Webinar ASN Sehat Bugar 2025 - Kesehatan Mata dan Masa Depan Anak
nnl1VpdWg_0 • 2025-07-25
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Marlah kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga negeri. Memerintah situs
melayani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
Hong
kami di sini suka dengan hati.
Tunjukkan kompetensi dalam harmoni
melayani bangsa loyal tanpa batasannya
dan berkolaborasi
tangan
tujuan
menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melay Layani
bangsa
[Musik]
kami dari sini tegas dengan hati
tujukan kompetensi dalam harmoni.
di bangsa loyal tanpa batasannya
adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan
untuk menjadikan air yang lebih beragung
mengertas penuh hati tulus membantu
tersama di lembangan kami melayani
bilangan kami melayani
dengan meng kami melayani
bangsa
[Musik]
H
[Musik]
Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur.
Rumah Sakit Khusus Mata di bawah naungan
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.
Berperan aktif dalam penanganan gangguan
penglihatan bagi masyarakat Jawa Timur.
Berlokasi di Surabaya bagian Selatan,
Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur
berdiri di tengah kawasan penduduk yang
aktif dan produktif.
[Musik]
Komitmen kami menyelenggarakan pelayanan
kesehatan mata yang bermutu, beretika,
dan profesional.
Kami memiliki visi untuk menjadi rumah
sakit mata bertaraf nasional. Kami terus
berinovasi mengembangkan diri guna
mencapai kemandirian yang bermutu tinggi
demi memberikan pelayanan terbaik pada
masyarakat.
[Musik]
didukung tenaga ahli yang profesional,
berintegritas, dan kompeten di
bidangnya. Juga sarana dan prasarana
yang memadai. Rumah Sakit Mata
Masyarakat Jawa Timur berkomitmen untuk
menyelenggarakan pelayanan yang optimal.
Kami selalu mengutamakan kebersihan dan
kenyamanan pada setiap lini pelayanan.
[Musik]
Kerja sama manajemen dan pelayanan yang
terintegrasi menjadikan rumah sakit mata
masyarakat Jawa Timur yang aman,
akuntabel, terpercaya, dan mampu untuk
bersaing di era globalisasi.
[Musik]
Rasa kepedulian kami dan upaya untuk
selalu bekerja dari hati membuat langkah
kami terasa ringan untuk tetap hadir di
tengah masyarakat Jawa Timur demi
penanggulangan kebutaan.
[Musik]
Demi mewujudkan misi membangun jejaring
kemitraan, kami bekerja sama dengan
lebih dari 20 lembaga pendidikan,
penelitian, dan pelayanan. Di antaranya
asuransi kesehatan agar dapat
meningkatkan sinergitas dan akses
pelayanan kesehatan mata pada
masyarakat.
[Musik]
Koordinasi yang baik, inovasi tiada
Henti adalah pondasi organisasi demi
visi RSMM Jawa Timur dan mewujudkan Jawa
Timur yang sehat Indonesia maju.
[Musik]
Kepercayaan masyarakat kepada kami
menjadi tolok ukur kami untuk terus
berupaya memberikan pelayanan kesehatan
mata yang terbaik di Jawa Timur dan di
Indonesia Timur.
[Musik]
Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur.
Helping you to see better.
[Musik]
menyapa kembali sobat ASN di seluruh
Indonesia. ASN sehat dan bogar. Sangat
luar biasa sekali. Jujur saya hari ini
sangat senang sekali kenapa banyak
sekali orang di luaran sana yang
menghabiskan waktunya untuk hal yang
sia-sia. Tetapi Sobat ASN memilih di
sini untuk bergabung menuntut ilmu
tentunya tentang kesehatan hari ini
karena dengan tema ASN sehat dan bugar.
Izinkan saya menyapa dengan salam
silaturahmi. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan. Baik, Sobat SN. Apa
yang dibahas dalam webinar kali ini
yakni pentingnya peran orang tua dalam
menjaga kesehatan mata anak, bahaya
penggunaan gadget berlebihan terhadap
penglihatan anak, ee urgensi deteksi
dini dan pemeriksaan rutin sebagai
langkah preventif. mewujudkan generasi
anak yang secara visual semakin baik
sehingga tumbuh kembang dan proses
belajarnya bisa optimal. Dan kali ini
akan dibahas dalam webinar hari ini
dengan tema kesehatan mata dan masa
depan anak. Peran ASN dalam Harmoni
Peran Publik dan keluarga. Boleh tepuk
tangannya dong yang ada di studio dan
juga tombol cakepnya untuk teman-teman
yang ada di YouTube channel.
Webinar hari ini terselenggara oleh
BPSDM Jawa Timur dalam Zoom meeting
maupun YouTube channel BPSDM Jatim TV.
Kami di studio BPSDM Jatim yang
berlokasi di Jalan Balongsari e Tama
Tandes Surabaya. Sobat ASN, saya ingin
menyapa terlebih dahulu
yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto,
S.PMP selaku Kepala BPSDM Provinsi Jawa
Timur. Yang kami hormati Dr. Niken Indah
Nurdiani, SPM selaku dokter spesialis
mata divisi pediatrik optalmologi RSMM
Jawa Timur, Dr. Sekar Rahadi Sewi selaku
dokter umum RSM Jawa Timur. Dan agar
suasana tetap bersemangat, izinkan kami
dengan pantun pembuka. Mohon jempol
cakepnya untuk yang ada di YouTube
maupun di Zoom ya. Dan juga yang ada di
studio untuk cakepnya pagi hari makan
kelapa. Jag
kelapanya enak dan bikin tertawa.
Cag.
Hari ini kita berjumpa untuk webinar
yang istimewa. Boleh tepuk tangannya
dong. Luar biasa.
Es deganku makin enak dan segar.
Segar.
Di badan pun semakin bugar.
Segar.
Maya hadir memukau kali ini persembahan
spesial BPSDM Jatim TV. Boleh sekali
lagi tepuk tangannya. Luar biasa. Baik,
Sobat ASN, sebelum kita berlanjut, kami
informasikan bahwa presensi sudah dapat
diakses melalui website semesta bangkong
semesta Bangkom seperti yang tertera
pada running atau chat Zoom. Mengisi
survei serta mengisi lembar monev, maka
sertifikat akan muncul 1* 24 jam. Jangan
lupa juga cek secara berkala dan ada
informasi tambahan, kami menyampaikan
tata cara menjawab dengan raise hand dan
nanti juga akan dipilih oleh kami dua
orang yang akan boleh bertanya. Untuk
tata tertib webinar, sesi diskusi
setelah materi dari masing-masing
narasumber, hanya dua penanya yang
diberikan kesempatan sambil lihat sisa
waktunya NJ dan menyebutkan identitas
nama dan instansi panitia yang akan
memilih dari peserta yang rais hand.
Sobat ASN karena anak-anak adalah masa
depan bangsa, melalui mata yang sehat,
mereka bisa melihat dunia dengan lebih
jelas, belajar dengan lebih baik, dan
tumbuh menjadi generasi emas untuk
Indonesia. Mari menjadi ASN yang tidak
hanya cerdas dan tangguh di ruang kerja,
tapi juga penuh kasih dan perhatian di
dalam keluarga. Selengkapnya akan
dibahas dalam webinar ASN Sehat dan
Bugar tahun 2025.
[Musik]
Sobat ISN untuk membuka webinar ASN
Sehat dan Bugar tahun 2025 MAI ini, mari
kita sambut bersama opening speech dari
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Provinsi Jawa Timur kepada Bapak
Dr. Ramlianto, S.P., MP. Kami silakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam bugar
untuk kita sekalian. Sobat ASN di
seluruh tanah air. Selamat bertemu
kembali dalam webinar series ASN Sehat
dan Bugar. Sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN untuk meningkatkan
kualitas fisik dan mental ASN dalam
menjalankan tugas mulianya. Persembahan
Jatim Corporate University, Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur. Setiap hari Jumat,
serial ASN Sehat dan Bugar akan hadir
menemani para ASN di seluruh negeri
dengan menyajikan topik-topik yang
menarik, kekinian, dan tentu berdampak
secara nyata terhadap peningkatan
kompetensi dan kinerja aparatur sipil
negara di Indonesia.
Sobat ASN, hari ini 25 Juli 2025, ASN
Sehat dan Bugar menyajikan salah satu
topik dalam rangka menguatkan peran ASN
sebagai orang tua dalam menjaga
kesehatan putra-putrinya, terutama
kesehatan mata.
Karena tema kesehatan mata ini sangat
tepat untuk kita elaborasi secara luas
dan mendalam, maka ASN Sehat dan Bugar
kali ini mengangkat topik kesehatan mata
dan masa depan anak. Per ASN dalam
harmoni peran publik dan keluarga.
ASN Sehat dan Bugar kali ini merupakan
kolaborasi antara BPSDM Provinsi Jawa
Timur dengan Rumah Sakit Mata Masyarakat
yang merupakan salah satu rumah sakit
yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi
Jawa Timur.
Tema kesehatan mata untuk anak merupakan
isu strategis sekaligus kemanusiaan yang
menyentuh aspek pendidikan tumbuh
kembang hingga masa depan bangsa. Tema
ini bukan sekedar topik medis. melainkan
panggilan nurani bagi kita semua,
terutama para ASN yang memegang peran
ganda sebagai pelayan publik dan juga
sebagai orang tua.
Melalui tema ini kita sedang
menggaungkan kesadaran kolektif bahwa
penglihatan anak-anak adalah jendela
masa depan. bahwa setiap huruf yang
mereka baca, setiap gambar yang mereka
lihat, dan setiap impian yang mereka
susun, semuanya bergantung pada sepasang
mata yang sehat.
Sat ASN di seluruh tanah air, saat ini
fenomena kesehatan mata telah meretas
batas rumah tangga hingga ruang kelas.
Sebuah fenomena yang sunyi namun kian
mendesak untuk dicermati.
Lonjakan kasus seperti miopia, digital
arain, dan gangguan akomodasi pada
anak-anak hari ini ibarat gelombang
senyap. Tidak selalu terasa sekarang,
tetapi berpotensi menghantam kualitas
belajar, produktivitas, bahkan kesehatan
psikososial mereka di masa depan.
Di era layar digital yang menyala nyaris
tanpa henti. Dari gawai belajar daring
hingga hiburan interaktif, mata
anak-anak saat ini bekerja lebih keras
daripada generasi sebelumnya.
Paparan cahaya layar digital berlebih,
jarak pandang yang kian pendek, serta
minimnya aktivitas luar ruang
menciptakan sebuah fenomena yang disebut
epidemi penglihatan kabur. Yang menurut
proyeksi World Heart Organization atau
WHO dapat menjangkau separuh populasi
dunia pada tahun 2050. Jika tak segera
kita cegah, maka menjaga kesehatan mata
anak bukan sekedar urusan klinis,
melainkan investasi peradaban. Menjamin
mereka tetap mampu membaca huruf kecil,
menatap peta besar, dan melihat asa
bangsa ini dengan jelas.
Sobat ASN, lalu apa kontribusi kita
sebagai ASN yang juga sebagai orang tua
bagi anak-anak kita?
Menjadi ASN bukan hanya soal menjalankan
tugas negara, bukan semata mengelola
program, mengurus anggaran, atau menata
regulasi.
Kita juga adalah ayah dan ibu yang
berpulang ke rumah dengan tanggung jawab
tak kalah mulia menjadi pendidik pertama
dan pelindung utama bagi anak-anak kita.
Dan hari ini kita berbicara tentang
mata. organ kecil yang menentukan
luasnya cakrawala masa depan mereka.
Mata adalah jendela bukan hanya bagi
dunia, tapi juga bagi harapan, bagi masa
depan anak-anak yang kita besarkan.
Yang harus kita sadari saat ini adalah
kita hidup di zaman yang serba terang,
namun kadang tidak benar-benar bisa
melihat. Di era realitar, kecepatan
informasi dan arus visual yang begitu
deras. Justru tantangan kesehatan mata
hadir dalam wajah yang tak selalu
disadari. Terutama bagi anak-anak kita,
generasi yang akan menjadi penjaga masa
depan negeri ini. Sobat ASN, lalu
bagaimana kita sebagai ASN mampu
memberikan peran terbaik kita sebagai
orang tua untuk menjaga kesehatan prima
mata putra-putri tercinta kita. Nah,
untuk membahas cerdas dan tuntas topik
ini, kami telah mengundang para
narasumber yang luar biasa yang sudah
barang tentu sangat kompeten di
bidangnya. Kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada para
narasumber hebat yang telah berkenan
hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ASN di
seluruh tanah air. Pertama tentu kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada jajaran Direksi dan Manajemen
Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur
atas kolaborasinya yang sangat
bermanfaat ini. Kedua, kami menyampaikan
terima kasih dan apresiasi kepada para
narasumber yakni Ibu dr. Sekar Rahadi
Siwi yang merupakan dokter umum di Rumah
Sakit Mata Masyarakat serta Ibu dr.
Niken Inda, SPM yang merupakan dokter
spesialis mata pada divisi pediatrik
Falmologi Rumah Sakit Mata Masyarakat
Jawa Timur.
Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan
sesama webinar ASN Sehat dan Bugar
persembahan BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak
Dr. Ramlianto, SPMP. Baik, Sobat ASN.
sebagai aparatur sipil negara. Peran
kita tidak hanya sebagai pelayan publik,
tetapi juga sebagai orang tua dan
panutan dalam masyarakat. Melalui
webinar ini, BPSDM Provinsi Jawa Timur
mengajak kita semua untuk lebih peduli
terhadap kesehatan mata anak-anak yang
seringki terabaikan di tengah pesatnya
penggunaan teknologi dan perangkat
digital. Luar biasa akan dibahas dengan
paripurna nih oleh narasumber pertama
kita hari ini. Beliau selaku ketua tim
disaster medical tim RSMM Jawa Timur
tahun 2022 sampai dengan sekarang dan
juga memiliki sertifikasi ICLS hiperkes
disaster managemen juga selaku dokter
umum RSMM Jawa Timur. Beliau menempuh
pendidikan dokter dan profesi di
Universitas Airlangga Surabaya. Boleh
tepuk tangannya dong untuk dr. Sekar
Raha di sini. Dokter, apa kabar? Sehat.
Masyaallah cantik sekali, Dokter.
Dan gimana dengan kerendahan hati ini?
Izinkan saya menyapa ini, Dokter? Sehat?
Enggh. Alhamdulillah, sehat. Agak bat
dikit kayaknya. Agak batuk dikit tapi
enggak kedengaran ini. Pasti sehat
selalu dan gimana? Ada Iya. Hari ini
berangkatnya pagi banget pasti ya, Dok?
Ee saya kebetulan habis jaga malam.
Masyaallah luar biasa. ASN juga ya,
Dokter ya, di RS
pengabdian maksimal ya.
Baik. Luar biasa. Dan dokter di sini kan
e mengangkat materi tentang iPad kids.
Betul engak, Dokter?
Dan ini saya juga banyak sekali
keponakan-keponakan dan putra-putrinya
teman-teman itu ternyata kalau sudah
begini dengan handphone begini itu
handphone tap itu enggak selesai-selesai
itu berbahaya ng dokter?
Ee berbahaya terutama ini kalau di sini
saya bahas pada anak-anak ya terutama
pada perkembangan anak-anak di segala
tumbuh kembangnya dan pada
penglihatannya terutama.
Waduh luar biasa. Dan sobat SN enggak
usah khawatir karena nanti akan dibahas
tuntas oleh dr. Sekar Rahad CW. Luar
biasa, dokter. Kepada dokter Sekara di
Siwi, kami persilakan memberikan
materinya.
[Musik]
Kurang geser ya.
Eh, selamat pagi Bapak Ibu semuanya. Di
sini saya dr. Sekar Hadi Siwi dari RSMM
Jatim ee akan membawakan sebuah materi.
Sebenarnya materinya berjudul Miopia on
Kids atau Gangguan refraksi pada
anak-anak. Tapi pertama-tama kita akan
bahas fenomena yang sering terjadi di
anak-anak zaman sekarang yaitu kita
bilangnya sebagai iPad kids. Jadi
sebenarnya iPad kids itu apa? Eh nanti
kita bahas lebih lanjut ya.
Jadi ini adalah yang pal sangat sering
kita temukan baik itu di tempat-tempat
umum, di ruang keluarga, di ruang tidur.
Teman-teman sekalian yang punya anak
masing-masing sering memiliki anak yang
sangat attach sama gadget ee antara itu
handphone atau mungkin iPad. Nah, jadi
iPad Kids ini adalah suatu slang atau
istilah yang digunakan untuk generasi
alpha atau anak-anak yang lahir di atas
tahun 2010 yang memiliki keterikatan
atau ketergantungan pada gadget. gitu.
Next, Mas.
Jadi ini ya yang sering banget kita
temukan di saat ini ya. Baik ketika
sebelum tidur lihat HP dulu. ketika
sedang bermain bersama teman juga
sama-sama megang HP padahal sedang
harusnya bisa bermain bersama ya tapi
malah menghabiskan waktu bersama gadget
masing-masing. Nah, hal-hal ini yang
sebenarnya kita harus kita perhatikan
karena sebenarnya ketergantungan
terhadap gadget pada anak-anak terutama
kalau dimulai dari saat balita misalnya
atau batita kita sering lihat di tempat
umum kadang anak-anak ketika mau makan
harus diberikan gadget dulu di slide Mas
di slide. Jadi ketika harus sebelum
makan dia harus diberikan gadget dulu
agar dia mau duduk tenang di meja makan
dan menyelesaikan makanannya. Padahal
sebenarnya hal ini tidak sangat tidak
dianjurkan ya sama dokter anak
sebenarnya karena ini sangat mengganggu
fokusnya anak itu sendiri. Dan dari sini
kita akan membahas terutama pada
perkembangan ee efek gadget itu terhadap
perkembangan dari anak terutama di
penglihatannya.
Sedangkan pada anak sekolah ee karena
epidemi pandemi COVID ya yang terjadi
sekitar 3 4 tahun yang lalu ya yang
membuat anak-anak itu jadi melakukan
sekolah, diliburkan sekolahnya atau
melakukan ee pelajaran secara online.
Jadi dia harus pakai gadget, pakai iPad
atau pakai laptop selama lebih dari 2
atau 3 jam per hari. Padahal sebenarnya
harus kalau misalnya kita evaluasi
penggunaan iPad dan penggunaan laptop
itu juga memiliki pengaruh terhadap
perkembangan visual anak itu sendiri. E
nah ini utamanya ya yang akan kita bahas
yaitu miopia pada anak.
Jadi mi ini saya awali dengan data dulu
ya teman-teman. Jadi ini berdasarkan
laporan dari WHO WHO World Report on
Vision yang dikeluarkan tahun 2019. Jadi
dari seluruh data yang ada di sini
sebanyak 2,2 miliar orang itu memiliki
gangguan penglihatan
ya dari 2,2 miliar itu 1 miliarnya itu
adalah gangguan penglihatan yang
sebenarnya bisa dicegah yang sebenarnya
dari semua gangguan penglihatan itu kita
bisa urutkan dari penyebab yang paling
besar adalah anadress reflective error
atau gangguan refraksi yang tidak
terdeteksi yang paling banyak. Yang
kedua katarak dan ketiga baru klaukoma.
Next, Mas. Nah, dari sebanyak 1 miliar
orang itu didapatkan 2,6
miliar orang dengan miopia. Jadi,
angkanya sangat tinggi sekali ya. Ini
angka di seluruh dunia ya. Ee
diperkirakan sebanyak 2,6 miliar orang
menderita miopia. Di antaranya 312 juta
orang itu di bawah 19 tahun. Berarti di
bawah 19 tahun bisa kita kategorikan
dari neonatus dari bayi sampai ke remaja
ya itu di ee sebanyak 312 juta. Nah,
baru penyakit-penyakit lain yang
menyertai. Next, Mas.
Ini angka yang didapatkan dari
penelitian yang dikeluarkan oleh Holden.
Jadi dia membuat prediksi pada tahun
2000 ee didapatkan 22,9%
penduduk dunia mengalami miopia. Jadi
masih 20-an% lah dan 2,7% itu mengalami
high miopia atau miopia tinggi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan
oleh beliau, beliau memperkirakan pada
tahun 2050 didapatkan peningkatan
penderita miopia lebih dari dua kali
lipat sampai ke 49,8%
penduduk dunia. Artinya apa? Artinya
setengah dari penduduk dunia menderita
miopia dari segala usia dan sedangkan
penderita Homiopia sampai ke 9,8% dari
seluruh penduduk dunia. Nah, hal ini
biasanya ee dokter mata ataupun WHO
sering mengadress sebagai miopia
epidemi. Artinya apa? ini adalah suatu
fokus yang sebenarnya di perlu diakses
oleh WHO dan dokter mata di seluruh
dunia agar bisa dicegah agar ee prediksi
tahun 2050 ini tidak terjadi.
Next. Yuk, kita kembali dulu ke definisi
miopia ya. Jadi miopia itu adalah rabun
jauh atau gangguan penglihatan di mana
seseorang itu sulit untuk melihat objek
dengan jarak jauh. Jadi ini di sini saya
ilustrasikan sebagai anak yang melihat
ke papan tulis. Ketika dia melihat di
depan mata, melihat buku teks atau buku
tulis di depan mata, dia kelihatan. Tapi
untuk melihat papan tulis di jauh dia
enggak kelihatan gitu.
Ini contoh gambaran orang dengan
penderita miopia ya. Jadi pandangannya
seperti blur kayak kalau
difotografi ya. Jadi di bagian kiri itu
orang dengan pandangan normal bisa
melihat jelas sampai jarak lebih dari 6
m. Sedangkan pada penderita miopia itu
mulai melihat buram tergantung ukuran
miopianya ya sebenarnya ya. Semakin
buram semakin dekat berarti miopianya
semakin tinggi.
Nah, ini secara kita bahas secara
anatomi dulu. Jadi ini kita bayangkan ee
mata jika kita lihat dari arah samping.
Jadi mata dipotong dari arah samping dan
kita lihat dari samping. Nah, pada orang
normal ee mata itu terdiri dari paling
depan kita bilangnya ada selaput namanya
konjungtiva ya. Lalu bagian depan ada
seperti kaca namanya kornea. Ada terus
di belakangnya baru berturutan lensa
badan dari mata itu sendiri sampai akhir
paling akhir itu ada saraf mata dan
retina. Nah, untuk melihat secara jelas,
cahaya itu datang masuk dari mata, masuk
melalui depan, melewati kornea, masuk
melalui pupil mata atau manik mata,
melalui lensa sampai belakang sampai ke
retina. Dan pada orang yang normal,
bayangan cahaya itu jatuh tepat di
retina. Bagaimana pada penderita miopia?
Pada penderita miopia, bayangan itu
cahayanya jatuh di depannya retina.
Kenapa kok bisa jatuh di depan retina?
Bisa karena beberapa penyebab. Salah
satunya yaitu lengkung kornea yang
terlalu cembung sehingga cahaya jatuh di
depan retina e di depan retina. Gangguan
pada lensa mata dan ee panjang bola mata
yang lonjong sehingga ee bayangannya itu
tidak bisa jatuh di tepat di retina.
Jadi di depannya retina. Next.
Nah, ini prevalensi miopia berdasarkan
usia. masih dalam penelitian yang
dilakukan oleh Holden tadi. Kalau kita
lihat di sini ya, kalau penelitian
berdasarkan penelitian angka di ee ee
Asia Tenggara ya, Southeast Asia yang
warna oren ya, kita melihat peningkatan
drastis peningkatan drastis terjadi dari
usia 15 19 tahun sampai 20 atau 24
tahun. Berarti ee penderita miopia mulai
meningkat drastis pada usia tersebut
karena ee usia tersebut adalah usia
aktif belajar. Jadi anak-anak remaja
atau dewasa muda aktif untuk menggunakan
gadget atau bekerja dengan jarak dekat
lebih banyak daripada orang normalnya.
Nah, tapi kita lihat di sini ee
peningkatan paling drastis itu terjadi
pada orang-orang di Asia Timur yaitu
Jepang, Korea dan sekitarnya yang mulai
dari usia 0 sampai 4 tahun langsung
meningkat drastis sampai usia 20 24
tahun. ini berhubungan sama teknologi
sebenarnya ya dan paparan terhadap
teknologi digital membuat ee membuat
mereka lebih sering melihat gadget dan
alat-alat ee canggih dan layar lebih
sering daripada kita. Mungkin usia
segitu kalau di ee di Asia di Asia
Tenggara masih main di luar ya masih
jadi masih aman. Heeh. Masih
apa namanya masih berada di luar dan
mulai aktif menggunakan gadget ketika
masuk usia sekolah. Betul.
Tapi kalau di sana karena teknologi yang
semakin canggih, paparannya semakin
tinggi.
Dan kalau kita lihat di bagian biru sama
ini di Asia Pasifik ya, Asia Pasifik
berarti termasuk Australia dan New
Zealand juga memiliki paparan gadget
yang lebih tinggi daripada di Asia
Tenggara.
Next.
Kalau ini miopia pada anak di Indonesia
sebenarnya penelitian untuk data
keseluruhan masih belum ada ya, tapi ada
beberapa penelitian yang mungkin bisa
mewakili karena jumlah ee penderitanya
cukup banyak. Di sini kita lihat bersama
kebanyakan peningkatan ee penderita
miopia itu pada usia sekolah, mulai usia
sekolah.
Karena di usia sekolah mulai menggunakan
gadget dan mulai sering berada di dalam
ruangan kelas karena harus melihat ke
buku tulis.
harus menggunakan ee dan sebagainya.
Sedangkan di penelitian yang selanjutnya
peningkatan di SMP dan SMA mulai agak
stabil karena masih dengan ee kebiasaan
yang sama, dengan kebiasaan membaca yang
sama.
Nah, ini yang sering kita lihat ya,
anak-anak lebih memilih untuk main HP di
rumah daripada main di luar. Padahal
sebenarnya
ee kita sangat menyarankan ya
menyarankan untuk ee anak-anak di usia
pertumbuhan untuk sering bermain di
luar.
Next.
Jadi ini apa sih efeknya era digital ya?
Jadi karena di era digital itu
perkembangan entertainment ya media
sangat kencang sekali. Jadi anak-anak
tuh sangat enjoy untuk melihat. Jadi
kayak hiperfiksasi ya bilangnya kalau
anak kalau dokter anak ya. Jadi,
hiperfiksasi terhadap gadget sehingga
screen time-nya sangat meningkat. Jadi,
berdasarkan penelitian juga bahwa resiko
miopia meningkat secara signifikan
setelah pemberian screen time lebih dari
1 jam, tepatnya 1 sampai 4 jam pertama
dan lebih meningkat lagi setelah lebih
dari 4 jam. Jadi ee n belum pertama
belum ya. Heeh. Jadi ee sama WHO
disarankan memang untuk anak-anak
terutama di bawah 5 tahun biasanya
disarankan pemberian screen time-nya
kurang dari 1 jam
selain video call dengan ee keluarga
atau orang lain ya.
Terus yang kedua yaitu menurunnya
aktivitas outdoor. Jadi aktivitas
outdoor itu memiliki fungsi perlindungan
terhadap penglihatan.
Karena semakin sering mereka berada di
outdoor, semakin sering terkena cahaya
natural ya, cahaya matahari natural,
dia dapat menurunkan pertumbuhan bola
mata. H.
Ee jadi anak-anak itu dia karena
prosesnya dari bayi sampai dia dewasa
dia tumbuh.
Nah, karena tumbuh ada pertumbuhan bola
mata. Nah, kalau misalnya dia terlalu
banyak bilangnya kita ya, jadi melihat
secara dekat terlalu banyak, pertumbuhan
bola matanya semakin cepat, semakin
progresif.
Nah, itu yang pertama.
Dia dekat.
Heeh. Nah, terus kalau misalnya dia
beraktivitas secara fisik
ee ee nadinya lebih kencang, aliran
darahnya semakin lancar sehingga aliran
darah ke mata juga semakin baik. He.
Sehingga ketika aliran darah ke mata
semakin baik, proses penyembuhan, proses
pertumbuhan, dan apapun yang terjadi
metabolisme di mata itu menjadi lebih
baik, jadi lebih sehat matanya. Terus
yang ketiga itu screen glare. Kalau kita
bilangnya silau ya, cahaya dari ee
handphone atau gadget ya atau kita
bilang sering blue light ya. Kalau di HP
tuh ada blue light filter. Nah, kenapa
ee blue light filter yang terlalu
berlebihan ini juga dapat menyebabkan
ice strain. Ice strain itu ee matanya
jadi lelah, mudah lelah. Jadi, matanya
mudah lelah dan mata yang lelah ini akan
mempercepat progresi dari miopia itu
sendiri.
Oke. Nah, ini efeknya ya, efeknya
gangguan penglihatan pada perkembangan
anak. Yang pertama menurunnya prestasi
akademik ya.
Kita bilang, "Kenapa kok menurun
prestasi akademik?" Karena enggak
kelihatan papan tulisnya. Dia duduk di
belakang, bisanya lihat di depan mata,
dia enggak bisa lihat papan tulis, tidak
bisa mengikuti pelajaran dengan baik.
Yang pertama itu. Nah,
karena menur ee karena tidak kelihatan
itu dia juga e dapat menyebabkan
penurunan rasa kepercayaan diri karena
dia merasa tertinggal dari teman-teman
sebayanya
di masalah akademik ya.
Terus yang ketiga ambiopia. Nah, ini
mungkin nanti ambliopia bisa dijelaskan
lebih lanjut sama dr. Niken ya. Karena
ini sebenarnya namanya kalau kita bilang
bahasa Indonesia itu mata malas atau
lazy. Jadi Heeh. Lezi e. Jadi lezi itu
disebabkan karena gangguan refraksi yang
tidak terkoreksi ya.
Jadi kalau anak punya gangguan minus nih
mata kanan dan mata kiri ya. Mata kanan
minusnya tinggi, mata kiri enggak minus.
Jadi anak itu cenderung menggunakan mata
yang sehat
yang lebih baik. Nah, efeknya apa? Kalau
misalnya sering menggunakan mata yang
lebih sehat, mata yang minus ini gak
pernah dipakai.
Akhirnya malas,
akhirnya malas. Makanya malas dipakai,
akhirnya penglihatan yang mata yang
minus ini jadi semakin menurun.
Nah, ini yang bahaya. Kadang biasanya
kita lihat anak-anak dengan ambliopia
itu kayak agak juling sedikit gitu,
matanya agak dikit. Nah, bukan agak
kelihatan dikit. Nah,
ini bisa dicegah dengan cara
diperiksakan sejak dini ya. Kalau
misalnya dia diperiksakan sejak dini,
kita ketahui ada gangguan penglihatan
sejak dini, dia bisa diterapi lebih awal
untuk mencegah terjadinya ambopia tadi.
Terus yang terakhir, risiko untuk
menjadi penyakit lain di masa dewasa itu
semakin banyak. Jadi kalau misalnya dia
punya ee miopia sejak kecil, kalau
miopia sejak kecil dia terus bertambah
hingga dewasa, resikonya akan muncul
penyakit lain ketika dia sudah dewasa.
Contohnya yang pertama, retinal detouch.
ee bilangnya ablasio retina kalau dalam
bahasa medis. Jadi istilahnya retinya
seperti terlepas. Jadi kalau gambar di
sini ini gambar dari retinal detouch.
Jadi retinanya bisa terlepas ya karena
minus tinggi.
Jadi ee salah satu komplikasi dari minus
tinggi adalah retinal detouch. Yang
pertama itu ya. Yang kedua munculnya
katarak jadi lebih dini. H.
Eh, jadi ketika dia dewasa dia lebih
mudah eh lebih mudah lebih awal terkena
katarak daripada orang-orang pada
umumnya ya. Terus yang ketiga ada lagi
karena menyebabkan glaukoma
gitu. Terus yang ee yang terakhir bisa
menyebabkan gangguan pada makula. Jadi
makula itu bagian dari saraf mata di
bagian belakang dan ada penyakit
spesifik yang disebabkan karena ee kalau
punya riwayat miopia gitu. Jadi gangguan
ee makula di miopia. He
na tandanya miopia pada anak apa? Nah,
ini ibu-ibu ee para ibu-ibu ya atau
bapak-bapak yang memiliki anak di usia
sekolah harus sudah bisa memperhatikan
tanda-tanda ini pada anak masing-masing.
Yaitu yang pertama kalau lihat jauh dia
sering menyipitkan mata atau memiringkan
mata. Jadi seperti ee kayak
nyipit-nyipitnya biar kelihatan gitu ya.
Nah,
karena apa? Karena ketika anak itu
menyipitkan mata, dia bisa melihat lebih
jelas jarak jauh daripada dia melihat
pada ee dengan mata normal. Lalu yang
kedua, dia sering melihat terlalu dekat
dengan TV. Jadi jarak kalau nonton TV
itu jadi lebih dekat
karena kalau lihat iya maju. Karena
kalau dia lihat dari jarak jauh enggak
kelihatan. Jadi maunya mendekat. Nah,
terus yang kedua dia terlalu sering
berkedip. Berkedip. Kedipnya berlebihan
dan mengucuk mata.
karena dianggap kok enggak kelihatan.
Jadi dia kedip-kedip dulu berharap dia
bisa kelihatan gitu ya.
Terus sering ngcek biasanya gitu.
Terus melihat terlalu dekat ke layar
gadget.
Oke, enggak apa-apa.
Jadi kalau dia terlalu lihat ee melihat
ke layar gadget, jadi dia biasanya misal
ini HP ya, jadi dia ngelihatnya kayak
sangat dekat ke arah gadget ya, terus
dan sering mengeluh pusing.
Terus yang ee tadi sulit melihat papan
tulis sudah kita jelaskan ya dan
pandangannya buram.
Jadi ada satu cerita juga ee tentang
tanda miopia ini. Jadi ada suatu anak
yang dilaporkan oleh guru sekolahnya ke
orang tua karena dia sering nyontek ke
temannya.
Karena apa? Kenapa kok sering nyontek?
Karena dia enggak kelihatan lihat papan
tulis. Akhirnya
lihat ke temannya enggak berani bilang.
Akhirnya lihat ke temannya, "Oh,
tulisannya itu gitu." Yang ada kayak
gitu. Ada juga yang dilaporkan oleh guru
sekolah ke orang tuanya karena kalau
piket kebersihan gak bersihnya punya.
Iya. karena
karena debunya enggak kelihatan. Jadi
asal aja dia nyabu. Padahal sebenarnya
itu salah bisa jadi salah satu tanda ya
kalau anaknya menderita miopia. Betul.
Kayak gitu. Heeh.
Terus ini untuk cara mencegah miopia. Ee
untuk cara mencegah miopia yang pertama
kita periksakan mata anak secara rutin.
Jadi secara rutin itu reut
yang pertama kita lakukan screening ya
di usia 6 bulan. Jadi masih bayi kita
periksakan bulan.
Tujuannya apa? untuk dilihat apakah ada
kelainan kongenital atau kelainan bawaan
ketika anak itu masih Heeh. Mulai 6
bulan. Kalau misalnya memang ada
gangguan penglihatan dari awal kita bisa
menyusun strategi untuk pengobatan lebih
baik. Ya.
Yang pertama itu 6 bulan. Yang kedua
kita cekkan lagi di usia 3 tahun.
3 tahun.
Karena di usia 3 tahun atau memasuki
masa todler dia mulai belajar.
Betul to?
Belajar membaca, belajar melihat,
belajar mengenali warna. Betul.
Kalau misalnya dia mang ada kelihatan e
ada gangguan penglihatan kita bisa tahu
dari awal. Jadi tubuh kembangnya tidak
sampai tertunda
kayak gitu karena gangguan penglihatan
karena matanya.
Terus e rekomendasinya lagi itu untuk
diperiksakan di usia 5 sampai 6 tahun.
Jadi sebelum anak itu memasuki masa
sekolah.
Hm.
Tujuannya apa? Jadi ketika dia memasuki
masa sekolah mengikuti kegiatan belajar
mengajar dia bisa mengikuti mengikuti
dengan baik.
Jadi enggak tertinggal dari
teman-temannya. Ya. Terus yang terakhir,
kalau misalnya anak itu tidak memiliki
gangguan ee gangguan penglihatan,
diperiksakan ee 1 sampai 2 tahun sekali.
Hm.
Nah, kalau misalnya dia memiliki
gangguan diusahakan setiap tahun atau 6
bulan sekali. Karena kalau anak-anak
biasanya cenderung progresif niopinya
cenderung bertambah dengan cepat
bertambahnya cepat karena usia tadi.
Betul, betul, betul, dokter. Terus
rekomendasi kedua itu harus beraktivitas
di luar ruangan sebanyak 90 menit sampai
120 menit per hari.
Jadi anak-anak
Iya, anak-anak harus main di luar.
I
karena main di luar itu memberikan efek
protektif ya, memberikan efek ee
mencegah miopia. Karena cahaya natural
itu menyebabkan mata itu lebih santai,
lebih
ee tidak tegang ya, tidak ee tegang
untuk melihat terlalu dekat.
Betul.
Terus yang ketiga ini masalah screen
time yang ketiga. Jadi masalahnya kita
harus membatasi penggunaan gadget ya.
Jadi seperti yang saya jelaskan tadi,
penggunaan gadget pada anak kalau dari
WHO itu menyarankan
Heeh. Jadi di bawah 2 tahun itu sama
sekali gak ada screen time kecuali untuk
video call ya. Iya.
Terus 2 sampai 5 tahun 1 jam per hari.
1 jam per hari. Nah, ini.
Nah, ini agak susah ini karena biasanya
mau makan
mau minta layar dulu, mau tidur minta
layar dulu kayak lagunya.
Nah, jadi itu yang kita harapkan ya.
Lalu selain pengguna ee batasi
penggunaan gadget, kita harus ee sering
membiasakan untuk ee kita
mengistirahatkan mata. Jadi kalau
misalnya kita ee untuk anak-anak jika
misalnya melihat layar namanya I hain
kita bilangnya.
Jadi untuk mengistirahatkan mata nanti
saya jelaskan lebih lanjut ya. Aturan 20
2020. Pernah dengar mungkin mbaknya?
Belum.
Pernah. Pernah. Karena memang mata
keseringan kedekat kan enggak enak tahap
kedip seperti itu. Betul. Jadi 20 20
nanti saya jelaskan lebih lanjut ya.
Terus yang ketiga itu diusahakan membaca
dengan jarak yang baik.
Hm.
Dan cahaya yang baik. Jangan sampai anak
itu melihat dekat atau membaca dekat
gelap-gelapan dan dengan jarak yang
terlalu dekat
karena kasihan matanya jadinya. Ya,
jarak dan ini ya, Dok.
Jarak dan cahaya.
Cahaya itu penting banget gitu. Cahaya.
Betul. Terus yang terakhir itu
menggunakan kacamata sesuai resep dokter
spesialis mata ini terutama pada
anak-anak ya. E jadi kalau anak-anak
kita perlu melakukan pemeriksaan lebih
detail karena anak-anak itu masih dalam
masa pertumbuhan. Jadi kita harus
menggunakan kacamata yang sesuai karena
kadang lagi ngetren sekarang ya beli
kacamata di Shopee.
Oh iya karena lebih murah ya. Tapi kalau
pada anak-anak sangat tidak disarankan
karena kalau tidak sesuai itu berefek di
anaknya sendiri jadi lebih mudah pusing
atau mungkin miopnya malah semakin
bertambah kayak gitu.
Next.
Nah ini seperti yang saya jelaskan tadi
aturan 20 20.
Iya. Jadi setiap kita meluk melakukan
aktivitas jarak dekat, baik itu melihat
komputer, melihat HP, membaca, setiap 20
menit kita lakukan istirahat. Istirahat
mata. Istirahat mata itu ngapain?
Istirahat mata itu kita melihat jauh
sejauh 20 kaki. 20 kaki itu kalau di
bahasa meternya itu sekitar 6 m. Melihat
jauh sejauh 6 m minimal selama 20 detik
aja.
20 detik saja. H
selama 20 detik kita lihat jauh
terus kita baru kembali lag
20 menitnya baru bisa
balik lagi. Jadi tujuannya apa?
Tujuannya kayak relaksasi. Kayak kalau
kita terlalu lama duduk ya duduk di
kursi kan pegal ya. Kita relaksasi dulu
kita peregangan sama jadi mata biar
sempat untuk rileks selama 20 detik itu
agar matanya tidak terlalu lelah.
Relaksasi mata ini, Dok, ya. Dengan
lebih refresh gitu ya.
Betul. Iya. Lebih refresh. Pergangan
peregangan kayak peregangan buat
matanya. Iya. Karena ini hanya bisa
dilakukan pada anak-anak ya, pada orang
dewasa juga.
Karena orang dewasa kalau misalnya kita
melihat layar terlalu lama atau fokus
untuk membaca atau melihat komputer,
kita biasanya cenderung untuk jarang
mengedip, berkedip.
Hm.
Karena terlalu fokus ya. Jadi ketika
jarang berkedip matanya itu semakin
kering.
Iya.
Semakin kering jadi terasa kadang gatal.
Hm.
Jadi kayak pengin ngcek mata. biasanya
orang dewasa akan sering merasakan hal
ini ya karena
sering bekerja di depan komputer
rasanya engak nyaman gitu ya.
Jadi ada namanya digital ee digital eye
syndrome memang ada jadi karena
penggunaan gadget yang terlalu lama tadi
obatnya apa? Obatnya dengan 20 2020
gitu. Simpel sekali. Iya. Kalau misalnya
masih tidak ngaruh ya berarti harus
diperiksakan gitu aja sih. Siap siap
siap siap.
Itu sih mungkin ya slide lagi.
Nah,
thank you. Sudah sih kayaknya sudah
cukup ya. yang disampaikan.
Waduh, keren nih dari semua yang
disampaikan.
[Musik]
Baik, terima kasih, dokter, luar biasa.
Boleh tepuk tangannya dulu dong dari So
Studio biar lebih semangat. Masyaallah.
Jadi semua yang disampaikan oleh dokter
Sekar nih, saya langsung, "Nah, itu saya
dong. Nah, itu saya dong."
Nah, itu anak saya gitu.
Iya. Jadi, itu teman saya gitu.
Jadi pernah berseliweran di Insta ee
sosial media ya, Dok. Ya, memang ada.
Saya dengarnya sih 30 padahal yang betul
20 ya, Dok. Jadi mungkin akan saya
perbaiki. Saya tiro sekarang juga
20 untuk melihat jarak dekat dan 20
melihat jarak jauh seperti itu ya,
Dokter ya. Dan untuk hasil materi hari
ini luar biasa. Saya menyimpulkan
sedikit ya, Dok. Jadi ee sekarang ini
anak-anak mau makan diberikan gadget,
mau tidur harus ada gadget dan itu
mereka mamahnya karena sibuk sendiri.
Iya.
Ya, mungkin kalau sibuk masa enggak
apa-apa tapi tiktokan dong.
sama-sama
kayak lagunya Estanti Aku Mau Makan G.
Mungkin kita harus nyontohin dulu ya.
Kalau bapak ibunya mengurangi penggunaan
gadget mungkin anaknya juga akan
mengikuti.
Iya luar biasa. Dan juga ada efek gadget
itu sangat berat sekali juga penggunaan
laptop nggih dokter dan juga ada yang
diinformasikan dokter tadi 2,2 miliar
orang memiliki gangguan penglihatan
gitu. Masyaallah 1 miliarnya adalah bisa
dicegah karena memang ee R miliarnya itu
karena ini ya, Dok tadi apa, Dok? karena
penyakit yang nah kebiasaan aja ya bisa
diobati dan prediksi tahun 2000 itu
22,9% penduduk dunia mengalami miopia
dan meningkat tahun 2050
itu sebesar 49,8%.
Masyaallah kita turut prihatin ya,
dokter mudah-mudahan sampai terjadi.
Jangan sampai terjadi ya, Dokter. Mohon
izin. Dan ini memang untuk yang paling
saya garis bawahi nih, Dok ya. Jadi du 2
sampai 5 tahun itu hanya 1 jam per hari.
Masyaallah. Dan pasti banyak pertanyaan
nih. Dan langsung saja kita buka. Ee
saya juga ada informasi tambahan kepada
sobat ASN menyampaikan tata cara
menjawab dengan raise hand untuk tanya
jawab dan akan dipilih oleh kami untuk
langsung ke sesi tanya jawab ya. Dan
untuk tata tertibnya juga ee silakan
hanya dua penanya sih tapi kalau memang
masih ada waktu boleh penanya.
Selanjutnya silakan dari soatn yang
mungkin ingin bertanya nanti akan
dipilih oleh panitia. Siap ya dokter ya
pasti ada pertanyaan selanjutnya. Baik
dokter saya ada pertanyaan duluan nih
dari saya pribadi. Yang pertama ini
kalau misalnya periksa kan tadi saya
mendengar ada anak harusnya 6 bulan
periksa nih. Kalau di puskesmas saya kan
biasanya kalau 6 bulan itu ee imunisasi
apa gitu. Berarti ini kalau periksanya
ke mana dong? Kalau untuk anak Bali bayi
6 bulan
mungkin sebenarnya kalau mungkin dari
untuk terjadi sekarang mungkin belum
biasa ya untuk usia 6 bulan untuk
diperiksakan ke dokter mata
biasanya kita lihat gejalanya dulu aja.
Baik baik baik gejala dulu.
Jadi kita lihat anak umur 6 bulan tuh
harusnya sudah mulai ada fiksasi kita
bilang ya.
Jadi ketika kita berikan mainan atau
benda-benda berwarna dia akan melihat
mengikuti.
Oh i iya iya dokter. Atau misal
dipanggil ibunya ee dilihat ngelihat
ibunya dia akan ngikuti ke mana ibunya
pergi.
Dok
kalau anak diberi rangsangan untuk
melihat tidak mengikuti, nah mungkin
harus segera diperiksakan. Takutnya
memang ada gangguan penglihatan yang
pertama itu.
Oh. Iya. Betul Dok.
Ee ini juga yang lagi ngetren ya, yang
sering kita temukan ketika anak itu
difoto menggunakan flash ya
ternyata ada bayangan warna di pupil di
manik matanya ada bayangan oranya. Nah.
Oh.
Itu bisa jadi tanda
kelihatan ya? kelihatan itu nanti harus
diperiksakan ke dokter mata juga.
Takutnya kalau ada gangguan penglihatan
yang lain.
Waduh, luar biasa ya. Jadi ee deteksi
dini ya istilahnya itu ternyata deteksi
dini itu mata juga ada. Dan untuk
penanya pertama luar biasa.
Asalamualaikum Ibu dari mana? Dengan Ibu
siapa? Boleh memperkenalkan diri
disilakan. Mohon izin. Belum terdengar
Ibu. Sampun terdengar.
Iya iya. Sampun sampun terdengar. Dengan
Ibu siapa? Dari mana Ibu? Disilakan.
Nggih, saya Sari Rezeki dari BKD
Trenggalek.
Masyaallah, dari Trenggalek. Luar biasa.
Jih. Monggo disilakan memberikan
pertanyaannya. Monggo.
Gigih, Ibu. Ini kan ee kasusnya itu pada
anak kami itu ee kami tidak tahu ketika
anak kami itu ternyata sudah mengalami
kelainan sarafnya, saraf matanya katanya
itu miring gitu. Jadi ketahuannya ketika
sudah kelas SD, kelas 3.
Jadi selama ini dia melihat jauh itu
sudah buram.
Nah, ketahuannya itu itu jadi ee
terlambat nggih. Kalau untuk yang kasus
agak terlambat ini dan sudah pakai
kacamata ee nanti untuk penanganannya ke
depan biar gak bertambah itu dan katanya
ada klasik-klasik itu kami mohon
informasi.
Lasasiklasik. Siap, Dokter Lasik. Baik,
Ibu. Itu saja pertanyaannya. Mohon izin.
Giih. Enggih, Ibu.
Sampun. Monggo kepada dokter Sekar untuk
memberikan jawaban yang memuaskan
tentunya ditunggu-tunggu banget.
Jadi, kalau seperti yang saya jelaskan
tadi ya, Ibu. Jadi, kalau misalnya
memang dari awal ee dari meskipun ee
usia SD ya, diketahui kalau misalnya
memang ada kelainan penglihatan, gak
apa-apa diperiksakan kalau saran saya
sekitar 6 bulan setiap 6 bulan.
Karena apa? Kita melihat perkembangan
dari penglihatannya anak itu sendiri.
apakah bertambah parah atau tidak karena
kita melihat progresnya seiring
berdasarkan waktu ya. Jadi
kalau Heeh gangguan penglihatan ada
kalau mi ee e ngapunten saya gak kurang
mengerti nggih ee untuk penyakitnya
detailnya Ibu seperti apa. Jadi kalau
saran saya kalau misalnya memang sudah
ada gangguan diperiksakan tiap 6 bulan.
Tapi untuk lasik itu kita harus periksa
dulu, Ibu. Jadi lasik itu
bisa dilakukan ketika anak itu sudah
berhenti tumbuh sebenarnya.
Oh gitu ya. bula matanya sudah enggak
tumbuh lagi. Sudah udah maksimal nih
sudah mentok. Biasanya di usia 18 sampai
20 tahun.
18 sampai 20 tahun.
Untuk bisa dilasik apa enggak nih? Lasik
itu
biasanya kita periksa dulu, Ibu. Jadi
kita periksa saraf matanya apakah dalam
keadaan bagus, keadaan bola matanya
apakah dalam keadaan bagus, kornea
matanya bagaimana, apakah cukup. Nah,
kalau misalnya pemeriksaannya lain-lain
bagus biasanya akan bisa dilakukan
lasik. Tapi tergantung dokter spesialis
mata yang memeriksa. kayak gitu. Karena
lasik sebenarnya kita hanya
ee mengurangi bagian kornea mata saja.
Jadi kita ee istilahnya tadi kan kalau
punya minus bisa karena penyebabnya
karena kornea matanya terlalu cembung
ya. Nah, itu kita cuman kurangi di
bagian depan saja. Kalau misalnya dia
sudah ada masalah di bagian mata
belakang atau bagian saraf, nah itu
biasanya dipertimbangkan cara yang lain
bukan dengan lasik begitu.
Waduh, luar biasa. Bagaimana, Ibu? Sudah
puas dengan jawabannya? Jadi kalau untuk
klasik tidak
Iya. tidak ini ya, Dok. Ee usia-usia
yang sudah berhenti tumbuh, betul ya.
Jadi sekitar usia 18 sampai 20 tahun.
Luar biasa. Untuk yang kali ini ada satu
penanya dan mungkin ada penanya
selanjutnya masih belum. Dan sekarang
saya lagi nih yang tanya. Oh, baik. Luar
biasa sudah ada penanya selanjutnya.
Baik Bapak mohon izin dengan Bapak
siapa? Dari mana Bapak? Disilakan.
Siap. Ee asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam
warahmatullah. Akuh.
Ya, saya dengan Adrianus dari Ombutsman
Pusat.
Baik. Ombutsmen Pusat ya, Bapak ya.
Jakarta Bapak. Betul.
Masyaallah luar biasa. Dari Jakarta.
Boleh tepuk tangan loh penanya dari
Jakarta ini. Waduh,
kita ini Jatim saja.
Iya, kita ini dari Jatim saja katanya
dokter. Luar biasa. Baik, disilakan
Bapak untuk memberikan pertanyaannya.
Monggo.
Baik, terima kasih banyak ee untuk
kesempatan. Jadi gini ee saya punya
seorang anak ee saya punya tiga anak dan
terutama untuk yang anak sulung ini yang
sekarang baru masuk ke SMP itu sudah
kayaknya sudah kecanduan banget dengan
yang namanya gadget. Jadi
ee sebelum-sebelumnya kita memberikan
batas maksimal untuk ee bermain gadget
itu adalah 1 jam setiap hari kerja.
Sementara untuk weekend kita kasih
tambah 1 jam. Namun setiap kali dikasih
ee apa waktu untuk bermain dia selalu
minta ada straung
sampai setengah jam sendiri gitu kan.
Iya.
Nah, terus kalau misalnya enggak dikasih
anak ini tantrum gitu. Kalau sudah
tantrum dia suka ee apa namanya?
Ngerusak barang-barang. Nah, yang ingin
saya tanyakan bagaimana cara mengatasi
gitu ee ee apa namanya ketentrumahan
anak ini sama mengurangi kecanduan pada
gadget. Dan sejujurnya saya juga sudah
membawa hal ini ke psikolog dan psikolog
memang membatasi
bahwa ee harus perbanyak ya kegiatan di
outdoor yang tadi disampaikan oleh
dokter itu. Benar. Makanya ee saya
sering mengajak anak saya yang entah
jalan kok enggak main bola, main basket
gitu. Tapi tetap aja kalau pas ee bapak
ibunya lagi meleng gitu ya dia bisa
ngambil HP-nya terus dia main
sembunyi-sembunyi gitu kalau ketahuan ya
gitulah. Nah itu gimana caranya? Terima
kasih.
Oke.
Baik. Monggo dokter langsung saja.
Ee sebenarnya kalau dari Bapak sudah
mengajak ke psikolog sebenarnya sudah
benar ya Bapak ya. Karena memang kalau
di usia SMP itu ee mulai banyak tekanan
dan godaan ya untuk menggunakan gadget.
Karena teman-teman sebayanya mulai
sama-sama menggunakan gadget. Jadi
mereka entah itu main bareng atau
mungkin tidak mau ketinggalan terhadap
apa yang dimiliki oleh temannya. Tapi
menurut saya ee solusi yang sudah Bapak
berikan itu sebenarnya sudah cukup baik
menurut saya karena dengan memperbanyak
atau menyibukkan aktivitas di luar itu
sudah cukup untuk harusnya ya sudah
cukup untuk menahan ee anak itu biar
tidak terlalu banyak menggunakan gadget
kayak gitu. Mungkin dari ee karena kalau
anak SMP sudah mulai bisa diajak bicara
nggih Bapak. Kalau misalnya menurut saya
ee mungkin bisa mulai kita komunikasikan
ke anak terhadap efeknya apa jika
menggunakan gadget dan batasannya
bagaimana. Karena yang bisa memberikan
batas itu sendiri sebenarnya hanya dari
orang tua dan diri anak itu sendiri.
Kita harus bisa mulai memberikan
kesadaran kalau misalnya penggunaan
gadget berlebihan itu sebenarnya enggak
baik kayak gitu.
Lebih ke dept ya, Dok ya?
Iya, lebih ke deep talk. Bicara hati ke
hati mungkin ya.
Baik, Bapak. Mungkin ada lagi yang akan
ditanyakan atau sudah puas dengan
jawaban dari dr. Sekar? Disilakan,
Bapak.
Sudah cukup puas.
Luar biasa. Alhamdulillah. Semoga bisa
di disampaikan langsung. Iya, betul ya,
dokter ya. Oke. Baik, terima kasih Bapak
dari Jakarta. Luar biasa dan ada
ternyata masih ada tambahan waktu dan
ada satu penanyaan berikutnya, Dok. Kar
ini permasalahan sangat familiar dan
lagi viral ya. Rata-rata memang
anak-anak sekarang susah lepas gadget
kecanduan yang sangat-sangat wow.
Mungkin disilakan untuk penanya
berikutnya.
Baik. Yes. Baik. Asalamualaikum. Bapak
dari mana dan dengan Bapak siapa?
Disilakan.
Oh, saya Eko Budianto, Bu.
Iya. Eko siapa Bapak? Pak Eko
Eko Budiaranto
dari
Seda Kabupaten Tulungagung.
Tulungagung. Masyaallah luar biasa. Dari
Kabupaten Tulungagung. Monggo disilakan
langsung memberikan pertanyaannya Bapak
Eko saya hafal langsung ya. Ini anu umum
Bu ya maksudnya ini anak-anak saya juga
kejaduan HP gitu Buhal saya sudah
ngelarang gitu tap. Nah,
untuk itu kita tanya apakah perlu kita
kasih vitamin untuk mata gitu, Bu?
Vitamin
ber
walaupun tidak ada
belum ada
gangguan mata tapi apa
apakah kita perlu
putus-putus? Heeh.
Iya.
Agak sedikit terganggu Bapak koneksinya.
Iya.
Baik, mohon izin ya. Bisa, Pak. Diulang
sekali lagi, Bapak. Bu,
baik. Mohon izin.
Ini apakah
Oh, iya. Ini kan kita mohon izin ya. Ini
saya
itu juga kecanduan HP. Halo.
Oh, jenengan juga kecanduan HP Bapak.
Masyaallah. Ya, lanjut Pak.
Eh, anak saya Bu. Anak saya
loh. Makanya ini sinyalnya, Pak, luar
biasa sinyalnya menggoda ini, Pak.
Makanya, Pak Eko. Maaf ya, Pak. Iya.
Iya.
Baik.
Apakah kita perlu memberikan vitamin
kepada anak, Bu? Meskipun
vitamin kepada
anaknya belum ada gangguan
mata gitu.
Oh, supaya tidak ada.
Monggo, Dokter langsung memberikan
jawaban. Silakan.
Ee kalau pada anak-anak ya sebenarnya
yang penting adalah kita ee biasakan
untuk mengurangi gadget dulu, Bapak.
Jadi, pemberian vitamin itu sangat
diperbolehkan pada anak. Karena
sebenarnya pemberian vitamin baik
vitamin ADK atau yang lain itu akan
ngaruh ke tubuh kembang anak secara
keseluruhan. Enggak cuman dari
perkembangan mata aja. Meskipun biasanya
kita sering dengar ya kalau diberikan
vitamin A ya vitamin A diberikan dari
masa bayi ya.
Pemberian vitamin A dari masa bayi dan
pemberian vitamin C. Nah, ini dua
vitamin ini sebenarnya ngaruh ke
kesehatan mata. Cuman karena anak-anak
masih dalam masa pertumbuhan, pemberian
suplementasi vitamin disarankan untuk
semuanya.
Hm. He.
Nah, selain pemberian vitamin dari style
ya, Bapak. Jadi kalau misalnya anak-anak
itu mungkin lebih ngaruh jika kita
diberi ee kita membiasakan
kebiasaan-kebiasaan baik seperti misal
main di luar, mengurangi ee pekerjaan
atau melihat dekat dan mengurangi gadget
tadi
gitu, Kak. Selain itu, kalau misalnya
anak itu sering main di luar kan sering
dapat vitamin D ya dari sinar matahari
ya dan itu juga bagus untuk perkembangan
anak.
Baik.
Luar biasa. Pak Eko. Bagaimana Bapak
sudah puas dengan jawaban dari drter
Sekar? Mohon izin.
Iya Bapak. Iya untuk vitamin
sudah Bu ya.
Iya. Baik. Dari Tulungagung ya Bapak ya.
Bapak juga kecanduan HP Pak. Gak ya Pak
ya?
Main TikTok terus Bapak ya. Baik. Luar
biasa.
Aduh luar biasa. Terasih. Terima kasih.
Baik, terima kasih ya, Pak Eko atas
pertanyaan yang telah diberikan.
Masyaallah, luar biasa. Sekali lagi saya
tetap e merangkum ulang karena ini
penting banget ya. Jadi tadi
meningkatnya 49,8%
untuk tahun 2050. Semoga tidak deh. Dan
untuk jalur jarak dekat selama 6 m
itu mungkin tadi yang ini ya anak-anak
ya. Jadi dirasa kok rabun banget sih
jarak 66 6 m tuh enggak kelihatan gitu
ya, Dokter ya. itu tadi dan 1 sampai 4
jam pertama akan makin meningkat setelah
4 jam. Jadi kalau kita terus-terusan
melihat gadget seperti ini ya, Dok, itu
juga berbahaya, Dokter G. Dan melihat
dekat akan semakin agresif. Masyaallah.
Mata yang lelah itu juga mempercepat
miopia dan untuk ee pemeriksaan mulai 6
bulan. Dan untuk Bapak dan Ibu ASN
tentunya harus wajib tahu tanda-tanda
miopia. Nah, lebih sering tadi sudah
dibahas juga oleh harus sering main di
luar 90 sampai 120 menit per hari. Luar
biasa. Karena rata-rata kalau kita
menitipkan anak ke ini ya misalnya
asisten kita kayak gitu kan juga pasti
gadget langsung diberikan seperti itu
ya, Dok ya. Dan ini berbahaya juga kan
mungkin lebih praktis ya buat mereka ya.
Betul. Betul dokter. Dan umur 2 sampai 5
tahun 1 jam per hari. Masyaallah. ini
harus benar-benar kita
disiplin orang tuanya harus
dan kita mengalami permasalahan di
kesehatan saat membaca juga harus
diketahui jarak dan cahayanya. Betul ya,
Dok? Jadi untuk sobat ASN jarak dan
cahaya itu juga mempengaruhi kesehatan
mata. Dan untuk 2020 jangan lupa untuk
selalu diingat 20 jarak dekat,
20 jarak jauh. Luar biasa. Boleh tepuk
tangan buat semuanya.
tombol komen untuk di YouTube channel
dan terima kasih kepada dr. Sekar
mudah-mudahan saya doakan sehat selalu
menjadi ASN yang produktif dan juga
semakin bahagia dan memiliki hati seluas
samudra untuk selalu men
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:09 UTC
Categories
Manage