Transcript
r0NNPxRZ7p8 • ASN Belajar Seri 31 | 2025 - Birokrasi Untuk Negeri: Dari Asa Ke Aksi
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0253_r0NNPxRZ7p8.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan. Berdampak
bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia.
Siap menyongsong Indonesia emas.
ASN belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas dunia
[Musik]
tekad pancang menyerah
jadi Sor berkualitan
[Musik]
sama
lagi
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
He
[Musik]
To
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik,
melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Marah kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
hadir di sini untuk mengabdi rencanakan
tugas ke bangga negeri berentas itu
melainkani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
Hong
di sini tempat dengan hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Layani bangsa loyal tanpa batasannya
selalu adaptif dan berkolaborasi
tanggaandeng tangga tujuan
menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan kami melayani
bangsa
Kami dari sini tugas dengan hati
tujuh kata potenti dalam harmoni.
Meyal tanpa batasnya
selalu adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan. Satu tujuan
untuk menjadikan ASN lebih beragung.
penuh hati tulus membantu sesama di mana
kami melayani
dengan kami melayani
kami melayani
Buray
[Musik]
ada yang baru lagi nih di BPSDM Provinsi
Jawa Timur. Ruang bermain anak. Tempat
yang satu ini adalah solusi bagi para
orang tua yang masih memiliki anak
kecil. Kita sebagai orang tua pasti
khawatir ya, apalagi kalau ditinggal
kerja nih. Wah, kira-kira anak saya aman
enggak ya di rumah? Kira-kira anak saya
bermain atau belajar dengan baik enggak
ya di rumah? Sobat ASN, kalau dikirim
diklat di BPSDM Provinsi Jawa Timur
sekarang udah enggak perlu khawatir
lagi. Karena di BPSDM Provinsi Jawa
Timur ruang bermain anaknya lengkap
banget fasilitasnya. Mulai ada tempat
bermain,
tempat tidur untuk mereka bisa
istirahat,
kemudian buku-buku edukatif,
dan ada ruang nursery juga untuk Ibu
menyusui. Kamar mandinya pun lengkap.
dan bersih. Dan yang enggak ketinggalan
penting, Sobat ASN bisa langsung pantau
lewat CCTV. Keren banget, kan? Jadi,
Mommy and Daddy sekarang enggak perlu
khawatir lagi, ya.
Mommy and daddy don't worry we are
happy.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Seperti patu jalur yang melaju karena
kekompakan. BPSDM Jawa Timur memacu
semangat belajar dan berinovasi punggawa
Jatim Gerbang Baru Nusantara.
Bersama kita melaju, bersama kita
melayani untuk Jawa Timur yang lebih
baik.
kuobsamtim
terus berkomitmen meningkatkan
kompetensi
berintegritas inov dan adap
siap menghadapi tantangan global
bersama BPS
inovatif
[Tepuk tangan]
Merdeka bukan hadiah. Merdeka adalah
tanggung jawab. Di BPSDM Provinsi Jawa
Timur kami belajar bahwa kemerdekaan
sejati lahir dari PSDM yang terus
berkembang.
Setiap ide yang dibagikan, setiap
langkah yang diambil adalah untuk
pengabdian untuk negeri. Kami percaya
kemerdekaan bukan hanya mengenang masa
lalu, tapi menciptakan masa depan.
Bersama BPSDM Jatim, kita merdeka, kita
berkarya.
Tell me something I don't
[Musik]
Hei, hei, di sini, di sini.
Kamu kenapa bingung ini di mana?
Hah? Ini di BPSDM. Emang kamu enggak
tahu, ya?
Iya, beneran enggak tahu?
Iya. Ayo ikut aku.
Selamat datang di PPSDM Provinsi Jawa
Timur. Yuk, kita jelajahi bersama
berbagai fasilitas dan bidang kerja yang
ada di PPSDN CI.
[Musik]
Sekarang sudah tahu kan?
Yuk, kita sama-sama majukan Indonesia
lewat ASN yang unggul.
[Musik]
80 tahun Indonesia merdeka.
Semangat juang itu terus menyala di
setiap langkah kami. BSDM Jawa Timur
hadir membentuk ASN yang profesional,
berintegritas, dan siap mengabdi.
Melalui pelatihan, sertifikasi dan
inovasi pembelajaran, kami menyiapkan
SDMUL untuk nanti.
Bersama BPSDM Jawa Timur, wujudkan ASN
hebat. Jawa Timur maju, Indonesia
semakin kuat.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
satu
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi sobat ASN di
mana pun Anda berada. Baik yang sudah
bergabung di Zoom meeting maupun di live
YouTube BBSDM Jatim TV. Senang sekali
saya Anis Dewi dapat kembali menyapa
sobat ASN semua dalam webinar ASN
Belajar seri 31 tahun 2025 persembahan
Corpu SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Applaus dulu dong untuk semua yang sudah
hadir.
Wow.
Ramai juga ya yang langsung hadir di
kelas EBBSDM Jatim e Jatim ini. Dan
alhamdulillahnya nih, Sobat SN, hari ini
tepat di hari Kamis, 14 Agustus 2025
kita memperingati sebagai hari pramuka
yang ke-64.
Tadi pagi sudah upacara belum? Anak-anak
aku tadi pagi upacara semua. Eh, 3 hari
lagi nih kita akan merayakan hari
kemerdekaan Republik Indonesia yang
ke-80 loh. Merdeka.
Wah,
gitu dong semangat. Jadi memang sobat
ASN semua harus bersemangat karena di
tahun 2025 ini menjadi tonggak
bersejarah bagi bangsa Indonesia yang
memasuki usia ke-80 tahun kemerdekaan.
Jadi memang perjalanan panjang ini tidak
hanya diwarnai oleh perjuangan merebut
kemerdekaan, tetapi juga oleh upaya
untuk membangun tata kelola pemerintahan
yang efektif, bersih, dan juga melayani
rakyat. Dalam rentang 8 dekade,
birokrasi Indonesia telah mengalami
berbagai dinamika mulai dari pembentukan
struktur pemerintah, pasca kemerdekaan,
modernisasi administrasi negara, hingga
transformasi digital dalam pelayanan
publik. Nah, sebagai karda terdepan nih
penyelenggara negara aparatur sipil
negara. Jadi, Sobat ASN semua memegang
peranan penting untuk mewujudkan
cita-cita kemerdekaan. Peran ASN bukan
hanya untuk menjalankan roda pemerintah,
tetapi juga menjadi agen perubahan yang
mampu menggerakkan ee pembangunan dan
juga meningkatkan kepercayaan publik.
Tantangan birokrasi di era saat ini
semakin kompleks meliputi tuntutan
kecepatan layanan. Kemudian juga
tuntutan transparansi, akuntabilitas,
serta adaptasi terhadap perkembangan
teknologi dan perubahan kebutuhan
masyarakat. Ayo sobat TSN semarakan
kemerdekaan dengan mewujudkan birokrasi
yang responsif, inovatif, serta berpihak
pada rakyat bersama webinar ASN Belajar
seri 31 tahun 2025 dan jadilah bagian
dari aksi nyata untuk negeri.
[Musik]
25 ini marilah kita dengarkan terlebih
dahulu opening speech yang akan
disampaikan oleh Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, SP,MP.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian.
Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat
bertemu kembali dalam webinar series ASN
belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University, Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini Kamis tanggal 14 Agustus 2025,
ASN belajar telah memasuki seri yang
ke-31.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami, kami
selalu berkomitmen sekaligus terus
berikhtiar untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-31 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka menyambut hari
ulang tahun kemerdekaan Republik
Indonesia yang ke-80.
Sebuah momentum untuk kita menoleh ke
belakang mengingat perjalanan panjang
yang ditempa oleh sejarah, keringat, air
mata dan pengorbanan.
momentum untuk kita bercermin menakar
sejauh mana amanah kemerdekaan itu telah
kita isi dengan kerja nyata dan yang
terpenting momentum untuk menatap masa
depan dengan langkah yang lebih tegap,
visi yang lebih jernih, dan tekad yang
lebih kokoh.
Karena tema ini sangat tepat untuk kita
elaborasi secara luas dan mendalam, maka
ASN belajar seri ke-31 tahun 2025 ini
mengangkat topik 80 tahun Indonesia
merdeka, birokrasi negeri dari ASA ke
aksi.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam ASN belajar bahwa topik menarik
ini akan kita bahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Sahabat ASN di seluruh tanah air, 80
tahun lalu para pendiri bangsa ini
memancang tiang kemerdekaan dengan darah
dan air mata serta doa.
Mereka tahu bahwa merdeka bukanlah garis
akhir, melainkan titik awal untuk
membangun sebuah negeri yang berdaulat,
adil, dan makmur.
Hari ulang tahun kemerdekaan Republik
Indonesia bukan hanya perayaan. Ia
adalah cermin sejarah sekaligus
panggilan masa depan.
Di dalamnya kita diajak mengevaluasi
perjalanan kita menimbang apakah asa
yang diwariskan para pendiri bangsa
telah benar-benar kita wujudkan atau
masih tertinggal dalam mimpi-mimpi
generasi penerusnya.
Sejak proklamasi dikumandangkan, negara
ini dibangun di atas cita-cita luhur,
mewujudkan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia.
Di dalam perjalanan itulah birokrasi
yang kita sebut sebagai mesin
pemerintahan memegang peran vital. Dan
di dalam tubuh birokrasi berdiri kita
semua aparatur sipil negara, pilar yang
menopang pemerintahan, pembangunan dan
pelayanan publik.
ASN bukan sekedar profesi, ia adalah
amanah. ASN bukan hanya pegawai, ia
adalah pelayan bangsa. ASN bukan sekedar
penggerak administrasi, ia adalah
penggagas perubahan, pembawa harapan,
sekaligus pegawai masa depan negeri.
Sobat SN, perjalanan 80 tahun
kemerdekaan adalah perjalanan dari asa
ke aksi. Kita mewarisi asa dari para
pendiri bangsa, cita-cita luhur tentang
Indonesia yang adil, makmur, dan
berdaulat. Namun kita juga ditantang
untuk mengubahnya menjadi aksi nyata.
memberikan pelayanan publik yang prima,
memastikan kebijakan berbasis data,
menghadirkan inovasi, dan bekerja dengan
integritas tanpa cela.
Birokrasi hari ini tidak lagi cukup
sekedar tertib administrasi.
Ia harus lincah beradaptasi, cerdas
memanfaatkan teknologi, dan sensitif
terhadap aspirasi. Ia harus mampu
menjadi jembatan kepercayaan antara
pemerintah dan masyarakat.
Sempat AS SN di seluruh tanah air, kita
tidak bisa melangkah ke Indonesia Emas
2045 dengan birokrasi yang berjalan di
tempat. Kita memerlukan ASN yang
memiliki kompetensi unggul, menjunjung
tinggi nilai dasar ASN, mempraktikkan
integritas tanpa kompromi, dan bekerja
dengan semangat melayani bukan dilayani.
Itulah sebabnya momentum 80 tahun
kemerdekaan ini harus menjadi titik
balik dari birokrasi yang sekedar
menjalankan rutinitas menjadi birokrasi
yang membangun masa depan. dari
birokrasi yang reaktif menjadi birokrasi
yang proaktif dan solutif.
Sejarah mencatat banyak bangsa besar
yang tumbuh bukan hanya karena sumber
daya alamnya, melainkan karena kekuatan
institusi dan kualitas manusianya.
Indonesia pun demikian. Kita boleh
bangga dengan kekayaan alam yang
melimpah di negeri kita.
Namun kita harus bangga jika kita
memiliki birokrasi yang bersih,
profesional, dan inovatif.
Mari kita isi usia kemerdekaan ini
dengan birokrasi yang berintegritas,
kompeten, dan berpihak pada rakyat. Mari
kita ubah setiap kebijakan menjadi
manfaat, setiap program menjadi solusi,
dan setiap pelayanan menjadi pengalaman
yang membahagiakan rakyat.
80 tahun Indonesia merdeka adalah bukti
bahwa bangsa ini mampu bertahan. Namun
100 tahun yang akan datang ketika
Indonesia merdeka ke 100 nanti akan
menjadi bukti apakah bangsa ini mampu
bersaing dan memimpin.
Dan jawabannya ada di tangan kita, para
ASN, para pelayanan publik, para
penggerak roda pemerintahan. Marilah
kita jadikan peringatan ini sebagai
panggilan sejarah.
panggilan untuk bekerja lebih
sungguh-sungguh, berpikir lebih jauh,
dan melayani lebih tulus. Karena di
setiap tanda tangan kita ada nasib
rakyat yang menunggu. Di setiap
kebijakan kita ada masa depan bangsa
yang dipertaruhkan. Birokrasi untuk
negeri dari ASA ke aksi bukanlah sekedar
tema, tetapi tekad bersama untuk
menjemput masa depan Indonesia yang
lebih gemilang.
Sahabat ASN di seluruh tanah air. Lalu
bagaimana kita sebagai ASN Indonesia
memaknai 80 tahun Indonesia merdeka ini
dalam aksi nyata? Nah, untuk membahas
cerdas dan tuntas topik ini, kita telah
mengundang para narasumber luar biasa
yang sudah barang tentu sangat kompeten
di bidangnya. Kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada para
narasumber hebat yang telah berkenan
hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ASN di
seluruh tanah air. Pertama, kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada yang terhormat Ibu Rini
Widiantini, S.H., MPM. Beliau adalah
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi yang dalam hal
ini nanti akan diwakilkan kepada Bapak
Aba Subakya, Esos, MAP. Beliau adalah
deputi bidang SDM Aparatur Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi.
Kedua, kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi kepada yang terhormat
Bapak Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo. Beliau
adalah Ketua 2 Koordinator Bidang
Pengembangan Inovasi dan Pembinaan SDM
Dewan Pengurus Korp Nasional. Dan yang
ketiga kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi kepada yang terhormat
Bapak Dr. Andes Astrun Liu, MHum, PhD.
Beliau adalah Wakil Ketua Forum
Sekretaris Daerah seluruh Indonesia.
Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air,
mari kita simak dengan seksama webinar
ASN belajar seri ke-31 tahun 2025.
Semoga bermanfaat. Dirgahayu Republik
Indonesia ke-80. Merdeka. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Bapak Dr.
Lamianto, SPMP atas opening speech yang
sudah disampaikan. ini membuat Sobat ASN
menjadi lebih bersemangat lagi ya untuk
dapat mengikuti ASN belajar seri 31
tahun 2025 ini dari awal sampai akhir
nanti karena akan ada tiga narasumber
yang sharing ilmunya bersama dengan kita
semua. Namun sebelum kita berlanjut ke
sesi berikutnya, kami informasikan bahwa
saat ini Sobat ASN sudah bisa melakukan
presensi pada halaman semesta Bangkom.
Jadi link presensinya ini bisa sobat SN
lihat di running atau di kolom chat
Zoom. Dan kalau yang bergabung di
YouTube channel BBSDM Jatim TV bisa
melihat linknya di pin chat ada semua
ya. Tapi mungkin karena saat ini traffic
presensinya yang sedang tinggi, bagi
sobat ASN yang masih belum bisa
mengakses presensi nanti bisa dicoba
kembali secara berkala sampai dengan
pukul 12.00 siang.
[Musik]
Baik, Sobat ASN, akan ada tiga
narasumber luar biasa seperti yang sudah
disebutkan oleh Bapak Ramlee tadi ya.
Nah, narasumber pertama yang akan
sharing ilmunya bersama dengan kita
semua adalah Ibu Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
yang dalam hal ini akan diwakilkan oleh
Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.
Mari kita sambut bersama Bapak Abah
Subagia Esos MAP.
[Musik]
Asalamualaikum. Selamat pagi, Bapak.
Waalaikumsalam. I, Pak. Semangat,
sobat-sobat ASN hebat, apa kabar?
Alhamdulillah,
Bapak. Apa kabar?
Alhamdulillah baik. Alhamdulillahirabbil
alamin. Sudah siap ya sharing ilmunya
bersama dengan sobat ASN semua?
Iya siap.
Karena yang mengikuti ASN belajar seri
31 ini Pak. Wah dari ee seluruh
Indonesia berkumpul semua di sini dari
Zoom Meeting dan juga YouTube channel
nih. Pak tepuk tangan dong untuk
semuanya yang sudah hadir. Keren. Keren.
Iya.
Oke. Baik. Jadi, Pak untuk materi yang
pertama ini kita memberikan waktu 30
menit untuk penyampaian materinya.
Kemudian untuk tanya jawab akan ada sesi
tersendiri setelah Bapak menyampaikan
materi.
Oke, jadi Sobat ASN yang memiliki
pertanyaan barangkali bisa ditulis
terlebih dahulu dan nanti silakan
ditanyakan langsung setelah Bapak Abel
Bagia ini sudah selesai menyampaikan
materinya. Baik, kalau begitu langsung
saja Bapak silakan materinya
disampaikan. Oke,
baik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, salam
sejahtera untuk kita semua. Yang kami
hormati
ee sahabat saya Pak Ramli ya, Pak Ramli
mudah-mudahan masih hadir. Pak Kepala
BPSDM
e para narasumber tadi ada Pak Dr.
Triwido, ada Pak Nasrun, PhD ya, juga ee
rekan-rekan sekalian. tadi Mbak Nisa
disampaikan ya, selamat Hari Pramuka ya
dan juga selamat Dirgahayu HUD RI ya.
Mudah-mudahan kita rayakan dengan
semarak ya. Salah satunya adalah yang
dilakukan oleh BPSDM Jatim. Jadi kami
cukup apresiasi untuk BPSM Jatim yang
secara rutin ee memberikan ruang
pengembangan ee kompetensi secara
virtual bagi teman-teman sobat-sobat ASN
ya. saya beberapa kali juga ee mengikuti
dan ini saya kira menjadi hal yang ee
cukup penting ee pembelajaran ini karena
memang tugas ASN salah satunya adalah
dia harus menjadi ee pembelajar. Nah,
itu ee barangkali kalau bisa jadi
penting. Nah, oleh sebab itu ini bagian
dari upaya kita untuk melakukan ee
transformasi birokrasi kita. Karena
birokrasi itu salah satu mesin
penggeraknya itu adalah aparatur sipil
negaranya. Jadi kalau aparatur sipil
negaranya berkerap ya kinerjanya tinggi
ee profesionalismenya terbangun ya
kemudian juga dia bisa melakukan
berbagai penyesuaian perubahan dan
sebagainya secara cepat. Karena kenapa
ini perlu dilakukan? karena ee tuntutan
dunia yang terus berubah ya, ekonomi,
sosial, budaya dan e sebagainya sehingga
ASN kita itu memang betul-betul dituntut
menjadi seorang pembelajar ya secara
terus-menerus dan juga berkinerja.
Karena itu yang paling penting dan
utamanya adalah Bapak Ibu sekalian tugas
kita itu adalah tadi berkinerja dalam
rangka membangun pelayanan publik ya
pelayanan publik yang harus didahulukan
karena tugas utama kita itu adalah Nah
kompetensi lain tadi dia sebagai perumus
penyusun kebijakan pelaksana kebijakan
ya juga sebagai perekat
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Nah, ini ee Bapak, Ibu sekalian dengan
momentum peringatan hari ulang tahun
Republik Indonesia yang ke-80. Mungkin
juga ini menjadi salah satu momentum
kita ya untuk membangun
ASN-ASN yang hebat guna memberikan
pelayanan publik yang ee prima kepada
masyarakat. Nah, salah satu program itu
adalah bagaimana reformasi birokrasi itu
bisa dibangun. Ya, sebagaimana
arahan Bapak Presiden ee Prabowo. Jadi,
sebagai pelayan publik di birokrasi itu
kita harus lebih responsif dan
memberikan pelayanan yang seluas-luasnya
kepada masyarakat. Ya, negara itu harus
hadir. Makanya ada ee apa? Makan bergizi
ya. kemudian juga koperasi desa termasuk
sekolah rakyat dan program-program
unggulan lainnya ya yang menghadirkan
negara kepada masyarakat. Nah, ini saya
kira juga menjadi cukup penting
responsibilitas birokrasi itu agar
masyarakat merasakan kehadiran negara
ya. termasuk juga hal-hal yang lain
terkait dengan percepatan implementasi
kebijakan ya kita lakukan simplifikasi
penguatan koordinasi antar lembaga
pemerintah ya dan lembaga-lembaga lain
mungkin ya dalam rangka mendukung ee apa
namanya sinergitas koordinasi antar ee
kementerian, lembaga juga dalam hal
pengentasan kemiskinan, pembangunan
ekonomi, dan juga suas sembada pangan
dan energi ya. Kemudian juga kita juga
didorong untuk melakukan efisiensi,
efektivitas alokasi anggaran ya yang
digunakan supaya lebih efektif ya Bunda
mendukung ee program prioritas Bapak
Presiden ya dan juga kita kurangilah
kegiatan yang memang tidak berdampak
langsung kepada
rakyat atau kepada masyarakat dan juga
penegakan hukum ya terutama dalam
mencegah korupsi di kalangan birokrasi.
Jadi pengawasan itu yang memang harus
diperkuat agar tidak terjadi
penyimpangan dalam alokasi anggaran yang
diberikan kepada kementerian, lembaga
dan pemerintahan daerah. Sehingga
pemberatasan korupsi dan kebocoran
anggaran itu betul-betul harus dilakukan
ee pencegahan setiap klini. Nah,
selanjutnya yang juga tidak kalah
pentingnya adalah kaitan dengan
pengelolaan ASN ya. Jadi kita harus
pastikan bahwa ASN kita profesional, ASN
kita memang disiplin, produktivitasnya
tinggi
dalam rangka melaksanakan tugas-tugas
pelayanan kepada masyarakat. Nah, oleh
sebab itu kompetensi menjadi penting ya,
termasuk juga tadi aspek integritas,
aspek moralitasnya supaya terkait dengan
program pemberantasan korupsi itu memang
bisa kita wujudkan ya. dan ee pemerintah
juga barangkali Bapak Ibu sekalian
sekarang sudah gencar melakukan
penataan-penataan ya. Kemudian juga
layanan-layanan berbasis teknologi ya.
pemanfaatan teknologi itu menjadi
penting agar ee penyebaran pendidikan
akan lebih mudah, akses belajar lebih
mudah ya seperti yang dilakukan saat
ini, termasuk juga akses terhadap
layanan ee dasar ee pemerintah. Nah,
oleh sebab itu perlu dilakukan
pembedahan terhadap layanan publik agar
lebih ee efisien, transparan sesuai
dengan kebutuhan masyarakat. Maka dalam
rangka reformasi birokrasi itu apa yang
dilakukan? Kita melakukan reformasi ee
pelayanan publik secara optimal.
Nah, dengan demikian maka kita perlu
mendukung tuh salah satunya adalah delan
programitas
ee jangka menengah ya yang tertuang
dalam RPJ RPJMN
2025-29
ya. Salah satunya adalah
Bapak, Ibu, teman-teman sekalian
memperkoh ideologi Pancasila, demokrasi
dan hal. Ya, isu ini saya kira menjadi
penting ya di tengah-tengah
perubahan-perubahan dunia yang begitu
cepat ya, lingkungan dan sebagainya ya,
lingkungan strategis dan sebagainya.
Nah, oleh sebab itu ini jadi penting
juga kita harus mendorong dan
memantapkan sistem ee pertahanan
keamanan negara yang mendorong
kemandirian bangsa ya. melalui swah
sembada pangan ya. Sekarang ini swah
sembada pangan menjadi penting ya dalam
jangka mendukupung MBG misalnya ya
energi air, ekonomi syariah ya ekonomi
digital, ekonomi hijau dan ekonomi biru.
Kemudian juga melanjutkan pengembangan
infrastruktur
untuk menghubungkan dan memperluas
lapangan kerja yang lebih berkualitas
ya. mendorong juga kewirausahaan
mengembangkan industri kreatif,
mengembangkan agromaritim industri dan
sebagainya ya. Kemudian, nah ini yang
paling penting yang terkait dengan tema
kita hari ini, kaitan dengan asta cita
Pak Presiden dengan Pak Wapres adalah
memperkuat pembangunan sumber daya
manusia manusia ya, sain, teknologi,
pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga
ya kesetaraan gender, serta penguatan
peran perempuan ya ruangnya juga cukup
besar pemuda dan juga penyandang sat
lintas. Nah, oleh sebab itu mereka pun
diberikan kesempatan yang sama ketika
kita melakukan perencanaan dan pengadaan
untuk seleksi calon aparatur sipil
negara. Termasuk hal lain ee sobat-sobat
ASN kita melanjutkan helitisasi
sebagaimana asas Pak Presiden membangun
dari desa gitu ya. ada makanya ada
koperasi desa dan sebagainya yang
sekarang diperkuat ya memperkuat
reformasi politik hukum, birokrasi,
serta memperkuat pencegahan dan
pemberantasan korupsi, narkoba, judi,
dan ee penyelemikan. Nah, di sini
harusnya yang menjadi pondasi kuat yaitu
salah satunya peran aparatur ee sipil
negara dan juga yang tidak kalah
pentingnya adalah dari program prioritas
asas Pak Presiden adalah memperkuat
penyelarasan kehidupan yang harmonis
dengan lingkungan alam dan budaya ya,
serta peningkatan ee toleransi antar
umat beragama untuk mencapai masyarakat
yang adil dan karena memang
hetereitas kita ya sebagai suatu bangsa
yang kaya akan budaya dan agama gitu ya.
Dan ini harus betul-betul kita jaga itu
yang harusnya menjadi penguat dan itulah
menjadi dasar persatuan dan kesatuan
negara Republik Indonesia.
Nah, oleh sebab itu ee sobat-sobat ASN,
teman-teman sekalian, maka transformasi
Indonesia untuk mencapai tujuan
pembangunan itu menjadi penting. Apalagi
tujuan mulia kita adalah di Indonesia
Emas 2045
di mana kita ingin menciptakan manusia
Indonesia
yang unggur ya, yang unggur. Maka ada
transformasi sosial terkait dengan apa?
kesehatan untuk semua. Makanya ada
sekarang cek kesehatan
pendidikan berkualitas yang merata, ada
sekolah rakyat yang dibangun oleh
pemerintah untuk mewujudkan asta cita
Pak Presiden, ya. Kemudian juga ee
perlindungan sosial yang adaptif. Nah,
ini ee teman-teman sekalian,
transformasi sosial itu tentunya
ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan
dasarnya karena ini sebagai bagian dari
ee modal manusia dan modal sosial
budayanya.
Yang kedua adalah terkait dengan
transformasi ekonomi ya untuk membawa
Indonesia keluar dari middle income
tradmentnya. Nah, oleh sebab itu maka ee
perkotaan dan pedesaan
ee sebagai pusat pertumbuhan ekonominya.
Jadi artinya nanti pemerataan
pembangunan itu penting dimulai dari
pertumbuhan ekonominya.
Selanjutnya terkait dengan IPTEK,
inovasi, dan juga pertumbuhan
produktivitas ekonominya,
integrasi ekonomi domestik dan global
ya. Jadi daya saing bukan hanya daya
saing global, daya saing nasional, tapi
juga daya saing domestik saya kira
menjadi penting penerapan ekonomi hijau
dan juga transformasi digital. Dengan
transformasi digital itu layanan-layanan
ee didorong untuk memberikan kemudahan
dan layanan publik kepada masyarakat
yang lebih berkualitas, lebih simpel,
dan betul-betul diberikan kemudahan
secara optimal. Nah, kemudian yang
ketiga ini terkait dengan transformasi
tata kelola ya. Transformasi tata kelola
untuk apa? Untuk menciptakan layanan
publik yang berkualitas dan inklusif
serta masyarakat sipil yang
partisipatif.
Oleh sebab itu layanan publik yang
berkualitas dan inklusif untuk semua itu
jadi penting sehingga memang tadi ee
harus didukung juga oleh kelembagaan dan
proses bisnis yang lebih efektif dan
adaptif. Jadi kita diberikan kemudahan
dipotonglah beberapa proses bisnis.
Kalau dari ASN juga untuk kenaikan
pangkat, pensiun dan sebagainya. Semua
nanti akan dibangun dalam satu ee
platform tunggal. regulasi kita juga
yang harus lebih adaptif ya tapi tetap
taat asas gitu ya karena norma kode etik
etikanya juga jadi penting manajemen
talenta ini jadi basis untuk
pengembangan karir tapi juga harus
didukung oleh sistem meritokrasinya jadi
manajemen talenta yang kita bangun
basisnya juga dasarnya adalah tadi
meritokrasi dan integritas termasuk
manajemen strategis ee salah satunya
terkait dengan sistem pengakuan dan
kesejahteraan ASN. Kemudian relasi
pemerintah dan masyarakat sipil yang
harus dibangun. Kemudian juga ini
dibangun dalam tadi transformasi digital
ee pemerintah. Nah, ini sebagai landasan
transformasi termasuk juga kerangka
implementasi ee transformasinya ya yang
bisa menjadi penumpang ee untuk
transformasi
negara yang kita cintai ini. ini memang
merupakan mandat amanat dari pelaksanaan
Undang-Undang 59 2024 tentang RPJPN
tahun 2025-2045.
Ya. Ee sahabat-sahabat ASN, Indonesia
Emas 2045 itu hanya bisa dicapai dengan
apa? Dengan mewujudkan transformasi
sosial melalui peningkatan transformasi
ekonomi ya yang ditopang oleh
transformasi tata kelola. Jadi ketiganya
itu tiga transformasi ini memiliki
keterkaitan. Nah, tata kelola ini ini
menjadi hal yang bisa yang harus kita
implementasikan karena ini akan
mendukung tadi transformasi sosial dan
ee transformasi ekonominya. Nah, arah
pembangunan transformasi tata kelola ini
terkait dengan regulasi dan tata kelola
yang berintegritas dan adaptif. Terkait
dengan apa saja? Yang pertama adalah
layanan pemerintahnya yang harus ee kita
terus tingkatkan ya. Jadi
layanan-layanan pemerintah karena ini
layanan pemerintah ini adalah wujud
kehadiran
negara ya di masyarakat. Kedua adalah
aspek kelembagaan yang efektif ya
kelembagaan yang ee apa adaptif dan
sebagainya termasuk proses bisnisnya ya.
ada manajemen talenta dan sebagainya.
Termasuk yang ee saya sampaikan tadi
terkait dengan tujuan kita untuk
mencapai Indonesia emas di tahun 2045.
Nah, oleh sebab itu ee sobat-sobat ASN,
teman-teman sekalian, kerangka grand
desain reformasi birokrasi nasional kita
di 2025-2045
untuk mewujudkan birokrasi yang
kompetitif berkelas ee dunia untuk
mendukung Indonesia Emas 2045,
ada beberapa misi yang harus dijalankan
ya. Meningkatkan kolaborasi birokrasi
untuk mewujudkan pembangunan nasional.
Jadi artinya langkah-langkah kita untuk
melakukan kolaborasi untuk pencapaian
tujuan pembangunan set itu penting tidak
lagi ada ego sektoral dan sebagainya.
Yang kedua adalah meningkatkan
kapabilitas birokrasi kita ya untuk
mengatasi dan mengantisipasi
tantangan global ya. Global megatend itu
penting ya. sehingga perlu jawabannya
adalah kapabilitas birokrasinya.
Yang tiga adalah mewujudkan budaya
birokrasi yang ber integritas dan
melayani untuk membangun kepercayaan
publik. Ya, tadi juga disampaikan oleh
Pak Ramli ya, Kepala Badan kaitan dengan
bagaimana kita membangun kepercayaan
publik. Nah, oleh sebab itu
ee tujuan kita untuk membangun
pemerintah yang kolaboratif, kapel ya,
berinte dan berintegrasi untuk melayani
masyarakat itu di setiap aspek kehidupan
itu ee untuk mendukung Indonesia yang
lebih berdaulat, adil, dan
berkelanjutan. ada beberapa indikator
nanti yang harus dibangun di situ. Nah,
salah satu sasaran barangkali yang
terkait dengan tata kelola SDM sesuai
dengan tema kita itu adalah ee kaitan
dengan sasaran terciptanya aparatur
negara yang kompeten
berkinerja tinggi
berdasarkan
sistem merit. Nah, nanti ada
capaian-capaian oleh teman-teman
pemerintah daerah persentasenya nanti
yang harus di wujudkan ya, yang harus
diwujan. Jadi, ada tolok ukurnya nanti
ada indikatornya ya. misalnya terkait
dengan presentasi instansi pemerintah
dalam kategori leading dalam konteks
sistem merit ya target di 2045 harusnya
sudah ee 100% sehingga memang ini akan
berdampak kepada pelayanan publik yang
ee lebih baik ya, pelayanan publik yang
prima. Nah, dengan demikian maka Bapak,
Ibu sekalian secara implementasinya maka
17 program prioritas presiden itu ya
tadi harus di dukung dan diwujudkan oleh
ee aparatur sipil negara. Jadi dia
sebagai mesinnya ya, sebagai mesinnya
ya. Jadi salah satu yang menjadi konsen
Pak Presiden itu adalah mencapai suasada
pangan, energi dan air ya. Termasuk juga
ee ee program-program lainnya yang
memang ini mendorong supaya negara kita
itu menjadi negara yang ee kompetitif
ya, yang unggul dan berdaya saing tinggi
ya. Termasuk juga
kesejahteraan-kesejahteraan untuk
aparatur sipil negara, kesejahteraan
untuk masyarakat seluruh Indonesia. ya
itu juga ee menjadi konsen ee pemerintah
ya, Pak Presiden juga sangat konsen
terhadap kinerja ya, kemudian juga
kesejahteraan rakyat yang selalu beliau
sampaikan ya termasuk kaitan dengan ee
dukungan kita semua untuk mewujudkan ee
dan terlaksananya keberlangsungan makan
bergizi gratis misalnya ya, penerujan
pencetakan lahannya dan sebagainya ya.
Jadi artinya termasuk Bapak Ibu sekalian
ini ee delan program hasil terbaik
cepatnya ya.
Nah, oleh sebab itu penataan itu jadi
penting. Jadi kalau kita mengacu kepada
keselarasan arah sistem merit ya dengan
Asta Cita Ketujuh Presiden itu ada
terkait dengan penguatan sistem
manajemen kinerja dan mengaitkannya
dengan sistem penghargaan dan pengakuan.
Jadi artinya ketika ada kinerja maka
akan dikaitkan dengan sistem penghargaan
dan pengakuannya. Jadi orang yang
berkinerja tinggi maka dia akan akan
dapat apresiasi ya baik secara materiil
maupun nonmaterialnya. Nah, ini saya
kira jadi penting. Yang kedua adalah
terkait dengan penguatan sistem
manajemen talenta ya. Nah, sistem
manajemen talenta itu ini akan menjadi
bagian dari sistem rekrutmen. Jadi,
mungkin rekrutmen perencanaan pengadaan
itu nanti akan adanya tidak lagi di hulu
tapi di hilir. Karena yang kita perkuat
itu adalah manajemen talentanya,
pengisian-pengisian jabatan baik di
pusat maupun di daerah ya. Termasuk juga
penempatan pengembangan untuk ee talent
pool-nya dan manajemen talenta melalui
program mobilitas talenta karena ini
nanti yang harus didukung. Nah,
selanjutnya yang ketiga adalah ini juga
terkait dengan webinar hari ini adalah
mempermudah akses belajar bagi ASN.
Ya, kita bisa bayangkan ketika setiap
BPSDM itu punya program yang spesifik
misalnya ya, Jatim spesifiknya apa
sehingga kita bisa banyak belajar dari
Jatim ya. kemudian Kalimantan, Sumatera
dan sebagainya, Papua yang memiliki
keunggulan-keunggulan
yang memang ya materi kompetensinya itu
bisa sharing dengan aparatur sipil
negara yang lain, bisa sharing dengan
sobat-sobat ASN yang lain. Jadi
betul-betul diberikan ee ruang. Nah,
termasuk ee teman-teman sobat-sobat ASN
adalah kaitan dengan bagaimana upaya
kita juga harus melakukan
perbaikan sistem pelayanan kepegawaian
ya tentunya dalam platform digital
manajemen ASN ya. Jadi, Pak Presiden
dulu juga sudah mlaunching yang namanya
Ina ya. Sehingga memang smart ASN dan
sebagainya platform tunggal digital
layanan aparatur negara salah satunya
itu untuk mendukung layanan kepegawaian
kita secara komprehensif. juga ee
teman-teman sobat-sobat ASN yang terkait
juga dengan kepemimpinan, budaya kerja
dan citra institusi pemerintah. Maka ini
disebutlah di dalam Undang-Undang
Aparatur Sipil Negara ya. Jadi
kepemimpinan, budaya kerja, berakhlak
dan sebagainya. Nah, oleh sebab itu maka
ee ketika kita mengacu kepada
undang-undangnya ini memang sudah ada
keselarasan dengan asta cita Pak
Presiden. Pertama yang terkait dengan
Undang-Undang 20 2023 tentang Aparatur
Sipil Negara. Di sini ada akselerasi,
agenda, transformasi, manajemen ASN,
mobilitas talenta, sistem merit dan ee
sebagainya. Kemudian juga Perpres 122025
ya terkait dengan
ee penerapan sistem meritokrasi dalam
program prioritas nasional ya agenda
pembangunan transformasi dan tata kelola
juga Bapak Ibu sekalian di Undang-Undang
59 ini sudah jelas disebutkan adanya
upaya peningkatan kualitas ASN yang
berbasis merit ya ini menjadi pondamen
kuat ya sebagai pondamen awal menuju ASN
yang berintegritas dan adaptif tahun
2045 sebagaimana
tema kita. Nah, juga dukungan kita
terkait dengan ee aksesi di OECD ya.
kita mengembangkan model sistem merit
dengan memanfaatkan pendekatan OECD ya
terkait dengan orientasi pengguna
layanan bagi ASN dalam rangka perbaikan
tata kelola pemerintah ya termasuk ee
Sobat ASN dalam RPPES tentang GDRBN ya
di ee 2025245
juga memasukkan sistem merit
keberhasilan grand desain reformasi
birokrasi nasional. Jadi, betapa
besarnya kontribusi ASN ya untuk
melakukan itu. Nah, ini harus dilakukan
oleh siapa ya? Oleh aparatur sipil
negara kita ya yang jumlahnya itu ee
sekarang ada 5,2 juta. Belum lagi nanti
kalau misalnya ditambah lagi dengan
data-data yang baru, ada yang masuk,
yang baru, dan sebagainya. Nah, kalau
kita lihat dari komposisi saat ini, maka
P3K kita ya ee dari data BKN ini sudah
ee secara terus-menerus bertahap
ada peningkatan ya. Sekarang itu sudah
hampir separuhnya gitu dari jumlah
pegawai negeri sipil ya. Berarti kalau
kemarin termasuk rasionya sudah turun.
Kemarin rasi rasio kita itu 1 banding 56
ya. Sekarang rasio kita ee sudah menurun
jadi 1 bing 53. Artinya peran dari P3K
juga di sini cukup ee signifikan ya,
Teman-teman sekalian.
Nah, oleh sebab itu dominasi dari
jabatan-jabatan ini yang perannya lebih
besar salah satunya secara operasional
berdasarkan keahlian dan keterampilannya
selain jabatan struktural dan pelaksana
adalah jabatan-jabatan ee fungsional
yang jumlahnya itu 66%. Jadi hampir 70%
kontribusi aparatur sipil negara itu
kinerjanya itu ada di jabatan-jabatan
fungsional. Bapak, Ibu bayangkan kalau
66 itu atau 70% ini kinerjanya itu
rendah, berarti apa? Akan berdampak
kepada kinerja organisasi ya. Nah, oleh
sebab itu para pelaksana itu betul-betul
memang harus didukung ee teman-teman
sekalian dalam melakukan kinerjanya
karena salah satunya di tangan mereka
keberhasilan kinerja instansi pemerintah
ya. Termasuk juga jabatan pelaksana.
Kita juga ingin sudah perbaiki juga
jabatan-jabatan pelaksana. Jangan
seolah-olah jabatan-jabatan pelaksana
ini jadi jabatan-jabatan kedua. Padahal
banyak juga yang 1,5 juta ini
orang-orang yang ahli di bidangnya ya,
cuma kedudukannya di jabatan pelaksana.
Jadi jangan sampai ada narasi
seolah-olah jabatan pelaksana itu
jabatan yang paling rendah bukan. Ini
pengelompokan jabatannya ya.
Pengelompokan jabatan. Nah, ini
barangkali juga jadi penting. Oleh sebab
itu, Bapak, Ibu sekalian, teman-teman
Sobat ASN, kita harus memberikan ruang
yang sebesar-besarnya kepada putra-putri
terbaik kita, gitu ya. Nah, makanya
kenapa ee Bapak, Ibu sekalian dengan
usia kita saat ini sampai 65 tahun gitu
ya. Maka kalau kita lihat, kami
contohkan misalnya piramida penduduk
Indonesia tahun 2020 menunjukkan
dominasi penduduk usia produktif itu
adalah 15 sampai 64 tahun. Ini
menandakan bahwa Indonesia berada dalam
masa bonus demografi ya. Dan pada
periode ini jumlah penduduk Indonesia
usia kerjanya jauh lebih besar
dibandingkan benda dengan penduduk usia
produktif itu 0 sampai 14 tahun dan 65
tahun ke atas. Ya, itu berdasarkan
BPS. Nah, oleh sebab itu bonus demografi
ini akan memberikan peluang besar ya
bagi pertumbuhan ekonomi jika
prasyaratnya diiringi dengan penyediaan
lapangan kerja pendidikan. keterampilan
yang memadai. Nah, oleh sebab itu kalau
kita lihat ee dari data ini maka kita
menggelembung tuh di posisi mana Bapak,
Ibu teman-teman bisa lihat ya posisi
ketika dengan rentang usia ini ya.
Kemudian ee teman-teman sekalian, maka
kita punya tantangan besar nih. Jadi
kita punya SDM yang cukup besar, kita
ada tantangan globalnya sudah disebutkan
di dalam RPJPN gitu ya. ada perkembangan
teknologi, populasi, geoekonomi dan ini
harus kita jawab salah satunya adalah
dengan grand desain managementen ASN ya.
Tujuannya untuk mewujudkan ASN yang
berintegritas ya, adaptif dan kompeten
ya. Kemudian juga perlu pengawasan dan
penerapan sistem merit dalam manajemen
ASN terkait dengan ketersediaan,
kualitas dan manfaatnya. Nah,
pertanyaannya adalah apakah dengan bonus
demografi tadi postur ASN kita sudah
ideal apa belum? Ini pertanyaan ya
dengan bonus. Eh, nah tantangan kita
juga adalah ini ada teman-teman yang
potensi yang press graduate kita ya,
digital talent, digital leader dan
sebagainya ya. Tapi di sisi lain tadi
ada beberapa yang harus kita selesaikan
misalnya terkait dengan tenaga non ASN
dan sebagainya. Jadi kita masih punya
banyak PR. Nah, oleh sebab itu ini harus
kita jawab. Makanya sesuai dengan tema
tadi, ketika kita bicara integritas
maka ASN yang berintegritas itu akan
memperkuat kepercayaan publik kita
ya. Kemudian juga ASN yang adaptif ya
untuk mengakselerasi pencapaian
pembangunan nasional dan kesejahteraan
rakyat. Jadi kita sudah ada
ukuran-ukurannya, indikator
pencapaiannya dan sebagainya. Juga yang
kompeten ya karena apa? tanpa kompetensi
ASN memperkuat penyeleng pelayanan
publik yang efektif.
Jadi artinya kompeten itu kompetensi itu
menjadi penting bagi teman-teman
sekalian. Makanya kita harus standarkan
juga nih kira-kira ee seperti apa sih
kita harus mulai dari awal perencanaan
pengadaannya. Jadi perencanaan pengadaan
itu jadi penting sekali Bapak Ibu
sekalian untuk mendapatkan orang-orang
yang hebat, orang-orang yang
berintegritas, orang-orang yang memang
NKRI, orang-orang memang berjiwa
mengabdi melayani negeri ya, SDMSDM yang
memang memiliki akhlak yang baik ya.
Nah, oleh sebab itu maka ini kita harus
standar. Jadi dari awal kita dari sisi
perencanaan pengadaannya ini betul-betul
sudah kita standarkan ya. Nah, oleh
sebab itu maka
standarisasi jabatannya penting. Maka
ada standarisasi jabatan untuk
pelaksana, ada standarisasi jabatan
untuk fungsional. Pelaksana sudah kita
ubah juga yang 282
2025 ya. Kemudian juga kompetensinya
juga harus standar ya. Kompet. Nah, di
samping itu maka termasuk pengelolaan
kinerja dan sistem karirnya. baru kita
bicara tentang sistem kesejahteraannya,
termasuk kita bobot jabatannya melalui
evaluasi jabatan. Nah, nah oleh sebab
itu kita dorong termasuk juga
kebijakan di tahun 2024 kita juga sudah
mendorong adanya ee penguatan
penyelesaian ASN ASNASN kita termasuk
yang paling penting selain kita
menyelesaikan ee pemenuhan guru dan
tenaga kesehatan juga penyelesaian
tenaga non ASN dan juga merekrut
talenta-talenta baru. Kemarin ada
248.000-an ribuan ya talenta-talenta
baru PR graduate melalui seleksi CPNS
dan tadi ee dari awal kita bicara
tentang ee transformasi digital maka
kita mengurangi sedapat mungkin
rekrutmen jabatan yang terdampak oleh
transformasi digital.
Nah, oleh sebab itu kita juga harus
didukung oleh ASN-ASN itu tadi kita
bicara ASN yang adaptif, maka pola kerja
ASN profesional adalah terkait dengan
fleksibilitas kerja pegawai ASN. Jadi,
ee pengaturan tentang fleksibilitas ini
juga sudah diatur ya terkait dengan
disiplin. Ada di PMEN 94, di PP94 ya,
ada di Perpres 21 ya. Kemudian juga ada
Permen 4 tahun 2025. Nah, oleh sebab itu
apa tujuannya ini? Ini adalah tidak lain
justru untuk meningkatkan kinerja
organisasi, kinerja individu dan
kualitas hidup pegawai ASN ya melalui
penerapan penilaiban kinerja yang lebih
terukur dengan mengoptimalkan
pemanfaatan teknologi informasi. Ya,
salah satunya tadi dengan sistem
pemerintahan berbasis elektronik. Yang
kedua adalah mendukung kehidupan pegawai
ASN yang menciptakan
mereka itu fokus bekerja yang lebih
optimal, mendorong produktivitas dan
efisiensi kerja dengan tetap
memperhatikan keseimbangan mental dan
fisik.
Yang ketiga adalah upaya pemerintah
dalam mewujudkan lingkungan kerja yang
inklusif, responsif bagi kelompok rentan
dan perspektif gender. Nah, oleh sebab
itu ee juga dengan fleksibilitas kerja
itu ada beberapa jenisnya. Misalnya
fleksibilitas kerja secara lokasi yang
memungkinkan ASN menjalankan dari
kantor,
rumah, tempat tinggal, alokasi lain
ditetapkan oleh PPK masing-masing atau
pembinalisinya. Kemudian yang kedua
adalah fleksibilitas
ee kerja secara waktu di mana pengaturan
waktu bekerja untuk mencapai target
kinerja dan jumlah jam kerja sesuai
peraturannya, regulasinya ya. Ini dalam
bentuk kerja sip, waktu kerja yang lebih
fleksibel ya, lebih dinamis dan
sebagainya. Makanya ee teman-teman
sekalian ee Sobat ASN ketika kita bicara
fleksibilitas maka sebetulnya
prinsip-prinsipnya juga sudah jelas. Ini
bukan hak tapi kebijakan organisasi.
Jadi harus ada pertimbangan-pertimbangan
matang. Jadi jangan sampai mengganggu
pelayanan publik. Justru bisa memperkuat
pelayanan publik ya. Kemudian juga
karakteristiknya disesuaikan ya dengan
kebutuhan instansinya. Kemudian juga
menjaga tanggung jawab dan
akuntabilitasnya. Jadi mengedepankan
tanggung jawab, akuntabilitas dan
optimalisasi penggunaan ee teknologi
informasi termasuk juga ee etika dan
peraturan perundang-undangan.
Nah, oleh sebab itu disebutkan
fleksibilitas ini tidak berarti
kelonggaran disiplin pegawai atau
tentang di mana dan kapan ASN besar,
tapi tentang apa yang dihasilkan. Jadi
tetap ujungnya kita bicara tentang
kinerja untuk negara dan masyarakat.
Oleh sebab itu, setiap instansi memiliki
wenangan silakan gitu ya. Jadi ini
sifatnya ee opsional sebagaimana diatur
di dalam ee Permenta.
Nah, oleh sebab itu, Teman-teman
sekalian, maka kalau kita sudah
melakukan ruang seperti itu, maka tata
kelola itu kita ee harus wujudkan salah
satunya melalui sistem merit kita. Jadi
kalau kita lihat dari pembelajaran
sistem merit yang lalu, maka kita juga
ingin ngejar tadi di misalnya Indonesia
di peringkat keempat ASEAN dan
sebagainya, kemudian juga ee Indonesia
berada di ee ee peringkat keempat secara
global dari 28 negara untuk survei trust
indeksnya di 2004 dan sebagainya ya.
Nah, ini peran ASN akhirnya ya sistem
merit kita. maka perlu peningkatan
kualitas tata kelola ASN kita dari
target-target yang harus kita wujudkan.
Nah, sekarang kita sedang membangun
sistem merit ini. Jadi harapannya Bapak,
Ibu, teman-teman sekalian penilaian itu
tidak hanya terkait dengan maturitas
penyelenggaraan 12 atau del aspek
sekarang yang sedang kita diskusikan,
tapi juga aspek kepuasan aparatur
negaranya ya, termasuk apabila ada
pelanggaran ee sistem meritnya. Nah, itu
nanti menjadi ee bagian penting dari
penilaian penguatan ee sistem merit.
Nah, oleh sebab itu kita juga buatkan
bagaimana nanti model kategorisasi untuk
indeks sistem meritnya supaya pada
prinsipnya kita tidak lagi bahwa sistem
merit itu basisnya itu seolah-olah citra
yang melekat kepada ee instansi, tapi
yang lebih penting adalah perubahan dan
peningkatan perubahan. Jadi
transformasinya itu nanti yang harus
dilakukan ya. Maka akan ada perubahan
nanti sebutan predikatnya supaya orang
itu yang dikejar itu bukan predikatnya
tapi perubahan-perubahan yang dilakukan
oleh instansi pemerintah itu. Maka
dengan demikian maka faktor-faktor kunci
keberhasilan dari ee sistem merit itu
perlu didukung ya perlu didukung oleh
beberapa ee apa namanya? aspek yang bisa
mendukung itu ya. Jadi aspek itu
keberhasilan itu akan terkait juga
dengan kolaborasinya ya. Kemudian juga
pemanfaatannya misalnya OECD untuk
mendukung eh public governance-nya ya,
tata kelola pemerintahannya,
arsitekturnya, operasionalisasinya dan
juga evaluasinya ya. Sehingga indeks
sistem merit dengan dimensi-dimensi yang
ada itu bisa mendorong kepuasan aparatur
sipil negara. maturitasnya, aspek sistem
meritnya jadi lebih baik dan sebagainya.
Nah, oleh sebab itu ee teman-teman
sekalian, maka ketika kita bicara sistem
merit ada tata kelola manajemen ASN yang
baiknya di sini. Nanti akan diwujudkan
penilaiannya dari salah satunya sistem
termasuk indeks profesionalitas aparatur
sipil negaranya. Nah, sisi lain ASN itu
bukan hanya profesional ya, bukan hanya
tadi tata kelolanya baik, tapi juga
harus didukung oleh ASN yang sudah
menerapkan cor valus ASN berakhlak. Nah,
inilah kunci salah satunya kita ingin
mewujudkan ASN yang profesional dan
adaptif ya. sehingga nanti ee
teman-teman sekalian ini akan ee
terlihat bagaimana ASN kita bisa kita
wujudkan ketika nilai-nilai berakhlak
termasuk tata kelola ASN yang basis
sistem meritokasinya itu kita wujudkan
termasuk juga ee manajemen ee
talentanya.
Nah, ini barangkali ee teman-teman
sekalian sekedar sharing dari saya.
Terima kasih Mbak Anisa tadi ya ee
beberapa hal ee yang terkait dengan
bagaimana transformasi birokrasi kita
untuk menyebutkan ASN yang lebih ee
profesional dan adaptif ya. Terima kasih
teman-teman semua, sahabat-sahabat ASN.
Mbak Nisa terima kasih saya kembalikan
ya. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Bapak Abang
Subagia atas materi yang telah
disampaikan. Mohon berkenan Bapak untuk
tetap bergabung bersama dengan kami
karena akan dilanjutkan dengan sesi
tanya jawab. Berkenan Bapak ya?
Ya, saya monitor ya.
Oke. Baik. Jadi untuk sobat TSN untuk
Anda yang bergabung lewat Zoom meeting
silakan menggunakan eh feature raise
hand apabila ingin bertanya secara
langsung. Dan yang bergabung melalui
YouTube channel BBSDM Jatim TV silakan
tuliskan pertanyaan Anda melalui kolom
live chat.
[Musik]
Baik, kita sudah memasuki sesi tanya
jawab di sini bersama dengan Bapak Aba
Subagia, SOS MAP. Silakan untuk sobat SN
yang ingin bertanya, coba kita cek
terlebih dahulu yang di Zoom meeting
apakah ada yang sudah menggunakan fitur
raise hand. Oke. Baik. Ada Ibu Esi.
Benar ya, Ibu Esi ya.
Apakah sudah bergabung di sini Ibu Esi?
Selamat pagi.
Masih belum ya kayaknya ya.
Oke, Teman-teman kru barangkali masih
di-mute.
Selamat pagi, Ibu Es. Selamat pagi.
Oke, Ibu, bagaimana kabarnya hari ini,
Ibu?
Alhamdulillah baik, Mbak.
Alhamdulillah.
Baik, Ibu. Silakan bisa langsung
bertanya ke Bapak Abah Subagia. Monggo.
Asalamualaikum, Pak Subagia.
Saya hari ini mau menanyakan tentang
kemampuan adaptif.
Iya, Mbak.
I saya hari ini mau menanyakan tentang
kemampuan adaptif, Pak.
Iya, monggo, Bu.
I kemampuan adaptif itu kan sudah
menjadi salah satu jati diri dari
aparatur sipir negara, Pak.
Ya, lanjut, Bu. Lanjut,
ya. bagaimana caranya terus menginovasi
ASN untuk terus menjadi adaptif dan di
tengah era globalisasi ini, Pak. Yang
mana kita semakin semakin hari itu
semakin digitalisasi termasuk salah
satunya adalah penggunaan AI, Pak.
Iya,
cukup se.
Oke,
makasih. Makasih. Ini dari mana? Nih
dari Kabupaten Pasir, Pak.
Oh, Pasir ya. Tetangganya sana ya,
Kalimantan KR ya. Iya, makasih ya. Jadi
yang pertama Bapak, Ibu, teman-teman
sekalian
ee
kita melihat bahwa ASN kita ini tentunya
pasti sudah berbeda tuntutannya ketika
kita menjadi pegawai negeri sipil dulu
gitu ya.
Jadi khususnya bagi teman-teman ASN yang
senior-senior kita nih, kalau anak-anak
baru mungkin terhadap tuntutan perubahan
itu juga sudah begitu cepat ya, karena
perubahan dunia juga begitu cepat. Nah,
oleh sebab itu ee dari sisi kebijakan
kami betul-betul akan membuka akses
belajar dan pengembangan kompetensi ASN
itu supaya ASN kita apa? cepat
beradaptasi ya, menerima perubahan
inovasi-inovasi itu menjadi penting.
Makanya salah satu penilaian ee kami
nanti sedang apa saat ini sedang
melakukan perubahan tuh Bu terkait
dengan penilaian kinerja ya. Salah
satunya tadi ASN yang memang tadi cepat
beradaptasi kemudian juga dia mampu
melakukan inovasi-inovasi dalam
pelaksanaan tugasnya. Nah, oleh sebab
itu kita itu nanti bekerja bukan hanya
basisnya regulasi saja ya. Karena kalau
kita basisnya regulasi saja kayaknya
kita enggak bisa bergerak, kita enggak
bisa berubah. Regulasi pun nanti harus
bisa cepat menyesuaikan. Tapi ini para
pimpinan itu sebagai basis dari upaya
kita untuk melakukan perubahan. Jadi
kalau nanti ibunya berubah tapi
atasannya juga tidak mampu melakukan
perubahan, kepemimpinannya juga masih
feoda menggunakan pola-pola lama,
kasihan nanti yang di bawahnya. Jadi
contoh teladan juga jadi penting
ditunjukkan. Dan saat ini kita ini bukan
hanya butuh orang-orang yang baik gitu
ya, tapi juga orang-orang yang
berintegritas dan kompetensinya tinggi.
Kalau dulu, bayangkan kalau dulu itu
orang itu yang dihukum itu ibu kalau
lihat kan yang nakal-nakal saja. Jadi
orang yang enggak nakal gitu tapi
kinerjanya rendah kan kayaknya enggak
apa-apa biasa-biasa aja sampai pensiun.
sekarang kan enggak bisa lagi. Nah, oleh
sebab itu penegakan aturan regulasinya
juga itu jadi penting. Makanya kalau
sekarang orang ee misalnya sudah rajin
ibadahnya dan sebagainya tapi ternyata
hubungannya juga baik tapi ternyata
kinerja enggak disampaikan, kena hukuman
juga. Jadi artinya orang yang kena
hukuman disiplin itu nanti bukan hanya
yang nakal saja kan saat tapi juga orang
yang tadi orang tidak berkiner. Nah,
oleh sebab itu tadi harus apa namanya
diajarkan juga oleh para pimpinannya
kenapa pimpinan itu menjadi salah satu
pilar perubahan supaya anak buangnya
cepat beradaptasi, memberikan ruang
belajar, inovasi dan sebagainya. maka
juga harus dimulai oleh para
pimpinannya, harus memberikan ruang dan
juga harus bisa ee mengubah ya budaya
yang memang tadi budaya-budaya lama
menjadi membangun budaya baru. Apalagi
basis kita adalah nanti digital dalam
pelaksanaan tugas. Apalagi nanti kalau
kita misalnya ke IKN ya Bu ya. Wah, itu
juga kan bukan hanya sekedar ngubah
memindahkan orang ya ke IKN itu, tapi
mengubah budaya, mentransformasi
pola kerja baru, lingkungan baru dan
sebagainya. Jadi kalau kita pindah ke
IKN ke tetangganya ibu sana ya kita
mindah orang aja ya juga kita percuma.
Tapi tujuannya itu tadi ada yang lebih
mulia dari itu. Gitu. Gitu Bu. Semangat
Bu. Makasih. Iya,
siap. Terima kasih banyak Pak Subagio
atas penjelasannya. Salam ya teman-teman
di sana ya.
Ya.
Siap.
Apakah suara saya terdengar jelas di
sini?
Empat.
Oke, Bui. Boleh dong diberikan
harapan-harapan apa nih untuk Indonesia
yang akan merayakkan kemerdekaannya
ke-80? berdedikasi dan mengutamakan
harapannya semoga
seluruh ASN semakin sukses
berjaya dan salah satu tadi ee yang
dibahas sama Bapak Subago adalah
pimpinan sebagai agen perubahan. Semoga
itu bisa diterapkan kepada semua
pimpinan yang ada. Terima kasih
dan ASN sejahtera loh.
ASN sejahtera.
Amin.
Terima kasih, Bu.
Terima kasih.
Kasih ya, Bu.
Baik, Bapak. Masih ada satu penanya
lagi. Boleh ya, Pak?
Ya, silakan.
Oke. Baik. Ini ee ada yang sudah rais
hand di sini. Bapak Arthur
bisa oncam kah, Pak Arthur?
Oke, baik
Mbap Artur selamat pagi. Masih di-mute
sepertinya ya.
Boleh di-unmute dulu, Teman-teman kru.
Oke, sebentar masih di-mute.
Bapak Artur
belum? Enggak bisa.
Oh, bisa. Oke. Baik, Pak Artur. Dari
instansi mana, Bapak?
dari K.
Waduh, terputus ini. Ibu
ee sepertinya sinyalnya kurang stabil ya
di situ.
Eh, sudah terdengar Bu.
Oke. Baik, baik baik.
Dari instansi mana Bapak?
Suara saya ee masuk ya? Suara saya masuk
ya, Bu? Ya,
masuk. Masuk. Terdengar
dari Kepulauan.
Kepulauan
dari Kepulauan Seribu.
Iya, benar. Ini sepertinya ee
betul betul Ibu. Betul.
Oke. Baik, baik baik. Oke. Ee Pak Arthur
bisa disampaikan pertanyaannya boleh
sekaligus diketik takutnya nanti ee
sinyalnya agak kurang stabil begitu.
Boleh langsung ditanyakan kepada Bapak
Aba sebagian.
Selamat pagi, Pak Abah. Selamat pagi,
Pak.
Iur. Wah, ini lagi di jalan nih kayaknya
nih.
Iya, Pak. Ini kayaknya, Pak.
Oh, di kantor beliau ini aktif ini.
Silakan, Pak.
Iya. Ini Pak Abah, saya mau mau bertanya
ini Pak Abah tadi mengenai tata kelola
tata kelola manajemen
ya. Iya iya
ya. Ini kan seringkali ee
kami-kami ini ASN berhubungan dengan ee
ASN-ASN lainnya yang tidak dalam satu
lingkup instansi, Pak.
Hm.
Nah, kebetulan kami juga kadang-kadang
ee di daerah itu tidak punya ee apa
namanya? Tidak punya aset seperti itu,
Pak. Tetapi kami harus bisa mengelola
aset-aset yang dimiliki oleh ee instansi
atau pemerintah-pemerintah daerah.
Contohnya Pak Abah
yang ingin saya tanyakan ini dong, Pak
Abah. Saya pengin tahu bagaimana caranya
agar ASN ee bisa mengelola tata kelola
menjadi lebih baik lagi dalam hal lintas
instansi, Pak Abah. Itu aja
pertanyaannya, Pak Abah. Terima kasih.
Sehat selalu, Pak Abah. Ee kiranya Pak
Aba makin sukses ke depan, Pak Abah.
Iatur juga sukses ya.
Terima kasih, Pak.
Makasih, matur.
Oke, makasih. ini mengatur nih apa
sahabat lama ini Bu.
Nah, sahabat di Zoom. Di Zoom. Jadi yang
pertama bahwa kita ini ASN itu tidak
boleh lagi parsial atau sayo-selo ya.
Silo-silo itu enggak boleh lagi. Jadi
kita ini ASN kita itu adalah ASN NKRI.
Jadi mengarter itu tidak tidak harus di
tempat yang sekarang. Jadi boleh ke
instansi-instansi lain juga ya. Karena
kita ingin membangun yang namanya konsep
kita di dalam undang-undang itu konsep
mobilitas talenta. Setiap jabatan ya
karir orang itu boleh diisi oleh dari
ASN mana saja. Tidak boleh lagi ada ego
sektor. Sehingga tata kelola ASN itu
tidak lagi dia diberhenti di satu
instansi.
Karena tata kelola ASN itu tidak
menyebutkan di satu instansi, tapi tata
kelola ASN itu harus dilakukan secara
nasional, ya. Nah, oleh sebab itu
ruang-ruang orang misalnya ee Bang
Arthur mau ke Jawa Timur ya, kemudian oh
ini Jawa Timur milik kami, enggak boleh.
Jawa Timur miliknya orang Jawa Timur
enggak boleh, Menpan miliknya orang
Menpan enggak boleh. Jadi saya mau
mendaftar ke sana pun ee saya boleh
termasuk pola mutasi secara nasional.
Nah, ini mungkin yang harus dibangun ya
sebagai bagian dari ee sistem karirnya.
Nah, tata kelolanya karena kita harus
tata kelola ASN itu harus dari awal ya.
Dari apa? Dari mulai
perencanaan dan pengadaan SDM-nya.
Bagaimana kita bisa merekrut perencanaan
SDM secara tepat ya.
Jadi misalnya daerah Kalimantan dia
potensi alamnya itu apa?
Jangan sampai nanti satu tata kelolanya
itu potensi di Kalimantan di Papua
potensi tambangnya tinggi. Perencanaan
pengadaannya tidak sestrategis kebutuhan
daerahnya.
Nah, itu Bang Arur penting tuh gitu ya.
Ternyata Bang Arthur itu ahlinya di
bidang pertanian. Ternyata di Sumatera
itu potensi pertaniannya tinggi loh. Kok
orangnya ada di Kalimantan? Boleh enggak
dia pindah ke sana? Nah, itu tata kelola
yang baik tuh seperti itu. Maka
disebutlah ASN itu sebagai perekat NKRI
yang kita bisa gunakan di mana saja.
Nah, oleh sebab itu dengan pola kemarin
yang kita gunakan seleksi terbuka di
awalnya sebagai bagian kita melakukan
reformasi di dalam ee pelaksanaan fungsi
tata kelola SDN, semua orang boleh
melamar ke mana saja ya. Nah, yang kedua
di transformasi di dalam Undang-Undang
20 kita sudah mulai bergeser. Gesernya
apa? Yuk, kita bangun talenta-talentanya
gitu ya. Kita bangun talenta-talenta
hebat. Kalau kita sudah ada masuk ke
dalam layanan aparatur negara
di situ ada Smart ASN. Saya bisa lihat
tuh datanya Bang Artur. Bang Arur tuh
orangnya kompeten loh punya ini. Boleh
enggak ya saya ambil? Harusnya boleh.
Nah mekanisme inilah nanti ee kita akan
berikan kemudahan terkait dengan
administrasi kepegawaiannya.
Ya, sekarang penugasan pun begitu. Nah,
sekarang ini kita masih menggunakan pola
penugasan ya. Mungkin nanti kita enggak
perlu penugasan lagi. Kalau kita bicara
NKRI, tinggal posisinya aja di mana.
Tapi memang Bang Arur dan teman-teman
sahabat-sahabat ASN ee semuanya yang
menjadi ee problematika kita saat ini
untuk mobilitas talenta adalah salah
satunya adalah disparitas kesejahteraan.
Jadi orang berpindah itu khawatir
penghasilannya lebih tinggi gitu.
Khawatir penghasilannya lebih rendah.
Kalau saya pindah itu mengatur tuh. Nah,
oleh sebab itu contoh misalnya ada
lowongan
ee sudah ada Pak Tri nih ya, Pak Deputi
Mas Tri ya. E izin Pak ya. Jadi yang
pertama misalnya kaitan dengan
laungan-longan pekerjaan setelah kami
lihat dengan BKN itu ada laungan-longan
pekerjaan yang kosong yang kurang yaitu
peminatnya. Ternyata basisnya salah
satunya Pak Tri itu karena tunjangan
kinerjanya.
Ternyata yang ini tunjangan kinernya
kecil. Jadi peminatnya lebih banyak ke
yang Nah, itu juga kan menjadi faktor
lah ya. Faktor. Makanya kita secara
tegas tadi dalam tata kelola kita orang
yang akan masuk menjadi aparatur sipil
negara ya memang orang yang memiliki
integritas, orang yang memiliki
loyalitas kemudian juga memang
betul-betul ingin melayani negeri ya.
Mengatur sukses ya. Salam teman-teman di
sana ya.
Terima kasih, Pak
aktif.
Salam, Teman-teman, ya.
Makasih, Pak, Pak.
Terima kasih Pak Artur atas
pertanyaannya. Terima kasih juga Bapak
Abah Sebagia sudah menjawab beberapa
pertanyaan dari Sobat ASN dan juga sudah
sharing ilmunya bersama dengan Sobat ASN
semua. Semoga ilmu yang Bapak ee
sampaikan kepada kami semua menjadi
berkah. Sehat selalu Bapak dan silakan
melanjutkan ke schedule berikutnya.
Terima kasih.
Asalamualaikum. Izin Pak lanjut.
Hatur nuhun, Kang Abah. Hatur nuhun.
Sehat selalu ya.
Izin melanjutkan.
Saya tunggu di Pejombongan.
Siap. Siap.
Diate Jono.
Siap. Hatur nuhun.
Abu 11. Iya. Nuhun. Nuhun.
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Terima kasih, Bapak.
Baik. Selamat ASN jangan beranjak ke
mana-mana karena masih akan ada dua
narasumber lagi yang akan berbagi
insight luar biasa dalam webinar ASN
belajar seri 31 tahun 2025.
[Musik]
Baik, Sobat TSN. Materi berikutnya ini
dari narasumber kita yang kedua akan
disampaikan secara langsung oleh Deputi
Bidang Penyelenggaraan Pengembangan
Kapasitas ASN Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia sekaligus
dewan pengurus korpri nasional. Mari
kita sambut bersama narasumber kita yang
kedua, Bapak Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo.
[Musik]
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam.
Selamat siang, Pak Tri.
Selamat siang, Mbak.
Waduh, Pak Tri. Terima kasih banyak
Bapak ya sudah menyempatkan waktunya
untuk hadir di sini. Kesibukannya
belakangan ini apa nih, Pak?
Wah, macam-macam. Terutama ee
penyelenggaraan pelatihan kepemimpinan
tingkat 1, tingkat du sampai untuk eslon
3, 4 dan Latsar seluruh Indonesia.
Wow, luar biasa. dan ee alhamdulillahnya
Pak Tri dapat hadir di sini dan akan
berbagi apa ya, berbagi insight-nya,
berbagi ee ilmunya bersama dengan sobat
ASN yang sudah hadir di ASN belajar seri
31 ini. Oke, Pak Tri untuk menyampaikan
materinya kami berikan waktu 30 menit
kemudian disusul dengan sesi tanya jawab
bersama dengan Sobat ASN.
Baik, kalau begitu sahabat TSN yang
ingin bertanya nanti bisa dituliskan
dulu pertanyaannya. Silakan ditanyakan
secara langsung ketika sesi tanya jawab
dimulai. Dan sekarang mari kita simak
bersama materi yang akan disampaikan
oleh Pak Tri. Silakan.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.Salam
warahmatullah wabarakatuh.
Bapak Ibu ASN seluruh Indonesia yang
saya hormati. senang sekali bisa
menjumpai di dalam acara ASN Belajar
seri ke-31 ini sekaligus sebuah
kehormatan bagi saya untuk bisa ee
menyampaikan pokok-pokok pikiran dan
juga apa mewakili Bapak Ketua Umum Dewan
Pengurus Korpin Nasional Bapak Prof. Dr.
Sudan Arif Fakrullah.
Bapak, Ibu sekalian, saya ee langsung
share materi yang sudah kami siapkan.
Jadi
ee terkait dengan bulan kemerdekaan saat
ini dan ee menghitung hari menghitung
mundur ee puncak peringatan kemerdekaan
Indonesia yang ke 80 tahun, maka
ini menjadi momen yang sangat penting,
sangat krusial bagi kita untuk
memikirkan tentang ASN ke depan seperti
apa. Oleh karena itu, kami menawarkan
judul memperkuat karakter ASN pejuang
untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Nah, kalau kita bicara tentang Indonesia
Emas 2045
dan juga kebutuhan akan karakter ASN
yang berjiwa pejuang pelayan publik,
maka kita lihat dulu seperti apa
Indonesia emas ya, Bapak, Ibu sekalian.
Jadi
di sinilah Indonesia Emas itu yang kita
cita-citakan bersama merupakan
penjabaran dari visi abadi yang tertera
di dalam Alinea 4 Undang-Undang Dasar 45
dan kemudian dijabarkan ke dalam ee lima
visi jangka panjang di RPJP dan juga
diturunkan di dalam Asta Cita atau
delapan misi pembangunan yang dituangkan
di dalam RPJM nasional 2025-2000
ee 29.
Indonesia tentu bukan sesuatu yang pasti
terjadi,
tetapi baru merupakan sesuatu yang
mungkin terjadi.
Karena ini sesuatu yang baru memberikan
probabilitas atau kemungkinan, maka kita
harus memiliki efforts, memiliki usaha,
ikhtiar, dan perjuangan yang terukur.
Begitu. Dengan kata lain ee visi
Indonesia emas itu membutuhkan
prakondisi-prakondisi ya, Bapak, Ibu
sekalian.
Misalnya prakondisi pertama adalah bahwa
pelayanan publik kita ini harus semakin
baik, terutama pelayanan-pelayanan
publik berbasis digital. di era AI ini
rasanya agak aneh kalau kita masih ee
terus mentradisikan pelayanan publik
secara manual meskipun bukan berarti
harus hilang sama sekali tapi paling
tidak opsi-opsi untuk layanan digital
harus semakin canggih, semakin
terintegrasi.
Yang kedua yang selaras dengan
pembicaraan kita pagi hari ini adalah
dari aspek SDM yaitu para ASN dan juga
non ASN.
Jadi ASN saja tidak bisa membangun
bangsa ini, tapi tanpa ASN negeri ini
juga akan sulit untuk berkembang. Oleh
karena itu,
talenta manusia Indonesia baik ASN
maupun non ASN ee harus terus
ditumbuhkan. Tentu konteks kita adalah
ASN ya, Bapak, Ibu sekalian. Nah, apa
yang kemudian ingin kita capai ketika
prakondisi-prakondisi ini bisa kita
lakukan? Pertama tentu ee cita-cita kita
adalah kita akan menjadi negara dengan
kekuatan ekonomi terbesar kelima di
dunia. Bapak, Ibu, ini masih mimpi,
mimpi besar. Tetapi sekali lagi, mimpi
besar itu bukan tidak mungkin kita
wujudkan. Yang kedua, kita keluar dari
eh middle income trap ya eh dengan
mencapai pendapatan per kapita ee 23.000
atau lebih. Ini sebagai syarat kita
sebagai negara ee maju. Kemudian kelas
menengah kita juga kita harapkan bisa
kembali meningkat
setelah sempat ee terpuruk beberapa
waktu ini. Nah, Bapak, Ibu sekalian,
eh cita-cita Indonesia emas itu sangat
relevan, sangat related gitu ya, sangat
relate bahasa anak sekarang dengan
momentum HUD RI ke-80
tahun yang akan kita rayakan 4 hari
lagi. Bagaimana melihat korelasi antara
Indonesia Emas dengan HUD RI ke-80?
Inilah sebenarnya tonggak waktu
perjalanan bangsa. Ee kita berdiri tahun
5 yang ditandai dengan proklamasi
kemerdekaan.
Dan hari ini
tahun 2025 kita sebentar lagi akan
memperingati HUD RI ke-80 tahun. Tidak
terasa Bapak Ibu sekalian, dari tahun 45
ke tahun 2025 ini sudah 80 tahun.
Ternyata untuk menuju Indonesia emas
kita tinggal tersisa waktu 20 tahun
hanya seperempatnya dari perjalanan yang
sudah kita lewati. Bapak, Ibu,
pertanyaannya tentu sangat ee krusial.
Apakah kita sanggup mencapai cita-cita
seperti tadi? Ya, menjadi negara dengan
perekonomian terbesar nomor 5, kemudian
pendapatan per kapita 23.000
US dolar. kemudian ee apa kelas menengah
ee minimal 70% dan seterusnya. Itu
cita-cita yang sangat idealis bahkan
sangat bombastis. Tetapi bukan tidak
mungkin ya Bapak Ibu. Jadi justru dalam
waktu yang singkat yang hanya 20 tahun
itu itu kita akan mencapai cita-cita ee
proklamasi yang ee dituangkan di dalam
ee alinea keempat tadi. Nah, agar kita
bisa memastikan bahwa ee cita-cita itu
tercapai, maka ee momentum ee HUD RI
ke-80 ini jangan kita jadikan hanya
sekedar selebrasi saja, perayaan saja.
Tapi inilah moment of truth ya.
Ini momen yang apabila kita kehilangan
momentum ini, maka kemungkinan besar
kita tidak akan bisa mewujudkan
Indonesia emas itu dan kita hanya akan
menjadi penonton atau sejar atas sejarah
yang sedang berlangsung di negeri kita
ini. Oleh karena itu, Bapak Ibu sekalian
ee ASN Indonesia ini wajib ini ya karena
ini menjadi moment of truth bagi seluruh
ASN di mana seluruh ASN harus siap
menjadi motor penggerak menuju
Indonesia.
Nah, kebetulan sekali Bapak, Ibu
sekalian ada sebuah teori besar yang
diyakini kebenarannya sudah sekian ee
dekade, yaitu teori tentang Pareto
principle ya atau hukum Pareto.
Hukum Pareto ini
me me apa me
mengajarkan kepada kita bahwa yang 20%
itu sebenarnya jauh lebih penting
daripada yang 80%.
Ee ini termasuk dalam konteks
kemerdekaan kita ini. Sisa waktu 20
tahun ini ini yang akan menentukan
pencapaian Indonesia emas. Sementara
yang 80 tahun ini malah belum ee sampai
tahap ini belum bisa menghantarkan kita
pada ee cita-cita Indonesia emas itu.
Jadi jangan m berhitung matematik ya.
Kalau matematik selalu begitu. 80% tahun
saja enggak sanggup, apalagi 20 tahun.
Tidak. 20 tahun inilah ee kualitasnya
yang akan sangat berbeda dengan kualitas
perjalanan yang 80 tahun. Ini yang kita
sebut sebagai moment of truth ya, Bapak,
Ibu sekalian. Nah, Bapak, Ibu sekalian,
sebagai eh ASN yang sedang mendapatkan
moment of truth tadi, maka ASN harus
menyadari
eh posisinya sebagai the guardian of the
state. Selama ini kita mungkin hanya
merasa bahwa pengawal penjaga kedaulatan
negeri kita itu hanya TNI Polri. Tidak.
TNI Polri benar sebagai kekuatan yang
sangat kita andalkan untuk menjaga
integritas bangsa. Tapi jangan dilupakan
yang pilar ketiga ini, Bapak Ibu. Inilah
sesungguhnya ee pilar yang merupakan
soft power. Tidak punya senjata ya,
tetapi mereka punya kebijakan.
Kebijakan itulah senjata yang paling
ampuh
untuk memastikan negara kita sebagai
negara yang maju tadi.
Kalau senjata ini kalau dalam hal
ancaman saja ini akan menjadi senjata
yang ampuh.
tapi dalam keadaan tidak ada ancaman,
keamanan, ee ketertiban, pertahanan dan
seterusnya, maka pilar ketiga ini yang
mestinya akan memainkan peran lebih ee
lebih signifikan lagi. Oleh karena itu,
karena ASN ini adalah the real guardian
of the state, ya, maka pastikan bahwa
setiap ASN ini tidak hanya profesional,
pintar, cakap, kompeten ya, tapi juga
memiliki karakter tangguh seperti
pejuang.
Nah, kalau kita bicara ASN sebagai ee
apa ee para pejuang itu, maka kita bisa
meneladani karakter-karakter
para pejuang bangsa.
Pada masa mudanya mereka ini adalah
sosok-sosok penuh dedikasi, penuh
integritas, dan ee semangat pengorbanan
yang tanpa pamrih yang semuanya itu di
dedikasikan untuk kemajuan bangsanya,
untuk kemerdekaan negerinya.
Ada ee pemuda namanya e Muhammad Yamin,
pemuda Lemena, pemuda kaca sungkana,
pemuda Lend.
dari daerah-daerah yang berjauhan yang
kalau ditarik garis lurus dari misalnya
asalnya Muhammad Yamin di Sawah Lunto ke
tempatnya Yohanes Lemena di Ambon itu
jaraknya 4.000 km sama dengan jarak
Jakarta ke Shanghai
yang pada waktu itu ditempuh dengan
perjalanan
kapal selama berminggu-minggu atau
bahkan berbulan-bulan.
Tetapi kendala itu tidak menyurutkan
sama sekali perjuangan mereka untuk
mencapai cita-cita bersama. Dan mereka
waktu itu ee bukan pegawai negeri karena
memang belum ada negara.
Mereka belum mengenal uang rupiah karena
belum ada Bank Indonesia.
Tetapi meskipun belum ada negeri ini,
belum ada pemerintahan, belum ada
perjalanan dinas dan sebagainya, tapi
mereka sudah rela mengorbankan kekayaan
mereka, aset mereka untuk perjuangan
menegakkan kemerdekaan di Indonesia. Ada
lagi ini, Bapak, Ibu sekalian, Panglima
Sudirman. Beliau masih sangat belia
ketika dilantik menjadi panglima TKR
atau TNI. Usianya baru 29.
dan beliau dilantik menjadi jenderal
penuh bintang 4 itu pada usia 31 tahun.
Tapi yang kita kadang tidak lupa ee
mohon atau maaf tidak ingat atau kita
sering melupakan adalah bahwa meskipun
beliau seorang panglima TKR dengan
pangkat bintang empat,
tapi beliau sesungguhnya berada dalam
kondisi yang tidak baik-baik saja. Pada
waktu itu Jenderal Sudirman sedang sakit
paru-paru parah ya sehingga beliau tidak
bisa bergerak lincah. tidak bisa
beraktivitas fisik secara berlebihan.
Bahkan untuk memimpin pasukan beliau
harus ditandu.
Tapi semangat beliau dalam keadaan sakit
itu dia tidak minta cuti, dia tidak
ingin apa diganti, tapi dia tahu bahwa
dia punya keterampilan, punya kemampuan,
punya visi, punya strategi yang sangat
dibutuhkan oleh TKR pada waktu itu untuk
melawan penjajah Belanda. Nah, maka ee
kawan-kawan sekalian apa yang beliau
lakukan? Beliau melakukan perang Grelia
dalam keadaan ditandu itu sejauh 693
km. Ini ee Jakarta Surabaya ini lebih
ya, Bapak Ibu sekalian. Jadi bayangkan
dalam keadaan ditandu, tidak ada jalan
aspal tapi gunung, lembah, jurang,
Ngare,
hutan dan seterusnya itulah yang dilalui
oleh beliau. ini adalah ee sesuatu
perjuangan yang hanya dimungkinkan
ketika dia memiliki karakter yang sangat
tangguh tadi. Tidak mungkin orang-orang
yang manja, yang lebai ya itu bisa ee
mengarungi perjuangan seperti ini. Dan
itu pula Bapak Ibu yang ingin kita
tunjukkan melalui ee teman-teman ASN
masa kini. Kemudian ada lagi ini Bapak
Ibu sekalian, tokoh-tokoh ini yang lebih
kekinian, Bapak Barlok Barudin Lopa ini
tokoh yang sangat terkenal
integritasnya. Ini juga orang yang
sangat terkenal dengan ee apa ee
integritas juga ya. Nah, ini kisah
tentang Lopa. Suatu ketika pada saat
beliau menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi,
beliau berkunjung ke suatu daerah dan
ketika beliau pulang bertanyalah kepada
ajudannya, apakah ada yang mengisi
bensin? Ada. Siapa yang mengisi? Pak
Jaksa katanya.
Maka Barudin Lopa memaksa ajudannya
untuk kembali ke kantor jaksa yang
mengisi bensin itu. Dan di sana
bayangkan Bapak Ibu, Lopa meminta sang
jaksa menyedot kembali bensin sejumlah
jumlah yang diisikannya.
Jadi dia tidak mengganti uang
ee apa yang nilainya sama, tidak. Tapi
dia kembalikan bensin itu. Kurang lebih
dia mengatakan beginilah, "Saya tidak
ingin ada barang haram di dalam tubuh
saya. Saya juga tidak ingin ada barang
haram di dalam mobil saya." Ini luar
biasa, Bapak, Ibu. Nah, bagaimana dengan
Agus Salim?
Agus Salim pernah menjabat sebagai
menteri luar negeri dan beliau terkenal
dengan ucapannya bahwa ee jalan memimpin
adalah jalan menderita. Ya, ucapannya
yang sangat masyhur ini diugemi ya
dilaksanakan sampai mati benar-benar
dalam dalam arti yang sesungguhnya. Jadi
eh kisah tentang beliau diabadikan di
dalam buku karya Shermerhun yang
berjudul Head Dahbuk Van Shmerhun.
Di dalam buku ini Shermer Merhun
mengatakan seperti ini. Dia menceritakan
tentang Agus Salim. Orang tua itu adalah
orang tua yang sangat pandai dan orang
yang sangat jenius. Ia mampu berbicara
dan menulis secara sempurna sedikitnya
dalam sembilan bahasa. Beliau adalah
seorang poliglot ya, Bapak Ibu. Tetapi
beliau punya kelemahan dan hanya satu
kelemahannya ya. Hanya satu kelemahannya
yaitu ia hidup melarat.
Jadi setelah tidak mendapat jabatan
sebagai menteri, beliau tidak
mendapatkan fasilitas apapun dan tidak
mau menerima fasilitas apapun. tetapi
dia tinggal di rumah kontrakannya dan
rumah itu pun kalau hujan bocor. Jadi
dia konsisten dengan ucapannya ee bahwa
jalan memimpin adalah jalan menderita.
Nah, masih banyak contoh-contoh tentang
ee sosok ee pemimpin-pemimpin tangguh
yang bisa kita pelajari dari sosok-sosok
atau tokoh-tokoh terdahulu. Bapak, Ibu
sekalian, kita lewat saja karena
waktunya. Dan bagaimana dengan pejuang
masa kini? Mereka semua sudah almarhum
ya, tetapi mereka masih memberikan
legasi, memberikan keteladanan yang luar
biasa. Apakah hanya sosok-sosok di masa
lalu yang punya potensi untuk memberikan
legasy itu? Tidak. Tapi Bapak, Ibu, kita
semuanya para ASN juga memiliki peluang
yang sama. Ini sekedar contoh saja Bapak
Ibu sekalian. Ada ASN yang ee berjuang
luar biasa di di luar batas
kemampuannya.
Keterbatasan yang dihadapi tidak
menyurutkan langkahnya untuk mengabdikan
dirinya bagi nusa dan bangsa. Jadi
banyak sekali ibu-ibu bidan ya yang
berjuang
mempertaruhkan nyawanya resikonya tanpa
ada tambahan
gaji, upah, insentif apapun. Tapi itu
dilakukan dengan tulus ikhlas. Ada lagi
ini Ibu guru, Bapak Ibu sekalian,
seorang guru yang mengajar di daerah
yang sangat terpencil, yang sangat sulit
diakses sehingga dia harus menggunakan
motor trail ya.
Dan motor trail ini pun ee motor pribadi
bukan fasilitas dan ee medannya teramat
berat ee apa berbatu kemudian kalau
hujan berlumpur sehingga dia seringki
terjatuh di jalanan itu. Nah,
kasus-kasus seperti ini menunjukkan
bahwa ASN saat ini itu tidak kalah
dengan para pejuang-pejuang masa lalu.
apa yang dikatakan oleh seorang jurnalis
senior di Indonesia.
Beliau beberapa kali menjadi tim yuri
Anugerah ASN ee dan beliau mengatakan
bahwa para ASN, ASN atau PNS inspiratif
itu bisa menepis stigma negatif ASN yang
selama ini dianggap kurang berinovasi
dan berkontribusi nyata. Sosok-sosok ASN
seperti itu
memberi bukti bahwa ASN Indonesia adalah
orang-orang yang berada di barisan
terdepan dalam pengabdian dan
pelayanannya kepada masyarakat. Jadi
sekali lagi yang tadi kami sampaikan
dari tiga pilar eh The Guardian of the
State tadi, ASN itu yang terdepan Bapak,
Ibu di era damai seperti ini ya. Tetapi
kalau di era perang tentu ASN akan
menjadi supporting system, bukan yang
berjuang di medan laga. Nah, Bapak Ibu
sekalian, yang terakhir yang ingin saya
sampaikan adalah apa kontribusi Korpri,
apa peranan Korpri untuk turut
memperkuat em karakter-karakter para ASN
itu? Pertama adalah bahwa Cororpri
memiliki program rutin yaitu Pornas.
Pornas memang
mungkin Bapak Ibu akan melihat ini hanya
event olahraga. Tapi coba lihatlah kalau
bukan Porna Scorpi apa event yang akan
disediakan untuk para ASN dalam
membuktikan ee apa daya juangnya di apa
di apa namanya di berbagai cabang
olahraga itu? kita punya PON ya, kita
punya PORDA,
tapi pada umumnya itu diikuti oleh atlet
ya,
bukan oleh ASN.
Jadi, satu-satunya forum olahraga
tingkat nasional yang mempertemukan
seluruh ASN
itu adalah Pornas.
Dan spirit pornas ini adalah bahwa ASN
harus sehat untuk bisa memberikan
kinerja kepada bangsa secara maksimal.
Bagaimana mungkin ASN ee sakit-sakitan
akan bekerja maksimal. Maka inilah salah
satu program yang terus digelorakan oleh
Korpri untuk membangun ee kebugaran,
membangun stamina, soliditas, sekaligus
juga solidaritas di antara para ASN
karena ASN adalah alat pemersatu bangsa.
Nah, yang kedua adalah Bapak, Ibu ee
Korpri juga secara rutin
menyelenggarakan MTQ Korpri.
Memang ada MTQ Nasional ya, Bapak, Ibu
sekalian. Tapi MTQ Nasional banyak
diikuti oleh qori-kori ee profesional
yang memang bekerjanya atau profesinya
mereka adalah seorang ustaz, seorang
qori dan sebagainya.
Tapi mereka yang menjadi ASN ya, kapan
mereka atau event apa yang bisa
menunjukkan kebolehan mereka di dalam
azan, di dalam ee apa memberikan apa
namanya khotbah dan seterusnya. Nah, di
ajang MTQ Korpri inilah semua aktivitas
ee keagamaan itu diperlombakan untuk
menunjukkan bahwa semangat spiritualitas
di dalam ASN itu tidak boleh padam. Ya.
Jadi, MTQ Corpi dengan segenap apa
namanya em ee event-event di dalamnya
seperti lomba azan, lomba apa namanya ee
ceramah agama dan sebagainya ini adalah
untuk mengokohkan mental spiritual ASN
dalam melayani negeri secara sepenuh
hati. Nah, masih banyak sebenarnya
Bapak, Ibu sekalian yang dilakukan
antara lain juga ee apa dari sisi agama
adalah ee program umrah bareng Korpri
atau Holyland Bareng Korpri. Jadi ee
teman-teman ee penganut ee agama Islam
maupun Kristiani diberi kesempatan untuk
berkunjung ke tanah sucinya
masing-masing dengan fasilitasi dari
korpri. Sekali lagi ini bagian dari
pembinaan mental spiritual. Selain itu
juga ee apa Korpi menyediakan layanan
bantuan hukum Bapak Ibu sekalian dan
perlindungan karir bagi ASN yang
mendapat ee masalah hukum. Dan ini juga
sekali lagi bagian dari upaya Korpri
untuk memastikan setiap anggotanya ee
bisa mengaktualisasikan
ee apa tugas-tugasnya secara optimal
untuk kemajuan bangsa dan negara. Jadi
kalau di apa kalau disimpulkan ee kita
harus berkolaborasi tentu bukan hanya
Korpri saja Bapak Ibu sekalian tapi
semua lembaga Kemenpan, BKN, LAN dan
juga Kementerian Lembaga maupun
pemerintah daerah seluruhnya ee
bagaimana secara bersama-sama kita bisa
mewujudkan sosok ASN yang paripurna ya.
Nah, ASN yang paripurna ini yang kita
butuhkan untuk mengisi kemerdekaan tadi.
ASN yang paripurna sendiri adalah ASN
yang memiliki em karakter kapasitas yang
holistik, komprehensif baik sebagai homo
religius, homo politikus, homo sosius,
maupun homo ekonomikus.
Sebagai homo religius, ASN itu adalah
hamba Tuhan yang mendapatkan amanah.
Tidak ada ASN yang tidak punya jabatan,
maka tidak boleh ada ASN yang tidak
amanah. Dan untuk bisa amanah mereka
harus betul-betul ee kuat dari sisi
religiusnya, menjaga integritasnya dan
terus bersyukur apapun masalah dan
keterbatasan yang dihadapi oleh negeri
ini. sebagai homo politikus, ASN ini
hidup di dalam ee kerangka kenegaraan
dan kebangsaan di mana di sana ada
kebijakan publik yang akan menjadi ee
instrumen kita untuk bisa memperjuangkan
kepentingan-kepentingan publik. Sebagai
homosus, ASN adalah makhluk sosial yang
terpanggil
untuk membantu, melayani, memberikan
manfaat bagi masyarakat. Sekaligus
membangun harmoni, membina hubungan
kerja, sekaligus juga sebagai perekat
kesatuan bangsa. Ya, tidak
membesar-besarkan perbedaan suku, agama,
ras, kepentingan, afiliasi politik dan
seterusnya. tetapi justru mengedepankan
identitas tunggal sebagai ee aparat ee
sipil negara yaitu perekat kesatuan
bangsa. Dan sebagai homo ekonomikus, ASN
juga memiliki kebutuhan dan motivasi
ekonomi. Untuk itu ee setiap ASN
terdorong untuk bekerja efektif,
efisien, produktif, dan berorientasi
hasil. Inilah sosok yang ingin kita
bangun, Bapak, Ibu sekalian. Jadi,
Bapak, Ibu sekalian, itulah relevansi ee
apa peringatan 80 tahun Indonesia
Merdeka dalam rangka mencapai cita-cita
Indonesia emas. Dan untuk itu ASN akan
menjadi simpul ee bagaimana cita-cita
itu bisa kita wujudkan dengan
sebaik-baiknya. Saya saya kira itu
Bapak, Ibu sekalian. Terima kasih atas
perhatiannya. Mohon maaf atas segala
kekurangannya. Semoga bermanfaat dan
saya akhiri asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Pak Tri atas
pemaparan materinya. Mohon berkenan
Bapak untuk tetap bergabung bersama kami
karena di segmen berikutnya adalah sesi
tanya jawab bersama dengan Sobat ASN.
Baik, sahatn yang bergabung di Zoom
meeting apabila ingin bertanya kepada
Pak Tri silakan menggunakan feature hand
yang bergabung melalui YouTube channel
BBSDM Jatim TV silakan tuliskan
pertanyaan Anda melalui kolom live chat.
[Musik]
Oke, baik. Sudah memasuki sesi tanya
jawab ya bersama dengan narasumber kita
yang kedua yaitu Pak Tri. Kita cek dulu
siapa yang sudah menggunakan fiture
raise hand ataupun yang menuliskan
pertanyaannya melalui live chat. Kita
cek di YouTube channel PPSDM Jatim TV.
Oke. Rata-rata menuliskan hadir dan
menyimak.
Oh, ini sudah ada yang chat ya.
Ini orangnya ingin menanyakan secara
langsung atau saya bacakan aja ya
enaknya ya? Dibacakan aja ya. Oke. Baik.
Mohon izin ya. Ee ini dari Bapak Agama
kalau enggak salah. Benar Bapak ya,
Bapak atau Ibu nih? Dari Dishub Perkim,
Kabupaten Bangka Barat.
Pertanyaannya untuk mewujudkan
integritas salah satu benturannya adalah
intervensi. Apalagi ASN yang memberi
layanan perizinan. Seringki ASN merasa
takut saat ingin bicara benar karena
dihadapkan pada orang yang berpengaruh.
Nah, mohon tipsnya dari Pak Tri dan
sejauh mana perlindungan hukum bagi
seorang ASN dan adakah juga peran serta
dari Korpri dalam mendampingi ASN saat
proses hukum? Begitu Pak Tri. Monggo
silakan dijawab.
Ya. Baik terima kasih Pak Dama dari
Bangka Barat. Ee benar, ini isu yang
sangat sering kita hadapi terkait dengan
em apa ketakutan para ASN untuk
melakukan inisiatif atau berkreasi. Jadi
ee kalau tadi disampaikan Pak Gama bahwa
ee sering ada intervensi di perizinan
kemudian takut bicara karena berhadapan
dengan orang-orang yang berpengaruh.
Saran saya atau tips saya adalah satu,
memang kita tidak harus bicara ya ee
kita harus bicara sesuai proporsi kita.
Jadi apa yang ee menjadi temuan kita,
masalah-masalah yang dihadapi tidak
harus kita yang menyampaikan.
Jadi kita sampaikan kepada pihak yang
paling kompeten ya, bisa atasan langsung
kita atau mungkin bisa unit-unit
tertentu apakah itu unit kepegawaian,
unit Inspektorat dan sebagainya. Jadi
ee sekali lagi kita tidak harus banyak
bicara, tapi kalau memang itu adalah
ruang lingkup kita, maka kita harus
berani bicara juga. Nah, ketika kita
yang bicara, saran saya adalah jangan
bicara tanpa data. Maka pastikan setiap
pemikiran, rekomendasi, alternatif ee
solusi yang kita sarankan kepada
pimpinan maupun kepada stakeholder itu
disertai dengan ee evidence sehingga
apapun yang kita lakukan itu akan
berbasis bukti. Ketika sesuatu berbasis
bukti, Bapak, Ibu tidak perlu takut.
Tapi kalau kita bicara tanpa bukti,
tanpa data, maka memang itu justru harus
kita hindari ya. Itu bisa menjurus pada
ee fitnah, pada hoa ya dan sebagainya.
Jadi sekali lagi enggak usah terlalu
takut ee karena
yang kita lakukan adalah sesuatu yang
benar dan itu perlu didukung dengan data
tadi.
Tapi bagaimana kalau kemudian ee kita ee
menghadapi masalah ee karir, masalah
hukum, masalah politisasi dan
seterusnya. Nah, di situlah Korpri hadir
untuk memberikan pendampingan dan
bantuan hukum secara gratis. Ya, Bapak
Ibu memang belum semua pengurus Korpri
di daerah memiliki LKBH,
tapi untuk Korpri pusat sudah ada
LKBH-nya, Bapak Ibu.
Di beberapa daerah juga sudah mulai
banyak yang memiliki ee LKBH. Jadi kalau
Bapak di Bangka Barat misalnya
membutuhkan layanan LKBH, sementara di
Korpi Bangka Barat belum ada, Bapak bisa
menghubungi LKBH mungkin di provinsi
atau juga langsung ke LKBH ee Korpri
pusat. Jadi ee jangan ragu-ragu Bapak
Ibu sekalian. Justru di situlah ee
kehadiran Korpri itu bisa dirasakan oleh
Bapak Ibu sekalian yang membutuhkan ee
jasa Korpri. Terima kasih, Mbak. Saya
kembalikan.
Oke. Baik. Ini masih ada penanya lagi,
Pak, yang menuliskan pertanyaannya di
chat Zoom, Bapak MD Wicaksono.
Jadi, Pak Wicaksono menyampaikan yang
disampaikan tokoh-tokoh yang kita kenal
bersama di beberapa waktu lalu. Rasanya
saat ini juga ada beberapa tokoh yang
mampu menginspirasi bagi masyarakat.
Nah, bagaimana nih tipsnya menjadi orang
yang selalu bermanfaat dan berguna bagi
bangsa dan negara di ulang tahun ke-80
Indonesia?
Monggo. Iya. Tips menjadi orang yang
selalu bermanfaat nih.
Ya, makasih Pak Wicaksono. Ini
pertanyaannya sangat reflektif ya. Ee
luar biasa ini. Ee saya sepakat ya bahwa
ee setiap orang itu bisa menjadi sosok
inspiratif. Ee inspirasi itu tidak hanya
lahir dari orang-orang besar,
orang-orang hebat ya, tidak orang-orang
dengan jabatan tinggi, tidak. Tapi diri
kita pun sebenarnya juga bisa menjadi
inspirasi bagi orang lain. Apa yang saya
contohkan tadi misalnya Ibu Guru
Winarsih ya, seorang guru yang apa
namanya? Rela setiap hari melewati jarak
20 km ee yang apa berlumpur, berbatu
hanya untuk mengabdikan dirinya bisa
mengajar murid-muridnya. Itu sangat
inspiratif. Begitu pula dengan ee apa
tadi ee para bidan-bidan yang mau siang
malam ee membantu persalinan di
daerah-daerah terpencil tanpa ada
tambahan apapun. Bahkan kadang yang
dibantu itu tidak memberikan apapun
Bapak Ibu karena memang mereka pada
umumnya adalah orang miskin. Lantas apa
yang mereka cari? Mereka tidak cari
nama, tidak cari ketenaran,
bahkan mereka tidak cari materi, tapi
mereka mencari keridaan Tuhannya, gitu
ya. Ee mereka mencari binar-binar mata,
kemudian juga wajah-wajah yang bersinar
yang menunjukkan betapa mereka beruntung
ketemu kita. Jadi, itulah sosok-sosok
inspiratif. Nah, kita pun sebenarnya
bisa menjadi sosok inspiratif itu dengan
cara kita. Kalau tadi saya mencontohkan
misalnya em apa Agus Salim rumahnya
bocor, itu bukan berarti saya
menganjurkan Bapak Ibu untuk menjadi
orang miskin dan mengatakan dengan
gagah, "Saya telah meneladani ee Agus
Salim." Tidak, Bapak Ibu.
Cara Agus Salim mungkin bagus buat
beliau, tapi mungkin tidak bagus buat
kita.
Maka carilah cara ee yang sesuai dengan
kemampuan kita, dengan kebutuhan kita
untuk menjadi orang yang bermanfaat.
Contoh misalnya gini, kalau ee kita bisa
secara rutin ya dalam karir saya, saya
tidak pernah terlambat sekalipun masuk
kantor
itu kita sudah menjadi sosok yang
inspiratif.
Kalau kita bisa secara konsisten
misalnya menyelesaikan pekerjaan di hari
yang sama ya,
maka kita sudah menjadi sosok yang
inspiratif, tidak pernah menunda
pekerjaan ya, tidak pernah kita itu
kemudian apa menunda-nunda secara
berlarut ya dan seterusnya. Jadi ee
banyak cara untuk menjadi
pribadi-pribadi yang
mengenali diri sendiri dan bagaimana
kemudian potensi diri kita itu bisa kita
pupuk, kita kembangkan sehingga akan
menjadi ee inspirasi bagi orang lain.
Saya kira itu, Mbak. Terima kasih.
Baik, Pak Tri. Ini sebenarnya masih ada
yang bertanya lagi nih, Pak, di ee
YouTube channel ya, Mbak Rudi sama Bu
Hesti. Mohon maaf karena keterbatasan
waktu juga. Barangkali nanti bisa
ditanyakan ulang atau barangkali
memiliki pertanyaan lagi di sesi tanya
jawab bersama narasumber yang ketiga.
Oke, Pak Tri sebelum kita beranjak ke
segmen berikutnya boleh dong e diberikan
closing statement untuk sobat ASN semua
ya. Bapak Ibu sekalian. Saya ingin ee
apa melakukan refleksi dari hari
kemerdekaan kita dan juga cita-cita kita
ke depan. Sebenarnya kita adalah para
pahlawan itu. Pahlawan itu bukan mereka
yang ada di luar diri kita, tapi
pahlawan itu adalah diri kita. Maka
jangan menunggu datangnya para pahlawan,
jangan menunggu datangnya perubahan.
Tapi kitalah para pahlawan itu, kitalah
perubahan itu. Lakukan dari diri kita.
lakukan dari perubahan yang bisa kita
lakukan dan saat itu insyaallah kita
sudah masuk dalam kategori pahlawan
kesuma bangsa. Makasih
Mbak
Pak Tri boleh minta applaus dong untuk
Pak Tri. Luar biasa
insight-nya ya. Terima kasih sekali lagi
Pak Tri telah menyempatkan waktunya
untuk sharing semua bersama dengan sobat
ASN. Semoga ee keberkahan untuk Patri
dan juga semua sobat ASN yang bergabung
di sini. Sehat selalu, Bapak. Sampai
jumpa di lain waktu. Asalamualaikum.
Waalaikumsalam. Makasih banyak, Mbak.
Saya Izin.
Terima kasih.
Oke, sahabat ASN untuk yang belum sempat
bertanya atau yang sudah bertanya, namun
pertanyaannya belum sempat ditanyakan
ya, belum sempat saya bacakan. Terang
aja, masih ada narasumber kita yang
ketiga dan masih ada sesi tanya jawabnya
lagi. Jadi untuk Anda semua silakan
tetap bersama kami di ASN belajar seri
31 tahun 2025.
[Musik]
Baik, terima kasih sobat ASN yang masih
setia bersama dengan ASN belajar seri 31
tahun 2025. Ini materi terakhir ya di
hari ini dan materi ini akan disampaikan
langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi
Sulawesi Tenggara dan juga beliau adalah
wakil ketua forum sekretaris Daerah
seluruh Indonesia. Mari kita sambut
bersama Bapak Drus Astrun Lio, MHum,
PhD.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat siang, Bapak. Saya
menyapanya Bapak Asuran atau Bapak Loo
nih?
Ya, boleh Bapak Asrun, boleh Bapak Lio.
Dua-dua boleh.
Oke, Pak Asrun bagaimana kabarnya?
Enaknya Mbak Jadi, I
baik. Bagaimana kabarnya, Pak, hari ini
Pak?
Ya, alhamdulillah sehat ini. Maaf ini
kita pakai pramuka karena hari ini ee
hari pramuka ya. Kita baru selesai
upacara peringatan
Hari Pramuka
yang ke64 ya, Pak ya. Ya.
Ya. Saya mau salam mau saapa ini? Salam
pramuka.
Boleh dijawab, diketik boleh ya, Sobat
ASN semuanya ya.
Boleh diketik ya?
Iya boleh dong. Atau raise hand juga
bisa ya. Pokoknya harus turut meramaikan
Hari Pramuka yang ke-64. Di Hari Pramuka
ke-64 nih temanya apa nih Pak? tahun ini
temanya kolaborasi untuk ketahanan
bangsa.
Oh,
luar biasa. Baiklah. Sip. Baru selesai
upacara langsung bergabung di sini
karena Pak Asrun pun juga sudah tidak
sabar ingin berbagi ya pemahamannya
kepada sobat ASN semua yang sudah
bergabung. Jadi, sobat ASN ya yang ingin
bertanya tadi ada beberapa yang sudah
bertanya namun pertanyaannya belum
sempat saya bacakan silakan dituliskan
ulang atau yang bergabung lewat Zoom
meeting boleh menggunakan feature raise
hand dan Pak Asrun untuk penyampaian
materinya kami berikan waktu 30 menit
kemudian akan ada sesi tanya jawab
sendiri setelah Bapak selesai
menyampaikan materi.
Oke. Baik, silakan Pak Asun sampaikan
materinya.
Baik, terima kasih ee Mbak Anisa ya dan
seluruh ee yang tergabung dalam ee layar
ya dan paling utama adalah BPSDM Jawa
Timur yang sudah memfasilitasi ee
kegiatan pada
siang hari ini. Ya, pada prinsipnya ee
kami dari em saya yang mewakili ee
teman-teman dari ee Forsdasi ya, Forum
Sekda Seluruh Indonesia
menyampaikan terima kasih atas ee
BPSDM Jawa Timur yang telah
memfasilitasi ee kegiatan ini sesuai
dengan judul yang diberikan kepada kami
ya terkait dengan ee ee implementasi
reformasi birokrasi di tingkat daerah.
Dan tentu yang akan menjadi ee sampel
dari presentasi saya adalah ee apa yang
saya alami ya di dalam mewujudkan
pelayanan publik yang prima di ee
Provinsi Sulawesi Tenggara.
Mungkin saja best practice yang saya ee
kemukakan dalam ee paparan ini akan
berbeda dengan ee teman-teman yang ada
di daerah lain. Tapi ee pada prinsipnya
ee
reformasi birokrasi di tingkat daerah
itu memang hanya bisa dicapai atau bisa
terlaksana
jika kita bisa memberikan pelayanan
publik yang baik, yang prima kepada ee
masyarakat tentunya ya dari webinar ASN
belajar dari ee ee ASN belajar seri
ketiga. satu dengan mengusung tema
birokrasi untuk negeri dari ASA ke aksi.
Saya akan menyampaikan apa yang menjadi
pengalaman saya dalam ee mengelola ee
reformasi birokrasi di daerah. ya.
Ee saya minta slide berikutnya
ditayangkan ini sekilas saja terkait
dengan em
apa latar belakang saya. saya ee
berasal sebenarnya saya awalnya ee karir
saya itu diawali di ee pendidikan di
pendidikan tinggi ya di ee
di Universitas Haloleo. Dan kemudian
pada tahun 2000 pada tahun ee 2018 ya
saya ee mendapatkan penugasan khusus di
ee di
pemerintahan dan saya waktu itu sebagai
ee kepala dinas ee pendidikan dan
kebudayaan. Lalu kemudian saya mengikuti
ee biding ya, Sekda karena jabatan Sekda
kosong dan akhirnya saya 2022 sampai
sekarang
saya menjabat sebagai sekretaris daerah
Provinsi Sulawesi Tenggara. Ya.
Yang ee kedua tentu ee saya ingin juga
menyampaikan bahwa dalam ee perjalanan
karir saya, saya sudah menempuh beberapa
ee
apa ee pelatihan-pelatihan kepemimpinan
ya, mulai dari ee PIM 3, PIM 2 ya dan
sekarang namanya sudah PKN ya, PKN 2 dan
PKN 1. yang terakhir kemarin saya sudah
ee lewati jenjang-jenjang kepemimpinan,
pelatihan kepemimpinan itu. Ya,
kita kembali ke ee
reformasi birokrasi ya.
Reformasi birokrasi yang kita laksanakan
saat ini itu adalah amanat dari ee
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009
tentang ee pelayanan publik di mana
setiap instansi pemerintah itu wajib
memberikan pelayanan yang cepat, yang
mudah, terjangkau, transparan, dan
terukur untuk bisa memenuhi hak-hak
masyarakat itu.
Ee
rujukan yang lain adalah ee Permen
Permen PAN RB nomor 9 tahun 2023 tentang
evaluasi reformasi birokrasi
yang merupakan pedoman pelaksanaan
evaluasi reformasi birokrasi di instansi
pemerintah termasuk ee pemerintah
daerah.
Dan tujuan dari itu semua adalah
bagaimana kita
mengukur ya suatu kemajuan pelaksanaan
reformasi birokrasi itu dan memastikan
terjadi perbaikan-perbaikan yang
berkelanjutan ya sehingga nanti ee
untuk bisa mengevaluasi tentu ada
indikator-indikator apa yang ee harusnya
dievaluasi ya
dalam hal ini ada
setidaknya delapan area perubahan yang
harus ee dilakukan ee
evaluasi terkait dengan ee reformasi
birokrasi, pelaksanaan reformasi
birokrasi itu ya mulai dari
organisasinya sampai pada ee
tata laksana. Kemudian ee bagaimana
dengan SDM, aparaturnya,
akuntabilitasnya, pengawasannya,
pelayanan publiknya sampai pada ee
peraturan-peraturan
yang ee dirujuk untuk pelaksanaan
reformasi birokrasi itu ya. Yang
muaranya yang atau yang akhir daripada
ee pelaksanaan reformasi birokrasi itu
adalah
berorientasi pada pelayanan publik.
prima ya. Nah, ini ee bisa juga di
dilihat pada ee slide yang ee
tujuan reformasi birokrasi itu untuk
hasilkan menciptakan suatu birokrasi
yang bersih dan akuntabel. birokrasi
yang ee tentu tidak rumit ya, tidak
berbelit-belit ya, birokrasi yang
efektif dan efisien dan birokrasi yang
ee memberikan
[Musik]
pelayanan yang berkualitas ya. Dan juga
untuk bisa mewujudkan birokrasi yang
bersih dan akuntabel tentu harus
berdasarkan ee apa yang menjadi ee
area-area dari ee reformasi birokrasi
itu ya. Ee selanjutnya kita bisa melihat
pada ee
pilar reformasi birokrasi di daerah ya.
mulai dari penataan organisasinya tentu
kita melihat bagaimana suatu organisasi
itu ee
disederhanakan ya, dia tidak gemuk ya,
tetapi dia bisa ee
strukturnya itu semua
pelayanan-pelayanan bisa ee
terlayani dengan baik ya dan memastikan
bahwa unit kerja itu memiliki fungsi
yang jelas dan berorientasi pada hasil.
Ya. Yang kedua terkait dengan penguatan
ee SDM ASN tentu pengembangan kapasitas
ASN ya bisa dilakukan dalam ee
berbagai bentuk ya, bisa melalui
pelatihan, bisa melalui ee
kegiatan-kegiatan
seminar, workshop ya yang ee bisa
menempatkan ee
bisa menguatkan ASN itu sendiri dalam
pengembangan angan kapasitas mereka ya.
Dan yang ketiga ee terkait dengan
bagaimana kita melakukan percepatan
dalam ee pelayanan tentu kita
menggunakan ee
yang kita sebut dengan digitalisasi
layanan publik ya sehingga orang tidak
perlu datang ke kantor ya tetapi bisa
saja memanfaatkan ee SPBE ini atau
sistem pemerintahan yang berbasis
elektronik ini.
untuk mempercepat proses pelayanan. Jadi
di mana saja
ee petugasnya itu bisa memberikan
pelayanan melalui ee sistem pemerintahan
yang berbasis elektronik ini. Jika ada
surat-surat yang perlu dibaca, tidak
perlu lagi harus ke kantor, tetapi cukup
dengan membuka ee sistem ee pelayanan
melakukan ee
eksekusi terhadap ee
apa
pelayanan itu ya. tidak perlu harus
dalam satu ee ruang ya, tapi bisa di ee
mana saja bisa dilakukan.
Yang keempat, penguatan akuntabilitas
ya. Jadi penerapan sistem akuntabilitas
kinerja
ya ee dan laporan kinerja atau biasa
disebut dengan lakib
itu gunanya untuk memastikan apakah
perencanaan, pelaksanaan
penganggarannya itu sudah selaras dengan
target kinerja yang ee terukur atau
belum ya. Nah, sehingga nanti dalam
masing-masing itu ee ada ee nilai-nilai
dari ee masing-masing ee komponen itu
ya. Ada nilai sakibnya, ada nilai ee
lakibnya ya, dan yang terakhir adanya
keterbukaan dan partisipasi publik ya.
Jadi ee ini ee gunanya agar ee bisa ee
ada kontrol ya di masyarakat, ada
kontrol di publik. Tentu ee suatu
pemerintahan tidak boleh dia ee tertutup
ya dalam pelayanannya. dia harus ee
terbuka atau yang harus transparan
begitu ya
untuk meningkatkan akses terhadap
informasi publik melalui ee pejabat
pengelola informasi dan dokumentasi.
Dalam hal ini ee ee kalau di
pemerintah provinsi itu ya PPID utamanya
itu ada di ee Komino ya.
ee masing-masing ee pilar ini itu ada ee
penilaiannya ya, ada kategori-kategori
ee yang kita sebut dengan ee capaian
pemerintah ya atau ada beberapa indeks
yang terukur dari setiap ee pelayanan
itu ya. Saya ambil contoh di Provinsi
Sulawesi Tenggara untuk kita bisa
melihat ee capaian pemerintah Provinsi
Sulawesi Tenggara. Bisa slide berikut.
Slide-nya bisa digeser.
Nah, ini ini tidak berarti bahwa ee ee
yang terbaik ini ya ini bukan yang
terbaik ya dari Sulawesi Tenggara ini
ya. Karena kebetulan nilai seperti ini
ini bukan yang bukan yang terbaik. Hanya
saya mengangkat ee ini saja sebagai ee
contoh untuk kita melihat bagaimana
sistem pemerintahan yang berbasis
elektronik itu em apa-apa saja yang
perlu ditingkatkan agar kita bisa
mencapai tingkat ee kematangan yang
lebih tinggi ya. Ee berarti harus ada em
pembenahan-pembenahan yang kita lakukan.
Kalau indeks SPBE kita baru nilainya
5,97
ini ee kategorinya masih kategori baik
tentu ya. Nah, baik ini artinya bahwa
instansi pemerintah itu sudah
menunjukkan komitmennya untuk
meningkatkan kualitas layanan
ya yang lebih baik. Begitu. Nah,
bagaimana dengan ee
nilai sakit ya atau sistem akuntabilitas
kinerja instansi pemerintah?
Untuk Sultra dia ee mendapat
kategori B. kategori B ini artinya bahwa
instansi pemerintah di Sulawesi Tenggara
ini
itu ya sudah memiliki sistem
perencanaan, penganggaran, dan pelaporan
yang dinilai baik ya sehingga punya ee
scoring 65,71
itu ya.
Yang ketiga, kalau kita lihat indeks
tata kelola pengadaan untuk di Sultra
itu ee nilainya baru ee 2,03
ya. Ya, ini ee artinya bahwa ee
pemerintah telah ee
memiliki sistem pengadaan barang dan
jasa yang efektif ya, yang dinilai
efektif, efisien, dan transparan.
Artinya bahwa ee kita sudah menerapkan
prinsip-prinsip ee good governance itu
ya di dalam proses ee pengadaan ee
barang dan jasa itu ya. Sudah ada ee
transparansi, akuntabilitas dan ada
tentu persaingan yang sehat di dalam ee
pengadaan barang dan jasa ya.
Selanjutnya kita ee sudah em
sudah
sultra sudah 10 kali ya untuk mendapat
ee hasil opini BPK itu sudah 10 kali
kita ee WTP ya. Artinya bahwa em dalam
penilaian opini wajar tanpa kita sudah
ee 10 kali mendapatkan opini wajar tanpa
pengecualian yang artinya bahwa ee
laporan keuangan kita itu sudah disusun
dengan standar-standar akuntansi yang ee
baik ya. Standar-standar akuntansi yang
berlaku tentunya sudah disajikan dengan
benar dan sudah memberikan gambaran yang
wajar mengenai ee posisi ee keuangan
kita ya.
Ee sistem merit juga begitu ya. tadi
sudah banyak dibahas oleh pembicara
sebelumnya. Saya kira ee bagaimana kalau
sistem merit di pemerintahan
kami di Sultra itu ee baru mendapatkan
kategori baik dengan nilai 255.
Artinya bahwa sistem merit yang dinilai
baik ini ee kita sudah menerapkan sistem
merit yang efektif, yang berkualitas dan
ee dalam mengelola ASN ya dengan
indikator-indikator
ee antara lain bahwa
ASN yang dipilih, yang dikembangkan dan
dipromosi itu sudah berdasarkan
kualifikasi dan kompetensi dan ee
kinerja ya.
Terakhir saya kira kalau kita melihat
dari survei kepuasan
ee kita juga ee sudah ee dalam nilai
baik ya dalam ee
survei kepuasan ee masyarakat ya. Nah,
saya kira mungkin dan ee ini ee kita
tentu di dalam melaksanakan sistem
pemerintahan kita itu mengalami
tantangan-tantangan ya. ada
hambatan-hambatan.
Apa yang menjadi tantangan reformasi
birokrasi itu? Yaitu ee bagaimana kita
bisa mengubah
mindset para ee ASN ini ya. Yang tadinya
yang masih bisa slide berikut
kita langsung saja pada ya apa
tantangannya dalam reformasi ee
birokrasi itu ya.
Tantangan yang pertama itu bagaimana
kita merubah
merubah ee mindset sebagai ASN yang
masih terkesan ee lambat. Ya, tentu kita
di sana harus ee menerapkan suatu sistem
yang bisa ee meyakinkan mereka bahwa
kita sudah berada pada era-era yang di
mana ee sudah harus mindset lama itu
ditinggalkan ya. Nah, mindset lama itu
misalnya begini, masih ada aparat kita
yang kalau melayani publik itu
berprinsip, "Ah, kalau bisa lama kenapa
harus dipercepat ya? Kalau bisa sulit
mengapa harus dipermudah?" Nah, ini ini
masih ada saja terjadi ya di ee
pelayanan-pelayanan pemerintahan itu ya.
Yang kedua, kita menghadapi ee tantangan
yang terkait dengan masih ada ee
kesenjangan ya kompetensi dan literasi
digital dari ASN kita karena mereka
proses rekrutmennya itu yang
berbeda-beda ya. Tapi alhamdulillah
sejak em beberapa tahun terakhir ini
dengan sistem rekrutmen ee ASN yang
sudah semakin baik ya dengan benar-benar
ee menjaring mereka-mereka yang memiliki
ee kompetensi dan literasi yang baik ya
sehingga mereka-mereka itulah yang ee
ee lolos ya di dalam pengangkatan atau
rekrutmen ASN itu ya. Ee selanjutnya
juga kita punya keterbatasan
pada ee infrastruktur teknologi di
daerah ya. Masih banyak ada
tempat-tempat di
Sultra ini ya, di Sulawesi Tenggara ini
yang ee masih ee blank spot ya. Tentu
ini kita harapkan nanti dengan
ee
percepatan percepatan ee digiti kita
harapkan tidak ada lagi daerah yang ee
ee apa namanya ee blank spot itu ya.
dan juga ee tantangan kita yang lainnya
adalah terkait dengan koordinasi ee
lintas ee perangkat daerah atau biro ini
yang masih belum optimal ya, karena
masing-masing ya masih ada ego-ego
sektoral itu ya masih ada ee
ee apa namanya? Masih ada keengganan
begitu untuk berkoordinasi dengan ee
perangkat-perangkat daerah yang lainnya
ya. Dan yang terakhir tentu ada
resistensi ya terhadap ee perubahan.
Masih ada kelompok-kelompok
ee ASN ini yang memang masih ee masih
merasa nyaman dengan apa yang ee
dilakukan saat ini ya. Jadi untuk ee
berubah itu agak agak lambat ya.
sehingga ini memang kita perlu ee
kolaborasi
ee lintas sektor ini ya, baik itu ee
pemerintah, swasta, dan perguruan tinggi
untuk bagaimana kita bisa melakukan
percepatan-percepatan itu.
Baik, saya kira saya perlu ee men-close
saja ini ee ee saya menyimpulkan bahwa
pelayanan yang terbaik itu bukanlah yang
paling cepat tetapi yang paling tepat
ya, transparan dan sesuai dengan
kebutuhan masyarakat. Demikian
saya akhiri. Billahi taufik walhidayah.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Pak Asrun atas
materi yang sudah disampaikan
dan sobat ASN untuk Anda yang tadi sudah
memiliki pertanyaan ya. Tadi ada juga
yang sudah bertanya di ee YouTube
channel BPSDM Jatim TV di kolom live
chat-nya namun belum sempat dibacakan
pertanyaannya. boleh dituliskan ulang
karena ee kalau kolom live chat diroll
terlalu atas ternyata sudah tidak
terbaca lagi pertanyaannya. Dan untuk
Anda yang bergabung di Zoom meeting,
silakan menggunakan fitur rais hand
untuk bisa bertanya kepada Bapak Asrun.
Mohon berkenan Bapak ya tetap bergabung
bersama kami karena di segmen berikutnya
adalah sesi tanya jawab bersama dengan
Sobat ASN. Enggak apa-apa Bapak ya?
Oke,
boleh, boleh ya. Boleh ya.
Oke. Baik, silakan untuk Anda sobat ASN
gunakan fitur rais hand dan juga
tuliskan pertanyaannya di kolom live
chat.
[Musik]
Baik, memasuki sesi tanya jawab yang
terakhir ini ya bersama dengan
narasumber kita yang ketiga yaitu Bapak
Asrun. Coba kita cek dulu siapa yang
sudah bergabung di sini. Apakah ada yang
menggunakan fiture raise hand? Ada yang
ingin bertanya secara langsungkah?
Dicek terlebih dahulu.
Oke, rata-rata menuliskan pertanyaannya
ya.
Baik, ini ada yang sudah bertanya, ada
Bapak Abdika.
Ee beliau bertanya, "Bagaimana aparatur
sipil negara dapat menjadi agen
perubahan yang efektif dalam mewujudkan
pelayanan yang tepat, transparan, dan
sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta
apa strategi dan kompetensi yang
diperlukan untuk meningkatkan pelayanan
publik berkualitas dalam birokrasi
pemerintahan di daerah. Mohon
pencerahannya, Bapak." Begitu.
Monggo silakan Pak Asrun bisa langsung
dijawab.
Halo
ya. Em
oke ya. Jadi yang terkait dengan ee ASN
bisa menjadi ee agen ya pembaharuan bagi
ee setiap pelayanan masyarakat. Ee tentu
em ya ada beberapa ee hal yang perlu
kita ee lihat ya secara bersama-sama ya.
Yang pertama itu em
pelayanan yang kita berikan itu harus
berorientasi pada kepentingan publik.
Ya, artinya
menempatkan kebutuhan masyarakat itu di
atas kepentingan ee pribadi atau
kelompok ya. Kemudian kita harus
memahami bahwa ee pelayanan publik itu
bukan ee sekedar
apa namanya? bukan hanya sekedar tugas
administrasi saja, tetapi itu adalah ee
tanggung jawab moral ya di situ ya. Di
samping ada tanggung jawab sosial
tentunya ya.
Ya, yang ke
yang berikutnya bahwa supaya ee
pelayanan itu bisa
baik dan berkelanjutan tentu harus
dibangun suatu ee budaya ya, budaya
kerja yang ee yang fleksibel ya, yang
adaptif tentunya ya. ee seorang ASN
harus berani ee meninggalkan cara-cara
yang lama tadi, cara-cara yang
memberikan pelayanan yang lambat ya dan
cenderung untuk ee berbelit-belit ya,
tidak straight to the point begitu kalau
memberikan pelayanan. Nah, itu
mindset-mindset yang harus segera kita
ubah di dalam ee memberikan pelayanan
publik itu.
Dan yang terpenting adalah kita
mendorong ee kolaborasi ee lintas
instansi itu agar pelayanan tidak ee
tidak terfermentasi begitu ya. Dan ee
yang berikut juga ee kita harus bisa
menjadi ee teladan ya bagi yang lain ya.
artinya ya seorang ee pemimpin ya atau
orang yang dipimpin ya itu pasti akan ee
melihat contoh pemimpinnya ya. ya, kita
harus berani menolak ee
apa namanya pungutan-pungutan liar ya
dan praktik-praktik yang tidak etis
dalam sekecil apapun ya itu ee
praktik-praktik yang ee melanggar etika
norma-norma pelayanan itu kita harus
hindari ya
dan yang terpenting
kita harus bisa mendengar orang lain ya.
kita harus bisa ee
apa kalau ada orang pengunjuk rasa ya
mungkin karena ada yang tersumbat untuk
dia tidak punya channel untuk
mengungkapkan aspirasi ya kita terima
aspirasi mereka itu ya kita dengarkan
apa yang menjadi ee apa yang disuarakan
oleh mereka ya saya kira itu banyak hal
tapi itu adalah ee sebagian yang
poin-poin yang perlu perlu kita ee
lakukan ya. Terima kasih.
Kasih atas jawabannya Pak Asrun. Masih
ada pertanyaan berikutnya. Ini ada yang
menuliskan pertanyaan di Zoom. Bapak
Toni Suhartati.
Bagaimana kiat-skat terbaik dalam
merubah mindset ASN sebagai agen of
change dalam merubah karakter dan
kinerja ASN yang paripurna yang
pemikiran yang holistik di era milenial
yang penuh tantangan.
Begitu pertanyaannya Bapak. Monggo
silakan.
Iya
ya. Untuk ee merubah mindset ASN itu
kita ee
saya kira kita harus mulai dari ee diri
sendiri ya. Mulai dari ee diri ASN itu
sendiri
ee harus menyadari bahwa ee kita itu
memiliki ee keterbatasan-keterbatasan
ya. Jangan kita menganggap diri kita itu
bisa mengatasi ee segala-galanya ya,
bisa memberikan pelayanan ee secara ee
sendiri ya. Kita harus bisa
merefleksikan itu. Kita harus bisa ee
menyadari ya ee apa yang menjadi ee
kelemahan-kelemahan kita ya. Itu yang
terpenting ya kita hindari sikap ee
bahwa kitalah yang paling tahu, kitalah
yang paling mengerti ya.
Padahal ya kita ini kemampuan kita
terbatas.
Apalagi em ee kalau kita
berada pada lingkaran kepura-puraan itu
artinya kita pura-pura tahu padahal
sebenarnya kita tidak tahu ya. Nah itu
ini orang-orang yang tidak
melihat pada ee diri sendiri ya.
Yang kedua, untuk merubah ee karakter
atau merubah mindset itu kita harus ee
karena ini bukan karakter ini ee memang
ada dua ada dua opini ya. Ada yang
bilang bahwa karakter itu adalah bawaan
ya. Tetapi kalau menurut saya karakter
itu bisa di bisa dibentuk ya bukan saja
bawaan ya mungkinlah ada unsur bawaan
tetapi itu ee persentasenya tidak besar
karena kita berada pada lingkungan yang
yang ee dinamis ya. Nah harus kita latih
ini kita melatih ee melihat ee
keterkaitan
satu aspek dengan aspek yang lain ya.
kita harus ee berpikir holistik ya,
bahwa semua unsur itu harus saling ee
apa ada punya kaitan satu dengan yang
lain ya. Nah, ini baru kita bisa ee
ee apa berubah gitu ya. Nah, yang
selanjutnya untuk bisa merubah ee
mindset itu kita harus perbanyak ee
referensi, harus banyak membaca ya,
memperluas wawasan ya, harus banyak
mendengar, harus banyak menonton ya,
tapi menonton hal-hal yang positif
tentunya untuk memperkaya ee insight
kita, untuk memperkaya pemahaman kita di
bidang yang tentu bidang ee yang kita
geluti ya. Nah, ee selanjutnya lagi em
kita itu harus punya orientasi masa
depan ya. Kita harus ee berpikir ee ke
depan. Jangan berpikir yang pada saat
ini saja. Ah kalau kita pikiran kita itu
pendek maka ah itu kita belum bisa
merubah karakter kita, kita belum bisa
merubah mindset kita. Karena pikiran
kita itu terbatas pada apa yang ada saat
ini. Tapi kita harus berpikir jauh ke
depan ya. Bagaimana ee masa depan ya,
perubahan-perubahan apa yang akan
dihadapi
ke depan ini ya. Jadi berpingkirnya itu
jangka panjang bukan jangka pendek
apalagi
ya e itu ya dan em kita
harus selalu em dalam hidup ini seperti
satu lingkaran ya. Kalau di dalam ee apa
namanya dalam ilmu riset itu namanya ada
riset yang jenisnya namanya action riset
ya.
Excent riset itu
suatu ee riset di mana kita ee dalam
melakukan ee
melaksanakan sesuatu diawali dengan
perencanaan.
Lalu apa yang kita rencanakan itu kita
laksanakan. Lalu setelah kita
melaksanakan tentu ee kita harus ee
mengevaluasi ya apa yang kita laksanakan
itu. Apa tujuan evaluasi itu? Tujuannya
adalah untuk memperbaiki ya melihat apa
yang menjadi masalah pada saat
pelaksanaan itu tadi. Dan ini terus
berputar seperti lingkaran ya. Jadi ee
proses-proses
proses-prosesnya itu mulai dari
perencanaan, pelaksanaan, lalu kita
melakukan monitoring dan evaluasi, lalu
kita memperbaiki
untuk direncanakan pada ee tahap
berikutnya lagi ya. Jadi ini seperti ee
sikluslah begitu dalam kehidupan ini ya.
Saya kira itu yang ee poin-poin yang
penting saya kira harus kita ee pahami
ya.
Oke. Baik, Pak.
Saya kembalikan ke Pak
Pakun satu penanya terakhir boleh ya,
Pak?
Ah, boleh.
Baik.
Di sini ini sudah
hampir sudah ini sudah 30 di sini nih.
Oh, baik. Di sini juga sudah hampir
11.30, Bapak.
Oh ya, kita beda 1 jam ya.
Iya. Satu pertanyaan terakhir boleh ya,
Pak?
Boleh, boleh, boleh.
Oke, ini ada Bapak Rudi. Benar, Bapak
Rudi yang ee bergabung lewat YouTube
channel BPSDM Jatim TV. Beliau bertanya,
"Bagaimanakah cara menciptakan sinergi
di semua lini stakeholder agar mampu
membelikan ee pelayanan yang
profesional?"
Silakan, Pak Asrun. Bisa di singkat.
Oke. Ee ya, baik ya. sinergi itu kan
semangatnya adalah kolaborasi ya, bahwa
bagaimana ee kita ee berkolaborasi
dengan ee pihak-pihak yang lain ya.
Tentu bahwa untuk bisa berkolaborasi itu
berarti kita harus bisa ee menggunakan
ee pola-pola komunikasi yang efektif ya.
Nah, untuk ee bisa bersinergi kita harus
samakan dulu anunya apa ee visinya ya,
tujuannya ya untuk kita bisa
berkolaborasi dengan pihak lain. Nah,
kita harus mengetahui ee apa namanya ee
kita berada pada channel yang sama
begitu ya. Artinya ee kita punya ee visi
dan tujuan yang sama ya. Nah,
ee konsep dari ee
ee sinergi ini kan artinya kita
pemerintah bisa melibatkan swasta, bisa
melibatkan masyarakat, bisa melibatkan
akademisi, ya
bisa melibatkan pihak-pihak yang lain
untuk suatu tujuan yang sama. Nah,
bagaimana kita membangun itu? Ya,
caranya adalah kita memperbaiki ee apa
namanya? komunikasi dengan pihak-pihak
yang lain itu ya. Yang kedua, pasti ee
setiap orang ya atau setiap em
lembaga yang diajak untuk bersinergi itu
pasti punya peran dan tanggung jawab
yang berbeda-beda.
Nah, ini kita harus kita harus ee apa
namanya? memahami kondisi itu. Jangan
kita memaksakan
seseorang atau ee orang yang kita ee
ajak untuk bersinergi itu untuk
memaksakan kehendak kita. Ya, tidak
boleh. Jadi, kita harus tahu dan kita
harus mengerti bahwa ee masing-masing
kita itu punya peran dan tanggung jawab
yang berbeda-beda ya. Nah, bangun
komunikasi yang efektif ya, yang terbuka
ya, supaya masing-masing bisa
berkontribusi sesuai dengan apa yang ee
menjadi ee pokok permasalahannya ya.
Untuk memudahkan kolaborasi itu atau
untuk memudahkan sinergi dengan para
pihak itu
kita menggunakan teknologi
ya yang menunjang untuk keperluan itu
ya. Ini salah satu contoh ini ya, kita
ee membicarakan tentang reformasi
birokrasi ini kan kan kita cukup dengan
melalui memanfaatkan apa Zoom meeting
ini ya. Tidak perlu ee saya harus ke
Surabaya ya, tetapi dengan teknologi
yang ada kita bisa berada pada satu
layar ya, satu layar dan kita
membicarakan tujuan-tujuan bersama kita.
Ah, inilah yang dimaksud dengan
efisiensi dan efektivitas itu ya. Saya
kira ee banyak hal-hal yang lain yang
bagaimana kita bisa bersinergi,
membangun kolaborasi. Yang inti daripada
sinergi itu adalah komunikasi yang baik.
Ya, itu saja saya kira Mbak Anisa yang
baik ya. Terima kasih. Terima kasih
sekali lagi Bapak Asrun sudah menjawab
beberapa pertanyaan dari Sobat ASN
semua. Terima kasih juga Bapak telah
berbagi pemahaman bersama dengan kami
semua. Semoga bisa langsung dipraktikkan
ya oleh seluruh sobat ASN yang bergabung
di ASN belajar seri 31 ini. Terima kasih
banyak sekali lagi Bapak. Sehat selalu,
Pak.
Sampai jumpa di lain waktu.
Baik ya.
Baik. Salam pramuka.
Salam pramuka. Salam. Terima kasih, Pak
Asrun.
Ya, sobat ASN tidak terasa ya kita sudah
sampai di pengujung acara. Saya ucapkan
terima kasih untuk seluruh pihak yang
sudah mendukung webinar ESN belajar seri
31 tahun 2025 ini. Para narasumber
terima kasih sekali lagi untuk deputi
Bidang SDM aparatur Kementerian PAN RB
Bapak Aba Subagia Esos MAP. Terima kasih
untuk Deputi Bidang Penyelenggaraan
Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI dan
Dewan Pengurus Korpri Nasional Bapak Dr.
Tri Widodo Wahyu Utomo. Terima kasih
sekali lagi untuk Sekretaris Daerah
Provinsi Sulawesi Tenggara dan Wakil
Ketua Forses Dasi Bapak Dr. Andes Asrun
Lio, MHum, PhD. Terima kasih juga untuk
seluruh sobat ASN yang sudah bergabung
dan jangan lupa untuk ee mengunduh ya
e-sertifikat. Kami ingatkan sekali lagi,
e-sertifikat harap dicek secara berkala
untuk e dapat diunduh. Dan ASN belajar
seri 31 tahun 2022 ini dipersembahkan
oleh Korpu SDJIS BBSDM Provinsi Jawa
Timur. Saya Is Dewi beserta seluruh kru
ingin undur diri dengan sebuah pantun.
Bilang cakep. Oke. Merah putih berkibar
di langit biru.
Cakep.
di terpah hembusan angin berulang kali
dirgahayu ke-80 Indonesiaku
kobarkan semangat persatuan dalam hati
merdeka
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh
[Musik]
as belajar seri 31 tahun 2025 Mari
saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan
tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak
bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia
siap menysok Indonesia emas.
ASM
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia. Satukan tekad pantang
menyerah.
Jadi ASN getar berkualitas.
ASM belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia. Satukan tekad pantang
menyerah.
Jadi ASN cetar berkualit kita
[Musik]