File TXT tidak ditemukan.
ASN Belajar Seri 27 - Anak Sehat, Negara Kuat: Peran ASN Mencetak Generasi Emas Indonesia
OADJbvNkfzg • 2025-07-17
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Kami tujuan dari penyelenggaraan kali ini adalah memahami dan mengedukasi orang tua tentang pentingnya nya deteksi dini agar dapat melakukan yang pertama adalah pencegahan, yang kedua adalah intervensi diri dan yang ketiga adalah bagaimana mengembangkan anak secara optimal. [Musik] Saya ee sangat berterima kasih sekali pada DWP BP SDM Jatim yang sudah menyelenggarakan lomba bercerita dan mewarnai untuk anak-anak TK. Ee terima kasih banyak atas wadah yang telah diberikan sehingga anak-anak di sini bisa ee berkompetisi langsung dengan teman-teman sebanya yang lainnya. Semoga untuk next selanjutnya bisa sering-sering ngadain acara seperti ini. Terima kasih. Ee seluruh peserta sudah lumayan bagus, anak-anak sudah tampil secara maksimal dan saya berharap nanti ke depannya mereka bisa menjadi anak-anak yang tanggap, anak-anak Indonesia yang hebat seperti harapan pada Indonesia Emas tahun 2045. Harapan saya kepada DWP BPSDM Provinsi Jawa Timur mudah-mudahan kegiatan hari ini bisa dilanjutkan lagi untuk tahun yang ke depan dan tahun yang akan datang lagi agar lebih menarik lagi. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] yaitu mendapatkan dari S du [Musik] tiga ya [Tepuk tangan] [Musik] Yeah. [Musik] lagi [Musik] Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan rahayu dan salam sehat untuk kita semua. Sebelum memulai acara pada ASN belajar set kali ini, izinkan saya untuk berpantun terlebih dahulu dan kalau misalnya bisa open cam atau misalnya kasih jempol boleh banget. Untuk pagian ini. Pagi cerah burung bernyanyi. Anak bermain dengan gembira. ASN bekerja dengan hati nurani. Ciptakan ruang aman dan bahagia. Luar biasa sekali semangatnya untuk pagi hari ini. Dan saya ingin sekali menyapa kepada yang terhormat Kepala BPSDM Jawa Timur Bapak Dr. Ramlianto, S.P.MP. Yang kami hormati para narasumber yang telah hadir secara virtual. Staf Ahli Menteri Bidang Partisipasi dan Lingkungan Strategis Kemen PPPA Republik Indonesia, Ibu Rini Handayani, S. M.M. M. Kepala Dinas P3K Provinsi Jawa Timur, Ibu Dr. Tri Wahyuni Liswati, M.Pd. Dokter Spesialis Anak Rumah Sakit Kemenkes Surabaya, Dr. Erga Lil Folia, SPA. serta Bapak, Ibu, Sobat ASN di mana pun berada yang telah tergabung secara Zoom meeting maupun BPSDM Jatim TV di YouTube. Tentunya saya ucapkan selamat pagi dan selamat bergabung dalam ASN Belajar seri ke-27 tahun 2025 kali ini yang mengangkat tema Anak Sehat Negara Kuat. Per ASN mencetak generasi emas Indonesia yang dipersembahkan oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur. Puji syukur kita haturkan kehadirat Tuhan yang maha esa. Berkat perkenanannya kita diizinkan untuk dapat berjumpa secara virtual kembali di hari Kamis ini tanggal 17 Juli 2025 dalam kondisi sehat walafiat dan tentunya di pagi sebelum memulai kegiatan bekerja Sobat ASN mengikuti acara yang memang setiap bulannya diadakan oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur di kantor BPSDM yang ada di Jalan Gadel Surabaya. Bapak dan Ibu Sobat ASN, senang sekali saya Fan Patriia kembali menjadi moderator pada ASN Belajar seri kali ini. Di mana tema kali ini adalah dalam rangka memperkuat peran strategis Aparatur Sipil Negara ASN dalam mendukung tumbuh kembang anak Indonesia secara fisik, mental, dan sosial. BPSDM Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang pembelajaran yang relevan dan berdampak. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian visi besar Indonesia Emas 2045 di mana kualitas sumber daya manusia menjadi kunci utama. ASN tentunya diharapkan tidak hanya menjalankan tugas birokratis saja, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan sosial yang dimulai dari lingkungan terdekat mereka, terutama dalam hal perlindungan dan pembinaan anak. Selengkapnya akan kita bahas dalam webinar ASN Belajar seri ke-27 tahun 2025. [Musik] Sobat ASN yang berbahagia, tentunya mengawali acara kita pada hari ini sebelum kita masuk ke dalam sesi pemaparan materi para narasumber, kita akan simak terlebih dahulu keynote speech yang akan disampaikan oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto, S.MP. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini, Kamis tanggal 17 Juli 2025, ASN belajar telah memasuki seri yang ke-27. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami selalu berkomitmen sekaligus terus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-27 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka turut serta memberikan kontribusi pemikiran pada momentum Hari Anak Nasional yang akan kita peringati pada tanggal 23 Juli 2025 beberapa hari lagi. Tahun ini Hari Anak Nasional mengusung tema yang sangat kuat dan penuh harapan. Anak Hebat Indonesia kuat menuju Indonesia Emas 2045. Tema ini mengandung pesan strategis bahwa membangun bangsa tidak hanya dimulai dari formasi birokrasi, pembangunan infrastruktur atau transformasi digital, tetapi juga investasi paling mendasar, yakni tumbuh kembang anak yang sehat, cerdas, bahagia, dan terlindungi. Karena tema ini sangat penting untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN Belajar seri ke-27 tahun 2025 ini mengangkat topik anak sehat negara kuat. Rana ASN mencetak generasi emas Indonesia. Nah, sudah menjadi tradisi akademik ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Shabat ASN di seluruh tanah air, Hari Anak Nasional yang kita peringati setiap tahun tentu bukan sekedar sebuah seremoni belakang, tetapi sebuah pengingat nurani bahwa masa depan bangsa sedang bertumbuh di ruang-ruang tumbuh kembang anak-anak bangsa. Momentum ini juga untuk menegaskan bahwa perlindungan, pendidikan dan cinta kasih terhadap anak bukan pilihan, tetapi kewajiban moral, kewajiban sosial, dan bahkan kewajiban konstitusional. bahwa setiap anak yang sehat, bahagia, dan berdaya adalah benih peradaban untuk Indonesia yang adil, maju, makmur, dan berkelanjutan serta berdaya saing tinggi. Sat HSN, Hari Anak Nasional juga menjadi ruang refleksi bahwa masa depan Indonesia bukan hanya soal teknologi dan angka statistik, tetapi tentang siapa yang kita siapkan hari ini di ruang keluarga, di bangku sekolah. dan di rumah kita masing-masing. Jika kita mendambahkan Indonesia yang benar-benar hebat, maju dalam ilmu, adil dalam tatanan, dan tangguh menghadapi zaman, maka kita harus memastikan anak-anak bangsa tumbuh dalam limpahan kasih sayang yang menumbuhkan pendidikan yang mencerdaskan akal dan nurani, serta perlindungan yang menjamin rasa aman dan harga diri. Sebab dari tangan kecil merekalah masa depan digenggam dan dari jiwa yang utuh merekalah peradaban dibangun. Satn, kita sebagai aparatur sipil negenggara tentu punya amanah besar dalam urusan publik, administrasi, dan pemerintahan. kita mengurus regulasi layanan masyarakat, data, sistem, hingga kebijakan-kebijakan strategis di negeri ini. Namun hari ini kita diingatkan bahwa tugas kita tidak berhenti hanya sampai di kantor, di meja kerja, atau di balik layar birokrasi. Di balik nama besar aparatur sipil negara, kita adalah orang tua, pendidik, pelindung, dan penuntun di komunitas yang paling primer, yakni keluarga. Kita adalah ayah dan ibu dari anak-anak yang kelak akan menjadi bagian dari Indonesia Emas 2045. Maka dalam konteks pembangunan nasional menuju Indonesia 20245 tersebut, anak-anak yang hari ini kita asuh adalah pemimpin, inovator, guru, dokter, dan pembela negeri di masa depan. Mereka adalah sumber dari manusia yang akan menyelesaikan tantangan yang bahkan hari ini belum sepenuhnya kita pahami. Dan peran kita hari ini akan menjadi catatan sejarah sunyi bahwa bangsa ini tumbuh besar bukan karena kekuatan senjata, tetapi karena para ibu dan ayah yang sabar membentuk karakter anak-anaknya. Yang percaya bahwa cinta dan pendidikan adalah kekuatan perubahan yang paling sejati. Sobat ASN di seluruh tanah air. Lalu bagaimana kita sebagai ASN bergiat memberikan kontribusi terhadap terwujudnya generasi emas Indonesia 2045 melalui ruang-ruang keluarga ASN. Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Ibu Rini Handayani, S. M.M. Beliau adalah staf ahli Menteri Bidang Partisipasi dan Lingkungan Strategis pada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. Kedua, kami menyampaikan terima kasih kepada yang terhormat Ibu Dr. Tri Wahyuni Liswati, M.Pd. Beliau adalah Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur. Dan yang ketiga, kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Dr. Ergia Latifolia, SPA. Beliau adalah dokter spesialis anak pada Rumah Sakit Kementerian Kesehatan RI di Surabaya. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN Belajar seri ke-27 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] telah kita simak bersama keynote speech yang telah disampaikan oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SPMP yang tentunya dapat menjadi acuan sebagai tujuan dari terselenggaranya ASN Belajar seri ke-27 tahun 2025 kali ini. Nah, Sobat ASN sebelum saya akan langsung menyapa narasumber kita yang pertama, terlebih dahulu saya akan menyampaikan beberapa rules atau aturan dalam mengikuti jalannya ASN belajar seri kali ini. Yang pertama, sesi tanya jawab atau diskusi akan dilakukan setiap akhir dari sesi pemaparan para narasumber. Jadi, pastikan ASN ee sobat ASN tidak meninggalkan satu kalipun pemaparan materi dari setiap narasumber. Dan yang kedua, penanya harap menyebutkan identitas diri berupa nama dan instansi serta kota asal. Dan yang ketiga, link absensi peserta akan diberikan setelah mengisi aplikasi Semesta Bangkom. Pastikan sudah mengisi semesta Bangkok mulai dari sekarang di Cicil supaya nanti ketika mengunduh e-sertifikat ini tidak mengalami kesulitan atau kendala. Dan langsung saja kita akan menyapa narasumber kita yang pertama yaitu Staf Ahli Menteri Bidang Partisipasi dan Lingkungan Strategis Kemen PPPA Republik Indonesia. Yang kami hormati Ibu Rini Handayani, S. M.M. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ibu Rini, apakah sudah terdengar suara kami?UIsalam, Ibu Fani. Baik, selamat pagi Bu Rini. Selamat pagi semuanya. Baik. Luar biasa. Apa kabarnya Ibu Rini hari ini? Luar biasa. Sehat dan bahagia. Wah, terlihat sekali semangatnya dari Surabaya ini, Ibu. Baik, tentunya pada momen kali ini sudah tidak sabar kami untuk dapat menyimak apa yang ingin disampaikan, insight yang ingin ditularkan kepada kami dan sobat ASN yang mengikuti jalannya seri ASN seri 27. Disilakan, Ibu Rini. I Fani. Suara saya terdengar dengan jelask? Sangat jelas sekali. Namun ada delay, Ibu, kalau dari kami di sini. Oh, agak delay, ya? Iya, mungkin terkait dengan jaringan atau koneksi. Ee baik ee mudah-mudahan lancar ya. I amin. Kita coba untuk ee apa namanya? Untuk melakukan Baik. Bismillahirrahmanirrahim. Ee tentunya yang kami hormati Bapak Kepala BPSDM Provinsi Jatim, Bapak Dr. Mulianto tadi yang sudah memberikan semangat kepada seluruh ASN ee khususnya ASN yang ada di Provinsi Jawa Timur. Dan tentunya yang saya hormati ee teman sahabat ee saya, kami dari Kemen PPPA, Ibu Lis ee ee Kadis DP3AK Jawa Timur dan juga ee Ibu Ergia eh dokter spesialis anak yang juga nanti akan membersamai kita dan tentunya seluruh ee civitas akademika yang ada di BPSDM ee Provinsi Jawa Timur dan ee ASN seluruh Indonesia dan terkhusus lagi ASN yang ada di Jawa Timur yang saya banggakan ee sebagai aparatur negara sipil negara. Dan izinkan saya menyampaikan ee ini topik yang sangat luar biasa. Ee pada sesi ini kita akan mengangkat bagaimana ee terkait dengan sumber daya manusia Indonesia yang unggul yang dimulai tentunya ee dari anak. Nah, ee bahan yang akan ee kami sampaikan pada sesi ASN belajar ke-27 pagi hari ini adalah terkait dengan kebijakan perlindungan anak dan bagaimana peran strategis ASN dalam mewujudkan ekosistem yang ramah anak. Nah, tentunya ini topik yang ee sangat luar biasa dan nanti akan ee secara ee baik langsung maupun tidak langsung akan berpengaruh kepada kinerja-kinerja ASN dalam mewujudkan pembangunan ee Indonesia yang ee ramah anak. Nah, kalau kita lihat e bagaimana positioning Indonesia saat ini ee negara Indonesia ini adalah negara yang keempat terbesar dengan populasi penduduk 281,6 juta jiwa. Dan tentunya ini nanti e cita-cita Indonesia pada ee tahun 2030 ini akan menjadi ee negara ketujuh di dunia yang ekonominya meningkat dan tahun 2050 ee menjadi negara keempat di dunia yang sukses dalam bidang ee seluruh bidang khususnya dalam bidang ekonomi. Nah, untuk itu tentunya tidak mudah untuk mencapai cita-cita tersebut. Maka Indonesia dihadapkan dengan tantangan untuk mempersiapkan bagaimana mewujudkan cita-cita itu dengan melengkapi sumber daya manusia dengan kompetensi serta keterampilan yang tepat untuk menghadapi berbagai macam tantangan, terutama revolusi industri agar terus mampu berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bangsa. Nah, untuk itu kita lihat bagaimana komposisi Indonesia. Kenapa kita hari ini berbicara terkait dengan anak? Karena ee penduduk Indonesia 281,6 juta jiwa, 30% atau 28,4% tepatnya itu adalah anak. Dan hampir 50% setengah penduduk Indonesia itu adalah perempuan. Nah, ini tentunya dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 ee tentu kita harus memulai dan bergerak dari sumber daya manusia yaitu dimulai dari anak untuk menghasilkan bagaimana Indonesia nantinya akan menjadi bonus demografikah kita yang akan melihat bagaimana Indonesia Mars 2045 atau dengan situasi kondisi yang saat ini akan terjadi lost generation apabila bila target untuk tumbuh dan berkembang anak dan sumber daya manusia tidak mendapatkan perhatian yang optimal. Nah, ini e 70% nanti di 2045 itu adalah penduduk yang produktif. Sehingga ee tema ini dalam rangka bulan Juli ini adalah bulannya anak-anak spesial yaitu setiap tanggal 23 Juli diperingati sebagai hari. Apakah anak-anak saat ini semuanya merasakan kegembiraan, kebahagiaan? Semua hak anak terpenuhi, bagaimana tumbuh kembang anak saat ini? Nah, ini nanti yang akan kita kupas tuntas di dalam bagaimana negara untuk ee memberikan perhatian-perhatian kepada anak. Nah, untuk itu maka kita nanti akan melihat bagaimana perlindungan anak dalam dokumen perencanaan nasional. Bagaimana komitmen yang mendasari perlindungan anak dan bagaimana potret anak-anak Indonesia saat ini. Dan terakhir tentu saja bagaimana kita berperan sebagai aparatur sipil negara dalam menciptakan ekosistem yang ramah anak agar berkontribusi di dalam mewujudkan Indonesia ee yang ee Indonesia Emas 2045. Nah, kalau kita lihat di dalam dokumen ee perencanaan ee mulai dari RPJPN 2025245, maka ee Negara Kesatuan Republik Indonesia ini tentu memiliki ee cita-cita negara yang bersatu, berdaulat ee maju dan berkelanjutan. Nah, dengan adanya lima visi Indonesia 2025-2045, jadi lima visi dan 8 misi pembangunan, 17 arah pembangunan dengan 45 indikator utama pembangunan. Nah, ini yang akan kita capai nanti sampai dengan akhir tahun 2045. Nah, angka-angka ini tentunya tidak begitu saja. Kenapa angka lima? Angka lima menunjukkan bahwa negara Indonesia itu adalah negara Pancasila yang dasar didasarkan kepada lima sila Pancasila dan ee ee misi, 17 arah pembangunan 45 indikator ini menunjukkan 100 tahun Indonesia merdeka nantinya yaitu 17 Agustus tahun 1945. Jadi ini akan dibreakdown ke dalam ee 5 tahunan yang disebut dengan RPJMN. Maka di dalam ee Kabinet Indonesia ee ee merah putih saat ini itu ee visi ee ya ee adalah bersama Indonesia maju menuju Indonesia Emas 2045. Presiden Prabowo dan Wakil Presiden eh Gibran Rakabumilaka, Bapak e Presiden dan Wakil Presiden kita sudah menetapkan visi yang diterjemahkan ke dalam delapan misi yaitu yang disebut dengan Esta Cita dan 17 program prioritas dengan 8 program terbaik cepat. Nah, ee teman-teman ASN yang ee kami banggakan ee dari delapan asta cita ee tersebut yang sangat berkaitan langsung dengan ee sumber daya manusia ini adalah Asta cita satu dan Asta cita keempat khususnya. Namun ee kita melihat dari delapan asta cita itu seluruhnya tidak ada yang tidak terkait dengan anak. baik ee tapi tidak langsung gitu ya dan yang langsung adalah khususnya cita satu dan cita keempat. Nah, mari kita bahas bagaimana negara memberikan perhatian khusus melalui ee misi ee keempat yaitu ee bagaimana memperkuat ee sumber daya manusia, sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, serta kesetaraan gender dan penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas. Nah, di sinilah bagaimana komitmen negara di dalam RPJMN RPJM ee RPJPN itu sudah terlihat ee melalui ee misi ee delapan Asta Cita dan ee program terbaik cepat yang sedang ee yang saat ini kita tentunya bersama-sama ee akan mendukung dan melaksanakan bagaimana ini bisa terwujud dan tentunya untuk mendukung Indonesia Emas 2045. Nah, Bapak dan Ibu ee teman-teman ASN yang kami banggakan. Ee dengan memprioritaskan pembangunan manusia, sebuah negara tentu dapat membangun fondasi yang sangat kuat untuk kemajuan baik di bidang ekonomi, sosial, maupun politik yang berkelanjutan. ketergantungan kita ee pada sumber daya alam tanpa ee berpusat kepada pembangunan sumber daya manusia ini tentu akan mengakibatkan pembangunan akan bersifat unsustainable. Karena jadi penting sekali ee bahwa selain sumber daya alam yaitu kita tentu memperhatikan sumber daya manusia. Nah, pembangunan sumber daya manusia seutuhnya ini bertumpu pada tiga pilar. yaitu bagaimana pemenuhan ee layanan dasar yaitu layanan kesehatan produksi ee CASPro, kemudian jaminan gizi PAUD, HI, pendidikan ee dan ee perlindungan sosial serta juga termasuk perlindungan dari kekerasan dan perlakuan salah. Dan pilar yang kedua ini adalah bagaimana pembangunan modal manusia. Dan yang ketiga ee pilar ketiga adalah pembangunan modal sosial budaya. di mana ketiga ee pilar tersebut ee itu ditopang oleh pendekatan siklus hidup ee pengarus utamaan gender dan inklusi sosial serta penduduk tumbuh seimbang. Jadi ee bagaimana melihat ee mewujudkan membangun manusia seutuhnya agar ee tercipta sejahtera, adaptif, berakhlak mulia, berbudaya maju, unggul, dan berdaya saing tentunya ee dilakukan melalui pendekatan siklus hidup. Nah, ee ee untuk itu maka perlu adanya transformasi diperlukan transformasi pembangunan untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia pada seluruh siklus hidup ee untuk masyarakat yang lebih sejahtera dan ee konsulting. Nah, untuk itu di dalam dokumen ee perencanaan RPJMN maka transformasi itu dibagi ke dalam transformasi sosial. ee kemudian ee di dalam ee landasan transformasinya ini ee yang perlu dikuatkan di dalam ee pembangunan sumber daya perlindungan ee perempuan dan anak itu adalah masuk ke dalam IE ee 14 yaitu bagaimana menguatkan keluarga berkualitas, menciptakan keluarga yang berkualitas, kesetaraan gender, dan masyarakat inklusif. Jadi transformasi-transformasi ee termasuk transformasi di tata kelola ini perlu dilakukan dalam mewujudkan ee sumber daya manusia yang ee inklusif. Nah, ee di dalam e siklus hidup tentunya ee kita melihat ee bagaimana siklus hidup manusia ini nanti mungkin akan ee dibahas lebih tuntas oleh ee Ibu dokter bahwa kebutuhan ee kita anak-anak mulai dari prenatal, bayi, balita, usia dini, anak-anak usia sekolah dan remaja, kemudian dewasa dan bahkan masuk lansia. Jadi siklus ini hidup inilah nanti yang akan dibedah tentunya sesuai dengan ee tugas dan fungsi teman-teman dari ASN ee bagaimana ee kontribusi kita di dalam mewujudkan ee sumber daya manusia yang berkualitas, sumber daya manusia yang unggul. Nah, ini tentunya kita harus memberikan perhatian mulai dari prenatal sampai kepada termasuk juga sumber daya ee manusia dalam kondisi yang ee ee sampai dengan usia lansia. Di mana tentunya masing-masing setiap siklus hidup ini mempunyai kebutuhan, mempunyai ee apa namanya target-target, memiliki ee pendekatan-pendekatan yang tentu berbeda di setiap siklus hidup ee manusia. Dan di mana kita lihat ee bahwa dari peren Natal sampai bayi ini jaminan gizi 1000 hari pertama kehidupan. Nah, Indonesia ee atau yang disebut dengan kesehatan ibu dan anak. Nah, Indonesia sudah mengeluarkan ee Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak pada fase 1000 hari pertama kehidupan. Nah, di sana diatur ee bagaimana kesejahteraan ibu dan anak. Tentu saja ee ini ee tidak lain adalah ingin mewujudkan ee ee sumber daya manusia yang unggul. Kemudian ee di sisi lain adalah kebutuhannya wajib belajar, pendidikan tinggi, kesehatan, reproduksi, dan lain-lain. Jadi ini ee seluruh step dari siklus hidup manusia itu pentu tentu memiliki kebutuhan dan pendekatan-pendekatan yang berbeda. Nah, bagaimana juga pola pengasuhan dan perlindungan anak dari perlakuan salah, jaminan kesehatan nasional, pengendalian penyakit gizi, dan lain-lain yang akan mewarnai ee perencanaan pembangunan ee di Indonesia untuk mewujudkan khususnya asta kita keempat. Nah, Bapak dan Ibu untuk keberhasilan ee dari ee membangun ee sumber daya manusia ini tentu ada ukuran. Jadi apa sih sobat-sobat ESN semuanya yang menjadi ukuran keberhasilan dari pembangunan sumber daya ee manusia Indonesia yang saat ini yang menjadi ukuran ee tentu ee Sobat ASN sudah memahami bahwa dalam mengukur keberhasilan dalam pembangunan sumber daya manusia dulu memang kita ukur dengan indeks pembangunan manusia yang ini ee ee apa terutama diukur dari aspek kesehatan pendidikan standar hidup layak. Dan ini fokusnya dari IPM adalah bagaimana seberapa baik orang ee manusia, sumber daya manusia Indonesia hidup sehat, terdidik dan sejahtera. Jadi ee jika IPM naik artinya tentu derajat kesehatan, derajat pendidikan, kesejaraan ekonomi itu meningkat. Nah, Indonesia eh saat ini 2024 ee itu 73,2 angka IPM-nya ini tertinggi target global tentunya 1.000. Nah, namun ee pada ee RPJMN 2025-2029 bagaimana mengukur keberhasilan dalam pembangunan ee manusia ini sudah ee kita hitung ee dihitung berdasarkan indeks modal manusia. Jadi kalau dulu IPM sekarang adalah IMM. Nah, tentunya ini menunjukkan ee persentase ee produktivitas ekonomi anak-anak yang lahir hari ini ee jika mereka tumbuh, kalau ini adalah anak itu adalah sebagai investasi bangsa. Maka jika mereka tumbuh sehat dan mendapatkan pendidikan yang berkualitas, maka mengukur ritme dari investasi yang dikeluarkan negara untuk membangun sumber daya manusia. Ini tentunya dilihat juga dari bidang ee untuk mengukur investasi di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi di masa depan, maka yang diukur adalah potensi produktivitas generasi mendatang. Jadi fokusnya ee adalah seberapa produktif generasi muda telatnya. Jadi ini sudah beralih bagaimana mengukur sumber daya manusia dari IPN kepada IM. Nah ee bagaimana ee apa IMM ee tersebut gitu ya untuk mengukur ee keberhasilan peningkatan kualitas sumber daya manusia. maka digunakan tadi indeks modal manusia ee yang tadi sudah ee kita ee kami jelaskan ee terkait dengan IMM e tersebut. Artinya ee saat ini 2020M itu 0,54 ee dan ee diharapkan 202 nanti indeks modal manusia ini akan menjadi 0,59. Artinya apa, Sobat-sobat ASN? Jika IMM 0,54 tahun 2020, itu artinya generasi muda kita hanya dapat merealisasikan 54% potensi produktivitas idealnya. Nah, negara dengan IMM yang tertinggi itu 0,7 sampai 0,8 ini tentu menunjukkan tenaga kerja masa depan lebih sehat, lebih terdidik, dan produktif. Jadi, inilah ee apa namanya? investasi yang diberikan ee kepada untuk sumber daya manusia akan diukur dengan capaian indeks modal ee sosial yang ee itu komponen IMM itu ada lima yang dilihat itu adalah angka kelangsungan hidup pada anak-anak usia kurang dari 5 tahun, angka kelangsungan hidup usia dewasa 15 sampai 60 tahun, prevalensi stunting, harapan lama sekolah, dan kualitas pembelajaran selama periode sekolah. Nah, ee kalau kita lihat ee indeks yang selain IMF tentunya di dalam indeks ee perlindungan anak khususnya itu ee sudah ditetapkan adanya yang dihitung melalui indeks e perlindungan anak yang ee terdiri merupakan ini adalah indeks komposit yang mencakup indeks ee pemenuhan hak anak atau yang disebut IPHA dan indeks perlindungan khusus anak atau yang disebut dengan PKA. Nah, IPA ini dibentuk berdasarkan 27 indikator yang terbagi ke dalam lima klaster hak anak. Ee yang ini tentunya berdasarkan ee konvensi hak anak yang sudah kita ratifikasi. Maka capaian ee IPA Provinsi Jawa Timur tahun 2023 ini sebesar 67,03 atau ee alhamdulillah ya Jawa Timur berada di di atas serata-rata nasional. Serata-rata nasional saat ini untuk indeks perlindungan anak 63,83. Hal ini ee tentunya menunjukkan upaya perlindungan anak walaupun sudah di atas rata-rata nasional tapi ini perlu dipertahankan bahkan harus ditingkatkan. Namun kalau kita lihat per provinsi indeks perlindungan anak untuk ee Provinsi Jawa Timur tahun 2023 ada sekitar 15 kabupaten kota yang berada di bawah rata-rata provinsi. Nah, tentu ini menjadi PR kita bersama ee Sobat ASN bagaimana ee kita nantinya memiliki ee tugas sesuai dengan ee tugas dan fungsi ee sobat-sobat ASN bagaimana bisa berkontribusi di dalam meningkatkan indeks perlindungan anak di wilayahnya ee masing-masing. ee Bapak dan Ibu, selain itu untuk mengukur sebuah ee keberhasilan di dalam ee perlindungan atau sumber daya manusia khususnya dalam perlindungan anak, maka ee sejak tahun 2 ee 2017 atau 2016 ya ee Kementerian PPPA berdasarkan ee Undang-Undang ee 14 ee tahun ee Undang-Undang ee Perlindungan Anak 35 tahun 14 maka ee telah memberikan ee diukur melalui ee komitmen ee pemerintah ee daerah dalam mewujudkan kabupaten kota layak anak. Nah, ini adalah salah satu ukuran yang juga nanti menentukan bagaimana ee kondisi dan situasi serta komitmen dari pemerintah, dari masyarakat karena tidak bisa pemerintah saja untuk melakukan berbagai upaya termasuk media dunia usaha dan juga organisasi kemasyarakatan ee dalam ee perlindungan dan pemenuhan hak anak. maka ee ee ada penghargaan kabupaten kota layak anak yang setiap tahunnya juga diberikan dan tahun ini juga akan diberikan nanti ee berdasarkan evaluasi yang sudah dilakukan secara mandiri oleh ee seluruh kabupaten kota di Indonesia termasuk kabupaten kota di Provinsi Jawa Timur dan ini Provinsi Jawa Timur ini sangat luar biasa pada tahun ee 22 terakhir kemarin ini ee apa namanya mendapatkan ee penghargaan tidak ada yang di utama di pratama tapi semuanya di posisi madya. Ini artinya menunjukkan ee betapa ee apa nama komitmen dari ee pemerintah ee baik provinsi maupun kabupaten kota di dalam mewujudkan ee perlindungan anak baik pemenuhan maupun perlindungan khusus. Namun kalau kita lihat ee sobat ASN, apakah indeks perlindungan anak ini berbanding lurus dengan capaian kabupaten kota layak anak? Harusnya iya. Namun masih ada PR di 15 kabupaten kota bahwa walaupun secara rata-rata ini 63 ee 2 ya rata-rata nasional dan rata-rata provinsi di atas rata-rata nasional masih ada ee 15 kabupaten kota yang menjadi PR kita. Namun kabupaten kota tersebut telah banyak upaya di dalam perlindungan anak mungkin ee di dalam menghitung indeks ini yang perlu juga ee apa namanya kita telisih bersama gitu ya. Jadi inilah beberapa poin di dalam mengukur komitmen dari negara bagaimana mengukur keberhasilan sumber daya manusia, pembangunan sumber daya manusia ee di Indonesia. Nah, kalau kita lihat ee juga ee komitmen yang mendasari ee kenapa ee selain dari dokumen-dokumen yang ada di dalam ee perencanaan pembangunan ee nasional maupun nanti tentunya akan berdampak juga kepada dokumen pembangunan di tingkat ee provinsi maupun kabupaten kota di seluruh Indonesia. Maka ee beberapa ee jelas saja tentunya kita tidak merakukan lagi bahwa terang di dalam Undang-Undang Dasar Negara 1945 Pasal 28D, 28E, maupun 28 itu ee menjamin perlindungan bagi seluruh ee bangsa Indonesia gitu. Tidak kecuali adalah perempuan dan an. Nah, juga Indonesia sudah melakukan berbagai macam ratifikasi ee di tingkat global. Eh, jadi eh sudah ada eh untuk perempuan ada eh convention or elimination of all form of discrimination again woman atau CIDO yang disebut dengan konvensi mengenai penghapus segala bentuk diskriminasi terhadap eh wanita ya. ini untuk perempuan. Sedangkan untuk ee anaknya ini ada di dalam Beijing platform for action itu ada perhatian khusus yang sudah diratifikasi juga ini terkait dengan anak perempuan. Kenapa anak perempuan? Nanti kita coba akan diskusikan. Nah, kemudian yang paling ee kuat di dalam komitmen negara dalam perlindungan anak adalah negara sudah meratifikasi konvensi hak anak, convention of the rights of the child. ee melalui Keppres ee tahun 1990 di mana di dalam CRC tersebut ee yang ee ada lima kluster yaitu hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dan kesejahteraan dasar, pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya, serta perlindungan khusus anak. Nah, kemudian juga ee tadi ee di dalam kita sudah di dalam Undang-Undang ee apa namanya 59 ini RPJPN yang sudah kita bahas di awal tadi untuk menuju Indonesia Emas sudah tertera bagaimana ee apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dicapai ya di tahun 2045 dan dilanjutkan diterjemahkan juga di dalam dokumen RpJMN 2025-2029 yaitu itu melalui Peraturan Presiden nomor 12 tahun 2025. Nah, belum ee kita lihat komitmen di dalam ee berbagai peraturan perundang-undangan yang lain ini banyak sekali terkait dengan ee peraturan perundangan ee baik dalam bentuk undang-undang PP, Perpres, dan lain-lain. Dan terakhir ini ee adalah ee Undang-Undang ee Nomor 12 Tahun 2022 ini yang ee terkait dengan tindak pidana kekerasan seksual. yang telah juga menurunkan peraturan perundangan terbaru berupa PP nomor 27 tahun 2024 tentang koordinasi dan pemantauan pelaksanaan pencegahan dan penanganan TPKS PP nomor 29 tahun 2025 tentang bantuan dana bantuan korban TPKS dan PP nomor 30 tahun 2025 tentang pencegahan tindak pidana kekerasan seksual serta penanganan perlindungan dan pemuluhan pemulihan bagi korban TPKS dan ada empat Perpres yang ee tiga Perpres yang sudah ee juga diselesaikan. Nah, ini mungkin nanti kita akan ee juga ini berbagai aturan-aturan tersebut ee dengan dari Undang-Undang ee 12 tahun 2022 dan ee terakhir ee undang-undang ee kemarin yang sudah disyahkan yang langsung yang saat ini turunan dari undang-undang tersebut sedang dibahas secara tuntas dengan ee juga apa namanya melibatkan partisipasi masyarakat yaitu Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesetaraan Ibu dan Anak. pada fase 1000 hari kehidupan pertama. Nah, ini tentunya menjadi fokus karena ini adalah masa-masa Golden Age, masa keemasan. Apabila perhatian ee tidak diberikan secara spesifik, maka sangat rentan ini sumber daya terjadi lost generation bagi sumber daya manusia Indonesia ini ee sangat-sangat rentan ee apabila ee ini tidak mendapatkan perhatian yang ee sangat sangat baik dan ini juga dilakukan oleh seluruh ee kementerian lembaga tentunya termasuk ee ee sobat-sobat ASN yang ada di seluruh Indonesia. Nah, ee komitmen sudah sangat luar biasa. Berbagai peraturan sampai kepada peraturan daerah dan lain-lain. Nah, ini kita nilik bagaimana analisis situasi pemenuhan hak dan perlindungan anak di Indonesia. Apakah Indonesia akan mendapatkan bonus demografi atau akan menjadi lost generation bagi sumber dayanya? Mari kita lihat situasi dan kondisi anak Indonesia berdasarkan analisis yang dilakukan. Yang pertama ee adalah terkait banyakbanyak ee ini ee ee apa namanya? tantangan di dalam analisis situasi pemenuhan hak anak termasuk hak sipil anak ini ee masih terdapat 9,59% anak Indonesia yang ee belum memiliki akta kelahiran. Nah, ini tentunya kita ee apa namanya? masih menjadi PR. Ee kemudian juga angka kesiapan ee sekolah di Indonesia 74,34. Kemudian imunisasi ee ya ini yang masih menjadi tantangan ya. Jadi belum ee masih ada PR-PR yang tadi juga ini ee menjadi fokus di dalam e perencanaan 5 tahun ke depan. Balita stunting kemiskinan anak. Nah, ini kemiskinan anak ini juga ee tentunya menjadi perhatian kita. Apakah kemiskinan secara ekonomi, apakah kemiskinan secara mental bagi anak-anak, kemudian bagaimana terkait dengan ee keluhan kesehatan pada anak, kesehatan mental dan lain-lain. Kemudian juga ee kalau kita lihat lagi di ee apa namanya ee hasil survei yang ee dilakukan kami lakukan di Kemen PPA bersama dengan BPS terkait dengan prevalensi kekerasan terhadap anak. yang ini dilakukan 2 tahun sekali, maka ee kita dapat melihat bahwa prevalensi kekerasan terhadap anak ini menunjukkan kenaikan. Nah, kalau kita lihat satu dari dua anak itu mengalami ee kekerasan ee dan ee ee anak usia 13 sampai 17 tahun mengalami setidaknya satu bentuk kekerasan sepanjang hidupnya. ee kalau anak ee perempuan ee 51,78% dan anak laki-laki 49,83%. Jadi kekerasan terbanyak ee itu ee apa korbannya adalah ee perempuan. Nah, kalau kita lebih dalam lagi melihat kekerasan apa yang terjadi pada anak-anak kita, maka ini kekerasan ee emosional ee 45 dari 100 anak laki-laki dan perempuan ini mengalami kekerasan. Nah, termasuk juga ada kekerasan emosional, kekerasan fisik. Jadi, yang paling banyak itu ee adalah kekerasan ee apa namanya ee emosional, ya. Nah, kemudian kekerasan seksual 9 dari 100 anak enak. Nah, ee pelakunya dari kekerasan ini adalah ee teman sebaya ini 2/3 dari pelaku kekesatan fisik ya. Kepada anak itu adalah teman sebaya dan juga ee ini kalau kekerasan seksual ini juga dilakukan oleh orang terdekat. Jadi harusnya tadi ee Pak ee Kepala ee BPSDM menyampaikan penguatan keluarga itu sangat tepat sekali karena kekerasan ee yang banyak dilakukan ee seksual itu adalah di ee keluarga. Jadi ini baik yang ee keluarga terdekat ya. Nah, jadi inilah yang menjadi PR kita bersama bagaimana keluarga bisa kuat karena pondasi pertama dan utama tumbuh kembang anak itu ada di dalam keluarga dan tentunya keluarga tidak bisa sendiri tentu melindungi anak perlu masyarakat sekampung. Nah, ini ee survei juga apa kita melihat bagaimana ee kekerasan terhadap anak sepanjang hidup. Nah, kita lihat sepanjang hidup nih ee ini terlihat peningkatannya dari tahun 2021 memang 2018 itu menurun di tahun 2021 dan 2024 ee kembali naik. Karena kalau kita dengar, kita baca ee di dalam berbagai media ini, tiap hari itu rasanya tidak ada berita yang tidak ee apa menayangkan atau menginfokan terkait terjadinya berbagai kasus bagi anak-anak kita di seluruh Indonesia. Karena ini juga ee menjadi apa namanya ee suatu hal yang ada di ee baik ee baik juga karena ee kita juga terinfokan bagaimana situasi dan kondisi anak-anak Indonesia berbaik di di berbagai pelosok ee karena geografis ee negara kita. Tapi intervensi yang kita lakukan juga tentunya ee berdasarkan ee apa teman-teman media yang memberitakan sehingga kita mengetahui kondisi anak kita yang di seluruh Indonesia. Itu yang terlaporkan ya. Nah, kemudian juga ee apa kekerasan terhadap anak ee kondisi anak saat ini yang sangat juga miris dan mengkhawatirkan ee bagi kita adalah kalau kita lihat kekerasan anak di ranah daring. Nah, ini ee senyap ya, Bapak dan Ibu karena ee kita juga apa namanya kekerasan ee anak di rana daring ini disebut dengan kekerasan seksual nonkontak. ee di mana pengguna internet ee kita Indonesia ini adalah pengguna salah satu negara dengan jumlah pengguna internet terbesar di dunia di mana pemakai internet itu adalah 221 juta jiwa ini setara dengan 79,5% dari total populasi penduduk Indonesia. Nah, dari pengguna tersebut 39,71% itu adalah anak usia dini e yang menggunakan telepon selular atau gawai. Nah, sementara 35,57% ini mengakses internet. Jadi, ada yang menggunakan tapi tidak mengakses dan dari 39,71 35,57%-nya mengakses internet. kita membayangkan bahwa ee setiap ee apa namanya informasi yang berseliwiran di dalam internet itu ada beberapa yang memang tidak untuk dikonsumsi oleh anak dan ee bahkan di dalam ee data BPS 2024 tersebut bahwa 5,88% anak di bawah usia 1 tahun sudah menggunakan gawai dan 4,33% yang mengakses internet. Nah, jadi kita bayangkan ini anak adalah korban. Korban apa? Korban ketidakpahaman orang dewasa dengan memberikan ee apa? kesenangan kepada anaket dan tentu juga ee untuk menghindari tanggung jawab ee apa namanya keluarga ya. Agar anak diam kemudian agar aktivitas orang dewasa itu bisa dilakukan dengan leluasa. maka anak-anak diberikan gawai gitu ya. Dia asik ee dengan gawainya. Padahal dampak yang sangat luar biasa ee dari penggunaan e gadget ini. Nah, ini kita juga pemerintah sudah berbuat komitmen juga sudah ada peraturan pemerintah tentang PP tuntas ya yang dilakukan. Nah, ini ee apa namanya? bentuk kekerasan seksual non kontak ini itu ee apa ada tiga yang sudah terjaring dari ee survei yaitu ee dipaksa untuk menyaksikan kegiatan seksual. Nah, ini ee 3,64% anak perempuan dan juga ee 2,65% anak laki-laki. Dan yang kedua dipaksa terlibat ee dalam foto atau video kegiatan seksual baik ee yang dikirimkan oleh anak-anak ee diminta oleh orang-orang dewasa kemudian diminta untuk mengirimkan teks, foto, gambar, dan video kegiatan seksual. Nah, ini ee yang apa namanya ee menjadi apa kekerasan di ranah daring ini yang yang saat ini memang menjadi fokus untuk bagaimana dampak terhadap anak-anak ini yang nantinya kalau tidak mendapatkan penanganan tentu ee akan ee luar biasa untuk ee apa namanya dampak daripada ee anak. Nah, kita lihat sekarang e data Simfoni PPA di tahun 2025 ini ee data jumlah kasus sekali lagi ini adalah jumlah kasus kekerasan yang terlaporkan ee di dalam Sfoni PPA. Maka ee yang paling ee kota Surabaya memang ee apa dengan jumlah pencatatan kasus. Jadi kami juga terima kasih ee belum tentu ya kabupaten kota lain itu dengan jumlah ee catatan angka-angka yang terendah tapi mungkin saja tidak dicatatkan dan tidak terinfokan di dalam ee ee data Simoni PPA. Jadi ee Sobat ASN data ini sangat penting bagi kita karena intervensi ee yang dilakukan oleh pemerintah di tingkat ee nasional tentunya berdasarkan data yang ada di provinsi dan kabupaten kota. ee data ini sangat baik sekali karena bisa apakah ini kegagalan dengan adanya data yang sangat tinggi atau ini adalah keberhasilan. ee Sobat ASN ee dengan ee data-data yang ee ee kekerasan anak yang tercatat saat ini ini adalah ee prevalensi ini adalah karena ee gunung es maka e dengan adanya de to speak up eh semua berani untuk melaporkan karena ee kalau tidak diselesaikan dengan baik ee bisa jadi ee korban-korban ini akan menjadi pelaku ke depan nantinya. Jadi ada ee dampak positif apabila ee ini tercatatkan di dalam data Simponi PPA dan tentunya ada intervensi dari tingkat nasional ke ee tingkat ee pemerintah provinsi maupun kabupaten kota melalui anggaran dana alokasi khusus baik fisik maupun nonfisik yang diberikan oleh Kemenin PPPA tentunya berdasarkan data yang masuk ee di Simpfoni PPA tahun 2000 ee setiap tahunnya. Jadi ini ee relay ya untuk ee seluruh data-data ini. Dan kalau kita lihat lagi di lebih mendalam ee data anak ee di Provinsi Jawa Timur itu ee kita membagi kepada tadi fisik, psikis, seksual, dan ee eksploitasi yang nol-nol ini belum tentu enggak ada ya ee sobat ASN semuanya. ee mungkin ini tidak terlaporkan sehingga juga untuk mendapatkan intervensi ini juga akan menjadi ee pertimbangan ee dalam ee memberikan ee apa namanya ee bantuan-bantuan di ke daerah. Nah, kalau kita lihat secara jumlah ini fisik ee untuk anak ini jauh lebih tinggi juga daripada kekerasan fisik yang di yang apa terhadap kaum perempuan. Kemudian yang paling tinggi itu adalah kekerasan seksual. memang yang terjadi ee pada anak yang ini sekali lagi ini yang terlaporkan dan tercatatkan di dalam Simfoni PPA Kemin PPPA. Nah, belum lagi isu perkawinan anak. Sekarang isu perkawinan anak itu adalah ee merupakan bentuk kekerasan terhadap anak dalam bentuk lainnya. Nah, ini juga dampaknya tentu sangat luar biasa. kemiskinan ekstrem ee tentu akan ee tetap tidak bisa apa ee bisa jadi gagal untuk pengurangan kemiskinan. Dan indeks modal manusia tadi juga sangat dipengaruhi dengan ee kondisi anak-anak, kawinan anak yang saat ini walaupun undang-undang sudah ada di revisi ya ee Undang-Undang perkawinan ee kemudian usia anak yang bisa menikah usia 19 tahun tapi masih ada dispensasi yang ee tercatat yang diperbolehkan di dalam ee Undang-Undang Perkawinan tersebut. Nah, kita lihat bagaimana kondisi dan situasi anak di ee Provinsi Jawa Timur ini. Ee kondisi perkawinan anak ini ee sudah ee apa namanya secara nasional ee negara kita sudah ee ini apa indeksindeks negatif ya. Jadi artinya semakin rendah ee capaiannya itu semakin bagus. Jadi ee 2 tahun 2024 kita ee ini sudah indeks ee untuk perkawinan anak ini sudah 5,90 dan untuk Jawa Timur ini masih 7,78. Artinya ee masih ada PR bagaimana ee apa ini juga yang pertama perkawinan anak yang tercatat, dispensasi anak ini juga tercatat. Nah, bagaimana perkawinan anak yang tidak tercatat dengan melakukan pernikahan atau perkawinan-perkawinan siri? Nah, ini tentunya ee ee tidak mudah untuk ee diketahui dan juga tentunya yang mengetahui nanti lingkungan sekitar gitu ya. Nah, ini perlu perhatian khusus dari berbagai pihak dalam mengendalikan terjadinya permohonan dispensasi perkawinan hingga ee tingkat ee wilayah terkecil yaitu ee desa dan kelurahan gitu ya. Nah, ee isu lainnya tantangan dalam pembangunan perlindungan anak ini adalah isu-isu kebangsaan. Ee sobat Sobat ASM, bagaimana kita ini radikalisme dan intoleransi ini data dari Alfara ee 23,4% ini pelajar ee siswa-siswa SMA atau SMK di Indonesia ini terpapar, paham intoleransi. Ini terjadi normalisasi, ujaran kebencian. ya kita lihat banyak sekali ee apa namanya anak-anak kita yang saat ini kalau dulu ee zaman dulu kita ee bermain dengan berbagai lintas agama itu enggak masalah tapi sekarang ini banyak sekali ee apa namanya anak-anak sudah apa namanya ee memiliki ee diskriminasilah untuk ee bagaimana ee ee intoleransi beragama, intoleransi dengan kesukuan dan lain-lain. Nah, ini menjadi PR di kalangan ee ini tentunya ini akan mengancam kerukunan dan persatuan bangsa. Karena kita tadi makanya di ee Asta Cita pertama itu adalah menguatkan ideologi ee bangsa kita. Nah, tentu termasuk juga ee hasil survei dari setara dan ee ini juga ee bagaimana data-data ini ee kita nanti bisa PR-PR bersama. Nah, sekali lagi yang mendasar terkait dengan ee kekerasan terhadap ee ee perempuan maupun anak ini ini adalah fenomena gunung es yang artinya Bapak dan Ibu beberapa ee yang masuk ke dalam UPTD, PPA maupun di dalam layanan rujukan akhir kami itu adalah ee anak-anak yang sebagai pelaku itu dulunya mereka adalah korban karena tidak mendapatkan penanganan yang baik maka ini ee menjadi satu hal yang ee apa namanya ee menjadi pelaku kekerasan dan ee ini juga ee bisa terjadi di manapun dan ee ee berbagai ee program kalau tidak ee ini diangkat maka ee kekerasan itu adalah akan terus mengakar dan mendarah daging ee di bangsa kita. Nah, untuk itu ee kita selalu menyuarakan untuk berani bicara, berani mengemukakan agar apa? Ee anak-anak kalau ditanya pernah enggak mendapatkan kekerasan? Mereka bilang tidak. Karena ee pemahaman di diri mereka itu adalah kekerasan itu adalah dipukul sampai berdarah padahal bersiul, menggoda, kemudian ee dan juga ee mencolek ya. Nah, ini ee tentunya ini juga ee disebut dengan kekerasan. Nah, untuk itu ee apabila terjadi kekerasan untuk memudahkannya berdasarkan ee ee apa namanya ee Perpres ee tentang Kementerian Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak ee tahun 2020 ini ee ada layanan rujukan akhir ya untuk memudahkan akses bagi anak dan perempuan untuk mendapat ee korban kekerasan atau keluarga atau siapapun yang melihat dan mendengar ee silakan menghubungi 129 ee atau WhatsApp ke 081 ee11291 ya. Nah, ini tentunya akan diselesaikan dulu di tingkat kabupaten yang sudah ada UPTD di tingkat provinsi sebagai layanan ee rujukan lanjutan dan ee Kemen PPPA adalah layanan rujukan akhir maupun dengan berbagai lembaga layanan. Nah, ini aksesnya Bapak dan Ibu ee ada bisa dilakukan pengaduan langsung outline, call center dan ee lain-lainnya. Nah, bagaimana prosesnya di dalam undang-undang ini adalah layanan satu atap ini nanti kami bisa berikan kepada Sobat ASN bagaimana tugas UPTD, UPTD sebagai perangkat daerah yang melakukan layanan terhadap perempuan dan anak korban kekerasan sebagaimana yang diatur di dalam Perpres 55 tahun 2000. Ee maka ee ini adalah layanan ee ada 11 ee layanan yang ee diberikan oleh UPTDPA. Namun kita lihat saat ini dari 38 provinsi baru 34 yang memiliki UPTD dan dari 514 kabupaten kota di Indonesia baru sekitar 65% yang memiliki UPTDPA. Nah, harapannya nanti tentunya ee Bu Kadis Bulis nanti ee seluruh ee kabupaten kota di Provinsi Jawa Timur sudah ee membentuk ee UPTDPA di seluruh kabupaten kotanya. Nah, ee dengan melihat situasi dan kondisi tersebut ee sobat-sobat ASN semua, pertanyaannya bagaimana kita mencapai delapan misi dusta? siapa dan apa yang diintervensi agar tercipta ekosistem yang ramah anak atau yang sekarang ini adalah sistem perlindungan anak. Nah, dari delan Asta Cita ini ee tentunya ee tidak hanya ee program prioritas satu sekali lagi dan program prioritas EMP, tapi di seluruh prioritas ini akan ada intervensi baik secara langsung maupun tidak langsung untuk menciptakan untuk mewujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. Nah, untuk itu ekosistem yang harus diintervensi adalah pertama dan utama sekali adalah lingkungan keluarga. Bagaimana menciptakan pengasuhan yang positif, kemudian lingkungan digitalisasi yang saat ini juga sangat ee menginikan kita dan kemudian lingkungan ee masyarakat, lingkungan sekolah. Saya mau agak cepat juga mungkin nanti diingatkan ya. Dan ini ada juga pencegahan melalui wilayah dari anak sendiri, keluarga, satuan pendidikan, dan ruang bersama Indonesia yang ada di wilayah-wilayah terkecil mulai dari desa dan kelurahan. Nah, ee Bapak, Ibu, Sobat-sobat ASN seluruhnya, apa yang menjadi fokus dalam pendidikan ee karakter ee lima pendidikan karakter anak Indonesia yang saat ini yang tentunya nanti kita akan ee ini akan kita ee apa? Deliver ya. sampai ke tingkat masyarakat terkecil, yaitu bagaimana karakter religius, karakter nasionalisme, karakter mandiri, karakter gontoroyong, dan karakter integritas. ini yang akan kita apa namanya kita wujudkan mulai dari ee anak usia dini kemudian ee untuk bagaimana meningkatkan ee ee apa tentunya anak tidak bisa dengan sendirinya butuh bantuan ee keluarga dan orang tua dan orang-orang dewasa ee yang ada di sekitar anak-anak. Nah, untuk itu ada tiga program prioritas ee yang harus kita yang dilakukan untuk mendukung ee asta cita Bapak Presiden dan Bapak Wakil Presiden ee dalam melakukan upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak ee di seluruh Indonesia yaitu dengan mewujudkan ruang bersama Indonesia. Jadi karena ruang bersama ini adalah ee untuk ee anak-anak bisa berinteraktif, bisa jadi tidak mengurangi tadi ee bagaimana mengurangi ee gadget dan lain-lain. Nah, tentu ada ruang-ruang yang diperlukan untuk aktivitas anak-anak, kreativitas ee tidak hanya ee apa kemampuan int ee intelektual saja, tapi juga ee kemampuan juga untuk ee raninya. Kemudian yang kedua adalah terkait ee dengan upaya pencegahan dan penanganan cepat e kasus kekerasan. Nah, perlu perluasan call center untuk memudahkan ee masyarakat di dalam mengakses baik melaporkan ee maupun e melihat ee mendengar maupun yang terjadi pada diri sendiri. Nah, ini ee pemanfaatan perluasan e call center ini di ee lebih diluaskan dan yang terpenting adalah intervensi adalah satu data perempuan dan anak mulai dari desa dan kelurahan. Nah, ini yang ee tiga ini yang nanti akan digarap ee untuk upaya bagaimana 65% dari penduduk Indonesia ini bisa ee apa mendapatkan ee menjadi sejahteralah jadi sebuah desa yang ideal. Nah, ini ee definisinya saja Bapak dan Ibu ini adalah merupakan gerakan kolaboratif melibatkan semua pihak untuk mengedepatkan dan mengedepankan kearifan lokal ee dan bersifat ee holistik integratif dan berkelanjutan. Nah, ee tentunya ini tidak bisa dilakukan oleh Kementerian PPPA saja, tapi ini sudah ada MOU dan ee sedang ada sudut disusun SKB dengan berbagai lintas kementerian yang harapannya nanti ini akan bergulir sampai ke tingkat ee ee pemerintah provinsi kabupaten kota sesuai dengan ee dengan tusi kewenangan masing-masing perangkat daerah. Nah, indikatornya ada 10. ini indikator ini dan yang paling terpenting saat ini adalah sesuai dengan semangat dan arahan dari Bapak Presiden dalam mewujudkan Asta Cita dan program terbaik cepat yang akan digagas sampai 2029 nanti itu adalah gerakan kolaboratif. Jadi diukur bagaimana ee dalam mewujudkan Indonesia emas melalui perlindungan anak ee siapa yang terlibat, bagaimana siapa melakukan apa atau disebut dengan ee NSPK-nya seperti apa. Jadi ini adalah indikatornya dan bagaimana peran ASN dalam mewujudkan ekosistem yang ramah anak. Jadi ee tadi sudah kita ee kita dengarkan bersama kami menyampaikan mungkin nanti sobat ASN juga ee punya ee ee apa ada masukan dan lain-lain. Nah, bagaimana peran strategis kita ee dalam ee ini. Nah, saya teringat ada yang eh apa namanya? Teori U yang eh dari yang digagas oleh Otos Karmer ini teori U ini tentu sangat relevan jika diterapkan pada aparatur sipil negara untuk membangun ekosistem yang ramah anak. Nah,
Resume
Categories