ASN Belajar Seri 23 - Narasi Di Ujung Jari: Media Sosial dan Masa Depan Negeri
oqtgYNOg9BM • 2025-06-19
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Jadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN cetar berkualitas
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas dunia
[Musik]
tekat pancang
jadi ASN
berkuar kita
sama
[Musik]
halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam
webinar ASN belajar yang dipersembahkan
oleh Corporate University SDGIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur.
Sebelum memulai webinar, ada beberapa
hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar
acara dapat berjalan dengan lancar.
Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan
format. Nama, strip asal instansi Sobat
ASN.
Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi
kamera tidak membelakangi cahaya ya,
agar wajah Sobat ASN dapat terlihat
lebih jelas.
Tiga, gunakan virtual background yang
sudah disediakan.
Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link
pendaftaran, virtual background dapat
diunduh pada link yang dikirimkan
melalui pesan WhatsApp.
Empat, apabila Sobat ASN ingin
mengajukan pertanyaan atau
berpartisipasi interaktif, Sobat ASN
dapat menggunakan reaction angkat tangan
atau rise hand pada Zoom meeting.
Lima.
Bagi sobat ASN yang mengikuti webinar
melalui live YouTube BPSDM Jatim TV
dapat menuliskan pertanyaan melalui
kolom live chat.
Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis
untuk mencatat hal-hal penting, ya.
Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain
untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini
dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN
tentang materi yang disampaikan oleh
narasumber.
Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat
pada webinar ini, Sobat ASN wajib
mengisi link presensi yang akan kami
bagikan pada saat acara webinar
berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi
lembar penilaian dan kuesioner juga agar
e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh.
Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan selama mengikuti webinar ini.
Tetap semangat dan selamat mengikuti
webinar ASN Belajar.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
kami mencoba menj Jadi yang terbaik
melayani bangsa dengan sepenuh hati
barah kami junjung teguhkan diri dan
jadikan pedoman serta kekuatan
hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga negeri.
untuk melayani bangsa dengan
akuntabilitas tinggi.
H
kami dari sindias
dengan hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Melayani bangsa loyal tanpa batasannya
selalu adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan
menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati.
Tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Bangsa loyal tanpa batasannya
selalu adaptif dan berkolaborasi.
Bergandeng tangan. Satu tujuan
untuk menjadikan ASN lebih beragung.
Mengas penuh hati tulus membantu sesama
dengan kami melayani
dengan mana kami melayani
bangsa
[Musik]
H
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam
webinar ASN belajar yang dipersembahkan
oleh Corporate University SDGIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur.
Sebelum memulai webinar, ada beberapa
hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar
acara dapat berjalan dengan lancar.
Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan
format nama strip asal instansi Sobat
ASN.
Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi
kamera tidak membelakangi cahaya ya,
agar wajah Sobat ASN dapat terlihat
lebih jelas.
Tiga, gunakan virtual background yang
sudah disediakan.
Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link
pendaftaran, virtual background dapat
diunduh pada link yang dikirimkan
melalui pesan WhatsApp.
Empat, apabila Sobat ASN ingin
mengajukan pertanyaan atau
berpartisipasi interaktif, Sobat ASN
dapat menggunakan reaction angkat tangan
atau rise hand pada Zoom meeting.
Lima.
Bagi sobat ASN yang mengikuti webinar
melalui live YouTube BPSDM Jatim TV
dapat menuliskan pertanyaan melalui
kolom live chat.
Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis
untuk mencatat hal-hal penting, ya.
Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain
untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini
dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN
tentang materi yang disampaikan oleh
narasumber.
Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat
pada webinar ini, Sobat ASN wajib
mengisi link presensi yang akan kami
bagikan pada saat acara webinar
berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi
lembar penilaian dan kuesioner juga agar
e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh.
Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan selama mengikuti webinar ini.
Tetap semangat dan selamat mengikuti
webinar ASN Belajar.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Huray, ada yang baru lagi nih di BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Ruang bermain anak.
Tempat yang satu ini adalah solusi bagi
para orang tua yang masih memiliki anak
kecil. Kita sebagai orang tua pasti
khawatir ya. Apalagi kalau ditinggal
kerja nih. Wah, kira-kira anak saya aman
enggak ya di rumah? Kira-kira anak saya
bermain atau belajar dengan baik enggak
ya di rumah? Sobat ASN kalau dikirim
diklat di BPSDM Provinsi Jawa Timur
sekarang udah enggak perlu khawatir
lagi. Karena di BPSDM Provinsi Jawa
Timur ruang bermain anaknya lengkap
banget fasilitasnya. Mulai ada tempat
bermain,
tempat tidur untuk mereka bisa
istirahat,
kemudian buku-buku edukatif,
dan ada ruang nursery juga untuk Ibu
menyusui. Kamar mandinya pun lengkap dan
bersih. Dan yang enggak ketinggalan
penting, Sobat ASN bisa langsung pantau
lewat CCTV. Keren banget, kan? Jadi,
Mommy and Daddy sekarang enggak perlu
khawatir lagi, ya.
Mommy and daddy don't worry we are
happy.
[Musik]
Dalam satu SKBT saja. misalkan
ee
ke depan itu sendiri sebenarnya sudah
kitaasi e setelah kita masuk seperti ini
walaupun kita ya
yang lain t kelola pemerintah yang adil
di mana di sini sasaran kita
pemerintahan yang berbasis elektronik
ya Pak Iya ee permisi, Pak ee yang
berdiri dari Bu. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah. Perkenalkan saya Ahmad
Nur, peserta pelatihan perencanaan dan
penganggaran angkatan 2 tahun 2024
BPSDM Provinsi Jawa Timur. Saya dari
Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumenep.
Alhamdulillah selama mengikuti pelatihan
perencanaan ini banyak ilmu dan
pengetahuan baru yang kami dapat
terutama
dari
pegawai yang memang bukan kompetensi
sebagai perencana tapi ditugaskan untuk
melakukan perencanaan. Ini sesuatu hal
yang luar biasa. Kami mendapatkan ee
ilmu dan pemahaman yang sangat
bermanfaat. Sekali lagi terima kasih
saya sampaikan kepada BPSDM.
BPSDM Provinsi Jawa Timur keren dan
maju. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya Fina Nuraihi peserta
pelatihan perencanaan dan penganggaran
angkatan 2 Provinsi Jawa Timur tahun
2024. Saya berasal dari Bapeda,
Kabupaten Bojonegoro. Selama menjalani
pelatihan ini, saya merasa mendapat
banyak sekali ilmu-ilmu baru dan
pengetahuan yang dapat saya gunakan
untuk
menyusun dokumen perencanaan yang ada di
kabupaten
agar dapat mewujudkan Indonesia emas
tahun 2045.
Terima kasih untuk BPSDM Jawa Timur dan
Bapak Ibu Widya Iswara yang telah
men-sharing ilmu-ilmu dan pengetahuan
yang sangat bermanfaat bagi kami
perencana. Semoga pendidikan dan
pelatihan ini akan terus berlanjut pada
tahun-tahun berikutnya. BPSDM juara,
BPSDM maju, BPSDM keren. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Yang
terhormat ee Ibu kelas yang terhormat
juga pendamping kelas Bapak. Yang
terhormat ee Ibu dari perwakilan bidang
pembahan kompetensi. Maaf,
Bapak dan yang terhormat ee rekan-rekan
semuanya dari kabupaten kota di seluruh
Provinsi Jawa Timur dan dari perwakilan
ee perangkat daerah di Jawa Timur.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. kita semua.
Shalom, Om Swastiastu, namo budaya,
salam kebajikan
yang saya hormati setiap
perlu paham padahal dulu beliau juga
ee staf di waktu saya menugas sebagai
kepala bidang.
Ee yang saya hormati
para
ee teman-teman
penyelenggara, panitia
dan wabil khusus para peserta tingkat
perencanaan dan penganggaran pola
kondisi antar pemerintah provinsi Jawa
Timur.
[Musik]
Pelatihan perencanaan dan penganggaran
angkatan du
ye ye. Yeah.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik,
melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Barah kami junjung, teguhkan diri dan
jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi lencanakan
tugas ke bangga negeri berentas situt
melani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
H
sem di sini sukses dengan hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Layani bangsa loyal tanpa batasannya
selalu adaptif dan berkolaborasi
berganding tangganding sanggup tujuan
untuk menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati.
Tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Bangsa loyal tanpa batasannya
selalu adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan.
Satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih
beragam. Mengas penuh hati tulus
membantu sesama dengan bang kami
melayani
dengan bang kami melayani
bangsa
[Musik]
H
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Bapak
namanya mulai 2015 persisnya Januari
2015 saya pindah ke ee Provinsi Jawa
Timur ya. Jadi sampai sekarang is
ee banyak pernak-perniknya terutama di
perencanaan dan penganggaran Bapak Ibu.
Oke. Karena dia berpikiran, ya sudah
enggak mungkin lagi mau ke mana gitu
kan. fungsional ya seperti yang Anda
lihat selama ini kan guru
atau di bidang kesehatan atau ya selesai
dan ee
apa serious ee kemewahan
wibawa
yang Anda bayangkan sebagai pejabat itu
sudah serim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Perkenalkan saya dari
Bapeda Kabupaten Bojonegoro.
Kami adalah salah satu perwakilan dari
peserta diklat perencanaan dan
penganggaran angkatan pertama tahun 2024
di BPSDM Provinsi Jawa Timur.
E kesan kami selama mengikuti ee
pelatihan ini yang pertama bahwa diklat
perencanaan penganggaran ini sangat
berarti bagi kami para perencana
utamanya yang berangkat bukan dari
perencana murni namun dari hasil
penyetaraan. Di mana ilmu kami tentang
perencanaan dan penganggaran dalam arti
praktis sangat terbatas. Melalui diklat
yang difasilitasi oleh BPSDM Jawa Timur
ini, kami merasa terbantu dan
mendapatkan pengetahuan serta
keterampilan yang memang dibutuhkan
dalam kompetensi sebagai perencanaan.
dalam hal penyelenggaraan diklat. Kami
memberikan apresiasi dan rasa terima
kasih kepada BPSDM yang telah melayani
kami dengan sangat baik, sangat
profesional, dan tentunya ke depan kami
berharap perbaikan-perbaikan ini akan
terus dilakukan sehingga membawa manfaat
bagi seluruh aparatur di Provinsi Jawa
Timur. Terus bergerak, terus juara BPSDM
Jawa Timur.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya Nonika Feni Privianti,
peserta Diklat Perencana dan
Penganggaran
Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Terima
kasih atas kolaborasi BPSD Pendungan
Bappenas dalam meningkatkan kompetensi
kami dalam sebagai perencana untuk
mendukung pembangunan kabupaten kota
dengan fasilitas dan narasumber yang
berkualitas menjadikan kami ASN yang
berkompeten dan profesional. Semoga ke
depan
segala yang kita terima dalam pelatihan
ini menjadikan kami ASN yang
meningkatkan pembangunan daerah menjadi
pembangunan yang maju dan menjadikan
Indonesia emas. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. BPSDM luar biasa.
Latang perencanaan dan penganggaran
angkatan 1 kontribusi provinsi Jawa
Timur tahun 2024.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Yang
terhormat Kepala ee BK BPSDM Provinsi
Jawa Timur. Yang terhormat Ibu
seluruh panitia dan teman-teman peserta
pelatihan pencanaan dan penganggaran
pertama dan ketiga
indikator kinerja
itu kan aneh banget indikator kinerja
itu
secara resmi saya nyatakan diakhiri.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
berencana terus bermati
Indonesia mau BPSDM Jaka
terima kasih Amin.
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Jadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas dunia
tekad
menyerah
jadi ASN
berkuwa
servisama
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Asalamualaikum. warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi sobat ASN di
mana pun Anda berada. Baik yang sudah
bergabung di Zoom meeting maupun live
YouTube-nya BPSDM Jatim TV. Senang
sekali saya Aisa Dewi dapat kembali
menyapa sobat ASN semua dalam webinar
ASN belajar seri 23 tahun 2025
persembahan Korpu SDGIS BPSDM Provinsi
Jawa Timur. Sobat ASN di era digital ini
informasi tidak lagi menunggu untuk
dicetak dan disebarkan. Ia mengalir
cepat menembus batas ruang dan waktu
melalui layar kecil di genggaman kita.
Dari ujung jari narasi dibentuk
mempengaruhi cara kita berpikir, cara
kita bersikap, bahkan menentukan arah
masa depan. Namun sejauh mana narasi
digital yang kita bangun berkontribusi
pada kemajuan negeri, apakah media
sosial telah menjadi sarana pencerdasan
publik atau justru terjebak dalam
pusaran disinformasi dan polarisasi?
Bersama webinar ASN Belajar seri 23
tahun 2025, kita akan mengkaji media
sosial bukan hanya sebagai teknologi
komunikasi, tetapi sebagai medan
kontestasi makna dan kekuasaan. Karena
di balik setiap unggahan tersimpan
nilai, di balik setiap narasi
tersembunyi agenda, dan di ujung setiap
jari tersimpan potensi untuk membentuk
masa depan bangsa.
[Musik]
Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN
belajar seri 23 tahun 2025 ini, marilah
kita dengarkan opening speech yang akan
disampaikan oleh Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, S.P., MP.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian.
Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat
bertemu kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University, Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini Kamis tanggal 19 Juni 2025, ASN
Belajar telah memasuki seri yang ke-23.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih dan
apresiasi kami. Kami terus berkomitmen
sekaligus terus berikhtiar untuk
menyajikan topik-topik pengembangan
kompetensi yang menarik, kekinian, dan
tentu berdampak secara nyata terhadap
peningkatan kompetensi dan kinerja
aparatur sipil negara di Indonesia.
Sobat SN, hari ini ASN Belajar seri
ke-23 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka turut serta
memberikan kontribusi pemikiran dalam
hari media sosial nasional yang
diperingati pada tanggal 10 Juni yang
lalu. Sebagaimana kita ketahui bersama,
setiap tahun pada tanggal 10 Juni sejak
tahun 2015 yang lalu, Indonesia
merayakan hari media sosial. Perayaan
ini merupakan momen yang penting untuk
mengakui peran besar yang dimainkan oleh
platform media sosial dalam membentuk
kehidupan kita sehari-hari.
Dalam beberapa tahun terakhir, media
sosial telah menjadi bagian tak
terpisahkan dari kehidupan masyarakat
Indonesia. mempengaruhi cara kita
berkomunikasi, berbagi informasi, dan
berinteraksi dengan orang lain.
Sementara itu, Hari Media Sosial juga
diperingati secara internasional.
Mengutip Days of the Year, Hari Media
Sosial Sedunia diperingati tiap 30 Juni
dan sudah diperingati sejak tahun 2010.
Karena hal ini sangat menarik untuk kita
elaborasi lebih luas dan lebih dalam,
maka ASN Belajar seri ke-23 tahun 2025
ini mengangkat topik narasi di ujung
jari, media sosial dan masa depan
negeri. Nah, sudah menjadi tradisi
akademik dalam SN belajar bahwa topik
menarik ini akan kita bahas secara
intensif dari beragam perspektif bersama
para narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Sahabat ASN di seluruh tanah air, di era
digital ini suara tidak lagi memerlukan
panggung spektakuler untuk didengar.
Cukup satu unggahan, satu cuitan, satu
video pendek dan dunia pun akan
bereaksi.
Data dari Hoodside tahun 2024
menyebutkan bahwa telah ada 170 juta
penduduk Indonesia sebagai pengguna
aktif media sosial setara dengan lebih
60% populasi. Rata-rata mereka
menghabiskan lebih dari 3 jam sehari
menjelajahi dunia maya. Ini bukti bahwa
saat ini kita benar-benar hidup dalam
masyarakat yang saling terhubung setiap
saat walaupun dalam jarak jutaan hasta.
Media sosial sejatinya adalah cermin. Di
sanalah nilai, harapan, bahkan
kegelisahan bangsa dipantulkan.
Namun cermin itu bisa saja buram bahkan
retak jika yang kita pantulkan adalah
kabar palsu, ujaran kebencian,
polarisasi, dan sensasi tanpa makna.
Kita menyaksikan sendiri bagaimana satu
narasi bisa menyulut konflik,
menggoyahkan kepercayaan dan persatuan,
dan sebaliknya menggerakkan solidaritas
dan menguatkan kesatuan.
Maka tidak berlebihan jika ada yang
mengatakan siapa yang menguasai narasi,
dialah yang menentukan arah sejarah.
Sahabat ASN di seluruh tanah air, dalam
konteks inilah kita, aparatur sipil
negara memegang peran amat signifikan.
Kita sadar di era ini ASN bukan lagi
sekedar pelaksana kebijakan, tetapi
telah menjelma menjadi wajah negara di
ruang publik, tentu termasuk di ruang
digital.
Namun kita menyadari sepenuhnya bahwa
akan adanya realitas yang menunjukkan
bahwa ASN belum sepenuhnya memahami
secara menyeluruh etika bermedia sosial
sehingga rentan terjebak dalam
penyebaran narasi yang menyebabkan
disinformasi atau justru unggahan yang
mencederai netralitas kita sebagai ASN.
Sobat ASN, maka sudah semestinya ASN
harus menjadi penjaga narasi. bukan
penyebar sensasi. ASN harus cakap namun
juga bijak. Memahami bahwa setiap
unggahannya bukan sekedar opini pribadi
tapi membawa konsekuensi untuk negeri.
Ia harus menjadi
pemengaruh etis menebarkan nilai-nilai
kebangsaan, empati, kolaborasi, dan
literasi. Bukankah keadaban digital
dimulai dari mereka yang paling sadar
akan tanggung jawabnya? Kita harus mampu
membangun kesadaran kolektif bahwa
narasi bukan hanya soal diksi, tapi juga
sebuah aksi. Bahwa jari-jari kita bukan
sekedar alat mengetik, tapi tongkat
penunjuk arah menuju masa depan ke mana
arah bangsa ini akan berjalan.
Sobat ASN di seluruh tanah air. Lalu
bagaimana kita sebagai ASN bisa menjadi
penjaga narasi untuk negeri yang kita
cintai agar tidak cedera oleh
disinformasi dan polarisasi. Nah, untuk
membahas cerdas dan tuntas topik ini,
kami telah mengundang dengan hormat para
narasumber luar biasa yang sudah barang
tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada para narasumber hebat yang
berkenan hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ASN di
seluruh tanah air. Pertama, kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada yang terhormat Bapak Dadi
Krismantono. Beliau adalah co-founder
eventory dan seorang praktisi
komunikasi. Kedua, kami menyampaikan
terima kasih dan apresiasi kepada yang
terhormat Bapak Dr. Sukodo, M.Si. SI.
Beliau adalah pakar komunikasi dari
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Airlangga Surabaya sekaligus
Ketua Umum Perhumas Surabaya Raya. Dan
yang ketiga kami menyampaikan terima
kasih kepada yang terhormat Bapak Ahyari
Hananto, S. MB. Beliau adalah pendiri
sekaligus direktur Good News from
Indonesia GNFI Group. Nah, Sobat SN di
seluruh tanah air, mari kita simak
dengan seksama webinar ASN belajar seri
ke-23 tahun 2025. Semoga bermanfaat.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Bapak Dr.
Lamlianto, SPMP atas opening speech yang
sudah disampaikan.
Dan memang sobat ASN di hari ini kita
akan mendengarkan tiga materi dari tiga
narasumber yang luar biasa. Namun
sebelum kita berlanjut ke sesi pemaparan
narasumber, Sobat ASN sudah dapat
melakukan presensi pada halaman semesta
Bangkok. Jadi, link presensi dapat Sobat
ASN lihat pada running teks atau yang di
Zoom meeting bisa lihat di kolom chat
atau yang bergabung lewat YouTube
channel BPSDM Jatim TV bisa melihat di
pin chat-nya. Nah, tapi dikarenakan saat
ini traffic presensi sir tinggi, bagi
sobat ASN yang masih belum bisa
mengakses presensi dapat mencoba kembali
secara berkala.
[Musik]
Baik, Shabat ASN, materi pertama yang
akan kita simak bersama-sama di hari
ini, Kamis, 19 Juni 2025 akan
disampaikan langsung oleh pendiri dan
direktur Good News from Indonesia Group.
Tidak lain tidak bukan adalah Bapak
Akyari Hananto, S., MBA.
[Musik]
Asalamualaikum. Selamat pagi, Bapak.
Waalaikumsalam.
Selamat pagi, Bapak.
Selamat pagi. Asalamualaikum.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Bagaimana kabarnya Paki
hari ini?
Alhamdulillah. Baik. Ee semoga yang para
peserta dan Mbak Anisa tadi yang
terhormat Pak Ramli juga baik juga.
Iya. Waduh, ini mohon maaf Bapak
suaranya agak sedikit terputus. Ee coba
kita cek dulu teman-teman koneksinya
sudah oke ya.
Oke. Baik. Bagaimana Bapak Ari
koneksinya sudah? Oke, sebentar. Apakah
suara saya putus-putus, Bapak?
Ee suara saya
sekarang gimana, Mbak?
Kalau Pak Ari kami menerimanya di sini e
agak terputus-putus, Pak.
Sebentar saya pakai headphone. Oke.
Baik.
Sudah jelas ya berarti ya.
Oke, aman, Pak kalau gitu, Pak.
Baik
untuk SAT TSN sesaat lagi kita akan
bersama-sama mendengarkan materi yang
akan disampaikan oleh Bapak Akyari
Hananto, pendiri dan juga direktur Good
News from Indonesia Group. Namun
sebelumnya saya ingin bertanya-tanya
sedikit Bapak untuk eh kesibukan
akhir-akhir ini sibuk apa nih, Pak?
Ee ya ee suara saya gimana, Pak? Sudah
terdengar jelas, Bapak. Alhamdulillah.
Baik, baik. Eh saya
ya beberapa hari ini juga ee sibuk
mengajarkan sesuatu yang baru di dunia
teknologi yaitu AI. He. Kita mengajarkan
bagaimana menggunakan AI secara
bertanggung jawab eh etis gitu ya ke
beberapa berbagai kampus di Indonesia,
berbagai lembaga pemerintah juga
perusahaan-perusahaan.
Oke, pas sekali ya di hari ini
menyempatkan waktunya dengan schedule
yang begitu padat untuk bisa menyapa
Sobat ASN ini yang bergabung dari
seluruh Indonesia loh, Pak Ari.
Masyaallah terima kasih dan selamat
datang. Saya kebetulan di Surabaya jadi
enggak jauh rumah saya dari kantornya
WBSDM tapi ee ini Zoom jadi lebih bagus.
Oke. Baik kalau begitu tanpa perlu
berlama-lama lagi mari kita simak
bersama materi pertama yang akan
disampaikan oleh Bapak Ari. Silakan
Bapak
kasih.
Ee slide saya
enggak ditampil ya. Oke, slide-nya
apakah sudah tampil?
Oke. Belum diful screen Bapak.
Oke.
Baik. Bagaimana sekarang?
Sudah
sudah oke.
Oke, sudah apaapak materinya sudah bisa
kami lihat bersama-sama.
Baik, terima kasih ee kawan-kawan
semuanya.
Ee asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Ya, terima
kasih. Ya, ini waktu saya enggak
panjang, tapi semoga insyaallah bisa ee
meng-cover beberapa hal yang ee sangat
penting kita sampaikan karena hari ini
betul-betul penting banget ya. Ee kita
semua bisa bersosial media, kita semua
bisa posting, kita semua bisa bikin
konten yang bagus tapi bagaimana kita
juga punya tanggung jawab sebagai
terutama sebagai SN dan kita sebagai
warga Indonesia anak bangsa untuk
membawa narasi positif ya, terutama
untuk masa depan Indonesia. Baik,
lanjutkan. Nah, eh slide pertama ini
sebenarnya cukup penting ya. Jadi kalau
kita ee buka media hari ini entah itu
TV, portal berita, maupun media sosial
yang kita pakai, yang kita follow,
maupun yang kita pegang gitu kan. Apa
yang paling sering kita temuin? Dalam
beberapa bulan terakhir ini kami
mengadakan ee observasi di berbagai
sosial media dan ee yang kami temukan
adalah ee konten-konten yang mohon maaf
ya ee ya penuh dengan konflik ee krisis,
bencana.
ee kegagalan-kegagalan, kemudian
komplain-komplain, kritik-kritik dan
segala macamnya. Nah, inilah yang saya
sebut sebagai dominasi negativisme. Nah,
ini sebenarnya bukan ee penting kita
pahami bahwa eh ini bukan media yang
jahat, bukan contonent kreator yang
jahat atau publik kita yang pesimis,
tapi dominasi itu muncul karena ada tiga
mesin besar menurut saya yang ee saling
memperkuat ya. Yang pertama ada di dalam
diri kita sendiri.
Ya. Jadi ee yang kedua ini jadi eh
pertama adalah arsitektur komunis. Kalau
dalam bahasa jurnalisme itu namanya eh
apa namanya? Eh bias evolutioner. E
evolution bias gitu. Jadi otak manusia
sejak lama itu memang seolah ya seolah
dirancang untuk ee cepat mendeteksi
alarm bahaya. Jadi misalnya kita tahu
atau kita akan lebih cepat bereaksi
ketika melihat berita-berita misalnya
kecelakaan beruntun di tol misalnya gitu
daripada misalnya lalu lintas di
Surabaya lancar dan tertib. Jadi ee ee
ee akan kita akan akan selalu menyakikan
bahwa kecelakaan beruntun di tol akan
jauh lebih ramai, lebih viral
dibandingkan dengan lalu lintas yang
tertib, yang ramai, yang pengguna
jalannya ee ee ee ee tertib, pengguna
jalannya ee sesuai aturan dan segala
macamnya. Kenapa? Karena yang yang ya
karena yang bahaya yang alarm-alarm
bahaya, berita-berita tentang bahaya itu
langsung membikin otak kita menyala.
Nah, dalam dunia psikologi kita mewarisi
sistem alam darurat darah ee ee dari
zaman dulu gitu ya. Dulu dipakai untuk
mendeteksi buruan dulu ya. Ya. Atau
melindungi ee ee apa namanya? mendetek
ee melindungi ee e kinnya gitu. sekarang
untuk dipakai mendeteksi ee
notifikasi-notifikasi eh breakging news.
Nah, yang kedua adalah ee ini sebenarnya
jurnalisme standar lama yang sayangnya
masih dipakai dan masih terjadi di
sekitar kita. Jadi, ee di ruang redaksi
ada ya kita selalu mengenal ada giom
legendaris gitu. Bad news is good news.
Nah, ini sebenarnya bukan mitos. ini
beneran terjadi dan ini kita saksikan,
kami observasi dan ini adalah seolah men
dalam tanda petik ajaran resmi dalam
dunia media gitu. Saya enggak bilang
jurnalisme tapi j media ya. Berita soal
misalnya skandal korupsi, perpecahan
politik atau misalnya konflik sosial
akan lebih cepat naik ke halaman utama,
akan lebih cepat naik dalam ee apa
namanya lini masa kita. ee
misalnya ada dua berita penting yang
datang bersamaan datang ke ee apa di
posting bersamaan gitu kan. Misalnya ada
sebuah desa yang berhasil mencapai
misalnya swasembada
sayuran atau swas sembada beras. Nah,
melawan misalnya pejabat yang
marah-marah saat kunjungan gitu.
Kira-kira mana yang akan menjadi eh
konten yang lebih viral ya you know the
answer. Eh, dan ini terjadi dan ini
sebenarnya memang apa namanya eh standar
jurnalisme lama dalam tandar ya. Tapi ee
dan hal ini terjadi ter sekitar kita dan
masih akan terjadi dalam waktu yang lama
lagi. Nah, yang ketiga adalah memang ee
apa namanya dari sisi ekonomi klik dan
algoritma. Jadi di dunia digital
atensi
adalah mata uang. Jadi perhatian audiens
itu adalah mata uang dalam dunia
digital. Semakin dramatis, semakin ee
misalnya semakin gelap begitu ya,
semakin viral ya.
Misalnya begini, ee tahun 2024 ekonomi
Indonesia itu bertumbuh 5% misalnya, itu
akan kalah bersaing beritanya atau
kontennya dibandingkan dengan ancaman
krisis energi misalnya ee harga naik
gaji stakn misalnya begitu, maka yang
akan lebih viral adalah yang kedua gitu.
Dan dan bahkan riset bilang bahwa satu
kata negatif tambahan itu bisa menaikkan
eh views, menaikkan impresi di media
sosial itu sampai 12%. satu kata negatif
itu bisa menaikkan ee impresi, menaikkan
reach eh konten sebesar 20%. Ini bukan
saya bilang, tapi eh riset yang saya
yang saya cari ya. misalnya bayangkan
membayangkan misalnya menambahkan kata
gawat, menambahkan kata krisis,
menambahkan kata ancaman misalnya itu
performa konten itu akan naik dan ya itu
jadi ujungnya adalah viralitas dan
ujungnya adalah ekonomi. Dan pertanyaan
sekarang adalah apakah kita akan
membiarkan hal ini terjadi terus? Kita
teruskan.
Nah, ee dan ee hal ini sebenarnya bukan
hanya perasaan kita kok seolah-olah ee
konten-konten di media sosial saya
banyak negatifnya ya atau banyak yang
mohon maaf ya berita-berita yang atau
konten-konten yang kurang berguna ya
atau seperti apa gitu. Dan dan ini
sebenarnya bukan bukan perasaan kita
saja. Jadi sudah dibuktikan dalam studi
yang dilakukan oleh eh
New York Post tahun 2019 atau 2020 ya.
itu adalah bahwa di banyak negara antara
90 sampai 95% berita
atau konten itu cenderung negatif. Ya,
kalau sudah seperti ini maka bisa
dibilang hampir semua yang masuk dalam
beranda kita, dalam lini masa kita ee
dari Instagram, TikTok, maupun TV
misalnya, maupun berita-berita online
misalnya, itu didumasi oleh
berita-berita yang negatif. Bukan
berarti berita positif enggak ada, tapi
berita negatif itu lebih viral, lebih
mendapatkan perhatian. Dan ini bukan
sama sekali bukan angka yang ini angka
yang menurut saya tadi disampaikan oleh
Pak Ramli mengerikan ya. Artinya kalau
kita baca 10 berita dalam sehari, 10
konten dalam sehari, sembilan di
antaranya akan membuat dunia kita seolah
jelek semuanya sekitar kita jelek,
negara kita jelek, lingkungan kita
jelek, dan segala macamnya. Tentu saja
realitasnya tidak seperti itu, gitu. Dan
ini yang berbahaya. Ketika narasi
negatif menjadi dominan,
maka lambat laun ya ia akan mulai
membentuk persepsi kita akan dunia yang
yang isinya negatif semuanya ya. Kita
akan jadi lebih mudah sinis, skeptis,
takut
dan lebih pesimis, lebih sulit percaya
pada siapapun. Ya, kita biasa merasa
seolah-olah semua orang itu dalam tanda
pentik ya, semua orang itu enggak baik.
Semua orang itu perlu dicurigai dalam
tentu dan dan semua sistem rusak, semua
pemimpin salah arah gitu. seolah-olah
seperti itu. Dan ini bayangkan tadi
disampaikan oleh Pak Ramli di permukaan,
bayangkan dampaknya dari bagi generasi
muda, generasi yang tumbuh dalam
lingkungan informasi seperti itu, yang
tidak lagi nonton TV, yang tidak lagi
baca surat kabar, tapi tapi ter
terekspos 100% terhadap berita-berita
maupun konten-konen di sosial media.
Nah,
ini fakta
mengejutkan laginya ini dari berbagai
macam penelitian. Yang pertama adalah
ini, Kawan-kawan. Jadi ee dan tadi sudah
bicara tentang angka-angka yang
membingungkan gitu, menakutkan gitu. Dan
dan sekarang kita lihat fakta-fakta yang
tidak kalah mengejutkannya menurut saya.
Jadi ee
ini saya pikir kawan-kawan dan kawan
rekan-rekan ASN bisa dibaca sendiri ya.
Tapi intinya adalah bahwa ee yang
terakhir ini yang menurut saya cukup
perlu kita perhatikan bahwa 66%
website atau akun sosial media itu
impresinya stagnan atau bahkan turun.
Enggak naik-naik jika posting berita
positif. Mungkin mungkin bisa jadi. Bisa
jadi. Inilah mengapa akun-akun
pemerintah, akun-akun dinas-dinas
pemerintah itu enggak seviral misalnya
lamitura atau akun-akun gosip atau
akun-akun yang biasa menyampaikan hal
yang sensasional gitu. Dan ini menjadi
hal yang perlu ya kita pahami, perlu
kita ee apa namanya? Kita ee serusi
bersama.
Nah,
ini
ini bukan hal yang menakut-nakutin
begitu ya. Tapi menurut saya di
Indonesia itu hal yang menurut saya
lebih rumit. Satu
ya. Jadi kalau kita ngomong tentang ee
dominasi berita global ya itu sudah jadi
tren dan itu tadi disampaikan oleh
berbagai macam ee apa namanya eh
penelitian dan ini adalah penelitian
juga oleh RER Institute and University
of Oxford 4 tahun yang lalu dan saya
pikir belum banyak berubah era sekarang
karena belum ada penelitian baru menurut
saya ya yang saya jadi kalau kita
ngomong tentang Indonesia maka kita akan
melihat gambaran yang menurut saya
menurut benak saya itu lebih kompleks.
dan dan
sebenarnya itu lebih sebenarnya bisa
juga menjadi peluang bagi kita juga di
Indonesia.
Informasi ini bukan soal berita, tapi
juga soal kepemilikan ee media. Jadi
kekuasaan juga dan relasi antar
kelompok. Jadi banyak media besar di
Indonesia itu dimiliki oleh figur-figur
yang yang sayangnya terlibat juga dalam
politik, dalam bisnis besar dan mereka
inilah yang kemudian membentuk
opini-opini publik dengan kekuasaan dan
daya jangka media ya. Ee mereka juga
punya dana besar tak terbatas dalam tap
peti untuk menguatkan amplifikasi ee ee
berita-berita yang mereka
sampaikan melalui melalui ee apa
namanya? melalui ads, melalui boosting
dan segala macamnya ya. Nah, ee ini bisa
menjadi tantangan ya ee ee tapi
sekaligus juga kesempatan untuk agar
kita lebih bijak memilih dan memahami
berita. Misalnya ada berita, "Oh, dari
oh dari media itu kayaknya harus dicek
ulang dah misalnya." Jadi ini membuat
kita justru lebih aware menurut saya ya.
Sayangnya kita juga punya kondisi
seperti itu. Nah, kita tahu dari data
menurut R Institute University of Oxford
penelitian. Jadi tingkat kepercayaan
publik terhadap media mainstream itu
rendah, Kawan-kawan. Jadi hanya sekitar
39%.
Jadi ee ee ee ini menurut saya ya mohon
maaf ini hal yang tidak menguntungkan
bagi Indonesia. Karena media besar yang
menjadi rujukan kita itu dalam tanda
petik itu justru tidak menjadi
ee entitas yang dipercaya oleh publik
Indonesia. Ini bukan saya yang bilang
ya, tapi ee panel. Nah, yang menarik ini
penting
karena hal itu terjadi di saat yang
sama. Media online dan media sosial
media sosial terutama menjadi sumber
berita yang paling dominan digunakan
oleh 88%
responden, 88% audiens. Dan ini terutama
memang generasi muda. Dan di sinilah,
kawan-kawan tantangan utama kita. Kenapa
para pembuat berita, para pembuat konten
di media sosial bukan mereka yang ahli
bikin berita. Mereka bukan ahli
membentuk opini mudik. Mungkin mereka
juga punya literasi yang tidak begitu
tinggi ya. Ee jutaan orang membaca,
melihat, menonton, membagikan berita dan
semua berikan berikutan. Tetapi di
sinilah tantangan besarnya sosial media
ya hari ini saat ini bukan hanya ruang
berbagi informasi tapi ini juga menjadi
medan pertempuran narasi. Inilah mengapa
ee apa namanya
em em
ee
topik atau tema hari ini sangat penting
dan saya benar-benar harus ikut gitu.
Karena medan pertempuran sebenarnya
dalam landskap informasi di Indonesia
itah di media sosial. ya. Dan dan dan
inilah ruang viral yang penuh dengan
banyak hal ya. Penuh dengan hoa dengan
head speech, dengan sumpah serapah
tempat konten politik dicampur dengan
konten hiburan. Ee di sinilah ee ruang
di mana konten-konten bisa memberas
emosi kita dan kadang konten-konten
penuh drama. Ya, ya, ya. yang yang yang
lebih cepat naiknya, lebih banyak
dikonsumsi dibanding konten-konten
berbasis data gitu. Dan dan di sinilah
ee ee apa namanya algoritma itu bermain
ya kawan-kawan. Kita nanti akan sampai
ke sana. Nah, dampaknya ini dampak dalam
banyak hal. Dampak psikologis terutama
itu banyak sekali. Ini juga berdasarkan
penelitian. Pertama ada beban psikologis
ya. Dan kawan-kawan ini mungkin terlihat
ah enggaklah kayaknya tapi benar-benar
ini terjadi dan ee kalau saya bisa
bilang ada satu negara yang yang
sempat dalam tap pentik menjadi korban
ya ee beban psikologis berita-berita
negatif. Tetangga kita Filipina ya dulu
menjadi negara yang maju tahun 0-an
sekarang ya mohon maaf seperti itu kita
lebih maju gitu. Nah, ee ternyata
kawan-kawan konsumsi berita negatif itu
mempunyai hubungan langsung dengan
kesehatan mental yang merugikan. Ya, ini
penelitian nanti bisa diolah lebih
lanjut nanti ee kawan-kawan bisaik ya di
di Google ee kontribut berita negatif
itu hubungannya langsung. Jadi ee studi
demi studi ini menunjukkan hal yang
sama. konsumsi berita negatif apalagi
dalam jumlah besar dan berulang-ulang
ulang ulang gitu itu ee berkaitan
langsung dengan penurunan kesehatan
mental dan ini merugikan sekali.
Kemudian paparan berita yang buruk bisa
meningkatkan gejala kecemasan, depresi,
stres, overthanking, dan sedih gitu ya.
Kalau kita melihat tiap hari melihat ee
ee konten-konten di SOSM ya, ada perang
di sana, ada perang di sini ya, itu tuh
ee eh eh apa namanya
ee ee ee membuat kita menjadi terbebani,
depress gitu. Dan yang mengejutkan salah
satu tuji bahkan menebutkan bahwa gejara
ini bisa muncul hanya setelah 14 menit
menonton atau mengkonsumsi ya
konten-konten negatif. Bayangkan ya,
kita scrolling timeline. Tadi Pak eh
Ramli sampaikan, setiap hari itu kita
mengonsumsi konten-kosial media selama 3
jam ya. Baik itu bangun tidur, pas makan
siang, pas siang, sore hari, dan
menjelang tidur. Ya, isinya kebanyakan
negatif. Tadi dibilang ada 90% negatif.
Ee apakah kita kemudian berharap tidur
dengan nyenyak, dengan happy, bangunnya
dengan nyaman dan semangat dan optimis?
Rasanya agak sulit. otak kita enggak
bisa bekerja seperti itu. Sehebat itu.
Dan dan ini yang menjadi salah satu eh
eh apa namanya? Konsent yang yang
terus-menerus saya sampaikan dalam
forum-forum itu. Nah, yang kedua adalah
dampaknya
scholing ya. Jadi ee jadi apa namanya?
Setelah kita tahu bahwa berita negatif
bisa memberikan kesehatan apa nam dampak
pada kesehatan. Salah satu kebiasaan
digital yang umum dari ini doom
scrolling. Sorry ini salah salah tulis
ya. Harusnya doom scrolling ya. Ee
kenapa hal ini menjadi bahaya ya? Karena
kita itu seolah lagi sekolah ya. Tapi
yang kalau kita e buka sosm ya seolah
kita sedang sekolah ya. Harusnya sekolah
kan belajar hal yang berguna bermawa.
Tapi yang kita ajarin yang diajarin ke
kita setiap hari adalah kecemasan,
ketakutan, rasa panik dan kadang-kadang
ee prank dan segala macam. Fenomena
seperti seperti ini fenomen. Jadi kita
baca satu konten yang kita bikin cemas
misalnya ekonomi melemah, ada perang,
ada ancaman krisis, bencana di mana-mana
tabrakan beruntun kemudian banjir,
bencana dan seg muncul was-was. Terus
kita cari B lain lagi mencari kepastian,
tapi yang muncul adalah berita yang
lebih buruk. Ini salah satu salah satu
dampak negatif dari adanya algoritma dan
akhirnya kita terjebak dalam satu ee ee
ee ya namanya lingkaran setan begitu ya.
Jadi cemas cari berita makin cemas cari
lagi e kepastian kecemasannya makin
dalam. ini yang disebut di sebagai doom
scrolling atau headline anxiety atau
keresahan keresahan konten. Nah, yang
ketiga ini dampaknya adalah ini yang
sudah dibahas ber ee apa namanya?
berjirit-jirit
oleh para ahli psikologis yaitu adalah
learn helplessness atau sebenarnya eh
sebenarnya ketidakberiayaan yang
dipelajari itu adalah ee versi Google
Tranger. Tapi sebenarnya ee menurut saya
salah satu terjemahan paling pas adalah
rasa menyerah yang diam-diam tumbuh
dalam ee diri kita. rasa skeptis, rasa
pesimis yang diam-diam tumbuh dalam
mindset kita. Ini adalah keadaan di mana
kita terlalu sering mendengar bahwa
dunia sekitar kita ini kacau, bahwa
sistemnya rusak, keadilan sulit
ditegakkan. Ya, terlalu sering apa ya
melihat masalah ditampilkan tanpa ada
ruang-ruang publik untuk berbagi solusi,
tanpa ruang untuk berbagi-bagi harapan.
Dan dari situ, dari situ ya muncullah
satu ee satu headline begitu ya dalam
otak kita, dalam hati kita, dalam benak
kita yang lahir satu keyakinan yang
diam-diam tanpa kita sadari, ah mau
diapain juga tetap aja gini sudahlah
gitu. Kira-kira seperti itu. Dan dan dan
kita mulai mengecilkan kemungkinan
perubahan perbaikan ya. kita mulai
menganggap
kepeduluan sebagai sesuatu yang yang
enggak wajar ya. Kita mulai percaya
bahwa satu suara, satu arti, satu ide,
perbaikan, perubahan kemudian menuju
lebih baik itu tidak. Akhirnya semuanya
kita akan menjadi ee kita akan menjadi
memandang semua hal menjadi dari sisi
yang pesimis, yang skeptis ya. Dan dan
dan lalu secara perlahan kita berhenti
peduli, kita berhenti mengikuti isu,
kita ee bukan karena tidak peduli tapi
karena merasa enggak sanggup ya
memberikan
ee kontribusi
ya. Kita kemudian lambat-lambat
menghindari berita. Jadi berita yang
muncul dalam kita adalah rilis-rilis
saja yang lucu-lucu yang lain-lain
enggaklah ini ini mau ngapain aja enggak
akan berubah dan lelah.
Saya enggak punya daya untuk mengubah
apapun dan yang paling menyedihkan
adalah semakin banyak orang yang
merasakan sama jutaan orang terpapal
hari ini setiap hari mungkin puluhan
juta. Tadi Pak Rami sampaikan 170 juta
orang pengguna sosial media di
Indonesia. Bayangkan ada berapa juta
yang merasakan hal yang sama.
Learn business.
Waktu kurang dari 15 menit. Baik. Nah,
ini ee dampak algoritmanya. Jadi ee
mengapa hal ini terjadi? Sebenarnya ada
beberapa hal, tapi salah satu yang dalam
tanda petik perlu kita salahkan itu
adalah algoritma di sosial media. Jadi,
jadi ee sekarang kita
kalau kita bilang algoritma ini adalah
ee apa namanya? Feelingin ya atau atau
tokoh tokoh jahatnya gitu ya. Ee dalam
hal ini gitu. Algoritma itu sederhana.
Ee apa namanya ee platform-platform
sosurm itu
memberikan tugas algoritma cuma satu
saja. tugasnya di algoritma itu cuma
diperintah satu hal oleh platform
tersebut. Tunjukkan lebih banyak hal
yang membuat user atau pengguna sosmet
lebih lama atau berlama-lama pakai
sosmet, berlama-lama scrolling,
berlama-lama
ee apa namanya di layar.
Dan ternyata yang bikin orang bertahan
lama bukan bukan dalam ya ini tadi kita
sampaikan di depan ya bukan berita baik
tapi ya tadi itu konflik drama hal
negatif dan lain-lain ya jadi jadi ee
algoritma itu terus belajar dan
percayalah
dia jagoan itu kalau belajar tahu bahwa
kalau seseorang melihat video tentang
orang yang bersedekah kita mungkin akan
tersenyum alhamdulillah terus scroll
lagi ya, orang lagi bayar zakat begitu
ya atau orang lagi membantu orang itu
dia alhamdulillah scroll, senyum, happy,
tapi dia enggak share. Ini ini
dipelajari oleh algoritma, dipelajari
oleh platform-platform mungkin. Tapi
kalau kita melihat orang yang debat
keras soal politik yang lagi apa namanya
misalnya sedang
mengkritik ee pemerintah, mengkritik ee
pemerintah daerah, mengkritik misalnya
kepala PPSDM gitu misalnya.
Kita bukan hanya nonton, kita baca
komen-komennya tuh biasanya kalau kita
sudah banyak komennya, kita share ke
grup WA, kita share ke story, kita share
ke kawan-kawan kita dan lain-lain banyak
dramanya, semakin banyak ee krisisnya
dalam kegawatannya, semakin ee
berpotensi konten itu kita share ke
orang lain.
Jadi dan algoritma akan menganggap, "Ah,
ini dia nih, si fulan ini senang yang
kayak gini nih. Nah, saya kasih lebih
banyak." Nah, dan dan dan ini yang
kemudian dipelajari oleh algoritma.
Jadi, amplifikasi konflik, amplifikasi
drama, amplifikasi pesimisme,
amplifikasi krisis, amplifikasi ee ee
apa namanya? skeptis, skeptisme dan lain
potong tanpa perbedaan pendapat atau
kredit akan dipotoritaskan karena
memanjang perdebatan. Nah, ini
kawan-kawan penting ya. Salah satu eh
alat atau tools paling jagoan membuat
satu konten itu viral adalah komen.
Semakin banyak komen, semakin viralah
konten itu. Maka ketika kita melihat
konten-konten ada orang berdebat di TV
kemudian di-capture terus kemudian
di-share di sosm maka perbedaan atau
atau argumentasi itu berlanjut ke kolom
komen dan ini disenangin oleh
ee sosmet.
Dan itulah kenapa kawan-kawan sebenarnya
ee saya membawa satu ee ee apa namanya?
misi kita mendirikan Good News from
Indonesia ini ke tahun 2015 kita
dirikan. Jadi ee intinya adalah ya ini
terakhir ya menumbuhkan optimisnya dan
percaya diri bangsa. Jadi orang
Indonesia kalau sudah pesimis itu kalau
orang pesimis ini secara serogis orang
pesimis itu biasanya pikirannya jangka
pendek. Orang optimis itu pikirannya
jang jang panjang. Oh Indonesia tahun
100 2045 ngapain ya gitu. Tapi kalau
orang pesimis kiranyaah besok atau
minggu depan atau bulan depan atau tahun
ini atau pemilu depan sekitar itu saja.
Dan kemudian percaya diri Indonesia.
Jadi kalau kita ke luar negeri misalnya
itu bawa paspor Indonesia, kita berdiri
tegak ya ee apa namanya e up gitu, bukan
bukan merasa minder duluan. Nah, ini
yang coba kita tumbuhkan hal-hal
positif, prestasi kemudian ee ee apa
namanya ee eh kebaikan kebak Indonesia
kita tampilkan ya. Dan kami percaya
seperti juga hal-hal negatif, optimisme
itu juga menular ya. Selain itu kita
juga melawan kelelahan informasi negatif
ya. Percayalah banyak orang Indonesia
sudah begitu lelah ee dengan informasi
yang beredar di manapun. Kita sering
mendapat DM, sering mendapat WA, terima
kasih sudah menyabarkan hal-hal yang
baikan Indonesia menjadi penghibur Lara
begitu ya. Dan selain itu ya ini juga
tadi saya bilang bahwa sebenarnya berita
positif itu bukan enggak ada tapi kalah
kalah viral dengan berita-berita yang ee
kurang positif. Dan ini kami menyediakan
platform agar cerita-cerita positif,
cerita-cerita optimis, cerita-cerita
baik tentang orang Indonesia, tentang
Indonesia, tentang sejarah Indonesia,
tentang seni Indonesia itu ee
kepermukaan.
Dan ee kita kalau kita ngomong tadi
algoritma, maka beberapa hal yang kami
lakukan ini secara singkat aja. Tentu
saja nanti kalau misalnya ada ada apa eh
event lebih lama lagi kita bisa inikan
lebih r jadi bagaimana kami mengemas
good news seperti hot news ya jadi kalau
misalnya lambeturah itu mengelola gosip
dengan begitu bagusnya dan viral kami
memulai khusus dengan cara kami dan
ternyata banyak hal yang bisa kami
jangkau gitu kita juga main di mikr
trrend jadi konten-konten kecil misalnya
ada orang yang
apa namanya ee memberikan ee sedekah ke
ibu-ibu ee di pinggir jalan kemudian ee
terjadi interaksi dan segala itu itu
kita kita tampilkan itu mikr trren dan
itu momen-momen dan ini yang disukai
oleh orang-orang Indonesia. Jadi, human
stories dan segala macam
dan lain-lain ya. Yang terakhir ini yang
kawan-kawan konsistensi. Konsistensi ya
dalam bahasa Jermannya ini istikamah.
Jadi bagaimana kami setiap hari, setiap
hari ya kami membikin konten total dari
tulisan video eh news sampai dan segala
macam itu sekitar 80 sampai 90 konten
per hari ya. Ini konsistensi
dan total kami semua platform itu ada 6,
juta 6,5 juta followers dengan 450
sampai 500 juta impresi per bulan. Dan
ini kawan-kawan bisa melakukan hal yang
sama. Kenapa? Kami memakai platform yang
sama persis dengan yang kawan-kawan
pakai. kami pakai Instagram, kami pakai
TikTok, kami pakai YouTube dan segala
macamnya. Kawan-kawan juga pakai itu.
Kawan kami juga pakai CapCut, kami juga
pakai ee Kanva dan kawan-kawan juga bisa
pakai itu. Nah, kita mari ee melakukan
hal yang lebih dan bagaimana. Jadi, jadi
ini yang kemudian kami lakukan jadi eh
branding dan public price. Jadi, ee apa
namanya? kami terus melakukan branding
bahwa yang namanya Indonesia itu tidak
menulis soal negatif tapi banyak positif
dan kita akan angkat kemudian
konten-konten yang relevan, kolaborasi,
kemudian interaksi dan partisipatif.
Kita mengundang kawan-kawan semua para
followers untuk mengirim berita,
mengirim konten, mengirim video ee
berkomentar dan lain-lain.
Dan ini eh multi platformatform yang
kami sampaikan tadi ada Good News from
Indonesia, ada Good St apa namanya? ee
berbasis data. Kemudian C Asia ini
berbahasa Inggris dan kita sudah mampu
menjangkau per bulan itu sekitar 150
sampai 170 juta orang Asia Tenggara. Hal
baik tentang ee Indonesia. Baik, mari
kita berkolaborasi dari saya. Itu saja
semoga waktunya enggak melebar.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
Pak Ari atas materi yang sudah
disampaikan. Mohon berkenan Bapak untuk
tetap bergabung bersama kami karena
sesaat lagi akan kami buka sesi tanya
jawab. Enggak apa-apa Bapak ya? Silakan.
Silakan. Oke. Baik. Jadi untuk sobat ASN
yang ingin bertanya silakan untuk
menggunakan fature raise hand untuk Anda
yang bergabung melalui Zoom meeting dan
yang bergabung di YouTube channel BPSDM
Jatim TV silakan tuliskan pertanyaannya
melalui live chat.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Oke, baik. Sekarang kita memasuki sesi
tanya jawab ya bersama dengan Bapak
Akyari Hananto. Silakan untuk yang ingin
bertanya kita cek dulu siapa yang sudah
menggunakan fitur raise hand ataupun
yang sudah menuliskan pertanyaannya.
Baik, ini sudah ada Bapak Dadang dari
Diskominfo Tuban ya. Ini tadi
pertanyaannya dituliskan lewat ee live
chat-nya Zoom. Oke. Baik. Ini Pak Dadang
akan kita tayangkan langsung atau saya
bacakan aja nih pertanyaannya. Ada Pak
Dadangak. Ada Pak Dadang enggak
kira-kira ini? Selamat pagi, Pak Dadang.
Apakah Pak Dadang masih bergabung di
sini?
Oke. Baik. Selamat pagi, Pak Dadang.
Halo. Pagi. Pagi. Sehat, Bapak?
Alhamdulillah.
Alhamdulillah. Baik, silakan Pak Dadang
untuk langsung mengajukan pertanyaannya
ke Pak Ari.
Oke.
Ee selamat pagi, Mas Akyar.
Iya. Kita dulu pernah ketemu di Tuban
dan sekarang pernah ketemu di Tuban saya
masih ingat jumpa di sini.
Siap. Jadi kalau dulu kita ngomong
sebagai admin atau apa gitu ya, sekarang
mungkin kalau sekarang di sebagai ASN
Mas ee sebag seperti yang dikatakan Pak
Ramlianto tadi bagaimana kita bis ASN
itu bisa menjadi penjaga narasi bukan
hanya ee membuat sensasi padahal mungkin
kita sendiri ini kan punya pemikiran
sendiri, kita punya ee unek-unek apalagi
yang mungkin mungkin ee ee dengan
kebijakan yang berhubungan dengan kita.
Nisalkan apalah biasanya kita kalau
sudah ada gaji 13 apa itu sudah di
ee sudah digodok luar biasa sudah di
medsos kan luar biasa biasanya
itu sebaiknya sebagai ASN sendiri itu
sebenarnya kita itu sebatas mana kita
bisa bersuara di media sosial gitu kan
menurut Mas Ah bagaimana caranya untuk
kita senar gimana gitu Mas cukup mungkin
seperti itu dulu oke terima kasih
pertanyaannya Pak Dada Dan untuk Bapak
Ari bisa langsung dijawab saja Bapak
ya. Ya. Ya. Apa namanya ini pertanyaan
yang ee sangat kontekstual ya dan dan
dan sebenarnya sensitif dan ee saya
semoga bisa menjawab secara bijak,
realistis gitu ya, tapi tetap menjaga
memberi arah. Tapi intinya saya bukan
ASN mungkin Pak Ramli yang jauh lebih
jagoja. Tapi izinkan saya sebagai orang
non ASN, saya sebagai ee partner dari
ASN ee bisa menjawab itu ya, Pak Dadang
ya. Baik, ini pertanyaan yang relevan
ya, karena ASN ini punya posisi unik. Di
satu sisi Pak Dadang dan kawan-kawan ASN
yang lain adalah warga negara yang juga
punya UPI nih, punya keresaan, punya
undang tadi disampaikan punya hak untuk
bersuara tapi di sisi lain ya ASN juga
adalah perwakilan atau representasi
langsung dari negara dan ini tentu saja
membawa tanggung jawab tersendiri. Maka
jawabannya
bukan hitam putih menurut saya, tapi ASN
itu boleh bersuara tapi dengan cara yang
bagaimana bersuara tetap harus menjaga
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:06 UTC
Categories
Manage