Webinar ASN Sehat Bugar 2025 - Kesehatan Mata dan Masa Depan Anak
nnl1VpdWg_0 • 2025-07-25
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Memerintah situs melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hong kami di sini suka dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni melayani bangsa loyal tanpa batasannya dan berkolaborasi tangan tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melay Layani bangsa [Musik] kami dari sini tegas dengan hati tujukan kompetensi dalam harmoni. di bangsa loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan air yang lebih beragung mengertas penuh hati tulus membantu tersama di lembangan kami melayani bilangan kami melayani dengan meng kami melayani bangsa [Musik] H [Musik] Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur. Rumah Sakit Khusus Mata di bawah naungan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Berperan aktif dalam penanganan gangguan penglihatan bagi masyarakat Jawa Timur. Berlokasi di Surabaya bagian Selatan, Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur berdiri di tengah kawasan penduduk yang aktif dan produktif. [Musik] Komitmen kami menyelenggarakan pelayanan kesehatan mata yang bermutu, beretika, dan profesional. Kami memiliki visi untuk menjadi rumah sakit mata bertaraf nasional. Kami terus berinovasi mengembangkan diri guna mencapai kemandirian yang bermutu tinggi demi memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. [Musik] didukung tenaga ahli yang profesional, berintegritas, dan kompeten di bidangnya. Juga sarana dan prasarana yang memadai. Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur berkomitmen untuk menyelenggarakan pelayanan yang optimal. Kami selalu mengutamakan kebersihan dan kenyamanan pada setiap lini pelayanan. [Musik] Kerja sama manajemen dan pelayanan yang terintegrasi menjadikan rumah sakit mata masyarakat Jawa Timur yang aman, akuntabel, terpercaya, dan mampu untuk bersaing di era globalisasi. [Musik] Rasa kepedulian kami dan upaya untuk selalu bekerja dari hati membuat langkah kami terasa ringan untuk tetap hadir di tengah masyarakat Jawa Timur demi penanggulangan kebutaan. [Musik] Demi mewujudkan misi membangun jejaring kemitraan, kami bekerja sama dengan lebih dari 20 lembaga pendidikan, penelitian, dan pelayanan. Di antaranya asuransi kesehatan agar dapat meningkatkan sinergitas dan akses pelayanan kesehatan mata pada masyarakat. [Musik] Koordinasi yang baik, inovasi tiada Henti adalah pondasi organisasi demi visi RSMM Jawa Timur dan mewujudkan Jawa Timur yang sehat Indonesia maju. [Musik] Kepercayaan masyarakat kepada kami menjadi tolok ukur kami untuk terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan mata yang terbaik di Jawa Timur dan di Indonesia Timur. [Musik] Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur. Helping you to see better. [Musik] menyapa kembali sobat ASN di seluruh Indonesia. ASN sehat dan bogar. Sangat luar biasa sekali. Jujur saya hari ini sangat senang sekali kenapa banyak sekali orang di luaran sana yang menghabiskan waktunya untuk hal yang sia-sia. Tetapi Sobat ASN memilih di sini untuk bergabung menuntut ilmu tentunya tentang kesehatan hari ini karena dengan tema ASN sehat dan bugar. Izinkan saya menyapa dengan salam silaturahmi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Baik, Sobat SN. Apa yang dibahas dalam webinar kali ini yakni pentingnya peran orang tua dalam menjaga kesehatan mata anak, bahaya penggunaan gadget berlebihan terhadap penglihatan anak, ee urgensi deteksi dini dan pemeriksaan rutin sebagai langkah preventif. mewujudkan generasi anak yang secara visual semakin baik sehingga tumbuh kembang dan proses belajarnya bisa optimal. Dan kali ini akan dibahas dalam webinar hari ini dengan tema kesehatan mata dan masa depan anak. Peran ASN dalam Harmoni Peran Publik dan keluarga. Boleh tepuk tangannya dong yang ada di studio dan juga tombol cakepnya untuk teman-teman yang ada di YouTube channel. Webinar hari ini terselenggara oleh BPSDM Jawa Timur dalam Zoom meeting maupun YouTube channel BPSDM Jatim TV. Kami di studio BPSDM Jatim yang berlokasi di Jalan Balongsari e Tama Tandes Surabaya. Sobat ASN, saya ingin menyapa terlebih dahulu yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto, S.PMP selaku Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Yang kami hormati Dr. Niken Indah Nurdiani, SPM selaku dokter spesialis mata divisi pediatrik optalmologi RSMM Jawa Timur, Dr. Sekar Rahadi Sewi selaku dokter umum RSM Jawa Timur. Dan agar suasana tetap bersemangat, izinkan kami dengan pantun pembuka. Mohon jempol cakepnya untuk yang ada di YouTube maupun di Zoom ya. Dan juga yang ada di studio untuk cakepnya pagi hari makan kelapa. Jag kelapanya enak dan bikin tertawa. Cag. Hari ini kita berjumpa untuk webinar yang istimewa. Boleh tepuk tangannya dong. Luar biasa. Es deganku makin enak dan segar. Segar. Di badan pun semakin bugar. Segar. Maya hadir memukau kali ini persembahan spesial BPSDM Jatim TV. Boleh sekali lagi tepuk tangannya. Luar biasa. Baik, Sobat ASN, sebelum kita berlanjut, kami informasikan bahwa presensi sudah dapat diakses melalui website semesta bangkong semesta Bangkom seperti yang tertera pada running atau chat Zoom. Mengisi survei serta mengisi lembar monev, maka sertifikat akan muncul 1* 24 jam. Jangan lupa juga cek secara berkala dan ada informasi tambahan, kami menyampaikan tata cara menjawab dengan raise hand dan nanti juga akan dipilih oleh kami dua orang yang akan boleh bertanya. Untuk tata tertib webinar, sesi diskusi setelah materi dari masing-masing narasumber, hanya dua penanya yang diberikan kesempatan sambil lihat sisa waktunya NJ dan menyebutkan identitas nama dan instansi panitia yang akan memilih dari peserta yang rais hand. Sobat ASN karena anak-anak adalah masa depan bangsa, melalui mata yang sehat, mereka bisa melihat dunia dengan lebih jelas, belajar dengan lebih baik, dan tumbuh menjadi generasi emas untuk Indonesia. Mari menjadi ASN yang tidak hanya cerdas dan tangguh di ruang kerja, tapi juga penuh kasih dan perhatian di dalam keluarga. Selengkapnya akan dibahas dalam webinar ASN Sehat dan Bugar tahun 2025. [Musik] Sobat ISN untuk membuka webinar ASN Sehat dan Bugar tahun 2025 MAI ini, mari kita sambut bersama opening speech dari Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur kepada Bapak Dr. Ramlianto, S.P., MP. Kami silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam bugar untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air. Selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Sehat dan Bugar. Sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN untuk meningkatkan kualitas fisik dan mental ASN dalam menjalankan tugas mulianya. Persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Setiap hari Jumat, serial ASN Sehat dan Bugar akan hadir menemani para ASN di seluruh negeri dengan menyajikan topik-topik yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini 25 Juli 2025, ASN Sehat dan Bugar menyajikan salah satu topik dalam rangka menguatkan peran ASN sebagai orang tua dalam menjaga kesehatan putra-putrinya, terutama kesehatan mata. Karena tema kesehatan mata ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN Sehat dan Bugar kali ini mengangkat topik kesehatan mata dan masa depan anak. Per ASN dalam harmoni peran publik dan keluarga. ASN Sehat dan Bugar kali ini merupakan kolaborasi antara BPSDM Provinsi Jawa Timur dengan Rumah Sakit Mata Masyarakat yang merupakan salah satu rumah sakit yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Tema kesehatan mata untuk anak merupakan isu strategis sekaligus kemanusiaan yang menyentuh aspek pendidikan tumbuh kembang hingga masa depan bangsa. Tema ini bukan sekedar topik medis. melainkan panggilan nurani bagi kita semua, terutama para ASN yang memegang peran ganda sebagai pelayan publik dan juga sebagai orang tua. Melalui tema ini kita sedang menggaungkan kesadaran kolektif bahwa penglihatan anak-anak adalah jendela masa depan. bahwa setiap huruf yang mereka baca, setiap gambar yang mereka lihat, dan setiap impian yang mereka susun, semuanya bergantung pada sepasang mata yang sehat. Sat ASN di seluruh tanah air, saat ini fenomena kesehatan mata telah meretas batas rumah tangga hingga ruang kelas. Sebuah fenomena yang sunyi namun kian mendesak untuk dicermati. Lonjakan kasus seperti miopia, digital arain, dan gangguan akomodasi pada anak-anak hari ini ibarat gelombang senyap. Tidak selalu terasa sekarang, tetapi berpotensi menghantam kualitas belajar, produktivitas, bahkan kesehatan psikososial mereka di masa depan. Di era layar digital yang menyala nyaris tanpa henti. Dari gawai belajar daring hingga hiburan interaktif, mata anak-anak saat ini bekerja lebih keras daripada generasi sebelumnya. Paparan cahaya layar digital berlebih, jarak pandang yang kian pendek, serta minimnya aktivitas luar ruang menciptakan sebuah fenomena yang disebut epidemi penglihatan kabur. Yang menurut proyeksi World Heart Organization atau WHO dapat menjangkau separuh populasi dunia pada tahun 2050. Jika tak segera kita cegah, maka menjaga kesehatan mata anak bukan sekedar urusan klinis, melainkan investasi peradaban. Menjamin mereka tetap mampu membaca huruf kecil, menatap peta besar, dan melihat asa bangsa ini dengan jelas. Sobat ASN, lalu apa kontribusi kita sebagai ASN yang juga sebagai orang tua bagi anak-anak kita? Menjadi ASN bukan hanya soal menjalankan tugas negara, bukan semata mengelola program, mengurus anggaran, atau menata regulasi. Kita juga adalah ayah dan ibu yang berpulang ke rumah dengan tanggung jawab tak kalah mulia menjadi pendidik pertama dan pelindung utama bagi anak-anak kita. Dan hari ini kita berbicara tentang mata. organ kecil yang menentukan luasnya cakrawala masa depan mereka. Mata adalah jendela bukan hanya bagi dunia, tapi juga bagi harapan, bagi masa depan anak-anak yang kita besarkan. Yang harus kita sadari saat ini adalah kita hidup di zaman yang serba terang, namun kadang tidak benar-benar bisa melihat. Di era realitar, kecepatan informasi dan arus visual yang begitu deras. Justru tantangan kesehatan mata hadir dalam wajah yang tak selalu disadari. Terutama bagi anak-anak kita, generasi yang akan menjadi penjaga masa depan negeri ini. Sobat ASN, lalu bagaimana kita sebagai ASN mampu memberikan peran terbaik kita sebagai orang tua untuk menjaga kesehatan prima mata putra-putri tercinta kita. Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber yang luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama tentu kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Direksi dan Manajemen Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur atas kolaborasinya yang sangat bermanfaat ini. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber yakni Ibu dr. Sekar Rahadi Siwi yang merupakan dokter umum di Rumah Sakit Mata Masyarakat serta Ibu dr. Niken Inda, SPM yang merupakan dokter spesialis mata pada divisi pediatrik Falmologi Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan sesama webinar ASN Sehat dan Bugar persembahan BPSDM Provinsi Jawa Timur. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Baik, Sobat ASN. sebagai aparatur sipil negara. Peran kita tidak hanya sebagai pelayan publik, tetapi juga sebagai orang tua dan panutan dalam masyarakat. Melalui webinar ini, BPSDM Provinsi Jawa Timur mengajak kita semua untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata anak-anak yang seringki terabaikan di tengah pesatnya penggunaan teknologi dan perangkat digital. Luar biasa akan dibahas dengan paripurna nih oleh narasumber pertama kita hari ini. Beliau selaku ketua tim disaster medical tim RSMM Jawa Timur tahun 2022 sampai dengan sekarang dan juga memiliki sertifikasi ICLS hiperkes disaster managemen juga selaku dokter umum RSMM Jawa Timur. Beliau menempuh pendidikan dokter dan profesi di Universitas Airlangga Surabaya. Boleh tepuk tangannya dong untuk dr. Sekar Raha di sini. Dokter, apa kabar? Sehat. Masyaallah cantik sekali, Dokter. Dan gimana dengan kerendahan hati ini? Izinkan saya menyapa ini, Dokter? Sehat? Enggh. Alhamdulillah, sehat. Agak bat dikit kayaknya. Agak batuk dikit tapi enggak kedengaran ini. Pasti sehat selalu dan gimana? Ada Iya. Hari ini berangkatnya pagi banget pasti ya, Dok? Ee saya kebetulan habis jaga malam. Masyaallah luar biasa. ASN juga ya, Dokter ya, di RS pengabdian maksimal ya. Baik. Luar biasa. Dan dokter di sini kan e mengangkat materi tentang iPad kids. Betul engak, Dokter? Dan ini saya juga banyak sekali keponakan-keponakan dan putra-putrinya teman-teman itu ternyata kalau sudah begini dengan handphone begini itu handphone tap itu enggak selesai-selesai itu berbahaya ng dokter? Ee berbahaya terutama ini kalau di sini saya bahas pada anak-anak ya terutama pada perkembangan anak-anak di segala tumbuh kembangnya dan pada penglihatannya terutama. Waduh luar biasa. Dan sobat SN enggak usah khawatir karena nanti akan dibahas tuntas oleh dr. Sekar Rahad CW. Luar biasa, dokter. Kepada dokter Sekara di Siwi, kami persilakan memberikan materinya. [Musik] Kurang geser ya. Eh, selamat pagi Bapak Ibu semuanya. Di sini saya dr. Sekar Hadi Siwi dari RSMM Jatim ee akan membawakan sebuah materi. Sebenarnya materinya berjudul Miopia on Kids atau Gangguan refraksi pada anak-anak. Tapi pertama-tama kita akan bahas fenomena yang sering terjadi di anak-anak zaman sekarang yaitu kita bilangnya sebagai iPad kids. Jadi sebenarnya iPad kids itu apa? Eh nanti kita bahas lebih lanjut ya. Jadi ini adalah yang pal sangat sering kita temukan baik itu di tempat-tempat umum, di ruang keluarga, di ruang tidur. Teman-teman sekalian yang punya anak masing-masing sering memiliki anak yang sangat attach sama gadget ee antara itu handphone atau mungkin iPad. Nah, jadi iPad Kids ini adalah suatu slang atau istilah yang digunakan untuk generasi alpha atau anak-anak yang lahir di atas tahun 2010 yang memiliki keterikatan atau ketergantungan pada gadget. gitu. Next, Mas. Jadi ini ya yang sering banget kita temukan di saat ini ya. Baik ketika sebelum tidur lihat HP dulu. ketika sedang bermain bersama teman juga sama-sama megang HP padahal sedang harusnya bisa bermain bersama ya tapi malah menghabiskan waktu bersama gadget masing-masing. Nah, hal-hal ini yang sebenarnya kita harus kita perhatikan karena sebenarnya ketergantungan terhadap gadget pada anak-anak terutama kalau dimulai dari saat balita misalnya atau batita kita sering lihat di tempat umum kadang anak-anak ketika mau makan harus diberikan gadget dulu di slide Mas di slide. Jadi ketika harus sebelum makan dia harus diberikan gadget dulu agar dia mau duduk tenang di meja makan dan menyelesaikan makanannya. Padahal sebenarnya hal ini tidak sangat tidak dianjurkan ya sama dokter anak sebenarnya karena ini sangat mengganggu fokusnya anak itu sendiri. Dan dari sini kita akan membahas terutama pada perkembangan ee efek gadget itu terhadap perkembangan dari anak terutama di penglihatannya. Sedangkan pada anak sekolah ee karena epidemi pandemi COVID ya yang terjadi sekitar 3 4 tahun yang lalu ya yang membuat anak-anak itu jadi melakukan sekolah, diliburkan sekolahnya atau melakukan ee pelajaran secara online. Jadi dia harus pakai gadget, pakai iPad atau pakai laptop selama lebih dari 2 atau 3 jam per hari. Padahal sebenarnya harus kalau misalnya kita evaluasi penggunaan iPad dan penggunaan laptop itu juga memiliki pengaruh terhadap perkembangan visual anak itu sendiri. E nah ini utamanya ya yang akan kita bahas yaitu miopia pada anak. Jadi mi ini saya awali dengan data dulu ya teman-teman. Jadi ini berdasarkan laporan dari WHO WHO World Report on Vision yang dikeluarkan tahun 2019. Jadi dari seluruh data yang ada di sini sebanyak 2,2 miliar orang itu memiliki gangguan penglihatan ya dari 2,2 miliar itu 1 miliarnya itu adalah gangguan penglihatan yang sebenarnya bisa dicegah yang sebenarnya dari semua gangguan penglihatan itu kita bisa urutkan dari penyebab yang paling besar adalah anadress reflective error atau gangguan refraksi yang tidak terdeteksi yang paling banyak. Yang kedua katarak dan ketiga baru klaukoma. Next, Mas. Nah, dari sebanyak 1 miliar orang itu didapatkan 2,6 miliar orang dengan miopia. Jadi, angkanya sangat tinggi sekali ya. Ini angka di seluruh dunia ya. Ee diperkirakan sebanyak 2,6 miliar orang menderita miopia. Di antaranya 312 juta orang itu di bawah 19 tahun. Berarti di bawah 19 tahun bisa kita kategorikan dari neonatus dari bayi sampai ke remaja ya itu di ee sebanyak 312 juta. Nah, baru penyakit-penyakit lain yang menyertai. Next, Mas. Ini angka yang didapatkan dari penelitian yang dikeluarkan oleh Holden. Jadi dia membuat prediksi pada tahun 2000 ee didapatkan 22,9% penduduk dunia mengalami miopia. Jadi masih 20-an% lah dan 2,7% itu mengalami high miopia atau miopia tinggi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh beliau, beliau memperkirakan pada tahun 2050 didapatkan peningkatan penderita miopia lebih dari dua kali lipat sampai ke 49,8% penduduk dunia. Artinya apa? Artinya setengah dari penduduk dunia menderita miopia dari segala usia dan sedangkan penderita Homiopia sampai ke 9,8% dari seluruh penduduk dunia. Nah, hal ini biasanya ee dokter mata ataupun WHO sering mengadress sebagai miopia epidemi. Artinya apa? ini adalah suatu fokus yang sebenarnya di perlu diakses oleh WHO dan dokter mata di seluruh dunia agar bisa dicegah agar ee prediksi tahun 2050 ini tidak terjadi. Next. Yuk, kita kembali dulu ke definisi miopia ya. Jadi miopia itu adalah rabun jauh atau gangguan penglihatan di mana seseorang itu sulit untuk melihat objek dengan jarak jauh. Jadi ini di sini saya ilustrasikan sebagai anak yang melihat ke papan tulis. Ketika dia melihat di depan mata, melihat buku teks atau buku tulis di depan mata, dia kelihatan. Tapi untuk melihat papan tulis di jauh dia enggak kelihatan gitu. Ini contoh gambaran orang dengan penderita miopia ya. Jadi pandangannya seperti blur kayak kalau difotografi ya. Jadi di bagian kiri itu orang dengan pandangan normal bisa melihat jelas sampai jarak lebih dari 6 m. Sedangkan pada penderita miopia itu mulai melihat buram tergantung ukuran miopianya ya sebenarnya ya. Semakin buram semakin dekat berarti miopianya semakin tinggi. Nah, ini secara kita bahas secara anatomi dulu. Jadi ini kita bayangkan ee mata jika kita lihat dari arah samping. Jadi mata dipotong dari arah samping dan kita lihat dari samping. Nah, pada orang normal ee mata itu terdiri dari paling depan kita bilangnya ada selaput namanya konjungtiva ya. Lalu bagian depan ada seperti kaca namanya kornea. Ada terus di belakangnya baru berturutan lensa badan dari mata itu sendiri sampai akhir paling akhir itu ada saraf mata dan retina. Nah, untuk melihat secara jelas, cahaya itu datang masuk dari mata, masuk melalui depan, melewati kornea, masuk melalui pupil mata atau manik mata, melalui lensa sampai belakang sampai ke retina. Dan pada orang yang normal, bayangan cahaya itu jatuh tepat di retina. Bagaimana pada penderita miopia? Pada penderita miopia, bayangan itu cahayanya jatuh di depannya retina. Kenapa kok bisa jatuh di depan retina? Bisa karena beberapa penyebab. Salah satunya yaitu lengkung kornea yang terlalu cembung sehingga cahaya jatuh di depan retina e di depan retina. Gangguan pada lensa mata dan ee panjang bola mata yang lonjong sehingga ee bayangannya itu tidak bisa jatuh di tepat di retina. Jadi di depannya retina. Next. Nah, ini prevalensi miopia berdasarkan usia. masih dalam penelitian yang dilakukan oleh Holden tadi. Kalau kita lihat di sini ya, kalau penelitian berdasarkan penelitian angka di ee ee Asia Tenggara ya, Southeast Asia yang warna oren ya, kita melihat peningkatan drastis peningkatan drastis terjadi dari usia 15 19 tahun sampai 20 atau 24 tahun. Berarti ee penderita miopia mulai meningkat drastis pada usia tersebut karena ee usia tersebut adalah usia aktif belajar. Jadi anak-anak remaja atau dewasa muda aktif untuk menggunakan gadget atau bekerja dengan jarak dekat lebih banyak daripada orang normalnya. Nah, tapi kita lihat di sini ee peningkatan paling drastis itu terjadi pada orang-orang di Asia Timur yaitu Jepang, Korea dan sekitarnya yang mulai dari usia 0 sampai 4 tahun langsung meningkat drastis sampai usia 20 24 tahun. ini berhubungan sama teknologi sebenarnya ya dan paparan terhadap teknologi digital membuat ee membuat mereka lebih sering melihat gadget dan alat-alat ee canggih dan layar lebih sering daripada kita. Mungkin usia segitu kalau di ee di Asia di Asia Tenggara masih main di luar ya masih jadi masih aman. Heeh. Masih apa namanya masih berada di luar dan mulai aktif menggunakan gadget ketika masuk usia sekolah. Betul. Tapi kalau di sana karena teknologi yang semakin canggih, paparannya semakin tinggi. Dan kalau kita lihat di bagian biru sama ini di Asia Pasifik ya, Asia Pasifik berarti termasuk Australia dan New Zealand juga memiliki paparan gadget yang lebih tinggi daripada di Asia Tenggara. Next. Kalau ini miopia pada anak di Indonesia sebenarnya penelitian untuk data keseluruhan masih belum ada ya, tapi ada beberapa penelitian yang mungkin bisa mewakili karena jumlah ee penderitanya cukup banyak. Di sini kita lihat bersama kebanyakan peningkatan ee penderita miopia itu pada usia sekolah, mulai usia sekolah. Karena di usia sekolah mulai menggunakan gadget dan mulai sering berada di dalam ruangan kelas karena harus melihat ke buku tulis. harus menggunakan ee dan sebagainya. Sedangkan di penelitian yang selanjutnya peningkatan di SMP dan SMA mulai agak stabil karena masih dengan ee kebiasaan yang sama, dengan kebiasaan membaca yang sama. Nah, ini yang sering kita lihat ya, anak-anak lebih memilih untuk main HP di rumah daripada main di luar. Padahal sebenarnya ee kita sangat menyarankan ya menyarankan untuk ee anak-anak di usia pertumbuhan untuk sering bermain di luar. Next. Jadi ini apa sih efeknya era digital ya? Jadi karena di era digital itu perkembangan entertainment ya media sangat kencang sekali. Jadi anak-anak tuh sangat enjoy untuk melihat. Jadi kayak hiperfiksasi ya bilangnya kalau anak kalau dokter anak ya. Jadi, hiperfiksasi terhadap gadget sehingga screen time-nya sangat meningkat. Jadi, berdasarkan penelitian juga bahwa resiko miopia meningkat secara signifikan setelah pemberian screen time lebih dari 1 jam, tepatnya 1 sampai 4 jam pertama dan lebih meningkat lagi setelah lebih dari 4 jam. Jadi ee n belum pertama belum ya. Heeh. Jadi ee sama WHO disarankan memang untuk anak-anak terutama di bawah 5 tahun biasanya disarankan pemberian screen time-nya kurang dari 1 jam selain video call dengan ee keluarga atau orang lain ya. Terus yang kedua yaitu menurunnya aktivitas outdoor. Jadi aktivitas outdoor itu memiliki fungsi perlindungan terhadap penglihatan. Karena semakin sering mereka berada di outdoor, semakin sering terkena cahaya natural ya, cahaya matahari natural, dia dapat menurunkan pertumbuhan bola mata. H. Ee jadi anak-anak itu dia karena prosesnya dari bayi sampai dia dewasa dia tumbuh. Nah, karena tumbuh ada pertumbuhan bola mata. Nah, kalau misalnya dia terlalu banyak bilangnya kita ya, jadi melihat secara dekat terlalu banyak, pertumbuhan bola matanya semakin cepat, semakin progresif. Nah, itu yang pertama. Dia dekat. Heeh. Nah, terus kalau misalnya dia beraktivitas secara fisik ee ee nadinya lebih kencang, aliran darahnya semakin lancar sehingga aliran darah ke mata juga semakin baik. He. Sehingga ketika aliran darah ke mata semakin baik, proses penyembuhan, proses pertumbuhan, dan apapun yang terjadi metabolisme di mata itu menjadi lebih baik, jadi lebih sehat matanya. Terus yang ketiga itu screen glare. Kalau kita bilangnya silau ya, cahaya dari ee handphone atau gadget ya atau kita bilang sering blue light ya. Kalau di HP tuh ada blue light filter. Nah, kenapa ee blue light filter yang terlalu berlebihan ini juga dapat menyebabkan ice strain. Ice strain itu ee matanya jadi lelah, mudah lelah. Jadi, matanya mudah lelah dan mata yang lelah ini akan mempercepat progresi dari miopia itu sendiri. Oke. Nah, ini efeknya ya, efeknya gangguan penglihatan pada perkembangan anak. Yang pertama menurunnya prestasi akademik ya. Kita bilang, "Kenapa kok menurun prestasi akademik?" Karena enggak kelihatan papan tulisnya. Dia duduk di belakang, bisanya lihat di depan mata, dia enggak bisa lihat papan tulis, tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik. Yang pertama itu. Nah, karena menur ee karena tidak kelihatan itu dia juga e dapat menyebabkan penurunan rasa kepercayaan diri karena dia merasa tertinggal dari teman-teman sebayanya di masalah akademik ya. Terus yang ketiga ambiopia. Nah, ini mungkin nanti ambliopia bisa dijelaskan lebih lanjut sama dr. Niken ya. Karena ini sebenarnya namanya kalau kita bilang bahasa Indonesia itu mata malas atau lazy. Jadi Heeh. Lezi e. Jadi lezi itu disebabkan karena gangguan refraksi yang tidak terkoreksi ya. Jadi kalau anak punya gangguan minus nih mata kanan dan mata kiri ya. Mata kanan minusnya tinggi, mata kiri enggak minus. Jadi anak itu cenderung menggunakan mata yang sehat yang lebih baik. Nah, efeknya apa? Kalau misalnya sering menggunakan mata yang lebih sehat, mata yang minus ini gak pernah dipakai. Akhirnya malas, akhirnya malas. Makanya malas dipakai, akhirnya penglihatan yang mata yang minus ini jadi semakin menurun. Nah, ini yang bahaya. Kadang biasanya kita lihat anak-anak dengan ambliopia itu kayak agak juling sedikit gitu, matanya agak dikit. Nah, bukan agak kelihatan dikit. Nah, ini bisa dicegah dengan cara diperiksakan sejak dini ya. Kalau misalnya dia diperiksakan sejak dini, kita ketahui ada gangguan penglihatan sejak dini, dia bisa diterapi lebih awal untuk mencegah terjadinya ambopia tadi. Terus yang terakhir, risiko untuk menjadi penyakit lain di masa dewasa itu semakin banyak. Jadi kalau misalnya dia punya ee miopia sejak kecil, kalau miopia sejak kecil dia terus bertambah hingga dewasa, resikonya akan muncul penyakit lain ketika dia sudah dewasa. Contohnya yang pertama, retinal detouch. ee bilangnya ablasio retina kalau dalam bahasa medis. Jadi istilahnya retinya seperti terlepas. Jadi kalau gambar di sini ini gambar dari retinal detouch. Jadi retinanya bisa terlepas ya karena minus tinggi. Jadi ee salah satu komplikasi dari minus tinggi adalah retinal detouch. Yang pertama itu ya. Yang kedua munculnya katarak jadi lebih dini. H. Eh, jadi ketika dia dewasa dia lebih mudah eh lebih mudah lebih awal terkena katarak daripada orang-orang pada umumnya ya. Terus yang ketiga ada lagi karena menyebabkan glaukoma gitu. Terus yang ee yang terakhir bisa menyebabkan gangguan pada makula. Jadi makula itu bagian dari saraf mata di bagian belakang dan ada penyakit spesifik yang disebabkan karena ee kalau punya riwayat miopia gitu. Jadi gangguan ee makula di miopia. He na tandanya miopia pada anak apa? Nah, ini ibu-ibu ee para ibu-ibu ya atau bapak-bapak yang memiliki anak di usia sekolah harus sudah bisa memperhatikan tanda-tanda ini pada anak masing-masing. Yaitu yang pertama kalau lihat jauh dia sering menyipitkan mata atau memiringkan mata. Jadi seperti ee kayak nyipit-nyipitnya biar kelihatan gitu ya. Nah, karena apa? Karena ketika anak itu menyipitkan mata, dia bisa melihat lebih jelas jarak jauh daripada dia melihat pada ee dengan mata normal. Lalu yang kedua, dia sering melihat terlalu dekat dengan TV. Jadi jarak kalau nonton TV itu jadi lebih dekat karena kalau lihat iya maju. Karena kalau dia lihat dari jarak jauh enggak kelihatan. Jadi maunya mendekat. Nah, terus yang kedua dia terlalu sering berkedip. Berkedip. Kedipnya berlebihan dan mengucuk mata. karena dianggap kok enggak kelihatan. Jadi dia kedip-kedip dulu berharap dia bisa kelihatan gitu ya. Terus sering ngcek biasanya gitu. Terus melihat terlalu dekat ke layar gadget. Oke, enggak apa-apa. Jadi kalau dia terlalu lihat ee melihat ke layar gadget, jadi dia biasanya misal ini HP ya, jadi dia ngelihatnya kayak sangat dekat ke arah gadget ya, terus dan sering mengeluh pusing. Terus yang ee tadi sulit melihat papan tulis sudah kita jelaskan ya dan pandangannya buram. Jadi ada satu cerita juga ee tentang tanda miopia ini. Jadi ada suatu anak yang dilaporkan oleh guru sekolahnya ke orang tua karena dia sering nyontek ke temannya. Karena apa? Kenapa kok sering nyontek? Karena dia enggak kelihatan lihat papan tulis. Akhirnya lihat ke temannya enggak berani bilang. Akhirnya lihat ke temannya, "Oh, tulisannya itu gitu." Yang ada kayak gitu. Ada juga yang dilaporkan oleh guru sekolah ke orang tuanya karena kalau piket kebersihan gak bersihnya punya. Iya. karena karena debunya enggak kelihatan. Jadi asal aja dia nyabu. Padahal sebenarnya itu salah bisa jadi salah satu tanda ya kalau anaknya menderita miopia. Betul. Kayak gitu. Heeh. Terus ini untuk cara mencegah miopia. Ee untuk cara mencegah miopia yang pertama kita periksakan mata anak secara rutin. Jadi secara rutin itu reut yang pertama kita lakukan screening ya di usia 6 bulan. Jadi masih bayi kita periksakan bulan. Tujuannya apa? untuk dilihat apakah ada kelainan kongenital atau kelainan bawaan ketika anak itu masih Heeh. Mulai 6 bulan. Kalau misalnya memang ada gangguan penglihatan dari awal kita bisa menyusun strategi untuk pengobatan lebih baik. Ya. Yang pertama itu 6 bulan. Yang kedua kita cekkan lagi di usia 3 tahun. 3 tahun. Karena di usia 3 tahun atau memasuki masa todler dia mulai belajar. Betul to? Belajar membaca, belajar melihat, belajar mengenali warna. Betul. Kalau misalnya dia mang ada kelihatan e ada gangguan penglihatan kita bisa tahu dari awal. Jadi tubuh kembangnya tidak sampai tertunda kayak gitu karena gangguan penglihatan karena matanya. Terus e rekomendasinya lagi itu untuk diperiksakan di usia 5 sampai 6 tahun. Jadi sebelum anak itu memasuki masa sekolah. Hm. Tujuannya apa? Jadi ketika dia memasuki masa sekolah mengikuti kegiatan belajar mengajar dia bisa mengikuti mengikuti dengan baik. Jadi enggak tertinggal dari teman-temannya. Ya. Terus yang terakhir, kalau misalnya anak itu tidak memiliki gangguan ee gangguan penglihatan, diperiksakan ee 1 sampai 2 tahun sekali. Hm. Nah, kalau misalnya dia memiliki gangguan diusahakan setiap tahun atau 6 bulan sekali. Karena kalau anak-anak biasanya cenderung progresif niopinya cenderung bertambah dengan cepat bertambahnya cepat karena usia tadi. Betul, betul, betul, dokter. Terus rekomendasi kedua itu harus beraktivitas di luar ruangan sebanyak 90 menit sampai 120 menit per hari. Jadi anak-anak Iya, anak-anak harus main di luar. I karena main di luar itu memberikan efek protektif ya, memberikan efek ee mencegah miopia. Karena cahaya natural itu menyebabkan mata itu lebih santai, lebih ee tidak tegang ya, tidak ee tegang untuk melihat terlalu dekat. Betul. Terus yang ketiga ini masalah screen time yang ketiga. Jadi masalahnya kita harus membatasi penggunaan gadget ya. Jadi seperti yang saya jelaskan tadi, penggunaan gadget pada anak kalau dari WHO itu menyarankan Heeh. Jadi di bawah 2 tahun itu sama sekali gak ada screen time kecuali untuk video call ya. Iya. Terus 2 sampai 5 tahun 1 jam per hari. 1 jam per hari. Nah, ini. Nah, ini agak susah ini karena biasanya mau makan mau minta layar dulu, mau tidur minta layar dulu kayak lagunya. Nah, jadi itu yang kita harapkan ya. Lalu selain pengguna ee batasi penggunaan gadget, kita harus ee sering membiasakan untuk ee kita mengistirahatkan mata. Jadi kalau misalnya kita ee untuk anak-anak jika misalnya melihat layar namanya I hain kita bilangnya. Jadi untuk mengistirahatkan mata nanti saya jelaskan lebih lanjut ya. Aturan 20 2020. Pernah dengar mungkin mbaknya? Belum. Pernah. Pernah. Karena memang mata keseringan kedekat kan enggak enak tahap kedip seperti itu. Betul. Jadi 20 20 nanti saya jelaskan lebih lanjut ya. Terus yang ketiga itu diusahakan membaca dengan jarak yang baik. Hm. Dan cahaya yang baik. Jangan sampai anak itu melihat dekat atau membaca dekat gelap-gelapan dan dengan jarak yang terlalu dekat karena kasihan matanya jadinya. Ya, jarak dan ini ya, Dok. Jarak dan cahaya. Cahaya itu penting banget gitu. Cahaya. Betul. Terus yang terakhir itu menggunakan kacamata sesuai resep dokter spesialis mata ini terutama pada anak-anak ya. E jadi kalau anak-anak kita perlu melakukan pemeriksaan lebih detail karena anak-anak itu masih dalam masa pertumbuhan. Jadi kita harus menggunakan kacamata yang sesuai karena kadang lagi ngetren sekarang ya beli kacamata di Shopee. Oh iya karena lebih murah ya. Tapi kalau pada anak-anak sangat tidak disarankan karena kalau tidak sesuai itu berefek di anaknya sendiri jadi lebih mudah pusing atau mungkin miopnya malah semakin bertambah kayak gitu. Next. Nah ini seperti yang saya jelaskan tadi aturan 20 20. Iya. Jadi setiap kita meluk melakukan aktivitas jarak dekat, baik itu melihat komputer, melihat HP, membaca, setiap 20 menit kita lakukan istirahat. Istirahat mata. Istirahat mata itu ngapain? Istirahat mata itu kita melihat jauh sejauh 20 kaki. 20 kaki itu kalau di bahasa meternya itu sekitar 6 m. Melihat jauh sejauh 6 m minimal selama 20 detik aja. 20 detik saja. H selama 20 detik kita lihat jauh terus kita baru kembali lag 20 menitnya baru bisa balik lagi. Jadi tujuannya apa? Tujuannya kayak relaksasi. Kayak kalau kita terlalu lama duduk ya duduk di kursi kan pegal ya. Kita relaksasi dulu kita peregangan sama jadi mata biar sempat untuk rileks selama 20 detik itu agar matanya tidak terlalu lelah. Relaksasi mata ini, Dok, ya. Dengan lebih refresh gitu ya. Betul. Iya. Lebih refresh. Pergangan peregangan kayak peregangan buat matanya. Iya. Karena ini hanya bisa dilakukan pada anak-anak ya, pada orang dewasa juga. Karena orang dewasa kalau misalnya kita melihat layar terlalu lama atau fokus untuk membaca atau melihat komputer, kita biasanya cenderung untuk jarang mengedip, berkedip. Hm. Karena terlalu fokus ya. Jadi ketika jarang berkedip matanya itu semakin kering. Iya. Semakin kering jadi terasa kadang gatal. Hm. Jadi kayak pengin ngcek mata. biasanya orang dewasa akan sering merasakan hal ini ya karena sering bekerja di depan komputer rasanya engak nyaman gitu ya. Jadi ada namanya digital ee digital eye syndrome memang ada jadi karena penggunaan gadget yang terlalu lama tadi obatnya apa? Obatnya dengan 20 2020 gitu. Simpel sekali. Iya. Kalau misalnya masih tidak ngaruh ya berarti harus diperiksakan gitu aja sih. Siap siap siap siap. Itu sih mungkin ya slide lagi. Nah, thank you. Sudah sih kayaknya sudah cukup ya. yang disampaikan. Waduh, keren nih dari semua yang disampaikan. [Musik] Baik, terima kasih, dokter, luar biasa. Boleh tepuk tangannya dulu dong dari So Studio biar lebih semangat. Masyaallah. Jadi semua yang disampaikan oleh dokter Sekar nih, saya langsung, "Nah, itu saya dong. Nah, itu saya dong." Nah, itu anak saya gitu. Iya. Jadi, itu teman saya gitu. Jadi pernah berseliweran di Insta ee sosial media ya, Dok. Ya, memang ada. Saya dengarnya sih 30 padahal yang betul 20 ya, Dok. Jadi mungkin akan saya perbaiki. Saya tiro sekarang juga 20 untuk melihat jarak dekat dan 20 melihat jarak jauh seperti itu ya, Dokter ya. Dan untuk hasil materi hari ini luar biasa. Saya menyimpulkan sedikit ya, Dok. Jadi ee sekarang ini anak-anak mau makan diberikan gadget, mau tidur harus ada gadget dan itu mereka mamahnya karena sibuk sendiri. Iya. Ya, mungkin kalau sibuk masa enggak apa-apa tapi tiktokan dong. sama-sama kayak lagunya Estanti Aku Mau Makan G. Mungkin kita harus nyontohin dulu ya. Kalau bapak ibunya mengurangi penggunaan gadget mungkin anaknya juga akan mengikuti. Iya luar biasa. Dan juga ada efek gadget itu sangat berat sekali juga penggunaan laptop nggih dokter dan juga ada yang diinformasikan dokter tadi 2,2 miliar orang memiliki gangguan penglihatan gitu. Masyaallah 1 miliarnya adalah bisa dicegah karena memang ee R miliarnya itu karena ini ya, Dok tadi apa, Dok? karena penyakit yang nah kebiasaan aja ya bisa diobati dan prediksi tahun 2000 itu 22,9% penduduk dunia mengalami miopia dan meningkat tahun 2050 itu sebesar 49,8%. Masyaallah kita turut prihatin ya, dokter mudah-mudahan sampai terjadi. Jangan sampai terjadi ya, Dokter. Mohon izin. Dan ini memang untuk yang paling saya garis bawahi nih, Dok ya. Jadi du 2 sampai 5 tahun itu hanya 1 jam per hari. Masyaallah. Dan pasti banyak pertanyaan nih. Dan langsung saja kita buka. Ee saya juga ada informasi tambahan kepada sobat ASN menyampaikan tata cara menjawab dengan raise hand untuk tanya jawab dan akan dipilih oleh kami untuk langsung ke sesi tanya jawab ya. Dan untuk tata tertibnya juga ee silakan hanya dua penanya sih tapi kalau memang masih ada waktu boleh penanya. Selanjutnya silakan dari soatn yang mungkin ingin bertanya nanti akan dipilih oleh panitia. Siap ya dokter ya pasti ada pertanyaan selanjutnya. Baik dokter saya ada pertanyaan duluan nih dari saya pribadi. Yang pertama ini kalau misalnya periksa kan tadi saya mendengar ada anak harusnya 6 bulan periksa nih. Kalau di puskesmas saya kan biasanya kalau 6 bulan itu ee imunisasi apa gitu. Berarti ini kalau periksanya ke mana dong? Kalau untuk anak Bali bayi 6 bulan mungkin sebenarnya kalau mungkin dari untuk terjadi sekarang mungkin belum biasa ya untuk usia 6 bulan untuk diperiksakan ke dokter mata biasanya kita lihat gejalanya dulu aja. Baik baik baik gejala dulu. Jadi kita lihat anak umur 6 bulan tuh harusnya sudah mulai ada fiksasi kita bilang ya. Jadi ketika kita berikan mainan atau benda-benda berwarna dia akan melihat mengikuti. Oh i iya iya dokter. Atau misal dipanggil ibunya ee dilihat ngelihat ibunya dia akan ngikuti ke mana ibunya pergi. Dok kalau anak diberi rangsangan untuk melihat tidak mengikuti, nah mungkin harus segera diperiksakan. Takutnya memang ada gangguan penglihatan yang pertama itu. Oh. Iya. Betul Dok. Ee ini juga yang lagi ngetren ya, yang sering kita temukan ketika anak itu difoto menggunakan flash ya ternyata ada bayangan warna di pupil di manik matanya ada bayangan oranya. Nah. Oh. Itu bisa jadi tanda kelihatan ya? kelihatan itu nanti harus diperiksakan ke dokter mata juga. Takutnya kalau ada gangguan penglihatan yang lain. Waduh, luar biasa ya. Jadi ee deteksi dini ya istilahnya itu ternyata deteksi dini itu mata juga ada. Dan untuk penanya pertama luar biasa. Asalamualaikum Ibu dari mana? Dengan Ibu siapa? Boleh memperkenalkan diri disilakan. Mohon izin. Belum terdengar Ibu. Sampun terdengar. Iya iya. Sampun sampun terdengar. Dengan Ibu siapa? Dari mana Ibu? Disilakan. Nggih, saya Sari Rezeki dari BKD Trenggalek. Masyaallah, dari Trenggalek. Luar biasa. Jih. Monggo disilakan memberikan pertanyaannya. Monggo. Gigih, Ibu. Ini kan ee kasusnya itu pada anak kami itu ee kami tidak tahu ketika anak kami itu ternyata sudah mengalami kelainan sarafnya, saraf matanya katanya itu miring gitu. Jadi ketahuannya ketika sudah kelas SD, kelas 3. Jadi selama ini dia melihat jauh itu sudah buram. Nah, ketahuannya itu itu jadi ee terlambat nggih. Kalau untuk yang kasus agak terlambat ini dan sudah pakai kacamata ee nanti untuk penanganannya ke depan biar gak bertambah itu dan katanya ada klasik-klasik itu kami mohon informasi. Lasasiklasik. Siap, Dokter Lasik. Baik, Ibu. Itu saja pertanyaannya. Mohon izin. Giih. Enggih, Ibu. Sampun. Monggo kepada dokter Sekar untuk memberikan jawaban yang memuaskan tentunya ditunggu-tunggu banget. Jadi, kalau seperti yang saya jelaskan tadi ya, Ibu. Jadi, kalau misalnya memang dari awal ee dari meskipun ee usia SD ya, diketahui kalau misalnya memang ada kelainan penglihatan, gak apa-apa diperiksakan kalau saran saya sekitar 6 bulan setiap 6 bulan. Karena apa? Kita melihat perkembangan dari penglihatannya anak itu sendiri. apakah bertambah parah atau tidak karena kita melihat progresnya seiring berdasarkan waktu ya. Jadi kalau Heeh gangguan penglihatan ada kalau mi ee e ngapunten saya gak kurang mengerti nggih ee untuk penyakitnya detailnya Ibu seperti apa. Jadi kalau saran saya kalau misalnya memang sudah ada gangguan diperiksakan tiap 6 bulan. Tapi untuk lasik itu kita harus periksa dulu, Ibu. Jadi lasik itu bisa dilakukan ketika anak itu sudah berhenti tumbuh sebenarnya. Oh gitu ya. bula matanya sudah enggak tumbuh lagi. Sudah udah maksimal nih sudah mentok. Biasanya di usia 18 sampai 20 tahun. 18 sampai 20 tahun. Untuk bisa dilasik apa enggak nih? Lasik itu biasanya kita periksa dulu, Ibu. Jadi kita periksa saraf matanya apakah dalam keadaan bagus, keadaan bola matanya apakah dalam keadaan bagus, kornea matanya bagaimana, apakah cukup. Nah, kalau misalnya pemeriksaannya lain-lain bagus biasanya akan bisa dilakukan lasik. Tapi tergantung dokter spesialis mata yang memeriksa. kayak gitu. Karena lasik sebenarnya kita hanya ee mengurangi bagian kornea mata saja. Jadi kita ee istilahnya tadi kan kalau punya minus bisa karena penyebabnya karena kornea matanya terlalu cembung ya. Nah, itu kita cuman kurangi di bagian depan saja. Kalau misalnya dia sudah ada masalah di bagian mata belakang atau bagian saraf, nah itu biasanya dipertimbangkan cara yang lain bukan dengan lasik begitu. Waduh, luar biasa. Bagaimana, Ibu? Sudah puas dengan jawabannya? Jadi kalau untuk klasik tidak Iya. tidak ini ya, Dok. Ee usia-usia yang sudah berhenti tumbuh, betul ya. Jadi sekitar usia 18 sampai 20 tahun. Luar biasa. Untuk yang kali ini ada satu penanya dan mungkin ada penanya selanjutnya masih belum. Dan sekarang saya lagi nih yang tanya. Oh, baik. Luar biasa sudah ada penanya selanjutnya. Baik Bapak mohon izin dengan Bapak siapa? Dari mana Bapak? Disilakan. Siap. Ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Akuh. Ya, saya dengan Adrianus dari Ombutsman Pusat. Baik. Ombutsmen Pusat ya, Bapak ya. Jakarta Bapak. Betul. Masyaallah luar biasa. Dari Jakarta. Boleh tepuk tangan loh penanya dari Jakarta ini. Waduh, kita ini Jatim saja. Iya, kita ini dari Jatim saja katanya dokter. Luar biasa. Baik, disilakan Bapak untuk memberikan pertanyaannya. Monggo. Baik, terima kasih banyak ee untuk kesempatan. Jadi gini ee saya punya seorang anak ee saya punya tiga anak dan terutama untuk yang anak sulung ini yang sekarang baru masuk ke SMP itu sudah kayaknya sudah kecanduan banget dengan yang namanya gadget. Jadi ee sebelum-sebelumnya kita memberikan batas maksimal untuk ee bermain gadget itu adalah 1 jam setiap hari kerja. Sementara untuk weekend kita kasih tambah 1 jam. Namun setiap kali dikasih ee apa waktu untuk bermain dia selalu minta ada straung sampai setengah jam sendiri gitu kan. Iya. Nah, terus kalau misalnya enggak dikasih anak ini tantrum gitu. Kalau sudah tantrum dia suka ee apa namanya? Ngerusak barang-barang. Nah, yang ingin saya tanyakan bagaimana cara mengatasi gitu ee ee apa namanya ketentrumahan anak ini sama mengurangi kecanduan pada gadget. Dan sejujurnya saya juga sudah membawa hal ini ke psikolog dan psikolog memang membatasi bahwa ee harus perbanyak ya kegiatan di outdoor yang tadi disampaikan oleh dokter itu. Benar. Makanya ee saya sering mengajak anak saya yang entah jalan kok enggak main bola, main basket gitu. Tapi tetap aja kalau pas ee bapak ibunya lagi meleng gitu ya dia bisa ngambil HP-nya terus dia main sembunyi-sembunyi gitu kalau ketahuan ya gitulah. Nah itu gimana caranya? Terima kasih. Oke. Baik. Monggo dokter langsung saja. Ee sebenarnya kalau dari Bapak sudah mengajak ke psikolog sebenarnya sudah benar ya Bapak ya. Karena memang kalau di usia SMP itu ee mulai banyak tekanan dan godaan ya untuk menggunakan gadget. Karena teman-teman sebayanya mulai sama-sama menggunakan gadget. Jadi mereka entah itu main bareng atau mungkin tidak mau ketinggalan terhadap apa yang dimiliki oleh temannya. Tapi menurut saya ee solusi yang sudah Bapak berikan itu sebenarnya sudah cukup baik menurut saya karena dengan memperbanyak atau menyibukkan aktivitas di luar itu sudah cukup untuk harusnya ya sudah cukup untuk menahan ee anak itu biar tidak terlalu banyak menggunakan gadget kayak gitu. Mungkin dari ee karena kalau anak SMP sudah mulai bisa diajak bicara nggih Bapak. Kalau misalnya menurut saya ee mungkin bisa mulai kita komunikasikan ke anak terhadap efeknya apa jika menggunakan gadget dan batasannya bagaimana. Karena yang bisa memberikan batas itu sendiri sebenarnya hanya dari orang tua dan diri anak itu sendiri. Kita harus bisa mulai memberikan kesadaran kalau misalnya penggunaan gadget berlebihan itu sebenarnya enggak baik kayak gitu. Lebih ke dept ya, Dok ya? Iya, lebih ke deep talk. Bicara hati ke hati mungkin ya. Baik, Bapak. Mungkin ada lagi yang akan ditanyakan atau sudah puas dengan jawaban dari dr. Sekar? Disilakan, Bapak. Sudah cukup puas. Luar biasa. Alhamdulillah. Semoga bisa di disampaikan langsung. Iya, betul ya, dokter ya. Oke. Baik, terima kasih Bapak dari Jakarta. Luar biasa dan ada ternyata masih ada tambahan waktu dan ada satu penanyaan berikutnya, Dok. Kar ini permasalahan sangat familiar dan lagi viral ya. Rata-rata memang anak-anak sekarang susah lepas gadget kecanduan yang sangat-sangat wow. Mungkin disilakan untuk penanya berikutnya. Baik. Yes. Baik. Asalamualaikum. Bapak dari mana dan dengan Bapak siapa? Disilakan. Oh, saya Eko Budianto, Bu. Iya. Eko siapa Bapak? Pak Eko Eko Budiaranto dari Seda Kabupaten Tulungagung. Tulungagung. Masyaallah luar biasa. Dari Kabupaten Tulungagung. Monggo disilakan langsung memberikan pertanyaannya Bapak Eko saya hafal langsung ya. Ini anu umum Bu ya maksudnya ini anak-anak saya juga kejaduan HP gitu Buhal saya sudah ngelarang gitu tap. Nah, untuk itu kita tanya apakah perlu kita kasih vitamin untuk mata gitu, Bu? Vitamin ber walaupun tidak ada belum ada gangguan mata tapi apa apakah kita perlu putus-putus? Heeh. Iya. Agak sedikit terganggu Bapak koneksinya. Iya. Baik, mohon izin ya. Bisa, Pak. Diulang sekali lagi, Bapak. Bu, baik. Mohon izin. Ini apakah Oh, iya. Ini kan kita mohon izin ya. Ini saya itu juga kecanduan HP. Halo. Oh, jenengan juga kecanduan HP Bapak. Masyaallah. Ya, lanjut Pak. Eh, anak saya Bu. Anak saya loh. Makanya ini sinyalnya, Pak, luar biasa sinyalnya menggoda ini, Pak. Makanya, Pak Eko. Maaf ya, Pak. Iya. Iya. Baik. Apakah kita perlu memberikan vitamin kepada anak, Bu? Meskipun vitamin kepada anaknya belum ada gangguan mata gitu. Oh, supaya tidak ada. Monggo, Dokter langsung memberikan jawaban. Silakan. Ee kalau pada anak-anak ya sebenarnya yang penting adalah kita ee biasakan untuk mengurangi gadget dulu, Bapak. Jadi, pemberian vitamin itu sangat diperbolehkan pada anak. Karena sebenarnya pemberian vitamin baik vitamin ADK atau yang lain itu akan ngaruh ke tubuh kembang anak secara keseluruhan. Enggak cuman dari perkembangan mata aja. Meskipun biasanya kita sering dengar ya kalau diberikan vitamin A ya vitamin A diberikan dari masa bayi ya. Pemberian vitamin A dari masa bayi dan pemberian vitamin C. Nah, ini dua vitamin ini sebenarnya ngaruh ke kesehatan mata. Cuman karena anak-anak masih dalam masa pertumbuhan, pemberian suplementasi vitamin disarankan untuk semuanya. Hm. He. Nah, selain pemberian vitamin dari style ya, Bapak. Jadi kalau misalnya anak-anak itu mungkin lebih ngaruh jika kita diberi ee kita membiasakan kebiasaan-kebiasaan baik seperti misal main di luar, mengurangi ee pekerjaan atau melihat dekat dan mengurangi gadget tadi gitu, Kak. Selain itu, kalau misalnya anak itu sering main di luar kan sering dapat vitamin D ya dari sinar matahari ya dan itu juga bagus untuk perkembangan anak. Baik. Luar biasa. Pak Eko. Bagaimana Bapak sudah puas dengan jawaban dari drter Sekar? Mohon izin. Iya Bapak. Iya untuk vitamin sudah Bu ya. Iya. Baik. Dari Tulungagung ya Bapak ya. Bapak juga kecanduan HP Pak. Gak ya Pak ya? Main TikTok terus Bapak ya. Baik. Luar biasa. Aduh luar biasa. Terasih. Terima kasih. Baik, terima kasih ya, Pak Eko atas pertanyaan yang telah diberikan. Masyaallah, luar biasa. Sekali lagi saya tetap e merangkum ulang karena ini penting banget ya. Jadi tadi meningkatnya 49,8% untuk tahun 2050. Semoga tidak deh. Dan untuk jalur jarak dekat selama 6 m itu mungkin tadi yang ini ya anak-anak ya. Jadi dirasa kok rabun banget sih jarak 66 6 m tuh enggak kelihatan gitu ya, Dokter ya. itu tadi dan 1 sampai 4 jam pertama akan makin meningkat setelah 4 jam. Jadi kalau kita terus-terusan melihat gadget seperti ini ya, Dok, itu juga berbahaya, Dokter G. Dan melihat dekat akan semakin agresif. Masyaallah. Mata yang lelah itu juga mempercepat miopia dan untuk ee pemeriksaan mulai 6 bulan. Dan untuk Bapak dan Ibu ASN tentunya harus wajib tahu tanda-tanda miopia. Nah, lebih sering tadi sudah dibahas juga oleh harus sering main di luar 90 sampai 120 menit per hari. Luar biasa. Karena rata-rata kalau kita menitipkan anak ke ini ya misalnya asisten kita kayak gitu kan juga pasti gadget langsung diberikan seperti itu ya, Dok ya. Dan ini berbahaya juga kan mungkin lebih praktis ya buat mereka ya. Betul. Betul dokter. Dan umur 2 sampai 5 tahun 1 jam per hari. Masyaallah. ini harus benar-benar kita disiplin orang tuanya harus dan kita mengalami permasalahan di kesehatan saat membaca juga harus diketahui jarak dan cahayanya. Betul ya, Dok? Jadi untuk sobat ASN jarak dan cahaya itu juga mempengaruhi kesehatan mata. Dan untuk 2020 jangan lupa untuk selalu diingat 20 jarak dekat, 20 jarak jauh. Luar biasa. Boleh tepuk tangan buat semuanya. tombol komen untuk di YouTube channel dan terima kasih kepada dr. Sekar mudah-mudahan saya doakan sehat selalu menjadi ASN yang produktif dan juga semakin bahagia dan memiliki hati seluas samudra untuk selalu men
Resume
Categories