Transcript
nnl1VpdWg_0 • Webinar ASN Sehat Bugar 2025 - Kesehatan Mata dan Masa Depan Anak
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0248_nnl1VpdWg_0.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Marlah kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga negeri. Memerintah situs
melayani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
Hong
kami di sini suka dengan hati.
Tunjukkan kompetensi dalam harmoni
melayani bangsa loyal tanpa batasannya
dan berkolaborasi
tangan
tujuan
menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melay Layani
bangsa
[Musik]
kami dari sini tegas dengan hati
tujukan kompetensi dalam harmoni.
di bangsa loyal tanpa batasannya
adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan
untuk menjadikan air yang lebih beragung
mengertas penuh hati tulus membantu
tersama di lembangan kami melayani
bilangan kami melayani
dengan meng kami melayani
bangsa
[Musik]
H
[Musik]
Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur.
Rumah Sakit Khusus Mata di bawah naungan
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Berperan aktif dalam penanganan gangguan
penglihatan bagi masyarakat Jawa Timur.
Berlokasi di Surabaya bagian Selatan,
Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur
berdiri di tengah kawasan penduduk yang
aktif dan produktif.
[Musik]
Komitmen kami menyelenggarakan pelayanan
kesehatan mata yang bermutu, beretika,
dan profesional.
Kami memiliki visi untuk menjadi rumah
sakit mata bertaraf nasional. Kami terus
berinovasi mengembangkan diri guna
mencapai kemandirian yang bermutu tinggi
demi memberikan pelayanan terbaik pada
masyarakat.
[Musik]
didukung tenaga ahli yang profesional,
berintegritas, dan kompeten di
bidangnya. Juga sarana dan prasarana
yang memadai. Rumah Sakit Mata
Masyarakat Jawa Timur berkomitmen untuk
menyelenggarakan pelayanan yang optimal.
Kami selalu mengutamakan kebersihan dan
kenyamanan pada setiap lini pelayanan.
[Musik]
Kerja sama manajemen dan pelayanan yang
terintegrasi menjadikan rumah sakit mata
masyarakat Jawa Timur yang aman,
akuntabel, terpercaya, dan mampu untuk
bersaing di era globalisasi.
[Musik]
Rasa kepedulian kami dan upaya untuk
selalu bekerja dari hati membuat langkah
kami terasa ringan untuk tetap hadir di
tengah masyarakat Jawa Timur demi
penanggulangan kebutaan.
[Musik]
Demi mewujudkan misi membangun jejaring
kemitraan, kami bekerja sama dengan
lebih dari 20 lembaga pendidikan,
penelitian, dan pelayanan. Di antaranya
asuransi kesehatan agar dapat
meningkatkan sinergitas dan akses
pelayanan kesehatan mata pada
masyarakat.
[Musik]
Koordinasi yang baik, inovasi tiada
Henti adalah pondasi organisasi demi
visi RSMM Jawa Timur dan mewujudkan Jawa
Timur yang sehat Indonesia maju.
[Musik]
Kepercayaan masyarakat kepada kami
menjadi tolok ukur kami untuk terus
berupaya memberikan pelayanan kesehatan
mata yang terbaik di Jawa Timur dan di
Indonesia Timur.
[Musik]
Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur.
Helping you to see better.
[Musik]
menyapa kembali sobat ASN di seluruh
Indonesia. ASN sehat dan bogar. Sangat
luar biasa sekali. Jujur saya hari ini
sangat senang sekali kenapa banyak
sekali orang di luaran sana yang
menghabiskan waktunya untuk hal yang
sia-sia. Tetapi Sobat ASN memilih di
sini untuk bergabung menuntut ilmu
tentunya tentang kesehatan hari ini
karena dengan tema ASN sehat dan bugar.
Izinkan saya menyapa dengan salam
silaturahmi. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan. Baik, Sobat SN. Apa
yang dibahas dalam webinar kali ini
yakni pentingnya peran orang tua dalam
menjaga kesehatan mata anak, bahaya
penggunaan gadget berlebihan terhadap
penglihatan anak, ee urgensi deteksi
dini dan pemeriksaan rutin sebagai
langkah preventif. mewujudkan generasi
anak yang secara visual semakin baik
sehingga tumbuh kembang dan proses
belajarnya bisa optimal. Dan kali ini
akan dibahas dalam webinar hari ini
dengan tema kesehatan mata dan masa
depan anak. Peran ASN dalam Harmoni
Peran Publik dan keluarga. Boleh tepuk
tangannya dong yang ada di studio dan
juga tombol cakepnya untuk teman-teman
yang ada di YouTube channel.
Webinar hari ini terselenggara oleh
BPSDM Jawa Timur dalam Zoom meeting
maupun YouTube channel BPSDM Jatim TV.
Kami di studio BPSDM Jatim yang
berlokasi di Jalan Balongsari e Tama
Tandes Surabaya. Sobat ASN, saya ingin
menyapa terlebih dahulu
yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto,
S.PMP selaku Kepala BPSDM Provinsi Jawa
Timur. Yang kami hormati Dr. Niken Indah
Nurdiani, SPM selaku dokter spesialis
mata divisi pediatrik optalmologi RSMM
Jawa Timur, Dr. Sekar Rahadi Sewi selaku
dokter umum RSM Jawa Timur. Dan agar
suasana tetap bersemangat, izinkan kami
dengan pantun pembuka. Mohon jempol
cakepnya untuk yang ada di YouTube
maupun di Zoom ya. Dan juga yang ada di
studio untuk cakepnya pagi hari makan
kelapa. Jag
kelapanya enak dan bikin tertawa.
Cag.
Hari ini kita berjumpa untuk webinar
yang istimewa. Boleh tepuk tangannya
dong. Luar biasa.
Es deganku makin enak dan segar.
Segar.
Di badan pun semakin bugar.
Segar.
Maya hadir memukau kali ini persembahan
spesial BPSDM Jatim TV. Boleh sekali
lagi tepuk tangannya. Luar biasa. Baik,
Sobat ASN, sebelum kita berlanjut, kami
informasikan bahwa presensi sudah dapat
diakses melalui website semesta bangkong
semesta Bangkom seperti yang tertera
pada running atau chat Zoom. Mengisi
survei serta mengisi lembar monev, maka
sertifikat akan muncul 1* 24 jam. Jangan
lupa juga cek secara berkala dan ada
informasi tambahan, kami menyampaikan
tata cara menjawab dengan raise hand dan
nanti juga akan dipilih oleh kami dua
orang yang akan boleh bertanya. Untuk
tata tertib webinar, sesi diskusi
setelah materi dari masing-masing
narasumber, hanya dua penanya yang
diberikan kesempatan sambil lihat sisa
waktunya NJ dan menyebutkan identitas
nama dan instansi panitia yang akan
memilih dari peserta yang rais hand.
Sobat ASN karena anak-anak adalah masa
depan bangsa, melalui mata yang sehat,
mereka bisa melihat dunia dengan lebih
jelas, belajar dengan lebih baik, dan
tumbuh menjadi generasi emas untuk
Indonesia. Mari menjadi ASN yang tidak
hanya cerdas dan tangguh di ruang kerja,
tapi juga penuh kasih dan perhatian di
dalam keluarga. Selengkapnya akan
dibahas dalam webinar ASN Sehat dan
Bugar tahun 2025.
[Musik]
Sobat ISN untuk membuka webinar ASN
Sehat dan Bugar tahun 2025 MAI ini, mari
kita sambut bersama opening speech dari
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Provinsi Jawa Timur kepada Bapak
Dr. Ramlianto, S.P., MP. Kami silakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam bugar
untuk kita sekalian. Sobat ASN di
seluruh tanah air. Selamat bertemu
kembali dalam webinar series ASN Sehat
dan Bugar. Sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN untuk meningkatkan
kualitas fisik dan mental ASN dalam
menjalankan tugas mulianya. Persembahan
Jatim Corporate University, Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur. Setiap hari Jumat,
serial ASN Sehat dan Bugar akan hadir
menemani para ASN di seluruh negeri
dengan menyajikan topik-topik yang
menarik, kekinian, dan tentu berdampak
secara nyata terhadap peningkatan
kompetensi dan kinerja aparatur sipil
negara di Indonesia.
Sobat ASN, hari ini 25 Juli 2025, ASN
Sehat dan Bugar menyajikan salah satu
topik dalam rangka menguatkan peran ASN
sebagai orang tua dalam menjaga
kesehatan putra-putrinya, terutama
kesehatan mata.
Karena tema kesehatan mata ini sangat
tepat untuk kita elaborasi secara luas
dan mendalam, maka ASN Sehat dan Bugar
kali ini mengangkat topik kesehatan mata
dan masa depan anak. Per ASN dalam
harmoni peran publik dan keluarga.
ASN Sehat dan Bugar kali ini merupakan
kolaborasi antara BPSDM Provinsi Jawa
Timur dengan Rumah Sakit Mata Masyarakat
yang merupakan salah satu rumah sakit
yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi
Jawa Timur.
Tema kesehatan mata untuk anak merupakan
isu strategis sekaligus kemanusiaan yang
menyentuh aspek pendidikan tumbuh
kembang hingga masa depan bangsa. Tema
ini bukan sekedar topik medis. melainkan
panggilan nurani bagi kita semua,
terutama para ASN yang memegang peran
ganda sebagai pelayan publik dan juga
sebagai orang tua.
Melalui tema ini kita sedang
menggaungkan kesadaran kolektif bahwa
penglihatan anak-anak adalah jendela
masa depan. bahwa setiap huruf yang
mereka baca, setiap gambar yang mereka
lihat, dan setiap impian yang mereka
susun, semuanya bergantung pada sepasang
mata yang sehat.
Sat ASN di seluruh tanah air, saat ini
fenomena kesehatan mata telah meretas
batas rumah tangga hingga ruang kelas.
Sebuah fenomena yang sunyi namun kian
mendesak untuk dicermati.
Lonjakan kasus seperti miopia, digital
arain, dan gangguan akomodasi pada
anak-anak hari ini ibarat gelombang
senyap. Tidak selalu terasa sekarang,
tetapi berpotensi menghantam kualitas
belajar, produktivitas, bahkan kesehatan
psikososial mereka di masa depan.
Di era layar digital yang menyala nyaris
tanpa henti. Dari gawai belajar daring
hingga hiburan interaktif, mata
anak-anak saat ini bekerja lebih keras
daripada generasi sebelumnya.
Paparan cahaya layar digital berlebih,
jarak pandang yang kian pendek, serta
minimnya aktivitas luar ruang
menciptakan sebuah fenomena yang disebut
epidemi penglihatan kabur. Yang menurut
proyeksi World Heart Organization atau
WHO dapat menjangkau separuh populasi
dunia pada tahun 2050. Jika tak segera
kita cegah, maka menjaga kesehatan mata
anak bukan sekedar urusan klinis,
melainkan investasi peradaban. Menjamin
mereka tetap mampu membaca huruf kecil,
menatap peta besar, dan melihat asa
bangsa ini dengan jelas.
Sobat ASN, lalu apa kontribusi kita
sebagai ASN yang juga sebagai orang tua
bagi anak-anak kita?
Menjadi ASN bukan hanya soal menjalankan
tugas negara, bukan semata mengelola
program, mengurus anggaran, atau menata
regulasi.
Kita juga adalah ayah dan ibu yang
berpulang ke rumah dengan tanggung jawab
tak kalah mulia menjadi pendidik pertama
dan pelindung utama bagi anak-anak kita.
Dan hari ini kita berbicara tentang
mata. organ kecil yang menentukan
luasnya cakrawala masa depan mereka.
Mata adalah jendela bukan hanya bagi
dunia, tapi juga bagi harapan, bagi masa
depan anak-anak yang kita besarkan.
Yang harus kita sadari saat ini adalah
kita hidup di zaman yang serba terang,
namun kadang tidak benar-benar bisa
melihat. Di era realitar, kecepatan
informasi dan arus visual yang begitu
deras. Justru tantangan kesehatan mata
hadir dalam wajah yang tak selalu
disadari. Terutama bagi anak-anak kita,
generasi yang akan menjadi penjaga masa
depan negeri ini. Sobat ASN, lalu
bagaimana kita sebagai ASN mampu
memberikan peran terbaik kita sebagai
orang tua untuk menjaga kesehatan prima
mata putra-putri tercinta kita. Nah,
untuk membahas cerdas dan tuntas topik
ini, kami telah mengundang para
narasumber yang luar biasa yang sudah
barang tentu sangat kompeten di
bidangnya. Kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada para
narasumber hebat yang telah berkenan
hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ASN di
seluruh tanah air. Pertama tentu kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada jajaran Direksi dan Manajemen
Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur
atas kolaborasinya yang sangat
bermanfaat ini. Kedua, kami menyampaikan
terima kasih dan apresiasi kepada para
narasumber yakni Ibu dr. Sekar Rahadi
Siwi yang merupakan dokter umum di Rumah
Sakit Mata Masyarakat serta Ibu dr.
Niken Inda, SPM yang merupakan dokter
spesialis mata pada divisi pediatrik
Falmologi Rumah Sakit Mata Masyarakat
Jawa Timur.
Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan
sesama webinar ASN Sehat dan Bugar
persembahan BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak
Dr. Ramlianto, SPMP. Baik, Sobat ASN.
sebagai aparatur sipil negara. Peran
kita tidak hanya sebagai pelayan publik,
tetapi juga sebagai orang tua dan
panutan dalam masyarakat. Melalui
webinar ini, BPSDM Provinsi Jawa Timur
mengajak kita semua untuk lebih peduli
terhadap kesehatan mata anak-anak yang
seringki terabaikan di tengah pesatnya
penggunaan teknologi dan perangkat
digital. Luar biasa akan dibahas dengan
paripurna nih oleh narasumber pertama
kita hari ini. Beliau selaku ketua tim
disaster medical tim RSMM Jawa Timur
tahun 2022 sampai dengan sekarang dan
juga memiliki sertifikasi ICLS hiperkes
disaster managemen juga selaku dokter
umum RSMM Jawa Timur. Beliau menempuh
pendidikan dokter dan profesi di
Universitas Airlangga Surabaya. Boleh
tepuk tangannya dong untuk dr. Sekar
Raha di sini. Dokter, apa kabar? Sehat.
Masyaallah cantik sekali, Dokter.
Dan gimana dengan kerendahan hati ini?
Izinkan saya menyapa ini, Dokter? Sehat?
Enggh. Alhamdulillah, sehat. Agak bat
dikit kayaknya. Agak batuk dikit tapi
enggak kedengaran ini. Pasti sehat
selalu dan gimana? Ada Iya. Hari ini
berangkatnya pagi banget pasti ya, Dok?
Ee saya kebetulan habis jaga malam.
Masyaallah luar biasa. ASN juga ya,
Dokter ya, di RS
pengabdian maksimal ya.
Baik. Luar biasa. Dan dokter di sini kan
e mengangkat materi tentang iPad kids.
Betul engak, Dokter?
Dan ini saya juga banyak sekali
keponakan-keponakan dan putra-putrinya
teman-teman itu ternyata kalau sudah
begini dengan handphone begini itu
handphone tap itu enggak selesai-selesai
itu berbahaya ng dokter?
Ee berbahaya terutama ini kalau di sini
saya bahas pada anak-anak ya terutama
pada perkembangan anak-anak di segala
tumbuh kembangnya dan pada
penglihatannya terutama.
Waduh luar biasa. Dan sobat SN enggak
usah khawatir karena nanti akan dibahas
tuntas oleh dr. Sekar Rahad CW. Luar
biasa, dokter. Kepada dokter Sekara di
Siwi, kami persilakan memberikan
materinya.
[Musik]
Kurang geser ya.
Eh, selamat pagi Bapak Ibu semuanya. Di
sini saya dr. Sekar Hadi Siwi dari RSMM
Jatim ee akan membawakan sebuah materi.
Sebenarnya materinya berjudul Miopia on
Kids atau Gangguan refraksi pada
anak-anak. Tapi pertama-tama kita akan
bahas fenomena yang sering terjadi di
anak-anak zaman sekarang yaitu kita
bilangnya sebagai iPad kids. Jadi
sebenarnya iPad kids itu apa? Eh nanti
kita bahas lebih lanjut ya.
Jadi ini adalah yang pal sangat sering
kita temukan baik itu di tempat-tempat
umum, di ruang keluarga, di ruang tidur.
Teman-teman sekalian yang punya anak
masing-masing sering memiliki anak yang
sangat attach sama gadget ee antara itu
handphone atau mungkin iPad. Nah, jadi
iPad Kids ini adalah suatu slang atau
istilah yang digunakan untuk generasi
alpha atau anak-anak yang lahir di atas
tahun 2010 yang memiliki keterikatan
atau ketergantungan pada gadget. gitu.
Next, Mas.
Jadi ini ya yang sering banget kita
temukan di saat ini ya. Baik ketika
sebelum tidur lihat HP dulu. ketika
sedang bermain bersama teman juga
sama-sama megang HP padahal sedang
harusnya bisa bermain bersama ya tapi
malah menghabiskan waktu bersama gadget
masing-masing. Nah, hal-hal ini yang
sebenarnya kita harus kita perhatikan
karena sebenarnya ketergantungan
terhadap gadget pada anak-anak terutama
kalau dimulai dari saat balita misalnya
atau batita kita sering lihat di tempat
umum kadang anak-anak ketika mau makan
harus diberikan gadget dulu di slide Mas
di slide. Jadi ketika harus sebelum
makan dia harus diberikan gadget dulu
agar dia mau duduk tenang di meja makan
dan menyelesaikan makanannya. Padahal
sebenarnya hal ini tidak sangat tidak
dianjurkan ya sama dokter anak
sebenarnya karena ini sangat mengganggu
fokusnya anak itu sendiri. Dan dari sini
kita akan membahas terutama pada
perkembangan ee efek gadget itu terhadap
perkembangan dari anak terutama di
penglihatannya.
Sedangkan pada anak sekolah ee karena
epidemi pandemi COVID ya yang terjadi
sekitar 3 4 tahun yang lalu ya yang
membuat anak-anak itu jadi melakukan
sekolah, diliburkan sekolahnya atau
melakukan ee pelajaran secara online.
Jadi dia harus pakai gadget, pakai iPad
atau pakai laptop selama lebih dari 2
atau 3 jam per hari. Padahal sebenarnya
harus kalau misalnya kita evaluasi
penggunaan iPad dan penggunaan laptop
itu juga memiliki pengaruh terhadap
perkembangan visual anak itu sendiri. E
nah ini utamanya ya yang akan kita bahas
yaitu miopia pada anak.
Jadi mi ini saya awali dengan data dulu
ya teman-teman. Jadi ini berdasarkan
laporan dari WHO WHO World Report on
Vision yang dikeluarkan tahun 2019. Jadi
dari seluruh data yang ada di sini
sebanyak 2,2 miliar orang itu memiliki
gangguan penglihatan
ya dari 2,2 miliar itu 1 miliarnya itu
adalah gangguan penglihatan yang
sebenarnya bisa dicegah yang sebenarnya
dari semua gangguan penglihatan itu kita
bisa urutkan dari penyebab yang paling
besar adalah anadress reflective error
atau gangguan refraksi yang tidak
terdeteksi yang paling banyak. Yang
kedua katarak dan ketiga baru klaukoma.
Next, Mas. Nah, dari sebanyak 1 miliar
orang itu didapatkan 2,6
miliar orang dengan miopia. Jadi,
angkanya sangat tinggi sekali ya. Ini
angka di seluruh dunia ya. Ee
diperkirakan sebanyak 2,6 miliar orang
menderita miopia. Di antaranya 312 juta
orang itu di bawah 19 tahun. Berarti di
bawah 19 tahun bisa kita kategorikan
dari neonatus dari bayi sampai ke remaja
ya itu di ee sebanyak 312 juta. Nah,
baru penyakit-penyakit lain yang
menyertai. Next, Mas.
Ini angka yang didapatkan dari
penelitian yang dikeluarkan oleh Holden.
Jadi dia membuat prediksi pada tahun
2000 ee didapatkan 22,9%
penduduk dunia mengalami miopia. Jadi
masih 20-an% lah dan 2,7% itu mengalami
high miopia atau miopia tinggi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan
oleh beliau, beliau memperkirakan pada
tahun 2050 didapatkan peningkatan
penderita miopia lebih dari dua kali
lipat sampai ke 49,8%
penduduk dunia. Artinya apa? Artinya
setengah dari penduduk dunia menderita
miopia dari segala usia dan sedangkan
penderita Homiopia sampai ke 9,8% dari
seluruh penduduk dunia. Nah, hal ini
biasanya ee dokter mata ataupun WHO
sering mengadress sebagai miopia
epidemi. Artinya apa? ini adalah suatu
fokus yang sebenarnya di perlu diakses
oleh WHO dan dokter mata di seluruh
dunia agar bisa dicegah agar ee prediksi
tahun 2050 ini tidak terjadi.
Next. Yuk, kita kembali dulu ke definisi
miopia ya. Jadi miopia itu adalah rabun
jauh atau gangguan penglihatan di mana
seseorang itu sulit untuk melihat objek
dengan jarak jauh. Jadi ini di sini saya
ilustrasikan sebagai anak yang melihat
ke papan tulis. Ketika dia melihat di
depan mata, melihat buku teks atau buku
tulis di depan mata, dia kelihatan. Tapi
untuk melihat papan tulis di jauh dia
enggak kelihatan gitu.
Ini contoh gambaran orang dengan
penderita miopia ya. Jadi pandangannya
seperti blur kayak kalau
difotografi ya. Jadi di bagian kiri itu
orang dengan pandangan normal bisa
melihat jelas sampai jarak lebih dari 6
m. Sedangkan pada penderita miopia itu
mulai melihat buram tergantung ukuran
miopianya ya sebenarnya ya. Semakin
buram semakin dekat berarti miopianya
semakin tinggi.
Nah, ini secara kita bahas secara
anatomi dulu. Jadi ini kita bayangkan ee
mata jika kita lihat dari arah samping.
Jadi mata dipotong dari arah samping dan
kita lihat dari samping. Nah, pada orang
normal ee mata itu terdiri dari paling
depan kita bilangnya ada selaput namanya
konjungtiva ya. Lalu bagian depan ada
seperti kaca namanya kornea. Ada terus
di belakangnya baru berturutan lensa
badan dari mata itu sendiri sampai akhir
paling akhir itu ada saraf mata dan
retina. Nah, untuk melihat secara jelas,
cahaya itu datang masuk dari mata, masuk
melalui depan, melewati kornea, masuk
melalui pupil mata atau manik mata,
melalui lensa sampai belakang sampai ke
retina. Dan pada orang yang normal,
bayangan cahaya itu jatuh tepat di
retina. Bagaimana pada penderita miopia?
Pada penderita miopia, bayangan itu
cahayanya jatuh di depannya retina.
Kenapa kok bisa jatuh di depan retina?
Bisa karena beberapa penyebab. Salah
satunya yaitu lengkung kornea yang
terlalu cembung sehingga cahaya jatuh di
depan retina e di depan retina. Gangguan
pada lensa mata dan ee panjang bola mata
yang lonjong sehingga ee bayangannya itu
tidak bisa jatuh di tepat di retina.
Jadi di depannya retina. Next.
Nah, ini prevalensi miopia berdasarkan
usia. masih dalam penelitian yang
dilakukan oleh Holden tadi. Kalau kita
lihat di sini ya, kalau penelitian
berdasarkan penelitian angka di ee ee
Asia Tenggara ya, Southeast Asia yang
warna oren ya, kita melihat peningkatan
drastis peningkatan drastis terjadi dari
usia 15 19 tahun sampai 20 atau 24
tahun. Berarti ee penderita miopia mulai
meningkat drastis pada usia tersebut
karena ee usia tersebut adalah usia
aktif belajar. Jadi anak-anak remaja
atau dewasa muda aktif untuk menggunakan
gadget atau bekerja dengan jarak dekat
lebih banyak daripada orang normalnya.
Nah, tapi kita lihat di sini ee
peningkatan paling drastis itu terjadi
pada orang-orang di Asia Timur yaitu
Jepang, Korea dan sekitarnya yang mulai
dari usia 0 sampai 4 tahun langsung
meningkat drastis sampai usia 20 24
tahun. ini berhubungan sama teknologi
sebenarnya ya dan paparan terhadap
teknologi digital membuat ee membuat
mereka lebih sering melihat gadget dan
alat-alat ee canggih dan layar lebih
sering daripada kita. Mungkin usia
segitu kalau di ee di Asia di Asia
Tenggara masih main di luar ya masih
jadi masih aman. Heeh. Masih
apa namanya masih berada di luar dan
mulai aktif menggunakan gadget ketika
masuk usia sekolah. Betul.
Tapi kalau di sana karena teknologi yang
semakin canggih, paparannya semakin
tinggi.
Dan kalau kita lihat di bagian biru sama
ini di Asia Pasifik ya, Asia Pasifik
berarti termasuk Australia dan New
Zealand juga memiliki paparan gadget
yang lebih tinggi daripada di Asia
Tenggara.
Next.
Kalau ini miopia pada anak di Indonesia
sebenarnya penelitian untuk data
keseluruhan masih belum ada ya, tapi ada
beberapa penelitian yang mungkin bisa
mewakili karena jumlah ee penderitanya
cukup banyak. Di sini kita lihat bersama
kebanyakan peningkatan ee penderita
miopia itu pada usia sekolah, mulai usia
sekolah.
Karena di usia sekolah mulai menggunakan
gadget dan mulai sering berada di dalam
ruangan kelas karena harus melihat ke
buku tulis.
harus menggunakan ee dan sebagainya.
Sedangkan di penelitian yang selanjutnya
peningkatan di SMP dan SMA mulai agak
stabil karena masih dengan ee kebiasaan
yang sama, dengan kebiasaan membaca yang
sama.
Nah, ini yang sering kita lihat ya,
anak-anak lebih memilih untuk main HP di
rumah daripada main di luar. Padahal
sebenarnya
ee kita sangat menyarankan ya
menyarankan untuk ee anak-anak di usia
pertumbuhan untuk sering bermain di
luar.
Next.
Jadi ini apa sih efeknya era digital ya?
Jadi karena di era digital itu
perkembangan entertainment ya media
sangat kencang sekali. Jadi anak-anak
tuh sangat enjoy untuk melihat. Jadi
kayak hiperfiksasi ya bilangnya kalau
anak kalau dokter anak ya. Jadi,
hiperfiksasi terhadap gadget sehingga
screen time-nya sangat meningkat. Jadi,
berdasarkan penelitian juga bahwa resiko
miopia meningkat secara signifikan
setelah pemberian screen time lebih dari
1 jam, tepatnya 1 sampai 4 jam pertama
dan lebih meningkat lagi setelah lebih
dari 4 jam. Jadi ee n belum pertama
belum ya. Heeh. Jadi ee sama WHO
disarankan memang untuk anak-anak
terutama di bawah 5 tahun biasanya
disarankan pemberian screen time-nya
kurang dari 1 jam
selain video call dengan ee keluarga
atau orang lain ya.
Terus yang kedua yaitu menurunnya
aktivitas outdoor. Jadi aktivitas
outdoor itu memiliki fungsi perlindungan
terhadap penglihatan.
Karena semakin sering mereka berada di
outdoor, semakin sering terkena cahaya
natural ya, cahaya matahari natural,
dia dapat menurunkan pertumbuhan bola
mata. H.
Ee jadi anak-anak itu dia karena
prosesnya dari bayi sampai dia dewasa
dia tumbuh.
Nah, karena tumbuh ada pertumbuhan bola
mata. Nah, kalau misalnya dia terlalu
banyak bilangnya kita ya, jadi melihat
secara dekat terlalu banyak, pertumbuhan
bola matanya semakin cepat, semakin
progresif.
Nah, itu yang pertama.
Dia dekat.
Heeh. Nah, terus kalau misalnya dia
beraktivitas secara fisik
ee ee nadinya lebih kencang, aliran
darahnya semakin lancar sehingga aliran
darah ke mata juga semakin baik. He.
Sehingga ketika aliran darah ke mata
semakin baik, proses penyembuhan, proses
pertumbuhan, dan apapun yang terjadi
metabolisme di mata itu menjadi lebih
baik, jadi lebih sehat matanya. Terus
yang ketiga itu screen glare. Kalau kita
bilangnya silau ya, cahaya dari ee
handphone atau gadget ya atau kita
bilang sering blue light ya. Kalau di HP
tuh ada blue light filter. Nah, kenapa
ee blue light filter yang terlalu
berlebihan ini juga dapat menyebabkan
ice strain. Ice strain itu ee matanya
jadi lelah, mudah lelah. Jadi, matanya
mudah lelah dan mata yang lelah ini akan
mempercepat progresi dari miopia itu
sendiri.
Oke. Nah, ini efeknya ya, efeknya
gangguan penglihatan pada perkembangan
anak. Yang pertama menurunnya prestasi
akademik ya.
Kita bilang, "Kenapa kok menurun
prestasi akademik?" Karena enggak
kelihatan papan tulisnya. Dia duduk di
belakang, bisanya lihat di depan mata,
dia enggak bisa lihat papan tulis, tidak
bisa mengikuti pelajaran dengan baik.
Yang pertama itu. Nah,
karena menur ee karena tidak kelihatan
itu dia juga e dapat menyebabkan
penurunan rasa kepercayaan diri karena
dia merasa tertinggal dari teman-teman
sebayanya
di masalah akademik ya.
Terus yang ketiga ambiopia. Nah, ini
mungkin nanti ambliopia bisa dijelaskan
lebih lanjut sama dr. Niken ya. Karena
ini sebenarnya namanya kalau kita bilang
bahasa Indonesia itu mata malas atau
lazy. Jadi Heeh. Lezi e. Jadi lezi itu
disebabkan karena gangguan refraksi yang
tidak terkoreksi ya.
Jadi kalau anak punya gangguan minus nih
mata kanan dan mata kiri ya. Mata kanan
minusnya tinggi, mata kiri enggak minus.
Jadi anak itu cenderung menggunakan mata
yang sehat
yang lebih baik. Nah, efeknya apa? Kalau
misalnya sering menggunakan mata yang
lebih sehat, mata yang minus ini gak
pernah dipakai.
Akhirnya malas,
akhirnya malas. Makanya malas dipakai,
akhirnya penglihatan yang mata yang
minus ini jadi semakin menurun.
Nah, ini yang bahaya. Kadang biasanya
kita lihat anak-anak dengan ambliopia
itu kayak agak juling sedikit gitu,
matanya agak dikit. Nah, bukan agak
kelihatan dikit. Nah,
ini bisa dicegah dengan cara
diperiksakan sejak dini ya. Kalau
misalnya dia diperiksakan sejak dini,
kita ketahui ada gangguan penglihatan
sejak dini, dia bisa diterapi lebih awal
untuk mencegah terjadinya ambopia tadi.
Terus yang terakhir, risiko untuk
menjadi penyakit lain di masa dewasa itu
semakin banyak. Jadi kalau misalnya dia
punya ee miopia sejak kecil, kalau
miopia sejak kecil dia terus bertambah
hingga dewasa, resikonya akan muncul
penyakit lain ketika dia sudah dewasa.
Contohnya yang pertama, retinal detouch.
ee bilangnya ablasio retina kalau dalam
bahasa medis. Jadi istilahnya retinya
seperti terlepas. Jadi kalau gambar di
sini ini gambar dari retinal detouch.
Jadi retinanya bisa terlepas ya karena
minus tinggi.
Jadi ee salah satu komplikasi dari minus
tinggi adalah retinal detouch. Yang
pertama itu ya. Yang kedua munculnya
katarak jadi lebih dini. H.
Eh, jadi ketika dia dewasa dia lebih
mudah eh lebih mudah lebih awal terkena
katarak daripada orang-orang pada
umumnya ya. Terus yang ketiga ada lagi
karena menyebabkan glaukoma
gitu. Terus yang ee yang terakhir bisa
menyebabkan gangguan pada makula. Jadi
makula itu bagian dari saraf mata di
bagian belakang dan ada penyakit
spesifik yang disebabkan karena ee kalau
punya riwayat miopia gitu. Jadi gangguan
ee makula di miopia. He
na tandanya miopia pada anak apa? Nah,
ini ibu-ibu ee para ibu-ibu ya atau
bapak-bapak yang memiliki anak di usia
sekolah harus sudah bisa memperhatikan
tanda-tanda ini pada anak masing-masing.
Yaitu yang pertama kalau lihat jauh dia
sering menyipitkan mata atau memiringkan
mata. Jadi seperti ee kayak
nyipit-nyipitnya biar kelihatan gitu ya.
Nah,
karena apa? Karena ketika anak itu
menyipitkan mata, dia bisa melihat lebih
jelas jarak jauh daripada dia melihat
pada ee dengan mata normal. Lalu yang
kedua, dia sering melihat terlalu dekat
dengan TV. Jadi jarak kalau nonton TV
itu jadi lebih dekat
karena kalau lihat iya maju. Karena
kalau dia lihat dari jarak jauh enggak
kelihatan. Jadi maunya mendekat. Nah,
terus yang kedua dia terlalu sering
berkedip. Berkedip. Kedipnya berlebihan
dan mengucuk mata.
karena dianggap kok enggak kelihatan.
Jadi dia kedip-kedip dulu berharap dia
bisa kelihatan gitu ya.
Terus sering ngcek biasanya gitu.
Terus melihat terlalu dekat ke layar
gadget.
Oke, enggak apa-apa.
Jadi kalau dia terlalu lihat ee melihat
ke layar gadget, jadi dia biasanya misal
ini HP ya, jadi dia ngelihatnya kayak
sangat dekat ke arah gadget ya, terus
dan sering mengeluh pusing.
Terus yang ee tadi sulit melihat papan
tulis sudah kita jelaskan ya dan
pandangannya buram.
Jadi ada satu cerita juga ee tentang
tanda miopia ini. Jadi ada suatu anak
yang dilaporkan oleh guru sekolahnya ke
orang tua karena dia sering nyontek ke
temannya.
Karena apa? Kenapa kok sering nyontek?
Karena dia enggak kelihatan lihat papan
tulis. Akhirnya
lihat ke temannya enggak berani bilang.
Akhirnya lihat ke temannya, "Oh,
tulisannya itu gitu." Yang ada kayak
gitu. Ada juga yang dilaporkan oleh guru
sekolah ke orang tuanya karena kalau
piket kebersihan gak bersihnya punya.
Iya. karena
karena debunya enggak kelihatan. Jadi
asal aja dia nyabu. Padahal sebenarnya
itu salah bisa jadi salah satu tanda ya
kalau anaknya menderita miopia. Betul.
Kayak gitu. Heeh.
Terus ini untuk cara mencegah miopia. Ee
untuk cara mencegah miopia yang pertama
kita periksakan mata anak secara rutin.
Jadi secara rutin itu reut
yang pertama kita lakukan screening ya
di usia 6 bulan. Jadi masih bayi kita
periksakan bulan.
Tujuannya apa? untuk dilihat apakah ada
kelainan kongenital atau kelainan bawaan
ketika anak itu masih Heeh. Mulai 6
bulan. Kalau misalnya memang ada
gangguan penglihatan dari awal kita bisa
menyusun strategi untuk pengobatan lebih
baik. Ya.
Yang pertama itu 6 bulan. Yang kedua
kita cekkan lagi di usia 3 tahun.
3 tahun.
Karena di usia 3 tahun atau memasuki
masa todler dia mulai belajar.
Betul to?
Belajar membaca, belajar melihat,
belajar mengenali warna. Betul.
Kalau misalnya dia mang ada kelihatan e
ada gangguan penglihatan kita bisa tahu
dari awal. Jadi tubuh kembangnya tidak
sampai tertunda
kayak gitu karena gangguan penglihatan
karena matanya.
Terus e rekomendasinya lagi itu untuk
diperiksakan di usia 5 sampai 6 tahun.
Jadi sebelum anak itu memasuki masa
sekolah.
Hm.
Tujuannya apa? Jadi ketika dia memasuki
masa sekolah mengikuti kegiatan belajar
mengajar dia bisa mengikuti mengikuti
dengan baik.
Jadi enggak tertinggal dari
teman-temannya. Ya. Terus yang terakhir,
kalau misalnya anak itu tidak memiliki
gangguan ee gangguan penglihatan,
diperiksakan ee 1 sampai 2 tahun sekali.
Hm.
Nah, kalau misalnya dia memiliki
gangguan diusahakan setiap tahun atau 6
bulan sekali. Karena kalau anak-anak
biasanya cenderung progresif niopinya
cenderung bertambah dengan cepat
bertambahnya cepat karena usia tadi.
Betul, betul, betul, dokter. Terus
rekomendasi kedua itu harus beraktivitas
di luar ruangan sebanyak 90 menit sampai
120 menit per hari.
Jadi anak-anak
Iya, anak-anak harus main di luar.
I
karena main di luar itu memberikan efek
protektif ya, memberikan efek ee
mencegah miopia. Karena cahaya natural
itu menyebabkan mata itu lebih santai,
lebih
ee tidak tegang ya, tidak ee tegang
untuk melihat terlalu dekat.
Betul.
Terus yang ketiga ini masalah screen
time yang ketiga. Jadi masalahnya kita
harus membatasi penggunaan gadget ya.
Jadi seperti yang saya jelaskan tadi,
penggunaan gadget pada anak kalau dari
WHO itu menyarankan
Heeh. Jadi di bawah 2 tahun itu sama
sekali gak ada screen time kecuali untuk
video call ya. Iya.
Terus 2 sampai 5 tahun 1 jam per hari.
1 jam per hari. Nah, ini.
Nah, ini agak susah ini karena biasanya
mau makan
mau minta layar dulu, mau tidur minta
layar dulu kayak lagunya.
Nah, jadi itu yang kita harapkan ya.
Lalu selain pengguna ee batasi
penggunaan gadget, kita harus ee sering
membiasakan untuk ee kita
mengistirahatkan mata. Jadi kalau
misalnya kita ee untuk anak-anak jika
misalnya melihat layar namanya I hain
kita bilangnya.
Jadi untuk mengistirahatkan mata nanti
saya jelaskan lebih lanjut ya. Aturan 20
2020. Pernah dengar mungkin mbaknya?
Belum.
Pernah. Pernah. Karena memang mata
keseringan kedekat kan enggak enak tahap
kedip seperti itu. Betul. Jadi 20 20
nanti saya jelaskan lebih lanjut ya.
Terus yang ketiga itu diusahakan membaca
dengan jarak yang baik.
Hm.
Dan cahaya yang baik. Jangan sampai anak
itu melihat dekat atau membaca dekat
gelap-gelapan dan dengan jarak yang
terlalu dekat
karena kasihan matanya jadinya. Ya,
jarak dan ini ya, Dok.
Jarak dan cahaya.
Cahaya itu penting banget gitu. Cahaya.
Betul. Terus yang terakhir itu
menggunakan kacamata sesuai resep dokter
spesialis mata ini terutama pada
anak-anak ya. E jadi kalau anak-anak
kita perlu melakukan pemeriksaan lebih
detail karena anak-anak itu masih dalam
masa pertumbuhan. Jadi kita harus
menggunakan kacamata yang sesuai karena
kadang lagi ngetren sekarang ya beli
kacamata di Shopee.
Oh iya karena lebih murah ya. Tapi kalau
pada anak-anak sangat tidak disarankan
karena kalau tidak sesuai itu berefek di
anaknya sendiri jadi lebih mudah pusing
atau mungkin miopnya malah semakin
bertambah kayak gitu.
Next.
Nah ini seperti yang saya jelaskan tadi
aturan 20 20.
Iya. Jadi setiap kita meluk melakukan
aktivitas jarak dekat, baik itu melihat
komputer, melihat HP, membaca, setiap 20
menit kita lakukan istirahat. Istirahat
mata. Istirahat mata itu ngapain?
Istirahat mata itu kita melihat jauh
sejauh 20 kaki. 20 kaki itu kalau di
bahasa meternya itu sekitar 6 m. Melihat
jauh sejauh 6 m minimal selama 20 detik
aja.
20 detik saja. H
selama 20 detik kita lihat jauh
terus kita baru kembali lag
20 menitnya baru bisa
balik lagi. Jadi tujuannya apa?
Tujuannya kayak relaksasi. Kayak kalau
kita terlalu lama duduk ya duduk di
kursi kan pegal ya. Kita relaksasi dulu
kita peregangan sama jadi mata biar
sempat untuk rileks selama 20 detik itu
agar matanya tidak terlalu lelah.
Relaksasi mata ini, Dok, ya. Dengan
lebih refresh gitu ya.
Betul. Iya. Lebih refresh. Pergangan
peregangan kayak peregangan buat
matanya. Iya. Karena ini hanya bisa
dilakukan pada anak-anak ya, pada orang
dewasa juga.
Karena orang dewasa kalau misalnya kita
melihat layar terlalu lama atau fokus
untuk membaca atau melihat komputer,
kita biasanya cenderung untuk jarang
mengedip, berkedip.
Hm.
Karena terlalu fokus ya. Jadi ketika
jarang berkedip matanya itu semakin
kering.
Iya.
Semakin kering jadi terasa kadang gatal.
Hm.
Jadi kayak pengin ngcek mata. biasanya
orang dewasa akan sering merasakan hal
ini ya karena
sering bekerja di depan komputer
rasanya engak nyaman gitu ya.
Jadi ada namanya digital ee digital eye
syndrome memang ada jadi karena
penggunaan gadget yang terlalu lama tadi
obatnya apa? Obatnya dengan 20 2020
gitu. Simpel sekali. Iya. Kalau misalnya
masih tidak ngaruh ya berarti harus
diperiksakan gitu aja sih. Siap siap
siap siap.
Itu sih mungkin ya slide lagi.
Nah,
thank you. Sudah sih kayaknya sudah
cukup ya. yang disampaikan.
Waduh, keren nih dari semua yang
disampaikan.
[Musik]
Baik, terima kasih, dokter, luar biasa.
Boleh tepuk tangannya dulu dong dari So
Studio biar lebih semangat. Masyaallah.
Jadi semua yang disampaikan oleh dokter
Sekar nih, saya langsung, "Nah, itu saya
dong. Nah, itu saya dong."
Nah, itu anak saya gitu.
Iya. Jadi, itu teman saya gitu.
Jadi pernah berseliweran di Insta ee
sosial media ya, Dok. Ya, memang ada.
Saya dengarnya sih 30 padahal yang betul
20 ya, Dok. Jadi mungkin akan saya
perbaiki. Saya tiro sekarang juga
20 untuk melihat jarak dekat dan 20
melihat jarak jauh seperti itu ya,
Dokter ya. Dan untuk hasil materi hari
ini luar biasa. Saya menyimpulkan
sedikit ya, Dok. Jadi ee sekarang ini
anak-anak mau makan diberikan gadget,
mau tidur harus ada gadget dan itu
mereka mamahnya karena sibuk sendiri.
Iya.
Ya, mungkin kalau sibuk masa enggak
apa-apa tapi tiktokan dong.
sama-sama
kayak lagunya Estanti Aku Mau Makan G.
Mungkin kita harus nyontohin dulu ya.
Kalau bapak ibunya mengurangi penggunaan
gadget mungkin anaknya juga akan
mengikuti.
Iya luar biasa. Dan juga ada efek gadget
itu sangat berat sekali juga penggunaan
laptop nggih dokter dan juga ada yang
diinformasikan dokter tadi 2,2 miliar
orang memiliki gangguan penglihatan
gitu. Masyaallah 1 miliarnya adalah bisa
dicegah karena memang ee R miliarnya itu
karena ini ya, Dok tadi apa, Dok? karena
penyakit yang nah kebiasaan aja ya bisa
diobati dan prediksi tahun 2000 itu
22,9% penduduk dunia mengalami miopia
dan meningkat tahun 2050
itu sebesar 49,8%.
Masyaallah kita turut prihatin ya,
dokter mudah-mudahan sampai terjadi.
Jangan sampai terjadi ya, Dokter. Mohon
izin. Dan ini memang untuk yang paling
saya garis bawahi nih, Dok ya. Jadi du 2
sampai 5 tahun itu hanya 1 jam per hari.
Masyaallah. Dan pasti banyak pertanyaan
nih. Dan langsung saja kita buka. Ee
saya juga ada informasi tambahan kepada
sobat ASN menyampaikan tata cara
menjawab dengan raise hand untuk tanya
jawab dan akan dipilih oleh kami untuk
langsung ke sesi tanya jawab ya. Dan
untuk tata tertibnya juga ee silakan
hanya dua penanya sih tapi kalau memang
masih ada waktu boleh penanya.
Selanjutnya silakan dari soatn yang
mungkin ingin bertanya nanti akan
dipilih oleh panitia. Siap ya dokter ya
pasti ada pertanyaan selanjutnya. Baik
dokter saya ada pertanyaan duluan nih
dari saya pribadi. Yang pertama ini
kalau misalnya periksa kan tadi saya
mendengar ada anak harusnya 6 bulan
periksa nih. Kalau di puskesmas saya kan
biasanya kalau 6 bulan itu ee imunisasi
apa gitu. Berarti ini kalau periksanya
ke mana dong? Kalau untuk anak Bali bayi
6 bulan
mungkin sebenarnya kalau mungkin dari
untuk terjadi sekarang mungkin belum
biasa ya untuk usia 6 bulan untuk
diperiksakan ke dokter mata
biasanya kita lihat gejalanya dulu aja.
Baik baik baik gejala dulu.
Jadi kita lihat anak umur 6 bulan tuh
harusnya sudah mulai ada fiksasi kita
bilang ya.
Jadi ketika kita berikan mainan atau
benda-benda berwarna dia akan melihat
mengikuti.
Oh i iya iya dokter. Atau misal
dipanggil ibunya ee dilihat ngelihat
ibunya dia akan ngikuti ke mana ibunya
pergi.
Dok
kalau anak diberi rangsangan untuk
melihat tidak mengikuti, nah mungkin
harus segera diperiksakan. Takutnya
memang ada gangguan penglihatan yang
pertama itu.
Oh. Iya. Betul Dok.
Ee ini juga yang lagi ngetren ya, yang
sering kita temukan ketika anak itu
difoto menggunakan flash ya
ternyata ada bayangan warna di pupil di
manik matanya ada bayangan oranya. Nah.
Oh.
Itu bisa jadi tanda
kelihatan ya? kelihatan itu nanti harus
diperiksakan ke dokter mata juga.
Takutnya kalau ada gangguan penglihatan
yang lain.
Waduh, luar biasa ya. Jadi ee deteksi
dini ya istilahnya itu ternyata deteksi
dini itu mata juga ada. Dan untuk
penanya pertama luar biasa.
Asalamualaikum Ibu dari mana? Dengan Ibu
siapa? Boleh memperkenalkan diri
disilakan. Mohon izin. Belum terdengar
Ibu. Sampun terdengar.
Iya iya. Sampun sampun terdengar. Dengan
Ibu siapa? Dari mana Ibu? Disilakan.
Nggih, saya Sari Rezeki dari BKD
Trenggalek.
Masyaallah, dari Trenggalek. Luar biasa.
Jih. Monggo disilakan memberikan
pertanyaannya. Monggo.
Gigih, Ibu. Ini kan ee kasusnya itu pada
anak kami itu ee kami tidak tahu ketika
anak kami itu ternyata sudah mengalami
kelainan sarafnya, saraf matanya katanya
itu miring gitu. Jadi ketahuannya ketika
sudah kelas SD, kelas 3.
Jadi selama ini dia melihat jauh itu
sudah buram.
Nah, ketahuannya itu itu jadi ee
terlambat nggih. Kalau untuk yang kasus
agak terlambat ini dan sudah pakai
kacamata ee nanti untuk penanganannya ke
depan biar gak bertambah itu dan katanya
ada klasik-klasik itu kami mohon
informasi.
Lasasiklasik. Siap, Dokter Lasik. Baik,
Ibu. Itu saja pertanyaannya. Mohon izin.
Giih. Enggih, Ibu.
Sampun. Monggo kepada dokter Sekar untuk
memberikan jawaban yang memuaskan
tentunya ditunggu-tunggu banget.
Jadi, kalau seperti yang saya jelaskan
tadi ya, Ibu. Jadi, kalau misalnya
memang dari awal ee dari meskipun ee
usia SD ya, diketahui kalau misalnya
memang ada kelainan penglihatan, gak
apa-apa diperiksakan kalau saran saya
sekitar 6 bulan setiap 6 bulan.
Karena apa? Kita melihat perkembangan
dari penglihatannya anak itu sendiri.
apakah bertambah parah atau tidak karena
kita melihat progresnya seiring
berdasarkan waktu ya. Jadi
kalau Heeh gangguan penglihatan ada
kalau mi ee e ngapunten saya gak kurang
mengerti nggih ee untuk penyakitnya
detailnya Ibu seperti apa. Jadi kalau
saran saya kalau misalnya memang sudah
ada gangguan diperiksakan tiap 6 bulan.
Tapi untuk lasik itu kita harus periksa
dulu, Ibu. Jadi lasik itu
bisa dilakukan ketika anak itu sudah
berhenti tumbuh sebenarnya.
Oh gitu ya. bula matanya sudah enggak
tumbuh lagi. Sudah udah maksimal nih
sudah mentok. Biasanya di usia 18 sampai
20 tahun.
18 sampai 20 tahun.
Untuk bisa dilasik apa enggak nih? Lasik
itu
biasanya kita periksa dulu, Ibu. Jadi
kita periksa saraf matanya apakah dalam
keadaan bagus, keadaan bola matanya
apakah dalam keadaan bagus, kornea
matanya bagaimana, apakah cukup. Nah,
kalau misalnya pemeriksaannya lain-lain
bagus biasanya akan bisa dilakukan
lasik. Tapi tergantung dokter spesialis
mata yang memeriksa. kayak gitu. Karena
lasik sebenarnya kita hanya
ee mengurangi bagian kornea mata saja.
Jadi kita ee istilahnya tadi kan kalau
punya minus bisa karena penyebabnya
karena kornea matanya terlalu cembung
ya. Nah, itu kita cuman kurangi di
bagian depan saja. Kalau misalnya dia
sudah ada masalah di bagian mata
belakang atau bagian saraf, nah itu
biasanya dipertimbangkan cara yang lain
bukan dengan lasik begitu.
Waduh, luar biasa. Bagaimana, Ibu? Sudah
puas dengan jawabannya? Jadi kalau untuk
klasik tidak
Iya. tidak ini ya, Dok. Ee usia-usia
yang sudah berhenti tumbuh, betul ya.
Jadi sekitar usia 18 sampai 20 tahun.
Luar biasa. Untuk yang kali ini ada satu
penanya dan mungkin ada penanya
selanjutnya masih belum. Dan sekarang
saya lagi nih yang tanya. Oh, baik. Luar
biasa sudah ada penanya selanjutnya.
Baik Bapak mohon izin dengan Bapak
siapa? Dari mana Bapak? Disilakan.
Siap. Ee asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullah. Akuh.
Ya, saya dengan Adrianus dari Ombutsman
Pusat.
Baik. Ombutsmen Pusat ya, Bapak ya.
Jakarta Bapak. Betul.
Masyaallah luar biasa. Dari Jakarta.
Boleh tepuk tangan loh penanya dari
Jakarta ini. Waduh,
kita ini Jatim saja.
Iya, kita ini dari Jatim saja katanya
dokter. Luar biasa. Baik, disilakan
Bapak untuk memberikan pertanyaannya.
Monggo.
Baik, terima kasih banyak ee untuk
kesempatan. Jadi gini ee saya punya
seorang anak ee saya punya tiga anak dan
terutama untuk yang anak sulung ini yang
sekarang baru masuk ke SMP itu sudah
kayaknya sudah kecanduan banget dengan
yang namanya gadget. Jadi
ee sebelum-sebelumnya kita memberikan
batas maksimal untuk ee bermain gadget
itu adalah 1 jam setiap hari kerja.
Sementara untuk weekend kita kasih
tambah 1 jam. Namun setiap kali dikasih
ee apa waktu untuk bermain dia selalu
minta ada straung
sampai setengah jam sendiri gitu kan.
Iya.
Nah, terus kalau misalnya enggak dikasih
anak ini tantrum gitu. Kalau sudah
tantrum dia suka ee apa namanya?
Ngerusak barang-barang. Nah, yang ingin
saya tanyakan bagaimana cara mengatasi
gitu ee ee apa namanya ketentrumahan
anak ini sama mengurangi kecanduan pada
gadget. Dan sejujurnya saya juga sudah
membawa hal ini ke psikolog dan psikolog
memang membatasi
bahwa ee harus perbanyak ya kegiatan di
outdoor yang tadi disampaikan oleh
dokter itu. Benar. Makanya ee saya
sering mengajak anak saya yang entah
jalan kok enggak main bola, main basket
gitu. Tapi tetap aja kalau pas ee bapak
ibunya lagi meleng gitu ya dia bisa
ngambil HP-nya terus dia main
sembunyi-sembunyi gitu kalau ketahuan ya
gitulah. Nah itu gimana caranya? Terima
kasih.
Oke.
Baik. Monggo dokter langsung saja.
Ee sebenarnya kalau dari Bapak sudah
mengajak ke psikolog sebenarnya sudah
benar ya Bapak ya. Karena memang kalau
di usia SMP itu ee mulai banyak tekanan
dan godaan ya untuk menggunakan gadget.
Karena teman-teman sebayanya mulai
sama-sama menggunakan gadget. Jadi
mereka entah itu main bareng atau
mungkin tidak mau ketinggalan terhadap
apa yang dimiliki oleh temannya. Tapi
menurut saya ee solusi yang sudah Bapak
berikan itu sebenarnya sudah cukup baik
menurut saya karena dengan memperbanyak
atau menyibukkan aktivitas di luar itu
sudah cukup untuk harusnya ya sudah
cukup untuk menahan ee anak itu biar
tidak terlalu banyak menggunakan gadget
kayak gitu. Mungkin dari ee karena kalau
anak SMP sudah mulai bisa diajak bicara
nggih Bapak. Kalau misalnya menurut saya
ee mungkin bisa mulai kita komunikasikan
ke anak terhadap efeknya apa jika
menggunakan gadget dan batasannya
bagaimana. Karena yang bisa memberikan
batas itu sendiri sebenarnya hanya dari
orang tua dan diri anak itu sendiri.
Kita harus bisa mulai memberikan
kesadaran kalau misalnya penggunaan
gadget berlebihan itu sebenarnya enggak
baik kayak gitu.
Lebih ke dept ya, Dok ya?
Iya, lebih ke deep talk. Bicara hati ke
hati mungkin ya.
Baik, Bapak. Mungkin ada lagi yang akan
ditanyakan atau sudah puas dengan
jawaban dari dr. Sekar? Disilakan,
Bapak.
Sudah cukup puas.
Luar biasa. Alhamdulillah. Semoga bisa
di disampaikan langsung. Iya, betul ya,
dokter ya. Oke. Baik, terima kasih Bapak
dari Jakarta. Luar biasa dan ada
ternyata masih ada tambahan waktu dan
ada satu penanyaan berikutnya, Dok. Kar
ini permasalahan sangat familiar dan
lagi viral ya. Rata-rata memang
anak-anak sekarang susah lepas gadget
kecanduan yang sangat-sangat wow.
Mungkin disilakan untuk penanya
berikutnya.
Baik. Yes. Baik. Asalamualaikum. Bapak
dari mana dan dengan Bapak siapa?
Disilakan.
Oh, saya Eko Budianto, Bu.
Iya. Eko siapa Bapak? Pak Eko
Eko Budiaranto
dari
Seda Kabupaten Tulungagung.
Tulungagung. Masyaallah luar biasa. Dari
Kabupaten Tulungagung. Monggo disilakan
langsung memberikan pertanyaannya Bapak
Eko saya hafal langsung ya. Ini anu umum
Bu ya maksudnya ini anak-anak saya juga
kejaduan HP gitu Buhal saya sudah
ngelarang gitu tap. Nah,
untuk itu kita tanya apakah perlu kita
kasih vitamin untuk mata gitu, Bu?
Vitamin
ber
walaupun tidak ada
belum ada
gangguan mata tapi apa
apakah kita perlu
putus-putus? Heeh.
Iya.
Agak sedikit terganggu Bapak koneksinya.
Iya.
Baik, mohon izin ya. Bisa, Pak. Diulang
sekali lagi, Bapak. Bu,
baik. Mohon izin.
Ini apakah
Oh, iya. Ini kan kita mohon izin ya. Ini
saya
itu juga kecanduan HP. Halo.
Oh, jenengan juga kecanduan HP Bapak.
Masyaallah. Ya, lanjut Pak.
Eh, anak saya Bu. Anak saya
loh. Makanya ini sinyalnya, Pak, luar
biasa sinyalnya menggoda ini, Pak.
Makanya, Pak Eko. Maaf ya, Pak. Iya.
Iya.
Baik.
Apakah kita perlu memberikan vitamin
kepada anak, Bu? Meskipun
vitamin kepada
anaknya belum ada gangguan
mata gitu.
Oh, supaya tidak ada.
Monggo, Dokter langsung memberikan
jawaban. Silakan.
Ee kalau pada anak-anak ya sebenarnya
yang penting adalah kita ee biasakan
untuk mengurangi gadget dulu, Bapak.
Jadi, pemberian vitamin itu sangat
diperbolehkan pada anak. Karena
sebenarnya pemberian vitamin baik
vitamin ADK atau yang lain itu akan
ngaruh ke tubuh kembang anak secara
keseluruhan. Enggak cuman dari
perkembangan mata aja. Meskipun biasanya
kita sering dengar ya kalau diberikan
vitamin A ya vitamin A diberikan dari
masa bayi ya.
Pemberian vitamin A dari masa bayi dan
pemberian vitamin C. Nah, ini dua
vitamin ini sebenarnya ngaruh ke
kesehatan mata. Cuman karena anak-anak
masih dalam masa pertumbuhan, pemberian
suplementasi vitamin disarankan untuk
semuanya.
Hm. He.
Nah, selain pemberian vitamin dari style
ya, Bapak. Jadi kalau misalnya anak-anak
itu mungkin lebih ngaruh jika kita
diberi ee kita membiasakan
kebiasaan-kebiasaan baik seperti misal
main di luar, mengurangi ee pekerjaan
atau melihat dekat dan mengurangi gadget
tadi
gitu, Kak. Selain itu, kalau misalnya
anak itu sering main di luar kan sering
dapat vitamin D ya dari sinar matahari
ya dan itu juga bagus untuk perkembangan
anak.
Baik.
Luar biasa. Pak Eko. Bagaimana Bapak
sudah puas dengan jawaban dari drter
Sekar? Mohon izin.
Iya Bapak. Iya untuk vitamin
sudah Bu ya.
Iya. Baik. Dari Tulungagung ya Bapak ya.
Bapak juga kecanduan HP Pak. Gak ya Pak
ya?
Main TikTok terus Bapak ya. Baik. Luar
biasa.
Aduh luar biasa. Terasih. Terima kasih.
Baik, terima kasih ya, Pak Eko atas
pertanyaan yang telah diberikan.
Masyaallah, luar biasa. Sekali lagi saya
tetap e merangkum ulang karena ini
penting banget ya. Jadi tadi
meningkatnya 49,8%
untuk tahun 2050. Semoga tidak deh. Dan
untuk jalur jarak dekat selama 6 m
itu mungkin tadi yang ini ya anak-anak
ya. Jadi dirasa kok rabun banget sih
jarak 66 6 m tuh enggak kelihatan gitu
ya, Dokter ya. itu tadi dan 1 sampai 4
jam pertama akan makin meningkat setelah
4 jam. Jadi kalau kita terus-terusan
melihat gadget seperti ini ya, Dok, itu
juga berbahaya, Dokter G. Dan melihat
dekat akan semakin agresif. Masyaallah.
Mata yang lelah itu juga mempercepat
miopia dan untuk ee pemeriksaan mulai 6
bulan. Dan untuk Bapak dan Ibu ASN
tentunya harus wajib tahu tanda-tanda
miopia. Nah, lebih sering tadi sudah
dibahas juga oleh harus sering main di
luar 90 sampai 120 menit per hari. Luar
biasa. Karena rata-rata kalau kita
menitipkan anak ke ini ya misalnya
asisten kita kayak gitu kan juga pasti
gadget langsung diberikan seperti itu
ya, Dok ya. Dan ini berbahaya juga kan
mungkin lebih praktis ya buat mereka ya.
Betul. Betul dokter. Dan umur 2 sampai 5
tahun 1 jam per hari. Masyaallah. ini
harus benar-benar kita
disiplin orang tuanya harus
dan kita mengalami permasalahan di
kesehatan saat membaca juga harus
diketahui jarak dan cahayanya. Betul ya,
Dok? Jadi untuk sobat ASN jarak dan
cahaya itu juga mempengaruhi kesehatan
mata. Dan untuk 2020 jangan lupa untuk
selalu diingat 20 jarak dekat,
20 jarak jauh. Luar biasa. Boleh tepuk
tangan buat semuanya.
tombol komen untuk di YouTube channel
dan terima kasih kepada dr. Sekar
mudah-mudahan saya doakan sehat selalu
menjadi ASN yang produktif dan juga
semakin bahagia dan memiliki hati seluas
samudra untuk selalu menjadi dokter yang
hebat dan profesional. Sekali lagi boleh
tepuk tangannya
dan Sob ASN jangan lupa juga nanti akan
ada ee sesi berikutnya materi di sesi
berikutnya.
[Musik]
Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur.
Rumah Sakit Khusus Mata di bawah naungan
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur
berperan aktif dalam penanganan gangguan
penglihatan bagi masyarakat Jawa Timur.
Berlokasi di Surabaya bagian selatan,
Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur
berdiri di tengah kawasan penduduk yang
aktif dan produktif.
[Musik]
Komitmen kami menyelenggarakan pelayanan
kesehatan mata yang bermutu, beretika,
dan profesional.
Kami memiliki visi untuk menjadi rumah
sakit mata bertaraf nasional. Kami terus
berinovasi mengembangkan diri guna
mencapai kemandirian yang bermutu tinggi
demi memberikan pelayanan terbaik pada
masyarakat.
[Musik]
didukung tenaga ahli yang profesional,
berintegritas, dan kompeten di
bidangnya. Juga sarana dan prasarana
yang memadai. Rumah Sakit Mata
Masyarakat Jawa Timur berkomitmen untuk
menyelenggarakan pelayanan yang optimal.
Kami selalu mengutamakan kebersihan dan
kenyamanan pada setiap lini pelayanan.
[Musik]
Kerja sama manajemen dan pelayanan yang
terintegrasi menjadikan Rumah Sakit
Matam Masyarakat Jawa Timur yang aman,
akuntabel, terpercaya, dan mampu untuk
bersaing di era globalisasi.
Rasa kepedulian kami dan upaya untuk
selalu bekerja dari hati membuat langkah
kami terasa ringan. untuk tetap hadir di
tengah masyarakat Jawa Timur demi
penanggulangan kebutaan.
[Musik]
Demi mewujudkan misi membangun jejaring
kemitraan, kami bekerja sama dengan
lebih dari 20 lembaga pendidikan,
penelitian, dan pelayanan. Di antaranya
asuransi kesehatan agar dapat
meningkatkan sinergitas dan akses
pelayanan kesehatan mata pada
masyarakat.
[Musik]
Koordinasi yang baik, inovasi tiada hent
adalah pondasi organisasi demi visi RSMM
Jawa Timur dan mewujudkan Jawa Timur
yang sehat Indonesia maju.
[Musik]
Kepercayaan masyarakat kepada kami
menjadi tolok ukur kami untuk terus
berupaya memberikan pelayanan kesehatan
mata yang terbaik di Jawa Timur dan di
Indonesia Timur.
[Musik]
Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur.
Helping you to see better.
[Musik]
Sobat ASN sehat dan bugar tahun 2025.
Harus langsung jempolnya ya. Kalau saya
langsung Sobat ASN sehat dan bugar tahun
2025. Luar biasa. Webinar ini bertujuan
untuk memberikan informasi yang jelas
mengenai pengaruh teknologi terhadap
kesehatan mata anak serta memberikan
strategi praktis yang bisa dilakukan
oleh ASN sebagai orang tua untuk menjaga
kesehatan mata anak-anak mereka. Dan
program ini salah satu ee acara unggulan
dari BPSDM Jatim TV. Acaranya apa tadi?
Langsung jempol ya. ASN Sehat dan Bugar
tahun 2025. langsung jempol. Untuk
teman-teman yang nonton di YouTube
channel akan dibahas kali ini narasumber
selanjutnya dengan paripurna oleh
narasumber kedua kita hari ini selaku
dokter spesialis mata divisi pediatrik
optalmologi RSM Jawa Timur dengan
menempuh pendidikan dokter spesialis
mata di Universitas Erlangga Surabaya
dan juga Fellowship Program in pediatric
Optalmology Sisendo National Hospital
dan masih aktif sampai dengan hari ini
di Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa
Timur mulai mulai dari tahun 2010 sampai
dengan sekarang. Luar biasa pasti ya
pengalamannya beliau. Dan Rumah Sakit
MIT Keluarga juga di Waru dari tahun
2018 sampai dengan sekarang dan dengan
materi hari ini deteksi mata anak.
Masyaallah keren. Dan beliau adalah dr.
Niken Indah Nurdiani, SPM. Boleh tepuk
tangannya.
[Musik]
Dengan kerendahan hati, izinkan saya
menyapa dokter Niken. Sehat, dokter. Apa
kabar, dokter?
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam, dokter. Masyaallah. Iya,
luar biasa hari ini. Bagaimana, Dokter?
Sehat.
Iya, sehat. Terima kasih sudah
menyempatkan waktunya sebagai narasumber
kita hari ini dan sangat luar biasa
sekali saya bisa bertemu dengan dr.
Niken Indah Nurdiani, SPM. Baik dokter,
langsung saja pasti sudah banyak sekali
yang menunggu. Disilakan untuk
memberikan materinya. Monggo, silakan,
dokter,
ya. Terima kasih. Mohon izin saya share
screen, ya. Suara terdengar, ya.
Oh, iya iya. Silakan, dokter.
Sampun,
sampun sampun terdengar, dokter? Aman
aman, Dok.
Siap.
Baik, alhamdulillah. Disilakan.
Sudah terlihat ee ini saya PowerPoint
saya
terlihat, dokter. Aman. Aman.
Aman. Nggih.
Baik.
Bentar. Oke,
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Perkenalkan, selamat pagi. Perkenalkan
saya Dr. Niken Indah Nurdiani, spesialis
mata ee dari Rumah Sakit Mata Masyarakat
Jawa Timur.
Alhamdulillah pagi ini kita saling
sharing ya. ini dalam rangka terima
kasih kepada BPSDM yang juga bisa
memberikan waktu dan kesempatannya
kita sharing tentang ee apa? Deteksi
mata anak. Tadi mungkin sudah dijelaskan
banyak oleh dr. Sekar ya, drter Siwi
untuk ee schedule dan screen time dan ee
kelainan refraksi. Nggih, saya mulai.
Oke,
jadi ee untuk tahun ini kita hari anak
Indonesia 2025 itu temanya adalah anak
hebat Indonesia kuat menuju Indonesia
Emas 2045. Oke, jadi ada beberapa banyak
ee subtema. Nanti mungkin saya lanjut ya
biar apa ee
ada ininya lagi ng jadi hari anak
nasional tuh ee siapa melakukan apa.
Jadi ini saya ambil dari pedoman
peringatan Hari Anak 41 Kementerian
Pemberdayaan Anak dan Perempuan. Jadi
pemerintah salah satunya kita para ASN
ini ya. Kemudian dari media juga
keluarga ee komunitas, para ee apa
anak-anak remaja, organisasi,
LSM juga dunia usaha. Jadi kita semua
itu berperan terhadap kesehatan atau ee
terhadap masa depan anak Indonesia.
Jadi ada tujuan umum dan tujuan khusus.
Nanti monggo mungkin dibaca ya, saya
singkat saja ya. Oke. Jadi, hari anak ee
2025 itu adalah tujuannya untuk
menstimul menstimulasi nilai-nilai
dasar. Jadi, nilai-nilai dasar itu apa
saja? Jadi, berakhlak mulia, bahagia,
peduli, berani, cerdas, solidaritas. Ini
ya harus diterapkan pada anak Indonesia
di manapun di Indonesia.
Jadi menurut ee WHO, prevalansi jahit
Bness itu 1,5/1000
anak di dunia. Nah, jadi ee 1,4 juta
anak itu 3/4-nya itu ternyata hidup di
benua Afrika dan Asia. Kemudian ee untuk
era sendiri kami di sini mengalami ee
80% ee pasien yang kami tangani adalah
kelainan refraksi, kemudian ambilopia
tadi yang sudah dijelaskan oleh drter
Sekar, kemudian katarak, ken retina dan
lain-lain.
Jadi mengapa dewasa itu tidak sama
dengan anak-anak? Jadi dia mengalami ee
apa? Perkembangan dan pertumbuhan. Masih
mengalami perkembangan dan pertumbuhan.
Jadi di sini perkembangan itu dia
kualitatif. Dia mengalami sel-selnya
mengalami maturasi dan atau pematangan.
Terus kemudian dia tersistematis ya.
Jadi misalnya saya menangani mata kalau
dia ada kelainan misalnya nyuwun sewu
tadi Ibu yang dari Trenggalek ya kalau
enggak salah ya dibilang ee ada kelainan
di saraf mata itu biasanya saya akan
mentressing apakah ee organ yang lainnya
juga mengalami kelainan kemudian dia
mengalami pertumbuhan itu bersifat
kuantitatif berupa perubahan fisik,
kemudian ada peningkatan jumlah sel dan
peningkatan volume.
Jadi gejalanya mohon kepada seluruh
anggota masyarakat berperan itu
perhatikan baik-baik apakah ee dari
penampilan fisiknya, apakah ada
perubahan tingkah laku, kemudian ada
keluhan anak atau guru di sekolah. Ee ee
70% kasus yang saya dapat itu adalah
laporan dari gurunya. Jadi anaknya
dibawa periksa ke rumah sakit mata. Ee
kenapa Bu keluhannya? Iya, Dok. Saya
disuruh periksa sama gurunya gitu.
Jadi, alhamdulillah terima kasih kepada
guru-guru di Jawa Timur gitu kan sudah
mengindus supaya dilakukan pemeriksaan.
Karena saya paham orang tua kan pasti
sibuk ya, saya juga bekerja, bapaknya
bekerja jadi em agak kurang
memperhatikan atau aware ya. Kemudian
gejalanya sudah pasti banyak. Jadi ee
salah ini beberapa yang saya sebutkan ya
yang banyak ee dari beberapa yang
banyak. Jadi salah satunya adalah tidak
ada atau lambatnya respon kontak mata.
Jadi tadi mungkin ada yang bertanya juga
yang untuk bayi ya ee dia usia 6 bulan
tapi kok belum ada kontak mata. Monggo
silakan diperiksakan ke rumah sakit mata
ee terdekat atau ke rumah sakit mata
RSMN. Kemudian sering mincing-mincing,
memiring-miringkan kepala gitu kan. Ee
apa tuh? Sering kedip-kedip.
Kemudian dia selalu melihat benda,
mainan atau sesuatu itu selalu dalam
jarak yang sangat dekat tuh. Terus kalau
menonton nonton TV terutama ya mungkin
Bapak Ibu sudah banyak yang itu ya
berkeluh kesah gitu kan selalu maju ke
depan. Jadi misalnya ee sudah diomongin
ayo mundur gitu kan maju lagi maju lagi
gitu kan. Nah itu juga salah satu
gejala. Kemudian dia melihat gawai ee
entah itu HP atau ee laptop atau PC itu
selalu dalam jarak yang sangat dekat,
sering nabrak atau dia sering jatuh.
Jadi iya, Dok, anak saya nih apa sering
jatuh gitu, sering kesandung sendiri
kakinya. Nah, itu juga bisa salah satu
gejala juling atau tidak fokus. Kalau
maaf bahasa jawanya kero itu ya, kero.
Nah, itu. Kemudian kalau pada anak
sekolah dia sering maju ke depan papan
tulis. kemudian membaca buku atau
menulis dalam jarak yang sangat dekat
sekali.
Jadi saya di sini ee kami jargon kami
adalah tidak pernah mengeluh anak itu.
Jadi apalagi mengeluh mata saya burem
ya. Kenapa? Karena dia tidak tahu
standarisasinya.
Oh, ternyata gini toh mata yang jelas
itu. Oh, ternyata gini toh bayangan yang
buram itu. Jadi mereka tidak tahu. Dia
belum tahu standarnya yang burem yang
mana. Yang jelas itu yang mana. Jadi
sebaiknya monggo diperiksakan saja.
Kemudian kapan perlu dilakukan
pemeriksaan mata? Ya kan? Jadi ee mata
anak itu kan berbeda dengan yang dewasa.
Pada anak dia mengalami perkembangan
otak yang juga lebih cepat ya kan. Kalau
kita yang sudah usia 17 tahun ke atas
ini ya kan itu sudah selesai gitu kan
perkembang otaknya. Jadi mata itu ibarat
kayak gawai HP kita punya smartphone ya
kan tapi kita usernya ini hanya bisa
mengoperasikan ee apa SMS saja sama
telepon lah kan percuma ya. Nah
sedangkan otaknya anak itu itu dia
mengalami perkembangan yang pesat sampai
usia 2 tahun. Nah, kalau matanya tidak
kita openi ya dalam bahasa Jawa kita
pelihara itu juga merangsang otaknya
untuk melihat juga tidak bisa jelas.
Makanya itulah yang disebut nanti dengan
amplopia. Nanti akan saya jelaskan.
Kemudian ini gangguan pada penglihatan
dapat ee menyebabkan atau mempengaruhi
perkembangan jaras penglihatan yang dari
mata ke otak.
Jadi tahap kritisnya pada bayi ya ini
saat lahir itu sampai usia 34 bulan.
Nah, ini dia harus menerima ee berita
penglihatan dari matanya itu harus jelas
dari kedua mata. Jadi ini perkembangan
bola mata antara dia baru baru lahir
dengan pada saat dewasa. Kita lihat aja
dari volume bola matanya. Kalau pada
neonatus atau bayi itu 7 cc sedangkan
kalau dewasa itu bisa mencapai 30 cc.
ini ya perkembangan tajam penglihatan.
Jadi pada usia apa ee lahir bayi baru
lahir itu sebetulnya di dalam perut si
ibu itu dia sebetulnya sudah merespon
merespon ibu-ibu ya. Jadi ee
stimulasinya itu bisa sebetulnya pada
saat dia di dalam kandungan itu juga
bisa sebetulnya. Jadi kayak ee apa THT
itu ya kan mereka memperdengarkan musik
mozard misalnya ya musik-musik klasik
gitu kan pada saat di dalam kandungan.
Saya pun juga menyarankan kalau hamil
ibu pada ibu hamil itu juga dilakukan
stimulasi cahaya. Jadi perut ibunya itu
dikasih senter gitu ya. Jadi nanti dia
akan nendang-nendang biasanya. Nah itu
itu berarti dia sudah ada respon
terhadap cahaya.
Kemudian ee 2 bulan, 3 bulan, 5 bulan ee
dia bisa ee 9 bulan ya itu dia bisa
mulai mengambil atau membedakan objek
kecil. Jadi mungkin tadi sudah
dijelaskan oleh dr. Ee Siwi e Sekar.
Jadi deteksi dini itu dapat mencegah
hilangnya penglihatan, kesulitan
pembelajaran, sama keterlambatan
perkembangan.
Nah, ini beberapa riwayat penyakit
dahulu. Jadi kalau ee ibu-ibu ee membawa
anaknya atau bapaknya juga ya ee itu
periksa ke rumah sakit mata kami SMM,
kami pasti tidak hanya menanyakan
tentang keluhan saat ini. Bahkan saya
selalu menanyakan pada saat ibunya
hamil, ibu sakit apa ya? Karena apa?
Karena ini berkaitan.
Karena mata itu kan perkembangannya pada
ee trimester pertama. Apabila ibu
mengalami gangguan pada saat itu, nah
itu juga mengganggu proses perkembangan
ee bola matanya dia
ini ya. Nanti monggo dibaca sendiri.
Jadi tahapan skriningnya bayi baru lahir
itu dia sudah bisa reflek cahaya. Jadi
kita melihat apakah ada infeksi,
kemudian reflek cahayanya bagaimana,
kemudian ada kelainan mata. Mungkin ada
bintik putih, juling atau glaukoma. usia
6 bulan itu ee apa bayi bekerja secara
simultan. Jadi kalau jenengan
mendapatkan bola matanya itu gerak-gerak
sendiri, goyang-goyang gitu ya. Nah, itu
monggo segera diperiksakan. Tapi ee
kalau kurang dari 6 bulan itu masih
normal karena dia masih berusaha
menyesuaikan antara kedua bola mata tuh
dia bergoyang bergerak itu supaya untuk
menyesuaikan penglihatan.
ya. Usia 3 4 tahun dia sudah mulai
mengerti huruf angka gitu kan. Usia 5
tahun ee lebih itu sudah mulai ada
kontras sudah ee nah ini pemeriksaan
kami di sini alhamdulillah sudah
dilengkapi oleh ee provinsi. Jadi untuk
anak bayi jangan khawatir kami juga bisa
sudah mulai ee bisa melakukan
pemeriksaan visus. Jadi oh masih bayi
Dok pasti anak saya enggak belum bisa
diperiksa penglihatannya bisa. Sudah.
Jangan khawatir, monggo. Jadi di sini
kami banyak mainan ya. Jadi kita bermain
tujuannya bukan untuk apa ee
mengeksekusi gitu kan. Kadang-kadang kan
oh dibawa nanti disuntik loh ya sama Bu
Dokter gitu kan. Nah itu pasti kami jadi
anu kambing hitam ya. Jadi kalau
diperiksa tuh anaknya nangis-nangis
karena dikira mau disuntik matanya gitu
kan. Nah ini ya kan mainan. Jadi kami
banyak ee apa alatnya device-nya.
Nah, ini ya kalau pada bayi biasanya
kita suruh pangku kemudian kita suruh
melihat namanya teller aqui card. Jadi
ini ee sudah bisa kita lakukan
pemeriksaan. Oke, kita beralih ke
kelainan-kelainan mata ya. Jadi nanti
mungkin ini salah satu ee ciri-cirinya
nanti monggo kalau jenengan menemukan
putranya, putrinya, ponaan, saudara,
sepupu ya seperti ini monggo segera
diperiksakan.
Jadi ini kelainan pada kelopak mata ada
kalanya kelopaknya tidak berkembang.
Jadi dia namanya ee abable ablvaron atau
dia berkembang tapi mengalami apa ya e
kelainan anatomis. Jadi bulu matanya
sampai masuk-masuk ke dalam seperti ini.
Nah, itu monggo. Jadi keluhannya dia
berair. Jadi monggo segera langsung
diperiksakan juga. Kemudian ini biasanya
ep epikantus ya. Jadi ini ee kelainan
pembentukan juga ee apa tuh kulitnya
kelopak ini jadi berlebih gitu kan. Jadi
ee ini harus ee di apa dibuang karena
ini mengganggu juga untuk penglihatan.
nih. Nah, biasanya banyak itu petosis.
Jadi, ee apa ee kelopak matanya turun.
Nah, ini ini namanya petosis kongenital
bisa satu mata atau dua mata.
Kemudian kelainan di ee kelopak.
Kelopaknya ini tidak terbentuk jadi
lubang gitu ya ee Bapak Ibu ya. Jadi
tidak terbentuk dengan sempurna. Jadi
satunya ada kelopaknya seperti mata yang
ini ee kanan yang kiri tidak terbentuk.
Jadi ee dia namanyaoma. Jadi ini
beberapa sindrom
atau dia kelopak matanya turun seperti
ini.
Kemudian ada juga ee tanda lahir. Nah,
ada juga tanda lahir itu kan warna kalau
pada bayi baru lahir biasanya warnanya
merah ya. Nah, ini monggo. Ada yang
namanya hemangi merah di kelopak mata
atau juga yang satu muka atau satu
kepala ya seperti ini. Nah, itu juga
monggo diperiksakan. saja karena ini
berpengaruh ke penglihatan biasanya dia
menjadi glaukoma
nih. Nah, benjolan biasanya ada benjol.
Iya, Dok, ada benjolan sejak lahir. Nah,
ini ternyata dermoitis. Begitu kita MRI
ternyata bendanya di luar. Karena ada
juga yang ternyata itu nempel dengan ee
apa tuh namanya? Dinding bola mata
sehingga ini riskan kalau diambil. Jadi
kalau diambil ini katut semua sak bola
matanya. Nah, itu penanganannya. nanti
kita bekerja sama dengan budak
konstruksi.
Kemudian juga infeksi. Nah, karena
infeksi sinusitis biasanya kan ada tuh
anak yang sering bersin-bersin ya,
apalagi alergi. Nah, itu juga harus
diperiksakan karena ee efek ke depannya
itu bisa menyebabkan ee infeksi hingga
mata bola matanya menjadi bengkak.
Nah, ini yang paling sering juga. Jadi
anak saya itu sering berair, Dok, sejak
lahir. Nah, ini jadi terjadi ee namanya
obstruksi dari saluran air mata. Jadi,
selalu berair, Dok, beleknya banyak gitu
kalau pagi. Nah, itu itu salah satu
gejala dari konggenital nasula criminal
dock obstruction.
Jadi, sumbatan itu ada dua. Bisa karena
ada selaput membran di bawahnya atau
memang karena ada penyempitan. tulangnya
mengalami penyempitan bisa dua dua
mekanisme ya. Jadi nanti monggo segera
diperiksakan saja nanti akan kita
lakukan pemeriksaan. Kemudian juga ee
infeksi. Infeksi pada bayi baru lahir.
Saya kemarin menemukan usia umur 5 hari
itu beleknya sudah seperti ini ya
banyak. Jadi ee itu harus segera
dibersihkan ee gak boleh sampai kering
ya. Kalau kering ee apa sekretnya itu
itu malah bikin dia sakit malah infeksi.
Jadi kalau ada ee berair kemudian ada ee
beleknya banyak itu monggo langsung
dibersihkan pakai kapas dikasih air
hangat ya pelan-pelan. Nah itu jangan
sampai melukai kelopaknya itu harus
dibersihkan. Enggak boleh lengket,
enggak boleh mengendap di situ. Karena
dia akan malah bikin si bayi tambah
sakit.
Kemudian yang paling sering ini ee
konjungtivitis alergi. Jadi anak-anak
kita itu ya ada yang atopi ya. Jadi ee
sejak kecil dia punya riwayat alergi
susu misalnya. Nah itu biasanya pada
saat dia agak besar itu kalau larinya
alerginya ke mata seperti ini
penampakannya. Jadi yang normalnya itu
mulus rata kelopak dalam ya seperti ini.
Ini begitu kita balik kelopaknya
bentol-bentol kayak biduran. Nah, ini
yang menyebabkan anaknya tambah gatal.
Jadi semakin dipucek semakin ini tambah
membesar. Nah, itu nanti monggo segera
diperiksakan ke rumah sakit terdekat.
Kemudian konjuktivitas alergi tersebut
apabila berkembang dia akan mengalami
luka karena dikucek kan. Nah, ini
merusak korneanya akibatnya terjadi
ulkus atau namanya siler.
Oh, ya. Kemudian ee bisa jadi ee maaf
ada daging tumbuhnya jadinya.
Kemudian ini kelainannya ada okular
melanositosis. Jadi kayak apa itu ee tah
lalat. Nah, tai lalat. Nah, ini tah
lalat tapi diera. Kemudian ini juga
amelotic nervus. ini yang apa berkembang
benjolan ini mungkin harus diangkat juga
ee ini benjolan juga dermoid ee
dermolipom ya kan ee tapi biasanya tidak
mengganggu biasanya anaknya anaknya
tidak mengeluh biasanya cuman secara
kosmetik aja kelihatannya kok ada
benjolan gitu ya. Nah itu monggo
diperiksakan aja.
Kemudian kita beralih ke Cornea. Cornea
itu bagian hitam mata ya ee Bapak Ibu
ya. Jadi kadang-kadang ee fit anomali
dia tidak berkembang ee jadi warnanya
putih yang spray rokokornya juga begitu
atau dia sudah berkembang tapi tengahnya
aja yang putih. Nah, itu biasanya
bawaannya kelainan bawaan juga dan itu
biasanya akan berkembang menjadi
glaukoma juga.
Oloboma iris. Jadi kalau kelainan iris
pupil, iris pupil itu anakan mata ya
Bapak, Ibu ya. Jadi kalau misalnya
anakan matanya lubang seperti ini atau
malah ada apa jerawut-jerawut kayak
bahasa Jawa ya, maaf saya menggunakan
bahasa Jawa ini ee dia mengalami
pembentukan, gagal pembentukan jadi dia
masih ada persistent populary membran,
dia ee gagal melepaskan diri. Jadi ini
pun juga akan menghalangi penglihatannya
dia
atau malah dia tidak terbentuk. Jadi
irisnya enggak ada. Jadi langsung lensa,
anakan matanya enggak ada. Ini langsung
ada lensanya. Itu beberapa kali juga
saya temukan kasusnya. Kemudian ee
anakan matanya malah kebanyakan. Yang
ini enggak ada, ini malah kebanyakan.
Jadi namanya polikoria. Jadi
lubang-lubangnya banyak, enggak cuman
satu. Kemudian, ee glaukoma kita juga
pada anak-anak juga ee bisa terjadi
glaukoma. ee gejalanya terias nanti ee
sering berair matanya buftalmos.
Buftalmos itu matanya mendulo, membesar
gitu ya. Jadi kalau misalnya jenengan
lagi tilik bayi ya kan terus kemudian
jenengan lihat loh bayinya kok matanya
seperti mendolo atau apa ya kayak besar
gitu. Waduh melok-melok ya matanya besar
banget gituah warnanya kebiruan gitu
kan. Nah itu monggo diingatkan mungkin
ee bisa jadi dia ee disebut kongenital
glukoma glukoma. Yanita. Nah, itu bisa
terjadi pada dua mata atau satu mata dan
dia sangat-sangat silo terhadap cahaya.
Jadi kalau misalnya lagi jenengan apa
bawa ee kan disuruh jemur ya biasanya ya
kan. Nah itu pada saat dijemur tuh dia
tuh gak mau keluar jadi kayak rewel
nangis gitu terus berair terus matanya
lakrimasi. Nah itu ee salah satu
gejala-gejalanya kongenital glokoma.
Nah, kalau seperti itu memang penanganan
berikutnya adalah harus segera dilakukan
operasi itu bisa menyelamatkan
penglihatannya.
Kemudian katarak ya saya juga banyak
menemukan katarak pada anak-anak ee
seperti ini. Biasanya kataraknya tidak
seperti orang dewasa Bapak Ibu ya. Jadi
putihnya tuh enggak terlalu kelihatan
memang. Malah saya pernah dapat kasus
itu keluhannya cuman sering kedip-kedip
Dok gitu. Begitu kedip-kedip selalu kata
dua-duanya. Jadi itu salah satu beberapa
gejala yang harus jerengan perhatikan.
Kemudian ee ada juga ee suuksasi lensa.
Jadi lensanya itu tidak berada di tengah
tapi dia miring ke pinggir gitu ya. Jadi
itu gangguan pembentukan juga. Terus ini
beberapa kelainan saraf. Ee saya pernah
mendapat kasus ee dia anak ya karena dia
sering riwayatnya sering main HP
malam-malam gitu kan. Jadi ee selama 1
minggu itu intensitas untuk melihat HP
terutama pada malam hari ya itu lebih
kencang. Terus dia juga sebelumnya tapi
ada riwayat penyakit sistemik maksudnya
dia ada batu pilek sebelumnya itu dia
mengalami bengkak saraf matanya. Jadi
kalau misalnya jenengan lihat atau apa
di media sosial ya oh matanya buta
gara-gara sering main HP gitu ya. Nah
ini memang penyebabnya. ternyata larinya
langsung ke saraf mata, Bapak Ibu. Jadi,
saya pernah dapat kasus papil udim ee
bengkak saraf matanya ya. Setelah kita
ee rawat inap dengan beberapa banyak
terapi kemudian alhamdulillah masih bisa
terselamatkan. Jadi kembali ee normal
setelah dilakukan terapi dan
alhamdulillah biasanya kalau
penanganannya dini kita temukan makanya
harus deteksi dini jadi harus cepat.
Jadi, apapun gejala sudah jangan
dianggap sepele sekarang gitu ya.
Monggo. Kan kita sekarang media sosial
kan informasi informasi berterbangan di
mana-mana. Jenengan carilah di Google
bisa atau mau chat GPT silakan. AI kan
juga banyak sekarang ya. Silakan monggo
jangan nunggu. Oh, gak apa-apa gak
apa-apa. Nah, itu begitu ee kita
mendapatkan kasus itu terlambat karena
ada beberapa juga yang saya mendapatkan
kasus itu baru 1 bulan baru dibawa
akhirnya tidak bisa kembali gitu kan.
Jadi ya masih ada bengkaknya dan itu
sayangnya permanen.
Kemudian yang paling penting juga ini
menyebabkan gangguan kebutaan juga pada
saat dia dewasa adalah retinopat of
prematurity. Jadi kelainan retina bayi
karena efek prematuritas ya kan. Jadi ee
bayi-bayi yang terlahir prematur itu
sayangnya dia bisa survive, dia bisa
hidup, tetapi sayangnya quality of
life-nya menurun karena dia matanya
mengalami kebutaan. Jadi ee di Indonesia
kurang lebih yang terbaru masih belum
ada data yang terbaru sih. Kurang lebih
di harapan kita ibu dan anak itu
kasusnya 18 sampai 30%.
Jadi siapa yang harus diperiksa? adalah
bayi dengan berat badan lahir kurang
dari 1.00
ee atau ee dengan usia kehamilan kurang
dari 34 minggu ya. Atau bisa juga ee
diminta periksa oleh neonatologisnya
atau dokter anaknya karena ada
riwayat-riwayat faktor risiko. Apa saja
faktor risiko tersebut? Jadi misalnya
dia ee menggunakan oksigen, kemudian dia
pernah transfusi anaknya ee anaknya dan
ibunya biasanya.
Kemudian ada kelainan-kelainan seperti
ini atau kelainan jantung. Jadi meskipun
dia tidak terlahir prematur atau tidak
kurang bulan, tapi dia mengalami
penyakit-penyakit seperti ini, alangkah
baiknya diperiksakan. Atau misalnya
jenengan lagi-lagi ya, misalnya tilik
bayi misalnya, terus kemudian ee apa? Oh
iya, ini kemarin ibunya sudah pulang
tapi bayinya belum pulang. Oh, kenapa?
Iya, masih masuk di Nicu misalnya. Nah,
itu salah satu indikasi untuk dilakukan
screening pemeriksaan retina matanya.
Jadi, kapan? Sebaiknya 2 sampai 4 minggu
setelah kelahiran apabila usia
kehamilannya lebih dari 30 minggu atau
kurang dari 30 ee minggu saat 4 minggu
setelah kelahiran atau setidaknya satu
kali sebelum pulang dari rumah sakit.
atau kalau memang sudah pulang dari
rumah sakit, setidaknya pada saat sudah
keluar monggo diperiksakan satu kali ke
ee dokter mata
ini ya. Contohnya saya melakukan
pemeriksaan. Kemudian ee contoh kasusnya
seperti ini. Jadi ee apabila kita
temukan ROP dengan plus desis seperti
ini, ini kita lakukan laser untuk
menghentikan supaya jangan sampai
terjadi lepasnya saraf mata. Nah, jadi
kalau deteksi makanya deteksi dini itu
penting. Jadi begitu kita temukan segera
kita lakukan laser ini menyelamatkan ee
supaya dia tidak jatuh ke kebutaan pada
saat dia besar.
Kemudian yang paling banyak kasusnya
adalah lekokoria. Jadi diagnosis banding
lekokia adalah ditemukan bintik putih
atau bintik seperti merah ya seperti ini
ya pada anak-anak ya. Ya kalau jenengan
kan sekarang banyak yang selfie ya. Nah,
itu monggo kalau jenengan lihat loh kok
mata anak saya beda ya kanan sama kiri
ya anu reflek cahayanya begitu kena
bleit ya monggo. Ini beberapa penyakit
diagnosis bandingnya ada banyak. Nah ini
salah satunya yang paling berbahaya
adalah retinoblastoma. Retinoblastoma
adalah tumor pada retina yang kita
temukan kebanyakan pada anak-anak ini
dia
ee sangat-sangat ee ee cepat untuk ee di
apa berkembang metastase ke organ lain.
Jadi begitu kita temukan harus segera
dilakukan pemeriksaan city scan, MRI ee
apa darah. Nah, itu apabila dilakukan
penanganan secara cepat, five year
survival rate-nya juga semakin tinggi.
Jadi, dia bertahan hidup. Saya beberapa
kali menemukan kasus ee retinoblastoma.
Begitu kita lakukan pemeriksaan kemudian
kita lakukan penanganan sejak dini itu
dia bisa bertahan hidup sampai dia SMP
malahan sudah sampai periksa lagi ke
saya. Alhamdulillah masih survive gitu.
Kemudian yang terakhir adalah trauma
akuli. Ya, jenengan tahu sendiri ya,
anak-anak itu kan apa ya bermain ya
memang memang eranya bermain ya. Nah,
bermain itu kadang-kadang mereka tidak
tahu apakah ini bahaya apa ini tidak
gitu ya. Kadang-kadang apa kecolok
kecolok bolpen lah ya. Lempar-lemparan
bolpen, lempar-lemparan. Pernah saya
dapat kasus itu anak pondok ya, Pak. itu
loh main sarung itu loh. Jadi akhir
begitu kena sarungnya ini jadi hiv ada
pendarahan dalam seperti ini ya. Nah itu
monggo segera diperiksakan jangan tunggu
ah besok aja ah seminggu lagi. Nah itu
tambah terlambat nanti penanganannya
tambah ee menyebabkan dia kebutaan ya
permanen. Kemudian seperti ini ee ruptur
palpebra ee apa kecakar kucing. Beberapa
kali saya juga mendapat kasus kecakar
kucing ya. Jadi kena apa? Palpebra dan
korneanya.
Ini beberapa pasien juga kelilipan. Nah,
ini juga ada kelilipan. Ini kalau
permanen jadinya kornianya seperti ini
ya, putih. Jadi gak bisa kita lakukan
apa ya, mungkin harus cangkok atau donor
kornea. Kalau ini kelilipan. Jadi pas
lagi naik motor ya kan ee dia enggak
pakai kacamata pelindung atau enggak
pakai helm, dia duduk di depan gitu kan.
Karena kan seringnya dia pengin di depan
ya. Nah, ini ternyata masukkan itu loh
kayak apa tuh serangga itu ya. Nah, ini
ee masuk ke dalam itu juga harus segera
ditangani. Ini juga kena pukul. Nah,
yang paling terakhir adalah tadi malam.
Makanya saya mohon izin gak bisa ee ke
sana ya. di sini karena saya harus
operasi terus hari ini harus visituk
sate.
Ada-ada aja anak-anak nih ya. kena tusuk
sate. Dia dia enggak makan satenya sih.
Dia enggak makan satenya. Tapi temannya
itu lagi pegang tusuk sate ee e apa
jatuh kena matanya dia dan ternyata
kayak telusupen itu loh. Ternyata
telusupen dan ini ee benda asingnya ee
serat kayunya itu ternyata besar
ternyata masuk ke dalam itu sampai
kurang lebih 1 mili.
Jadi ee apa kesimpulannya adalah 80%
informasi yang kita terima itu melalui
penglihatan. Coba bayangkan jenengan
misalnya lagi scroll media sosial
misalnya sekarang apa ya? TikTok
misalnya ya kan. Nah kalau jenengan
cuman mendengar saja tapi tidak melihat
videonya kan enggak enggak nyaman ya ee
kurang kurang mantap gitu loh ya kan.
Makanya kan 80% itu informasi itu
diterima melalui penglihatan. Terus yang
kedua, anak itu tidak pernah mengeluh
buram. Bisa dua faktor ya kan? Iya, Dok.
Anak saya gak pernah bilang kalau
matanya burem. Pertama karena memang dia
tidak tahu standarnya ya kan. Standarnya
oh ini penglihatan burem tuh kayak gini.
Oh jelas tuh kayak gini gitu. Enggak
tahu ya. Atau yang kedua dia takut ke
pengalaman saya. Kenapa? Nanti begitu
dia bilang burem langsung HP-nya di sit
enggak bisa main HP lagi atau mainan
PS-nya diita gitu kan. Itu sudah
beberapa kali soalnya e apa langsung
dimarahi di tempat gitu kan. Kemudian
deteksi dini itu penting untuk mencegah
gangguan perkembangan penglihatan,
penentuan diagnosa, tata laksana itu
juga mempengaruhi prognosis ke depannya.
Apakah dia nanti masih bisa kita
selamatkan penglihatannya atau sudah
tidak bisa. Dan ini membutuhkan
keterlibatan semua pihak ya sejak dini.
Detik si dini ini dimulai dari keluarga.
Jadi kalau jenengan di keluarga inti
tidak ada masalah. Kemudian di mana
keluarga misalnya kan lagi ngumpul nih
kalau pas lagi lebaran gitu ya haji atau
lebaran apa Idul Fitri. Nah itu biasanya
kan cerita-cerita. Nah itu monggo kalau
misalnya iya Mbak mata mata anak sampean
kok rodok juling ya agak kero ya. apa
enggak diperiksakan aja tah gitu ya.
Nah, kadang-kadang orang tua, saya juga
sebagai orang tua ya, itu kadang-kadang
masih denial. Enggak kok, enggak apa-apa
kok, enggak juling kok, matanya enggak
apa-apa, enggak merah kok. Nah, itu
biasanya dia akan terusik begitu ada
orang kedua yang ngomong ya kan ada
orang kedua, ketiga, keempat gitu yang
yang memberikan info. Iya, aku loh
kemarin habis lihat apa ee ee acara di
BPSDM tuh katanya dokter nik itu kok
kayak juling ya gitu. Nah, itu monggo
segera dilakukan pemeriksaan sini
mungkin.
Jadi, ee saya mengambil logo Hari Anak
Nasional ya kan. Jadi Hari Anak Nasional
ini ee kita peringati kemarin tanggal 23
Juli 2025. Tujuannya untuk mencapai
Indonesia Emas 2045.
Sekian, terima kasih. Monggo saya
kembalikan keator.
Baik. Luar biasa sekali dokter. Terima
kasih dokter atas materi yang telah
disampaikan. Semua saya rangkum dan
selalu berpikir sendiri seperti itu ya
ternyata ya. Masyaallah gitu. Jadi kalau
memang enggak langsung ditangani itu
bisa buta permanen ya, Dokter.
Masyaallah. Semoga untuk teman-teman
ASN, Sobat ASN semuanya juga mengetahui
hal ini. Dan tentunya hari ini kita
menunggu ee sesi diskus sesi diskusi
nggih, Dokter. Jadi menunggu
pertanyaan-pertanyaan dari teman-teman
Sobat ASN dan tentunya saya awali dulu
nih, Dok, karena saya sangat penasaran
dari tadi Dokter dapat informasi nih
seliweran di sosial media itu katanya
seperti ini, Dok. Kalau pengobatan mata
itu lamanya sampai 1 tahun loh. Jadi
jangan asal aja sama mata. Kalau pakai
helm yang benar, kalau pakai ini apakah
itu betul, Dokter? Apapun permasalahan
mata itu pengobatannya 1 tahun. Nah, ini
kan kadang ini kepo atau bener lah.
Monggo, Dokter. Mungkin ada jawaban yang
lebih pas gitu bagi saya biar enggak
kepikiran. Nun saya, Bu, Dokter. Monggo.
Siap. Terima kasih, Mbak. Jadi, kalau
tergantung ya pengobatannya apa? Kalau
misalnya
apa tuh tadi seperti tadi ya yang papil
udim itu ya?
Iya, dokter. ee sarafnya bengkak yang
disebabkan karena main HP gadget
malam-malam selama 1 minggu itu kan.
Nah, itu
itu memang pengobatannya agak lama
memang karena kan saya harus ee apa tuh
namanya? Menelisik mencari tahu
penyebab-penyebab yang lain ya. Mungkin
apakah dia ada ee infeksi virus dia
masih ada di dalam. Jadi saya perlu
konsultasi dengan dokter spesialis anak.
Iya, Dok.
Kemudian ee saya masih ada apakah ada
giginya yang berlubang jadi konsul ke
dokter gigi anak seperti itu.
J pengobatannya memang lama. Tapi kalau
misalnya ternyata mungkin seperti ee
tadi ya misalnya konjivitis alergi.
Nah, itu ee karena faktor alergi ini kan
cuacanya sekarang kan kita pancaroba
banyak angin, banyak debu ya kan
sekarang kan panas. Betul.
Nah, itu biasanya konyuttivitas alergi
lagi bermunculan ini di tempat saya anu
kambuh-kambuhan kan itu. Nah, itu
biasanya memang
ee ada pengobatannya bisa cepat. Kalau
saya temukan secara cepat, saya kita
obati secara cepat itu insyaallah sih ee
bisa segera apa kurang dari 1 minggu
gitu bisa sembuh kok.
Masyaallah. Alhamdulillah ya, Dokter ya.
Berarti memang bisa cepat, bisa lama
tergantung dari problem sakit matanya
apa gitu ya, Dokter ya. Waduh, luar
biasa. Deteksi gini juga, Mbak. Mohon
izin.
Oh, deteksi juga.
Segera ditemukan segera diperiksakan.
Giih, dokter
itu lebih lebih cepat pengobatannya dan
prognosisnya.
Oh, baik. Luar biasa. Dan saya juga
masih ada pertanyaan selanjutnya, tapi
ternyata ada yang mau bertanya juga.
Luar biasa. Masyaallah. Halo, Ibu. Dari
mana dan dengan nama siapa? disilakan
untuk memberikan pertanyaannya.
Baik, terima kasih.
Iya, lebih keras Ibu. Mohon
izin. Baik,
ya. Baik, terima kasih. Sudah terdengar
suara saya?
Alhamdulillah sudah terdengar.
Disilakan.
Baik, terima kasih. Saya Fani dari BKD
Kabupaten Kediri. Izin bertanya dokter.
Kan saya punya anak nih, sekarang
usianya 6,5 tahun. dari umur 5 tahun itu
dia didiagnosis dokter konjungtivitis
alergi.
Oh ya.
Ya. Sampai saat ini pun ee masih rutin
untuk kontrol setiap bulannya di dokter
spesialis mata
dan itu ee dokternya bilang bahwa sampai
usia 15 tahun dia harus terus dikasih
tatas mata tersebut. Ee itu nanti
efeknya gimana ya, Dokter?
Siap. Oke,
terima kasih dokter. Bu, sama-sama. Bu
Fan dari Jember ya?
Dari Kabupaten Kediri, dokter.
Oh, Kediri. Oke, maaf di kiri ya. Ya,
terima kasih atas pertanyaannya.
Langsung saya jawabkah atau
monggo langsung saja, Dokteril.
Siap. Nggih. Jadi, memang pada anak-anak
yang ee dengan konjungtivitis alergi itu
kan dia mengalami atopi. Atopi itu
maksudnya memang dia badannya memang
alergian gitu loh istilahnya. Oke. Dan
itu sayangnya memang dia sampai usia
akil balik ee ada beberapa pasien saya
itu sampai SMP sampai kadang-kadang SD
kelas 6 aja itu dia sudah sembuh
sendiri. Kenapa? Karena daya imunnya dia
sudah meningkat, sudah membaik. Nah, ee
untuk mencapai daya imun yang bagus dia
juga memerlukan ee apa istilahnya ya
afan atau biasanya kalau konjuttivitas
alergi itu Bu itu tidak berdiri sendiri.
Jadi dia akan diindus apabila dia ada
alergi makanan atau bisa alergi yang
lain seperti ee cuaca juga bisa.
Kemudian mungkin makanan ya makanan itu
ee juga berpengaruh juga. Nah, biasanya
saya konsultasikan juga ke dokter anak
yang ahli alergi. Kenapa? Karena itu
akan mempengaruhi ee kekambuhannya dia.
Jadi matanya sudah saya apa tuh ee saya
obatin ya sudah sembuh. Tapi begitu al
lagi dong. Habis makan telur ternyata.
Nah, ya itu Bu ya. Jangan dikasih telur
dong lah. Gimana Dok anaknya
nangis-nangis lah. Ya ya sudah. Nah itu
biasanya sih memang dia akan hilang
sendiri pada saat usia akil balik. Nah
usia akil balik itu usia berapa? Tidak
sama tiap anak gitu kan. Jadi memang ada
yang usia 17, ada yang umur 15, ada yang
umur 12 sudah selesai gitu kan. Jadi ee
macam-macam. Cuman memang memang ee
penggunaan kognitivitas alergi untuk
penggunaan tetes mata sih memang ee
berkelanjutan. Tapi ee saya biasanya
saya kasih obat yang itu aman untuk
jangka panjang. Jadi dia tidak akan
menyebabkan ee resiko atau komplikasi
drug injus ya. Jadi biasanya sih saya
wanti-wanti Bu ini harus kontrol.
Kenapa? Karena saya butuh evaluasi.
obat ini tidak boleh dikonsumsi jangka
panjang gitu ya. Jadi mohon izin Bu ee
terima kasih jenengan Bu Fani sudah
bertanya karena ada banyak kasus
anak-anak yang dengan alergi kemudian
dia beli sendiri obat di apotek karena
kan kemarin dikasih obat tipe A gitu ya
terus sembuh ternyata alerginya
berkurang tetapi itu mengandung steroid.
Nah, akhirnya karena dia dipakai rutin
terus-terusan memang alergi itu jangka
panjang memang gak bisa sembuh gitu ya.
Sembuh hilang kambuh lagi, sembuh kambuh
lagi gitu kan. Kambuh-kambuhan. Nah, itu
menyebabkan dia glaukoma. Nah, sudah
kalau sudah glaukoma wasalam agak susah
kita penanganannya. Jadi jangan
mohon-mohon jangan menggunakan tetes
mata sembarangan gitu ya atau at least
setidaknya mohon diperiksakan ke dokter
atau jenengan kalau enggak ada enggak
ada waktu coba cari tahu kandungan obat
tersebut di googling eh bukan Google ya
terserah deh mana.
Di media sosial sekarang kan banyak ya
untuk mencari informasi ya. Coba cari di
chat GPT ini kandungannya apa sih gitu
kan. Bahayanya apa sih? Nah, itu kan ada
apa informasi itu lengkap. Jadi, mohon
untuk anak jangan coba-coba karena
beberapa kali sudah banyak kasusnya Bu
ee pasien tersebut, anak tersebut saya
tangani, saya operasi akhirnya jatuh
kepada kebutaan karena yaitu tadi
penggunaan obat jangka panjang, obat
tetes mata maupun minum.
itu ya Bu Fani. Semoga bisa menjawab
nggih.
Dari Kediri sudah lega dengan jawaban
dari dokter.
Siap. Aman. Baik. Terima kasih sekali
Mbak F dari Kediri. Luar biasa tahunya
yang paling enak itu ya. Dan selanjutnya
ada penanya berikutnya dokter karena
banyak sekali yang ini pengin banget
bertanya sepertinya. Halo.
Asalamualaikum. Dengan Bapak siapa? Dari
mana Bapak? Mohon izin.
Selamat pagi.
Pagi. Selamat pagi Bapak. dari mana
Bapak dengan Pak siapa?
Perkenalkan saya Dani dari DLH Kabupaten
Ngawi.
Kabupaten apa Bapak?
Mohon izin.
Ngawi. Ya, betul ya, Pak?
Iya, betul.
I suaranya agak putus-putus Bapaku.
Iya. Oh, iya mohon maaf.
Bapak siapa tadi? N saya kurang dengar
dengan Bapak
Dani.
Yosef Dani.
Dandi.
Yani ya.
Oh, Bapak Yusef. Baik. Bapak Yusef dari
Ngawi. Betul.
Betul.
Baik, terima kasih Bapak kami persilakan
untuk memberikan pertanyaannya kepada
dr. Niken. Disilakan.
Baik, terima kasih atas waktu yang
diberikan kakak ee menarik ya. Jadi tadi
terkait pengalaman dengan anak ini. Jadi
anak saya juga sempat mengalami itu. Ee
kami sebetulnya belum tahu awalnya itu.
Tapi setelah di ee semester loh nilainya
kok turun, Dik? Anu, Pak. Saya sering
dapat tempat duduk di belakang. Lah,
kenapa? Apa enggak kelihatan gitu.
Ternyata betul. Jadi setelah ee satu
semester itu nilainya berkurang kemudian
dapat tempat duduk belakang. Kami mulai
curiga. Kemudian kita periksakan di apa
namanya? Di rumah sakit ternyata benar
min 0,75
dan silindernya dua gitu. Nah, ini kamu
kebanyakan jejan ini saya gitu. Kemudian
yang ingin saya tanyakan, Dok, ini untuk
pengobatan mata minus dan plus itu
apakah ada selain pakai kacamata? Karena
kan kalau ee hampir bisa dipastikan
kalau usia itu akhirnya kan jadi min
plus ya. Jadi dulu 40 plusnya setengah
plus 1 sekarang 1,5 di usia 45. Ini
apakah memang wajib atau mesti seperti
itu? Nah, kemudian apakah ada pengobatan
lain selain dengan kacamata?
Ee pernah juga ada berseliweran itu alat
yang apa? Olahraga mata itu. Jadi ada
alat dimasuk sini kemudian di dalamnya
ada cahaya yang ke kanan kiri. Apakah
betul itu? Apakah hanya sekedar iklan
yang membuai gitu? Ee kemudian
ee apabila itu betul, apakah berarti ada
apakah ada olahraga mata yang bisa
menyehatkan mata itu? Mungkin itu dulu
pertanyaan dua pertanyaan dari saya.
Terima kasih atas waktunya.
Disilakan untuk langsung menjawab.
Siap. Nggih. Terima kasih atas
pertanyaan Pak Yus dari Ngawi. Nggih.
Jadi begini Pak ee saya lihat jenengan
mungkin atau ee kedua orang tua
berkacamata ya misalnya
ee saya pun juga berkacamata sebetulnya.
Nah, itu ee secara gen dia akan menurun
kepada anaknya. Jadi ee mungkin jenengan
atau pasangan bapak ibunya ada yang
berkacamata itu monggo segera dian
pemeriksaan.
Gimana, Pak Yusef?
Betul. Ibunya berkacamata minus juga.
Sudah, karena pasti hampir 50% anaknya
akan mewarisi gen tersebut. Entah itu
minus, entah itu silinder. Jadi, ada
faktor internal dan faktor eksternal.
Faktor internal adalah genua orang tua
atau dari bisa aja ada bapak ibunya
tidak berkacamata, ternyata kakek
neneknya ada yang minusnya tebal
misalnya. Nah, itu mohon juga
diperiksakan.
Kemudian faktor eksternal adalah apa?
Ya, mungkin tadi sudah dijelaskan oleh
dr. Siwi ya, faktor eksternal adalah
yang mempengaruhi proses perkembangan
dari matanya dia. Contohnya ya di screen
time, gadget atau yaitu apa ee
paparan terhadap sinar-sinar tersebut.
Nah, itu monggo sebaiknya dilakukan
pemeriksaan. Seperti tadi yang sudah
disebutkan oleh dr. Siwi mungkin usia
pada saat dia TK, pada saat dia masuk
SD, pada saat dia SMP kelas 1, SMA kelas
1. Nah, itu penting untuk dilakukan
screening, Pak. Nah, kalau misalnya
seperti sudah ditemukan berapa tadi?
-075 silinder 2 ya, Pak, ya.
Itu agak banyak, Pak. Terusang silinder
itu biasanya yang terbanyak ee yang kami
temukan itu adalah silinder 6, Pak. Itu
sudah silinder 2 sudah lumayan ya.
Jadi yang yang harus kita perhatikan
sekarang adalah ambliopianya. Tadi
mungkin sudah disebutkan oleh drter Siwi
ya. Jadi ambliopia itu apa sih? Makanan
apa itu? Itu adalah kondisi di mana
saraf matanya malas, Pak. Jadi sudah
diberikan kacamata terapi full - 0,75
sama silinder 2, ternyata penglihatannya
dia enggak sampai 100%. Nah, itu yang
disebut dengan saraf mata males atau
ambriopia. Bagaimana penanganannya?
penanganannya adalah ya kita kasihkan ee
ukuran kacamata full koreksi. Kemudian
kalau perlu akan ada terapi oklusi,
terapi untuk mengaktifkan saraf mata
malasnya dan itu memang harus kontrol
rutin, Pak. Jadi caranya tahu gimana
saraf mata malas? Ya memang harus
periksa gitu kan harus periksa dulu.
Misalnya pada saat jenengan periksa
pertama biasanya kalau saya ya saya
kasih tahu, "Pak, saraf matanya malas
nih, Pak. Sekarang nilainya cuman 50%
gitu ya. Monggo nanti kontrol ee 1 bulan
lagi atau 3 bulan lagi kita coba
evaluasi lagi apakah ada peningkatan.
Peningkatan itu dari nilai yang 50% itu
apakah dia meningkat bisa menjadi 60%
atau menjadi 70%. Eh, syukur-syukur
kalau 100%. Kalau sudah 100% saya tidak
akan ada terapi tambahan. Tapi kalau
ternyata belum mencapai 100% biasanya
saya akan memberikan terapi tambahan.
Nah, dan itu harus kontrol rutin, Pak.
Memang tidak bisa ee cuman kacamata
terus selesai dadah buyar gitu ya. Gak.
Jadi kenapa? Karena matanya anak-anak
itu masih proses tumbuh dan berkembang.
Jadi kita masih diberi kesempatan sama
Tuhan untuk mengembangkan saraf matanya
seoptimal mungkin gitu ya. pada saat
selesai perkembangan dia umur 17 tahun
itu sudah selesai gerbangnya sudah
tertutup. Jadi untuk dilakukan terapi
dilaku dikasih anu vitamin mata bisa
enggak, Dok? Gitu ya. Ya, ya itulah
sudah selesai. Ibarat jenengan terlambat
ke sekolah ya, Pak ya. Masuk sekolah
terlambat dulu saya pernah soalnya.
Terus akhirnya gerbangnya ditutup. Ya
sudah saya kan dihukum ya
suruh lari keliling lapangan gitu. Nah.
Nah, itu seperti itu. Jadi, gerbang
ditutup itu biasanya, Pak, ya kan
dikasih kesempatan telat 5 menit ya,
telat 2 menit, telat 10 menit gitu ya,
masih dibuka gitu. Tapi begitu lebih
dari 30 menit sudah benar-benar diclose
gitu kan. Nah, saya mengejar itu Pak.
Jadi saya mengejar jangan sampai matanya
anak ini selesai gerbangnya tertutup
untuk terapi ambrianya. Jadi monggo
kalau misal jadi kalau mm mata anak ya
kita anu mikirnya adalah kita menanam
pohon sekarang untuk kita tuai besok
gitu istilahnya. Jadi saya menterapi
ambriopianya ya apa gimana caranya
supaya saraf matanya tuh enggak malas
supaya besok kalau dia mau jadi nyuwun
sewu TNI pori misalnya atau dokter pun
nah dilasik kan Pak ya. Nah, itu enggak
boleh saraf matemas soalnya. Jadi, kalau
enggak menyampai 100% itu dia akan kalah
dengan kandidat yang lain gitu, Pak.
Terus kemudian apakah ada apa tuh, Pak?
Olahraga mata ya.
Olahraga mata. Iya,
betul. Jadi mungkin tadi yang sudah
dijelaskan sama drter Siwi juga ya, Pak
ya. Ada rule 2020 itu kan. Jadi ee dan
olahraga di luar maksudnya aktivitas di
luar. Nah, itu harus juga dilakukan.
Kenapa? Karena mata kita itu, Pak, ya,
ya semua sih, enggak cuman mata. Semua
organ itu diciptakan Tuhan itu harus
seimbang. Ying and yang kalau bahasa
Cinanya ya. Jadi kalau jenengan sudah
berapa menit lihat dekat ya ee 20 menit,
jenengan harus juga meng apa?
Mengkombinasi dengan untuk melihat jauh
gitu kan. Jadi kalau orang zaman dulu
bilang, "Kowe loh, Lelok sing ijau-ijau
kae loh, Le. Ben seger motone." Nah, kan
gitu ya. Itu benar, Pak. Kan itu benar.
Jadi coba misalnya saya sendiri pun juga
ya kita kan sekarang di zaman digital
gini ya Pak ya saya kan juga harus IRM
ya Pak ya harus rekam medisnya sekarang
harus harus sudah digital semua gitu kan
ngetik gitu kan ya semualah pekerjaan.
Nah itu kadang-kadang pulang itu mata
saya kok lelah gitu ya itu karena memang
enggak enggak seimbang gitu Pak. Saya
harus mengerjakan tugas mengerjakan erm
itu harus ngelihat laptop kan ngelihat
ngetik di komputer kan. Nah, itu saya
harus sebetulnya yang benar adalah saya
harus melihat jauh. Nah, itu salah satu
olahraga mata. Mungkin kalau jenengan ee
olahraga mata itu ya itu ee menggerakkan
ke sembilan arah mata angin gitu ya,
Pak. Karena untuk kan kita di dalam bola
mata kita itu, Pak, itu ada otot-otot
penggerak bola mata. Jadi untuk melihat
titik kanan kiri se arah mata angin itu
loh, Pak. Nah, itu itu juga dilatih gitu
kan. Kemudian ee yang Bapak bilang ada
alat yang apa tuh kayak ee apa tuh AI
itu ya, Pak ya?
Kayak Google itu kayak Google.
Iya. Google itu ya, Pak ya. Nah,
sayangnya, Pak. Saya sudah pernah dapat
dua kasus, Pak ya.
Itu dia memang dia minus tinggi Pak. Dia
memang minus tinggi.
Minusnya di 10 apa lupa saya. 10 satunya
min5. Nah, kan ee ya namanya orang tua
ya pasti memberikan yang terbaik untuk
anak. Saya paham. Jadi dibelikanlah alat
itu supaya ee minusnya gak bertambah
gitu ya, supaya ee enggak berkacamata
harapannya kan. Nah, itu ternyata Pak
ngapunten ee sarafnya lepas Pak setelah
penggunaan selama kurang lebih 2 minggu
atau 1 bulan gitu. Jadi kenapa saraf
matanya lepas? Karena ya dia kan memang
minusnya tinggi ya. Jadi kalau minus
tinggi itu bola matanya memanjang. bula
mata memanjang menyebabkan ee saraf
matanya itu ee juga yang di dalam ya,
Pak ya, retinanya itu kayak
ketarik-tarik. Nah, karena ketarik-tarik
dia harus melihat ee kayak ee apa gambar
itu kan dipaksa supaya dia lihat ya,
lihat katanya di dalam itu ada kayak
gambarnya gitu kan. Nah, kayak virtual
apa tuh namanya lupa saya. Nah, itu
itu dia harus fokus, harus maksakan
melihat benda itu kan Pak. Akhirnya ya
kan saraf matanya kan otomatis
modot molor ngodot molor gitu akhirnya
lepas Pak
ngoyo gitu ya kerjanya ya.
Iya ngoyo betul. Nah akhirnya terpaksa
mau enggak mau ya harus operasi saraf
mata retina Pak. Kemudian yang kedua
saya juga dapat kasus ee nyuwun sewu
pengobatan alternatif ya Pak ya. Jadi
dia dilakukan
apa pemijatan. sayangnya kok di mata ya
itu anaknya memang minus tinggi sih
memang minus tinggi minus 10 juga
barusan kemarin kasusnya jadi dipijat
Pak matanya ya saya enggak tahu cara
mijetnya gimana katanya sih cuma
sebentar ya nah itu tuh langsung lepas
saraf matanya tapi setelah ee beberapa
empat kali empat kali treatmen katanya
jadi itu saraf matanya lepas juga Pak
jadi ya sayangnya kalau sudah retina
atau saraf mata lepas itu Pak itu chance
dia untuk kembali itu sangat-sangat
kecil. Jadi kembali supaya dia bisa
melihat lagi itu juga sangat-sangat ya
akhirnya larinya ke kebutaan ya. Jadi
untuk anak monggo mungkin lebih baik
monggo dikonsultasikan aja kalau
jenengan ragu-ragu nggih monggo
periksakan ke dokter. Kemudian bertanya,
"Dok, saya kok dikasih soalnya beberapa
kali pasien itu orang tuanya juga anu
nanya ke saya, Dok, ee saya dikasih
kacamata dulu. Kacamata ion, Pak."
Katanya ya. Ada yang kacamata ion juga.
Itu gimana ya, Dok? Ya, ya monggo saya
sesuaikan dengan literatur dengan apa ee
ee penelitian-penelitian yang sudah ada
dan ternyata itu tidak ada itunya, tidak
ada manfaatnya.
Izin, Dok.
Nggih, Pak.
Untuk Maaf. langsung kayaknya Ibu
moderator sudah keluar ini waktunya
sudah
untuk yang pemeriksaan pemeriksaan rutin
ini berapa kali sekali? Berapa bulan
sekali atau mungkin berapa minggu gitu?
Oke. Siap. Jadi kalau misalnya jenengan
putranya sudah berkacamata asalkan tidak
ya Pak ya. Biasanya sih kita sarankan
rutin tiap 6 bulan sekali. Tapi kalau
ada kelainan-kelainan seperti itu
biasanya 1 bulan sampai 3 bulan sekali,
Pak. Itu pemeriksaan rutinnya.
Siap.
Alhamdulillah. Makasih.
Sebetulnya ada satu lagi sebetulnya tadi
hubungannya antara gigi berlubang dengan
sakit mata apa, tapi nanti tidak ada
tanggapan lagi setelah ini. Terima
kasih.
Oh, gitu ya. Punten banget Pak Yusf
karena memang keterbatasan waktu tapi
sudah lega dengan jawaban dari dr. Niken
ya Bapak.
Heeh. Terima kasih. Alhamdulillah sekali
saya juga kaget ya ternyata sampai lepas
saraf matanya. Masyaallah. Dr. Niken.
Dan untuk selanjutnya ada satu penanya
nih. Terima kasih Bapak Yusep tadi ya
dari Ngawi. Dan untuk satu penanya
disilakan untuk hadir di sini.
Baik satu penanya terakhir kali ini.
Saya tadi tetap wow ya Dok ya. Ternyata
masih bisa lepas. Aduh saraf mata bisa
lepas ya, Dok ya. Masyaallah.
Sekali lagi saya sapa yang tadi
bergabung dan raise hand disilakan.
Oke. Baik. Kalau gitu langsung saja
pertanyaan saya, Dok. Dokter, kalau
misalnya kita itu suka banget nonton
bioskop, nah tuh
itu gimana ya, Dok? Karena memang sesuai
dengan relaksasi mata itu tadi kan 2020.
Nah, kita lagi nonton bioskop ini,
Dokter. Pripun, dokter? Mungkin ada
saran gitu. Saya saya soalnya hobi
banget nonton, Dokter. Disilakan, Dok.
Iya, maaf. Ee sebelumnya nonton
bioskopnya seminggu berapa kali, Mbak?
Enggak dong. Paling ya 1 bulan tiga.
Bisa tiga kali.
Kalau kalau seminggu seminggu tiga kali
kayak atau sehari tiga kali kayak minum
obat ya mungkin itu enggak ini ya enggak
sehat juga gitu.
Oh baik baik.
Tapi kalau misalnya cuman itu kan ee
kita ee rekreasional ya. Jadi tujuannya
memang untuk main tapi juga untuk mata
juga enggak apa-apa sih. Atau juga
nontonnya kan film itu kan enggak lama
ya. Paling berapa jam sih? 2 jam. 3 jam
2 sampai 3 jam dokter biasanya. Oke.
Oke. Nah, setelah itu kan monggo pada
saat sudah keluar dari bioskop, monggo.
Kan biasanya kan bioskop jadi satu sama
mall tuh ya. Nah, itu langsung lihat
yang indah-indah mungkin di etalase
toko. Wah, ada diskon. Nah,
iya betul dokter.
Lihat yang jauh-jauh gitu.
Baik berarti memang tetap bisa melakukan
2020 itu ya, Dokter ya. Asalkan tetap
sehat. Baik untuk penanya selanjutnya
nih sudah hadir. Terima kasih. dari
mana, Ibu dengan Ibu siapa? Disilakan
memperkenalkan diri. Monggo,
ya. Terima kasih dokter. Terdengar
oke Bu I terdengar. Aman disilakan,
dokter izin saya dari Satpol PP Kota
Bekasi.
Oh, Makasih. Wah, Casi.
Iya. Aduh. Ee sebelumnya saya senang
sekali ya untuk temanya itu benar-benar
bermanfaat. Karena pas banget saya
mempunyai anak yang berkacamata. Baru
berkacamata sih. Dan ee saya mendengar
dari berbagai yang ee Ibu atau Bapak
yang bertanya itu kasusnya hampir-hampir
sama dengan yang dialami oleh saya dan
penjelasan dari dokter juga ee
benar-benar kena banget ke saya gitu.
Karena sebelumnya juga saya ngelihat
anak saya tuh kadang pandangan matanya
suka ee enggak fokus gitu kayak jereng.
Saya suka ngomelin sih jujur.
Heeh. Ternyata pas saya tadinya enggak
niat untuk ee periksa mata. Setelah saya
perik ee ajak periksa mata ee itu kaget
juga sih saya ternyata anak matanya
sudah ada yang minus dan silinder. Nah,
untuk pastinya berapa saya lupa sih,
Dok. Nah, terus ee saya baru baru paham
ternyata apa yang disampaikan dokter
tadi seperti bilang anak itu tidak tidak
tahu matanya itu buram atau tidak gitu.
Saya tanya, "Kenapa kamu selama ini ee
enggak ngasih tahu?" Heeh. Enggak ngasih
tahu kalau misalkan ee mata kamu itu
setiap melihat sesuatu tidak jelas, kata
dia, "Aku pikir emang seperti itu."
Katanya gitu kan. Nah, mungkin ada juga
faktor yang seperti dokter bilang,
"Takut nanti enggak dibolehin main HP
lagi gitu ya kan." Heeh. Jujur saya
sebagai orang tua soalnya
terus gitu langsung HP-nya. Betul.
Betulitu
betul, dokter. Betul. Jadi saya juga
sebagai orang tua juga merasa bersalah
juga sih, Dok, karena terlambat untuk
memeriksakan mata anak.
Ee terus tadi juga saya bertanya di
kolom chat ee tapi mungkin se agak-agak
daun juga seperti dokter bilang sudah
ditutup gitu. Saya berpikir apakah
vitamin mata yang beredar di pasaran itu
bisa membantu penglihatan anak saya agar
ee kalau memang minusnya tidak ee tidak
bisa hilang atau berkurang, paling tidak
stay di tempat gitu loh, Dok. Atau kalau
memang ada solusinya kan kalau kata
dokter lasik itu tidak boleh ya
dilakukan sebelum usianya ee 18 tahun
gitu. Nah, saya juga enggak ada
kepikiran ke situ, tapi saya ingin
supaya anak saya itu ee matanya bisa
lebih sehat lagi gitu kan. Karena memang
saya juga mengalami seperti yang tadi
Bapak yang bertanya sebelumnya, anak
prestasinya menurun gitu kan. Dan setiap
har setiap minggu itu kan ee duduk
duduknya anak murid itu diolling sama
gurunya. Kadang dia di belakang, kadang
dia di depan, kadang dia di tengah, gitu
kan. Nah, memang prestasinya kemarin
menurun. Terus saya tadinya tadinya saya
berpikir ee ini anak kenapa? Apa karena
kurang fokus atau apa? Ternyata ya
memang itu salah satu faktornya adalah
matanya. Mungkin selama ini dia ee
kurang melihat gitu. Apalagi kan
ujiannya ini kan, Dok, pakai handphone.
Nah, siapa tahu mungkin mungkin ee dia
kurang teliti gitu karena efek matanya
buram, jadinya dia mungkin salah klik
atau bagaimana. Dan itu setiap habis
ujian nilainya keluar, saya jujur sih,
saya keras, saya omelin, kenapa kamu
enggak belajar? Padahal saya juga kan
setiap pulang kerja selalu ee evaluasi
anak dalam belajar gitu. Jadi merasa ee
wah saya aja sudah kerja tapi masih
tetap harus mengajari anak gitu tapi
anak mendapatkan nilai yang tidak ee
seperti yang saya mau gitu. Nah,
pertanyaannya, Dok, saya juga ini pengin
tahu banget nih sebagai orang tua ee ada
enggak sih, Dok, pencerahan gitu atau
mungkin ee entah itu obat atau vitamin
yang bisa mengatasi mata anak yang sudah
minus atau silinder gitu kira-kira ada
enggak sih kesempatannya untuk anak yang
sudah punya mata seperti itu? Terima
kasih sebelumnya dokter atas waktunya
dan responnya.
Baik, silakan dokter NIK untuk
memberikan jawabannya.
Namanya Bu siapa tadi Bu?
Bu siapa tadi Bu?
Oh iya maaf nama saya Stella.
Ibu Stella dari Bekasi ya Bu ya? Ibu
Stella dari Bekasi. Baik disilakan
dokter ya. Oke terima kasih Bu Stela
atas pertanyaannya. Jadi mungkin tadi
yang saya jelaskan ke Pak Yusep tadi ya.
Jadi kalau kita anak kita sudah
berkacamata yang sekarang adalah menjaga
jangan sampai dia jatuh ke mata malas
Bu. Jadi ee permisi, Bu Stella tadi juga
bilang anaknya juga agak jereng ya atau
juling ya atau kalau bahasa jawanya kita
kero itu ya enggak fokus. Nah itu. Nah
itu sebaiknya Bu itu rutin diperiksakan
tiap 1 bulan. Kenapa?
Kalau saya biasanya ee dia julingnya
disebabkan karena mata malas tersebut.
Jadi ee ada faktor dominasi antara ee
kedua mata atau memang ada ee jolingnya
disebabkan ada kelainan di saraf mata.
Nah, itu biasanya ee saya akan ada
terapi tambahan Bu untuk ambliopianya.
Kita akan ada terapi yang harus kita
follow up, kita evaluasi tiap 1 bulan
sekali dan itu harus ee ya rutin memang.
Kemudian yang kedua, Bu, untuk anak yang
dengan ambilia atau saraf mata malas,
Bu, itu kita updating kacamatanya,
ukurannya sama dengan HP ya, Bu ya.
Updating software istilahnya kan gitu
ya. Nah, itu tidak bisa disamakan dengan
anak yang tidak mata malas. Jadi
biasanya saya sudah mengedukasi
ke orang tua. Jadi kalau misalnya saraf
matanya sudah mengalami perbaikan,
tetapi dia membutuhkan ukuran kaca
matanya lebih tinggi, enggak apa-apa
kita meraih itu ya. Kenapa? Karena ke
depannya supaya saraf matanya ee tetap
baik gitu. Kita analogikan begini Bu.
Permisi, misalnya kita sudah kerja keras
ya, Ibu atau PP, saya juga misalnya di
apa ee rumah sakit, saya janji saya akan
ee rajin kerja keras ee bagi kuda
kemudian ee jamnya saya tambah misalnya
sampai lembur-lembur tetapi saya minta
gaji naik. Nah, ibaratnya gitu, Bu ya
kan? Jadi ya sudah enggak apa-apa saraf
matanya dia bagus Bu misalnya
perkembangannya terus julingnya pun juga
teratasi Bu jerengnya itu ya. Nah,
ternyata dia membutuhkan ee kacamata
minus atau silinder yang lebih tinggi
yaitu monggo itu harus apa kita
sesuaikan. Loh, kok kacamatanya
gonta-ganti mulu sih? Nah, itu monggo
Ibu jelaskan kepada ayahnya mungkin ya.
Ayahnya kan yang mendanai. Kemudian
apakah ada vitamin? Iya. Jadi, proses
tumbuh dan berkembang anak itu masih
membutuhkan suplemen atau nutrisi Bu.
Ibarat tanaman ya Bu ya. Tanaman itu
kalau kita biarkan dia tumbuh sendiri
kena air hujan aja dia tumbuh sih ya.
Tapi kalau ibu kasih pupuk, ibu kasih
siramin tiap hari itu kan beda ya
perkembangannya. Bunganya juga lebih
cantik, lebih banyak, lebih warnanya
lebih ee lebih ngejreng, lebih bagus.
Nah, ibaratnya seperti itu. Jadi vitamin
ini fungsinya bukan mengurangi minus ya,
tapi tujuannya bertahan ya. Bertahan
jadi biar gak nambah lagi gitu. Tetapi,
Bu, saya mohon juga screen time-nya, Bu.
Screen time-nya. Jadi, aktivitas
fisiknya juga sering main di outdoor.
Screen time-nya juga benar-benar
diperhatiin, gitu kan. Jadi, jangan
kalah sama anak gitu. Maksudnya kan ini
demi masa depannya dia ya kan. Anak
enggak tahu dia penginnya sih main HP
terus kan ya nonton nonton di YouTube
terus gitu kan ya. Tapi itu enggak baik
ternyata buat dia. Dia enggak tahu ya
kan sama dengan yang Ibu bilang tadi
loh. Saya enggak tahu mah kalau itu
buram gitu kan. Itu karena dia enggak
tahu gitu kan. Anak-anak itu kan masih
makanya di bawah kendali orang tuanya
atau orang dewasa lainnya karena dia
tidak tahu. Makanya kita harus
memberikan yang terbaik untuk anak-anak
kita gitu ya. Bu Stela mungkin bisa
menjawab.
Alhamdulillah mudah-mudahan bisa lega.
Bu Stella dari Bekasi. Bagaimana dengan
jawaban dari dokter niken? Sudah lega
ya, Ibu?
Iya, Ibu. Halo. Oh, sudah langsung
jempol. Terima kasih. Masyaallah, luar
biasa. Alhamdulillah. Dan juga kita
berkeliling loh, Dokter, hari ini dari
Jakarta, Ngawi, Kediri, Tulungagung,
Trenggalek, dan Surabaya. Luar biasa.
Banyak sekali yang bertanya. Masyaallah,
luar biasa. Dan saya ucapkan karena ee
keterbatasan waktu dokter, jadi saya
mohon maaf untuk tidak bisa ada yang
penanya berikutnya. Dan juga saya tetap
menyampaikan terima kasih kepada dr.
Niken. Saya doakan dokter dikelilingi
orang-orang baik selalu sebagai wonder
womannya Indonesia di bidang kesehatan
dan juga e mendedikasikan profesinya
untuk Indonesia. Terima kasih Dr. Niken.
Boleh tepuk tangannya dan juga jempolnya
dari Sobat ASN di seluruh Indonesia. Dan
terima kasih dokter untuk mengakhiri
sesi webinar pada hari ini. Sekilas saya
akan merangkum materi dari para
narasumber hari ini. Yang pertama
pemeriksaan visus pada bayi itu ada di
Rumah Sakit Mata masyarakat nggih Jawa
Timur ya. Kelainan kelopak mata, bulu
mata itu masuk ke dalam itu ada loh. Dan
juga infeksi sinusitis itu juga ada
kelainan mata juga. Bayi bisa rewel saat
di luar. Bisa saja bayi tidak kuat
dengan cahaya. maka wajib diperiksakan.
Nggih. Sering kedip-kedip itu ditemukan
oleh dokter Niken. Ternyata adalah
gejala katara pada bayi. Masyaallah. Dan
jangan tidak apa-apa bila ada anak-anak
atau bayi Anda, Sobat ASN itu terjadi
permasalahan yang berbeda dalam matanya.
Jadi harus waspada karena bila telat
bisa menjadi buta permanen. Pendaraan
dalam ee dalam jangka lama periksa aja
langsung ya. Bila terlambat buta
permanen. Masyaallah. Dan yang terakhir
pada usia anak-anak itu perkembangan
matanya 17 tahun itu gerbang tertutup.
Jadi harus selalu dideteksi. Masyaallah.
Dan tak lupa juga di penghujung acara
kami ucapkan terima kasih kepada seluruh
narasumber hebat hari ini. Bapak
Ramlianto, SPMP selaku Kepala BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Dr. Niken Indah
Nordiani, SPM. selaku dokter spesialis
mata divisi pediatrik optalmologi RSMM
Jawa Timur. Dr. Sekar Rahadi Siwi.
Selalu selaku dokter umum RSMM Jawa
Timur. Tak lupa juga mengucapkan terima
kasih kepada tim yang bertugas dari
BPSDM Jatim TV yang luar biasa dan juga
sobat ASN di seluruh Indonesia yang
telah menyimak dari awal acara. Sangat
luar biasa tips dan strategi kesehatan
mata yang disampaikan oleh narasumber
kita hari ini. Karena mata adalah
cendela dunia, maka jagalah dengan penuh
cinta. Harapan kita adalah dapat
bermanfaat untuk seluruh peserta pada
hari ini dan juga semuanya. Izin
berpantun sebelum berpamit dibantu
jempolnya di kolom komentar dan cakepnya
dari teman-teman. Buah mangga manis
sekali.
Tumbuh di kebun dekat kali.
Udah ya cakepnya tungguin ada satu
motivasi sobat ASN. Motivasi hari ini
hidup itu tidak boleh sederhana. Hidup
itu harus hebat, luas, kuat, besar, dan
bermanfaat bagi kita semua. Sedangkan
yang sederhana hanyalah sikap kita dan
bagaimana cara kita menyikapinya.
Saya selaku MC Maya Santia pamit undur
diri. Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Sampai jumpa.
[Musik]
Rumah Sakit Makam Masyarakat Jawa Timur.
Rumah Sakit Khusus Mata di bawah naungan
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur
berperan aktif dalam penanganan gangguan
penglihatan bagi masyarakat Jawa Timur.
Berlokasi di Surabaya bagian Selatan,
Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur
berdiri di tengah kawasan penduduk yang
aktif dan produktif.
Komitmen kami menyelenggarakan pelayanan
kesehatan mata yang bermutu, beretika,
dan profesional.
Kami memiliki visi untuk menjadi Rumah
Sakit Mata bertaraf nasional. Kami terus
berinovasi mengembangkan diri guna
mencapai kemandirian yang bermutu tinggi
demi memberikan pelayanan terbaik pada
masyarakat.
[Musik]
didukung tenaga ahli yang profesional,
berintegritas, dan kompeten di
bidangnya. Juga sarana dan prasarana
yang memadai. Rumah Sakit Mata
Masyarakat Jawa Timur berkomitmen untuk
menyelenggarakan pelayanan yang optimal.
Kami selalu mengutamakan kebersihan dan
kenyamanan pada setiap lini pelayanan.
[Musik]
Kerja sama manajemen dan pelayanan yang
terintegrasi menjadikan rumah sakit mata
masyarakat Jawa Timur yang aman,
akuntabel, terpercaya, dan mampu untuk
bersaing di era globalisasi.
[Musik]
Rasa kepedulian kami dan upaya untuk
selalu bekerja dari hati membuat langkah
kami terasa ringan. untuk tetap hadir di
tengah masyarakat Jawa Timur demi
penanggulangan keputaan.
[Musik]
Demi mewujudkan misi membangun jejaring
kemitraan, kami bekerja sama dengan
lebih dari 20 lembaga pendidikan,
penelitian, dan pelayanan. Di antaranya
asuransi kesehatan agar dapat
meningkatkan sinergitas dan akses
pelayanan kesehatan mata pada
masyarakat.
[Musik]
Koordinasi yang baik, inovasi tiada
henti.
adalah pondasi organisasi demi visi RSMM
Jawa Timur dan mewujudkan Jawa Timur
yang sehat Indonesia maju.
[Musik]
Kepercayaan masyarakat kepada kami
menjadi tolok ukur kami untuk terus
berupaya memberikan pelayanan kesehatan
mata yang terbaik di Jawa Timur dan di
Indonesia Timur.
[Musik]
Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur.
[Musik]