File TXT tidak ditemukan.
ASN Belajar Seri 20 | 2025 - ASN: Garda Pancasila Andal Di Era Digital
lsnCeEa3M9A • 2025-05-28
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Zaman yang terus
bergerak, sambut dengan penuh
semangat. Saatnya kita melangkah.
hadapi segala
tantangan. Tingkatkan setiap
kompetensi untuk pelayanan
berdampak bersama ASN
belajar. Ciptakan SDM unggul
berprestasi selalu inisiatif dan
kolaboratif untuk inovasi yang
berkelanjutan.
[Musik]
menjadi ASN berakhlak
mulia, siap menyongsong Indonesia emas.
ASN belajar wujudkan
pemerintahan berkelas dunia satukan
tekad pantang
menyerah jadi SM getar
berkualitas SM belajar
wujudkan
pemerintahan kelas
dunia tekad pantang
menyerah jadi ASN cepat
[Musik]
berkewajiban bersama.
[Musik]
Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam
webinar ASN belajar yang dipersembahkan
oleh Corporate University SDGIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur.
Sebelum memulai webinar, ada beberapa
hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar
acara dapat berjalan dengan
lancar. Satu, tulis nama akun Zoom
sesuai dengan format. Nama strip asal
instansi sobat
ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan
posisi kamera tidak membelakangi cahaya
ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat
lebih jelas.
Tiga, gunakan virtual background yang
sudah
disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah
mengisi link pendaftaran, virtual
background dapat diunduh pada link yang
dikirimkan melalui pesan
WhatsApp. Empat, apabila Sobat ASN ingin
mengajukan pertanyaan atau
berpartisipasi interaktif, Sobat ASN
dapat menggunakan reaction angkat tangan
atau rise hand pada Zoom
meeting. Lima.
Bagi sobat ASN yang mengikuti webinar
melalui live YouTube BPSDM Jatim TV
dapat menuliskan pertanyaan melalui
kolom live
chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat
tulis untuk mencatat hal-hal penting,
ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN
selain untuk mencatat hal-hal penting.
Hal ini dapat mempertajam pemahaman
Sobat ASN tentang materi yang
disampaikan oleh narasumber.
Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat
pada webinar ini, Sobat ASN wajib
mengisi link presensi yang akan kami
bagikan pada saat acara webinar
berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi
lembar penilaian dan kuesioner juga agar
e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh.
Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan selama mengikuti webinar ini.
Tetap semangat dan selamat mengikuti
webinar ASN Belajar.
[Musik]
Untuk menjawab tantangan tersebut perlu
upaya peningkatan daya SNSN serta kerja
sama kemitraan harmonis. Salah satu
upaya yang dilakukan adalah dengan
pengembangan kompetensi bagi ASN sesuai
dengan tuntutan tugas jabatan dengan
memaksimalkan pemanfaatan teknologi
informasi dan komunikasi serta
terintegrasi secara ee nasional. Kami
berharap alumni serentifikasi komponensi
mampu menggali informasi semaksimal
mungkin keluar dari sertifikasi yang
telah Bapak Ibu lakukan.
ee sehingga Bapak Ibu yang telah
menyatakan kompetan itu memiliki ruang,
gerak dan waktu bisa menatapan yang
lebih sehingga Bapak Ibu akan
dipersiapkan kembali pada yang lain,
pada uji kompetensi yang lain tentu
dengan jenjang yang berbeda.
Mudah-mudahan untuk Bapak ngih ee bisa
masuk ke hukum yang lain untuk dengan
kompetensi yang berbeda
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam
webinar ASN belajar.
yang dipersembahkan oleh Corporate
University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa
Timur. Sebelum memulai webinar, ada
beberapa hal yang perlu Sobat ASN
perhatikan agar acara dapat berjalan
dengan
lancar. Satu, tulis nama akun Zoom
sesuai dengan format nama strip asal
instansi sobat
ASN. Dua, aktifkan kamera.
Pastikan posisi kamera tidak
membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat
ASN dapat terlihat lebih
jelas. Tiga, gunakan virtual background
yang sudah
disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah
mengisi link pendaftaran, virtual
background dapat diunduh pada link yang
dikirimkan melalui pesan WhatsApp.
Empat. Apabila Sobat ASN ingin
mengajukan pertanyaan atau
berpartisipasi interaktif, Sobat ASN
dapat menggunakan reaction angkat tangan
atau rise hand pada Zoom
meeting.
Lima. Bagi Sobat ASN yang mengikuti
webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim
TV dapat menuliskan pertanyaan melalui
kolom live
chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat
tulis untuk mencatat hal-hal penting,
ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN
selain untuk mencatat hal-hal penting.
Hal ini dapat mempertajam pemahaman
Sobat ASN tentang materi yang
disampaikan oleh
narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan
e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN
wajib mengisi link presensi yang akan
kami bagikan pada saat acara webinar
berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi
lembar penilaian dan kuesioner juga agar
e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh.
Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan selama mengikuti webinar ini.
Tetap semangat dan selamat mengikuti
webinar ASN Belajar.
[Musik]
Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam
webinar ASN belajar yang dipersembahkan
oleh Corporate University SDGIS BPSDM
Provinsi Jawa
Timur. Sebelum memulai webinar, ada
beberapa hal yang perlu Sobat ASN
perhatikan agar acara dapat berjalan
dengan
lancar. Satu, tulis nama akun Zoom
sesuai dengan format. Nama strip asal
instansi sobat
ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan
posisi kamera tidak membelakangi cahaya
ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat
lebih
jelas. Tiga, gunakan virtual background
yang sudah
disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah
mengisi link pendaftaran, virtual
background dapat diunduh pada link yang
dikirimkan melalui pesan WhatsApp.
Empat. Apabila sobat ASN ingin
mengajukan pertanyaan atau
berpartisipasi interaktif, Sobat ASN
dapat menggunakan reaction angkat tangan
atau rise hand pada Zoom
meeting. Lima. Bagi Sobat ASN yang
mengikuti webinar melalui live YouTube
BPSDM Jatim TV dapat menuliskan
pertanyaan melalui kolom live
chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat
tulis untuk mencatat hal-hal penting,
ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN
selain untuk mencatat hal-hal penting.
Hal ini dapat mempertajam pemahaman
Sobat ASN tentang materi yang
disampaikan oleh
narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan
e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN
wajib mengisi link presensi yang akan
kami bagikan pada saat acara webinar
berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi
lembar penilaian dan kuesioner juga agar
e-sertifikat Sobat ASN dapat
diunduh. Itulah beberapa hal yang patut
Sobat ASN perhatikan selama mengikuti
webinar ini. Tetap semangat dan selamat
mengikuti webinar ASN Belajar.
[Musik]
Terima kasih atas kehadiran Bapak-bapak.
kami ee sebenarnya Pak Ibuara sebagai
kami ingin mengundang seluruh alumni
insyaallah nanti bertahan karena
keterbatasan kami sehingga Bapaklah yang
beruntung untuk diundang oleh hurara
untuk segera mengikuti proses teler
stadi kali ini. Ee tujuan teler stadi
kali ini adalah ee untuk menggali
informasi, Pak.
menggali informasi baik
kompetensi-kompetensi teknis atau
kompetensi-kompetensi tertentu yang
Bapak Ibu miliki untuk dikangkan ke
dalam kemarin maupun proses secara
teknis.
[Musik]
Zaman yang terus
bergerak, sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita
melangkah. Hadapi segala
tantangan. Tingkatkan setiap
kompetensi untuk pelayanan
berdampak. Bersama
ASN
belajar. Ciptakan SDM unggul
berprestasi.
selalu inisiatif dan
kolaboratif untuk inovasi yang
berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak
mulia siap menyongsong Indonesia emas.
[Musik]
ASM belajar wujudkan
pemerintahan berkelas dunia satukan
tekad pantang
menyerah jadi ASN cetar
berkualitas belajar
wujudkan
pemerintahan kelas
dunia tukan tekad pantang
sejarah jadi ASN
berkualitar
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik,
melayani bangsa Dengan sepenuh hati
barah kami junjung teguhkan diri dan
jadikan pedoman serta
kekuatan hadir di sini untuk mengabdi
laksanakan tugas ke bangga negeri.
Berentas melayani bangsa dengan
akuntabilitas tinggi.
Kami dari sini sukses dengan
hati. Tunjukkan kompetensi dalam
harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa
batasannya. Selalu adaptif dan
berkolaborasi. Bergandeng tangan satu
tujuan.
Menjadikan ASN lebih berakhlak.
bekerja sepenuh hati, tulus membantu
sesama dengan bangga kami
melayani
[Musik]
bangsa. Kami dari sini tegas dengan
hati.
Tunjukkan kompetensi dalam
harmoni. Bangsa loyal tanpa
batasannya selalu adaptif dan
berkolaborasi. Bergandeng tangan. Satu
tujuan untuk menjadikan ASN lebih
beragam.
sepuh hati tulus membantu
[Musik]
Pada hari ini, Senin, 9 Desember 2024,
kita semua dapat berkumpul bersama dalam
penyelenggaraan kegiatan sharing session
sobat sertifikasi kompetensi investasi
ASN berkualitas dalam keadaan sehat
walaf. Salah satu langkah strategis
dalam meningkatkan kualitas ASN adalah
perubahan kompetensi melalui sertifikasi
kompetensi.
Sertifikasi kompetensi bukan sekedar
selar penghanal tetapi melupakan bentuk
investasi nyata memastikan ASN memiliki
standar kean yang sesuai dengan
kebutuhan pekerjaan sertifikasi
kompetensi investasi ASN
kualitasan dibuka dan dimulai.
[Musik]
A
[Musik]
2 S. Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh, sahabat ASN di mana pun
Anda berada, baik yang sudah bergabung
di Zoom meeting ataupun yang tengah
menyaksikan melalui live YouTube BPSDM
Jatim TV. Senang sekali saya Lukman Ali
dapat kembali menyapa Sobat ASN dalam
webinar ASN Belajar seri 20 tahun 2025
persembahan Corpu SDGIS BPSDM Provinsi
Jawa Timur. Sobat ASN, pesatnya
perkembangan teknologi digital tentunya
ini membawa banyak sekali manfaat ya
bagi masyarakat kita. Namun tak sedikit
pula dampak negatif yang diakibatkan.
Salah satunya adalah munculnya
paham-paham yang bertentangan dengan
ideologi Pancasila akibat akulturasi
budaya melalui platform digital. Dan
tentunya sebagai ganda terdepan dalam
menjalankan roda pemerintahan, saya
yakin ASN dituntut untuk adaptif dan
cakap terhadap perkembangan digital
tanpa kehilangan jati diri sebagai
pelayan publik yang menjunjung tinggi
nilai-nilai Pancasila sehingga mampu
memberikan pelayanan publik yang
inklusif, humanis, serta berlandaskan
Pancasila. Dan dalam rangka menyambut
hari kelahiran Pancasila, ayo jadi
bagian dalam transformasi ASN yang
handal, cakap digital, dan berjiwa
nasionalis bersama webinar ASN belajar
seri 20 tahun 2025.
[Musik]
S. Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN
Belajar seri 20 tahun 2025, kali ini
kita akan dengarkan bersama opening
speech yang akan disampaikan oleh Kepala
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, SP. MP.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita semuanya.
Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat
bertemu kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University, Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa
Timur. Hari ini Rabu tanggal 28 Mei
2025, ASN belajar telah memasuki seri
yang ke-20.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN Pelajar
ini. Sebagai bentuk terima kasih kami,
kami terus berkomitmen sekaligus terus
berikhtiar untuk menyajikan topik-topik
persembahan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-20 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka turut serta
menyemarakkan pemikiran dalam momen hari
lahir Pancasila yang akan kita peringati
pada tanggal 1 Juni beberapa hari
lagi. Tanggal 1 Juni adalah sebuah
momentum historis yang sangat penting
dalam perjalanan bangsa Indonesia.
Setiap tanggal 1 Juni, segenap komponen
bangsa dan masyarakat Indonesia
berkomitmen untuk memperingati hari
lahir Pancasila dalam rangka penguatan
pengarutamaan Pancasila dalam seluruh
bidang kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara.
sebuah momentum yang tidak hanya dapat
kita maknai sebagai nostalgia sejarah,
tetapi juga sebagai sebuah narasi
nasional untuk memantapkan komitmen
Pancasila sebagai ideologi dan falsafah
bangsa. Karena itu, ASN belajar seri
ke-20 tahun 2025 ini mengangkat topik
ASN Garda Pancasila andal di era
digital.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam SN belajar bahwa topik menarik ini
akan kita bahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya. Sabat ASN di seluruh tanah
air, Pancasila adalah falsafah dasar
yang menjadi suluh perjalanan bangsa.
Dalam denyut nadi Pancasila tertanam
nilai luhur tentang ketuhanan,
kemanusiaan, persatuan, dan
permusyawaratan serta keadilan yang
menjadi penopang utama rumah besar
bernama Indonesia. Pancasila bukan
sekedar dasar konstitusional, melainkan
jiwa yang menyatukan keberagaman dalam
satu kesadaran kebangsaan yang utuh.
Dalam konteks pembangunan nasional
menuju Indonesia Emas 2045, Pancasila
tidak boleh hanya dikidungkan dalam
seremonial, namun harus dijawah dalam
kerja
nyata. Sejarah telah membuktikan bahwa
Pancasila adalah tali pengikat bangsa
yang majemuk yang mampu menjaga
persatuan di tengah gelombang perbedaan
dan ancaman perpecahan.
Sejarah telah membuktikan bahwa
Pancasila bukan hanya dasar negara, tapi
juga sistem nilai yang terbukti adaptif
dalam menjawab dinamika zaman tanpa
kehilangan akar identitas
kebangsaan. Sejarah telah membuktikan
bahwa Pancasila adalah nafas yang
menghidupi rakyat Indonesia sebagai
bangsa yang besar dan unggul dalam
kancah daya saing global.
Sejarah telah membuktikan bahwa
Pancasila mampu menuntun Indonesia
melewati berbagai ujian sejarah dari
masa revolusi hingga era reformasi
karena nilai-nilainya hidup dalam denyut
rakyat dan jiwa konstitusi
kita. Di sinilah peran aparatur sipil
negara menjadi sangat strategis. ASN
bukan hanya pelaksana kebijakan, tapi
juga elan vital, tenaga penggerak utama
yang menerjemahkan nilai-nilai Pancasila
dalam sistem pelayanan publik yang adil,
bersih, dan berorientasi pada
kepentingan
rakyat. ASN adalah wajah negara yang
berinteraksi langsung dengan masyarakat
dan dalam wajah itulah seharusnya
Pancasila
terpancar. Tugas ASN tidak ringan. Ia
dituntut bukan hanya kompeten dalam
kinerja, tapi juga teguh dalam
integritas serta bijak dalam perilaku.
ASN sudah semestinya menjadi suri
tauladan dan menjunjung tinggi etika
profesi, mengedepankan semangat
gotongroyong, dan menolak segala bentuk
penyimpangan yang merusak sendi
kepercayaan publik. Menjadi ASN berarti
menjadi penjaga moral negara yang dalam
setiap langkah kerjanya memuliakan
martabat kemanusiaan dan merawat
keutuhan
bangsa. Di tengah gelombang disrupsi
teknologi dan dinamika global yang
begitu cepat, Pancasila telah menjadi
jangkar identitas. ASN sebagai pemimpin
perubahan harus mampu memadukan inovasi
dan nilai teknologi dengan etika dan
efisiensi dengan empati. Di wajah ASN
seharusnya nilai Pancasila terpancar
sebagai cermin dari pengabdian yang
jujur, adil, dan berkeadaban.
ASN sebagai pelayan masyarakat dan
penjaga nilai-nilai luhur adalah pilar
utama dalam menjaga nyala obor
Pancasila. Dengan kerja yang bersih,
hati yang tulus, dan visi yang luhur,
kita bersama mengukir Indonesia yang
maju dan bermartabat.
Sobat ASN di seluruh tanah air, lalu
bagaimana ikhtiar kita pada momentum
hari lahir Pancasila ini agar ASN
sebagai elan vital bangsa mampu
menunjukkan peran-peran strategis untuk
turut menjaga kekokohan Pancasila
sebagai falsafah bangsa. Nah, untuk
membahas cerdas dan tuntas topik ini,
kami telah mengundang para narasumber
luar biasa yang sudah barang tentu
sangat kompeten di bidangnya.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi kepada para narasumber hebat
yang telah berkenan hadir dan akan
berbagi berbagai informasi strategis
kepada Sobat ASN di seluruh tanah
air. Pertama, kami menyampaikan terima
kasih kepada yang terhormat Bapak Ir.
Prakoso, M.M. Beliau adalah deputi
hubungan antar lembaga sosialisasi
komunikasi dan jaringan Badan Pembinaan
Ideologi Pancasila atau BPIP. Kedua,
kami menyampaikan terima kasih kepada
yang terhormat Bapak Dr. Ir. Boni Fasius
Wahyu Pujianto, MT. Beliau adalah Kepala
BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital
Republik Indonesia. Dan yang ketiga,
kami menyampaikan terima kasih kepada
Bapak Prof. Dr. Sarkawi, S.S., M.Hum.
Beliau adalah guru besar bidang sejarah
revolusi Universitas Erlangga Surabaya.
Nah, Sobat SN, mari kita simak dengan
seksama webinar ASN belajar seri ke-20
tahun 2025. Semoga bermanfaat.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Kami ucapkan sekali lagi
terima kasih kepada Bapak Dr. Ramlianto,
SPMP atas opening speech yang telah
disampaikan. Baik, Sobat TN. Selanjutnya
kita akan simak bersama keynote speech
yang kali ini akan disampaikan oleh
Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga,
Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan
BPIP RI yang saat ini beliau juga
menjabat sebagai Plt. Deputi Bidang
Pendidikan Badan Pembinaan Ideologi
Pancasila Republik Indonesia, Bapak Ir.
Prakoso, M.M.
[Musik]
Selamat pagi, Pak. Pagi, Mas. Mas
Lukman. Kabar baik, Pak? Baik, Mas
Lukman. Ini luar biasa banget saya
berkesempatan bertemu dan berbincang
langsung dengan Bapak Ir. Prakoso,
apalagi di era yang sekarang ya, Pak ya.
kita sebutnya ada istilah netizen yang
istilahnya ketika ada isu tertentu itu
mereka bisa mengeluarkan komentar yang
berbagai macam dan istilahnya tidak
mencerminkan nilai-nilai luhur
Pancasila. Nah, kali ini kita akan simak
bersama paparan keynote speech yang akan
disampaikan oleh Bapak Ir. Prakosa, M.M.
Semoga dengan apa yang nanti Bapak
sampaikan ini bisa menggugah semangat
kita sebagai para SN untuk
menginternalisasi nilai-nilai luhur
Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat
kita. Kami persilakan Pak Ir. Prakosa
untuk menyampaikan keynot speed-nya.
Saya paparan boleh. Silakan,
Pak. Apakah sudah diilihat anunya
paparan saya?
Oh, sudah, sudah, sudah terlihat Bapak
ya. Ini terima kasih sekali Mas Lukman
dan hadirin sekalian. para ASN Garda
Pancasila di era digital kerja sama
dengan
BPSDM
ee ee Jawa Timur. Langsung saja ee di
era
sekarang ASN tahu sekali bahwa
Undang-Undang Republik Indonesia nomor
20 tentang Aparatur Sipil Negara di mana
di pasal 3nya pegawai ASN memang
memegang teguh ideologi Pancasila,
Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia, setia kepada Negara Kesatuan
Republik Indonesia, serta pemerintahan
yang siap. pegawai ASN
mengimplementasikan nilai-nilai dasar
ASN yang terdiri atas tadi disampaikan
oleh Bapak Kepala Badan BPSDM Jawa
Timur, Pak Ramli berorientasi pelayanan
akuntabel, kompeten, harmonis, loyal,
adaptif, dan
kolaboratif. Dan ASN sendiri berfungsi
sebagai pelaksana kebijakan publik,
pelayanan publik, perekat, dan persatuan
bangsa. pemersatu bangsa. Jadi, ASN itu
juga perekat dan dan pemersatu bangsa.
Jadi, ini adalah undang-undang tentang
ASN yang perlu disadari bersama. Tindak
lanjut selanjutnya ini dalam rangka
memperingati hari lahirnya Pancasila 1
Juni. Mengapa ada undang-undang ini?
Karena ada Undang-Undang Dasarnya
sebagai konsensus kita sebagai negara
Indonesia.
Maka pegawai ASN setia setiap dan taat
kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia tahun 1945.
Ini kewajiban ASN Bapak Ibu sekalian.
Mengapa kami, kita semua? Karena
mempunyai negara yang menjadi
kesepakatan kita. Terus kita tindak
lanjutin lagi ee para SN yang kami ee
hormati. Jadi negara Indonesia itu kalau
kita bagi ya ada tahapannya. Ketika ada
penjajahan kebangkitan, menyepakati
sebagai prinsip dasar negara dibangunnya
negara ini yaitu Pancasila. Terus
merdeka, konstitusi mengisi kemerdekaan.
Era kita sekarang mengisi kemerdekaan.
Namun sebelum itu kita harus tahu
semua lan anu apa tuh yang kita ketahui
era
kolonialisasi zaman dulu kita ya memang
era penjajahan kita memang
terkolonialisasi terjajah oleh yang
namanya Belanda.
Selanjutnya kita negara kita yang akan
kita
merdekakan yaitu ya di petanya itu ya
peta Hindia Belanda. Inilah yang akan
kita
merdekakan. Era itu era kita sebagai
negara
yang kelas dua karena
terkolonialisasi. Inilah potret waktu
kita terkolonialisasi.
waktu kita belum merdeka era-era
itu lah. Inilah yang kita perjuangkan.
Mengapa kita terkolonialisasi, Bapak,
Ibu sekalian, para SN? Yang perlu kita
ketahui karena kita terjajah. Mengapa
kita terjajah? Karena kita kalah
teknologi militernya. Kerajaan-kerajaan
di Nusantara
tadi kalah dengan penjajah yang
mempunyai senjata. Nah, itulah yang
harus kita apa
kita sadari. Maka kita dipecah belah
baru era-era awal abad 19 yaitu adanya
kebangkitan nasional. Salah satunya dari
Jawa Timur juga di situ adanya
kebangkitan nasional, adanya Budi Utomo
dan sebagainya dan sebagainya, adanya
Stofia dan sebagainya dan sebagainya.
adanya kelompok pelajar-pelajar kita
yang sekolah di Netherland juga
menginisiasi untuk kita keluar dari
penjajahan itu. Maka ada filosofi
gonsahnya, ada Sumpah Pemuda yang ada di
Negara Kesatuan Indonesia sekarang ini
itu memang berbeda-beda loh, tetapi
tetap satu juga loh. Di dalam Sumpah
Pemuda kita sudah mendefinisikan bahwa
kita akan membuat, bersumpah bahwa kita
adalah satu tanah air, yaitu tanah air
Indonesia, satu bangsa-bangsa Indonesia,
satu bahas-bahasa Indonesia. Itu
definisi
kita di konvensi Montevideo Convention
on Red and State tahun 1933 disebutkan
ada empat negara, ada empat syarat
negara harus dipenuhi. Populasi,
teritori, struktur pemerintahan, dan
memperoleh pengakuan internasional.
Biar kita tahu tentang sejarah lahirnya
Pancasila, maka kita awali dengan tahun
1940 di mana Jerman menduduki Belanda
sehingga Nusantara ini yang nantinya
menjadi negara kesatuan Republik
Indonesia yaitu Hindia
Belanda diberlakukan darurat karena
negara Belandanya sendiri
itu di apa ee diduduki oleh ee ee
Jerman dan setelah
Desember tanggal 741 Jepang menyerang
Pirhalbor Amerika maka Belanda sekutu
Amerika menyatakan perang terhadap
Jepang. Namun Bapak Ibu sekalian, kita
ketahui sekali bahwa Jepang tanggal 10
Januari menginvansi Hindia Belanda ini
yang sekarang Indonesia ini di invasi
Jepang.
Hanya 3
bulan Belanda kalah. Pada 8 Maret 42
Belanda menyerah. Sehingga Nusantara ini
diduduki oleh
Jepang. Yang beratus-ratus tahun VOC
Belanda
mengkooptasi bumi Nusantara ini diambil
alih oleh
Jepang. Pada waktu itu Perang Dunia
Kedua. Bapak Ibu sekalian. Bapak Ibu
sekalian.
Era
itulah kita
menyepakati bahwa para
pemuda tokoh-tokoh nasional berkumpul di
ee gedung Pancasila sekarang The Blue
itu menyepakati kita akan membangun
suatu negara. Harus ada kesepakatan
dulu. Nilai-nilai apa? Nilai intangible
apa? value apa yang menjadikan perekat
kita semua lah. Itulah sidang
BPUPK. Inilah gedungnya
sekarang. Di sinilah
dirumuskan nilai-nilai Pancasila itu
oleh para pendiri
bangsa. Bapak, Ibu sekalian. Selanjutnya
kita tersepakatilah yang namanya
Pancasila yang disampaikan oleh Bapak
Kepala BPSDM tadi ada lima
tadi. Mengapa Pancasila? Karena
Pancasila apa dulu ya? Pancasila lahir 1
Juni 1945 yang saya sampaikan tadi
sebagai dasar negara. Lima prinsip
kesepakatan konsensus ketika nanti akan
didirikan negara Indonesia. Jadi
Indonesia belum berdiri nih dasarnya
harus tahu dulu, sepakat dulu mengapa
kita menilai memilih Pancasila. Karena
nilai-nilai Pancasila itulah sebagai
pemersatu bineka
tunggalika asli digali dari bumi
Indonesia. bahwa
berketuhanan,
berkemanusiaan,
berpersatuan, berkerakyatan, musyawarah,
berkeadilan, itu nilai-nilai itu asli
digali dari budaya nusantara ini, Bapak,
Ibu sekalian. Untuk apa? untuk
membebaskan dari koloni, membebaskan
dari penjajah, melindungi, memajukan
kesejahteraan, dan mencerdaskan
kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia di state di konstitusi
kita
pembukaannya. Bagaimana menjalankannya?
Ya, menjalankan dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Semua regulasi berdasarkan Pancasila.
Ada nilai Pancasilanya. Karena negara
ini dibangun dasarnya itu, Bapak, Ibu
sekalian. Itu yang perlu kita ketahui
bersama. Inilah
Pancasila sebagai pandangan ibut,
sebagai pemersatu, sebagai dasar,
sebagai filosofi gronslah, sebagai
sumber daripada sumber hukum di
Indonesia. nilai-nilai Pancasila
itu. Nah, kesepakatan peranglah dunia
kedua itu tadi terus masih
berjalan. 6 Agustus Hiroshima di
bom. 9 Agustus Nagasaki di
bom. Tentara sekutu pimpinan Amerika ini
dibom. Ini pengebomannya.
Tanggal 14 Agustus, Sultan Syahrir dan
beberapa orang mendengarkan kabar dari
radio bahwa
Jepang takluk dengan
sekutu. Sehingga kekosongan di Hindia
Belanda, bumi Nusantara ini
tadi sudah tidak ada penjajahan Jepang
karena
Jepang menyerah.
Tanggal 15 Agustus golongan pemuda
mengadakan perundingan. Kalau inilah
momentumnya saat kita merebut kekosongan
dari ee negara
ini, Belanda pergi kalah sama Jepang,
Jepang kalah sama sekutu, ada
kekosongan. Maka tanggal 15 para pemuda
Soekarni pada waktu itu salah satu
tokohnya yaitu merencanakan untuk segera
mendorong Soekarno Hatta untuk
memerdekakan Indonesia. Maka ada
peristiwa Rengas Dengklok. Peristiwa
Sengas penculikan Soekarno dan orang
tokoh-tokoh masya tokoh-tokoh ee
pergerakan pada waktu
itu. Dan tanggal 16
malamnya Pak Karno dan Pak Bunghaatta
dari Rengas Dengklok dijemput oleh
Subandrio untuk segera ke Jakarta dan
menyampaikan proklamasi. Betul apa
adanya. 17 Agustus Soekarno menyatakan
kemerdekaannya.
Soekarno menyatakan kemerdekaannya.
Inilah kita
merdeka. The winner take all. Pancasila
take all. Jadi Pancasila mengapa kita
sepakati? Karena kita menang perang. Ini
Pancasila itu menang perang. Inilah
revolusi yang menang
memimpin. Proklamasi
kemerdekaan. Ingat dan dimuntif video
tadi bahwa harus adanya pengakuan
internasional. Maka kita ada pengakuan
internasional. Itulah yang perlu kita
sepakati bahwa kita punya dasar negara
yang menjadi kesepakatan kita dan kita
menang perang, kita memproklamirkan
diri, kita punya teritori yang kita
perjuangkan, kita punya rakyat, kita
punya wakil bangsa kita ini,
pemerintahan ini dan kita diakui secara
internasional. Kitalah negara Indonesia.
maka konstitusinya mengikat. Mengapa
harus ditunduk? Karena ini konstitusi
sebagai hukum dasar, hukum positif yang
berlaku kepada seluruh warga negara
Indonesia tidak ada kecualinya. Sehingga
ee kita bersepakat dengan Pancasila,
kita mengikuti undang-undang turunannya
adalah mengikat kepada seluruh warga
negara Indonesia tanpa kecuali. namanya
hukum positif. Bapak, Ibu
sekalian, kita punya cita-cita juga di
pembukaan alineia. Namun tanggal setelah
kita merdeka, Belanda pun melakukan
agresi atau mau mentake over sendiri.
Padahal perjanjian internasional the
winner take all. Maka setelah ada agresi
Belanda 12 tetap kita hadapi dengan
perang betulan, bukan perang diplomatik
ini perang fisik. Ada peristiwa
Ambarawa, ada peristiwa
Surabaya. Di mana Brigadir Jenderal
Arbetin Walterson Malabi meninggal dunia
waktu itu. Inilah perang betulan.
Konvensi Media Bundar baru mengakui
Indonesia sebagai negara merdeka. Maka
kita punya bendera, kita punya istana,
kita punya presiden pertama kali yang
dilantik Soekarno di keraton Yogyakarta
tahun. Inilah presiden pertama kali kita
gitu.
Inilah negara Pancasila kita
ini. Kitabeka.
Inilah memang
kita tidak hanya satu golongan Jong
Java, Jong Sumatera, Jong Celebus, Jong
Ambon semuanya adalah itu Indonesia.
Indonesia itu bineka tunggalitan.
Sehingga kita karena kita punya negara,
kita punya teritori yang sekarang Bapak
Ibu mungkin punya sertifikat ini karena
kita punya Pancasila ini. Ada
Pancasilanya, ada
teritorinya kita punya KTP penduduk ada
Pancasilanya. Kita punya paspor diakui
bahwa kalau kita melancong ke luar
negeri ada Pancasilanya. Kita punya uang
Indonesia ada Pancasilanya.
Kita punya pulau kurang lebih
17.500
17.504 pulau ada
278 juta penduduk. Inilah
Indonesia ada inilah teritorial kita
Bapak Ibu sekalian dan kita punya
tetangga. Ada tetangga kita yang
langsung berdekatan dengan Indonesia ada
10 Bapak Ibu sekalian. Dan inilah kita
punya besar sekali
wilayah 5 juta km² kurang lebih 2
jutanya daratan, 3 jutanya lautan. Namun
oleh Deklarasi Juanda ini menjadi satu
kesatuan darat laut itu satu kesatuan
Deklarasi Juanda dan telah teralifikasi
oleh UNCLOS pada tahun 1982.
Bapak, Ibu sekalian. Maka Pancasila
sebagai dasar negara ini ada tangible
and tangible. Pancasilanya itu
nilai-nilainya. Tangibelnya ya kita
punya tanah air ini, punya negara ini,
punya wilayah ini, itu bisa dira. Tapi
dalam hatinya, dalam nilai-nilainya,
itulah Pancasila kita yang harus kita
jaga bersama. sehingga kita juga di ee
jadikan moto kita binikan
tunggalika sekretarisp
juga
solidarity tunggal ika unity
Nah, untuk maju ke depan dunia pun kalau
ber moto seperti Indonesia akan lebih
baik, Bapak Ibu sekalian. Nah, inilah
kita bangun. Kita punya negara yang
subur, kita punya hutan yang luas, kita
punya air yang
jernih, kita punya pantai yang banyak
sekali, Bapak, Ibu
sekalian. Dan kita tinggal di Jambrut
Katolis.
bahagia hidup sejahtera
dikasih alam
berseri-seri berawi.
Allah indah bermain di
Filipina bertadu
tawir burung
beria berma.
Nah, Bapak Ibu sekalian kita harus
bersyukur bahwa negara kita damai,
subur, dan ada di Katulistiwa. Nah, yang
kita usahakan kita juga punya
pertambangan. Nah, tata kelolanya ini
yang perlu kita ee kuatkan bersama.
Pancasila salah satunya sila kelima itu
kita harus berkeadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia loh. Maka
Bapak, Ibu sekalian sebagai aparatur
sipil negara harus memperjuangkan
keadilan sosial bagi seluruh rakyat
Indonesia. Ilmu pengetahuan harus
kita
miliki. Jangan sampai mengisi
kemerdekaan adanya perpecahan. Seperti
Yugoslavia sekarang sudah berantakan
menjadi beberapa
negara. Ada Macedonia, Kosovo,
Montenegro, Elservia,
Serbia. Inilah kalau salah tata
kelola. Cekoswakia juga pecah. Maka ini
harus kita aware bersama sebagai
pemersatu. Aparatur sipil negara harus
mengisi dengan menjalankan nilai-nilai
Pancasila dalam kehidupan berbangsa,
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dengan
mengantisipasi perkembangan tren ke
depannya kita capai Indonesia Raya.
Tidak hanya Indonesia emas, Indonesia
Raya seperti apa itu
ee ee lagu Indonesia Raya, lagu
kebangsaan kita. Stansa satu adalah kita
harus berpersatuan, stansa dua kita
harus bahagia, stansa ketiga kita harus
abadi. Itu filosofi menciptakan lagu
Indonesia Raya dengan dasar Pancasila.
Maka kita perjuangkan GDP kita harus
naik terus. Jangan sampai ini peta GDP
dunia. Indonesia masih orange. Kita
kalau bisa hijau
sampai biru. Nah, inilah perjuangan
kita. kita harus berani
membanding-bandingkan era digital ini
negara kita dengan negara lain. Makanya
kita kecap, kita percepat kemajuannya
itu salah satunya kita sudah mempunyai
modal komparatif negara yang besar kita
ubah menjadi kompetitif di situ ada
penguasaan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Ada Pancasila, ada ilmu
pengetahuan dan teknologi. Dan kita
punya resources. Itu yang harus kita
perjuangkan. Persatuan Indonesia di era
digital ini. Karena tanpa kita
mengantisipasi era digital, kita menjadi
penonton saja era digital. Tapi jangan
ingat juga era digital adanya algoritma
media sosial dengan AE yang istilah
kerennya Sundel Bolong. Sepertinya bagus
tapi ternyata jelek. Nah, inilah yang
harus diantisipasi sebagai ASN adanya
algoritma yang mendorong kita menjadikan
salah dalam mempresepsi. Maka filosofi
ground selahnya, Pancasilanya bahwa
mengapa kita bersatu, mengapa kita punya
negara, tujuannya apa itu harus disadari
bersama. Itulah Pancasila Indonesia
perjuangan kita. Mana saja yang harus
kita kuatkan? manufaktur, teknologi,
finance, apa itu fashion, retail, hood
andage, real estate dan sebagainya.
Itulah kolam-kolam yang harus kita
dorong untuk menjadikan apa itu
Indonesia mempunyai GDP lebih kuat lagi.
Sehingga funding father kita dulu
mempunyai cita-cita yang harus kita
implementasikan.
Inilah
era
wong aku
E era maka
era gardanya salah satunya ASN harus
terus dikuatkan mental
pemuda-pemudanya juga harus
dikuatkan.
[Musik]
Aku senju
ini antemnya SMA 20 Surabaya.
Ini
dari Aceh
sampai Papua. Kabupaten Mitrat, Provinsi
Papua Barat. Salam Pancasila. sama
dari Natuna yang paling jauh di atas
sana, Laut Cina Selatan. Salam
Pancasila. Demikian untuk paparan saya.
Semoga bermanfaat. Salam Pancasila.
Salam Pancasila. Terima kasih Bapak Ir.
Prakoso, MM atas keynote speech yang
telah disampaikan. Luar biasa sekali ya.
kita bisa melihat bagaimana kilas balik
ee era sebelum lahirnya Pancasila,
ketika lahir Pancasila sampai dengan era
kita sekarang ini adalah era untuk
mengisi kemerdekaan. Dan tadi yang perlu
di-highlight adalah sekretaris PPB aja
bangga dengan moto bineka tunggal IK
kita. Gimana kita harus juga bisa bangga
ya dan bisa spreading awareness tidak
hanya dalam ucapan tapi juga tindakan
kita sebagai ASN di kehidupan
sehari-hari. Sekali lagi terima kasih
Bapak Inyur Prakoso atasnya di webinar
ASM Belajar seri 20. Semoga kita bisa
bertemu lagi di event-event selanjutnya.
Sama sehat selalu Bapak. Sama sehat
selalu. Terima kasih, Pak Boni, teman
saya ini, Pak Boni. Terima kasih, Pak
Boni. Pak Punding
Pujianto. Siap. Terima kasih kembali Pak
Ir. Prakoso, M.M. Dan Sobat ASN. Sebelum
kita berlanjut ke sesi pemaparan
narasumber, Sobat ASN sudah dapat
melakukan presensi pada laman semesta
Bangkom dan link presensi ini dapat
Sobat ASN lihat pada running tags.
Kemudian Sobat ASN juga dapat lihat
melalui kolom chat Zoom ataupun pincet
YouTube BPSDM Jatim TV. Dan memang
karena dikarenakan saat ini traffic
presensi kita sedang tinggi, bagi Sobat
TSN yang masih belum bisa akses presensi
dapat mencoba kembali secara berkalah.
Baik, Sobat TSN, sesaat lagi kita akan
memasuki sesi pemaparan narasumber kita
yang pertama. Tapi sebelum itu kita
saksikan video berikut ini.
[Musik]
Anda kembali lagi menyaksikan webinar
ASN Belajar seri 20 2025. Sobat ASN,
kali ini kita akan bersama-sama
dengarkan materi pertama yang kali ini
akan disampaikan oleh narasumber pertama
kita, Kepala BPSDM Kementerian
Komunikasi Digital Republik Indonesia,
Bapak Dr. Ir. Bonifacius Wahyu Pujianto,
MT.
[Musik]
Baik, saya akan sapa beliau terlebih
dahulu. Selamat pagi, Pak Boni. Selamat
pagi. Kabar baik, Pak? Apakah bisa
didengar? Terdengar jelas, Pak? Clear
sekali, Pak Boni, tadi sudah disampaikan
oleh Pak Ir. Prakoso ya, bagaimana
sejarah dari lahirnya Pancasila dan kita
sekarang sudah berada di era untuk
mengisi kemerdekaan. Tapi seolah-olah
kalau sekarang kita lihat kan banyak
sekali media sosial yang berkembang ya,
Pak ya. dan kita juga semakin bebas
untuk berpendapat via media sosial. Pada
akhirnya isu-isu seperti diskriminasi,
bullying, kekerasan verbal, kemudian
poli ee polarisasi politik pasca pemilu
itu juga masih terjadi gitu. Nah, kali
ini kita ingin mendengarkan paparan
menarik dari Pak Bonifasius. Bagaimana
Bapak menanggapi isu-isu seperti ini dan
bagaimana ASN ini bisa menginternalisasi
nilai-nilai luhur Pancasila dalam
pekerjaannya sehari-hari. Izin Riman
juga Bapak untuk waktu penyampaian
materi nanti akan berdurasi kurang lebih
selama 30 menit. Nanti kita akan lanjut
di sesi tanya jawab atau Q&A. Saya
persilakan kepada yang kami hormati
Bapak Bonifasius untuk menyampaikan
materinya. Monggo, Pak.
Baik, selamat pagi. Saya coba share
screen saat
ini. Mudah-mudahan bisa dilihat
dengan nyaman.
Iya. Oke. Em, semoga bisa dilihat dengan
baik Bapak Ibu semua.
Terima kasih. Selamat pagi.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Shalom. Om swastiastu. Namo
budaya. Salam kebajikan.
Bapak, Ibu semua, tadi pagi ee saat
pembukaan Pak Kepala BPSDM Provinsi
Japim telah menyampaikan ya ee tujuan
dari pelatihan ataupun ee event pada
hari pagi hari ini. Dan yang menarik
tadi Pak Prakoso itu menceritakan
bagaimana sejarah mengenai perjuangan
bangsa Indonesia meraih kemerdekaan.
Tapi ingat, kita tidak berhenti pada
saat hanya sampai di pintu gerbang
kemerdekaan. Kurang lebih begitu ya.
Justru tantangan terberat adalah
bagaimana kita membangun bangsa ini.
Menjadi bangsa yang besar, menjadi
bangsa yang memiliki kemampuan tumbuh
dan
berkembang
diilengkapi oleh masyarakat yang cerdas
sehingga ekonomi bisa bergulir dengan
cepat. Nah, Bapak Ibu sekalian pada pagi
hari ini saya akan sedikit
menceritakan kenapa Bapak Ibu sekalian
itu perlu terus mengasah diri walaupun
kita ASN ya Bapak Ibu sekalian tapi kita
harus
meletakkan upaya untuk terus
berkembang, mencari
ilmu, meningkatkan
skill atau kita sering mengatakan
sebagai skill set kita untuk membangun
bangsa.
Tentu ini tidak terbatas pada ee ASN
saja, justru kalangan muda ini menjadi
motor pergerakan dan pembangunan
nasional kita ke depan. Mari kita mulai.
Nah, ee Bapak Ibu sekalian, saat ini
kita Kementerian Komdiji memiliki visi
untuk membangun Indonesia Emas 2045 yang
telah dicanangkan oleh Bapak Presiden
dan kemudian juga kita perlu membangun
bersama-sama ekonomi Indonesia yang
lebih kuat di masa depan. Nah, untuk itu
kami dari Kementerian Komdigi memiliki
beberapa pilar program ya. Jadi kalau
kita lihat yang pertama maka di sini ada
yang kita sebut sebagai visi Indonesia
Digital 45. Kemudian di sini ada
fungsi-fungsi sebentar saya coba gunakan
yang
lebih clear sebentar.
Oke, mohon maaf sedikit saya perlu
mengubah setting. Nah, untuk membangun
Indonesia emas ini kita
membutuhkan pilar-pilar yang kuat.
Sebenarnya ada empat pilar yaitu
pemerintahan digital, ekonomi digital,
masyarakat digital, serta infrastruktur
digital. Empat pilar itu yang menyangga
pembangunan digital Indonesia ke depan.
Nah, pertanyaannya adalah kok di bagian
tengah ada area yang kita sebut future
teknologi dan
ekosistem. Bapak, Ibu sekalian, kita
harus siap bahwa teknologi itu tidak
akan berhenti. Itu keniscayaan. Oleh
karena itu, kita harus mampu melakukan
adaptasi, kemudian juga belajar
memanfaatkan, bahkan mencari nilai
tambah yang bisa dihasilkan. Nah, kenapa
kita harus terus belajar? Karena kita
adalah bangsa yang besar. Tadi Pak Pras
sudah menyampaikan begitu banyak
indikator terkait dengan kekuatan bangsa
kita. Khusus di sektor digital kita
memiliki
370,1
juta koneksi
seluler. Kemudian ada juga pengguna
internet 200,4 juta. Padahal penduduk
tadi
270 8 juta atau sekian ya. Jadi jumlah
pengguna internet kurang lebih
73% ya pengguna internet. Sedangkan, nah
ini yang luar bias luar biasa besar
adalah jumlah pembelian barang konsumsi
dari tahun ke tahun itu
198,6 juta. Jadi apalagi ini didorong
dengan e-commerce, transaksi perdagangan
itu sangat masif. Nah, namun kembali
jangan sampai perdagangan secara digital
tersebut akhirnya dikuasai oleh
produk-produk dari luar.
kita harus mendorong transaksi
perdagangan yang bersifat konsumtif ini
justru produk-produk dari dalam negeri.
Yang
terakhir, waktu penggunaan
daripada internet rata-rata adalah
8,36 menit. Nah, saya mau tes Bapak Ibu
sekalian. Bapak Ibu sekalian mungkin ada
yang menggunakan Android begitu ya. Nah,
nanti silakan kalau Bapak Ibu
menggunakan Android kita buka setting.
Nah, ini mohon maaf saya coba ee
showcase gitu ya. Kemudian nanti dari
setting biasanya ya kalau kita scroll
down ke
bawah nanti di bagian bawah ada yang
disebut sebagai digital wellbeing and
parental control gitu ya.
Nah, kita bisa melihat di dalam behavior
kita berapa jam kita online? Cocokkah
nanti ya selama 24 jam? Cocokkah
kira-kira kita ada 8 jam rata-rata 8 jam
30 menit. Tapi tampaknya kita berada
lebih daripada itu berkait dengan
penggunaan digital khususnya internet.
Nah, di terkait digital wellbeing
tersebut kita bisa melihat ini aplikasi
apa saja yang paling banyak kita gunakan
begitu. Ini bisa kita lihat hari ini
sudah berapa lama atau berdasarkan
aplikasi apa yang kita gunakan ya paling
sering kita gunakan. Tujuannya apa?
Bapak Ibu sekalian tentu kita punya
putra-putri ataupun kita punya ponakan
ada anak-anak yang harus kita urus. kita
bisa melihat behavior mereka berapa jam
mereka di internet, aplikasi apa yang
mereka gunakan. Kita sebagai orang tua
wajib ya untuk menjaga, mengawasi
anak-anak kita. Bagi Bapak Ibu yang
kebetulan guru dan lain sebagainya bisa
juga mencek anak-anak didik menggunakan
apa saja. Bahkan kita bisa melihat
hari-hari sebelumnya ini kebetulan
misalkan hari ini tanggal 28 kita bisa
cek tanggal
27 mereka menggunakan apa, aplikasi apa.
Secara detail bisa kita lihat ya
walaupun bukan konten ya tapi kita bisa
memahami behavior dari anak-anak kita
menggunakan internet. Ini penting. Ini
sedikit clue ee kenapa kita perlu
memahami sebenarnya untuk yang kebetulan
ini yang Android ya, Bapak, Ibu
sekalian. Tapi untuk ee saya rasa di
yang Apple juga ada ya.
Oke. Nah,
selanjutnya
emm
sebentar slide.
Mohon maaf saya agak merubah sedikit
setting ya. Namun demikian, Bapak Ibu
sekalian, tadi kita sudah memahami
betapa pentingnya
digitalisasi. Nah, ini tidak lepas dari
kita perlu menyiapkan sumber daya
manusia yang kuat. Nah, inilah
faktor-faktor yang berdampak terhadap
transformasi digital. Pertama, sumber
daya manusia.
tidak bisa dipungkiri karena kita yang
menggunakan dan kita yang memanfaatkan.
Namun tekno sumber daya manusia itu kita
sebagai pengguna ataupun kita sebagai
pengembang ataupun kita sebagai ee
pelaksana. Jadi ada istilahnya tuh kita
sebagai user, developer ataupun
deployer, ya. Nah, ini kita membutuhkan
suatu mekanisme yang kita sebut sebagai
tata kelola dan kebijakan. Nah, di sini
kita perlu menata agar digitalisasi yang
dilakukan di institusi Bapak, Ibu
sekalian itu ada prosedurnya. Bagaimana
tata kelola manajemen perubahannya,
bagaimana mengatasi manakala ada hal-hal
yang tidak diinginkan. misalnya ada ee
vising gitu ya, ada scamming dan lain
sebagainya. Namun tidak kalah penting
nanti Bapak Ibu akan kami sampaikan
mengenai bagaimana menghindari berbagai
informasi yang mungkin bisa
mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa
kita. Jadi hati-hati saat ini musim
dalam arti masyarakat begitu mudahnya
menyampaikan tulisan ataupun informasi
yang belum tentu benar atau kita sebut
sebagai bisa jadi suatu hoa. Nah, hoa
itu bisa berupa misinformasi,
disinformasi, dan malin informasi, ya.
Nah, yang ketiga. Nah, ini aspek yang
ketiga adalah bagaimana
kita memahami aspek teknologi itu
sendiri. Ya, mohon maaf ini eranya
sekarang era digital yang sangat cepat
perubahannya. Bahkan AI menjadi bagian
dari kehidupan kita. Nanti pelan-pelan
Bapak Ibu sekalian mohon juga
mempelajari AI bukan sebagai
tantangan. AI adalah tools yang justru
membantu kita.
Namun jangan sampai tadi ya ada hal-hal
yang disalahgunakan dengan kemampuan AI
tersebut. Begitu ya. Nah, terakhir data
dan informasi. Nah, ini penting karena
kita di ee pemerintahan ASN kita ada
arsitektur data misalkan informasi data
secara nasional kita juga ada satu data.
Bahkan untuk penyimpanan data itu
sendiri khusus data-data strategik itu
dikumpulkan dalam pusat data
nasional. Nah, ini mohon Bapak, Ibu
sekalian ee memahami tidak mudah kita
harus siap terhadap perubahan zaman
tersebut. Pertanyaannya adalah kenapa
kita harus mempersiapkan talenta digital
bangsa Indonesia ini secara cermat? Nah,
Bapak Ibu sekalian yang perlu kita
perhatikan Indonesia ini memiliki jumlah
penduduk yang besar. Namun demikian,
jumlah talenta digital masih kurang.
Jadi kalau kita lihat ini di dalam
grafik
ini, kita punya dream untuk bisa
ee men-supplai
sekitar 9 juta talenta digital tahun
2030 dimulai 2015.
ee optimisnya kebutuhannya adalah 12
juta. Namun demikian, saat ini kita
belum mampu menghasilkan sebanyak itu.
Ada gap ya sekitar rata-rata 600.000 per
tahun yang dibutuhkan untuk mengisi
kekurangan tersebut. Nah, itu adalah PR
besar kita bagaimana memenuhi kebutuhan
600.000 talenta digital setiap tahun.
Kenapa? Kalau tidak, maka market yang
besar dari negara kita akan diisi oleh
warga negara lain sebagai talenta
digital. Nah, kita bisa mengukur ke
Bapak Ibu sekalian. Kita bisa cek di
sini bagaimana indeks atau kesenjangan
talenta digital di dalam ee diagram di
sebelah kanan. Nah, matriks ini kalau
kita lihat Jawa Timur. Nah, ini nomor 15
kondisinya sudah sangat baik relatif
terhadap provinsi-provinsi yang
lain. Em warnanya orange ya. Itu berarti
kalau kita melihat dari ee indeksnya itu
tinggi karena Jawa Timur memiliki jumlah
kampus yang cukup tinggi. Ekosistem
digitalnya juga maju ya.
Nah, sekarang kenapa konsekuen kenapa
hal ini penting?
Karena ke depan masyarakat Indonesia itu
perlu kita jaga pertumbuhan
perkembangannya. Jangan sampai kita
muncul berbagai dampak negatif karena
digitalisasi. Salah satu upaya yang kami
lakukan adalah melakukan yang kita sebut
program literasi digital. ini terdapat
di sisi yang sebelah kiri. Ini langkah
pertama ini bersifat masif kepada
seluruh masyarakat Indonesia. Tadi
kuncinya di sini
ada pelatihan yang terkait dengan
digital skill, digital culture, etic,
dan safety. Kita untuk mudahnya
mengingatnya dengan singkatan cab ya.
C-nya dari cakap digital ya.
A-nya adalah aman digital, B-nya adalah
budaya digital, dan E-nya adalah etika
digital. Ini penting. Nanti masyarakat,
kita punya target 50 juta masyarakat
Indonesia diberikan literasi digital
begitu dan saat ini sudah mencapai
sekitar 27 juta ya masih ada PR sekitar
23 juta. Namun kami belum ee sampai
kepada target tersebut dengan segala
keterbatasan resources khususnya
anggaran. Nah, yang kedua adalah setelah
masyarakat di literasi digital, tentu
faktor yang selanjutnya penting adalah
bagaimana membangun skill tadi, gap-nya.
Nah, gap ini tentu ada yang kita berikan
pelatihan bersama stakeholders digital
lainnya. Sebagai contoh ya, masyarakat
umum, mereka yang baru lulus, pelajar,
bahkan ASN silakan mengikuti berbagai
pelatihan.
yang disediakan oleh kami Kementerian
Komdiji ataupun yang diselenggarakan
oleh BPSDM, BPSDM, Provinsi, kabupaten
kota dan lain sebagainya. Bahkan dari
private
sektor kami tahun ini punya target
100.000 1000 peserta begitu ya,
macam-macam terkait IoT, AI, kemudian
bagaimana mengenai security development
dalam arti developer ya untuk membangun
aplikasi-aplikasi, memperkuat bisnis
model dan lain sebagainya. Nah, semua
itu terdapat di dalam portal kami yang
disebut digital ya. Nanti Bapak Ibu bisa
install gitu ya.
Namun untuk mereka dari industri ataupun
mereka yang sedang mencari kerja, kami
mempersiapkan juga yang disebut
certification
ya. Karena itu ada berbagai macam
ya. Sebagai contoh saya berikan adalah
AI. AI ada dua TRK. Satu sebagai user,
satu sebagai developer. User pun ada
dari beginner sampai dengan advance.
kita sebut sebagai prom engineer untuk
AI. Kalau yang untuk developer tentu
saja mereka akan mengembangkan aplikasi
berbasis AI ataupun aplikasi yang ada
diequip dengan AI dari level beginner
sampai dengan advance sebagai seorang
developer. Nah, sertifikasinya kami
siapkan ya bagi mereka-mereka yang
membutuhkannya macam-macam ya. Dan
kemudian yang paling penting adalah
tidak berhenti mereka hanya sekedar
certificate of compion, kemudian
certification of competencies ya. Tapi
para peserta yang memiliki sertifikasi
kami kumpulkan dalam talent pool. Nah,
talent pool ini yang nanti kita connect
kita sebutnya platform kami adalah
deploy. Nah,
ini itu akan kami connect saat ini sudah
terkoneksi dengan cukup banyak ini
sekitar 1000 ee korporasi
untuk mendapatkan opportunity pekerjaan
gitu ya. Nah, ini untuk
mengurangi ee pengangguran ataupun
meningkatkan masyarakat untuk memperoleh
kehidupan yang lebih baik. Terakhir ini
adalah DLA. DLA ini menjadi bagian yang
penting khususnya kita ya Bapak, Ibu
sekalian sebagai ASN ini juga ada
namanya digital leadership academy. Di
dalamnya ada government transformation
academy dan lain sebagainya. Sebagai
informasi kami dari Kementerian Komdizi
juga memberikan scholarship juga S2, S3
dalam dan luar negeri. Nah, Bapak, Ibu
sekalian, yang menarik adalah kita ke
depan tidak hanya berhenti pada hal
bagaimana mempersiapkan masyarakat kita
terbebas dari informasi yang salah atau
yang di kamuflase atau bahkan
difabrikasi. Ya, tadi ada misinformasi,
disinformasi, mal informasi. Nah, ini
harus kita jaga. jangan sampai
menghancurkan, mengubah ataupun merusak
tatanan kehidupan berbangsa bernegara.
Nah, ini empat kunci yang kami berikan
terkait tadi literasi
digital.
Nah, ini sudah kami sampaikan di luar
daripada hal-hal yang sifatnya teknikal,
kami juga menyediakan
pelatihan-pelatihan yang
sifatnya entrepreneurship. Mohon maaf
saya agak mundur sedikit ya. Ini adalah
terkait entrepreneurship dan ada yang
terkait tematik akademi
ya. Digital entrepreneurship macam-macam
bisa untuk UMKM kemudian bisa juga untuk
mereka yang membangun koperasi
bersama-sama ya.
Bahkan untuk tematik akademik itu bisa
dikhususkan bagi diabel, ibu-ibu. Karena
kami sangat paham kami harus bersifat
inklusif ya, berbasis gender dan juga
kepada masyarakat yang ee memiliki
kebutuhan khusus. Nah, oleh karena itu
kami menyiapkan ee berbagai tematik
akademi khusus bagi mereka.
Selanjutnya, Bapak, Ibu sekalian ee kami
juga melakukan berbagai upaya ya untuk
memberikan skill set yang lebih kuat
kepada Bapak, Ibu sekalian sebagai
ASN. Kenapa? Karena kita pahami kita
harus
menyiapkan mindset. Nah, ini penting
sekali ya. Jangan sampai kita, mohon
maaf Bapak, Ibu sekalian yang berada
pada manajerial level atau pimpinan itu
kalah. Ya, kalah dalam arti bukan kalah
dalam arti ilmu pengetahuan, tapi kita
menjadi
tidak memiliki kemampuan beradaptasi
dengan perubahan.
Karena ini penting kita
sebagai middle middle eh decision maker
gitu ya ataupun sebagai decision
maker itu harus adaptif manakala
rekan-rekan muda, staf-staf kita
memberikan input terkait pemanfaatan
digital untuk
pembaharuan-kebaharuan, perbaikan,
akselerasi, inovasi di tempat bekerja
Bapak, Ibu sekalian. Oleh karena itu,
jangan berhenti belajar. Nah, itu
penting sekali. Bisa diequip dengan kita
melakukan pelatihan ada digital literasi
dan yang sifatnya digital skill. Nah,
ini menjadi tantangan dan upaya kami ke
depan kita berkolaborasi. Kami baru saja
juga berkolaborasi dengan BPSDM
Kemendagri.
Pak Sugeng sangat welcome. Kami
berkolaborasi sehingga kita akan
melakukan bagaimana meningkatkan skill
set artificial intelligence kepada ASN
di Kementerian Dalam Negeri. Tidak
berhenti Kementerian Dalam Negeri
melalui Kemendagri kami akan menjangkau
seluruh provinsi dan kabupaten kota.
Jadi, Bapak, Ibu sekalian, selain skill
set yang sudah ada, kita masuk ke level
yang lebih lanjut ya, terkait dengan
artificial intelligence. Baik.
Em
ini program terkait dengan ee khususnya
untuk ASN Digital Leadership Academy ini
kita sudah menjalini beberapa tahun yang
berjalan ini dari ee
2022 ya ee tahun ini kita sudah memiliki
digital leadership Academy bersama
Kalimantan Utara ya ee baru saja
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:06 UTC
Categories
Manage