ASN Belajar Seri 33 | 2025 - Budaya Kerja ASN: Belajar - Berkarya - Mengabdi
DLuzVlAs6IE • 2025-08-28
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar yang dipersembahkan oleh Corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format. Nama strip asal instansi sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. Empat. Apabila Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi Sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN Belajar. [Musik] Zaman yang terus bergerak. Sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. [Musik] Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan mengkelas dunia tekad pantang jadi ASN berkuat cita [Musik] sama [Musik] Yeah. [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Barlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan yang hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Berentas melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Ho ho. di sini sukses dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. melayani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tujukan kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragama. mengenas penuh hati tulus membantu sesama dengan kami melayani. dengan kami melayani bangsa [Musik] H [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar yang dipersembahkan oleh Corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format. Nama strip asal instansi Sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. [Musik] Empat, apabila Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau raise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting, ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN Belajar. [Musik] Huray! Ada yang baru lagi nih di BPSDM Provinsi Jawa Timur. Ruang bermain anak. Tempat yang satu ini adalah solusi bagi para orang tua yang masih memiliki anak kecil. Kita sebagai orang tua pasti khawatir ya. Apalagi kalau ditinggal kerja nih. Wah, kira-kira anak saya aman enggak ya di rumah? Kira-kira anak saya bermain atau belajar dengan baik enggak ya di rumah? Sobat ASN kalau dikirim diklat di BPSDM Provinsi Jawa Timur sekarang udah enggak perlu khawatir lagi. Karena di BPSDM Provinsi Jawa Timur ruang bermain anaknya lengkap banget fasilitasnya. Mulai ada tempat bermain, tempat tidur untuk mereka bisa istirahat, kemudian buku-buku edukatif, dan ada ruang nursery juga untuk Ibu menyusui. Kamar mandinya pun lengkap dan bersih. Dan yang enggak ketinggalan penting, Sobat ASN bisa langsung pantau lewat CCTV. Keren banget, kan? Jadi, Mommy and Daddy sekarang gak perlu khawatir lagi, ya. Mommy and daddy don't worry we are happy. [Musik] zaman yang terus tergerak Sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. [Musik] Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar pemerintahan berkelas dunia tukang tekad pantang menyerah jadi ASN berkualit [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik, melayani bangsa Dengan sepenuh hati marahlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Berentasut melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Kami dari sini dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa batasannya. Selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak. bekerja sepenuh hati, tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa. [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragam. Mengjas sepenuh hati, tulus membantu sesama dengan bang kami melayani dengan bangi. [Musik] Dengan mengat kami melayani Mas [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] He. [Musik] He. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia, siap menyongsong Indonesia emas. ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar pemerintahan berkelas dunia tekad pantang menyerah jadi ASN berkuit [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan dan salam sehat untuk kita semua. Selamat datang kami ucapkan kepada sobat ASN di mana pun Anda berada baik yang telah tergabung dalam Zoom meeting maupun channel YouTube BPSDM Jatim TV. Senang sekali kembali saya Fan Patriia yang akan menjadi moderator pada ASN Belajar seri ke-33 tahun 2025 tahun ini dan merupakan persembahan dari Corpu SDIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sobat ASN, di tengah tuntutan zaman yang serba cepat, masih banyak ASN yang terjebak dalam rutinitas kerja yang tanpa semangat kerja dan juga belajar menghasilkan karya yang belum juga berdampak nyata atau bahkan merasa pengabdian hanya sebatas kewajiban saja. Padahal tanpa budaya kerja yang kokoh, birokrasi ini sulit bergerak maju dan kepercayaan publik pun terancam luntur. Oleh karenanya, dibutuhkan tiga pilar utama, yaitu belajar, berkarya, dan mengabdi untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut. Ketiganya adalah satu kesatuan yang membentuk etos dan jati diri ASN. Belajar tanpa berkarya hanya akan berhenti pada teori saja. Berkarya tanpa belajar akan kehilangan arah. Mengabdi tanpa keduanya akan kehilangan makna. Maka saat ASN menjadikan belajar sebagai budaya, karya sebagai bukti, dan pengabdian sebagai tujuan, lahirlah insan aparatur yang profesional, berintegritas, dan berdedikasi. Dari ruang kerja hingga ruang publik, budaya kerja ini menjadi cahaya yang menerangi pelayanan, menumbuhkan kepercayaan, dan menggerakkan Indonesia menuju kemajuan. [Musik] Sobat, untuk membuka webinar ASN Belajar ke-33 tahun 2025, marilah kita dengarkan terlebih dahulu opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, S.PM. PMP [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 28 Agustus tahun 2025, ASN belajar telah memasuki seri yang ke-33. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami selalu berkomitmen sekaligus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-33 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka melakukan intropeksi kolektif tentang seperti apa budaya kerja ASN selama ini dan merancang ikhtiar strategis ke depan untuk meningkatkan kualitas budaya kerja tersebut. Kita sadar sepenuhnya bahwa di tengah dinamika zaman yang ditandai oleh disrupsi teknologi, perubahan sosial, serta tuntutan akuntabilitas publik yang semakin tinggi. Peran ASN sebagai penggerak birokrasi menjadi sangat krusial. ASN bukan hanya pelaksana kebijakan, tapi juga penjaga integritas, penjamin pelayanan publik, sekaligus motor inovasi pembangunan. Dalam situasi ini maka budaya kerja ASN akan menjadi ruh birokrasi. Tanpa budaya kerja yang sehat, profesional, dan berorientasi pelayanan, birokrasi akan kehilangan jati dirinya. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN Belajar seri ke-33 tahun 2025 ini mengangkat topik budaya kerja ASN, belajar, berkarya, dan mengabdi. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik ini nanti akan dibahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sabat ASN di seluruh tanah air berbicara tentang budaya kerja ASN. Sejatinya kita sedang berbicara tentang jantung dari sebuah bangsa. ASN bukan hanya aparat administratif, tapi juga penjaga harapan rakyat dan penggerak roda pembangunan. Budaya kerja ASN adalah DNA yang membentuk bagaimana kita belajar dengan tekun, berkarya dengan tuntas, dan mengabdi tanpa batas. Dalam era disrupsi saat ini, ASN tidak cukup hanya menguasai aturan dan prosedur. ASN dituntut untuk memiliki etika pelayanan, semangat inovasi, dan integritas yang kokoh. Tema kita hari ini, belajar berkarya mengabdi adalah mantra transformasi ASN. Belajar karena dunia berubah lebih cepat dari yang kita bayangkan. ASN harus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Berkarya karena pengetahuan tanpa karya hanyalah wacana. ASN ditantang untuk menghasilkan inovasi, solusi, dan kebijakan yang nyata menyentuh kehidupan masyarakat. Mengabdi karena pada akhirnya tujuan tertinggi ASN adalah menghadirkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Mengabdi adalah bahasa cinta seorang ASN kepada tanah airnya. Sahabat ASN, kita sedang menapaki jalan panjang menuju Indonesia Emas 2045. Saat itu republik ini akan genap berusia 100 tahun dan ASN hari inilah yang akan menjadi arsitek peradaban menuju abad emas tersebut. Untuk sampai ke sana, kita membutuhkan ASN yang kompeten sekaligus berkarakter. ASN yang melek digital namun sekaligus menjunjung tinggi moral. ASN yang mampu berpikir global, namun sekaligus bertindak lokal. Budaya kerja ASN haruslah menjadi budaya inovasi, kolaborasi, dan integritas. Hanya dengan itulah kita bisa memastikan bahwa setiap tetes keringat ASN menjadi cahaya bagi kemajuan bangsa. Sesungguhnya budaya kerja adalah denyut nadi yang menghidupkan sebuah organisasi. Ia bukan sekedar aturan tertulis, melainkan kumpulan nilai kepercayaan, kebiasaan, dan perilaku yang tumbuh dihidupi bersama. Dari situlah lahir cara kita bekerja, cara kita berinteraksi, dan cara kita menyelesaikan tugas kita sehari-hari. Budaya kerja ibarat cermin jiwa organisasi yang membentuk lingkungan, mempengaruhi mentalitas, dan menentukan suasana kerja. Ketika budaya kerja sehat dan kuat, maka setiap individu akan bekerja dengan semangat, setiap tim bergerak dengan harmoni, dan setiap kebijakan lahir dengan makna. Para ahli manajemen menyebut bahwa budaya kerja sebagai the invisible hand, tangan yang tak kasat mata yang mengarahkan perilaku, memberi identitas sekaligus menjadi perekat kolektif dalam sebuah institusi. Budaya kerja adalah roh yang menyalakan api dedikasi, menjadikan pekerjaan bukan sekedar kewajiban, melainkan ibadah dan pengabdian. Maka membangun budaya kerja yang unggul berarti menyalakan ober peradaban birokrasi. Ia bukan hanya tentang what we do, melainkan how we do it with values, with respect, and with purpose. Saat ASN di seluruh tanah air, ASN adalah mata air peradaban. Setiap pelayanan yang tulus adalah tetes embun yang menyejukkan rakyat. Setiap karsa yang nyata adalah sungai yang mengalirkan harapan dan setiap pengabdian adalah samudera luas tempat bangsa ini berlabuh. Mari kita jadikan budaya kerja ASN sebagai energi kolektif untuk membangun birokrasi yang lebih profesional, adaptif, dan berintegritas. Karena pada akhirnya ASN yang berbudayalah adalah ASN yang belajar tanpa henti, berkarya tanpa pamri, dan mengabdi tanpa batas. Sahabat ASN di seluruh tanah air. Lalu bagaimana kita sebagai ASN Indonesia membangun dan mengembangkan budaya kerja yang berakar pada nilai luhur bangsa, berorientasi pada pelayanan publik, dan bertumbuh seiring denyut nadi perubahan zaman. Nah, untuk membahas cerdasan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber hebat yang luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat TN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Bapak Prof. Dr. Ilham Sentosa, SSTP, MPA, PhD. Beliau adalah guru besar sekaligus senior konsultan di University of Kuala Lumpur, Malaysia. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Ibu Dr. Bawinda S. Lestari, SH, MC. Beliau seorang akademisi, pakar psikologi organisasi. Dan ketiga, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Ibu Husna Marzuko, S, M.M. Beliau adalah seorang trainer, konsultan, coach, dan motivator. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-33 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih atas opening speech yang telah disampaikan oleh Bapak Dr. Ramlianto, S.MP. Nah, sebelum kita berlanjut pada sesi utama pada ASN Belajar seri ke-33 tahun 2025, kali ini kami informasikan bahwa saat ini Sobat ASN sudah dapat melakukan presensi pada laman semesta Bangkom. Sekali lagi sudah bisa melakukan presensi dalam laman semesta Bangkom. Di awal tadi telah kami tampilkan bagaimana caranya dan link presensi dapat Sobat ASN lihat pada running yang ada di bawah. Nah, itu adalah update running di mana Sobat SN dapat melihat bagaimana caranya untuk dapat melakukan presensi. kolom chat Zoom dan juga pin chat YouTube BPSDM Jatim TV juga telah kami sediakan bagaimana caranya melakukan presensi dan dikarenakan karena traffic presensi yang sangat tinggi saat ini. Bagi sobat ASN yang masih belum bisa mengakses presensi dapat mencoba kembali secara berkala selama mengikuti ASN belajar seri ke-33 tahun 2025 kali ini. [Musik] Baik, tema kita kali ini adalah ASN di mana harus belajar, berkarya, dan mengabdi. tiga poin penting dan telah kita hadirkan narasumber secara virtual yang telah jauh-jauh hadir untuk dapat menjumpai secara online kepada seluruh sobat ASN di mana pun berada. Saya ingin menyapa terlebih dahulu kepada narasumber yang pertama yaitu Profesor and Senior Consultant University of Kuala Lumpur, Malaysia Prof. Dr. Ilham Sentosa, SSTP, MPA, PhD. Halo, selamat pagi, Prof. Selamat pagi. Suara saya terdengar baik. Sudah terdengar dengan jelas. Apa kabarnya, Prof, hari ini? Kabar baik, alhamdulillah. Luar biasa. Boleh tahu saat ini berada di mana, Prof? Posisi pagi ini di Kuala Lumpur. Wow. Kuala Lumpur. Bagaimana cuacanya hari ini, Prof? Cerah. Cuaca sangat cerah pagi hari ini. Luar biasa. Terima kasih atas waktunya menyempatkan diri untuk dapat berbagi ilmu dengan Sobat A di Indonesia. Dan waktu kami persilakan. Baik, terima kasih. Ee bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee selamat pagi. Ee salam sejahtera untuk ee kita semua. Ee terlebih dahulu saya sampaikan ucapan terima kasih kepada BPSDM Jawa Timur. Ee pagi hari ini e kita sama-sama belajar nih ya. Kita sama-sama belajar ee sama-sama berkarya dan juga ee kita bungkus semuanya dalam kerangka pengabdian ya. Dalam kerangka pengabdian. Ee begitu saya dapat topiknya ini belajar berkarya mengabdi. Wah, ini tiga tiga item yang ee betul-betul ee menjadi apa ya menjadi se ee suatu kesatuan ya, satu kesatuan yang betul-betul ee diperlukan pada saat sekarang. Bagaimana cara kita untuk ee menjawab tantangan ke depan ya seperti tadi yang telah disampaikan oleh Pak Kaban. Eh sebelumnya izinkan saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pak eh Ralianto ya, Pak Dr. Rianto sebagai Kepala Badan BPSD Jawa Timur yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk ee pada pagi hari ini kita sama-sama belajar ya, sama-sama berkarya dan juga sama-sama mengabdi nih. Nah, oke. Baik eh teman-teman SN se seusantara pada kesempatan pagi hari ini saya ee izinkan saya memperkenalkan diri Ilham Sentosa. Pada saat ini saya profesor di University Kuala Lumpur Business School. Emm kita ketahu bersama bahwa eh ketika kita bicara tentang ee budaya kerja ya, budaya kerja tadi telah disampaikan oleh Pak Kaban bahwa ee tema kita pada pagi hari ini adalah berbicara tentang budaya ya. budaya. Dan saya mencoba melihat bahwa ketika kita berbicara tentang budaya, tentu ee keinginan dari kita bersama ya adalah bagaimana supaya semua kita champion. Nah, ini tadi. Jadi saya coba mengangkat bahwa ee ketika kita berbicara tentang budaya kerja, ketika kita tentang berbicara tentang berkarya dan juga mengabdi, tentu ee ada kerangka dasar yang yang saya yakin semua ee ASN pada saat ini ee ingin untuk e champion dan pertanyaannya adalah sustainability bagaimana untuk bertahan. Nah, ini yang yang se ee pada pagi hari ini saya akan menawarkan beberapa beberapa ee bukan hanya konsep sebetulnya, beberapa ee tips ataupun teknik yang sudah kita yang sudah kita ujikan ya, sudah kita ujikan di beberapa tempat ya, di beberapa tempat, beberapa instansi yang se nanti akan saya coba paparkan satu persatu em untuk menjawab e berbagai tantangan bahwa ee dengan segala ee bentuk ee peraturan ya ee regulasi dan kemudian keadaan di sekeliling kita ee dan juga sumber daya yang kita miliki di sekeliling kita tentu ee ketika kita bicara tentang ASN sebagai employee dan juga ada keyword tentang Sability champion ini yang saya coba ramu untuk pada saat sekarang bahwa eh belajar bekerja mengabdi tiga ini apabila kita jadikan sebagai satu kesatuan ini akan menjadi ee ee strategi yang menarik ya, strategi yang efektif untuk kita menjadi ini tadi yang saya sampaikan di awal tadi yaitu menjadi eh employee yang sustainability champion. Nah, ketika kita bicara tentang sustainabil champion eh bagaimana kita untuk sustain, bagaimana untuk kita bertahan. Nah, ini yang yang pada pagi hari ini ya menjadi sepuk konsep utama, pemikiran utama yang akan saya ajukan ya saya tawarkan ke teman-teman SN semua bahwa ee kita ketahui bersama bahwa ee ASN dengan se ee lingkungan yang sudah mulai berubah ya dari jam 09.00 ke jam 09.00 pagi ataupun 8.00 pagi ke 5 petang sekarang sudah merubah konsepnya yang ee kita ketahui bersama bahwa ada Gek ekonomi, kemudian ada multitasking ya, kemudian ada remote walking. Hal-hal seperti ini yang yang merupakan peluang ya peluang bagi untuk bagaimana menjadi sustainability champion itu tadi. Ini bahasanya keren nih sustainability champion. Nanti mereka akan bertanya nih, Prof. Ini bahasanya nih sangat-sangat luar biasa. tetapi apa yang harus kita lakukan dan bagaimana kita melihat ini menjadi ee apa ya menjadi ee kesempatan peluang untuk kita melihat bahwa ee ASN ternyata mampu dan lebih dari cukup untuk kita melakukan hal tersebut. Nah, teman-teman semua saya catatkan tentang satu konsep yang kita namakan sebagai social bus learning. di social busnis learning ini budaya kerja saya yakin sebetulnya sudah ada di e di lingkungan kita, di keseharian kita. Nah, hanya saja eh social busnis learning ini menjadi ee tren ya, menjadi tren yang harus ee kita pahami bersama apa itu social busis learning dan eh bagaimana ke depannya kita meng eh eksekusi social busnis learning ini sebagai eh platform ya, sebagai platform yang bisa kita ee sepakati bersama bahwa dengan social bu learning ini kita bisa belajar ya, bisa berkarya dan mengabdi. Nah, itu tadi em ketika saya dapat ketiga topik ya, ketiga item ini itu saya berpikir bahwa ini kita pakai resep yang mana satu nih, mana yang paling enak, mana yang paling ee mendekati praktis ya. Karena ee sebagai akademisi tentu e tugas kami adalah melihat ee tips-tips ataupun teknik-teknik mana saja yang sudah kita uji cobakan. Dan kemudian se kita melihat bahwa situasi di birokrasi Indonesia, birokrasi di daerah ya, bahwa ini loh yang yang se mendekati ini yang se antara teori dengan praktisnya itu tidak terlalu jauh gitu gap-nya dan kemudian ee mengerucut kepada satu konsep ternyata social busnis learning ini bisa menjadi budaya kerja ya yang itu tadi ketika ee ASN ya ketika ASN memahami social busnis learning ini em tentu itu bisa lebih optimal lagi ya dalam kerangka itu tadi belajar, bekerja, dan juga mengabdi. Baik, ketika kita bicara tentang social bus social busnis learning ya, social business learning di kita singkat aja ya SBL ya, social business learning. Nah, dalam social bus learning ini yang menjadi kerangka pemikiran utama yaitu adalah sustainable development. Nah, ini teman-teman yang sudah bermain dengan SDG tentu e lagi pada senyum-senyum nih Prof. bercerita tentang SDG. Betul. Saya lagi bercerita tentang SDG. Saya lagi bercerita tentang bagaimana mengimplementasikan SDG dalam keseharian ASN dan kerangka itu tadi kerangka belajar, bekerja, dan juga ee mengabdi. Kenapa saya pakai eh social business learning? Pertama adalah peran kita ya. Perabator ya. Peran kita sebagai kolaborator. Nah, ini yang menjadi eh unic selling point. Inilah yang menjadi ee ee potensi potensi awal bahwa ternyata kita di dalam birokrasi kita mempunyai ee power ya ataupun mempunyai eh responsibility bagaimana untuk kita melakukan kolaborasi ya. Bagaimana kita me apa namanya? bagaimana kita me ee lihat ya, bagaimana kita melihat bahwa item-item yang ada di sekeliling kita ya, sekeliling kita itu merupakan sebagai potensi dan itu menunggu sentuhan ya sentuhan dari eh ASN, sentuhan dari kita. Nah, eh social busnis learning berbicara tentang collaborations for sustainability. Bagaimana kita melihat se pootensi yang ada di sekeliling kita. bagaimana kita melihat se ee item-item yang ada dari perspektif internal dengan eksternal ya. internal eksternal untuk kita ee ini langsung kita langsung kita mengerucut ke beberapa ini ya beberapa keyword yang ya keword yang akan saya ee sampaikan satu persatu tadi kan tentang social busnis learning dan kemudian kita sebagai kolaborator ya kita sebagai kolaborator dan kemudian berikutnya adalah desaining bisnis ekosistem Nah, bisnis ekosistem ini tentu tidak hanya berbicara tentang sektor private, tetapi di sektor publik ya, ekosistem yang ee ekosistem yang merupakan tugas utama kita untuk ini, Teman-teman. Kalau ngelihat di slide-nya itu kan dari sebelah kiri sebelah kanan bagaimana ekosistem yang sebelumnya tidak ada menjadi ada ekosistem yang ee bergerak ya bergerak ee sebelumnya mungkin lambat ya sebelumnya lambat dan kemudian kita sebagai ASN melakukan percepatan dengan ekosistem tersebut. Nah, sebetulnya ini yang yang menjadi ee daya tarik inilah yang menjadi tantangan bagaimana kita dalam budaya kerja kita ya melihat bahwa ini loh yang harus kita lakukan. Karena selama ini ketika kita melakukan pekerjaan tentu ee kita berdasarkan se apa namanya? Berdasarkan sejob descriptions yang kita punya. Tetapi ee sedikit yang ingin saya tambahkan di sini bahwa dengan social busnis learning ya, bagaimana kita membuat desain dari ekosistem tersebut. Bagaimana ketika kita melakukan transformasi ya yang kita ee ramu dengan creativity dan innovation. Ada sebuah kreativitas di situ ada sebuah innovation-nya. Sebetulnya para teman-teman ASN kita semua nih ee bisa kita katakan pada jago semua gitu loh. Nah, saya sering sering se apa namanya? Sering seapat ee apa namanya assignment-assignments ya. Sering dapat beberapa ee tugas-tugas yang mengatakan bahwa Prof kan e kita ingin buat project ini, kita ingin melakukan investasi di area di area ini, kita ingin se melakukan se apa namanya? eh installation, kita mau install sebuah ee misalnya ee project di kawasan ini. Nah, itu hal yang saya lakukan pertama kali adalah saya terus selalu langsung melakukan kontak ke teman-teman di daerah dan kemudian ketika ketika di awal diskusi aja mereka sudah langsung bilang, "Wah, jangan khawatir Prof. Ilham kita tahu bagaimana melakukannya. Ini harus ke sini, ini ke sini, ke sini, ke sini, ke sini." Dan ternyata teman-teman di lapangan itu lebih dari mampu, lebih dari cukup. Saya yakin teman-teman pada setuju dengan apa yang saya sampaikan barusan bahwa memang ternyata di lapangan kita mengetahui, kita lebih tahu apa yang terjadi sesungguhnya di lapangan dan ee termasuk tantangannya seperti apa, peluangan peluangnya seperti apa. Tentu kita lebih mengetahui yang kondisi di lapangan. Nah, apa yang harus kita lakukan berikutnya dalam rangka meramu itu tadi nih, meramu ee potensi-potensi tersebut menjadi budaya kerja. Nah, membuat sebuah ekosistem ya, membuat ekosistem yang berkelanjutan dan bagaimana supaya ee ide-ide tersebut tidak hanya putus di ataupun ee kerangka berpikir tersebut tidak putus hanya sebatas konsep saja. Nah, ini yang yang ingin saya ee apa ingin saya tambahkan dari social busnis itu tadi. Emm dalam budaya belajar ya. Dalam budaya belajar tentu kita ketahui bersama bahwa ada ada teknik-teknik, ada konsep, ada ada teori, ada praktik yang harus kita yang harus kita bersama bahwa dengan ada ide-ide tersebut ee bagaimana kita ya melihat bahwa ee membuat sebuah ekosistem tersebut tidak hanya berdasarkan ide saja, tetapi bagaimana ee item-item ataupun puzzle yang ada di sekeliling kita itu bisa kita dekatkan ya. kita dekatkan dan kemudian menjadi sebuah ee ini ya menjadi sebuah ee gunat ataupun timeline project. Nah, dalam social busnis learning ya, dalam social busnis learning kita ee kita lihat bahwa ee designing ekosistem ya, desaining ekosistem ini menjadi ee tugas kita yang paling utama. Nah, dalam kerangka budaya belajar bekerja ataupun mengabdi ketika itu tadi, desain ekosistem inilah yang se saya tawarkan kepada teman-teman yang pada pagi hari ini mengikuti ee Zoom ya ee yang ee kita sebetulnya sudah punya potensi itu gitu loh. Sudah punya potensi itu. Hanya saja ya, hanya saja ee ketika kita melakukan eksekusi. Nah, eksekusi sering kita terhambat ya. sering kita terhambat dengan se ee kadang-kadang se bagaimana menghadapi seregulasi ataupun sebagaimana kita membawa partisipasi masyarakat ya masyarakat ke dalam se ekosistem ataupun ke dalam projek yang kita tawarkan itu tadi. Nah, ketika kita mendesain sebuah ekosistem tentu diperlukan ee pilihaian. Nah, inilah yang se menjadi sekunci utama dalam social business learning. bagaimana kita melakukan riset di awal ya, melakukan riset ini kalau saya lihatin secara konsepnya tentu teman-teman yang sudah mengetahui proses riset ya ini wajib ya dan harus kita lakukan bagaimana kita ee membuat schedule terstruktur ya. Jadi di awal itu ketika diproses perencanaan ya kita enggak usah pakai konsepsi yang yang ribet, kita enggak usah pakai tapi teman-teman harus memahami bahwa di awal tentu proses riset tetap harus kita jalankan ya. ketika kita mendesain sebuah ekosistem, bagaimana digital skills ya, digital skills sekarang ini wajib ya, sekarang ini wajib ya harus kita ee masukkan ke dalam ke dalam elemen dari desain ekosistem tersebut ya. sistem tersebut. Ini ada beberapa ee beberapa teknik ya, beberapa teknik ketika kita mendesain ekosistem itu tadi ya, pend ekosistem tentu dengan adanya riset itu kemampuan riset dan kemudian kemampuan se digital ya kemampuan digital. Nah, ini kan sebetulnya merupakan proses pembelajaran gitu loh. Proses pembelajaran bagaimana kita melihat ee ee item-item yang ada di ekosistem. Jadi ekosistem itu kayak puzzle nih. Sekarang kita mendekatkan dan bagaimana kita membuat membuat siklus dari ekosistem tersebut. Nah, tantangannya di situ gitu loh. Jadi ketika kita memahami proses risetnya kita memahami proses ee digitalisasinya ya digitalisasi. Nah, ini kan ee ee apa namanya kerangka-kerangka berpikir ya. Kerangka berpikir yang di ini lagi sedang hits pada saat sekarang itu bagaimana menjadi se keseharian mereka. Nah, tadi kita kembali lagi ke tentang social bus learning dengan adanya ee ee ekosistem ya, dengan adanya ekosistem dengan adanya desaining ekosistem yang sudah ee terlihat depan mata kita. Nah, ee saya ee menawarkan lagi nih ya, saya menawarkan lagi ee kerangka berpikir yang kita namakan sebagai desain thinking ya, menjadi sistem thinking. Nah, ini yang se menarik ya menarik nanti teman-teman silakan segogle ya silakan Google ataupun silakan melakukan ee eksplorasi. eh design thinking itu adalah ketika kita berpikir dan kemudian bagaimana berpikir tersebut kita translate kan menjadi sistem thinking. Nah, ketika dalam ekosistem tersebut mendesain ekosistem ini sudah merupakan sistem thinking-nya gitu ya. Sistem thinking-nya ini kalau saya buka nih kira-kira seperti ini nih. Wah gila nih profilnya pagi-pagi sudah ngelihatin ini anak panahnya ke sini, anak panah ke sini, anak panah ke sini. Tetapi memang seperti inilah gitu loh seperti ininya. Ini kan sama-sama menarik apabila kita belajar ya kita belajar bahwa ternyata dengan ee desain thinking atau system thinking ini ya ee ekosistem itu memang seperti ini polanya gitu loh ya. Seperti ini polanya. Ee wah ini ee tentu ee banyak melibatkan melibatkan e komponen-komponen ya baik yang ada di masyarakat ataupun di organisasi. Tapi memang seperti inilah yang kita tawarkan ya. Seperti ini yang kita tawarkan. bagaimana dengan apaanya dengan kompleksitas ya dengan kompleksitas yang ada di depan mata kita. Nah, inilah sebetulnya yang menjadi ee tantangan menarik bagi kita ya bagi ASN untuk ee memasukkan setiap komponen. Jadi ibaratnya kalau ee ketika kita membuat desain ekosistem tersebut ini kita pakai istilah Pak Gada nih gitu. apa mau gua ada nih. Nah, ini yang yang setiap kali saya diskusi dengan teman-teman ASN, dengan teman-teman yang ee akan melakukan projek, saya bilang, "Kita desain ekosistem dulu, yuk." Saya bilang gitu loh. Kenapa? Dengan desain ekosistem ini akan sangat menarik nanti ketika kita membuat perencanaan. Jadi, sebelum perencanaan ketika didesain ekosistem, kita sudah sama-sama belajar. Yuk, kita buka apa namanya papan tulis gede ya. Terus kemudian kita sama-sama masukin ekosistemnya apa saja. Inilah sebetulnya yang yang se apa ee bisa ee menarik ya menarik ee bagi kita semua bahwa ketika kita jadi setiap ee variabel-variabel yang ada di dalam dalam ekosistem tersebut ini kita masukin ke dalam sistem thinking, kita masukkan ke dalam ke dalam ee kerangka berpikir. ini ini baru agak berpikir belum kita eksekusikan apa setiap ee variabel-variabel yang ada di dalam dalam sistem thinking ini ee nanti akan berhubungan dengan pembiayaan, berhubungan dengan e resources ya, bahkan berhubungan dengan kemampuan dari kemampuan dari masyarakat akan berhubungan dengan jadi semuanya masuk menjadi ee variabel dalam ekosistem. Nah, nih pagi-pagi nih Profilang udah udah ngelihatin banyak ee variabel-variabel yang banyak. Tapi inilah sebetulnya ee budaya ya budaya yang se ee rahasianya itu ada di tangan kita ini. Kita sebagai ASN kita yang melakukan desain dari ee ee variabel-variabel yang kita dekatkan, variabel-variabel yang kita hubungkan satu dengan lain ya. Variabel-variabel yang nantinya ketika ketika nanti kita ee apa namanya? ketika kita simulasikan ya kita simulasikan ee project ataupun projek ataupun ide tersebut bisa berjalan meskipun ee pelan ya menjadi cepat menjadi cepat dan itulah yang se kita apa namanya kita ramu dalam tadi awal tadi ya dalam sebuah konsep yang kita namakan sebagai social business learning kita melihat bahwa untuk sustain ya untuk sustain tentu ada komponen-komponen apa saja yang berada di sekeliling kita baik dari segi internal ataupun ataupun eksternal apa sajakah menjadi tantangan. Jadi semuanya masuk nih, semua masuk yang kemudian nanti kita modelkan ya, kita jadikan sebagai sebuah ee apa ya, sebuah ee rantai pasok ya, sebuah ee siklus yang nantinya ketika ekosistem tersebut ee kita ramu, kita desain, dan kita jalankan tentu ee si ya kitalah yang sebagai ini kita sebagai kolaboratornya ya kita yang mengetahui bahwa bagaimana sebuah sebuah ekosistem tersebut bisa berjalan. Bagaimana kita bisa memastikan bahwa ketika kita berjalan, kita berjalan ada tantangan-tantangan apa saja. Nah, ini yang yang sebetulnya ini enggak enggak enggak enggak baru gitu. Sebenarnya ini tidak baru tetapi ee saya melihat bahwa ketika tantangan itu tadi belajar ya belajar bekerja mengabdi, ini tiga-tiganya ee ee harus kita jadikan sebagai keseharian. Tentu harus ada teknik. Nah, ini ya ini yang yang e saya tawarkan pada kesempatan pagi hari ini bahwa ketika kita eh preparation seb bagaimana kita untuk melakukan eksekusi. Nah, dari social busnis learning ya. Kemudian kita berbicara tentang sustainable development bagaimana supaya sustain dari apa yang akan kita kerjakan. Tentu kita memerlukan ee ee tips ya, tipsnya adalah membuat desain dari ekosistem. Nah, bagaimana cara mendesain ekosistem? tentu ee ada proses-proses pembelajaran yang salah satunya tadi saya tawarkan melalui desain thinking dan system thinking. Kelihatannya pagi-pagi ini sudah dapat ini ya, sudah dapat e sudah dapat ee ee variabel kemudian ini pergi ke sini, ini pergi ke sini pergi ke sini gitu kan. Kemudian anak panahnya ke sini ini berhubungan dengan ini. Tapi memang seperti inilah yang ee merupakan tugas ataupun tanggung jawab kita sebagai ASN. Ee bilang nanti, "Prof kalau enggak jadi bagaimana? Kalau gagal ee jangan khawatir memang desain thinking assistent thinking memang sudah didesain bagaimana untuk kita melihat ee peluang peluang yang ada depan mata kita. bagaimana kita untuk ee melakukan ya kita melakukan se proses perubahan itu tadi ya become nothing, become something bagaimana kita bergerak merupakan kan orang sering bilang bahwa oh nanti enggak jadi ini pasti gagal kemudian nanti jangan jangan saya bilang kita coba dulu, kita bikin dulu, kita modelkan dulu, kita buatkan sistem thinking-nya seperti apa ya. Kemudian ee nanti ini kalau kita ee lebih panjang lagi kita akan diskusi tentu ada ee insyaallah ada workshop-workshop berikutnya bagaimana kita melakukan e permodelan tersebut, bagaimana kita membuat desain dari ekosistem tersebut yang berbasiskan kepada data. Nah, pada saat sekarang tentu dalam proses belajar ini tadi kita ee tetap memerlukan data bagaimana data tersebut bisa menjadi ee kerangka utama kita ketika bergerak memastikan bahwa ekosistem tersebut bisa berjalan. bukan hanya sekedar konsep, bukan hanya sekedar tatanan se ee apa? tatangan se e ide saja gitu loh. Nah, inilah yang se pada kesempatan pagi hari ini saya tawarkan kepada teman-teman semua dan tentunya ee ketika kita membuat desain ekosistem tersebut dengan membuat dengan menggunakan sistem thinking itu tadi ya tentu tetap kita berprinsip utama bahwa pemberdayaan masyarakat pemberdayaan masyarakat lokal dan kemudian bagaimana kita ee melakukan ee pembinaan komunitas. Nah, ini yang yang kita masukkan ke dalam puzzle-puzzle di sistem thinking itu tadi. Nah, Teman-teman semua ee ketika kita berbicara tentang belajar ya dan mengabdi, emm saya melihat bahwa dengan social busnis learning ini menjadi salah satu ya menjadi salah satu ee teknik ya teknik yang se insyaallah ya ee teman-teman coba gitu mencoba teman-teman melihat bahwa ee Prof. ya kan dari mana harus memulainya. Saya bilang yang paling sederhana adalah ee apa yang terpikir, apa ide yang akan kita sampaikan baik berkaitan dengan ide, baik berkaitan dengan pekerjaan kita ataupun berkaitan dengan tugast-tugas ataupun berkaitan dengan hobi ataupun patiens, berkaitan dengan apa yang kita inginkan gitu kan. Jadi ee sering kali ee saya diskusi dengan teman-teman di daerah bilang, "Teng mulai dari mana dulu?" Saya bilang, "Yuk kita bikin modelnya dulu. kita buat sistem thinking-nya dulu. Komponen-komponen apa saja yang bisa kita masukkan di sini. Jadi seb eh kita mulai dari diskusi ya, diskusi bahwa kita sebagai kolaborator ya, kita sebagai kolaborator kita masukkan sebuah kita masukkan semuanya dalam kerangka ee desaining ekosistem tersebut. Nah, tentunya ee hal konsep ini tidak menarik, tidak akan menarik kalau kita tidak tidak praktik nih, gitu kan. Nah, jadi teman-teman silakan mencoba ya, silakan mencoba ee kerangka belajar itu tadi ketika belajar ya, tentu variabel variabel tersebut harus kita lihat variabel-variabel yang ada dalam dalam ketika kita membuat membuat desain thinking ini menjadi sebuah sistem thinking, tentu proses pembelajaran ini tidak akan berhenti. Itu proses terus-menerus yang kita itu tadi ee saya yakin insyaallah ini akan menjadi budaya kerja kita gitu kan. Nah, kemudian ketika kita berkarya, saya yakin bahwa ini merupakan karya, ini sudah merupakan masterpace gitu loh. Ketika kita membawa membawa komponen masyarakat kita membawa komponen komunitas masuk ke dalam ke dalam desain thinking kita ya. Ke dalam desain thinking kita ini yang e saya namakan berkarya gitu kan. Dan mengabdi tentunya ee kita bungkus belajar dengan berkarya tersebut dalam kerangka ee pengabdian kita ya ee dalam kesadaran kita sebagai ASN. Nah, Teman-teman semua ya, kesimpulan kesimpulan ee pada pagi hari ini ya, pada pagi hari ini ketika kita bicara tentang budaya kerja mm saya fokus kepada tiga ee tiga hal. Yang pertama adalah dengan social business learning ya. dengan social busnis learning ini merupakan ee ee metode ya, metode bagaimana teman-teman melihat bahwa kita sebagai SN, kita sebagai kolaborator kita berada dalam posisi yang sangat-sangat ee tepat untuk melihat ee semua potensi yang ada di depan mata kita, melihat semua kemungkinan-kemungkinan dan tantangan-tantangan termasuk permasalahan yang ada di depan mata kita untuk kita kalau kolaborasi untuk kita sinergikan menjadi sebuah ekosistem. Itu yang pertama, social business learning. Nah, yang kedua adalah tentu bagaimana cara kita mengeksekusi social busnis lear itu tadi dengan membuat ekosistem ya. Membuat ekosistem yang kedua. Yang ketiga, bagaimana kita untuk membuat ekosistem? Membuat ekosistem tentu diperlukan digital skills, tentu diperlukan eh teknik riset. Nah, tetapi yang paling penting adalah kita mulai dari bagaimana kita membuat riset ekosistem. dengan menggunakan sistem thinking ya. Sistem thinking ini kerangka berpikir ya. Langkah berpikir. Jadi ketika proses pembelajarannya apa sih, Prof? belajarnya ya belajarnya ini gitu loh. Kita membuat model ya model tersebut dengan memasukkan semua variabel yang ada di dalam ee keseharian kita. ee dan ini ee sudah saya ujikan ya, sudah saya ujikan di beberapa instansi di beberapa negara ya dan termasuk di Indonesia beberapa kabupaten kota sudah kita ujikan dan ternyata teman-teman yang bermain dengan permodalan seperti ini mereka bilang, "Wow, Prof. Ini ee menarik karena apa? Ee kita akan terus belajar ya, kita akan terus ee berkarya dan yang paling penting adalah ketika permodalan tersebut bisa kita sinergikan dengan komponen-komponen yang ada di sekeliling kita. ini yang kita namakan sebagai pengertian. Kesimpulan kita pada pagi hari ini tentu harus kita praktik ya. Kita praktik em sedikit ya sedikit apa yang saya sampaikan semoga bisa bermanfaat, semoga bisa menjadi ee pemicu untuk teman-teman pada pagi hari ini. Ee Prof. Ilham tawarkan konsep nih, Prof. tawarkan teknik yang nanti dalam perjalanannya kita harus melihat, kita harus ee praktik, kita harus uji cabakan. Softwaren-nya mudah kok. pada saat sekarang ee kalau kita lihat di YouTube aja itu banyak sekali ee software-software yang berkaitan dengan ataupun teknik-teknik berist thinking. tetapi ee semangat dari belajar, berkarya dan mengabdi ini yang bisa kita bungkus dengan menggunakan sistem busnis lear dengan social busnis learning melihat bahwa sustainable development itu bisa kita jalankan dengan memakai peran kita sebagai ASN dengan membuat ekosistem yang itu tadi kita desainkan sebagai sebuah permodelan dan nanti dari model tersebut tentu kita yang akan melakukan eksekusi bagaimana model tersebut bisa kita jalankan bagaimana ekosistem yang kita desain tersebut bisa ee bermanfaat dan bisa menjadi se apa continuity ya menjadi se ee implementasi untuk ee itu tadi kerangka mengabdi bagaimana kita memberdayakan masyarakat, bagaimana kita melibatkan komunitas-komunitas, bagaimana kita mendekatkan puzzle-puzzle yang ada di sekeliling kita menjadi sebuah ekosistem yang ee betul-betul ee merupakan ee hasil ee apa namanya? hasil karya kita sebagai ASN. Demikian ya ee nanti kita akan ee lanjutkan dalam forum diskusi. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya kembalikan kepada Pak Moderator. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak 30 menit yang sangat berarti dan insightful sekali. Saya turut menyimak juga banyak sekali kerangka pemikiran yang akhirnya mengubah mindset saya dan juga ingin merubah beberapa hal begitu ya untuk lebih bisa berkarya dan juga mengabdi pada masyarakat. Sudah ada penanya Prof. yang rest hand berarti kita akan berinteraksi langsung begitu ya. Saya ingin menyapa Bapak Kasiadi. Selamat pagi Pak Kasiadi. Halo, selamat pagi. Kami masih hubungkan Pak Kasih Adi bersama dengan kita secara online. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Apakah suara saya terdengar, Bu? Iya, betul sudah terdengar dengan jelas, Pak Kasih. Bis. Selamat pagi, Prof. Dr. Ilham dari Malaysia. Iya, selamat pagi. Alhamdulillah materinya luar biasa. Dari ESN belajar berkarya Mengabdi. Tadi profesor menyampaikan tiga hal SBL, sistem dan system thinking. Lah, apakah dari tiga-tiganya ini adalah prasyarat 1 2 3 artinya SBL dulu ekosistem atau kita balik? Karena begini, Prof. Kalau kita belajar berkarya itu otomatis niatnya dulu. Kalau mengabdinya artinya itu betul-betul tulus sebagai ASN, saya pikir bisa timbul adanya ee kita berkarya dan belajar. Tapi kalau kita tidak tulus, otomatis kita tidak bisa menyiptakan ekosistem yang bagus. Terima kasih, Prof. Ya. Asalamualaikum warahmatullah. Baik. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Menarik nih, Pak. Ini berbicara tentang tulus. Nah, ini tentang tulus. Nah, mulai dari mana, Pak? Mulai dari mana? Jawabannya adalah tiga-tiganya paralel, Pak. Tiga-tiganya paralel dari SBL-nya, ekosistemnya, dengan sistem thinking-nya. Jadi, eh sering sering saya diskusi dengan teman-teman di bilang, "Prof, nih kita mau mau kita pada kita punya ide nih." Nah, kita yakin masyarakat pasti akan terbantu dan kemudian sebagaimana kita ee pokoknya banyak yang ee manfaat yang bisa kita buat dari ide tersebut. Terus saya bilang, "Yuk, kita bikin modelnya dulu, kita bikin sistem thinking-nya dulu." Karena itu tadi dari sistem thinking itu tadilah bagaimana kita melihat ekosistem apa yang bisa kita desain tersebut. Tentu ee memfasilitasi kepentingan ya. Memfasilitasi kepentingan, memfasilitasi semuanya 100% ee kita kita enggak mau enggak mau berjanji bulan bintang nih Pak ya. Enggak mau berjanji yang pelangi, yang cerah gitu. Tetapi ee apa yang bisa kita tawarkan di sini dengan social busnis learning dalam ekosistem tersebut? Kita mencoba memasukkan kepentingan-kepentingan itu tadi, Pak. kita mencoba untuk melihat bahwa ada tantangan, ada kelemahan-kelemahan, ada kekurangan-kekurangan yang nanti ketika kita hubungkan melalui sistem thinking itu tadi inilah yang ee menjadi ee apa ya menjadi ee ee sebuah pengalaman yang menarik gitu kan. Kenapa saya mengerjukan st thinking? Karena ini sudah saya ujiikan di beberapa kabupaten, saya sudah uji cobakan ke beberapa instansi-instansi bukan hanya di Indonesia, di beberapa negara dan kemudian saya bilang, "Yuk, kita bikin modelnya dulu, kita bikin sistem thinking-nya dulu." Nah, sebetulnya bericat tentang tulus itu akan terpaksa mereka harus tulus, Pak. Karena itu tadi begitu sudah jadi modelnya saya bilang gitu ya. Ayo kita kerjakan. Saya bilang gitu. Ini menjadi semangat bersama bahwa ketika sudah menjadi model ya menjadi model kita menjadi sebuah ekosistem apalagi ekosistem tersebut kita berjalan. Eh, saya selalu makai pakai prinsip jalan aja dulu. Jalan aja dulu maksudnya adalah ekosistem tersebut masih kecil gitu kan. Enggak belum tentu ee melibatkan yang gede. Saya bilang kita coba dulu dari ekosistem yang kecil nanti lama-lama kan akan menjadi besar, besar dan besar. Nah, betul yang Bapak sampaikan tadi ketika tulis itu ee modal awalnya. Nah, tapi saya ngegasnya, Pak. Saya maksuk kita buat model dulu dari model baru kita nanti kita gas. Nah, tulisnya insyaallah akan berbarangan dengan ee bagaimana ekosistem tersebut berjalan. Demikian, Bapak. Baik, demikian untuk jawabannya. Pak Kasih Hadi. Mungkin ada yang mau ditanggapi. Cukup. Terima kasih banyak. Makasih hadir telah bergabung secara online. Dan kami akan beralih kepada penanya berikutnya yang juga telah tergabung secara online yaitu ada Ibu Nita Fitrih. Betul ya Ibu Nita Fitriah. kami akan hubungkan. Iya, betul. Baik, selamat pagi, Bu Fitri. Pagi. Pagi. Bagaimana kabarnya hari ini, Bapak, Ibu? Alhamdulillah sehat. Baik, Ibu. Boleh suaranya agak di volumenya dinaikkan sedikit karena suaranya terdengar agak kecil dari kami di sini. Iya, sudah, Mbak. Ah, sudah. Baik, disilakan untuk pertanyaannya Bu Fitri. Ini materi yang saya tunggu-tunggu ini. Baik. Karena semua lini kementerian, semua unsur masyarakat sudah dibicarakan ekosistem. Apalagi di awal tahun, di awal pemerintahan semua mengawalinya dengan jarakkan ekosistem. Yang jadi pertanyaan saya Prof. Ilham mempelajari desain tadi, desain ekosistem tadi itu harusnya dibutuhkan ee apa? environment yang tidak terlalu gitu. Jadi yang lentur gitu. Yang jadi pertanyaannya bagaimana membuat environment itu mendukung untuk penciptaan ekosistem yang lebih baik gitu kan. Mayoritas kebanyakan kalau instansi pemerintah itu masih ada feudalisme, masih ada seniorisme atau bagaimana. Itu aja, Prof. Makasih. Baik, Bu Fitri. Terima kasih pertanyaannya. Wow, luar biasa. Ini mewakili pertanyaan sobat ASN di mana pun berada sepertinya. Silakan, Prof. untuk jawabannya. Baik. Em pagi tadi sebelum ini sebelum diskusi apa kita ini ee ee ada ada seorang rekan dia bilang gini, "Prof itu sama kayak ee ini kita bicara tentang feodal nih ya. Ini kita kita buka-bukaan aja nih, Bu. Tidak ada dusta di antara kita." Dia bilang ini karena kayak karena kayak ikan. Dia bilang gitu. ikan kalau dari atas dari kepala ikannya bermasalah, ke belakang ke bawah-bawahnya juga bermasalah. Nah, ini ini teman yang yang diskusi tadi pagi pasti dia senyum-senyum nih gitu kan dia senyum-senyum. Ee emm setuju Bu gitu loh. Setuju dengan apa yang Ibu sampaikan tadi bahwa ee ketika kita bicara tentang feederalisme ee ini yang menjadi tantangan ya. Ini menjadi tantangan bagi ee ketika kita mendesain sebuah ekosistem. Nah, eh kenapa saya tawarkan sistem thinking, Bu? Ya, kenapa saya tawarkan sistem thinking? Dengan ada sistem thinking tersebut, dengan adanya sistem detemik yang yang kita modelkan, ee ini pengalaman pengalaman saya ketika membuat desain tersebut ee yang fedal-fedalnya masuk sekalian, Bu. Jadi, jadi kadang-kadang ee kita kan itu ya kita sering ee ASN ini kan bukan hanya kanan ya, tapi atas bawah nih. Jadi lengkap 360 derajat tantan
Resume
Categories