Transcript
Ek6AjepmrRQ • Forum Konsultasi Pengembangan Kompetensi Community of Practice Jabfung Pranata Humas Jawa Timur 2025
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0249_Ek6AjepmrRQ.txt
Kind: captions Language: id Selamat siang kepada Bapak dan Ibu seluruh peserta Forum Konsultasi Pengembangan Kompetensi Community of Practice Jabatan Fungsional Perkata Humas Provinsi Jawa Timur tahun 2025. Sesaat lagi forum akan dimulai diharap untuk seluruh gadget yang dibawa di dalam keadaan hening. Baik. Oke, dimohon sekali lagi untuk seluruh peserta untuk mengaktifkan gadgetnya dalam mode senyap sehingga tidak mengganggu berjalannya acara. Terima kasih. Okay. Selamat datang kami ucapkan kepada kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. SP,MP. menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya hadirin dimohon berdiri lagu kebangsaan Indonesia Raya [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] darah-Mu di Allah ku berdiri dari pui Indonesia bangsa dan tanah airku. Kita berseru Indonesia bersatu. Hiduplah tanahku, negeriku, rakyatu semuanya jiwanya Indonesia Raya merdeka tanahku, negeriku yang Puj merdeka, merdeka. Hiduplah Indonesia Raya merdeka merdeka. Tanahku, negeriku yang kucintu. Indonesia Raya merdeka, merdeka. Hiduplah Indonesia Raya. [Musik] Hadirin disilakan duduk kembali. [Musik] Selamat siang dan selamat datang kepada Bapak dan Ibu tamu undangan yang kami hormati. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Salam sejahtera bagi kita semua. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan. Yang terhormat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, S.P., MP. Yang kami hormati para narasumber, Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Bapak Dr. Ir. Nuriza, M.S. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Ibu Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., MIP. Yang kami hormati Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Fungsional dan Sosial Kultural Ibu Amalia Pramudiansari, SSTP, M.M. Yang kami hormati moderator Bapak Dr. Zainal Muttaqin, SKOM, Mom, CPR. Yang kami hormati pejabat struktural dan fungsional di lingkungan Provinsi Jawa Timur dan seluruh peserta forum konsultasi pengembangan kompetensi community of practice jabatan fungsional pranata humas Provinsi Jawa Timur. Alhamdulillahiabbil alamin. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa taala atas anugerah-Nyaalah sehingga pada hari ini di hari Kamis 31 Juli 2025 kita diberi kesehatan yang sempurna dan kesempatan untuk dapat mengikuti acara forum konsultasi pengembangan kompetensi community of practice jabatan fungsional pranata humas Provinsi Jawa Timur tahun 2025. [Tepuk tangan] merupakan suatu kebanggaan bagi saya, Anisa Dewi dapat memandu berjalannya forum ini. Karena di dalam forum ini adalah ruang belajar bersama baik untuk peserta yang hadir di Sasana Wata Praja maupun peserta yang bergabung secara online sekaligus wahana kolaborasi antar sesama pejabat fungsional peranata humas dalam semangat berbagi praktik baik, menggali strategi pengembangan karir, dan memperkuat peran strategis dalam proses perencanaan pembangunan daerah dan diharapkan dapat terbentuk jejaring profesional yang aktif, saling mendukung, dan juga berkelanjutan yang pasti untuk mendorong kinerja yang semakin adaptif, solutif, dan kontributif terhadap pencapaian pembangunan di Jawa Timur. Sepertinya di siang hari ini semangatnya agak sedikit mengendor. Izinkan saya membaca sebuah pantun untuk membuka supaya seluruh peserta bisa menjadi lebih bersemangat lagi. Nanti bilang cakep ya. Pagi hari menyeruput kopi hangat ditemani roti isi yang manis rasanya. Hati senang bertemu sahabat dan rekan hebat di forum COP tempat berbagi ilmu dan cerita. Hadirin yang berbahagia, agar kegiatan di hari ini dapat berjalan dengan lancar dan penuh berkah, mari kita bersama-sama menundukkan kepala dan berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Pembacaan doa akan dipimpin oleh Bapak Muhammad Jufri. Kami persilakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bapak, Ibu, izinkan kami berdoa secara Islam. Mohon bagi yang beragama lain untuk menyelesaikan. Bismillahirrahmanirrahim. Allahumma sholli wasallim ala sayyidina Muhammadin wa ala ali sayyidina Muhammad. Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma inna nas'aluka salamatan fiddin waatan fil jasadi waadatan fil ilmi wabaratan firqi watatan qoblal maut warahmatanal maut. Allahumma hawakaril maut minab. Allahumubana baitana wblanaadunka rahmatan inaka antal wah. Rbanaamna anfusana waillam tagfirlana watarhamna lanakunanna minal khasirin. Allahumfirlana waliwalida warhamhuma kama rbana atina fid dunya hasanah wafil akirati hasanah waqinazabanar. Subhanaka rabbika rabbil izzati amma yasifun. Wasalamun alal mursalin. Walhamdulillahi rabbil alamin. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Bapak dan Ibu, selanjutnya kita akan dengarkan laporan kegiatan yang akan disampaikan oleh Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Fungsional dan Sosial Kultural. Untuk itu kepada Ibu Amalia Pelamudiansari, SSTP,M kami persilakan. [Musik] Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua. Yang terhormat Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, mentor kita semua Bapak, Ibu, Bapak Dr. Ramlianto, S.Mp. Yang kami hormati narasumber yang hadir dari Jakarta hari ini meluangkan waktu untuk kita semua. Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Selamat datang Bapak Dr. Ir. Nuriza, M.S. matur nuwun hadir kembali di BPSDM Provinsi Jawa Timur. Bapak yang kami hormati pula Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur Ibu Serlita Ratna Dewi Agustin, S.Si. MIP. Matur nuwun, Ibu berkenan hadir. Yang kami hormati pula bertindak selaku moderator hari ini dan welcome home Pak Zen, Kepala Bagian Materi dan Komunikasi Pimpinan MKP Biro ADPIM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Zainal Muttaqin, SKOM, Mom, CPR. Terima kasih, Bapak. Ini eh reuni gitu ya, Pak Zen. Kembali ke PPSDM Bapak, Ibu. Para tamu undangan hadir di sini, seluruh JF Pranata Humas baik provinsi maupun kabupaten kota baik yang hadir di sasana wiat Praja ini ataupun hadir di Zoom meeting dan juga streaming di YouTube BPSDM Jatim TV. yang berbahagia. Tentunya tiada ungkapan yang lebih indah kecuali rasa syukur kita ke hadirat Allah Subhanahu wa taala Tuhan yang maha esa atas kesehatan dan juga keselamatan serta peluang hari ini sehingga bisa hadir bersama di BPSDM Provinsi Jawa Timur dalam acara forum konsultasi COPJ Pranata Humas Provinsi Jawa Timur yang ee bahagia ini. Izin Pak Kaban melaporkan beberapa hal. Bapak, Ibu, hari ini COP ini merupakan yang keempat kalinya yang kita laksanakan. Yang pertama JF analis kebijakan, yang kedua JF Pranata Humas, yang ketiga tadi pagi dibuka oleh Pak Kaban yaitu JF Pemadam Kebakaran. Dan hari ini Bapak Ibu meluangkan waktu untuk acara yang luar biasa ini khusus untuk community of practice untuk JF Pranata Humas dan luar biasa antusias hari ini Pak Kaban boleh applause untuk Bapak Ibu sekalian hari ini full hadir semua dari Banyuwangi sampai Pacitan dan juga seluruh OPD baik secara luring maupun daring. Adapun tujuan hari ini tentunya Bapak Ibu kami ingin yang pertama nanti mendeklare atau mendeklarasikan hadirnya COP yang merupakan sejalan dengan SDGs kami ataupun corpu kami sehingga akan membentuk community of practice kelompok belajar yang tidak harus datang ke BPSDM namun ada nanti ee QR code yang Bapak Ibu bisa scan. Bapak, Ibu akan masuk menjadi kelompok dari COPJF Pranata Humas. Selain dideklarasikan nanti oleh perwakilan dan diketahui oleh Pak Kaban, kami ingin menyediakan ruang berbagi pengalaman, praktik baik, dan juga tantangan dalam pelaksanaan tugas kehumasan yang kita tahu sangat dinamis ya kalau terkait pranata humas ini. Kemudian meningkatkan pemahaman pranata humas terhadap peran strategis komunikasi publik serta mendorong kolaborasi antar pranata humas di lingkungan pemerintah provinsi maupun kabupaten kota seo tentunya Bapak Ibu untuk peserta hari ini Pak Kaban izin menyampaikan seluruh pranata humas baik pertama muda madya di lingkungan pemerintah provinsi Jawa Timur kemudian kabupaten kota seJawa Timur yang hadir hadir secara luring maupun daring. Narasumber hadir dari Komdigi tentunya akan memberikan informasi yang sangat update kepada Bapak Ibu sekalian. Dan juga eh selain Pak Dr. Ir. Nuriza, hadir pula Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Timur. Ini bestinya BBSDM Provinsi Jawa Timur. Dan juga pada hari ini tentunya Bapak Ibu tidak hanya sampai di sini kami akan bertemu atau kita akan bertemu di COP yang nantinya akan kita fasilitasi. Manakala ada hal-hal yang perlu kita bicarakan, kami akan fasilitasi insyaallah baik daring maupun bertemu secara luring seperti ini. Kemudian Bapak Ibu tentunya hari ini akan ee kita dengarkan bersama kami mohon dengan hormat Bapak Kaban untuk memberikan sambutan, arahan, motivasi kepada seluruh JF Pranata Humas yang sangat muda-muda ini juga Milenial dan Gensi juga ada. Baby boomer ee ada sedikit-sedikit gitu ya. Dan juga mohon dengan hormat untuk membuka secara resmi untuk Community of Practice JF Pranata Humas Provinsi Jawa Timur hari ini yang mungkin yang pertama di Indonesia ini Pak Kaban atas inisiasi beliau. Boleh applause untuk Pak Kaban. Bapak Ibu yang luar biasa memberikan ruang bagi Bapak Ibu ASN di Provinsi Jawa Timur para petarung ini untuk terus meningkatkan kompetensinya dan juga belajar bersama tidak hanya harus ke BPSDM Provinsi Jawa Timur. Mungkin itu, Pak Kaban dan Bapak Ibu sekalian. Nanti Bapak Ibu stay tune yang ada di YouTube juga atau di Zoom meeting sampai akhir dan silakan berdiskusi karena ini forum konsultasi JF Pranata Humas. Time is yours. Terima kasih. Jalan-jalan beli eselasi. Cukup sekian terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hadirin, selanjutnya kita saksikan bersama penandatanganan deklarasi dan berita acara pemenukan COP jabatan fungsional peranata humas Provinsi Jawa Timur tahun 2025 oleh perwakilan JF Pranata Humas Provinsi dan kabupaten kota Kepada perwakilan yang telah ditunjuk dimohon mengambil tempat. Selanjutnya mohon berkenan kepada Bapak Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur untuk mengambil tempat. Baik, penandatangan akan diawali dari perwakilan JF Pranata Humas kabupaten kota terlebih dahulu. Dilanjutkan oleh perwakilan JF Prarata Humas Provinsi Jawa Timur. Selanjutnya Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Baik, boleh minta applaus yang luar biasa Bapak dan Ibu seluruh peserta. Selanjutnya untuk pendokumentasian mohon berkenan untuk mengangkat deklarasi yang sudah ditandatangani. Baik rekan-rekan dokumentasi ya fotografer silakan. 3 2 1. Baik terima kasih kepada Bapak Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur kami persilakan untuk kembali ke tempat diikuti oleh perwakilan Jeff Pranata Humas kabupaten kota dan provinsi. Baik Bapak dan Ibu, selanjutnya kita akan dengarkan sambutan sekaligus membuka secara resmi Forum Konsultasi Pengembangan Kompetensi Community of Practice Jabatan Fungsional Perdata Humas Provinsi Jawa Timur tahun 2025 oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Untuk itu kepada Bapak Dr. Ramlianto, SP,MP disilakan. [Musik] Dengan senantiasa mengharap rida Allah Subhanahu wa taala dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada hari ini, Kamis, 31 Juli 2025, kegiatan forum konsultasi pengembangan kompetensi community of practice untuk jabatan fungsional perta humas Provinsi Jawa Timur 2025 secara resmi saya nyatakan dibuka dan dimulai. [Tepuk tangan] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang, salam sejahtera untuk kita sekalian. Yang terhormat dan kami muliakan Bapak Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital Kementerian Kominfo, Pak Dr. Ir. Nuriza, M.S. Terima kasih, Pak Kapus atas kehadirannya. Satu kehormatan bagi kami hari ini ee BPSDM Jawa Timur dan teman-teman Pranata Humas kehadiran Bapak dan nanti akan memberikan pencerahan kepada kami semua. Yang saya hormati Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pros Jawa Timur, Ibu Sharlita. Matur nuwun sangat support-nya luar biasa selama ini kepada BPSDM. banyak kegiatan kita yang berkolaborasi dengan ee Dinas Kominfo yang memang ee eranya sudah saatnya terkait dengan digital, artificial intelijen dan sebagainya dan kami banyak di-support oleh ee Dinas Kominfo. Yang saya hormati tuan rumah Dr. Zen. Eh, tuan rumah bukan. Oh, sudah pindah ya? Oh, sudah pindah. ee dari Biro Administrasi Pimpinan Provinsi Jawa Timur. Sebenarnya Bu Amel COP pertama itu ya humas diinisiasi oleh Pak Dr. Aris Agung waktu itu Kepala BPSM dan sekretarisnya Pak Dr. Zainal Muttaqin lalu lahirnya namanya GBR Academy Government Public Relation Academy. itu fenomenal dan alhamdulillah bisa kita rawat sampai sekarang kita sudah masuk GPR yang ketiga di situ tadi saya bertemu dengan Bu Deputi dari LAN bilang, "Pak, kita mau bikin ee project based learning untuk ee pelatihan ASN." Kayak apa, Bu? cerita loh kita sudah melakukan tahun 2023 di mana teman-teman Pranata Humas kumpul di GBR Akademi kemudian ee turun ke lapangan kemudian melakukan liputan pemotretan bikin press liris bikin berita, bikin postingan di medsos dan itu sebagai project based learning sudah kita lakukan semua. Insyaallah ee apa yang menjadi kebijakan nasional kita sudah ee linear. Yang saya hormati para pejabat struktural dan fungsional di lingkungan BPSDM Provinsi Jawa Timur dan tentu yang saya banggakan para peserta COP baik yang hadir secara ee hadirin dan hadir out hadirin itu yang di dalam hadir out itu yang di sana di Zoom maupun di YouTube. Jadi ee kita sangat bangga atas partisipasi teman-teman semua dalam kegiatan ee apa kolaborasi ini yang kemudian nanti tadi sudah melahirkan sebuah deklarasi kita akan mendirikan ee eh community of practice. Pak Kapus, Bu Kadis, dan Bapak Ibu sekalian yang saya banggakan. Tema besar pengembangan kompetensi ASN 2 tahun terakhir apa yang disebut sebagai kolaborative impactful learning. Tiga kata yang sangat powerful untuk mengemban amanah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang pengembangan tentang aparatur sipil negara. Undang-undang itu menyebutkan secara tegas kalau di undang-undang sebelumnya pengembangan kompetensi itu adalah hak. Di Undang-Undang 20 tahun 2023 disebut sebagai kewajiban. Bahkan kewajibannya agak ngeri. Di pasal 49 ayat 1 disebutkan seluruh pegawai ASN wajib melakukan pengembangan kompetensi secara terus-menerus. Jadi habis dari sini minta surat tugas lagi ikut diklat lagi. Nanti pulang dari diklat minta surat tugas lagi ikut diklat lagi. Karena harus belajar terus-menerus tentu tidak mungkin kemudian hadir secara langsung dalam kegiatan-kegiatan pelatihan yang formal dan terstruktur sehingga harus ada media-media baru untuk belajar. Salah satunya adalah lewat community. of practice itu unsur kolaboratifnya yang merupakan amanat Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 khususnya di pasal 49 ayat 1 dan 2. Yang kedua ada kata impactful teman-teman semua. Impakfil ini menunjukkan bahwa paradigma pengembangan kompetensi ASN sudah bergeser dari kompetensi based learning ke performance based learning. Slide saya kayaknya ada tuh. Saya hafal karena bikin sendiri. Terus, nah jadi kita sudah geser nih paradigmanya sudah geser enggak lagi ee kompetensi saja enggak cukup, tapi harus berpengaruh terhadap kinerja. Dan kata-kata itu, Bapak Ibu sekalian, ditulis secara resmi leksikal di undang-undang. Seluruh pegawai ASN wajib melakukan pengembangan kompetensi secara terus-menerus agar tetap relevan dengan bidang tugasnya. Agar tetap relevan dengan bidang tugasnya. Jadi nanti ditugaskan di mana pun ya relevan. Kondisinya kayak apapun ya relevan. Humas zaman dulu ketika masih musim koran diborong kalau ada berita enggak baik ya. Oh, tapi ini saya lihat generasi belakangan lah. Enggak ngerti cerita ini. Masih ya? Tuh, Bu Serlita masih tahu tuh. Jadi kalau dulu Pak Humas itu ditelepon oleh koran, "Pak, kami dari koran titik-titik kami akan beritakan ini malam ini, Pak. Sudah naik cetak nih, Pak." Aduh, jangan dong. Ya sudah kalau gitu beli aja koran kami semua. Oh, iya. I yang dibeli dan itu humas yang ngurusin. Sekarang eranya artificial intelligence di mana suara orang, suara Bu Gubernur, suara Pak Menteri, suara wagup bisa dienpsi kemudian muncul seakan-akan suate teman beliau itu humas lagi disuruh klarifikasi bahwa itu tidak benar. Nah, sehingga itulah makna dari kata impactful agar kita tetap relevan dengan bidang tugas kita. Kata yang ketiga adalah learning. Di mana learning ini kalau dalam pengertian filosofinya disebut process to learn how to learn something. Proses belajar bagaimana belajar sesuatu. Jadi artinya apa tuh? Learning adalah sebuah proses yang tidak pernah berhenti. Kalau istilah orang Jawa dari lahir hingga mati, dari lahir sampai liang lahad. Ini tiga kata yang sangat powerful dari undang-undang kita. Collaborative, impactful, learning. Kolaboratifnya enggak bisa lagi, Pak, BPSDM nangani pengembangan kompetensi. Saya kira Pak Kapus mengalami itu aparatur KOMDi di Indonesia berapa baik yang di baik dari kementerian maupun dinas-dinas terkait sangat banyak maka tidak ada lagi selain kita melakukan kolaborasi-kolaborasi. Bahkan secara berkelakar saya bilang kepada Pak Sekda, "Pak, kalau saya diberi waktu 5 tahun lagi jadi Kepala BPSDM, artinya sampai saya pensiun. Saya jamin BPSDM ketika saya pensiun sudah enggak ada lagi, Pak. Loh, kenapa? Iya, Pak. Sudah dibubarkan. Kok dibubarkan? Karena pembahan kompetensi tidak perlu lagi BPSDM. Pembelajaran sudah terjadi di semua perangkat daerah, terjadi di semua aparatur sipil. Sudah belajar sendiri-sendiri mereka. Buat apa, Pak, BPSDM? jadikan puskesmas saja. Ini itu kelakar-kelakar yang saya ingin menggambarkan betapa kolaborasi dalam pengembangan kompetensi punya kekuatan yang luar biasa. Punya kekuatan yang luar biasa. Sehingga saya sangat berterima kasih atas nama BPSDM, atas partisipasi Bapak Ibu sekalian, baik yang hadir in maupun hadir out. Hadirin dan hadirat. Yang kedua saya ingin sampaikan bahwa kenapa COP Halo, itu PNS P3K apa honorer yang jadi operatornya itu? Kalau Pak Pak Karwo gitu dulu ya nanyanya belum diangkat ya, Mas. Tolong yang cop slide kesekian. Nah, jadi kenapa COP kok bukan yang lain, Bapak, Ibu? Begini ceritanya. COP itu kan Jawa Timur ini Pemprop Jatim kan sudah punya Pergup tahun 2021, Pergup 59 tahun 2021 tentang BPSDM Jawa Timur eh tentang corporate university. Jadi corporate university itu korpunya eh universitasnya Jawa Timur tuh zaman Pak Zen sebagai sekretaris atau sebelumnya malah ya Pak Aris Pak Aris tapi waktu itu kepala BPSDM-nya adalah Pak Aris Agung. Kita sudah punya nih slide sebelumnya. Jadi kita sudah punya nih bahwa ee Jatim itu Corpu, Corporate University. sudah punya universitas lah kira-kira gitu. Nah, salah satu program corpu itu adalah apa yang disebut social learning. Jadi pembelajaran itu kan ada tiga nih. Ada pembelajaran terstruktur, ada pembelajaran sosial, ada pembelajaran di tempat kerja atau biasa disebut self learning, kemudian social learning, eh maaf social learning, kemudian eh formal learning, dan kemudian yang ketiga adalah eh on the job train on the job. Nah, tiga itu fiturnya harus ada semua di Korpu. Maka tahun 2022 kalau enggak salah dibentuklah bergabunglah para pranata humas untuk membuat namanya GPR Academy yang itu merupakan ee benih dari eh COP atau eh apa namanya? Community of practice-nya Pranata Humas. baru hari ini deklarasinya dilakukan itu. Sehingga kita berharap melalui COP ini teman-teman bersekutu antara sesama pranata humas bersekutu kemudian untuk apa? Istilah Bu Gubernur sangat keren untuk terus melakukan update dan upgrade itu terus saya kampanyekan karena itu powerful bagi PPSDM untuk mengajak teman-teman seluruh ASN di Indonesia agar kita terus melakukan apa yang disebut update dan upgrade. dan update dan upgrade mengikuti perkembangan terus sama meningkatkan kompetensi dan kualitas kita enggak cukup melalui pembelajaran formal yang paling efektif itu dua itu social learning melalui eh community of practice maupun on the job learning. Kalau kita mengikuti pendekatan korpu itu 10, 20, 10% itu pembelajaran terstruktur ikut kelas gitu, baik kelas daring maupun luring. Kemudian 20% itu social learning itu karena pembelajaran dengan atasan, dengan teman sejawat, dengan sesama profesi pranata humas dan sebagainya. Yang ketiga, yang 70 itu adalah on the job learning. Community of practice itu sudah dapat 90-nya. 20 dia pembelajaran sosial, 70 dia pembelajaran dalam praktik, dalam pekerjaan atau yang disebut sebagai on the job learning. Jadi COP itu keren dapat 90-nya. Apalagi kalau diundang oleh Bu Amel selaku Kabit untuk ada pelatihannya lah. Itu sudah dapat 100. 10-nya pembelajaran terstruktur, 20-nya belajar sesama teman, 70-nya belajar di dalam pelaksanaan tugasnya dapat 100. Itulah community of practice. Kekuatannya luar biasa. mereka bersekutu untuk terus melakukan apa yang istilahnya Bu Gubernur update dan upgrade. Ada lagi sih di sebelahnya kalau community of practice itu sesama profesi, sesama praktik kerjanya sama. Ada lagi di sebelahnya namanya community of interest. komunitas ASN yang memiliki minat yang sama terhadap satu isu. Misalnya sekarang lagi eranya artificial intelligence, Dinas Kominfo memfasilitasi terbentuknya anak-anak muda ASN yang itu suka belajar tentang AI, mengikuti perkembangan AI dan seterusnya misalnya kayak gitu. Itu yang kedua ingin saya sampaikan. Betapa powerful-nya community of practice. Berapa betapa powerful-nya community of interest? Dia dapatnya 90 minimal. Kalau ditambah dengan pelatihan formal dia dapatnya 100 dari 10, 20, 70 tadi. Yang terakhir saya ingin sampaikan Bapak Ibu sekalian ee pengembangan kompetensi ASN itu tidak lagi menjadi tanggung jawab penuh lembaga penyelenggara pelatihan. saya, Pak Kapus dan BPSDM kabupaten kota maupun kementerian lembaga itu hanya mengisi ruang-ruang kosong yang tidak diisi oleh ee komunitas-komunitas itu. Sehingga memang Bapak Ibu kita berharap kemarin 2 minggu yang lalu kita sudah menandatangani baik dengan Sekda Provinsi maupun kepala perangkat daerah disaksikan langsung oleh Pak Sekda penandatanganan komitmen bersama untuk melakukan pengembangan kompetensi secara terintegrasi. Jadi agak ringan BPSDM karena memang secara kapabilitas enggak mungkin kita menangani sebuah ee semua pengembangan upaya pengembangan kompetensi di Indonesia. Terakhir sekali saya ingin menyampaikan betapa Pranata Humas ini punya peran luar biasa. Sejak 2023 saya dan Pak Sen sudah mendeklarasikan sebuah komitmen kuat untuk Pranata Humas bahwa pekerja humas pemerintah adalah penjaga reputasi negeri. Saya mau cerita dua hal terakhir tapi panjang. Mohon izin, Pak Kapus. Saya baru saja terlibat diskusi tentang MBG. Humas-humas nih tahu enggak MBG itu apa? Kalau saya dan Bu Serlita MBG itu bukan makan bergizi gratis, makan bergizi Grahadi. Nah, karena kalau sudah ke Grahadi oh sajiannya eh mulai salmon mozzarella sampai rawon dengkul itu ada. Makanya kami kalau ke sana apa nih? MBG makan bergizi Grahadi makan bergizi gratis. Kami terlibat diskusi sangat intensif dan salah satu narasumber kami waktu itu adalah dari Badan Intelijen Negara. Ini of the record tidak diliput nih kata beliau bukan kata saya. Kenapa, Pak? Kan BIN itu kan punya alat yang canggih untuk mengambil data-data gitu ya. ketemulah satu kesimpulan ditarik dari berbagai media sosial yang ada, dari berbagai berita yang ada, dari berbagai informasi yang ada, 95% opini tentang MWG itu negatif. Setelah ditarik data itu, beliau sampaikan, "Ini enggak akan kami laporkan ke presiden secara langsung. Persoalannya harus dicari dulu." Kenapa? Kami belajar di Korea tentang MBG luar biasa dampaknya. Kami belajar ke Jepang tentang MBG luar biasa dampaknya. Kami belajar ke Brazil tentang MBG dampaknya luar biasa dan keren persepsinya. Kenapa tiba di Indonesia 95% negatif? Apa kata orang BIN? Itu pasti humasnya kurang keren loh. Kan humas lagi yang kena. Jadi apa dong ee telahan staf kita ke presiden? Ya, humasnya harus dikuatin. Coba MBG merupakan salah satu program prioritas nasional, Bapak, Ibu semuanya. Mengerahkan anggaran R triliun, 200-an triliun dan akan melibatkan jutaan siswa dan pekerja. Opininya bergantung kepada humas. Pin mengatakan itu humasnya kurang keren. Jadi siapa dong kalau begitu penjaga reputasi negeri ini? Angkat tangan. Siap enggak jadi penjaga reputasi negeri? Yang kedua, saya diskusi sepanjang perjalanan dari Malang ke Surabaya tadi karena kami pagi ada kegiatan dengan deputi dari LAN di kampus Malang. Saya terlibat diskusi Zoom dengan ee Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya bicara soal matinya ilmu ekonomi. Kenapa? Ya, karena datanya enggak sama dengan realitanya. Tadi saya ambil tema pilih data atau realita, pilih fakta atau algoritma. Katanya stok pupuk melimpah. Kok petani sulit dapat pupuk? Oh, karena petani enggak ngerti kalau ada pupuk yang melimpah. Enggak ngerti ee pupuk itu harus dibeli di mana dengan prosedur apa. Apa dong solusinya? itu humasnya kurang keren. Humas lagi katanya stok BBM meningkat apa banyak cukup. Kenapa Jember? Kris BBM. Oh, orang Jember enggak ngerti kalau stoknya banyak sehingga panik buying itu pasti humasnya kurang humas lagi. Lalu siapa kalau begitu penjaga reputasi negeri ini? Teman-teman, humas luar biasa andalah penjaga reputasi negeri ini. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Baik, selanjutnya adalah sesi berfoto bersama. Mohon berkenan untuk Bapak dan Ibu dapat berdiri dari tempatnya masing-masing. Kita akan mengambil foto bersama-sama. Dan untuk tim fotografer boleh mengambil posisi dari atas panggung supaya dapat terlihat semua yang hadir pada forum ini. Baik, untuk tamu VIP boleh berada di paling depan di baris paling depan. Baik, sebentar kita cek terlebih dahulu tim fotografer apakah sudah terlihat semuanya? Sudah ya terlihat semuanya ya. Baik, kita akan berfoto dua pose. Yang pertama pose formal terlebih dahulu. Baik, lihat kameraman yang di tengah di atas panggung. 3 2 1 Oke. Baik. Yang kedua, boleh tangan kanannya dikepalkan. Optimis Jatim bangkit ya. 3 2 1. Baik, apakah sudah cukup? Luar biasa. Terima kasih. Boleh minta applaus untuk semuanya. Kalau begini memang benar-benar optimis ya. Karena melewati forum ini pun kita bisa meng-update dan meng-upgrade supaya Jatim bisa lebih bangkit lagi. Optimis Jatim bangkit. Baik, demikian tadi sudah kita ikuti seremonial pembukaannya. Dan sebelum kita beranjak ke sesi materi, kami ingin mengingatkan untuk seluruh peserta untuk dapat men-scan barcode presensi. Baik, apakah ada yang belum men-scan barcode presensinya? Seperti yang tertera di layar yang di depan boleh dican terlebih dahulu. Kemudian juga ada barcode layanan kepuasan serta ada barcode untuk bergabung ke grup WhatsApp COP jabatan fungsional perata humas Provinsi Jawa Timur. Baik, jadi di sini materinya nanti pun juga ada ya. Jadi silakan untuk dican. Sudah dican semuanya. Oke. Baiklah sebelum kita memasuki sesi materi supaya tidak mengantuk ya siang hari ini sepertinya sudah makan siang ini jam-jamnya boci eh jangan ya. Kita harus jauh lebih bersemangat lagi karena ada dua narasumber luar biasa yang akan sharing ilmunya bersama dengan kita semua di siang hari ini. Kalau begitu saya akan berikan pantun sekali lagi. Bilang cakepnya yang kencang ya. Belum, belum pantunnya belum. Burung merpati terbang tinggi, menyusuri langit luas membentang. Mari kita belajar dan berbagi demi kompetensi penerata humas yang terus berkembang. [Tepuk tangan] Baik, hadirin yang kami hormati. Selanjutnya kita akan memasuki sesi diskusi bersama dua narasumber yang sangat luar biasa. Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Bapak Dr. Ir. Nuriza, M.S., serta bersama dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Ibu Sherlita Ratna Dewi Agustin, SSIP, MIP. Dan untuk sesi kali ini akan dipandu oleh Bapak moderator Bapak Dr. Zainal Muttaqin, SKOM, Mom, CPR. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Selamat siang. Siang. Selamat siang. Siang. Sekali lagi ya. Selamat siang. Siang. Baiklah, terima kasih Kak MC. Tadi belum kenalan namanya siapa Kak MC? Saya dengan Anisa Dewi. Tadi sudah kenalan loh, Pak. Aduh, Bapak. Terima kasih K MC sudah memandu acara ini dengan luar biasa. Sekarang kita ee seperti tadi yang disampaikan oleh KK MC, kita akan mulai ee sesi diskusi dengan narasumber yang luar biasa. Namun sebelumnya saya ingin menyapa yang terhormat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur Bapak Humas Indonesia. Kita nobatkan ya Bapak Humas Indonesia beliau ya Bapak Dr. H. Ramlianto, SPMP. Beliau ee tadi sambutan dalam sambutannya sebenarnya sudah luar biasa sekali, sudah cukup, tidak perlu dilanjutkan nampaknya saya mewakili para narasumber dalam hatinya sudah menyampaikan seperti itu. Terima kasih, Bapak. Luar biasa komitmennya untuk membangun dan mengembangkan ee kita semua ee teman-teman yang berprofesi sebagai garda terdepan penjaga kredibilitas dan menjaga reputasi pemerintah. Khususnya dalam forum ini adalah untuk pemerintah provinsi Jawa Timur dan kabupaten kota se Jawa Timur. Sekali lagi terima kasih Bapak Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. Yang kami hormati Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital Bapak Dr. Ir. Nuriza, M.S. Terima kasih, Bapak. Kemudian yang kami hormati juga Ibu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Ibu Serlita Ratna Dewi Agustin, SSI. FIP yang nanti juga beliau berdoa akan menjadi narasumber kita. Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Fungsional Ibu Amel yang luar biasa sudah berapa COP ini yang hari ini tadi dilaksanakan? Saya kira hari ini hanya pranata humas saja ternyata paralel ya. Luar biasa ini ya. Ini harus juara satu ini. Para mungkin ada Widya Iswara BPSDM Jawa Timur yang hadir para pranata humas dan seluruh hadirin dan hadir out tadi yang disampaikan Pak Kaban. yang di Zoom tadi terpantau tidak kurang dari 120 orang. Tadi sebenarnya masih bertambah terus. Luar biasa. Tepuk tangan untuk kita semua. Senang sekali saya Zainal Muttaqin dalam kesempatan kali ini diminta untuk menjadi moderator sekaligus kembali ke rumah katanya Bu Amel tadi sambil nostalgia. Ee sebenarnya kalau tadi disinggung Bapak Kepala BPSDM ini adalah ee apa? pentasbihan GPR Akademi yang lalu sudah pernah diselenggarakan tahun 2023 dan 2012. Sebenarnya memang sangat tepat sekali. Kalau ini diabsen aja mungkin ini mayoritas alumni GPR Akademi 2023 lalu. Boleh angkat tangan dong yang dulu pernah ikut GPR Akademi baik 2023 maupun 2024. Nah, luar biasa memang teman-teman Pranata Humas ini antusiasmenya luar biasa dan karena mungkin satu lain hal yang 100 sekian tadi di apa di Zoom itu sebenarnya juga pengin ikut gabung ke sini Pak Kaban dan Bapak Ibu sekalian. Alhamdulillah. Jadi ee Bapak Ibu sekalian ini merupakan luar biasa COP untuk Pranata Humas ini. Semoga nanti ke depan akan semakin berkembang lagi. Sebenarnya tadi juga saya ee ingin flashback lagi bahwa GPR Academy itu juga sudah menggabungkan antara COP dan COI COI ya. Karena di dalam GPR Akademi yang dulu kita apa laksanakan bersama itu tidak hanya pejabat fungsional peranata humas, tapi siapapun yang punya interest untuk menjaga kredibilitas pemerintahan. Ini yang juga perlu kita ee apa kita beri perhatian juga, Pak Kabar. Nanti mungkin lebih dikembangkan lagi ke depannya. Izinkan saya membuka sesi diskusi ini dengan sebuah pantun ya, Teman-teman sekalian. Saya mikir sudah sehari semalam ini tadi. Semoga sesuai nanti. Ke sawah pagi-pagi membawa galah, pulangnya membawa seikat padi. Humas masa kini tak cukup ramah, harus adaptif, inovatif di era digital ini. Tepuk tangan untuk kita semua. Baik, langsung saja kita panggil ya. kita minta untuk bergabung ke atas panggung yang narasumber pertama Bapak Dr. Ir. Nuriza, M.S. yang luar biasa. Beliau adalah Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi ee Aparatur Komunikasi dan Digital. Silakan Bapak. Terima kasih, Bapak. Kemudian narasumber kedua kita Ibu Serlita Ratna Dewi Agustin, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika. Saya yakin semuanya ini enggak enggak asing dengan beliau berdua narasumber kita yang luar biasa ini. Baik, nanti kita akan banyak berdiskusi dengan beliau, namun waktu akan kita efektifkan. Nanti kita akan menerima pemaparan materi dari narasumber kita. Monggo silakan mikrofonnya Bapak Ibu sekalian. Sebelum kita mulai ada sedikit yang perlu Bapak Ibu sekalian ketahui. Pertama saya ingin mengucapkan selamat dulu kepada Bapak Kapus yang baru saja menyelesaikan program doktoralnya. Selamat Pak Kapus. Boleh tepuk tangan. Nanti insyaallah teman-teman semua dan kita semua ketika nanti ee sudah menempuh ada yang sedang S2 juga ini kayaknya banyak ada yang S3 ada yang sedang S3 juga Mas Eko ya Bu perlu disebut namanya anggap aja namanya Eko. Enggak selesai-selesai ini gimana kata Bu Kadisanyakan humas mah gitu ya. Baik, semoga semuanya teman-teman yang sedang menempuh e pendidikan diberikan kelancaran dan segera lulus dan mendapatkan hasil terbaik. Amin ya rabbal alamin. Kemudian Bu Serlita sehat, Ibu? Alhamdulillahirabbil alamin. Ee kita doakan Ibu Serlita, Ibu Kepala Dinas Kominfo yang kata kata Pak Kaban kerjanya memang 24 jam 7 hari 1 bulan, 1 tahun tidak ada henti-hentinya. ini seperti teman-teman sekalian beliau kita doakan selalu sehat walafiat dan diberikan pertolongan perlindungan oleh Allah subhanahu wa taala. Baik teman-teman sekalian ee langsung saja untuk materi yang pertama nanti akan disampaikan oleh Pak Kapus dulu. Beliau akan mengulas tentang pengembangan kompetensi peranata humas yang inovatif dan adaptif di era digital. Waktu kurang lebih maksimal 30 menit, Bapak. Misal nanti seandainya ingin ee lebih cepat juga tidak masalah. Bapak bisa menyampaikannya dengan efektivitas waktu tersebut. Silakan Bapak Kapus. Ya. Baik, mohon izin berdiri Pak Moderator. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Selamat siang, salam bahagia, salam sejahtera. Terima kasih di sini kesempatan sehingga kami bisa hadir di sini. Yang kami hormati Bapak Dr. Ramlianto, Kepala Badan Pengembangan SDM Provinsi ee Jawa Timur. Kemudian yang kami hormati juga Ibu Sarlita Kadis Kominfo Provinsi Jawa Timur, kemudian Bapak Dr. Zainal, kemudian Ibu Amels. Ya, izinkan saya menyampaikan materi ya sesuai dengan apa yang menjadi bahasan. Jadi kami tulis judulnya seperti ini ya. Mohon izin next slide, Mas. Ini sekilas ee apa yang ingin kami sampaikan. Ee berikutnya Mas. Nah, ini kami mencoba ee bentar bentar ya. Sudah benar ya. Ini Ibu Bapak semua, rekan-rekan pranata humas. Karena rekan-rekan humas ini apa menghadapi tadi kami mendapatkan banyak sekali learning lah pembelajaran dari apa yang disampaikan oleh Bapak Dr. Ramlianto tadi. Terima kasih Pak tadi. Terus terang itu memberikan saya pencerahan banget. tadi saya rekam Pak sampai Pak apa yang Bapak sampaikan tadi Pak karena ada pembelajaran ada sosial ada on the job learning dan sebagainya itu bisa menjadi bekal buat buat kami. Nah rekan-rekan semua ee tadi Pak Ramli menyampaikan betapa humas itu memiliki posisi yang strategis ya artinya humaslah yang bisa membangun atau memanding atau yang memberikan pemahaman kepada publik gitu ya. Nah, tetapi sejauh mana kepentingan humas? Nah, ini kami coba sarikan ke dalam ee peta timeline ini ya. Timeline. Tapi ini bukan rencana ya, Ibu Bapak semuanya ya. Bukan apa namanya ee bukan roadmap ya. Wah, enggak kelihatan ya. Oke, Ibu Bapak semua di sini kita lihat bahwa yang pertama yang paling atas kita lihat di sini adanya ee jadi saya ingin cerita Ibu Bapak semua betapa humas itu punya peran yang bagus. Tadi Pak Ramli itu sudah menyampaikan MBG itu kenapa di Indonesia 95% ya kan apa namanya ibaratnya ya sentimennya itu tidak bagus. Kenapa itu negatif gitu ya? Tadi disampaikan bahwa itu karena humasnya yang belum bergerak, belum kinerja membangun image mengenai MBG tersebut. Nah, ini kami sampaikan ini saya juga mengal kami bikin ini karena saya juga mengalami beberapa kondisi yang ada. Di Februari 2016 Pak Presiden memanggil para humas kementerian lembaga BUMN yang ada di Jakarta. Beliau menyampaikan ya kan ini pemerintah menghadapi kondisi yang tidak biasa-biasa saja di mana media sosial begitu cepat pengamat begitu euforia memberikan komen di mana-mana bagaimana sosial media ibu bapak semua konten-konten negatif komen-komen negatif begitu banyak nah di mana peran humas di mana kecepatan humas Pak Presiden menyampaikan kan saya ngerti humas-humas ini usianya banyak yang sudah tua-tua senior-senior itu 2016 gitu. Tapi kalau kita bicara humas sekarang justru berbalik banyak yang muda-muda yang kemarin 2016 disampaikan Pak Presiden tua-tua tadi itu sudah banyak yang sudah tidak lagi ada di humas. Jadi, rekan-rekan humas ini berbahagia karena rekan-rekan humas ini banyak generasi-generasi baru. Nah, Pak Presiden menyampaikan, nah, betapa pentingnya humas itu dibutuhkan. Nah, Pak Presiden menyampaikan bahwa banyak sekali program pemerintah yang tidak diketahui oleh publik, oleh masyarakat. Nah, antara 2016 kemudian 2017 yang yang 11 ini arahan Presiden 2017 kepada para menteri yaitu rapat paripurna presiden kepada para menteri saat itu hampir mirip penyampaiannya. Kata kuncinya Pak Presiden begini, rakyat itu kerja keras dari pagi sampai sore gitu kan ya. Rakyat kerja keras, tapi rakyat tidak tahu informasi apa yang berkembang, apa yang dikerjakan oleh pemerintah. Meskipun rakyat itu kerja keras dan sebagainya, harusnya dia tetap mendapatkan informasi dari pemerintah. Nah, ini humas belum bergerak. Nah, ini ketika saat itu. Nah, betapa pentingnya kehumasan itu. Presiden memberikan penekanan-penekanan. Nah, ini ee boleh dikatakan akhirnya Pak Presiden menyampaikan di 2015 itu ada impress mengenai GPR ini. Pak Presiden mengatakan kalau begitu humas itu harus memiliki kecepatan dalam respon dan ketepatan dalam respon. Tidak hanya kecepatan tapi harus ketepatan. Kenapa? Kalau tidak tepat itu bisa membikin blunder. Humas tidak boleh kalah sama pengamat. Nah, nanti ada berikutnya. Nah, ini Pak Presiden. Tetapi kita lihat ketika Oktober 2020 ketika ada undang-undang apa namanya cipta Kerja terjadilah permasalahan kehumasan. Akhirnya Pak Presiden tidak puas. Karena apa? Karena image mengenai kebijakan cipta kerja. Kenapa tidak diedukasi kepada publik? Nah, ini terjadi juga di pemerintahan Pak Prabowo dan juga Pak Prabowo menginginkan agar humas itu terus bagaimana memiliki kinerja, memiliki kecepatan, dan juga ketepatan di dalam respon. Nah, ini sebenarnya timeline ini menunjukkan betapa pentingnya strategiknya humas. Jadi berbahagialah, banggalah ibu bapak semua menjadi pranata humas karena rekan-rekan pranata humas itu sebenarnya menduduki garda terdepan ya kan. Kenapa? Karena setiap penyelesaian tadi ketika terjadi krisis yang menyesuaikan Ibu Bapak semua contohnya beberapa kali terjadi krisis di Kementerian Kominfo saat itu. Saya masih ingat 2000 setiap bulan Mei itu ada. Jadi setiap saya ke Jogja itu ada gitu. Ada masalah lagi, ada masalah lagi. Makanya saya keluar Jogja itu pasti wah ini pasti balik lagi. Itu benar gitu kan. Itu terjadi dua kali serangan mallware virus ya ransomware. Ini gimana Pak Nuriza? Nah coba bayangin long weekend misalnya Direktorat Jenderal yang menangani juga enggak ada orangnya. Jadi kita humasalah yang terdepan gitu kan. Begitu selesai kita undang semuanya barulah Dijen yang tadiani hadir ke sana. Kenapa? Karena itu crisis. Kita juga enggak bisa. Kenapa kamu enggak ada? Ya memang lagi crisis tidak diduga sebelumnya. Tiba-tiba hari Sabtu terjadi ransomware di mana-mana. Nah, kebetulan saja long weekend sehingga kalau Senin tidak langsung hidupin komputer, kita bisa masih bersosialisasi seperti itu. Slide berikutnya, Mas. Nah, ini kami rangkum apa yang disampaikan oleh Pak Presiden adalah pada saat ini Presiden yang sebelumnya mohon maaf ya itu kecepatan respon, ketepatan respon, kawal terus dan perkuat posisi, konsolidasi, hindari polemik, berorientasi pada outcome atau dampak. Nah, kami juga menyampaikan tadi yang presiden sekarang Pak Prabowo tadi di timeline kelihatan gitu. Yang berikutnya, nah kalau tadi Pak Ramli bahwa humas itu menduduki peran penting untuk menjaga posisi, untuk menjaga branding, tidak hanya nasional, tapi global itu ada di sebelah kanan. Nah, kalau ini sebenarnya representasi dari diagram tadi bahwa kita harus menginformasikan secepatnya kepada masyarakat. berikutnya. Nah, ini GPR. Nah, tadi ada GPR Academy itu saya bagus banget. Saya apresiasi dari apa yang disimpan oleh Bapak Dr. Ramlianto tadi adanya GPR Akademi berikutnya. Nah, kalau kita bicara mengenai tantangan dan permasalahan, mungkin Ibu Bapak semua sangat memahami bahwa humas itu mempunyai tantangan seperti apa. Tadi Bapak moderator juga menyampaikan di dalam pantunnya artinya harus adaptif, harus cepat di dunia yang digital. Nah, ini tantangan-tantangannya di mana tuntutannya adalah bagaimana mengintegrasikan semua, mengkolaborikan semua. Kalau tadi Pak Ramli juga menyampaikan bahwa pelatihan dan juga learning itu sebenarnya apa yang dikerjakan di sini adalah mengkolaborasikan dari semua potensi yang ada. Yang berikutnya, nah ini kami coba sampaikan SDM humas sebagai aktor komunikasi strategis. Nah, di sini sejauh mana di satu sisi humas alus memiliki karakteristik yang inherent, punya keahlian, punya keterampilan, dan di sisi lain apa yang harus diampu untuk bisa mengamalkan, untuk bisa mewujudkan, mengimplementasikan kompetensi yang dimiliki. yang berikutnya. Nah, ini kalau kita bicara mengenai kompetensi, kalau bicara standar itu kan ada kompetensi teknis, manajerial, sosiokultural yang itu Ibu Bapak sudah pahami semuanya. yang berikutnya. Nah, ini kalau bicara mengenai bagaimana menyampaikan pesan, bagaimana mengoperasikan atau ee mengimplementasikan pola komunikasi. Misalnya ada above the line, below the line. Ini biasanya dipelajari di kampus-kampus di ilmu komunikasi. Saya dapat ilmu ini dari juga ahli komunikasi Ibu Niken Widiastuti. Beliau direktur Utama RRI kemudian Dirjen IKP. Nah, ketika jadi Dirjen IKP beliau menyampaikan ini kami ambil. Nah, intinya pada saat itu ketika ee Kominfo saat itu menginterpretasikan apa yang diikan oleh Presiden saat itu, bagaimana harus disampaikan kepada publik harus sederhana, mudah dimengerti, kreatif. kreatif di sini harus menyentuh emosi. Kalau perlu harus ada ceritanya, kemudian harus ada partisipasi publiknya. Nah, partisipasi publik ini penting karena apa? Karena kadang kita berpikir humas ini menyampaikan. Nah, banyak sekali hal-hal yang disampaikan itu sering membosankan. Satu kali, dua kali, lama-lama tidak efektif. Nah, waktu itu ketika saya jadi humas, menteri saya Pak Rudiantara secara khusus memanggil saya. Eh, bukan memanggil lagi jalan berdua ngobrol gitu kan. Beliau cerita begini, "Pak Nur, ngapain ngomong?" Gitu sebagai kepala humas saya digituin, "Pak Nur, ngapain ngomong?" Tapi saya tahu Pak Rudiantara mau ngasih wejangan apa. Jadi gimana Pak Menteri, Pak Nuriza, kalau kita ngomong satu dua itu namanya wiclaim. Ternyata belum ngasih pelajaran. We claim. Nah, kalau kita klaim klaim maka dampaknya atau outcome-nya, impaknya itu cuman kecil. Kita harus gain, gain, gain. Nah, gitu. Nah, cuman bahasa Pak Rudiantara gennya itu saya harus terjemahin lagi karena beliau ngomongin cuman gen. Nah, gen itu artinya begini. Artinya kita harus mendapatkan testimonial eviden yang nyata di lapangan. Yang testimonial eviden itulah yang lebih lebih terasa di publik tadi. Nah, itu makanya ada istilah bercerita tadi dan partisipasi publik. Berikutnya, Mas. Nah, bagaimana prosesnya? Ibu Bapak semua tentu sudah terbiasa ya bagaimana mengolah seperti ini. Nah, saya cari teori gain itu enggak ketemu adanya earn media. Saya cari itu n media. Ternyata gain itu beda beda dari itu. Hanya teknik penyampaian. Berikutnya, nah ini kebetulan ee secara teoritis aja bagaimana komunikasi kita itu bagus atau tidak bagus. Tetapi kalau kita bicara mengenai komunikasi yang bagus, sebenarnya di sini ada empat area yang perlu kita tangani sebenarnya yang harus kita nilai sebenarnya. Yang pertama itu strateginya bagus apa tidak, implementasinya bagus apa tidak, integrasinya bagus apa tidak, supportnya bagus apa tidak. Tapi ini saya enggak usah jelaskan. Ibu Bapak semua bisa download teori ini, yaitu Julia Kofman. Ada dua Jul Kohman punya tulisan 2004 audit communication 2010 itu audit communication for media sosial atau sosial media. Ibu Bapak bisa download itu dapat yang lebih jelas nantinya. Nah, berikutnya. Nah, ini sebenarnya penjelasan dari Julia Kohman. Saya tidak perlu perjelas. Ibu Bapak bisa pelajari sebagai ahli humas itu Julia Kohmen bikin artikel itu tidak banyak tetapi mengena. Kalau kita belajar ilmu humas pakai buku tebal-tebal kan susah banget. Nah, pakai Julia komen itu langsung dapat cepat banget. Oke, berikutnya Mas. Terus skip lagi, skip lagi, skip lagi sampai kepada diagram. Nah, ini sebenarnya ee ada praktisi media sosial ya. Waktu itu saya ketemu mantan bos saya. Mantan bos saya itu direktur utama apa? Hotel Indonesia kalau enggak salah. Pak Nur, anak saya itu ahli media sosial. Dia bilang gitu. Kalau gitu hadirkan ke kami, Pak. Nah, terus Mas media sosial Kominfo ini saya lihat kok kurang. yang bagus itu Kemendikbud itu tahun 2016 Ibu Bapak semua Kemendikbud bagus PUPR bagus kita kalah terus beliau aku minta waktu seminggu Pak Nuriza saya analisis gitu nah terus berikutnya kami minta beliau presentasi beliau menyampaikan bahwa media sosial itu mempunyai peranan yang sifatnya ada tingkatan-tingkatannya misalnya yang pertama Ibu Bapak suka ngelihat sosial kalau Kalau TikTok kan cuman listening aja, ngelihat aja kan ya. Ya, dulu kan suka ngelihat Facebook dan lain sebagainya gitu. Nah, yang kedua social influencing. Apabila kita bisa mampu mempengaruhi, memberikan pengaruh. Nah, social networking kemudian sampai converting atau bagaimana mengalihkan eh audiens atau masyarakat sehingga yakin kepada kita sehingga kita bisa ambil ini. Kalau kita dalam ilmu politik, dalam ilmu marketing yang bawah itu artinya kita bisa membikin yang namanya efek yang namanya bandwagen. Bandwagen effect itu apabila ada satu orang, dua orang kok banyak orang. begitu banyak orang yang lainnya ngikut aja. Itu namanya Bandwagen Effect. Nah, nah makanya di sini ada beberapa polanya. Yang berikutnya, nah ini yang ingin kami jelaskan ee terkait sejauh mana Ibu Bapak semua ketika berkomunikasi itu betul-betul apakah tadi kalau Pak Dr. Ramlianto menyampaikan impakful. Apakah betul komunikasi kita itu memiliki hasil yang bagus? Kita selalu berpikir bahwa komunikasi itu kita menyampaikan kepada masyarakat bahwa kita itu seakan-akan menjadi humasnya, kita itu menjadi speakernya, gitu. Nah, padahal ternyata komunikasi itu banyak areanya. Kalau di dalam sebuah organisasi, Ibu Bapak boleh menjadi pranata humas, tapi sebenarnya komunikator humas itu harus inherent di setiap ASN gitu. Karena ASN itu harus bisa menjadi humas bagi instansi, lembaga, provinsi, kementerian, dan lain sebagainya. Sebagai gambaran adalah ini ya. Sebenarnya kita berhadapan sebuah blackbox seperti ini. Ini kami coba gambarkan ya kan. Nah, yang pertama di bawah itu adalah organisasi internal yang berikutnya adalah eksternal. Kita sering berpikiran bahwa humas, pranata humas memang posisinya di eksternal, tetapi secara kehumasan bahwa setiap individu ASN itu adalah humas, harus menjadi komunikator. Tidak hanya untuk eksternal, tetapi untuk internal. Tanpa ada komunikasi yang kuat di internal, keeksternalnya ini pasti kurang bagus. Coba aja kalau enggak percaya, ada sebuah program kita humas mau ngomong, tapi di dalamnya ternyata belum banyak yang tahu, ternyata persiapannya gak bagus, belum ada perintah dari pimpinan. Kita sudah mau ngomong gak? Nah, ketika ditanya konfirmasi, kenapa tadi disampaikan itu? Ternyata kita belum siap. Nah, ini yang kami coba jabarkan. Ini baru kemarin kami coba bikin empat kotak. Artinya bahwa communication itu sangat diperlukan untuk konsolidasi dan komunikasi internal. Bagaimana pimpinan kepada bawahan, bagaimana kopasi bawahan terjadi, bagaimana visi misi itu harus dibangun. Nah, di sini gerak level pimpinan sehingga yang bawah bisa bergerak mengetahui itu sangat penting. Nah, kalau bawah mengetahui ketika ada yang bertanya maka individu juga bisa menjadi penyampai yang baik sesuai dengan kompetensi dan ruang lingkupnya. Nah, kemudian kalau bicara public relation, public communication. Nah, kita sering bicara tadi humas itu lebih ke public communication, komunikasi kepada publik ya. Tetapi public relation itu hubungan kepada yang lainnya, stakeholder lainnya. Nah, kenapa ini saya gambarkan? Karena gini, sebagai contoh, semua operasi kehumasan sudah dijalankan semua. Ini saya coba pelajari ada yang namanya NSPR. NSPR itu eh nasional ee National PR Association kalau enggak salah ya. Itu ada di Amerika. dia itu ee asosiasi PR untuk sekolah-sekolah SD. Sekolah SD di Amerika tuh sekolah apa ya? Dasar dan menengah lebarnya begitu ya kalau di sini. Jadi anggotanya ya dinas-dinas dan lain sebagainya. Nah, nanti dari dinas-dinas minta sejauh mana sekolah itu punya kemampuan PR yang bagus. Nah, bahkan sekolah yang bagus pun juga minta diaudit oleh NSPR itu. Nah, ini ada satu contoh di sebuah wilayah di Florida. kami sudah laksanakan semua terus dicek cek semua, dilaksanakan semua gitu komunikasinya. Oh, kepada orang tua sudah disampaikan. Sudah disampaikan yang tadi Pak Presiden sudah disampaikan ternyata setelah diaudit yang disampaikan tadi misalnya kalau zaman dulu kan pakai letter, pakai email gitu ya. Itu sampai kepada orang tuanya tetapi sama orang tuanya ya tinggal ditaruh saja. Kenapa begitu? Karena orang tuanya itu pekerja. Kalau di Amerika pekerja itu sudah dari jam .00 pagi sampai jam 8.00 malam. Drgerous ibaratnya kalau orang sana bilang itu dgerous. Pekerja keras, pekerja kasar tapi keras gitu ya. Nah, dia enggak ada waktu lagi untuk membaca. Nah, bagaimana informasi itu disadari, diaware oleh di apa namanya? dipahami oleh orang-orang tua yang memiliki karakter seperti tadi. Nah, itu salah satu fungsi dari public lel lesson stakeholder ini bagaimana bisa mengetahui. Nah, baru speaker for public communication baru itu ada humasnya. Kalau di istana itu ada Pak siapa itu yang jadi PCO Presiden. Nah, kalau di Jawa Timur mungkin Bukadis atau Kepala Biro Humasnya yang menyampaikan kalau di Presiden Tam itu ada Caroline Lew gitu kan contohnya dia menyampaikan kepada publik. Nah, yang berikutnya. Nah, dari sini Ibu Bapak semua terkait dengan kehumasan tadi sebenarnya secara karir. Nah, bagaimana membangun kehumasan ini ada dua jenjang area di kehumasan yang Ibu Bapak mungkin sudah ketahui itu adalah jenjang keterampilan dan juga jenjang keahlian. Nah, keterampilan ada tiga jenis yang keahlian ada empat jenis. Nah, saat ini posisi dari Kementerian Komdiki sedang melakukan penyelesaian bagaimana kompetensi itu dilakukan. Nah, tetapi menurut informasi dari teman untuk kenaikan pangkat ya sampai madya uji kompetensinya sudah tersedia. Memang kalau untuk ahli utama itu sedang dibangun saat ini gitu. Nah, juga bagi Ibu Bapak misalnya dari lembaga sini bagaimana menata kehumasannya dari sisi apa namanya formasinya dan sebagainya. Menurut informasi juga apa yang telah diajukan oleh Provinsi Jatim itu juga secara letter sudah ada persetujuan dari Direktorat Jenderal KPM itu komunikasi dan ee KPM-jenderal komunikasi publik dan media. yang berikutnya. Nah, ini mohon izin kami promosi ee di kami. Masih ada wakukah, Pak Moderator? Ya, yang berikutnya. Nah, ini kami dari Pusat Pengembangan Apatur Kom DIGI punya pelatihan ya terkait tadi kami ada pelatihan GPR Akademi, baik itu GPR jenis apapun sampai ke arah media. Nah, kemudian kami juga level pimpinan ada yang namanya DLA. DLA ini di Jawa Timur sudah melaksanakan di mana para eselon eselon 2-nya sudah mengikuti digital leadership academy. Yang berikutnya, nah ini GPR ee GTA itu pelatihannya seperti itu lebih ke arah digital. Tapi memang ini tidak secara khusus ee pelatihan komunikasi. Tapi yang kiri ini fokus area yang leadership ya, level eselon 2. Tapi buat level ASN keseluruhan kita punya yang namanya eh smart digital ASN yaitu GTA itu dan juga tadi ada GPR Academy nanti kalau perlu kita lahirkan bersama berikutnya. Nah, ini yang sudah kita lakukan yang berikutnya. Nah, kita juga kerja sama yang tahun ini dengan tadi kolaborasi sebagai bukti bahwa kita memiliki muatan yang bagus apabila juga kita kolaborasi sama pihak-pihak lain. Misalnya di sini ada ini kalau enggak salah oh Ninghua ya kan ya Jaika ada juga Korea ya, Koica gitu kan, Amazon, UN SC Cup, APCI ICT, Huawei, Microsoft, United Indiversity. berikutnya. Nah, ini pelatihan yang ada di kami. Ibu, Bapak semua, rekan-rekan pernata humas dan ASN lainnya bisa mengikuti digitalen yang ada di kami. Bisa mendaftar yang sebelah kiri. Silakan diklik, Mas, ya. Sebelah kiri adalah akademi kami. Jadi, bisa melihat list terus mendaftar. Tengah itu adalah bagi masyarakat umum yang sudah pelatihan, sudah dapat sertifikat, pengin ada lowangan kerja itu ada yang di tengah. Ah, klik lagi, Mas. Terus, terus, ya. Nah, itu muncul di tengah itu deploy. Itu jejaring kerja digital employment. Terus, Mas, ya. Berikutnya terus, terus, terus. Nah, yang kanan adalah LMS atau back office dari pelatihan kami. Nah, Ibu, Bapak semua apabila berkenan sistem ini sudah menjadi finalis KKIP apa KPP ya? Kipp ya itu apa namanya? Inovasi pelayanan publik yang ada di Kemenpan. Silakan masuk ke Sinovofic ya kan bagian apa pelatihan dan pengembangan apa itu ee nanti ada ada empat. Nah kami ada di halaman kedua yang diigi diklik di situ mohon dukungannya ya. Berikutnya berikutnya. Nah, ini kami juga exposure berikutnya untuk yang terkait dengan pelatihan EA. Apabila Bapak, Ibu semuanya ingin pelatihan EA, ingin kami sampaikan kami memiliki konsep di mana bagaimana menjawab tantangan ASN di era digital, baik itu kehumasan maupun yang lainnya itu adalah optimalisasi dan otomatisasi. WF mengatakan 60% pelaku usaha melakukan perubahan, shifting, bisnis prosesnya berubah semua dan itu 86%-nya dipengaruhi oleh AI dan information processing system, otomatisasi dari sistem pemproses ee apa namanya ee keahlian itu yang sudah otomatis ya kan. Makanya untuk beralihnya ASN di digitalnya ada dua, augmentation atau automatization. Augmentation artinya dari SDM yang ada harus diperkuat. Tadi kalau Pak Kepala Badan menyampaikan harus di-update dan di-upgrade. Nah, kalau dulu ada istilah upskilling sama R skilling. Nah, ini tapi bagus juga nih harus di-update, di-upgrade, diupdate pengetahuannya, upgrade kemampuannya. Nah, artinya apa? Augmentation. Jadi di augmentation bahasa di WF forum itu namanya augmentation atau digantikan yaitu dengan perangkat-perangkat yang mengotomatisasikan. Nah, itu ada dua area itu di birokrasi disampaikan di WF World Economic Forum laporan akhir Januari 2025 bisa dilihat ibu bapak semua. Berikutnya. Nah, berikutnya izin Pak Kapus, waktunya tinggal 2 menit. Iya. Ya, berikutnya ya. Ya, ini kami mencoba bagaimana memberikan EA ini memiliki ee membantu Ibu Bapak semua AS SN di dalam berkinerja meningkatkan produktivitas yaitu bagaimana meningkatkan optimalisasi dan juga membantu birokrasi, membantu pimpinannya. yang berikutnya. Nah, ini slide terakhir. Nah, artinya kita ingin bikin pelatihan gimana caranya ASN tidak butuh ribet, harus praktis. Nah, harus membantu ASN bisa lebih cerdas, lebih cepat, dan akurat. Nah, berikutnya. Nah, kami mencoba mengembangkan pelatihan-pelatihan baru yang kira-kira dibutuhkan di level pimpinan unit kerja. Stafnya pengin keahlian apa? Ini kita dorong berikutnya. Nah, ini kami sudah memiliki desain agen AI tools ya. Aijen misalnya ingin bikin web programming, ingin bikin desain resources, bikin kurikulum pelatihan misalnya dari Badan Pengembangan SDM Provinsi Jawa Timur pengin bikin pelatihan apa, tinggal ngisi di sana kapan waktunya, levelnya apa, nanti akan keluar otomatis seperti itu. Berikutnya kami juga ada ee yang bawah itu dosen atau guru virtual, simulator kebijakan. Kalau bikin analisis kebijakan misalnya itu bisa nanti kita bisa ajarkan berikutnya. Nah, ada juga strategi komunikasi dan jurnalistik. Jadi, Ibu mau bikin Ibu Bapak bikin belajar strategi komunikasi atau memang membikin bisa disimulasikan pakai simulator ini. Yang berikutnya. Nah, itu semua yang kami presentasikan. Semoga memberikan manfaat sebesar-besarnya. Mohon maaf ya. Wabillah taufik walhidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih, Pak Kapus, Bapak Dr. Iniza, M.S. yang luar biasa ini. Jadi, kita berjauh-jauhan ini, Pak, ya. Baik, teman-teman sekalian, Bapak, Ibu, hadirin dan hadirat yang masih stay tune di ee apa baik di Zoom maupun di YouTube BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memasuki materi yang kedua, kita akan ada sedikit ee apa ya permohonan permintaan kepada Bapak Ibu sekalian baik yang ada di ruangan ini maupun yang sedang mengikuti Zoom dan YouTube. Ada survei Bapak Ibu sekalian, survei dari Universitas Multimedia Nusantara. Bisa ditayangkan ya QR code-nya. Dari Universitas Multimedia Nusantara Jakarta. ini kita diminta untuk ee mengisi survei terkait dengan ee pola konsumsi media. Mohon meluangkan waktu sejenak sekitar 2 menit untuk mengisi survei melalui Google Form. Nah, bagi teman-teman sekalian, Bapak, Ibu yang nanti mengisi ee survei ini, jangan lupa dicantumkan nomor HP-nya karena bagi yang beruntung nanti akan mendapatkan hadiah yang ee sudah tampil di situ. Ada handphone, ada macam-macam itu. Nanti silakan sekarang juga diisi sambil ee menunggu kita sesi materi yang kedua. Nah, ada satu unit Samsung Galaxy A26. Kemudian ada dua unit tablet Samsung Galaxy A9. 4 unit Nakamichi apa itu? Airphone full base Bluetooth ya dan 20 voucher senilai Rp150.000. Nah, survei ini Bapak, Ibu sekalian dan teman-teman hadirin dan ee para pemirsa yang di YouTube maupun di Zoom ini nanti akan dijadikan ee rekomendasi oleh International Media Support dalam hal ee iklan pada media. Jadi, Teman-teman sekalian dijawab secara jujur saja gak apa-apa. Apakah tidak pernah ee apa tidak pernah buka media online atau apa silakan dijawab sesuai dengan yang seharusnya. Nah, ee teman-teman sekalian sambil mengisi mungkin dapat kami sampaikan juga bahwa nanti di akhir sesi ini, di akhir sesi materi setelah nanti ada pemaparan materi dari narasumber kedua, teman-teman akan dipersilakan yang ada di ruangan ini untuk ee bertanya, berdiskusi dengan para narasumber baik narasumber satu maupun narasumber dua. dan tiga penanya terbaik nanti akan mendapatkan hadiah dari narasumber berupa buku buku humas Jawa Inspirasi Humas Jawa Timur. Nah, bagi yang sudah punya ya dikoleksi lagi biar nanti ee bisa diberikan mungkin bisa di ditaruh di kantor buat baca-bacaan. Nah, buku ini juga merupakan kolaborasi teman-teman sekalian. Ada tulisan pranata humas juga. Ada sekitar 12 pranata humas yang menulis. Ada di sini sepertinya banyak yang berada di sini penulisnya yang di seksi GPR experience. Kemudian ada expertise note tulisan-tulisan dari para expert, para praktisi nasional kehumasan dan public relation. Dan juga yang tak kalah menarik di situ ada tulisan para pimpinan kita termasuk ada tulisan Ibu Kadis Kominfo Ibu Serlita Ratna Dewi Agustin. Nah, ini sayang sekali kalau dilewatkan. Jadi siapkan pertanyaan terbaik teman-teman sekalian. Nanti setelah selesai materi kedua, nanti akan kita bagikan siapa yang beruntung mendapatkan buku inspirasi humas Jawa Timur. Baik, terima kasih bagi yang sudah mengisi survei dari Universitas Multimedia Nusantara. Langsung saja kita memasuki sesi materi yang kedua membangun reputasi pemerintah melalui kolaborasi di era digital yang akan disampaikan oleh Ibu Zarlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., MIP. Kepada beliau dihaturkan. Oke, [Musik] terima kasih Mas Zen. Izin, Pak. Saya mau di situ, tapi kok kayaknya bokongi Bapak. Izin ya, Pak. Ngapunten. Nggih. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Godong salam godong Jati yang jawab salam banyak rezeki. Amin. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Mbak Amel ini gangguan di sesi siang ya, ngantuk macam-macam ya. Tapi insyaallah kita buat cepat ya. Ee yang saya hormati Pak Ramli dan jajaran Pak Nuriza, terima kasih, Pak, sudah menjadikan Jatim sebagai apa ee bagian dari keluarga besar BPSDM Komdiji yang selalu datang hadir mendampingi gitu. Luar biasa. Tepuk tangan untuk beliau, Mas Zen dan teman-teman semua, teman-teman Pranata humas yang hadir di sini maupun yang ikut daring. Ee apresiasi luar biasa untuk kegiatan ini Mbak Amel. Jadi ternyata sesuai tadi yang disampaikan beliau, Pak Kaban ada banyak ya tingkatannya 10%, 20%, 70% gitu ya. ee enggak gampang ternyata ya kita sering gitu. Oke, monggo lanjut. Nah, ini karena di Kominfo itu ada ee bidang yang menangani data dan statistik. Jadi kalau ngomong tuh harus ada datanya. Jadi dari ee survei ABJI Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet tahun 2024 kemarin penetrasi internet nasional itu 79,50. Di Jawa Timur hampir 82% masyarakat Jawa Timur itu sudah menggunakan internet. Ternyata penggunaan internet ini kayak revolusi industri zaman dulu gitu. sekarang itu karena dengan penggunaan internet ada revolusi gitu, ada revolusi perilaku habit dan lain sebagainya. Termasuk nanti juga menyinggung bagaimana humas kena ee dampak dari revolusi digital ini. Lanjut lagi. Nah, 84% masyarakat Indonesia mengakses informasi itu menggunakan smartphone. Siapa sekarang yang enggak punya smartphone? Enggak ada. semua punya smartphone. Bahkan ada beberapa orang yang punya lebih dari 1 HP. Punya lebih dari 1 HP atau HP-nya satu tapi card-nya dua. Masih ditambah lagi satu HP lagi. Jadi HP-nya dua, card-nya jadi empat gitu. Macam-macam sesuai dengan kebutuhannya. Lanjut lagi. Nah, media paling banyak diakses untuk mendapatkan informasi media daring, media online sampai dengan saat ini masih begitu. dari Routers Institute Digital News Report tahun 2024. Berikutnya media sosial. 48% televisi, 9 media cetak. Website pemerintah di mana? Enggak ada, enggak dibaca, enggak dicari gitu. Jadi kami tuh di Kominfo jungkel-jungkel tiap hari menghasilkan berita gitu tuh enggak ada yang baca gitu. Tapi kan bukan berarti terus enggak ada gitu. Akhirnya nanti kami bertransformasi. Lanjut lagi. 34% berita itu disebar luaskan menggunakan media sosial ya, pakai WA, repost, collaps, dan lain sebagainya. Lanjut. Nah, sumber informasi yang paling banyak diakses oleh publik terkait kebijakan pemerintah yang pertama dari media sosial. Hal ini teman-teman di Pranata Humas, pengelola admin media sosial baik di OPD maupun di kabupaten kota harus paham gitu bahwa kita tuh sekarang sudah enggak bisa ngomong tentang website karena ternyata masyarakat hampir 50% mencari beritanya itu di media sosial ya. Maka kita harus mengenal ee IG, mengenal TikTok, mengenal Twitter gitu ya, macam-macam. X kalau sekarang ya macam-macamlah. Lanjut. Media sosial yang panjang banyak diakses WA ada wis hari-hari lah hari-hari. Kalau bangun tidur katanya sekarang yang dicari bukan pasangannya, tapi HP-nya. Neng yo HP-ku gitu. Iya. Apa enggak? Iya saya juga begitu. Ee Instagram masih Facebook, TikTok, Telegram, FB itu sekarang mulai naik. Facebook itu sekarang mulai naik. Beberapa waktu yang lalu ditinggal karena ternyata ee Facebook itu menggunakan apa istilahnya kemarin itu memonetasi ya. Jadi kalau penggunaan Facebook-nya banyak, ada beberapa hal gitu yang kemudian sesuai dengan algoritmanya mereka. Dapat duit, dapat duit. Yang cerita ini Mas Ahyari, Mas Ahyari itu si Asia dulu beliau di GNFI sekarang di si Asia. Saya juga enggak tahu kenapa kok saya tiba-tiba dapat email gitu ya. Kalau ee ini tidak segera diminta maka ee uangnya akan habis. lumayanlah katanya dia tahun 2024 kemarin untuk tiga akun tuh dia bisa dapat sekitar 200-an gitu. Hah, asik ya, Mas. Iya. Facebook itu ternyata sekarang memonetasi istilahnya begitu. Lanjut. Nah, dengan penetrasi internet dan pengguna media sosial yang tinggi tadi ya datanya sudah kita lihat sama-sama serta perubahan tren konsumsi berita digital maka strategi komunikasi harus adaptif berubah menjadi ke platform digital. Tadi Pak Ramli cerita Pak Kaban dulu ee kalau ada berita jelek korannya diambil eh korannya dibeli gitu ya. Kalau saya pengalamannya di pengadaan barang jasa biar enggak banyak yang daftar korannya kita beli gitu ya. Adulah ee lika-liku dulu. Lanjut. Strategi kolaborasi membangun reputasi menyatukan visi bahwa komunikasi publik itu harus lintas instansi. Jadi saya cukup keras ke teman-teman di Kominfo. Kalau mau dapat berita maka harus wajib hukumnya konfirmasi ke pemilik berita atau pelaku langsung OPD bukan atas asumsi dan pendengaran kita. Karena manusia bisa keliru. Contohnya kemarin ibu itu menerima tamu Times Indonesia kalau enggak salah. Dalam rangka peringatan 10 tahun Times Indonesia ee mereka akan berulang tahun dan menerbitkan buku bagaimana penanganan bencana selama 6 tahun. 6 tahun. 10 dan 6 itu sesuatu yang berbeda gitu. Saya yakin teman-teman itu ada yang ikut gitu. Tapi ternyata begitu di-upload di beritanya sama-sama 10 tahun Times Indonesia, 10 tahun ee penanganan bencana. Beda sudah beda gitu. Jadi ee enggak boleh capek. Yang redaktur, yang penulis enggak boleh capek. Kudu cerewet. Ujung bibirnya ini enggak sampai di sini. ujung bibirnya ini sampai di telinga saking cerewetnya ya enggak apa-apa tapi untuk kebaikan bersama konfirmasi konfirmasi kepada pemilik berita makanya harus lintas instansi punya kenalan yang banyak provinsi tidak hanya di provinsi tapi dengan kabupaten kota kabupaten kota juga tidak hanya di internalnya dengan provinsi bahkan dengan pusat sesuatu yang ya minimal punya jaringan. Yang kedua memanfaatkan platform komunikasi kolaboratif. Ada WA grup, ada intranet, forum rakor medsos. Saya yakin ada berbagi data. Data itu bukan sesuatu yang kemudian dimiliki kita sendiri. Itu model lama sudah sudah enggak payu kalau sekarang datanya dibagi, di-share. Karena mungkin kita kalau bagi itu hanya di radius 100 m gitu. Tapi kalau dibagi ke yang lain dia punya radius 100 m. Dibagi lagi ke yang lain punya radius 100 m. Akhirnya kita bisa 1000 m. Itu semangatnya. Yang berikutnya menggunakan fitur collaps yang ada di media sosial dan menjaga kepercayaan publik dengan verified account. Ini yang kami kejar di provinsi. Kemarin kami juga sudah mengundang meta mengundang teman-teman kabupaten kota enggak salah banyak yang hadir dan kami sampaikan bahwa teman-teman kabupaten kota ini juga butuh memberikan verified account kepada OPD-OPD-nya. Lanjut. Nah, tadi kan kami bercerita ya bahwa di Jatim melakukan transformasi. Nah, ini yang ee hasil evaluasi kami di tahun 2024 kemarin. YouTube-nya Kominfo MMC itu view-nya di tahun 2023 itu hanya R563.000. Di tahun 2024 naik hampir 150% jadi Rp1.300 sekian. Itu view itu jumlah berapa kali videonya itu ditonton dengan view segitu jumlah waktu tontonnya gitu. ini menarik menarik. Nanti saya kalau teman-teman berminat kami punya laporannya, kami punya laporan tahunannya gitu ya terhadap media-media sosial yang kita jalankan. Nah, waktu tontonnya di tahun 2023 itu hanya 55.000 jam di 2024 naik hampir 350 bukan hampir lebih dari 350% jadi kurang lebih 250.000. jam. Nah, ternyata merubah begitu itu berdampak ya engagementnya itu dapat dilihat orang enggak sih gitu. Jangan kemudian kita di media sosial tapi ternyata enggak dilihat gitu kan. Nah, ini menarik. Masih belajar sampai sekarang masih belajar terus. Lanjut ini yang YouTube. Nah, kalau iki apa ya? ee jumlah Oh, anu ini YouTube-nya. Oke, naik ya kenaikan ee subscribernya. Tahun 2023 naiknya 4.500. Jadi sebelumnya itu sekitar 11.000 naik 4.000 jadi Rp15.000. Tahun 2024 itu dari 15.000 naik kurang lebih Rp10.000 jadi sekitar Rp25.000. Next. Next. Ee ini untuk Instagram untuk dua dua Instagram kami mengelola selain Kominfo Jatim, kami punya Jatim PEMPR yang semacam Pempr Jatim officialnya lah gitu ya. Ee jumlah jangkauan RIT-nya Instagram-nya ee dari R juta kemudian naik jadi R juta jumlah interaksi engagement-nya. Nah, ini yang penting katanya menurut para ahli komunikasi gitu dari 900.000 RIB jadi Rp1.200. Tapi ini tidak mudah karena di setiap bulannya itu ada evaluasi bulanannya kadang turun tuh enggak tahu kok bisa live gitu ya. Ee di Instagram itu ternyata bisa live bisa saya enggak follow lagi nih gitu. Terus habis gitu ada lagi yang follow gitu. Ternyata tergantung yang kita upload. Jadi kalau dia like tidak sekedar like, follow juga tapi kalau dia enggak apa nih gitu dia keluar. unfollow lagi gitu dan itu fenomenanya terjadi di setiap bulan. Lanjut. Nah, izin Pak Kapus eh Pak Iza, Mbak Amel dan teman-teman BPSDM. Kami tuh punya kegiatan program namanya cerdik cerdas digital Pak. Kami bekerja sama dengan BINAR. Binar ini ee lembaga pendidikan yang bekerja sama dengan Microsoft dengan Google, AI Center UB, pusat AITS, BPSDM KomDJI, AWS juga, Pak. Kami dengan AWS, AWS Cloud. Terus KEK Singasari tahun 2024 kemarin kami melaksanakan ee kurang lebih diikuti 5.500 peserta sampai 28 Juli ini kami sudah bisa ee apa namanya? diikuti oleh 3.600 ASN dan 10.000 masyarakat. Kira-kira ini adalah bentuk dan upaya dari kami. Saya enggak tahu istilahnya yang mana tadi Mbak Amel ya, apa yang sebelah kiri itu ya. Bagaimana kemudian ee kami menggunakan komunitas-komunitas yang ada untuk belajar teknologi digital. Salah satunya adalah bagaimana kami membentuk komunitas Jatim AI agent eh yang EOE ya. Ya, nanti saya belajar dari Mbak Amel deh. Ee sementara masih di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kami bikinnya dua level. Level satu itu kayak saya nih. Saya enggak punya latar belakang pendidikan teknologi informasi, tapi saya pengin belajar AI gitu. Nah, ikut yang level 1. Saya yakin teman-teman di sini mungkin sudah ada yang ikut. Yang level 2 itu adalah teman-teman yang punya latar belakang teknologi informasi. Tidak hanya belajar prompting, tapi belajar sistemnya dan membangun sistem baru. Itu lebih lebih lama. Lebih lama biasanya minimal 3 hari. Lanjut, Mas. Nah, ini kerja sama Pak kami dengan BPSDM Komdi Pak Kapus. yang sudah berjalan. Bisnis proses engineer, sistem manajemen layanan teknologi informasi, pemanfaatan EI untuk pemerintahan dan visualisasi data. Ini sudah berjalan, Pak, enam kali. Nah, kemarin karena PAPBD saya yakinlah di KomDi pasti juga ada. Next. Nah, ini yang usulan diklat kami, Pak. Nanti karena Bapak hadir di sini, jadi Bapak saya todong ee kalau bisa di setujui. Yang saya kasih kotak itu AI for content creator. Nanti kalau teman-teman pranat humas mau ambil bagian dari ini, makanya Bapak harus setuju dulu. Kasih anggaran dulu Pak. AI for government, AI for content creator, AI untuk tenaga pendidik, AI untuk administrasi perkantoran, untuk tenaga keuangan, tenaga perencana, dan data analisis. Dan ini sudah sudah kami ajukan suratnya. Kalau yang sebelumnya sudah jalan bersama dengan beberapa yang sudah kami kerja samamakan. Lanjut. Nah, tadi saya cerita tentang akun yang verified, terverifikasi oleh Meta. Ee ini akun IG dari 64 itu sudah 51 akun yang telah terverifikasi. BPSDM ada enggak? Oh, nomor 6, Mbak Amel. Tenang, nomor 6 sudah ada. Teman-teman bisa lihat nih. Mana punya punya kami sudah ada belum ya gitu ya. Yang belum itu mana Pak Eko Satpol PP sama rumah sakit. Iya. Rumah sakit, beberapa rumah sakit karena ternyata ada ketentuan tersendiri tuh buat mereka. Penegakan hukum itu ada sendiri, ada divisi sendiri termasuk juga rumah sakit. Sudah ada 51. Lanjut lagi. Nah, saya mau nunjukkan AI. Saya dapatkan ini, Mas. Boleh di ini enggak diklik? Enggak itunya ee linknya itu loh diklik. Enggak ada suaranya deh, Mas. Jadi bukan pakai lagi mobil Damkar. Cina sekarang sudah pakai ee drone untuk memadamkan api. Suaranya enggak ada ya? Suaranya di ini enggak dapat. Enggak bisa. Oke, lanjut lagi ke paparan. Ini drone yang dipakai Cina untuk memadamkan api. Belum. Belum sebelumnya. Nah, Tiongkok luncurkan rumah sakit A pertama di dunia. 14 dokter robot siap tangani 3.000 pasien per hari. Balik lagi ke paparan. Teknologi parkir di Cina bikin melong. Mobil diparkir sendiri pakai robot. Klik, Mas. Nah, gampang ya. Gampang. Ini tukang parkir nih ter apa namanya? Bukan tereliminasi opo. Wah ni. Aduh ini kira-kira aku nih kena nih. Lanjut yang berikutnya. Peternak angsa tidak perlu hitung manual lagi. Ai bisa lacak dan hitung secara real time. Boleh dibukain bantu. Nah krik krik krik krik gitu. Tinggal di tinggal dihitung aja. Kalau dulu siapa yang mau hitung angsa bebek segitu banyaknya gitu ya? Ayam sekandang besar gitu. Siapa yang mau hitung? Nah, sekarang bisa dihitung ternyata. Next yang paparan lagi. Nah, kalau ini ee bagaimana apa ee mereka melakukan pemeliharaan terhadap pertanian. Balik lagi ke paparan. Nah, ini asik nih. Boleh jika kamu mengira video ini nyata kamu salah. Eh, sayang ya enggak bisa dengar ininya ya. Nah, ini ternyata dibikin sama AI lah. Terus apakah kita hanya akan diam gitu kan wajib belajarlah gitu jangan sampai ketinggalan gitu. tadi seperti yang disampaikan Pak Kaban, Pak Kapus juga pranata humas juga harus belajar gitu. Enggak cuman oke saya terima bahwa sekarang sudah ada AI gitu ya. Silakan yang mau belajar AI silakan tapi saya enggak gitu. Saya bukan yang ee aliran AI enggak dah. Lanjut next. Nah, nih masih santai. Robot humanoid sudah siap menggantikan ribuan posisi pekerjaan. Pertanyaannya, peran tahumas bisa enggak ya digantikan oleh AI, oleh robot gitu? Jenengan sendiri yang bisa jawab. Kira-kira gimana? Oke, lanjut, Mas. Lagi next. Nah, mungkinkah ASN digantikan oleh AI? Saya pikir sangat mungkin saya ada staf tuh yoga tuh. Di yoga di belakang dia bolak-balik tuh kalau bikin paparan kok kamu lebih cepat dari saya menanyakan ke Aira. Eh saya saya kasih nama Aira. Aira gitu ya. Tolong saya buatkan ini gitu. Ternyata lebih cepat saya daripada Yoga bikinnya gitu. Ya kalau kamu lebih cepat tak pecat deh kamu dari P3K-nya Kominfu tak ganti air ya. Apa yoga gimana? Mau belajar AI? ampun-ampun nih gitu. Nah, negara-negara yang sudah serius mempekerjakan AI banyak. Ada Inggris, Estnia, sebelahnya itu siapa? Tiongkok gitu ya. Jadi kita enggak boleh kalah cepat dengan AI-nya gitu. Lanjut. Loh, kok langsung ini? Nah, ini AI beberapa AI karya anak bangsa. Ada inovasi analisis saham berbasis AI. Ternyata punya anak ITS, Pak. Terus mahasiswa BINUS bisa kurangi screen time anak, kecanduan gadget. Ini nanti teman-teman yang di Rumah Sakit Menur tuh yang membantu masyarakat untuk menangani masalah gadget. Tim ITB raih penghargaan level dunia, bantu petani lewat AI, isola, panel surya pintar berbasis AI, Pens Pens ITS. Lanjut lagi. Tapi AI itu punya bakat buruk. Makanya sering disampaikan kita tuh harus tahu ee dasarnya dulu karena kita sudah melewati banyak masa ya. Saya pikir teman-teman sudah pahamlah. Jadi jawabannya Ei itu kadang ngawur. Dia itu kayak mabuk gitu ya. Kayak mabuk jawabannya ngawur. Nah, karena kita sudah tahu ilmunya kita ngeh gitu loh kalau AI-nya ngawur. Dia sangat ramah gitu. Ramah. Selamat pagi Bu Selita. Kalau saya menyapa pagi eh Aira tolong dong bantu saya bikinkan ini nih nih. Gitu. Dia pasti jawab selamat pagi Bu Selita. Sehat. dia ramah dan terlalu memuji. Pertanyaan Ibu sangat bagus nih dan relevan gitu. Dia selalu memuji terus kemampuan memperdaya. Jadi kita kayak dikasih informasi banyak, "Wah, ini ternyata nih jawabannya dari AI ini yang paling top gitu." Padahal enggak. Jadi kalau pakai AI itu jangan dijadikan sebagai satu-satunya narasumber, jangan dijadikan sebagai satu-satunya sumber. kita masih perlu cari yang lain lagi ee sebagai asis iya membantu kita iya tapi dia bukan satu-satunya jangan mudah percaya dan selalu verifikasi kembali lanjut. Nah, ini ajakan tadi tuh saya ketemu teman-teman Pranata humas apa ya gitu. Teman-teman Pranata humas yang saya sayangi gitu ya. Ayo kita mulai belajar apapun AI algoritma medsos dan lain sebagainya kolaboratif. Enggak ada ceritanya di dunia ini yang kita bisa kerja sendiri. Enggak ada. Apalagi di pranata humas. Tadi Pak Kapus juga sampaikan bahwa kita itu humas menyampaikan pesan, menyampaikan informasi gitu. Tapi kan kita menyampaikan pesannya orang. Kalau kita enggak kenal sama orangnya atau instansinya kan kita enggak dapat, enggak punya informasinya. Makanya kolaborasi itu penting, beradaptasi dan jadi content creator. Kita setiap ASN itu adalah wajahnya Pempr, wajahnya Pemkap. Bagaimana kita berpakaian, berperilaku dan lain sebagainya. Itulah Pemrove, itulah Pemkap, itulah Pemkod. Nah, apalagi pranata humas itu sangat menarik kalau kita bisa jadi contontent kreator. Tapi saya pikir sih tidak semuanya bisa kayak aku terus jadi contonent kreator gitu ya. Hai, Guys. Gitu. Oh, enggak iso, enggak masuk, G ya. Tapi tetaplah ee bisa menyampaikan pesan dan informasi komunikatif. Dan ini yang terakhir saya dapatkan dari Aira. Ini saya dapat dari Aira itu tidak hanya kerja tapi berperan. Kalau kerja sampean datang jam 0.00, pulang jam .00 melaksanakan apa yang kemudian menjadi tugasnya. Tapi kalau berperan itu beda. Ada FS, ada kontribusi gitu ya. Sekarang lagi apa nih? Eh di medos. Oke kalau gitu kita harus kerja cepat, kerja cepat, kerja cepat, kerja cepat. Karena musuhnya pranata humas itu adalah waktu. Kalau that ee apa itu namanya? Timingnya itu sudah lewat. Sebagus apapun tulisan jenengan, sebagus apapun video jenengan itu udah enggak payu, udah enggak masuk gitu sama ee timing-nya udah enggak udah enggak pas gitu. Misalkan kita ngomongproof gitu sudah beberapa waktu yang lalu. Terus sekarang kita baru ngomongpr ya enggak ada yang baca. Siapa yang mau baca? Udah enggak udah enggak cocok sama pemberitaannya. Next. [Musik] Ini anu ayo tingting datang ke acara yang penting Prahum Jatim juara. Semangat. Balik lagi balik lagi sebelumnya. Ini emaknya Ayu Tingting tadi. Kalau yang berikutnya Ayu Tingting beneran. Next. Next. Nah, sebelah kanan Luna Maya, sebelah kiri Aura Kasih. Cukup sekian dari saya, kami akhiri. Terima kasih. Berikan applause yang meriah untuk narasumber kedua kita yang luar biasa, Ibu Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur. Terima kasih kedua narasumber sudah memaparkan materi yang luar biasa. Kita lanjutkan sesi tanya jawab ya. Kita akan memasuki sesi tanya jawab dengan alokasi waktu kita maksimalkan ya karena ini sudah menjelang pukul .00 jadi 15 menit kita sesi tanya jawab. Mas Zen, boleh nanti aku nambah satu ee karena dari tadi aku ngomong AI gitu ya, ada satu penanya terbaik nanti Mas yang pilih deh. Aku bayarin lanjangan langganan chat GPT-nya 1 bulan. Iya, luar biasa ini. Baik, jadi ini tadi masih ada yang stay tune di ee apa Zoom maupun di YouTube. Ee nanti bisa dilihat ya barangkali di YouTube juga ada yang menanya, ada yang bertanya nanti tolong di ini admin operator bisa ditayangkan nanti. Jadi kita buka dulu satu sesi dengan tiga penanya dari hadirin yang ada di ruangan ini. Silakan tiga penanya pertama silakan tunjuk tangan satu lagi dari sebelah kanan silakan. Oke. Baik. Jadi ada tiga. Satu dari sebelah kanan, kemudian dari tengah Mas yang berbaju ungu, kemudian Mbak yang depan ya. Jadi ada tiga penanya. Kita awali dari Mas yang tengah dulu yang baju ungu. Mas silakan. Namanya siapa? Dari mana, Mas? Nah, sudah. Silakan. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Budi Utomo dari Kominfo Pamekasan sebagai pranata humas ee ahli pertama. Ya, pertanyaan saya di setiap komentar di medsos tentu saja ada ini pertanyaan ditujukan untuk siapa dulu? Boleh dua-duanya mungkin, Pak. Oke, siap. ee di medsos pasti ada netizen yang kalau kita melemparkan suatu topik atau pembicaraan tentang hal-hal positif dari pemerintah daerah, tentu ada segelintir atau beberapa orang yang ee opininya terlalu negatif terhadap pemerintah. Kita klarifikasi pun tetap tetap beberapa segelintir orang itu tetap akan negatif. Entah itu dari ee masa lalu misalnya pesa apa pesaing dari apa? Pendukung dari pesaing yang yang belum bisa move on maksudnya. Oke. Pertanyaannya apa, Mas? Bagaimana agar orang-orang itu tidak mempengaruhi citra positif yang sedang kita bentuk? ee untuk penutup ee apa tadi kan Ibu bilang apa eh pranata humas harus berperan saya mau nambahkan dan jangan baperan Bu. Terima kasih wasalamualaikum warahmatullahi wab. Baik, terima kasih Mas Budi dari Pamekasan. Selanjutnya penanya kedua yang depan aja Mbak Mbak Rizka ya, Mbak Riska ya. Siap. Silakan, Mbak Riska. Baik, terima kasih atas kesempatannya. Ee saya ingin eh saya Riska dari Dinkes Jatim, Ibu. Ee pertanyaan saya untuk Pak Nuriza dan Bu Sarlita. Yang pertama untuk Pak Nurizza. Ee saya beberapa kali mengikuti tot Bapak ee yang dari Puspakomdi. Materinya sangat luar biasa. Namun memang ee beberapa kali surat itu kan ditujukan tidak langsung kepada OPD nggih, tapi sekretaris daerah Provinsi Jawa Timur. Nah, kadang itu kami mau ikut itu ragu karena tidak ada surat kepanjangan tangan dari sekretaris kepada OPD. Tapi kadang kita nekad gitu, Mas. Jadi daftar dulu kalau ada surat panggilan dari Puspakom Diji baru kita ajukan ke pimpinan. Nah, itu seperti apa sebetulnya ee prosedurnya? Itu yang pertama. Yang kedua untuk Bu Serlita ee kami paham dengan adanya narasi tunggal ee keseluruhan dari OPD itu sangat membantu Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Tapi bagaimana jika narasi tunggal tersebut jauh sekali dengan bidang kami? Apakah itu memang tidak apa-apa, tidak mempengaruhi Nietche atau mungkin komentar netizen terkait konten kita yang akhirnya bermacam-macam itu atau seperti apa? Itu sih yang kami bingungkan, Bu. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Penanya ketiga yang dari sebelah kanan silakan. Kalau Bu Kadis Kominfo sudah kenal ini jelas. yang sebelah kanan ini, Bu. Tapi masih perlu dikenalkan ya, Bu ya. Baik, silakan, Pak. Baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Ee izin saya mau menanyakan ee kepada beliau-beliau berdua ya, Mas ya, terkait Jadi begini. Setiap kali ada kegiatan demikian saya tuh selalu Oh, iya ya. Nama ya sampai lupa, Ibu. Masyaallah. Nama saya Angel dari Diskominfo SP Kabupaten Tuban. Ya, yang mau saya sampaikan adalah seperti ini. Saya tuh selalu berekspektasi tinggi setiap kali mengikuti kegiatan demikian. Jadi, seolah-olah itu pranata humas itu keren banget. Terus habis itu kita punya strategi bahkan untuk mitigasi entah itu isu bahkan krisis kita itu sudah kayak sudah punya bekalnya banget gitu. Tetapi pada saat kita kembali ke rumah, kita itu sekali lagi ee selalu ee sebagai apa ya? Kita harus mengikuti ee keputusan final pimpinan seperti itu. Nah, ee yang ingin saya tanyakan kira-kira apa yang harus kita lakukan, Ibu Bapak? Ya, apakah kita harus tetap mengikuti arahan pimpinan? Jadi, seolah-olah anggaplah sebagai seorang PR kita itu melihatnya hanya sebagai isu yang tidak begitu harus reaktif ya untuk ee menyikapi. Tetapi menurut pimpinan itu harus disikapi secara reaktif dan bahkan sampai-sampai kadang kalau sudah naik ke media online harus kita take down, kita upayakan demikian. Padahal menurut kami itu levelnya udah enggak usah, enggak usah, Pak, enggak usah, Pak. Nah, seperti itu kan. Nah, apa yang harus kita lakukan seperti itu ya, Ibu, Bapak. Kemudian satu lagi, mungkin ini karena ini momennya tepat untuk sharing, mungkin dari peranta humas ee dari provinsi ataupun kabupaten lain bisa sharing. Ada enggak tim humas di daerah atau di provinsi itu yang memang benar-benar kita itu kayak di seolah-olah kayak di drakor drakor ya, Bu, Pak. Kal perusahaan-perusahaan yang memang humas itu berperan banget. Jadi kalau ada apa-apa eh tim humas panggil dong seperti itu. Ada enggak mungkin dari teman-teman itu nanti bisa sharing ya Bu, Pak atau Bapak Ibu bisa berbagi ke kita. Ada humas yang benar-benar dipakai. Mohon maaf bahasa istilahnya paling itu tuh ya dipaka Bu. Jadi tidak hanya sekedar ee mengikuti pimpinan. Demikian terima kasih. Baik. Siap. Terima kasih Mbak Angel dari Tuban. Berikan applause untuk tiga penanya kita. Luar biasa pertanyaannya. Ada pertanyaan satu lagikah dari Zoom atau dari YouTube? Enggak ada ya? Jadi cukup tiga pertanyaan ee dari penanya yang hadir ini. Tadi dari Mas Budi Pamekasan, Mbak Riska Dinkes Jatim dan juga dari Mbak Angel dari Kominfo Tuban. Baik, ini langsung saja ditanggapi dari ee Pak Kapus dulu mohon menanggapi yang pertama dari tadi ee sekedar tip aja, Pak yang Mas Budi Utoma tadi menanyakan terkait tip agar komentar negatif netizen di mana di MESOS itu tidak menjadikan buruk citra institusi. Kemudian dari Mbak Rizka yang ditanyakan tentang persuratan. Pak, memang demikian yang saya tahu dari BPSDM Kemendagri pun begitu bersuratnya adalah kepada sekretaris daerah baru harusnya sekretaris daerah meneruskan ke ee unit atau leading sektor terkait. Nah, nanti barangkali apakah dari Puspa Komisi memang harus begitu atau bisa langsung ke instansi pembina di daerahnya misalkan langsung ke Kepala Dinas Kominfo biar lebih langsung ee cepat pergerakannya karena biasanya pelatihannya memang ee pelatihannya besok baru suratnya turun hari ini. Wah, ini ini mohon maaf loh, Pak. Pak Kapus ini jadi curhat juga saya. Biar nanti cepat barangkali Pak Kapus berkenan ada apa men-share suratnya ke Bu Kadis atau ke kami juga bisa. Kemudian Mbak Angel tadi juga tanya, Pak, ini yang kaitannya dengan apa? Tips juga yang nomor tiga ini tips ee apa yang harus dilakukan ketika terbentur dengan kebijakan pimpinan dan barangkali Pak Kapus juga bisa memberikan gambaran apakah di KL di pusat sana ada tim humas yang benar-benar solid dan diandalkan oleh ee instansinya. Begitu, Pak Kapus. Silakan. Ya, terima kasih atas pertanyaannya. Tadi dari Mas Dudi terkait di media sosial ada yang pasti ada yang negatif gitu ya. Terus terang semenjak 2012 memang saya banyak mengamati medsos gitu kan. Terus saya juga menangani konten negatif. Jadi saya dulu anu Bu tukang blokir Bu ya amal ininya amal sampingan gitu Bu. Cuma tadi kan katanya ASN tidak hanya kerja harus berperan gitu. Nah, walaupun saya eselon 3 tapi bagaimana punya peran yang besar kepada bangsa dan negara yaitu bagaimana apa namanya ya ada istilah Guardian of the Galaxy. Nah, ini saya Guardian dari konten lah gitu ibaratnya. Bagaimana agar konten di Indonesia tu positif gitu ya. Jadi saya mengamati terus terang ee konten negatif di Facebook di mana tuh banyak banget. Saya sampai capek juga tangan saya secara pribadi menghapus itu karena saya punya koneksi kepada para ee pada platform. Jadi saya itu punya karena saya nani konten akhirnya saya dikasih yang namanya jalur apa namanya? Hot ee namanya hot access. Hot akses itu akses yang email itu memang khusus untuk orang-orang tertentu yang kayak kalau di Indonesia cuman satu doang gitu. Nah, hot access gitu kepada Google seperti itu. Nah, berkenaan dengan konten negatif makanya saya tampilkan tadi presiden sebelumnya Pak Jokowi kan negara jangan kalah sama pengamat. Itu maksudnya ya pengamat itu termasuk kalangan media sosial yang berlaku negatif. Sampai sekarang pun enggak bisa. Kalau kita Tuhan, kita bisa putar otak seseorang untuk berpikir positif. Tapi kita kan gak bisa, ya kan? Nah, saya juga pernah pernah mengalami kesalahan terus terang dalam satu saat tertentu mengundang orang yang komunikatif dengan maksud biar dia sadar gitu ternyata. Nah, dari analisis teman saya ee teman saya Pak Nur itu sebenarnya bagus ngundang dia. Setelah diundang komennya positif detet. Dia bikin runtutan komen tuh bagus banget. Eh, yang ke-11 yang terakhir dibikinlah negatif ini Pak Nuriza. Waduh, saya mencak-mencak lah gitu. Ibaratnya ini masalah nasib Mas. Jadi kalau kita sampai salah langkah kayak tadi, menghargai orang yang kayak tadi. Nah, makanya kita itu coba rekan-rekan semua waktu tahun 2013 itu 2012-2013 ee posisinya apa? SMA, SMP atau apa gitu ya. Nah, media sosial saat itu banyak sekali konten-konten negatifnya. Makanya menteri, Pak Presiden harus bikin konten yang positif, yang produktif, harus diperbanyak sehingga audiens itu lebih banyak mendapatkan yang positif. Nah, dengan adanya Instagram akhirnya banyak yang positifnya gitu. Nah, itu beruntung aja gitu. Jadi, kita enggak boleh kalah sama pengamat. Nah, kalau ada konten negatif kalau kita kalah duluan, susah sekali untuk bangunnya. Itu yang pertama. Yang kedua tadi ikut tot prosedurnya surat surat memang iya itu juga menjadi konsen saya karena saya juga mengalami hal yang sama ini kalau ada pelatihan dari luar negeri dari ini ke biro kepegawaian biro kepegawaian ke ee ses dijenes dijen ses dien nanti ke sana gitu kan. Nah saya pikir-pikir udah kita suratin aja langsung ke UPT-nya UPT-nya langsung ke eselon 2-nya sama UPT-nya. Jadi enggak usah lewat ses, tetapi pengusulannya. Nah, ini tetap harus lewat ses. Nah, itu yang lagi kami pikir. Terusang ini tadi kami ada Zoom ini Puspakom Dik ngajuin ee langsung ke sini-sini selama ini kan lewat ses gitu mungkin tujuannya baik tapi kan akhirnya ngusulinnya ke siapa. Nah, perlu dibikin prosedur. Nah, kenapa lewat ses itu penting? Lewat Sekda dan lain sebagainya karena itu pengakuan untuk penugasannya. Penugasannya. Nah, mungkin ketika mengirimnya bisa ke langsung ke Dinas Kominfo dan sebagainya biar langsung cepat. Tetapi pengusalannya tetap nanti misalnya apakah Dinas Kominfo bisa apakah lewat BPSDMP sini atau lewat Sekda ketika pengusulannya. N. Nah, jadi ada mungkin yang dipercepat di jalur mendapatkan informasinya sehingga mengusulkannya bisa cepat sehingga nanti ketika resmi pengusulan formalnya bisa lebih cepat. Barangkali itu ke depannya mungkin itu ya. Makasih ya Mas ya. Yang ketiga terkait dengan contoh di KL Pak Barangkali ada Pak kementerian apa yang kira-kira oke menurut Bapak sudah bagus penerapan oke tim humasnya. Oke. Jadi saya jadi Plt. Humas itu 2016 sampai 2018. Ini saya kasih gambaran ee saya pengamatan saya saat itu karena saya betul-betul mengamati the evidence gitu kan ya. The evidence-nya. Saya mengamati di antara KL-KL yang ada Kominfo tidak bagus, Kementerian Konflik tidak bagus. Saya jadi tidak bagus. Kenapa? Karena tidak menghasilkan konten yang cepat yang banyak itu enggak bagus. Nah, saya menyadari kalau Kominfo menghasilkan konten yang banyak, yang bagus itu juga not that easy juga karena posisi kami itu sebagai regulator. Nah, kalau hal-hal baru gak mudah juga. Nah, ada tiga kementerian yang saya amati itu bagus saat itu 2017 ya 2016 saya ngamati Kemendikbud saat itu Pak Nuh di sana itu Twitternya R,6 juta, kami baru 600.000. Nah, bagaimana Twitter kami bisa cepat? Nah, kami galakkan terus anak-anak muda, Pak, kita punya ide begini. Nah, akhirnya Twitter kami Kominfo, Instagram cepat banget setelah itu. Nah, kami contoh kasih contoh tiga kemerian PUPR. Kenapa saya kasih contoh? Saya amati PUPR itu setiap hari menguatkan mengeluarkan dua rilis resmi siaran PR. Nah, tapi saya ketemu Pak Indra. Pak Indra saya ngamati punya Bapak kok setiap hari dua. Iya Pak Nuriza. Bapak enak bangun bendungan berapa, jalan raya berapa, semua diabsenin. Perkembangan ini, perkembangan ini, perkembangan ini. Kalau Komiki kan sensitif semua itu problemnya. Terus eh Kemendikbud. Mana Kemendikbud? Agak beda. Kemendikbud itu sebelum Pak Nadim sama Pak Nadim berubah. Berubah. Sebelum Pak Nadim itu diabsenin yang namanya konten Twitter-nya. itu kegiatan pelatihan di mana di mana itu setiap jam begitu Pak Nadim diop mulai fokus bahasanya saya lihat fokus kampus merdeka MBKM MBKM MBKM terus jadi dipush bahwa yang penting ini. Nah gitu itu perubahannya. Terus yang ketiga. Nah kalau tadi PUPR itu ternyata Pak Menterinya memang fokus banget ke situ. Dibikin yang namanya situation room, control room. Jadi semua UPT-UPT yang pembangunan-pembangunan itu nyetor informasi progresnya tinggal disaring. Nah, yang bagus banget itu adalah KemenQ karena Bu KemenQ membangun SDM dan bagaimana cara kerja itu. Kami mengundang secara khusus staf-staf yang di KemenQ bagaimana cara kerjanya. Betul, Pak. Kami memang dibikin insentif. insentif itu kalau kami eselon 1 eh eselon 4 nanti naik eselon 3, eselon 3 naik eselolon 2, esolon 2 naik eselon 1. Nah, kebetulan ada rakor setelah kami ee setahun ketemu ada rakor kehumasan di KemenQ. Jadi pembicara utamanya Bu Menteri. Dia sampaikan, "Nah, apa yang disampaikan oleh stafnya tadi disampaikan oleh Bu Menteri. Nah, membangun kehumasan tuh betul-betul bagus." Makanya setiap kali Bu Menteri itu ada video bagaimana pesan apa APBN untuk kita itu didorong terus gitu kan APBN untuk kita itu bahasanya itu. Terus bagaimana menjelaskan ee hutang itu kenapa harus hutang kenapa harus begini-begini? Wartawan nanya pun dijawab dengan enak. Akhirnya oh begitu Bu. Kalau misalnya kita hapus yang ini, ini hutang kita potong ini, berarti BPJS layanan ini, ini tidak tidak ada. tidak ada. Bagaimana? Oh, ternyata. Nah, seperti itu. Nah, itu itu sebagai contoh yang solid saya sampaikan. Makasih. Ya, terima kasih, Pak Kapus. Berikan tepuk tangan untuk Pak Kapus. Saya kira jawabannya sudah sangat memuaskan untuk tiga penanya semuanya tadi. Selanjutnya mohon tanggapan dari Ibu Kadis Kominfo khususnya yang tadi kaitannya ada satu poin yang tadi Mbak Riska ditujukan khusus ke Ibu terkait narasi tunggal dan yang lain mungkin dirangkum aja jadi satu terkait motivasi bagaimana menjadi humas yang baik dan bisa diandalkan. Begitu Bu. Silakan. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih Mas Budi, Mbak Riska, Mbak Angel. Ee kalau kami ketemu sama netizen Julit itu kayaknya sih wis hari-hari gitu ya, Mas. Bahkan di saya dulu enggak pernah masuk di TikTok itu enggak pernah. Tapi karena saya harus belajar algoritmanya TikTok dan lain sebagainya akhirnya saya masuk ke TikTok. Terpaksa gitu. Dipaksa saya untuk belajar TikTok. Kalau dulu sebelum TikTok saya minum amload pinnya satu sehari. Setelah masuk TikTok saya minum amload pinnya dua kali. sehari. Jadi ya gitu, Mas ketemu sama netizen itu tadi ya macam-macam ya. Tapi apapun itu harus dijawab karena yo macam-macam gitu. Akhirnya netizen lain kan yang membantu kita biasanya begitu. Kalau kita jawab jangan dibiarin gitu karena kalau dibiarin kita kayak ah udahlah cuek aja gitu tapi tetap harus dijawab. Saat ini kami di PEMPR Jatim sedang membangun sistem gitu ya. ini ada perubahan dan fenomena baru lagi. Kalau dulu kita ee mendapatkan masukan dari masyarakat itu dari hotline 15979, dari ee telepon gitu ya, macam-macam dari email dan lain-lain. Sekarang masyarakat itu ternyata banyak wadulnya itu di medsos gitu. Jadi kami bangun sistem gitu ya, gimana yang wadul-wadul di masyarakat ini eh di medsos ini, masyarakat yang wadul di medsos ini bisa ee terangkum gitu, terangkum oleh kita dan bantu jawab dan itu enggak bisa kalau Kominfo sendirian. Kominfo apa bisa ngomong tentang kerusakan jalan enggak kan. Nah, makanya kemudian WA grup bentuk komunikasi dengan lain dengan teman-teman dan kolaborasi dengan OPD itu penting. ketika ngomong tentang jalan ee diag Bina Marga Jatim kalau saya tuh ee setelah itu enggak dijawab-jawab tuh kontak tuh ininya ee pe pengelola medsosnya, adminsosnya dan punya mm template template jawaban. Jadi enggak boleh ngawur jawabnya itu karena akan menimbulkan ee pertanyaan baru. Tapi yang pasti harus dijawab. Itu yang pertama. Yang kedua, Mbak Rizka. Eh, saya belum ngeh yang dimaksud Mbak Riska. Tapi beberapa waktu yang lalu kami ke OPD meminta masing-masing OPD bisa menginformasikan program-program strategis di masing-masing OPD-nya untuk kami tindak lanjuti. Satu, kami publikasikan, dua kami agendakan untuk mm press conference dengan teman-teman ee wartawan. Yang berikutnya jadi tema podcast gitu. Nah, ini menarik nih. Jadi tema podcast gitu. Nah, saya enggak tahu kalau di Dinas Kesehatan dengan siapa ya. Saya Mas Sekol dengan siapa kalau di Dinkes ya. Boleh dibantu enggak? Nah, nanti mungkin Mbak Riska bisa kontakkan gitu. Kemarin yang terbaru itu kami diajak oleh Pak Kadinkes ee ke Kangean ya. Oh, kemarin Sapudi ya. Next, Kang ya. Sebelumnya Keraas, tahun kemarin kami juga diajak. Tujuannya satu kemarin ikut mempublikasikan. Tapi kemudian karena kami punya Jatim Infinity, Jatim Infrastructure and Connectivity yang membantu internet di ee lokasi yang belum tersentuh internet ee mulai RAAS dan Sapudi itu kami bawa Starling sehingga ee komunikasinya bisa lancar dengan layanan internetnya gitu ya. Terus sekalian juga nyoba telemedicine ya. Nah, itu itu ee kami publikasikan tuh gitu. Nah, maksud saya hal-hal semacam itu teman-teman di OPD monggo ee itu ada Mas Eko tuh di belakang ya, bisa kontak Mas Eko. Ee saya enggak tahu sudah beberapa OPD tuh yang nyampaikan program strategisnya Pak Eko, Mas Eko. Nah, itu oke ayo gitu kita garap bareng-bareng gitu karena kalau Kominfo harus ngajak lihat satu-satu gitu tuh kolaborasi ya Bu ya. Capek capek. Heeh. Dan belum tentu tepat gitu. Tapi kalau misalnya dari masing-masing OPD-nya, "Bu, saya ee punya program ini telemedicine itu tadi ya." Terus misalnya di ee BPSDM gitu punya apa gitu. Kami punya banyak kanal ya yang bisa membantu nanti kita garap bareng-bareng gitu. Bukan berarti terus kami yang terbaik enggak. Ayo makanya kita sama-sama gitu. Nanti yang terkait surat Pak monggo disampaikan kami. Saya kebetulan masuk di grupnya IPR humas. Saya anak buahnya Mas Romi. Tuh di situ ada Pak Ketua Mas Romi. Nah, nanti monggo saya sampaikan di situ. Dan saya pikir sih kami diizinkan dong, Pak atas nama Kominfo gitu mengusulkan ya, Pak ya. Mengusulkan di soalnya lama itu malah kalau bisa ada sistem gitu yang teman-teman IPRA humas, teman-teman IPRAH humas ini kan ya sudah munggua udah ee verified lah, verified dan tersertifikasi. Jadi pasti NIP-nya gitu tuh kan sudah bisa diakui gitu Mbak Riska ya. Nanti kita diskusi lagi lebih dalam. Boleh. Siap. Dan Mbak Angel kayak enggak kenal ini kita kayaknya ya. Namanya pimpinan ituu macam-macam. Ada yang style-nya A, ada yang style-nya B, ada yang style-nya C gitu. Akan beda ceritanya. Tadi yang terakhir Ayu Tingting tuh. Itu kan aku diperintah yoga tuh. Ayo, Bu. Ibu, gaya gini, Bu. Kebetulan aku termasuk yang maulah di perintah yoga, tapi tidak semua pimpinan begitu gitu. Nah, kita saja yang mengikuti polanya seperti apa. Kami membuat akun kalau boleh dibilang tuh akun second gitu ya. Akun second itu kemarin di Masih Kominfo Pak ee itu punya akun yang namanya Indonesia Baik. itu akun keduanya Kementerian Kominfo. Jadi dia memberikan informasi dengan style kekinian. Jadi enggak style pimpinan gitu. Enggak style pimpinan. Yang style pimpinan yang naratif yang titik komanya itu diatur. Ngadap kiri ngadap kanan gimana ee protokolernya itu diatur enggak apa-apa. Itu memang memang hak dan ininya beliau-beliau gitu enggak apa-apa gitu. Tapi kalau kita kemudian mau bikin versi kita gitu daripada ee ramai gitu ya dan lama biasanya lama kan karena beliau-beliau ini sibuk gitu ya. Ya, kita bikin akun ee apa ya? Bukan akun tandingan sebetulnya, Pak. Apa ya itu ya? Ya, second akun lah. Bayangan. Peace fanpace. Boleh. Nah, ee Jatim PEMPR itu adalah bentuk dari mm akun akun second-nya Kominfo Jatim. Jadi, kalau di Kominfo Jatim tuh titik komanya diatur ee naratif banget harus benar gitu. Kalau di yang Jatim Pempr tuh lebih ee gaya, lebih kekinian gitu ya bahasanya itu hei guys gitu-gitu lah. Dan yang penting juga teman-teman perlu info bahwa sekarang itu flyer dalam tanda petik ya, enggak pakai payu. Yang payu itu yang video. Yang video karena beberapa kali kita lihat gitu ya, yang video ini kalau di Instagram reals, di TikTok gitu ya. itu ternyata yang nge-like lebih banyak dan engagementnya lebih tinggi. Ini tambahan tambahan tambahan. Terima kasih buat semua pertanyaannya. Sekali lagi mm kalau saya ikut di Pranata Humas tuh kayaknya kok anu ya ee adem-ayam gitu ya. Kadang pengin kasih apa nih ya biar ramai diskusi asik gitu ya. Tapi mungkin teman-teman sudah pada sibuklah. Yang perlu diingat lagi bahwa kita itu bertarungnya dengan waktu, waktu, waktu. Jadi harus cepat, cepat, cepat, cepat ee apapunlah ya, apapun gitu bertarungnya tuh dengan waktu. Saya saya sudah kehabisan kata-kata. Gimana kalau sudah lebih dari 24 jam gitu? Nanti langsung dengan reward-nya tadi aja, Bu. Tanpa kata-kata langsung kasih hadiahnya tadi. Heeh. Ya, gitu. Sementara mungkin itu. Baik, terima kasih Ibu Kepala Dinas Kominfo. Luar biasa jawaban beliau berdoa. Berikan applause yang meriah. Baik, Teman-teman sekalian, Bapak, Ibu hadirin, maupun hadirat yang masih menyimak dan stay tune di Zoom maupun di YouTube BPSDM Provinsi Jawa Timur. Ee sesi tanya jawab dan sesi diskusi kami akhiri karena waktu juga yang memisahkan. kita sudah lepas dari ee pukul .7 menit. Ibu Kadis izin. Nanti untuk yang door eh grand price-nya tadi tinggal dipilih dari salah satu tiga penanya. Begitu nggih. Baik, jadi tiga penanya semuanya mendapatkan buku dari Inspirasi Humas Jawa Timur. Nanti silakan untuk maju ke depan dan satu di antara tiga ini akan mendapatkan door grand price dari Ibu Kepala Dinas Kominfo berupa langganan chat GPT 1 bulan. Baik, dari tiga penanya Pak Kapus mana yang pertanyaannya paling luar biasa? Bo, boleh dibisikkan saya, Pak. Baik, sambil menunggu keputusan dari judges ya dari dewan juri, teman-teman sekalian saya ingatkan untuk mengisi daftar hadir yang sudah diberikan tadi oleh panitia. Jika mungkin lupa atau tidak belum tampil bisa dilihat juga di YouTube-nya BPSDM Provinsi Jawa Timur ya. Jangan lupa mengisi presensi nanti akan diterbitkan e-sertifikat kalau tidak salah begitu. Nanti KKMC yang akan menjelaskan. Pak Kapus sudah ada keputusan Bu Kadis? Enggak. Enggak. Saya mau nambah aja. Siap. Monggo, Bu Kadis. Nggih, Mas Romi, Pak Ketua, dan teman-teman semua gitu ya. Kalau harus hadir menambah ilmunya seperti sekarang kan BPSDM itu perlu berhitung gitu ya. Ee kami menawarkan dengan kegiatan cerdas digital ini kalau mau lewat Zoom dengan tema apapun monggo ee dengan senang hatilah. dengan senang hati. Ee nanti saya tak nembung beliau, Pak. Ao, Pak narasumbernya Pak atau siapa gitu narasumbernya? Monggo. Jadi tidak harus ketemu di sini tapi mungkin ada bentuk komunikasi lain, ada bentuk pembelajaran lain dengan melibatkan Dinas Kominfo Provinsi Jawa Timur. Terbukalah kita terbuka gitu ya. Ayo belajar sama-sama. Terima kasih. Baik. Alhamdulillah luar biasa sekali. Ini komitmen ee pimpinan kita di Provinsi Jawa Timur, baik Kepala BPSDM tadi Bapak Dr. Ramlianto, Ibu Kepala Dinas Kominfo, dan bahkan di sini ada Bapak Kapus Pak Komdiji yang juga berkomitmen sama-sama untuk mengembangkan kita pranata humas penjaga kredibilitas pemerintah Indonesia. Begitu ya. Baik, tadi sudah ada keputusan dari dewan juri KMC. Sebentar ini ada keputusan penting yang harus saya umumkan bahwa yang akan mendapatkan grand prize dari Ibu Kadis Kominfo adalah musik. Musik. Musik. Musik. I ini kayak saya betah di sini loh, Teman-teman sekalian. Karena tadi sudah dikasih welcome home oleh Bu Amel. Jadi serasa di rumah aja. Jadi yang mendapatkan grand price adalah Mas Budi dari Pamekasan. Nanti silakan menghubungi nomor yang ada di bawah ini untuk mendapatkan grand prize dari Ibu Kadis Komisifo. Baik, saya akhiri teman-teman sekalian tidak perlu saya ee simpulkan dari diskusi kita siang hari ini. Yang pasti mari kita jadikan forum ini, forum COP ini long lasting ya, Teman-teman sekalian. Tadi sudah join grup, sudah ada di grup itu. Pasti nanti Bu Amel akan banyak program-program yang dibagikan kepada teman-teman sekalian. dan jangan lupa bergabung sehingga peranta humas Jawa Timur ini bisa semakin solid, semakin bermanfaat, dan semakin bisa menjadi garda terdepan menjaga reputasi dan kredibilitas pemerintah provinsi Jawa Timur. Kapal berlayar ke Pulau Raas cakep. Singgah sebentar di Surabaya. Cakep. Kolaborasi humas kuatkan kredibilitas untuk Jawa Timur, gerbang baru Nusantara. Wasalamualaikum. warahmatullahi wabarakatuh. Saya kembalikan kepada Kakak MC. Terima kasih. Terima kasih Bapak moderator. Boleh minta appla sekali lagi untuk moderator dan narasumber kita yang luar biasa. Penanya disilakan Mas Judong untuk menerima buku. Iya dong. Baik tiga penanya yang tadi sudah dijawab juga ya pertanyaannya. Boleh maju ke depan stage karena akan ada hadiah ya berupa buku yang akan diberikan langsung oleh narasumber. Silakan. Baik. Tiga orang yang tadi sudah bertanya bisa di depan stage. Baik, boleh maju Kakak silakan. Baik, mohon berkenan Bapak untuk memberikan buku buku humas Jatim ya. Boleh minta applaus yang luar biasa. Baik, Ibu. Mohon berkenan juga Ibu untuk memberikan hadiahnya kepada yang sudah bertanya ya di sesi diskusi. Baik, foto bersama. Ya, lihat ke kamera. Senyum. 1 2 3. Oke, kepalkan tangan kanan dong. Optimis Jatim Bangkit. Sekali lagi posternya sekali lagi. Satu dua t. Baik, applaus sekali lagi Bapak dan Ibu seluruh peserta. Terima kasih. Baik Bapak dan Ibu, berakhir sudah acara forum konsultasi pengembangan kompetensi community of practice jabatan fungsional pranata humas Provinsi Jawa Timur tahun 2025. Terima kasih sekali lagi kami ucapkan kepada para narasumber, Kepala Pusat Pengembangan Aparatur Komunikasi dan Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Bapak Dr. Ir. Nuriza, M.S. Terima kasih untuk Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Ibu Sherlita Ratnadewi Agustin, S.Si., MIP.