ASN Belajar Seri 24 | 2025 - Hijrah ASN: Mengokohkan Identitas, Profesionalitas, Integritas Kuat
f-vH5umfsdc • 2025-06-26
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN belajar.
ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Jadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN getar berkualitas
[Musik]
belajar wujud
pemerintahan
kelas dunia
bukan tekad pantang menyerah
jadi
berkualit Kita
[Musik]
belajar
[Musik]
Yang berbahagia sobat ASN di seluruh
Indonesia. Apa kabar semuanya?
Ada sebuah pepatah mengatakan ilmu
adalah cahaya yang menerangi jalan
kehidupan. Dan hari ini kita semua
berkumpul untuk mendapatkan cahaya itu.
Dengan kerendahan hati, izinkan saya
menyapa semua sobat ASN dengan salam
silaturahmi. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan. Saya M Santiawati
merasa terhormat dipercaya untuk kedua
kalinya menjadi moderator di acara
webinar yang luar biasa kali ini. Baik,
Sobat ASN. Tahun baru Islam 1 Muharam
1447 Hijriah yang jatuh pada tanggal 27
Juni 2025 besok menjadi momentum penting
untuk merefleksikan nilai-nilai
spiritual dan moral dalam kehidupan.
Khususnya bagi Aparatur Sipil Negara ASN
yang mengemban amanah sebagai pelayan
publik. Lebih lanjut selengkapnya akan
dibahas dalam webinar hari ini dengan
tema Hijrah ASN mengokohkan identitas,
mengembangkan profesionalitas dan
menguatkan integritas. Kami mohon tepuk
tangan dari Sobat ASN di seluruh
Indonesia dan juga penonton yang ada di
studio. Luar biasa. Masyaallah. Webinar
hari ini terselenggara oleh BPSDM Jawa
Timur dalam Zoom meeting maupun YouTube
channel BPSDM Jatim TV. Kami di studio
BPSDM Jatim yang berlokasi di Balongsari
Tama tande Surabaya. Sobat SN telah
hadir bersama kita dan saya ingin
menyiapa terlebih dahulu yang terhormat
Bapak Dr. Lamblianto, SPMP.
selaku Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Yang kami hormati Bapak Dr. H. Ahmad
Jasuli, S.H., M.Si. selaku Asisten
Administrasi Umum Sekretariat Daerah
Provinsi Jawa Timur. Dr. H. Hamis
Syafensiet,
Magister Filsafat Islam selaku wakil
direktur Pasca Sarjana UIN Sunan Ampel
Surabaya dan juga Prof. Dr. Ir. Ahmad
Jasidi, M. M. Engor
Nadatul Ulama UNUSA. Luar biasa, matun
sanget. Dan untuk agar lebih ceria lagi,
ada sebuah pantun dari saya. Boleh
jempolnya langsung dari kolom komentar
dan juga teman-teman yang ada di studio
boleh menjawab cakap. Bunga mawar tumbuh
di taman. Cakep. Harumnya semerbak di
pagi hari. Cakep. Mari kita semangat
ikut webinar dan semoga wawasan
bertambah nanti. Monoplaus-nya luar
biasa
jempolnya.
Dan satu lagi enggak afdol kalau enggak
dua ya. Burung camar terbang tinggi
terbang ke awan menyapa mentari.
Selamat datang di webinar ini.
Persembahan cantik BPSDM Jatim TV. Luar
biasa. Boleh tepuk tangannya.
[Tepuk tangan]
Menyapa ASN yang ikut live YouTube dan
Zoom. Semoga nanti hari ini semakin
banyak yang mengikuti dan tentunya
dengan sukacita dan hati yang selalu
bahagia. Ya. Baik, Sobat ASN sebelum
kita berlanjut kami informasikan bahwa
presensi sudah dapat diakses melalui
website semesta Bangkok seperti yang
tertera pada rounding atau chat Zoom dan
mengisi survei serta mengisi lembar
monev maka sertifikat akan muncul 1 kali
24 jam. Jangan lupa dicek secara berkala
dan ada informasi tambahan menyampaikan
tata cara menjawab dengan rais hand dan
akan dipilih oleh kami dua orang penanya
tentunya yang beruntung dipilih ya. Dan
untuk tata tertib webinar juga kami
mohon untuk selalu ee kamera
diperlihatkan dan juga nanti ada sesi
diskusi menyebutkan identitas nama dan
dari instansi mana dan nanti panitia
yang akan memilih. Baik, Sobat ASN
webinar bidang PPP PPK seri 24 Momentum
Muharram 1447 Hijriah membangun
integritas ASN di era digital
diselenggarakan sebagai bagian dari
upaya peningkatan nilai-nilai integritas
ASN melalui pendekatan spiritual dan
kontektual dengan memanfaatkan momentum
Muharam untuk menguatkan komitmen etika
dan profesionalisme ASN di tengah
dinamika global. Selengkapnya akan
dibahas di ASN Belajar Seri 24 Tahun
2025.
[Musik]
Sobat SN untuk membuka webinar seri 24
tahun 2025 hari ini, mari kita sambut
bersama opening speech dari Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, SP,MP. Kami silakan.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN
di seluruh tanah air, selamat bertemu
kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University, Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini Kamis tanggal 26 Juni 2025, ASN
belajar telah memasuki seri ke-24.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih, kami selalu
berkomitmen sekaligus terus berikhtiar
untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi ASN yang
menarik, kekinian, dan tentu berdampak
secara nyata terhadap peningkatan
kompetensi dan kinerja aparatur sipil
negara di Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-24 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka turut bersiap
menyongsong datangnya tahun baru Islam
Hijriah yang insyaallah akan kita masuki
mulai besok hari Jumat. sebuah momentum
yang tentu saja bukan sekedar penanda
pergantian waktu, namun momen ini adalah
undangan untuk merenung, bergerak,
bertumbuh, dan berkembang. Karena
sejatinya tahun baru hijrah bukanlah
sekedar seremoni, melainkan energi untuk
transformasi.
Karena momen pergantian tahun ini sangat
penting untuk kita mempersiapkan dengan
baik, maka ASN Belajar seri ke-24 tahun
2025 ini mengangkat topik hijrah ASN,
mengokohkan identitas, mengembangkan
profesionalitas, dan menguatkan
integritas.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam ASN belajar bahwa topik menarik
ini akan kita bahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Sobat ASN di seluruh tanah air, kita
paham bahwa sejatinya hijrah bukan
sekedar mobilitas spasial. Ia juga
merupakan perpindahan makna dari
keterbatasan menuju ke lapangan jiwa.
dari zona nyaman menuju medan
perjuangan.
Sejarah mencatat ketika Nabi Muhammad
sallallahu alaihi wasallam berhijrah
dari Makkah ke Madinah, beliau tidak
hanya berpindah kota, tapi membangun
peradaban baru. Sejarah mencatat hijrah
menjadi tonggak lahirnya masyarakat yang
adil, beradab, dan berlandaskan
nilai-nilai luhur.
Hijrah adalah jejak agung dari seorang
nabi yang memilih pengorbanan demi
keluhuran nilai. Hijrah adalah titik
balik dari sejarah peradaban Islam bukan
dalam dentuman perang, tapi dalam
keberanian berpindah dari
keterkungkungan menuju kebebasan
spiritual dan sosial. Hijrah adalah
simbol transisi besar dari keimanan
personal menuju tanggung jawab kolektif
dari keislaman yang tersembunyi menuju
peradaban yang terang benderang.
Sobat TSN, lalu apa esensi hijrah bagi
kita para aparatur sipil negara?
Hijrah ASN semestinya menjadi perjalanan
spiritual menuju jati diri yang utuh.
Kita bukan sekedar pelaksana
administrasi, tapi penjaga amanah
publik. Maka mengokohkan identitas
berarti memahami siapa kita. Abdi negara
yang netral, inklusif, dan berpihak pada
pelayanan. Bukan ASN yang larut dalam
kepentingan, tetapi ASN yang teguh dalam
nilai kebangsaan. Bukan ASN yang sekedar
hijrah untuk berpindah tempat, tetapi
mengembangkan profesionalitas secara
berkelanjutan.
Sobat ASN, kita sadar bahwa pengabdian
hari ini tidak cukup dengan niat baik.
Ia harus ditopang oleh kompetensi,
inovasi, dan keberanian belajar ulang.
Di tengah dunia yang serba cepat, ASN
tidak boleh menjadi pengikut lambat.
Kita harus menjadi garda terdepan
perubahan yang bermakna. Dan yang paling
mendasar, hijrah adalah penguatan
integritas. Seperti Nabi Muhammad yang
dikenal dengan gelar al-Amin, ASN hari
ini dituntut untuk menjadi teladan bukan
hanya dalam pekerjaan, tapi juga dalam
karakter. Dalam dunia digital yang
rentan bias dan polarisasi, ASN harus
hadir sebagai penjernih bukan penyulut
api perpecahan.
Kita berharap webinar kita kali ini
bukan hanya menjadi ajang diskusi, tapi
juga ruang perenungan. Apakah selama ini
kita sudah benar-benar hijrah dari pola
lama menuju budaya kerja yang bermakna?
Sudahkah kita menjadikan status kita
sebagai ASN sebagai ladang amal, bukan
sekedar tangga prestise?
Sahabat ASN di seluruh tanah air. Lalu
bagaimana kita sebagai ASN Indonesia
melakukan ikhtiar hijrah kolektif untuk
membangun Indonesia yang lebih melayani,
lebih profesional, lebih bermantabat.
Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas
topik ini, kami telah mengundang para
narasumber luar biasa yang sudah barang
tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada para narasumber hebat yang telah
berkenan hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ASN di
seluruh tanah air.
Pertama kami menyampaikan terima kasih
kepada yang terhormat Bapak Dr. K.H.
Ahmad Jazuli, S., M.Si.
Beliau adalah asisten administrasi umum
sekretariat daerah Provinsi Jawa Timur
sekaligus beliau adalah dewan pengasuh
Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto.
Kedua, kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi kepada yang terhormat
Bapak Dr. H. Hamis Safak, Lc., M. Beliau
adalah Wakil Direktur Pasca Sarjana
Universitas Islam Negeri Sunan Ampel
Surabaya. Dan yang ketiga kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada Bapak Prof. Dr. H. Ir. Ahmad
Jazidi Master Engineering. Beliau adalah
Rektor Universitas Nahdatul Ulama
Surabaya. Nah, Sobat ASN di seluruh
tanah air, mari kita simak dengan
seksama webinar ASN Belajar seri ke-24
tahun 2025 ini. Semoga bermanfaat.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Demikianlah tadi opening speech dari
Bapak Dr. Ramlianto, SPMP selaku Kepala
BPSDM Provinsi Jawa Timur. Luar biasa.
Terima kasih, Bapak. Dan berbagai
tantangan seperti lemahnya kepatuhan
terhadap kode etik, konflik kepentingan,
penyalahgunaan kewenangan, serta
rendahnya akuntabilitas dalam pelayanan
publik. Tantangan tantangan-tantangan
ini menjadi semakin kompleks dengan
hadirnya era digitalisasi yang membuka
peluang bagi terjadinya manipulasi data
dan informasi. Dalam konteks ini,
Muharram menjadi momentum reflektif
untuk memperkuat landasan moral dan
spiritual ASN dalam menghadapi berbagai
tantangan tersebut. Sekaligus
memperbarui niat dan orientasi kerja
untuk menjadi pelayanan publik yang
lebih bersih dan bermanfaat
juga bermartabat tentunya. NJ. Dan untuk
selanjutnya adalah kenot speech. Hari
ini beliau menjabat sebagai asisten
administrasi umum Sekretariat Daerah
Provinsi Jawa Timur dan beliau menempuh
S3 di salah satu universitas di Surabaya
pada tahun 2010. Hari ini akan
memberikan pemahaman yang bertajuk makna
bulan Muharram dan relevansinya dengan
pembangunan karakter ASN. Luar biasa.
Dan tentunya Sobat ASN harus tetap
bersemangat ya untuk hari ini. Karena
memang kalau tanpa semangat yang sangat
luar biasa sangat berbahaya sekali.
Mohon izin minta kertasnya. Kertas.
Kertas. Kertas. Mati. Mati.
Kita langsung menyapa kepada Bapak yang
telah hadir hari ini, kepada Bapak Dr.
H. Ahmad Jasuli, S.H., M.Si. si selaku
asisten administrasi umum sekretariat
daerah provinsi Jawa Timur. Bapak apakah
sudah hadir? Kami menyapa Bapak.
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat untuk semua
yang ikut Zoom hari ini.
Alhamdulillah. Baik. Luar biasa. Boleh
tepuk tangan untuk Bapak Ahmad Jule.
Luar biasa yang ada di studio.
Baik, gimana kabarnya Bapak? Sehat?
Alhamdulillah. Sehat. Alhamdulillah.
Penuh semangat baik untuk melayani
masyarakat. Masyaallah luar biasa. Bapak
Matun sanget karena sudah hadir hari ini
sebagai knot speaker dan hari ini juga
terima kasih telah menyempatkan
waktunya. Dan kami persilakan kepada
Bapak Ahmad Jasuli kami. Silakan.
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita
semuanya.
Alhamdulillah wasalatu wasalamu ala
rasulillah
sayyidina Muhammadin ibni abdillah wa
ala alihi wa ashabihi waman tabiah. La
haula wala quwwata illa billah. Amma
ba'du.
Yang saya hormati, saya banggakan
Bapak Kepala BPSDM
Bapak Dr. H. Ramlianto,
Sp.
Kepala BPSDM yang energik, yang penuh
inovasi,
semangat mengabdi tanpa henti.
Yang saya hormati Bapak Rektor
UNA
Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya,
Prof. Dr. Ir.
Ahmad Jayidi, Magister Engineering.
Tidak lupa yang saya hormati juga Bapak
Dr. H.
Hamanus Rafak, LC, MFIL, Wakil Direktur
Pasca Sarjana Wiinsa
dan ee host kita ini Mbak Maya Setiawati
yang selalu semangat memandu acara ee
webinar ASN
ee yang digagas BPSDM Jawa Timur.
seluruh
ee peserta webinar, rekan-rekan utamanya
ASN di mana pun berada di seluruh
Indonesia yang sedang mengikuti ee ASN
Belajar hari ini. Alhamdulillah
kita hari ini dipertemukan pada kegiatan
yang mulia thaol ilmi mencari ilmu
sekaligus nuansa memperingati
menyongsong tahun baru hijriah
Hijriah. Karena itu kami sampaikan
kepada rekan-rekan ASN yang beragama
Islam, selamat ee menyambut
tahun baru 1 Muharam 1447 Hijriah.
Mudah-mudahan di tahun baru hijriah ini
kita semakin meningkat kinerjanya
dan tetap selalu dalam lindungan Allah
Subhanahu wa taala.
Bapak, Ibu yang saya hormati.
Ee
saya mengambil tema
semangat
berhijrah, membangun komitmen,
integritas, dan profesional.
Tema ini kiranya sangat tepat untuk
menggugah kembali
dalam rangka kita berhijrah. Karena
hakikat berhijrah adalah
ee sesuai dengan
ee sabda Nabi, almuhajiru man hajaro ma
nahallah an.
Bahwa
seseorang yang berhijrah adalah
seseorang yang meninggalkan apa yang
dilarang oleh Allah.
sesuai dengan apa yang disampaikan oleh
Bapak Kepala BFBSDM tadi bahwa
berhijrah ini
kita
memperingatinya dengan kegiatan ASN
belajar yang beliau tadi katakan bahwa
ASN belajar hari ini dengan semangat
berhijrah janganlah merupakan ajang
diskusi, tapi bagaimana
merenungkan kan ya
muhasabah
apa yang sudah kita lakukan kemarin,
kekurangannya apa,
hal-hal yang pengalaman-pengalaman apa
untuk kita sempurnakan
ya tahun mendatang. Pendeka, sesuai
sabda Nabi lagi. Apa yang tidak baik
kita tinggalkan, kita sempurnakan.
berhijrah hakikatnya adalah menuju yang
lebih baik, meninggalkan hal-hal yang
dilarang atau yang kurang baik menjadi
yang baik. Untuk itu ee di awal kami
sampaikan
hendaknya mari kita
renungkan filosofi ada mutiara hikmah.
Mutiara hikmah yang perlu kita camkan.
Siapapun perlu mengecap
ee menghayati ada mutiara hikmah.
Penderitaan itu datang saat rasa syukur
itu hilang. Ya, ini di ee saya tayangkan
dalam slide ini. Kira-kira bisa dicatat,
perlu kita renungkan, kita hayati
mutiara hikmah ini bahwa penderitaan itu
datang saat rasa syukur itu hilang.
tidak pandang siapapun,
pejabat ya, orang yang berpengaruh,
orang kaya, siapapun hidupnya akan
menderita,
akan galau, akan sedih, hidupnya tidak
tenang, tidak ada kedamaian,
sambat
ketika rasa syukur itu hilang.
Karena apa?
Kita ini punya keinginan dan kebutuhan.
Ya, manusia termasuk ASN hakikatnya kita
ini lebih banyak keinginannya dari
daripada kebutuhannya.
Kalau kita
mengikuti keinginan terus tidak ada
habisnya.
Makanya penderitaan itu datang saat rasa
syukur itu hilang. Kalau kita banyak
keinginan, banyak kemauan, ya ini hidup
kita akan terasa kurang terus. Tepat
yang disabdakan oleh Rasulullah, laisal
ginail ard wakinal nafs. Bukanlah
kekayaan itu karena banyak harta, banyak
materi, tetapi kekayaan adalah ghinan
nafs, yaitu kekayaan jiwanya, hatinya.
Ya, makanya ee sekaya ya siapapun
setinggi jabatannya ya kalau orang itu
tidak ada rasa cukur maka yang didapati
adalah kegalauan, rasa kurang, tidak ada
kedamaian. Kalau dalam bahasa arek
Surabayo
iwak bandeng akeh rine.
Nuruti seneng ggak ono marine ya. Jadi
keinginan itu gak ada habis-habisnya.
Makanya syukur itulah yang menjadikan
kita bahagia.
Syukur itulah yang menjadikan kita kaya.
Syukur itu menjadikan kita cukup. Syukur
itu akan menjadikan kita qanaah. Bukan
cukup dulu baru bersyukur, tapi karena
syukur itu adalah cukup. Nah, ini perlu
saya tanamkan kepada ee rekan-rekan ASN
di mana pun berada, terutama ee
calon-calon CP ee ASN yang baru,
terutama Jawa Timur ada 2.500 ASN baru
yang ee bergabung kita. Saya tolong
modal syukur inilah yang akan
mengantarkan kita penuh kedamaian di
dalam mengabdi. Tidak mudah ee
sedih, tidak mudah ee sambat gundah
gulana kalau kita mengikuti keinginan
tidak ada putus-putusnya. Baik, itu
sebagai pengantar saya. Next.
Selanjutnya
kami
di dalam semangat berhijrah ini ee kami
menyampaikan hendaknya
Menpan RB yang telah mencanangkan ASN
berakhlak. Berakhlak ini hendaknya ee
dipahami,
direnungkan, dilaksanakan dalam
kehidupan sehari-hari. baik berakhlak
alampan maupun berakhlak sesuai dengan
sabda Nabi. Kalau berakhlak secara ee
arti harfiah menurut Menpan RB,
Kementerian Menpan RB adalah
berorientasi pelayanan yang akuntabel,
kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan
kolaboratif.
Itu secara harfiah
makna dari berakhlak. Sedangkan kalau
menyimak sabda Rasulullah, innama buitu
liutamima makarimal akhlak. Sesungguhnya
aku diutus adalah untuk menyempurnakan
akhlak. Di sinilah bahwa Nabi Muhammad
diturunkan di Makkah di masyarakat
jahiliah, masyarakat bodoh dalam arti
mental, moralitas, kepribadian. Sangat
bobrok.
Sampai-sampai kalau punya anak perempuan
malu dikubur hidup-hidupan
ya, bagaimana
ee masyarakat jahiliah perilakunya
yang tidak beriman, mereka yang ee suka
mabuk dan sebagainya dirubah oleh
Rasulullah dari jahiliah menjadi yang
akhlakul karimah, dari yang biadab
menjadi beradab,
dari yang gelap
yang gelap menjadi penuh cahaya. Ini
berakhlak. Makanya ee saya mengapresiasi
Kemenpan RB adanya berakhlak ini baik
secara makna harfiah yaitu yang ASN yang
akuntabel. akuntabel dalam arti dapat
dipercaya
ya dipertanggungjawabkan kinerjanya
kompeten jadi bekerja sesuai dengan ee
keahliannya, kompetensinya
harmonis,
bisa
menselaraskan program-program, tidak ada
ketimpangan ya serasi loyal ASN yang
loyal kepada NKRI, loyal kepada atasan.
Dalam arti kita jangan sampai dalam
ketinasan kita itu menjadi duri dalam
daging atau menggunting dalam lipatan.
Pendek kata loyal kita harus ee loyal
tetap dengan koridor regulasi. Bagaimana
loyal kita jangan sampai ASN lebih-lebih
terprovokasi dengan paham-paham yang
anti NKRI, tidak loyal pada negara.
bahwa ASN inilah harus loyal, tegak
lurus kepada pemerintah NKRI, adaptif
bagaimana ASN ini di mana pun bekerja
bisa ee adaptasi dengan lingkungannya,
adaptasi dengan dunia kerjanya, OPD
mana, instansi apapun bisa adaptasi
ya. Kemudian kolaboratif, kolaborasi,
bisa kerja sama, bersinergi, saling
mengisi.
Pendek kata, kita kerja sama penuh
supportif, support sesama
ASN,
bersinergi kebersamaan. Bagaimana kita
kerja sama yang bagus?
kerja sama dalam arti taw bilhaq wa
tawab. Next. Ee para peserta
webinar ASN belajar ini yang ke-24 tahun
2025 yang saya banggakan. Karena itu ASN
berakhlak
harapan kita sudah barang tentu ikuti
filosofi tanaman padi.
Tanaman padi adalah tanaman yang
menggambarkan
semakin tua semakin merunduk, semakin
berisi, semakin merendah. Ini adalah
padi ya. Nah,
bagaimana kita kalau jabatan semakin
tinggi? keilmuannya semakin banyak,
wawasannya semakin luas, hendaknya
berbanding lurus keilmuannya dengan
sikapnya.
Kalau boleh semangat berhijrah, kita
mengikuti filosofinya para ahli hikmah
yang mengatakan
alilmu kalmah wal adabu kalmiah.
Ilmu itu ibarat garam. Sedangkan adab,
moral, etika,
akhlak itu ibarat air.
Jadi kalau orang punya ilmu satu sendok,
maka akhlaknya,
kepribadiannya, moralitasnya ibarat air
harus satu baskom, satu kuala sehingga
bisa dirasakan. Jangan sampai ilmunya
banyak tapi moralnya pandai tapi supa
marap, koruptor, manipulasi, mendzalimi,
mempersulit. Nah, ini walaupun pandai
tidak ada nilainya. Ibarat
garam 1 sendok air 1 sendok, garam 1
sendok tidak bisa dirasakan. Makanya
filosofi padi hendaknya diterapkan oleh
ASN, para pejabatnya, ASN-nya. Sehingga
kita akan
terbentuk kepribadian seorang ASN yang
ramah, yang semel, ikhlas melayani,
tidak sombong, tidak egois.
Ee kami ada
kisah inspiratif.
Kisah inspiratif ada ee seorang profesor
suatu ketika dia
menelusuri atau ee menikmati suasana
pantai di sore hari. Si profesor ini
melihat nelayan pakai perahu
ya. Kemudian dipanggilnya, dipanggillah
si nelayan, profesor ikut naik perahu.
Ya, ketika naik perahu itu terjadi
dialog. Si profesor mengatakan,
bertanya, "Sudah lama Pak nelayan, Anda
mempunyai profesi seperti ini?"
Apa, Prof? Saya gak ngerti apa profesi
ini. Oh, profesi ya. Anda menikuti
pekerjaan sebagai nelayan sudah lama.
Oh, sudah lama, Prof. Sudah lama.
Puluhan tahun. Nah, ini menunjukkan
bahwa kita ini harus bisa bahasa yang
merakyat. Si profesor mengatakan
profesi. Kemudian melanjutkan
pertanyaannya profesor ini ee ketika
dalam perjalanan
ya melihat di laut ini ada ikan-ikan
yang banyak itu. Profesor bertanya
kepada nelayan, "Wah, ikannya
bagus-bagus. Banyak ini, Pak. Nelayan
ini ikan ini adalah bagian dari ilmu
biologi. Ini makhluk biologi. Anda tahu,
Pak, nelayan apa ilmu biologi itu? Kata
nelayan enggak tahu, Prof. Saya apa
biologi? Profesor mengatakan, "Wah, Anda
ini tiap hari di laut gak ngerti
biologi. Anda kehilangan kehidupanmu
30%."
Ini kata profesor. Terus melanjutkan
perjalanan.
ee
di kejauhan tanpa pegunungan.
Profesor mengatakan itu gunung-gunung
yang tinggi itu adalah bagian daripada
ilmu geografi. Pak Nelayan tahukah
geografi? Wah, gak tahu Prof. biografi
wong saya ini sekolah SD saja gak tamat.
Wah, kata Profesor, Anda ini
kehilangan 30% kehidupanmu, gak tahu
geografi.
Lanjut perjalanan sampai
mengarungi tepi pantai sampai malam
hari. ya kira-kira menjelang isya lah.
Kemudian si profesor bilang, "Wah,
indahnya Pak Nelayan ya di pantai ini
melihat di atas bintang-bintang seperti
ini. Wah, ini bagian dari ee ilmu
planetologi."
Anda tahu apa planetologi itu? Nelayan
apalagi itu Prof. Gak tahu, Prof. Wong
kami ini yang sehari-hari di pantai loh,
Anda gak tahu peranologi. Wah, Anda ini
kehilangan 30% dari kehidupanmu.
Wah, dengan bangganya Profeton
mengatakan demikian.
Apa yang terjadi? Nilalah. Wah, ini baca
nilala ini apa ya? Yang dilalah ya.
Dilalah. Wah, ada gelombang yang besar
dari tengah lautan
ya. ombak yang besar sampai perahu si
nelayan sama profesor ini terguling
terbalik. Alangkah kagetnya Pak Profesor
itu nelayan dengan polosnya bertanya,
"Pak Profesor,
Anda tahukah ilmu tentang renang?" "Wah,
saya ndak bisa, Pak." Nelayan. Kata
nelayan, "Wah, profesor ini 100% hilang
kehidupannya." Nah, dari kisah
inspiratif ini menunjukkan
bahwa
sepandai siapapun pasti ada
kekurangannya.
Dan
sekurangnya serendah profesi, serendah
pendidikan seseorang ada nilai lebihnya.
Makanya filosofi padi gak boleh kita
menyombongkan diri. ee SN belajar yang
saya banggakan ee itu filosofi ee
tanaman padi yang kiranya perlu kita
contoh siapapun profesinya, terutama
para pimpinan, terutama para ilmuwan
ketika sudah pandai jangan ee merasa
paling hebat bahwa sepandai-pandai
seseorang pasti ada kekurangannya. ya
dalam arti siapapun ada kekurangan dan
kelebihannya.
Untuk itu harus kita pahami para ASN
wajib belajar yang hari ini mengikuti.
Yang saya banggakan. Nah, selamat
berhijrah.
Filosofi padi perlu kita tanamkan.
Selanjutnya kita harus ee sebagai ASN
yang sudah berakhlak, yang sudah ee
mempunyai filosofi seperti padi itu.
Kita sudah melihat hari ini berhijrah.
Mungkin ada bertanya, "Mohon maaf saya
kok pakaian begini hari ini." Maaf ini
bagi ASN di luar Jawa Timur ini adalah
PKJ ya, pakaian khas Jawa Timur. Karena
saya akan melantik beberapa pejabat
fungsional. PKJ itu pakaian khas Jawa
Timur. Kadang-kadang diplesetkan oleh
teman-teman PKJ itu adalah pakaian kiai
JJRI. Nah, ini ini ya. Baik itu
intermeso
berhijrah ini dengan seperti itu
filosofinya
tanaman padi maka yang dibutuhkan oleh
masyarakat kita adalah pelayanan prima.
dengan penuh integritas. Ya, pelayanan
prima bahwa ASN itu harus paham
ASN adalah
khadimul ummah. Ya, ini maaf operatornya
sedang meninggalkan tempat ini sehingga
slide-nya baru belum berpindah ini ya.
Jadi, pelayanan prima dengan penuh
integritas. Maksudnya bagaimana kita
sebagai khadimul ummah pelayanan
masyarakat bahwa ASN adalah abdi negara
dan abdi masyarakat. Ya, harus luluh
menempatkan diri sebagai pelayan bukan
dilayani. Penuh integritas. Maksudnya
kita ini penuh keikhlasan,
kita penuh kejujuran,
tidak curang, tidak mempersulit.
Hindari.
Kalau ada istilah pelayanan, kalau bisa
dipermudah, kenapa dipersulit?
Ya. E hindari kalimat kalau bisa
dipersulit, kenapa dipermudah? Kita
harus berkomitmen.
Kalau bisa dipermudah, kenapa
dipersulit? Selama regulasi memenuhi,
upayakan pelayanan mudah, cepat, tepat,
selamat. Cepat dalam arti tidak
menunda-nunda,
tepat sesuai dengan regulasi dan
akhirnya selamat. Next. Ee kalau itu
yang kita lakukan, semangat berhijrah,
maka hidup kita menjadi ASN ini, kita
akan menjadi ASN yang bermanfaat.
Maksudnya di mana pun berada kita
membawa kedamaian, membawa kesejukan ya
di mana pun berada tugas-tugas kita.
akan kita laksanakan dengan orientasi
kepentingan masyarakat bukan kepentingan
pribadi. Pendek kata bermanfaat itu
adalah ASN dambaan masyarakat
keberadaannya membawa kesejukan,
pelayanan prima, peduli kepada
masyarakat yang sering saya sampaikan
dengan 4 K melayani penuh dengan salam,
senyum, sapa, santun. Alangkah indahnya
masyarakat melihat ASN yang demikian
sehingga peradaannya keberadaannya penuh
manfaat. ASN tidak hanya cukup
bermanfaat tapi harus selamat. Kita
tidak ingin tugas-tugas tercapai ya,
visi misi bupati tercapai tapi kita
tidak selamat. Nauzubillah. Jangan
sampai manfaat tapi tidak selamat di
dunianya. Apalagi kena 3K kepolisian,
kejasaan, KPK. Nauzubillah. Karena itu
harus perlu kehati-hatian, harus
selalu
memahami regulasi ketentuan. Jangan ada
mainstream
apa niat jelek untuk berbuat tidak baik
apalagi menyalahkan, menyalahgunakan
jabatan atau marup atau ee manipulasi.
Sehingga dengan demikian akan selamat.
Insyaallah kita kalau komitmen melayani
masyarakat dengan keikhlasan akan
selamat dunia akhirat. Pada akhirnya
kesimpulan yang saya sampaikan ini
sesuai dengan judulnya. Judul ada itu
semangat. Tadi kami di awal semangat
hijrah adalah membangun komitmen
integritas dan profesional. Maksudnya
kita sebagai ASN komitmen ya niat ikhlas
melayani komitmen kita pengabdian
integritas penuh kejujuran, kepribadian
yang betul-betul ee integritas tidak ee
angkoro murko, adigong adiguno,
berintegritas, bisa dipercaya
kejujurannya dan profesional.
profesional, memberikan pelayanan
profesional ya dalam arti ee sesuai
dengan keahliannya melayani betul-betul
ee mereka profesi keahlian
masing-masing. Jangan sampai kita ini
bekerja tidak profesional, selalu keliru
menempatkan orang tidak on the track.
Ya, pendek kata, semangat berijirah
membangun eh komitmen integritas
profesional. Tiga hal ini penting kita
singkat dengan KIP, komitmen integritas
profesional. KIP itu juga sejalan dengan
petunjuk-petunjuk Bu Gubernur bahwa
Gubernur kita adalah KIP Kifah Indar
Parawansyah. Itu yang kami sampaikan.
Mudah-mudahan ada guna manfaatnya.
Selamat mengabdi dengan keikhlasan.
Mudah-mudahan kita selalu sukses dalam
lindungan Allah Subhanahu wa taala.
Maturun. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak
Dr. H. Ahmad Jasuli, S.H., M.Si. selaku
Asisten Administrasi Umum Sekretariat
Daerah Provinsi Jawa Timur. Bapak matur
nuhun sanget atas informasi yang
disampaikan. Tauziah dan luar biasa
Bapak ya tadi penderitaan itu datang
saat rasa syukur itu hilang. Waduh, itu
saya langsung nujep di sini Bapak. Luar
biasa. Dan ini tadi yang paling kita
semua itu ngakak ya. Iwak bandeng akeh
rine. Nuruti karep gak ono marine.
Masyaallah luar biasa sekali kata-kata
itu. Bapak pasti akan kita renungi
banget untuk hari ini. Dan mohon izin
karena sesi selanjutnya adalah tanya
jawab. Mohon izin Bapak apakah Bapak
berkenan untuk sesi tanya jawab dari dua
peserta atau mungkin ee kebetulan kan
Bapak mungkin jadwalnya penuh ya Bapak.
Mohon izin. Pripun Bapak kami tawarkan
terlebih dahulu.
penanya monggo. Baik. Masyaallah. Mau
melantik pejabat fungsional injih.
Pangapunten sanget Bapak.
Alhamdulillah. Mat saya di ajak untuk
kepala BPSDM untuk urun rembuk air
belajar ini. Akhirnya kita ini harus
selalu sinergi, saling mengi, tawas
bilhaq, tawir, saling mengingatkan hal
yang kebenaran dan kesabaran. Lanjut.
Barangkali ada satu dua pertanyaan. P.
Baik, terima kasih. Namun sebelum itu
kami mohon tentunya tepuk tangan dari
teman-teman yang ada di studio untuk
Bapak Jasuli. Luar biasa.
Dan boleh untuk pertanyaan pertama
mungkin dari seluruh ASN, Sobat ASN di
Indonesia mungkin ada yang ingin
bertanya dan jangan lupa untuk
menyebutkan ee dari mana instansi Anda,
atas nama siapa dan monggo kami
persilakan.
Halo, bisa didengar? Baik, Bapak. Sekali
lagi Bapak mohon izin.
Baik, kami coba Bapak dengan Bapak siapa
Bapak? Kami menyapa dari Asalamualaikum
Bapak. Alhamdulillah sudah terdengar
jelas Bapak. Baik. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Disilakan Bapak. Dari mana
Bapak? Mohon izin.
Dari Kabupaten Banyuwangi. Masyaallah
luar biasa. Banyuwangi.
Bapak siapa, Pak? Mohon izin Bapak
Shihin. Bapak Shihin. Wah, orang saleh
Indonesia ini. Masyaallah. Amin. Luar
biasa. Monggo disilakan Bapak Salhin.
Monggo. Baik. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Haji Ahmad Zasulni yang saya hormati.
Mohon maaf kami enggak terlalu panjang
lebar untuk ee mengatakan bahwa
hari ini kan sudah ya nanti malam sudah
1 Muharam. malam 1 Muharram.
Mudah-mudahan kita semua selalu diberi
panjang umur, umur, berkah, dan manfaat.
Ada beberapa satu aja yang kami tanyakan
karena sangat penting ini kami sebagai
ASN di Kabupaten Banyuwangi bertanya
bagaimana dari apa, Pakin kalau tahu
guru apa di saya di Dinas Perpustakaan
dan Kearsipan Kabupaten Banyuangi. Dari
Kepala Dinas Perpustakaan. Monggo.
Engih. Ee bagaimana ASN dapat memahami
hijrah sebagai momentum untuk
memperbaharui tekad, kemudian
meningkatkan kualitas pengabdian,
dan mengabdi
menghadapi tantangan dalam menghadapi
tantangan zaman dengan semangat
perubahan yang berkelanjutan.
ee ini kami juga ASN kepengin pencerahan
dari Bapak Haji untuk menghadapi ee
tahun-tahun yang akan datang supaya AS
bisa melayani seperti yang dikatakan Pak
Haji tadi yaitu ee mengembangkan
profesionalitas dan menguatkan sinergi.
Itu aja Pak yang perlu kami tanyakan.
Mohon maaf. Kami akhiri wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam. Satu dulu apa tambah
lagi yang lain langsung dijawab.
Bagaimana ini? Boleh. Monggo Bapak
mungkin langsung dijawab kami mohon.
Injih pangapunten. Disilakan Bapak.
Terima kasih Pak Shihin. Selamat untuk
berduka di perpustakaan. tugas yang
mulia apa mencerahkan ilmu
bagaimana ee sebagai ASN terkait
semangat ee berhijrah ya untuk
memberikan pelayanan terbaik ini. ee
sering saya sampaikan ini kembali lagi
pada KP bahwa kita ini ee
ASN ini hakikatnya khadimul ummah,
pelayan masyarakat pelayan. Maka di sini
ada tiga hal yang kiranya harus ada.
Yang pertama kita harus berkinerja
memberikan ee pelayanan bekerja sesuai
tu posi sebagai sesuai dengan ee tugas
fungsinya ya. Kemudian yang kedua
ada keikhlasan dalam mengabdi. Mohon
maaf orang bekerja yang tidak ada
keikhlasan ya kerjanya orientasi yang
tidak lillah.
orientasinya ingin disanjung, dipuja,
ingin dapat reward atau promosi. Ini
mudah lelah. Pendek kata orang kerja
yang tidak lilah mudah lelah. Tapi yang
ikhlas lillah karena Allah mereka
kerjanya andaikan lelah, lelahnya
hilang, pahalanya mengalir. E tadi kerja
dan ikhlas. Apa cukup sudah bekerja
dengan ikhlas? Tidak cukup. Harus ada
profesionalisas.
profesional dalam arti kompetensinya,
keahliannya, kemampuannya, ya
profesional. Profesional bisa diperoleh
dari belajar, dari selalu bertanya,
selalu ee
terus membaca,
memahami regulasi sehingga
kita harus menjadi ASN yang berkinerja
keikhlasan profesional. Ini karena apa?
Kerja tidak ikhlas. Oh, kerja dengan
ikhlas. Kalau gak profesional ibarat
jalan di tempat. Yang penting ikhlas
tapi gak profesional. Sehingga yang saya
katakan kembali lagi kerja ikhlas
profesional kalau dalam bahasa agama ini
mohon maaf kata Rasulullah annasu halka
setiap manusia akan rusak al amilun.
Kecuali yang beramal. Yang beramal pun
wal amilun halka. Yang beramal juga
rusakal mukhlisun. Kecuali yang ikhlas.
Maka di sinilah diperlukan kerja yang
ikhlas dan profesional
atau yang saya sebut tadi kembali kerja
ikhlas profesional di KKIP Kifah Indar
Parawansa ini yang ditanamkan oleh Bu
Gebor gitu Pakit ya pertanyaan yang
mantap matur suwun
makasih Pak
Baik alhamdulillah luar biasa pripun
Bapak sudah sangat puas dengan jawaban
dari Bapak Jzul luar biasa
keren banget nggih Bapak ngih setiap
manusia akan rusak kecuali Ali yang
beramal. Masyaallah, luar biasa, Bapak.
Dan untuk pertanyaan selanjutnya, mohon
izin satu penanya lagi boleh nggih,
Bapak? Nggih. Monggo. Baik. Enggih.
Baik. Matur nuhun sangat. Kami
persilakan yang sudah ee standby. Nah,
ini ada pertanyaan dari dengan siapa
Bapak? Asalamualaikum. Dari mana?
Disilakan. Dari. Terima kasih. Baik.
Baik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam. Bapak warti
dari SMA Negeri 1 Mojokerto, Bapak.
Ellah
alhamdulillah. Alhamdulillah luar biasa
untuk materi kali ini dari Bapak Dr.
Muhammad Jazzuli K. H. Mazuli yang dulu
kancap dari ee Kepala Dinas Mojokerto.
Kepala Dinas Mojokerto Pendidikan. Iya.
Masih ingat, Pak? Nah, ee dengan adanya
Pak siapa lengkapnya? Pak Kasiadi Pak.
Pak Kadi. Kasiati nggih. SMA Negeri 1
Ngoro Mojokerto, Pak. Siap. Pak Kasati.
Iya. Dari paparan jenengan tadi luar
biasa dengan adanya manusia itu kalau
bersyukur berarti otomatis bahagia dan
senang selalu tanpa ada penderitaan.
Tapi ketika kita menengok adalah innal
insana khulq haluah artinya manusia
adalah serba keluh kesah. Yang saya
tanyakan Bapak yang pertama dengan
adanya menciptakan kip tadi berarti
kompetensi berarti komitmen, integrasi
dan profesionalisme. Ada niat yang
ikhlas dan tulus dalam hati kita.
Bagaimana cara kita mewujudkan niat yang
baik dan tulus dalam komunitas kita
sehingga terjadi berinteraksi dan kita
beraktivitas menjadi komunitas itu
menjadi aman dan nyaman, Pak. Terima
kasih.
Nggih. Langsung saja Mbak Wahyu Maya.
Nggih. Monggo langsung saja Bapak
disilakan. Terima kasih, Pak Kasiadi. Ee
ketemu kembali. Alhamdulillah kemarin
sempat diundang di SMA Negeri 1.
Alhamdulillah ya saya bisa berkomunikasi
nostalgia di Mojokerto karena
ee burung dali nyucuki nanas jazuli
mantan kepala digknas di Mojokerto. Ya,
katanya teman-teman Jombang juga burung
dadali cucu abang Jazul mantan sekda
Jombang. Nah, alhamdulillah. Baik.
Memang untuk menumbuhkan keikhlasan itu
sulit. Sulit. Makanya hadis tadi masih
terpotong kata Rasulullah, wal
mukhlisuna ala khotorin. Orang yang
ikhlas itu pun digoda kemerentek hati.
Sekarang ikhlas suatu ketika akan tidak
ikhlas. Kadang-kadang kita itu menolong
seseorang ya sesama kita sudah mapan,
ada orang baru karya ASN baru kita
tolong, kita ajari, kita
pernah-pernahkan. Suatu saat kok dia itu
karya moncer nyalip kita. Nah, suatu
ketika yang kita tolong ini namanya
manusia selalu digoda setan. Ada
meletenya ketika meletah ketemu enggak
nyopo hati kita akan berobat. Enggak
biyen lali tak tolong begitu. Makanya
keikhlasan di dalam mengabdi ini mutlak
dibutuhkan. Karena kita ini hakikatnya
ee pengabdian kita pada negara ini tidak
kita pertanggungjawabkan kepada manusia
saja, tapi juga kepada Allah subhanahu
wa taala. sehingga keikhlasan inilah
yang akan kita bawa ke akhirat kelak.
Nah, untuk pertanyaan Pak Kasih Adi
tadi, bagaimana untuk selalu menumbuhkan
keikhlasan? Ya, itulah sering muhasabah,
sering merenungkan bahwa hidup ini
hakikatnya adalah ee
kemanfaatan bagi sesama.
Kemanfaatannya maksudnya sesuai sabda
Nabi, khairun nas anfaum linas.
Sebaik-baik manusia adalah bermanfaat
bagi sesama manusia. Nah, keikhlasan itu
akan timbul ketika kita memahami, "Oh,
bagaimana kita bermanfaat?"
Orang yang bermanfaat
tidak harus punya kedudukan tinggi.
Orang bermanfaat tidak harus punya harta
yang banyak. Tapi keberadaannya walaupun
kita tidak punya kedudukan tinggi, tapi
kita suka menolong, suka membantu. Nah,
dari situlah kita tanamkan bahwa dalam
pengabdian kita keikhlasan. Sehingga
ketika kita menjadi orang bermanfaat itu
bukan karena manusia, tapi itu karena
perintah Tuhan yang maha kuasa. Ketika
itu yang kita terapkan, kita tidak mudah
kecewa bahwa kebaikan kita, amal kita
ini kita tidak memperoleh di dunianya,
akan dapat di akhiratnya. Kalau itu
selalu kita gaungkan di dalam hati kita,
di dalam memori otak kita, maka kita
tidak mudah kecewa. Kita memberikan
pelayanan. Mohon maaf, karena kita
melayani masyarakat itu kadang-kadang
kita sudah melayani dengan baik, tapi
mereka tidak berbalas kebaikan. Kalau
kita tidak ikrar maka angkat kecewa.
Untuk apa kita berikan pelayanan baik?
Ternyata mereka tidak berterima kasih.
Jangan minta terima kasih manusia, tapi
Allahlah yang akan kita harapkan
balasannya. Barangkali itu, Pak Kasadi,
matur suwun pertanyaan yang mendasar
untuk melemei kita bekerja. Matur suwun.
Baik. Alhamdulillah. Pripun, Pak Kasadi?
Apakah sudah puas dan sangat terjawab
sekali sepertinya ya dari Bapak? Pripun
Bapak? Aman. Baik, terima kasih Bapak
Kasih. Baik, kami ucapkan terima kasih
kepada Bapak ee mohon izin karena sudah
ada dua pertanyaan. Kita sangat
berterima kasih sekali dan tentunya
sebagai ASN harus tidak mudah
terprovokasi. Betul nggih Bapak. Nggih.
Hal-hal negatif yang iya yang melawan
NKRI tadi panjenengan matur ngoten ngih
harus selalu menjalankan filosofi padi.
Makin tua makin merunduk. Luar biasa.
Boleh tepuk tangan sekali lagi untuk
Bapak Dr. H. Ahmad Jasuli, S.H., M.Si.
selaku asisten administrasi umum
sekretti daerah Provinsi Jawa Timur.
Masyaallah. Matur nuwun Bapak atas
informasi yang disampaikan. Injih
senior-senior kami. Injih Bapak
disilakan Profesor Jaidi maupun ee Pak
Wadir Pasca. Injih Bapak Monggo. Ee kami
karena ada tugas mau melantik pejabat
fungsional. Baik, Bapak. Ditunggu
sehingga saya mohon diri. Tapi saya
bangga dan bersyukur bahwa ASN belajar
ini sudah bertahun-tahun tetap istikamah
bahkan ee yang mengikuti makin banyak.
Ini menunjukkan bahwa keberadaan ee
materi program yang digagas BPSD belajar
ini betul-betul dibutuhkan oleh ASN
karena apa? Dengan model kegiatan ini
murah meriah tapi manfaat itu. Terima
kasih saya mohon maaf undur diri.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh, Bapak.
Terima kasih sekali wabarakatuh.
Baik, Sobat ASN untuk selanjutnya harus
tetap semangat dan tentunya jangan lupa
untuk selalu berpositive thinking agar
selalu tetap memberikan aura yang
positif juga. Untuk Sobat SN sebelum
kita berlanjut, kami informasikan bahwa
presensi sudah dapat diakses melalui
website semesta Bangkom seperti yang
tertera pada running chat Zoom. ee untuk
mengisi survei serta mengisi lembar
monev, maka sertifikat akan muncul 1* 24
jam dan jangan lupa cek secara berkala
tentunya. Sobat ASN juga jangan lupa
juga untuk selalu mengikuti ee dari
semesta Bangkom untuk webinar-webinar
yang lain dan tetap ee presensinya dapat
diakses melalui website SETA Bangkok
yang tertera pada running chat ee di
serta lembar mengisi lembar mon. Baik.
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Marlah kami junjung teguhkan diri dan
jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga negeri.
Situt melayani bangsa dengan
akuntabilitas tinggi.
H.
Kami dari sini sukses dengan hati.
Tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Melayani bangsa loyal tanpa batasannya.
Sangat dan berkolaborasi.
Bergandeng tangga satu tujuan
untuk menjadikan ASN lebih berakhlak.
bekerja sepenuh hati, tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa.
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati.
Tujuhkan kompetensi dalam harmoni.
Bangsa loyal tanpa batasannya
ada dan berkolaborasi
bergandeng tangan.
Satu tujuan
untuk menjadikan ASN lebih beragung.
mengerdas penuh hati tulus membantu
sesama dengan kami melayani.
Dengan kami melayani
dengan kami melayani
[Musik]
H
[Musik]
Sobat ASN semoga tetap bersemangat untuk
hari ini karena semangat akan menambah
positive vibes sepanjang hari. Membangun
etika kerja dan integritas dalam
perspektif Islam melibatkan penerapan
nilai-nilai agama dalam setiap aspek
pekerjaan mulai dari niat, proses,
hingga hasil akhir. Untuk itu di sesi
berikutnya materi dari narasumber kita
hari ini. Beliau menempuh pendidikan
terakhir di Pos Doctoral Dakin
University Australia pada tahun 2013
pada bidang studi social humanities.
Beliau kini menjabat sebagai wakil
direktur pasca Sarjana UIN Sunan Ampel
Surabaya. Hari ini akan memberikan
materi Spirit Hijrah ASN membangun etika
kerja dan integritas dalam perspektif
Islam. Kami sapa yang terhormat Bapak
Dr. H. Hamis Syafak, licensiate Magister
Filsafat Islam. Bapak, asalamualaikum.
Bapak Bapak Hamis.
Masyaallah. Alhamdulillah.
Pripun Bapak kabarnya? Sehat Bapak?
Alhamdulillah sehat. Alhamdulillah
maturun. Alhamdulillah. Terima kasih
sekali Bapak sudah berkenan sebagai
narasumber pertama kita hari ini dan
tentunya menyempatkan waktu yang sangat
sibuk sekali je Bapak Hamis N. Dan kami
persilakan kepada Bapak untuk memberikan
materinya. Waktu kami silakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahabbilamin wabun
wasatu wasalamu ala sayyidina muhammadin
wa ala ali wa ashabih ajmain amma baad.
Yang kami hormati Bapak Kepala BPSDM
Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. Romlianto,
S.PMP. Tentu yang kita muliakan bersama
ee Bapak Rektor UNUSA Bapak Prof. Ahmad
Jasidi.
Tidak lupa juga yang kita muliakan Bapak
Asisten Administrasi Umum Sekda Jatim
yang tadi sudah memberikan eh materi
Bapak Dr. Hajazuli, S. M.Si. si ee kami
menyampaikan salam dari Bapak Rektor
Wiinsunan Apel Surabaya yang snya beliau
yang mengisi karena ada undangan dari
Bapak Menteri Agama harus hadir di
Jakarta sehingga kami diperintah untuk
menggantikan posisi beliau tanpa
mengurangi rasa hormat kami ee keluarga
besar Universitas Islam ee Negeri Sunan
Ampel Surabaya. ee materi yang akan kami
sampaikan terkait dengan ijarah ASN yang
ee tema besarnya adalah mengokohkan
identitas, mengembangkan
profesionalitas, menguatkan integritas.
Posisi materi yang diamanatkan kepada
kami adalah terkait dengan spirit hijrah
ASN, membangun etika kerja dan
integritas dalam perspektif Islam.
Ee Bapak, Ibu yang saya hormati dan
seluruh narasumber yang kami muliakan.
Ee Pak Rektor pernah menyampaikan saat
ee penerimaan
SK ee CPNS
ee terkait dengan munculnya daftar
supermarket
yang tutup di Indonesia per Mei 2025
yang diberitakan oleh CNN Indonesia ee
tertanggal 10 Mei 2025 yang itu kemudian
berdampak pada dihentikannya nya
karyawan yang angkanya ribuan.
Jadi ee
ditutupnya beberapa supermarket bahkan
mungkin beberapa perusahaan yang
berdampak pada diberhentikannya beberapa
karyawan. Saya pernah ee makan siang di
satu restoran.
Lalu karyawannya itu bilang, "Hari ini
adalah hari terakhir kami bekerja di
sini, Bapak." Loh, kenapa restoran ini
kan terkenal lalu tempatnya di tempat
yang sangat strategis
dan masakannya enak, harga juga
terjangkau dan ee pengunjungnya juga
banyak. Iya, Bapak. Kontrak kami habis.
Lalu ee rencana ke depan mau bekerja di
mana? mereka terdiam lalu dengan ee
wajah sedih tampak tidak ada harapan.
Lalu di situlah kemudian Pak Rektor
menyampaikan bahwa PNS adalah pekerjaan
yang aman.
Jadi kita yang bekerja di instansi
lembaga pemerintahan itu kemudian
dianggap sebagai posisi yang aman. Maka
kemudian pesan yang selalu kami ingat
dari Bapak Rektor di saat itu adalah
mari kita banyak bersyukur
dengan cara kita selesaikan amanah yang
diberikan oleh pemerintah kepada kita
dengan bekerja dengan baik
dengan mengutip satu ayat walu al daud
syukro waqilum min ibadiakur.
Jadi, bekerjalah hai keluarga Daud untuk
bersyukur dan sedikit sekali dari
hamba-hambaku yang bersyukur.
Satu ayat yang sering kita dengar
menyindir kita. Betapa kita ini yang
seperti disampaikan oleh Bapak Asisten
tadi itu terkait dengan ee banyaknya
kita ini keinginan daripada kebutuhan.
Lalu ada tadi itu ee apa tadi? ikan yang
banyak durinya itu engak mari-mari KP.
Jadi ini yang kemudian menjadi ee
perhatian kita bagaimana Allah menyindir
kita. Waqolilum ibadiyasakur.
Nah, ternyata mental kita terutama saya
ya saat kita ini diberi oleh Allah itu
satu nikmat bahkan mungkinlah banyak
nikmat. Waktu itu saya menyindir Pak
Rektor itu kan ee orang yang gajinya
paling besar di kampus.
Itu gak pernah.
Kemudian kita ini mengatakan, "Ya Allah,
sudah cukup nikmat yang telah Engkau
berikan, sudah cukup. Saya kewalahan,
hentikan nikmat."
Gak pernah kita mengatakan itu, Bapak,
Ibu. Gak pernah kita mengatakan.
Tetap saja setiap hari kita ini meminta
agar supaya diberi rezeki yang barokah,
melimpah.
Seandainya Allah itu kita, kita ini jadi
Allah itu atau kita ini ya biasanya kan
kalau kita ini diberi posisi tertentu
lalu kita kemudian ee memberikan satu
reward kepada ee anak buah kita kan
kemudian anak buah itu belum bersyukur
itu kan kita kemudian mengatakan ngare
iki loh wingi wis tak kei kemarin sudah
tak kasih kok sekarang masih minta lagi
kurang yang saya berikan kemarin itu.
Seandainya kita ini Allah kan pasti akan
menjawab begitu. Saat melihat hambanya
itu berdoa, "Ya Allah, setiap hari itu
meskipun sudah dikasih oleh Allah rezeki
bahkan mungkin melimpah itu kita tetap
berdoa, "Ya Allah, beri kami rezeki yang
barokah, melimpah."
Tidak pernah kita mengatakan, "Ya Allah,
sudah cukup nikmat yang telah Engkau
berikan, saya kewalahan dan hentikan
nikmat itu." Tidak pernah. Sebaliknya
saat kita ini diuji sekecil apapun
bentuk ujian itu, kita tidak pernah
mengatakan, "Ya Allah, nikmat sekali
ujian ini. Nikmat sekali ujian yang
Engkau berikan." Lanjutkan, ya Allah.
Gak pernah kita mengatakan itu. Tetap
saja kita ini kemudian berdoa, "Ya
Allah, jauhkan kami dari ujian.
cobaan dan musibah.
Nah, itu mental kita. Sehingga kemudian
disindir oleh Allah dalam ayatnya tadi
wil min ibadiakur.
Maka harus kita tuntaskan ee kewajiban
kita sebagai ASN itu dengan ee bekerja
dengan baik. Nah, bekerja dengan baik
itu saya maknai bahwa bekerja sesuai
dengan kontraknya.
Kita ini ada kontrak, mari kita bekerja.
minimal itu sesuai dengan kontraknya.
Syukur-syukur bisa melebih dari kontrak
kinerja kita.
Yang kedua adalah jangan berlaku curang.
Seperti yang disampaikan oleh Bapak
Asisten tadi itu jangan berlaku curang.
Berlaku curang itu banyak bentuknya.
Kita datang terlambat, pulang lebih
awal. Kan ada itu ee apa ya? Semacam
ungkapan ya kalau datang terlambat jalan
jangan diulang lagi saat pulang. Jadi
kalau datangnya tertambat, pulangnya
lebih awal. Itu kan ee betapa kita ini
terbiasa dengan berlaku curang dalam
bentuk jam masuk kerja dan jam pulang
kerja. Maka harus masuk kerja dan pulang
sesuai dengan kontrak jam kerja.
Mari kita laksanakan tugas sesuai dengan
tupaksi kita. Minimal begitu.
syukur-syukur bisa melebihi situasi kita
sehingga bisa membantu orang lain untuk
menjalankan tugasnya yang mungkin saat
itu dia dalam posisi yang ee kesulitan.
Tadi Pak Asen mengatakan permudah urusan
orang lain, jangan dipersulit.
Dan yang ini yang unik adalah memenuhi
hak pekerjaan. Saya mengutip apa yang
disampaikan oleh sahabat Abu Bakar
Asiddiq saat beliau memerangi kelompok
yang tidak mau membayar zakat.
Lalu sahabat Umar mendatangi sahabat Abu
Bakar dan mengatakan
ee
kaifa tuqatiluhum
wahai Abu Bakar bagaimana engkau
memerangi mereka?
Waqadq Rasulullah sallallahu alaihi
wasallam umirtu an uqtilasa hatta
yaquulu la ilahaillallah.
Sementara Rasul itu pernah mengatakan
bahwa aku diperintahkan
untuk memerangi
kaum kafir sampai mereka mengucapkan
kalimat tauhid lailahaillallah.
Famanqala
siapa yang sudah mengucapkan itu? Faman
la ilahaillallah faqad asom mini nafsahu
wahu illa bihaqqihi wahabuhu alallah.
Maka mereka harus dijamin keamanan
jiwanya dan hartanya. Faqala Abu Bakar.
Maka Abu Bakar kemudian mengatakan ini
yang menarik. Wallahi
lauqotanna
manqinati.
Aku akan tetap memerangi siapa saja yang
memisahkan antara urusanat, urusan salat
dengan urusan zakat.
Faakataqul
mal. Wah, karena zakat itu haknya harta.
Dan kita akan ee sepakat apapun dan
siapapun kalau haknya itu kita abaikan
maka dia akan lari dari kita. Istri yang
kita abaikan haknya itu pasti akan lari
dari kita dan akan menggera lalu akan
mencari suami yang baru.
Suami kalau diabaikan haknya oleh istri,
dia bisa lari
dari istri, bisa jadi mencerahkan
istrinya atau mungkin menikah lagi.
Staf kita yang kita abaikan haknya,
dia akan resign.
Sama kalau pekerjaan itu kita abaikan
haknya, kontrak kinerja itu kita abaikan
haknya,
kita tidak bekerja dengan baik, maka itu
berarti kita merelakan pekerjaan itu
akan lari dari kita. Kalau pekerjaan itu
lari dari kita, selesai,
berarti kita ini secara tidak langsung
memehahk diri kita sendiri.
Nah, ini yang saya sebut tadi dengan
istilah haknya pekerjaan. Jadi, dia
punya hak untuk kita tunaikan. Saat
tidak kita tunaikan, maka kita
mengabaikan haknya pekerjaan itu. Nah,
ini ee yang menjadi catatan saat kita
ini bersyukur untuk kemudian bekerja
dengan baik. Yang kedua adalah spirit
ijasn itu harus ikhlas, tidak banyak
mengeluh.
Karena mengeluh itu sudah separuh
daripada kegagalan.
Ada dua ungkapan yang sering disampaikan
oleh Pak Rektor kami itu adalah
kalau kita menghadapi satu masalah,
beliau mengatakan
ee ini harus kita selesaikan
meskipun berat.
Tapi kalau kita di awal mengatakan ini
berat
tapi harus kita selesaikan itu ternyata
berbeda. Saat kita mengatakan ini berat
tapi harus kita selesaikan berarti kita
ini sudah memposisikan
posisi mengeluh tadi berat. Tapi kalau
kita mengatakan ini harus kita
selesaikan
meskipun mungkin berat,
artinya upaya untuk menyelesaikan itu
didahulukan
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:19 UTC
Categories
Manage