ASN Belajar Seri 23 - Narasi Di Ujung Jari: Media Sosial dan Masa Depan Negeri
oqtgYNOg9BM • 2025-06-19
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Jadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia [Musik] tekat pancang jadi ASN berkuar kita sama [Musik] halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar yang dipersembahkan oleh Corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format. Nama, strip asal instansi Sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. Empat, apabila Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting, ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN Belajar. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] kami mencoba menj Jadi yang terbaik melayani bangsa dengan sepenuh hati barah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. untuk melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. H kami dari sindias dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragung. Mengas penuh hati tulus membantu sesama dengan kami melayani dengan mana kami melayani bangsa [Musik] H [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar yang dipersembahkan oleh Corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format nama strip asal instansi Sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. Empat, apabila Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting, ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN Belajar. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Huray, ada yang baru lagi nih di BPSDM Provinsi Jawa Timur. Ruang bermain anak. Tempat yang satu ini adalah solusi bagi para orang tua yang masih memiliki anak kecil. Kita sebagai orang tua pasti khawatir ya. Apalagi kalau ditinggal kerja nih. Wah, kira-kira anak saya aman enggak ya di rumah? Kira-kira anak saya bermain atau belajar dengan baik enggak ya di rumah? Sobat ASN kalau dikirim diklat di BPSDM Provinsi Jawa Timur sekarang udah enggak perlu khawatir lagi. Karena di BPSDM Provinsi Jawa Timur ruang bermain anaknya lengkap banget fasilitasnya. Mulai ada tempat bermain, tempat tidur untuk mereka bisa istirahat, kemudian buku-buku edukatif, dan ada ruang nursery juga untuk Ibu menyusui. Kamar mandinya pun lengkap dan bersih. Dan yang enggak ketinggalan penting, Sobat ASN bisa langsung pantau lewat CCTV. Keren banget, kan? Jadi, Mommy and Daddy sekarang enggak perlu khawatir lagi, ya. Mommy and daddy don't worry we are happy. [Musik] Dalam satu SKBT saja. misalkan ee ke depan itu sendiri sebenarnya sudah kitaasi e setelah kita masuk seperti ini walaupun kita ya yang lain t kelola pemerintah yang adil di mana di sini sasaran kita pemerintahan yang berbasis elektronik ya Pak Iya ee permisi, Pak ee yang berdiri dari Bu. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah. Perkenalkan saya Ahmad Nur, peserta pelatihan perencanaan dan penganggaran angkatan 2 tahun 2024 BPSDM Provinsi Jawa Timur. Saya dari Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Sumenep. Alhamdulillah selama mengikuti pelatihan perencanaan ini banyak ilmu dan pengetahuan baru yang kami dapat terutama dari pegawai yang memang bukan kompetensi sebagai perencana tapi ditugaskan untuk melakukan perencanaan. Ini sesuatu hal yang luar biasa. Kami mendapatkan ee ilmu dan pemahaman yang sangat bermanfaat. Sekali lagi terima kasih saya sampaikan kepada BPSDM. BPSDM Provinsi Jawa Timur keren dan maju. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Fina Nuraihi peserta pelatihan perencanaan dan penganggaran angkatan 2 Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Saya berasal dari Bapeda, Kabupaten Bojonegoro. Selama menjalani pelatihan ini, saya merasa mendapat banyak sekali ilmu-ilmu baru dan pengetahuan yang dapat saya gunakan untuk menyusun dokumen perencanaan yang ada di kabupaten agar dapat mewujudkan Indonesia emas tahun 2045. Terima kasih untuk BPSDM Jawa Timur dan Bapak Ibu Widya Iswara yang telah men-sharing ilmu-ilmu dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi kami perencana. Semoga pendidikan dan pelatihan ini akan terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. BPSDM juara, BPSDM maju, BPSDM keren. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Yang terhormat ee Ibu kelas yang terhormat juga pendamping kelas Bapak. Yang terhormat ee Ibu dari perwakilan bidang pembahan kompetensi. Maaf, Bapak dan yang terhormat ee rekan-rekan semuanya dari kabupaten kota di seluruh Provinsi Jawa Timur dan dari perwakilan ee perangkat daerah di Jawa Timur. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. kita semua. Shalom, Om Swastiastu, namo budaya, salam kebajikan yang saya hormati setiap perlu paham padahal dulu beliau juga ee staf di waktu saya menugas sebagai kepala bidang. Ee yang saya hormati para ee teman-teman penyelenggara, panitia dan wabil khusus para peserta tingkat perencanaan dan penganggaran pola kondisi antar pemerintah provinsi Jawa Timur. [Musik] Pelatihan perencanaan dan penganggaran angkatan du ye ye. Yeah. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik, melayani bangsa dengan sepenuh hati. Barah kami junjung, teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi lencanakan tugas ke bangga negeri berentas situt melani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. H sem di sini sukses dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi berganding tangganding sanggup tujuan untuk menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragam. Mengas penuh hati tulus membantu sesama dengan bang kami melayani dengan bang kami melayani bangsa [Musik] H [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Bapak namanya mulai 2015 persisnya Januari 2015 saya pindah ke ee Provinsi Jawa Timur ya. Jadi sampai sekarang is ee banyak pernak-perniknya terutama di perencanaan dan penganggaran Bapak Ibu. Oke. Karena dia berpikiran, ya sudah enggak mungkin lagi mau ke mana gitu kan. fungsional ya seperti yang Anda lihat selama ini kan guru atau di bidang kesehatan atau ya selesai dan ee apa serious ee kemewahan wibawa yang Anda bayangkan sebagai pejabat itu sudah serim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan saya dari Bapeda Kabupaten Bojonegoro. Kami adalah salah satu perwakilan dari peserta diklat perencanaan dan penganggaran angkatan pertama tahun 2024 di BPSDM Provinsi Jawa Timur. E kesan kami selama mengikuti ee pelatihan ini yang pertama bahwa diklat perencanaan penganggaran ini sangat berarti bagi kami para perencana utamanya yang berangkat bukan dari perencana murni namun dari hasil penyetaraan. Di mana ilmu kami tentang perencanaan dan penganggaran dalam arti praktis sangat terbatas. Melalui diklat yang difasilitasi oleh BPSDM Jawa Timur ini, kami merasa terbantu dan mendapatkan pengetahuan serta keterampilan yang memang dibutuhkan dalam kompetensi sebagai perencanaan. dalam hal penyelenggaraan diklat. Kami memberikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada BPSDM yang telah melayani kami dengan sangat baik, sangat profesional, dan tentunya ke depan kami berharap perbaikan-perbaikan ini akan terus dilakukan sehingga membawa manfaat bagi seluruh aparatur di Provinsi Jawa Timur. Terus bergerak, terus juara BPSDM Jawa Timur. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Nonika Feni Privianti, peserta Diklat Perencana dan Penganggaran Provinsi Jawa Timur tahun 2024. Terima kasih atas kolaborasi BPSD Pendungan Bappenas dalam meningkatkan kompetensi kami dalam sebagai perencana untuk mendukung pembangunan kabupaten kota dengan fasilitas dan narasumber yang berkualitas menjadikan kami ASN yang berkompeten dan profesional. Semoga ke depan segala yang kita terima dalam pelatihan ini menjadikan kami ASN yang meningkatkan pembangunan daerah menjadi pembangunan yang maju dan menjadikan Indonesia emas. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. BPSDM luar biasa. Latang perencanaan dan penganggaran angkatan 1 kontribusi provinsi Jawa Timur tahun 2024. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Yang terhormat Kepala ee BK BPSDM Provinsi Jawa Timur. Yang terhormat Ibu seluruh panitia dan teman-teman peserta pelatihan pencanaan dan penganggaran pertama dan ketiga indikator kinerja itu kan aneh banget indikator kinerja itu secara resmi saya nyatakan diakhiri. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] berencana terus bermati Indonesia mau BPSDM Jaka terima kasih Amin. [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Jadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia tekad menyerah jadi ASN berkuwa servisama [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Asalamualaikum. warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi sobat ASN di mana pun Anda berada. Baik yang sudah bergabung di Zoom meeting maupun live YouTube-nya BPSDM Jatim TV. Senang sekali saya Aisa Dewi dapat kembali menyapa sobat ASN semua dalam webinar ASN belajar seri 23 tahun 2025 persembahan Korpu SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sobat ASN di era digital ini informasi tidak lagi menunggu untuk dicetak dan disebarkan. Ia mengalir cepat menembus batas ruang dan waktu melalui layar kecil di genggaman kita. Dari ujung jari narasi dibentuk mempengaruhi cara kita berpikir, cara kita bersikap, bahkan menentukan arah masa depan. Namun sejauh mana narasi digital yang kita bangun berkontribusi pada kemajuan negeri, apakah media sosial telah menjadi sarana pencerdasan publik atau justru terjebak dalam pusaran disinformasi dan polarisasi? Bersama webinar ASN Belajar seri 23 tahun 2025, kita akan mengkaji media sosial bukan hanya sebagai teknologi komunikasi, tetapi sebagai medan kontestasi makna dan kekuasaan. Karena di balik setiap unggahan tersimpan nilai, di balik setiap narasi tersembunyi agenda, dan di ujung setiap jari tersimpan potensi untuk membentuk masa depan bangsa. [Musik] Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN belajar seri 23 tahun 2025 ini, marilah kita dengarkan opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, S.P., MP. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 19 Juni 2025, ASN Belajar telah memasuki seri yang ke-23. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih dan apresiasi kami. Kami terus berkomitmen sekaligus terus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat SN, hari ini ASN Belajar seri ke-23 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka turut serta memberikan kontribusi pemikiran dalam hari media sosial nasional yang diperingati pada tanggal 10 Juni yang lalu. Sebagaimana kita ketahui bersama, setiap tahun pada tanggal 10 Juni sejak tahun 2015 yang lalu, Indonesia merayakan hari media sosial. Perayaan ini merupakan momen yang penting untuk mengakui peran besar yang dimainkan oleh platform media sosial dalam membentuk kehidupan kita sehari-hari. Dalam beberapa tahun terakhir, media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. mempengaruhi cara kita berkomunikasi, berbagi informasi, dan berinteraksi dengan orang lain. Sementara itu, Hari Media Sosial juga diperingati secara internasional. Mengutip Days of the Year, Hari Media Sosial Sedunia diperingati tiap 30 Juni dan sudah diperingati sejak tahun 2010. Karena hal ini sangat menarik untuk kita elaborasi lebih luas dan lebih dalam, maka ASN Belajar seri ke-23 tahun 2025 ini mengangkat topik narasi di ujung jari, media sosial dan masa depan negeri. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam SN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sahabat ASN di seluruh tanah air, di era digital ini suara tidak lagi memerlukan panggung spektakuler untuk didengar. Cukup satu unggahan, satu cuitan, satu video pendek dan dunia pun akan bereaksi. Data dari Hoodside tahun 2024 menyebutkan bahwa telah ada 170 juta penduduk Indonesia sebagai pengguna aktif media sosial setara dengan lebih 60% populasi. Rata-rata mereka menghabiskan lebih dari 3 jam sehari menjelajahi dunia maya. Ini bukti bahwa saat ini kita benar-benar hidup dalam masyarakat yang saling terhubung setiap saat walaupun dalam jarak jutaan hasta. Media sosial sejatinya adalah cermin. Di sanalah nilai, harapan, bahkan kegelisahan bangsa dipantulkan. Namun cermin itu bisa saja buram bahkan retak jika yang kita pantulkan adalah kabar palsu, ujaran kebencian, polarisasi, dan sensasi tanpa makna. Kita menyaksikan sendiri bagaimana satu narasi bisa menyulut konflik, menggoyahkan kepercayaan dan persatuan, dan sebaliknya menggerakkan solidaritas dan menguatkan kesatuan. Maka tidak berlebihan jika ada yang mengatakan siapa yang menguasai narasi, dialah yang menentukan arah sejarah. Sahabat ASN di seluruh tanah air, dalam konteks inilah kita, aparatur sipil negara memegang peran amat signifikan. Kita sadar di era ini ASN bukan lagi sekedar pelaksana kebijakan, tetapi telah menjelma menjadi wajah negara di ruang publik, tentu termasuk di ruang digital. Namun kita menyadari sepenuhnya bahwa akan adanya realitas yang menunjukkan bahwa ASN belum sepenuhnya memahami secara menyeluruh etika bermedia sosial sehingga rentan terjebak dalam penyebaran narasi yang menyebabkan disinformasi atau justru unggahan yang mencederai netralitas kita sebagai ASN. Sobat ASN, maka sudah semestinya ASN harus menjadi penjaga narasi. bukan penyebar sensasi. ASN harus cakap namun juga bijak. Memahami bahwa setiap unggahannya bukan sekedar opini pribadi tapi membawa konsekuensi untuk negeri. Ia harus menjadi pemengaruh etis menebarkan nilai-nilai kebangsaan, empati, kolaborasi, dan literasi. Bukankah keadaban digital dimulai dari mereka yang paling sadar akan tanggung jawabnya? Kita harus mampu membangun kesadaran kolektif bahwa narasi bukan hanya soal diksi, tapi juga sebuah aksi. Bahwa jari-jari kita bukan sekedar alat mengetik, tapi tongkat penunjuk arah menuju masa depan ke mana arah bangsa ini akan berjalan. Sobat ASN di seluruh tanah air. Lalu bagaimana kita sebagai ASN bisa menjadi penjaga narasi untuk negeri yang kita cintai agar tidak cedera oleh disinformasi dan polarisasi. Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang dengan hormat para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Bapak Dadi Krismantono. Beliau adalah co-founder eventory dan seorang praktisi komunikasi. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Bapak Dr. Sukodo, M.Si. SI. Beliau adalah pakar komunikasi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Airlangga Surabaya sekaligus Ketua Umum Perhumas Surabaya Raya. Dan yang ketiga kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Ahyari Hananto, S. MB. Beliau adalah pendiri sekaligus direktur Good News from Indonesia GNFI Group. Nah, Sobat SN di seluruh tanah air, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-23 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bapak Dr. Lamlianto, SPMP atas opening speech yang sudah disampaikan. Dan memang sobat ASN di hari ini kita akan mendengarkan tiga materi dari tiga narasumber yang luar biasa. Namun sebelum kita berlanjut ke sesi pemaparan narasumber, Sobat ASN sudah dapat melakukan presensi pada halaman semesta Bangkok. Jadi, link presensi dapat Sobat ASN lihat pada running teks atau yang di Zoom meeting bisa lihat di kolom chat atau yang bergabung lewat YouTube channel BPSDM Jatim TV bisa melihat di pin chat-nya. Nah, tapi dikarenakan saat ini traffic presensi sir tinggi, bagi sobat ASN yang masih belum bisa mengakses presensi dapat mencoba kembali secara berkala. [Musik] Baik, Shabat ASN, materi pertama yang akan kita simak bersama-sama di hari ini, Kamis, 19 Juni 2025 akan disampaikan langsung oleh pendiri dan direktur Good News from Indonesia Group. Tidak lain tidak bukan adalah Bapak Akyari Hananto, S., MBA. [Musik] Asalamualaikum. Selamat pagi, Bapak. Waalaikumsalam. Selamat pagi, Bapak. Selamat pagi. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana kabarnya Paki hari ini? Alhamdulillah. Baik. Ee semoga yang para peserta dan Mbak Anisa tadi yang terhormat Pak Ramli juga baik juga. Iya. Waduh, ini mohon maaf Bapak suaranya agak sedikit terputus. Ee coba kita cek dulu teman-teman koneksinya sudah oke ya. Oke. Baik. Bagaimana Bapak Ari koneksinya sudah? Oke, sebentar. Apakah suara saya putus-putus, Bapak? Ee suara saya sekarang gimana, Mbak? Kalau Pak Ari kami menerimanya di sini e agak terputus-putus, Pak. Sebentar saya pakai headphone. Oke. Baik. Sudah jelas ya berarti ya. Oke, aman, Pak kalau gitu, Pak. Baik untuk SAT TSN sesaat lagi kita akan bersama-sama mendengarkan materi yang akan disampaikan oleh Bapak Akyari Hananto, pendiri dan juga direktur Good News from Indonesia Group. Namun sebelumnya saya ingin bertanya-tanya sedikit Bapak untuk eh kesibukan akhir-akhir ini sibuk apa nih, Pak? Ee ya ee suara saya gimana, Pak? Sudah terdengar jelas, Bapak. Alhamdulillah. Baik, baik. Eh saya ya beberapa hari ini juga ee sibuk mengajarkan sesuatu yang baru di dunia teknologi yaitu AI. He. Kita mengajarkan bagaimana menggunakan AI secara bertanggung jawab eh etis gitu ya ke beberapa berbagai kampus di Indonesia, berbagai lembaga pemerintah juga perusahaan-perusahaan. Oke, pas sekali ya di hari ini menyempatkan waktunya dengan schedule yang begitu padat untuk bisa menyapa Sobat ASN ini yang bergabung dari seluruh Indonesia loh, Pak Ari. Masyaallah terima kasih dan selamat datang. Saya kebetulan di Surabaya jadi enggak jauh rumah saya dari kantornya WBSDM tapi ee ini Zoom jadi lebih bagus. Oke. Baik kalau begitu tanpa perlu berlama-lama lagi mari kita simak bersama materi pertama yang akan disampaikan oleh Bapak Ari. Silakan Bapak kasih. Ee slide saya enggak ditampil ya. Oke, slide-nya apakah sudah tampil? Oke. Belum diful screen Bapak. Oke. Baik. Bagaimana sekarang? Sudah sudah oke. Oke, sudah apaapak materinya sudah bisa kami lihat bersama-sama. Baik, terima kasih ee kawan-kawan semuanya. Ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Ya, terima kasih. Ya, ini waktu saya enggak panjang, tapi semoga insyaallah bisa ee meng-cover beberapa hal yang ee sangat penting kita sampaikan karena hari ini betul-betul penting banget ya. Ee kita semua bisa bersosial media, kita semua bisa posting, kita semua bisa bikin konten yang bagus tapi bagaimana kita juga punya tanggung jawab sebagai terutama sebagai SN dan kita sebagai warga Indonesia anak bangsa untuk membawa narasi positif ya, terutama untuk masa depan Indonesia. Baik, lanjutkan. Nah, eh slide pertama ini sebenarnya cukup penting ya. Jadi kalau kita ee buka media hari ini entah itu TV, portal berita, maupun media sosial yang kita pakai, yang kita follow, maupun yang kita pegang gitu kan. Apa yang paling sering kita temuin? Dalam beberapa bulan terakhir ini kami mengadakan ee observasi di berbagai sosial media dan ee yang kami temukan adalah ee konten-konten yang mohon maaf ya ee ya penuh dengan konflik ee krisis, bencana. ee kegagalan-kegagalan, kemudian komplain-komplain, kritik-kritik dan segala macamnya. Nah, inilah yang saya sebut sebagai dominasi negativisme. Nah, ini sebenarnya bukan ee penting kita pahami bahwa eh ini bukan media yang jahat, bukan contonent kreator yang jahat atau publik kita yang pesimis, tapi dominasi itu muncul karena ada tiga mesin besar menurut saya yang ee saling memperkuat ya. Yang pertama ada di dalam diri kita sendiri. Ya. Jadi ee yang kedua ini jadi eh pertama adalah arsitektur komunis. Kalau dalam bahasa jurnalisme itu namanya eh apa namanya? Eh bias evolutioner. E evolution bias gitu. Jadi otak manusia sejak lama itu memang seolah ya seolah dirancang untuk ee cepat mendeteksi alarm bahaya. Jadi misalnya kita tahu atau kita akan lebih cepat bereaksi ketika melihat berita-berita misalnya kecelakaan beruntun di tol misalnya gitu daripada misalnya lalu lintas di Surabaya lancar dan tertib. Jadi ee ee ee akan kita akan akan selalu menyakikan bahwa kecelakaan beruntun di tol akan jauh lebih ramai, lebih viral dibandingkan dengan lalu lintas yang tertib, yang ramai, yang pengguna jalannya ee ee ee ee tertib, pengguna jalannya ee sesuai aturan dan segala macamnya. Kenapa? Karena yang yang ya karena yang bahaya yang alarm-alarm bahaya, berita-berita tentang bahaya itu langsung membikin otak kita menyala. Nah, dalam dunia psikologi kita mewarisi sistem alam darurat darah ee ee dari zaman dulu gitu ya. Dulu dipakai untuk mendeteksi buruan dulu ya. Ya. Atau melindungi ee ee apa namanya? mendetek ee melindungi ee e kinnya gitu. sekarang untuk dipakai mendeteksi ee notifikasi-notifikasi eh breakging news. Nah, yang kedua adalah ee ini sebenarnya jurnalisme standar lama yang sayangnya masih dipakai dan masih terjadi di sekitar kita. Jadi, ee di ruang redaksi ada ya kita selalu mengenal ada giom legendaris gitu. Bad news is good news. Nah, ini sebenarnya bukan mitos. ini beneran terjadi dan ini kita saksikan, kami observasi dan ini adalah seolah men dalam tanda petik ajaran resmi dalam dunia media gitu. Saya enggak bilang jurnalisme tapi j media ya. Berita soal misalnya skandal korupsi, perpecahan politik atau misalnya konflik sosial akan lebih cepat naik ke halaman utama, akan lebih cepat naik dalam ee apa namanya lini masa kita. ee misalnya ada dua berita penting yang datang bersamaan datang ke ee apa di posting bersamaan gitu kan. Misalnya ada sebuah desa yang berhasil mencapai misalnya swasembada sayuran atau swas sembada beras. Nah, melawan misalnya pejabat yang marah-marah saat kunjungan gitu. Kira-kira mana yang akan menjadi eh konten yang lebih viral ya you know the answer. Eh, dan ini terjadi dan ini sebenarnya memang apa namanya eh standar jurnalisme lama dalam tandar ya. Tapi ee dan hal ini terjadi ter sekitar kita dan masih akan terjadi dalam waktu yang lama lagi. Nah, yang ketiga adalah memang ee apa namanya dari sisi ekonomi klik dan algoritma. Jadi di dunia digital atensi adalah mata uang. Jadi perhatian audiens itu adalah mata uang dalam dunia digital. Semakin dramatis, semakin ee misalnya semakin gelap begitu ya, semakin viral ya. Misalnya begini, ee tahun 2024 ekonomi Indonesia itu bertumbuh 5% misalnya, itu akan kalah bersaing beritanya atau kontennya dibandingkan dengan ancaman krisis energi misalnya ee harga naik gaji stakn misalnya begitu, maka yang akan lebih viral adalah yang kedua gitu. Dan dan bahkan riset bilang bahwa satu kata negatif tambahan itu bisa menaikkan eh views, menaikkan impresi di media sosial itu sampai 12%. satu kata negatif itu bisa menaikkan ee impresi, menaikkan reach eh konten sebesar 20%. Ini bukan saya bilang, tapi eh riset yang saya yang saya cari ya. misalnya bayangkan membayangkan misalnya menambahkan kata gawat, menambahkan kata krisis, menambahkan kata ancaman misalnya itu performa konten itu akan naik dan ya itu jadi ujungnya adalah viralitas dan ujungnya adalah ekonomi. Dan pertanyaan sekarang adalah apakah kita akan membiarkan hal ini terjadi terus? Kita teruskan. Nah, ee dan ee hal ini sebenarnya bukan hanya perasaan kita kok seolah-olah ee konten-konten di media sosial saya banyak negatifnya ya atau banyak yang mohon maaf ya berita-berita yang atau konten-konten yang kurang berguna ya atau seperti apa gitu. Dan dan ini sebenarnya bukan bukan perasaan kita saja. Jadi sudah dibuktikan dalam studi yang dilakukan oleh eh New York Post tahun 2019 atau 2020 ya. itu adalah bahwa di banyak negara antara 90 sampai 95% berita atau konten itu cenderung negatif. Ya, kalau sudah seperti ini maka bisa dibilang hampir semua yang masuk dalam beranda kita, dalam lini masa kita ee dari Instagram, TikTok, maupun TV misalnya, maupun berita-berita online misalnya, itu didumasi oleh berita-berita yang negatif. Bukan berarti berita positif enggak ada, tapi berita negatif itu lebih viral, lebih mendapatkan perhatian. Dan ini bukan sama sekali bukan angka yang ini angka yang menurut saya tadi disampaikan oleh Pak Ramli mengerikan ya. Artinya kalau kita baca 10 berita dalam sehari, 10 konten dalam sehari, sembilan di antaranya akan membuat dunia kita seolah jelek semuanya sekitar kita jelek, negara kita jelek, lingkungan kita jelek, dan segala macamnya. Tentu saja realitasnya tidak seperti itu, gitu. Dan ini yang berbahaya. Ketika narasi negatif menjadi dominan, maka lambat laun ya ia akan mulai membentuk persepsi kita akan dunia yang yang isinya negatif semuanya ya. Kita akan jadi lebih mudah sinis, skeptis, takut dan lebih pesimis, lebih sulit percaya pada siapapun. Ya, kita biasa merasa seolah-olah semua orang itu dalam tanda pentik ya, semua orang itu enggak baik. Semua orang itu perlu dicurigai dalam tentu dan dan semua sistem rusak, semua pemimpin salah arah gitu. seolah-olah seperti itu. Dan ini bayangkan tadi disampaikan oleh Pak Ramli di permukaan, bayangkan dampaknya dari bagi generasi muda, generasi yang tumbuh dalam lingkungan informasi seperti itu, yang tidak lagi nonton TV, yang tidak lagi baca surat kabar, tapi tapi ter terekspos 100% terhadap berita-berita maupun konten-konen di sosial media. Nah, ini fakta mengejutkan laginya ini dari berbagai macam penelitian. Yang pertama adalah ini, Kawan-kawan. Jadi ee dan tadi sudah bicara tentang angka-angka yang membingungkan gitu, menakutkan gitu. Dan dan sekarang kita lihat fakta-fakta yang tidak kalah mengejutkannya menurut saya. Jadi ee ini saya pikir kawan-kawan dan kawan rekan-rekan ASN bisa dibaca sendiri ya. Tapi intinya adalah bahwa ee yang terakhir ini yang menurut saya cukup perlu kita perhatikan bahwa 66% website atau akun sosial media itu impresinya stagnan atau bahkan turun. Enggak naik-naik jika posting berita positif. Mungkin mungkin bisa jadi. Bisa jadi. Inilah mengapa akun-akun pemerintah, akun-akun dinas-dinas pemerintah itu enggak seviral misalnya lamitura atau akun-akun gosip atau akun-akun yang biasa menyampaikan hal yang sensasional gitu. Dan ini menjadi hal yang perlu ya kita pahami, perlu kita ee apa namanya? Kita ee serusi bersama. Nah, ini ini bukan hal yang menakut-nakutin begitu ya. Tapi menurut saya di Indonesia itu hal yang menurut saya lebih rumit. Satu ya. Jadi kalau kita ngomong tentang ee dominasi berita global ya itu sudah jadi tren dan itu tadi disampaikan oleh berbagai macam ee apa namanya eh penelitian dan ini adalah penelitian juga oleh RER Institute and University of Oxford 4 tahun yang lalu dan saya pikir belum banyak berubah era sekarang karena belum ada penelitian baru menurut saya ya yang saya jadi kalau kita ngomong tentang Indonesia maka kita akan melihat gambaran yang menurut saya menurut benak saya itu lebih kompleks. dan dan sebenarnya itu lebih sebenarnya bisa juga menjadi peluang bagi kita juga di Indonesia. Informasi ini bukan soal berita, tapi juga soal kepemilikan ee media. Jadi kekuasaan juga dan relasi antar kelompok. Jadi banyak media besar di Indonesia itu dimiliki oleh figur-figur yang yang sayangnya terlibat juga dalam politik, dalam bisnis besar dan mereka inilah yang kemudian membentuk opini-opini publik dengan kekuasaan dan daya jangka media ya. Ee mereka juga punya dana besar tak terbatas dalam tap peti untuk menguatkan amplifikasi ee ee berita-berita yang mereka sampaikan melalui melalui ee apa namanya? melalui ads, melalui boosting dan segala macamnya ya. Nah, ee ini bisa menjadi tantangan ya ee ee tapi sekaligus juga kesempatan untuk agar kita lebih bijak memilih dan memahami berita. Misalnya ada berita, "Oh, dari oh dari media itu kayaknya harus dicek ulang dah misalnya." Jadi ini membuat kita justru lebih aware menurut saya ya. Sayangnya kita juga punya kondisi seperti itu. Nah, kita tahu dari data menurut R Institute University of Oxford penelitian. Jadi tingkat kepercayaan publik terhadap media mainstream itu rendah, Kawan-kawan. Jadi hanya sekitar 39%. Jadi ee ee ee ini menurut saya ya mohon maaf ini hal yang tidak menguntungkan bagi Indonesia. Karena media besar yang menjadi rujukan kita itu dalam tanda petik itu justru tidak menjadi ee entitas yang dipercaya oleh publik Indonesia. Ini bukan saya yang bilang ya, tapi ee panel. Nah, yang menarik ini penting karena hal itu terjadi di saat yang sama. Media online dan media sosial media sosial terutama menjadi sumber berita yang paling dominan digunakan oleh 88% responden, 88% audiens. Dan ini terutama memang generasi muda. Dan di sinilah, kawan-kawan tantangan utama kita. Kenapa para pembuat berita, para pembuat konten di media sosial bukan mereka yang ahli bikin berita. Mereka bukan ahli membentuk opini mudik. Mungkin mereka juga punya literasi yang tidak begitu tinggi ya. Ee jutaan orang membaca, melihat, menonton, membagikan berita dan semua berikan berikutan. Tetapi di sinilah tantangan besarnya sosial media ya hari ini saat ini bukan hanya ruang berbagi informasi tapi ini juga menjadi medan pertempuran narasi. Inilah mengapa ee apa namanya em em ee topik atau tema hari ini sangat penting dan saya benar-benar harus ikut gitu. Karena medan pertempuran sebenarnya dalam landskap informasi di Indonesia itah di media sosial. ya. Dan dan dan inilah ruang viral yang penuh dengan banyak hal ya. Penuh dengan hoa dengan head speech, dengan sumpah serapah tempat konten politik dicampur dengan konten hiburan. Ee di sinilah ee ruang di mana konten-konten bisa memberas emosi kita dan kadang konten-konten penuh drama. Ya, ya, ya. yang yang yang lebih cepat naiknya, lebih banyak dikonsumsi dibanding konten-konten berbasis data gitu. Dan dan di sinilah ee ee apa namanya algoritma itu bermain ya kawan-kawan. Kita nanti akan sampai ke sana. Nah, dampaknya ini dampak dalam banyak hal. Dampak psikologis terutama itu banyak sekali. Ini juga berdasarkan penelitian. Pertama ada beban psikologis ya. Dan kawan-kawan ini mungkin terlihat ah enggaklah kayaknya tapi benar-benar ini terjadi dan ee kalau saya bisa bilang ada satu negara yang yang sempat dalam tap pentik menjadi korban ya ee beban psikologis berita-berita negatif. Tetangga kita Filipina ya dulu menjadi negara yang maju tahun 0-an sekarang ya mohon maaf seperti itu kita lebih maju gitu. Nah, ee ternyata kawan-kawan konsumsi berita negatif itu mempunyai hubungan langsung dengan kesehatan mental yang merugikan. Ya, ini penelitian nanti bisa diolah lebih lanjut nanti ee kawan-kawan bisaik ya di di Google ee kontribut berita negatif itu hubungannya langsung. Jadi ee studi demi studi ini menunjukkan hal yang sama. konsumsi berita negatif apalagi dalam jumlah besar dan berulang-ulang ulang ulang gitu itu ee berkaitan langsung dengan penurunan kesehatan mental dan ini merugikan sekali. Kemudian paparan berita yang buruk bisa meningkatkan gejala kecemasan, depresi, stres, overthanking, dan sedih gitu ya. Kalau kita melihat tiap hari melihat ee ee konten-konten di SOSM ya, ada perang di sana, ada perang di sini ya, itu tuh ee eh eh apa namanya ee ee ee membuat kita menjadi terbebani, depress gitu. Dan yang mengejutkan salah satu tuji bahkan menebutkan bahwa gejara ini bisa muncul hanya setelah 14 menit menonton atau mengkonsumsi ya konten-konten negatif. Bayangkan ya, kita scrolling timeline. Tadi Pak eh Ramli sampaikan, setiap hari itu kita mengonsumsi konten-kosial media selama 3 jam ya. Baik itu bangun tidur, pas makan siang, pas siang, sore hari, dan menjelang tidur. Ya, isinya kebanyakan negatif. Tadi dibilang ada 90% negatif. Ee apakah kita kemudian berharap tidur dengan nyenyak, dengan happy, bangunnya dengan nyaman dan semangat dan optimis? Rasanya agak sulit. otak kita enggak bisa bekerja seperti itu. Sehebat itu. Dan dan ini yang menjadi salah satu eh eh apa namanya? Konsent yang yang terus-menerus saya sampaikan dalam forum-forum itu. Nah, yang kedua adalah dampaknya scholing ya. Jadi ee jadi apa namanya? Setelah kita tahu bahwa berita negatif bisa memberikan kesehatan apa nam dampak pada kesehatan. Salah satu kebiasaan digital yang umum dari ini doom scrolling. Sorry ini salah salah tulis ya. Harusnya doom scrolling ya. Ee kenapa hal ini menjadi bahaya ya? Karena kita itu seolah lagi sekolah ya. Tapi yang kalau kita e buka sosm ya seolah kita sedang sekolah ya. Harusnya sekolah kan belajar hal yang berguna bermawa. Tapi yang kita ajarin yang diajarin ke kita setiap hari adalah kecemasan, ketakutan, rasa panik dan kadang-kadang ee prank dan segala macam. Fenomena seperti seperti ini fenomen. Jadi kita baca satu konten yang kita bikin cemas misalnya ekonomi melemah, ada perang, ada ancaman krisis, bencana di mana-mana tabrakan beruntun kemudian banjir, bencana dan seg muncul was-was. Terus kita cari B lain lagi mencari kepastian, tapi yang muncul adalah berita yang lebih buruk. Ini salah satu salah satu dampak negatif dari adanya algoritma dan akhirnya kita terjebak dalam satu ee ee ee ya namanya lingkaran setan begitu ya. Jadi cemas cari berita makin cemas cari lagi e kepastian kecemasannya makin dalam. ini yang disebut di sebagai doom scrolling atau headline anxiety atau keresahan keresahan konten. Nah, yang ketiga ini dampaknya adalah ini yang sudah dibahas ber ee apa namanya? berjirit-jirit oleh para ahli psikologis yaitu adalah learn helplessness atau sebenarnya eh sebenarnya ketidakberiayaan yang dipelajari itu adalah ee versi Google Tranger. Tapi sebenarnya ee menurut saya salah satu terjemahan paling pas adalah rasa menyerah yang diam-diam tumbuh dalam ee diri kita. rasa skeptis, rasa pesimis yang diam-diam tumbuh dalam mindset kita. Ini adalah keadaan di mana kita terlalu sering mendengar bahwa dunia sekitar kita ini kacau, bahwa sistemnya rusak, keadilan sulit ditegakkan. Ya, terlalu sering apa ya melihat masalah ditampilkan tanpa ada ruang-ruang publik untuk berbagi solusi, tanpa ruang untuk berbagi-bagi harapan. Dan dari situ, dari situ ya muncullah satu ee satu headline begitu ya dalam otak kita, dalam hati kita, dalam benak kita yang lahir satu keyakinan yang diam-diam tanpa kita sadari, ah mau diapain juga tetap aja gini sudahlah gitu. Kira-kira seperti itu. Dan dan dan kita mulai mengecilkan kemungkinan perubahan perbaikan ya. kita mulai menganggap kepeduluan sebagai sesuatu yang yang enggak wajar ya. Kita mulai percaya bahwa satu suara, satu arti, satu ide, perbaikan, perubahan kemudian menuju lebih baik itu tidak. Akhirnya semuanya kita akan menjadi ee kita akan menjadi memandang semua hal menjadi dari sisi yang pesimis, yang skeptis ya. Dan dan dan lalu secara perlahan kita berhenti peduli, kita berhenti mengikuti isu, kita ee bukan karena tidak peduli tapi karena merasa enggak sanggup ya memberikan ee kontribusi ya. Kita kemudian lambat-lambat menghindari berita. Jadi berita yang muncul dalam kita adalah rilis-rilis saja yang lucu-lucu yang lain-lain enggaklah ini ini mau ngapain aja enggak akan berubah dan lelah. Saya enggak punya daya untuk mengubah apapun dan yang paling menyedihkan adalah semakin banyak orang yang merasakan sama jutaan orang terpapal hari ini setiap hari mungkin puluhan juta. Tadi Pak Rami sampaikan 170 juta orang pengguna sosial media di Indonesia. Bayangkan ada berapa juta yang merasakan hal yang sama. Learn business. Waktu kurang dari 15 menit. Baik. Nah, ini ee dampak algoritmanya. Jadi ee mengapa hal ini terjadi? Sebenarnya ada beberapa hal, tapi salah satu yang dalam tanda petik perlu kita salahkan itu adalah algoritma di sosial media. Jadi, jadi ee sekarang kita kalau kita bilang algoritma ini adalah ee apa namanya? Feelingin ya atau atau tokoh tokoh jahatnya gitu ya. Ee dalam hal ini gitu. Algoritma itu sederhana. Ee apa namanya ee platform-platform sosurm itu memberikan tugas algoritma cuma satu saja. tugasnya di algoritma itu cuma diperintah satu hal oleh platform tersebut. Tunjukkan lebih banyak hal yang membuat user atau pengguna sosmet lebih lama atau berlama-lama pakai sosmet, berlama-lama scrolling, berlama-lama ee apa namanya di layar. Dan ternyata yang bikin orang bertahan lama bukan bukan dalam ya ini tadi kita sampaikan di depan ya bukan berita baik tapi ya tadi itu konflik drama hal negatif dan lain-lain ya jadi jadi ee algoritma itu terus belajar dan percayalah dia jagoan itu kalau belajar tahu bahwa kalau seseorang melihat video tentang orang yang bersedekah kita mungkin akan tersenyum alhamdulillah terus scroll lagi ya, orang lagi bayar zakat begitu ya atau orang lagi membantu orang itu dia alhamdulillah scroll, senyum, happy, tapi dia enggak share. Ini ini dipelajari oleh algoritma, dipelajari oleh platform-platform mungkin. Tapi kalau kita melihat orang yang debat keras soal politik yang lagi apa namanya misalnya sedang mengkritik ee pemerintah, mengkritik ee pemerintah daerah, mengkritik misalnya kepala PPSDM gitu misalnya. Kita bukan hanya nonton, kita baca komen-komennya tuh biasanya kalau kita sudah banyak komennya, kita share ke grup WA, kita share ke story, kita share ke kawan-kawan kita dan lain-lain banyak dramanya, semakin banyak ee krisisnya dalam kegawatannya, semakin ee berpotensi konten itu kita share ke orang lain. Jadi dan algoritma akan menganggap, "Ah, ini dia nih, si fulan ini senang yang kayak gini nih. Nah, saya kasih lebih banyak." Nah, dan dan dan ini yang kemudian dipelajari oleh algoritma. Jadi, amplifikasi konflik, amplifikasi drama, amplifikasi pesimisme, amplifikasi krisis, amplifikasi ee ee apa namanya? skeptis, skeptisme dan lain potong tanpa perbedaan pendapat atau kredit akan dipotoritaskan karena memanjang perdebatan. Nah, ini kawan-kawan penting ya. Salah satu eh alat atau tools paling jagoan membuat satu konten itu viral adalah komen. Semakin banyak komen, semakin viralah konten itu. Maka ketika kita melihat konten-konten ada orang berdebat di TV kemudian di-capture terus kemudian di-share di sosm maka perbedaan atau atau argumentasi itu berlanjut ke kolom komen dan ini disenangin oleh ee sosmet. Dan itulah kenapa kawan-kawan sebenarnya ee saya membawa satu ee ee apa namanya? misi kita mendirikan Good News from Indonesia ini ke tahun 2015 kita dirikan. Jadi ee intinya adalah ya ini terakhir ya menumbuhkan optimisnya dan percaya diri bangsa. Jadi orang Indonesia kalau sudah pesimis itu kalau orang pesimis ini secara serogis orang pesimis itu biasanya pikirannya jangka pendek. Orang optimis itu pikirannya jang jang panjang. Oh Indonesia tahun 100 2045 ngapain ya gitu. Tapi kalau orang pesimis kiranyaah besok atau minggu depan atau bulan depan atau tahun ini atau pemilu depan sekitar itu saja. Dan kemudian percaya diri Indonesia. Jadi kalau kita ke luar negeri misalnya itu bawa paspor Indonesia, kita berdiri tegak ya ee apa namanya e up gitu, bukan bukan merasa minder duluan. Nah, ini yang coba kita tumbuhkan hal-hal positif, prestasi kemudian ee ee apa namanya ee eh kebaikan kebak Indonesia kita tampilkan ya. Dan kami percaya seperti juga hal-hal negatif, optimisme itu juga menular ya. Selain itu kita juga melawan kelelahan informasi negatif ya. Percayalah banyak orang Indonesia sudah begitu lelah ee dengan informasi yang beredar di manapun. Kita sering mendapat DM, sering mendapat WA, terima kasih sudah menyabarkan hal-hal yang baikan Indonesia menjadi penghibur Lara begitu ya. Dan selain itu ya ini juga tadi saya bilang bahwa sebenarnya berita positif itu bukan enggak ada tapi kalah kalah viral dengan berita-berita yang ee kurang positif. Dan ini kami menyediakan platform agar cerita-cerita positif, cerita-cerita optimis, cerita-cerita baik tentang orang Indonesia, tentang Indonesia, tentang sejarah Indonesia, tentang seni Indonesia itu ee kepermukaan. Dan ee kita kalau kita ngomong tadi algoritma, maka beberapa hal yang kami lakukan ini secara singkat aja. Tentu saja nanti kalau misalnya ada ada apa eh event lebih lama lagi kita bisa inikan lebih r jadi bagaimana kami mengemas good news seperti hot news ya jadi kalau misalnya lambeturah itu mengelola gosip dengan begitu bagusnya dan viral kami memulai khusus dengan cara kami dan ternyata banyak hal yang bisa kami jangkau gitu kita juga main di mikr trrend jadi konten-konten kecil misalnya ada orang yang apa namanya ee memberikan ee sedekah ke ibu-ibu ee di pinggir jalan kemudian ee terjadi interaksi dan segala itu itu kita kita tampilkan itu mikr trren dan itu momen-momen dan ini yang disukai oleh orang-orang Indonesia. Jadi, human stories dan segala macam dan lain-lain ya. Yang terakhir ini yang kawan-kawan konsistensi. Konsistensi ya dalam bahasa Jermannya ini istikamah. Jadi bagaimana kami setiap hari, setiap hari ya kami membikin konten total dari tulisan video eh news sampai dan segala macam itu sekitar 80 sampai 90 konten per hari ya. Ini konsistensi dan total kami semua platform itu ada 6, juta 6,5 juta followers dengan 450 sampai 500 juta impresi per bulan. Dan ini kawan-kawan bisa melakukan hal yang sama. Kenapa? Kami memakai platform yang sama persis dengan yang kawan-kawan pakai. kami pakai Instagram, kami pakai TikTok, kami pakai YouTube dan segala macamnya. Kawan-kawan juga pakai itu. Kawan kami juga pakai CapCut, kami juga pakai ee Kanva dan kawan-kawan juga bisa pakai itu. Nah, kita mari ee melakukan hal yang lebih dan bagaimana. Jadi, jadi ini yang kemudian kami lakukan jadi eh branding dan public price. Jadi, ee apa namanya? kami terus melakukan branding bahwa yang namanya Indonesia itu tidak menulis soal negatif tapi banyak positif dan kita akan angkat kemudian konten-konten yang relevan, kolaborasi, kemudian interaksi dan partisipatif. Kita mengundang kawan-kawan semua para followers untuk mengirim berita, mengirim konten, mengirim video ee berkomentar dan lain-lain. Dan ini eh multi platformatform yang kami sampaikan tadi ada Good News from Indonesia, ada Good St apa namanya? ee berbasis data. Kemudian C Asia ini berbahasa Inggris dan kita sudah mampu menjangkau per bulan itu sekitar 150 sampai 170 juta orang Asia Tenggara. Hal baik tentang ee Indonesia. Baik, mari kita berkolaborasi dari saya. Itu saja semoga waktunya enggak melebar. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Ari atas materi yang sudah disampaikan. Mohon berkenan Bapak untuk tetap bergabung bersama kami karena sesaat lagi akan kami buka sesi tanya jawab. Enggak apa-apa Bapak ya? Silakan. Silakan. Oke. Baik. Jadi untuk sobat ASN yang ingin bertanya silakan untuk menggunakan fature raise hand untuk Anda yang bergabung melalui Zoom meeting dan yang bergabung di YouTube channel BPSDM Jatim TV silakan tuliskan pertanyaannya melalui live chat. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Oke, baik. Sekarang kita memasuki sesi tanya jawab ya bersama dengan Bapak Akyari Hananto. Silakan untuk yang ingin bertanya kita cek dulu siapa yang sudah menggunakan fitur raise hand ataupun yang sudah menuliskan pertanyaannya. Baik, ini sudah ada Bapak Dadang dari Diskominfo Tuban ya. Ini tadi pertanyaannya dituliskan lewat ee live chat-nya Zoom. Oke. Baik. Ini Pak Dadang akan kita tayangkan langsung atau saya bacakan aja nih pertanyaannya. Ada Pak Dadangak. Ada Pak Dadang enggak kira-kira ini? Selamat pagi, Pak Dadang. Apakah Pak Dadang masih bergabung di sini? Oke. Baik. Selamat pagi, Pak Dadang. Halo. Pagi. Pagi. Sehat, Bapak? Alhamdulillah. Alhamdulillah. Baik, silakan Pak Dadang untuk langsung mengajukan pertanyaannya ke Pak Ari. Oke. Ee selamat pagi, Mas Akyar. Iya. Kita dulu pernah ketemu di Tuban dan sekarang pernah ketemu di Tuban saya masih ingat jumpa di sini. Siap. Jadi kalau dulu kita ngomong sebagai admin atau apa gitu ya, sekarang mungkin kalau sekarang di sebagai ASN Mas ee sebag seperti yang dikatakan Pak Ramlianto tadi bagaimana kita bis ASN itu bisa menjadi penjaga narasi bukan hanya ee membuat sensasi padahal mungkin kita sendiri ini kan punya pemikiran sendiri, kita punya ee unek-unek apalagi yang mungkin mungkin ee ee dengan kebijakan yang berhubungan dengan kita. Nisalkan apalah biasanya kita kalau sudah ada gaji 13 apa itu sudah di ee sudah digodok luar biasa sudah di medsos kan luar biasa biasanya itu sebaiknya sebagai ASN sendiri itu sebenarnya kita itu sebatas mana kita bisa bersuara di media sosial gitu kan menurut Mas Ah bagaimana caranya untuk kita senar gimana gitu Mas cukup mungkin seperti itu dulu oke terima kasih pertanyaannya Pak Dada Dan untuk Bapak Ari bisa langsung dijawab saja Bapak ya. Ya. Ya. Apa namanya ini pertanyaan yang ee sangat kontekstual ya dan dan dan sebenarnya sensitif dan ee saya semoga bisa menjawab secara bijak, realistis gitu ya, tapi tetap menjaga memberi arah. Tapi intinya saya bukan ASN mungkin Pak Ramli yang jauh lebih jagoja. Tapi izinkan saya sebagai orang non ASN, saya sebagai ee partner dari ASN ee bisa menjawab itu ya, Pak Dadang ya. Baik, ini pertanyaan yang relevan ya, karena ASN ini punya posisi unik. Di satu sisi Pak Dadang dan kawan-kawan ASN yang lain adalah warga negara yang juga punya UPI nih, punya keresaan, punya undang tadi disampaikan punya hak untuk bersuara tapi di sisi lain ya ASN juga adalah perwakilan atau representasi langsung dari negara dan ini tentu saja membawa tanggung jawab tersendiri. Maka jawabannya bukan hitam putih menurut saya, tapi ASN itu boleh bersuara tapi dengan cara yang bagaimana bersuara tetap harus menjaga
Resume
Categories