Transcript
nnl1VpdWg_0 • Webinar ASN Sehat Bugar 2025 - Kesehatan Mata dan Masa Depan Anak
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0248_nnl1VpdWg_0.txt
Kind: captions Language: id [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Memerintah situs melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hong kami di sini suka dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni melayani bangsa loyal tanpa batasannya dan berkolaborasi tangan tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melay Layani bangsa [Musik] kami dari sini tegas dengan hati tujukan kompetensi dalam harmoni. di bangsa loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan air yang lebih beragung mengertas penuh hati tulus membantu tersama di lembangan kami melayani bilangan kami melayani dengan meng kami melayani bangsa [Musik] H [Musik] Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur. Rumah Sakit Khusus Mata di bawah naungan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Berperan aktif dalam penanganan gangguan penglihatan bagi masyarakat Jawa Timur. Berlokasi di Surabaya bagian Selatan, Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur berdiri di tengah kawasan penduduk yang aktif dan produktif. [Musik] Komitmen kami menyelenggarakan pelayanan kesehatan mata yang bermutu, beretika, dan profesional. Kami memiliki visi untuk menjadi rumah sakit mata bertaraf nasional. Kami terus berinovasi mengembangkan diri guna mencapai kemandirian yang bermutu tinggi demi memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. [Musik] didukung tenaga ahli yang profesional, berintegritas, dan kompeten di bidangnya. Juga sarana dan prasarana yang memadai. Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur berkomitmen untuk menyelenggarakan pelayanan yang optimal. Kami selalu mengutamakan kebersihan dan kenyamanan pada setiap lini pelayanan. [Musik] Kerja sama manajemen dan pelayanan yang terintegrasi menjadikan rumah sakit mata masyarakat Jawa Timur yang aman, akuntabel, terpercaya, dan mampu untuk bersaing di era globalisasi. [Musik] Rasa kepedulian kami dan upaya untuk selalu bekerja dari hati membuat langkah kami terasa ringan untuk tetap hadir di tengah masyarakat Jawa Timur demi penanggulangan kebutaan. [Musik] Demi mewujudkan misi membangun jejaring kemitraan, kami bekerja sama dengan lebih dari 20 lembaga pendidikan, penelitian, dan pelayanan. Di antaranya asuransi kesehatan agar dapat meningkatkan sinergitas dan akses pelayanan kesehatan mata pada masyarakat. [Musik] Koordinasi yang baik, inovasi tiada Henti adalah pondasi organisasi demi visi RSMM Jawa Timur dan mewujudkan Jawa Timur yang sehat Indonesia maju. [Musik] Kepercayaan masyarakat kepada kami menjadi tolok ukur kami untuk terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan mata yang terbaik di Jawa Timur dan di Indonesia Timur. [Musik] Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur. Helping you to see better. [Musik] menyapa kembali sobat ASN di seluruh Indonesia. ASN sehat dan bogar. Sangat luar biasa sekali. Jujur saya hari ini sangat senang sekali kenapa banyak sekali orang di luaran sana yang menghabiskan waktunya untuk hal yang sia-sia. Tetapi Sobat ASN memilih di sini untuk bergabung menuntut ilmu tentunya tentang kesehatan hari ini karena dengan tema ASN sehat dan bugar. Izinkan saya menyapa dengan salam silaturahmi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Baik, Sobat SN. Apa yang dibahas dalam webinar kali ini yakni pentingnya peran orang tua dalam menjaga kesehatan mata anak, bahaya penggunaan gadget berlebihan terhadap penglihatan anak, ee urgensi deteksi dini dan pemeriksaan rutin sebagai langkah preventif. mewujudkan generasi anak yang secara visual semakin baik sehingga tumbuh kembang dan proses belajarnya bisa optimal. Dan kali ini akan dibahas dalam webinar hari ini dengan tema kesehatan mata dan masa depan anak. Peran ASN dalam Harmoni Peran Publik dan keluarga. Boleh tepuk tangannya dong yang ada di studio dan juga tombol cakepnya untuk teman-teman yang ada di YouTube channel. Webinar hari ini terselenggara oleh BPSDM Jawa Timur dalam Zoom meeting maupun YouTube channel BPSDM Jatim TV. Kami di studio BPSDM Jatim yang berlokasi di Jalan Balongsari e Tama Tandes Surabaya. Sobat ASN, saya ingin menyapa terlebih dahulu yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto, S.PMP selaku Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Yang kami hormati Dr. Niken Indah Nurdiani, SPM selaku dokter spesialis mata divisi pediatrik optalmologi RSMM Jawa Timur, Dr. Sekar Rahadi Sewi selaku dokter umum RSM Jawa Timur. Dan agar suasana tetap bersemangat, izinkan kami dengan pantun pembuka. Mohon jempol cakepnya untuk yang ada di YouTube maupun di Zoom ya. Dan juga yang ada di studio untuk cakepnya pagi hari makan kelapa. Jag kelapanya enak dan bikin tertawa. Cag. Hari ini kita berjumpa untuk webinar yang istimewa. Boleh tepuk tangannya dong. Luar biasa. Es deganku makin enak dan segar. Segar. Di badan pun semakin bugar. Segar. Maya hadir memukau kali ini persembahan spesial BPSDM Jatim TV. Boleh sekali lagi tepuk tangannya. Luar biasa. Baik, Sobat ASN, sebelum kita berlanjut, kami informasikan bahwa presensi sudah dapat diakses melalui website semesta bangkong semesta Bangkom seperti yang tertera pada running atau chat Zoom. Mengisi survei serta mengisi lembar monev, maka sertifikat akan muncul 1* 24 jam. Jangan lupa juga cek secara berkala dan ada informasi tambahan, kami menyampaikan tata cara menjawab dengan raise hand dan nanti juga akan dipilih oleh kami dua orang yang akan boleh bertanya. Untuk tata tertib webinar, sesi diskusi setelah materi dari masing-masing narasumber, hanya dua penanya yang diberikan kesempatan sambil lihat sisa waktunya NJ dan menyebutkan identitas nama dan instansi panitia yang akan memilih dari peserta yang rais hand. Sobat ASN karena anak-anak adalah masa depan bangsa, melalui mata yang sehat, mereka bisa melihat dunia dengan lebih jelas, belajar dengan lebih baik, dan tumbuh menjadi generasi emas untuk Indonesia. Mari menjadi ASN yang tidak hanya cerdas dan tangguh di ruang kerja, tapi juga penuh kasih dan perhatian di dalam keluarga. Selengkapnya akan dibahas dalam webinar ASN Sehat dan Bugar tahun 2025. [Musik] Sobat ISN untuk membuka webinar ASN Sehat dan Bugar tahun 2025 MAI ini, mari kita sambut bersama opening speech dari Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur kepada Bapak Dr. Ramlianto, S.P., MP. Kami silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam bugar untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air. Selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Sehat dan Bugar. Sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN untuk meningkatkan kualitas fisik dan mental ASN dalam menjalankan tugas mulianya. Persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Setiap hari Jumat, serial ASN Sehat dan Bugar akan hadir menemani para ASN di seluruh negeri dengan menyajikan topik-topik yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini 25 Juli 2025, ASN Sehat dan Bugar menyajikan salah satu topik dalam rangka menguatkan peran ASN sebagai orang tua dalam menjaga kesehatan putra-putrinya, terutama kesehatan mata. Karena tema kesehatan mata ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN Sehat dan Bugar kali ini mengangkat topik kesehatan mata dan masa depan anak. Per ASN dalam harmoni peran publik dan keluarga. ASN Sehat dan Bugar kali ini merupakan kolaborasi antara BPSDM Provinsi Jawa Timur dengan Rumah Sakit Mata Masyarakat yang merupakan salah satu rumah sakit yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Tema kesehatan mata untuk anak merupakan isu strategis sekaligus kemanusiaan yang menyentuh aspek pendidikan tumbuh kembang hingga masa depan bangsa. Tema ini bukan sekedar topik medis. melainkan panggilan nurani bagi kita semua, terutama para ASN yang memegang peran ganda sebagai pelayan publik dan juga sebagai orang tua. Melalui tema ini kita sedang menggaungkan kesadaran kolektif bahwa penglihatan anak-anak adalah jendela masa depan. bahwa setiap huruf yang mereka baca, setiap gambar yang mereka lihat, dan setiap impian yang mereka susun, semuanya bergantung pada sepasang mata yang sehat. Sat ASN di seluruh tanah air, saat ini fenomena kesehatan mata telah meretas batas rumah tangga hingga ruang kelas. Sebuah fenomena yang sunyi namun kian mendesak untuk dicermati. Lonjakan kasus seperti miopia, digital arain, dan gangguan akomodasi pada anak-anak hari ini ibarat gelombang senyap. Tidak selalu terasa sekarang, tetapi berpotensi menghantam kualitas belajar, produktivitas, bahkan kesehatan psikososial mereka di masa depan. Di era layar digital yang menyala nyaris tanpa henti. Dari gawai belajar daring hingga hiburan interaktif, mata anak-anak saat ini bekerja lebih keras daripada generasi sebelumnya. Paparan cahaya layar digital berlebih, jarak pandang yang kian pendek, serta minimnya aktivitas luar ruang menciptakan sebuah fenomena yang disebut epidemi penglihatan kabur. Yang menurut proyeksi World Heart Organization atau WHO dapat menjangkau separuh populasi dunia pada tahun 2050. Jika tak segera kita cegah, maka menjaga kesehatan mata anak bukan sekedar urusan klinis, melainkan investasi peradaban. Menjamin mereka tetap mampu membaca huruf kecil, menatap peta besar, dan melihat asa bangsa ini dengan jelas. Sobat ASN, lalu apa kontribusi kita sebagai ASN yang juga sebagai orang tua bagi anak-anak kita? Menjadi ASN bukan hanya soal menjalankan tugas negara, bukan semata mengelola program, mengurus anggaran, atau menata regulasi. Kita juga adalah ayah dan ibu yang berpulang ke rumah dengan tanggung jawab tak kalah mulia menjadi pendidik pertama dan pelindung utama bagi anak-anak kita. Dan hari ini kita berbicara tentang mata. organ kecil yang menentukan luasnya cakrawala masa depan mereka. Mata adalah jendela bukan hanya bagi dunia, tapi juga bagi harapan, bagi masa depan anak-anak yang kita besarkan. Yang harus kita sadari saat ini adalah kita hidup di zaman yang serba terang, namun kadang tidak benar-benar bisa melihat. Di era realitar, kecepatan informasi dan arus visual yang begitu deras. Justru tantangan kesehatan mata hadir dalam wajah yang tak selalu disadari. Terutama bagi anak-anak kita, generasi yang akan menjadi penjaga masa depan negeri ini. Sobat ASN, lalu bagaimana kita sebagai ASN mampu memberikan peran terbaik kita sebagai orang tua untuk menjaga kesehatan prima mata putra-putri tercinta kita. Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber yang luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama tentu kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Direksi dan Manajemen Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur atas kolaborasinya yang sangat bermanfaat ini. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber yakni Ibu dr. Sekar Rahadi Siwi yang merupakan dokter umum di Rumah Sakit Mata Masyarakat serta Ibu dr. Niken Inda, SPM yang merupakan dokter spesialis mata pada divisi pediatrik Falmologi Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan sesama webinar ASN Sehat dan Bugar persembahan BPSDM Provinsi Jawa Timur. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Baik, Sobat ASN. sebagai aparatur sipil negara. Peran kita tidak hanya sebagai pelayan publik, tetapi juga sebagai orang tua dan panutan dalam masyarakat. Melalui webinar ini, BPSDM Provinsi Jawa Timur mengajak kita semua untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata anak-anak yang seringki terabaikan di tengah pesatnya penggunaan teknologi dan perangkat digital. Luar biasa akan dibahas dengan paripurna nih oleh narasumber pertama kita hari ini. Beliau selaku ketua tim disaster medical tim RSMM Jawa Timur tahun 2022 sampai dengan sekarang dan juga memiliki sertifikasi ICLS hiperkes disaster managemen juga selaku dokter umum RSMM Jawa Timur. Beliau menempuh pendidikan dokter dan profesi di Universitas Airlangga Surabaya. Boleh tepuk tangannya dong untuk dr. Sekar Raha di sini. Dokter, apa kabar? Sehat. Masyaallah cantik sekali, Dokter. Dan gimana dengan kerendahan hati ini? Izinkan saya menyapa ini, Dokter? Sehat? Enggh. Alhamdulillah, sehat. Agak bat dikit kayaknya. Agak batuk dikit tapi enggak kedengaran ini. Pasti sehat selalu dan gimana? Ada Iya. Hari ini berangkatnya pagi banget pasti ya, Dok? Ee saya kebetulan habis jaga malam. Masyaallah luar biasa. ASN juga ya, Dokter ya, di RS pengabdian maksimal ya. Baik. Luar biasa. Dan dokter di sini kan e mengangkat materi tentang iPad kids. Betul engak, Dokter? Dan ini saya juga banyak sekali keponakan-keponakan dan putra-putrinya teman-teman itu ternyata kalau sudah begini dengan handphone begini itu handphone tap itu enggak selesai-selesai itu berbahaya ng dokter? Ee berbahaya terutama ini kalau di sini saya bahas pada anak-anak ya terutama pada perkembangan anak-anak di segala tumbuh kembangnya dan pada penglihatannya terutama. Waduh luar biasa. Dan sobat SN enggak usah khawatir karena nanti akan dibahas tuntas oleh dr. Sekar Rahad CW. Luar biasa, dokter. Kepada dokter Sekara di Siwi, kami persilakan memberikan materinya. [Musik] Kurang geser ya. Eh, selamat pagi Bapak Ibu semuanya. Di sini saya dr. Sekar Hadi Siwi dari RSMM Jatim ee akan membawakan sebuah materi. Sebenarnya materinya berjudul Miopia on Kids atau Gangguan refraksi pada anak-anak. Tapi pertama-tama kita akan bahas fenomena yang sering terjadi di anak-anak zaman sekarang yaitu kita bilangnya sebagai iPad kids. Jadi sebenarnya iPad kids itu apa? Eh nanti kita bahas lebih lanjut ya. Jadi ini adalah yang pal sangat sering kita temukan baik itu di tempat-tempat umum, di ruang keluarga, di ruang tidur. Teman-teman sekalian yang punya anak masing-masing sering memiliki anak yang sangat attach sama gadget ee antara itu handphone atau mungkin iPad. Nah, jadi iPad Kids ini adalah suatu slang atau istilah yang digunakan untuk generasi alpha atau anak-anak yang lahir di atas tahun 2010 yang memiliki keterikatan atau ketergantungan pada gadget. gitu. Next, Mas. Jadi ini ya yang sering banget kita temukan di saat ini ya. Baik ketika sebelum tidur lihat HP dulu. ketika sedang bermain bersama teman juga sama-sama megang HP padahal sedang harusnya bisa bermain bersama ya tapi malah menghabiskan waktu bersama gadget masing-masing. Nah, hal-hal ini yang sebenarnya kita harus kita perhatikan karena sebenarnya ketergantungan terhadap gadget pada anak-anak terutama kalau dimulai dari saat balita misalnya atau batita kita sering lihat di tempat umum kadang anak-anak ketika mau makan harus diberikan gadget dulu di slide Mas di slide. Jadi ketika harus sebelum makan dia harus diberikan gadget dulu agar dia mau duduk tenang di meja makan dan menyelesaikan makanannya. Padahal sebenarnya hal ini tidak sangat tidak dianjurkan ya sama dokter anak sebenarnya karena ini sangat mengganggu fokusnya anak itu sendiri. Dan dari sini kita akan membahas terutama pada perkembangan ee efek gadget itu terhadap perkembangan dari anak terutama di penglihatannya. Sedangkan pada anak sekolah ee karena epidemi pandemi COVID ya yang terjadi sekitar 3 4 tahun yang lalu ya yang membuat anak-anak itu jadi melakukan sekolah, diliburkan sekolahnya atau melakukan ee pelajaran secara online. Jadi dia harus pakai gadget, pakai iPad atau pakai laptop selama lebih dari 2 atau 3 jam per hari. Padahal sebenarnya harus kalau misalnya kita evaluasi penggunaan iPad dan penggunaan laptop itu juga memiliki pengaruh terhadap perkembangan visual anak itu sendiri. E nah ini utamanya ya yang akan kita bahas yaitu miopia pada anak. Jadi mi ini saya awali dengan data dulu ya teman-teman. Jadi ini berdasarkan laporan dari WHO WHO World Report on Vision yang dikeluarkan tahun 2019. Jadi dari seluruh data yang ada di sini sebanyak 2,2 miliar orang itu memiliki gangguan penglihatan ya dari 2,2 miliar itu 1 miliarnya itu adalah gangguan penglihatan yang sebenarnya bisa dicegah yang sebenarnya dari semua gangguan penglihatan itu kita bisa urutkan dari penyebab yang paling besar adalah anadress reflective error atau gangguan refraksi yang tidak terdeteksi yang paling banyak. Yang kedua katarak dan ketiga baru klaukoma. Next, Mas. Nah, dari sebanyak 1 miliar orang itu didapatkan 2,6 miliar orang dengan miopia. Jadi, angkanya sangat tinggi sekali ya. Ini angka di seluruh dunia ya. Ee diperkirakan sebanyak 2,6 miliar orang menderita miopia. Di antaranya 312 juta orang itu di bawah 19 tahun. Berarti di bawah 19 tahun bisa kita kategorikan dari neonatus dari bayi sampai ke remaja ya itu di ee sebanyak 312 juta. Nah, baru penyakit-penyakit lain yang menyertai. Next, Mas. Ini angka yang didapatkan dari penelitian yang dikeluarkan oleh Holden. Jadi dia membuat prediksi pada tahun 2000 ee didapatkan 22,9% penduduk dunia mengalami miopia. Jadi masih 20-an% lah dan 2,7% itu mengalami high miopia atau miopia tinggi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh beliau, beliau memperkirakan pada tahun 2050 didapatkan peningkatan penderita miopia lebih dari dua kali lipat sampai ke 49,8% penduduk dunia. Artinya apa? Artinya setengah dari penduduk dunia menderita miopia dari segala usia dan sedangkan penderita Homiopia sampai ke 9,8% dari seluruh penduduk dunia. Nah, hal ini biasanya ee dokter mata ataupun WHO sering mengadress sebagai miopia epidemi. Artinya apa? ini adalah suatu fokus yang sebenarnya di perlu diakses oleh WHO dan dokter mata di seluruh dunia agar bisa dicegah agar ee prediksi tahun 2050 ini tidak terjadi. Next. Yuk, kita kembali dulu ke definisi miopia ya. Jadi miopia itu adalah rabun jauh atau gangguan penglihatan di mana seseorang itu sulit untuk melihat objek dengan jarak jauh. Jadi ini di sini saya ilustrasikan sebagai anak yang melihat ke papan tulis. Ketika dia melihat di depan mata, melihat buku teks atau buku tulis di depan mata, dia kelihatan. Tapi untuk melihat papan tulis di jauh dia enggak kelihatan gitu. Ini contoh gambaran orang dengan penderita miopia ya. Jadi pandangannya seperti blur kayak kalau difotografi ya. Jadi di bagian kiri itu orang dengan pandangan normal bisa melihat jelas sampai jarak lebih dari 6 m. Sedangkan pada penderita miopia itu mulai melihat buram tergantung ukuran miopianya ya sebenarnya ya. Semakin buram semakin dekat berarti miopianya semakin tinggi. Nah, ini secara kita bahas secara anatomi dulu. Jadi ini kita bayangkan ee mata jika kita lihat dari arah samping. Jadi mata dipotong dari arah samping dan kita lihat dari samping. Nah, pada orang normal ee mata itu terdiri dari paling depan kita bilangnya ada selaput namanya konjungtiva ya. Lalu bagian depan ada seperti kaca namanya kornea. Ada terus di belakangnya baru berturutan lensa badan dari mata itu sendiri sampai akhir paling akhir itu ada saraf mata dan retina. Nah, untuk melihat secara jelas, cahaya itu datang masuk dari mata, masuk melalui depan, melewati kornea, masuk melalui pupil mata atau manik mata, melalui lensa sampai belakang sampai ke retina. Dan pada orang yang normal, bayangan cahaya itu jatuh tepat di retina. Bagaimana pada penderita miopia? Pada penderita miopia, bayangan itu cahayanya jatuh di depannya retina. Kenapa kok bisa jatuh di depan retina? Bisa karena beberapa penyebab. Salah satunya yaitu lengkung kornea yang terlalu cembung sehingga cahaya jatuh di depan retina e di depan retina. Gangguan pada lensa mata dan ee panjang bola mata yang lonjong sehingga ee bayangannya itu tidak bisa jatuh di tepat di retina. Jadi di depannya retina. Next. Nah, ini prevalensi miopia berdasarkan usia. masih dalam penelitian yang dilakukan oleh Holden tadi. Kalau kita lihat di sini ya, kalau penelitian berdasarkan penelitian angka di ee ee Asia Tenggara ya, Southeast Asia yang warna oren ya, kita melihat peningkatan drastis peningkatan drastis terjadi dari usia 15 19 tahun sampai 20 atau 24 tahun. Berarti ee penderita miopia mulai meningkat drastis pada usia tersebut karena ee usia tersebut adalah usia aktif belajar. Jadi anak-anak remaja atau dewasa muda aktif untuk menggunakan gadget atau bekerja dengan jarak dekat lebih banyak daripada orang normalnya. Nah, tapi kita lihat di sini ee peningkatan paling drastis itu terjadi pada orang-orang di Asia Timur yaitu Jepang, Korea dan sekitarnya yang mulai dari usia 0 sampai 4 tahun langsung meningkat drastis sampai usia 20 24 tahun. ini berhubungan sama teknologi sebenarnya ya dan paparan terhadap teknologi digital membuat ee membuat mereka lebih sering melihat gadget dan alat-alat ee canggih dan layar lebih sering daripada kita. Mungkin usia segitu kalau di ee di Asia di Asia Tenggara masih main di luar ya masih jadi masih aman. Heeh. Masih apa namanya masih berada di luar dan mulai aktif menggunakan gadget ketika masuk usia sekolah. Betul. Tapi kalau di sana karena teknologi yang semakin canggih, paparannya semakin tinggi. Dan kalau kita lihat di bagian biru sama ini di Asia Pasifik ya, Asia Pasifik berarti termasuk Australia dan New Zealand juga memiliki paparan gadget yang lebih tinggi daripada di Asia Tenggara. Next. Kalau ini miopia pada anak di Indonesia sebenarnya penelitian untuk data keseluruhan masih belum ada ya, tapi ada beberapa penelitian yang mungkin bisa mewakili karena jumlah ee penderitanya cukup banyak. Di sini kita lihat bersama kebanyakan peningkatan ee penderita miopia itu pada usia sekolah, mulai usia sekolah. Karena di usia sekolah mulai menggunakan gadget dan mulai sering berada di dalam ruangan kelas karena harus melihat ke buku tulis. harus menggunakan ee dan sebagainya. Sedangkan di penelitian yang selanjutnya peningkatan di SMP dan SMA mulai agak stabil karena masih dengan ee kebiasaan yang sama, dengan kebiasaan membaca yang sama. Nah, ini yang sering kita lihat ya, anak-anak lebih memilih untuk main HP di rumah daripada main di luar. Padahal sebenarnya ee kita sangat menyarankan ya menyarankan untuk ee anak-anak di usia pertumbuhan untuk sering bermain di luar. Next. Jadi ini apa sih efeknya era digital ya? Jadi karena di era digital itu perkembangan entertainment ya media sangat kencang sekali. Jadi anak-anak tuh sangat enjoy untuk melihat. Jadi kayak hiperfiksasi ya bilangnya kalau anak kalau dokter anak ya. Jadi, hiperfiksasi terhadap gadget sehingga screen time-nya sangat meningkat. Jadi, berdasarkan penelitian juga bahwa resiko miopia meningkat secara signifikan setelah pemberian screen time lebih dari 1 jam, tepatnya 1 sampai 4 jam pertama dan lebih meningkat lagi setelah lebih dari 4 jam. Jadi ee n belum pertama belum ya. Heeh. Jadi ee sama WHO disarankan memang untuk anak-anak terutama di bawah 5 tahun biasanya disarankan pemberian screen time-nya kurang dari 1 jam selain video call dengan ee keluarga atau orang lain ya. Terus yang kedua yaitu menurunnya aktivitas outdoor. Jadi aktivitas outdoor itu memiliki fungsi perlindungan terhadap penglihatan. Karena semakin sering mereka berada di outdoor, semakin sering terkena cahaya natural ya, cahaya matahari natural, dia dapat menurunkan pertumbuhan bola mata. H. Ee jadi anak-anak itu dia karena prosesnya dari bayi sampai dia dewasa dia tumbuh. Nah, karena tumbuh ada pertumbuhan bola mata. Nah, kalau misalnya dia terlalu banyak bilangnya kita ya, jadi melihat secara dekat terlalu banyak, pertumbuhan bola matanya semakin cepat, semakin progresif. Nah, itu yang pertama. Dia dekat. Heeh. Nah, terus kalau misalnya dia beraktivitas secara fisik ee ee nadinya lebih kencang, aliran darahnya semakin lancar sehingga aliran darah ke mata juga semakin baik. He. Sehingga ketika aliran darah ke mata semakin baik, proses penyembuhan, proses pertumbuhan, dan apapun yang terjadi metabolisme di mata itu menjadi lebih baik, jadi lebih sehat matanya. Terus yang ketiga itu screen glare. Kalau kita bilangnya silau ya, cahaya dari ee handphone atau gadget ya atau kita bilang sering blue light ya. Kalau di HP tuh ada blue light filter. Nah, kenapa ee blue light filter yang terlalu berlebihan ini juga dapat menyebabkan ice strain. Ice strain itu ee matanya jadi lelah, mudah lelah. Jadi, matanya mudah lelah dan mata yang lelah ini akan mempercepat progresi dari miopia itu sendiri. Oke. Nah, ini efeknya ya, efeknya gangguan penglihatan pada perkembangan anak. Yang pertama menurunnya prestasi akademik ya. Kita bilang, "Kenapa kok menurun prestasi akademik?" Karena enggak kelihatan papan tulisnya. Dia duduk di belakang, bisanya lihat di depan mata, dia enggak bisa lihat papan tulis, tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Yang pertama itu. Nah, karena menur ee karena tidak kelihatan itu dia juga e dapat menyebabkan penurunan rasa kepercayaan diri karena dia merasa tertinggal dari teman-teman sebayanya di masalah akademik ya. Terus yang ketiga ambiopia. Nah, ini mungkin nanti ambliopia bisa dijelaskan lebih lanjut sama dr. Niken ya. Karena ini sebenarnya namanya kalau kita bilang bahasa Indonesia itu mata malas atau lazy. Jadi Heeh. Lezi e. Jadi lezi itu disebabkan karena gangguan refraksi yang tidak terkoreksi ya. Jadi kalau anak punya gangguan minus nih mata kanan dan mata kiri ya. Mata kanan minusnya tinggi, mata kiri enggak minus. Jadi anak itu cenderung menggunakan mata yang sehat yang lebih baik. Nah, efeknya apa? Kalau misalnya sering menggunakan mata yang lebih sehat, mata yang minus ini gak pernah dipakai. Akhirnya malas, akhirnya malas. Makanya malas dipakai, akhirnya penglihatan yang mata yang minus ini jadi semakin menurun. Nah, ini yang bahaya. Kadang biasanya kita lihat anak-anak dengan ambliopia itu kayak agak juling sedikit gitu, matanya agak dikit. Nah, bukan agak kelihatan dikit. Nah, ini bisa dicegah dengan cara diperiksakan sejak dini ya. Kalau misalnya dia diperiksakan sejak dini, kita ketahui ada gangguan penglihatan sejak dini, dia bisa diterapi lebih awal untuk mencegah terjadinya ambopia tadi. Terus yang terakhir, risiko untuk menjadi penyakit lain di masa dewasa itu semakin banyak. Jadi kalau misalnya dia punya ee miopia sejak kecil, kalau miopia sejak kecil dia terus bertambah hingga dewasa, resikonya akan muncul penyakit lain ketika dia sudah dewasa. Contohnya yang pertama, retinal detouch. ee bilangnya ablasio retina kalau dalam bahasa medis. Jadi istilahnya retinya seperti terlepas. Jadi kalau gambar di sini ini gambar dari retinal detouch. Jadi retinanya bisa terlepas ya karena minus tinggi. Jadi ee salah satu komplikasi dari minus tinggi adalah retinal detouch. Yang pertama itu ya. Yang kedua munculnya katarak jadi lebih dini. H. Eh, jadi ketika dia dewasa dia lebih mudah eh lebih mudah lebih awal terkena katarak daripada orang-orang pada umumnya ya. Terus yang ketiga ada lagi karena menyebabkan glaukoma gitu. Terus yang ee yang terakhir bisa menyebabkan gangguan pada makula. Jadi makula itu bagian dari saraf mata di bagian belakang dan ada penyakit spesifik yang disebabkan karena ee kalau punya riwayat miopia gitu. Jadi gangguan ee makula di miopia. He na tandanya miopia pada anak apa? Nah, ini ibu-ibu ee para ibu-ibu ya atau bapak-bapak yang memiliki anak di usia sekolah harus sudah bisa memperhatikan tanda-tanda ini pada anak masing-masing. Yaitu yang pertama kalau lihat jauh dia sering menyipitkan mata atau memiringkan mata. Jadi seperti ee kayak nyipit-nyipitnya biar kelihatan gitu ya. Nah, karena apa? Karena ketika anak itu menyipitkan mata, dia bisa melihat lebih jelas jarak jauh daripada dia melihat pada ee dengan mata normal. Lalu yang kedua, dia sering melihat terlalu dekat dengan TV. Jadi jarak kalau nonton TV itu jadi lebih dekat karena kalau lihat iya maju. Karena kalau dia lihat dari jarak jauh enggak kelihatan. Jadi maunya mendekat. Nah, terus yang kedua dia terlalu sering berkedip. Berkedip. Kedipnya berlebihan dan mengucuk mata. karena dianggap kok enggak kelihatan. Jadi dia kedip-kedip dulu berharap dia bisa kelihatan gitu ya. Terus sering ngcek biasanya gitu. Terus melihat terlalu dekat ke layar gadget. Oke, enggak apa-apa. Jadi kalau dia terlalu lihat ee melihat ke layar gadget, jadi dia biasanya misal ini HP ya, jadi dia ngelihatnya kayak sangat dekat ke arah gadget ya, terus dan sering mengeluh pusing. Terus yang ee tadi sulit melihat papan tulis sudah kita jelaskan ya dan pandangannya buram. Jadi ada satu cerita juga ee tentang tanda miopia ini. Jadi ada suatu anak yang dilaporkan oleh guru sekolahnya ke orang tua karena dia sering nyontek ke temannya. Karena apa? Kenapa kok sering nyontek? Karena dia enggak kelihatan lihat papan tulis. Akhirnya lihat ke temannya enggak berani bilang. Akhirnya lihat ke temannya, "Oh, tulisannya itu gitu." Yang ada kayak gitu. Ada juga yang dilaporkan oleh guru sekolah ke orang tuanya karena kalau piket kebersihan gak bersihnya punya. Iya. karena karena debunya enggak kelihatan. Jadi asal aja dia nyabu. Padahal sebenarnya itu salah bisa jadi salah satu tanda ya kalau anaknya menderita miopia. Betul. Kayak gitu. Heeh. Terus ini untuk cara mencegah miopia. Ee untuk cara mencegah miopia yang pertama kita periksakan mata anak secara rutin. Jadi secara rutin itu reut yang pertama kita lakukan screening ya di usia 6 bulan. Jadi masih bayi kita periksakan bulan. Tujuannya apa? untuk dilihat apakah ada kelainan kongenital atau kelainan bawaan ketika anak itu masih Heeh. Mulai 6 bulan. Kalau misalnya memang ada gangguan penglihatan dari awal kita bisa menyusun strategi untuk pengobatan lebih baik. Ya. Yang pertama itu 6 bulan. Yang kedua kita cekkan lagi di usia 3 tahun. 3 tahun. Karena di usia 3 tahun atau memasuki masa todler dia mulai belajar. Betul to? Belajar membaca, belajar melihat, belajar mengenali warna. Betul. Kalau misalnya dia mang ada kelihatan e ada gangguan penglihatan kita bisa tahu dari awal. Jadi tubuh kembangnya tidak sampai tertunda kayak gitu karena gangguan penglihatan karena matanya. Terus e rekomendasinya lagi itu untuk diperiksakan di usia 5 sampai 6 tahun. Jadi sebelum anak itu memasuki masa sekolah. Hm. Tujuannya apa? Jadi ketika dia memasuki masa sekolah mengikuti kegiatan belajar mengajar dia bisa mengikuti mengikuti dengan baik. Jadi enggak tertinggal dari teman-temannya. Ya. Terus yang terakhir, kalau misalnya anak itu tidak memiliki gangguan ee gangguan penglihatan, diperiksakan ee 1 sampai 2 tahun sekali. Hm. Nah, kalau misalnya dia memiliki gangguan diusahakan setiap tahun atau 6 bulan sekali. Karena kalau anak-anak biasanya cenderung progresif niopinya cenderung bertambah dengan cepat bertambahnya cepat karena usia tadi. Betul, betul, betul, dokter. Terus rekomendasi kedua itu harus beraktivitas di luar ruangan sebanyak 90 menit sampai 120 menit per hari. Jadi anak-anak Iya, anak-anak harus main di luar. I karena main di luar itu memberikan efek protektif ya, memberikan efek ee mencegah miopia. Karena cahaya natural itu menyebabkan mata itu lebih santai, lebih ee tidak tegang ya, tidak ee tegang untuk melihat terlalu dekat. Betul. Terus yang ketiga ini masalah screen time yang ketiga. Jadi masalahnya kita harus membatasi penggunaan gadget ya. Jadi seperti yang saya jelaskan tadi, penggunaan gadget pada anak kalau dari WHO itu menyarankan Heeh. Jadi di bawah 2 tahun itu sama sekali gak ada screen time kecuali untuk video call ya. Iya. Terus 2 sampai 5 tahun 1 jam per hari. 1 jam per hari. Nah, ini. Nah, ini agak susah ini karena biasanya mau makan mau minta layar dulu, mau tidur minta layar dulu kayak lagunya. Nah, jadi itu yang kita harapkan ya. Lalu selain pengguna ee batasi penggunaan gadget, kita harus ee sering membiasakan untuk ee kita mengistirahatkan mata. Jadi kalau misalnya kita ee untuk anak-anak jika misalnya melihat layar namanya I hain kita bilangnya. Jadi untuk mengistirahatkan mata nanti saya jelaskan lebih lanjut ya. Aturan 20 2020. Pernah dengar mungkin mbaknya? Belum. Pernah. Pernah. Karena memang mata keseringan kedekat kan enggak enak tahap kedip seperti itu. Betul. Jadi 20 20 nanti saya jelaskan lebih lanjut ya. Terus yang ketiga itu diusahakan membaca dengan jarak yang baik. Hm. Dan cahaya yang baik. Jangan sampai anak itu melihat dekat atau membaca dekat gelap-gelapan dan dengan jarak yang terlalu dekat karena kasihan matanya jadinya. Ya, jarak dan ini ya, Dok. Jarak dan cahaya. Cahaya itu penting banget gitu. Cahaya. Betul. Terus yang terakhir itu menggunakan kacamata sesuai resep dokter spesialis mata ini terutama pada anak-anak ya. E jadi kalau anak-anak kita perlu melakukan pemeriksaan lebih detail karena anak-anak itu masih dalam masa pertumbuhan. Jadi kita harus menggunakan kacamata yang sesuai karena kadang lagi ngetren sekarang ya beli kacamata di Shopee. Oh iya karena lebih murah ya. Tapi kalau pada anak-anak sangat tidak disarankan karena kalau tidak sesuai itu berefek di anaknya sendiri jadi lebih mudah pusing atau mungkin miopnya malah semakin bertambah kayak gitu. Next. Nah ini seperti yang saya jelaskan tadi aturan 20 20. Iya. Jadi setiap kita meluk melakukan aktivitas jarak dekat, baik itu melihat komputer, melihat HP, membaca, setiap 20 menit kita lakukan istirahat. Istirahat mata. Istirahat mata itu ngapain? Istirahat mata itu kita melihat jauh sejauh 20 kaki. 20 kaki itu kalau di bahasa meternya itu sekitar 6 m. Melihat jauh sejauh 6 m minimal selama 20 detik aja. 20 detik saja. H selama 20 detik kita lihat jauh terus kita baru kembali lag 20 menitnya baru bisa balik lagi. Jadi tujuannya apa? Tujuannya kayak relaksasi. Kayak kalau kita terlalu lama duduk ya duduk di kursi kan pegal ya. Kita relaksasi dulu kita peregangan sama jadi mata biar sempat untuk rileks selama 20 detik itu agar matanya tidak terlalu lelah. Relaksasi mata ini, Dok, ya. Dengan lebih refresh gitu ya. Betul. Iya. Lebih refresh. Pergangan peregangan kayak peregangan buat matanya. Iya. Karena ini hanya bisa dilakukan pada anak-anak ya, pada orang dewasa juga. Karena orang dewasa kalau misalnya kita melihat layar terlalu lama atau fokus untuk membaca atau melihat komputer, kita biasanya cenderung untuk jarang mengedip, berkedip. Hm. Karena terlalu fokus ya. Jadi ketika jarang berkedip matanya itu semakin kering. Iya. Semakin kering jadi terasa kadang gatal. Hm. Jadi kayak pengin ngcek mata. biasanya orang dewasa akan sering merasakan hal ini ya karena sering bekerja di depan komputer rasanya engak nyaman gitu ya. Jadi ada namanya digital ee digital eye syndrome memang ada jadi karena penggunaan gadget yang terlalu lama tadi obatnya apa? Obatnya dengan 20 2020 gitu. Simpel sekali. Iya. Kalau misalnya masih tidak ngaruh ya berarti harus diperiksakan gitu aja sih. Siap siap siap siap. Itu sih mungkin ya slide lagi. Nah, thank you. Sudah sih kayaknya sudah cukup ya. yang disampaikan. Waduh, keren nih dari semua yang disampaikan. [Musik] Baik, terima kasih, dokter, luar biasa. Boleh tepuk tangannya dulu dong dari So Studio biar lebih semangat. Masyaallah. Jadi semua yang disampaikan oleh dokter Sekar nih, saya langsung, "Nah, itu saya dong. Nah, itu saya dong." Nah, itu anak saya gitu. Iya. Jadi, itu teman saya gitu. Jadi pernah berseliweran di Insta ee sosial media ya, Dok. Ya, memang ada. Saya dengarnya sih 30 padahal yang betul 20 ya, Dok. Jadi mungkin akan saya perbaiki. Saya tiro sekarang juga 20 untuk melihat jarak dekat dan 20 melihat jarak jauh seperti itu ya, Dokter ya. Dan untuk hasil materi hari ini luar biasa. Saya menyimpulkan sedikit ya, Dok. Jadi ee sekarang ini anak-anak mau makan diberikan gadget, mau tidur harus ada gadget dan itu mereka mamahnya karena sibuk sendiri. Iya. Ya, mungkin kalau sibuk masa enggak apa-apa tapi tiktokan dong. sama-sama kayak lagunya Estanti Aku Mau Makan G. Mungkin kita harus nyontohin dulu ya. Kalau bapak ibunya mengurangi penggunaan gadget mungkin anaknya juga akan mengikuti. Iya luar biasa. Dan juga ada efek gadget itu sangat berat sekali juga penggunaan laptop nggih dokter dan juga ada yang diinformasikan dokter tadi 2,2 miliar orang memiliki gangguan penglihatan gitu. Masyaallah 1 miliarnya adalah bisa dicegah karena memang ee R miliarnya itu karena ini ya, Dok tadi apa, Dok? karena penyakit yang nah kebiasaan aja ya bisa diobati dan prediksi tahun 2000 itu 22,9% penduduk dunia mengalami miopia dan meningkat tahun 2050 itu sebesar 49,8%. Masyaallah kita turut prihatin ya, dokter mudah-mudahan sampai terjadi. Jangan sampai terjadi ya, Dokter. Mohon izin. Dan ini memang untuk yang paling saya garis bawahi nih, Dok ya. Jadi du 2 sampai 5 tahun itu hanya 1 jam per hari. Masyaallah. Dan pasti banyak pertanyaan nih. Dan langsung saja kita buka. Ee saya juga ada informasi tambahan kepada sobat ASN menyampaikan tata cara menjawab dengan raise hand untuk tanya jawab dan akan dipilih oleh kami untuk langsung ke sesi tanya jawab ya. Dan untuk tata tertibnya juga ee silakan hanya dua penanya sih tapi kalau memang masih ada waktu boleh penanya. Selanjutnya silakan dari soatn yang mungkin ingin bertanya nanti akan dipilih oleh panitia. Siap ya dokter ya pasti ada pertanyaan selanjutnya. Baik dokter saya ada pertanyaan duluan nih dari saya pribadi. Yang pertama ini kalau misalnya periksa kan tadi saya mendengar ada anak harusnya 6 bulan periksa nih. Kalau di puskesmas saya kan biasanya kalau 6 bulan itu ee imunisasi apa gitu. Berarti ini kalau periksanya ke mana dong? Kalau untuk anak Bali bayi 6 bulan mungkin sebenarnya kalau mungkin dari untuk terjadi sekarang mungkin belum biasa ya untuk usia 6 bulan untuk diperiksakan ke dokter mata biasanya kita lihat gejalanya dulu aja. Baik baik baik gejala dulu. Jadi kita lihat anak umur 6 bulan tuh harusnya sudah mulai ada fiksasi kita bilang ya. Jadi ketika kita berikan mainan atau benda-benda berwarna dia akan melihat mengikuti. Oh i iya iya dokter. Atau misal dipanggil ibunya ee dilihat ngelihat ibunya dia akan ngikuti ke mana ibunya pergi. Dok kalau anak diberi rangsangan untuk melihat tidak mengikuti, nah mungkin harus segera diperiksakan. Takutnya memang ada gangguan penglihatan yang pertama itu. Oh. Iya. Betul Dok. Ee ini juga yang lagi ngetren ya, yang sering kita temukan ketika anak itu difoto menggunakan flash ya ternyata ada bayangan warna di pupil di manik matanya ada bayangan oranya. Nah. Oh. Itu bisa jadi tanda kelihatan ya? kelihatan itu nanti harus diperiksakan ke dokter mata juga. Takutnya kalau ada gangguan penglihatan yang lain. Waduh, luar biasa ya. Jadi ee deteksi dini ya istilahnya itu ternyata deteksi dini itu mata juga ada. Dan untuk penanya pertama luar biasa. Asalamualaikum Ibu dari mana? Dengan Ibu siapa? Boleh memperkenalkan diri disilakan. Mohon izin. Belum terdengar Ibu. Sampun terdengar. Iya iya. Sampun sampun terdengar. Dengan Ibu siapa? Dari mana Ibu? Disilakan. Nggih, saya Sari Rezeki dari BKD Trenggalek. Masyaallah, dari Trenggalek. Luar biasa. Jih. Monggo disilakan memberikan pertanyaannya. Monggo. Gigih, Ibu. Ini kan ee kasusnya itu pada anak kami itu ee kami tidak tahu ketika anak kami itu ternyata sudah mengalami kelainan sarafnya, saraf matanya katanya itu miring gitu. Jadi ketahuannya ketika sudah kelas SD, kelas 3. Jadi selama ini dia melihat jauh itu sudah buram. Nah, ketahuannya itu itu jadi ee terlambat nggih. Kalau untuk yang kasus agak terlambat ini dan sudah pakai kacamata ee nanti untuk penanganannya ke depan biar gak bertambah itu dan katanya ada klasik-klasik itu kami mohon informasi. Lasasiklasik. Siap, Dokter Lasik. Baik, Ibu. Itu saja pertanyaannya. Mohon izin. Giih. Enggih, Ibu. Sampun. Monggo kepada dokter Sekar untuk memberikan jawaban yang memuaskan tentunya ditunggu-tunggu banget. Jadi, kalau seperti yang saya jelaskan tadi ya, Ibu. Jadi, kalau misalnya memang dari awal ee dari meskipun ee usia SD ya, diketahui kalau misalnya memang ada kelainan penglihatan, gak apa-apa diperiksakan kalau saran saya sekitar 6 bulan setiap 6 bulan. Karena apa? Kita melihat perkembangan dari penglihatannya anak itu sendiri. apakah bertambah parah atau tidak karena kita melihat progresnya seiring berdasarkan waktu ya. Jadi kalau Heeh gangguan penglihatan ada kalau mi ee e ngapunten saya gak kurang mengerti nggih ee untuk penyakitnya detailnya Ibu seperti apa. Jadi kalau saran saya kalau misalnya memang sudah ada gangguan diperiksakan tiap 6 bulan. Tapi untuk lasik itu kita harus periksa dulu, Ibu. Jadi lasik itu bisa dilakukan ketika anak itu sudah berhenti tumbuh sebenarnya. Oh gitu ya. bula matanya sudah enggak tumbuh lagi. Sudah udah maksimal nih sudah mentok. Biasanya di usia 18 sampai 20 tahun. 18 sampai 20 tahun. Untuk bisa dilasik apa enggak nih? Lasik itu biasanya kita periksa dulu, Ibu. Jadi kita periksa saraf matanya apakah dalam keadaan bagus, keadaan bola matanya apakah dalam keadaan bagus, kornea matanya bagaimana, apakah cukup. Nah, kalau misalnya pemeriksaannya lain-lain bagus biasanya akan bisa dilakukan lasik. Tapi tergantung dokter spesialis mata yang memeriksa. kayak gitu. Karena lasik sebenarnya kita hanya ee mengurangi bagian kornea mata saja. Jadi kita ee istilahnya tadi kan kalau punya minus bisa karena penyebabnya karena kornea matanya terlalu cembung ya. Nah, itu kita cuman kurangi di bagian depan saja. Kalau misalnya dia sudah ada masalah di bagian mata belakang atau bagian saraf, nah itu biasanya dipertimbangkan cara yang lain bukan dengan lasik begitu. Waduh, luar biasa. Bagaimana, Ibu? Sudah puas dengan jawabannya? Jadi kalau untuk klasik tidak Iya. tidak ini ya, Dok. Ee usia-usia yang sudah berhenti tumbuh, betul ya. Jadi sekitar usia 18 sampai 20 tahun. Luar biasa. Untuk yang kali ini ada satu penanya dan mungkin ada penanya selanjutnya masih belum. Dan sekarang saya lagi nih yang tanya. Oh, baik. Luar biasa sudah ada penanya selanjutnya. Baik Bapak mohon izin dengan Bapak siapa? Dari mana Bapak? Disilakan. Siap. Ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Akuh. Ya, saya dengan Adrianus dari Ombutsman Pusat. Baik. Ombutsmen Pusat ya, Bapak ya. Jakarta Bapak. Betul. Masyaallah luar biasa. Dari Jakarta. Boleh tepuk tangan loh penanya dari Jakarta ini. Waduh, kita ini Jatim saja. Iya, kita ini dari Jatim saja katanya dokter. Luar biasa. Baik, disilakan Bapak untuk memberikan pertanyaannya. Monggo. Baik, terima kasih banyak ee untuk kesempatan. Jadi gini ee saya punya seorang anak ee saya punya tiga anak dan terutama untuk yang anak sulung ini yang sekarang baru masuk ke SMP itu sudah kayaknya sudah kecanduan banget dengan yang namanya gadget. Jadi ee sebelum-sebelumnya kita memberikan batas maksimal untuk ee bermain gadget itu adalah 1 jam setiap hari kerja. Sementara untuk weekend kita kasih tambah 1 jam. Namun setiap kali dikasih ee apa waktu untuk bermain dia selalu minta ada straung sampai setengah jam sendiri gitu kan. Iya. Nah, terus kalau misalnya enggak dikasih anak ini tantrum gitu. Kalau sudah tantrum dia suka ee apa namanya? Ngerusak barang-barang. Nah, yang ingin saya tanyakan bagaimana cara mengatasi gitu ee ee apa namanya ketentrumahan anak ini sama mengurangi kecanduan pada gadget. Dan sejujurnya saya juga sudah membawa hal ini ke psikolog dan psikolog memang membatasi bahwa ee harus perbanyak ya kegiatan di outdoor yang tadi disampaikan oleh dokter itu. Benar. Makanya ee saya sering mengajak anak saya yang entah jalan kok enggak main bola, main basket gitu. Tapi tetap aja kalau pas ee bapak ibunya lagi meleng gitu ya dia bisa ngambil HP-nya terus dia main sembunyi-sembunyi gitu kalau ketahuan ya gitulah. Nah itu gimana caranya? Terima kasih. Oke. Baik. Monggo dokter langsung saja. Ee sebenarnya kalau dari Bapak sudah mengajak ke psikolog sebenarnya sudah benar ya Bapak ya. Karena memang kalau di usia SMP itu ee mulai banyak tekanan dan godaan ya untuk menggunakan gadget. Karena teman-teman sebayanya mulai sama-sama menggunakan gadget. Jadi mereka entah itu main bareng atau mungkin tidak mau ketinggalan terhadap apa yang dimiliki oleh temannya. Tapi menurut saya ee solusi yang sudah Bapak berikan itu sebenarnya sudah cukup baik menurut saya karena dengan memperbanyak atau menyibukkan aktivitas di luar itu sudah cukup untuk harusnya ya sudah cukup untuk menahan ee anak itu biar tidak terlalu banyak menggunakan gadget kayak gitu. Mungkin dari ee karena kalau anak SMP sudah mulai bisa diajak bicara nggih Bapak. Kalau misalnya menurut saya ee mungkin bisa mulai kita komunikasikan ke anak terhadap efeknya apa jika menggunakan gadget dan batasannya bagaimana. Karena yang bisa memberikan batas itu sendiri sebenarnya hanya dari orang tua dan diri anak itu sendiri. Kita harus bisa mulai memberikan kesadaran kalau misalnya penggunaan gadget berlebihan itu sebenarnya enggak baik kayak gitu. Lebih ke dept ya, Dok ya? Iya, lebih ke deep talk. Bicara hati ke hati mungkin ya. Baik, Bapak. Mungkin ada lagi yang akan ditanyakan atau sudah puas dengan jawaban dari dr. Sekar? Disilakan, Bapak. Sudah cukup puas. Luar biasa. Alhamdulillah. Semoga bisa di disampaikan langsung. Iya, betul ya, dokter ya. Oke. Baik, terima kasih Bapak dari Jakarta. Luar biasa dan ada ternyata masih ada tambahan waktu dan ada satu penanyaan berikutnya, Dok. Kar ini permasalahan sangat familiar dan lagi viral ya. Rata-rata memang anak-anak sekarang susah lepas gadget kecanduan yang sangat-sangat wow. Mungkin disilakan untuk penanya berikutnya. Baik. Yes. Baik. Asalamualaikum. Bapak dari mana dan dengan Bapak siapa? Disilakan. Oh, saya Eko Budianto, Bu. Iya. Eko siapa Bapak? Pak Eko Eko Budiaranto dari Seda Kabupaten Tulungagung. Tulungagung. Masyaallah luar biasa. Dari Kabupaten Tulungagung. Monggo disilakan langsung memberikan pertanyaannya Bapak Eko saya hafal langsung ya. Ini anu umum Bu ya maksudnya ini anak-anak saya juga kejaduan HP gitu Buhal saya sudah ngelarang gitu tap. Nah, untuk itu kita tanya apakah perlu kita kasih vitamin untuk mata gitu, Bu? Vitamin ber walaupun tidak ada belum ada gangguan mata tapi apa apakah kita perlu putus-putus? Heeh. Iya. Agak sedikit terganggu Bapak koneksinya. Iya. Baik, mohon izin ya. Bisa, Pak. Diulang sekali lagi, Bapak. Bu, baik. Mohon izin. Ini apakah Oh, iya. Ini kan kita mohon izin ya. Ini saya itu juga kecanduan HP. Halo. Oh, jenengan juga kecanduan HP Bapak. Masyaallah. Ya, lanjut Pak. Eh, anak saya Bu. Anak saya loh. Makanya ini sinyalnya, Pak, luar biasa sinyalnya menggoda ini, Pak. Makanya, Pak Eko. Maaf ya, Pak. Iya. Iya. Baik. Apakah kita perlu memberikan vitamin kepada anak, Bu? Meskipun vitamin kepada anaknya belum ada gangguan mata gitu. Oh, supaya tidak ada. Monggo, Dokter langsung memberikan jawaban. Silakan. Ee kalau pada anak-anak ya sebenarnya yang penting adalah kita ee biasakan untuk mengurangi gadget dulu, Bapak. Jadi, pemberian vitamin itu sangat diperbolehkan pada anak. Karena sebenarnya pemberian vitamin baik vitamin ADK atau yang lain itu akan ngaruh ke tubuh kembang anak secara keseluruhan. Enggak cuman dari perkembangan mata aja. Meskipun biasanya kita sering dengar ya kalau diberikan vitamin A ya vitamin A diberikan dari masa bayi ya. Pemberian vitamin A dari masa bayi dan pemberian vitamin C. Nah, ini dua vitamin ini sebenarnya ngaruh ke kesehatan mata. Cuman karena anak-anak masih dalam masa pertumbuhan, pemberian suplementasi vitamin disarankan untuk semuanya. Hm. He. Nah, selain pemberian vitamin dari style ya, Bapak. Jadi kalau misalnya anak-anak itu mungkin lebih ngaruh jika kita diberi ee kita membiasakan kebiasaan-kebiasaan baik seperti misal main di luar, mengurangi ee pekerjaan atau melihat dekat dan mengurangi gadget tadi gitu, Kak. Selain itu, kalau misalnya anak itu sering main di luar kan sering dapat vitamin D ya dari sinar matahari ya dan itu juga bagus untuk perkembangan anak. Baik. Luar biasa. Pak Eko. Bagaimana Bapak sudah puas dengan jawaban dari drter Sekar? Mohon izin. Iya Bapak. Iya untuk vitamin sudah Bu ya. Iya. Baik. Dari Tulungagung ya Bapak ya. Bapak juga kecanduan HP Pak. Gak ya Pak ya? Main TikTok terus Bapak ya. Baik. Luar biasa. Aduh luar biasa. Terasih. Terima kasih. Baik, terima kasih ya, Pak Eko atas pertanyaan yang telah diberikan. Masyaallah, luar biasa. Sekali lagi saya tetap e merangkum ulang karena ini penting banget ya. Jadi tadi meningkatnya 49,8% untuk tahun 2050. Semoga tidak deh. Dan untuk jalur jarak dekat selama 6 m itu mungkin tadi yang ini ya anak-anak ya. Jadi dirasa kok rabun banget sih jarak 66 6 m tuh enggak kelihatan gitu ya, Dokter ya. itu tadi dan 1 sampai 4 jam pertama akan makin meningkat setelah 4 jam. Jadi kalau kita terus-terusan melihat gadget seperti ini ya, Dok, itu juga berbahaya, Dokter G. Dan melihat dekat akan semakin agresif. Masyaallah. Mata yang lelah itu juga mempercepat miopia dan untuk ee pemeriksaan mulai 6 bulan. Dan untuk Bapak dan Ibu ASN tentunya harus wajib tahu tanda-tanda miopia. Nah, lebih sering tadi sudah dibahas juga oleh harus sering main di luar 90 sampai 120 menit per hari. Luar biasa. Karena rata-rata kalau kita menitipkan anak ke ini ya misalnya asisten kita kayak gitu kan juga pasti gadget langsung diberikan seperti itu ya, Dok ya. Dan ini berbahaya juga kan mungkin lebih praktis ya buat mereka ya. Betul. Betul dokter. Dan umur 2 sampai 5 tahun 1 jam per hari. Masyaallah. ini harus benar-benar kita disiplin orang tuanya harus dan kita mengalami permasalahan di kesehatan saat membaca juga harus diketahui jarak dan cahayanya. Betul ya, Dok? Jadi untuk sobat ASN jarak dan cahaya itu juga mempengaruhi kesehatan mata. Dan untuk 2020 jangan lupa untuk selalu diingat 20 jarak dekat, 20 jarak jauh. Luar biasa. Boleh tepuk tangan buat semuanya. tombol komen untuk di YouTube channel dan terima kasih kepada dr. Sekar mudah-mudahan saya doakan sehat selalu menjadi ASN yang produktif dan juga semakin bahagia dan memiliki hati seluas samudra untuk selalu menjadi dokter yang hebat dan profesional. Sekali lagi boleh tepuk tangannya dan Sob ASN jangan lupa juga nanti akan ada ee sesi berikutnya materi di sesi berikutnya. [Musik] Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur. Rumah Sakit Khusus Mata di bawah naungan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur berperan aktif dalam penanganan gangguan penglihatan bagi masyarakat Jawa Timur. Berlokasi di Surabaya bagian selatan, Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur berdiri di tengah kawasan penduduk yang aktif dan produktif. [Musik] Komitmen kami menyelenggarakan pelayanan kesehatan mata yang bermutu, beretika, dan profesional. Kami memiliki visi untuk menjadi rumah sakit mata bertaraf nasional. Kami terus berinovasi mengembangkan diri guna mencapai kemandirian yang bermutu tinggi demi memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. [Musik] didukung tenaga ahli yang profesional, berintegritas, dan kompeten di bidangnya. Juga sarana dan prasarana yang memadai. Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur berkomitmen untuk menyelenggarakan pelayanan yang optimal. Kami selalu mengutamakan kebersihan dan kenyamanan pada setiap lini pelayanan. [Musik] Kerja sama manajemen dan pelayanan yang terintegrasi menjadikan Rumah Sakit Matam Masyarakat Jawa Timur yang aman, akuntabel, terpercaya, dan mampu untuk bersaing di era globalisasi. Rasa kepedulian kami dan upaya untuk selalu bekerja dari hati membuat langkah kami terasa ringan. untuk tetap hadir di tengah masyarakat Jawa Timur demi penanggulangan kebutaan. [Musik] Demi mewujudkan misi membangun jejaring kemitraan, kami bekerja sama dengan lebih dari 20 lembaga pendidikan, penelitian, dan pelayanan. Di antaranya asuransi kesehatan agar dapat meningkatkan sinergitas dan akses pelayanan kesehatan mata pada masyarakat. [Musik] Koordinasi yang baik, inovasi tiada hent adalah pondasi organisasi demi visi RSMM Jawa Timur dan mewujudkan Jawa Timur yang sehat Indonesia maju. [Musik] Kepercayaan masyarakat kepada kami menjadi tolok ukur kami untuk terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan mata yang terbaik di Jawa Timur dan di Indonesia Timur. [Musik] Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur. Helping you to see better. [Musik] Sobat ASN sehat dan bugar tahun 2025. Harus langsung jempolnya ya. Kalau saya langsung Sobat ASN sehat dan bugar tahun 2025. Luar biasa. Webinar ini bertujuan untuk memberikan informasi yang jelas mengenai pengaruh teknologi terhadap kesehatan mata anak serta memberikan strategi praktis yang bisa dilakukan oleh ASN sebagai orang tua untuk menjaga kesehatan mata anak-anak mereka. Dan program ini salah satu ee acara unggulan dari BPSDM Jatim TV. Acaranya apa tadi? Langsung jempol ya. ASN Sehat dan Bugar tahun 2025. langsung jempol. Untuk teman-teman yang nonton di YouTube channel akan dibahas kali ini narasumber selanjutnya dengan paripurna oleh narasumber kedua kita hari ini selaku dokter spesialis mata divisi pediatrik optalmologi RSM Jawa Timur dengan menempuh pendidikan dokter spesialis mata di Universitas Erlangga Surabaya dan juga Fellowship Program in pediatric Optalmology Sisendo National Hospital dan masih aktif sampai dengan hari ini di Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur mulai mulai dari tahun 2010 sampai dengan sekarang. Luar biasa pasti ya pengalamannya beliau. Dan Rumah Sakit MIT Keluarga juga di Waru dari tahun 2018 sampai dengan sekarang dan dengan materi hari ini deteksi mata anak. Masyaallah keren. Dan beliau adalah dr. Niken Indah Nurdiani, SPM. Boleh tepuk tangannya. [Musik] Dengan kerendahan hati, izinkan saya menyapa dokter Niken. Sehat, dokter. Apa kabar, dokter? Asalamualaikum. Waalaikumsalam, dokter. Masyaallah. Iya, luar biasa hari ini. Bagaimana, Dokter? Sehat. Iya, sehat. Terima kasih sudah menyempatkan waktunya sebagai narasumber kita hari ini dan sangat luar biasa sekali saya bisa bertemu dengan dr. Niken Indah Nurdiani, SPM. Baik dokter, langsung saja pasti sudah banyak sekali yang menunggu. Disilakan untuk memberikan materinya. Monggo, silakan, dokter, ya. Terima kasih. Mohon izin saya share screen, ya. Suara terdengar, ya. Oh, iya iya. Silakan, dokter. Sampun, sampun sampun terdengar, dokter? Aman aman, Dok. Siap. Baik, alhamdulillah. Disilakan. Sudah terlihat ee ini saya PowerPoint saya terlihat, dokter. Aman. Aman. Aman. Nggih. Baik. Bentar. Oke, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan, selamat pagi. Perkenalkan saya Dr. Niken Indah Nurdiani, spesialis mata ee dari Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur. Alhamdulillah pagi ini kita saling sharing ya. ini dalam rangka terima kasih kepada BPSDM yang juga bisa memberikan waktu dan kesempatannya kita sharing tentang ee apa? Deteksi mata anak. Tadi mungkin sudah dijelaskan banyak oleh dr. Sekar ya, drter Siwi untuk ee schedule dan screen time dan ee kelainan refraksi. Nggih, saya mulai. Oke, jadi ee untuk tahun ini kita hari anak Indonesia 2025 itu temanya adalah anak hebat Indonesia kuat menuju Indonesia Emas 2045. Oke, jadi ada beberapa banyak ee subtema. Nanti mungkin saya lanjut ya biar apa ee ada ininya lagi ng jadi hari anak nasional tuh ee siapa melakukan apa. Jadi ini saya ambil dari pedoman peringatan Hari Anak 41 Kementerian Pemberdayaan Anak dan Perempuan. Jadi pemerintah salah satunya kita para ASN ini ya. Kemudian dari media juga keluarga ee komunitas, para ee apa anak-anak remaja, organisasi, LSM juga dunia usaha. Jadi kita semua itu berperan terhadap kesehatan atau ee terhadap masa depan anak Indonesia. Jadi ada tujuan umum dan tujuan khusus. Nanti monggo mungkin dibaca ya, saya singkat saja ya. Oke. Jadi, hari anak ee 2025 itu adalah tujuannya untuk menstimul menstimulasi nilai-nilai dasar. Jadi, nilai-nilai dasar itu apa saja? Jadi, berakhlak mulia, bahagia, peduli, berani, cerdas, solidaritas. Ini ya harus diterapkan pada anak Indonesia di manapun di Indonesia. Jadi menurut ee WHO, prevalansi jahit Bness itu 1,5/1000 anak di dunia. Nah, jadi ee 1,4 juta anak itu 3/4-nya itu ternyata hidup di benua Afrika dan Asia. Kemudian ee untuk era sendiri kami di sini mengalami ee 80% ee pasien yang kami tangani adalah kelainan refraksi, kemudian ambilopia tadi yang sudah dijelaskan oleh drter Sekar, kemudian katarak, ken retina dan lain-lain. Jadi mengapa dewasa itu tidak sama dengan anak-anak? Jadi dia mengalami ee apa? Perkembangan dan pertumbuhan. Masih mengalami perkembangan dan pertumbuhan. Jadi di sini perkembangan itu dia kualitatif. Dia mengalami sel-selnya mengalami maturasi dan atau pematangan. Terus kemudian dia tersistematis ya. Jadi misalnya saya menangani mata kalau dia ada kelainan misalnya nyuwun sewu tadi Ibu yang dari Trenggalek ya kalau enggak salah ya dibilang ee ada kelainan di saraf mata itu biasanya saya akan mentressing apakah ee organ yang lainnya juga mengalami kelainan kemudian dia mengalami pertumbuhan itu bersifat kuantitatif berupa perubahan fisik, kemudian ada peningkatan jumlah sel dan peningkatan volume. Jadi gejalanya mohon kepada seluruh anggota masyarakat berperan itu perhatikan baik-baik apakah ee dari penampilan fisiknya, apakah ada perubahan tingkah laku, kemudian ada keluhan anak atau guru di sekolah. Ee ee 70% kasus yang saya dapat itu adalah laporan dari gurunya. Jadi anaknya dibawa periksa ke rumah sakit mata. Ee kenapa Bu keluhannya? Iya, Dok. Saya disuruh periksa sama gurunya gitu. Jadi, alhamdulillah terima kasih kepada guru-guru di Jawa Timur gitu kan sudah mengindus supaya dilakukan pemeriksaan. Karena saya paham orang tua kan pasti sibuk ya, saya juga bekerja, bapaknya bekerja jadi em agak kurang memperhatikan atau aware ya. Kemudian gejalanya sudah pasti banyak. Jadi ee salah ini beberapa yang saya sebutkan ya yang banyak ee dari beberapa yang banyak. Jadi salah satunya adalah tidak ada atau lambatnya respon kontak mata. Jadi tadi mungkin ada yang bertanya juga yang untuk bayi ya ee dia usia 6 bulan tapi kok belum ada kontak mata. Monggo silakan diperiksakan ke rumah sakit mata ee terdekat atau ke rumah sakit mata RSMN. Kemudian sering mincing-mincing, memiring-miringkan kepala gitu kan. Ee apa tuh? Sering kedip-kedip. Kemudian dia selalu melihat benda, mainan atau sesuatu itu selalu dalam jarak yang sangat dekat tuh. Terus kalau menonton nonton TV terutama ya mungkin Bapak Ibu sudah banyak yang itu ya berkeluh kesah gitu kan selalu maju ke depan. Jadi misalnya ee sudah diomongin ayo mundur gitu kan maju lagi maju lagi gitu kan. Nah itu juga salah satu gejala. Kemudian dia melihat gawai ee entah itu HP atau ee laptop atau PC itu selalu dalam jarak yang sangat dekat, sering nabrak atau dia sering jatuh. Jadi iya, Dok, anak saya nih apa sering jatuh gitu, sering kesandung sendiri kakinya. Nah, itu juga bisa salah satu gejala juling atau tidak fokus. Kalau maaf bahasa jawanya kero itu ya, kero. Nah, itu. Kemudian kalau pada anak sekolah dia sering maju ke depan papan tulis. kemudian membaca buku atau menulis dalam jarak yang sangat dekat sekali. Jadi saya di sini ee kami jargon kami adalah tidak pernah mengeluh anak itu. Jadi apalagi mengeluh mata saya burem ya. Kenapa? Karena dia tidak tahu standarisasinya. Oh, ternyata gini toh mata yang jelas itu. Oh, ternyata gini toh bayangan yang buram itu. Jadi mereka tidak tahu. Dia belum tahu standarnya yang burem yang mana. Yang jelas itu yang mana. Jadi sebaiknya monggo diperiksakan saja. Kemudian kapan perlu dilakukan pemeriksaan mata? Ya kan? Jadi ee mata anak itu kan berbeda dengan yang dewasa. Pada anak dia mengalami perkembangan otak yang juga lebih cepat ya kan. Kalau kita yang sudah usia 17 tahun ke atas ini ya kan itu sudah selesai gitu kan perkembang otaknya. Jadi mata itu ibarat kayak gawai HP kita punya smartphone ya kan tapi kita usernya ini hanya bisa mengoperasikan ee apa SMS saja sama telepon lah kan percuma ya. Nah sedangkan otaknya anak itu itu dia mengalami perkembangan yang pesat sampai usia 2 tahun. Nah, kalau matanya tidak kita openi ya dalam bahasa Jawa kita pelihara itu juga merangsang otaknya untuk melihat juga tidak bisa jelas. Makanya itulah yang disebut nanti dengan amplopia. Nanti akan saya jelaskan. Kemudian ini gangguan pada penglihatan dapat ee menyebabkan atau mempengaruhi perkembangan jaras penglihatan yang dari mata ke otak. Jadi tahap kritisnya pada bayi ya ini saat lahir itu sampai usia 34 bulan. Nah, ini dia harus menerima ee berita penglihatan dari matanya itu harus jelas dari kedua mata. Jadi ini perkembangan bola mata antara dia baru baru lahir dengan pada saat dewasa. Kita lihat aja dari volume bola matanya. Kalau pada neonatus atau bayi itu 7 cc sedangkan kalau dewasa itu bisa mencapai 30 cc. ini ya perkembangan tajam penglihatan. Jadi pada usia apa ee lahir bayi baru lahir itu sebetulnya di dalam perut si ibu itu dia sebetulnya sudah merespon merespon ibu-ibu ya. Jadi ee stimulasinya itu bisa sebetulnya pada saat dia di dalam kandungan itu juga bisa sebetulnya. Jadi kayak ee apa THT itu ya kan mereka memperdengarkan musik mozard misalnya ya musik-musik klasik gitu kan pada saat di dalam kandungan. Saya pun juga menyarankan kalau hamil ibu pada ibu hamil itu juga dilakukan stimulasi cahaya. Jadi perut ibunya itu dikasih senter gitu ya. Jadi nanti dia akan nendang-nendang biasanya. Nah itu itu berarti dia sudah ada respon terhadap cahaya. Kemudian ee 2 bulan, 3 bulan, 5 bulan ee dia bisa ee 9 bulan ya itu dia bisa mulai mengambil atau membedakan objek kecil. Jadi mungkin tadi sudah dijelaskan oleh dr. Ee Siwi e Sekar. Jadi deteksi dini itu dapat mencegah hilangnya penglihatan, kesulitan pembelajaran, sama keterlambatan perkembangan. Nah, ini beberapa riwayat penyakit dahulu. Jadi kalau ee ibu-ibu ee membawa anaknya atau bapaknya juga ya ee itu periksa ke rumah sakit mata kami SMM, kami pasti tidak hanya menanyakan tentang keluhan saat ini. Bahkan saya selalu menanyakan pada saat ibunya hamil, ibu sakit apa ya? Karena apa? Karena ini berkaitan. Karena mata itu kan perkembangannya pada ee trimester pertama. Apabila ibu mengalami gangguan pada saat itu, nah itu juga mengganggu proses perkembangan ee bola matanya dia ini ya. Nanti monggo dibaca sendiri. Jadi tahapan skriningnya bayi baru lahir itu dia sudah bisa reflek cahaya. Jadi kita melihat apakah ada infeksi, kemudian reflek cahayanya bagaimana, kemudian ada kelainan mata. Mungkin ada bintik putih, juling atau glaukoma. usia 6 bulan itu ee apa bayi bekerja secara simultan. Jadi kalau jenengan mendapatkan bola matanya itu gerak-gerak sendiri, goyang-goyang gitu ya. Nah, itu monggo segera diperiksakan. Tapi ee kalau kurang dari 6 bulan itu masih normal karena dia masih berusaha menyesuaikan antara kedua bola mata tuh dia bergoyang bergerak itu supaya untuk menyesuaikan penglihatan. ya. Usia 3 4 tahun dia sudah mulai mengerti huruf angka gitu kan. Usia 5 tahun ee lebih itu sudah mulai ada kontras sudah ee nah ini pemeriksaan kami di sini alhamdulillah sudah dilengkapi oleh ee provinsi. Jadi untuk anak bayi jangan khawatir kami juga bisa sudah mulai ee bisa melakukan pemeriksaan visus. Jadi oh masih bayi Dok pasti anak saya enggak belum bisa diperiksa penglihatannya bisa. Sudah. Jangan khawatir, monggo. Jadi di sini kami banyak mainan ya. Jadi kita bermain tujuannya bukan untuk apa ee mengeksekusi gitu kan. Kadang-kadang kan oh dibawa nanti disuntik loh ya sama Bu Dokter gitu kan. Nah itu pasti kami jadi anu kambing hitam ya. Jadi kalau diperiksa tuh anaknya nangis-nangis karena dikira mau disuntik matanya gitu kan. Nah ini ya kan mainan. Jadi kami banyak ee apa alatnya device-nya. Nah, ini ya kalau pada bayi biasanya kita suruh pangku kemudian kita suruh melihat namanya teller aqui card. Jadi ini ee sudah bisa kita lakukan pemeriksaan. Oke, kita beralih ke kelainan-kelainan mata ya. Jadi nanti mungkin ini salah satu ee ciri-cirinya nanti monggo kalau jenengan menemukan putranya, putrinya, ponaan, saudara, sepupu ya seperti ini monggo segera diperiksakan. Jadi ini kelainan pada kelopak mata ada kalanya kelopaknya tidak berkembang. Jadi dia namanya ee abable ablvaron atau dia berkembang tapi mengalami apa ya e kelainan anatomis. Jadi bulu matanya sampai masuk-masuk ke dalam seperti ini. Nah, itu monggo. Jadi keluhannya dia berair. Jadi monggo segera langsung diperiksakan juga. Kemudian ini biasanya ep epikantus ya. Jadi ini ee kelainan pembentukan juga ee apa tuh kulitnya kelopak ini jadi berlebih gitu kan. Jadi ee ini harus ee di apa dibuang karena ini mengganggu juga untuk penglihatan. nih. Nah, biasanya banyak itu petosis. Jadi, ee apa ee kelopak matanya turun. Nah, ini ini namanya petosis kongenital bisa satu mata atau dua mata. Kemudian kelainan di ee kelopak. Kelopaknya ini tidak terbentuk jadi lubang gitu ya ee Bapak Ibu ya. Jadi tidak terbentuk dengan sempurna. Jadi satunya ada kelopaknya seperti mata yang ini ee kanan yang kiri tidak terbentuk. Jadi ee dia namanyaoma. Jadi ini beberapa sindrom atau dia kelopak matanya turun seperti ini. Kemudian ada juga ee tanda lahir. Nah, ada juga tanda lahir itu kan warna kalau pada bayi baru lahir biasanya warnanya merah ya. Nah, ini monggo. Ada yang namanya hemangi merah di kelopak mata atau juga yang satu muka atau satu kepala ya seperti ini. Nah, itu juga monggo diperiksakan. saja karena ini berpengaruh ke penglihatan biasanya dia menjadi glaukoma nih. Nah, benjolan biasanya ada benjol. Iya, Dok, ada benjolan sejak lahir. Nah, ini ternyata dermoitis. Begitu kita MRI ternyata bendanya di luar. Karena ada juga yang ternyata itu nempel dengan ee apa tuh namanya? Dinding bola mata sehingga ini riskan kalau diambil. Jadi kalau diambil ini katut semua sak bola matanya. Nah, itu penanganannya. nanti kita bekerja sama dengan budak konstruksi. Kemudian juga infeksi. Nah, karena infeksi sinusitis biasanya kan ada tuh anak yang sering bersin-bersin ya, apalagi alergi. Nah, itu juga harus diperiksakan karena ee efek ke depannya itu bisa menyebabkan ee infeksi hingga mata bola matanya menjadi bengkak. Nah, ini yang paling sering juga. Jadi anak saya itu sering berair, Dok, sejak lahir. Nah, ini jadi terjadi ee namanya obstruksi dari saluran air mata. Jadi, selalu berair, Dok, beleknya banyak gitu kalau pagi. Nah, itu itu salah satu gejala dari konggenital nasula criminal dock obstruction. Jadi, sumbatan itu ada dua. Bisa karena ada selaput membran di bawahnya atau memang karena ada penyempitan. tulangnya mengalami penyempitan bisa dua dua mekanisme ya. Jadi nanti monggo segera diperiksakan saja nanti akan kita lakukan pemeriksaan. Kemudian juga ee infeksi. Infeksi pada bayi baru lahir. Saya kemarin menemukan usia umur 5 hari itu beleknya sudah seperti ini ya banyak. Jadi ee itu harus segera dibersihkan ee gak boleh sampai kering ya. Kalau kering ee apa sekretnya itu itu malah bikin dia sakit malah infeksi. Jadi kalau ada ee berair kemudian ada ee beleknya banyak itu monggo langsung dibersihkan pakai kapas dikasih air hangat ya pelan-pelan. Nah itu jangan sampai melukai kelopaknya itu harus dibersihkan. Enggak boleh lengket, enggak boleh mengendap di situ. Karena dia akan malah bikin si bayi tambah sakit. Kemudian yang paling sering ini ee konjungtivitis alergi. Jadi anak-anak kita itu ya ada yang atopi ya. Jadi ee sejak kecil dia punya riwayat alergi susu misalnya. Nah itu biasanya pada saat dia agak besar itu kalau larinya alerginya ke mata seperti ini penampakannya. Jadi yang normalnya itu mulus rata kelopak dalam ya seperti ini. Ini begitu kita balik kelopaknya bentol-bentol kayak biduran. Nah, ini yang menyebabkan anaknya tambah gatal. Jadi semakin dipucek semakin ini tambah membesar. Nah, itu nanti monggo segera diperiksakan ke rumah sakit terdekat. Kemudian konjuktivitas alergi tersebut apabila berkembang dia akan mengalami luka karena dikucek kan. Nah, ini merusak korneanya akibatnya terjadi ulkus atau namanya siler. Oh, ya. Kemudian ee bisa jadi ee maaf ada daging tumbuhnya jadinya. Kemudian ini kelainannya ada okular melanositosis. Jadi kayak apa itu ee tah lalat. Nah, tai lalat. Nah, ini tah lalat tapi diera. Kemudian ini juga amelotic nervus. ini yang apa berkembang benjolan ini mungkin harus diangkat juga ee ini benjolan juga dermoid ee dermolipom ya kan ee tapi biasanya tidak mengganggu biasanya anaknya anaknya tidak mengeluh biasanya cuman secara kosmetik aja kelihatannya kok ada benjolan gitu ya. Nah itu monggo diperiksakan aja. Kemudian kita beralih ke Cornea. Cornea itu bagian hitam mata ya ee Bapak Ibu ya. Jadi kadang-kadang ee fit anomali dia tidak berkembang ee jadi warnanya putih yang spray rokokornya juga begitu atau dia sudah berkembang tapi tengahnya aja yang putih. Nah, itu biasanya bawaannya kelainan bawaan juga dan itu biasanya akan berkembang menjadi glaukoma juga. Oloboma iris. Jadi kalau kelainan iris pupil, iris pupil itu anakan mata ya Bapak, Ibu ya. Jadi kalau misalnya anakan matanya lubang seperti ini atau malah ada apa jerawut-jerawut kayak bahasa Jawa ya, maaf saya menggunakan bahasa Jawa ini ee dia mengalami pembentukan, gagal pembentukan jadi dia masih ada persistent populary membran, dia ee gagal melepaskan diri. Jadi ini pun juga akan menghalangi penglihatannya dia atau malah dia tidak terbentuk. Jadi irisnya enggak ada. Jadi langsung lensa, anakan matanya enggak ada. Ini langsung ada lensanya. Itu beberapa kali juga saya temukan kasusnya. Kemudian ee anakan matanya malah kebanyakan. Yang ini enggak ada, ini malah kebanyakan. Jadi namanya polikoria. Jadi lubang-lubangnya banyak, enggak cuman satu. Kemudian, ee glaukoma kita juga pada anak-anak juga ee bisa terjadi glaukoma. ee gejalanya terias nanti ee sering berair matanya buftalmos. Buftalmos itu matanya mendulo, membesar gitu ya. Jadi kalau misalnya jenengan lagi tilik bayi ya kan terus kemudian jenengan lihat loh bayinya kok matanya seperti mendolo atau apa ya kayak besar gitu. Waduh melok-melok ya matanya besar banget gituah warnanya kebiruan gitu kan. Nah itu monggo diingatkan mungkin ee bisa jadi dia ee disebut kongenital glukoma glukoma. Yanita. Nah, itu bisa terjadi pada dua mata atau satu mata dan dia sangat-sangat silo terhadap cahaya. Jadi kalau misalnya lagi jenengan apa bawa ee kan disuruh jemur ya biasanya ya kan. Nah itu pada saat dijemur tuh dia tuh gak mau keluar jadi kayak rewel nangis gitu terus berair terus matanya lakrimasi. Nah itu ee salah satu gejala-gejalanya kongenital glokoma. Nah, kalau seperti itu memang penanganan berikutnya adalah harus segera dilakukan operasi itu bisa menyelamatkan penglihatannya. Kemudian katarak ya saya juga banyak menemukan katarak pada anak-anak ee seperti ini. Biasanya kataraknya tidak seperti orang dewasa Bapak Ibu ya. Jadi putihnya tuh enggak terlalu kelihatan memang. Malah saya pernah dapat kasus itu keluhannya cuman sering kedip-kedip Dok gitu. Begitu kedip-kedip selalu kata dua-duanya. Jadi itu salah satu beberapa gejala yang harus jerengan perhatikan. Kemudian ee ada juga ee suuksasi lensa. Jadi lensanya itu tidak berada di tengah tapi dia miring ke pinggir gitu ya. Jadi itu gangguan pembentukan juga. Terus ini beberapa kelainan saraf. Ee saya pernah mendapat kasus ee dia anak ya karena dia sering riwayatnya sering main HP malam-malam gitu kan. Jadi ee selama 1 minggu itu intensitas untuk melihat HP terutama pada malam hari ya itu lebih kencang. Terus dia juga sebelumnya tapi ada riwayat penyakit sistemik maksudnya dia ada batu pilek sebelumnya itu dia mengalami bengkak saraf matanya. Jadi kalau misalnya jenengan lihat atau apa di media sosial ya oh matanya buta gara-gara sering main HP gitu ya. Nah ini memang penyebabnya. ternyata larinya langsung ke saraf mata, Bapak Ibu. Jadi, saya pernah dapat kasus papil udim ee bengkak saraf matanya ya. Setelah kita ee rawat inap dengan beberapa banyak terapi kemudian alhamdulillah masih bisa terselamatkan. Jadi kembali ee normal setelah dilakukan terapi dan alhamdulillah biasanya kalau penanganannya dini kita temukan makanya harus deteksi dini jadi harus cepat. Jadi, apapun gejala sudah jangan dianggap sepele sekarang gitu ya. Monggo. Kan kita sekarang media sosial kan informasi informasi berterbangan di mana-mana. Jenengan carilah di Google bisa atau mau chat GPT silakan. AI kan juga banyak sekarang ya. Silakan monggo jangan nunggu. Oh, gak apa-apa gak apa-apa. Nah, itu begitu ee kita mendapatkan kasus itu terlambat karena ada beberapa juga yang saya mendapatkan kasus itu baru 1 bulan baru dibawa akhirnya tidak bisa kembali gitu kan. Jadi ya masih ada bengkaknya dan itu sayangnya permanen. Kemudian yang paling penting juga ini menyebabkan gangguan kebutaan juga pada saat dia dewasa adalah retinopat of prematurity. Jadi kelainan retina bayi karena efek prematuritas ya kan. Jadi ee bayi-bayi yang terlahir prematur itu sayangnya dia bisa survive, dia bisa hidup, tetapi sayangnya quality of life-nya menurun karena dia matanya mengalami kebutaan. Jadi ee di Indonesia kurang lebih yang terbaru masih belum ada data yang terbaru sih. Kurang lebih di harapan kita ibu dan anak itu kasusnya 18 sampai 30%. Jadi siapa yang harus diperiksa? adalah bayi dengan berat badan lahir kurang dari 1.00 ee atau ee dengan usia kehamilan kurang dari 34 minggu ya. Atau bisa juga ee diminta periksa oleh neonatologisnya atau dokter anaknya karena ada riwayat-riwayat faktor risiko. Apa saja faktor risiko tersebut? Jadi misalnya dia ee menggunakan oksigen, kemudian dia pernah transfusi anaknya ee anaknya dan ibunya biasanya. Kemudian ada kelainan-kelainan seperti ini atau kelainan jantung. Jadi meskipun dia tidak terlahir prematur atau tidak kurang bulan, tapi dia mengalami penyakit-penyakit seperti ini, alangkah baiknya diperiksakan. Atau misalnya jenengan lagi-lagi ya, misalnya tilik bayi misalnya, terus kemudian ee apa? Oh iya, ini kemarin ibunya sudah pulang tapi bayinya belum pulang. Oh, kenapa? Iya, masih masuk di Nicu misalnya. Nah, itu salah satu indikasi untuk dilakukan screening pemeriksaan retina matanya. Jadi, kapan? Sebaiknya 2 sampai 4 minggu setelah kelahiran apabila usia kehamilannya lebih dari 30 minggu atau kurang dari 30 ee minggu saat 4 minggu setelah kelahiran atau setidaknya satu kali sebelum pulang dari rumah sakit. atau kalau memang sudah pulang dari rumah sakit, setidaknya pada saat sudah keluar monggo diperiksakan satu kali ke ee dokter mata ini ya. Contohnya saya melakukan pemeriksaan. Kemudian ee contoh kasusnya seperti ini. Jadi ee apabila kita temukan ROP dengan plus desis seperti ini, ini kita lakukan laser untuk menghentikan supaya jangan sampai terjadi lepasnya saraf mata. Nah, jadi kalau deteksi makanya deteksi dini itu penting. Jadi begitu kita temukan segera kita lakukan laser ini menyelamatkan ee supaya dia tidak jatuh ke kebutaan pada saat dia besar. Kemudian yang paling banyak kasusnya adalah lekokoria. Jadi diagnosis banding lekokia adalah ditemukan bintik putih atau bintik seperti merah ya seperti ini ya pada anak-anak ya. Ya kalau jenengan kan sekarang banyak yang selfie ya. Nah, itu monggo kalau jenengan lihat loh kok mata anak saya beda ya kanan sama kiri ya anu reflek cahayanya begitu kena bleit ya monggo. Ini beberapa penyakit diagnosis bandingnya ada banyak. Nah ini salah satunya yang paling berbahaya adalah retinoblastoma. Retinoblastoma adalah tumor pada retina yang kita temukan kebanyakan pada anak-anak ini dia ee sangat-sangat ee ee cepat untuk ee di apa berkembang metastase ke organ lain. Jadi begitu kita temukan harus segera dilakukan pemeriksaan city scan, MRI ee apa darah. Nah, itu apabila dilakukan penanganan secara cepat, five year survival rate-nya juga semakin tinggi. Jadi, dia bertahan hidup. Saya beberapa kali menemukan kasus ee retinoblastoma. Begitu kita lakukan pemeriksaan kemudian kita lakukan penanganan sejak dini itu dia bisa bertahan hidup sampai dia SMP malahan sudah sampai periksa lagi ke saya. Alhamdulillah masih survive gitu. Kemudian yang terakhir adalah trauma akuli. Ya, jenengan tahu sendiri ya, anak-anak itu kan apa ya bermain ya memang memang eranya bermain ya. Nah, bermain itu kadang-kadang mereka tidak tahu apakah ini bahaya apa ini tidak gitu ya. Kadang-kadang apa kecolok kecolok bolpen lah ya. Lempar-lemparan bolpen, lempar-lemparan. Pernah saya dapat kasus itu anak pondok ya, Pak. itu loh main sarung itu loh. Jadi akhir begitu kena sarungnya ini jadi hiv ada pendarahan dalam seperti ini ya. Nah itu monggo segera diperiksakan jangan tunggu ah besok aja ah seminggu lagi. Nah itu tambah terlambat nanti penanganannya tambah ee menyebabkan dia kebutaan ya permanen. Kemudian seperti ini ee ruptur palpebra ee apa kecakar kucing. Beberapa kali saya juga mendapat kasus kecakar kucing ya. Jadi kena apa? Palpebra dan korneanya. Ini beberapa pasien juga kelilipan. Nah, ini juga ada kelilipan. Ini kalau permanen jadinya kornianya seperti ini ya, putih. Jadi gak bisa kita lakukan apa ya, mungkin harus cangkok atau donor kornea. Kalau ini kelilipan. Jadi pas lagi naik motor ya kan ee dia enggak pakai kacamata pelindung atau enggak pakai helm, dia duduk di depan gitu kan. Karena kan seringnya dia pengin di depan ya. Nah, ini ternyata masukkan itu loh kayak apa tuh serangga itu ya. Nah, ini ee masuk ke dalam itu juga harus segera ditangani. Ini juga kena pukul. Nah, yang paling terakhir adalah tadi malam. Makanya saya mohon izin gak bisa ee ke sana ya. di sini karena saya harus operasi terus hari ini harus visituk sate. Ada-ada aja anak-anak nih ya. kena tusuk sate. Dia dia enggak makan satenya sih. Dia enggak makan satenya. Tapi temannya itu lagi pegang tusuk sate ee e apa jatuh kena matanya dia dan ternyata kayak telusupen itu loh. Ternyata telusupen dan ini ee benda asingnya ee serat kayunya itu ternyata besar ternyata masuk ke dalam itu sampai kurang lebih 1 mili. Jadi ee apa kesimpulannya adalah 80% informasi yang kita terima itu melalui penglihatan. Coba bayangkan jenengan misalnya lagi scroll media sosial misalnya sekarang apa ya? TikTok misalnya ya kan. Nah kalau jenengan cuman mendengar saja tapi tidak melihat videonya kan enggak enggak nyaman ya ee kurang kurang mantap gitu loh ya kan. Makanya kan 80% itu informasi itu diterima melalui penglihatan. Terus yang kedua, anak itu tidak pernah mengeluh buram. Bisa dua faktor ya kan? Iya, Dok. Anak saya gak pernah bilang kalau matanya burem. Pertama karena memang dia tidak tahu standarnya ya kan. Standarnya oh ini penglihatan burem tuh kayak gini. Oh jelas tuh kayak gini gitu. Enggak tahu ya. Atau yang kedua dia takut ke pengalaman saya. Kenapa? Nanti begitu dia bilang burem langsung HP-nya di sit enggak bisa main HP lagi atau mainan PS-nya diita gitu kan. Itu sudah beberapa kali soalnya e apa langsung dimarahi di tempat gitu kan. Kemudian deteksi dini itu penting untuk mencegah gangguan perkembangan penglihatan, penentuan diagnosa, tata laksana itu juga mempengaruhi prognosis ke depannya. Apakah dia nanti masih bisa kita selamatkan penglihatannya atau sudah tidak bisa. Dan ini membutuhkan keterlibatan semua pihak ya sejak dini. Detik si dini ini dimulai dari keluarga. Jadi kalau jenengan di keluarga inti tidak ada masalah. Kemudian di mana keluarga misalnya kan lagi ngumpul nih kalau pas lagi lebaran gitu ya haji atau lebaran apa Idul Fitri. Nah itu biasanya kan cerita-cerita. Nah itu monggo kalau misalnya iya Mbak mata mata anak sampean kok rodok juling ya agak kero ya. apa enggak diperiksakan aja tah gitu ya. Nah, kadang-kadang orang tua, saya juga sebagai orang tua ya, itu kadang-kadang masih denial. Enggak kok, enggak apa-apa kok, enggak juling kok, matanya enggak apa-apa, enggak merah kok. Nah, itu biasanya dia akan terusik begitu ada orang kedua yang ngomong ya kan ada orang kedua, ketiga, keempat gitu yang yang memberikan info. Iya, aku loh kemarin habis lihat apa ee ee acara di BPSDM tuh katanya dokter nik itu kok kayak juling ya gitu. Nah, itu monggo segera dilakukan pemeriksaan sini mungkin. Jadi, ee saya mengambil logo Hari Anak Nasional ya kan. Jadi Hari Anak Nasional ini ee kita peringati kemarin tanggal 23 Juli 2025. Tujuannya untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Sekian, terima kasih. Monggo saya kembalikan keator. Baik. Luar biasa sekali dokter. Terima kasih dokter atas materi yang telah disampaikan. Semua saya rangkum dan selalu berpikir sendiri seperti itu ya ternyata ya. Masyaallah gitu. Jadi kalau memang enggak langsung ditangani itu bisa buta permanen ya, Dokter. Masyaallah. Semoga untuk teman-teman ASN, Sobat ASN semuanya juga mengetahui hal ini. Dan tentunya hari ini kita menunggu ee sesi diskus sesi diskusi nggih, Dokter. Jadi menunggu pertanyaan-pertanyaan dari teman-teman Sobat ASN dan tentunya saya awali dulu nih, Dok, karena saya sangat penasaran dari tadi Dokter dapat informasi nih seliweran di sosial media itu katanya seperti ini, Dok. Kalau pengobatan mata itu lamanya sampai 1 tahun loh. Jadi jangan asal aja sama mata. Kalau pakai helm yang benar, kalau pakai ini apakah itu betul, Dokter? Apapun permasalahan mata itu pengobatannya 1 tahun. Nah, ini kan kadang ini kepo atau bener lah. Monggo, Dokter. Mungkin ada jawaban yang lebih pas gitu bagi saya biar enggak kepikiran. Nun saya, Bu, Dokter. Monggo. Siap. Terima kasih, Mbak. Jadi, kalau tergantung ya pengobatannya apa? Kalau misalnya apa tuh tadi seperti tadi ya yang papil udim itu ya? Iya, dokter. ee sarafnya bengkak yang disebabkan karena main HP gadget malam-malam selama 1 minggu itu kan. Nah, itu itu memang pengobatannya agak lama memang karena kan saya harus ee apa tuh namanya? Menelisik mencari tahu penyebab-penyebab yang lain ya. Mungkin apakah dia ada ee infeksi virus dia masih ada di dalam. Jadi saya perlu konsultasi dengan dokter spesialis anak. Iya, Dok. Kemudian ee saya masih ada apakah ada giginya yang berlubang jadi konsul ke dokter gigi anak seperti itu. J pengobatannya memang lama. Tapi kalau misalnya ternyata mungkin seperti ee tadi ya misalnya konjivitis alergi. Nah, itu ee karena faktor alergi ini kan cuacanya sekarang kan kita pancaroba banyak angin, banyak debu ya kan sekarang kan panas. Betul. Nah, itu biasanya konyuttivitas alergi lagi bermunculan ini di tempat saya anu kambuh-kambuhan kan itu. Nah, itu biasanya memang ee ada pengobatannya bisa cepat. Kalau saya temukan secara cepat, saya kita obati secara cepat itu insyaallah sih ee bisa segera apa kurang dari 1 minggu gitu bisa sembuh kok. Masyaallah. Alhamdulillah ya, Dokter ya. Berarti memang bisa cepat, bisa lama tergantung dari problem sakit matanya apa gitu ya, Dokter ya. Waduh, luar biasa. Deteksi gini juga, Mbak. Mohon izin. Oh, deteksi juga. Segera ditemukan segera diperiksakan. Giih, dokter itu lebih lebih cepat pengobatannya dan prognosisnya. Oh, baik. Luar biasa. Dan saya juga masih ada pertanyaan selanjutnya, tapi ternyata ada yang mau bertanya juga. Luar biasa. Masyaallah. Halo, Ibu. Dari mana dan dengan nama siapa? disilakan untuk memberikan pertanyaannya. Baik, terima kasih. Iya, lebih keras Ibu. Mohon izin. Baik, ya. Baik, terima kasih. Sudah terdengar suara saya? Alhamdulillah sudah terdengar. Disilakan. Baik, terima kasih. Saya Fani dari BKD Kabupaten Kediri. Izin bertanya dokter. Kan saya punya anak nih, sekarang usianya 6,5 tahun. dari umur 5 tahun itu dia didiagnosis dokter konjungtivitis alergi. Oh ya. Ya. Sampai saat ini pun ee masih rutin untuk kontrol setiap bulannya di dokter spesialis mata dan itu ee dokternya bilang bahwa sampai usia 15 tahun dia harus terus dikasih tatas mata tersebut. Ee itu nanti efeknya gimana ya, Dokter? Siap. Oke, terima kasih dokter. Bu, sama-sama. Bu Fan dari Jember ya? Dari Kabupaten Kediri, dokter. Oh, Kediri. Oke, maaf di kiri ya. Ya, terima kasih atas pertanyaannya. Langsung saya jawabkah atau monggo langsung saja, Dokteril. Siap. Nggih. Jadi, memang pada anak-anak yang ee dengan konjungtivitis alergi itu kan dia mengalami atopi. Atopi itu maksudnya memang dia badannya memang alergian gitu loh istilahnya. Oke. Dan itu sayangnya memang dia sampai usia akil balik ee ada beberapa pasien saya itu sampai SMP sampai kadang-kadang SD kelas 6 aja itu dia sudah sembuh sendiri. Kenapa? Karena daya imunnya dia sudah meningkat, sudah membaik. Nah, ee untuk mencapai daya imun yang bagus dia juga memerlukan ee apa istilahnya ya afan atau biasanya kalau konjuttivitas alergi itu Bu itu tidak berdiri sendiri. Jadi dia akan diindus apabila dia ada alergi makanan atau bisa alergi yang lain seperti ee cuaca juga bisa. Kemudian mungkin makanan ya makanan itu ee juga berpengaruh juga. Nah, biasanya saya konsultasikan juga ke dokter anak yang ahli alergi. Kenapa? Karena itu akan mempengaruhi ee kekambuhannya dia. Jadi matanya sudah saya apa tuh ee saya obatin ya sudah sembuh. Tapi begitu al lagi dong. Habis makan telur ternyata. Nah, ya itu Bu ya. Jangan dikasih telur dong lah. Gimana Dok anaknya nangis-nangis lah. Ya ya sudah. Nah itu biasanya sih memang dia akan hilang sendiri pada saat usia akil balik. Nah usia akil balik itu usia berapa? Tidak sama tiap anak gitu kan. Jadi memang ada yang usia 17, ada yang umur 15, ada yang umur 12 sudah selesai gitu kan. Jadi ee macam-macam. Cuman memang memang ee penggunaan kognitivitas alergi untuk penggunaan tetes mata sih memang ee berkelanjutan. Tapi ee saya biasanya saya kasih obat yang itu aman untuk jangka panjang. Jadi dia tidak akan menyebabkan ee resiko atau komplikasi drug injus ya. Jadi biasanya sih saya wanti-wanti Bu ini harus kontrol. Kenapa? Karena saya butuh evaluasi. obat ini tidak boleh dikonsumsi jangka panjang gitu ya. Jadi mohon izin Bu ee terima kasih jenengan Bu Fani sudah bertanya karena ada banyak kasus anak-anak yang dengan alergi kemudian dia beli sendiri obat di apotek karena kan kemarin dikasih obat tipe A gitu ya terus sembuh ternyata alerginya berkurang tetapi itu mengandung steroid. Nah, akhirnya karena dia dipakai rutin terus-terusan memang alergi itu jangka panjang memang gak bisa sembuh gitu ya. Sembuh hilang kambuh lagi, sembuh kambuh lagi gitu kan. Kambuh-kambuhan. Nah, itu menyebabkan dia glaukoma. Nah, sudah kalau sudah glaukoma wasalam agak susah kita penanganannya. Jadi jangan mohon-mohon jangan menggunakan tetes mata sembarangan gitu ya atau at least setidaknya mohon diperiksakan ke dokter atau jenengan kalau enggak ada enggak ada waktu coba cari tahu kandungan obat tersebut di googling eh bukan Google ya terserah deh mana. Di media sosial sekarang kan banyak ya untuk mencari informasi ya. Coba cari di chat GPT ini kandungannya apa sih gitu kan. Bahayanya apa sih? Nah, itu kan ada apa informasi itu lengkap. Jadi, mohon untuk anak jangan coba-coba karena beberapa kali sudah banyak kasusnya Bu ee pasien tersebut, anak tersebut saya tangani, saya operasi akhirnya jatuh kepada kebutaan karena yaitu tadi penggunaan obat jangka panjang, obat tetes mata maupun minum. itu ya Bu Fani. Semoga bisa menjawab nggih. Dari Kediri sudah lega dengan jawaban dari dokter. Siap. Aman. Baik. Terima kasih sekali Mbak F dari Kediri. Luar biasa tahunya yang paling enak itu ya. Dan selanjutnya ada penanya berikutnya dokter karena banyak sekali yang ini pengin banget bertanya sepertinya. Halo. Asalamualaikum. Dengan Bapak siapa? Dari mana Bapak? Mohon izin. Selamat pagi. Pagi. Selamat pagi Bapak. dari mana Bapak dengan Pak siapa? Perkenalkan saya Dani dari DLH Kabupaten Ngawi. Kabupaten apa Bapak? Mohon izin. Ngawi. Ya, betul ya, Pak? Iya, betul. I suaranya agak putus-putus Bapaku. Iya. Oh, iya mohon maaf. Bapak siapa tadi? N saya kurang dengar dengan Bapak Dani. Yosef Dani. Dandi. Yani ya. Oh, Bapak Yusef. Baik. Bapak Yusef dari Ngawi. Betul. Betul. Baik, terima kasih Bapak kami persilakan untuk memberikan pertanyaannya kepada dr. Niken. Disilakan. Baik, terima kasih atas waktu yang diberikan kakak ee menarik ya. Jadi tadi terkait pengalaman dengan anak ini. Jadi anak saya juga sempat mengalami itu. Ee kami sebetulnya belum tahu awalnya itu. Tapi setelah di ee semester loh nilainya kok turun, Dik? Anu, Pak. Saya sering dapat tempat duduk di belakang. Lah, kenapa? Apa enggak kelihatan gitu. Ternyata betul. Jadi setelah ee satu semester itu nilainya berkurang kemudian dapat tempat duduk belakang. Kami mulai curiga. Kemudian kita periksakan di apa namanya? Di rumah sakit ternyata benar min 0,75 dan silindernya dua gitu. Nah, ini kamu kebanyakan jejan ini saya gitu. Kemudian yang ingin saya tanyakan, Dok, ini untuk pengobatan mata minus dan plus itu apakah ada selain pakai kacamata? Karena kan kalau ee hampir bisa dipastikan kalau usia itu akhirnya kan jadi min plus ya. Jadi dulu 40 plusnya setengah plus 1 sekarang 1,5 di usia 45. Ini apakah memang wajib atau mesti seperti itu? Nah, kemudian apakah ada pengobatan lain selain dengan kacamata? Ee pernah juga ada berseliweran itu alat yang apa? Olahraga mata itu. Jadi ada alat dimasuk sini kemudian di dalamnya ada cahaya yang ke kanan kiri. Apakah betul itu? Apakah hanya sekedar iklan yang membuai gitu? Ee kemudian ee apabila itu betul, apakah berarti ada apakah ada olahraga mata yang bisa menyehatkan mata itu? Mungkin itu dulu pertanyaan dua pertanyaan dari saya. Terima kasih atas waktunya. Disilakan untuk langsung menjawab. Siap. Nggih. Terima kasih atas pertanyaan Pak Yus dari Ngawi. Nggih. Jadi begini Pak ee saya lihat jenengan mungkin atau ee kedua orang tua berkacamata ya misalnya ee saya pun juga berkacamata sebetulnya. Nah, itu ee secara gen dia akan menurun kepada anaknya. Jadi ee mungkin jenengan atau pasangan bapak ibunya ada yang berkacamata itu monggo segera dian pemeriksaan. Gimana, Pak Yusef? Betul. Ibunya berkacamata minus juga. Sudah, karena pasti hampir 50% anaknya akan mewarisi gen tersebut. Entah itu minus, entah itu silinder. Jadi, ada faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah genua orang tua atau dari bisa aja ada bapak ibunya tidak berkacamata, ternyata kakek neneknya ada yang minusnya tebal misalnya. Nah, itu mohon juga diperiksakan. Kemudian faktor eksternal adalah apa? Ya, mungkin tadi sudah dijelaskan oleh dr. Siwi ya, faktor eksternal adalah yang mempengaruhi proses perkembangan dari matanya dia. Contohnya ya di screen time, gadget atau yaitu apa ee paparan terhadap sinar-sinar tersebut. Nah, itu monggo sebaiknya dilakukan pemeriksaan. Seperti tadi yang sudah disebutkan oleh dr. Siwi mungkin usia pada saat dia TK, pada saat dia masuk SD, pada saat dia SMP kelas 1, SMA kelas 1. Nah, itu penting untuk dilakukan screening, Pak. Nah, kalau misalnya seperti sudah ditemukan berapa tadi? -075 silinder 2 ya, Pak, ya. Itu agak banyak, Pak. Terusang silinder itu biasanya yang terbanyak ee yang kami temukan itu adalah silinder 6, Pak. Itu sudah silinder 2 sudah lumayan ya. Jadi yang yang harus kita perhatikan sekarang adalah ambliopianya. Tadi mungkin sudah disebutkan oleh drter Siwi ya. Jadi ambliopia itu apa sih? Makanan apa itu? Itu adalah kondisi di mana saraf matanya malas, Pak. Jadi sudah diberikan kacamata terapi full - 0,75 sama silinder 2, ternyata penglihatannya dia enggak sampai 100%. Nah, itu yang disebut dengan saraf mata males atau ambriopia. Bagaimana penanganannya? penanganannya adalah ya kita kasihkan ee ukuran kacamata full koreksi. Kemudian kalau perlu akan ada terapi oklusi, terapi untuk mengaktifkan saraf mata malasnya dan itu memang harus kontrol rutin, Pak. Jadi caranya tahu gimana saraf mata malas? Ya memang harus periksa gitu kan harus periksa dulu. Misalnya pada saat jenengan periksa pertama biasanya kalau saya ya saya kasih tahu, "Pak, saraf matanya malas nih, Pak. Sekarang nilainya cuman 50% gitu ya. Monggo nanti kontrol ee 1 bulan lagi atau 3 bulan lagi kita coba evaluasi lagi apakah ada peningkatan. Peningkatan itu dari nilai yang 50% itu apakah dia meningkat bisa menjadi 60% atau menjadi 70%. Eh, syukur-syukur kalau 100%. Kalau sudah 100% saya tidak akan ada terapi tambahan. Tapi kalau ternyata belum mencapai 100% biasanya saya akan memberikan terapi tambahan. Nah, dan itu harus kontrol rutin, Pak. Memang tidak bisa ee cuman kacamata terus selesai dadah buyar gitu ya. Gak. Jadi kenapa? Karena matanya anak-anak itu masih proses tumbuh dan berkembang. Jadi kita masih diberi kesempatan sama Tuhan untuk mengembangkan saraf matanya seoptimal mungkin gitu ya. pada saat selesai perkembangan dia umur 17 tahun itu sudah selesai gerbangnya sudah tertutup. Jadi untuk dilakukan terapi dilaku dikasih anu vitamin mata bisa enggak, Dok? Gitu ya. Ya, ya itulah sudah selesai. Ibarat jenengan terlambat ke sekolah ya, Pak ya. Masuk sekolah terlambat dulu saya pernah soalnya. Terus akhirnya gerbangnya ditutup. Ya sudah saya kan dihukum ya suruh lari keliling lapangan gitu. Nah. Nah, itu seperti itu. Jadi, gerbang ditutup itu biasanya, Pak, ya kan dikasih kesempatan telat 5 menit ya, telat 2 menit, telat 10 menit gitu ya, masih dibuka gitu. Tapi begitu lebih dari 30 menit sudah benar-benar diclose gitu kan. Nah, saya mengejar itu Pak. Jadi saya mengejar jangan sampai matanya anak ini selesai gerbangnya tertutup untuk terapi ambrianya. Jadi monggo kalau misal jadi kalau mm mata anak ya kita anu mikirnya adalah kita menanam pohon sekarang untuk kita tuai besok gitu istilahnya. Jadi saya menterapi ambriopianya ya apa gimana caranya supaya saraf matanya tuh enggak malas supaya besok kalau dia mau jadi nyuwun sewu TNI pori misalnya atau dokter pun nah dilasik kan Pak ya. Nah, itu enggak boleh saraf matemas soalnya. Jadi, kalau enggak menyampai 100% itu dia akan kalah dengan kandidat yang lain gitu, Pak. Terus kemudian apakah ada apa tuh, Pak? Olahraga mata ya. Olahraga mata. Iya, betul. Jadi mungkin tadi yang sudah dijelaskan sama drter Siwi juga ya, Pak ya. Ada rule 2020 itu kan. Jadi ee dan olahraga di luar maksudnya aktivitas di luar. Nah, itu harus juga dilakukan. Kenapa? Karena mata kita itu, Pak, ya, ya semua sih, enggak cuman mata. Semua organ itu diciptakan Tuhan itu harus seimbang. Ying and yang kalau bahasa Cinanya ya. Jadi kalau jenengan sudah berapa menit lihat dekat ya ee 20 menit, jenengan harus juga meng apa? Mengkombinasi dengan untuk melihat jauh gitu kan. Jadi kalau orang zaman dulu bilang, "Kowe loh, Lelok sing ijau-ijau kae loh, Le. Ben seger motone." Nah, kan gitu ya. Itu benar, Pak. Kan itu benar. Jadi coba misalnya saya sendiri pun juga ya kita kan sekarang di zaman digital gini ya Pak ya saya kan juga harus IRM ya Pak ya harus rekam medisnya sekarang harus harus sudah digital semua gitu kan ngetik gitu kan ya semualah pekerjaan. Nah itu kadang-kadang pulang itu mata saya kok lelah gitu ya itu karena memang enggak enggak seimbang gitu Pak. Saya harus mengerjakan tugas mengerjakan erm itu harus ngelihat laptop kan ngelihat ngetik di komputer kan. Nah, itu saya harus sebetulnya yang benar adalah saya harus melihat jauh. Nah, itu salah satu olahraga mata. Mungkin kalau jenengan ee olahraga mata itu ya itu ee menggerakkan ke sembilan arah mata angin gitu ya, Pak. Karena untuk kan kita di dalam bola mata kita itu, Pak, itu ada otot-otot penggerak bola mata. Jadi untuk melihat titik kanan kiri se arah mata angin itu loh, Pak. Nah, itu itu juga dilatih gitu kan. Kemudian ee yang Bapak bilang ada alat yang apa tuh kayak ee apa tuh AI itu ya, Pak ya? Kayak Google itu kayak Google. Iya. Google itu ya, Pak ya. Nah, sayangnya, Pak. Saya sudah pernah dapat dua kasus, Pak ya. Itu dia memang dia minus tinggi Pak. Dia memang minus tinggi. Minusnya di 10 apa lupa saya. 10 satunya min5. Nah, kan ee ya namanya orang tua ya pasti memberikan yang terbaik untuk anak. Saya paham. Jadi dibelikanlah alat itu supaya ee minusnya gak bertambah gitu ya, supaya ee enggak berkacamata harapannya kan. Nah, itu ternyata Pak ngapunten ee sarafnya lepas Pak setelah penggunaan selama kurang lebih 2 minggu atau 1 bulan gitu. Jadi kenapa saraf matanya lepas? Karena ya dia kan memang minusnya tinggi ya. Jadi kalau minus tinggi itu bola matanya memanjang. bula mata memanjang menyebabkan ee saraf matanya itu ee juga yang di dalam ya, Pak ya, retinanya itu kayak ketarik-tarik. Nah, karena ketarik-tarik dia harus melihat ee kayak ee apa gambar itu kan dipaksa supaya dia lihat ya, lihat katanya di dalam itu ada kayak gambarnya gitu kan. Nah, kayak virtual apa tuh namanya lupa saya. Nah, itu itu dia harus fokus, harus maksakan melihat benda itu kan Pak. Akhirnya ya kan saraf matanya kan otomatis modot molor ngodot molor gitu akhirnya lepas Pak ngoyo gitu ya kerjanya ya. Iya ngoyo betul. Nah akhirnya terpaksa mau enggak mau ya harus operasi saraf mata retina Pak. Kemudian yang kedua saya juga dapat kasus ee nyuwun sewu pengobatan alternatif ya Pak ya. Jadi dia dilakukan apa pemijatan. sayangnya kok di mata ya itu anaknya memang minus tinggi sih memang minus tinggi minus 10 juga barusan kemarin kasusnya jadi dipijat Pak matanya ya saya enggak tahu cara mijetnya gimana katanya sih cuma sebentar ya nah itu tuh langsung lepas saraf matanya tapi setelah ee beberapa empat kali empat kali treatmen katanya jadi itu saraf matanya lepas juga Pak jadi ya sayangnya kalau sudah retina atau saraf mata lepas itu Pak itu chance dia untuk kembali itu sangat-sangat kecil. Jadi kembali supaya dia bisa melihat lagi itu juga sangat-sangat ya akhirnya larinya ke kebutaan ya. Jadi untuk anak monggo mungkin lebih baik monggo dikonsultasikan aja kalau jenengan ragu-ragu nggih monggo periksakan ke dokter. Kemudian bertanya, "Dok, saya kok dikasih soalnya beberapa kali pasien itu orang tuanya juga anu nanya ke saya, Dok, ee saya dikasih kacamata dulu. Kacamata ion, Pak." Katanya ya. Ada yang kacamata ion juga. Itu gimana ya, Dok? Ya, ya monggo saya sesuaikan dengan literatur dengan apa ee ee penelitian-penelitian yang sudah ada dan ternyata itu tidak ada itunya, tidak ada manfaatnya. Izin, Dok. Nggih, Pak. Untuk Maaf. langsung kayaknya Ibu moderator sudah keluar ini waktunya sudah untuk yang pemeriksaan pemeriksaan rutin ini berapa kali sekali? Berapa bulan sekali atau mungkin berapa minggu gitu? Oke. Siap. Jadi kalau misalnya jenengan putranya sudah berkacamata asalkan tidak ya Pak ya. Biasanya sih kita sarankan rutin tiap 6 bulan sekali. Tapi kalau ada kelainan-kelainan seperti itu biasanya 1 bulan sampai 3 bulan sekali, Pak. Itu pemeriksaan rutinnya. Siap. Alhamdulillah. Makasih. Sebetulnya ada satu lagi sebetulnya tadi hubungannya antara gigi berlubang dengan sakit mata apa, tapi nanti tidak ada tanggapan lagi setelah ini. Terima kasih. Oh, gitu ya. Punten banget Pak Yusf karena memang keterbatasan waktu tapi sudah lega dengan jawaban dari dr. Niken ya Bapak. Heeh. Terima kasih. Alhamdulillah sekali saya juga kaget ya ternyata sampai lepas saraf matanya. Masyaallah. Dr. Niken. Dan untuk selanjutnya ada satu penanya nih. Terima kasih Bapak Yusep tadi ya dari Ngawi. Dan untuk satu penanya disilakan untuk hadir di sini. Baik satu penanya terakhir kali ini. Saya tadi tetap wow ya Dok ya. Ternyata masih bisa lepas. Aduh saraf mata bisa lepas ya, Dok ya. Masyaallah. Sekali lagi saya sapa yang tadi bergabung dan raise hand disilakan. Oke. Baik. Kalau gitu langsung saja pertanyaan saya, Dok. Dokter, kalau misalnya kita itu suka banget nonton bioskop, nah tuh itu gimana ya, Dok? Karena memang sesuai dengan relaksasi mata itu tadi kan 2020. Nah, kita lagi nonton bioskop ini, Dokter. Pripun, dokter? Mungkin ada saran gitu. Saya saya soalnya hobi banget nonton, Dokter. Disilakan, Dok. Iya, maaf. Ee sebelumnya nonton bioskopnya seminggu berapa kali, Mbak? Enggak dong. Paling ya 1 bulan tiga. Bisa tiga kali. Kalau kalau seminggu seminggu tiga kali kayak atau sehari tiga kali kayak minum obat ya mungkin itu enggak ini ya enggak sehat juga gitu. Oh baik baik. Tapi kalau misalnya cuman itu kan ee kita ee rekreasional ya. Jadi tujuannya memang untuk main tapi juga untuk mata juga enggak apa-apa sih. Atau juga nontonnya kan film itu kan enggak lama ya. Paling berapa jam sih? 2 jam. 3 jam 2 sampai 3 jam dokter biasanya. Oke. Oke. Nah, setelah itu kan monggo pada saat sudah keluar dari bioskop, monggo. Kan biasanya kan bioskop jadi satu sama mall tuh ya. Nah, itu langsung lihat yang indah-indah mungkin di etalase toko. Wah, ada diskon. Nah, iya betul dokter. Lihat yang jauh-jauh gitu. Baik berarti memang tetap bisa melakukan 2020 itu ya, Dokter ya. Asalkan tetap sehat. Baik untuk penanya selanjutnya nih sudah hadir. Terima kasih. dari mana, Ibu dengan Ibu siapa? Disilakan memperkenalkan diri. Monggo, ya. Terima kasih dokter. Terdengar oke Bu I terdengar. Aman disilakan, dokter izin saya dari Satpol PP Kota Bekasi. Oh, Makasih. Wah, Casi. Iya. Aduh. Ee sebelumnya saya senang sekali ya untuk temanya itu benar-benar bermanfaat. Karena pas banget saya mempunyai anak yang berkacamata. Baru berkacamata sih. Dan ee saya mendengar dari berbagai yang ee Ibu atau Bapak yang bertanya itu kasusnya hampir-hampir sama dengan yang dialami oleh saya dan penjelasan dari dokter juga ee benar-benar kena banget ke saya gitu. Karena sebelumnya juga saya ngelihat anak saya tuh kadang pandangan matanya suka ee enggak fokus gitu kayak jereng. Saya suka ngomelin sih jujur. Heeh. Ternyata pas saya tadinya enggak niat untuk ee periksa mata. Setelah saya perik ee ajak periksa mata ee itu kaget juga sih saya ternyata anak matanya sudah ada yang minus dan silinder. Nah, untuk pastinya berapa saya lupa sih, Dok. Nah, terus ee saya baru baru paham ternyata apa yang disampaikan dokter tadi seperti bilang anak itu tidak tidak tahu matanya itu buram atau tidak gitu. Saya tanya, "Kenapa kamu selama ini ee enggak ngasih tahu?" Heeh. Enggak ngasih tahu kalau misalkan ee mata kamu itu setiap melihat sesuatu tidak jelas, kata dia, "Aku pikir emang seperti itu." Katanya gitu kan. Nah, mungkin ada juga faktor yang seperti dokter bilang, "Takut nanti enggak dibolehin main HP lagi gitu ya kan." Heeh. Jujur saya sebagai orang tua soalnya terus gitu langsung HP-nya. Betul. Betulitu betul, dokter. Betul. Jadi saya juga sebagai orang tua juga merasa bersalah juga sih, Dok, karena terlambat untuk memeriksakan mata anak. Ee terus tadi juga saya bertanya di kolom chat ee tapi mungkin se agak-agak daun juga seperti dokter bilang sudah ditutup gitu. Saya berpikir apakah vitamin mata yang beredar di pasaran itu bisa membantu penglihatan anak saya agar ee kalau memang minusnya tidak ee tidak bisa hilang atau berkurang, paling tidak stay di tempat gitu loh, Dok. Atau kalau memang ada solusinya kan kalau kata dokter lasik itu tidak boleh ya dilakukan sebelum usianya ee 18 tahun gitu. Nah, saya juga enggak ada kepikiran ke situ, tapi saya ingin supaya anak saya itu ee matanya bisa lebih sehat lagi gitu kan. Karena memang saya juga mengalami seperti yang tadi Bapak yang bertanya sebelumnya, anak prestasinya menurun gitu kan. Dan setiap har setiap minggu itu kan ee duduk duduknya anak murid itu diolling sama gurunya. Kadang dia di belakang, kadang dia di depan, kadang dia di tengah, gitu kan. Nah, memang prestasinya kemarin menurun. Terus saya tadinya tadinya saya berpikir ee ini anak kenapa? Apa karena kurang fokus atau apa? Ternyata ya memang itu salah satu faktornya adalah matanya. Mungkin selama ini dia ee kurang melihat gitu. Apalagi kan ujiannya ini kan, Dok, pakai handphone. Nah, siapa tahu mungkin mungkin ee dia kurang teliti gitu karena efek matanya buram, jadinya dia mungkin salah klik atau bagaimana. Dan itu setiap habis ujian nilainya keluar, saya jujur sih, saya keras, saya omelin, kenapa kamu enggak belajar? Padahal saya juga kan setiap pulang kerja selalu ee evaluasi anak dalam belajar gitu. Jadi merasa ee wah saya aja sudah kerja tapi masih tetap harus mengajari anak gitu tapi anak mendapatkan nilai yang tidak ee seperti yang saya mau gitu. Nah, pertanyaannya, Dok, saya juga ini pengin tahu banget nih sebagai orang tua ee ada enggak sih, Dok, pencerahan gitu atau mungkin ee entah itu obat atau vitamin yang bisa mengatasi mata anak yang sudah minus atau silinder gitu kira-kira ada enggak sih kesempatannya untuk anak yang sudah punya mata seperti itu? Terima kasih sebelumnya dokter atas waktunya dan responnya. Baik, silakan dokter NIK untuk memberikan jawabannya. Namanya Bu siapa tadi Bu? Bu siapa tadi Bu? Oh iya maaf nama saya Stella. Ibu Stella dari Bekasi ya Bu ya? Ibu Stella dari Bekasi. Baik disilakan dokter ya. Oke terima kasih Bu Stela atas pertanyaannya. Jadi mungkin tadi yang saya jelaskan ke Pak Yusep tadi ya. Jadi kalau kita anak kita sudah berkacamata yang sekarang adalah menjaga jangan sampai dia jatuh ke mata malas Bu. Jadi ee permisi, Bu Stella tadi juga bilang anaknya juga agak jereng ya atau juling ya atau kalau bahasa jawanya kita kero itu ya enggak fokus. Nah itu. Nah itu sebaiknya Bu itu rutin diperiksakan tiap 1 bulan. Kenapa? Kalau saya biasanya ee dia julingnya disebabkan karena mata malas tersebut. Jadi ee ada faktor dominasi antara ee kedua mata atau memang ada ee jolingnya disebabkan ada kelainan di saraf mata. Nah, itu biasanya ee saya akan ada terapi tambahan Bu untuk ambliopianya. Kita akan ada terapi yang harus kita follow up, kita evaluasi tiap 1 bulan sekali dan itu harus ee ya rutin memang. Kemudian yang kedua, Bu, untuk anak yang dengan ambilia atau saraf mata malas, Bu, itu kita updating kacamatanya, ukurannya sama dengan HP ya, Bu ya. Updating software istilahnya kan gitu ya. Nah, itu tidak bisa disamakan dengan anak yang tidak mata malas. Jadi biasanya saya sudah mengedukasi ke orang tua. Jadi kalau misalnya saraf matanya sudah mengalami perbaikan, tetapi dia membutuhkan ukuran kaca matanya lebih tinggi, enggak apa-apa kita meraih itu ya. Kenapa? Karena ke depannya supaya saraf matanya ee tetap baik gitu. Kita analogikan begini Bu. Permisi, misalnya kita sudah kerja keras ya, Ibu atau PP, saya juga misalnya di apa ee rumah sakit, saya janji saya akan ee rajin kerja keras ee bagi kuda kemudian ee jamnya saya tambah misalnya sampai lembur-lembur tetapi saya minta gaji naik. Nah, ibaratnya gitu, Bu ya kan? Jadi ya sudah enggak apa-apa saraf matanya dia bagus Bu misalnya perkembangannya terus julingnya pun juga teratasi Bu jerengnya itu ya. Nah, ternyata dia membutuhkan ee kacamata minus atau silinder yang lebih tinggi yaitu monggo itu harus apa kita sesuaikan. Loh, kok kacamatanya gonta-ganti mulu sih? Nah, itu monggo Ibu jelaskan kepada ayahnya mungkin ya. Ayahnya kan yang mendanai. Kemudian apakah ada vitamin? Iya. Jadi, proses tumbuh dan berkembang anak itu masih membutuhkan suplemen atau nutrisi Bu. Ibarat tanaman ya Bu ya. Tanaman itu kalau kita biarkan dia tumbuh sendiri kena air hujan aja dia tumbuh sih ya. Tapi kalau ibu kasih pupuk, ibu kasih siramin tiap hari itu kan beda ya perkembangannya. Bunganya juga lebih cantik, lebih banyak, lebih warnanya lebih ee lebih ngejreng, lebih bagus. Nah, ibaratnya seperti itu. Jadi vitamin ini fungsinya bukan mengurangi minus ya, tapi tujuannya bertahan ya. Bertahan jadi biar gak nambah lagi gitu. Tetapi, Bu, saya mohon juga screen time-nya, Bu. Screen time-nya. Jadi, aktivitas fisiknya juga sering main di outdoor. Screen time-nya juga benar-benar diperhatiin, gitu kan. Jadi, jangan kalah sama anak gitu. Maksudnya kan ini demi masa depannya dia ya kan. Anak enggak tahu dia penginnya sih main HP terus kan ya nonton nonton di YouTube terus gitu kan ya. Tapi itu enggak baik ternyata buat dia. Dia enggak tahu ya kan sama dengan yang Ibu bilang tadi loh. Saya enggak tahu mah kalau itu buram gitu kan. Itu karena dia enggak tahu gitu kan. Anak-anak itu kan masih makanya di bawah kendali orang tuanya atau orang dewasa lainnya karena dia tidak tahu. Makanya kita harus memberikan yang terbaik untuk anak-anak kita gitu ya. Bu Stela mungkin bisa menjawab. Alhamdulillah mudah-mudahan bisa lega. Bu Stella dari Bekasi. Bagaimana dengan jawaban dari dokter niken? Sudah lega ya, Ibu? Iya, Ibu. Halo. Oh, sudah langsung jempol. Terima kasih. Masyaallah, luar biasa. Alhamdulillah. Dan juga kita berkeliling loh, Dokter, hari ini dari Jakarta, Ngawi, Kediri, Tulungagung, Trenggalek, dan Surabaya. Luar biasa. Banyak sekali yang bertanya. Masyaallah, luar biasa. Dan saya ucapkan karena ee keterbatasan waktu dokter, jadi saya mohon maaf untuk tidak bisa ada yang penanya berikutnya. Dan juga saya tetap menyampaikan terima kasih kepada dr. Niken. Saya doakan dokter dikelilingi orang-orang baik selalu sebagai wonder womannya Indonesia di bidang kesehatan dan juga e mendedikasikan profesinya untuk Indonesia. Terima kasih Dr. Niken. Boleh tepuk tangannya dan juga jempolnya dari Sobat ASN di seluruh Indonesia. Dan terima kasih dokter untuk mengakhiri sesi webinar pada hari ini. Sekilas saya akan merangkum materi dari para narasumber hari ini. Yang pertama pemeriksaan visus pada bayi itu ada di Rumah Sakit Mata masyarakat nggih Jawa Timur ya. Kelainan kelopak mata, bulu mata itu masuk ke dalam itu ada loh. Dan juga infeksi sinusitis itu juga ada kelainan mata juga. Bayi bisa rewel saat di luar. Bisa saja bayi tidak kuat dengan cahaya. maka wajib diperiksakan. Nggih. Sering kedip-kedip itu ditemukan oleh dokter Niken. Ternyata adalah gejala katara pada bayi. Masyaallah. Dan jangan tidak apa-apa bila ada anak-anak atau bayi Anda, Sobat ASN itu terjadi permasalahan yang berbeda dalam matanya. Jadi harus waspada karena bila telat bisa menjadi buta permanen. Pendaraan dalam ee dalam jangka lama periksa aja langsung ya. Bila terlambat buta permanen. Masyaallah. Dan yang terakhir pada usia anak-anak itu perkembangan matanya 17 tahun itu gerbang tertutup. Jadi harus selalu dideteksi. Masyaallah. Dan tak lupa juga di penghujung acara kami ucapkan terima kasih kepada seluruh narasumber hebat hari ini. Bapak Ramlianto, SPMP selaku Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Dr. Niken Indah Nordiani, SPM. selaku dokter spesialis mata divisi pediatrik optalmologi RSMM Jawa Timur. Dr. Sekar Rahadi Siwi. Selalu selaku dokter umum RSMM Jawa Timur. Tak lupa juga mengucapkan terima kasih kepada tim yang bertugas dari BPSDM Jatim TV yang luar biasa dan juga sobat ASN di seluruh Indonesia yang telah menyimak dari awal acara. Sangat luar biasa tips dan strategi kesehatan mata yang disampaikan oleh narasumber kita hari ini. Karena mata adalah cendela dunia, maka jagalah dengan penuh cinta. Harapan kita adalah dapat bermanfaat untuk seluruh peserta pada hari ini dan juga semuanya. Izin berpantun sebelum berpamit dibantu jempolnya di kolom komentar dan cakepnya dari teman-teman. Buah mangga manis sekali. Tumbuh di kebun dekat kali. Udah ya cakepnya tungguin ada satu motivasi sobat ASN. Motivasi hari ini hidup itu tidak boleh sederhana. Hidup itu harus hebat, luas, kuat, besar, dan bermanfaat bagi kita semua. Sedangkan yang sederhana hanyalah sikap kita dan bagaimana cara kita menyikapinya. Saya selaku MC Maya Santia pamit undur diri. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sampai jumpa. [Musik] Rumah Sakit Makam Masyarakat Jawa Timur. Rumah Sakit Khusus Mata di bawah naungan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur berperan aktif dalam penanganan gangguan penglihatan bagi masyarakat Jawa Timur. Berlokasi di Surabaya bagian Selatan, Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur berdiri di tengah kawasan penduduk yang aktif dan produktif. Komitmen kami menyelenggarakan pelayanan kesehatan mata yang bermutu, beretika, dan profesional. Kami memiliki visi untuk menjadi Rumah Sakit Mata bertaraf nasional. Kami terus berinovasi mengembangkan diri guna mencapai kemandirian yang bermutu tinggi demi memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. [Musik] didukung tenaga ahli yang profesional, berintegritas, dan kompeten di bidangnya. Juga sarana dan prasarana yang memadai. Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur berkomitmen untuk menyelenggarakan pelayanan yang optimal. Kami selalu mengutamakan kebersihan dan kenyamanan pada setiap lini pelayanan. [Musik] Kerja sama manajemen dan pelayanan yang terintegrasi menjadikan rumah sakit mata masyarakat Jawa Timur yang aman, akuntabel, terpercaya, dan mampu untuk bersaing di era globalisasi. [Musik] Rasa kepedulian kami dan upaya untuk selalu bekerja dari hati membuat langkah kami terasa ringan. untuk tetap hadir di tengah masyarakat Jawa Timur demi penanggulangan keputaan. [Musik] Demi mewujudkan misi membangun jejaring kemitraan, kami bekerja sama dengan lebih dari 20 lembaga pendidikan, penelitian, dan pelayanan. Di antaranya asuransi kesehatan agar dapat meningkatkan sinergitas dan akses pelayanan kesehatan mata pada masyarakat. [Musik] Koordinasi yang baik, inovasi tiada henti. adalah pondasi organisasi demi visi RSMM Jawa Timur dan mewujudkan Jawa Timur yang sehat Indonesia maju. [Musik] Kepercayaan masyarakat kepada kami menjadi tolok ukur kami untuk terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan mata yang terbaik di Jawa Timur dan di Indonesia Timur. [Musik] Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur. [Musik]