ASN Belajar Seri 28 | 2025 - ASN Gen Z: Tumbuh Tangguh di Era Disrupsi
7G3oYDdvFqg • 2025-07-24
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia.
Siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan
pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar wujudkan
selaku dunia
bukan tekad pancang menyerah
jadi
berkuita
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita
semua. Shalom. Om swastiastu. Namo
buddhaya. Salam kebajikan. Selamat pagi
sobat ASN. Senang sekali saya Anis Dewi
di hari Kamis 24 Juli 2025 ini dapat
kembali menemani sobat ASN semua dalam
webinar ASN Belajar seri 28 tahun 2025
persembahan Korpu SDIS BPSDM Provinsi
Jawa Timur. Izinkan kami untuk menyapa
semua yang sudah bergabung dalam webinar
ini. Yang terhormat Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. Ramlianto,
S.PMP. Yang kami hormati para narasumber
Wakil Menteri Dalam Negeri Republik
Indonesia Bapak Dr. Bima Arya Sugiarto,
SI. MA. Yang kami hormati Kepala Badan
Kepegawaian Negara Republik Indonesia
yang diwakilkan oleh Direktur
Pengelolaan Data dan Penyajian Informasi
Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian
Negara Republik Indonesia, Bapak Dr.
Iketut Buana, S., M.Si., AK.ca.
Yang kami hormati pula analis
perencanaan strategis Badan Perencanaan
Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah
Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi
Sulawesi Barat, Mbak Adinda Putri Pawan
STRI dan semua sobat ASN yang sudah
bergabung dari seluruh penjuru tanah
air, baik yang sudah bergabung secara
online melalui Zoom meeting maupun
YouTube channel BPSDM Jatim TV serta
yang hadir di kelas internasional BPSDM
Jatim. Applaus dong untuk semua yang
sudah hadir di sini.
[Tepuk tangan]
Luar biasa ya. Ramai sekali di hari
Kamis manis ini. Iya dong ramei. Karena
kita semua dari lintas generasi hadir
semua dalam webinar kali ini. Karena
memang Sobat ASN ya di tengah akselerasi
dinamika global ini hadir nih G Z
generasi Z. Kalau ada yang bilang juga
Zoomers. Mereka hadir sebagai entitas
baru dalam tubuh birokrasi. Jadi
generasi digital natif yang tumbuh
dengan kecepatan informasi serta
terbentuk dalam ruang sosial yang cair
serta dinamis ini mereka membawa
paradigma baru. Jadi kolaboratif,
inklusif, dan syarat makna personal
dalam bekerja. Tapi tantangannya tidak
kecil. Dalam ekosistem birokrasi yang
seringkiali rigit dan juga hierarkis ya,
Gen dituntut bukan hanya untuk
menyesuaikan diri, tetapi juga untuk
mentransformasikan cara pandang dan tata
kelola pelayanan publik. Jadi, mereka
harus tumbuh, tidak sekedar adaptif,
tetapi wajib nih ya tangguh, berdaya
secara kompetensi, berkarakter dalam
nilai, dan terlibat secara emosional.
Nah, bagaimana sih desain pengembangan
kompetensi, jalur karir, serta
pendekatan engagement yang tepat agar
dapat melahirkan Genzi yang cakap dan
juga mampu menjadi jangkar integritas
dan inovasi di masa depan birokrasi
Indonesia? Selengkapnya akan kita bahas
dalam webinar ASN belajar seri 28 tahun
2025.
[Musik]
Baik, untuk mengawali ASN belajar seri
28 tahun 2025 ini, marilah kita simak
bersama opening speech yang akan
disampaikan oleh Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, S.P,MP.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN
di seluruh tanah air, selamat bertemu
kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini Kamis tanggal 24 Juli 2025, ASN
Belajar telah memasuki seri yang ke-28.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami. Kami
selalu berkomitmen sekaligus terus
berikhtiar untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sahabat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-28 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka menyambut
kehadiran ASN-ASN muda yang merupakan
formasi CPNS nasional tahun 2024. Mereka
adalah para generasi muda yang akan
memulai babak baru dalam hidupnya
menjadi aparatur sipil negara yang
merupakan elan vital birokrasi.
profesi yang tak sekedar bekerja untuk
pemerintah, tapi hadir sebagai wajah
negara di mata rakyat. Sebuah profesi
yang menuntut dedikasi, integritas, dan
kemampuan beradaptasi dalam berbagai
perubahan zaman. Karena tema ini sangat
tepat untuk kita elaborasi secara luas
dan mendalam, maka SN belajar seri ke-28
tahun 2025 ini mengangkat topik ASN
Genzi, tumbuh tangguh di era disrupsi.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam ASN belajar bahwa topik menarik
ini akan kita bahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Saat ASN di seluruh tanah air kita hidup
di era yang tidak lagi memberi ruang
bagi stagnasi.
Dunia tak bisa menunggu. Ia bergerak
dengan kecepatan yang melampaui logika.
Menembus batas ruang dan waktu.
Perubahan bukan lagi sekedar
kemungkinan. Ia adalah kepastian yang
terjadi setiap saat. Kita tidak lagi
bisa berpegang pada cara-cara lama untuk
menghadapi tantangan yang sepenuhnya
baru. Dunia bergerak sangat cepat dan
hanya mereka yang mampu belajar, berubah
dan berinovasilah yang akan tetap
relevan.
menyambut era baru yang destruktif ini.
Birokrasi tidak boleh berjalan di tempat
apalagi melangkah mundur.
Birokrasi tidak boleh terjebak dalam
rutinitas yang usang, tidak boleh
terkungkung oleh sekat-sekat hierarki
dan zona nyaman, dan tidak boleh menutup
mata terhadap berbagai perubahan yang
terjadi begitu cepat, masif, dan
seringki tidak terduga.
Sebaliknya, birokrasi harus menjadi
organisme yang hidup dan terus belajar
bertransformasi menjadi lebih lincah,
inklusif, penuh dedikasi, integritas,
serta makin berdampak.
Dan dalam proses inilah ASN muda adalah
energi utama perubahan.
Sobat ASN, kini harapan baru bertumpu di
pundak ASN muda. Generasi yang tumbuh
bersama teknologi, terbiasa bergerak
lincah dalam dunia digital, dan memiliki
keberanian untuk mempertanyakan,
memperbaharui, dan melompat melalui
batas-batas lama.
Mereka bukan hanya aparatur negara, tapi
juga agen perubahan yang membawa
semangat zamannya. menjebatani tradisi
dan inovasi serta menjadi motor
penggerak birokrasi yang lebih adaptif,
responsif, dan transformatif.
ASN Muda adalah harapan baru yang
menyalakan cahaya di tengah
ketidakpastian zaman. Mereka bukan
sekedar pelanjut estafet birokrasi,
tetapi motor penggerak transformasi,
penyambung nalar masa kini dengan visi
masa depan.
ASN Muda hadir dengan semangat
kolaboratif,
melek teknologi dan keberanian untuk
berpikir berbeda. Mereka tumbuh di
tengah kemajuan digital, terbiasa
bergerak cepat, berpikir kritis, dan
menuntut makna di setiap tugas yang
diemban.
Dalam diri ASN muda tertanam potensi
besar untuk mendobrak kebekuan sistem,
untuk menyusun ulang cara kita melayani,
dan untuk membuktikan bahwa birokrasi
bisa lentur, relevan, dan melayani
semakin beriman.
Jika Indonesia ingin meraih cita-cita
emas 2045, maka energi perubahan itu ada
dalam diri ASN muda hari ini. Sobat ASN
di seluruh tanah air, lalu bagaimana
kita sebagai ASN muda Indonesia mampu
memberikan kontribusi terbaik kita bagi
terwujudnya Indonesia yang maju dan
makin bermartabat.
Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas
topik ini, kami telah mengundang para
narasumber luar biasa yang sudah barang
tentu sangat kompeten di bidangnya.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi kepada para narasumber hebat
yang telah berkenan hadir dan akan
berbagi berbagai informasi strategis
kepada Sobat ASN di seluruh tanah air.
Pertama kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi kepada yang terhormat
Bapak Dr. Bima Arya Sugiarto, SIP, MA.
Beliau adalah Wakil Menteri Dalam Negeri
Republik Indonesia, figur pemimpin muda
yang mewakili wajah kepemimpinan
kolaboratif.
Kedua, kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi kepada yang terhormat
Bapak Prof. Dr. Zudan Arif Fakrullah,
SH.H., M.H. Beliau adalah Kepala Badan
Kepegawaian Negara Republik Indonesia.
Figur pemimpin yang telah banyak
melakukan terobosan dalam pelayanan
publik dan tata kelola SDM aparatur.
Dan yang ketiga kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada Mbak Adinda
Putri Pawan STRIP, sosok ASN muda yang
cerdas dan penuh dedikasi yang
menyandang gelar TOP 16 putri Indonesia
2025. Saat ini beliau mengabdi sebagai
analis perencana strategis di Badan
Perencanaan Bangunan Riset dan Inovasi
Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan
seksama webinar ASN belajar seri ke-28
tahun 2025. Semoga bermanfaat.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Terima kasih Pak Ramli atas speech-nya
ya. Semoga sobat ASN yang sudah
bergabung ini terus bergabung sampai
akhirnya webinar di hari ini. Tapi Sobat
TSN sebelum kita menyimak nih materi
dari para narasumber, kami ingin
mengingatkan bahwa link presensi sudah
dapat diakses melalui semesta Bangkom.
Jadi setelah Sobat ASN mengisi presensi,
kemudian survei dan juga lembar monev,
nantinya link sertifikat ini akan muncul
maksimal 1* 24 jam. Jadi jangan lupa
dicek secara berkala ya. Baik, kalau
kita cek nih ya di webinar ASN belajar
seri 28 ini, Sobat ASN akan mendapatkan
ilmu yang luar biasa dari tiga
narasumber yang hebat semua. Jadi sayang
sekali kalau melewatkan salah satunya
saja harus disimak tiga-tiganya.
Dan langsung saja kita sambut narasumber
kita yang pertama. Beliau adalah
Direktur Pengelolaan Data dan Penyajian
Informasi Aparatur Sipil Negara Badan
Kepegawaian Negara Republik Indonesia.
Berikan applaus untuk Bapak Dr. Iketut
Buana, S., M.Si., AKC.
Selamat pagi, Bapak.
Selamat pagi.
Waduh. Ini suaranya masih belum
terdengar. Sebentar teman-temanku boleh.
Apa kabar pagi ini?
Alhamdulillah sehat Bapak. Bapak apa
kabar?
Sehat Pak.
Alhamdulillah sudah jelas ya Bapak
suaranya terdengar di sana.
Sangat jelas Mbak. Sangat jelas.
Oke. Di sini juga jadi nanti materinya
bisa tersampaikan dengan ee
100% sempurna ya kepada Sobat ASN semua.
Karena yang bergabung di sini banyak
sekali loh, Pak, dari seluruh penjuru
tanah air. Boleh disapa dulu Pak?
Oke, baik. Terima kasih sebelumnya.
Selamat pagi. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Om swastiastu. Salam sejahtera untuk
kita semua. Shalom. Namo buddhaya. Salam
kebajikan. Rahayu, rahayu, rahayu. Sobat
ASN di mana pun berada. ee peserta
webinar pada pagi hari ini dan ee para
narasumber ada Mahadinda Pawan, ada ee
Bapak Wakil Menteri Dalam Negeri dan
tentunya peserta webinar yang berbahagia
yang sangat antusias mengikuti ee atau
menantikan gitu ya webinar yang memang
secara rutin diselenggarakan oleh ee
teman-teman di BPSDM Jawa Timur. Jadi
kami menyambut ee positif dan
mengapresiasi apa yang sudah dilakukan
sebagai bagian dari upaya bagaimana kita
menjadi seorang ASN yang adaptif,
inovatif, dan kolaboratif.
Oke. Baik. Karena sekarang ini ASN
lintas generasi ya, Pak ya.
Betul.
Jadi yang benar-benar generasi kalau di
atasnya gensi generasi apa ya namanya?
Milenial.
Iya. Kalau saya milenial tanggung, Pak.
Milenial tanggung.
Oke. Karena biasanya komunikasi antar
lintas generasi pun di sini memiliki
hambatan-hambatan. Nah, di momen inilah
yuk kita saling berdiskusi antara lintas
generasi supaya kita bersinergi nih
membangun bagaimana birokrasi Indonesia
supaya lebih maju lagi. Baik, Sobat ASN
sebelum kita menyimak materi yang akan
disampaikan oleh Bapak Dr. Iketut Buana,
apabila Sobat Sn ingin bertanya silakan
dituliskan terlebih dahulu pertanyaannya
karena sesi tanya jawab akan kita buka
setelah materi selesai disampaikan.
Jadi, Bapak kami berikan waktu 30 menit
untuk menyampaikan materi. Kemudian ee
setelah penyampaian materi adalah waktu
tanya jawab dan berdiskusi bersama
dengan Sobat ASN semua. Oke. Baik, kalau
begitu langsung saja kita simak materi
pertama yang akan disampaikan oleh Bapak
Dr. Iketut Buana. Silakan, Bapak.
Terima kasih, Mbak Anisa. Saya izin
share screen.
Apakah sudah terlihat, Mbak?
Sudah terlihat.
Sudah. Baik, terima kasih. Baik, terima
kasih teman-teman semua. Ee saya panggil
teman-teman ya biar lebih akrab gitu ya.
Karena kalau cara komunikasi genset itu
memang ee kita ituak mesti ada jarak
gitu ya. Jadi kita itu memang ee
ibaratnya boleh dibilang kakak adik gitu
ya dalam menjalankan tugas dan tanggung
jawab kita bersama gitu ya. Baik ee tadi
sudah diperkenalkan ee
saya Ketut Buana ee selaku Direktur ee
Pengelolaan Data dan Penyajian Informasi
ASN. Dalam kesempatan ini ee diminta
atau di tugasi oleh Bapak Kepala Badan
Kepegawaian Negara Bapak Prof. Judan
Pakrullah yang ee dalam kesempatan ini
untuk menyampaikan ee materi dalam forum
yang sangat terhormat ini gitu ya. Ee
sebelumnya saya ee pernah bertugas di
kantor jurnal 10 BKN Pasar gitu ya dan
diberikan kesempatan atau sempat
berinteraksi juga gitu ya dengan
teman-teman yang memang ee sebagian
besar tim saya di bidang informasi
kepegawaian di situ ee adalah
teman-teman genset gitu ya. termasuk
juga saya ketika sudah bertugas di saat
ini di Direktorat ee Pengelolaan Data
dan Penjanajian Informasi ASN juga
ketemu lagi nih dengan sebagian besar ee
teman-teman yang merupakan genset gitu
ya. Nanti saya akan bercerita tentang
bagaimana suka dukanya atau
pengalaman-pengalaman saya bagaimana
mengelola teman-teman yang nota B ini
adalah merupakan genset gitu ya. Ee baik
teman-teman semua, mulai kita mengawali
ee apa namanya diskusi kita pada pagi
hari ini. Ee ada baiknya kita coba
menggali gitu ya apa sih yang menjadi
inspirasi gitu ya bahwa ee Pak Renal
Kasali menyampaikan generasi yang
tangguh tidak lahir dari sono yang
nyaman gitu ya, tapi mereka ee ee lahir
dari gelombang perubahan yang mereka
taklukkan gitu ya. Nah, ini ee katanya
Pak Renal Kasali. Nah, tidak tidak ee
bertentangan dengan itu atau inline
dengan itu ee Bapak Kepala Kantor ee
Bapak Kepala BKN Bapak Prof. Judan Arif
Pakrullo, S., MA. Dalam berbagai
kesempatan ee beliau menyampaikan bahwa
kita tidak boleh diam dan mudah
menyerah, gitu ya. Karena diam dan diam
tidak akan menghasilkan perubahan
sehingga kita harus berdamai dengan ee
ketidaknyamanan gitu kurang lebih ya.
sehingga dari ketidaknyamanan ini kita
akan menemukan kenyamanan baru karena
kita telah melakukan transformasi,
melakukan adaptasi yang cukup sehingga
kita bisa menghasilkan kinerja yang
optimal.
Ah, baik Bapak Ibu kalau kita lihat ee
mungkin juga sudah kita alami bersama
gitu ya sekarang di era yang disrupsi
gitu ya, yang serba cepat, kompleks, dan
mungkin boleh dibilang tidak terduga
gitu ya. Jadi, bagaimana pemanfaatan
teknologi artificial intelligence ee
semakin masif ke depan dan saat ini juga
sudah ee sangat masif digunakan gitu ya.
Kemudian ee otomatisasi juga sudah
menjadi tuntutan gitu ya. Kemudian
bagaimana kita big dihadapkan pada big
data gitu ya. sehingga kita perlu
keterampilan-keterampilan atau literasi
dalam membaca data dan sekaligus juga
dalam konteks ini bagaimana kita
menginpr menginterpretasikan data
sehingga bisa memproyeksikan suatu
kondisi atau prediksi kejadian di masa
yang akan datang. Yang tidak kalah
pentingnya adalah internet opting yang
memang sekarang sudah menjadi bagian
dari keseharian kita gitu ya. kita
mungkin pertanyaan yang paling mendasar
saja gitu ya. Sekarang mungkin e
teman-teman gitu ya, teman-teman ASN
gitu ya, kalau dikasih pilihan lebih
baik ketinggalan kalau misalnya suatu
barang ya ketinggalan HP atau dompet
gitu ya. Jawabannya sebagian besar pasti
lebih memilih dompetnya ketinggalan gitu
ya. Karena apa? Karena di HP itu sudah
bisa bertransaksi sekarang gitu ya. Tapi
kalau di dompetnya tidak ada nomor
kontak dan lain sebagainya sehingga
mereka akan kesulitan dalam melakukan
pekerjaan-kerjaan keseharian gitu ya.
sehingga begitu ketergantungnya kita
pada sebuah teknologi saat ini dan
memang itu menjadi ciri khas dari
teman-teman yang merupakan genset itu.
Mau tidak mau juga yang lain di luar
generasi genset pun harus melakukan
adaptasi gitu ya. Sama-sama harus
melakukan adaptasi sesuai dengan ee
kemajuan atau tren yang terjadi sekarang
gitu ya. Ee kemudian berikutnya adalah
ee tantangan puka gitu ya. Seperti yang
kita ketahui ee dunia ini sekarang penuh
dengan ketidakpastian
dengan ke yang serba kompleks, serba
ambigu gitu ya. sehingga kita juga harus
menghadapinya juga dengan puka gitu ya.
Bagaimana kita menetapkan visi gitu ya,
kemudian kita membuatkan sebuah menjadi
jelas gitu ya, serba clear gitu ya.
Karena dari pengalaman saya berinteraksi
dengan teman-teman di ee apa namanya
genset ini gitu ya, mereka lebih senang
kalau misalnya diberikan kesempatan
untuk bagaimana kemudian ee diberikan
perintah itu mesti jelas gitu ya
ekspektasi kita itu apa, kita harus
jelas di depan sehingga mereka itu bisa
ee menerjemahkan itu menjadi sangat
cepat gitu ya. Kalau urusan ee teknis
gitu ya dalam hal-hal yang katakanlah
mengeksekusi sebuah perintah gitu
katakanlah seperti itu teman-teman
genset ini sangat cepat gitu ya. Tetapi
memang syaratnya kita harus ada
kejelasan di depan gitu ya. Clearnya itu
harus menjadi ee sebuah persyaratan yang
pasti gitu ya. Kemudian yang terakhir
Bapak, Ibu, teman-teman semua mungkin
kita sadari bersama gitu ya bahwa
perubahan ekspektasi publik terhadap
pelayanan publik ini sangat berubah
banget. Bahkan dulu dalam konteks bahwa
pelayanan publik itu memang begitu
adanya masyarakat masih bisa menerima
gitu ya, tidak terlalu banyak protes
segala macam dengan era keterbukaan
sekarang itu menjadi hal yang tidak
terjadi lagi gitu ya. Bahkan sekarang
satu kejadian di satu tempat itu bisa
menjadi viral gitu ya. Bahkan seluruh
dunia tahu gitu ya. Sehingga kita
sebagai seorang ASN mesti berhati-hati
dalam konteks memberikan pelayanan
publik, bersikap gitu ya. berucap juga
jangan salah karena ini akan menjadi apa
namanya sebuah ee rekam jejak yang bisa
diakses di mana saja informasi itu akan
sangat cepat e muncul gitu ya. Di sisi
yang lain ee masyarakat sebagai menteri
Malayan juga akan ee berekspektasi bahwa
semuanya ingin serba cepat gitu ya,
serba cepat, serba pasti dan tentunya
yang tidak kalah pentingnya adalah ee
bisa dilaksanakan sesuai dengan
persyaratan atau ketentuan yang berlaku.
Nah, siapa sih genset? mungkin sama-sama
kita ketahui mungkin secara umum
literasi menyatakan mereka yang lahir 96
sampai 2010 gitu ya. Karakteristiknya
seperti disampaikan di prolog tadi
termasuk juga ee penyampaian dari Bapak
Kepala BPSDM bahwa ini adalah generasi
yang digital natif banget gitu ya,
multitasking, cepat belajar, peduli pada
nilai-nilai keberlanjutan gitu ya. Jadi
karakteristik itu yang memang boleh
dikatakan menonjol dari genset ini gitu
ya. Gaya kerjanya bagaimana teman-teman?
Sebagian besar teman-teman yang saya
perhatikan gaya kerja mereka ini sangat
fleksibel gitu ya. Mereka sangat ee apa
namanya? Menikmati dalam suasana-suasana
yang ee dinamis dan fleksibel. Tetapi
kalau misalnya mereka dihadapkan pada
sesuatu yang birokratis, statis, itu ee
biasanya membuat mereka tidak betah gitu
ya. Kemudian yang kedua, mereka lebih
suka bekerja kolaboratif ee suka
diberikan feedback gitu ya. Jadi
dialog-dialog kinerja ini menjadi hal
yang wajib dilakukan gitu ya. sehingga
kita bisa meng-clear meng-clearkan apa
yang menjadi ekspektasi kita. Kemudian
ee ketika itu dilaksanakan sebuah
perintah atau sebuah instruksi, maka
mereka juga bisa kita lihat progresnya
sampai di mana dan mereka juga ketika
punya hambatan mereka juga butuh teman
diskusi atau diberikan umpan balik gitu
ya sehingga ekspektasi kita menjadi
clear dan bisa ee apa namanya sampai
kepada ee ekspektasi yang kita inginkan.
Yang terakhir orientasi pada makna
kerja. Nah, ini genset ee sekarang ee
banyak apa namanya ee menginginkan bahwa
mereka itu juga ingin berkontribusi pada
bagaimana pelayanan publik yang lebih
bagus, ingin bersama-sama menjadi bagian
dari perubahan untuk peningkatan
pelayanan publik itu ee genset banget
gitu ya yang memang menjadi ciri khas e
teman-teman di generasi ini. Selanjutnya
Bapak Ibu semua kalau kita perhatikan
dari statistik ASN saat ini ya ini per 1
Juli 2025 itu jumlah ASN kita sudah di
R5.220 221.381
orang gitu ya. Nah, dari semua ee apa
namanya? ASN ini 70% itu masih PNS Bapak
Ibu ya. Sementara 30% atau 1,5 juta itu
e P3K gitu ya. Kemudian di mana mereka
bekerja instansi pusat ee sebesar e
kurang lebih 23% kemudian instansi
daerah di 77%. Kalau jenis kelaminnya
Bapak Ibu sebagian besar saat ini ASN
itu jenis kelaminnya justru wanita gitu
ya di 57% sementara pria di 43%. Nah,
kemudian kalau lihat pendidikan sebagian
besar E S1 masa kerja sebagian besar
mereka bekerja ini di masa kerja 11
sampai dengan 15 tahun gitu ya.
Sementara kalau dari lihat dari
strukturalnya sendiri masih ada sekitar
317.579
orang struktural. Sementara sisanya gitu
ya, sisanya berarti 4 ee 4 jutaan sekian
itu adalah fungsional dan pelaksana gitu
ya. Nah, fungsional sendiri ada 3,4 juta
artinya struktur terbesar 66% dari ASN
kita adalah fungsional kemudian
pelaksana di 28% atau 1,4 juta ee orang
ASN gitu ya. Nah, lalu bagaimana kalau
generasinya? Nah, mungkin ini yang
terkait atau relate dengan topik yang
kita bahas hari ini gitu ya. Kalau kita
lihat dari generasinya Bapak, Ibu,
teman-teman semua ee ternyata yang
terbesar itu masih ee gen Y gitu ya, gen
Y yang ee apa namanya? Jumlahnya itu
56%. Jadi mereka yang kelahiran 77
sampai dengan ee 94 gitu ya. Jadi ini
saya termasuk di dalamnya ini gitu ya.
Kemudian ee di porsi berikutnya itu
adalah Gen X gitu ya. Mereka yang ee
kelahiran tahun 'ma dengan 76 di 31%.
Sementara genset sendiri, nah ini baru
di 12% secara agregat total gitu ya. Dia
dia 12% ini mungkin setara dengan
626.565
orang gitu ya. Ee teman-teman merupakan
generasi atau genset ini gitu. Nah,
kemudian kalau kita perhatikan ee
belakangan ini tentu dengan rekrutmen
ASN yang baru gitu ya, apalagi PNDS
seperti kita ketahui kan ee ada batas
usia gitu ya. Kalau mereka boleh melamar
di batas usia 35 tahun. Artinya trennya
otomatis juga akan semakin meningkat,
Teman-teman, yang ee kategori genset ini
gitu ya. Jadi mereka ee posisi 2020 di
126.000, sekarang di di 2025 itu sudah
di angka 693.673.
Ini data yang terbaru yang dirilis oleh
teman-teman di Direktorat ee Pengelolaan
Data dan Penjajan Informasi Kepegawaian
per kemarin gitu ya. Ee jadi jumlahnya
sudah 693.673
673 orang gitu ya yang masuk kategori ke
genset. Nah, kemudian artinya bahwa dari
tren ini bisa kita simpulkan 5 tahun
terakhir ini pertumbuhan genset ini
semakin meningkat gitu ya. Kemudian ee
tentu ee ada tantangan di dalamnya ya,
tantangan dan peluang bagi instansi
bagaimana kita merubah kultur kerja,
melakukan digitalisasi pelayanan dan
model kepemimpinan yang ee
transformasional ke depannya gitu ya.
Nah, selanjutnya bagaimana tantangan
genset. Nah, ini mungkin tadi di Prolog
juga sudah disampaikan oleh ee Ibu ee
apa namanya MC dan termasuk juga dari
Pak Kaban tadi bahwa ee sistem ee
birokrasi ini ee sebagian besar itu
masih hierarkis. Nah, ini memang ee
teman-teman di Jenset ini sebagian besar
memang kurang suka gitu ya dengan sistem
birokrasi yang masih sangat hierarkis
gitu ya. Sehingga mereka juga ingin
menyuarakan perubahan-perubahan. Nah,
nanti saya akan cerita atau saya
tampilkan bagaimana teman-teman genset
di Kanrek 10 di tempat saya bekerja
sebelumnya di Denpasar ee bersama-sama
kita menggawangi perubahan sehingga
struktur yang tadinya hierarkis tadi
kita berubah menjadi lebih ee dinamis
gitu ya, menjadi lebih kolaboratif yang
kita sebut sebagai struktur orbit. Ee
berikutnya, Teman-teman yang kedua itu
adalah pola kerja yang belum fleksibel.
Nah, itu yang dimaksud tadi pola kerja
yang mungkin ee ee apa namanya dulu
pernah ee pada umumnya dilakukan adalah
full WFO misalnya, kemudian adanya ee
COVID 2020 menyebabkan kita menjadi WFH
gitu ya. Bahkan sempat full WFH gitu ya.
Nah, sekarang dengan kembalinya COVID
tidak terjadi lagi maka ada kebutuhan
untuk yang namanya WEFA gitu ya. Jadi eh
work eh flexible arrangement gitu ya.
Dan ini sudah dilakukan atau sudah
diimplementasikan di beberapa
kementerian termasuk di BKN sendiri
Bapak Ibu di mana kami juga sudah sejak
bulan Februari 2025 ini sudah ee yang
menerapkan yang namanya work eh flexible
arrangement gitu ya. Kemudian yang
berikutnya eh gap nilai dan ee lintas
generasi. Nah, ini mau tidak mau memang
tidak bisa dipungkiri gitu ya bahwa
memang ee antar generasi ini ee memiliki
style dan pakem sendiri gitu ya. ada
yang generasi yang memang ee generasi
boleh dibilang ee lebih dulu ada
kemudian ada genset dan mungkin ada
milenial kemudian ada genset dan mungkin
nanti juga generasi berikutnya gitu ya.
Tentu ini mau tidak mau akan menjadi
tantangan sendiri tapi bagaimana kita
mengkolaborasikan sehingga ee gap nilai
ini bukan menjadi tantangan, bukan
menjadi hambatan, tetapi menjadi peluang
gitu ya. Karena sejatinya dengan di satu
sisi misalnya teman-teman genset yang
serba cepat, teman-teman milenial yang
serba cepat, tapi di sisi yang lain yang
baby bomers juga yang masih ada
katakanlah seperti itu penuh dengan
khati-hatian yang tekun. Nah, itu juga
nilai-nilai yang patut sebetulnya yang
masih perlu dikolaborasikan gitu ya. Di
sisi lain kita perlu yang namanya juga
hati-hati, tapi di sisi lain juga bisa
perlu bergerak cepat. Jadi, bagaimana
mengcombine ini itulah tantangan
sejatinya gitu ya. Berikutnya, adaptasi
terhadap regulasi yang belum agile. Nah,
sering sekali apa-apa yang kita lakukan
itu memang terbentur sebuah regulasi
gitu ya. Tetapi syukur Bapak Kepala BKN
gitu ya, beliau sekarang sangat ee apa
namanya? masif gitu ya, dalam melakukan
berbagai perubahan. bagaimana menjadi
semakin BKN ini semakin ee apa namanya
lebih ee memberikan pelayanan dirasakan
kehadirannya sehingga memiliki tagline
yang disebut sebagai ee BKN sebagai
bapaknya ASN gitu ya lewat
kebijakan-kebijakan yang terakhir sudah
lima kebijakan yang beliau lakukan di
kurun waktu kurang lebih 6 bulan ini dan
semuanya menyentuh dalam hal ee
pengembangan karir ASN dan termasuk
perlindungan ASN itu sendiri.
Nah, mungkin ini ya Bapak, Ibu coba kita
flashback kembali gitu ya. Mungkin
pertanyaan dasarnya mengapa sih kita
memilih menjadi seorang ASN? Nah,
sehingga terjadi seperti tadi ya, gap
antar apa namanya antar ee gap antar
generasi ini juga bagaimana supaya
menjadi ee minim gitu ya, bagaimana
mengolaborasikan. Maka ada baiknya kita
bertanya ke dalam. Ee mungkin kita perlu
bertanya mendasar, mengapa kita memilih
menjadi seorang ASN gitu ya, menjadi
seorang pelayan publik. Nah, kalau
menurut literasi yang ee ada gitu ya,
bahwa ee apa namanya? Kalau kita kembali
ke regulasi yang ada saat ini misalnya
bahwa kita itu sebagai ee ASN itu
memiliki tiga peran sebagai pelayan
publik, pelaksana kebijakan publik, dan
perekat pemersatu bangsa. Tetapi kalau
kita menggali lebih dalam lagi tentang
mengapa kita menjadi seorang ASN atau e
menjadi seorang pelayan publik, ini ee
teorinya pery and wise. E setidaknya ada
tiga tiga motif gitu ya. Yang pertama
disebut dengan motif rasional yaitu
ingin mengambil peran dalam pengambilan
kebijakan publik gitu ya. Makanya tadi
generasi atau genset ini pun sebetulnya
banyak yang ingin ee memberikan
perubahan, ingin mengambil ee peran
dalam bagaimana kebijakan publik ini
bisa sama-sama dilakukan menjadi lebih
mudah, lebih cepat. Nah, itu juga
teman-teman genset pun memiliki motivasi
ke sana gitu ya. Kemudian yang kedua ada
namanya motif normatif gitu ya. Jadi
melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk
orang banyak. bagaimana teman-teman
ketika menjadi seorang ASN bisa
melakukan hal yang ee bermanfaat gitu
ya. Bermanfaat bukan hanya untuk diri
sendiri gitu ya, tetapi untuk orang
lain, lingkungannya dan bila perlu untuk
ee masyarakat luas gitu ya. Kemudian
yang terakhir ada namanya motif affektif
ya. Ini tentu ini adalah jiwa patriotik
gitu ya. Bahwa menjadi seorang ASN,
menjadi seorang pelayan publik itu
adalah panggilan jiwa gitu ya. Panggilan
jiwa ee panggilan negara untuk ikut
mengabdi kepada negara gitu ya. Sebagai
bentuk patriot kita atau jiwa patriot
kita. atau implementasi patriotik kita
kepada bangsa dan negara. Nah, di sisi
lain Bapak Ibu kalau kita mengacu kepada
Undang-Undang 5 2014 yang sudah diubah
dengan Undang-Undang 20 2023 tentang
ASN, maka hak dan kewajiban ASN itu
kalau kita simpulkan sebetulnya itu
haknya tadi itu diambil di awal bulan
gitu ya. Mungkin Bapak, Ibu, teman-teman
semua paham bahwa gaji itu pasti
dibayarnya di tanggal 1 atau tanggal 2
gitu dan di awal bulan lah intinya.
Tetapi kewajiban kita, kewajiban kita di
sisi yang lain adalah bekerja. Jangan
lupa bekerja, berkinerja, dan melaporkan
kinerja gitu ya. Sehingga mesti ada
balancing gitu ya. Bahwa haknya kita
ambil, kewajibannya juga jangan lupa
dilaksanakan. Ketika terjadi hak
melebihi kewajiban atau haknya kita
ambil tapi kewajiban tidak
terilaksanakan, maka ini yang menjadi
big question-nya gitu ya. Ee bagaimana
penghasilan diterima mungkin sama-sama
kita renungkan tentu menjadi penghasilan
yang tidak berkah. Untuk itu maka
kewajiban menjadi seorang SN wajib kita
laksanakan karena haknya di awal bulan
atau di awal periode juga sudah kita
ambil. Kurang lebih seperti itu. Nah,
Bapak Ibu kita kembali ke konteks BKN.
Jadi BKN ini Bapak Ibu ee memiliki
tujuan untuk meningkatkan kualitas ASN
dan kapasitas manajemen ASN berbasis
pendekatan human capital development.
Nah, untuk itu maka ee model-model
kegiatan seperti ini yang diinisiasi
oleh teman-teman di BPSDM Jawa Timur ee
kami apresiasi gitu ya, bahwa ini bentuk
ee apa namanya? Keterlibatan semua
pihak. Bagaimana kita menyadari bahwa
ASN itu sebagai human capital gitu ya.
Sehingga ini bukan sebagai call center
gitu ya. Kalau kita memandangnya sebagai
call center maka yang ada itu adalah
belanja gaji, belanja gaji, belanja gaji
gitu ya. Tapi kalau misal atau
pengeluaran-pengeluaran terkait dengan
diklat, diklat, diklat dan seterusnya.
Tapi kalau itu dipandang sebagai bagian
human capital development, maka ke depan
itu adalah sebuah investasi gitu ya.
Investasi bagaimana ASN ini bisa juga
berkontribusi pada ee peningkatan
kesejahteraan. Nah, teman-teman semua
bahwa transformasi peran PKN dari
sebelumnya hanya berfokus pada penguatan
praktik manajemen ASN menjadi berfokus
pada penjaminan prinsip meritokrasi. Ya,
ini sudah jelas ee sudah dituangkan juga
dalam berbagai kebijakan yang
dikeluarkan oleh Kepala BKN. Berikutnya
transformasi filosofi pendekatan BKN
dari sebelumnya berfokus pada
administrasi. Nah, sekarang bergeser ke
human capital management. Jadi termasuk
pengeluan SDM pemerintahan ini menjadi
hal yang strategik gitu ya. Bagaimana
terjadi strategic partner sehingga dalam
konteks ini kami mengapresiasi sekali
lagi apa yang dilakukan oleh teman-teman
di BPSDM Jawa Timur sebagai upaya ee
bersama-sama dalam rangka pengembangan
SDM ke depan.
Nah, Bapak, Ibu semua kita ya dalam
konteks yenset yang tadi gitu ya dengan
ee semua serba e IT gitu dan seterusnya
maka ee apa namanya kita kalau melihat
kembali kepada sasaran utama Indonesia
Emas 20245 sebetulnya ada
indikator-indikatornya gitu ya, bahwa
ada lima gitu ya, ada lima indikator
gitu ya yang mesti kita sasar bersama.
Yang pertama bagaimana pendapatan per
kapita setara negara maju gitu ya.
Kemudian kemiskinan menurun, ketimpangan
berkurang. Kemudian kepemimpinan dan
pengaruh di internasional meningkat.
Kemudian daya saing dan manusia semakin
meningkat. Kemudian berikutnya
intensitas
emisi dari GRK menurun menuju neto eh
zero emission gitu ya. Sehingga di
konteks ini maka ee kami juga dari BKN
ee melakukan hal-hal yang terkait dengan
penguatan sistemit, kemudian reformasi
manajemen talenta nasional, kemudian
platform digital ee pengembangan
kompetensi ASN seperti yang sudah
dimiliki ASN BKN saat ini. Selain
BKNPEDIA juga ada KMSMASN gitu ya, ada
e-learning ASN. Kemudian
kegiatan-kegiatan yang termasuk kegiatan
BKN menyapa yang setiap minggu
dilaksanakan setiap hari Rabu juga itu
bagian dari komitmen BKN untuk hadir
sebagai bapaknya ASN untuk menyapa ASN
ketika dihadapkan pada
permasalahan-permasalahan
atau kendala-kendala dalam implementasi
ee sebagai seorang ASN di lapangan.
Kemudian yang terakhir tentu afirmasi
pada keberagaman dan inklusivitas ASN.
Nah, ini juga menjadi sebuah isu yang
memang bagaimana kita ke depan menjadi
sebuah ee ee apa namanya? tim yang
kompak gitu ya, sebagai sebuah mesin
birokrasi yang kompak. Bagaimana kita
bersama-sama mewujudkan teman-teman di
daerah ee dalam rangka mendukung visi
misi pimpinan daerah gitu ya. Sementara
kalau ASN secara nasional pada akhirnya
adalah bagaimana kita mendukung ee yang
menjadi asta citanya pemerintahan
presiden Prabowo Gibran. Platformnya
sendiri Bapak, Ibu ada beberapa inovasi
yang sudah dilahirkan oleh BKN dalam
konteks ini. Salah satunya adalah ASN
digital yang saat ini mungkin Bapak Ibu
ASN se-Indonesia juga sudah merasakan
bagaimana sekarang sudah tidak perlu
lagi menghafal banyak user, banyak
password gitu ya. Cukup satu SSO gitu
ya, cukup ASN digital. Sanalah satu
rumah, satu pintu yang bisa mengakses
berbagai aplikasi layanan kepegawaian.
Berikutnya nanti Bapak Ibu untuk aspek
keamanan juga ada yang namanya
multifactorication.
Bapak Ibu, teman-teman juga sudah
memiliki itu supaya menjamin bahwa
teman-teman ini juga terhindar dari
penyalahgunaan akun yang teman-teman
miliki. Berikutnya ee BKN melalui
terutama di teman-teman di Kandek 10
juga sudah merumuskan yang disebut
dengan struktur orbit. Jadi bagaimana
teman-teman bekerja lebih kolaboratif.
Jadi tidak hierarki seperti tadi yang
dimaksud gitu ya. Nanti bagaimana
strukturnya sama-sama kita lihat Bapak
Ibu.
Nah, ini yang sering didengungkan oleh
Bapak Kepala BKN bahwa BKN ini
berkomitmen menjadi bapaknya para ASN.
Lalu apa implementasinya Bapak, Ibu,
teman-teman semua? Yang pertama e tentu
membantu selesaikan masalah ASN. Jadi
masalah hukum, masalah kesejahteraan,
masalah karir itu dibantu diselesaikan
oleh BKN, gitu ya. Kemudian berikutnya
yang kedua bagaimana memberikan
kemudahan pendidikan S2, S3, bahkan
pencantuman gelar yang kemarin mungkin
dengan keluarnya SE Kepala BKN bagaimana
kemudahan atau semacam ee apa namanya
afirmasi ee kebijakan untuk ee apa
namanya kemudahan pencantuman gelar yang
tanpa izin belajar, tugas belajar yang
sudah memiliki gelar gitu ya. Sementara
yang mau ee memperoleh gelar ya itu
tetap perlu izin belajar dan tugas
belajar. tetapi yang sudah memiliki
gelar gitu atau pendidikan, pendidikan
itu bisa dicantumkan gelarnya,
dimudahkan gitu ya tanpa disyaratkan
izin belajar dan tugas belajar. Termasuk
kenaikan kenaikan ee pangkat yang
sebelumnya mungkin ee periodisasinya 2
bulan sekali. Nah, ini ke depan akan
dilakukan bila perlu periodisasinya
menjadi sebulan sekali gitu ya. termasuk
juga ee yang ketiga, kebijakan tiga
adalah karir fungsional yang terbuka
sampai dengan puncak karir. Kebijakan
Kepala BKN bagaimana ke depan e karir ee
ASN terutama jabatan fungsional itu
seperti pipa gitu ya. Jadi tidak seperti
piramida seperti sekarang. Kalau
piramida kan semakin di puncak semakin
mengecil. Tapi ini ee kebijakan Pak
Kepala BKN ke depan itu harapannya karir
ASN itu ee ee akan seperti pipa gitu ya.
Jadi dari bawah sampai ke atas itu sama
jumlahnya. Kemudian berikutnya yang di
empat, jumlah masing masing-masing unit
di kerja di BKN itu mencari solusi
menjadi BKN sebagai bapaknya ASN gitu
ya. Jadi mengurangi hambatan yang
bersumber baik itu regulasi, perilaku
gitu ya. Jadi kami ee semakin diingatkan
untuk semakin sering ee senyum, salam,
sapa gitu ya. Dan tiga magic word yang
biasa mungkin sudah kita kenal sama-sama
membiasakan menggunakan kata tolong,
maaf, dan terima kasih gitu ya. Bahkan
jarak dan waktu ini menjadi tidak
menjadi hambatan lagi ke depan karena
kita sudah menggunakan platform yang
sudah banyak digunakan seperti Zoom web
WhatsApp grup berbagai aplikasi termasuk
juga ruang-ruang virtual yang ee sudah
disiapkan selama ee apa namanya ee baik
selama COVID maupun pasca COVID seperti
itu. Nah, Bapak Ibu semua di BKN sendiri
juga seperti saya sampaikan tadi juga
sudah menerapkan yang namanya work eh
flexible arrangement gitu ya. Jadi ini
merupakan ee bagian dari kebijakan Pak
Kepala BKN dalam rangka pertama untuk
mendukung efisiensi anggaran gitu ya.
Jadi ee menerapkan sistem kerja yang
lebih modern gitu ya. Jadi tidak full eh
work from office tetapi di setiap hari
Senin kami melakukan work from eh
anywhere gitu ya. Kemudian yang kedua
ini penekanannya bahwa work from
anywhere ini bukan bukan liburan tetapi
ee lebih mewujudkan lebih mendukung yang
disebut dengan workab harmony yang lebih
banyak digabungkan oleh teman-teman
genset juga gitu ya. Kemudian berikutnya
pegawai BKN tidak dipotong gaji dan
mungkin sehingga dengan WFA ini kinerja
tidak boleh turun. Yang ada ini justru
peningkatan kinerja. Nanti saya akan
sampaikan dari hasil evaluasi yang sudah
kami lakukan. Ternyata kinerjanya itu
meningkat sampai dengan 6% gitu ya.
Sementara persepsi publik pun merasa
lebih puas justru dengan penerapan WPA
ini karena mereka merasakan malah ada
peningkatan kinerja bukan turunan
kinerja ketika WFO bergeser ke WPA.
Kemudian yang terakhir digitalisasi
birokrasi menjadi sebuah kebutuhan. ini
juga sudah banyak aplikasi yang
dilahirkan tetapi disatukan semakin
diintegrasikan gitu ya dengan ASN
digital yang saya maksud tadi. Jadi ASN
di manaun tidak banyak lagi perlu
menghafal ee user, menghafal password
gitu ya, cukup menggunakan SSO gitu ya.
Nah, faktor-faktor yang mempengaruhi
kinerja pegawai apa saja Bapak, Ibu?
Tentu di sini ada kepemimpinan yang
efektif gitu ya. bagaimana kita menjadi
seorang ee yang mampu mendengarkan
kolaborasi, meningkatkan ee dialog dan
lain sebagainya itu tentu menjadi sebuah
ciri daripada kepimpinan efektif.
Kemudian motifikasi dan penghargaan.
Nah, ini bagaimana kita memberikan
motivasi dan penghargaan gitu ya. Tidak
hanya tidak semata-mata dalam bentuk
uang, tetapi ucapan terima kasih,
apresiasi pun itu adalah sebuah hal yang
merupakan penghargaan. Kemudian
kesejahteraan, bagaimana kita
meningkatkan pendapatan, pensiun,
perumahan dan kesehatan. Selanjutnya
pelatihan dan pengembangan yang memadai
seperti media yang sekarang. Kemudian
lingkungan kerja yang lebih kondusif.
Yang terakhir yang tidak kalah
pentingnya adalah perlindungan hukum dan
karir.
Nah, peran individu sendiri bagaimana?
Termasuk teman-teman e genset di sini.
Yang pertama tentu bagaimana kita
membangun komitmen terhadap tugas dan
tanggung jawab individu gitu ya.
Kemudian yang kedua menyusun sasaran
kinerja individu yang selaras dengan
sasaran kinerja organisasi. Nah, ini
sekarang semakin dibuat cascading yang
semakin ee apa namanya ee terukur gitu
ya. bagaimana sasaran kinerja organisasi
turun ke unit, turun ke individu ini
terbagi habis sehingga jelas peran
individu terhadap ee pencapaian sasaran
organisasi. Selanjutnya mengembangkan
rencana aksi untuk mencapai kinerja
individu dan kinerja organisasi. Yang
terakhir berusaha adaptif terhadap
perubahan.
Nah, Bapak Ibu semua, ee strategi
meningkat kinerja individu dalam rangka
mendukung kinerja organisasi yang
pertama tentu menerapkan e sistem kerja
yang berbasis Pok. Nah, ini yang saya
maksud nanti saya akan terangkan sedikit
tentang ee struktur orbit yang dimaksud
tadi gitu ya. baik antar dalam unit
maupun antar unit kerja ataupun antar ee
kementerian, lembaga atau ee instansi
daerah gitu ya. Kemudian yang berikutnya
terbangunnya dialog kinerja antara
pimpinan atasan dan pegawai. Kalau kami
ee biasa melakukan dialog kinerja baik
di awal tahun, di tengah tahun, maupun
akhir tahun. Bahkan sepanjang bulan pun
kita bisa lakukan dialog kinerja ketika
misalnya diperlukan untuk ee memitigasi
apakah rencana-rencana yang dilakukan
sudah ee yang dicanangkan sudah
dilaksanakan, apakah ketemu hambatan dan
sebagainya yang kami sebut sebagai atau
sering disebut oleh Bapak Kepala sebagai
ee konsepsi plan do check and action
tentunya seperti itu. Nah, kemudian
terbangunnya inovasi dan solusi kreatif
karena bagaimana kita ee membangun
sebuah inovasi-inovasi yang semakin ee
apa namanya ee berdampak gitu ya dan
bermanfaat gitu ya. Sehingga itu
merupakan sebuah solusi yang bisa ee apa
namanya hadir mengatasi
permasalahan-permasalahan yang terjadi.
Kudian yang terakhir peningkatan sarana
pendukung.
Nah, strategi manajemen ASN untuk jenset
seperti apa? Nah, dalam hemat kami
setidaknya yang pertama perlu adanya
reformasi budaya ya. J sebelumnya
terlalu hierarkis dengan struktur
seperti itu. Mari kita buat menjadi plat
gitu ya, tetapi kolaboratif gitu ya.
Nanti saya contohkan dengan struktur
orbit yang kami gagas gitu ya. Kemudian
yang kedua ada transformasi digital.
Nah, seperti di pengantar tadi bahwa
teman-teman genset ini kan lebih banyak
hampir boleh dibilang selalu bersentuhan
dengan teknologi gitu ya. bagaimana
transformasi digital ini bisa diwujudkan
dalam bentuk ekosistem yang kerja yang
berbasis teknologi. Saya contohkan tadi
ASN digital adalah satu salah satu
platform yang memang kita bangun sebagai
sebuah platform yang multi ee apa
namanya ee fitur gitu ya, tetapi pintu
masuknya satu dengan SSO yang
masing-masing ASN. Berikutnya penguatan
employer branding ASN. Su, ASN sebagai
pilihan karir yang unggul dan termasuk
sebagai ee employer banding yang sudah
ditetapkan oleh ee pemerintah yaitu
bangga meleni bangsa gitu ya. Jadi
keputusan kita menjadi seorang ASN harus
kita syukuri dengan cara melakukan
kinerja yang terbaik gitu kurang lebih.
Kemudian kepemimpinan partisipatif
sering kita memberikan feedback sebagai
seorang pimpinan termasuk juga menjadi
seorang driven leadership. bagaimana
kita bisa memberikan apa namanya contoh
dan termasuk e mendorong ketika misalnya
e tim ini menuju ke tujuan tujuan yang
diinginkan. Kemudian terakhir manajemen
Talenta. Bagaimana kita merekognisi
potensi sejak dini seperti kita ketahui
saat ini juga ee sedang dibangun
manajemen Talenta nasional gitu ya.
Supaya seluruh instansi membangun
manajemen talenta instansi kemudian itu
dikolaborasikan menjadi manajemen
Talenta nasional yang secara tidak
langsung nanti juga akan mendukung ee
percepatan daripada visi misi ee
pimpinan kita tertinggi yaitu Presiden
dan Wakil Presiden.
Nah, ini yang saya sebut sebagai
struktur orbit Bapak Ibu. ini adalah
metode baru yang memang dikembangkan di
BKN khususnya di Kandek 10 dalam konteks
ee bagaimana mengubah hierarki tadi itu
menjadi struktur yang lebih platit.
Dengan cara seperti ini ibaratnya ee
warna-warna ada PPA, Pak, PIA, PLT, PDI
itu adalah nama-nama Pokja singkatan
Pokja gitu ya. Sebenarnya di tengah ini
adalah pemimpinnya sebagai mataharinya
gitu ya. Sementara teman-teman di luar
itu sebagai satelitnya mereka itu
terlibat di dua tiga pokja gitu ya. ee
sehingga mereka juga memiliki apa
namanya ee peningkatan kompetensi dan
talenta-talentanya bisa dikembangkan
bukan hanya dalam satu bidang saja gitu
ya. Dengan cara seperti ini ternyata
kolaborasi meningkat dan kinerja pun
bisa meningkat karena desain kerja lebih
fleksibel dan kolaboratif. Ini bisa
terjadi proyek lintas fungsi bahkan
lintas generasi juga gitu ya. Karena di
pokja tersebut pun bisa kita tempatkan
ee teman-teman baik yang dari ee apa
namanya teman yang genset atau milenial
atau yang sebelumnya ee kita bisa
satukan ee sesuai dengan ee peran dan
fungsi daripada masing-masing pokja.
Nah, ini saya rasa ini ee sebuah solusi
yang cocok ya untuk diterapkan untuk
teman-teman di handset sehingga mereka
bisa bekerja lebih optimal lagi karena
mereka bisa berkolaborasi dan ee apa
namanya dinamis, fleksibel dalam
bekerja.
Nah, Genset sebagai agen perubahan tentu
di sini ee tentu harus memiliki semangat
digital champion sebagai penggerak
inovasi pelayanan publik gitu ya. Karena
saatnya mengambil peran gitu ya, saatnya
turun tangan bahwa teman-teman ini
adalah bagian ee dari perubahan ke depan
gitu ya. suara masyarakat muda di
pemerintah juga semakin didengar. Karena
sejatinya ke depan teman-temanlah
sebetulnya yang akan menjadi ee tumpuan
gitu ya, bagaimana pelayanan publik atau
citra pelayanan publik ee menjadi
tanggung jawab kita bersama untuk ee
mewujudkan pelayanan publik yang semakin
meningkat.
Nah, dalam konteks tadi bahwa kami juga
menyiapkan sebuah platform di BKN juga
terutama di Kandek 10 juga sudah
membuat sebuah platform gitu ya,
platform yang disebut dengan manajem
sistem manajemen aparatur sipil negara.
Jadi ini adalah sebuah platform yang
memang disiapkan dalam rangka untuk
bagaimana teman-teman bisa belajar gitu
ya dengan menggunakan platform digital
gitu ya sehingga ee ee isu soal
keterbatasan anggaran itu tidak ee ee
menjadi isu lagi gitu ya. Karena ee
dengan KMSMSN ini teman-teman kalau mau
belajar tentang manajemen ASN itu
semuanya sudah ada dengan 32 topik yang
saat ini sudah berkembang sampai dengan
36 topik ee manajemen ASN yang
masing-masing topik itu bernilai 2JP
gitu ya. sehingga kebutuhan pengawan
kompetensi 20 JP setahun bagi PNS itu
tidak menjadi isu. Karena sejatinya
kalau cukup mengambil 10 topik saja
Bapak, Ibu juga sudah bisa ee
mendapatkan e pengembangan kompetensi 20
GP dan ini gratis Bapak, Ibu ya. Kita
tagline kita adalah pengembangan
kompetensi yang praktis, gratis,
kolaboratif, dan bersertifikat karena
nanti ujungnya akan ada sertifikat.
Nah, alur pemanfaatannya kurang lebih
seperti ini secara umum ada delan
langkah. Nanti masuk ke login KMSMASN di
denpasar.bkn.go.id.
Kemudian memilih course-nya, topiknya
gitu ya. Kemudian ada preest-nya Bapak
Ibu cukup 20 soal. 20 soal dalam 10
menit. Kemudian membaca e-learning ada
bahan yang harus Bapak Ibu baca.
Kemudian setelah itu mengerjakan post
tes untuk mengakui efektivitas belajar.
Nanti dari sana ada ping-nya. Kalau 70%
benar Bapak, Ibu ee mendapatkan
sertifikat gitu ya. mengisi IKM
dilanjutkan dengan IKM atau ee kuisioner
umpan balik. Nah, setelah itu Bapak Ibu
bisa mencetak sertifikat saat itu juga
gitu ya. Sehingga pengembangan
kompetensi bagi Genset ini tidak menjadi
isu lagi harus terbatas pada anggaran.
Di samping juga sebetulnya platformnya
juga banyak banget gitu ya. Bagaimana
webinar yang gratis juga banyak banget,
kemudian pembelajaran daring juga banyak
banget sehingga teman-teman tidak
menjadi isu untuk pengembangan
kompetensi.
Nah, apa yang harus disiapkan oleh
instansi? Ini penting banget Bapak Ibu.
Yang pertama adalah skema onboarding dan
coaching bagi SNJET gitu ya. Yang kedua
e jalur pengembangan karir berbasis
talenta dan kinerja. Ini supaya inline
gitu ya. Sebetulnya teman-teman ini
diarahkan ke mana gitu ya sehingga
tantangan-tantangan kinerja atau semacam
kelibatan-kelibatan mereka dalam Pokja
pun semakin terarah. Kemudian lingkungan
kerja yang mengakomodasi keberagaman.
Iya karena sekali lagi genset ini ee
memiliki karakter yang ee mengutamakan
yang lebih inklusif gitu ya. Jadi tidak
terlalu suka yang sifatnya eksklusif
tetapi lebih inklusif. Nah, ini
bagaimana kita mengakomodasi keberagaman
ini menjadi penting. Kemudian berikutnya
budaya pembelajaran adaptif dan digital.
Nah, itu tadi karena banyak keperluan
tentang adaptif dan digital ee BKN pun
sudah menjawabnya dengan menyiapkan
platform-platform seperti tadi gitu ya.
Bahwa ada KMS, MISN, ada apa namanya ee
ASN digital, kemudian ada juga ee
termasuk juga kantor virtual. lah di
Kand 10 Denpasar pun memiliki kantor
virtual Bapak Ibu ee dengan memanfaatkan
ee virtual reality gitu ya. Bagaimana
memindahkan kantor ke virtual ini juga
sudah dilakukan di Kek 10. Jadi setiap
WEFA di hari Senin teman-teman
berkantornya di kantor virtual.
Nah mungkin ee apa namanya yang tidak
kalah pentingnya ini yang ee yang
menjadi hal yang perlu kita perhatikan
bahwa kalau tidak sekarang ya tidak
tidak akan pernah gitu ya. Karena
sejatinya kalau Genset itu bukan hanya
masa depan ASN, mereka adalah masa ini
yang harus kita rangkul dan kembangkan
mulai hari ini. Nah, untuk itu, nah ini
pesan terakhir Bapak, Ibu bahwa
kolaborasi antar generasi ini menjadi
penting. Jadi, ya jadi soal tadi
hambatan ketika ada gap antar generasi
maka sebetulnya dengan kita kolaborasi
itu menjadi ee justru menjadi solusi dan
kekuatan yang berlipat ganda. Bagaimana
caranya?
Tentu
bagi mereka yang mungkin secara
pengalaman panjang gitu ya ee mungkin
juga sudah terbiasa dengan apa namanya
birokrasi yang hierarkis kita tempatkan
sebagai penasehat gitu ya, sebagai
penasehat, sebagai rem lah seperti itu
gitu ya sehingga sebagai pembimbing gitu
ya. Tapi di sisi yang lain, kita sebagai
seorang ASN yang eh dalam konteks genset
yang memang memiliki karakteristik cepat
belajar, lincah dan segala macam juga
kecepatannya bisa diimbangi gitu ya.
Dalam konteks seimbang ini adalah
bagaimana mengingatkan mana yang boleh,
mana yang tidak. Guideline-nya itu tetap
disiapkan. Tetapi ee ketika itu sudah
diterjemahkan menjadi ekspektasi,
teman-teman di genset dan di milenial
itu bisa lari lebih kencang, tetapi
larinya tidak lebih terarah gitu ya,
bukan asal lari seperti itu. Kemudian
berikutnya untuk genset ini ee teman
teman-teman genset ini jadilah pelopor
dan penggerak karena memang
karakteristik teman-teman kan ingin
mengambil bagian gitu ya dalam perubahan
atau ee perubahan kebijakan publik.
Kalau kita kembalikan lagi kepada ee
teorinya Perry and Wise tadi, sebetulnya
teman-teman ini juga masuk dalam ee
konteks ee apa namanya ikut mengambil
peran terhadap pengambilan kebajukan
kebijakan publik atau alasan rasional
tadi gitu ya. Sehingga teman-teman
jadilah pelopor dan penggerak. Kemudian
untuk para pemimpin. Nah, pesan untuk
para pemimpin jadilah pendamping dan
pemberdaya karena teman-teman genset ini
mungkin kalau dengan cara-cara yang lama
tidak akan efektif gitu ya. Tetapi kalau
kita memberdayakan teman-teman yang ada
ini untuk kita 
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:01 UTC
Categories
Manage