Transcript
7G3oYDdvFqg • ASN Belajar Seri 28 | 2025 - ASN Gen Z: Tumbuh Tangguh di Era Disrupsi
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0247_7G3oYDdvFqg.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia.
Siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan
pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar wujudkan
selaku dunia
bukan tekad pancang menyerah
jadi
berkuita
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita
semua. Shalom. Om swastiastu. Namo
buddhaya. Salam kebajikan. Selamat pagi
sobat ASN. Senang sekali saya Anis Dewi
di hari Kamis 24 Juli 2025 ini dapat
kembali menemani sobat ASN semua dalam
webinar ASN Belajar seri 28 tahun 2025
persembahan Korpu SDIS BPSDM Provinsi
Jawa Timur. Izinkan kami untuk menyapa
semua yang sudah bergabung dalam webinar
ini. Yang terhormat Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. Ramlianto,
S.PMP. Yang kami hormati para narasumber
Wakil Menteri Dalam Negeri Republik
Indonesia Bapak Dr. Bima Arya Sugiarto,
SI. MA. Yang kami hormati Kepala Badan
Kepegawaian Negara Republik Indonesia
yang diwakilkan oleh Direktur
Pengelolaan Data dan Penyajian Informasi
Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian
Negara Republik Indonesia, Bapak Dr.
Iketut Buana, S., M.Si., AK.ca.
Yang kami hormati pula analis
perencanaan strategis Badan Perencanaan
Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah
Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi
Sulawesi Barat, Mbak Adinda Putri Pawan
STRI dan semua sobat ASN yang sudah
bergabung dari seluruh penjuru tanah
air, baik yang sudah bergabung secara
online melalui Zoom meeting maupun
YouTube channel BPSDM Jatim TV serta
yang hadir di kelas internasional BPSDM
Jatim. Applaus dong untuk semua yang
sudah hadir di sini.
[Tepuk tangan]
Luar biasa ya. Ramai sekali di hari
Kamis manis ini. Iya dong ramei. Karena
kita semua dari lintas generasi hadir
semua dalam webinar kali ini. Karena
memang Sobat ASN ya di tengah akselerasi
dinamika global ini hadir nih G Z
generasi Z. Kalau ada yang bilang juga
Zoomers. Mereka hadir sebagai entitas
baru dalam tubuh birokrasi. Jadi
generasi digital natif yang tumbuh
dengan kecepatan informasi serta
terbentuk dalam ruang sosial yang cair
serta dinamis ini mereka membawa
paradigma baru. Jadi kolaboratif,
inklusif, dan syarat makna personal
dalam bekerja. Tapi tantangannya tidak
kecil. Dalam ekosistem birokrasi yang
seringkiali rigit dan juga hierarkis ya,
Gen dituntut bukan hanya untuk
menyesuaikan diri, tetapi juga untuk
mentransformasikan cara pandang dan tata
kelola pelayanan publik. Jadi, mereka
harus tumbuh, tidak sekedar adaptif,
tetapi wajib nih ya tangguh, berdaya
secara kompetensi, berkarakter dalam
nilai, dan terlibat secara emosional.
Nah, bagaimana sih desain pengembangan
kompetensi, jalur karir, serta
pendekatan engagement yang tepat agar
dapat melahirkan Genzi yang cakap dan
juga mampu menjadi jangkar integritas
dan inovasi di masa depan birokrasi
Indonesia? Selengkapnya akan kita bahas
dalam webinar ASN belajar seri 28 tahun
2025.
[Musik]
Baik, untuk mengawali ASN belajar seri
28 tahun 2025 ini, marilah kita simak
bersama opening speech yang akan
disampaikan oleh Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, S.P,MP.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN
di seluruh tanah air, selamat bertemu
kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini Kamis tanggal 24 Juli 2025, ASN
Belajar telah memasuki seri yang ke-28.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami. Kami
selalu berkomitmen sekaligus terus
berikhtiar untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sahabat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-28 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka menyambut
kehadiran ASN-ASN muda yang merupakan
formasi CPNS nasional tahun 2024. Mereka
adalah para generasi muda yang akan
memulai babak baru dalam hidupnya
menjadi aparatur sipil negara yang
merupakan elan vital birokrasi.
profesi yang tak sekedar bekerja untuk
pemerintah, tapi hadir sebagai wajah
negara di mata rakyat. Sebuah profesi
yang menuntut dedikasi, integritas, dan
kemampuan beradaptasi dalam berbagai
perubahan zaman. Karena tema ini sangat
tepat untuk kita elaborasi secara luas
dan mendalam, maka SN belajar seri ke-28
tahun 2025 ini mengangkat topik ASN
Genzi, tumbuh tangguh di era disrupsi.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam ASN belajar bahwa topik menarik
ini akan kita bahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Saat ASN di seluruh tanah air kita hidup
di era yang tidak lagi memberi ruang
bagi stagnasi.
Dunia tak bisa menunggu. Ia bergerak
dengan kecepatan yang melampaui logika.
Menembus batas ruang dan waktu.
Perubahan bukan lagi sekedar
kemungkinan. Ia adalah kepastian yang
terjadi setiap saat. Kita tidak lagi
bisa berpegang pada cara-cara lama untuk
menghadapi tantangan yang sepenuhnya
baru. Dunia bergerak sangat cepat dan
hanya mereka yang mampu belajar, berubah
dan berinovasilah yang akan tetap
relevan.
menyambut era baru yang destruktif ini.
Birokrasi tidak boleh berjalan di tempat
apalagi melangkah mundur.
Birokrasi tidak boleh terjebak dalam
rutinitas yang usang, tidak boleh
terkungkung oleh sekat-sekat hierarki
dan zona nyaman, dan tidak boleh menutup
mata terhadap berbagai perubahan yang
terjadi begitu cepat, masif, dan
seringki tidak terduga.
Sebaliknya, birokrasi harus menjadi
organisme yang hidup dan terus belajar
bertransformasi menjadi lebih lincah,
inklusif, penuh dedikasi, integritas,
serta makin berdampak.
Dan dalam proses inilah ASN muda adalah
energi utama perubahan.
Sobat ASN, kini harapan baru bertumpu di
pundak ASN muda. Generasi yang tumbuh
bersama teknologi, terbiasa bergerak
lincah dalam dunia digital, dan memiliki
keberanian untuk mempertanyakan,
memperbaharui, dan melompat melalui
batas-batas lama.
Mereka bukan hanya aparatur negara, tapi
juga agen perubahan yang membawa
semangat zamannya. menjebatani tradisi
dan inovasi serta menjadi motor
penggerak birokrasi yang lebih adaptif,
responsif, dan transformatif.
ASN Muda adalah harapan baru yang
menyalakan cahaya di tengah
ketidakpastian zaman. Mereka bukan
sekedar pelanjut estafet birokrasi,
tetapi motor penggerak transformasi,
penyambung nalar masa kini dengan visi
masa depan.
ASN Muda hadir dengan semangat
kolaboratif,
melek teknologi dan keberanian untuk
berpikir berbeda. Mereka tumbuh di
tengah kemajuan digital, terbiasa
bergerak cepat, berpikir kritis, dan
menuntut makna di setiap tugas yang
diemban.
Dalam diri ASN muda tertanam potensi
besar untuk mendobrak kebekuan sistem,
untuk menyusun ulang cara kita melayani,
dan untuk membuktikan bahwa birokrasi
bisa lentur, relevan, dan melayani
semakin beriman.
Jika Indonesia ingin meraih cita-cita
emas 2045, maka energi perubahan itu ada
dalam diri ASN muda hari ini. Sobat ASN
di seluruh tanah air, lalu bagaimana
kita sebagai ASN muda Indonesia mampu
memberikan kontribusi terbaik kita bagi
terwujudnya Indonesia yang maju dan
makin bermartabat.
Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas
topik ini, kami telah mengundang para
narasumber luar biasa yang sudah barang
tentu sangat kompeten di bidangnya.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi kepada para narasumber hebat
yang telah berkenan hadir dan akan
berbagi berbagai informasi strategis
kepada Sobat ASN di seluruh tanah air.
Pertama kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi kepada yang terhormat
Bapak Dr. Bima Arya Sugiarto, SIP, MA.
Beliau adalah Wakil Menteri Dalam Negeri
Republik Indonesia, figur pemimpin muda
yang mewakili wajah kepemimpinan
kolaboratif.
Kedua, kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi kepada yang terhormat
Bapak Prof. Dr. Zudan Arif Fakrullah,
SH.H., M.H. Beliau adalah Kepala Badan
Kepegawaian Negara Republik Indonesia.
Figur pemimpin yang telah banyak
melakukan terobosan dalam pelayanan
publik dan tata kelola SDM aparatur.
Dan yang ketiga kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada Mbak Adinda
Putri Pawan STRIP, sosok ASN muda yang
cerdas dan penuh dedikasi yang
menyandang gelar TOP 16 putri Indonesia
2025. Saat ini beliau mengabdi sebagai
analis perencana strategis di Badan
Perencanaan Bangunan Riset dan Inovasi
Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan
seksama webinar ASN belajar seri ke-28
tahun 2025. Semoga bermanfaat.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Terima kasih Pak Ramli atas speech-nya
ya. Semoga sobat ASN yang sudah
bergabung ini terus bergabung sampai
akhirnya webinar di hari ini. Tapi Sobat
TSN sebelum kita menyimak nih materi
dari para narasumber, kami ingin
mengingatkan bahwa link presensi sudah
dapat diakses melalui semesta Bangkom.
Jadi setelah Sobat ASN mengisi presensi,
kemudian survei dan juga lembar monev,
nantinya link sertifikat ini akan muncul
maksimal 1* 24 jam. Jadi jangan lupa
dicek secara berkala ya. Baik, kalau
kita cek nih ya di webinar ASN belajar
seri 28 ini, Sobat ASN akan mendapatkan
ilmu yang luar biasa dari tiga
narasumber yang hebat semua. Jadi sayang
sekali kalau melewatkan salah satunya
saja harus disimak tiga-tiganya.
Dan langsung saja kita sambut narasumber
kita yang pertama. Beliau adalah
Direktur Pengelolaan Data dan Penyajian
Informasi Aparatur Sipil Negara Badan
Kepegawaian Negara Republik Indonesia.
Berikan applaus untuk Bapak Dr. Iketut
Buana, S., M.Si., AKC.
Selamat pagi, Bapak.
Selamat pagi.
Waduh. Ini suaranya masih belum
terdengar. Sebentar teman-temanku boleh.
Apa kabar pagi ini?
Alhamdulillah sehat Bapak. Bapak apa
kabar?
Sehat Pak.
Alhamdulillah sudah jelas ya Bapak
suaranya terdengar di sana.
Sangat jelas Mbak. Sangat jelas.
Oke. Di sini juga jadi nanti materinya
bisa tersampaikan dengan ee
100% sempurna ya kepada Sobat ASN semua.
Karena yang bergabung di sini banyak
sekali loh, Pak, dari seluruh penjuru
tanah air. Boleh disapa dulu Pak?
Oke, baik. Terima kasih sebelumnya.
Selamat pagi. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Om swastiastu. Salam sejahtera untuk
kita semua. Shalom. Namo buddhaya. Salam
kebajikan. Rahayu, rahayu, rahayu. Sobat
ASN di mana pun berada. ee peserta
webinar pada pagi hari ini dan ee para
narasumber ada Mahadinda Pawan, ada ee
Bapak Wakil Menteri Dalam Negeri dan
tentunya peserta webinar yang berbahagia
yang sangat antusias mengikuti ee atau
menantikan gitu ya webinar yang memang
secara rutin diselenggarakan oleh ee
teman-teman di BPSDM Jawa Timur. Jadi
kami menyambut ee positif dan
mengapresiasi apa yang sudah dilakukan
sebagai bagian dari upaya bagaimana kita
menjadi seorang ASN yang adaptif,
inovatif, dan kolaboratif.
Oke. Baik. Karena sekarang ini ASN
lintas generasi ya, Pak ya.
Betul.
Jadi yang benar-benar generasi kalau di
atasnya gensi generasi apa ya namanya?
Milenial.
Iya. Kalau saya milenial tanggung, Pak.
Milenial tanggung.
Oke. Karena biasanya komunikasi antar
lintas generasi pun di sini memiliki
hambatan-hambatan. Nah, di momen inilah
yuk kita saling berdiskusi antara lintas
generasi supaya kita bersinergi nih
membangun bagaimana birokrasi Indonesia
supaya lebih maju lagi. Baik, Sobat ASN
sebelum kita menyimak materi yang akan
disampaikan oleh Bapak Dr. Iketut Buana,
apabila Sobat Sn ingin bertanya silakan
dituliskan terlebih dahulu pertanyaannya
karena sesi tanya jawab akan kita buka
setelah materi selesai disampaikan.
Jadi, Bapak kami berikan waktu 30 menit
untuk menyampaikan materi. Kemudian ee
setelah penyampaian materi adalah waktu
tanya jawab dan berdiskusi bersama
dengan Sobat ASN semua. Oke. Baik, kalau
begitu langsung saja kita simak materi
pertama yang akan disampaikan oleh Bapak
Dr. Iketut Buana. Silakan, Bapak.
Terima kasih, Mbak Anisa. Saya izin
share screen.
Apakah sudah terlihat, Mbak?
Sudah terlihat.
Sudah. Baik, terima kasih. Baik, terima
kasih teman-teman semua. Ee saya panggil
teman-teman ya biar lebih akrab gitu ya.
Karena kalau cara komunikasi genset itu
memang ee kita ituak mesti ada jarak
gitu ya. Jadi kita itu memang ee
ibaratnya boleh dibilang kakak adik gitu
ya dalam menjalankan tugas dan tanggung
jawab kita bersama gitu ya. Baik ee tadi
sudah diperkenalkan ee
saya Ketut Buana ee selaku Direktur ee
Pengelolaan Data dan Penyajian Informasi
ASN. Dalam kesempatan ini ee diminta
atau di tugasi oleh Bapak Kepala Badan
Kepegawaian Negara Bapak Prof. Judan
Pakrullah yang ee dalam kesempatan ini
untuk menyampaikan ee materi dalam forum
yang sangat terhormat ini gitu ya. Ee
sebelumnya saya ee pernah bertugas di
kantor jurnal 10 BKN Pasar gitu ya dan
diberikan kesempatan atau sempat
berinteraksi juga gitu ya dengan
teman-teman yang memang ee sebagian
besar tim saya di bidang informasi
kepegawaian di situ ee adalah
teman-teman genset gitu ya. termasuk
juga saya ketika sudah bertugas di saat
ini di Direktorat ee Pengelolaan Data
dan Penjanajian Informasi ASN juga
ketemu lagi nih dengan sebagian besar ee
teman-teman yang merupakan genset gitu
ya. Nanti saya akan bercerita tentang
bagaimana suka dukanya atau
pengalaman-pengalaman saya bagaimana
mengelola teman-teman yang nota B ini
adalah merupakan genset gitu ya. Ee baik
teman-teman semua, mulai kita mengawali
ee apa namanya diskusi kita pada pagi
hari ini. Ee ada baiknya kita coba
menggali gitu ya apa sih yang menjadi
inspirasi gitu ya bahwa ee Pak Renal
Kasali menyampaikan generasi yang
tangguh tidak lahir dari sono yang
nyaman gitu ya, tapi mereka ee ee lahir
dari gelombang perubahan yang mereka
taklukkan gitu ya. Nah, ini ee katanya
Pak Renal Kasali. Nah, tidak tidak ee
bertentangan dengan itu atau inline
dengan itu ee Bapak Kepala Kantor ee
Bapak Kepala BKN Bapak Prof. Judan Arif
Pakrullo, S., MA. Dalam berbagai
kesempatan ee beliau menyampaikan bahwa
kita tidak boleh diam dan mudah
menyerah, gitu ya. Karena diam dan diam
tidak akan menghasilkan perubahan
sehingga kita harus berdamai dengan ee
ketidaknyamanan gitu kurang lebih ya.
sehingga dari ketidaknyamanan ini kita
akan menemukan kenyamanan baru karena
kita telah melakukan transformasi,
melakukan adaptasi yang cukup sehingga
kita bisa menghasilkan kinerja yang
optimal.
Ah, baik Bapak Ibu kalau kita lihat ee
mungkin juga sudah kita alami bersama
gitu ya sekarang di era yang disrupsi
gitu ya, yang serba cepat, kompleks, dan
mungkin boleh dibilang tidak terduga
gitu ya. Jadi, bagaimana pemanfaatan
teknologi artificial intelligence ee
semakin masif ke depan dan saat ini juga
sudah ee sangat masif digunakan gitu ya.
Kemudian ee otomatisasi juga sudah
menjadi tuntutan gitu ya. Kemudian
bagaimana kita big dihadapkan pada big
data gitu ya. sehingga kita perlu
keterampilan-keterampilan atau literasi
dalam membaca data dan sekaligus juga
dalam konteks ini bagaimana kita
menginpr menginterpretasikan data
sehingga bisa memproyeksikan suatu
kondisi atau prediksi kejadian di masa
yang akan datang. Yang tidak kalah
pentingnya adalah internet opting yang
memang sekarang sudah menjadi bagian
dari keseharian kita gitu ya. kita
mungkin pertanyaan yang paling mendasar
saja gitu ya. Sekarang mungkin e
teman-teman gitu ya, teman-teman ASN
gitu ya, kalau dikasih pilihan lebih
baik ketinggalan kalau misalnya suatu
barang ya ketinggalan HP atau dompet
gitu ya. Jawabannya sebagian besar pasti
lebih memilih dompetnya ketinggalan gitu
ya. Karena apa? Karena di HP itu sudah
bisa bertransaksi sekarang gitu ya. Tapi
kalau di dompetnya tidak ada nomor
kontak dan lain sebagainya sehingga
mereka akan kesulitan dalam melakukan
pekerjaan-kerjaan keseharian gitu ya.
sehingga begitu ketergantungnya kita
pada sebuah teknologi saat ini dan
memang itu menjadi ciri khas dari
teman-teman yang merupakan genset itu.
Mau tidak mau juga yang lain di luar
generasi genset pun harus melakukan
adaptasi gitu ya. Sama-sama harus
melakukan adaptasi sesuai dengan ee
kemajuan atau tren yang terjadi sekarang
gitu ya. Ee kemudian berikutnya adalah
ee tantangan puka gitu ya. Seperti yang
kita ketahui ee dunia ini sekarang penuh
dengan ketidakpastian
dengan ke yang serba kompleks, serba
ambigu gitu ya. sehingga kita juga harus
menghadapinya juga dengan puka gitu ya.
Bagaimana kita menetapkan visi gitu ya,
kemudian kita membuatkan sebuah menjadi
jelas gitu ya, serba clear gitu ya.
Karena dari pengalaman saya berinteraksi
dengan teman-teman di ee apa namanya
genset ini gitu ya, mereka lebih senang
kalau misalnya diberikan kesempatan
untuk bagaimana kemudian ee diberikan
perintah itu mesti jelas gitu ya
ekspektasi kita itu apa, kita harus
jelas di depan sehingga mereka itu bisa
ee menerjemahkan itu menjadi sangat
cepat gitu ya. Kalau urusan ee teknis
gitu ya dalam hal-hal yang katakanlah
mengeksekusi sebuah perintah gitu
katakanlah seperti itu teman-teman
genset ini sangat cepat gitu ya. Tetapi
memang syaratnya kita harus ada
kejelasan di depan gitu ya. Clearnya itu
harus menjadi ee sebuah persyaratan yang
pasti gitu ya. Kemudian yang terakhir
Bapak, Ibu, teman-teman semua mungkin
kita sadari bersama gitu ya bahwa
perubahan ekspektasi publik terhadap
pelayanan publik ini sangat berubah
banget. Bahkan dulu dalam konteks bahwa
pelayanan publik itu memang begitu
adanya masyarakat masih bisa menerima
gitu ya, tidak terlalu banyak protes
segala macam dengan era keterbukaan
sekarang itu menjadi hal yang tidak
terjadi lagi gitu ya. Bahkan sekarang
satu kejadian di satu tempat itu bisa
menjadi viral gitu ya. Bahkan seluruh
dunia tahu gitu ya. Sehingga kita
sebagai seorang ASN mesti berhati-hati
dalam konteks memberikan pelayanan
publik, bersikap gitu ya. berucap juga
jangan salah karena ini akan menjadi apa
namanya sebuah ee rekam jejak yang bisa
diakses di mana saja informasi itu akan
sangat cepat e muncul gitu ya. Di sisi
yang lain ee masyarakat sebagai menteri
Malayan juga akan ee berekspektasi bahwa
semuanya ingin serba cepat gitu ya,
serba cepat, serba pasti dan tentunya
yang tidak kalah pentingnya adalah ee
bisa dilaksanakan sesuai dengan
persyaratan atau ketentuan yang berlaku.
Nah, siapa sih genset? mungkin sama-sama
kita ketahui mungkin secara umum
literasi menyatakan mereka yang lahir 96
sampai 2010 gitu ya. Karakteristiknya
seperti disampaikan di prolog tadi
termasuk juga ee penyampaian dari Bapak
Kepala BPSDM bahwa ini adalah generasi
yang digital natif banget gitu ya,
multitasking, cepat belajar, peduli pada
nilai-nilai keberlanjutan gitu ya. Jadi
karakteristik itu yang memang boleh
dikatakan menonjol dari genset ini gitu
ya. Gaya kerjanya bagaimana teman-teman?
Sebagian besar teman-teman yang saya
perhatikan gaya kerja mereka ini sangat
fleksibel gitu ya. Mereka sangat ee apa
namanya? Menikmati dalam suasana-suasana
yang ee dinamis dan fleksibel. Tetapi
kalau misalnya mereka dihadapkan pada
sesuatu yang birokratis, statis, itu ee
biasanya membuat mereka tidak betah gitu
ya. Kemudian yang kedua, mereka lebih
suka bekerja kolaboratif ee suka
diberikan feedback gitu ya. Jadi
dialog-dialog kinerja ini menjadi hal
yang wajib dilakukan gitu ya. sehingga
kita bisa meng-clear meng-clearkan apa
yang menjadi ekspektasi kita. Kemudian
ee ketika itu dilaksanakan sebuah
perintah atau sebuah instruksi, maka
mereka juga bisa kita lihat progresnya
sampai di mana dan mereka juga ketika
punya hambatan mereka juga butuh teman
diskusi atau diberikan umpan balik gitu
ya sehingga ekspektasi kita menjadi
clear dan bisa ee apa namanya sampai
kepada ee ekspektasi yang kita inginkan.
Yang terakhir orientasi pada makna
kerja. Nah, ini genset ee sekarang ee
banyak apa namanya ee menginginkan bahwa
mereka itu juga ingin berkontribusi pada
bagaimana pelayanan publik yang lebih
bagus, ingin bersama-sama menjadi bagian
dari perubahan untuk peningkatan
pelayanan publik itu ee genset banget
gitu ya yang memang menjadi ciri khas e
teman-teman di generasi ini. Selanjutnya
Bapak Ibu semua kalau kita perhatikan
dari statistik ASN saat ini ya ini per 1
Juli 2025 itu jumlah ASN kita sudah di
R5.220 221.381
orang gitu ya. Nah, dari semua ee apa
namanya? ASN ini 70% itu masih PNS Bapak
Ibu ya. Sementara 30% atau 1,5 juta itu
e P3K gitu ya. Kemudian di mana mereka
bekerja instansi pusat ee sebesar e
kurang lebih 23% kemudian instansi
daerah di 77%. Kalau jenis kelaminnya
Bapak Ibu sebagian besar saat ini ASN
itu jenis kelaminnya justru wanita gitu
ya di 57% sementara pria di 43%. Nah,
kemudian kalau lihat pendidikan sebagian
besar E S1 masa kerja sebagian besar
mereka bekerja ini di masa kerja 11
sampai dengan 15 tahun gitu ya.
Sementara kalau dari lihat dari
strukturalnya sendiri masih ada sekitar
317.579
orang struktural. Sementara sisanya gitu
ya, sisanya berarti 4 ee 4 jutaan sekian
itu adalah fungsional dan pelaksana gitu
ya. Nah, fungsional sendiri ada 3,4 juta
artinya struktur terbesar 66% dari ASN
kita adalah fungsional kemudian
pelaksana di 28% atau 1,4 juta ee orang
ASN gitu ya. Nah, lalu bagaimana kalau
generasinya? Nah, mungkin ini yang
terkait atau relate dengan topik yang
kita bahas hari ini gitu ya. Kalau kita
lihat dari generasinya Bapak, Ibu,
teman-teman semua ee ternyata yang
terbesar itu masih ee gen Y gitu ya, gen
Y yang ee apa namanya? Jumlahnya itu
56%. Jadi mereka yang kelahiran 77
sampai dengan ee 94 gitu ya. Jadi ini
saya termasuk di dalamnya ini gitu ya.
Kemudian ee di porsi berikutnya itu
adalah Gen X gitu ya. Mereka yang ee
kelahiran tahun 'ma dengan 76 di 31%.
Sementara genset sendiri, nah ini baru
di 12% secara agregat total gitu ya. Dia
dia 12% ini mungkin setara dengan
626.565
orang gitu ya. Ee teman-teman merupakan
generasi atau genset ini gitu. Nah,
kemudian kalau kita perhatikan ee
belakangan ini tentu dengan rekrutmen
ASN yang baru gitu ya, apalagi PNDS
seperti kita ketahui kan ee ada batas
usia gitu ya. Kalau mereka boleh melamar
di batas usia 35 tahun. Artinya trennya
otomatis juga akan semakin meningkat,
Teman-teman, yang ee kategori genset ini
gitu ya. Jadi mereka ee posisi 2020 di
126.000, sekarang di di 2025 itu sudah
di angka 693.673.
Ini data yang terbaru yang dirilis oleh
teman-teman di Direktorat ee Pengelolaan
Data dan Penjajan Informasi Kepegawaian
per kemarin gitu ya. Ee jadi jumlahnya
sudah 693.673
673 orang gitu ya yang masuk kategori ke
genset. Nah, kemudian artinya bahwa dari
tren ini bisa kita simpulkan 5 tahun
terakhir ini pertumbuhan genset ini
semakin meningkat gitu ya. Kemudian ee
tentu ee ada tantangan di dalamnya ya,
tantangan dan peluang bagi instansi
bagaimana kita merubah kultur kerja,
melakukan digitalisasi pelayanan dan
model kepemimpinan yang ee
transformasional ke depannya gitu ya.
Nah, selanjutnya bagaimana tantangan
genset. Nah, ini mungkin tadi di Prolog
juga sudah disampaikan oleh ee Ibu ee
apa namanya MC dan termasuk juga dari
Pak Kaban tadi bahwa ee sistem ee
birokrasi ini ee sebagian besar itu
masih hierarkis. Nah, ini memang ee
teman-teman di Jenset ini sebagian besar
memang kurang suka gitu ya dengan sistem
birokrasi yang masih sangat hierarkis
gitu ya. Sehingga mereka juga ingin
menyuarakan perubahan-perubahan. Nah,
nanti saya akan cerita atau saya
tampilkan bagaimana teman-teman genset
di Kanrek 10 di tempat saya bekerja
sebelumnya di Denpasar ee bersama-sama
kita menggawangi perubahan sehingga
struktur yang tadinya hierarkis tadi
kita berubah menjadi lebih ee dinamis
gitu ya, menjadi lebih kolaboratif yang
kita sebut sebagai struktur orbit. Ee
berikutnya, Teman-teman yang kedua itu
adalah pola kerja yang belum fleksibel.
Nah, itu yang dimaksud tadi pola kerja
yang mungkin ee ee apa namanya dulu
pernah ee pada umumnya dilakukan adalah
full WFO misalnya, kemudian adanya ee
COVID 2020 menyebabkan kita menjadi WFH
gitu ya. Bahkan sempat full WFH gitu ya.
Nah, sekarang dengan kembalinya COVID
tidak terjadi lagi maka ada kebutuhan
untuk yang namanya WEFA gitu ya. Jadi eh
work eh flexible arrangement gitu ya.
Dan ini sudah dilakukan atau sudah
diimplementasikan di beberapa
kementerian termasuk di BKN sendiri
Bapak Ibu di mana kami juga sudah sejak
bulan Februari 2025 ini sudah ee yang
menerapkan yang namanya work eh flexible
arrangement gitu ya. Kemudian yang
berikutnya eh gap nilai dan ee lintas
generasi. Nah, ini mau tidak mau memang
tidak bisa dipungkiri gitu ya bahwa
memang ee antar generasi ini ee memiliki
style dan pakem sendiri gitu ya. ada
yang generasi yang memang ee generasi
boleh dibilang ee lebih dulu ada
kemudian ada genset dan mungkin ada
milenial kemudian ada genset dan mungkin
nanti juga generasi berikutnya gitu ya.
Tentu ini mau tidak mau akan menjadi
tantangan sendiri tapi bagaimana kita
mengkolaborasikan sehingga ee gap nilai
ini bukan menjadi tantangan, bukan
menjadi hambatan, tetapi menjadi peluang
gitu ya. Karena sejatinya dengan di satu
sisi misalnya teman-teman genset yang
serba cepat, teman-teman milenial yang
serba cepat, tapi di sisi yang lain yang
baby bomers juga yang masih ada
katakanlah seperti itu penuh dengan
khati-hatian yang tekun. Nah, itu juga
nilai-nilai yang patut sebetulnya yang
masih perlu dikolaborasikan gitu ya. Di
sisi lain kita perlu yang namanya juga
hati-hati, tapi di sisi lain juga bisa
perlu bergerak cepat. Jadi, bagaimana
mengcombine ini itulah tantangan
sejatinya gitu ya. Berikutnya, adaptasi
terhadap regulasi yang belum agile. Nah,
sering sekali apa-apa yang kita lakukan
itu memang terbentur sebuah regulasi
gitu ya. Tetapi syukur Bapak Kepala BKN
gitu ya, beliau sekarang sangat ee apa
namanya? masif gitu ya, dalam melakukan
berbagai perubahan. bagaimana menjadi
semakin BKN ini semakin ee apa namanya
lebih ee memberikan pelayanan dirasakan
kehadirannya sehingga memiliki tagline
yang disebut sebagai ee BKN sebagai
bapaknya ASN gitu ya lewat
kebijakan-kebijakan yang terakhir sudah
lima kebijakan yang beliau lakukan di
kurun waktu kurang lebih 6 bulan ini dan
semuanya menyentuh dalam hal ee
pengembangan karir ASN dan termasuk
perlindungan ASN itu sendiri.
Nah, mungkin ini ya Bapak, Ibu coba kita
flashback kembali gitu ya. Mungkin
pertanyaan dasarnya mengapa sih kita
memilih menjadi seorang ASN? Nah,
sehingga terjadi seperti tadi ya, gap
antar apa namanya antar ee gap antar
generasi ini juga bagaimana supaya
menjadi ee minim gitu ya, bagaimana
mengolaborasikan. Maka ada baiknya kita
bertanya ke dalam. Ee mungkin kita perlu
bertanya mendasar, mengapa kita memilih
menjadi seorang ASN gitu ya, menjadi
seorang pelayan publik. Nah, kalau
menurut literasi yang ee ada gitu ya,
bahwa ee apa namanya? Kalau kita kembali
ke regulasi yang ada saat ini misalnya
bahwa kita itu sebagai ee ASN itu
memiliki tiga peran sebagai pelayan
publik, pelaksana kebijakan publik, dan
perekat pemersatu bangsa. Tetapi kalau
kita menggali lebih dalam lagi tentang
mengapa kita menjadi seorang ASN atau e
menjadi seorang pelayan publik, ini ee
teorinya pery and wise. E setidaknya ada
tiga tiga motif gitu ya. Yang pertama
disebut dengan motif rasional yaitu
ingin mengambil peran dalam pengambilan
kebijakan publik gitu ya. Makanya tadi
generasi atau genset ini pun sebetulnya
banyak yang ingin ee memberikan
perubahan, ingin mengambil ee peran
dalam bagaimana kebijakan publik ini
bisa sama-sama dilakukan menjadi lebih
mudah, lebih cepat. Nah, itu juga
teman-teman genset pun memiliki motivasi
ke sana gitu ya. Kemudian yang kedua ada
namanya motif normatif gitu ya. Jadi
melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk
orang banyak. bagaimana teman-teman
ketika menjadi seorang ASN bisa
melakukan hal yang ee bermanfaat gitu
ya. Bermanfaat bukan hanya untuk diri
sendiri gitu ya, tetapi untuk orang
lain, lingkungannya dan bila perlu untuk
ee masyarakat luas gitu ya. Kemudian
yang terakhir ada namanya motif affektif
ya. Ini tentu ini adalah jiwa patriotik
gitu ya. Bahwa menjadi seorang ASN,
menjadi seorang pelayan publik itu
adalah panggilan jiwa gitu ya. Panggilan
jiwa ee panggilan negara untuk ikut
mengabdi kepada negara gitu ya. Sebagai
bentuk patriot kita atau jiwa patriot
kita. atau implementasi patriotik kita
kepada bangsa dan negara. Nah, di sisi
lain Bapak Ibu kalau kita mengacu kepada
Undang-Undang 5 2014 yang sudah diubah
dengan Undang-Undang 20 2023 tentang
ASN, maka hak dan kewajiban ASN itu
kalau kita simpulkan sebetulnya itu
haknya tadi itu diambil di awal bulan
gitu ya. Mungkin Bapak, Ibu, teman-teman
semua paham bahwa gaji itu pasti
dibayarnya di tanggal 1 atau tanggal 2
gitu dan di awal bulan lah intinya.
Tetapi kewajiban kita, kewajiban kita di
sisi yang lain adalah bekerja. Jangan
lupa bekerja, berkinerja, dan melaporkan
kinerja gitu ya. Sehingga mesti ada
balancing gitu ya. Bahwa haknya kita
ambil, kewajibannya juga jangan lupa
dilaksanakan. Ketika terjadi hak
melebihi kewajiban atau haknya kita
ambil tapi kewajiban tidak
terilaksanakan, maka ini yang menjadi
big question-nya gitu ya. Ee bagaimana
penghasilan diterima mungkin sama-sama
kita renungkan tentu menjadi penghasilan
yang tidak berkah. Untuk itu maka
kewajiban menjadi seorang SN wajib kita
laksanakan karena haknya di awal bulan
atau di awal periode juga sudah kita
ambil. Kurang lebih seperti itu. Nah,
Bapak Ibu kita kembali ke konteks BKN.
Jadi BKN ini Bapak Ibu ee memiliki
tujuan untuk meningkatkan kualitas ASN
dan kapasitas manajemen ASN berbasis
pendekatan human capital development.
Nah, untuk itu maka ee model-model
kegiatan seperti ini yang diinisiasi
oleh teman-teman di BPSDM Jawa Timur ee
kami apresiasi gitu ya, bahwa ini bentuk
ee apa namanya? Keterlibatan semua
pihak. Bagaimana kita menyadari bahwa
ASN itu sebagai human capital gitu ya.
Sehingga ini bukan sebagai call center
gitu ya. Kalau kita memandangnya sebagai
call center maka yang ada itu adalah
belanja gaji, belanja gaji, belanja gaji
gitu ya. Tapi kalau misal atau
pengeluaran-pengeluaran terkait dengan
diklat, diklat, diklat dan seterusnya.
Tapi kalau itu dipandang sebagai bagian
human capital development, maka ke depan
itu adalah sebuah investasi gitu ya.
Investasi bagaimana ASN ini bisa juga
berkontribusi pada ee peningkatan
kesejahteraan. Nah, teman-teman semua
bahwa transformasi peran PKN dari
sebelumnya hanya berfokus pada penguatan
praktik manajemen ASN menjadi berfokus
pada penjaminan prinsip meritokrasi. Ya,
ini sudah jelas ee sudah dituangkan juga
dalam berbagai kebijakan yang
dikeluarkan oleh Kepala BKN. Berikutnya
transformasi filosofi pendekatan BKN
dari sebelumnya berfokus pada
administrasi. Nah, sekarang bergeser ke
human capital management. Jadi termasuk
pengeluan SDM pemerintahan ini menjadi
hal yang strategik gitu ya. Bagaimana
terjadi strategic partner sehingga dalam
konteks ini kami mengapresiasi sekali
lagi apa yang dilakukan oleh teman-teman
di BPSDM Jawa Timur sebagai upaya ee
bersama-sama dalam rangka pengembangan
SDM ke depan.
Nah, Bapak, Ibu semua kita ya dalam
konteks yenset yang tadi gitu ya dengan
ee semua serba e IT gitu dan seterusnya
maka ee apa namanya kita kalau melihat
kembali kepada sasaran utama Indonesia
Emas 20245 sebetulnya ada
indikator-indikatornya gitu ya, bahwa
ada lima gitu ya, ada lima indikator
gitu ya yang mesti kita sasar bersama.
Yang pertama bagaimana pendapatan per
kapita setara negara maju gitu ya.
Kemudian kemiskinan menurun, ketimpangan
berkurang. Kemudian kepemimpinan dan
pengaruh di internasional meningkat.
Kemudian daya saing dan manusia semakin
meningkat. Kemudian berikutnya
intensitas
emisi dari GRK menurun menuju neto eh
zero emission gitu ya. Sehingga di
konteks ini maka ee kami juga dari BKN
ee melakukan hal-hal yang terkait dengan
penguatan sistemit, kemudian reformasi
manajemen talenta nasional, kemudian
platform digital ee pengembangan
kompetensi ASN seperti yang sudah
dimiliki ASN BKN saat ini. Selain
BKNPEDIA juga ada KMSMASN gitu ya, ada
e-learning ASN. Kemudian
kegiatan-kegiatan yang termasuk kegiatan
BKN menyapa yang setiap minggu
dilaksanakan setiap hari Rabu juga itu
bagian dari komitmen BKN untuk hadir
sebagai bapaknya ASN untuk menyapa ASN
ketika dihadapkan pada
permasalahan-permasalahan
atau kendala-kendala dalam implementasi
ee sebagai seorang ASN di lapangan.
Kemudian yang terakhir tentu afirmasi
pada keberagaman dan inklusivitas ASN.
Nah, ini juga menjadi sebuah isu yang
memang bagaimana kita ke depan menjadi
sebuah ee ee apa namanya? tim yang
kompak gitu ya, sebagai sebuah mesin
birokrasi yang kompak. Bagaimana kita
bersama-sama mewujudkan teman-teman di
daerah ee dalam rangka mendukung visi
misi pimpinan daerah gitu ya. Sementara
kalau ASN secara nasional pada akhirnya
adalah bagaimana kita mendukung ee yang
menjadi asta citanya pemerintahan
presiden Prabowo Gibran. Platformnya
sendiri Bapak, Ibu ada beberapa inovasi
yang sudah dilahirkan oleh BKN dalam
konteks ini. Salah satunya adalah ASN
digital yang saat ini mungkin Bapak Ibu
ASN se-Indonesia juga sudah merasakan
bagaimana sekarang sudah tidak perlu
lagi menghafal banyak user, banyak
password gitu ya. Cukup satu SSO gitu
ya, cukup ASN digital. Sanalah satu
rumah, satu pintu yang bisa mengakses
berbagai aplikasi layanan kepegawaian.
Berikutnya nanti Bapak Ibu untuk aspek
keamanan juga ada yang namanya
multifactorication.
Bapak Ibu, teman-teman juga sudah
memiliki itu supaya menjamin bahwa
teman-teman ini juga terhindar dari
penyalahgunaan akun yang teman-teman
miliki. Berikutnya ee BKN melalui
terutama di teman-teman di Kandek 10
juga sudah merumuskan yang disebut
dengan struktur orbit. Jadi bagaimana
teman-teman bekerja lebih kolaboratif.
Jadi tidak hierarki seperti tadi yang
dimaksud gitu ya. Nanti bagaimana
strukturnya sama-sama kita lihat Bapak
Ibu.
Nah, ini yang sering didengungkan oleh
Bapak Kepala BKN bahwa BKN ini
berkomitmen menjadi bapaknya para ASN.
Lalu apa implementasinya Bapak, Ibu,
teman-teman semua? Yang pertama e tentu
membantu selesaikan masalah ASN. Jadi
masalah hukum, masalah kesejahteraan,
masalah karir itu dibantu diselesaikan
oleh BKN, gitu ya. Kemudian berikutnya
yang kedua bagaimana memberikan
kemudahan pendidikan S2, S3, bahkan
pencantuman gelar yang kemarin mungkin
dengan keluarnya SE Kepala BKN bagaimana
kemudahan atau semacam ee apa namanya
afirmasi ee kebijakan untuk ee apa
namanya kemudahan pencantuman gelar yang
tanpa izin belajar, tugas belajar yang
sudah memiliki gelar gitu ya. Sementara
yang mau ee memperoleh gelar ya itu
tetap perlu izin belajar dan tugas
belajar. tetapi yang sudah memiliki
gelar gitu atau pendidikan, pendidikan
itu bisa dicantumkan gelarnya,
dimudahkan gitu ya tanpa disyaratkan
izin belajar dan tugas belajar. Termasuk
kenaikan kenaikan ee pangkat yang
sebelumnya mungkin ee periodisasinya 2
bulan sekali. Nah, ini ke depan akan
dilakukan bila perlu periodisasinya
menjadi sebulan sekali gitu ya. termasuk
juga ee yang ketiga, kebijakan tiga
adalah karir fungsional yang terbuka
sampai dengan puncak karir. Kebijakan
Kepala BKN bagaimana ke depan e karir ee
ASN terutama jabatan fungsional itu
seperti pipa gitu ya. Jadi tidak seperti
piramida seperti sekarang. Kalau
piramida kan semakin di puncak semakin
mengecil. Tapi ini ee kebijakan Pak
Kepala BKN ke depan itu harapannya karir
ASN itu ee ee akan seperti pipa gitu ya.
Jadi dari bawah sampai ke atas itu sama
jumlahnya. Kemudian berikutnya yang di
empat, jumlah masing masing-masing unit
di kerja di BKN itu mencari solusi
menjadi BKN sebagai bapaknya ASN gitu
ya. Jadi mengurangi hambatan yang
bersumber baik itu regulasi, perilaku
gitu ya. Jadi kami ee semakin diingatkan
untuk semakin sering ee senyum, salam,
sapa gitu ya. Dan tiga magic word yang
biasa mungkin sudah kita kenal sama-sama
membiasakan menggunakan kata tolong,
maaf, dan terima kasih gitu ya. Bahkan
jarak dan waktu ini menjadi tidak
menjadi hambatan lagi ke depan karena
kita sudah menggunakan platform yang
sudah banyak digunakan seperti Zoom web
WhatsApp grup berbagai aplikasi termasuk
juga ruang-ruang virtual yang ee sudah
disiapkan selama ee apa namanya ee baik
selama COVID maupun pasca COVID seperti
itu. Nah, Bapak Ibu semua di BKN sendiri
juga seperti saya sampaikan tadi juga
sudah menerapkan yang namanya work eh
flexible arrangement gitu ya. Jadi ini
merupakan ee bagian dari kebijakan Pak
Kepala BKN dalam rangka pertama untuk
mendukung efisiensi anggaran gitu ya.
Jadi ee menerapkan sistem kerja yang
lebih modern gitu ya. Jadi tidak full eh
work from office tetapi di setiap hari
Senin kami melakukan work from eh
anywhere gitu ya. Kemudian yang kedua
ini penekanannya bahwa work from
anywhere ini bukan bukan liburan tetapi
ee lebih mewujudkan lebih mendukung yang
disebut dengan workab harmony yang lebih
banyak digabungkan oleh teman-teman
genset juga gitu ya. Kemudian berikutnya
pegawai BKN tidak dipotong gaji dan
mungkin sehingga dengan WFA ini kinerja
tidak boleh turun. Yang ada ini justru
peningkatan kinerja. Nanti saya akan
sampaikan dari hasil evaluasi yang sudah
kami lakukan. Ternyata kinerjanya itu
meningkat sampai dengan 6% gitu ya.
Sementara persepsi publik pun merasa
lebih puas justru dengan penerapan WPA
ini karena mereka merasakan malah ada
peningkatan kinerja bukan turunan
kinerja ketika WFO bergeser ke WPA.
Kemudian yang terakhir digitalisasi
birokrasi menjadi sebuah kebutuhan. ini
juga sudah banyak aplikasi yang
dilahirkan tetapi disatukan semakin
diintegrasikan gitu ya dengan ASN
digital yang saya maksud tadi. Jadi ASN
di manaun tidak banyak lagi perlu
menghafal ee user, menghafal password
gitu ya, cukup menggunakan SSO gitu ya.
Nah, faktor-faktor yang mempengaruhi
kinerja pegawai apa saja Bapak, Ibu?
Tentu di sini ada kepemimpinan yang
efektif gitu ya. bagaimana kita menjadi
seorang ee yang mampu mendengarkan
kolaborasi, meningkatkan ee dialog dan
lain sebagainya itu tentu menjadi sebuah
ciri daripada kepimpinan efektif.
Kemudian motifikasi dan penghargaan.
Nah, ini bagaimana kita memberikan
motivasi dan penghargaan gitu ya. Tidak
hanya tidak semata-mata dalam bentuk
uang, tetapi ucapan terima kasih,
apresiasi pun itu adalah sebuah hal yang
merupakan penghargaan. Kemudian
kesejahteraan, bagaimana kita
meningkatkan pendapatan, pensiun,
perumahan dan kesehatan. Selanjutnya
pelatihan dan pengembangan yang memadai
seperti media yang sekarang. Kemudian
lingkungan kerja yang lebih kondusif.
Yang terakhir yang tidak kalah
pentingnya adalah perlindungan hukum dan
karir.
Nah, peran individu sendiri bagaimana?
Termasuk teman-teman e genset di sini.
Yang pertama tentu bagaimana kita
membangun komitmen terhadap tugas dan
tanggung jawab individu gitu ya.
Kemudian yang kedua menyusun sasaran
kinerja individu yang selaras dengan
sasaran kinerja organisasi. Nah, ini
sekarang semakin dibuat cascading yang
semakin ee apa namanya ee terukur gitu
ya. bagaimana sasaran kinerja organisasi
turun ke unit, turun ke individu ini
terbagi habis sehingga jelas peran
individu terhadap ee pencapaian sasaran
organisasi. Selanjutnya mengembangkan
rencana aksi untuk mencapai kinerja
individu dan kinerja organisasi. Yang
terakhir berusaha adaptif terhadap
perubahan.
Nah, Bapak Ibu semua, ee strategi
meningkat kinerja individu dalam rangka
mendukung kinerja organisasi yang
pertama tentu menerapkan e sistem kerja
yang berbasis Pok. Nah, ini yang saya
maksud nanti saya akan terangkan sedikit
tentang ee struktur orbit yang dimaksud
tadi gitu ya. baik antar dalam unit
maupun antar unit kerja ataupun antar ee
kementerian, lembaga atau ee instansi
daerah gitu ya. Kemudian yang berikutnya
terbangunnya dialog kinerja antara
pimpinan atasan dan pegawai. Kalau kami
ee biasa melakukan dialog kinerja baik
di awal tahun, di tengah tahun, maupun
akhir tahun. Bahkan sepanjang bulan pun
kita bisa lakukan dialog kinerja ketika
misalnya diperlukan untuk ee memitigasi
apakah rencana-rencana yang dilakukan
sudah ee yang dicanangkan sudah
dilaksanakan, apakah ketemu hambatan dan
sebagainya yang kami sebut sebagai atau
sering disebut oleh Bapak Kepala sebagai
ee konsepsi plan do check and action
tentunya seperti itu. Nah, kemudian
terbangunnya inovasi dan solusi kreatif
karena bagaimana kita ee membangun
sebuah inovasi-inovasi yang semakin ee
apa namanya ee berdampak gitu ya dan
bermanfaat gitu ya. Sehingga itu
merupakan sebuah solusi yang bisa ee apa
namanya hadir mengatasi
permasalahan-permasalahan yang terjadi.
Kudian yang terakhir peningkatan sarana
pendukung.
Nah, strategi manajemen ASN untuk jenset
seperti apa? Nah, dalam hemat kami
setidaknya yang pertama perlu adanya
reformasi budaya ya. J sebelumnya
terlalu hierarkis dengan struktur
seperti itu. Mari kita buat menjadi plat
gitu ya, tetapi kolaboratif gitu ya.
Nanti saya contohkan dengan struktur
orbit yang kami gagas gitu ya. Kemudian
yang kedua ada transformasi digital.
Nah, seperti di pengantar tadi bahwa
teman-teman genset ini kan lebih banyak
hampir boleh dibilang selalu bersentuhan
dengan teknologi gitu ya. bagaimana
transformasi digital ini bisa diwujudkan
dalam bentuk ekosistem yang kerja yang
berbasis teknologi. Saya contohkan tadi
ASN digital adalah satu salah satu
platform yang memang kita bangun sebagai
sebuah platform yang multi ee apa
namanya ee fitur gitu ya, tetapi pintu
masuknya satu dengan SSO yang
masing-masing ASN. Berikutnya penguatan
employer branding ASN. Su, ASN sebagai
pilihan karir yang unggul dan termasuk
sebagai ee employer banding yang sudah
ditetapkan oleh ee pemerintah yaitu
bangga meleni bangsa gitu ya. Jadi
keputusan kita menjadi seorang ASN harus
kita syukuri dengan cara melakukan
kinerja yang terbaik gitu kurang lebih.
Kemudian kepemimpinan partisipatif
sering kita memberikan feedback sebagai
seorang pimpinan termasuk juga menjadi
seorang driven leadership. bagaimana
kita bisa memberikan apa namanya contoh
dan termasuk e mendorong ketika misalnya
e tim ini menuju ke tujuan tujuan yang
diinginkan. Kemudian terakhir manajemen
Talenta. Bagaimana kita merekognisi
potensi sejak dini seperti kita ketahui
saat ini juga ee sedang dibangun
manajemen Talenta nasional gitu ya.
Supaya seluruh instansi membangun
manajemen talenta instansi kemudian itu
dikolaborasikan menjadi manajemen
Talenta nasional yang secara tidak
langsung nanti juga akan mendukung ee
percepatan daripada visi misi ee
pimpinan kita tertinggi yaitu Presiden
dan Wakil Presiden.
Nah, ini yang saya sebut sebagai
struktur orbit Bapak Ibu. ini adalah
metode baru yang memang dikembangkan di
BKN khususnya di Kandek 10 dalam konteks
ee bagaimana mengubah hierarki tadi itu
menjadi struktur yang lebih platit.
Dengan cara seperti ini ibaratnya ee
warna-warna ada PPA, Pak, PIA, PLT, PDI
itu adalah nama-nama Pokja singkatan
Pokja gitu ya. Sebenarnya di tengah ini
adalah pemimpinnya sebagai mataharinya
gitu ya. Sementara teman-teman di luar
itu sebagai satelitnya mereka itu
terlibat di dua tiga pokja gitu ya. ee
sehingga mereka juga memiliki apa
namanya ee peningkatan kompetensi dan
talenta-talentanya bisa dikembangkan
bukan hanya dalam satu bidang saja gitu
ya. Dengan cara seperti ini ternyata
kolaborasi meningkat dan kinerja pun
bisa meningkat karena desain kerja lebih
fleksibel dan kolaboratif. Ini bisa
terjadi proyek lintas fungsi bahkan
lintas generasi juga gitu ya. Karena di
pokja tersebut pun bisa kita tempatkan
ee teman-teman baik yang dari ee apa
namanya teman yang genset atau milenial
atau yang sebelumnya ee kita bisa
satukan ee sesuai dengan ee peran dan
fungsi daripada masing-masing pokja.
Nah, ini saya rasa ini ee sebuah solusi
yang cocok ya untuk diterapkan untuk
teman-teman di handset sehingga mereka
bisa bekerja lebih optimal lagi karena
mereka bisa berkolaborasi dan ee apa
namanya dinamis, fleksibel dalam
bekerja.
Nah, Genset sebagai agen perubahan tentu
di sini ee tentu harus memiliki semangat
digital champion sebagai penggerak
inovasi pelayanan publik gitu ya. Karena
saatnya mengambil peran gitu ya, saatnya
turun tangan bahwa teman-teman ini
adalah bagian ee dari perubahan ke depan
gitu ya. suara masyarakat muda di
pemerintah juga semakin didengar. Karena
sejatinya ke depan teman-temanlah
sebetulnya yang akan menjadi ee tumpuan
gitu ya, bagaimana pelayanan publik atau
citra pelayanan publik ee menjadi
tanggung jawab kita bersama untuk ee
mewujudkan pelayanan publik yang semakin
meningkat.
Nah, dalam konteks tadi bahwa kami juga
menyiapkan sebuah platform di BKN juga
terutama di Kandek 10 juga sudah
membuat sebuah platform gitu ya,
platform yang disebut dengan manajem
sistem manajemen aparatur sipil negara.
Jadi ini adalah sebuah platform yang
memang disiapkan dalam rangka untuk
bagaimana teman-teman bisa belajar gitu
ya dengan menggunakan platform digital
gitu ya sehingga ee ee isu soal
keterbatasan anggaran itu tidak ee ee
menjadi isu lagi gitu ya. Karena ee
dengan KMSMSN ini teman-teman kalau mau
belajar tentang manajemen ASN itu
semuanya sudah ada dengan 32 topik yang
saat ini sudah berkembang sampai dengan
36 topik ee manajemen ASN yang
masing-masing topik itu bernilai 2JP
gitu ya. sehingga kebutuhan pengawan
kompetensi 20 JP setahun bagi PNS itu
tidak menjadi isu. Karena sejatinya
kalau cukup mengambil 10 topik saja
Bapak, Ibu juga sudah bisa ee
mendapatkan e pengembangan kompetensi 20
GP dan ini gratis Bapak, Ibu ya. Kita
tagline kita adalah pengembangan
kompetensi yang praktis, gratis,
kolaboratif, dan bersertifikat karena
nanti ujungnya akan ada sertifikat.
Nah, alur pemanfaatannya kurang lebih
seperti ini secara umum ada delan
langkah. Nanti masuk ke login KMSMASN di
denpasar.bkn.go.id.
Kemudian memilih course-nya, topiknya
gitu ya. Kemudian ada preest-nya Bapak
Ibu cukup 20 soal. 20 soal dalam 10
menit. Kemudian membaca e-learning ada
bahan yang harus Bapak Ibu baca.
Kemudian setelah itu mengerjakan post
tes untuk mengakui efektivitas belajar.
Nanti dari sana ada ping-nya. Kalau 70%
benar Bapak, Ibu ee mendapatkan
sertifikat gitu ya. mengisi IKM
dilanjutkan dengan IKM atau ee kuisioner
umpan balik. Nah, setelah itu Bapak Ibu
bisa mencetak sertifikat saat itu juga
gitu ya. Sehingga pengembangan
kompetensi bagi Genset ini tidak menjadi
isu lagi harus terbatas pada anggaran.
Di samping juga sebetulnya platformnya
juga banyak banget gitu ya. Bagaimana
webinar yang gratis juga banyak banget,
kemudian pembelajaran daring juga banyak
banget sehingga teman-teman tidak
menjadi isu untuk pengembangan
kompetensi.
Nah, apa yang harus disiapkan oleh
instansi? Ini penting banget Bapak Ibu.
Yang pertama adalah skema onboarding dan
coaching bagi SNJET gitu ya. Yang kedua
e jalur pengembangan karir berbasis
talenta dan kinerja. Ini supaya inline
gitu ya. Sebetulnya teman-teman ini
diarahkan ke mana gitu ya sehingga
tantangan-tantangan kinerja atau semacam
kelibatan-kelibatan mereka dalam Pokja
pun semakin terarah. Kemudian lingkungan
kerja yang mengakomodasi keberagaman.
Iya karena sekali lagi genset ini ee
memiliki karakter yang ee mengutamakan
yang lebih inklusif gitu ya. Jadi tidak
terlalu suka yang sifatnya eksklusif
tetapi lebih inklusif. Nah, ini
bagaimana kita mengakomodasi keberagaman
ini menjadi penting. Kemudian berikutnya
budaya pembelajaran adaptif dan digital.
Nah, itu tadi karena banyak keperluan
tentang adaptif dan digital ee BKN pun
sudah menjawabnya dengan menyiapkan
platform-platform seperti tadi gitu ya.
Bahwa ada KMS, MISN, ada apa namanya ee
ASN digital, kemudian ada juga ee
termasuk juga kantor virtual. lah di
Kand 10 Denpasar pun memiliki kantor
virtual Bapak Ibu ee dengan memanfaatkan
ee virtual reality gitu ya. Bagaimana
memindahkan kantor ke virtual ini juga
sudah dilakukan di Kek 10. Jadi setiap
WEFA di hari Senin teman-teman
berkantornya di kantor virtual.
Nah mungkin ee apa namanya yang tidak
kalah pentingnya ini yang ee yang
menjadi hal yang perlu kita perhatikan
bahwa kalau tidak sekarang ya tidak
tidak akan pernah gitu ya. Karena
sejatinya kalau Genset itu bukan hanya
masa depan ASN, mereka adalah masa ini
yang harus kita rangkul dan kembangkan
mulai hari ini. Nah, untuk itu, nah ini
pesan terakhir Bapak, Ibu bahwa
kolaborasi antar generasi ini menjadi
penting. Jadi, ya jadi soal tadi
hambatan ketika ada gap antar generasi
maka sebetulnya dengan kita kolaborasi
itu menjadi ee justru menjadi solusi dan
kekuatan yang berlipat ganda. Bagaimana
caranya?
Tentu
bagi mereka yang mungkin secara
pengalaman panjang gitu ya ee mungkin
juga sudah terbiasa dengan apa namanya
birokrasi yang hierarkis kita tempatkan
sebagai penasehat gitu ya, sebagai
penasehat, sebagai rem lah seperti itu
gitu ya sehingga sebagai pembimbing gitu
ya. Tapi di sisi yang lain, kita sebagai
seorang ASN yang eh dalam konteks genset
yang memang memiliki karakteristik cepat
belajar, lincah dan segala macam juga
kecepatannya bisa diimbangi gitu ya.
Dalam konteks seimbang ini adalah
bagaimana mengingatkan mana yang boleh,
mana yang tidak. Guideline-nya itu tetap
disiapkan. Tetapi ee ketika itu sudah
diterjemahkan menjadi ekspektasi,
teman-teman di genset dan di milenial
itu bisa lari lebih kencang, tetapi
larinya tidak lebih terarah gitu ya,
bukan asal lari seperti itu. Kemudian
berikutnya untuk genset ini ee teman
teman-teman genset ini jadilah pelopor
dan penggerak karena memang
karakteristik teman-teman kan ingin
mengambil bagian gitu ya dalam perubahan
atau ee perubahan kebijakan publik.
Kalau kita kembalikan lagi kepada ee
teorinya Perry and Wise tadi, sebetulnya
teman-teman ini juga masuk dalam ee
konteks ee apa namanya ikut mengambil
peran terhadap pengambilan kebajukan
kebijakan publik atau alasan rasional
tadi gitu ya. Sehingga teman-teman
jadilah pelopor dan penggerak. Kemudian
untuk para pemimpin. Nah, pesan untuk
para pemimpin jadilah pendamping dan
pemberdaya karena teman-teman genset ini
mungkin kalau dengan cara-cara yang lama
tidak akan efektif gitu ya. Tetapi kalau
kita memberdayakan teman-teman yang ada
ini untuk kita jadikan mitra gitu ya,
pendamping e kita sebagai pendampingnya
dan mereka adalah mitra kita dan kita
mampu memberdayakan mereka maka itu
menjadi kekuatan yang luar biasa. Saya
mempunyai pengalaman ee soal ini
bagaimana teman-teman genset di ee
Kandeng 10 khususnya begitu sangat cepat
mereka menterjemahkan apa yang menjadi
ekspektasi saya dan saya menempatkan
diri menjadi seorang pendamping dan
memberdayakan kompetensi mereka sehingga
banyak inovasi yang lahir di situ gitu
ya. Kemudian berikutnya untuk seluruh
instansi mari kita ciptakan ekosistem
kerja yang tumbuh dan tangguh gitu ya.
bagaimana kita bisa berkolaborasi
misalnya teman-teman BPSDM pengembangan
kompetensinya, teman-teman yang lain
misalnya terkait dengan menciptakan
manajemen talentanya sehingga ini bisa
menjadi sebuah ee apa namanya ee satu
kesatuan ekosistem yang mendukung ee apa
namanya ee kompetensi peningkatan
kompetensi dan ujungnya adalah kinerja
ASN sebagai ee pelayan publik, pelaksana
kebijakan publik dan melakukan peran
perekat pembersatu bangsa. Mungkin itu
ee Mbak materi dari saya. Mudah-mudahan
waktunya tidak terlalu lama atau cukup
gitu ya atau pas. Mudah-mudahan pas gitu
ya. Ee untuk selanjutnya waktu saya
kembalikan. Terima kasih.
[Musik]
Terima kasih Pak Ketut atas materi yang
sudah disampaikan. Alhamdulillah pas
Bapak ini pas sekali ya. di waktu ini
kita akan membuka sesi tanya jawab. Jadi
silakan untuk sobat ASN yang ingin
bertanya kepada Bapak Ketut, untuk ee
sobat ASN yang bergabung lewat Zoom
meeting bisa menggunakan fiture rais
hand ataupun yang bergabung lewat e
YouTube channel bisa tuliskan
pertanyaannya di kolom live chat. Dan
ternyata sudah ada yang bergabung lewat
Zoom meeting. Kita sapa terlebih dahulu.
Asalamualaikum, selamat pagi.
Waalaikumsalam.
Mbak,
dengan siapa ini? Dengan Bapak siapa?
Dari instansi mana? Oh iya. Eh,
perkenalkan saya Zaki Rahmadani
dari ee UPT Pelabuhan Perikanan Pantai
Tamperan, Dinas Kelautan dan Perikanan
Provinsi Jawa Timur.
Oke. Baik.
Ini sebelum sebelum bertanya boleh tanya
enggak? Termasuk gencet juga enggak?
Ee kelahiran 92 ini apa, Mbak?
Berapa?
Milenial
92.
Oh, masih milenial ya? Masih milenial
berarti, ya?
Ya, agak-agak mirip. Enggak apa-apa.
Monggo silakan Pak Zaki pertanyaannya.
Terima kasih waktunya. Terima kasih
Bapak Ketut Buana. Materinya cukup
menarik sekali. Ee ini ada beberapa
pertanyaan, Pak yang ingin saya
tanyakan. Yang pertama terkait dengan
reformasi budaya, perubahan budaya ee
lintas generasi.
Langkah kolaboratif seperti apa, Pak,
yang harus kita lakukan ee menghadapi ee
perubahan budaya ini? karena budaya
kerja di era pimpinan kami dengan era
kami dan juga di era ee Genzet ini
sangat berbeda sehingga kami yang ada di
tengah-tengah ini, Pak ee langkah
kelabar itu seperti apa sehingga kita
tidak ee semena-mena dalam ee melakukan
budaya kerja yang ada di kantor kami.
seperti itu, Bapak.
Nggih, mungkin cukup itu
dulu,
Bapak.
Oke. Ee, Mbak, saya langsung jawab atau
Iya, langsung dijawab aja, Pak.
Oke. Baik, terima kasih Mas Saki. Ini
menarik pertanyaannya dan memang ee
boleh dibilang saya pun pernah
mengalaminya gitu ya. Bagaimana ketika
saya bergabung menjadi seorang ASN di ee
Desember 2008 gitu ya. Eh kemudian saya
berhadapan pada waktu itu kan sebagian
besar atasan-atasan kita masih Bomers
gitu ya. Sehingga ee kita pun perlu
penyesuaian. Mungkin di awal itu kita ee
dihadapkan pada birokrasi yang mungkin
bilang sangat kaku gitu ya, sangat kaku.
Kemudian bagaimana kita juga hierarkinya
juga sangat jelas dan tegas gitu ya. Dan
belakangan ee berpengal apa berdasarkan
pengalaman itu ternyata memang ee
larinya kurang bisa kencang gitu ya,
kurang bisa ajile gitu ya. sehingga yang
kita lakukan adalah berdasarkan
pengalaman itu ya kemudian saya
bercermin oh berarti kalau cara seperti
ini tidak akan efektif dengan kondisi
yang sekarang gitu ya. Maka langkah yang
kita lakukan, pengalaman saya waktu itu
sebagai bawahan adalah pertama tentu
kita menganggap atau menyampaikan bahwa
kemudian Bapak-bapak itu kan tanda kutip
ingin ee apa namanya ditempatkan sebagai
benar-benar sebagai atasan gitu ya,
sebagai secara hierarki gitu ya. Maka
yang saya lakukan adalah pertama tentu
dengan ee apa namanya menempatkan diri
sebagai bawahan dalam konteks bahwa apa
kita minimal minta izin dulu gitu ya,
Pak. Kalau sudah seperti ini bagaimana?
Setelah kita masuk ke sana, sudah masuk
ke chemistrinya beliau, sudah
mendapatkan kepercayaannya beliau, baru
kita rubah caranya dengan cara kita.
Pelan-pelan ya, Mas ya. Jadi kita
sampaikan, "Pak, kalau kita lakukan
seperti ini gitu ya." Jadi jangan jangan
di depannya beliau-beliau itu jangan
langsung bilang, "Pak, kita harus
seperti ini." Kayak gitu ya. Ini kalau
tidak seperti ini akan seperti ini. Ah,
beliau biasanya kurang bisa menerima
kalau generasi yang lama digituin. Tapi
strategi saya adalah, "Pak, strategi ini
sudah cukup bagus. Bagaimana kalau
strateginya kita rubah seperti ini?
Caranya seperti ini. Kemudian ee kita
akan menghasilkan seperti ini. Dan untuk
uji cobanya kita coba dulu ya, Pak. Nah,
kita tunjukkan dengan bukti, Mas.
Nah, tunjukkan dengan bukti. Kemudian
ternyata setelah dilihat efektivitasnya
maka kepercayaan lain akan diberikan Mas
dan pada saat itulah kita akan diberikan
keleluasaan. Itu dalam konteks sebagai
bawahan. Tapi dalam konteks sebagai
atasan, nah ini karena saya juga di dua
tempat ini ee pernah mengalaminya gitu
ya, Mas ya. Di konteks sebagai atasan
ketika berhadapan sama teman-teman yang
notab ini adalah teman-teman genset dan
termasuk juga ee sebagian milenial gitu
ya. Dan mungkin sekarang yang terbaru
lagi sudah yang generasi terbaru pun
sudah bergabung gitu ya. Maka saya
sebagai atasan tidak menempatkan diri
secara hierarkis. Minimal dalam
dialog-dialog pun kita lebih banyak
menyampaikan bahasa-bahasa yang lebih
lebih kolaboratif gitu ya. Dan saya pun
selalu menempatkan yang tiga kata yang
saya sebut sebagai three magic words
gitu ya. Bagaimana kita menyampaikan
dengan bukan bahasa perintah tetapi
tolong, maaf dan terima kasih. Nah, itu
mungkin semua orang juga pasti ee akan
luluh dengan tiga kata kunci itu gitu
ya. Tetapi di sisi yang lain rupanya
teman-teman Jenset seperti yang
disampaikan di pengantar tadi banyak
rupanya mereka itu punya
pemikiran-pemikiran yang wah gitu ya.
Dan di sisi yang lain kita sebagai
atasnya juga harus memahami bahwa
sekarang zaman sudah berubah, generasi
mereka masuk semuanya. Kalau kita
paksakan dengan cara-cara lama maka yang
terjadi kemudian itu adalah gap tadi gap
antar generasi itu akan menjadi
penghambat gitu ya. Maka yang saya
lakukan ya termasuk juga pengalaman saya
itu bagaimana kita menempatkan mereka
tuh seperti seorang begawan.
Mohon maaf ini di kepanitiaan pun kita
tempatkan para Kabit dulu gitu ya. Waktu
saya dulu masih eslon 4 di situ saya di
dalam sebuah tim RB atau tim seti waktu
itu saya tidak menjadikan beliau itu
sebagai ketua pokja kan berpengalaman
kalau beliau jadi ketua pokja maka tanda
kutip akan apa larinya kurang kencang.
Makanya caranya adalah menjadikan beliau
sebagai pengarah. Nah, dengan jadi
pengarah kan berarti secara tidak
langsung peran-peran vital itu
sebetulnya ketua pokja yang sebetulnya
nota ini adalah seusia kita gitu. Tapi
mereka juga masih punya peran gitu ya.
Peran apa? Peran mengarahan gitu. Tapi
dalam eksekusinya tetap kita yang
bergerak cepat gitu ya. Tapi sebagai
atasan di konteks tadi bahwa kita yang
pertama sebagai atasan, jadilah seorang
penggerak dan pemberdaya tadi atau
pendamping tadi. Pendamping, penggerak,
dan pemberdaya sebagai konteks atas
saja. Maka sebagai bawahan, sebagai
follower di konteks yang tadi karena
kalau misalnya masih berhadapan dengan
generasi yang lama tadi kita hargai
mereka di konteks tetap diakui
eksistensinya tetapi cara-caranya sudah
bisa disesuaikan dan berikan mereka
bukti Mas Kalau mereka bukti bahwa kita
itu menghasilkan suatu yang kinerja yang
ee bisa kita dengan terukur dan bagus,
maka kepercayaan akan diberikan seperti
itu. Mungkin itu secara umum, Mas. ee
berdasarkan pengalaman ya, berdasarkan
pengalaman yang sudah ee kami terapkan
selama ini. Oke, mudah-mudahan menjawab
Masaki.
Iya, Bapak. Terima kasih banyak. Sangat
jelas sekali Bapak langkah-langkahnya.
Masih.
Terima kasih, Pak Zaki atas
pertanyaannya.
Pak Ketut, kalau satu penanya lagi boleh
ya?
Oke. Baik. Coba kita cek siapa yang
sudah raise hand di Zoom meeting.
Nah, ini Gen yang sudah bergabung nih
pasti kalau dari wajahnya nih ya. Coba
kita sapa dulu. Asalamualaikum.
Waalaikumsalam.
Dengan Mbak siapa?
Dengan saya. Nama saya Putri Eki.
Oke. Mbak Putri Darsi mana, Mbak?
Saya kebetulan temannya Mas Zaki. Saya
dari UPT PPP Tamperan Pacitan, Jawa
Timur.
Oke. Benar Genzi ya?
Eh, meet saya milenial mepet Genzi. Saya
96, Bu.
Waduh, enggak kelihatan ini kayaknya ee
baby face soalnya ya.
Iya, alhamdulillah. Terima kasih.
Oke. Barangkali memiliki kendala apa nih
kalau di pekerjaan atau punya pertanyaan
apa yang ingin ditanyakan kepada Pak
Ketut?
Eh, baik. Ee mohon izin, Bu. Mohon izin,
Pak Ketut. Terima kasih waktu dan
kesempatannya. ini kebetulan bahasanya
memang sangat menarik ya terkait ee
Genzi bekerja di era disrupsi. Ee nah eh
salah satu karakteristik Genzi yang saya
cukup soroti adalah keberanian mereka
untuk berani resign dari pekerjaan
ketika dirasa pekerjaan atau
lingkungannya itu e tidak support mental
health-nya, Pak. Karena Genzi ini kan
generasi yang cukup terpapar, sosial
media cukup kencang ya. Jadi banyak
mendapat informasi ee punya awareness
yang cukup tinggi terkait kesehatan
mental. Jadi kalau misalnya lingkungan
kerja atau teman-temannya atau mungkin
atasannya atau sistem kerjanya itu
sekiranya bertolak belakang dengan ee
nuraninya dia sehingga dia merasa stres
atau burn out, mereka ini tipikal yang
tidak ragu untuk resign. Nah, berbeda
dengan mungkin generasi kita dan sebelum
kita yang lebih memilih untuk bertahan
aja lah gitu dan loyal gitu. Genzy ini
tipe yang gampang banget ee keluar terus
masuk lagi. Apalagi kan mereka banyak
bekerja di startup ya dan kalau startup
dengan instansi kan berbeda jauh. Nah,
ee sebenarnya saya mau bertanya
bagaimana instansi dan eh HR atau human
capital menyapi fenomena ini? Karena
kalau kita bicara instansi cukup rugi
juga ya, Pak ya. Karena untuk rekrut ASN
itu kan tentu modalnya tidak sedikit dan
kalau misalnya yang sudah direkrut itu
gampang resign, turnover-nya tinggi ee
itu kan ada kerugian-kerugian di
belakang ya. Ee demikian Pak Ketut.
Terima kasih.
Baik terima kasih. Ini pertanyaan
menarik dan ini memang fenomena nyata,
Mbak. fenomena nyata yang memang Bapak,
Ibu, teman-teman sendiri mungkin bisa
melihat ya bagaimana ee data statistik
yang ada mungkin dari berita-berita yang
ada mungkin beritanya yang viral itu ASN
ee ramai-ramai mengundurkan diri gitu
ya. Bahkan CAS ee CASN yang sudah
diumumkan lulus gitu ya, tapi memilih
tidak mengisi DRH gitu ya dan seterusnya
gitu ya. Ee e apa namanya ee saya perlu
sampaikan bahwa sebagian besar memang
itu terjadi ee setelah kami coba
analitis datanya gitu ya. ee telusuri
datanya. Rupanya itu adalah teman-teman
yang memang hasil optimalisasi. Jadi
hasil optimalisasi itu biasanya
katakanlah tidak ee lulus pada tempat
yang dia lamar gitu ya Mbak ya.
Katakanlah melamarnya di ee Jawa Timur
gitu ya. Tetapi karena Jawa Timurnya
formasinya penuh maka untuk mengisi
kekosongan di daerah lain katakanlah di
Kalimantan di pada instansi yang sama
kemudian di ee lulus yang bersangkutan
di sana atau diberikan kelulusan di
sana. tetapi yang bersangkutan karena
seperti tadi pertimbangan jarak,
pertimbangan ya seperti tadi ya salah
satu mental health nanti akan sulit
dapat hiburan misalnya di situ sehingga
mereka tidak memutuskan untuk mengisi
DRH dan seterusnya. Nah, itu ya bagi
yang calon. Tetapi bagi yang sudah
menjadi seorang ASN, nah ini saya sempat
membaca sebuah literatur gitu ya,
beberapa artikel yang menyoroti yang
disebut sebagai fenomena infant
attraction. Jadi, eh kontraksi bayi gitu
ya. bagaimana seorang ee anak yang
usianya baru ee apa ee mungkin
kandungannya baru 6 bulan tetapi
bagaimana bayi meronta-ronta di dalam
gitu ya sehingga karena mereka merasa
tidak nyaman dan seterusnya akhirnya
memutuskan untuk burn out gitu ya
sehingga mereka ee memutuskan untuk
resign dari pekerjaannya dan memang ee
itu pun terjadi gitu ya, itu pun
terjadi. Nah, bagaimana caranya instansi
ee dalam konteks ini untuk menyikapi hal
tersebut? Maka kalau dalam benak saya,
kita itu harus menciptakan sebuah ee
penyesuaian-penyesuaian gitu ya.
Penyespesaiannya seperti apa? Misalnya
gaya kepemimpinan itu yang menjadi kunci
gitu ya, bagaimana kita menciptakan
sebuah ekosistem baik dari sisi gaya
kepemimpinannya, lingkungan kerjanya,
bahkan medianya Mbak gitu ya. Makanya
kami di kebetulan saya pengalaman di
Kandek 10 ini baru saya kebetulan
promosi ke pusat gitu ya per tanggal 11
Juli kemarin. Sebelumnya di Kandek 10
itu saya banyak melakukan improve dengan
melibatkan teman-teman yang yenset ini
gitu ya. Bagaimana saya menciptakan
sebuah ruang kolaboratif sehingga mereka
itu bisa bercerita kemudian dengan ee
lakukan dialog kinerja yang lebih inten
gitu ya. Jadi saya sebagai atasan hampir
tiap saat itu menerima curhatan mereka
gitu ya. Bahkan ee Pak saya seperti ini
seperti ini bagaimana dan seterusnya. di
situlah kita hadir untuk memberikan
solusi gitu ya. Kira-kira seperti ini
mereka ingin didengar aja sudah senang
Pak sebetulnya apalagi syukur-syukur
diberikan solusi gitu ya. Nah, fenomena
mereka ee sampai keluar itu rata-rata
karena mereka buntu, Mbak. Tidak ada
tempat bercerita. Untuk itu maka
instansi perlu yang namanya semacam
membentuk sebuah lembaga konseling atau
apa bentuknya. Kalau saya di ee BKN ee
ataupun di BKN pusat di HRD kami pun
atau di Biro SDM kami pun sudah
menyiapkan yang namanya semacam layanan
konseling bagi pegawainya gitu ya.
Ketika mereka ada sebuah permasalahan
yang jadi gaya kepemimpinannya,
suasananya, kemudian yang berikutnya
medianya, Pak. Jadi karena genset ini
kan full teknologi gitu ya, maka saya
juga melakukan terobosan waktu itu
sebagai seorang sebagai anggaplah
representasi organisasi gitu ya. Maka
saya siapkan yang namanya coworking
space. Mungkin kalau cara-cara lama
bekerja kan mereka bekerja ee apa
namanya di meja sangat kaku gitu ya
sehingga mungkin mereka menjadi kurang
menyenangkan. Kemudian saya buatkanlah
sebuah media bagaimana media itu menjadi
ee media kebersamaan kita bisa bertukar
cerita, berdiskusi secara santai dan
seterusnya tapi output-nya jadi gitu ya.
Nah, berikutnya saya ciptakan sebuah
kantor virtual Pak. Jadi bekantor
virtual ini sebagai sebuah media juga
supaya teman-teman dari sisi punya apa
namanya eh internet ofting-nya tadi atau
bagaimana mereka memiliki ee passion
pemanfaat teknologi informasi yang lebih
aktif pun kita siapkan medianya di situ
gitu ya sehingga mereka juga bisa masuk
di sana. Dan yang terakhir ee saya
membiasakan diri yang memberi namanya
sebagai sebuah rekognis penghargaan
pengakuan. Karena sejatinya mungkin
kekecewaan itu muncul karena mereka
merasa tidak dihargai. Organisasi perlu
menciptakan sebuah mekanisme rekognisi,
Mbak. Gitu ya. Jadi saya terbiasa tuh
memberikan penghargaan hari ini karena
instansi yang dia bina mendapatkan
prestasi dan tentu prestasi tersebut
juga ada kontribusi daripada si pegawai
timnya kita, maka tim kita ini berikan
penghargaan, Pak. Gitu ya. ya
penghargaannya kan murah, enggak perlu
belanja biaya banyak, cukup aja
sertifikat digital diberikan penghargaan
ini sebagai apa namanya tim pendamping
terbaik gitu misalnya. Itu mereka akan
merasa dihargai gitu ya. Nah, itu
beberapa cara yang memang secara praktis
memang saya lakukan. Tapi prinsipnya
tadi gaya kepemimpinan mesti berubah,
lingkungan mesti kita sesuaikan,
kemudian berikutnya lagi yang tidak
kalah pentingnya adalah bagaimana kita
memberikan rekognisi gitu ya. Sebuah
penghargaan kepada mereka atas
prestasi-prestasi dan kontribusi nyata
mereka dalam bekerja. Dan terakhir yang
tadi yang terakhir ya memberi ruang
untuk konseling gitu ya. Atasan itu
harus ee menyiapkan waktunya untuk
berdialog dengan mereka. Bukan hanya di
cekoki dengan perintah-perintah dan
seterusnya, tapi dengarkan juga apa yang
menjadi aspirasi mereka gitu. Oke, saya
rasa demikian, Pak. Terima kasih.
Mudah-mudahan menjawab atau ada
feedback, Pak. Silakan.
Aduh, sebentar. Sepertinya di-mute.
Boleh, teman-teman kW boleh di-unmute
dulu.
Sebentar, Mbak Putri suaranya masih
belum terdengar.
Bagaimana?
Oke. Eh, terima kasih Pak Ketut untuk
feedback-nya. Ee secara garis besar yang
saya tangkap dari penjelasan Bapak ada
terkait langkah-langkah preventifnya ya
yang mengkondisikan supaya jangan sampai
si Genzi ini buntu resign. Tapi Pak,
kalau keadaannya sudah mentok nih dan
sudah resign nih, ee itu kalau dari
instansi biasanya susah enggak sih
mekanismenya atau ee ya udahlah dikasih
aja gitu dan dibiarkan nanti posisinya
kosong harus nunggu rekrutmen
berikutnya. Terima kasih.
Oke, bagaimana nih Pak Ketut Kolo?
Iya. Nah, ini fenomenanya kalau sudah
buntu banget gitu ya, ini posisinya
sudah sampai ke sudah keluar SK
pemberhentian itu tidak boleh diaktifkan
lagi. Itu pasti, Mbak ya. Tapi
katakanlah yang bersangkutan ini
posisinya baru mengajukan. Kemudian kita
bisa berikan penjelasan. Ini kasus nyata
nih, Mbak. Saya ada dua orang teman yang
tanda kutip berhasil saya cegah untuk
berhenti
gitu ya. Dengan cara apa? Dengan cara
tadi mencarikan media, mencari menjadi
seorang mediator atasannya gitu ya. apa
yang menjadi kebutuhan yang bersangkutan
dan apa yang bisa disiapkan oleh
organisasi. Saya coba lakukan mediasi
dan ternyata cukup efektif. Dengan cara
apa? Dengan cara meyakinkan bahwa ee
tadi kembali lagi ke teori Perry and
Wise, pendekatan saya ke sana bahwa
yakinkan yang bersangkutan bahwa Anda
ini bergabung menjadi seorang ASN bukan
sekedar ee apa namanya mendapatkan
penghasilan gitu ya, tetapi ini adalah
media ladang pahala bagi teman-teman
untuk memberikan kontribusi nyata gitu
ya. kontribusi nyata bukan hanya kepada
diri sendiri tapi kepada orang lain dan
masyarakat. Di sisi situ saya sentuh.
Kemudian yang kedua saya sampaikan juga
bahwa ke depan ya ke depan ini akan
perubahan budaya itu akan semakin masif.
Mungkin situasi saat ini tidak nyaman
gitu ya. Makanya tadi kata Pak Kepala
kan ee di slide awal yang saya sebutkan
itu untuk perubahan itu memang sesuatu
yang tidak nyaman gitu ya. Boleh
dibilang itu kita harus membiasakan diri
dengan ketidaknyamanan tadi gitu ya.
Harus berdamai dengan ketidaknyamanan
gitu ya. Karena jalan menuju sukses
memang bermulai dari ketidaknyamanan.
Kalau kita terus di zona nyaman, di
comfort zone, maka sampai kapanp kita
tidak akan bergerak gitu ya. Tidak akan
ada kesuksesan mungkin akan semakin
lambat gitu ya. Tapi mungkin itu ya saya
janjikan dalam konteks tadi atau saya
sampaikan bahwa situasi akan terus
berubah dan seterusnya dan generasi
mereka mungkin yang membuat Anda tidak
nyaman pun suatu saat sebentar lagi
mungkin ya kalau kita lihat hitungan kan
jelas masa pensiunnya Pak katakanlah
sekarang usianya sudah 58 ya tunggu 2
tahun lagi yang bersangkutan pensiun kan
sudah generasi yang baru lagi yang akan
mengisi gitu ya biasanya begitu tapi
pendekatan-pendekatan yang lebih efektif
seperti tadi saya menggali dari motivasi
dirinya bahwa ketika Anda bertahan di
ASN seperti ini dan seterusnya, maka
Anda memiliki kesempatan yang besar dan
luas untuk bisa menjadi ee seorang
pelayan publik dengan memberikan manfaat
yang lebih luas kepada ee orang banyak
gitu ya. Kemudian satu lagi saya lupa
tadi menyampaikan cara saya untuk
membangun mental health gitu ya. Saya
biasa ee mengajak teman-teman itu untuk
ee refreshing gitu ya. Jadi tidak kerja
kerja kerja Mbak. Saya terbiasa dalam 1
tahun itu minimal tiga kali melakukan
outing gitu ya dengan dengan teman-teman
tim saya gitu ya. ee baik itu yang di ee
mungkin ya kalau enggak gunung ke
pantai, kalau di Bali kan banyak
pilihannya gitu ya. Jadi itu salah satu
cara untuk membangun chemistry dan ee
tim yang semakin solid gitu ya. Dan
berikutnya saya biasanya menyarankan
bagi teman-teman yang belum pernah
mengambil cuti, saya sarankan untuk cuti
ya gitu ya. Kalau misalnya ini ee Anda
ini kok enggak pernah cuti gitu ya,
apakah ee apa namanya? Anda ingin
mendapatkan semacam inilah sesekali
refresh lah segala macam. Nah, itu
biasanya saya lebih sarankan ke sana.
Kalau misalnya teman-teman ee mau untuk
ee membutuhkan itu gitu ya, sehingga
mereka juga bisa ee lebih segar dalam
bekerja. Mungkin itu Mbak sedikit
tambahan informasi. Makasih.
Oke, makasih.
Terima kasih Mbak Putri atas
pertanyaannya.
Terima kasih juga Pak Ketut sudah
menjawab pertanyaan dari dua sobat TS
yang bergabung di sini. Terima kasih
juga sudah sharing ilmunya bersama
dengan kami semua. Semoga ilmu yang
dibagikan oleh Pak Ketut ini bermanfaat
untuk kami semua. Terima kasih banyak
sekali lagi Pak Ketut.
Sampai jumpa di lain waktu. Sehat
selalu, Bapak.
Sehat selalu. Mohon maaf jika ada yang
kurang berkenan dalam penyampaian saya.
Semoga bermanfaat ee dan kegiatan ini
semakin sukses ke depannya. Terima
kasih, Mbak.
Amin. Amin. Terima kasih, Bapak.
Asalamualaikum.
Baik, sahabat TSN. Baru satu materi ya
yang kita dengarkan dan luar biasa animo
dari Sobat TSN yang ingin bertanya ini
begitu banyak. Sabar masih ada dua sesi
tanya jawab lagi bersama dua narasumber.
Jadi jangan beranjak ke mana-mana tetap
bersama kami di ASN belajar seri 28
tahun 2025.
[Musik]
He.
[Musik]
Terima kasih sobat ASN masih setia
bersama dengan kami di ASN Belajar seri
28 tahun 2025. Dan di SE kali ini kita
akan mendengarkan materi dari narasumber
kita yang kedua. Narasumber kita yang
kedua ini adalah salah seorang Genzi ya
yang bergabung dengan Pemerintah
Kabupaten Mamuju Tengah sejak tahun
2020.
Fokusnya memang di riset dan inovasi
daerah ya, tapi ee beliau ini memiliki
ketertarikan di pengembangan pariwisata,
terutama ekotourism, dan pemberdayaan
pendidikan. Kalau ngomong soal public
speaking, wah udah pasti jagonya siapa
kira-kira? Iya benar sekali. Tebakan
dari Sobat ASN. Kita sambut bersama. Ini
dia Putri Indonesia Sulawesi Barat 2025
sekaligus analis perencanaan strategis
BAPERIDA Kabupaten Mamuju Tengah Suruh
Wesi Barat.
Asalamualaikum.
Waduh, sebentar. Suara merdunya masih
belum terdengar. Mbak Dinda ini Mbak
Adinda Putri Pawan STRI, Sobat SN.
Cantik sekali ya. Tapi kalau cantik
wajahnya bisa terlihat suaranya yang
merdu masih belum. Teman-teman kru boleh
minta tolong di-unmute. Sudah
cek.
Oke, coba kita tes dulu.
Selamat pagi, Mbak Dinda.
Selamat pagi, Mbak Nisa. Waduh, Winda
senang sekali bisa menyapa secara
langsung ya. Walaupun berjauhan enggak
apa-apa online dulu barangkali nanti
ketemu langsung. Mbak Dina, bagaimana
kabarnya hari ini?
Alhamdulillah sehat, Mbak.
Alhamdulillah sudah siap ya sharing ilmu
ke sobat ASN semua?
Siap, Mbak.
Oke, tapi sebelum kita memasuki materi
yang akan disampaikan oleh Mbadinda, ada
satu pertanyaan yang ee saya cukup
tertarik. Karena Mbak Dinda ini kan
bergabung di Pemerintah Kabupaten Memuju
Tengah dari 2020 ya?
2022 Mbak.
Oh 2022.
Oke. 2022. Kemudian ee mengikuti ajang
pemilihan Putri Indonesia di tahun 2025
dan akhirnya menjadi top 16. Nah, ini
bagaimana nih dukungan dari ee instansi
setempat?
Ee baik, saya cerita sedikit ya, Mbak.
He.
Jadi, kebetulan ee kaban saya sebelumnya
itu merupakan ee seorang duta wisata
karena ee kaban saya itu perempuan,
Mbak. Jadi memang ee beliau itu sangat
men-support ee pegawai-pegawai atau anak
muda di daerah untuk mengembangkan
potensi dirinya. Jadi, ketika beliau
mendengar saya ingin mengikuti ajang
Putri Indonesia, beliau sangat support.
akan ee tidak hanya support secara
pribadi, tapi ada support secara
finansial seperti itu, Mbak.
Wah, ini sosok pemimpin idaman. Semoga
bisa ditiru oleh pemimpin-pemimpin
lainnya. Amin. Luar biasa. Dan memang
hasilnya adalah top 16. Ini pulang pasti
disambut apresiasinya luar biasa dong,
ya.
Benar, Pak. Alhamdulillah.
Alhamdulillah. Baik. Nah, ini adalah
salah satu contoh ASN Genzi ini yang ee
bisa dibilang prestasinya luar biasa ya.
Boleh dong nanti ee dibagikan e
kiat-kiatnya juga ke sobat ASN semua
barangkali bisa meniru apa yang
dilakukan oleh Mbak Dinda. Oke, Mbak
Dinda nanti untuk penyampaian materinya
kami berikan waktu 30 menit. Kemudian
untuk tanya jawab akan ada sesinya
tersendiri. Jadi, Sobat ASN yang ingin
bertanya silakan tuliskan dulu
pertanyaannya. Nanti yang bergabung
lewat Zoom meeting boleh menggunakan
fature rais hand. Yang bergabung lewat
YouTube channel BPSDM Jatim TV silakan
tuliskan pertanyaannya melalui kolom
live chat. Jadi tidak perlu berlama-lama
lagi kita dengarkan materi yang akan
disampaikan oleh Mbak Dinda. Silakan.
Baik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita
semua dan om swastiastu.
Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih
banyak atas undangan yang diberikan
kepada saya oleh BPSDM Jawa Timur karena
ini merupakan suatu kehormatan bagi saya
telah diundang oleh platform nasional
yang cukup inspiratif di kalangan ASN.
Dan saya menyapa yang kita hormati Bapak
Kepala BPSDM Jawa Timur Bapak Dr.
Ramliant SPMP. Kemudian Kepala BKN yang
dalam hal ini diwakili oleh Bapak
Direktur Pengelolaan Data dan Penyajian
Informasi ASN Bapak Dr. Iketut Buana,
S., M.Si., AKCA. Dan Bapak Wakil Menteri
Dalam Negeri yang sama-sama kita hormati
dan kita banggakan, Bapak Dr. Bima Arya
Sugiarto, S.P., MA.
Baik, Bapak, Ibu sekalian ASN di mana
pun berada. Pada kesempatan kali ini
saya ingin menyampaikan sebuah materi
sesuai dengan judul dan tema kita hari
ini yaitu tumbuh tangguh di era
disrupsi.
Baik, bisa di-nex.
Baik Bapak Ibu, sedikit bercerita saya
merupakan seorang ASN yang berada dan
bekerja di Pemerintah Kabupaten Mamuju
Tengah yang merupakan salah satu
kabupaten termuda di Provinsi Sulawesi
Barat. Next.
Jadi, Bapak, Ibu sedikit
menginformasikan bahwa Kabupaten Mamuju
Tengah ini merupakan kabupaten yang
dimekarkan
ee dari Kabupaten Mamuju pada tahun
2013. Ee dan saat ini Kabupaten Mamuju
Tengah masih dalam tahap pembangunan dan
pengembangan. Namun di tengah
keterbatasan
akses serta infrastruktur yang ada di
Kabupaten Mamuju Tengah ini tidak
menjadikan para ASN yang berada di
Kabupaten Memuju Tengah itu terhambat
atau terbatas oleh fasilitas apapun.
Karena dari dukungan oleh pemerintah itu
sendiri dan atasan serta pimpinan kami,
kami juga dapat mengembangkan diri
sesuai dengan ee kelebihan atau
keterampilan ee kita masing-masing.
Baik, bisa dilanjut.
Next.
Baik, saat ini kita sedang berada di era
destruksi yang mana pada era ini kita
dituntut untuk ee mampu menyelaraskan
perubahan-perubahan yang ada di
masyarakat baik di bidang teknologi,
informasi dan
ee
kecepatan pembangunan seperti itu.
Selain masyarakat yang dituntut untuk
menyesuaikan pengembangan-pengembangan
dan kemajuan teknologi kita ASN
khususnya GenZ juga dituntut untuk mampu
ee
lebih adaptif, solutif, dan bekerja
lebih maksimal ee dibandingkan
era-umnya.
Next.
Nah, baik. Tantangan kita Genz saat ini
yaitu digitalisasi yang sangat cepat
seperti contohnya.
Baik,
maaf apakah suara saya kedengaran, Kak?
Terdengar. Terdengar.
Oh,
baik. Ee di sini ketentangan kita
sebagai generasi generasi Z yang pertama
yaitu digitalisasi yang sangat cepat.
Seperti contohnya pembuatan surat, kita
tidak lagi membuat surat secara manual,
tetapi sudah ada sistem yang kita
gunakan untuk menyurat. Ya, saya sebut
saja namanya Srikandi yang saat ini
sudah digunakan oleh
pemerintah-pemerintah daerah untuk
membuat surat secara digital. Kemudian
ketidakpastian global di mana
tidak meratanya juga informasi yang
kadang ee masih ada hoaks-hoaks yang
kita temukan. Kemudian adalah kultur
birokrasi lama versus gaya kerja modern.
Jadi tadi sempat disampaikan oleh Bapak
Direktur BKN bahwa memang ada bentrok
antara kultur birokrasi yang lama dengan
gaya kerja yang modern. Di mana kadang
ada
antara gaya pemikiran pimpinan serta
kita bawahan yang ee Genzet.
Kemudian ada tekanan publik lewat media
sosial. Jadi kemarin Kabupaten Tengah
juga sempat mendapatkan tekanan dari
publik atau masyarakat itu sendiri di
mana apapun pekerjaan kita harus ada
transparansi. Sedangkan tidak semua
informasi yang ee dilakukan oleh
pemerintah itu dapat disebarlaskan.
Kemudian dampaknya
kita harus siap belajar teknologi baru
secara terus-menerus. Kemudian menuntut
kreativitas
di mana kita seorang ASN apalagi Genz
itu memang sangat tinggi ya daya
kreativitasnya. Jadi e saya harap
teman-teman Genzet di sini juga mampu ee
memberikan pemahaman kepada
generasi-generasi lain untuk
meningkatkan kreativitasnya.
Kemudian dampak selanjutnya yaitu perlu
membangun jembatan komunikasi lintas
generasi. Tadi juga sudah disampaikan
oleh Bapak Direktur bagaimana ee kita
antar lintas generasi itu harus saling
memahami
ee pola-pola pemikiran yang berbeda.
Jadi memang pentingnya e suatu
komunikasi itu agar apapun yang
dilakukan dapat ee memberikan hasil yang
terbaik. Kemudian harus profesional,
cerdas,
cerdas bermedia dan berintegritas.
Seperti yang kita ketahui bahwa
teknologi saat ini memang sudah
berkembang sangat cepat apalagi dalam
bermedia. Apapun yang kita lakukan,
apapun yang kita bicarakan itu sangat
mudah disebar di media sosial. Jadi
memang harus ada profesionalitas baik
dari tutur kata, perlakuan agar kita
sebagai ASS tidak disoroti secara
negatif.
Baik, next.
Nah, kemudian ee ini ada beberapa tips
dan trik untuk menjadi ASN yang tangguh.
seperti yang saya jelaskan tadi bahwa
kita memang harus lebih adaptif terhadap
suatu teknologi di mana sekarang kita
sudah sangat jarang menemui proses ee
kinerja pemerintahan yang menggunakan
cara-cara manual. sekarang serba
praktis, serba menggunakan teknologi.
Jadi memang kita dituntut untuk ee paham
dan cepat belajar mengenai
teknologi-teknologi yang ada. Dan ini
tidak dituntut hanya untuk generasi Z,
tetapi bagaimana seluruh generasi ASN
saat ini mampu memanfaatkan teknologi
yang ada. kemudian aktif berkontribusi
bukan hanya menunggu perita. Jadi
terkadang ee saya paham betul bahwa
Genset itu kadang lebih suka ee menunggu
perintah daripada inisiatif. Jadi
mungkin teman-teman saya saya di sini
menginformasikan bahwa
untuk menjadi seorang ASN yang
bertanggung jawab kita itu harus ee
aktif berkontribusi. Kita harus memahami
apa saja sih tupoki kita di bidang kita
ee dan bagaimana kita berkontribusi
secara aktif dengan jabatan atau tugas
yang kita miliki.
kemudian ee berintegritas dan cerdas
bermedia.
Jadi saat ini memang media sosial sangat
gencar-gencarnya digunakan dan ee dan
berintegritas. Maksudnya adalah di mana
ketika apa yang kita sampaikan di sosial
media kita selaras dengan apa yang kita
lakukan ee di kehidupan nyata. Jadi
kadang
se kita berkar-kar di media di media
sosial, namun pada kenyataannya tidak
melaksanakan ee apa yang telah
disampaikan di sosial media itu namanya
kurang berintegritas.
Kemudian kolaboratif dan
inklusif. Jadi memang ee
pembangunan suatu daerah itu tidak dapat
kita capai secara maksimal kalau masih
kurangnya kolaborasi antar pemangku
kepentingan. Begitu juga dengan para
generasi. Jadi memang diperlukan
kolaborasi antar generasi agar tercipta
suatu pembangunan yang lebih baik.
karena adanya perbedaan pemikiran antara
antar generasi sehingga ketika kita
mampu berkolaborasi dengan baik, paham
dan mengerti setiap pemikiran dari antar
generasi dengan memberikan
masukan-masukan yang positif, mungkin
akan pembangunan yang berada di suatu
daerah akan lebih baik ke depannya.
Baik.
ee berdasarkan data BKN tahun 2023,
mungkin tadi teman-teman sudah melihat
data terupdate tahun 2025 bahwa memang
saat ini ASN itu masih
di
masih lebih tinggi generasi
Y-nya atau generasi milenial dibanding
dari Gen Z ya. Jadi memang pada saat ini
rata-rata
generasi yang menduduki jabatan sebagai
ASN itu kelahiran 1981 sampai 19
1996.
Sedangkan
Gen Z yang berada pada kelahiran 97
sampai 2017 itu masih sangat rendah.
Tetapi ketika kita melihat data yang
telah disampaikan oleh BKN tadi bahwa
memang tahun ini jumlah pelamar CPNS
tahun 2025 itu Genzet ee terus
meningkat. Namun
bisa next.
Oke. Ee di Mamuju Tengah itu selaras
dengan data BKN tadi memang ee gen Y
atau milenial itu masih lebih tinggi
dibanding Gen Z. Saya pikir ee ketika
kita mengerti dan memahami pola-pola
pikir dari Genzet, terkadang Genzet itu
memiliki pola pikir yang tidak ingin
terikat atau terlalu patuh pada aturan.
Jadi
seperti yang tadi disampaikan bahwa
banyak pelamar CPNS yang lebih memilih
untuk mengundurkan diri setelah ee
mengetahui
ee tugas dan tanggung jawab yang
diberikan.
Jadi saya pikir
baik,
next. Ee kemudian
untuk meningkatkan kualitas SDM-nya, apa
saja sih yang telah dilakukan oleh
pemerintah Mamuju Tengah?
Jadi yang pertama di Kabupaten Banku
Tengah juga itu memiliki bankom atau
bank kompetensi di mana ada inovasi yang
bernama Bangkong Creation di mana ini
menjadi wadah bagi para ASN yang ingin
mengikuti
ee
pelaksanaan diklat ee pegawai. Kemudian
ee pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah
memberikan beasiswa bagi ASN. Jadi,
pemerintah Mamuju Tengah mendukung
peningkatan kompetensi bagi para ASN
yang ingin melanjutkan studinya baik S2
maupun S3. Baik beasiswa dari pemerintah
daerah maupun dari beasiswa dari luar.
Kemudian memfasilitasi ujian kompetensi
untuk jabatan fungsional. Jadi ketika
kita ingin menduduki suatu jabatan
fungsional, pemerintah memuju tengah
melalui Badan Kepegawaian Daerah
memberikan fasilitasi untuk ujian
kompetensi. Kemudian pelaksanaan ASN
asesmen untuk ee pejabat yang ingin
menduduki jabatan yang lebih tinggi.
Kemudian memberikan kesempatan bagi ASN
untuk melakukan pengembangan diri dan
kompetensi. Ee pada
poin terakhir ee saya juga ee sedikit
bercerita bahwa pemerintah Kabupaten
Mamunjuk Tengah tidak membatasi ASN yang
ingin meningkatkan kompetensi dan
keterampilannya di luar dari ee
TUPOsinya sebagai ASN. Jadi, Teman-teman
di sini seperti yang saya ceritakan
sebelum memulai materi bahwa pimpinan
kami tidak membatasi dan memberikan
kesempatan bagi para ASN yang ingin
meningkatkan keterampilan dan
kompetensinya di luar dari Tupoksinya
sebagai ASN. Dan saya berharap ee kepada
Bapak Ibu selaku pimpinan yang join pada
Zoom kali ini juga memberikan kesempatan
bagi staf atau bawahannya untuk
meningkatkan kompetensi dan
keterampilannya.
Baik, next.
Nah,
sedikit strategi ee agen Z dalam
menghadapi era disrupsi.
Ketika kita berada di era disrupsi ini
memang kita sangat banyak dituntut untuk
mengikuti atau adaptif dalam ee
perubahan-perubahan yang ada di era
global ini. Namun ee dan beberapa
strategi yang juga saya gunakan untuk
meningkatkan
kompetensi saya menghadapi era disrupsi
ini. pertama yaitu mengenali diri dan
potensi kita. Jadi mungkin ada Bapak Ibu
yang sama seperti saya memiliki potensi
atau keterampilan di luar selain
daripada Tupoki sebagai ASN misalnya ada
yang atlet, ada yang juga suka melakukan
modeling dan lain sebagainya. Jadi kita
harus tahu potensi apa sih yang kita
miliki. Kemudian
setelah kita mengenali diri kita ee
sudah pasti kita tahu apa yang harus dan
apa yang mau kita lakukan.
Kemudian
membuat jadwal pekerjaan.
Jadi setelah ee kita memiliki keinginan
untuk mengikuti suatu kompetisi di luar
daripada topoksi kita sebagai ASN, kita
harus membuat jadwal atau perencanaan ee
pekerjaan.
Jadi ee sedikit bercerita karena saya
berada di bidang riset dan inovasi
daerah di mana pekerjaan kami itu
dimulai pada triwulan ketiga. Jadi saya
memanfaatkan
ee jadwal-jadwal atau periode triwulan
pertama dan periode triwulan kedua itu
untuk mengembangkan potensi ee diri
saya.
Di sinilah ee kemarin setelah saya
mengetahui bahwa saya memiliki bakat dan
kompetensi serta keterampilan di dunia
modeling dan saya berpikir bahwa
saya juga memiliki kesempatan untuk
mengikuti ajang putri Indonesia. Setelah
saya mengetahui apa potensi dan apa yang
saya inginkan,
saya membuat jadwal karena saya
mengetahui bahwa kesibukan saya di
kantor itu mulai pada triwulan ketiga,
maka saya memiliki waktu kosong pada
triwulan pertama dan triwulan kedua. Dan
hal itu saya manfaatkan untuk ee
mendaftar mengikuti
pemilihan Putri Indonesia. kemudian ee
mengikuti karantina yang dimulai pada
bulan 5 kemarin
dan setelah itu setelah saya mengikuti
ajang putri Indonesia saya kembali
bekerja sesuai dengan tupoksi saya pada
triwulaan ketiga ini.
dan ke
dan kemudian ee setelah itu
selanjutnya ee strategi memanfaatkan
kemajuan teknologi. Jadi setelah kita
mengetahui apa potensi diri kita, kita
membuat jadwal pekerjaan
ee selanjutnya kita memanfaatkan
kemajuan teknologi yang ada. bagaimana
kita membranding diri kita sehingga
kita mengetahui ee perkembangan dunia
dan informasi yang ada di luar sana.
Selanjutnya
yaitu kolaborasi dan komunikasi dan
kolaborasi dengan pimpinan. seperti yang
saya sampaikan tadi bahwa ee
apapun pekerjaan kita dan apapun
keinginan kita sebagai seorang bawahan
perlu memang dikomunikasikan
oleh pimpinan. Jadi pimpinan ee harus
paham bahwa kita sebagai seorang ASN pun
juga memiliki potensi di luar sana untuk
mengembangkan diri kita. Jadi perlunya
komunikasi
agar ee pekerjaan kita tidak terhambat.
Kemudian ee selanjutnya
mengutip kata dari Bapak BI Habibi. Kita
tidak boleh lelah dan kita tidak boleh
kalah.
Masa depan Indonesia anak muda harus
dituntun ke arah positif.
Jadi mengutip dari kata ini
saya ingin menyampaikan bahwa masa depan
Indonesia itu di tangan kita, di tangan
Gen yang saat ini masih menc kebanyakan
masih banyak yang mencari jati diri
karena
kita memang harus dituntun ke arah
positif dan memang perlunya dukungan
serta kolaborasi dari pimpinan
Jadi kita tidak boleh lelah, kita tidak
boleh kalah dengan era disrupsi ini
karena masa depan bangsa ada di tangan
kita.
Baik, sedikit ada pantun untuk menutup
presentasi saya kali ini. Mawar melati
indah di taman, indah di kembang, indah
lagi kembang selasi. Akhir kata saya
ucapkan cukup sekian dan terima kasih.
Terima kasih Mbak Dinda atas materi yang
sudah disampaikan.
Mohon berkenan ya Mbak ya untuk tetap
berada di sini karena kita akan
melanjutkan dengan sesi tanya jawab.
Silakan untuk Sobat ASN yang ingin
bertanya apabila Anda bergabung lewat
Zoom meeting bisa menggunakan fature
rais hand dan ternyata sudah ada yang
muncul di sini.
Selamat siang. Asalamualaikum.
Sebentar masih di-mute. Boleh di-unmute
dulu, Teman-teman. KR.
Selamat siang. Dengan Mbak siapa dan
dari instansi mana?
Selamat siang.
Perkenalkan saya Nit dari BKPSDM Jember,
Mbak.
Dengan Mbak siapa?
Ninit. N I N I.
Oh, Mbak Ninit. Oke, dari Jember.
Silakan, Mbak Ninit. Ada pertanyaan apa?
Dari Jember.
Eh, terima kasih. Ee, Mbak Dinda. Apa
kabar? Cantik sekali.
Alhamdulillah baik, Mbak.
Iya, Mbak Dinda ini geni ya?
Iya, Mbak. Saya kelahiran 99, Mbak.
Iya, Cak.
Oh, 99. Baik, Mbak Dinda. Ini kan
kebetulan ee di kantor kami ini banyak
sekali Genzi karena kan kemarin di tahun
4 ada rekrutmen
ee CSN. Nah, bisa enggak di-share kalau
Gensi lagi burn out misalkan lagi banyak
ee apa namanya? deadline kerjaan. Gimana
sih, Mbak, tip dan triknya menghadapi
burn out-nya di pekerjaan?
Makasih, Mbak Dinda.
Iya. Baik. Ee ini pertanyaannya juga
sempat saya rasakan ya, Pak. Jadi kadang
ee
sembari saya mengemban tugas sebagai
seorang SN, saya kan juga punya ee
tugas-tugas dari Putri Indonesia ya.
Contohnya saja seperti saat ini juga
saya lagi gencar-gencarnya menginput
data inovasi daerah karena saya lagi di
bidang riset dan inovasi daerah lagi
deadline seminggu lagi dan ada beberapa
tugas juga dari Putri Indonesia. Jadi
memang ee sebenarnya kalau dibilang burn
out itu tidak hanya gen ya, mungkin
semua orang juga ee punya permasalahan
seperti itu. Tetapi memang dari diri
kita lagi kembali bagaimana menetapkan
ee prioritas dan saya pikir tidak semua
apa ya tidak sepanjang hari itu kita ee
memiliki tugas. Jadi memang kita harus
mengambil jeda sedikit, Mbak. misalnya
deadline semuanya itu dalam minggu ini
harus selesai. Bisa kita ambil satu hari
buat yang benar-benar ee merilekskan
diri, benar-benar ee kita butuh waktu
untuk metime lah istilahnya gen sekarang
kan ee kita memang harus ee mengambil
jeda karena kalau kita paksakan pasti
bakal tidak maksimal pekerjaannya, Mbak.
Jadi saya pikir memang ee teman-teman
itu kalau sudah burnoutnya sudah pusing
dengan segala macam pekerjaan memang
kita harus mengambil jeda mungkin pergi
refreshing atau pergi atau untuk
beristirahat saja. Mungkin ee
teman-teman di sini kan ee lebih suka
begadang ya. Anak-anak Gensi itu lebih
suka begadang meskipun bukan pekerjaan
tetap begadang. Ee jadi itu sih, Mbak.
Ee paling kalau memang lagi burn out,
lagi pusing segala macam ee saya
sarankan ee meja baik liburan atau
mungkin sekedar tidur di kamar pun juga
boleh seperti itu. Dan ee tetapkan
pekerjaan prioritas.
Cari ee yang memang prioritas ya itu
dulu yang dikerjakan. Karena kan kadang
kita ee mau kerja nih semua langsung
bersamaan itu kan memang enggak bisa.
Jadi memang harus satu-satu cari yang
prioritas yang mana terus pelan-pelan
dikerjakan sama cari support sistem
seperti itu, Mbak.
Mungkin ada tanggapannya, Pak.
Bagaimana, Mbak Ninit? Ada tanggapan?
Ah, luar biasa.
Jadi mungkin nanti kami coba
implementasikan di tempat kami
saran-saran dan trik-triknya dari Mbak
Dinda.
Harus menetapkan prioritas dan kayaknya
butuh break ya, Mbak ya. Enggak bisa
diterus-teruskan. Oke,
terima kasih sharing-nya.
Terima kasih. Terima kasih, Mbak Ninit.
Waduh, ini nih ini ee contoh kepedulian
ya. dengan rekan-rekan yang ee memiliki
apa ya jalan buntu kayaknya ya. Karena
kalau kita kerja kerja kerja terus
ujung-ujungnya otak ini udah lelah
enggak bisa dipakai untuk berpikir lagi.
Tapi kalau misal sudah dikejar deadline
nai tapi ternyata kita menemukan e jalan
buntu. Ee Mbak Dida pernah ee mengalami
itu enggak?
Pernah sih, Mbak. Jadi kalau memang udah
deadline banget bahkan waktu untuk break
udah enggak ada, ee saya cari tempat di
mana e saya bisa menyelesaikan tugas
saya yang nyaman. Misalnya kan ee
kebanyakan Gensi itu kalau kerja tugas
di coffee shop ya. Jadi kita bisa ke
coffee shop atau mungkin ee sejenak
untuk ketemu orang kesayangan. Misalnya
nih ee banyak anak-anak rantau yang
mungkin ee gak bisa bertemu dengan
keluarganya, mungkin bisa fit atau
mungkin nyamperin orang tuanya biar ee
bertambah begitu support eh sistemnya.
Oke, karena memang ee sekarang kita ASN
ini sudah WFI ya, work from anywhere ya.
Jadi kalau misal sambil e nokrong ke
cofe shop gitu, sambil ngerjain tugas,
it's ok. Pokoknya tugas selesai sesuai
deeline ya.
Iya. Oke.
Dan hati tenang, Mbak.
Oh, iya. Benar, benar benar. Itu dia ya.
Kalau work from anywhere kemudian
tugasnya enggak selesai, lah ini tanda
tanya ini, ya. Jangan sampai ini, Sobat
ASN. Oke, silakan Sobat ASN yang ingin
bertanya lagi kepada Madinda boleh
silakan gunakan fitur rais hand. Untuk
sobat ASN yang bergabung lewat Zoom
meeting dan yang lewat YouTube channel
BPSDM Jatim TV boleh menuliskan
pertanyaannya di kolom live chat.
Sebentar kita cek dulu nih ya yang ada
di YouTube channel. Oh, ini rata-rata
pada
absen.
Dari mana aja nih ya?
Dari Bulawang kemudian
Kecamatan Tajinan tuh banyak sekali.
Hadir, hadir hadir. Oke, sejauh ini
masih menyimak, masih memonitor. Yang
ingin bertanya boleh loh ya.
Oke, ini ada pertanyaan dari Akunia ini
ada di YouTube channel ya. Beliau
bertanya, "Apakah tugas sebagai putri
Indonesia bisa diakomodir untuk tugas
sebagai PNS di riset daerah?"
Oke, boleh langsung dijawab Mbak Dinda.
Sebagai Putri Indonesia ee
kalau tugas antara Putri Indonesia
dengan tugas sebagai ASN itu tentunya ee
berbeda ya, Mbak. tupoksi ee tupoksi
intinya itu ee pasti berbeda. Sedang ee
ASN saja itu di tiap bidangnya pasti
memiliki ee Tupok yang berbeda. Ee
begitu juga ee di Putri Indonesia.
Ee dalam pemilihan Putri Indonesia itu
kan kami menjadi brand ambasador
daerah kita sendiri. Jadi, bagaimana
kita mengenali potensi daerah,
mengenalkan potensi pariwisata, kemudian
ee potensi budaya itu yang ee kita
jalankan sebagai Putri Indonesia.
Sedangkan tugas saya ee di bidang riset
dan inovasi daerah adalah bagaimana ee
menampung seluruh inovasi daerah baik di
tingkat OPD maupun desa yang ada di
Kabupaten Memuju Tengah sehingga indeks
ee inovasi daerah itu ee bisa meningkat
di tingkat nasional. Seperti itu, Mbak,
ya. antara tugas sebagai ee analis
perencanaan strategisnya Bapak Rida
dengan tugas Mbak Dinda sebagai Putri
Indonesia ini berbentrokan.
Ee kalau dibilang berbentrokan
sebenarnya tidak juga, tapi memang tidak
sejalan. Gimana sih, Mbak? Jadi ee apa
ya berbeda tuh pooksinya, Mbak?
Hm. Jadi ee benar-benar harus memanage
waktu dengan sebaik-baiknya ya apabila
memiliki beberapa tugas yang berbeda ya
dalam satu waktu.
Benar, Pak.
Oke. Baik. Dan alhamdulillahnya didukung
juga nih sama pimpinannya Mbak Dinda nih
yang luar biasa nih ya. Waduh.
Alhamdulillahnya. Iya. Makanya ee di
sini saya juga menyampaikan buat para
pimpinan yang hadir ee untuk memberi
peluang dan kesempatan untuk ee para
bawahannya atau stafnya untuk ee
mengembangkan potensi dirinya. Mungkin
ada juga ee teman-teman di luar sana
yang ASN yang mau ikut Putri Indonesia
mungkin atau mungkin mau jadi atlet atau
jadi penyanyi di dunia entertain. cuman
ee kembali lagi bahwa kita harus tahu ee
tupoki yang utama itu apa seperti itu.
Oke. Dan ini ada tanggapan lagi dari
penanya yang barusan nih, Mbak Dinda,
bagaimana presensinya saat bertugas
sebagai Putri Indonesia kalau tidak
sinkron dengan tugas sebagai ASN?
Begitu. Nah, ee jadi yang seperti tadi
saya sampaikan bahwa ee saya tuh melihat
ee time schedule di bulan berapa atau di
minggu berapa atau hari apa ee memang
tugas saya di Baperida itu ee harus
diselesaikan.
Kayak misalnya kan ee pada minggu ini
saya ada deadline inputan inovasi daerah
dan minggu depan itu ada tugas dari
Putri Indonesia bersama Kementerian
Pariwisata itu untuk mengunjungi
festival budaya. Ee jadi benar-benar
harus saya selesaikan seluruh tugas ya
sebagai ASN baru saya melanjutkan tugas
ee sebagai Putri Indonesia.
Oke. Jadi tetap ya prioritasnya adalah
tugas sebagai ASN dikerjakan terlebih
dahulu, diselesaikan baru kemudian
mengemban tugas berikutnya sebagai Putri
Indonesia. Tuh sudah terjawab ya. Ini
dari Akunia. Ini namanya siapa
sebenarnya nih? Dari instansi mana?
Saya mau baca semuanya banyak sepertinya
ini Mbak Dinda ya. Oke, terima kasih
yang sudah bertanya dan katanya Bu
Suryati Ahmini, Mbak Adinda menarik
materinya dan pengalamannya. Ee saran
buat yang full job bisa dicoba sarannya.
Oke, baik. Terima kasih
Mbak Edinda. Barangkali ada ee karena
kan sesama Genzi nih, barangkali punya
closing statement yang mengena di hati
untuk semua sobat ASN Gen di sini.
Nah, baik. Ee kalau saran saya buat
teman-teman Gensi itu kenali potensi
diri dan jangan segan-segan untuk
menyampaikan dan mengkomunikasikan
dengan pimpinan. Karena ketika kita
tidak mampu menyampaikan ee
keinginan kita kepada pimpinan dengan
bahasa yang baik itu bisa apa ya
ee seperti menumpuk prestasi kita
seperti itu. Jadi bagaimana kita mau
mengembangkan diri ketika kita tidak
berani untuk ee berkomunikasi seperti
itu.
Oke. Jadi kuncinya adalah komunikasi.
Mengkomunikasikan dengan baik. ee
bersama dengan rekan-rekan kerja dan
juga pimpinan di tempat kerja kita.
Terima kasih banyak Mbak Dinda atas ilmu
yang sudah dibagikan kepada Sobat ASN
semua di sini. Semoga bermanfaat. Semoga
pekerjaan Mbak Adinda juga ini bisa
terselesaikan semuanya. Tidak ada yang
menumpuk. Tugas-tugas sebagai putri
Indonesia pun juga bisa diselesaikan dan
sempurna. Terima kasih sekali lagi Mbak
Dinda.
Terima kasih, Mbak. Saya mohon maaf
bilah kata ya.
Iya, terima kasih. Sampai jumpa di lain
waktu. Asalamualaikum.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Salam buat sobat SN semua di Sulawesi
Barat. Waduh, jauh ya ini ya. Memang
benar-benar seantero Indonesia yang
mengikuti ASN Belajar Seri 28 tahun 2025
ini. Dan sobat ASN baru dua materi dari
dua narasumber masih ada nih ya gongnya
lagi satu. untuk narasumber kita yang
ketiga. Siapakah beliau dan kira-kira
materinya apa nih yang akan disampaikan?
Wah, kita harus bersabar menunggu karena
beliau jadwalnya begitu padat. Kita cek
dulu beliau kira-kira akan bergabung
bersama kami kira-kira di jam berapa.
Jadi, Sobat ASN harap bersabar menanti
bersama kami di sini di webinar ASN
belajar seri 28 tahun 2025.
[Musik]
kami Coba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Marlah kami junjung taguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga negeri. Memerintah itu
melayani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
Hong hoi
s dengan hati
tunjukkan komponensi dalam harmoni.
Layani bangsa loyal tanpa batasannya
sama dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan
menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
[Musik]
Kami dari sini tugas dengan hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
loyal tanpa batasannya
adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan
untuk menjadikan ASN lebih beragam
bekerja penuh hati tulus membantu
tetaplah bila mengangani
dengan menga kami melayani
dengan mengang kami melayani
bangsa
[Musik]
H
[Musik]
Hasen muda semangat membara
di era digital terus berkarya
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cempal Jawa Timur terus melaju
bersama BPSTNI
kita terus melesat
Untuk Indonesia emas prestasi hebat ASN
unggul
tiada yang tertinggal no one left
behind. Kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemerlang. Jawa Timur terus
melu. Bersama BPSDM
Jatim kita terus melesat.
Untuk Indonesia emas prestasi her aset
unggur tiada yang tertinggal
no one left behind. Kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemalah Jawa Timur terus melaju.
Bersama BPSDM
Jatim kita terus melesat untuk Indonesia
emas prestasi hebat bersama kampus
satelit PP PSTM Jatim no one left behind
umbul dan berkualitas
melesa tinggi
Indonesia jaya Yeah.
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Berhak kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga negeri.
Melayoni bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
Ho.
Kemar di sini
dengan hati
tunjukkan komponensi dalam harmoni.
Layani bangsa loyal tanpa batasannya
telah
berkolaborasi
bergandeng tangan
tujuan
jadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati.
Tujukan kompetensi dalam harmoni.
Bangsa loyal tanpa batasannya
ada dan berkolaborasi
bergandeng tangan. Satu tujuan
untuk menjadikan air lebih beragam.
mengerdas penuh hati tulus membantu
tetap dibang kami melayani
dengan menga kami melayani
bangsa
[Musik]
H
[Musik]
Has muda semangat membara
di era digital terus berkarya
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cempalak Jawa Timur terus melaju
bersama BPST yang cim kita terus melesat
untuk Indonesia emas prestasi hebat ASN
unggul
tiada yang tertinggal no one left behind
kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemerlang Jawa Timur terus
melaju bersama BPSDM
Jatim
Kita terus melesat untuk Indonesia emas.
Prestasi her aset unggur tiada yang
tertinggal.
No one left behind. Kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemelah Jawa Timur terus melaju.
Bersama BPSDM
Jatim kita terus melesat untuk Indonesia
emas prestasi hebat bersama kampus
satelit PP PSM Jatim no one left behind
ASN unggul dan berkualitas
melesa tinggi
Indonesia jaya Yeah.
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Marlah kami junjung teguhkan diri dan
jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga negeri.
Memerintah situs melayani bangsa. dengan
akuntabilitas tinggi.
Heb
di sini suka dengan hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Layani bangsa loyal tanpa batasannya
dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan untuk
menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
[Musik]
Kami dari sini tugas dengan hati
tujuhkan kompetensi dalam harmoni.
di bangsa loyal tanpa batasannya
adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan
untuk menjadikan ASN lebih beragung
mengerdas penuh hati tulus membantu
sesama bila mengangapi
melayani
bilangan kami melayani
dengan meng kami melayani
bangsa
[Musik]
H
[Musik]
Yeah.
[Musik]
Hasen muda semangat membara
di era digital terus berkarya
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cempelak Jawa Timur terus Melaju
bersama BPST yang cantik. Kita terus
melesat untuk Indonesia emas prestasi
hebat ASN unggul
tiada yang tertinggal. No one left
behind. Kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemerlang. Jawa Timur terus
melayu. Bersama BPSDM
Jatim kita terus melesat.
Untuk Indonesia emas prestasi her aset
unggur tiada yang tertinggal
no one left behind. Kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemalah Jawa Timur terus melaju.
Bersama BPSDM
Jatim kita terus melesat untuk Indonesia
emas prestasi hebat bersama kampus
satelit PP PSM Jatim no one left behind
unggul dan berkualitas
melesa tinggi
Indonesia jaya Yeah.
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Marah kami junjung taguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga negeri. Memerentasi
melayani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
Ho.
Kami dari sini suka dengan hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
melayani bangsa loyal tanpa batasannya
dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan
menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati.
Tujukan kompetensi dalam harmoni.
Bangsa loyal tanpa batasannya
adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan. Satu tujuan
untuk menjadikan air yang lebih
beragung.
penuh hati tulus membantu sesama dibang
kami melayani
dengan kami melayani
bangsa
[Musik]
H
[Musik]
Has muda semangat membara
di era digital terus berkarya
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cempalak Jawa Timur terus Terus
melaju bersama BPST yang cim. Kita terus
melesat untuk Indonesia emas. Prestasi
hebat ASN unggul
tiada yang tertinggal. No one left
behind. Kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemerlang. Jawa Timur terus
melaju. Bersama BPSDM
Jatim kita terus melesat. Untuk
Indonesia emas prestasi her aset unggur
tiada yang tertinggal
no one left behind. Kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemalah Jawa Timur terus melaju.
Bersama BPSDM
Jatim kita terus melesat untuk Indonesia
emas prestasi hebat bersama kampus
satelit PP PSTM Jatim no one left behind
unggul dan berkualitas
melesa tinggi
Indonesia jaya
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Mudahlah kami junjung taguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas kebanggaan negeri
sis melayani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
Hem
di sini suka dengan hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Melayani bangsa loyal tanpa batasannya
selalu aktif dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan
menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati.
Tujukan kompetensi dalam harmoni.
Bangsa loyal tanpa batasannya
adaptif dan berkolaborasi.
Bergandeng tangan satu tujuan
untuk menjadikan AS yang lebih beragam.
Menguh
hati tulus membantu sesama di mana kami
melayani
dengan kami melayani
B
[Musik]
Has muda semangat membara
di era digital terus berkarya
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemal
Jawa Timur terus melaju bersama BPST
Jatim kita terus melesat untuk Indonesia
emas prestasi hebat ASN unggul
tiada yang tertinggal no one left behind
kita terus melangkah
berkolaborasi
Inisiatif tinggi,
inovasi cemerlang, Jawa Timur terus
melaju. Bersama BPSDM
Jatim kita terus melesat. Untuk
Indonesia emas prestasi her
tiada yang tertinggal
no one left behind, kita terus
melangkah.
Berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemalah Jawa Timur terus melaju.
Bersama BPSDM
Jatim kita terus melesat untuk Indonesia
emas prestasi hebat bersama kampus
satelit PP PSTM Jatim no one left behind
ASN umbul dan berkualitas
Melesa tinggi
Indonesia jaya Yeah.
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Mudahlah kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi lcanakan
tugas kebanggaan negeri
berentas
melayani bangsa.
dengan akuntabilitas tinggi.
Hamina
di sini
dengan hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Melayani bangsa loyal tanpa batasannya
selalu adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan
menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati
tujukan kompetensi dalam harmoni.
loyal tanpa batasannya
adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan
untuk menjadikan AS yang lebih beragung
mengerdas penuh hati tulus membantu
tetaplah dengan kami melayani
dengan bangani
[Musik]
dengan mengang kami melayani
bangsa
[Musik]
H
[Musik]
Has muda semangat membara
di era digital terus berkarya
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cempal Jawa Timur terus terus
melaju
bersama BPST
Jim kita terus melesat untuk Indonesia
emas prestasi hebat ASN unggul
tiada yang tertinggal no one left behind
kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi Masih cemalah Jawa Timur terus
melu.
Bersama BPSDM
Jatim kita terus melesat. Untuk
Indonesia emas prestasi her aset unggur
tiada yang tertinggal
no one left behind. Kita terus melangkah
berkolaborasi.
Inisiatif tinggi,
inovasi cemalah. Jawa Timur terus
melaju. Bersama BPSDM
Jatim, kita terus melesat untuk
Indonesia emas prestasi hebat bersama
kampus satelit PPSM
Jatim. No one left behind. I unggul dan
berkualitas.
Melesa tinggi
Indonesia jaya Yeah.
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Marah kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas kebanggaan negeri
sis melayani bangsa. dengan
akuntabilitas tinggi.
Hamina
di sini
dengan hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
melayani bangsa loyal tanpa batasannya
selalu adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan
tujuan
menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati.
Tujukan kompetensi dalam harmoni.
Bangsa loyal tanpa batasannya
adaptif dan berkolaborasi.
Bergandeng tangan satu tujuan
untuk menjadikan AS yang lebih beragung.
mengerjas penuh hati tulus membantu
tetap dibang kami melayani
dengan kami melayani
bangsa
[Musik]
Yeah.
[Musik]
Oh.
[Musik]
Terima kasih banyak sobat ASN yang masih
setia bersama kami di ASN Belajar seri
28 tahun 2025 ya. Semoga yang masih
setia berada di sini sampai akhir acara
nanti karena masih kurang satu pemateri
ya. ini rezekinya dilipat gandakan oleh
Allah subhanahu wa taala. Amin. Amin ya
rabbal alamin. Baik, Sobat ASN. Ini satu
pemateri luar biasa yang schedule-nya
begitu padat, namun tetap menyempatkan
waktunya untuk menyapa sobat ASN semua.
Beliau luar biasa sekali karena ketika
Genu
beliau sudah meraih gelar master of arts
dari Monaj University. Kemudian meraih
gelar doktor ilmu politik di Australia
National University. Beliau adalah
seorang akademisi yang terjun ke menjadi
politisi. Nah, siapakah kira-kira
beliau? Karena tak kenal maka tak
sayang. Untuk lebih kenal lagi, kita
lihat videonya berikut ini.
lagi
Ilmu politik di ENU adalah babak awal
dari perjuangan. Karena hidup tanpa ilmu
pengetahuan bagai berjalan di tengah
kegelapan. Tapi hidup bukan hanya soal
kecerdasan. Hidup adalah tentang
karakter. Organisasi membangun karakter
dan mengasah kepemimpinan. Semua berawal
dari organisasi mahasiswa. Menjadi wakil
ketua Himpunan Mahasiswa Hubungan
Internasional, Ketua SAT Senat Mahasiswa
FISIP, dan Presiden Perhimpunan Pelajar
Indonesia seaustralia. Jadi akademisi
saat awal reformasi adalah ikhtiar untuk
menjadi berarti. Berkarir sebagai dosen
di Universitas Parahiangan dan
Universitas Paramadin adalah proses
belajar tentang makna keberagaman dengan
ilmu sebagai pendorong utama peradaban.
Mendirikan konsultan politik carta
politika dan berkiprah sebagai pengamat
politik adalah ikhtiar untuk keluar dari
menara gading intelektual dan membumikan
pengetahuan.
Dan hidup adalah pilihan. Ada saatnya
berjuang dengan gagasan dan ada pilihan
berjuang dengan tak. Meninggalkan zona
nyaman sebagai pengamat politik untuk
bertarung di Pilkada Kota Bogor 2013
adalah pilihan dan panggilan.
10 tahun menjadi abdi Bogor adalah
panggil. Melayani warga, memudahkan
urusan warga, dan membuat warga Kota
Bogor kembali bangga akan kota.
membangun infrastruktur dan ruang
publik, merebut kembali Adipura, dan
menjadikan Kota Bogor sebagai salah satu
kota paling toleran di Indonesia.
Menjadi ketua asosiasi pemerintah Kota
Sulai Indonesia atau Apeksi adalah
pengalaman luar biasa bersinergi dan
berkolaborasi dengan seluruh walikota di
Indonesia untuk maksimalkan potensi
kota-kota di Indonesia menjemput
Indonesia Emas 2045.
Jabatan ada masanya, pengabdian selamat.
Selama hayat dikandung badan, insyaallah
ikhtiar untuk menjadi berarti tidak akan
pernah lebat
[Musik]
SN. Mari kita sambut dengan tepuk tangan
Anda. Wakil Menteri Dalam Negeri
Republik Indonesia, Bapak Dr. Bima Arya
Sugierto, SIP, MA.
Selamat siang, Pak Bima. Asalamualaikum.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang.
Selamat siang, Bapak. Terima kasih
sekali Bapak telah menyempatkan waktunya
untuk menyapa sobat ASN semua. Luar
biasa. Saya kira tadi Bapak masih tari
pacu jalur, Pak. Kalau saya lihat di IG
story-nya
Oh, sudah mendarat.
Oke. Sudah kembali ke Jakarta ya, Bapak,
ya?
Iya. kembali.
Oke,
kemarin.
Baik. Oke, Pak. Ini Sobat ASN di seluruh
penjuru tanah air sudah tidak sabar
untuk mendengarkan materi yang akan
disampaikan oleh Pak Bima. Jadi untuk
materi penyampaian materinya kami
berikan waktu 30 menit. Kemudian nanti
setelah itu akan ada sesi tanya jawab
tersendiri Bapak ya.
Ya, mungkin materi 15 menit aja ya.
Boleh ya?
Oh, boleh boleh. Silakan, Sobat ASN
disimak baik-baik materi yang akan
disampaikan oleh Pak Bima. Silakan,
Bapak.
Baik. ee teman-teman ASN dan generasi
muda yang hari ini mengikuti
ee bincang-bincang atau diskusi ini. Ee
terima kasih atas undangannya untuk satu
hal yang saya kira
sangat sangat sangat sangat sangat
penting dan seringki juga di
diskusikan di banyak kesempatan yaitu
tentang kesiapan kita menuju masa
kemasan Indonesia dan dikaitkan dengan
apa yang harus disiapkan dari sekarang.
terutama untuk
anak-anak muda Genzet ya, anak-anak yang
hari ini pada saatnya nanti akan
memimpin kita.
Ee Bapak, Ibu, dan Teman-teman sekalian.
Waktu itu cepat sekali berlalu.
Time flies. Waktu itu terbang cepat
sekali
dan itu yang akan terjadi 20 tahun lagi
atau 25 tahun lagi.
Terdengar jauh. Tetapi sebetulnya kalau
berdasarkan pengalaman kita-kita ini
yang senior, usia saya sudah hampir 53,
20 tahun yang lalu atau 25 tahun yang
lalu itu cepat sekali. Rasanya baru
kemarin saya terpilih jadi walikota.
Rasanya baru kemarin saya menjadi
komentator politik. Tetapi
25 tahun kemudian saya ada di titik ini.
Begituun dengan teman-teman nanti rasa
cepat sekali ee terasa dari sekarang
lama tapi sesungguhnya cepat sekarang.
Cepat sekali untuk menuju satu fase,
satu titik yang sebelumnya agak sulit
dipahami, dicerna oleh generasi saya
atau sebelum saya. Indonesia menjadi
negara maju.
Nah, jadi dalam 20 tahun lagi atau 25
tahun lagi Indonesia akan menjadi negara
maju dengan catatan dengan catatan satu
kita mampu untuk memanfaatkan bonus
demografi dengan catatan kita mampu
untuk menyiapkan anak-anak Buddha hari
ini yang masih belajar ataupun yang baru
memulai karir
nanti akan tidak saja membawa kita
menuju masa kemasaan Indonesia 2045
tetapi juga akan memimpin kita gen hari
ini, ASN muda hari ini, anak-anak muda
hari ini yang ada di posisi-posisi
pekerja
205 tahun lagi akan menjadi pemimpin
kita, akan menjadi manajer, akan menjadi
direktur, akan menjadi bupati, walikota,
gubernur, menteri, dan bahkan mungkin
ada salah satu di antara kalian yang
akan memimpin negara ini di 2045 menjadi
presidenia.
Nah, pertanyaannya adalah
apa yang harus dilakukan oleh negara dan
apa yang harus dilakukan oleh kita? Apa
yang harus dilakukan oleh anak-anak
muda, apa yang harus disiapkan oleh
Genset? Nah, menarik untuk mencermati
berbagai kajian. Nah, ini bukan opini
pribadi, tetapi ini adalah berbagai
kajian yang ada di dunia yang dilakukan
oleh para pemerhati penstudi ee
karakter kepribadian, penstudi generasi
dan lain-lain. Nah, Genz ini dianggap
generasi yang spesial.
Genzet ini
dianggap ee generasi
yang tercerdas dibanding generasi-gerasi
sebelumnya. Nah, ada beberapa hal
menarik karakter Genset ini, karakter
anak-anak mudahari ini yang sering
sekali di ee diskusikan oleh banyak.
Genset ini memiliki banyak kelebihan ya
yang mencenggangkan, yang menakjubkan,
yang membuat generasi-generasi
sebelumnya itu geleng-geleng kepala.
Genzet adalah generasi yang sangat
adaptif. Genzet itu sangat mudah
menyesuaikan diri. Genzet itu punya
passion yang luar biasa. Saya sangat
setuju dengan semua yang ada di sini
karena ada dua Genzet di rumah dan ada
beberapa Genzet saya juga di kantor.
Jadi, Genzet itu selalu punya harapan,
Genzet itu punya passion, Genzet itu
punya ambisi yang ee agak spesial, yang
agak berbeda. Dan yang sangat bagus dari
GSET ini adalah kecenderungan untuk
segala sesuatu itu dilakukan dengan baik
atau yang terbaik. dilakukan dengan baik
atau yang terbaik. Sangat perfeksionis.
Anak-anak Genzet ini punya target
tinggi, memiliki keinginan tinggi dan
ingin segala sesuatu berjalan dengan
sangat baik. Dan berdasarkan kajian juga
tingkat percaya diri genset ini melebihi
rata-rata. Jadi confidence bahwa akan
mampu untuk melakukan apa yang
diinginkan, adaptif, aspiratif,
perfeksionis, dan confidence atau
percaya diri. Tapi ada satu hal yang
menjadi catatan dari banyak sekali
pemerhati dan studi peneliti ee Genz
cenderung memiliki satu karakter yang
khas, yaitu cenderung cemas, cenderung
mengkhawatirkan banyak hal. Jadi ya
dalam bahasa yang sering digunakan oleh
anak-anak sekarang seringkali
dikategorikan sebagai generasi yang
mudah parno, generasi yang khawatir. Eh
interaksi saya dengan banyak agak
mengkonfirmasikan hal ini. Jadi walaupun
adaptif, aspiratif, perfeksionis, dan
confidence tetapi cenderung agak cemas.
Ini bisa dijelaskan dengan satu asumsi
bahwa ini mungkin disebabkan karena
exposure anak-anak sekarang terhadap
dunia luar itu sangat maksimal melalui
gadget, melalui akses online. Ya, dunia
itu sekarang borderless, betul-betul
borderless dan informasi itu demikian
deras langsung ke genggaman anak-anak
sekarang. Nah, di sini bukan saja bisa
mendapatkan inspirasi, tapi ini juga
akan menimbulkan kompetisi yang
menimbulkan ketidakaman ketidaknyaman
dan kecemasan. Nah, karena itu satu PR
dari anak-anak GZET hari ini adalah
meadari
bahwa banyak hal di dunia ini yang tidak
sepenuhnya, tidak selamanya benar.
banyak informasi di genggangan taman
kita yang harus disortir lagi dan yang
pasti menjadi
ee tua itu adalah keniscayaan atau
keharusan, tetapi menjadi matang dan
bijaksana itu betul-betul pilihan. Orang
pasti akan bertambah usia, orang pasti
akan bertambah tua. Tetapi tidak semua
yang bertambah usia dan tua itu menjadi
matang dan bijaksana dan memiliki
karakter yang kuat. Nah, karena itu
dimensi karakter inilah yang dari Gen Z
ini harus terus dikuatkan.
Generasi-generasi sebelumnya, Gen X,
kemudian baby boomers, Gen Y itu tumbuh
dalam situasi ekonomi yang eh lebih
berat begitu ya, yang secara umum
memerlukan tantangan. mau membuat
skripsi aja perjuangannya berat, mau
mencari informasi berat, mau janjian
sama pacar juga ee enggak mudah karena
ya dulu belum ada telepon, belum ada
internet, makanya enggak mudah gitu
membuat komitmen kesepakatan. Tapi hari
ini adalah hari di mana kita dimudahkan
dalam segagala hal. Karena itu ee
mindset-mindset
yang mendorong kita untuk lebih fight,
untuk lebih bertarung itu hari ini harus
lebih dikuatkan lagi begitu. Nah, dari
kajian juga menarik ya, Teman-teman
sekalian ada nilai-nilai dari Genzet
yang
dikaji
menjadi kekuatan begitu ya. Genzet
cenderung bertanggung jawab. Ini bagus
sekali. Ini rasanya sikap-sikap yang ada
di sini ini paralel dengan apa yang
dibutuhkan oleh negara ini atas satu
sosok abdi negara yang mumpuni.
Countable, taat, disiplin gitu ya.
Kemudian etiks. Nah, saya talut kagum
bagaimana anak-anak sekarang itu
cenderung
[Musik]
sifatnya itu lebih santun, lebih etis
begitu. sangat peduli terhadap orang
lain, sangat care terhadap orang lain,
sangat menjaga prinsip-prinsip yang
mengatur, begitu ya. Sekali lagi mungkin
banyak yang tidak setuju atau bingung
tapi sekali lagi ini ee survei dan
kesimpulan dari banyak sekali
penelitian.
Jadi ini adalah nilai-nilai hidup Genzet
yang saya kira harus diakui menjadi
modal dan jangan pernah hilang. jangan
pernah hilang karena pada saatnya nanti
ee nilai-nilai ini yang dibutuhkan.
Nah, kita lihat juga apa hal-hal yang
menjadi motivasi dari Genzet untuk
bekerja. Ya, ketika ditanya pasti ee
kenapa ingin bekerja, ingin mendapatkan
penghasilan, ada juga karena minat
sesuai dengan ee keinginan untuk
aktualisasi atau pengembangan diri dan
ada keseimbangan. Nah, yang menarik di
sini adalah GZ ini walaupun ambisi,
walaupun juga punya ya, tetapi
menginginkan segala sesuatu itu balance
atau seimbang. Ini bagus sekali
sebenarnya karena eh perspektif work
life balance ini membuat mekanisme
pengerjaan itu di satu sisi lebih
efektif, lebih efisien karena belum
tentu juga kita total all out. Bekerja
dari subuh sampai tengah malam. Kemudian
output atau outcanya maksimal belum
tentu juga. Keinginan untuk
menyeimbangkan ini bagus. Saya punya
pengalaman pribadi ketika dilantik jadi
walikota di tahun 2014 itu bekerjanya
totalitas.
Mulai bekerja subuh kembali ke rumah
selesai mungkin bisa jam 11.00, jam
12.00 malam tidur 4 jam atau 5 jam.
Tetapi 1 tahun itu kemudian berlalu dan
saya merasakan bahwa rasanya kerja
enggak beres-beres juga, tetapi banyakan
menjadi tidak seimbang, badan lemah dan
sebagainya. Tahun kedua sebagai walikota
saya memutuskan untuk balance. Ee
tidurnya dicukupkan,
ee aktivitas kerja dibatasi
sehingga kemudian setiap hari ya setiap
hari saya lari pagi dan punya waktu
untuk keluarga lebih banyak. Dan efeknya
apa? Efeknya adalah kerja rasanya
menjadi lebih maksimal, badan lebih
segar, spektif juga lebih fresh, dan
rasanya lebih semangat bekerja gitu. Ini
karena prinsip work life balance ini.
Nah, karena itu ini modal utama dari
gadget ini dan saya titip ke depannya
betul-betul ee pola hidup seimbang ini
ini dibutuhkan.
Jadi, adik-adik sekalian, rekan-rekan ee
ASN Muda, ada beberapa hal yang saya
perlu garis bawahi di sini untuk menjadi
bekal kita, bekal kalian semua untuk
menjadi pemenang di masa depan.
Apa saja? Yang pertama adalah kekuatan
stamina. Ini penting, Pak. Penting
sekali. apa yang kita makan hari ini,
apa yang kita lakukan hari ini,
kebiasaan kita hari ini, pergerakan kita
hari ini menentukan 10, 15, 20 tahun
lalu. Hidup sehat hari ini ada investasi
untuk masa depan.
Saya melihat ya banyak kawan-kawan yang
pola hidupnya berantakan
kemudian ternyata tidak
apa namanya tidak mampu untuk bertahan
di dunia kerja karena kemudian
digerogoti oleh penyakit lebih cepat tua
terlihat lebih tua dari umurnya dan juga
enggak produktif lagi. Jadi nomor satu
yakinilah bahwa stamina kekuatan fisik
itu adalah modal utama makanan kita hari
ini, pergerakan kita hari ini, mindset
kita hari ini menentukan daya tahan kita
puluhan tahun ke depan. Yang kedua
adalah intelijensi kita. Jadi yang
pertama fisik, yang kedua adalah
intelijensi kita. Cara kita berpikir,
cara kita memandang sesuatu,
cara kita untuk menyelesaikan persoalan
itu juga menentukan kelas kita pada
saatnya. Kalau teman-teman lihat dalam
kehidupan sehari-hari
itu banyak sekali ee orang-orang yang
kalau berbicara panjang lebar setengah
jam, 40 menit atau 1 jam tapi enggak ada
isinya. Dan ada orang-orang yang
bicaranya 15 menit tapi daging semua.
Sekali lagi bicara 1 jam enggak ada
isinya 15 menit itu daging semua. Ini
hubungannya dengan
ini hubungannya dengan perspektif kita.
Kemampuan untuk berpikir secara runut,
sistematis dan mampu membedakan mana
makro, mana makro, mana teknis, mana
substansif, mana filosofis,
mana yang tidak penting dan sebagainya.
Jadi yang kedua adalah intelijensi,
yang ketiga teman-teman sekalian adalah
modal sosial gitu. Jadi kemampuan kita
bergaul, kemampuan kita membangun
jejaring juga menentukan. Enggak ada
orang-orang yang besar menjadi pemimpin
tapi pendiam, introvert, tertutup, ee
tidak suka bergaul, enggak ada. Jadi
daya dukung sosial kita sangat-sangat.
Yang keempat, Teman-teman sekalian
adalah spiritual.
Jadi hidup ini
pada saatnya nanti akan semakin berat
dan ketika dibenturkan terhadap berbagai
persoalan kehidupan tadi, maka kita
butuh pegangan-pegangan, kita butuh
nilai-nilai spiritual. Kadang-kadang
nilai sosial aja enggak, kadang-kadang
ajaran orang tua saja tidak memadai.
Tapi keyakinan sifatnya ilahiah,
keyakinan sebagai umat beragama,
keyakinan bahwa Gusti Allah tidak tidur,
keyakinan bahwa segala sesuatu akan
indah pada saatnya bagi orang-orang yang
beriman dan beramal saleh, itu penting.
Jadi, spiritual ini juga adalah modal
kita. Nah, itu ee adik-adik dan
teman-teman sekalian beberapa hal yang
saya kira menjadi penguat ee hal-hal
yang diyakini oleh Genzet
sebagai
ee hidup seimbang. Jadi, saya bedah lagi
hidup seimbang tadi menjadi beberapa
poin tadi, gitu.
Nah, ee teman-teman sekalian kita
melihat ya ee beberapa faktor juga
berdasarkan kajian dari hal-hal yang
sifatnya harus diperbaiki dari generasi
muda yang ee berada dalam dunia kerja.
Dalam konteks hari ini ada kelebihan dan
ada kelemahan. Kelebihan hari ini adalah
kalian
dibanjiri oleh pengetahuan yang sangat
tidak terbatas.
Kalian terbuka terhadap semua
perkembangan.
Kalian adalah high achievers,
orang-orang dengan target tinggi. Kalian
juga dikaruniai kemampuan untuk
multitasking. Bisa melakukan berbagai
hal dalam satu waktu. Cenderung terbuka
lebih toleran. dan enggak puas diri. Ini
kelebihan-kelebihan yang harus disadar.
Tetapi di sisi lain ada
tantangan-tantangan,
ada hal-hal yang menjadi catatan yang
terjadi pada anak-anak muda hari ini.
Terburu-buru kemudian agak cenderung
memiliki apa? Ego yang sangat kuat ya
dan rentan kecanduan gadget. Addicted
punya karakter addictif terhadap gadget.
Walaupun saya lihat memang ini bukan
kecenderungan GZ saja, kecanduan ini ada
di mana-mana ya. Saya punya beberapa
kepala dinas yang kalau ngobrol enggak
pernah lepas dari gadget. Saya punya tim
saya juga yang rasanya enggak pernah
enggak bisa ya lepas dari gadget selalu
cek WhatsApp padahal dirinya enggak
penting-penting amat gitu. Tapi setiap
saat cek WhatsApp, cek WhatsApp gitu.
ini berarti sudah kecanduan
ini. Ini bahaya J. Sifat kecanduan
gadget ini kemudian membuat mereka
terputus dari dunia sekelirnya, dunia
sosial. Padahal hidup ini jauh lebih
indah, jauh lebih lebar dari sekedar
layar gadget kita semua gitu. Nah,
karena itu saya selalu mendorong
anak-anak muda sekarang, anak-anak saya
di rumah untuk outdoor activities, untuk
pergi camping, pergi lari trail, pergi
ke danau, pergi ke gunung, pergi ke
lapangan, bergaul, berinteraksi gitu ya
supaya ee tidak terlalu kecandang
terhadap gadget tadi.
Nah, kemudian beberapa hal tadi yang
juga dicatat menjadi salah satu
tantangan terlalu bergantung pada
teknologi dan sebagainya.
Ee
sekarang kita masuk teman-teman sekalian
terhadap tuntutan yang ada hari ini.
Hari ini kita melihat negara-negara
besar di sekeliling kita terdekat adalah
Singapura misalnya ya. Birokrasi di sana
adalah diisi oleh sosok-sosok
yang capable. The bright and the
brightest. Itu birokrasi di Singapura.
The bright and the brightest.
Orang-orang cerdas, orang-orang pintar,
orang-orang terbaik itu di birokrasi
Singapura. Jadi
trajektori atau pola karir menuju
posisi-posisi strategis di birokrasi di
Singapura itu ditapak oleh orang-orang
yang disiapkan sejak
sekolah di SD favorit, SMP, SMA,
kemudian di kampusnya kampus terbaik ee
kampus NUUS misalnya atau Nanyang gitu.
kemudian menjadi pegawai negeri. Nah,
komposisi pegawai negeri yang diisi oleh
orang-orang yang berkualitas ini
kemudian mampu mengimbangi dunia swasta
yang bergerak cenderung lebih cepat.
Jadi nyambung, mampu mengimbangi. Di
swasta kan banyak inovator. Di swasta
itu banyak sekali orang-orang kreatif.
Kalau pemerintahnya enggak inovatif,
pemerintahannya enggak kreatif, maka
enggak bisa nimbang begitu.
di Singapura relatif imbang. Nah, hari
ini Indonesia masih ada gap. Semua
inovasi itu adalah dirive,
didorong oleh pihak swasta. Dan bahkan
saya memperhatikan banyak sekali
inisiatif-inisiatif baik diprakarsai
oleh komunitas bukan didorong oleh ASN
gitu. Nah, karena itu tuntutan hari ini
birokrasi kita adalah faster, smarter,
cheaper, easier, dan better. Jadi lebih
cepat lagi, lebih pintar lagi, lebih
murah lagi, lebih mudah lagi, lebih baik
lagi. Kalau teman-teman lihat
sentimenizen sangat negatif secara umum
terhadap ASN. Sekali lagi, sentimen
netizen
secara umum sangat negatif terhadap ASN.
Kenapa? Karena ASN kita dianggap oleh
netizen ini menyimbolkan situasi yang
totally the opposite of hal-hal baik
ini.
ASN dianggap lambat, dianggap tidak
pintar, dianggap sumber biaya karena
sedikit-sedikit minta uang, dianggap
mempersulit dan dianggap tidak pernah
menuju lebih baik. Ini kan sesuatu hal
yang sangat menantang. Nah, sekali lagi
ini adalah realita persepsi publik
terhadap ASN terhadap birokrasi yang
jauh tertinggal dari swasta. Nah, jadi
tuntutan hari ini adalah bagaimana kita
semua bisa menjawab itu, bisa membantah
itu bahwa birokrat itu bisa bekerja
cepat, birokrat itu cerdas-cerdas.
Beberapa hari yang lalu saya baru saja
kembali dari kunjungan di Australia.
Saya senang sekali sempat dialog dengan
para mahasiswa penerima beasiswa ada
yang dari LPDP, ada juga yang dari eh
Australian World, ada yang dari World
Bank begitu ya. Dan mereka tersebar di
universitas terbaik di Australia.
Beberapa kali saya diskusi di Melbourne
dan di Brisbe. Terus terang saya takjub
ketika melihat bagaimana mereka punya
kemampuan berpikir yang sangat kritis.
Dan saya sampaikan kepada mereka bahwa
Anda semua adalah masa depan Indonesia.
You are the bright and the brightest of
Indonesia. PR-nya adalah
cerdas di Australia,
petarung di Australia, punya cita-cita
besar di Australia untuk kembali. Tetapi
ketika kembali ke Indonesia harus bisa
istikamah dan konsisten.
Sama cerdasnya, bahkan lebih inovatif
lagi dan tetap.
Saya melihat ini tantangan karena banyak
yang kemudian aa kembali ini larut
dengan kebiasaan-kebiasaan yang lama.
Jadi tantangan gadget hari ini adalah
bagaimana menyesuaikan di lingkungan
sistem masing-masing tapi tidak luntur,
tidak luntur idealismenya karena
atasannya korup, karena atasannya malas,
karena atasannya tidak memudahkan urusan
warga.
Bersyukurlah Anda yang punya atasan yang
mampu untuk menjadi suri teladan. Yang
satu antara kata dan perbuatan. Tetapi
apabila Anda menemukan atau ada di
lingkungan di mana atasan Anda jauh dari
realita yang ideal, maka Anda harus
mawas diri, harus menjaga batas, harus
berdoa banyak-banyak, berhenti
banyak-banyak supaya tetap konsisten.
Jadi, poin yang ingin saya sampaikan
teman-teman sekalian adalah pilih
lingkungan Anda yang baik untuk
perkembangan karir emosi Anda. Jangan
terjebak terhadap lingkungan yang
toksik. Jangan. Sesuatu kesalahan itu
kalau baru sekali dua kali terasanya
berat banget, dosa banget begitu. Tapi
ketika berangkali maka dianggap sudah
biasa. Jangan sampai Anda terjebak ke
dalam sesuatu yang tadinya tidak biasa
menjadi biasa karena sering. Karena ada
di lingkungan yang cenderung praktiknya
seperti itu. Jadi hati-hati pilih
lingkungan pergaulan. Kalau Anda ada
lingkungan yang saling mendukung, saling
mendorong, maka Anda ada di lingkungan
yang tepat. Begitu. Nah, adik-adik
sekalian pilih core kompetensi Anda apa.
Itu harus punya core competence. Jadi,
kalau ditanya misalnya
ee
kalau untuk urusan keuangan daerah
siapa? Oh, itu si Benny aja. Kalau untuk
urusan
ee legal misalnya regulasi
perundang-undangan, oh itu si Ahmad aja
misalnya. Jadi core competensi itu
adalah posisi tawar kita. Jangan sampai
tidak punya core competence. Saran saya
walaupun oleh ujungnya nanti Anda semua
akan menjadi generalis.
kira-kira roadmap-nya begitu, tapi mulai
memupuk dengan sesuatu core yang sangat
penting untuk menjadi ee daya tawar
Anda. Dan saya titip sekali ya,
Teman-teman, adik-adik sekalian,
ee kompetensi itu bisa diasa, tetapi
karakter tidak mudah untuk dijaga dan
tidak mudah untuk dibangun. Jadi
lengkapi kompetensi kor kompetensi tadi
dengan karakter yang kuat. Hindari dari
praktik-praktik korupsi. Jauhkan diri
dari hal sifatnya manipulatif. Itu jaga
integritas dan selalu ikhtiar untuk
menyatukan antara pikiran, kedataan, dan
perbuatan. Itulah modal terbesar Anda
pada saatnya nanti untuk menjadi
pemimpin Indonesia mengantarkan kita
semua menuju era Indonesia maju. Niaup.
Terima kasih. Silakan k ada pertanyaan.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Warahmatullahi wabarakatuh.
Terima kasih Pak Bima atas materinya
yang sudah disampaikan. Baik, silakan
untuk sobat TSN yang ingin bertanya.
Sesi tanya jawab kita buka sekarang.
Yang bergabung lewat Zoom meeting boleh
menggunakan fitur raise hand. Yang
bergabung lewat YouTube channel BPSDM
Jatim TV silakan tuliskan pertanyaannya
melalui kolom live chat. Baik, apakah
sudah ada yang bergabung bersama dengan
kami di sini? Kita cek terlebih dahulu.
Oke. Baik, sudah ada sobat yang sudah
bergabung di sini. Selamat siang dengan
Bapak siapa dan dari instansi mana
Bapak?
Selamat siang. Saya dengan Dani dari
Sansi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten
Ngawi.
Oke, Pak Dani dari Ngawi. Silakan Pak.
Nggih. Terima kasih atas waktunya.
Selamat siang, Pak Bimaria.
Sangat menarik tadi bahasannya tentang
yang disampaikan oleh Bapak. Ee saya
sedikit aja tadi tentang peningkatan
kemampuan sosial dan rohani. Bapak,
bagaimana tanggapan Anda terkait ee
generasi Z, generasi Z ini yang
sedikit-sedikit dan mohon maaf ee toksik
gitu kan. E kemudian
ee ini mengganggu mental he gitu. itu ee
maaf kalau bagi saya kalau
sedikit-sedikit menyatakan itu ini suatu
tanda bahwasanya ee tanda petik mereka
cengeng gitu. Bagaimana pendapat
panjenengan? Terima kasih, Pak.
Ya, silakan. Saya tampung dulu saja
pertanyaan-pertanyaannya.
Oke. Ee coba kita cek terlebih dahulu.
Sudah ada yang menuliskan pertanyaannya.
Barangkali mau menanyakan secara
langsung yang dari Zoom meeting.
Oke. Baik. Ini sudah ada Bapak Zaki dari
Jambi, Pak. Ee beliau bertanya,
"Apa langkah konkrit yang bisa diambil
pemerintah untuk memfasilitasi
pengembangan kompetensi ASN GenI?"
Baik,
dua saja, Pak Bima pertanyaannya,
ya. Baik, silakan dijawab Pak Bima.
Baik.
Jadi,
pengalaman saya sebagai dosen dan
sebagai orang tua
ee
kita harus bisa memahami
bahwa
banyak faktor itu mempengaruhi
motivasi
seseorang.
Ada orang yang cenderung lebih cepat
demotivasi,
ada orang yang cenderung juga tidak
tahan banting begitu.
Tetapi kita harus bisa memahami juga
ee
apa yang menyebabkan seperti itu dan apa
yang dibutuhkan oleh mereka.
Saya melihat bahwa
ee kecerungan untuk mudah cemas,
kecerungan paranoid, kecurungan takut
gitu ya. Ini karena kompetisi yang
cenderung lebih ketat sekarang. Jadi
muncul banyak khawatiran, tidak mampu
untuk menjadi pemenang. Yang dibutuhkan
adalah
ee afirmasi.
afirmasi bahwa mereka adalah generasi.
Saya selalu
ee sampaikan ini kepada anak-anak saya
di rumah ya, bahwa mereka adalah
generasi terbaik sepanjang sejarah.
Afirmasi bahwa mereka punya kemampuan
untuk fight. Namun harus dididik,
dibiasakan
untuk mencicil menyelesaikan
persoalan-persoalan.
Saya ingat sekali ketika saya kecil
gitu, itu selalu dibisiki oleh ayah saya
almarhum doa Jenderal Douglas Mecathur.
Jadi, Jenderal Douglas Meat ini adalah
pahlawan perang Amerika
yang membisikkan doa kepada anaknya
sesuatu yang agak aneh. Kira-kira begini
doanya. Ya Allah, jangan berikan jalan
mudah bagi putraku. Berikanlah dia
badai, berikanlah dia cobaan, berikanlah
dia ujian.
Ini kan satu hal yang berbeda dengan
mindset banyak sekali orang tua. Doa
orang tua pada umumnya adalah, "Ya
Allah, mudahkanlah anakku. Ya Allah,
luruskanlah jalan sebagainya." Ini
didoakan oleh orang tua berikan jalan
yang tidak mudah. Ya, ketika kecil saya
sering dikasih PR-PR dari kecil sampai
besar oleh ayah saya untuk menyelesaikan
persoalan sendiri. Nah, karena itu di
lingkungan keluarga, di lingkungan
kantor
mendidik anak-anak sekarang menjadi
lebih fight, lebih petarung, tidak
cengeng. Itu yang pertama adalah dengan
berdialog dan mendengarkan apa yang
menjadi kegundahan mereka. Yang kedua
adalah memberikan afirmasi bahwa mereka
bisa, bahwa mereka punya modal, bahwa
mereka kuat. Dan yang ketiga adalah
mencicil persoalan-persoalan agar mereka
bisa menjadi ee sosok-sosok yang
lebih bisa bertarung atau fight begitu.
Nah, ini PR tentunya bagi para atasan
dan sebagainya. Nah, saya mendorong
untuk teman-teman untuk aktif
berorganisasi, mendorong teman-teman
untuk memperluas networking. Karena saya
percaya bahwa salah satu tips untuk
menjadi matang adalah membiasakan dengan
perbedaan. Sekali lagi, salah satu tips
menjadi matang untuk menjadi sosok yang
tangguh adalah membiasakan terhadap
perbedaan. Kalau kita terbiasa
menghadapi perbedaan, perbedaan agama,
perbedaan cara pandang, perbedaan
keyakinan politik, ideologi, perbedaan
selera dan sebagainya, maka kita akan
lebih bijak, lebih kuat untuk menjemput
segala macam persoalan.
Nah, itu yang pertama. Yang kedua tadi
ada pertanyaan juga soal apa asi-aksi
konkrit untuk meningkatkan kapasitas
untuk kompetisi Genz
ee di Kemendagri.
Saya sedang berpikir untuk menyusun satu
program ya, program meningkatkan
kapasitas kompetensi Gen Z dengan
pola-pola yang tepat gitu. Jadi enggak
bisa disamakan bintek pelatihan atau apa
ya proyek perubahan dengan modul-modul
lain. Ini kita harus buat modul-modul
yang lebih inspiratif, yang lebih
kreatif dan out of the box. Begitu
tunggu tanggal mainnya kita akan godok.
Genjet di seluruh Indonesia akan secara
bergilir kita akan gojlok begitu. kita
akan lakukan peningkatan kapasitas ya
terutama tadi ya untuk membuat mereka
ini menjadi petarung-petarung pemimpin
2045 begitu nanti pada saatnya kami akan
umumkan. Terima kasih.
Oke. Baik terima kasih Pak Bima atas
jawabannya dari pertanyaan dua sobat ASN
yang sudah bertanya di sini. Terima
kasih sekali dan kami batasi dua
pertanyaan aja mohon maaf ya sobat ASN
ya. Oke. Baik. Terima kasih sekali lagi,
Pak Bima sudah meluangkan waktunya di
sini dan bisa diberikan closing
statement Pak kepada Sobat ASN semua.
Ee saya simpel aja buat teman-teman ASN
Uda, ayo kita berkoordinasi, komunikasi.
Silakan DM saja lewat Instagram. Banyak
kok yang DM gitu ya. Ini alumni-alumni
IPDN banyak sekali yang DM. saya
bertukar pikiran dan lain-lain. Saya
senang bisa komunikasi nanti bisa bisa
lanjut di WhatsApp kalau ingin dan yang
penting adalah ee kita jaga silaturahmi
kita supaya kita bisa sama-sama
menyiapkan diri masing-masing untuk
menuju jadi saya tunggu DM-nya di
Instagram. Makasih.
Oke. Baik. Dan yang belum follow nih,
barangkali bisa difollow dulu
Instagram-nya Pak Bima ini di Bima Arya.
Sugiarto. Oke, centang biru ya. Saya
barusan follow Bapak.
Kalau ada apa-apa saya juga akan m ya,
Pak ya. Oke. Baik, terima kasih Pak Bima
sekali lagi sudah meluangkan waktunya
untuk menyapa sobat ASN semua di sini.
Semoga ilmu yang Bapak berikan hari ini
bisa kami praktikkan langsung Bapak di
lapangan dan semoga memberikan ee
manfaat yang luar biasa untuk ASN ke
depannya. Terima kasih sekali lagi,
Bapak. Sampai jumpa lain waktu. Sehat
selalu, Bapak. Semangat. Tarum.
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam.
Baik. Luar biasa ya. Ini sepertinya baru
pertama ya Wakil Menteri Dalam Negeri
Republik Indonesia menyapa Sobat ASN
melalui ASN Belajar kali ini di hari
Kamis, 24 Juli 2025 di seri 28 tahun
2025. catat ini ya, sejarah ini luar
biasa. Baik, terima kasih sekali lagi
kami ucapkan kepada para narasumber
Wakil Menteri Dalam Negeri Republik
Indonesia Bapak Dr. Bima Arya Sugiarto,
SI. PMA. Kemudian terima kasih untuk
Direktur Pengelolaan Data dan Penyajian
Informasi Aparatur Sipil Negara Badan
Kepegawaian Negara Republik Indonesia,
Bapak Dr. Iketut Buana, S., M.Si., AK.
CA. Kemudian terima kasih juga untuk
analis perencanaan strategis BAPRIA
Kabupaten Memuju Tengah Provinsi
Sulawesi Barat. Mbak Adinda Putri Pawan
STIP. Terima kasih sekali lagi dan
terima kasih juga untuk sobat ASN yang
setia dari awal sampai siang hari ini
ya. Akhirnya kita sudah berada di
penghujung ASN belajar seri 28. Semoga
ilmu yang kita peroleh di hari ini dapat
memberikan dampak nyata dalam
pengembangan kebijakan dan juga praktik
manajemen ASN khususnya untuk generasi
muda ya di lingkungan birokrasi
Indonesia. Dan sobat ASN jangan lupa
untuk mengecek semesta Bangkok secara
berkala untuk mengunduh e-sertifikatnya.
Baik, ASN belajar seri 28 tahun 2025 ini
persembahan Korpu SDGIS BBSD Provinsi
Jawa Timur dan sampai jumpa di seri
berikutnya. Wassalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak
bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
menjadi ASN berakhlak mulia.
Siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar wujud
pemerintahan
selalu
bukan tekad pancang penjerah
jadi
berkuita
[Musik]