Transcript
jVnbqSPe-i4 • ASN Belajar Seri 21 | 2025 - Bumi Kita, Tanggung Jawab Kita: Membangun Budaya Hijau Dilingkungan ASN
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0235_jVnbqSPe-i4.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Zaman yang terus
bergerak, sambut dengan penuh
semangat. Saatnya kita
melangkah. Hadapi segala
tantangan. Tingkatkan setiap
kompetensi untuk pelayanan
berdampak. Bersama
ASN belajar.
Ciptakan SDM unggul
berprestasi selalu inisiatif dan
kolaboratif untuk inovasi yang
berkelanjutan. Jadi ASN berakhlak
mulia siap menyongsong Indonesia
emas. ASN belajar wujudkan
pemerintahan berkelas dunia. Satukan
tekad pantang
menyerah jadi ASN
[Musik]
tetas belajar
wujudkan
pemerintahan kelas
dunia bukan tekad pantang
menyerah jadi AS berkualitasku
[Musik]
Aku belajar
[Musik]
H
[Musik]
Yeah.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita
semua. Shalom. Om swastiastu. Namo
buddhaya. Salam kebajikan. Selamat pagi
sobat ASN. Senang sekali saya Dewi dapat
kembali menemani Sobat ASN dalam webinar
ASN Belajar seri 21 tahun 2025
persembahan Korpu SDGIS BBSDM Provinsi
Jawa Timur. Izinkan kami untuk menyapa
beberapa yang sudah bergabung dalam
webinar kali ini. Yang terhormat Kepala
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, S.P.MP. Yang kami hormati
para narasumber Pokja Peningkatan
Kapasitas Masyarakat, Analis Pemberdaya
Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup,
Dr. Lita Permatasari, SKOM, M.Si.
Jurnalis lepas fotografer dan penulis
buku Ibu Regina Esafri, Sos, M.Si. SI,
dosen Sekolah Pasca Sarjana Universitas
Brawijaya, Dr. Rita Parmawati, S.P.,
M.E., M. IPU, ASEAN Eng dan semua sobat
ASN yang sudah bergabung dari seluruh
penjuru tanah air, baik yang bergabung
melalui Zoom meeting maupun YouTube
channel BPSDM Jatim TV serta yang hadir
di kelas internasional BPSDM Jatim.
Boleh applause dulu dong untuk semua
yang sudah bergabung.
Luar biasa kalau di tootal ya dari Zoom
Meeting dan juga yang sudah bergabung di
YouTube channel BPSDM Jatim TV serta
yang hadir di sini lebih dari 5.000
orang loh.
Wow sobat ASN memang ya karena memang
Sobat ASN di hari ini hari Kamis 5 Juni
2025 di 5 Juni ini bertepatan kita
memperingati sebagai hari Lingkungan
Hidup sedunia makanya saya pakai
hijau-hijau ya.
Pas sekali dengan tema hari ini yaitu
bumi kita, tanggung jawab kita membangun
budaya hijau di lingkungan ASN. Mengapa
kami mengambil tema ini? Karena sebagai
bentuk kepedulian dan juga komitmen
terhadap isi isu lingkungan. Jadi,
perubahan iklim, kemudian juga degradasi
lingkungan dan krisis ekologi global.
Ini menjadi tantangan yang cukup serius
yang memerlukan aksi nyata dari semua
pihak. Pemerintah sebagai penggerak
kebijakan dan juga pelayanan publik
memiliki peran strategis dalam membentuk
arah pembangunan yang berkelanjutan.
Nah, dalam konteks ini, Sobat ASN,
Aparatur Sipil Negara ini tidak hanya
dituntut untuk bekerja secara
profesional, tetapi juga memiliki
tanggung jawab moral untuk berkontribusi
dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Apa saja sih yang bisa dilakukan ASN
sehingga dapat menjadi teladan dalam
mewujudkan birokrasi yang peduli
lingkungan? Selengkapnya akan dibahas
dalam webinar ASN belajar seri 21 tahun
2025.
[Musik]
Dan untuk mengawali ASN belajar seri 21
tahun 2025 ini, mari kita simak bersama
opening speech yang akan disampaikan
oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Berikan applaus untuk Bapak Dr.
Ramlianto, SPMP.
[Tepuk tangan]
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita semuanya.
Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat
bertemu kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University, Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa
Timur. Hari ini Kamis tanggal 5 Juni
2025 ASN Belajar telah memasuki seri
yang ke-21.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami, kami
terus berkomitmen sekaligus selalu
berikhtiar untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan berdampak secara nyata
terhadap peningkatan kompetensi dan
kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-21 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka turut serta
menyemarakkan pemikiran dalam momen hari
lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada
hari ini tanggal 5 Juni
2025. Perayaan Hari Lingkungan Hidup
Sedunia pertama kali digagas oleh
Lembaga Lingkungan Hidup Dunia atau
UNEP. 53 tahun yang lalu, yakni pada
tanggal 5 Juni 1972 bersamaan dengan
pembukaan konferensi PBB tentang
lingkungan hidup manusia di Stockholm,
Swedia. Karena itu ASN belajar seri
ke-21 tahun 2025 ini mengangkat topik
bumi kita, Tanggung jawab kita membangun
budaya hijau di lingkungan
ASN. Nah, Sobat ASN sudah menjadi
tradisi akademik dalam ASN belajar.
bahwa topik menarik ini akan kita bahas
secara intensif dari beragam perspektif
bersama para narasumber yang sangat
kompeten di
bidangnya. Sobat STN di seluruh tanah
air, hari ini di bawah langit biru yang
masih setia menaungi, kita berkumpul
dalam momen yang tidak hanya seremonial,
tetapi juga spiritual. Hari Lingkungan
Hidup sedunia.
Sebuah hari di mana dunia serentak
menyadari bahwa bumi yang kita pijak
bukan hanya tempat kita berdiri,
melainkan rahim kehidupan yang harus
kita rawat dengan penuh kasih dan
kesadaran. Di tengah pusaran perubahan
iklim, kehilangan keeragan, menghayati,
dan degradasi lingkungan hari ini adalah
panggilan untuk bangkit. Dari diam
menjadi sadar, dari sadar menjadi
bergerak.
Ilmu pengetahuan telah memberi kita
cermin bahwa bumi sedang demam, hutannya
tertebas, airnya tercemar, dan udaranya
penuh dengan
keluh. Laporan intergovernmental panel
on climate change atau IPCC yang terbaru
menegaskan bahwa batas ambang pemanasan
global kian mendekat. Namun tentu bukan
ketakutan yang ingin kita wariskan
kepada generasi mendatang, melainkan
harapan. Harapan bahwa masih ada waktu
meski sempit untuk memperbaiki dan bahwa
manusia dalam segala rasionalitas dan
empatinya adalah makhluk yang mampu
beradaptasi dan memperbaiki
jejaknya. Hari ini bukan hanya soal
menanam pohon, membersihkan sungai, atau
mengurangi plastik. Lebih dalam dari
itu, ini adalah soal membangun kesadaran
ekologis bahwa lingkungan hidup bukan
objek luar diri, melainkan bagian dari
eksistensi manusia itu sendiri. Kita
bukan penguasa atas alam, melainkan
bagian dari jejaring kehidupan yang
saling terkait. Seperti akar dan daun
yang saling menghidupi, seperti hujan
dan tanah yang saling mengerti. Dalam
semangat ini, peringatan hari lingkungan
hidup bukan hanya tanggung jawab lembaga
lingkungan, aktivis lingkungan atau
komunitas hijau. Ini adalah urusan semua
tanpa kecuali. Termasuk kita aparatur
sipil negara, punggung birokrasi yang
melayani, membentuk kebijakan dan
memberi teladan.
ASN harus formasi birokrasi hijau
mendorong penggunaan energi ramah
lingkungan, membangun sistem kerja yang
rendah emisi, dan merancang kebijakan
yang memihak
keberlanjutan. Kita bukan hanya
pelayanan publik, tapi juga pelindung
bumi dalam setiap keputusan yang kita
buat.
Mari kita maknai hari lingkungan hidup
sedunia ini bukan sebagai peringatan
tahunan belaka, tetapi sebagai momentum
kesadaran kolektif. Sebab menjaga
lingkungan bukan sekedar tugas moral,
melainkan amanah konstitusional, etis,
dan spiritual kita sebagai manusia dan
sebagai abdi negara.
Sobat TSN di seluruh tanah air, lalu
bagaimana ikhtiar kita pada momentum
hari lingkungan hidup sedunia ini agar
ASN sebagai elan vital bangsa mampu
menunjukkan peran-peran strategis untuk
turut serta menjaga kelestarian
lingkungan hidup. Nah, untuk membahas
cerdas dan tuntas topik ini, kami telah
mengundang para narasumber luar biasa
yang sudah barang tentu sangat kompeten
di bidangnya. Kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada para
narasumber hebat yang telah berkenan
hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis tentang lingkungan
hidup kepada Sobat TSN di seluruh tanah
air. Pertama kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada yang
terhormat Ibu Dr. Lita Permatasari,
SKOM, M.S. Beliau adalah analis
pemberdayaan masyarakat pada Pokja
Peningkatan Kapasitas Masyarakat
Kementerian Lingkungan Hidup Republik
Indonesia. Kedua, kami menyampaikan
terima kasih dan apresiasi kepada yang
terhormat Ibu Regina Esafri, Sos, M.Si.
Beliau adalah seorang jurnalis sekaligus
fotografer dan penulis buku dengan
tema-tema lingkungan hidup. Dan yang
ketiga kami menyampaikan terima kasih
kepada Ibu Dr. Rita Parwati, SP,M, IPU
Asian Engineering. Beliau adalah
akademisi dari Sekolah Pasarjana
Universitas Brawijaya Malang. Sahabat
ASN, mari kita simak dengan seksama
webinar ASN belajar seri ke-21 tahun
2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Terima kasih Pak Ramli atas sambutannya.
Baik, Sobat ASN, sebelum kita menyimak
ee materi dari narasumber pertama, kami
ingin mengingatkan bahwa presensi sudah
dapat diakses melalui Semesta Bangkom.
Oke, semesta Bangkom. Jadi setelah Sobat
ASN mengisi presensi, kemudian juga
mengisi survei yang ada di sana serta
lembar monev, nantinya link sertifikat
akan muncul maksimal 1* 24 jam. Jadi
jangan lupa dicek secara berkala
ya. Baik, Sobat
[Musik]
ASN. Baik, Sobat SN. Dalam ESM Belajar
seri 21 ini akan ada tiga materi dari
tiga narasumber yang luar biasa.
Narasumber kita yang pertama merupakan
Pokja peningkatan kapasitas masyarakat
dan seorang analis pemberdaya masyarakat
Kementerian Lingkungan Hidup Republik
Indonesia. Dan di tahun 2015 beliau
pernah mendapatkan penghargaan Satya
rencana karya Satya 10 tahun yang
diberikan oleh Presiden RI. Siapakah
beliau? Langsung saja kita sambut
narasumber kita yang pertama dalam ASN
belajar seri 21 tahun 2025, Dr. Lita
Permatasari, SKOM, M.Si.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Asalamualaikum. Selamat
pagi, Bu Lita. Saya panggilnya Bu Lita
nih.
Selamat
maaf. Selamat pagi. Selamat pagi, Bu
Lita. Maaf ini ee baik audio maupun
videonya juga agak terputus-putus.
Apakah koneksinya di sana stabil, Bu
Lita? Iya, sebentar ya. Iya, bentar
sebentar. Kami setia menunggu Bu Lita.
ya.
Oke, Sobat. Iya nih soalnya lagi di
dalam.
Di dalam mana Bu
Lita? Oke, Sobat SN harap ee bersabar
menunggu ya, demi kita semua bisa
mendapatkan materi dari Bu Lita ini.
Sepertinya ee ada kesalahan teknis.
Sebentar kita akan cek jaringannya
apakah memang sudah stabil di sana.
Kemudian kita akan menghubungkan kembali
dengan Dr. Lita Permatasari, SKOM,
M.Si. Bu Lita ini juga sudah beberapa
kali ya menjadi narasumber di webinar
ASN belajar. Jadi mungkin ada ee sobat
ASN yang sudah pernah bertanya langsung.
Nanti pun juga setelah Bu Lita ee
memaparkan materinya, kami akan membuka
sesi tanya jawab tersendiri ya. setelah
materinya selesai disampaikan. Oke, kami
sudah terhubung kembali. Selamat pagi,
Bu
Lita. Halo. Halo, Bu Lita. Apa kabarnya
hari ini?
Oke. Halo. Iya. Waduh, ini seperti
Alhamdulillah baik sekali.
Alhamdulillah agak sedikit delay ya
sepertinya. Gimana teman-teman ee kru
kita lanjutkan atau kita stabilkan dulu
jaringannya? Enggak. Sudah, sudah. Oh,
sudah stabil ya. Oke. Sudah enggak delay
ya suara saya?
Oke, sudah kedengaran. Oke. Sip kalau
gitu.
Oke, Bu Lita dari CV Bu Lita ini luar
biasa menarik sekali dan yang paling
menarik ini ee boleh diceritakan sedikit
dong di tahun 202 eh 2015 pernah
mendapatkan penghargaan dari Presiden
Republik Indonesia ini. Bagaimana
ceritanya, Bu?
Oke. Ee baik. Karena ee sebagai ASN kita
memang ada tahap-tahap ya, di mana kita
sudah melakukan banyak karya dan banyak
kegiatan dan diapresiasi oleh Presiden
sebagai bagian dari karya seorang abdi
negara yang mungkin ee ada
catatan-catatan khusus di mana misalnya
bisa ee membuat ee apa ya membuat satu
ee satu apa satu ee terobosan inovasi,
inovasi gitu ya, inovasi yang bisa ee
membangkitkan semangat masyarakat yang
tadinya jadi ee yang tadinya biasa-biasa
saja jadi lebih tergerak untuk memahami
bahwa oh iya kita sekarang ee berada di
zaman baru di mana segala sesuatunya
baru, teknologinya baru, maka orangnya
pun juga harus upgrade gitu ya. Nah,
jadi ee ASN itu juga seperti software
harus di-upgrade.
Nah, jadi kalau misalnya kita tidak
mengupgrade diri ee ada sesuatu yang
enggak mismatch. Jadi, ada sesuatu yang
tidak pas pada saat kita, tetap menjadi
diri kita tapi tanpa
mengi tidak maka bisa menyesuaikan diri
atau adaptif dengan perubahan zaman.
Oke. Baik. Pas sekali ya dengan ASN
belajar ini memang merupakan sebuah
sarana untuk rekan-rekan ASN, Sobat SN
semuanya untuk lebih meng-upgrade lagi.
Oke, semoga nanti ee bisa menjadi
penerusnya Bu Lita ya, barangkali dapat
penghargaan yang apa gitu dari Presiden
juga. Amin. Oke, e kalau begitu tanpa
perlu berlama-lama lagi, kami juga sudah
tidak sabar untuk mendengarkan materi
dari Bu Lita. Ee nanti pemaparan
materinya judulnya apa, Bu Lita?
Oke, ee saya akan bercerita tentang ee
bagaimana membangun budaya hijau di era
polikrisis. Jadi, kita sedang menghadapi
berbagai macam krisis yang saling
bersambung. He. Yaknya adalah
nah bagaimana kita tetap menjadi manusia
yang bahagia? He. Menjadi manusia yang
sehat, menjadi ASN yang tetap memiliki
kinerja yang baik. Walaupun di
sekeliling kita sudah banyak krisis.
Nah, itu jadi poinnya poinnya itu ya
agar kita bisa tetap menjadi insan yang
bahagia di tengah banyaknya krisis yang
sedang melanda negara dan bangsa saat
ini. Baik, kalau begitu sobat ASN ya
nanti ee yang ingin bertanya boleh
ditulis dulu pertanyaannya nanti kami
akan buka sesi tanya jawab setelah
pemaparan selesai. Dan untuk Bu Lita,
kami berikan waktu 30 menit untuk
menyampaikan materinya. Kemudian sesi
tanya jawab akan ada sesi tersendiri
setelah materi selesai disampaikan.
Silakan Bu Lita.
Baik. Ee bisa ditayangkan mungkin
ya. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. ASN belajar di mana pun
berada. Saat ini kita kondisinya adalah
belajar ya
atau
kepada nanti yang mungkin bisa Bapak Ibu
ee share kembali kepada saya dalam
bentuk ee pertanyaan yang mudah-mudahan
bisa kita ee cari solusinya sama-sama di
pagi ini. Senang sekali, saya bahagia
karena hormon bahagia adalah hormon yang
harus kita pelihara. Karena kita sedang
menghadapi satu situasi dunia yang kata
orang tidak baik-baik saja. Namun bagi
saya ini adalah satu sinyal bahwa ASN
harus di-upgrade, ASN harus berubah
tidak hanya dalam pola pikir tapi juga
dalam pola tindak. Ee judul pagi ini
adalah membangun budaya hijau di tengah
situasi krisis di era Fuka Bani. Nah,
mungkin ee teman-teman juga sudah sangat
ee tahu kalau misalnya budaya hijau itu
identik dengan go green ya. Nah,
kebetulan ee saya juga punya satu
komunitas yang namanya komunitas Google,
forum komunikasi yang saya buat dan saya
himpun teman-teman di sana untuk tetap
menjaga energi hijau kita agar tidak
terpolarisasi oleh banyaknya krisis yang
ada pada saat ini. Bisa dilanjutkan ke
slide kedua.
Ee
rekan-rekan, kalau kita menghirup udara
dan kita menggunakan air dan kita juga
bisa makan, itu adalah satu situasi yang
sangat normal. Dalam arti kata kita bisa
menikmati hidup dengan baik.
Namun di tengah semua kenormalan ini,
ada satu situasi yang sebenarnya harus
kita juga ingat bahwa kita mengalami
satu situasi yang namanya
polykrisis, yakni satu situasi yang
terjadinya diakibatkan
oleh yang ternyata ini dampaknya
melebihi dari apa yang diperkirakan dan
menyebabkan berbagai kebencanaan yang
sebenarnya belum pernah terjadi
sebelumnya. Nah, jadi ee kalau dulu kita
mengenal ada krisis, ada megakrisis.
Nah, sekarang kita ada satu lagi nih,
polikrisis. Apa sih itu polikrisis? Nah,
ini yang saya jelaskan ya. Jadi ee
mungkin kita ada beban-beban ya dalam
kehidupan di mana misalnya ada beban
ekonomi, ada beban lingkungan yang
misalnya kita melihat bahwa wah ini kok
suhu bumi semakin panas menyebabkan kita
juga
jadi padahal sebenarnya mungkin di
lingkungan kita pada saat itu tidak
segera ini dan lain sebagainya. Nah,
polikrisis ini akan ee menjadi satu hal
yang membuat kita harus berubah gitu ya.
tidak bisa lagi kita seperti saat ini.
Bagaimana perubahannya? Bisa dilanjutkan
di ee slide
selanjutnya. Nah, ada seorang teman, dia
adalah komisaris PLN kalau enggak salah
orang Jawa Timur juga namanya Pak Eko
Sulistio. Nah, Pak Eko Sulistio ini
sangat kcern banget dengan masalah view
eh food, energy and water atau view.
Nah, dia membuat satu analisa bahwa
negara-negara saat ini tidak hanya
Indonesia itu sedang mengalami
polikrisis dan dia menyebutnya sebagai
ibu dari semua krisis.
Poly Crisis ini ee banyak digunakan oleh
ekonom dalam menghitung ee dampak-dampak
kerugian lingkungan dan lain sebagainya
yang sekarang terkoneksi dengan jaringan
global. bahwa kalau kita melihat negara
negara-negara bangsa ini kan sekarang
sedang menuju pada situasi yang sangat
mengkhawatirkan yang namanya
perang ya di mana semua orang ee secara
egosentris mempersiapkan
nuklir-nuklirnya untuk nanti suatu saat
dipergunakan kalau misalnya terjadi
persengketaan ataupun ee ketidakcocokan
dalam ee geopolitik gitu ya. Nah, ini
kan sangat berbahaya sekali.
Bahkan ee polikrisis ini sebenarnya
merupakan satu hal yang ee bisa
menghancurkan sendi kehidupan manusia
dan teknologi menjadi satu yang lebih
gitu ya. Maksudnya teknologi porsinya
sangat sangat kuat untuk membentuk
polikrisis. Ee sering berdirialah dengan
teman-teman bahwa sebenarnya semangat
green teknologi itu berbenturan. Kenapa?
Karena teknologi itu akan menghasilkan
sampah teknologi. Bahkan di China ada
satu desa yang namanya
des teknologi
yang polusi masyarakatnya juga sampai
ini ya ee banyak yang mengalami ee ee
cacat dan lain sebagainya. Nah, itu
adalah ee dampak dari teknologi.
Teknologi itu akan menghasilkan sampah
teknologi yang membuat kita juga jadi
kayak semacam gimana ya ee oh ya
ternyata teknologi itu sangat membantu
manusia untuk lebih ee akseleratif,
mempermudah, mempercepat. Tapi di satu
sisi teknologi juga memiliki dampak di
mana dia punya ee sampah teknologi yang
ee sangat mengkhawatirkan. Dilanjutkan
dulu slide-nya.
Nah, sekarang kita working in the era of
uncertainting. Universitas Brawijaya
pernah membuat satu seminar dengan tema
planning in the era of
uncertainty. Semua sekarang serba
uncertain, tidak pasti. Nah, jadi vokab
adalah satu situasi di
mana situasi yang tidak pasti. We are
living in the era of uncertainty. Nah,
kalau sudah seperti itu, maka apa yang
harus kita lakukan?
Kita melihat di sini bukti daripada ee
kita hidup di era ketidakpastian itu
adalah adanya akselerasi perubahan
iklim. Ada bencana-bencana yang silih
berganti di setiap daerah variatif
bencananya. ada banjir, ada berbagai
bencana yang inilah ya yang sering kita
alami. Tapi itu tuh ee fluktuatif dan
pada saat ini sepertinya sudah menjadi
ee hal yang rutin terjadi. Nah, kalau
bencana sudah rutin di tengah kehidupan
apa itu
namanya? Itu kan satu warning ya dari
semesta ini bahwa kita harus berubah,
bahwa kita harus adaptif terhadap
bencana.
Salah satu ee ee bukti bahwa ada hal
lain ya yang ee terkait dengan masalah
fukabani atau ketidakpastian ini adalah
perebutan sumber daya alam. Kita sangat
tahu kan yang namanya perebutan sumber
daya alam itu seperti apa? Yang namanya
ee apa ya? yang
namanya
kegiatan-kegiatan
eksplorasi itu sudah sangat
mengkhawatirkan. Bahkan teman-teman saya
di Universitas Indonesia membuat sebuah
riset ada hal yang tertutupi dari sebuah
eksplorasi. yakni eksplorasi
itu efek negatifnya
adalah ee memunculkan
disabilitas-disabilitas
baru. Jadi ada orang-orang yang bekerja
di bidang eksplorasi pertama nikel,
batuara dan lain sebagainya itu ada
karena kecelaka itu merekail disabilitas
tapi itu tidak terpublikasi pasti. Yang
terpublikasi adalah hal-hal terkait ee
bagaimana ee apa namanya ekonomi kita
maju karena pertambangan kita juga
bergerak ee bagus gitu ya, harganya
bagus dan lain sebagainya. Tapi tidak
pernah diceritakan. tidak pernah
diceritakan tentang kisah sedih dari
eksplorasi yang membuat manusia
Indonesia sampai ada yang mengalami
disabilitas dan lain sebagainya karena
kecelakaan kerja. Nah, itu contohnya.
Kemudian ee saya bisa menjelaskan lagi
bahwa perang proksi ini terkait dengan
ee bagaimana ee kekuatan antar bangsa
itu bisa terpublikasi lewat teknologi
ya. Misalnya perang AI gitu ya, cyber
war gitu ya. ee cyber ini perang cyber
ini suatu saat ee dan harus kita kupas
di satu sesi sendiri nih. Karena kalau
kita bicara teknologi, kalau sekarang
kita bicara artificial intelligence,
kalau di zaman saya dulu saya bilangnya
sistem pakar ya, sekarang sudah AI gitu
ya. Nah, itu tuh ee harus ada sesi
sendiri di apa di ee seri ASN belajar
dengan sesi itu ya, sesi tentang
bagaimana ee perang cyber ini akan
membuat ee dunia kita juga menjadi beda
banget, sangat berubah dan ee tidak
menutup kemungkinan akan terjadi hal
yang luar
biasa. Ee itu bisa menjadi satu tema
sendiri di ASN Belajar. Kemudian salah
satu yang penting dari ee era
ketidakpastian ini
adalah ee apa itu yang namanya institusi
negara yang pada saat ini ee berubah
fungsi sebagai juga ee pengantar
informasi. Kalau dulu lembaga-lembaga
negara itu fokus pada tugas
rutin tidak
pernah lembaga negara yang sangat aktif
untuk menyampaikan misalnya ee informasi
lewat YouTube dan lain sebagainya itu
dulu. Tapi sekarang semua lembaga negara
bahkan semua lembaga non negara juga
sudah aktif untuk mengekspresikan apa
yang mereka ee kerjakan sehari-hari
lewat media sosial, lewat TV, lewat ee
apa namanya? berbagai ee channel ee ini
ya yang mereka buat. Nah, ini adalah
satu ee apa ya? satu
transformasi dalam ee bidang sumber daya
manusia di mana setiap orang bisa
memiliki panggungnya masing-masing.
Setiap orang punya Instagram, setiap
orang bisa ee posting tentang ee
berbagai hal yang dia ee ingin kerjakan.
Dan yang pasti ee setiap orang bisa
menjadi ee apa? Figur atau raja bagi
masing-masingnya karena punya panggung
sendiri.
Nah, ini adalah satu pergerakan, ini
adalah satu pergeseran di era
ketidakpastian. Tapi ee kalau misalnya
kita melihat secara lebih spesifik, ini
adalah sesuatu yang membuat ee setiap
orang memiliki semangat dalam hidupnya.
Selanjutnya, nah ee kita pernah
mendengar eh society
5.0, society atau
masyarakat 50 gitu ya. Nah, eh
masyarakat 50 berbeda dengan masyarakat
eh 4.0. Kalau 4.0 itu really bisnis gitu
ya. Tapi pada saat kita bicara eh
society
5.0 itu adalah peran yang sangat
eh bertukar ee informasi antara manusia
dengan mesin. Jadi kalau misalnya eh
periode 5.0 itu really bisnis, kalau 5.0
Oh, ini human and eh technology yang
bisa untuk bekerja bareng gitu ya. Jadi
ee di era 5.0 itu bahkan kita sudah ee
mulai mengenal
spiritualitas
5.0, kemudian ada society 5.0, kemudian
juga ada Pancasila 5.0 gitu ya. Itu
adalah satu gejala di mana ee manusia
Indonesia sudah paham bahwa semua
manusia Indonesia pada saat ini harus
meng-upgrade diri. Pertama karena
kehadiran ee teknologi informasi yang
sangat pesat sekali. Yang kedua, ada ee
perubahan iklim dan krisis iklim yang
membuat manusia harus adaptif. Dan yang
ketiga yang paling penting adalah bahwa
ee kita harus berhadapan dengan
realitas ee maya atau realitas ee apa
namanya? Kekuatan mesin sehingga kita
harus hidup harmoni dengan mesin. Ee
integritas manusia itu saat ini ee
mungkin agak terganggu karena kehadiran
ee apa namanya? apa itu yang namanya
hasil dari rekayasa pemikiran AI
sehingga kita kadang-kadang ee memiliki
ee ketergantungan terhadap AI. Seperti
misalnya saya, saya juga ngajar di salah
satu universitas. Saya juga dengan ee
mahasiswa sering berdialog bahwa mereka
sangat ketergantungan dengan chat GPT
misalnya begitu ya. Nah, ini adalah
salah satu ee ruang
yang kita
ee manusia mesin di Society 5.0 itu
sudah menjadi hal yang sangat normal
gitu ya. Jadi kalau dulu kan orang agak
takut-takut dengan ee handphone atau
apa, tapi sekarang mereka tahu bahwa
sebenarnya oh handphone itu mudah.
Handphone itu adalah smartphone yang
membantu banyak hal dan lain
sebagainya. Kompleksitas isu-isu global
telah menciptakan sebutan word for O
yang kondisinya disebut dengan akronim
Fuka. Fuka adalah singkatan dari
volatility and certain complexity
ambigus. Jadi udahlah itu udahlah itu
mendadak atau misalnya spontan kemudian
juga ee tidak pasti kemudian juga
membuat tatanan dunia itu jadi berubah.
Nah ee hal ini ini masih dalam kondisi
dunia
4.0 dalam kita kenapa kita menyebutnya
4.0? Karena ya itu tadi di dalam eh apa
c-nya itu adalah bisnis as usual.
bisnis as usual itu adalah satu tindakan
di mana semua berjalan masih normal.
Jadi
ee waktu masih berjalan normal, kemudian
juga kitanya juga hidupnya normal gitu
ya. Itu masih 4.0. Kita menuju 5.0 tadi
yang saya bilang ada eh
goncangan-goncangan yang membuat kita
juga harus adaptif. Ee dilanjutkan lagi
slide-nya.
Nah, ee saya ingin menyampaikan bahwa
warning saja kepada kita yang ee
lagi-lagi saya bilang harus meng-upgrade
diri seperti juga software ataupun ee
apa ee aplikasi-aplikasi yang kita punya
juga harus di-upgrade. kita juga harus
di-upgrade gitu ya setiap saat karena
kondisinya memang sudah sangat ber
sekali ee dalam berpikir kita jangan
jadul dalam bertindak kita juga jangan
jadul dalam memanfaatkan situasi kita
harus melihat ee secara ee perspektif
yang holistik kita harus ngapain. Nah,
ASN itu sebenarnya kan dia ee punya ee
ee apa? Tugas pokok dan fungsi ya. Namun
kalau dia melaksanakan tugas tugas pokok
dan fungsinya saja, dia akan menjadi ASN
yang diam di
tempat. Jadi ASN yang bisa berhasil, ASN
yang bisa open mind, open heart, open
will itu adalah ASN yang punya inovasi.
Nah, ASN yang punya inovasi adalah ASN
yang dengan sadar menyampaikan kepada
dunia bahwa dia adalah ASN yang telah
meng-upgrade
diri, gitu ya. Jadi tidak ada kata
terlambat untuk mempelajari teknologi,
tidak ada kata terlambat untuk menjadi
ASN yang bernilai tinggi. Semuanya bisa
direalisasikan asalkan kita punya
semangat dan kita punya kepercayaan diri
bahwa kita bisa seperti orang lain yang
lebih baik dari kita. Nah, kondisi fuka
ternyata sekarang diperparah dengan
kondisi bani, yakni situasi yang lebih
brittle, mudah remuk gitu ya. Kemudian
juga ee ini dikhawatirkan ee menjadi
satu situasi yang tidak konsisten
sehingga ee dalam kondisi fukabani ini
adalah kondisi mental yang terjadi dalam
diri umat manusia sebagai akibat dari
polikrisis.
Ee kalau anak-anak sekarang mungkin ada
yang sering dengar istilah NPD gitu ya
atau misalnya ee satu situasi di mana
dia merasa dirinya luar biasa.
Dia apa-apa. Nah, ini adalah situasi
yang sangat berbahaya sekali.
Jadi ee kondisi ketidakpastian bisa
membuat manusia juga menjadi tidak pasti
dengan hidupnya. Bagaimana kalau ASN
tidak pasti dengan hidupnya?
Nah, bukankah budaya ee hijau yang kita
canangkan sebagai salah satu amanat dari
goals 17 ya atau eh SDG yang memiliki 17
goals lingkungan hijau atau go green.
Nah, kalau misalnya manusianya tidak
bisa adaptif dengan perubahan lingkungan
yang sangat luar biasa ini, di mana kita
menyelesaikan tujuan pembangunan
berkelanjutan? Gimana asta cita bisa
terwujud, gimana masyarakat kita bisa
lebih baik di saat situasi krisis,
gimana pendapatan kita bisa meningkat,
gimana semangat kita bisa bagus kalau
misalnya situasinya membuat kita menjadi
lemah gitu ya. Nah, jadi ee seperti
judul daripada ASN seri belajar ini di
ASN seri belajar 21 tahun 2025
ini temanya adalah bumi kita, tanggung
jawab kita membangun budaya hijau di
lingkungan ASN. Nah, ini berarti konsep
moral.
Konsep moral yang harus disiapkan oleh
ASN bahwa pertama harus adaptif, kedua
harus mengupgrade diri dengan situasi
terbaru, dan yang paling penting last
and but not least adalah bahwa kita
sadar
sesadar-sadarnya bahwa bumi pada saat
ini memang sedang berubah, tidak seperti
dulu lagi dan kita harus tetap hidup.
saya kenal yang saya tahu bahwa
menyelamatkan makhluk hidup adalah hal
paling
utama. Jadi, dari setiap kegiatan, dari
setiap program atau apapun itu oleh
birokrasi menyelamatkan makhluk hidup
sehingga yang lain-lain bisa nomor dua
nomor tiga lah ya. Tapi keselamatan
makhluk hidup adalah the number one.
That is the
principle. Itu yang harus menjadi
prinsip dari birokrasi. Ee jadi
kegiatannya ataupun program-programnya
lebih ditujukan pada bagaimana
menyelamatkan makhluk hidup. itu ee
adalah satu apa ya prinsip yang memang
tidak tidak secara hitam putih, tapi
merupakan satu pegangan bagi kami
birokrat untuk bertindak dan untuk
melakukan banyak hal sesuai dengan
amanat pengabdian ee dari panca
prasatria Kri. ee
dilanjutkan. Sudah lama tadi ee sudah
banyak kita juga bicara dengan tentang
polikrisis. Nah, pada saat kita
mengalami sangat banyak krisis, kita
harus manusia ini harus hidup, maka kita
harus memiliki ketahanan hidup.
Ketahanan hidup itu bisa kita siapkan
dengan menyiapkan view in one. Ketahanan
iklim berbasiskan ketahanan pangan,
ketahanan energi, dan ketahanan air.
Karena tiga hal ini yang kita perlukan
untuk hidup. Yang lain bisa minggir,
tapi yang tiga ini tidak boleh
dilewatkan.
Bahkan dalam satu
kesempatan rapapat dengan
berbagai dari unsur lingkungan selalu
menekankan ini. Anggaran apapun itu
prioritaskan pada tiga hal ini. Food,
energi and water. Pada saat tiga sumber
ini, sumber daya pangan, sumber daya
energi, dan sumber daya
air
tidak dirawat dengan baik, bagaimana
kita bisa hidup dengan baik, gitu loh.
Jadi memang tiga hal ini adalah kunci
bahwa manusia Indonesia dan manusia di
belahan negara lain bisa tetap hidup dan
bisa tetap menjadi manusia yang bahagia
dengan merawat few in food, energy, and
water in one. Tiga serangkai penting
yang perlu dijaga dalam kelanjutan
adalah view
inone. Pemerintah saat ini sedang sedang
disibukkan dengan apa yang namanya
efisiensi anggaran.
Sebenarnya kalau menurut saya itu
menjadi hal yang sangat sederhana pada
saat kita mengecilkan konsep menjadi
view inone. Jadi memang hal terpenting
adalah
menjaga ee apa namanya? Fungsi dasar
dari kehidupan dulu. Di mana air,
pangan, dan energi adalah prioritas yang
sangat dasar. itu dulu yang dijaga, itu
dulu yang dipenuhi, baru yang lain. Tapi
kalau sekarang sih sebenarnya selain
view inone, kita juga ee teringat bahwa
komunikasi dan informasi juga hal yang
seperti makanan sehari-hari bagi kita
kan. sehingga teknologi informasi dan
sekarang kalau kita ee
memudahkannya mengatakan bahwa kita ee
setiap hari perlu pulsa, perlu kuota
gitu ya ee karena itu adalah bagian dari
ee keseharian kita itu juga bisa menjadi
hal yang ee sangat prinsip juga
sebenarnya untuk
diperbinjang di
bahwa ini pertukaran informasi ini juga
tidak kalah penting. penting di sini.
Tapi memang betul itu tidak bisa
dihindari karena kita memang berada di
satu era di mana interconnected ya
semuanya terkoneksi oleh jaringan.
Dilanjutkan. Dunia sedang mengalami
disrupsi berskala global. Di tengah
proses disrupsi ini, kita juga mengalami
perkembangan
teknologi yang mencapai taraf penggunaan
kecerdasan artifisial. Fenomena ini di
satu sisi dapat memperlancar berbagai
urusan manajemen jasa dan barang. Namun
di pihak lain bisa juga menjadi bagian
dari proses disrupsi itu sendiri. Renald
Kasali dengan buku
Disruptions-nya. Bapak Renal Kasali,
guru besar UI telah mengingatkan kita
semua bahwa akan sangat banyak sekali
hal banyak sekali. Tapi bukan berarti
ini sebuah ancaman, bisa jadi sebuah
peluang. Nah, jadi disrupsi bisa menjadi
ancaman, bisa juga menjadi peluang.
pandai-pandai kita untuk ee
menyaring disrupsi mana yang suatu saat
bisa menjadi peluang. seperti misalnya
kalau saat ini kita ee lihat ya banyak
teman-teman yang sudah mulai ee memiliki
aktivitas-aktivitas yang ee menyenangkan
misalnya ya di media untuk memposting
kegiatan-kegiatannya dan lain sebagainya
itu juga bisa menjadi salah satu
ehality yang membuat orang juga bisa
tetap ee merasa ee oh iya ya saya juga
bermanfaat bagi ee orang lain seperti
misalnya pada saat terjadi kecelakaan
atau pada saat terjadi bencana di man
kemudian kita bisa melihat di media
sosial ada
yang ee peran masyarakat terhadap
lingkungannya.
Dilanjutkan.
Oke.
Ee di sini saya menyampaikan bahwa ee
kita juga tidak perlu takut-takut amat
dengan disrupsi karena manusia itu
adalah makhluk yang terlahir
sempurna. Makhluk yang terlahir dengan
ee kompleksitas daya upaya yang ee
sangat lengkap. Jadi ee manusia itu
tidak mudah untuk
dihancurkan dari berbagai macam hal yang
menyulitkan. Manusia tetap bisa berdiri
tegak. Jadi walaupun ada disrupsi ee
manusia pasti punya solusi-solusi untuk
menangani disrupsi dan bagaimanapun ee
manusia akan selalu bisa berinovasi
untuk keluar dari permasalahan hidupnya.
Next, dilanjutkan.
Eh, di sini saya ingin menyampaikan
mungkin ada beberapa slide lagi ee kita
tidak lagi berada dalam situasi bisnis
asual, ya. Jadi, segala sesuatu itu
pasti berpatokan tidak hanya pada ee
rutinitas, pada program, pada SOP, ya.
Nah, itu sekarang menjadi
pertanyaan, SOP yang kita bikin itu
masih relevan enggak dengan situasi
krisis SOP yang kita
buat standar operating eh prosedur itu
kira-kira masih bisa digunakan enggak di
era
krisis? Apakah nanti akan menjadi
pertanyaan bahwa kok birokrasi lambat
banget ya? karena dia pegang
SOPnya bukan bisnis
asual maka kita juga harus punya pola
pikir pikir crisis management sehingga
SOP itu harus dibuat dengan berlandaskan
mitigasi risiko dan crisis management.
enggak bisa lagi. Misalnya ee kita pakai
SOP yang kita pegang selama ini untuk
melaksanakan tugas-tugas kita. Bisa pada
saat kondisinya normal, tapi kan
sekarang enggak. Waktu berjalan cepat,
teknologi juga membuat segala sesuatu
menjadi cepat. Bikin surat aja misalnya
bisa 15 menit atau 10 menit. Ngirimnya
juga bisa lewat email dan lain
sebagainya. Ini kan satu percepatan yang
membuat kita jadi gimana ya? Loh, ini
cepat banget. Eh, satu surat yang
berasal dari Papua
bisa diterima oleh Jakarta di waktu yang
sama. Mungkin e point to poinnya mungkin
jedanya cuma berapa berapa detik gitu.
Nah, ini kan satu situasi yang membuat
kita jadi kayak seperti apa ya kalau
misalnya ada salah informasi, misinasi,
itu akan menyebabkan ee sangat banyak ee
apa efek yang tidak kita inginkan. Nah,
karena itu maka ini yang saya bilang
tadi, SOP atau standar operating
prosedure yang selama ini kita buat
untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan
kita
sehari-hari harus dilandasi dengan
mitigasi risiko dan dengan pola pikir
crisis managemen agar kita tidak
dianggap sebagai birokrat yang lamban.
Karena sangat banyak sekali informasi
misalnya mengenai masalah bencana atau
mengenai masalah satwa yang misalnya
satwa itu misalnya sedang sakit atau
apa. Kalau kita pakai
SP-nya susah
banget melakukan sesuatu yang lambat
sementara orang lain sangat mengharapkan
itu terjadi cepat gitu ya atau misalnya
warga perlu bantuan nih gitu kan. Tapi
kalau eh ASN-nya bilang, "Aduh, sesuai
SOP dulu." Oke, SOP it's good. Tapi pada
saat ini kita harus berpikir bahwa
karena kita tidak berada di situasi yang
baik-baik saja, kita harus
mengintegrasikan SOP itu dengan pola
pikir crisis managemen agar bisa berbuat
cepat, bertindak
tepat dengan mitigasi risiko yang juga
dipikirkan. Nah, ini adalah salah satu
akselerasi birokrasi yang sebenarnya
sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat
seluruh
Indonesia. Baik dari pengaturan ee apa
kependudukan, kesehatan, pendidikan, dan
lain sebagainya. SOP kita harus
akseleratif, SOP kita harus sesuai
dengan kebutuhan zaman. Karena apa?
Karena yang seperti di slide saya
ini, kita sudah tidak berada di situasi
bisnis as usual. kita berada di situasi
yang oke saya tadi setelah jelaskan ada
view inone food energy in water yang
menjadi tiga serangkai penting dalam
pembangunan berkelanjutan yang membuat
manusia Indonesia tetap bisa bertahan
ini adalah konsepnya next bisa untuk di
terapkan kan di seluruh Indonesia
bagaimana food, energy and water itu di
setiap daerah tuh dicermati gitu ya. Oh,
daerah saya sumber airnya ada enggak
sih? Oh, daerah saya sumber pangannya
ada enggak sih? Oh, daerah saya sumber
energinya kira-kira bisa mini hidro,
mikro hidro atau ee solar panel gitu ya.
harus harus disiapkan seluruh daerah
karena kita enggak bisa lagi
mengharapkan ee apa namanya instruksi
pusat atau bantuan pusat. Tidak. Seluruh
daerah harus mandiri secara view inone.
Next. Dikit lagi nih
ya. Oke.
Eh, saya bilang tadi view inone menjadi
program kemitraan pentahelix yang perlu
dikembangkan sehingga kebal disrupsi.
Kemitraan pentahelix dengan dengan tema
view inone perlu dirancang sebagai
strategi kolektif dengan pendekatan
terpadu antara sustainability dengan
pelayanan publik. Kalau kita bilangnya
pelayanan prima gitu ya.
ee kita harus ee sebagai ASN sebenarnya
saya senang kalau misalnya bisa untuk ee
selalu berbagi, selalu cerah gitu ya,
selalu senyum tapi kadang-kadang kita
juga punya hal-hal yang membuat kita
merasa dalam tekanan dan kita tidak bisa
senyum sehingga pelayanan publik kita
juga ee ee dipertanyakan orang dan lain
sebagainya. Eh ee saran saya adalah ee
hidup menjadi makna atau hidup
menjadi Jadi walaupun kita ee kecil gitu
ya kontribusinya ataupun kita
sedang-sedang aja, sedang-sedang aja
kontribusinya, tapi ee sebagai ASN
pelayanan publik dan pelayanan prima itu
adalah nomor satu.
Apalagi saat ini kita berada di situ di
mana ee orang juga ee kadang-kadang
sering terpancing dengan
kemarahan-kemarahan sehingga kita juga
waduh nih gimana nih ya kita ASN kita
harus ee berpenampilan prima, kita harus
berpelayanan prima, tapi kita juga
kadang menghadapi ee pihak pengusaha
ataupun masyarakat yang kadang ee ee apa
ya ee egoentrisnya timbul sehingga kita
juga terpancing atau seperti apa. Saya
sarankan jangan karena ee anggaplah
semua tugas sebagai ee satu hobi. Saya
begitu. Jadi tugas itu adalah hobi
sehingga segala sesuatu bisa kita
jalankan dengan baik. Ee kemitraan
pentah helix maksudnya adalah ASN bisa
berkoordinasi dan bekerja sama dengan
siapapun. ASN bisa berkoordinasi, ASN
bisa menjadi ee jembatan penghubung
dengan siapapun tapi tanpa motif
apapun. Di sini susahnya kadang-kadang
kan kita ee punya jaringan dengan motif
tertentu atau misalnya kita punya
jaringan ee dengan harapan tertentu. Ee
saya pikir ini adalah situasi yang
keliru. Berjejaring, berjejaring aja
kita ee saling berkomunikasi,
berkomunikasi aja. Tapi kalau untuk yang
namanya motif dan harapan saya kira
enggak perlu. Karena apa? Karena kita
udah udah di posisi ASN kan gitu ya,
udah di posisi yang sangat lues untuk
berkarya. Selanjutnya sedikit lagi ya.
Ada berapa slide lagi kalau enggak salah
ada dua apa
tiga. Selanjutnya dilanjutkan. Nah, oke
ini sudah tadi ya bisa dilanjutkan.
Halo. Ini di ya. Oke. Baik. Ee demikian
yang bisa ee saya sampaikan. Saya ingin
berbagi semangat, saya ingin berbagi
energi, saya ingin berbagi
informasi, dan saya ingin menyampaikan
kepada seluruh masyarakat Indonesia yang
ee kita sama-sama menjadi bagian dari
negara ini, putra-putri dari Indonesia.
kita harus mencintai tanah air kita dan
dengan pengabdian yang kita berikan ee
semoga kita bisa menjadi abdi negara
yang
diapresiasi karena pemikirannya, karena
tindakannya, dan karena
legasyinya. Ee itu aja yang ingin saya
sampaikan. Saya ucapkan terima kasih
kepada BPSDM Jatim dan seluruh kru yang
sudah sangat baik sekali mempersiapkan
acara ini. Ee dan saya merasa sangat
terpanggil untuk menyampaikan ini karena
kita harus menghadapi situasi krisis ini
bersama-sama dan kita harus keluar
sebagai
pemenang. Terima kasih. Itu yang bisa
saya sampaikan pagi ini. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Baik, Sobat TSN ya, materi sudah selesai
disampaikan oleh Ibu Lita. Terima kasih
banyak Bu Lita atas materi yang sudah
disampaikan. Mohon berkenan untuk tetap
di tempat karena sesi tanya jawab akan
kita mulai sekarang. Jadi untuk sobat
ASN yang ingin bertanya, untuk Anda yang
bergabung lewat Zoom meeting, silakan ee
menggunakan icon raise hand. Untuk Anda
yang bergabung melalui YouTube channel
BBSDM Jatim TV boleh menuliskan
pertanyaannya melalui kolom chat. Oke,
kita cek terlebih dahulu siapakah yang
sudah rais hand atau ee menuliskan
pertanyaannya. Sudah ada yang join di
sini?
Oke, selamat pagi.
Saya dengan Sinta dari Ombusman Tok
Pusat Jakarta. Oke, silakan Ibu Sinta.
Pertanyaannya apa untuk Bu Lita? Terima
kasih Ibu moderator. Saya sangat
tertarik tadi dengan apa yang
disampaikan Ibu Dr. Lita
Permatasari. Eh, tadi ada menyinggung
tentang ee krisis ee apa namanya ya? ee
kondisi krisis kita yang kita hadapi ini
ada narsistik segala NPD gitu kan dengan
lingkungan hidup. Nah, yang saya ingin
tanyakan nih, bagaimana kita menyikapi
generasi yang saat ini nih yang katanya
GENZI ini sangat rentan menghadapi ee
tantangan-tantangan yang terjadi di ee
kementerian lembaga ya. Jadi, ASN
khususnya aparat ASN ini suka mendapat
merasa mendapat tekanan dari sikap yang
NPD. Nah, sementara kan tadi disampaikan
bahwa ee kalau itu sikap yang
ketidakpastian dapat mempengaruhi diri
dan juga kondisi yang tidak stabil itu
ee menyebabkan lingkungan juga tidak
sehat. Nah, kekacauan diri kita ini bisa
mempengaruhi lingkungan hidup. Nah,
bagaimana nih kita menyikapi ee
generasi-generasi Genzi ini yang ee
mendapat tantangan dari adanya NPD yang
sekarang banyak sekali terdengar ee
bahwa kita punya atasan atau pimpinan
itu yang sikapnya NPD. Mungkin seperti
itu, Bu Lita. Terima kasih.
Baik, langsung dijawab apa gimana nih?
Ya, bisa langsung dijawab saja, Bu Lita.
Oke, terima kasih ee Ibu dari Ombutsmen
ya. Iya, Ibu. Wah, salam kenal. Salam
kenal Ibu. Salam hormat. Salam hormat
kepada
kita
masuk. Baik. Ee dalam hal ini
Kementerian Lembaga lewat ee apa
namanya? berkoordinasi selalu dengan
Kemen ee Kementerian ee Pendayagunaan
Aparatur Negara untuk mengatasi masalah
ini. kita juga harus menjaga mood dan
juga profesionalitas ASN kita sehingga
ee ke depan mungkin akan dilaksanakan ee
hal-hal terkait bagaimana ee penyiapan
SDM ini di dalam ee instansi bisa siap
menghadapi berbagai hal yang ee menurut
kami itu memang mengganggu gitu ya,
mengganggu mood dan mengganggu
profesionalitas. Ada satu hal yang
menarik ya, karena saya pada saat ini
sedang mengikuti program LEM Hanas. Eh,
ada satu hal yang menarik bahwa pada
saat kita melaksanakan outbond gitu ya,
di mana kita mengalami situasi-situasi
yang berat dan kita laksanakan bersama
itu terjadi
kebersamaan. Sehingga ada teman yang
sampai bilang kayaknya nih harus outbond
nasional gitu ya. Pada saat kita
melaksanakan outbond, kita seperti tidak
menjadi diri sendiri, tapi kita menjadi
bagian dari tim dan kita merasa bahwa oh
ternyata kita enggak bisa ego sendiri
nih ya. Ini masalah harus dikerjakan
bareng. Oh, ini ada tujuan yang harus
kita capai bersama. Itu salah satunya.
Jadi menurut saya ee ada ada titik ee
jenuh dari para ASN kita yang membuat ee
terjadi ee mereka seperti masing-masing
dalam melaksanakan tugasnya atau ee
terganggu dengan ee masalah-masalah yang
memang harus dihadapi sehari-hari. Tapi
penyegaran penyegaran ee penyegaran jiwa
dan penyegaran semangat AS itu salah
satunya mungkin bisa dilaksanakan
dengan ya itu karena kalau
diskusi-diskusi di dalam ruang kelas itu
sudah sangat sering. Bahkan saya nih 23
tahun jadi ASN diskusi seminar, diskusi
seminar itu kan sering sekali gitu ya,
tapi ee keluarnya kita jarang dalam arti
kata kita keluar pada saat kita ada e
apa namanya monitoring dan evaluasi saja
sehingga ada ee ruang di mana kita tuh
jenuh gitu ya. Kejenuhan ini
kadang-kadang membuat profesionalis
profesional profesionalitas kita
menurun. pada saat profesionalitas kita
menurun, maka pada saat kita berhadapan
dengan publik dan menghadapi orang
ataupun ee aktor yang aneh-aneh, kita
jadi aduh gimana nih ya mengatasinya?
Kita jadi bingung sendiri. ee bagi saya
ASN harus siap menghadapi ee berbagai ee
jenis varian dari ee apa ee subjek yang
kita hadapi. Ee apalagi pada saat ini
kan situasi situasinya juga ee sangat
ini ya sangat rentan dalam arti kata ya
seperti yang saya bilang tadi kadang
kita menghadapi orang yang ee tidak satu
frekuensi dengan kita sehingga kita juga
agak terganggu. Tapi kalau misalnya saya
lihat ee dengan kesiapan ASN ee dengan
mood yang baik, dia tetap bisa
meningkatkan profesionalitasnya dan dia
juga bisa tetap fokus pada dirinya, pada
tugasnya, pada targetnya apabila dia
tahu bahwa oh ini saya sedang bekerja,
saya sedang bertugas. Dan lagi-lagi saya
bilang, saya bilang lebih baik kalau
tugas itu dijadikan hobi. Karena kalau
misalnya kita merasa bahwa tugas itu
adalah hobi kita, tidak ada tekanan dari
bos, saya merasa tidak ingin tertekan
dalam hidup saya sehingga saya ee
menganggap bos itu adalah sahabat saya,
gitu kan.
Ya udah kalau misalnya dapat tugas atau
misaks kita bisa lebih cair dalam
melihat situasi kita tetap bisa
profesional kita bisa berpelayanan
prima, tetap senyum, sapa salam gitu ya.
Dan bagi saya ini adalah kenang-kenangan
terindah selama 23 tahun saya menjadi
ASN di Republik Indonesia tercinta.
Demikian, Ibu. Iya. Terima kasih.
Mungkin saya bisa ambil kesimpulan yang
tadi Ibu sampaikan eh sebagai ASN kita
harus fokus, siap menghadapi tantangan
dalam bekerja juga. Pekerjaan itu
menjadi hobi ya, Bu ya. Sehingga tidak
menjadi beban dan sangat menyenangkan
itu ya, Bu ya. Terima kasih banyak Ibu
Lita, Ibu Dr. Lita. Salam kenal, sehat
selalu. Terima kasih. Saya kembalikan ke
moderator. Terima kasih ya, Ibu Bu Sinta
atas pertanyaannya dan terima kasih Bu
Lita sudah menjawab pertanyaan dari
Sobat ASN dan mohon maaf untuk sesi
tanya jawab kali ini kita batasi satu
penanya karena keterbatasan waktu.
Terang aja sobat yang ingin bertanya.
Masih ada narasumber kedua dan ketiga.
Terima kasih sekali lagi Bu Lita sudah
menyempatkan waktunya untuk sharing,
untuk berbagi ilmu kepada sobat ASN yang
sudah bergabung di webinar ASN belajar
seri 21 tahun 2025 ini. Kami persilakan
Bu Lita untuk kembali beraktivitas ee
melanjutkan schedul-nya yang semula.
Terima kasih sekali lagi Bu Lita. E tapi
tadi lancar aja ya jaringannya? Lancar.
Alhamdulillah, Ibu. Oke, terima kasih.
Alhamdulillah. Terima kasih. Ee salam
hormat untuk seluruh tim yang telah
bekerja dengan sangat baik menghasilkan
produk terbaik pagi ini. Sip. Terima
kasih banyak. Asalamualaikum Bu Lita.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih nih. Terima
kasih. Oke, sahabat ASN ini baru ee
narasumber yang pertama. Kami masih
memiliki dua materi dari dua narasumber
lagi. Jadi, jangan beranjak ke
mana-mana. Tetap di webinar ASM Belajar
Seri 21 tahun 2025.
[Musik]
Masih di ASN belajar seri 21 tahun 2025.
Sobat ASN di segmen kali ini kita akan
mendengarkan materi dari narasumber kita
yang kedua. Beliau merupakan seorang
jurnalis dan juga seorang fotografer
yang sangat tertarik dengan isu
lingkungan. Kalau sobat ASN yang suka
membaca buku atau suka melihat-lihat
foto book kemudian pernah melihat eh
buku berjudul Hope A Quest for Harmony
Between Humans and Wild Animal. Nah, itu
tuh salah satu karya beliau. Kira-kira
siapakah narasumber kita yang kedua?
Langsung saja kita sapa Ibu Regina Septi
Riani. Septiarini Safri Esos, M.Si.
[Musik]
Selamat pagi.
Pagi. Pagi selamat pagi, Bu Regina.
Sudah terdengar jelas. Mohon maaf, Ibu.
Tadi saya sempat ee terselip lidah saya
ya, Ibu Regina eh Septiarini Safri ya.
Benar ya Bu ya. Oke. Karena kalau di
flyer kan disingkat Ibu Safri. Waduh.
Iya. Saya jarang pakai e yang tengah
biasa cuma Regina Safri aja. Oke. Jadi
saya panggilnya Ibu Regina Ibu Regina
ya. Iya. Oke. Ibu Regina apa kabar hari
ini, Ibu? Alhamdulillah sehat. Waduh. Bu
Regina, sejauh ini sudah tujuh buku ya
yang diluncurkan ya. Iya. Wow. Ini next
akan ada karya lagi yang diterbitkan.
Ee insyaallah. Tapi belum sih karena ee
untuk Hope Hop kan baru aku launching
tahun lalu. Jadi ee ini masih road show.
Rencana rencananya mau 20 kota. Ini baru
14 kota. Wow. Sudah ke kota mana saja?
sudah ke Medan, Aceh, ee Jakarta,
Bandung, Jogja, Solo, Malang, Bali. Mem
e mana lupa majalah juga? Ee mana lagi
ya? Lupa. Wah, sudah keliling
Indonesia. Luar biasa. Boleh tepuk
tangan dulu dong untuk Ibu Regina.
Tapi kalau sekarang sobat ASN yang
bergabung justru dari seluruh Indonesia
nih berkumpul semuanya di ASN belajar
seri 21 kali ini dan kami juga sudah
tidak sabar untuk mendengarkan materi
dari Ibu Regina. Jadi Ibu Regina untuk
kali ini kami akan berikan waktu 30
menit untuk pemaparan materi. Kemudian
untuk tanya jawab akan ada sesi
tersendiri setelah pemaparan materi
selesai. Oke sobat ASN. Jadi nanti yang
ingin bertanya nanti ya ee bisa tuliskan
dulu pertanyaannya. Kemudian ketika
pemaran materi selesai bisa menggunakan
fature rais hand untuk yang ikut Zoom
meeting. Kalau yang ikut melalui YouTube
channel BPSDM Jatim TV silakan tuliskan
pertanyaannya di kolom live chat. Tapi
sekarang kita simak dulu pemaparan
materi dari Ibu Regina Septiarini Safri
Estos, M.Si. Silakan, Ibu.
Terima kasih, Mbak Nisa.
Eh, halo semua. Eh, sayangnya saya
enggak bisa melihat orang-orang. Ee
perkenalkan nama saya Regina Safri, saya
biasa dipanggil
Rerekenalkan tadi. Eh, mungkin sambil di
next Mbak ee ya eh next lagi ya. Jadi
saya
ee ee apa ya? Saya dulu jurnalis di
Kantor Berita Antara selama berapa? 13
tahun. Nah, lalu saya juga ee jadi
selain jurnalis saya juga selain menulis
saya juga ee fotografer. Nah, setelah
dari antara saya sempat menjadi
fotografernya Menteri Susi selama 4
tahun beliau beliau kan 5 tahun ya, jadi
saya nempel beliau di tahun kedua sampai
tahun ee
berikut-berikutnya. Ee setelah itu saya
freelance dan saya banyak di ee apa? di
white life ya, di apa namanya? Di hutan
gitu apa namanya? Tentang lingkungan dan
ee konservasi dan kadang di laut juga.
Next. Ee oke, next. Di sini saya ee saya
seperti tadi dibilang saya sudah membuat
tujuh buku. Sebenarnya buku-buku ini
lebih banyak untuk ee sharing ya,
mengedukasi gitu. Eh, sebenarnya bukan
mengedukasi, sharing lah. Sharing ee
pengalaman dan ee apa yang saya apa ya
yang saya dapatkan selama perjalanan ee
apa saya memotret dan jadi jurnalis.
Next. Ee di antara tujuh buku ada tiga
buku tentang ee konservasi satwa liar.
Em di sini saya mungkin agak cepat aja
nanti sharing-nya. Jadi saya akan slide
show-foto yang pernah saya ambil dan
mungkin karena sekolah saya kemarin ee
S2 S2 saya juga tentang lingkungan. Jadi
saya mengambil apa namanya ya hubungan
antara konservasi white lab dengan isu
sosial, ekonomi dan ee lingkungan
sekitar masyarakat kita.
Next. Ini adalah ee orang hutan. Ee
mungkin teman-teman ASN di Jawa Timur
ini jauh sekali ya apa dengan
satwa-satwa liar ini gitu. Tapi enggak
apa-apalah kita sharing ee apa namanya
ee pengalaman dan pengetahuan. Ini
adalah orang hutan. Jadi orang hutan itu
DNA-nya itu ee hampir sama ya sama kita
manusia sekitar 97% tuh sama. Jadi
hubungan antara seperti ini ibu dan bayi
itu hampir sama persis dengan hubungan
antara ibu manusia dengan bayinya gitu.
terutama bayi usia 0 sampai 8 tahun itu
sama gitu kan. Jadi tak hanya hubungan
antara bayi dengan induknya, namun ee
hampir segala sikap ee segala apa ya ee
kehidupan dari orang hutan tuh sama ee
apa dengan manusia gitu. termasuk ee
mohon maaf seperti apa namanya hubungan
badan antara betina dengan jantan itu
juga ee sama dengan bagaimana manusia
ee
next ini adalah induk dengan bayinya ee
persis. Jadi nanti si induk akan mencari
tempat yang enak lalu dia akan mengupas
satu persatu jeruk di mulutnya itu ke
disuapin ke bayinya. ini adalah orang
Kalimantan yang saya ambil tahun ee
berapa ya? 10 tahun yang lalu kali.
Next. Ini bayi-bayi biasanya ini adalah
hasil sitaan karena induk tidak mungkin
menyerahkan bayinya atau anaknya kepada
manusia gitu. Dia pasti akan mengekep
gitu apa sekuat tenaga gitu kan. Jadi
yang kita temui bay ini adalah
hasil-hasil citaan karena tingginya
tingkat penyelundupan hingga sekarang.
Hingga sekarang penyelundupan
orang-orang tuh tinggi banget. ee apa
namanya angkanya.
Next. Ee oke,
next. Ini adalah potongan-potongan di
buku saya. Jadi karena apa namanya? Kita
tidak bisa berjumpa secara langsung,
saya ee sharing lewat ee apa Zoom aja.
Next. Ini bagaimana ee mereka ada juga
NGO atau LSM yang ee membuat sekolah
orang hutan. Jadi, bayi borang hutan ini
dididik seperti layaknya induk mendidik
anaknya.
Next. Ini orang hutan yang buta kena
peluru.
Next. Ini ee bayi-bayi orang hutan masih
di lokasi rehabilitasi di Kalimantan.
Ada dua, Kalimantan Timur dan Kalimantan
Tengah.
Next. Nah, ini adalah buku berikutnya
tahun 2019. Kalau yang tadi saya
mengumpulkan materi sekitar 1 tahun.
Kalau yang ini 4 tahun.
ee apa namanya? Tapi enggak tinggal di
Sumatera ya. Jadi ini di sela-sela saya
bekerja menjadi fotografernya Bu Menteri
Susi Pujastuti, saya ee apa
memanfaatkan waktu libur atau memang pas
beliau lagi ke luar negeri kan saya
enggak ikut ya. Jadi saya biasanya lari
ke hutan gitu untuk melanjutkan projek
saya ini gitu.
Next. Ee ini adalah perjalanan saya ee
selama 4 tahun di hutan Sumatera. Ini
adalah hutan di Lampung yang saya ambil
dari atas.
Next. Ee ini kehidupan gajah di
Sumatera yang ternyata gajah itu adalah
satwa ee terasa ya. Dia ingatannya
termasuk sangat kuat gitu. Kalau hari
ini kita kasih makan atau bahkan kita
misalkan ada yang menyiksa nih, dia akan
ingat selamanya gitu. Ingatannya sangat
kuat. Next.
Badak adalah badak Sumatera ini adalah
satwa yang paling susah difoto karena ee
selain jumlah yang sangat sedikit, dia
juga memiliki
sensitivitas yang tinggi. Jadi kalau
udah dekat ada manusia dia akan menjauh.
Jadi kita cuma nemu kubangannya aja
biasanya tempat dia berendam. Ini juga
ee apa namanya? Alhamdulillah banget
bisa dapat gitu gambarnya. Ee karena apa
ya? saya enggak mau gitu maksudnya
ee apa sih namanya? Kita cuma bisa
mendapatkan ee satwa-satwa liar ini
dalam bentuk udah apa udah mati gitu kan
atau udah bangkai gitu. Karena tingginya
tingkat perburuan untuk itu culanya itu
yang di kepalanya itu sangat tinggi
juga.
Next. Ee ini apa namanya?
Gajah di Sumatera. Jadi hampir semua
provinsi di Sumatera tuh ada gajahnya
ya. Terus sebenarnya di Kalimantan juga
ada, tapi paling banyak tuh ada di
Sepanjang Sumatera dari Aceh sampai
Lampung gitu. Ini saya mengikuti proses
pemasangan GPSAR di lehernya gajah. Kita
pasang GPS ini gajah liar. Jadi kita
jalan di hutan seharian berhari-hari
sampai nemu gajah liar. Lalu kita pasang
GPS supaya apa? supaya kita tahu gerakan
mereka ke mana sehingga ketika mereka
mendekati ke pemukiman kita bisa cegah
gitu supaya tidak terjadi konflik antara
masyarakat dengan
gajah.
Next, ini adalah ee suku Mentawai. Saya
surprise juga ternyata suku Mentawai ini
ketika dia masuk hutan, dia pasti bawa
bibit tanaman gitu. Jadi ketika dia
ngambil sesuatu dari hutan entah itu
berburu atau ngambil kayu, dia pasti
akan ee menanam sesuatu dulu gitu. Ee
apa namanya di itu menurut saya kearifan
lokal yang luar biasa ya. Jadi kita
enggak boleh seraka kayak main ambil
semuanya lalu habis begitu aja. mereka
tahu cara menjaga. Ternyata ee malah
kadang-kadang kita yang di kota, kita
yang berpendidikan gitu, malah kita
kadang suka suka enggak ingat hal-hal
yang seperti itu gitu kan. Kita maunya
kebanyakan ngambil-ngambil aja tapi
enggak berusaha untuk ee menjaga dan
memelihara. Ee
next. Ini adalah suku kalau tadi suku
Mentawai, ini suku Talang Mama di Jambi.
Ee saya mengambil potret kehidupan
mereka. bagaimana mereka tinggal di
hutan dan hubungannya mereka dengan
lingkungan ee lingkungan hidup di
sekitar.
Next, kebakaran hutan di Riau ini adalah
terbesar saat itu di ee apa ya, mungkin
10 tahun terakhir gitu. Ini 2014 saya
ambil waktu itu asapnya sampai ke
Singapura dan Malaysia.
pokoknya negara tetangga itu udah pada
protes gitu kan. Asep mereka tuh ee apa
mengganggu sekali gitu sampai ke rumah
mereka, sampai ke negara mereka gitu
kan. Nah, sementara ee kebakaran hutan
ini ternyata tidak mudah untuk
di apa padamkan gitu. Ee ini luar biasa
kebakaran hutan tuh luar biasa apalagi
lahan gambut ya. Ee kehancurannya luar
biasa. Biodiversity kita juga habis.
Lalu kualitas udara juga ya pasti apa
namanya? Enggak baik ya. Karena ketika
saya di sana aja cuma
hitungan enggak nyampai 2 jam kali gitu
itu ee mata itu sakitnya minta ampun
kayak keculek apa ya kecolok gitu. Jadi
sakit banget matanya. Lalu dada sesek
dan hidung tuh meler terus gitu. Jadi
hampir enggak bisa lihat. E jadi mata
kita apa ee jarak pandang itu sangat
terbatas gitu. Terus itu sangat nyesek
di dada gitu kan. Makanya bayangkan
kehidupan manusia di sekitar hutan yang
terbakar itu. Ini ini adalah hal yang
serius ya menurut saya. Maksudnya ee
jangan sampai terjadi dan seandainya
terjadi penanganan tuh harus cepat
karena
ini apa ya? Ini sangat mengerikan gitu
loh. Ini disaster menurut saya bencana
gitu kan. Bayangkan bayi-bayi kita atau
anak-anak kita menghirup ee apa asap
yang tebal. Ya, kita bayangkan aja kalau
kita lagi bakar sampah terus kita
berdiri di tengah-tengahnya selama
berjam-jam ini berhari-hari
berbulan-bulan di tengah-tengah asap itu
ee sangat menderita.
Next. Ee seperti ini ee apa namanya?
kebakaran di gambut ya area. Karena di
ini di Riau ee kebanyakan
memang apa gambut itu kan dalam gitu
sampai dia nyampai ke tanah itu kan dia
tumpukan-tumpukan apa sih tanaman daun
yang sudah menumpuk ratusan tahun
puluhan tahun gitu kan. Nah, jadi kadang
kita nemu mineralnya, tanahnya itu
sedalam ee bisa 3 m gitu atau lebih gitu
kan untuk dapat tanahnya. Jadi sangat
mudah terbakar. Kadang udah mati apinya
ee ditinggal ngopi dua teguk udah
kebakar lagi gitu.
Next. Ini saya motret kebakaran hutan
dari helikopter apa dari pesawat
pemadaman. Jadi kita madamin api tapi
dari helikopter gitu. Kita ngambil yang
kuning-kuning orange itu adalah ee
semacam gayung is muatnya 5 ton air yang
kita cantolin di kita katrol di dalam di
heli. Jadi dia akan nyiduk airnya di
sungai yang kita lewati. Jadi lalu kita
tabur airnya begitu terus selama 5 jam
kita bolak-balik ngambil air gitu ee
untuk memadamkan api dari atas. Next.
ini juga ee problem yang sampai sekarang
belum ada solusi pasti gitu ya. Apa
namanya? Perburuan satwa liar gitu.
Satwa liar kita yang dilindungi. Lalu ee
apa
namanya? Karena dia tidak cuma jumlahnya
sudah tinggal sedikit ya ee apa namanya?
Habit e kok habitat populasinya
terbatas. Tapi Tuhan menciptakan mereka
itu ada fungsinya buat kita. Bahkan kita
yang di kota yang jauh, yang di Jawa
sekalipun itu ternyata itu ngefek. Jadi,
satwa-satwa liar ini memang diciptakan
Tuhan itu sangat besar manfaatnya buat
manusia ya. Jadi, ketika mereka di apa?
Dibunuh, di diseludupkan, dijual secara
ilegal itu
sebenarnya sama aja kayak ee apa ya?
Kayak nyicil nyicil derita kita nanti
gitu. Mungkin enggak kita yang
ngerasain, tapi anak cucu kita nanti
gitu. terus apa namanya dan tinggi
sekali sampai sekarang masih gitu. Terus
ee
next ya seperti ini saya ngambil di
Lampung dia lagi berburu babi. Eh
harimau ini juga unik ya. Jadi kita tuh
bisa mengetahui identitas harimau tuh
dari ee kalau manusia kan sidik jari nih
kalau harimau tu dari belang di
kulitnya. Jadi semua individu harimau di
dunia itu berbeda belangnya. Kita tahu
identitasnya nih dia. Si A, si B, si C
itu dari belang di di apa? Di tubuhnya
itu ya belang-belangnya. Ee selain itu
juga ya banyak keunikan harimau. Dia
sangat berwibawa dan dia bisa merubah
suaranya tergantung satwa yang mau dia
incer. Kalau misalnya dia di depannya
ada sapi, dia bisa tuh berubah suaranya
menjadi sapi gitu kan. Karena saya tahu
karena saya menyaksikan sendiri dengan
mata kepala saya gitu. Terus e waktu itu
di Aceh ee dan harimau ini ternyata yang
dijual enggak cuma kulit, tapi kan
banyak kalau teman-teman ASN misalkan
ngelihat apa ada kulit harimau yang
dipajang di tembok atau di jadi taplak
meja pejabat-pejabat gitu ya ee itu udah
apa namanya itu enggak benar. Dan saya
sih enggak yakin ya kalau yang ditaruh
tuh palsu gitu ya. Karena ee apa
namanya? Ee artinya kan untuk
mendapatkan kulit itu dia harus membunuh
harimau kan. Dan ternyata enggak cuma
kulitnya tapi juga isi perutnya seperti
tulang-belulang, gigi ee apa kuku,
bahkan kumisnya itu juga diburu gitu.
Kumisnya malah orang bilang bisa ee apa
sih? Bukan pesugihan menarik lawan jenis
gitu. Tapi itu kan hoax ya sebenarnya
mitos gitu. Tapi ya itulah kadang-kadang
ee mitos-mitos kayak gitu memang harus
kita apa ya patahkan gitu. Karena
gara-gara itu banyak juga orang akhirnya
berburu gitu pengin saktilah, pengin
apalah gitu.
Next. Ini adalah Erin di Lampung. Kalau
ada teman-teman ASN di sini yang ee dari
Lampung, Erin ini ee waktu 2016 saya
ketemu Erin, dia umur 2 tahun dan ee
belinya hampir putus, hampir putus total
gitu. Jadi udah oglek-oglek gitu di
tengah hutan. Dan kalau gajah itu kan
toleransinya tinggi ya. Jadi dia
ditungguin sama gerombolan gajah lainnya
sampai dia udah sekarat enggak enggak
bisa nafas lagi baru dia ditinggalin
gitu. Nah, Erin ini akhirnya ditemukan
alhamdulillah sama para apa ya
tim-tim patroli gitu ya di Taman
Nasional Wambas dan akhirnya dioperasi
cuma hidungnya jadi pendek sekali gitu.
sangat kasihan. Saya beberapa kali ee
apa nyablon kaos gitu kan cari sumbangan
fotonya dikaosnya gambar foto Erin apa
gambar gajah gitu kan. Terus saya datang
ke sana bawa buah hasil penjualannya
saya beliin tebu apa pisang itu beberapa
kali. Hingga sekarang Erin masih ingat
saya padahal tuh udah 2016 padahal. Jadi
dia alhamdulillah dia masih hidup sampai
sekarang. Nah foto sebelah yang kecil
itu
adalah apa tuh? Bapak-bapak megang
jerat. Jerat itu terbuat dari seling
baja. Dan itu bis misalkan kita 10 hari
nih masuk hutan itu kita bisa nemu
puluhan sampai ratusan ee jerat. Itu
namanya jerat gitu. Apa namanya ee yang
bisa memutuskan kaki harimau atau bahkan
ee belalai gajah atau bahkan kaki kita
gitu. Ee next.
Nah, ini buku yang terakhir. Eh,
maksudnya mudah-mudahan bukan yang
terakhir, tapi ini adalah buku yang
terbaru yang saya terbitkan tahun lalu
gitu ya. Ee ini tentang masih tentang ee
satwa liar juga gitu kan. Ee kebetulan
dia ini terinspirasi dari tesis saya
tentang konflik manusia dengan satwa
liar gitu. Ee covernya adalah itu
harimau yang putus kakinya. Mungkin
teman-teman bisa lihat kakinya putus
satu. Nah, ketika harimau itu putus
kakinya, dia enggak bisa dilepaskan ke
hutan. Karena mata pencarian harimau
adalah di dua kaki depannya itu. Karena
untuk menangkap mangsa, untuk lari,
untuk ee apa ya? Untuk berburu segala
macam gitu. Eh,
next. Ee ini adalah Hope. Hope itu
sebenarnya nama orang hutan yang
ditembak 74 peluru di wajah dan dadanya.
Ini sangat viral. Jadi kalau teman-teman
googling orang ee 74 peluru Aceh itu
akan keluar semua berita terkait dia
gitu kan. Terus apa dia ditembak oleh ee
seorang anak gitu kan ee yang akhirnya
membuat dia buta permanen dan bayi yang
dia gendung
mati. Sampai sekarang dia masih stres.
Jadi kalau di tempat rehabilitasi dia
dengar suara bayi dia terak-terak
menangis menjerit gitu. Sangat
memilukanlah. Next.
Ini adalah bentangan Taman Nasional
Gunung Leuser yang saya ambil pagi-pagi
setelah subuh. Jadi, masih ada
kabut-kabut. Next.
Ee di buku ini saya banyak cerita soal
ee penyebab konflik manusia dengan satwa
liar gitu yang seperti saya bilang tadi
mungkin teman-teman yang di yang jauh
gitu ya ee apa namanya dari yang di kota
gitu mungkin enggak terbayang tapi di di
daerah yang dekat sama hutan wah itu
kayak mimpi buruk tiap hari gitu ee dan
sangat
kasihanlah. Next.
Ee ee ini masih tentang buku. Jadi saya
banyak nulis enggak cuma foto gitu kan.
Next. Heeh.
Next. Nah, di buku ini saya juga mencari
gitu ya eh selain dari tesis saya juga
ee penyebab terjadinya konflik gitu kan
ee apa namanya? Jadi salah satunya
adalah budaya lokal kita yang sudah
mulai luntur gitu. Saya yakin setiap
daerah pasti punya local wisdom atau
ajaran-ajaran budaya lokal yang
turun-temurun yang sangat bijaksana gitu
ya yang itu mungkin hampir hilang dan
saran saya jangan sampai hilang karena
ternyata sebegitu pentingnya ee apa efek
dari menjaga budaya lokal gitu ya. Terus
apa namanya? Kenapa hilang? Karena
enggak tercatat.
segala sesuatu yang enggak tercatat itu
sangat riskan akan hilang. Makanya ee
nilai-nilai leluhur-leluhur kita yang
bijak sana itu ee ya udah kayak enggak
ada jejaknya gitu kan, hilang begitu
saja. Padahal banyak nilai-nilai ee
moral di situ kan yang apa namanya yang
masih relate untuk di kita kita lakukan
sekarang.
Next. Next. Nah, ya ini ee ini harimau
yang kita tangkap. Eh, bukan tangkap
sih, kita rescue, kita selamatkan ee
ketika dia konflik dengan manusia
di ini di Sumatera Utara di daerah
Tangkahan. Eh, kok Tangkahan,
Langkat. Next.
Nah, ee di sini saya bercerita soal
harimau yang ketika dia masuk ee dia
menunjukkan ee fisi apa fisiknya di di
pemukiman ada masih ada beberapa daerah
yang dia melakukan ritual gitu entah
berdoa bersama di tengah hutan atau ada
suatu desa di Aceh dia mengebarkan
mengibarkan bendera putih di
tengah-tengah hutan sebagai bentuk ee
maaf eh permintaan maaf kepada harimau
gitu. Karena mereka percaya kalau kalau
sampai harimau itu memunculkan dirinya
itu tandanya ada something wrong di desa
itu gitu. Ee ini sama dengan novelnya eh
Mokhtar Lubis judulnya Harimau-Himau
tahun
1967. Di novel itu juga bercerita bahwa
ketika harimau itu muncul menunjukkan
dirinya gitu itu ada sesuatu yang salah.
Entah ada kegiatan asusila di situ,
entah ada ee kecurangan di situ, entah
ada pelanggaran-pelanggaran adat di
situ. Nah, biasanya muncul ee harimau.
Next. Ini adalah kepala adat yang saya
wawancara. Eh,
next. Ee selama pembuatan buku ini juga
4 tahun ya, sama kayak buku sebelumnya
gitu. ee saya mencari budaya lokal yang
berhubungan yang berkaitan dengan ee
konservasi atau satwa apa satwa liar
gitu atau hutan lah. Nah, ternyata saya
susah banget nemuknya. Terus saya
akhirnya bisa nemu ee tarian harimau
gitu di ini di pelosok
Aceh. Pelosok bangetlah pokoknya jauh
banget gitu. Terus apa namanya? Ee tapi
ini pun mereka banyak yang sudah enggak
ngerti arti tariannya gitu loh. Padahal
di tarian ini banyak nilai-nilai juga
yang bisa di kita dapatkan gitu kan.
Next. Nah, selain tadi ee lunturnya
kearifan lokal juga ee menyempitnya
ekosistem dataran rendah gitu. Karena
satwa-satwa liar eh satwa-satwa seperti
tadi ya orang hutan, gajah, harimau,
badak dan ee sejumlah
satwa besar yang dilindungin itu
rata-rata hidupnya tuh 90% di dataran
rendah. Sementara ee manusia juga ee
pemukiman ee kebun, sawah, semua ya
maksudnya kita rebutan akhirnya sama si
ee satwa liar gitu. Padahal kan ee kita
sama-sama diciptakan Tuhan ya,
diciptakan Allah gitu. maksudnya ee
kenapa sih kita enggak berdampingan
gitu. Ada banyak solusi sebenarnya, cuma
kadang-kadang manusia ee entah enggak
tahu ya apa malas atau ribet. Jadi
kadang-kadang enggak mau tuh maunya
praktis-praktisnya aja gitu kan. Udahlah
bikin kebun, bikinnya tanpa mikirin ee
apa penduduk yang lain gitu ee ciptaan
Tuhan yang lain gitu bahwa mereka juga
punya hak gitu kan. Next.
Ini pemukiman yang hampir tiap hari ini
di Aceh, Aceh Selatan hampir tiap hari
terjadi konflik entah dengan gajah atau
harimau gitu. Di sini hampir tiap hari
dan konflik itu bisa salah satu mati ya
kalau enggak orangnya eh apa manusianya
satwanya gitu. Kalau kalau orang hutan
biasanya pasti kalah. Kalau kalau
harimau gajah bisa fifty-fifty. Bisa
satuan yang menang bisa bisa. orang yang
menang. Tapi kalau orang hutan tuh kayak
hampir enggak mungkin menang
gitu.
Next. Ee sawah ini juga ada data-datanya
ee apa
namanya? Data apa ya namanya? Konversi
dari atau perubahan tutupan lah ya
menjadi ee persawahan dan perkebunan.
Next.
Ee lalu penyebab berikutnya adalah ee
rendahnya toleransi hidup bersama. Ee
entah mengapa rasa empati, rasa
toleransi era sekarang itu makin makin
menipis gitu. Kalau kalau saya lihat
gitu ya, saya lihat juga anak-anak
sekarang kok makin cuek gitu ya. Tapi
mudah-mudahan ee ini cuma apa sih
permukaan ya, bahwa sebenarnya mereka
kalau kita panas-panasin kayak gini juga
mungkin mereka tergerak gitu. Mungkin
karena itu tadi banyak catatan yang
hilang gitu sehingga mereka enggak
ngerti. Saya ketika bedah buku ini di
Aceh dan di Sumatera Utara, Genzet
kebanyakan yang datang pun mereka banyak
yang enggak enggak tahu gitu. Oh, ada
orang dekat kita. Oh, ada. Ya, karena
mereka udah apa ya kehidupan gadget itu
sudah menjauhi mereka dari ee budaya
lokal gitu dan dan kehidupan alam yang
apa namanya ya? kehidupan alam gitu kan,
lingkungan hidup gitu sudah makin
menjauh.
Next, ini adalah senapan angin. Kalau di
kampung-kampung perbatasan dengan hutan,
hampir semua orang punya hampir semua
rumah punya senapan angin gitu. Nah,
senapan angin ini kadang bisa kayak apa
ya? Kayak dua mata koin gitu. Jadi dia
bisa buat ee apa namanya? Jaga jaga-jaga
kita ketika kita misalnya masuk hutan
gitu kan. Tapi juga kadang dipakai untuk
berburu-burung. Banyak juga
burung-burung dilindungin yang
yang itu enggak boleh dibunuh. Tapi ya
seperti itulah. Ee kadang susah juga me
apa ya mengawasi mereka 24 jam gitu.
Next.
Ini ada gajah mati di di ini di Sumatera
Utara dan waktu saya datang dia sudah 5
hari ee mati dan kita cek gitu ee di
nekropsi kalau kalau manusia mati kan
manusia meninggal autopsi ya kalau
secara tidak wajar ini dinekropsi jadi
kita ambil cairan dalam ee perutnya lalu
kita uji di laboratorium apakah dia mati
secara normal atau ee diracun gitu. Jadi
banyak loh ee teman-teman ASN ee kayak
kayak gajah nih, dia diracun ya, dikasih
apa namanya tanaman yang dia lewat itu
diracun nanti dia mati. Ternyata pas
kita lihat dia lagi hamil itu atau waduh
itu
sangat apa
menyedihkanlah.
Next. Ee saya juga mengangkat
teman-teman ee apa? ranger, warga lokal
yang mereka berusaha menjaga lingkungan
hidup sekitar mereka gitu ya. Jadi
enggak cuma di dalam hutan, tapi
lingkungan sekitar. Ee termasuk kayak
kayak apa sih? Kayak sampah gitu kan.
Terus termasuk kayak kejahatan hutan,
termasuk kayak ya berbagai inilah apa
namanya
ee apa pelanggaran-pelanggaran
lingkungan hidup. Ee dan mereka secara
sukarela ada juga secara sukarela ada
juga yang dari LSM atau NGO yang artinya
mereka digaji gitu.
Terus next. Eh, iya enggak apa ini orang
hutan waktu itu kita rescue ee dia apa
namanya? Kita kita selamatkan dan
setelah kita cek kesehatannya ternyata
dia ee tidak ada patah kaki atau yang
lain-lain ya. Jadi kita bisa langsung
lepaskan gitu. Apa namanya? Sedih kalau
melihat langsung. Eh, saya beberapa kali
ikut lepas lihat orang hutan endingnya
nangis gitu kan. Karena kadang aduh kok
kasihan banget sih mereka sama-sama
ciptaan Tuhan tapi kok kayak enggak
punya hak gitu. Manusia yang satu jenis
spesies pengin nguasain hutan yang di
situ dalamnya ada jutaan spesies gitu
kan. Kayak ya Allah serakah banget sih.
Gitu kan. Ee walaupun kita enggak pernah
ya bilang anti anti pembangunan gitu
apalagi kan jumlah manusia juga makin
banyak gitu kan. Tapi itulah fungsi
pendidikan atau ilmu pengetahuan
teknologi gitu. Bahwa kita bisa
memitigasi atau meminimalisir sebenarnya
kerusakan-kerusakan alam.
Next. Ini juga rescue harimau. Eh ya di
sini buku ini intinya banyak yang
tentang luka dan sakit gitu. Tentang
kesedihan kebanyakan. Ini ini sangat
menyedihkan juga kisahnya tapi sayangnya
tulisannya kecil-kecil enggak bisa kita
lihat. bisa dibaca di buku saya.
Next. Ini pemeriksaan harimau. Ee jadi
begitu kita rescue, kita selamatkan,
kita langsung periksa
kesehatannya. Ee ini masih hidup,
alhamdulillah dan bisa di apa ya? Di di
direhap gitu kan. Ini dokter di Aceh
yang sangat legend gitu.
Next, ini part of ee apa? Pemeriksaan
ya. karena ee ya kapan lagi saya ee
megang-megang kuku eh apa megang-megang
giginya harimau gitu. Lagian menurut
saya ini adalah momen momen momen apa
ya? momen langka gitu bisa ngambil ee
foto dari dekat part-part dari tubuhnya
si harimau gitu. Ini juga saran buat
teman-teman ASN kalau mendapatkan
momen-momen penting atau jarak itu harus
wajib diabadikan gitu. Next.
Ini adalah jerat yang saya bilang
tadi.
Next. Ini saya juga ikut beberapa kali
penangkapan ee penjualan ilegal atau ee
apa namanya ee ya entah penyelundupan
atau penjualan penjualan kulit gitu kan
atau sisik terenggiling. Nah,
trenggiling tuh juga dilindungin ya,
Teman-teman. Kalau di Jawa kadang masih
banyak juga
terenggiling. Biasanya mereka jual sisik
satu 1 kg sisik trenggiling itu membunuh
4 sampai 5 ekor trenggiling. Jadi
terakhir seminggu lalu kita nangkap
barang bukti 80 kg sisik trenggiling itu
bisa dikali ee lima lah. Berapa ratus
trenggiling kita yang punah gitu yang
hilang dan mati. Bukan hilang dibunuh.
Next nih. Kalau dilihat ee kakinya dia
putus, ini juga korban konflik gitu,
kena jerat
juga gitu. Jadi ee mungkin sedikit saya
apa masalah ekonomi juga itu masih
menjadi salah satu faktor terbesar ya
menurut saya gitu. Ee memang agak susah
untuk ngomong ngomong konservasi di
perut yang lapar gitu. itu memang memang
problem itu. Terus intinya udahlah
enggak usah ceramah soal konservasi
kalau masyarakat yang kita ceramahin itu
masih kelaparan gitu kan memang iya.
Terus jadi kita memang ee minimal kita
harus memikirkan apa solusinya gitu
supaya masyarakat ini enggak tergiur
dengan merusak ee alam kita gitu kan.
mungkin kita bisa kasih bantuan dengan
workshop ee atau kita bisa kasih apa
pelatihan-pelatihan gitu yang kira-kira
itu bisa ngasilin duit gitu secara halal
dan enggak ngerusak. Terus kita satu
lagi nih ciptakan pasar itu juga PR
banget. Saya berapa kali bantu apa
namanya bikin dokumenter teman-teman
pemerintah gitu ya atau NGO. Kadang
mereka cuma ngajarin ee apa bikin
pelatihan tapi enggak diciptakan, enggak
dibantu cari pasarnya gitu. sehingga
akhirnya mereka lah mau dijual ke mana
nih? Balik lagiah mereka ee illegal
logging lah apa ee berburu satwalah
apalah kayak gitu ngerusak alam lah gitu
kan. Sama di laut juga gitu udah
dibeliin apa paket-paket paket-paket
nyelam diving mereka enggak tahu nih
cara nyari ee marketnya di mana, nyari
pasarnya di mana gitu kan. Udah kembali
mereka ngebom laut, kembali mereka
racunin laut gitu. Jadi ya seperti itu
ee apa kita juga enggak bisa sih nyalain
100% masyarakat gitu kan. Ee faktor
terbesar menurut saya ekonomi ya.
Next. Ini adalah ee kisah tentang ranger
di hutan. Saya ngambil cuplikannya
sedikit gitu di buku ini.
Next. Ini adalah ee kandang TPE ee
supaya harimau tidak makan ternak warga
gitu. Jadi dibangunlah kandang yang
tingginya bisa sampai 4 m dengan kawat
beri gitu. Ini masih efektif walaupun
ternyata beruang bisa masuk gitu. Himmau
memang susah masuk tapi ternyata beruang
bisa masuk.
Next. Ee ya di dalam buku ini saya juga
memasukkan ee beberapa teori. Jadi buku
ini saya tidak menulis dengan tulisan
yang susah gitu ya. saya berusaha
memudahkan ee bahkan teori ilmiah,
jurnal ilmiah saya buat tulisan menjadi
populer karena ee minat baca masyarakat
itu sangat kecil gitu. Jadi kalau
bahasanya ribet, bahasanya dakik-dakik
kalau bahasa Jawa ya itu ee orang malas
baca laporan-laporan di kantor
pemerintahan atau kantor LSM atau di
mana pun itu kan bahasanya berat ya.
Yakin saya enggak ada yang baca gitu.
Makanya bahasa harus kita sederhanakan
gitu. Karena itu tadi ya ee minat baca
warga kita ini masih sangat kecil.
Next ya, masih tadi teori-teori berbagai
teori saya masukkan gitu. Ee
next. Ini juga bayi siamang yang
induknya dibunuh ee dan dia tidak mau
lepas dari boneka ee panda ini karena
dia pikir ini ibunya itu pink-pink
tangannya itu adalah jarinya putus ya.
Jadi dia benar-benar terpenggal
tangannya gitu.
Ee ya, next. Kayaknya udah deh. Ya udah,
next. Terima kasih. Terima kasih.
[Musik]
Terima kasih Bu Regina atas pemaparannya
yang menarik sekali bagi kami-kami yang
belum pernah terjun langsung. bagaimana
hutan di Sumatera, bagaimana keadaan di
baik Aceh, kemudian ada yang Lampung
tadi ya, mungkin mungkin ya Kalimantan
juga ada dan memang kalau melihat ee
Indonesia saat ini yang orang bilang
Indonesia itu indah, terkenal dengan
kekayaan alamnya, namun kita-kita juga
yang ujung-ujungnya merusak. Dan yang
viral belakangan ini adalah tentang
raja. Apakah Ibu Regina sudah ke sana?
Udah kan saya kerja kerja di Kementerian
Pelautan ya kan grafernya Bu Menteri
Susi. Jadi ee hampir semua daerah yang
berlaut tuh ee kayaknya udah pernah aku
datangin deh. He. Jam .00 kayaknya udah
berapa kali ya? Tiga kali mungkin. Sudah
ada kabar terbaruah di Mikel ya.
Aduh ini iya lagi viral ya Mbak ya.
Benar. Karena kalau kita berbicara
tentang kehidangan alam, tadi Ibu Regena
juga sempat bilang bahwa susah berbicara
tentang konservasi dengan orang-orang
yang lapar. Tapi Ibu Regina lebih susah
lagi kalau kita berbicara dengan
orang-orang yang serakah. Iya. Tuh,
betul. Susah. Semoga sobat ASN ya yang
ee bergabung dalam webinar belajar seri
21 tahun 2025 ini bukanlah
pribadi-pribadi yang seraka. Yuk, kita
lebih bersyukur lagi dengan apa yang
kita miliki sekarang. kita jaga, kita
rawat demi anak cucu kita. Dan pas
sekali ini momennya ya ee sesi tanya
jawab kita buka. Silakan untuk yang
ingin bertanya kepada Ibu Regina yang
ingin mengeluarkan unek-uneknya atau ee
bertukar ee apa ya? bertukar insight di
sini kami persilakan yang bergabung
lewat Zoom meeting bisa raise hand yang
lewat eh YouTube channel bisa menuliskan
pertanyaannya di kolom live chat dan
sudah bergabung di sini. Selamat pagi.
Dengan Bapak siapa?
Selamat pagi. Asalamualaikum. Saya
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Saya Joko Kosmarinoto dari UPT Blk
Singosari. Saya tertarik ee apa yang
disampaikan dari narasumber tadi ya.
Baik, silakan Pak Joko pertanyaannya.
Ingin saya tanyakan
pertama ee seringki di
dalam YouTube-yube yang kita terima itu
ada tayangan yang saya itu kadang
membingung ya ini manusia dengan gorila
gitu atau dengan ee maunya itu punya
anak gitu apakah itu benar apa dak gitu
kan itu sering katan dia punya anak
anaknya ya mirip mirip setengah manusia
setengah kera gitu kan itu
Ya, mungkin saya sampai sekarang masih
ee meyakini itu hoak aja gitu loh. Tapi
ya begitu canggihnya teknologi kita bisa
membuat tayangan seperti itu gitu kan.
Nah, ini kebetulan pakarnya ada sekarang
ini bersama kami kira-gitu kan yang
paling tidak telah menelusur dari hutan
ke hutan, dari laut ke laut gitu. Itu
yang pertama. Yang
kedua memang ee antara manusia dengan
hutan berisa isinya itu seharusnya kan
bersinergi ya. Bersinergi tidak saling
membantai dan saling membunuh. Kalau
saling membunuh pastinya manusia menang
gitu karena manusia diberi akal pikiran.
Tetapi alat pikiran ini seharusnya kan
digunakan untuk bagaimana melindungi
mereka.
Ya secara tadi tertarik bagaimana
menjadikan mereka sebagai objek. Ya,
kebetulan di di Jawa Timur ada di
Prig
ee
ada taman apa ya yang semacam di Bogor
itu. Jadi binatang yang di dalam sana
bisa kita lihat, bisa tayangkan.
Kemudian di situ bagus sekali artinya
antara kehidupan binatang dengan manusia
itu bersinergi. Manusia bisa mendapatkan
keuntungan dari binatang-binatang
tersebut dan binatang juga bisa
mendapatkan keuntungan dari manusia
dengan mendapatkan makanan yang layak
dan sebagainya. Ya, yang sebut adalah
taman safari ya. Taman Safari juga di
Malang itu ada lagi kebun binatang yang
hidup itu. Nah, jadi hal semacam itu
bagaimana tanggapan narasumber terhadap
kondisi semacam itu? Apakah ini perlu
dikembangkan terus?
itu kan diciptakan pada posisi seperti
aslinya. Kemudian juga ke kebun-kebun
yang binatang ini. Kemudian be yang lalu
kami prihatin juga di kebun binatang
Surabaya itu banyak binatang yang
meninggal ya karena banyak faktor ya
banyak faktor di antaranya kelaparan,
kurangnya perawatan dan sebagainya. Ini
karena kebijakan manusia. Nah, kita di
bumi ini kan berbagai macam makhluk
Allah yang ada gitu.
kita itu banyak sehingga bagaimana
langkah-langkah strategis ke depan ee
apakah Undang-Undang
Perlindungan Binatang atau Kayan Hayati
ini sudah mencukupi atau perlu dirubah,
disempurnakan begitu agar kehidupan kita
semuanya bisa lestari, bisa bersinergi,
saling menguntungkan bukannya saling
merugikan
gitu. Ini yang perlu kamu tanyakan.
Monggoon tanggapan dari narasumber.
Terima kasih Bapak atas
pertanyaannya. Ya, saya ee langsung
jawab ya, Mbak Nisa ya.
Silakan, Ibu langsung dijawab. Oke, ya.
Untuk terkait penghamilan antara gorila
manusia, saya sesungguhnya belum pernah
melihat sih, Pak. Apa namanya? Karena
kalau
ee setahu saya ya ada perbedaan
perbedaan reseptor gitu ya antara ee apa
namanya manusia dengan binatang gitu.
Jadi sperma manusia itu hanya bisa
mengenali selur sel telur manusia.
Begitu juga sperma ee binatang hanya
mengenali sel telur ee binatang karena
kromosom dan DNA kita berbeda. Terus ee
saya enggak tahu mungkin itu permainan
permainan ini aja, Pak. Mungkin apa
Photoshop atau AI ya. Karena ee kalau
kita googling atau kita cari
jurnalnya mungkin ee saya sih belum nemu
ya, Pak sampai sekarang gitu ya. Ee lalu
apalagi misalkan manusia dengan orang
hutan gitu kan ee apa yang sering kita
kan di Indonesia enggak ada gorila ya
adanya orang hutan gitu. Simpanse juga
ada di Afrika. Jadi saya juga belum
pernah ada kasus ee mereka saling
menghamili gitu ee apa namanya? Tapi
mungkin birahi bisa, Pak. Birahi. Jadi
kalau Bapak searching di Kalimantan
Tengah itu ada kasus orang hutan menjadi
maaf pelacur atau
PSK. Jadi apa namanya ee namanya siapa
ya? Bon bukan Bonita. Mungkin Bapak bisa
searching ini di Google orang hutan jadi
prostitusi di Kalimantan. Nah, itu akan
keluar tuh, Pak. Karena saya tahu persis
kasus itu gitu kan. Jadi dia saking
jahatnya manusia ya. Jadi dia bulunya
tuh di digundulin, Pak. Seolah-olah
kayak kulit manusia gitu kan. Terus dia
dirantai dan dia
di maaf diperkosa gitu. Apa namanya ee
si Heeh itu jahat sekali gitu maksudnya
itu sudah lebih dari gitu. Mengerikan
sekali itu mengerikan Pak. Bapak bisa
googling dan memang ini fakta nyata dan
sewa tentu ada di Kalimantan. Nah,
ketika disita orang hutan tersebut ee
oleh BKSDA ee protes nih apa yang punya
tempat prostitusinya karena menurut
mereka lebih laku penggunaan orang utan
ini daripada maaf pelacur yang yang
manusia gitu. Ini kan gila gitu kan
walaupun dia enggak bisa hamil setahu
saya dia enggak bisa dihamilin gitu. Ee
itulah kalau ini udah udah gila sih,
Pak. Udah sinting gitu loh manusianya
gitu kan. Nah, oke. Terus kembali ke apa
namanya tadi?
Ee apa ya? Aku enggak catat lagi. Apa
apa ya, Pak? Yang berikutnya, maaf.
Taman Safari tadi. Sinergi antara
manusia dengan binatang. Seperti contoh
di taman safari atau kebun binatang
begitu. Heeh. Iya. Sebenarnya ee selama
apa ya kesejahteraan manusia ini eh
kesejahteraan animal atau satwa ini juga
kita perhatikan, Pak. Jadi kalau
misalkan kebun binatang, namun dia juga
bikin kandang jangan sempitlah gitu kan,
jangan kecil. Kan ada tuh di Medan waktu
itu ee apa namanya? Kandangnya kecil
banget. Lalu kan ruang gerak dia
terbatas sekali misalkan harimau gitu
ya, kandangnya cuma 2* 1 m misalkan itu
kecil sekali gitu terus kandangnya
enggak pernah dibersihin. Jadi
kotorannya, fesesnya itu ya udah tiap
hari di situ numpuk gitu kan. Itu jadi
penyakit gitu kan terus enggak pernah
dikasih makan. anak itu yang yang saya
sangat menentang yang kayak gitu. Tapi
selama kebun binatang itu apa ya kita
juga enggak tega lah ya ngelihat seperti
itu. Selama kebun binatang itu
memperhatikan animal welfare-nya Pak
atau kesejahteraan satwanya gitu kan. Ee
apa namanya ya? Mungkin itu ee better ya
Pak daripada ee apa
namanya apa ya? Bukan, bukan, bukan
daripada sih. Tapi itu lebih baik kalau
intinya kalau disiksa janganlah jangan
sampai disiksa karena dia juga ciptaan
Tuhan yang punya rasa sakit, punya rasa
sedih gitu kan, Pak. Ee lalu em
berikutnya apa Pakannya Pak? Iya terkait
dengan taman Safari tadi itu kita lihat
kan apakah yang demikian ini perlu
diperbanyak apa bagaimana itu kan
sinergi bagus. Yang ketiga tadi adalah
terkait dengan undang-undang.
undang-undang ee perlindungan terhadap
binatang-binatang
tersebut apakah masih layak, masih
relevan atau perlu disempurnakan lagi
terutama pada
implementasinya ya penerapannya kan
begitu juga yang melaksanakan
undang-undang kan manusia. Iya. I
sehingga kalaulah misalkan ada
pelanggar-pelanggaran itu bagaimana
nanti tindakan hukumnya. Jadi kan agar
bumi kita lestari bersama kekayaan
hayatinya begitu. Iya. Ee sayangnya Pak
undang-undang kita soal konservasi
terutama konservasi satwa liar itu masih
menurut saya masih belum belum apa ya
belum sempurna lah ya. Terus ee kemarin
ee yang Undang-Undang Nomor 50 gitu itu
juga sudah usang tapi masih di digodok
gitu kan. Nah, masalahnya lagi, Pak,
kejahatan hutan itu
ee sangat jarang atau sangat sedikit
yang terangkat atau di yang di apa
namanya? Di mungkin bagi teman-teman
penegak hukum mungkin kurang seksi ya.
Saya enggak tahu juga pertimbangannya
atau mungkin apalah ya. Jadi banyak
kayak penyelundupan satwa liar itu
banyak dan sering terjadi tapi sedikit
banget yang menangani gitu. Artinya
gini, contoh nih, saat ini kemarin ada
kasus penyelupan orang hutan ke Thailand
dari Sumatera ee dari Aceh itu hampir
terjadi tiap bulan, Pak. Dalam 1 bulan
tuh bisa dua tiga orang hutan dilarikan
ke Thailand. Otomatis dia bunuh induknya
karena yang dibawa adalah bayinya, gitu
kan. Nah, ee mereka punya pelabuhan
sendiri, mereka naik perahu sampai ke
Thailand sana, naik kapal gitu kan.
Jadi ee sampai sekarang itu belum juga
setahu saya karena saya mengikuti ya
saya mengikuti kasus-kasus gitu itu ee
apa sih kurang kurang kurang gregetlah
ee menurut saya penanganan kasus ee
kejahatan hutan gitu. enggak cuma satwa
liar ya, termasuk ilegal logging gitu,
terus pencemaran ee udara apa segala
macam tuh kok ya kayaknya masih kurang
masih jauh banget dari ee ideal gitu,
Pak. Itu memang iya makanya ee apa
namanya ee ya saya berharap teman-teman
gitu atau itu kita sama-sama melag gitu
kan jadi bisa sama-sama mengingatkan nih
gitu. Jadi ee loh kasus ini kok belum
kasus ini kok enggak diapa-apain gitu
kan dengan bisa melalui sosm kita atau
menggunakan platform-platform lainnya
gitu. Memang masih jauh sih Pak kalau
kita lihat dibanding kasus korupsi atau
kasus-kasus yang lain tuh jauh gitu ee
apa penanganannya enggak enggak secepat
itu gitu seperti itu, Pak.
Eh terakhir, bagaimana tanggapan
narasumber terhadap adanya semacam
secret show yang di
batu ya? Itu kan juga menampilkan secret
show itu menampilkan binatang-binatang
di sana. Itu pola kebun binatang yang
kalau saya kira bagus ya. Apakah N
pernah melihat itu? Bagaimana
tanggapannya? Terima kasih. Ya, terima
kasih Bapak. Sebenarnya ee memang satwa
liar itu sebaiknya di alamnya itu ya.
Tapi ketika ada zoo atau kebun binatang
memperlakukan satuannya dengan baik
gitu, Pak. Ee apa namanya? Saya masih
enggak apa-apa gitu loh. Apalagi tidak
semua manusia, tidak semua orang punya
akses atau punya privilege bisa masuk ke
hutan terus ngelihat langsung
satwa-satwa yang pengin dilihat gitu.
kadang-kadang ee apa mungkin mereka
perlu dengan lebih mudah seperti datang
ke zoo, ke kebun binatang gitu kan.
Karena enggak semua orang bisa
masuk-masuk nih ke dalam hutan ketemu
cendrawasi secara langsung, ketemu ee
burung rangkong secara langsung gitu
atau ketemu harimau gitu kan. Jadi
mungkin ee kita bisa ngambil sisi
edukasinya gitu, tapi dengan catatan
mereka ee apa
ya welfare animal welfare-nya itu
kesejahteraan satwa itu di
diilakukan gitu, Pak ya. Kandangnya
enggak enggak sempit dikasih makan kalau
sakitnya diperiksa ada dokter hewannya
gitu. Ee jadi enggak enggak hanya bisnis
tok, tapi mereka juga ee merawat gitu
satwa-satwa ini dengan baik gitu, Pak.
Terima kasih. Jadi cukup Pak Joko.
Terima kasih sudah cukup. Terima kasih,
Pak Joko.
Baik, terima kasih pertanyaannya. Ini
memang menjadi suatu hal yang disoroti
ya oleh netizen terutama Ibu Regina.
Karena animal show ini katanya jangan
sampai ada animal show ataupun sirkus
binatang ini untuk melatihnya di apa?
Disiksa dan segala macamnya. Iya, pasti
disiksa tuh, Mbak. Makanya ee apa
namanya kan udah banyak kebun binatang
yang ee mulai enggak melakukan itu. He.
Kemudian animal show ditiadakan.
Akhirnya show-nya sekarang sirkusnya eh
manusia. yang ternyata di dalamnya tidak
berperi kemanusiaan dan itu juga e
sempat viral beberapa saat yang lalu, Bu
Regina. Oh,
iya 80 -an apa ya, Mbak? Itu kayaknya
kasus lama itu yang sama. Iya, ya. I iya
benar ya. Tadi sudah disebutkan oleh Pak
Joko juga ya. Waduh, ini sebenarnya yang
menjadi permasalahan di sini apanya ya?
Sepertinya dari manusianya. Cowah kita
merasa dong ayo ee timbulkan rasa cinta
kita, timbulkan rasa memiliki ini bumi
kita. Kita yang harus merawat dan harus
menjaganya.
Benar gimana? Dengan Mbak Risa tadi yang
serakah itu emang harus diobatin, Pak.
Jadi mungkin mungkin Bu Regina ada tips
and triknya bagaimana sih ee menumbuhkan
rasa cinta kita kepada bumi. Karena kita
sekalipun kita tinggal di dalamnya, tapi
tidak semua orang memiliki sense of
belonging terhadap bumi yang kita
tempati saat ini. Iya. Ee apa ya? Saya
tuh ee dulu juga sebelum saya bikin
buku-buku ini sering sering masuk
maksudnya kerja di laut, kerja di hutan
gitu. Saya juga dulu tuh jauh dari itu
gitu loh, Mbak ya. Anak mall lah gitu.
Tapi lalu saya percaya semua manusia itu
punya hati gitu kan. Nah, bagaimana kita
itu me me menstimulus hati itu supaya
hidup gitu loh hatinya gitu. Karena yang
saya takutkan kita punya hati tapi ee
mati gitu ya. Kita cuma punya kayak
pohon pisang, punya jantung, tapi enggak
punya hati.
Jadi maksudnya ee kan pasti punya hati,
tapi tinggal bagaimana kita itu berusaha
menstimulus, merangsang hati itu supaya
dia hidup dan e kembali menyala gitu.
Karena ee saya rasa kalau orang punya
kepekaan gitu, enggak mungkin tega,
Mbak. Orang misalkan ee misalkan
jangankan harimau ya kucing aja misalkan
kita kita siksa juga kita enggak mungkin
sampai hati. Enggak usah kucinglah yang
lebih kecil lagi mungkin kita enggak
enggak enggak akan tega gitu. Oke. Nah,
jadi mungkin anak-anak kita biasakan
juga ketemu alam mungkin jangan
keseringan gadget lah. Megang daun kek,
grounding di tanah kek, apalah main ke
sungai atau apalah yang kira-kira
permainan zaman kita kecil dulu itu ee
kan banyak kita dulu kan Mbak main tanah
apa itu mungkin harus sudah banyak kita
tularkan ke anak-anak gitu kan supaya
mereka ee apa sayang gitu sama alamnya
gitu kan. Itu heeh hati gitu. Sepertinya
jangan cuman anak-anak ya Bu Regina ya.
Kitanya yang sudah dewasa pun juga harus
lebih mendekatkan diri dengan alam deh.
Iya, betul, betul, Mbak, betul. Aku
makanya jujur dulu kok anak mall yang
sama yang anak ya anak Mbah kayak
kita-kita kan. Enggak pernah aku
kebayang hutan kebakaran ee apa polusi
udara apa opo sih itu jauh dari
pikiranku. Tapi setelah aku dikenalkan
dunia laut, dunia hutan gitu kan, oh
kayak gini ya gitu. Oh, aku harus
berbuat sesuatu nih gitu. Aku enggak mau
sekedar nonton tok tahu tok gitu. Jadi
em aku at least aku berusaha untuk
berbuat sesuatu yaitu tadi karena aku
background tu jurnalis Mbak jadi aku
bikin buku, aku pameran tunggal, aku
bikin tulisan, aku bikin foto, aku
ngomong di mana-mana gitu kan. Ee
melalui sosm gitu-gitu. Nah, jadi ee
caraku ya masih kayak gini sih, Mbak.
Karena kan kita terbatas juga ya apa
namanya kemampuannya. Maunya sih semua
bergandingan tangan kita sama-sama
menyerukan. ayolah eman-eman loh alamnya
gitu kan ya memang pertumbuhan apa
namanya kita perlu apa pembangunan ya
karena ee manusianya makin banyak enggak
mungkin manusia lahir kelahiran anaknya
terus enggak enggak merusak alam enggak
mungkin pasti kan ee tempat tinggal kita
apa ya pemukiman akan makin banyak hutan
akan banyak dibuka gitu kan enggak
mungkin anak lahir digantung-gantungin
di langit kan enggak mungkin gitu cuma
Cuma bagaimana kita yaitu tadi
pengetahuan ee teknologi, bagaimana kita
mengukur daya dukung, daya tampung ee
dari sebuah alam ee supaya kita bisa
hidup bareng gitu, Mbak. Bisa
berdampingan gitu. Itulah gunanya ilmu
pengetahuan gitu kan. Jadi ee apa
namanya? Saya berharap kita meskipun
orang manusianya banyak, tapi kita juga
bisa hidup bersama dengan makhluk cipta
Tuhan lainnya gitu. Oke, terima kasih
banyak Ibu Regina. Ini semoga ya bisa
diaplikasikan oleh seluruh sobat ASN
yang bergabung di hari ini. Lebih cintai
bumi kita, lebih cintai seluruh makhluk
hidup yang ada. Mau itu sesama manusia,
dengan binatang, dengan tumbuh-tumbuhan.
Karena kita hidup di sini ee saling
membutuhkan satu sama lainnya.
Oke, terima kasih sekali lagi Bu Regina
sudah hadir di ASN Belajar seri 21 tahun
2025 ini. Semua kami menantikan
buku-buku Bu Regina yang berikutnya.
Amin. Makasih, Mbak. Terima kasih, Bu
Regina
ya. Terima kasih semua.
Oke, Sobat ASN sudah dua materi dari dua
narasumber yang luar biasa. Masih ada
satu materi lagi. Kira-kira apa judul
materi yang akan disampaikan oleh
narasumber kita yang ketiga. Jangan ke
mana-mana. Tetap terus berada di webinar
rayasan belajar seri 21 tahun 2025.
[Musik]
بي
[Musik]
Oh.
[Musik]
Terima kasih sobat ASN masih setia
bersama kami di ASN Belajar seri 21
tahun 2025. Dan di sem kali ini kita
akan mendengarkan bersama-sama pemaparan
dari narasumber kita yang ketiga di mana
beliau adalah ee dosen di Universitas
Brawijaya dan selain menjadi konsultan
lingkungan hidup, beliau juga seorang
asesor kompetensi. Siapakah beliau?
Langsung saja kita sapa narasumber kita
yang ketiga, Dr. Ir. Rita Parmawati,
SP,ME, IPU, ASEAN
[Musik]
Engineering. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh, Mbak Anisa. Selamat siang,
Bu Rita. Saya panggilnya Bu Rita ya.
Benar ya? Iya, betul. Selamat siang.
Bagaimana kabarnya, Bu Rita?
Alhamdulillah sehat, Mbak Anisa.
Alhamdulillah. Ini berarti Bu Rita di
posisi di Malang ya? Iya, alhamdulillah
sedang di Malang, Pak Anisa. Wah, di
Malang cerah. Alhamdulillah cerah. Ini
sedikit panas. Waduh, sudah lama saya
enggak kulineran di Malang. Oke, Bu
Rita.
Ee untuk kali ini apa judul yang ingin
ee disampaikan pada materinya? Ya, saya
nantinya akan bicara tentang apa namanya
green office ya, Mbak dan ekonomi
sekuler sesuai dengan keahlian saya gitu
ya di bidang ekonomi sekuler mengelola
limbah menjadi sesuatu yang lebih
berguna begitu. Oke. Baik. Jadi untuk
sobat ASN disimak baik-baik apa yang
disampaikan oleh Bu Rita dan kalau bisa
nanti diterapkan juga di kantor
barangkali diterapkan juga nanti di
rumah ya. Jadi dicatat apa poin-poin apa
saja yang terpenting atau nanti
barangkali di akhir ee sesi boleh minta
soft copy-nya enggak teman-teman di
sini? Boleh ya? Ada ya? Oke kalau begitu
tanpa menunggu lama langsung aja kita
simak materi dari Ibu Rita. Silakan Ibu
kasih, Mas.
Baik, Sobat ASN mohon izin saya berbagi
ya. ini saya yakin Sobat ASN sudah
banyak memahami tentang apa itu green
office dan ekonomi sekuler. Ee namun
pada kesempatan hari ini di mana kita
sedang memperingati hari lingkungan
hidup ya, maka saya sedikit berbagi gitu
dari apa yang sudah pernah saya teliti
kemudian saya dapatkan dari ee pada saat
saya sekolah dulu dan kemudian saya
menulis buku ee ini sekarang saya mohon
izin untuk berbagi dengan sobat ASN.
Oke,
next ya. Jadi sekarang sedang musim
green gitu ya. Saya beberapa kali
diundang oleh DPR RI, kemudian BKSAP,
Badan Kerjasama Antar Parlemen Republik
Indonesia. Saya diminta bicara tentang
green ekonomi, kemudian diminta juga
bicara tentang ee green building dan
lain-lain gitu ya. Jadi sekarang eranya
adalah ee memang apa-apa dikaitkan
dengan lingkungan gitu ya. Nah, mengapa
sih kantor ramah lingkungan itu
dibutuhkan gitu ya? Mbok seperti yang
dulu-dulu aja kita ee tidak perlu ada
perubahan-perubahan. Nah, Bapak dan Ibu
yang saya hormati, Sobat ASN, perubahan
itu sifatnya dinamis nggih. Dan itu akan
selalu harus ada gitu ya. Dan kita
sebagai ee ekosistem, salah satu
ekosistem yang ada di dalamnya, kita
juga harus mengikuti dari perubahan itu
sendiri. Maka sebetulnya kalau kita
tidak mengikuti perubahan yang ada gitu
ya ee maka sebetulnya kita itu akan
tertinggal gitu ya. Bahkan ee bisa
dikatakan kita ini akan mati pelan-pelan
seperti itu. Nah, dengan era semuanya
serba green, ramah lingkungan dan
lain-lain, maka ada pertanyaan, mengapa
sih kantor ramah lingkungan itu
dibutuhkan? gitu ya, baik di Sobat ASN
maupun di kami di kampus itu mulai
menerapkan ee kampus ramah lingkungan
gitu ya. Kalau kita lihat krisis
lingkungan global ini memerlukan aksi
lintas sektor termasuk perkantoran. Jadi
sebetulnya kantor ramah lingkungan ini
ee tidak bisa hanya dibebankan kepada
sobat ASN yang bekerja di Dinas
Lingkungan Hidup gitu ya. di mana kalau
misalkan tidak ada kebijakan dari
pimpinan kita tertinggi dalam hal ini
misalkan di provinsi adalah ee Ibu
Gubernur kita teman-teman yang ada di
kabupaten kota mungkin Pak Walikota atau
Pak Bupati di kami di kampus juga ee apa
namanya Pak Rektor gitu ya maka
sebetulnya kantor ramah lingkungan ini
tidak akan bisa kita capai gitu ya. Nah,
kalau kita terus-terusan ee tidak
memperhatikan kantor yang ramah
lingkungan, maka krisis lingkungan ini
akan semakin meluas. Contoh, Bapak dan
Ibu, sobat ASN yang saya hormati, ee ini
sudah bulan Juni gitu ya, tetapi tren
musim kemarau basah itu sekarang kita
alami. Di satu sisi kita bersyukur ya,
kita tidak merasa panas gitu ya sampai
overhead gitu. Tetapi di sisi yang lain
mungkin dari petani, tembakau itu agak
menangis gitu ya. Karena ee dengan
adanya curah hujan yang tidak menentu
ini maka ee kemungkinan terjadi
kerusakan terhadap budidaya tanaman
tembakau itu tinggi, gagal panen itu
tinggi. Nah, yang kedua aktivitas kantor
ini banyak sekali mengkonsumsi energi
baik air gitu ya dan menghasilkan limbah
secara masif. Jadi ee sering sekali
perilaku kita tadi ee Bu Lita mungkin
sudah banyak membahas tentang perilaku
dan Bu Regina ini lebih banyak di lapang
ya di lapang yang ee mungkin sobat ASN
dan saya sendiri tidak terlalu banyak
atau mempunyai pengalaman seperti Bu
Regina gitu ya di mana beliau bisa
langsung berhubungan dengan hutan,
dengan satwa, dengan flora, fauna, dan
lain-lain. Nah, ee kita banyak
menggunakan konsumsi energi sekarang
saja. Kalau saya mau jujur di ruangan
saya padahal ada jendela, saya tetap
menyalakan listrik gitu ya, menyalakan
lampu gitu ya. Supaya ketika saya
membaca ee disertasi maupun tesisnya
mahasiswa saya ee tidak buremlah, mata
saya tidak terlalu sakit gitu ya. Nah,
kemudian juga meskipun Hawa Malang ini
lebih sejuk dibandingkan Surabaya, Sobat
ASN, tapi ee pada kenyataannya saya pun
tetap menggunakan AC gitu ya. ee karena
ketika apa namanya kita itu overload
pekerjaan dengan kepala yang panas,
jujur ini saya pribadi saya merasa tidak
bisa mencerna apa yang saya baca, apa
yang harus saya kerjakan dengan baik
gitu ya. Sehingga ee AC ini menjadi
budaya yang setiap hari harus selalu
menyala. Nah, kita bayangkan kalau ada
100 orang seperti saya gitu nggih,
seperti saya, maka berapa konsumsi
energi yang dikeluarkan oleh kantor gitu
ya. Nah,
ee ini pun juga kita pasti menghasilkan
limbah gitu ya. Limbah apa ya? Limbah
greay water gitu ya. Dari misalkan kita
ee membuang air kecil gitu, kemudian
juga mencuci piring dan lain-lain. Belum
lagi kertas ya. Nah, ini dari hari ke
hari semakin masuk. Yang ketiga,
kontribusi signifikan sektor perkantoran
terhadap kerusakan
lingkungan. Jadi, ee sobat ASN, saya
dulunya ee salah satu yang membuat
dokumen
lingkungan PT2 kepemilikan Jepang gitu
ya, yang ada di ee Kecamatan Brondong,
Kabupaten Lamongan. Di DoA itu adalah
pabrik pengolahan limbah B3.
Dan ternyata selain industri ya ee
kantoran perkantoran ini juga menyumbang
limbah B3 paling banyak gitu ya. Kayak
kampus saja. Kami ini ada lab sobat ASN
gitu ya. Di mana berarti kita
menggunakan bahan kimia. Belum lagi ada
batu baterai, baterainya AC, baterainya
jam dinding gitu nggh. Kemudian juga ee
bahan-bahan yang lain yang itu
berkontribusi terhadap kerusakan
lingkungan. Nah, saya yakin di Sobat ASN
pun juga begitu gitu ya. Kerusakan
lingkungan ini banyak diakibatkan karena
activity kita di perekantoran. Yang
berikutnya adalah pertumbuhan jumlah
kantor di Indonesia tanpa pengelolaan
ramah lingkungan memperburuk kondisi
ekosistem. Jadi yang terjadi adalah
dengan adanya OSS, Sobat ASN ya, di mana
perizinan itu terpusat gitu ya. Kemudian
fungsi pengawasan dibebankan kepada
Dinas Lingkungan Hidup ini menjadi
carut-marut implementasinya di lapang
gitu ya. Bukan berarti OSS ini tidak
baik, tidak gitu ya. Tapi
implementasinya di lapang ketika Dinas
Lingkungan Hidup sebagai fungsi
pengawasan itu menjadi kocak kacir.
Karena satu keterbatasan ee SDM gitu ya,
dia harus mengawasi AB CD yang setiap
hari selalu ada masalah. Yang kedua
ketika terbit
izin mereka tidak tahu gitu ya. Sehingga
kemudian jatuhnya adalah ya mereka yang
didemo oleh masyarakat, mereka yang di
permasalahkan kenapa ee keluar izin dan
lain-lain. Nah, itu yang terjadi dan
jujur banyak sekali kondisi yang
kampus-kampus maupun perkantoran ASN itu
yang belum mampu mengelola limbahnya
dengan baik. Nah, ini harus ee
betul-betul kita sadari ya. justru ee
perekantoran swasta, perkantoran milik
PMA karena dia takut nantinya akan
ditutup gitu ya, maka mereka lebih strik
dalam membuat ee pengolahan limbah baik
itu limbah cair maupun limbah padat.
Next, ya. Nah, ini beberapa masalah
operasional perkantoran gitu ya. Jadi
yang pertama penggunaan listrik gitu
seperti yang saya ceritakan tadi ya,
lampu, kemudian peralatan elektronik.
Kadang kita itu begitu jam istirahat ya,
komputer di perkantoran kita ya tetap
menyala saja, AC di kantor kita juga
tetap menyala saja. Nah, kalau ini saya
pribadi, sobat ASN sudah mulai bijak
gitu ya. Ketika saya keluar ruangan, AC
saya matikan kemudian ee lampu saya
matikan. Itu yang saya mulai sedikit ya,
sedikit berbenah. Paling tidak itu saya
mulai dari diri saya sendiri. Yang
kedua, konsumsi air tinggi untuk
kebutuhan ee apa namanya ini kok gak
begitu jelas nih? Sebentar. Ee untuk
kebutuhan harian baik itu untuk
keperluan MCK gitu ya, kemudian juga
untuk konsumsi minum kita itu masih
sangat tinggi. Yang berikutnya adalah
penggunaan besar kertas dan ATK menjadi
limbah padat dan organik. Nah, Sobat ASN
kadang kita kalau diminta menghadap ke
pimpinan membawa laporan kita print ya.
Kita print kemudian masih dicoret-coret
dikembalikan kita print lagi. Ya, secara
etika itu memang betul gitu ya. Ee kita
menghargai pimpinan kita. Saya pun kalau
misalkan ada bimbingan menghadap saya
dan ee tulisannya acak kadul itu saya
emosi. Jujur saya bilang ee jangan
menghadap ibu dengan tulisan seperti
ini. Itu pasti ibu tidak nyaman gitu.
Jadi jangan tidak rata kanan kiri masih
tulisannya ada yang besar ada yang
kecil. Itu sangat tidak menyenangkan
gitu. Apalagi dengan beban kita gitu ya,
yang setiap hari harus selalu
mengkoreksi itu menjadi salah satu yang
sensitif sekali gitu ya. Nah, ini secara
tidak sadar perilaku kita nih ternyata
ee banyak menghasilkan limbah limbah
ATK. Nah, ini kemudian yang berikutnya
adalah potensi limbah B3 dari aktivitas
teknis kantor. Banyak ya, oli, kemudian
ee bahan-bahan kimia, bahan-bahan
kebersihan kita ee perkantoran pun tuh
ada tinta dari apa ee printer kita gitu
ya. Kemudian batu baterai dan lain next,
Mas. Nah, apa urgensi penerapan ramah
lingkungan bagi ASN gitu ya? Nah, ini
mungkin sobat ASN jauh lebih memahami
daripada saya gitu ya. Saya hanya
berbagi sekali lagi. Yang pertama, ASN
harus memiliki tanggung jawab etis dan
moral global gitu ya. Jadi kita ini
sebagai ASN harus menjadi contoh dalam
mendukung kebijakan
keberlanjutan. Jangan cuman kita membuat
dokumen keberlanjutan green ekonomi gitu
ya. Saya kemarin diminta untuk
menghitung indikator PDRB hijau gitu
nggih oleh provinsi.
Kemudian kita apalagi saya nih sebagai
dosen lingkungan bolak-balik ngomong oh
cintai lingkungan. Kita harus
memperbaiki kerusakan lingkungan gitu
ya. Nah ini harusnya kita memiliki etis
ya ee lebih memiliki apa namanya etika.
Dalam hal ini kita memiliki tanggung
jawab di sini. Nah, tanggung jawab ini
tidak hanya terbatas pada level nasional
gitu ya, tetapi juga harus pada tingkat
global terutama dalam mendukung tujuan
pembangunan berkelanjutan SDG. SDG ini
sekarang apa-apa harus dikaitkan dengan
SDG gitu ya. Bahkan hibah-hibah
penelitian kami di Dikti maupun di
internal UB juga harus selalu dikaitkan
dengan SDGIS. Dari 17 tujuan penelitian
saya tuh lebih mengarah ke mana gitu ya.
Kebetulan karena keahlian saya ini
pengolahan limbah gitu ya, maka ya saya
lebih ke SDC yang tujuan untuk
pengolahan limbah. Yang kedua, efisiensi
operasional dan penghematan anggaran
instansi. Cocok ya, kita sekarang sedang
masa efisiensi gitu ya. Jadi kalau saya
nih
diceritani ee kebetulan suami saya juga
ASN di Pemda gitu ngih. Itu eh ini
enggak ada jajannya loh sekarang rapat
gitu ya. itu saya juga senyum-senyum aja
gitu ya. Ya memang sudah waktunya kita
melakukan ee penghematan anggaran gitu
ya. Setidaknya paling tidak minimal ini
Aqua gelas, Aqua botol itu digantilah
dengan ee gelas-gelas yang isi e apa
kita bisa secara mandiri mengisi dari
dispenser yang ada gitu ya. ee berat
memang di awal gitu ya, tapi itu menjadi
bagus untuk pengurangan plastik dan
limbah di kantor. Nah, green office ini
sebetulnya dapat mengurangi biaya
operasional gitu ya melalui penghematan
energi dan pengolahan limbah yang lebih
efisien. Jadi penghematan anggaran ini
bisa kita kemudian dialokasikan untuk
program-program yang lebih produktif
atau untuk kebutuhan instansi lainnya.
Jadi penghematan yang kita lakukan
misalkan dalam konsumsi AT ee konsumsi
rapat gitu ya, kemudian penggunaan ATK
sebetulnya kalau kita bisa melakukan
efisiensi maka bisa untuk dianggakan
untuk ee kegiatan-kegiatan yang lebih
produktif. Yang
ketiga, praktik ramah lingkungan itu
sama dengan praktik tata kelola
pemerintahan yang baik, good governance,
ya. Jadi pemerintahan yang baik itu
harus ee apa namanya? Mempraktikkan ya
ee ramah lingkungan di perkantoran itu
seperti apa. Jadi green office ini
harusnya mencerminkan pemerintahan yang
transparan dan bertanggung jawab baik
dalam pengelolaan sumber daya yang
efisien gitu ya. Bagaimana kita
menggunakan listrik, AC, air gitu ya,
maupun bagaimana kita mengelola limbah.
Nah, ini eh merupakan praktik dari good
governance. Oke,
next. Nah, dasar hukum ya kita sering
sekali ya kalau memberi materi itu dasar
hukumnya apa gitu ya. Kemudian komitmen
lingkungan. Ee mohon maaf ini kalau
sedikit agak-agak kedosen-dosenan gitu
ya. Karena dasar hukum ini sangat
penting supaya sobat ASN yang mungkin ya
mungkin tidak berada di Dinas Lingkungan
Hidup bisa oh ternyata dasar hukumnya
tuh jelas gitu ada pada Undang-Undang 32
tahun 2009 yaitu tentang perlindungan
dan pengelolaan lingkungan hidup. Buita
bukannya ini sudah diganti ya pada pada
Undang-Undang Cipta Kerja ya Bu kita ya?
Oh tidak ya. Tidak semua Undang-Undang
329 ini dicabut. ada beberapa pasal yang
diganti dan ada beberapa pasal yang
ditambahkan. Jadi tidak ada ee apa
Undang-Undang 32 ini dicabut dan diganti
dengan undang-undang setelahnya itu
belum ada. Yang kedua adalah PP nomor 22
tahun 2021. Ini pegangan kita. pegangan
kita dalam bagaimana kita bersikap bijak
terhadap lingkungan gitu nggih. Jadi
kalau mau ada masalah lingkungan
kemudian ada oh saya mau menerapkan
green office ah sesuai dengan kemarin
diskusinya dengan Bu Rita, Bu Lita, dan
Bu Regina. Apa yang harus saya lakukan?
Dibuka dulu paling tidak membaca. Oh,
ternyata ada Undang-Undang 329 dan PP2
tahun 2021. Nah, apa komitmen lingkungan
kita? Pemerintah punya kewajiban untuk
melakukan mitigasi perubahan iklim.
Jadi, setiap kabupaten
kota mempunyai kewajiban untuk melakukan
mitigasi perubahan iklim gitu ya. Karena
ini tidak bisa dilakukan di skala
nasional saja gitu ya. Tapi mulai dari
skala paling bawah itu harus melakukan
mitigasi perubahan iklim. Maka jika ada
event-event ee kampung pro iklim gitu
ya, sebetulnya itu salah satu upaya yang
diriwardkan tanda kutip ya untuk
melakukan mitigasi perubahan iklim. Jadi
menciptakan kesadaran kepada masyarakat,
merubah perilaku masyarakat gitu ya
untuk bagaimana dia ee mengelola
limbahnya dengan baik gitu ya. Eah
supaya ini tidak menyumbang CO2 gitu ya.
ee emisi kepada udara, kepada
lingkungan. Yang berikutnya, ASN wajib
menjadikan pertumbuhan kantor sejalan
dengan keberlanjutan
lingkungan. Sobat ASN, Undang-Undang
Dasar Hukum manaun itu tidak pernah
melarang adanya pembangunan, gitu ya.
Jadi kalau misalkan ada satu kabupaten
kota atau provinsi kita Jawa Timur ingin
membangun perkantoran, pusat perkantoran
yang lebih besar misalkan ya yang
terpusat gitu misalkan selama ini kan ee
Dinas Lingkungan Hidup di mana, Dinas
Perhubungan di mana, tidak dalam satu
kluster gitu ya. Misalkan kemudian ada
wacana gubernur pengin membuat pusat
perkantoran yang semuanya jadi satu di
situ. Apakah itu tidak boleh? Boleh gitu
ya. Kita tidak boleh menolak pembangunan
tetapi pembangunan yang
bagaimana. Maka ada embel-embel
pembangunan berkelanjutan. Apa itu
pembangunan berkelanjutan? Pembangunan
yang memperhatikan keberlanjutan ekologi
ya. Kemudian berusaha meningkatkan
ekonomi dan sosial masyarakat. Nah, itu
adalah prinsip dari pembangunan
berkelanjutan. Nah, maka kita sebagai
ASN tidak apa-apa ada pertumbuhan
perekantoran itu tidak apa-apa. Memang
itu kebutuhan kebutuhan kita gitu ya
kan. Tidak serta-merta oh saya mau
mendirikan perkantoran A
misalkan atau saya mau merenovasi dari
ee satu lantai menjadi dua lantai tanpa
ada perhitungan-perhitungan kan tidak
mungkin. Kita pasti mempunyai reioning
gitu ya. Oh ya, ee daya tampungnya
perkantoran saya saat ini cuman sekian,
sementara jumlah pegawai kami adalah
berapa sehingga kami membutuhkan
perkantoran yang lebih luas. Nah, tapi
tolong pada saat mendesain kantor itu
diperhatikan aspek-aspek
keberlanjutannya. Oke. Nah, yang ketiga,
Green Office sebagai instrumen kebijakan
strategis menuju pembangunan
berkelanjutan. Jadi ee ini sebetulnya
bagian dari yang saya ceritakan tadi ya.
Jadi untuk mewujudkan pembangunan
berkelanjutan ya dimulai dari green
office itu tadi. Baik, next.
Nah, kita sebagai ASN, Sobat ASN ngih
peran kita itu sebagai agen perubahan
dalam birokrasi hijau, agen agent of
change ya. Dalam birokrasi hijau itu
adalah peran kita sebagai ASN yaitu eh
ASN memiliki peran kunci dalam
mewujudkan birokrasi hijau melalui
implementasi kebijakan dan layanan
publik berkelanjutan gitu ya. Jadi mulai
ya ada beberapa ee saya pernah di ee apa
satu pintu itu semua itu sudah dalam
bentuk sof copy. Jadi tidak membolehkan
lagi hard copy. Nah, itu salah satu
agent of change yang bisa kita lakukan
gitu ya. Yang kedua adalah transform
transformasi proaktif. Jadi dalam hal
ini Sobat ASN diharapkan tidak hanya
menjadi pengawas gitu ya dan penegak
aturan lingkungan. Oh, mie gacoan ada
masalah dengan IPALnya. Ayo, ini COD
BOD-nya tinggi, jadi harus diapakan.
Nah, tidak selalu kita harus begitu,
tetapi juga mempromosikan keberlanjutan
dalam perilaku sehari-hari di unit kerja
masing-masing. Kan konyol ya ketika kita
menindak orang berbuat salah, tapi kita
melakukan sama seperti kita tidak kita
tidak membolehkan anak kita menonton TV
ketika jam .00 malam misalkan ya. Tapi
kita sendiri sebagai orang tua menonton
TV. Pasti anak kita lah wong mama aja
juga lihat TV kok aku gak boleh lihat
TV. Ya, apa yang terjadi? Anak itu
membantah menentang kita atau anak itu
diam tidak menonton TV. Tapi itu menjadi
catatan di hati kecil anak itu. Oh ya
kalau gitu besok nek pas mama gak ada
aku nonton TV aja. Sama dengan ini gitu
ya. Jadi ketika kita melakukan fungsi
pengawasan ya dan menegakkan
aturan-aturan lingkungan yang ada, maka
sebetulnya kita pun juga harus ee
melakukan itu pada perilaku sehari-hari
di dalam perkantoran
kita. Nah, tapi kan masih banyak ya
masih banyak ee terjadi gitu ya di
lingkungan kita sendiri. Perkantoran itu
pengolahan limbahnya belum bagus.
sampahnya masih dicampur antara organik
dan anorganik gitu ya. Nah, ini ini
adalah peran ASN sebagai agent of
change. Yang ketiga, kolaborasi lintas
unit. Jadi, dalam hal ini adalah ASN
diharapkan berkolaborasi untuk solusi
yang lebih komprehensif dan mendidik
publik lewat pelayanan. Gak bisa. Semua
ini dibebankan kepada ASN. Tidak bisa.
Jadi kita harus
berkolaborasi dengan akademis, dengan
media gitu ya, dengan
masyarakat, dengan swasta kita
berkolaborasi. Nah, paling tidak untuk
kabupaten, kota kita sendiri gitu ya.
Bagaimana ee kita menciptakan lingkungan
yang baik, bagaimana kita memberikan
pemahaman kepada masyarakat, bagaimana
kita merubah perilaku masyarakat. Nah,
ini ee kita harus berkolaborasi. eranya
kolaborasi ya, tidak super woman, tidak
tapi
berkolaborasi. Berikutnya berakhlak dan
berkelanjutan. Jadi nilai-nilai ASN
seperti berorientasi pelayanan gitu ya.
Kalau tadi tidak salah, Bu Lita sapa
senyum e salam sapa senyum salam gitu
ya.
akuntabilitas, kompeten, harmonis,
adaptif, dan kolaboratif selaran dengan
prinsip-prinsip dari green office. Dan
terakhir tindakan nyata. Jadi tidak
cuman ngomong aja, jadi kita bisa
mengadopsi kebiasaan ramah
lingkungan seperti pengurangan sampah
gitu ya. Jadi kalau ngasih catatan ke
anak buah sudah wis gak usah kertas
baru, tapi kertas-kertas bekas gitu ya
kita tulisi. Nah, itu kemudian ee apa
namanya? Paling mudah itu botol plastik
gitu ya, botol ee mineral gitu. Air
mineral. Nah, kita berusaha mengurangi
itu efisiensi energi ya kalau belum bisa
gitu ya, belum bisa kita tidak
menggunakan AC gitu ya, karena beberapa
orang memang tidak bisa gitu ya. Ya
paling tidak ketika pulang bertanggung
jawab mematikan sendiri. Kadang kan ah
sudahlah itu urusan OB gitu atau urusan
penjaga gedung. Nah, padahal penjaga
gedung datangnya jam 0.00, kita
pulangnya jam .00. Ada 2 jam yang energi
itu terbuang sia-sia. Nah, dimulai dari
tindakan nyata kita ya paling tidak kita
selesai dimatikan gitu nggih. Dan
transportasi hijau ini sebetulnya bagian
tersendiri nggih. Transportasi hijau.
Oke, next. Apa tujuan utama dari green
office? Jelas yang pertama adalah
efisiensi sumber daya. Jadi, bagaimana
kita mengurangi energi air kertas gitu
ya untuk mencapai efisiensi sumber daya
yang lebih baik. Yang kedua, pengurangan
jejak karbon. Ini sedang tren ya. Kita
dikit-dikit Buita ee menghitung jejak
karbon.
apa pengaruh kelapa sawit terhadap jejak
karbon dan lain-lain. Jadi ee yang kedua
ini adalah bagaimana kita mengurangi
emisi gas rumah kaca dengan mengadopsi
praktik yang ramah lingkungan. Misalkan
dengan penggunaan transportasi hijau,
pengelolaan sampah yang baik gitu ya.
Nah, ini beberapa kali saya diundang
untuk pengelolaan sampah di
hulu ya, di hulu bukan di
hiling ya. Nah, kemudian yang ketiga
menciptakan lingkungan kerja yang sehat.
Jadi kita mengembangkan ruang kerja yang
tidak hanya aman secara sosial, tetapi
juga mendukung kesehatan fisik dan
ekologis karyawan. Paling tidak itu ada
jendela lah ya, tidak terkungkung dalam
tembok gitu ya. Itu tidak sehat. Paling
tidak ketika karyawan capek itu bisa
melihat yang
hijau-hijau. Oke. Yang keempat,
meningkatkan kesadaran lingkungan. Jadi
ee kita melakukan pemahaman peningkatan
kesadaran tentang pentingnya
keberlanjutan dan praktik ramah
lingkungan dan terakhir meningkatkan
produktivitas dan kesejahteraan
karyawan. Jadi, Bapak dan Ibu, soket ASN
dengan menciptakan lingkungan yang sehat
dan mendukung keberlanjutan ya, maka
kita berharap tingkat kesejahteraan
karyawan ya itu juga meningkat yang
pada tujuan akhirnya adalah
produktivitas dan kepuasan kerja mereka
juga meningkat gitu ya. Jadi kenyamanan
karyawan tidak hanya dalam lingkungan
sosial, tapi juga lingkungan ekologisnya
itu perlu
ditingkatkan. Next. Nah, konsep dasar
dari green office. Jadi menurut Daavis
ya 2013, Green Office itu praktik yang
mengintegrasikan prinsip keberlanjutan.
Nah, ketika ada kalimat atau ada kata
keberlanjutan berarti kita ada tiga
aspek yang diperhatikan. ekonomi,
ekologi, dan sosial dalam pengelolaan
kantor dengan tujuan untuk meningkatkan
efisiensi energi, mengurangi limbah, dan
menciptakan lingkungan kerja yang lebih
sehat dan produktif. Jadi, green office
ini bukan hanya soal bagaimana kita
mengelola fisik ruang kerja gitu ya.
Jadi, dibuat mewah, dibuat yang girly
atau dibuat apa tidak gitu ya. Tetapi
kita juga berusaha melibatkan perubahan
perilaku karyawan untuk berperan aktif
dalam mendukung
keberlanjutan. Ini adalah prinsip dari
eh green office.
Next. Sementara prinsip dasar
fundamental green Office adalah
optimalisasi kinerja energi. Jadi
berusaha mengurangi konsumsi energi ya.
Kemudian hemat energi. Kita mulai
membeli atau memilih barang-barang yang
lebih hemat energi dan memanfaatkan
sumber energi
terbarukan itu nggih. Di kampus ini
disediakan ee sepeda e pakai apa?
baterai atau listrik gitu ya yang dicas
gitu ya gitu supaya polusi udaranya
tidak terlalu tinggi gitu. Tapi ya
begitu kadang-kadang ee itu hanya
berlaku 1 bulan sampai 3 bulan. tidak
berlanjut gitu ya. Karena ee kadang kita
pun sebagai yang sudah berperilaku
seperti ini tuh ee agak ribet untuk
pinjam-pinjam begitu agak ribet dan
malas gitu ya. Oke. Yang kedua,
peningkatan kualitas lingkungan dalam
ruangan ini tadi kualitas cahayanya
bagaimana, udaranya seperti apa gitu ya.
Nyamannya bagaimana. Nah, itu
diperhatikan. penggunaan material
berkelanjutan dan ramah lingkungan
misalkan dari barang-barang yang didaur
ulang gitu ya. Ada beberapa perabot
mebeler yang berasal dari ee daur ulang.
Kemudian
minimalisasi limbah. Jadi volume sampah
itu berusaha kita kurangi dengan cara
diolah dulu, dikurangi dulu sejak awal
desain terintegrasi gitu ya. Jadi ini
kita berusaha menciptakan yang holistik
dan pengurangan total biaya kepemilikan
fasilitas.
Next. Elemen utama green office yang
pertama adalah efisiensi energi ya. Jadi
menggunakan lampu surya LED gitu ya,
sistem HVFC yang cerdas dan perilaku
hemat energi. Yang kedua efisiensi air
ini paling boros di kampus pun paling
boros. Kadang keran itu dibiakkan
terbuka gitu ya. Kadang kita juga ee apa
dual flash-nya itu tidak berfungsi
sehingga kemudian kita hanya bisa eh one
flash gitu ya, single flash gitu ya,
yang itu pemborosan terhadap air.
Oke. Ketiga, pengelolaan limbah gitu ya.
Jadi kita berusaha melakukan tri,
mendaur ulang menggunakan kembali gitu
ya apa-apa yang sudah kita hasilkan
sebagai limbah. Dan keempat, penggunaan
material ramah lingkungan.
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Marilah kami junjung teguhkan diri dan
jadikan pedoman serta kekuatan.
hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga
negerasi melahani bangsa dengan
akuntabilitas
tinggi.
Hong bereda di sini tugas dengan
hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Layani bangsa loyal tanpa
batasannya selalu adaptif dan
berkolaborasi bergandeng
tangan
tujuan untuk menjadikan ASN lebih
berakhlak bekerja sepenuh hati tulus
membantu sesama dengan bangga kami
melayani bangsa
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan
hati tujuhkan kompetensi dalam harmoni.
loyal tanpa
batasnya adaptif dan
berkolaborasi bergandeng tangan satu
tujuan untuk menjadikan ASN lebih
beragung mengerjas penuh hati tulus
membantu sesama dengan kami
melayani dengan bangan kami melayani
Memanglah kami melayani
[Musik]
H
[Musik]
Hasen bua semangat
membara di era digital terus berkarya
berkolaborasi inisiatif
tinggi inovasi cempak jawab.
Baik, selamat siang. Selamat bergabung
kembali di webinar belajar seri 21 tahun
2025 ini. Mohon maaf Ibu Rita dan mohon
maaf sobat ASN semua. Ada kendala teknis
tadi yang terjadi di sini. Alhamdulillah
kita bisa terhubung kembali. Bagaimana
rekan-rekan sobat ASN yang di Zoom sudah
terhubung kembali ya? Yang di YouTube
channel
juga. Oke. Baik. Mohon maaf sekali lagi
Ibu Rita waktu kita jadi terpotong
beberapa saat. Kalau misal ee nanti kan
untuk materi SOP kopi boleh ya dibagikan
kepada Sobat ASN ya. Bagaimana kalau
kita langsung saja ke sesi tanya jawab?
Apa boleh Bu Rita? Boleh boleh. Iya tadi
sudah hampir selesai Pak. Boleh. Oke.
Baik. Silakan untuk sobat ASN yang ingin
bertanya, yang menggunakan Zoom meeting
bisa menggunakan rise hand ataupun yang
ingin bertanya di YouTube channel
silakan tuliskan pertanyaannya melalui
kolom live chat karena tadi sudah ada ee
beberapa sobat ASN yang
ee bergabung ya di live chat. Di sini Bu
Rita sudah ada Pak Andri Awan yang
beliau menyatakan bahwa limbah sampah
apabila kita kelola dengan baik dan
benar akan menjadi berkah. Namun apabila
limbah sampah yang kita anggap remeh dan
cara membuangnya semberono, niscaya akan
menjadi bencana. Begitu. Kemudian juga
ada
ee Ibu Silvie
Oktaviani. Ee Ibu Silvi bilang kalau
menanam dan beternak di rumah sendiri
sehingga mengurangi sampah itu juga
merupakan salah satu cara. Luar biasa
Ibu Silvi. Silakan untuk yang ingin
bertanya lewat ee Zoom meeting rais hand
ataupun yang lewat eh YouTube channel
tuliskan pertanyaannya juga boleh atau
ingin sharing sekedar sharing bersama
dengan Ibu Rita juga silakan Sobat ASN
ya. Mbak Anisa sambil menunggu sobat ASN
ada yang bertanya atau sharing gitu ya.
Yang disampaikan oleh dua sobat ASN tadi
itu adalah konsep ekonomi sekuler gitu
ya. Di mana limbah sampah yang kita
hasilkan ya kalau limbah ee anorganik
kita sudah paham ya akan dijadikan
sebagai apa misalkan biji plastik dan
lain-lain. Yang menjadi masalah banyak
adalah justru sampah organik kita. Nah,
sampah organik ini, Sobat ASN,
sebetulnya kita bisa mempraktikkan dari
diri kita sendiri dengan membuat
ekoenzim. Di mana kegunaan ekoenzim ini
sangat banyak ya, Sobat ASN. mulai dari
pupuk untuk tanaman di rumah kita sampai
kemudian dia bisa menjadi ee cairan
disinfektan, kemudian bisa menjadi
pembersih lantai untuk kita gitu nggih.
Bahkan sekarang pengentasan stunting
walaupun tidak secara langsung, Sobat
ASN itu sudah mulai menerapkan
pengelolaan sampah rumah tangga menjadi
egoenzim. Itu salah satu cara kita
memulai pengurangan sampah dari diri
kita atau dari rumah ee rumah kita. Yang
kedua dengan budidaya magot nggih, Sobat
ASN. Magot ini berasal dari
eh lat hitam, black soldier fly. Di mana
dia sangat bagus sekali ya dalam memakan
sampah-sampah kita. Tidak menimbulkan
bau, tidak menyebabkan penyakit. Beda
dengan lalat-lalat lainnya dan itu bisa
menjadi pakan ikan ya yang sangat baik
gitu ya. Jadi pelet ya, pelet ikan itu
yang ee nutrisinya sangat bagus dan
bahkan di kami pernah melakukan ee
pengeringan magot untuk dijadikan pupuk
dan ternyata kandungan NPK-nya sangat
bagus. Nah, yang dikatakan oleh Ibu
tadi, Sobat ASN ee apa beternak dan
menanam sendiri di rumah itu juga suatu
langkah ya langkah nyata dari ee sekular
ekonomi gitu ya. di mana limbah-limbah
pertanian kita bisa diberikan kepada
ternak gitu ya, kotoran ternak bisa kita
jadikan sebagai kompos dan kompos itu
kemudian diberikan lagi untuk tanaman
kita gitu Mbak Anisa. Mungkin ada sobat
ASN lain yang ingin
berpendapat yang bisa dilakukan Sobat
ASN di rumah ya. Namun apabila di tempat
kerja barangkali bisa membawa tumblr
jadi untuk mengurangi sampah plastik ya.
cantik seperti ini. Lucu sekali ya.
Kemudian juga barangkali untuk ee
mengurangi sampah plastik apabila kita
membawa makanan. Membeli makanan dari
luar biasanya bungkusnya ini dari
plastik ya Bu Rita ya. Iya. Engih betul.
Nah, lebih sehat dan lebih hemat loh
kalau kita bawa bekal dari rumah. Betul.
Betul.
Kalau toh teman-teman atau sobat ASN
tidak mempunyai cukup waktu gitu ya,
Mbak Anis untuk membawa bekal dari
rumah, setidaknya kita membawa kotak ya,
kotak makanan dari rumah sehingga ketika
membeli di depot atau di warung-warung
itu kita menggunakan wadah kita yang
berarti tidak sekali pakai. Itu yang
bisa saya saratkan. Oke, semoga apa yang
disampaikan oleh Bu Rita tadi bisa
dipraktikkan bersama-sama oleh seluruh
sobat ASN yang bergabung untuk seri ini.
Baik, terima kasih banyak Ibu Rita.
Terima kasih. Mohon maaf sekali lagi Bu
Rita atas kendala yang terjadi. Tidak
apa-apa. I semoga tidak mengurangi ilmu
yang tadi ee disampaikan kepada kami
semua ya, Bu Rita ya. Injih. Injih Mbak.
Terima kasih sekali lagi Bu Rita. Iya.
Sama-sama. Silakan melanjutkan ke
schedule berikutnya. Baik. ASN.
Asalamualaikum. Baik, terima kasih sobat
ASN ya di tengah kendala yang tadi kita
hadapi. Namun Sobat SN masih setia
bersama dengan kami di sini di ASN
Belajar seri 21 tahun 2025 ini. Yang
sudah bergabung di Zoom meeting terima
kasih. Yang berada di YouTube channel
yang langsung di ruang kelas
internasional juga terima kasih sekali
lagi terima kasih untuk para narasumber
yang sudah sharing ilmunya bersama
dengan kami semua di sini. Terima kasih
untuk Pokja Peningkatan Kapasitas
Masyarakat Analis Pemberdayaan
Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup
Republik Indonesia, Dr. Lita
Permatasari, SKOM, M.Si. Terima kasih
untuk jurnalis lepas fotografer dan juga
penulis buku Ibu Regina Sfri, Sos, M.Si.
Si. Terima kasih juga untuk dosen
Sekolah Pasca Sarjana Universitas
Brawijaya, Dr. Rita Parwawati,
SPMP, SPMEU ASEAN Engineering. Dan untuk
sobat SN, terima kasih sekali lagi
jangan lupa cek secara berkala semesta
Bangkom untuk mengunduh e-sertifikatnya
karena e-sertifikat akan
kami sajikan maksimal 1* 24 jam. ASN
Belajar seri 21 tahun 2025. Ini
persembahan Korpu SDGIS BBSDM Provinsi
Jawa Timur. Dan saya ingin mengakhiri
dengan sebuah pantun. Jangan lupa bilang
cakep ya. Naik kereta pergi ke Jakarta
cakep. Nah, nanya alamat ke Jmania
cakep.
Bumi kita tanggung jawab kita cukup.
Selamat Hari Lingkungan Hidup sedunia.
Oh iya, pas ya besok di tanggal 6 Juni
kita seluruh umat muslim ya ee merayakan
hari raya kurban. Dan untuk itu kami
mengucapkan kepada seluruh umat muslim
di seluruh Indonesia kami mengucapkan
selamat hari raya Idul Adha
1446 Hijriah dan sampai jumpa di sari
berikutnya. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Zaman yang terus
bergerak, sambut dengan penuh
semangat. Saatnya kita
melangkah. Hadapi segala
tantangan. Tingkatkan setiap
kompetensi untuk pelayanan berdampak.
Bersama
ASN
belajar. Ciptakan SDM unggul
berprestasi. Selalu inisiatif dan
kolaboratif untuk inovasi yang
berkelanjutan. Jadi ASN
berakhlia siap menyongsong Indonesia
emas.
ASN belajar wujudkan
pemerintahan berkelas dunia satukan
tekad pantang
menyerah jadi ASN getar
berkualitas belajar
wujudkan
pemerintahan kelas
dunia tukang tekad pantang
menyerah jadi
berkuit
[Musik]
Yeah.
[Musik]