Kind: captions Language: id [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Jadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia. Satukan tekad pantang menyerah jadi ASN [Musik] tetas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia bukan tekad pantang menyerah jadi AS berkualitasku [Musik] Aku belajar [Musik] H [Musik] Yeah. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Selamat pagi sobat ASN. Senang sekali saya Dewi dapat kembali menemani Sobat ASN dalam webinar ASN Belajar seri 21 tahun 2025 persembahan Korpu SDGIS BBSDM Provinsi Jawa Timur. Izinkan kami untuk menyapa beberapa yang sudah bergabung dalam webinar kali ini. Yang terhormat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, S.P.MP. Yang kami hormati para narasumber Pokja Peningkatan Kapasitas Masyarakat, Analis Pemberdaya Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup, Dr. Lita Permatasari, SKOM, M.Si. Jurnalis lepas fotografer dan penulis buku Ibu Regina Esafri, Sos, M.Si. SI, dosen Sekolah Pasca Sarjana Universitas Brawijaya, Dr. Rita Parmawati, S.P., M.E., M. IPU, ASEAN Eng dan semua sobat ASN yang sudah bergabung dari seluruh penjuru tanah air, baik yang bergabung melalui Zoom meeting maupun YouTube channel BPSDM Jatim TV serta yang hadir di kelas internasional BPSDM Jatim. Boleh applause dulu dong untuk semua yang sudah bergabung. Luar biasa kalau di tootal ya dari Zoom Meeting dan juga yang sudah bergabung di YouTube channel BPSDM Jatim TV serta yang hadir di sini lebih dari 5.000 orang loh. Wow sobat ASN memang ya karena memang Sobat ASN di hari ini hari Kamis 5 Juni 2025 di 5 Juni ini bertepatan kita memperingati sebagai hari Lingkungan Hidup sedunia makanya saya pakai hijau-hijau ya. Pas sekali dengan tema hari ini yaitu bumi kita, tanggung jawab kita membangun budaya hijau di lingkungan ASN. Mengapa kami mengambil tema ini? Karena sebagai bentuk kepedulian dan juga komitmen terhadap isi isu lingkungan. Jadi, perubahan iklim, kemudian juga degradasi lingkungan dan krisis ekologi global. Ini menjadi tantangan yang cukup serius yang memerlukan aksi nyata dari semua pihak. Pemerintah sebagai penggerak kebijakan dan juga pelayanan publik memiliki peran strategis dalam membentuk arah pembangunan yang berkelanjutan. Nah, dalam konteks ini, Sobat ASN, Aparatur Sipil Negara ini tidak hanya dituntut untuk bekerja secara profesional, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Apa saja sih yang bisa dilakukan ASN sehingga dapat menjadi teladan dalam mewujudkan birokrasi yang peduli lingkungan? Selengkapnya akan dibahas dalam webinar ASN belajar seri 21 tahun 2025. [Musik] Dan untuk mengawali ASN belajar seri 21 tahun 2025 ini, mari kita simak bersama opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Berikan applaus untuk Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. [Tepuk tangan] [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita semuanya. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 5 Juni 2025 ASN Belajar telah memasuki seri yang ke-21. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami terus berkomitmen sekaligus selalu berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-21 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka turut serta menyemarakkan pemikiran dalam momen hari lingkungan hidup sedunia yang jatuh pada hari ini tanggal 5 Juni 2025. Perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia pertama kali digagas oleh Lembaga Lingkungan Hidup Dunia atau UNEP. 53 tahun yang lalu, yakni pada tanggal 5 Juni 1972 bersamaan dengan pembukaan konferensi PBB tentang lingkungan hidup manusia di Stockholm, Swedia. Karena itu ASN belajar seri ke-21 tahun 2025 ini mengangkat topik bumi kita, Tanggung jawab kita membangun budaya hijau di lingkungan ASN. Nah, Sobat ASN sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar. bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sobat STN di seluruh tanah air, hari ini di bawah langit biru yang masih setia menaungi, kita berkumpul dalam momen yang tidak hanya seremonial, tetapi juga spiritual. Hari Lingkungan Hidup sedunia. Sebuah hari di mana dunia serentak menyadari bahwa bumi yang kita pijak bukan hanya tempat kita berdiri, melainkan rahim kehidupan yang harus kita rawat dengan penuh kasih dan kesadaran. Di tengah pusaran perubahan iklim, kehilangan keeragan, menghayati, dan degradasi lingkungan hari ini adalah panggilan untuk bangkit. Dari diam menjadi sadar, dari sadar menjadi bergerak. Ilmu pengetahuan telah memberi kita cermin bahwa bumi sedang demam, hutannya tertebas, airnya tercemar, dan udaranya penuh dengan keluh. Laporan intergovernmental panel on climate change atau IPCC yang terbaru menegaskan bahwa batas ambang pemanasan global kian mendekat. Namun tentu bukan ketakutan yang ingin kita wariskan kepada generasi mendatang, melainkan harapan. Harapan bahwa masih ada waktu meski sempit untuk memperbaiki dan bahwa manusia dalam segala rasionalitas dan empatinya adalah makhluk yang mampu beradaptasi dan memperbaiki jejaknya. Hari ini bukan hanya soal menanam pohon, membersihkan sungai, atau mengurangi plastik. Lebih dalam dari itu, ini adalah soal membangun kesadaran ekologis bahwa lingkungan hidup bukan objek luar diri, melainkan bagian dari eksistensi manusia itu sendiri. Kita bukan penguasa atas alam, melainkan bagian dari jejaring kehidupan yang saling terkait. Seperti akar dan daun yang saling menghidupi, seperti hujan dan tanah yang saling mengerti. Dalam semangat ini, peringatan hari lingkungan hidup bukan hanya tanggung jawab lembaga lingkungan, aktivis lingkungan atau komunitas hijau. Ini adalah urusan semua tanpa kecuali. Termasuk kita aparatur sipil negara, punggung birokrasi yang melayani, membentuk kebijakan dan memberi teladan. ASN harus formasi birokrasi hijau mendorong penggunaan energi ramah lingkungan, membangun sistem kerja yang rendah emisi, dan merancang kebijakan yang memihak keberlanjutan. Kita bukan hanya pelayanan publik, tapi juga pelindung bumi dalam setiap keputusan yang kita buat. Mari kita maknai hari lingkungan hidup sedunia ini bukan sebagai peringatan tahunan belaka, tetapi sebagai momentum kesadaran kolektif. Sebab menjaga lingkungan bukan sekedar tugas moral, melainkan amanah konstitusional, etis, dan spiritual kita sebagai manusia dan sebagai abdi negara. Sobat TSN di seluruh tanah air, lalu bagaimana ikhtiar kita pada momentum hari lingkungan hidup sedunia ini agar ASN sebagai elan vital bangsa mampu menunjukkan peran-peran strategis untuk turut serta menjaga kelestarian lingkungan hidup. Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis tentang lingkungan hidup kepada Sobat TSN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Ibu Dr. Lita Permatasari, SKOM, M.S. Beliau adalah analis pemberdayaan masyarakat pada Pokja Peningkatan Kapasitas Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Ibu Regina Esafri, Sos, M.Si. Beliau adalah seorang jurnalis sekaligus fotografer dan penulis buku dengan tema-tema lingkungan hidup. Dan yang ketiga kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Dr. Rita Parwati, SP,M, IPU Asian Engineering. Beliau adalah akademisi dari Sekolah Pasarjana Universitas Brawijaya Malang. Sahabat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-21 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Terima kasih Pak Ramli atas sambutannya. Baik, Sobat ASN, sebelum kita menyimak ee materi dari narasumber pertama, kami ingin mengingatkan bahwa presensi sudah dapat diakses melalui Semesta Bangkom. Oke, semesta Bangkom. Jadi setelah Sobat ASN mengisi presensi, kemudian juga mengisi survei yang ada di sana serta lembar monev, nantinya link sertifikat akan muncul maksimal 1* 24 jam. Jadi jangan lupa dicek secara berkala ya. Baik, Sobat [Musik] ASN. Baik, Sobat SN. Dalam ESM Belajar seri 21 ini akan ada tiga materi dari tiga narasumber yang luar biasa. Narasumber kita yang pertama merupakan Pokja peningkatan kapasitas masyarakat dan seorang analis pemberdaya masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Dan di tahun 2015 beliau pernah mendapatkan penghargaan Satya rencana karya Satya 10 tahun yang diberikan oleh Presiden RI. Siapakah beliau? Langsung saja kita sambut narasumber kita yang pertama dalam ASN belajar seri 21 tahun 2025, Dr. Lita Permatasari, SKOM, M.Si. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Asalamualaikum. Selamat pagi, Bu Lita. Saya panggilnya Bu Lita nih. Selamat maaf. Selamat pagi. Selamat pagi, Bu Lita. Maaf ini ee baik audio maupun videonya juga agak terputus-putus. Apakah koneksinya di sana stabil, Bu Lita? Iya, sebentar ya. Iya, bentar sebentar. Kami setia menunggu Bu Lita. ya. Oke, Sobat. Iya nih soalnya lagi di dalam. Di dalam mana Bu Lita? Oke, Sobat SN harap ee bersabar menunggu ya, demi kita semua bisa mendapatkan materi dari Bu Lita ini. Sepertinya ee ada kesalahan teknis. Sebentar kita akan cek jaringannya apakah memang sudah stabil di sana. Kemudian kita akan menghubungkan kembali dengan Dr. Lita Permatasari, SKOM, M.Si. Bu Lita ini juga sudah beberapa kali ya menjadi narasumber di webinar ASN belajar. Jadi mungkin ada ee sobat ASN yang sudah pernah bertanya langsung. Nanti pun juga setelah Bu Lita ee memaparkan materinya, kami akan membuka sesi tanya jawab tersendiri ya. setelah materinya selesai disampaikan. Oke, kami sudah terhubung kembali. Selamat pagi, Bu Lita. Halo. Halo, Bu Lita. Apa kabarnya hari ini? Oke. Halo. Iya. Waduh, ini seperti Alhamdulillah baik sekali. Alhamdulillah agak sedikit delay ya sepertinya. Gimana teman-teman ee kru kita lanjutkan atau kita stabilkan dulu jaringannya? Enggak. Sudah, sudah. Oh, sudah stabil ya. Oke. Sudah enggak delay ya suara saya? Oke, sudah kedengaran. Oke. Sip kalau gitu. Oke, Bu Lita dari CV Bu Lita ini luar biasa menarik sekali dan yang paling menarik ini ee boleh diceritakan sedikit dong di tahun 202 eh 2015 pernah mendapatkan penghargaan dari Presiden Republik Indonesia ini. Bagaimana ceritanya, Bu? Oke. Ee baik. Karena ee sebagai ASN kita memang ada tahap-tahap ya, di mana kita sudah melakukan banyak karya dan banyak kegiatan dan diapresiasi oleh Presiden sebagai bagian dari karya seorang abdi negara yang mungkin ee ada catatan-catatan khusus di mana misalnya bisa ee membuat ee apa ya membuat satu ee satu apa satu ee terobosan inovasi, inovasi gitu ya, inovasi yang bisa ee membangkitkan semangat masyarakat yang tadinya jadi ee yang tadinya biasa-biasa saja jadi lebih tergerak untuk memahami bahwa oh iya kita sekarang ee berada di zaman baru di mana segala sesuatunya baru, teknologinya baru, maka orangnya pun juga harus upgrade gitu ya. Nah, jadi ee ASN itu juga seperti software harus di-upgrade. Nah, jadi kalau misalnya kita tidak mengupgrade diri ee ada sesuatu yang enggak mismatch. Jadi, ada sesuatu yang tidak pas pada saat kita, tetap menjadi diri kita tapi tanpa mengi tidak maka bisa menyesuaikan diri atau adaptif dengan perubahan zaman. Oke. Baik. Pas sekali ya dengan ASN belajar ini memang merupakan sebuah sarana untuk rekan-rekan ASN, Sobat SN semuanya untuk lebih meng-upgrade lagi. Oke, semoga nanti ee bisa menjadi penerusnya Bu Lita ya, barangkali dapat penghargaan yang apa gitu dari Presiden juga. Amin. Oke, e kalau begitu tanpa perlu berlama-lama lagi, kami juga sudah tidak sabar untuk mendengarkan materi dari Bu Lita. Ee nanti pemaparan materinya judulnya apa, Bu Lita? Oke, ee saya akan bercerita tentang ee bagaimana membangun budaya hijau di era polikrisis. Jadi, kita sedang menghadapi berbagai macam krisis yang saling bersambung. He. Yaknya adalah nah bagaimana kita tetap menjadi manusia yang bahagia? He. Menjadi manusia yang sehat, menjadi ASN yang tetap memiliki kinerja yang baik. Walaupun di sekeliling kita sudah banyak krisis. Nah, itu jadi poinnya poinnya itu ya agar kita bisa tetap menjadi insan yang bahagia di tengah banyaknya krisis yang sedang melanda negara dan bangsa saat ini. Baik, kalau begitu sobat ASN ya nanti ee yang ingin bertanya boleh ditulis dulu pertanyaannya nanti kami akan buka sesi tanya jawab setelah pemaparan selesai. Dan untuk Bu Lita, kami berikan waktu 30 menit untuk menyampaikan materinya. Kemudian sesi tanya jawab akan ada sesi tersendiri setelah materi selesai disampaikan. Silakan Bu Lita. Baik. Ee bisa ditayangkan mungkin ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. ASN belajar di mana pun berada. Saat ini kita kondisinya adalah belajar ya atau kepada nanti yang mungkin bisa Bapak Ibu ee share kembali kepada saya dalam bentuk ee pertanyaan yang mudah-mudahan bisa kita ee cari solusinya sama-sama di pagi ini. Senang sekali, saya bahagia karena hormon bahagia adalah hormon yang harus kita pelihara. Karena kita sedang menghadapi satu situasi dunia yang kata orang tidak baik-baik saja. Namun bagi saya ini adalah satu sinyal bahwa ASN harus di-upgrade, ASN harus berubah tidak hanya dalam pola pikir tapi juga dalam pola tindak. Ee judul pagi ini adalah membangun budaya hijau di tengah situasi krisis di era Fuka Bani. Nah, mungkin ee teman-teman juga sudah sangat ee tahu kalau misalnya budaya hijau itu identik dengan go green ya. Nah, kebetulan ee saya juga punya satu komunitas yang namanya komunitas Google, forum komunikasi yang saya buat dan saya himpun teman-teman di sana untuk tetap menjaga energi hijau kita agar tidak terpolarisasi oleh banyaknya krisis yang ada pada saat ini. Bisa dilanjutkan ke slide kedua. Ee rekan-rekan, kalau kita menghirup udara dan kita menggunakan air dan kita juga bisa makan, itu adalah satu situasi yang sangat normal. Dalam arti kata kita bisa menikmati hidup dengan baik. Namun di tengah semua kenormalan ini, ada satu situasi yang sebenarnya harus kita juga ingat bahwa kita mengalami satu situasi yang namanya polykrisis, yakni satu situasi yang terjadinya diakibatkan oleh yang ternyata ini dampaknya melebihi dari apa yang diperkirakan dan menyebabkan berbagai kebencanaan yang sebenarnya belum pernah terjadi sebelumnya. Nah, jadi ee kalau dulu kita mengenal ada krisis, ada megakrisis. Nah, sekarang kita ada satu lagi nih, polikrisis. Apa sih itu polikrisis? Nah, ini yang saya jelaskan ya. Jadi ee mungkin kita ada beban-beban ya dalam kehidupan di mana misalnya ada beban ekonomi, ada beban lingkungan yang misalnya kita melihat bahwa wah ini kok suhu bumi semakin panas menyebabkan kita juga jadi padahal sebenarnya mungkin di lingkungan kita pada saat itu tidak segera ini dan lain sebagainya. Nah, polikrisis ini akan ee menjadi satu hal yang membuat kita harus berubah gitu ya. tidak bisa lagi kita seperti saat ini. Bagaimana perubahannya? Bisa dilanjutkan di ee slide selanjutnya. Nah, ada seorang teman, dia adalah komisaris PLN kalau enggak salah orang Jawa Timur juga namanya Pak Eko Sulistio. Nah, Pak Eko Sulistio ini sangat kcern banget dengan masalah view eh food, energy and water atau view. Nah, dia membuat satu analisa bahwa negara-negara saat ini tidak hanya Indonesia itu sedang mengalami polikrisis dan dia menyebutnya sebagai ibu dari semua krisis. Poly Crisis ini ee banyak digunakan oleh ekonom dalam menghitung ee dampak-dampak kerugian lingkungan dan lain sebagainya yang sekarang terkoneksi dengan jaringan global. bahwa kalau kita melihat negara negara-negara bangsa ini kan sekarang sedang menuju pada situasi yang sangat mengkhawatirkan yang namanya perang ya di mana semua orang ee secara egosentris mempersiapkan nuklir-nuklirnya untuk nanti suatu saat dipergunakan kalau misalnya terjadi persengketaan ataupun ee ketidakcocokan dalam ee geopolitik gitu ya. Nah, ini kan sangat berbahaya sekali. Bahkan ee polikrisis ini sebenarnya merupakan satu hal yang ee bisa menghancurkan sendi kehidupan manusia dan teknologi menjadi satu yang lebih gitu ya. Maksudnya teknologi porsinya sangat sangat kuat untuk membentuk polikrisis. Ee sering berdirialah dengan teman-teman bahwa sebenarnya semangat green teknologi itu berbenturan. Kenapa? Karena teknologi itu akan menghasilkan sampah teknologi. Bahkan di China ada satu desa yang namanya des teknologi yang polusi masyarakatnya juga sampai ini ya ee banyak yang mengalami ee ee cacat dan lain sebagainya. Nah, itu adalah ee dampak dari teknologi. Teknologi itu akan menghasilkan sampah teknologi yang membuat kita juga jadi kayak semacam gimana ya ee oh ya ternyata teknologi itu sangat membantu manusia untuk lebih ee akseleratif, mempermudah, mempercepat. Tapi di satu sisi teknologi juga memiliki dampak di mana dia punya ee sampah teknologi yang ee sangat mengkhawatirkan. Dilanjutkan dulu slide-nya. Nah, sekarang kita working in the era of uncertainting. Universitas Brawijaya pernah membuat satu seminar dengan tema planning in the era of uncertainty. Semua sekarang serba uncertain, tidak pasti. Nah, jadi vokab adalah satu situasi di mana situasi yang tidak pasti. We are living in the era of uncertainty. Nah, kalau sudah seperti itu, maka apa yang harus kita lakukan? Kita melihat di sini bukti daripada ee kita hidup di era ketidakpastian itu adalah adanya akselerasi perubahan iklim. Ada bencana-bencana yang silih berganti di setiap daerah variatif bencananya. ada banjir, ada berbagai bencana yang inilah ya yang sering kita alami. Tapi itu tuh ee fluktuatif dan pada saat ini sepertinya sudah menjadi ee hal yang rutin terjadi. Nah, kalau bencana sudah rutin di tengah kehidupan apa itu namanya? Itu kan satu warning ya dari semesta ini bahwa kita harus berubah, bahwa kita harus adaptif terhadap bencana. Salah satu ee ee bukti bahwa ada hal lain ya yang ee terkait dengan masalah fukabani atau ketidakpastian ini adalah perebutan sumber daya alam. Kita sangat tahu kan yang namanya perebutan sumber daya alam itu seperti apa? Yang namanya ee apa ya? yang namanya kegiatan-kegiatan eksplorasi itu sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan teman-teman saya di Universitas Indonesia membuat sebuah riset ada hal yang tertutupi dari sebuah eksplorasi. yakni eksplorasi itu efek negatifnya adalah ee memunculkan disabilitas-disabilitas baru. Jadi ada orang-orang yang bekerja di bidang eksplorasi pertama nikel, batuara dan lain sebagainya itu ada karena kecelaka itu merekail disabilitas tapi itu tidak terpublikasi pasti. Yang terpublikasi adalah hal-hal terkait ee bagaimana ee apa namanya ekonomi kita maju karena pertambangan kita juga bergerak ee bagus gitu ya, harganya bagus dan lain sebagainya. Tapi tidak pernah diceritakan. tidak pernah diceritakan tentang kisah sedih dari eksplorasi yang membuat manusia Indonesia sampai ada yang mengalami disabilitas dan lain sebagainya karena kecelakaan kerja. Nah, itu contohnya. Kemudian ee saya bisa menjelaskan lagi bahwa perang proksi ini terkait dengan ee bagaimana ee kekuatan antar bangsa itu bisa terpublikasi lewat teknologi ya. Misalnya perang AI gitu ya, cyber war gitu ya. ee cyber ini perang cyber ini suatu saat ee dan harus kita kupas di satu sesi sendiri nih. Karena kalau kita bicara teknologi, kalau sekarang kita bicara artificial intelligence, kalau di zaman saya dulu saya bilangnya sistem pakar ya, sekarang sudah AI gitu ya. Nah, itu tuh ee harus ada sesi sendiri di apa di ee seri ASN belajar dengan sesi itu ya, sesi tentang bagaimana ee perang cyber ini akan membuat ee dunia kita juga menjadi beda banget, sangat berubah dan ee tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal yang luar biasa. Ee itu bisa menjadi satu tema sendiri di ASN Belajar. Kemudian salah satu yang penting dari ee era ketidakpastian ini adalah ee apa itu yang namanya institusi negara yang pada saat ini ee berubah fungsi sebagai juga ee pengantar informasi. Kalau dulu lembaga-lembaga negara itu fokus pada tugas rutin tidak pernah lembaga negara yang sangat aktif untuk menyampaikan misalnya ee informasi lewat YouTube dan lain sebagainya itu dulu. Tapi sekarang semua lembaga negara bahkan semua lembaga non negara juga sudah aktif untuk mengekspresikan apa yang mereka ee kerjakan sehari-hari lewat media sosial, lewat TV, lewat ee apa namanya? berbagai ee channel ee ini ya yang mereka buat. Nah, ini adalah satu ee apa ya? satu transformasi dalam ee bidang sumber daya manusia di mana setiap orang bisa memiliki panggungnya masing-masing. Setiap orang punya Instagram, setiap orang bisa ee posting tentang ee berbagai hal yang dia ee ingin kerjakan. Dan yang pasti ee setiap orang bisa menjadi ee apa? Figur atau raja bagi masing-masingnya karena punya panggung sendiri. Nah, ini adalah satu pergerakan, ini adalah satu pergeseran di era ketidakpastian. Tapi ee kalau misalnya kita melihat secara lebih spesifik, ini adalah sesuatu yang membuat ee setiap orang memiliki semangat dalam hidupnya. Selanjutnya, nah ee kita pernah mendengar eh society 5.0, society atau masyarakat 50 gitu ya. Nah, eh masyarakat 50 berbeda dengan masyarakat eh 4.0. Kalau 4.0 itu really bisnis gitu ya. Tapi pada saat kita bicara eh society 5.0 itu adalah peran yang sangat eh bertukar ee informasi antara manusia dengan mesin. Jadi kalau misalnya eh periode 5.0 itu really bisnis, kalau 5.0 Oh, ini human and eh technology yang bisa untuk bekerja bareng gitu ya. Jadi ee di era 5.0 itu bahkan kita sudah ee mulai mengenal spiritualitas 5.0, kemudian ada society 5.0, kemudian juga ada Pancasila 5.0 gitu ya. Itu adalah satu gejala di mana ee manusia Indonesia sudah paham bahwa semua manusia Indonesia pada saat ini harus meng-upgrade diri. Pertama karena kehadiran ee teknologi informasi yang sangat pesat sekali. Yang kedua, ada ee perubahan iklim dan krisis iklim yang membuat manusia harus adaptif. Dan yang ketiga yang paling penting adalah bahwa ee kita harus berhadapan dengan realitas ee maya atau realitas ee apa namanya? Kekuatan mesin sehingga kita harus hidup harmoni dengan mesin. Ee integritas manusia itu saat ini ee mungkin agak terganggu karena kehadiran ee apa namanya? apa itu yang namanya hasil dari rekayasa pemikiran AI sehingga kita kadang-kadang ee memiliki ee ketergantungan terhadap AI. Seperti misalnya saya, saya juga ngajar di salah satu universitas. Saya juga dengan ee mahasiswa sering berdialog bahwa mereka sangat ketergantungan dengan chat GPT misalnya begitu ya. Nah, ini adalah salah satu ee ruang yang kita ee manusia mesin di Society 5.0 itu sudah menjadi hal yang sangat normal gitu ya. Jadi kalau dulu kan orang agak takut-takut dengan ee handphone atau apa, tapi sekarang mereka tahu bahwa sebenarnya oh handphone itu mudah. Handphone itu adalah smartphone yang membantu banyak hal dan lain sebagainya. Kompleksitas isu-isu global telah menciptakan sebutan word for O yang kondisinya disebut dengan akronim Fuka. Fuka adalah singkatan dari volatility and certain complexity ambigus. Jadi udahlah itu udahlah itu mendadak atau misalnya spontan kemudian juga ee tidak pasti kemudian juga membuat tatanan dunia itu jadi berubah. Nah ee hal ini ini masih dalam kondisi dunia 4.0 dalam kita kenapa kita menyebutnya 4.0? Karena ya itu tadi di dalam eh apa c-nya itu adalah bisnis as usual. bisnis as usual itu adalah satu tindakan di mana semua berjalan masih normal. Jadi ee waktu masih berjalan normal, kemudian juga kitanya juga hidupnya normal gitu ya. Itu masih 4.0. Kita menuju 5.0 tadi yang saya bilang ada eh goncangan-goncangan yang membuat kita juga harus adaptif. Ee dilanjutkan lagi slide-nya. Nah, ee saya ingin menyampaikan bahwa warning saja kepada kita yang ee lagi-lagi saya bilang harus meng-upgrade diri seperti juga software ataupun ee apa ee aplikasi-aplikasi yang kita punya juga harus di-upgrade. kita juga harus di-upgrade gitu ya setiap saat karena kondisinya memang sudah sangat ber sekali ee dalam berpikir kita jangan jadul dalam bertindak kita juga jangan jadul dalam memanfaatkan situasi kita harus melihat ee secara ee perspektif yang holistik kita harus ngapain. Nah, ASN itu sebenarnya kan dia ee punya ee ee apa? Tugas pokok dan fungsi ya. Namun kalau dia melaksanakan tugas tugas pokok dan fungsinya saja, dia akan menjadi ASN yang diam di tempat. Jadi ASN yang bisa berhasil, ASN yang bisa open mind, open heart, open will itu adalah ASN yang punya inovasi. Nah, ASN yang punya inovasi adalah ASN yang dengan sadar menyampaikan kepada dunia bahwa dia adalah ASN yang telah meng-upgrade diri, gitu ya. Jadi tidak ada kata terlambat untuk mempelajari teknologi, tidak ada kata terlambat untuk menjadi ASN yang bernilai tinggi. Semuanya bisa direalisasikan asalkan kita punya semangat dan kita punya kepercayaan diri bahwa kita bisa seperti orang lain yang lebih baik dari kita. Nah, kondisi fuka ternyata sekarang diperparah dengan kondisi bani, yakni situasi yang lebih brittle, mudah remuk gitu ya. Kemudian juga ee ini dikhawatirkan ee menjadi satu situasi yang tidak konsisten sehingga ee dalam kondisi fukabani ini adalah kondisi mental yang terjadi dalam diri umat manusia sebagai akibat dari polikrisis. Ee kalau anak-anak sekarang mungkin ada yang sering dengar istilah NPD gitu ya atau misalnya ee satu situasi di mana dia merasa dirinya luar biasa. Dia apa-apa. Nah, ini adalah situasi yang sangat berbahaya sekali. Jadi ee kondisi ketidakpastian bisa membuat manusia juga menjadi tidak pasti dengan hidupnya. Bagaimana kalau ASN tidak pasti dengan hidupnya? Nah, bukankah budaya ee hijau yang kita canangkan sebagai salah satu amanat dari goals 17 ya atau eh SDG yang memiliki 17 goals lingkungan hijau atau go green. Nah, kalau misalnya manusianya tidak bisa adaptif dengan perubahan lingkungan yang sangat luar biasa ini, di mana kita menyelesaikan tujuan pembangunan berkelanjutan? Gimana asta cita bisa terwujud, gimana masyarakat kita bisa lebih baik di saat situasi krisis, gimana pendapatan kita bisa meningkat, gimana semangat kita bisa bagus kalau misalnya situasinya membuat kita menjadi lemah gitu ya. Nah, jadi ee seperti judul daripada ASN seri belajar ini di ASN seri belajar 21 tahun 2025 ini temanya adalah bumi kita, tanggung jawab kita membangun budaya hijau di lingkungan ASN. Nah, ini berarti konsep moral. Konsep moral yang harus disiapkan oleh ASN bahwa pertama harus adaptif, kedua harus mengupgrade diri dengan situasi terbaru, dan yang paling penting last and but not least adalah bahwa kita sadar sesadar-sadarnya bahwa bumi pada saat ini memang sedang berubah, tidak seperti dulu lagi dan kita harus tetap hidup. saya kenal yang saya tahu bahwa menyelamatkan makhluk hidup adalah hal paling utama. Jadi, dari setiap kegiatan, dari setiap program atau apapun itu oleh birokrasi menyelamatkan makhluk hidup sehingga yang lain-lain bisa nomor dua nomor tiga lah ya. Tapi keselamatan makhluk hidup adalah the number one. That is the principle. Itu yang harus menjadi prinsip dari birokrasi. Ee jadi kegiatannya ataupun program-programnya lebih ditujukan pada bagaimana menyelamatkan makhluk hidup. itu ee adalah satu apa ya prinsip yang memang tidak tidak secara hitam putih, tapi merupakan satu pegangan bagi kami birokrat untuk bertindak dan untuk melakukan banyak hal sesuai dengan amanat pengabdian ee dari panca prasatria Kri. ee dilanjutkan. Sudah lama tadi ee sudah banyak kita juga bicara dengan tentang polikrisis. Nah, pada saat kita mengalami sangat banyak krisis, kita harus manusia ini harus hidup, maka kita harus memiliki ketahanan hidup. Ketahanan hidup itu bisa kita siapkan dengan menyiapkan view in one. Ketahanan iklim berbasiskan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan air. Karena tiga hal ini yang kita perlukan untuk hidup. Yang lain bisa minggir, tapi yang tiga ini tidak boleh dilewatkan. Bahkan dalam satu kesempatan rapapat dengan berbagai dari unsur lingkungan selalu menekankan ini. Anggaran apapun itu prioritaskan pada tiga hal ini. Food, energi and water. Pada saat tiga sumber ini, sumber daya pangan, sumber daya energi, dan sumber daya air tidak dirawat dengan baik, bagaimana kita bisa hidup dengan baik, gitu loh. Jadi memang tiga hal ini adalah kunci bahwa manusia Indonesia dan manusia di belahan negara lain bisa tetap hidup dan bisa tetap menjadi manusia yang bahagia dengan merawat few in food, energy, and water in one. Tiga serangkai penting yang perlu dijaga dalam kelanjutan adalah view inone. Pemerintah saat ini sedang sedang disibukkan dengan apa yang namanya efisiensi anggaran. Sebenarnya kalau menurut saya itu menjadi hal yang sangat sederhana pada saat kita mengecilkan konsep menjadi view inone. Jadi memang hal terpenting adalah menjaga ee apa namanya? Fungsi dasar dari kehidupan dulu. Di mana air, pangan, dan energi adalah prioritas yang sangat dasar. itu dulu yang dijaga, itu dulu yang dipenuhi, baru yang lain. Tapi kalau sekarang sih sebenarnya selain view inone, kita juga ee teringat bahwa komunikasi dan informasi juga hal yang seperti makanan sehari-hari bagi kita kan. sehingga teknologi informasi dan sekarang kalau kita ee memudahkannya mengatakan bahwa kita ee setiap hari perlu pulsa, perlu kuota gitu ya ee karena itu adalah bagian dari ee keseharian kita itu juga bisa menjadi hal yang ee sangat prinsip juga sebenarnya untuk diperbinjang di bahwa ini pertukaran informasi ini juga tidak kalah penting. penting di sini. Tapi memang betul itu tidak bisa dihindari karena kita memang berada di satu era di mana interconnected ya semuanya terkoneksi oleh jaringan. Dilanjutkan. Dunia sedang mengalami disrupsi berskala global. Di tengah proses disrupsi ini, kita juga mengalami perkembangan teknologi yang mencapai taraf penggunaan kecerdasan artifisial. Fenomena ini di satu sisi dapat memperlancar berbagai urusan manajemen jasa dan barang. Namun di pihak lain bisa juga menjadi bagian dari proses disrupsi itu sendiri. Renald Kasali dengan buku Disruptions-nya. Bapak Renal Kasali, guru besar UI telah mengingatkan kita semua bahwa akan sangat banyak sekali hal banyak sekali. Tapi bukan berarti ini sebuah ancaman, bisa jadi sebuah peluang. Nah, jadi disrupsi bisa menjadi ancaman, bisa juga menjadi peluang. pandai-pandai kita untuk ee menyaring disrupsi mana yang suatu saat bisa menjadi peluang. seperti misalnya kalau saat ini kita ee lihat ya banyak teman-teman yang sudah mulai ee memiliki aktivitas-aktivitas yang ee menyenangkan misalnya ya di media untuk memposting kegiatan-kegiatannya dan lain sebagainya itu juga bisa menjadi salah satu ehality yang membuat orang juga bisa tetap ee merasa ee oh iya ya saya juga bermanfaat bagi ee orang lain seperti misalnya pada saat terjadi kecelakaan atau pada saat terjadi bencana di man kemudian kita bisa melihat di media sosial ada yang ee peran masyarakat terhadap lingkungannya. Dilanjutkan. Oke. Ee di sini saya menyampaikan bahwa ee kita juga tidak perlu takut-takut amat dengan disrupsi karena manusia itu adalah makhluk yang terlahir sempurna. Makhluk yang terlahir dengan ee kompleksitas daya upaya yang ee sangat lengkap. Jadi ee manusia itu tidak mudah untuk dihancurkan dari berbagai macam hal yang menyulitkan. Manusia tetap bisa berdiri tegak. Jadi walaupun ada disrupsi ee manusia pasti punya solusi-solusi untuk menangani disrupsi dan bagaimanapun ee manusia akan selalu bisa berinovasi untuk keluar dari permasalahan hidupnya. Next, dilanjutkan. Eh, di sini saya ingin menyampaikan mungkin ada beberapa slide lagi ee kita tidak lagi berada dalam situasi bisnis asual, ya. Jadi, segala sesuatu itu pasti berpatokan tidak hanya pada ee rutinitas, pada program, pada SOP, ya. Nah, itu sekarang menjadi pertanyaan, SOP yang kita bikin itu masih relevan enggak dengan situasi krisis SOP yang kita buat standar operating eh prosedur itu kira-kira masih bisa digunakan enggak di era krisis? Apakah nanti akan menjadi pertanyaan bahwa kok birokrasi lambat banget ya? karena dia pegang SOPnya bukan bisnis asual maka kita juga harus punya pola pikir pikir crisis management sehingga SOP itu harus dibuat dengan berlandaskan mitigasi risiko dan crisis management. enggak bisa lagi. Misalnya ee kita pakai SOP yang kita pegang selama ini untuk melaksanakan tugas-tugas kita. Bisa pada saat kondisinya normal, tapi kan sekarang enggak. Waktu berjalan cepat, teknologi juga membuat segala sesuatu menjadi cepat. Bikin surat aja misalnya bisa 15 menit atau 10 menit. Ngirimnya juga bisa lewat email dan lain sebagainya. Ini kan satu percepatan yang membuat kita jadi gimana ya? Loh, ini cepat banget. Eh, satu surat yang berasal dari Papua bisa diterima oleh Jakarta di waktu yang sama. Mungkin e point to poinnya mungkin jedanya cuma berapa berapa detik gitu. Nah, ini kan satu situasi yang membuat kita jadi kayak seperti apa ya kalau misalnya ada salah informasi, misinasi, itu akan menyebabkan ee sangat banyak ee apa efek yang tidak kita inginkan. Nah, karena itu maka ini yang saya bilang tadi, SOP atau standar operating prosedure yang selama ini kita buat untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan kita sehari-hari harus dilandasi dengan mitigasi risiko dan dengan pola pikir crisis managemen agar kita tidak dianggap sebagai birokrat yang lamban. Karena sangat banyak sekali informasi misalnya mengenai masalah bencana atau mengenai masalah satwa yang misalnya satwa itu misalnya sedang sakit atau apa. Kalau kita pakai SP-nya susah banget melakukan sesuatu yang lambat sementara orang lain sangat mengharapkan itu terjadi cepat gitu ya atau misalnya warga perlu bantuan nih gitu kan. Tapi kalau eh ASN-nya bilang, "Aduh, sesuai SOP dulu." Oke, SOP it's good. Tapi pada saat ini kita harus berpikir bahwa karena kita tidak berada di situasi yang baik-baik saja, kita harus mengintegrasikan SOP itu dengan pola pikir crisis managemen agar bisa berbuat cepat, bertindak tepat dengan mitigasi risiko yang juga dipikirkan. Nah, ini adalah salah satu akselerasi birokrasi yang sebenarnya sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat seluruh Indonesia. Baik dari pengaturan ee apa kependudukan, kesehatan, pendidikan, dan lain sebagainya. SOP kita harus akseleratif, SOP kita harus sesuai dengan kebutuhan zaman. Karena apa? Karena yang seperti di slide saya ini, kita sudah tidak berada di situasi bisnis as usual. kita berada di situasi yang oke saya tadi setelah jelaskan ada view inone food energy in water yang menjadi tiga serangkai penting dalam pembangunan berkelanjutan yang membuat manusia Indonesia tetap bisa bertahan ini adalah konsepnya next bisa untuk di terapkan kan di seluruh Indonesia bagaimana food, energy and water itu di setiap daerah tuh dicermati gitu ya. Oh, daerah saya sumber airnya ada enggak sih? Oh, daerah saya sumber pangannya ada enggak sih? Oh, daerah saya sumber energinya kira-kira bisa mini hidro, mikro hidro atau ee solar panel gitu ya. harus harus disiapkan seluruh daerah karena kita enggak bisa lagi mengharapkan ee apa namanya instruksi pusat atau bantuan pusat. Tidak. Seluruh daerah harus mandiri secara view inone. Next. Dikit lagi nih ya. Oke. Eh, saya bilang tadi view inone menjadi program kemitraan pentahelix yang perlu dikembangkan sehingga kebal disrupsi. Kemitraan pentahelix dengan dengan tema view inone perlu dirancang sebagai strategi kolektif dengan pendekatan terpadu antara sustainability dengan pelayanan publik. Kalau kita bilangnya pelayanan prima gitu ya. ee kita harus ee sebagai ASN sebenarnya saya senang kalau misalnya bisa untuk ee selalu berbagi, selalu cerah gitu ya, selalu senyum tapi kadang-kadang kita juga punya hal-hal yang membuat kita merasa dalam tekanan dan kita tidak bisa senyum sehingga pelayanan publik kita juga ee ee dipertanyakan orang dan lain sebagainya. Eh ee saran saya adalah ee hidup menjadi makna atau hidup menjadi Jadi walaupun kita ee kecil gitu ya kontribusinya ataupun kita sedang-sedang aja, sedang-sedang aja kontribusinya, tapi ee sebagai ASN pelayanan publik dan pelayanan prima itu adalah nomor satu. Apalagi saat ini kita berada di situ di mana ee orang juga ee kadang-kadang sering terpancing dengan kemarahan-kemarahan sehingga kita juga waduh nih gimana nih ya kita ASN kita harus ee berpenampilan prima, kita harus berpelayanan prima, tapi kita juga kadang menghadapi ee pihak pengusaha ataupun masyarakat yang kadang ee ee apa ya ee egoentrisnya timbul sehingga kita juga terpancing atau seperti apa. Saya sarankan jangan karena ee anggaplah semua tugas sebagai ee satu hobi. Saya begitu. Jadi tugas itu adalah hobi sehingga segala sesuatu bisa kita jalankan dengan baik. Ee kemitraan pentah helix maksudnya adalah ASN bisa berkoordinasi dan bekerja sama dengan siapapun. ASN bisa berkoordinasi, ASN bisa menjadi ee jembatan penghubung dengan siapapun tapi tanpa motif apapun. Di sini susahnya kadang-kadang kan kita ee punya jaringan dengan motif tertentu atau misalnya kita punya jaringan ee dengan harapan tertentu. Ee saya pikir ini adalah situasi yang keliru. Berjejaring, berjejaring aja kita ee saling berkomunikasi, berkomunikasi aja. Tapi kalau untuk yang namanya motif dan harapan saya kira enggak perlu. Karena apa? Karena kita udah udah di posisi ASN kan gitu ya, udah di posisi yang sangat lues untuk berkarya. Selanjutnya sedikit lagi ya. Ada berapa slide lagi kalau enggak salah ada dua apa tiga. Selanjutnya dilanjutkan. Nah, oke ini sudah tadi ya bisa dilanjutkan. Halo. Ini di ya. Oke. Baik. Ee demikian yang bisa ee saya sampaikan. Saya ingin berbagi semangat, saya ingin berbagi energi, saya ingin berbagi informasi, dan saya ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia yang ee kita sama-sama menjadi bagian dari negara ini, putra-putri dari Indonesia. kita harus mencintai tanah air kita dan dengan pengabdian yang kita berikan ee semoga kita bisa menjadi abdi negara yang diapresiasi karena pemikirannya, karena tindakannya, dan karena legasyinya. Ee itu aja yang ingin saya sampaikan. Saya ucapkan terima kasih kepada BPSDM Jatim dan seluruh kru yang sudah sangat baik sekali mempersiapkan acara ini. Ee dan saya merasa sangat terpanggil untuk menyampaikan ini karena kita harus menghadapi situasi krisis ini bersama-sama dan kita harus keluar sebagai pemenang. Terima kasih. Itu yang bisa saya sampaikan pagi ini. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Baik, Sobat TSN ya, materi sudah selesai disampaikan oleh Ibu Lita. Terima kasih banyak Bu Lita atas materi yang sudah disampaikan. Mohon berkenan untuk tetap di tempat karena sesi tanya jawab akan kita mulai sekarang. Jadi untuk sobat ASN yang ingin bertanya, untuk Anda yang bergabung lewat Zoom meeting, silakan ee menggunakan icon raise hand. Untuk Anda yang bergabung melalui YouTube channel BBSDM Jatim TV boleh menuliskan pertanyaannya melalui kolom chat. Oke, kita cek terlebih dahulu siapakah yang sudah rais hand atau ee menuliskan pertanyaannya. Sudah ada yang join di sini? Oke, selamat pagi. Saya dengan Sinta dari Ombusman Tok Pusat Jakarta. Oke, silakan Ibu Sinta. Pertanyaannya apa untuk Bu Lita? Terima kasih Ibu moderator. Saya sangat tertarik tadi dengan apa yang disampaikan Ibu Dr. Lita Permatasari. Eh, tadi ada menyinggung tentang ee krisis ee apa namanya ya? ee kondisi krisis kita yang kita hadapi ini ada narsistik segala NPD gitu kan dengan lingkungan hidup. Nah, yang saya ingin tanyakan nih, bagaimana kita menyikapi generasi yang saat ini nih yang katanya GENZI ini sangat rentan menghadapi ee tantangan-tantangan yang terjadi di ee kementerian lembaga ya. Jadi, ASN khususnya aparat ASN ini suka mendapat merasa mendapat tekanan dari sikap yang NPD. Nah, sementara kan tadi disampaikan bahwa ee kalau itu sikap yang ketidakpastian dapat mempengaruhi diri dan juga kondisi yang tidak stabil itu ee menyebabkan lingkungan juga tidak sehat. Nah, kekacauan diri kita ini bisa mempengaruhi lingkungan hidup. Nah, bagaimana nih kita menyikapi ee generasi-generasi Genzi ini yang ee mendapat tantangan dari adanya NPD yang sekarang banyak sekali terdengar ee bahwa kita punya atasan atau pimpinan itu yang sikapnya NPD. Mungkin seperti itu, Bu Lita. Terima kasih. Baik, langsung dijawab apa gimana nih? Ya, bisa langsung dijawab saja, Bu Lita. Oke, terima kasih ee Ibu dari Ombutsmen ya. Iya, Ibu. Wah, salam kenal. Salam kenal Ibu. Salam hormat. Salam hormat kepada kita masuk. Baik. Ee dalam hal ini Kementerian Lembaga lewat ee apa namanya? berkoordinasi selalu dengan Kemen ee Kementerian ee Pendayagunaan Aparatur Negara untuk mengatasi masalah ini. kita juga harus menjaga mood dan juga profesionalitas ASN kita sehingga ee ke depan mungkin akan dilaksanakan ee hal-hal terkait bagaimana ee penyiapan SDM ini di dalam ee instansi bisa siap menghadapi berbagai hal yang ee menurut kami itu memang mengganggu gitu ya, mengganggu mood dan mengganggu profesionalitas. Ada satu hal yang menarik ya, karena saya pada saat ini sedang mengikuti program LEM Hanas. Eh, ada satu hal yang menarik bahwa pada saat kita melaksanakan outbond gitu ya, di mana kita mengalami situasi-situasi yang berat dan kita laksanakan bersama itu terjadi kebersamaan. Sehingga ada teman yang sampai bilang kayaknya nih harus outbond nasional gitu ya. Pada saat kita melaksanakan outbond, kita seperti tidak menjadi diri sendiri, tapi kita menjadi bagian dari tim dan kita merasa bahwa oh ternyata kita enggak bisa ego sendiri nih ya. Ini masalah harus dikerjakan bareng. Oh, ini ada tujuan yang harus kita capai bersama. Itu salah satunya. Jadi menurut saya ee ada ada titik ee jenuh dari para ASN kita yang membuat ee terjadi ee mereka seperti masing-masing dalam melaksanakan tugasnya atau ee terganggu dengan ee masalah-masalah yang memang harus dihadapi sehari-hari. Tapi penyegaran penyegaran ee penyegaran jiwa dan penyegaran semangat AS itu salah satunya mungkin bisa dilaksanakan dengan ya itu karena kalau diskusi-diskusi di dalam ruang kelas itu sudah sangat sering. Bahkan saya nih 23 tahun jadi ASN diskusi seminar, diskusi seminar itu kan sering sekali gitu ya, tapi ee keluarnya kita jarang dalam arti kata kita keluar pada saat kita ada e apa namanya monitoring dan evaluasi saja sehingga ada ee ruang di mana kita tuh jenuh gitu ya. Kejenuhan ini kadang-kadang membuat profesionalis profesional profesionalitas kita menurun. pada saat profesionalitas kita menurun, maka pada saat kita berhadapan dengan publik dan menghadapi orang ataupun ee aktor yang aneh-aneh, kita jadi aduh gimana nih ya mengatasinya? Kita jadi bingung sendiri. ee bagi saya ASN harus siap menghadapi ee berbagai ee jenis varian dari ee apa ee subjek yang kita hadapi. Ee apalagi pada saat ini kan situasi situasinya juga ee sangat ini ya sangat rentan dalam arti kata ya seperti yang saya bilang tadi kadang kita menghadapi orang yang ee tidak satu frekuensi dengan kita sehingga kita juga agak terganggu. Tapi kalau misalnya saya lihat ee dengan kesiapan ASN ee dengan mood yang baik, dia tetap bisa meningkatkan profesionalitasnya dan dia juga bisa tetap fokus pada dirinya, pada tugasnya, pada targetnya apabila dia tahu bahwa oh ini saya sedang bekerja, saya sedang bertugas. Dan lagi-lagi saya bilang, saya bilang lebih baik kalau tugas itu dijadikan hobi. Karena kalau misalnya kita merasa bahwa tugas itu adalah hobi kita, tidak ada tekanan dari bos, saya merasa tidak ingin tertekan dalam hidup saya sehingga saya ee menganggap bos itu adalah sahabat saya, gitu kan. Ya udah kalau misalnya dapat tugas atau misaks kita bisa lebih cair dalam melihat situasi kita tetap bisa profesional kita bisa berpelayanan prima, tetap senyum, sapa salam gitu ya. Dan bagi saya ini adalah kenang-kenangan terindah selama 23 tahun saya menjadi ASN di Republik Indonesia tercinta. Demikian, Ibu. Iya. Terima kasih. Mungkin saya bisa ambil kesimpulan yang tadi Ibu sampaikan eh sebagai ASN kita harus fokus, siap menghadapi tantangan dalam bekerja juga. Pekerjaan itu menjadi hobi ya, Bu ya. Sehingga tidak menjadi beban dan sangat menyenangkan itu ya, Bu ya. Terima kasih banyak Ibu Lita, Ibu Dr. Lita. Salam kenal, sehat selalu. Terima kasih. Saya kembalikan ke moderator. Terima kasih ya, Ibu Bu Sinta atas pertanyaannya dan terima kasih Bu Lita sudah menjawab pertanyaan dari Sobat ASN dan mohon maaf untuk sesi tanya jawab kali ini kita batasi satu penanya karena keterbatasan waktu. Terang aja sobat yang ingin bertanya. Masih ada narasumber kedua dan ketiga. Terima kasih sekali lagi Bu Lita sudah menyempatkan waktunya untuk sharing, untuk berbagi ilmu kepada sobat ASN yang sudah bergabung di webinar ASN belajar seri 21 tahun 2025 ini. Kami persilakan Bu Lita untuk kembali beraktivitas ee melanjutkan schedul-nya yang semula. Terima kasih sekali lagi Bu Lita. E tapi tadi lancar aja ya jaringannya? Lancar. Alhamdulillah, Ibu. Oke, terima kasih. Alhamdulillah. Terima kasih. Ee salam hormat untuk seluruh tim yang telah bekerja dengan sangat baik menghasilkan produk terbaik pagi ini. Sip. Terima kasih banyak. Asalamualaikum Bu Lita. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih nih. Terima kasih. Oke, sahabat ASN ini baru ee narasumber yang pertama. Kami masih memiliki dua materi dari dua narasumber lagi. Jadi, jangan beranjak ke mana-mana. Tetap di webinar ASM Belajar Seri 21 tahun 2025. [Musik] Masih di ASN belajar seri 21 tahun 2025. Sobat ASN di segmen kali ini kita akan mendengarkan materi dari narasumber kita yang kedua. Beliau merupakan seorang jurnalis dan juga seorang fotografer yang sangat tertarik dengan isu lingkungan. Kalau sobat ASN yang suka membaca buku atau suka melihat-lihat foto book kemudian pernah melihat eh buku berjudul Hope A Quest for Harmony Between Humans and Wild Animal. Nah, itu tuh salah satu karya beliau. Kira-kira siapakah narasumber kita yang kedua? Langsung saja kita sapa Ibu Regina Septi Riani. Septiarini Safri Esos, M.Si. [Musik] Selamat pagi. Pagi. Pagi selamat pagi, Bu Regina. Sudah terdengar jelas. Mohon maaf, Ibu. Tadi saya sempat ee terselip lidah saya ya, Ibu Regina eh Septiarini Safri ya. Benar ya Bu ya. Oke. Karena kalau di flyer kan disingkat Ibu Safri. Waduh. Iya. Saya jarang pakai e yang tengah biasa cuma Regina Safri aja. Oke. Jadi saya panggilnya Ibu Regina Ibu Regina ya. Iya. Oke. Ibu Regina apa kabar hari ini, Ibu? Alhamdulillah sehat. Waduh. Bu Regina, sejauh ini sudah tujuh buku ya yang diluncurkan ya. Iya. Wow. Ini next akan ada karya lagi yang diterbitkan. Ee insyaallah. Tapi belum sih karena ee untuk Hope Hop kan baru aku launching tahun lalu. Jadi ee ini masih road show. Rencana rencananya mau 20 kota. Ini baru 14 kota. Wow. Sudah ke kota mana saja? sudah ke Medan, Aceh, ee Jakarta, Bandung, Jogja, Solo, Malang, Bali. Mem e mana lupa majalah juga? Ee mana lagi ya? Lupa. Wah, sudah keliling Indonesia. Luar biasa. Boleh tepuk tangan dulu dong untuk Ibu Regina. Tapi kalau sekarang sobat ASN yang bergabung justru dari seluruh Indonesia nih berkumpul semuanya di ASN belajar seri 21 kali ini dan kami juga sudah tidak sabar untuk mendengarkan materi dari Ibu Regina. Jadi Ibu Regina untuk kali ini kami akan berikan waktu 30 menit untuk pemaparan materi. Kemudian untuk tanya jawab akan ada sesi tersendiri setelah pemaparan materi selesai. Oke sobat ASN. Jadi nanti yang ingin bertanya nanti ya ee bisa tuliskan dulu pertanyaannya. Kemudian ketika pemaran materi selesai bisa menggunakan fature rais hand untuk yang ikut Zoom meeting. Kalau yang ikut melalui YouTube channel BPSDM Jatim TV silakan tuliskan pertanyaannya di kolom live chat. Tapi sekarang kita simak dulu pemaparan materi dari Ibu Regina Septiarini Safri Estos, M.Si. Silakan, Ibu. Terima kasih, Mbak Nisa. Eh, halo semua. Eh, sayangnya saya enggak bisa melihat orang-orang. Ee perkenalkan nama saya Regina Safri, saya biasa dipanggil Rerekenalkan tadi. Eh, mungkin sambil di next Mbak ee ya eh next lagi ya. Jadi saya ee ee apa ya? Saya dulu jurnalis di Kantor Berita Antara selama berapa? 13 tahun. Nah, lalu saya juga ee jadi selain jurnalis saya juga selain menulis saya juga ee fotografer. Nah, setelah dari antara saya sempat menjadi fotografernya Menteri Susi selama 4 tahun beliau beliau kan 5 tahun ya, jadi saya nempel beliau di tahun kedua sampai tahun ee berikut-berikutnya. Ee setelah itu saya freelance dan saya banyak di ee apa? di white life ya, di apa namanya? Di hutan gitu apa namanya? Tentang lingkungan dan ee konservasi dan kadang di laut juga. Next. Ee oke, next. Di sini saya ee saya seperti tadi dibilang saya sudah membuat tujuh buku. Sebenarnya buku-buku ini lebih banyak untuk ee sharing ya, mengedukasi gitu. Eh, sebenarnya bukan mengedukasi, sharing lah. Sharing ee pengalaman dan ee apa yang saya apa ya yang saya dapatkan selama perjalanan ee apa saya memotret dan jadi jurnalis. Next. Ee di antara tujuh buku ada tiga buku tentang ee konservasi satwa liar. Em di sini saya mungkin agak cepat aja nanti sharing-nya. Jadi saya akan slide show-foto yang pernah saya ambil dan mungkin karena sekolah saya kemarin ee S2 S2 saya juga tentang lingkungan. Jadi saya mengambil apa namanya ya hubungan antara konservasi white lab dengan isu sosial, ekonomi dan ee lingkungan sekitar masyarakat kita. Next. Ini adalah ee orang hutan. Ee mungkin teman-teman ASN di Jawa Timur ini jauh sekali ya apa dengan satwa-satwa liar ini gitu. Tapi enggak apa-apalah kita sharing ee apa namanya ee pengalaman dan pengetahuan. Ini adalah orang hutan. Jadi orang hutan itu DNA-nya itu ee hampir sama ya sama kita manusia sekitar 97% tuh sama. Jadi hubungan antara seperti ini ibu dan bayi itu hampir sama persis dengan hubungan antara ibu manusia dengan bayinya gitu. terutama bayi usia 0 sampai 8 tahun itu sama gitu kan. Jadi tak hanya hubungan antara bayi dengan induknya, namun ee hampir segala sikap ee segala apa ya ee kehidupan dari orang hutan tuh sama ee apa dengan manusia gitu. termasuk ee mohon maaf seperti apa namanya hubungan badan antara betina dengan jantan itu juga ee sama dengan bagaimana manusia ee next ini adalah induk dengan bayinya ee persis. Jadi nanti si induk akan mencari tempat yang enak lalu dia akan mengupas satu persatu jeruk di mulutnya itu ke disuapin ke bayinya. ini adalah orang Kalimantan yang saya ambil tahun ee berapa ya? 10 tahun yang lalu kali. Next. Ini bayi-bayi biasanya ini adalah hasil sitaan karena induk tidak mungkin menyerahkan bayinya atau anaknya kepada manusia gitu. Dia pasti akan mengekep gitu apa sekuat tenaga gitu kan. Jadi yang kita temui bay ini adalah hasil-hasil citaan karena tingginya tingkat penyelundupan hingga sekarang. Hingga sekarang penyelundupan orang-orang tuh tinggi banget. ee apa namanya angkanya. Next. Ee oke, next. Ini adalah potongan-potongan di buku saya. Jadi karena apa namanya? Kita tidak bisa berjumpa secara langsung, saya ee sharing lewat ee apa Zoom aja. Next. Ini bagaimana ee mereka ada juga NGO atau LSM yang ee membuat sekolah orang hutan. Jadi, bayi borang hutan ini dididik seperti layaknya induk mendidik anaknya. Next. Ini orang hutan yang buta kena peluru. Next. Ini ee bayi-bayi orang hutan masih di lokasi rehabilitasi di Kalimantan. Ada dua, Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. Next. Nah, ini adalah buku berikutnya tahun 2019. Kalau yang tadi saya mengumpulkan materi sekitar 1 tahun. Kalau yang ini 4 tahun. ee apa namanya? Tapi enggak tinggal di Sumatera ya. Jadi ini di sela-sela saya bekerja menjadi fotografernya Bu Menteri Susi Pujastuti, saya ee apa memanfaatkan waktu libur atau memang pas beliau lagi ke luar negeri kan saya enggak ikut ya. Jadi saya biasanya lari ke hutan gitu untuk melanjutkan projek saya ini gitu. Next. Ee ini adalah perjalanan saya ee selama 4 tahun di hutan Sumatera. Ini adalah hutan di Lampung yang saya ambil dari atas. Next. Ee ini kehidupan gajah di Sumatera yang ternyata gajah itu adalah satwa ee terasa ya. Dia ingatannya termasuk sangat kuat gitu. Kalau hari ini kita kasih makan atau bahkan kita misalkan ada yang menyiksa nih, dia akan ingat selamanya gitu. Ingatannya sangat kuat. Next. Badak adalah badak Sumatera ini adalah satwa yang paling susah difoto karena ee selain jumlah yang sangat sedikit, dia juga memiliki sensitivitas yang tinggi. Jadi kalau udah dekat ada manusia dia akan menjauh. Jadi kita cuma nemu kubangannya aja biasanya tempat dia berendam. Ini juga ee apa namanya? Alhamdulillah banget bisa dapat gitu gambarnya. Ee karena apa ya? saya enggak mau gitu maksudnya ee apa sih namanya? Kita cuma bisa mendapatkan ee satwa-satwa liar ini dalam bentuk udah apa udah mati gitu kan atau udah bangkai gitu. Karena tingginya tingkat perburuan untuk itu culanya itu yang di kepalanya itu sangat tinggi juga. Next. Ee ini apa namanya? Gajah di Sumatera. Jadi hampir semua provinsi di Sumatera tuh ada gajahnya ya. Terus sebenarnya di Kalimantan juga ada, tapi paling banyak tuh ada di Sepanjang Sumatera dari Aceh sampai Lampung gitu. Ini saya mengikuti proses pemasangan GPSAR di lehernya gajah. Kita pasang GPS ini gajah liar. Jadi kita jalan di hutan seharian berhari-hari sampai nemu gajah liar. Lalu kita pasang GPS supaya apa? supaya kita tahu gerakan mereka ke mana sehingga ketika mereka mendekati ke pemukiman kita bisa cegah gitu supaya tidak terjadi konflik antara masyarakat dengan gajah. Next, ini adalah ee suku Mentawai. Saya surprise juga ternyata suku Mentawai ini ketika dia masuk hutan, dia pasti bawa bibit tanaman gitu. Jadi ketika dia ngambil sesuatu dari hutan entah itu berburu atau ngambil kayu, dia pasti akan ee menanam sesuatu dulu gitu. Ee apa namanya di itu menurut saya kearifan lokal yang luar biasa ya. Jadi kita enggak boleh seraka kayak main ambil semuanya lalu habis begitu aja. mereka tahu cara menjaga. Ternyata ee malah kadang-kadang kita yang di kota, kita yang berpendidikan gitu, malah kita kadang suka suka enggak ingat hal-hal yang seperti itu gitu kan. Kita maunya kebanyakan ngambil-ngambil aja tapi enggak berusaha untuk ee menjaga dan memelihara. Ee next. Ini adalah suku kalau tadi suku Mentawai, ini suku Talang Mama di Jambi. Ee saya mengambil potret kehidupan mereka. bagaimana mereka tinggal di hutan dan hubungannya mereka dengan lingkungan ee lingkungan hidup di sekitar. Next, kebakaran hutan di Riau ini adalah terbesar saat itu di ee apa ya, mungkin 10 tahun terakhir gitu. Ini 2014 saya ambil waktu itu asapnya sampai ke Singapura dan Malaysia. pokoknya negara tetangga itu udah pada protes gitu kan. Asep mereka tuh ee apa mengganggu sekali gitu sampai ke rumah mereka, sampai ke negara mereka gitu kan. Nah, sementara ee kebakaran hutan ini ternyata tidak mudah untuk di apa padamkan gitu. Ee ini luar biasa kebakaran hutan tuh luar biasa apalagi lahan gambut ya. Ee kehancurannya luar biasa. Biodiversity kita juga habis. Lalu kualitas udara juga ya pasti apa namanya? Enggak baik ya. Karena ketika saya di sana aja cuma hitungan enggak nyampai 2 jam kali gitu itu ee mata itu sakitnya minta ampun kayak keculek apa ya kecolok gitu. Jadi sakit banget matanya. Lalu dada sesek dan hidung tuh meler terus gitu. Jadi hampir enggak bisa lihat. E jadi mata kita apa ee jarak pandang itu sangat terbatas gitu. Terus itu sangat nyesek di dada gitu kan. Makanya bayangkan kehidupan manusia di sekitar hutan yang terbakar itu. Ini ini adalah hal yang serius ya menurut saya. Maksudnya ee jangan sampai terjadi dan seandainya terjadi penanganan tuh harus cepat karena ini apa ya? Ini sangat mengerikan gitu loh. Ini disaster menurut saya bencana gitu kan. Bayangkan bayi-bayi kita atau anak-anak kita menghirup ee apa asap yang tebal. Ya, kita bayangkan aja kalau kita lagi bakar sampah terus kita berdiri di tengah-tengahnya selama berjam-jam ini berhari-hari berbulan-bulan di tengah-tengah asap itu ee sangat menderita. Next. Ee seperti ini ee apa namanya? kebakaran di gambut ya area. Karena di ini di Riau ee kebanyakan memang apa gambut itu kan dalam gitu sampai dia nyampai ke tanah itu kan dia tumpukan-tumpukan apa sih tanaman daun yang sudah menumpuk ratusan tahun puluhan tahun gitu kan. Nah, jadi kadang kita nemu mineralnya, tanahnya itu sedalam ee bisa 3 m gitu atau lebih gitu kan untuk dapat tanahnya. Jadi sangat mudah terbakar. Kadang udah mati apinya ee ditinggal ngopi dua teguk udah kebakar lagi gitu. Next. Ini saya motret kebakaran hutan dari helikopter apa dari pesawat pemadaman. Jadi kita madamin api tapi dari helikopter gitu. Kita ngambil yang kuning-kuning orange itu adalah ee semacam gayung is muatnya 5 ton air yang kita cantolin di kita katrol di dalam di heli. Jadi dia akan nyiduk airnya di sungai yang kita lewati. Jadi lalu kita tabur airnya begitu terus selama 5 jam kita bolak-balik ngambil air gitu ee untuk memadamkan api dari atas. Next. ini juga ee problem yang sampai sekarang belum ada solusi pasti gitu ya. Apa namanya? Perburuan satwa liar gitu. Satwa liar kita yang dilindungi. Lalu ee apa namanya? Karena dia tidak cuma jumlahnya sudah tinggal sedikit ya ee apa namanya? Habit e kok habitat populasinya terbatas. Tapi Tuhan menciptakan mereka itu ada fungsinya buat kita. Bahkan kita yang di kota yang jauh, yang di Jawa sekalipun itu ternyata itu ngefek. Jadi, satwa-satwa liar ini memang diciptakan Tuhan itu sangat besar manfaatnya buat manusia ya. Jadi, ketika mereka di apa? Dibunuh, di diseludupkan, dijual secara ilegal itu sebenarnya sama aja kayak ee apa ya? Kayak nyicil nyicil derita kita nanti gitu. Mungkin enggak kita yang ngerasain, tapi anak cucu kita nanti gitu. terus apa namanya dan tinggi sekali sampai sekarang masih gitu. Terus ee next ya seperti ini saya ngambil di Lampung dia lagi berburu babi. Eh harimau ini juga unik ya. Jadi kita tuh bisa mengetahui identitas harimau tuh dari ee kalau manusia kan sidik jari nih kalau harimau tu dari belang di kulitnya. Jadi semua individu harimau di dunia itu berbeda belangnya. Kita tahu identitasnya nih dia. Si A, si B, si C itu dari belang di di apa? Di tubuhnya itu ya belang-belangnya. Ee selain itu juga ya banyak keunikan harimau. Dia sangat berwibawa dan dia bisa merubah suaranya tergantung satwa yang mau dia incer. Kalau misalnya dia di depannya ada sapi, dia bisa tuh berubah suaranya menjadi sapi gitu kan. Karena saya tahu karena saya menyaksikan sendiri dengan mata kepala saya gitu. Terus e waktu itu di Aceh ee dan harimau ini ternyata yang dijual enggak cuma kulit, tapi kan banyak kalau teman-teman ASN misalkan ngelihat apa ada kulit harimau yang dipajang di tembok atau di jadi taplak meja pejabat-pejabat gitu ya ee itu udah apa namanya itu enggak benar. Dan saya sih enggak yakin ya kalau yang ditaruh tuh palsu gitu ya. Karena ee apa namanya? Ee artinya kan untuk mendapatkan kulit itu dia harus membunuh harimau kan. Dan ternyata enggak cuma kulitnya tapi juga isi perutnya seperti tulang-belulang, gigi ee apa kuku, bahkan kumisnya itu juga diburu gitu. Kumisnya malah orang bilang bisa ee apa sih? Bukan pesugihan menarik lawan jenis gitu. Tapi itu kan hoax ya sebenarnya mitos gitu. Tapi ya itulah kadang-kadang ee mitos-mitos kayak gitu memang harus kita apa ya patahkan gitu. Karena gara-gara itu banyak juga orang akhirnya berburu gitu pengin saktilah, pengin apalah gitu. Next. Ini adalah Erin di Lampung. Kalau ada teman-teman ASN di sini yang ee dari Lampung, Erin ini ee waktu 2016 saya ketemu Erin, dia umur 2 tahun dan ee belinya hampir putus, hampir putus total gitu. Jadi udah oglek-oglek gitu di tengah hutan. Dan kalau gajah itu kan toleransinya tinggi ya. Jadi dia ditungguin sama gerombolan gajah lainnya sampai dia udah sekarat enggak enggak bisa nafas lagi baru dia ditinggalin gitu. Nah, Erin ini akhirnya ditemukan alhamdulillah sama para apa ya tim-tim patroli gitu ya di Taman Nasional Wambas dan akhirnya dioperasi cuma hidungnya jadi pendek sekali gitu. sangat kasihan. Saya beberapa kali ee apa nyablon kaos gitu kan cari sumbangan fotonya dikaosnya gambar foto Erin apa gambar gajah gitu kan. Terus saya datang ke sana bawa buah hasil penjualannya saya beliin tebu apa pisang itu beberapa kali. Hingga sekarang Erin masih ingat saya padahal tuh udah 2016 padahal. Jadi dia alhamdulillah dia masih hidup sampai sekarang. Nah foto sebelah yang kecil itu adalah apa tuh? Bapak-bapak megang jerat. Jerat itu terbuat dari seling baja. Dan itu bis misalkan kita 10 hari nih masuk hutan itu kita bisa nemu puluhan sampai ratusan ee jerat. Itu namanya jerat gitu. Apa namanya ee yang bisa memutuskan kaki harimau atau bahkan ee belalai gajah atau bahkan kaki kita gitu. Ee next. Nah, ini buku yang terakhir. Eh, maksudnya mudah-mudahan bukan yang terakhir, tapi ini adalah buku yang terbaru yang saya terbitkan tahun lalu gitu ya. Ee ini tentang masih tentang ee satwa liar juga gitu kan. Ee kebetulan dia ini terinspirasi dari tesis saya tentang konflik manusia dengan satwa liar gitu. Ee covernya adalah itu harimau yang putus kakinya. Mungkin teman-teman bisa lihat kakinya putus satu. Nah, ketika harimau itu putus kakinya, dia enggak bisa dilepaskan ke hutan. Karena mata pencarian harimau adalah di dua kaki depannya itu. Karena untuk menangkap mangsa, untuk lari, untuk ee apa ya? Untuk berburu segala macam gitu. Eh, next. Ee ini adalah Hope. Hope itu sebenarnya nama orang hutan yang ditembak 74 peluru di wajah dan dadanya. Ini sangat viral. Jadi kalau teman-teman googling orang ee 74 peluru Aceh itu akan keluar semua berita terkait dia gitu kan. Terus apa dia ditembak oleh ee seorang anak gitu kan ee yang akhirnya membuat dia buta permanen dan bayi yang dia gendung mati. Sampai sekarang dia masih stres. Jadi kalau di tempat rehabilitasi dia dengar suara bayi dia terak-terak menangis menjerit gitu. Sangat memilukanlah. Next. Ini adalah bentangan Taman Nasional Gunung Leuser yang saya ambil pagi-pagi setelah subuh. Jadi, masih ada kabut-kabut. Next. Ee di buku ini saya banyak cerita soal ee penyebab konflik manusia dengan satwa liar gitu yang seperti saya bilang tadi mungkin teman-teman yang di yang jauh gitu ya ee apa namanya dari yang di kota gitu mungkin enggak terbayang tapi di di daerah yang dekat sama hutan wah itu kayak mimpi buruk tiap hari gitu ee dan sangat kasihanlah. Next. Ee ee ini masih tentang buku. Jadi saya banyak nulis enggak cuma foto gitu kan. Next. Heeh. Next. Nah, di buku ini saya juga mencari gitu ya eh selain dari tesis saya juga ee penyebab terjadinya konflik gitu kan ee apa namanya? Jadi salah satunya adalah budaya lokal kita yang sudah mulai luntur gitu. Saya yakin setiap daerah pasti punya local wisdom atau ajaran-ajaran budaya lokal yang turun-temurun yang sangat bijaksana gitu ya yang itu mungkin hampir hilang dan saran saya jangan sampai hilang karena ternyata sebegitu pentingnya ee apa efek dari menjaga budaya lokal gitu ya. Terus apa namanya? Kenapa hilang? Karena enggak tercatat. segala sesuatu yang enggak tercatat itu sangat riskan akan hilang. Makanya ee nilai-nilai leluhur-leluhur kita yang bijak sana itu ee ya udah kayak enggak ada jejaknya gitu kan, hilang begitu saja. Padahal banyak nilai-nilai ee moral di situ kan yang apa namanya yang masih relate untuk di kita kita lakukan sekarang. Next. Next. Nah, ya ini ee ini harimau yang kita tangkap. Eh, bukan tangkap sih, kita rescue, kita selamatkan ee ketika dia konflik dengan manusia di ini di Sumatera Utara di daerah Tangkahan. Eh, kok Tangkahan, Langkat. Next. Nah, ee di sini saya bercerita soal harimau yang ketika dia masuk ee dia menunjukkan ee fisi apa fisiknya di di pemukiman ada masih ada beberapa daerah yang dia melakukan ritual gitu entah berdoa bersama di tengah hutan atau ada suatu desa di Aceh dia mengebarkan mengibarkan bendera putih di tengah-tengah hutan sebagai bentuk ee maaf eh permintaan maaf kepada harimau gitu. Karena mereka percaya kalau kalau sampai harimau itu memunculkan dirinya itu tandanya ada something wrong di desa itu gitu. Ee ini sama dengan novelnya eh Mokhtar Lubis judulnya Harimau-Himau tahun 1967. Di novel itu juga bercerita bahwa ketika harimau itu muncul menunjukkan dirinya gitu itu ada sesuatu yang salah. Entah ada kegiatan asusila di situ, entah ada ee kecurangan di situ, entah ada pelanggaran-pelanggaran adat di situ. Nah, biasanya muncul ee harimau. Next. Ini adalah kepala adat yang saya wawancara. Eh, next. Ee selama pembuatan buku ini juga 4 tahun ya, sama kayak buku sebelumnya gitu. ee saya mencari budaya lokal yang berhubungan yang berkaitan dengan ee konservasi atau satwa apa satwa liar gitu atau hutan lah. Nah, ternyata saya susah banget nemuknya. Terus saya akhirnya bisa nemu ee tarian harimau gitu di ini di pelosok Aceh. Pelosok bangetlah pokoknya jauh banget gitu. Terus apa namanya? Ee tapi ini pun mereka banyak yang sudah enggak ngerti arti tariannya gitu loh. Padahal di tarian ini banyak nilai-nilai juga yang bisa di kita dapatkan gitu kan. Next. Nah, selain tadi ee lunturnya kearifan lokal juga ee menyempitnya ekosistem dataran rendah gitu. Karena satwa-satwa liar eh satwa-satwa seperti tadi ya orang hutan, gajah, harimau, badak dan ee sejumlah satwa besar yang dilindungin itu rata-rata hidupnya tuh 90% di dataran rendah. Sementara ee manusia juga ee pemukiman ee kebun, sawah, semua ya maksudnya kita rebutan akhirnya sama si ee satwa liar gitu. Padahal kan ee kita sama-sama diciptakan Tuhan ya, diciptakan Allah gitu. maksudnya ee kenapa sih kita enggak berdampingan gitu. Ada banyak solusi sebenarnya, cuma kadang-kadang manusia ee entah enggak tahu ya apa malas atau ribet. Jadi kadang-kadang enggak mau tuh maunya praktis-praktisnya aja gitu kan. Udahlah bikin kebun, bikinnya tanpa mikirin ee apa penduduk yang lain gitu ee ciptaan Tuhan yang lain gitu bahwa mereka juga punya hak gitu kan. Next. Ini pemukiman yang hampir tiap hari ini di Aceh, Aceh Selatan hampir tiap hari terjadi konflik entah dengan gajah atau harimau gitu. Di sini hampir tiap hari dan konflik itu bisa salah satu mati ya kalau enggak orangnya eh apa manusianya satwanya gitu. Kalau kalau orang hutan biasanya pasti kalah. Kalau kalau harimau gajah bisa fifty-fifty. Bisa satuan yang menang bisa bisa. orang yang menang. Tapi kalau orang hutan tuh kayak hampir enggak mungkin menang gitu. Next. Ee sawah ini juga ada data-datanya ee apa namanya? Data apa ya namanya? Konversi dari atau perubahan tutupan lah ya menjadi ee persawahan dan perkebunan. Next. Ee lalu penyebab berikutnya adalah ee rendahnya toleransi hidup bersama. Ee entah mengapa rasa empati, rasa toleransi era sekarang itu makin makin menipis gitu. Kalau kalau saya lihat gitu ya, saya lihat juga anak-anak sekarang kok makin cuek gitu ya. Tapi mudah-mudahan ee ini cuma apa sih permukaan ya, bahwa sebenarnya mereka kalau kita panas-panasin kayak gini juga mungkin mereka tergerak gitu. Mungkin karena itu tadi banyak catatan yang hilang gitu sehingga mereka enggak ngerti. Saya ketika bedah buku ini di Aceh dan di Sumatera Utara, Genzet kebanyakan yang datang pun mereka banyak yang enggak enggak tahu gitu. Oh, ada orang dekat kita. Oh, ada. Ya, karena mereka udah apa ya kehidupan gadget itu sudah menjauhi mereka dari ee budaya lokal gitu dan dan kehidupan alam yang apa namanya ya? kehidupan alam gitu kan, lingkungan hidup gitu sudah makin menjauh. Next, ini adalah senapan angin. Kalau di kampung-kampung perbatasan dengan hutan, hampir semua orang punya hampir semua rumah punya senapan angin gitu. Nah, senapan angin ini kadang bisa kayak apa ya? Kayak dua mata koin gitu. Jadi dia bisa buat ee apa namanya? Jaga jaga-jaga kita ketika kita misalnya masuk hutan gitu kan. Tapi juga kadang dipakai untuk berburu-burung. Banyak juga burung-burung dilindungin yang yang itu enggak boleh dibunuh. Tapi ya seperti itulah. Ee kadang susah juga me apa ya mengawasi mereka 24 jam gitu. Next. Ini ada gajah mati di di ini di Sumatera Utara dan waktu saya datang dia sudah 5 hari ee mati dan kita cek gitu ee di nekropsi kalau kalau manusia mati kan manusia meninggal autopsi ya kalau secara tidak wajar ini dinekropsi jadi kita ambil cairan dalam ee perutnya lalu kita uji di laboratorium apakah dia mati secara normal atau ee diracun gitu. Jadi banyak loh ee teman-teman ASN ee kayak kayak gajah nih, dia diracun ya, dikasih apa namanya tanaman yang dia lewat itu diracun nanti dia mati. Ternyata pas kita lihat dia lagi hamil itu atau waduh itu sangat apa menyedihkanlah. Next. Ee saya juga mengangkat teman-teman ee apa? ranger, warga lokal yang mereka berusaha menjaga lingkungan hidup sekitar mereka gitu ya. Jadi enggak cuma di dalam hutan, tapi lingkungan sekitar. Ee termasuk kayak kayak apa sih? Kayak sampah gitu kan. Terus termasuk kayak kejahatan hutan, termasuk kayak ya berbagai inilah apa namanya ee apa pelanggaran-pelanggaran lingkungan hidup. Ee dan mereka secara sukarela ada juga secara sukarela ada juga yang dari LSM atau NGO yang artinya mereka digaji gitu. Terus next. Eh, iya enggak apa ini orang hutan waktu itu kita rescue ee dia apa namanya? Kita kita selamatkan dan setelah kita cek kesehatannya ternyata dia ee tidak ada patah kaki atau yang lain-lain ya. Jadi kita bisa langsung lepaskan gitu. Apa namanya? Sedih kalau melihat langsung. Eh, saya beberapa kali ikut lepas lihat orang hutan endingnya nangis gitu kan. Karena kadang aduh kok kasihan banget sih mereka sama-sama ciptaan Tuhan tapi kok kayak enggak punya hak gitu. Manusia yang satu jenis spesies pengin nguasain hutan yang di situ dalamnya ada jutaan spesies gitu kan. Kayak ya Allah serakah banget sih. Gitu kan. Ee walaupun kita enggak pernah ya bilang anti anti pembangunan gitu apalagi kan jumlah manusia juga makin banyak gitu kan. Tapi itulah fungsi pendidikan atau ilmu pengetahuan teknologi gitu. Bahwa kita bisa memitigasi atau meminimalisir sebenarnya kerusakan-kerusakan alam. Next. Ini juga rescue harimau. Eh ya di sini buku ini intinya banyak yang tentang luka dan sakit gitu. Tentang kesedihan kebanyakan. Ini ini sangat menyedihkan juga kisahnya tapi sayangnya tulisannya kecil-kecil enggak bisa kita lihat. bisa dibaca di buku saya. Next. Ini pemeriksaan harimau. Ee jadi begitu kita rescue, kita selamatkan, kita langsung periksa kesehatannya. Ee ini masih hidup, alhamdulillah dan bisa di apa ya? Di di direhap gitu kan. Ini dokter di Aceh yang sangat legend gitu. Next, ini part of ee apa? Pemeriksaan ya. karena ee ya kapan lagi saya ee megang-megang kuku eh apa megang-megang giginya harimau gitu. Lagian menurut saya ini adalah momen momen momen apa ya? momen langka gitu bisa ngambil ee foto dari dekat part-part dari tubuhnya si harimau gitu. Ini juga saran buat teman-teman ASN kalau mendapatkan momen-momen penting atau jarak itu harus wajib diabadikan gitu. Next. Ini adalah jerat yang saya bilang tadi. Next. Ini saya juga ikut beberapa kali penangkapan ee penjualan ilegal atau ee apa namanya ee ya entah penyelundupan atau penjualan penjualan kulit gitu kan atau sisik terenggiling. Nah, trenggiling tuh juga dilindungin ya, Teman-teman. Kalau di Jawa kadang masih banyak juga terenggiling. Biasanya mereka jual sisik satu 1 kg sisik trenggiling itu membunuh 4 sampai 5 ekor trenggiling. Jadi terakhir seminggu lalu kita nangkap barang bukti 80 kg sisik trenggiling itu bisa dikali ee lima lah. Berapa ratus trenggiling kita yang punah gitu yang hilang dan mati. Bukan hilang dibunuh. Next nih. Kalau dilihat ee kakinya dia putus, ini juga korban konflik gitu, kena jerat juga gitu. Jadi ee mungkin sedikit saya apa masalah ekonomi juga itu masih menjadi salah satu faktor terbesar ya menurut saya gitu. Ee memang agak susah untuk ngomong ngomong konservasi di perut yang lapar gitu. itu memang memang problem itu. Terus intinya udahlah enggak usah ceramah soal konservasi kalau masyarakat yang kita ceramahin itu masih kelaparan gitu kan memang iya. Terus jadi kita memang ee minimal kita harus memikirkan apa solusinya gitu supaya masyarakat ini enggak tergiur dengan merusak ee alam kita gitu kan. mungkin kita bisa kasih bantuan dengan workshop ee atau kita bisa kasih apa pelatihan-pelatihan gitu yang kira-kira itu bisa ngasilin duit gitu secara halal dan enggak ngerusak. Terus kita satu lagi nih ciptakan pasar itu juga PR banget. Saya berapa kali bantu apa namanya bikin dokumenter teman-teman pemerintah gitu ya atau NGO. Kadang mereka cuma ngajarin ee apa bikin pelatihan tapi enggak diciptakan, enggak dibantu cari pasarnya gitu. sehingga akhirnya mereka lah mau dijual ke mana nih? Balik lagiah mereka ee illegal logging lah apa ee berburu satwalah apalah kayak gitu ngerusak alam lah gitu kan. Sama di laut juga gitu udah dibeliin apa paket-paket paket-paket nyelam diving mereka enggak tahu nih cara nyari ee marketnya di mana, nyari pasarnya di mana gitu kan. Udah kembali mereka ngebom laut, kembali mereka racunin laut gitu. Jadi ya seperti itu ee apa kita juga enggak bisa sih nyalain 100% masyarakat gitu kan. Ee faktor terbesar menurut saya ekonomi ya. Next. Ini adalah ee kisah tentang ranger di hutan. Saya ngambil cuplikannya sedikit gitu di buku ini. Next. Ini adalah ee kandang TPE ee supaya harimau tidak makan ternak warga gitu. Jadi dibangunlah kandang yang tingginya bisa sampai 4 m dengan kawat beri gitu. Ini masih efektif walaupun ternyata beruang bisa masuk gitu. Himmau memang susah masuk tapi ternyata beruang bisa masuk. Next. Ee ya di dalam buku ini saya juga memasukkan ee beberapa teori. Jadi buku ini saya tidak menulis dengan tulisan yang susah gitu ya. saya berusaha memudahkan ee bahkan teori ilmiah, jurnal ilmiah saya buat tulisan menjadi populer karena ee minat baca masyarakat itu sangat kecil gitu. Jadi kalau bahasanya ribet, bahasanya dakik-dakik kalau bahasa Jawa ya itu ee orang malas baca laporan-laporan di kantor pemerintahan atau kantor LSM atau di mana pun itu kan bahasanya berat ya. Yakin saya enggak ada yang baca gitu. Makanya bahasa harus kita sederhanakan gitu. Karena itu tadi ya ee minat baca warga kita ini masih sangat kecil. Next ya, masih tadi teori-teori berbagai teori saya masukkan gitu. Ee next. Ini juga bayi siamang yang induknya dibunuh ee dan dia tidak mau lepas dari boneka ee panda ini karena dia pikir ini ibunya itu pink-pink tangannya itu adalah jarinya putus ya. Jadi dia benar-benar terpenggal tangannya gitu. Ee ya, next. Kayaknya udah deh. Ya udah, next. Terima kasih. Terima kasih. [Musik] Terima kasih Bu Regina atas pemaparannya yang menarik sekali bagi kami-kami yang belum pernah terjun langsung. bagaimana hutan di Sumatera, bagaimana keadaan di baik Aceh, kemudian ada yang Lampung tadi ya, mungkin mungkin ya Kalimantan juga ada dan memang kalau melihat ee Indonesia saat ini yang orang bilang Indonesia itu indah, terkenal dengan kekayaan alamnya, namun kita-kita juga yang ujung-ujungnya merusak. Dan yang viral belakangan ini adalah tentang raja. Apakah Ibu Regina sudah ke sana? Udah kan saya kerja kerja di Kementerian Pelautan ya kan grafernya Bu Menteri Susi. Jadi ee hampir semua daerah yang berlaut tuh ee kayaknya udah pernah aku datangin deh. He. Jam .00 kayaknya udah berapa kali ya? Tiga kali mungkin. Sudah ada kabar terbaruah di Mikel ya. Aduh ini iya lagi viral ya Mbak ya. Benar. Karena kalau kita berbicara tentang kehidangan alam, tadi Ibu Regena juga sempat bilang bahwa susah berbicara tentang konservasi dengan orang-orang yang lapar. Tapi Ibu Regina lebih susah lagi kalau kita berbicara dengan orang-orang yang serakah. Iya. Tuh, betul. Susah. Semoga sobat ASN ya yang ee bergabung dalam webinar belajar seri 21 tahun 2025 ini bukanlah pribadi-pribadi yang seraka. Yuk, kita lebih bersyukur lagi dengan apa yang kita miliki sekarang. kita jaga, kita rawat demi anak cucu kita. Dan pas sekali ini momennya ya ee sesi tanya jawab kita buka. Silakan untuk yang ingin bertanya kepada Ibu Regina yang ingin mengeluarkan unek-uneknya atau ee bertukar ee apa ya? bertukar insight di sini kami persilakan yang bergabung lewat Zoom meeting bisa raise hand yang lewat eh YouTube channel bisa menuliskan pertanyaannya di kolom live chat dan sudah bergabung di sini. Selamat pagi. Dengan Bapak siapa? Selamat pagi. Asalamualaikum. Saya Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Saya Joko Kosmarinoto dari UPT Blk Singosari. Saya tertarik ee apa yang disampaikan dari narasumber tadi ya. Baik, silakan Pak Joko pertanyaannya. Ingin saya tanyakan pertama ee seringki di dalam YouTube-yube yang kita terima itu ada tayangan yang saya itu kadang membingung ya ini manusia dengan gorila gitu atau dengan ee maunya itu punya anak gitu apakah itu benar apa dak gitu kan itu sering katan dia punya anak anaknya ya mirip mirip setengah manusia setengah kera gitu kan itu Ya, mungkin saya sampai sekarang masih ee meyakini itu hoak aja gitu loh. Tapi ya begitu canggihnya teknologi kita bisa membuat tayangan seperti itu gitu kan. Nah, ini kebetulan pakarnya ada sekarang ini bersama kami kira-gitu kan yang paling tidak telah menelusur dari hutan ke hutan, dari laut ke laut gitu. Itu yang pertama. Yang kedua memang ee antara manusia dengan hutan berisa isinya itu seharusnya kan bersinergi ya. Bersinergi tidak saling membantai dan saling membunuh. Kalau saling membunuh pastinya manusia menang gitu karena manusia diberi akal pikiran. Tetapi alat pikiran ini seharusnya kan digunakan untuk bagaimana melindungi mereka. Ya secara tadi tertarik bagaimana menjadikan mereka sebagai objek. Ya, kebetulan di di Jawa Timur ada di Prig ee ada taman apa ya yang semacam di Bogor itu. Jadi binatang yang di dalam sana bisa kita lihat, bisa tayangkan. Kemudian di situ bagus sekali artinya antara kehidupan binatang dengan manusia itu bersinergi. Manusia bisa mendapatkan keuntungan dari binatang-binatang tersebut dan binatang juga bisa mendapatkan keuntungan dari manusia dengan mendapatkan makanan yang layak dan sebagainya. Ya, yang sebut adalah taman safari ya. Taman Safari juga di Malang itu ada lagi kebun binatang yang hidup itu. Nah, jadi hal semacam itu bagaimana tanggapan narasumber terhadap kondisi semacam itu? Apakah ini perlu dikembangkan terus? itu kan diciptakan pada posisi seperti aslinya. Kemudian juga ke kebun-kebun yang binatang ini. Kemudian be yang lalu kami prihatin juga di kebun binatang Surabaya itu banyak binatang yang meninggal ya karena banyak faktor ya banyak faktor di antaranya kelaparan, kurangnya perawatan dan sebagainya. Ini karena kebijakan manusia. Nah, kita di bumi ini kan berbagai macam makhluk Allah yang ada gitu. kita itu banyak sehingga bagaimana langkah-langkah strategis ke depan ee apakah Undang-Undang Perlindungan Binatang atau Kayan Hayati ini sudah mencukupi atau perlu dirubah, disempurnakan begitu agar kehidupan kita semuanya bisa lestari, bisa bersinergi, saling menguntungkan bukannya saling merugikan gitu. Ini yang perlu kamu tanyakan. Monggoon tanggapan dari narasumber. Terima kasih Bapak atas pertanyaannya. Ya, saya ee langsung jawab ya, Mbak Nisa ya. Silakan, Ibu langsung dijawab. Oke, ya. Untuk terkait penghamilan antara gorila manusia, saya sesungguhnya belum pernah melihat sih, Pak. Apa namanya? Karena kalau ee setahu saya ya ada perbedaan perbedaan reseptor gitu ya antara ee apa namanya manusia dengan binatang gitu. Jadi sperma manusia itu hanya bisa mengenali selur sel telur manusia. Begitu juga sperma ee binatang hanya mengenali sel telur ee binatang karena kromosom dan DNA kita berbeda. Terus ee saya enggak tahu mungkin itu permainan permainan ini aja, Pak. Mungkin apa Photoshop atau AI ya. Karena ee kalau kita googling atau kita cari jurnalnya mungkin ee saya sih belum nemu ya, Pak sampai sekarang gitu ya. Ee lalu apalagi misalkan manusia dengan orang hutan gitu kan ee apa yang sering kita kan di Indonesia enggak ada gorila ya adanya orang hutan gitu. Simpanse juga ada di Afrika. Jadi saya juga belum pernah ada kasus ee mereka saling menghamili gitu ee apa namanya? Tapi mungkin birahi bisa, Pak. Birahi. Jadi kalau Bapak searching di Kalimantan Tengah itu ada kasus orang hutan menjadi maaf pelacur atau PSK. Jadi apa namanya ee namanya siapa ya? Bon bukan Bonita. Mungkin Bapak bisa searching ini di Google orang hutan jadi prostitusi di Kalimantan. Nah, itu akan keluar tuh, Pak. Karena saya tahu persis kasus itu gitu kan. Jadi dia saking jahatnya manusia ya. Jadi dia bulunya tuh di digundulin, Pak. Seolah-olah kayak kulit manusia gitu kan. Terus dia dirantai dan dia di maaf diperkosa gitu. Apa namanya ee si Heeh itu jahat sekali gitu maksudnya itu sudah lebih dari gitu. Mengerikan sekali itu mengerikan Pak. Bapak bisa googling dan memang ini fakta nyata dan sewa tentu ada di Kalimantan. Nah, ketika disita orang hutan tersebut ee oleh BKSDA ee protes nih apa yang punya tempat prostitusinya karena menurut mereka lebih laku penggunaan orang utan ini daripada maaf pelacur yang yang manusia gitu. Ini kan gila gitu kan walaupun dia enggak bisa hamil setahu saya dia enggak bisa dihamilin gitu. Ee itulah kalau ini udah udah gila sih, Pak. Udah sinting gitu loh manusianya gitu kan. Nah, oke. Terus kembali ke apa namanya tadi? Ee apa ya? Aku enggak catat lagi. Apa apa ya, Pak? Yang berikutnya, maaf. Taman Safari tadi. Sinergi antara manusia dengan binatang. Seperti contoh di taman safari atau kebun binatang begitu. Heeh. Iya. Sebenarnya ee selama apa ya kesejahteraan manusia ini eh kesejahteraan animal atau satwa ini juga kita perhatikan, Pak. Jadi kalau misalkan kebun binatang, namun dia juga bikin kandang jangan sempitlah gitu kan, jangan kecil. Kan ada tuh di Medan waktu itu ee apa namanya? Kandangnya kecil banget. Lalu kan ruang gerak dia terbatas sekali misalkan harimau gitu ya, kandangnya cuma 2* 1 m misalkan itu kecil sekali gitu terus kandangnya enggak pernah dibersihin. Jadi kotorannya, fesesnya itu ya udah tiap hari di situ numpuk gitu kan. Itu jadi penyakit gitu kan terus enggak pernah dikasih makan. anak itu yang yang saya sangat menentang yang kayak gitu. Tapi selama kebun binatang itu apa ya kita juga enggak tega lah ya ngelihat seperti itu. Selama kebun binatang itu memperhatikan animal welfare-nya Pak atau kesejahteraan satwanya gitu kan. Ee apa namanya ya? Mungkin itu ee better ya Pak daripada ee apa namanya apa ya? Bukan, bukan, bukan daripada sih. Tapi itu lebih baik kalau intinya kalau disiksa janganlah jangan sampai disiksa karena dia juga ciptaan Tuhan yang punya rasa sakit, punya rasa sedih gitu kan, Pak. Ee lalu em berikutnya apa Pakannya Pak? Iya terkait dengan taman Safari tadi itu kita lihat kan apakah yang demikian ini perlu diperbanyak apa bagaimana itu kan sinergi bagus. Yang ketiga tadi adalah terkait dengan undang-undang. undang-undang ee perlindungan terhadap binatang-binatang tersebut apakah masih layak, masih relevan atau perlu disempurnakan lagi terutama pada implementasinya ya penerapannya kan begitu juga yang melaksanakan undang-undang kan manusia. Iya. I sehingga kalaulah misalkan ada pelanggar-pelanggaran itu bagaimana nanti tindakan hukumnya. Jadi kan agar bumi kita lestari bersama kekayaan hayatinya begitu. Iya. Ee sayangnya Pak undang-undang kita soal konservasi terutama konservasi satwa liar itu masih menurut saya masih belum belum apa ya belum sempurna lah ya. Terus ee kemarin ee yang Undang-Undang Nomor 50 gitu itu juga sudah usang tapi masih di digodok gitu kan. Nah, masalahnya lagi, Pak, kejahatan hutan itu ee sangat jarang atau sangat sedikit yang terangkat atau di yang di apa namanya? Di mungkin bagi teman-teman penegak hukum mungkin kurang seksi ya. Saya enggak tahu juga pertimbangannya atau mungkin apalah ya. Jadi banyak kayak penyelundupan satwa liar itu banyak dan sering terjadi tapi sedikit banget yang menangani gitu. Artinya gini, contoh nih, saat ini kemarin ada kasus penyelupan orang hutan ke Thailand dari Sumatera ee dari Aceh itu hampir terjadi tiap bulan, Pak. Dalam 1 bulan tuh bisa dua tiga orang hutan dilarikan ke Thailand. Otomatis dia bunuh induknya karena yang dibawa adalah bayinya, gitu kan. Nah, ee mereka punya pelabuhan sendiri, mereka naik perahu sampai ke Thailand sana, naik kapal gitu kan. Jadi ee sampai sekarang itu belum juga setahu saya karena saya mengikuti ya saya mengikuti kasus-kasus gitu itu ee apa sih kurang kurang kurang gregetlah ee menurut saya penanganan kasus ee kejahatan hutan gitu. enggak cuma satwa liar ya, termasuk ilegal logging gitu, terus pencemaran ee udara apa segala macam tuh kok ya kayaknya masih kurang masih jauh banget dari ee ideal gitu, Pak. Itu memang iya makanya ee apa namanya ee ya saya berharap teman-teman gitu atau itu kita sama-sama melag gitu kan jadi bisa sama-sama mengingatkan nih gitu. Jadi ee loh kasus ini kok belum kasus ini kok enggak diapa-apain gitu kan dengan bisa melalui sosm kita atau menggunakan platform-platform lainnya gitu. Memang masih jauh sih Pak kalau kita lihat dibanding kasus korupsi atau kasus-kasus yang lain tuh jauh gitu ee apa penanganannya enggak enggak secepat itu gitu seperti itu, Pak. Eh terakhir, bagaimana tanggapan narasumber terhadap adanya semacam secret show yang di batu ya? Itu kan juga menampilkan secret show itu menampilkan binatang-binatang di sana. Itu pola kebun binatang yang kalau saya kira bagus ya. Apakah N pernah melihat itu? Bagaimana tanggapannya? Terima kasih. Ya, terima kasih Bapak. Sebenarnya ee memang satwa liar itu sebaiknya di alamnya itu ya. Tapi ketika ada zoo atau kebun binatang memperlakukan satuannya dengan baik gitu, Pak. Ee apa namanya? Saya masih enggak apa-apa gitu loh. Apalagi tidak semua manusia, tidak semua orang punya akses atau punya privilege bisa masuk ke hutan terus ngelihat langsung satwa-satwa yang pengin dilihat gitu. kadang-kadang ee apa mungkin mereka perlu dengan lebih mudah seperti datang ke zoo, ke kebun binatang gitu kan. Karena enggak semua orang bisa masuk-masuk nih ke dalam hutan ketemu cendrawasi secara langsung, ketemu ee burung rangkong secara langsung gitu atau ketemu harimau gitu kan. Jadi mungkin ee kita bisa ngambil sisi edukasinya gitu, tapi dengan catatan mereka ee apa ya welfare animal welfare-nya itu kesejahteraan satwa itu di diilakukan gitu, Pak ya. Kandangnya enggak enggak sempit dikasih makan kalau sakitnya diperiksa ada dokter hewannya gitu. Ee jadi enggak enggak hanya bisnis tok, tapi mereka juga ee merawat gitu satwa-satwa ini dengan baik gitu, Pak. Terima kasih. Jadi cukup Pak Joko. Terima kasih sudah cukup. Terima kasih, Pak Joko. Baik, terima kasih pertanyaannya. Ini memang menjadi suatu hal yang disoroti ya oleh netizen terutama Ibu Regina. Karena animal show ini katanya jangan sampai ada animal show ataupun sirkus binatang ini untuk melatihnya di apa? Disiksa dan segala macamnya. Iya, pasti disiksa tuh, Mbak. Makanya ee apa namanya kan udah banyak kebun binatang yang ee mulai enggak melakukan itu. He. Kemudian animal show ditiadakan. Akhirnya show-nya sekarang sirkusnya eh manusia. yang ternyata di dalamnya tidak berperi kemanusiaan dan itu juga e sempat viral beberapa saat yang lalu, Bu Regina. Oh, iya 80 -an apa ya, Mbak? Itu kayaknya kasus lama itu yang sama. Iya, ya. I iya benar ya. Tadi sudah disebutkan oleh Pak Joko juga ya. Waduh, ini sebenarnya yang menjadi permasalahan di sini apanya ya? Sepertinya dari manusianya. Cowah kita merasa dong ayo ee timbulkan rasa cinta kita, timbulkan rasa memiliki ini bumi kita. Kita yang harus merawat dan harus menjaganya. Benar gimana? Dengan Mbak Risa tadi yang serakah itu emang harus diobatin, Pak. Jadi mungkin mungkin Bu Regina ada tips and triknya bagaimana sih ee menumbuhkan rasa cinta kita kepada bumi. Karena kita sekalipun kita tinggal di dalamnya, tapi tidak semua orang memiliki sense of belonging terhadap bumi yang kita tempati saat ini. Iya. Ee apa ya? Saya tuh ee dulu juga sebelum saya bikin buku-buku ini sering sering masuk maksudnya kerja di laut, kerja di hutan gitu. Saya juga dulu tuh jauh dari itu gitu loh, Mbak ya. Anak mall lah gitu. Tapi lalu saya percaya semua manusia itu punya hati gitu kan. Nah, bagaimana kita itu me me menstimulus hati itu supaya hidup gitu loh hatinya gitu. Karena yang saya takutkan kita punya hati tapi ee mati gitu ya. Kita cuma punya kayak pohon pisang, punya jantung, tapi enggak punya hati. Jadi maksudnya ee kan pasti punya hati, tapi tinggal bagaimana kita itu berusaha menstimulus, merangsang hati itu supaya dia hidup dan e kembali menyala gitu. Karena ee saya rasa kalau orang punya kepekaan gitu, enggak mungkin tega, Mbak. Orang misalkan ee misalkan jangankan harimau ya kucing aja misalkan kita kita siksa juga kita enggak mungkin sampai hati. Enggak usah kucinglah yang lebih kecil lagi mungkin kita enggak enggak enggak akan tega gitu. Oke. Nah, jadi mungkin anak-anak kita biasakan juga ketemu alam mungkin jangan keseringan gadget lah. Megang daun kek, grounding di tanah kek, apalah main ke sungai atau apalah yang kira-kira permainan zaman kita kecil dulu itu ee kan banyak kita dulu kan Mbak main tanah apa itu mungkin harus sudah banyak kita tularkan ke anak-anak gitu kan supaya mereka ee apa sayang gitu sama alamnya gitu kan. Itu heeh hati gitu. Sepertinya jangan cuman anak-anak ya Bu Regina ya. Kitanya yang sudah dewasa pun juga harus lebih mendekatkan diri dengan alam deh. Iya, betul, betul, Mbak, betul. Aku makanya jujur dulu kok anak mall yang sama yang anak ya anak Mbah kayak kita-kita kan. Enggak pernah aku kebayang hutan kebakaran ee apa polusi udara apa opo sih itu jauh dari pikiranku. Tapi setelah aku dikenalkan dunia laut, dunia hutan gitu kan, oh kayak gini ya gitu. Oh, aku harus berbuat sesuatu nih gitu. Aku enggak mau sekedar nonton tok tahu tok gitu. Jadi em aku at least aku berusaha untuk berbuat sesuatu yaitu tadi karena aku background tu jurnalis Mbak jadi aku bikin buku, aku pameran tunggal, aku bikin tulisan, aku bikin foto, aku ngomong di mana-mana gitu kan. Ee melalui sosm gitu-gitu. Nah, jadi ee caraku ya masih kayak gini sih, Mbak. Karena kan kita terbatas juga ya apa namanya kemampuannya. Maunya sih semua bergandingan tangan kita sama-sama menyerukan. ayolah eman-eman loh alamnya gitu kan ya memang pertumbuhan apa namanya kita perlu apa pembangunan ya karena ee manusianya makin banyak enggak mungkin manusia lahir kelahiran anaknya terus enggak enggak merusak alam enggak mungkin pasti kan ee tempat tinggal kita apa ya pemukiman akan makin banyak hutan akan banyak dibuka gitu kan enggak mungkin anak lahir digantung-gantungin di langit kan enggak mungkin gitu cuma Cuma bagaimana kita yaitu tadi pengetahuan ee teknologi, bagaimana kita mengukur daya dukung, daya tampung ee dari sebuah alam ee supaya kita bisa hidup bareng gitu, Mbak. Bisa berdampingan gitu. Itulah gunanya ilmu pengetahuan gitu kan. Jadi ee apa namanya? Saya berharap kita meskipun orang manusianya banyak, tapi kita juga bisa hidup bersama dengan makhluk cipta Tuhan lainnya gitu. Oke, terima kasih banyak Ibu Regina. Ini semoga ya bisa diaplikasikan oleh seluruh sobat ASN yang bergabung di hari ini. Lebih cintai bumi kita, lebih cintai seluruh makhluk hidup yang ada. Mau itu sesama manusia, dengan binatang, dengan tumbuh-tumbuhan. Karena kita hidup di sini ee saling membutuhkan satu sama lainnya. Oke, terima kasih sekali lagi Bu Regina sudah hadir di ASN Belajar seri 21 tahun 2025 ini. Semua kami menantikan buku-buku Bu Regina yang berikutnya. Amin. Makasih, Mbak. Terima kasih, Bu Regina ya. Terima kasih semua. Oke, Sobat ASN sudah dua materi dari dua narasumber yang luar biasa. Masih ada satu materi lagi. Kira-kira apa judul materi yang akan disampaikan oleh narasumber kita yang ketiga. Jangan ke mana-mana. Tetap terus berada di webinar rayasan belajar seri 21 tahun 2025. [Musik] بي [Musik] Oh. [Musik] Terima kasih sobat ASN masih setia bersama kami di ASN Belajar seri 21 tahun 2025. Dan di sem kali ini kita akan mendengarkan bersama-sama pemaparan dari narasumber kita yang ketiga di mana beliau adalah ee dosen di Universitas Brawijaya dan selain menjadi konsultan lingkungan hidup, beliau juga seorang asesor kompetensi. Siapakah beliau? Langsung saja kita sapa narasumber kita yang ketiga, Dr. Ir. Rita Parmawati, SP,ME, IPU, ASEAN [Musik] Engineering. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Mbak Anisa. Selamat siang, Bu Rita. Saya panggilnya Bu Rita ya. Benar ya? Iya, betul. Selamat siang. Bagaimana kabarnya, Bu Rita? Alhamdulillah sehat, Mbak Anisa. Alhamdulillah. Ini berarti Bu Rita di posisi di Malang ya? Iya, alhamdulillah sedang di Malang, Pak Anisa. Wah, di Malang cerah. Alhamdulillah cerah. Ini sedikit panas. Waduh, sudah lama saya enggak kulineran di Malang. Oke, Bu Rita. Ee untuk kali ini apa judul yang ingin ee disampaikan pada materinya? Ya, saya nantinya akan bicara tentang apa namanya green office ya, Mbak dan ekonomi sekuler sesuai dengan keahlian saya gitu ya di bidang ekonomi sekuler mengelola limbah menjadi sesuatu yang lebih berguna begitu. Oke. Baik. Jadi untuk sobat ASN disimak baik-baik apa yang disampaikan oleh Bu Rita dan kalau bisa nanti diterapkan juga di kantor barangkali diterapkan juga nanti di rumah ya. Jadi dicatat apa poin-poin apa saja yang terpenting atau nanti barangkali di akhir ee sesi boleh minta soft copy-nya enggak teman-teman di sini? Boleh ya? Ada ya? Oke kalau begitu tanpa menunggu lama langsung aja kita simak materi dari Ibu Rita. Silakan Ibu kasih, Mas. Baik, Sobat ASN mohon izin saya berbagi ya. ini saya yakin Sobat ASN sudah banyak memahami tentang apa itu green office dan ekonomi sekuler. Ee namun pada kesempatan hari ini di mana kita sedang memperingati hari lingkungan hidup ya, maka saya sedikit berbagi gitu dari apa yang sudah pernah saya teliti kemudian saya dapatkan dari ee pada saat saya sekolah dulu dan kemudian saya menulis buku ee ini sekarang saya mohon izin untuk berbagi dengan sobat ASN. Oke, next ya. Jadi sekarang sedang musim green gitu ya. Saya beberapa kali diundang oleh DPR RI, kemudian BKSAP, Badan Kerjasama Antar Parlemen Republik Indonesia. Saya diminta bicara tentang green ekonomi, kemudian diminta juga bicara tentang ee green building dan lain-lain gitu ya. Jadi sekarang eranya adalah ee memang apa-apa dikaitkan dengan lingkungan gitu ya. Nah, mengapa sih kantor ramah lingkungan itu dibutuhkan gitu ya? Mbok seperti yang dulu-dulu aja kita ee tidak perlu ada perubahan-perubahan. Nah, Bapak dan Ibu yang saya hormati, Sobat ASN, perubahan itu sifatnya dinamis nggih. Dan itu akan selalu harus ada gitu ya. Dan kita sebagai ee ekosistem, salah satu ekosistem yang ada di dalamnya, kita juga harus mengikuti dari perubahan itu sendiri. Maka sebetulnya kalau kita tidak mengikuti perubahan yang ada gitu ya ee maka sebetulnya kita itu akan tertinggal gitu ya. Bahkan ee bisa dikatakan kita ini akan mati pelan-pelan seperti itu. Nah, dengan era semuanya serba green, ramah lingkungan dan lain-lain, maka ada pertanyaan, mengapa sih kantor ramah lingkungan itu dibutuhkan? gitu ya, baik di Sobat ASN maupun di kami di kampus itu mulai menerapkan ee kampus ramah lingkungan gitu ya. Kalau kita lihat krisis lingkungan global ini memerlukan aksi lintas sektor termasuk perkantoran. Jadi sebetulnya kantor ramah lingkungan ini ee tidak bisa hanya dibebankan kepada sobat ASN yang bekerja di Dinas Lingkungan Hidup gitu ya. di mana kalau misalkan tidak ada kebijakan dari pimpinan kita tertinggi dalam hal ini misalkan di provinsi adalah ee Ibu Gubernur kita teman-teman yang ada di kabupaten kota mungkin Pak Walikota atau Pak Bupati di kami di kampus juga ee apa namanya Pak Rektor gitu ya maka sebetulnya kantor ramah lingkungan ini tidak akan bisa kita capai gitu ya. Nah, kalau kita terus-terusan ee tidak memperhatikan kantor yang ramah lingkungan, maka krisis lingkungan ini akan semakin meluas. Contoh, Bapak dan Ibu, sobat ASN yang saya hormati, ee ini sudah bulan Juni gitu ya, tetapi tren musim kemarau basah itu sekarang kita alami. Di satu sisi kita bersyukur ya, kita tidak merasa panas gitu ya sampai overhead gitu. Tetapi di sisi yang lain mungkin dari petani, tembakau itu agak menangis gitu ya. Karena ee dengan adanya curah hujan yang tidak menentu ini maka ee kemungkinan terjadi kerusakan terhadap budidaya tanaman tembakau itu tinggi, gagal panen itu tinggi. Nah, yang kedua aktivitas kantor ini banyak sekali mengkonsumsi energi baik air gitu ya dan menghasilkan limbah secara masif. Jadi ee sering sekali perilaku kita tadi ee Bu Lita mungkin sudah banyak membahas tentang perilaku dan Bu Regina ini lebih banyak di lapang ya di lapang yang ee mungkin sobat ASN dan saya sendiri tidak terlalu banyak atau mempunyai pengalaman seperti Bu Regina gitu ya di mana beliau bisa langsung berhubungan dengan hutan, dengan satwa, dengan flora, fauna, dan lain-lain. Nah, ee kita banyak menggunakan konsumsi energi sekarang saja. Kalau saya mau jujur di ruangan saya padahal ada jendela, saya tetap menyalakan listrik gitu ya, menyalakan lampu gitu ya. Supaya ketika saya membaca ee disertasi maupun tesisnya mahasiswa saya ee tidak buremlah, mata saya tidak terlalu sakit gitu ya. Nah, kemudian juga meskipun Hawa Malang ini lebih sejuk dibandingkan Surabaya, Sobat ASN, tapi ee pada kenyataannya saya pun tetap menggunakan AC gitu ya. ee karena ketika apa namanya kita itu overload pekerjaan dengan kepala yang panas, jujur ini saya pribadi saya merasa tidak bisa mencerna apa yang saya baca, apa yang harus saya kerjakan dengan baik gitu ya. Sehingga ee AC ini menjadi budaya yang setiap hari harus selalu menyala. Nah, kita bayangkan kalau ada 100 orang seperti saya gitu nggih, seperti saya, maka berapa konsumsi energi yang dikeluarkan oleh kantor gitu ya. Nah, ee ini pun juga kita pasti menghasilkan limbah gitu ya. Limbah apa ya? Limbah greay water gitu ya. Dari misalkan kita ee membuang air kecil gitu, kemudian juga mencuci piring dan lain-lain. Belum lagi kertas ya. Nah, ini dari hari ke hari semakin masuk. Yang ketiga, kontribusi signifikan sektor perkantoran terhadap kerusakan lingkungan. Jadi, ee sobat ASN, saya dulunya ee salah satu yang membuat dokumen lingkungan PT2 kepemilikan Jepang gitu ya, yang ada di ee Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Di DoA itu adalah pabrik pengolahan limbah B3. Dan ternyata selain industri ya ee kantoran perkantoran ini juga menyumbang limbah B3 paling banyak gitu ya. Kayak kampus saja. Kami ini ada lab sobat ASN gitu ya. Di mana berarti kita menggunakan bahan kimia. Belum lagi ada batu baterai, baterainya AC, baterainya jam dinding gitu nggh. Kemudian juga ee bahan-bahan yang lain yang itu berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan. Nah, saya yakin di Sobat ASN pun juga begitu gitu ya. Kerusakan lingkungan ini banyak diakibatkan karena activity kita di perekantoran. Yang berikutnya adalah pertumbuhan jumlah kantor di Indonesia tanpa pengelolaan ramah lingkungan memperburuk kondisi ekosistem. Jadi yang terjadi adalah dengan adanya OSS, Sobat ASN ya, di mana perizinan itu terpusat gitu ya. Kemudian fungsi pengawasan dibebankan kepada Dinas Lingkungan Hidup ini menjadi carut-marut implementasinya di lapang gitu ya. Bukan berarti OSS ini tidak baik, tidak gitu ya. Tapi implementasinya di lapang ketika Dinas Lingkungan Hidup sebagai fungsi pengawasan itu menjadi kocak kacir. Karena satu keterbatasan ee SDM gitu ya, dia harus mengawasi AB CD yang setiap hari selalu ada masalah. Yang kedua ketika terbit izin mereka tidak tahu gitu ya. Sehingga kemudian jatuhnya adalah ya mereka yang didemo oleh masyarakat, mereka yang di permasalahkan kenapa ee keluar izin dan lain-lain. Nah, itu yang terjadi dan jujur banyak sekali kondisi yang kampus-kampus maupun perkantoran ASN itu yang belum mampu mengelola limbahnya dengan baik. Nah, ini harus ee betul-betul kita sadari ya. justru ee perekantoran swasta, perkantoran milik PMA karena dia takut nantinya akan ditutup gitu ya, maka mereka lebih strik dalam membuat ee pengolahan limbah baik itu limbah cair maupun limbah padat. Next, ya. Nah, ini beberapa masalah operasional perkantoran gitu ya. Jadi yang pertama penggunaan listrik gitu seperti yang saya ceritakan tadi ya, lampu, kemudian peralatan elektronik. Kadang kita itu begitu jam istirahat ya, komputer di perkantoran kita ya tetap menyala saja, AC di kantor kita juga tetap menyala saja. Nah, kalau ini saya pribadi, sobat ASN sudah mulai bijak gitu ya. Ketika saya keluar ruangan, AC saya matikan kemudian ee lampu saya matikan. Itu yang saya mulai sedikit ya, sedikit berbenah. Paling tidak itu saya mulai dari diri saya sendiri. Yang kedua, konsumsi air tinggi untuk kebutuhan ee apa namanya ini kok gak begitu jelas nih? Sebentar. Ee untuk kebutuhan harian baik itu untuk keperluan MCK gitu ya, kemudian juga untuk konsumsi minum kita itu masih sangat tinggi. Yang berikutnya adalah penggunaan besar kertas dan ATK menjadi limbah padat dan organik. Nah, Sobat ASN kadang kita kalau diminta menghadap ke pimpinan membawa laporan kita print ya. Kita print kemudian masih dicoret-coret dikembalikan kita print lagi. Ya, secara etika itu memang betul gitu ya. Ee kita menghargai pimpinan kita. Saya pun kalau misalkan ada bimbingan menghadap saya dan ee tulisannya acak kadul itu saya emosi. Jujur saya bilang ee jangan menghadap ibu dengan tulisan seperti ini. Itu pasti ibu tidak nyaman gitu. Jadi jangan tidak rata kanan kiri masih tulisannya ada yang besar ada yang kecil. Itu sangat tidak menyenangkan gitu. Apalagi dengan beban kita gitu ya, yang setiap hari harus selalu mengkoreksi itu menjadi salah satu yang sensitif sekali gitu ya. Nah, ini secara tidak sadar perilaku kita nih ternyata ee banyak menghasilkan limbah limbah ATK. Nah, ini kemudian yang berikutnya adalah potensi limbah B3 dari aktivitas teknis kantor. Banyak ya, oli, kemudian ee bahan-bahan kimia, bahan-bahan kebersihan kita ee perkantoran pun tuh ada tinta dari apa ee printer kita gitu ya. Kemudian batu baterai dan lain next, Mas. Nah, apa urgensi penerapan ramah lingkungan bagi ASN gitu ya? Nah, ini mungkin sobat ASN jauh lebih memahami daripada saya gitu ya. Saya hanya berbagi sekali lagi. Yang pertama, ASN harus memiliki tanggung jawab etis dan moral global gitu ya. Jadi kita ini sebagai ASN harus menjadi contoh dalam mendukung kebijakan keberlanjutan. Jangan cuman kita membuat dokumen keberlanjutan green ekonomi gitu ya. Saya kemarin diminta untuk menghitung indikator PDRB hijau gitu nggih oleh provinsi. Kemudian kita apalagi saya nih sebagai dosen lingkungan bolak-balik ngomong oh cintai lingkungan. Kita harus memperbaiki kerusakan lingkungan gitu ya. Nah ini harusnya kita memiliki etis ya ee lebih memiliki apa namanya etika. Dalam hal ini kita memiliki tanggung jawab di sini. Nah, tanggung jawab ini tidak hanya terbatas pada level nasional gitu ya, tetapi juga harus pada tingkat global terutama dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan SDG. SDG ini sekarang apa-apa harus dikaitkan dengan SDG gitu ya. Bahkan hibah-hibah penelitian kami di Dikti maupun di internal UB juga harus selalu dikaitkan dengan SDGIS. Dari 17 tujuan penelitian saya tuh lebih mengarah ke mana gitu ya. Kebetulan karena keahlian saya ini pengolahan limbah gitu ya, maka ya saya lebih ke SDC yang tujuan untuk pengolahan limbah. Yang kedua, efisiensi operasional dan penghematan anggaran instansi. Cocok ya, kita sekarang sedang masa efisiensi gitu ya. Jadi kalau saya nih diceritani ee kebetulan suami saya juga ASN di Pemda gitu ngih. Itu eh ini enggak ada jajannya loh sekarang rapat gitu ya. itu saya juga senyum-senyum aja gitu ya. Ya memang sudah waktunya kita melakukan ee penghematan anggaran gitu ya. Setidaknya paling tidak minimal ini Aqua gelas, Aqua botol itu digantilah dengan ee gelas-gelas yang isi e apa kita bisa secara mandiri mengisi dari dispenser yang ada gitu ya. ee berat memang di awal gitu ya, tapi itu menjadi bagus untuk pengurangan plastik dan limbah di kantor. Nah, green office ini sebetulnya dapat mengurangi biaya operasional gitu ya melalui penghematan energi dan pengolahan limbah yang lebih efisien. Jadi penghematan anggaran ini bisa kita kemudian dialokasikan untuk program-program yang lebih produktif atau untuk kebutuhan instansi lainnya. Jadi penghematan yang kita lakukan misalkan dalam konsumsi AT ee konsumsi rapat gitu ya, kemudian penggunaan ATK sebetulnya kalau kita bisa melakukan efisiensi maka bisa untuk dianggakan untuk ee kegiatan-kegiatan yang lebih produktif. Yang ketiga, praktik ramah lingkungan itu sama dengan praktik tata kelola pemerintahan yang baik, good governance, ya. Jadi pemerintahan yang baik itu harus ee apa namanya? Mempraktikkan ya ee ramah lingkungan di perkantoran itu seperti apa. Jadi green office ini harusnya mencerminkan pemerintahan yang transparan dan bertanggung jawab baik dalam pengelolaan sumber daya yang efisien gitu ya. Bagaimana kita menggunakan listrik, AC, air gitu ya, maupun bagaimana kita mengelola limbah. Nah, ini eh merupakan praktik dari good governance. Oke, next. Nah, dasar hukum ya kita sering sekali ya kalau memberi materi itu dasar hukumnya apa gitu ya. Kemudian komitmen lingkungan. Ee mohon maaf ini kalau sedikit agak-agak kedosen-dosenan gitu ya. Karena dasar hukum ini sangat penting supaya sobat ASN yang mungkin ya mungkin tidak berada di Dinas Lingkungan Hidup bisa oh ternyata dasar hukumnya tuh jelas gitu ada pada Undang-Undang 32 tahun 2009 yaitu tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Buita bukannya ini sudah diganti ya pada pada Undang-Undang Cipta Kerja ya Bu kita ya? Oh tidak ya. Tidak semua Undang-Undang 329 ini dicabut. ada beberapa pasal yang diganti dan ada beberapa pasal yang ditambahkan. Jadi tidak ada ee apa Undang-Undang 32 ini dicabut dan diganti dengan undang-undang setelahnya itu belum ada. Yang kedua adalah PP nomor 22 tahun 2021. Ini pegangan kita. pegangan kita dalam bagaimana kita bersikap bijak terhadap lingkungan gitu nggih. Jadi kalau mau ada masalah lingkungan kemudian ada oh saya mau menerapkan green office ah sesuai dengan kemarin diskusinya dengan Bu Rita, Bu Lita, dan Bu Regina. Apa yang harus saya lakukan? Dibuka dulu paling tidak membaca. Oh, ternyata ada Undang-Undang 329 dan PP2 tahun 2021. Nah, apa komitmen lingkungan kita? Pemerintah punya kewajiban untuk melakukan mitigasi perubahan iklim. Jadi, setiap kabupaten kota mempunyai kewajiban untuk melakukan mitigasi perubahan iklim gitu ya. Karena ini tidak bisa dilakukan di skala nasional saja gitu ya. Tapi mulai dari skala paling bawah itu harus melakukan mitigasi perubahan iklim. Maka jika ada event-event ee kampung pro iklim gitu ya, sebetulnya itu salah satu upaya yang diriwardkan tanda kutip ya untuk melakukan mitigasi perubahan iklim. Jadi menciptakan kesadaran kepada masyarakat, merubah perilaku masyarakat gitu ya untuk bagaimana dia ee mengelola limbahnya dengan baik gitu ya. Eah supaya ini tidak menyumbang CO2 gitu ya. ee emisi kepada udara, kepada lingkungan. Yang berikutnya, ASN wajib menjadikan pertumbuhan kantor sejalan dengan keberlanjutan lingkungan. Sobat ASN, Undang-Undang Dasar Hukum manaun itu tidak pernah melarang adanya pembangunan, gitu ya. Jadi kalau misalkan ada satu kabupaten kota atau provinsi kita Jawa Timur ingin membangun perkantoran, pusat perkantoran yang lebih besar misalkan ya yang terpusat gitu misalkan selama ini kan ee Dinas Lingkungan Hidup di mana, Dinas Perhubungan di mana, tidak dalam satu kluster gitu ya. Misalkan kemudian ada wacana gubernur pengin membuat pusat perkantoran yang semuanya jadi satu di situ. Apakah itu tidak boleh? Boleh gitu ya. Kita tidak boleh menolak pembangunan tetapi pembangunan yang bagaimana. Maka ada embel-embel pembangunan berkelanjutan. Apa itu pembangunan berkelanjutan? Pembangunan yang memperhatikan keberlanjutan ekologi ya. Kemudian berusaha meningkatkan ekonomi dan sosial masyarakat. Nah, itu adalah prinsip dari pembangunan berkelanjutan. Nah, maka kita sebagai ASN tidak apa-apa ada pertumbuhan perekantoran itu tidak apa-apa. Memang itu kebutuhan kebutuhan kita gitu ya kan. Tidak serta-merta oh saya mau mendirikan perkantoran A misalkan atau saya mau merenovasi dari ee satu lantai menjadi dua lantai tanpa ada perhitungan-perhitungan kan tidak mungkin. Kita pasti mempunyai reioning gitu ya. Oh ya, ee daya tampungnya perkantoran saya saat ini cuman sekian, sementara jumlah pegawai kami adalah berapa sehingga kami membutuhkan perkantoran yang lebih luas. Nah, tapi tolong pada saat mendesain kantor itu diperhatikan aspek-aspek keberlanjutannya. Oke. Nah, yang ketiga, Green Office sebagai instrumen kebijakan strategis menuju pembangunan berkelanjutan. Jadi ee ini sebetulnya bagian dari yang saya ceritakan tadi ya. Jadi untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan ya dimulai dari green office itu tadi. Baik, next. Nah, kita sebagai ASN, Sobat ASN ngih peran kita itu sebagai agen perubahan dalam birokrasi hijau, agen agent of change ya. Dalam birokrasi hijau itu adalah peran kita sebagai ASN yaitu eh ASN memiliki peran kunci dalam mewujudkan birokrasi hijau melalui implementasi kebijakan dan layanan publik berkelanjutan gitu ya. Jadi mulai ya ada beberapa ee saya pernah di ee apa satu pintu itu semua itu sudah dalam bentuk sof copy. Jadi tidak membolehkan lagi hard copy. Nah, itu salah satu agent of change yang bisa kita lakukan gitu ya. Yang kedua adalah transform transformasi proaktif. Jadi dalam hal ini Sobat ASN diharapkan tidak hanya menjadi pengawas gitu ya dan penegak aturan lingkungan. Oh, mie gacoan ada masalah dengan IPALnya. Ayo, ini COD BOD-nya tinggi, jadi harus diapakan. Nah, tidak selalu kita harus begitu, tetapi juga mempromosikan keberlanjutan dalam perilaku sehari-hari di unit kerja masing-masing. Kan konyol ya ketika kita menindak orang berbuat salah, tapi kita melakukan sama seperti kita tidak kita tidak membolehkan anak kita menonton TV ketika jam .00 malam misalkan ya. Tapi kita sendiri sebagai orang tua menonton TV. Pasti anak kita lah wong mama aja juga lihat TV kok aku gak boleh lihat TV. Ya, apa yang terjadi? Anak itu membantah menentang kita atau anak itu diam tidak menonton TV. Tapi itu menjadi catatan di hati kecil anak itu. Oh ya kalau gitu besok nek pas mama gak ada aku nonton TV aja. Sama dengan ini gitu ya. Jadi ketika kita melakukan fungsi pengawasan ya dan menegakkan aturan-aturan lingkungan yang ada, maka sebetulnya kita pun juga harus ee melakukan itu pada perilaku sehari-hari di dalam perkantoran kita. Nah, tapi kan masih banyak ya masih banyak ee terjadi gitu ya di lingkungan kita sendiri. Perkantoran itu pengolahan limbahnya belum bagus. sampahnya masih dicampur antara organik dan anorganik gitu ya. Nah, ini ini adalah peran ASN sebagai agent of change. Yang ketiga, kolaborasi lintas unit. Jadi, dalam hal ini adalah ASN diharapkan berkolaborasi untuk solusi yang lebih komprehensif dan mendidik publik lewat pelayanan. Gak bisa. Semua ini dibebankan kepada ASN. Tidak bisa. Jadi kita harus berkolaborasi dengan akademis, dengan media gitu ya, dengan masyarakat, dengan swasta kita berkolaborasi. Nah, paling tidak untuk kabupaten, kota kita sendiri gitu ya. Bagaimana ee kita menciptakan lingkungan yang baik, bagaimana kita memberikan pemahaman kepada masyarakat, bagaimana kita merubah perilaku masyarakat. Nah, ini ee kita harus berkolaborasi. eranya kolaborasi ya, tidak super woman, tidak tapi berkolaborasi. Berikutnya berakhlak dan berkelanjutan. Jadi nilai-nilai ASN seperti berorientasi pelayanan gitu ya. Kalau tadi tidak salah, Bu Lita sapa senyum e salam sapa senyum salam gitu ya. akuntabilitas, kompeten, harmonis, adaptif, dan kolaboratif selaran dengan prinsip-prinsip dari green office. Dan terakhir tindakan nyata. Jadi tidak cuman ngomong aja, jadi kita bisa mengadopsi kebiasaan ramah lingkungan seperti pengurangan sampah gitu ya. Jadi kalau ngasih catatan ke anak buah sudah wis gak usah kertas baru, tapi kertas-kertas bekas gitu ya kita tulisi. Nah, itu kemudian ee apa namanya? Paling mudah itu botol plastik gitu ya, botol ee mineral gitu. Air mineral. Nah, kita berusaha mengurangi itu efisiensi energi ya kalau belum bisa gitu ya, belum bisa kita tidak menggunakan AC gitu ya, karena beberapa orang memang tidak bisa gitu ya. Ya paling tidak ketika pulang bertanggung jawab mematikan sendiri. Kadang kan ah sudahlah itu urusan OB gitu atau urusan penjaga gedung. Nah, padahal penjaga gedung datangnya jam 0.00, kita pulangnya jam .00. Ada 2 jam yang energi itu terbuang sia-sia. Nah, dimulai dari tindakan nyata kita ya paling tidak kita selesai dimatikan gitu nggih. Dan transportasi hijau ini sebetulnya bagian tersendiri nggih. Transportasi hijau. Oke, next. Apa tujuan utama dari green office? Jelas yang pertama adalah efisiensi sumber daya. Jadi, bagaimana kita mengurangi energi air kertas gitu ya untuk mencapai efisiensi sumber daya yang lebih baik. Yang kedua, pengurangan jejak karbon. Ini sedang tren ya. Kita dikit-dikit Buita ee menghitung jejak karbon. apa pengaruh kelapa sawit terhadap jejak karbon dan lain-lain. Jadi ee yang kedua ini adalah bagaimana kita mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mengadopsi praktik yang ramah lingkungan. Misalkan dengan penggunaan transportasi hijau, pengelolaan sampah yang baik gitu ya. Nah, ini beberapa kali saya diundang untuk pengelolaan sampah di hulu ya, di hulu bukan di hiling ya. Nah, kemudian yang ketiga menciptakan lingkungan kerja yang sehat. Jadi kita mengembangkan ruang kerja yang tidak hanya aman secara sosial, tetapi juga mendukung kesehatan fisik dan ekologis karyawan. Paling tidak itu ada jendela lah ya, tidak terkungkung dalam tembok gitu ya. Itu tidak sehat. Paling tidak ketika karyawan capek itu bisa melihat yang hijau-hijau. Oke. Yang keempat, meningkatkan kesadaran lingkungan. Jadi ee kita melakukan pemahaman peningkatan kesadaran tentang pentingnya keberlanjutan dan praktik ramah lingkungan dan terakhir meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan karyawan. Jadi, Bapak dan Ibu, soket ASN dengan menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung keberlanjutan ya, maka kita berharap tingkat kesejahteraan karyawan ya itu juga meningkat yang pada tujuan akhirnya adalah produktivitas dan kepuasan kerja mereka juga meningkat gitu ya. Jadi kenyamanan karyawan tidak hanya dalam lingkungan sosial, tapi juga lingkungan ekologisnya itu perlu ditingkatkan. Next. Nah, konsep dasar dari green office. Jadi menurut Daavis ya 2013, Green Office itu praktik yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan. Nah, ketika ada kalimat atau ada kata keberlanjutan berarti kita ada tiga aspek yang diperhatikan. ekonomi, ekologi, dan sosial dalam pengelolaan kantor dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi energi, mengurangi limbah, dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan produktif. Jadi, green office ini bukan hanya soal bagaimana kita mengelola fisik ruang kerja gitu ya. Jadi, dibuat mewah, dibuat yang girly atau dibuat apa tidak gitu ya. Tetapi kita juga berusaha melibatkan perubahan perilaku karyawan untuk berperan aktif dalam mendukung keberlanjutan. Ini adalah prinsip dari eh green office. Next. Sementara prinsip dasar fundamental green Office adalah optimalisasi kinerja energi. Jadi berusaha mengurangi konsumsi energi ya. Kemudian hemat energi. Kita mulai membeli atau memilih barang-barang yang lebih hemat energi dan memanfaatkan sumber energi terbarukan itu nggih. Di kampus ini disediakan ee sepeda e pakai apa? baterai atau listrik gitu ya yang dicas gitu ya gitu supaya polusi udaranya tidak terlalu tinggi gitu. Tapi ya begitu kadang-kadang ee itu hanya berlaku 1 bulan sampai 3 bulan. tidak berlanjut gitu ya. Karena ee kadang kita pun sebagai yang sudah berperilaku seperti ini tuh ee agak ribet untuk pinjam-pinjam begitu agak ribet dan malas gitu ya. Oke. Yang kedua, peningkatan kualitas lingkungan dalam ruangan ini tadi kualitas cahayanya bagaimana, udaranya seperti apa gitu ya. Nyamannya bagaimana. Nah, itu diperhatikan. penggunaan material berkelanjutan dan ramah lingkungan misalkan dari barang-barang yang didaur ulang gitu ya. Ada beberapa perabot mebeler yang berasal dari ee daur ulang. Kemudian minimalisasi limbah. Jadi volume sampah itu berusaha kita kurangi dengan cara diolah dulu, dikurangi dulu sejak awal desain terintegrasi gitu ya. Jadi ini kita berusaha menciptakan yang holistik dan pengurangan total biaya kepemilikan fasilitas. Next. Elemen utama green office yang pertama adalah efisiensi energi ya. Jadi menggunakan lampu surya LED gitu ya, sistem HVFC yang cerdas dan perilaku hemat energi. Yang kedua efisiensi air ini paling boros di kampus pun paling boros. Kadang keran itu dibiakkan terbuka gitu ya. Kadang kita juga ee apa dual flash-nya itu tidak berfungsi sehingga kemudian kita hanya bisa eh one flash gitu ya, single flash gitu ya, yang itu pemborosan terhadap air. Oke. Ketiga, pengelolaan limbah gitu ya. Jadi kita berusaha melakukan tri, mendaur ulang menggunakan kembali gitu ya apa-apa yang sudah kita hasilkan sebagai limbah. Dan keempat, penggunaan material ramah lingkungan. [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marilah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negerasi melahani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hong bereda di sini tugas dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan tujuan untuk menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati tujuhkan kompetensi dalam harmoni. loyal tanpa batasnya adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragung mengerjas penuh hati tulus membantu sesama dengan kami melayani dengan bangan kami melayani Memanglah kami melayani [Musik] H [Musik] Hasen bua semangat membara di era digital terus berkarya berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cempak jawab. Baik, selamat siang. Selamat bergabung kembali di webinar belajar seri 21 tahun 2025 ini. Mohon maaf Ibu Rita dan mohon maaf sobat ASN semua. Ada kendala teknis tadi yang terjadi di sini. Alhamdulillah kita bisa terhubung kembali. Bagaimana rekan-rekan sobat ASN yang di Zoom sudah terhubung kembali ya? Yang di YouTube channel juga. Oke. Baik. Mohon maaf sekali lagi Ibu Rita waktu kita jadi terpotong beberapa saat. Kalau misal ee nanti kan untuk materi SOP kopi boleh ya dibagikan kepada Sobat ASN ya. Bagaimana kalau kita langsung saja ke sesi tanya jawab? Apa boleh Bu Rita? Boleh boleh. Iya tadi sudah hampir selesai Pak. Boleh. Oke. Baik. Silakan untuk sobat ASN yang ingin bertanya, yang menggunakan Zoom meeting bisa menggunakan rise hand ataupun yang ingin bertanya di YouTube channel silakan tuliskan pertanyaannya melalui kolom live chat karena tadi sudah ada ee beberapa sobat ASN yang ee bergabung ya di live chat. Di sini Bu Rita sudah ada Pak Andri Awan yang beliau menyatakan bahwa limbah sampah apabila kita kelola dengan baik dan benar akan menjadi berkah. Namun apabila limbah sampah yang kita anggap remeh dan cara membuangnya semberono, niscaya akan menjadi bencana. Begitu. Kemudian juga ada ee Ibu Silvie Oktaviani. Ee Ibu Silvi bilang kalau menanam dan beternak di rumah sendiri sehingga mengurangi sampah itu juga merupakan salah satu cara. Luar biasa Ibu Silvi. Silakan untuk yang ingin bertanya lewat ee Zoom meeting rais hand ataupun yang lewat eh YouTube channel tuliskan pertanyaannya juga boleh atau ingin sharing sekedar sharing bersama dengan Ibu Rita juga silakan Sobat ASN ya. Mbak Anisa sambil menunggu sobat ASN ada yang bertanya atau sharing gitu ya. Yang disampaikan oleh dua sobat ASN tadi itu adalah konsep ekonomi sekuler gitu ya. Di mana limbah sampah yang kita hasilkan ya kalau limbah ee anorganik kita sudah paham ya akan dijadikan sebagai apa misalkan biji plastik dan lain-lain. Yang menjadi masalah banyak adalah justru sampah organik kita. Nah, sampah organik ini, Sobat ASN, sebetulnya kita bisa mempraktikkan dari diri kita sendiri dengan membuat ekoenzim. Di mana kegunaan ekoenzim ini sangat banyak ya, Sobat ASN. mulai dari pupuk untuk tanaman di rumah kita sampai kemudian dia bisa menjadi ee cairan disinfektan, kemudian bisa menjadi pembersih lantai untuk kita gitu nggih. Bahkan sekarang pengentasan stunting walaupun tidak secara langsung, Sobat ASN itu sudah mulai menerapkan pengelolaan sampah rumah tangga menjadi egoenzim. Itu salah satu cara kita memulai pengurangan sampah dari diri kita atau dari rumah ee rumah kita. Yang kedua dengan budidaya magot nggih, Sobat ASN. Magot ini berasal dari eh lat hitam, black soldier fly. Di mana dia sangat bagus sekali ya dalam memakan sampah-sampah kita. Tidak menimbulkan bau, tidak menyebabkan penyakit. Beda dengan lalat-lalat lainnya dan itu bisa menjadi pakan ikan ya yang sangat baik gitu ya. Jadi pelet ya, pelet ikan itu yang ee nutrisinya sangat bagus dan bahkan di kami pernah melakukan ee pengeringan magot untuk dijadikan pupuk dan ternyata kandungan NPK-nya sangat bagus. Nah, yang dikatakan oleh Ibu tadi, Sobat ASN ee apa beternak dan menanam sendiri di rumah itu juga suatu langkah ya langkah nyata dari ee sekular ekonomi gitu ya. di mana limbah-limbah pertanian kita bisa diberikan kepada ternak gitu ya, kotoran ternak bisa kita jadikan sebagai kompos dan kompos itu kemudian diberikan lagi untuk tanaman kita gitu Mbak Anisa. Mungkin ada sobat ASN lain yang ingin berpendapat yang bisa dilakukan Sobat ASN di rumah ya. Namun apabila di tempat kerja barangkali bisa membawa tumblr jadi untuk mengurangi sampah plastik ya. cantik seperti ini. Lucu sekali ya. Kemudian juga barangkali untuk ee mengurangi sampah plastik apabila kita membawa makanan. Membeli makanan dari luar biasanya bungkusnya ini dari plastik ya Bu Rita ya. Iya. Engih betul. Nah, lebih sehat dan lebih hemat loh kalau kita bawa bekal dari rumah. Betul. Betul. Kalau toh teman-teman atau sobat ASN tidak mempunyai cukup waktu gitu ya, Mbak Anis untuk membawa bekal dari rumah, setidaknya kita membawa kotak ya, kotak makanan dari rumah sehingga ketika membeli di depot atau di warung-warung itu kita menggunakan wadah kita yang berarti tidak sekali pakai. Itu yang bisa saya saratkan. Oke, semoga apa yang disampaikan oleh Bu Rita tadi bisa dipraktikkan bersama-sama oleh seluruh sobat ASN yang bergabung untuk seri ini. Baik, terima kasih banyak Ibu Rita. Terima kasih. Mohon maaf sekali lagi Bu Rita atas kendala yang terjadi. Tidak apa-apa. I semoga tidak mengurangi ilmu yang tadi ee disampaikan kepada kami semua ya, Bu Rita ya. Injih. Injih Mbak. Terima kasih sekali lagi Bu Rita. Iya. Sama-sama. Silakan melanjutkan ke schedule berikutnya. Baik. ASN. Asalamualaikum. Baik, terima kasih sobat ASN ya di tengah kendala yang tadi kita hadapi. Namun Sobat SN masih setia bersama dengan kami di sini di ASN Belajar seri 21 tahun 2025 ini. Yang sudah bergabung di Zoom meeting terima kasih. Yang berada di YouTube channel yang langsung di ruang kelas internasional juga terima kasih sekali lagi terima kasih untuk para narasumber yang sudah sharing ilmunya bersama dengan kami semua di sini. Terima kasih untuk Pokja Peningkatan Kapasitas Masyarakat Analis Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Dr. Lita Permatasari, SKOM, M.Si. Terima kasih untuk jurnalis lepas fotografer dan juga penulis buku Ibu Regina Sfri, Sos, M.Si. Si. Terima kasih juga untuk dosen Sekolah Pasca Sarjana Universitas Brawijaya, Dr. Rita Parwawati, SPMP, SPMEU ASEAN Engineering. Dan untuk sobat SN, terima kasih sekali lagi jangan lupa cek secara berkala semesta Bangkom untuk mengunduh e-sertifikatnya karena e-sertifikat akan kami sajikan maksimal 1* 24 jam. ASN Belajar seri 21 tahun 2025. Ini persembahan Korpu SDGIS BBSDM Provinsi Jawa Timur. Dan saya ingin mengakhiri dengan sebuah pantun. Jangan lupa bilang cakep ya. Naik kereta pergi ke Jakarta cakep. Nah, nanya alamat ke Jmania cakep. Bumi kita tanggung jawab kita cukup. Selamat Hari Lingkungan Hidup sedunia. Oh iya, pas ya besok di tanggal 6 Juni kita seluruh umat muslim ya ee merayakan hari raya kurban. Dan untuk itu kami mengucapkan kepada seluruh umat muslim di seluruh Indonesia kami mengucapkan selamat hari raya Idul Adha 1446 Hijriah dan sampai jumpa di sari berikutnya. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. Selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Jadi ASN berakhlia siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia tukang tekad pantang menyerah jadi berkuit [Musik] Yeah. [Musik]