Transcript
7G3oYDdvFqg • ASN Belajar Seri 28 | 2025 - ASN Gen Z: Tumbuh Tangguh di Era Disrupsi
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0247_7G3oYDdvFqg.txt
Kind: captions Language: id [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia. Siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujudkan selaku dunia bukan tekad pancang menyerah jadi berkuita [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Selamat pagi sobat ASN. Senang sekali saya Anis Dewi di hari Kamis 24 Juli 2025 ini dapat kembali menemani sobat ASN semua dalam webinar ASN Belajar seri 28 tahun 2025 persembahan Korpu SDIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Izinkan kami untuk menyapa semua yang sudah bergabung dalam webinar ini. Yang terhormat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. Ramlianto, S.PMP. Yang kami hormati para narasumber Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bapak Dr. Bima Arya Sugiarto, SI. MA. Yang kami hormati Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia yang diwakilkan oleh Direktur Pengelolaan Data dan Penyajian Informasi Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia, Bapak Dr. Iketut Buana, S., M.Si., AK.ca. Yang kami hormati pula analis perencanaan strategis Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat, Mbak Adinda Putri Pawan STRI dan semua sobat ASN yang sudah bergabung dari seluruh penjuru tanah air, baik yang sudah bergabung secara online melalui Zoom meeting maupun YouTube channel BPSDM Jatim TV serta yang hadir di kelas internasional BPSDM Jatim. Applaus dong untuk semua yang sudah hadir di sini. [Tepuk tangan] Luar biasa ya. Ramai sekali di hari Kamis manis ini. Iya dong ramei. Karena kita semua dari lintas generasi hadir semua dalam webinar kali ini. Karena memang Sobat ASN ya di tengah akselerasi dinamika global ini hadir nih G Z generasi Z. Kalau ada yang bilang juga Zoomers. Mereka hadir sebagai entitas baru dalam tubuh birokrasi. Jadi generasi digital natif yang tumbuh dengan kecepatan informasi serta terbentuk dalam ruang sosial yang cair serta dinamis ini mereka membawa paradigma baru. Jadi kolaboratif, inklusif, dan syarat makna personal dalam bekerja. Tapi tantangannya tidak kecil. Dalam ekosistem birokrasi yang seringkiali rigit dan juga hierarkis ya, Gen dituntut bukan hanya untuk menyesuaikan diri, tetapi juga untuk mentransformasikan cara pandang dan tata kelola pelayanan publik. Jadi, mereka harus tumbuh, tidak sekedar adaptif, tetapi wajib nih ya tangguh, berdaya secara kompetensi, berkarakter dalam nilai, dan terlibat secara emosional. Nah, bagaimana sih desain pengembangan kompetensi, jalur karir, serta pendekatan engagement yang tepat agar dapat melahirkan Genzi yang cakap dan juga mampu menjadi jangkar integritas dan inovasi di masa depan birokrasi Indonesia? Selengkapnya akan kita bahas dalam webinar ASN belajar seri 28 tahun 2025. [Musik] Baik, untuk mengawali ASN belajar seri 28 tahun 2025 ini, marilah kita simak bersama opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, S.P,MP. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 24 Juli 2025, ASN Belajar telah memasuki seri yang ke-28. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami. Kami selalu berkomitmen sekaligus terus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sahabat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-28 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka menyambut kehadiran ASN-ASN muda yang merupakan formasi CPNS nasional tahun 2024. Mereka adalah para generasi muda yang akan memulai babak baru dalam hidupnya menjadi aparatur sipil negara yang merupakan elan vital birokrasi. profesi yang tak sekedar bekerja untuk pemerintah, tapi hadir sebagai wajah negara di mata rakyat. Sebuah profesi yang menuntut dedikasi, integritas, dan kemampuan beradaptasi dalam berbagai perubahan zaman. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka SN belajar seri ke-28 tahun 2025 ini mengangkat topik ASN Genzi, tumbuh tangguh di era disrupsi. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Saat ASN di seluruh tanah air kita hidup di era yang tidak lagi memberi ruang bagi stagnasi. Dunia tak bisa menunggu. Ia bergerak dengan kecepatan yang melampaui logika. Menembus batas ruang dan waktu. Perubahan bukan lagi sekedar kemungkinan. Ia adalah kepastian yang terjadi setiap saat. Kita tidak lagi bisa berpegang pada cara-cara lama untuk menghadapi tantangan yang sepenuhnya baru. Dunia bergerak sangat cepat dan hanya mereka yang mampu belajar, berubah dan berinovasilah yang akan tetap relevan. menyambut era baru yang destruktif ini. Birokrasi tidak boleh berjalan di tempat apalagi melangkah mundur. Birokrasi tidak boleh terjebak dalam rutinitas yang usang, tidak boleh terkungkung oleh sekat-sekat hierarki dan zona nyaman, dan tidak boleh menutup mata terhadap berbagai perubahan yang terjadi begitu cepat, masif, dan seringki tidak terduga. Sebaliknya, birokrasi harus menjadi organisme yang hidup dan terus belajar bertransformasi menjadi lebih lincah, inklusif, penuh dedikasi, integritas, serta makin berdampak. Dan dalam proses inilah ASN muda adalah energi utama perubahan. Sobat ASN, kini harapan baru bertumpu di pundak ASN muda. Generasi yang tumbuh bersama teknologi, terbiasa bergerak lincah dalam dunia digital, dan memiliki keberanian untuk mempertanyakan, memperbaharui, dan melompat melalui batas-batas lama. Mereka bukan hanya aparatur negara, tapi juga agen perubahan yang membawa semangat zamannya. menjebatani tradisi dan inovasi serta menjadi motor penggerak birokrasi yang lebih adaptif, responsif, dan transformatif. ASN Muda adalah harapan baru yang menyalakan cahaya di tengah ketidakpastian zaman. Mereka bukan sekedar pelanjut estafet birokrasi, tetapi motor penggerak transformasi, penyambung nalar masa kini dengan visi masa depan. ASN Muda hadir dengan semangat kolaboratif, melek teknologi dan keberanian untuk berpikir berbeda. Mereka tumbuh di tengah kemajuan digital, terbiasa bergerak cepat, berpikir kritis, dan menuntut makna di setiap tugas yang diemban. Dalam diri ASN muda tertanam potensi besar untuk mendobrak kebekuan sistem, untuk menyusun ulang cara kita melayani, dan untuk membuktikan bahwa birokrasi bisa lentur, relevan, dan melayani semakin beriman. Jika Indonesia ingin meraih cita-cita emas 2045, maka energi perubahan itu ada dalam diri ASN muda hari ini. Sobat ASN di seluruh tanah air, lalu bagaimana kita sebagai ASN muda Indonesia mampu memberikan kontribusi terbaik kita bagi terwujudnya Indonesia yang maju dan makin bermartabat. Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Bapak Dr. Bima Arya Sugiarto, SIP, MA. Beliau adalah Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, figur pemimpin muda yang mewakili wajah kepemimpinan kolaboratif. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Bapak Prof. Dr. Zudan Arif Fakrullah, SH.H., M.H. Beliau adalah Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia. Figur pemimpin yang telah banyak melakukan terobosan dalam pelayanan publik dan tata kelola SDM aparatur. Dan yang ketiga kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Mbak Adinda Putri Pawan STRIP, sosok ASN muda yang cerdas dan penuh dedikasi yang menyandang gelar TOP 16 putri Indonesia 2025. Saat ini beliau mengabdi sebagai analis perencana strategis di Badan Perencanaan Bangunan Riset dan Inovasi Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-28 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Ramli atas speech-nya ya. Semoga sobat ASN yang sudah bergabung ini terus bergabung sampai akhirnya webinar di hari ini. Tapi Sobat TSN sebelum kita menyimak nih materi dari para narasumber, kami ingin mengingatkan bahwa link presensi sudah dapat diakses melalui semesta Bangkom. Jadi setelah Sobat ASN mengisi presensi, kemudian survei dan juga lembar monev, nantinya link sertifikat ini akan muncul maksimal 1* 24 jam. Jadi jangan lupa dicek secara berkala ya. Baik, kalau kita cek nih ya di webinar ASN belajar seri 28 ini, Sobat ASN akan mendapatkan ilmu yang luar biasa dari tiga narasumber yang hebat semua. Jadi sayang sekali kalau melewatkan salah satunya saja harus disimak tiga-tiganya. Dan langsung saja kita sambut narasumber kita yang pertama. Beliau adalah Direktur Pengelolaan Data dan Penyajian Informasi Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia. Berikan applaus untuk Bapak Dr. Iketut Buana, S., M.Si., AKC. Selamat pagi, Bapak. Selamat pagi. Waduh. Ini suaranya masih belum terdengar. Sebentar teman-temanku boleh. Apa kabar pagi ini? Alhamdulillah sehat Bapak. Bapak apa kabar? Sehat Pak. Alhamdulillah sudah jelas ya Bapak suaranya terdengar di sana. Sangat jelas Mbak. Sangat jelas. Oke. Di sini juga jadi nanti materinya bisa tersampaikan dengan ee 100% sempurna ya kepada Sobat ASN semua. Karena yang bergabung di sini banyak sekali loh, Pak, dari seluruh penjuru tanah air. Boleh disapa dulu Pak? Oke, baik. Terima kasih sebelumnya. Selamat pagi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Om swastiastu. Salam sejahtera untuk kita semua. Shalom. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Rahayu, rahayu, rahayu. Sobat ASN di mana pun berada. ee peserta webinar pada pagi hari ini dan ee para narasumber ada Mahadinda Pawan, ada ee Bapak Wakil Menteri Dalam Negeri dan tentunya peserta webinar yang berbahagia yang sangat antusias mengikuti ee atau menantikan gitu ya webinar yang memang secara rutin diselenggarakan oleh ee teman-teman di BPSDM Jawa Timur. Jadi kami menyambut ee positif dan mengapresiasi apa yang sudah dilakukan sebagai bagian dari upaya bagaimana kita menjadi seorang ASN yang adaptif, inovatif, dan kolaboratif. Oke. Baik. Karena sekarang ini ASN lintas generasi ya, Pak ya. Betul. Jadi yang benar-benar generasi kalau di atasnya gensi generasi apa ya namanya? Milenial. Iya. Kalau saya milenial tanggung, Pak. Milenial tanggung. Oke. Karena biasanya komunikasi antar lintas generasi pun di sini memiliki hambatan-hambatan. Nah, di momen inilah yuk kita saling berdiskusi antara lintas generasi supaya kita bersinergi nih membangun bagaimana birokrasi Indonesia supaya lebih maju lagi. Baik, Sobat ASN sebelum kita menyimak materi yang akan disampaikan oleh Bapak Dr. Iketut Buana, apabila Sobat Sn ingin bertanya silakan dituliskan terlebih dahulu pertanyaannya karena sesi tanya jawab akan kita buka setelah materi selesai disampaikan. Jadi, Bapak kami berikan waktu 30 menit untuk menyampaikan materi. Kemudian ee setelah penyampaian materi adalah waktu tanya jawab dan berdiskusi bersama dengan Sobat ASN semua. Oke. Baik, kalau begitu langsung saja kita simak materi pertama yang akan disampaikan oleh Bapak Dr. Iketut Buana. Silakan, Bapak. Terima kasih, Mbak Anisa. Saya izin share screen. Apakah sudah terlihat, Mbak? Sudah terlihat. Sudah. Baik, terima kasih. Baik, terima kasih teman-teman semua. Ee saya panggil teman-teman ya biar lebih akrab gitu ya. Karena kalau cara komunikasi genset itu memang ee kita ituak mesti ada jarak gitu ya. Jadi kita itu memang ee ibaratnya boleh dibilang kakak adik gitu ya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita bersama gitu ya. Baik ee tadi sudah diperkenalkan ee saya Ketut Buana ee selaku Direktur ee Pengelolaan Data dan Penyajian Informasi ASN. Dalam kesempatan ini ee diminta atau di tugasi oleh Bapak Kepala Badan Kepegawaian Negara Bapak Prof. Judan Pakrullah yang ee dalam kesempatan ini untuk menyampaikan ee materi dalam forum yang sangat terhormat ini gitu ya. Ee sebelumnya saya ee pernah bertugas di kantor jurnal 10 BKN Pasar gitu ya dan diberikan kesempatan atau sempat berinteraksi juga gitu ya dengan teman-teman yang memang ee sebagian besar tim saya di bidang informasi kepegawaian di situ ee adalah teman-teman genset gitu ya. termasuk juga saya ketika sudah bertugas di saat ini di Direktorat ee Pengelolaan Data dan Penjanajian Informasi ASN juga ketemu lagi nih dengan sebagian besar ee teman-teman yang merupakan genset gitu ya. Nanti saya akan bercerita tentang bagaimana suka dukanya atau pengalaman-pengalaman saya bagaimana mengelola teman-teman yang nota B ini adalah merupakan genset gitu ya. Ee baik teman-teman semua, mulai kita mengawali ee apa namanya diskusi kita pada pagi hari ini. Ee ada baiknya kita coba menggali gitu ya apa sih yang menjadi inspirasi gitu ya bahwa ee Pak Renal Kasali menyampaikan generasi yang tangguh tidak lahir dari sono yang nyaman gitu ya, tapi mereka ee ee lahir dari gelombang perubahan yang mereka taklukkan gitu ya. Nah, ini ee katanya Pak Renal Kasali. Nah, tidak tidak ee bertentangan dengan itu atau inline dengan itu ee Bapak Kepala Kantor ee Bapak Kepala BKN Bapak Prof. Judan Arif Pakrullo, S., MA. Dalam berbagai kesempatan ee beliau menyampaikan bahwa kita tidak boleh diam dan mudah menyerah, gitu ya. Karena diam dan diam tidak akan menghasilkan perubahan sehingga kita harus berdamai dengan ee ketidaknyamanan gitu kurang lebih ya. sehingga dari ketidaknyamanan ini kita akan menemukan kenyamanan baru karena kita telah melakukan transformasi, melakukan adaptasi yang cukup sehingga kita bisa menghasilkan kinerja yang optimal. Ah, baik Bapak Ibu kalau kita lihat ee mungkin juga sudah kita alami bersama gitu ya sekarang di era yang disrupsi gitu ya, yang serba cepat, kompleks, dan mungkin boleh dibilang tidak terduga gitu ya. Jadi, bagaimana pemanfaatan teknologi artificial intelligence ee semakin masif ke depan dan saat ini juga sudah ee sangat masif digunakan gitu ya. Kemudian ee otomatisasi juga sudah menjadi tuntutan gitu ya. Kemudian bagaimana kita big dihadapkan pada big data gitu ya. sehingga kita perlu keterampilan-keterampilan atau literasi dalam membaca data dan sekaligus juga dalam konteks ini bagaimana kita menginpr menginterpretasikan data sehingga bisa memproyeksikan suatu kondisi atau prediksi kejadian di masa yang akan datang. Yang tidak kalah pentingnya adalah internet opting yang memang sekarang sudah menjadi bagian dari keseharian kita gitu ya. kita mungkin pertanyaan yang paling mendasar saja gitu ya. Sekarang mungkin e teman-teman gitu ya, teman-teman ASN gitu ya, kalau dikasih pilihan lebih baik ketinggalan kalau misalnya suatu barang ya ketinggalan HP atau dompet gitu ya. Jawabannya sebagian besar pasti lebih memilih dompetnya ketinggalan gitu ya. Karena apa? Karena di HP itu sudah bisa bertransaksi sekarang gitu ya. Tapi kalau di dompetnya tidak ada nomor kontak dan lain sebagainya sehingga mereka akan kesulitan dalam melakukan pekerjaan-kerjaan keseharian gitu ya. sehingga begitu ketergantungnya kita pada sebuah teknologi saat ini dan memang itu menjadi ciri khas dari teman-teman yang merupakan genset itu. Mau tidak mau juga yang lain di luar generasi genset pun harus melakukan adaptasi gitu ya. Sama-sama harus melakukan adaptasi sesuai dengan ee kemajuan atau tren yang terjadi sekarang gitu ya. Ee kemudian berikutnya adalah ee tantangan puka gitu ya. Seperti yang kita ketahui ee dunia ini sekarang penuh dengan ketidakpastian dengan ke yang serba kompleks, serba ambigu gitu ya. sehingga kita juga harus menghadapinya juga dengan puka gitu ya. Bagaimana kita menetapkan visi gitu ya, kemudian kita membuatkan sebuah menjadi jelas gitu ya, serba clear gitu ya. Karena dari pengalaman saya berinteraksi dengan teman-teman di ee apa namanya genset ini gitu ya, mereka lebih senang kalau misalnya diberikan kesempatan untuk bagaimana kemudian ee diberikan perintah itu mesti jelas gitu ya ekspektasi kita itu apa, kita harus jelas di depan sehingga mereka itu bisa ee menerjemahkan itu menjadi sangat cepat gitu ya. Kalau urusan ee teknis gitu ya dalam hal-hal yang katakanlah mengeksekusi sebuah perintah gitu katakanlah seperti itu teman-teman genset ini sangat cepat gitu ya. Tetapi memang syaratnya kita harus ada kejelasan di depan gitu ya. Clearnya itu harus menjadi ee sebuah persyaratan yang pasti gitu ya. Kemudian yang terakhir Bapak, Ibu, teman-teman semua mungkin kita sadari bersama gitu ya bahwa perubahan ekspektasi publik terhadap pelayanan publik ini sangat berubah banget. Bahkan dulu dalam konteks bahwa pelayanan publik itu memang begitu adanya masyarakat masih bisa menerima gitu ya, tidak terlalu banyak protes segala macam dengan era keterbukaan sekarang itu menjadi hal yang tidak terjadi lagi gitu ya. Bahkan sekarang satu kejadian di satu tempat itu bisa menjadi viral gitu ya. Bahkan seluruh dunia tahu gitu ya. Sehingga kita sebagai seorang ASN mesti berhati-hati dalam konteks memberikan pelayanan publik, bersikap gitu ya. berucap juga jangan salah karena ini akan menjadi apa namanya sebuah ee rekam jejak yang bisa diakses di mana saja informasi itu akan sangat cepat e muncul gitu ya. Di sisi yang lain ee masyarakat sebagai menteri Malayan juga akan ee berekspektasi bahwa semuanya ingin serba cepat gitu ya, serba cepat, serba pasti dan tentunya yang tidak kalah pentingnya adalah ee bisa dilaksanakan sesuai dengan persyaratan atau ketentuan yang berlaku. Nah, siapa sih genset? mungkin sama-sama kita ketahui mungkin secara umum literasi menyatakan mereka yang lahir 96 sampai 2010 gitu ya. Karakteristiknya seperti disampaikan di prolog tadi termasuk juga ee penyampaian dari Bapak Kepala BPSDM bahwa ini adalah generasi yang digital natif banget gitu ya, multitasking, cepat belajar, peduli pada nilai-nilai keberlanjutan gitu ya. Jadi karakteristik itu yang memang boleh dikatakan menonjol dari genset ini gitu ya. Gaya kerjanya bagaimana teman-teman? Sebagian besar teman-teman yang saya perhatikan gaya kerja mereka ini sangat fleksibel gitu ya. Mereka sangat ee apa namanya? Menikmati dalam suasana-suasana yang ee dinamis dan fleksibel. Tetapi kalau misalnya mereka dihadapkan pada sesuatu yang birokratis, statis, itu ee biasanya membuat mereka tidak betah gitu ya. Kemudian yang kedua, mereka lebih suka bekerja kolaboratif ee suka diberikan feedback gitu ya. Jadi dialog-dialog kinerja ini menjadi hal yang wajib dilakukan gitu ya. sehingga kita bisa meng-clear meng-clearkan apa yang menjadi ekspektasi kita. Kemudian ee ketika itu dilaksanakan sebuah perintah atau sebuah instruksi, maka mereka juga bisa kita lihat progresnya sampai di mana dan mereka juga ketika punya hambatan mereka juga butuh teman diskusi atau diberikan umpan balik gitu ya sehingga ekspektasi kita menjadi clear dan bisa ee apa namanya sampai kepada ee ekspektasi yang kita inginkan. Yang terakhir orientasi pada makna kerja. Nah, ini genset ee sekarang ee banyak apa namanya ee menginginkan bahwa mereka itu juga ingin berkontribusi pada bagaimana pelayanan publik yang lebih bagus, ingin bersama-sama menjadi bagian dari perubahan untuk peningkatan pelayanan publik itu ee genset banget gitu ya yang memang menjadi ciri khas e teman-teman di generasi ini. Selanjutnya Bapak Ibu semua kalau kita perhatikan dari statistik ASN saat ini ya ini per 1 Juli 2025 itu jumlah ASN kita sudah di R5.220 221.381 orang gitu ya. Nah, dari semua ee apa namanya? ASN ini 70% itu masih PNS Bapak Ibu ya. Sementara 30% atau 1,5 juta itu e P3K gitu ya. Kemudian di mana mereka bekerja instansi pusat ee sebesar e kurang lebih 23% kemudian instansi daerah di 77%. Kalau jenis kelaminnya Bapak Ibu sebagian besar saat ini ASN itu jenis kelaminnya justru wanita gitu ya di 57% sementara pria di 43%. Nah, kemudian kalau lihat pendidikan sebagian besar E S1 masa kerja sebagian besar mereka bekerja ini di masa kerja 11 sampai dengan 15 tahun gitu ya. Sementara kalau dari lihat dari strukturalnya sendiri masih ada sekitar 317.579 orang struktural. Sementara sisanya gitu ya, sisanya berarti 4 ee 4 jutaan sekian itu adalah fungsional dan pelaksana gitu ya. Nah, fungsional sendiri ada 3,4 juta artinya struktur terbesar 66% dari ASN kita adalah fungsional kemudian pelaksana di 28% atau 1,4 juta ee orang ASN gitu ya. Nah, lalu bagaimana kalau generasinya? Nah, mungkin ini yang terkait atau relate dengan topik yang kita bahas hari ini gitu ya. Kalau kita lihat dari generasinya Bapak, Ibu, teman-teman semua ee ternyata yang terbesar itu masih ee gen Y gitu ya, gen Y yang ee apa namanya? Jumlahnya itu 56%. Jadi mereka yang kelahiran 77 sampai dengan ee 94 gitu ya. Jadi ini saya termasuk di dalamnya ini gitu ya. Kemudian ee di porsi berikutnya itu adalah Gen X gitu ya. Mereka yang ee kelahiran tahun 'ma dengan 76 di 31%. Sementara genset sendiri, nah ini baru di 12% secara agregat total gitu ya. Dia dia 12% ini mungkin setara dengan 626.565 orang gitu ya. Ee teman-teman merupakan generasi atau genset ini gitu. Nah, kemudian kalau kita perhatikan ee belakangan ini tentu dengan rekrutmen ASN yang baru gitu ya, apalagi PNDS seperti kita ketahui kan ee ada batas usia gitu ya. Kalau mereka boleh melamar di batas usia 35 tahun. Artinya trennya otomatis juga akan semakin meningkat, Teman-teman, yang ee kategori genset ini gitu ya. Jadi mereka ee posisi 2020 di 126.000, sekarang di di 2025 itu sudah di angka 693.673. Ini data yang terbaru yang dirilis oleh teman-teman di Direktorat ee Pengelolaan Data dan Penjajan Informasi Kepegawaian per kemarin gitu ya. Ee jadi jumlahnya sudah 693.673 673 orang gitu ya yang masuk kategori ke genset. Nah, kemudian artinya bahwa dari tren ini bisa kita simpulkan 5 tahun terakhir ini pertumbuhan genset ini semakin meningkat gitu ya. Kemudian ee tentu ee ada tantangan di dalamnya ya, tantangan dan peluang bagi instansi bagaimana kita merubah kultur kerja, melakukan digitalisasi pelayanan dan model kepemimpinan yang ee transformasional ke depannya gitu ya. Nah, selanjutnya bagaimana tantangan genset. Nah, ini mungkin tadi di Prolog juga sudah disampaikan oleh ee Ibu ee apa namanya MC dan termasuk juga dari Pak Kaban tadi bahwa ee sistem ee birokrasi ini ee sebagian besar itu masih hierarkis. Nah, ini memang ee teman-teman di Jenset ini sebagian besar memang kurang suka gitu ya dengan sistem birokrasi yang masih sangat hierarkis gitu ya. Sehingga mereka juga ingin menyuarakan perubahan-perubahan. Nah, nanti saya akan cerita atau saya tampilkan bagaimana teman-teman genset di Kanrek 10 di tempat saya bekerja sebelumnya di Denpasar ee bersama-sama kita menggawangi perubahan sehingga struktur yang tadinya hierarkis tadi kita berubah menjadi lebih ee dinamis gitu ya, menjadi lebih kolaboratif yang kita sebut sebagai struktur orbit. Ee berikutnya, Teman-teman yang kedua itu adalah pola kerja yang belum fleksibel. Nah, itu yang dimaksud tadi pola kerja yang mungkin ee ee apa namanya dulu pernah ee pada umumnya dilakukan adalah full WFO misalnya, kemudian adanya ee COVID 2020 menyebabkan kita menjadi WFH gitu ya. Bahkan sempat full WFH gitu ya. Nah, sekarang dengan kembalinya COVID tidak terjadi lagi maka ada kebutuhan untuk yang namanya WEFA gitu ya. Jadi eh work eh flexible arrangement gitu ya. Dan ini sudah dilakukan atau sudah diimplementasikan di beberapa kementerian termasuk di BKN sendiri Bapak Ibu di mana kami juga sudah sejak bulan Februari 2025 ini sudah ee yang menerapkan yang namanya work eh flexible arrangement gitu ya. Kemudian yang berikutnya eh gap nilai dan ee lintas generasi. Nah, ini mau tidak mau memang tidak bisa dipungkiri gitu ya bahwa memang ee antar generasi ini ee memiliki style dan pakem sendiri gitu ya. ada yang generasi yang memang ee generasi boleh dibilang ee lebih dulu ada kemudian ada genset dan mungkin ada milenial kemudian ada genset dan mungkin nanti juga generasi berikutnya gitu ya. Tentu ini mau tidak mau akan menjadi tantangan sendiri tapi bagaimana kita mengkolaborasikan sehingga ee gap nilai ini bukan menjadi tantangan, bukan menjadi hambatan, tetapi menjadi peluang gitu ya. Karena sejatinya dengan di satu sisi misalnya teman-teman genset yang serba cepat, teman-teman milenial yang serba cepat, tapi di sisi yang lain yang baby bomers juga yang masih ada katakanlah seperti itu penuh dengan khati-hatian yang tekun. Nah, itu juga nilai-nilai yang patut sebetulnya yang masih perlu dikolaborasikan gitu ya. Di sisi lain kita perlu yang namanya juga hati-hati, tapi di sisi lain juga bisa perlu bergerak cepat. Jadi, bagaimana mengcombine ini itulah tantangan sejatinya gitu ya. Berikutnya, adaptasi terhadap regulasi yang belum agile. Nah, sering sekali apa-apa yang kita lakukan itu memang terbentur sebuah regulasi gitu ya. Tetapi syukur Bapak Kepala BKN gitu ya, beliau sekarang sangat ee apa namanya? masif gitu ya, dalam melakukan berbagai perubahan. bagaimana menjadi semakin BKN ini semakin ee apa namanya lebih ee memberikan pelayanan dirasakan kehadirannya sehingga memiliki tagline yang disebut sebagai ee BKN sebagai bapaknya ASN gitu ya lewat kebijakan-kebijakan yang terakhir sudah lima kebijakan yang beliau lakukan di kurun waktu kurang lebih 6 bulan ini dan semuanya menyentuh dalam hal ee pengembangan karir ASN dan termasuk perlindungan ASN itu sendiri. Nah, mungkin ini ya Bapak, Ibu coba kita flashback kembali gitu ya. Mungkin pertanyaan dasarnya mengapa sih kita memilih menjadi seorang ASN? Nah, sehingga terjadi seperti tadi ya, gap antar apa namanya antar ee gap antar generasi ini juga bagaimana supaya menjadi ee minim gitu ya, bagaimana mengolaborasikan. Maka ada baiknya kita bertanya ke dalam. Ee mungkin kita perlu bertanya mendasar, mengapa kita memilih menjadi seorang ASN gitu ya, menjadi seorang pelayan publik. Nah, kalau menurut literasi yang ee ada gitu ya, bahwa ee apa namanya? Kalau kita kembali ke regulasi yang ada saat ini misalnya bahwa kita itu sebagai ee ASN itu memiliki tiga peran sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan publik, dan perekat pemersatu bangsa. Tetapi kalau kita menggali lebih dalam lagi tentang mengapa kita menjadi seorang ASN atau e menjadi seorang pelayan publik, ini ee teorinya pery and wise. E setidaknya ada tiga tiga motif gitu ya. Yang pertama disebut dengan motif rasional yaitu ingin mengambil peran dalam pengambilan kebijakan publik gitu ya. Makanya tadi generasi atau genset ini pun sebetulnya banyak yang ingin ee memberikan perubahan, ingin mengambil ee peran dalam bagaimana kebijakan publik ini bisa sama-sama dilakukan menjadi lebih mudah, lebih cepat. Nah, itu juga teman-teman genset pun memiliki motivasi ke sana gitu ya. Kemudian yang kedua ada namanya motif normatif gitu ya. Jadi melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang banyak. bagaimana teman-teman ketika menjadi seorang ASN bisa melakukan hal yang ee bermanfaat gitu ya. Bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri gitu ya, tetapi untuk orang lain, lingkungannya dan bila perlu untuk ee masyarakat luas gitu ya. Kemudian yang terakhir ada namanya motif affektif ya. Ini tentu ini adalah jiwa patriotik gitu ya. Bahwa menjadi seorang ASN, menjadi seorang pelayan publik itu adalah panggilan jiwa gitu ya. Panggilan jiwa ee panggilan negara untuk ikut mengabdi kepada negara gitu ya. Sebagai bentuk patriot kita atau jiwa patriot kita. atau implementasi patriotik kita kepada bangsa dan negara. Nah, di sisi lain Bapak Ibu kalau kita mengacu kepada Undang-Undang 5 2014 yang sudah diubah dengan Undang-Undang 20 2023 tentang ASN, maka hak dan kewajiban ASN itu kalau kita simpulkan sebetulnya itu haknya tadi itu diambil di awal bulan gitu ya. Mungkin Bapak, Ibu, teman-teman semua paham bahwa gaji itu pasti dibayarnya di tanggal 1 atau tanggal 2 gitu dan di awal bulan lah intinya. Tetapi kewajiban kita, kewajiban kita di sisi yang lain adalah bekerja. Jangan lupa bekerja, berkinerja, dan melaporkan kinerja gitu ya. Sehingga mesti ada balancing gitu ya. Bahwa haknya kita ambil, kewajibannya juga jangan lupa dilaksanakan. Ketika terjadi hak melebihi kewajiban atau haknya kita ambil tapi kewajiban tidak terilaksanakan, maka ini yang menjadi big question-nya gitu ya. Ee bagaimana penghasilan diterima mungkin sama-sama kita renungkan tentu menjadi penghasilan yang tidak berkah. Untuk itu maka kewajiban menjadi seorang SN wajib kita laksanakan karena haknya di awal bulan atau di awal periode juga sudah kita ambil. Kurang lebih seperti itu. Nah, Bapak Ibu kita kembali ke konteks BKN. Jadi BKN ini Bapak Ibu ee memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas ASN dan kapasitas manajemen ASN berbasis pendekatan human capital development. Nah, untuk itu maka ee model-model kegiatan seperti ini yang diinisiasi oleh teman-teman di BPSDM Jawa Timur ee kami apresiasi gitu ya, bahwa ini bentuk ee apa namanya? Keterlibatan semua pihak. Bagaimana kita menyadari bahwa ASN itu sebagai human capital gitu ya. Sehingga ini bukan sebagai call center gitu ya. Kalau kita memandangnya sebagai call center maka yang ada itu adalah belanja gaji, belanja gaji, belanja gaji gitu ya. Tapi kalau misal atau pengeluaran-pengeluaran terkait dengan diklat, diklat, diklat dan seterusnya. Tapi kalau itu dipandang sebagai bagian human capital development, maka ke depan itu adalah sebuah investasi gitu ya. Investasi bagaimana ASN ini bisa juga berkontribusi pada ee peningkatan kesejahteraan. Nah, teman-teman semua bahwa transformasi peran PKN dari sebelumnya hanya berfokus pada penguatan praktik manajemen ASN menjadi berfokus pada penjaminan prinsip meritokrasi. Ya, ini sudah jelas ee sudah dituangkan juga dalam berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh Kepala BKN. Berikutnya transformasi filosofi pendekatan BKN dari sebelumnya berfokus pada administrasi. Nah, sekarang bergeser ke human capital management. Jadi termasuk pengeluan SDM pemerintahan ini menjadi hal yang strategik gitu ya. Bagaimana terjadi strategic partner sehingga dalam konteks ini kami mengapresiasi sekali lagi apa yang dilakukan oleh teman-teman di BPSDM Jawa Timur sebagai upaya ee bersama-sama dalam rangka pengembangan SDM ke depan. Nah, Bapak, Ibu semua kita ya dalam konteks yenset yang tadi gitu ya dengan ee semua serba e IT gitu dan seterusnya maka ee apa namanya kita kalau melihat kembali kepada sasaran utama Indonesia Emas 20245 sebetulnya ada indikator-indikatornya gitu ya, bahwa ada lima gitu ya, ada lima indikator gitu ya yang mesti kita sasar bersama. Yang pertama bagaimana pendapatan per kapita setara negara maju gitu ya. Kemudian kemiskinan menurun, ketimpangan berkurang. Kemudian kepemimpinan dan pengaruh di internasional meningkat. Kemudian daya saing dan manusia semakin meningkat. Kemudian berikutnya intensitas emisi dari GRK menurun menuju neto eh zero emission gitu ya. Sehingga di konteks ini maka ee kami juga dari BKN ee melakukan hal-hal yang terkait dengan penguatan sistemit, kemudian reformasi manajemen talenta nasional, kemudian platform digital ee pengembangan kompetensi ASN seperti yang sudah dimiliki ASN BKN saat ini. Selain BKNPEDIA juga ada KMSMASN gitu ya, ada e-learning ASN. Kemudian kegiatan-kegiatan yang termasuk kegiatan BKN menyapa yang setiap minggu dilaksanakan setiap hari Rabu juga itu bagian dari komitmen BKN untuk hadir sebagai bapaknya ASN untuk menyapa ASN ketika dihadapkan pada permasalahan-permasalahan atau kendala-kendala dalam implementasi ee sebagai seorang ASN di lapangan. Kemudian yang terakhir tentu afirmasi pada keberagaman dan inklusivitas ASN. Nah, ini juga menjadi sebuah isu yang memang bagaimana kita ke depan menjadi sebuah ee ee apa namanya? tim yang kompak gitu ya, sebagai sebuah mesin birokrasi yang kompak. Bagaimana kita bersama-sama mewujudkan teman-teman di daerah ee dalam rangka mendukung visi misi pimpinan daerah gitu ya. Sementara kalau ASN secara nasional pada akhirnya adalah bagaimana kita mendukung ee yang menjadi asta citanya pemerintahan presiden Prabowo Gibran. Platformnya sendiri Bapak, Ibu ada beberapa inovasi yang sudah dilahirkan oleh BKN dalam konteks ini. Salah satunya adalah ASN digital yang saat ini mungkin Bapak Ibu ASN se-Indonesia juga sudah merasakan bagaimana sekarang sudah tidak perlu lagi menghafal banyak user, banyak password gitu ya. Cukup satu SSO gitu ya, cukup ASN digital. Sanalah satu rumah, satu pintu yang bisa mengakses berbagai aplikasi layanan kepegawaian. Berikutnya nanti Bapak Ibu untuk aspek keamanan juga ada yang namanya multifactorication. Bapak Ibu, teman-teman juga sudah memiliki itu supaya menjamin bahwa teman-teman ini juga terhindar dari penyalahgunaan akun yang teman-teman miliki. Berikutnya ee BKN melalui terutama di teman-teman di Kandek 10 juga sudah merumuskan yang disebut dengan struktur orbit. Jadi bagaimana teman-teman bekerja lebih kolaboratif. Jadi tidak hierarki seperti tadi yang dimaksud gitu ya. Nanti bagaimana strukturnya sama-sama kita lihat Bapak Ibu. Nah, ini yang sering didengungkan oleh Bapak Kepala BKN bahwa BKN ini berkomitmen menjadi bapaknya para ASN. Lalu apa implementasinya Bapak, Ibu, teman-teman semua? Yang pertama e tentu membantu selesaikan masalah ASN. Jadi masalah hukum, masalah kesejahteraan, masalah karir itu dibantu diselesaikan oleh BKN, gitu ya. Kemudian berikutnya yang kedua bagaimana memberikan kemudahan pendidikan S2, S3, bahkan pencantuman gelar yang kemarin mungkin dengan keluarnya SE Kepala BKN bagaimana kemudahan atau semacam ee apa namanya afirmasi ee kebijakan untuk ee apa namanya kemudahan pencantuman gelar yang tanpa izin belajar, tugas belajar yang sudah memiliki gelar gitu ya. Sementara yang mau ee memperoleh gelar ya itu tetap perlu izin belajar dan tugas belajar. tetapi yang sudah memiliki gelar gitu atau pendidikan, pendidikan itu bisa dicantumkan gelarnya, dimudahkan gitu ya tanpa disyaratkan izin belajar dan tugas belajar. Termasuk kenaikan kenaikan ee pangkat yang sebelumnya mungkin ee periodisasinya 2 bulan sekali. Nah, ini ke depan akan dilakukan bila perlu periodisasinya menjadi sebulan sekali gitu ya. termasuk juga ee yang ketiga, kebijakan tiga adalah karir fungsional yang terbuka sampai dengan puncak karir. Kebijakan Kepala BKN bagaimana ke depan e karir ee ASN terutama jabatan fungsional itu seperti pipa gitu ya. Jadi tidak seperti piramida seperti sekarang. Kalau piramida kan semakin di puncak semakin mengecil. Tapi ini ee kebijakan Pak Kepala BKN ke depan itu harapannya karir ASN itu ee ee akan seperti pipa gitu ya. Jadi dari bawah sampai ke atas itu sama jumlahnya. Kemudian berikutnya yang di empat, jumlah masing masing-masing unit di kerja di BKN itu mencari solusi menjadi BKN sebagai bapaknya ASN gitu ya. Jadi mengurangi hambatan yang bersumber baik itu regulasi, perilaku gitu ya. Jadi kami ee semakin diingatkan untuk semakin sering ee senyum, salam, sapa gitu ya. Dan tiga magic word yang biasa mungkin sudah kita kenal sama-sama membiasakan menggunakan kata tolong, maaf, dan terima kasih gitu ya. Bahkan jarak dan waktu ini menjadi tidak menjadi hambatan lagi ke depan karena kita sudah menggunakan platform yang sudah banyak digunakan seperti Zoom web WhatsApp grup berbagai aplikasi termasuk juga ruang-ruang virtual yang ee sudah disiapkan selama ee apa namanya ee baik selama COVID maupun pasca COVID seperti itu. Nah, Bapak Ibu semua di BKN sendiri juga seperti saya sampaikan tadi juga sudah menerapkan yang namanya work eh flexible arrangement gitu ya. Jadi ini merupakan ee bagian dari kebijakan Pak Kepala BKN dalam rangka pertama untuk mendukung efisiensi anggaran gitu ya. Jadi ee menerapkan sistem kerja yang lebih modern gitu ya. Jadi tidak full eh work from office tetapi di setiap hari Senin kami melakukan work from eh anywhere gitu ya. Kemudian yang kedua ini penekanannya bahwa work from anywhere ini bukan bukan liburan tetapi ee lebih mewujudkan lebih mendukung yang disebut dengan workab harmony yang lebih banyak digabungkan oleh teman-teman genset juga gitu ya. Kemudian berikutnya pegawai BKN tidak dipotong gaji dan mungkin sehingga dengan WFA ini kinerja tidak boleh turun. Yang ada ini justru peningkatan kinerja. Nanti saya akan sampaikan dari hasil evaluasi yang sudah kami lakukan. Ternyata kinerjanya itu meningkat sampai dengan 6% gitu ya. Sementara persepsi publik pun merasa lebih puas justru dengan penerapan WPA ini karena mereka merasakan malah ada peningkatan kinerja bukan turunan kinerja ketika WFO bergeser ke WPA. Kemudian yang terakhir digitalisasi birokrasi menjadi sebuah kebutuhan. ini juga sudah banyak aplikasi yang dilahirkan tetapi disatukan semakin diintegrasikan gitu ya dengan ASN digital yang saya maksud tadi. Jadi ASN di manaun tidak banyak lagi perlu menghafal ee user, menghafal password gitu ya, cukup menggunakan SSO gitu ya. Nah, faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai apa saja Bapak, Ibu? Tentu di sini ada kepemimpinan yang efektif gitu ya. bagaimana kita menjadi seorang ee yang mampu mendengarkan kolaborasi, meningkatkan ee dialog dan lain sebagainya itu tentu menjadi sebuah ciri daripada kepimpinan efektif. Kemudian motifikasi dan penghargaan. Nah, ini bagaimana kita memberikan motivasi dan penghargaan gitu ya. Tidak hanya tidak semata-mata dalam bentuk uang, tetapi ucapan terima kasih, apresiasi pun itu adalah sebuah hal yang merupakan penghargaan. Kemudian kesejahteraan, bagaimana kita meningkatkan pendapatan, pensiun, perumahan dan kesehatan. Selanjutnya pelatihan dan pengembangan yang memadai seperti media yang sekarang. Kemudian lingkungan kerja yang lebih kondusif. Yang terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah perlindungan hukum dan karir. Nah, peran individu sendiri bagaimana? Termasuk teman-teman e genset di sini. Yang pertama tentu bagaimana kita membangun komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab individu gitu ya. Kemudian yang kedua menyusun sasaran kinerja individu yang selaras dengan sasaran kinerja organisasi. Nah, ini sekarang semakin dibuat cascading yang semakin ee apa namanya ee terukur gitu ya. bagaimana sasaran kinerja organisasi turun ke unit, turun ke individu ini terbagi habis sehingga jelas peran individu terhadap ee pencapaian sasaran organisasi. Selanjutnya mengembangkan rencana aksi untuk mencapai kinerja individu dan kinerja organisasi. Yang terakhir berusaha adaptif terhadap perubahan. Nah, Bapak Ibu semua, ee strategi meningkat kinerja individu dalam rangka mendukung kinerja organisasi yang pertama tentu menerapkan e sistem kerja yang berbasis Pok. Nah, ini yang saya maksud nanti saya akan terangkan sedikit tentang ee struktur orbit yang dimaksud tadi gitu ya. baik antar dalam unit maupun antar unit kerja ataupun antar ee kementerian, lembaga atau ee instansi daerah gitu ya. Kemudian yang berikutnya terbangunnya dialog kinerja antara pimpinan atasan dan pegawai. Kalau kami ee biasa melakukan dialog kinerja baik di awal tahun, di tengah tahun, maupun akhir tahun. Bahkan sepanjang bulan pun kita bisa lakukan dialog kinerja ketika misalnya diperlukan untuk ee memitigasi apakah rencana-rencana yang dilakukan sudah ee yang dicanangkan sudah dilaksanakan, apakah ketemu hambatan dan sebagainya yang kami sebut sebagai atau sering disebut oleh Bapak Kepala sebagai ee konsepsi plan do check and action tentunya seperti itu. Nah, kemudian terbangunnya inovasi dan solusi kreatif karena bagaimana kita ee membangun sebuah inovasi-inovasi yang semakin ee apa namanya ee berdampak gitu ya dan bermanfaat gitu ya. Sehingga itu merupakan sebuah solusi yang bisa ee apa namanya hadir mengatasi permasalahan-permasalahan yang terjadi. Kudian yang terakhir peningkatan sarana pendukung. Nah, strategi manajemen ASN untuk jenset seperti apa? Nah, dalam hemat kami setidaknya yang pertama perlu adanya reformasi budaya ya. J sebelumnya terlalu hierarkis dengan struktur seperti itu. Mari kita buat menjadi plat gitu ya, tetapi kolaboratif gitu ya. Nanti saya contohkan dengan struktur orbit yang kami gagas gitu ya. Kemudian yang kedua ada transformasi digital. Nah, seperti di pengantar tadi bahwa teman-teman genset ini kan lebih banyak hampir boleh dibilang selalu bersentuhan dengan teknologi gitu ya. bagaimana transformasi digital ini bisa diwujudkan dalam bentuk ekosistem yang kerja yang berbasis teknologi. Saya contohkan tadi ASN digital adalah satu salah satu platform yang memang kita bangun sebagai sebuah platform yang multi ee apa namanya ee fitur gitu ya, tetapi pintu masuknya satu dengan SSO yang masing-masing ASN. Berikutnya penguatan employer branding ASN. Su, ASN sebagai pilihan karir yang unggul dan termasuk sebagai ee employer banding yang sudah ditetapkan oleh ee pemerintah yaitu bangga meleni bangsa gitu ya. Jadi keputusan kita menjadi seorang ASN harus kita syukuri dengan cara melakukan kinerja yang terbaik gitu kurang lebih. Kemudian kepemimpinan partisipatif sering kita memberikan feedback sebagai seorang pimpinan termasuk juga menjadi seorang driven leadership. bagaimana kita bisa memberikan apa namanya contoh dan termasuk e mendorong ketika misalnya e tim ini menuju ke tujuan tujuan yang diinginkan. Kemudian terakhir manajemen Talenta. Bagaimana kita merekognisi potensi sejak dini seperti kita ketahui saat ini juga ee sedang dibangun manajemen Talenta nasional gitu ya. Supaya seluruh instansi membangun manajemen talenta instansi kemudian itu dikolaborasikan menjadi manajemen Talenta nasional yang secara tidak langsung nanti juga akan mendukung ee percepatan daripada visi misi ee pimpinan kita tertinggi yaitu Presiden dan Wakil Presiden. Nah, ini yang saya sebut sebagai struktur orbit Bapak Ibu. ini adalah metode baru yang memang dikembangkan di BKN khususnya di Kandek 10 dalam konteks ee bagaimana mengubah hierarki tadi itu menjadi struktur yang lebih platit. Dengan cara seperti ini ibaratnya ee warna-warna ada PPA, Pak, PIA, PLT, PDI itu adalah nama-nama Pokja singkatan Pokja gitu ya. Sebenarnya di tengah ini adalah pemimpinnya sebagai mataharinya gitu ya. Sementara teman-teman di luar itu sebagai satelitnya mereka itu terlibat di dua tiga pokja gitu ya. ee sehingga mereka juga memiliki apa namanya ee peningkatan kompetensi dan talenta-talentanya bisa dikembangkan bukan hanya dalam satu bidang saja gitu ya. Dengan cara seperti ini ternyata kolaborasi meningkat dan kinerja pun bisa meningkat karena desain kerja lebih fleksibel dan kolaboratif. Ini bisa terjadi proyek lintas fungsi bahkan lintas generasi juga gitu ya. Karena di pokja tersebut pun bisa kita tempatkan ee teman-teman baik yang dari ee apa namanya teman yang genset atau milenial atau yang sebelumnya ee kita bisa satukan ee sesuai dengan ee peran dan fungsi daripada masing-masing pokja. Nah, ini saya rasa ini ee sebuah solusi yang cocok ya untuk diterapkan untuk teman-teman di handset sehingga mereka bisa bekerja lebih optimal lagi karena mereka bisa berkolaborasi dan ee apa namanya dinamis, fleksibel dalam bekerja. Nah, Genset sebagai agen perubahan tentu di sini ee tentu harus memiliki semangat digital champion sebagai penggerak inovasi pelayanan publik gitu ya. Karena saatnya mengambil peran gitu ya, saatnya turun tangan bahwa teman-teman ini adalah bagian ee dari perubahan ke depan gitu ya. suara masyarakat muda di pemerintah juga semakin didengar. Karena sejatinya ke depan teman-temanlah sebetulnya yang akan menjadi ee tumpuan gitu ya, bagaimana pelayanan publik atau citra pelayanan publik ee menjadi tanggung jawab kita bersama untuk ee mewujudkan pelayanan publik yang semakin meningkat. Nah, dalam konteks tadi bahwa kami juga menyiapkan sebuah platform di BKN juga terutama di Kandek 10 juga sudah membuat sebuah platform gitu ya, platform yang disebut dengan manajem sistem manajemen aparatur sipil negara. Jadi ini adalah sebuah platform yang memang disiapkan dalam rangka untuk bagaimana teman-teman bisa belajar gitu ya dengan menggunakan platform digital gitu ya sehingga ee ee isu soal keterbatasan anggaran itu tidak ee ee menjadi isu lagi gitu ya. Karena ee dengan KMSMSN ini teman-teman kalau mau belajar tentang manajemen ASN itu semuanya sudah ada dengan 32 topik yang saat ini sudah berkembang sampai dengan 36 topik ee manajemen ASN yang masing-masing topik itu bernilai 2JP gitu ya. sehingga kebutuhan pengawan kompetensi 20 JP setahun bagi PNS itu tidak menjadi isu. Karena sejatinya kalau cukup mengambil 10 topik saja Bapak, Ibu juga sudah bisa ee mendapatkan e pengembangan kompetensi 20 GP dan ini gratis Bapak, Ibu ya. Kita tagline kita adalah pengembangan kompetensi yang praktis, gratis, kolaboratif, dan bersertifikat karena nanti ujungnya akan ada sertifikat. Nah, alur pemanfaatannya kurang lebih seperti ini secara umum ada delan langkah. Nanti masuk ke login KMSMASN di denpasar.bkn.go.id. Kemudian memilih course-nya, topiknya gitu ya. Kemudian ada preest-nya Bapak Ibu cukup 20 soal. 20 soal dalam 10 menit. Kemudian membaca e-learning ada bahan yang harus Bapak Ibu baca. Kemudian setelah itu mengerjakan post tes untuk mengakui efektivitas belajar. Nanti dari sana ada ping-nya. Kalau 70% benar Bapak, Ibu ee mendapatkan sertifikat gitu ya. mengisi IKM dilanjutkan dengan IKM atau ee kuisioner umpan balik. Nah, setelah itu Bapak Ibu bisa mencetak sertifikat saat itu juga gitu ya. Sehingga pengembangan kompetensi bagi Genset ini tidak menjadi isu lagi harus terbatas pada anggaran. Di samping juga sebetulnya platformnya juga banyak banget gitu ya. Bagaimana webinar yang gratis juga banyak banget, kemudian pembelajaran daring juga banyak banget sehingga teman-teman tidak menjadi isu untuk pengembangan kompetensi. Nah, apa yang harus disiapkan oleh instansi? Ini penting banget Bapak Ibu. Yang pertama adalah skema onboarding dan coaching bagi SNJET gitu ya. Yang kedua e jalur pengembangan karir berbasis talenta dan kinerja. Ini supaya inline gitu ya. Sebetulnya teman-teman ini diarahkan ke mana gitu ya sehingga tantangan-tantangan kinerja atau semacam kelibatan-kelibatan mereka dalam Pokja pun semakin terarah. Kemudian lingkungan kerja yang mengakomodasi keberagaman. Iya karena sekali lagi genset ini ee memiliki karakter yang ee mengutamakan yang lebih inklusif gitu ya. Jadi tidak terlalu suka yang sifatnya eksklusif tetapi lebih inklusif. Nah, ini bagaimana kita mengakomodasi keberagaman ini menjadi penting. Kemudian berikutnya budaya pembelajaran adaptif dan digital. Nah, itu tadi karena banyak keperluan tentang adaptif dan digital ee BKN pun sudah menjawabnya dengan menyiapkan platform-platform seperti tadi gitu ya. Bahwa ada KMS, MISN, ada apa namanya ee ASN digital, kemudian ada juga ee termasuk juga kantor virtual. lah di Kand 10 Denpasar pun memiliki kantor virtual Bapak Ibu ee dengan memanfaatkan ee virtual reality gitu ya. Bagaimana memindahkan kantor ke virtual ini juga sudah dilakukan di Kek 10. Jadi setiap WEFA di hari Senin teman-teman berkantornya di kantor virtual. Nah mungkin ee apa namanya yang tidak kalah pentingnya ini yang ee yang menjadi hal yang perlu kita perhatikan bahwa kalau tidak sekarang ya tidak tidak akan pernah gitu ya. Karena sejatinya kalau Genset itu bukan hanya masa depan ASN, mereka adalah masa ini yang harus kita rangkul dan kembangkan mulai hari ini. Nah, untuk itu, nah ini pesan terakhir Bapak, Ibu bahwa kolaborasi antar generasi ini menjadi penting. Jadi, ya jadi soal tadi hambatan ketika ada gap antar generasi maka sebetulnya dengan kita kolaborasi itu menjadi ee justru menjadi solusi dan kekuatan yang berlipat ganda. Bagaimana caranya? Tentu bagi mereka yang mungkin secara pengalaman panjang gitu ya ee mungkin juga sudah terbiasa dengan apa namanya birokrasi yang hierarkis kita tempatkan sebagai penasehat gitu ya, sebagai penasehat, sebagai rem lah seperti itu gitu ya sehingga sebagai pembimbing gitu ya. Tapi di sisi yang lain, kita sebagai seorang ASN yang eh dalam konteks genset yang memang memiliki karakteristik cepat belajar, lincah dan segala macam juga kecepatannya bisa diimbangi gitu ya. Dalam konteks seimbang ini adalah bagaimana mengingatkan mana yang boleh, mana yang tidak. Guideline-nya itu tetap disiapkan. Tetapi ee ketika itu sudah diterjemahkan menjadi ekspektasi, teman-teman di genset dan di milenial itu bisa lari lebih kencang, tetapi larinya tidak lebih terarah gitu ya, bukan asal lari seperti itu. Kemudian berikutnya untuk genset ini ee teman teman-teman genset ini jadilah pelopor dan penggerak karena memang karakteristik teman-teman kan ingin mengambil bagian gitu ya dalam perubahan atau ee perubahan kebijakan publik. Kalau kita kembalikan lagi kepada ee teorinya Perry and Wise tadi, sebetulnya teman-teman ini juga masuk dalam ee konteks ee apa namanya ikut mengambil peran terhadap pengambilan kebajukan kebijakan publik atau alasan rasional tadi gitu ya. Sehingga teman-teman jadilah pelopor dan penggerak. Kemudian untuk para pemimpin. Nah, pesan untuk para pemimpin jadilah pendamping dan pemberdaya karena teman-teman genset ini mungkin kalau dengan cara-cara yang lama tidak akan efektif gitu ya. Tetapi kalau kita memberdayakan teman-teman yang ada ini untuk kita jadikan mitra gitu ya, pendamping e kita sebagai pendampingnya dan mereka adalah mitra kita dan kita mampu memberdayakan mereka maka itu menjadi kekuatan yang luar biasa. Saya mempunyai pengalaman ee soal ini bagaimana teman-teman genset di ee Kandeng 10 khususnya begitu sangat cepat mereka menterjemahkan apa yang menjadi ekspektasi saya dan saya menempatkan diri menjadi seorang pendamping dan memberdayakan kompetensi mereka sehingga banyak inovasi yang lahir di situ gitu ya. Kemudian berikutnya untuk seluruh instansi mari kita ciptakan ekosistem kerja yang tumbuh dan tangguh gitu ya. bagaimana kita bisa berkolaborasi misalnya teman-teman BPSDM pengembangan kompetensinya, teman-teman yang lain misalnya terkait dengan menciptakan manajemen talentanya sehingga ini bisa menjadi sebuah ee apa namanya ee satu kesatuan ekosistem yang mendukung ee apa namanya ee kompetensi peningkatan kompetensi dan ujungnya adalah kinerja ASN sebagai ee pelayan publik, pelaksana kebijakan publik dan melakukan peran perekat pembersatu bangsa. Mungkin itu ee Mbak materi dari saya. Mudah-mudahan waktunya tidak terlalu lama atau cukup gitu ya atau pas. Mudah-mudahan pas gitu ya. Ee untuk selanjutnya waktu saya kembalikan. Terima kasih. [Musik] Terima kasih Pak Ketut atas materi yang sudah disampaikan. Alhamdulillah pas Bapak ini pas sekali ya. di waktu ini kita akan membuka sesi tanya jawab. Jadi silakan untuk sobat ASN yang ingin bertanya kepada Bapak Ketut, untuk ee sobat ASN yang bergabung lewat Zoom meeting bisa menggunakan fiture rais hand ataupun yang bergabung lewat e YouTube channel bisa tuliskan pertanyaannya di kolom live chat. Dan ternyata sudah ada yang bergabung lewat Zoom meeting. Kita sapa terlebih dahulu. Asalamualaikum, selamat pagi. Waalaikumsalam. Mbak, dengan siapa ini? Dengan Bapak siapa? Dari instansi mana? Oh iya. Eh, perkenalkan saya Zaki Rahmadani dari ee UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Tamperan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Oke. Baik. Ini sebelum sebelum bertanya boleh tanya enggak? Termasuk gencet juga enggak? Ee kelahiran 92 ini apa, Mbak? Berapa? Milenial 92. Oh, masih milenial ya? Masih milenial berarti, ya? Ya, agak-agak mirip. Enggak apa-apa. Monggo silakan Pak Zaki pertanyaannya. Terima kasih waktunya. Terima kasih Bapak Ketut Buana. Materinya cukup menarik sekali. Ee ini ada beberapa pertanyaan, Pak yang ingin saya tanyakan. Yang pertama terkait dengan reformasi budaya, perubahan budaya ee lintas generasi. Langkah kolaboratif seperti apa, Pak, yang harus kita lakukan ee menghadapi ee perubahan budaya ini? karena budaya kerja di era pimpinan kami dengan era kami dan juga di era ee Genzet ini sangat berbeda sehingga kami yang ada di tengah-tengah ini, Pak ee langkah kelabar itu seperti apa sehingga kita tidak ee semena-mena dalam ee melakukan budaya kerja yang ada di kantor kami. seperti itu, Bapak. Nggih, mungkin cukup itu dulu, Bapak. Oke. Ee, Mbak, saya langsung jawab atau Iya, langsung dijawab aja, Pak. Oke. Baik, terima kasih Mas Saki. Ini menarik pertanyaannya dan memang ee boleh dibilang saya pun pernah mengalaminya gitu ya. Bagaimana ketika saya bergabung menjadi seorang ASN di ee Desember 2008 gitu ya. Eh kemudian saya berhadapan pada waktu itu kan sebagian besar atasan-atasan kita masih Bomers gitu ya. Sehingga ee kita pun perlu penyesuaian. Mungkin di awal itu kita ee dihadapkan pada birokrasi yang mungkin bilang sangat kaku gitu ya, sangat kaku. Kemudian bagaimana kita juga hierarkinya juga sangat jelas dan tegas gitu ya. Dan belakangan ee berpengal apa berdasarkan pengalaman itu ternyata memang ee larinya kurang bisa kencang gitu ya, kurang bisa ajile gitu ya. sehingga yang kita lakukan adalah berdasarkan pengalaman itu ya kemudian saya bercermin oh berarti kalau cara seperti ini tidak akan efektif dengan kondisi yang sekarang gitu ya. Maka langkah yang kita lakukan, pengalaman saya waktu itu sebagai bawahan adalah pertama tentu kita menganggap atau menyampaikan bahwa kemudian Bapak-bapak itu kan tanda kutip ingin ee apa namanya ditempatkan sebagai benar-benar sebagai atasan gitu ya, sebagai secara hierarki gitu ya. Maka yang saya lakukan adalah pertama tentu dengan ee apa namanya menempatkan diri sebagai bawahan dalam konteks bahwa apa kita minimal minta izin dulu gitu ya, Pak. Kalau sudah seperti ini bagaimana? Setelah kita masuk ke sana, sudah masuk ke chemistrinya beliau, sudah mendapatkan kepercayaannya beliau, baru kita rubah caranya dengan cara kita. Pelan-pelan ya, Mas ya. Jadi kita sampaikan, "Pak, kalau kita lakukan seperti ini gitu ya." Jadi jangan jangan di depannya beliau-beliau itu jangan langsung bilang, "Pak, kita harus seperti ini." Kayak gitu ya. Ini kalau tidak seperti ini akan seperti ini. Ah, beliau biasanya kurang bisa menerima kalau generasi yang lama digituin. Tapi strategi saya adalah, "Pak, strategi ini sudah cukup bagus. Bagaimana kalau strateginya kita rubah seperti ini? Caranya seperti ini. Kemudian ee kita akan menghasilkan seperti ini. Dan untuk uji cobanya kita coba dulu ya, Pak. Nah, kita tunjukkan dengan bukti, Mas. Nah, tunjukkan dengan bukti. Kemudian ternyata setelah dilihat efektivitasnya maka kepercayaan lain akan diberikan Mas dan pada saat itulah kita akan diberikan keleluasaan. Itu dalam konteks sebagai bawahan. Tapi dalam konteks sebagai atasan, nah ini karena saya juga di dua tempat ini ee pernah mengalaminya gitu ya, Mas ya. Di konteks sebagai atasan ketika berhadapan sama teman-teman yang notab ini adalah teman-teman genset dan termasuk juga ee sebagian milenial gitu ya. Dan mungkin sekarang yang terbaru lagi sudah yang generasi terbaru pun sudah bergabung gitu ya. Maka saya sebagai atasan tidak menempatkan diri secara hierarkis. Minimal dalam dialog-dialog pun kita lebih banyak menyampaikan bahasa-bahasa yang lebih lebih kolaboratif gitu ya. Dan saya pun selalu menempatkan yang tiga kata yang saya sebut sebagai three magic words gitu ya. Bagaimana kita menyampaikan dengan bukan bahasa perintah tetapi tolong, maaf dan terima kasih. Nah, itu mungkin semua orang juga pasti ee akan luluh dengan tiga kata kunci itu gitu ya. Tetapi di sisi yang lain rupanya teman-teman Jenset seperti yang disampaikan di pengantar tadi banyak rupanya mereka itu punya pemikiran-pemikiran yang wah gitu ya. Dan di sisi yang lain kita sebagai atasnya juga harus memahami bahwa sekarang zaman sudah berubah, generasi mereka masuk semuanya. Kalau kita paksakan dengan cara-cara lama maka yang terjadi kemudian itu adalah gap tadi gap antar generasi itu akan menjadi penghambat gitu ya. Maka yang saya lakukan ya termasuk juga pengalaman saya itu bagaimana kita menempatkan mereka tuh seperti seorang begawan. Mohon maaf ini di kepanitiaan pun kita tempatkan para Kabit dulu gitu ya. Waktu saya dulu masih eslon 4 di situ saya di dalam sebuah tim RB atau tim seti waktu itu saya tidak menjadikan beliau itu sebagai ketua pokja kan berpengalaman kalau beliau jadi ketua pokja maka tanda kutip akan apa larinya kurang kencang. Makanya caranya adalah menjadikan beliau sebagai pengarah. Nah, dengan jadi pengarah kan berarti secara tidak langsung peran-peran vital itu sebetulnya ketua pokja yang sebetulnya nota ini adalah seusia kita gitu. Tapi mereka juga masih punya peran gitu ya. Peran apa? Peran mengarahan gitu. Tapi dalam eksekusinya tetap kita yang bergerak cepat gitu ya. Tapi sebagai atasan di konteks tadi bahwa kita yang pertama sebagai atasan, jadilah seorang penggerak dan pemberdaya tadi atau pendamping tadi. Pendamping, penggerak, dan pemberdaya sebagai konteks atas saja. Maka sebagai bawahan, sebagai follower di konteks yang tadi karena kalau misalnya masih berhadapan dengan generasi yang lama tadi kita hargai mereka di konteks tetap diakui eksistensinya tetapi cara-caranya sudah bisa disesuaikan dan berikan mereka bukti Mas Kalau mereka bukti bahwa kita itu menghasilkan suatu yang kinerja yang ee bisa kita dengan terukur dan bagus, maka kepercayaan akan diberikan seperti itu. Mungkin itu secara umum, Mas. ee berdasarkan pengalaman ya, berdasarkan pengalaman yang sudah ee kami terapkan selama ini. Oke, mudah-mudahan menjawab Masaki. Iya, Bapak. Terima kasih banyak. Sangat jelas sekali Bapak langkah-langkahnya. Masih. Terima kasih, Pak Zaki atas pertanyaannya. Pak Ketut, kalau satu penanya lagi boleh ya? Oke. Baik. Coba kita cek siapa yang sudah raise hand di Zoom meeting. Nah, ini Gen yang sudah bergabung nih pasti kalau dari wajahnya nih ya. Coba kita sapa dulu. Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Dengan Mbak siapa? Dengan saya. Nama saya Putri Eki. Oke. Mbak Putri Darsi mana, Mbak? Saya kebetulan temannya Mas Zaki. Saya dari UPT PPP Tamperan Pacitan, Jawa Timur. Oke. Benar Genzi ya? Eh, meet saya milenial mepet Genzi. Saya 96, Bu. Waduh, enggak kelihatan ini kayaknya ee baby face soalnya ya. Iya, alhamdulillah. Terima kasih. Oke. Barangkali memiliki kendala apa nih kalau di pekerjaan atau punya pertanyaan apa yang ingin ditanyakan kepada Pak Ketut? Eh, baik. Ee mohon izin, Bu. Mohon izin, Pak Ketut. Terima kasih waktu dan kesempatannya. ini kebetulan bahasanya memang sangat menarik ya terkait ee Genzi bekerja di era disrupsi. Ee nah eh salah satu karakteristik Genzi yang saya cukup soroti adalah keberanian mereka untuk berani resign dari pekerjaan ketika dirasa pekerjaan atau lingkungannya itu e tidak support mental health-nya, Pak. Karena Genzi ini kan generasi yang cukup terpapar, sosial media cukup kencang ya. Jadi banyak mendapat informasi ee punya awareness yang cukup tinggi terkait kesehatan mental. Jadi kalau misalnya lingkungan kerja atau teman-temannya atau mungkin atasannya atau sistem kerjanya itu sekiranya bertolak belakang dengan ee nuraninya dia sehingga dia merasa stres atau burn out, mereka ini tipikal yang tidak ragu untuk resign. Nah, berbeda dengan mungkin generasi kita dan sebelum kita yang lebih memilih untuk bertahan aja lah gitu dan loyal gitu. Genzy ini tipe yang gampang banget ee keluar terus masuk lagi. Apalagi kan mereka banyak bekerja di startup ya dan kalau startup dengan instansi kan berbeda jauh. Nah, ee sebenarnya saya mau bertanya bagaimana instansi dan eh HR atau human capital menyapi fenomena ini? Karena kalau kita bicara instansi cukup rugi juga ya, Pak ya. Karena untuk rekrut ASN itu kan tentu modalnya tidak sedikit dan kalau misalnya yang sudah direkrut itu gampang resign, turnover-nya tinggi ee itu kan ada kerugian-kerugian di belakang ya. Ee demikian Pak Ketut. Terima kasih. Baik terima kasih. Ini pertanyaan menarik dan ini memang fenomena nyata, Mbak. fenomena nyata yang memang Bapak, Ibu, teman-teman sendiri mungkin bisa melihat ya bagaimana ee data statistik yang ada mungkin dari berita-berita yang ada mungkin beritanya yang viral itu ASN ee ramai-ramai mengundurkan diri gitu ya. Bahkan CAS ee CASN yang sudah diumumkan lulus gitu ya, tapi memilih tidak mengisi DRH gitu ya dan seterusnya gitu ya. Ee e apa namanya ee saya perlu sampaikan bahwa sebagian besar memang itu terjadi ee setelah kami coba analitis datanya gitu ya. ee telusuri datanya. Rupanya itu adalah teman-teman yang memang hasil optimalisasi. Jadi hasil optimalisasi itu biasanya katakanlah tidak ee lulus pada tempat yang dia lamar gitu ya Mbak ya. Katakanlah melamarnya di ee Jawa Timur gitu ya. Tetapi karena Jawa Timurnya formasinya penuh maka untuk mengisi kekosongan di daerah lain katakanlah di Kalimantan di pada instansi yang sama kemudian di ee lulus yang bersangkutan di sana atau diberikan kelulusan di sana. tetapi yang bersangkutan karena seperti tadi pertimbangan jarak, pertimbangan ya seperti tadi ya salah satu mental health nanti akan sulit dapat hiburan misalnya di situ sehingga mereka tidak memutuskan untuk mengisi DRH dan seterusnya. Nah, itu ya bagi yang calon. Tetapi bagi yang sudah menjadi seorang ASN, nah ini saya sempat membaca sebuah literatur gitu ya, beberapa artikel yang menyoroti yang disebut sebagai fenomena infant attraction. Jadi, eh kontraksi bayi gitu ya. bagaimana seorang ee anak yang usianya baru ee apa ee mungkin kandungannya baru 6 bulan tetapi bagaimana bayi meronta-ronta di dalam gitu ya sehingga karena mereka merasa tidak nyaman dan seterusnya akhirnya memutuskan untuk burn out gitu ya sehingga mereka ee memutuskan untuk resign dari pekerjaannya dan memang ee itu pun terjadi gitu ya, itu pun terjadi. Nah, bagaimana caranya instansi ee dalam konteks ini untuk menyikapi hal tersebut? Maka kalau dalam benak saya, kita itu harus menciptakan sebuah ee penyesuaian-penyesuaian gitu ya. Penyespesaiannya seperti apa? Misalnya gaya kepemimpinan itu yang menjadi kunci gitu ya, bagaimana kita menciptakan sebuah ekosistem baik dari sisi gaya kepemimpinannya, lingkungan kerjanya, bahkan medianya Mbak gitu ya. Makanya kami di kebetulan saya pengalaman di Kandek 10 ini baru saya kebetulan promosi ke pusat gitu ya per tanggal 11 Juli kemarin. Sebelumnya di Kandek 10 itu saya banyak melakukan improve dengan melibatkan teman-teman yang yenset ini gitu ya. Bagaimana saya menciptakan sebuah ruang kolaboratif sehingga mereka itu bisa bercerita kemudian dengan ee lakukan dialog kinerja yang lebih inten gitu ya. Jadi saya sebagai atasan hampir tiap saat itu menerima curhatan mereka gitu ya. Bahkan ee Pak saya seperti ini seperti ini bagaimana dan seterusnya. di situlah kita hadir untuk memberikan solusi gitu ya. Kira-kira seperti ini mereka ingin didengar aja sudah senang Pak sebetulnya apalagi syukur-syukur diberikan solusi gitu ya. Nah, fenomena mereka ee sampai keluar itu rata-rata karena mereka buntu, Mbak. Tidak ada tempat bercerita. Untuk itu maka instansi perlu yang namanya semacam membentuk sebuah lembaga konseling atau apa bentuknya. Kalau saya di ee BKN ee ataupun di BKN pusat di HRD kami pun atau di Biro SDM kami pun sudah menyiapkan yang namanya semacam layanan konseling bagi pegawainya gitu ya. Ketika mereka ada sebuah permasalahan yang jadi gaya kepemimpinannya, suasananya, kemudian yang berikutnya medianya, Pak. Jadi karena genset ini kan full teknologi gitu ya, maka saya juga melakukan terobosan waktu itu sebagai seorang sebagai anggaplah representasi organisasi gitu ya. Maka saya siapkan yang namanya coworking space. Mungkin kalau cara-cara lama bekerja kan mereka bekerja ee apa namanya di meja sangat kaku gitu ya sehingga mungkin mereka menjadi kurang menyenangkan. Kemudian saya buatkanlah sebuah media bagaimana media itu menjadi ee media kebersamaan kita bisa bertukar cerita, berdiskusi secara santai dan seterusnya tapi output-nya jadi gitu ya. Nah, berikutnya saya ciptakan sebuah kantor virtual Pak. Jadi bekantor virtual ini sebagai sebuah media juga supaya teman-teman dari sisi punya apa namanya eh internet ofting-nya tadi atau bagaimana mereka memiliki ee passion pemanfaat teknologi informasi yang lebih aktif pun kita siapkan medianya di situ gitu ya sehingga mereka juga bisa masuk di sana. Dan yang terakhir ee saya membiasakan diri yang memberi namanya sebagai sebuah rekognis penghargaan pengakuan. Karena sejatinya mungkin kekecewaan itu muncul karena mereka merasa tidak dihargai. Organisasi perlu menciptakan sebuah mekanisme rekognisi, Mbak. Gitu ya. Jadi saya terbiasa tuh memberikan penghargaan hari ini karena instansi yang dia bina mendapatkan prestasi dan tentu prestasi tersebut juga ada kontribusi daripada si pegawai timnya kita, maka tim kita ini berikan penghargaan, Pak. Gitu ya. ya penghargaannya kan murah, enggak perlu belanja biaya banyak, cukup aja sertifikat digital diberikan penghargaan ini sebagai apa namanya tim pendamping terbaik gitu misalnya. Itu mereka akan merasa dihargai gitu ya. Nah, itu beberapa cara yang memang secara praktis memang saya lakukan. Tapi prinsipnya tadi gaya kepemimpinan mesti berubah, lingkungan mesti kita sesuaikan, kemudian berikutnya lagi yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana kita memberikan rekognisi gitu ya. Sebuah penghargaan kepada mereka atas prestasi-prestasi dan kontribusi nyata mereka dalam bekerja. Dan terakhir yang tadi yang terakhir ya memberi ruang untuk konseling gitu ya. Atasan itu harus ee menyiapkan waktunya untuk berdialog dengan mereka. Bukan hanya di cekoki dengan perintah-perintah dan seterusnya, tapi dengarkan juga apa yang menjadi aspirasi mereka gitu. Oke, saya rasa demikian, Pak. Terima kasih. Mudah-mudahan menjawab atau ada feedback, Pak. Silakan. Aduh, sebentar. Sepertinya di-mute. Boleh, teman-teman kW boleh di-unmute dulu. Sebentar, Mbak Putri suaranya masih belum terdengar. Bagaimana? Oke. Eh, terima kasih Pak Ketut untuk feedback-nya. Ee secara garis besar yang saya tangkap dari penjelasan Bapak ada terkait langkah-langkah preventifnya ya yang mengkondisikan supaya jangan sampai si Genzi ini buntu resign. Tapi Pak, kalau keadaannya sudah mentok nih dan sudah resign nih, ee itu kalau dari instansi biasanya susah enggak sih mekanismenya atau ee ya udahlah dikasih aja gitu dan dibiarkan nanti posisinya kosong harus nunggu rekrutmen berikutnya. Terima kasih. Oke, bagaimana nih Pak Ketut Kolo? Iya. Nah, ini fenomenanya kalau sudah buntu banget gitu ya, ini posisinya sudah sampai ke sudah keluar SK pemberhentian itu tidak boleh diaktifkan lagi. Itu pasti, Mbak ya. Tapi katakanlah yang bersangkutan ini posisinya baru mengajukan. Kemudian kita bisa berikan penjelasan. Ini kasus nyata nih, Mbak. Saya ada dua orang teman yang tanda kutip berhasil saya cegah untuk berhenti gitu ya. Dengan cara apa? Dengan cara tadi mencarikan media, mencari menjadi seorang mediator atasannya gitu ya. apa yang menjadi kebutuhan yang bersangkutan dan apa yang bisa disiapkan oleh organisasi. Saya coba lakukan mediasi dan ternyata cukup efektif. Dengan cara apa? Dengan cara meyakinkan bahwa ee tadi kembali lagi ke teori Perry and Wise, pendekatan saya ke sana bahwa yakinkan yang bersangkutan bahwa Anda ini bergabung menjadi seorang ASN bukan sekedar ee apa namanya mendapatkan penghasilan gitu ya, tetapi ini adalah media ladang pahala bagi teman-teman untuk memberikan kontribusi nyata gitu ya. kontribusi nyata bukan hanya kepada diri sendiri tapi kepada orang lain dan masyarakat. Di sisi situ saya sentuh. Kemudian yang kedua saya sampaikan juga bahwa ke depan ya ke depan ini akan perubahan budaya itu akan semakin masif. Mungkin situasi saat ini tidak nyaman gitu ya. Makanya tadi kata Pak Kepala kan ee di slide awal yang saya sebutkan itu untuk perubahan itu memang sesuatu yang tidak nyaman gitu ya. Boleh dibilang itu kita harus membiasakan diri dengan ketidaknyamanan tadi gitu ya. Harus berdamai dengan ketidaknyamanan gitu ya. Karena jalan menuju sukses memang bermulai dari ketidaknyamanan. Kalau kita terus di zona nyaman, di comfort zone, maka sampai kapanp kita tidak akan bergerak gitu ya. Tidak akan ada kesuksesan mungkin akan semakin lambat gitu ya. Tapi mungkin itu ya saya janjikan dalam konteks tadi atau saya sampaikan bahwa situasi akan terus berubah dan seterusnya dan generasi mereka mungkin yang membuat Anda tidak nyaman pun suatu saat sebentar lagi mungkin ya kalau kita lihat hitungan kan jelas masa pensiunnya Pak katakanlah sekarang usianya sudah 58 ya tunggu 2 tahun lagi yang bersangkutan pensiun kan sudah generasi yang baru lagi yang akan mengisi gitu ya biasanya begitu tapi pendekatan-pendekatan yang lebih efektif seperti tadi saya menggali dari motivasi dirinya bahwa ketika Anda bertahan di ASN seperti ini dan seterusnya, maka Anda memiliki kesempatan yang besar dan luas untuk bisa menjadi ee seorang pelayan publik dengan memberikan manfaat yang lebih luas kepada ee orang banyak gitu ya. Kemudian satu lagi saya lupa tadi menyampaikan cara saya untuk membangun mental health gitu ya. Saya biasa ee mengajak teman-teman itu untuk ee refreshing gitu ya. Jadi tidak kerja kerja kerja Mbak. Saya terbiasa dalam 1 tahun itu minimal tiga kali melakukan outing gitu ya dengan dengan teman-teman tim saya gitu ya. ee baik itu yang di ee mungkin ya kalau enggak gunung ke pantai, kalau di Bali kan banyak pilihannya gitu ya. Jadi itu salah satu cara untuk membangun chemistry dan ee tim yang semakin solid gitu ya. Dan berikutnya saya biasanya menyarankan bagi teman-teman yang belum pernah mengambil cuti, saya sarankan untuk cuti ya gitu ya. Kalau misalnya ini ee Anda ini kok enggak pernah cuti gitu ya, apakah ee apa namanya? Anda ingin mendapatkan semacam inilah sesekali refresh lah segala macam. Nah, itu biasanya saya lebih sarankan ke sana. Kalau misalnya teman-teman ee mau untuk ee membutuhkan itu gitu ya, sehingga mereka juga bisa ee lebih segar dalam bekerja. Mungkin itu Mbak sedikit tambahan informasi. Makasih. Oke, makasih. Terima kasih Mbak Putri atas pertanyaannya. Terima kasih juga Pak Ketut sudah menjawab pertanyaan dari dua sobat TS yang bergabung di sini. Terima kasih juga sudah sharing ilmunya bersama dengan kami semua. Semoga ilmu yang dibagikan oleh Pak Ketut ini bermanfaat untuk kami semua. Terima kasih banyak sekali lagi Pak Ketut. Sampai jumpa di lain waktu. Sehat selalu, Bapak. Sehat selalu. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dalam penyampaian saya. Semoga bermanfaat ee dan kegiatan ini semakin sukses ke depannya. Terima kasih, Mbak. Amin. Amin. Terima kasih, Bapak. Asalamualaikum. Baik, sahabat TSN. Baru satu materi ya yang kita dengarkan dan luar biasa animo dari Sobat TSN yang ingin bertanya ini begitu banyak. Sabar masih ada dua sesi tanya jawab lagi bersama dua narasumber. Jadi jangan beranjak ke mana-mana tetap bersama kami di ASN belajar seri 28 tahun 2025. [Musik] He. [Musik] Terima kasih sobat ASN masih setia bersama dengan kami di ASN Belajar seri 28 tahun 2025. Dan di SE kali ini kita akan mendengarkan materi dari narasumber kita yang kedua. Narasumber kita yang kedua ini adalah salah seorang Genzi ya yang bergabung dengan Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah sejak tahun 2020. Fokusnya memang di riset dan inovasi daerah ya, tapi ee beliau ini memiliki ketertarikan di pengembangan pariwisata, terutama ekotourism, dan pemberdayaan pendidikan. Kalau ngomong soal public speaking, wah udah pasti jagonya siapa kira-kira? Iya benar sekali. Tebakan dari Sobat ASN. Kita sambut bersama. Ini dia Putri Indonesia Sulawesi Barat 2025 sekaligus analis perencanaan strategis BAPERIDA Kabupaten Mamuju Tengah Suruh Wesi Barat. Asalamualaikum. Waduh, sebentar. Suara merdunya masih belum terdengar. Mbak Dinda ini Mbak Adinda Putri Pawan STRI, Sobat SN. Cantik sekali ya. Tapi kalau cantik wajahnya bisa terlihat suaranya yang merdu masih belum. Teman-teman kru boleh minta tolong di-unmute. Sudah cek. Oke, coba kita tes dulu. Selamat pagi, Mbak Dinda. Selamat pagi, Mbak Nisa. Waduh, Winda senang sekali bisa menyapa secara langsung ya. Walaupun berjauhan enggak apa-apa online dulu barangkali nanti ketemu langsung. Mbak Dina, bagaimana kabarnya hari ini? Alhamdulillah sehat, Mbak. Alhamdulillah sudah siap ya sharing ilmu ke sobat ASN semua? Siap, Mbak. Oke, tapi sebelum kita memasuki materi yang akan disampaikan oleh Mbadinda, ada satu pertanyaan yang ee saya cukup tertarik. Karena Mbak Dinda ini kan bergabung di Pemerintah Kabupaten Memuju Tengah dari 2020 ya? 2022 Mbak. Oh 2022. Oke. 2022. Kemudian ee mengikuti ajang pemilihan Putri Indonesia di tahun 2025 dan akhirnya menjadi top 16. Nah, ini bagaimana nih dukungan dari ee instansi setempat? Ee baik, saya cerita sedikit ya, Mbak. He. Jadi, kebetulan ee kaban saya sebelumnya itu merupakan ee seorang duta wisata karena ee kaban saya itu perempuan, Mbak. Jadi memang ee beliau itu sangat men-support ee pegawai-pegawai atau anak muda di daerah untuk mengembangkan potensi dirinya. Jadi, ketika beliau mendengar saya ingin mengikuti ajang Putri Indonesia, beliau sangat support. akan ee tidak hanya support secara pribadi, tapi ada support secara finansial seperti itu, Mbak. Wah, ini sosok pemimpin idaman. Semoga bisa ditiru oleh pemimpin-pemimpin lainnya. Amin. Luar biasa. Dan memang hasilnya adalah top 16. Ini pulang pasti disambut apresiasinya luar biasa dong, ya. Benar, Pak. Alhamdulillah. Alhamdulillah. Baik. Nah, ini adalah salah satu contoh ASN Genzi ini yang ee bisa dibilang prestasinya luar biasa ya. Boleh dong nanti ee dibagikan e kiat-kiatnya juga ke sobat ASN semua barangkali bisa meniru apa yang dilakukan oleh Mbak Dinda. Oke, Mbak Dinda nanti untuk penyampaian materinya kami berikan waktu 30 menit. Kemudian untuk tanya jawab akan ada sesinya tersendiri. Jadi, Sobat ASN yang ingin bertanya silakan tuliskan dulu pertanyaannya. Nanti yang bergabung lewat Zoom meeting boleh menggunakan fature rais hand. Yang bergabung lewat YouTube channel BPSDM Jatim TV silakan tuliskan pertanyaannya melalui kolom live chat. Jadi tidak perlu berlama-lama lagi kita dengarkan materi yang akan disampaikan oleh Mbak Dinda. Silakan. Baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua dan om swastiastu. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih banyak atas undangan yang diberikan kepada saya oleh BPSDM Jawa Timur karena ini merupakan suatu kehormatan bagi saya telah diundang oleh platform nasional yang cukup inspiratif di kalangan ASN. Dan saya menyapa yang kita hormati Bapak Kepala BPSDM Jawa Timur Bapak Dr. Ramliant SPMP. Kemudian Kepala BKN yang dalam hal ini diwakili oleh Bapak Direktur Pengelolaan Data dan Penyajian Informasi ASN Bapak Dr. Iketut Buana, S., M.Si., AKCA. Dan Bapak Wakil Menteri Dalam Negeri yang sama-sama kita hormati dan kita banggakan, Bapak Dr. Bima Arya Sugiarto, S.P., MA. Baik, Bapak, Ibu sekalian ASN di mana pun berada. Pada kesempatan kali ini saya ingin menyampaikan sebuah materi sesuai dengan judul dan tema kita hari ini yaitu tumbuh tangguh di era disrupsi. Baik, bisa di-nex. Baik Bapak Ibu, sedikit bercerita saya merupakan seorang ASN yang berada dan bekerja di Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah yang merupakan salah satu kabupaten termuda di Provinsi Sulawesi Barat. Next. Jadi, Bapak, Ibu sedikit menginformasikan bahwa Kabupaten Mamuju Tengah ini merupakan kabupaten yang dimekarkan ee dari Kabupaten Mamuju pada tahun 2013. Ee dan saat ini Kabupaten Mamuju Tengah masih dalam tahap pembangunan dan pengembangan. Namun di tengah keterbatasan akses serta infrastruktur yang ada di Kabupaten Mamuju Tengah ini tidak menjadikan para ASN yang berada di Kabupaten Memuju Tengah itu terhambat atau terbatas oleh fasilitas apapun. Karena dari dukungan oleh pemerintah itu sendiri dan atasan serta pimpinan kami, kami juga dapat mengembangkan diri sesuai dengan ee kelebihan atau keterampilan ee kita masing-masing. Baik, bisa dilanjut. Next. Baik, saat ini kita sedang berada di era destruksi yang mana pada era ini kita dituntut untuk ee mampu menyelaraskan perubahan-perubahan yang ada di masyarakat baik di bidang teknologi, informasi dan ee kecepatan pembangunan seperti itu. Selain masyarakat yang dituntut untuk menyesuaikan pengembangan-pengembangan dan kemajuan teknologi kita ASN khususnya GenZ juga dituntut untuk mampu ee lebih adaptif, solutif, dan bekerja lebih maksimal ee dibandingkan era-umnya. Next. Nah, baik. Tantangan kita Genz saat ini yaitu digitalisasi yang sangat cepat seperti contohnya. Baik, maaf apakah suara saya kedengaran, Kak? Terdengar. Terdengar. Oh, baik. Ee di sini ketentangan kita sebagai generasi generasi Z yang pertama yaitu digitalisasi yang sangat cepat. Seperti contohnya pembuatan surat, kita tidak lagi membuat surat secara manual, tetapi sudah ada sistem yang kita gunakan untuk menyurat. Ya, saya sebut saja namanya Srikandi yang saat ini sudah digunakan oleh pemerintah-pemerintah daerah untuk membuat surat secara digital. Kemudian ketidakpastian global di mana tidak meratanya juga informasi yang kadang ee masih ada hoaks-hoaks yang kita temukan. Kemudian adalah kultur birokrasi lama versus gaya kerja modern. Jadi tadi sempat disampaikan oleh Bapak Direktur BKN bahwa memang ada bentrok antara kultur birokrasi yang lama dengan gaya kerja yang modern. Di mana kadang ada antara gaya pemikiran pimpinan serta kita bawahan yang ee Genzet. Kemudian ada tekanan publik lewat media sosial. Jadi kemarin Kabupaten Tengah juga sempat mendapatkan tekanan dari publik atau masyarakat itu sendiri di mana apapun pekerjaan kita harus ada transparansi. Sedangkan tidak semua informasi yang ee dilakukan oleh pemerintah itu dapat disebarlaskan. Kemudian dampaknya kita harus siap belajar teknologi baru secara terus-menerus. Kemudian menuntut kreativitas di mana kita seorang ASN apalagi Genz itu memang sangat tinggi ya daya kreativitasnya. Jadi e saya harap teman-teman Genzet di sini juga mampu ee memberikan pemahaman kepada generasi-generasi lain untuk meningkatkan kreativitasnya. Kemudian dampak selanjutnya yaitu perlu membangun jembatan komunikasi lintas generasi. Tadi juga sudah disampaikan oleh Bapak Direktur bagaimana ee kita antar lintas generasi itu harus saling memahami ee pola-pola pemikiran yang berbeda. Jadi memang pentingnya e suatu komunikasi itu agar apapun yang dilakukan dapat ee memberikan hasil yang terbaik. Kemudian harus profesional, cerdas, cerdas bermedia dan berintegritas. Seperti yang kita ketahui bahwa teknologi saat ini memang sudah berkembang sangat cepat apalagi dalam bermedia. Apapun yang kita lakukan, apapun yang kita bicarakan itu sangat mudah disebar di media sosial. Jadi memang harus ada profesionalitas baik dari tutur kata, perlakuan agar kita sebagai ASS tidak disoroti secara negatif. Baik, next. Nah, kemudian ee ini ada beberapa tips dan trik untuk menjadi ASN yang tangguh. seperti yang saya jelaskan tadi bahwa kita memang harus lebih adaptif terhadap suatu teknologi di mana sekarang kita sudah sangat jarang menemui proses ee kinerja pemerintahan yang menggunakan cara-cara manual. sekarang serba praktis, serba menggunakan teknologi. Jadi memang kita dituntut untuk ee paham dan cepat belajar mengenai teknologi-teknologi yang ada. Dan ini tidak dituntut hanya untuk generasi Z, tetapi bagaimana seluruh generasi ASN saat ini mampu memanfaatkan teknologi yang ada. kemudian aktif berkontribusi bukan hanya menunggu perita. Jadi terkadang ee saya paham betul bahwa Genset itu kadang lebih suka ee menunggu perintah daripada inisiatif. Jadi mungkin teman-teman saya saya di sini menginformasikan bahwa untuk menjadi seorang ASN yang bertanggung jawab kita itu harus ee aktif berkontribusi. Kita harus memahami apa saja sih tupoki kita di bidang kita ee dan bagaimana kita berkontribusi secara aktif dengan jabatan atau tugas yang kita miliki. kemudian ee berintegritas dan cerdas bermedia. Jadi saat ini memang media sosial sangat gencar-gencarnya digunakan dan ee dan berintegritas. Maksudnya adalah di mana ketika apa yang kita sampaikan di sosial media kita selaras dengan apa yang kita lakukan ee di kehidupan nyata. Jadi kadang se kita berkar-kar di media di media sosial, namun pada kenyataannya tidak melaksanakan ee apa yang telah disampaikan di sosial media itu namanya kurang berintegritas. Kemudian kolaboratif dan inklusif. Jadi memang ee pembangunan suatu daerah itu tidak dapat kita capai secara maksimal kalau masih kurangnya kolaborasi antar pemangku kepentingan. Begitu juga dengan para generasi. Jadi memang diperlukan kolaborasi antar generasi agar tercipta suatu pembangunan yang lebih baik. karena adanya perbedaan pemikiran antara antar generasi sehingga ketika kita mampu berkolaborasi dengan baik, paham dan mengerti setiap pemikiran dari antar generasi dengan memberikan masukan-masukan yang positif, mungkin akan pembangunan yang berada di suatu daerah akan lebih baik ke depannya. Baik. ee berdasarkan data BKN tahun 2023, mungkin tadi teman-teman sudah melihat data terupdate tahun 2025 bahwa memang saat ini ASN itu masih di masih lebih tinggi generasi Y-nya atau generasi milenial dibanding dari Gen Z ya. Jadi memang pada saat ini rata-rata generasi yang menduduki jabatan sebagai ASN itu kelahiran 1981 sampai 19 1996. Sedangkan Gen Z yang berada pada kelahiran 97 sampai 2017 itu masih sangat rendah. Tetapi ketika kita melihat data yang telah disampaikan oleh BKN tadi bahwa memang tahun ini jumlah pelamar CPNS tahun 2025 itu Genzet ee terus meningkat. Namun bisa next. Oke. Ee di Mamuju Tengah itu selaras dengan data BKN tadi memang ee gen Y atau milenial itu masih lebih tinggi dibanding Gen Z. Saya pikir ee ketika kita mengerti dan memahami pola-pola pikir dari Genzet, terkadang Genzet itu memiliki pola pikir yang tidak ingin terikat atau terlalu patuh pada aturan. Jadi seperti yang tadi disampaikan bahwa banyak pelamar CPNS yang lebih memilih untuk mengundurkan diri setelah ee mengetahui ee tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Jadi saya pikir baik, next. Ee kemudian untuk meningkatkan kualitas SDM-nya, apa saja sih yang telah dilakukan oleh pemerintah Mamuju Tengah? Jadi yang pertama di Kabupaten Banku Tengah juga itu memiliki bankom atau bank kompetensi di mana ada inovasi yang bernama Bangkong Creation di mana ini menjadi wadah bagi para ASN yang ingin mengikuti ee pelaksanaan diklat ee pegawai. Kemudian ee pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah memberikan beasiswa bagi ASN. Jadi, pemerintah Mamuju Tengah mendukung peningkatan kompetensi bagi para ASN yang ingin melanjutkan studinya baik S2 maupun S3. Baik beasiswa dari pemerintah daerah maupun dari beasiswa dari luar. Kemudian memfasilitasi ujian kompetensi untuk jabatan fungsional. Jadi ketika kita ingin menduduki suatu jabatan fungsional, pemerintah memuju tengah melalui Badan Kepegawaian Daerah memberikan fasilitasi untuk ujian kompetensi. Kemudian pelaksanaan ASN asesmen untuk ee pejabat yang ingin menduduki jabatan yang lebih tinggi. Kemudian memberikan kesempatan bagi ASN untuk melakukan pengembangan diri dan kompetensi. Ee pada poin terakhir ee saya juga ee sedikit bercerita bahwa pemerintah Kabupaten Mamunjuk Tengah tidak membatasi ASN yang ingin meningkatkan kompetensi dan keterampilannya di luar dari ee TUPOsinya sebagai ASN. Jadi, Teman-teman di sini seperti yang saya ceritakan sebelum memulai materi bahwa pimpinan kami tidak membatasi dan memberikan kesempatan bagi para ASN yang ingin meningkatkan keterampilan dan kompetensinya di luar dari Tupoksinya sebagai ASN. Dan saya berharap ee kepada Bapak Ibu selaku pimpinan yang join pada Zoom kali ini juga memberikan kesempatan bagi staf atau bawahannya untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilannya. Baik, next. Nah, sedikit strategi ee agen Z dalam menghadapi era disrupsi. Ketika kita berada di era disrupsi ini memang kita sangat banyak dituntut untuk mengikuti atau adaptif dalam ee perubahan-perubahan yang ada di era global ini. Namun ee dan beberapa strategi yang juga saya gunakan untuk meningkatkan kompetensi saya menghadapi era disrupsi ini. pertama yaitu mengenali diri dan potensi kita. Jadi mungkin ada Bapak Ibu yang sama seperti saya memiliki potensi atau keterampilan di luar selain daripada Tupoki sebagai ASN misalnya ada yang atlet, ada yang juga suka melakukan modeling dan lain sebagainya. Jadi kita harus tahu potensi apa sih yang kita miliki. Kemudian setelah kita mengenali diri kita ee sudah pasti kita tahu apa yang harus dan apa yang mau kita lakukan. Kemudian membuat jadwal pekerjaan. Jadi setelah ee kita memiliki keinginan untuk mengikuti suatu kompetisi di luar daripada topoksi kita sebagai ASN, kita harus membuat jadwal atau perencanaan ee pekerjaan. Jadi ee sedikit bercerita karena saya berada di bidang riset dan inovasi daerah di mana pekerjaan kami itu dimulai pada triwulan ketiga. Jadi saya memanfaatkan ee jadwal-jadwal atau periode triwulan pertama dan periode triwulan kedua itu untuk mengembangkan potensi ee diri saya. Di sinilah ee kemarin setelah saya mengetahui bahwa saya memiliki bakat dan kompetensi serta keterampilan di dunia modeling dan saya berpikir bahwa saya juga memiliki kesempatan untuk mengikuti ajang putri Indonesia. Setelah saya mengetahui apa potensi dan apa yang saya inginkan, saya membuat jadwal karena saya mengetahui bahwa kesibukan saya di kantor itu mulai pada triwulan ketiga, maka saya memiliki waktu kosong pada triwulan pertama dan triwulan kedua. Dan hal itu saya manfaatkan untuk ee mendaftar mengikuti pemilihan Putri Indonesia. kemudian ee mengikuti karantina yang dimulai pada bulan 5 kemarin dan setelah itu setelah saya mengikuti ajang putri Indonesia saya kembali bekerja sesuai dengan tupoksi saya pada triwulaan ketiga ini. dan ke dan kemudian ee setelah itu selanjutnya ee strategi memanfaatkan kemajuan teknologi. Jadi setelah kita mengetahui apa potensi diri kita, kita membuat jadwal pekerjaan ee selanjutnya kita memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada. bagaimana kita membranding diri kita sehingga kita mengetahui ee perkembangan dunia dan informasi yang ada di luar sana. Selanjutnya yaitu kolaborasi dan komunikasi dan kolaborasi dengan pimpinan. seperti yang saya sampaikan tadi bahwa ee apapun pekerjaan kita dan apapun keinginan kita sebagai seorang bawahan perlu memang dikomunikasikan oleh pimpinan. Jadi pimpinan ee harus paham bahwa kita sebagai seorang ASN pun juga memiliki potensi di luar sana untuk mengembangkan diri kita. Jadi perlunya komunikasi agar ee pekerjaan kita tidak terhambat. Kemudian ee selanjutnya mengutip kata dari Bapak BI Habibi. Kita tidak boleh lelah dan kita tidak boleh kalah. Masa depan Indonesia anak muda harus dituntun ke arah positif. Jadi mengutip dari kata ini saya ingin menyampaikan bahwa masa depan Indonesia itu di tangan kita, di tangan Gen yang saat ini masih menc kebanyakan masih banyak yang mencari jati diri karena kita memang harus dituntun ke arah positif dan memang perlunya dukungan serta kolaborasi dari pimpinan Jadi kita tidak boleh lelah, kita tidak boleh kalah dengan era disrupsi ini karena masa depan bangsa ada di tangan kita. Baik, sedikit ada pantun untuk menutup presentasi saya kali ini. Mawar melati indah di taman, indah di kembang, indah lagi kembang selasi. Akhir kata saya ucapkan cukup sekian dan terima kasih. Terima kasih Mbak Dinda atas materi yang sudah disampaikan. Mohon berkenan ya Mbak ya untuk tetap berada di sini karena kita akan melanjutkan dengan sesi tanya jawab. Silakan untuk Sobat ASN yang ingin bertanya apabila Anda bergabung lewat Zoom meeting bisa menggunakan fature rais hand dan ternyata sudah ada yang muncul di sini. Selamat siang. Asalamualaikum. Sebentar masih di-mute. Boleh di-unmute dulu, Teman-teman. KR. Selamat siang. Dengan Mbak siapa dan dari instansi mana? Selamat siang. Perkenalkan saya Nit dari BKPSDM Jember, Mbak. Dengan Mbak siapa? Ninit. N I N I. Oh, Mbak Ninit. Oke, dari Jember. Silakan, Mbak Ninit. Ada pertanyaan apa? Dari Jember. Eh, terima kasih. Ee, Mbak Dinda. Apa kabar? Cantik sekali. Alhamdulillah baik, Mbak. Iya, Mbak Dinda ini geni ya? Iya, Mbak. Saya kelahiran 99, Mbak. Iya, Cak. Oh, 99. Baik, Mbak Dinda. Ini kan kebetulan ee di kantor kami ini banyak sekali Genzi karena kan kemarin di tahun 4 ada rekrutmen ee CSN. Nah, bisa enggak di-share kalau Gensi lagi burn out misalkan lagi banyak ee apa namanya? deadline kerjaan. Gimana sih, Mbak, tip dan triknya menghadapi burn out-nya di pekerjaan? Makasih, Mbak Dinda. Iya. Baik. Ee ini pertanyaannya juga sempat saya rasakan ya, Pak. Jadi kadang ee sembari saya mengemban tugas sebagai seorang SN, saya kan juga punya ee tugas-tugas dari Putri Indonesia ya. Contohnya saja seperti saat ini juga saya lagi gencar-gencarnya menginput data inovasi daerah karena saya lagi di bidang riset dan inovasi daerah lagi deadline seminggu lagi dan ada beberapa tugas juga dari Putri Indonesia. Jadi memang ee sebenarnya kalau dibilang burn out itu tidak hanya gen ya, mungkin semua orang juga ee punya permasalahan seperti itu. Tetapi memang dari diri kita lagi kembali bagaimana menetapkan ee prioritas dan saya pikir tidak semua apa ya tidak sepanjang hari itu kita ee memiliki tugas. Jadi memang kita harus mengambil jeda sedikit, Mbak. misalnya deadline semuanya itu dalam minggu ini harus selesai. Bisa kita ambil satu hari buat yang benar-benar ee merilekskan diri, benar-benar ee kita butuh waktu untuk metime lah istilahnya gen sekarang kan ee kita memang harus ee mengambil jeda karena kalau kita paksakan pasti bakal tidak maksimal pekerjaannya, Mbak. Jadi saya pikir memang ee teman-teman itu kalau sudah burnoutnya sudah pusing dengan segala macam pekerjaan memang kita harus mengambil jeda mungkin pergi refreshing atau pergi atau untuk beristirahat saja. Mungkin ee teman-teman di sini kan ee lebih suka begadang ya. Anak-anak Gensi itu lebih suka begadang meskipun bukan pekerjaan tetap begadang. Ee jadi itu sih, Mbak. Ee paling kalau memang lagi burn out, lagi pusing segala macam ee saya sarankan ee meja baik liburan atau mungkin sekedar tidur di kamar pun juga boleh seperti itu. Dan ee tetapkan pekerjaan prioritas. Cari ee yang memang prioritas ya itu dulu yang dikerjakan. Karena kan kadang kita ee mau kerja nih semua langsung bersamaan itu kan memang enggak bisa. Jadi memang harus satu-satu cari yang prioritas yang mana terus pelan-pelan dikerjakan sama cari support sistem seperti itu, Mbak. Mungkin ada tanggapannya, Pak. Bagaimana, Mbak Ninit? Ada tanggapan? Ah, luar biasa. Jadi mungkin nanti kami coba implementasikan di tempat kami saran-saran dan trik-triknya dari Mbak Dinda. Harus menetapkan prioritas dan kayaknya butuh break ya, Mbak ya. Enggak bisa diterus-teruskan. Oke, terima kasih sharing-nya. Terima kasih. Terima kasih, Mbak Ninit. Waduh, ini nih ini ee contoh kepedulian ya. dengan rekan-rekan yang ee memiliki apa ya jalan buntu kayaknya ya. Karena kalau kita kerja kerja kerja terus ujung-ujungnya otak ini udah lelah enggak bisa dipakai untuk berpikir lagi. Tapi kalau misal sudah dikejar deadline nai tapi ternyata kita menemukan e jalan buntu. Ee Mbak Dida pernah ee mengalami itu enggak? Pernah sih, Mbak. Jadi kalau memang udah deadline banget bahkan waktu untuk break udah enggak ada, ee saya cari tempat di mana e saya bisa menyelesaikan tugas saya yang nyaman. Misalnya kan ee kebanyakan Gensi itu kalau kerja tugas di coffee shop ya. Jadi kita bisa ke coffee shop atau mungkin ee sejenak untuk ketemu orang kesayangan. Misalnya nih ee banyak anak-anak rantau yang mungkin ee gak bisa bertemu dengan keluarganya, mungkin bisa fit atau mungkin nyamperin orang tuanya biar ee bertambah begitu support eh sistemnya. Oke, karena memang ee sekarang kita ASN ini sudah WFI ya, work from anywhere ya. Jadi kalau misal sambil e nokrong ke cofe shop gitu, sambil ngerjain tugas, it's ok. Pokoknya tugas selesai sesuai deeline ya. Iya. Oke. Dan hati tenang, Mbak. Oh, iya. Benar, benar benar. Itu dia ya. Kalau work from anywhere kemudian tugasnya enggak selesai, lah ini tanda tanya ini, ya. Jangan sampai ini, Sobat ASN. Oke, silakan Sobat ASN yang ingin bertanya lagi kepada Madinda boleh silakan gunakan fitur rais hand. Untuk sobat ASN yang bergabung lewat Zoom meeting dan yang lewat YouTube channel BPSDM Jatim TV boleh menuliskan pertanyaannya di kolom live chat. Sebentar kita cek dulu nih ya yang ada di YouTube channel. Oh, ini rata-rata pada absen. Dari mana aja nih ya? Dari Bulawang kemudian Kecamatan Tajinan tuh banyak sekali. Hadir, hadir hadir. Oke, sejauh ini masih menyimak, masih memonitor. Yang ingin bertanya boleh loh ya. Oke, ini ada pertanyaan dari Akunia ini ada di YouTube channel ya. Beliau bertanya, "Apakah tugas sebagai putri Indonesia bisa diakomodir untuk tugas sebagai PNS di riset daerah?" Oke, boleh langsung dijawab Mbak Dinda. Sebagai Putri Indonesia ee kalau tugas antara Putri Indonesia dengan tugas sebagai ASN itu tentunya ee berbeda ya, Mbak. tupoksi ee tupoksi intinya itu ee pasti berbeda. Sedang ee ASN saja itu di tiap bidangnya pasti memiliki ee Tupok yang berbeda. Ee begitu juga ee di Putri Indonesia. Ee dalam pemilihan Putri Indonesia itu kan kami menjadi brand ambasador daerah kita sendiri. Jadi, bagaimana kita mengenali potensi daerah, mengenalkan potensi pariwisata, kemudian ee potensi budaya itu yang ee kita jalankan sebagai Putri Indonesia. Sedangkan tugas saya ee di bidang riset dan inovasi daerah adalah bagaimana ee menampung seluruh inovasi daerah baik di tingkat OPD maupun desa yang ada di Kabupaten Memuju Tengah sehingga indeks ee inovasi daerah itu ee bisa meningkat di tingkat nasional. Seperti itu, Mbak, ya. antara tugas sebagai ee analis perencanaan strategisnya Bapak Rida dengan tugas Mbak Dinda sebagai Putri Indonesia ini berbentrokan. Ee kalau dibilang berbentrokan sebenarnya tidak juga, tapi memang tidak sejalan. Gimana sih, Mbak? Jadi ee apa ya berbeda tuh pooksinya, Mbak? Hm. Jadi ee benar-benar harus memanage waktu dengan sebaik-baiknya ya apabila memiliki beberapa tugas yang berbeda ya dalam satu waktu. Benar, Pak. Oke. Baik. Dan alhamdulillahnya didukung juga nih sama pimpinannya Mbak Dinda nih yang luar biasa nih ya. Waduh. Alhamdulillahnya. Iya. Makanya ee di sini saya juga menyampaikan buat para pimpinan yang hadir ee untuk memberi peluang dan kesempatan untuk ee para bawahannya atau stafnya untuk ee mengembangkan potensi dirinya. Mungkin ada juga ee teman-teman di luar sana yang ASN yang mau ikut Putri Indonesia mungkin atau mungkin mau jadi atlet atau jadi penyanyi di dunia entertain. cuman ee kembali lagi bahwa kita harus tahu ee tupoki yang utama itu apa seperti itu. Oke. Dan ini ada tanggapan lagi dari penanya yang barusan nih, Mbak Dinda, bagaimana presensinya saat bertugas sebagai Putri Indonesia kalau tidak sinkron dengan tugas sebagai ASN? Begitu. Nah, ee jadi yang seperti tadi saya sampaikan bahwa ee saya tuh melihat ee time schedule di bulan berapa atau di minggu berapa atau hari apa ee memang tugas saya di Baperida itu ee harus diselesaikan. Kayak misalnya kan ee pada minggu ini saya ada deadline inputan inovasi daerah dan minggu depan itu ada tugas dari Putri Indonesia bersama Kementerian Pariwisata itu untuk mengunjungi festival budaya. Ee jadi benar-benar harus saya selesaikan seluruh tugas ya sebagai ASN baru saya melanjutkan tugas ee sebagai Putri Indonesia. Oke. Jadi tetap ya prioritasnya adalah tugas sebagai ASN dikerjakan terlebih dahulu, diselesaikan baru kemudian mengemban tugas berikutnya sebagai Putri Indonesia. Tuh sudah terjawab ya. Ini dari Akunia. Ini namanya siapa sebenarnya nih? Dari instansi mana? Saya mau baca semuanya banyak sepertinya ini Mbak Dinda ya. Oke, terima kasih yang sudah bertanya dan katanya Bu Suryati Ahmini, Mbak Adinda menarik materinya dan pengalamannya. Ee saran buat yang full job bisa dicoba sarannya. Oke, baik. Terima kasih Mbak Edinda. Barangkali ada ee karena kan sesama Genzi nih, barangkali punya closing statement yang mengena di hati untuk semua sobat ASN Gen di sini. Nah, baik. Ee kalau saran saya buat teman-teman Gensi itu kenali potensi diri dan jangan segan-segan untuk menyampaikan dan mengkomunikasikan dengan pimpinan. Karena ketika kita tidak mampu menyampaikan ee keinginan kita kepada pimpinan dengan bahasa yang baik itu bisa apa ya ee seperti menumpuk prestasi kita seperti itu. Jadi bagaimana kita mau mengembangkan diri ketika kita tidak berani untuk ee berkomunikasi seperti itu. Oke. Jadi kuncinya adalah komunikasi. Mengkomunikasikan dengan baik. ee bersama dengan rekan-rekan kerja dan juga pimpinan di tempat kerja kita. Terima kasih banyak Mbak Dinda atas ilmu yang sudah dibagikan kepada Sobat ASN semua di sini. Semoga bermanfaat. Semoga pekerjaan Mbak Adinda juga ini bisa terselesaikan semuanya. Tidak ada yang menumpuk. Tugas-tugas sebagai putri Indonesia pun juga bisa diselesaikan dan sempurna. Terima kasih sekali lagi Mbak Dinda. Terima kasih, Mbak. Saya mohon maaf bilah kata ya. Iya, terima kasih. Sampai jumpa di lain waktu. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullah. Salam buat sobat SN semua di Sulawesi Barat. Waduh, jauh ya ini ya. Memang benar-benar seantero Indonesia yang mengikuti ASN Belajar Seri 28 tahun 2025 ini. Dan sobat ASN baru dua materi dari dua narasumber masih ada nih ya gongnya lagi satu. untuk narasumber kita yang ketiga. Siapakah beliau dan kira-kira materinya apa nih yang akan disampaikan? Wah, kita harus bersabar menunggu karena beliau jadwalnya begitu padat. Kita cek dulu beliau kira-kira akan bergabung bersama kami kira-kira di jam berapa. Jadi, Sobat ASN harap bersabar menanti bersama kami di sini di webinar ASN belajar seri 28 tahun 2025. [Musik] kami Coba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marlah kami junjung taguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Memerintah itu melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hong hoi s dengan hati tunjukkan komponensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya sama dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tugas dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragam bekerja penuh hati tulus membantu tetaplah bila mengangani dengan menga kami melayani dengan mengang kami melayani bangsa [Musik] H [Musik] Hasen muda semangat membara di era digital terus berkarya berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cempal Jawa Timur terus melaju bersama BPSTNI kita terus melesat Untuk Indonesia emas prestasi hebat ASN unggul tiada yang tertinggal no one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemerlang. Jawa Timur terus melu. Bersama BPSDM Jatim kita terus melesat. Untuk Indonesia emas prestasi her aset unggur tiada yang tertinggal no one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemalah Jawa Timur terus melaju. Bersama BPSDM Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi hebat bersama kampus satelit PP PSTM Jatim no one left behind umbul dan berkualitas melesa tinggi Indonesia jaya Yeah. [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Berhak kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Melayoni bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Ho. Kemar di sini dengan hati tunjukkan komponensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya telah berkolaborasi bergandeng tangan tujuan jadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tujukan kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya ada dan berkolaborasi bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan air lebih beragam. mengerdas penuh hati tulus membantu tetap dibang kami melayani dengan menga kami melayani bangsa [Musik] H [Musik] Has muda semangat membara di era digital terus berkarya berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cempalak Jawa Timur terus melaju bersama BPST yang cim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi hebat ASN unggul tiada yang tertinggal no one left behind kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemerlang Jawa Timur terus melaju bersama BPSDM Jatim Kita terus melesat untuk Indonesia emas. Prestasi her aset unggur tiada yang tertinggal. No one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemelah Jawa Timur terus melaju. Bersama BPSDM Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi hebat bersama kampus satelit PP PSM Jatim no one left behind ASN unggul dan berkualitas melesa tinggi Indonesia jaya Yeah. [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Memerintah situs melayani bangsa. dengan akuntabilitas tinggi. Heb di sini suka dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tugas dengan hati tujuhkan kompetensi dalam harmoni. di bangsa loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragung mengerdas penuh hati tulus membantu sesama bila mengangapi melayani bilangan kami melayani dengan meng kami melayani bangsa [Musik] H [Musik] Yeah. [Musik] Hasen muda semangat membara di era digital terus berkarya berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cempelak Jawa Timur terus Melaju bersama BPST yang cantik. Kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi hebat ASN unggul tiada yang tertinggal. No one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemerlang. Jawa Timur terus melayu. Bersama BPSDM Jatim kita terus melesat. Untuk Indonesia emas prestasi her aset unggur tiada yang tertinggal no one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemalah Jawa Timur terus melaju. Bersama BPSDM Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi hebat bersama kampus satelit PP PSM Jatim no one left behind unggul dan berkualitas melesa tinggi Indonesia jaya Yeah. [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marah kami junjung taguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Memerentasi melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Ho. Kami dari sini suka dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. melayani bangsa loyal tanpa batasannya dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tujukan kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan air yang lebih beragung. penuh hati tulus membantu sesama dibang kami melayani dengan kami melayani bangsa [Musik] H [Musik] Has muda semangat membara di era digital terus berkarya berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cempalak Jawa Timur terus Terus melaju bersama BPST yang cim. Kita terus melesat untuk Indonesia emas. Prestasi hebat ASN unggul tiada yang tertinggal. No one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemerlang. Jawa Timur terus melaju. Bersama BPSDM Jatim kita terus melesat. Untuk Indonesia emas prestasi her aset unggur tiada yang tertinggal no one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemalah Jawa Timur terus melaju. Bersama BPSDM Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi hebat bersama kampus satelit PP PSTM Jatim no one left behind unggul dan berkualitas melesa tinggi Indonesia jaya [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Mudahlah kami junjung taguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas kebanggaan negeri sis melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hem di sini suka dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa batasannya selalu aktif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tujukan kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan AS yang lebih beragam. Menguh hati tulus membantu sesama di mana kami melayani dengan kami melayani B [Musik] Has muda semangat membara di era digital terus berkarya berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemal Jawa Timur terus melaju bersama BPST Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi hebat ASN unggul tiada yang tertinggal no one left behind kita terus melangkah berkolaborasi Inisiatif tinggi, inovasi cemerlang, Jawa Timur terus melaju. Bersama BPSDM Jatim kita terus melesat. Untuk Indonesia emas prestasi her tiada yang tertinggal no one left behind, kita terus melangkah. Berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemalah Jawa Timur terus melaju. Bersama BPSDM Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi hebat bersama kampus satelit PP PSTM Jatim no one left behind ASN umbul dan berkualitas Melesa tinggi Indonesia jaya Yeah. [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Mudahlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi lcanakan tugas kebanggaan negeri berentas melayani bangsa. dengan akuntabilitas tinggi. Hamina di sini dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati tujukan kompetensi dalam harmoni. loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan AS yang lebih beragung mengerdas penuh hati tulus membantu tetaplah dengan kami melayani dengan bangani [Musik] dengan mengang kami melayani bangsa [Musik] H [Musik] Has muda semangat membara di era digital terus berkarya berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cempal Jawa Timur terus terus melaju bersama BPST Jim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi hebat ASN unggul tiada yang tertinggal no one left behind kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi Masih cemalah Jawa Timur terus melu. Bersama BPSDM Jatim kita terus melesat. Untuk Indonesia emas prestasi her aset unggur tiada yang tertinggal no one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi. Inisiatif tinggi, inovasi cemalah. Jawa Timur terus melaju. Bersama BPSDM Jatim, kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi hebat bersama kampus satelit PPSM Jatim. No one left behind. I unggul dan berkualitas. Melesa tinggi Indonesia jaya Yeah. [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas kebanggaan negeri sis melayani bangsa. dengan akuntabilitas tinggi. Hamina di sini dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. melayani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tujukan kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan AS yang lebih beragung. mengerjas penuh hati tulus membantu tetap dibang kami melayani dengan kami melayani bangsa [Musik] Yeah. [Musik] Oh. [Musik] Terima kasih banyak sobat ASN yang masih setia bersama kami di ASN Belajar seri 28 tahun 2025 ya. Semoga yang masih setia berada di sini sampai akhir acara nanti karena masih kurang satu pemateri ya. ini rezekinya dilipat gandakan oleh Allah subhanahu wa taala. Amin. Amin ya rabbal alamin. Baik, Sobat ASN. Ini satu pemateri luar biasa yang schedule-nya begitu padat, namun tetap menyempatkan waktunya untuk menyapa sobat ASN semua. Beliau luar biasa sekali karena ketika Genu beliau sudah meraih gelar master of arts dari Monaj University. Kemudian meraih gelar doktor ilmu politik di Australia National University. Beliau adalah seorang akademisi yang terjun ke menjadi politisi. Nah, siapakah kira-kira beliau? Karena tak kenal maka tak sayang. Untuk lebih kenal lagi, kita lihat videonya berikut ini. lagi Ilmu politik di ENU adalah babak awal dari perjuangan. Karena hidup tanpa ilmu pengetahuan bagai berjalan di tengah kegelapan. Tapi hidup bukan hanya soal kecerdasan. Hidup adalah tentang karakter. Organisasi membangun karakter dan mengasah kepemimpinan. Semua berawal dari organisasi mahasiswa. Menjadi wakil ketua Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional, Ketua SAT Senat Mahasiswa FISIP, dan Presiden Perhimpunan Pelajar Indonesia seaustralia. Jadi akademisi saat awal reformasi adalah ikhtiar untuk menjadi berarti. Berkarir sebagai dosen di Universitas Parahiangan dan Universitas Paramadin adalah proses belajar tentang makna keberagaman dengan ilmu sebagai pendorong utama peradaban. Mendirikan konsultan politik carta politika dan berkiprah sebagai pengamat politik adalah ikhtiar untuk keluar dari menara gading intelektual dan membumikan pengetahuan. Dan hidup adalah pilihan. Ada saatnya berjuang dengan gagasan dan ada pilihan berjuang dengan tak. Meninggalkan zona nyaman sebagai pengamat politik untuk bertarung di Pilkada Kota Bogor 2013 adalah pilihan dan panggilan. 10 tahun menjadi abdi Bogor adalah panggil. Melayani warga, memudahkan urusan warga, dan membuat warga Kota Bogor kembali bangga akan kota. membangun infrastruktur dan ruang publik, merebut kembali Adipura, dan menjadikan Kota Bogor sebagai salah satu kota paling toleran di Indonesia. Menjadi ketua asosiasi pemerintah Kota Sulai Indonesia atau Apeksi adalah pengalaman luar biasa bersinergi dan berkolaborasi dengan seluruh walikota di Indonesia untuk maksimalkan potensi kota-kota di Indonesia menjemput Indonesia Emas 2045. Jabatan ada masanya, pengabdian selamat. Selama hayat dikandung badan, insyaallah ikhtiar untuk menjadi berarti tidak akan pernah lebat [Musik] SN. Mari kita sambut dengan tepuk tangan Anda. Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bapak Dr. Bima Arya Sugierto, SIP, MA. Selamat siang, Pak Bima. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang. Selamat siang, Bapak. Terima kasih sekali Bapak telah menyempatkan waktunya untuk menyapa sobat ASN semua. Luar biasa. Saya kira tadi Bapak masih tari pacu jalur, Pak. Kalau saya lihat di IG story-nya Oh, sudah mendarat. Oke. Sudah kembali ke Jakarta ya, Bapak, ya? Iya. kembali. Oke, kemarin. Baik. Oke, Pak. Ini Sobat ASN di seluruh penjuru tanah air sudah tidak sabar untuk mendengarkan materi yang akan disampaikan oleh Pak Bima. Jadi untuk materi penyampaian materinya kami berikan waktu 30 menit. Kemudian nanti setelah itu akan ada sesi tanya jawab tersendiri Bapak ya. Ya, mungkin materi 15 menit aja ya. Boleh ya? Oh, boleh boleh. Silakan, Sobat ASN disimak baik-baik materi yang akan disampaikan oleh Pak Bima. Silakan, Bapak. Baik. ee teman-teman ASN dan generasi muda yang hari ini mengikuti ee bincang-bincang atau diskusi ini. Ee terima kasih atas undangannya untuk satu hal yang saya kira sangat sangat sangat sangat sangat penting dan seringki juga di diskusikan di banyak kesempatan yaitu tentang kesiapan kita menuju masa kemasan Indonesia dan dikaitkan dengan apa yang harus disiapkan dari sekarang. terutama untuk anak-anak muda Genzet ya, anak-anak yang hari ini pada saatnya nanti akan memimpin kita. Ee Bapak, Ibu, dan Teman-teman sekalian. Waktu itu cepat sekali berlalu. Time flies. Waktu itu terbang cepat sekali dan itu yang akan terjadi 20 tahun lagi atau 25 tahun lagi. Terdengar jauh. Tetapi sebetulnya kalau berdasarkan pengalaman kita-kita ini yang senior, usia saya sudah hampir 53, 20 tahun yang lalu atau 25 tahun yang lalu itu cepat sekali. Rasanya baru kemarin saya terpilih jadi walikota. Rasanya baru kemarin saya menjadi komentator politik. Tetapi 25 tahun kemudian saya ada di titik ini. Begituun dengan teman-teman nanti rasa cepat sekali ee terasa dari sekarang lama tapi sesungguhnya cepat sekarang. Cepat sekali untuk menuju satu fase, satu titik yang sebelumnya agak sulit dipahami, dicerna oleh generasi saya atau sebelum saya. Indonesia menjadi negara maju. Nah, jadi dalam 20 tahun lagi atau 25 tahun lagi Indonesia akan menjadi negara maju dengan catatan dengan catatan satu kita mampu untuk memanfaatkan bonus demografi dengan catatan kita mampu untuk menyiapkan anak-anak Buddha hari ini yang masih belajar ataupun yang baru memulai karir nanti akan tidak saja membawa kita menuju masa kemasaan Indonesia 2045 tetapi juga akan memimpin kita gen hari ini, ASN muda hari ini, anak-anak muda hari ini yang ada di posisi-posisi pekerja 205 tahun lagi akan menjadi pemimpin kita, akan menjadi manajer, akan menjadi direktur, akan menjadi bupati, walikota, gubernur, menteri, dan bahkan mungkin ada salah satu di antara kalian yang akan memimpin negara ini di 2045 menjadi presidenia. Nah, pertanyaannya adalah apa yang harus dilakukan oleh negara dan apa yang harus dilakukan oleh kita? Apa yang harus dilakukan oleh anak-anak muda, apa yang harus disiapkan oleh Genset? Nah, menarik untuk mencermati berbagai kajian. Nah, ini bukan opini pribadi, tetapi ini adalah berbagai kajian yang ada di dunia yang dilakukan oleh para pemerhati penstudi ee karakter kepribadian, penstudi generasi dan lain-lain. Nah, Genz ini dianggap generasi yang spesial. Genzet ini dianggap ee generasi yang tercerdas dibanding generasi-gerasi sebelumnya. Nah, ada beberapa hal menarik karakter Genset ini, karakter anak-anak mudahari ini yang sering sekali di ee diskusikan oleh banyak. Genset ini memiliki banyak kelebihan ya yang mencenggangkan, yang menakjubkan, yang membuat generasi-generasi sebelumnya itu geleng-geleng kepala. Genzet adalah generasi yang sangat adaptif. Genzet itu sangat mudah menyesuaikan diri. Genzet itu punya passion yang luar biasa. Saya sangat setuju dengan semua yang ada di sini karena ada dua Genzet di rumah dan ada beberapa Genzet saya juga di kantor. Jadi, Genzet itu selalu punya harapan, Genzet itu punya passion, Genzet itu punya ambisi yang ee agak spesial, yang agak berbeda. Dan yang sangat bagus dari GSET ini adalah kecenderungan untuk segala sesuatu itu dilakukan dengan baik atau yang terbaik. dilakukan dengan baik atau yang terbaik. Sangat perfeksionis. Anak-anak Genzet ini punya target tinggi, memiliki keinginan tinggi dan ingin segala sesuatu berjalan dengan sangat baik. Dan berdasarkan kajian juga tingkat percaya diri genset ini melebihi rata-rata. Jadi confidence bahwa akan mampu untuk melakukan apa yang diinginkan, adaptif, aspiratif, perfeksionis, dan confidence atau percaya diri. Tapi ada satu hal yang menjadi catatan dari banyak sekali pemerhati dan studi peneliti ee Genz cenderung memiliki satu karakter yang khas, yaitu cenderung cemas, cenderung mengkhawatirkan banyak hal. Jadi ya dalam bahasa yang sering digunakan oleh anak-anak sekarang seringkali dikategorikan sebagai generasi yang mudah parno, generasi yang khawatir. Eh interaksi saya dengan banyak agak mengkonfirmasikan hal ini. Jadi walaupun adaptif, aspiratif, perfeksionis, dan confidence tetapi cenderung agak cemas. Ini bisa dijelaskan dengan satu asumsi bahwa ini mungkin disebabkan karena exposure anak-anak sekarang terhadap dunia luar itu sangat maksimal melalui gadget, melalui akses online. Ya, dunia itu sekarang borderless, betul-betul borderless dan informasi itu demikian deras langsung ke genggaman anak-anak sekarang. Nah, di sini bukan saja bisa mendapatkan inspirasi, tapi ini juga akan menimbulkan kompetisi yang menimbulkan ketidakaman ketidaknyaman dan kecemasan. Nah, karena itu satu PR dari anak-anak GZET hari ini adalah meadari bahwa banyak hal di dunia ini yang tidak sepenuhnya, tidak selamanya benar. banyak informasi di genggangan taman kita yang harus disortir lagi dan yang pasti menjadi ee tua itu adalah keniscayaan atau keharusan, tetapi menjadi matang dan bijaksana itu betul-betul pilihan. Orang pasti akan bertambah usia, orang pasti akan bertambah tua. Tetapi tidak semua yang bertambah usia dan tua itu menjadi matang dan bijaksana dan memiliki karakter yang kuat. Nah, karena itu dimensi karakter inilah yang dari Gen Z ini harus terus dikuatkan. Generasi-generasi sebelumnya, Gen X, kemudian baby boomers, Gen Y itu tumbuh dalam situasi ekonomi yang eh lebih berat begitu ya, yang secara umum memerlukan tantangan. mau membuat skripsi aja perjuangannya berat, mau mencari informasi berat, mau janjian sama pacar juga ee enggak mudah karena ya dulu belum ada telepon, belum ada internet, makanya enggak mudah gitu membuat komitmen kesepakatan. Tapi hari ini adalah hari di mana kita dimudahkan dalam segagala hal. Karena itu ee mindset-mindset yang mendorong kita untuk lebih fight, untuk lebih bertarung itu hari ini harus lebih dikuatkan lagi begitu. Nah, dari kajian juga menarik ya, Teman-teman sekalian ada nilai-nilai dari Genzet yang dikaji menjadi kekuatan begitu ya. Genzet cenderung bertanggung jawab. Ini bagus sekali. Ini rasanya sikap-sikap yang ada di sini ini paralel dengan apa yang dibutuhkan oleh negara ini atas satu sosok abdi negara yang mumpuni. Countable, taat, disiplin gitu ya. Kemudian etiks. Nah, saya talut kagum bagaimana anak-anak sekarang itu cenderung [Musik] sifatnya itu lebih santun, lebih etis begitu. sangat peduli terhadap orang lain, sangat care terhadap orang lain, sangat menjaga prinsip-prinsip yang mengatur, begitu ya. Sekali lagi mungkin banyak yang tidak setuju atau bingung tapi sekali lagi ini ee survei dan kesimpulan dari banyak sekali penelitian. Jadi ini adalah nilai-nilai hidup Genzet yang saya kira harus diakui menjadi modal dan jangan pernah hilang. jangan pernah hilang karena pada saatnya nanti ee nilai-nilai ini yang dibutuhkan. Nah, kita lihat juga apa hal-hal yang menjadi motivasi dari Genzet untuk bekerja. Ya, ketika ditanya pasti ee kenapa ingin bekerja, ingin mendapatkan penghasilan, ada juga karena minat sesuai dengan ee keinginan untuk aktualisasi atau pengembangan diri dan ada keseimbangan. Nah, yang menarik di sini adalah GZ ini walaupun ambisi, walaupun juga punya ya, tetapi menginginkan segala sesuatu itu balance atau seimbang. Ini bagus sekali sebenarnya karena eh perspektif work life balance ini membuat mekanisme pengerjaan itu di satu sisi lebih efektif, lebih efisien karena belum tentu juga kita total all out. Bekerja dari subuh sampai tengah malam. Kemudian output atau outcanya maksimal belum tentu juga. Keinginan untuk menyeimbangkan ini bagus. Saya punya pengalaman pribadi ketika dilantik jadi walikota di tahun 2014 itu bekerjanya totalitas. Mulai bekerja subuh kembali ke rumah selesai mungkin bisa jam 11.00, jam 12.00 malam tidur 4 jam atau 5 jam. Tetapi 1 tahun itu kemudian berlalu dan saya merasakan bahwa rasanya kerja enggak beres-beres juga, tetapi banyakan menjadi tidak seimbang, badan lemah dan sebagainya. Tahun kedua sebagai walikota saya memutuskan untuk balance. Ee tidurnya dicukupkan, ee aktivitas kerja dibatasi sehingga kemudian setiap hari ya setiap hari saya lari pagi dan punya waktu untuk keluarga lebih banyak. Dan efeknya apa? Efeknya adalah kerja rasanya menjadi lebih maksimal, badan lebih segar, spektif juga lebih fresh, dan rasanya lebih semangat bekerja gitu. Ini karena prinsip work life balance ini. Nah, karena itu ini modal utama dari gadget ini dan saya titip ke depannya betul-betul ee pola hidup seimbang ini ini dibutuhkan. Jadi, adik-adik sekalian, rekan-rekan ee ASN Muda, ada beberapa hal yang saya perlu garis bawahi di sini untuk menjadi bekal kita, bekal kalian semua untuk menjadi pemenang di masa depan. Apa saja? Yang pertama adalah kekuatan stamina. Ini penting, Pak. Penting sekali. apa yang kita makan hari ini, apa yang kita lakukan hari ini, kebiasaan kita hari ini, pergerakan kita hari ini menentukan 10, 15, 20 tahun lalu. Hidup sehat hari ini ada investasi untuk masa depan. Saya melihat ya banyak kawan-kawan yang pola hidupnya berantakan kemudian ternyata tidak apa namanya tidak mampu untuk bertahan di dunia kerja karena kemudian digerogoti oleh penyakit lebih cepat tua terlihat lebih tua dari umurnya dan juga enggak produktif lagi. Jadi nomor satu yakinilah bahwa stamina kekuatan fisik itu adalah modal utama makanan kita hari ini, pergerakan kita hari ini, mindset kita hari ini menentukan daya tahan kita puluhan tahun ke depan. Yang kedua adalah intelijensi kita. Jadi yang pertama fisik, yang kedua adalah intelijensi kita. Cara kita berpikir, cara kita memandang sesuatu, cara kita untuk menyelesaikan persoalan itu juga menentukan kelas kita pada saatnya. Kalau teman-teman lihat dalam kehidupan sehari-hari itu banyak sekali ee orang-orang yang kalau berbicara panjang lebar setengah jam, 40 menit atau 1 jam tapi enggak ada isinya. Dan ada orang-orang yang bicaranya 15 menit tapi daging semua. Sekali lagi bicara 1 jam enggak ada isinya 15 menit itu daging semua. Ini hubungannya dengan ini hubungannya dengan perspektif kita. Kemampuan untuk berpikir secara runut, sistematis dan mampu membedakan mana makro, mana makro, mana teknis, mana substansif, mana filosofis, mana yang tidak penting dan sebagainya. Jadi yang kedua adalah intelijensi, yang ketiga teman-teman sekalian adalah modal sosial gitu. Jadi kemampuan kita bergaul, kemampuan kita membangun jejaring juga menentukan. Enggak ada orang-orang yang besar menjadi pemimpin tapi pendiam, introvert, tertutup, ee tidak suka bergaul, enggak ada. Jadi daya dukung sosial kita sangat-sangat. Yang keempat, Teman-teman sekalian adalah spiritual. Jadi hidup ini pada saatnya nanti akan semakin berat dan ketika dibenturkan terhadap berbagai persoalan kehidupan tadi, maka kita butuh pegangan-pegangan, kita butuh nilai-nilai spiritual. Kadang-kadang nilai sosial aja enggak, kadang-kadang ajaran orang tua saja tidak memadai. Tapi keyakinan sifatnya ilahiah, keyakinan sebagai umat beragama, keyakinan bahwa Gusti Allah tidak tidur, keyakinan bahwa segala sesuatu akan indah pada saatnya bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, itu penting. Jadi, spiritual ini juga adalah modal kita. Nah, itu ee adik-adik dan teman-teman sekalian beberapa hal yang saya kira menjadi penguat ee hal-hal yang diyakini oleh Genzet sebagai ee hidup seimbang. Jadi, saya bedah lagi hidup seimbang tadi menjadi beberapa poin tadi, gitu. Nah, ee teman-teman sekalian kita melihat ya ee beberapa faktor juga berdasarkan kajian dari hal-hal yang sifatnya harus diperbaiki dari generasi muda yang ee berada dalam dunia kerja. Dalam konteks hari ini ada kelebihan dan ada kelemahan. Kelebihan hari ini adalah kalian dibanjiri oleh pengetahuan yang sangat tidak terbatas. Kalian terbuka terhadap semua perkembangan. Kalian adalah high achievers, orang-orang dengan target tinggi. Kalian juga dikaruniai kemampuan untuk multitasking. Bisa melakukan berbagai hal dalam satu waktu. Cenderung terbuka lebih toleran. dan enggak puas diri. Ini kelebihan-kelebihan yang harus disadar. Tetapi di sisi lain ada tantangan-tantangan, ada hal-hal yang menjadi catatan yang terjadi pada anak-anak muda hari ini. Terburu-buru kemudian agak cenderung memiliki apa? Ego yang sangat kuat ya dan rentan kecanduan gadget. Addicted punya karakter addictif terhadap gadget. Walaupun saya lihat memang ini bukan kecenderungan GZ saja, kecanduan ini ada di mana-mana ya. Saya punya beberapa kepala dinas yang kalau ngobrol enggak pernah lepas dari gadget. Saya punya tim saya juga yang rasanya enggak pernah enggak bisa ya lepas dari gadget selalu cek WhatsApp padahal dirinya enggak penting-penting amat gitu. Tapi setiap saat cek WhatsApp, cek WhatsApp gitu. ini berarti sudah kecanduan ini. Ini bahaya J. Sifat kecanduan gadget ini kemudian membuat mereka terputus dari dunia sekelirnya, dunia sosial. Padahal hidup ini jauh lebih indah, jauh lebih lebar dari sekedar layar gadget kita semua gitu. Nah, karena itu saya selalu mendorong anak-anak muda sekarang, anak-anak saya di rumah untuk outdoor activities, untuk pergi camping, pergi lari trail, pergi ke danau, pergi ke gunung, pergi ke lapangan, bergaul, berinteraksi gitu ya supaya ee tidak terlalu kecandang terhadap gadget tadi. Nah, kemudian beberapa hal tadi yang juga dicatat menjadi salah satu tantangan terlalu bergantung pada teknologi dan sebagainya. Ee sekarang kita masuk teman-teman sekalian terhadap tuntutan yang ada hari ini. Hari ini kita melihat negara-negara besar di sekeliling kita terdekat adalah Singapura misalnya ya. Birokrasi di sana adalah diisi oleh sosok-sosok yang capable. The bright and the brightest. Itu birokrasi di Singapura. The bright and the brightest. Orang-orang cerdas, orang-orang pintar, orang-orang terbaik itu di birokrasi Singapura. Jadi trajektori atau pola karir menuju posisi-posisi strategis di birokrasi di Singapura itu ditapak oleh orang-orang yang disiapkan sejak sekolah di SD favorit, SMP, SMA, kemudian di kampusnya kampus terbaik ee kampus NUUS misalnya atau Nanyang gitu. kemudian menjadi pegawai negeri. Nah, komposisi pegawai negeri yang diisi oleh orang-orang yang berkualitas ini kemudian mampu mengimbangi dunia swasta yang bergerak cenderung lebih cepat. Jadi nyambung, mampu mengimbangi. Di swasta kan banyak inovator. Di swasta itu banyak sekali orang-orang kreatif. Kalau pemerintahnya enggak inovatif, pemerintahannya enggak kreatif, maka enggak bisa nimbang begitu. di Singapura relatif imbang. Nah, hari ini Indonesia masih ada gap. Semua inovasi itu adalah dirive, didorong oleh pihak swasta. Dan bahkan saya memperhatikan banyak sekali inisiatif-inisiatif baik diprakarsai oleh komunitas bukan didorong oleh ASN gitu. Nah, karena itu tuntutan hari ini birokrasi kita adalah faster, smarter, cheaper, easier, dan better. Jadi lebih cepat lagi, lebih pintar lagi, lebih murah lagi, lebih mudah lagi, lebih baik lagi. Kalau teman-teman lihat sentimenizen sangat negatif secara umum terhadap ASN. Sekali lagi, sentimen netizen secara umum sangat negatif terhadap ASN. Kenapa? Karena ASN kita dianggap oleh netizen ini menyimbolkan situasi yang totally the opposite of hal-hal baik ini. ASN dianggap lambat, dianggap tidak pintar, dianggap sumber biaya karena sedikit-sedikit minta uang, dianggap mempersulit dan dianggap tidak pernah menuju lebih baik. Ini kan sesuatu hal yang sangat menantang. Nah, sekali lagi ini adalah realita persepsi publik terhadap ASN terhadap birokrasi yang jauh tertinggal dari swasta. Nah, jadi tuntutan hari ini adalah bagaimana kita semua bisa menjawab itu, bisa membantah itu bahwa birokrat itu bisa bekerja cepat, birokrat itu cerdas-cerdas. Beberapa hari yang lalu saya baru saja kembali dari kunjungan di Australia. Saya senang sekali sempat dialog dengan para mahasiswa penerima beasiswa ada yang dari LPDP, ada juga yang dari eh Australian World, ada yang dari World Bank begitu ya. Dan mereka tersebar di universitas terbaik di Australia. Beberapa kali saya diskusi di Melbourne dan di Brisbe. Terus terang saya takjub ketika melihat bagaimana mereka punya kemampuan berpikir yang sangat kritis. Dan saya sampaikan kepada mereka bahwa Anda semua adalah masa depan Indonesia. You are the bright and the brightest of Indonesia. PR-nya adalah cerdas di Australia, petarung di Australia, punya cita-cita besar di Australia untuk kembali. Tetapi ketika kembali ke Indonesia harus bisa istikamah dan konsisten. Sama cerdasnya, bahkan lebih inovatif lagi dan tetap. Saya melihat ini tantangan karena banyak yang kemudian aa kembali ini larut dengan kebiasaan-kebiasaan yang lama. Jadi tantangan gadget hari ini adalah bagaimana menyesuaikan di lingkungan sistem masing-masing tapi tidak luntur, tidak luntur idealismenya karena atasannya korup, karena atasannya malas, karena atasannya tidak memudahkan urusan warga. Bersyukurlah Anda yang punya atasan yang mampu untuk menjadi suri teladan. Yang satu antara kata dan perbuatan. Tetapi apabila Anda menemukan atau ada di lingkungan di mana atasan Anda jauh dari realita yang ideal, maka Anda harus mawas diri, harus menjaga batas, harus berdoa banyak-banyak, berhenti banyak-banyak supaya tetap konsisten. Jadi, poin yang ingin saya sampaikan teman-teman sekalian adalah pilih lingkungan Anda yang baik untuk perkembangan karir emosi Anda. Jangan terjebak terhadap lingkungan yang toksik. Jangan. Sesuatu kesalahan itu kalau baru sekali dua kali terasanya berat banget, dosa banget begitu. Tapi ketika berangkali maka dianggap sudah biasa. Jangan sampai Anda terjebak ke dalam sesuatu yang tadinya tidak biasa menjadi biasa karena sering. Karena ada di lingkungan yang cenderung praktiknya seperti itu. Jadi hati-hati pilih lingkungan pergaulan. Kalau Anda ada lingkungan yang saling mendukung, saling mendorong, maka Anda ada di lingkungan yang tepat. Begitu. Nah, adik-adik sekalian pilih core kompetensi Anda apa. Itu harus punya core competence. Jadi, kalau ditanya misalnya ee kalau untuk urusan keuangan daerah siapa? Oh, itu si Benny aja. Kalau untuk urusan ee legal misalnya regulasi perundang-undangan, oh itu si Ahmad aja misalnya. Jadi core competensi itu adalah posisi tawar kita. Jangan sampai tidak punya core competence. Saran saya walaupun oleh ujungnya nanti Anda semua akan menjadi generalis. kira-kira roadmap-nya begitu, tapi mulai memupuk dengan sesuatu core yang sangat penting untuk menjadi ee daya tawar Anda. Dan saya titip sekali ya, Teman-teman, adik-adik sekalian, ee kompetensi itu bisa diasa, tetapi karakter tidak mudah untuk dijaga dan tidak mudah untuk dibangun. Jadi lengkapi kompetensi kor kompetensi tadi dengan karakter yang kuat. Hindari dari praktik-praktik korupsi. Jauhkan diri dari hal sifatnya manipulatif. Itu jaga integritas dan selalu ikhtiar untuk menyatukan antara pikiran, kedataan, dan perbuatan. Itulah modal terbesar Anda pada saatnya nanti untuk menjadi pemimpin Indonesia mengantarkan kita semua menuju era Indonesia maju. Niaup. Terima kasih. Silakan k ada pertanyaan. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Bima atas materinya yang sudah disampaikan. Baik, silakan untuk sobat TSN yang ingin bertanya. Sesi tanya jawab kita buka sekarang. Yang bergabung lewat Zoom meeting boleh menggunakan fitur raise hand. Yang bergabung lewat YouTube channel BPSDM Jatim TV silakan tuliskan pertanyaannya melalui kolom live chat. Baik, apakah sudah ada yang bergabung bersama dengan kami di sini? Kita cek terlebih dahulu. Oke. Baik, sudah ada sobat yang sudah bergabung di sini. Selamat siang dengan Bapak siapa dan dari instansi mana Bapak? Selamat siang. Saya dengan Dani dari Sansi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ngawi. Oke, Pak Dani dari Ngawi. Silakan Pak. Nggih. Terima kasih atas waktunya. Selamat siang, Pak Bimaria. Sangat menarik tadi bahasannya tentang yang disampaikan oleh Bapak. Ee saya sedikit aja tadi tentang peningkatan kemampuan sosial dan rohani. Bapak, bagaimana tanggapan Anda terkait ee generasi Z, generasi Z ini yang sedikit-sedikit dan mohon maaf ee toksik gitu kan. E kemudian ee ini mengganggu mental he gitu. itu ee maaf kalau bagi saya kalau sedikit-sedikit menyatakan itu ini suatu tanda bahwasanya ee tanda petik mereka cengeng gitu. Bagaimana pendapat panjenengan? Terima kasih, Pak. Ya, silakan. Saya tampung dulu saja pertanyaan-pertanyaannya. Oke. Ee coba kita cek terlebih dahulu. Sudah ada yang menuliskan pertanyaannya. Barangkali mau menanyakan secara langsung yang dari Zoom meeting. Oke. Baik. Ini sudah ada Bapak Zaki dari Jambi, Pak. Ee beliau bertanya, "Apa langkah konkrit yang bisa diambil pemerintah untuk memfasilitasi pengembangan kompetensi ASN GenI?" Baik, dua saja, Pak Bima pertanyaannya, ya. Baik, silakan dijawab Pak Bima. Baik. Jadi, pengalaman saya sebagai dosen dan sebagai orang tua ee kita harus bisa memahami bahwa banyak faktor itu mempengaruhi motivasi seseorang. Ada orang yang cenderung lebih cepat demotivasi, ada orang yang cenderung juga tidak tahan banting begitu. Tetapi kita harus bisa memahami juga ee apa yang menyebabkan seperti itu dan apa yang dibutuhkan oleh mereka. Saya melihat bahwa ee kecerungan untuk mudah cemas, kecerungan paranoid, kecurungan takut gitu ya. Ini karena kompetisi yang cenderung lebih ketat sekarang. Jadi muncul banyak khawatiran, tidak mampu untuk menjadi pemenang. Yang dibutuhkan adalah ee afirmasi. afirmasi bahwa mereka adalah generasi. Saya selalu ee sampaikan ini kepada anak-anak saya di rumah ya, bahwa mereka adalah generasi terbaik sepanjang sejarah. Afirmasi bahwa mereka punya kemampuan untuk fight. Namun harus dididik, dibiasakan untuk mencicil menyelesaikan persoalan-persoalan. Saya ingat sekali ketika saya kecil gitu, itu selalu dibisiki oleh ayah saya almarhum doa Jenderal Douglas Mecathur. Jadi, Jenderal Douglas Meat ini adalah pahlawan perang Amerika yang membisikkan doa kepada anaknya sesuatu yang agak aneh. Kira-kira begini doanya. Ya Allah, jangan berikan jalan mudah bagi putraku. Berikanlah dia badai, berikanlah dia cobaan, berikanlah dia ujian. Ini kan satu hal yang berbeda dengan mindset banyak sekali orang tua. Doa orang tua pada umumnya adalah, "Ya Allah, mudahkanlah anakku. Ya Allah, luruskanlah jalan sebagainya." Ini didoakan oleh orang tua berikan jalan yang tidak mudah. Ya, ketika kecil saya sering dikasih PR-PR dari kecil sampai besar oleh ayah saya untuk menyelesaikan persoalan sendiri. Nah, karena itu di lingkungan keluarga, di lingkungan kantor mendidik anak-anak sekarang menjadi lebih fight, lebih petarung, tidak cengeng. Itu yang pertama adalah dengan berdialog dan mendengarkan apa yang menjadi kegundahan mereka. Yang kedua adalah memberikan afirmasi bahwa mereka bisa, bahwa mereka punya modal, bahwa mereka kuat. Dan yang ketiga adalah mencicil persoalan-persoalan agar mereka bisa menjadi ee sosok-sosok yang lebih bisa bertarung atau fight begitu. Nah, ini PR tentunya bagi para atasan dan sebagainya. Nah, saya mendorong untuk teman-teman untuk aktif berorganisasi, mendorong teman-teman untuk memperluas networking. Karena saya percaya bahwa salah satu tips untuk menjadi matang adalah membiasakan dengan perbedaan. Sekali lagi, salah satu tips menjadi matang untuk menjadi sosok yang tangguh adalah membiasakan terhadap perbedaan. Kalau kita terbiasa menghadapi perbedaan, perbedaan agama, perbedaan cara pandang, perbedaan keyakinan politik, ideologi, perbedaan selera dan sebagainya, maka kita akan lebih bijak, lebih kuat untuk menjemput segala macam persoalan. Nah, itu yang pertama. Yang kedua tadi ada pertanyaan juga soal apa asi-aksi konkrit untuk meningkatkan kapasitas untuk kompetisi Genz ee di Kemendagri. Saya sedang berpikir untuk menyusun satu program ya, program meningkatkan kapasitas kompetensi Gen Z dengan pola-pola yang tepat gitu. Jadi enggak bisa disamakan bintek pelatihan atau apa ya proyek perubahan dengan modul-modul lain. Ini kita harus buat modul-modul yang lebih inspiratif, yang lebih kreatif dan out of the box. Begitu tunggu tanggal mainnya kita akan godok. Genjet di seluruh Indonesia akan secara bergilir kita akan gojlok begitu. kita akan lakukan peningkatan kapasitas ya terutama tadi ya untuk membuat mereka ini menjadi petarung-petarung pemimpin 2045 begitu nanti pada saatnya kami akan umumkan. Terima kasih. Oke. Baik terima kasih Pak Bima atas jawabannya dari pertanyaan dua sobat ASN yang sudah bertanya di sini. Terima kasih sekali dan kami batasi dua pertanyaan aja mohon maaf ya sobat ASN ya. Oke. Baik. Terima kasih sekali lagi, Pak Bima sudah meluangkan waktunya di sini dan bisa diberikan closing statement Pak kepada Sobat ASN semua. Ee saya simpel aja buat teman-teman ASN Uda, ayo kita berkoordinasi, komunikasi. Silakan DM saja lewat Instagram. Banyak kok yang DM gitu ya. Ini alumni-alumni IPDN banyak sekali yang DM. saya bertukar pikiran dan lain-lain. Saya senang bisa komunikasi nanti bisa bisa lanjut di WhatsApp kalau ingin dan yang penting adalah ee kita jaga silaturahmi kita supaya kita bisa sama-sama menyiapkan diri masing-masing untuk menuju jadi saya tunggu DM-nya di Instagram. Makasih. Oke. Baik. Dan yang belum follow nih, barangkali bisa difollow dulu Instagram-nya Pak Bima ini di Bima Arya. Sugiarto. Oke, centang biru ya. Saya barusan follow Bapak. Kalau ada apa-apa saya juga akan m ya, Pak ya. Oke. Baik, terima kasih Pak Bima sekali lagi sudah meluangkan waktunya untuk menyapa sobat ASN semua di sini. Semoga ilmu yang Bapak berikan hari ini bisa kami praktikkan langsung Bapak di lapangan dan semoga memberikan ee manfaat yang luar biasa untuk ASN ke depannya. Terima kasih sekali lagi, Bapak. Sampai jumpa lain waktu. Sehat selalu, Bapak. Semangat. Tarum. Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Baik. Luar biasa ya. Ini sepertinya baru pertama ya Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia menyapa Sobat ASN melalui ASN Belajar kali ini di hari Kamis, 24 Juli 2025 di seri 28 tahun 2025. catat ini ya, sejarah ini luar biasa. Baik, terima kasih sekali lagi kami ucapkan kepada para narasumber Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bapak Dr. Bima Arya Sugiarto, SI. PMA. Kemudian terima kasih untuk Direktur Pengelolaan Data dan Penyajian Informasi Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia, Bapak Dr. Iketut Buana, S., M.Si., AK. CA. Kemudian terima kasih juga untuk analis perencanaan strategis BAPRIA Kabupaten Memuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat. Mbak Adinda Putri Pawan STIP. Terima kasih sekali lagi dan terima kasih juga untuk sobat ASN yang setia dari awal sampai siang hari ini ya. Akhirnya kita sudah berada di penghujung ASN belajar seri 28. Semoga ilmu yang kita peroleh di hari ini dapat memberikan dampak nyata dalam pengembangan kebijakan dan juga praktik manajemen ASN khususnya untuk generasi muda ya di lingkungan birokrasi Indonesia. Dan sobat ASN jangan lupa untuk mengecek semesta Bangkok secara berkala untuk mengunduh e-sertifikatnya. Baik, ASN belajar seri 28 tahun 2025 ini persembahan Korpu SDGIS BBSD Provinsi Jawa Timur dan sampai jumpa di seri berikutnya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. menjadi ASN berakhlak mulia. Siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujud pemerintahan selalu bukan tekad pancang penjerah jadi berkuita [Musik]