
algoritma akan mendeliver berita terkait
yang Bapak, Ibu cari terus-menerus.
Nah, ini yang disebut sebagai
eochamber sehingga kita terjebak dalam
sebuah chamber, ruangan begitu ya. Dan
akan selalu dibombardir dengan berita
demikian walaupun belum tentu itu benar.
Nah, sekarang bagaimana cara
mengatasinya? Carilah berita dari sumber
berita yang terpercaya. Itu yang nomor
satu. Yang kedua, lakukanlah
pengecekan apakah itu berita benar atau
tidak. Ada banyak ya. Jadi kita bisa
misalkan checking melalui
cekfakta.com, terus ada lagi
turnbackhox.id, ada
stophox.id. Kami Kementerian Komin juga
merilis berita-berita hoa agar Bapak Ibu
tidak e salah gitu ya. itu dalam eh
com.info iniwks ya. Dan masih banyak
lagi. Jadi banyak situs-situs yang
berupaya mengklarifikasi berita-berita
yang terjadi apakah itu hoa atau bukan.
Nah, manakala nah ini mohon bantuan juga
bagi Bapak Ibu sekalian.
Tidak hanya masalah informasi yang salah
atau hoa ataupun mal informasi,
disinformasi, tapi ada juga yang
bersifat berbahaya, kriminal, crime di
dalam dunia digital. Sifatn bisa
scam atau ada yang sifatnya adalah
aplikasi atau APK ataupun apapun yang
masuk kepada ee gadget kita. Nah, oleh
karena itu apabila Bapak, Ibu
menemukan portal atau ee konten yang
berbahaya ya, baik konten ataupun ee
aplikasi ataupun portal, maka bisa
diadukan melalui
aduan.id ya. Jadi kita ee mekanismenya
kami memiliki ee mekanisme untuk
melakukan take down ya portal-portal
ataupun ee konten yang negatif melalui
aduan konten. Kemudian biasanya kalau
ada judi online ada scam biasanya
menggunakan nomor telepon. Nah, nanti
ada juga
aduan ee sebentar saya agak lupa
namanya, tapi ada khusus untuk aduan
nomor HP atau nomor telepon yang ee di
Tengarai melakukan hal-hal negatif. Nah,
tolong adukan. Terakhir adalah cek nomor
rekening. Nah, ini adalah D
idroteksi Bapak Ibu sekalian.
Ada baiknya kalau bertransaksi yang
diragukan, cek dulu. Kalau ternyata kami
kita-kita mendapat aduan dari
masyarakat, uh, hati-hati nomor ini
digunakan. ataupun mohon maaf ya ada
keluarga yang
terkena di tengah nomor HP-nya ini dan
akun banknya ini segera adukan ke ee
aduan tadi kalau kontennya aduan konten
ee HP-nya juga ada aduan terkait ee HP
ya nomor HP kemudian juga akun bank.
Nah, itu akan kami segera tindak lanjuti
berkoordinasi dengan
kepolisian cyber crime kemudian juga
dengan OJK Bank Indonesia dan lain
sebagainya. untuk melakukan tindakan
take down. Semua ini berbasis pada aduan
masyarakat. Kurang lebih demikian. Nah,
terakhir tadi ada pertanyaan Pak
Wisaksono mengenai ee data hati-hati
segala macam ya. webinar begini ee
memang kita harus menjaga data ya
terutama adalah yang terkait data
pribadi. Ada undang-undangnya
perlindungan data
pribadi. Saya ulangi perlindungan ya
bukan perlindungan gitu ya. Nah, itu
agak berbeda. Nanti Bapak, Ibu silakan
untuk mencek apa perbedaan perlindungan
dan perlindungan. Secara hukum artinya
maknanya berbeda. Nah, kita adalah
perlindungan karena ini sebuah sistem
untuk melindungi ee para pengguna
khususnya terkait dengan data pribadi.
Nah, kemarin sempat ada isu mengenai
retina mata yang ee apa namanya?
Wordcoin atau apa did. Nah, itu gigi
bertindak cepat untuk
menutup layanan tersebut. Karena apa?
Retina mata itu merupakan bagian dari
perlindungan data pribadi yang harus
dijaga. Pemerintah tidak bisa menjaganya
karena itu adalah milik Bapak, Ibu
individual. Oleh karena itu, jangan
sembarangan kita membagi data pribadi
kita, apalagi yang sifatnya unik. Kalau
password gitu bisa kita ubah ya.
Sehingga kita misalkan untuk login
kepada sebuah situs, kita menggunakan ee
login dan password tertentu bilamana ada
yang hack gitu ya, kita bisa mengubah
password-nya. Tapi bilamana itu adalah
retina yang tidak mungkin kita ganti
ataupun sidik jari ataupun vein vena,
maka
hati-hatilah manakala kita diminta
untuk di-save atau digunakan oleh pihak
lain secara tidak proper, tidak sesuai
dengan peraturan. Itu yang perlu kami
sampaikan. ee hal-hal lain mungkin ada
hal yang belum kami ee jawab dari Pak
Wicak, tapi semoga kepada Bapak Ibu
sekalian juga menjadi masukan. Terima
kasih. Terima kasih Pak Boni atas
jawabannya, Pak Wicksono semoga bisa
menjawab pertanyaan yang telah Bapak
ajukan ya. menarik sekali ya kalau kita
bicara terkait media sosial penting
sekali untuk kita memperhatikan
preferensi konten yang akan kita
konsumsi sehingga algoritma konten yang
akan direkomendasikan pun juga bisa
lebih educated ya Pak ya. Tidak hanya
sekedar entertain saja. Dan tadi dari
KOMDigi pun sudah memberikan banyak
sekali platform pengaduan apabila ada
berbagai masalah-masalah yang terjadi di
platform digital pun demikian. Bagi kita
juga harus aware untuk melindungi data
pribadi kita. Thank you sekali lagi Pak
Wicaksono untuk partisipasi aktifnya.
Salam sehat selalu, Bapak. Pak Boni
sebetulnya saya masih ingin banyak
sekali bertanya tapi kita memiliki
keterbatasan waktu di sesi kali ini.
Sebelum diakhiri barangkali dari Pak
Boni ada closing statement yang ingin
disampaikan, Pak. Silakan, Pak.
Terima kasih. Emm, Bapak, Ibu sekalian.
saat ini adalah era digital yang mana
kita tidak bisa lepas daripada
pemanfaatkan berbagai teknologi
informasi dan komunikasi berbasis
digital
yang boleh
dikatakan menempel pada ee diri kita ya.
Ada yang smartphone, ada yang sifatnya
adalah tablet bahkan komputer itu
sendiri. Bahkan ke
depan setiap individu mungkin juga ada
berbagai teknologi yang menempel pada
kita ya, entah itu IoT ataupun nanti ada
smartcard ataupun chip yang mungkin bisa
menjadi ee bagian dari diri kita. Nah,
namun demikian yang perlu kita
perhatikan, jagalah yang sifatnya adalah
baik itu data pribadi, baik itu yang
sifatnya adalah data yang terkait dengan
ee transaksi begitu ya. Ini baik umumnya
adalah keuangan. Kemudian ada lagi
data-data yang bersifat ee individu tapi
terkait dengan pekerjaan kita. Nah,
mohon dijaga jangan sampai leak, bocor
atau lain sebagainya sehingga tersebar
dan ini tentu ada walaupun ada ee
undang-undang ee kebebasan publik begitu
ya, tapi di situ ada yang terbuka dan
tidak. Nah, ini juga menjadi ee salah
satu
ee aturan yang perlu kita pelajari
dengan hati-hati. Nah, terakhir mungkin
yang penting ee tentu kita harus terus
mengasah kemampuan kita memahami
perkembangan teknologi ke depan karena
itu akan selalu menjadi bagian dari
kehidupan kita kepada generasi kita
mendatang, anak cucu kita. Tapi mohon
diajarkan bagaimana memanfaatkan
menggunakan teknologi dengan bijak.
Persis seperti Pak Moderator itu seperti
pisau bermata dua. Di satu sisi sangat
memberikan nilai tambah. Tapi bila
dimanfaatkan tidak dengan semestinya,
tidak jarang berbagai dampak negatif itu
akan muncul. Terima kasih. Semoga
bermanfaat. Terima kasih sekali lagi Pak
Boni untuk closing statement-nya. Semoga
materi yang Bapak berikan bisa
memberikan banyak manfaat bagi sobat ASN
yang tengah menyaksikan webinar ASN
Belajar seri 20 kali ini. Salam sehat
selalu untuk Pak Boni. Kita bertemu lagi
di event-event selanjutnya, Pak. Terima
kasih. Izin. Mohon pamit. Siap. Baik,
Sobat TSN jangan ke mana-mana. Kali ini
sesaat lagi kita akan masuk ke sesi
narasumber kita yang kedua setelah jeda
pandiwara berikut ini.
[Musik]
Baik, Sobat ASN, Anda kembali lagi
menyaksikan webinar ASN Belajar seri 20.
Kali ini narasumber kita yang kedua
merupakan guru besar bidang sejarah
revolusi Universitas Erlangga, Prof. Dr.
Sarkawi, S.S., M.Hum.
[Musik]
Baik, saya akan sapa beliau terlebih
dahulu. Selamat siang, Prof.
Sarwi. Asalamualaikum. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Kabar baik,
Prof? Alhamdulillah sehat. Baik. Gimana
kabar, Mas Lukman? Saya baik juga.
Alhamdulillah. Ini saya jujur merasa
terhormat bisa bertemu kembali dengan
Prof. Sar KWI. Tadi sudah disampaikan
juga oleh Pak Boni ya, bahwasanya
sebenarnya user generated content ini
menjadi salah satu masalah digital yang
sedang kita hadapi saat ini karena semua
bisa menjadi content creator gitu ya.
Kita tidak perlu sertifikasi apapun gitu
ya untuk membuktikan kita kompeten dalam
suatu bidang. Kita bisa menyampaikan
opini kita. Dan barangkali di sesi kali
ini kita juga akan mendengarkan berbagai
isu maupun permasalahan digital yang
bisa saja terjadi dan merusak
nilai-nilai luhur Pancasila. Dan saya
juga ingin tahu nanti dengarkan dari
Prof. Sarkawi bagaimana kita bisa
menghadapi isu-isu yang terjadi di era
digital saat ini. Saya persilakan kepada
Prof. Sarkawi untuk menyampaikan
materinya kurang lebih selama 30 menit.
Nanti kita lanjut ke sesi tanya jawab.
Ee
baik,
saya pertama-tama terima kasih
kepada Biro Pengembangan Sumber Daya
Manusia Provinsi Jawa Timur. Kemudian
narasumber yang lain yang hebat-hebat
semua. Para peserta yang luar biasa,
para SN yang ee apa namanya menjadi
tulang
punggung Pancasila, Mas Lukman dan para
panitia. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh dan selamat siang
semuanya. Baik, jadi saya diminta oleh
panitia untuk bicara
tentang
ee tema besarnya adalah ASN Garda
Pancasila di era digital. Sebelumnya
mungkin saya perkenalkan diri. Saya
adalah pengajar sehari-harinya di ee
program studi sejarah Fakultas Ilmu
Budaya Universitas Airlangga.
Mungkin Ibu Bapak ada yang alumni
UNER ee kita bisa berjumpa suatu saat di
UNER kalau ada
reuni. Ee saya mau bicara sedikit lebih
spesifik karena kalau aspek sejarahnya
tadi sudah dibahas oleh naras oleh
pembicara yang pertama Pak Prakoso saya
kira ya. Nah, saya ingin bicara tentang
ee bagaimana demokrasi sebagai praktik
ee real dari Pancasila dan bagaimana ASN
di
sini ee menjadi kadar terdepan
dalam menjaga ee marwah dari Pancasila
ini. Mohon izin, Prof. Sarkawi materinya
bisa dibantu untuk full screen, Prof.
Oke, sebentar. Siap. Oke,
siap. Kami persilakan, Prof. Baik.
Jadi saya ingin memulai dengan Prologh.
Jadi pada tanggal 14 Mei yang lalu saya
diminta oleh Akademi Ilmu Pengetahuan
Indonesia ee untuk ee bicara satu topik
yang cukup penting tentang ragam budaya
musyawarah
Nusantara. Andasan rekonstruksi makna
dan praktik demokrasi Indonesia modern.
ini adalah adalah diskusi terkumpun yang
kedua ee di mana yang sebelumnya itu
berlangsung di ITB di
Bandung. Nah, yang menarik dari diskusi
ini
adalah ee bagaimana aspek-aspek
Pancasila itu
dipraktikkan ee secara real dalam
masyarakat kita.
ee bagaimana Pancasila ini
terimplementasi jauh sebelum istilah
demokrasi modern itu ee ada dipelajari
kan. Nah, yang menarik adalah ketika
diskusi terpumpun pertama di Bandung itu
salah satu pembicara yakni Profesor Yudi
Latif. Saya kira Bapak Ibu semua
mengenal orang ini karena sering menjadi
narasumber di berbagai TV dan seminar.
Dia mengatakan
bahwa ada tiga miskonsepsi ketika kita
bicara tentang
demokrasi. Yang
pertama, maaf demokrasi itu dengan
sendirinya
baik. Yang kedua adalah demokrasi adalah
pengalaman yang berasal dari Barat. Yang
ketiga, demokrasi mempunyai formula
tunggal atau monoponik.
Nah, Ibu Bapak mungkin pernah mendengar
ee ada yang disebut dengan kode hamuri,
ya. Kode Hamurabi itu adalah diklaim itu
adalah praktik demokrasi pertama di
dunia dan kode Hamurabi itu berasal dari
Babilonia. Babilonia itu adalah sekarang
di Irak. Jadi artinya tidak betul bahwa
demokrasi itu berasal dari ee pengalaman
barat mestinya kan begitu. dia adalah
pengalaman timur.
Nah, di Nusantara juga praktik-praktik
ini kita mengenal dengan baik
praktik-praktik ee
demokrasi yang diklaim sebagai ee dari
Barat. Nah, kita tahu
bahwa unsur-unsur demokrasi itu kan
banyak banget ya. Pertama misalnya ada
kedaulatan rakyat, pemerintahan
berdasarkan persetujuan dari yang
diperintah, kekuasaan
mayoritas, bagaimana menjamin hak-hak
minoritas, jaminan atas hak asasi
manusia, pemilihan yang bebas dan jujur,
pluralisme, proses hukum yang wajar, dan
seterusnya.
Dan jangan lupa juga
bahwa salah satu prinsip demokrasi itu
adalah musyawarah dan mufakat misalnya,
yaitu dalam sila keempat dari Pancasila
kita. Nah, praktik musyawarah ini
misalnya salah satu contoh saja itu
sudah dilaksanakan oleh
kelompok-kelompok, oleh
masyarakat-masyarakat kita jauh
sebelum istilah demokrasi dikenal.
Contohnya di Minangkabau itu ada istilah
ba
musyawarah. Di Jawa itu ada istilah
rembuk, ada
sinoman. Di Sulawesi Selatan itu ada
Tudang
Sipulung. Di Ambon itu ada pela Gandong
misalnya.
Nah, praktik-praktik ini kan sebenarnya
adalah refleksi
dari demokrasi itu sekaligus refleksi
dari pelaksanaan Pancasila sebenarnya.
Jadi, betul apa yang dikatakan oleh Pak
Yil Latif
bahwa kita ini sebagai bangsa timur
sebenarnya sudah lama melaksanakan
unsur-unsur
Pancasila, prinsip-prinsip demokrasi dan
seterusnya.
itu kenyataan sejarah yang tidak bisa
dibantah. Nah, persoalannya adalah di
era digital seperti yang disampaikan
oleh dua narasumber sebelumnya
itu ee seperti yang juga Mas Lukman
menyampaikan
bahwa era digital ini bisa bisa
saja dia membantu kita dalam
mengembangkan prinsip-prinsip demokrasi
itu dalam memperkuat Pancasila itu, tapi
juga bisa menjadi masalah kan. atau
istilah Mas Lukman tadi ee sebuah pisau
bermata dua gitu kan. Ee dia bisa
dipakai untuk ee menebang, mengiris dan
seterusnya tapi juga bisa berbalik
mengiris tangan kita misalnya kan. Nah,
saya
identifikasi ada empat
hal yang menjadi permasalahan
penting di era digital ini. Pertama
adalah terjadinya pergeseran nilai-nilai
budaya. Yang kedua, terjadinya
misinformasi dan
disinformasi. Yang
ketiga, terjadinya perubahan cara-cara
berinteraksi.
Yang keempat adalah berkaitan dengan
politik identitas. Nanti kita coba lihat
ee satu persatu ee permasalahan
ini. Yang pertama
misalnya pergeseran nilai-nilai budaya.
Nah, di era internet sekarang ini, di
era globalisasi
ini, lazim sekali kita melihat
terjadinya homogenisasi
budaya, terjadinya pengerusan
budaya-budaya lokal misalnya karena
pengaruh globalisasi yang itu disebarkan
lewat jaringan internet misalnya.
Banyak sekali contoh-contoh kasus yang
kita bisa lihat. Ee poin pertama ini.
Nah, yang kedua, budaya dominan ini
lambat laun dia menggeser nilai-nilai
lokal ya. Sopan santun dan apa namanya
und unggah-ungguh
misalnya cara-cara berkomunikasi dan
seterusnya itu mulai ee mengalami
pergeseran.
Nah, dalam konteks
Pancasila ini dapat mengancam keberadaan
nilai-nilai kearifan lokal kita yang
hidup dalam
masyarakat. Misalnya budaya Barat
misalnya yang cenderung berorientasi
individualisme. Tentu itu bertentangan
dengan nilai-nilai kita kan. nilai-nilai
gotong-royong,
kebersamaan, musyawarah mufakat yang itu
sangat dijunjung tinggi dalam ideologi
bangsa kita yaitu ee Pancasila misalnya.
Oke, yang
kedua, internet dan kemudahan penyebaran
informasi ini seperti yang disebut oleh
Pak ee Boni tadi ataupun Pak Prakoso
tadi ini tidak semua informasi yang
beredar itu akurat misalnya atau hoa
misalnya. Bahkan misalnya penggunaan AI
saya beberapa kali mencoba misalnya
menggunakan ee mengetes
AI ee untuk mencari informasi
tertentu itu seperti dia mengkhayal.
Jadi misalnya saya menanyakan, saya kan
pernah riset di Pulau Sapeken ya ee di
Sumadura. Nah, dari riset saya di sana,
saya seminggu di sana itu orang-orang
SPEKEN itu terdiri atas orang-orang
Bugis, orang Makassar, orang Mandar juga
ada, orang Jawa juga ada, orang Madura
sendiri juga ada. Tapi mereka
menggunakan bahasa Bajau
sehari-harinya. Saya tanyalah ke AI,
saya nanya bahasa apa yang digunakan
oleh
masyarakat? Apa jawabannya, Ibu Bapak
sekalian? Dia mengatakan bahwa bahasa
yang digunakan itu bahasa Madura
dialik. Terus saya jawab, "Oh, Anda
salah di sana itu menggunakan bahasa
bacau." Nah, direspon lagi oleh ee
AI-nya, "Oh, Anda benar di sana
menggunakan bahasa bajau." Nah, ini
artinya informasi yang diberikan oleh AI
itu tidak akurat sebenarnya. Banyak yang
tidak akurat. bisa saja mungkin dia ada
yang akurat, tapi harus kita melakukan
pengecekan kembali atas informasi yang
diberikan oleh kecanggihan teknologi
itu. Jadi kadang-kadang dia juga
mengkhayalitu kan.
Nah, kemudian
misalnya internet ini juga menyebabkan
terjadinya misinasi dan
disinformasi yang ini bisa merusak
pemahaman kita terhadap Pancasila yang
ujungnya adalah menyebabkan terjadinya
konflik
sosial dan
tentu penyebaran berita palsu ini
misalnya atau hoax ini sangat berpotensi
memperburuk polarisasi yang terjadi di
masyarakat
kita. Kita semua tahu bagaimana misalnya
kemarin musim kampanye
berseliweran informasi yang hox,
bercampur dengan informasi yang benar
sehingga terjadi polarisasi dalam
masyarakat ee kita. Itu yang ee
persoalan yang kedua.
Persoalan yang ketiga adalah terjadinya
perubahan cara
berinteraksi. Medi media sosial ini
betul-betul merubah cara individu itu
berkomunikasi.
Saya pikir ibu bapak semua tahu ee apa
namanya ee sekarang ini misalnya banyak
orang kalau lebaran tidak pulang lagi ke
kampungnya karena cukup lewat ee
handphone video call dengan keluarga di
kampung itu betul itu adalah mempermudah
cara kita berinteraksi tapi ada makna
yang hilang di situ. Ada sense yang
hilang ee di situ. Apalagi misalnya
kalau cara berinteraksi itu tidak lagi
memperlihatkan, tidak lagi menekankan
sopan
santun. Misalnya ya, saya ini sebagai
dosen di UNER kadang-kadang itu kalau
mahasiswa ee WA kami itu luar biasa
sekarang seperti sudah tidak ada sopan
santunnya gitu. WA misalnya di atas jam
10.00 malam.
bahasanya yang seolah-olah misalnya,
"Pak, ee saya sudah menyator skripsi di
media Bapak saya bisanya bimbingan
tanggal sekian, jam sekian atau hari
ini." Loh, saya bilang yang dosen itu
Anda atau saya kan kok Anda yang
menentukan. Nah, ini adalah
contoh-contoh bagaimana
berinteraksi lewat media, lewat sarana
handphone dan segala macam itu. Lewat
chat WA
itu
berubah. Perubahannya tidak menjadi
positif malah berubah menjadi tidak baik
atau kurang baiklah ya.
Kemudian nilai-nilai Pancasila seperti
toleransi, gotongroyong ini bisa
tergerus oleh interaksi yang kurang
konstruktif di
platform
digital. Interaksi yang biasanya itu
secara langsung kemudian berubah menjadi
lewat dunia maya. Akibatnya adalah
sering sekali terjadi miskomunikasi.
Jadi miskomunikasi, terjadi konflik
karena kadang-kadang mungkin dia salah
ketik informasi yang belum
selesai kemudian di-share, ngechat kawan
kalimatnya tidak selesai di-share dan
seterusnya. Jadi rawan sekali kalau kita
tidak melakukan check and receck
terhadap
informasi
atau cara kita menyapa orang dan
seterusnya dan seterusnya.
Kemudian yang keempat berkaitan dengan
politik
identitas.
Ini gerakan politik identitas ini yang
biasanya disemangatkan,
digambar-gemborkan lewat media
sosial, lewat chat, lewat HP ini sangat
mengancam semangat persatuan dan
kesatuan yang diusung oleh Pancasila.
Kenapa begitu?
Karena gerakan ini seringki
menekankan lebih menonjolkan pada
perbedaan daripada kesamaan yang
terjadi. Akibatnya adalah terjadi
polarisasi. Ini tentu bisa menciptakan
ketegangan antar kelompok yang berujung
pada konflik sosial, menjelekkan
kelompok
lain, mengagung-agungkan kelompok
dirinya dan seterusnya dan seterusnya.
ini tentu ee tidak sangat tidak
sehat. Kemudian yang
kelima, masalah krisis
moral. Jadi banyak sekali persoalan
moral bangsa yang kita saksikan
akhir-hari ini menyimpang dari
nilai-nilai Pancasila. Ya, generasi muda
misalnya terperangkap dalam pergaulan
dengan mengikuti tren milenial misalnya.
Kemarin beberapa hari lalu kita
dihebohkan misalnya dengan grup Facebook
ada Fantasi
Sedara dan banyak sekali akun-akun
itu yang semuanya menggerus ee moralitas
kita, moralitas generasi muda kita. Dan
ini ee menurut saya sangat ee berbahaya.
kita enggak tahu apa yang terjadi 5 10
tahun lagi ke depan kalau ini tidak
diantisipasi dengan sangat ee
serius. Nah, pertanyaannya
adalah apa yang bisa kita lakukan
sebagai ASN? Saya juga ASN, Ibu Bapak
sekalian karena guru, saya guru, saya
dosen itu juga bagian dari ee aparatur
sipil negara. Nah, apa yang kita bisa
lakukan dalam menjaga Pancasila ini di
era keterbukaan informasi yang sangat
masif ini? Saya mengidentifikasi paling
tidak ada lima hal yang kita bisa
berperan di dalamnya. Pertama adalah
kita seharusnya menjadi pelopor dan
sumber
keteladanan. Kita berperan dalam proses
pembentukan kebijakan.
kita bisa berperan dalam proses
pengawasan dan
pengendalian pendidikan literasi digital
seperti yang disampaikan oleh Pak Boni
tadi. Kemudian yang kelima, kita bisa
membangun komunitas digital yang
positif. Coba kita lihat ee satu-satu.
Nah, menurut pendapat saya, kita sebagai
ASN ini harus tidak bisa, tidak harus
menjadi teladan dan pelopor dalam
implementasi nilai-nilai Pancasila dalam
kehidupan sehari-hari kita, baik dalam
lingkungan kerja kita maupun masyarakat.
Ibu, Bapak mungkin dulu pernah mendengar
prinsip zaman Golkar dulu ya. Polkar
ketika jaya-jayanya itu salah satu
prinsip yang digunakan untuk menarik
konstituen kan adalah prinsip KBS kan,
kasur, dapur, dan sumur. Artinya kita
berkewajiban menjadi teladan
bagi istri kita
misalnya yang kita tiap hari
bersama-sama tidur misalnya, itu adalah
kasur. dapur misalnya kita berkewajiban
kita harusnya menjadi teladan pelopor
bagi keluarga kita yang di dapur anak
kita, adik kita, mertua kita dan
seterusnya. Terus yang ketiga adalah
sumur. Nah, ini adalah perumpamaan
mengambil pengendaian di desa ya. Karena
orang di sumur itu kan tetangga pada
datang nyuci, mandi. Nah, kita juga bisa
seperti itu. Tetangga kita di perumahan,
di kampung, depan, samping, belakang,
kita bisa menjadi pelopor dan
keteladanan ee bagi tiga ini. Kasur,
dapur, dan sumur ya.
Kemudian yang kedua, kita juga bisa
berperan penting dalam bagaimana proses
pembentukan kebijakan publik, memberi
masukan kepada pengambil kebijakan
karena kita punya pengalaman di tempat
tinggal kita misalnya kan.
Kemudian yang kedua, pemahaman dan
pengimplementasian nilai-nilai Pancasila
ini kita sebagai ASN dapat menciptakan
membantu menciptakan kebijakan yang
lebih baik dan berpihak pada kepentingan
masyarakat
tentunya. Yang ketiga, pengawasan.
Sebagai, kita bisa berperan penting
dalam proses mengawasi, mengendalikan
penyebaran informasi yang tidak akurat
tadi yang konten negatif dan era
digital. Di era digital ini. Jangan
sampai kita sebagai ASN ini justru
menjadi sumber dari penyebaran informasi
yang
negatif. Kita menjadi sumber hoa
misalnya kan.
Padahal kita yang mestinya menjaga,
membantu, menjaga keutuhan bangsa dan
masyarakat ini. Karena kita tentu
berbeda dengan golongan masyarakat yang
lain. Kita adalah orang yang well
educated gitu kan. Kita adalah orang
yang berpendidikan, orang yang
terpelajar. Oke. Yang
keempat, kita juga bisa berperan dalam
pendidikan dan literasi digital.
seperti yang disampaikan oleh Pak e Pak
siapa tadi? Boni tadi kan. Jadi harus
mendorong masyarakat supaya lebih bijak
dalam menggunakan
teknologi dan menghadapi tantangan di
era digital ini. Kita bisa membantu
meningkatkan literasi
digital masyarakat dan memberikan
pendidikan tentang nilai-nilai Pancasila
di lingkungan kita masing-masing tadi di
kasur, di dapur, dan di sumur tadi. Jadi
di lingkungan masyarakat yang ee lebih
luas.
ya. Nah, yang kelima, kita juga bisa
membantu membangun komunitas digital
yang
positif.
ASN kita harus berperan penting untuk
membangun komunitas digital ini tentu
dengan nilai-nilai yang positif yang itu
cerminan dari Pancasila. Dari mana kita
mulai? tentu dari keluarga tadi, dari
kasur, dari dapur, dan dari sumur ya.
Nah, misalnya Ibu Bapak sekalian, mari
kita mengurangi misalnya
penggunaan ee handphone di ruang publik.
Misalnya, saya pernah beberapa tahun
lalu ee berkunjung ke Kanas dalam sebuah
konferensi. Saya masuk ke
restoran. Di tembok restoran itu gede
sekali tulisannya Ibu Bapak sekalian.
Tulisannya seperti yang di layar ini.
Dia bilang, "We don't have wifi. Please
talk each other." Ya, kami enggak punya
Wii. Silakan Anda ngobrol dengan teman
Anda, dengan pasangan
Anda. Nah, kalau sekarang kan terbalik.
Anak muda enggak akan mau masuk ke
warung kopi kalau enggak ada Wi-Fi-nya,
kan.
terbalik. Kalau di sana itu sangat
menjaga. Kalau kita kalau kita ke
restoran, saya sering sekali mengamati
Bapak, Ibu, Anak ee berempat tidak ada
yang saling menyapa, tidak ngobrol.
Masing-masing pegang HP sambil menunggu
makanannya datang. Padahal itu kan
menjadi media untuk saling
ngobrolya pengalaman masing-masing,
kabar masing-masing dan seterusnya ya.
Jadi HP
ini
ee dia bisa merekatkan yang jauh tapi
juga bisa menjauhkan yang dekat. Ya, di
hadapannya tidak ngobrol tapi sibuk
dengan dunianya masing-masing dengan
HP-nya. Ya, saya pikir itu yang bisa
saya sampaikan Mas Lukman. Mari kita
berdiskusi dan mungkin kita sharing
pengalaman kita masing-masing tentang
bagaimana era digital ini sangat
mempengaruhi aktivitas kita sehari-hari.
Sekian. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
Prof. Sarkawi inset-insetnya.
ini jujur agak ini ya miris banget ya
melihat kemarin itu yang grup Facebook
terkait fantasi sedarah dan memang kita
tahu juga kalau di TikTok itu ada
beberapa kreator yang dengan bangga dan
dengan berani menyuarakan terkait dengan
LGBT dan memang di kolom komentar pun
itu masyarakat kita belak-blakan
mendukung hal tersebut gitu ya. Dan ini
tentunya sebagai masyarakat Indonesia
yang tetap menjaga nilai-nilai luhur
Pancasila, kita tetap harus aware akan
masalah ini dan berani untuk bertindak
gitu ya. Tidak hanya melihat kemudian
membiarkan begitu saja. Baik, Sobat ASN
setelah ini kita akan langsung masuk ke
sesi tanya jawab. Jadi untuk sobat ASN
yang ingin bertanya silakan bisa
memanfaatkan feature rise hand ataupun
bisa menyampaikan pertanyaannya melalui
kolom live chat YouTube. Kita akan
kembali ke sesi tanya jawab setelah jeda
pandiwara berikut ini.
[Musik]
Yeah.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Baik, Sobat ASN, kali ini saya akan
mengundang Bapak Joko Kusmar Henoto yang
telah mengaktifkan feature R hand untuk
bertanya kepada narasumber kita Prof.
Sarkawi. Kami persilakan Pak Joko apa
masih bergabung bersama dengan kami?
Masih, masih. Terima kasih. Silakan Pak
Joko bisa disampaikan asal unit dan
langsung saja disampaikan pertanyaannya.
Baik. Eh, dari unitat eh UPT Blk
Singosari Malang.
ee saya tertarik dengan apa yang
sampaikan narasumber tadi apalagi
terkait dengan Pancasila ya.
Pertanyaannya adalah ee mengapa sejauh
ini dari nilai-nilai Pancasila yang
disebutkan narasumber tadi yang itu
jelas sebagai ee warisan luhur kita,
kristalisasi nilai-nilai luhur bangsa
kita itu tidak banyak
disosialisasikan melalui HP itu sendiri.
Saya merasa masih sangat kurang di situ.
Sehingga sebagai sebuah alat handphone
itu kan sangat erat melekat dengan
Genji. Ya, betul. Namun demikian ee
bagaimana
caranya agar Gensi ini juga
bisa mendapatkan nilai-nilai luhur
Pancasila terutama dalam
praktiknya melalui handphone yang dia
punya. Inisalnya sangat kurang.
Kalau ini dibiarkan terus-menerus, maka
akhirnya anak-anak kita G ini enggak
paham lagi dengan Pancasila ini ya. Dan
ini sangat bahaya ke depan ini menurut
saya dap sebuah entitas bangsa ini
sangat bahaya sekali jika anak-anak kita
ke sini nanti lari atau menjauh dari
nilai-nilai luhur Pancasila itu sendiri.
Itu yang kedua adalah tadi disebut
dengan ee lingkungan kita dapur, sumur,
kasur. Saya masih ingat sekian pulut
tahun yang lalu itu pernah disampaikan
di satu organisasi politik ya. Saya
masih kental dalam karakter des itu tamu
waktu itu saya juga
ikut di masa-masa muda saya dulu
sekarang sudah kepala en gitu. Jadi
menjelang kepala enam. Nah, tapi itu
tidak salah, tidak salah Prof. Tapi
sebagai sebuah satu strategis ya untuk
bagaimana orang terdekat kita itu juga
bisa
memahami ee apa itu filosofi dapur,
sumur, kasur itu. Terutama anak kita
sekarang ini mereka lat sebagaimana yang
Prof. sampaikan tadi di rumah makan
masing-masing pegang handphone
kelihatannya kumpul tapi hatinya
terpisah, terpecah.
ini kan bagaimana strateginya untuk
mengumpulkan kembali melarang enggak
mungkin. Nah, ini tentunya sangat erat
kaitan dengan
KOMDI. Bagaimana strateginya ini melalui
pendidikan? Jadi tidak tentu tidak bisa
dilaksanakan sendirian itu. Iya. harus
melalui elaborasi. Semua pihak i yang
masih memiliki jiwa merah putih di dada
ini, masih punya kepedulian terbangsa
ini. Ayo kita bersama-sama untuk
bagaimana mengantarkan Indonesia sampai
dengan ee 2045 nanti menjadi Indonesia
emas, bukan Indonesia gemas juga bukan
Indonesia cemas gitu kan. Nah, ini
bagaimana pandangan narasumber untuk
ini. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih, Pak Joko.
Pertanyaannya menarik sekali ya,
bagaimana cara kita menginternalisasi
nilai-nilai luhur Pancasila ke Genzi
yang secara behavior itu totally
different dengan generasi milenial dan
juga baby boomer. Saya persilakan ke
Prof. Sarkawi. Ya, menarik sekali Pak
Joko. Matur nuwun atas insight yang
diberikan pada ee diskusi kita ini.
Kemarin saya ketemu dengan kawan dari UI
Pak Dosen UI ee juga mengelukan hal yang
sama.
Ee gini, menurut
saya ee ini barang ini kita harus
bahu-membahu dari segala lini, Pak.
Kalau di barat misalnya kita dengar
informasi beberapa minggu lalu, ya. Jadi
pemerintah ee di luar sana itu ee lewat
mekanisme tertentu kan tidak mengizinkan
anak-anak sampai batas usia tertentu
untuk memegang handphone dan kalau itu
dilanggar maka yang dihukum adalah
providernya misalnya kan.
Tapi pertanyaannya apakah kita bisa
seperti itu ya? Apa Indonesia bisa
seperti itu? Komdigi B bisa enggak
melakukan hal yang sama? Kalau ada
political will yang baik tentunya juga
menurut saya tidak ada tidak ada
hambatan ya. Yang kedua, menurut saya
Pak
Jok utama itu adalah keluarga dan
pendidikan
sekolah. Luar biasa menurut saya. Saya
Prof. Eh, Pak Joko, kalau di kelas itu
saya salah satu aturan di kelas saya itu
adalah kelas ini bebas dari
HP kecuali saat-saat yang diinstruksikan
oleh dosen. Jadi, semua memasukkan tas
mereka. Karena kalau enggak, Pak Joko,
kita yang mengajar itu mereka sibuk main
HP di belakang. Iya. Iya. I pasti
terjadi itu. Jadi saya HP enggak boleh.
kecuali misalnya tolong download film
dokumenter ini baru Anda boleh memegang
HP. Nah, ada dosen saya di Sala Pak
Joko. Dia menerapkan jam HP kepada
anaknya yang masih TK dan itu menurut
dia berhasil. Anaknya itu cuma boleh
memegang HP pada hari Sabtu, Minggu dan
jam tertentu gitu kan. Tapi kalau
sekarang kan HP itu menjadi mekanisme
untuk anaknya supaya enggak rewel
misalnya kan. enggak nakal, enggak
mengganggu ibunya nonton drakor misalnya
kan ya. Jadi menurut saya keluarga dan
sekolah ini menjadi menjadi garda
terdepan, menjadi garda yang pertama.
Bagaimana sejak PAUD itu anak-anak sudah
dididik untuk unggah-unggu, sopan
santun, tidak menggunakan HP secara
sembarangan dan segala macam.
Beberapa tahun lalu, Pak Joko, saya
pernah menjadi asesor di sekolah PETRA
di
Surabaya. Nah, salah satu sekolah Petra
di daerah Jemursari, kalau saya ingat
saya Jemuran lainnya Jemursari,
anak-anak itu anak SMP dilarang bawa HP,
Pak. Dilarang. Kenapa? Karena HP itu
ternyata amatan kepala sekolah dan guru
itu menjadi ajang untuk saling pamer
gitu loh. Hm. W ini ini merek HP saya
ini harganya sekian dan sekarang. Jadi
menurut saya saya angkat topi pada
kebijakan sekolah PETra itu tidak
diperkenankan membawa HP. Kalau guru mau
tahu informasi mengenai anakanaknya eh
orang mau tahu cara informasi
mengenainya dia telepon ke sekolah
misalnya kan. Jadi menurut saya kuncinya
di situ Pak Joko. Sekolah keluarga itu
yang menjadi pondasi utama dan menjadi
apa namanya ee gerbang pertama untuk
bagaimana nilai-nilai Pancasila, sopan
santun, unggah-unggu yang kita miliki di
masyarakat Timur ini tetap terjaga
dengan baik. Ya, kita mungkin kalau
teman-teman misalnya kawan-kawan ASN ke
luar negeri, ke Jepang paling tidak ya
kita lihat itu bagaimana anak-anak TK
diajari untuk antri berbaris antri di
jalan di sebelah kiri jalan dan
seterusnya. Jadi saya kira pendidikan
keluarga, pendidikan sekolah ini menjadi
ee kunci penting. Begitu menurut saya,
Pak Joko. Saya sebenar sebenar Prof.
Maksud saya begini, Prof. Apakah tidak
mungkin misalnya pemerintah dalam hal
ini KOMDgi membuat
film-film pendek ya yang
berisi interpretasi atau penerapan
nilai-nilai Pancasila itu yang
dimasukkan ke dalam ee HP itu. Sehingga
banyak film-film itu yang masuk di situ.
sehingga sedikit-sedikit anak-anak muda
kita akhirnya akan terpengaruh ke hal
yang positif daripada dia melihat
film-film yang mengganggu apa namanya
itu ee pertumbuhan perkembangan
kejiwaannya
itu. Ini saya rasa masih sangat kurang
di situ, Prof. Iya. Jadi melalui forum
ini kita usulkan agar bagaimana caranya
banyak diproduksi film-film sekolah
bagaimana apa lembaga pendidikan dan
sebagainya yang itu memuat
ee
materi
penyebarluasan atau pembumian Pancasila
itu dalam bentuk film-film senangi
anak-anak gitu. Betul. Itu jadi
bagaimana cara anti dan sebagainya. Itu
kan satu contoh misalnya gitu. Ini saya
melihat masih sangat kurang, Prof. di di
HP kita itu sehingga kita tidak
menyalakan HP-nya. HP si hanya sebuah
alat gitu kan. Ibaratnya pisau. Kalau
pisau di untuk ngiris bumbu-bumbu ya
bagus dia. Tapi kalau masuk perut orang
masa salah pisaunya. Ini kan orangnya
gitu. Jadi, bagaimana juga peran manusia
di sini yang terutama yang berperan
langsung di
dalam pelaksanaan ee nilai-nilai
Pancasila di masyarakat itu bisa
berelaborasi, berkolaborasi untuk apa?
memproduksi tayangan-tayangan yang masuk
di HP sehingga itu bisa ee lambatlah
mempengaruhi pola pikir kembali
anak-anak kita kepada apa namanya
nilai-nilai Pancasila itu. Sehingga di
sini peran daripada digital ini sangat
penting justru untuk memudahkan Prof
memudahkan penyebarluasan informasi
tersebut tetapi tentu dikemas dengan
cara yang yang disenangi oleh anak-anak
gensi kita itu ya ya kita terus terang
ngitung berapa lama lagi sih kita di
dunia kan gitu kan tetapi Indonesia akan
tetap lestari terjaya selamanya nah
generasi muda kita l yang kita pikirkan
bagaimana ke depan anak muda kita itu
tidak lari dari nilai-nilai yang
diwariskan oleh luhur kita dulu.
Bagaimana Indonesia tetap jaya, lestari
sehingga nyaman, aman, dan bahagia
tinggal di negara yang luar biasa,
Indonesia tercinta ini. Begitu, Prof. I.
Saya 1000% setuju, Pak Joko. Saya pikir
ini ide yang sangat ee baik. Jadi, mari
kita memenuhi konten-konten digital itu
dengan hal-hal yang positif, dengan film
dan seterusnya. Kita kemarin belajar
dari film jumbo ya, film jumbo yang
begitu viral ya sampai 6 juta sekian ee
penontonnya. Dan saya pikir itu adalah
ee contoh yang menarik dan bisa menjadi
rujukan pemerintah bagaimana orang bisa
mengajarkan aspek moralitus moralitas
itu lewat film, lewat video dokumenter
dan segala macam. Dan Pak Joko di di
kampus kami di UNER itu salah satu
alternatif mahasiswa lulus itu adalah
mereka bisa bikin video dokumenter
misalnya video pendek dan itu sudah
banyak produknya. Jadi bagaimana
mengajarkan sejarah itu kepada
masyarakat luas melalui film-film pendek
yang diproduksi oleh mereka gitu kan.
ada video misalnya tentang ee apa
namanya? Mitigasi bencana Krakatau,
mitigasi tentang banjir, kearifan lokal
yang ada di Donggala misalnya. Mereka
produksi itu mereka produksi dan juga
saya pikir ee Brin tiap tahun melakukan
akuisisi film-film pendek tentang
nilai-nilai kearifan lokal yang ada di
seluruh Indonesia itu juga diproduksi.
Walaupun saya pikir memang perlu kita
lebih memasifkan lagi gitu loh,
bagaimana kerja sama dengan
sekolah. Saya punya mahasiswa Pak Joko
dari dia anak Sumatera sudah lulus dan
salah satu pekerjaannya di Surabaya itu
adalah membantu
sekolah mengajarkan kepada anak-anak
untuk membuat film-vilhan pendek yang
itu bermanfaat
bagi anak-anak, bagi sekolah, dan bagi
generasi ee ke depan.
Jadi saya setuju sekali Pak Joko, mari
kita semua
berkolaborasi untuk menanamkan
nilai-nilai Pancasila kepada generasi
muda lewat berbagai macam sarana. Ya,
kalau di era digital ini tentu bagaimana
kita memanfaatkan potensi yang dimiliki
oleh ee apa namanya era ini ee supaya
kita bisa lebih baik ke depannya. Saya
pikir begitu Pak Joko. Pak Lukman. Mas
Lukman. Siap. Terima kasih sekali Pak
Joko dan Pak Sarkawi diskusi menariknya
ya. Semoga dengan kemarin viralnya film
Jumbo itu bisa menjadi angin segar ya
untuk konten-konten edukatif yang akan
muncul setelah ini untuk bisa approach
Genzi ini supaya bisa memahami lebih
dalam nilai-nilai luhur Pancasila. Thank
you Pak Joko untuk pertanyaan dan
diskusi menariknya. Salam sehat selalu.
Saya akan beralih ke penanya
selanjutnya. Ini ada atas nama Bapak
Kasiadi. Saya akan sapa beliau terlebih
dahulu. Selamat siang, Pak Kasadi.
Selamat siang, Pak. Apakah suara saya
terdengar? Terdengar dengan jelas, Pak
Kadi. Silakan diperkenalkan lebih
dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam. Terima
kasih, Prof. Dr. Sarkawi. Alhamdulillah
materinya luar biasa. Ee dari apa yang
dipaparkan tadi, ada dua yang ingin saya
tanyakan Bapak. Yang pertama, demokrasi
digital dalam hal ini adalah untuk
Pancasila membumikan di masyarakat.
Artinya apa? Sementara ini banyak
generasi Z, artinya generasi muda yang
biasanya dalam digital itu tidak banyak
konten-konten tentang Pancasila itu
sendiri. Ketika saya dulu ketika masih
pelajar atau masih sekolah, artinya kita
dikenalkan tentang Pancasila dan
butir-butir Pancasila dan diaplikasikan
dalam kehidupan sehari-hari. Gimana ee
pendekatan kita agar saat ini memberikan
ee katakanlah sarana untuk generasi muda
mengenali dan mengaplikasikan aplikasi
terutama demokrasi dalam ee generasi
muda. Yang pertama. Yang kedua tadi
disebutkan adalah misinformasi dan
disinformasi. Artinya bagaimana kita
menyikapi hal ini. Karena banyak yang
kita dengar, apapun yang kita lihat di
medsos itu kita langsung percaya dan
kita gunakan untuk sebagai pedoman dasar
untuk perilaku kita. Terima kasih Bapak
Prof. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Silakan
Prof. Ngih. Menarik menarik sekali apa
yang disampaikan oleh beliau. Saya
sangat ee setuju. Mungkin saya ke yang
kedua dulu. Ee dalam kita sebagai umat
Islam, bagi yang beragama Islam tentu ya
saya pasti di agama lain juga ada. Kita
kan sangat ee ada ayat ada satu ayat
dalam Al-Qur'an di mana kita disuruh
selalu mengheck and reck ya, check and
reck terhadap informasi yang ada. Atau
ee dalam
bahasa ee apa namanya? Ee muslimnya apa
namanya?
Ya, prinsipnya itu ya kita disuruh
memastikan kebenaran sebuah berita itu
baru kita ee sebarkan. Kita penting
penting sekali itu. Dan saya pikir
sebagai ASN kita harus melakukan itu.
Jangan sampai kita menjadi sumber
produksi dari kebohongan-kebohongan yang
yang ada. tadi Pak
Pak Puja ya, Pak Boni ya sudah
menyampaikan banyak sekali fitur-fitur
yang kita bisa gunakan untuk mengecek
apakah informasi ini benar atau tidak,
hoa atau tidak. Walau menurut saya
walaupun itu tidak hoa, kalau walaupun
itu benar tapi kalau itu dirasa
mengganggu ketertiban ee umum dan
seterusnya ya jangan kita sebarin juga.
Dalam agama Islam kan kita disuruh
menjaga aib orang lain misalnya kan.
Kalau aibnya orang lain kita enggak
jaga, justru kita sebarkan lewat media
sosial itu menurut saya ee apa namanya?
Melanggar nilai-nilai Pancasila
sekaligus nilai-nilai agama. Menurut
saya begitu. Kemudian yang pertama, Pak,
saya setuju sekali ee kita kan tadi ada
BPIP kalau enggak salah ya, Pak Lukman
ya.
Ini menurut saya penting sekali untuk
menjadi garda terdepan karena lembaga
itu kan yang dipercaya sekarang untuk
melakukan sosialisasi dengan masif
bagaimana melestarikan nilai-nilai
Pancasila ini. Mungkin dugaan saya
mungkin sudah banyak yang diproduksi
cuma cuma mungkin distribusinya yang
tidak terlalu masif ya tidak terlalu
masif sehingga ee kita tidak banyak
melihat terutama Pak saya ini
bolak-balik ke perbatasan Pak saya ke
Sebatik perbatasan Malaysia-Indonesia di
Sebatik Tarakan itu ee miris sekali gitu
bagaimana melihat anak-anak misalnya
yang sangat minim informasi tentang
bangsa masa kita misalnya ee
literasi keuangan misalnya bagaimana di
sana masih menggunakan ringgit
misalnya. Kemudian saya pikir perlu juga
kita mempopulerkan istilah tadi apa e
demokrasi digital begitu ya. bagaimana
kita mempulerkan istilah itu agar lewat
platform digital ini nilai-nilai
demokrasi, nilai-nilai Pancasila ini
semakin tertanam dalam ee sanubari kita
dan tentu generasi muda kita. Saya pikir
begitu, Pak. Saya sangat setuju. Hatur
nuwun Prof. Sarkawi atas jawabannya.
Semoga menjawab pertanyaan dari Pak
Kasih Adi. Thank you, Pak, untuk
pertanyaannya. Salam sehat selalu. Saya
izin untuk beralih ke penanya kita yang
terakhir atas nama Bu Hermin. Saya akan
sapa beliau terlebih dahulu. Selamat
siang Bu Hermin.
Ee selamat siang Mas e Mas Y. Siang Bu.
Siang, Ibu. Silakan diperkenalkan, Ibu.
Dan pertanyaannya silakan disampaikan
secara langsung. Kementerian Desa
Tertinggal
dan daerah tertinggal saja sekarang.
sekarang ee desa daerah tertinggal ee
pembangunan daerah tertinggal dari ee ee
instansinya
BPSDM. Ee begini ee Pak Prof. Sarkawi,
Mas Yudi. Ee saya sebetulnya ini
pertanyaan saya juga buat ee narasumber
yang sebelumnya Prof. ee Prof. ee Dr.
Boni dan Bapak
Mr. Prakoso. Ee begini Prof. ee Sarkawi
kal ee kalau kita sebenar sebenarnya ya
ini saya yang saya alami sendiri kalau
kita menjalankan agama kita dengan agama
kita dengan apa ee benar agama kita yang
benar artinya tidak belok-belok gitu
artinya kita enggak apa menyimpang sana
sini gitu ee kita pas kita sudah tentu
kita akan melaksanakan kita jadi
Pancasilais gitu artinya kita
melaksanakan nilai-nilai Pancasila itu
tanpa kita sadari atau kita kita
bicarakan atau tidak gitu. Ah. Nah,
kemudian begini, Profesor yang kita
alami
ee yang kita alami saat ini apa?
begitu
apa dunia
digital apa kebebasan informasi dan
keberebasan mengemukakan pendapat
sehingga yang yang benar menjadi yang
benar dan yang salah begitu ini dan kami
korbannya atau kami masyarakat yang ee
apa di strata paling bawah atau generasi
muda yang ini anak-anak kita, cucu-cucu
kita itu yang ya yang ya yang ya yang
paling rentan. gitu ya. Ini ee maksudnya
begini, kalau kita ee me me apa ya
me menerapkan nilai-nilai agama kita dan
ee kita menjadi Pancasilais pasti kita
kemungkinan besar kita menjadi
orang-orang yang antihoaks. Kalau kita
tidak menjadi agen ee anti hoaks ya yang
yang begitu
aktif
melaksomikasikan bahkan menerapkan
keanttihoan kita terhadap kehidupan ini
kehidupan apa informasi kita paling
tidak nilai-nilai atau sikap kita kita
anti hoaks gitu dan kita sangat apa kita
sangat me itu apa me
memiliki filter untuk me me apa ya
mencari kebenaran dan
kita memerangi kebohongan
apa menyeb ee penyebaran ke ee informasi
hoa ini akan sangat kita bisa apa kita
bisa bentengi gitu diri kita begitu. Ee
bagaimana Prof menurut Profesor ee agar
kami bisa me apa ya bisa
mewujudkan itu dan bahkan kita bisa
menerapkannya dalam kehidupan
sehari-hari. Eh, terima kasih Prof. dari
segi teoritis dan dari segi anu dari
segi praktiknya ya. Terima kasih Mas
Yudi.
Terima kasih. Silakan Prof Sarkawi. Oke.
Ya, ini menarik Mas Lukman dan Ibu Bapak
sekalian. Kita ini kan adalah masyarakat
yang sangat religius ya. Ya, mungkin
hampir tidak ada orang Indonesia ini
yang enggak punya agama kan. Tapi yang
terjadi yang terjadi adalah ini, ini
sori ini mohon maaf kalau pengamatan
saya yang salah. Banyak sekali
praktik-praktik ajaran agama itu yang
sepertinya enggak maksimal
dilaksanakan. Contoh kasus Ibu misalnya
kalau Ibu misalnya ke Belanda suatu saat
kalau Ibu naik bus itu pasti bilang
Moren ke drivernya itu kalau turun juga
begitu. Kalau buka pintu itu orang barat
itu enggak akan melepas pintu kalau
orang lain belum lewat dengan baik.
Kalau ada mobil kita dilihat jalan
menyeberang pasti dia berhenti. Enggak
mungkin enggak berhenti. Tapi apa yang
terjadi di negara kita? Misalnya, Ibu,
kita mau nyeberan jalan itu semakin
kencang kan mobil yang datang, lampunya
kuning semakin
ditancapkan. Kita enggak pernah bilang
selamat pagi kepada driver bus Surabaya
bus misalnya, kan jarang sekali itu.
Jarang sekali. Nah, saya makanya heran
Bu Hermin, artinya ajaran agama kita
yang begitu luhur ini bukan cuma Islam,
tapi seluruh agama saya pikir yang
memiliki ajaran yang luhur kok enggak in
lain dengan praktik kehidupan
sehari-hari, kan ya. Bagaimana misalnya
kita yang mayoritas punya agama di
Indonesia ini tapi yang melakukan
praktik-praktik korupsi kan juga
kelompok-kelompok yang mengklaim
dirinya ee sangat beragama misalnya kan.
Ibu, mungkin Bapak semua tahu kasus
beberapa minggu yang lalu ya, bagaimana
ee Gemim di Manado
misalnya. Ee
kemudian kasus yang gubernur Jawa Barat
ya, bagaimana menemukan yayasan
mengatasnamakan muslim ternyata
menggunakan dana yang tidak seharusnya.
Jadi, jadi saya pikir
Bu ini perlu PR bagi kita bersama
bagaimana nilai-nilai agama ini tidak
sekedar
menjadi ee ajaran-ajaran dalam kitab
suci, tapi itu terimplementasi dalam
kehidupan kita seha hari-hari. Saya
percaya dan saya yakin betul kalau kita
melaksanakan agama ini dengan baik,
otomatis Pancasila itu akan terlaksana
dengan baik. Bahkan mungkin enggak perlu
Pancasila kalau kita sudah menyalah
melaksanakan agama dengan baik kan. Nah,
saya kembali lagi Bu, kuncinya menurut
saya adalah di pendidikan. Enggak enggak
mungkin tidak itu di pendidikan. Jadi
bagaimana anak-anak itu tidak sekedar
diajari hafiz Al-Qur'an, tapi bagaimana
mengimplementasikan Al-Qur'an itu dalam
kehidupan sehari-harinya. Begitu kan
menghargai tamu, menghargai guru,
menghargai kakaknya yang lebih senior
dan ee seterusnya. Saya pikir ee kita
harus memberi pemahaman yang baik
bekerja sama dengan
sekolah-sekolah mulai dari tingkat PAUD
sampai perguruan tinggi. Bagaimana
implementasi ajaran agama ini ke dalam
kehidupan ee sehari-hari mereka. Saya
pikir itu, Bu. Bu Hermin. Matur nuwun
sangat komentarnya. Terima kasih, Bu.
Siap, Prof. Sarkawi. Terima kasih Bu
Hermin untuk pertanyaannya. Semoga bisa
menjawab dan semoga bisa menularkan ilmu
ini ke keluarganya terlebih dahulu.
Salam sehat selalu untuk Bu Hermin. Kita
bertemu lagi di webinar selanjutnya. Ibu
Prof. Sarkawi. Terima kasih sekali sudah
berkenan untuk berbagi insight dan
berdiskusi dengan kami terkait dengan
bagaimana cara kita mengimplementasikan
dan internalisasi nilai-nilai luhur
Pancasila. Sebelum diakhiri barangkali
dari Prof. Sarkawi ada closing statement
yang ingin disampaikan, saya persilakan,
Prof.
Ya, saya ingin meng-highlight yang
terakhir dari Bu Hermin tadi bahwa
sebenarnya dalam agama kita tidak cuma
Islam, tapi semua agama di Indonesia itu
sangat inline dengan nilai-nilai
Pancasila. Persoalannya adalah bagaimana
kita coba mengimplementasikan
nilai-nilai agama itu ke dalam kehidupan
kita sehari-hari. Dan kuncinya menurut
saya adalah pendidikan dan keluarga.
Tidak bisa tidak. Dua itu menurut saya
yang perlu diperkuat.
Saya pikir itu Pak Mas Lukman. Matur
nuwun sangat. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih sekali lagi
Prof. Sarkawi atas materinya. Salam
sehat selalu. Kita bertemu lagi di
event-event selanjutnya. Thank you,
Prof.
Baik, Sobat ASN. Tidak terasa kita sudah
sampai di penghujung acara. Sekali lagi
saya haturkan terima kasih untuk seluruh
pihak yang telah mendukung webinar ASN
Belajar seri 20 tahun 2025. Terlebih
kami ucapkan terima kasih kepada Deputi
Bidang Hubungan Antarlembaga,
Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan
BPIP sekaligus Plt. Deputi Bidang
Pendidikan dan Pelatihan BPIP RI Bapak
Ir. Prakoso, M.M. Kami juga ucapkan
terima kasih kepada Kepala BPSDM
Kementerian Komunikasi Digital Republik
Indonesia, Bapak Dr. Ir. Bonifasius
Wahyu Pujianto, MT. Dan sekaligus kami
ucapkan terima kasih kepada guru besar
bidang sejarah revolusi Universitas
Erlangga, Prof. Dr. Sarkawi, SS., M.Hum.
Dan sekali lagi sobat ASN sebelum
mengakhiri sesi kali ini, kami ingin
ingatkan kembali untuk cek secara
berkala platform Semesta Bangkom guna
mengunduh e-certificate acara webinar
kali ini. Dan sekali lagi, ASN Belajar
seri 20 tahun 2025 kali ini
dipersembahkan oleh Corpu SDGIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Tetap semangat dan
sampai jumpa di seri berikutnya.
[Musik]
ASM Belajar seri 205
sukses.
Dengan penuh
semangat, saatnya kita
melangkah. Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap
kompetensi untuk pelayanan
berdampak. Bersama ASN
belajar. Ciptakan SDM unggul
[Tepuk tangan]
berprestasi. Selalu inisiatif dan
kolaboratif untuk inovasi yang
berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak
mulia.
Siap menyongsong Indonesia
emas.
ASN belajar wujudkan
pemerintahan berkelas dunia satukan
tekad pantang menyerah.
Jadi ASN getar berkualitas
[Musik]