File TXT tidak ditemukan.
ASN Belajar Seri 27 - Anak Sehat, Negara Kuat: Peran ASN Mencetak Generasi Emas Indonesia
OADJbvNkfzg • 2025-07-17
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Kami tujuan dari penyelenggaraan kali
ini adalah memahami dan mengedukasi
orang tua tentang pentingnya nya deteksi
dini agar dapat melakukan yang pertama
adalah pencegahan, yang kedua adalah
intervensi diri dan yang ketiga adalah
bagaimana mengembangkan anak secara
optimal.
[Musik]
Saya ee sangat berterima kasih sekali
pada DWP BP SDM Jatim yang sudah
menyelenggarakan lomba bercerita dan
mewarnai untuk anak-anak TK. Ee terima
kasih banyak atas wadah yang telah
diberikan sehingga anak-anak di sini
bisa ee berkompetisi langsung dengan
teman-teman sebanya yang lainnya. Semoga
untuk next selanjutnya bisa
sering-sering ngadain acara seperti ini.
Terima kasih.
Ee seluruh peserta sudah lumayan bagus,
anak-anak sudah tampil secara maksimal
dan saya berharap nanti ke depannya
mereka bisa menjadi anak-anak yang
tanggap, anak-anak Indonesia yang hebat
seperti harapan pada Indonesia Emas
tahun 2045.
Harapan saya kepada DWP BPSDM Provinsi
Jawa Timur mudah-mudahan kegiatan hari
ini bisa dilanjutkan lagi untuk tahun
yang ke depan dan tahun yang akan datang
lagi agar lebih menarik lagi. Terima
kasih. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
yaitu mendapatkan
dari
S du
[Musik]
tiga ya
[Tepuk tangan]
[Musik]
Yeah.
[Musik]
lagi
[Musik]
Assalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan rahayu dan salam sehat
untuk kita semua. Sebelum memulai acara
pada ASN belajar set kali ini, izinkan
saya untuk berpantun terlebih dahulu dan
kalau misalnya bisa open cam atau
misalnya kasih jempol boleh banget.
Untuk pagian ini. Pagi cerah burung
bernyanyi.
Anak bermain dengan gembira.
ASN bekerja dengan hati nurani. Ciptakan
ruang aman dan bahagia.
Luar biasa sekali
semangatnya untuk pagi hari ini. Dan
saya ingin sekali menyapa kepada yang
terhormat Kepala BPSDM Jawa Timur Bapak
Dr. Ramlianto, S.P.MP. Yang kami hormati
para narasumber yang telah hadir secara
virtual. Staf Ahli Menteri Bidang
Partisipasi dan Lingkungan Strategis
Kemen PPPA Republik Indonesia, Ibu Rini
Handayani, S. M.M. M. Kepala Dinas P3K
Provinsi Jawa Timur, Ibu Dr. Tri Wahyuni
Liswati, M.Pd. Dokter Spesialis Anak
Rumah Sakit Kemenkes Surabaya, Dr. Erga
Lil Folia, SPA. serta Bapak, Ibu, Sobat
ASN di mana pun berada yang telah
tergabung secara Zoom meeting maupun
BPSDM Jatim TV di YouTube. Tentunya saya
ucapkan selamat pagi dan selamat
bergabung dalam ASN Belajar seri ke-27
tahun 2025 kali ini yang mengangkat tema
Anak Sehat Negara Kuat. Per ASN mencetak
generasi emas Indonesia yang
dipersembahkan oleh BPSDM Provinsi Jawa
Timur. Puji syukur kita haturkan
kehadirat Tuhan yang maha esa. Berkat
perkenanannya kita diizinkan untuk dapat
berjumpa secara virtual kembali di hari
Kamis ini tanggal 17 Juli 2025 dalam
kondisi sehat walafiat dan tentunya di
pagi sebelum memulai kegiatan bekerja
Sobat ASN mengikuti acara yang memang
setiap bulannya diadakan oleh BPSDM
Provinsi Jawa Timur di kantor BPSDM yang
ada di Jalan Gadel Surabaya. Bapak dan
Ibu Sobat ASN, senang sekali saya Fan
Patriia kembali menjadi moderator pada
ASN Belajar seri kali ini. Di mana tema
kali ini adalah dalam rangka memperkuat
peran strategis Aparatur Sipil Negara
ASN dalam mendukung tumbuh kembang anak
Indonesia secara fisik, mental, dan
sosial. BPSDM Provinsi Jawa Timur
berkomitmen untuk terus menghadirkan
ruang pembelajaran yang relevan dan
berdampak. Upaya ini menjadi bagian
penting dalam mendukung pencapaian visi
besar Indonesia Emas 2045 di mana
kualitas sumber daya manusia menjadi
kunci utama. ASN tentunya diharapkan
tidak hanya menjalankan tugas birokratis
saja, tetapi juga menjadi motor
penggerak perubahan sosial yang dimulai
dari lingkungan terdekat mereka,
terutama dalam hal perlindungan dan
pembinaan anak. Selengkapnya akan kita
bahas dalam webinar ASN Belajar seri
ke-27 tahun 2025.
[Musik]
Sobat ASN yang berbahagia, tentunya
mengawali acara kita pada hari ini
sebelum kita masuk ke dalam sesi
pemaparan materi para narasumber, kita
akan simak terlebih dahulu keynote
speech yang akan disampaikan oleh Kepala
BPSDM Provinsi Jawa Timur yang terhormat
Bapak Dr. Ramlianto, S.MP.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian.
Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat
bertemu kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University, Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini, Kamis tanggal 17 Juli 2025,
ASN belajar telah memasuki seri yang
ke-27.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami, kami
selalu berkomitmen sekaligus terus
berikhtiar untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-27 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka turut serta
memberikan kontribusi pemikiran pada
momentum Hari Anak Nasional yang akan
kita peringati pada tanggal 23 Juli 2025
beberapa hari lagi. Tahun ini Hari Anak
Nasional mengusung tema yang sangat kuat
dan penuh harapan. Anak Hebat Indonesia
kuat menuju Indonesia Emas 2045.
Tema ini mengandung pesan strategis
bahwa membangun bangsa tidak hanya
dimulai dari formasi birokrasi,
pembangunan infrastruktur atau
transformasi digital, tetapi juga
investasi paling mendasar, yakni tumbuh
kembang anak yang sehat, cerdas,
bahagia, dan terlindungi.
Karena tema ini sangat penting untuk
kita elaborasi secara luas dan mendalam,
maka ASN Belajar seri ke-27 tahun 2025
ini mengangkat topik anak sehat negara
kuat. Rana ASN mencetak generasi emas
Indonesia.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik ASN
belajar bahwa topik menarik ini akan
kita bahas secara intensif dari beragam
perspektif bersama para narasumber yang
sangat kompeten di bidangnya.
Shabat ASN di seluruh tanah air, Hari
Anak Nasional yang kita peringati setiap
tahun tentu bukan sekedar sebuah
seremoni belakang, tetapi sebuah
pengingat nurani bahwa masa depan bangsa
sedang bertumbuh di ruang-ruang tumbuh
kembang anak-anak bangsa.
Momentum ini juga untuk menegaskan bahwa
perlindungan, pendidikan dan cinta kasih
terhadap anak bukan pilihan, tetapi
kewajiban moral, kewajiban sosial, dan
bahkan kewajiban konstitusional.
bahwa setiap anak yang sehat, bahagia,
dan berdaya adalah benih peradaban untuk
Indonesia yang adil, maju, makmur, dan
berkelanjutan serta berdaya saing
tinggi.
Sat HSN, Hari Anak Nasional juga menjadi
ruang refleksi bahwa masa depan
Indonesia bukan hanya soal teknologi dan
angka statistik, tetapi tentang siapa
yang kita siapkan hari ini di ruang
keluarga, di bangku sekolah. dan di
rumah kita masing-masing.
Jika kita mendambahkan Indonesia yang
benar-benar hebat, maju dalam ilmu, adil
dalam tatanan, dan tangguh menghadapi
zaman, maka kita harus memastikan
anak-anak bangsa tumbuh dalam limpahan
kasih sayang yang menumbuhkan pendidikan
yang mencerdaskan akal dan nurani, serta
perlindungan yang menjamin rasa aman dan
harga diri. Sebab dari tangan kecil
merekalah masa depan digenggam dan dari
jiwa yang utuh merekalah peradaban
dibangun.
Satn, kita sebagai aparatur sipil
negenggara tentu punya amanah besar
dalam urusan publik, administrasi, dan
pemerintahan. kita mengurus regulasi
layanan masyarakat, data, sistem, hingga
kebijakan-kebijakan strategis di negeri
ini. Namun hari ini kita diingatkan
bahwa tugas kita tidak berhenti hanya
sampai di kantor, di meja kerja, atau di
balik layar birokrasi.
Di balik nama besar aparatur sipil
negara, kita adalah orang tua, pendidik,
pelindung, dan penuntun di komunitas
yang paling primer, yakni keluarga. Kita
adalah ayah dan ibu dari anak-anak yang
kelak akan menjadi bagian dari Indonesia
Emas 2045.
Maka dalam konteks pembangunan nasional
menuju Indonesia 20245 tersebut,
anak-anak yang hari ini kita asuh adalah
pemimpin, inovator, guru, dokter, dan
pembela negeri di masa depan. Mereka
adalah sumber dari manusia yang akan
menyelesaikan tantangan yang bahkan hari
ini belum sepenuhnya kita pahami.
Dan peran kita hari ini akan menjadi
catatan sejarah sunyi bahwa bangsa ini
tumbuh besar bukan karena kekuatan
senjata, tetapi karena para ibu dan ayah
yang sabar membentuk karakter
anak-anaknya. Yang percaya bahwa cinta
dan pendidikan adalah kekuatan perubahan
yang paling sejati.
Sobat ASN di seluruh tanah air. Lalu
bagaimana kita sebagai ASN bergiat
memberikan kontribusi terhadap
terwujudnya generasi emas Indonesia 2045
melalui ruang-ruang keluarga ASN. Nah,
untuk membahas cerdas dan tuntas topik
ini, kami telah mengundang para
narasumber luar biasa yang sudah barang
tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada para narasumber hebat yang telah
berkenan hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ASN di
seluruh tanah air. Pertama kami
menyampaikan terima kasih kepada yang
terhormat Ibu Rini Handayani, S. M.M.
Beliau adalah staf ahli Menteri Bidang
Partisipasi dan Lingkungan Strategis
pada Kementerian Pemberdayaan Perempuan
dan Perlindungan Anak Republik
Indonesia.
Kedua, kami menyampaikan terima kasih
kepada yang terhormat Ibu Dr. Tri
Wahyuni Liswati, M.Pd. Beliau adalah
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan,
Perlindungan Anak dan Kependudukan
Provinsi Jawa Timur. Dan yang ketiga,
kami menyampaikan terima kasih kepada
Ibu Dr. Ergia Latifolia, SPA. Beliau
adalah dokter spesialis anak pada Rumah
Sakit Kementerian Kesehatan RI di
Surabaya. Nah, Sobat ASN, mari kita
simak dengan seksama webinar ASN Belajar
seri ke-27 tahun 2025. Semoga
bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
telah kita simak bersama keynote speech
yang telah disampaikan oleh Kepala BPSDM
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, SPMP yang tentunya dapat
menjadi acuan sebagai tujuan dari
terselenggaranya ASN Belajar seri ke-27
tahun 2025 kali ini. Nah, Sobat ASN
sebelum saya akan langsung menyapa
narasumber kita yang pertama, terlebih
dahulu saya akan menyampaikan beberapa
rules atau aturan dalam mengikuti
jalannya ASN belajar seri kali ini. Yang
pertama, sesi tanya jawab atau diskusi
akan dilakukan setiap akhir dari sesi
pemaparan para narasumber. Jadi,
pastikan ASN ee sobat ASN tidak
meninggalkan satu kalipun pemaparan
materi dari setiap narasumber. Dan yang
kedua, penanya harap menyebutkan
identitas diri berupa nama dan instansi
serta kota asal. Dan yang ketiga, link
absensi peserta akan diberikan setelah
mengisi aplikasi Semesta Bangkom.
Pastikan sudah mengisi semesta Bangkok
mulai dari sekarang di Cicil supaya
nanti ketika mengunduh e-sertifikat ini
tidak mengalami kesulitan atau kendala.
Dan langsung saja kita akan menyapa
narasumber kita yang pertama yaitu Staf
Ahli Menteri Bidang Partisipasi dan
Lingkungan Strategis Kemen PPPA Republik
Indonesia. Yang kami hormati Ibu Rini
Handayani, S. M.M.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Ibu Rini,
apakah sudah terdengar suara
kami?UIsalam, Ibu Fani.
Baik, selamat pagi Bu Rini.
Selamat pagi semuanya.
Baik. Luar biasa. Apa kabarnya Ibu Rini
hari ini?
Luar biasa. Sehat dan bahagia. Wah,
terlihat sekali semangatnya dari
Surabaya ini, Ibu. Baik, tentunya pada
momen kali ini sudah tidak sabar kami
untuk dapat menyimak apa yang ingin
disampaikan, insight yang ingin
ditularkan kepada kami dan sobat ASN
yang mengikuti jalannya seri ASN seri
27. Disilakan, Ibu Rini.
I
Fani. Suara saya terdengar dengan
jelask?
Sangat jelas sekali. Namun ada delay,
Ibu, kalau dari kami di sini.
Oh, agak delay, ya? Iya, mungkin terkait
dengan jaringan atau koneksi.
Ee baik ee mudah-mudahan lancar ya.
I amin.
Kita coba untuk ee apa namanya? Untuk
melakukan Baik.
Bismillahirrahmanirrahim.
Ee tentunya yang kami hormati Bapak
Kepala BPSDM Provinsi Jatim, Bapak Dr.
Mulianto tadi yang sudah memberikan
semangat kepada seluruh ASN ee khususnya
ASN yang ada di Provinsi Jawa Timur. Dan
tentunya yang saya hormati ee teman
sahabat ee saya, kami dari Kemen PPPA,
Ibu Lis ee ee Kadis DP3AK
Jawa Timur dan juga ee Ibu Ergia eh
dokter spesialis anak yang juga nanti
akan membersamai kita dan tentunya
seluruh ee civitas akademika yang ada di
BPSDM ee Provinsi Jawa Timur dan ee ASN
seluruh Indonesia dan terkhusus lagi ASN
yang ada di Jawa Timur yang saya
banggakan ee sebagai aparatur negara
sipil negara. Dan izinkan saya
menyampaikan ee ini topik yang sangat
luar biasa. Ee pada sesi ini kita akan
mengangkat bagaimana ee terkait dengan
sumber daya manusia Indonesia yang
unggul yang dimulai tentunya ee dari
anak. Nah, ee bahan yang akan ee kami
sampaikan pada sesi ASN belajar ke-27
pagi hari ini adalah terkait dengan
kebijakan perlindungan anak dan
bagaimana peran strategis ASN dalam
mewujudkan ekosistem yang ramah anak.
Nah, tentunya ini topik yang ee sangat
luar biasa dan nanti akan ee secara ee
baik langsung maupun tidak langsung akan
berpengaruh kepada kinerja-kinerja ASN
dalam mewujudkan pembangunan ee
Indonesia yang ee ramah anak. Nah, kalau
kita lihat e bagaimana positioning
Indonesia saat ini ee negara Indonesia
ini adalah negara yang keempat terbesar
dengan populasi penduduk 281,6
juta jiwa. Dan tentunya ini nanti e
cita-cita Indonesia pada ee tahun 2030
ini akan menjadi ee negara ketujuh di
dunia yang ekonominya meningkat dan
tahun 2050 ee menjadi negara keempat di
dunia yang sukses dalam bidang ee
seluruh bidang khususnya dalam bidang
ekonomi. Nah, untuk itu tentunya tidak
mudah untuk mencapai cita-cita tersebut.
Maka
Indonesia dihadapkan dengan tantangan
untuk mempersiapkan bagaimana mewujudkan
cita-cita itu dengan melengkapi sumber
daya manusia dengan kompetensi serta
keterampilan yang tepat untuk menghadapi
berbagai macam tantangan, terutama
revolusi industri agar terus mampu
berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi
dan kesejahteraan bangsa. Nah, untuk itu
kita lihat bagaimana komposisi
Indonesia. Kenapa kita hari ini
berbicara terkait dengan anak? Karena ee
penduduk Indonesia 281,6 juta jiwa, 30%
atau 28,4%
tepatnya itu adalah anak. Dan hampir 50%
setengah penduduk Indonesia itu adalah
perempuan. Nah, ini tentunya dalam
mewujudkan Indonesia Emas 2045
ee tentu kita harus memulai dan bergerak
dari sumber daya manusia yaitu dimulai
dari anak untuk menghasilkan bagaimana
Indonesia nantinya akan menjadi bonus
demografikah kita yang akan melihat
bagaimana Indonesia Mars 2045 atau
dengan situasi kondisi yang saat ini
akan terjadi lost generation apabila
bila
target untuk tumbuh dan berkembang anak
dan sumber daya manusia tidak
mendapatkan perhatian yang optimal. Nah,
ini e 70% nanti di 2045 itu adalah
penduduk yang produktif. Sehingga ee
tema ini dalam rangka bulan Juli ini
adalah bulannya anak-anak spesial yaitu
setiap tanggal 23 Juli diperingati
sebagai hari. Apakah anak-anak saat ini
semuanya merasakan kegembiraan,
kebahagiaan? Semua hak anak terpenuhi,
bagaimana tumbuh kembang anak saat ini?
Nah, ini nanti yang akan kita kupas
tuntas di dalam bagaimana negara untuk
ee memberikan perhatian-perhatian kepada
anak. Nah, untuk itu maka kita nanti
akan melihat bagaimana perlindungan anak
dalam dokumen perencanaan nasional.
Bagaimana komitmen yang mendasari
perlindungan anak dan bagaimana potret
anak-anak Indonesia saat ini. Dan
terakhir tentu saja bagaimana kita
berperan sebagai aparatur sipil negara
dalam menciptakan ekosistem yang ramah
anak agar berkontribusi di dalam
mewujudkan Indonesia ee yang ee
Indonesia Emas 2045.
Nah, kalau kita lihat di dalam dokumen
ee perencanaan ee mulai dari RPJPN
2025245,
maka ee Negara Kesatuan Republik
Indonesia ini tentu memiliki ee
cita-cita negara yang bersatu, berdaulat
ee maju dan berkelanjutan. Nah, dengan
adanya lima visi Indonesia 2025-2045,
jadi lima visi dan 8 misi pembangunan,
17 arah pembangunan dengan 45 indikator
utama pembangunan. Nah, ini yang akan
kita capai nanti sampai dengan akhir
tahun 2045.
Nah, angka-angka ini tentunya tidak
begitu saja. Kenapa angka lima? Angka
lima menunjukkan bahwa negara Indonesia
itu adalah negara Pancasila yang dasar
didasarkan kepada lima sila Pancasila
dan ee ee misi, 17 arah pembangunan 45
indikator ini menunjukkan 100 tahun
Indonesia merdeka nantinya yaitu 17
Agustus tahun 1945. Jadi ini akan
dibreakdown ke dalam ee 5 tahunan yang
disebut dengan RPJMN.
Maka di dalam ee Kabinet Indonesia
ee ee merah putih saat ini itu ee visi
ee ya ee adalah
bersama Indonesia maju menuju Indonesia
Emas 2045. Presiden Prabowo dan Wakil
Presiden eh Gibran Rakabumilaka, Bapak e
Presiden dan Wakil Presiden kita sudah
menetapkan visi yang diterjemahkan ke
dalam delapan misi yaitu yang disebut
dengan Esta Cita dan 17 program
prioritas dengan 8 program terbaik
cepat. Nah, ee teman-teman ASN yang ee
kami banggakan ee dari delapan asta cita
ee tersebut yang sangat berkaitan
langsung dengan ee sumber daya manusia
ini adalah Asta cita satu dan Asta cita
keempat khususnya. Namun ee kita melihat
dari delapan asta cita itu seluruhnya
tidak ada yang tidak terkait dengan
anak. baik ee tapi tidak langsung gitu
ya dan yang langsung adalah khususnya
cita satu dan cita keempat. Nah, mari
kita bahas bagaimana negara memberikan
perhatian khusus melalui ee misi ee
keempat yaitu ee bagaimana memperkuat ee
sumber daya manusia, sains, teknologi,
pendidikan, kesehatan, prestasi
olahraga, serta kesetaraan gender dan
penguatan peran perempuan, pemuda, dan
penyandang disabilitas. Nah, di sinilah
bagaimana komitmen negara di dalam RPJMN
RPJM ee RPJPN itu sudah terlihat ee
melalui ee misi ee delapan Asta Cita dan
ee program terbaik cepat yang sedang ee
yang saat ini kita tentunya bersama-sama
ee akan mendukung dan melaksanakan
bagaimana ini bisa terwujud dan tentunya
untuk mendukung Indonesia Emas 2045.
Nah, Bapak dan Ibu ee teman-teman ASN
yang kami banggakan. Ee dengan
memprioritaskan pembangunan manusia,
sebuah negara tentu dapat membangun
fondasi yang sangat kuat untuk kemajuan
baik di bidang ekonomi, sosial, maupun
politik yang berkelanjutan.
ketergantungan kita ee pada sumber daya
alam tanpa ee berpusat kepada
pembangunan sumber daya manusia ini
tentu akan mengakibatkan pembangunan
akan bersifat unsustainable. Karena jadi
penting sekali ee bahwa selain sumber
daya alam yaitu kita tentu memperhatikan
sumber daya manusia. Nah, pembangunan
sumber daya manusia seutuhnya ini
bertumpu pada tiga pilar. yaitu
bagaimana pemenuhan ee layanan dasar
yaitu layanan kesehatan produksi ee
CASPro, kemudian jaminan gizi PAUD, HI,
pendidikan ee dan ee perlindungan sosial
serta juga termasuk perlindungan dari
kekerasan dan perlakuan salah. Dan pilar
yang kedua ini adalah bagaimana
pembangunan modal manusia. Dan yang
ketiga ee pilar ketiga adalah
pembangunan modal sosial budaya. di mana
ketiga ee pilar tersebut ee itu ditopang
oleh pendekatan siklus hidup ee pengarus
utamaan gender dan inklusi sosial serta
penduduk tumbuh seimbang. Jadi ee
bagaimana melihat ee mewujudkan
membangun manusia seutuhnya agar ee
tercipta sejahtera, adaptif, berakhlak
mulia, berbudaya maju, unggul, dan
berdaya saing tentunya ee dilakukan
melalui pendekatan siklus hidup. Nah, ee
ee untuk itu maka perlu adanya
transformasi diperlukan transformasi
pembangunan untuk meningkatkan kualitas
kehidupan manusia pada seluruh siklus
hidup ee untuk masyarakat yang lebih
sejahtera dan ee konsulting. Nah, untuk
itu di dalam dokumen ee perencanaan
RPJMN maka transformasi itu dibagi ke
dalam transformasi sosial. ee kemudian
ee di dalam ee landasan transformasinya
ini ee yang perlu dikuatkan di dalam ee
pembangunan sumber daya perlindungan ee
perempuan dan anak itu adalah masuk ke
dalam IE ee 14 yaitu bagaimana
menguatkan keluarga berkualitas,
menciptakan keluarga yang berkualitas,
kesetaraan gender, dan masyarakat
inklusif. Jadi transformasi-transformasi
ee termasuk transformasi di tata kelola
ini perlu dilakukan dalam mewujudkan ee
sumber daya manusia yang ee inklusif.
Nah, ee di dalam e siklus hidup tentunya
ee kita melihat ee bagaimana siklus
hidup manusia ini nanti mungkin akan ee
dibahas lebih tuntas oleh ee Ibu dokter
bahwa kebutuhan ee kita anak-anak mulai
dari prenatal, bayi, balita, usia dini,
anak-anak usia sekolah dan remaja,
kemudian dewasa dan bahkan masuk lansia.
Jadi siklus ini hidup inilah nanti yang
akan dibedah tentunya sesuai dengan ee
tugas dan fungsi teman-teman dari ASN ee
bagaimana ee kontribusi kita di dalam
mewujudkan ee sumber daya manusia yang
berkualitas, sumber daya manusia yang
unggul. Nah, ini tentunya kita harus
memberikan perhatian mulai dari prenatal
sampai kepada termasuk juga sumber daya
ee manusia dalam kondisi yang ee ee
sampai dengan usia lansia. Di mana
tentunya masing-masing setiap siklus
hidup ini mempunyai kebutuhan, mempunyai
ee apa namanya target-target, memiliki
ee pendekatan-pendekatan yang tentu
berbeda di setiap siklus hidup ee
manusia. Dan di mana kita lihat ee bahwa
dari peren Natal sampai bayi ini jaminan
gizi 1000 hari pertama kehidupan. Nah,
Indonesia ee atau yang disebut dengan
kesehatan ibu dan anak. Nah, Indonesia
sudah mengeluarkan ee Undang-Undang
Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan
Ibu dan Anak pada fase 1000 hari pertama
kehidupan. Nah, di sana diatur ee
bagaimana kesejahteraan ibu dan anak.
Tentu saja ee ini ee tidak lain adalah
ingin mewujudkan ee ee sumber daya
manusia yang unggul. Kemudian ee di sisi
lain adalah kebutuhannya wajib belajar,
pendidikan tinggi, kesehatan,
reproduksi, dan lain-lain. Jadi ini ee
seluruh step dari siklus hidup manusia
itu pentu tentu memiliki kebutuhan dan
pendekatan-pendekatan yang berbeda.
Nah, bagaimana juga pola pengasuhan dan
perlindungan anak dari perlakuan salah,
jaminan kesehatan nasional, pengendalian
penyakit gizi, dan lain-lain yang akan
mewarnai ee perencanaan pembangunan ee
di Indonesia untuk mewujudkan khususnya
asta kita keempat. Nah, Bapak dan Ibu
untuk keberhasilan ee dari ee membangun
ee sumber daya manusia ini tentu ada
ukuran. Jadi apa sih sobat-sobat ESN
semuanya yang menjadi ukuran
keberhasilan dari pembangunan sumber
daya ee manusia Indonesia yang saat ini
yang menjadi ukuran ee tentu ee Sobat
ASN sudah memahami bahwa dalam mengukur
keberhasilan dalam pembangunan sumber
daya manusia dulu memang kita ukur
dengan indeks pembangunan manusia yang
ini ee ee apa terutama diukur dari aspek
kesehatan pendidikan standar hidup
layak. Dan ini fokusnya dari IPM adalah
bagaimana seberapa baik orang ee
manusia, sumber daya manusia Indonesia
hidup sehat, terdidik dan sejahtera.
Jadi ee jika IPM naik artinya tentu
derajat kesehatan, derajat pendidikan,
kesejaraan ekonomi itu meningkat. Nah,
Indonesia eh saat ini 2024 ee itu 73,2
angka IPM-nya ini tertinggi target
global tentunya 1.000. Nah, namun ee
pada ee RPJMN
2025-2029
bagaimana mengukur keberhasilan dalam
pembangunan ee manusia ini sudah ee kita
hitung ee dihitung berdasarkan indeks
modal manusia. Jadi kalau dulu IPM
sekarang adalah IMM. Nah, tentunya ini
menunjukkan ee persentase
ee produktivitas ekonomi anak-anak yang
lahir hari ini ee jika mereka tumbuh,
kalau ini adalah anak itu adalah sebagai
investasi bangsa. Maka
jika mereka tumbuh sehat dan mendapatkan
pendidikan yang berkualitas, maka
mengukur ritme dari investasi yang
dikeluarkan negara untuk membangun
sumber daya manusia. Ini tentunya
dilihat juga dari bidang ee untuk
mengukur investasi di bidang kesehatan,
pendidikan, ekonomi di masa depan, maka
yang diukur adalah potensi produktivitas
generasi mendatang. Jadi fokusnya ee
adalah seberapa produktif generasi muda
telatnya. Jadi ini sudah beralih
bagaimana mengukur sumber daya manusia
dari IPN kepada IM. Nah ee bagaimana ee
apa IMM ee tersebut gitu ya untuk
mengukur ee keberhasilan peningkatan
kualitas sumber daya manusia. maka
digunakan tadi indeks modal manusia ee
yang tadi sudah ee kita ee kami jelaskan
ee terkait dengan IMM e tersebut.
Artinya ee saat ini 2020M
itu 0,54
ee dan ee diharapkan
202 nanti indeks modal manusia ini akan
menjadi 0,59.
Artinya apa, Sobat-sobat ASN? Jika IMM
0,54 tahun 2020, itu artinya generasi
muda kita hanya dapat merealisasikan
54% potensi produktivitas idealnya.
Nah, negara dengan IMM yang tertinggi
itu 0,7 sampai 0,8 ini tentu menunjukkan
tenaga kerja masa depan lebih sehat,
lebih terdidik, dan produktif. Jadi,
inilah ee apa namanya? investasi yang
diberikan ee kepada untuk sumber daya
manusia akan diukur dengan capaian
indeks modal ee sosial yang ee itu
komponen IMM itu ada lima yang dilihat
itu adalah angka kelangsungan hidup pada
anak-anak usia kurang dari 5 tahun,
angka kelangsungan hidup usia dewasa 15
sampai 60 tahun, prevalensi stunting,
harapan lama sekolah, dan kualitas
pembelajaran selama periode sekolah.
Nah, ee kalau kita lihat ee indeks yang
selain IMF tentunya di dalam indeks ee
perlindungan anak khususnya itu ee sudah
ditetapkan adanya yang dihitung melalui
indeks e perlindungan anak yang ee
terdiri merupakan ini adalah indeks
komposit yang mencakup indeks ee
pemenuhan hak anak atau yang disebut
IPHA dan indeks perlindungan khusus anak
atau yang disebut dengan PKA. Nah, IPA
ini dibentuk berdasarkan 27 indikator
yang terbagi ke dalam lima klaster hak
anak. Ee yang ini tentunya berdasarkan
ee konvensi hak anak yang sudah kita
ratifikasi. Maka capaian ee IPA Provinsi
Jawa Timur tahun 2023 ini sebesar 67,03
atau ee alhamdulillah ya Jawa Timur
berada di di atas serata-rata nasional.
Serata-rata nasional saat ini untuk
indeks perlindungan anak 63,83.
Hal ini ee tentunya menunjukkan upaya
perlindungan anak walaupun sudah di atas
rata-rata nasional tapi ini perlu
dipertahankan bahkan harus ditingkatkan.
Namun kalau kita lihat per provinsi
indeks perlindungan anak untuk ee
Provinsi Jawa Timur tahun 2023 ada
sekitar 15 kabupaten kota yang berada di
bawah rata-rata provinsi. Nah, tentu ini
menjadi PR kita bersama ee Sobat ASN
bagaimana ee kita nantinya memiliki ee
tugas sesuai dengan ee tugas dan fungsi
ee sobat-sobat ASN bagaimana bisa
berkontribusi di dalam meningkatkan
indeks perlindungan anak di wilayahnya
ee masing-masing.
ee Bapak dan Ibu, selain itu untuk
mengukur sebuah ee keberhasilan di dalam
ee perlindungan atau sumber daya manusia
khususnya dalam perlindungan anak, maka
ee sejak tahun 2 ee 2017 atau 2016 ya ee
Kementerian PPPA berdasarkan ee
Undang-Undang ee 14 ee tahun ee
Undang-Undang ee Perlindungan Anak 35
tahun 14 maka ee telah memberikan ee
diukur melalui ee komitmen ee pemerintah
ee daerah dalam mewujudkan kabupaten
kota layak anak. Nah, ini adalah salah
satu ukuran yang juga nanti menentukan
bagaimana ee kondisi dan situasi serta
komitmen dari pemerintah, dari
masyarakat karena tidak bisa pemerintah
saja untuk melakukan berbagai upaya
termasuk media dunia usaha dan juga
organisasi kemasyarakatan ee dalam ee
perlindungan dan pemenuhan hak anak.
maka ee ee ada penghargaan kabupaten
kota layak anak yang setiap tahunnya
juga diberikan dan tahun ini juga akan
diberikan nanti ee berdasarkan evaluasi
yang sudah dilakukan secara mandiri oleh
ee seluruh kabupaten kota di Indonesia
termasuk kabupaten kota di Provinsi Jawa
Timur dan ini Provinsi Jawa Timur ini
sangat luar biasa pada tahun ee 22
terakhir kemarin ini ee apa namanya
mendapatkan ee penghargaan tidak ada
yang di utama di pratama tapi semuanya
di posisi madya. Ini artinya menunjukkan
ee betapa ee apa nama komitmen dari ee
pemerintah ee baik provinsi maupun
kabupaten kota di dalam mewujudkan ee
perlindungan anak baik pemenuhan maupun
perlindungan khusus. Namun kalau kita
lihat ee sobat ASN, apakah indeks
perlindungan anak ini berbanding lurus
dengan capaian kabupaten kota layak
anak? Harusnya iya. Namun masih ada PR
di 15 kabupaten kota bahwa walaupun
secara rata-rata ini 63 ee 2 ya
rata-rata nasional dan rata-rata
provinsi di atas rata-rata nasional
masih ada ee 15 kabupaten kota yang
menjadi PR kita. Namun kabupaten kota
tersebut telah banyak upaya di dalam
perlindungan anak mungkin ee di dalam
menghitung indeks ini yang perlu juga ee
apa namanya kita telisih bersama gitu
ya. Jadi inilah beberapa poin di dalam
mengukur komitmen dari negara bagaimana
mengukur keberhasilan sumber daya
manusia, pembangunan sumber daya manusia
ee di Indonesia. Nah, kalau kita lihat
ee juga ee komitmen yang mendasari ee
kenapa ee selain dari dokumen-dokumen
yang ada di dalam ee perencanaan
pembangunan ee nasional maupun nanti
tentunya akan berdampak juga kepada
dokumen pembangunan di tingkat ee
provinsi maupun kabupaten kota di
seluruh Indonesia. Maka ee beberapa ee
jelas saja tentunya kita tidak merakukan
lagi bahwa terang di dalam Undang-Undang
Dasar Negara 1945
Pasal 28D, 28E, maupun 28 itu ee
menjamin perlindungan bagi seluruh ee
bangsa Indonesia gitu. Tidak kecuali
adalah perempuan dan an. Nah, juga
Indonesia sudah melakukan berbagai macam
ratifikasi ee di tingkat global. Eh,
jadi eh sudah ada eh untuk perempuan ada
eh convention or elimination of all form
of discrimination again woman atau CIDO
yang disebut dengan konvensi mengenai
penghapus segala bentuk diskriminasi
terhadap eh wanita ya. ini untuk
perempuan. Sedangkan untuk ee anaknya
ini ada di dalam Beijing platform for
action itu ada perhatian khusus yang
sudah diratifikasi juga ini terkait
dengan anak perempuan. Kenapa anak
perempuan? Nanti kita coba akan
diskusikan. Nah, kemudian yang paling ee
kuat di dalam komitmen negara dalam
perlindungan anak adalah negara sudah
meratifikasi konvensi hak anak,
convention of the rights of the child.
ee melalui Keppres ee tahun 1990 di mana
di dalam CRC tersebut ee yang ee ada
lima kluster yaitu hak sipil dan
kebebasan, lingkungan keluarga dan
pengasuhan alternatif, kesehatan dan
kesejahteraan dasar, pendidikan,
pemanfaatan waktu luang dan kegiatan
budaya, serta perlindungan khusus anak.
Nah, kemudian juga ee tadi ee di dalam
kita sudah di dalam Undang-Undang ee apa
namanya 59 ini RPJPN yang sudah kita
bahas di awal tadi untuk menuju
Indonesia Emas sudah tertera bagaimana
ee apa yang harus dilakukan dan apa yang
harus dicapai ya di tahun 2045 dan
dilanjutkan diterjemahkan juga di dalam
dokumen RpJMN 2025-2029
yaitu itu melalui Peraturan Presiden
nomor 12 tahun 2025. Nah, belum ee kita
lihat komitmen di dalam ee berbagai
peraturan perundang-undangan yang lain
ini banyak sekali terkait dengan ee
peraturan perundangan ee baik dalam
bentuk undang-undang PP, Perpres, dan
lain-lain. Dan terakhir ini ee adalah ee
Undang-Undang ee Nomor 12 Tahun 2022 ini
yang ee terkait dengan tindak pidana
kekerasan seksual. yang telah juga
menurunkan peraturan perundangan terbaru
berupa PP nomor 27 tahun 2024 tentang
koordinasi dan pemantauan pelaksanaan
pencegahan dan penanganan TPKS PP nomor
29 tahun 2025 tentang bantuan dana
bantuan korban TPKS
dan PP nomor 30 tahun 2025 tentang
pencegahan tindak pidana kekerasan
seksual serta penanganan perlindungan
dan pemuluhan pemulihan bagi korban TPKS
dan ada empat Perpres yang ee tiga
Perpres yang sudah ee juga diselesaikan.
Nah, ini mungkin nanti kita akan ee juga
ini berbagai aturan-aturan tersebut ee
dengan dari Undang-Undang ee 12 tahun
2022 dan ee terakhir ee undang-undang ee
kemarin yang sudah disyahkan yang
langsung yang saat ini turunan dari
undang-undang tersebut sedang dibahas
secara tuntas dengan ee juga apa namanya
melibatkan partisipasi masyarakat yaitu
Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang
Kesetaraan Ibu dan Anak. pada fase 1000
hari kehidupan pertama. Nah, ini
tentunya menjadi fokus karena ini adalah
masa-masa Golden Age, masa keemasan.
Apabila perhatian ee tidak diberikan
secara spesifik, maka sangat rentan ini
sumber daya terjadi lost generation bagi
sumber daya manusia Indonesia ini ee
sangat-sangat rentan ee apabila ee ini
tidak mendapatkan perhatian yang ee
sangat sangat baik dan ini juga
dilakukan oleh seluruh ee kementerian
lembaga tentunya termasuk ee ee
sobat-sobat ASN yang ada di seluruh
Indonesia. Nah, ee komitmen sudah sangat
luar biasa. Berbagai peraturan sampai
kepada peraturan daerah dan lain-lain.
Nah, ini kita nilik bagaimana analisis
situasi pemenuhan hak dan perlindungan
anak di Indonesia.
Apakah Indonesia akan mendapatkan bonus
demografi atau akan menjadi lost
generation bagi sumber dayanya? Mari
kita lihat situasi dan kondisi anak
Indonesia berdasarkan analisis yang
dilakukan. Yang pertama ee adalah
terkait banyakbanyak ee ini ee ee apa
namanya? tantangan di dalam analisis
situasi pemenuhan hak anak termasuk hak
sipil anak ini ee masih terdapat 9,59%
anak Indonesia yang ee belum memiliki
akta kelahiran. Nah, ini tentunya kita
ee apa namanya? masih menjadi PR. Ee
kemudian juga angka kesiapan ee sekolah
di Indonesia 74,34.
Kemudian imunisasi ee ya ini yang masih
menjadi tantangan ya. Jadi belum ee
masih ada PR-PR yang tadi juga ini ee
menjadi fokus di dalam e perencanaan 5
tahun ke depan. Balita stunting
kemiskinan anak. Nah, ini kemiskinan
anak ini juga ee tentunya menjadi
perhatian kita. Apakah kemiskinan secara
ekonomi, apakah kemiskinan secara mental
bagi anak-anak, kemudian bagaimana
terkait dengan ee keluhan kesehatan pada
anak, kesehatan mental dan lain-lain.
Kemudian juga ee kalau kita lihat lagi
di ee apa namanya ee hasil survei yang
ee dilakukan kami lakukan di Kemen PPA
bersama dengan BPS terkait dengan
prevalensi kekerasan terhadap anak. yang
ini dilakukan 2 tahun sekali, maka ee
kita dapat melihat bahwa prevalensi
kekerasan terhadap anak ini menunjukkan
kenaikan. Nah, kalau kita lihat satu
dari dua anak itu mengalami ee kekerasan
ee dan ee ee anak usia 13 sampai 17
tahun mengalami setidaknya satu bentuk
kekerasan sepanjang hidupnya. ee kalau
anak ee perempuan ee 51,78%
dan anak laki-laki 49,83%.
Jadi kekerasan terbanyak ee itu ee apa
korbannya adalah ee perempuan. Nah,
kalau kita lebih dalam lagi melihat
kekerasan apa yang terjadi pada
anak-anak kita, maka ini kekerasan ee
emosional ee 45 dari 100 anak laki-laki
dan perempuan ini mengalami kekerasan.
Nah, termasuk juga ada kekerasan
emosional, kekerasan fisik. Jadi, yang
paling banyak itu ee adalah kekerasan ee
apa namanya ee emosional, ya. Nah,
kemudian kekerasan seksual 9 dari 100
anak enak. Nah, ee pelakunya dari
kekerasan ini adalah ee teman sebaya ini
2/3 dari pelaku kekesatan fisik ya.
Kepada anak itu adalah teman sebaya dan
juga ee ini kalau kekerasan seksual ini
juga dilakukan oleh orang terdekat. Jadi
harusnya tadi ee Pak ee Kepala ee BPSDM
menyampaikan penguatan keluarga itu
sangat tepat sekali karena kekerasan ee
yang banyak dilakukan ee seksual itu
adalah di ee keluarga. Jadi ini baik
yang ee keluarga terdekat ya. Nah, jadi
inilah yang menjadi PR kita bersama
bagaimana keluarga bisa kuat karena
pondasi pertama dan utama tumbuh kembang
anak itu ada di dalam keluarga dan
tentunya keluarga tidak bisa sendiri
tentu melindungi anak perlu masyarakat
sekampung. Nah, ini ee survei juga apa
kita melihat bagaimana ee kekerasan
terhadap anak sepanjang hidup. Nah, kita
lihat sepanjang hidup nih ee ini
terlihat peningkatannya dari tahun 2021
memang 2018 itu menurun di tahun 2021
dan 2024 ee kembali naik. Karena kalau
kita dengar, kita baca ee di dalam
berbagai media ini, tiap hari itu
rasanya tidak ada berita yang tidak ee
apa menayangkan atau menginfokan terkait
terjadinya berbagai kasus bagi anak-anak
kita di seluruh Indonesia. Karena ini
juga ee menjadi apa namanya ee suatu hal
yang ada di ee baik ee baik juga karena
ee kita juga terinfokan bagaimana
situasi dan kondisi anak-anak Indonesia
berbaik di di berbagai pelosok ee karena
geografis ee negara kita. Tapi
intervensi yang kita lakukan juga
tentunya ee berdasarkan ee apa
teman-teman media yang memberitakan
sehingga kita mengetahui kondisi anak
kita yang di seluruh Indonesia. Itu yang
terlaporkan ya. Nah, kemudian juga ee
apa kekerasan terhadap anak ee kondisi
anak saat ini yang sangat juga miris dan
mengkhawatirkan ee bagi kita adalah
kalau kita lihat kekerasan anak di ranah
daring. Nah, ini ee senyap ya, Bapak dan
Ibu karena ee kita juga apa namanya
kekerasan ee anak di rana daring ini
disebut dengan kekerasan seksual
nonkontak. ee di mana pengguna internet
ee kita Indonesia ini adalah pengguna
salah satu negara dengan jumlah pengguna
internet terbesar di dunia di mana
pemakai internet itu adalah 221 juta
jiwa ini setara dengan 79,5%
dari total populasi penduduk Indonesia.
Nah, dari pengguna tersebut 39,71%
itu adalah anak usia dini e yang
menggunakan telepon selular atau gawai.
Nah, sementara 35,57%
ini mengakses internet. Jadi, ada yang
menggunakan tapi tidak mengakses dan
dari 39,71
35,57%-nya
mengakses internet. kita membayangkan
bahwa ee setiap ee apa namanya informasi
yang berseliwiran di dalam internet itu
ada beberapa yang memang tidak untuk
dikonsumsi oleh anak dan ee bahkan di
dalam ee data BPS 2024 tersebut bahwa
5,88%
anak di bawah usia 1 tahun sudah
menggunakan gawai dan 4,33%
yang mengakses internet. Nah, jadi kita
bayangkan ini anak adalah korban.
Korban apa? Korban
ketidakpahaman orang dewasa dengan
memberikan ee apa? kesenangan kepada
anaket dan tentu juga ee untuk
menghindari tanggung jawab ee apa
namanya keluarga ya. Agar anak diam
kemudian agar aktivitas orang dewasa itu
bisa dilakukan dengan leluasa. maka
anak-anak diberikan gawai gitu ya. Dia
asik ee dengan gawainya. Padahal dampak
yang sangat luar biasa ee dari
penggunaan e gadget ini. Nah, ini kita
juga pemerintah sudah berbuat komitmen
juga sudah ada peraturan pemerintah
tentang PP tuntas ya yang dilakukan.
Nah, ini ee apa namanya? bentuk
kekerasan seksual non kontak ini itu ee
apa ada tiga yang sudah terjaring dari
ee survei yaitu ee dipaksa untuk
menyaksikan kegiatan seksual. Nah, ini
ee 3,64%
anak perempuan dan juga ee 2,65%
anak laki-laki. Dan yang kedua dipaksa
terlibat ee dalam foto atau video
kegiatan seksual baik ee yang dikirimkan
oleh anak-anak ee diminta oleh
orang-orang dewasa kemudian diminta
untuk mengirimkan teks, foto, gambar,
dan video kegiatan seksual. Nah, ini ee
yang apa namanya ee menjadi apa
kekerasan di ranah daring ini yang yang
saat ini memang menjadi fokus untuk
bagaimana dampak terhadap anak-anak ini
yang nantinya kalau tidak mendapatkan
penanganan tentu ee akan ee luar biasa
untuk ee apa namanya dampak daripada ee
anak. Nah, kita lihat sekarang e data
Simfoni PPA di tahun
2025 ini ee data jumlah kasus sekali
lagi ini adalah jumlah kasus kekerasan
yang terlaporkan
ee di dalam Sfoni PPA. Maka ee yang
paling ee kota Surabaya memang ee apa
dengan jumlah pencatatan kasus. Jadi
kami juga terima kasih ee belum tentu ya
kabupaten kota lain itu dengan jumlah ee
catatan angka-angka yang terendah tapi
mungkin saja tidak dicatatkan dan tidak
terinfokan di dalam ee ee data Simoni
PPA. Jadi ee Sobat ASN data ini sangat
penting bagi kita karena intervensi ee
yang dilakukan oleh pemerintah di
tingkat ee nasional tentunya berdasarkan
data yang ada di provinsi dan kabupaten
kota. ee data ini sangat baik sekali
karena bisa apakah ini kegagalan dengan
adanya data yang sangat tinggi atau ini
adalah keberhasilan.
ee Sobat ASN ee dengan ee data-data yang
ee ee kekerasan anak yang tercatat saat
ini ini adalah ee prevalensi ini adalah
karena ee gunung es maka e dengan adanya
de to speak up eh semua berani untuk
melaporkan karena ee kalau tidak
diselesaikan dengan baik ee bisa jadi ee
korban-korban ini akan menjadi pelaku ke
depan nantinya. Jadi ada ee dampak
positif apabila ee ini tercatatkan di
dalam data Simponi PPA dan tentunya ada
intervensi dari tingkat nasional ke ee
tingkat ee pemerintah provinsi maupun
kabupaten kota melalui anggaran dana
alokasi khusus baik fisik maupun
nonfisik yang diberikan oleh Kemenin
PPPA tentunya berdasarkan data yang
masuk ee di Simpfoni PPA tahun 2000 ee
setiap tahunnya. Jadi ini ee relay ya
untuk ee seluruh data-data ini. Dan
kalau kita lihat lagi di lebih mendalam
ee data anak ee di Provinsi Jawa Timur
itu ee kita membagi kepada tadi fisik,
psikis, seksual, dan ee eksploitasi yang
nol-nol ini belum tentu enggak ada ya ee
sobat ASN semuanya. ee mungkin ini tidak
terlaporkan sehingga juga untuk
mendapatkan intervensi ini juga akan
menjadi ee pertimbangan ee dalam ee
memberikan ee apa namanya ee
bantuan-bantuan di ke daerah. Nah, kalau
kita lihat secara jumlah ini fisik ee
untuk anak ini jauh lebih tinggi juga
daripada kekerasan fisik yang di yang
apa terhadap kaum perempuan. Kemudian
yang paling tinggi itu adalah kekerasan
seksual. memang yang terjadi ee pada
anak yang ini sekali lagi ini yang
terlaporkan dan tercatatkan
di dalam Simfoni PPA Kemin PPPA. Nah,
belum lagi isu perkawinan anak. Sekarang
isu perkawinan anak itu adalah ee
merupakan bentuk kekerasan terhadap anak
dalam bentuk lainnya. Nah, ini juga
dampaknya tentu sangat luar biasa.
kemiskinan ekstrem ee tentu akan ee
tetap tidak bisa apa ee bisa jadi gagal
untuk pengurangan kemiskinan. Dan indeks
modal manusia tadi juga sangat
dipengaruhi dengan ee kondisi anak-anak,
kawinan anak yang saat ini walaupun
undang-undang sudah ada di revisi ya ee
Undang-Undang perkawinan ee kemudian
usia anak yang bisa menikah usia 19
tahun tapi masih ada dispensasi yang ee
tercatat yang diperbolehkan di dalam ee
Undang-Undang Perkawinan tersebut. Nah,
kita lihat bagaimana kondisi dan situasi
anak di ee Provinsi Jawa Timur ini. Ee
kondisi perkawinan anak ini ee sudah ee
apa namanya secara nasional ee negara
kita sudah ee ini apa indeksindeks
negatif ya. Jadi artinya semakin rendah
ee capaiannya itu semakin bagus. Jadi ee
2 tahun 2024 kita ee ini sudah indeks ee
untuk perkawinan anak ini sudah 5,90 dan
untuk Jawa Timur ini masih 7,78. Artinya
ee masih ada PR bagaimana ee apa ini
juga yang pertama perkawinan anak yang
tercatat, dispensasi anak ini juga
tercatat. Nah, bagaimana perkawinan anak
yang tidak tercatat dengan melakukan
pernikahan atau perkawinan-perkawinan
siri? Nah, ini tentunya ee ee tidak
mudah untuk ee diketahui dan juga
tentunya yang mengetahui nanti
lingkungan sekitar gitu ya. Nah, ini
perlu perhatian khusus dari berbagai
pihak dalam mengendalikan terjadinya
permohonan dispensasi perkawinan hingga
ee tingkat ee wilayah terkecil yaitu ee
desa dan kelurahan gitu ya. Nah, ee isu
lainnya tantangan dalam pembangunan
perlindungan anak ini adalah isu-isu
kebangsaan. Ee sobat Sobat ASM,
bagaimana kita ini radikalisme dan
intoleransi ini data dari Alfara ee
23,4%
ini pelajar ee siswa-siswa SMA atau SMK
di Indonesia ini terpapar, paham
intoleransi. Ini terjadi normalisasi,
ujaran kebencian. ya kita lihat banyak
sekali ee apa namanya anak-anak kita
yang saat ini kalau dulu ee zaman dulu
kita ee bermain dengan berbagai lintas
agama itu enggak masalah tapi sekarang
ini banyak sekali ee apa namanya
anak-anak sudah apa namanya ee
memiliki ee diskriminasilah untuk ee
bagaimana ee ee intoleransi beragama,
intoleransi dengan kesukuan dan
lain-lain. Nah, ini menjadi PR di
kalangan ee ini tentunya ini akan
mengancam kerukunan dan persatuan
bangsa. Karena kita tadi makanya di ee
Asta Cita pertama itu adalah menguatkan
ideologi ee bangsa kita. Nah, tentu
termasuk juga ee hasil survei dari
setara dan ee ini juga ee bagaimana
data-data ini ee kita nanti bisa PR-PR
bersama. Nah, sekali lagi yang mendasar
terkait dengan ee kekerasan terhadap ee
ee perempuan maupun anak ini ini adalah
fenomena gunung es yang artinya Bapak
dan Ibu beberapa ee yang masuk ke dalam
UPTD, PPA maupun di dalam layanan
rujukan akhir kami itu adalah ee
anak-anak yang sebagai pelaku itu
dulunya mereka adalah korban karena
tidak mendapatkan penanganan yang baik
maka ini ee menjadi satu hal yang ee apa
namanya ee menjadi pelaku kekerasan dan
ee ini juga ee bisa terjadi di manapun
dan ee ee berbagai ee program kalau
tidak ee ini diangkat maka ee kekerasan
itu adalah akan terus mengakar dan
mendarah daging ee di bangsa kita. Nah,
untuk itu ee kita selalu menyuarakan
untuk berani bicara, berani mengemukakan
agar apa? Ee anak-anak kalau ditanya
pernah enggak mendapatkan kekerasan?
Mereka bilang tidak. Karena ee pemahaman
di diri mereka itu adalah kekerasan itu
adalah dipukul sampai berdarah padahal
bersiul, menggoda, kemudian ee dan juga
ee mencolek ya. Nah, ini ee tentunya ini
juga ee disebut dengan kekerasan. Nah,
untuk itu ee apabila terjadi kekerasan
untuk memudahkannya berdasarkan ee ee
apa namanya ee Perpres ee tentang
Kementerian Pemberdayaan Perempuan
Perlindungan Anak ee tahun 2020 ini ee
ada layanan rujukan akhir ya untuk
memudahkan akses bagi anak dan perempuan
untuk mendapat ee korban kekerasan atau
keluarga atau siapapun yang melihat dan
mendengar ee silakan menghubungi 129 ee
atau WhatsApp ke 081
ee11291
ya. Nah, ini tentunya akan diselesaikan
dulu di tingkat kabupaten yang sudah ada
UPTD di tingkat provinsi sebagai layanan
ee rujukan lanjutan dan ee Kemen PPPA
adalah layanan rujukan akhir maupun
dengan berbagai lembaga layanan. Nah,
ini aksesnya Bapak dan Ibu ee ada bisa
dilakukan pengaduan langsung outline,
call center dan ee lain-lainnya. Nah,
bagaimana prosesnya di dalam
undang-undang ini adalah layanan satu
atap ini nanti kami bisa berikan kepada
Sobat ASN bagaimana tugas UPTD, UPTD
sebagai perangkat daerah yang melakukan
layanan terhadap perempuan dan anak
korban kekerasan sebagaimana yang diatur
di dalam Perpres 55 tahun 2000.
Ee maka ee ini adalah layanan ee ada 11
ee layanan yang ee diberikan oleh
UPTDPA. Namun kita lihat saat ini dari
38 provinsi baru 34 yang memiliki UPTD
dan dari 514
kabupaten kota di Indonesia baru sekitar
65%
yang memiliki UPTDPA. Nah, harapannya
nanti tentunya ee Bu Kadis Bulis nanti
ee seluruh ee kabupaten kota di Provinsi
Jawa Timur sudah ee membentuk ee UPTDPA
di seluruh kabupaten kotanya. Nah, ee
dengan melihat situasi dan kondisi
tersebut ee sobat-sobat ASN semua,
pertanyaannya bagaimana kita mencapai
delapan misi dusta? siapa dan apa yang
diintervensi agar tercipta ekosistem
yang ramah anak atau yang sekarang ini
adalah sistem perlindungan anak. Nah,
dari delan Asta Cita ini ee tentunya ee
tidak hanya ee program prioritas satu
sekali lagi dan program prioritas EMP,
tapi di seluruh prioritas ini akan ada
intervensi baik secara langsung maupun
tidak langsung untuk menciptakan untuk
mewujudkan anak Indonesia yang sehat,
cerdas, dan berakhlak mulia. Nah, untuk
itu ekosistem yang harus diintervensi
adalah pertama dan utama sekali adalah
lingkungan keluarga. Bagaimana
menciptakan pengasuhan yang positif,
kemudian lingkungan digitalisasi
yang saat ini juga sangat ee menginikan
kita dan kemudian lingkungan ee
masyarakat, lingkungan sekolah. Saya mau
agak cepat juga mungkin nanti diingatkan
ya. Dan ini ada juga pencegahan melalui
wilayah dari anak sendiri, keluarga,
satuan pendidikan, dan ruang bersama
Indonesia yang ada di wilayah-wilayah
terkecil mulai dari desa dan kelurahan.
Nah, ee Bapak, Ibu, Sobat-sobat ASN
seluruhnya, apa yang menjadi fokus dalam
pendidikan ee karakter ee lima
pendidikan karakter anak Indonesia yang
saat ini yang tentunya nanti kita akan
ee ini akan kita ee apa? Deliver ya.
sampai ke tingkat masyarakat terkecil,
yaitu bagaimana karakter religius,
karakter nasionalisme, karakter mandiri,
karakter gontoroyong, dan karakter
integritas. ini yang akan kita apa
namanya kita wujudkan mulai dari ee anak
usia dini kemudian ee untuk bagaimana
meningkatkan ee ee apa tentunya anak
tidak bisa dengan sendirinya butuh
bantuan ee keluarga dan orang tua dan
orang-orang dewasa ee yang ada di
sekitar anak-anak. Nah, untuk itu ada
tiga program prioritas ee yang harus
kita yang dilakukan untuk mendukung ee
asta cita Bapak Presiden dan Bapak Wakil
Presiden ee dalam melakukan upaya
pemberdayaan perempuan dan perlindungan
anak ee di seluruh Indonesia yaitu
dengan mewujudkan ruang bersama
Indonesia. Jadi karena ruang bersama ini
adalah ee untuk ee anak-anak bisa
berinteraktif, bisa jadi tidak
mengurangi tadi ee bagaimana mengurangi
ee gadget dan lain-lain. Nah, tentu ada
ruang-ruang yang diperlukan untuk
aktivitas anak-anak, kreativitas ee
tidak hanya ee apa kemampuan int ee
intelektual saja, tapi juga ee kemampuan
juga untuk ee raninya. Kemudian yang
kedua adalah terkait ee dengan upaya
pencegahan dan penanganan cepat e kasus
kekerasan. Nah, perlu perluasan call
center untuk memudahkan ee masyarakat di
dalam mengakses baik melaporkan ee
maupun e melihat ee mendengar maupun
yang terjadi pada diri sendiri. Nah, ini
ee pemanfaatan perluasan e call center
ini di ee lebih diluaskan dan yang
terpenting adalah intervensi adalah satu
data perempuan dan anak mulai dari desa
dan kelurahan. Nah, ini yang ee tiga ini
yang nanti akan digarap ee untuk upaya
bagaimana 65% dari penduduk Indonesia
ini bisa ee apa mendapatkan ee menjadi
sejahteralah jadi sebuah desa yang
ideal. Nah, ini ee definisinya saja
Bapak dan Ibu ini adalah merupakan
gerakan kolaboratif melibatkan semua
pihak untuk mengedepatkan dan
mengedepankan kearifan lokal ee dan
bersifat ee holistik integratif dan
berkelanjutan. Nah, ee tentunya ini
tidak bisa dilakukan oleh Kementerian
PPPA saja, tapi ini sudah ada MOU dan ee
sedang ada sudut disusun SKB dengan
berbagai lintas kementerian yang
harapannya nanti ini akan bergulir
sampai ke tingkat ee ee pemerintah
provinsi kabupaten kota sesuai dengan
ee dengan tusi kewenangan masing-masing
perangkat daerah. Nah, indikatornya ada
10. ini indikator ini dan yang paling
terpenting saat ini adalah sesuai dengan
semangat dan arahan dari Bapak Presiden
dalam mewujudkan Asta Cita dan program
terbaik cepat yang akan digagas sampai
2029 nanti itu adalah gerakan
kolaboratif. Jadi diukur bagaimana ee
dalam mewujudkan Indonesia emas melalui
perlindungan anak ee siapa yang
terlibat, bagaimana siapa melakukan apa
atau disebut dengan ee NSPK-nya seperti
apa. Jadi ini adalah indikatornya dan
bagaimana peran ASN dalam mewujudkan
ekosistem yang ramah anak. Jadi ee tadi
sudah kita ee kita dengarkan bersama
kami menyampaikan mungkin nanti sobat
ASN juga ee punya ee ee apa ada masukan
dan lain-lain. Nah, bagaimana peran
strategis kita ee dalam ee ini. Nah,
saya teringat ada yang eh apa namanya?
Teori U yang eh dari yang digagas oleh
Otos Karmer ini teori U ini tentu sangat
relevan jika diterapkan pada aparatur
sipil negara untuk membangun ekosistem
yang ramah anak. Nah,
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:01 UTC
Categories
Manage