Transcript
OADJbvNkfzg • ASN Belajar Seri 27 - Anak Sehat, Negara Kuat: Peran ASN Mencetak Generasi Emas Indonesia
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0245_OADJbvNkfzg.txt
Kind: captions Language: id [Musik] Kami tujuan dari penyelenggaraan kali ini adalah memahami dan mengedukasi orang tua tentang pentingnya nya deteksi dini agar dapat melakukan yang pertama adalah pencegahan, yang kedua adalah intervensi diri dan yang ketiga adalah bagaimana mengembangkan anak secara optimal. [Musik] Saya ee sangat berterima kasih sekali pada DWP BP SDM Jatim yang sudah menyelenggarakan lomba bercerita dan mewarnai untuk anak-anak TK. Ee terima kasih banyak atas wadah yang telah diberikan sehingga anak-anak di sini bisa ee berkompetisi langsung dengan teman-teman sebanya yang lainnya. Semoga untuk next selanjutnya bisa sering-sering ngadain acara seperti ini. Terima kasih. Ee seluruh peserta sudah lumayan bagus, anak-anak sudah tampil secara maksimal dan saya berharap nanti ke depannya mereka bisa menjadi anak-anak yang tanggap, anak-anak Indonesia yang hebat seperti harapan pada Indonesia Emas tahun 2045. Harapan saya kepada DWP BPSDM Provinsi Jawa Timur mudah-mudahan kegiatan hari ini bisa dilanjutkan lagi untuk tahun yang ke depan dan tahun yang akan datang lagi agar lebih menarik lagi. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] yaitu mendapatkan dari S du [Musik] tiga ya [Tepuk tangan] [Musik] Yeah. [Musik] lagi [Musik] Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan rahayu dan salam sehat untuk kita semua. Sebelum memulai acara pada ASN belajar set kali ini, izinkan saya untuk berpantun terlebih dahulu dan kalau misalnya bisa open cam atau misalnya kasih jempol boleh banget. Untuk pagian ini. Pagi cerah burung bernyanyi. Anak bermain dengan gembira. ASN bekerja dengan hati nurani. Ciptakan ruang aman dan bahagia. Luar biasa sekali semangatnya untuk pagi hari ini. Dan saya ingin sekali menyapa kepada yang terhormat Kepala BPSDM Jawa Timur Bapak Dr. Ramlianto, S.P.MP. Yang kami hormati para narasumber yang telah hadir secara virtual. Staf Ahli Menteri Bidang Partisipasi dan Lingkungan Strategis Kemen PPPA Republik Indonesia, Ibu Rini Handayani, S. M.M. M. Kepala Dinas P3K Provinsi Jawa Timur, Ibu Dr. Tri Wahyuni Liswati, M.Pd. Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Kemenkes Surabaya, Dr. Erga Lil Folia, SPA. serta Bapak, Ibu, Sobat ASN di mana pun berada yang telah tergabung secara Zoom meeting maupun BPSDM Jatim TV di YouTube. Tentunya saya ucapkan selamat pagi dan selamat bergabung dalam ASN Belajar seri ke-27 tahun 2025 kali ini yang mengangkat tema Anak Sehat Negara Kuat. Per ASN mencetak generasi emas Indonesia yang dipersembahkan oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur. Puji syukur kita haturkan kehadirat Tuhan yang maha esa. Berkat perkenanannya kita diizinkan untuk dapat berjumpa secara virtual kembali di hari Kamis ini tanggal 17 Juli 2025 dalam kondisi sehat walafiat dan tentunya di pagi sebelum memulai kegiatan bekerja Sobat ASN mengikuti acara yang memang setiap bulannya diadakan oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur di kantor BPSDM yang ada di Jalan Gadel Surabaya. Bapak dan Ibu Sobat ASN, senang sekali saya Fan Patriia kembali menjadi moderator pada ASN Belajar seri kali ini. Di mana tema kali ini adalah dalam rangka memperkuat peran strategis Aparatur Sipil Negara ASN dalam mendukung tumbuh kembang anak Indonesia secara fisik, mental, dan sosial. BPSDM Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan dan berdampak. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian visi besar Indonesia Emas 2045 di mana kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama. ASN tentunya diharapkan tidak hanya menjalankan tugas birokratis saja, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan sosial yang dimulai dari lingkungan terdekat mereka, terutama dalam hal perlindungan dan pembinaan anak. Selengkapnya akan kita bahas dalam webinar ASN Belajar seri ke-27 tahun 2025. [Musik] Sobat ASN yang berbahagia, tentunya mengawali acara kita pada hari ini sebelum kita masuk ke dalam sesi pemaparan materi para narasumber, kita akan simak terlebih dahulu keynote speech yang akan disampaikan oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto, S.MP. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini, Kamis tanggal 17 Juli 2025, ASN belajar telah memasuki seri yang ke-27. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami selalu berkomitmen sekaligus terus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-27 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka turut serta memberikan kontribusi pemikiran pada momentum Hari Anak Nasional yang akan kita peringati pada tanggal 23 Juli 2025 beberapa hari lagi. Tahun ini Hari Anak Nasional mengusung tema yang sangat kuat dan penuh harapan. Anak Hebat Indonesia kuat menuju Indonesia Emas 2045. Tema ini mengandung pesan strategis bahwa membangun bangsa tidak hanya dimulai dari formasi birokrasi, pembangunan infrastruktur atau transformasi digital, tetapi juga investasi paling mendasar, yakni tumbuh kembang anak yang sehat, cerdas, bahagia, dan terlindungi. Karena tema ini sangat penting untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN Belajar seri ke-27 tahun 2025 ini mengangkat topik anak sehat negara kuat. Rana ASN mencetak generasi emas Indonesia. Nah, sudah menjadi tradisi akademik ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Shabat ASN di seluruh tanah air, Hari Anak Nasional yang kita peringati setiap tahun tentu bukan sekedar sebuah seremoni belakang, tetapi sebuah pengingat nurani bahwa masa depan bangsa sedang bertumbuh di ruang-ruang tumbuh kembang anak-anak bangsa. Momentum ini juga untuk menegaskan bahwa perlindungan, pendidikan dan cinta kasih terhadap anak bukan pilihan, tetapi kewajiban moral, kewajiban sosial, dan bahkan kewajiban konstitusional. bahwa setiap anak yang sehat, bahagia, dan berdaya adalah benih peradaban untuk Indonesia yang adil, maju, makmur, dan berkelanjutan serta berdaya saing tinggi. Sat HSN, Hari Anak Nasional juga menjadi ruang refleksi bahwa masa depan Indonesia bukan hanya soal teknologi dan angka statistik, tetapi tentang siapa yang kita siapkan hari ini di ruang keluarga, di bangku sekolah. dan di rumah kita masing-masing. Jika kita mendambahkan Indonesia yang benar-benar hebat, maju dalam ilmu, adil dalam tatanan, dan tangguh menghadapi zaman, maka kita harus memastikan anak-anak bangsa tumbuh dalam limpahan kasih sayang yang menumbuhkan pendidikan yang mencerdaskan akal dan nurani, serta perlindungan yang menjamin rasa aman dan harga diri. Sebab dari tangan kecil merekalah masa depan digenggam dan dari jiwa yang utuh merekalah peradaban dibangun. Satn, kita sebagai aparatur sipil negenggara tentu punya amanah besar dalam urusan publik, administrasi, dan pemerintahan. kita mengurus regulasi layanan masyarakat, data, sistem, hingga kebijakan-kebijakan strategis di negeri ini. Namun hari ini kita diingatkan bahwa tugas kita tidak berhenti hanya sampai di kantor, di meja kerja, atau di balik layar birokrasi. Di balik nama besar aparatur sipil negara, kita adalah orang tua, pendidik, pelindung, dan penuntun di komunitas yang paling primer, yakni keluarga. Kita adalah ayah dan ibu dari anak-anak yang kelak akan menjadi bagian dari Indonesia Emas 2045. Maka dalam konteks pembangunan nasional menuju Indonesia 20245 tersebut, anak-anak yang hari ini kita asuh adalah pemimpin, inovator, guru, dokter, dan pembela negeri di masa depan. Mereka adalah sumber dari manusia yang akan menyelesaikan tantangan yang bahkan hari ini belum sepenuhnya kita pahami. Dan peran kita hari ini akan menjadi catatan sejarah sunyi bahwa bangsa ini tumbuh besar bukan karena kekuatan senjata, tetapi karena para ibu dan ayah yang sabar membentuk karakter anak-anaknya. Yang percaya bahwa cinta dan pendidikan adalah kekuatan perubahan yang paling sejati. Sobat ASN di seluruh tanah air. Lalu bagaimana kita sebagai ASN bergiat memberikan kontribusi terhadap terwujudnya generasi emas Indonesia 2045 melalui ruang-ruang keluarga ASN. Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Ibu Rini Handayani, S. M.M. Beliau adalah staf ahli Menteri Bidang Partisipasi dan Lingkungan Strategis pada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Kedua, kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Ibu Dr. Tri Wahyuni Liswati, M.Pd. Beliau adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur. Dan yang ketiga, kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Dr. Ergia Latifolia, SPA. Beliau adalah dokter spesialis anak pada Rumah Sakit Kementerian Kesehatan RI di Surabaya. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN Belajar seri ke-27 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] telah kita simak bersama keynote speech yang telah disampaikan oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SPMP yang tentunya dapat menjadi acuan sebagai tujuan dari terselenggaranya ASN Belajar seri ke-27 tahun 2025 kali ini. Nah, Sobat ASN sebelum saya akan langsung menyapa narasumber kita yang pertama, terlebih dahulu saya akan menyampaikan beberapa rules atau aturan dalam mengikuti jalannya ASN belajar seri kali ini. Yang pertama, sesi tanya jawab atau diskusi akan dilakukan setiap akhir dari sesi pemaparan para narasumber. Jadi, pastikan ASN ee sobat ASN tidak meninggalkan satu kalipun pemaparan materi dari setiap narasumber. Dan yang kedua, penanya harap menyebutkan identitas diri berupa nama dan instansi serta kota asal. Dan yang ketiga, link absensi peserta akan diberikan setelah mengisi aplikasi Semesta Bangkom. Pastikan sudah mengisi semesta Bangkok mulai dari sekarang di Cicil supaya nanti ketika mengunduh e-sertifikat ini tidak mengalami kesulitan atau kendala. Dan langsung saja kita akan menyapa narasumber kita yang pertama yaitu Staf Ahli Menteri Bidang Partisipasi dan Lingkungan Strategis Kemen PPPA Republik Indonesia. Yang kami hormati Ibu Rini Handayani, S. M.M. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ibu Rini, apakah sudah terdengar suara kami?UIsalam, Ibu Fani. Baik, selamat pagi Bu Rini. Selamat pagi semuanya. Baik. Luar biasa. Apa kabarnya Ibu Rini hari ini? Luar biasa. Sehat dan bahagia. Wah, terlihat sekali semangatnya dari Surabaya ini, Ibu. Baik, tentunya pada momen kali ini sudah tidak sabar kami untuk dapat menyimak apa yang ingin disampaikan, insight yang ingin ditularkan kepada kami dan sobat ASN yang mengikuti jalannya seri ASN seri 27. Disilakan, Ibu Rini. I Fani. Suara saya terdengar dengan jelask? Sangat jelas sekali. Namun ada delay, Ibu, kalau dari kami di sini. Oh, agak delay, ya? Iya, mungkin terkait dengan jaringan atau koneksi. Ee baik ee mudah-mudahan lancar ya. I amin. Kita coba untuk ee apa namanya? Untuk melakukan Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Ee tentunya yang kami hormati Bapak Kepala BPSDM Provinsi Jatim, Bapak Dr. Mulianto tadi yang sudah memberikan semangat kepada seluruh ASN ee khususnya ASN yang ada di Provinsi Jawa Timur. Dan tentunya yang saya hormati ee teman sahabat ee saya, kami dari Kemen PPPA, Ibu Lis ee ee Kadis DP3AK Jawa Timur dan juga ee Ibu Ergia eh dokter spesialis anak yang juga nanti akan membersamai kita dan tentunya seluruh ee civitas akademika yang ada di BPSDM ee Provinsi Jawa Timur dan ee ASN seluruh Indonesia dan terkhusus lagi ASN yang ada di Jawa Timur yang saya banggakan ee sebagai aparatur negara sipil negara. Dan izinkan saya menyampaikan ee ini topik yang sangat luar biasa. Ee pada sesi ini kita akan mengangkat bagaimana ee terkait dengan sumber daya manusia Indonesia yang unggul yang dimulai tentunya ee dari anak. Nah, ee bahan yang akan ee kami sampaikan pada sesi ASN belajar ke-27 pagi hari ini adalah terkait dengan kebijakan perlindungan anak dan bagaimana peran strategis ASN dalam mewujudkan ekosistem yang ramah anak. Nah, tentunya ini topik yang ee sangat luar biasa dan nanti akan ee secara ee baik langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh kepada kinerja-kinerja ASN dalam mewujudkan pembangunan ee Indonesia yang ee ramah anak. Nah, kalau kita lihat e bagaimana positioning Indonesia saat ini ee negara Indonesia ini adalah negara yang keempat terbesar dengan populasi penduduk 281,6 juta jiwa. Dan tentunya ini nanti e cita-cita Indonesia pada ee tahun 2030 ini akan menjadi ee negara ketujuh di dunia yang ekonominya meningkat dan tahun 2050 ee menjadi negara keempat di dunia yang sukses dalam bidang ee seluruh bidang khususnya dalam bidang ekonomi. Nah, untuk itu tentunya tidak mudah untuk mencapai cita-cita tersebut. Maka Indonesia dihadapkan dengan tantangan untuk mempersiapkan bagaimana mewujudkan cita-cita itu dengan melengkapi sumber daya manusia dengan kompetensi serta keterampilan yang tepat untuk menghadapi berbagai macam tantangan, terutama revolusi industri agar terus mampu berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bangsa. Nah, untuk itu kita lihat bagaimana komposisi Indonesia. Kenapa kita hari ini berbicara terkait dengan anak? Karena ee penduduk Indonesia 281,6 juta jiwa, 30% atau 28,4% tepatnya itu adalah anak. Dan hampir 50% setengah penduduk Indonesia itu adalah perempuan. Nah, ini tentunya dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 ee tentu kita harus memulai dan bergerak dari sumber daya manusia yaitu dimulai dari anak untuk menghasilkan bagaimana Indonesia nantinya akan menjadi bonus demografikah kita yang akan melihat bagaimana Indonesia Mars 2045 atau dengan situasi kondisi yang saat ini akan terjadi lost generation apabila bila target untuk tumbuh dan berkembang anak dan sumber daya manusia tidak mendapatkan perhatian yang optimal. Nah, ini e 70% nanti di 2045 itu adalah penduduk yang produktif. Sehingga ee tema ini dalam rangka bulan Juli ini adalah bulannya anak-anak spesial yaitu setiap tanggal 23 Juli diperingati sebagai hari. Apakah anak-anak saat ini semuanya merasakan kegembiraan, kebahagiaan? Semua hak anak terpenuhi, bagaimana tumbuh kembang anak saat ini? Nah, ini nanti yang akan kita kupas tuntas di dalam bagaimana negara untuk ee memberikan perhatian-perhatian kepada anak. Nah, untuk itu maka kita nanti akan melihat bagaimana perlindungan anak dalam dokumen perencanaan nasional. Bagaimana komitmen yang mendasari perlindungan anak dan bagaimana potret anak-anak Indonesia saat ini. Dan terakhir tentu saja bagaimana kita berperan sebagai aparatur sipil negara dalam menciptakan ekosistem yang ramah anak agar berkontribusi di dalam mewujudkan Indonesia ee yang ee Indonesia Emas 2045. Nah, kalau kita lihat di dalam dokumen ee perencanaan ee mulai dari RPJPN 2025245, maka ee Negara Kesatuan Republik Indonesia ini tentu memiliki ee cita-cita negara yang bersatu, berdaulat ee maju dan berkelanjutan. Nah, dengan adanya lima visi Indonesia 2025-2045, jadi lima visi dan 8 misi pembangunan, 17 arah pembangunan dengan 45 indikator utama pembangunan. Nah, ini yang akan kita capai nanti sampai dengan akhir tahun 2045. Nah, angka-angka ini tentunya tidak begitu saja. Kenapa angka lima? Angka lima menunjukkan bahwa negara Indonesia itu adalah negara Pancasila yang dasar didasarkan kepada lima sila Pancasila dan ee ee misi, 17 arah pembangunan 45 indikator ini menunjukkan 100 tahun Indonesia merdeka nantinya yaitu 17 Agustus tahun 1945. Jadi ini akan dibreakdown ke dalam ee 5 tahunan yang disebut dengan RPJMN. Maka di dalam ee Kabinet Indonesia ee ee merah putih saat ini itu ee visi ee ya ee adalah bersama Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045. Presiden Prabowo dan Wakil Presiden eh Gibran Rakabumilaka, Bapak e Presiden dan Wakil Presiden kita sudah menetapkan visi yang diterjemahkan ke dalam delapan misi yaitu yang disebut dengan Esta Cita dan 17 program prioritas dengan 8 program terbaik cepat. Nah, ee teman-teman ASN yang ee kami banggakan ee dari delapan asta cita ee tersebut yang sangat berkaitan langsung dengan ee sumber daya manusia ini adalah Asta cita satu dan Asta cita keempat khususnya. Namun ee kita melihat dari delapan asta cita itu seluruhnya tidak ada yang tidak terkait dengan anak. baik ee tapi tidak langsung gitu ya dan yang langsung adalah khususnya cita satu dan cita keempat. Nah, mari kita bahas bagaimana negara memberikan perhatian khusus melalui ee misi ee keempat yaitu ee bagaimana memperkuat ee sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, serta kesetaraan gender dan penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas. Nah, di sinilah bagaimana komitmen negara di dalam RPJMN RPJM ee RPJPN itu sudah terlihat ee melalui ee misi ee delapan Asta Cita dan ee program terbaik cepat yang sedang ee yang saat ini kita tentunya bersama-sama ee akan mendukung dan melaksanakan bagaimana ini bisa terwujud dan tentunya untuk mendukung Indonesia Emas 2045. Nah, Bapak dan Ibu ee teman-teman ASN yang kami banggakan. Ee dengan memprioritaskan pembangunan manusia, sebuah negara tentu dapat membangun fondasi yang sangat kuat untuk kemajuan baik di bidang ekonomi, sosial, maupun politik yang berkelanjutan. ketergantungan kita ee pada sumber daya alam tanpa ee berpusat kepada pembangunan sumber daya manusia ini tentu akan mengakibatkan pembangunan akan bersifat unsustainable. Karena jadi penting sekali ee bahwa selain sumber daya alam yaitu kita tentu memperhatikan sumber daya manusia. Nah, pembangunan sumber daya manusia seutuhnya ini bertumpu pada tiga pilar. yaitu bagaimana pemenuhan ee layanan dasar yaitu layanan kesehatan produksi ee CASPro, kemudian jaminan gizi PAUD, HI, pendidikan ee dan ee perlindungan sosial serta juga termasuk perlindungan dari kekerasan dan perlakuan salah. Dan pilar yang kedua ini adalah bagaimana pembangunan modal manusia. Dan yang ketiga ee pilar ketiga adalah pembangunan modal sosial budaya. di mana ketiga ee pilar tersebut ee itu ditopang oleh pendekatan siklus hidup ee pengarus utamaan gender dan inklusi sosial serta penduduk tumbuh seimbang. Jadi ee bagaimana melihat ee mewujudkan membangun manusia seutuhnya agar ee tercipta sejahtera, adaptif, berakhlak mulia, berbudaya maju, unggul, dan berdaya saing tentunya ee dilakukan melalui pendekatan siklus hidup. Nah, ee ee untuk itu maka perlu adanya transformasi diperlukan transformasi pembangunan untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia pada seluruh siklus hidup ee untuk masyarakat yang lebih sejahtera dan ee konsulting. Nah, untuk itu di dalam dokumen ee perencanaan RPJMN maka transformasi itu dibagi ke dalam transformasi sosial. ee kemudian ee di dalam ee landasan transformasinya ini ee yang perlu dikuatkan di dalam ee pembangunan sumber daya perlindungan ee perempuan dan anak itu adalah masuk ke dalam IE ee 14 yaitu bagaimana menguatkan keluarga berkualitas, menciptakan keluarga yang berkualitas, kesetaraan gender, dan masyarakat inklusif. Jadi transformasi-transformasi ee termasuk transformasi di tata kelola ini perlu dilakukan dalam mewujudkan ee sumber daya manusia yang ee inklusif. Nah, ee di dalam e siklus hidup tentunya ee kita melihat ee bagaimana siklus hidup manusia ini nanti mungkin akan ee dibahas lebih tuntas oleh ee Ibu dokter bahwa kebutuhan ee kita anak-anak mulai dari prenatal, bayi, balita, usia dini, anak-anak usia sekolah dan remaja, kemudian dewasa dan bahkan masuk lansia. Jadi siklus ini hidup inilah nanti yang akan dibedah tentunya sesuai dengan ee tugas dan fungsi teman-teman dari ASN ee bagaimana ee kontribusi kita di dalam mewujudkan ee sumber daya manusia yang berkualitas, sumber daya manusia yang unggul. Nah, ini tentunya kita harus memberikan perhatian mulai dari prenatal sampai kepada termasuk juga sumber daya ee manusia dalam kondisi yang ee ee sampai dengan usia lansia. Di mana tentunya masing-masing setiap siklus hidup ini mempunyai kebutuhan, mempunyai ee apa namanya target-target, memiliki ee pendekatan-pendekatan yang tentu berbeda di setiap siklus hidup ee manusia. Dan di mana kita lihat ee bahwa dari peren Natal sampai bayi ini jaminan gizi 1000 hari pertama kehidupan. Nah, Indonesia ee atau yang disebut dengan kesehatan ibu dan anak. Nah, Indonesia sudah mengeluarkan ee Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada fase 1000 hari pertama kehidupan. Nah, di sana diatur ee bagaimana kesejahteraan ibu dan anak. Tentu saja ee ini ee tidak lain adalah ingin mewujudkan ee ee sumber daya manusia yang unggul. Kemudian ee di sisi lain adalah kebutuhannya wajib belajar, pendidikan tinggi, kesehatan, reproduksi, dan lain-lain. Jadi ini ee seluruh step dari siklus hidup manusia itu pentu tentu memiliki kebutuhan dan pendekatan-pendekatan yang berbeda. Nah, bagaimana juga pola pengasuhan dan perlindungan anak dari perlakuan salah, jaminan kesehatan nasional, pengendalian penyakit gizi, dan lain-lain yang akan mewarnai ee perencanaan pembangunan ee di Indonesia untuk mewujudkan khususnya asta kita keempat. Nah, Bapak dan Ibu untuk keberhasilan ee dari ee membangun ee sumber daya manusia ini tentu ada ukuran. Jadi apa sih sobat-sobat ESN semuanya yang menjadi ukuran keberhasilan dari pembangunan sumber daya ee manusia Indonesia yang saat ini yang menjadi ukuran ee tentu ee Sobat ASN sudah memahami bahwa dalam mengukur keberhasilan dalam pembangunan sumber daya manusia dulu memang kita ukur dengan indeks pembangunan manusia yang ini ee ee apa terutama diukur dari aspek kesehatan pendidikan standar hidup layak. Dan ini fokusnya dari IPM adalah bagaimana seberapa baik orang ee manusia, sumber daya manusia Indonesia hidup sehat, terdidik dan sejahtera. Jadi ee jika IPM naik artinya tentu derajat kesehatan, derajat pendidikan, kesejaraan ekonomi itu meningkat. Nah, Indonesia eh saat ini 2024 ee itu 73,2 angka IPM-nya ini tertinggi target global tentunya 1.000. Nah, namun ee pada ee RPJMN 2025-2029 bagaimana mengukur keberhasilan dalam pembangunan ee manusia ini sudah ee kita hitung ee dihitung berdasarkan indeks modal manusia. Jadi kalau dulu IPM sekarang adalah IMM. Nah, tentunya ini menunjukkan ee persentase ee produktivitas ekonomi anak-anak yang lahir hari ini ee jika mereka tumbuh, kalau ini adalah anak itu adalah sebagai investasi bangsa. Maka jika mereka tumbuh sehat dan mendapatkan pendidikan yang berkualitas, maka mengukur ritme dari investasi yang dikeluarkan negara untuk membangun sumber daya manusia. Ini tentunya dilihat juga dari bidang ee untuk mengukur investasi di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi di masa depan, maka yang diukur adalah potensi produktivitas generasi mendatang. Jadi fokusnya ee adalah seberapa produktif generasi muda telatnya. Jadi ini sudah beralih bagaimana mengukur sumber daya manusia dari IPN kepada IM. Nah ee bagaimana ee apa IMM ee tersebut gitu ya untuk mengukur ee keberhasilan peningkatan kualitas sumber daya manusia. maka digunakan tadi indeks modal manusia ee yang tadi sudah ee kita ee kami jelaskan ee terkait dengan IMM e tersebut. Artinya ee saat ini 2020M itu 0,54 ee dan ee diharapkan 202 nanti indeks modal manusia ini akan menjadi 0,59. Artinya apa, Sobat-sobat ASN? Jika IMM 0,54 tahun 2020, itu artinya generasi muda kita hanya dapat merealisasikan 54% potensi produktivitas idealnya. Nah, negara dengan IMM yang tertinggi itu 0,7 sampai 0,8 ini tentu menunjukkan tenaga kerja masa depan lebih sehat, lebih terdidik, dan produktif. Jadi, inilah ee apa namanya? investasi yang diberikan ee kepada untuk sumber daya manusia akan diukur dengan capaian indeks modal ee sosial yang ee itu komponen IMM itu ada lima yang dilihat itu adalah angka kelangsungan hidup pada anak-anak usia kurang dari 5 tahun, angka kelangsungan hidup usia dewasa 15 sampai 60 tahun, prevalensi stunting, harapan lama sekolah, dan kualitas pembelajaran selama periode sekolah. Nah, ee kalau kita lihat ee indeks yang selain IMF tentunya di dalam indeks ee perlindungan anak khususnya itu ee sudah ditetapkan adanya yang dihitung melalui indeks e perlindungan anak yang ee terdiri merupakan ini adalah indeks komposit yang mencakup indeks ee pemenuhan hak anak atau yang disebut IPHA dan indeks perlindungan khusus anak atau yang disebut dengan PKA. Nah, IPA ini dibentuk berdasarkan 27 indikator yang terbagi ke dalam lima klaster hak anak. Ee yang ini tentunya berdasarkan ee konvensi hak anak yang sudah kita ratifikasi. Maka capaian ee IPA Provinsi Jawa Timur tahun 2023 ini sebesar 67,03 atau ee alhamdulillah ya Jawa Timur berada di di atas serata-rata nasional. Serata-rata nasional saat ini untuk indeks perlindungan anak 63,83. Hal ini ee tentunya menunjukkan upaya perlindungan anak walaupun sudah di atas rata-rata nasional tapi ini perlu dipertahankan bahkan harus ditingkatkan. Namun kalau kita lihat per provinsi indeks perlindungan anak untuk ee Provinsi Jawa Timur tahun 2023 ada sekitar 15 kabupaten kota yang berada di bawah rata-rata provinsi. Nah, tentu ini menjadi PR kita bersama ee Sobat ASN bagaimana ee kita nantinya memiliki ee tugas sesuai dengan ee tugas dan fungsi ee sobat-sobat ASN bagaimana bisa berkontribusi di dalam meningkatkan indeks perlindungan anak di wilayahnya ee masing-masing. ee Bapak dan Ibu, selain itu untuk mengukur sebuah ee keberhasilan di dalam ee perlindungan atau sumber daya manusia khususnya dalam perlindungan anak, maka ee sejak tahun 2 ee 2017 atau 2016 ya ee Kementerian PPPA berdasarkan ee Undang-Undang ee 14 ee tahun ee Undang-Undang ee Perlindungan Anak 35 tahun 14 maka ee telah memberikan ee diukur melalui ee komitmen ee pemerintah ee daerah dalam mewujudkan kabupaten kota layak anak. Nah, ini adalah salah satu ukuran yang juga nanti menentukan bagaimana ee kondisi dan situasi serta komitmen dari pemerintah, dari masyarakat karena tidak bisa pemerintah saja untuk melakukan berbagai upaya termasuk media dunia usaha dan juga organisasi kemasyarakatan ee dalam ee perlindungan dan pemenuhan hak anak. maka ee ee ada penghargaan kabupaten kota layak anak yang setiap tahunnya juga diberikan dan tahun ini juga akan diberikan nanti ee berdasarkan evaluasi yang sudah dilakukan secara mandiri oleh ee seluruh kabupaten kota di Indonesia termasuk kabupaten kota di Provinsi Jawa Timur dan ini Provinsi Jawa Timur ini sangat luar biasa pada tahun ee 22 terakhir kemarin ini ee apa namanya mendapatkan ee penghargaan tidak ada yang di utama di pratama tapi semuanya di posisi madya. Ini artinya menunjukkan ee betapa ee apa nama komitmen dari ee pemerintah ee baik provinsi maupun kabupaten kota di dalam mewujudkan ee perlindungan anak baik pemenuhan maupun perlindungan khusus. Namun kalau kita lihat ee sobat ASN, apakah indeks perlindungan anak ini berbanding lurus dengan capaian kabupaten kota layak anak? Harusnya iya. Namun masih ada PR di 15 kabupaten kota bahwa walaupun secara rata-rata ini 63 ee 2 ya rata-rata nasional dan rata-rata provinsi di atas rata-rata nasional masih ada ee 15 kabupaten kota yang menjadi PR kita. Namun kabupaten kota tersebut telah banyak upaya di dalam perlindungan anak mungkin ee di dalam menghitung indeks ini yang perlu juga ee apa namanya kita telisih bersama gitu ya. Jadi inilah beberapa poin di dalam mengukur komitmen dari negara bagaimana mengukur keberhasilan sumber daya manusia, pembangunan sumber daya manusia ee di Indonesia. Nah, kalau kita lihat ee juga ee komitmen yang mendasari ee kenapa ee selain dari dokumen-dokumen yang ada di dalam ee perencanaan pembangunan ee nasional maupun nanti tentunya akan berdampak juga kepada dokumen pembangunan di tingkat ee provinsi maupun kabupaten kota di seluruh Indonesia. Maka ee beberapa ee jelas saja tentunya kita tidak merakukan lagi bahwa terang di dalam Undang-Undang Dasar Negara 1945 Pasal 28D, 28E, maupun 28 itu ee menjamin perlindungan bagi seluruh ee bangsa Indonesia gitu. Tidak kecuali adalah perempuan dan an. Nah, juga Indonesia sudah melakukan berbagai macam ratifikasi ee di tingkat global. Eh, jadi eh sudah ada eh untuk perempuan ada eh convention or elimination of all form of discrimination again woman atau CIDO yang disebut dengan konvensi mengenai penghapus segala bentuk diskriminasi terhadap eh wanita ya. ini untuk perempuan. Sedangkan untuk ee anaknya ini ada di dalam Beijing platform for action itu ada perhatian khusus yang sudah diratifikasi juga ini terkait dengan anak perempuan. Kenapa anak perempuan? Nanti kita coba akan diskusikan. Nah, kemudian yang paling ee kuat di dalam komitmen negara dalam perlindungan anak adalah negara sudah meratifikasi konvensi hak anak, convention of the rights of the child. ee melalui Keppres ee tahun 1990 di mana di dalam CRC tersebut ee yang ee ada lima kluster yaitu hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dan kesejahteraan dasar, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, serta perlindungan khusus anak. Nah, kemudian juga ee tadi ee di dalam kita sudah di dalam Undang-Undang ee apa namanya 59 ini RPJPN yang sudah kita bahas di awal tadi untuk menuju Indonesia Emas sudah tertera bagaimana ee apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dicapai ya di tahun 2045 dan dilanjutkan diterjemahkan juga di dalam dokumen RpJMN 2025-2029 yaitu itu melalui Peraturan Presiden nomor 12 tahun 2025. Nah, belum ee kita lihat komitmen di dalam ee berbagai peraturan perundang-undangan yang lain ini banyak sekali terkait dengan ee peraturan perundangan ee baik dalam bentuk undang-undang PP, Perpres, dan lain-lain. Dan terakhir ini ee adalah ee Undang-Undang ee Nomor 12 Tahun 2022 ini yang ee terkait dengan tindak pidana kekerasan seksual. yang telah juga menurunkan peraturan perundangan terbaru berupa PP nomor 27 tahun 2024 tentang koordinasi dan pemantauan pelaksanaan pencegahan dan penanganan TPKS PP nomor 29 tahun 2025 tentang bantuan dana bantuan korban TPKS dan PP nomor 30 tahun 2025 tentang pencegahan tindak pidana kekerasan seksual serta penanganan perlindungan dan pemuluhan pemulihan bagi korban TPKS dan ada empat Perpres yang ee tiga Perpres yang sudah ee juga diselesaikan. Nah, ini mungkin nanti kita akan ee juga ini berbagai aturan-aturan tersebut ee dengan dari Undang-Undang ee 12 tahun 2022 dan ee terakhir ee undang-undang ee kemarin yang sudah disyahkan yang langsung yang saat ini turunan dari undang-undang tersebut sedang dibahas secara tuntas dengan ee juga apa namanya melibatkan partisipasi masyarakat yaitu Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesetaraan Ibu dan Anak. pada fase 1000 hari kehidupan pertama. Nah, ini tentunya menjadi fokus karena ini adalah masa-masa Golden Age, masa keemasan. Apabila perhatian ee tidak diberikan secara spesifik, maka sangat rentan ini sumber daya terjadi lost generation bagi sumber daya manusia Indonesia ini ee sangat-sangat rentan ee apabila ee ini tidak mendapatkan perhatian yang ee sangat sangat baik dan ini juga dilakukan oleh seluruh ee kementerian lembaga tentunya termasuk ee ee sobat-sobat ASN yang ada di seluruh Indonesia. Nah, ee komitmen sudah sangat luar biasa. Berbagai peraturan sampai kepada peraturan daerah dan lain-lain. Nah, ini kita nilik bagaimana analisis situasi pemenuhan hak dan perlindungan anak di Indonesia. Apakah Indonesia akan mendapatkan bonus demografi atau akan menjadi lost generation bagi sumber dayanya? Mari kita lihat situasi dan kondisi anak Indonesia berdasarkan analisis yang dilakukan. Yang pertama ee adalah terkait banyakbanyak ee ini ee ee apa namanya? tantangan di dalam analisis situasi pemenuhan hak anak termasuk hak sipil anak ini ee masih terdapat 9,59% anak Indonesia yang ee belum memiliki akta kelahiran. Nah, ini tentunya kita ee apa namanya? masih menjadi PR. Ee kemudian juga angka kesiapan ee sekolah di Indonesia 74,34. Kemudian imunisasi ee ya ini yang masih menjadi tantangan ya. Jadi belum ee masih ada PR-PR yang tadi juga ini ee menjadi fokus di dalam e perencanaan 5 tahun ke depan. Balita stunting kemiskinan anak. Nah, ini kemiskinan anak ini juga ee tentunya menjadi perhatian kita. Apakah kemiskinan secara ekonomi, apakah kemiskinan secara mental bagi anak-anak, kemudian bagaimana terkait dengan ee keluhan kesehatan pada anak, kesehatan mental dan lain-lain. Kemudian juga ee kalau kita lihat lagi di ee apa namanya ee hasil survei yang ee dilakukan kami lakukan di Kemen PPA bersama dengan BPS terkait dengan prevalensi kekerasan terhadap anak. yang ini dilakukan 2 tahun sekali, maka ee kita dapat melihat bahwa prevalensi kekerasan terhadap anak ini menunjukkan kenaikan. Nah, kalau kita lihat satu dari dua anak itu mengalami ee kekerasan ee dan ee ee anak usia 13 sampai 17 tahun mengalami setidaknya satu bentuk kekerasan sepanjang hidupnya. ee kalau anak ee perempuan ee 51,78% dan anak laki-laki 49,83%. Jadi kekerasan terbanyak ee itu ee apa korbannya adalah ee perempuan. Nah, kalau kita lebih dalam lagi melihat kekerasan apa yang terjadi pada anak-anak kita, maka ini kekerasan ee emosional ee 45 dari 100 anak laki-laki dan perempuan ini mengalami kekerasan. Nah, termasuk juga ada kekerasan emosional, kekerasan fisik. Jadi, yang paling banyak itu ee adalah kekerasan ee apa namanya ee emosional, ya. Nah, kemudian kekerasan seksual 9 dari 100 anak enak. Nah, ee pelakunya dari kekerasan ini adalah ee teman sebaya ini 2/3 dari pelaku kekesatan fisik ya. Kepada anak itu adalah teman sebaya dan juga ee ini kalau kekerasan seksual ini juga dilakukan oleh orang terdekat. Jadi harusnya tadi ee Pak ee Kepala ee BPSDM menyampaikan penguatan keluarga itu sangat tepat sekali karena kekerasan ee yang banyak dilakukan ee seksual itu adalah di ee keluarga. Jadi ini baik yang ee keluarga terdekat ya. Nah, jadi inilah yang menjadi PR kita bersama bagaimana keluarga bisa kuat karena pondasi pertama dan utama tumbuh kembang anak itu ada di dalam keluarga dan tentunya keluarga tidak bisa sendiri tentu melindungi anak perlu masyarakat sekampung. Nah, ini ee survei juga apa kita melihat bagaimana ee kekerasan terhadap anak sepanjang hidup. Nah, kita lihat sepanjang hidup nih ee ini terlihat peningkatannya dari tahun 2021 memang 2018 itu menurun di tahun 2021 dan 2024 ee kembali naik. Karena kalau kita dengar, kita baca ee di dalam berbagai media ini, tiap hari itu rasanya tidak ada berita yang tidak ee apa menayangkan atau menginfokan terkait terjadinya berbagai kasus bagi anak-anak kita di seluruh Indonesia. Karena ini juga ee menjadi apa namanya ee suatu hal yang ada di ee baik ee baik juga karena ee kita juga terinfokan bagaimana situasi dan kondisi anak-anak Indonesia berbaik di di berbagai pelosok ee karena geografis ee negara kita. Tapi intervensi yang kita lakukan juga tentunya ee berdasarkan ee apa teman-teman media yang memberitakan sehingga kita mengetahui kondisi anak kita yang di seluruh Indonesia. Itu yang terlaporkan ya. Nah, kemudian juga ee apa kekerasan terhadap anak ee kondisi anak saat ini yang sangat juga miris dan mengkhawatirkan ee bagi kita adalah kalau kita lihat kekerasan anak di ranah daring. Nah, ini ee senyap ya, Bapak dan Ibu karena ee kita juga apa namanya kekerasan ee anak di rana daring ini disebut dengan kekerasan seksual nonkontak. ee di mana pengguna internet ee kita Indonesia ini adalah pengguna salah satu negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia di mana pemakai internet itu adalah 221 juta jiwa ini setara dengan 79,5% dari total populasi penduduk Indonesia. Nah, dari pengguna tersebut 39,71% itu adalah anak usia dini e yang menggunakan telepon selular atau gawai. Nah, sementara 35,57% ini mengakses internet. Jadi, ada yang menggunakan tapi tidak mengakses dan dari 39,71 35,57%-nya mengakses internet. kita membayangkan bahwa ee setiap ee apa namanya informasi yang berseliwiran di dalam internet itu ada beberapa yang memang tidak untuk dikonsumsi oleh anak dan ee bahkan di dalam ee data BPS 2024 tersebut bahwa 5,88% anak di bawah usia 1 tahun sudah menggunakan gawai dan 4,33% yang mengakses internet. Nah, jadi kita bayangkan ini anak adalah korban. Korban apa? Korban ketidakpahaman orang dewasa dengan memberikan ee apa? kesenangan kepada anaket dan tentu juga ee untuk menghindari tanggung jawab ee apa namanya keluarga ya. Agar anak diam kemudian agar aktivitas orang dewasa itu bisa dilakukan dengan leluasa. maka anak-anak diberikan gawai gitu ya. Dia asik ee dengan gawainya. Padahal dampak yang sangat luar biasa ee dari penggunaan e gadget ini. Nah, ini kita juga pemerintah sudah berbuat komitmen juga sudah ada peraturan pemerintah tentang PP tuntas ya yang dilakukan. Nah, ini ee apa namanya? bentuk kekerasan seksual non kontak ini itu ee apa ada tiga yang sudah terjaring dari ee survei yaitu ee dipaksa untuk menyaksikan kegiatan seksual. Nah, ini ee 3,64% anak perempuan dan juga ee 2,65% anak laki-laki. Dan yang kedua dipaksa terlibat ee dalam foto atau video kegiatan seksual baik ee yang dikirimkan oleh anak-anak ee diminta oleh orang-orang dewasa kemudian diminta untuk mengirimkan teks, foto, gambar, dan video kegiatan seksual. Nah, ini ee yang apa namanya ee menjadi apa kekerasan di ranah daring ini yang yang saat ini memang menjadi fokus untuk bagaimana dampak terhadap anak-anak ini yang nantinya kalau tidak mendapatkan penanganan tentu ee akan ee luar biasa untuk ee apa namanya dampak daripada ee anak. Nah, kita lihat sekarang e data Simfoni PPA di tahun 2025 ini ee data jumlah kasus sekali lagi ini adalah jumlah kasus kekerasan yang terlaporkan ee di dalam Sfoni PPA. Maka ee yang paling ee kota Surabaya memang ee apa dengan jumlah pencatatan kasus. Jadi kami juga terima kasih ee belum tentu ya kabupaten kota lain itu dengan jumlah ee catatan angka-angka yang terendah tapi mungkin saja tidak dicatatkan dan tidak terinfokan di dalam ee ee data Simoni PPA. Jadi ee Sobat ASN data ini sangat penting bagi kita karena intervensi ee yang dilakukan oleh pemerintah di tingkat ee nasional tentunya berdasarkan data yang ada di provinsi dan kabupaten kota. ee data ini sangat baik sekali karena bisa apakah ini kegagalan dengan adanya data yang sangat tinggi atau ini adalah keberhasilan. ee Sobat ASN ee dengan ee data-data yang ee ee kekerasan anak yang tercatat saat ini ini adalah ee prevalensi ini adalah karena ee gunung es maka e dengan adanya de to speak up eh semua berani untuk melaporkan karena ee kalau tidak diselesaikan dengan baik ee bisa jadi ee korban-korban ini akan menjadi pelaku ke depan nantinya. Jadi ada ee dampak positif apabila ee ini tercatatkan di dalam data Simponi PPA dan tentunya ada intervensi dari tingkat nasional ke ee tingkat ee pemerintah provinsi maupun kabupaten kota melalui anggaran dana alokasi khusus baik fisik maupun nonfisik yang diberikan oleh Kemenin PPPA tentunya berdasarkan data yang masuk ee di Simpfoni PPA tahun 2000 ee setiap tahunnya. Jadi ini ee relay ya untuk ee seluruh data-data ini. Dan kalau kita lihat lagi di lebih mendalam ee data anak ee di Provinsi Jawa Timur itu ee kita membagi kepada tadi fisik, psikis, seksual, dan ee eksploitasi yang nol-nol ini belum tentu enggak ada ya ee sobat ASN semuanya. ee mungkin ini tidak terlaporkan sehingga juga untuk mendapatkan intervensi ini juga akan menjadi ee pertimbangan ee dalam ee memberikan ee apa namanya ee bantuan-bantuan di ke daerah. Nah, kalau kita lihat secara jumlah ini fisik ee untuk anak ini jauh lebih tinggi juga daripada kekerasan fisik yang di yang apa terhadap kaum perempuan. Kemudian yang paling tinggi itu adalah kekerasan seksual. memang yang terjadi ee pada anak yang ini sekali lagi ini yang terlaporkan dan tercatatkan di dalam Simfoni PPA Kemin PPPA. Nah, belum lagi isu perkawinan anak. Sekarang isu perkawinan anak itu adalah ee merupakan bentuk kekerasan terhadap anak dalam bentuk lainnya. Nah, ini juga dampaknya tentu sangat luar biasa. kemiskinan ekstrem ee tentu akan ee tetap tidak bisa apa ee bisa jadi gagal untuk pengurangan kemiskinan. Dan indeks modal manusia tadi juga sangat dipengaruhi dengan ee kondisi anak-anak, kawinan anak yang saat ini walaupun undang-undang sudah ada di revisi ya ee Undang-Undang perkawinan ee kemudian usia anak yang bisa menikah usia 19 tahun tapi masih ada dispensasi yang ee tercatat yang diperbolehkan di dalam ee Undang-Undang Perkawinan tersebut. Nah, kita lihat bagaimana kondisi dan situasi anak di ee Provinsi Jawa Timur ini. Ee kondisi perkawinan anak ini ee sudah ee apa namanya secara nasional ee negara kita sudah ee ini apa indeksindeks negatif ya. Jadi artinya semakin rendah ee capaiannya itu semakin bagus. Jadi ee 2 tahun 2024 kita ee ini sudah indeks ee untuk perkawinan anak ini sudah 5,90 dan untuk Jawa Timur ini masih 7,78. Artinya ee masih ada PR bagaimana ee apa ini juga yang pertama perkawinan anak yang tercatat, dispensasi anak ini juga tercatat. Nah, bagaimana perkawinan anak yang tidak tercatat dengan melakukan pernikahan atau perkawinan-perkawinan siri? Nah, ini tentunya ee ee tidak mudah untuk ee diketahui dan juga tentunya yang mengetahui nanti lingkungan sekitar gitu ya. Nah, ini perlu perhatian khusus dari berbagai pihak dalam mengendalikan terjadinya permohonan dispensasi perkawinan hingga ee tingkat ee wilayah terkecil yaitu ee desa dan kelurahan gitu ya. Nah, ee isu lainnya tantangan dalam pembangunan perlindungan anak ini adalah isu-isu kebangsaan. Ee sobat Sobat ASM, bagaimana kita ini radikalisme dan intoleransi ini data dari Alfara ee 23,4% ini pelajar ee siswa-siswa SMA atau SMK di Indonesia ini terpapar, paham intoleransi. Ini terjadi normalisasi, ujaran kebencian. ya kita lihat banyak sekali ee apa namanya anak-anak kita yang saat ini kalau dulu ee zaman dulu kita ee bermain dengan berbagai lintas agama itu enggak masalah tapi sekarang ini banyak sekali ee apa namanya anak-anak sudah apa namanya ee memiliki ee diskriminasilah untuk ee bagaimana ee ee intoleransi beragama, intoleransi dengan kesukuan dan lain-lain. Nah, ini menjadi PR di kalangan ee ini tentunya ini akan mengancam kerukunan dan persatuan bangsa. Karena kita tadi makanya di ee Asta Cita pertama itu adalah menguatkan ideologi ee bangsa kita. Nah, tentu termasuk juga ee hasil survei dari setara dan ee ini juga ee bagaimana data-data ini ee kita nanti bisa PR-PR bersama. Nah, sekali lagi yang mendasar terkait dengan ee kekerasan terhadap ee ee perempuan maupun anak ini ini adalah fenomena gunung es yang artinya Bapak dan Ibu beberapa ee yang masuk ke dalam UPTD, PPA maupun di dalam layanan rujukan akhir kami itu adalah ee anak-anak yang sebagai pelaku itu dulunya mereka adalah korban karena tidak mendapatkan penanganan yang baik maka ini ee menjadi satu hal yang ee apa namanya ee menjadi pelaku kekerasan dan ee ini juga ee bisa terjadi di manapun dan ee ee berbagai ee program kalau tidak ee ini diangkat maka ee kekerasan itu adalah akan terus mengakar dan mendarah daging ee di bangsa kita. Nah, untuk itu ee kita selalu menyuarakan untuk berani bicara, berani mengemukakan agar apa? Ee anak-anak kalau ditanya pernah enggak mendapatkan kekerasan? Mereka bilang tidak. Karena ee pemahaman di diri mereka itu adalah kekerasan itu adalah dipukul sampai berdarah padahal bersiul, menggoda, kemudian ee dan juga ee mencolek ya. Nah, ini ee tentunya ini juga ee disebut dengan kekerasan. Nah, untuk itu ee apabila terjadi kekerasan untuk memudahkannya berdasarkan ee ee apa namanya ee Perpres ee tentang Kementerian Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak ee tahun 2020 ini ee ada layanan rujukan akhir ya untuk memudahkan akses bagi anak dan perempuan untuk mendapat ee korban kekerasan atau keluarga atau siapapun yang melihat dan mendengar ee silakan menghubungi 129 ee atau WhatsApp ke 081 ee11291 ya. Nah, ini tentunya akan diselesaikan dulu di tingkat kabupaten yang sudah ada UPTD di tingkat provinsi sebagai layanan ee rujukan lanjutan dan ee Kemen PPPA adalah layanan rujukan akhir maupun dengan berbagai lembaga layanan. Nah, ini aksesnya Bapak dan Ibu ee ada bisa dilakukan pengaduan langsung outline, call center dan ee lain-lainnya. Nah, bagaimana prosesnya di dalam undang-undang ini adalah layanan satu atap ini nanti kami bisa berikan kepada Sobat ASN bagaimana tugas UPTD, UPTD sebagai perangkat daerah yang melakukan layanan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan sebagaimana yang diatur di dalam Perpres 55 tahun 2000. Ee maka ee ini adalah layanan ee ada 11 ee layanan yang ee diberikan oleh UPTDPA. Namun kita lihat saat ini dari 38 provinsi baru 34 yang memiliki UPTD dan dari 514 kabupaten kota di Indonesia baru sekitar 65% yang memiliki UPTDPA. Nah, harapannya nanti tentunya ee Bu Kadis Bulis nanti ee seluruh ee kabupaten kota di Provinsi Jawa Timur sudah ee membentuk ee UPTDPA di seluruh kabupaten kotanya. Nah, ee dengan melihat situasi dan kondisi tersebut ee sobat-sobat ASN semua, pertanyaannya bagaimana kita mencapai delapan misi dusta? siapa dan apa yang diintervensi agar tercipta ekosistem yang ramah anak atau yang sekarang ini adalah sistem perlindungan anak. Nah, dari delan Asta Cita ini ee tentunya ee tidak hanya ee program prioritas satu sekali lagi dan program prioritas EMP, tapi di seluruh prioritas ini akan ada intervensi baik secara langsung maupun tidak langsung untuk menciptakan untuk mewujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. Nah, untuk itu ekosistem yang harus diintervensi adalah pertama dan utama sekali adalah lingkungan keluarga. Bagaimana menciptakan pengasuhan yang positif, kemudian lingkungan digitalisasi yang saat ini juga sangat ee menginikan kita dan kemudian lingkungan ee masyarakat, lingkungan sekolah. Saya mau agak cepat juga mungkin nanti diingatkan ya. Dan ini ada juga pencegahan melalui wilayah dari anak sendiri, keluarga, satuan pendidikan, dan ruang bersama Indonesia yang ada di wilayah-wilayah terkecil mulai dari desa dan kelurahan. Nah, ee Bapak, Ibu, Sobat-sobat ASN seluruhnya, apa yang menjadi fokus dalam pendidikan ee karakter ee lima pendidikan karakter anak Indonesia yang saat ini yang tentunya nanti kita akan ee ini akan kita ee apa? Deliver ya. sampai ke tingkat masyarakat terkecil, yaitu bagaimana karakter religius, karakter nasionalisme, karakter mandiri, karakter gontoroyong, dan karakter integritas. ini yang akan kita apa namanya kita wujudkan mulai dari ee anak usia dini kemudian ee untuk bagaimana meningkatkan ee ee apa tentunya anak tidak bisa dengan sendirinya butuh bantuan ee keluarga dan orang tua dan orang-orang dewasa ee yang ada di sekitar anak-anak. Nah, untuk itu ada tiga program prioritas ee yang harus kita yang dilakukan untuk mendukung ee asta cita Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden ee dalam melakukan upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak ee di seluruh Indonesia yaitu dengan mewujudkan ruang bersama Indonesia. Jadi karena ruang bersama ini adalah ee untuk ee anak-anak bisa berinteraktif, bisa jadi tidak mengurangi tadi ee bagaimana mengurangi ee gadget dan lain-lain. Nah, tentu ada ruang-ruang yang diperlukan untuk aktivitas anak-anak, kreativitas ee tidak hanya ee apa kemampuan int ee intelektual saja, tapi juga ee kemampuan juga untuk ee raninya. Kemudian yang kedua adalah terkait ee dengan upaya pencegahan dan penanganan cepat e kasus kekerasan. Nah, perlu perluasan call center untuk memudahkan ee masyarakat di dalam mengakses baik melaporkan ee maupun e melihat ee mendengar maupun yang terjadi pada diri sendiri. Nah, ini ee pemanfaatan perluasan e call center ini di ee lebih diluaskan dan yang terpenting adalah intervensi adalah satu data perempuan dan anak mulai dari desa dan kelurahan. Nah, ini yang ee tiga ini yang nanti akan digarap ee untuk upaya bagaimana 65% dari penduduk Indonesia ini bisa ee apa mendapatkan ee menjadi sejahteralah jadi sebuah desa yang ideal. Nah, ini ee definisinya saja Bapak dan Ibu ini adalah merupakan gerakan kolaboratif melibatkan semua pihak untuk mengedepatkan dan mengedepankan kearifan lokal ee dan bersifat ee holistik integratif dan berkelanjutan. Nah, ee tentunya ini tidak bisa dilakukan oleh Kementerian PPPA saja, tapi ini sudah ada MOU dan ee sedang ada sudut disusun SKB dengan berbagai lintas kementerian yang harapannya nanti ini akan bergulir sampai ke tingkat ee ee pemerintah provinsi kabupaten kota sesuai dengan ee dengan tusi kewenangan masing-masing perangkat daerah. Nah, indikatornya ada 10. ini indikator ini dan yang paling terpenting saat ini adalah sesuai dengan semangat dan arahan dari Bapak Presiden dalam mewujudkan Asta Cita dan program terbaik cepat yang akan digagas sampai 2029 nanti itu adalah gerakan kolaboratif. Jadi diukur bagaimana ee dalam mewujudkan Indonesia emas melalui perlindungan anak ee siapa yang terlibat, bagaimana siapa melakukan apa atau disebut dengan ee NSPK-nya seperti apa. Jadi ini adalah indikatornya dan bagaimana peran ASN dalam mewujudkan ekosistem yang ramah anak. Jadi ee tadi sudah kita ee kita dengarkan bersama kami menyampaikan mungkin nanti sobat ASN juga ee punya ee ee apa ada masukan dan lain-lain. Nah, bagaimana peran strategis kita ee dalam ee ini. Nah, saya teringat ada yang eh apa namanya? Teori U yang eh dari yang digagas oleh Otos Karmer ini teori U ini tentu sangat relevan jika diterapkan pada aparatur sipil negara untuk membangun ekosistem yang ramah anak. Nah, karena ini ee kalau kita lihat dari ee ada dari ee mulai dari downloading, saying, singing, presensing eh kemudian juga sampai kepada creating gitu ya. Nah, ini mulai dari top down. Kalau ee dari atas itu adalah absensing. Jadi karena menuntut perubahan cara berpikir kita, cara merasa kita, cara bertindak kita. Nah, ini tentu dilakukan apa yang mau kita lakukan melalui pendekatan apa perubahan sosial apa jalur transformasia tadi yang seperti yang sudah tertera di dalam dokumen RPJMN kita, RPJPN kita atau dengan jalur destruktif atau absensing ini adalah merupakan jalur kemunduran. Nah, bagaimana ee perbedaan-perbedaan yang ee apa pendekatan-pendekatan ini? Sobat-sobat ASN, mari kita ee melakukan ee perubahan untuk mendapatkan ee melindungi anak untuk menghasilkan generasi emas 2045. Ini adalah melalui ee apa? presensing artinya hadir sepenuhnya dengan e pikiran terbuka, open mind, eh hati yang terbuka, open heart dan kemauan yang terbuka, open will. Artinya dalam menyusun perencanaan program dan kegiatan, kita harus memikirkan apakah ini akan berdampak terhadap semua sumber daya manusia yang tentunya dimulai dari anak. Anak itu siapa? Mulai dari dalam kandungan ya. Jadi anak seseorang yang berusia 18 tahun termasuk anak yang ada dalam kandungan. Nah, jalur ini tentu menggambarkan bagaimana tadi organisasi atau kita melepaskan pola-pola lama dan membuka sendiri dengan cara pandangan baru ee lalu menumbuhkan rasa empati dan ada keberanian untuk bertindak sehingga menciptakan solusi baru bersama. Jadi kolaboratif ini yang ee apa namanya yang ee bisa teman-teman sobat-sobat ASN lakukan dalam mewujudkan ekosistem yang ramah anak. Nah, kemudian ee bagaimana ee bedanya dengan jalur absensing tadi dengan teori U ini menggambarkan kondisi ketika orang atau organisasi menutup pikiran, hati dan kemauan ini ee kita akan terjebak sobat-saobn ketakutan, kebencian. penyangkalan fakta. Nah, kemudian menolak ide-ide baru. Hasilnya ya hasilnya kebijakan yang dihasilkan tidak ramah anak, kekerasan anak tetap terjadi. Contoh dalam membangun ruang bermain anak dengan ee tidak melihat. Jadi ee SOP-nya hanya melihat membangun saja, maka diperhatikan pada tanaman yang berduri bagi anak. Ini pas apa tidak? Jadi di semuanya ee membuka diri semuanya. Jadi inovasi itu akan mati. Jadi kebijakan tidak rama anak, kekerasan tetap terjadi. Inovasi itu tidak tidak akan terwujud atau mati gitu ya. Nah, bagaimana kita ee jalur menciptakan ekosistem yang ramah anak teman-teman ASN? Maka dulu ee buka pikiran contohnya. Nah, ASN ini ee diharap ee membuka pemikiran ee pada isu anak, mau mendengarkan suara anak, orang tua, dan komunitas. Jadi, sebelum menyusun perencanaan, mari kita dengarkan karena salah satu tujuan kita adalah untuk kesejteraan sumber daya manusia dan salah satunya adalah anak. Ee sumber-sumber ASN bisa menggali dari anak ee dalam berbagai konteks anak. Ee jadi tidak ada hanya instruksi bekerja rutin. Nah, nah kemudian mari kita buka hati. Artinya apa? Es bisa mengasah empati. Jadi kalau ada terjadi kekerasan terus ee ini siapa nih OPD yang melakukan, siapa melakukan apa? Dalam Undang-Undang TPKS itu sudah jelas kalau itu kekerasan seksual pada anak, jelas siapa perangkat daerah yang ee yang terkait dan apa yang dilakukan. Nah, peduli pada kebutuhan spesifik anak termasuk anak rentam, disabilitas, dan korban kekerasan. Nah, ini bukan hati e teman-teman lihatlah dari berbagai aspek. Dan ee kemudian yang ketiga ini adalah ee ada kemauan tertutup ee ke kemauan terbuka. Jadi, perubahan-perubahan diharapkan ee berani untuk ASN itu berani proaktif ee berkolaborasi. Jangan diam di tempat ee sinergi kolaborasi lintesek. Kalau saat ini adalah bicara-bicara ee coffee-coffee morning yuk. Nah, bagaimana nih situasi kondisi anak-anak kita ee dengan tidak hanya dengan kementerian ee perangkat daerah atau kementerian lembaga ya, dengan antar pemerintah saja tapi juga dengan lembaga masyarakat, media, dunia usaha hingga anak itu sendiri. Nah, tentunya nanti apabila e Sobat ASN sudah ee membuka tiga menerapkan teori U, maka tentunya kita tentu akan memahami regulasi dan kebijakan nasional perlindungan anak secara menyeluruh jadi tidak spasial. Yang kedua mengintegrasikan dengan ada memahami kemudian tentu mampu untuk mengintegrasikan perlindungan anak ini ke dalam ee program perencanaan pelaksanaan dan teman-teman ASN. Sobat ASN bisa menjadi agen perubahan untuk memberikan contoh praktik baik termasuk di lingkungan kerja dan keluarga masing-masing dan tentunya memberikan pelayanan publik inklusif dan sensitif. Ee mohon maaf ini karena jam 10. Kita merayakan, kita mendengarkan dulu ya. Mohon izin. Terima kasih sobat-sobat ASM. Ee kita ee tadi ee terhenti dulu karena memang setiap jam 10. Indonesia Raya dan ee juga ee apa namanya ee Triarma ee ASN gitu ya. Jadi ini juga lagu Indonesia Raya. kita juga ee terus untuk anak-anak kita jangan sampai anak-anak kita yang tidak paham tentang ee tidak hafal lagu Indonesia Raya dan tentu maknanya dari Pancasila tadi. Nah, ini juga menjadi contoh baik juga bisa diterapkan di lingkungan-lingkungan ee daerah yang terkecil yaitu desa dan kelurahan bahkan ee juga di keluarga gitu ya. Nah, ee teman-teman dan sobat ASN ini saya ingin membuka menggali pemikiran saja. Kalau ini adalah cita ee delapan asta cita Bapak Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, maka kita sebagai ASN dengan menerapkan teori tadi, maka bagaimana upaya memperkokoh ideologi Pancasila. komoditas keempat nanti tentunya teman-teman ee apa sobat ASN nanti bisa menggali dan lebih juga untuk lebih ee mendetailkan sesuai dengan fungsi masing-masing. Kemudian juga bagaimana ee cita-cita dari delapan asta kita itu adalah ee pemerataan ekonomi, pemberantasan kemiskinan. tadi data menunjukkan kemiskinan anak itu masih sangat tinggi, maka harus dimulai dari tingkat desa. Ee tadi sudah dicontohkan bahwa ee ada tiga program prioritas yang ee melalui ruang bersama Indonesia di desa dan kelurahan. Nah, kemudian juga ee Asta Cita ketujuh ini bagaimana memperkuat ee apa tentunya yang terkait dengan anak. Anak sekarang sudah ee terlibat baik sebagai pelaku pengguna ee dari ee narkoba. kemudian ee judi online yang saat ini juga sudah melibatkan dengan anak yang usia ee masih dini gitu ya. Jadi ini juga menjadi perhatian kita ee jangan kita ee apa berpikir terkotak-kotak sehingga ee oh 2.7 program prioritas nasional ketujuh ini tidak ada kaitannya dengan anak. Semua ada kaitan dengan anak. terutama juga nanti bagaimana kembali kita menguatkan ee toleransi beragama dimulai dari anak ee kemudian juga bagaimana nilai-nilai budaya dengan permainan-permainan tradisional ini bisa menjawab asta cita Bapak Presiden yang ke-elapan. Nah, kita turunkan nanti bagaimana ee apa namanya ee peran-peran dari teman-teman ASN yang bisa untuk mewujudkan delan asta cita ini. Tentu teman-teman dan sobat ASN tidak bisa sendiri. maka perlu menguatkan sekali lagi sinergi dan kolaborasi yang pentakelik dalam melakukan berbagai upaya perlindungan terhadap ee anak khususnya yaitu pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan komunitas. Nah, untuk itu maka dengan melihat situasi dan kondisi yang sudah kami paparkan tadi, hari anak tahun ini mengangkat tema anak hebat Indonesia kuat menuju Indonesia Emas 2045 dengan Anak Indonesia bersaudara. Ini juga untuk merekatkan nilai-nilai keagamaan, persatuan, menghilangkan intoleransi. Maka kami mengajak seluruh ASN untuk menyuarakan anak Indonesia bersaudara. Nah, ini ee dilakukan di seluruhnya dengan tema subtema yang tentu akan mengarah kepada delapan hasta cita yang telah kita ee bahas bersama tadi. Nah, itu yang e mungkin yang dhon izin, Ibu waktu yang diberikan telah habis. Iya, terima kasih. Perempuan berdaya anak terlindungi menuju Indonesia Emas 2045. Dan sekali lagi perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Mari jadikan ASN sebagai garda terdepan eko untuk mewujudkan ekosistem yang ramah anak. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Luar biasa sekali atas yang telah disampaikan oleh Ibu Rini Handayani. Terima kasih Ibu. Dan sekarang kita saatnya untuk dapat berdiskusi atau menjawab pertanyaan yang telah disampaikan oleh Sobat ASN. Silakan untuk rais hand bisa open mic dan juga open cam. Jika sudah siap kami akan tunggu sejenak dan mohon maaf hanya satu pertanyaan saja kesempatannya pada sesi pertama kali ini. Baik, ada yang sudah open cam dan open mic? Baik, bisa ditampilkan juga mungkin jika ada pertanyaan secara tertulis melalui Zoom meeting. Saya akan cek sebentar. Baik, terkait dengan apa yang telah disampaikan oleh Ibu Rini, ini luar biasa lengkap sekali begitu ya mengenai Asta Cita 8. Kemudian poin-poinnya dan bagaimana Sobat ASN ini harus menjadi individu yang terbuka begitu ya terhadap apapun perubahan yang terjadi demi mencapai satu tujuan yaitu Indonesia Emas 2045. Begitu. Nah, tentunya banyak pertanyaan yang juga ingin disampaikan. Mungkin ada Sobat ASN yang juga ingin sharing terkait dengan apa yang terjadi di lapangan atau di tempat kerjanya sobat ASN saat ini terkait dengan anak. Entah itu mengenai pelayanan individu atau mungkin birokrasi yang terkait dengan perlindungan anak maupun pelayanan terhadap anak. Disilakan untuk dapat melakukan diskusi atau bertanya. Baik, kami tunggu sejenak lagi untuk sobat ASN yang sudah open mic dan juga open cam disilakan. mungkin akan kami himpun begitu ya, Ibu setelah narasumber kita yang ketiga. I baik, saya sudah mendapatkan pertanyaan Ibu secara tertulis melalui Zoom meeting. Saya akan cek terlebih dahulu. Baik, selamat pagi Bapak Abdika dari Ombutsman di Jakarta. izin bertanya, bagaimana strategi komprehensif pemerintah dalam meningkatkan kualitas keluarga untuk mewujudkan kesetaraan gender, perlindungan anak, dan penurunan kekerasan serta stunting? Terima kasih. Sekian pertanyaannya dari Bapak Abdika. Ibu izin untuk dapat dijawab langsung, ya. Baik, terima kasih, Pak Aptika. Ini pertanyaan yang sangat luar biasa. Dari tadi kita berbicara peningkatan kualitas keluarga. Jadi strategi yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas keluarga ini ada berbagai macam strategi yang dilakukan yaitu ee strategi perlindungan anak yang kita mulai e dari bagaimana terjadi perubahan merubah mindset dari orang tua, kemudian bagaimana tidaknya orang tua termasuk juga ee bisa mendengarkan ee suara anak dari mulai dari dalam keluarga. Nah, tentu ada pelatihan-pelatihan yang ee disebut ee dengan ee pelatihan atas sekolah perempuan. Kemudian ee kita ee giatkan untuk bagaimana anak-anak ini bisa ber ee apa masuk dalam organisasi sehingga dia ee meningkatkan kapasitas anak, mampu untuk ee menyuarakan ee apa kebutuhan, kemudian menyuarakan apa yang terjadi pada ee diri anak sendiri. Jadi ee itu yang ee kita terapkan secara komprehensif. Jadi mulai dari regulasi ee di tingkat ee pusat kemudian kalau ee itu tentunya tidak hanya ee yang mengurus keluarga ini tidak hanya Kementerian PPPA kita lihat ada Kemenduk Bangga, ada Kemenak dan kita lakukan pemetaan-pemetaan yang akhirnya ada satu intervensi yang kita lakukan bersama ee untuk menguatkan peran keluarga. Jadi mulai ee Pak ee Aptika ada pelatihan bagaimana kita e untuk ee keluarga juga ee terkait dengan peran ayah ini menjadi ee bikan kita untuk mewujudkan ee keluarga yang berkualitas tadi. keluarga yang berkualitas ee tidak hanya secara ekonomi tapi juga dalam segala aspek sosial yang tentunya dengan menerapkan juga tadi bagaimana kita mendengarkan ee apa namanya ee dialog-dialog keluarga dia ee kemudian juga ee menciptakan ekosistem di dalam keluarga yang ramah anak. Nah, ee itu mungkin yang dapat kami sampaikan. Jadi mungkin ee dari menghimp down dan dari button up. Kalau dari button up tentu intervensi langsung dengan menerapkan regulasi-regulasi yang sudah diwujudkan untuk penguatan keluarga. Ada keluarga sakinah ee kemudian sekarang juga ada bagaimana program e decare yang ramah anak juga itu bisa untuk meningkatkan kualitas keluarga. Jadi ada sekolah ee perempuan yang bagaimana dampaknya nanti terwujudnya pengasuhan yang ee berbasis anak di dalam keluarga. Terima kasih banyak atas jawabannya Bapak Amdikas. Semoga saja ini menjawab pertanyaan dari Bapak dan kita harus akhiri karena memang waktu yang sangat terbatas. Ibu Rimi terima kasih banyak atas waktunya dan semoga tetap bisa mengikuti sampai akhir acara ASN belajar ini. Sehat selalu, Ibu. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sampai jumpa, Ibu. Waalaikumsalam. Terima kasih. Semangat. Baik, sobat ASN di mana pun berada dan yang baru saja bergabung, terima kasih. Kita akan segera menjumpai narasumber kita yang kedua dan akan menyimak pemaparan materi yang berikutnya yaitu dari Kepala Dinas P3K Provinsi Jawa Timur, Ibu Dr. Triwahyuni Liswati, M.Pd. Terima kasih sobat ASN. Masih bersama kami dalam ASN Belajar seri ke-27 tahun 2025. Kita sudah sampai pada sesi pemaparan materi yang kedua oleh narasumber kita yaitu Kepala Dinas P3AK Provinsi Jawa Timur Ibu Dr. Tri Wahyuni Liswati, M.Pd. Asalamualaikum, Ibu. Apa kabar? Waalaikumsalam. Sehat, Mbak? Sehat, alhamdulillah. Wah, sekian lama kita tidak berjumpa dalam kondisi yang baik dan juga dalam beberapa rangkaian acara secara virtual hari ini kita ketemu Bu. Alhamdulillah. Terima kasih sudah menyempatkan waktunya karena saya yakin ini menjelang peringatan Hari Anak Nasional tentunya banyak sekali kegiatan namun hari ini dapat menjumpai sobat ASN di BPSDM Provinsi Jawa Timur. Iya betul. Baik, sudah tidak sabar saya juga ingin menyimak apa yang akan disampaikan Ibu insight dan juga buah pikirannya. Untuk itu waktu kami persilakan Bu Lis. Baik terima kasih Mbak ini berapa waktu saya diberikan Mbak? Kurang lebih 45 menit Ibu. saya pasang timer soalnya. Baik, terima kasih Mbak Fani atas waktunya. Sudah ya yang saya paparkan sudah ngih sudah terlihat ya Mbak Fandi Iya sudah terlihat dengan jelas Ibu. Begitu dengan suaranya juga sudah terdengar jelas. Baik, terima kasih Bapak Ibu yang saya hormati. Alhamdulillah pada pagi hari ini ee kita bisa bertemu ee dalam ruang yang luar biasa, dalam ruang yang luar biasa dari seluruh sahabat ASN ee di Provinsi Jawa Timur. Perkenalkan saya dr. Lis. tadi sudah disampaikan oleh Mbak Fani bahwa memang urusan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pendudukan di Jawa Timur itu menjadi kewenangan dinas kami. Jadi, kami ingin ee menyampaikan bahwa ee dalam materi kita pada pagi hari ini adalah penguatan peran ASN dalam implementasi keluarga sehat dan ramah anak tentunya. Nah, Bapak Ibu, seperti yang tampak pada ee layar bahwa semangat dinas kami adalah tangkas tuntas dalam pelayanan di seluruh Provinsi Jawa Timur. Ee tidak sekedar cepat, tepat, akurat, tetapi juga harus paripurna. Jadi, makanya ee apabila sangat banyak seperti yang sudah disampaikan oleh Bu Sahli, Ibu Rini tadi ee itulah potret sebenarnya. Nah, di sini ee saya akan menyampaikan kaitannya dengan ee bagaimana keluarga sehat dan ramah anak. Nah, ee sahabat ASN yang luar biasa ee keluarga sehat dan ramah anak ini adalah ee bangunan utama gitu untuk seluruh ee kegiatan atau seluruh ee kehidupan yang itu nanti akan berdampak secara luas baik itu di lingkungan masyarakat, di lingkungan sekolah, bahkan berimbas sampai di nasional. Nah, keluarga sehat dan ramah anak ini adalah keluarga yang tentunya terjadi atau menciptakan lingkungan yang tentunya aman, nyaman, dan mendukung perkembangan optimal seluruh anggota keluarga utamanya adalah anak-anak, gitu. Nah, ini tentunya ee dalam pola asuh di dalam keluarga ini harus terjadi ambil peran yang epik gitu saya nyebutnya bahwa antara ayah, ibu, dan anak. Nah, ee dengan melibatkan ee semua yang ada di dalam anggota keluarga itu harapannya bisa memastikan gitu menjaga kesehatan tidak cukup fisik saja tapi adalah kesehatan mental. Ini yang sering dialami oleh anak-anak kita gitu bahwa kesehatan mentalnya terganggu gitu. Jadi dalam tanda kutip Bapak Ibu, kesehatan mental terganggu ini tidak identik dengan gila atau setengah gila. Tidak gitu. Tapi kita juga harus memastikan hak-hak anak kita itu bisa terpenuhi dan ee terlindungi dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. Nah, Bapak Ibu yang saya banggakan, Bu Kadis yang melatar belakangi, mungkin Bapak, Ibu mempertanyakan itu bahwasanya yang menjadi latar belakang permasalahan apa saja ini sudah saya ee identifikasi bahwa tingginya kasus perempuan dan anak, yang kedua adalah tingginya kasus perkawinan anak, yang ketiga penguatan dan pengerustamaan gender di dalam pembangunan. Keempat, peningkatan pemahaman masyarakat tentunya terhadap kepemilikan dokumen kependudukan. Nah, ini semua ee kewenangan ada di Dinas Provinsi ee di Dinas kami Bapak Ibu termasuk ee Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil kalau di kabupaten kota. Yang kelima adalah peningkatan kualitas hidup perempuan. terakhir adalah peningkatan pengendalian penduduk dan ketahanan keluarga. Jadi yang melatar belakangi dari seluruh persoalan yang ada adalah pada ee ee poin-poin yang ada pada ee tayangan ini gitu. Nah, Bapak Ibu, ini saya memberikan data spesifik gitu. Bagaimana mungkin teman-teman ASN ini harus memahami bahwa kekerasan anak di Jawa Timur tadi seperti disampaikan Bu Rini bahwasanya Jawa Timur ini tertinggi loh nomor dua sesuai data Simfoni yang dirilis oleh Kemen PPA. Tetapi Bapak Ibu, mohon izin Bapak Ibu ASN yang saya hormati, kita harus melihat dari ee ee Pak dari sisi yang berbeda bahwa itu adalah bentuk refleksi atau hasil dari kita advokasi selama ini untuk berani speak up baik itu anak maupun perempuan. Nah, seperti yang tampak di dalam layar Bapak Ibu, jumlah kekerasan anak di Jawa Timur ee dari tahun ke tahun itu terjadi peningkatan gitu nggih. sempat turun ini pada tahun 2000 ke 2001 ini adalah pada saat COVID gitu dan ini meningkat di tahun 2022 di tahun 2023 dan alhamdulillah tahun 2024 bisa turun secara drastis Bapak Ibu seperti di tabel gitu. Nah, ini tentunya upaya-upaya yang dilakukan dinas kami itu sungguh luar biasa gitu. Artinya berdamp signifikan dari 1531 kasus turun menjadi 11100. itu apakah semua sudah buka di belum tentu karena masih ada juga ee korban kekerasan ini yang belum berani speaking sampai hari ini. Bahkan mungkin ee seluruh ee peserta yang ASN yang saya hormati yang ada di ruang ee Zoom kita kali ini itu baru menyadari mungkin hari ini, oh ya berarti waktu dulu itu saya mendapatkan kekerasan waktu saya SD, waktu saya TK, waktu saya SMP, waktu saya SMA, itu banyak yang seperti itu. Ternyata saya selama ini gak berani melapor gitu. Nah, Bapak Ibu yang saya hormati, ini yang selalu kita advokasi bahwasanya tabel di sebelah ini adalah ee apa ini banyaknya kasus di tiap kabupaten kota. Contohnya kota Surabaya gitu ya. Di kota Surabaya ini paling tertinggi gitu untuk kasus kekerasan anak. Sedangkan terendahnya di sini ada zero di di laporan itu ee Nganjuk Kabupaten Nganjuk cuma satu, Kabupaten Lamongan cuma satu, Tuban zero, Lumajang zero, Pacitan zero. Apakah data ini ee benar sesuai kenyataan Bu Kadis? Nah, ini yang perlu saya sampaikan Bapak, Ibu di seluruh kabupaten kota ini kami harus meng-upload gitu ya ee seluruh klien yang sudah kita tangani gitu. Nah, di kabupaten tertentu itu tidak seluruh kasus yang ditangani itu ternyata di tidak semuanya di-upload di data simfoni. Ini masih ada paradigma bahwa ee ada ee underpressure dari kepala, kepala daerah ataupun dari ee anggota DPR bahwa tidak mau kalau kasusnya di daerahnya banyak gitu. Padahal ee sejatinya bukan demikian. Justru bagaimana kita di dinas ini bisa melayani semua yang butuh pertolongan kita itu. Kalau semua bisa kita layani, tercatat, it's oke gitu enggak masalah. Semua terdata dengan baik juga kita dampingi, kita layani. Ee kita juga sediakan paraligel kalau memang korban harus melaporkan ke APH. Seperti itu, Bapak, Ibu. Nah, ee utamanya ini sahabat ASN yang ada di lingkungan pendidikan tentunya ee saya juga tidak asing gitu ya, bahwa di satuan pendidikan baik itu boarding school ataupun tidak boarding school potensi terjadi kekerasan itu besar gitu. Baik itu dilakukan oleh teman sebanya, kakak tingkatnya, guru pengajarnya, pengasuhnya, dan semua yang ada di lingkungan private di satuan pendidikan itu. Makanya kita memang harus mewaspadai itu dari lingkungan yang private dulu gitu. Nah, Bapak Ibu yang saya hormati, sedangkan berikutnya yang tampak di layar ini adalah grafik dispensasi kawin, Bapak, Ibu. Ibaratnya saya itu jarang pulang ke rumah gitu. Jadi saya itu selalu langsung ee masyarakat ke lokus di mana perkawinan anak tinggi, stunting tinggi, kasusnya tinggi. Nah, tetapi alhamdulillah Bapak Ibu ini bisa dipersani berdampak sangat signifikan penurunan itu sangat jelas seperti pada layar gitu. Jadi penurunannya itu kalau kita rata-rata di situ sudah hampir ee 40% gitu. Jadi dari 17.000 menjadi 15.000, 12.000 dan terakhir di 2024 dispensasi kawin. Kenapa saya pakai bahasa kawin Bapak Ibu? Karena undang-undangnya bahasanya adalah perkawinan bukan pernikahan gitu. Jadi di sini adalah di tahun 2024 8.753 dan Bapak Ibu kami kami punya data terpilah sampai spesifik gitu nggih. Bahwa alasan anak-anak perkawinan dini dengan dispensasi kawin ini bukan berarti apa itu terlanjur hamil semua bukadis? Tidak gitu. Jadi alasan terlanjur hamil ini justru kecil gitu. Yang besar apa? yang besar adalah alasan untuk menghindari zina gitu. Dan saya juga punya data ri gitu yang terbesar itu lulusan SD kah, SMP atau SMA Bu Kadis? Mungkin ada pertanyaan begitu. Nah, ini yang terbesar adalah pada lulusan anak sekolah menengah pertama yang mengguni paling besar, Bapak, Ibu. Jadi, ini yang tentunya perlu mendapatkan perhatian. Nah, selanjutnya Bapak Ibu di dinas kami ini juga punya data. Jadi, pekerjaan kami itu begitu kom apa ya begitu banyak dan ee kalau disajikan dalam data itu bisa sekomprehensif ini gitu. Ee jadi pencapaian indeks perlindungan anak di Jawa Timur dan nasional Bapak Ibu bisa persani di layar gitu. capaian kita itu sudah jauh di atas nasional gitu mulai tahun 2018 sampai di tahun 2023. Nah, ini ditentukan apa ini? Jadi, Bapak Ibu untuk pembentukan ee indeks perlindungan anak ini bisa dikelompokkan menjadi kluster. Makanya ee semakin banyak sekolah ramah anak ataupun pondok pesantren ramah anak tentunya akan membantu saya di dalam menaikkan IPA ini gitu. Nah, indikator di IPA ini apa saja? Mungkin Bapak Ibu yang belum pernah ee mengikuti ini indikatornya ada 27 itu ee sudah saya petakan lima indikator ini adalah kluster 1, empat indikator kluster 2,8 indikator kluster 3, 5 indikator kluster 4 5 indikator kluster 5. Nah, ini berpengaruh terhadap IPA. Nah, ee capaian-capaian daerah seluruh di Provinsi Jawa Timur ini akan berdampak terhadap kabupaten, kota yang layak anak dan provinsi yang layak anak. Tentunya untuk kluster 1 Bapak Ibu di sini ada hak sipil dan kebebasan. Nah, hak sipil anak salah satunya itu hak anak itu adalah hak sipilnya. Sedangkan hak sipil itu yang dimaksud adalah hak ee tercukupkannya administrasi kependudukan dan bukan kebetulan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di Provinsi juga menjadi ee tugas kami begitu. Jadi ini sangat memudahkan kami dalam pemenuhan hak anak untuk khususnya hak sipilnya gitu. Untuk kluster kedua adalah lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif. Nah, ini Bapak, Ibu ee keluarga seperti yang kita ketahui ini adalah memang fondasi yang sangat fundamental dan sangat sensasional. Kalau boleh saya sebut seperti itu. Untuk kluster tiga adalah kesehatan dasar dan kesejahteraan. Ya, kluster empat ini pendidikan. Kluster 5 itu perlindungan khusus. Jadi ini Bapak Ibu yang menjadi hak seluruh anak kita. Dulu waktu saya masih di Dinas Pendidikan menyebut anak itu kan yang ada di rumah kita ngih anak yang kita lahirkan anak biologis gitu. Tetapi setelah di DP3 Akad Jatim ternyata bukan Bapak Ibu. Anak itu bisa anak biologis dan anak sosiologis gitu. Artinya bahwa seluruh anak yang berusia kurang dari 19 tahun itu adalah anak kita gitu. Jadi kita sebagai orang tua punya kewajiban yang sama di lingkungan manaun saat kita berada gitu. Kita harus memperhatikan kelima ini yang hak yang yang harus dipenuhkan. Jadi hak sipil dan kebebasannya, hak mendapatkan lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, hak kesehatan dan kesejahteraan, hak akses kependidikannya dan tentunya keperlindungan khusus. Jadi ini Bapak Ibu ee yang ada di satuan pendidikan ini sangat ee sangat penting gitu untuk dipahami agar sekolah-sekolah atau seluruh satuan pendidikan itu ee memperhatikan indikator ee apa ini perlindungan anak ini gitu. untuk Bapak Ibu untuk pencapaian indeks perlindungan anak ini mungkin Bapak Ibu jadi bertanya bagaimana buka di pencapaian IPA di Provinsi Jawa Timur. Nah, Bapak Ibu Persani dari tahun 2018 sampai dengan 2023 Jawa Timur yang berwarna biru, Bapak Ibu. Nah, ini selalu di atas nasional gitu. Artinya bahwa ini bukan kerja keras buka DP3AK sendiri, bukan. Tapi seluruh mitra dan stakeholder ee kami gandeng ee kami ajak kolaboratif dan konsisten. Itu yang penting gitu. Nah, untuk itu Bapak Ibu ini juga senyampang untuk sahabat-sahabat ASN yang ada di satuan pendidikan yang ini senyampang masa ee MPLS ataupun orientasi terhadap sekolah. ee akan sangat penting anak-anak memahami ini. Jadi, anak-anak tahu hak yang harus dia dapatkan itu apa saja gitu ya. Kalau itu tidak ada, maka anak berhak untuk komplain gitu. Anak berhak untuk ee melaporkan bahwa hak akses ini tidak saya dapatkan gitu. Jadi itu Bapak Ibu yang saya banggakan gitu. Terus berikutnya kalau ini capaian kabupaten kota Bu Sahli. Ee untuk IPA ini sudah saya buatkan ee terstruktur gitu. Baik indeks ee perlindungan anak, pemenuhan hak anak dan ee IPK-nya gitu ya. Jadi ini untuk seluruh kabupaten kota masih ada yang di bawah rata-rata Jawa Timur tapi yang capaian di atasnya lebih banyak sehingga rata-ratanya kita tetap di atas rata-rata nasional gitu. Nah, jadi itu Bapak Ibu yang saya muliakan. Sedangkan untuk komponen indeks perlindungan anak ini di Jawa Timur juga ee gerak tabel ini saya sajikan secara lengkap begitu nggih. Bagaimana capaian indeks perlindungan hak anak. Jadi ee ada indeks perlindungan anak, ada indeks perlindungan hak anak, ada capaian indeks perlindungan khusus anak. Jadi indikatornya ini Bapak Ibu ada IPA, ada IPHA, ada ee ada IPK gitu. Jadi tiga nih ini harus belajar satu semester kayaknya ini Mbak Fan kalau untuk ini nanti gitu. Nah, saya lanjut saja untuk Bapak Ibu selain selain pemenuhan hak-hak anak tadi untuk anak itu bisa paham sehingga anak itu bisa melapor manakala oh saya di keluarga itu tidak mendapatkan lingkungan yang aman, tidak mendapatkan lingkungan yang nyaman. Contoh nih, mendapat kekerasan dari omnya, dari kakeknya, mendapatkan pelecehan dari omnya, dari kakeknya atau dari tetangganya, artinya lingkungan dia enggak aman. Nah, ini anak harus di diberi advokasi bahwa dia ee harus didampingi, harus dia berani melapor gitu. Harus dipahamkan bahwa anak-anak ini punya hak lima tadi, gitu. Nah, untuk ee prevalensi stunting Bapak Ibu ini juga menjadi urusan dinas kami karena sebagai sekretaris tim TPPS penurunan stunting di Provinsi Jawa Timur adalah saya gitu sebagai Kepala Dinas DP3 AK Jatim sehingga ee apakah inline buka perkawinan anak menyebabkan kelahiran balita yang berpotensi stunting. Nah, ini perlu riset tapi pada kenyataannya memang iya gitu. Nah, alhamdulillah Bapak Ibu capaian kita ee terbaik kedua setelah Provinsi Bali. Jadi ee penurunannya itu sangat signifikan. Untuk itu ee kami pun terus ee bersinergi dengan Dinas Kesehatan dengan BKKBN untuk memantau ee seluruh kabupaten kota di Provinsi Jawa Timur. Nah, Bapak Ibu, ini yang dipesankan Ibu Gubernur gitu. Apakah ee perceraian di kalangan ASN itu trennya meningkat gitu yang banyak baik itu cerai talak maupun cerai gugat gitu. Nah, Bapak Ibu untuk para ASN Pemprov Jatim kami di DP3AK itu punya Puspaga setara. Jadi di sana sahabat-sahabat ASN bisa mencurhatkan segala keluhannya gitu. Tidak harus ee tentang keadaan di rumah, mungkin mencurhatkan tentang pekerjaan yang under pressure, bagaimana pola asuh anak gitu, bagaimana mungkin ee suaminya kok jadi berubah karena puber kedua gitu. Nah, itu bisa tidak harus datang ke ke kantor by akan dilayani oleh psikolog klinik dan insyaallah Bapak Ibu data Bapak Ibu itu ee pasti kami rahasiakan seperti itu. Jadi mudah-mudahan ee media itu bisa teman-teman ASN gunakan karena selama ini kalau untuk kasus kekerasan perempuan dan anak lapor sudah tahu, sudah hafal 129 gitu. Nah, sekarang kalau ASN bagaimana kalau punya masalah gitu karena bukan berarti kita sebagai ASN tidak punya masalah, baik itu dalam keluarga, dalam pekerjaan, dalam pertemanan. dalam hubungan sosial lainnya itu semua bisa diurhatkan seperti itu. Nah, Bapak Ibu ini kepemilikan fakta kelahiran karena ini menjadi urusan saya juga gitu nggih. Jadi urusan saya itu pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, ee terus ee pembangunan keluarga berencana sama catatan ee kependudukan dan catatan sipil sehingga data kami itu lengkap gitu. kepemilikan akta kelahiran. Nanti Bapak Ibu mohon dicek apakah putra-putrinya sudah memiliki akta kelahiran ini karena capaian kita sudah sangat tinggi 95,64%. Ini juga tidak saya capai dengan mudah gitu Bapak Ibu. Saya harus berpeluruh rumah sakit Pempr maupun swasta, baik itu Pempr maupun rumah sakit swasta bahkan klinik bersalin gitu. Jadi kami berpupun ASN melahirkan itu nanti tidak perlu kecapil untuk ngurus akta kelahirannya. Cukup melahirkanlah di tempat rumah sakit-rumah sakit ee pemerintah maupun swasta yang sudah berp hari itu ibu-ibu melahirkan. Maka di hari itu juga pelayanan kami 1* 24 jam. akta kelahiran itu sudah akan disampaikan. Jadi tidak perlu mengunjungi ee ke Dinas Duk Capil gitu ya, ngantri lama gitu enggak perlu gitu juga. Selain itu update KK jadi kartu keluarga otomatis dengan proses kelahiran adalah nambah kakak, nambah anggota keluarga gitu. Atau mungkin mohon maafillah minzalik apabila terjadi proses kematian. Jadi akta yang kita berikan bukan akta lahir, tapi ya akta kematian baik itu untuk ibu ataupun anaknya gitu. Tapi kalau kalau anak itu meninggal saat dilahirkan kan berarti belum sempat dicatatkan, belum punya NIK. Tapi kalau sudah lewat 1* 24 jam si anak kan sudah punya NIK gitu. Jadi seperti itu Bapak Ibu layanan kami. Mudah-mudahan ee di sini juga teman-teman ASN yang belum ng Oh iya ya kalau begitu melahirkan di klinik ataupun rumah sakit yang sudah berpakadim untuk layanan ee satu someday service ini gitu. Next. Ee kepemilikan kartu identitas anak. Nah, ini putra-putri Bapak Ibu yang belum punya KIA gitu nggih. Karena capaian kita masih rendah untuk KIA ini masih di 60,17% kan beda dengan ini akta. Kalau akta sudah pada 95,64. Nah, kenapa ini masih rendah? Karena masyarakat pada umumnya menganggap tidak diperlukan Kie karena kalau ee apa gak mau pergi ke luar negeri ataupun ee untuk kegiatan-kegiatan yang membutuhkan KIA, mereka pada umumnya tidak diuruskan KIA-nya. Padahal nanti saat pemberian bantuan sosial si anak ini datanya harus punya KIA. Nah, itu baru berbondong-bondong kalau untuk ee pengurusan bantuan sosial gitu. Nah, harapannya ee agar semua dokumen kependudukan itu tercukupkan, maka orang tua tetap menjadi ee penentu utama dan utamanya di sini sahabat ASN maupun non ASN yang sudah bergabung gitu. Nah, Bapak Ibu yang saya hormati untuk keluarga bagaimana Bu Kadis indeks kualitas keluarga karena ini juga menjadi fusi kami gitu untuk indeks kualitas keluarga seperti Bapak Ibu Persadiani di layar komponen-komponennya indeks kualitas keluarga ini apa saja gitu ya. Jadi agar kita sebagai ASN itu juga tahu oh komponen indeks kualitas keluarga itu di antaranya adalah ee coba itu Bapak Ibu saya zoom sedikit komponen legalitas struktur ketahanan fisik ketahanan ekonomi, ketahanan sosial dan psikologi, ketahanan sosial dan budaya. Jadi kompleks gitu nggih. Kalau kita bicara tentang keluarga, bagaimana supaya ketahanan ekonomi, ketahanan sosial, ketahanan fisik, ketahanan legalitas. Artinya legalitas ini kan suatu perkawinan memang harus dicatatkan gitu lah. Yang tidak tercatat bagaimana Bu Kadis ya otomatis kami enggak punya datanya gitu kalau yang tidak tercatatkan gitu. Nah, untuk selanjutnya Bapak Ibu ini yang menjadi target di RPJMD kita di Provinsi Jawa Timur. Kalau capaian prevalensi stunting kita pada tahun 2025 ini sudah turun drastis di 14,7, maka harapannya ini juga mengalami penurunan lagi ee mencapai 13,36 ini sampai dengan RPJMD kan sama sampai dengan tahun 202. Tapi harapan kita ya akan turun lebih ee signifikan lagi tentunya. Kalau prevalensi stunting Bapak Ibu, ini yang saya sampaikan bahwa kita di Jawa Timur itu peringkat dua setelah Bali. Karena Bali di sini ee capaiannya adalah 8,6 sedangkan kita di 14,7. Nah, ini kan warning ya, kita harus waspadai. Eh, enek stunting itu sebenarnya apakah hanya diakibatkan karena kekurangan gizi? Oh no gitu ya. Ternyata pola asuh anak di dalam keluarga ini juga menentukan Bapak Ibu nanti putra-putrinya sekanteng atau tidak gitu. Karena kalau kita menyerahkan contoh nih secara finansial orang tua mampu tapi waktu untuk mengasuh tidak ada diserahkanlah kepada baby sister ataupun ee asisten rumah tangga. Nah, ini yang mengakibatkan terjadinya stunting apabila tidak dipenuhkan ee asupan ee nutrisi untuk si bayi. Jadi, tidak seperti zaman dulu bahwa kebanyakan itu karena kekurangan gizi gitu. Jadi, sekarang ini pola asuh di dalam keluarga ini juga sangat penting gitu. Ee Bapak, Ibu harus kontrol dengan baik gitu. Nah, data stunting ini ee kami pun juga advokasi tentunya ke Kabupaten Jember, Kabupaten Pasuruan, Kota Batu ini yang masih tinggi nggih tiga teratas gitu. Jadi untuk tiga terbawah sudah gak masalah. Jadi kalau yang angkanya di bawah 14,7 ini sudah gak masalah. Tapi yang masih di atas ini masih menjadi PR saya gitu. Eh, di tahun ini Bapak Ibu apa sih yang dimaksud stunting gitu nggih. Stunting atau stunted perawakan pendek gitu dengan panjang dan tinggi badan dan berat badan tidak sesuai normal sesuai usianya gitu. Nah, ini memang penyebab utamanya kekurangan gizi kronik tetapi di keluarga yang mampu itu juga banyak bayi berpotensi stunting karena pola asuh yang tidak tepat tadi gitu. Nah, ee juga bisa karena penyakit atau infeksi terutama saat 2 tahun pertama kehidupan. Jadi, kehidupan itu dimulai dari ee hari pertama kehamilan, Bapak, Ibu. Jadi, itu sudah dihitung ee 1000 hari pertama kehidupan. Jadi, sejak di dalam kandungan pun itu sudah bisa terdeteksi, gitu. Nah, untuk melakukan ee pencegahan dan koreksi untuk masalah stunting di berbagai intervensi disis spesifik maupun sensitif. Jadi kami itu ee menjangkanya adalah memetakan kabupaten kota yang berpotensi tinggi. Kami jangkau dengan intervensi baik secara spesifik maupun secara sensitif. Jadi seperti itu. Nah, kandungan terjadi pada kekurangan ibu hamil ini, kelainan bawaan atau lahir prematur atau kecil sekali di masa kehamilan gitu. Makanya saat ibu-ibu ASN hamil ini pantang untuk diet gitu. Jadi akan berakibat ee fatal terhadap ee janin yang dikandung nantinya gitu. Nah, ee Bapak Ibu ini ee adalah bagaimana sebenarnya kehamilan dan pertumbuhan janin yang baik gari pertama kehidupan itu gizinya harus tepat. Pencegahan penyakit ini akan menjadi tumbuh kembang optimal gitu yang mencegah stunting tentunya. Kalau anak sudah dilahirkan tentunya ASI eksklusif MPASI ini juga sangat dibutuhkan untuk di dalam keluarga itu memulai kehidupan itu dengan baik dan sehat seperti itu. Nah, Bapak Ibu dampak stunting itu apa gitu nggih? Mungkin selama ini sering dengar stunting-stunting itu pendek atau apa ya dulu kalau kita masa SD nyebutnya kuntet kerdil gitu. Nah, jangka pendeknya Bapak Ibu ini terjadi gangguan perkembangan otak gitu juga pertumbuhan tulang, otot, komposisi tubuh menurun dan yang ini yang fatal-nya akan rendah, sistem imunnya melemah gitu. Nah, untuk itu makanya kita sangat konsern. saya sebagai sekretaris ee stanting di Provinsi Jawa Timur ini harus harmonisasi, mengkolaborasikan seluruh program dan kegiatan baik itu dari Dinas Kesehatan, dari BKKBN, dan dari Dinas kami sendiri gitu secara epik itu agar itu memang berdampak langsung kepada sasaran kita pada ibu-ibu hamil atau bayi-bayi yang sudah lahir dan itu stunting seperti itu. itu Bapak Ibu. Nah, untuk jangka panjang kehilangan produktivitas kerja, perawatan kesehatan tentu pembiayaan meningkat, perawakannya pendek. Jadi kalau stunting itu pasti pendek ya, Bapak, Ibu. Jangan nanti terus teman ASN-nya saling bully gitu. Kalau pendek berarti stunting belum tentu gitu nggih. Jadi kalau stunting pasti pendek, tapi kalau yang pendek belum tentu stunting gitu. dan juga resiko penyakit diabetes, obesitas, jantung, hipertensi, kanker stroke. Artinya bahwa karena imun melemah artinya potensi seluruh penyakit ini bisa datang dengan cepat. Kematian di usia muda itu karena apa? Gangguan metabolisme, glukosa, lemak, protein, hormon. Nah, ini kalau kita tahu bahayanya gitu, maka ibu-ibu tidak akan sekali-sekali coba-coba saat hamil tidak mau berat badannya bertambah melakukan diet gitu. Nah, ini kalau sahabat ASN dan seluruh perempuan di Jawa Timur jangan gitu nggih. Sedangkan untuk pola asuh sehat Bapak Ibu sebagai kunci pencegahan. Pencegahannya bagaimana Bu Kadis? ya tentunya pemberian gizi yang cukup dan tepat lah tadi kalau pengasuhan diserahkan kepada asisten atau kepada ini biasanya kan cukup anak diam enggak mau makan ya sudah enggak mau sayur ya sudah enggak mau susu ya sudah yang penting anak diam. Nah ini makanya di era sekarang bukan lagi yang menyerang ee stunting ini bukan menyerang yang ee gizi buruk saja artinya yang ekonomi rendah tidak. tetapi juga pada perumahan-perumahan elit yang tidak tersentuh itu juga banyak bayi yang ternyata stunting seperti itu. Terus berikutnya kita harus stimulasi tumbuh tumbuh kembang enak Bapak Ibu bermain yang interaktif gitu ya memberikan rasa kasih sayang eman nyaman, memberikan seluruh hak yang harus anak-anak dapatkan. Sedangkan kita sudah terbiasa berperilaku hidup sehat, hidup bersih, cuci tangan, sanitasi, itu menjadi perhatian kita, saya rasa gitu ya sebagai ASN. Tapi kalau ada yang luput mohon kita saling ee mengingatkan dan mencermati gitu. Nah, ini Bapak Ibu dasar hukumnya. Kenapa itu tadi yang harus saya lakukan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 ini tentang Pemerintah Daerah, Bapak, Ibu. urusan PP ini merupakan urusan wajib kongkruen non layanan dasar. Sedangkan dengan suburusannya ada enam ini, Bapak Ibu. Ada kualitas hidup perempuan, ada perlindungan hak perempuan, kualitas keluarga, sistem data gender dan anak, pemenuhan hak anak, perlindungan khusus anak. Nah, ini semua menjadi tanggung jawab kami di Pemprov Jatim gitu. Jadi kalau kami tidak berjejaring, bermitra baik itu dengan OPD pemerintah, dengan NGO, dengan ee organisasi swasta, organisasi masyarakat tentu berat gitu. sehingga untuk memudahkannya seperti itu. Nah, ini nanti kalau Bapak Ibu memerlukan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 bagaimana sih tentang suburusan kualitas keluarga ini? Jadi, kami berbagi peran Bapak, Ibu, pemerintah pusat, pemerintah daerah, provinsi, pemerintah daerah, kabupaten, kota dalam penguatan maupun pengembangan kualitas keluarga gitu ngih. Jadi ini kami juga ee advokasi ke seluruh kabupaten kota tentunya. Selanjutnya kalau Permendekri ini saya rasa nomenklatur Bapak Ibu tidak perlu dihafal karena memang ada kodifikasi nomenklatur perencanaan pembangunan dan keuangan daerah. Nah, dalam program peningkatan kualitas keluarga ini yang perlu dicermati adalah di situ poin-poinnya gitu. mewujudkan kesejahteraan gender, pendampingan menuju ke sana sampai poin yang terakhir gitu. Nah, ini Bapak Ibu saya rangkum dari data itu saya permudah di sini pengertian kualitas keluarga Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2009 tentang pendudukan dan pembangunan keluarga. Nah, Bapak Ibu bisa persani ini sudah saya sandingkan dan sudah saya disklaimer dengan warna merah gitu ya. Jadi ee kualitas keluarga dengan ketahanan dan kesejahteraan keluarga ini yang saya disklaimer merah adalah sejahtera, mandiri dan harmonis gitu nggih. Jadi dua-duanya penting di kedua-duanya ada gitu. Jadi harus perkawinannya harus sah, sehat, maju, memiliki jumlah anak ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab. Kenapa ini tidak saya tulis dua anak cukup? karena idealnya berbeda. Kadang ada pasangan satu sudah ideal gitu, sekarang tidak perlu dua gitu. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jadi seperti ini Bapak Ibu nih supaya memudahkan. Sedangkan untuk ee keluarga berkualitas, Bapak Ibu secara ee secara ini kita bisa maknai bahwa keluarga itu merupakan agregat dari ketahanan keluarga, perlindungan anak, kesetaraan dan keadilan gender, serta partisipasi di dalam masyarakat. Jadi kualitas keluarga itu apa ya merupakan untaian dari agregat saya menyebutnya gitu ya. Bagaimana ketahanan keluarganya, bagaimana perlindungan terhadap anaknya, bagaimana di situ terjadi kesetaraannya. Jadi budaya patriaraki itu memang untuk masyarakat Jawa masih terasa kental gitu ya. Tetapi tentunya patriarki ini kan pada batas kewajaran norma gitu yang yang wajar tentunya. Kalau itu sudah melebihi itu, nah itu berarti sudah bentuk kekerasan, gitu. Nah, kalau Bapak Ibu definisi letterl-nya sesuai undang-undang, kualitas keluarga itu adalah keluarga yang dibentuk berdasarkan perkawinan yang sah, bercirikan kesejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak ideal, berwawasan ke depan, bertanggung jawab, harmonis, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Artinya kalau keluarga kita tidak harmonis lagi, kualitas keluarga kita berarti sedang melemah. Itu harus diperkuat gitu ya. Jadi Puspagastara siap membantu atau mendampingi Bapak Ibu semuanya. Sedangkan keluarga Bapak Ibu kalau kita boleh bagi itu ada keluarga inti, keluarga konjugal, ada keluarga luas. Saya rasa ini sudah Bapak Ibu pelajari sejak SD gitu nggih. Sudah tahu keluarga inti itu siapa saja. gitu. Sedangkan keluarga itu adalah sebagai unit sosial ekonomi terkecil di dalam masyarakat. Ini ee penting. Kenapa? Karena terjadi dua atau lebih orang yang mempunyai jaringan atau interaksi personal, hubungan darah, hubungan perkawinan, maupun adopsi. Jadi adopsi masuk di sini, Bapak, Ibu. Sedangkan ee keluarga pencetak sumber daya manusia ini juga sebagai lingkungan pertama tentunya dan utama dalam pembinaan tumbuh kembang enak sebagai pusat kegiatan penting juga aspek di dalam kehidupan gitu. Bapak, Ibu yang saya hormati. Kebijakan ini saya rasa Bapak, Ibu ee cukup untuk diketahui bahwa ini semua masuk di RPJMN tahun 2000 sampai 2024. Makanya disebutkan membangun kebudayaan dan karakter bangsa itu salah satu fokusnya adalah meningkatkan kualitas ketahanan keluarga. Nah, itu Bapak, Ibu. Jadi, betapa pentingnya keluarga yang kita sebagai ASN kadang berangkat pagi, pulang pagi begitu tidak sempat menyapa ataupun bertemu dengan anak-anak kita. Jadi sebenarnya ukurannya bukan durasi tapi bagaimana kualitas pertemuan ini. Nah, ini jadi indeks kualitas keluarga itu menyajikan penghitungan indikator dimensi nilai indeks tingkat nasional dan provinsi tentunya. ini semua sudah tertuang dari RPJ RPJMN maupun RPJMD gitu. Peningkatan kualitas keluarga ini, Bapak Ibu yang saya banggakan ee jadi peningkatan kua lintas keluarga ini kesetaraan gender. Kalau kita bicara gender itu tidak perempuan saja. Gender itu ya laki-laki dan perempuan. Apakah selama ini tidak setara, Bu Kadis? Lebih tepatnya belum. Karena indeks kesetaraan gender kita adalah 0,42 gitu. Artinya kalau 00 itu baru setara, tapi dalam kehidupan ee sangat nisbi gitu ya. Sangat tidak mungkin kalau mencapai 0- dan indeks kesetaraan gender kita sudah jauh di bawah rata-rata nasional gitu. Jadi kita 0,42. Sedangkan untuk rancangan prioritas sasaran program baik perempuan dan anak ini tentunya kita sudah m-breakdown memulai dari asta cita gitu ya, terus ke dalam ee program prioritas terus berikutnya breakdown lagi ke dalam ee Nawa bakti Satya gitu. Nah, untuk itu Bapak Ibu ini saya mengajak kita sebagai ASN sangat bersyukur. Marilah kita terapkan pola asuh yang sehat di lingkungan keluarga kita. Dukung program pemerintah secara aktif dan berkelanjutan. Jadikan diri kita ini sebagai panutan hidup sehat dan tentunya pelindung untuk hak anak gitu. Jadi harapannya nanti kalau anak-anak kita semuanya sehat, negara kita kuat, ASN kita menjadi hebat, maka insyaallah generasi emas akan kita ee capai. Begitu. Nah, terima kasih Bapak Ibu semua yang saya banggakan. ini pas waktunya ee ini media sosial saya yang kita bisa berkomunikasi secara intensif ee saling berbagi informasi. Nomor HP saya juga tersedia. Bapak, Ibu kalau pengin berkomunikasi ke Puspagastara kami tunggu gitu. Karena memang layanan itu ee secara komprehensif memang akan menyasar ASN di seluruh provinsi. Jawa Timur. Terima kasih, Mbak Fani. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak Bu Li. Saya menyimak sekali mulai dari awal hingga akhir dan tentunya ini membawa value yang baru terhadap Sobat ASN yang menyaksikan. Dan saatnya kita untuk di sesi tanya jawab. Saya sudah menghimpun beberapa pertanyaan melalui Zoom meeting. Mungkin saya akan bacakan satu terlebih dahulu BL Lis, ya. I pertanyaan ini dari Ry dari Dinas PMD Kabupaten Malang. Kekerasan pada anak bisa diasumsikan dengan banyak cara. Nah, izin bertanya apakah tidak dapat nafkah sejak kecil atau tidak dapatnya perhatian dari salah satu orang tua? Apakah itu termasuk kekerasan? Dari case tersebut, apa peran pemerintah untuk membantu? karena ini merupakan dasar dari 27 indikator yang telah disebutkan tadi. Seperti itu, Bu Lis. Monggo silakan untuk dapat dijawab, Bu. I terima kasih. Ini Bapak Ibu Ry ya dari Dinas PMD Malang. Terima kasih. Luar biasa pertanyaannya. Artinya kena gitu, Mbak. Betul. Eh, kekerasan terhadap anak ini jenis kekerasan itu sangat beragam baik itu fisik maupun verbal gitu. Nah, salah satu yang ditanyakan bagaimana kalau anak anak ini ditelantarkan. Nah, kalau nelantaran anak sekali lagi penelantaran anak ini adalah satu bentuk kekerasan. Jadi, bisa dilaporkan ke kami gitu. Jadi harus ada yang melapor Mbak Fani masalahnya gitu. Jadi terlantar itu adalah anak negara. Jadi wajib bagi saya untuk memfasilitasi si anak menjadi anak negara gitu. Kalau anak itu betul terlantar gitu. Tetapi kalau ada orang tuanya, tetapi orang tuanya sengaja menelantarkan, nah minta tolong nanti teman-teman melaporkan ke kami bahwa ada penelantaran anak gitu nggih. Di mana dan kapan terjadinya. kami akan melakukan penjangkauan dengan cepat tentunya seperti itu. Jadi, Bapak Ibu ASN yang saya hormati, kalau nanti Bapak Ibu menemui di lingkungan dekat Bapak Ibu ada anak terlantar, ada anak di ditinggalkan orang tuanya gitu, itu semua ee menjadi anak negara nantinya gitu. Kalau tapi kalau ada orang tua yang bisa dilaporkan, maka orang tua ini tentunya akan kita ee kita panggil, kita mediasi tentunya bagaimana terhadap ee pengasuhan dan ee pemenuhan hak anaknya. Apabila dia sudah tidak sanggup, maka anak ini harus diserahkan menjadi anak negara. seperti itu, Mbak Fani. Jadi ee di kami pun ee sudah ada tujuh kalau tidak delapan di tahun ini. Kami tentunya kalau di shelter kami bukan untuk ee anak yang terlantar. Tentunya kami nanti akan mensinergikan dengan Dinas Sosial, Bapak, Ibu. Karena yang ada UPT untuk anak-anak terlantar itu adanya di Dinas Sosial. Tetapi kalau dilaporkan ke kami terhadap bentuk terasannya itu kewenangannya ada di kami. Karena penelantaran anak adalah satu bentuk kekerasan terhadap anak seperti itu. Jadi itu nanti akan kami ee pasti akan kami jemput, kami koordinasikan dengan Dinas Sosial untuk bisa ee tinggal kalau anak itu masih usia sekolah tentunya ya sekolah tapi wajib tinggal di UPT ditsos. Masalahnya kalau ada orang tua biasanya kan diminta orang tua tetap tinggal di rumah. Nah, ini yang tidak bisa karena bantuan permakanan dan sebagainya ini anak wajib tinggal di UPT Dinsos. Seperti itu. Ee Bapak atau Ibu Ry dari Dinas PMD Malang. Matur nuwun. Terima kasih banyak untuk jawabannya, Ibu. Semoga ini juga menjawab pertanyaan Ibu atau Bapak Ry di Dinas PMD. Saya ada satu pertanyaan lagi, Ibu, dari Bapak Erik, namun tidak dicantumkan dari mana pertanyaannya, apa rencana strategis yang dilakukan untuk menurunkan atau menghentikan anak yang melaksanakan perkawinan di tingkat SMP? Karena memang baru-baru ini banyak yang viral dan juga banyak terjadi di beberapa daerah begitu ya, tidak hanya di Jawa Timur saja. Bagaimana Ibu jawabannya? Baik, terima kasih Mbak eh pertanyaan yang luar biasa. artinya tension terhadap anak itu tinggi dari seluruh ee yang bergabung di ruang Zoom Zoom kita pada webinar kita pada siang hari ini. Jadi kalau sesuai data terpilah kami, betul. Jadi anak yang tertinggi melakukan dispensasi kawin adalah anak usia SMP. Lanjutnya tertinggi kedua baru SMA, baru terakhir adalah SD. seperti itu. Nah, ee apa rencana strategis kita ini bukan rencana tapi ini sudah menjadi program yang sudah kita jalankan gitu dari awal saya menjabat sampai dengan hari ini. Makanya penurunan tadi ee yang itu juga membahagiakan bagi kami kalau penurunannya sudah hampir ee 40% gitu. Nah, yang kami lakukan Bapak Ibu tentunya kami bersinergi dengan Mul Pentahelik ya, baik itu dengan NGO, dengan Dinas Pendidikan, dengan ee lembaga masyarakat dan lembaga non pemerintah lainnya, organisasi pemerintah dan organisasi masyarakat lainnya. yang kami lakukan satu memastikan bahwa anak lulusan SMP ini mendapatkan sekolah di tingkat menengah. Kebanyakan gini, Bapak Ibu di kabupaten kota jumlah SMP-nya ini banyak. Sekolah negeri SMA SMK-nya itu kapasitasnya tidak tertampung gitu. Dan ini anak-anak biasanya tertampung di sekolah swasta untuk yang mampu gitu. Nah, yang tidak mampu bagaimana gitu. Nah, untuk itu Bapak, Ibu, alhamdulillah sekarang di Provinsi Jawa Timur sudah berlaku sudah berjalan baru ini kita punya 16 sekolah rakyat. Jadi, nanti apabila sekali lagi Bapak Ibu apabila menemui ee anak tidak sekolah, anak putus sekolah tapi data sudah ada tapi kami tracing kadang by name by trace itu kami tidak menemukan anaknya gitu. Makanya kami perlu ee apa ya, perlu kerja sama dari seluruh stakeholder ee bisa memberikan informasi itu kepada kami karena anak-anak ini utamanya akan bisa ee kita bantu di dalam sekolah rakyat. Karena sekolah rakyat ini memang khusus untuk sekolah ee untuk masyarakat kurang mampu. Ee dan sekolah ini bentuknya boarding school, Bapak, Ibu. Seluruh makan. tidur, sekolah, semua dibiayai oleh negara. Jadi untuk sekarang ini selain tadi yang ke Dinsos, Bapak, Ibu, untuk tahun ini kalau itu yang saya sampaikan kemarin kan di UPT DINS tahun lalu. Kalau untuk tahun ini akhirnya kami bisa masukkan di seluruh sekolah-sekolah rakyat 16 yang sudah beroperasi di Provinsi Jawa Timur tahun ini gitu. Jadi anak terjamin kebutuhannya ee tempat tinggalnya, permakanannya, pendidikannya pada sekolah rakyat ini. Baik jenjang SMP maupun SMA seperti itu. Jadi sekolah rakyat ini memang ada SD, SMP, SMA seperti itu, Bapak, Ibu. Tetapi ya konsekuensinya satu, anak ini harus terpisah dari orang tuanya, gitu. Nah, ini kalau dalam pola asuh di dalam keluarga sebenarnya tidak koheren gitu. Padahal tempat yang aman dan nyaman bagi anak adalah dekat dengan orang tuanya, utamanya ibu dan ayahnya. Lah kalau anak ini kita bawa, kita pisah ke sekolah rakyat, konsekuensinya memang ee pola asuhnya ganti mengikuti pola asuh di asrama di mana nanti dia tinggal seperti itu gitu, Mbak. Terima kasih. Baik, terima kasih banyak Ibu jawabannya dan semoga menjawab juga Pak Eri dan waktu yang terbatas kami hanya batasi dua pertanyaan saja Bu Lis terima kasih banyak atas waktunya, atas internet dan ilmu yang telah disampaikan juga. Sehat selalu Ibu akan terima kasih sampai jumpa lagi dan kita akan segera menuju ke pemaparan materi dari narasumber kita yang ketiga. Tetaplah bersama kami dalam ASN belajar seri 27 tahun 2025. Indonesia Luar biasa, Sobat ASN yang masih menantikan narasumber kita yang ketiga karena sangat menarik sekali untuk dapat kita simak di mana narasumber yang ketiga ini adalah merupakan seorang dokter spesialis yang berdinas di Rumah Sakit Kemenkes Republik Indonesia yang ada di Surabaya. Untuk itu langsung saja saya akan menyapa narasumber kita yang ketiga, dokter spesialis anak Rumah Sakit Kemenkes Surabaya, Dr. Ergia Latifolia, SPA. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, dokter. Waalaikumsalam, Mbak Fani. Terima kasih. Sudah didengar suara saya? Sudah sangat jelas sekali, dokter. Terima kasih di sela-sela jadwal praktiknya harus menjumpai kami secara virtual di sini ya dalam kurang lebih ya 1 jam begitu, Dok. Nggih. Alhamdulillah. Terima kasih Mbak Fami. Baik, tentunya dinanti-nantikan apa yang akan disampaikan dan ini pasti ee berkesinambungan dengan apa yang disampaikan oleh narasumber pertama dan kedua. Untuk itu waktu kami silakan. Terima kasih. Saya share screen ya. Terima kasih sekali Mbak Fani. Alhamdulillah kita bertemu di acara yang luar biasa ya. Di mana ASN belajar ini kita akan belajar bersama dan saya diberikan kesempatan untuk berbicara tentang kesehatan fisik dan mental anak di era digital. Apakah sudah bisa di lihat? Sudah. Sudah tampak jelas sekali dokter. Oke, saya akan menyapa dulu yang terhormat Bapak ee Dr. Ramlianto, Ibu Rini pembicara yang pertama dan Ibu dr. Triwahyu Liswati dan ee Bapak Ibu ASN semuanya kita mulai nggih. Siap, Dok. Nah, oke. Topik yang akan kita saya bawakan bentar ini membahas tentang kesehatan fisik dan mental ya, anak di era digital. Di mana di situ akan ee kita bahas juga panduan praktis orang tua dalam menghadapi tantangan pengasuhan anak modern. Nah, topik yang akan kita bahas pendahuluan, kemudian ee prinsip pertumbuhan dan perkembangan pada anak yang ada kaitannya dengan ee era digital ini. Serta kita akan bahas pengaruh gadget pada kesehatan anak dan rekomendasi apa yang berbasis bukti ilmiah untuk anak-anak kita di era digital serta peran dan panduan orang tua di era digital. Untuk pendahuluan memang di era digital ini penggunaan gadget sangat luar biasa. dan bahkan sudah merata di hampir semua kelompok usia. Nah, ee dengan screen time yang semakin mengkhawatirkan ya, jumlah waktu yang dipakai untuk screen time terutama pada bayi dan anak-anak ini sudah sangat mengkhawatirkan. Nah, pengaruh perangkat atau gadget ini menimbulkan banyak masalah. Enggak hanya dengan masalah sosial aja, tapi ada masalah kesehatan-kesehatan yang memiliki dampak jangka panjang akan sangat berpengaruh. Gangguan neuropsikiatri juga ditemukan dengan penggunaan awel gadget pada bayi dan anak-anak yang memang sebaiknya kita harus cegah semua dan kita berperan semua di ee area ini. Nah, ini data yang terkait ee saya masak Heeh. yang terkait dengan ee gadget penggunaan pada anak-anak. ini luar biasa ya. Data-data tadi juga sudah disampaikan oleh Ibu Rini, pembicara pertama kita bahwa penggunaan telepon seluler mencapai du 39,71% pada anak usia dini dan 35% lainnya sudah mengakses internet. Bahkan usia di bawah 1 tahun itu sudah keluar angkanya dari BPS bahwa 5,8 anak-anak di bawah 1 tahun sudah menggunakan tel ee telepon genggamnya. Dan ini tentunya di bawah 1 tahun dia kan belum bisa mengambil sendiri ya. Berarti ada lingkungan atau ee orang-orang di sekitarnya termasuk orang tua maupun caregiver-nya itu yang sangat berpengaruh ya. Dan anak-anak umur 1 tahun pun juga belum bisa mengakses internet. Berarti ada 4,33% di bawah anak usia 1 tahun diberikan ee paparan internet. ini luar biasa angka-angka ini ya. Kemudian ee 37% anak usia 1 4 tahun dan 58% anak usia 5 sampai 6 tahun menggunakan telepon genggamnya. Ini sudah angka di atas 50%. Dan yang mengakses internet sebanyak 33% anak usia 1 sampai 4 tahun. Dan lagi-lagi angka itu menembus di atas 50% yang berusia 5 sampai 6 tahun. Nah, anak-anak ini sebenarnya kan tidak serta-merta langsung dia tahu internet, tahu HP kalau tidak ada lingkungan atau ee orang tua dan orang-orang terdekatnya yang mengenalkan. Nah, bahkan di wilayah tertinggal tercatat anak usia 13 sampai 14 tahun sudah kecanduan mengakses media sosial. Nah, ada survei National Center on Missing and Exploited Children di Indonesia menyatakan bahwa peringkat keempat secara global dan peringkat kedua di ASEAN dalam jumlah kasus pornografi anak di ruang digital. Ini data saya ambil dari Komdigi ngih. Eh, dan UNICEF menyatakan setiap setengah detik seorang anak di dunia mengakses internet untuk pertama kalinya. Dan Indonesia merupakan jumlah pengguna internet telah mencapai 79% dari total populasi. Ini luar biasa. Dan 9,17% dari mereka berusia di bawah 12 tahun yang menjadikan generasi muda kita semakin rentan terhadap ancaman cyber. Nah, dalam hal ini kita tidak bermain dengan angka-angka saja pastinya dan dampak positif juga ada pada internet. Namun harus kita lebih bijak untuk menyikapi internet ini terutama pada anak-anak. Sementara anak-anak tadi disebutkan oleh Bu Rini dan Bu Dr. Tri Wahyu ya atau dr. bahwa masalah-masalah kesehatan dasar pada anak-anak itu masih ada seperti stunting, kemudian imunisasi yang belum tercapai ya ada ee sekian persen 33% yang belum terimunisasi kemudian ada anak 30 sekian persen dengan mempunyai keluhan kesehatan dan lain sebagainya. Dan disebutkan Ibu Rini juga ada kelainan emosional ee kekerasan seksual, kekerasan fisik dan lain sebagainya merupakan masalah-masalah dasar yang masih kita ee hadapi bersama. Dan kita harus menghadapi tantangan di era global di mana kita menghadapi tantangan berikutnya yaitu masalah ee internet, gadget, dan screen time pada anak. Nah, di era digital ini kita akan tidak lepas dari media ya. Di mana media itu merupakan saluran atau alat komunikasi yang digunakan untuk menyimpan dan menyampaikan informasi atau data. Di mana di era digital ini kita tidak lepas dari screen time di mana semua media hampir semuanya berubah menjadi ee layar ya, menjadi layar. Kalau dulu kan kita membaca majalah Quran dan lain sebagainya. Dan kebetulan kemarin saya beberapa kali mencari majalah-majalah yang dulu ada, sekarang sudah online semua dan itu akan kita terpapar dengan screen time yang luar biasa. Nah, kita membahas yang kedua yaitu prinsip pertumbuhan dan perkembangan anak. Ciri khas pada anak adalah tumbuh dan berkembang. Di sini ada dua aspek ya, ada pertumbuhan dan ada perkembangan. Di mana tumbuh itu bertambahnya ukuran fisik. Dari sini kita bisa melihat pertumbuhan itu diukur dari berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Maaf. Oh. Nah, ini ini harus terpantau sesuai dengan usianya. Misal 0 sampai 1 tahun berat badannya harus tercapai berapa? 1 sampai 2 tahun harus tercapai berat badan seberapa dan tinggi badan serta lingkar kepalanya. Ini semua ada ukurannya dan ee bisa diukur tiap bulan bahkan di posiandu Puskesmas melalui buku KIA. buku KIA yang telah disebutkan oleh ee pembicara kita yang kedua itu sangat penting sekali di Surabaya ee untuk masuk SD harus menyertakan buku KIA. Nah, ini di sini ada pencatatan dan pelaporannya bahwa berat badannya, tinggi badan, lingkar kepala, dan di satu sisi juga ada imunisasi dan lain sebagainya. Nah, yang gak kalah penting adalah perkembangan. Perkembangan itu beda dengan pertumbuhan ya. Pertumbuhan itu kuantitatif di mana kita bisa mengukur dengan berat badan seperti kilogram, tinggi badan cmeter, lingkar kepala juga cm. Nah, dengan perkembangan ini bedanya adalah bertambahnya kemampuan fungsi tubuh yang lebih kompleks. Misal dari dia tidak bisa ee berjalan, dia menjadi bisa berjalan dan menjadi mahir. Ini ilustrasi di gambar ya, posisi pada bayi baru lahir, kemudian usia 1 bulan, usia 2 bulan. Nah, dia akan bisa jalan sekitar usia 1 tahun. Nah, inilah yang disebut perkembangan dan perkembangan ini juga akan mengikuti tahapan usia atau yang disebut milestone. Perkembangan ini bisa motorik halus, motorik kasar, ee perkembangan bahasa, perkembangan sosial, emosi, kognitif, dan perilaku serta fungsi luhur ya atau yang disebut executive function. ini yang sangat menentukan anak-anak nanti ke depannya seperti apa karena fungsi luhur ini sangat penting sekali dan itu tidak bisa lepas dari ee perkembangan anak. Maaf. Nah, pertumbuhan perkembangan ini tidak terlepas dari ee pertumbuhan dan perkembangan otak tersendi itu sendiri. Nah, komposisi otak ini memang terlihat ee seperti sederhana dari luar, tapi di dalamnya sangat luar biasa. Terdiri dari komponen-komponen yang kecil dan ini mengatur seluruh tubuh ya mulai dari ee ini otak kecil, kemudian otak tengah, kemudian ee sistem limbik. steam limbik ya di depan dan kemudian korteknya sendiri. Nah, ini mempunyai fungsi masing-masing otak ini mempunyai fungsi. Nah, otak bagian belakang yang ee warna biru ini kita lihat dia berperan dalam fungsi-fungsi penglihatan. Kemudian ee otak bagian samping yang biru muda ini kita terkait di sini ada fungsi penglihatan. Fungsi ee penglihatan di belakang ya. ini pendengaran, bahasa, dan bicara ada di samping. Kemudian di otak bagian atas yang warna hijau ini kita akan berbicara di sini dengan fungsi-fungsi berbagai fungsi motorik. Kemudian yang di otak depan inilah yang ee berperan dalam kecerdasan sosial, kecerdasan ee kognitif, serta ini di sini fungsi luhur kita atau executive function eh anak-anak mulai berkembang di sini. Jika ada gangguan dalam pertumbuhan perkembangan otak ini nanti kita juga akan melihat bahwa anak-anak akan terganggu di perkembangan. Misalnya perkembangannya terlambat dari segi motorik, berbahasa ya kemudian atau perkembangannya terbelakang. Nah, kalau sudah terbelakang ini biasanya fungsi kognitifnya juga akan terbelakang di bawah normal. Kemudian ada gangguan perilaku, ada emosi, ada gangguan yang ee neurobhavior seperti autis, ADHD dan lain sebagainya. Nah, jika ada pertumbuhan yang terganggu tadi ya dari segi berat badan, tinggi badan, dia akan gizi buruk, gizi kurang, stunting. Nah, ini juga akan terkait dengan kemampuan otak. Nah, angka sting di Jawa Timur alhamdulillah sudah turun. Eh e ini kita harus berpikir bahwa kemampuan otaknya tadi juga sudah dipresentasikan oleh Ibu Tri atau Ibu Lis bahwa akan sangat menurunkan fungsi kognitif 10 sampai 15 digit dari ee kognitif awal. Nah, ini bagaimana ee era digital ini mempengaruhi tumbuh kembang anak. Nah, ini tadi kita lihat fungsi perkembangan ee di otak bahwa perkembangan kita, maaf loncat ee perkembangan otak manusia itu memang terlihat awal adalah terbentuk pertama kali dari mendengar dan melihat. Kemudian dia akan ee berkembang ee fungsi bahasanya. Dan ini dimulai 3 bulan sebelum kelahiran sampai puncak titiknya adalah di 3 bulan awal. Nah, kalau dari lihat grafik ini memang puncak tinggi tertinggi dari ee fase kritisnya perkembangan otak adalah ee sekitar 1 sampai 2 tahun. Makanya kita sebut ada tadi 1000 hari pertama kehidupan atau ee 1 2 tahun di awal usia kehidupan. Nah, ini nanti akan mempengaruhi kognitif di endingnya. Kalau kita tidak memberikan stimulasi atau yang ee nutrisi yang bagus, nanti kognitifnya akan hasilnya akan rendah. Nah, kenapa kita pada fungsi otak ini ada stimulasi dan ada respon? Nah, dalam usia-usia awal itu pembentukan ee serabut-serabut saraf itu sangat penting sekali dan itu tergantung stimulasi. Kalau terdapat stimulasi yang sesuai dan nyaman, responnya akan bagus. Terbentuk sinap-sinap atau ee serabut-serabut saraf yang sesuai dengan potensi anak. Kalau overstimulasi, nah itu akan beda nanti. Terutama overstimulasi pada screen time. Nah, pembentukan serabut-serabut saraf ini tergantung dari experience erien. Experience itu apa? Ya, stimulasi yang kita berikan setiap hari. setiap saat yang sesuai dengan umur dan ee kondisi anak. Nah, ini ilustrasi di mana bahwa jika anak mengalami ee screen time yang berlebihan di era digital ini akan mempengaruhi suatu pertumbuhan atau perkembangan otak di mana overstimulasi pada satu reseptor sensorik maksudnya dengan ee terlalu sering ee screen time yang berlebihan itu akan mempengaruhi ee stimulasi yang dominan. pada area tersebut sehingga area-area yang lain tidak tersimulasi dengan bagus sehingga akan tidak terjadi ee keseimbangan yang sesuai di fungsi-fungsi otak sehingga nanti akan berpengaruh terhadap kesehatan maupun perkembangannya. Nah, pada screen time ini kita akan lihat ya yang berpengaruh apa saja konten itu sendiri di mana konten harus sesuai dengan usia anak juga. Kita gak bisa memaparkan anak dengan screen time di luar usia yang ada. Kemudian ada cahaya. Ini cahaya juga seperti apa terkait dengan radiasi dan durasi lama lama pemakaian gadget tersebut. Nah, pada penelitian kita lihat bahwa anak usia 3 sampai 5 tahun yang meng mendapatkan screen time lebih dari 1 jam per hari tanpa keterlibatan orang tua terlihat brinch white meternya atau bagian area putih mempunyai aktivitas yang lebih rendah dibandingkan pada anak-anak yang tidak mendapatkan screen time atau ee screen time dikurang dari 1 jam. Ya, area ini berhubungan dengan kemampuan berbahasa, literasi, dan kognitif pasti akan terpengaruh. Nah, harusnya pada anak-anak usia ini ee stimulasi yang kita anjurkan membaca bukan membaca yang anaknya membaca tapi kita mungkin membacakan suatu ee buku cerita kemudian bernyanyi eh connecting emotional ya mungkin bonding yang harus kita bentuk dari orang tua ke anak kemudian menjadi kreatif ee bahkan hanya sekedar jalan ee dan ee tertawa bersama-sama di saat-saat sibuk itu sangat berpengaruh. Jadi itu ee beda dengan yang diberikan mungkin dengan screen time yang lebih dari 1 jam per hari. Nah, ini sangat berpengaruh ini ee dalam MRI ya, MRI pada otak anak di usia 3 sampai 5 tahun dan terlihat itu yang di ee warna biru. Dengan hal tersebut, maka kita sangat menyayangkan jika memang kita orang tua atau lingkungan sekitar dengan sangat mudah memberikan ee gawai, gadget dan bahkan menyediakan screen time lebih dari 1 jam per hari. Nanti akan kita bahas ya rekomendasi screen time sesuai dengan usia juga. Nah, ini penelitiannya memang di era digital ini dengan adanya screen time positif impact-nya banyak e tapi negative impact-nya lebih banyak lagi. Ya, ini kita gambarkan dengan segitiga bahwa positif impact-nya di ujung sementara negatif impact-nya di dasar dari segitiga tersebut. Penelitiannya banyak ya. Intinya bahwa dengan screen time gak hanya dengan HP atau gawai, dengan melihat TV aja akan terpengaruh ya. Dengan TV, anak akan ada gangguan perilaku jika dikenalkan sebelum 3 tahun. Bahkan di dalam penelitian disebutkan tidak ada manfaat jika melihat TV pada usia anak 0 sampai 2 tahun. Dan melihat konten edukasi berkualitas ini masih ada manfaatnya untuk kemampuan akademik pada usia prasekolah. Usia prasekolah itu 56 tahun ya. Nah, sementara yang di di sini di bawah 3 tahun. Nah, ini terdapat hubungan antara gangguan gadget dengan penggunaan gadget dengan ee perilaku hiperaktif, ya. Kemudian pada anak usia 12 sampai 24 bulan atau ee 1 tahun sampai 2 tahun terdapat hubungan gangguan perkembangan berbahasa. Ini banyak sekali, banyak sekali saat ini. Anak-anak usia 18 bulan sampai 3 tahun jika melihat TV lebih dari 4 jam sehari mempunyai risiko terlambat perkembangan terhadap berbahasa. Padahal kita ingat ya, perkembangan berbahasa tadi dibentuk usia 3 bulan sebelum lahir dan puncaknya periode kritisnya adalah sampai 2 tahun awal kehidupan atau usia 2 tahun. Nah, ini jika tidak kita stimulasi dengan baik, hasilnya nanti akan berpengaruh terhadap kognitif ke belakangnya. Nah, itu tadi kita ingat grafik yang tadi ya. lah. Bahkan anak di usia 13 tahun atau lebih berisiko gangguan perilaku seks dan kekerasan. Ini terkait isi konten. Nah, ini kita lihat akhirnya dari dampak negatif di era digital ini bahwa ee screen time itu memberikan pengaruh tidak baik terhadap siklus tidur dan jadwal tidur pada anak. Kita sering lihat anak-anak main game melewati batas tidur, kemudian waktu sekolah dia menguap terus dan mengantuk. Nah, terus kejadian ini juga bisa mengakibatkan gangguan belajar, gangguan konsentrasi pada anak, dan pengaruh interaksi sosial pada anak. Karena memang anak-anak untuk berinteraksi sosial itu juga ada milestone-nya. Kalau dia terlewati pada anak, potensi interaksi sosial akan lusit atau akan hilang. Nah, ini obesitas pada anak biasanya terkait dengan dia menggunakan gadget, dia akan ada snack snack time. Nah, untuk konten yang tidak sesuai janji tidak di bawah pengawasan orang tua akan ee kecanduan pornografi, kecanduan game dan lain sebagainya. Dan ini akan merambah ee ke wilayah dokter psikiatri jika nanti akan ada ee adiktif atau kecanduan. Nah, pasti tadi sudah dengan penelitian juga dibuktikan dengan MRI juga terbukti bahwa ada keterlambatan dan perkembangan bahasa serta keterampilan sosial, kekurangan waktu untuk bermain dan bergerak secara aktif dan kesehatan mata terganggu. ini juga sudah ee banyak datang ke dokter mata kasus-kasus dengan kesehatan mata anak yang terganggu karena berlebihan dengan screen time. Nah, ini regulasi screen time yang berdasarkan rekomendasi dan berbasis bukti ya pada eh WHO dan American Academy of Pediatric pada tahun 2016. Sebenarnya sudah diatur ya. Nah, ini kita kenalkan bahwa usia 0 sampai 18 bulan sama sekali tidak dianjurkan untuk mendapatkan screen time, khususnya jika anak menjadi pengguna pasif dan dibiarkan sendirian menikmati gawainya. Penggunaan gawai dibolehkan hanya untuk video call, itu pun untuk berinteraksi secara aktif. misal ayahnya ada kerja di luar kota atau di luar pulau sehingga mengenalkan ke ayahnya ini bisa dianjurkan misalnya neneknya juga bisa, kakeknya yang di luar kota dan lain sebagainya bisa di menggunakan screen time ini. Sementara usia 18 sampai 24 bulan mulai diperbolehkan mendapatkan screen time dengan didampingi orang tua atau pengasuh tidak lebih dari 1 jam. Bagi anak-anak pada usia ini, screen time dilakukan untuk memperoleh tontonan yang bermanfaat. Jadi memang kendali, isi, konten, dan lain sebagainya masih di bawah kendali kita. Dan itu pun sesuai usia. Ada milestone yang harus kita pelajari. Nanti kita akan bahas di ee selanjutnya. Nah, sementara usia 2 sampai 5 tahun diperbolehkan mendapat screen time tapi tidak lebih dari 1 jam. Gunakan waktu screen time untuk berinteraksi dan memberikan anak kesempatan belajar. Nah, poinnya di sini untuk berinteraksi dan memberikan anak untuk belajar mungkin ide kreatif dan lain sebagainya. Mengenal ee angka kan sudah boleh ya usia 5 tahun mengenal ee doa dan lain sebagainya masih bisa dipakai tapi dengan catatan tidak lebih dari 1 jam. Jangan membiarkan anak menjadi penonton pasif. ini berhubungan dengan kita berinteraksi. Dia merangsang untuk dia untuk berbicara secara ee interaksi sosial sebaiknya tetap dalam pendamaian orang tua dan atau pengasuh. Dan usia 6 tahun ke atas tetap diberikan batasan untuk screen time dan orang tua wajib konsisten dalam memberikan screen time dan melakukan pengawasan. ini harus konsisten ya, tidak mungkin dengan tawar-menawar misalnya anaknya merengek kemudian oh ya sudah saya kasihkan gak bisa begitu memang harus konsisten. Pastikan screen time tidak mengganggu jadwal tidur, aktivitas fisik dan kebiasaan lain yang penting untuk menjaga kesehatan anak. Nah, ini sangat penting. Di beberapa tempat praktik anak-anak sudah mengeluh ee gangguan mata di mana mata kering dan lain sebagainya. Ini sangat penting sekali. Sementara di Indonesia ada Ikatan Dokter Anak Indonesia yang juga telah merekomendasikan waktu untuk screen time tersebut. Anak usia di bawah 1 tahun tidak direkomendasikan untuk memperoleh screen time. Di mana anak usia 1 sampai 3 tahun ini todler ya, di mana anak-anak usia ini adalah mengalami perkembangan yang sangat pesat ya. semua aspek pertumbuhan dan perkembangan tadi yang kita bahas ya, pertumbuhan ee tubuh, berat badan, lingkar kepala, dan tinggi badan terkait dengan nutrisi. Kemudian untuk perkembangannya ini semua aspek motorik bahasa, terutama bahasa ya dari penelitian tadi bahasa akan sangat terganggu. Nah, pada anak-anak usia 1 sampai 2 tahun, screen time dilakukan dengan dalam bentuk menonton TV, video, komputer, gawai tidak dianjurkan juga. Screen time yang diperbolehkan hanya dalam bentuk video chatting yang didampingi orang tua untuk berinteraksi dengan anggota keluarga yang sedang berjawab. Nah, ini kembali kata kuncinya adalah interaksi. Interaksi ini sangat penting untuk membangun kemampuan berbahasa pada anak dan interaksi sosial yang akan nanti ke depannya mempengaruhi fungsi kognitif pada anak. Sementara anak berusia 23 tahun ini tidak lebih dari 1 jam. Hampir sama ya dengan rekomendasi WHO dan AAP. Semakin sedikit itu lebih baik. Kegiatan sendetari yang dianjurkan hanya dalam bentuk duduk diam untuk mendengarkan pengasuh, membacakan cerita. Usia sekolah dasar screen time untuk anak pada usia ini dianjurkan untuk tidak lebih dari 1 sampai 1,5 jam per hari. Pastikan bahwa penggunaan media tidak menggantikan waktu untuk tidur, aktivitas fisik, dan kegiatan-kegiatan harian penting lainnya. Bahkan anak usia sekolah dasar ini dia penting untuk bergerak secara aktif, eksplore. Mulai eksplore lingkungan, mulai eksplor potensi diri dan lain sebagainya sangat penting. Nah, anak-anak di Indonesia diberikan aturan atau undang-undang bahwa usia anak adalah sampai 18 tahun. Nah, untuk anak-anak ini screen time dianjurkan untuk tidak lebih dari 2 jam. Pada tahap ini anak sudah mengerti konsep keseimbangan waktu ya. SMP, SMA pasti sudah memahami konsep ini sehingga orang tua dapat membantu mereka untuk mengelola screen time yang sesuai dengan jadwal anak sendiri. Dan pastikan bahwa screen time tidak mengganggu waktu dan kualitas tidur anak. Nah, ini panduan praktis orang tua di tahap awal ya. Kita harus persiapkan ibu hamil. Tadi sudah disebutkan oleh Ibu Lis bahwa ibu hamil ini sangat penting. Ada program penambahan zat atau tablet tambah darah pada ibu hamil. Kenapa? Karena zat besi pada ibu hamil sangat penting sekali. Kalau ibunya sudah anemia, anaknya berisiko terhadap anemia dan tentunya perkembangan otak yang saat kehamilan yang harusnya 25% dalam kehamilan itu sudah ada perkembangan otak di situ. Nah, itu tidak akan optimal, tidak akan sesuai kemampuan dan itu akan terkait dengan fungsi kognitif pada anak pada saat nanti dia sekolah. Nah, ini kemudian akan pemantauannya berlanjut ketika bayi lahir sampai usia 2 tahun. Nah, ini kenapa sampai usia 2 tahun? Tadi 1000 hari kehidupan pertama yang telah disebutkan oleh pembicara yang sebelumnya bahwa inilah fase kritis pertumbuhan dan perkembangan anak. tentunya setelah 2 tahun kita juga akan tetap memantau pertumbuhan dan perkembangan anak sampai usia 5 tahun. Nah, itu kita lihatkan di buku kaya. Setelah anak usia sekolah, kita akan juga memantau pertumbuhan perkembangannya. Nah, itu terkait akademik dan sosial mereka. Nah, media yang membantu memantau tumbuh kembang anak. Kementerian Kesehatan sudah mlauning buku KIA yang terbit 2024. Buku KIA ini ada banyak ya, ada berbagai macam. Yang terakhir tahun 2024 ini isinya lengkap sekali. Baik pertumbuhan, perkembangan, imunisasi, pemberian vitamin A itu sangat detail di sini. Nah, dengan era digital ini juga ada Primaku, aplikasi Primaku yang mungkin ee bisa dipakai sebagai ee pemantauan juga pertumbuhan dan perkembangan. Nah, ini untuk primaku ini sudah di ee ee di-support apa di oleh dokter anak Indonesia disupport e full penuh oleh IDAI di situ. Nah, ini untuk masyarakat Primo. Dan di situ bisa konsultasi dengan dokter anak. Di situ juga mengacu kepada buku KIA. ada pertumbuhan, ada perkembangan, dan ada imunisasi serta hal-hal lainnya. Nah, ada lagi yang aplikasi tentang anak itu bisa juga dipakai. Itu juga ada stimulasi ya, stimulasi untuk anak umur 0 sampai 3 bulan kita melakukan apa itu ada. Padahal itu semua lengkap di buku KIA. Nah, betul juga kalau pemerintah ee mewajibkan buku KIA sebagai syarat masuk SD karena dari situ akan terlihat bagaimana riwayat imunisasinya, bagaimana riwayat pertumbuhannya, bagaimana riwayat perkembangannya. Nah, itu sangat baik sekali ee untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan sebelum usia sekolah. Nah, di sini akan terlihat jelas bahwa ada grafik pertumbuhan, ada daftar imunisasi, ada pemantauan bayi ya, ada pemantauan harian juga untuk anak-anak. Nah, ini sangat penting. Vitamin A, obat cacing, konseling gizi, pemberian makan pada anak itu di semua ada di buku KIA. Masalahnya adalah literasi pada orang Indonesia sangat kurang. sehingga biasanya buku KIA juga hanya untuk ee pertumbuhan saja, berat badan, tinggi badan itu pun jarang diisi. Nah, mulailah sekarang kita berperan untuk memantau anak-anak kita untuk mengisi buku ini sehingga akan terpantau kalau dia datang ke posandu atau puskesmas ataupun ke dokter dengan menitik pertumbuhannya atau memantau pertumbuhannya akan terlihat kapan anak ini risiko stunting atau tidak. Kalau ditemukan ada risiko stunting itu segera dikomunikasikan dengan Puskesmas atau profesional yang lain. Kenapa? supaya beban negara kita tidak me memberikan atau menghabiskan dana yang luar biasa untuk menghadapi stunting. Karena kita bisa memotong di risiko stunting. Ada ee grafik di mana berat badan tidak naik sesuai berat minimal per bulan. itu sebenarnya sudah merupakan warning ya atau sign buat kita semua bahwa ee ee akan terjadi resiko stunting kalau tidak dilakukan ee intervensi pada anak ini sehingga berat badan bisa naik sesuai dengan kondisi atau minimal kenaikan berat badan per bulan. di sini sebenarnya ada semua. Sehingga kita harapkan pemerintah tidak menangani stunting, tapi pemerintah mencegah stunting dengan menemukan kasus-kasus yang berisiko stunting. Nah, di buku KIA tersendiri ada rekomendasi untuk penggunaan screen time. Ya, di sini juga terlihat jelas bahwa tidur bayi harus sekian jam per hari. Nah, untuk juga menghindari gawai atau screen time yang berlebihan. Dengar azan sebentar. Nah, yang kedua kita harus membangun komunikasi. Komunikasi itu kita bangun sejak dalam kandungan. Fungsi saraf kota itu dimulai 4 minggu sudah terbentuk. Kemudian fungsi telinga sudah terbentuk, sudah bisa diajak ngomong ketika usia 20 minggu pada anak-anak dalam kandungan. Nah, dalam membangun komunikasi ini kita akan membentuk bonding ya atau ikatan ikatan antara ibu dan anak. Nah, dimulai sedini mungkin dalam semua aktivitas sehari-hari kita sebaiknya juga menggunakan interaksi atau komunikasi yang baik dan kita harus sebagai role model termasuk dalam screen time ya. Nah, kita biasanya seperti contoh yang gambar yang kedua, kita memberi makan pada anak. Kadang-kadang kita fokus pada habisnya makanan, tapi kita tidak menikmati prosesnya. Nah, itulah yang kadang-kadang nanti ada kasus-kasus GTM, kasus-kasus ee anak gizi kurang, anak stunting yang karena tidak mau makan. Nah, inilah yang kita tidak inginkan pada anak-anak kita. kita harus mempunyai mindset bahwa kita menikmati semua proses dan anak juga menikmati semua proses. Kita jangan fokus pada hasil atau harus makan harus sekian. Memang di buku KIA makan harus habis satu mangkok dengan ukuran 250 mili itu ada. Cuman yang kita perlu tekankan adalah prosesnya untuk habis itu harus kita nikmati bersama-sama. Nah, kita lihat ya untuk interaksi makan aja kita enggak ada yang membuat kita kedistrak seperti kita gendong ke mana sampai habis. Nah, kemudian ada gawai atau gadget mungkin dia gak mau makan, kita hibur dengan gadget supaya mau makan itu juga gak boleh. Jadi itulah pentingnya kita menjadi role model dan ee membangun komunikasi sehingga anak akan ee lekat dengan kita di mana kalau ada suatu proses atau ee screen time atau ada konten yang tidak sesuai dengan usia, mungkin dia akan komunikasikan ke kita juga. Nah, itu sangat penting sekali. Nah, nah ini juga kemarin ada isu fatherless ya. buat anak-anak kita. Nah, ini fatherless ini di Indonesia memang luar biasa. Nah, ini kita mulai ee pemerintah sudah mendukung dengan peraturan yang di mana ada ayah yang mengantar sekolah dan lain sebagainya. Nah, secara sistem keluarga ayah memang sebaiknya juga berperan ya untuk interaksi. Gak hanya ibu membangun komunikasi, membangun bonding, membangun role model itu sangat penting sekali. Bahkan kalau di Indonesia yang dulang atau yang memberi makan pada anak-anak biasanya ibu-ibu. Nah, kita jarang sekali melihat ayah memberi makan pada anak. Nah, ini dari hal seperti itu sebenarnya kita bisa sekali mulai bahwa memang anak ee anak-anak juga harus melakukan bonding dengan orang tua terutama juga ayah dan ibunya. Nah, sikapi era digital kita dengan bijak dan tegas. Ya, bijak tadi ada rekomendasi di mana screen time sesuai usia ee menurut rekomendasinya berapa jam dan lain sebagainya. dan tegas. Tegas tuh kita enggak bisa ya dengan ee keras. itu sangat beda tegas itu ya kita punya aturan dan kita sendiri yang harus disiplin. Nah, kembali ke role model bahwa kita juga akan disiplin menggunakan screen time tidak di depan anak-anak atau memang kita juga ada waktu yang ada aturannya semua di situ. Nah, kita harus tegas di situ. Nah, jika memerlukan bantuan ya ke profesional ya, ke dokter spesialis anak, ke psikiatri karena ada beberapa kasus yang memang adiksi kecanduan ee game, kecanduan medsos ya kita memang harus berkonsultasi dengan psikiatri dan psikologis klinis serta profesional yang lain. Nah, ini PowerPoint saya yang terakhir. Hop-nya adalah screen time diperbolehkan untuk menyesuaikan dengan rekomendasi sesuai usia dan kita tetap mensimulasi terbaik untuk perkembangan otak pada masa di era digital ini dengan berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya. Dan tentunya stimulasi tadi juga ada ya di buku KIA, di aplikasi Primaku dan lain sebagainya. ada kita mengikuti rekomendasi-rekomendasi tersebut dan khususnya orang tua dan keluarga adalah bentuk support sistem yang paling bagus untuk perkembangan anak. Anak-anak tidak memerlukan banyak mainan. Mereka hanya memerlukan orang tua bermain bersama untuk perkembangan anak. Saya kira cukup sekian. Terima kasih. Saya kembalikan ke Mbak Fani. Terima kasih Mbak Fani. Baik, terima kasih banyak dokter atas apa yang telah disampaikan. Saya sangat menyimak sekali dan ini sangat bisa diaplikasikan ke dalam kehidupan sehari-hari terutama ya. Dan sobat ASN juga pasti sangat relate dengan apa yang disampaikan oleh dr. Ergia. Tibalah saatnya kita dalam sesi tanya jawab dan saya sudah menghimpun satu pertanyaan yang disampaikan oleh Bapak Abdika Jaya kembali dari Ombutsman RI. Pertanyaannya, dokter, apakah tantangan terbesar orang tua dalam menjaga keseimbangan antara akses teknologi dan kesehatan anak di era digital? Terima kasih. Seperti itu pertanyaannya. Bagaimana ini, Dok? Tantangan pertama orang tua adalah literasi, Mbak Fani. Baik. kita harus banyak membaca dengan ee media yang luar biasa di era digital itu bisa diakses dari mana-mana. Nah, literasi kita harus pahami betul bahwa kebutuhan anak umur sekian adalah apa, umur anak umur sekian adalah apa, itu membutuhkan kita membaca. Kalau kita tidak membaca, kita gak akan tahu itu. Nah, sementara literasi di Indonesia dikatakan rendah ya kata angka persisnya saya gak tahu. Nah, itu sangat penting dan literasi yang harus ee orang tua ambil adalah literasi yang bijak ya. bukan semua media sosial akhirnya kita ambil, tetapi ada ee literasi-literasi yang diambil dengan dari ee sistem pemerintah yang resmi. Misal Kementerian Kesehatan atau Ikatan Dokter Anak Indonesia dan ee tadi ya yang direkomendasikan buku KIA, Primaku dan lain sebagainya itu yang valid. Jangan kita berliterasi yang bebas. Nah, itu yang kita harus tekankan nanti bingung sendiri. Soalnya banyak pasien yang, "Dok, katanya internet begini-begini." Nah, itu yang kita harus hindarkan. Nah, itu pertama literasi tersebut. Kemudian setelah literasi kita harus memahami bahwa ee aturan itu ada di semua lini ya. Maksud saya gini, aturan di keluarga, pemainan gadget di era digital adalah seperti ini. Nah, itu orang tua juga harus disiplin. Kita gak bisa mendisiplinkan anak, sementara kita sendiri tidak. Nah, itu role model itu yang kita kembangkan itu harus rendah. Nah, itu kemudian ee untuk masalah kesehatan lain itu seperti imunisasi, stunting, dan lain sebagainya kita sudah ee tantangan kita memang ee banyak hal ya, kita dokter anak sudah melakukan ee kerja sama dengan Puskesmas terutama di Surabaya ada program satu dokter anak mendamping satu Puskesmas untuk mengatasi masalah-masalah dasar anak termasuk imunisasi, stunting dan lain sebagainya. nya. Nah, itu memang kita selama terjun di masyarakat hambatan utamanya adalah ketika mereka sudah mengetahui atau memahami suatu hal keilmuan tertentu tentang stunting, mereka kadang membutuhkan masih membutuhkan pendampingan terutama untuk ee kalangan menengah ke bawah ya, ekonomi menengah ke bawah. Begitu saya rasa Mbak Fani. Semoga membantu menjawab. Baik, terima kasih banyak juga dokter atas jawaban yang telah disampaikan dan semoga menjawab juga pertanyaan dari Pak Abdika dari Ombusman Republik Indonesia yang ada di pusat sepertinya karena waktu sangat terbatas sekali. Terima kasih banyak dokter atas waktu yang telah diberikan. Ilmu yang sangat bermanfaat bagi kita semua. Ini menjelang Hari Anak Nasional yang mungkin akan kita rayakan kalau tidak salah tanggal 23 Juli 2025 besok ya minggu depan ya. Baik, sekali lagi terima kasih banyak atas waktunya dan telah menjadi narasumber kita yang ketiga. Semoga sehat selalu dan juga menjadi panutan serta dapat menolong banyak jiwa dan juga banyak anak. Sampai jumpa lagi, dokter. Terima kasih. Terima kasih. Baik, Sobat ASN di mana pun berada, kita sudah sampai di penyu acara di mana ASN belajar seri ke-27 seri tahun 2025 ini kita harus akhiri dan sebelumnya kita harus informasikan juga bahwa esertifikat ini dapat diunduh melalui semesta Bangkom. Sekali lagi jika kebingungan silakan langsung menuju ke website semesta Bangkom. Di sana ada cara-caranya kemudian harus diisi terlebih dahulu. Setelah semuanya selesai terisi, maka e-sertifikat bisa diunduh dan bisa langsung dicetak. Seperti itu. Dan demikian seluruh rangkaian dari ASN Belajar seri 27 tahun 2025 hari ini. Sangat antusias dan partisipatif sekali sobat ASN yang mengikuti tanya sesi tanya jawab dan juga diskusi tadi. Dan semoga saja kita akan berjumpa lagi dalam seri yang berikutnya. Terima kasih kepada seluruh sobat ASN yang sudah bergabung secara virtual di Zoom meeting maupun di YouTube BPSDM Jatim TV. Kita akan berjumpa lagi dalam seri-seri yang lain dan dipersembahkan oleh Corpu SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Saya Fan Patriia pamit undur diri. Sampai jumpa. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Zaman yang terus bergerak. Sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. ciptakan SDM tunggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas AFN belajar wujudkan pemerintahan berkelas Dunia tukang tekang jadi ASN berbuat kita yang belajar dekat