Transcript
f-vH5umfsdc • ASN Belajar Seri 24 | 2025 - Hijrah ASN: Mengokohkan Identitas, Profesionalitas, Integritas Kuat
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0240_f-vH5umfsdc.txt
Kind: captions Language: id [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Jadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas [Musik] belajar wujud pemerintahan kelas dunia bukan tekad pantang menyerah jadi berkualit Kita [Musik] belajar [Musik] Yang berbahagia sobat ASN di seluruh Indonesia. Apa kabar semuanya? Ada sebuah pepatah mengatakan ilmu adalah cahaya yang menerangi jalan kehidupan. Dan hari ini kita semua berkumpul untuk mendapatkan cahaya itu. Dengan kerendahan hati, izinkan saya menyapa semua sobat ASN dengan salam silaturahmi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Saya M Santiawati merasa terhormat dipercaya untuk kedua kalinya menjadi moderator di acara webinar yang luar biasa kali ini. Baik, Sobat ASN. Tahun baru Islam 1 Muharam 1447 Hijriah yang jatuh pada tanggal 27 Juni 2025 besok menjadi momentum penting untuk merefleksikan nilai-nilai spiritual dan moral dalam kehidupan. Khususnya bagi Aparatur Sipil Negara ASN yang mengemban amanah sebagai pelayan publik. Lebih lanjut selengkapnya akan dibahas dalam webinar hari ini dengan tema Hijrah ASN mengokohkan identitas, mengembangkan profesionalitas dan menguatkan integritas. Kami mohon tepuk tangan dari Sobat ASN di seluruh Indonesia dan juga penonton yang ada di studio. Luar biasa. Masyaallah. Webinar hari ini terselenggara oleh BPSDM Jawa Timur dalam Zoom meeting maupun YouTube channel BPSDM Jatim TV. Kami di studio BPSDM Jatim yang berlokasi di Balongsari Tama tande Surabaya. Sobat SN telah hadir bersama kita dan saya ingin menyiapa terlebih dahulu yang terhormat Bapak Dr. Lamblianto, SPMP. selaku Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Yang kami hormati Bapak Dr. H. Ahmad Jasuli, S.H., M.Si. selaku Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Dr. H. Hamis Syafensiet, Magister Filsafat Islam selaku wakil direktur Pasca Sarjana UIN Sunan Ampel Surabaya dan juga Prof. Dr. Ir. Ahmad Jasidi, M. M. Engor Nadatul Ulama UNUSA. Luar biasa, matun sanget. Dan untuk agar lebih ceria lagi, ada sebuah pantun dari saya. Boleh jempolnya langsung dari kolom komentar dan juga teman-teman yang ada di studio boleh menjawab cakap. Bunga mawar tumbuh di taman. Cakep. Harumnya semerbak di pagi hari. Cakep. Mari kita semangat ikut webinar dan semoga wawasan bertambah nanti. Monoplaus-nya luar biasa jempolnya. Dan satu lagi enggak afdol kalau enggak dua ya. Burung camar terbang tinggi terbang ke awan menyapa mentari. Selamat datang di webinar ini. Persembahan cantik BPSDM Jatim TV. Luar biasa. Boleh tepuk tangannya. [Tepuk tangan] Menyapa ASN yang ikut live YouTube dan Zoom. Semoga nanti hari ini semakin banyak yang mengikuti dan tentunya dengan sukacita dan hati yang selalu bahagia. Ya. Baik, Sobat ASN sebelum kita berlanjut kami informasikan bahwa presensi sudah dapat diakses melalui website semesta Bangkok seperti yang tertera pada rounding atau chat Zoom dan mengisi survei serta mengisi lembar monev maka sertifikat akan muncul 1 kali 24 jam. Jangan lupa dicek secara berkala dan ada informasi tambahan menyampaikan tata cara menjawab dengan rais hand dan akan dipilih oleh kami dua orang penanya tentunya yang beruntung dipilih ya. Dan untuk tata tertib webinar juga kami mohon untuk selalu ee kamera diperlihatkan dan juga nanti ada sesi diskusi menyebutkan identitas nama dan dari instansi mana dan nanti panitia yang akan memilih. Baik, Sobat ASN webinar bidang PPP PPK seri 24 Momentum Muharram 1447 Hijriah membangun integritas ASN di era digital diselenggarakan sebagai bagian dari upaya peningkatan nilai-nilai integritas ASN melalui pendekatan spiritual dan kontektual dengan memanfaatkan momentum Muharam untuk menguatkan komitmen etika dan profesionalisme ASN di tengah dinamika global. Selengkapnya akan dibahas di ASN Belajar Seri 24 Tahun 2025. [Musik] Sobat SN untuk membuka webinar seri 24 tahun 2025 hari ini, mari kita sambut bersama opening speech dari Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SP,MP. Kami silakan. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 26 Juni 2025, ASN belajar telah memasuki seri ke-24. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih, kami selalu berkomitmen sekaligus terus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi ASN yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-24 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka turut bersiap menyongsong datangnya tahun baru Islam Hijriah yang insyaallah akan kita masuki mulai besok hari Jumat. sebuah momentum yang tentu saja bukan sekedar penanda pergantian waktu, namun momen ini adalah undangan untuk merenung, bergerak, bertumbuh, dan berkembang. Karena sejatinya tahun baru hijrah bukanlah sekedar seremoni, melainkan energi untuk transformasi. Karena momen pergantian tahun ini sangat penting untuk kita mempersiapkan dengan baik, maka ASN Belajar seri ke-24 tahun 2025 ini mengangkat topik hijrah ASN, mengokohkan identitas, mengembangkan profesionalitas, dan menguatkan integritas. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sobat ASN di seluruh tanah air, kita paham bahwa sejatinya hijrah bukan sekedar mobilitas spasial. Ia juga merupakan perpindahan makna dari keterbatasan menuju ke lapangan jiwa. dari zona nyaman menuju medan perjuangan. Sejarah mencatat ketika Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam berhijrah dari Makkah ke Madinah, beliau tidak hanya berpindah kota, tapi membangun peradaban baru. Sejarah mencatat hijrah menjadi tonggak lahirnya masyarakat yang adil, beradab, dan berlandaskan nilai-nilai luhur. Hijrah adalah jejak agung dari seorang nabi yang memilih pengorbanan demi keluhuran nilai. Hijrah adalah titik balik dari sejarah peradaban Islam bukan dalam dentuman perang, tapi dalam keberanian berpindah dari keterkungkungan menuju kebebasan spiritual dan sosial. Hijrah adalah simbol transisi besar dari keimanan personal menuju tanggung jawab kolektif dari keislaman yang tersembunyi menuju peradaban yang terang benderang. Sobat TSN, lalu apa esensi hijrah bagi kita para aparatur sipil negara? Hijrah ASN semestinya menjadi perjalanan spiritual menuju jati diri yang utuh. Kita bukan sekedar pelaksana administrasi, tapi penjaga amanah publik. Maka mengokohkan identitas berarti memahami siapa kita. Abdi negara yang netral, inklusif, dan berpihak pada pelayanan. Bukan ASN yang larut dalam kepentingan, tetapi ASN yang teguh dalam nilai kebangsaan. Bukan ASN yang sekedar hijrah untuk berpindah tempat, tetapi mengembangkan profesionalitas secara berkelanjutan. Sobat ASN, kita sadar bahwa pengabdian hari ini tidak cukup dengan niat baik. Ia harus ditopang oleh kompetensi, inovasi, dan keberanian belajar ulang. Di tengah dunia yang serba cepat, ASN tidak boleh menjadi pengikut lambat. Kita harus menjadi garda terdepan perubahan yang bermakna. Dan yang paling mendasar, hijrah adalah penguatan integritas. Seperti Nabi Muhammad yang dikenal dengan gelar al-Amin, ASN hari ini dituntut untuk menjadi teladan bukan hanya dalam pekerjaan, tapi juga dalam karakter. Dalam dunia digital yang rentan bias dan polarisasi, ASN harus hadir sebagai penjernih bukan penyulut api perpecahan. Kita berharap webinar kita kali ini bukan hanya menjadi ajang diskusi, tapi juga ruang perenungan. Apakah selama ini kita sudah benar-benar hijrah dari pola lama menuju budaya kerja yang bermakna? Sudahkah kita menjadikan status kita sebagai ASN sebagai ladang amal, bukan sekedar tangga prestise? Sahabat ASN di seluruh tanah air. Lalu bagaimana kita sebagai ASN Indonesia melakukan ikhtiar hijrah kolektif untuk membangun Indonesia yang lebih melayani, lebih profesional, lebih bermantabat. Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Dr. K.H. Ahmad Jazuli, S., M.Si. Beliau adalah asisten administrasi umum sekretariat daerah Provinsi Jawa Timur sekaligus beliau adalah dewan pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Bapak Dr. H. Hamis Safak, Lc., M. Beliau adalah Wakil Direktur Pasca Sarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Dan yang ketiga kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Prof. Dr. H. Ir. Ahmad Jazidi Master Engineering. Beliau adalah Rektor Universitas Nahdatul Ulama Surabaya. Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air, mari kita simak dengan seksama webinar ASN Belajar seri ke-24 tahun 2025 ini. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Demikianlah tadi opening speech dari Bapak Dr. Ramlianto, SPMP selaku Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Luar biasa. Terima kasih, Bapak. Dan berbagai tantangan seperti lemahnya kepatuhan terhadap kode etik, konflik kepentingan, penyalahgunaan kewenangan, serta rendahnya akuntabilitas dalam pelayanan publik. Tantangan tantangan-tantangan ini menjadi semakin kompleks dengan hadirnya era digitalisasi yang membuka peluang bagi terjadinya manipulasi data dan informasi. Dalam konteks ini, Muharram menjadi momentum reflektif untuk memperkuat landasan moral dan spiritual ASN dalam menghadapi berbagai tantangan tersebut. Sekaligus memperbarui niat dan orientasi kerja untuk menjadi pelayanan publik yang lebih bersih dan bermanfaat juga bermartabat tentunya. NJ. Dan untuk selanjutnya adalah kenot speech. Hari ini beliau menjabat sebagai asisten administrasi umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur dan beliau menempuh S3 di salah satu universitas di Surabaya pada tahun 2010. Hari ini akan memberikan pemahaman yang bertajuk makna bulan Muharram dan relevansinya dengan pembangunan karakter ASN. Luar biasa. Dan tentunya Sobat ASN harus tetap bersemangat ya untuk hari ini. Karena memang kalau tanpa semangat yang sangat luar biasa sangat berbahaya sekali. Mohon izin minta kertasnya. Kertas. Kertas. Kertas. Mati. Mati. Kita langsung menyapa kepada Bapak yang telah hadir hari ini, kepada Bapak Dr. H. Ahmad Jasuli, S.H., M.Si. si selaku asisten administrasi umum sekretariat daerah provinsi Jawa Timur. Bapak apakah sudah hadir? Kami menyapa Bapak. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat untuk semua yang ikut Zoom hari ini. Alhamdulillah. Baik. Luar biasa. Boleh tepuk tangan untuk Bapak Ahmad Jule. Luar biasa yang ada di studio. Baik, gimana kabarnya Bapak? Sehat? Alhamdulillah. Sehat. Alhamdulillah. Penuh semangat baik untuk melayani masyarakat. Masyaallah luar biasa. Bapak Matun sanget karena sudah hadir hari ini sebagai knot speaker dan hari ini juga terima kasih telah menyempatkan waktunya. Dan kami persilakan kepada Bapak Ahmad Jasuli kami. Silakan. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita semuanya. Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah sayyidina Muhammadin ibni abdillah wa ala alihi wa ashabihi waman tabiah. La haula wala quwwata illa billah. Amma ba'du. Yang saya hormati, saya banggakan Bapak Kepala BPSDM Bapak Dr. H. Ramlianto, Sp. Kepala BPSDM yang energik, yang penuh inovasi, semangat mengabdi tanpa henti. Yang saya hormati Bapak Rektor UNA Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Prof. Dr. Ir. Ahmad Jayidi, Magister Engineering. Tidak lupa yang saya hormati juga Bapak Dr. H. Hamanus Rafak, LC, MFIL, Wakil Direktur Pasca Sarjana Wiinsa dan ee host kita ini Mbak Maya Setiawati yang selalu semangat memandu acara ee webinar ASN ee yang digagas BPSDM Jawa Timur. seluruh ee peserta webinar, rekan-rekan utamanya ASN di mana pun berada di seluruh Indonesia yang sedang mengikuti ee ASN Belajar hari ini. Alhamdulillah kita hari ini dipertemukan pada kegiatan yang mulia thaol ilmi mencari ilmu sekaligus nuansa memperingati menyongsong tahun baru hijriah Hijriah. Karena itu kami sampaikan kepada rekan-rekan ASN yang beragama Islam, selamat ee menyambut tahun baru 1 Muharam 1447 Hijriah. Mudah-mudahan di tahun baru hijriah ini kita semakin meningkat kinerjanya dan tetap selalu dalam lindungan Allah Subhanahu wa taala. Bapak, Ibu yang saya hormati. Ee saya mengambil tema semangat berhijrah, membangun komitmen, integritas, dan profesional. Tema ini kiranya sangat tepat untuk menggugah kembali dalam rangka kita berhijrah. Karena hakikat berhijrah adalah ee sesuai dengan ee sabda Nabi, almuhajiru man hajaro ma nahallah an. Bahwa seseorang yang berhijrah adalah seseorang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah. sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Kepala BFBSDM tadi bahwa berhijrah ini kita memperingatinya dengan kegiatan ASN belajar yang beliau tadi katakan bahwa ASN belajar hari ini dengan semangat berhijrah janganlah merupakan ajang diskusi, tapi bagaimana merenungkan kan ya muhasabah apa yang sudah kita lakukan kemarin, kekurangannya apa, hal-hal yang pengalaman-pengalaman apa untuk kita sempurnakan ya tahun mendatang. Pendeka, sesuai sabda Nabi lagi. Apa yang tidak baik kita tinggalkan, kita sempurnakan. berhijrah hakikatnya adalah menuju yang lebih baik, meninggalkan hal-hal yang dilarang atau yang kurang baik menjadi yang baik. Untuk itu ee di awal kami sampaikan hendaknya mari kita renungkan filosofi ada mutiara hikmah. Mutiara hikmah yang perlu kita camkan. Siapapun perlu mengecap ee menghayati ada mutiara hikmah. Penderitaan itu datang saat rasa syukur itu hilang. Ya, ini di ee saya tayangkan dalam slide ini. Kira-kira bisa dicatat, perlu kita renungkan, kita hayati mutiara hikmah ini bahwa penderitaan itu datang saat rasa syukur itu hilang. tidak pandang siapapun, pejabat ya, orang yang berpengaruh, orang kaya, siapapun hidupnya akan menderita, akan galau, akan sedih, hidupnya tidak tenang, tidak ada kedamaian, sambat ketika rasa syukur itu hilang. Karena apa? Kita ini punya keinginan dan kebutuhan. Ya, manusia termasuk ASN hakikatnya kita ini lebih banyak keinginannya dari daripada kebutuhannya. Kalau kita mengikuti keinginan terus tidak ada habisnya. Makanya penderitaan itu datang saat rasa syukur itu hilang. Kalau kita banyak keinginan, banyak kemauan, ya ini hidup kita akan terasa kurang terus. Tepat yang disabdakan oleh Rasulullah, laisal ginail ard wakinal nafs. Bukanlah kekayaan itu karena banyak harta, banyak materi, tetapi kekayaan adalah ghinan nafs, yaitu kekayaan jiwanya, hatinya. Ya, makanya ee sekaya ya siapapun setinggi jabatannya ya kalau orang itu tidak ada rasa cukur maka yang didapati adalah kegalauan, rasa kurang, tidak ada kedamaian. Kalau dalam bahasa arek Surabayo iwak bandeng akeh rine. Nuruti seneng ggak ono marine ya. Jadi keinginan itu gak ada habis-habisnya. Makanya syukur itulah yang menjadikan kita bahagia. Syukur itulah yang menjadikan kita kaya. Syukur itu menjadikan kita cukup. Syukur itu akan menjadikan kita qanaah. Bukan cukup dulu baru bersyukur, tapi karena syukur itu adalah cukup. Nah, ini perlu saya tanamkan kepada ee rekan-rekan ASN di mana pun berada, terutama ee calon-calon CP ee ASN yang baru, terutama Jawa Timur ada 2.500 ASN baru yang ee bergabung kita. Saya tolong modal syukur inilah yang akan mengantarkan kita penuh kedamaian di dalam mengabdi. Tidak mudah ee sedih, tidak mudah ee sambat gundah gulana kalau kita mengikuti keinginan tidak ada putus-putusnya. Baik, itu sebagai pengantar saya. Next. Selanjutnya kami di dalam semangat berhijrah ini ee kami menyampaikan hendaknya Menpan RB yang telah mencanangkan ASN berakhlak. Berakhlak ini hendaknya ee dipahami, direnungkan, dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. baik berakhlak alampan maupun berakhlak sesuai dengan sabda Nabi. Kalau berakhlak secara ee arti harfiah menurut Menpan RB, Kementerian Menpan RB adalah berorientasi pelayanan yang akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Itu secara harfiah makna dari berakhlak. Sedangkan kalau menyimak sabda Rasulullah, innama buitu liutamima makarimal akhlak. Sesungguhnya aku diutus adalah untuk menyempurnakan akhlak. Di sinilah bahwa Nabi Muhammad diturunkan di Makkah di masyarakat jahiliah, masyarakat bodoh dalam arti mental, moralitas, kepribadian. Sangat bobrok. Sampai-sampai kalau punya anak perempuan malu dikubur hidup-hidupan ya, bagaimana ee masyarakat jahiliah perilakunya yang tidak beriman, mereka yang ee suka mabuk dan sebagainya dirubah oleh Rasulullah dari jahiliah menjadi yang akhlakul karimah, dari yang biadab menjadi beradab, dari yang gelap yang gelap menjadi penuh cahaya. Ini berakhlak. Makanya ee saya mengapresiasi Kemenpan RB adanya berakhlak ini baik secara makna harfiah yaitu yang ASN yang akuntabel. akuntabel dalam arti dapat dipercaya ya dipertanggungjawabkan kinerjanya kompeten jadi bekerja sesuai dengan ee keahliannya, kompetensinya harmonis, bisa menselaraskan program-program, tidak ada ketimpangan ya serasi loyal ASN yang loyal kepada NKRI, loyal kepada atasan. Dalam arti kita jangan sampai dalam ketinasan kita itu menjadi duri dalam daging atau menggunting dalam lipatan. Pendek kata loyal kita harus ee loyal tetap dengan koridor regulasi. Bagaimana loyal kita jangan sampai ASN lebih-lebih terprovokasi dengan paham-paham yang anti NKRI, tidak loyal pada negara. bahwa ASN inilah harus loyal, tegak lurus kepada pemerintah NKRI, adaptif bagaimana ASN ini di mana pun bekerja bisa ee adaptasi dengan lingkungannya, adaptasi dengan dunia kerjanya, OPD mana, instansi apapun bisa adaptasi ya. Kemudian kolaboratif, kolaborasi, bisa kerja sama, bersinergi, saling mengisi. Pendek kata, kita kerja sama penuh supportif, support sesama ASN, bersinergi kebersamaan. Bagaimana kita kerja sama yang bagus? kerja sama dalam arti taw bilhaq wa tawab. Next. Ee para peserta webinar ASN belajar ini yang ke-24 tahun 2025 yang saya banggakan. Karena itu ASN berakhlak harapan kita sudah barang tentu ikuti filosofi tanaman padi. Tanaman padi adalah tanaman yang menggambarkan semakin tua semakin merunduk, semakin berisi, semakin merendah. Ini adalah padi ya. Nah, bagaimana kita kalau jabatan semakin tinggi? keilmuannya semakin banyak, wawasannya semakin luas, hendaknya berbanding lurus keilmuannya dengan sikapnya. Kalau boleh semangat berhijrah, kita mengikuti filosofinya para ahli hikmah yang mengatakan alilmu kalmah wal adabu kalmiah. Ilmu itu ibarat garam. Sedangkan adab, moral, etika, akhlak itu ibarat air. Jadi kalau orang punya ilmu satu sendok, maka akhlaknya, kepribadiannya, moralitasnya ibarat air harus satu baskom, satu kuala sehingga bisa dirasakan. Jangan sampai ilmunya banyak tapi moralnya pandai tapi supa marap, koruptor, manipulasi, mendzalimi, mempersulit. Nah, ini walaupun pandai tidak ada nilainya. Ibarat garam 1 sendok air 1 sendok, garam 1 sendok tidak bisa dirasakan. Makanya filosofi padi hendaknya diterapkan oleh ASN, para pejabatnya, ASN-nya. Sehingga kita akan terbentuk kepribadian seorang ASN yang ramah, yang semel, ikhlas melayani, tidak sombong, tidak egois. Ee kami ada kisah inspiratif. Kisah inspiratif ada ee seorang profesor suatu ketika dia menelusuri atau ee menikmati suasana pantai di sore hari. Si profesor ini melihat nelayan pakai perahu ya. Kemudian dipanggilnya, dipanggillah si nelayan, profesor ikut naik perahu. Ya, ketika naik perahu itu terjadi dialog. Si profesor mengatakan, bertanya, "Sudah lama Pak nelayan, Anda mempunyai profesi seperti ini?" Apa, Prof? Saya gak ngerti apa profesi ini. Oh, profesi ya. Anda menikuti pekerjaan sebagai nelayan sudah lama. Oh, sudah lama, Prof. Sudah lama. Puluhan tahun. Nah, ini menunjukkan bahwa kita ini harus bisa bahasa yang merakyat. Si profesor mengatakan profesi. Kemudian melanjutkan pertanyaannya profesor ini ee ketika dalam perjalanan ya melihat di laut ini ada ikan-ikan yang banyak itu. Profesor bertanya kepada nelayan, "Wah, ikannya bagus-bagus. Banyak ini, Pak. Nelayan ini ikan ini adalah bagian dari ilmu biologi. Ini makhluk biologi. Anda tahu, Pak, nelayan apa ilmu biologi itu? Kata nelayan enggak tahu, Prof. Saya apa biologi? Profesor mengatakan, "Wah, Anda ini tiap hari di laut gak ngerti biologi. Anda kehilangan kehidupanmu 30%." Ini kata profesor. Terus melanjutkan perjalanan. ee di kejauhan tanpa pegunungan. Profesor mengatakan itu gunung-gunung yang tinggi itu adalah bagian daripada ilmu geografi. Pak Nelayan tahukah geografi? Wah, gak tahu Prof. biografi wong saya ini sekolah SD saja gak tamat. Wah, kata Profesor, Anda ini kehilangan 30% kehidupanmu, gak tahu geografi. Lanjut perjalanan sampai mengarungi tepi pantai sampai malam hari. ya kira-kira menjelang isya lah. Kemudian si profesor bilang, "Wah, indahnya Pak Nelayan ya di pantai ini melihat di atas bintang-bintang seperti ini. Wah, ini bagian dari ee ilmu planetologi." Anda tahu apa planetologi itu? Nelayan apalagi itu Prof. Gak tahu, Prof. Wong kami ini yang sehari-hari di pantai loh, Anda gak tahu peranologi. Wah, Anda ini kehilangan 30% dari kehidupanmu. Wah, dengan bangganya Profeton mengatakan demikian. Apa yang terjadi? Nilalah. Wah, ini baca nilala ini apa ya? Yang dilalah ya. Dilalah. Wah, ada gelombang yang besar dari tengah lautan ya. ombak yang besar sampai perahu si nelayan sama profesor ini terguling terbalik. Alangkah kagetnya Pak Profesor itu nelayan dengan polosnya bertanya, "Pak Profesor, Anda tahukah ilmu tentang renang?" "Wah, saya ndak bisa, Pak." Nelayan. Kata nelayan, "Wah, profesor ini 100% hilang kehidupannya." Nah, dari kisah inspiratif ini menunjukkan bahwa sepandai siapapun pasti ada kekurangannya. Dan sekurangnya serendah profesi, serendah pendidikan seseorang ada nilai lebihnya. Makanya filosofi padi gak boleh kita menyombongkan diri. ee SN belajar yang saya banggakan ee itu filosofi ee tanaman padi yang kiranya perlu kita contoh siapapun profesinya, terutama para pimpinan, terutama para ilmuwan ketika sudah pandai jangan ee merasa paling hebat bahwa sepandai-pandai seseorang pasti ada kekurangannya. ya dalam arti siapapun ada kekurangan dan kelebihannya. Untuk itu harus kita pahami para ASN wajib belajar yang hari ini mengikuti. Yang saya banggakan. Nah, selamat berhijrah. Filosofi padi perlu kita tanamkan. Selanjutnya kita harus ee sebagai ASN yang sudah berakhlak, yang sudah ee mempunyai filosofi seperti padi itu. Kita sudah melihat hari ini berhijrah. Mungkin ada bertanya, "Mohon maaf saya kok pakaian begini hari ini." Maaf ini bagi ASN di luar Jawa Timur ini adalah PKJ ya, pakaian khas Jawa Timur. Karena saya akan melantik beberapa pejabat fungsional. PKJ itu pakaian khas Jawa Timur. Kadang-kadang diplesetkan oleh teman-teman PKJ itu adalah pakaian kiai JJRI. Nah, ini ini ya. Baik itu intermeso berhijrah ini dengan seperti itu filosofinya tanaman padi maka yang dibutuhkan oleh masyarakat kita adalah pelayanan prima. dengan penuh integritas. Ya, pelayanan prima bahwa ASN itu harus paham ASN adalah khadimul ummah. Ya, ini maaf operatornya sedang meninggalkan tempat ini sehingga slide-nya baru belum berpindah ini ya. Jadi, pelayanan prima dengan penuh integritas. Maksudnya bagaimana kita sebagai khadimul ummah pelayanan masyarakat bahwa ASN adalah abdi negara dan abdi masyarakat. Ya, harus luluh menempatkan diri sebagai pelayan bukan dilayani. Penuh integritas. Maksudnya kita ini penuh keikhlasan, kita penuh kejujuran, tidak curang, tidak mempersulit. Hindari. Kalau ada istilah pelayanan, kalau bisa dipermudah, kenapa dipersulit? Ya. E hindari kalimat kalau bisa dipersulit, kenapa dipermudah? Kita harus berkomitmen. Kalau bisa dipermudah, kenapa dipersulit? Selama regulasi memenuhi, upayakan pelayanan mudah, cepat, tepat, selamat. Cepat dalam arti tidak menunda-nunda, tepat sesuai dengan regulasi dan akhirnya selamat. Next. Ee kalau itu yang kita lakukan, semangat berhijrah, maka hidup kita menjadi ASN ini, kita akan menjadi ASN yang bermanfaat. Maksudnya di mana pun berada kita membawa kedamaian, membawa kesejukan ya di mana pun berada tugas-tugas kita. akan kita laksanakan dengan orientasi kepentingan masyarakat bukan kepentingan pribadi. Pendek kata bermanfaat itu adalah ASN dambaan masyarakat keberadaannya membawa kesejukan, pelayanan prima, peduli kepada masyarakat yang sering saya sampaikan dengan 4 K melayani penuh dengan salam, senyum, sapa, santun. Alangkah indahnya masyarakat melihat ASN yang demikian sehingga peradaannya keberadaannya penuh manfaat. ASN tidak hanya cukup bermanfaat tapi harus selamat. Kita tidak ingin tugas-tugas tercapai ya, visi misi bupati tercapai tapi kita tidak selamat. Nauzubillah. Jangan sampai manfaat tapi tidak selamat di dunianya. Apalagi kena 3K kepolisian, kejasaan, KPK. Nauzubillah. Karena itu harus perlu kehati-hatian, harus selalu memahami regulasi ketentuan. Jangan ada mainstream apa niat jelek untuk berbuat tidak baik apalagi menyalahkan, menyalahgunakan jabatan atau marup atau ee manipulasi. Sehingga dengan demikian akan selamat. Insyaallah kita kalau komitmen melayani masyarakat dengan keikhlasan akan selamat dunia akhirat. Pada akhirnya kesimpulan yang saya sampaikan ini sesuai dengan judulnya. Judul ada itu semangat. Tadi kami di awal semangat hijrah adalah membangun komitmen integritas dan profesional. Maksudnya kita sebagai ASN komitmen ya niat ikhlas melayani komitmen kita pengabdian integritas penuh kejujuran, kepribadian yang betul-betul ee integritas tidak ee angkoro murko, adigong adiguno, berintegritas, bisa dipercaya kejujurannya dan profesional. profesional, memberikan pelayanan profesional ya dalam arti ee sesuai dengan keahliannya melayani betul-betul ee mereka profesi keahlian masing-masing. Jangan sampai kita ini bekerja tidak profesional, selalu keliru menempatkan orang tidak on the track. Ya, pendek kata, semangat berijirah membangun eh komitmen integritas profesional. Tiga hal ini penting kita singkat dengan KIP, komitmen integritas profesional. KIP itu juga sejalan dengan petunjuk-petunjuk Bu Gubernur bahwa Gubernur kita adalah KIP Kifah Indar Parawansyah. Itu yang kami sampaikan. Mudah-mudahan ada guna manfaatnya. Selamat mengabdi dengan keikhlasan. Mudah-mudahan kita selalu sukses dalam lindungan Allah Subhanahu wa taala. Maturun. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Dr. H. Ahmad Jasuli, S.H., M.Si. selaku Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Bapak matur nuhun sanget atas informasi yang disampaikan. Tauziah dan luar biasa Bapak ya tadi penderitaan itu datang saat rasa syukur itu hilang. Waduh, itu saya langsung nujep di sini Bapak. Luar biasa. Dan ini tadi yang paling kita semua itu ngakak ya. Iwak bandeng akeh rine. Nuruti karep gak ono marine. Masyaallah luar biasa sekali kata-kata itu. Bapak pasti akan kita renungi banget untuk hari ini. Dan mohon izin karena sesi selanjutnya adalah tanya jawab. Mohon izin Bapak apakah Bapak berkenan untuk sesi tanya jawab dari dua peserta atau mungkin ee kebetulan kan Bapak mungkin jadwalnya penuh ya Bapak. Mohon izin. Pripun Bapak kami tawarkan terlebih dahulu. penanya monggo. Baik. Masyaallah. Mau melantik pejabat fungsional injih. Pangapunten sanget Bapak. Alhamdulillah. Mat saya di ajak untuk kepala BPSDM untuk urun rembuk air belajar ini. Akhirnya kita ini harus selalu sinergi, saling mengi, tawas bilhaq, tawir, saling mengingatkan hal yang kebenaran dan kesabaran. Lanjut. Barangkali ada satu dua pertanyaan. P. Baik, terima kasih. Namun sebelum itu kami mohon tentunya tepuk tangan dari teman-teman yang ada di studio untuk Bapak Jasuli. Luar biasa. Dan boleh untuk pertanyaan pertama mungkin dari seluruh ASN, Sobat ASN di Indonesia mungkin ada yang ingin bertanya dan jangan lupa untuk menyebutkan ee dari mana instansi Anda, atas nama siapa dan monggo kami persilakan. Halo, bisa didengar? Baik, Bapak. Sekali lagi Bapak mohon izin. Baik, kami coba Bapak dengan Bapak siapa Bapak? Kami menyapa dari Asalamualaikum Bapak. Alhamdulillah sudah terdengar jelas Bapak. Baik. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Disilakan Bapak. Dari mana Bapak? Mohon izin. Dari Kabupaten Banyuwangi. Masyaallah luar biasa. Banyuwangi. Bapak siapa, Pak? Mohon izin Bapak Shihin. Bapak Shihin. Wah, orang saleh Indonesia ini. Masyaallah. Amin. Luar biasa. Monggo disilakan Bapak Salhin. Monggo. Baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Haji Ahmad Zasulni yang saya hormati. Mohon maaf kami enggak terlalu panjang lebar untuk ee mengatakan bahwa hari ini kan sudah ya nanti malam sudah 1 Muharam. malam 1 Muharram. Mudah-mudahan kita semua selalu diberi panjang umur, umur, berkah, dan manfaat. Ada beberapa satu aja yang kami tanyakan karena sangat penting ini kami sebagai ASN di Kabupaten Banyuwangi bertanya bagaimana dari apa, Pakin kalau tahu guru apa di saya di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Banyuangi. Dari Kepala Dinas Perpustakaan. Monggo. Engih. Ee bagaimana ASN dapat memahami hijrah sebagai momentum untuk memperbaharui tekad, kemudian meningkatkan kualitas pengabdian, dan mengabdi menghadapi tantangan dalam menghadapi tantangan zaman dengan semangat perubahan yang berkelanjutan. ee ini kami juga ASN kepengin pencerahan dari Bapak Haji untuk menghadapi ee tahun-tahun yang akan datang supaya AS bisa melayani seperti yang dikatakan Pak Haji tadi yaitu ee mengembangkan profesionalitas dan menguatkan sinergi. Itu aja Pak yang perlu kami tanyakan. Mohon maaf. Kami akhiri wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Satu dulu apa tambah lagi yang lain langsung dijawab. Bagaimana ini? Boleh. Monggo Bapak mungkin langsung dijawab kami mohon. Injih pangapunten. Disilakan Bapak. Terima kasih Pak Shihin. Selamat untuk berduka di perpustakaan. tugas yang mulia apa mencerahkan ilmu bagaimana ee sebagai ASN terkait semangat ee berhijrah ya untuk memberikan pelayanan terbaik ini. ee sering saya sampaikan ini kembali lagi pada KP bahwa kita ini ee ASN ini hakikatnya khadimul ummah, pelayan masyarakat pelayan. Maka di sini ada tiga hal yang kiranya harus ada. Yang pertama kita harus berkinerja memberikan ee pelayanan bekerja sesuai tu posi sebagai sesuai dengan ee tugas fungsinya ya. Kemudian yang kedua ada keikhlasan dalam mengabdi. Mohon maaf orang bekerja yang tidak ada keikhlasan ya kerjanya orientasi yang tidak lillah. orientasinya ingin disanjung, dipuja, ingin dapat reward atau promosi. Ini mudah lelah. Pendek kata orang kerja yang tidak lilah mudah lelah. Tapi yang ikhlas lillah karena Allah mereka kerjanya andaikan lelah, lelahnya hilang, pahalanya mengalir. E tadi kerja dan ikhlas. Apa cukup sudah bekerja dengan ikhlas? Tidak cukup. Harus ada profesionalisas. profesional dalam arti kompetensinya, keahliannya, kemampuannya, ya profesional. Profesional bisa diperoleh dari belajar, dari selalu bertanya, selalu ee terus membaca, memahami regulasi sehingga kita harus menjadi ASN yang berkinerja keikhlasan profesional. Ini karena apa? Kerja tidak ikhlas. Oh, kerja dengan ikhlas. Kalau gak profesional ibarat jalan di tempat. Yang penting ikhlas tapi gak profesional. Sehingga yang saya katakan kembali lagi kerja ikhlas profesional kalau dalam bahasa agama ini mohon maaf kata Rasulullah annasu halka setiap manusia akan rusak al amilun. Kecuali yang beramal. Yang beramal pun wal amilun halka. Yang beramal juga rusakal mukhlisun. Kecuali yang ikhlas. Maka di sinilah diperlukan kerja yang ikhlas dan profesional atau yang saya sebut tadi kembali kerja ikhlas profesional di KKIP Kifah Indar Parawansa ini yang ditanamkan oleh Bu Gebor gitu Pakit ya pertanyaan yang mantap matur suwun makasih Pak Baik alhamdulillah luar biasa pripun Bapak sudah sangat puas dengan jawaban dari Bapak Jzul luar biasa keren banget nggih Bapak ngih setiap manusia akan rusak kecuali Ali yang beramal. Masyaallah, luar biasa, Bapak. Dan untuk pertanyaan selanjutnya, mohon izin satu penanya lagi boleh nggih, Bapak? Nggih. Monggo. Baik. Enggih. Baik. Matur nuhun sangat. Kami persilakan yang sudah ee standby. Nah, ini ada pertanyaan dari dengan siapa Bapak? Asalamualaikum. Dari mana? Disilakan. Dari. Terima kasih. Baik. Baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Bapak warti dari SMA Negeri 1 Mojokerto, Bapak. Ellah alhamdulillah. Alhamdulillah luar biasa untuk materi kali ini dari Bapak Dr. Muhammad Jazzuli K. H. Mazuli yang dulu kancap dari ee Kepala Dinas Mojokerto. Kepala Dinas Mojokerto Pendidikan. Iya. Masih ingat, Pak? Nah, ee dengan adanya Pak siapa lengkapnya? Pak Kasiadi Pak. Pak Kadi. Kasiati nggih. SMA Negeri 1 Ngoro Mojokerto, Pak. Siap. Pak Kasati. Iya. Dari paparan jenengan tadi luar biasa dengan adanya manusia itu kalau bersyukur berarti otomatis bahagia dan senang selalu tanpa ada penderitaan. Tapi ketika kita menengok adalah innal insana khulq haluah artinya manusia adalah serba keluh kesah. Yang saya tanyakan Bapak yang pertama dengan adanya menciptakan kip tadi berarti kompetensi berarti komitmen, integrasi dan profesionalisme. Ada niat yang ikhlas dan tulus dalam hati kita. Bagaimana cara kita mewujudkan niat yang baik dan tulus dalam komunitas kita sehingga terjadi berinteraksi dan kita beraktivitas menjadi komunitas itu menjadi aman dan nyaman, Pak. Terima kasih. Nggih. Langsung saja Mbak Wahyu Maya. Nggih. Monggo langsung saja Bapak disilakan. Terima kasih, Pak Kasiadi. Ee ketemu kembali. Alhamdulillah kemarin sempat diundang di SMA Negeri 1. Alhamdulillah ya saya bisa berkomunikasi nostalgia di Mojokerto karena ee burung dali nyucuki nanas jazuli mantan kepala digknas di Mojokerto. Ya, katanya teman-teman Jombang juga burung dadali cucu abang Jazul mantan sekda Jombang. Nah, alhamdulillah. Baik. Memang untuk menumbuhkan keikhlasan itu sulit. Sulit. Makanya hadis tadi masih terpotong kata Rasulullah, wal mukhlisuna ala khotorin. Orang yang ikhlas itu pun digoda kemerentek hati. Sekarang ikhlas suatu ketika akan tidak ikhlas. Kadang-kadang kita itu menolong seseorang ya sesama kita sudah mapan, ada orang baru karya ASN baru kita tolong, kita ajari, kita pernah-pernahkan. Suatu saat kok dia itu karya moncer nyalip kita. Nah, suatu ketika yang kita tolong ini namanya manusia selalu digoda setan. Ada meletenya ketika meletah ketemu enggak nyopo hati kita akan berobat. Enggak biyen lali tak tolong begitu. Makanya keikhlasan di dalam mengabdi ini mutlak dibutuhkan. Karena kita ini hakikatnya ee pengabdian kita pada negara ini tidak kita pertanggungjawabkan kepada manusia saja, tapi juga kepada Allah subhanahu wa taala. sehingga keikhlasan inilah yang akan kita bawa ke akhirat kelak. Nah, untuk pertanyaan Pak Kasih Adi tadi, bagaimana untuk selalu menumbuhkan keikhlasan? Ya, itulah sering muhasabah, sering merenungkan bahwa hidup ini hakikatnya adalah ee kemanfaatan bagi sesama. Kemanfaatannya maksudnya sesuai sabda Nabi, khairun nas anfaum linas. Sebaik-baik manusia adalah bermanfaat bagi sesama manusia. Nah, keikhlasan itu akan timbul ketika kita memahami, "Oh, bagaimana kita bermanfaat?" Orang yang bermanfaat tidak harus punya kedudukan tinggi. Orang bermanfaat tidak harus punya harta yang banyak. Tapi keberadaannya walaupun kita tidak punya kedudukan tinggi, tapi kita suka menolong, suka membantu. Nah, dari situlah kita tanamkan bahwa dalam pengabdian kita keikhlasan. Sehingga ketika kita menjadi orang bermanfaat itu bukan karena manusia, tapi itu karena perintah Tuhan yang maha kuasa. Ketika itu yang kita terapkan, kita tidak mudah kecewa bahwa kebaikan kita, amal kita ini kita tidak memperoleh di dunianya, akan dapat di akhiratnya. Kalau itu selalu kita gaungkan di dalam hati kita, di dalam memori otak kita, maka kita tidak mudah kecewa. Kita memberikan pelayanan. Mohon maaf, karena kita melayani masyarakat itu kadang-kadang kita sudah melayani dengan baik, tapi mereka tidak berbalas kebaikan. Kalau kita tidak ikrar maka angkat kecewa. Untuk apa kita berikan pelayanan baik? Ternyata mereka tidak berterima kasih. Jangan minta terima kasih manusia, tapi Allahlah yang akan kita harapkan balasannya. Barangkali itu, Pak Kasadi, matur suwun pertanyaan yang mendasar untuk melemei kita bekerja. Matur suwun. Baik. Alhamdulillah. Pripun, Pak Kasadi? Apakah sudah puas dan sangat terjawab sekali sepertinya ya dari Bapak? Pripun Bapak? Aman. Baik, terima kasih Bapak Kasih. Baik, kami ucapkan terima kasih kepada Bapak ee mohon izin karena sudah ada dua pertanyaan. Kita sangat berterima kasih sekali dan tentunya sebagai ASN harus tidak mudah terprovokasi. Betul nggih Bapak. Nggih. Hal-hal negatif yang iya yang melawan NKRI tadi panjenengan matur ngoten ngih harus selalu menjalankan filosofi padi. Makin tua makin merunduk. Luar biasa. Boleh tepuk tangan sekali lagi untuk Bapak Dr. H. Ahmad Jasuli, S.H., M.Si. selaku asisten administrasi umum sekretti daerah Provinsi Jawa Timur. Masyaallah. Matur nuwun Bapak atas informasi yang disampaikan. Injih senior-senior kami. Injih Bapak disilakan Profesor Jaidi maupun ee Pak Wadir Pasca. Injih Bapak Monggo. Ee kami karena ada tugas mau melantik pejabat fungsional. Baik, Bapak. Ditunggu sehingga saya mohon diri. Tapi saya bangga dan bersyukur bahwa ASN belajar ini sudah bertahun-tahun tetap istikamah bahkan ee yang mengikuti makin banyak. Ini menunjukkan bahwa keberadaan ee materi program yang digagas BPSD belajar ini betul-betul dibutuhkan oleh ASN karena apa? Dengan model kegiatan ini murah meriah tapi manfaat itu. Terima kasih saya mohon maaf undur diri. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Bapak. Terima kasih sekali wabarakatuh. Baik, Sobat ASN untuk selanjutnya harus tetap semangat dan tentunya jangan lupa untuk selalu berpositive thinking agar selalu tetap memberikan aura yang positif juga. Untuk Sobat SN sebelum kita berlanjut, kami informasikan bahwa presensi sudah dapat diakses melalui website semesta Bangkom seperti yang tertera pada running chat Zoom. ee untuk mengisi survei serta mengisi lembar monev, maka sertifikat akan muncul 1* 24 jam dan jangan lupa cek secara berkala tentunya. Sobat ASN juga jangan lupa juga untuk selalu mengikuti ee dari semesta Bangkom untuk webinar-webinar yang lain dan tetap ee presensinya dapat diakses melalui website SETA Bangkok yang tertera pada running chat ee di serta lembar mengisi lembar mon. Baik. [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Situt melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. H. Kami dari sini sukses dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa batasannya. Sangat dan berkolaborasi. Bergandeng tangga satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih berakhlak. bekerja sepenuh hati, tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa. [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tujuhkan kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya ada dan berkolaborasi bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragung. mengerdas penuh hati tulus membantu sesama dengan kami melayani. Dengan kami melayani dengan kami melayani [Musik] H [Musik] Sobat ASN semoga tetap bersemangat untuk hari ini karena semangat akan menambah positive vibes sepanjang hari. Membangun etika kerja dan integritas dalam perspektif Islam melibatkan penerapan nilai-nilai agama dalam setiap aspek pekerjaan mulai dari niat, proses, hingga hasil akhir. Untuk itu di sesi berikutnya materi dari narasumber kita hari ini. Beliau menempuh pendidikan terakhir di Pos Doctoral Dakin University Australia pada tahun 2013 pada bidang studi social humanities. Beliau kini menjabat sebagai wakil direktur pasca Sarjana UIN Sunan Ampel Surabaya. Hari ini akan memberikan materi Spirit Hijrah ASN membangun etika kerja dan integritas dalam perspektif Islam. Kami sapa yang terhormat Bapak Dr. H. Hamis Syafak, licensiate Magister Filsafat Islam. Bapak, asalamualaikum. Bapak Bapak Hamis. Masyaallah. Alhamdulillah. Pripun Bapak kabarnya? Sehat Bapak? Alhamdulillah sehat. Alhamdulillah maturun. Alhamdulillah. Terima kasih sekali Bapak sudah berkenan sebagai narasumber pertama kita hari ini dan tentunya menyempatkan waktu yang sangat sibuk sekali je Bapak Hamis N. Dan kami persilakan kepada Bapak untuk memberikan materinya. Waktu kami silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahabbilamin wabun wasatu wasalamu ala sayyidina muhammadin wa ala ali wa ashabih ajmain amma baad. Yang kami hormati Bapak Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. Romlianto, S.PMP. Tentu yang kita muliakan bersama ee Bapak Rektor UNUSA Bapak Prof. Ahmad Jasidi. Tidak lupa juga yang kita muliakan Bapak Asisten Administrasi Umum Sekda Jatim yang tadi sudah memberikan eh materi Bapak Dr. Hajazuli, S. M.Si. si ee kami menyampaikan salam dari Bapak Rektor Wiinsunan Apel Surabaya yang snya beliau yang mengisi karena ada undangan dari Bapak Menteri Agama harus hadir di Jakarta sehingga kami diperintah untuk menggantikan posisi beliau tanpa mengurangi rasa hormat kami ee keluarga besar Universitas Islam ee Negeri Sunan Ampel Surabaya. ee materi yang akan kami sampaikan terkait dengan ijarah ASN yang ee tema besarnya adalah mengokohkan identitas, mengembangkan profesionalitas, menguatkan integritas. Posisi materi yang diamanatkan kepada kami adalah terkait dengan spirit hijrah ASN, membangun etika kerja dan integritas dalam perspektif Islam. Ee Bapak, Ibu yang saya hormati dan seluruh narasumber yang kami muliakan. Ee Pak Rektor pernah menyampaikan saat ee penerimaan SK ee CPNS ee terkait dengan munculnya daftar supermarket yang tutup di Indonesia per Mei 2025 yang diberitakan oleh CNN Indonesia ee tertanggal 10 Mei 2025 yang itu kemudian berdampak pada dihentikannya nya karyawan yang angkanya ribuan. Jadi ee ditutupnya beberapa supermarket bahkan mungkin beberapa perusahaan yang berdampak pada diberhentikannya beberapa karyawan. Saya pernah ee makan siang di satu restoran. Lalu karyawannya itu bilang, "Hari ini adalah hari terakhir kami bekerja di sini, Bapak." Loh, kenapa restoran ini kan terkenal lalu tempatnya di tempat yang sangat strategis dan masakannya enak, harga juga terjangkau dan ee pengunjungnya juga banyak. Iya, Bapak. Kontrak kami habis. Lalu ee rencana ke depan mau bekerja di mana? mereka terdiam lalu dengan ee wajah sedih tampak tidak ada harapan. Lalu di situlah kemudian Pak Rektor menyampaikan bahwa PNS adalah pekerjaan yang aman. Jadi kita yang bekerja di instansi lembaga pemerintahan itu kemudian dianggap sebagai posisi yang aman. Maka kemudian pesan yang selalu kami ingat dari Bapak Rektor di saat itu adalah mari kita banyak bersyukur dengan cara kita selesaikan amanah yang diberikan oleh pemerintah kepada kita dengan bekerja dengan baik dengan mengutip satu ayat walu al daud syukro waqilum min ibadiakur. Jadi, bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur dan sedikit sekali dari hamba-hambaku yang bersyukur. Satu ayat yang sering kita dengar menyindir kita. Betapa kita ini yang seperti disampaikan oleh Bapak Asisten tadi itu terkait dengan ee banyaknya kita ini keinginan daripada kebutuhan. Lalu ada tadi itu ee apa tadi? ikan yang banyak durinya itu engak mari-mari KP. Jadi ini yang kemudian menjadi ee perhatian kita bagaimana Allah menyindir kita. Waqolilum ibadiyasakur. Nah, ternyata mental kita terutama saya ya saat kita ini diberi oleh Allah itu satu nikmat bahkan mungkinlah banyak nikmat. Waktu itu saya menyindir Pak Rektor itu kan ee orang yang gajinya paling besar di kampus. Itu gak pernah. Kemudian kita ini mengatakan, "Ya Allah, sudah cukup nikmat yang telah Engkau berikan, sudah cukup. Saya kewalahan, hentikan nikmat." Gak pernah kita mengatakan itu, Bapak, Ibu. Gak pernah kita mengatakan. Tetap saja setiap hari kita ini meminta agar supaya diberi rezeki yang barokah, melimpah. Seandainya Allah itu kita, kita ini jadi Allah itu atau kita ini ya biasanya kan kalau kita ini diberi posisi tertentu lalu kita kemudian ee memberikan satu reward kepada ee anak buah kita kan kemudian anak buah itu belum bersyukur itu kan kita kemudian mengatakan ngare iki loh wingi wis tak kei kemarin sudah tak kasih kok sekarang masih minta lagi kurang yang saya berikan kemarin itu. Seandainya kita ini Allah kan pasti akan menjawab begitu. Saat melihat hambanya itu berdoa, "Ya Allah, setiap hari itu meskipun sudah dikasih oleh Allah rezeki bahkan mungkin melimpah itu kita tetap berdoa, "Ya Allah, beri kami rezeki yang barokah, melimpah." Tidak pernah kita mengatakan, "Ya Allah, sudah cukup nikmat yang telah Engkau berikan, saya kewalahan dan hentikan nikmat itu." Tidak pernah. Sebaliknya saat kita ini diuji sekecil apapun bentuk ujian itu, kita tidak pernah mengatakan, "Ya Allah, nikmat sekali ujian ini. Nikmat sekali ujian yang Engkau berikan." Lanjutkan, ya Allah. Gak pernah kita mengatakan itu. Tetap saja kita ini kemudian berdoa, "Ya Allah, jauhkan kami dari ujian. cobaan dan musibah. Nah, itu mental kita. Sehingga kemudian disindir oleh Allah dalam ayatnya tadi wil min ibadiakur. Maka harus kita tuntaskan ee kewajiban kita sebagai ASN itu dengan ee bekerja dengan baik. Nah, bekerja dengan baik itu saya maknai bahwa bekerja sesuai dengan kontraknya. Kita ini ada kontrak, mari kita bekerja. minimal itu sesuai dengan kontraknya. Syukur-syukur bisa melebih dari kontrak kinerja kita. Yang kedua adalah jangan berlaku curang. Seperti yang disampaikan oleh Bapak Asisten tadi itu jangan berlaku curang. Berlaku curang itu banyak bentuknya. Kita datang terlambat, pulang lebih awal. Kan ada itu ee apa ya? Semacam ungkapan ya kalau datang terlambat jalan jangan diulang lagi saat pulang. Jadi kalau datangnya tertambat, pulangnya lebih awal. Itu kan ee betapa kita ini terbiasa dengan berlaku curang dalam bentuk jam masuk kerja dan jam pulang kerja. Maka harus masuk kerja dan pulang sesuai dengan kontrak jam kerja. Mari kita laksanakan tugas sesuai dengan tupaksi kita. Minimal begitu. syukur-syukur bisa melebihi situasi kita sehingga bisa membantu orang lain untuk menjalankan tugasnya yang mungkin saat itu dia dalam posisi yang ee kesulitan. Tadi Pak Asen mengatakan permudah urusan orang lain, jangan dipersulit. Dan yang ini yang unik adalah memenuhi hak pekerjaan. Saya mengutip apa yang disampaikan oleh sahabat Abu Bakar Asiddiq saat beliau memerangi kelompok yang tidak mau membayar zakat. Lalu sahabat Umar mendatangi sahabat Abu Bakar dan mengatakan ee kaifa tuqatiluhum wahai Abu Bakar bagaimana engkau memerangi mereka? Waqadq Rasulullah sallallahu alaihi wasallam umirtu an uqtilasa hatta yaquulu la ilahaillallah. Sementara Rasul itu pernah mengatakan bahwa aku diperintahkan untuk memerangi kaum kafir sampai mereka mengucapkan kalimat tauhid lailahaillallah. Famanqala siapa yang sudah mengucapkan itu? Faman la ilahaillallah faqad asom mini nafsahu wahu illa bihaqqihi wahabuhu alallah. Maka mereka harus dijamin keamanan jiwanya dan hartanya. Faqala Abu Bakar. Maka Abu Bakar kemudian mengatakan ini yang menarik. Wallahi lauqotanna manqinati. Aku akan tetap memerangi siapa saja yang memisahkan antara urusanat, urusan salat dengan urusan zakat. Faakataqul mal. Wah, karena zakat itu haknya harta. Dan kita akan ee sepakat apapun dan siapapun kalau haknya itu kita abaikan maka dia akan lari dari kita. Istri yang kita abaikan haknya itu pasti akan lari dari kita dan akan menggera lalu akan mencari suami yang baru. Suami kalau diabaikan haknya oleh istri, dia bisa lari dari istri, bisa jadi mencerahkan istrinya atau mungkin menikah lagi. Staf kita yang kita abaikan haknya, dia akan resign. Sama kalau pekerjaan itu kita abaikan haknya, kontrak kinerja itu kita abaikan haknya, kita tidak bekerja dengan baik, maka itu berarti kita merelakan pekerjaan itu akan lari dari kita. Kalau pekerjaan itu lari dari kita, selesai, berarti kita ini secara tidak langsung memehahk diri kita sendiri. Nah, ini yang saya sebut tadi dengan istilah haknya pekerjaan. Jadi, dia punya hak untuk kita tunaikan. Saat tidak kita tunaikan, maka kita mengabaikan haknya pekerjaan itu. Nah, ini ee yang menjadi catatan saat kita ini bersyukur untuk kemudian bekerja dengan baik. Yang kedua adalah spirit ijasn itu harus ikhlas, tidak banyak mengeluh. Karena mengeluh itu sudah separuh daripada kegagalan. Ada dua ungkapan yang sering disampaikan oleh Pak Rektor kami itu adalah kalau kita menghadapi satu masalah, beliau mengatakan ee ini harus kita selesaikan meskipun berat. Tapi kalau kita di awal mengatakan ini berat tapi harus kita selesaikan itu ternyata berbeda. Saat kita mengatakan ini berat tapi harus kita selesaikan berarti kita ini sudah memposisikan posisi mengeluh tadi berat. Tapi kalau kita mengatakan ini harus kita selesaikan meskipun mungkin berat, artinya upaya untuk menyelesaikan itu didahulukan daripada mengeluhnya. Berbeda dengan ini berat itu sudah mengeluh tapi harus kita selesaikan. Woh, itu berarti mengalami satu masalah yang sangat berat sekali. Tapi kalau ini harus kita selesaikan meskipun mungkin berat. Dan Bapak Ibu ee saya mengutip dari apa yang disampaikan oleh Siti Aisyah bahwa beliau mengatakan, "Ma roitu ahadan asyaddu alaihil wajah min rasulillah sallallahu alaihi wasallam." "Aku tidak pernah melihat seseorang yang ujiannya itu lebih berat daripada Rasulullah." Rasul itu kan sosok yang ibadahnya luar biasa, tapi ujiannya juga luar biasa. Sementara kita ini mungkin ibadahnya jauh dari Rasulullah dan ujian kita juga jauh dari Rasulullah, tapi kita lebih banyak mengeluhnya dibandingkan dengan Rasulullah. Maka dalam rangka itu hijrah ASN yang ketiga adalah yakini bahwa bekerja itu adalah ibadah. supaya kita ini tidak mengeluh saat kita ini memahami bahwa bekerja itu ibadah, itu akan terasa ringan dan itu akan membantu kita untuk memiliki sikap yang ikhlas tadi. Ee dalam satu riwayat kita temukan bahwa di saat Rasul sedang duduk-duduk bersama para sahabat, lewatlah seorang laki-laki. Lalu kemudian para sahabat itu mengatakan, "In kana khoroja yas'aa." Ya, seandainya dia ini bergabung dengan kita untuk menjadi tentara kita dan dia berjuang bersama kita, maka niscaya dia akan dihitung fisabilillah, kata para sahabat. Tapi kemudian Rasulullah mengatakan kepada para sahabat, inaran fahua fiabilillah. Eh, jangan mengatakan begitu. Seandainya si fulan ini kita tidak tahu namanya, dia tadi keluar rumah ternyata dia dalam rangka untuk bekerja mencari nafkah. Kalau dia punya keluarga mungkin anak-anaknya itu masih kecil-kecil karena dia kelihatan muda dan dia niat bekerja itu untuk mencari nafkah menghidupi anak-anaknya tadi yang masih kecil, maka dia fisabilillah. Itu artinya bahwa kita ini sebagai ASN kalau kita niati ee bekerja kita itu ibadah, maka apa yang kita lakukan itu adalah sebetulnya fisabilillah. Waana khja yas ala abawa kabirini fahua fibilillah. Seandainya dia belum berkeluarga, tapi dia niat keluar tadi untuk bekerja, mencari nafkah, menghidupi kedua orang tuanya yang mungkin sudah tua dan tidak berdaya, maka dia juga dihitung fisabilillah. Waanafsibilillah. Seandainya toh dia sudah tidak punya orang tua, gak punya keluarga, tapi dia keluar rumah dalam rangka untuk bekerja, mencari nafkah, mencukupi dirinya supaya dia ini tidak merusak lingkungan, mengganggu orang lain, maka dia juga dihitung fi sabilillah. Waana khja ran waufatan fibon. Tapi kalau dia ini bekerja dalam rangka untuk menunjukkan kesombongannya, keangkuhannya, maka dia berada di jalan setan. Nah, ini Bapak Ibu, betapa mulianya kita ini diberi oleh Allah amanat untuk bisa bekerja dan alhamdulillah kita ini menjadi ASN, satu tempat bekerja yang aman, nyaman, dan juga tadi kesempatan untuk fisabilillahnya itu sangat luar biasa. kesempatan itu luas sekali untuk kita lakukan. Maka kemudian yang keempat adalah jangan terlalu rigid dalam menghitung kelebihan jam kerja. Ya, kadang kita ini ee masuk kerja terlambat lalu pulang kerja lebih awal lalu kemudian ada ee apa namanya? pendapatan kita dalam 1 bulan yang dipotong. Sementara kita datang lebih awal pulang lebih lebih lebih belakangan, terlambat pulang tidak ada kemudian reward, lalu kita mengeluh, kita hitung. Ya, boleh saja. Tetapi ini kemudian kita mengabaikan apa yang saya sebut ada bagian dari pekerjaan kita yang harus masuk dalam kategori zakat dan sedekah. Jadi kalau kita ini masuk lebih awal lalu pulang itu terlambat. Jadi masuknya kalau misalkan jam 0.30 jam 0. Masuk kalau pulang jam .00 jam . baru pulang. Maka tadi jam 0.0.30 jam .00 sampai jam .00 itu masuk dalam kategori sedekah dan itu menghapus dosa. Maka Pak Rektor kami itu selalu mengatakan ibadah kita itu banyak riaknya. Mari kita membantu diri kita untuk masuk surga melalui jalan yang lain, jalan tambahan dari ibadah. Karena mungkin ibadah kita yang terlalu banyak riaknya sehingga tidak diterima. Sehingga untuk mengantarkan kita ke surga itu mungkin agak kurang banyak. Mari kita tambah dengan mencari pahala dari pekerjaan kita dengan cara bekerja dengan baik. Mencari pahala dari tempat pekerja kita. Kita tunaikan amanah yang diberikan oleh Allah pada kita. Kemudian kita mendapatkan pahala kita ingin menutupi kekurangan-kekurangan kita dalam ibadah itu. Menghapus dosa. Dan saya mengutip satu hadis ma musibatin tusibul muslima illa kafarallah bihahu jadi tidaklah suatu musibah yang menimpa seorang muslim melainkan Allah akan menghapuskan dosa-dosanya karenanya meskipun duri yang menusuknya. Ya, sama kalau kita ini kemudian disuruh atasnya jangan pulang dulu bantu saya untuk menyelesaikan ini. Itu kan kadang kita merasa berat. Waduh kena musibah ini. Itu bagian dari menghapus dosa. Bagian dari menghapus dosa. Maka enggak usah gelisah saat kita ini kemudian ada pekerjaan yang menuntut kita untuk tidak bisa pulang lebih awal. itu bagian dari menghapus dosa. Karena tadi dihitung bagian dari sedekah. Nah, ini ee apa namanya yang mungkin bisa menambah kita untuk bekerja lebih ikhlas, berintegritas, dan kita memiliki etika dalam bekerja. Maka jangan pernah merasa rugi karena bekerja dengan baik. Ini yang harus kita tanamkan. Jadi banyak kita yang rugi aku toh tetap aja pendapatan saya itu cuma begitu. Nah, itu kita berarti merasa rugi karena bekerja dengan baik. Saya mengutip ada satu riwayat bahwa ada salah seorang yang kemudian baru masuk Islam lalu meminta wasiat kepada Rasulullah. Kebetulan si fulan ini adalah seorang pedagang. Dan Rasulullah kemudian menyampaikan pesan begini, "Jika kamu berdagang, jelaskan kondisi barangnya kepada pembeli." Lalu kemudian si fulan ini saat berjualan, ia jelaskan kepada pembeli kondisi barangnya sambil mengatakan jika berkenan silakan membeli. Wah, itu kan menarik. Jika tidak boleh dibatalkan. Karena beliau teringat dengan pesan dari Rasulullah tadi. Jika kamu berdagang, jelaskan kondisi barangnya kepada pembeli. Sehingga si fulan mengatakan, "Jika berkenan silakan membeli. Jika tidak boleh dibatalkan." Maka ada yang mengingatkan kepada si fulan ini, jika kamu begitu terus, kamu tidak akan pernah bisa mengembangkan bisnismu. Kamu terlalu jujur. Lalu si fulan mengatakan, "Tapi ini perjanjian yang aku lakukan dengan Rasulullah saat aku masuk Islam." Apa yang terjadi, Bapak, Ibu? ee bisnisnya berkembang pesat, dia mendapatkan keuntungan yang lebih banyak daripada yang lain yang tadi sampai mengingatkan bahwa dia akan rugi. Tapi sebaliknya dia dapat, dia mendapatkan keuntungan yang sangat luar biasa. Sehingga kemudian Rasulullah selalu menyampaikan kepada sahabat, jika kamu ingin mendapatkan keuntungan yang barokah, belajarlah dari si fulan itu. Dan saya yakin di manaun kita ini bekerja, saat kita meniru apa yang dil oleh si fulan ini, tidak pernah merasa rugi karena bekerja dengan baik. Rezeki itu akan mendatangi kita. Ee Bapak Ibu, guru kami itu dulu mengatakan begini, hubungan kita dengan rezeki itu ada empat macam. Kita mengejar rezeki, dia lari. Dan larinya rezeki itu lebih kencang daripada lari kita untuk mengejar rezeki itu. Sehingga kemudian kita merasa lelah. lelah sekali mengejar rezeki itu karena rezeki yang kita kejar dia lari. Yang kedua ada rezeki itu untuk dapat rezeki harus kita kejar tetapi dia tidak lari, dia berhenti. Artinya kita harus mendatangi rezeki itu akan sampai, tetapi bisa jadi waktunya lama. Kalau yang pertama tadi tidak akan pernah kita sampai kepada rezeki itu. Tapi kalau yang kedua akan sampai mungkin waktunya agak lama. Yang ketiga lebih bagus dari yang kedua. Kita mengejar rezeki lalu rezeki itu ikut menghampiri. Nah, kita mengejar rezeki, rezeki ikut menghampiri. Akan kita dapat rezeki itu dan lebih cepat daripada yang nomor dua tadi. Kita mengejar rezeki dia di tempat. Tapi ini yang ketiga, kita mengejar rezeki, rezeki ikut menghampiri. Akhirnya saling bertemu di satu tempat. Kita mendapatkannya lebih cepat. Yang luar biasa lagi kita tidak mengejar rezeki, tapi dia si rezeki itu mendatangi kita. Dan yang keempat inilah buah hasil dari kita saat punya mental tidak pernah merasa rugi karena bekerja dengan baik. Ada banyak rezeki yang tidak kita kejar tetapi menghampiri. Maka dalam lingkungan kerja kita itu ya ada empat orang macam tadi itu dia mengejar jabatan, ah karir tapi gak pernah didapat karir itu. Ada yang dia mengejar karir lalu dapat. Tapi mungkin waktunya agak lama. Tapi ada orang mengejar karir cepat sekali karena karir tadi ikut mendatanginya. Yang yang hebat tadi tiada mengejar karir yang penting dia bekerja dengan baik. Tiba-tiba karir itu mendatangi dia dan lebih cepat dari yang lainnya. Dia ditawari, "Kamu naik sana ya, kamu naik jabatan sana ya, kamu dipromosikan." Tanpa dia mengajukan tapi diminta untuk mengajukan. Nah, itu yang dimaksud dengan rezeki menghampiri kita. buah dari karena kita tidak pernah merasa rugi karena bekerja dengan baik. Maka mari kita berhijrah dari yang kelompok nomor satu tadi untuk menjadi kelompok yang nomor empat. Bagaimana rezeki karir itu menghampiri kita tanpa kita harus mengejar atau menghampirinya. Dan yang kelima adalah dari cerah SNI ini jangan meninggalkan kebijakan yang merugikan. Bapak, Ibu, saat kita ini memutuskan satu keputusan, mari kita hitung untung ruginya, kebaikan, dan keburukannya bagi orang lain, bagi lembaga. Ee jangan sampai ee kita ini kan senjata yang kita miliki di antaranya adalah pena. Saat kita ini menentukan satu kebijakan, jangan sampai kebijakan yang kita tuliskan, kita putuskan itu merugikan banyak orang. Karena itu akan menjadi dosa aktif. Akan menjadi dosa aktif sampai kita meninggal dosa itu dianggap aktif sehingga kemudian ee akan menjadi malapetaka bagi kita. Alwailut thawil celaka yang sangat berkemanjangan. Alwail thawil liman yamutuqubuhu akar. yabu bihaqaka bagi kita sepanjang masa saat kita ini meninggal tapi dosa kita itu masih aktif. Dosa kita masih aktif. Nah, dosa aktif itu karena di antaranya karena kebijakan kita yang kemudian berdampak pada keburukan. Dosa aktif itu watabunubu dosa kita itu tetap berjalan terus bisa dari 100 tahun bahkan mungkin lebih. Dan kita selama itu disiksa di alam kubur. Nah, ini mari kita berhati-hati di dalam menetapkan satu kebijakan, satu keputusan yang merugikan banyak orang. Maka kesimpulannya, Bapak, Ibu, dalam hijrah ASN ini mari kita banyak membenah diri dan terutama yang paling penting adalah mari kita banyak bersyukur. Kemudian jangan pernah mengeluh kemudian mari kita ikhlas dalam bekerja. Mari kita yakini bahwa pekerja itu masuk bagian dari ibadah. Jangan terlalu rigid dalam menghitung kelebihan jam kerja. Jangan pernah merasa rugi karena bekerja dengan baik. Dan yang terakhir adalah jangan pernah memutuskan satu kebijakan yang itu berdampak pada keburukan merugikan banyak orang. Barangkali begitu kurang lebihnya mohon maaf. Adanallah wahyakum ajmain asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Bapak luar biasa. Masyaallah. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. H. Hamis, lisensate, Magister Filsafat Islam, Bapak. Dan ini saya pesan dan materi sangat mengetuk pintu hati saya, Bapak. Masyaallah, luar biasa. Bekerjalah dengan baik. Harus ikhlas tidak banyak mengeluh. Ini harus kita selesaikan meskipun berat. Beda dengan ini berat nanti jatuhnya malas nyelesaikan. Betul je Bapak NJ mohon izin dan juga jika keluar untuk pamer dan membanggakan diri maka dia berada di jalan setan. Masyaallah ini tamparan banget buat para influencer ya Bapak. Karena rata-rata itu flexing. Masyaallah. Enj Bapak. Dan ini juga ada jangan pernah merasa rugi karena bekerja dengan baik. Luar biasa. Boleh tepuk tangan untuk teman-teman yang ada di studio untuk Bapak Dr. H. Hamis Syaf. Luar biasa Bapak. Saya ucapkan terima kasih. Namun sebelum itu untuk sesi tanya jawab mohon izin Bapak ee kita lanjutkan ke sesi tanya jawab dan untuk dari tanya jawab ini hanya dua penanya mohon izin gak apa-apa nggih Bapak. Nggih. Dua penanya kami berikan kesempatan dan silakan untuk menyebutkan identitas nama dan instansi juga dipilih oleh tim panitia untuk yang raise hand. Monggo-monggo disilakan. Baik Bapak. Luar biasa. Ee saya tadi sempat ee terketuk sekali ya, Bapak karena mengejar rezeki itu ada yang lari menjauh. Nah, itu pengalaman pribadi saya sepertinya banyak sekali yang seperti itu dan yang tiba-tiba juga datang dengan sendirian. Masyaallah, itu juga sering saya alami. Alhamdulillah. Jadi, hari ini benar-benar saya butuhkan kedua materi hari ini. Yang pertama tadi iwak bandeng je Bapak N memang kalau iwak bandeng itu kalau dituruti terus ya enggak ada marine ngoten ngih Bapak. Mungkin pertanyaan dari saya terlebih dahulu ya, karena mungkin Sobat ASN belum ada yang rais. Betul Bapak, saya izin bertanya ee bagaimanakah cara untuk istikamah ya, Pak? Selalu berpikir bahwa rezeki itu akan datang sendiri dan tidak tertukar. Nah, itu mungkin ada tips atau apapun dari Bapak agar senantiasa apa ya istikamah untuk selalu berpikir yang keempat. Jadi ee jangan merasa rugi bekerja karena rezeki akan menghampiri sendiri. Monggo, Bapak. Itu pertanyaan dari saya. Ee mohon izin, Bapak. Iya. Ee filsafat hidup orang tua kita dulu itu begini. Injih jangan sampai ee ember itu yang mendatangi air. Ember itu kan ibarat diri kita. Lalu air itu ibaratnya rezeki. Kalau bisa itu ember didatangi oleh air. Ibarat ember ini dapat air karena hujan. Nah, ibarat kita ini ee jangan memaksakan diri kita ini untuk ngoyo dalam mencari rezeki itu. Biarkan rezeki itu yang selalu mendatangi kita. Nah, ini yang sulit. gimana ya caranya itu supaya ee kita ini masuk kelompok yang keempat, rezeki itu selalu mendatangi kita. Maka orang tua kita dulu mengajarkan bahwa mari kita dalam hidup ini meyakini bahwa semua rezeki itu yang mengatur adalah Allah Subhanahu wa taala bukan kita. Hidup ini berat dan kalau kehidupan ini kita atur dengan akal pikiran kita, fisik kita, maka kita tidak akan mampu menanggung beban berat kehidupan ini. Maka pasrahkan beban itu kepada Allah. Saat kita ini sudah memasrahkan beban itu kepada Allah, kita tawakal, maka apapun yang terjadi terhadap diri kita itu kemudian kita merasa bahwa oh Allah sudah mengatur semuanya. Allah sudah mengatur semuanya. pasti Allah akan memberikan sesuatu yang terbaik dari apa yang mungkin kita anggap itu bagian dari beban tadi. Saya pernah ke Manado dalam rangka ada satu pertemuan ee forum ilmiah itu. Lalu di satu malam saya bertemu di warung kopi itu dengan seseorang, dia seorang laki-laki yang bekerja di perusahaan ee milik Jepang. Saya tanya, "Pekerjaan bentuknya apa?" ee kami menangkap ikan di tengah laut yang ombaknya dahsyat dan kapal yang kami naiki itu tidak terlalu besar. Dia kecil tetapi sudah diperhitungkan tentang kemampuan kapal ini untuk berlayar di tengah ombak lautan yang dahsyat itu. Tugas kami adalah menangkap satu ikan yang berat minimalnya itu 15 kilo. 500 kg atau 1eng ton. Syukur-syukur bisa sampai 1 ton. Kalau sudah dapat satu ikan beratnya 1 ton, kita langsung minggir. Karena cukup itu yang kita tangkap dan ikan itu harganya mahal dan itulah yang kemudian dibawa ke Jepang untuk diambil nutrisinya. Lalu saya tanya, "Kok bisa begitu?" Iya, ikan ini hanya ada di tengah lautan yang ombaknya dahsyat tadi itu. Jadi, ikan yang istimewa itu adanya di tengah laut yang ombaknya dahsyat. Kalau ikan itu ada di pinggir-pinggir laut yang gak ada ombaknya, itu ikan-ikan yang tidak berkualitas. Nah, sama juga dengan begitu ee kita sama dengan juga kita. Artinya orang yang berkualitas itu saat dia menghadapi banyak ujian dan dia mampu menyelesaikan. Berbeda dengan orang yang tidak pernah diberi oleh Allah ujian, tidak pernah menghadapi satu tahapan yang harus berat dihadapi dan harus dia selesaikan. Maka kami terikat dulu saat ee seleksi LPDP itu yang selalu diceritakan ada salah satu kampus ternama di Indonesia, lalu salah satu alumni terbaiknya saat ikut seleksi LPDP dia tidak lolos. Lalu rektornya menyampaikan, "Ini alumni kami terbaik. Alumni terbaik kami." Lalu kenapa dia tidak lolos? Lalu e setiap seleksi itu selalu ada record-nya, baik video maupun rekaman voice-nya dan catatannya lengkap. Lalu dibukalah di situ. Dia dari aspek akademisnya luar biasa, bahasa asingnya luar biasa, tapi dia jatuhnya di tes psikologi. Dia mengambil kuliah S2 di Inggris. Lalu eh review psikolog tadi itu kemudian ditanya oleh BLPD, "Kenapa anak ini tidak diluluskan dalam tes psikologi?" Maka eh RER mengatakan bahwa ee anak ini memang dari aspek akademis luar biasa hebat, tapi dia ini selama kuliah itu masuk kategori mahasiswa kupu-kupu. Kuliah pulang, kuliah pulang sehingga ana ini belum pernah tertempat dengan baik. oleh masalah. Dia ini anak mama. Maka kalau dia ini kuliah di luar negeri, dijamin kuliahnya tidak akan selesai. Karena dia belum pernah menghadapi satu masalah yang bisa dia selesaikan. Nah, saat kita punya pikiran begitu, kita akan tawakal kepada Allah dalam menyelesaikan masalah dan yakin bahwa akan memberikan gantinya, maka kita ini akan secara perlahan itu terbiasa masuk di kelompok yang keempat tadi. Enggak pernah mengejar jabatan, enggak pernah mengejar karir, tapi dia mendatangi kita. Prinsip kita hanya yang penting saya bekerja dengan baik. Allah akan pasti tidak akan menzalimi kita. Kalau to itu ada ujian, merasa kita ini tidak pernah mendapatkan riwayat pekerjaan, itu bagian dari ujian diberk Allah. Dan Allah akan pasti memberikan yang apa namanya? Luar biasa dari arah mungkin kita tidak tahu. Seperti ikan tadi di tengah lautan yang mahal harganya dan kita akan menjadi kelompok istimewa, mahal dan dampaknya pasti akan kita merasakan menjadi kelompok yang keempat. Dan banyak di tempat kami yang merasakan menjadi kelompok keempat. itu. Saya kira begitu, Bu. Terharu loh, Bapak. Terima kasih sekali. Dan untuk selanjutnya ng Bapak ada penanya kedua dari Sobat ASN disilakan kami mohon untuk menyebutkan nama juga dari UPD mana Bapak? Bong disilakan. Baik, disilakan Bapak. Asalamualaikum. Mohon izin suaranya tidak dapat kami dengar. Bapak dari mana? Bapak disilakan Inj. Baik, sekali lagi Bapak mohon izin dengan Bapak siapa? Mohon maaf karena suaranya tidak terlalu kami dengar, tidak bisa kami dengar. Nah, ini alhamdulillah sudah. Disilakan Bapak. Iya, terima kasih waktunya Bu I disilakan. Monggo. Ada pertanyaan apa? Dari mana disebutkan namanya dan dari mana? Saya Deni dari Perdana Peran Kabupaten Sumenep. Iya, Sumenep. Nggih, Bapak. Masyaallah dari Sumenip ujungnya Madura. Iya lebih keras lagi nggih Bapak untuk suaranya. Mohon izin. Agak kecil suaranya. Nggih. Disilakan. Saya mencermati tadi Pak dan Pak mungkin bisalah kita tidak ee apa namanya tidak nafsu terhadap rezeki tidak. Tapi kita lihat itu, Pak, ada pimpinan kadang-kadang itu memerintah sampai kadang lupa waktu malah kadang bisa-bisa kadang bisa lima salat atau malah mepet salat itu ee mungkin mencatati gimana, Pak, kalau kayak gitu mungkin dari kami sebagai orang perorangan mungkin bisalah seperti yang Bapak sampaikan tadi gitu ya. Cuma kalau kepimpinannya untuk itu gimana, Pak? Untuk menungkin saran itu aja, Pak. Silakan untuk Bapak Miss untuk menjawab pertanyaan dari Bapak dari Sumenep. Disilakan, Bapak. Monggo. Mungkin bisa dibantu menyampaikan ee pertanyaannya. Tadi saya kurang jelas. Oh, injih. Ini Bapak apabila yang pasrah dan tawakal, betul ya, Bapak ya. untuk pimpinannya mungkin agak ee apa tadi ya, Pak ya? Pokoknya seperti apa ya kita harus bersifat gitu ya, Pak ya. Bertindak. Iya. Betulkah? Mohon izin. Tadi karena suaranya tidak terlalu jelas. Mohon izin. Bila kerja bila kerja gitu mungkin bila kerja kerja. Oh, nggih. Enggih. Sampun. Jadi kita harus seperti apa ee bertindak Bapak apabila pimpinannya gila kerja pangapunten sanget. Masyaallah. Jadi silakan Bapak. Iya. Terima kasih atas pertanyaannya. Kita bersyukur kalau punya pimpinan itu yang gila kerja karena beliau akan membantu kita untuk menjadi orang yang tahan banting, menjadi orang yang hebat seperti ikan di ombak laut yang dahsyat tadi itu. Jadi kita harus banyak bersyukur karena akan banyak pengalaman bagaimana dalam menyelesaikan masalah untuk membangun prestasi. Karena kita ini gak bisa bekerja dengan biasa-biasa saja untuk membangun ee lembaga yang kita ee apa namanya? Kita jalankan ya untuk kita selesaikan itu. Enggak bisa kita bekerja biasa-biasa saja, harus ee bekerja di atas target yang biasa. Jadi kalau ada pimpinan yang gila kerja maka itu bagian dari ee kesempatan yang luar biasa yang harus kita imbangi untuk kita tunaikan. Karena dengan tanpa sengaja, tanpa sadar, kita akan banyak mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Dan suatu saat nanti kita pada momen tertentu pasti akan mendapatkan posisi yang sama dan kita akan bisa mengambil pelajaran dari apa yang pernah ee dilakukan oleh pimpinan kita itu tadi. Jadi dari kondisi yang biasa berat lalu menjadi ringan itu menjadi enak, nyaman, begitu enteng. Kalau sudah terbiasa dengan berat. Sebaliknya kalau kita ini bekerja dalam kondisi yang biasa-biasa saja lalu dihadapkan pada problem yang luar biasa tadi itu kita akan merasa berat. Maka tadi prinsipnya kan ee ini harus kita selesaikan meskipun mungkin berat. Tapi kalau berat Pakinan kita bilang berat Pak, wah itu sudah kelihatan malasnya. Tapi kalau pimpinan bilang harus kita selesai, siap akan saya selesaikan. Mungkin meskipun mungkin berat, Pak, tapi kita akan mengatakan akan kita selesaikan. Nah, caranya begitu. Jadi, kita harus bangga dengan pimpinan yang gila kerja. Ee yang penting tidak menyalahi aturan yang kemudian berdampak pada keburukan. Ya, ee satu contoh begini. Saya punya teman, dia ini sangat patuh dengan ee dengan pimpinan dan memang kita harus begitu. Jadi, ASN itu harus patuh dengan pimpinan. Kalau kita merasa gak cocok dengan pimpinan, ya tunggu saatnya nanti kalau kita menjadi pimpinan. Saat kita masih bawa, ya harus patuh dengan pimpinan itu. Ee jadi gak boleh protes. Nah, dia ini selalu patuh dengan pimpinan dan kebetulan beliau ini perempuan. Wah, karena patuh dengan pimpinan pekerjaannya baik. Dalam hal apapun, kepanitiaan apapun dia selalu ikut dan tuntas selesai. Nah, tapi karena punya keluarga, punya suami, dan sering keluar kota, lalu kemudian suaminya pernah mengatakan begini, "Pulang malam ini atau tidak pulang sama sekali?" Wah, itu kan berat sebagai perempuan lah. Lalu lapor kepada pimpinan ini. "Saya dapat ee WA dari suami begini." "Ah, pimpinan tentu sadar ya sudah pulang sekarang. Pulang sekarang." Nah, itu kan kasus yang berbeda. Tapi kita harus bangga dengan pimpinan yang gila kerja. Saya kira begitu. Terima kasih. Alhamdulillah. Terima kasih, Bapak. Gimana, Bapak tadi dengan namanya Pak? Siapa, Pak? Dari Sumenap? Joni. Bu Joni. Joni. Bapak Joni. Apakah sudah puas, Bapak? Nggih. Aman. Ngaban dari narasumber kami? Aman. Ya. Iya. Baik, Pak. Jangan khawatir, Pak. Nanti kalau pimpinan gila kerja pasti nanti jatuhnya jenengan akan didatangi rezeki. Betul nggih Bapak. Nggih. Jadi didatangi rezeki karena bekerja dengan baik. Masyaallah luar biasa. Jadi terenyuh hari ini ya dengan materi narsum ee nomor 1 hari ini. Baik disilakan dari panitia masih mempersilakan satu pertanyaan. Mohon izin boleh nggih Bapak. Nggih. Disilakan untuk ee penanya ketiga ya. Kami persilakan untuk Baik, selamat siang Bapak. disilakan menyebutkan nama dan dari mana panjenengan berasal. Disilakan menyampaikan pertanyaannya. Monggo disilakan. Baik, selamat siang Bapak. Izin bertanya. Ee baik, monggo. Dengan nama Bapak, dari mana Bapak? Mohon izin. Dari siapa? Bapak dari daerah mana? Arif Seto. Baik, Pak Arif. Alhamdulillah. dari dari daerah dari Blitar, Jawa Tengah. Luar biasa. Dari Blitar, Blitar, Jawa Timur ya, Pak? Ya, Jawa Timur maksudnya. Oh, iya betul luar biasa Bapak. Semangat ya, Bapaknya yang jawatannya. Iya, ini pasti happy sekali sudah bisa sebagai penanya dan ditampilkan ya, Bapak ini karena dilihat se-Indonesia. Disilakan Bapak memberikan pertanyaannya. Terima kasih. Ee alhamdulillah atas penjelasan yang disampaikan Ustaz. Jadi mungkin mohon sedikit pencerahan Ustaz. Memang dalam suatu lingkungan kerja kita sebagai ASN dengan adanya top leader yang adil bijaksana kan dapat motivasi kita dalam bekerja ng kita akan semangat dalam bekerja. Tapi dalam apa ee waktu-waktu tertentu mungkin top leader yang kita hadapi tidak seperti yang kita harapkan ngih. Belum lagi misalnya kita tadi di di poin yang keempat disebutnya kita bekerja diharapkan dengan ikhlas. Ya, kita berusaha untuk bekerja ikhlas. Kita kita tidak rugilah dengan dengan apa kita bekerja secara ikhlas dalam kemudian dalam melaksanakan kegiatan program kan ada hal-hal yang mungkin tidak sesuai dengan ketentuan atau tidak sesuai dengan yang kita harapkan. akhirnya kita memberikan kritikan kemudian ee masukan terhadap baik itu teman kita maupun ee pimpinan kita. Tapi apa yang kita kita temui, kita apa ee feedback-nya akhirnya malah kita dianggap sebagai wah orang istri Arif ini enggak kok enggak suka sama kawannya melakukan suatu hal yang seperti ini. Kemudian Arif ini sombong nian. Hal ini biasa kok dilakukan. Jangan seperti inilah ikut ikutikut ikut ikut-ikutan aja lah. Enggak usah enggak usah banyak meritik, enggak usah banyak ngomong. Akhirnya kan seperti itu feedback yang kita dapat. Mungkin demikian yang dapat saya sampaikan, Ustaz. Mohon pencerahan. Terima kasih. I terima kasih atas pertanyaannya. ee macam ya begitulah Bapak ee kehidupan ini. Jadi orang yang kita hadapi itu beragam dan bermacam-macam. Ada orang yang gila kerja, ada orang malas kerja. Bahkan mungkin ee di satu momen tertentu kita menghadapi atasan yang mungkin bekerjanya biasa-biasa saja atau mungkin tidak bekerja atau mungkin kita punya partner yang tidak ee mampu bekerja dengan baik. Maka di situ kita punya kesempatan mengejar pahala lebih banyak. Kita tutupi rekan kerja kita, kita tutupi atasan kita dalam hal kekurangan mereka dalam pekerja. Kita tutupi kekurangan mereka dalam pekerja untuk kita kemudian kita bantu, kita sempurnakan. Dan kita harus bangga menjadi orang yang terbiasa menutupi kekurangan rekanan kerja kita atau atasan kita dalam saat mereka bekerja. Itu kita harus bangga. Kenapa? Karena semakin banyak pekerjaan yang kita cover dari sahabat kita, rekan kerja kita, atau atasan kita itu akan mendapatkan lebih banyak pengalaman. ya mungkin itu bukan wilayah kita, tapi kemudian kita cover lalu kita punya pengalaman yang baru yang lain dari tupoksi kita. Dan itu yang saya sebut tadi itu bagian dari sedekah dan juga bagian dari menghapus dosa. Jadi memang ee aspek teologis dalam bekerja itu juga tetap harus menjadi prinsip supaya kita ini tidak banyak mengeluh. Jadi kemudian menjadi ringan, santai saja. atasan malas kita menyelesaikan kita mudah menjadi bangga karena bisa kita belum saatnya menjadi atasan tetapi sudah mengerjakan pekerjaan atasan itu kan kita sudah terbiasa menjadi atasan bahkan mungkin secara realitas kita ini yang menjadi atasan kan begitu mestinya harus bangga itira begitu jadi harus bangga dengan ee kesempatan di mana kita ini dituntut untuk menyel pekerjaan orang lain. Terus apa dengan apa tanggapan atau feedback dari rekan-rekan atau pimpinan kita cukup diam aja atau gimana, Ustaz? Iya, santai saja. Saya biasa santai kalau begitu itu kita selesaikan kita jawab dengan pekerjaan bukan kita jawab dengan membalas apa yang mereka sampaikan. Toh orang lain akan melihat apa yang terjadi yang sebenarnya dari apa yang kita lakukan bukan dari apa yang kita sampaikan. Percuma kita menyampaikan banyak hal tapi apa yang kita lakukan itu tidak seimbang dengan kita sampaikan. Justru yang kita lakukan itu lebih banyak dari apa yang kita sampaikan itu orang lebih percaya. Baik Bapak matur nuun sekali dari pertanyaannya dengan Bapak yang dari Blitar Jawa Timur ya Pak. Dari Blitar. Apakah sudah puas, Pak, dengan jawaban dari Bapak narasumber kami? Aman nggih, Bapak? Aman. Aman. Alhamdulillah. Memang untuk ee kuncinya, kata kuncinya adalah ekstra, ekstra ekstra ekstra sabar. Dan juga jangan lupa kalau kita mengalah dan tidak ngapa-ngapain ya, Bapak, itu akan menghapus dosa dan bagian dari sedekah kita. Luar biasa. Masyaallah. Boleh tepuk tangan dong untuk teman-teman dan di yang ada di studio dan juga jempolnya dari teman-teman yang ada di YouTube channel. Jempolnya dong untuk acara hari ini memang luar biasa. Baik Bapak itu ee itulah tadi pertanyaan terakhir je. Matur nun sanget kepada Bapak. Terima kasih kepada Bapak Dr. H. Hamis Syafaq Lahat Magister Filsafat Islam. Kami ucapkan terima kasih atas kesediaannya sebagai narasumber hari ini. Saya sangat terharu. Baik. Saya tidak bisa merangkumnya karena sudah di hati saya akan saya jalankan nanti, Bapak. Masyaallah. Baik, terima kasih Bapak dan ee tentu saja jangan lupa, Teman-teman, untuk semesta Bangkom juga jangan lupa tetap dicek secara berkala jeh. Dan saya akan merangkum sedikit ya. Ini ternyata ada loh mahasiswa kupu-kupu. Masyaallah kuliah pulang, kuliah pulang dan anak mama. Waduh, ini luar biasa. Makanya kita enggak tahu rezeki kita harus kayak gimana. Tetap pasrah dan tawakal. Jadi kalau kalau mungkin ada pimpinan yang gila kerja harusnya kita bersyukur karena kita dibentuk menjadi seorang pimpinan untuk masa depan yang lebih baik. Sekali lagi kita ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. H. Hamis Syafak, licensiate, magister filsafat Islam. Boleh tepuk tangan dari semua teman-teman yang ada di studio dan tentunya Sobat ASN. Baik, kepada Sobat ASN semuanya jangan lupa untuk tetap mengecek di semesta Bangkom. dan juga di running chat semuanya harus dilihat ya. Jadi jangan lupa untuk setiap ee jangan lupa bahwa presensi sudah dapat diakses melalui website semesta Bangkom seperti yang tertera di ee pada running chat atau Zoom. Mengisi survei juga serta mengisi lembar monev maka sertifikat akan muncul 1* 24 jam. Jangan lupa dicek secara berkala. [Musik] Sobat SN masih semangat tentunya ya untuk menyusung di narasumber kita yang kedua masih di webinar ASN seri webinar BBSDM Jatim ASN seri ke-24 dengan tema Hijrah ASN mengokookkan identitas, mengembangkan profesionalitas, dan juga menguatkan integritas. Luar biasa. Untuk hari ini materi kedua narasumber kita adalah Bapak Prof. Dr. Ir. Ahmad Jasidi, M. Eng. dan beliau menempuh pendidikan terakhir S3 di Hiroshima University akan menyampaikan materi tentang ASN berintegritas di era digital, kolaborasi etika, teknologi dan budaya Aswaja. Dan langsung saja hari ini sudah hadir Bapak. Asalamualaikum Bapak, bagaimana kabarnya Bapak Jazidi? Alhamdulillah. Asalamualaikum Bapak. Baik, mohon izin. Baik. Waalaikumsalam warahmatullah. Masyaallah. Alhamdulillahiabbil alamin. Apa kabar Bapak? Sehat hari ini? Alhamdulillah baik-baik. Sehatshat baik. Sangat bangga sekali injih. Sangat bahagia dan bangga sekali kami dapat mengundang Bapak sebagai narasumber untuk materi kedua dan tentunya masyaallah dan tentunya kami ee sangat mengucapkan terima kasih menyempatkan waktunya je Bapak NJ di tengah kesibukan tentu saja. Saya saya yang terima kasih. Saya yang terima kasih diundang. Oh, inj. Baik, terima kasih Bapak. Dan kami persilakan kepada Bapak Prof. Dr. Ir. Ahmad Jazidi, M. Untuk memberikan materinya. Disilakan, Bapak. Terima kasih, Bu Maya. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala rasulillah sayyidina Muhammadin ibni Abdillah. La haula wala quwwata illa billah. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh la nabiya ba. Amma ba subhanaka la ilma lana illa maamtana innaka antal alimul hakim. Rabbisrohli sodri waassirli amri wahlul uqdatan min lisani yafqohu quli. Yang saya sangat hormati ee Bapak Dr. Ramlianto, SP,MP. Kepala ee BPSDM Provinsi Jawa Timur. Yang ee saya hormati juga Bapak Dr. H. Ahmad Jazzuri, S., M.Si. yang tadi sudah menyampaikan keynote speech. Yang saya hormati ee Bapak Dr. H. Hamis Syafak yang baru sapa ee materi luar biasa. Terima kasih sangat. Saya banyak menimba ilmu barusan dari beliau. serta ibu sekalian peserta ee webinar ASN belajar. Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa taala. Selawat dan salam mudah-mudahan senantiasa ter curah pada junjungan kita Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ibu Bapak sekalian. Pada kesempatan yang pertama saya ee ingin menyampaikan terima kasih kepada ee teman-teman BPSDM Jawa Timur khususnya pada Pak Dr. Ramlianto yang telah ee mengundang saya untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan e ASN belajar ini. Dan ini sudah seradi yang ke-24 ya Bu ya. 24. Betul. 24. Iya. Ee kegiatan ini diselenggarakan reguler periodik tiap apa Bu? Sebulan sekali, sebulan dua kali. Setiap setiap hari Kamis, Bapak. Setiap hari Kamis. Iya, betul. Dan sangat-sangat beragam untuk materinya. Masyaallah. Ini luar biasa. Ini kegiatan yang sangat baik. I luar biasa. Ij, Bapak. Luar biasa. Teman-teman ASN khususnya di Jawa Timur diajak untuk terus belajar mengimprove, meningkatkan kualitas kerja sebagaimana materi yang tadi kita sudah sama-sama ikuti. Tema dalam rangka menyambut ee 1 Muharram. Hijrah ASN mengokohkan identitas ee mengembangkan profesionalitas dan ee menguatkan integritas. Secara ee khusus subtema yang diberikan kepada saya ee ASN berintegritas di era digital, e kolaborasi etika, teknologi dan ee budaya SWA. Ibu sekalian ee mungkin berbeda dengan materi-materi sebelumnya. Saya mungkin akan ee lebih banyak berbicara ee teknis atau teknologi begitu. Mudah-mudahan ee saya bisa memberikan ee sesuatu pada panjenengan semua yang bermanfaat. Saya akan mulai dengan ee hijrah di ee era digital ini. Apa yang harus ee kita lakukan? Apa yang dimaksud dengan hijrah dalam pengertian ee teknis ee mengikuti perkembangan ee teknologi yang saat ini ee kita semua mengenalnya ada di era yang disebut dengan era eh digital. Ibuak sekalian, saya mengawali dengan ee begini, mengingatkan kembali saja kata digital itu telah bermetamorfos, telah ber ee kembang ee maknanya dari yang semula kita memahami ee digital dari ee perspektif kalau kita belajar sinyal gitu ya. ada sinyal kontinue, ada sinyal ee digital yang ee diskret. Bedanya dengan ee continue, kita bisa mendapatkan nilai dari satu sinyal continue itu ee yang tak terhingya dalam satu rentang waktu. Kalau ada grafik gitu misalkan ya, e panjenengan mudah-mudahan masih ingat ada ee ee grafik kurva normal gitu. Misalkan kalau kita gambar kurva normal dalam ee garis yang lurus lengkap begitu dalam bentuk e seperti bellship gitu, bentuk belell. Setiap saat panjenengan bisa mendapatkan nilai kapanpun. Tak terhingga dari yang setiap saat bergeser sedikit ada nilainya. Bergeser sedikit ada nilainya. itu kalau kontinue. Kalau digital itu diskret itu diambil dengan sampling begitu ada ee satu waktu nilainya tertentu dan itu tergantung kepada e banyaknya sampling, frekuensi samplingnya. Semakin rapat Anda semakin mendapatkan nilai yang ee hampir mendekati kontinue tapi selalu ada yang hilang diskret. itu terkait terhadap dengan ee apa ee kalau panjenengan belajar itu ada dulu ingat aljabar biner yang harganya antara 0 dan 1 dan itu kemudian yang merevolusi ee komputer. Nah, saat ini kata digital itu tidak hanya berarti yang diskret tadi itu seperti sinyal itu, tetapi ee digital itu punya makna gabungan antara data dan teknologi. Jadi kalau kita dikatakan sekarang masuk di era digital itu pengertiannya kita berada dalam era yang kalau kita bekerja itu harus berbasis pada data. Data yang semakin banyak datanya semakin bagus. Kemudian ada kita mengenal istilah big data, data yang luar biasa banyaknya. dan kemudian data itu ee diolah menghasilkan suatu informasi yang sangat berguna bagi kita semua untuk mengambil suatu keputusan yang tepat, mengambil suatu kebijakan yang yang baik, yang bermanfaat, yang bisa menyelesaikan masalah dengan ee akurat. Nah, ee ketika teknologi belum berkembang sepesat sekarang khususnya teknologi informasi, data itu diolah dengan ya memanfaatkan ada teknologi komputer kita analisis, terus kemudian ee terhadap satu fenomena tertentu kita bisa memahami berdasarkan data itu menghasilkan suatu informasi tentang fenomena itu. Dan kemudian berdasarkan informasi itu kita mengambil ee satu kebijakan yang diperlukan, yang akurat, yang tepat, yang diharapkan bisa ee menyelesaikan masalah. Nah, kalau ketika kita mengolah data itu melibatkan teknologi yang lebih canggih dan lebih kompleks, lebih rumit gitu, maka kemudian gabungan antara data dan teknologi itu yang sekarang disebut sebagai digital. Jadi ee era digital itu maksudnya bermakna kita sekarang berada dalam satu era di mana kita bekerja dituntut harus berdasarkan data yang kemudian diolah dengan melibatkan teknologi yang canggih. teknologi di balik kata digital ini ee yang panjenengan kemudian sekarang mud sudah sering mendengar ada ee apa komputer tentu kemudian ada algoritma ada coding ada pemrograman, ada artificial intelligence ada blockchain dan lain-lain. Itu semua teknologi yang diperlukan untuk mengolah memproses data sedemikian Anda mendapatkan panjenengan semua mendapatkan informasi yang sekali lagi tidak didasarkan pada data yang begitu banyak. big data informasi yang panjenengan ee peroleh bisa sangat ee banyak dan akurat melengkapi panjenengan semua untuk mengambil kebijakan-kebijakan kebijaksaraan-kebijaksanaan menyelesaikan ee masalah yang panjenengan atau bahkan untuk ee mengembangkan ee satu ide-ide, satu inovasi-inovasi yang ee bisa memperkaya ee pengetahuan ee kita semua. Nah, dengan demikian, Ibu Bapak sekalian, kita sekarang ee berada di dalam ee era digital dalam pengertian yang seperti itu berarti kita bekerja berdasarkan data yang didukung dengan teknologi. Maka satu aspek yang ingin saya sampaikan dalam kesempatan ini hijrah dalam era digital di sini ini yang diperlukan di antara banyak hijrah-hijrah yang tadi sudah disampaikan oleh eh keynote speakers kemudian ee oleh pembicara yang pertama tadi. Hijrah yang sekarang saya maksudkan, yang ingin saya sampaikan kepada panjenengan yang diperlukan di era digital ini adalah hijrah yang terkait dengan mindset, yaitu yang diperlukan sekarang kita perlu mempunyai yang disebut digital mindset. Mindset itu bisa dipahami sebagai ee sebuah cara ya mindset ya, pola pikir cara memikirkan sesuatu. cara memahami, cara kita bersikap, dan persepsi kita terhadap satu ee persoalan yang ee bagaimana kita atau seseorang ee memandang dan ee apa ee menanggapi satu situasi dan ee mindset digital itu berarti cara kita berpikir bagaimana kita memanfaatkan teknologi digital tadi. Teknologi digital yang tadi sebut ada banyak di belakang kata teknologi digital tadi, blockchain, artificial intelligence, coding ya dan macam-macam. Memanfaatkan itu untuk eh memahami suatu persoalan dan ee menyelesaikan ee persoalan-persoalan dengan memanfaatkan ee teknologi digital. Ibu, Bapaku sekalian ee cara kita bersikap atau pola pikir itu tentu menentukan bagaimana kita ee macam-macam bagaimana sikap kita menghadapi tantangan. Apakah tantangan itu kita lihat sebagai ee suatu kesempatan untuk belajar ee atau sebagai ee ancaman itu tergantung pada pola pikir, kemampuan untuk mendapat beradaptasi. ee apakah seseorang dapat ee beradaptasi dengan ee perubahan dan ee ketidakpastian yang kita ee sering jumpai di era yang sekarang itu. Jadi, pola pikir itu menjadi sesuatu yang sangat penting yang yang menentukan cara bersikap merespon ee menginterpretasi, mempersepsikan ee sesuatu. Nah, I sekalian, selanjutnya ee dalam kaitan dengan ee kolaborasi etika, teknologi dan budaya Aswaja, saya akan menyampaikan ee mohon izin dengan ee beberapa contoh cerita tentang fakta tentang ee satu perusahaan yang ee ee apa memanfaatkan ee teknologi digital secara maksimal. Satu perusahaan, perusahaan internasional yang kita kenal ada perusahaan namanya Grow eh Intelligence. Perusahaan ini eh memanfaatkan ee teknologi digital. data dan mengolahnya dengan teknologi yang rumit, canggih, dan bergerak di bidang ee pertanian. Grow intelligence ini didirikan oleh eh seorang perempuan eh Sarah Minker kelahiran eh Ethiopia yang menempuh studi bachelornya di Amerika dan masternya. Kemudian dia bekerja di ee sebuah perusahaan investasi ee kalau tidak salah ee bekerja di apa namanya Morgan Standing dan bekerja di pasar saham di Manhattan New York sana. Pada suatu musim panas 2008, panjenengan masih ingat ada ee apa? Keruntuhan pasar muda yang disebabkan oleh skandal ee kredit perumahan di Amerika, subprime mgit crisis. ada pemberian kredit ee ugal-ugalan begitu yang tidak ee terkendali. Kredit diberikan kepada seseorang dengan riwayat kredit yang kurang handal sehingga ada peluang ee kredit itu tidak bisa ee terbayarkan. menyebabkan krisis ekonomi global secara ee menyeluruh di seluruh dunia. mata uang menjadi turun nilainya. Dan ee di saat ee suatu hari di musim panas ketika ee keruntuhan pasar modal itu terjadi, Sarah eh Maker ini sedang berada di kantornya dan semua teman-teman panik. Kemudian banyak yang bertaka, "Ini saatnya kita beli emas gitu. Karena selama ini seseorang yang punya modal ditanam di bursa saham berharap nilai ee uangnya terus bisa berkembang. Tapi tiba-tiba kemudian ee pasar modal itu runtuh, pasar uang itu ee ee runtuh. Nilai uang turun drastis, tidak ada nilainya lagi. Orang berpikir dan lebih banyak pada keuntungan pada kepentingan diri sendiri menyelamatkan uang. Kalau begitu lebih baik sekarang ini saatnya kita mengalihkan uang kita harus kita simpan dalam bentuk emas. Sarah Merkel, seorang yang ee lahir di Ethiopia ee berpikir lain dengan jatuhnya nilai ee uang kemudian berdampak pada ee ekonomi global sebagai orang yang dilahirkan di Etiopia, negara yang dengan pengalaman ee pangan kemiskinan pada tahun 0 ee ee 70-an kemudian apa ee kelaparan yang terpikir adalah dampak ekonomi global ini yang paling dia khawatirkan adalah ee ketahanan pangan. Oleh karena itu, dengan latar belakang pendidikan yang dia miliki, dia ee mendirikan satu eh perusahaan yang disebut eh GR Intelligence yang berbasis di New York dan Nairobi, Kenya yang menyediakan platform eh wawasan pertanian dan data yang dan data yang didukung oleh eh kecerdasan e buatan, artificial intelligence. mereka perusahaan ee Sarah Merkel ini eh apa namanya tadi ee grow eh intelligence menganalisis triliunan data, triliunan data global untuk ee memberikan dukungan keputusan kepada pemerintah, kepada perbankan yang akan memberikan ee pinjaman kepada ee pelaku-pelaku ee ee usaha pangan, perusahaan yang bergerak di bidang pangan dan memberikan ee analitik prediktif kepada klien mereka termasuk ke perusahaan ee makanan dan agribisnis atau ee perusahaan yang bergerak di bidang ee pangan. Nah, eh perusahaan yang didirikan oleh Shar Merker ini yang kemudian disebut sebagai startup atau yang kemudian kita mengenal ada unicorn dengan perusahaan ee yang disebut unicorn ini kalau dia punya valuasi eh senilai 1 miliar e US dolar atau sekitar 15 triliun evaluasi dari perusahaan. dan dia ee bisa mendapatkan ee pendanaan dari investor sampai ee apa ada yang disebut pendanaan seri B bernilai 180-an ee juta e US dolar. Sekali lagi ee perusahaan yang dibangun berdasarkan ee basis eh teknologi e digital ini karena pengalaman dia bekerja di Stan Morgan Stanley, mindset eh kebiasaan untuk mengolah data itu mindset digitalnya atau pola pikir digital atau digital mindset-nya itu memungkinkan dia kemudian ee mendirikan perusahaan yang ee mempunyai pengaruh besar memberikan ee nasihat-nasihat kepada ee pemerintah, perbankan, para pelaku usaha pangan dan dan seterusnya. pada tahun 2021 ee dia dinobatkan sebagai salah satu ee perusahaan yang paling berpengaruh ee oleh time. Kemudian perusahaan yang kedua eh perusahaan dalam negeri. panjenengan pernah mendengar ee perusahaan startup yang masuk ke kategori unicorn juga yaitu ee perusahaan yang didirikan oleh seorang ee alumni ITB yang bernama Gibran eh Huzaifah. Nama perusahaannya adalah eh Fishering, perusahaan eh aquaculture asal eh ya dalam negeri. Didirikan pada tahun 2013. Gibran Huzaifah ini masuk ITB tahun 2000 ee 9 kelahiran 1989. generasi milenial yang memang ee melek ee digital. Awalnya Gibran Nuzaifah ini memiliki kolam ikan pribadi sejak dia kuliah di ITB mulai ee dia kalau enggak salah masuk ITB tahun 2009 dan terus mengembangkan e bisnisnya hingga memiliki 70 kolam ikan saat dia lulus. yang kemudian ee melihat peluang untuk ee memberikan solusi teknologi pada sektor perikanan, terutama dalam pemberian ee pakan ikan ee otomatis. Perusahaan dia ini mengembangkan suatu sistem pemberian e pakan ikan otomatis berbasis internet off IoT yang dapat mendeteksi masalah di kolam, ikan dan menyesuaikan dosis pakan. perusahaannya mencapai status ee unicorn dengan valuasi perusahaan ee 1 miliar dolar dan dia memperoleh pendanaan dari investor investor global senilai 200 juta US Dollar. Luar biasa kan? Melalui ee pendanaan seri D. Jadi pendanaan-pendanaan untuk perusahaan-perusahaan SATAP itu ada pendanaan seri A untuk yang baru memulai seri B, seri C, seri D untuk perusahaan-perusahaan SATAP yang mulai merambah ke pasar-pasar ee global. Nah, ee yang ini saya sampaikan juga untuk ee diketahui di samping cerita-cerita suksesnya eh pada akhir tahun 2024 Aiser ini Ifiser ini perusahaan Gibran Hudzaifah ini diduga melakukan kecurangan finansial dengan memberikan laporan keuangan palsu sejak tahun 2018. Hasil audit internal mengungkapkan bahwa ee perusahaan memiliki dua laporan keuangan. Satu untuk internal dan ee satu lagi untuk ee eksternal. Laporan keuangan eksternal yang dilaporkan disampaikan kepada auditor eksternal untuk kepentingan para pembeli dana, para investor itu, para pemegang saham dan bank. Masalah yang dihadapiri, Ibu sekalian, dugaan menggelembungkan pendapatan hingga hampir 10 triliun. Nah, ini pentingnya nanti itu ee etika dalam berbisnis. Laporan keuangan internal menunjukkan kerugian 578 miliar. Sedangkan laporan eksternalnya menumbuhkan menunjukkan laba 261 miliar. Jadi ada fraud, ada penipuan karena tidak dipegang teguhnya ee etika kejujuran. Pengglembungan aset perusahaan termasuk klaim memiliki 400.000 R fasilitas pemberian pakan padahal hanya memiliki 24.000 fasilitas. Ia sekalian inilah yang saya maksudkan ee dalam era digital. Dalam era digital ini kita bisa memanfaatkan teknologi digital, gabungan antara ee data dan teknologi. Tetapi pada saat yang bersamaan etika tidak boleh terlepas, tidak boleh dilepas. itu harus menjadi pegangan teguh bagi para pelaku godaan godaan yang mungkin bisa dicapai untuk keuntungan pribadi walaupun dengan cara-cara yang tidak terpuji. Nah, Ibu Bapak sekalian, kita semua perlu hijrah mindset kita. Karena kita memang masuk di era itu. Dalam memahami persoalan, dalam memil persoalan kita tidak boleh ketinggalan sebagai ee birokrat. tadi disampaikan pekerjaan sebagai ASN ini pekerjaan paling aman. Kita ee sering mengenal disampaikan juga oleh Pak ee SFA tadi dengan teknologi digital banyak terjadi shifting pekerjaan yang berakibat banyak pekerja-pekerja yang yang di PHK. Tapi sebagai ASN kita mungkin tidak terancam. Kita tetap bisa bekerja sebagai ASN, tetapi kita harus mengikuti perkembangan teknologi dalam kita bekerja sebagai ASN supaya kita bisa memberikan ee layanan yang lebih baik kepada masyarakat. Sebagaimana tadi dikatakan oleh eh Pak Jazuli Khadimul Ummah sebagai public servant dengan memahami perkembangan teknologi, layanan yang kita berikan kepada masyarakat insyaallah bisa menjadi ee lebih baik. kita tidak boleh walaupun sebagai ASN pekerjaan kita terjamin mungkin tidak akan tergeser, digeser, di PHK oleh karena semakin pesatnya pekerjaan-pekerjaan yang digantikan oleh ee teknologi digital, artificial intelligen dan yang lain-lain. terakhir kendipun ee dengan kemajuan teknologi ee digital itu kita harus tetap memegang prinsip-prinsip ee sebagai sebaik-baik umat dan memberikan kemanfaatan yang sebanyak-banyaknya ee kepada umat, kepada sesama manusia, mempertahankan nilai kejujuran kan. Kemudian ee seorang yang amanah menepati janji alamanah wal wafa bil ahdi sebagai orang yang suka menolong taawun sebagai orang yang konsisten. tadi disinggung diuraikan dengan baik sekali oleh Pak Hamiz Syafaq dan sebagai orang yang ee adil dan mencintai kebenaran. Begitu kira-kira kita harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dengan tetap menjunjung tinggi nilai etika sebagai sebaik-baik umat, khair ummah. Dan ee dengan begitu insyaallah kita hadir memberikan kemanfaatan yang semaksimal pada sesama umat manusia. Mohon maaf atas segala kekurangan dan kekhilapan saya. Demikian yang saya sampaikan. Wallah muf. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Bapak. Terima kasih sekali, Bapak. Masyaallah, luar biasa. Dan tentunya kami mohon untuk tepuk tangannya untuk Bapak Prof. Dr. Ir. Ahmad Jazidi, MM. Waduh, luar biasa. Jadi memang era digital adalah data dan teknologi. Betul NJ, Bapak NJ. Dan diolah jadi suatu kebijakan. Masyaallah. Dan di era digital ini memang harus selalu bermakna karena dituntut karena beragam banyak algoritma coding dan lain sebagainya. Saya mau dijelaskan tadi ya Bapak ya. Saya sendiri juga kalau dengan dunia digital itu masih meraba tapi selalu berusaha untuk bisa dan tentunya untuk sobat ASN di seluruh Indonesia harus tetap cus untuk berjuang agar ee digital itu semakin menjadi kebiasaan. Betul begitu nggih, Bapak? Dan untuk selanjutnya mohon izin untuk sesi tanya jawab ada salah satu peserta ee yang ingin menanyakan apakah mahal Bapak jika website atau software itu aksesnya cepat? Karena di salah satu pemerintah di Indonesia itu rata-rata software-nya atau aksesnya itu sangat lemot. Nah, ini ini jadi ini pertanyaannya sangat bagus sekali dan saya ACC juga ya. Saya sering bertanya seperti ini juga Bapak. Monggo dipersilakan untuk jawabannya. ini dari Riana dari Dinas Kesehatan sepertinya luar biasa. Monggo disilakan Bapak itu sebenarnya pertanyaan I baik ee lebih pada harapan oh pemerintah menyediakan fasilitas digital yang yang bagus gitu loh yang enggak remot gitu loh ya. Betul betul harapannya begitu tapi apakah benar itu yang dimasukkan dari pertanyaan ini? Iya betul betul Pak. Jadi sebenarnya itu yang dimaksudkan dari pertanyaan Iya. Iya, kita semua sudah tahu sebenarnya ee ono rego ono rupo. Oh, nggih. Ono rego on rupo. Betul Bapak on rupo. Apakah memang mahal kalau ee pertanyaannya itu kalau kalau tidak salah ng apakah mahal kalau kita ini mau mendapatkan fasilitas digital yang cepat? Iya. Iya, betul Bapak. I ono ono rupo lah. Enggih. Enggih, betul Bapak dari kolom chat. Betul begitu. Jadi memang pripun Bapak? Apakah ada software yang mempermudah itu apakah memang mahal ya, Pak memang bisa diakali begitu mungkin Bapak? Oke. Ee jadi ee dengan ee SDM yang semakin baik, alhamdulillah in Bapak diharapkan software-software kita bisa ee develop sendiri kerja sama dengan ee lembaga-lembaga research atau ee perguruan tinggi. Insyaallah nanti ee kita bisa mendapatkan ee software yang dikembangkan oleh ee anak-anak bangsa sendiri dengan ee kualitas yang baik, dengan kecepatan yang lebih besar, sebenerja lebih lebih nyaman. Insyaallah insyaallah bisa. Saya kira itu, Bu Maya. Luar biasa. Terima kasih yang sudah bertanya di kolom chat. tentunya software yang dikembangkan anak bangsa sendiri. Luar biasa. Boleh tepuk tangannya dan juga like-like komennya di teman-teman di kolom chat karena memang luar biasa ee kalau kalau mau cepat, kalau mau cepat beli, kalau mau cepat beli dan ya mahal. Oh begitu ya Bapak ya. Memang kalau cepat dan bagus memang identik ono rego, ono rupo. Betul begitu nggih, Bapak? Oke. Tapi kita harus senantiasa percaya sebagai ASN dan juga teman-teman e anak bangsa itu tadi nggih, Pak. Semoga ada software yang dikarakan ee di apa dipersembahkan oleh anak bangsa yang cepat dan tepat tapi tidak mahal gitu ya. Mungkin Bapak Pang luar biasa. Terima kasih Inj. Insyaallah. Bismillahirrahmanirrahim. Untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tentunya nggih Bapak. Nggih. Dan saya ucapkan terima kasih sekali kepada Bapak Prof. Prof. Dr. Ahmadi, Meng selaku Rektor Universitas Nahdatul Ulama hari ini untuk sebagai narasumber yang kedua hari ini. Bapak kami ucapkan terima kasih. Nggih. Mohon izin penannya hanya satu Bapak karena memang keterbatasan waktu dan kami selalu mendoakan Bapak agar senantiasa sehat dan selalu berbahagia. Matur nuwun sekali Bapak mohon izin kami tutup acara. Terima kasih Bapak untuk kehadirannya. Matur nuun sanget baik. Luar biasa hari ini. Masyaallah dengan ee dua narasumber dan juga cannot kennote speaker sangat saya juga bercampur terharu ada juga berpikir dan lain sebagainya. Baik, mengakhiri sesi webinar pada hari ini segilas saya akan merangkum materi dari para narasumber. Kami juga ucapkan terima kasih kepada seluruh narasumber hari ini, Bapak Dr. Ramlianto, S.PMP selaku Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Bapak Dr. Bapak Dr. H. Ahmad Jazuli, S.H., M.Si. SI selaku Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Dr. H. Hamis Syafak, Lc., M. Wakil Direktur Pasca Sarjana UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Ir. Ahmad Jasidi, MNG. selaku Rektor Universitas Nadatul Ulama UNUSA Surabaya. Masyaallah. Dan saya ingin merangkum sedikit yang sangat-sangat keren hari ini. Penderitaan itu datang saat rasa syukur itu hilang. Nah, kalau sudah kita selalu berpikir menderita pasti rasa syukur hilang. Semakin lama semakin banyak yang mengeluh dan selalu ada ee pantun dikit tadi dari Bapak narasumber e kennotter kita. Iwak bandeng akeh rine nuruti karep gak ono marine. Nah, itu catat ya. Dan bekerjalah. Jawabannya adalah bekerjalah dengan baik dan ikhlas sebagai bentuk sedekah dan penghapusan dosa. Niscaya rezeki akan datang dengan sendirinya tanpa dicari. Masyaallah. dan juga di era digital tentunya digital adalah data dan teknologi. Jadi semakin lama kita selalu berdoa ng dan berusaha semoga ESN di seluruh Indonesia bisa membuat software yang lebih bagus lagi namun tidak mahal. Luar biasa. Sekali lagi boleh tepuk tangannya teman-teman di studio dan juga komen-komen di kolom chat. Baik, tips dan strategi yang dibagikan oleh narasumber harapan kita adalah dapat bermanfaat untuk seluruh peserta pada hari ini dan juga semuanya. Selamat mencoba dan sampai jumpa di agenda-agenda berikutnya. Namun sebelum itu, izin membuat pantun penutup agar saya Maya selalu diingat. Oke. Punya mantan namanya Aniak. Walau kalau mamanya dipanggil Umi. Webinar berakhir sampai di sini. Jika ada salah mohon dimaklumi. Oke. Dan yang kedua, pergi ke sawah untuk bertani. Pergi bertani bersama Ibu Titi. Cukup sekian webinar kali ini. Semoga pesan tadi bisa sampai ke lubuk hati. Masyaallah, luar biasa. Boleh tepuk tangannya. Jangan lupa selalu bermanfaat, ikhlas dan selalu jadi orang baik, baik, baik dan orang baik dan selalu ekstra, ekstra ekstra ekstra sabar. Saya May Santiawati pamit undur diri. Wabillahi taufik wal hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sampai jumpa. [Musik] Zaman yang terus bergerak. Sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Jadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas [Musik] belajar wujudkan kelas dunia bukan tekad pantang menyerah jadi berkualitar [Musik] sama aku belajar [Musik] Yeah. [Musik] He. [Musik] He. Yeah.