ASN Belajar Seri 31 | 2025 - Birokrasi Untuk Negeri: Dari Asa Ke Aksi
r0NNPxRZ7p8 • 2025-08-14
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan. Berdampak
bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia.
Siap menyongsong Indonesia emas.
ASN belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas dunia
[Musik]
tekad pancang menyerah
jadi Sor berkualitan
[Musik]
sama
lagi
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
He
[Musik]
To
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik,
melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Marah kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
hadir di sini untuk mengabdi rencanakan
tugas ke bangga negeri berentas itu
melainkani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
Hong
di sini tempat dengan hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Layani bangsa loyal tanpa batasannya
selalu adaptif dan berkolaborasi
tanggaandeng tangga tujuan
menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan kami melayani
bangsa
Kami dari sini tugas dengan hati
tujuh kata potenti dalam harmoni.
Meyal tanpa batasnya
selalu adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan. Satu tujuan
untuk menjadikan ASN lebih beragung.
penuh hati tulus membantu sesama di mana
kami melayani
dengan kami melayani
kami melayani
Buray
[Musik]
ada yang baru lagi nih di BPSDM Provinsi
Jawa Timur. Ruang bermain anak. Tempat
yang satu ini adalah solusi bagi para
orang tua yang masih memiliki anak
kecil. Kita sebagai orang tua pasti
khawatir ya, apalagi kalau ditinggal
kerja nih. Wah, kira-kira anak saya aman
enggak ya di rumah? Kira-kira anak saya
bermain atau belajar dengan baik enggak
ya di rumah? Sobat ASN, kalau dikirim
diklat di BPSDM Provinsi Jawa Timur
sekarang udah enggak perlu khawatir
lagi. Karena di BPSDM Provinsi Jawa
Timur ruang bermain anaknya lengkap
banget fasilitasnya. Mulai ada tempat
bermain,
tempat tidur untuk mereka bisa
istirahat,
kemudian buku-buku edukatif,
dan ada ruang nursery juga untuk Ibu
menyusui. Kamar mandinya pun lengkap.
dan bersih. Dan yang enggak ketinggalan
penting, Sobat ASN bisa langsung pantau
lewat CCTV. Keren banget, kan? Jadi,
Mommy and Daddy sekarang enggak perlu
khawatir lagi, ya.
Mommy and daddy don't worry we are
happy.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Seperti patu jalur yang melaju karena
kekompakan. BPSDM Jawa Timur memacu
semangat belajar dan berinovasi punggawa
Jatim Gerbang Baru Nusantara.
Bersama kita melaju, bersama kita
melayani untuk Jawa Timur yang lebih
baik.
kuobsamtim
terus berkomitmen meningkatkan
kompetensi
berintegritas inov dan adap
siap menghadapi tantangan global
bersama BPS
inovatif
[Tepuk tangan]
Merdeka bukan hadiah. Merdeka adalah
tanggung jawab. Di BPSDM Provinsi Jawa
Timur kami belajar bahwa kemerdekaan
sejati lahir dari PSDM yang terus
berkembang.
Setiap ide yang dibagikan, setiap
langkah yang diambil adalah untuk
pengabdian untuk negeri. Kami percaya
kemerdekaan bukan hanya mengenang masa
lalu, tapi menciptakan masa depan.
Bersama BPSDM Jatim, kita merdeka, kita
berkarya.
Tell me something I don't
[Musik]
Hei, hei, di sini, di sini.
Kamu kenapa bingung ini di mana?
Hah? Ini di BPSDM. Emang kamu enggak
tahu, ya?
Iya, beneran enggak tahu?
Iya. Ayo ikut aku.
Selamat datang di PPSDM Provinsi Jawa
Timur. Yuk, kita jelajahi bersama
berbagai fasilitas dan bidang kerja yang
ada di PPSDN CI.
[Musik]
Sekarang sudah tahu kan?
Yuk, kita sama-sama majukan Indonesia
lewat ASN yang unggul.
[Musik]
80 tahun Indonesia merdeka.
Semangat juang itu terus menyala di
setiap langkah kami. BSDM Jawa Timur
hadir membentuk ASN yang profesional,
berintegritas, dan siap mengabdi.
Melalui pelatihan, sertifikasi dan
inovasi pembelajaran, kami menyiapkan
SDMUL untuk nanti.
Bersama BPSDM Jawa Timur, wujudkan ASN
hebat. Jawa Timur maju, Indonesia
semakin kuat.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
satu
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi sobat ASN di
mana pun Anda berada. Baik yang sudah
bergabung di Zoom meeting maupun di live
YouTube BBSDM Jatim TV. Senang sekali
saya Anis Dewi dapat kembali menyapa
sobat ASN semua dalam webinar ASN
Belajar seri 31 tahun 2025 persembahan
Corpu SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Applaus dulu dong untuk semua yang sudah
hadir.
Wow.
Ramai juga ya yang langsung hadir di
kelas EBBSDM Jatim e Jatim ini. Dan
alhamdulillahnya nih, Sobat SN, hari ini
tepat di hari Kamis, 14 Agustus 2025
kita memperingati sebagai hari pramuka
yang ke-64.
Tadi pagi sudah upacara belum? Anak-anak
aku tadi pagi upacara semua. Eh, 3 hari
lagi nih kita akan merayakan hari
kemerdekaan Republik Indonesia yang
ke-80 loh. Merdeka.
Wah,
gitu dong semangat. Jadi memang sobat
ASN semua harus bersemangat karena di
tahun 2025 ini menjadi tonggak
bersejarah bagi bangsa Indonesia yang
memasuki usia ke-80 tahun kemerdekaan.
Jadi memang perjalanan panjang ini tidak
hanya diwarnai oleh perjuangan merebut
kemerdekaan, tetapi juga oleh upaya
untuk membangun tata kelola pemerintahan
yang efektif, bersih, dan juga melayani
rakyat. Dalam rentang 8 dekade,
birokrasi Indonesia telah mengalami
berbagai dinamika mulai dari pembentukan
struktur pemerintah, pasca kemerdekaan,
modernisasi administrasi negara, hingga
transformasi digital dalam pelayanan
publik. Nah, sebagai karda terdepan nih
penyelenggara negara aparatur sipil
negara. Jadi, Sobat ASN semua memegang
peranan penting untuk mewujudkan
cita-cita kemerdekaan. Peran ASN bukan
hanya untuk menjalankan roda pemerintah,
tetapi juga menjadi agen perubahan yang
mampu menggerakkan ee pembangunan dan
juga meningkatkan kepercayaan publik.
Tantangan birokrasi di era saat ini
semakin kompleks meliputi tuntutan
kecepatan layanan. Kemudian juga
tuntutan transparansi, akuntabilitas,
serta adaptasi terhadap perkembangan
teknologi dan perubahan kebutuhan
masyarakat. Ayo sobat TSN semarakan
kemerdekaan dengan mewujudkan birokrasi
yang responsif, inovatif, serta berpihak
pada rakyat bersama webinar ASN Belajar
seri 31 tahun 2025 dan jadilah bagian
dari aksi nyata untuk negeri.
[Musik]
25 ini marilah kita dengarkan terlebih
dahulu opening speech yang akan
disampaikan oleh Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, SP,MP.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian.
Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat
bertemu kembali dalam webinar series ASN
belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University, Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini Kamis tanggal 14 Agustus 2025,
ASN belajar telah memasuki seri yang
ke-31.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami, kami
selalu berkomitmen sekaligus terus
berikhtiar untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-31 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka menyambut hari
ulang tahun kemerdekaan Republik
Indonesia yang ke-80.
Sebuah momentum untuk kita menoleh ke
belakang mengingat perjalanan panjang
yang ditempa oleh sejarah, keringat, air
mata dan pengorbanan.
momentum untuk kita bercermin menakar
sejauh mana amanah kemerdekaan itu telah
kita isi dengan kerja nyata dan yang
terpenting momentum untuk menatap masa
depan dengan langkah yang lebih tegap,
visi yang lebih jernih, dan tekad yang
lebih kokoh.
Karena tema ini sangat tepat untuk kita
elaborasi secara luas dan mendalam, maka
ASN belajar seri ke-31 tahun 2025 ini
mengangkat topik 80 tahun Indonesia
merdeka, birokrasi negeri dari ASA ke
aksi.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam ASN belajar bahwa topik menarik
ini akan kita bahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Sahabat ASN di seluruh tanah air, 80
tahun lalu para pendiri bangsa ini
memancang tiang kemerdekaan dengan darah
dan air mata serta doa.
Mereka tahu bahwa merdeka bukanlah garis
akhir, melainkan titik awal untuk
membangun sebuah negeri yang berdaulat,
adil, dan makmur.
Hari ulang tahun kemerdekaan Republik
Indonesia bukan hanya perayaan. Ia
adalah cermin sejarah sekaligus
panggilan masa depan.
Di dalamnya kita diajak mengevaluasi
perjalanan kita menimbang apakah asa
yang diwariskan para pendiri bangsa
telah benar-benar kita wujudkan atau
masih tertinggal dalam mimpi-mimpi
generasi penerusnya.
Sejak proklamasi dikumandangkan, negara
ini dibangun di atas cita-cita luhur,
mewujudkan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut
melaksanakan ketertiban dunia.
Di dalam perjalanan itulah birokrasi
yang kita sebut sebagai mesin
pemerintahan memegang peran vital. Dan
di dalam tubuh birokrasi berdiri kita
semua aparatur sipil negara, pilar yang
menopang pemerintahan, pembangunan dan
pelayanan publik.
ASN bukan sekedar profesi, ia adalah
amanah. ASN bukan hanya pegawai, ia
adalah pelayan bangsa. ASN bukan sekedar
penggerak administrasi, ia adalah
penggagas perubahan, pembawa harapan,
sekaligus pegawai masa depan negeri.
Sobat SN, perjalanan 80 tahun
kemerdekaan adalah perjalanan dari asa
ke aksi. Kita mewarisi asa dari para
pendiri bangsa, cita-cita luhur tentang
Indonesia yang adil, makmur, dan
berdaulat. Namun kita juga ditantang
untuk mengubahnya menjadi aksi nyata.
memberikan pelayanan publik yang prima,
memastikan kebijakan berbasis data,
menghadirkan inovasi, dan bekerja dengan
integritas tanpa cela.
Birokrasi hari ini tidak lagi cukup
sekedar tertib administrasi.
Ia harus lincah beradaptasi, cerdas
memanfaatkan teknologi, dan sensitif
terhadap aspirasi. Ia harus mampu
menjadi jembatan kepercayaan antara
pemerintah dan masyarakat.
Sempat AS SN di seluruh tanah air, kita
tidak bisa melangkah ke Indonesia Emas
2045 dengan birokrasi yang berjalan di
tempat. Kita memerlukan ASN yang
memiliki kompetensi unggul, menjunjung
tinggi nilai dasar ASN, mempraktikkan
integritas tanpa kompromi, dan bekerja
dengan semangat melayani bukan dilayani.
Itulah sebabnya momentum 80 tahun
kemerdekaan ini harus menjadi titik
balik dari birokrasi yang sekedar
menjalankan rutinitas menjadi birokrasi
yang membangun masa depan. dari
birokrasi yang reaktif menjadi birokrasi
yang proaktif dan solutif.
Sejarah mencatat banyak bangsa besar
yang tumbuh bukan hanya karena sumber
daya alamnya, melainkan karena kekuatan
institusi dan kualitas manusianya.
Indonesia pun demikian. Kita boleh
bangga dengan kekayaan alam yang
melimpah di negeri kita.
Namun kita harus bangga jika kita
memiliki birokrasi yang bersih,
profesional, dan inovatif.
Mari kita isi usia kemerdekaan ini
dengan birokrasi yang berintegritas,
kompeten, dan berpihak pada rakyat. Mari
kita ubah setiap kebijakan menjadi
manfaat, setiap program menjadi solusi,
dan setiap pelayanan menjadi pengalaman
yang membahagiakan rakyat.
80 tahun Indonesia merdeka adalah bukti
bahwa bangsa ini mampu bertahan. Namun
100 tahun yang akan datang ketika
Indonesia merdeka ke 100 nanti akan
menjadi bukti apakah bangsa ini mampu
bersaing dan memimpin.
Dan jawabannya ada di tangan kita, para
ASN, para pelayanan publik, para
penggerak roda pemerintahan. Marilah
kita jadikan peringatan ini sebagai
panggilan sejarah.
panggilan untuk bekerja lebih
sungguh-sungguh, berpikir lebih jauh,
dan melayani lebih tulus. Karena di
setiap tanda tangan kita ada nasib
rakyat yang menunggu. Di setiap
kebijakan kita ada masa depan bangsa
yang dipertaruhkan. Birokrasi untuk
negeri dari ASA ke aksi bukanlah sekedar
tema, tetapi tekad bersama untuk
menjemput masa depan Indonesia yang
lebih gemilang.
Sahabat ASN di seluruh tanah air. Lalu
bagaimana kita sebagai ASN Indonesia
memaknai 80 tahun Indonesia merdeka ini
dalam aksi nyata? Nah, untuk membahas
cerdas dan tuntas topik ini, kita telah
mengundang para narasumber luar biasa
yang sudah barang tentu sangat kompeten
di bidangnya. Kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada para
narasumber hebat yang telah berkenan
hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ASN di
seluruh tanah air. Pertama, kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada yang terhormat Ibu Rini
Widiantini, S.H., MPM. Beliau adalah
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara
dan Reformasi Birokrasi yang dalam hal
ini nanti akan diwakilkan kepada Bapak
Aba Subakya, Esos, MAP. Beliau adalah
deputi bidang SDM Aparatur Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi.
Kedua, kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi kepada yang terhormat
Bapak Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo. Beliau
adalah Ketua 2 Koordinator Bidang
Pengembangan Inovasi dan Pembinaan SDM
Dewan Pengurus Korp Nasional. Dan yang
ketiga kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi kepada yang terhormat
Bapak Dr. Andes Astrun Liu, MHum, PhD.
Beliau adalah Wakil Ketua Forum
Sekretaris Daerah seluruh Indonesia.
Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air,
mari kita simak dengan seksama webinar
ASN belajar seri ke-31 tahun 2025.
Semoga bermanfaat. Dirgahayu Republik
Indonesia ke-80. Merdeka. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Bapak Dr.
Lamianto, SPMP atas opening speech yang
sudah disampaikan. ini membuat Sobat ASN
menjadi lebih bersemangat lagi ya untuk
dapat mengikuti ASN belajar seri 31
tahun 2025 ini dari awal sampai akhir
nanti karena akan ada tiga narasumber
yang sharing ilmunya bersama dengan kita
semua. Namun sebelum kita berlanjut ke
sesi berikutnya, kami informasikan bahwa
saat ini Sobat ASN sudah bisa melakukan
presensi pada halaman semesta Bangkom.
Jadi link presensinya ini bisa sobat SN
lihat di running atau di kolom chat
Zoom. Dan kalau yang bergabung di
YouTube channel BBSDM Jatim TV bisa
melihat linknya di pin chat ada semua
ya. Tapi mungkin karena saat ini traffic
presensinya yang sedang tinggi, bagi
sobat ASN yang masih belum bisa
mengakses presensi nanti bisa dicoba
kembali secara berkala sampai dengan
pukul 12.00 siang.
[Musik]
Baik, Sobat ASN, akan ada tiga
narasumber luar biasa seperti yang sudah
disebutkan oleh Bapak Ramlee tadi ya.
Nah, narasumber pertama yang akan
sharing ilmunya bersama dengan kita
semua adalah Ibu Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
yang dalam hal ini akan diwakilkan oleh
Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.
Mari kita sambut bersama Bapak Abah
Subagia Esos MAP.
[Musik]
Asalamualaikum. Selamat pagi, Bapak.
Waalaikumsalam. I, Pak. Semangat,
sobat-sobat ASN hebat, apa kabar?
Alhamdulillah,
Bapak. Apa kabar?
Alhamdulillah baik. Alhamdulillahirabbil
alamin. Sudah siap ya sharing ilmunya
bersama dengan sobat ASN semua?
Iya siap.
Karena yang mengikuti ASN belajar seri
31 ini Pak. Wah dari ee seluruh
Indonesia berkumpul semua di sini dari
Zoom Meeting dan juga YouTube channel
nih. Pak tepuk tangan dong untuk
semuanya yang sudah hadir. Keren. Keren.
Iya.
Oke. Baik. Jadi, Pak untuk materi yang
pertama ini kita memberikan waktu 30
menit untuk penyampaian materinya.
Kemudian untuk tanya jawab akan ada sesi
tersendiri setelah Bapak menyampaikan
materi.
Oke, jadi Sobat ASN yang memiliki
pertanyaan barangkali bisa ditulis
terlebih dahulu dan nanti silakan
ditanyakan langsung setelah Bapak Abel
Bagia ini sudah selesai menyampaikan
materinya. Baik, kalau begitu langsung
saja Bapak silakan materinya
disampaikan. Oke,
baik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, salam
sejahtera untuk kita semua. Yang kami
hormati
ee sahabat saya Pak Ramli ya, Pak Ramli
mudah-mudahan masih hadir. Pak Kepala
BPSDM
e para narasumber tadi ada Pak Dr.
Triwido, ada Pak Nasrun, PhD ya, juga ee
rekan-rekan sekalian. tadi Mbak Nisa
disampaikan ya, selamat Hari Pramuka ya
dan juga selamat Dirgahayu HUD RI ya.
Mudah-mudahan kita rayakan dengan
semarak ya. Salah satunya adalah yang
dilakukan oleh BPSDM Jatim. Jadi kami
cukup apresiasi untuk BPSM Jatim yang
secara rutin ee memberikan ruang
pengembangan ee kompetensi secara
virtual bagi teman-teman sobat-sobat ASN
ya. saya beberapa kali juga ee mengikuti
dan ini saya kira menjadi hal yang ee
cukup penting ee pembelajaran ini karena
memang tugas ASN salah satunya adalah
dia harus menjadi ee pembelajar. Nah,
itu ee barangkali kalau bisa jadi
penting. Nah, oleh sebab itu ini bagian
dari upaya kita untuk melakukan ee
transformasi birokrasi kita. Karena
birokrasi itu salah satu mesin
penggeraknya itu adalah aparatur sipil
negaranya. Jadi kalau aparatur sipil
negaranya berkerap ya kinerjanya tinggi
ee profesionalismenya terbangun ya
kemudian juga dia bisa melakukan
berbagai penyesuaian perubahan dan
sebagainya secara cepat. Karena kenapa
ini perlu dilakukan? karena ee tuntutan
dunia yang terus berubah ya, ekonomi,
sosial, budaya dan e sebagainya sehingga
ASN kita itu memang betul-betul dituntut
menjadi seorang pembelajar ya secara
terus-menerus dan juga berkinerja.
Karena itu yang paling penting dan
utamanya adalah Bapak Ibu sekalian tugas
kita itu adalah tadi berkinerja dalam
rangka membangun pelayanan publik ya
pelayanan publik yang harus didahulukan
karena tugas utama kita itu adalah Nah
kompetensi lain tadi dia sebagai perumus
penyusun kebijakan pelaksana kebijakan
ya juga sebagai perekat
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Nah, ini ee Bapak, Ibu sekalian dengan
momentum peringatan hari ulang tahun
Republik Indonesia yang ke-80. Mungkin
juga ini menjadi salah satu momentum
kita ya untuk membangun
ASN-ASN yang hebat guna memberikan
pelayanan publik yang ee prima kepada
masyarakat. Nah, salah satu program itu
adalah bagaimana reformasi birokrasi itu
bisa dibangun. Ya, sebagaimana
arahan Bapak Presiden ee Prabowo. Jadi,
sebagai pelayan publik di birokrasi itu
kita harus lebih responsif dan
memberikan pelayanan yang seluas-luasnya
kepada masyarakat. Ya, negara itu harus
hadir. Makanya ada ee apa? Makan bergizi
ya. kemudian juga koperasi desa termasuk
sekolah rakyat dan program-program
unggulan lainnya ya yang menghadirkan
negara kepada masyarakat. Nah, ini saya
kira juga menjadi cukup penting
responsibilitas birokrasi itu agar
masyarakat merasakan kehadiran negara
ya. termasuk juga hal-hal yang lain
terkait dengan percepatan implementasi
kebijakan ya kita lakukan simplifikasi
penguatan koordinasi antar lembaga
pemerintah ya dan lembaga-lembaga lain
mungkin ya dalam rangka mendukung ee apa
namanya sinergitas koordinasi antar ee
kementerian, lembaga juga dalam hal
pengentasan kemiskinan, pembangunan
ekonomi, dan juga suas sembada pangan
dan energi ya. Kemudian juga kita juga
didorong untuk melakukan efisiensi,
efektivitas alokasi anggaran ya yang
digunakan supaya lebih efektif ya Bunda
mendukung ee program prioritas Bapak
Presiden ya dan juga kita kurangilah
kegiatan yang memang tidak berdampak
langsung kepada
rakyat atau kepada masyarakat dan juga
penegakan hukum ya terutama dalam
mencegah korupsi di kalangan birokrasi.
Jadi pengawasan itu yang memang harus
diperkuat agar tidak terjadi
penyimpangan dalam alokasi anggaran yang
diberikan kepada kementerian, lembaga
dan pemerintahan daerah. Sehingga
pemberatasan korupsi dan kebocoran
anggaran itu betul-betul harus dilakukan
ee pencegahan setiap klini. Nah,
selanjutnya yang juga tidak kalah
pentingnya adalah kaitan dengan
pengelolaan ASN ya. Jadi kita harus
pastikan bahwa ASN kita profesional, ASN
kita memang disiplin, produktivitasnya
tinggi
dalam rangka melaksanakan tugas-tugas
pelayanan kepada masyarakat. Nah, oleh
sebab itu kompetensi menjadi penting ya,
termasuk juga tadi aspek integritas,
aspek moralitasnya supaya terkait dengan
program pemberantasan korupsi itu memang
bisa kita wujudkan ya. dan ee pemerintah
juga barangkali Bapak Ibu sekalian
sekarang sudah gencar melakukan
penataan-penataan ya. Kemudian juga
layanan-layanan berbasis teknologi ya.
pemanfaatan teknologi itu menjadi
penting agar ee penyebaran pendidikan
akan lebih mudah, akses belajar lebih
mudah ya seperti yang dilakukan saat
ini, termasuk juga akses terhadap
layanan ee dasar ee pemerintah. Nah,
oleh sebab itu perlu dilakukan
pembedahan terhadap layanan publik agar
lebih ee efisien, transparan sesuai
dengan kebutuhan masyarakat. Maka dalam
rangka reformasi birokrasi itu apa yang
dilakukan? Kita melakukan reformasi ee
pelayanan publik secara optimal.
Nah, dengan demikian maka kita perlu
mendukung tuh salah satunya adalah delan
programitas
ee jangka menengah ya yang tertuang
dalam RPJ RPJMN
2025-29
ya. Salah satunya adalah
Bapak, Ibu, teman-teman sekalian
memperkoh ideologi Pancasila, demokrasi
dan hal. Ya, isu ini saya kira menjadi
penting ya di tengah-tengah
perubahan-perubahan dunia yang begitu
cepat ya, lingkungan dan sebagainya ya,
lingkungan strategis dan sebagainya.
Nah, oleh sebab itu ini jadi penting
juga kita harus mendorong dan
memantapkan sistem ee pertahanan
keamanan negara yang mendorong
kemandirian bangsa ya. melalui swah
sembada pangan ya. Sekarang ini swah
sembada pangan menjadi penting ya dalam
jangka mendukupung MBG misalnya ya
energi air, ekonomi syariah ya ekonomi
digital, ekonomi hijau dan ekonomi biru.
Kemudian juga melanjutkan pengembangan
infrastruktur
untuk menghubungkan dan memperluas
lapangan kerja yang lebih berkualitas
ya. mendorong juga kewirausahaan
mengembangkan industri kreatif,
mengembangkan agromaritim industri dan
sebagainya ya. Kemudian, nah ini yang
paling penting yang terkait dengan tema
kita hari ini, kaitan dengan asta cita
Pak Presiden dengan Pak Wapres adalah
memperkuat pembangunan sumber daya
manusia manusia ya, sain, teknologi,
pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga
ya kesetaraan gender, serta penguatan
peran perempuan ya ruangnya juga cukup
besar pemuda dan juga penyandang sat
lintas. Nah, oleh sebab itu mereka pun
diberikan kesempatan yang sama ketika
kita melakukan perencanaan dan pengadaan
untuk seleksi calon aparatur sipil
negara. Termasuk hal lain ee sobat-sobat
ASN kita melanjutkan helitisasi
sebagaimana asas Pak Presiden membangun
dari desa gitu ya. ada makanya ada
koperasi desa dan sebagainya yang
sekarang diperkuat ya memperkuat
reformasi politik hukum, birokrasi,
serta memperkuat pencegahan dan
pemberantasan korupsi, narkoba, judi,
dan ee penyelemikan. Nah, di sini
harusnya yang menjadi pondasi kuat yaitu
salah satunya peran aparatur ee sipil
negara dan juga yang tidak kalah
pentingnya adalah dari program prioritas
asas Pak Presiden adalah memperkuat
penyelarasan kehidupan yang harmonis
dengan lingkungan alam dan budaya ya,
serta peningkatan ee toleransi antar
umat beragama untuk mencapai masyarakat
yang adil dan karena memang
hetereitas kita ya sebagai suatu bangsa
yang kaya akan budaya dan agama gitu ya.
Dan ini harus betul-betul kita jaga itu
yang harusnya menjadi penguat dan itulah
menjadi dasar persatuan dan kesatuan
negara Republik Indonesia.
Nah, oleh sebab itu ee sobat-sobat ASN,
teman-teman sekalian, maka transformasi
Indonesia untuk mencapai tujuan
pembangunan itu menjadi penting. Apalagi
tujuan mulia kita adalah di Indonesia
Emas 2045
di mana kita ingin menciptakan manusia
Indonesia
yang unggur ya, yang unggur. Maka ada
transformasi sosial terkait dengan apa?
kesehatan untuk semua. Makanya ada
sekarang cek kesehatan
pendidikan berkualitas yang merata, ada
sekolah rakyat yang dibangun oleh
pemerintah untuk mewujudkan asta cita
Pak Presiden, ya. Kemudian juga ee
perlindungan sosial yang adaptif. Nah,
ini ee teman-teman sekalian,
transformasi sosial itu tentunya
ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan
dasarnya karena ini sebagai bagian dari
ee modal manusia dan modal sosial
budayanya.
Yang kedua adalah terkait dengan
transformasi ekonomi ya untuk membawa
Indonesia keluar dari middle income
tradmentnya. Nah, oleh sebab itu maka ee
perkotaan dan pedesaan
ee sebagai pusat pertumbuhan ekonominya.
Jadi artinya nanti pemerataan
pembangunan itu penting dimulai dari
pertumbuhan ekonominya.
Selanjutnya terkait dengan IPTEK,
inovasi, dan juga pertumbuhan
produktivitas ekonominya,
integrasi ekonomi domestik dan global
ya. Jadi daya saing bukan hanya daya
saing global, daya saing nasional, tapi
juga daya saing domestik saya kira
menjadi penting penerapan ekonomi hijau
dan juga transformasi digital. Dengan
transformasi digital itu layanan-layanan
ee didorong untuk memberikan kemudahan
dan layanan publik kepada masyarakat
yang lebih berkualitas, lebih simpel,
dan betul-betul diberikan kemudahan
secara optimal. Nah, kemudian yang
ketiga ini terkait dengan transformasi
tata kelola ya. Transformasi tata kelola
untuk apa? Untuk menciptakan layanan
publik yang berkualitas dan inklusif
serta masyarakat sipil yang
partisipatif.
Oleh sebab itu layanan publik yang
berkualitas dan inklusif untuk semua itu
jadi penting sehingga memang tadi ee
harus didukung juga oleh kelembagaan dan
proses bisnis yang lebih efektif dan
adaptif. Jadi kita diberikan kemudahan
dipotonglah beberapa proses bisnis.
Kalau dari ASN juga untuk kenaikan
pangkat, pensiun dan sebagainya. Semua
nanti akan dibangun dalam satu ee
platform tunggal. regulasi kita juga
yang harus lebih adaptif ya tapi tetap
taat asas gitu ya karena norma kode etik
etikanya juga jadi penting manajemen
talenta ini jadi basis untuk
pengembangan karir tapi juga harus
didukung oleh sistem meritokrasinya jadi
manajemen talenta yang kita bangun
basisnya juga dasarnya adalah tadi
meritokrasi dan integritas termasuk
manajemen strategis ee salah satunya
terkait dengan sistem pengakuan dan
kesejahteraan ASN. Kemudian relasi
pemerintah dan masyarakat sipil yang
harus dibangun. Kemudian juga ini
dibangun dalam tadi transformasi digital
ee pemerintah. Nah, ini sebagai landasan
transformasi termasuk juga kerangka
implementasi ee transformasinya ya yang
bisa menjadi penumpang ee untuk
transformasi
negara yang kita cintai ini. ini memang
merupakan mandat amanat dari pelaksanaan
Undang-Undang 59 2024 tentang RPJPN
tahun 2025-2045.
Ya. Ee sahabat-sahabat ASN, Indonesia
Emas 2045 itu hanya bisa dicapai dengan
apa? Dengan mewujudkan transformasi
sosial melalui peningkatan transformasi
ekonomi ya yang ditopang oleh
transformasi tata kelola. Jadi ketiganya
itu tiga transformasi ini memiliki
keterkaitan. Nah, tata kelola ini ini
menjadi hal yang bisa yang harus kita
implementasikan karena ini akan
mendukung tadi transformasi sosial dan
ee transformasi ekonominya. Nah, arah
pembangunan transformasi tata kelola ini
terkait dengan regulasi dan tata kelola
yang berintegritas dan adaptif. Terkait
dengan apa saja? Yang pertama adalah
layanan pemerintahnya yang harus ee kita
terus tingkatkan ya. Jadi
layanan-layanan pemerintah karena ini
layanan pemerintah ini adalah wujud
kehadiran
negara ya di masyarakat. Kedua adalah
aspek kelembagaan yang efektif ya
kelembagaan yang ee apa adaptif dan
sebagainya termasuk proses bisnisnya ya.
ada manajemen talenta dan sebagainya.
Termasuk yang ee saya sampaikan tadi
terkait dengan tujuan kita untuk
mencapai Indonesia emas di tahun 2045.
Nah, oleh sebab itu ee sobat-sobat ASN,
teman-teman sekalian, kerangka grand
desain reformasi birokrasi nasional kita
di 2025-2045
untuk mewujudkan birokrasi yang
kompetitif berkelas ee dunia untuk
mendukung Indonesia Emas 2045,
ada beberapa misi yang harus dijalankan
ya. Meningkatkan kolaborasi birokrasi
untuk mewujudkan pembangunan nasional.
Jadi artinya langkah-langkah kita untuk
melakukan kolaborasi untuk pencapaian
tujuan pembangunan set itu penting tidak
lagi ada ego sektoral dan sebagainya.
Yang kedua adalah meningkatkan
kapabilitas birokrasi kita ya untuk
mengatasi dan mengantisipasi
tantangan global ya. Global megatend itu
penting ya. sehingga perlu jawabannya
adalah kapabilitas birokrasinya.
Yang tiga adalah mewujudkan budaya
birokrasi yang ber integritas dan
melayani untuk membangun kepercayaan
publik. Ya, tadi juga disampaikan oleh
Pak Ramli ya, Kepala Badan kaitan dengan
bagaimana kita membangun kepercayaan
publik. Nah, oleh sebab itu
ee tujuan kita untuk membangun
pemerintah yang kolaboratif, kapel ya,
berinte dan berintegrasi untuk melayani
masyarakat itu di setiap aspek kehidupan
itu ee untuk mendukung Indonesia yang
lebih berdaulat, adil, dan
berkelanjutan. ada beberapa indikator
nanti yang harus dibangun di situ. Nah,
salah satu sasaran barangkali yang
terkait dengan tata kelola SDM sesuai
dengan tema kita itu adalah ee kaitan
dengan sasaran terciptanya aparatur
negara yang kompeten
berkinerja tinggi
berdasarkan
sistem merit. Nah, nanti ada
capaian-capaian oleh teman-teman
pemerintah daerah persentasenya nanti
yang harus di wujudkan ya, yang harus
diwujan. Jadi, ada tolok ukurnya nanti
ada indikatornya ya. misalnya terkait
dengan presentasi instansi pemerintah
dalam kategori leading dalam konteks
sistem merit ya target di 2045 harusnya
sudah ee 100% sehingga memang ini akan
berdampak kepada pelayanan publik yang
ee lebih baik ya, pelayanan publik yang
prima. Nah, dengan demikian maka Bapak,
Ibu sekalian secara implementasinya maka
17 program prioritas presiden itu ya
tadi harus di dukung dan diwujudkan oleh
ee aparatur sipil negara. Jadi dia
sebagai mesinnya ya, sebagai mesinnya
ya. Jadi salah satu yang menjadi konsen
Pak Presiden itu adalah mencapai suasada
pangan, energi dan air ya. Termasuk juga
ee ee program-program lainnya yang
memang ini mendorong supaya negara kita
itu menjadi negara yang ee kompetitif
ya, yang unggul dan berdaya saing tinggi
ya. Termasuk juga
kesejahteraan-kesejahteraan untuk
aparatur sipil negara, kesejahteraan
untuk masyarakat seluruh Indonesia. ya
itu juga ee menjadi konsen ee pemerintah
ya, Pak Presiden juga sangat konsen
terhadap kinerja ya, kemudian juga
kesejahteraan rakyat yang selalu beliau
sampaikan ya termasuk kaitan dengan ee
dukungan kita semua untuk mewujudkan ee
dan terlaksananya keberlangsungan makan
bergizi gratis misalnya ya, penerujan
pencetakan lahannya dan sebagainya ya.
Jadi artinya termasuk Bapak Ibu sekalian
ini ee delan program hasil terbaik
cepatnya ya.
Nah, oleh sebab itu penataan itu jadi
penting. Jadi kalau kita mengacu kepada
keselarasan arah sistem merit ya dengan
Asta Cita Ketujuh Presiden itu ada
terkait dengan penguatan sistem
manajemen kinerja dan mengaitkannya
dengan sistem penghargaan dan pengakuan.
Jadi artinya ketika ada kinerja maka
akan dikaitkan dengan sistem penghargaan
dan pengakuannya. Jadi orang yang
berkinerja tinggi maka dia akan akan
dapat apresiasi ya baik secara materiil
maupun nonmaterialnya. Nah, ini saya
kira jadi penting. Yang kedua adalah
terkait dengan penguatan sistem
manajemen talenta ya. Nah, sistem
manajemen talenta itu ini akan menjadi
bagian dari sistem rekrutmen. Jadi,
mungkin rekrutmen perencanaan pengadaan
itu nanti akan adanya tidak lagi di hulu
tapi di hilir. Karena yang kita perkuat
itu adalah manajemen talentanya,
pengisian-pengisian jabatan baik di
pusat maupun di daerah ya. Termasuk juga
penempatan pengembangan untuk ee talent
pool-nya dan manajemen talenta melalui
program mobilitas talenta karena ini
nanti yang harus didukung. Nah,
selanjutnya yang ketiga adalah ini juga
terkait dengan webinar hari ini adalah
mempermudah akses belajar bagi ASN.
Ya, kita bisa bayangkan ketika setiap
BPSDM itu punya program yang spesifik
misalnya ya, Jatim spesifiknya apa
sehingga kita bisa banyak belajar dari
Jatim ya. kemudian Kalimantan, Sumatera
dan sebagainya, Papua yang memiliki
keunggulan-keunggulan
yang memang ya materi kompetensinya itu
bisa sharing dengan aparatur sipil
negara yang lain, bisa sharing dengan
sobat-sobat ASN yang lain. Jadi
betul-betul diberikan ee ruang. Nah,
termasuk ee teman-teman sobat-sobat ASN
adalah kaitan dengan bagaimana upaya
kita juga harus melakukan
perbaikan sistem pelayanan kepegawaian
ya tentunya dalam platform digital
manajemen ASN ya. Jadi, Pak Presiden
dulu juga sudah mlaunching yang namanya
Ina ya. Sehingga memang smart ASN dan
sebagainya platform tunggal digital
layanan aparatur negara salah satunya
itu untuk mendukung layanan kepegawaian
kita secara komprehensif. juga ee
teman-teman sobat-sobat ASN yang terkait
juga dengan kepemimpinan, budaya kerja
dan citra institusi pemerintah. Maka ini
disebutlah di dalam Undang-Undang
Aparatur Sipil Negara ya. Jadi
kepemimpinan, budaya kerja, berakhlak
dan sebagainya. Nah, oleh sebab itu maka
ee ketika kita mengacu kepada
undang-undangnya ini memang sudah ada
keselarasan dengan asta cita Pak
Presiden. Pertama yang terkait dengan
Undang-Undang 20 2023 tentang Aparatur
Sipil Negara. Di sini ada akselerasi,
agenda, transformasi, manajemen ASN,
mobilitas talenta, sistem merit dan ee
sebagainya. Kemudian juga Perpres 122025
ya terkait dengan
ee penerapan sistem meritokrasi dalam
program prioritas nasional ya agenda
pembangunan transformasi dan tata kelola
juga Bapak Ibu sekalian di Undang-Undang
59 ini sudah jelas disebutkan adanya
upaya peningkatan kualitas ASN yang
berbasis merit ya ini menjadi pondamen
kuat ya sebagai pondamen awal menuju ASN
yang berintegritas dan adaptif tahun
2045 sebagaimana
tema kita. Nah, juga dukungan kita
terkait dengan ee aksesi di OECD ya.
kita mengembangkan model sistem merit
dengan memanfaatkan pendekatan OECD ya
terkait dengan orientasi pengguna
layanan bagi ASN dalam rangka perbaikan
tata kelola pemerintah ya termasuk ee
Sobat ASN dalam RPPES tentang GDRBN ya
di ee 2025245
juga memasukkan sistem merit
keberhasilan grand desain reformasi
birokrasi nasional. Jadi, betapa
besarnya kontribusi ASN ya untuk
melakukan itu. Nah, ini harus dilakukan
oleh siapa ya? Oleh aparatur sipil
negara kita ya yang jumlahnya itu ee
sekarang ada 5,2 juta. Belum lagi nanti
kalau misalnya ditambah lagi dengan
data-data yang baru, ada yang masuk,
yang baru, dan sebagainya. Nah, kalau
kita lihat dari komposisi saat ini, maka
P3K kita ya ee dari data BKN ini sudah
ee secara terus-menerus bertahap
ada peningkatan ya. Sekarang itu sudah
hampir separuhnya gitu dari jumlah
pegawai negeri sipil ya. Berarti kalau
kemarin termasuk rasionya sudah turun.
Kemarin rasi rasio kita itu 1 banding 56
ya. Sekarang rasio kita ee sudah menurun
jadi 1 bing 53. Artinya peran dari P3K
juga di sini cukup ee signifikan ya,
Teman-teman sekalian.
Nah, oleh sebab itu dominasi dari
jabatan-jabatan ini yang perannya lebih
besar salah satunya secara operasional
berdasarkan keahlian dan keterampilannya
selain jabatan struktural dan pelaksana
adalah jabatan-jabatan ee fungsional
yang jumlahnya itu 66%. Jadi hampir 70%
kontribusi aparatur sipil negara itu
kinerjanya itu ada di jabatan-jabatan
fungsional. Bapak, Ibu bayangkan kalau
66 itu atau 70% ini kinerjanya itu
rendah, berarti apa? Akan berdampak
kepada kinerja organisasi ya. Nah, oleh
sebab itu para pelaksana itu betul-betul
memang harus didukung ee teman-teman
sekalian dalam melakukan kinerjanya
karena salah satunya di tangan mereka
keberhasilan kinerja instansi pemerintah
ya. Termasuk juga jabatan pelaksana.
Kita juga ingin sudah perbaiki juga
jabatan-jabatan pelaksana. Jangan
seolah-olah jabatan-jabatan pelaksana
ini jadi jabatan-jabatan kedua. Padahal
banyak juga yang 1,5 juta ini
orang-orang yang ahli di bidangnya ya,
cuma kedudukannya di jabatan pelaksana.
Jadi jangan sampai ada narasi
seolah-olah jabatan pelaksana itu
jabatan yang paling rendah bukan. Ini
pengelompokan jabatannya ya.
Pengelompokan jabatan. Nah, ini
barangkali juga jadi penting. Oleh sebab
itu, Bapak, Ibu sekalian, teman-teman
Sobat ASN, kita harus memberikan ruang
yang sebesar-besarnya kepada putra-putri
terbaik kita, gitu ya. Nah, makanya
kenapa ee Bapak, Ibu sekalian dengan
usia kita saat ini sampai 65 tahun gitu
ya. Maka kalau kita lihat, kami
contohkan misalnya piramida penduduk
Indonesia tahun 2020 menunjukkan
dominasi penduduk usia produktif itu
adalah 15 sampai 64 tahun. Ini
menandakan bahwa Indonesia berada dalam
masa bonus demografi ya. Dan pada
periode ini jumlah penduduk Indonesia
usia kerjanya jauh lebih besar
dibandingkan benda dengan penduduk usia
produktif itu 0 sampai 14 tahun dan 65
tahun ke atas. Ya, itu berdasarkan
BPS. Nah, oleh sebab itu bonus demografi
ini akan memberikan peluang besar ya
bagi pertumbuhan ekonomi jika
prasyaratnya diiringi dengan penyediaan
lapangan kerja pendidikan. keterampilan
yang memadai. Nah, oleh sebab itu kalau
kita lihat ee dari data ini maka kita
menggelembung tuh di posisi mana Bapak,
Ibu teman-teman bisa lihat ya posisi
ketika dengan rentang usia ini ya.
Kemudian ee teman-teman sekalian, maka
kita punya tantangan besar nih. Jadi
kita punya SDM yang cukup besar, kita
ada tantangan globalnya sudah disebutkan
di dalam RPJPN gitu ya. ada perkembangan
teknologi, populasi, geoekonomi dan ini
harus kita jawab salah satunya adalah
dengan grand desain managementen ASN ya.
Tujuannya untuk mewujudkan ASN yang
berintegritas ya, adaptif dan kompeten
ya. Kemudian juga perlu pengawasan dan
penerapan sistem merit dalam manajemen
ASN terkait dengan ketersediaan,
kualitas dan manfaatnya. Nah,
pertanyaannya adalah apakah dengan bonus
demografi tadi postur ASN kita sudah
ideal apa belum? Ini pertanyaan ya
dengan bonus. Eh, nah tantangan kita
juga adalah ini ada teman-teman yang
potensi yang press graduate kita ya,
digital talent, digital leader dan
sebagainya ya. Tapi di sisi lain tadi
ada beberapa yang harus kita selesaikan
misalnya terkait dengan tenaga non ASN
dan sebagainya. Jadi kita masih punya
banyak PR. Nah, oleh sebab itu ini harus
kita jawab. Makanya sesuai dengan tema
tadi, ketika kita bicara integritas
maka ASN yang berintegritas itu akan
memperkuat kepercayaan publik kita
ya. Kemudian juga ASN yang adaptif ya
untuk mengakselerasi pencapaian
pembangunan nasional dan kesejahteraan
rakyat. Jadi kita sudah ada
ukuran-ukurannya, indikator
pencapaiannya dan sebagainya. Juga yang
kompeten ya karena apa? tanpa kompetensi
ASN memperkuat penyeleng pelayanan
publik yang efektif.
Jadi artinya kompeten itu kompetensi itu
menjadi penting bagi teman-teman
sekalian. Makanya kita harus standarkan
juga nih kira-kira ee seperti apa sih
kita harus mulai dari awal perencanaan
pengadaannya. Jadi perencanaan pengadaan
itu jadi penting sekali Bapak Ibu
sekalian untuk mendapatkan orang-orang
yang hebat, orang-orang yang
berintegritas, orang-orang yang memang
NKRI, orang-orang memang berjiwa
mengabdi melayani negeri ya, SDMSDM yang
memang memiliki akhlak yang baik ya.
Nah, oleh sebab itu maka ini kita harus
standar. Jadi dari awal kita dari sisi
perencanaan pengadaannya ini betul-betul
sudah kita standarkan ya. Nah, oleh
sebab itu maka
standarisasi jabatannya penting. Maka
ada standarisasi jabatan untuk
pelaksana, ada standarisasi jabatan
untuk fungsional. Pelaksana sudah kita
ubah juga yang 282
2025 ya. Kemudian juga kompetensinya
juga harus standar ya. Kompet. Nah, di
samping itu maka termasuk pengelolaan
kinerja dan sistem karirnya. baru kita
bicara tentang sistem kesejahteraannya,
termasuk kita bobot jabatannya melalui
evaluasi jabatan. Nah, nah oleh sebab
itu kita dorong termasuk juga
kebijakan di tahun 2024 kita juga sudah
mendorong adanya ee penguatan
penyelesaian ASN ASNASN kita termasuk
yang paling penting selain kita
menyelesaikan ee pemenuhan guru dan
tenaga kesehatan juga penyelesaian
tenaga non ASN dan juga merekrut
talenta-talenta baru. Kemarin ada
248.000-an ribuan ya talenta-talenta
baru PR graduate melalui seleksi CPNS
dan tadi ee dari awal kita bicara
tentang ee transformasi digital maka
kita mengurangi sedapat mungkin
rekrutmen jabatan yang terdampak oleh
transformasi digital.
Nah, oleh sebab itu kita juga harus
didukung oleh ASN-ASN itu tadi kita
bicara ASN yang adaptif, maka pola kerja
ASN profesional adalah terkait dengan
fleksibilitas kerja pegawai ASN. Jadi,
ee pengaturan tentang fleksibilitas ini
juga sudah diatur ya terkait dengan
disiplin. Ada di PMEN 94, di PP94 ya,
ada di Perpres 21 ya. Kemudian juga ada
Permen 4 tahun 2025. Nah, oleh sebab itu
apa tujuannya ini? Ini adalah tidak lain
justru untuk meningkatkan kinerja
organisasi, kinerja individu dan
kualitas hidup pegawai ASN ya melalui
penerapan penilaiban kinerja yang lebih
terukur dengan mengoptimalkan
pemanfaatan teknologi informasi. Ya,
salah satunya tadi dengan sistem
pemerintahan berbasis elektronik. Yang
kedua adalah mendukung kehidupan pegawai
ASN yang menciptakan
mereka itu fokus bekerja yang lebih
optimal, mendorong produktivitas dan
efisiensi kerja dengan tetap
memperhatikan keseimbangan mental dan
fisik.
Yang ketiga adalah upaya pemerintah
dalam mewujudkan lingkungan kerja yang
inklusif, responsif bagi kelompok rentan
dan perspektif gender. Nah, oleh sebab
itu ee juga dengan fleksibilitas kerja
itu ada beberapa jenisnya. Misalnya
fleksibilitas kerja secara lokasi yang
memungkinkan ASN menjalankan dari
kantor,
rumah, tempat tinggal, alokasi lain
ditetapkan oleh PPK masing-masing atau
pembinalisinya. Kemudian yang kedua
adalah fleksibilitas
ee kerja secara waktu di mana pengaturan
waktu bekerja untuk mencapai target
kinerja dan jumlah jam kerja sesuai
peraturannya, regulasinya ya. Ini dalam
bentuk kerja sip, waktu kerja yang lebih
fleksibel ya, lebih dinamis dan
sebagainya. Makanya ee teman-teman
sekalian ee Sobat ASN ketika kita bicara
fleksibilitas maka sebetulnya
prinsip-prinsipnya juga sudah jelas. Ini
bukan hak tapi kebijakan organisasi.
Jadi harus ada pertimbangan-pertimbangan
matang. Jadi jangan sampai mengganggu
pelayanan publik. Justru bisa memperkuat
pelayanan publik ya. Kemudian juga
karakteristiknya disesuaikan ya dengan
kebutuhan instansinya. Kemudian juga
menjaga tanggung jawab dan
akuntabilitasnya. Jadi mengedepankan
tanggung jawab, akuntabilitas dan
optimalisasi penggunaan ee teknologi
informasi termasuk juga ee etika dan
peraturan perundang-undangan.
Nah, oleh sebab itu disebutkan
fleksibilitas ini tidak berarti
kelonggaran disiplin pegawai atau
tentang di mana dan kapan ASN besar,
tapi tentang apa yang dihasilkan. Jadi
tetap ujungnya kita bicara tentang
kinerja untuk negara dan masyarakat.
Oleh sebab itu, setiap instansi memiliki
wenangan silakan gitu ya. Jadi ini
sifatnya ee opsional sebagaimana diatur
di dalam ee Permenta.
Nah, oleh sebab itu, Teman-teman
sekalian, maka kalau kita sudah
melakukan ruang seperti itu, maka tata
kelola itu kita ee harus wujudkan salah
satunya melalui sistem merit kita. Jadi
kalau kita lihat dari pembelajaran
sistem merit yang lalu, maka kita juga
ingin ngejar tadi di misalnya Indonesia
di peringkat keempat ASEAN dan
sebagainya, kemudian juga ee Indonesia
berada di ee ee peringkat keempat secara
global dari 28 negara untuk survei trust
indeksnya di 2004 dan sebagainya ya.
Nah, ini peran ASN akhirnya ya sistem
merit kita. maka perlu peningkatan
kualitas tata kelola ASN kita dari
target-target yang harus kita wujudkan.
Nah, sekarang kita sedang membangun
sistem merit ini. Jadi harapannya Bapak,
Ibu, teman-teman sekalian penilaian itu
tidak hanya terkait dengan maturitas
penyelenggaraan 12 atau del aspek
sekarang yang sedang kita diskusikan,
tapi juga aspek kepuasan aparatur
negaranya ya, termasuk apabila ada
pelanggaran ee sistem meritnya. Nah, itu
nanti menjadi ee bagian penting dari
penilaian penguatan ee sistem merit.
Nah, oleh sebab itu kita juga buatkan
bagaimana nanti model kategorisasi untuk
indeks sistem meritnya supaya pada
prinsipnya kita tidak lagi bahwa sistem
merit itu basisnya itu seolah-olah citra
yang melekat kepada ee instansi, tapi
yang lebih penting adalah perubahan dan
peningkatan perubahan. Jadi
transformasinya itu nanti yang harus
dilakukan ya. Maka akan ada perubahan
nanti sebutan predikatnya supaya orang
itu yang dikejar itu bukan predikatnya
tapi perubahan-perubahan yang dilakukan
oleh instansi pemerintah itu. Maka
dengan demikian maka faktor-faktor kunci
keberhasilan dari ee sistem merit itu
perlu didukung ya perlu didukung oleh
beberapa ee apa namanya? aspek yang bisa
mendukung itu ya. Jadi aspek itu
keberhasilan itu akan terkait juga
dengan kolaborasinya ya. Kemudian juga
pemanfaatannya misalnya OECD untuk
mendukung eh public governance-nya ya,
tata kelola pemerintahannya,
arsitekturnya, operasionalisasinya dan
juga evaluasinya ya. Sehingga indeks
sistem merit dengan dimensi-dimensi yang
ada itu bisa mendorong kepuasan aparatur
sipil negara. maturitasnya, aspek sistem
meritnya jadi lebih baik dan sebagainya.
Nah, oleh sebab itu ee teman-teman
sekalian, maka ketika kita bicara sistem
merit ada tata kelola manajemen ASN yang
baiknya di sini. Nanti akan diwujudkan
penilaiannya dari salah satunya sistem
termasuk indeks profesionalitas aparatur
sipil negaranya. Nah, sisi lain ASN itu
bukan hanya profesional ya, bukan hanya
tadi tata kelolanya baik, tapi juga
harus didukung oleh ASN yang sudah
menerapkan cor valus ASN berakhlak. Nah,
inilah kunci salah satunya kita ingin
mewujudkan ASN yang profesional dan
adaptif ya. sehingga nanti ee
teman-teman sekalian ini akan ee
terlihat bagaimana ASN kita bisa kita
wujudkan ketika nilai-nilai berakhlak
termasuk tata kelola ASN yang basis
sistem meritokasinya itu kita wujudkan
termasuk juga ee manajemen ee
talentanya.
Nah, ini barangkali ee teman-teman
sekalian sekedar sharing dari saya.
Terima kasih Mbak Anisa tadi ya ee
beberapa hal ee yang terkait dengan
bagaimana transformasi birokrasi kita
untuk menyebutkan ASN yang lebih ee
profesional dan adaptif ya. Terima kasih
teman-teman semua, sahabat-sahabat ASN.
Mbak Nisa terima kasih saya kembalikan
ya. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Bapak Abang
Subagia atas materi yang telah
disampaikan. Mohon berkenan Bapak untuk
tetap bergabung bersama dengan kami
karena akan dilanjutkan dengan sesi
tanya jawab. Berkenan Bapak ya?
Ya, saya monitor ya.
Oke. Baik. Jadi untuk sobat TSN untuk
Anda yang bergabung lewat Zoom meeting
silakan menggunakan eh feature raise
hand apabila ingin bertanya secara
langsung. Dan yang bergabung melalui
YouTube channel BBSDM Jatim TV silakan
tuliskan pertanyaan Anda melalui kolom
live chat.
[Musik]
Baik, kita sudah memasuki sesi tanya
jawab di sini bersama dengan Bapak Aba
Subagia, SOS MAP. Silakan untuk sobat SN
yang ingin bertanya, coba kita cek
terlebih dahulu yang di Zoom meeting
apakah ada yang sudah menggunakan fitur
raise hand. Oke. Baik. Ada Ibu Esi.
Benar ya, Ibu Esi ya.
Apakah sudah bergabung di sini Ibu Esi?
Selamat pagi.
Masih belum ya kayaknya ya.
Oke, Teman-teman kru barangkali masih
di-mute.
Selamat pagi, Ibu Es. Selamat pagi.
Oke, Ibu, bagaimana kabarnya hari ini,
Ibu?
Alhamdulillah baik, Mbak.
Alhamdulillah.
Baik, Ibu. Silakan bisa langsung
bertanya ke Bapak Abah Subagia. Monggo.
Asalamualaikum, Pak Subagia.
Saya hari ini mau menanyakan tentang
kemampuan adaptif.
Iya, Mbak.
I saya hari ini mau menanyakan tentang
kemampuan adaptif, Pak.
Iya, monggo, Bu.
I kemampuan adaptif itu kan sudah
menjadi salah satu jati diri dari
aparatur sipir negara, Pak.
Ya, lanjut, Bu. Lanjut,
ya. bagaimana caranya terus menginovasi
ASN untuk terus menjadi adaptif dan di
tengah era globalisasi ini, Pak. Yang
mana kita semakin semakin hari itu
semakin digitalisasi termasuk salah
satunya adalah penggunaan AI, Pak.
Iya,
cukup se.
Oke,
makasih. Makasih. Ini dari mana? Nih
dari Kabupaten Pasir, Pak.
Oh, Pasir ya. Tetangganya sana ya,
Kalimantan KR ya. Iya, makasih ya. Jadi
yang pertama Bapak, Ibu, teman-teman
sekalian
ee
kita melihat bahwa ASN kita ini tentunya
pasti sudah berbeda tuntutannya ketika
kita menjadi pegawai negeri sipil dulu
gitu ya.
Jadi khususnya bagi teman-teman ASN yang
senior-senior kita nih, kalau anak-anak
baru mungkin terhadap tuntutan perubahan
itu juga sudah begitu cepat ya, karena
perubahan dunia juga begitu cepat. Nah,
oleh sebab itu ee dari sisi kebijakan
kami betul-betul akan membuka akses
belajar dan pengembangan kompetensi ASN
itu supaya ASN kita apa? cepat
beradaptasi ya, menerima perubahan
inovasi-inovasi itu menjadi penting.
Makanya salah satu penilaian ee kami
nanti sedang apa saat ini sedang
melakukan perubahan tuh Bu terkait
dengan penilaian kinerja ya. Salah
satunya tadi ASN yang memang tadi cepat
beradaptasi kemudian juga dia mampu
melakukan inovasi-inovasi dalam
pelaksanaan tugasnya. Nah, oleh sebab
itu kita itu nanti bekerja bukan hanya
basisnya regulasi saja ya. Karena kalau
kita basisnya regulasi saja kayaknya
kita enggak bisa bergerak, kita enggak
bisa berubah. Regulasi pun nanti harus
bisa cepat menyesuaikan. Tapi ini para
pimpinan itu sebagai basis dari upaya
kita untuk melakukan perubahan. Jadi
kalau nanti ibunya berubah tapi
atasannya juga tidak mampu melakukan
perubahan, kepemimpinannya juga masih
feoda menggunakan pola-pola lama,
kasihan nanti yang di bawahnya. Jadi
contoh teladan juga jadi penting
ditunjukkan. Dan saat ini kita ini bukan
hanya butuh orang-orang yang baik gitu
ya, tapi juga orang-orang yang
berintegritas dan kompetensinya tinggi.
Kalau dulu, bayangkan kalau dulu itu
orang itu yang dihukum itu ibu kalau
lihat kan yang nakal-nakal saja. Jadi
orang yang enggak nakal gitu tapi
kinerjanya rendah kan kayaknya enggak
apa-apa biasa-biasa aja sampai pensiun.
sekarang kan enggak bisa lagi. Nah, oleh
sebab itu penegakan aturan regulasinya
juga itu jadi penting. Makanya kalau
sekarang orang ee misalnya sudah rajin
ibadahnya dan sebagainya tapi ternyata
hubungannya juga baik tapi ternyata
kinerja enggak disampaikan, kena hukuman
juga. Jadi artinya orang yang kena
hukuman disiplin itu nanti bukan hanya
yang nakal saja kan saat tapi juga orang
yang tadi orang tidak berkiner. Nah,
oleh sebab itu tadi harus apa namanya
diajarkan juga oleh para pimpinannya
kenapa pimpinan itu menjadi salah satu
pilar perubahan supaya anak buangnya
cepat beradaptasi, memberikan ruang
belajar, inovasi dan sebagainy
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:18 UTC
Categories
Manage