File TXT tidak ditemukan.
ASN Belajar Seri 20 | 2025 - ASN: Garda Pancasila Andal Di Era Digital
lsnCeEa3M9A • 2025-05-28
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. [Musik] menjadi ASN berakhlak mulia, siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi SM getar berkualitas SM belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia tekad pantang menyerah jadi ASN cepat [Musik] berkewajiban bersama. [Musik] Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar yang dipersembahkan oleh Corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format. Nama strip asal instansi sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. Empat, apabila Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting, ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN Belajar. [Musik] Untuk menjawab tantangan tersebut perlu upaya peningkatan daya SNSN serta kerja sama kemitraan harmonis. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pengembangan kompetensi bagi ASN sesuai dengan tuntutan tugas jabatan dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta terintegrasi secara ee nasional. Kami berharap alumni serentifikasi komponensi mampu menggali informasi semaksimal mungkin keluar dari sertifikasi yang telah Bapak Ibu lakukan. ee sehingga Bapak Ibu yang telah menyatakan kompetan itu memiliki ruang, gerak dan waktu bisa menatapan yang lebih sehingga Bapak Ibu akan dipersiapkan kembali pada yang lain, pada uji kompetensi yang lain tentu dengan jenjang yang berbeda. Mudah-mudahan untuk Bapak ngih ee bisa masuk ke hukum yang lain untuk dengan kompetensi yang berbeda [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar. yang dipersembahkan oleh Corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format nama strip asal instansi sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. Empat. Apabila Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi Sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting, ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN Belajar. [Musik] Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar yang dipersembahkan oleh Corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format. Nama strip asal instansi sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. Empat. Apabila sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi Sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting, ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN Belajar. [Musik] Terima kasih atas kehadiran Bapak-bapak. kami ee sebenarnya Pak Ibuara sebagai kami ingin mengundang seluruh alumni insyaallah nanti bertahan karena keterbatasan kami sehingga Bapaklah yang beruntung untuk diundang oleh hurara untuk segera mengikuti proses teler stadi kali ini. Ee tujuan teler stadi kali ini adalah ee untuk menggali informasi, Pak. menggali informasi baik kompetensi-kompetensi teknis atau kompetensi-kompetensi tertentu yang Bapak Ibu miliki untuk dikangkan ke dalam kemarin maupun proses secara teknis. [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. [Musik] ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia tukan tekad pantang sejarah jadi ASN berkualitar [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik, melayani bangsa Dengan sepenuh hati barah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Berentas melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Kami dari sini sukses dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa batasannya. Selalu adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tangan satu tujuan. Menjadikan ASN lebih berakhlak. bekerja sepenuh hati, tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani [Musik] bangsa. Kami dari sini tegas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragam. sepuh hati tulus membantu [Musik] Pada hari ini, Senin, 9 Desember 2024, kita semua dapat berkumpul bersama dalam penyelenggaraan kegiatan sharing session sobat sertifikasi kompetensi investasi ASN berkualitas dalam keadaan sehat walaf. Salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas ASN adalah perubahan kompetensi melalui sertifikasi kompetensi. Sertifikasi kompetensi bukan sekedar selar penghanal tetapi melupakan bentuk investasi nyata memastikan ASN memiliki standar kean yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan sertifikasi kompetensi investasi ASN kualitasan dibuka dan dimulai. [Musik] A [Musik] 2 S. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, sahabat ASN di mana pun Anda berada, baik yang sudah bergabung di Zoom meeting ataupun yang tengah menyaksikan melalui live YouTube BPSDM Jatim TV. Senang sekali saya Lukman Ali dapat kembali menyapa Sobat ASN dalam webinar ASN Belajar seri 20 tahun 2025 persembahan Corpu SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sobat ASN, pesatnya perkembangan teknologi digital tentunya ini membawa banyak sekali manfaat ya bagi masyarakat kita. Namun tak sedikit pula dampak negatif yang diakibatkan. Salah satunya adalah munculnya paham-paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila akibat akulturasi budaya melalui platform digital. Dan tentunya sebagai ganda terdepan dalam menjalankan roda pemerintahan, saya yakin ASN dituntut untuk adaptif dan cakap terhadap perkembangan digital tanpa kehilangan jati diri sebagai pelayan publik yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila sehingga mampu memberikan pelayanan publik yang inklusif, humanis, serta berlandaskan Pancasila. Dan dalam rangka menyambut hari kelahiran Pancasila, ayo jadi bagian dalam transformasi ASN yang handal, cakap digital, dan berjiwa nasionalis bersama webinar ASN belajar seri 20 tahun 2025. [Musik] S. Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN Belajar seri 20 tahun 2025, kali ini kita akan dengarkan bersama opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SP. MP. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita semuanya. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Rabu tanggal 28 Mei 2025, ASN belajar telah memasuki seri yang ke-20. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN Pelajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami terus berkomitmen sekaligus terus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik persembahan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-20 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka turut serta menyemarakkan pemikiran dalam momen hari lahir Pancasila yang akan kita peringati pada tanggal 1 Juni beberapa hari lagi. Tanggal 1 Juni adalah sebuah momentum historis yang sangat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Setiap tanggal 1 Juni, segenap komponen bangsa dan masyarakat Indonesia berkomitmen untuk memperingati hari lahir Pancasila dalam rangka penguatan pengarutamaan Pancasila dalam seluruh bidang kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. sebuah momentum yang tidak hanya dapat kita maknai sebagai nostalgia sejarah, tetapi juga sebagai sebuah narasi nasional untuk memantapkan komitmen Pancasila sebagai ideologi dan falsafah bangsa. Karena itu, ASN belajar seri ke-20 tahun 2025 ini mengangkat topik ASN Garda Pancasila andal di era digital. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam SN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sabat ASN di seluruh tanah air, Pancasila adalah falsafah dasar yang menjadi suluh perjalanan bangsa. Dalam denyut nadi Pancasila tertanam nilai luhur tentang ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan permusyawaratan serta keadilan yang menjadi penopang utama rumah besar bernama Indonesia. Pancasila bukan sekedar dasar konstitusional, melainkan jiwa yang menyatukan keberagaman dalam satu kesadaran kebangsaan yang utuh. Dalam konteks pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, Pancasila tidak boleh hanya dikidungkan dalam seremonial, namun harus dijawah dalam kerja nyata. Sejarah telah membuktikan bahwa Pancasila adalah tali pengikat bangsa yang majemuk yang mampu menjaga persatuan di tengah gelombang perbedaan dan ancaman perpecahan. Sejarah telah membuktikan bahwa Pancasila bukan hanya dasar negara, tapi juga sistem nilai yang terbukti adaptif dalam menjawab dinamika zaman tanpa kehilangan akar identitas kebangsaan. Sejarah telah membuktikan bahwa Pancasila adalah nafas yang menghidupi rakyat Indonesia sebagai bangsa yang besar dan unggul dalam kancah daya saing global. Sejarah telah membuktikan bahwa Pancasila mampu menuntun Indonesia melewati berbagai ujian sejarah dari masa revolusi hingga era reformasi karena nilai-nilainya hidup dalam denyut rakyat dan jiwa konstitusi kita. Di sinilah peran aparatur sipil negara menjadi sangat strategis. ASN bukan hanya pelaksana kebijakan, tapi juga elan vital, tenaga penggerak utama yang menerjemahkan nilai-nilai Pancasila dalam sistem pelayanan publik yang adil, bersih, dan berorientasi pada kepentingan rakyat. ASN adalah wajah negara yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dan dalam wajah itulah seharusnya Pancasila terpancar. Tugas ASN tidak ringan. Ia dituntut bukan hanya kompeten dalam kinerja, tapi juga teguh dalam integritas serta bijak dalam perilaku. ASN sudah semestinya menjadi suri tauladan dan menjunjung tinggi etika profesi, mengedepankan semangat gotongroyong, dan menolak segala bentuk penyimpangan yang merusak sendi kepercayaan publik. Menjadi ASN berarti menjadi penjaga moral negara yang dalam setiap langkah kerjanya memuliakan martabat kemanusiaan dan merawat keutuhan bangsa. Di tengah gelombang disrupsi teknologi dan dinamika global yang begitu cepat, Pancasila telah menjadi jangkar identitas. ASN sebagai pemimpin perubahan harus mampu memadukan inovasi dan nilai teknologi dengan etika dan efisiensi dengan empati. Di wajah ASN seharusnya nilai Pancasila terpancar sebagai cermin dari pengabdian yang jujur, adil, dan berkeadaban. ASN sebagai pelayan masyarakat dan penjaga nilai-nilai luhur adalah pilar utama dalam menjaga nyala obor Pancasila. Dengan kerja yang bersih, hati yang tulus, dan visi yang luhur, kita bersama mengukir Indonesia yang maju dan bermartabat. Sobat ASN di seluruh tanah air, lalu bagaimana ikhtiar kita pada momentum hari lahir Pancasila ini agar ASN sebagai elan vital bangsa mampu menunjukkan peran-peran strategis untuk turut menjaga kekokohan Pancasila sebagai falsafah bangsa. Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama, kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Ir. Prakoso, M.M. Beliau adalah deputi hubungan antar lembaga sosialisasi komunikasi dan jaringan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP. Kedua, kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Dr. Ir. Boni Fasius Wahyu Pujianto, MT. Beliau adalah Kepala BPSDM Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Dan yang ketiga, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Prof. Dr. Sarkawi, S.S., M.Hum. Beliau adalah guru besar bidang sejarah revolusi Universitas Erlangga Surabaya. Nah, Sobat SN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-20 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan sekali lagi terima kasih kepada Bapak Dr. Ramlianto, SPMP atas opening speech yang telah disampaikan. Baik, Sobat TN. Selanjutnya kita akan simak bersama keynote speech yang kali ini akan disampaikan oleh Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP RI yang saat ini beliau juga menjabat sebagai Plt. Deputi Bidang Pendidikan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia, Bapak Ir. Prakoso, M.M. [Musik] Selamat pagi, Pak. Pagi, Mas. Mas Lukman. Kabar baik, Pak? Baik, Mas Lukman. Ini luar biasa banget saya berkesempatan bertemu dan berbincang langsung dengan Bapak Ir. Prakoso, apalagi di era yang sekarang ya, Pak ya. kita sebutnya ada istilah netizen yang istilahnya ketika ada isu tertentu itu mereka bisa mengeluarkan komentar yang berbagai macam dan istilahnya tidak mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila. Nah, kali ini kita akan simak bersama paparan keynote speech yang akan disampaikan oleh Bapak Ir. Prakosa, M.M. Semoga dengan apa yang nanti Bapak sampaikan ini bisa menggugah semangat kita sebagai para SN untuk menginternalisasi nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat kita. Kami persilakan Pak Ir. Prakosa untuk menyampaikan keynot speed-nya. Saya paparan boleh. Silakan, Pak. Apakah sudah diilihat anunya paparan saya? Oh, sudah, sudah, sudah terlihat Bapak ya. Ini terima kasih sekali Mas Lukman dan hadirin sekalian. para ASN Garda Pancasila di era digital kerja sama dengan BPSDM ee ee Jawa Timur. Langsung saja ee di era sekarang ASN tahu sekali bahwa Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tentang Aparatur Sipil Negara di mana di pasal 3nya pegawai ASN memang memegang teguh ideologi Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta pemerintahan yang siap. pegawai ASN mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN yang terdiri atas tadi disampaikan oleh Bapak Kepala Badan BPSDM Jawa Timur, Pak Ramli berorientasi pelayanan akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Dan ASN sendiri berfungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayanan publik, perekat, dan persatuan bangsa. pemersatu bangsa. Jadi, ASN itu juga perekat dan dan pemersatu bangsa. Jadi, ini adalah undang-undang tentang ASN yang perlu disadari bersama. Tindak lanjut selanjutnya ini dalam rangka memperingati hari lahirnya Pancasila 1 Juni. Mengapa ada undang-undang ini? Karena ada Undang-Undang Dasarnya sebagai konsensus kita sebagai negara Indonesia. Maka pegawai ASN setia setiap dan taat kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Ini kewajiban ASN Bapak Ibu sekalian. Mengapa kami, kita semua? Karena mempunyai negara yang menjadi kesepakatan kita. Terus kita tindak lanjutin lagi ee para SN yang kami ee hormati. Jadi negara Indonesia itu kalau kita bagi ya ada tahapannya. Ketika ada penjajahan kebangkitan, menyepakati sebagai prinsip dasar negara dibangunnya negara ini yaitu Pancasila. Terus merdeka, konstitusi mengisi kemerdekaan. Era kita sekarang mengisi kemerdekaan. Namun sebelum itu kita harus tahu semua lan anu apa tuh yang kita ketahui era kolonialisasi zaman dulu kita ya memang era penjajahan kita memang terkolonialisasi terjajah oleh yang namanya Belanda. Selanjutnya kita negara kita yang akan kita merdekakan yaitu ya di petanya itu ya peta Hindia Belanda. Inilah yang akan kita merdekakan. Era itu era kita sebagai negara yang kelas dua karena terkolonialisasi. Inilah potret waktu kita terkolonialisasi. waktu kita belum merdeka era-era itu lah. Inilah yang kita perjuangkan. Mengapa kita terkolonialisasi, Bapak, Ibu sekalian, para SN? Yang perlu kita ketahui karena kita terjajah. Mengapa kita terjajah? Karena kita kalah teknologi militernya. Kerajaan-kerajaan di Nusantara tadi kalah dengan penjajah yang mempunyai senjata. Nah, itulah yang harus kita apa kita sadari. Maka kita dipecah belah baru era-era awal abad 19 yaitu adanya kebangkitan nasional. Salah satunya dari Jawa Timur juga di situ adanya kebangkitan nasional, adanya Budi Utomo dan sebagainya dan sebagainya, adanya Stofia dan sebagainya dan sebagainya. adanya kelompok pelajar-pelajar kita yang sekolah di Netherland juga menginisiasi untuk kita keluar dari penjajahan itu. Maka ada filosofi gonsahnya, ada Sumpah Pemuda yang ada di Negara Kesatuan Indonesia sekarang ini itu memang berbeda-beda loh, tetapi tetap satu juga loh. Di dalam Sumpah Pemuda kita sudah mendefinisikan bahwa kita akan membuat, bersumpah bahwa kita adalah satu tanah air, yaitu tanah air Indonesia, satu bangsa-bangsa Indonesia, satu bahas-bahasa Indonesia. Itu definisi kita di konvensi Montevideo Convention on Red and State tahun 1933 disebutkan ada empat negara, ada empat syarat negara harus dipenuhi. Populasi, teritori, struktur pemerintahan, dan memperoleh pengakuan internasional. Biar kita tahu tentang sejarah lahirnya Pancasila, maka kita awali dengan tahun 1940 di mana Jerman menduduki Belanda sehingga Nusantara ini yang nantinya menjadi negara kesatuan Republik Indonesia yaitu Hindia Belanda diberlakukan darurat karena negara Belandanya sendiri itu di apa ee diduduki oleh ee ee Jerman dan setelah Desember tanggal 741 Jepang menyerang Pirhalbor Amerika maka Belanda sekutu Amerika menyatakan perang terhadap Jepang. Namun Bapak Ibu sekalian, kita ketahui sekali bahwa Jepang tanggal 10 Januari menginvansi Hindia Belanda ini yang sekarang Indonesia ini di invasi Jepang. Hanya 3 bulan Belanda kalah. Pada 8 Maret 42 Belanda menyerah. Sehingga Nusantara ini diduduki oleh Jepang. Yang beratus-ratus tahun VOC Belanda mengkooptasi bumi Nusantara ini diambil alih oleh Jepang. Pada waktu itu Perang Dunia Kedua. Bapak Ibu sekalian. Bapak Ibu sekalian. Era itulah kita menyepakati bahwa para pemuda tokoh-tokoh nasional berkumpul di ee gedung Pancasila sekarang The Blue itu menyepakati kita akan membangun suatu negara. Harus ada kesepakatan dulu. Nilai-nilai apa? Nilai intangible apa? value apa yang menjadikan perekat kita semua lah. Itulah sidang BPUPK. Inilah gedungnya sekarang. Di sinilah dirumuskan nilai-nilai Pancasila itu oleh para pendiri bangsa. Bapak, Ibu sekalian. Selanjutnya kita tersepakatilah yang namanya Pancasila yang disampaikan oleh Bapak Kepala BPSDM tadi ada lima tadi. Mengapa Pancasila? Karena Pancasila apa dulu ya? Pancasila lahir 1 Juni 1945 yang saya sampaikan tadi sebagai dasar negara. Lima prinsip kesepakatan konsensus ketika nanti akan didirikan negara Indonesia. Jadi Indonesia belum berdiri nih dasarnya harus tahu dulu, sepakat dulu mengapa kita menilai memilih Pancasila. Karena nilai-nilai Pancasila itulah sebagai pemersatu bineka tunggalika asli digali dari bumi Indonesia. bahwa berketuhanan, berkemanusiaan, berpersatuan, berkerakyatan, musyawarah, berkeadilan, itu nilai-nilai itu asli digali dari budaya nusantara ini, Bapak, Ibu sekalian. Untuk apa? untuk membebaskan dari koloni, membebaskan dari penjajah, melindungi, memajukan kesejahteraan, dan mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia di state di konstitusi kita pembukaannya. Bagaimana menjalankannya? Ya, menjalankan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Semua regulasi berdasarkan Pancasila. Ada nilai Pancasilanya. Karena negara ini dibangun dasarnya itu, Bapak, Ibu sekalian. Itu yang perlu kita ketahui bersama. Inilah Pancasila sebagai pandangan ibut, sebagai pemersatu, sebagai dasar, sebagai filosofi gronslah, sebagai sumber daripada sumber hukum di Indonesia. nilai-nilai Pancasila itu. Nah, kesepakatan peranglah dunia kedua itu tadi terus masih berjalan. 6 Agustus Hiroshima di bom. 9 Agustus Nagasaki di bom. Tentara sekutu pimpinan Amerika ini dibom. Ini pengebomannya. Tanggal 14 Agustus, Sultan Syahrir dan beberapa orang mendengarkan kabar dari radio bahwa Jepang takluk dengan sekutu. Sehingga kekosongan di Hindia Belanda, bumi Nusantara ini tadi sudah tidak ada penjajahan Jepang karena Jepang menyerah. Tanggal 15 Agustus golongan pemuda mengadakan perundingan. Kalau inilah momentumnya saat kita merebut kekosongan dari ee negara ini, Belanda pergi kalah sama Jepang, Jepang kalah sama sekutu, ada kekosongan. Maka tanggal 15 para pemuda Soekarni pada waktu itu salah satu tokohnya yaitu merencanakan untuk segera mendorong Soekarno Hatta untuk memerdekakan Indonesia. Maka ada peristiwa Rengas Dengklok. Peristiwa Sengas penculikan Soekarno dan orang tokoh-tokoh masya tokoh-tokoh ee pergerakan pada waktu itu. Dan tanggal 16 malamnya Pak Karno dan Pak Bunghaatta dari Rengas Dengklok dijemput oleh Subandrio untuk segera ke Jakarta dan menyampaikan proklamasi. Betul apa adanya. 17 Agustus Soekarno menyatakan kemerdekaannya. Soekarno menyatakan kemerdekaannya. Inilah kita merdeka. The winner take all. Pancasila take all. Jadi Pancasila mengapa kita sepakati? Karena kita menang perang. Ini Pancasila itu menang perang. Inilah revolusi yang menang memimpin. Proklamasi kemerdekaan. Ingat dan dimuntif video tadi bahwa harus adanya pengakuan internasional. Maka kita ada pengakuan internasional. Itulah yang perlu kita sepakati bahwa kita punya dasar negara yang menjadi kesepakatan kita dan kita menang perang, kita memproklamirkan diri, kita punya teritori yang kita perjuangkan, kita punya rakyat, kita punya wakil bangsa kita ini, pemerintahan ini dan kita diakui secara internasional. Kitalah negara Indonesia. maka konstitusinya mengikat. Mengapa harus ditunduk? Karena ini konstitusi sebagai hukum dasar, hukum positif yang berlaku kepada seluruh warga negara Indonesia tidak ada kecualinya. Sehingga ee kita bersepakat dengan Pancasila, kita mengikuti undang-undang turunannya adalah mengikat kepada seluruh warga negara Indonesia tanpa kecuali. namanya hukum positif. Bapak, Ibu sekalian, kita punya cita-cita juga di pembukaan alineia. Namun tanggal setelah kita merdeka, Belanda pun melakukan agresi atau mau mentake over sendiri. Padahal perjanjian internasional the winner take all. Maka setelah ada agresi Belanda 12 tetap kita hadapi dengan perang betulan, bukan perang diplomatik ini perang fisik. Ada peristiwa Ambarawa, ada peristiwa Surabaya. Di mana Brigadir Jenderal Arbetin Walterson Malabi meninggal dunia waktu itu. Inilah perang betulan. Konvensi Media Bundar baru mengakui Indonesia sebagai negara merdeka. Maka kita punya bendera, kita punya istana, kita punya presiden pertama kali yang dilantik Soekarno di keraton Yogyakarta tahun. Inilah presiden pertama kali kita gitu. Inilah negara Pancasila kita ini. Kitabeka. Inilah memang kita tidak hanya satu golongan Jong Java, Jong Sumatera, Jong Celebus, Jong Ambon semuanya adalah itu Indonesia. Indonesia itu bineka tunggalitan. Sehingga kita karena kita punya negara, kita punya teritori yang sekarang Bapak Ibu mungkin punya sertifikat ini karena kita punya Pancasila ini. Ada Pancasilanya, ada teritorinya kita punya KTP penduduk ada Pancasilanya. Kita punya paspor diakui bahwa kalau kita melancong ke luar negeri ada Pancasilanya. Kita punya uang Indonesia ada Pancasilanya. Kita punya pulau kurang lebih 17.500 17.504 pulau ada 278 juta penduduk. Inilah Indonesia ada inilah teritorial kita Bapak Ibu sekalian dan kita punya tetangga. Ada tetangga kita yang langsung berdekatan dengan Indonesia ada 10 Bapak Ibu sekalian. Dan inilah kita punya besar sekali wilayah 5 juta km² kurang lebih 2 jutanya daratan, 3 jutanya lautan. Namun oleh Deklarasi Juanda ini menjadi satu kesatuan darat laut itu satu kesatuan Deklarasi Juanda dan telah teralifikasi oleh UNCLOS pada tahun 1982. Bapak, Ibu sekalian. Maka Pancasila sebagai dasar negara ini ada tangible and tangible. Pancasilanya itu nilai-nilainya. Tangibelnya ya kita punya tanah air ini, punya negara ini, punya wilayah ini, itu bisa dira. Tapi dalam hatinya, dalam nilai-nilainya, itulah Pancasila kita yang harus kita jaga bersama. sehingga kita juga di ee jadikan moto kita binikan tunggalika sekretarisp juga solidarity tunggal ika unity Nah, untuk maju ke depan dunia pun kalau ber moto seperti Indonesia akan lebih baik, Bapak Ibu sekalian. Nah, inilah kita bangun. Kita punya negara yang subur, kita punya hutan yang luas, kita punya air yang jernih, kita punya pantai yang banyak sekali, Bapak, Ibu sekalian. Dan kita tinggal di Jambrut Katolis. bahagia hidup sejahtera dikasih alam berseri-seri berawi. Allah indah bermain di Filipina bertadu tawir burung beria berma. Nah, Bapak Ibu sekalian kita harus bersyukur bahwa negara kita damai, subur, dan ada di Katulistiwa. Nah, yang kita usahakan kita juga punya pertambangan. Nah, tata kelolanya ini yang perlu kita ee kuatkan bersama. Pancasila salah satunya sila kelima itu kita harus berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia loh. Maka Bapak, Ibu sekalian sebagai aparatur sipil negara harus memperjuangkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Ilmu pengetahuan harus kita miliki. Jangan sampai mengisi kemerdekaan adanya perpecahan. Seperti Yugoslavia sekarang sudah berantakan menjadi beberapa negara. Ada Macedonia, Kosovo, Montenegro, Elservia, Serbia. Inilah kalau salah tata kelola. Cekoswakia juga pecah. Maka ini harus kita aware bersama sebagai pemersatu. Aparatur sipil negara harus mengisi dengan menjalankan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dengan mengantisipasi perkembangan tren ke depannya kita capai Indonesia Raya. Tidak hanya Indonesia emas, Indonesia Raya seperti apa itu ee ee lagu Indonesia Raya, lagu kebangsaan kita. Stansa satu adalah kita harus berpersatuan, stansa dua kita harus bahagia, stansa ketiga kita harus abadi. Itu filosofi menciptakan lagu Indonesia Raya dengan dasar Pancasila. Maka kita perjuangkan GDP kita harus naik terus. Jangan sampai ini peta GDP dunia. Indonesia masih orange. Kita kalau bisa hijau sampai biru. Nah, inilah perjuangan kita. kita harus berani membanding-bandingkan era digital ini negara kita dengan negara lain. Makanya kita kecap, kita percepat kemajuannya itu salah satunya kita sudah mempunyai modal komparatif negara yang besar kita ubah menjadi kompetitif di situ ada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ada Pancasila, ada ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan kita punya resources. Itu yang harus kita perjuangkan. Persatuan Indonesia di era digital ini. Karena tanpa kita mengantisipasi era digital, kita menjadi penonton saja era digital. Tapi jangan ingat juga era digital adanya algoritma media sosial dengan AE yang istilah kerennya Sundel Bolong. Sepertinya bagus tapi ternyata jelek. Nah, inilah yang harus diantisipasi sebagai ASN adanya algoritma yang mendorong kita menjadikan salah dalam mempresepsi. Maka filosofi ground selahnya, Pancasilanya bahwa mengapa kita bersatu, mengapa kita punya negara, tujuannya apa itu harus disadari bersama. Itulah Pancasila Indonesia perjuangan kita. Mana saja yang harus kita kuatkan? manufaktur, teknologi, finance, apa itu fashion, retail, hood andage, real estate dan sebagainya. Itulah kolam-kolam yang harus kita dorong untuk menjadikan apa itu Indonesia mempunyai GDP lebih kuat lagi. Sehingga funding father kita dulu mempunyai cita-cita yang harus kita implementasikan. Inilah era wong aku E era maka era gardanya salah satunya ASN harus terus dikuatkan mental pemuda-pemudanya juga harus dikuatkan. [Musik] Aku senju ini antemnya SMA 20 Surabaya. Ini dari Aceh sampai Papua. Kabupaten Mitrat, Provinsi Papua Barat. Salam Pancasila. sama dari Natuna yang paling jauh di atas sana, Laut Cina Selatan. Salam Pancasila. Demikian untuk paparan saya. Semoga bermanfaat. Salam Pancasila. Salam Pancasila. Terima kasih Bapak Ir. Prakoso, MM atas keynote speech yang telah disampaikan. Luar biasa sekali ya. kita bisa melihat bagaimana kilas balik ee era sebelum lahirnya Pancasila, ketika lahir Pancasila sampai dengan era kita sekarang ini adalah era untuk mengisi kemerdekaan. Dan tadi yang perlu di-highlight adalah sekretaris PPB aja bangga dengan moto bineka tunggal IK kita. Gimana kita harus juga bisa bangga ya dan bisa spreading awareness tidak hanya dalam ucapan tapi juga tindakan kita sebagai ASN di kehidupan sehari-hari. Sekali lagi terima kasih Bapak Inyur Prakoso atasnya di webinar ASM Belajar seri 20. Semoga kita bisa bertemu lagi di event-event selanjutnya. Sama sehat selalu Bapak. Sama sehat selalu. Terima kasih, Pak Boni, teman saya ini, Pak Boni. Terima kasih, Pak Boni. Pak Punding Pujianto. Siap. Terima kasih kembali Pak Ir. Prakoso, M.M. Dan Sobat ASN. Sebelum kita berlanjut ke sesi pemaparan narasumber, Sobat ASN sudah dapat melakukan presensi pada laman semesta Bangkom dan link presensi ini dapat Sobat ASN lihat pada running tags. Kemudian Sobat ASN juga dapat lihat melalui kolom chat Zoom ataupun pincet YouTube BPSDM Jatim TV. Dan memang karena dikarenakan saat ini traffic presensi kita sedang tinggi, bagi Sobat TSN yang masih belum bisa akses presensi dapat mencoba kembali secara berkalah. Baik, Sobat TSN, sesaat lagi kita akan memasuki sesi pemaparan narasumber kita yang pertama. Tapi sebelum itu kita saksikan video berikut ini. [Musik] Anda kembali lagi menyaksikan webinar ASN Belajar seri 20 2025. Sobat ASN, kali ini kita akan bersama-sama dengarkan materi pertama yang kali ini akan disampaikan oleh narasumber pertama kita, Kepala BPSDM Kementerian Komunikasi Digital Republik Indonesia, Bapak Dr. Ir. Bonifacius Wahyu Pujianto, MT. [Musik] Baik, saya akan sapa beliau terlebih dahulu. Selamat pagi, Pak Boni. Selamat pagi. Kabar baik, Pak? Apakah bisa didengar? Terdengar jelas, Pak? Clear sekali, Pak Boni, tadi sudah disampaikan oleh Pak Ir. Prakoso ya, bagaimana sejarah dari lahirnya Pancasila dan kita sekarang sudah berada di era untuk mengisi kemerdekaan. Tapi seolah-olah kalau sekarang kita lihat kan banyak sekali media sosial yang berkembang ya, Pak ya. dan kita juga semakin bebas untuk berpendapat via media sosial. Pada akhirnya isu-isu seperti diskriminasi, bullying, kekerasan verbal, kemudian poli ee polarisasi politik pasca pemilu itu juga masih terjadi gitu. Nah, kali ini kita ingin mendengarkan paparan menarik dari Pak Bonifasius. Bagaimana Bapak menanggapi isu-isu seperti ini dan bagaimana ASN ini bisa menginternalisasi nilai-nilai luhur Pancasila dalam pekerjaannya sehari-hari. Izin Riman juga Bapak untuk waktu penyampaian materi nanti akan berdurasi kurang lebih selama 30 menit. Nanti kita akan lanjut di sesi tanya jawab atau Q&A. Saya persilakan kepada yang kami hormati Bapak Bonifasius untuk menyampaikan materinya. Monggo, Pak. Baik, selamat pagi. Saya coba share screen saat ini. Mudah-mudahan bisa dilihat dengan nyaman. Iya. Oke. Em, semoga bisa dilihat dengan baik Bapak Ibu semua. Terima kasih. Selamat pagi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Shalom. Om swastiastu. Namo budaya. Salam kebajikan. Bapak, Ibu semua, tadi pagi ee saat pembukaan Pak Kepala BPSDM Provinsi Japim telah menyampaikan ya ee tujuan dari pelatihan ataupun ee event pada hari pagi hari ini. Dan yang menarik tadi Pak Prakoso itu menceritakan bagaimana sejarah mengenai perjuangan bangsa Indonesia meraih kemerdekaan. Tapi ingat, kita tidak berhenti pada saat hanya sampai di pintu gerbang kemerdekaan. Kurang lebih begitu ya. Justru tantangan terberat adalah bagaimana kita membangun bangsa ini. Menjadi bangsa yang besar, menjadi bangsa yang memiliki kemampuan tumbuh dan berkembang diilengkapi oleh masyarakat yang cerdas sehingga ekonomi bisa bergulir dengan cepat. Nah, Bapak Ibu sekalian pada pagi hari ini saya akan sedikit menceritakan kenapa Bapak Ibu sekalian itu perlu terus mengasah diri walaupun kita ASN ya Bapak Ibu sekalian tapi kita harus meletakkan upaya untuk terus berkembang, mencari ilmu, meningkatkan skill atau kita sering mengatakan sebagai skill set kita untuk membangun bangsa. Tentu ini tidak terbatas pada ee ASN saja, justru kalangan muda ini menjadi motor pergerakan dan pembangunan nasional kita ke depan. Mari kita mulai. Nah, ee Bapak Ibu sekalian, saat ini kita Kementerian Komdiji memiliki visi untuk membangun Indonesia Emas 2045 yang telah dicanangkan oleh Bapak Presiden dan kemudian juga kita perlu membangun bersama-sama ekonomi Indonesia yang lebih kuat di masa depan. Nah, untuk itu kami dari Kementerian Komdigi memiliki beberapa pilar program ya. Jadi kalau kita lihat yang pertama maka di sini ada yang kita sebut sebagai visi Indonesia Digital 45. Kemudian di sini ada fungsi-fungsi sebentar saya coba gunakan yang lebih clear sebentar. Oke, mohon maaf sedikit saya perlu mengubah setting. Nah, untuk membangun Indonesia emas ini kita membutuhkan pilar-pilar yang kuat. Sebenarnya ada empat pilar yaitu pemerintahan digital, ekonomi digital, masyarakat digital, serta infrastruktur digital. Empat pilar itu yang menyangga pembangunan digital Indonesia ke depan. Nah, pertanyaannya adalah kok di bagian tengah ada area yang kita sebut future teknologi dan ekosistem. Bapak, Ibu sekalian, kita harus siap bahwa teknologi itu tidak akan berhenti. Itu keniscayaan. Oleh karena itu, kita harus mampu melakukan adaptasi, kemudian juga belajar memanfaatkan, bahkan mencari nilai tambah yang bisa dihasilkan. Nah, kenapa kita harus terus belajar? Karena kita adalah bangsa yang besar. Tadi Pak Pras sudah menyampaikan begitu banyak indikator terkait dengan kekuatan bangsa kita. Khusus di sektor digital kita memiliki 370,1 juta koneksi seluler. Kemudian ada juga pengguna internet 200,4 juta. Padahal penduduk tadi 270 8 juta atau sekian ya. Jadi jumlah pengguna internet kurang lebih 73% ya pengguna internet. Sedangkan, nah ini yang luar bias luar biasa besar adalah jumlah pembelian barang konsumsi dari tahun ke tahun itu 198,6 juta. Jadi apalagi ini didorong dengan e-commerce, transaksi perdagangan itu sangat masif. Nah, namun kembali jangan sampai perdagangan secara digital tersebut akhirnya dikuasai oleh produk-produk dari luar. kita harus mendorong transaksi perdagangan yang bersifat konsumtif ini justru produk-produk dari dalam negeri. Yang terakhir, waktu penggunaan daripada internet rata-rata adalah 8,36 menit. Nah, saya mau tes Bapak Ibu sekalian. Bapak Ibu sekalian mungkin ada yang menggunakan Android begitu ya. Nah, nanti silakan kalau Bapak Ibu menggunakan Android kita buka setting. Nah, ini mohon maaf saya coba ee showcase gitu ya. Kemudian nanti dari setting biasanya ya kalau kita scroll down ke bawah nanti di bagian bawah ada yang disebut sebagai digital wellbeing and parental control gitu ya. Nah, kita bisa melihat di dalam behavior kita berapa jam kita online? Cocokkah nanti ya selama 24 jam? Cocokkah kira-kira kita ada 8 jam rata-rata 8 jam 30 menit. Tapi tampaknya kita berada lebih daripada itu berkait dengan penggunaan digital khususnya internet. Nah, di terkait digital wellbeing tersebut kita bisa melihat ini aplikasi apa saja yang paling banyak kita gunakan begitu. Ini bisa kita lihat hari ini sudah berapa lama atau berdasarkan aplikasi apa yang kita gunakan ya paling sering kita gunakan. Tujuannya apa? Bapak Ibu sekalian tentu kita punya putra-putri ataupun kita punya ponakan ada anak-anak yang harus kita urus. kita bisa melihat behavior mereka berapa jam mereka di internet, aplikasi apa yang mereka gunakan. Kita sebagai orang tua wajib ya untuk menjaga, mengawasi anak-anak kita. Bagi Bapak Ibu yang kebetulan guru dan lain sebagainya bisa juga mencek anak-anak didik menggunakan apa saja. Bahkan kita bisa melihat hari-hari sebelumnya ini kebetulan misalkan hari ini tanggal 28 kita bisa cek tanggal 27 mereka menggunakan apa, aplikasi apa. Secara detail bisa kita lihat ya walaupun bukan konten ya tapi kita bisa memahami behavior dari anak-anak kita menggunakan internet. Ini penting. Ini sedikit clue ee kenapa kita perlu memahami sebenarnya untuk yang kebetulan ini yang Android ya, Bapak, Ibu sekalian. Tapi untuk ee saya rasa di yang Apple juga ada ya. Oke. Nah, selanjutnya emm sebentar slide. Mohon maaf saya agak merubah sedikit setting ya. Namun demikian, Bapak Ibu sekalian, tadi kita sudah memahami betapa pentingnya digitalisasi. Nah, ini tidak lepas dari kita perlu menyiapkan sumber daya manusia yang kuat. Nah, inilah faktor-faktor yang berdampak terhadap transformasi digital. Pertama, sumber daya manusia. tidak bisa dipungkiri karena kita yang menggunakan dan kita yang memanfaatkan. Namun tekno sumber daya manusia itu kita sebagai pengguna ataupun kita sebagai pengembang ataupun kita sebagai ee pelaksana. Jadi ada istilahnya tuh kita sebagai user, developer ataupun deployer, ya. Nah, ini kita membutuhkan suatu mekanisme yang kita sebut sebagai tata kelola dan kebijakan. Nah, di sini kita perlu menata agar digitalisasi yang dilakukan di institusi Bapak, Ibu sekalian itu ada prosedurnya. Bagaimana tata kelola manajemen perubahannya, bagaimana mengatasi manakala ada hal-hal yang tidak diinginkan. misalnya ada ee vising gitu ya, ada scamming dan lain sebagainya. Namun tidak kalah penting nanti Bapak Ibu akan kami sampaikan mengenai bagaimana menghindari berbagai informasi yang mungkin bisa mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa kita. Jadi hati-hati saat ini musim dalam arti masyarakat begitu mudahnya menyampaikan tulisan ataupun informasi yang belum tentu benar atau kita sebut sebagai bisa jadi suatu hoa. Nah, hoa itu bisa berupa misinformasi, disinformasi, dan malin informasi, ya. Nah, yang ketiga. Nah, ini aspek yang ketiga adalah bagaimana kita memahami aspek teknologi itu sendiri. Ya, mohon maaf ini eranya sekarang era digital yang sangat cepat perubahannya. Bahkan AI menjadi bagian dari kehidupan kita. Nanti pelan-pelan Bapak Ibu sekalian mohon juga mempelajari AI bukan sebagai tantangan. AI adalah tools yang justru membantu kita. Namun jangan sampai tadi ya ada hal-hal yang disalahgunakan dengan kemampuan AI tersebut. Begitu ya. Nah, terakhir data dan informasi. Nah, ini penting karena kita di ee pemerintahan ASN kita ada arsitektur data misalkan informasi data secara nasional kita juga ada satu data. Bahkan untuk penyimpanan data itu sendiri khusus data-data strategik itu dikumpulkan dalam pusat data nasional. Nah, ini mohon Bapak, Ibu sekalian ee memahami tidak mudah kita harus siap terhadap perubahan zaman tersebut. Pertanyaannya adalah kenapa kita harus mempersiapkan talenta digital bangsa Indonesia ini secara cermat? Nah, Bapak Ibu sekalian yang perlu kita perhatikan Indonesia ini memiliki jumlah penduduk yang besar. Namun demikian, jumlah talenta digital masih kurang. Jadi kalau kita lihat ini di dalam grafik ini, kita punya dream untuk bisa ee men-supplai sekitar 9 juta talenta digital tahun 2030 dimulai 2015. ee optimisnya kebutuhannya adalah 12 juta. Namun demikian, saat ini kita belum mampu menghasilkan sebanyak itu. Ada gap ya sekitar rata-rata 600.000 per tahun yang dibutuhkan untuk mengisi kekurangan tersebut. Nah, itu adalah PR besar kita bagaimana memenuhi kebutuhan 600.000 talenta digital setiap tahun. Kenapa? Kalau tidak, maka market yang besar dari negara kita akan diisi oleh warga negara lain sebagai talenta digital. Nah, kita bisa mengukur ke Bapak Ibu sekalian. Kita bisa cek di sini bagaimana indeks atau kesenjangan talenta digital di dalam ee diagram di sebelah kanan. Nah, matriks ini kalau kita lihat Jawa Timur. Nah, ini nomor 15 kondisinya sudah sangat baik relatif terhadap provinsi-provinsi yang lain. Em warnanya orange ya. Itu berarti kalau kita melihat dari ee indeksnya itu tinggi karena Jawa Timur memiliki jumlah kampus yang cukup tinggi. Ekosistem digitalnya juga maju ya. Nah, sekarang kenapa konsekuen kenapa hal ini penting? Karena ke depan masyarakat Indonesia itu perlu kita jaga pertumbuhan perkembangannya. Jangan sampai kita muncul berbagai dampak negatif karena digitalisasi. Salah satu upaya yang kami lakukan adalah melakukan yang kita sebut program literasi digital. ini terdapat di sisi yang sebelah kiri. Ini langkah pertama ini bersifat masif kepada seluruh masyarakat Indonesia. Tadi kuncinya di sini ada pelatihan yang terkait dengan digital skill, digital culture, etic, dan safety. Kita untuk mudahnya mengingatnya dengan singkatan cab ya. C-nya dari cakap digital ya. A-nya adalah aman digital, B-nya adalah budaya digital, dan E-nya adalah etika digital. Ini penting. Nanti masyarakat, kita punya target 50 juta masyarakat Indonesia diberikan literasi digital begitu dan saat ini sudah mencapai sekitar 27 juta ya masih ada PR sekitar 23 juta. Namun kami belum ee sampai kepada target tersebut dengan segala keterbatasan resources khususnya anggaran. Nah, yang kedua adalah setelah masyarakat di literasi digital, tentu faktor yang selanjutnya penting adalah bagaimana membangun skill tadi, gap-nya. Nah, gap ini tentu ada yang kita berikan pelatihan bersama stakeholders digital lainnya. Sebagai contoh ya, masyarakat umum, mereka yang baru lulus, pelajar, bahkan ASN silakan mengikuti berbagai pelatihan. yang disediakan oleh kami Kementerian Komdiji ataupun yang diselenggarakan oleh BPSDM, BPSDM, Provinsi, kabupaten kota dan lain sebagainya. Bahkan dari private sektor kami tahun ini punya target 100.000 1000 peserta begitu ya, macam-macam terkait IoT, AI, kemudian bagaimana mengenai security development dalam arti developer ya untuk membangun aplikasi-aplikasi, memperkuat bisnis model dan lain sebagainya. Nah, semua itu terdapat di dalam portal kami yang disebut digital ya. Nanti Bapak Ibu bisa install gitu ya. Namun untuk mereka dari industri ataupun mereka yang sedang mencari kerja, kami mempersiapkan juga yang disebut certification ya. Karena itu ada berbagai macam ya. Sebagai contoh saya berikan adalah AI. AI ada dua TRK. Satu sebagai user, satu sebagai developer. User pun ada dari beginner sampai dengan advance. kita sebut sebagai prom engineer untuk AI. Kalau yang untuk developer tentu saja mereka akan mengembangkan aplikasi berbasis AI ataupun aplikasi yang ada diequip dengan AI dari level beginner sampai dengan advance sebagai seorang developer. Nah, sertifikasinya kami siapkan ya bagi mereka-mereka yang membutuhkannya macam-macam ya. Dan kemudian yang paling penting adalah tidak berhenti mereka hanya sekedar certificate of compion, kemudian certification of competencies ya. Tapi para peserta yang memiliki sertifikasi kami kumpulkan dalam talent pool. Nah, talent pool ini yang nanti kita connect kita sebutnya platform kami adalah deploy. Nah, ini itu akan kami connect saat ini sudah terkoneksi dengan cukup banyak ini sekitar 1000 ee korporasi untuk mendapatkan opportunity pekerjaan gitu ya. Nah, ini untuk mengurangi ee pengangguran ataupun meningkatkan masyarakat untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Terakhir ini adalah DLA. DLA ini menjadi bagian yang penting khususnya kita ya Bapak, Ibu sekalian sebagai ASN ini juga ada namanya digital leadership academy. Di dalamnya ada government transformation academy dan lain sebagainya. Sebagai informasi kami dari Kementerian Komdizi juga memberikan scholarship juga S2, S3 dalam dan luar negeri. Nah, Bapak, Ibu sekalian, yang menarik adalah kita ke depan tidak hanya berhenti pada hal bagaimana mempersiapkan masyarakat kita terbebas dari informasi yang salah atau yang di kamuflase atau bahkan difabrikasi. Ya, tadi ada misinformasi, disinformasi, mal informasi. Nah, ini harus kita jaga. jangan sampai menghancurkan, mengubah ataupun merusak tatanan kehidupan berbangsa bernegara. Nah, ini empat kunci yang kami berikan terkait tadi literasi digital. Nah, ini sudah kami sampaikan di luar daripada hal-hal yang sifatnya teknikal, kami juga menyediakan pelatihan-pelatihan yang sifatnya entrepreneurship. Mohon maaf saya agak mundur sedikit ya. Ini adalah terkait entrepreneurship dan ada yang terkait tematik akademi ya. Digital entrepreneurship macam-macam bisa untuk UMKM kemudian bisa juga untuk mereka yang membangun koperasi bersama-sama ya. Bahkan untuk tematik akademik itu bisa dikhususkan bagi diabel, ibu-ibu. Karena kami sangat paham kami harus bersifat inklusif ya, berbasis gender dan juga kepada masyarakat yang ee memiliki kebutuhan khusus. Nah, oleh karena itu kami menyiapkan ee berbagai tematik akademi khusus bagi mereka. Selanjutnya, Bapak, Ibu sekalian ee kami juga melakukan berbagai upaya ya untuk memberikan skill set yang lebih kuat kepada Bapak, Ibu sekalian sebagai ASN. Kenapa? Karena kita pahami kita harus menyiapkan mindset. Nah, ini penting sekali ya. Jangan sampai kita, mohon maaf Bapak, Ibu sekalian yang berada pada manajerial level atau pimpinan itu kalah. Ya, kalah dalam arti bukan kalah dalam arti ilmu pengetahuan, tapi kita menjadi tidak memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan. Karena ini penting kita sebagai middle middle eh decision maker gitu ya ataupun sebagai decision maker itu harus adaptif manakala rekan-rekan muda, staf-staf kita memberikan input terkait pemanfaatan digital untuk pembaharuan-kebaharuan, perbaikan, akselerasi, inovasi di tempat bekerja Bapak, Ibu sekalian. Oleh karena itu, jangan berhenti belajar. Nah, itu penting sekali. Bisa diequip dengan kita melakukan pelatihan ada digital literasi dan yang sifatnya digital skill. Nah, ini menjadi tantangan dan upaya kami ke depan kita berkolaborasi. Kami baru saja juga berkolaborasi dengan BPSDM Kemendagri. Pak Sugeng sangat welcome. Kami berkolaborasi sehingga kita akan melakukan bagaimana meningkatkan skill set artificial intelligence kepada ASN di Kementerian Dalam Negeri. Tidak berhenti Kementerian Dalam Negeri melalui Kemendagri kami akan menjangkau seluruh provinsi dan kabupaten kota. Jadi, Bapak, Ibu sekalian, selain skill set yang sudah ada, kita masuk ke level yang lebih lanjut ya, terkait dengan artificial intelligence. Baik. Em ini program terkait dengan ee khususnya untuk ASN Digital Leadership Academy ini kita sudah menjalini beberapa tahun yang berjalan ini dari ee 2022 ya ee tahun ini kita sudah memiliki digital leadership Academy bersama Kalimantan Utara ya ee baru saja
Resume
Categories