Transcript
r0NNPxRZ7p8 • ASN Belajar Seri 31 | 2025 - Birokrasi Untuk Negeri: Dari Asa Ke Aksi
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0253_r0NNPxRZ7p8.txt
Kind: captions Language: id [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan. Berdampak bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia. Siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia [Musik] tekad pancang menyerah jadi Sor berkualitan [Musik] sama lagi [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] He [Musik] To [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik, melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. hadir di sini untuk mengabdi rencanakan tugas ke bangga negeri berentas itu melainkani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hong di sini tempat dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi tanggaandeng tangga tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan kami melayani bangsa Kami dari sini tugas dengan hati tujuh kata potenti dalam harmoni. Meyal tanpa batasnya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragung. penuh hati tulus membantu sesama di mana kami melayani dengan kami melayani kami melayani Buray [Musik] ada yang baru lagi nih di BPSDM Provinsi Jawa Timur. Ruang bermain anak. Tempat yang satu ini adalah solusi bagi para orang tua yang masih memiliki anak kecil. Kita sebagai orang tua pasti khawatir ya, apalagi kalau ditinggal kerja nih. Wah, kira-kira anak saya aman enggak ya di rumah? Kira-kira anak saya bermain atau belajar dengan baik enggak ya di rumah? Sobat ASN, kalau dikirim diklat di BPSDM Provinsi Jawa Timur sekarang udah enggak perlu khawatir lagi. Karena di BPSDM Provinsi Jawa Timur ruang bermain anaknya lengkap banget fasilitasnya. Mulai ada tempat bermain, tempat tidur untuk mereka bisa istirahat, kemudian buku-buku edukatif, dan ada ruang nursery juga untuk Ibu menyusui. Kamar mandinya pun lengkap. dan bersih. Dan yang enggak ketinggalan penting, Sobat ASN bisa langsung pantau lewat CCTV. Keren banget, kan? Jadi, Mommy and Daddy sekarang enggak perlu khawatir lagi, ya. Mommy and daddy don't worry we are happy. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Seperti patu jalur yang melaju karena kekompakan. BPSDM Jawa Timur memacu semangat belajar dan berinovasi punggawa Jatim Gerbang Baru Nusantara. Bersama kita melaju, bersama kita melayani untuk Jawa Timur yang lebih baik. kuobsamtim terus berkomitmen meningkatkan kompetensi berintegritas inov dan adap siap menghadapi tantangan global bersama BPS inovatif [Tepuk tangan] Merdeka bukan hadiah. Merdeka adalah tanggung jawab. Di BPSDM Provinsi Jawa Timur kami belajar bahwa kemerdekaan sejati lahir dari PSDM yang terus berkembang. Setiap ide yang dibagikan, setiap langkah yang diambil adalah untuk pengabdian untuk negeri. Kami percaya kemerdekaan bukan hanya mengenang masa lalu, tapi menciptakan masa depan. Bersama BPSDM Jatim, kita merdeka, kita berkarya. Tell me something I don't [Musik] Hei, hei, di sini, di sini. Kamu kenapa bingung ini di mana? Hah? Ini di BPSDM. Emang kamu enggak tahu, ya? Iya, beneran enggak tahu? Iya. Ayo ikut aku. Selamat datang di PPSDM Provinsi Jawa Timur. Yuk, kita jelajahi bersama berbagai fasilitas dan bidang kerja yang ada di PPSDN CI. [Musik] Sekarang sudah tahu kan? Yuk, kita sama-sama majukan Indonesia lewat ASN yang unggul. [Musik] 80 tahun Indonesia merdeka. Semangat juang itu terus menyala di setiap langkah kami. BSDM Jawa Timur hadir membentuk ASN yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi. Melalui pelatihan, sertifikasi dan inovasi pembelajaran, kami menyiapkan SDMUL untuk nanti. Bersama BPSDM Jawa Timur, wujudkan ASN hebat. Jawa Timur maju, Indonesia semakin kuat. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] satu Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi sobat ASN di mana pun Anda berada. Baik yang sudah bergabung di Zoom meeting maupun di live YouTube BBSDM Jatim TV. Senang sekali saya Anis Dewi dapat kembali menyapa sobat ASN semua dalam webinar ASN Belajar seri 31 tahun 2025 persembahan Corpu SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Applaus dulu dong untuk semua yang sudah hadir. Wow. Ramai juga ya yang langsung hadir di kelas EBBSDM Jatim e Jatim ini. Dan alhamdulillahnya nih, Sobat SN, hari ini tepat di hari Kamis, 14 Agustus 2025 kita memperingati sebagai hari pramuka yang ke-64. Tadi pagi sudah upacara belum? Anak-anak aku tadi pagi upacara semua. Eh, 3 hari lagi nih kita akan merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 loh. Merdeka. Wah, gitu dong semangat. Jadi memang sobat ASN semua harus bersemangat karena di tahun 2025 ini menjadi tonggak bersejarah bagi bangsa Indonesia yang memasuki usia ke-80 tahun kemerdekaan. Jadi memang perjalanan panjang ini tidak hanya diwarnai oleh perjuangan merebut kemerdekaan, tetapi juga oleh upaya untuk membangun tata kelola pemerintahan yang efektif, bersih, dan juga melayani rakyat. Dalam rentang 8 dekade, birokrasi Indonesia telah mengalami berbagai dinamika mulai dari pembentukan struktur pemerintah, pasca kemerdekaan, modernisasi administrasi negara, hingga transformasi digital dalam pelayanan publik. Nah, sebagai karda terdepan nih penyelenggara negara aparatur sipil negara. Jadi, Sobat ASN semua memegang peranan penting untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Peran ASN bukan hanya untuk menjalankan roda pemerintah, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menggerakkan ee pembangunan dan juga meningkatkan kepercayaan publik. Tantangan birokrasi di era saat ini semakin kompleks meliputi tuntutan kecepatan layanan. Kemudian juga tuntutan transparansi, akuntabilitas, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat. Ayo sobat TSN semarakan kemerdekaan dengan mewujudkan birokrasi yang responsif, inovatif, serta berpihak pada rakyat bersama webinar ASN Belajar seri 31 tahun 2025 dan jadilah bagian dari aksi nyata untuk negeri. [Musik] 25 ini marilah kita dengarkan terlebih dahulu opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SP,MP. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 14 Agustus 2025, ASN belajar telah memasuki seri yang ke-31. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami selalu berkomitmen sekaligus terus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-31 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka menyambut hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80. Sebuah momentum untuk kita menoleh ke belakang mengingat perjalanan panjang yang ditempa oleh sejarah, keringat, air mata dan pengorbanan. momentum untuk kita bercermin menakar sejauh mana amanah kemerdekaan itu telah kita isi dengan kerja nyata dan yang terpenting momentum untuk menatap masa depan dengan langkah yang lebih tegap, visi yang lebih jernih, dan tekad yang lebih kokoh. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN belajar seri ke-31 tahun 2025 ini mengangkat topik 80 tahun Indonesia merdeka, birokrasi negeri dari ASA ke aksi. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sahabat ASN di seluruh tanah air, 80 tahun lalu para pendiri bangsa ini memancang tiang kemerdekaan dengan darah dan air mata serta doa. Mereka tahu bahwa merdeka bukanlah garis akhir, melainkan titik awal untuk membangun sebuah negeri yang berdaulat, adil, dan makmur. Hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia bukan hanya perayaan. Ia adalah cermin sejarah sekaligus panggilan masa depan. Di dalamnya kita diajak mengevaluasi perjalanan kita menimbang apakah asa yang diwariskan para pendiri bangsa telah benar-benar kita wujudkan atau masih tertinggal dalam mimpi-mimpi generasi penerusnya. Sejak proklamasi dikumandangkan, negara ini dibangun di atas cita-cita luhur, mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Di dalam perjalanan itulah birokrasi yang kita sebut sebagai mesin pemerintahan memegang peran vital. Dan di dalam tubuh birokrasi berdiri kita semua aparatur sipil negara, pilar yang menopang pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik. ASN bukan sekedar profesi, ia adalah amanah. ASN bukan hanya pegawai, ia adalah pelayan bangsa. ASN bukan sekedar penggerak administrasi, ia adalah penggagas perubahan, pembawa harapan, sekaligus pegawai masa depan negeri. Sobat SN, perjalanan 80 tahun kemerdekaan adalah perjalanan dari asa ke aksi. Kita mewarisi asa dari para pendiri bangsa, cita-cita luhur tentang Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat. Namun kita juga ditantang untuk mengubahnya menjadi aksi nyata. memberikan pelayanan publik yang prima, memastikan kebijakan berbasis data, menghadirkan inovasi, dan bekerja dengan integritas tanpa cela. Birokrasi hari ini tidak lagi cukup sekedar tertib administrasi. Ia harus lincah beradaptasi, cerdas memanfaatkan teknologi, dan sensitif terhadap aspirasi. Ia harus mampu menjadi jembatan kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat. Sempat AS SN di seluruh tanah air, kita tidak bisa melangkah ke Indonesia Emas 2045 dengan birokrasi yang berjalan di tempat. Kita memerlukan ASN yang memiliki kompetensi unggul, menjunjung tinggi nilai dasar ASN, mempraktikkan integritas tanpa kompromi, dan bekerja dengan semangat melayani bukan dilayani. Itulah sebabnya momentum 80 tahun kemerdekaan ini harus menjadi titik balik dari birokrasi yang sekedar menjalankan rutinitas menjadi birokrasi yang membangun masa depan. dari birokrasi yang reaktif menjadi birokrasi yang proaktif dan solutif. Sejarah mencatat banyak bangsa besar yang tumbuh bukan hanya karena sumber daya alamnya, melainkan karena kekuatan institusi dan kualitas manusianya. Indonesia pun demikian. Kita boleh bangga dengan kekayaan alam yang melimpah di negeri kita. Namun kita harus bangga jika kita memiliki birokrasi yang bersih, profesional, dan inovatif. Mari kita isi usia kemerdekaan ini dengan birokrasi yang berintegritas, kompeten, dan berpihak pada rakyat. Mari kita ubah setiap kebijakan menjadi manfaat, setiap program menjadi solusi, dan setiap pelayanan menjadi pengalaman yang membahagiakan rakyat. 80 tahun Indonesia merdeka adalah bukti bahwa bangsa ini mampu bertahan. Namun 100 tahun yang akan datang ketika Indonesia merdeka ke 100 nanti akan menjadi bukti apakah bangsa ini mampu bersaing dan memimpin. Dan jawabannya ada di tangan kita, para ASN, para pelayanan publik, para penggerak roda pemerintahan. Marilah kita jadikan peringatan ini sebagai panggilan sejarah. panggilan untuk bekerja lebih sungguh-sungguh, berpikir lebih jauh, dan melayani lebih tulus. Karena di setiap tanda tangan kita ada nasib rakyat yang menunggu. Di setiap kebijakan kita ada masa depan bangsa yang dipertaruhkan. Birokrasi untuk negeri dari ASA ke aksi bukanlah sekedar tema, tetapi tekad bersama untuk menjemput masa depan Indonesia yang lebih gemilang. Sahabat ASN di seluruh tanah air. Lalu bagaimana kita sebagai ASN Indonesia memaknai 80 tahun Indonesia merdeka ini dalam aksi nyata? Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kita telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Ibu Rini Widiantini, S.H., MPM. Beliau adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang dalam hal ini nanti akan diwakilkan kepada Bapak Aba Subakya, Esos, MAP. Beliau adalah deputi bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Bapak Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo. Beliau adalah Ketua 2 Koordinator Bidang Pengembangan Inovasi dan Pembinaan SDM Dewan Pengurus Korp Nasional. Dan yang ketiga kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Bapak Dr. Andes Astrun Liu, MHum, PhD. Beliau adalah Wakil Ketua Forum Sekretaris Daerah seluruh Indonesia. Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-31 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Dirgahayu Republik Indonesia ke-80. Merdeka. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bapak Dr. Lamianto, SPMP atas opening speech yang sudah disampaikan. ini membuat Sobat ASN menjadi lebih bersemangat lagi ya untuk dapat mengikuti ASN belajar seri 31 tahun 2025 ini dari awal sampai akhir nanti karena akan ada tiga narasumber yang sharing ilmunya bersama dengan kita semua. Namun sebelum kita berlanjut ke sesi berikutnya, kami informasikan bahwa saat ini Sobat ASN sudah bisa melakukan presensi pada halaman semesta Bangkom. Jadi link presensinya ini bisa sobat SN lihat di running atau di kolom chat Zoom. Dan kalau yang bergabung di YouTube channel BBSDM Jatim TV bisa melihat linknya di pin chat ada semua ya. Tapi mungkin karena saat ini traffic presensinya yang sedang tinggi, bagi sobat ASN yang masih belum bisa mengakses presensi nanti bisa dicoba kembali secara berkala sampai dengan pukul 12.00 siang. [Musik] Baik, Sobat ASN, akan ada tiga narasumber luar biasa seperti yang sudah disebutkan oleh Bapak Ramlee tadi ya. Nah, narasumber pertama yang akan sharing ilmunya bersama dengan kita semua adalah Ibu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang dalam hal ini akan diwakilkan oleh Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Mari kita sambut bersama Bapak Abah Subagia Esos MAP. [Musik] Asalamualaikum. Selamat pagi, Bapak. Waalaikumsalam. I, Pak. Semangat, sobat-sobat ASN hebat, apa kabar? Alhamdulillah, Bapak. Apa kabar? Alhamdulillah baik. Alhamdulillahirabbil alamin. Sudah siap ya sharing ilmunya bersama dengan sobat ASN semua? Iya siap. Karena yang mengikuti ASN belajar seri 31 ini Pak. Wah dari ee seluruh Indonesia berkumpul semua di sini dari Zoom Meeting dan juga YouTube channel nih. Pak tepuk tangan dong untuk semuanya yang sudah hadir. Keren. Keren. Iya. Oke. Baik. Jadi, Pak untuk materi yang pertama ini kita memberikan waktu 30 menit untuk penyampaian materinya. Kemudian untuk tanya jawab akan ada sesi tersendiri setelah Bapak menyampaikan materi. Oke, jadi Sobat ASN yang memiliki pertanyaan barangkali bisa ditulis terlebih dahulu dan nanti silakan ditanyakan langsung setelah Bapak Abel Bagia ini sudah selesai menyampaikan materinya. Baik, kalau begitu langsung saja Bapak silakan materinya disampaikan. Oke, baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua. Yang kami hormati ee sahabat saya Pak Ramli ya, Pak Ramli mudah-mudahan masih hadir. Pak Kepala BPSDM e para narasumber tadi ada Pak Dr. Triwido, ada Pak Nasrun, PhD ya, juga ee rekan-rekan sekalian. tadi Mbak Nisa disampaikan ya, selamat Hari Pramuka ya dan juga selamat Dirgahayu HUD RI ya. Mudah-mudahan kita rayakan dengan semarak ya. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh BPSDM Jatim. Jadi kami cukup apresiasi untuk BPSM Jatim yang secara rutin ee memberikan ruang pengembangan ee kompetensi secara virtual bagi teman-teman sobat-sobat ASN ya. saya beberapa kali juga ee mengikuti dan ini saya kira menjadi hal yang ee cukup penting ee pembelajaran ini karena memang tugas ASN salah satunya adalah dia harus menjadi ee pembelajar. Nah, itu ee barangkali kalau bisa jadi penting. Nah, oleh sebab itu ini bagian dari upaya kita untuk melakukan ee transformasi birokrasi kita. Karena birokrasi itu salah satu mesin penggeraknya itu adalah aparatur sipil negaranya. Jadi kalau aparatur sipil negaranya berkerap ya kinerjanya tinggi ee profesionalismenya terbangun ya kemudian juga dia bisa melakukan berbagai penyesuaian perubahan dan sebagainya secara cepat. Karena kenapa ini perlu dilakukan? karena ee tuntutan dunia yang terus berubah ya, ekonomi, sosial, budaya dan e sebagainya sehingga ASN kita itu memang betul-betul dituntut menjadi seorang pembelajar ya secara terus-menerus dan juga berkinerja. Karena itu yang paling penting dan utamanya adalah Bapak Ibu sekalian tugas kita itu adalah tadi berkinerja dalam rangka membangun pelayanan publik ya pelayanan publik yang harus didahulukan karena tugas utama kita itu adalah Nah kompetensi lain tadi dia sebagai perumus penyusun kebijakan pelaksana kebijakan ya juga sebagai perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nah, ini ee Bapak, Ibu sekalian dengan momentum peringatan hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-80. Mungkin juga ini menjadi salah satu momentum kita ya untuk membangun ASN-ASN yang hebat guna memberikan pelayanan publik yang ee prima kepada masyarakat. Nah, salah satu program itu adalah bagaimana reformasi birokrasi itu bisa dibangun. Ya, sebagaimana arahan Bapak Presiden ee Prabowo. Jadi, sebagai pelayan publik di birokrasi itu kita harus lebih responsif dan memberikan pelayanan yang seluas-luasnya kepada masyarakat. Ya, negara itu harus hadir. Makanya ada ee apa? Makan bergizi ya. kemudian juga koperasi desa termasuk sekolah rakyat dan program-program unggulan lainnya ya yang menghadirkan negara kepada masyarakat. Nah, ini saya kira juga menjadi cukup penting responsibilitas birokrasi itu agar masyarakat merasakan kehadiran negara ya. termasuk juga hal-hal yang lain terkait dengan percepatan implementasi kebijakan ya kita lakukan simplifikasi penguatan koordinasi antar lembaga pemerintah ya dan lembaga-lembaga lain mungkin ya dalam rangka mendukung ee apa namanya sinergitas koordinasi antar ee kementerian, lembaga juga dalam hal pengentasan kemiskinan, pembangunan ekonomi, dan juga suas sembada pangan dan energi ya. Kemudian juga kita juga didorong untuk melakukan efisiensi, efektivitas alokasi anggaran ya yang digunakan supaya lebih efektif ya Bunda mendukung ee program prioritas Bapak Presiden ya dan juga kita kurangilah kegiatan yang memang tidak berdampak langsung kepada rakyat atau kepada masyarakat dan juga penegakan hukum ya terutama dalam mencegah korupsi di kalangan birokrasi. Jadi pengawasan itu yang memang harus diperkuat agar tidak terjadi penyimpangan dalam alokasi anggaran yang diberikan kepada kementerian, lembaga dan pemerintahan daerah. Sehingga pemberatasan korupsi dan kebocoran anggaran itu betul-betul harus dilakukan ee pencegahan setiap klini. Nah, selanjutnya yang juga tidak kalah pentingnya adalah kaitan dengan pengelolaan ASN ya. Jadi kita harus pastikan bahwa ASN kita profesional, ASN kita memang disiplin, produktivitasnya tinggi dalam rangka melaksanakan tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat. Nah, oleh sebab itu kompetensi menjadi penting ya, termasuk juga tadi aspek integritas, aspek moralitasnya supaya terkait dengan program pemberantasan korupsi itu memang bisa kita wujudkan ya. dan ee pemerintah juga barangkali Bapak Ibu sekalian sekarang sudah gencar melakukan penataan-penataan ya. Kemudian juga layanan-layanan berbasis teknologi ya. pemanfaatan teknologi itu menjadi penting agar ee penyebaran pendidikan akan lebih mudah, akses belajar lebih mudah ya seperti yang dilakukan saat ini, termasuk juga akses terhadap layanan ee dasar ee pemerintah. Nah, oleh sebab itu perlu dilakukan pembedahan terhadap layanan publik agar lebih ee efisien, transparan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Maka dalam rangka reformasi birokrasi itu apa yang dilakukan? Kita melakukan reformasi ee pelayanan publik secara optimal. Nah, dengan demikian maka kita perlu mendukung tuh salah satunya adalah delan programitas ee jangka menengah ya yang tertuang dalam RPJ RPJMN 2025-29 ya. Salah satunya adalah Bapak, Ibu, teman-teman sekalian memperkoh ideologi Pancasila, demokrasi dan hal. Ya, isu ini saya kira menjadi penting ya di tengah-tengah perubahan-perubahan dunia yang begitu cepat ya, lingkungan dan sebagainya ya, lingkungan strategis dan sebagainya. Nah, oleh sebab itu ini jadi penting juga kita harus mendorong dan memantapkan sistem ee pertahanan keamanan negara yang mendorong kemandirian bangsa ya. melalui swah sembada pangan ya. Sekarang ini swah sembada pangan menjadi penting ya dalam jangka mendukupung MBG misalnya ya energi air, ekonomi syariah ya ekonomi digital, ekonomi hijau dan ekonomi biru. Kemudian juga melanjutkan pengembangan infrastruktur untuk menghubungkan dan memperluas lapangan kerja yang lebih berkualitas ya. mendorong juga kewirausahaan mengembangkan industri kreatif, mengembangkan agromaritim industri dan sebagainya ya. Kemudian, nah ini yang paling penting yang terkait dengan tema kita hari ini, kaitan dengan asta cita Pak Presiden dengan Pak Wapres adalah memperkuat pembangunan sumber daya manusia manusia ya, sain, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga ya kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan ya ruangnya juga cukup besar pemuda dan juga penyandang sat lintas. Nah, oleh sebab itu mereka pun diberikan kesempatan yang sama ketika kita melakukan perencanaan dan pengadaan untuk seleksi calon aparatur sipil negara. Termasuk hal lain ee sobat-sobat ASN kita melanjutkan helitisasi sebagaimana asas Pak Presiden membangun dari desa gitu ya. ada makanya ada koperasi desa dan sebagainya yang sekarang diperkuat ya memperkuat reformasi politik hukum, birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi, narkoba, judi, dan ee penyelemikan. Nah, di sini harusnya yang menjadi pondasi kuat yaitu salah satunya peran aparatur ee sipil negara dan juga yang tidak kalah pentingnya adalah dari program prioritas asas Pak Presiden adalah memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya ya, serta peningkatan ee toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan karena memang hetereitas kita ya sebagai suatu bangsa yang kaya akan budaya dan agama gitu ya. Dan ini harus betul-betul kita jaga itu yang harusnya menjadi penguat dan itulah menjadi dasar persatuan dan kesatuan negara Republik Indonesia. Nah, oleh sebab itu ee sobat-sobat ASN, teman-teman sekalian, maka transformasi Indonesia untuk mencapai tujuan pembangunan itu menjadi penting. Apalagi tujuan mulia kita adalah di Indonesia Emas 2045 di mana kita ingin menciptakan manusia Indonesia yang unggur ya, yang unggur. Maka ada transformasi sosial terkait dengan apa? kesehatan untuk semua. Makanya ada sekarang cek kesehatan pendidikan berkualitas yang merata, ada sekolah rakyat yang dibangun oleh pemerintah untuk mewujudkan asta cita Pak Presiden, ya. Kemudian juga ee perlindungan sosial yang adaptif. Nah, ini ee teman-teman sekalian, transformasi sosial itu tentunya ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan dasarnya karena ini sebagai bagian dari ee modal manusia dan modal sosial budayanya. Yang kedua adalah terkait dengan transformasi ekonomi ya untuk membawa Indonesia keluar dari middle income tradmentnya. Nah, oleh sebab itu maka ee perkotaan dan pedesaan ee sebagai pusat pertumbuhan ekonominya. Jadi artinya nanti pemerataan pembangunan itu penting dimulai dari pertumbuhan ekonominya. Selanjutnya terkait dengan IPTEK, inovasi, dan juga pertumbuhan produktivitas ekonominya, integrasi ekonomi domestik dan global ya. Jadi daya saing bukan hanya daya saing global, daya saing nasional, tapi juga daya saing domestik saya kira menjadi penting penerapan ekonomi hijau dan juga transformasi digital. Dengan transformasi digital itu layanan-layanan ee didorong untuk memberikan kemudahan dan layanan publik kepada masyarakat yang lebih berkualitas, lebih simpel, dan betul-betul diberikan kemudahan secara optimal. Nah, kemudian yang ketiga ini terkait dengan transformasi tata kelola ya. Transformasi tata kelola untuk apa? Untuk menciptakan layanan publik yang berkualitas dan inklusif serta masyarakat sipil yang partisipatif. Oleh sebab itu layanan publik yang berkualitas dan inklusif untuk semua itu jadi penting sehingga memang tadi ee harus didukung juga oleh kelembagaan dan proses bisnis yang lebih efektif dan adaptif. Jadi kita diberikan kemudahan dipotonglah beberapa proses bisnis. Kalau dari ASN juga untuk kenaikan pangkat, pensiun dan sebagainya. Semua nanti akan dibangun dalam satu ee platform tunggal. regulasi kita juga yang harus lebih adaptif ya tapi tetap taat asas gitu ya karena norma kode etik etikanya juga jadi penting manajemen talenta ini jadi basis untuk pengembangan karir tapi juga harus didukung oleh sistem meritokrasinya jadi manajemen talenta yang kita bangun basisnya juga dasarnya adalah tadi meritokrasi dan integritas termasuk manajemen strategis ee salah satunya terkait dengan sistem pengakuan dan kesejahteraan ASN. Kemudian relasi pemerintah dan masyarakat sipil yang harus dibangun. Kemudian juga ini dibangun dalam tadi transformasi digital ee pemerintah. Nah, ini sebagai landasan transformasi termasuk juga kerangka implementasi ee transformasinya ya yang bisa menjadi penumpang ee untuk transformasi negara yang kita cintai ini. ini memang merupakan mandat amanat dari pelaksanaan Undang-Undang 59 2024 tentang RPJPN tahun 2025-2045. Ya. Ee sahabat-sahabat ASN, Indonesia Emas 2045 itu hanya bisa dicapai dengan apa? Dengan mewujudkan transformasi sosial melalui peningkatan transformasi ekonomi ya yang ditopang oleh transformasi tata kelola. Jadi ketiganya itu tiga transformasi ini memiliki keterkaitan. Nah, tata kelola ini ini menjadi hal yang bisa yang harus kita implementasikan karena ini akan mendukung tadi transformasi sosial dan ee transformasi ekonominya. Nah, arah pembangunan transformasi tata kelola ini terkait dengan regulasi dan tata kelola yang berintegritas dan adaptif. Terkait dengan apa saja? Yang pertama adalah layanan pemerintahnya yang harus ee kita terus tingkatkan ya. Jadi layanan-layanan pemerintah karena ini layanan pemerintah ini adalah wujud kehadiran negara ya di masyarakat. Kedua adalah aspek kelembagaan yang efektif ya kelembagaan yang ee apa adaptif dan sebagainya termasuk proses bisnisnya ya. ada manajemen talenta dan sebagainya. Termasuk yang ee saya sampaikan tadi terkait dengan tujuan kita untuk mencapai Indonesia emas di tahun 2045. Nah, oleh sebab itu ee sobat-sobat ASN, teman-teman sekalian, kerangka grand desain reformasi birokrasi nasional kita di 2025-2045 untuk mewujudkan birokrasi yang kompetitif berkelas ee dunia untuk mendukung Indonesia Emas 2045, ada beberapa misi yang harus dijalankan ya. Meningkatkan kolaborasi birokrasi untuk mewujudkan pembangunan nasional. Jadi artinya langkah-langkah kita untuk melakukan kolaborasi untuk pencapaian tujuan pembangunan set itu penting tidak lagi ada ego sektoral dan sebagainya. Yang kedua adalah meningkatkan kapabilitas birokrasi kita ya untuk mengatasi dan mengantisipasi tantangan global ya. Global megatend itu penting ya. sehingga perlu jawabannya adalah kapabilitas birokrasinya. Yang tiga adalah mewujudkan budaya birokrasi yang ber integritas dan melayani untuk membangun kepercayaan publik. Ya, tadi juga disampaikan oleh Pak Ramli ya, Kepala Badan kaitan dengan bagaimana kita membangun kepercayaan publik. Nah, oleh sebab itu ee tujuan kita untuk membangun pemerintah yang kolaboratif, kapel ya, berinte dan berintegrasi untuk melayani masyarakat itu di setiap aspek kehidupan itu ee untuk mendukung Indonesia yang lebih berdaulat, adil, dan berkelanjutan. ada beberapa indikator nanti yang harus dibangun di situ. Nah, salah satu sasaran barangkali yang terkait dengan tata kelola SDM sesuai dengan tema kita itu adalah ee kaitan dengan sasaran terciptanya aparatur negara yang kompeten berkinerja tinggi berdasarkan sistem merit. Nah, nanti ada capaian-capaian oleh teman-teman pemerintah daerah persentasenya nanti yang harus di wujudkan ya, yang harus diwujan. Jadi, ada tolok ukurnya nanti ada indikatornya ya. misalnya terkait dengan presentasi instansi pemerintah dalam kategori leading dalam konteks sistem merit ya target di 2045 harusnya sudah ee 100% sehingga memang ini akan berdampak kepada pelayanan publik yang ee lebih baik ya, pelayanan publik yang prima. Nah, dengan demikian maka Bapak, Ibu sekalian secara implementasinya maka 17 program prioritas presiden itu ya tadi harus di dukung dan diwujudkan oleh ee aparatur sipil negara. Jadi dia sebagai mesinnya ya, sebagai mesinnya ya. Jadi salah satu yang menjadi konsen Pak Presiden itu adalah mencapai suasada pangan, energi dan air ya. Termasuk juga ee ee program-program lainnya yang memang ini mendorong supaya negara kita itu menjadi negara yang ee kompetitif ya, yang unggul dan berdaya saing tinggi ya. Termasuk juga kesejahteraan-kesejahteraan untuk aparatur sipil negara, kesejahteraan untuk masyarakat seluruh Indonesia. ya itu juga ee menjadi konsen ee pemerintah ya, Pak Presiden juga sangat konsen terhadap kinerja ya, kemudian juga kesejahteraan rakyat yang selalu beliau sampaikan ya termasuk kaitan dengan ee dukungan kita semua untuk mewujudkan ee dan terlaksananya keberlangsungan makan bergizi gratis misalnya ya, penerujan pencetakan lahannya dan sebagainya ya. Jadi artinya termasuk Bapak Ibu sekalian ini ee delan program hasil terbaik cepatnya ya. Nah, oleh sebab itu penataan itu jadi penting. Jadi kalau kita mengacu kepada keselarasan arah sistem merit ya dengan Asta Cita Ketujuh Presiden itu ada terkait dengan penguatan sistem manajemen kinerja dan mengaitkannya dengan sistem penghargaan dan pengakuan. Jadi artinya ketika ada kinerja maka akan dikaitkan dengan sistem penghargaan dan pengakuannya. Jadi orang yang berkinerja tinggi maka dia akan akan dapat apresiasi ya baik secara materiil maupun nonmaterialnya. Nah, ini saya kira jadi penting. Yang kedua adalah terkait dengan penguatan sistem manajemen talenta ya. Nah, sistem manajemen talenta itu ini akan menjadi bagian dari sistem rekrutmen. Jadi, mungkin rekrutmen perencanaan pengadaan itu nanti akan adanya tidak lagi di hulu tapi di hilir. Karena yang kita perkuat itu adalah manajemen talentanya, pengisian-pengisian jabatan baik di pusat maupun di daerah ya. Termasuk juga penempatan pengembangan untuk ee talent pool-nya dan manajemen talenta melalui program mobilitas talenta karena ini nanti yang harus didukung. Nah, selanjutnya yang ketiga adalah ini juga terkait dengan webinar hari ini adalah mempermudah akses belajar bagi ASN. Ya, kita bisa bayangkan ketika setiap BPSDM itu punya program yang spesifik misalnya ya, Jatim spesifiknya apa sehingga kita bisa banyak belajar dari Jatim ya. kemudian Kalimantan, Sumatera dan sebagainya, Papua yang memiliki keunggulan-keunggulan yang memang ya materi kompetensinya itu bisa sharing dengan aparatur sipil negara yang lain, bisa sharing dengan sobat-sobat ASN yang lain. Jadi betul-betul diberikan ee ruang. Nah, termasuk ee teman-teman sobat-sobat ASN adalah kaitan dengan bagaimana upaya kita juga harus melakukan perbaikan sistem pelayanan kepegawaian ya tentunya dalam platform digital manajemen ASN ya. Jadi, Pak Presiden dulu juga sudah mlaunching yang namanya Ina ya. Sehingga memang smart ASN dan sebagainya platform tunggal digital layanan aparatur negara salah satunya itu untuk mendukung layanan kepegawaian kita secara komprehensif. juga ee teman-teman sobat-sobat ASN yang terkait juga dengan kepemimpinan, budaya kerja dan citra institusi pemerintah. Maka ini disebutlah di dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara ya. Jadi kepemimpinan, budaya kerja, berakhlak dan sebagainya. Nah, oleh sebab itu maka ee ketika kita mengacu kepada undang-undangnya ini memang sudah ada keselarasan dengan asta cita Pak Presiden. Pertama yang terkait dengan Undang-Undang 20 2023 tentang Aparatur Sipil Negara. Di sini ada akselerasi, agenda, transformasi, manajemen ASN, mobilitas talenta, sistem merit dan ee sebagainya. Kemudian juga Perpres 122025 ya terkait dengan ee penerapan sistem meritokrasi dalam program prioritas nasional ya agenda pembangunan transformasi dan tata kelola juga Bapak Ibu sekalian di Undang-Undang 59 ini sudah jelas disebutkan adanya upaya peningkatan kualitas ASN yang berbasis merit ya ini menjadi pondamen kuat ya sebagai pondamen awal menuju ASN yang berintegritas dan adaptif tahun 2045 sebagaimana tema kita. Nah, juga dukungan kita terkait dengan ee aksesi di OECD ya. kita mengembangkan model sistem merit dengan memanfaatkan pendekatan OECD ya terkait dengan orientasi pengguna layanan bagi ASN dalam rangka perbaikan tata kelola pemerintah ya termasuk ee Sobat ASN dalam RPPES tentang GDRBN ya di ee 2025245 juga memasukkan sistem merit keberhasilan grand desain reformasi birokrasi nasional. Jadi, betapa besarnya kontribusi ASN ya untuk melakukan itu. Nah, ini harus dilakukan oleh siapa ya? Oleh aparatur sipil negara kita ya yang jumlahnya itu ee sekarang ada 5,2 juta. Belum lagi nanti kalau misalnya ditambah lagi dengan data-data yang baru, ada yang masuk, yang baru, dan sebagainya. Nah, kalau kita lihat dari komposisi saat ini, maka P3K kita ya ee dari data BKN ini sudah ee secara terus-menerus bertahap ada peningkatan ya. Sekarang itu sudah hampir separuhnya gitu dari jumlah pegawai negeri sipil ya. Berarti kalau kemarin termasuk rasionya sudah turun. Kemarin rasi rasio kita itu 1 banding 56 ya. Sekarang rasio kita ee sudah menurun jadi 1 bing 53. Artinya peran dari P3K juga di sini cukup ee signifikan ya, Teman-teman sekalian. Nah, oleh sebab itu dominasi dari jabatan-jabatan ini yang perannya lebih besar salah satunya secara operasional berdasarkan keahlian dan keterampilannya selain jabatan struktural dan pelaksana adalah jabatan-jabatan ee fungsional yang jumlahnya itu 66%. Jadi hampir 70% kontribusi aparatur sipil negara itu kinerjanya itu ada di jabatan-jabatan fungsional. Bapak, Ibu bayangkan kalau 66 itu atau 70% ini kinerjanya itu rendah, berarti apa? Akan berdampak kepada kinerja organisasi ya. Nah, oleh sebab itu para pelaksana itu betul-betul memang harus didukung ee teman-teman sekalian dalam melakukan kinerjanya karena salah satunya di tangan mereka keberhasilan kinerja instansi pemerintah ya. Termasuk juga jabatan pelaksana. Kita juga ingin sudah perbaiki juga jabatan-jabatan pelaksana. Jangan seolah-olah jabatan-jabatan pelaksana ini jadi jabatan-jabatan kedua. Padahal banyak juga yang 1,5 juta ini orang-orang yang ahli di bidangnya ya, cuma kedudukannya di jabatan pelaksana. Jadi jangan sampai ada narasi seolah-olah jabatan pelaksana itu jabatan yang paling rendah bukan. Ini pengelompokan jabatannya ya. Pengelompokan jabatan. Nah, ini barangkali juga jadi penting. Oleh sebab itu, Bapak, Ibu sekalian, teman-teman Sobat ASN, kita harus memberikan ruang yang sebesar-besarnya kepada putra-putri terbaik kita, gitu ya. Nah, makanya kenapa ee Bapak, Ibu sekalian dengan usia kita saat ini sampai 65 tahun gitu ya. Maka kalau kita lihat, kami contohkan misalnya piramida penduduk Indonesia tahun 2020 menunjukkan dominasi penduduk usia produktif itu adalah 15 sampai 64 tahun. Ini menandakan bahwa Indonesia berada dalam masa bonus demografi ya. Dan pada periode ini jumlah penduduk Indonesia usia kerjanya jauh lebih besar dibandingkan benda dengan penduduk usia produktif itu 0 sampai 14 tahun dan 65 tahun ke atas. Ya, itu berdasarkan BPS. Nah, oleh sebab itu bonus demografi ini akan memberikan peluang besar ya bagi pertumbuhan ekonomi jika prasyaratnya diiringi dengan penyediaan lapangan kerja pendidikan. keterampilan yang memadai. Nah, oleh sebab itu kalau kita lihat ee dari data ini maka kita menggelembung tuh di posisi mana Bapak, Ibu teman-teman bisa lihat ya posisi ketika dengan rentang usia ini ya. Kemudian ee teman-teman sekalian, maka kita punya tantangan besar nih. Jadi kita punya SDM yang cukup besar, kita ada tantangan globalnya sudah disebutkan di dalam RPJPN gitu ya. ada perkembangan teknologi, populasi, geoekonomi dan ini harus kita jawab salah satunya adalah dengan grand desain managementen ASN ya. Tujuannya untuk mewujudkan ASN yang berintegritas ya, adaptif dan kompeten ya. Kemudian juga perlu pengawasan dan penerapan sistem merit dalam manajemen ASN terkait dengan ketersediaan, kualitas dan manfaatnya. Nah, pertanyaannya adalah apakah dengan bonus demografi tadi postur ASN kita sudah ideal apa belum? Ini pertanyaan ya dengan bonus. Eh, nah tantangan kita juga adalah ini ada teman-teman yang potensi yang press graduate kita ya, digital talent, digital leader dan sebagainya ya. Tapi di sisi lain tadi ada beberapa yang harus kita selesaikan misalnya terkait dengan tenaga non ASN dan sebagainya. Jadi kita masih punya banyak PR. Nah, oleh sebab itu ini harus kita jawab. Makanya sesuai dengan tema tadi, ketika kita bicara integritas maka ASN yang berintegritas itu akan memperkuat kepercayaan publik kita ya. Kemudian juga ASN yang adaptif ya untuk mengakselerasi pencapaian pembangunan nasional dan kesejahteraan rakyat. Jadi kita sudah ada ukuran-ukurannya, indikator pencapaiannya dan sebagainya. Juga yang kompeten ya karena apa? tanpa kompetensi ASN memperkuat penyeleng pelayanan publik yang efektif. Jadi artinya kompeten itu kompetensi itu menjadi penting bagi teman-teman sekalian. Makanya kita harus standarkan juga nih kira-kira ee seperti apa sih kita harus mulai dari awal perencanaan pengadaannya. Jadi perencanaan pengadaan itu jadi penting sekali Bapak Ibu sekalian untuk mendapatkan orang-orang yang hebat, orang-orang yang berintegritas, orang-orang yang memang NKRI, orang-orang memang berjiwa mengabdi melayani negeri ya, SDMSDM yang memang memiliki akhlak yang baik ya. Nah, oleh sebab itu maka ini kita harus standar. Jadi dari awal kita dari sisi perencanaan pengadaannya ini betul-betul sudah kita standarkan ya. Nah, oleh sebab itu maka standarisasi jabatannya penting. Maka ada standarisasi jabatan untuk pelaksana, ada standarisasi jabatan untuk fungsional. Pelaksana sudah kita ubah juga yang 282 2025 ya. Kemudian juga kompetensinya juga harus standar ya. Kompet. Nah, di samping itu maka termasuk pengelolaan kinerja dan sistem karirnya. baru kita bicara tentang sistem kesejahteraannya, termasuk kita bobot jabatannya melalui evaluasi jabatan. Nah, nah oleh sebab itu kita dorong termasuk juga kebijakan di tahun 2024 kita juga sudah mendorong adanya ee penguatan penyelesaian ASN ASNASN kita termasuk yang paling penting selain kita menyelesaikan ee pemenuhan guru dan tenaga kesehatan juga penyelesaian tenaga non ASN dan juga merekrut talenta-talenta baru. Kemarin ada 248.000-an ribuan ya talenta-talenta baru PR graduate melalui seleksi CPNS dan tadi ee dari awal kita bicara tentang ee transformasi digital maka kita mengurangi sedapat mungkin rekrutmen jabatan yang terdampak oleh transformasi digital. Nah, oleh sebab itu kita juga harus didukung oleh ASN-ASN itu tadi kita bicara ASN yang adaptif, maka pola kerja ASN profesional adalah terkait dengan fleksibilitas kerja pegawai ASN. Jadi, ee pengaturan tentang fleksibilitas ini juga sudah diatur ya terkait dengan disiplin. Ada di PMEN 94, di PP94 ya, ada di Perpres 21 ya. Kemudian juga ada Permen 4 tahun 2025. Nah, oleh sebab itu apa tujuannya ini? Ini adalah tidak lain justru untuk meningkatkan kinerja organisasi, kinerja individu dan kualitas hidup pegawai ASN ya melalui penerapan penilaiban kinerja yang lebih terukur dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi. Ya, salah satunya tadi dengan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Yang kedua adalah mendukung kehidupan pegawai ASN yang menciptakan mereka itu fokus bekerja yang lebih optimal, mendorong produktivitas dan efisiensi kerja dengan tetap memperhatikan keseimbangan mental dan fisik. Yang ketiga adalah upaya pemerintah dalam mewujudkan lingkungan kerja yang inklusif, responsif bagi kelompok rentan dan perspektif gender. Nah, oleh sebab itu ee juga dengan fleksibilitas kerja itu ada beberapa jenisnya. Misalnya fleksibilitas kerja secara lokasi yang memungkinkan ASN menjalankan dari kantor, rumah, tempat tinggal, alokasi lain ditetapkan oleh PPK masing-masing atau pembinalisinya. Kemudian yang kedua adalah fleksibilitas ee kerja secara waktu di mana pengaturan waktu bekerja untuk mencapai target kinerja dan jumlah jam kerja sesuai peraturannya, regulasinya ya. Ini dalam bentuk kerja sip, waktu kerja yang lebih fleksibel ya, lebih dinamis dan sebagainya. Makanya ee teman-teman sekalian ee Sobat ASN ketika kita bicara fleksibilitas maka sebetulnya prinsip-prinsipnya juga sudah jelas. Ini bukan hak tapi kebijakan organisasi. Jadi harus ada pertimbangan-pertimbangan matang. Jadi jangan sampai mengganggu pelayanan publik. Justru bisa memperkuat pelayanan publik ya. Kemudian juga karakteristiknya disesuaikan ya dengan kebutuhan instansinya. Kemudian juga menjaga tanggung jawab dan akuntabilitasnya. Jadi mengedepankan tanggung jawab, akuntabilitas dan optimalisasi penggunaan ee teknologi informasi termasuk juga ee etika dan peraturan perundang-undangan. Nah, oleh sebab itu disebutkan fleksibilitas ini tidak berarti kelonggaran disiplin pegawai atau tentang di mana dan kapan ASN besar, tapi tentang apa yang dihasilkan. Jadi tetap ujungnya kita bicara tentang kinerja untuk negara dan masyarakat. Oleh sebab itu, setiap instansi memiliki wenangan silakan gitu ya. Jadi ini sifatnya ee opsional sebagaimana diatur di dalam ee Permenta. Nah, oleh sebab itu, Teman-teman sekalian, maka kalau kita sudah melakukan ruang seperti itu, maka tata kelola itu kita ee harus wujudkan salah satunya melalui sistem merit kita. Jadi kalau kita lihat dari pembelajaran sistem merit yang lalu, maka kita juga ingin ngejar tadi di misalnya Indonesia di peringkat keempat ASEAN dan sebagainya, kemudian juga ee Indonesia berada di ee ee peringkat keempat secara global dari 28 negara untuk survei trust indeksnya di 2004 dan sebagainya ya. Nah, ini peran ASN akhirnya ya sistem merit kita. maka perlu peningkatan kualitas tata kelola ASN kita dari target-target yang harus kita wujudkan. Nah, sekarang kita sedang membangun sistem merit ini. Jadi harapannya Bapak, Ibu, teman-teman sekalian penilaian itu tidak hanya terkait dengan maturitas penyelenggaraan 12 atau del aspek sekarang yang sedang kita diskusikan, tapi juga aspek kepuasan aparatur negaranya ya, termasuk apabila ada pelanggaran ee sistem meritnya. Nah, itu nanti menjadi ee bagian penting dari penilaian penguatan ee sistem merit. Nah, oleh sebab itu kita juga buatkan bagaimana nanti model kategorisasi untuk indeks sistem meritnya supaya pada prinsipnya kita tidak lagi bahwa sistem merit itu basisnya itu seolah-olah citra yang melekat kepada ee instansi, tapi yang lebih penting adalah perubahan dan peningkatan perubahan. Jadi transformasinya itu nanti yang harus dilakukan ya. Maka akan ada perubahan nanti sebutan predikatnya supaya orang itu yang dikejar itu bukan predikatnya tapi perubahan-perubahan yang dilakukan oleh instansi pemerintah itu. Maka dengan demikian maka faktor-faktor kunci keberhasilan dari ee sistem merit itu perlu didukung ya perlu didukung oleh beberapa ee apa namanya? aspek yang bisa mendukung itu ya. Jadi aspek itu keberhasilan itu akan terkait juga dengan kolaborasinya ya. Kemudian juga pemanfaatannya misalnya OECD untuk mendukung eh public governance-nya ya, tata kelola pemerintahannya, arsitekturnya, operasionalisasinya dan juga evaluasinya ya. Sehingga indeks sistem merit dengan dimensi-dimensi yang ada itu bisa mendorong kepuasan aparatur sipil negara. maturitasnya, aspek sistem meritnya jadi lebih baik dan sebagainya. Nah, oleh sebab itu ee teman-teman sekalian, maka ketika kita bicara sistem merit ada tata kelola manajemen ASN yang baiknya di sini. Nanti akan diwujudkan penilaiannya dari salah satunya sistem termasuk indeks profesionalitas aparatur sipil negaranya. Nah, sisi lain ASN itu bukan hanya profesional ya, bukan hanya tadi tata kelolanya baik, tapi juga harus didukung oleh ASN yang sudah menerapkan cor valus ASN berakhlak. Nah, inilah kunci salah satunya kita ingin mewujudkan ASN yang profesional dan adaptif ya. sehingga nanti ee teman-teman sekalian ini akan ee terlihat bagaimana ASN kita bisa kita wujudkan ketika nilai-nilai berakhlak termasuk tata kelola ASN yang basis sistem meritokasinya itu kita wujudkan termasuk juga ee manajemen ee talentanya. Nah, ini barangkali ee teman-teman sekalian sekedar sharing dari saya. Terima kasih Mbak Anisa tadi ya ee beberapa hal ee yang terkait dengan bagaimana transformasi birokrasi kita untuk menyebutkan ASN yang lebih ee profesional dan adaptif ya. Terima kasih teman-teman semua, sahabat-sahabat ASN. Mbak Nisa terima kasih saya kembalikan ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bapak Abang Subagia atas materi yang telah disampaikan. Mohon berkenan Bapak untuk tetap bergabung bersama dengan kami karena akan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Berkenan Bapak ya? Ya, saya monitor ya. Oke. Baik. Jadi untuk sobat TSN untuk Anda yang bergabung lewat Zoom meeting silakan menggunakan eh feature raise hand apabila ingin bertanya secara langsung. Dan yang bergabung melalui YouTube channel BBSDM Jatim TV silakan tuliskan pertanyaan Anda melalui kolom live chat. [Musik] Baik, kita sudah memasuki sesi tanya jawab di sini bersama dengan Bapak Aba Subagia, SOS MAP. Silakan untuk sobat SN yang ingin bertanya, coba kita cek terlebih dahulu yang di Zoom meeting apakah ada yang sudah menggunakan fitur raise hand. Oke. Baik. Ada Ibu Esi. Benar ya, Ibu Esi ya. Apakah sudah bergabung di sini Ibu Esi? Selamat pagi. Masih belum ya kayaknya ya. Oke, Teman-teman kru barangkali masih di-mute. Selamat pagi, Ibu Es. Selamat pagi. Oke, Ibu, bagaimana kabarnya hari ini, Ibu? Alhamdulillah baik, Mbak. Alhamdulillah. Baik, Ibu. Silakan bisa langsung bertanya ke Bapak Abah Subagia. Monggo. Asalamualaikum, Pak Subagia. Saya hari ini mau menanyakan tentang kemampuan adaptif. Iya, Mbak. I saya hari ini mau menanyakan tentang kemampuan adaptif, Pak. Iya, monggo, Bu. I kemampuan adaptif itu kan sudah menjadi salah satu jati diri dari aparatur sipir negara, Pak. Ya, lanjut, Bu. Lanjut, ya. bagaimana caranya terus menginovasi ASN untuk terus menjadi adaptif dan di tengah era globalisasi ini, Pak. Yang mana kita semakin semakin hari itu semakin digitalisasi termasuk salah satunya adalah penggunaan AI, Pak. Iya, cukup se. Oke, makasih. Makasih. Ini dari mana? Nih dari Kabupaten Pasir, Pak. Oh, Pasir ya. Tetangganya sana ya, Kalimantan KR ya. Iya, makasih ya. Jadi yang pertama Bapak, Ibu, teman-teman sekalian ee kita melihat bahwa ASN kita ini tentunya pasti sudah berbeda tuntutannya ketika kita menjadi pegawai negeri sipil dulu gitu ya. Jadi khususnya bagi teman-teman ASN yang senior-senior kita nih, kalau anak-anak baru mungkin terhadap tuntutan perubahan itu juga sudah begitu cepat ya, karena perubahan dunia juga begitu cepat. Nah, oleh sebab itu ee dari sisi kebijakan kami betul-betul akan membuka akses belajar dan pengembangan kompetensi ASN itu supaya ASN kita apa? cepat beradaptasi ya, menerima perubahan inovasi-inovasi itu menjadi penting. Makanya salah satu penilaian ee kami nanti sedang apa saat ini sedang melakukan perubahan tuh Bu terkait dengan penilaian kinerja ya. Salah satunya tadi ASN yang memang tadi cepat beradaptasi kemudian juga dia mampu melakukan inovasi-inovasi dalam pelaksanaan tugasnya. Nah, oleh sebab itu kita itu nanti bekerja bukan hanya basisnya regulasi saja ya. Karena kalau kita basisnya regulasi saja kayaknya kita enggak bisa bergerak, kita enggak bisa berubah. Regulasi pun nanti harus bisa cepat menyesuaikan. Tapi ini para pimpinan itu sebagai basis dari upaya kita untuk melakukan perubahan. Jadi kalau nanti ibunya berubah tapi atasannya juga tidak mampu melakukan perubahan, kepemimpinannya juga masih feoda menggunakan pola-pola lama, kasihan nanti yang di bawahnya. Jadi contoh teladan juga jadi penting ditunjukkan. Dan saat ini kita ini bukan hanya butuh orang-orang yang baik gitu ya, tapi juga orang-orang yang berintegritas dan kompetensinya tinggi. Kalau dulu, bayangkan kalau dulu itu orang itu yang dihukum itu ibu kalau lihat kan yang nakal-nakal saja. Jadi orang yang enggak nakal gitu tapi kinerjanya rendah kan kayaknya enggak apa-apa biasa-biasa aja sampai pensiun. sekarang kan enggak bisa lagi. Nah, oleh sebab itu penegakan aturan regulasinya juga itu jadi penting. Makanya kalau sekarang orang ee misalnya sudah rajin ibadahnya dan sebagainya tapi ternyata hubungannya juga baik tapi ternyata kinerja enggak disampaikan, kena hukuman juga. Jadi artinya orang yang kena hukuman disiplin itu nanti bukan hanya yang nakal saja kan saat tapi juga orang yang tadi orang tidak berkiner. Nah, oleh sebab itu tadi harus apa namanya diajarkan juga oleh para pimpinannya kenapa pimpinan itu menjadi salah satu pilar perubahan supaya anak buangnya cepat beradaptasi, memberikan ruang belajar, inovasi dan sebagainya. maka juga harus dimulai oleh para pimpinannya, harus memberikan ruang dan juga harus bisa ee mengubah ya budaya yang memang tadi budaya-budaya lama menjadi membangun budaya baru. Apalagi basis kita adalah nanti digital dalam pelaksanaan tugas. Apalagi nanti kalau kita misalnya ke IKN ya Bu ya. Wah, itu juga kan bukan hanya sekedar ngubah memindahkan orang ya ke IKN itu, tapi mengubah budaya, mentransformasi pola kerja baru, lingkungan baru dan sebagainya. Jadi kalau kita pindah ke IKN ke tetangganya ibu sana ya kita mindah orang aja ya juga kita percuma. Tapi tujuannya itu tadi ada yang lebih mulia dari itu. Gitu. Gitu Bu. Semangat Bu. Makasih. Iya, siap. Terima kasih banyak Pak Subagio atas penjelasannya. Salam ya teman-teman di sana ya. Ya. Siap. Apakah suara saya terdengar jelas di sini? Empat. Oke, Bui. Boleh dong diberikan harapan-harapan apa nih untuk Indonesia yang akan merayakkan kemerdekaannya ke-80? berdedikasi dan mengutamakan harapannya semoga seluruh ASN semakin sukses berjaya dan salah satu tadi ee yang dibahas sama Bapak Subago adalah pimpinan sebagai agen perubahan. Semoga itu bisa diterapkan kepada semua pimpinan yang ada. Terima kasih dan ASN sejahtera loh. ASN sejahtera. Amin. Terima kasih, Bu. Terima kasih. Kasih ya, Bu. Baik, Bapak. Masih ada satu penanya lagi. Boleh ya, Pak? Ya, silakan. Oke. Baik. Ini ee ada yang sudah rais hand di sini. Bapak Arthur bisa oncam kah, Pak Arthur? Oke, baik Mbap Artur selamat pagi. Masih di-mute sepertinya ya. Boleh di-unmute dulu, Teman-teman kru. Oke, sebentar masih di-mute. Bapak Artur belum? Enggak bisa. Oh, bisa. Oke. Baik, Pak Artur. Dari instansi mana, Bapak? dari K. Waduh, terputus ini. Ibu ee sepertinya sinyalnya kurang stabil ya di situ. Eh, sudah terdengar Bu. Oke. Baik, baik baik. Dari instansi mana Bapak? Suara saya ee masuk ya? Suara saya masuk ya, Bu? Ya, masuk. Masuk. Terdengar dari Kepulauan. Kepulauan dari Kepulauan Seribu. Iya, benar. Ini sepertinya ee betul betul Ibu. Betul. Oke. Baik, baik baik. Oke. Ee Pak Arthur bisa disampaikan pertanyaannya boleh sekaligus diketik takutnya nanti ee sinyalnya agak kurang stabil begitu. Boleh langsung ditanyakan kepada Bapak Aba sebagian. Selamat pagi, Pak Abah. Selamat pagi, Pak. Iur. Wah, ini lagi di jalan nih kayaknya nih. Iya, Pak. Ini kayaknya, Pak. Oh, di kantor beliau ini aktif ini. Silakan, Pak. Iya. Ini Pak Abah, saya mau mau bertanya ini Pak Abah tadi mengenai tata kelola tata kelola manajemen ya. Iya iya ya. Ini kan seringkali ee kami-kami ini ASN berhubungan dengan ee ASN-ASN lainnya yang tidak dalam satu lingkup instansi, Pak. Hm. Nah, kebetulan kami juga kadang-kadang ee di daerah itu tidak punya ee apa namanya? Tidak punya aset seperti itu, Pak. Tetapi kami harus bisa mengelola aset-aset yang dimiliki oleh ee instansi atau pemerintah-pemerintah daerah. Contohnya Pak Abah yang ingin saya tanyakan ini dong, Pak Abah. Saya pengin tahu bagaimana caranya agar ASN ee bisa mengelola tata kelola menjadi lebih baik lagi dalam hal lintas instansi, Pak Abah. Itu aja pertanyaannya, Pak Abah. Terima kasih. Sehat selalu, Pak Abah. Ee kiranya Pak Aba makin sukses ke depan, Pak Abah. Iatur juga sukses ya. Terima kasih, Pak. Makasih, matur. Oke, makasih. ini mengatur nih apa sahabat lama ini Bu. Nah, sahabat di Zoom. Di Zoom. Jadi yang pertama bahwa kita ini ASN itu tidak boleh lagi parsial atau sayo-selo ya. Silo-silo itu enggak boleh lagi. Jadi kita ini ASN kita itu adalah ASN NKRI. Jadi mengarter itu tidak tidak harus di tempat yang sekarang. Jadi boleh ke instansi-instansi lain juga ya. Karena kita ingin membangun yang namanya konsep kita di dalam undang-undang itu konsep mobilitas talenta. Setiap jabatan ya karir orang itu boleh diisi oleh dari ASN mana saja. Tidak boleh lagi ada ego sektor. Sehingga tata kelola ASN itu tidak lagi dia diberhenti di satu instansi. Karena tata kelola ASN itu tidak menyebutkan di satu instansi, tapi tata kelola ASN itu harus dilakukan secara nasional, ya. Nah, oleh sebab itu ruang-ruang orang misalnya ee Bang Arthur mau ke Jawa Timur ya, kemudian oh ini Jawa Timur milik kami, enggak boleh. Jawa Timur miliknya orang Jawa Timur enggak boleh, Menpan miliknya orang Menpan enggak boleh. Jadi saya mau mendaftar ke sana pun ee saya boleh termasuk pola mutasi secara nasional. Nah, ini mungkin yang harus dibangun ya sebagai bagian dari ee sistem karirnya. Nah, tata kelolanya karena kita harus tata kelola ASN itu harus dari awal ya. Dari apa? Dari mulai perencanaan dan pengadaan SDM-nya. Bagaimana kita bisa merekrut perencanaan SDM secara tepat ya. Jadi misalnya daerah Kalimantan dia potensi alamnya itu apa? Jangan sampai nanti satu tata kelolanya itu potensi di Kalimantan di Papua potensi tambangnya tinggi. Perencanaan pengadaannya tidak sestrategis kebutuhan daerahnya. Nah, itu Bang Arur penting tuh gitu ya. Ternyata Bang Arthur itu ahlinya di bidang pertanian. Ternyata di Sumatera itu potensi pertaniannya tinggi loh. Kok orangnya ada di Kalimantan? Boleh enggak dia pindah ke sana? Nah, itu tata kelola yang baik tuh seperti itu. Maka disebutlah ASN itu sebagai perekat NKRI yang kita bisa gunakan di mana saja. Nah, oleh sebab itu dengan pola kemarin yang kita gunakan seleksi terbuka di awalnya sebagai bagian kita melakukan reformasi di dalam ee pelaksanaan fungsi tata kelola SDN, semua orang boleh melamar ke mana saja ya. Nah, yang kedua di transformasi di dalam Undang-Undang 20 kita sudah mulai bergeser. Gesernya apa? Yuk, kita bangun talenta-talentanya gitu ya. Kita bangun talenta-talenta hebat. Kalau kita sudah ada masuk ke dalam layanan aparatur negara di situ ada Smart ASN. Saya bisa lihat tuh datanya Bang Artur. Bang Arur tuh orangnya kompeten loh punya ini. Boleh enggak ya saya ambil? Harusnya boleh. Nah mekanisme inilah nanti ee kita akan berikan kemudahan terkait dengan administrasi kepegawaiannya. Ya, sekarang penugasan pun begitu. Nah, sekarang ini kita masih menggunakan pola penugasan ya. Mungkin nanti kita enggak perlu penugasan lagi. Kalau kita bicara NKRI, tinggal posisinya aja di mana. Tapi memang Bang Arur dan teman-teman sahabat-sahabat ASN ee semuanya yang menjadi ee problematika kita saat ini untuk mobilitas talenta adalah salah satunya adalah disparitas kesejahteraan. Jadi orang berpindah itu khawatir penghasilannya lebih tinggi gitu. Khawatir penghasilannya lebih rendah. Kalau saya pindah itu mengatur tuh. Nah, oleh sebab itu contoh misalnya ada lowongan ee sudah ada Pak Tri nih ya, Pak Deputi Mas Tri ya. E izin Pak ya. Jadi yang pertama misalnya kaitan dengan laungan-longan pekerjaan setelah kami lihat dengan BKN itu ada laungan-longan pekerjaan yang kosong yang kurang yaitu peminatnya. Ternyata basisnya salah satunya Pak Tri itu karena tunjangan kinerjanya. Ternyata yang ini tunjangan kinernya kecil. Jadi peminatnya lebih banyak ke yang Nah, itu juga kan menjadi faktor lah ya. Faktor. Makanya kita secara tegas tadi dalam tata kelola kita orang yang akan masuk menjadi aparatur sipil negara ya memang orang yang memiliki integritas, orang yang memiliki loyalitas kemudian juga memang betul-betul ingin melayani negeri ya. Mengatur sukses ya. Salam teman-teman di sana ya. Terima kasih, Pak aktif. Salam, Teman-teman, ya. Makasih, Pak, Pak. Terima kasih Pak Artur atas pertanyaannya. Terima kasih juga Bapak Abah Sebagia sudah menjawab beberapa pertanyaan dari Sobat ASN dan juga sudah sharing ilmunya bersama dengan Sobat ASN semua. Semoga ilmu yang Bapak ee sampaikan kepada kami semua menjadi berkah. Sehat selalu Bapak dan silakan melanjutkan ke schedule berikutnya. Terima kasih. Asalamualaikum. Izin Pak lanjut. Hatur nuhun, Kang Abah. Hatur nuhun. Sehat selalu ya. Izin melanjutkan. Saya tunggu di Pejombongan. Siap. Siap. Diate Jono. Siap. Hatur nuhun. Abu 11. Iya. Nuhun. Nuhun. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih, Bapak. Baik. Selamat ASN jangan beranjak ke mana-mana karena masih akan ada dua narasumber lagi yang akan berbagi insight luar biasa dalam webinar ASN belajar seri 31 tahun 2025. [Musik] Baik, Sobat TSN. Materi berikutnya ini dari narasumber kita yang kedua akan disampaikan secara langsung oleh Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia sekaligus dewan pengurus korpri nasional. Mari kita sambut bersama narasumber kita yang kedua, Bapak Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo. [Musik] Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Selamat siang, Pak Tri. Selamat siang, Mbak. Waduh, Pak Tri. Terima kasih banyak Bapak ya sudah menyempatkan waktunya untuk hadir di sini. Kesibukannya belakangan ini apa nih, Pak? Wah, macam-macam. Terutama ee penyelenggaraan pelatihan kepemimpinan tingkat 1, tingkat du sampai untuk eslon 3, 4 dan Latsar seluruh Indonesia. Wow, luar biasa. dan ee alhamdulillahnya Pak Tri dapat hadir di sini dan akan berbagi apa ya, berbagi insight-nya, berbagi ee ilmunya bersama dengan sobat ASN yang sudah hadir di ASN belajar seri 31 ini. Oke, Pak Tri untuk menyampaikan materinya kami berikan waktu 30 menit kemudian disusul dengan sesi tanya jawab bersama dengan Sobat ASN. Baik, kalau begitu sahabat TSN yang ingin bertanya nanti bisa dituliskan dulu pertanyaannya. Silakan ditanyakan secara langsung ketika sesi tanya jawab dimulai. Dan sekarang mari kita simak bersama materi yang akan disampaikan oleh Pak Tri. Silakan. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.Salam warahmatullah wabarakatuh. Bapak Ibu ASN seluruh Indonesia yang saya hormati. senang sekali bisa menjumpai di dalam acara ASN Belajar seri ke-31 ini sekaligus sebuah kehormatan bagi saya untuk bisa ee menyampaikan pokok-pokok pikiran dan juga apa mewakili Bapak Ketua Umum Dewan Pengurus Korpin Nasional Bapak Prof. Dr. Sudan Arif Fakrullah. Bapak, Ibu sekalian, saya ee langsung share materi yang sudah kami siapkan. Jadi ee terkait dengan bulan kemerdekaan saat ini dan ee menghitung hari menghitung mundur ee puncak peringatan kemerdekaan Indonesia yang ke 80 tahun, maka ini menjadi momen yang sangat penting, sangat krusial bagi kita untuk memikirkan tentang ASN ke depan seperti apa. Oleh karena itu, kami menawarkan judul memperkuat karakter ASN pejuang untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Nah, kalau kita bicara tentang Indonesia Emas 2045 dan juga kebutuhan akan karakter ASN yang berjiwa pejuang pelayan publik, maka kita lihat dulu seperti apa Indonesia emas ya, Bapak, Ibu sekalian. Jadi di sinilah Indonesia Emas itu yang kita cita-citakan bersama merupakan penjabaran dari visi abadi yang tertera di dalam Alinea 4 Undang-Undang Dasar 45 dan kemudian dijabarkan ke dalam ee lima visi jangka panjang di RPJP dan juga diturunkan di dalam Asta Cita atau delapan misi pembangunan yang dituangkan di dalam RPJM nasional 2025-2000 ee 29. Indonesia tentu bukan sesuatu yang pasti terjadi, tetapi baru merupakan sesuatu yang mungkin terjadi. Karena ini sesuatu yang baru memberikan probabilitas atau kemungkinan, maka kita harus memiliki efforts, memiliki usaha, ikhtiar, dan perjuangan yang terukur. Begitu. Dengan kata lain ee visi Indonesia emas itu membutuhkan prakondisi-prakondisi ya, Bapak, Ibu sekalian. Misalnya prakondisi pertama adalah bahwa pelayanan publik kita ini harus semakin baik, terutama pelayanan-pelayanan publik berbasis digital. di era AI ini rasanya agak aneh kalau kita masih ee terus mentradisikan pelayanan publik secara manual meskipun bukan berarti harus hilang sama sekali tapi paling tidak opsi-opsi untuk layanan digital harus semakin canggih, semakin terintegrasi. Yang kedua yang selaras dengan pembicaraan kita pagi hari ini adalah dari aspek SDM yaitu para ASN dan juga non ASN. Jadi ASN saja tidak bisa membangun bangsa ini, tapi tanpa ASN negeri ini juga akan sulit untuk berkembang. Oleh karena itu, talenta manusia Indonesia baik ASN maupun non ASN ee harus terus ditumbuhkan. Tentu konteks kita adalah ASN ya, Bapak, Ibu sekalian. Nah, apa yang kemudian ingin kita capai ketika prakondisi-prakondisi ini bisa kita lakukan? Pertama tentu ee cita-cita kita adalah kita akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kelima di dunia. Bapak, Ibu, ini masih mimpi, mimpi besar. Tetapi sekali lagi, mimpi besar itu bukan tidak mungkin kita wujudkan. Yang kedua, kita keluar dari eh middle income trap ya eh dengan mencapai pendapatan per kapita ee 23.000 atau lebih. Ini sebagai syarat kita sebagai negara ee maju. Kemudian kelas menengah kita juga kita harapkan bisa kembali meningkat setelah sempat ee terpuruk beberapa waktu ini. Nah, Bapak, Ibu sekalian, eh cita-cita Indonesia emas itu sangat relevan, sangat related gitu ya, sangat relate bahasa anak sekarang dengan momentum HUD RI ke-80 tahun yang akan kita rayakan 4 hari lagi. Bagaimana melihat korelasi antara Indonesia Emas dengan HUD RI ke-80? Inilah sebenarnya tonggak waktu perjalanan bangsa. Ee kita berdiri tahun 5 yang ditandai dengan proklamasi kemerdekaan. Dan hari ini tahun 2025 kita sebentar lagi akan memperingati HUD RI ke-80 tahun. Tidak terasa Bapak Ibu sekalian, dari tahun 45 ke tahun 2025 ini sudah 80 tahun. Ternyata untuk menuju Indonesia emas kita tinggal tersisa waktu 20 tahun hanya seperempatnya dari perjalanan yang sudah kita lewati. Bapak, Ibu, pertanyaannya tentu sangat ee krusial. Apakah kita sanggup mencapai cita-cita seperti tadi? Ya, menjadi negara dengan perekonomian terbesar nomor 5, kemudian pendapatan per kapita 23.000 US dolar. kemudian ee apa kelas menengah ee minimal 70% dan seterusnya. Itu cita-cita yang sangat idealis bahkan sangat bombastis. Tetapi bukan tidak mungkin ya Bapak Ibu. Jadi justru dalam waktu yang singkat yang hanya 20 tahun itu itu kita akan mencapai cita-cita ee proklamasi yang ee dituangkan di dalam ee alinea keempat tadi. Nah, agar kita bisa memastikan bahwa ee cita-cita itu tercapai, maka ee momentum ee HUD RI ke-80 ini jangan kita jadikan hanya sekedar selebrasi saja, perayaan saja. Tapi inilah moment of truth ya. Ini momen yang apabila kita kehilangan momentum ini, maka kemungkinan besar kita tidak akan bisa mewujudkan Indonesia emas itu dan kita hanya akan menjadi penonton atau sejar atas sejarah yang sedang berlangsung di negeri kita ini. Oleh karena itu, Bapak Ibu sekalian ee ASN Indonesia ini wajib ini ya karena ini menjadi moment of truth bagi seluruh ASN di mana seluruh ASN harus siap menjadi motor penggerak menuju Indonesia. Nah, kebetulan sekali Bapak, Ibu sekalian ada sebuah teori besar yang diyakini kebenarannya sudah sekian ee dekade, yaitu teori tentang Pareto principle ya atau hukum Pareto. Hukum Pareto ini me me apa me mengajarkan kepada kita bahwa yang 20% itu sebenarnya jauh lebih penting daripada yang 80%. Ee ini termasuk dalam konteks kemerdekaan kita ini. Sisa waktu 20 tahun ini ini yang akan menentukan pencapaian Indonesia emas. Sementara yang 80 tahun ini malah belum ee sampai tahap ini belum bisa menghantarkan kita pada ee cita-cita Indonesia emas itu. Jadi jangan m berhitung matematik ya. Kalau matematik selalu begitu. 80% tahun saja enggak sanggup, apalagi 20 tahun. Tidak. 20 tahun inilah ee kualitasnya yang akan sangat berbeda dengan kualitas perjalanan yang 80 tahun. Ini yang kita sebut sebagai moment of truth ya, Bapak, Ibu sekalian. Nah, Bapak, Ibu sekalian, sebagai eh ASN yang sedang mendapatkan moment of truth tadi, maka ASN harus menyadari eh posisinya sebagai the guardian of the state. Selama ini kita mungkin hanya merasa bahwa pengawal penjaga kedaulatan negeri kita itu hanya TNI Polri. Tidak. TNI Polri benar sebagai kekuatan yang sangat kita andalkan untuk menjaga integritas bangsa. Tapi jangan dilupakan yang pilar ketiga ini, Bapak Ibu. Inilah sesungguhnya ee pilar yang merupakan soft power. Tidak punya senjata ya, tetapi mereka punya kebijakan. Kebijakan itulah senjata yang paling ampuh untuk memastikan negara kita sebagai negara yang maju tadi. Kalau senjata ini kalau dalam hal ancaman saja ini akan menjadi senjata yang ampuh. tapi dalam keadaan tidak ada ancaman, keamanan, ee ketertiban, pertahanan dan seterusnya, maka pilar ketiga ini yang mestinya akan memainkan peran lebih ee lebih signifikan lagi. Oleh karena itu, karena ASN ini adalah the real guardian of the state, ya, maka pastikan bahwa setiap ASN ini tidak hanya profesional, pintar, cakap, kompeten ya, tapi juga memiliki karakter tangguh seperti pejuang. Nah, kalau kita bicara ASN sebagai ee apa ee para pejuang itu, maka kita bisa meneladani karakter-karakter para pejuang bangsa. Pada masa mudanya mereka ini adalah sosok-sosok penuh dedikasi, penuh integritas, dan ee semangat pengorbanan yang tanpa pamrih yang semuanya itu di dedikasikan untuk kemajuan bangsanya, untuk kemerdekaan negerinya. Ada ee pemuda namanya e Muhammad Yamin, pemuda Lemena, pemuda kaca sungkana, pemuda Lend. dari daerah-daerah yang berjauhan yang kalau ditarik garis lurus dari misalnya asalnya Muhammad Yamin di Sawah Lunto ke tempatnya Yohanes Lemena di Ambon itu jaraknya 4.000 km sama dengan jarak Jakarta ke Shanghai yang pada waktu itu ditempuh dengan perjalanan kapal selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Tetapi kendala itu tidak menyurutkan sama sekali perjuangan mereka untuk mencapai cita-cita bersama. Dan mereka waktu itu ee bukan pegawai negeri karena memang belum ada negara. Mereka belum mengenal uang rupiah karena belum ada Bank Indonesia. Tetapi meskipun belum ada negeri ini, belum ada pemerintahan, belum ada perjalanan dinas dan sebagainya, tapi mereka sudah rela mengorbankan kekayaan mereka, aset mereka untuk perjuangan menegakkan kemerdekaan di Indonesia. Ada lagi ini, Bapak, Ibu sekalian, Panglima Sudirman. Beliau masih sangat belia ketika dilantik menjadi panglima TKR atau TNI. Usianya baru 29. dan beliau dilantik menjadi jenderal penuh bintang 4 itu pada usia 31 tahun. Tapi yang kita kadang tidak lupa ee mohon atau maaf tidak ingat atau kita sering melupakan adalah bahwa meskipun beliau seorang panglima TKR dengan pangkat bintang empat, tapi beliau sesungguhnya berada dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Pada waktu itu Jenderal Sudirman sedang sakit paru-paru parah ya sehingga beliau tidak bisa bergerak lincah. tidak bisa beraktivitas fisik secara berlebihan. Bahkan untuk memimpin pasukan beliau harus ditandu. Tapi semangat beliau dalam keadaan sakit itu dia tidak minta cuti, dia tidak ingin apa diganti, tapi dia tahu bahwa dia punya keterampilan, punya kemampuan, punya visi, punya strategi yang sangat dibutuhkan oleh TKR pada waktu itu untuk melawan penjajah Belanda. Nah, maka ee kawan-kawan sekalian apa yang beliau lakukan? Beliau melakukan perang Grelia dalam keadaan ditandu itu sejauh 693 km. Ini ee Jakarta Surabaya ini lebih ya, Bapak Ibu sekalian. Jadi bayangkan dalam keadaan ditandu, tidak ada jalan aspal tapi gunung, lembah, jurang, Ngare, hutan dan seterusnya itulah yang dilalui oleh beliau. ini adalah ee sesuatu perjuangan yang hanya dimungkinkan ketika dia memiliki karakter yang sangat tangguh tadi. Tidak mungkin orang-orang yang manja, yang lebai ya itu bisa ee mengarungi perjuangan seperti ini. Dan itu pula Bapak Ibu yang ingin kita tunjukkan melalui ee teman-teman ASN masa kini. Kemudian ada lagi ini Bapak Ibu sekalian, tokoh-tokoh ini yang lebih kekinian, Bapak Barlok Barudin Lopa ini tokoh yang sangat terkenal integritasnya. Ini juga orang yang sangat terkenal dengan ee apa ee integritas juga ya. Nah, ini kisah tentang Lopa. Suatu ketika pada saat beliau menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi, beliau berkunjung ke suatu daerah dan ketika beliau pulang bertanyalah kepada ajudannya, apakah ada yang mengisi bensin? Ada. Siapa yang mengisi? Pak Jaksa katanya. Maka Barudin Lopa memaksa ajudannya untuk kembali ke kantor jaksa yang mengisi bensin itu. Dan di sana bayangkan Bapak Ibu, Lopa meminta sang jaksa menyedot kembali bensin sejumlah jumlah yang diisikannya. Jadi dia tidak mengganti uang ee apa yang nilainya sama, tidak. Tapi dia kembalikan bensin itu. Kurang lebih dia mengatakan beginilah, "Saya tidak ingin ada barang haram di dalam tubuh saya. Saya juga tidak ingin ada barang haram di dalam mobil saya." Ini luar biasa, Bapak, Ibu. Nah, bagaimana dengan Agus Salim? Agus Salim pernah menjabat sebagai menteri luar negeri dan beliau terkenal dengan ucapannya bahwa ee jalan memimpin adalah jalan menderita. Ya, ucapannya yang sangat masyhur ini diugemi ya dilaksanakan sampai mati benar-benar dalam dalam arti yang sesungguhnya. Jadi eh kisah tentang beliau diabadikan di dalam buku karya Shermerhun yang berjudul Head Dahbuk Van Shmerhun. Di dalam buku ini Shermer Merhun mengatakan seperti ini. Dia menceritakan tentang Agus Salim. Orang tua itu adalah orang tua yang sangat pandai dan orang yang sangat jenius. Ia mampu berbicara dan menulis secara sempurna sedikitnya dalam sembilan bahasa. Beliau adalah seorang poliglot ya, Bapak Ibu. Tetapi beliau punya kelemahan dan hanya satu kelemahannya ya. Hanya satu kelemahannya yaitu ia hidup melarat. Jadi setelah tidak mendapat jabatan sebagai menteri, beliau tidak mendapatkan fasilitas apapun dan tidak mau menerima fasilitas apapun. tetapi dia tinggal di rumah kontrakannya dan rumah itu pun kalau hujan bocor. Jadi dia konsisten dengan ucapannya ee bahwa jalan memimpin adalah jalan menderita. Nah, masih banyak contoh-contoh tentang ee sosok ee pemimpin-pemimpin tangguh yang bisa kita pelajari dari sosok-sosok atau tokoh-tokoh terdahulu. Bapak, Ibu sekalian, kita lewat saja karena waktunya. Dan bagaimana dengan pejuang masa kini? Mereka semua sudah almarhum ya, tetapi mereka masih memberikan legasi, memberikan keteladanan yang luar biasa. Apakah hanya sosok-sosok di masa lalu yang punya potensi untuk memberikan legasy itu? Tidak. Tapi Bapak, Ibu, kita semuanya para ASN juga memiliki peluang yang sama. Ini sekedar contoh saja Bapak Ibu sekalian. Ada ASN yang ee berjuang luar biasa di di luar batas kemampuannya. Keterbatasan yang dihadapi tidak menyurutkan langkahnya untuk mengabdikan dirinya bagi nusa dan bangsa. Jadi banyak sekali ibu-ibu bidan ya yang berjuang mempertaruhkan nyawanya resikonya tanpa ada tambahan gaji, upah, insentif apapun. Tapi itu dilakukan dengan tulus ikhlas. Ada lagi ini Ibu guru, Bapak Ibu sekalian, seorang guru yang mengajar di daerah yang sangat terpencil, yang sangat sulit diakses sehingga dia harus menggunakan motor trail ya. Dan motor trail ini pun ee motor pribadi bukan fasilitas dan ee medannya teramat berat ee apa berbatu kemudian kalau hujan berlumpur sehingga dia seringki terjatuh di jalanan itu. Nah, kasus-kasus seperti ini menunjukkan bahwa ASN saat ini itu tidak kalah dengan para pejuang-pejuang masa lalu. apa yang dikatakan oleh seorang jurnalis senior di Indonesia. Beliau beberapa kali menjadi tim yuri Anugerah ASN ee dan beliau mengatakan bahwa para ASN, ASN atau PNS inspiratif itu bisa menepis stigma negatif ASN yang selama ini dianggap kurang berinovasi dan berkontribusi nyata. Sosok-sosok ASN seperti itu memberi bukti bahwa ASN Indonesia adalah orang-orang yang berada di barisan terdepan dalam pengabdian dan pelayanannya kepada masyarakat. Jadi sekali lagi yang tadi kami sampaikan dari tiga pilar eh The Guardian of the State tadi, ASN itu yang terdepan Bapak, Ibu di era damai seperti ini ya. Tetapi kalau di era perang tentu ASN akan menjadi supporting system, bukan yang berjuang di medan laga. Nah, Bapak Ibu sekalian, yang terakhir yang ingin saya sampaikan adalah apa kontribusi Korpri, apa peranan Korpri untuk turut memperkuat em karakter-karakter para ASN itu? Pertama adalah bahwa Cororpri memiliki program rutin yaitu Pornas. Pornas memang mungkin Bapak Ibu akan melihat ini hanya event olahraga. Tapi coba lihatlah kalau bukan Porna Scorpi apa event yang akan disediakan untuk para ASN dalam membuktikan ee apa daya juangnya di apa di apa namanya di berbagai cabang olahraga itu? kita punya PON ya, kita punya PORDA, tapi pada umumnya itu diikuti oleh atlet ya, bukan oleh ASN. Jadi, satu-satunya forum olahraga tingkat nasional yang mempertemukan seluruh ASN itu adalah Pornas. Dan spirit pornas ini adalah bahwa ASN harus sehat untuk bisa memberikan kinerja kepada bangsa secara maksimal. Bagaimana mungkin ASN ee sakit-sakitan akan bekerja maksimal. Maka inilah salah satu program yang terus digelorakan oleh Korpri untuk membangun ee kebugaran, membangun stamina, soliditas, sekaligus juga solidaritas di antara para ASN karena ASN adalah alat pemersatu bangsa. Nah, yang kedua adalah Bapak, Ibu ee Korpri juga secara rutin menyelenggarakan MTQ Korpri. Memang ada MTQ Nasional ya, Bapak, Ibu sekalian. Tapi MTQ Nasional banyak diikuti oleh qori-kori ee profesional yang memang bekerjanya atau profesinya mereka adalah seorang ustaz, seorang qori dan sebagainya. Tapi mereka yang menjadi ASN ya, kapan mereka atau event apa yang bisa menunjukkan kebolehan mereka di dalam azan, di dalam ee apa memberikan apa namanya khotbah dan seterusnya. Nah, di ajang MTQ Korpri inilah semua aktivitas ee keagamaan itu diperlombakan untuk menunjukkan bahwa semangat spiritualitas di dalam ASN itu tidak boleh padam. Ya. Jadi, MTQ Corpi dengan segenap apa namanya em ee event-event di dalamnya seperti lomba azan, lomba apa namanya ee ceramah agama dan sebagainya ini adalah untuk mengokohkan mental spiritual ASN dalam melayani negeri secara sepenuh hati. Nah, masih banyak sebenarnya Bapak, Ibu sekalian yang dilakukan antara lain juga ee apa dari sisi agama adalah ee program umrah bareng Korpri atau Holyland Bareng Korpri. Jadi ee teman-teman ee penganut ee agama Islam maupun Kristiani diberi kesempatan untuk berkunjung ke tanah sucinya masing-masing dengan fasilitasi dari korpri. Sekali lagi ini bagian dari pembinaan mental spiritual. Selain itu juga ee apa Korpi menyediakan layanan bantuan hukum Bapak Ibu sekalian dan perlindungan karir bagi ASN yang mendapat ee masalah hukum. Dan ini juga sekali lagi bagian dari upaya Korpri untuk memastikan setiap anggotanya ee bisa mengaktualisasikan ee apa tugas-tugasnya secara optimal untuk kemajuan bangsa dan negara. Jadi kalau di apa kalau disimpulkan ee kita harus berkolaborasi tentu bukan hanya Korpri saja Bapak Ibu sekalian tapi semua lembaga Kemenpan, BKN, LAN dan juga Kementerian Lembaga maupun pemerintah daerah seluruhnya ee bagaimana secara bersama-sama kita bisa mewujudkan sosok ASN yang paripurna ya. Nah, ASN yang paripurna ini yang kita butuhkan untuk mengisi kemerdekaan tadi. ASN yang paripurna sendiri adalah ASN yang memiliki em karakter kapasitas yang holistik, komprehensif baik sebagai homo religius, homo politikus, homo sosius, maupun homo ekonomikus. Sebagai homo religius, ASN itu adalah hamba Tuhan yang mendapatkan amanah. Tidak ada ASN yang tidak punya jabatan, maka tidak boleh ada ASN yang tidak amanah. Dan untuk bisa amanah mereka harus betul-betul ee kuat dari sisi religiusnya, menjaga integritasnya dan terus bersyukur apapun masalah dan keterbatasan yang dihadapi oleh negeri ini. sebagai homo politikus, ASN ini hidup di dalam ee kerangka kenegaraan dan kebangsaan di mana di sana ada kebijakan publik yang akan menjadi ee instrumen kita untuk bisa memperjuangkan kepentingan-kepentingan publik. Sebagai homosus, ASN adalah makhluk sosial yang terpanggil untuk membantu, melayani, memberikan manfaat bagi masyarakat. Sekaligus membangun harmoni, membina hubungan kerja, sekaligus juga sebagai perekat kesatuan bangsa. Ya, tidak membesar-besarkan perbedaan suku, agama, ras, kepentingan, afiliasi politik dan seterusnya. tetapi justru mengedepankan identitas tunggal sebagai ee aparat ee sipil negara yaitu perekat kesatuan bangsa. Dan sebagai homo ekonomikus, ASN juga memiliki kebutuhan dan motivasi ekonomi. Untuk itu ee setiap ASN terdorong untuk bekerja efektif, efisien, produktif, dan berorientasi hasil. Inilah sosok yang ingin kita bangun, Bapak, Ibu sekalian. Jadi, Bapak, Ibu sekalian, itulah relevansi ee apa peringatan 80 tahun Indonesia Merdeka dalam rangka mencapai cita-cita Indonesia emas. Dan untuk itu ASN akan menjadi simpul ee bagaimana cita-cita itu bisa kita wujudkan dengan sebaik-baiknya. Saya saya kira itu Bapak, Ibu sekalian. Terima kasih atas perhatiannya. Mohon maaf atas segala kekurangannya. Semoga bermanfaat dan saya akhiri asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Tri atas pemaparan materinya. Mohon berkenan Bapak untuk tetap bergabung bersama kami karena di segmen berikutnya adalah sesi tanya jawab bersama dengan Sobat ASN. Baik, sahatn yang bergabung di Zoom meeting apabila ingin bertanya kepada Pak Tri silakan menggunakan feature hand yang bergabung melalui YouTube channel BBSDM Jatim TV silakan tuliskan pertanyaan Anda melalui kolom live chat. [Musik] Oke, baik. Sudah memasuki sesi tanya jawab ya bersama dengan narasumber kita yang kedua yaitu Pak Tri. Kita cek dulu siapa yang sudah menggunakan fiture raise hand ataupun yang menuliskan pertanyaannya melalui live chat. Kita cek di YouTube channel PPSDM Jatim TV. Oke. Rata-rata menuliskan hadir dan menyimak. Oh, ini sudah ada yang chat ya. Ini orangnya ingin menanyakan secara langsung atau saya bacakan aja ya enaknya ya? Dibacakan aja ya. Oke. Baik. Mohon izin ya. Ee ini dari Bapak Agama kalau enggak salah. Benar Bapak ya, Bapak atau Ibu nih? Dari Dishub Perkim, Kabupaten Bangka Barat. Pertanyaannya untuk mewujudkan integritas salah satu benturannya adalah intervensi. Apalagi ASN yang memberi layanan perizinan. Seringki ASN merasa takut saat ingin bicara benar karena dihadapkan pada orang yang berpengaruh. Nah, mohon tipsnya dari Pak Tri dan sejauh mana perlindungan hukum bagi seorang ASN dan adakah juga peran serta dari Korpri dalam mendampingi ASN saat proses hukum? Begitu Pak Tri. Monggo silakan dijawab. Ya. Baik terima kasih Pak Dama dari Bangka Barat. Ee benar, ini isu yang sangat sering kita hadapi terkait dengan em apa ketakutan para ASN untuk melakukan inisiatif atau berkreasi. Jadi ee kalau tadi disampaikan Pak Gama bahwa ee sering ada intervensi di perizinan kemudian takut bicara karena berhadapan dengan orang-orang yang berpengaruh. Saran saya atau tips saya adalah satu, memang kita tidak harus bicara ya ee kita harus bicara sesuai proporsi kita. Jadi apa yang ee menjadi temuan kita, masalah-masalah yang dihadapi tidak harus kita yang menyampaikan. Jadi kita sampaikan kepada pihak yang paling kompeten ya, bisa atasan langsung kita atau mungkin bisa unit-unit tertentu apakah itu unit kepegawaian, unit Inspektorat dan sebagainya. Jadi ee sekali lagi kita tidak harus banyak bicara, tapi kalau memang itu adalah ruang lingkup kita, maka kita harus berani bicara juga. Nah, ketika kita yang bicara, saran saya adalah jangan bicara tanpa data. Maka pastikan setiap pemikiran, rekomendasi, alternatif ee solusi yang kita sarankan kepada pimpinan maupun kepada stakeholder itu disertai dengan ee evidence sehingga apapun yang kita lakukan itu akan berbasis bukti. Ketika sesuatu berbasis bukti, Bapak, Ibu tidak perlu takut. Tapi kalau kita bicara tanpa bukti, tanpa data, maka memang itu justru harus kita hindari ya. Itu bisa menjurus pada ee fitnah, pada hoa ya dan sebagainya. Jadi sekali lagi enggak usah terlalu takut ee karena yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar dan itu perlu didukung dengan data tadi. Tapi bagaimana kalau kemudian ee kita ee menghadapi masalah ee karir, masalah hukum, masalah politisasi dan seterusnya. Nah, di situlah Korpri hadir untuk memberikan pendampingan dan bantuan hukum secara gratis. Ya, Bapak Ibu memang belum semua pengurus Korpri di daerah memiliki LKBH, tapi untuk Korpri pusat sudah ada LKBH-nya, Bapak Ibu. Di beberapa daerah juga sudah mulai banyak yang memiliki ee LKBH. Jadi kalau Bapak di Bangka Barat misalnya membutuhkan layanan LKBH, sementara di Korpi Bangka Barat belum ada, Bapak bisa menghubungi LKBH mungkin di provinsi atau juga langsung ke LKBH ee Korpri pusat. Jadi ee jangan ragu-ragu Bapak Ibu sekalian. Justru di situlah ee kehadiran Korpri itu bisa dirasakan oleh Bapak Ibu sekalian yang membutuhkan ee jasa Korpri. Terima kasih, Mbak. Saya kembalikan. Oke. Baik. Ini masih ada penanya lagi, Pak, yang menuliskan pertanyaannya di chat Zoom, Bapak MD Wicaksono. Jadi, Pak Wicaksono menyampaikan yang disampaikan tokoh-tokoh yang kita kenal bersama di beberapa waktu lalu. Rasanya saat ini juga ada beberapa tokoh yang mampu menginspirasi bagi masyarakat. Nah, bagaimana nih tipsnya menjadi orang yang selalu bermanfaat dan berguna bagi bangsa dan negara di ulang tahun ke-80 Indonesia? Monggo. Iya. Tips menjadi orang yang selalu bermanfaat nih. Ya, makasih Pak Wicaksono. Ini pertanyaannya sangat reflektif ya. Ee luar biasa ini. Ee saya sepakat ya bahwa ee setiap orang itu bisa menjadi sosok inspiratif. Ee inspirasi itu tidak hanya lahir dari orang-orang besar, orang-orang hebat ya, tidak orang-orang dengan jabatan tinggi, tidak. Tapi diri kita pun sebenarnya juga bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Apa yang saya contohkan tadi misalnya Ibu Guru Winarsih ya, seorang guru yang apa namanya? Rela setiap hari melewati jarak 20 km ee yang apa berlumpur, berbatu hanya untuk mengabdikan dirinya bisa mengajar murid-muridnya. Itu sangat inspiratif. Begitu pula dengan ee apa tadi ee para bidan-bidan yang mau siang malam ee membantu persalinan di daerah-daerah terpencil tanpa ada tambahan apapun. Bahkan kadang yang dibantu itu tidak memberikan apapun Bapak Ibu karena memang mereka pada umumnya adalah orang miskin. Lantas apa yang mereka cari? Mereka tidak cari nama, tidak cari ketenaran, bahkan mereka tidak cari materi, tapi mereka mencari keridaan Tuhannya, gitu ya. Ee mereka mencari binar-binar mata, kemudian juga wajah-wajah yang bersinar yang menunjukkan betapa mereka beruntung ketemu kita. Jadi, itulah sosok-sosok inspiratif. Nah, kita pun sebenarnya bisa menjadi sosok inspiratif itu dengan cara kita. Kalau tadi saya mencontohkan misalnya em apa Agus Salim rumahnya bocor, itu bukan berarti saya menganjurkan Bapak Ibu untuk menjadi orang miskin dan mengatakan dengan gagah, "Saya telah meneladani ee Agus Salim." Tidak, Bapak Ibu. Cara Agus Salim mungkin bagus buat beliau, tapi mungkin tidak bagus buat kita. Maka carilah cara ee yang sesuai dengan kemampuan kita, dengan kebutuhan kita untuk menjadi orang yang bermanfaat. Contoh misalnya gini, kalau ee kita bisa secara rutin ya dalam karir saya, saya tidak pernah terlambat sekalipun masuk kantor itu kita sudah menjadi sosok yang inspiratif. Kalau kita bisa secara konsisten misalnya menyelesaikan pekerjaan di hari yang sama ya, maka kita sudah menjadi sosok yang inspiratif, tidak pernah menunda pekerjaan ya, tidak pernah kita itu kemudian apa menunda-nunda secara berlarut ya dan seterusnya. Jadi ee banyak cara untuk menjadi pribadi-pribadi yang mengenali diri sendiri dan bagaimana kemudian potensi diri kita itu bisa kita pupuk, kita kembangkan sehingga akan menjadi ee inspirasi bagi orang lain. Saya kira itu, Mbak. Terima kasih. Baik, Pak Tri. Ini sebenarnya masih ada yang bertanya lagi nih, Pak, di ee YouTube channel ya, Mbak Rudi sama Bu Hesti. Mohon maaf karena keterbatasan waktu juga. Barangkali nanti bisa ditanyakan ulang atau barangkali memiliki pertanyaan lagi di sesi tanya jawab bersama narasumber yang ketiga. Oke, Pak Tri sebelum kita beranjak ke segmen berikutnya boleh dong e diberikan closing statement untuk sobat ASN semua ya. Bapak Ibu sekalian. Saya ingin ee apa melakukan refleksi dari hari kemerdekaan kita dan juga cita-cita kita ke depan. Sebenarnya kita adalah para pahlawan itu. Pahlawan itu bukan mereka yang ada di luar diri kita, tapi pahlawan itu adalah diri kita. Maka jangan menunggu datangnya para pahlawan, jangan menunggu datangnya perubahan. Tapi kitalah para pahlawan itu, kitalah perubahan itu. Lakukan dari diri kita. lakukan dari perubahan yang bisa kita lakukan dan saat itu insyaallah kita sudah masuk dalam kategori pahlawan kesuma bangsa. Makasih Mbak Pak Tri boleh minta applaus dong untuk Pak Tri. Luar biasa insight-nya ya. Terima kasih sekali lagi Pak Tri telah menyempatkan waktunya untuk sharing semua bersama dengan sobat ASN. Semoga ee keberkahan untuk Patri dan juga semua sobat ASN yang bergabung di sini. Sehat selalu, Bapak. Sampai jumpa di lain waktu. Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Makasih banyak, Mbak. Saya Izin. Terima kasih. Oke, sahabat ASN untuk yang belum sempat bertanya atau yang sudah bertanya, namun pertanyaannya belum sempat ditanyakan ya, belum sempat saya bacakan. Terang aja, masih ada narasumber kita yang ketiga dan masih ada sesi tanya jawabnya lagi. Jadi untuk Anda semua silakan tetap bersama kami di ASN belajar seri 31 tahun 2025. [Musik] Baik, terima kasih sobat ASN yang masih setia bersama dengan ASN belajar seri 31 tahun 2025. Ini materi terakhir ya di hari ini dan materi ini akan disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara dan juga beliau adalah wakil ketua forum sekretaris Daerah seluruh Indonesia. Mari kita sambut bersama Bapak Drus Astrun Lio, MHum, PhD. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang, Bapak. Saya menyapanya Bapak Asuran atau Bapak Loo nih? Ya, boleh Bapak Asrun, boleh Bapak Lio. Dua-dua boleh. Oke, Pak Asrun bagaimana kabarnya? Enaknya Mbak Jadi, I baik. Bagaimana kabarnya, Pak, hari ini Pak? Ya, alhamdulillah sehat ini. Maaf ini kita pakai pramuka karena hari ini ee hari pramuka ya. Kita baru selesai upacara peringatan Hari Pramuka yang ke64 ya, Pak ya. Ya. Ya. Saya mau salam mau saapa ini? Salam pramuka. Boleh dijawab, diketik boleh ya, Sobat ASN semuanya ya. Boleh diketik ya? Iya boleh dong. Atau raise hand juga bisa ya. Pokoknya harus turut meramaikan Hari Pramuka yang ke-64. Di Hari Pramuka ke-64 nih temanya apa nih Pak? tahun ini temanya kolaborasi untuk ketahanan bangsa. Oh, luar biasa. Baiklah. Sip. Baru selesai upacara langsung bergabung di sini karena Pak Asrun pun juga sudah tidak sabar ingin berbagi ya pemahamannya kepada sobat ASN semua yang sudah bergabung. Jadi, sobat ASN ya yang ingin bertanya tadi ada beberapa yang sudah bertanya namun pertanyaannya belum sempat saya bacakan silakan dituliskan ulang atau yang bergabung lewat Zoom meeting boleh menggunakan feature raise hand dan Pak Asrun untuk penyampaian materinya kami berikan waktu 30 menit kemudian akan ada sesi tanya jawab sendiri setelah Bapak selesai menyampaikan materi. Oke. Baik, silakan Pak Asun sampaikan materinya. Baik, terima kasih ee Mbak Anisa ya dan seluruh ee yang tergabung dalam ee layar ya dan paling utama adalah BPSDM Jawa Timur yang sudah memfasilitasi ee kegiatan pada siang hari ini. Ya, pada prinsipnya ee kami dari em saya yang mewakili ee teman-teman dari ee Forsdasi ya, Forum Sekda Seluruh Indonesia menyampaikan terima kasih atas ee BPSDM Jawa Timur yang telah memfasilitasi ee kegiatan ini sesuai dengan judul yang diberikan kepada kami ya terkait dengan ee ee implementasi reformasi birokrasi di tingkat daerah. Dan tentu yang akan menjadi ee sampel dari presentasi saya adalah ee apa yang saya alami ya di dalam mewujudkan pelayanan publik yang prima di ee Provinsi Sulawesi Tenggara. Mungkin saja best practice yang saya ee kemukakan dalam ee paparan ini akan berbeda dengan ee teman-teman yang ada di daerah lain. Tapi ee pada prinsipnya ee reformasi birokrasi di tingkat daerah itu memang hanya bisa dicapai atau bisa terlaksana jika kita bisa memberikan pelayanan publik yang baik, yang prima kepada ee masyarakat tentunya ya dari webinar ASN belajar dari ee ee ASN belajar seri ketiga. satu dengan mengusung tema birokrasi untuk negeri dari ASA ke aksi. Saya akan menyampaikan apa yang menjadi pengalaman saya dalam ee mengelola ee reformasi birokrasi di daerah. ya. Ee saya minta slide berikutnya ditayangkan ini sekilas saja terkait dengan em apa latar belakang saya. saya ee berasal sebenarnya saya awalnya ee karir saya itu diawali di ee pendidikan di pendidikan tinggi ya di ee di Universitas Haloleo. Dan kemudian pada tahun 2000 pada tahun ee 2018 ya saya ee mendapatkan penugasan khusus di ee di pemerintahan dan saya waktu itu sebagai ee kepala dinas ee pendidikan dan kebudayaan. Lalu kemudian saya mengikuti ee biding ya, Sekda karena jabatan Sekda kosong dan akhirnya saya 2022 sampai sekarang saya menjabat sebagai sekretaris daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Ya. Yang ee kedua tentu ee saya ingin juga menyampaikan bahwa dalam ee perjalanan karir saya, saya sudah menempuh beberapa ee apa ee pelatihan-pelatihan kepemimpinan ya, mulai dari ee PIM 3, PIM 2 ya dan sekarang namanya sudah PKN ya, PKN 2 dan PKN 1. yang terakhir kemarin saya sudah ee lewati jenjang-jenjang kepemimpinan, pelatihan kepemimpinan itu. Ya, kita kembali ke ee reformasi birokrasi ya. Reformasi birokrasi yang kita laksanakan saat ini itu adalah amanat dari ee Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang ee pelayanan publik di mana setiap instansi pemerintah itu wajib memberikan pelayanan yang cepat, yang mudah, terjangkau, transparan, dan terukur untuk bisa memenuhi hak-hak masyarakat itu. Ee rujukan yang lain adalah ee Permen Permen PAN RB nomor 9 tahun 2023 tentang evaluasi reformasi birokrasi yang merupakan pedoman pelaksanaan evaluasi reformasi birokrasi di instansi pemerintah termasuk ee pemerintah daerah. Dan tujuan dari itu semua adalah bagaimana kita mengukur ya suatu kemajuan pelaksanaan reformasi birokrasi itu dan memastikan terjadi perbaikan-perbaikan yang berkelanjutan ya sehingga nanti ee untuk bisa mengevaluasi tentu ada indikator-indikator apa yang ee harusnya dievaluasi ya dalam hal ini ada setidaknya delapan area perubahan yang harus ee dilakukan ee evaluasi terkait dengan ee reformasi birokrasi, pelaksanaan reformasi birokrasi itu ya mulai dari organisasinya sampai pada ee tata laksana. Kemudian ee bagaimana dengan SDM, aparaturnya, akuntabilitasnya, pengawasannya, pelayanan publiknya sampai pada ee peraturan-peraturan yang ee dirujuk untuk pelaksanaan reformasi birokrasi itu ya. Yang muaranya yang atau yang akhir daripada ee pelaksanaan reformasi birokrasi itu adalah berorientasi pada pelayanan publik. prima ya. Nah, ini ee bisa juga di dilihat pada ee slide yang ee tujuan reformasi birokrasi itu untuk hasilkan menciptakan suatu birokrasi yang bersih dan akuntabel. birokrasi yang ee tentu tidak rumit ya, tidak berbelit-belit ya, birokrasi yang efektif dan efisien dan birokrasi yang ee memberikan [Musik] pelayanan yang berkualitas ya. Dan juga untuk bisa mewujudkan birokrasi yang bersih dan akuntabel tentu harus berdasarkan ee apa yang menjadi ee area-area dari ee reformasi birokrasi itu ya. Ee selanjutnya kita bisa melihat pada ee pilar reformasi birokrasi di daerah ya. mulai dari penataan organisasinya tentu kita melihat bagaimana suatu organisasi itu ee disederhanakan ya, dia tidak gemuk ya, tetapi dia bisa ee strukturnya itu semua pelayanan-pelayanan bisa ee terlayani dengan baik ya dan memastikan bahwa unit kerja itu memiliki fungsi yang jelas dan berorientasi pada hasil. Ya. Yang kedua terkait dengan penguatan ee SDM ASN tentu pengembangan kapasitas ASN ya bisa dilakukan dalam ee berbagai bentuk ya, bisa melalui pelatihan, bisa melalui ee kegiatan-kegiatan seminar, workshop ya yang ee bisa menempatkan ee bisa menguatkan ASN itu sendiri dalam pengembangan angan kapasitas mereka ya. Dan yang ketiga ee terkait dengan bagaimana kita melakukan percepatan dalam ee pelayanan tentu kita menggunakan ee yang kita sebut dengan digitalisasi layanan publik ya sehingga orang tidak perlu datang ke kantor ya tetapi bisa saja memanfaatkan ee SPBE ini atau sistem pemerintahan yang berbasis elektronik ini. untuk mempercepat proses pelayanan. Jadi di mana saja ee petugasnya itu bisa memberikan pelayanan melalui ee sistem pemerintahan yang berbasis elektronik ini. Jika ada surat-surat yang perlu dibaca, tidak perlu lagi harus ke kantor, tetapi cukup dengan membuka ee sistem ee pelayanan melakukan ee eksekusi terhadap ee apa pelayanan itu ya. tidak perlu harus dalam satu ee ruang ya, tapi bisa di ee mana saja bisa dilakukan. Yang keempat, penguatan akuntabilitas ya. Jadi penerapan sistem akuntabilitas kinerja ya ee dan laporan kinerja atau biasa disebut dengan lakib itu gunanya untuk memastikan apakah perencanaan, pelaksanaan penganggarannya itu sudah selaras dengan target kinerja yang ee terukur atau belum ya. Nah, sehingga nanti dalam masing-masing itu ee ada ee nilai-nilai dari ee masing-masing ee komponen itu ya. Ada nilai sakibnya, ada nilai ee lakibnya ya, dan yang terakhir adanya keterbukaan dan partisipasi publik ya. Jadi ee ini ee gunanya agar ee bisa ee ada kontrol ya di masyarakat, ada kontrol di publik. Tentu ee suatu pemerintahan tidak boleh dia ee tertutup ya dalam pelayanannya. dia harus ee terbuka atau yang harus transparan begitu ya untuk meningkatkan akses terhadap informasi publik melalui ee pejabat pengelola informasi dan dokumentasi. Dalam hal ini ee ee kalau di pemerintah provinsi itu ya PPID utamanya itu ada di ee Komino ya. ee masing-masing ee pilar ini itu ada ee penilaiannya ya, ada kategori-kategori ee yang kita sebut dengan ee capaian pemerintah ya atau ada beberapa indeks yang terukur dari setiap ee pelayanan itu ya. Saya ambil contoh di Provinsi Sulawesi Tenggara untuk kita bisa melihat ee capaian pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Bisa slide berikut. Slide-nya bisa digeser. Nah, ini ini tidak berarti bahwa ee ee yang terbaik ini ya ini bukan yang terbaik ya dari Sulawesi Tenggara ini ya. Karena kebetulan nilai seperti ini ini bukan yang bukan yang terbaik. Hanya saya mengangkat ee ini saja sebagai ee contoh untuk kita melihat bagaimana sistem pemerintahan yang berbasis elektronik itu em apa-apa saja yang perlu ditingkatkan agar kita bisa mencapai tingkat ee kematangan yang lebih tinggi ya. Ee berarti harus ada em pembenahan-pembenahan yang kita lakukan. Kalau indeks SPBE kita baru nilainya 5,97 ini ee kategorinya masih kategori baik tentu ya. Nah, baik ini artinya bahwa instansi pemerintah itu sudah menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kualitas layanan ya yang lebih baik. Begitu. Nah, bagaimana dengan ee nilai sakit ya atau sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah? Untuk Sultra dia ee mendapat kategori B. kategori B ini artinya bahwa instansi pemerintah di Sulawesi Tenggara ini itu ya sudah memiliki sistem perencanaan, penganggaran, dan pelaporan yang dinilai baik ya sehingga punya ee scoring 65,71 itu ya. Yang ketiga, kalau kita lihat indeks tata kelola pengadaan untuk di Sultra itu ee nilainya baru ee 2,03 ya. Ya, ini ee artinya bahwa ee pemerintah telah ee memiliki sistem pengadaan barang dan jasa yang efektif ya, yang dinilai efektif, efisien, dan transparan. Artinya bahwa ee kita sudah menerapkan prinsip-prinsip ee good governance itu ya di dalam proses ee pengadaan ee barang dan jasa itu ya. Sudah ada ee transparansi, akuntabilitas dan ada tentu persaingan yang sehat di dalam ee pengadaan barang dan jasa ya. Selanjutnya kita ee sudah em sudah sultra sudah 10 kali ya untuk mendapat ee hasil opini BPK itu sudah 10 kali kita ee WTP ya. Artinya bahwa em dalam penilaian opini wajar tanpa kita sudah ee 10 kali mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian yang artinya bahwa ee laporan keuangan kita itu sudah disusun dengan standar-standar akuntansi yang ee baik ya. Standar-standar akuntansi yang berlaku tentunya sudah disajikan dengan benar dan sudah memberikan gambaran yang wajar mengenai ee posisi ee keuangan kita ya. Ee sistem merit juga begitu ya. tadi sudah banyak dibahas oleh pembicara sebelumnya. Saya kira ee bagaimana kalau sistem merit di pemerintahan kami di Sultra itu ee baru mendapatkan kategori baik dengan nilai 255. Artinya bahwa sistem merit yang dinilai baik ini ee kita sudah menerapkan sistem merit yang efektif, yang berkualitas dan ee dalam mengelola ASN ya dengan indikator-indikator ee antara lain bahwa ASN yang dipilih, yang dikembangkan dan dipromosi itu sudah berdasarkan kualifikasi dan kompetensi dan ee kinerja ya. Terakhir saya kira kalau kita melihat dari survei kepuasan ee kita juga ee sudah ee dalam nilai baik ya dalam ee survei kepuasan ee masyarakat ya. Nah, saya kira mungkin dan ee ini ee kita tentu di dalam melaksanakan sistem pemerintahan kita itu mengalami tantangan-tantangan ya. ada hambatan-hambatan. Apa yang menjadi tantangan reformasi birokrasi itu? Yaitu ee bagaimana kita bisa mengubah mindset para ee ASN ini ya. Yang tadinya yang masih bisa slide berikut kita langsung saja pada ya apa tantangannya dalam reformasi ee birokrasi itu ya. Tantangan yang pertama itu bagaimana kita merubah merubah ee mindset sebagai ASN yang masih terkesan ee lambat. Ya, tentu kita di sana harus ee menerapkan suatu sistem yang bisa ee meyakinkan mereka bahwa kita sudah berada pada era-era yang di mana ee sudah harus mindset lama itu ditinggalkan ya. Nah, mindset lama itu misalnya begini, masih ada aparat kita yang kalau melayani publik itu berprinsip, "Ah, kalau bisa lama kenapa harus dipercepat ya? Kalau bisa sulit mengapa harus dipermudah?" Nah, ini ini masih ada saja terjadi ya di ee pelayanan-pelayanan pemerintahan itu ya. Yang kedua, kita menghadapi ee tantangan yang terkait dengan masih ada ee kesenjangan ya kompetensi dan literasi digital dari ASN kita karena mereka proses rekrutmennya itu yang berbeda-beda ya. Tapi alhamdulillah sejak em beberapa tahun terakhir ini dengan sistem rekrutmen ee ASN yang sudah semakin baik ya dengan benar-benar ee menjaring mereka-mereka yang memiliki ee kompetensi dan literasi yang baik ya sehingga mereka-mereka itulah yang ee ee lolos ya di dalam pengangkatan atau rekrutmen ASN itu ya. Ee selanjutnya juga kita punya keterbatasan pada ee infrastruktur teknologi di daerah ya. Masih banyak ada tempat-tempat di Sultra ini ya, di Sulawesi Tenggara ini yang ee masih ee blank spot ya. Tentu ini kita harapkan nanti dengan ee percepatan percepatan ee digiti kita harapkan tidak ada lagi daerah yang ee ee apa namanya ee blank spot itu ya. dan juga ee tantangan kita yang lainnya adalah terkait dengan koordinasi ee lintas ee perangkat daerah atau biro ini yang masih belum optimal ya, karena masing-masing ya masih ada ego-ego sektoral itu ya masih ada ee ee apa namanya? Masih ada keengganan begitu untuk berkoordinasi dengan ee perangkat-perangkat daerah yang lainnya ya. Dan yang terakhir tentu ada resistensi ya terhadap ee perubahan. Masih ada kelompok-kelompok ee ASN ini yang memang masih ee masih merasa nyaman dengan apa yang ee dilakukan saat ini ya. Jadi untuk ee berubah itu agak agak lambat ya. sehingga ini memang kita perlu ee kolaborasi ee lintas sektor ini ya, baik itu ee pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi untuk bagaimana kita bisa melakukan percepatan-percepatan itu. Baik, saya kira saya perlu ee men-close saja ini ee ee saya menyimpulkan bahwa pelayanan yang terbaik itu bukanlah yang paling cepat tetapi yang paling tepat ya, transparan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Demikian saya akhiri. Billahi taufik walhidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Asrun atas materi yang sudah disampaikan dan sobat ASN untuk Anda yang tadi sudah memiliki pertanyaan ya. Tadi ada juga yang sudah bertanya di ee YouTube channel BPSDM Jatim TV di kolom live chat-nya namun belum sempat dibacakan pertanyaannya. boleh dituliskan ulang karena ee kalau kolom live chat diroll terlalu atas ternyata sudah tidak terbaca lagi pertanyaannya. Dan untuk Anda yang bergabung di Zoom meeting, silakan menggunakan fitur rais hand untuk bisa bertanya kepada Bapak Asrun. Mohon berkenan Bapak ya tetap bergabung bersama kami karena di segmen berikutnya adalah sesi tanya jawab bersama dengan Sobat ASN. Enggak apa-apa Bapak ya? Oke, boleh, boleh ya. Boleh ya. Oke. Baik, silakan untuk Anda sobat ASN gunakan fitur rais hand dan juga tuliskan pertanyaannya di kolom live chat. [Musik] Baik, memasuki sesi tanya jawab yang terakhir ini ya bersama dengan narasumber kita yang ketiga yaitu Bapak Asrun. Coba kita cek dulu siapa yang sudah bergabung di sini. Apakah ada yang menggunakan fiture raise hand? Ada yang ingin bertanya secara langsungkah? Dicek terlebih dahulu. Oke, rata-rata menuliskan pertanyaannya ya. Baik, ini ada yang sudah bertanya, ada Bapak Abdika. Ee beliau bertanya, "Bagaimana aparatur sipil negara dapat menjadi agen perubahan yang efektif dalam mewujudkan pelayanan yang tepat, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta apa strategi dan kompetensi yang diperlukan untuk meningkatkan pelayanan publik berkualitas dalam birokrasi pemerintahan di daerah. Mohon pencerahannya, Bapak." Begitu. Monggo silakan Pak Asrun bisa langsung dijawab. Halo ya. Em oke ya. Jadi yang terkait dengan ee ASN bisa menjadi ee agen ya pembaharuan bagi ee setiap pelayanan masyarakat. Ee tentu em ya ada beberapa ee hal yang perlu kita ee lihat ya secara bersama-sama ya. Yang pertama itu em pelayanan yang kita berikan itu harus berorientasi pada kepentingan publik. Ya, artinya menempatkan kebutuhan masyarakat itu di atas kepentingan ee pribadi atau kelompok ya. Kemudian kita harus memahami bahwa ee pelayanan publik itu bukan ee sekedar apa namanya? bukan hanya sekedar tugas administrasi saja, tetapi itu adalah ee tanggung jawab moral ya di situ ya. Di samping ada tanggung jawab sosial tentunya ya. Ya, yang ke yang berikutnya bahwa supaya ee pelayanan itu bisa baik dan berkelanjutan tentu harus dibangun suatu ee budaya ya, budaya kerja yang ee yang fleksibel ya, yang adaptif tentunya ya. ee seorang ASN harus berani ee meninggalkan cara-cara yang lama tadi, cara-cara yang memberikan pelayanan yang lambat ya dan cenderung untuk ee berbelit-belit ya, tidak straight to the point begitu kalau memberikan pelayanan. Nah, itu mindset-mindset yang harus segera kita ubah di dalam ee memberikan pelayanan publik itu. Dan yang terpenting adalah kita mendorong ee kolaborasi ee lintas instansi itu agar pelayanan tidak ee tidak terfermentasi begitu ya. Dan ee yang berikut juga ee kita harus bisa menjadi ee teladan ya bagi yang lain ya. artinya ya seorang ee pemimpin ya atau orang yang dipimpin ya itu pasti akan ee melihat contoh pemimpinnya ya. ya, kita harus berani menolak ee apa namanya pungutan-pungutan liar ya dan praktik-praktik yang tidak etis dalam sekecil apapun ya itu ee praktik-praktik yang ee melanggar etika norma-norma pelayanan itu kita harus hindari ya dan yang terpenting kita harus bisa mendengar orang lain ya. kita harus bisa ee apa kalau ada orang pengunjuk rasa ya mungkin karena ada yang tersumbat untuk dia tidak punya channel untuk mengungkapkan aspirasi ya kita terima aspirasi mereka itu ya kita dengarkan apa yang menjadi ee apa yang disuarakan oleh mereka ya saya kira itu banyak hal tapi itu adalah ee sebagian yang poin-poin yang perlu perlu kita ee lakukan ya. Terima kasih. Kasih atas jawabannya Pak Asrun. Masih ada pertanyaan berikutnya. Ini ada yang menuliskan pertanyaan di Zoom. Bapak Toni Suhartati. Bagaimana kiat-skat terbaik dalam merubah mindset ASN sebagai agen of change dalam merubah karakter dan kinerja ASN yang paripurna yang pemikiran yang holistik di era milenial yang penuh tantangan. Begitu pertanyaannya Bapak. Monggo silakan. Iya ya. Untuk ee merubah mindset ASN itu kita ee saya kira kita harus mulai dari ee diri sendiri ya. Mulai dari ee diri ASN itu sendiri ee harus menyadari bahwa ee kita itu memiliki ee keterbatasan-keterbatasan ya. Jangan kita menganggap diri kita itu bisa mengatasi ee segala-galanya ya, bisa memberikan pelayanan ee secara ee sendiri ya. Kita harus bisa merefleksikan itu. Kita harus bisa ee menyadari ya ee apa yang menjadi ee kelemahan-kelemahan kita ya. Itu yang terpenting ya kita hindari sikap ee bahwa kitalah yang paling tahu, kitalah yang paling mengerti ya. Padahal ya kita ini kemampuan kita terbatas. Apalagi em ee kalau kita berada pada lingkaran kepura-puraan itu artinya kita pura-pura tahu padahal sebenarnya kita tidak tahu ya. Nah itu ini orang-orang yang tidak melihat pada ee diri sendiri ya. Yang kedua, untuk merubah ee karakter atau merubah mindset itu kita harus ee karena ini bukan karakter ini ee memang ada dua ada dua opini ya. Ada yang bilang bahwa karakter itu adalah bawaan ya. Tetapi kalau menurut saya karakter itu bisa di bisa dibentuk ya bukan saja bawaan ya mungkinlah ada unsur bawaan tetapi itu ee persentasenya tidak besar karena kita berada pada lingkungan yang yang ee dinamis ya. Nah harus kita latih ini kita melatih ee melihat ee keterkaitan satu aspek dengan aspek yang lain ya. kita harus ee berpikir holistik ya, bahwa semua unsur itu harus saling ee apa ada punya kaitan satu dengan yang lain ya. Nah, ini baru kita bisa ee ee apa berubah gitu ya. Nah, yang selanjutnya untuk bisa merubah ee mindset itu kita harus perbanyak ee referensi, harus banyak membaca ya, memperluas wawasan ya, harus banyak mendengar, harus banyak menonton ya, tapi menonton hal-hal yang positif tentunya untuk memperkaya ee insight kita, untuk memperkaya pemahaman kita di bidang yang tentu bidang ee yang kita geluti ya. Nah, ee selanjutnya lagi em kita itu harus punya orientasi masa depan ya. Kita harus ee berpikir ee ke depan. Jangan berpikir yang pada saat ini saja. Ah kalau kita pikiran kita itu pendek maka ah itu kita belum bisa merubah karakter kita, kita belum bisa merubah mindset kita. Karena pikiran kita itu terbatas pada apa yang ada saat ini. Tapi kita harus berpikir jauh ke depan ya. Bagaimana ee masa depan ya, perubahan-perubahan apa yang akan dihadapi ke depan ini ya. Jadi berpingkirnya itu jangka panjang bukan jangka pendek apalagi ya e itu ya dan em kita harus selalu em dalam hidup ini seperti satu lingkaran ya. Kalau di dalam ee apa namanya dalam ilmu riset itu namanya ada riset yang jenisnya namanya action riset ya. Excent riset itu suatu ee riset di mana kita ee dalam melakukan ee melaksanakan sesuatu diawali dengan perencanaan. Lalu apa yang kita rencanakan itu kita laksanakan. Lalu setelah kita melaksanakan tentu ee kita harus ee mengevaluasi ya apa yang kita laksanakan itu. Apa tujuan evaluasi itu? Tujuannya adalah untuk memperbaiki ya melihat apa yang menjadi masalah pada saat pelaksanaan itu tadi. Dan ini terus berputar seperti lingkaran ya. Jadi ee proses-proses proses-prosesnya itu mulai dari perencanaan, pelaksanaan, lalu kita melakukan monitoring dan evaluasi, lalu kita memperbaiki untuk direncanakan pada ee tahap berikutnya lagi ya. Jadi ini seperti ee sikluslah begitu dalam kehidupan ini ya. Saya kira itu yang ee poin-poin yang penting saya kira harus kita ee pahami ya. Oke. Baik, Pak. Saya kembalikan ke Pak Pakun satu penanya terakhir boleh ya, Pak? Ah, boleh. Baik. Di sini ini sudah hampir sudah ini sudah 30 di sini nih. Oh, baik. Di sini juga sudah hampir 11.30, Bapak. Oh ya, kita beda 1 jam ya. Iya. Satu pertanyaan terakhir boleh ya, Pak? Boleh, boleh, boleh. Oke, ini ada Bapak Rudi. Benar, Bapak Rudi yang ee bergabung lewat YouTube channel BPSDM Jatim TV. Beliau bertanya, "Bagaimanakah cara menciptakan sinergi di semua lini stakeholder agar mampu membelikan ee pelayanan yang profesional?" Silakan, Pak Asrun. Bisa di singkat. Oke. Ee ya, baik ya. sinergi itu kan semangatnya adalah kolaborasi ya, bahwa bagaimana ee kita ee berkolaborasi dengan ee pihak-pihak yang lain ya. Tentu bahwa untuk bisa berkolaborasi itu berarti kita harus bisa ee menggunakan ee pola-pola komunikasi yang efektif ya. Nah, untuk ee bisa bersinergi kita harus samakan dulu anunya apa ee visinya ya, tujuannya ya untuk kita bisa berkolaborasi dengan pihak lain. Nah, kita harus mengetahui ee apa namanya ee kita berada pada channel yang sama begitu ya. Artinya ee kita punya ee visi dan tujuan yang sama ya. Nah, ee konsep dari ee ee sinergi ini kan artinya kita pemerintah bisa melibatkan swasta, bisa melibatkan masyarakat, bisa melibatkan akademisi, ya bisa melibatkan pihak-pihak yang lain untuk suatu tujuan yang sama. Nah, bagaimana kita membangun itu? Ya, caranya adalah kita memperbaiki ee apa namanya? komunikasi dengan pihak-pihak yang lain itu ya. Yang kedua, pasti ee setiap orang ya atau setiap em lembaga yang diajak untuk bersinergi itu pasti punya peran dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Nah, ini kita harus kita harus ee apa namanya? memahami kondisi itu. Jangan kita memaksakan seseorang atau ee orang yang kita ee ajak untuk bersinergi itu untuk memaksakan kehendak kita. Ya, tidak boleh. Jadi, kita harus tahu dan kita harus mengerti bahwa ee masing-masing kita itu punya peran dan tanggung jawab yang berbeda-beda ya. Nah, bangun komunikasi yang efektif ya, yang terbuka ya, supaya masing-masing bisa berkontribusi sesuai dengan apa yang ee menjadi ee pokok permasalahannya ya. Untuk memudahkan kolaborasi itu atau untuk memudahkan sinergi dengan para pihak itu kita menggunakan teknologi ya yang menunjang untuk keperluan itu ya. Ini salah satu contoh ini ya, kita ee membicarakan tentang reformasi birokrasi ini kan kan kita cukup dengan melalui memanfaatkan apa Zoom meeting ini ya. Tidak perlu ee saya harus ke Surabaya ya, tetapi dengan teknologi yang ada kita bisa berada pada satu layar ya, satu layar dan kita membicarakan tujuan-tujuan bersama kita. Ah, inilah yang dimaksud dengan efisiensi dan efektivitas itu ya. Saya kira ee banyak hal-hal yang lain yang bagaimana kita bisa bersinergi, membangun kolaborasi. Yang inti daripada sinergi itu adalah komunikasi yang baik. Ya, itu saja saya kira Mbak Anisa yang baik ya. Terima kasih. Terima kasih sekali lagi Bapak Asrun sudah menjawab beberapa pertanyaan dari Sobat ASN semua. Terima kasih juga Bapak telah berbagi pemahaman bersama dengan kami semua. Semoga bisa langsung dipraktikkan ya oleh seluruh sobat ASN yang bergabung di ASN belajar seri 31 ini. Terima kasih banyak sekali lagi Bapak. Sehat selalu, Pak. Sampai jumpa di lain waktu. Baik ya. Baik. Salam pramuka. Salam pramuka. Salam. Terima kasih, Pak Asrun. Ya, sobat ASN tidak terasa ya kita sudah sampai di pengujung acara. Saya ucapkan terima kasih untuk seluruh pihak yang sudah mendukung webinar ESN belajar seri 31 tahun 2025 ini. Para narasumber terima kasih sekali lagi untuk deputi Bidang SDM aparatur Kementerian PAN RB Bapak Aba Subagia Esos MAP. Terima kasih untuk Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI dan Dewan Pengurus Korpri Nasional Bapak Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo. Terima kasih sekali lagi untuk Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Wakil Ketua Forses Dasi Bapak Dr. Andes Asrun Lio, MHum, PhD. Terima kasih juga untuk seluruh sobat ASN yang sudah bergabung dan jangan lupa untuk ee mengunduh ya e-sertifikat. Kami ingatkan sekali lagi, e-sertifikat harap dicek secara berkala untuk e dapat diunduh. Dan ASN belajar seri 31 tahun 2022 ini dipersembahkan oleh Korpu SDJIS BBSDM Provinsi Jawa Timur. Saya Is Dewi beserta seluruh kru ingin undur diri dengan sebuah pantun. Bilang cakep. Oke. Merah putih berkibar di langit biru. Cakep. di terpah hembusan angin berulang kali dirgahayu ke-80 Indonesiaku kobarkan semangat persatuan dalam hati merdeka asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Musik] as belajar seri 31 tahun 2025 Mari saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menysok Indonesia emas. ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia. Satukan tekad pantang menyerah. Jadi ASN getar berkualitas. ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia. Satukan tekad pantang menyerah. Jadi ASN cetar berkualit kita [Musik]