Transcript
f-vH5umfsdc • ASN Belajar Seri 24 | 2025 - Hijrah ASN: Mengokohkan Identitas, Profesionalitas, Integritas Kuat
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0240_f-vH5umfsdc.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN belajar.
ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Jadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN getar berkualitas
[Musik]
belajar wujud
pemerintahan
kelas dunia
bukan tekad pantang menyerah
jadi
berkualit Kita
[Musik]
belajar
[Musik]
Yang berbahagia sobat ASN di seluruh
Indonesia. Apa kabar semuanya?
Ada sebuah pepatah mengatakan ilmu
adalah cahaya yang menerangi jalan
kehidupan. Dan hari ini kita semua
berkumpul untuk mendapatkan cahaya itu.
Dengan kerendahan hati, izinkan saya
menyapa semua sobat ASN dengan salam
silaturahmi. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan. Saya M Santiawati
merasa terhormat dipercaya untuk kedua
kalinya menjadi moderator di acara
webinar yang luar biasa kali ini. Baik,
Sobat ASN. Tahun baru Islam 1 Muharam
1447 Hijriah yang jatuh pada tanggal 27
Juni 2025 besok menjadi momentum penting
untuk merefleksikan nilai-nilai
spiritual dan moral dalam kehidupan.
Khususnya bagi Aparatur Sipil Negara ASN
yang mengemban amanah sebagai pelayan
publik. Lebih lanjut selengkapnya akan
dibahas dalam webinar hari ini dengan
tema Hijrah ASN mengokohkan identitas,
mengembangkan profesionalitas dan
menguatkan integritas. Kami mohon tepuk
tangan dari Sobat ASN di seluruh
Indonesia dan juga penonton yang ada di
studio. Luar biasa. Masyaallah. Webinar
hari ini terselenggara oleh BPSDM Jawa
Timur dalam Zoom meeting maupun YouTube
channel BPSDM Jatim TV. Kami di studio
BPSDM Jatim yang berlokasi di Balongsari
Tama tande Surabaya. Sobat SN telah
hadir bersama kita dan saya ingin
menyiapa terlebih dahulu yang terhormat
Bapak Dr. Lamblianto, SPMP.
selaku Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Yang kami hormati Bapak Dr. H. Ahmad
Jasuli, S.H., M.Si. selaku Asisten
Administrasi Umum Sekretariat Daerah
Provinsi Jawa Timur. Dr. H. Hamis
Syafensiet,
Magister Filsafat Islam selaku wakil
direktur Pasca Sarjana UIN Sunan Ampel
Surabaya dan juga Prof. Dr. Ir. Ahmad
Jasidi, M. M. Engor
Nadatul Ulama UNUSA. Luar biasa, matun
sanget. Dan untuk agar lebih ceria lagi,
ada sebuah pantun dari saya. Boleh
jempolnya langsung dari kolom komentar
dan juga teman-teman yang ada di studio
boleh menjawab cakap. Bunga mawar tumbuh
di taman. Cakep. Harumnya semerbak di
pagi hari. Cakep. Mari kita semangat
ikut webinar dan semoga wawasan
bertambah nanti. Monoplaus-nya luar
biasa
jempolnya.
Dan satu lagi enggak afdol kalau enggak
dua ya. Burung camar terbang tinggi
terbang ke awan menyapa mentari.
Selamat datang di webinar ini.
Persembahan cantik BPSDM Jatim TV. Luar
biasa. Boleh tepuk tangannya.
[Tepuk tangan]
Menyapa ASN yang ikut live YouTube dan
Zoom. Semoga nanti hari ini semakin
banyak yang mengikuti dan tentunya
dengan sukacita dan hati yang selalu
bahagia. Ya. Baik, Sobat ASN sebelum
kita berlanjut kami informasikan bahwa
presensi sudah dapat diakses melalui
website semesta Bangkok seperti yang
tertera pada rounding atau chat Zoom dan
mengisi survei serta mengisi lembar
monev maka sertifikat akan muncul 1 kali
24 jam. Jangan lupa dicek secara berkala
dan ada informasi tambahan menyampaikan
tata cara menjawab dengan rais hand dan
akan dipilih oleh kami dua orang penanya
tentunya yang beruntung dipilih ya. Dan
untuk tata tertib webinar juga kami
mohon untuk selalu ee kamera
diperlihatkan dan juga nanti ada sesi
diskusi menyebutkan identitas nama dan
dari instansi mana dan nanti panitia
yang akan memilih. Baik, Sobat ASN
webinar bidang PPP PPK seri 24 Momentum
Muharram 1447 Hijriah membangun
integritas ASN di era digital
diselenggarakan sebagai bagian dari
upaya peningkatan nilai-nilai integritas
ASN melalui pendekatan spiritual dan
kontektual dengan memanfaatkan momentum
Muharam untuk menguatkan komitmen etika
dan profesionalisme ASN di tengah
dinamika global. Selengkapnya akan
dibahas di ASN Belajar Seri 24 Tahun
2025.
[Musik]
Sobat SN untuk membuka webinar seri 24
tahun 2025 hari ini, mari kita sambut
bersama opening speech dari Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, SP,MP. Kami silakan.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN
di seluruh tanah air, selamat bertemu
kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University, Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini Kamis tanggal 26 Juni 2025, ASN
belajar telah memasuki seri ke-24.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih, kami selalu
berkomitmen sekaligus terus berikhtiar
untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi ASN yang
menarik, kekinian, dan tentu berdampak
secara nyata terhadap peningkatan
kompetensi dan kinerja aparatur sipil
negara di Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-24 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka turut bersiap
menyongsong datangnya tahun baru Islam
Hijriah yang insyaallah akan kita masuki
mulai besok hari Jumat. sebuah momentum
yang tentu saja bukan sekedar penanda
pergantian waktu, namun momen ini adalah
undangan untuk merenung, bergerak,
bertumbuh, dan berkembang. Karena
sejatinya tahun baru hijrah bukanlah
sekedar seremoni, melainkan energi untuk
transformasi.
Karena momen pergantian tahun ini sangat
penting untuk kita mempersiapkan dengan
baik, maka ASN Belajar seri ke-24 tahun
2025 ini mengangkat topik hijrah ASN,
mengokohkan identitas, mengembangkan
profesionalitas, dan menguatkan
integritas.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam ASN belajar bahwa topik menarik
ini akan kita bahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Sobat ASN di seluruh tanah air, kita
paham bahwa sejatinya hijrah bukan
sekedar mobilitas spasial. Ia juga
merupakan perpindahan makna dari
keterbatasan menuju ke lapangan jiwa.
dari zona nyaman menuju medan
perjuangan.
Sejarah mencatat ketika Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam berhijrah
dari Makkah ke Madinah, beliau tidak
hanya berpindah kota, tapi membangun
peradaban baru. Sejarah mencatat hijrah
menjadi tonggak lahirnya masyarakat yang
adil, beradab, dan berlandaskan
nilai-nilai luhur.
Hijrah adalah jejak agung dari seorang
nabi yang memilih pengorbanan demi
keluhuran nilai. Hijrah adalah titik
balik dari sejarah peradaban Islam bukan
dalam dentuman perang, tapi dalam
keberanian berpindah dari
keterkungkungan menuju kebebasan
spiritual dan sosial. Hijrah adalah
simbol transisi besar dari keimanan
personal menuju tanggung jawab kolektif
dari keislaman yang tersembunyi menuju
peradaban yang terang benderang.
Sobat TSN, lalu apa esensi hijrah bagi
kita para aparatur sipil negara?
Hijrah ASN semestinya menjadi perjalanan
spiritual menuju jati diri yang utuh.
Kita bukan sekedar pelaksana
administrasi, tapi penjaga amanah
publik. Maka mengokohkan identitas
berarti memahami siapa kita. Abdi negara
yang netral, inklusif, dan berpihak pada
pelayanan. Bukan ASN yang larut dalam
kepentingan, tetapi ASN yang teguh dalam
nilai kebangsaan. Bukan ASN yang sekedar
hijrah untuk berpindah tempat, tetapi
mengembangkan profesionalitas secara
berkelanjutan.
Sobat ASN, kita sadar bahwa pengabdian
hari ini tidak cukup dengan niat baik.
Ia harus ditopang oleh kompetensi,
inovasi, dan keberanian belajar ulang.
Di tengah dunia yang serba cepat, ASN
tidak boleh menjadi pengikut lambat.
Kita harus menjadi garda terdepan
perubahan yang bermakna. Dan yang paling
mendasar, hijrah adalah penguatan
integritas. Seperti Nabi Muhammad yang
dikenal dengan gelar al-Amin, ASN hari
ini dituntut untuk menjadi teladan bukan
hanya dalam pekerjaan, tapi juga dalam
karakter. Dalam dunia digital yang
rentan bias dan polarisasi, ASN harus
hadir sebagai penjernih bukan penyulut
api perpecahan.
Kita berharap webinar kita kali ini
bukan hanya menjadi ajang diskusi, tapi
juga ruang perenungan. Apakah selama ini
kita sudah benar-benar hijrah dari pola
lama menuju budaya kerja yang bermakna?
Sudahkah kita menjadikan status kita
sebagai ASN sebagai ladang amal, bukan
sekedar tangga prestise?
Sahabat ASN di seluruh tanah air. Lalu
bagaimana kita sebagai ASN Indonesia
melakukan ikhtiar hijrah kolektif untuk
membangun Indonesia yang lebih melayani,
lebih profesional, lebih bermantabat.
Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas
topik ini, kami telah mengundang para
narasumber luar biasa yang sudah barang
tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada para narasumber hebat yang telah
berkenan hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ASN di
seluruh tanah air.
Pertama kami menyampaikan terima kasih
kepada yang terhormat Bapak Dr. K.H.
Ahmad Jazuli, S., M.Si.
Beliau adalah asisten administrasi umum
sekretariat daerah Provinsi Jawa Timur
sekaligus beliau adalah dewan pengasuh
Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto.
Kedua, kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi kepada yang terhormat
Bapak Dr. H. Hamis Safak, Lc., M. Beliau
adalah Wakil Direktur Pasca Sarjana
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
Surabaya. Dan yang ketiga kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada Bapak Prof. Dr. H. Ir. Ahmad
Jazidi Master Engineering. Beliau adalah
Rektor Universitas Nahdatul Ulama
Surabaya. Nah, Sobat ASN di seluruh
tanah air, mari kita simak dengan
seksama webinar ASN Belajar seri ke-24
tahun 2025 ini. Semoga bermanfaat.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Demikianlah tadi opening speech dari
Bapak Dr. Ramlianto, SPMP selaku Kepala
BPSDM Provinsi Jawa Timur. Luar biasa.
Terima kasih, Bapak. Dan berbagai
tantangan seperti lemahnya kepatuhan
terhadap kode etik, konflik kepentingan,
penyalahgunaan kewenangan, serta
rendahnya akuntabilitas dalam pelayanan
publik. Tantangan tantangan-tantangan
ini menjadi semakin kompleks dengan
hadirnya era digitalisasi yang membuka
peluang bagi terjadinya manipulasi data
dan informasi. Dalam konteks ini,
Muharram menjadi momentum reflektif
untuk memperkuat landasan moral dan
spiritual ASN dalam menghadapi berbagai
tantangan tersebut. Sekaligus
memperbarui niat dan orientasi kerja
untuk menjadi pelayanan publik yang
lebih bersih dan bermanfaat
juga bermartabat tentunya. NJ. Dan untuk
selanjutnya adalah kenot speech. Hari
ini beliau menjabat sebagai asisten
administrasi umum Sekretariat Daerah
Provinsi Jawa Timur dan beliau menempuh
S3 di salah satu universitas di Surabaya
pada tahun 2010. Hari ini akan
memberikan pemahaman yang bertajuk makna
bulan Muharram dan relevansinya dengan
pembangunan karakter ASN. Luar biasa.
Dan tentunya Sobat ASN harus tetap
bersemangat ya untuk hari ini. Karena
memang kalau tanpa semangat yang sangat
luar biasa sangat berbahaya sekali.
Mohon izin minta kertasnya. Kertas.
Kertas. Kertas. Mati. Mati.
Kita langsung menyapa kepada Bapak yang
telah hadir hari ini, kepada Bapak Dr.
H. Ahmad Jasuli, S.H., M.Si. si selaku
asisten administrasi umum sekretariat
daerah provinsi Jawa Timur. Bapak apakah
sudah hadir? Kami menyapa Bapak.
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat untuk semua
yang ikut Zoom hari ini.
Alhamdulillah. Baik. Luar biasa. Boleh
tepuk tangan untuk Bapak Ahmad Jule.
Luar biasa yang ada di studio.
Baik, gimana kabarnya Bapak? Sehat?
Alhamdulillah. Sehat. Alhamdulillah.
Penuh semangat baik untuk melayani
masyarakat. Masyaallah luar biasa. Bapak
Matun sanget karena sudah hadir hari ini
sebagai knot speaker dan hari ini juga
terima kasih telah menyempatkan
waktunya. Dan kami persilakan kepada
Bapak Ahmad Jasuli kami. Silakan.
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita
semuanya.
Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala
rasulillah
sayyidina Muhammadin ibni abdillah wa
ala alihi wa ashabihi waman tabiah. La
haula wala quwwata illa billah. Amma
ba'du.
Yang saya hormati, saya banggakan
Bapak Kepala BPSDM
Bapak Dr. H. Ramlianto,
Sp.
Kepala BPSDM yang energik, yang penuh
inovasi,
semangat mengabdi tanpa henti.
Yang saya hormati Bapak Rektor
UNA
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya,
Prof. Dr. Ir.
Ahmad Jayidi, Magister Engineering.
Tidak lupa yang saya hormati juga Bapak
Dr. H.
Hamanus Rafak, LC, MFIL, Wakil Direktur
Pasca Sarjana Wiinsa
dan ee host kita ini Mbak Maya Setiawati
yang selalu semangat memandu acara ee
webinar ASN
ee yang digagas BPSDM Jawa Timur.
seluruh
ee peserta webinar, rekan-rekan utamanya
ASN di mana pun berada di seluruh
Indonesia yang sedang mengikuti ee ASN
Belajar hari ini. Alhamdulillah
kita hari ini dipertemukan pada kegiatan
yang mulia thaol ilmi mencari ilmu
sekaligus nuansa memperingati
menyongsong tahun baru hijriah
Hijriah. Karena itu kami sampaikan
kepada rekan-rekan ASN yang beragama
Islam, selamat ee menyambut
tahun baru 1 Muharam 1447 Hijriah.
Mudah-mudahan di tahun baru hijriah ini
kita semakin meningkat kinerjanya
dan tetap selalu dalam lindungan Allah
Subhanahu wa taala.
Bapak, Ibu yang saya hormati.
Ee
saya mengambil tema
semangat
berhijrah, membangun komitmen,
integritas, dan profesional.
Tema ini kiranya sangat tepat untuk
menggugah kembali
dalam rangka kita berhijrah. Karena
hakikat berhijrah adalah
ee sesuai dengan
ee sabda Nabi, almuhajiru man hajaro ma
nahallah an.
Bahwa
seseorang yang berhijrah adalah
seseorang yang meninggalkan apa yang
dilarang oleh Allah.
sesuai dengan apa yang disampaikan oleh
Bapak Kepala BFBSDM tadi bahwa
berhijrah ini
kita
memperingatinya dengan kegiatan ASN
belajar yang beliau tadi katakan bahwa
ASN belajar hari ini dengan semangat
berhijrah janganlah merupakan ajang
diskusi, tapi bagaimana
merenungkan kan ya
muhasabah
apa yang sudah kita lakukan kemarin,
kekurangannya apa,
hal-hal yang pengalaman-pengalaman apa
untuk kita sempurnakan
ya tahun mendatang. Pendeka, sesuai
sabda Nabi lagi. Apa yang tidak baik
kita tinggalkan, kita sempurnakan.
berhijrah hakikatnya adalah menuju yang
lebih baik, meninggalkan hal-hal yang
dilarang atau yang kurang baik menjadi
yang baik. Untuk itu ee di awal kami
sampaikan
hendaknya mari kita
renungkan filosofi ada mutiara hikmah.
Mutiara hikmah yang perlu kita camkan.
Siapapun perlu mengecap
ee menghayati ada mutiara hikmah.
Penderitaan itu datang saat rasa syukur
itu hilang. Ya, ini di ee saya tayangkan
dalam slide ini. Kira-kira bisa dicatat,
perlu kita renungkan, kita hayati
mutiara hikmah ini bahwa penderitaan itu
datang saat rasa syukur itu hilang.
tidak pandang siapapun,
pejabat ya, orang yang berpengaruh,
orang kaya, siapapun hidupnya akan
menderita,
akan galau, akan sedih, hidupnya tidak
tenang, tidak ada kedamaian,
sambat
ketika rasa syukur itu hilang.
Karena apa?
Kita ini punya keinginan dan kebutuhan.
Ya, manusia termasuk ASN hakikatnya kita
ini lebih banyak keinginannya dari
daripada kebutuhannya.
Kalau kita
mengikuti keinginan terus tidak ada
habisnya.
Makanya penderitaan itu datang saat rasa
syukur itu hilang. Kalau kita banyak
keinginan, banyak kemauan, ya ini hidup
kita akan terasa kurang terus. Tepat
yang disabdakan oleh Rasulullah, laisal
ginail ard wakinal nafs. Bukanlah
kekayaan itu karena banyak harta, banyak
materi, tetapi kekayaan adalah ghinan
nafs, yaitu kekayaan jiwanya, hatinya.
Ya, makanya ee sekaya ya siapapun
setinggi jabatannya ya kalau orang itu
tidak ada rasa cukur maka yang didapati
adalah kegalauan, rasa kurang, tidak ada
kedamaian. Kalau dalam bahasa arek
Surabayo
iwak bandeng akeh rine.
Nuruti seneng ggak ono marine ya. Jadi
keinginan itu gak ada habis-habisnya.
Makanya syukur itulah yang menjadikan
kita bahagia.
Syukur itulah yang menjadikan kita kaya.
Syukur itu menjadikan kita cukup. Syukur
itu akan menjadikan kita qanaah. Bukan
cukup dulu baru bersyukur, tapi karena
syukur itu adalah cukup. Nah, ini perlu
saya tanamkan kepada ee rekan-rekan ASN
di mana pun berada, terutama ee
calon-calon CP ee ASN yang baru,
terutama Jawa Timur ada 2.500 ASN baru
yang ee bergabung kita. Saya tolong
modal syukur inilah yang akan
mengantarkan kita penuh kedamaian di
dalam mengabdi. Tidak mudah ee
sedih, tidak mudah ee sambat gundah
gulana kalau kita mengikuti keinginan
tidak ada putus-putusnya. Baik, itu
sebagai pengantar saya. Next.
Selanjutnya
kami
di dalam semangat berhijrah ini ee kami
menyampaikan hendaknya
Menpan RB yang telah mencanangkan ASN
berakhlak. Berakhlak ini hendaknya ee
dipahami,
direnungkan, dilaksanakan dalam
kehidupan sehari-hari. baik berakhlak
alampan maupun berakhlak sesuai dengan
sabda Nabi. Kalau berakhlak secara ee
arti harfiah menurut Menpan RB,
Kementerian Menpan RB adalah
berorientasi pelayanan yang akuntabel,
kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan
kolaboratif.
Itu secara harfiah
makna dari berakhlak. Sedangkan kalau
menyimak sabda Rasulullah, innama buitu
liutamima makarimal akhlak. Sesungguhnya
aku diutus adalah untuk menyempurnakan
akhlak. Di sinilah bahwa Nabi Muhammad
diturunkan di Makkah di masyarakat
jahiliah, masyarakat bodoh dalam arti
mental, moralitas, kepribadian. Sangat
bobrok.
Sampai-sampai kalau punya anak perempuan
malu dikubur hidup-hidupan
ya, bagaimana
ee masyarakat jahiliah perilakunya
yang tidak beriman, mereka yang ee suka
mabuk dan sebagainya dirubah oleh
Rasulullah dari jahiliah menjadi yang
akhlakul karimah, dari yang biadab
menjadi beradab,
dari yang gelap
yang gelap menjadi penuh cahaya. Ini
berakhlak. Makanya ee saya mengapresiasi
Kemenpan RB adanya berakhlak ini baik
secara makna harfiah yaitu yang ASN yang
akuntabel. akuntabel dalam arti dapat
dipercaya
ya dipertanggungjawabkan kinerjanya
kompeten jadi bekerja sesuai dengan ee
keahliannya, kompetensinya
harmonis,
bisa
menselaraskan program-program, tidak ada
ketimpangan ya serasi loyal ASN yang
loyal kepada NKRI, loyal kepada atasan.
Dalam arti kita jangan sampai dalam
ketinasan kita itu menjadi duri dalam
daging atau menggunting dalam lipatan.
Pendek kata loyal kita harus ee loyal
tetap dengan koridor regulasi. Bagaimana
loyal kita jangan sampai ASN lebih-lebih
terprovokasi dengan paham-paham yang
anti NKRI, tidak loyal pada negara.
bahwa ASN inilah harus loyal, tegak
lurus kepada pemerintah NKRI, adaptif
bagaimana ASN ini di mana pun bekerja
bisa ee adaptasi dengan lingkungannya,
adaptasi dengan dunia kerjanya, OPD
mana, instansi apapun bisa adaptasi
ya. Kemudian kolaboratif, kolaborasi,
bisa kerja sama, bersinergi, saling
mengisi.
Pendek kata, kita kerja sama penuh
supportif, support sesama
ASN,
bersinergi kebersamaan. Bagaimana kita
kerja sama yang bagus?
kerja sama dalam arti taw bilhaq wa
tawab. Next. Ee para peserta
webinar ASN belajar ini yang ke-24 tahun
2025 yang saya banggakan. Karena itu ASN
berakhlak
harapan kita sudah barang tentu ikuti
filosofi tanaman padi.
Tanaman padi adalah tanaman yang
menggambarkan
semakin tua semakin merunduk, semakin
berisi, semakin merendah. Ini adalah
padi ya. Nah,
bagaimana kita kalau jabatan semakin
tinggi? keilmuannya semakin banyak,
wawasannya semakin luas, hendaknya
berbanding lurus keilmuannya dengan
sikapnya.
Kalau boleh semangat berhijrah, kita
mengikuti filosofinya para ahli hikmah
yang mengatakan
alilmu kalmah wal adabu kalmiah.
Ilmu itu ibarat garam. Sedangkan adab,
moral, etika,
akhlak itu ibarat air.
Jadi kalau orang punya ilmu satu sendok,
maka akhlaknya,
kepribadiannya, moralitasnya ibarat air
harus satu baskom, satu kuala sehingga
bisa dirasakan. Jangan sampai ilmunya
banyak tapi moralnya pandai tapi supa
marap, koruptor, manipulasi, mendzalimi,
mempersulit. Nah, ini walaupun pandai
tidak ada nilainya. Ibarat
garam 1 sendok air 1 sendok, garam 1
sendok tidak bisa dirasakan. Makanya
filosofi padi hendaknya diterapkan oleh
ASN, para pejabatnya, ASN-nya. Sehingga
kita akan
terbentuk kepribadian seorang ASN yang
ramah, yang semel, ikhlas melayani,
tidak sombong, tidak egois.
Ee kami ada
kisah inspiratif.
Kisah inspiratif ada ee seorang profesor
suatu ketika dia
menelusuri atau ee menikmati suasana
pantai di sore hari. Si profesor ini
melihat nelayan pakai perahu
ya. Kemudian dipanggilnya, dipanggillah
si nelayan, profesor ikut naik perahu.
Ya, ketika naik perahu itu terjadi
dialog. Si profesor mengatakan,
bertanya, "Sudah lama Pak nelayan, Anda
mempunyai profesi seperti ini?"
Apa, Prof? Saya gak ngerti apa profesi
ini. Oh, profesi ya. Anda menikuti
pekerjaan sebagai nelayan sudah lama.
Oh, sudah lama, Prof. Sudah lama.
Puluhan tahun. Nah, ini menunjukkan
bahwa kita ini harus bisa bahasa yang
merakyat. Si profesor mengatakan
profesi. Kemudian melanjutkan
pertanyaannya profesor ini ee ketika
dalam perjalanan
ya melihat di laut ini ada ikan-ikan
yang banyak itu. Profesor bertanya
kepada nelayan, "Wah, ikannya
bagus-bagus. Banyak ini, Pak. Nelayan
ini ikan ini adalah bagian dari ilmu
biologi. Ini makhluk biologi. Anda tahu,
Pak, nelayan apa ilmu biologi itu? Kata
nelayan enggak tahu, Prof. Saya apa
biologi? Profesor mengatakan, "Wah, Anda
ini tiap hari di laut gak ngerti
biologi. Anda kehilangan kehidupanmu
30%."
Ini kata profesor. Terus melanjutkan
perjalanan.
ee
di kejauhan tanpa pegunungan.
Profesor mengatakan itu gunung-gunung
yang tinggi itu adalah bagian daripada
ilmu geografi. Pak Nelayan tahukah
geografi? Wah, gak tahu Prof. biografi
wong saya ini sekolah SD saja gak tamat.
Wah, kata Profesor, Anda ini
kehilangan 30% kehidupanmu, gak tahu
geografi.
Lanjut perjalanan sampai
mengarungi tepi pantai sampai malam
hari. ya kira-kira menjelang isya lah.
Kemudian si profesor bilang, "Wah,
indahnya Pak Nelayan ya di pantai ini
melihat di atas bintang-bintang seperti
ini. Wah, ini bagian dari ee ilmu
planetologi."
Anda tahu apa planetologi itu? Nelayan
apalagi itu Prof. Gak tahu, Prof. Wong
kami ini yang sehari-hari di pantai loh,
Anda gak tahu peranologi. Wah, Anda ini
kehilangan 30% dari kehidupanmu.
Wah, dengan bangganya Profeton
mengatakan demikian.
Apa yang terjadi? Nilalah. Wah, ini baca
nilala ini apa ya? Yang dilalah ya.
Dilalah. Wah, ada gelombang yang besar
dari tengah lautan
ya. ombak yang besar sampai perahu si
nelayan sama profesor ini terguling
terbalik. Alangkah kagetnya Pak Profesor
itu nelayan dengan polosnya bertanya,
"Pak Profesor,
Anda tahukah ilmu tentang renang?" "Wah,
saya ndak bisa, Pak." Nelayan. Kata
nelayan, "Wah, profesor ini 100% hilang
kehidupannya." Nah, dari kisah
inspiratif ini menunjukkan
bahwa
sepandai siapapun pasti ada
kekurangannya.
Dan
sekurangnya serendah profesi, serendah
pendidikan seseorang ada nilai lebihnya.
Makanya filosofi padi gak boleh kita
menyombongkan diri. ee SN belajar yang
saya banggakan ee itu filosofi ee
tanaman padi yang kiranya perlu kita
contoh siapapun profesinya, terutama
para pimpinan, terutama para ilmuwan
ketika sudah pandai jangan ee merasa
paling hebat bahwa sepandai-pandai
seseorang pasti ada kekurangannya. ya
dalam arti siapapun ada kekurangan dan
kelebihannya.
Untuk itu harus kita pahami para ASN
wajib belajar yang hari ini mengikuti.
Yang saya banggakan. Nah, selamat
berhijrah.
Filosofi padi perlu kita tanamkan.
Selanjutnya kita harus ee sebagai ASN
yang sudah berakhlak, yang sudah ee
mempunyai filosofi seperti padi itu.
Kita sudah melihat hari ini berhijrah.
Mungkin ada bertanya, "Mohon maaf saya
kok pakaian begini hari ini." Maaf ini
bagi ASN di luar Jawa Timur ini adalah
PKJ ya, pakaian khas Jawa Timur. Karena
saya akan melantik beberapa pejabat
fungsional. PKJ itu pakaian khas Jawa
Timur. Kadang-kadang diplesetkan oleh
teman-teman PKJ itu adalah pakaian kiai
JJRI. Nah, ini ini ya. Baik itu
intermeso
berhijrah ini dengan seperti itu
filosofinya
tanaman padi maka yang dibutuhkan oleh
masyarakat kita adalah pelayanan prima.
dengan penuh integritas. Ya, pelayanan
prima bahwa ASN itu harus paham
ASN adalah
khadimul ummah. Ya, ini maaf operatornya
sedang meninggalkan tempat ini sehingga
slide-nya baru belum berpindah ini ya.
Jadi, pelayanan prima dengan penuh
integritas. Maksudnya bagaimana kita
sebagai khadimul ummah pelayanan
masyarakat bahwa ASN adalah abdi negara
dan abdi masyarakat. Ya, harus luluh
menempatkan diri sebagai pelayan bukan
dilayani. Penuh integritas. Maksudnya
kita ini penuh keikhlasan,
kita penuh kejujuran,
tidak curang, tidak mempersulit.
Hindari.
Kalau ada istilah pelayanan, kalau bisa
dipermudah, kenapa dipersulit?
Ya. E hindari kalimat kalau bisa
dipersulit, kenapa dipermudah? Kita
harus berkomitmen.
Kalau bisa dipermudah, kenapa
dipersulit? Selama regulasi memenuhi,
upayakan pelayanan mudah, cepat, tepat,
selamat. Cepat dalam arti tidak
menunda-nunda,
tepat sesuai dengan regulasi dan
akhirnya selamat. Next. Ee kalau itu
yang kita lakukan, semangat berhijrah,
maka hidup kita menjadi ASN ini, kita
akan menjadi ASN yang bermanfaat.
Maksudnya di mana pun berada kita
membawa kedamaian, membawa kesejukan ya
di mana pun berada tugas-tugas kita.
akan kita laksanakan dengan orientasi
kepentingan masyarakat bukan kepentingan
pribadi. Pendek kata bermanfaat itu
adalah ASN dambaan masyarakat
keberadaannya membawa kesejukan,
pelayanan prima, peduli kepada
masyarakat yang sering saya sampaikan
dengan 4 K melayani penuh dengan salam,
senyum, sapa, santun. Alangkah indahnya
masyarakat melihat ASN yang demikian
sehingga peradaannya keberadaannya penuh
manfaat. ASN tidak hanya cukup
bermanfaat tapi harus selamat. Kita
tidak ingin tugas-tugas tercapai ya,
visi misi bupati tercapai tapi kita
tidak selamat. Nauzubillah. Jangan
sampai manfaat tapi tidak selamat di
dunianya. Apalagi kena 3K kepolisian,
kejasaan, KPK. Nauzubillah. Karena itu
harus perlu kehati-hatian, harus
selalu
memahami regulasi ketentuan. Jangan ada
mainstream
apa niat jelek untuk berbuat tidak baik
apalagi menyalahkan, menyalahgunakan
jabatan atau marup atau ee manipulasi.
Sehingga dengan demikian akan selamat.
Insyaallah kita kalau komitmen melayani
masyarakat dengan keikhlasan akan
selamat dunia akhirat. Pada akhirnya
kesimpulan yang saya sampaikan ini
sesuai dengan judulnya. Judul ada itu
semangat. Tadi kami di awal semangat
hijrah adalah membangun komitmen
integritas dan profesional. Maksudnya
kita sebagai ASN komitmen ya niat ikhlas
melayani komitmen kita pengabdian
integritas penuh kejujuran, kepribadian
yang betul-betul ee integritas tidak ee
angkoro murko, adigong adiguno,
berintegritas, bisa dipercaya
kejujurannya dan profesional.
profesional, memberikan pelayanan
profesional ya dalam arti ee sesuai
dengan keahliannya melayani betul-betul
ee mereka profesi keahlian
masing-masing. Jangan sampai kita ini
bekerja tidak profesional, selalu keliru
menempatkan orang tidak on the track.
Ya, pendek kata, semangat berijirah
membangun eh komitmen integritas
profesional. Tiga hal ini penting kita
singkat dengan KIP, komitmen integritas
profesional. KIP itu juga sejalan dengan
petunjuk-petunjuk Bu Gubernur bahwa
Gubernur kita adalah KIP Kifah Indar
Parawansyah. Itu yang kami sampaikan.
Mudah-mudahan ada guna manfaatnya.
Selamat mengabdi dengan keikhlasan.
Mudah-mudahan kita selalu sukses dalam
lindungan Allah Subhanahu wa taala.
Maturun. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak
Dr. H. Ahmad Jasuli, S.H., M.Si. selaku
Asisten Administrasi Umum Sekretariat
Daerah Provinsi Jawa Timur. Bapak matur
nuhun sanget atas informasi yang
disampaikan. Tauziah dan luar biasa
Bapak ya tadi penderitaan itu datang
saat rasa syukur itu hilang. Waduh, itu
saya langsung nujep di sini Bapak. Luar
biasa. Dan ini tadi yang paling kita
semua itu ngakak ya. Iwak bandeng akeh
rine. Nuruti karep gak ono marine.
Masyaallah luar biasa sekali kata-kata
itu. Bapak pasti akan kita renungi
banget untuk hari ini. Dan mohon izin
karena sesi selanjutnya adalah tanya
jawab. Mohon izin Bapak apakah Bapak
berkenan untuk sesi tanya jawab dari dua
peserta atau mungkin ee kebetulan kan
Bapak mungkin jadwalnya penuh ya Bapak.
Mohon izin. Pripun Bapak kami tawarkan
terlebih dahulu.
penanya monggo. Baik. Masyaallah. Mau
melantik pejabat fungsional injih.
Pangapunten sanget Bapak.
Alhamdulillah. Mat saya di ajak untuk
kepala BPSDM untuk urun rembuk air
belajar ini. Akhirnya kita ini harus
selalu sinergi, saling mengi, tawas
bilhaq, tawir, saling mengingatkan hal
yang kebenaran dan kesabaran. Lanjut.
Barangkali ada satu dua pertanyaan. P.
Baik, terima kasih. Namun sebelum itu
kami mohon tentunya tepuk tangan dari
teman-teman yang ada di studio untuk
Bapak Jasuli. Luar biasa.
Dan boleh untuk pertanyaan pertama
mungkin dari seluruh ASN, Sobat ASN di
Indonesia mungkin ada yang ingin
bertanya dan jangan lupa untuk
menyebutkan ee dari mana instansi Anda,
atas nama siapa dan monggo kami
persilakan.
Halo, bisa didengar? Baik, Bapak. Sekali
lagi Bapak mohon izin.
Baik, kami coba Bapak dengan Bapak siapa
Bapak? Kami menyapa dari Asalamualaikum
Bapak. Alhamdulillah sudah terdengar
jelas Bapak. Baik. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Disilakan Bapak. Dari mana
Bapak? Mohon izin.
Dari Kabupaten Banyuwangi. Masyaallah
luar biasa. Banyuwangi.
Bapak siapa, Pak? Mohon izin Bapak
Shihin. Bapak Shihin. Wah, orang saleh
Indonesia ini. Masyaallah. Amin. Luar
biasa. Monggo disilakan Bapak Salhin.
Monggo. Baik. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Haji Ahmad Zasulni yang saya hormati.
Mohon maaf kami enggak terlalu panjang
lebar untuk ee mengatakan bahwa
hari ini kan sudah ya nanti malam sudah
1 Muharam. malam 1 Muharram.
Mudah-mudahan kita semua selalu diberi
panjang umur, umur, berkah, dan manfaat.
Ada beberapa satu aja yang kami tanyakan
karena sangat penting ini kami sebagai
ASN di Kabupaten Banyuwangi bertanya
bagaimana dari apa, Pakin kalau tahu
guru apa di saya di Dinas Perpustakaan
dan Kearsipan Kabupaten Banyuangi. Dari
Kepala Dinas Perpustakaan. Monggo.
Engih. Ee bagaimana ASN dapat memahami
hijrah sebagai momentum untuk
memperbaharui tekad, kemudian
meningkatkan kualitas pengabdian,
dan mengabdi
menghadapi tantangan dalam menghadapi
tantangan zaman dengan semangat
perubahan yang berkelanjutan.
ee ini kami juga ASN kepengin pencerahan
dari Bapak Haji untuk menghadapi ee
tahun-tahun yang akan datang supaya AS
bisa melayani seperti yang dikatakan Pak
Haji tadi yaitu ee mengembangkan
profesionalitas dan menguatkan sinergi.
Itu aja Pak yang perlu kami tanyakan.
Mohon maaf. Kami akhiri wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam. Satu dulu apa tambah
lagi yang lain langsung dijawab.
Bagaimana ini? Boleh. Monggo Bapak
mungkin langsung dijawab kami mohon.
Injih pangapunten. Disilakan Bapak.
Terima kasih Pak Shihin. Selamat untuk
berduka di perpustakaan. tugas yang
mulia apa mencerahkan ilmu
bagaimana ee sebagai ASN terkait
semangat ee berhijrah ya untuk
memberikan pelayanan terbaik ini. ee
sering saya sampaikan ini kembali lagi
pada KP bahwa kita ini ee
ASN ini hakikatnya khadimul ummah,
pelayan masyarakat pelayan. Maka di sini
ada tiga hal yang kiranya harus ada.
Yang pertama kita harus berkinerja
memberikan ee pelayanan bekerja sesuai
tu posi sebagai sesuai dengan ee tugas
fungsinya ya. Kemudian yang kedua
ada keikhlasan dalam mengabdi. Mohon
maaf orang bekerja yang tidak ada
keikhlasan ya kerjanya orientasi yang
tidak lillah.
orientasinya ingin disanjung, dipuja,
ingin dapat reward atau promosi. Ini
mudah lelah. Pendek kata orang kerja
yang tidak lilah mudah lelah. Tapi yang
ikhlas lillah karena Allah mereka
kerjanya andaikan lelah, lelahnya
hilang, pahalanya mengalir. E tadi kerja
dan ikhlas. Apa cukup sudah bekerja
dengan ikhlas? Tidak cukup. Harus ada
profesionalisas.
profesional dalam arti kompetensinya,
keahliannya, kemampuannya, ya
profesional. Profesional bisa diperoleh
dari belajar, dari selalu bertanya,
selalu ee
terus membaca,
memahami regulasi sehingga
kita harus menjadi ASN yang berkinerja
keikhlasan profesional. Ini karena apa?
Kerja tidak ikhlas. Oh, kerja dengan
ikhlas. Kalau gak profesional ibarat
jalan di tempat. Yang penting ikhlas
tapi gak profesional. Sehingga yang saya
katakan kembali lagi kerja ikhlas
profesional kalau dalam bahasa agama ini
mohon maaf kata Rasulullah annasu halka
setiap manusia akan rusak al amilun.
Kecuali yang beramal. Yang beramal pun
wal amilun halka. Yang beramal juga
rusakal mukhlisun. Kecuali yang ikhlas.
Maka di sinilah diperlukan kerja yang
ikhlas dan profesional
atau yang saya sebut tadi kembali kerja
ikhlas profesional di KKIP Kifah Indar
Parawansa ini yang ditanamkan oleh Bu
Gebor gitu Pakit ya pertanyaan yang
mantap matur suwun
makasih Pak
Baik alhamdulillah luar biasa pripun
Bapak sudah sangat puas dengan jawaban
dari Bapak Jzul luar biasa
keren banget nggih Bapak ngih setiap
manusia akan rusak kecuali Ali yang
beramal. Masyaallah, luar biasa, Bapak.
Dan untuk pertanyaan selanjutnya, mohon
izin satu penanya lagi boleh nggih,
Bapak? Nggih. Monggo. Baik. Enggih.
Baik. Matur nuhun sangat. Kami
persilakan yang sudah ee standby. Nah,
ini ada pertanyaan dari dengan siapa
Bapak? Asalamualaikum. Dari mana?
Disilakan. Dari. Terima kasih. Baik.
Baik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam. Bapak warti
dari SMA Negeri 1 Mojokerto, Bapak.
Ellah
alhamdulillah. Alhamdulillah luar biasa
untuk materi kali ini dari Bapak Dr.
Muhammad Jazzuli K. H. Mazuli yang dulu
kancap dari ee Kepala Dinas Mojokerto.
Kepala Dinas Mojokerto Pendidikan. Iya.
Masih ingat, Pak? Nah, ee dengan adanya
Pak siapa lengkapnya? Pak Kasiadi Pak.
Pak Kadi. Kasiati nggih. SMA Negeri 1
Ngoro Mojokerto, Pak. Siap. Pak Kasati.
Iya. Dari paparan jenengan tadi luar
biasa dengan adanya manusia itu kalau
bersyukur berarti otomatis bahagia dan
senang selalu tanpa ada penderitaan.
Tapi ketika kita menengok adalah innal
insana khulq haluah artinya manusia
adalah serba keluh kesah. Yang saya
tanyakan Bapak yang pertama dengan
adanya menciptakan kip tadi berarti
kompetensi berarti komitmen, integrasi
dan profesionalisme. Ada niat yang
ikhlas dan tulus dalam hati kita.
Bagaimana cara kita mewujudkan niat yang
baik dan tulus dalam komunitas kita
sehingga terjadi berinteraksi dan kita
beraktivitas menjadi komunitas itu
menjadi aman dan nyaman, Pak. Terima
kasih.
Nggih. Langsung saja Mbak Wahyu Maya.
Nggih. Monggo langsung saja Bapak
disilakan. Terima kasih, Pak Kasiadi. Ee
ketemu kembali. Alhamdulillah kemarin
sempat diundang di SMA Negeri 1.
Alhamdulillah ya saya bisa berkomunikasi
nostalgia di Mojokerto karena
ee burung dali nyucuki nanas jazuli
mantan kepala digknas di Mojokerto. Ya,
katanya teman-teman Jombang juga burung
dadali cucu abang Jazul mantan sekda
Jombang. Nah, alhamdulillah. Baik.
Memang untuk menumbuhkan keikhlasan itu
sulit. Sulit. Makanya hadis tadi masih
terpotong kata Rasulullah, wal
mukhlisuna ala khotorin. Orang yang
ikhlas itu pun digoda kemerentek hati.
Sekarang ikhlas suatu ketika akan tidak
ikhlas. Kadang-kadang kita itu menolong
seseorang ya sesama kita sudah mapan,
ada orang baru karya ASN baru kita
tolong, kita ajari, kita
pernah-pernahkan. Suatu saat kok dia itu
karya moncer nyalip kita. Nah, suatu
ketika yang kita tolong ini namanya
manusia selalu digoda setan. Ada
meletenya ketika meletah ketemu enggak
nyopo hati kita akan berobat. Enggak
biyen lali tak tolong begitu. Makanya
keikhlasan di dalam mengabdi ini mutlak
dibutuhkan. Karena kita ini hakikatnya
ee pengabdian kita pada negara ini tidak
kita pertanggungjawabkan kepada manusia
saja, tapi juga kepada Allah subhanahu
wa taala. sehingga keikhlasan inilah
yang akan kita bawa ke akhirat kelak.
Nah, untuk pertanyaan Pak Kasih Adi
tadi, bagaimana untuk selalu menumbuhkan
keikhlasan? Ya, itulah sering muhasabah,
sering merenungkan bahwa hidup ini
hakikatnya adalah ee
kemanfaatan bagi sesama.
Kemanfaatannya maksudnya sesuai sabda
Nabi, khairun nas anfaum linas.
Sebaik-baik manusia adalah bermanfaat
bagi sesama manusia. Nah, keikhlasan itu
akan timbul ketika kita memahami, "Oh,
bagaimana kita bermanfaat?"
Orang yang bermanfaat
tidak harus punya kedudukan tinggi.
Orang bermanfaat tidak harus punya harta
yang banyak. Tapi keberadaannya walaupun
kita tidak punya kedudukan tinggi, tapi
kita suka menolong, suka membantu. Nah,
dari situlah kita tanamkan bahwa dalam
pengabdian kita keikhlasan. Sehingga
ketika kita menjadi orang bermanfaat itu
bukan karena manusia, tapi itu karena
perintah Tuhan yang maha kuasa. Ketika
itu yang kita terapkan, kita tidak mudah
kecewa bahwa kebaikan kita, amal kita
ini kita tidak memperoleh di dunianya,
akan dapat di akhiratnya. Kalau itu
selalu kita gaungkan di dalam hati kita,
di dalam memori otak kita, maka kita
tidak mudah kecewa. Kita memberikan
pelayanan. Mohon maaf, karena kita
melayani masyarakat itu kadang-kadang
kita sudah melayani dengan baik, tapi
mereka tidak berbalas kebaikan. Kalau
kita tidak ikrar maka angkat kecewa.
Untuk apa kita berikan pelayanan baik?
Ternyata mereka tidak berterima kasih.
Jangan minta terima kasih manusia, tapi
Allahlah yang akan kita harapkan
balasannya. Barangkali itu, Pak Kasadi,
matur suwun pertanyaan yang mendasar
untuk melemei kita bekerja. Matur suwun.
Baik. Alhamdulillah. Pripun, Pak Kasadi?
Apakah sudah puas dan sangat terjawab
sekali sepertinya ya dari Bapak? Pripun
Bapak? Aman. Baik, terima kasih Bapak
Kasih. Baik, kami ucapkan terima kasih
kepada Bapak ee mohon izin karena sudah
ada dua pertanyaan. Kita sangat
berterima kasih sekali dan tentunya
sebagai ASN harus tidak mudah
terprovokasi. Betul nggih Bapak. Nggih.
Hal-hal negatif yang iya yang melawan
NKRI tadi panjenengan matur ngoten ngih
harus selalu menjalankan filosofi padi.
Makin tua makin merunduk. Luar biasa.
Boleh tepuk tangan sekali lagi untuk
Bapak Dr. H. Ahmad Jasuli, S.H., M.Si.
selaku asisten administrasi umum
sekretti daerah Provinsi Jawa Timur.
Masyaallah. Matur nuwun Bapak atas
informasi yang disampaikan. Injih
senior-senior kami. Injih Bapak
disilakan Profesor Jaidi maupun ee Pak
Wadir Pasca. Injih Bapak Monggo. Ee kami
karena ada tugas mau melantik pejabat
fungsional. Baik, Bapak. Ditunggu
sehingga saya mohon diri. Tapi saya
bangga dan bersyukur bahwa ASN belajar
ini sudah bertahun-tahun tetap istikamah
bahkan ee yang mengikuti makin banyak.
Ini menunjukkan bahwa keberadaan ee
materi program yang digagas BPSD belajar
ini betul-betul dibutuhkan oleh ASN
karena apa? Dengan model kegiatan ini
murah meriah tapi manfaat itu. Terima
kasih saya mohon maaf undur diri.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh, Bapak.
Terima kasih sekali wabarakatuh.
Baik, Sobat ASN untuk selanjutnya harus
tetap semangat dan tentunya jangan lupa
untuk selalu berpositive thinking agar
selalu tetap memberikan aura yang
positif juga. Untuk Sobat SN sebelum
kita berlanjut, kami informasikan bahwa
presensi sudah dapat diakses melalui
website semesta Bangkom seperti yang
tertera pada running chat Zoom. ee untuk
mengisi survei serta mengisi lembar
monev, maka sertifikat akan muncul 1* 24
jam dan jangan lupa cek secara berkala
tentunya. Sobat ASN juga jangan lupa
juga untuk selalu mengikuti ee dari
semesta Bangkom untuk webinar-webinar
yang lain dan tetap ee presensinya dapat
diakses melalui website SETA Bangkok
yang tertera pada running chat ee di
serta lembar mengisi lembar mon. Baik.
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Marlah kami junjung teguhkan diri dan
jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga negeri.
Situt melayani bangsa dengan
akuntabilitas tinggi.
H.
Kami dari sini sukses dengan hati.
Tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Melayani bangsa loyal tanpa batasannya.
Sangat dan berkolaborasi.
Bergandeng tangga satu tujuan
untuk menjadikan ASN lebih berakhlak.
bekerja sepenuh hati, tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa.
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati.
Tujuhkan kompetensi dalam harmoni.
Bangsa loyal tanpa batasannya
ada dan berkolaborasi
bergandeng tangan.
Satu tujuan
untuk menjadikan ASN lebih beragung.
mengerdas penuh hati tulus membantu
sesama dengan kami melayani.
Dengan kami melayani
dengan kami melayani
[Musik]
H
[Musik]
Sobat ASN semoga tetap bersemangat untuk
hari ini karena semangat akan menambah
positive vibes sepanjang hari. Membangun
etika kerja dan integritas dalam
perspektif Islam melibatkan penerapan
nilai-nilai agama dalam setiap aspek
pekerjaan mulai dari niat, proses,
hingga hasil akhir. Untuk itu di sesi
berikutnya materi dari narasumber kita
hari ini. Beliau menempuh pendidikan
terakhir di Pos Doctoral Dakin
University Australia pada tahun 2013
pada bidang studi social humanities.
Beliau kini menjabat sebagai wakil
direktur pasca Sarjana UIN Sunan Ampel
Surabaya. Hari ini akan memberikan
materi Spirit Hijrah ASN membangun etika
kerja dan integritas dalam perspektif
Islam. Kami sapa yang terhormat Bapak
Dr. H. Hamis Syafak, licensiate Magister
Filsafat Islam. Bapak, asalamualaikum.
Bapak Bapak Hamis.
Masyaallah. Alhamdulillah.
Pripun Bapak kabarnya? Sehat Bapak?
Alhamdulillah sehat. Alhamdulillah
maturun. Alhamdulillah. Terima kasih
sekali Bapak sudah berkenan sebagai
narasumber pertama kita hari ini dan
tentunya menyempatkan waktu yang sangat
sibuk sekali je Bapak Hamis N. Dan kami
persilakan kepada Bapak untuk memberikan
materinya. Waktu kami silakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahabbilamin wabun
wasatu wasalamu ala sayyidina muhammadin
wa ala ali wa ashabih ajmain amma baad.
Yang kami hormati Bapak Kepala BPSDM
Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. Romlianto,
S.PMP. Tentu yang kita muliakan bersama
ee Bapak Rektor UNUSA Bapak Prof. Ahmad
Jasidi.
Tidak lupa juga yang kita muliakan Bapak
Asisten Administrasi Umum Sekda Jatim
yang tadi sudah memberikan eh materi
Bapak Dr. Hajazuli, S. M.Si. si ee kami
menyampaikan salam dari Bapak Rektor
Wiinsunan Apel Surabaya yang snya beliau
yang mengisi karena ada undangan dari
Bapak Menteri Agama harus hadir di
Jakarta sehingga kami diperintah untuk
menggantikan posisi beliau tanpa
mengurangi rasa hormat kami ee keluarga
besar Universitas Islam ee Negeri Sunan
Ampel Surabaya. ee materi yang akan kami
sampaikan terkait dengan ijarah ASN yang
ee tema besarnya adalah mengokohkan
identitas, mengembangkan
profesionalitas, menguatkan integritas.
Posisi materi yang diamanatkan kepada
kami adalah terkait dengan spirit hijrah
ASN, membangun etika kerja dan
integritas dalam perspektif Islam.
Ee Bapak, Ibu yang saya hormati dan
seluruh narasumber yang kami muliakan.
Ee Pak Rektor pernah menyampaikan saat
ee penerimaan
SK ee CPNS
ee terkait dengan munculnya daftar
supermarket
yang tutup di Indonesia per Mei 2025
yang diberitakan oleh CNN Indonesia ee
tertanggal 10 Mei 2025 yang itu kemudian
berdampak pada dihentikannya nya
karyawan yang angkanya ribuan.
Jadi ee
ditutupnya beberapa supermarket bahkan
mungkin beberapa perusahaan yang
berdampak pada diberhentikannya beberapa
karyawan. Saya pernah ee makan siang di
satu restoran.
Lalu karyawannya itu bilang, "Hari ini
adalah hari terakhir kami bekerja di
sini, Bapak." Loh, kenapa restoran ini
kan terkenal lalu tempatnya di tempat
yang sangat strategis
dan masakannya enak, harga juga
terjangkau dan ee pengunjungnya juga
banyak. Iya, Bapak. Kontrak kami habis.
Lalu ee rencana ke depan mau bekerja di
mana? mereka terdiam lalu dengan ee
wajah sedih tampak tidak ada harapan.
Lalu di situlah kemudian Pak Rektor
menyampaikan bahwa PNS adalah pekerjaan
yang aman.
Jadi kita yang bekerja di instansi
lembaga pemerintahan itu kemudian
dianggap sebagai posisi yang aman. Maka
kemudian pesan yang selalu kami ingat
dari Bapak Rektor di saat itu adalah
mari kita banyak bersyukur
dengan cara kita selesaikan amanah yang
diberikan oleh pemerintah kepada kita
dengan bekerja dengan baik
dengan mengutip satu ayat walu al daud
syukro waqilum min ibadiakur.
Jadi, bekerjalah hai keluarga Daud untuk
bersyukur dan sedikit sekali dari
hamba-hambaku yang bersyukur.
Satu ayat yang sering kita dengar
menyindir kita. Betapa kita ini yang
seperti disampaikan oleh Bapak Asisten
tadi itu terkait dengan ee banyaknya
kita ini keinginan daripada kebutuhan.
Lalu ada tadi itu ee apa tadi? ikan yang
banyak durinya itu engak mari-mari KP.
Jadi ini yang kemudian menjadi ee
perhatian kita bagaimana Allah menyindir
kita. Waqolilum ibadiyasakur.
Nah, ternyata mental kita terutama saya
ya saat kita ini diberi oleh Allah itu
satu nikmat bahkan mungkinlah banyak
nikmat. Waktu itu saya menyindir Pak
Rektor itu kan ee orang yang gajinya
paling besar di kampus.
Itu gak pernah.
Kemudian kita ini mengatakan, "Ya Allah,
sudah cukup nikmat yang telah Engkau
berikan, sudah cukup. Saya kewalahan,
hentikan nikmat."
Gak pernah kita mengatakan itu, Bapak,
Ibu. Gak pernah kita mengatakan.
Tetap saja setiap hari kita ini meminta
agar supaya diberi rezeki yang barokah,
melimpah.
Seandainya Allah itu kita, kita ini jadi
Allah itu atau kita ini ya biasanya kan
kalau kita ini diberi posisi tertentu
lalu kita kemudian ee memberikan satu
reward kepada ee anak buah kita kan
kemudian anak buah itu belum bersyukur
itu kan kita kemudian mengatakan ngare
iki loh wingi wis tak kei kemarin sudah
tak kasih kok sekarang masih minta lagi
kurang yang saya berikan kemarin itu.
Seandainya kita ini Allah kan pasti akan
menjawab begitu. Saat melihat hambanya
itu berdoa, "Ya Allah, setiap hari itu
meskipun sudah dikasih oleh Allah rezeki
bahkan mungkin melimpah itu kita tetap
berdoa, "Ya Allah, beri kami rezeki yang
barokah, melimpah."
Tidak pernah kita mengatakan, "Ya Allah,
sudah cukup nikmat yang telah Engkau
berikan, saya kewalahan dan hentikan
nikmat itu." Tidak pernah. Sebaliknya
saat kita ini diuji sekecil apapun
bentuk ujian itu, kita tidak pernah
mengatakan, "Ya Allah, nikmat sekali
ujian ini. Nikmat sekali ujian yang
Engkau berikan." Lanjutkan, ya Allah.
Gak pernah kita mengatakan itu. Tetap
saja kita ini kemudian berdoa, "Ya
Allah, jauhkan kami dari ujian.
cobaan dan musibah.
Nah, itu mental kita. Sehingga kemudian
disindir oleh Allah dalam ayatnya tadi
wil min ibadiakur.
Maka harus kita tuntaskan ee kewajiban
kita sebagai ASN itu dengan ee bekerja
dengan baik. Nah, bekerja dengan baik
itu saya maknai bahwa bekerja sesuai
dengan kontraknya.
Kita ini ada kontrak, mari kita bekerja.
minimal itu sesuai dengan kontraknya.
Syukur-syukur bisa melebih dari kontrak
kinerja kita.
Yang kedua adalah jangan berlaku curang.
Seperti yang disampaikan oleh Bapak
Asisten tadi itu jangan berlaku curang.
Berlaku curang itu banyak bentuknya.
Kita datang terlambat, pulang lebih
awal. Kan ada itu ee apa ya? Semacam
ungkapan ya kalau datang terlambat jalan
jangan diulang lagi saat pulang. Jadi
kalau datangnya tertambat, pulangnya
lebih awal. Itu kan ee betapa kita ini
terbiasa dengan berlaku curang dalam
bentuk jam masuk kerja dan jam pulang
kerja. Maka harus masuk kerja dan pulang
sesuai dengan kontrak jam kerja.
Mari kita laksanakan tugas sesuai dengan
tupaksi kita. Minimal begitu.
syukur-syukur bisa melebihi situasi kita
sehingga bisa membantu orang lain untuk
menjalankan tugasnya yang mungkin saat
itu dia dalam posisi yang ee kesulitan.
Tadi Pak Asen mengatakan permudah urusan
orang lain, jangan dipersulit.
Dan yang ini yang unik adalah memenuhi
hak pekerjaan. Saya mengutip apa yang
disampaikan oleh sahabat Abu Bakar
Asiddiq saat beliau memerangi kelompok
yang tidak mau membayar zakat.
Lalu sahabat Umar mendatangi sahabat Abu
Bakar dan mengatakan
ee
kaifa tuqatiluhum
wahai Abu Bakar bagaimana engkau
memerangi mereka?
Waqadq Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam umirtu an uqtilasa hatta
yaquulu la ilahaillallah.
Sementara Rasul itu pernah mengatakan
bahwa aku diperintahkan
untuk memerangi
kaum kafir sampai mereka mengucapkan
kalimat tauhid lailahaillallah.
Famanqala
siapa yang sudah mengucapkan itu? Faman
la ilahaillallah faqad asom mini nafsahu
wahu illa bihaqqihi wahabuhu alallah.
Maka mereka harus dijamin keamanan
jiwanya dan hartanya. Faqala Abu Bakar.
Maka Abu Bakar kemudian mengatakan ini
yang menarik. Wallahi
lauqotanna
manqinati.
Aku akan tetap memerangi siapa saja yang
memisahkan antara urusanat, urusan salat
dengan urusan zakat.
Faakataqul
mal. Wah, karena zakat itu haknya harta.
Dan kita akan ee sepakat apapun dan
siapapun kalau haknya itu kita abaikan
maka dia akan lari dari kita. Istri yang
kita abaikan haknya itu pasti akan lari
dari kita dan akan menggera lalu akan
mencari suami yang baru.
Suami kalau diabaikan haknya oleh istri,
dia bisa lari
dari istri, bisa jadi mencerahkan
istrinya atau mungkin menikah lagi.
Staf kita yang kita abaikan haknya,
dia akan resign.
Sama kalau pekerjaan itu kita abaikan
haknya, kontrak kinerja itu kita abaikan
haknya,
kita tidak bekerja dengan baik, maka itu
berarti kita merelakan pekerjaan itu
akan lari dari kita. Kalau pekerjaan itu
lari dari kita, selesai,
berarti kita ini secara tidak langsung
memehahk diri kita sendiri.
Nah, ini yang saya sebut tadi dengan
istilah haknya pekerjaan. Jadi, dia
punya hak untuk kita tunaikan. Saat
tidak kita tunaikan, maka kita
mengabaikan haknya pekerjaan itu. Nah,
ini ee yang menjadi catatan saat kita
ini bersyukur untuk kemudian bekerja
dengan baik. Yang kedua adalah spirit
ijasn itu harus ikhlas, tidak banyak
mengeluh.
Karena mengeluh itu sudah separuh
daripada kegagalan.
Ada dua ungkapan yang sering disampaikan
oleh Pak Rektor kami itu adalah
kalau kita menghadapi satu masalah,
beliau mengatakan
ee ini harus kita selesaikan
meskipun berat.
Tapi kalau kita di awal mengatakan ini
berat
tapi harus kita selesaikan itu ternyata
berbeda. Saat kita mengatakan ini berat
tapi harus kita selesaikan berarti kita
ini sudah memposisikan
posisi mengeluh tadi berat. Tapi kalau
kita mengatakan ini harus kita
selesaikan
meskipun mungkin berat,
artinya upaya untuk menyelesaikan itu
didahulukan daripada mengeluhnya.
Berbeda dengan ini berat itu sudah
mengeluh tapi harus kita selesaikan.
Woh, itu berarti mengalami satu masalah
yang sangat berat sekali.
Tapi kalau ini harus kita selesaikan
meskipun mungkin berat. Dan Bapak Ibu ee
saya mengutip dari apa yang disampaikan
oleh Siti Aisyah bahwa beliau
mengatakan, "Ma roitu ahadan
asyaddu alaihil wajah min rasulillah
sallallahu alaihi wasallam." "Aku tidak
pernah melihat seseorang yang ujiannya
itu lebih berat daripada Rasulullah."
Rasul itu kan sosok yang ibadahnya luar
biasa, tapi ujiannya juga luar biasa.
Sementara kita ini mungkin ibadahnya
jauh dari Rasulullah dan ujian kita juga
jauh dari Rasulullah, tapi kita lebih
banyak mengeluhnya dibandingkan dengan
Rasulullah. Maka dalam rangka itu hijrah
ASN yang ketiga adalah yakini bahwa
bekerja itu adalah ibadah. supaya kita
ini tidak mengeluh saat kita ini
memahami bahwa bekerja itu ibadah, itu
akan terasa ringan dan itu akan membantu
kita untuk memiliki sikap yang ikhlas
tadi.
Ee dalam satu riwayat kita temukan bahwa
di saat Rasul sedang duduk-duduk bersama
para sahabat,
lewatlah seorang laki-laki.
Lalu kemudian para sahabat itu
mengatakan, "In kana khoroja yas'aa."
Ya, seandainya dia ini bergabung dengan
kita untuk menjadi tentara kita dan dia
berjuang bersama kita, maka niscaya dia
akan dihitung fisabilillah, kata para
sahabat. Tapi kemudian Rasulullah
mengatakan kepada para sahabat, inaran
fahua fiabilillah. Eh, jangan mengatakan
begitu. Seandainya si fulan ini kita
tidak tahu namanya, dia tadi keluar
rumah ternyata dia dalam rangka untuk
bekerja mencari nafkah. Kalau dia punya
keluarga mungkin anak-anaknya itu masih
kecil-kecil karena dia kelihatan muda
dan dia niat bekerja itu untuk mencari
nafkah menghidupi anak-anaknya tadi yang
masih kecil, maka dia fisabilillah.
Itu artinya bahwa kita ini sebagai ASN
kalau kita niati ee bekerja kita itu
ibadah, maka apa yang kita lakukan itu
adalah sebetulnya fisabilillah.
Waana khja yas
ala abawa
kabirini fahua fibilillah. Seandainya
dia belum berkeluarga, tapi dia niat
keluar tadi untuk bekerja, mencari
nafkah, menghidupi kedua orang tuanya
yang mungkin sudah tua dan tidak
berdaya, maka dia juga dihitung
fisabilillah.
Waanafsibilillah.
Seandainya toh dia sudah tidak punya
orang tua, gak punya keluarga, tapi dia
keluar rumah dalam rangka untuk bekerja,
mencari nafkah, mencukupi dirinya supaya
dia ini tidak merusak lingkungan,
mengganggu orang lain,
maka dia juga dihitung fi sabilillah.
Waana khja ran waufatan fibon. Tapi
kalau dia ini bekerja dalam rangka untuk
menunjukkan kesombongannya,
keangkuhannya, maka dia berada di jalan
setan. Nah, ini Bapak Ibu, betapa
mulianya kita ini diberi oleh Allah
amanat untuk bisa bekerja dan
alhamdulillah kita ini menjadi ASN, satu
tempat bekerja yang aman, nyaman, dan
juga tadi
kesempatan untuk fisabilillahnya itu
sangat luar biasa. kesempatan itu luas
sekali untuk kita lakukan. Maka kemudian
yang keempat adalah jangan terlalu rigid
dalam menghitung kelebihan jam kerja.
Ya, kadang kita ini ee masuk kerja
terlambat lalu pulang kerja lebih awal
lalu kemudian ada ee apa namanya?
pendapatan kita dalam 1 bulan yang
dipotong.
Sementara kita datang lebih awal pulang
lebih lebih lebih belakangan, terlambat
pulang tidak ada kemudian reward, lalu
kita mengeluh, kita hitung.
Ya, boleh saja. Tetapi ini kemudian kita
mengabaikan apa yang saya sebut ada
bagian dari pekerjaan kita yang harus
masuk dalam kategori zakat dan sedekah.
Jadi kalau kita ini masuk lebih awal
lalu pulang itu terlambat. Jadi masuknya
kalau misalkan jam 0.30 jam 0. Masuk
kalau pulang jam .00 jam . baru pulang.
Maka tadi
jam 0.0.30 jam .00 sampai jam .00 itu
masuk dalam kategori sedekah
dan itu menghapus dosa.
Maka Pak Rektor kami itu selalu
mengatakan ibadah kita itu banyak
riaknya.
Mari kita
membantu diri kita untuk masuk surga
melalui jalan yang lain, jalan tambahan
dari ibadah.
Karena mungkin ibadah kita yang terlalu
banyak riaknya sehingga tidak diterima.
Sehingga untuk mengantarkan kita ke
surga itu mungkin agak kurang banyak.
Mari kita tambah dengan mencari pahala
dari pekerjaan kita dengan cara bekerja
dengan baik. Mencari pahala dari tempat
pekerja kita. Kita tunaikan amanah yang
diberikan oleh Allah pada kita. Kemudian
kita mendapatkan pahala kita ingin
menutupi kekurangan-kekurangan kita
dalam ibadah itu. Menghapus dosa.
Dan saya mengutip satu hadis ma
musibatin tusibul muslima illa
kafarallah bihahu
jadi tidaklah suatu musibah yang menimpa
seorang muslim melainkan Allah akan
menghapuskan dosa-dosanya karenanya
meskipun duri yang menusuknya.
Ya, sama
kalau kita ini kemudian disuruh atasnya
jangan pulang dulu bantu saya untuk
menyelesaikan ini. Itu kan kadang kita
merasa berat. Waduh kena musibah ini.
Itu bagian dari menghapus dosa. Bagian
dari menghapus dosa. Maka enggak usah
gelisah saat kita ini kemudian ada
pekerjaan yang menuntut kita untuk tidak
bisa pulang lebih awal.
itu bagian dari menghapus dosa. Karena
tadi dihitung bagian dari sedekah. Nah,
ini ee apa namanya yang mungkin bisa
menambah kita untuk bekerja lebih
ikhlas, berintegritas, dan kita memiliki
etika dalam bekerja. Maka jangan pernah
merasa rugi karena bekerja dengan baik.
Ini yang harus kita tanamkan. Jadi
banyak kita yang rugi aku toh tetap aja
pendapatan saya itu cuma begitu. Nah,
itu kita berarti merasa rugi karena
bekerja dengan baik.
Saya mengutip ada satu riwayat bahwa ada
salah seorang yang kemudian baru masuk
Islam lalu meminta wasiat kepada
Rasulullah. Kebetulan si fulan ini
adalah seorang pedagang. Dan Rasulullah
kemudian menyampaikan pesan begini,
"Jika kamu berdagang, jelaskan kondisi
barangnya kepada pembeli."
Lalu kemudian si fulan ini saat
berjualan,
ia jelaskan kepada pembeli kondisi
barangnya sambil mengatakan jika
berkenan silakan membeli. Wah, itu kan
menarik. Jika tidak boleh dibatalkan.
Karena beliau teringat dengan pesan dari
Rasulullah tadi. Jika kamu berdagang,
jelaskan kondisi barangnya kepada
pembeli. Sehingga si fulan mengatakan,
"Jika berkenan silakan membeli. Jika
tidak boleh dibatalkan."
Maka ada yang mengingatkan
kepada si fulan ini, jika kamu begitu
terus,
kamu tidak akan pernah bisa
mengembangkan bisnismu.
Kamu terlalu jujur.
Lalu si fulan mengatakan,
"Tapi ini perjanjian yang aku lakukan
dengan Rasulullah saat aku masuk Islam."
Apa yang terjadi, Bapak, Ibu?
ee bisnisnya berkembang pesat, dia
mendapatkan keuntungan yang lebih banyak
daripada
yang lain yang tadi sampai mengingatkan
bahwa dia akan rugi. Tapi sebaliknya dia
dapat, dia mendapatkan keuntungan yang
sangat luar biasa. Sehingga kemudian
Rasulullah selalu menyampaikan kepada
sahabat, jika kamu ingin mendapatkan
keuntungan yang barokah, belajarlah dari
si fulan itu. Dan saya yakin di manaun
kita ini bekerja, saat kita meniru apa
yang dil oleh si fulan ini, tidak pernah
merasa rugi karena bekerja dengan baik.
Rezeki itu akan mendatangi kita.
Ee Bapak Ibu, guru kami itu dulu
mengatakan begini,
hubungan kita dengan rezeki itu
ada empat macam.
Kita mengejar rezeki,
dia lari.
Dan larinya rezeki itu lebih kencang
daripada lari kita untuk mengejar rezeki
itu.
Sehingga kemudian kita merasa lelah.
lelah sekali mengejar rezeki itu karena
rezeki yang kita kejar dia lari.
Yang kedua ada
rezeki itu untuk dapat rezeki harus kita
kejar tetapi dia tidak lari, dia
berhenti. Artinya kita harus mendatangi
rezeki itu
akan sampai, tetapi bisa jadi waktunya
lama. Kalau yang pertama tadi tidak akan
pernah kita sampai kepada rezeki itu.
Tapi kalau yang kedua akan sampai
mungkin waktunya agak lama. Yang ketiga
lebih bagus dari yang kedua.
Kita mengejar rezeki
lalu rezeki itu ikut menghampiri.
Nah, kita mengejar rezeki, rezeki ikut
menghampiri. Akan kita dapat rezeki itu
dan lebih cepat daripada yang nomor dua
tadi. Kita mengejar rezeki dia di
tempat. Tapi ini yang ketiga, kita
mengejar rezeki, rezeki ikut
menghampiri. Akhirnya saling bertemu di
satu tempat. Kita mendapatkannya lebih
cepat. Yang luar biasa lagi kita tidak
mengejar rezeki, tapi dia si rezeki itu
mendatangi kita.
Dan yang keempat inilah buah hasil dari
kita saat
punya mental tidak pernah merasa rugi
karena bekerja dengan baik.
Ada banyak rezeki yang tidak kita kejar
tetapi menghampiri.
Maka dalam lingkungan kerja kita itu ya
ada empat orang macam tadi itu dia
mengejar jabatan, ah karir tapi gak
pernah didapat karir itu.
Ada yang dia mengejar karir lalu dapat.
Tapi mungkin waktunya agak lama. Tapi
ada orang mengejar karir cepat sekali
karena karir tadi ikut mendatanginya.
Yang yang hebat tadi tiada mengejar
karir yang penting dia bekerja dengan
baik. Tiba-tiba karir itu mendatangi dia
dan lebih cepat dari yang lainnya. Dia
ditawari, "Kamu naik sana ya, kamu naik
jabatan sana ya, kamu dipromosikan."
Tanpa dia mengajukan tapi diminta untuk
mengajukan. Nah, itu yang dimaksud
dengan rezeki menghampiri kita. buah
dari karena kita tidak pernah merasa
rugi karena bekerja dengan baik. Maka
mari kita berhijrah
dari yang kelompok nomor satu tadi untuk
menjadi kelompok yang nomor empat.
Bagaimana rezeki karir itu menghampiri
kita tanpa kita harus mengejar atau
menghampirinya.
Dan yang kelima adalah dari cerah SNI
ini jangan meninggalkan kebijakan yang
merugikan. Bapak, Ibu, saat kita ini
memutuskan satu keputusan, mari kita
hitung untung ruginya, kebaikan, dan
keburukannya bagi orang lain, bagi
lembaga.
Ee jangan sampai ee kita ini kan senjata
yang kita miliki di antaranya adalah
pena. Saat kita ini menentukan satu
kebijakan,
jangan sampai kebijakan yang kita
tuliskan, kita putuskan itu merugikan
banyak orang.
Karena itu akan menjadi dosa aktif. Akan
menjadi dosa aktif sampai kita meninggal
dosa itu dianggap aktif
sehingga kemudian ee
akan menjadi malapetaka bagi kita.
Alwailut thawil celaka yang sangat
berkemanjangan. Alwail thawil liman
yamutuqubuhu
akar.
yabu bihaqaka
bagi kita sepanjang masa saat kita ini
meninggal tapi dosa kita itu masih
aktif.
Dosa kita masih aktif. Nah, dosa aktif
itu karena di antaranya karena kebijakan
kita yang kemudian berdampak pada
keburukan.
Dosa aktif itu watabunubu
dosa kita itu tetap berjalan terus bisa
dari 100 tahun bahkan mungkin lebih. Dan
kita selama itu disiksa di alam kubur.
Nah, ini mari kita berhati-hati di dalam
menetapkan satu kebijakan, satu
keputusan yang merugikan banyak orang.
Maka kesimpulannya, Bapak, Ibu, dalam
hijrah ASN ini mari kita banyak membenah
diri dan terutama yang paling penting
adalah mari kita banyak bersyukur.
Kemudian jangan pernah mengeluh kemudian
mari kita ikhlas dalam bekerja. Mari
kita yakini bahwa pekerja itu masuk
bagian dari ibadah. Jangan terlalu rigid
dalam menghitung kelebihan jam kerja.
Jangan pernah merasa rugi karena bekerja
dengan baik. Dan yang terakhir adalah
jangan pernah memutuskan satu kebijakan
yang itu berdampak pada keburukan
merugikan banyak orang. Barangkali
begitu kurang lebihnya mohon maaf.
Adanallah wahyakum ajmain asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Bapak luar biasa.
Masyaallah. Kami ucapkan terima kasih
kepada Bapak Dr. H. Hamis, lisensate,
Magister Filsafat Islam, Bapak. Dan ini
saya pesan dan materi sangat mengetuk
pintu hati saya, Bapak. Masyaallah, luar
biasa. Bekerjalah dengan baik. Harus
ikhlas tidak banyak mengeluh. Ini harus
kita selesaikan meskipun berat. Beda
dengan ini berat nanti jatuhnya malas
nyelesaikan. Betul je Bapak NJ mohon
izin dan juga jika keluar untuk pamer
dan membanggakan diri maka dia berada di
jalan setan. Masyaallah ini tamparan
banget buat para influencer ya Bapak.
Karena rata-rata itu flexing.
Masyaallah. Enj Bapak. Dan ini juga ada
jangan pernah merasa rugi karena bekerja
dengan baik. Luar biasa. Boleh tepuk
tangan untuk teman-teman yang ada di
studio untuk Bapak Dr. H. Hamis Syaf.
Luar biasa Bapak. Saya ucapkan terima
kasih. Namun sebelum itu untuk sesi
tanya jawab mohon izin Bapak ee kita
lanjutkan ke sesi tanya jawab dan untuk
dari tanya jawab ini hanya dua penanya
mohon izin gak apa-apa nggih Bapak.
Nggih. Dua penanya kami berikan
kesempatan dan silakan untuk menyebutkan
identitas nama dan instansi juga dipilih
oleh tim panitia untuk yang raise hand.
Monggo-monggo disilakan. Baik Bapak.
Luar biasa. Ee saya tadi sempat ee
terketuk sekali ya, Bapak karena
mengejar rezeki itu ada yang lari
menjauh. Nah, itu pengalaman pribadi
saya sepertinya banyak sekali yang
seperti itu dan yang tiba-tiba juga
datang dengan sendirian. Masyaallah, itu
juga sering saya alami. Alhamdulillah.
Jadi, hari ini benar-benar saya butuhkan
kedua materi hari ini. Yang pertama tadi
iwak bandeng je Bapak N memang kalau
iwak bandeng itu kalau dituruti terus ya
enggak ada marine ngoten ngih Bapak.
Mungkin pertanyaan dari saya terlebih
dahulu ya, karena mungkin Sobat ASN
belum ada yang rais. Betul Bapak, saya
izin bertanya ee bagaimanakah cara untuk
istikamah ya, Pak? Selalu berpikir bahwa
rezeki itu akan datang sendiri dan tidak
tertukar. Nah, itu mungkin ada tips atau
apapun dari Bapak agar senantiasa apa ya
istikamah untuk selalu berpikir yang
keempat. Jadi ee jangan merasa rugi
bekerja karena rezeki akan menghampiri
sendiri. Monggo, Bapak. Itu pertanyaan
dari saya. Ee mohon izin, Bapak.
Iya. Ee filsafat hidup orang tua kita
dulu itu begini. Injih jangan sampai ee
ember itu yang mendatangi air.
Ember itu kan ibarat diri kita. Lalu air
itu ibaratnya rezeki.
Kalau bisa itu ember didatangi oleh air.
Ibarat ember ini dapat air karena hujan.
Nah, ibarat kita ini
ee jangan memaksakan diri kita ini untuk
ngoyo dalam mencari rezeki itu. Biarkan
rezeki itu yang selalu mendatangi kita.
Nah, ini yang sulit. gimana ya caranya
itu supaya ee kita ini masuk kelompok
yang keempat, rezeki itu selalu
mendatangi kita.
Maka orang tua kita dulu mengajarkan
bahwa
mari kita dalam hidup ini meyakini bahwa
semua rezeki itu yang mengatur adalah
Allah Subhanahu wa taala bukan kita.
Hidup ini berat dan kalau kehidupan ini
kita atur dengan akal pikiran kita,
fisik kita, maka kita tidak akan mampu
menanggung beban berat kehidupan ini.
Maka pasrahkan beban itu kepada Allah.
Saat kita ini sudah memasrahkan beban
itu kepada Allah, kita tawakal,
maka apapun yang terjadi terhadap diri
kita itu kemudian kita merasa bahwa oh
Allah sudah mengatur semuanya.
Allah sudah mengatur semuanya. pasti
Allah akan memberikan sesuatu yang
terbaik dari apa yang mungkin kita
anggap itu bagian dari beban tadi.
Saya pernah ke Manado
dalam rangka ada satu pertemuan ee forum
ilmiah itu. Lalu di satu malam saya
bertemu di warung kopi itu dengan
seseorang, dia seorang laki-laki yang
bekerja di perusahaan ee milik Jepang.
Saya tanya, "Pekerjaan bentuknya apa?"
ee kami menangkap ikan
di tengah laut yang ombaknya dahsyat dan
kapal yang kami naiki itu tidak terlalu
besar. Dia kecil tetapi sudah
diperhitungkan tentang kemampuan kapal
ini untuk berlayar di tengah ombak
lautan yang dahsyat itu.
Tugas kami adalah menangkap satu ikan
yang berat minimalnya itu 15 kilo. 500
kg atau 1eng ton. Syukur-syukur bisa
sampai 1 ton. Kalau sudah dapat satu
ikan beratnya 1 ton, kita langsung
minggir. Karena cukup itu yang kita
tangkap dan ikan itu harganya mahal dan
itulah yang kemudian dibawa ke Jepang
untuk diambil nutrisinya.
Lalu saya tanya, "Kok bisa begitu?" Iya,
ikan ini hanya ada di tengah lautan yang
ombaknya dahsyat tadi itu. Jadi, ikan
yang istimewa itu
adanya di tengah laut yang ombaknya
dahsyat.
Kalau ikan itu ada di pinggir-pinggir
laut yang gak ada ombaknya, itu
ikan-ikan yang tidak berkualitas.
Nah, sama juga dengan begitu ee kita
sama dengan juga kita. Artinya orang
yang berkualitas
itu saat dia menghadapi banyak ujian dan
dia mampu menyelesaikan.
Berbeda dengan orang yang tidak pernah
diberi oleh Allah ujian, tidak pernah
menghadapi satu tahapan yang harus berat
dihadapi dan harus dia selesaikan.
Maka kami terikat dulu saat ee seleksi
LPDP itu yang selalu diceritakan ada
salah satu kampus ternama di Indonesia,
lalu salah satu alumni terbaiknya saat
ikut seleksi LPDP dia tidak lolos.
Lalu rektornya menyampaikan, "Ini alumni
kami terbaik. Alumni terbaik kami." Lalu
kenapa dia tidak lolos?
Lalu e setiap seleksi itu selalu ada
record-nya, baik video maupun rekaman
voice-nya dan catatannya lengkap. Lalu
dibukalah di situ. Dia dari aspek
akademisnya luar biasa, bahasa asingnya
luar biasa, tapi dia jatuhnya di tes
psikologi.
Dia mengambil kuliah S2 di Inggris.
Lalu eh review psikolog tadi itu
kemudian ditanya oleh BLPD, "Kenapa anak
ini tidak diluluskan dalam tes
psikologi?"
Maka eh RER mengatakan bahwa ee anak ini
memang dari aspek akademis luar biasa
hebat,
tapi dia ini selama kuliah itu masuk
kategori mahasiswa kupu-kupu. Kuliah
pulang, kuliah pulang sehingga ana ini
belum pernah tertempat dengan baik. oleh
masalah. Dia ini anak mama. Maka kalau
dia ini kuliah di luar negeri, dijamin
kuliahnya tidak akan selesai. Karena dia
belum pernah menghadapi satu masalah
yang bisa dia selesaikan.
Nah, saat kita punya pikiran begitu,
kita akan tawakal kepada Allah dalam
menyelesaikan masalah dan yakin bahwa
akan memberikan gantinya, maka kita ini
akan secara perlahan
itu terbiasa masuk di kelompok yang
keempat tadi. Enggak pernah mengejar
jabatan, enggak pernah mengejar karir,
tapi dia mendatangi kita. Prinsip kita
hanya yang penting saya bekerja dengan
baik. Allah akan pasti tidak akan
menzalimi kita. Kalau to itu ada ujian,
merasa kita ini tidak pernah mendapatkan
riwayat pekerjaan, itu bagian dari ujian
diberk Allah. Dan Allah akan pasti
memberikan yang
apa namanya? Luar biasa dari arah
mungkin kita tidak tahu. Seperti ikan
tadi di tengah lautan yang mahal
harganya dan kita akan menjadi kelompok
istimewa, mahal dan dampaknya pasti akan
kita merasakan menjadi kelompok yang
keempat. Dan banyak di tempat kami yang
merasakan menjadi kelompok keempat. itu.
Saya kira begitu, Bu.
Terharu loh, Bapak. Terima kasih sekali.
Dan untuk selanjutnya ng Bapak ada
penanya kedua dari Sobat ASN disilakan
kami mohon untuk menyebutkan nama juga
dari UPD mana Bapak? Bong disilakan.
Baik, disilakan Bapak. Asalamualaikum.
Mohon izin suaranya tidak dapat kami
dengar. Bapak dari mana? Bapak disilakan
Inj.
Baik, sekali lagi Bapak mohon izin
dengan Bapak siapa? Mohon maaf karena
suaranya tidak terlalu kami dengar,
tidak bisa kami dengar. Nah, ini
alhamdulillah sudah. Disilakan Bapak.
Iya, terima kasih waktunya Bu I
disilakan. Monggo. Ada pertanyaan apa?
Dari mana disebutkan namanya dan dari
mana? Saya Deni dari Perdana Peran
Kabupaten Sumenep. Iya, Sumenep. Nggih,
Bapak.
Masyaallah dari Sumenip ujungnya Madura.
Iya lebih keras lagi nggih Bapak untuk
suaranya. Mohon izin. Agak kecil
suaranya. Nggih. Disilakan.
Saya mencermati tadi Pak
dan Pak mungkin bisalah kita tidak ee
apa namanya tidak nafsu terhadap rezeki
tidak. Tapi kita lihat itu, Pak, ada
pimpinan kadang-kadang itu memerintah
sampai kadang lupa waktu malah kadang
bisa-bisa kadang bisa lima salat atau
malah mepet salat itu ee mungkin
mencatati gimana, Pak, kalau kayak gitu
mungkin dari kami sebagai
orang perorangan mungkin bisalah seperti
yang Bapak sampaikan tadi gitu ya. Cuma
kalau kepimpinannya untuk itu gimana,
Pak? Untuk menungkin
saran
itu aja, Pak.
Silakan untuk Bapak Miss untuk menjawab
pertanyaan dari Bapak dari Sumenep.
Disilakan, Bapak. Monggo. Mungkin bisa
dibantu menyampaikan
ee pertanyaannya. Tadi saya kurang
jelas. Oh, injih. Ini Bapak apabila yang
pasrah dan tawakal, betul ya, Bapak ya.
untuk pimpinannya mungkin agak ee apa
tadi ya, Pak ya? Pokoknya seperti apa ya
kita harus bersifat
gitu ya, Pak ya. Bertindak. Iya.
Betulkah? Mohon izin. Tadi karena
suaranya tidak terlalu jelas. Mohon
izin. Bila kerja bila kerja gitu mungkin
bila kerja kerja. Oh, nggih. Enggih.
Sampun. Jadi kita harus seperti apa ee
bertindak Bapak apabila pimpinannya gila
kerja pangapunten sanget. Masyaallah.
Jadi silakan Bapak. Iya. Terima kasih
atas pertanyaannya. Kita bersyukur kalau
punya pimpinan itu yang gila kerja
karena beliau akan membantu kita untuk
menjadi orang yang tahan banting,
menjadi orang yang hebat seperti ikan di
ombak laut yang dahsyat tadi itu.
Jadi kita harus banyak bersyukur karena
akan banyak pengalaman bagaimana dalam
menyelesaikan masalah untuk membangun
prestasi.
Karena kita ini gak bisa bekerja dengan
biasa-biasa saja untuk membangun ee
lembaga yang kita ee
apa namanya? Kita jalankan ya untuk kita
selesaikan itu. Enggak bisa kita bekerja
biasa-biasa saja, harus ee bekerja di
atas target yang biasa.
Jadi kalau ada pimpinan yang gila kerja
maka itu bagian dari ee kesempatan yang
luar biasa yang harus kita imbangi untuk
kita tunaikan. Karena dengan tanpa
sengaja, tanpa sadar, kita akan banyak
mendapatkan pengalaman yang luar biasa.
Dan suatu saat nanti kita pada momen
tertentu pasti akan mendapatkan posisi
yang sama dan kita akan bisa mengambil
pelajaran dari apa yang pernah ee
dilakukan oleh pimpinan kita itu tadi.
Jadi dari kondisi yang biasa berat lalu
menjadi ringan itu menjadi enak, nyaman,
begitu enteng. Kalau sudah terbiasa
dengan berat. Sebaliknya kalau kita ini
bekerja dalam kondisi yang biasa-biasa
saja lalu dihadapkan pada problem yang
luar biasa tadi itu kita akan merasa
berat. Maka tadi prinsipnya kan ee ini
harus kita selesaikan meskipun mungkin
berat. Tapi kalau berat Pakinan kita
bilang berat Pak, wah itu sudah
kelihatan malasnya. Tapi kalau pimpinan
bilang harus kita selesai, siap akan
saya selesaikan. Mungkin meskipun
mungkin berat, Pak, tapi kita akan
mengatakan akan kita selesaikan. Nah,
caranya begitu. Jadi, kita harus bangga
dengan pimpinan yang gila kerja. Ee yang
penting tidak menyalahi aturan yang
kemudian berdampak pada keburukan. Ya,
ee satu contoh begini. Saya punya teman,
dia ini sangat patuh dengan ee dengan
pimpinan dan memang kita harus begitu.
Jadi, ASN itu harus patuh dengan
pimpinan. Kalau kita merasa gak cocok
dengan pimpinan, ya tunggu saatnya nanti
kalau kita menjadi pimpinan. Saat kita
masih bawa, ya harus patuh dengan
pimpinan itu. Ee jadi gak boleh protes.
Nah, dia ini selalu patuh dengan
pimpinan dan kebetulan beliau ini
perempuan. Wah, karena patuh dengan
pimpinan pekerjaannya baik. Dalam hal
apapun, kepanitiaan apapun dia selalu
ikut
dan tuntas selesai.
Nah, tapi karena punya keluarga, punya
suami, dan sering keluar kota, lalu
kemudian suaminya pernah mengatakan
begini, "Pulang malam ini atau tidak
pulang sama sekali?" Wah, itu kan berat
sebagai perempuan lah. Lalu lapor kepada
pimpinan ini. "Saya dapat ee WA dari
suami begini." "Ah, pimpinan tentu sadar
ya sudah pulang sekarang. Pulang
sekarang."
Nah, itu kan kasus yang berbeda. Tapi
kita harus bangga dengan pimpinan yang
gila kerja. Saya kira begitu. Terima
kasih. Alhamdulillah. Terima kasih,
Bapak. Gimana, Bapak tadi dengan namanya
Pak? Siapa, Pak? Dari Sumenap? Joni. Bu
Joni. Joni. Bapak Joni. Apakah sudah
puas, Bapak? Nggih. Aman. Ngaban dari
narasumber kami? Aman.
Ya. Iya. Baik, Pak. Jangan khawatir,
Pak. Nanti kalau pimpinan gila kerja
pasti nanti jatuhnya jenengan akan
didatangi rezeki. Betul nggih Bapak.
Nggih. Jadi didatangi rezeki karena
bekerja dengan baik. Masyaallah luar
biasa. Jadi terenyuh hari ini ya dengan
materi narsum ee nomor 1 hari ini. Baik
disilakan dari panitia masih
mempersilakan satu pertanyaan. Mohon
izin boleh nggih Bapak. Nggih. Disilakan
untuk ee penanya ketiga ya. Kami
persilakan untuk Baik, selamat siang
Bapak. disilakan menyebutkan nama dan
dari mana panjenengan berasal. Disilakan
menyampaikan pertanyaannya. Monggo
disilakan.
Baik, selamat siang Bapak. Izin
bertanya. Ee baik, monggo. Dengan nama
Bapak, dari mana Bapak? Mohon izin.
Dari siapa? Bapak dari daerah mana?
Arif Seto. Baik, Pak Arif.
Alhamdulillah. dari dari daerah dari
Blitar, Jawa Tengah. Luar biasa. Dari
Blitar, Blitar, Jawa Timur ya, Pak? Ya,
Jawa Timur maksudnya. Oh, iya betul luar
biasa Bapak. Semangat ya, Bapaknya yang
jawatannya. Iya, ini pasti happy sekali
sudah bisa sebagai penanya dan
ditampilkan ya, Bapak ini karena dilihat
se-Indonesia. Disilakan Bapak memberikan
pertanyaannya. Terima kasih. Ee
alhamdulillah atas penjelasan yang
disampaikan Ustaz. Jadi mungkin mohon
sedikit pencerahan Ustaz. Memang dalam
suatu lingkungan kerja kita sebagai ASN
dengan adanya top leader yang adil
bijaksana kan dapat motivasi kita dalam
bekerja ng kita akan semangat dalam
bekerja. Tapi dalam apa ee waktu-waktu
tertentu mungkin top leader yang kita
hadapi tidak seperti yang kita harapkan
ngih. Belum lagi misalnya kita tadi di
di poin yang keempat disebutnya kita
bekerja diharapkan dengan ikhlas. Ya,
kita berusaha untuk bekerja ikhlas. Kita
kita tidak rugilah dengan dengan apa
kita bekerja secara ikhlas dalam
kemudian dalam melaksanakan kegiatan
program kan ada hal-hal yang mungkin
tidak sesuai dengan ketentuan atau tidak
sesuai dengan yang kita harapkan.
akhirnya kita memberikan kritikan
kemudian ee masukan terhadap baik itu
teman kita maupun ee pimpinan kita. Tapi
apa yang kita kita temui, kita apa ee
feedback-nya akhirnya malah kita
dianggap sebagai wah orang istri Arif
ini enggak kok enggak suka sama kawannya
melakukan suatu hal yang seperti ini.
Kemudian Arif ini sombong nian. Hal ini
biasa kok dilakukan. Jangan seperti
inilah ikut ikutikut ikut ikut-ikutan
aja lah. Enggak usah enggak usah banyak
meritik, enggak usah banyak ngomong.
Akhirnya kan seperti itu feedback yang
kita dapat. Mungkin demikian yang dapat
saya sampaikan, Ustaz. Mohon pencerahan.
Terima kasih.
I terima kasih atas pertanyaannya.
ee
macam ya begitulah Bapak ee kehidupan
ini. Jadi orang yang kita hadapi itu
beragam dan bermacam-macam.
Ada orang yang gila kerja, ada orang
malas kerja. Bahkan mungkin ee di satu
momen tertentu kita menghadapi atasan
yang mungkin bekerjanya biasa-biasa saja
atau mungkin tidak bekerja atau mungkin
kita punya partner yang tidak ee mampu
bekerja dengan baik. Maka di situ kita
punya kesempatan mengejar pahala lebih
banyak. Kita tutupi rekan kerja kita,
kita tutupi atasan kita dalam hal
kekurangan mereka dalam pekerja. Kita
tutupi kekurangan mereka dalam pekerja
untuk kita kemudian kita bantu, kita
sempurnakan.
Dan kita harus bangga menjadi orang yang
terbiasa menutupi kekurangan rekanan
kerja kita atau atasan kita dalam saat
mereka bekerja. Itu kita harus bangga.
Kenapa? Karena semakin banyak pekerjaan
yang kita cover
dari sahabat kita, rekan kerja kita,
atau atasan kita itu akan mendapatkan
lebih banyak pengalaman.
ya mungkin itu bukan wilayah kita, tapi
kemudian kita cover lalu kita punya
pengalaman yang baru yang lain dari
tupoksi kita. Dan itu yang saya sebut
tadi itu bagian dari sedekah dan juga
bagian dari menghapus dosa. Jadi memang
ee aspek teologis dalam bekerja itu juga
tetap harus menjadi prinsip supaya kita
ini tidak banyak mengeluh. Jadi kemudian
menjadi ringan, santai saja. atasan
malas kita menyelesaikan
kita mudah menjadi bangga karena bisa
kita belum saatnya menjadi atasan tetapi
sudah mengerjakan pekerjaan atasan itu
kan kita sudah terbiasa menjadi atasan
bahkan mungkin secara realitas kita ini
yang menjadi atasan kan begitu mestinya
harus bangga itira
begitu jadi harus bangga dengan ee
kesempatan di mana kita ini dituntut
untuk menyel pekerjaan orang lain.
Terus apa dengan apa tanggapan atau
feedback dari rekan-rekan atau pimpinan
kita cukup diam aja atau gimana, Ustaz?
Iya, santai saja. Saya biasa santai
kalau begitu itu kita selesaikan kita
jawab dengan pekerjaan bukan kita jawab
dengan membalas apa yang mereka
sampaikan. Toh orang lain akan melihat
apa yang terjadi yang sebenarnya dari
apa yang kita lakukan bukan dari apa
yang kita sampaikan. Percuma kita
menyampaikan banyak hal tapi apa yang
kita lakukan itu tidak seimbang dengan
kita sampaikan. Justru yang kita lakukan
itu lebih banyak dari apa yang kita
sampaikan itu orang lebih percaya.
Baik Bapak matur nuun sekali dari
pertanyaannya dengan Bapak yang dari
Blitar Jawa Timur ya Pak. Dari Blitar.
Apakah sudah puas, Pak, dengan jawaban
dari Bapak narasumber kami? Aman nggih,
Bapak? Aman. Aman. Alhamdulillah. Memang
untuk ee kuncinya, kata kuncinya adalah
ekstra, ekstra ekstra ekstra sabar. Dan
juga jangan lupa kalau kita mengalah dan
tidak ngapa-ngapain ya, Bapak, itu akan
menghapus dosa dan bagian dari sedekah
kita. Luar biasa. Masyaallah. Boleh
tepuk tangan dong untuk teman-teman dan
di yang ada di studio dan juga jempolnya
dari teman-teman yang ada di YouTube
channel. Jempolnya dong untuk acara hari
ini memang luar biasa. Baik Bapak itu ee
itulah tadi pertanyaan terakhir je.
Matur nun sanget kepada Bapak. Terima
kasih kepada Bapak Dr. H. Hamis Syafaq
Lahat Magister Filsafat Islam. Kami
ucapkan terima kasih atas kesediaannya
sebagai narasumber hari ini. Saya sangat
terharu. Baik. Saya tidak bisa
merangkumnya karena sudah di hati saya
akan saya jalankan nanti, Bapak.
Masyaallah. Baik, terima kasih Bapak dan
ee tentu saja jangan lupa, Teman-teman,
untuk semesta Bangkom juga jangan lupa
tetap dicek secara berkala jeh. Dan saya
akan merangkum sedikit ya. Ini ternyata
ada loh mahasiswa kupu-kupu. Masyaallah
kuliah pulang, kuliah pulang dan anak
mama. Waduh, ini luar biasa. Makanya
kita enggak tahu rezeki kita harus kayak
gimana. Tetap pasrah dan tawakal. Jadi
kalau kalau mungkin ada pimpinan yang
gila kerja harusnya kita bersyukur
karena kita dibentuk menjadi seorang
pimpinan untuk masa depan yang lebih
baik. Sekali lagi kita ucapkan terima
kasih kepada Bapak Dr. H. Hamis Syafak,
licensiate, magister filsafat Islam.
Boleh tepuk tangan dari semua
teman-teman yang ada di studio dan
tentunya Sobat ASN.
Baik, kepada Sobat ASN semuanya jangan
lupa untuk tetap mengecek di semesta
Bangkom. dan juga di running chat
semuanya harus dilihat ya. Jadi jangan
lupa untuk setiap ee jangan lupa bahwa
presensi sudah dapat diakses melalui
website semesta Bangkom seperti yang
tertera di ee pada running chat atau
Zoom. Mengisi survei juga serta mengisi
lembar monev maka sertifikat akan muncul
1* 24 jam. Jangan lupa dicek secara
berkala.
[Musik]
Sobat SN masih semangat tentunya ya
untuk menyusung di narasumber kita yang
kedua masih di webinar ASN seri webinar
BBSDM Jatim ASN seri ke-24 dengan tema
Hijrah ASN mengokookkan identitas,
mengembangkan profesionalitas, dan juga
menguatkan integritas. Luar biasa. Untuk
hari ini materi kedua narasumber kita
adalah Bapak Prof. Dr. Ir. Ahmad Jasidi,
M. Eng. dan beliau menempuh pendidikan
terakhir S3 di Hiroshima University akan
menyampaikan materi tentang ASN
berintegritas di era digital, kolaborasi
etika, teknologi dan budaya Aswaja. Dan
langsung saja hari ini sudah hadir
Bapak. Asalamualaikum Bapak, bagaimana
kabarnya Bapak Jazidi? Alhamdulillah.
Asalamualaikum Bapak.
Baik, mohon izin. Baik. Waalaikumsalam
warahmatullah. Masyaallah.
Alhamdulillahiabbil alamin. Apa kabar
Bapak? Sehat hari ini? Alhamdulillah
baik-baik. Sehatshat baik. Sangat bangga
sekali injih. Sangat bahagia dan bangga
sekali kami dapat mengundang Bapak
sebagai narasumber untuk materi kedua
dan tentunya masyaallah dan tentunya
kami ee sangat mengucapkan terima kasih
menyempatkan waktunya je Bapak NJ di
tengah kesibukan tentu saja. Saya saya
yang terima kasih. Saya yang terima
kasih diundang.
Oh, inj. Baik, terima kasih Bapak. Dan
kami persilakan kepada Bapak Prof. Dr.
Ir. Ahmad Jazidi, M.
Untuk memberikan materinya. Disilakan,
Bapak.
Terima kasih, Bu Maya.
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala
rasulillah sayyidina Muhammadin ibni
Abdillah.
La haula wala quwwata illa billah.
Ashadu alla ilahaillallah
wahdahu la syarikalah wa ashadu anna
muhammadan abduhu wa rasuluh la nabiya
ba. Amma ba
subhanaka la ilma lana illa maamtana
innaka antal alimul hakim.
Rabbisrohli sodri waassirli amri wahlul
uqdatan min lisani yafqohu quli.
Yang saya sangat hormati ee Bapak Dr.
Ramlianto,
SP,MP.
Kepala ee BPSDM
Provinsi Jawa Timur.
Yang ee saya hormati juga
Bapak Dr. H. Ahmad Jazzuri, S., M.Si.
yang tadi sudah menyampaikan keynote
speech.
Yang saya hormati ee
Bapak Dr. H. Hamis Syafak
yang baru sapa ee materi luar biasa.
Terima kasih sangat. Saya banyak menimba
ilmu barusan dari beliau.
serta ibu sekalian peserta ee webinar
ASN belajar.
Alhamdulillah puji syukur kita panjatkan
kehadirat Allah Subhanahu wa taala.
Selawat dan salam mudah-mudahan
senantiasa ter curah pada junjungan kita
Nabi Besar Muhammad sallallahu alaihi
wasallam.
Ibu Bapak sekalian.
Pada kesempatan yang pertama saya ee
ingin menyampaikan terima kasih kepada
ee teman-teman BPSDM Jawa Timur
khususnya pada Pak Dr. Ramlianto
yang telah ee mengundang saya untuk ikut
berpartisipasi dalam kegiatan e ASN
belajar ini. Dan ini sudah seradi yang
ke-24 ya Bu ya.
24. Betul. 24. Iya. Ee kegiatan ini
diselenggarakan reguler periodik tiap
apa Bu? Sebulan sekali, sebulan dua
kali. Setiap setiap hari Kamis, Bapak.
Setiap hari Kamis. Iya, betul. Dan
sangat-sangat beragam untuk materinya.
Masyaallah. Ini luar biasa. Ini kegiatan
yang sangat baik. I luar biasa. Ij,
Bapak. Luar biasa.
Teman-teman ASN khususnya di Jawa Timur
diajak untuk terus belajar mengimprove,
meningkatkan kualitas kerja sebagaimana
materi yang tadi kita sudah sama-sama
ikuti.
Tema dalam rangka menyambut ee
1 Muharram.
Hijrah ASN mengokohkan identitas ee
mengembangkan profesionalitas
dan ee menguatkan integritas.
Secara ee khusus
subtema yang diberikan kepada saya ee
ASN berintegritas di era digital, e
kolaborasi etika, teknologi dan ee
budaya SWA.
Ibu sekalian ee mungkin berbeda dengan
materi-materi sebelumnya.
Saya mungkin akan ee
lebih banyak berbicara ee
teknis
atau teknologi begitu. Mudah-mudahan ee
saya bisa memberikan ee sesuatu pada
panjenengan semua
yang bermanfaat.
Saya akan mulai dengan ee
hijrah
di ee era digital ini. Apa yang harus ee
kita lakukan? Apa yang dimaksud dengan
hijrah dalam pengertian ee teknis ee
mengikuti perkembangan ee teknologi
yang saat ini ee kita semua mengenalnya
ada di era yang disebut dengan era eh
digital.
Ibuak sekalian,
saya mengawali dengan ee begini,
mengingatkan kembali saja
kata digital itu
telah bermetamorfos,
telah ber ee kembang ee maknanya dari
yang semula kita memahami ee digital
dari ee perspektif kalau kita belajar
sinyal gitu ya. ada sinyal kontinue, ada
sinyal ee digital yang ee
diskret.
Bedanya dengan ee continue, kita bisa
mendapatkan nilai dari satu sinyal
continue itu ee yang tak terhingya dalam
satu rentang waktu. Kalau ada grafik
gitu misalkan ya, e panjenengan
mudah-mudahan masih ingat ada ee ee
grafik kurva normal gitu. Misalkan kalau
kita gambar kurva normal dalam ee garis
yang lurus lengkap begitu dalam bentuk e
seperti bellship gitu, bentuk belell.
Setiap saat panjenengan bisa mendapatkan
nilai kapanpun.
Tak terhingga dari yang setiap saat
bergeser sedikit ada nilainya. Bergeser
sedikit ada nilainya. itu kalau
kontinue. Kalau digital itu diskret itu
diambil dengan sampling begitu
ada ee satu waktu nilainya tertentu
dan itu tergantung kepada e banyaknya
sampling, frekuensi samplingnya. Semakin
rapat Anda semakin mendapatkan nilai
yang ee hampir mendekati kontinue tapi
selalu ada yang hilang
diskret.
itu terkait terhadap dengan ee apa ee
kalau panjenengan belajar itu ada dulu
ingat aljabar biner yang harganya antara
0 dan 1 dan itu kemudian yang merevolusi
ee komputer.
Nah, saat ini
kata digital
itu tidak hanya berarti yang diskret
tadi itu seperti sinyal itu,
tetapi ee
digital
itu punya makna gabungan antara data dan
teknologi.
Jadi kalau kita dikatakan sekarang masuk
di era digital itu pengertiannya
kita berada dalam era yang kalau kita
bekerja
itu harus berbasis pada data.
Data
yang semakin banyak datanya semakin
bagus.
Kemudian ada kita mengenal istilah big
data,
data yang luar biasa banyaknya.
dan kemudian data itu ee diolah
menghasilkan suatu informasi yang sangat
berguna bagi kita semua
untuk mengambil suatu keputusan
yang tepat,
mengambil suatu kebijakan
yang yang baik,
yang bermanfaat,
yang bisa menyelesaikan masalah dengan
ee akurat.
Nah, ee ketika teknologi belum
berkembang sepesat sekarang khususnya
teknologi informasi, data itu diolah
dengan ya memanfaatkan ada teknologi
komputer
kita analisis,
terus kemudian ee
terhadap satu fenomena tertentu
kita bisa memahami berdasarkan data itu
menghasilkan suatu informasi tentang
fenomena itu.
Dan kemudian berdasarkan informasi itu
kita mengambil ee satu kebijakan yang
diperlukan, yang akurat, yang tepat,
yang diharapkan bisa ee menyelesaikan
masalah.
Nah, kalau ketika kita mengolah data itu
melibatkan teknologi yang lebih canggih
dan lebih kompleks, lebih rumit gitu,
maka kemudian gabungan antara data dan
teknologi itu yang sekarang disebut
sebagai digital.
Jadi ee era digital itu maksudnya
bermakna
kita sekarang berada dalam satu era
di mana kita bekerja dituntut harus
berdasarkan data yang kemudian diolah
dengan melibatkan teknologi
yang canggih.
teknologi di balik kata digital ini ee
yang panjenengan kemudian sekarang mud
sudah sering mendengar
ada ee apa komputer tentu kemudian ada
algoritma ada coding ada pemrograman,
ada artificial intelligence
ada blockchain
dan lain-lain. Itu semua teknologi yang
diperlukan untuk mengolah memproses data
sedemikian Anda mendapatkan panjenengan
semua mendapatkan informasi
yang sekali lagi tidak didasarkan pada
data yang begitu banyak. big data
informasi yang panjenengan ee peroleh
bisa sangat ee banyak dan akurat
melengkapi panjenengan semua untuk
mengambil kebijakan-kebijakan
kebijaksaraan-kebijaksanaan
menyelesaikan ee masalah yang
panjenengan atau bahkan untuk ee
mengembangkan ee satu ide-ide, satu
inovasi-inovasi
yang ee bisa memperkaya ee pengetahuan
ee kita semua.
Nah, dengan demikian, Ibu Bapak
sekalian, kita sekarang ee berada di
dalam ee era digital dalam pengertian
yang seperti itu berarti kita bekerja
berdasarkan data yang didukung dengan
teknologi. Maka
satu aspek yang ingin saya sampaikan
dalam kesempatan ini hijrah dalam era
digital di sini ini yang diperlukan di
antara banyak hijrah-hijrah yang tadi
sudah disampaikan oleh eh keynote
speakers kemudian ee oleh pembicara yang
pertama tadi.
Hijrah yang sekarang saya maksudkan,
yang ingin saya sampaikan kepada
panjenengan yang diperlukan di era
digital ini adalah
hijrah yang terkait dengan mindset,
yaitu yang diperlukan sekarang kita
perlu mempunyai yang disebut digital
mindset.
Mindset itu bisa dipahami sebagai ee
sebuah cara ya mindset ya, pola pikir
cara memikirkan sesuatu.
cara memahami, cara kita bersikap,
dan persepsi kita terhadap satu ee
persoalan yang ee bagaimana kita atau
seseorang ee memandang dan ee apa ee
menanggapi satu situasi
dan ee
mindset digital
itu berarti cara kita berpikir
bagaimana kita memanfaatkan
teknologi digital tadi. Teknologi
digital yang tadi sebut ada banyak di
belakang kata teknologi digital tadi,
blockchain, artificial intelligence,
coding ya dan macam-macam. Memanfaatkan
itu untuk eh memahami suatu persoalan
dan ee menyelesaikan ee
persoalan-persoalan
dengan memanfaatkan ee teknologi
digital.
Ibu, Bapaku sekalian
ee cara kita bersikap atau pola pikir
itu tentu menentukan
bagaimana kita ee macam-macam
bagaimana sikap kita menghadapi
tantangan.
Apakah tantangan itu kita lihat sebagai
ee suatu kesempatan untuk belajar ee
atau sebagai ee ancaman
itu tergantung pada pola pikir,
kemampuan untuk mendapat beradaptasi.
ee apakah seseorang dapat ee beradaptasi
dengan ee perubahan dan ee
ketidakpastian yang kita ee sering
jumpai di era yang sekarang itu. Jadi,
pola pikir itu menjadi sesuatu yang
sangat penting yang yang menentukan cara
bersikap merespon ee menginterpretasi,
mempersepsikan ee sesuatu.
Nah, I sekalian,
selanjutnya
ee dalam kaitan dengan ee kolaborasi
etika, teknologi dan budaya Aswaja, saya
akan menyampaikan ee mohon izin dengan
ee beberapa contoh
cerita
tentang fakta
tentang ee satu perusahaan
yang ee ee apa memanfaatkan ee teknologi
digital secara maksimal.
Satu perusahaan,
perusahaan internasional
yang kita kenal ada perusahaan namanya
Grow eh Intelligence.
Perusahaan ini eh memanfaatkan ee
teknologi digital.
data dan mengolahnya dengan teknologi
yang rumit, canggih,
dan bergerak di bidang ee pertanian.
Grow intelligence ini didirikan oleh eh
seorang perempuan
eh Sarah Minker
kelahiran eh Ethiopia
yang menempuh studi bachelornya di
Amerika dan masternya.
Kemudian dia bekerja di ee
sebuah perusahaan investasi
ee kalau tidak salah ee bekerja di
apa namanya
Morgan Standing
dan bekerja di pasar saham di Manhattan
New York sana.
Pada suatu musim panas 2008, panjenengan
masih ingat ada ee apa?
Keruntuhan
pasar muda
yang disebabkan oleh skandal ee kredit
perumahan di Amerika,
subprime mgit crisis.
ada
pemberian kredit ee ugal-ugalan begitu
yang tidak ee
terkendali.
Kredit diberikan kepada seseorang
dengan riwayat kredit yang kurang handal
sehingga ada peluang ee kredit itu tidak
bisa ee
terbayarkan.
menyebabkan krisis ekonomi global
secara ee menyeluruh di seluruh dunia.
mata uang menjadi turun nilainya.
Dan ee di saat
ee suatu hari di musim panas ketika
ee keruntuhan
pasar modal itu terjadi,
Sarah eh Maker ini sedang berada di
kantornya dan semua teman-teman
panik.
Kemudian banyak yang bertaka,
"Ini saatnya kita beli emas gitu.
Karena
selama ini seseorang yang punya modal
ditanam di bursa saham berharap nilai ee
uangnya terus bisa berkembang. Tapi
tiba-tiba kemudian ee pasar modal itu
runtuh, pasar uang itu ee ee runtuh.
Nilai uang turun drastis, tidak ada
nilainya lagi. Orang berpikir dan lebih
banyak pada keuntungan pada kepentingan
diri sendiri menyelamatkan uang. Kalau
begitu lebih baik sekarang ini saatnya
kita mengalihkan uang kita harus kita
simpan dalam bentuk emas.
Sarah Merkel, seorang yang ee lahir di
Ethiopia ee berpikir lain
dengan jatuhnya nilai ee uang
kemudian berdampak pada ee ekonomi
global
sebagai orang yang dilahirkan di
Etiopia, negara yang dengan pengalaman
ee pangan kemiskinan pada tahun 0 ee ee
70-an
kemudian apa ee kelaparan yang terpikir
adalah dampak ekonomi global ini yang
paling dia khawatirkan adalah ee
ketahanan pangan.
Oleh karena itu, dengan latar belakang
pendidikan yang dia miliki, dia ee
mendirikan satu eh perusahaan yang
disebut eh GR Intelligence yang berbasis
di New York dan Nairobi, Kenya yang
menyediakan platform eh wawasan
pertanian dan data yang dan data yang
didukung oleh eh kecerdasan e buatan,
artificial intelligence.
mereka perusahaan ee Sarah Merkel ini
eh apa namanya tadi ee grow eh
intelligence
menganalisis triliunan data, triliunan
data global untuk ee memberikan dukungan
keputusan kepada pemerintah, kepada
perbankan yang akan memberikan ee
pinjaman kepada ee pelaku-pelaku ee ee
usaha pangan, perusahaan yang bergerak
di bidang pangan
dan memberikan ee analitik prediktif
kepada klien mereka termasuk ke
perusahaan ee makanan dan agribisnis
atau ee
perusahaan yang bergerak di bidang ee
pangan.
Nah, eh perusahaan yang didirikan oleh
Shar Merker ini yang kemudian disebut
sebagai startup atau yang kemudian kita
mengenal ada unicorn
dengan perusahaan ee yang disebut
unicorn ini kalau dia punya valuasi
eh senilai 1 miliar e US dolar atau
sekitar 15 triliun evaluasi dari
perusahaan.
dan dia ee bisa mendapatkan ee pendanaan
dari investor sampai ee apa ada yang
disebut pendanaan seri B bernilai 180-an
ee juta e US dolar.
Sekali lagi ee perusahaan yang dibangun
berdasarkan ee
basis eh teknologi e digital ini karena
pengalaman dia bekerja di Stan Morgan
Stanley, mindset eh kebiasaan untuk
mengolah data itu mindset digitalnya
atau pola pikir digital atau digital
mindset-nya itu memungkinkan dia
kemudian ee mendirikan perusahaan yang
ee
mempunyai pengaruh besar memberikan ee
nasihat-nasihat kepada ee pemerintah,
perbankan, para pelaku usaha pangan dan
dan seterusnya.
pada tahun 2021 ee
dia dinobatkan sebagai salah satu ee
perusahaan yang paling berpengaruh ee
oleh time.
Kemudian perusahaan yang kedua eh
perusahaan dalam negeri. panjenengan
pernah mendengar ee
perusahaan startup yang masuk ke
kategori
unicorn juga yaitu ee perusahaan
yang didirikan oleh seorang ee
alumni ITB yang bernama Gibran eh
Huzaifah.
Nama perusahaannya adalah eh
Fishering,
perusahaan eh aquaculture asal eh ya
dalam negeri.
Didirikan pada tahun 2013.
Gibran Huzaifah ini masuk ITB tahun 2000
ee 9 kelahiran 1989.
generasi milenial yang memang ee melek
ee digital.
Awalnya Gibran Nuzaifah ini memiliki
kolam ikan pribadi
sejak dia kuliah di ITB
mulai ee dia kalau enggak salah masuk
ITB tahun 2009 dan terus mengembangkan e
bisnisnya hingga memiliki 70 kolam ikan
saat dia lulus. yang kemudian ee melihat
peluang untuk ee memberikan solusi
teknologi pada sektor perikanan,
terutama dalam pemberian ee pakan ikan
ee otomatis.
Perusahaan dia ini mengembangkan suatu
sistem pemberian e pakan ikan otomatis
berbasis internet off IoT yang dapat
mendeteksi masalah di kolam, ikan dan
menyesuaikan dosis
pakan.
perusahaannya mencapai status ee unicorn
dengan valuasi perusahaan
ee
1 miliar dolar
dan dia memperoleh pendanaan
dari investor investor global senilai
200 juta US Dollar. Luar biasa kan?
Melalui ee pendanaan seri D. Jadi
pendanaan-pendanaan untuk
perusahaan-perusahaan SATAP itu ada
pendanaan seri A untuk yang baru memulai
seri B, seri C, seri D untuk
perusahaan-perusahaan SATAP yang mulai
merambah ke pasar-pasar ee global.
Nah, ee yang ini saya sampaikan juga
untuk ee diketahui di samping
cerita-cerita suksesnya
eh
pada akhir tahun 2024
Aiser ini Ifiser ini perusahaan Gibran
Hudzaifah ini diduga melakukan
kecurangan finansial
dengan memberikan laporan keuangan palsu
sejak tahun 2018.
Hasil audit internal mengungkapkan bahwa
ee
perusahaan
memiliki dua laporan keuangan.
Satu untuk internal dan ee satu lagi
untuk ee eksternal.
Laporan keuangan eksternal yang
dilaporkan disampaikan kepada auditor
eksternal untuk kepentingan para pembeli
dana, para investor itu, para pemegang
saham dan bank.
Masalah yang dihadapiri,
Ibu sekalian,
dugaan menggelembungkan pendapatan
hingga hampir 10 triliun.
Nah, ini pentingnya nanti itu ee etika
dalam berbisnis.
Laporan keuangan internal menunjukkan
kerugian 578
miliar. Sedangkan laporan eksternalnya
menumbuhkan menunjukkan laba 261 miliar.
Jadi ada fraud, ada penipuan
karena tidak dipegang teguhnya ee etika
kejujuran.
Pengglembungan aset perusahaan termasuk
klaim memiliki 400.000 R fasilitas
pemberian pakan padahal hanya memiliki
24.000 fasilitas.
Ia sekalian
inilah yang saya maksudkan
ee
dalam era digital. Dalam era digital ini
kita bisa memanfaatkan teknologi
digital, gabungan antara ee data dan
teknologi.
Tetapi pada saat yang bersamaan
etika
tidak boleh terlepas, tidak boleh
dilepas.
itu harus menjadi pegangan teguh
bagi para pelaku
godaan godaan yang mungkin
bisa dicapai untuk keuntungan pribadi
walaupun dengan cara-cara yang tidak
terpuji.
Nah,
Ibu Bapak sekalian,
kita semua
perlu hijrah mindset kita.
Karena kita memang masuk di era itu.
Dalam memahami persoalan, dalam memil
persoalan
kita tidak boleh ketinggalan sebagai ee
birokrat.
tadi disampaikan
pekerjaan sebagai ASN ini pekerjaan
paling aman.
Kita ee sering mengenal disampaikan juga
oleh Pak ee
SFA tadi
dengan teknologi digital
banyak terjadi shifting pekerjaan
yang berakibat
banyak pekerja-pekerja yang yang di PHK.
Tapi sebagai ASN
kita mungkin tidak terancam. Kita tetap
bisa bekerja sebagai ASN, tetapi kita
harus mengikuti perkembangan teknologi
dalam kita bekerja sebagai ASN
supaya kita bisa memberikan ee layanan
yang lebih baik kepada masyarakat.
Sebagaimana tadi dikatakan oleh eh Pak
Jazuli Khadimul Ummah sebagai public
servant dengan memahami perkembangan
teknologi, layanan yang kita berikan
kepada masyarakat insyaallah bisa
menjadi ee lebih baik. kita tidak boleh
walaupun sebagai ASN
pekerjaan kita terjamin mungkin tidak
akan
tergeser,
digeser, di PHK oleh karena semakin
pesatnya
pekerjaan-pekerjaan yang digantikan oleh
ee teknologi digital, artificial
intelligen dan yang lain-lain.
terakhir
kendipun ee dengan kemajuan teknologi ee
digital itu
kita harus tetap memegang
prinsip-prinsip
ee sebagai sebaik-baik umat dan
memberikan kemanfaatan yang
sebanyak-banyaknya ee kepada umat,
kepada sesama manusia,
mempertahankan nilai kejujuran kan.
Kemudian ee
seorang yang amanah
menepati janji
alamanah
wal wafa bil ahdi
sebagai orang yang
suka menolong taawun
sebagai orang yang konsisten. tadi
disinggung diuraikan dengan baik sekali
oleh Pak Hamiz Syafaq
dan sebagai orang yang ee
adil dan mencintai kebenaran.
Begitu kira-kira kita harus beradaptasi
dengan perkembangan teknologi
dengan tetap menjunjung tinggi nilai
etika
sebagai sebaik-baik umat, khair ummah.
Dan ee dengan begitu insyaallah kita
hadir memberikan kemanfaatan yang
semaksimal pada sesama umat manusia.
Mohon maaf atas segala kekurangan dan
kekhilapan saya.
Demikian yang saya sampaikan. Wallah
muf. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh, Bapak. Terima kasih sekali,
Bapak. Masyaallah, luar biasa. Dan
tentunya kami mohon untuk tepuk
tangannya untuk Bapak Prof. Dr. Ir.
Ahmad Jazidi, MM. Waduh, luar biasa.
Jadi memang era digital adalah data dan
teknologi. Betul NJ, Bapak NJ. Dan
diolah jadi suatu kebijakan. Masyaallah.
Dan di era digital ini memang harus
selalu bermakna karena dituntut karena
beragam banyak algoritma coding dan lain
sebagainya. Saya mau dijelaskan tadi ya
Bapak ya. Saya sendiri juga kalau dengan
dunia digital itu masih meraba tapi
selalu berusaha untuk bisa dan tentunya
untuk sobat ASN di seluruh Indonesia
harus tetap cus untuk berjuang agar ee
digital itu semakin menjadi kebiasaan.
Betul begitu nggih, Bapak? Dan untuk
selanjutnya mohon izin untuk sesi tanya
jawab ada salah satu peserta ee yang
ingin menanyakan apakah mahal Bapak jika
website atau software itu aksesnya
cepat? Karena di salah satu pemerintah
di Indonesia itu rata-rata software-nya
atau aksesnya itu sangat lemot. Nah, ini
ini jadi ini pertanyaannya sangat bagus
sekali dan saya ACC juga ya. Saya sering
bertanya seperti ini juga Bapak. Monggo
dipersilakan untuk jawabannya. ini dari
Riana dari Dinas Kesehatan sepertinya
luar biasa. Monggo disilakan Bapak
itu sebenarnya pertanyaan I baik ee
lebih pada harapan oh pemerintah
menyediakan fasilitas digital yang yang
bagus gitu loh yang enggak remot gitu
loh ya. Betul betul harapannya begitu
tapi apakah benar itu yang dimasukkan
dari pertanyaan ini? Iya betul betul
Pak. Jadi sebenarnya itu yang
dimaksudkan dari pertanyaan Iya. Iya,
kita semua sudah tahu sebenarnya ee ono
rego ono rupo. Oh, nggih. Ono rego on
rupo. Betul Bapak on rupo. Apakah memang
mahal kalau ee pertanyaannya itu kalau
kalau tidak salah ng apakah mahal kalau
kita ini mau mendapatkan fasilitas
digital yang cepat? Iya. Iya, betul
Bapak. I ono ono rupo lah. Enggih.
Enggih, betul Bapak dari kolom chat.
Betul begitu. Jadi memang pripun Bapak?
Apakah ada software yang mempermudah itu
apakah memang mahal ya, Pak memang bisa
diakali begitu mungkin Bapak? Oke. Ee
jadi ee dengan ee SDM yang semakin baik,
alhamdulillah in Bapak diharapkan
software-software kita bisa ee develop
sendiri kerja sama dengan ee
lembaga-lembaga research atau ee
perguruan tinggi.
Insyaallah nanti ee kita bisa
mendapatkan ee software yang
dikembangkan oleh ee anak-anak bangsa
sendiri dengan ee kualitas yang baik,
dengan kecepatan yang lebih besar,
sebenerja
lebih lebih nyaman. Insyaallah
insyaallah bisa.
Saya kira itu, Bu Maya. Luar biasa.
Terima kasih yang sudah bertanya di
kolom chat. tentunya software yang
dikembangkan anak bangsa sendiri. Luar
biasa. Boleh tepuk tangannya dan juga
like-like komennya di teman-teman di
kolom chat karena memang luar biasa ee
kalau kalau mau cepat, kalau mau cepat
beli, kalau mau cepat beli dan ya mahal.
Oh begitu ya Bapak ya.
Memang kalau cepat dan bagus memang
identik ono rego, ono rupo. Betul begitu
nggih, Bapak? Oke. Tapi kita harus
senantiasa percaya sebagai ASN dan juga
teman-teman e anak bangsa itu tadi
nggih, Pak. Semoga ada software yang
dikarakan ee di apa dipersembahkan oleh
anak bangsa yang cepat dan tepat tapi
tidak mahal gitu ya. Mungkin Bapak Pang
luar biasa. Terima kasih Inj.
Insyaallah. Bismillahirrahmanirrahim.
Untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia
tentunya nggih Bapak. Nggih. Dan saya
ucapkan terima kasih sekali kepada Bapak
Prof. Prof. Dr. Ahmadi, Meng selaku
Rektor Universitas Nahdatul Ulama hari
ini untuk sebagai narasumber yang kedua
hari ini. Bapak kami ucapkan terima
kasih. Nggih. Mohon izin penannya hanya
satu Bapak karena memang keterbatasan
waktu dan kami selalu mendoakan Bapak
agar senantiasa sehat dan selalu
berbahagia. Matur nuwun sekali Bapak
mohon izin kami tutup acara. Terima
kasih Bapak untuk kehadirannya. Matur
nuun sanget
baik. Luar biasa hari ini. Masyaallah
dengan ee dua narasumber dan juga cannot
kennote speaker sangat saya juga
bercampur terharu ada juga berpikir dan
lain sebagainya. Baik, mengakhiri sesi
webinar pada hari ini segilas saya akan
merangkum materi dari para narasumber.
Kami juga ucapkan terima kasih kepada
seluruh narasumber hari ini, Bapak Dr.
Ramlianto, S.PMP selaku Kepala BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Bapak Dr. Bapak Dr.
H. Ahmad Jazuli, S.H., M.Si. SI selaku
Asisten Administrasi Umum Sekretariat
Daerah Provinsi Jawa Timur. Dr. H. Hamis
Syafak,
Lc., M. Wakil Direktur Pasca Sarjana UIN
Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. Ir.
Ahmad Jasidi, MNG. selaku Rektor
Universitas Nadatul Ulama UNUSA
Surabaya. Masyaallah. Dan saya ingin
merangkum sedikit yang sangat-sangat
keren hari ini. Penderitaan itu datang
saat rasa syukur itu hilang. Nah, kalau
sudah kita selalu berpikir menderita
pasti rasa syukur hilang. Semakin lama
semakin banyak yang mengeluh dan selalu
ada ee pantun dikit tadi dari Bapak
narasumber e kennotter kita. Iwak
bandeng akeh rine nuruti karep gak ono
marine. Nah, itu catat ya. Dan
bekerjalah. Jawabannya adalah bekerjalah
dengan baik dan ikhlas sebagai bentuk
sedekah dan penghapusan dosa. Niscaya
rezeki akan datang dengan sendirinya
tanpa dicari. Masyaallah. dan juga di
era digital tentunya digital adalah data
dan teknologi. Jadi semakin lama kita
selalu berdoa ng dan berusaha semoga ESN
di seluruh Indonesia
bisa membuat software yang lebih bagus
lagi namun tidak mahal. Luar biasa.
Sekali lagi boleh tepuk tangannya
teman-teman di studio dan juga
komen-komen di kolom chat.
Baik, tips dan strategi yang dibagikan
oleh narasumber harapan kita adalah
dapat bermanfaat untuk seluruh peserta
pada hari ini dan juga semuanya. Selamat
mencoba dan sampai jumpa di
agenda-agenda berikutnya. Namun sebelum
itu, izin membuat pantun penutup agar
saya Maya selalu diingat. Oke. Punya
mantan namanya Aniak.
Walau kalau mamanya dipanggil Umi.
Webinar berakhir sampai di sini. Jika
ada salah mohon dimaklumi. Oke. Dan yang
kedua, pergi ke sawah untuk bertani.
Pergi bertani bersama Ibu Titi.
Cukup sekian webinar kali ini. Semoga
pesan tadi bisa sampai ke lubuk hati.
Masyaallah, luar biasa. Boleh tepuk
tangannya.
Jangan lupa selalu bermanfaat, ikhlas
dan selalu jadi orang baik, baik, baik
dan orang baik dan selalu ekstra, ekstra
ekstra ekstra sabar. Saya May Santiawati
pamit undur diri. Wabillahi taufik wal
hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Sampai jumpa.
[Musik]
Zaman yang terus bergerak.
Sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Jadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASM
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN getar berkualitas
[Musik]
belajar wujudkan
kelas dunia
bukan tekad pantang menyerah
jadi
berkualitar
[Musik]
sama aku belajar
[Musik]
Yeah.
[Musik]
He.
[Musik]
He. Yeah.