ASN Belajar Seri 31 | 2025 - Birokrasi Untuk Negeri: Dari Asa Ke Aksi
r0NNPxRZ7p8 • 2025-08-14
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan. Berdampak bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia. Siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia [Musik] tekad pancang menyerah jadi Sor berkualitan [Musik] sama lagi [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] He [Musik] To [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik, melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. hadir di sini untuk mengabdi rencanakan tugas ke bangga negeri berentas itu melainkani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hong di sini tempat dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi tanggaandeng tangga tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan kami melayani bangsa Kami dari sini tugas dengan hati tujuh kata potenti dalam harmoni. Meyal tanpa batasnya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragung. penuh hati tulus membantu sesama di mana kami melayani dengan kami melayani kami melayani Buray [Musik] ada yang baru lagi nih di BPSDM Provinsi Jawa Timur. Ruang bermain anak. Tempat yang satu ini adalah solusi bagi para orang tua yang masih memiliki anak kecil. Kita sebagai orang tua pasti khawatir ya, apalagi kalau ditinggal kerja nih. Wah, kira-kira anak saya aman enggak ya di rumah? Kira-kira anak saya bermain atau belajar dengan baik enggak ya di rumah? Sobat ASN, kalau dikirim diklat di BPSDM Provinsi Jawa Timur sekarang udah enggak perlu khawatir lagi. Karena di BPSDM Provinsi Jawa Timur ruang bermain anaknya lengkap banget fasilitasnya. Mulai ada tempat bermain, tempat tidur untuk mereka bisa istirahat, kemudian buku-buku edukatif, dan ada ruang nursery juga untuk Ibu menyusui. Kamar mandinya pun lengkap. dan bersih. Dan yang enggak ketinggalan penting, Sobat ASN bisa langsung pantau lewat CCTV. Keren banget, kan? Jadi, Mommy and Daddy sekarang enggak perlu khawatir lagi, ya. Mommy and daddy don't worry we are happy. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Seperti patu jalur yang melaju karena kekompakan. BPSDM Jawa Timur memacu semangat belajar dan berinovasi punggawa Jatim Gerbang Baru Nusantara. Bersama kita melaju, bersama kita melayani untuk Jawa Timur yang lebih baik. kuobsamtim terus berkomitmen meningkatkan kompetensi berintegritas inov dan adap siap menghadapi tantangan global bersama BPS inovatif [Tepuk tangan] Merdeka bukan hadiah. Merdeka adalah tanggung jawab. Di BPSDM Provinsi Jawa Timur kami belajar bahwa kemerdekaan sejati lahir dari PSDM yang terus berkembang. Setiap ide yang dibagikan, setiap langkah yang diambil adalah untuk pengabdian untuk negeri. Kami percaya kemerdekaan bukan hanya mengenang masa lalu, tapi menciptakan masa depan. Bersama BPSDM Jatim, kita merdeka, kita berkarya. Tell me something I don't [Musik] Hei, hei, di sini, di sini. Kamu kenapa bingung ini di mana? Hah? Ini di BPSDM. Emang kamu enggak tahu, ya? Iya, beneran enggak tahu? Iya. Ayo ikut aku. Selamat datang di PPSDM Provinsi Jawa Timur. Yuk, kita jelajahi bersama berbagai fasilitas dan bidang kerja yang ada di PPSDN CI. [Musik] Sekarang sudah tahu kan? Yuk, kita sama-sama majukan Indonesia lewat ASN yang unggul. [Musik] 80 tahun Indonesia merdeka. Semangat juang itu terus menyala di setiap langkah kami. BSDM Jawa Timur hadir membentuk ASN yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi. Melalui pelatihan, sertifikasi dan inovasi pembelajaran, kami menyiapkan SDMUL untuk nanti. Bersama BPSDM Jawa Timur, wujudkan ASN hebat. Jawa Timur maju, Indonesia semakin kuat. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] satu Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi sobat ASN di mana pun Anda berada. Baik yang sudah bergabung di Zoom meeting maupun di live YouTube BBSDM Jatim TV. Senang sekali saya Anis Dewi dapat kembali menyapa sobat ASN semua dalam webinar ASN Belajar seri 31 tahun 2025 persembahan Corpu SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Applaus dulu dong untuk semua yang sudah hadir. Wow. Ramai juga ya yang langsung hadir di kelas EBBSDM Jatim e Jatim ini. Dan alhamdulillahnya nih, Sobat SN, hari ini tepat di hari Kamis, 14 Agustus 2025 kita memperingati sebagai hari pramuka yang ke-64. Tadi pagi sudah upacara belum? Anak-anak aku tadi pagi upacara semua. Eh, 3 hari lagi nih kita akan merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 loh. Merdeka. Wah, gitu dong semangat. Jadi memang sobat ASN semua harus bersemangat karena di tahun 2025 ini menjadi tonggak bersejarah bagi bangsa Indonesia yang memasuki usia ke-80 tahun kemerdekaan. Jadi memang perjalanan panjang ini tidak hanya diwarnai oleh perjuangan merebut kemerdekaan, tetapi juga oleh upaya untuk membangun tata kelola pemerintahan yang efektif, bersih, dan juga melayani rakyat. Dalam rentang 8 dekade, birokrasi Indonesia telah mengalami berbagai dinamika mulai dari pembentukan struktur pemerintah, pasca kemerdekaan, modernisasi administrasi negara, hingga transformasi digital dalam pelayanan publik. Nah, sebagai karda terdepan nih penyelenggara negara aparatur sipil negara. Jadi, Sobat ASN semua memegang peranan penting untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Peran ASN bukan hanya untuk menjalankan roda pemerintah, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menggerakkan ee pembangunan dan juga meningkatkan kepercayaan publik. Tantangan birokrasi di era saat ini semakin kompleks meliputi tuntutan kecepatan layanan. Kemudian juga tuntutan transparansi, akuntabilitas, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat. Ayo sobat TSN semarakan kemerdekaan dengan mewujudkan birokrasi yang responsif, inovatif, serta berpihak pada rakyat bersama webinar ASN Belajar seri 31 tahun 2025 dan jadilah bagian dari aksi nyata untuk negeri. [Musik] 25 ini marilah kita dengarkan terlebih dahulu opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SP,MP. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 14 Agustus 2025, ASN belajar telah memasuki seri yang ke-31. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami selalu berkomitmen sekaligus terus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-31 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka menyambut hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80. Sebuah momentum untuk kita menoleh ke belakang mengingat perjalanan panjang yang ditempa oleh sejarah, keringat, air mata dan pengorbanan. momentum untuk kita bercermin menakar sejauh mana amanah kemerdekaan itu telah kita isi dengan kerja nyata dan yang terpenting momentum untuk menatap masa depan dengan langkah yang lebih tegap, visi yang lebih jernih, dan tekad yang lebih kokoh. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN belajar seri ke-31 tahun 2025 ini mengangkat topik 80 tahun Indonesia merdeka, birokrasi negeri dari ASA ke aksi. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sahabat ASN di seluruh tanah air, 80 tahun lalu para pendiri bangsa ini memancang tiang kemerdekaan dengan darah dan air mata serta doa. Mereka tahu bahwa merdeka bukanlah garis akhir, melainkan titik awal untuk membangun sebuah negeri yang berdaulat, adil, dan makmur. Hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia bukan hanya perayaan. Ia adalah cermin sejarah sekaligus panggilan masa depan. Di dalamnya kita diajak mengevaluasi perjalanan kita menimbang apakah asa yang diwariskan para pendiri bangsa telah benar-benar kita wujudkan atau masih tertinggal dalam mimpi-mimpi generasi penerusnya. Sejak proklamasi dikumandangkan, negara ini dibangun di atas cita-cita luhur, mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Di dalam perjalanan itulah birokrasi yang kita sebut sebagai mesin pemerintahan memegang peran vital. Dan di dalam tubuh birokrasi berdiri kita semua aparatur sipil negara, pilar yang menopang pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik. ASN bukan sekedar profesi, ia adalah amanah. ASN bukan hanya pegawai, ia adalah pelayan bangsa. ASN bukan sekedar penggerak administrasi, ia adalah penggagas perubahan, pembawa harapan, sekaligus pegawai masa depan negeri. Sobat SN, perjalanan 80 tahun kemerdekaan adalah perjalanan dari asa ke aksi. Kita mewarisi asa dari para pendiri bangsa, cita-cita luhur tentang Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat. Namun kita juga ditantang untuk mengubahnya menjadi aksi nyata. memberikan pelayanan publik yang prima, memastikan kebijakan berbasis data, menghadirkan inovasi, dan bekerja dengan integritas tanpa cela. Birokrasi hari ini tidak lagi cukup sekedar tertib administrasi. Ia harus lincah beradaptasi, cerdas memanfaatkan teknologi, dan sensitif terhadap aspirasi. Ia harus mampu menjadi jembatan kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat. Sempat AS SN di seluruh tanah air, kita tidak bisa melangkah ke Indonesia Emas 2045 dengan birokrasi yang berjalan di tempat. Kita memerlukan ASN yang memiliki kompetensi unggul, menjunjung tinggi nilai dasar ASN, mempraktikkan integritas tanpa kompromi, dan bekerja dengan semangat melayani bukan dilayani. Itulah sebabnya momentum 80 tahun kemerdekaan ini harus menjadi titik balik dari birokrasi yang sekedar menjalankan rutinitas menjadi birokrasi yang membangun masa depan. dari birokrasi yang reaktif menjadi birokrasi yang proaktif dan solutif. Sejarah mencatat banyak bangsa besar yang tumbuh bukan hanya karena sumber daya alamnya, melainkan karena kekuatan institusi dan kualitas manusianya. Indonesia pun demikian. Kita boleh bangga dengan kekayaan alam yang melimpah di negeri kita. Namun kita harus bangga jika kita memiliki birokrasi yang bersih, profesional, dan inovatif. Mari kita isi usia kemerdekaan ini dengan birokrasi yang berintegritas, kompeten, dan berpihak pada rakyat. Mari kita ubah setiap kebijakan menjadi manfaat, setiap program menjadi solusi, dan setiap pelayanan menjadi pengalaman yang membahagiakan rakyat. 80 tahun Indonesia merdeka adalah bukti bahwa bangsa ini mampu bertahan. Namun 100 tahun yang akan datang ketika Indonesia merdeka ke 100 nanti akan menjadi bukti apakah bangsa ini mampu bersaing dan memimpin. Dan jawabannya ada di tangan kita, para ASN, para pelayanan publik, para penggerak roda pemerintahan. Marilah kita jadikan peringatan ini sebagai panggilan sejarah. panggilan untuk bekerja lebih sungguh-sungguh, berpikir lebih jauh, dan melayani lebih tulus. Karena di setiap tanda tangan kita ada nasib rakyat yang menunggu. Di setiap kebijakan kita ada masa depan bangsa yang dipertaruhkan. Birokrasi untuk negeri dari ASA ke aksi bukanlah sekedar tema, tetapi tekad bersama untuk menjemput masa depan Indonesia yang lebih gemilang. Sahabat ASN di seluruh tanah air. Lalu bagaimana kita sebagai ASN Indonesia memaknai 80 tahun Indonesia merdeka ini dalam aksi nyata? Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kita telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Ibu Rini Widiantini, S.H., MPM. Beliau adalah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang dalam hal ini nanti akan diwakilkan kepada Bapak Aba Subakya, Esos, MAP. Beliau adalah deputi bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Bapak Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo. Beliau adalah Ketua 2 Koordinator Bidang Pengembangan Inovasi dan Pembinaan SDM Dewan Pengurus Korp Nasional. Dan yang ketiga kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Bapak Dr. Andes Astrun Liu, MHum, PhD. Beliau adalah Wakil Ketua Forum Sekretaris Daerah seluruh Indonesia. Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-31 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Dirgahayu Republik Indonesia ke-80. Merdeka. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bapak Dr. Lamianto, SPMP atas opening speech yang sudah disampaikan. ini membuat Sobat ASN menjadi lebih bersemangat lagi ya untuk dapat mengikuti ASN belajar seri 31 tahun 2025 ini dari awal sampai akhir nanti karena akan ada tiga narasumber yang sharing ilmunya bersama dengan kita semua. Namun sebelum kita berlanjut ke sesi berikutnya, kami informasikan bahwa saat ini Sobat ASN sudah bisa melakukan presensi pada halaman semesta Bangkom. Jadi link presensinya ini bisa sobat SN lihat di running atau di kolom chat Zoom. Dan kalau yang bergabung di YouTube channel BBSDM Jatim TV bisa melihat linknya di pin chat ada semua ya. Tapi mungkin karena saat ini traffic presensinya yang sedang tinggi, bagi sobat ASN yang masih belum bisa mengakses presensi nanti bisa dicoba kembali secara berkala sampai dengan pukul 12.00 siang. [Musik] Baik, Sobat ASN, akan ada tiga narasumber luar biasa seperti yang sudah disebutkan oleh Bapak Ramlee tadi ya. Nah, narasumber pertama yang akan sharing ilmunya bersama dengan kita semua adalah Ibu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang dalam hal ini akan diwakilkan oleh Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Mari kita sambut bersama Bapak Abah Subagia Esos MAP. [Musik] Asalamualaikum. Selamat pagi, Bapak. Waalaikumsalam. I, Pak. Semangat, sobat-sobat ASN hebat, apa kabar? Alhamdulillah, Bapak. Apa kabar? Alhamdulillah baik. Alhamdulillahirabbil alamin. Sudah siap ya sharing ilmunya bersama dengan sobat ASN semua? Iya siap. Karena yang mengikuti ASN belajar seri 31 ini Pak. Wah dari ee seluruh Indonesia berkumpul semua di sini dari Zoom Meeting dan juga YouTube channel nih. Pak tepuk tangan dong untuk semuanya yang sudah hadir. Keren. Keren. Iya. Oke. Baik. Jadi, Pak untuk materi yang pertama ini kita memberikan waktu 30 menit untuk penyampaian materinya. Kemudian untuk tanya jawab akan ada sesi tersendiri setelah Bapak menyampaikan materi. Oke, jadi Sobat ASN yang memiliki pertanyaan barangkali bisa ditulis terlebih dahulu dan nanti silakan ditanyakan langsung setelah Bapak Abel Bagia ini sudah selesai menyampaikan materinya. Baik, kalau begitu langsung saja Bapak silakan materinya disampaikan. Oke, baik. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua. Yang kami hormati ee sahabat saya Pak Ramli ya, Pak Ramli mudah-mudahan masih hadir. Pak Kepala BPSDM e para narasumber tadi ada Pak Dr. Triwido, ada Pak Nasrun, PhD ya, juga ee rekan-rekan sekalian. tadi Mbak Nisa disampaikan ya, selamat Hari Pramuka ya dan juga selamat Dirgahayu HUD RI ya. Mudah-mudahan kita rayakan dengan semarak ya. Salah satunya adalah yang dilakukan oleh BPSDM Jatim. Jadi kami cukup apresiasi untuk BPSM Jatim yang secara rutin ee memberikan ruang pengembangan ee kompetensi secara virtual bagi teman-teman sobat-sobat ASN ya. saya beberapa kali juga ee mengikuti dan ini saya kira menjadi hal yang ee cukup penting ee pembelajaran ini karena memang tugas ASN salah satunya adalah dia harus menjadi ee pembelajar. Nah, itu ee barangkali kalau bisa jadi penting. Nah, oleh sebab itu ini bagian dari upaya kita untuk melakukan ee transformasi birokrasi kita. Karena birokrasi itu salah satu mesin penggeraknya itu adalah aparatur sipil negaranya. Jadi kalau aparatur sipil negaranya berkerap ya kinerjanya tinggi ee profesionalismenya terbangun ya kemudian juga dia bisa melakukan berbagai penyesuaian perubahan dan sebagainya secara cepat. Karena kenapa ini perlu dilakukan? karena ee tuntutan dunia yang terus berubah ya, ekonomi, sosial, budaya dan e sebagainya sehingga ASN kita itu memang betul-betul dituntut menjadi seorang pembelajar ya secara terus-menerus dan juga berkinerja. Karena itu yang paling penting dan utamanya adalah Bapak Ibu sekalian tugas kita itu adalah tadi berkinerja dalam rangka membangun pelayanan publik ya pelayanan publik yang harus didahulukan karena tugas utama kita itu adalah Nah kompetensi lain tadi dia sebagai perumus penyusun kebijakan pelaksana kebijakan ya juga sebagai perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Nah, ini ee Bapak, Ibu sekalian dengan momentum peringatan hari ulang tahun Republik Indonesia yang ke-80. Mungkin juga ini menjadi salah satu momentum kita ya untuk membangun ASN-ASN yang hebat guna memberikan pelayanan publik yang ee prima kepada masyarakat. Nah, salah satu program itu adalah bagaimana reformasi birokrasi itu bisa dibangun. Ya, sebagaimana arahan Bapak Presiden ee Prabowo. Jadi, sebagai pelayan publik di birokrasi itu kita harus lebih responsif dan memberikan pelayanan yang seluas-luasnya kepada masyarakat. Ya, negara itu harus hadir. Makanya ada ee apa? Makan bergizi ya. kemudian juga koperasi desa termasuk sekolah rakyat dan program-program unggulan lainnya ya yang menghadirkan negara kepada masyarakat. Nah, ini saya kira juga menjadi cukup penting responsibilitas birokrasi itu agar masyarakat merasakan kehadiran negara ya. termasuk juga hal-hal yang lain terkait dengan percepatan implementasi kebijakan ya kita lakukan simplifikasi penguatan koordinasi antar lembaga pemerintah ya dan lembaga-lembaga lain mungkin ya dalam rangka mendukung ee apa namanya sinergitas koordinasi antar ee kementerian, lembaga juga dalam hal pengentasan kemiskinan, pembangunan ekonomi, dan juga suas sembada pangan dan energi ya. Kemudian juga kita juga didorong untuk melakukan efisiensi, efektivitas alokasi anggaran ya yang digunakan supaya lebih efektif ya Bunda mendukung ee program prioritas Bapak Presiden ya dan juga kita kurangilah kegiatan yang memang tidak berdampak langsung kepada rakyat atau kepada masyarakat dan juga penegakan hukum ya terutama dalam mencegah korupsi di kalangan birokrasi. Jadi pengawasan itu yang memang harus diperkuat agar tidak terjadi penyimpangan dalam alokasi anggaran yang diberikan kepada kementerian, lembaga dan pemerintahan daerah. Sehingga pemberatasan korupsi dan kebocoran anggaran itu betul-betul harus dilakukan ee pencegahan setiap klini. Nah, selanjutnya yang juga tidak kalah pentingnya adalah kaitan dengan pengelolaan ASN ya. Jadi kita harus pastikan bahwa ASN kita profesional, ASN kita memang disiplin, produktivitasnya tinggi dalam rangka melaksanakan tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat. Nah, oleh sebab itu kompetensi menjadi penting ya, termasuk juga tadi aspek integritas, aspek moralitasnya supaya terkait dengan program pemberantasan korupsi itu memang bisa kita wujudkan ya. dan ee pemerintah juga barangkali Bapak Ibu sekalian sekarang sudah gencar melakukan penataan-penataan ya. Kemudian juga layanan-layanan berbasis teknologi ya. pemanfaatan teknologi itu menjadi penting agar ee penyebaran pendidikan akan lebih mudah, akses belajar lebih mudah ya seperti yang dilakukan saat ini, termasuk juga akses terhadap layanan ee dasar ee pemerintah. Nah, oleh sebab itu perlu dilakukan pembedahan terhadap layanan publik agar lebih ee efisien, transparan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Maka dalam rangka reformasi birokrasi itu apa yang dilakukan? Kita melakukan reformasi ee pelayanan publik secara optimal. Nah, dengan demikian maka kita perlu mendukung tuh salah satunya adalah delan programitas ee jangka menengah ya yang tertuang dalam RPJ RPJMN 2025-29 ya. Salah satunya adalah Bapak, Ibu, teman-teman sekalian memperkoh ideologi Pancasila, demokrasi dan hal. Ya, isu ini saya kira menjadi penting ya di tengah-tengah perubahan-perubahan dunia yang begitu cepat ya, lingkungan dan sebagainya ya, lingkungan strategis dan sebagainya. Nah, oleh sebab itu ini jadi penting juga kita harus mendorong dan memantapkan sistem ee pertahanan keamanan negara yang mendorong kemandirian bangsa ya. melalui swah sembada pangan ya. Sekarang ini swah sembada pangan menjadi penting ya dalam jangka mendukupung MBG misalnya ya energi air, ekonomi syariah ya ekonomi digital, ekonomi hijau dan ekonomi biru. Kemudian juga melanjutkan pengembangan infrastruktur untuk menghubungkan dan memperluas lapangan kerja yang lebih berkualitas ya. mendorong juga kewirausahaan mengembangkan industri kreatif, mengembangkan agromaritim industri dan sebagainya ya. Kemudian, nah ini yang paling penting yang terkait dengan tema kita hari ini, kaitan dengan asta cita Pak Presiden dengan Pak Wapres adalah memperkuat pembangunan sumber daya manusia manusia ya, sain, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga ya kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan ya ruangnya juga cukup besar pemuda dan juga penyandang sat lintas. Nah, oleh sebab itu mereka pun diberikan kesempatan yang sama ketika kita melakukan perencanaan dan pengadaan untuk seleksi calon aparatur sipil negara. Termasuk hal lain ee sobat-sobat ASN kita melanjutkan helitisasi sebagaimana asas Pak Presiden membangun dari desa gitu ya. ada makanya ada koperasi desa dan sebagainya yang sekarang diperkuat ya memperkuat reformasi politik hukum, birokrasi, serta memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi, narkoba, judi, dan ee penyelemikan. Nah, di sini harusnya yang menjadi pondasi kuat yaitu salah satunya peran aparatur ee sipil negara dan juga yang tidak kalah pentingnya adalah dari program prioritas asas Pak Presiden adalah memperkuat penyelarasan kehidupan yang harmonis dengan lingkungan alam dan budaya ya, serta peningkatan ee toleransi antar umat beragama untuk mencapai masyarakat yang adil dan karena memang hetereitas kita ya sebagai suatu bangsa yang kaya akan budaya dan agama gitu ya. Dan ini harus betul-betul kita jaga itu yang harusnya menjadi penguat dan itulah menjadi dasar persatuan dan kesatuan negara Republik Indonesia. Nah, oleh sebab itu ee sobat-sobat ASN, teman-teman sekalian, maka transformasi Indonesia untuk mencapai tujuan pembangunan itu menjadi penting. Apalagi tujuan mulia kita adalah di Indonesia Emas 2045 di mana kita ingin menciptakan manusia Indonesia yang unggur ya, yang unggur. Maka ada transformasi sosial terkait dengan apa? kesehatan untuk semua. Makanya ada sekarang cek kesehatan pendidikan berkualitas yang merata, ada sekolah rakyat yang dibangun oleh pemerintah untuk mewujudkan asta cita Pak Presiden, ya. Kemudian juga ee perlindungan sosial yang adaptif. Nah, ini ee teman-teman sekalian, transformasi sosial itu tentunya ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan dasarnya karena ini sebagai bagian dari ee modal manusia dan modal sosial budayanya. Yang kedua adalah terkait dengan transformasi ekonomi ya untuk membawa Indonesia keluar dari middle income tradmentnya. Nah, oleh sebab itu maka ee perkotaan dan pedesaan ee sebagai pusat pertumbuhan ekonominya. Jadi artinya nanti pemerataan pembangunan itu penting dimulai dari pertumbuhan ekonominya. Selanjutnya terkait dengan IPTEK, inovasi, dan juga pertumbuhan produktivitas ekonominya, integrasi ekonomi domestik dan global ya. Jadi daya saing bukan hanya daya saing global, daya saing nasional, tapi juga daya saing domestik saya kira menjadi penting penerapan ekonomi hijau dan juga transformasi digital. Dengan transformasi digital itu layanan-layanan ee didorong untuk memberikan kemudahan dan layanan publik kepada masyarakat yang lebih berkualitas, lebih simpel, dan betul-betul diberikan kemudahan secara optimal. Nah, kemudian yang ketiga ini terkait dengan transformasi tata kelola ya. Transformasi tata kelola untuk apa? Untuk menciptakan layanan publik yang berkualitas dan inklusif serta masyarakat sipil yang partisipatif. Oleh sebab itu layanan publik yang berkualitas dan inklusif untuk semua itu jadi penting sehingga memang tadi ee harus didukung juga oleh kelembagaan dan proses bisnis yang lebih efektif dan adaptif. Jadi kita diberikan kemudahan dipotonglah beberapa proses bisnis. Kalau dari ASN juga untuk kenaikan pangkat, pensiun dan sebagainya. Semua nanti akan dibangun dalam satu ee platform tunggal. regulasi kita juga yang harus lebih adaptif ya tapi tetap taat asas gitu ya karena norma kode etik etikanya juga jadi penting manajemen talenta ini jadi basis untuk pengembangan karir tapi juga harus didukung oleh sistem meritokrasinya jadi manajemen talenta yang kita bangun basisnya juga dasarnya adalah tadi meritokrasi dan integritas termasuk manajemen strategis ee salah satunya terkait dengan sistem pengakuan dan kesejahteraan ASN. Kemudian relasi pemerintah dan masyarakat sipil yang harus dibangun. Kemudian juga ini dibangun dalam tadi transformasi digital ee pemerintah. Nah, ini sebagai landasan transformasi termasuk juga kerangka implementasi ee transformasinya ya yang bisa menjadi penumpang ee untuk transformasi negara yang kita cintai ini. ini memang merupakan mandat amanat dari pelaksanaan Undang-Undang 59 2024 tentang RPJPN tahun 2025-2045. Ya. Ee sahabat-sahabat ASN, Indonesia Emas 2045 itu hanya bisa dicapai dengan apa? Dengan mewujudkan transformasi sosial melalui peningkatan transformasi ekonomi ya yang ditopang oleh transformasi tata kelola. Jadi ketiganya itu tiga transformasi ini memiliki keterkaitan. Nah, tata kelola ini ini menjadi hal yang bisa yang harus kita implementasikan karena ini akan mendukung tadi transformasi sosial dan ee transformasi ekonominya. Nah, arah pembangunan transformasi tata kelola ini terkait dengan regulasi dan tata kelola yang berintegritas dan adaptif. Terkait dengan apa saja? Yang pertama adalah layanan pemerintahnya yang harus ee kita terus tingkatkan ya. Jadi layanan-layanan pemerintah karena ini layanan pemerintah ini adalah wujud kehadiran negara ya di masyarakat. Kedua adalah aspek kelembagaan yang efektif ya kelembagaan yang ee apa adaptif dan sebagainya termasuk proses bisnisnya ya. ada manajemen talenta dan sebagainya. Termasuk yang ee saya sampaikan tadi terkait dengan tujuan kita untuk mencapai Indonesia emas di tahun 2045. Nah, oleh sebab itu ee sobat-sobat ASN, teman-teman sekalian, kerangka grand desain reformasi birokrasi nasional kita di 2025-2045 untuk mewujudkan birokrasi yang kompetitif berkelas ee dunia untuk mendukung Indonesia Emas 2045, ada beberapa misi yang harus dijalankan ya. Meningkatkan kolaborasi birokrasi untuk mewujudkan pembangunan nasional. Jadi artinya langkah-langkah kita untuk melakukan kolaborasi untuk pencapaian tujuan pembangunan set itu penting tidak lagi ada ego sektoral dan sebagainya. Yang kedua adalah meningkatkan kapabilitas birokrasi kita ya untuk mengatasi dan mengantisipasi tantangan global ya. Global megatend itu penting ya. sehingga perlu jawabannya adalah kapabilitas birokrasinya. Yang tiga adalah mewujudkan budaya birokrasi yang ber integritas dan melayani untuk membangun kepercayaan publik. Ya, tadi juga disampaikan oleh Pak Ramli ya, Kepala Badan kaitan dengan bagaimana kita membangun kepercayaan publik. Nah, oleh sebab itu ee tujuan kita untuk membangun pemerintah yang kolaboratif, kapel ya, berinte dan berintegrasi untuk melayani masyarakat itu di setiap aspek kehidupan itu ee untuk mendukung Indonesia yang lebih berdaulat, adil, dan berkelanjutan. ada beberapa indikator nanti yang harus dibangun di situ. Nah, salah satu sasaran barangkali yang terkait dengan tata kelola SDM sesuai dengan tema kita itu adalah ee kaitan dengan sasaran terciptanya aparatur negara yang kompeten berkinerja tinggi berdasarkan sistem merit. Nah, nanti ada capaian-capaian oleh teman-teman pemerintah daerah persentasenya nanti yang harus di wujudkan ya, yang harus diwujan. Jadi, ada tolok ukurnya nanti ada indikatornya ya. misalnya terkait dengan presentasi instansi pemerintah dalam kategori leading dalam konteks sistem merit ya target di 2045 harusnya sudah ee 100% sehingga memang ini akan berdampak kepada pelayanan publik yang ee lebih baik ya, pelayanan publik yang prima. Nah, dengan demikian maka Bapak, Ibu sekalian secara implementasinya maka 17 program prioritas presiden itu ya tadi harus di dukung dan diwujudkan oleh ee aparatur sipil negara. Jadi dia sebagai mesinnya ya, sebagai mesinnya ya. Jadi salah satu yang menjadi konsen Pak Presiden itu adalah mencapai suasada pangan, energi dan air ya. Termasuk juga ee ee program-program lainnya yang memang ini mendorong supaya negara kita itu menjadi negara yang ee kompetitif ya, yang unggul dan berdaya saing tinggi ya. Termasuk juga kesejahteraan-kesejahteraan untuk aparatur sipil negara, kesejahteraan untuk masyarakat seluruh Indonesia. ya itu juga ee menjadi konsen ee pemerintah ya, Pak Presiden juga sangat konsen terhadap kinerja ya, kemudian juga kesejahteraan rakyat yang selalu beliau sampaikan ya termasuk kaitan dengan ee dukungan kita semua untuk mewujudkan ee dan terlaksananya keberlangsungan makan bergizi gratis misalnya ya, penerujan pencetakan lahannya dan sebagainya ya. Jadi artinya termasuk Bapak Ibu sekalian ini ee delan program hasil terbaik cepatnya ya. Nah, oleh sebab itu penataan itu jadi penting. Jadi kalau kita mengacu kepada keselarasan arah sistem merit ya dengan Asta Cita Ketujuh Presiden itu ada terkait dengan penguatan sistem manajemen kinerja dan mengaitkannya dengan sistem penghargaan dan pengakuan. Jadi artinya ketika ada kinerja maka akan dikaitkan dengan sistem penghargaan dan pengakuannya. Jadi orang yang berkinerja tinggi maka dia akan akan dapat apresiasi ya baik secara materiil maupun nonmaterialnya. Nah, ini saya kira jadi penting. Yang kedua adalah terkait dengan penguatan sistem manajemen talenta ya. Nah, sistem manajemen talenta itu ini akan menjadi bagian dari sistem rekrutmen. Jadi, mungkin rekrutmen perencanaan pengadaan itu nanti akan adanya tidak lagi di hulu tapi di hilir. Karena yang kita perkuat itu adalah manajemen talentanya, pengisian-pengisian jabatan baik di pusat maupun di daerah ya. Termasuk juga penempatan pengembangan untuk ee talent pool-nya dan manajemen talenta melalui program mobilitas talenta karena ini nanti yang harus didukung. Nah, selanjutnya yang ketiga adalah ini juga terkait dengan webinar hari ini adalah mempermudah akses belajar bagi ASN. Ya, kita bisa bayangkan ketika setiap BPSDM itu punya program yang spesifik misalnya ya, Jatim spesifiknya apa sehingga kita bisa banyak belajar dari Jatim ya. kemudian Kalimantan, Sumatera dan sebagainya, Papua yang memiliki keunggulan-keunggulan yang memang ya materi kompetensinya itu bisa sharing dengan aparatur sipil negara yang lain, bisa sharing dengan sobat-sobat ASN yang lain. Jadi betul-betul diberikan ee ruang. Nah, termasuk ee teman-teman sobat-sobat ASN adalah kaitan dengan bagaimana upaya kita juga harus melakukan perbaikan sistem pelayanan kepegawaian ya tentunya dalam platform digital manajemen ASN ya. Jadi, Pak Presiden dulu juga sudah mlaunching yang namanya Ina ya. Sehingga memang smart ASN dan sebagainya platform tunggal digital layanan aparatur negara salah satunya itu untuk mendukung layanan kepegawaian kita secara komprehensif. juga ee teman-teman sobat-sobat ASN yang terkait juga dengan kepemimpinan, budaya kerja dan citra institusi pemerintah. Maka ini disebutlah di dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara ya. Jadi kepemimpinan, budaya kerja, berakhlak dan sebagainya. Nah, oleh sebab itu maka ee ketika kita mengacu kepada undang-undangnya ini memang sudah ada keselarasan dengan asta cita Pak Presiden. Pertama yang terkait dengan Undang-Undang 20 2023 tentang Aparatur Sipil Negara. Di sini ada akselerasi, agenda, transformasi, manajemen ASN, mobilitas talenta, sistem merit dan ee sebagainya. Kemudian juga Perpres 122025 ya terkait dengan ee penerapan sistem meritokrasi dalam program prioritas nasional ya agenda pembangunan transformasi dan tata kelola juga Bapak Ibu sekalian di Undang-Undang 59 ini sudah jelas disebutkan adanya upaya peningkatan kualitas ASN yang berbasis merit ya ini menjadi pondamen kuat ya sebagai pondamen awal menuju ASN yang berintegritas dan adaptif tahun 2045 sebagaimana tema kita. Nah, juga dukungan kita terkait dengan ee aksesi di OECD ya. kita mengembangkan model sistem merit dengan memanfaatkan pendekatan OECD ya terkait dengan orientasi pengguna layanan bagi ASN dalam rangka perbaikan tata kelola pemerintah ya termasuk ee Sobat ASN dalam RPPES tentang GDRBN ya di ee 2025245 juga memasukkan sistem merit keberhasilan grand desain reformasi birokrasi nasional. Jadi, betapa besarnya kontribusi ASN ya untuk melakukan itu. Nah, ini harus dilakukan oleh siapa ya? Oleh aparatur sipil negara kita ya yang jumlahnya itu ee sekarang ada 5,2 juta. Belum lagi nanti kalau misalnya ditambah lagi dengan data-data yang baru, ada yang masuk, yang baru, dan sebagainya. Nah, kalau kita lihat dari komposisi saat ini, maka P3K kita ya ee dari data BKN ini sudah ee secara terus-menerus bertahap ada peningkatan ya. Sekarang itu sudah hampir separuhnya gitu dari jumlah pegawai negeri sipil ya. Berarti kalau kemarin termasuk rasionya sudah turun. Kemarin rasi rasio kita itu 1 banding 56 ya. Sekarang rasio kita ee sudah menurun jadi 1 bing 53. Artinya peran dari P3K juga di sini cukup ee signifikan ya, Teman-teman sekalian. Nah, oleh sebab itu dominasi dari jabatan-jabatan ini yang perannya lebih besar salah satunya secara operasional berdasarkan keahlian dan keterampilannya selain jabatan struktural dan pelaksana adalah jabatan-jabatan ee fungsional yang jumlahnya itu 66%. Jadi hampir 70% kontribusi aparatur sipil negara itu kinerjanya itu ada di jabatan-jabatan fungsional. Bapak, Ibu bayangkan kalau 66 itu atau 70% ini kinerjanya itu rendah, berarti apa? Akan berdampak kepada kinerja organisasi ya. Nah, oleh sebab itu para pelaksana itu betul-betul memang harus didukung ee teman-teman sekalian dalam melakukan kinerjanya karena salah satunya di tangan mereka keberhasilan kinerja instansi pemerintah ya. Termasuk juga jabatan pelaksana. Kita juga ingin sudah perbaiki juga jabatan-jabatan pelaksana. Jangan seolah-olah jabatan-jabatan pelaksana ini jadi jabatan-jabatan kedua. Padahal banyak juga yang 1,5 juta ini orang-orang yang ahli di bidangnya ya, cuma kedudukannya di jabatan pelaksana. Jadi jangan sampai ada narasi seolah-olah jabatan pelaksana itu jabatan yang paling rendah bukan. Ini pengelompokan jabatannya ya. Pengelompokan jabatan. Nah, ini barangkali juga jadi penting. Oleh sebab itu, Bapak, Ibu sekalian, teman-teman Sobat ASN, kita harus memberikan ruang yang sebesar-besarnya kepada putra-putri terbaik kita, gitu ya. Nah, makanya kenapa ee Bapak, Ibu sekalian dengan usia kita saat ini sampai 65 tahun gitu ya. Maka kalau kita lihat, kami contohkan misalnya piramida penduduk Indonesia tahun 2020 menunjukkan dominasi penduduk usia produktif itu adalah 15 sampai 64 tahun. Ini menandakan bahwa Indonesia berada dalam masa bonus demografi ya. Dan pada periode ini jumlah penduduk Indonesia usia kerjanya jauh lebih besar dibandingkan benda dengan penduduk usia produktif itu 0 sampai 14 tahun dan 65 tahun ke atas. Ya, itu berdasarkan BPS. Nah, oleh sebab itu bonus demografi ini akan memberikan peluang besar ya bagi pertumbuhan ekonomi jika prasyaratnya diiringi dengan penyediaan lapangan kerja pendidikan. keterampilan yang memadai. Nah, oleh sebab itu kalau kita lihat ee dari data ini maka kita menggelembung tuh di posisi mana Bapak, Ibu teman-teman bisa lihat ya posisi ketika dengan rentang usia ini ya. Kemudian ee teman-teman sekalian, maka kita punya tantangan besar nih. Jadi kita punya SDM yang cukup besar, kita ada tantangan globalnya sudah disebutkan di dalam RPJPN gitu ya. ada perkembangan teknologi, populasi, geoekonomi dan ini harus kita jawab salah satunya adalah dengan grand desain managementen ASN ya. Tujuannya untuk mewujudkan ASN yang berintegritas ya, adaptif dan kompeten ya. Kemudian juga perlu pengawasan dan penerapan sistem merit dalam manajemen ASN terkait dengan ketersediaan, kualitas dan manfaatnya. Nah, pertanyaannya adalah apakah dengan bonus demografi tadi postur ASN kita sudah ideal apa belum? Ini pertanyaan ya dengan bonus. Eh, nah tantangan kita juga adalah ini ada teman-teman yang potensi yang press graduate kita ya, digital talent, digital leader dan sebagainya ya. Tapi di sisi lain tadi ada beberapa yang harus kita selesaikan misalnya terkait dengan tenaga non ASN dan sebagainya. Jadi kita masih punya banyak PR. Nah, oleh sebab itu ini harus kita jawab. Makanya sesuai dengan tema tadi, ketika kita bicara integritas maka ASN yang berintegritas itu akan memperkuat kepercayaan publik kita ya. Kemudian juga ASN yang adaptif ya untuk mengakselerasi pencapaian pembangunan nasional dan kesejahteraan rakyat. Jadi kita sudah ada ukuran-ukurannya, indikator pencapaiannya dan sebagainya. Juga yang kompeten ya karena apa? tanpa kompetensi ASN memperkuat penyeleng pelayanan publik yang efektif. Jadi artinya kompeten itu kompetensi itu menjadi penting bagi teman-teman sekalian. Makanya kita harus standarkan juga nih kira-kira ee seperti apa sih kita harus mulai dari awal perencanaan pengadaannya. Jadi perencanaan pengadaan itu jadi penting sekali Bapak Ibu sekalian untuk mendapatkan orang-orang yang hebat, orang-orang yang berintegritas, orang-orang yang memang NKRI, orang-orang memang berjiwa mengabdi melayani negeri ya, SDMSDM yang memang memiliki akhlak yang baik ya. Nah, oleh sebab itu maka ini kita harus standar. Jadi dari awal kita dari sisi perencanaan pengadaannya ini betul-betul sudah kita standarkan ya. Nah, oleh sebab itu maka standarisasi jabatannya penting. Maka ada standarisasi jabatan untuk pelaksana, ada standarisasi jabatan untuk fungsional. Pelaksana sudah kita ubah juga yang 282 2025 ya. Kemudian juga kompetensinya juga harus standar ya. Kompet. Nah, di samping itu maka termasuk pengelolaan kinerja dan sistem karirnya. baru kita bicara tentang sistem kesejahteraannya, termasuk kita bobot jabatannya melalui evaluasi jabatan. Nah, nah oleh sebab itu kita dorong termasuk juga kebijakan di tahun 2024 kita juga sudah mendorong adanya ee penguatan penyelesaian ASN ASNASN kita termasuk yang paling penting selain kita menyelesaikan ee pemenuhan guru dan tenaga kesehatan juga penyelesaian tenaga non ASN dan juga merekrut talenta-talenta baru. Kemarin ada 248.000-an ribuan ya talenta-talenta baru PR graduate melalui seleksi CPNS dan tadi ee dari awal kita bicara tentang ee transformasi digital maka kita mengurangi sedapat mungkin rekrutmen jabatan yang terdampak oleh transformasi digital. Nah, oleh sebab itu kita juga harus didukung oleh ASN-ASN itu tadi kita bicara ASN yang adaptif, maka pola kerja ASN profesional adalah terkait dengan fleksibilitas kerja pegawai ASN. Jadi, ee pengaturan tentang fleksibilitas ini juga sudah diatur ya terkait dengan disiplin. Ada di PMEN 94, di PP94 ya, ada di Perpres 21 ya. Kemudian juga ada Permen 4 tahun 2025. Nah, oleh sebab itu apa tujuannya ini? Ini adalah tidak lain justru untuk meningkatkan kinerja organisasi, kinerja individu dan kualitas hidup pegawai ASN ya melalui penerapan penilaiban kinerja yang lebih terukur dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi. Ya, salah satunya tadi dengan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Yang kedua adalah mendukung kehidupan pegawai ASN yang menciptakan mereka itu fokus bekerja yang lebih optimal, mendorong produktivitas dan efisiensi kerja dengan tetap memperhatikan keseimbangan mental dan fisik. Yang ketiga adalah upaya pemerintah dalam mewujudkan lingkungan kerja yang inklusif, responsif bagi kelompok rentan dan perspektif gender. Nah, oleh sebab itu ee juga dengan fleksibilitas kerja itu ada beberapa jenisnya. Misalnya fleksibilitas kerja secara lokasi yang memungkinkan ASN menjalankan dari kantor, rumah, tempat tinggal, alokasi lain ditetapkan oleh PPK masing-masing atau pembinalisinya. Kemudian yang kedua adalah fleksibilitas ee kerja secara waktu di mana pengaturan waktu bekerja untuk mencapai target kinerja dan jumlah jam kerja sesuai peraturannya, regulasinya ya. Ini dalam bentuk kerja sip, waktu kerja yang lebih fleksibel ya, lebih dinamis dan sebagainya. Makanya ee teman-teman sekalian ee Sobat ASN ketika kita bicara fleksibilitas maka sebetulnya prinsip-prinsipnya juga sudah jelas. Ini bukan hak tapi kebijakan organisasi. Jadi harus ada pertimbangan-pertimbangan matang. Jadi jangan sampai mengganggu pelayanan publik. Justru bisa memperkuat pelayanan publik ya. Kemudian juga karakteristiknya disesuaikan ya dengan kebutuhan instansinya. Kemudian juga menjaga tanggung jawab dan akuntabilitasnya. Jadi mengedepankan tanggung jawab, akuntabilitas dan optimalisasi penggunaan ee teknologi informasi termasuk juga ee etika dan peraturan perundang-undangan. Nah, oleh sebab itu disebutkan fleksibilitas ini tidak berarti kelonggaran disiplin pegawai atau tentang di mana dan kapan ASN besar, tapi tentang apa yang dihasilkan. Jadi tetap ujungnya kita bicara tentang kinerja untuk negara dan masyarakat. Oleh sebab itu, setiap instansi memiliki wenangan silakan gitu ya. Jadi ini sifatnya ee opsional sebagaimana diatur di dalam ee Permenta. Nah, oleh sebab itu, Teman-teman sekalian, maka kalau kita sudah melakukan ruang seperti itu, maka tata kelola itu kita ee harus wujudkan salah satunya melalui sistem merit kita. Jadi kalau kita lihat dari pembelajaran sistem merit yang lalu, maka kita juga ingin ngejar tadi di misalnya Indonesia di peringkat keempat ASEAN dan sebagainya, kemudian juga ee Indonesia berada di ee ee peringkat keempat secara global dari 28 negara untuk survei trust indeksnya di 2004 dan sebagainya ya. Nah, ini peran ASN akhirnya ya sistem merit kita. maka perlu peningkatan kualitas tata kelola ASN kita dari target-target yang harus kita wujudkan. Nah, sekarang kita sedang membangun sistem merit ini. Jadi harapannya Bapak, Ibu, teman-teman sekalian penilaian itu tidak hanya terkait dengan maturitas penyelenggaraan 12 atau del aspek sekarang yang sedang kita diskusikan, tapi juga aspek kepuasan aparatur negaranya ya, termasuk apabila ada pelanggaran ee sistem meritnya. Nah, itu nanti menjadi ee bagian penting dari penilaian penguatan ee sistem merit. Nah, oleh sebab itu kita juga buatkan bagaimana nanti model kategorisasi untuk indeks sistem meritnya supaya pada prinsipnya kita tidak lagi bahwa sistem merit itu basisnya itu seolah-olah citra yang melekat kepada ee instansi, tapi yang lebih penting adalah perubahan dan peningkatan perubahan. Jadi transformasinya itu nanti yang harus dilakukan ya. Maka akan ada perubahan nanti sebutan predikatnya supaya orang itu yang dikejar itu bukan predikatnya tapi perubahan-perubahan yang dilakukan oleh instansi pemerintah itu. Maka dengan demikian maka faktor-faktor kunci keberhasilan dari ee sistem merit itu perlu didukung ya perlu didukung oleh beberapa ee apa namanya? aspek yang bisa mendukung itu ya. Jadi aspek itu keberhasilan itu akan terkait juga dengan kolaborasinya ya. Kemudian juga pemanfaatannya misalnya OECD untuk mendukung eh public governance-nya ya, tata kelola pemerintahannya, arsitekturnya, operasionalisasinya dan juga evaluasinya ya. Sehingga indeks sistem merit dengan dimensi-dimensi yang ada itu bisa mendorong kepuasan aparatur sipil negara. maturitasnya, aspek sistem meritnya jadi lebih baik dan sebagainya. Nah, oleh sebab itu ee teman-teman sekalian, maka ketika kita bicara sistem merit ada tata kelola manajemen ASN yang baiknya di sini. Nanti akan diwujudkan penilaiannya dari salah satunya sistem termasuk indeks profesionalitas aparatur sipil negaranya. Nah, sisi lain ASN itu bukan hanya profesional ya, bukan hanya tadi tata kelolanya baik, tapi juga harus didukung oleh ASN yang sudah menerapkan cor valus ASN berakhlak. Nah, inilah kunci salah satunya kita ingin mewujudkan ASN yang profesional dan adaptif ya. sehingga nanti ee teman-teman sekalian ini akan ee terlihat bagaimana ASN kita bisa kita wujudkan ketika nilai-nilai berakhlak termasuk tata kelola ASN yang basis sistem meritokasinya itu kita wujudkan termasuk juga ee manajemen ee talentanya. Nah, ini barangkali ee teman-teman sekalian sekedar sharing dari saya. Terima kasih Mbak Anisa tadi ya ee beberapa hal ee yang terkait dengan bagaimana transformasi birokrasi kita untuk menyebutkan ASN yang lebih ee profesional dan adaptif ya. Terima kasih teman-teman semua, sahabat-sahabat ASN. Mbak Nisa terima kasih saya kembalikan ya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bapak Abang Subagia atas materi yang telah disampaikan. Mohon berkenan Bapak untuk tetap bergabung bersama dengan kami karena akan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Berkenan Bapak ya? Ya, saya monitor ya. Oke. Baik. Jadi untuk sobat TSN untuk Anda yang bergabung lewat Zoom meeting silakan menggunakan eh feature raise hand apabila ingin bertanya secara langsung. Dan yang bergabung melalui YouTube channel BBSDM Jatim TV silakan tuliskan pertanyaan Anda melalui kolom live chat. [Musik] Baik, kita sudah memasuki sesi tanya jawab di sini bersama dengan Bapak Aba Subagia, SOS MAP. Silakan untuk sobat SN yang ingin bertanya, coba kita cek terlebih dahulu yang di Zoom meeting apakah ada yang sudah menggunakan fitur raise hand. Oke. Baik. Ada Ibu Esi. Benar ya, Ibu Esi ya. Apakah sudah bergabung di sini Ibu Esi? Selamat pagi. Masih belum ya kayaknya ya. Oke, Teman-teman kru barangkali masih di-mute. Selamat pagi, Ibu Es. Selamat pagi. Oke, Ibu, bagaimana kabarnya hari ini, Ibu? Alhamdulillah baik, Mbak. Alhamdulillah. Baik, Ibu. Silakan bisa langsung bertanya ke Bapak Abah Subagia. Monggo. Asalamualaikum, Pak Subagia. Saya hari ini mau menanyakan tentang kemampuan adaptif. Iya, Mbak. I saya hari ini mau menanyakan tentang kemampuan adaptif, Pak. Iya, monggo, Bu. I kemampuan adaptif itu kan sudah menjadi salah satu jati diri dari aparatur sipir negara, Pak. Ya, lanjut, Bu. Lanjut, ya. bagaimana caranya terus menginovasi ASN untuk terus menjadi adaptif dan di tengah era globalisasi ini, Pak. Yang mana kita semakin semakin hari itu semakin digitalisasi termasuk salah satunya adalah penggunaan AI, Pak. Iya, cukup se. Oke, makasih. Makasih. Ini dari mana? Nih dari Kabupaten Pasir, Pak. Oh, Pasir ya. Tetangganya sana ya, Kalimantan KR ya. Iya, makasih ya. Jadi yang pertama Bapak, Ibu, teman-teman sekalian ee kita melihat bahwa ASN kita ini tentunya pasti sudah berbeda tuntutannya ketika kita menjadi pegawai negeri sipil dulu gitu ya. Jadi khususnya bagi teman-teman ASN yang senior-senior kita nih, kalau anak-anak baru mungkin terhadap tuntutan perubahan itu juga sudah begitu cepat ya, karena perubahan dunia juga begitu cepat. Nah, oleh sebab itu ee dari sisi kebijakan kami betul-betul akan membuka akses belajar dan pengembangan kompetensi ASN itu supaya ASN kita apa? cepat beradaptasi ya, menerima perubahan inovasi-inovasi itu menjadi penting. Makanya salah satu penilaian ee kami nanti sedang apa saat ini sedang melakukan perubahan tuh Bu terkait dengan penilaian kinerja ya. Salah satunya tadi ASN yang memang tadi cepat beradaptasi kemudian juga dia mampu melakukan inovasi-inovasi dalam pelaksanaan tugasnya. Nah, oleh sebab itu kita itu nanti bekerja bukan hanya basisnya regulasi saja ya. Karena kalau kita basisnya regulasi saja kayaknya kita enggak bisa bergerak, kita enggak bisa berubah. Regulasi pun nanti harus bisa cepat menyesuaikan. Tapi ini para pimpinan itu sebagai basis dari upaya kita untuk melakukan perubahan. Jadi kalau nanti ibunya berubah tapi atasannya juga tidak mampu melakukan perubahan, kepemimpinannya juga masih feoda menggunakan pola-pola lama, kasihan nanti yang di bawahnya. Jadi contoh teladan juga jadi penting ditunjukkan. Dan saat ini kita ini bukan hanya butuh orang-orang yang baik gitu ya, tapi juga orang-orang yang berintegritas dan kompetensinya tinggi. Kalau dulu, bayangkan kalau dulu itu orang itu yang dihukum itu ibu kalau lihat kan yang nakal-nakal saja. Jadi orang yang enggak nakal gitu tapi kinerjanya rendah kan kayaknya enggak apa-apa biasa-biasa aja sampai pensiun. sekarang kan enggak bisa lagi. Nah, oleh sebab itu penegakan aturan regulasinya juga itu jadi penting. Makanya kalau sekarang orang ee misalnya sudah rajin ibadahnya dan sebagainya tapi ternyata hubungannya juga baik tapi ternyata kinerja enggak disampaikan, kena hukuman juga. Jadi artinya orang yang kena hukuman disiplin itu nanti bukan hanya yang nakal saja kan saat tapi juga orang yang tadi orang tidak berkiner. Nah, oleh sebab itu tadi harus apa namanya diajarkan juga oleh para pimpinannya kenapa pimpinan itu menjadi salah satu pilar perubahan supaya anak buangnya cepat beradaptasi, memberikan ruang belajar, inovasi dan sebagainy
Resume
Categories