Transcript
OADJbvNkfzg • ASN Belajar Seri 27 - Anak Sehat, Negara Kuat: Peran ASN Mencetak Generasi Emas Indonesia
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0245_OADJbvNkfzg.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Kami tujuan dari penyelenggaraan kali
ini adalah memahami dan mengedukasi
orang tua tentang pentingnya nya deteksi
dini agar dapat melakukan yang pertama
adalah pencegahan, yang kedua adalah
intervensi diri dan yang ketiga adalah
bagaimana mengembangkan anak secara
optimal.
[Musik]
Saya ee sangat berterima kasih sekali
pada DWP BP SDM Jatim yang sudah
menyelenggarakan lomba bercerita dan
mewarnai untuk anak-anak TK. Ee terima
kasih banyak atas wadah yang telah
diberikan sehingga anak-anak di sini
bisa ee berkompetisi langsung dengan
teman-teman sebanya yang lainnya. Semoga
untuk next selanjutnya bisa
sering-sering ngadain acara seperti ini.
Terima kasih.
Ee seluruh peserta sudah lumayan bagus,
anak-anak sudah tampil secara maksimal
dan saya berharap nanti ke depannya
mereka bisa menjadi anak-anak yang
tanggap, anak-anak Indonesia yang hebat
seperti harapan pada Indonesia Emas
tahun 2045.
Harapan saya kepada DWP BPSDM Provinsi
Jawa Timur mudah-mudahan kegiatan hari
ini bisa dilanjutkan lagi untuk tahun
yang ke depan dan tahun yang akan datang
lagi agar lebih menarik lagi. Terima
kasih. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
yaitu mendapatkan
dari
S du
[Musik]
tiga ya
[Tepuk tangan]
[Musik]
Yeah.
[Musik]
lagi
[Musik]
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan rahayu dan salam sehat
untuk kita semua. Sebelum memulai acara
pada ASN belajar set kali ini, izinkan
saya untuk berpantun terlebih dahulu dan
kalau misalnya bisa open cam atau
misalnya kasih jempol boleh banget.
Untuk pagian ini. Pagi cerah burung
bernyanyi.
Anak bermain dengan gembira.
ASN bekerja dengan hati nurani. Ciptakan
ruang aman dan bahagia.
Luar biasa sekali
semangatnya untuk pagi hari ini. Dan
saya ingin sekali menyapa kepada yang
terhormat Kepala BPSDM Jawa Timur Bapak
Dr. Ramlianto, S.P.MP. Yang kami hormati
para narasumber yang telah hadir secara
virtual. Staf Ahli Menteri Bidang
Partisipasi dan Lingkungan Strategis
Kemen PPPA Republik Indonesia, Ibu Rini
Handayani, S. M.M. M. Kepala Dinas P3K
Provinsi Jawa Timur, Ibu Dr. Tri Wahyuni
Liswati, M.Pd. Dokter Spesialis Anak
Rumah Sakit Kemenkes Surabaya, Dr. Erga
Lil Folia, SPA. serta Bapak, Ibu, Sobat
ASN di mana pun berada yang telah
tergabung secara Zoom meeting maupun
BPSDM Jatim TV di YouTube. Tentunya saya
ucapkan selamat pagi dan selamat
bergabung dalam ASN Belajar seri ke-27
tahun 2025 kali ini yang mengangkat tema
Anak Sehat Negara Kuat. Per ASN mencetak
generasi emas Indonesia yang
dipersembahkan oleh BPSDM Provinsi Jawa
Timur. Puji syukur kita haturkan
kehadirat Tuhan yang maha esa. Berkat
perkenanannya kita diizinkan untuk dapat
berjumpa secara virtual kembali di hari
Kamis ini tanggal 17 Juli 2025 dalam
kondisi sehat walafiat dan tentunya di
pagi sebelum memulai kegiatan bekerja
Sobat ASN mengikuti acara yang memang
setiap bulannya diadakan oleh BPSDM
Provinsi Jawa Timur di kantor BPSDM yang
ada di Jalan Gadel Surabaya. Bapak dan
Ibu Sobat ASN, senang sekali saya Fan
Patriia kembali menjadi moderator pada
ASN Belajar seri kali ini. Di mana tema
kali ini adalah dalam rangka memperkuat
peran strategis Aparatur Sipil Negara
ASN dalam mendukung tumbuh kembang anak
Indonesia secara fisik, mental, dan
sosial. BPSDM Provinsi Jawa Timur
berkomitmen untuk terus menghadirkan
ruang pembelajaran yang relevan dan
berdampak. Upaya ini menjadi bagian
penting dalam mendukung pencapaian visi
besar Indonesia Emas 2045 di mana
kualitas sumber daya manusia menjadi
kunci utama. ASN tentunya diharapkan
tidak hanya menjalankan tugas birokratis
saja, tetapi juga menjadi motor
penggerak perubahan sosial yang dimulai
dari lingkungan terdekat mereka,
terutama dalam hal perlindungan dan
pembinaan anak. Selengkapnya akan kita
bahas dalam webinar ASN Belajar seri
ke-27 tahun 2025.
[Musik]
Sobat ASN yang berbahagia, tentunya
mengawali acara kita pada hari ini
sebelum kita masuk ke dalam sesi
pemaparan materi para narasumber, kita
akan simak terlebih dahulu keynote
speech yang akan disampaikan oleh Kepala
BPSDM Provinsi Jawa Timur yang terhormat
Bapak Dr. Ramlianto, S.MP.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian.
Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat
bertemu kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University, Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini, Kamis tanggal 17 Juli 2025,
ASN belajar telah memasuki seri yang
ke-27.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami, kami
selalu berkomitmen sekaligus terus
berikhtiar untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-27 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka turut serta
memberikan kontribusi pemikiran pada
momentum Hari Anak Nasional yang akan
kita peringati pada tanggal 23 Juli 2025
beberapa hari lagi. Tahun ini Hari Anak
Nasional mengusung tema yang sangat kuat
dan penuh harapan. Anak Hebat Indonesia
kuat menuju Indonesia Emas 2045.
Tema ini mengandung pesan strategis
bahwa membangun bangsa tidak hanya
dimulai dari formasi birokrasi,
pembangunan infrastruktur atau
transformasi digital, tetapi juga
investasi paling mendasar, yakni tumbuh
kembang anak yang sehat, cerdas,
bahagia, dan terlindungi.
Karena tema ini sangat penting untuk
kita elaborasi secara luas dan mendalam,
maka ASN Belajar seri ke-27 tahun 2025
ini mengangkat topik anak sehat negara
kuat. Rana ASN mencetak generasi emas
Indonesia.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik ASN
belajar bahwa topik menarik ini akan
kita bahas secara intensif dari beragam
perspektif bersama para narasumber yang
sangat kompeten di bidangnya.
Shabat ASN di seluruh tanah air, Hari
Anak Nasional yang kita peringati setiap
tahun tentu bukan sekedar sebuah
seremoni belakang, tetapi sebuah
pengingat nurani bahwa masa depan bangsa
sedang bertumbuh di ruang-ruang tumbuh
kembang anak-anak bangsa.
Momentum ini juga untuk menegaskan bahwa
perlindungan, pendidikan dan cinta kasih
terhadap anak bukan pilihan, tetapi
kewajiban moral, kewajiban sosial, dan
bahkan kewajiban konstitusional.
bahwa setiap anak yang sehat, bahagia,
dan berdaya adalah benih peradaban untuk
Indonesia yang adil, maju, makmur, dan
berkelanjutan serta berdaya saing
tinggi.
Sat HSN, Hari Anak Nasional juga menjadi
ruang refleksi bahwa masa depan
Indonesia bukan hanya soal teknologi dan
angka statistik, tetapi tentang siapa
yang kita siapkan hari ini di ruang
keluarga, di bangku sekolah. dan di
rumah kita masing-masing.
Jika kita mendambahkan Indonesia yang
benar-benar hebat, maju dalam ilmu, adil
dalam tatanan, dan tangguh menghadapi
zaman, maka kita harus memastikan
anak-anak bangsa tumbuh dalam limpahan
kasih sayang yang menumbuhkan pendidikan
yang mencerdaskan akal dan nurani, serta
perlindungan yang menjamin rasa aman dan
harga diri. Sebab dari tangan kecil
merekalah masa depan digenggam dan dari
jiwa yang utuh merekalah peradaban
dibangun.
Satn, kita sebagai aparatur sipil
negenggara tentu punya amanah besar
dalam urusan publik, administrasi, dan
pemerintahan. kita mengurus regulasi
layanan masyarakat, data, sistem, hingga
kebijakan-kebijakan strategis di negeri
ini. Namun hari ini kita diingatkan
bahwa tugas kita tidak berhenti hanya
sampai di kantor, di meja kerja, atau di
balik layar birokrasi.
Di balik nama besar aparatur sipil
negara, kita adalah orang tua, pendidik,
pelindung, dan penuntun di komunitas
yang paling primer, yakni keluarga. Kita
adalah ayah dan ibu dari anak-anak yang
kelak akan menjadi bagian dari Indonesia
Emas 2045.
Maka dalam konteks pembangunan nasional
menuju Indonesia 20245 tersebut,
anak-anak yang hari ini kita asuh adalah
pemimpin, inovator, guru, dokter, dan
pembela negeri di masa depan. Mereka
adalah sumber dari manusia yang akan
menyelesaikan tantangan yang bahkan hari
ini belum sepenuhnya kita pahami.
Dan peran kita hari ini akan menjadi
catatan sejarah sunyi bahwa bangsa ini
tumbuh besar bukan karena kekuatan
senjata, tetapi karena para ibu dan ayah
yang sabar membentuk karakter
anak-anaknya. Yang percaya bahwa cinta
dan pendidikan adalah kekuatan perubahan
yang paling sejati.
Sobat ASN di seluruh tanah air. Lalu
bagaimana kita sebagai ASN bergiat
memberikan kontribusi terhadap
terwujudnya generasi emas Indonesia 2045
melalui ruang-ruang keluarga ASN. Nah,
untuk membahas cerdas dan tuntas topik
ini, kami telah mengundang para
narasumber luar biasa yang sudah barang
tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada para narasumber hebat yang telah
berkenan hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ASN di
seluruh tanah air. Pertama kami
menyampaikan terima kasih kepada yang
terhormat Ibu Rini Handayani, S. M.M.
Beliau adalah staf ahli Menteri Bidang
Partisipasi dan Lingkungan Strategis
pada Kementerian Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak Republik
Indonesia.
Kedua, kami menyampaikan terima kasih
kepada yang terhormat Ibu Dr. Tri
Wahyuni Liswati, M.Pd. Beliau adalah
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan,
Perlindungan Anak dan Kependudukan
Provinsi Jawa Timur. Dan yang ketiga,
kami menyampaikan terima kasih kepada
Ibu Dr. Ergia Latifolia, SPA. Beliau
adalah dokter spesialis anak pada Rumah
Sakit Kementerian Kesehatan RI di
Surabaya. Nah, Sobat ASN, mari kita
simak dengan seksama webinar ASN Belajar
seri ke-27 tahun 2025. Semoga
bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
telah kita simak bersama keynote speech
yang telah disampaikan oleh Kepala BPSDM
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, SPMP yang tentunya dapat
menjadi acuan sebagai tujuan dari
terselenggaranya ASN Belajar seri ke-27
tahun 2025 kali ini. Nah, Sobat ASN
sebelum saya akan langsung menyapa
narasumber kita yang pertama, terlebih
dahulu saya akan menyampaikan beberapa
rules atau aturan dalam mengikuti
jalannya ASN belajar seri kali ini. Yang
pertama, sesi tanya jawab atau diskusi
akan dilakukan setiap akhir dari sesi
pemaparan para narasumber. Jadi,
pastikan ASN ee sobat ASN tidak
meninggalkan satu kalipun pemaparan
materi dari setiap narasumber. Dan yang
kedua, penanya harap menyebutkan
identitas diri berupa nama dan instansi
serta kota asal. Dan yang ketiga, link
absensi peserta akan diberikan setelah
mengisi aplikasi Semesta Bangkom.
Pastikan sudah mengisi semesta Bangkok
mulai dari sekarang di Cicil supaya
nanti ketika mengunduh e-sertifikat ini
tidak mengalami kesulitan atau kendala.
Dan langsung saja kita akan menyapa
narasumber kita yang pertama yaitu Staf
Ahli Menteri Bidang Partisipasi dan
Lingkungan Strategis Kemen PPPA Republik
Indonesia. Yang kami hormati Ibu Rini
Handayani, S. M.M.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Ibu Rini,
apakah sudah terdengar suara
kami?UIsalam, Ibu Fani.
Baik, selamat pagi Bu Rini.
Selamat pagi semuanya.
Baik. Luar biasa. Apa kabarnya Ibu Rini
hari ini?
Luar biasa. Sehat dan bahagia. Wah,
terlihat sekali semangatnya dari
Surabaya ini, Ibu. Baik, tentunya pada
momen kali ini sudah tidak sabar kami
untuk dapat menyimak apa yang ingin
disampaikan, insight yang ingin
ditularkan kepada kami dan sobat ASN
yang mengikuti jalannya seri ASN seri
27. Disilakan, Ibu Rini.
I
Fani. Suara saya terdengar dengan
jelask?
Sangat jelas sekali. Namun ada delay,
Ibu, kalau dari kami di sini.
Oh, agak delay, ya? Iya, mungkin terkait
dengan jaringan atau koneksi.
Ee baik ee mudah-mudahan lancar ya.
I amin.
Kita coba untuk ee apa namanya? Untuk
melakukan Baik.
Bismillahirrahmanirrahim.
Ee tentunya yang kami hormati Bapak
Kepala BPSDM Provinsi Jatim, Bapak Dr.
Mulianto tadi yang sudah memberikan
semangat kepada seluruh ASN ee khususnya
ASN yang ada di Provinsi Jawa Timur. Dan
tentunya yang saya hormati ee teman
sahabat ee saya, kami dari Kemen PPPA,
Ibu Lis ee ee Kadis DP3AK
Jawa Timur dan juga ee Ibu Ergia eh
dokter spesialis anak yang juga nanti
akan membersamai kita dan tentunya
seluruh ee civitas akademika yang ada di
BPSDM ee Provinsi Jawa Timur dan ee ASN
seluruh Indonesia dan terkhusus lagi ASN
yang ada di Jawa Timur yang saya
banggakan ee sebagai aparatur negara
sipil negara. Dan izinkan saya
menyampaikan ee ini topik yang sangat
luar biasa. Ee pada sesi ini kita akan
mengangkat bagaimana ee terkait dengan
sumber daya manusia Indonesia yang
unggul yang dimulai tentunya ee dari
anak. Nah, ee bahan yang akan ee kami
sampaikan pada sesi ASN belajar ke-27
pagi hari ini adalah terkait dengan
kebijakan perlindungan anak dan
bagaimana peran strategis ASN dalam
mewujudkan ekosistem yang ramah anak.
Nah, tentunya ini topik yang ee sangat
luar biasa dan nanti akan ee secara ee
baik langsung maupun tidak langsung akan
berpengaruh kepada kinerja-kinerja ASN
dalam mewujudkan pembangunan ee
Indonesia yang ee ramah anak. Nah, kalau
kita lihat e bagaimana positioning
Indonesia saat ini ee negara Indonesia
ini adalah negara yang keempat terbesar
dengan populasi penduduk 281,6
juta jiwa. Dan tentunya ini nanti e
cita-cita Indonesia pada ee tahun 2030
ini akan menjadi ee negara ketujuh di
dunia yang ekonominya meningkat dan
tahun 2050 ee menjadi negara keempat di
dunia yang sukses dalam bidang ee
seluruh bidang khususnya dalam bidang
ekonomi. Nah, untuk itu tentunya tidak
mudah untuk mencapai cita-cita tersebut.
Maka
Indonesia dihadapkan dengan tantangan
untuk mempersiapkan bagaimana mewujudkan
cita-cita itu dengan melengkapi sumber
daya manusia dengan kompetensi serta
keterampilan yang tepat untuk menghadapi
berbagai macam tantangan, terutama
revolusi industri agar terus mampu
berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi
dan kesejahteraan bangsa. Nah, untuk itu
kita lihat bagaimana komposisi
Indonesia. Kenapa kita hari ini
berbicara terkait dengan anak? Karena ee
penduduk Indonesia 281,6 juta jiwa, 30%
atau 28,4%
tepatnya itu adalah anak. Dan hampir 50%
setengah penduduk Indonesia itu adalah
perempuan. Nah, ini tentunya dalam
mewujudkan Indonesia Emas 2045
ee tentu kita harus memulai dan bergerak
dari sumber daya manusia yaitu dimulai
dari anak untuk menghasilkan bagaimana
Indonesia nantinya akan menjadi bonus
demografikah kita yang akan melihat
bagaimana Indonesia Mars 2045 atau
dengan situasi kondisi yang saat ini
akan terjadi lost generation apabila
bila
target untuk tumbuh dan berkembang anak
dan sumber daya manusia tidak
mendapatkan perhatian yang optimal. Nah,
ini e 70% nanti di 2045 itu adalah
penduduk yang produktif. Sehingga ee
tema ini dalam rangka bulan Juli ini
adalah bulannya anak-anak spesial yaitu
setiap tanggal 23 Juli diperingati
sebagai hari. Apakah anak-anak saat ini
semuanya merasakan kegembiraan,
kebahagiaan? Semua hak anak terpenuhi,
bagaimana tumbuh kembang anak saat ini?
Nah, ini nanti yang akan kita kupas
tuntas di dalam bagaimana negara untuk
ee memberikan perhatian-perhatian kepada
anak. Nah, untuk itu maka kita nanti
akan melihat bagaimana perlindungan anak
dalam dokumen perencanaan nasional.
Bagaimana komitmen yang mendasari
perlindungan anak dan bagaimana potret
anak-anak Indonesia saat ini. Dan
terakhir tentu saja bagaimana kita
berperan sebagai aparatur sipil negara
dalam menciptakan ekosistem yang ramah
anak agar berkontribusi di dalam
mewujudkan Indonesia ee yang ee
Indonesia Emas 2045.
Nah, kalau kita lihat di dalam dokumen
ee perencanaan ee mulai dari RPJPN
2025245,
maka ee Negara Kesatuan Republik
Indonesia ini tentu memiliki ee
cita-cita negara yang bersatu, berdaulat
ee maju dan berkelanjutan. Nah, dengan
adanya lima visi Indonesia 2025-2045,
jadi lima visi dan 8 misi pembangunan,
17 arah pembangunan dengan 45 indikator
utama pembangunan. Nah, ini yang akan
kita capai nanti sampai dengan akhir
tahun 2045.
Nah, angka-angka ini tentunya tidak
begitu saja. Kenapa angka lima? Angka
lima menunjukkan bahwa negara Indonesia
itu adalah negara Pancasila yang dasar
didasarkan kepada lima sila Pancasila
dan ee ee misi, 17 arah pembangunan 45
indikator ini menunjukkan 100 tahun
Indonesia merdeka nantinya yaitu 17
Agustus tahun 1945. Jadi ini akan
dibreakdown ke dalam ee 5 tahunan yang
disebut dengan RPJMN.
Maka di dalam ee Kabinet Indonesia
ee ee merah putih saat ini itu ee visi
ee ya ee adalah
bersama Indonesia maju menuju Indonesia
Emas 2045. Presiden Prabowo dan Wakil
Presiden eh Gibran Rakabumilaka, Bapak e
Presiden dan Wakil Presiden kita sudah
menetapkan visi yang diterjemahkan ke
dalam delapan misi yaitu yang disebut
dengan Esta Cita dan 17 program
prioritas dengan 8 program terbaik
cepat. Nah, ee teman-teman ASN yang ee
kami banggakan ee dari delapan asta cita
ee tersebut yang sangat berkaitan
langsung dengan ee sumber daya manusia
ini adalah Asta cita satu dan Asta cita
keempat khususnya. Namun ee kita melihat
dari delapan asta cita itu seluruhnya
tidak ada yang tidak terkait dengan
anak. baik ee tapi tidak langsung gitu
ya dan yang langsung adalah khususnya
cita satu dan cita keempat. Nah, mari
kita bahas bagaimana negara memberikan
perhatian khusus melalui ee misi ee
keempat yaitu ee bagaimana memperkuat ee
sumber daya manusia, sains, teknologi,
pendidikan, kesehatan, prestasi
olahraga, serta kesetaraan gender dan
penguatan peran perempuan, pemuda, dan
penyandang disabilitas. Nah, di sinilah
bagaimana komitmen negara di dalam RPJMN
RPJM ee RPJPN itu sudah terlihat ee
melalui ee misi ee delapan Asta Cita dan
ee program terbaik cepat yang sedang ee
yang saat ini kita tentunya bersama-sama
ee akan mendukung dan melaksanakan
bagaimana ini bisa terwujud dan tentunya
untuk mendukung Indonesia Emas 2045.
Nah, Bapak dan Ibu ee teman-teman ASN
yang kami banggakan. Ee dengan
memprioritaskan pembangunan manusia,
sebuah negara tentu dapat membangun
fondasi yang sangat kuat untuk kemajuan
baik di bidang ekonomi, sosial, maupun
politik yang berkelanjutan.
ketergantungan kita ee pada sumber daya
alam tanpa ee berpusat kepada
pembangunan sumber daya manusia ini
tentu akan mengakibatkan pembangunan
akan bersifat unsustainable. Karena jadi
penting sekali ee bahwa selain sumber
daya alam yaitu kita tentu memperhatikan
sumber daya manusia. Nah, pembangunan
sumber daya manusia seutuhnya ini
bertumpu pada tiga pilar. yaitu
bagaimana pemenuhan ee layanan dasar
yaitu layanan kesehatan produksi ee
CASPro, kemudian jaminan gizi PAUD, HI,
pendidikan ee dan ee perlindungan sosial
serta juga termasuk perlindungan dari
kekerasan dan perlakuan salah. Dan pilar
yang kedua ini adalah bagaimana
pembangunan modal manusia. Dan yang
ketiga ee pilar ketiga adalah
pembangunan modal sosial budaya. di mana
ketiga ee pilar tersebut ee itu ditopang
oleh pendekatan siklus hidup ee pengarus
utamaan gender dan inklusi sosial serta
penduduk tumbuh seimbang. Jadi ee
bagaimana melihat ee mewujudkan
membangun manusia seutuhnya agar ee
tercipta sejahtera, adaptif, berakhlak
mulia, berbudaya maju, unggul, dan
berdaya saing tentunya ee dilakukan
melalui pendekatan siklus hidup. Nah, ee
ee untuk itu maka perlu adanya
transformasi diperlukan transformasi
pembangunan untuk meningkatkan kualitas
kehidupan manusia pada seluruh siklus
hidup ee untuk masyarakat yang lebih
sejahtera dan ee konsulting. Nah, untuk
itu di dalam dokumen ee perencanaan
RPJMN maka transformasi itu dibagi ke
dalam transformasi sosial. ee kemudian
ee di dalam ee landasan transformasinya
ini ee yang perlu dikuatkan di dalam ee
pembangunan sumber daya perlindungan ee
perempuan dan anak itu adalah masuk ke
dalam IE ee 14 yaitu bagaimana
menguatkan keluarga berkualitas,
menciptakan keluarga yang berkualitas,
kesetaraan gender, dan masyarakat
inklusif. Jadi transformasi-transformasi
ee termasuk transformasi di tata kelola
ini perlu dilakukan dalam mewujudkan ee
sumber daya manusia yang ee inklusif.
Nah, ee di dalam e siklus hidup tentunya
ee kita melihat ee bagaimana siklus
hidup manusia ini nanti mungkin akan ee
dibahas lebih tuntas oleh ee Ibu dokter
bahwa kebutuhan ee kita anak-anak mulai
dari prenatal, bayi, balita, usia dini,
anak-anak usia sekolah dan remaja,
kemudian dewasa dan bahkan masuk lansia.
Jadi siklus ini hidup inilah nanti yang
akan dibedah tentunya sesuai dengan ee
tugas dan fungsi teman-teman dari ASN ee
bagaimana ee kontribusi kita di dalam
mewujudkan ee sumber daya manusia yang
berkualitas, sumber daya manusia yang
unggul. Nah, ini tentunya kita harus
memberikan perhatian mulai dari prenatal
sampai kepada termasuk juga sumber daya
ee manusia dalam kondisi yang ee ee
sampai dengan usia lansia. Di mana
tentunya masing-masing setiap siklus
hidup ini mempunyai kebutuhan, mempunyai
ee apa namanya target-target, memiliki
ee pendekatan-pendekatan yang tentu
berbeda di setiap siklus hidup ee
manusia. Dan di mana kita lihat ee bahwa
dari peren Natal sampai bayi ini jaminan
gizi 1000 hari pertama kehidupan. Nah,
Indonesia ee atau yang disebut dengan
kesehatan ibu dan anak. Nah, Indonesia
sudah mengeluarkan ee Undang-Undang
Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan
Ibu dan Anak pada fase 1000 hari pertama
kehidupan. Nah, di sana diatur ee
bagaimana kesejahteraan ibu dan anak.
Tentu saja ee ini ee tidak lain adalah
ingin mewujudkan ee ee sumber daya
manusia yang unggul. Kemudian ee di sisi
lain adalah kebutuhannya wajib belajar,
pendidikan tinggi, kesehatan,
reproduksi, dan lain-lain. Jadi ini ee
seluruh step dari siklus hidup manusia
itu pentu tentu memiliki kebutuhan dan
pendekatan-pendekatan yang berbeda.
Nah, bagaimana juga pola pengasuhan dan
perlindungan anak dari perlakuan salah,
jaminan kesehatan nasional, pengendalian
penyakit gizi, dan lain-lain yang akan
mewarnai ee perencanaan pembangunan ee
di Indonesia untuk mewujudkan khususnya
asta kita keempat. Nah, Bapak dan Ibu
untuk keberhasilan ee dari ee membangun
ee sumber daya manusia ini tentu ada
ukuran. Jadi apa sih sobat-sobat ESN
semuanya yang menjadi ukuran
keberhasilan dari pembangunan sumber
daya ee manusia Indonesia yang saat ini
yang menjadi ukuran ee tentu ee Sobat
ASN sudah memahami bahwa dalam mengukur
keberhasilan dalam pembangunan sumber
daya manusia dulu memang kita ukur
dengan indeks pembangunan manusia yang
ini ee ee apa terutama diukur dari aspek
kesehatan pendidikan standar hidup
layak. Dan ini fokusnya dari IPM adalah
bagaimana seberapa baik orang ee
manusia, sumber daya manusia Indonesia
hidup sehat, terdidik dan sejahtera.
Jadi ee jika IPM naik artinya tentu
derajat kesehatan, derajat pendidikan,
kesejaraan ekonomi itu meningkat. Nah,
Indonesia eh saat ini 2024 ee itu 73,2
angka IPM-nya ini tertinggi target
global tentunya 1.000. Nah, namun ee
pada ee RPJMN
2025-2029
bagaimana mengukur keberhasilan dalam
pembangunan ee manusia ini sudah ee kita
hitung ee dihitung berdasarkan indeks
modal manusia. Jadi kalau dulu IPM
sekarang adalah IMM. Nah, tentunya ini
menunjukkan ee persentase
ee produktivitas ekonomi anak-anak yang
lahir hari ini ee jika mereka tumbuh,
kalau ini adalah anak itu adalah sebagai
investasi bangsa. Maka
jika mereka tumbuh sehat dan mendapatkan
pendidikan yang berkualitas, maka
mengukur ritme dari investasi yang
dikeluarkan negara untuk membangun
sumber daya manusia. Ini tentunya
dilihat juga dari bidang ee untuk
mengukur investasi di bidang kesehatan,
pendidikan, ekonomi di masa depan, maka
yang diukur adalah potensi produktivitas
generasi mendatang. Jadi fokusnya ee
adalah seberapa produktif generasi muda
telatnya. Jadi ini sudah beralih
bagaimana mengukur sumber daya manusia
dari IPN kepada IM. Nah ee bagaimana ee
apa IMM ee tersebut gitu ya untuk
mengukur ee keberhasilan peningkatan
kualitas sumber daya manusia. maka
digunakan tadi indeks modal manusia ee
yang tadi sudah ee kita ee kami jelaskan
ee terkait dengan IMM e tersebut.
Artinya ee saat ini 2020M
itu 0,54
ee dan ee diharapkan
202 nanti indeks modal manusia ini akan
menjadi 0,59.
Artinya apa, Sobat-sobat ASN? Jika IMM
0,54 tahun 2020, itu artinya generasi
muda kita hanya dapat merealisasikan
54% potensi produktivitas idealnya.
Nah, negara dengan IMM yang tertinggi
itu 0,7 sampai 0,8 ini tentu menunjukkan
tenaga kerja masa depan lebih sehat,
lebih terdidik, dan produktif. Jadi,
inilah ee apa namanya? investasi yang
diberikan ee kepada untuk sumber daya
manusia akan diukur dengan capaian
indeks modal ee sosial yang ee itu
komponen IMM itu ada lima yang dilihat
itu adalah angka kelangsungan hidup pada
anak-anak usia kurang dari 5 tahun,
angka kelangsungan hidup usia dewasa 15
sampai 60 tahun, prevalensi stunting,
harapan lama sekolah, dan kualitas
pembelajaran selama periode sekolah.
Nah, ee kalau kita lihat ee indeks yang
selain IMF tentunya di dalam indeks ee
perlindungan anak khususnya itu ee sudah
ditetapkan adanya yang dihitung melalui
indeks e perlindungan anak yang ee
terdiri merupakan ini adalah indeks
komposit yang mencakup indeks ee
pemenuhan hak anak atau yang disebut
IPHA dan indeks perlindungan khusus anak
atau yang disebut dengan PKA. Nah, IPA
ini dibentuk berdasarkan 27 indikator
yang terbagi ke dalam lima klaster hak
anak. Ee yang ini tentunya berdasarkan
ee konvensi hak anak yang sudah kita
ratifikasi. Maka capaian ee IPA Provinsi
Jawa Timur tahun 2023 ini sebesar 67,03
atau ee alhamdulillah ya Jawa Timur
berada di di atas serata-rata nasional.
Serata-rata nasional saat ini untuk
indeks perlindungan anak 63,83.
Hal ini ee tentunya menunjukkan upaya
perlindungan anak walaupun sudah di atas
rata-rata nasional tapi ini perlu
dipertahankan bahkan harus ditingkatkan.
Namun kalau kita lihat per provinsi
indeks perlindungan anak untuk ee
Provinsi Jawa Timur tahun 2023 ada
sekitar 15 kabupaten kota yang berada di
bawah rata-rata provinsi. Nah, tentu ini
menjadi PR kita bersama ee Sobat ASN
bagaimana ee kita nantinya memiliki ee
tugas sesuai dengan ee tugas dan fungsi
ee sobat-sobat ASN bagaimana bisa
berkontribusi di dalam meningkatkan
indeks perlindungan anak di wilayahnya
ee masing-masing.
ee Bapak dan Ibu, selain itu untuk
mengukur sebuah ee keberhasilan di dalam
ee perlindungan atau sumber daya manusia
khususnya dalam perlindungan anak, maka
ee sejak tahun 2 ee 2017 atau 2016 ya ee
Kementerian PPPA berdasarkan ee
Undang-Undang ee 14 ee tahun ee
Undang-Undang ee Perlindungan Anak 35
tahun 14 maka ee telah memberikan ee
diukur melalui ee komitmen ee pemerintah
ee daerah dalam mewujudkan kabupaten
kota layak anak. Nah, ini adalah salah
satu ukuran yang juga nanti menentukan
bagaimana ee kondisi dan situasi serta
komitmen dari pemerintah, dari
masyarakat karena tidak bisa pemerintah
saja untuk melakukan berbagai upaya
termasuk media dunia usaha dan juga
organisasi kemasyarakatan ee dalam ee
perlindungan dan pemenuhan hak anak.
maka ee ee ada penghargaan kabupaten
kota layak anak yang setiap tahunnya
juga diberikan dan tahun ini juga akan
diberikan nanti ee berdasarkan evaluasi
yang sudah dilakukan secara mandiri oleh
ee seluruh kabupaten kota di Indonesia
termasuk kabupaten kota di Provinsi Jawa
Timur dan ini Provinsi Jawa Timur ini
sangat luar biasa pada tahun ee 22
terakhir kemarin ini ee apa namanya
mendapatkan ee penghargaan tidak ada
yang di utama di pratama tapi semuanya
di posisi madya. Ini artinya menunjukkan
ee betapa ee apa nama komitmen dari ee
pemerintah ee baik provinsi maupun
kabupaten kota di dalam mewujudkan ee
perlindungan anak baik pemenuhan maupun
perlindungan khusus. Namun kalau kita
lihat ee sobat ASN, apakah indeks
perlindungan anak ini berbanding lurus
dengan capaian kabupaten kota layak
anak? Harusnya iya. Namun masih ada PR
di 15 kabupaten kota bahwa walaupun
secara rata-rata ini 63 ee 2 ya
rata-rata nasional dan rata-rata
provinsi di atas rata-rata nasional
masih ada ee 15 kabupaten kota yang
menjadi PR kita. Namun kabupaten kota
tersebut telah banyak upaya di dalam
perlindungan anak mungkin ee di dalam
menghitung indeks ini yang perlu juga ee
apa namanya kita telisih bersama gitu
ya. Jadi inilah beberapa poin di dalam
mengukur komitmen dari negara bagaimana
mengukur keberhasilan sumber daya
manusia, pembangunan sumber daya manusia
ee di Indonesia. Nah, kalau kita lihat
ee juga ee komitmen yang mendasari ee
kenapa ee selain dari dokumen-dokumen
yang ada di dalam ee perencanaan
pembangunan ee nasional maupun nanti
tentunya akan berdampak juga kepada
dokumen pembangunan di tingkat ee
provinsi maupun kabupaten kota di
seluruh Indonesia. Maka ee beberapa ee
jelas saja tentunya kita tidak merakukan
lagi bahwa terang di dalam Undang-Undang
Dasar Negara 1945
Pasal 28D, 28E, maupun 28 itu ee
menjamin perlindungan bagi seluruh ee
bangsa Indonesia gitu. Tidak kecuali
adalah perempuan dan an. Nah, juga
Indonesia sudah melakukan berbagai macam
ratifikasi ee di tingkat global. Eh,
jadi eh sudah ada eh untuk perempuan ada
eh convention or elimination of all form
of discrimination again woman atau CIDO
yang disebut dengan konvensi mengenai
penghapus segala bentuk diskriminasi
terhadap eh wanita ya. ini untuk
perempuan. Sedangkan untuk ee anaknya
ini ada di dalam Beijing platform for
action itu ada perhatian khusus yang
sudah diratifikasi juga ini terkait
dengan anak perempuan. Kenapa anak
perempuan? Nanti kita coba akan
diskusikan. Nah, kemudian yang paling ee
kuat di dalam komitmen negara dalam
perlindungan anak adalah negara sudah
meratifikasi konvensi hak anak,
convention of the rights of the child.
ee melalui Keppres ee tahun 1990 di mana
di dalam CRC tersebut ee yang ee ada
lima kluster yaitu hak sipil dan
kebebasan, lingkungan keluarga dan
pengasuhan alternatif, kesehatan dan
kesejahteraan dasar, pendidikan,
pemanfaatan waktu luang dan kegiatan
budaya, serta perlindungan khusus anak.
Nah, kemudian juga ee tadi ee di dalam
kita sudah di dalam Undang-Undang ee apa
namanya 59 ini RPJPN yang sudah kita
bahas di awal tadi untuk menuju
Indonesia Emas sudah tertera bagaimana
ee apa yang harus dilakukan dan apa yang
harus dicapai ya di tahun 2045 dan
dilanjutkan diterjemahkan juga di dalam
dokumen RpJMN 2025-2029
yaitu itu melalui Peraturan Presiden
nomor 12 tahun 2025. Nah, belum ee kita
lihat komitmen di dalam ee berbagai
peraturan perundang-undangan yang lain
ini banyak sekali terkait dengan ee
peraturan perundangan ee baik dalam
bentuk undang-undang PP, Perpres, dan
lain-lain. Dan terakhir ini ee adalah ee
Undang-Undang ee Nomor 12 Tahun 2022 ini
yang ee terkait dengan tindak pidana
kekerasan seksual. yang telah juga
menurunkan peraturan perundangan terbaru
berupa PP nomor 27 tahun 2024 tentang
koordinasi dan pemantauan pelaksanaan
pencegahan dan penanganan TPKS PP nomor
29 tahun 2025 tentang bantuan dana
bantuan korban TPKS
dan PP nomor 30 tahun 2025 tentang
pencegahan tindak pidana kekerasan
seksual serta penanganan perlindungan
dan pemuluhan pemulihan bagi korban TPKS
dan ada empat Perpres yang ee tiga
Perpres yang sudah ee juga diselesaikan.
Nah, ini mungkin nanti kita akan ee juga
ini berbagai aturan-aturan tersebut ee
dengan dari Undang-Undang ee 12 tahun
2022 dan ee terakhir ee undang-undang ee
kemarin yang sudah disyahkan yang
langsung yang saat ini turunan dari
undang-undang tersebut sedang dibahas
secara tuntas dengan ee juga apa namanya
melibatkan partisipasi masyarakat yaitu
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang
Kesetaraan Ibu dan Anak. pada fase 1000
hari kehidupan pertama. Nah, ini
tentunya menjadi fokus karena ini adalah
masa-masa Golden Age, masa keemasan.
Apabila perhatian ee tidak diberikan
secara spesifik, maka sangat rentan ini
sumber daya terjadi lost generation bagi
sumber daya manusia Indonesia ini ee
sangat-sangat rentan ee apabila ee ini
tidak mendapatkan perhatian yang ee
sangat sangat baik dan ini juga
dilakukan oleh seluruh ee kementerian
lembaga tentunya termasuk ee ee
sobat-sobat ASN yang ada di seluruh
Indonesia. Nah, ee komitmen sudah sangat
luar biasa. Berbagai peraturan sampai
kepada peraturan daerah dan lain-lain.
Nah, ini kita nilik bagaimana analisis
situasi pemenuhan hak dan perlindungan
anak di Indonesia.
Apakah Indonesia akan mendapatkan bonus
demografi atau akan menjadi lost
generation bagi sumber dayanya? Mari
kita lihat situasi dan kondisi anak
Indonesia berdasarkan analisis yang
dilakukan. Yang pertama ee adalah
terkait banyakbanyak ee ini ee ee apa
namanya? tantangan di dalam analisis
situasi pemenuhan hak anak termasuk hak
sipil anak ini ee masih terdapat 9,59%
anak Indonesia yang ee belum memiliki
akta kelahiran. Nah, ini tentunya kita
ee apa namanya? masih menjadi PR. Ee
kemudian juga angka kesiapan ee sekolah
di Indonesia 74,34.
Kemudian imunisasi ee ya ini yang masih
menjadi tantangan ya. Jadi belum ee
masih ada PR-PR yang tadi juga ini ee
menjadi fokus di dalam e perencanaan 5
tahun ke depan. Balita stunting
kemiskinan anak. Nah, ini kemiskinan
anak ini juga ee tentunya menjadi
perhatian kita. Apakah kemiskinan secara
ekonomi, apakah kemiskinan secara mental
bagi anak-anak, kemudian bagaimana
terkait dengan ee keluhan kesehatan pada
anak, kesehatan mental dan lain-lain.
Kemudian juga ee kalau kita lihat lagi
di ee apa namanya ee hasil survei yang
ee dilakukan kami lakukan di Kemen PPA
bersama dengan BPS terkait dengan
prevalensi kekerasan terhadap anak. yang
ini dilakukan 2 tahun sekali, maka ee
kita dapat melihat bahwa prevalensi
kekerasan terhadap anak ini menunjukkan
kenaikan. Nah, kalau kita lihat satu
dari dua anak itu mengalami ee kekerasan
ee dan ee ee anak usia 13 sampai 17
tahun mengalami setidaknya satu bentuk
kekerasan sepanjang hidupnya. ee kalau
anak ee perempuan ee 51,78%
dan anak laki-laki 49,83%.
Jadi kekerasan terbanyak ee itu ee apa
korbannya adalah ee perempuan. Nah,
kalau kita lebih dalam lagi melihat
kekerasan apa yang terjadi pada
anak-anak kita, maka ini kekerasan ee
emosional ee 45 dari 100 anak laki-laki
dan perempuan ini mengalami kekerasan.
Nah, termasuk juga ada kekerasan
emosional, kekerasan fisik. Jadi, yang
paling banyak itu ee adalah kekerasan ee
apa namanya ee emosional, ya. Nah,
kemudian kekerasan seksual 9 dari 100
anak enak. Nah, ee pelakunya dari
kekerasan ini adalah ee teman sebaya ini
2/3 dari pelaku kekesatan fisik ya.
Kepada anak itu adalah teman sebaya dan
juga ee ini kalau kekerasan seksual ini
juga dilakukan oleh orang terdekat. Jadi
harusnya tadi ee Pak ee Kepala ee BPSDM
menyampaikan penguatan keluarga itu
sangat tepat sekali karena kekerasan ee
yang banyak dilakukan ee seksual itu
adalah di ee keluarga. Jadi ini baik
yang ee keluarga terdekat ya. Nah, jadi
inilah yang menjadi PR kita bersama
bagaimana keluarga bisa kuat karena
pondasi pertama dan utama tumbuh kembang
anak itu ada di dalam keluarga dan
tentunya keluarga tidak bisa sendiri
tentu melindungi anak perlu masyarakat
sekampung. Nah, ini ee survei juga apa
kita melihat bagaimana ee kekerasan
terhadap anak sepanjang hidup. Nah, kita
lihat sepanjang hidup nih ee ini
terlihat peningkatannya dari tahun 2021
memang 2018 itu menurun di tahun 2021
dan 2024 ee kembali naik. Karena kalau
kita dengar, kita baca ee di dalam
berbagai media ini, tiap hari itu
rasanya tidak ada berita yang tidak ee
apa menayangkan atau menginfokan terkait
terjadinya berbagai kasus bagi anak-anak
kita di seluruh Indonesia. Karena ini
juga ee menjadi apa namanya ee suatu hal
yang ada di ee baik ee baik juga karena
ee kita juga terinfokan bagaimana
situasi dan kondisi anak-anak Indonesia
berbaik di di berbagai pelosok ee karena
geografis ee negara kita. Tapi
intervensi yang kita lakukan juga
tentunya ee berdasarkan ee apa
teman-teman media yang memberitakan
sehingga kita mengetahui kondisi anak
kita yang di seluruh Indonesia. Itu yang
terlaporkan ya. Nah, kemudian juga ee
apa kekerasan terhadap anak ee kondisi
anak saat ini yang sangat juga miris dan
mengkhawatirkan ee bagi kita adalah
kalau kita lihat kekerasan anak di ranah
daring. Nah, ini ee senyap ya, Bapak dan
Ibu karena ee kita juga apa namanya
kekerasan ee anak di rana daring ini
disebut dengan kekerasan seksual
nonkontak. ee di mana pengguna internet
ee kita Indonesia ini adalah pengguna
salah satu negara dengan jumlah pengguna
internet terbesar di dunia di mana
pemakai internet itu adalah 221 juta
jiwa ini setara dengan 79,5%
dari total populasi penduduk Indonesia.
Nah, dari pengguna tersebut 39,71%
itu adalah anak usia dini e yang
menggunakan telepon selular atau gawai.
Nah, sementara 35,57%
ini mengakses internet. Jadi, ada yang
menggunakan tapi tidak mengakses dan
dari 39,71
35,57%-nya
mengakses internet. kita membayangkan
bahwa ee setiap ee apa namanya informasi
yang berseliwiran di dalam internet itu
ada beberapa yang memang tidak untuk
dikonsumsi oleh anak dan ee bahkan di
dalam ee data BPS 2024 tersebut bahwa
5,88%
anak di bawah usia 1 tahun sudah
menggunakan gawai dan 4,33%
yang mengakses internet. Nah, jadi kita
bayangkan ini anak adalah korban.
Korban apa? Korban
ketidakpahaman orang dewasa dengan
memberikan ee apa? kesenangan kepada
anaket dan tentu juga ee untuk
menghindari tanggung jawab ee apa
namanya keluarga ya. Agar anak diam
kemudian agar aktivitas orang dewasa itu
bisa dilakukan dengan leluasa. maka
anak-anak diberikan gawai gitu ya. Dia
asik ee dengan gawainya. Padahal dampak
yang sangat luar biasa ee dari
penggunaan e gadget ini. Nah, ini kita
juga pemerintah sudah berbuat komitmen
juga sudah ada peraturan pemerintah
tentang PP tuntas ya yang dilakukan.
Nah, ini ee apa namanya? bentuk
kekerasan seksual non kontak ini itu ee
apa ada tiga yang sudah terjaring dari
ee survei yaitu ee dipaksa untuk
menyaksikan kegiatan seksual. Nah, ini
ee 3,64%
anak perempuan dan juga ee 2,65%
anak laki-laki. Dan yang kedua dipaksa
terlibat ee dalam foto atau video
kegiatan seksual baik ee yang dikirimkan
oleh anak-anak ee diminta oleh
orang-orang dewasa kemudian diminta
untuk mengirimkan teks, foto, gambar,
dan video kegiatan seksual. Nah, ini ee
yang apa namanya ee menjadi apa
kekerasan di ranah daring ini yang yang
saat ini memang menjadi fokus untuk
bagaimana dampak terhadap anak-anak ini
yang nantinya kalau tidak mendapatkan
penanganan tentu ee akan ee luar biasa
untuk ee apa namanya dampak daripada ee
anak. Nah, kita lihat sekarang e data
Simfoni PPA di tahun
2025 ini ee data jumlah kasus sekali
lagi ini adalah jumlah kasus kekerasan
yang terlaporkan
ee di dalam Sfoni PPA. Maka ee yang
paling ee kota Surabaya memang ee apa
dengan jumlah pencatatan kasus. Jadi
kami juga terima kasih ee belum tentu ya
kabupaten kota lain itu dengan jumlah ee
catatan angka-angka yang terendah tapi
mungkin saja tidak dicatatkan dan tidak
terinfokan di dalam ee ee data Simoni
PPA. Jadi ee Sobat ASN data ini sangat
penting bagi kita karena intervensi ee
yang dilakukan oleh pemerintah di
tingkat ee nasional tentunya berdasarkan
data yang ada di provinsi dan kabupaten
kota. ee data ini sangat baik sekali
karena bisa apakah ini kegagalan dengan
adanya data yang sangat tinggi atau ini
adalah keberhasilan.
ee Sobat ASN ee dengan ee data-data yang
ee ee kekerasan anak yang tercatat saat
ini ini adalah ee prevalensi ini adalah
karena ee gunung es maka e dengan adanya
de to speak up eh semua berani untuk
melaporkan karena ee kalau tidak
diselesaikan dengan baik ee bisa jadi ee
korban-korban ini akan menjadi pelaku ke
depan nantinya. Jadi ada ee dampak
positif apabila ee ini tercatatkan di
dalam data Simponi PPA dan tentunya ada
intervensi dari tingkat nasional ke ee
tingkat ee pemerintah provinsi maupun
kabupaten kota melalui anggaran dana
alokasi khusus baik fisik maupun
nonfisik yang diberikan oleh Kemenin
PPPA tentunya berdasarkan data yang
masuk ee di Simpfoni PPA tahun 2000 ee
setiap tahunnya. Jadi ini ee relay ya
untuk ee seluruh data-data ini. Dan
kalau kita lihat lagi di lebih mendalam
ee data anak ee di Provinsi Jawa Timur
itu ee kita membagi kepada tadi fisik,
psikis, seksual, dan ee eksploitasi yang
nol-nol ini belum tentu enggak ada ya ee
sobat ASN semuanya. ee mungkin ini tidak
terlaporkan sehingga juga untuk
mendapatkan intervensi ini juga akan
menjadi ee pertimbangan ee dalam ee
memberikan ee apa namanya ee
bantuan-bantuan di ke daerah. Nah, kalau
kita lihat secara jumlah ini fisik ee
untuk anak ini jauh lebih tinggi juga
daripada kekerasan fisik yang di yang
apa terhadap kaum perempuan. Kemudian
yang paling tinggi itu adalah kekerasan
seksual. memang yang terjadi ee pada
anak yang ini sekali lagi ini yang
terlaporkan dan tercatatkan
di dalam Simfoni PPA Kemin PPPA. Nah,
belum lagi isu perkawinan anak. Sekarang
isu perkawinan anak itu adalah ee
merupakan bentuk kekerasan terhadap anak
dalam bentuk lainnya. Nah, ini juga
dampaknya tentu sangat luar biasa.
kemiskinan ekstrem ee tentu akan ee
tetap tidak bisa apa ee bisa jadi gagal
untuk pengurangan kemiskinan. Dan indeks
modal manusia tadi juga sangat
dipengaruhi dengan ee kondisi anak-anak,
kawinan anak yang saat ini walaupun
undang-undang sudah ada di revisi ya ee
Undang-Undang perkawinan ee kemudian
usia anak yang bisa menikah usia 19
tahun tapi masih ada dispensasi yang ee
tercatat yang diperbolehkan di dalam ee
Undang-Undang Perkawinan tersebut. Nah,
kita lihat bagaimana kondisi dan situasi
anak di ee Provinsi Jawa Timur ini. Ee
kondisi perkawinan anak ini ee sudah ee
apa namanya secara nasional ee negara
kita sudah ee ini apa indeksindeks
negatif ya. Jadi artinya semakin rendah
ee capaiannya itu semakin bagus. Jadi ee
2 tahun 2024 kita ee ini sudah indeks ee
untuk perkawinan anak ini sudah 5,90 dan
untuk Jawa Timur ini masih 7,78. Artinya
ee masih ada PR bagaimana ee apa ini
juga yang pertama perkawinan anak yang
tercatat, dispensasi anak ini juga
tercatat. Nah, bagaimana perkawinan anak
yang tidak tercatat dengan melakukan
pernikahan atau perkawinan-perkawinan
siri? Nah, ini tentunya ee ee tidak
mudah untuk ee diketahui dan juga
tentunya yang mengetahui nanti
lingkungan sekitar gitu ya. Nah, ini
perlu perhatian khusus dari berbagai
pihak dalam mengendalikan terjadinya
permohonan dispensasi perkawinan hingga
ee tingkat ee wilayah terkecil yaitu ee
desa dan kelurahan gitu ya. Nah, ee isu
lainnya tantangan dalam pembangunan
perlindungan anak ini adalah isu-isu
kebangsaan. Ee sobat Sobat ASM,
bagaimana kita ini radikalisme dan
intoleransi ini data dari Alfara ee
23,4%
ini pelajar ee siswa-siswa SMA atau SMK
di Indonesia ini terpapar, paham
intoleransi. Ini terjadi normalisasi,
ujaran kebencian. ya kita lihat banyak
sekali ee apa namanya anak-anak kita
yang saat ini kalau dulu ee zaman dulu
kita ee bermain dengan berbagai lintas
agama itu enggak masalah tapi sekarang
ini banyak sekali ee apa namanya
anak-anak sudah apa namanya ee
memiliki ee diskriminasilah untuk ee
bagaimana ee ee intoleransi beragama,
intoleransi dengan kesukuan dan
lain-lain. Nah, ini menjadi PR di
kalangan ee ini tentunya ini akan
mengancam kerukunan dan persatuan
bangsa. Karena kita tadi makanya di ee
Asta Cita pertama itu adalah menguatkan
ideologi ee bangsa kita. Nah, tentu
termasuk juga ee hasil survei dari
setara dan ee ini juga ee bagaimana
data-data ini ee kita nanti bisa PR-PR
bersama. Nah, sekali lagi yang mendasar
terkait dengan ee kekerasan terhadap ee
ee perempuan maupun anak ini ini adalah
fenomena gunung es yang artinya Bapak
dan Ibu beberapa ee yang masuk ke dalam
UPTD, PPA maupun di dalam layanan
rujukan akhir kami itu adalah ee
anak-anak yang sebagai pelaku itu
dulunya mereka adalah korban karena
tidak mendapatkan penanganan yang baik
maka ini ee menjadi satu hal yang ee apa
namanya ee menjadi pelaku kekerasan dan
ee ini juga ee bisa terjadi di manapun
dan ee ee berbagai ee program kalau
tidak ee ini diangkat maka ee kekerasan
itu adalah akan terus mengakar dan
mendarah daging ee di bangsa kita. Nah,
untuk itu ee kita selalu menyuarakan
untuk berani bicara, berani mengemukakan
agar apa? Ee anak-anak kalau ditanya
pernah enggak mendapatkan kekerasan?
Mereka bilang tidak. Karena ee pemahaman
di diri mereka itu adalah kekerasan itu
adalah dipukul sampai berdarah padahal
bersiul, menggoda, kemudian ee dan juga
ee mencolek ya. Nah, ini ee tentunya ini
juga ee disebut dengan kekerasan. Nah,
untuk itu ee apabila terjadi kekerasan
untuk memudahkannya berdasarkan ee ee
apa namanya ee Perpres ee tentang
Kementerian Pemberdayaan Perempuan
Perlindungan Anak ee tahun 2020 ini ee
ada layanan rujukan akhir ya untuk
memudahkan akses bagi anak dan perempuan
untuk mendapat ee korban kekerasan atau
keluarga atau siapapun yang melihat dan
mendengar ee silakan menghubungi 129 ee
atau WhatsApp ke 081
ee11291
ya. Nah, ini tentunya akan diselesaikan
dulu di tingkat kabupaten yang sudah ada
UPTD di tingkat provinsi sebagai layanan
ee rujukan lanjutan dan ee Kemen PPPA
adalah layanan rujukan akhir maupun
dengan berbagai lembaga layanan. Nah,
ini aksesnya Bapak dan Ibu ee ada bisa
dilakukan pengaduan langsung outline,
call center dan ee lain-lainnya. Nah,
bagaimana prosesnya di dalam
undang-undang ini adalah layanan satu
atap ini nanti kami bisa berikan kepada
Sobat ASN bagaimana tugas UPTD, UPTD
sebagai perangkat daerah yang melakukan
layanan terhadap perempuan dan anak
korban kekerasan sebagaimana yang diatur
di dalam Perpres 55 tahun 2000.
Ee maka ee ini adalah layanan ee ada 11
ee layanan yang ee diberikan oleh
UPTDPA. Namun kita lihat saat ini dari
38 provinsi baru 34 yang memiliki UPTD
dan dari 514
kabupaten kota di Indonesia baru sekitar
65%
yang memiliki UPTDPA. Nah, harapannya
nanti tentunya ee Bu Kadis Bulis nanti
ee seluruh ee kabupaten kota di Provinsi
Jawa Timur sudah ee membentuk ee UPTDPA
di seluruh kabupaten kotanya. Nah, ee
dengan melihat situasi dan kondisi
tersebut ee sobat-sobat ASN semua,
pertanyaannya bagaimana kita mencapai
delapan misi dusta? siapa dan apa yang
diintervensi agar tercipta ekosistem
yang ramah anak atau yang sekarang ini
adalah sistem perlindungan anak. Nah,
dari delan Asta Cita ini ee tentunya ee
tidak hanya ee program prioritas satu
sekali lagi dan program prioritas EMP,
tapi di seluruh prioritas ini akan ada
intervensi baik secara langsung maupun
tidak langsung untuk menciptakan untuk
mewujudkan anak Indonesia yang sehat,
cerdas, dan berakhlak mulia. Nah, untuk
itu ekosistem yang harus diintervensi
adalah pertama dan utama sekali adalah
lingkungan keluarga. Bagaimana
menciptakan pengasuhan yang positif,
kemudian lingkungan digitalisasi
yang saat ini juga sangat ee menginikan
kita dan kemudian lingkungan ee
masyarakat, lingkungan sekolah. Saya mau
agak cepat juga mungkin nanti diingatkan
ya. Dan ini ada juga pencegahan melalui
wilayah dari anak sendiri, keluarga,
satuan pendidikan, dan ruang bersama
Indonesia yang ada di wilayah-wilayah
terkecil mulai dari desa dan kelurahan.
Nah, ee Bapak, Ibu, Sobat-sobat ASN
seluruhnya, apa yang menjadi fokus dalam
pendidikan ee karakter ee lima
pendidikan karakter anak Indonesia yang
saat ini yang tentunya nanti kita akan
ee ini akan kita ee apa? Deliver ya.
sampai ke tingkat masyarakat terkecil,
yaitu bagaimana karakter religius,
karakter nasionalisme, karakter mandiri,
karakter gontoroyong, dan karakter
integritas. ini yang akan kita apa
namanya kita wujudkan mulai dari ee anak
usia dini kemudian ee untuk bagaimana
meningkatkan ee ee apa tentunya anak
tidak bisa dengan sendirinya butuh
bantuan ee keluarga dan orang tua dan
orang-orang dewasa ee yang ada di
sekitar anak-anak. Nah, untuk itu ada
tiga program prioritas ee yang harus
kita yang dilakukan untuk mendukung ee
asta cita Bapak Presiden dan Bapak Wakil
Presiden ee dalam melakukan upaya
pemberdayaan perempuan dan perlindungan
anak ee di seluruh Indonesia yaitu
dengan mewujudkan ruang bersama
Indonesia. Jadi karena ruang bersama ini
adalah ee untuk ee anak-anak bisa
berinteraktif, bisa jadi tidak
mengurangi tadi ee bagaimana mengurangi
ee gadget dan lain-lain. Nah, tentu ada
ruang-ruang yang diperlukan untuk
aktivitas anak-anak, kreativitas ee
tidak hanya ee apa kemampuan int ee
intelektual saja, tapi juga ee kemampuan
juga untuk ee raninya. Kemudian yang
kedua adalah terkait ee dengan upaya
pencegahan dan penanganan cepat e kasus
kekerasan. Nah, perlu perluasan call
center untuk memudahkan ee masyarakat di
dalam mengakses baik melaporkan ee
maupun e melihat ee mendengar maupun
yang terjadi pada diri sendiri. Nah, ini
ee pemanfaatan perluasan e call center
ini di ee lebih diluaskan dan yang
terpenting adalah intervensi adalah satu
data perempuan dan anak mulai dari desa
dan kelurahan. Nah, ini yang ee tiga ini
yang nanti akan digarap ee untuk upaya
bagaimana 65% dari penduduk Indonesia
ini bisa ee apa mendapatkan ee menjadi
sejahteralah jadi sebuah desa yang
ideal. Nah, ini ee definisinya saja
Bapak dan Ibu ini adalah merupakan
gerakan kolaboratif melibatkan semua
pihak untuk mengedepatkan dan
mengedepankan kearifan lokal ee dan
bersifat ee holistik integratif dan
berkelanjutan. Nah, ee tentunya ini
tidak bisa dilakukan oleh Kementerian
PPPA saja, tapi ini sudah ada MOU dan ee
sedang ada sudut disusun SKB dengan
berbagai lintas kementerian yang
harapannya nanti ini akan bergulir
sampai ke tingkat ee ee pemerintah
provinsi kabupaten kota sesuai dengan
ee dengan tusi kewenangan masing-masing
perangkat daerah. Nah, indikatornya ada
10. ini indikator ini dan yang paling
terpenting saat ini adalah sesuai dengan
semangat dan arahan dari Bapak Presiden
dalam mewujudkan Asta Cita dan program
terbaik cepat yang akan digagas sampai
2029 nanti itu adalah gerakan
kolaboratif. Jadi diukur bagaimana ee
dalam mewujudkan Indonesia emas melalui
perlindungan anak ee siapa yang
terlibat, bagaimana siapa melakukan apa
atau disebut dengan ee NSPK-nya seperti
apa. Jadi ini adalah indikatornya dan
bagaimana peran ASN dalam mewujudkan
ekosistem yang ramah anak. Jadi ee tadi
sudah kita ee kita dengarkan bersama
kami menyampaikan mungkin nanti sobat
ASN juga ee punya ee ee apa ada masukan
dan lain-lain. Nah, bagaimana peran
strategis kita ee dalam ee ini. Nah,
saya teringat ada yang eh apa namanya?
Teori U yang eh dari yang digagas oleh
Otos Karmer ini teori U ini tentu sangat
relevan jika diterapkan pada aparatur
sipil negara untuk membangun ekosistem
yang ramah anak. Nah, karena ini ee
kalau kita lihat dari ee ada dari ee
mulai dari downloading, saying, singing,
presensing eh kemudian juga sampai
kepada creating gitu ya. Nah, ini mulai
dari top down. Kalau ee dari atas itu
adalah absensing. Jadi karena menuntut
perubahan cara berpikir kita, cara
merasa kita, cara bertindak kita. Nah,
ini tentu dilakukan apa yang mau kita
lakukan melalui pendekatan apa perubahan
sosial apa jalur transformasia tadi yang
seperti yang sudah tertera di dalam
dokumen RPJMN kita, RPJPN kita atau
dengan jalur destruktif atau absensing
ini adalah merupakan jalur kemunduran.
Nah, bagaimana ee perbedaan-perbedaan
yang ee apa pendekatan-pendekatan ini?
Sobat-sobat ASN, mari kita ee melakukan
ee perubahan untuk mendapatkan ee
melindungi anak untuk menghasilkan
generasi emas 2045. Ini adalah melalui
ee apa? presensing artinya hadir
sepenuhnya dengan e pikiran terbuka,
open mind, eh hati yang terbuka, open
heart dan kemauan yang terbuka, open
will. Artinya dalam menyusun perencanaan
program dan kegiatan, kita harus
memikirkan apakah ini akan berdampak
terhadap semua sumber daya manusia yang
tentunya dimulai dari anak. Anak itu
siapa? Mulai dari dalam kandungan ya.
Jadi anak seseorang yang berusia 18
tahun termasuk anak yang ada dalam
kandungan. Nah, jalur ini tentu
menggambarkan bagaimana tadi organisasi
atau kita melepaskan pola-pola lama dan
membuka sendiri dengan cara pandangan
baru ee lalu menumbuhkan rasa empati dan
ada keberanian untuk bertindak sehingga
menciptakan solusi baru bersama. Jadi
kolaboratif ini yang ee apa namanya yang
ee bisa teman-teman sobat-sobat ASN
lakukan dalam mewujudkan ekosistem yang
ramah anak. Nah, kemudian ee bagaimana
ee bedanya dengan jalur absensing tadi
dengan teori U ini menggambarkan kondisi
ketika orang atau organisasi menutup
pikiran, hati dan kemauan ini ee kita
akan terjebak sobat-saobn
ketakutan, kebencian. penyangkalan
fakta. Nah, kemudian menolak ide-ide
baru. Hasilnya ya hasilnya kebijakan
yang dihasilkan tidak ramah anak,
kekerasan anak tetap terjadi. Contoh
dalam membangun ruang bermain anak
dengan ee tidak melihat. Jadi ee SOP-nya
hanya melihat membangun saja, maka
diperhatikan pada tanaman yang berduri
bagi anak. Ini pas apa tidak? Jadi di
semuanya ee membuka diri semuanya. Jadi
inovasi itu akan mati. Jadi kebijakan
tidak rama anak, kekerasan tetap
terjadi. Inovasi itu tidak tidak akan
terwujud atau mati gitu ya. Nah,
bagaimana kita ee jalur menciptakan
ekosistem yang ramah anak teman-teman
ASN? Maka dulu ee buka pikiran
contohnya.
Nah, ASN ini ee diharap ee membuka
pemikiran ee pada isu anak, mau
mendengarkan suara anak, orang tua, dan
komunitas. Jadi, sebelum menyusun
perencanaan, mari kita dengarkan karena
salah satu tujuan kita adalah untuk
kesejteraan sumber daya manusia dan
salah satunya adalah anak. Ee
sumber-sumber ASN bisa menggali dari
anak ee dalam berbagai konteks anak. Ee
jadi tidak ada hanya instruksi bekerja
rutin. Nah, nah kemudian mari kita buka
hati. Artinya apa? Es bisa mengasah
empati. Jadi kalau ada terjadi kekerasan
terus ee ini siapa nih OPD yang
melakukan, siapa melakukan apa? Dalam
Undang-Undang TPKS itu sudah jelas kalau
itu kekerasan seksual pada anak, jelas
siapa perangkat daerah yang ee yang
terkait dan apa yang dilakukan. Nah,
peduli pada kebutuhan spesifik anak
termasuk anak rentam, disabilitas, dan
korban kekerasan. Nah, ini bukan hati e
teman-teman lihatlah dari berbagai
aspek. Dan ee kemudian yang ketiga ini
adalah ee ada kemauan tertutup ee ke
kemauan terbuka. Jadi,
perubahan-perubahan diharapkan ee berani
untuk ASN itu berani proaktif ee
berkolaborasi. Jangan diam di tempat ee
sinergi kolaborasi lintesek.
Kalau saat ini adalah bicara-bicara ee
coffee-coffee morning yuk. Nah,
bagaimana nih situasi kondisi anak-anak
kita ee dengan tidak hanya dengan
kementerian ee perangkat daerah atau
kementerian lembaga ya, dengan antar
pemerintah saja tapi juga dengan lembaga
masyarakat, media, dunia usaha hingga
anak itu sendiri. Nah, tentunya nanti
apabila e Sobat ASN sudah ee membuka
tiga menerapkan teori U, maka tentunya
kita tentu akan memahami regulasi dan
kebijakan nasional perlindungan anak
secara menyeluruh jadi tidak spasial.
Yang kedua mengintegrasikan dengan ada
memahami kemudian tentu mampu untuk
mengintegrasikan perlindungan anak ini
ke dalam ee program perencanaan
pelaksanaan dan teman-teman ASN. Sobat
ASN bisa menjadi agen perubahan untuk
memberikan contoh praktik baik termasuk
di lingkungan kerja dan keluarga
masing-masing dan tentunya memberikan
pelayanan publik inklusif dan sensitif.
Ee mohon maaf ini karena jam 10. Kita
merayakan, kita mendengarkan dulu ya.
Mohon izin.
Terima kasih sobat-sobat ASM. Ee kita ee
tadi ee terhenti dulu karena memang
setiap jam 10.
Indonesia Raya dan ee juga ee apa
namanya ee Triarma ee ASN gitu ya. Jadi
ini juga lagu Indonesia Raya. kita juga
ee terus untuk anak-anak kita jangan
sampai anak-anak kita yang tidak paham
tentang ee tidak hafal lagu Indonesia
Raya dan tentu maknanya dari Pancasila
tadi. Nah, ini juga menjadi contoh baik
juga bisa diterapkan di
lingkungan-lingkungan ee daerah yang
terkecil yaitu desa dan kelurahan bahkan
ee juga di keluarga gitu ya. Nah, ee
teman-teman dan sobat ASN ini saya ingin
membuka menggali pemikiran saja. Kalau
ini adalah cita ee delapan asta cita
Bapak Presiden dan Wakil Presiden
Republik Indonesia, maka kita sebagai
ASN dengan menerapkan
teori
tadi, maka bagaimana upaya
memperkokoh ideologi Pancasila.
komoditas keempat nanti tentunya
teman-teman ee apa sobat ASN nanti bisa
menggali dan lebih juga untuk lebih ee
mendetailkan sesuai dengan fungsi
masing-masing. Kemudian juga bagaimana
ee cita-cita dari delapan asta kita itu
adalah ee pemerataan ekonomi,
pemberantasan kemiskinan. tadi data
menunjukkan kemiskinan anak itu masih
sangat tinggi, maka harus dimulai dari
tingkat desa. Ee tadi sudah dicontohkan
bahwa ee ada tiga program prioritas yang
ee melalui ruang bersama Indonesia di
desa dan kelurahan. Nah, kemudian juga
ee Asta Cita ketujuh ini bagaimana
memperkuat ee apa tentunya yang terkait
dengan anak. Anak sekarang sudah ee
terlibat baik sebagai pelaku pengguna ee
dari ee narkoba. kemudian ee judi online
yang saat ini juga sudah melibatkan
dengan anak yang usia ee masih dini gitu
ya. Jadi ini juga menjadi perhatian kita
ee jangan kita ee apa berpikir
terkotak-kotak sehingga ee oh
2.7 program prioritas nasional ketujuh
ini tidak ada kaitannya dengan anak.
Semua ada kaitan dengan anak. terutama
juga nanti bagaimana kembali kita
menguatkan ee toleransi beragama dimulai
dari anak ee kemudian juga bagaimana
nilai-nilai budaya dengan
permainan-permainan tradisional ini bisa
menjawab asta cita Bapak Presiden yang
ke-elapan. Nah, kita turunkan nanti
bagaimana ee apa namanya ee peran-peran
dari teman-teman ASN yang bisa untuk
mewujudkan delan asta cita ini. Tentu
teman-teman dan sobat ASN tidak bisa
sendiri. maka perlu menguatkan sekali
lagi sinergi dan kolaborasi yang
pentakelik dalam melakukan berbagai
upaya perlindungan terhadap ee anak
khususnya yaitu pemerintah, dunia usaha,
akademisi, media, dan komunitas. Nah,
untuk itu maka dengan melihat situasi
dan kondisi yang sudah kami paparkan
tadi, hari anak tahun ini mengangkat
tema anak hebat Indonesia kuat menuju
Indonesia Emas 2045 dengan Anak
Indonesia bersaudara. Ini juga untuk
merekatkan nilai-nilai keagamaan,
persatuan, menghilangkan intoleransi.
Maka kami mengajak seluruh ASN untuk
menyuarakan anak Indonesia bersaudara.
Nah, ini ee dilakukan di seluruhnya
dengan tema subtema yang tentu akan
mengarah kepada delapan hasta cita yang
telah kita ee bahas bersama tadi. Nah,
itu yang e mungkin yang dhon izin, Ibu
waktu yang diberikan telah habis.
Iya, terima kasih. Perempuan berdaya
anak terlindungi menuju Indonesia Emas
2045. Dan sekali lagi perlindungan anak
adalah tanggung jawab bersama. Mari
jadikan ASN sebagai garda terdepan eko
untuk mewujudkan ekosistem yang ramah
anak. Terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Luar biasa sekali atas yang
telah disampaikan oleh Ibu Rini
Handayani. Terima kasih Ibu. Dan
sekarang kita saatnya untuk dapat
berdiskusi atau menjawab pertanyaan yang
telah disampaikan oleh Sobat ASN.
Silakan untuk rais hand bisa open mic
dan juga open cam. Jika sudah siap
kami akan tunggu sejenak dan mohon maaf
hanya satu pertanyaan saja kesempatannya
pada sesi pertama kali ini. Baik, ada
yang sudah open cam dan open mic?
Baik, bisa ditampilkan juga mungkin jika
ada pertanyaan secara tertulis melalui
Zoom meeting.
Saya akan cek sebentar. Baik, terkait
dengan apa yang telah disampaikan oleh
Ibu Rini, ini luar biasa lengkap sekali
begitu ya mengenai Asta Cita 8. Kemudian
poin-poinnya dan bagaimana Sobat ASN ini
harus menjadi individu yang terbuka
begitu ya terhadap apapun perubahan yang
terjadi demi mencapai satu tujuan yaitu
Indonesia Emas 2045. Begitu. Nah,
tentunya banyak pertanyaan yang juga
ingin disampaikan. Mungkin ada Sobat ASN
yang juga ingin sharing terkait dengan
apa yang terjadi di lapangan atau di
tempat kerjanya sobat ASN saat ini
terkait dengan anak.
Entah itu mengenai pelayanan individu
atau mungkin birokrasi yang terkait
dengan perlindungan anak maupun
pelayanan terhadap anak. Disilakan untuk
dapat melakukan diskusi atau bertanya.
Baik, kami tunggu sejenak lagi
untuk sobat ASN yang sudah open mic dan
juga open cam disilakan.
mungkin akan kami himpun begitu ya, Ibu
setelah narasumber kita yang ketiga.
I
baik, saya sudah mendapatkan pertanyaan
Ibu secara tertulis melalui Zoom
meeting. Saya akan cek terlebih dahulu.
Baik, selamat pagi Bapak Abdika dari
Ombutsman di Jakarta. izin bertanya,
bagaimana strategi komprehensif
pemerintah dalam meningkatkan kualitas
keluarga untuk mewujudkan kesetaraan
gender, perlindungan anak, dan penurunan
kekerasan serta stunting? Terima kasih.
Sekian pertanyaannya dari Bapak Abdika.
Ibu izin untuk dapat dijawab langsung,
ya. Baik, terima kasih, Pak Aptika. Ini
pertanyaan yang sangat luar biasa. Dari
tadi kita berbicara peningkatan kualitas
keluarga. Jadi strategi yang
komprehensif untuk meningkatkan kualitas
keluarga ini ada berbagai macam strategi
yang dilakukan yaitu ee strategi
perlindungan anak yang kita mulai e dari
bagaimana terjadi perubahan merubah
mindset dari orang tua, kemudian
bagaimana tidaknya orang tua termasuk
juga ee bisa mendengarkan ee suara anak
dari mulai dari dalam keluarga. Nah,
tentu ada pelatihan-pelatihan yang ee
disebut ee dengan ee pelatihan atas
sekolah perempuan. Kemudian ee kita ee
giatkan untuk bagaimana anak-anak ini
bisa ber ee apa masuk dalam organisasi
sehingga dia ee meningkatkan kapasitas
anak, mampu untuk ee menyuarakan ee apa
kebutuhan, kemudian menyuarakan apa yang
terjadi pada ee diri anak sendiri. Jadi
ee itu yang ee kita terapkan secara
komprehensif. Jadi mulai dari regulasi
ee di tingkat ee pusat kemudian kalau ee
itu tentunya tidak hanya ee yang
mengurus keluarga ini tidak hanya
Kementerian PPPA kita lihat ada Kemenduk
Bangga, ada Kemenak dan kita lakukan
pemetaan-pemetaan yang akhirnya ada satu
intervensi yang kita lakukan bersama ee
untuk menguatkan peran keluarga. Jadi
mulai ee Pak ee Aptika ada pelatihan
bagaimana kita e untuk ee keluarga juga
ee terkait dengan peran ayah ini menjadi
ee bikan kita untuk mewujudkan ee
keluarga yang berkualitas tadi. keluarga
yang berkualitas ee tidak hanya secara
ekonomi tapi juga dalam segala aspek
sosial yang tentunya dengan menerapkan
juga tadi bagaimana kita mendengarkan ee
apa namanya ee dialog-dialog keluarga
dia ee kemudian juga ee menciptakan
ekosistem di dalam keluarga yang ramah
anak. Nah, ee itu mungkin yang dapat
kami sampaikan. Jadi mungkin ee dari
menghimp down dan dari button up. Kalau
dari button up tentu intervensi langsung
dengan menerapkan regulasi-regulasi yang
sudah diwujudkan untuk penguatan
keluarga. Ada keluarga sakinah ee
kemudian sekarang juga ada bagaimana
program e decare yang ramah anak juga
itu bisa untuk meningkatkan kualitas
keluarga. Jadi ada sekolah ee perempuan
yang bagaimana dampaknya nanti
terwujudnya pengasuhan yang ee berbasis
anak di dalam keluarga.
Terima kasih banyak atas jawabannya
Bapak Amdikas. Semoga saja ini menjawab
pertanyaan dari Bapak dan kita harus
akhiri karena memang waktu yang sangat
terbatas. Ibu Rimi terima kasih banyak
atas waktunya dan semoga tetap bisa
mengikuti sampai akhir acara ASN belajar
ini. Sehat selalu, Ibu. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Sampai
jumpa, Ibu.
Waalaikumsalam. Terima kasih.
Semangat.
Baik, sobat ASN di mana pun berada dan
yang baru saja bergabung, terima kasih.
Kita akan segera menjumpai narasumber
kita yang kedua dan akan menyimak
pemaparan materi yang berikutnya yaitu
dari Kepala Dinas P3K Provinsi Jawa
Timur, Ibu Dr. Triwahyuni Liswati, M.Pd.
Terima kasih sobat ASN. Masih bersama
kami dalam ASN Belajar seri ke-27 tahun
2025. Kita sudah sampai pada sesi
pemaparan materi yang kedua oleh
narasumber kita yaitu Kepala Dinas P3AK
Provinsi Jawa Timur Ibu Dr. Tri Wahyuni
Liswati, M.Pd.
Asalamualaikum, Ibu. Apa kabar?
Waalaikumsalam. Sehat, Mbak?
Sehat, alhamdulillah. Wah, sekian lama
kita tidak berjumpa dalam kondisi yang
baik dan juga dalam beberapa rangkaian
acara secara virtual hari ini kita
ketemu Bu.
Alhamdulillah.
Terima kasih sudah menyempatkan waktunya
karena saya yakin ini menjelang
peringatan Hari Anak Nasional tentunya
banyak sekali kegiatan namun hari ini
dapat menjumpai sobat ASN di BPSDM
Provinsi Jawa Timur.
Iya betul.
Baik, sudah tidak sabar saya juga ingin
menyimak apa yang akan disampaikan Ibu
insight dan juga buah pikirannya. Untuk
itu waktu kami persilakan Bu Lis.
Baik terima kasih Mbak ini berapa waktu
saya diberikan Mbak?
Kurang lebih 45 menit Ibu.
saya pasang timer soalnya.
Baik,
terima kasih Mbak Fani atas waktunya.
Sudah ya yang saya paparkan sudah ngih
sudah terlihat ya Mbak Fandi
Iya sudah terlihat dengan jelas Ibu.
Begitu dengan suaranya juga sudah
terdengar jelas. Baik, terima kasih
Bapak Ibu yang saya hormati.
Alhamdulillah pada pagi hari ini ee kita
bisa bertemu ee dalam ruang yang luar
biasa,
dalam ruang yang luar biasa dari seluruh
sahabat ASN ee di Provinsi Jawa Timur.
Perkenalkan saya dr. Lis. tadi sudah
disampaikan oleh Mbak Fani bahwa memang
urusan pemberdayaan perempuan,
perlindungan anak, dan pendudukan di
Jawa Timur itu menjadi kewenangan dinas
kami. Jadi, kami ingin ee menyampaikan
bahwa ee dalam materi kita pada pagi
hari ini adalah penguatan peran ASN
dalam implementasi keluarga sehat dan
ramah anak tentunya. Nah, Bapak Ibu,
seperti yang tampak pada ee layar bahwa
semangat dinas kami adalah tangkas
tuntas dalam pelayanan di seluruh
Provinsi Jawa Timur. Ee tidak sekedar
cepat, tepat, akurat, tetapi juga harus
paripurna. Jadi, makanya ee apabila
sangat banyak seperti yang sudah
disampaikan oleh Bu Sahli, Ibu Rini tadi
ee itulah potret sebenarnya. Nah, di
sini ee saya akan menyampaikan
kaitannya dengan ee bagaimana keluarga
sehat dan ramah anak. Nah, ee sahabat
ASN yang luar biasa ee keluarga sehat
dan ramah anak ini adalah ee bangunan
utama gitu untuk seluruh ee kegiatan
atau seluruh ee kehidupan yang itu nanti
akan berdampak secara luas baik itu di
lingkungan masyarakat, di lingkungan
sekolah, bahkan berimbas sampai di
nasional. Nah, keluarga sehat dan ramah
anak ini adalah keluarga yang tentunya
terjadi atau menciptakan lingkungan yang
tentunya aman, nyaman, dan mendukung
perkembangan optimal seluruh anggota
keluarga utamanya adalah anak-anak,
gitu. Nah, ini tentunya ee dalam pola
asuh di dalam keluarga ini harus terjadi
ambil peran yang epik gitu saya
nyebutnya bahwa antara ayah, ibu, dan
anak. Nah, ee dengan melibatkan ee semua
yang ada di dalam anggota keluarga itu
harapannya bisa memastikan gitu menjaga
kesehatan tidak cukup fisik saja tapi
adalah kesehatan mental. Ini yang sering
dialami oleh anak-anak kita gitu bahwa
kesehatan mentalnya terganggu gitu. Jadi
dalam tanda kutip Bapak Ibu, kesehatan
mental terganggu ini tidak identik
dengan gila atau setengah gila. Tidak
gitu. Tapi kita juga harus memastikan
hak-hak anak kita itu bisa terpenuhi dan
ee terlindungi dari segala bentuk
kekerasan dan diskriminasi. Nah, Bapak
Ibu yang saya banggakan,
Bu Kadis yang melatar belakangi, mungkin
Bapak, Ibu mempertanyakan itu bahwasanya
yang menjadi latar belakang permasalahan
apa saja ini sudah saya ee identifikasi
bahwa tingginya kasus perempuan dan
anak, yang kedua adalah tingginya kasus
perkawinan anak, yang ketiga penguatan
dan pengerustamaan gender di dalam
pembangunan. Keempat, peningkatan
pemahaman masyarakat tentunya terhadap
kepemilikan dokumen kependudukan. Nah,
ini semua ee kewenangan ada di Dinas
Provinsi ee di Dinas kami Bapak Ibu
termasuk ee Dinas Pendudukan dan Catatan
Sipil kalau di kabupaten kota. Yang
kelima adalah peningkatan kualitas hidup
perempuan. terakhir adalah peningkatan
pengendalian penduduk dan ketahanan
keluarga. Jadi yang melatar belakangi
dari seluruh persoalan yang ada adalah
pada ee ee poin-poin yang ada pada ee
tayangan ini gitu. Nah, Bapak Ibu, ini
saya memberikan data spesifik gitu.
Bagaimana mungkin teman-teman ASN ini
harus memahami bahwa kekerasan anak di
Jawa Timur tadi seperti disampaikan Bu
Rini bahwasanya Jawa Timur ini tertinggi
loh nomor dua sesuai data Simfoni yang
dirilis oleh Kemen PPA. Tetapi Bapak
Ibu, mohon izin Bapak Ibu ASN yang saya
hormati, kita harus melihat dari ee ee
Pak dari sisi yang berbeda bahwa itu
adalah bentuk refleksi atau hasil dari
kita advokasi selama ini untuk berani
speak up baik itu anak maupun perempuan.
Nah, seperti yang tampak di dalam layar
Bapak Ibu, jumlah kekerasan anak di Jawa
Timur ee dari tahun ke tahun itu terjadi
peningkatan gitu nggih. sempat turun ini
pada tahun 2000 ke 2001 ini adalah pada
saat COVID gitu dan ini meningkat di
tahun 2022 di tahun 2023 dan
alhamdulillah tahun 2024 bisa turun
secara drastis Bapak Ibu seperti di
tabel gitu. Nah, ini tentunya
upaya-upaya yang dilakukan dinas kami
itu sungguh luar biasa gitu. Artinya
berdamp signifikan dari 1531
kasus turun menjadi 11100. itu apakah
semua sudah buka di belum tentu karena
masih ada juga ee korban kekerasan ini
yang belum berani speaking sampai hari
ini. Bahkan mungkin ee seluruh ee
peserta yang ASN yang saya hormati yang
ada di ruang ee Zoom kita kali ini itu
baru menyadari mungkin hari ini, oh ya
berarti waktu dulu itu saya mendapatkan
kekerasan waktu saya SD, waktu saya TK,
waktu saya SMP, waktu saya SMA, itu
banyak yang seperti itu. Ternyata saya
selama ini gak berani melapor gitu. Nah,
Bapak Ibu yang saya hormati, ini yang
selalu kita advokasi bahwasanya tabel di
sebelah ini adalah ee apa ini banyaknya
kasus di tiap kabupaten kota. Contohnya
kota Surabaya gitu ya. Di kota Surabaya
ini paling tertinggi gitu untuk kasus
kekerasan anak. Sedangkan terendahnya di
sini ada zero di di laporan itu ee
Nganjuk Kabupaten Nganjuk cuma satu,
Kabupaten Lamongan cuma satu, Tuban
zero, Lumajang zero, Pacitan zero.
Apakah data ini ee benar sesuai
kenyataan Bu Kadis? Nah, ini yang perlu
saya sampaikan Bapak, Ibu di seluruh
kabupaten kota ini kami harus
meng-upload gitu ya ee seluruh klien
yang sudah kita tangani gitu. Nah, di
kabupaten tertentu itu tidak seluruh
kasus yang ditangani itu ternyata di
tidak semuanya di-upload di data
simfoni. Ini masih ada paradigma bahwa
ee ada ee underpressure dari kepala,
kepala daerah ataupun dari ee anggota
DPR bahwa tidak mau kalau kasusnya di
daerahnya banyak gitu. Padahal ee
sejatinya bukan demikian. Justru
bagaimana kita di dinas ini bisa
melayani semua yang butuh pertolongan
kita itu. Kalau semua bisa kita layani,
tercatat, it's oke gitu enggak masalah.
Semua terdata dengan baik juga kita
dampingi, kita layani. Ee kita juga
sediakan paraligel kalau memang korban
harus melaporkan ke APH. Seperti itu,
Bapak, Ibu. Nah, ee utamanya ini sahabat
ASN yang ada di lingkungan pendidikan
tentunya ee saya juga tidak asing gitu
ya, bahwa di satuan pendidikan baik itu
boarding school ataupun tidak boarding
school potensi terjadi kekerasan itu
besar gitu. Baik itu dilakukan oleh
teman sebanya, kakak tingkatnya, guru
pengajarnya, pengasuhnya, dan semua yang
ada di lingkungan private di satuan
pendidikan itu. Makanya kita memang
harus mewaspadai itu dari lingkungan
yang private dulu gitu. Nah, Bapak Ibu
yang saya hormati, sedangkan
berikutnya yang tampak di layar ini
adalah grafik dispensasi kawin, Bapak,
Ibu. Ibaratnya saya itu jarang pulang ke
rumah gitu. Jadi saya itu selalu
langsung ee masyarakat ke lokus di mana
perkawinan anak tinggi, stunting tinggi,
kasusnya tinggi. Nah, tetapi
alhamdulillah Bapak Ibu ini bisa
dipersani berdampak sangat signifikan
penurunan itu sangat jelas seperti pada
layar gitu. Jadi penurunannya itu kalau
kita rata-rata di situ sudah hampir ee
40% gitu. Jadi dari 17.000
menjadi 15.000, 12.000 dan terakhir di
2024 dispensasi kawin. Kenapa saya pakai
bahasa kawin Bapak Ibu? Karena
undang-undangnya bahasanya adalah
perkawinan bukan pernikahan gitu. Jadi
di sini adalah di tahun 2024 8.753
dan Bapak Ibu kami kami punya data
terpilah sampai spesifik gitu nggih.
Bahwa alasan anak-anak perkawinan dini
dengan dispensasi kawin ini bukan
berarti apa itu terlanjur hamil semua
bukadis? Tidak gitu. Jadi alasan
terlanjur hamil ini justru kecil gitu.
Yang besar apa? yang besar adalah alasan
untuk menghindari zina gitu. Dan saya
juga punya data ri gitu yang terbesar
itu lulusan SD kah, SMP atau SMA Bu
Kadis? Mungkin ada pertanyaan begitu.
Nah, ini yang terbesar adalah pada
lulusan anak sekolah menengah pertama
yang mengguni paling besar, Bapak, Ibu.
Jadi, ini yang tentunya perlu
mendapatkan perhatian. Nah, selanjutnya
Bapak Ibu di dinas kami ini juga punya
data. Jadi, pekerjaan kami itu begitu
kom apa ya begitu banyak dan ee kalau
disajikan dalam data itu bisa
sekomprehensif ini gitu. Ee
jadi pencapaian indeks perlindungan anak
di Jawa Timur dan nasional Bapak Ibu
bisa persani di layar gitu. capaian kita
itu sudah jauh di atas nasional gitu
mulai tahun 2018 sampai di tahun 2023.
Nah, ini ditentukan apa ini? Jadi, Bapak
Ibu untuk pembentukan ee indeks
perlindungan anak ini bisa dikelompokkan
menjadi kluster. Makanya ee semakin
banyak sekolah ramah anak ataupun pondok
pesantren ramah anak tentunya akan
membantu saya di dalam menaikkan IPA ini
gitu. Nah, indikator di IPA ini apa
saja? Mungkin Bapak Ibu yang belum
pernah ee mengikuti ini indikatornya ada
27 itu ee sudah saya petakan lima
indikator ini adalah kluster 1, empat
indikator kluster 2,8 indikator kluster
3, 5 indikator kluster 4 5 indikator
kluster 5. Nah, ini berpengaruh terhadap
IPA. Nah, ee capaian-capaian daerah
seluruh di Provinsi Jawa Timur ini akan
berdampak terhadap kabupaten, kota yang
layak anak dan provinsi yang layak anak.
Tentunya untuk kluster 1 Bapak Ibu di
sini ada hak sipil dan kebebasan. Nah,
hak sipil anak salah satunya itu hak
anak itu adalah hak sipilnya. Sedangkan
hak sipil itu yang dimaksud adalah hak
ee tercukupkannya administrasi
kependudukan dan bukan kebetulan Dinas
Kependudukan dan Catatan Sipil di
Provinsi juga menjadi ee tugas kami
begitu. Jadi ini sangat memudahkan kami
dalam pemenuhan hak anak untuk khususnya
hak sipilnya gitu. Untuk kluster kedua
adalah lingkungan keluarga dan
pengasuhan alternatif. Nah, ini Bapak,
Ibu ee keluarga seperti yang kita
ketahui ini adalah memang
fondasi yang sangat fundamental dan
sangat sensasional. Kalau boleh saya
sebut seperti itu. Untuk kluster tiga
adalah kesehatan dasar dan
kesejahteraan.
Ya, kluster empat ini pendidikan.
Kluster 5 itu perlindungan khusus. Jadi
ini Bapak Ibu yang menjadi hak seluruh
anak kita. Dulu waktu saya masih di
Dinas Pendidikan menyebut anak itu kan
yang ada di rumah kita ngih anak yang
kita lahirkan anak biologis gitu. Tetapi
setelah di DP3 Akad Jatim ternyata bukan
Bapak Ibu. Anak itu bisa anak biologis
dan anak sosiologis gitu. Artinya bahwa
seluruh anak yang berusia kurang dari 19
tahun itu adalah anak kita gitu. Jadi
kita sebagai orang tua punya kewajiban
yang sama di lingkungan manaun saat kita
berada gitu. Kita harus memperhatikan
kelima ini yang hak yang yang harus
dipenuhkan. Jadi hak sipil dan
kebebasannya, hak mendapatkan lingkungan
keluarga dan pengasuhan alternatif, hak
kesehatan dan kesejahteraan,
hak akses kependidikannya dan tentunya
keperlindungan khusus. Jadi ini Bapak
Ibu ee yang ada di satuan pendidikan ini
sangat ee sangat penting gitu untuk
dipahami agar sekolah-sekolah atau
seluruh satuan pendidikan itu ee
memperhatikan indikator ee apa ini
perlindungan anak ini gitu. untuk Bapak
Ibu untuk pencapaian indeks perlindungan
anak ini mungkin Bapak Ibu jadi bertanya
bagaimana buka di pencapaian IPA di
Provinsi Jawa Timur. Nah, Bapak Ibu
Persani dari tahun 2018 sampai dengan
2023 Jawa Timur yang berwarna biru,
Bapak Ibu. Nah, ini selalu di atas
nasional gitu. Artinya bahwa ini bukan
kerja keras buka DP3AK sendiri, bukan.
Tapi seluruh mitra dan stakeholder ee
kami gandeng ee kami ajak kolaboratif
dan konsisten. Itu yang penting gitu.
Nah, untuk itu Bapak Ibu ini juga
senyampang untuk sahabat-sahabat ASN
yang ada di satuan pendidikan yang ini
senyampang masa ee MPLS ataupun
orientasi terhadap sekolah. ee akan
sangat penting anak-anak memahami ini.
Jadi, anak-anak tahu hak yang harus dia
dapatkan itu apa saja gitu ya. Kalau itu
tidak ada, maka anak berhak untuk
komplain gitu. Anak berhak untuk ee
melaporkan bahwa hak akses ini tidak
saya dapatkan gitu. Jadi itu Bapak Ibu
yang saya banggakan gitu. Terus
berikutnya kalau ini capaian kabupaten
kota Bu Sahli. Ee untuk IPA ini sudah
saya buatkan ee terstruktur gitu. Baik
indeks ee perlindungan anak, pemenuhan
hak anak dan ee IPK-nya gitu ya. Jadi
ini untuk seluruh kabupaten kota masih
ada yang di bawah rata-rata Jawa Timur
tapi yang capaian di atasnya lebih
banyak sehingga rata-ratanya kita tetap
di atas rata-rata nasional gitu. Nah,
jadi itu Bapak Ibu yang saya muliakan.
Sedangkan untuk komponen indeks
perlindungan anak ini di Jawa Timur juga
ee gerak tabel ini saya sajikan secara
lengkap begitu nggih.
Bagaimana capaian indeks perlindungan
hak anak. Jadi ee ada indeks
perlindungan anak, ada indeks
perlindungan hak anak, ada capaian
indeks perlindungan khusus anak. Jadi
indikatornya ini Bapak Ibu ada IPA, ada
IPHA,
ada ee
ada IPK gitu. Jadi tiga nih ini harus
belajar satu semester kayaknya ini Mbak
Fan kalau untuk ini nanti gitu. Nah,
saya lanjut saja untuk Bapak Ibu selain
selain pemenuhan hak-hak anak tadi untuk
anak itu bisa paham sehingga anak itu
bisa melapor manakala oh saya di
keluarga itu tidak mendapatkan
lingkungan yang aman, tidak mendapatkan
lingkungan yang nyaman. Contoh nih,
mendapat kekerasan dari omnya, dari
kakeknya, mendapatkan pelecehan dari
omnya, dari kakeknya atau dari
tetangganya, artinya lingkungan dia
enggak aman. Nah, ini anak harus di
diberi
advokasi bahwa dia ee harus didampingi,
harus dia berani melapor gitu. Harus
dipahamkan bahwa anak-anak ini punya hak
lima tadi, gitu. Nah, untuk ee
prevalensi stunting Bapak Ibu ini juga
menjadi urusan dinas kami karena sebagai
sekretaris tim TPPS penurunan stunting
di Provinsi Jawa Timur adalah saya gitu
sebagai Kepala Dinas DP3 AK Jatim
sehingga ee apakah inline buka
perkawinan anak menyebabkan kelahiran
balita yang berpotensi stunting. Nah,
ini perlu riset tapi pada kenyataannya
memang iya gitu. Nah, alhamdulillah
Bapak Ibu capaian kita ee terbaik kedua
setelah Provinsi Bali. Jadi ee
penurunannya itu sangat signifikan.
Untuk itu ee kami pun terus ee
bersinergi dengan Dinas Kesehatan dengan
BKKBN untuk memantau ee seluruh
kabupaten kota di Provinsi Jawa Timur.
Nah, Bapak Ibu, ini yang dipesankan Ibu
Gubernur gitu.
Apakah ee perceraian di kalangan ASN itu
trennya meningkat gitu yang banyak baik
itu cerai talak maupun cerai gugat gitu.
Nah, Bapak Ibu untuk para ASN Pemprov
Jatim kami di DP3AK itu punya Puspaga
setara. Jadi di sana sahabat-sahabat ASN
bisa mencurhatkan segala keluhannya
gitu. Tidak harus ee tentang keadaan di
rumah, mungkin mencurhatkan tentang
pekerjaan yang under pressure, bagaimana
pola asuh anak gitu, bagaimana mungkin
ee suaminya kok jadi berubah karena
puber kedua gitu. Nah, itu bisa tidak
harus datang ke ke kantor by akan
dilayani oleh psikolog klinik dan
insyaallah Bapak Ibu data Bapak Ibu itu
ee pasti kami rahasiakan seperti itu.
Jadi mudah-mudahan ee media itu bisa
teman-teman ASN gunakan karena selama
ini kalau untuk kasus kekerasan
perempuan dan anak lapor sudah tahu,
sudah hafal 129 gitu. Nah, sekarang
kalau ASN bagaimana kalau punya masalah
gitu
karena
bukan berarti kita sebagai ASN tidak
punya masalah, baik itu dalam keluarga,
dalam pekerjaan, dalam pertemanan. dalam
hubungan sosial lainnya itu semua bisa
diurhatkan seperti itu. Nah, Bapak Ibu
ini kepemilikan fakta kelahiran karena
ini menjadi urusan saya juga gitu nggih.
Jadi urusan saya itu pemberdayaan
perempuan, perlindungan anak, ee terus
ee
pembangunan keluarga berencana
sama catatan ee kependudukan dan catatan
sipil sehingga data kami itu lengkap
gitu. kepemilikan akta kelahiran. Nanti
Bapak Ibu mohon dicek apakah
putra-putrinya sudah memiliki akta
kelahiran ini karena capaian kita sudah
sangat tinggi 95,64%.
Ini juga tidak saya capai dengan mudah
gitu Bapak Ibu. Saya harus berpeluruh
rumah sakit Pempr maupun swasta, baik
itu Pempr maupun rumah sakit swasta
bahkan klinik bersalin gitu. Jadi kami
berpupun
ASN melahirkan itu nanti tidak perlu
kecapil untuk ngurus akta kelahirannya.
Cukup melahirkanlah di tempat rumah
sakit-rumah sakit ee pemerintah maupun
swasta yang sudah berp
hari itu ibu-ibu melahirkan.
Maka di hari itu juga pelayanan kami 1*
24 jam. akta kelahiran itu sudah akan
disampaikan. Jadi tidak perlu
mengunjungi ee ke Dinas Duk Capil gitu
ya, ngantri lama gitu enggak perlu gitu
juga. Selain itu update KK jadi kartu
keluarga otomatis dengan proses
kelahiran adalah nambah kakak, nambah
anggota keluarga gitu. Atau mungkin
mohon maafillah minzalik apabila terjadi
proses kematian. Jadi akta yang kita
berikan bukan akta lahir, tapi ya akta
kematian baik itu untuk ibu ataupun
anaknya gitu. Tapi kalau kalau anak itu
meninggal saat dilahirkan kan berarti
belum sempat dicatatkan, belum punya
NIK. Tapi kalau sudah lewat 1* 24 jam si
anak kan sudah punya NIK gitu. Jadi
seperti itu Bapak Ibu layanan kami.
Mudah-mudahan ee di sini juga
teman-teman ASN yang belum ng Oh iya ya
kalau begitu melahirkan di klinik
ataupun rumah sakit yang sudah
berpakadim
untuk layanan ee satu someday service
ini gitu. Next. Ee kepemilikan kartu
identitas anak. Nah, ini putra-putri
Bapak Ibu yang belum punya KIA gitu
nggih. Karena capaian kita masih rendah
untuk KIA ini masih di 60,17%
kan beda dengan ini akta. Kalau akta
sudah pada 95,64.
Nah, kenapa ini masih rendah? Karena
masyarakat pada umumnya menganggap tidak
diperlukan Kie karena kalau ee apa gak
mau pergi ke luar negeri ataupun ee
untuk kegiatan-kegiatan
yang membutuhkan KIA, mereka pada
umumnya tidak diuruskan KIA-nya. Padahal
nanti saat pemberian bantuan sosial si
anak ini datanya harus punya KIA. Nah,
itu baru berbondong-bondong kalau untuk
ee pengurusan bantuan sosial gitu. Nah,
harapannya ee agar semua dokumen
kependudukan itu tercukupkan, maka orang
tua tetap menjadi ee penentu utama dan
utamanya di sini sahabat ASN maupun non
ASN yang sudah bergabung gitu. Nah,
Bapak Ibu yang saya hormati
untuk keluarga bagaimana Bu Kadis indeks
kualitas keluarga karena ini juga
menjadi fusi kami gitu untuk indeks
kualitas keluarga seperti Bapak Ibu
Persadiani di layar komponen-komponennya
indeks kualitas keluarga ini apa saja
gitu ya. Jadi agar kita sebagai ASN itu
juga tahu oh komponen indeks kualitas
keluarga itu di antaranya adalah ee coba
itu Bapak Ibu saya zoom sedikit
komponen legalitas struktur ketahanan
fisik ketahanan ekonomi, ketahanan
sosial dan psikologi, ketahanan sosial
dan budaya. Jadi kompleks gitu nggih.
Kalau kita bicara tentang keluarga,
bagaimana supaya ketahanan ekonomi,
ketahanan sosial, ketahanan fisik,
ketahanan legalitas. Artinya legalitas
ini kan suatu perkawinan memang harus
dicatatkan gitu lah. Yang tidak tercatat
bagaimana Bu Kadis ya otomatis kami
enggak punya datanya gitu kalau yang
tidak tercatatkan gitu. Nah, untuk
selanjutnya Bapak Ibu ini yang menjadi
target di RPJMD kita di Provinsi Jawa
Timur. Kalau capaian prevalensi stunting
kita pada tahun 2025 ini sudah turun
drastis di 14,7,
maka harapannya ini juga mengalami
penurunan lagi ee mencapai 13,36
ini sampai dengan RPJMD kan sama sampai
dengan tahun 202. Tapi harapan kita ya
akan turun lebih ee signifikan lagi
tentunya.
Kalau prevalensi stunting Bapak Ibu, ini
yang saya sampaikan bahwa kita di Jawa
Timur itu peringkat dua setelah Bali.
Karena Bali di sini ee capaiannya adalah
8,6 sedangkan kita di 14,7.
Nah, ini kan warning ya, kita harus
waspadai. Eh, enek stunting itu
sebenarnya apakah hanya diakibatkan
karena kekurangan gizi? Oh no gitu ya.
Ternyata pola asuh anak di dalam
keluarga ini juga menentukan Bapak Ibu
nanti putra-putrinya sekanteng atau
tidak gitu. Karena kalau kita
menyerahkan contoh nih secara finansial
orang tua mampu tapi waktu untuk
mengasuh tidak ada diserahkanlah kepada
baby sister ataupun ee asisten rumah
tangga. Nah, ini yang mengakibatkan
terjadinya stunting apabila tidak
dipenuhkan ee asupan ee nutrisi untuk si
bayi. Jadi, tidak seperti zaman dulu
bahwa kebanyakan itu karena kekurangan
gizi gitu. Jadi, sekarang ini pola asuh
di dalam keluarga ini juga sangat
penting gitu. Ee Bapak, Ibu harus
kontrol dengan baik gitu. Nah, data
stunting ini ee kami pun juga advokasi
tentunya ke Kabupaten Jember, Kabupaten
Pasuruan, Kota Batu ini yang masih
tinggi nggih tiga teratas gitu. Jadi
untuk tiga terbawah sudah gak masalah.
Jadi kalau yang angkanya di bawah 14,7
ini sudah gak masalah. Tapi yang masih
di atas ini masih menjadi PR saya gitu.
Eh, di tahun ini Bapak Ibu apa sih yang
dimaksud stunting gitu nggih. Stunting
atau stunted perawakan pendek gitu
dengan panjang dan tinggi badan dan
berat badan tidak sesuai normal sesuai
usianya gitu. Nah, ini memang penyebab
utamanya kekurangan gizi kronik tetapi
di keluarga yang mampu itu juga banyak
bayi berpotensi stunting karena pola
asuh yang tidak tepat tadi gitu. Nah, ee
juga bisa karena penyakit atau infeksi
terutama saat 2 tahun pertama kehidupan.
Jadi, kehidupan itu dimulai dari ee hari
pertama kehamilan, Bapak, Ibu. Jadi, itu
sudah dihitung ee 1000 hari pertama
kehidupan. Jadi, sejak di dalam
kandungan pun itu sudah bisa terdeteksi,
gitu. Nah, untuk melakukan
ee pencegahan dan koreksi untuk masalah
stunting di berbagai intervensi disis
spesifik maupun sensitif. Jadi kami itu
ee menjangkanya adalah memetakan
kabupaten kota yang berpotensi tinggi.
Kami jangkau dengan intervensi baik
secara spesifik maupun secara sensitif.
Jadi seperti itu. Nah, kandungan terjadi
pada kekurangan ibu hamil ini, kelainan
bawaan atau lahir prematur
atau kecil sekali di masa kehamilan
gitu. Makanya saat ibu-ibu ASN hamil ini
pantang untuk diet gitu. Jadi akan
berakibat ee fatal terhadap ee janin
yang dikandung nantinya gitu. Nah, ee
Bapak Ibu ini ee adalah bagaimana
sebenarnya kehamilan dan pertumbuhan
janin yang
baik gari pertama kehidupan itu gizinya
harus tepat. Pencegahan penyakit
ini akan menjadi tumbuh kembang optimal
gitu yang mencegah stunting tentunya.
Kalau anak sudah dilahirkan tentunya ASI
eksklusif MPASI ini juga sangat
dibutuhkan untuk di dalam keluarga itu
memulai kehidupan itu dengan baik dan
sehat seperti itu. Nah, Bapak Ibu
dampak stunting itu apa gitu nggih?
Mungkin selama ini sering dengar
stunting-stunting itu pendek atau apa ya
dulu kalau kita masa SD nyebutnya kuntet
kerdil gitu. Nah, jangka pendeknya Bapak
Ibu ini terjadi gangguan perkembangan
otak gitu juga pertumbuhan tulang, otot,
komposisi tubuh menurun dan yang ini
yang fatal-nya akan rendah, sistem
imunnya melemah gitu. Nah, untuk itu
makanya kita sangat konsern. saya
sebagai sekretaris ee stanting di
Provinsi Jawa Timur ini harus
harmonisasi, mengkolaborasikan seluruh
program dan kegiatan baik itu dari Dinas
Kesehatan, dari BKKBN, dan dari Dinas
kami sendiri gitu secara
epik itu agar itu memang berdampak
langsung kepada sasaran kita pada
ibu-ibu hamil atau bayi-bayi yang sudah
lahir dan itu stunting seperti itu. itu
Bapak Ibu. Nah, untuk jangka panjang
kehilangan produktivitas kerja,
perawatan kesehatan tentu pembiayaan
meningkat, perawakannya pendek. Jadi
kalau stunting itu pasti pendek ya,
Bapak, Ibu. Jangan nanti terus teman
ASN-nya saling bully gitu. Kalau pendek
berarti stunting belum tentu gitu nggih.
Jadi kalau stunting pasti pendek, tapi
kalau yang pendek belum tentu stunting
gitu. dan juga resiko penyakit diabetes,
obesitas, jantung, hipertensi,
kanker stroke. Artinya bahwa karena imun
melemah artinya potensi seluruh penyakit
ini bisa datang dengan cepat. Kematian
di usia muda itu karena apa? Gangguan
metabolisme, glukosa, lemak, protein,
hormon. Nah, ini kalau kita tahu
bahayanya gitu, maka ibu-ibu tidak akan
sekali-sekali coba-coba saat hamil tidak
mau berat badannya bertambah melakukan
diet gitu. Nah, ini kalau sahabat ASN
dan seluruh perempuan di Jawa Timur
jangan gitu nggih. Sedangkan untuk pola
asuh sehat Bapak Ibu sebagai kunci
pencegahan. Pencegahannya bagaimana Bu
Kadis? ya tentunya pemberian gizi yang
cukup dan tepat lah tadi kalau
pengasuhan diserahkan kepada asisten
atau kepada ini biasanya kan cukup anak
diam enggak mau makan ya sudah enggak
mau sayur ya sudah enggak mau susu ya
sudah yang penting anak diam. Nah ini
makanya di era sekarang bukan lagi yang
menyerang ee stunting ini bukan
menyerang yang ee gizi buruk saja
artinya yang ekonomi rendah tidak.
tetapi juga pada perumahan-perumahan
elit yang tidak tersentuh itu juga
banyak bayi yang ternyata stunting
seperti itu. Terus berikutnya kita harus
stimulasi tumbuh
tumbuh kembang enak Bapak Ibu bermain
yang interaktif gitu ya memberikan rasa
kasih sayang eman nyaman, memberikan
seluruh hak yang harus anak-anak
dapatkan. Sedangkan kita sudah terbiasa
berperilaku hidup sehat, hidup bersih,
cuci tangan, sanitasi, itu menjadi
perhatian kita, saya rasa gitu ya
sebagai ASN. Tapi kalau ada yang luput
mohon kita saling ee mengingatkan dan
mencermati gitu. Nah, ini Bapak Ibu
dasar hukumnya. Kenapa itu tadi yang
harus saya lakukan Undang-Undang Nomor
23 Tahun 2014 ini tentang Pemerintah
Daerah, Bapak, Ibu. urusan PP ini
merupakan urusan wajib kongkruen non
layanan dasar. Sedangkan dengan
suburusannya ada enam ini, Bapak Ibu.
Ada kualitas hidup perempuan, ada
perlindungan hak perempuan, kualitas
keluarga, sistem data gender dan anak,
pemenuhan hak anak, perlindungan khusus
anak. Nah, ini semua menjadi tanggung
jawab kami di Pemprov Jatim gitu. Jadi
kalau kami tidak berjejaring, bermitra
baik itu dengan OPD pemerintah, dengan
NGO, dengan ee
organisasi swasta, organisasi masyarakat
tentu berat gitu. sehingga untuk
memudahkannya seperti itu. Nah, ini
nanti kalau Bapak Ibu memerlukan
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014
bagaimana sih tentang suburusan kualitas
keluarga ini? Jadi, kami berbagi peran
Bapak, Ibu, pemerintah pusat, pemerintah
daerah, provinsi, pemerintah daerah,
kabupaten, kota dalam penguatan maupun
pengembangan kualitas keluarga gitu
ngih. Jadi ini kami juga ee advokasi ke
seluruh kabupaten kota tentunya.
Selanjutnya kalau Permendekri ini saya
rasa nomenklatur Bapak Ibu tidak perlu
dihafal karena memang ada kodifikasi
nomenklatur perencanaan pembangunan dan
keuangan daerah. Nah, dalam program
peningkatan kualitas keluarga ini yang
perlu dicermati adalah di situ
poin-poinnya gitu. mewujudkan
kesejahteraan gender, pendampingan
menuju ke sana sampai poin yang terakhir
gitu. Nah, ini Bapak Ibu saya rangkum
dari data itu saya permudah di sini
pengertian kualitas keluarga
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang
pendudukan dan pembangunan keluarga.
Nah, Bapak Ibu bisa persani ini sudah
saya sandingkan dan sudah saya
disklaimer dengan warna merah gitu ya.
Jadi ee kualitas keluarga dengan
ketahanan dan kesejahteraan keluarga ini
yang saya disklaimer merah adalah
sejahtera, mandiri dan harmonis gitu
nggih. Jadi dua-duanya penting di
kedua-duanya ada gitu. Jadi harus
perkawinannya harus sah, sehat, maju,
memiliki jumlah anak ideal, berwawasan
ke depan, bertanggung jawab. Kenapa ini
tidak saya tulis dua anak cukup? karena
idealnya berbeda. Kadang ada pasangan
satu sudah ideal gitu, sekarang tidak
perlu dua gitu. Bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa. Jadi seperti ini Bapak
Ibu nih supaya memudahkan. Sedangkan
untuk ee keluarga berkualitas, Bapak Ibu
secara ee
secara ini kita bisa maknai bahwa
keluarga itu merupakan agregat dari
ketahanan keluarga, perlindungan anak,
kesetaraan dan keadilan gender, serta
partisipasi di dalam masyarakat. Jadi
kualitas keluarga itu apa ya merupakan
untaian dari agregat saya menyebutnya
gitu ya. Bagaimana ketahanan
keluarganya, bagaimana perlindungan
terhadap anaknya, bagaimana di situ
terjadi kesetaraannya.
Jadi budaya patriaraki itu memang untuk
masyarakat Jawa masih terasa kental gitu
ya. Tetapi tentunya patriarki ini kan
pada batas kewajaran norma gitu yang
yang wajar tentunya. Kalau itu sudah
melebihi itu, nah itu berarti sudah
bentuk kekerasan, gitu. Nah, kalau Bapak
Ibu definisi letterl-nya sesuai
undang-undang, kualitas keluarga itu
adalah keluarga yang dibentuk
berdasarkan perkawinan yang sah,
bercirikan kesejahtera,
sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah
anak ideal, berwawasan ke depan,
bertanggung jawab, harmonis, dan
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Artinya kalau keluarga kita tidak
harmonis lagi, kualitas keluarga kita
berarti sedang melemah. Itu harus
diperkuat gitu ya. Jadi Puspagastara
siap membantu atau mendampingi Bapak Ibu
semuanya. Sedangkan keluarga Bapak Ibu
kalau kita boleh bagi itu ada keluarga
inti, keluarga konjugal, ada keluarga
luas. Saya rasa ini sudah Bapak Ibu
pelajari sejak SD gitu nggih. Sudah tahu
keluarga inti itu siapa saja. gitu.
Sedangkan keluarga itu adalah sebagai
unit sosial ekonomi terkecil di dalam
masyarakat. Ini ee penting. Kenapa?
Karena terjadi dua atau lebih orang yang
mempunyai jaringan atau interaksi
personal, hubungan darah, hubungan
perkawinan, maupun adopsi. Jadi adopsi
masuk di sini, Bapak, Ibu. Sedangkan ee
keluarga pencetak sumber daya manusia
ini juga sebagai lingkungan pertama
tentunya dan utama dalam pembinaan
tumbuh kembang enak sebagai pusat
kegiatan penting juga aspek di dalam
kehidupan gitu. Bapak, Ibu yang saya
hormati. Kebijakan ini saya rasa Bapak,
Ibu ee cukup untuk diketahui bahwa ini
semua masuk di RPJMN
tahun 2000 sampai 2024. Makanya
disebutkan membangun kebudayaan dan
karakter bangsa itu salah satu fokusnya
adalah meningkatkan kualitas ketahanan
keluarga. Nah, itu Bapak, Ibu. Jadi,
betapa pentingnya keluarga yang kita
sebagai ASN kadang berangkat pagi,
pulang pagi begitu tidak sempat menyapa
ataupun bertemu dengan anak-anak kita.
Jadi sebenarnya ukurannya bukan durasi
tapi bagaimana kualitas pertemuan ini.
Nah, ini jadi indeks kualitas keluarga
itu menyajikan penghitungan indikator
dimensi nilai indeks tingkat nasional
dan provinsi tentunya. ini semua sudah
tertuang dari RPJ
RPJMN maupun RPJMD gitu.
Peningkatan kualitas keluarga ini, Bapak
Ibu yang saya banggakan ee jadi
peningkatan kua lintas keluarga
ini kesetaraan gender. Kalau kita bicara
gender itu tidak perempuan saja. Gender
itu ya laki-laki dan perempuan. Apakah
selama ini tidak setara, Bu Kadis?
Lebih tepatnya belum. Karena indeks
kesetaraan gender kita adalah 0,42
gitu. Artinya kalau 00 itu baru setara,
tapi dalam kehidupan ee sangat nisbi
gitu ya. Sangat tidak mungkin kalau
mencapai 0- dan indeks kesetaraan gender
kita sudah jauh di bawah rata-rata
nasional gitu. Jadi kita 0,42.
Sedangkan
untuk rancangan prioritas sasaran
program baik perempuan dan anak ini
tentunya kita sudah m-breakdown memulai
dari asta cita gitu ya, terus ke dalam
ee program prioritas terus berikutnya
breakdown lagi ke dalam ee Nawa bakti
Satya gitu. Nah, untuk itu Bapak Ibu ini
saya mengajak kita sebagai ASN sangat
bersyukur.
Marilah kita terapkan pola asuh yang
sehat di lingkungan keluarga kita.
Dukung program pemerintah secara aktif
dan berkelanjutan.
Jadikan diri kita ini sebagai panutan
hidup sehat dan tentunya pelindung untuk
hak anak gitu. Jadi harapannya nanti
kalau anak-anak kita semuanya sehat,
negara kita kuat, ASN kita menjadi
hebat, maka insyaallah generasi emas
akan kita ee capai. Begitu. Nah, terima
kasih Bapak Ibu semua yang saya
banggakan. ini pas waktunya ee ini media
sosial saya yang kita bisa berkomunikasi
secara intensif ee saling berbagi
informasi. Nomor HP saya juga tersedia.
Bapak, Ibu kalau pengin berkomunikasi ke
Puspagastara
kami tunggu gitu. Karena memang layanan
itu ee secara komprehensif memang akan
menyasar ASN di seluruh provinsi. Jawa
Timur. Terima kasih, Mbak Fani.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih banyak Bu Li.
Saya menyimak sekali mulai dari awal
hingga akhir dan tentunya ini membawa
value yang baru terhadap Sobat ASN yang
menyaksikan.
Dan saatnya kita untuk di sesi tanya
jawab. Saya sudah menghimpun beberapa
pertanyaan melalui Zoom meeting. Mungkin
saya akan bacakan satu terlebih dahulu
BL Lis, ya.
I
pertanyaan ini dari Ry dari Dinas PMD
Kabupaten Malang. Kekerasan pada anak
bisa diasumsikan dengan banyak cara.
Nah, izin bertanya apakah tidak dapat
nafkah sejak kecil atau tidak dapatnya
perhatian dari salah satu orang tua?
Apakah itu termasuk kekerasan? Dari case
tersebut, apa peran pemerintah untuk
membantu? karena ini merupakan dasar
dari 27 indikator yang telah disebutkan
tadi. Seperti itu, Bu Lis. Monggo
silakan untuk dapat dijawab, Bu.
I terima kasih. Ini Bapak Ibu Ry ya dari
Dinas PMD Malang. Terima kasih. Luar
biasa pertanyaannya. Artinya kena gitu,
Mbak.
Betul.
Eh, kekerasan terhadap anak ini jenis
kekerasan itu sangat beragam baik itu
fisik maupun verbal gitu. Nah, salah
satu yang ditanyakan bagaimana kalau
anak anak ini ditelantarkan. Nah, kalau
nelantaran anak sekali lagi penelantaran
anak ini adalah satu bentuk kekerasan.
Jadi, bisa dilaporkan ke kami gitu. Jadi
harus ada yang melapor Mbak Fani
masalahnya gitu. Jadi
terlantar itu adalah anak negara. Jadi
wajib bagi saya untuk
memfasilitasi si anak menjadi anak
negara gitu. Kalau anak itu betul
terlantar gitu. Tetapi kalau ada orang
tuanya, tetapi orang tuanya sengaja
menelantarkan,
nah minta tolong nanti teman-teman
melaporkan ke kami bahwa ada
penelantaran anak gitu nggih. Di mana
dan kapan terjadinya. kami akan
melakukan penjangkauan dengan cepat
tentunya seperti itu. Jadi, Bapak Ibu
ASN yang saya hormati, kalau nanti Bapak
Ibu menemui di lingkungan dekat Bapak
Ibu ada anak terlantar, ada anak di
ditinggalkan orang tuanya gitu, itu
semua ee menjadi anak negara nantinya
gitu. Kalau tapi kalau ada orang tua
yang bisa dilaporkan, maka orang tua ini
tentunya akan kita ee kita panggil, kita
mediasi tentunya bagaimana terhadap ee
pengasuhan dan ee pemenuhan hak anaknya.
Apabila dia sudah tidak sanggup, maka
anak ini harus diserahkan menjadi anak
negara. seperti itu, Mbak Fani. Jadi ee
di kami pun ee sudah ada tujuh kalau
tidak delapan di tahun ini. Kami
tentunya kalau di shelter kami bukan
untuk ee anak yang terlantar. Tentunya
kami nanti akan mensinergikan dengan
Dinas Sosial, Bapak, Ibu. Karena yang
ada UPT untuk anak-anak terlantar itu
adanya di Dinas Sosial. Tetapi kalau
dilaporkan ke kami terhadap bentuk
terasannya itu kewenangannya ada di
kami. Karena penelantaran anak adalah
satu bentuk kekerasan terhadap anak
seperti itu. Jadi itu nanti akan kami ee
pasti akan kami jemput, kami
koordinasikan dengan Dinas Sosial untuk
bisa ee tinggal kalau anak itu masih
usia sekolah tentunya ya sekolah tapi
wajib tinggal di UPT ditsos. Masalahnya
kalau ada orang tua biasanya kan diminta
orang tua tetap tinggal di rumah. Nah,
ini yang tidak bisa karena bantuan
permakanan dan sebagainya ini anak wajib
tinggal di UPT Dinsos. Seperti itu. Ee
Bapak atau Ibu Ry dari Dinas PMD Malang.
Matur nuwun.
Terima kasih banyak untuk jawabannya,
Ibu. Semoga ini juga menjawab pertanyaan
Ibu atau Bapak Ry di Dinas PMD. Saya ada
satu pertanyaan lagi, Ibu, dari Bapak
Erik, namun tidak dicantumkan dari mana
pertanyaannya, apa rencana strategis
yang dilakukan untuk menurunkan atau
menghentikan anak yang melaksanakan
perkawinan di tingkat SMP? Karena memang
baru-baru ini banyak yang viral dan juga
banyak terjadi di beberapa daerah begitu
ya, tidak hanya di Jawa Timur saja.
Bagaimana Ibu jawabannya?
Baik, terima kasih Mbak eh pertanyaan
yang luar biasa. artinya tension
terhadap anak itu tinggi dari seluruh ee
yang bergabung di ruang Zoom Zoom kita
pada webinar kita pada siang hari ini.
Jadi kalau sesuai data terpilah kami,
betul. Jadi anak yang tertinggi
melakukan dispensasi kawin adalah anak
usia SMP. Lanjutnya tertinggi kedua baru
SMA, baru terakhir adalah SD. seperti
itu. Nah, ee apa rencana strategis kita
ini bukan rencana tapi ini sudah menjadi
program yang sudah kita jalankan gitu
dari awal saya menjabat sampai dengan
hari ini. Makanya penurunan tadi ee yang
itu juga membahagiakan bagi kami kalau
penurunannya sudah hampir ee 40% gitu.
Nah, yang kami lakukan Bapak Ibu
tentunya kami bersinergi dengan Mul
Pentahelik ya, baik itu dengan NGO,
dengan Dinas Pendidikan, dengan ee
lembaga masyarakat dan lembaga non
pemerintah lainnya, organisasi
pemerintah dan organisasi masyarakat
lainnya. yang kami lakukan satu
memastikan bahwa anak lulusan SMP ini
mendapatkan sekolah di tingkat menengah.
Kebanyakan gini, Bapak Ibu di kabupaten
kota jumlah SMP-nya ini banyak. Sekolah
negeri SMA SMK-nya itu kapasitasnya
tidak tertampung gitu. Dan ini anak-anak
biasanya tertampung di sekolah swasta
untuk yang mampu gitu. Nah, yang tidak
mampu bagaimana gitu. Nah, untuk itu
Bapak, Ibu, alhamdulillah sekarang di
Provinsi Jawa Timur sudah berlaku sudah
berjalan
baru ini kita punya 16 sekolah rakyat.
Jadi, nanti apabila sekali lagi Bapak
Ibu apabila menemui ee anak tidak
sekolah, anak putus sekolah tapi data
sudah ada tapi kami tracing kadang by
name by trace itu kami tidak menemukan
anaknya gitu. Makanya kami perlu ee apa
ya, perlu kerja sama dari seluruh
stakeholder ee bisa memberikan informasi
itu kepada kami karena anak-anak ini
utamanya akan bisa ee kita bantu di
dalam sekolah rakyat. Karena sekolah
rakyat ini memang khusus untuk sekolah
ee untuk masyarakat kurang mampu. Ee dan
sekolah ini bentuknya boarding school,
Bapak, Ibu. Seluruh makan. tidur,
sekolah, semua dibiayai oleh negara.
Jadi untuk sekarang ini selain tadi yang
ke Dinsos, Bapak, Ibu, untuk tahun ini
kalau itu yang saya sampaikan kemarin
kan di UPT DINS tahun lalu. Kalau untuk
tahun ini akhirnya kami bisa masukkan di
seluruh sekolah-sekolah rakyat 16 yang
sudah beroperasi di Provinsi Jawa Timur
tahun ini gitu. Jadi anak terjamin
kebutuhannya ee tempat tinggalnya,
permakanannya, pendidikannya pada
sekolah rakyat ini. Baik jenjang
SMP maupun
SMA seperti itu. Jadi sekolah rakyat ini
memang ada SD, SMP, SMA seperti itu,
Bapak, Ibu. Tetapi ya konsekuensinya
satu, anak ini harus terpisah dari orang
tuanya, gitu. Nah, ini kalau dalam pola
asuh di dalam keluarga sebenarnya tidak
koheren gitu. Padahal tempat yang aman
dan nyaman bagi anak adalah dekat dengan
orang tuanya, utamanya ibu dan ayahnya.
Lah kalau anak ini kita bawa, kita pisah
ke sekolah rakyat, konsekuensinya memang
ee pola asuhnya ganti mengikuti pola
asuh di asrama di mana nanti dia tinggal
seperti itu gitu, Mbak. Terima kasih.
Baik, terima kasih banyak Ibu jawabannya
dan semoga menjawab juga Pak Eri dan
waktu yang terbatas kami hanya batasi
dua pertanyaan saja Bu Lis terima kasih
banyak atas waktunya,
atas internet dan ilmu yang telah
disampaikan juga. Sehat selalu Ibu akan
terima kasih sampai jumpa lagi dan kita
akan segera menuju ke pemaparan materi
dari narasumber kita yang ketiga.
Tetaplah bersama kami dalam ASN belajar
seri 27 tahun 2025.
Indonesia
Luar biasa, Sobat ASN yang masih
menantikan narasumber kita yang ketiga
karena sangat menarik sekali untuk dapat
kita simak di mana narasumber yang
ketiga ini adalah merupakan seorang
dokter spesialis yang berdinas di Rumah
Sakit Kemenkes Republik Indonesia yang
ada di Surabaya. Untuk itu langsung saja
saya akan menyapa narasumber kita yang
ketiga, dokter spesialis anak Rumah
Sakit Kemenkes Surabaya, Dr. Ergia
Latifolia, SPA.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh, dokter.
Waalaikumsalam, Mbak Fani. Terima kasih.
Sudah didengar suara saya?
Sudah sangat jelas sekali, dokter.
Terima kasih di sela-sela jadwal
praktiknya harus menjumpai kami secara
virtual di sini ya dalam kurang lebih ya
1 jam begitu, Dok.
Nggih. Alhamdulillah. Terima kasih Mbak
Fami.
Baik, tentunya dinanti-nantikan apa yang
akan disampaikan dan ini pasti ee
berkesinambungan dengan apa yang
disampaikan oleh narasumber pertama dan
kedua. Untuk itu waktu kami silakan.
Terima kasih. Saya share screen ya.
Terima kasih sekali Mbak Fani.
Alhamdulillah kita bertemu di acara yang
luar biasa
ya. Di mana ASN belajar ini kita akan
belajar bersama dan saya diberikan
kesempatan untuk berbicara tentang
kesehatan fisik dan mental anak di era
digital. Apakah sudah bisa di lihat?
Sudah. Sudah tampak jelas sekali dokter.
Oke,
saya akan menyapa dulu yang terhormat
Bapak ee Dr. Ramlianto,
Ibu Rini pembicara yang pertama dan Ibu
dr. Triwahyu Liswati dan ee Bapak Ibu
ASN semuanya kita mulai nggih.
Siap, Dok. Nah, oke. Topik yang akan
kita saya bawakan
bentar
ini membahas tentang kesehatan fisik dan
mental ya, anak di era digital. Di mana
di situ akan ee kita bahas juga panduan
praktis orang tua dalam menghadapi
tantangan pengasuhan anak modern.
Nah, topik yang akan kita bahas
pendahuluan, kemudian ee prinsip
pertumbuhan dan perkembangan pada anak
yang ada kaitannya dengan ee era digital
ini. Serta kita akan bahas pengaruh
gadget pada kesehatan anak dan
rekomendasi apa yang berbasis bukti
ilmiah untuk anak-anak kita di era
digital serta peran dan panduan orang
tua di era digital.
Untuk pendahuluan memang di era digital
ini penggunaan gadget sangat luar biasa.
dan bahkan sudah merata di hampir semua
kelompok usia.
Nah, ee dengan screen time yang semakin
mengkhawatirkan ya, jumlah waktu yang
dipakai untuk screen time terutama pada
bayi dan anak-anak ini sudah sangat
mengkhawatirkan. Nah, pengaruh perangkat
atau gadget ini menimbulkan banyak
masalah. Enggak hanya dengan masalah
sosial aja, tapi ada masalah
kesehatan-kesehatan yang memiliki dampak
jangka panjang akan sangat berpengaruh.
Gangguan neuropsikiatri
juga ditemukan dengan penggunaan awel
gadget pada bayi dan anak-anak yang
memang sebaiknya kita harus cegah semua
dan kita berperan semua di ee area ini.
Nah, ini data yang terkait
ee
saya masak Heeh. yang terkait dengan ee
gadget penggunaan pada anak-anak. ini
luar biasa ya. Data-data tadi juga sudah
disampaikan oleh Ibu Rini, pembicara
pertama kita bahwa penggunaan telepon
seluler mencapai du 39,71%
pada anak usia dini dan 35% lainnya
sudah mengakses internet. Bahkan usia di
bawah 1 tahun itu sudah keluar angkanya
dari BPS bahwa 5,8
anak-anak di bawah 1 tahun sudah
menggunakan tel ee telepon genggamnya.
Dan ini tentunya di bawah 1 tahun dia
kan belum bisa mengambil sendiri ya.
Berarti ada lingkungan atau ee
orang-orang di sekitarnya termasuk orang
tua maupun caregiver-nya itu yang sangat
berpengaruh ya. Dan anak-anak umur 1
tahun pun juga belum bisa mengakses
internet. Berarti ada 4,33%
di bawah anak usia 1 tahun diberikan ee
paparan internet. ini luar biasa
angka-angka ini ya. Kemudian ee 37%
anak usia 1 4 tahun dan 58%
anak usia 5 sampai 6 tahun menggunakan
telepon genggamnya. Ini sudah angka di
atas 50%.
Dan yang mengakses internet sebanyak 33%
anak usia 1 sampai 4 tahun. Dan
lagi-lagi angka itu menembus di atas 50%
yang berusia 5 sampai 6 tahun. Nah,
anak-anak ini sebenarnya kan tidak
serta-merta langsung dia tahu internet,
tahu HP kalau tidak ada lingkungan atau
ee orang tua dan orang-orang terdekatnya
yang mengenalkan. Nah, bahkan di wilayah
tertinggal tercatat
anak usia 13 sampai 14 tahun sudah
kecanduan mengakses media sosial.
Nah, ada survei National Center on
Missing and Exploited Children di
Indonesia menyatakan bahwa peringkat
keempat secara global dan peringkat
kedua di ASEAN dalam jumlah kasus
pornografi anak di ruang digital. Ini
data saya ambil dari Komdigi ngih. Eh,
dan UNICEF menyatakan setiap setengah
detik seorang anak di dunia mengakses
internet untuk pertama kalinya.
Dan Indonesia merupakan jumlah pengguna
internet telah mencapai 79%
dari total populasi. Ini luar biasa. Dan
9,17% dari mereka berusia di bawah 12
tahun yang menjadikan generasi muda kita
semakin rentan terhadap ancaman cyber.
Nah, dalam hal ini kita tidak bermain
dengan angka-angka saja pastinya dan
dampak positif juga ada pada internet.
Namun harus kita lebih bijak untuk
menyikapi internet ini terutama pada
anak-anak.
Sementara anak-anak tadi disebutkan oleh
Bu Rini dan Bu Dr. Tri Wahyu ya atau dr.
bahwa masalah-masalah kesehatan dasar
pada anak-anak itu masih ada seperti
stunting, kemudian imunisasi yang belum
tercapai ya ada ee sekian persen 33%
yang belum terimunisasi kemudian ada
anak 30 sekian persen dengan mempunyai
keluhan kesehatan dan lain sebagainya.
Dan disebutkan Ibu Rini juga ada
kelainan emosional ee kekerasan seksual,
kekerasan fisik dan lain sebagainya
merupakan masalah-masalah dasar yang
masih kita ee hadapi bersama. Dan kita
harus menghadapi tantangan di era global
di mana kita menghadapi tantangan
berikutnya yaitu masalah ee internet,
gadget, dan screen time pada anak.
Nah, di era digital ini kita akan tidak
lepas dari media ya. Di mana media itu
merupakan saluran atau alat komunikasi
yang digunakan untuk menyimpan dan
menyampaikan informasi atau data. Di
mana di era digital ini kita tidak lepas
dari screen time di mana semua media
hampir semuanya berubah menjadi ee
layar ya, menjadi layar. Kalau dulu kan
kita membaca majalah Quran dan lain
sebagainya. Dan kebetulan kemarin saya
beberapa kali mencari majalah-majalah
yang dulu ada, sekarang sudah online
semua dan itu akan kita terpapar dengan
screen time yang luar biasa.
Nah, kita membahas yang kedua yaitu
prinsip pertumbuhan dan perkembangan
anak.
Ciri khas pada anak adalah tumbuh dan
berkembang. Di sini ada dua aspek ya,
ada pertumbuhan dan ada perkembangan. Di
mana tumbuh itu bertambahnya ukuran
fisik. Dari sini kita bisa melihat
pertumbuhan itu diukur dari berat badan,
tinggi badan, dan lingkar kepala. Maaf.
Oh.
Nah, ini ini harus terpantau sesuai
dengan usianya. Misal 0 sampai 1 tahun
berat badannya harus tercapai berapa? 1
sampai 2 tahun harus tercapai berat
badan seberapa dan tinggi badan serta
lingkar kepalanya. Ini semua ada
ukurannya dan ee bisa diukur
tiap bulan bahkan di posiandu Puskesmas
melalui buku KIA. buku KIA yang telah
disebutkan oleh ee pembicara kita yang
kedua itu sangat penting sekali di
Surabaya ee untuk masuk SD harus
menyertakan buku KIA. Nah, ini di sini
ada pencatatan dan pelaporannya bahwa
berat badannya, tinggi badan, lingkar
kepala, dan di satu sisi juga ada
imunisasi dan lain sebagainya. Nah, yang
gak kalah penting adalah perkembangan.
Perkembangan itu beda dengan pertumbuhan
ya. Pertumbuhan itu kuantitatif di mana
kita bisa mengukur dengan berat badan
seperti kilogram, tinggi badan cmeter,
lingkar kepala juga cm. Nah, dengan
perkembangan ini
bedanya adalah bertambahnya kemampuan
fungsi tubuh yang lebih kompleks. Misal
dari dia tidak bisa ee berjalan, dia
menjadi bisa berjalan dan menjadi mahir.
Ini ilustrasi di gambar ya, posisi pada
bayi baru lahir, kemudian usia 1 bulan,
usia 2 bulan. Nah, dia akan bisa jalan
sekitar usia 1 tahun. Nah, inilah yang
disebut perkembangan dan perkembangan
ini juga akan mengikuti tahapan usia
atau yang disebut milestone.
Perkembangan ini bisa motorik halus,
motorik kasar, ee perkembangan bahasa,
perkembangan sosial, emosi, kognitif,
dan perilaku serta fungsi luhur ya atau
yang disebut executive function. ini
yang sangat menentukan anak-anak nanti
ke depannya seperti apa karena fungsi
luhur ini sangat penting sekali dan itu
tidak bisa lepas dari ee perkembangan
anak.
Maaf.
Nah, pertumbuhan perkembangan ini tidak
terlepas dari
ee pertumbuhan dan perkembangan otak
tersendi itu sendiri. Nah, komposisi
otak ini memang terlihat
ee seperti sederhana dari luar, tapi di
dalamnya sangat luar biasa. Terdiri dari
komponen-komponen yang kecil dan ini
mengatur seluruh tubuh ya mulai dari ee
ini otak kecil, kemudian otak tengah,
kemudian ee sistem limbik.
steam limbik ya di depan dan kemudian
korteknya sendiri. Nah, ini mempunyai
fungsi masing-masing otak ini mempunyai
fungsi. Nah, otak bagian belakang yang
ee warna biru ini kita lihat dia
berperan dalam fungsi-fungsi
penglihatan. Kemudian ee otak bagian
samping yang biru muda ini kita terkait
di sini ada fungsi penglihatan.
Fungsi ee penglihatan di belakang ya.
ini pendengaran, bahasa, dan bicara ada
di samping. Kemudian di otak bagian atas
yang warna hijau ini kita akan berbicara
di sini dengan fungsi-fungsi berbagai
fungsi motorik. Kemudian yang di otak
depan inilah yang ee berperan dalam
kecerdasan sosial, kecerdasan
ee
kognitif, serta ini di sini fungsi luhur
kita atau executive function eh
anak-anak mulai berkembang di sini. Jika
ada
gangguan dalam pertumbuhan perkembangan
otak ini nanti kita juga akan melihat
bahwa anak-anak akan terganggu di
perkembangan. Misalnya perkembangannya
terlambat dari segi motorik, berbahasa
ya kemudian atau perkembangannya
terbelakang. Nah, kalau sudah
terbelakang ini biasanya fungsi
kognitifnya juga akan terbelakang di
bawah normal. Kemudian ada gangguan
perilaku, ada emosi, ada gangguan yang
ee neurobhavior seperti autis, ADHD dan
lain sebagainya. Nah, jika ada
pertumbuhan yang terganggu tadi ya dari
segi berat badan, tinggi badan, dia akan
gizi buruk, gizi kurang, stunting. Nah,
ini juga akan terkait dengan kemampuan
otak. Nah, angka sting di Jawa Timur
alhamdulillah sudah turun. Eh e ini kita
harus berpikir bahwa kemampuan otaknya
tadi juga sudah dipresentasikan oleh Ibu
Tri atau Ibu Lis bahwa akan sangat
menurunkan fungsi kognitif 10 sampai 15
digit dari ee kognitif awal.
Nah, ini bagaimana ee era digital ini
mempengaruhi tumbuh kembang anak. Nah,
ini tadi kita lihat fungsi perkembangan
ee di otak bahwa perkembangan kita,
maaf loncat
ee perkembangan otak manusia itu memang
terlihat awal adalah terbentuk pertama
kali dari mendengar dan melihat.
Kemudian dia akan ee berkembang ee
fungsi bahasanya. Dan ini dimulai
3 bulan sebelum kelahiran sampai puncak
titiknya adalah di 3 bulan awal. Nah,
kalau dari lihat grafik ini memang
puncak tinggi tertinggi dari ee fase
kritisnya perkembangan otak adalah ee
sekitar 1 sampai 2 tahun. Makanya kita
sebut ada tadi 1000 hari pertama
kehidupan atau ee 1 2 tahun di awal usia
kehidupan. Nah, ini nanti akan
mempengaruhi kognitif di endingnya.
Kalau kita tidak memberikan stimulasi
atau yang ee nutrisi yang bagus, nanti
kognitifnya akan hasilnya akan rendah.
Nah, kenapa kita pada fungsi otak ini
ada stimulasi dan ada respon? Nah, dalam
usia-usia awal itu pembentukan
ee serabut-serabut saraf itu sangat
penting sekali dan itu tergantung
stimulasi. Kalau terdapat stimulasi yang
sesuai
dan nyaman, responnya akan bagus.
Terbentuk sinap-sinap atau ee
serabut-serabut saraf yang sesuai dengan
potensi anak. Kalau overstimulasi,
nah itu akan beda nanti. Terutama
overstimulasi pada screen time. Nah,
pembentukan serabut-serabut saraf ini
tergantung dari experience erien.
Experience itu apa? Ya, stimulasi yang
kita berikan setiap hari. setiap saat
yang sesuai dengan umur dan ee kondisi
anak.
Nah, ini ilustrasi di mana bahwa jika
anak mengalami ee screen time yang
berlebihan di era digital ini akan
mempengaruhi
suatu pertumbuhan atau perkembangan otak
di mana overstimulasi pada satu reseptor
sensorik maksudnya dengan ee terlalu
sering ee screen time yang berlebihan
itu akan mempengaruhi ee stimulasi yang
dominan. pada area tersebut sehingga
area-area yang lain tidak tersimulasi
dengan bagus sehingga akan tidak terjadi
ee keseimbangan yang sesuai di
fungsi-fungsi otak sehingga nanti akan
berpengaruh terhadap kesehatan maupun
perkembangannya. Nah, pada screen time
ini kita akan lihat ya yang berpengaruh
apa saja konten itu sendiri di mana
konten harus sesuai dengan usia anak
juga. Kita gak bisa memaparkan anak
dengan screen time di luar usia yang
ada. Kemudian ada cahaya. Ini cahaya
juga seperti apa terkait dengan radiasi
dan durasi lama lama pemakaian gadget
tersebut.
Nah, pada penelitian
kita lihat bahwa anak usia 3 sampai 5
tahun yang meng mendapatkan screen time
lebih dari 1 jam per hari tanpa
keterlibatan orang tua terlihat
brinch white meternya atau bagian area
putih mempunyai aktivitas yang lebih
rendah dibandingkan pada anak-anak yang
tidak mendapatkan screen time atau ee
screen time dikurang dari 1 jam.
Ya, area ini berhubungan dengan
kemampuan berbahasa, literasi, dan
kognitif pasti akan terpengaruh. Nah,
harusnya pada anak-anak usia ini ee
stimulasi yang kita anjurkan membaca
bukan membaca yang anaknya membaca tapi
kita mungkin membacakan suatu ee buku
cerita kemudian bernyanyi eh connecting
emotional ya mungkin bonding yang harus
kita bentuk dari orang tua ke anak
kemudian menjadi kreatif ee bahkan hanya
sekedar jalan ee
dan ee tertawa bersama-sama di saat-saat
sibuk itu sangat berpengaruh. Jadi itu
ee beda dengan yang diberikan mungkin
dengan screen time yang lebih dari 1 jam
per hari. Nah, ini sangat berpengaruh
ini ee dalam MRI ya, MRI pada otak anak
di usia 3 sampai 5 tahun dan terlihat
itu yang di ee warna biru. Dengan hal
tersebut, maka kita sangat menyayangkan
jika memang kita orang tua atau
lingkungan sekitar dengan sangat mudah
memberikan
ee gawai, gadget dan bahkan menyediakan
screen time lebih dari 1 jam per hari.
Nanti akan kita bahas ya rekomendasi
screen time sesuai dengan usia juga.
Nah, ini penelitiannya memang di era
digital ini dengan adanya screen time
positif impact-nya banyak e tapi
negative impact-nya lebih banyak lagi.
Ya, ini kita gambarkan dengan segitiga
bahwa positif impact-nya di ujung
sementara negatif impact-nya di dasar
dari segitiga tersebut.
Penelitiannya banyak ya. Intinya bahwa
dengan screen time gak hanya dengan HP
atau gawai, dengan melihat TV aja akan
terpengaruh ya. Dengan TV, anak akan ada
gangguan perilaku jika dikenalkan
sebelum 3 tahun. Bahkan di dalam
penelitian disebutkan tidak ada manfaat
jika melihat TV pada usia anak 0 sampai
2 tahun. Dan melihat konten edukasi
berkualitas ini masih ada manfaatnya
untuk kemampuan akademik pada usia
prasekolah. Usia prasekolah itu 56 tahun
ya. Nah, sementara yang di di sini di
bawah 3 tahun.
Nah, ini terdapat hubungan antara
gangguan gadget dengan penggunaan gadget
dengan ee perilaku hiperaktif, ya.
Kemudian pada anak usia 12 sampai 24
bulan atau ee 1 tahun sampai 2 tahun
terdapat hubungan gangguan perkembangan
berbahasa. Ini banyak sekali, banyak
sekali saat ini. Anak-anak usia 18 bulan
sampai 3 tahun jika melihat TV lebih
dari 4 jam sehari mempunyai risiko
terlambat perkembangan terhadap
berbahasa. Padahal kita ingat ya,
perkembangan berbahasa tadi dibentuk
usia 3 bulan sebelum lahir dan puncaknya
periode kritisnya adalah sampai 2 tahun
awal kehidupan atau usia 2 tahun. Nah,
ini jika tidak kita
stimulasi dengan baik, hasilnya nanti
akan berpengaruh terhadap kognitif ke
belakangnya. Nah, itu tadi kita ingat
grafik yang tadi ya. lah. Bahkan anak di
usia 13 tahun atau lebih berisiko
gangguan perilaku seks dan kekerasan.
Ini terkait isi konten.
Nah, ini kita lihat akhirnya dari dampak
negatif di era digital ini bahwa
ee screen time itu memberikan pengaruh
tidak baik terhadap siklus tidur dan
jadwal tidur pada anak. Kita sering
lihat anak-anak main game melewati batas
tidur, kemudian waktu sekolah dia
menguap terus dan mengantuk. Nah, terus
kejadian ini juga bisa mengakibatkan
gangguan belajar, gangguan konsentrasi
pada anak, dan pengaruh interaksi sosial
pada anak. Karena memang anak-anak untuk
berinteraksi sosial itu juga ada
milestone-nya.
Kalau dia terlewati pada anak, potensi
interaksi sosial akan lusit atau akan
hilang. Nah, ini obesitas pada anak
biasanya terkait dengan dia menggunakan
gadget, dia akan ada snack snack time.
Nah, untuk konten yang tidak sesuai
janji tidak di bawah pengawasan orang
tua akan ee kecanduan pornografi,
kecanduan game dan lain sebagainya. Dan
ini akan merambah
ee ke wilayah dokter psikiatri jika
nanti akan ada ee adiktif atau
kecanduan.
Nah, pasti tadi sudah dengan penelitian
juga dibuktikan dengan MRI juga terbukti
bahwa ada keterlambatan dan perkembangan
bahasa serta keterampilan sosial,
kekurangan waktu untuk bermain dan
bergerak secara aktif
dan kesehatan mata terganggu. ini juga
sudah ee banyak datang ke dokter mata
kasus-kasus dengan kesehatan mata anak
yang terganggu karena berlebihan dengan
screen time.
Nah, ini regulasi screen time yang
berdasarkan rekomendasi dan berbasis
bukti ya pada eh WHO dan American
Academy of Pediatric pada tahun 2016.
Sebenarnya sudah diatur ya. Nah, ini
kita kenalkan bahwa usia 0 sampai 18
bulan sama sekali tidak dianjurkan untuk
mendapatkan screen time, khususnya jika
anak menjadi pengguna pasif dan
dibiarkan sendirian menikmati gawainya.
Penggunaan gawai dibolehkan hanya untuk
video call, itu pun untuk berinteraksi
secara aktif. misal ayahnya ada kerja di
luar kota atau di luar pulau sehingga
mengenalkan ke ayahnya ini bisa
dianjurkan misalnya neneknya juga bisa,
kakeknya yang di luar kota dan lain
sebagainya bisa di menggunakan screen
time ini.
Sementara usia 18 sampai 24 bulan mulai
diperbolehkan mendapatkan screen time
dengan didampingi orang tua atau
pengasuh tidak lebih dari 1 jam. Bagi
anak-anak pada usia ini, screen time
dilakukan untuk memperoleh tontonan yang
bermanfaat. Jadi memang kendali, isi,
konten, dan lain sebagainya masih di
bawah kendali kita. Dan itu pun sesuai
usia. Ada milestone yang harus kita
pelajari. Nanti kita akan bahas di ee
selanjutnya.
Nah, sementara usia 2 sampai 5 tahun
diperbolehkan mendapat screen time tapi
tidak lebih dari 1 jam. Gunakan waktu
screen time untuk berinteraksi dan
memberikan anak kesempatan belajar. Nah,
poinnya di sini untuk berinteraksi dan
memberikan anak untuk belajar mungkin
ide kreatif dan lain sebagainya.
Mengenal ee
angka kan sudah boleh ya usia 5 tahun
mengenal ee doa dan lain sebagainya
masih bisa dipakai tapi dengan catatan
tidak lebih dari 1 jam. Jangan
membiarkan anak menjadi penonton pasif.
ini berhubungan dengan kita
berinteraksi. Dia merangsang untuk
dia untuk berbicara secara ee interaksi
sosial
sebaiknya tetap dalam pendamaian orang
tua dan atau pengasuh. Dan usia 6 tahun
ke atas tetap diberikan batasan untuk
screen time dan orang tua wajib
konsisten dalam memberikan screen time
dan melakukan pengawasan. ini harus
konsisten ya, tidak
mungkin dengan tawar-menawar misalnya
anaknya merengek kemudian oh ya sudah
saya kasihkan gak bisa begitu memang
harus konsisten. Pastikan screen time
tidak mengganggu jadwal tidur, aktivitas
fisik dan kebiasaan lain yang penting
untuk menjaga kesehatan anak. Nah, ini
sangat penting. Di beberapa tempat
praktik anak-anak sudah mengeluh ee
gangguan mata di mana mata kering dan
lain sebagainya. Ini sangat penting
sekali.
Sementara di Indonesia ada Ikatan Dokter
Anak Indonesia yang juga telah
merekomendasikan waktu untuk screen time
tersebut. Anak usia di bawah 1 tahun
tidak direkomendasikan untuk memperoleh
screen time. Di mana anak usia 1 sampai
3 tahun ini todler ya, di mana anak-anak
usia ini adalah mengalami perkembangan
yang sangat pesat ya. semua aspek
pertumbuhan dan perkembangan tadi yang
kita bahas ya, pertumbuhan ee
tubuh, berat badan, lingkar kepala, dan
tinggi badan terkait dengan nutrisi.
Kemudian
untuk perkembangannya ini semua aspek
motorik bahasa, terutama bahasa ya dari
penelitian tadi bahasa akan sangat
terganggu. Nah, pada anak-anak usia 1
sampai 2 tahun, screen time dilakukan
dengan dalam bentuk menonton TV, video,
komputer, gawai tidak dianjurkan juga.
Screen time yang diperbolehkan hanya
dalam bentuk video chatting yang
didampingi orang tua untuk berinteraksi
dengan anggota keluarga yang sedang
berjawab. Nah, ini kembali kata kuncinya
adalah interaksi. Interaksi ini sangat
penting untuk membangun kemampuan
berbahasa pada anak dan interaksi sosial
yang akan nanti ke depannya mempengaruhi
fungsi kognitif pada anak.
Sementara anak berusia 23 tahun ini
tidak lebih dari 1 jam. Hampir sama ya
dengan rekomendasi WHO dan AAP. Semakin
sedikit itu lebih baik. Kegiatan
sendetari yang dianjurkan hanya dalam
bentuk duduk diam untuk mendengarkan
pengasuh, membacakan cerita.
Usia sekolah dasar screen time untuk
anak pada usia ini dianjurkan untuk
tidak lebih dari 1 sampai 1,5 jam per
hari. Pastikan bahwa penggunaan media
tidak menggantikan waktu untuk tidur,
aktivitas fisik, dan kegiatan-kegiatan
harian penting lainnya. Bahkan anak usia
sekolah dasar ini dia penting untuk
bergerak secara aktif, eksplore. Mulai
eksplore lingkungan, mulai eksplor
potensi diri dan lain sebagainya sangat
penting.
Nah,
anak-anak di Indonesia diberikan aturan
atau undang-undang bahwa usia anak
adalah sampai 18 tahun. Nah, untuk
anak-anak ini screen time dianjurkan
untuk tidak lebih dari 2 jam.
Pada tahap ini anak sudah mengerti
konsep keseimbangan waktu ya. SMP, SMA
pasti sudah memahami konsep ini sehingga
orang tua dapat membantu mereka untuk
mengelola screen time yang sesuai dengan
jadwal anak sendiri. Dan pastikan bahwa
screen time tidak mengganggu waktu dan
kualitas tidur anak.
Nah, ini panduan praktis orang tua di
tahap awal ya. Kita harus persiapkan ibu
hamil.
Tadi sudah disebutkan oleh Ibu Lis bahwa
ibu hamil ini sangat penting. Ada
program penambahan zat atau tablet
tambah darah pada ibu hamil. Kenapa?
Karena zat besi pada ibu hamil sangat
penting sekali. Kalau ibunya sudah
anemia, anaknya berisiko terhadap anemia
dan tentunya perkembangan otak yang saat
kehamilan yang harusnya 25% dalam
kehamilan itu sudah ada perkembangan
otak di situ. Nah, itu tidak akan
optimal, tidak akan sesuai kemampuan dan
itu akan terkait dengan fungsi kognitif
pada anak pada saat nanti dia sekolah.
Nah, ini kemudian akan pemantauannya
berlanjut ketika bayi lahir sampai usia
2 tahun. Nah, ini kenapa sampai usia 2
tahun? Tadi 1000 hari kehidupan pertama
yang telah disebutkan oleh pembicara
yang sebelumnya bahwa inilah fase kritis
pertumbuhan dan perkembangan anak.
tentunya setelah 2 tahun kita juga akan
tetap memantau pertumbuhan dan
perkembangan
anak sampai usia
5 tahun. Nah, itu kita lihatkan di buku
kaya. Setelah anak usia sekolah, kita
akan juga memantau pertumbuhan
perkembangannya.
Nah, itu terkait akademik dan sosial
mereka.
Nah, media yang membantu memantau tumbuh
kembang anak. Kementerian Kesehatan
sudah mlauning buku KIA yang terbit
2024. Buku KIA ini ada banyak ya, ada
berbagai macam. Yang terakhir tahun 2024
ini isinya lengkap sekali. Baik
pertumbuhan, perkembangan, imunisasi,
pemberian vitamin A itu sangat detail di
sini. Nah, dengan era digital ini juga
ada Primaku, aplikasi Primaku yang
mungkin ee bisa dipakai sebagai
ee pemantauan juga pertumbuhan dan
perkembangan. Nah, ini untuk primaku ini
sudah di
ee ee di-support apa di
oleh dokter anak Indonesia disupport e
full penuh oleh IDAI di situ. Nah, ini
untuk masyarakat Primo. Dan di situ bisa
konsultasi dengan dokter anak. Di situ
juga mengacu kepada buku KIA. ada
pertumbuhan, ada perkembangan, dan ada
imunisasi serta hal-hal lainnya. Nah,
ada lagi yang aplikasi tentang anak itu
bisa juga dipakai. Itu juga ada
stimulasi ya, stimulasi untuk anak umur
0 sampai 3 bulan kita melakukan apa itu
ada. Padahal itu semua lengkap di buku
KIA. Nah, betul juga kalau pemerintah
ee
mewajibkan buku KIA sebagai syarat masuk
SD karena dari situ akan terlihat
bagaimana riwayat imunisasinya,
bagaimana riwayat pertumbuhannya,
bagaimana riwayat perkembangannya. Nah,
itu sangat baik sekali ee untuk melihat
pertumbuhan dan perkembangan sebelum
usia sekolah.
Nah, di sini akan terlihat jelas bahwa
ada grafik pertumbuhan, ada daftar
imunisasi, ada pemantauan bayi ya, ada
pemantauan harian juga untuk anak-anak.
Nah, ini sangat penting. Vitamin A, obat
cacing, konseling gizi, pemberian makan
pada anak itu di semua ada di buku KIA.
Masalahnya adalah literasi pada orang
Indonesia sangat kurang. sehingga
biasanya buku KIA juga hanya untuk ee
pertumbuhan saja, berat badan, tinggi
badan itu pun jarang diisi. Nah,
mulailah sekarang kita berperan untuk
memantau anak-anak kita
untuk mengisi buku ini sehingga akan
terpantau
kalau dia datang ke posandu atau
puskesmas ataupun ke dokter dengan
menitik pertumbuhannya atau memantau
pertumbuhannya akan terlihat kapan anak
ini risiko stunting atau tidak. Kalau
ditemukan ada risiko stunting itu segera
dikomunikasikan dengan Puskesmas atau
profesional yang lain. Kenapa? supaya
beban negara kita tidak me
memberikan atau menghabiskan dana yang
luar biasa untuk menghadapi stunting.
Karena kita bisa memotong di risiko
stunting. Ada ee grafik di mana berat
badan tidak naik sesuai berat minimal
per bulan. itu sebenarnya sudah
merupakan warning ya atau sign buat kita
semua bahwa
ee ee akan terjadi resiko stunting kalau
tidak dilakukan
ee
intervensi pada anak ini sehingga
berat badan bisa naik sesuai dengan
kondisi atau minimal kenaikan berat
badan per bulan. di sini sebenarnya ada
semua. Sehingga kita harapkan
pemerintah tidak menangani stunting,
tapi pemerintah mencegah stunting dengan
menemukan kasus-kasus yang berisiko
stunting.
Nah, di buku KIA tersendiri
ada rekomendasi
untuk
penggunaan screen time. Ya, di sini juga
terlihat jelas bahwa tidur bayi harus
sekian jam per hari. Nah, untuk juga
menghindari gawai atau screen time yang
berlebihan.
Dengar azan sebentar.
Nah,
yang kedua kita harus membangun
komunikasi. Komunikasi itu kita bangun
sejak dalam kandungan.
Fungsi
saraf kota itu dimulai 4 minggu sudah
terbentuk. Kemudian
fungsi telinga sudah terbentuk, sudah
bisa diajak ngomong ketika usia
20 minggu pada anak-anak dalam
kandungan. Nah, dalam membangun
komunikasi ini kita akan membentuk
bonding ya atau ikatan ikatan antara ibu
dan anak. Nah, dimulai sedini mungkin
dalam semua aktivitas sehari-hari kita
sebaiknya juga menggunakan
interaksi atau komunikasi yang baik dan
kita harus sebagai role model termasuk
dalam screen time ya.
Nah, kita biasanya
seperti contoh yang gambar yang kedua,
kita memberi makan pada anak.
Kadang-kadang kita fokus pada
habisnya makanan,
tapi kita tidak menikmati prosesnya.
Nah, itulah yang kadang-kadang nanti ada
kasus-kasus GTM, kasus-kasus
ee anak gizi kurang, anak stunting yang
karena tidak mau makan. Nah, inilah yang
kita tidak inginkan pada anak-anak kita.
kita harus mempunyai mindset bahwa kita
menikmati semua proses dan anak juga
menikmati semua proses. Kita jangan
fokus pada hasil atau harus makan harus
sekian. Memang di buku KIA makan harus
habis satu mangkok dengan ukuran 250
mili itu ada. Cuman yang kita perlu
tekankan adalah prosesnya untuk habis
itu harus kita nikmati bersama-sama.
Nah, kita lihat ya untuk interaksi makan
aja kita enggak ada yang membuat kita
kedistrak seperti kita gendong ke mana
sampai habis. Nah, kemudian ada gawai
atau gadget mungkin dia gak mau makan,
kita hibur dengan gadget supaya mau
makan itu juga gak boleh. Jadi itulah
pentingnya kita menjadi role model dan
ee membangun komunikasi
sehingga anak akan ee lekat dengan kita
di mana kalau ada suatu proses atau ee
screen time atau ada konten yang tidak
sesuai dengan usia, mungkin dia akan
komunikasikan ke kita juga. Nah, itu
sangat penting sekali. Nah, nah ini juga
kemarin ada isu fatherless ya. buat
anak-anak kita. Nah, ini fatherless ini
di Indonesia memang luar biasa. Nah, ini
kita mulai
ee pemerintah sudah mendukung dengan
peraturan yang di mana ada ayah yang
mengantar sekolah dan lain sebagainya.
Nah, secara sistem keluarga ayah memang
sebaiknya juga berperan ya untuk
interaksi. Gak hanya ibu membangun
komunikasi, membangun bonding, membangun
role model itu sangat penting sekali.
Bahkan kalau di Indonesia yang dulang
atau yang memberi makan pada anak-anak
biasanya ibu-ibu. Nah, kita jarang
sekali melihat ayah memberi makan pada
anak. Nah, ini dari hal seperti itu
sebenarnya kita bisa sekali mulai bahwa
memang anak ee anak-anak juga harus
melakukan bonding dengan orang tua
terutama juga ayah dan ibunya. Nah,
sikapi era digital kita dengan bijak dan
tegas. Ya, bijak tadi ada rekomendasi di
mana screen time sesuai usia ee menurut
rekomendasinya berapa jam dan lain
sebagainya. dan tegas. Tegas tuh kita
enggak bisa ya dengan ee keras. itu
sangat beda tegas itu ya kita punya
aturan dan kita sendiri yang harus
disiplin. Nah, kembali ke role model
bahwa kita juga akan disiplin
menggunakan screen time tidak di depan
anak-anak atau memang kita juga ada
waktu yang ada aturannya semua di situ.
Nah, kita harus tegas di situ. Nah, jika
memerlukan bantuan ya ke profesional ya,
ke dokter spesialis anak, ke psikiatri
karena ada beberapa kasus yang memang
adiksi kecanduan ee game, kecanduan
medsos ya kita memang harus
berkonsultasi dengan psikiatri dan
psikologis klinis serta profesional yang
lain.
Nah, ini PowerPoint saya yang terakhir.
Hop-nya adalah screen time diperbolehkan
untuk menyesuaikan dengan rekomendasi
sesuai usia dan kita tetap mensimulasi
terbaik untuk perkembangan otak pada
masa di era digital ini dengan
berinteraksi dengan orang lain di
sekitarnya. Dan tentunya stimulasi tadi
juga ada ya di buku KIA, di aplikasi
Primaku dan lain sebagainya. ada kita
mengikuti rekomendasi-rekomendasi
tersebut dan khususnya orang tua dan
keluarga adalah bentuk support sistem
yang paling bagus untuk perkembangan
anak.
Anak-anak tidak memerlukan banyak
mainan. Mereka hanya memerlukan orang
tua bermain bersama untuk perkembangan
anak. Saya kira
cukup sekian. Terima kasih. Saya
kembalikan ke Mbak Fani. Terima kasih
Mbak Fani.
Baik, terima kasih banyak dokter
atas apa yang telah disampaikan. Saya
sangat menyimak sekali dan ini sangat
bisa diaplikasikan ke dalam kehidupan
sehari-hari terutama ya. Dan sobat ASN
juga pasti sangat relate dengan apa yang
disampaikan oleh dr. Ergia. Tibalah
saatnya kita dalam sesi tanya jawab dan
saya sudah menghimpun satu pertanyaan
yang disampaikan oleh Bapak Abdika Jaya
kembali dari Ombutsman RI.
Pertanyaannya, dokter, apakah tantangan
terbesar orang tua dalam menjaga
keseimbangan antara akses teknologi dan
kesehatan anak di era digital? Terima
kasih. Seperti itu pertanyaannya.
Bagaimana ini, Dok?
Tantangan pertama orang tua adalah
literasi, Mbak Fani.
Baik. kita harus banyak membaca dengan
ee media yang luar biasa di era digital
itu bisa diakses dari mana-mana. Nah,
literasi kita harus pahami betul bahwa
kebutuhan anak umur sekian adalah apa,
umur anak umur sekian adalah apa, itu
membutuhkan kita membaca. Kalau kita
tidak membaca, kita gak akan tahu itu.
Nah, sementara literasi di Indonesia
dikatakan rendah ya kata angka persisnya
saya gak tahu. Nah, itu sangat penting
dan literasi yang harus ee orang tua
ambil adalah literasi yang bijak ya.
bukan semua media sosial akhirnya kita
ambil, tetapi ada
ee literasi-literasi yang diambil dengan
dari ee sistem pemerintah yang resmi.
Misal Kementerian Kesehatan atau Ikatan
Dokter Anak Indonesia dan ee tadi ya
yang direkomendasikan buku KIA, Primaku
dan lain sebagainya itu yang valid.
Jangan kita berliterasi yang bebas. Nah,
itu yang kita harus tekankan nanti
bingung sendiri. Soalnya banyak pasien
yang, "Dok, katanya internet
begini-begini." Nah, itu yang kita harus
hindarkan. Nah, itu pertama literasi
tersebut. Kemudian setelah literasi
kita harus memahami bahwa ee aturan
itu ada di semua lini ya. Maksud saya
gini, aturan di keluarga, pemainan
gadget di era digital adalah seperti
ini. Nah, itu orang tua juga harus
disiplin.
Kita gak bisa mendisiplinkan anak,
sementara kita sendiri tidak. Nah, itu
role model itu yang kita kembangkan itu
harus rendah. Nah, itu kemudian
ee untuk masalah kesehatan lain itu
seperti imunisasi, stunting, dan lain
sebagainya kita sudah ee tantangan kita
memang ee banyak hal ya, kita dokter
anak sudah melakukan ee kerja sama
dengan Puskesmas terutama di Surabaya
ada program satu dokter anak mendamping
satu Puskesmas untuk mengatasi
masalah-masalah dasar anak termasuk
imunisasi, stunting dan lain sebagainya.
nya. Nah, itu memang kita selama terjun
di masyarakat hambatan utamanya adalah
ketika mereka
sudah mengetahui atau memahami suatu hal
keilmuan tertentu tentang stunting,
mereka kadang membutuhkan masih
membutuhkan pendampingan terutama untuk
ee kalangan menengah ke bawah ya,
ekonomi menengah ke bawah. Begitu saya
rasa Mbak Fani. Semoga membantu
menjawab. Baik, terima kasih banyak juga
dokter atas jawaban yang telah
disampaikan dan semoga menjawab juga
pertanyaan dari Pak Abdika dari Ombusman
Republik Indonesia yang ada di pusat
sepertinya karena waktu sangat terbatas
sekali. Terima kasih banyak dokter atas
waktu yang telah diberikan. Ilmu yang
sangat bermanfaat bagi kita semua. Ini
menjelang Hari Anak Nasional yang
mungkin akan kita rayakan kalau tidak
salah tanggal 23 Juli 2025 besok ya
minggu depan ya. Baik, sekali lagi
terima kasih banyak atas waktunya dan
telah menjadi narasumber kita yang
ketiga. Semoga sehat selalu dan juga
menjadi panutan serta dapat menolong
banyak jiwa dan juga banyak anak. Sampai
jumpa lagi, dokter.
Terima kasih. Terima kasih.
Baik, Sobat ASN di mana pun berada, kita
sudah sampai di penyu acara di mana ASN
belajar seri ke-27 seri tahun 2025 ini
kita harus akhiri dan sebelumnya kita
harus informasikan juga bahwa
esertifikat ini dapat diunduh melalui
semesta Bangkom. Sekali lagi jika
kebingungan silakan langsung menuju ke
website semesta Bangkom. Di sana ada
cara-caranya kemudian harus diisi
terlebih dahulu. Setelah semuanya
selesai terisi, maka e-sertifikat bisa
diunduh dan bisa langsung dicetak.
Seperti itu. Dan demikian seluruh
rangkaian dari ASN Belajar seri 27 tahun
2025 hari ini. Sangat antusias dan
partisipatif sekali sobat ASN yang
mengikuti tanya sesi tanya jawab dan
juga diskusi tadi. Dan semoga saja kita
akan berjumpa lagi dalam seri yang
berikutnya. Terima kasih kepada seluruh
sobat ASN yang sudah bergabung secara
virtual di Zoom meeting maupun di
YouTube BPSDM Jatim TV. Kita akan
berjumpa lagi dalam seri-seri yang lain
dan dipersembahkan oleh Corpu SDGIS
BPSDM Provinsi Jawa Timur. Saya Fan
Patriia pamit undur diri. Sampai jumpa.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Zaman yang terus bergerak.
Sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
ciptakan SDM tunggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan
menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas
AFN
belajar wujudkan
pemerintahan berkelas Dunia tukang
tekang
jadi ASN berbuat kita
yang belajar
dekat