Forum Konsultasi Pengembangan Kompetensi Community of Practice Jabfung Pranata Humas Jawa Timur 2025
Ek6AjepmrRQ • 2025-07-31
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
Selamat siang kepada Bapak dan Ibu
seluruh peserta Forum Konsultasi
Pengembangan Kompetensi Community of
Practice Jabatan Fungsional Perkata
Humas Provinsi Jawa Timur tahun 2025.
Sesaat lagi forum akan dimulai diharap
untuk seluruh gadget yang dibawa
di dalam keadaan hening.
Baik.
Oke,
dimohon sekali lagi untuk seluruh
peserta untuk mengaktifkan gadgetnya
dalam mode senyap
sehingga tidak mengganggu berjalannya
acara. Terima kasih.
Okay. Selamat datang kami ucapkan kepada
kepala Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
SP,MP.
menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia
Raya hadirin dimohon berdiri
lagu kebangsaan Indonesia Raya
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
darah-Mu
di Allah
ku berdiri
dari pui
Indonesia
bangsa dan tanah airku.
Kita berseru
Indonesia bersatu.
Hiduplah tanahku,
negeriku,
rakyatu semuanya
jiwanya
Indonesia Raya
merdeka tanahku, negeriku yang Puj
merdeka, merdeka. Hiduplah
Indonesia Raya
merdeka merdeka. Tanahku, negeriku yang
kucintu.
Indonesia Raya merdeka, merdeka.
Hiduplah
Indonesia
Raya.
[Musik]
Hadirin disilakan duduk kembali.
[Musik]
Selamat siang dan selamat datang kepada
Bapak dan Ibu tamu undangan yang kami
hormati. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam.
Salam sejahtera bagi kita semua. Om
swastiastu. Namo buddhaya. Salam
kebajikan. Yang terhormat Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, S.P., MP.
Yang kami hormati para narasumber,
Kepala Pusat Pengembangan Aparatur
Komunikasi dan Digital Kementerian
Komunikasi dan Digital Republik
Indonesia.
Bapak Dr. Ir. Nuriza, M.S.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika
Provinsi Jawa Timur, Ibu Sherlita Ratna
Dewi Agustin, S.Si., MIP.
Yang kami hormati Kepala Bidang
Pengembangan Kompetensi Fungsional dan
Sosial Kultural Ibu Amalia
Pramudiansari, SSTP, M.M.
Yang kami hormati moderator Bapak Dr.
Zainal Muttaqin, SKOM, Mom, CPR.
Yang kami hormati pejabat struktural dan
fungsional di lingkungan Provinsi Jawa
Timur dan seluruh peserta forum
konsultasi pengembangan kompetensi
community of practice jabatan fungsional
pranata humas Provinsi Jawa Timur.
Alhamdulillahiabbil alamin. Puji syukur
kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu
wa taala atas anugerah-Nyaalah
sehingga pada hari ini di hari Kamis 31
Juli 2025 kita diberi kesehatan yang
sempurna dan kesempatan untuk dapat
mengikuti acara forum konsultasi
pengembangan kompetensi community of
practice jabatan fungsional pranata
humas Provinsi Jawa Timur tahun 2025.
[Tepuk tangan]
merupakan suatu kebanggaan bagi saya,
Anisa Dewi dapat memandu berjalannya
forum ini. Karena di dalam forum ini
adalah ruang belajar bersama baik untuk
peserta yang hadir di Sasana Wata Praja
maupun peserta yang bergabung secara
online sekaligus wahana kolaborasi antar
sesama pejabat fungsional peranata humas
dalam semangat berbagi praktik baik,
menggali strategi pengembangan karir,
dan memperkuat peran strategis dalam
proses perencanaan pembangunan daerah
dan diharapkan dapat terbentuk jejaring
profesional yang aktif, saling
mendukung, dan juga berkelanjutan yang
pasti untuk mendorong kinerja yang
semakin adaptif, solutif, dan
kontributif terhadap pencapaian
pembangunan di Jawa Timur.
Sepertinya di siang hari ini semangatnya
agak sedikit mengendor. Izinkan saya
membaca sebuah pantun untuk membuka
supaya seluruh peserta bisa menjadi
lebih bersemangat lagi. Nanti bilang
cakep ya.
Pagi hari menyeruput kopi hangat
ditemani roti isi yang manis rasanya.
Hati senang bertemu sahabat dan rekan
hebat
di forum COP tempat berbagi ilmu dan
cerita.
Hadirin yang berbahagia, agar kegiatan
di hari ini dapat berjalan dengan lancar
dan penuh berkah, mari kita bersama-sama
menundukkan kepala dan berdoa menurut
agama dan kepercayaan masing-masing.
Pembacaan doa akan dipimpin oleh Bapak
Muhammad Jufri. Kami persilakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Bapak, Ibu, izinkan kami berdoa secara
Islam.
Mohon bagi yang beragama lain untuk
menyelesaikan.
Bismillahirrahmanirrahim.
Allahumma sholli wasallim ala sayyidina
Muhammadin wa ala ali sayyidina
Muhammad. Alhamdulillahiabbil alamin.
Allahumma inna nas'aluka salamatan
fiddin waatan fil jasadi waadatan fil
ilmi wabaratan firqi watatan qoblal maut
warahmatanal maut. Allahumma hawakaril
maut minab.
Allahumubana
baitana wblanaadunka rahmatan inaka
antal wah. Rbanaamna anfusana waillam
tagfirlana watarhamna lanakunanna minal
khasirin. Allahumfirlana
waliwalida warhamhuma kama
rbana atina fid dunya hasanah wafil
akirati hasanah waqinazabanar.
Subhanaka rabbika rabbil izzati amma
yasifun. Wasalamun alal mursalin.
Walhamdulillahi rabbil alamin.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Bapak dan Ibu, selanjutnya kita akan
dengarkan laporan kegiatan yang akan
disampaikan oleh Kepala Bidang
Pengembangan Kompetensi Fungsional dan
Sosial Kultural. Untuk itu kepada Ibu
Amalia Pelamudiansari, SSTP,M kami
persilakan.
[Musik]
Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat siang dan salam sejahtera bagi
kita semua.
Yang terhormat Kepala BPSDM Provinsi
Jawa Timur, mentor kita semua Bapak,
Ibu, Bapak Dr. Ramlianto, S.Mp.
Yang kami hormati narasumber yang hadir
dari Jakarta hari ini meluangkan waktu
untuk kita semua. Kepala Pusat
Pengembangan Aparatur Komunikasi dan
Digital Kementerian Komunikasi dan
Digital Republik Indonesia. Selamat
datang Bapak Dr. Ir. Nuriza, M.S. matur
nuwun hadir kembali di BPSDM Provinsi
Jawa Timur. Bapak yang kami hormati pula
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika
Provinsi Jawa Timur Ibu Serlita Ratna
Dewi Agustin, S.Si. MIP. Matur nuwun,
Ibu berkenan hadir. Yang kami hormati
pula bertindak selaku moderator hari ini
dan welcome home Pak Zen, Kepala Bagian
Materi dan Komunikasi Pimpinan MKP Biro
ADPIM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Zainal Muttaqin, SKOM, Mom, CPR. Terima
kasih, Bapak. Ini eh reuni gitu ya, Pak
Zen. Kembali ke PPSDM
Bapak, Ibu. Para tamu undangan hadir di
sini, seluruh JF Pranata Humas baik
provinsi maupun kabupaten kota baik yang
hadir di sasana wiat Praja ini ataupun
hadir di Zoom meeting dan juga streaming
di YouTube BPSDM Jatim TV. yang
berbahagia. Tentunya tiada ungkapan yang
lebih indah kecuali rasa syukur kita ke
hadirat Allah Subhanahu wa taala Tuhan
yang maha esa atas kesehatan dan juga
keselamatan serta peluang hari ini
sehingga bisa hadir bersama di BPSDM
Provinsi Jawa Timur dalam acara forum
konsultasi COPJ Pranata Humas Provinsi
Jawa Timur yang ee bahagia ini. Izin Pak
Kaban melaporkan beberapa hal.
Bapak, Ibu, hari ini COP ini merupakan
yang keempat kalinya yang kita
laksanakan. Yang pertama JF analis
kebijakan, yang kedua JF Pranata Humas,
yang ketiga tadi pagi dibuka oleh Pak
Kaban yaitu JF Pemadam Kebakaran. Dan
hari ini Bapak Ibu meluangkan waktu
untuk acara yang luar biasa ini khusus
untuk community of practice untuk JF
Pranata Humas dan luar biasa antusias
hari ini Pak Kaban boleh applause untuk
Bapak Ibu sekalian
hari ini full hadir semua dari
Banyuwangi sampai Pacitan dan juga
seluruh OPD baik secara luring maupun
daring. Adapun tujuan hari ini tentunya
Bapak Ibu kami ingin yang pertama nanti
mendeklare atau mendeklarasikan
hadirnya COP yang merupakan sejalan
dengan SDGs kami ataupun corpu kami
sehingga akan membentuk community of
practice kelompok belajar yang tidak
harus datang ke BPSDM namun ada nanti ee
QR code yang Bapak Ibu bisa scan. Bapak,
Ibu akan masuk menjadi kelompok dari
COPJF Pranata Humas. Selain
dideklarasikan nanti oleh perwakilan dan
diketahui oleh Pak Kaban, kami ingin
menyediakan ruang berbagi pengalaman,
praktik baik, dan juga tantangan dalam
pelaksanaan tugas kehumasan yang kita
tahu sangat dinamis ya kalau terkait
pranata humas ini. Kemudian meningkatkan
pemahaman pranata humas terhadap peran
strategis komunikasi publik serta
mendorong kolaborasi antar pranata humas
di lingkungan pemerintah provinsi maupun
kabupaten kota seo tentunya Bapak Ibu
untuk peserta hari ini Pak Kaban izin
menyampaikan seluruh pranata humas baik
pertama muda madya di lingkungan
pemerintah provinsi Jawa Timur kemudian
kabupaten kota seJawa Timur yang hadir
hadir secara luring maupun daring.
Narasumber hadir dari Komdigi tentunya
akan memberikan informasi yang sangat
update kepada Bapak Ibu sekalian. Dan
juga eh selain Pak Dr. Ir. Nuriza, hadir
pula Kepala Diskominfo Provinsi Jawa
Timur. Ini bestinya BBSDM Provinsi Jawa
Timur. Dan juga pada hari ini tentunya
Bapak Ibu tidak hanya sampai di sini
kami akan bertemu atau kita akan bertemu
di COP yang nantinya akan kita
fasilitasi. Manakala ada hal-hal yang
perlu kita bicarakan, kami akan
fasilitasi insyaallah baik daring maupun
bertemu secara luring seperti ini.
Kemudian Bapak Ibu tentunya hari ini
akan ee kita dengarkan bersama kami
mohon dengan hormat Bapak Kaban untuk
memberikan sambutan, arahan, motivasi
kepada seluruh JF Pranata Humas yang
sangat muda-muda ini juga Milenial dan
Gensi juga ada. Baby boomer ee ada
sedikit-sedikit gitu ya. Dan juga mohon
dengan hormat untuk membuka secara resmi
untuk Community of Practice JF Pranata
Humas Provinsi Jawa Timur hari ini yang
mungkin yang pertama di Indonesia ini
Pak Kaban atas inisiasi beliau. Boleh
applause untuk Pak Kaban. Bapak Ibu yang
luar biasa memberikan ruang bagi Bapak
Ibu ASN di Provinsi Jawa Timur para
petarung ini untuk terus meningkatkan
kompetensinya dan juga belajar bersama
tidak hanya harus ke BPSDM Provinsi Jawa
Timur. Mungkin itu, Pak Kaban dan Bapak
Ibu sekalian. Nanti Bapak Ibu stay tune
yang ada di YouTube juga atau di Zoom
meeting sampai akhir dan silakan
berdiskusi karena ini forum konsultasi
JF Pranata Humas. Time is yours. Terima
kasih. Jalan-jalan beli eselasi. Cukup
sekian terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Hadirin, selanjutnya kita saksikan
bersama penandatanganan deklarasi dan
berita acara pemenukan COP jabatan
fungsional peranata humas Provinsi Jawa
Timur tahun 2025 oleh perwakilan JF
Pranata Humas Provinsi dan kabupaten
kota Kepada perwakilan yang telah
ditunjuk dimohon mengambil tempat.
Selanjutnya mohon berkenan kepada Bapak
Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur untuk
mengambil tempat.
Baik, penandatangan akan diawali dari
perwakilan JF Pranata Humas kabupaten
kota terlebih dahulu.
Dilanjutkan oleh perwakilan JF Prarata
Humas Provinsi Jawa Timur.
Selanjutnya Kepala BPSDM Provinsi Jawa
Timur.
Baik, boleh minta applaus yang luar
biasa Bapak dan Ibu seluruh peserta.
Selanjutnya untuk pendokumentasian mohon
berkenan untuk mengangkat deklarasi yang
sudah ditandatangani. Baik rekan-rekan
dokumentasi ya fotografer silakan. 3 2
1. Baik terima kasih kepada Bapak Kepala
BPSDM Provinsi Jawa Timur kami
persilakan untuk kembali ke tempat
diikuti oleh perwakilan Jeff Pranata
Humas kabupaten kota dan provinsi.
Baik Bapak dan Ibu, selanjutnya kita
akan dengarkan sambutan sekaligus
membuka secara resmi Forum Konsultasi
Pengembangan Kompetensi Community of
Practice Jabatan Fungsional Perdata
Humas Provinsi Jawa Timur tahun 2025
oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Untuk itu kepada Bapak Dr. Ramlianto,
SP,MP disilakan.
[Musik]
Dengan senantiasa mengharap rida Allah
Subhanahu wa taala dan dengan mengucap
bismillahirrahmanirrahim pada hari ini,
Kamis, 31 Juli
2025,
kegiatan forum konsultasi pengembangan
kompetensi community of practice untuk
jabatan fungsional perta humas Provinsi
Jawa Timur 2025 secara resmi saya
nyatakan dibuka dan dimulai.
[Tepuk tangan]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat siang, salam sejahtera untuk
kita sekalian.
Yang terhormat dan kami muliakan
Bapak Kepala Pusat Pengembangan Aparatur
Komunikasi dan Digital Kementerian
Kominfo, Pak Dr. Ir. Nuriza, M.S. Terima
kasih, Pak Kapus atas kehadirannya.
Satu kehormatan bagi kami hari ini ee
BPSDM Jawa Timur dan teman-teman Pranata
Humas kehadiran Bapak dan nanti akan
memberikan pencerahan kepada kami semua.
Yang saya hormati Kepala Dinas
Komunikasi dan Informatika Pros Jawa
Timur, Ibu Sharlita. Matur nuwun sangat
support-nya luar biasa selama ini kepada
BPSDM. banyak kegiatan kita yang
berkolaborasi dengan ee Dinas Kominfo
yang memang ee eranya sudah saatnya
terkait dengan digital, artificial
intelijen dan sebagainya dan kami banyak
di-support oleh ee Dinas Kominfo. Yang
saya hormati tuan rumah Dr. Zen. Eh,
tuan rumah bukan. Oh, sudah pindah ya?
Oh,
sudah pindah.
ee dari Biro Administrasi
Pimpinan Provinsi Jawa Timur. Sebenarnya
Bu Amel COP pertama itu ya humas
diinisiasi oleh Pak Dr. Aris Agung waktu
itu Kepala BPSM dan sekretarisnya Pak
Dr. Zainal Muttaqin
lalu lahirnya namanya GBR Academy
Government Public Relation Academy. itu
fenomenal dan alhamdulillah bisa kita
rawat sampai sekarang kita sudah masuk
GPR yang ketiga di situ tadi saya
bertemu dengan Bu Deputi dari LAN
bilang, "Pak, kita mau bikin ee project
based learning untuk ee pelatihan ASN."
Kayak apa, Bu? cerita loh kita sudah
melakukan tahun 2023
di mana teman-teman Pranata Humas kumpul
di GBR Akademi kemudian ee turun ke
lapangan kemudian melakukan liputan
pemotretan bikin press liris bikin
berita, bikin postingan di medsos dan
itu sebagai project based learning sudah
kita lakukan semua. Insyaallah ee apa
yang menjadi kebijakan nasional kita
sudah ee linear.
Yang saya hormati para pejabat
struktural dan fungsional di lingkungan
BPSDM Provinsi Jawa Timur dan tentu yang
saya banggakan para peserta COP baik
yang hadir secara ee
hadirin
dan hadir out
hadirin itu yang di dalam hadir out itu
yang di sana di Zoom maupun di YouTube.
Jadi ee kita sangat bangga atas
partisipasi teman-teman semua dalam
kegiatan ee apa kolaborasi ini yang
kemudian nanti tadi sudah melahirkan
sebuah deklarasi kita akan mendirikan ee
eh community of practice.
Pak Kapus, Bu Kadis, dan Bapak Ibu
sekalian yang saya banggakan. Tema besar
pengembangan kompetensi ASN
2 tahun terakhir apa yang disebut
sebagai kolaborative impactful learning.
Tiga kata yang sangat powerful untuk
mengemban amanah Undang-Undang Nomor 20
Tahun 2023 tentang pengembangan tentang
aparatur sipil negara.
Undang-undang itu menyebutkan secara
tegas kalau di undang-undang sebelumnya
pengembangan kompetensi itu adalah hak.
Di Undang-Undang 20 tahun 2023 disebut
sebagai kewajiban. Bahkan kewajibannya
agak ngeri. Di pasal 49 ayat 1
disebutkan
seluruh pegawai ASN wajib melakukan
pengembangan kompetensi secara
terus-menerus.
Jadi habis dari sini minta surat tugas
lagi ikut diklat lagi. Nanti pulang dari
diklat minta surat tugas lagi ikut
diklat lagi.
Karena harus belajar terus-menerus tentu
tidak mungkin kemudian hadir secara
langsung dalam kegiatan-kegiatan
pelatihan yang formal dan terstruktur
sehingga harus ada media-media baru
untuk belajar. Salah satunya adalah
lewat community. of practice itu unsur
kolaboratifnya yang merupakan amanat
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023
khususnya di pasal 49 ayat 1 dan 2.
Yang kedua ada kata impactful
teman-teman semua.
Impakfil ini menunjukkan bahwa paradigma
pengembangan kompetensi ASN sudah
bergeser
dari kompetensi based learning ke
performance based learning.
Slide saya kayaknya ada tuh.
Saya hafal karena bikin sendiri.
Terus,
nah jadi kita sudah geser nih
paradigmanya sudah geser enggak lagi ee
kompetensi saja enggak cukup, tapi harus
berpengaruh terhadap kinerja. Dan
kata-kata itu, Bapak Ibu sekalian,
ditulis secara resmi leksikal di
undang-undang.
Seluruh pegawai ASN wajib melakukan
pengembangan kompetensi secara
terus-menerus agar tetap relevan dengan
bidang tugasnya.
Agar tetap relevan dengan bidang
tugasnya. Jadi nanti ditugaskan di mana
pun ya relevan. Kondisinya kayak apapun
ya relevan. Humas zaman dulu ketika
masih musim koran diborong kalau ada
berita enggak baik ya.
Oh, tapi ini saya lihat generasi
belakangan lah. Enggak ngerti cerita
ini.
Masih ya? Tuh, Bu Serlita masih tahu
tuh. Jadi kalau dulu Pak Humas itu
ditelepon oleh koran, "Pak, kami dari
koran titik-titik
kami akan beritakan ini malam ini, Pak.
Sudah naik cetak nih, Pak." Aduh, jangan
dong. Ya sudah kalau gitu beli aja koran
kami semua. Oh, iya. I yang dibeli dan
itu humas yang ngurusin.
Sekarang eranya artificial intelligence
di mana suara orang, suara Bu Gubernur,
suara Pak Menteri, suara wagup bisa
dienpsi kemudian muncul seakan-akan
suate teman beliau itu humas lagi
disuruh klarifikasi bahwa itu tidak
benar.
Nah, sehingga itulah makna dari kata
impactful agar kita tetap relevan dengan
bidang tugas kita.
Kata yang ketiga adalah learning.
Di mana learning ini kalau dalam
pengertian filosofinya disebut process
to learn how to learn something. Proses
belajar bagaimana belajar sesuatu. Jadi
artinya apa tuh? Learning adalah sebuah
proses yang tidak pernah berhenti. Kalau
istilah orang Jawa dari lahir hingga
mati, dari
lahir sampai liang lahad.
Ini tiga kata yang sangat powerful dari
undang-undang kita. Collaborative,
impactful, learning. Kolaboratifnya
enggak bisa lagi, Pak, BPSDM nangani
pengembangan kompetensi. Saya kira Pak
Kapus mengalami itu
aparatur KOMDi di Indonesia berapa baik
yang di baik dari kementerian maupun
dinas-dinas terkait sangat banyak
maka tidak ada lagi selain kita
melakukan kolaborasi-kolaborasi.
Bahkan secara berkelakar saya bilang
kepada Pak Sekda, "Pak, kalau saya
diberi waktu 5 tahun lagi jadi Kepala
BPSDM, artinya sampai saya pensiun.
Saya jamin BPSDM ketika saya pensiun
sudah enggak ada lagi, Pak. Loh, kenapa?
Iya, Pak. Sudah dibubarkan.
Kok dibubarkan? Karena pembahan
kompetensi tidak perlu lagi BPSDM.
Pembelajaran sudah terjadi di semua
perangkat daerah, terjadi di semua
aparatur sipil. Sudah belajar
sendiri-sendiri mereka. Buat apa, Pak,
BPSDM? jadikan puskesmas saja. Ini
itu kelakar-kelakar yang saya ingin
menggambarkan betapa kolaborasi dalam
pengembangan kompetensi punya kekuatan
yang luar biasa.
Punya kekuatan yang luar biasa.
Sehingga saya sangat berterima kasih
atas nama BPSDM,
atas partisipasi Bapak Ibu sekalian,
baik yang hadir in maupun hadir out.
Hadirin dan hadirat.
Yang kedua saya ingin sampaikan bahwa
kenapa COP
Halo,
itu PNS P3K apa honorer yang jadi
operatornya itu? Kalau Pak Pak Karwo
gitu dulu ya nanyanya
belum diangkat ya, Mas. Tolong yang cop
slide kesekian.
Nah, jadi kenapa COP kok bukan yang
lain, Bapak, Ibu? Begini ceritanya. COP
itu
kan Jawa Timur ini Pemprop Jatim kan
sudah punya Pergup tahun 2021, Pergup 59
tahun 2021 tentang BPSDM Jawa Timur eh
tentang corporate university.
Jadi corporate university itu korpunya
eh universitasnya Jawa Timur tuh zaman
Pak Zen sebagai sekretaris atau
sebelumnya malah ya Pak Aris Pak Aris
tapi waktu itu kepala BPSDM-nya adalah
Pak Aris Agung. Kita sudah punya nih
slide sebelumnya.
Jadi kita sudah punya nih bahwa ee Jatim
itu Corpu, Corporate University.
sudah punya universitas lah kira-kira
gitu.
Nah, salah satu program corpu itu adalah
apa yang disebut social learning. Jadi
pembelajaran itu kan ada tiga nih. Ada
pembelajaran terstruktur, ada
pembelajaran sosial, ada pembelajaran di
tempat kerja atau biasa disebut self
learning, kemudian social learning, eh
maaf social learning, kemudian eh formal
learning, dan kemudian yang ketiga
adalah eh on the job train on the job.
Nah, tiga itu fiturnya harus ada semua
di Korpu.
Maka tahun 2022 kalau enggak salah
dibentuklah
bergabunglah para pranata humas untuk
membuat namanya GPR Academy yang itu
merupakan ee benih dari eh COP atau eh
apa namanya? Community of practice-nya
Pranata Humas. baru hari ini
deklarasinya dilakukan
itu. Sehingga kita berharap melalui COP
ini teman-teman bersekutu
antara sesama pranata humas bersekutu
kemudian untuk apa? Istilah Bu Gubernur
sangat keren untuk terus melakukan
update dan upgrade
itu terus saya kampanyekan karena itu
powerful bagi PPSDM untuk mengajak
teman-teman seluruh ASN di Indonesia
agar kita terus melakukan apa yang
disebut update dan upgrade. dan update
dan upgrade mengikuti perkembangan terus
sama meningkatkan kompetensi dan
kualitas kita enggak cukup melalui
pembelajaran formal yang paling efektif
itu dua itu social learning melalui eh
community of practice maupun on the job
learning. Kalau kita mengikuti
pendekatan korpu itu 10, 20,
10% itu pembelajaran terstruktur ikut
kelas gitu, baik kelas daring maupun
luring. Kemudian 20% itu social learning
itu karena pembelajaran dengan atasan,
dengan teman sejawat, dengan sesama
profesi pranata humas dan sebagainya.
Yang ketiga, yang 70 itu adalah
on the job learning. Community of
practice itu sudah dapat 90-nya. 20 dia
pembelajaran sosial, 70 dia pembelajaran
dalam praktik, dalam pekerjaan atau yang
disebut sebagai on the job learning.
Jadi COP itu keren dapat 90-nya.
Apalagi kalau diundang oleh Bu Amel
selaku Kabit untuk ada pelatihannya lah.
Itu sudah dapat 100. 10-nya pembelajaran
terstruktur, 20-nya belajar sesama
teman, 70-nya belajar di dalam
pelaksanaan tugasnya dapat 100.
Itulah community of practice.
Kekuatannya luar biasa.
mereka bersekutu untuk terus melakukan
apa yang istilahnya Bu Gubernur update
dan upgrade.
Ada lagi sih di sebelahnya kalau
community of practice itu sesama
profesi, sesama praktik kerjanya sama.
Ada lagi di sebelahnya namanya community
of interest.
komunitas ASN yang memiliki minat yang
sama terhadap satu isu.
Misalnya sekarang lagi eranya artificial
intelligence, Dinas Kominfo
memfasilitasi terbentuknya anak-anak
muda ASN yang itu suka belajar tentang
AI, mengikuti perkembangan AI dan
seterusnya misalnya kayak gitu. Itu yang
kedua ingin saya sampaikan. Betapa
powerful-nya community of practice.
Berapa betapa powerful-nya community of
interest? Dia dapatnya 90 minimal. Kalau
ditambah dengan pelatihan formal dia
dapatnya 100 dari
10, 20, 70 tadi. Yang terakhir saya
ingin sampaikan Bapak Ibu sekalian
ee
pengembangan kompetensi ASN itu
tidak lagi menjadi tanggung jawab penuh
lembaga penyelenggara pelatihan. saya,
Pak Kapus dan BPSDM kabupaten kota
maupun kementerian lembaga
itu hanya mengisi ruang-ruang kosong
yang tidak diisi oleh ee
komunitas-komunitas itu. Sehingga memang
Bapak Ibu kita berharap kemarin 2 minggu
yang lalu kita sudah menandatangani baik
dengan Sekda Provinsi maupun kepala
perangkat daerah disaksikan langsung
oleh Pak Sekda penandatanganan komitmen
bersama untuk melakukan pengembangan
kompetensi secara terintegrasi.
Jadi agak ringan BPSDM karena memang
secara kapabilitas enggak mungkin kita
menangani sebuah ee semua pengembangan
upaya pengembangan kompetensi di
Indonesia. Terakhir sekali saya ingin
menyampaikan betapa Pranata Humas ini
punya peran luar biasa. Sejak 2023 saya
dan Pak Sen sudah mendeklarasikan sebuah
komitmen kuat untuk Pranata Humas bahwa
pekerja humas pemerintah adalah penjaga
reputasi negeri.
Saya mau cerita dua hal terakhir tapi
panjang.
Mohon izin, Pak Kapus.
Saya baru saja terlibat diskusi tentang
MBG. Humas-humas
nih tahu enggak MBG itu apa?
Kalau saya dan Bu Serlita MBG itu bukan
makan bergizi gratis, makan bergizi
Grahadi. Nah, karena kalau sudah ke
Grahadi oh sajiannya eh mulai salmon
mozzarella sampai rawon dengkul itu ada.
Makanya kami kalau ke sana apa nih? MBG
makan bergizi Grahadi
makan bergizi gratis. Kami terlibat
diskusi sangat intensif
dan salah satu narasumber kami waktu itu
adalah dari Badan Intelijen Negara. Ini
of the record tidak diliput nih
kata beliau bukan kata saya.
Kenapa, Pak? Kan BIN itu kan punya alat
yang canggih untuk mengambil data-data
gitu ya.
ketemulah satu kesimpulan
ditarik dari berbagai media sosial yang
ada, dari berbagai berita yang ada, dari
berbagai informasi yang ada, 95%
opini tentang MWG itu negatif.
Setelah ditarik data itu,
beliau sampaikan, "Ini enggak akan kami
laporkan ke presiden secara langsung.
Persoalannya harus dicari dulu." Kenapa?
Kami belajar di Korea tentang MBG luar
biasa dampaknya. Kami belajar ke Jepang
tentang MBG luar biasa dampaknya. Kami
belajar ke Brazil tentang MBG dampaknya
luar biasa dan keren persepsinya. Kenapa
tiba di Indonesia 95%
negatif?
Apa kata orang BIN? Itu pasti humasnya
kurang keren loh. Kan humas lagi yang
kena.
Jadi apa dong ee telahan staf kita ke
presiden? Ya, humasnya harus dikuatin.
Coba MBG merupakan salah satu program
prioritas nasional, Bapak, Ibu semuanya.
Mengerahkan anggaran R triliun, 200-an
triliun dan akan melibatkan jutaan siswa
dan pekerja.
Opininya bergantung kepada
humas.
Pin mengatakan itu humasnya kurang
keren.
Jadi siapa dong kalau begitu penjaga
reputasi negeri ini? Angkat tangan.
Siap enggak jadi penjaga reputasi
negeri?
Yang kedua,
saya diskusi sepanjang perjalanan dari
Malang ke
Surabaya tadi karena kami pagi ada
kegiatan dengan deputi dari LAN di
kampus Malang. Saya terlibat diskusi
Zoom dengan ee Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Brawijaya bicara soal
matinya ilmu ekonomi.
Kenapa? Ya, karena
datanya enggak sama dengan realitanya.
Tadi saya ambil tema pilih data atau
realita, pilih fakta atau algoritma.
Katanya stok pupuk melimpah.
Kok petani sulit dapat pupuk?
Oh, karena petani enggak ngerti kalau
ada pupuk yang melimpah. Enggak ngerti
ee pupuk itu harus dibeli di mana dengan
prosedur apa. Apa dong solusinya? itu
humasnya kurang keren.
Humas lagi
katanya stok BBM meningkat apa banyak
cukup. Kenapa Jember?
Kris BBM.
Oh, orang Jember enggak ngerti kalau
stoknya banyak sehingga panik buying itu
pasti humasnya kurang
humas lagi. Lalu siapa kalau begitu
penjaga reputasi negeri ini?
Teman-teman, humas luar biasa andalah
penjaga reputasi negeri ini. Terima
kasih. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Baik, selanjutnya adalah sesi berfoto
bersama. Mohon berkenan untuk Bapak dan
Ibu dapat berdiri dari tempatnya
masing-masing. Kita akan mengambil foto
bersama-sama. Dan untuk tim fotografer
boleh mengambil posisi dari atas
panggung supaya dapat terlihat semua
yang hadir pada forum ini.
Baik, untuk tamu VIP boleh berada di
paling depan di baris paling depan.
Baik, sebentar kita cek terlebih dahulu
tim fotografer apakah sudah terlihat
semuanya? Sudah ya terlihat semuanya ya.
Baik,
kita akan berfoto dua pose. Yang pertama
pose formal terlebih dahulu. Baik, lihat
kameraman yang di tengah di atas
panggung. 3 2 1
Oke. Baik. Yang kedua, boleh tangan
kanannya dikepalkan. Optimis Jatim
bangkit ya. 3 2 1.
Baik, apakah sudah cukup?
Luar biasa. Terima kasih. Boleh minta
applaus untuk semuanya.
Kalau begini memang benar-benar optimis
ya. Karena melewati forum ini pun kita
bisa meng-update dan meng-upgrade supaya
Jatim bisa lebih bangkit lagi. Optimis
Jatim bangkit. Baik,
demikian tadi sudah kita ikuti
seremonial pembukaannya.
Dan sebelum kita beranjak ke sesi
materi, kami ingin mengingatkan untuk
seluruh peserta untuk dapat men-scan
barcode presensi. Baik, apakah ada yang
belum men-scan barcode presensinya?
Seperti yang tertera di layar yang di
depan boleh dican terlebih dahulu.
Kemudian juga ada barcode layanan
kepuasan
serta ada barcode untuk bergabung ke
grup WhatsApp COP jabatan fungsional
perata humas Provinsi Jawa Timur.
Baik, jadi di sini materinya nanti pun
juga ada ya. Jadi silakan untuk dican.
Sudah dican semuanya.
Oke.
Baiklah sebelum kita memasuki sesi
materi supaya tidak mengantuk ya siang
hari ini sepertinya sudah makan siang
ini jam-jamnya boci eh jangan ya. Kita
harus jauh lebih bersemangat lagi karena
ada dua narasumber luar biasa yang akan
sharing ilmunya bersama dengan kita
semua di siang hari ini. Kalau begitu
saya akan berikan pantun sekali lagi.
Bilang cakepnya yang kencang ya.
Belum, belum pantunnya belum.
Burung merpati terbang tinggi,
menyusuri langit luas membentang.
Mari kita belajar dan berbagi
demi kompetensi penerata humas yang
terus berkembang.
[Tepuk tangan]
Baik, hadirin yang kami hormati.
Selanjutnya kita akan memasuki sesi
diskusi bersama dua narasumber yang
sangat luar biasa.
Kepala Pusat Pengembangan Aparatur
Komunikasi dan Digital Kementerian
Komunikasi dan Digital Republik
Indonesia, Bapak Dr. Ir. Nuriza, M.S.,
serta bersama dengan Kepala Dinas
Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa
Timur, Ibu Sherlita Ratna Dewi Agustin,
SSIP, MIP. Dan untuk sesi kali ini akan
dipandu oleh Bapak moderator Bapak Dr.
Zainal Muttaqin, SKOM, Mom, CPR.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam. Selamat siang.
Siang.
Selamat siang.
Siang.
Sekali lagi ya. Selamat siang.
Siang.
Baiklah, terima kasih Kak MC. Tadi belum
kenalan namanya siapa Kak MC?
Saya dengan Anisa Dewi. Tadi sudah
kenalan loh, Pak.
Aduh, Bapak.
Terima kasih K MC sudah memandu acara
ini dengan luar biasa. Sekarang kita ee
seperti tadi yang disampaikan oleh KK
MC, kita akan mulai ee sesi diskusi
dengan narasumber yang luar biasa. Namun
sebelumnya saya ingin menyapa yang
terhormat Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur
Bapak
Humas Indonesia. Kita nobatkan ya Bapak
Humas Indonesia beliau ya Bapak Dr. H.
Ramlianto, SPMP.
Beliau ee tadi sambutan dalam
sambutannya sebenarnya sudah luar biasa
sekali, sudah cukup, tidak perlu
dilanjutkan nampaknya saya mewakili para
narasumber dalam hatinya sudah
menyampaikan seperti itu.
Terima kasih, Bapak. Luar biasa
komitmennya untuk membangun dan
mengembangkan ee kita semua ee
teman-teman yang berprofesi sebagai
garda terdepan penjaga kredibilitas dan
menjaga reputasi pemerintah. Khususnya
dalam forum ini adalah untuk pemerintah
provinsi Jawa Timur dan kabupaten kota
se Jawa Timur. Sekali lagi terima kasih
Bapak Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Yang kami hormati Kepala Pusat
Pengembangan Aparatur Komunikasi dan
Digital Bapak Dr. Ir. Nuriza, M.S.
Terima kasih, Bapak. Kemudian yang kami
hormati juga Ibu Kepala Dinas Komunikasi
dan Informatika, Ibu Serlita Ratna Dewi
Agustin, SSI. FIP yang nanti juga beliau
berdoa akan menjadi narasumber kita.
Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi
Fungsional Ibu Amel yang luar biasa
sudah berapa COP ini yang hari ini tadi
dilaksanakan? Saya kira hari ini hanya
pranata humas saja ternyata paralel ya.
Luar biasa ini ya. Ini harus juara satu
ini.
Para mungkin ada Widya Iswara BPSDM Jawa
Timur yang hadir para pranata humas dan
seluruh hadirin dan hadir out tadi yang
disampaikan Pak Kaban. yang di Zoom tadi
terpantau tidak kurang dari 120
orang. Tadi sebenarnya masih bertambah
terus. Luar biasa. Tepuk tangan untuk
kita semua.
Senang sekali saya Zainal Muttaqin dalam
kesempatan kali ini diminta untuk
menjadi moderator sekaligus kembali ke
rumah katanya Bu Amel tadi sambil
nostalgia.
Ee sebenarnya kalau tadi disinggung
Bapak Kepala BPSDM ini adalah ee apa?
pentasbihan
GPR Akademi yang lalu sudah pernah
diselenggarakan tahun 2023 dan 2012.
Sebenarnya memang sangat tepat sekali.
Kalau ini diabsen aja mungkin ini
mayoritas alumni GPR Akademi 2023 lalu.
Boleh angkat tangan dong yang dulu
pernah ikut GPR Akademi baik 2023 maupun
2024.
Nah, luar biasa memang teman-teman
Pranata Humas ini antusiasmenya luar
biasa dan karena mungkin satu lain hal
yang 100 sekian tadi di apa di Zoom itu
sebenarnya juga pengin ikut gabung ke
sini Pak Kaban dan Bapak Ibu sekalian.
Alhamdulillah. Jadi ee Bapak Ibu
sekalian ini merupakan luar biasa COP
untuk Pranata Humas ini. Semoga nanti ke
depan akan semakin berkembang lagi.
Sebenarnya tadi juga saya ee ingin
flashback lagi bahwa GPR Academy itu
juga sudah menggabungkan antara COP dan
COI COI ya. Karena di dalam GPR Akademi
yang dulu kita apa laksanakan bersama
itu tidak hanya pejabat fungsional
peranata humas, tapi siapapun yang punya
interest untuk menjaga kredibilitas
pemerintahan. Ini yang juga perlu kita
ee apa kita beri perhatian juga, Pak
Kabar. Nanti mungkin lebih dikembangkan
lagi ke depannya.
Izinkan saya membuka sesi diskusi ini
dengan sebuah pantun ya, Teman-teman
sekalian. Saya mikir sudah sehari
semalam ini tadi. Semoga sesuai nanti.
Ke sawah pagi-pagi membawa galah,
pulangnya membawa seikat padi.
Humas masa kini tak cukup ramah, harus
adaptif, inovatif di era digital ini.
Tepuk tangan untuk kita semua.
Baik, langsung saja kita panggil
ya. kita minta untuk bergabung ke atas
panggung yang narasumber pertama Bapak
Dr. Ir. Nuriza, M.S.
yang luar biasa. Beliau adalah Kepala
Pusat Pengembangan Kompetensi ee
Aparatur Komunikasi dan Digital. Silakan
Bapak.
Terima kasih, Bapak. Kemudian narasumber
kedua kita Ibu Serlita Ratna Dewi
Agustin,
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.
Saya yakin semuanya ini enggak enggak
asing dengan beliau berdua narasumber
kita yang luar biasa ini. Baik, nanti
kita akan banyak berdiskusi dengan
beliau, namun waktu akan kita
efektifkan. Nanti kita akan menerima
pemaparan materi dari narasumber kita.
Monggo silakan mikrofonnya Bapak Ibu
sekalian.
Sebelum kita mulai ada sedikit yang
perlu Bapak Ibu sekalian ketahui.
Pertama saya ingin mengucapkan selamat
dulu kepada Bapak Kapus yang baru saja
menyelesaikan program doktoralnya.
Selamat Pak Kapus. Boleh tepuk tangan.
Nanti insyaallah teman-teman semua dan
kita semua ketika nanti ee sudah
menempuh ada yang sedang S2 juga ini
kayaknya banyak
ada yang S3
ada yang sedang S3 juga Mas Eko ya Bu
perlu disebut namanya anggap aja namanya
Eko.
Enggak selesai-selesai ini gimana kata
Bu Kadisanyakan
humas mah gitu ya. Baik, semoga semuanya
teman-teman yang sedang menempuh e
pendidikan diberikan kelancaran dan
segera lulus dan mendapatkan hasil
terbaik. Amin ya rabbal alamin. Kemudian
Bu Serlita sehat, Ibu?
Alhamdulillahirabbil alamin. Ee kita
doakan Ibu Serlita, Ibu Kepala Dinas
Kominfo yang kata kata Pak Kaban
kerjanya memang 24 jam 7 hari 1 bulan, 1
tahun tidak ada henti-hentinya. ini
seperti teman-teman sekalian beliau kita
doakan selalu sehat walafiat dan
diberikan pertolongan perlindungan oleh
Allah subhanahu wa taala. Baik
teman-teman sekalian ee langsung saja
untuk materi yang pertama nanti akan
disampaikan oleh Pak Kapus dulu. Beliau
akan mengulas tentang pengembangan
kompetensi peranata humas yang inovatif
dan adaptif di era digital. Waktu kurang
lebih maksimal 30 menit, Bapak. Misal
nanti seandainya ingin ee lebih cepat
juga tidak masalah. Bapak bisa
menyampaikannya dengan efektivitas waktu
tersebut. Silakan Bapak Kapus.
Ya. Baik, mohon izin berdiri Pak
Moderator.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Selamat siang, salam bahagia, salam
sejahtera. Terima kasih di sini
kesempatan sehingga kami bisa hadir di
sini.
Yang kami hormati Bapak Dr. Ramlianto,
Kepala Badan Pengembangan SDM Provinsi
ee Jawa Timur. Kemudian
yang kami hormati juga Ibu Sarlita Kadis
Kominfo Provinsi Jawa Timur, kemudian
Bapak Dr. Zainal, kemudian Ibu Amels.
Ya, izinkan saya menyampaikan materi ya
sesuai dengan apa yang menjadi bahasan.
Jadi kami tulis judulnya seperti ini ya.
Mohon izin next slide, Mas.
Ini sekilas ee apa yang ingin kami
sampaikan. Ee berikutnya Mas.
Nah, ini kami mencoba
ee bentar bentar ya. Sudah benar ya.
Ini Ibu Bapak semua, rekan-rekan pranata
humas. Karena rekan-rekan humas ini apa
menghadapi tadi kami mendapatkan banyak
sekali learning lah pembelajaran dari
apa yang disampaikan oleh Bapak Dr.
Ramlianto tadi. Terima kasih Pak tadi.
Terus terang itu memberikan saya
pencerahan banget. tadi saya rekam Pak
sampai Pak apa yang Bapak sampaikan tadi
Pak karena ada pembelajaran ada sosial
ada on the job learning dan sebagainya
itu bisa menjadi bekal buat buat kami.
Nah rekan-rekan semua ee tadi Pak Ramli
menyampaikan betapa humas itu memiliki
posisi yang strategis ya artinya
humaslah yang bisa membangun atau
memanding atau yang memberikan pemahaman
kepada publik gitu ya.
Nah, tetapi
sejauh mana kepentingan humas? Nah, ini
kami coba
sarikan ke dalam ee peta timeline ini
ya. Timeline. Tapi ini bukan rencana ya,
Ibu Bapak semuanya ya. Bukan apa namanya
ee bukan roadmap ya.
Wah, enggak kelihatan ya. Oke, Ibu Bapak
semua di sini kita lihat bahwa yang
pertama yang paling atas kita lihat di
sini adanya
ee jadi saya ingin cerita Ibu Bapak
semua betapa humas itu punya peran yang
bagus. Tadi Pak Ramli itu sudah
menyampaikan
MBG itu kenapa di Indonesia 95%
ya kan
apa namanya ibaratnya ya sentimennya itu
tidak bagus. Kenapa itu negatif gitu ya?
Tadi disampaikan bahwa itu karena
humasnya yang belum bergerak, belum
kinerja membangun image mengenai MBG
tersebut. Nah, ini kami sampaikan ini
saya juga mengal kami bikin ini karena
saya juga mengalami beberapa kondisi
yang ada. Di Februari 2016
Pak Presiden memanggil para humas
kementerian lembaga BUMN yang ada di
Jakarta. Beliau menyampaikan ya kan
ini pemerintah menghadapi
kondisi yang tidak biasa-biasa saja di
mana media sosial begitu cepat pengamat
begitu euforia memberikan komen di
mana-mana bagaimana sosial media ibu
bapak semua konten-konten negatif
komen-komen negatif begitu banyak nah di
mana peran humas di mana kecepatan humas
Pak Presiden menyampaikan kan saya
ngerti
humas-humas ini usianya banyak yang
sudah tua-tua senior-senior itu 2016
gitu. Tapi kalau kita bicara humas
sekarang justru berbalik banyak yang
muda-muda yang kemarin 2016 disampaikan
Pak Presiden tua-tua tadi itu sudah
banyak yang sudah tidak lagi ada di
humas. Jadi, rekan-rekan humas ini
berbahagia karena rekan-rekan humas ini
banyak generasi-generasi baru. Nah, Pak
Presiden menyampaikan, nah, betapa
pentingnya humas itu dibutuhkan. Nah,
Pak Presiden menyampaikan bahwa banyak
sekali program pemerintah yang tidak
diketahui oleh publik, oleh masyarakat.
Nah, antara 2016 kemudian 2017 yang yang
11 ini arahan Presiden 2017 kepada para
menteri yaitu rapat paripurna presiden
kepada para menteri saat itu hampir
mirip penyampaiannya.
Kata kuncinya Pak Presiden begini,
rakyat itu kerja keras
dari pagi sampai sore gitu kan ya.
Rakyat kerja keras, tapi rakyat tidak
tahu informasi apa yang berkembang, apa
yang dikerjakan oleh pemerintah.
Meskipun rakyat itu kerja keras dan
sebagainya, harusnya dia tetap
mendapatkan informasi
dari pemerintah. Nah, ini humas belum
bergerak. Nah, ini ketika saat itu. Nah,
betapa pentingnya kehumasan itu.
Presiden memberikan penekanan-penekanan.
Nah, ini ee boleh dikatakan akhirnya Pak
Presiden menyampaikan di 2015 itu ada
impress mengenai GPR ini. Pak Presiden
mengatakan kalau begitu humas itu harus
memiliki kecepatan dalam respon dan
ketepatan dalam respon. Tidak hanya
kecepatan tapi harus ketepatan. Kenapa?
Kalau tidak tepat itu bisa membikin
blunder. Humas tidak boleh kalah sama
pengamat. Nah, nanti ada berikutnya.
Nah, ini Pak Presiden. Tetapi kita lihat
ketika
Oktober 2020 ketika ada undang-undang
apa namanya cipta Kerja terjadilah
permasalahan kehumasan. Akhirnya Pak
Presiden tidak puas. Karena apa? Karena
image mengenai kebijakan cipta kerja.
Kenapa tidak diedukasi kepada publik?
Nah, ini terjadi juga di pemerintahan
Pak Prabowo dan juga Pak Prabowo
menginginkan agar humas itu
terus bagaimana memiliki kinerja,
memiliki kecepatan, dan juga ketepatan
di dalam respon. Nah, ini sebenarnya
timeline ini menunjukkan betapa
pentingnya strategiknya humas. Jadi
berbahagialah, banggalah ibu bapak semua
menjadi pranata humas karena rekan-rekan
pranata humas itu sebenarnya menduduki
garda terdepan ya kan. Kenapa? Karena
setiap penyelesaian tadi ketika terjadi
krisis yang menyesuaikan Ibu Bapak semua
contohnya beberapa kali terjadi krisis
di Kementerian Kominfo saat itu. Saya
masih ingat 2000 setiap bulan Mei itu
ada. Jadi setiap saya ke Jogja itu ada
gitu. Ada masalah lagi, ada masalah
lagi. Makanya saya keluar Jogja itu
pasti wah ini pasti balik lagi. Itu
benar gitu kan. Itu terjadi dua kali
serangan mallware virus ya ransomware.
Ini gimana Pak Nuriza? Nah coba bayangin
long weekend misalnya Direktorat
Jenderal yang menangani juga enggak ada
orangnya. Jadi kita humasalah yang
terdepan gitu kan. Begitu selesai kita
undang semuanya barulah Dijen yang
tadiani hadir ke sana. Kenapa? Karena
itu crisis. Kita juga enggak bisa.
Kenapa kamu enggak ada? Ya memang lagi
crisis tidak diduga sebelumnya.
Tiba-tiba hari Sabtu terjadi ransomware
di mana-mana. Nah, kebetulan saja long
weekend sehingga kalau Senin tidak
langsung hidupin komputer, kita bisa
masih bersosialisasi seperti itu. Slide
berikutnya, Mas. Nah, ini kami rangkum
apa yang disampaikan oleh Pak Presiden
adalah pada saat ini Presiden yang
sebelumnya mohon maaf ya itu kecepatan
respon, ketepatan respon, kawal terus
dan perkuat posisi, konsolidasi, hindari
polemik, berorientasi pada outcome atau
dampak. Nah, kami juga menyampaikan tadi
yang presiden sekarang Pak Prabowo tadi
di timeline kelihatan gitu. Yang
berikutnya,
nah kalau tadi Pak Ramli bahwa humas itu
menduduki peran penting untuk menjaga
posisi, untuk menjaga branding, tidak
hanya nasional, tapi global itu ada di
sebelah kanan. Nah, kalau ini sebenarnya
representasi dari diagram tadi bahwa
kita harus menginformasikan secepatnya
kepada masyarakat. berikutnya.
Nah, ini GPR. Nah, tadi ada GPR Academy
itu saya bagus banget. Saya apresiasi
dari apa yang disimpan oleh Bapak Dr.
Ramlianto tadi adanya GPR Akademi
berikutnya.
Nah, kalau kita bicara mengenai
tantangan dan permasalahan, mungkin Ibu
Bapak semua sangat memahami bahwa humas
itu mempunyai tantangan seperti apa.
Tadi Bapak moderator juga menyampaikan
di dalam pantunnya artinya harus
adaptif, harus cepat di dunia yang
digital. Nah, ini tantangan-tantangannya
di mana tuntutannya adalah bagaimana
mengintegrasikan semua, mengkolaborikan
semua. Kalau tadi Pak Ramli juga
menyampaikan bahwa pelatihan dan juga
learning itu sebenarnya apa yang
dikerjakan di sini adalah
mengkolaborasikan dari semua potensi
yang ada. Yang berikutnya,
nah ini kami coba sampaikan SDM humas
sebagai aktor komunikasi strategis. Nah,
di sini sejauh mana di satu sisi humas
alus memiliki karakteristik yang
inherent, punya keahlian, punya
keterampilan, dan di sisi lain apa yang
harus diampu untuk bisa mengamalkan,
untuk bisa mewujudkan,
mengimplementasikan kompetensi yang
dimiliki. yang berikutnya.
Nah, ini kalau kita bicara mengenai
kompetensi, kalau bicara standar itu kan
ada kompetensi teknis, manajerial,
sosiokultural yang itu Ibu Bapak sudah
pahami semuanya. yang berikutnya.
Nah, ini kalau bicara mengenai bagaimana
menyampaikan pesan, bagaimana
mengoperasikan atau ee
mengimplementasikan pola komunikasi.
Misalnya ada above the line, below the
line. Ini biasanya dipelajari di
kampus-kampus di ilmu komunikasi. Saya
dapat ilmu ini dari juga ahli komunikasi
Ibu Niken Widiastuti. Beliau direktur
Utama RRI kemudian Dirjen IKP. Nah,
ketika jadi Dirjen IKP beliau
menyampaikan ini kami ambil. Nah,
intinya pada saat itu ketika
ee Kominfo saat itu menginterpretasikan
apa yang diikan oleh Presiden saat itu,
bagaimana harus disampaikan kepada
publik harus sederhana, mudah
dimengerti, kreatif. kreatif di sini
harus menyentuh emosi. Kalau perlu harus
ada ceritanya,
kemudian harus ada partisipasi
publiknya. Nah, partisipasi publik ini
penting karena apa? Karena kadang kita
berpikir humas ini menyampaikan.
Nah, banyak sekali hal-hal yang
disampaikan itu sering membosankan. Satu
kali, dua kali, lama-lama tidak efektif.
Nah, waktu itu ketika saya jadi humas,
menteri saya Pak Rudiantara secara
khusus memanggil saya.
Eh, bukan memanggil lagi jalan berdua
ngobrol gitu kan. Beliau cerita begini,
"Pak Nur,
ngapain ngomong?" Gitu sebagai kepala
humas saya digituin, "Pak Nur, ngapain
ngomong?" Tapi saya tahu Pak Rudiantara
mau ngasih wejangan apa. Jadi gimana Pak
Menteri,
Pak Nuriza, kalau kita ngomong satu dua
itu namanya wiclaim.
Ternyata belum ngasih pelajaran. We
claim. Nah, kalau kita klaim klaim maka
dampaknya atau outcome-nya, impaknya itu
cuman kecil.
Kita harus gain, gain, gain. Nah, gitu.
Nah, cuman bahasa Pak Rudiantara gennya
itu saya harus terjemahin lagi karena
beliau ngomongin cuman gen. Nah, gen itu
artinya begini. Artinya kita harus
mendapatkan testimonial eviden yang
nyata di lapangan. Yang testimonial
eviden itulah yang lebih lebih
terasa di publik tadi. Nah, itu makanya
ada istilah bercerita tadi dan
partisipasi publik. Berikutnya, Mas.
Nah, bagaimana prosesnya? Ibu Bapak
semua tentu sudah terbiasa ya bagaimana
mengolah seperti ini. Nah, saya cari
teori gain itu enggak ketemu adanya earn
media. Saya cari itu n media. Ternyata
gain itu beda beda dari itu. Hanya
teknik penyampaian. Berikutnya,
nah ini kebetulan ee secara teoritis aja
bagaimana komunikasi kita itu bagus atau
tidak bagus. Tetapi kalau kita bicara
mengenai komunikasi yang bagus,
sebenarnya di sini ada empat area yang
perlu kita tangani sebenarnya yang harus
kita nilai sebenarnya. Yang pertama itu
strateginya bagus apa tidak,
implementasinya bagus apa tidak,
integrasinya bagus apa tidak, supportnya
bagus apa tidak. Tapi ini saya enggak
usah jelaskan. Ibu Bapak semua bisa
download teori ini, yaitu Julia Kofman.
Ada dua Jul Kohman punya tulisan 2004
audit communication 2010 itu audit
communication for media sosial atau
sosial media. Ibu Bapak bisa download
itu dapat yang lebih jelas nantinya.
Nah, berikutnya.
Nah, ini sebenarnya penjelasan dari
Julia Kohman. Saya tidak perlu perjelas.
Ibu Bapak bisa pelajari sebagai ahli
humas itu Julia Kohmen bikin artikel itu
tidak banyak tetapi mengena. Kalau kita
belajar ilmu humas pakai buku
tebal-tebal kan susah banget. Nah, pakai
Julia komen itu langsung dapat cepat
banget. Oke, berikutnya Mas. Terus skip
lagi, skip lagi, skip lagi sampai kepada
diagram.
Nah, ini sebenarnya ee ada praktisi
media sosial ya. Waktu itu saya ketemu
mantan bos saya. Mantan bos saya itu
direktur utama apa? Hotel Indonesia
kalau enggak salah. Pak Nur, anak saya
itu ahli media sosial. Dia bilang gitu.
Kalau gitu hadirkan ke kami, Pak. Nah,
terus Mas media sosial Kominfo ini saya
lihat kok kurang. yang bagus itu
Kemendikbud itu tahun 2016 Ibu Bapak
semua Kemendikbud bagus PUPR bagus kita
kalah terus beliau aku minta waktu
seminggu Pak Nuriza saya analisis gitu
nah terus berikutnya kami minta beliau
presentasi beliau menyampaikan bahwa
media sosial itu mempunyai peranan
yang sifatnya ada tingkatan-tingkatannya
misalnya yang pertama Ibu Bapak suka
ngelihat sosial kalau Kalau TikTok kan
cuman listening aja, ngelihat aja kan
ya. Ya, dulu kan suka ngelihat Facebook
dan lain sebagainya gitu. Nah, yang
kedua social influencing.
Apabila kita bisa mampu mempengaruhi,
memberikan pengaruh. Nah, social
networking kemudian sampai converting
atau bagaimana mengalihkan
eh audiens atau masyarakat sehingga
yakin kepada kita sehingga kita bisa
ambil ini. Kalau kita dalam ilmu
politik, dalam ilmu marketing yang bawah
itu artinya kita bisa membikin yang
namanya efek yang namanya bandwagen.
Bandwagen effect itu apabila ada satu
orang, dua orang kok banyak orang.
begitu banyak orang yang lainnya ngikut
aja. Itu namanya Bandwagen Effect. Nah,
nah makanya di sini ada beberapa
polanya. Yang berikutnya,
nah ini yang ingin kami jelaskan ee
terkait sejauh mana
Ibu Bapak semua ketika berkomunikasi
itu betul-betul apakah tadi kalau Pak
Dr. Ramlianto menyampaikan impakful.
Apakah betul komunikasi kita itu
memiliki
hasil yang bagus? Kita selalu berpikir
bahwa komunikasi itu kita menyampaikan
kepada masyarakat bahwa kita itu
seakan-akan menjadi humasnya, kita itu
menjadi speakernya, gitu. Nah, padahal
ternyata
komunikasi itu banyak areanya. Kalau di
dalam sebuah organisasi, Ibu Bapak boleh
menjadi pranata humas, tapi sebenarnya
komunikator humas itu harus inherent di
setiap ASN
gitu. Karena ASN itu harus bisa menjadi
humas bagi instansi, lembaga, provinsi,
kementerian, dan lain sebagainya.
Sebagai gambaran adalah ini ya.
Sebenarnya kita berhadapan sebuah
blackbox seperti ini. Ini kami coba
gambarkan ya kan. Nah, yang pertama di
bawah itu adalah organisasi internal
yang berikutnya adalah eksternal. Kita
sering berpikiran bahwa
humas, pranata humas memang posisinya di
eksternal, tetapi secara kehumasan bahwa
setiap individu ASN itu adalah humas,
harus menjadi komunikator. Tidak hanya
untuk eksternal, tetapi untuk internal.
Tanpa ada komunikasi yang kuat di
internal, keeksternalnya ini pasti
kurang bagus. Coba aja kalau enggak
percaya, ada sebuah program kita humas
mau ngomong, tapi di dalamnya ternyata
belum banyak yang tahu, ternyata
persiapannya gak bagus, belum ada
perintah dari pimpinan. Kita sudah mau
ngomong gak? Nah, ketika ditanya
konfirmasi, kenapa tadi disampaikan itu?
Ternyata kita belum siap. Nah, ini yang
kami coba jabarkan. Ini baru kemarin
kami coba bikin empat kotak.
Artinya bahwa communication itu sangat
diperlukan untuk konsolidasi dan
komunikasi internal. Bagaimana pimpinan
kepada bawahan, bagaimana kopasi bawahan
terjadi, bagaimana visi misi itu harus
dibangun. Nah, di sini gerak level
pimpinan sehingga yang bawah bisa
bergerak mengetahui itu sangat penting.
Nah, kalau bawah mengetahui ketika ada
yang bertanya maka individu juga bisa
menjadi penyampai yang baik sesuai
dengan kompetensi dan ruang lingkupnya.
Nah, kemudian kalau bicara public
relation, public communication. Nah,
kita sering bicara tadi humas itu lebih
ke public communication, komunikasi
kepada publik ya. Tetapi public relation
itu hubungan kepada yang lainnya,
stakeholder lainnya. Nah, kenapa ini
saya gambarkan? Karena gini, sebagai
contoh, semua operasi kehumasan sudah
dijalankan semua. Ini saya coba pelajari
ada yang namanya NSPR.
NSPR itu eh nasional ee National PR
Association kalau enggak salah ya. Itu
ada di Amerika. dia itu ee asosiasi PR
untuk sekolah-sekolah SD. Sekolah SD di
Amerika tuh sekolah apa ya? Dasar dan
menengah lebarnya begitu ya kalau di
sini. Jadi anggotanya ya dinas-dinas dan
lain sebagainya. Nah, nanti dari
dinas-dinas minta sejauh mana sekolah
itu punya kemampuan PR yang bagus. Nah,
bahkan sekolah yang bagus pun juga minta
diaudit oleh NSPR itu. Nah, ini ada satu
contoh di sebuah wilayah di Florida.
kami sudah laksanakan semua terus dicek
cek semua, dilaksanakan semua gitu
komunikasinya. Oh, kepada orang tua
sudah disampaikan. Sudah disampaikan
yang tadi Pak Presiden sudah disampaikan
ternyata
setelah diaudit yang disampaikan tadi
misalnya kalau zaman dulu kan pakai
letter, pakai email gitu ya. Itu sampai
kepada orang tuanya tetapi sama orang
tuanya ya tinggal ditaruh saja. Kenapa
begitu?
Karena orang tuanya itu pekerja. Kalau
di Amerika pekerja itu sudah dari jam
.00 pagi sampai jam 8.00 malam. Drgerous
ibaratnya kalau orang sana bilang itu
dgerous. Pekerja keras, pekerja kasar
tapi keras gitu ya. Nah, dia enggak ada
waktu lagi untuk membaca. Nah, bagaimana
info
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:14 UTC
Categories
Manage