ASN Belajar Seri 28 | 2025 - ASN Gen Z: Tumbuh Tangguh di Era Disrupsi
7G3oYDdvFqg • 2025-07-24
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia. Siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujudkan selaku dunia bukan tekad pancang menyerah jadi berkuita [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semua. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Selamat pagi sobat ASN. Senang sekali saya Anis Dewi di hari Kamis 24 Juli 2025 ini dapat kembali menemani sobat ASN semua dalam webinar ASN Belajar seri 28 tahun 2025 persembahan Korpu SDIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Izinkan kami untuk menyapa semua yang sudah bergabung dalam webinar ini. Yang terhormat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. Ramlianto, S.PMP. Yang kami hormati para narasumber Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Bapak Dr. Bima Arya Sugiarto, SI. MA. Yang kami hormati Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia yang diwakilkan oleh Direktur Pengelolaan Data dan Penyajian Informasi Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia, Bapak Dr. Iketut Buana, S., M.Si., AK.ca. Yang kami hormati pula analis perencanaan strategis Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Mamuju Tengah Provinsi Sulawesi Barat, Mbak Adinda Putri Pawan STRI dan semua sobat ASN yang sudah bergabung dari seluruh penjuru tanah air, baik yang sudah bergabung secara online melalui Zoom meeting maupun YouTube channel BPSDM Jatim TV serta yang hadir di kelas internasional BPSDM Jatim. Applaus dong untuk semua yang sudah hadir di sini. [Tepuk tangan] Luar biasa ya. Ramai sekali di hari Kamis manis ini. Iya dong ramei. Karena kita semua dari lintas generasi hadir semua dalam webinar kali ini. Karena memang Sobat ASN ya di tengah akselerasi dinamika global ini hadir nih G Z generasi Z. Kalau ada yang bilang juga Zoomers. Mereka hadir sebagai entitas baru dalam tubuh birokrasi. Jadi generasi digital natif yang tumbuh dengan kecepatan informasi serta terbentuk dalam ruang sosial yang cair serta dinamis ini mereka membawa paradigma baru. Jadi kolaboratif, inklusif, dan syarat makna personal dalam bekerja. Tapi tantangannya tidak kecil. Dalam ekosistem birokrasi yang seringkiali rigit dan juga hierarkis ya, Gen dituntut bukan hanya untuk menyesuaikan diri, tetapi juga untuk mentransformasikan cara pandang dan tata kelola pelayanan publik. Jadi, mereka harus tumbuh, tidak sekedar adaptif, tetapi wajib nih ya tangguh, berdaya secara kompetensi, berkarakter dalam nilai, dan terlibat secara emosional. Nah, bagaimana sih desain pengembangan kompetensi, jalur karir, serta pendekatan engagement yang tepat agar dapat melahirkan Genzi yang cakap dan juga mampu menjadi jangkar integritas dan inovasi di masa depan birokrasi Indonesia? Selengkapnya akan kita bahas dalam webinar ASN belajar seri 28 tahun 2025. [Musik] Baik, untuk mengawali ASN belajar seri 28 tahun 2025 ini, marilah kita simak bersama opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, S.P,MP. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 24 Juli 2025, ASN Belajar telah memasuki seri yang ke-28. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami. Kami selalu berkomitmen sekaligus terus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sahabat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-28 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka menyambut kehadiran ASN-ASN muda yang merupakan formasi CPNS nasional tahun 2024. Mereka adalah para generasi muda yang akan memulai babak baru dalam hidupnya menjadi aparatur sipil negara yang merupakan elan vital birokrasi. profesi yang tak sekedar bekerja untuk pemerintah, tapi hadir sebagai wajah negara di mata rakyat. Sebuah profesi yang menuntut dedikasi, integritas, dan kemampuan beradaptasi dalam berbagai perubahan zaman. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka SN belajar seri ke-28 tahun 2025 ini mengangkat topik ASN Genzi, tumbuh tangguh di era disrupsi. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Saat ASN di seluruh tanah air kita hidup di era yang tidak lagi memberi ruang bagi stagnasi. Dunia tak bisa menunggu. Ia bergerak dengan kecepatan yang melampaui logika. Menembus batas ruang dan waktu. Perubahan bukan lagi sekedar kemungkinan. Ia adalah kepastian yang terjadi setiap saat. Kita tidak lagi bisa berpegang pada cara-cara lama untuk menghadapi tantangan yang sepenuhnya baru. Dunia bergerak sangat cepat dan hanya mereka yang mampu belajar, berubah dan berinovasilah yang akan tetap relevan. menyambut era baru yang destruktif ini. Birokrasi tidak boleh berjalan di tempat apalagi melangkah mundur. Birokrasi tidak boleh terjebak dalam rutinitas yang usang, tidak boleh terkungkung oleh sekat-sekat hierarki dan zona nyaman, dan tidak boleh menutup mata terhadap berbagai perubahan yang terjadi begitu cepat, masif, dan seringki tidak terduga. Sebaliknya, birokrasi harus menjadi organisme yang hidup dan terus belajar bertransformasi menjadi lebih lincah, inklusif, penuh dedikasi, integritas, serta makin berdampak. Dan dalam proses inilah ASN muda adalah energi utama perubahan. Sobat ASN, kini harapan baru bertumpu di pundak ASN muda. Generasi yang tumbuh bersama teknologi, terbiasa bergerak lincah dalam dunia digital, dan memiliki keberanian untuk mempertanyakan, memperbaharui, dan melompat melalui batas-batas lama. Mereka bukan hanya aparatur negara, tapi juga agen perubahan yang membawa semangat zamannya. menjebatani tradisi dan inovasi serta menjadi motor penggerak birokrasi yang lebih adaptif, responsif, dan transformatif. ASN Muda adalah harapan baru yang menyalakan cahaya di tengah ketidakpastian zaman. Mereka bukan sekedar pelanjut estafet birokrasi, tetapi motor penggerak transformasi, penyambung nalar masa kini dengan visi masa depan. ASN Muda hadir dengan semangat kolaboratif, melek teknologi dan keberanian untuk berpikir berbeda. Mereka tumbuh di tengah kemajuan digital, terbiasa bergerak cepat, berpikir kritis, dan menuntut makna di setiap tugas yang diemban. Dalam diri ASN muda tertanam potensi besar untuk mendobrak kebekuan sistem, untuk menyusun ulang cara kita melayani, dan untuk membuktikan bahwa birokrasi bisa lentur, relevan, dan melayani semakin beriman. Jika Indonesia ingin meraih cita-cita emas 2045, maka energi perubahan itu ada dalam diri ASN muda hari ini. Sobat ASN di seluruh tanah air, lalu bagaimana kita sebagai ASN muda Indonesia mampu memberikan kontribusi terbaik kita bagi terwujudnya Indonesia yang maju dan makin bermartabat. Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Bapak Dr. Bima Arya Sugiarto, SIP, MA. Beliau adalah Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, figur pemimpin muda yang mewakili wajah kepemimpinan kolaboratif. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Bapak Prof. Dr. Zudan Arif Fakrullah, SH.H., M.H. Beliau adalah Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia. Figur pemimpin yang telah banyak melakukan terobosan dalam pelayanan publik dan tata kelola SDM aparatur. Dan yang ketiga kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Mbak Adinda Putri Pawan STRIP, sosok ASN muda yang cerdas dan penuh dedikasi yang menyandang gelar TOP 16 putri Indonesia 2025. Saat ini beliau mengabdi sebagai analis perencana strategis di Badan Perencanaan Bangunan Riset dan Inovasi Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-28 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Ramli atas speech-nya ya. Semoga sobat ASN yang sudah bergabung ini terus bergabung sampai akhirnya webinar di hari ini. Tapi Sobat TSN sebelum kita menyimak nih materi dari para narasumber, kami ingin mengingatkan bahwa link presensi sudah dapat diakses melalui semesta Bangkom. Jadi setelah Sobat ASN mengisi presensi, kemudian survei dan juga lembar monev, nantinya link sertifikat ini akan muncul maksimal 1* 24 jam. Jadi jangan lupa dicek secara berkala ya. Baik, kalau kita cek nih ya di webinar ASN belajar seri 28 ini, Sobat ASN akan mendapatkan ilmu yang luar biasa dari tiga narasumber yang hebat semua. Jadi sayang sekali kalau melewatkan salah satunya saja harus disimak tiga-tiganya. Dan langsung saja kita sambut narasumber kita yang pertama. Beliau adalah Direktur Pengelolaan Data dan Penyajian Informasi Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia. Berikan applaus untuk Bapak Dr. Iketut Buana, S., M.Si., AKC. Selamat pagi, Bapak. Selamat pagi. Waduh. Ini suaranya masih belum terdengar. Sebentar teman-temanku boleh. Apa kabar pagi ini? Alhamdulillah sehat Bapak. Bapak apa kabar? Sehat Pak. Alhamdulillah sudah jelas ya Bapak suaranya terdengar di sana. Sangat jelas Mbak. Sangat jelas. Oke. Di sini juga jadi nanti materinya bisa tersampaikan dengan ee 100% sempurna ya kepada Sobat ASN semua. Karena yang bergabung di sini banyak sekali loh, Pak, dari seluruh penjuru tanah air. Boleh disapa dulu Pak? Oke, baik. Terima kasih sebelumnya. Selamat pagi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Om swastiastu. Salam sejahtera untuk kita semua. Shalom. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Rahayu, rahayu, rahayu. Sobat ASN di mana pun berada. ee peserta webinar pada pagi hari ini dan ee para narasumber ada Mahadinda Pawan, ada ee Bapak Wakil Menteri Dalam Negeri dan tentunya peserta webinar yang berbahagia yang sangat antusias mengikuti ee atau menantikan gitu ya webinar yang memang secara rutin diselenggarakan oleh ee teman-teman di BPSDM Jawa Timur. Jadi kami menyambut ee positif dan mengapresiasi apa yang sudah dilakukan sebagai bagian dari upaya bagaimana kita menjadi seorang ASN yang adaptif, inovatif, dan kolaboratif. Oke. Baik. Karena sekarang ini ASN lintas generasi ya, Pak ya. Betul. Jadi yang benar-benar generasi kalau di atasnya gensi generasi apa ya namanya? Milenial. Iya. Kalau saya milenial tanggung, Pak. Milenial tanggung. Oke. Karena biasanya komunikasi antar lintas generasi pun di sini memiliki hambatan-hambatan. Nah, di momen inilah yuk kita saling berdiskusi antara lintas generasi supaya kita bersinergi nih membangun bagaimana birokrasi Indonesia supaya lebih maju lagi. Baik, Sobat ASN sebelum kita menyimak materi yang akan disampaikan oleh Bapak Dr. Iketut Buana, apabila Sobat Sn ingin bertanya silakan dituliskan terlebih dahulu pertanyaannya karena sesi tanya jawab akan kita buka setelah materi selesai disampaikan. Jadi, Bapak kami berikan waktu 30 menit untuk menyampaikan materi. Kemudian ee setelah penyampaian materi adalah waktu tanya jawab dan berdiskusi bersama dengan Sobat ASN semua. Oke. Baik, kalau begitu langsung saja kita simak materi pertama yang akan disampaikan oleh Bapak Dr. Iketut Buana. Silakan, Bapak. Terima kasih, Mbak Anisa. Saya izin share screen. Apakah sudah terlihat, Mbak? Sudah terlihat. Sudah. Baik, terima kasih. Baik, terima kasih teman-teman semua. Ee saya panggil teman-teman ya biar lebih akrab gitu ya. Karena kalau cara komunikasi genset itu memang ee kita ituak mesti ada jarak gitu ya. Jadi kita itu memang ee ibaratnya boleh dibilang kakak adik gitu ya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kita bersama gitu ya. Baik ee tadi sudah diperkenalkan ee saya Ketut Buana ee selaku Direktur ee Pengelolaan Data dan Penyajian Informasi ASN. Dalam kesempatan ini ee diminta atau di tugasi oleh Bapak Kepala Badan Kepegawaian Negara Bapak Prof. Judan Pakrullah yang ee dalam kesempatan ini untuk menyampaikan ee materi dalam forum yang sangat terhormat ini gitu ya. Ee sebelumnya saya ee pernah bertugas di kantor jurnal 10 BKN Pasar gitu ya dan diberikan kesempatan atau sempat berinteraksi juga gitu ya dengan teman-teman yang memang ee sebagian besar tim saya di bidang informasi kepegawaian di situ ee adalah teman-teman genset gitu ya. termasuk juga saya ketika sudah bertugas di saat ini di Direktorat ee Pengelolaan Data dan Penjanajian Informasi ASN juga ketemu lagi nih dengan sebagian besar ee teman-teman yang merupakan genset gitu ya. Nanti saya akan bercerita tentang bagaimana suka dukanya atau pengalaman-pengalaman saya bagaimana mengelola teman-teman yang nota B ini adalah merupakan genset gitu ya. Ee baik teman-teman semua, mulai kita mengawali ee apa namanya diskusi kita pada pagi hari ini. Ee ada baiknya kita coba menggali gitu ya apa sih yang menjadi inspirasi gitu ya bahwa ee Pak Renal Kasali menyampaikan generasi yang tangguh tidak lahir dari sono yang nyaman gitu ya, tapi mereka ee ee lahir dari gelombang perubahan yang mereka taklukkan gitu ya. Nah, ini ee katanya Pak Renal Kasali. Nah, tidak tidak ee bertentangan dengan itu atau inline dengan itu ee Bapak Kepala Kantor ee Bapak Kepala BKN Bapak Prof. Judan Arif Pakrullo, S., MA. Dalam berbagai kesempatan ee beliau menyampaikan bahwa kita tidak boleh diam dan mudah menyerah, gitu ya. Karena diam dan diam tidak akan menghasilkan perubahan sehingga kita harus berdamai dengan ee ketidaknyamanan gitu kurang lebih ya. sehingga dari ketidaknyamanan ini kita akan menemukan kenyamanan baru karena kita telah melakukan transformasi, melakukan adaptasi yang cukup sehingga kita bisa menghasilkan kinerja yang optimal. Ah, baik Bapak Ibu kalau kita lihat ee mungkin juga sudah kita alami bersama gitu ya sekarang di era yang disrupsi gitu ya, yang serba cepat, kompleks, dan mungkin boleh dibilang tidak terduga gitu ya. Jadi, bagaimana pemanfaatan teknologi artificial intelligence ee semakin masif ke depan dan saat ini juga sudah ee sangat masif digunakan gitu ya. Kemudian ee otomatisasi juga sudah menjadi tuntutan gitu ya. Kemudian bagaimana kita big dihadapkan pada big data gitu ya. sehingga kita perlu keterampilan-keterampilan atau literasi dalam membaca data dan sekaligus juga dalam konteks ini bagaimana kita menginpr menginterpretasikan data sehingga bisa memproyeksikan suatu kondisi atau prediksi kejadian di masa yang akan datang. Yang tidak kalah pentingnya adalah internet opting yang memang sekarang sudah menjadi bagian dari keseharian kita gitu ya. kita mungkin pertanyaan yang paling mendasar saja gitu ya. Sekarang mungkin e teman-teman gitu ya, teman-teman ASN gitu ya, kalau dikasih pilihan lebih baik ketinggalan kalau misalnya suatu barang ya ketinggalan HP atau dompet gitu ya. Jawabannya sebagian besar pasti lebih memilih dompetnya ketinggalan gitu ya. Karena apa? Karena di HP itu sudah bisa bertransaksi sekarang gitu ya. Tapi kalau di dompetnya tidak ada nomor kontak dan lain sebagainya sehingga mereka akan kesulitan dalam melakukan pekerjaan-kerjaan keseharian gitu ya. sehingga begitu ketergantungnya kita pada sebuah teknologi saat ini dan memang itu menjadi ciri khas dari teman-teman yang merupakan genset itu. Mau tidak mau juga yang lain di luar generasi genset pun harus melakukan adaptasi gitu ya. Sama-sama harus melakukan adaptasi sesuai dengan ee kemajuan atau tren yang terjadi sekarang gitu ya. Ee kemudian berikutnya adalah ee tantangan puka gitu ya. Seperti yang kita ketahui ee dunia ini sekarang penuh dengan ketidakpastian dengan ke yang serba kompleks, serba ambigu gitu ya. sehingga kita juga harus menghadapinya juga dengan puka gitu ya. Bagaimana kita menetapkan visi gitu ya, kemudian kita membuatkan sebuah menjadi jelas gitu ya, serba clear gitu ya. Karena dari pengalaman saya berinteraksi dengan teman-teman di ee apa namanya genset ini gitu ya, mereka lebih senang kalau misalnya diberikan kesempatan untuk bagaimana kemudian ee diberikan perintah itu mesti jelas gitu ya ekspektasi kita itu apa, kita harus jelas di depan sehingga mereka itu bisa ee menerjemahkan itu menjadi sangat cepat gitu ya. Kalau urusan ee teknis gitu ya dalam hal-hal yang katakanlah mengeksekusi sebuah perintah gitu katakanlah seperti itu teman-teman genset ini sangat cepat gitu ya. Tetapi memang syaratnya kita harus ada kejelasan di depan gitu ya. Clearnya itu harus menjadi ee sebuah persyaratan yang pasti gitu ya. Kemudian yang terakhir Bapak, Ibu, teman-teman semua mungkin kita sadari bersama gitu ya bahwa perubahan ekspektasi publik terhadap pelayanan publik ini sangat berubah banget. Bahkan dulu dalam konteks bahwa pelayanan publik itu memang begitu adanya masyarakat masih bisa menerima gitu ya, tidak terlalu banyak protes segala macam dengan era keterbukaan sekarang itu menjadi hal yang tidak terjadi lagi gitu ya. Bahkan sekarang satu kejadian di satu tempat itu bisa menjadi viral gitu ya. Bahkan seluruh dunia tahu gitu ya. Sehingga kita sebagai seorang ASN mesti berhati-hati dalam konteks memberikan pelayanan publik, bersikap gitu ya. berucap juga jangan salah karena ini akan menjadi apa namanya sebuah ee rekam jejak yang bisa diakses di mana saja informasi itu akan sangat cepat e muncul gitu ya. Di sisi yang lain ee masyarakat sebagai menteri Malayan juga akan ee berekspektasi bahwa semuanya ingin serba cepat gitu ya, serba cepat, serba pasti dan tentunya yang tidak kalah pentingnya adalah ee bisa dilaksanakan sesuai dengan persyaratan atau ketentuan yang berlaku. Nah, siapa sih genset? mungkin sama-sama kita ketahui mungkin secara umum literasi menyatakan mereka yang lahir 96 sampai 2010 gitu ya. Karakteristiknya seperti disampaikan di prolog tadi termasuk juga ee penyampaian dari Bapak Kepala BPSDM bahwa ini adalah generasi yang digital natif banget gitu ya, multitasking, cepat belajar, peduli pada nilai-nilai keberlanjutan gitu ya. Jadi karakteristik itu yang memang boleh dikatakan menonjol dari genset ini gitu ya. Gaya kerjanya bagaimana teman-teman? Sebagian besar teman-teman yang saya perhatikan gaya kerja mereka ini sangat fleksibel gitu ya. Mereka sangat ee apa namanya? Menikmati dalam suasana-suasana yang ee dinamis dan fleksibel. Tetapi kalau misalnya mereka dihadapkan pada sesuatu yang birokratis, statis, itu ee biasanya membuat mereka tidak betah gitu ya. Kemudian yang kedua, mereka lebih suka bekerja kolaboratif ee suka diberikan feedback gitu ya. Jadi dialog-dialog kinerja ini menjadi hal yang wajib dilakukan gitu ya. sehingga kita bisa meng-clear meng-clearkan apa yang menjadi ekspektasi kita. Kemudian ee ketika itu dilaksanakan sebuah perintah atau sebuah instruksi, maka mereka juga bisa kita lihat progresnya sampai di mana dan mereka juga ketika punya hambatan mereka juga butuh teman diskusi atau diberikan umpan balik gitu ya sehingga ekspektasi kita menjadi clear dan bisa ee apa namanya sampai kepada ee ekspektasi yang kita inginkan. Yang terakhir orientasi pada makna kerja. Nah, ini genset ee sekarang ee banyak apa namanya ee menginginkan bahwa mereka itu juga ingin berkontribusi pada bagaimana pelayanan publik yang lebih bagus, ingin bersama-sama menjadi bagian dari perubahan untuk peningkatan pelayanan publik itu ee genset banget gitu ya yang memang menjadi ciri khas e teman-teman di generasi ini. Selanjutnya Bapak Ibu semua kalau kita perhatikan dari statistik ASN saat ini ya ini per 1 Juli 2025 itu jumlah ASN kita sudah di R5.220 221.381 orang gitu ya. Nah, dari semua ee apa namanya? ASN ini 70% itu masih PNS Bapak Ibu ya. Sementara 30% atau 1,5 juta itu e P3K gitu ya. Kemudian di mana mereka bekerja instansi pusat ee sebesar e kurang lebih 23% kemudian instansi daerah di 77%. Kalau jenis kelaminnya Bapak Ibu sebagian besar saat ini ASN itu jenis kelaminnya justru wanita gitu ya di 57% sementara pria di 43%. Nah, kemudian kalau lihat pendidikan sebagian besar E S1 masa kerja sebagian besar mereka bekerja ini di masa kerja 11 sampai dengan 15 tahun gitu ya. Sementara kalau dari lihat dari strukturalnya sendiri masih ada sekitar 317.579 orang struktural. Sementara sisanya gitu ya, sisanya berarti 4 ee 4 jutaan sekian itu adalah fungsional dan pelaksana gitu ya. Nah, fungsional sendiri ada 3,4 juta artinya struktur terbesar 66% dari ASN kita adalah fungsional kemudian pelaksana di 28% atau 1,4 juta ee orang ASN gitu ya. Nah, lalu bagaimana kalau generasinya? Nah, mungkin ini yang terkait atau relate dengan topik yang kita bahas hari ini gitu ya. Kalau kita lihat dari generasinya Bapak, Ibu, teman-teman semua ee ternyata yang terbesar itu masih ee gen Y gitu ya, gen Y yang ee apa namanya? Jumlahnya itu 56%. Jadi mereka yang kelahiran 77 sampai dengan ee 94 gitu ya. Jadi ini saya termasuk di dalamnya ini gitu ya. Kemudian ee di porsi berikutnya itu adalah Gen X gitu ya. Mereka yang ee kelahiran tahun 'ma dengan 76 di 31%. Sementara genset sendiri, nah ini baru di 12% secara agregat total gitu ya. Dia dia 12% ini mungkin setara dengan 626.565 orang gitu ya. Ee teman-teman merupakan generasi atau genset ini gitu. Nah, kemudian kalau kita perhatikan ee belakangan ini tentu dengan rekrutmen ASN yang baru gitu ya, apalagi PNDS seperti kita ketahui kan ee ada batas usia gitu ya. Kalau mereka boleh melamar di batas usia 35 tahun. Artinya trennya otomatis juga akan semakin meningkat, Teman-teman, yang ee kategori genset ini gitu ya. Jadi mereka ee posisi 2020 di 126.000, sekarang di di 2025 itu sudah di angka 693.673. Ini data yang terbaru yang dirilis oleh teman-teman di Direktorat ee Pengelolaan Data dan Penjajan Informasi Kepegawaian per kemarin gitu ya. Ee jadi jumlahnya sudah 693.673 673 orang gitu ya yang masuk kategori ke genset. Nah, kemudian artinya bahwa dari tren ini bisa kita simpulkan 5 tahun terakhir ini pertumbuhan genset ini semakin meningkat gitu ya. Kemudian ee tentu ee ada tantangan di dalamnya ya, tantangan dan peluang bagi instansi bagaimana kita merubah kultur kerja, melakukan digitalisasi pelayanan dan model kepemimpinan yang ee transformasional ke depannya gitu ya. Nah, selanjutnya bagaimana tantangan genset. Nah, ini mungkin tadi di Prolog juga sudah disampaikan oleh ee Ibu ee apa namanya MC dan termasuk juga dari Pak Kaban tadi bahwa ee sistem ee birokrasi ini ee sebagian besar itu masih hierarkis. Nah, ini memang ee teman-teman di Jenset ini sebagian besar memang kurang suka gitu ya dengan sistem birokrasi yang masih sangat hierarkis gitu ya. Sehingga mereka juga ingin menyuarakan perubahan-perubahan. Nah, nanti saya akan cerita atau saya tampilkan bagaimana teman-teman genset di Kanrek 10 di tempat saya bekerja sebelumnya di Denpasar ee bersama-sama kita menggawangi perubahan sehingga struktur yang tadinya hierarkis tadi kita berubah menjadi lebih ee dinamis gitu ya, menjadi lebih kolaboratif yang kita sebut sebagai struktur orbit. Ee berikutnya, Teman-teman yang kedua itu adalah pola kerja yang belum fleksibel. Nah, itu yang dimaksud tadi pola kerja yang mungkin ee ee apa namanya dulu pernah ee pada umumnya dilakukan adalah full WFO misalnya, kemudian adanya ee COVID 2020 menyebabkan kita menjadi WFH gitu ya. Bahkan sempat full WFH gitu ya. Nah, sekarang dengan kembalinya COVID tidak terjadi lagi maka ada kebutuhan untuk yang namanya WEFA gitu ya. Jadi eh work eh flexible arrangement gitu ya. Dan ini sudah dilakukan atau sudah diimplementasikan di beberapa kementerian termasuk di BKN sendiri Bapak Ibu di mana kami juga sudah sejak bulan Februari 2025 ini sudah ee yang menerapkan yang namanya work eh flexible arrangement gitu ya. Kemudian yang berikutnya eh gap nilai dan ee lintas generasi. Nah, ini mau tidak mau memang tidak bisa dipungkiri gitu ya bahwa memang ee antar generasi ini ee memiliki style dan pakem sendiri gitu ya. ada yang generasi yang memang ee generasi boleh dibilang ee lebih dulu ada kemudian ada genset dan mungkin ada milenial kemudian ada genset dan mungkin nanti juga generasi berikutnya gitu ya. Tentu ini mau tidak mau akan menjadi tantangan sendiri tapi bagaimana kita mengkolaborasikan sehingga ee gap nilai ini bukan menjadi tantangan, bukan menjadi hambatan, tetapi menjadi peluang gitu ya. Karena sejatinya dengan di satu sisi misalnya teman-teman genset yang serba cepat, teman-teman milenial yang serba cepat, tapi di sisi yang lain yang baby bomers juga yang masih ada katakanlah seperti itu penuh dengan khati-hatian yang tekun. Nah, itu juga nilai-nilai yang patut sebetulnya yang masih perlu dikolaborasikan gitu ya. Di sisi lain kita perlu yang namanya juga hati-hati, tapi di sisi lain juga bisa perlu bergerak cepat. Jadi, bagaimana mengcombine ini itulah tantangan sejatinya gitu ya. Berikutnya, adaptasi terhadap regulasi yang belum agile. Nah, sering sekali apa-apa yang kita lakukan itu memang terbentur sebuah regulasi gitu ya. Tetapi syukur Bapak Kepala BKN gitu ya, beliau sekarang sangat ee apa namanya? masif gitu ya, dalam melakukan berbagai perubahan. bagaimana menjadi semakin BKN ini semakin ee apa namanya lebih ee memberikan pelayanan dirasakan kehadirannya sehingga memiliki tagline yang disebut sebagai ee BKN sebagai bapaknya ASN gitu ya lewat kebijakan-kebijakan yang terakhir sudah lima kebijakan yang beliau lakukan di kurun waktu kurang lebih 6 bulan ini dan semuanya menyentuh dalam hal ee pengembangan karir ASN dan termasuk perlindungan ASN itu sendiri. Nah, mungkin ini ya Bapak, Ibu coba kita flashback kembali gitu ya. Mungkin pertanyaan dasarnya mengapa sih kita memilih menjadi seorang ASN? Nah, sehingga terjadi seperti tadi ya, gap antar apa namanya antar ee gap antar generasi ini juga bagaimana supaya menjadi ee minim gitu ya, bagaimana mengolaborasikan. Maka ada baiknya kita bertanya ke dalam. Ee mungkin kita perlu bertanya mendasar, mengapa kita memilih menjadi seorang ASN gitu ya, menjadi seorang pelayan publik. Nah, kalau menurut literasi yang ee ada gitu ya, bahwa ee apa namanya? Kalau kita kembali ke regulasi yang ada saat ini misalnya bahwa kita itu sebagai ee ASN itu memiliki tiga peran sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan publik, dan perekat pemersatu bangsa. Tetapi kalau kita menggali lebih dalam lagi tentang mengapa kita menjadi seorang ASN atau e menjadi seorang pelayan publik, ini ee teorinya pery and wise. E setidaknya ada tiga tiga motif gitu ya. Yang pertama disebut dengan motif rasional yaitu ingin mengambil peran dalam pengambilan kebijakan publik gitu ya. Makanya tadi generasi atau genset ini pun sebetulnya banyak yang ingin ee memberikan perubahan, ingin mengambil ee peran dalam bagaimana kebijakan publik ini bisa sama-sama dilakukan menjadi lebih mudah, lebih cepat. Nah, itu juga teman-teman genset pun memiliki motivasi ke sana gitu ya. Kemudian yang kedua ada namanya motif normatif gitu ya. Jadi melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang banyak. bagaimana teman-teman ketika menjadi seorang ASN bisa melakukan hal yang ee bermanfaat gitu ya. Bermanfaat bukan hanya untuk diri sendiri gitu ya, tetapi untuk orang lain, lingkungannya dan bila perlu untuk ee masyarakat luas gitu ya. Kemudian yang terakhir ada namanya motif affektif ya. Ini tentu ini adalah jiwa patriotik gitu ya. Bahwa menjadi seorang ASN, menjadi seorang pelayan publik itu adalah panggilan jiwa gitu ya. Panggilan jiwa ee panggilan negara untuk ikut mengabdi kepada negara gitu ya. Sebagai bentuk patriot kita atau jiwa patriot kita. atau implementasi patriotik kita kepada bangsa dan negara. Nah, di sisi lain Bapak Ibu kalau kita mengacu kepada Undang-Undang 5 2014 yang sudah diubah dengan Undang-Undang 20 2023 tentang ASN, maka hak dan kewajiban ASN itu kalau kita simpulkan sebetulnya itu haknya tadi itu diambil di awal bulan gitu ya. Mungkin Bapak, Ibu, teman-teman semua paham bahwa gaji itu pasti dibayarnya di tanggal 1 atau tanggal 2 gitu dan di awal bulan lah intinya. Tetapi kewajiban kita, kewajiban kita di sisi yang lain adalah bekerja. Jangan lupa bekerja, berkinerja, dan melaporkan kinerja gitu ya. Sehingga mesti ada balancing gitu ya. Bahwa haknya kita ambil, kewajibannya juga jangan lupa dilaksanakan. Ketika terjadi hak melebihi kewajiban atau haknya kita ambil tapi kewajiban tidak terilaksanakan, maka ini yang menjadi big question-nya gitu ya. Ee bagaimana penghasilan diterima mungkin sama-sama kita renungkan tentu menjadi penghasilan yang tidak berkah. Untuk itu maka kewajiban menjadi seorang SN wajib kita laksanakan karena haknya di awal bulan atau di awal periode juga sudah kita ambil. Kurang lebih seperti itu. Nah, Bapak Ibu kita kembali ke konteks BKN. Jadi BKN ini Bapak Ibu ee memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas ASN dan kapasitas manajemen ASN berbasis pendekatan human capital development. Nah, untuk itu maka ee model-model kegiatan seperti ini yang diinisiasi oleh teman-teman di BPSDM Jawa Timur ee kami apresiasi gitu ya, bahwa ini bentuk ee apa namanya? Keterlibatan semua pihak. Bagaimana kita menyadari bahwa ASN itu sebagai human capital gitu ya. Sehingga ini bukan sebagai call center gitu ya. Kalau kita memandangnya sebagai call center maka yang ada itu adalah belanja gaji, belanja gaji, belanja gaji gitu ya. Tapi kalau misal atau pengeluaran-pengeluaran terkait dengan diklat, diklat, diklat dan seterusnya. Tapi kalau itu dipandang sebagai bagian human capital development, maka ke depan itu adalah sebuah investasi gitu ya. Investasi bagaimana ASN ini bisa juga berkontribusi pada ee peningkatan kesejahteraan. Nah, teman-teman semua bahwa transformasi peran PKN dari sebelumnya hanya berfokus pada penguatan praktik manajemen ASN menjadi berfokus pada penjaminan prinsip meritokrasi. Ya, ini sudah jelas ee sudah dituangkan juga dalam berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh Kepala BKN. Berikutnya transformasi filosofi pendekatan BKN dari sebelumnya berfokus pada administrasi. Nah, sekarang bergeser ke human capital management. Jadi termasuk pengeluan SDM pemerintahan ini menjadi hal yang strategik gitu ya. Bagaimana terjadi strategic partner sehingga dalam konteks ini kami mengapresiasi sekali lagi apa yang dilakukan oleh teman-teman di BPSDM Jawa Timur sebagai upaya ee bersama-sama dalam rangka pengembangan SDM ke depan. Nah, Bapak, Ibu semua kita ya dalam konteks yenset yang tadi gitu ya dengan ee semua serba e IT gitu dan seterusnya maka ee apa namanya kita kalau melihat kembali kepada sasaran utama Indonesia Emas 20245 sebetulnya ada indikator-indikatornya gitu ya, bahwa ada lima gitu ya, ada lima indikator gitu ya yang mesti kita sasar bersama. Yang pertama bagaimana pendapatan per kapita setara negara maju gitu ya. Kemudian kemiskinan menurun, ketimpangan berkurang. Kemudian kepemimpinan dan pengaruh di internasional meningkat. Kemudian daya saing dan manusia semakin meningkat. Kemudian berikutnya intensitas emisi dari GRK menurun menuju neto eh zero emission gitu ya. Sehingga di konteks ini maka ee kami juga dari BKN ee melakukan hal-hal yang terkait dengan penguatan sistemit, kemudian reformasi manajemen talenta nasional, kemudian platform digital ee pengembangan kompetensi ASN seperti yang sudah dimiliki ASN BKN saat ini. Selain BKNPEDIA juga ada KMSMASN gitu ya, ada e-learning ASN. Kemudian kegiatan-kegiatan yang termasuk kegiatan BKN menyapa yang setiap minggu dilaksanakan setiap hari Rabu juga itu bagian dari komitmen BKN untuk hadir sebagai bapaknya ASN untuk menyapa ASN ketika dihadapkan pada permasalahan-permasalahan atau kendala-kendala dalam implementasi ee sebagai seorang ASN di lapangan. Kemudian yang terakhir tentu afirmasi pada keberagaman dan inklusivitas ASN. Nah, ini juga menjadi sebuah isu yang memang bagaimana kita ke depan menjadi sebuah ee ee apa namanya? tim yang kompak gitu ya, sebagai sebuah mesin birokrasi yang kompak. Bagaimana kita bersama-sama mewujudkan teman-teman di daerah ee dalam rangka mendukung visi misi pimpinan daerah gitu ya. Sementara kalau ASN secara nasional pada akhirnya adalah bagaimana kita mendukung ee yang menjadi asta citanya pemerintahan presiden Prabowo Gibran. Platformnya sendiri Bapak, Ibu ada beberapa inovasi yang sudah dilahirkan oleh BKN dalam konteks ini. Salah satunya adalah ASN digital yang saat ini mungkin Bapak Ibu ASN se-Indonesia juga sudah merasakan bagaimana sekarang sudah tidak perlu lagi menghafal banyak user, banyak password gitu ya. Cukup satu SSO gitu ya, cukup ASN digital. Sanalah satu rumah, satu pintu yang bisa mengakses berbagai aplikasi layanan kepegawaian. Berikutnya nanti Bapak Ibu untuk aspek keamanan juga ada yang namanya multifactorication. Bapak Ibu, teman-teman juga sudah memiliki itu supaya menjamin bahwa teman-teman ini juga terhindar dari penyalahgunaan akun yang teman-teman miliki. Berikutnya ee BKN melalui terutama di teman-teman di Kandek 10 juga sudah merumuskan yang disebut dengan struktur orbit. Jadi bagaimana teman-teman bekerja lebih kolaboratif. Jadi tidak hierarki seperti tadi yang dimaksud gitu ya. Nanti bagaimana strukturnya sama-sama kita lihat Bapak Ibu. Nah, ini yang sering didengungkan oleh Bapak Kepala BKN bahwa BKN ini berkomitmen menjadi bapaknya para ASN. Lalu apa implementasinya Bapak, Ibu, teman-teman semua? Yang pertama e tentu membantu selesaikan masalah ASN. Jadi masalah hukum, masalah kesejahteraan, masalah karir itu dibantu diselesaikan oleh BKN, gitu ya. Kemudian berikutnya yang kedua bagaimana memberikan kemudahan pendidikan S2, S3, bahkan pencantuman gelar yang kemarin mungkin dengan keluarnya SE Kepala BKN bagaimana kemudahan atau semacam ee apa namanya afirmasi ee kebijakan untuk ee apa namanya kemudahan pencantuman gelar yang tanpa izin belajar, tugas belajar yang sudah memiliki gelar gitu ya. Sementara yang mau ee memperoleh gelar ya itu tetap perlu izin belajar dan tugas belajar. tetapi yang sudah memiliki gelar gitu atau pendidikan, pendidikan itu bisa dicantumkan gelarnya, dimudahkan gitu ya tanpa disyaratkan izin belajar dan tugas belajar. Termasuk kenaikan kenaikan ee pangkat yang sebelumnya mungkin ee periodisasinya 2 bulan sekali. Nah, ini ke depan akan dilakukan bila perlu periodisasinya menjadi sebulan sekali gitu ya. termasuk juga ee yang ketiga, kebijakan tiga adalah karir fungsional yang terbuka sampai dengan puncak karir. Kebijakan Kepala BKN bagaimana ke depan e karir ee ASN terutama jabatan fungsional itu seperti pipa gitu ya. Jadi tidak seperti piramida seperti sekarang. Kalau piramida kan semakin di puncak semakin mengecil. Tapi ini ee kebijakan Pak Kepala BKN ke depan itu harapannya karir ASN itu ee ee akan seperti pipa gitu ya. Jadi dari bawah sampai ke atas itu sama jumlahnya. Kemudian berikutnya yang di empat, jumlah masing masing-masing unit di kerja di BKN itu mencari solusi menjadi BKN sebagai bapaknya ASN gitu ya. Jadi mengurangi hambatan yang bersumber baik itu regulasi, perilaku gitu ya. Jadi kami ee semakin diingatkan untuk semakin sering ee senyum, salam, sapa gitu ya. Dan tiga magic word yang biasa mungkin sudah kita kenal sama-sama membiasakan menggunakan kata tolong, maaf, dan terima kasih gitu ya. Bahkan jarak dan waktu ini menjadi tidak menjadi hambatan lagi ke depan karena kita sudah menggunakan platform yang sudah banyak digunakan seperti Zoom web WhatsApp grup berbagai aplikasi termasuk juga ruang-ruang virtual yang ee sudah disiapkan selama ee apa namanya ee baik selama COVID maupun pasca COVID seperti itu. Nah, Bapak Ibu semua di BKN sendiri juga seperti saya sampaikan tadi juga sudah menerapkan yang namanya work eh flexible arrangement gitu ya. Jadi ini merupakan ee bagian dari kebijakan Pak Kepala BKN dalam rangka pertama untuk mendukung efisiensi anggaran gitu ya. Jadi ee menerapkan sistem kerja yang lebih modern gitu ya. Jadi tidak full eh work from office tetapi di setiap hari Senin kami melakukan work from eh anywhere gitu ya. Kemudian yang kedua ini penekanannya bahwa work from anywhere ini bukan bukan liburan tetapi ee lebih mewujudkan lebih mendukung yang disebut dengan workab harmony yang lebih banyak digabungkan oleh teman-teman genset juga gitu ya. Kemudian berikutnya pegawai BKN tidak dipotong gaji dan mungkin sehingga dengan WFA ini kinerja tidak boleh turun. Yang ada ini justru peningkatan kinerja. Nanti saya akan sampaikan dari hasil evaluasi yang sudah kami lakukan. Ternyata kinerjanya itu meningkat sampai dengan 6% gitu ya. Sementara persepsi publik pun merasa lebih puas justru dengan penerapan WPA ini karena mereka merasakan malah ada peningkatan kinerja bukan turunan kinerja ketika WFO bergeser ke WPA. Kemudian yang terakhir digitalisasi birokrasi menjadi sebuah kebutuhan. ini juga sudah banyak aplikasi yang dilahirkan tetapi disatukan semakin diintegrasikan gitu ya dengan ASN digital yang saya maksud tadi. Jadi ASN di manaun tidak banyak lagi perlu menghafal ee user, menghafal password gitu ya, cukup menggunakan SSO gitu ya. Nah, faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai apa saja Bapak, Ibu? Tentu di sini ada kepemimpinan yang efektif gitu ya. bagaimana kita menjadi seorang ee yang mampu mendengarkan kolaborasi, meningkatkan ee dialog dan lain sebagainya itu tentu menjadi sebuah ciri daripada kepimpinan efektif. Kemudian motifikasi dan penghargaan. Nah, ini bagaimana kita memberikan motivasi dan penghargaan gitu ya. Tidak hanya tidak semata-mata dalam bentuk uang, tetapi ucapan terima kasih, apresiasi pun itu adalah sebuah hal yang merupakan penghargaan. Kemudian kesejahteraan, bagaimana kita meningkatkan pendapatan, pensiun, perumahan dan kesehatan. Selanjutnya pelatihan dan pengembangan yang memadai seperti media yang sekarang. Kemudian lingkungan kerja yang lebih kondusif. Yang terakhir yang tidak kalah pentingnya adalah perlindungan hukum dan karir. Nah, peran individu sendiri bagaimana? Termasuk teman-teman e genset di sini. Yang pertama tentu bagaimana kita membangun komitmen terhadap tugas dan tanggung jawab individu gitu ya. Kemudian yang kedua menyusun sasaran kinerja individu yang selaras dengan sasaran kinerja organisasi. Nah, ini sekarang semakin dibuat cascading yang semakin ee apa namanya ee terukur gitu ya. bagaimana sasaran kinerja organisasi turun ke unit, turun ke individu ini terbagi habis sehingga jelas peran individu terhadap ee pencapaian sasaran organisasi. Selanjutnya mengembangkan rencana aksi untuk mencapai kinerja individu dan kinerja organisasi. Yang terakhir berusaha adaptif terhadap perubahan. Nah, Bapak Ibu semua, ee strategi meningkat kinerja individu dalam rangka mendukung kinerja organisasi yang pertama tentu menerapkan e sistem kerja yang berbasis Pok. Nah, ini yang saya maksud nanti saya akan terangkan sedikit tentang ee struktur orbit yang dimaksud tadi gitu ya. baik antar dalam unit maupun antar unit kerja ataupun antar ee kementerian, lembaga atau ee instansi daerah gitu ya. Kemudian yang berikutnya terbangunnya dialog kinerja antara pimpinan atasan dan pegawai. Kalau kami ee biasa melakukan dialog kinerja baik di awal tahun, di tengah tahun, maupun akhir tahun. Bahkan sepanjang bulan pun kita bisa lakukan dialog kinerja ketika misalnya diperlukan untuk ee memitigasi apakah rencana-rencana yang dilakukan sudah ee yang dicanangkan sudah dilaksanakan, apakah ketemu hambatan dan sebagainya yang kami sebut sebagai atau sering disebut oleh Bapak Kepala sebagai ee konsepsi plan do check and action tentunya seperti itu. Nah, kemudian terbangunnya inovasi dan solusi kreatif karena bagaimana kita ee membangun sebuah inovasi-inovasi yang semakin ee apa namanya ee berdampak gitu ya dan bermanfaat gitu ya. Sehingga itu merupakan sebuah solusi yang bisa ee apa namanya hadir mengatasi permasalahan-permasalahan yang terjadi. Kudian yang terakhir peningkatan sarana pendukung. Nah, strategi manajemen ASN untuk jenset seperti apa? Nah, dalam hemat kami setidaknya yang pertama perlu adanya reformasi budaya ya. J sebelumnya terlalu hierarkis dengan struktur seperti itu. Mari kita buat menjadi plat gitu ya, tetapi kolaboratif gitu ya. Nanti saya contohkan dengan struktur orbit yang kami gagas gitu ya. Kemudian yang kedua ada transformasi digital. Nah, seperti di pengantar tadi bahwa teman-teman genset ini kan lebih banyak hampir boleh dibilang selalu bersentuhan dengan teknologi gitu ya. bagaimana transformasi digital ini bisa diwujudkan dalam bentuk ekosistem yang kerja yang berbasis teknologi. Saya contohkan tadi ASN digital adalah satu salah satu platform yang memang kita bangun sebagai sebuah platform yang multi ee apa namanya ee fitur gitu ya, tetapi pintu masuknya satu dengan SSO yang masing-masing ASN. Berikutnya penguatan employer branding ASN. Su, ASN sebagai pilihan karir yang unggul dan termasuk sebagai ee employer banding yang sudah ditetapkan oleh ee pemerintah yaitu bangga meleni bangsa gitu ya. Jadi keputusan kita menjadi seorang ASN harus kita syukuri dengan cara melakukan kinerja yang terbaik gitu kurang lebih. Kemudian kepemimpinan partisipatif sering kita memberikan feedback sebagai seorang pimpinan termasuk juga menjadi seorang driven leadership. bagaimana kita bisa memberikan apa namanya contoh dan termasuk e mendorong ketika misalnya e tim ini menuju ke tujuan tujuan yang diinginkan. Kemudian terakhir manajemen Talenta. Bagaimana kita merekognisi potensi sejak dini seperti kita ketahui saat ini juga ee sedang dibangun manajemen Talenta nasional gitu ya. Supaya seluruh instansi membangun manajemen talenta instansi kemudian itu dikolaborasikan menjadi manajemen Talenta nasional yang secara tidak langsung nanti juga akan mendukung ee percepatan daripada visi misi ee pimpinan kita tertinggi yaitu Presiden dan Wakil Presiden. Nah, ini yang saya sebut sebagai struktur orbit Bapak Ibu. ini adalah metode baru yang memang dikembangkan di BKN khususnya di Kandek 10 dalam konteks ee bagaimana mengubah hierarki tadi itu menjadi struktur yang lebih platit. Dengan cara seperti ini ibaratnya ee warna-warna ada PPA, Pak, PIA, PLT, PDI itu adalah nama-nama Pokja singkatan Pokja gitu ya. Sebenarnya di tengah ini adalah pemimpinnya sebagai mataharinya gitu ya. Sementara teman-teman di luar itu sebagai satelitnya mereka itu terlibat di dua tiga pokja gitu ya. ee sehingga mereka juga memiliki apa namanya ee peningkatan kompetensi dan talenta-talentanya bisa dikembangkan bukan hanya dalam satu bidang saja gitu ya. Dengan cara seperti ini ternyata kolaborasi meningkat dan kinerja pun bisa meningkat karena desain kerja lebih fleksibel dan kolaboratif. Ini bisa terjadi proyek lintas fungsi bahkan lintas generasi juga gitu ya. Karena di pokja tersebut pun bisa kita tempatkan ee teman-teman baik yang dari ee apa namanya teman yang genset atau milenial atau yang sebelumnya ee kita bisa satukan ee sesuai dengan ee peran dan fungsi daripada masing-masing pokja. Nah, ini saya rasa ini ee sebuah solusi yang cocok ya untuk diterapkan untuk teman-teman di handset sehingga mereka bisa bekerja lebih optimal lagi karena mereka bisa berkolaborasi dan ee apa namanya dinamis, fleksibel dalam bekerja. Nah, Genset sebagai agen perubahan tentu di sini ee tentu harus memiliki semangat digital champion sebagai penggerak inovasi pelayanan publik gitu ya. Karena saatnya mengambil peran gitu ya, saatnya turun tangan bahwa teman-teman ini adalah bagian ee dari perubahan ke depan gitu ya. suara masyarakat muda di pemerintah juga semakin didengar. Karena sejatinya ke depan teman-temanlah sebetulnya yang akan menjadi ee tumpuan gitu ya, bagaimana pelayanan publik atau citra pelayanan publik ee menjadi tanggung jawab kita bersama untuk ee mewujudkan pelayanan publik yang semakin meningkat. Nah, dalam konteks tadi bahwa kami juga menyiapkan sebuah platform di BKN juga terutama di Kandek 10 juga sudah membuat sebuah platform gitu ya, platform yang disebut dengan manajem sistem manajemen aparatur sipil negara. Jadi ini adalah sebuah platform yang memang disiapkan dalam rangka untuk bagaimana teman-teman bisa belajar gitu ya dengan menggunakan platform digital gitu ya sehingga ee ee isu soal keterbatasan anggaran itu tidak ee ee menjadi isu lagi gitu ya. Karena ee dengan KMSMSN ini teman-teman kalau mau belajar tentang manajemen ASN itu semuanya sudah ada dengan 32 topik yang saat ini sudah berkembang sampai dengan 36 topik ee manajemen ASN yang masing-masing topik itu bernilai 2JP gitu ya. sehingga kebutuhan pengawan kompetensi 20 JP setahun bagi PNS itu tidak menjadi isu. Karena sejatinya kalau cukup mengambil 10 topik saja Bapak, Ibu juga sudah bisa ee mendapatkan e pengembangan kompetensi 20 GP dan ini gratis Bapak, Ibu ya. Kita tagline kita adalah pengembangan kompetensi yang praktis, gratis, kolaboratif, dan bersertifikat karena nanti ujungnya akan ada sertifikat. Nah, alur pemanfaatannya kurang lebih seperti ini secara umum ada delan langkah. Nanti masuk ke login KMSMASN di denpasar.bkn.go.id. Kemudian memilih course-nya, topiknya gitu ya. Kemudian ada preest-nya Bapak Ibu cukup 20 soal. 20 soal dalam 10 menit. Kemudian membaca e-learning ada bahan yang harus Bapak Ibu baca. Kemudian setelah itu mengerjakan post tes untuk mengakui efektivitas belajar. Nanti dari sana ada ping-nya. Kalau 70% benar Bapak, Ibu ee mendapatkan sertifikat gitu ya. mengisi IKM dilanjutkan dengan IKM atau ee kuisioner umpan balik. Nah, setelah itu Bapak Ibu bisa mencetak sertifikat saat itu juga gitu ya. Sehingga pengembangan kompetensi bagi Genset ini tidak menjadi isu lagi harus terbatas pada anggaran. Di samping juga sebetulnya platformnya juga banyak banget gitu ya. Bagaimana webinar yang gratis juga banyak banget, kemudian pembelajaran daring juga banyak banget sehingga teman-teman tidak menjadi isu untuk pengembangan kompetensi. Nah, apa yang harus disiapkan oleh instansi? Ini penting banget Bapak Ibu. Yang pertama adalah skema onboarding dan coaching bagi SNJET gitu ya. Yang kedua e jalur pengembangan karir berbasis talenta dan kinerja. Ini supaya inline gitu ya. Sebetulnya teman-teman ini diarahkan ke mana gitu ya sehingga tantangan-tantangan kinerja atau semacam kelibatan-kelibatan mereka dalam Pokja pun semakin terarah. Kemudian lingkungan kerja yang mengakomodasi keberagaman. Iya karena sekali lagi genset ini ee memiliki karakter yang ee mengutamakan yang lebih inklusif gitu ya. Jadi tidak terlalu suka yang sifatnya eksklusif tetapi lebih inklusif. Nah, ini bagaimana kita mengakomodasi keberagaman ini menjadi penting. Kemudian berikutnya budaya pembelajaran adaptif dan digital. Nah, itu tadi karena banyak keperluan tentang adaptif dan digital ee BKN pun sudah menjawabnya dengan menyiapkan platform-platform seperti tadi gitu ya. Bahwa ada KMS, MISN, ada apa namanya ee ASN digital, kemudian ada juga ee termasuk juga kantor virtual. lah di Kand 10 Denpasar pun memiliki kantor virtual Bapak Ibu ee dengan memanfaatkan ee virtual reality gitu ya. Bagaimana memindahkan kantor ke virtual ini juga sudah dilakukan di Kek 10. Jadi setiap WEFA di hari Senin teman-teman berkantornya di kantor virtual. Nah mungkin ee apa namanya yang tidak kalah pentingnya ini yang ee yang menjadi hal yang perlu kita perhatikan bahwa kalau tidak sekarang ya tidak tidak akan pernah gitu ya. Karena sejatinya kalau Genset itu bukan hanya masa depan ASN, mereka adalah masa ini yang harus kita rangkul dan kembangkan mulai hari ini. Nah, untuk itu, nah ini pesan terakhir Bapak, Ibu bahwa kolaborasi antar generasi ini menjadi penting. Jadi, ya jadi soal tadi hambatan ketika ada gap antar generasi maka sebetulnya dengan kita kolaborasi itu menjadi ee justru menjadi solusi dan kekuatan yang berlipat ganda. Bagaimana caranya? Tentu bagi mereka yang mungkin secara pengalaman panjang gitu ya ee mungkin juga sudah terbiasa dengan apa namanya birokrasi yang hierarkis kita tempatkan sebagai penasehat gitu ya, sebagai penasehat, sebagai rem lah seperti itu gitu ya sehingga sebagai pembimbing gitu ya. Tapi di sisi yang lain, kita sebagai seorang ASN yang eh dalam konteks genset yang memang memiliki karakteristik cepat belajar, lincah dan segala macam juga kecepatannya bisa diimbangi gitu ya. Dalam konteks seimbang ini adalah bagaimana mengingatkan mana yang boleh, mana yang tidak. Guideline-nya itu tetap disiapkan. Tetapi ee ketika itu sudah diterjemahkan menjadi ekspektasi, teman-teman di genset dan di milenial itu bisa lari lebih kencang, tetapi larinya tidak lebih terarah gitu ya, bukan asal lari seperti itu. Kemudian berikutnya untuk genset ini ee teman teman-teman genset ini jadilah pelopor dan penggerak karena memang karakteristik teman-teman kan ingin mengambil bagian gitu ya dalam perubahan atau ee perubahan kebijakan publik. Kalau kita kembalikan lagi kepada ee teorinya Perry and Wise tadi, sebetulnya teman-teman ini juga masuk dalam ee konteks ee apa namanya ikut mengambil peran terhadap pengambilan kebajukan kebijakan publik atau alasan rasional tadi gitu ya. Sehingga teman-teman jadilah pelopor dan penggerak. Kemudian untuk para pemimpin. Nah, pesan untuk para pemimpin jadilah pendamping dan pemberdaya karena teman-teman genset ini mungkin kalau dengan cara-cara yang lama tidak akan efektif gitu ya. Tetapi kalau kita memberdayakan teman-teman yang ada ini untuk kita
Resume
Categories