ASN Belajar Seri 35 | 2025 - Literasi Untuk Transformasi: Dari Pengetahuan Membangun Peradaban
YCjj_v5LZeY • 2025-09-13
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] [Tepuk tangan] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia tekad tanggungera jadi ASN berkualitan servis [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Pada hari ini, Senin, 9 Desember 2024, kita semua dapat berkumpul bersama dalam penyelenggaraan kegiatan sharing session sobat sertifikasi kompetensi investasi ASN berkualitas dalam keadaan sehat. Bapak, salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas ASN adalah pengobaan kompetensi melalui sertifikasi kompetensi. Sertifikasi kompetensi bukan sekedar selar penghanal tetapi merupakan bentuk investasi nyata. Memastikan ASN memiliki standar keahlian yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Sertifikasi kompetensi investasi ASN kualitas hanya resmi dibuka dan dimulai. [Musik] A [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee perkenalkan nama saya Trisul Adi Saputro dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Naset ee Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Magetan. Ee alhamdulillah ee hari ini kami melakukan tes uji kompetensi pengelola keuangan daerah. Ee saya selaku bendara pengeluaran alhamdulillah dengan uji kompetensi ini bisa menguji kompetensi kita apakah kita layak untuk menjadi bendara pengeluaran. ee pesan-pesan untuk teman-teman yang lain ee bisa memaksimalkan apa pengetahuannya untuk meningkatkan kompetensinya selaku pengelola keuangan daerah. Kemudian untuk saran untuk BPSDM Provinsi Jawa Timur ee selama kami di sini alhamdulillah pelayanan cukup baik dan memuaskan sehingga kami bisa nyaman dan bisa mengikuti ujian dengan nyaman juga. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo, asalamualaikum. Nama saya Dias Karismadani. Saya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto. Eh, hadir di sini untuk mengikuti sertifikasi kompetensi keuangan daerah. Kemarin hadir panitianya dari BPSDM benar-benar luar biasa. Penyambutan mulai dari depan sampai ke registrasi itu panitianya ramah sekali. Terus begitu masuk ke kamar ee semua fasilitasnya juga sudah memadai mulai dari makan, kamar tidur, kamar mandi, semuanya bersih. Untuk jalannya tes juga sudah terschedule dengan rapi, dengan tertib sehingga kami bisa mengikuti dengan nyaman dengan bisa fokus dan bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Harapan kita ke depan adalah mungkin BPSDM bisa lebih sering mengadakan kegiatan atau untuk webinarnya lebih berfokus kepada masalah keuangan daerah, terutama yang untuk daerah-daerah yang kan masalahnya berbeda-beda setiap daerah. Jadi bisa lebih sering untuk mengadakan yang bertema tentang keuangan. Terima kasih. Wasalamualaikum. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi semuanya. Saya Dian Astuti Purwandani dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magetan hari ini ikut mengikuti diklat ee sertifikasi Komputasi Pengolaan Keuangan di BPKPSDM ee Provinsi. Terima kasih panitia. luar biasa ee pelaksanaan diket lancar dan kami ee selama mengikuti diket di sini ee sangat nyaman sekali dan harapannya untuk PKPSDM Provinsi ee memberi kuota tambahan biar teman-teman kami yang berada di kabupaten kota sekitar seluruh provinsi bisa mengikuti dikat yang sama sehingga kami dalam rangka melaksanakan pengolan keuangan di kabupaten kota ee dapat menyajikan laporan yang akuntabel transparasi. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Budi Fajarudin asal dari Kabupaten Nganjuk ee Kecamatan Patian Rowo. Ee kami mengucapkan terima kasih atas ee fasilitasnya di mana kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan bisa menambah ilmu semua rekan-rekan sehingga apa yang kita lakukan dan harapan ke depan ee dari sisi kami, dari sisi saya, pengetahuan-pengetahuan, pembelajaran-pembelajaran yang saya dapat di sini bisa diterapkan di OPD bisa untuk perbaikan-perbaikan di OPD dan ee harapan terkait dengan penyelenggaraan kompetensi di BBSDM Jawa Timur ditingkatkan lagi utamanya terkait jaringan waktu wawancara ini ada sedikit kendala sempat putus Pak jaringannya. Demikian terima kasih. Perkenalkan nama saya Dewi Ratani Utami. Saya bendahara dari Dinas KB Kabupaten Magetan. Kesan-kesan saya saat mengikuti diklat di BKPSDM Jawa Timur ini ee saya menikmati sekali fasilitasnya juga di sini. Asesornya ee panitia-panitianya juga sangat cepat dalam memenuhi kebutuhan kita saat melakukan diklat. Dan untuk tempat ee asramanya saya juga merasa nyaman karena sudah terfasilitasi dari kamar mandi terus apa ada AC-nya. Jadi kita nyaman saat di kamar untuk melakukan kegiatan belajar belajarnya di malam hari atau untuk menyiapkan ujian-ujiannya, uji kompetensinya. untuk pesannya. Kemudiannya lebih baik lagi dan fasilitas-fasilitasnya lebih baik lagi serta peserta itu lebih nyaman lagi untuk tinggal di sini. Terima kasih. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Untuk menjawab tantangan tersebut perlu upaya peningkatan daya SN serta kerja sama dan kemitraan komunis. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pengembangan kompetensi bagi ASN sesuai dengan tuntutan tugas jabatan dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta terintegrasi secara ee nasional. Kami berharap alumni sertifikasi kompetensi mampu menggali informasi semaksimal mungkin keluar dari sertifikasi yang telah Bapak Ibu lakukan. ee sehingga Bapak Ibu yang telah menyatakan kompetan itu memiliki ruang gerak dan waktu untuk bisa meningkatkan yang lebih sehingga Bapak Ibu akan dipersiapkan kembali pada yang lain pada uji kompetensi yang lain tentu dengan jenjang yang berbeda. Mudah-mudahan itu Bapak ngih ee bisa masuk ke hukum yang lain dengan kompetensi yang bergerak. [Musik] He. [Musik] Terima kasih atas kehadiran Bapak-bapak. kami ee sebenarnya Pak Ibuas sebagai izin kami ingin mengundang seluruh alumni insyaallah nanti bertahan karena keterbatasan kami sehingga Bapaklah yang beruntung untuk diundang oleh Buara untuk segera mengikuti proses taser stud kali ini. Ee tujuan taser stadi kali ini adalah ee untuk menggali informasi, Pak. menggali informasi baik kompetensi-kompetensi teknis atau kompetensi-kompetensi tertentu yang Bapak Ibu miliki untuk dituangkan ke dalam uji kemarin maupun proses secara teknis. [Musik] Nama saya Andi Bagus Rahmat. Ee saya peserta Diklat. Terima kasih. Kesan saya bagus pelayanan semoga kualitasnya semakin meningkat. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya nama cilani, pegawai RSUD Muhammad Nur Pamekasan. Kami sangat bangga dengan adanya kompetensi ini karena untuk pembelajaran bagi kami masalah umur tidak ada halangan yang penting kita mau belajar. Dan saya sangat berterima kasih kepada BPSDM dengan adanya hal ini pengetahuan-pengetahuan itu akan selalu bertambah untuk kita semua khususnya khusus untuk pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk saat ini dan untuk masa depan. Mungkin itu dari kami kurang lebihnya mohon maaf. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Yeah. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. menjadi ASN berakhlak mulia, siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar wujud pemerintahan kelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN berkuat cita [Musik] sama [Musik] yang terus bergerak sambut dengan penuh Semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia, siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar wujud pemerintahan kelas dunia tukang tekad pantang menyerah jadi ASN berkuat kita [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia. Satukan tekad pantang menyerah. Jadi ASN cetar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia. Tunjukkan tekad pantang menyerah jadi ASN cepat berkewajiban [Musik] bersama [Musik] wabarakatuh. Selamat pagi sobat AS di mana pun Anda berada baik yang sudah bergabung di Zoom meeting ataupun yang tengah menyaksikan acara ini melalui live YouTube BPSDM Jatim TV. Senang sekali saya Luk kembali menyapa sobat ASN tentunya dalam acara webinar ASN belajar seri 35 tahun 2020 provinsi global dan tidak menjalankan tugas administratif saja tapi lebih dari itu juga sebagai motor dan [Musik] Ah. [Musik] zaman yang terus bergerak sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia satukan tekad pancang menyerah jadi ASN berkuwa sama [Musik] Term [Musik] Cek cek. [Musik] e Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan selamat pagi kembali bagi sobat SN di mana pun Anda berada. Baik yang tengah menyaksikan acara ini melalui Zoom meeting ataupun yang tengah bergabung melalui live YouTube BPSDM Jatim TV. Senang sekali saya Lukman Ali kembali menyapa Anda tentunya dalam acara webinar ASN Belajar seri 35 tahun 2025 Persembahan Korpu SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Kami mengucapkan mohon maaf apabila ada kendala teknis yang sempat terjadi. Semoga acara ke depan tetap dapat berjalan dengan baik dan juga optimal. Sobat ASN di mana pun Anda berada di tengah arus perubahan global dan transformasi digital, ASN dituntut untuk tidak hanya menjalankan tugas administratif saja, tetapi juga dituntut untuk menjadi motor penggerak perubahan dan literasi yang mencakup kemampuan memahami, menganalisis, dan juga memanfaatkan informasi secara kritis menjadi fondasi penting dalam mendukung pengambilan keputusan yang tepat dan pelayanan publik yang berkualitas. Sayangnya, tingkat literasi di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk di kalangan ASN. Padahal peran kita sebagai ASN sangat strategis dalam membangun peradaban melalui kebijakan dan juga pelayanan. Dan bersama webinar ASN belajar kali ini, mari terus belajar dan mengembangkan kapasitas literasi demi mewujudkan pemerintahan yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. [Musik] Baik, Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN Belajar seri 35 tahun 2025, kali ini kita akan mendengarkan opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air. Selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN belajar sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 11 September 2025 ASN belajar telah memasuki seri yang ke-35. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami selalu berkomitmen sekaligus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-35 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka turut serta memberikan sumbangsi pemikiran dalam rangka hari literasi internasional yang jatuh pada tanggal 8 September kemarin. Sebuah momentum yang tak sekedar peringatan melainkan pengingat bahwa aksara adalah pintu gerbang peradaban. Dari aksara lahir kata, dari kata lahir pengetahuan dan dari pengetahuan lahirlah peradaban. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN Belajar seri ke-35 tahun 2025 ini mengangkat topik literasi untuk transformasi dari pengetahuan membangun peradaban. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sahabat ASN di seluruh tanah air, kita sadar bahwa literasi adalah cahaya yang menuntun peradaban dari aksara pertama yang digoreskan di daun lontar hingga algoritma yang kini menata dunia digital. Literasi selalu menjadi jembatan antara pengetahuan dan perubahan sosial. Bangsa yang maju bukanlah bangsa yang hanya kaya sumber daya, melainkan bangsa yang kaya pengetahuan, terampil mengelola informasi, dan bijak mentransformasikannya menjadi kebijakan dan tindakan. Sejarah membuktikan bahwa peradaban besar lahir dari literasi. Peradaban Mesir kuno mengabadikan jejaknya lewat hieroglave yang terukir di dinding batu. Yunani menorehkan filsafat dan sains dalam manuskrip yang abadi. Romawi membangun sistem hukum yang tertulis rapi menjadi fondasi hukum modern hingga hari ini. Semua itu menunjukkan bahwa aksara bukan sekedar simbol, melainkan kekuatan yang menggerakkan sejarah. Bangsa yang literat adalah bangsa yang mampu bertahan dan bertransformasi. Jepang menjadikan literasi dan riset menjadi kunci kebangkitan pasca perang. Korea Selatan menggerakkan revolusi pengetahuan untuk melesatkan menjadi kekuatan ekonomi baru. Finlandia menempatkan literasi sebagai inti pendidikan hingga melahirkan sistem pembelajaran terbaik di dunia. Sbat di seluruh tanah air bagi Indonesia, literasi adalah warisan luhur sekaligus tugas besar dari prasasti Yupa di Kutai, relief di Borobudur hingga naskah kuno yang tersebar di berbagai daerah. Nenek moyang kita telah menorehkan pesan literasi adalah nyawa kebudayaan. Tantangan kita hari ini adalah menafsirkan ulang literasi agar tidak hanya bermakna membaca dan menulis, tapi juga berpikir kritis, kreatif, dan mampu mengubah pengetahuan menjadi peradaban baru yang lebih maju. Pada akhirnya kita belajar bahwa setiap sejarah besar selalu dimulai dari terasi. Aksara yang sederhana mampu menyalakan obor peradaban, mengubah pengetahuan menjadi kekuatan, dan menggerakkan bangsa menuju kejayaan. Literasi adalah akar yang menumbuhkan pohon ilmu, batang yang menyanggang budaya, dan buah yang menjahterakan masyarakat. Tanpa literasi, peradaban akan rapuh. Dengan literasi, bangsa akan tumbuh, tegak, dan melampaui zamannya. Sahabat ASN di seluruh tanah air. Lalu bagaimana kita sebagai ASN Indonesia menjadikan literasi bukan sekedar keterampilan administratif, melainkan energi transformasi yang menuntun bangsa menuju Indonesia emas 2045. Nah, untuk membahas redasan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber hebat yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat HSN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Dr. Adin Bondar Esos, M.Si. Beliau adalah Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Republik Indonesia. Kedua, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Dr. Prao, MED. Beliau adalah Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Dan ketiga, kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Prof. Dr. Joko Sarono, M.Pd. Beliau adalah guru besar Fakultas Sastra sekaligus kepala perpustakaan Universitas Negeri Malang. Nah, sobat ASN di seluruh tanah air, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-35 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. atau SPMP atas speech yang telah disampaikan. Dan sebelum kita berlanjut pada sesi berikutnya, kami ingin informasikan bahwa saat ini Sobat AS sudah dapat melakukan presensi via laman semesta dan juga link presensi ini dapat Sobat ASN lihat pada running tags, kemudian kolom chat Zoom dan juga pin chat YouTube BPSDM Jatim TV. Dan dikarenakan saat ini traffic presensi sedang tinggi. Jadi bagi Sobat TSN yang masih belum bisa mengakses laman presensi kami dapat mencoba kembali secara berkala sampai dengan pukul 12.00 siang. [Musik] Kali ini kita akan bersama yang kali ini akan disampaikan secara langsung oleh Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Bapak Nuradi Saputra, Sos, M.Si. [Musik] telah bergabung bersama kami di sini Bapak Nurhadi Saputra. Saya akan sapa beliau terlebih dahulu. Selamat pagi, Pak Nurhadi. Selamat pagi, Mas. Kabar baik, Bapak. Alhamdulillah baik. Alhamdulillah baik ya, Pak. Ya. Baik, Pak. Untuk mempersingkat waktu saja saya persilakan untuk Bapak silakan menyampaikan materinya kurang lebih selama 30 menit. Nanti kita akan langsung masuk ke sesi Q& Pak Nuri. Baik. Baik. Terima Lukman. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, shalom, om swastiastu, Namo Buddhaya, salam kebajikan dan salam literasi. Yang saya hormati Bapak Kepala DPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Ramlianto, Bapak Ibu narasumber yang juga ikut hadir dalam ee acara webinar ASN belajar ini. Ada Bapak Prof. Dr. Joko Sarono, apa kabar, Pak? Kemudian ada Bapak Dr. Prao dan Bapak Ibu peserta ASN Belajar seri 35 tahun 2025. Ee sebelumnya saya mohon maaf jika saya menggantikan Bapak Deputi. Tadi disampaikan oleh Pak Ramlianto bahwa yang akan hadir adalah Bapak Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan yaitu Bapak Dr. Adin Bondar. Tapi mohon maaf beliau tiba-tiba ada tugas mendadak untuk ee acara MOU dengan Bapak Menteri Kumham. Jadi beliau mendisposisi tugas ini untuk memberikan materi kepada Bapak Ibu ee mengenai literasi dalam acara ASN Belajar seri 35 tahun 2025. Baik ee Bapak Ibu sekalian, puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa taala, Tuhan yang maha esa karena atas karunia dan kasih sayangnya kita dapat bertemu secara daring. Bapak, Ibu tadi banyak sekali yang disampaikan oleh Bapak Kepala BPSDM Pak Ramlianto bahwa memang tanggal 8 September kemarin adalah peringatan Hari Literasi Sedunia yang sejak tahun ee diperingati oleh seluruh negara. ini sebagai pengingat bahwa literasi adalah hak asasi manusia, fondasi pembangunan berkelanjutan dan pintu gerbang menuju keadilan sosial serta masyarakat yang damai dan inklusif. Literasi secara umum didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, memahami, dan menggunakan bahasa secara efektif. Saya izin share screen ya, Mas Lukman ya. Oke. Apakah terlihat? Sudah, Pak. Silakan, Pak. Siap. Eh, belum full screen, ya? sebentar. Baik. Ee literasi ee juga mencakup keterampilan berpikir kritis, menyaring informasi, serta berkomunikasi secara lisan dan tertulis. Saat ini literasi tidak hanya terbatas pada aspek dan bahasa dan aksara, tetapi berkembang mengikuti zaman di mana saat ini kita mengenal ada literasi digital, literasi finansial, literasi budaya yang semakin berkembang dalam masyarakat modern. Sejarah literasi di dunia merupakan perjalanan panjang yang merefleksikan perkembangan peradaban manusia dari masa ke masa. Literasi yang awalnya hanya dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis. pada dasarnya telah menjadi satu pondasi utama kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan kebudayaan. Maaf, maaf. Cek cek Pak Nurhadi. Untuk tampilannya masih belum tertampil share screen Bapak mungkin bisa di slide show untuk PowerPoint-nya. Apakah apakah sekarang sudah terlihat untuk dibantu untuk full screen Bapak? Diklik SL. Oke. Oke. Sebentar, sebentar. Siap. Sudah aman Pak Nurhadi. Kami persilakan kembali untuk melanjutkan materinya. Oke. Iya. Baik. Terlihat ya Pak. hilang lagi. Mohon untuk ditunggu sejenak, Pak. Oke. Oke. Sekarang terlihat baik, masih belum tertampil, Pak Nurhadi. Oh, maaf, maaf, maaf, maaf. Saya ulangi share screen, ya. Kami persilakan, Pak. ini terlihat Pak. Terlihat sudah full screen juga. Baik, ini tertampil halaman pertama covernya Pak Nurhad. Oke, siap. Baik. Iya. Baik. ee ketika bicara literasi, bagaimana literasi berperan dalam membangun peradaban. Tadi sudah disampaikan oleh Pak Ramlianto bahwa awal kali ee literasi ini hadir dalam peradaban manusia adalah pada bangsa Sumeria yaitu sekitar kurang lebih 3.200 sebelum Masehi. Bangsa Sumaria di Mesopotamia mengembangkan sistem tulisan paku di atas lempung tanah liat. Tulisan ini digunakan untuk mencatat perdagangan, hukum, dan administrasi pemerintahan. Inilah cikal bakal dasar bagi pengembangan hukum tertulis dan birokrasi modern. Literasi di Mesopotamia ini melahirkan konsep kota dan negara sebagai pusat peradaban. Setelah fase bangsa Sumeria, kemudian peradaban manusia diisi oleh peradaban bangsa misteri kuno itu kurang lebih sekitar 3.100 sebelum Masehi dengan tulisan hieroglifnya yang digunakan dalam arsitektur piramida, catatan medis hingga kitab keagamaan. Catatan Heroglif ini banyak merekam pengetahuan tentang matematika, kedokteran, dan astronomi yang berkembang pesat di peradaban Mesir yang menjadi landasan ilmu pengetahuan di dunia Barat melalui penerjemahan teks Mesir ke bahasa Yunani dan Arab di masa berikutnya. Fase selanjutnya literasi mengambil peradaban pada era Yunani kuno yang kurang lebih sekitar 800 sebelum Masehi sampai dengan 200 ee ee sebelum Masehi. Yunani kuno yang dikenal sebagai pusat filsafat seni dan demokrasi dengan tokoh-tokoh yang kita kenal seperti Plato, Aristoteles, Sokrates menulis karya filsafat dan politik yang mempengaruhi Eropa hingga era modern. Literasi filsafat Yunani melahirkan demokrasi Atena dan tradisi berpikir kritis yang menjadi dasar ilmu pengetahuan Barat. Fase peradaban selanjutnya literasi pun mengambil peran pada ee dunia Islam sekitar kurang lebih 750 sampai dengan Masehi. di mana dalam era keemasan ee Islam di bawah dinasti Abbasiyah Baitul Hikmah di Baghdad menjadi pusat penerjemahan dan pengembangan ilmu pengetahuan. Naskah-naskah Yunani dan Persia diterjemahkan ke bahasa Arab. Kemudian muncul ilmuwan seperti Alkhawarismi, ilmuwan matematika. Kemudian ada Ibnu Sina, kedokteran dan Alfarabi ee ilmuwan cendikiawan filsafat. Pengetahuan dari dunia Islam ini diterjemahkan ke bahasa Latin yang memicu renisance Eropa. Fase selanjutnya peradaban ee literasi ee ee pada zaman Tiongkok kuno kurang lebih sekitar 105 Masehi. Di mana ditemukan kertas dan teknik pencatatan awal di Tiongkok yang mendorong penyebarluasan literasi. Ajaran Confusius dan teks-teks klasik Tiongkok mempengaruhi budaya, etika, dan sistem pendidikan di Asia Timur. Tiongkok menjadi pusat peradaban dengan birokrasi pemerintahan yang berbasis ujian. Nah, inilah pertama kali asesmen untuk pegawai kerajaan dilakukan yaitu pada era Tiongkok di mana ee sudah ada pegawai-pegawai yang akan ee dipekerjakan di dalam kerajaan. ini harus lolos tes kemampuan untuk bisa membaca. Kemudian ee fase peradaban ee manusia selanjutnya pada zaman Eropa modern yang ee kurang lebih sekitar tahun 1450 sampai dengan 1700 Masehi. Setelah ditemukannya mesin cetak di Jerman yang membuat buku lebih murah dan terjangkau. Inilah mendorong reformasi Protestan, renaisans hingga munculnya pencerahan yang melahirkan ilmu pengetahuan modern. Literasi memicu lahirnya universitas modern, sains eksperimental, dan revolusi industri. Dan ini adalah ee fase literasi pada saat ini, yaitu fase era digital. Perkembangan komputer, internet, dan kecerdasan buatan atau AI melahirkan era literasi digital dan data. Literasi memungkinkan masyarakat menyalin data, memanfaatkan teknologi, dan berpartisipasi dalam ekonomi berbasis pengetahuan. Melahirkan masyarakat informasi global di mana pengetahuan menjadi sumber daya utama pembangunan dan inovasi. Bagaimana kondisi literasi Indonesia? Tadi Pak Ramlianto menyampaikan bahwa ketika melihat bagaimana sejarah literasi di Indonesia, mungkin sejarah literasi awal itu ada dalam prasasti Yupa sekitar ee ya ribuan tahun yang lalu. Tetapi memang secara konteks isi dari prestasi Yupa itu tidak ee tidak menjadi sebuah pegangan dari sebuah peradaban yang ada. Kondisi melek ee aksara dewasa di Indonesia pada tahun 2024 menurut ee data UNESCO secara capaian nasional angka melek huruf atau AMH usia 15 tahun ke atas mencapai 96,7%. Ini capaian yang yang luar biasa sebenarnya dengan apa yang digalakkan oleh pemerintah sejak ee kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Ketika dulu permasalahan kita adalah ee buta huruf, tetapi 2024 ini dengan angka melek huruf yang tinggi 96,47, kita bisa ee bisa berbangga bahwa memang duta huruf sudah tertangani. Walaupun mungkin literasi di hal lain kita masih sangat tertinggal. berkaitan dengan ee literasi ee masih terdapat kesenjangan di ee secara ee gender di mana laki-laki 97,7% sudah menunjukkan ee kualitas ee kemampuan dalam membaca ee membaca. Kemudian ee perempuan ini 9 ee masih 95,7. Walaupun disparitasnya kecil, namun signifikan mengingat jumlah perempuan ini jauh lebih banyak dibanding jumlah laki-laki. Dan kemudian juga berkaitan dengan ee kesenjangan wilayah di mana ee wilayah-wilayah urban kemampuan literasinya 98,1. Sementara di wilayah ee pedalaman rural itu sekitar 94,7% yang mencerminkan tantangan distribusi akses pendidikan yang belum merata. Kemudian juga di kelompok rentan, kelompok usia lanjut, dan masyarakat pedesaan memiliki risiko lebih tinggi untuk tidak mel aksara. Berkaitan dengan literasi juga ini adalah catatan mengenai literasi siswa Indonesia pada tahun 2024. memang ada kenaikan secara ee nasional. Di tahun literasi kita mencapai 59, ee 5%. Kemudian di tahun 2023 ee bertumbuh 68% dan 2024 ee 70%. ini sebuah harapan yang baik ee ke depannya bahwa literasi siswa-siswi kita ee sudah ee menuju ke arah perbaikan dan secara perjenjang pendidikan ee literasi siswa Indonesia di tingkat SD 71,8%, [Musik] kemudian di SMP 70,3% dan SMA 64,8% serta SMK 66% ya yang sebagian besar kategorinya adalah baik baik atau sedang. Dan kemudian juga berkaitan dengan ee numerasi. Jadi selain literasi juga ada numerasi ee ada penguatan fondasi lubrik bagi siswa-siswi di Indonesia. Tren positifnya adalah peningkatan capaian mencerminkan efektivitas intervensi kebijakan literasi secara nasional. Namun dari ee dari beapa angka positif ini ada tujuan perbaikan, tapi ada beberapa hal catatan kita berkaitan dengan kualitas literasi kita. secara studi PISA program international student Assessment ee yang dilakukan oleh CDNLAU menunjukkan bahwa siswa-siswi Indonesia ini masih jauh di bawah rata-rata internasional. Sekalipun di dalam rapor pendidikan kita ee kualitas literasi murid masih dalam kategori baik dan sedang. Data BPS tahun 2024, rata-rata lama sekolah penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas itu hanya mencapai 9,22 tahun atau setara jenjang SMP. Jadi 10 ee 10% yang menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, 30,85% yang hanya memiliki jasa SMA atau sederajat. 22,79% memiliki jasa SLTP. dan 24,72% memiliki ijazah SD. Serta banyak sekali lulusan pendidikan menengah yang tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja dan akhirnya menerima pekerjaan bergaji rendah. Ini berdasarkan perhitungan Bank Dunia pada ee Sakernas dan lebih dari 55% siswa tidak mencapai kompetensi minimum dalam literasi dan matematika. Karena dalam kurikulum pendidikan yang diajarkan cenderung tidak selaras dengan kebutuhan pasar saat ini berdasarkan data World Bank. Tingkatan literasi. bagaimana kita ee memetakan bahwa kemampuan literasi kita ini sudah cukup baik ee atau memang kita masih dalam ee skala ee mengenal atau ee sampai sebatas memahami. Jadi kalau kita melihat ada tujuh tahapan di mana ee literasi itu ee bisa dinilai. Pertama, tahapan pertama adalah bagaimana mengingat, menghafal atau mengingat kembali informasi dasar. Kemudian di tahapan kedua, bagaimana memahami, menjelaskan ide atau konsep dengan kata-kata sendiri. Kemudian di tahapan ketiga, menerapkan menggunakan informasi dalam situasi baru. Kemudian di tahapan selanjutnya, di tahapan empat, memecah informasi ke dalam bagian-bagian dan memahami hubungan antar antar bagian. Tahapan 1 sampai dengan 4 ini adalah keterampilan berpikir pada aras rendah. Dan ketika sudah kemudian Bapak Ibu sudah mampu kemudian melakukan ee ee mensintesiskan merangkaikan informasi tentang sebuah persoalan yang diperoleh dari berbagai sumber untuk disusun menjadi satu kesatuan yang utuh. Kemudian di tahap 6 menilai membuat penilaian berdasarkan kriteria dan standar. Kemudian di tahapan ketujuh adalah mencipta. Poin 5 sampai dengan 7 ini adalah kemampuan berpikir pada aras tinggi. Nah, di manakah kemampuan literasi kita saat ini? Silakan Bapak Ibu bisa mempetakan apakah setiap informasi sudah sampai sejauh mana itu bisa mempengaruhi Bapak Ibu. Dampak literasi untuk sosial ekonomi. Jika kita melihat dalam grafik ini bagaimana ee dampak literasi rentah yang akan dihadapi, kompetensi dan upah yang rendah, biaya tinggi untuk perbaikan karakter, biaya tinggi untuk peningkatan kesehatan, kemudian biaya tinggi yang untuk mengatasi kriminalitas. Dan apabila kita memang bisa mencapai ee literasi yang lebih baik, maka kita pastikan akan dapat menurunkan angka kemiskinan dan pengurangan kesenjangan, membuat ekonomi semakin kuat, terbuka pilihan pekerjaan, dan lebih produktif, lebih banyak terlibat dalam kegiatan komunitas dan ada peningkatan kesejahteraan secara individual. Manfaat literasi untuk transformasi individu yang pertama adalah literasi membuka wawasan dan memperkaya pengetahuan. Literasi melatih kemampuan berpikir dan kritis dan analitis. Literasi mendorong kreativitas dan inovasi literasi memperkuat keterampilan komunikasi. Dan literasi membentuk karakter pembelajar sepanjang hayat. Transformasi individu melalui literasi akan menciptakan manusia yang cerdas, kritis, kreatif, beretika, dan berdaya saing tinggi. Inilah modal utama yang membangun masyarakat inklusif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global di era digital dan pengetahuan. Dan literasi untuk transformasi sosial. Literasi merupakan kunci atau sarana untuk membangun kesadaran kritis masyarakat. Literasi mendorong partisipasi sosial dan demokrasi. Literasi berperan dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Literasi memperkuat kohesi sosial dan toleransi. Dan dan literasi akan melahirkan komunitas pembelajar di akar rumpuk. Literasi untuk transformasi sosial tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga membangun masyarakat yang inklusif, partisipatif, inovatif, dan berkeadilan sosial. Transformasi ini akan memperkuat ketahanan sosial sekaligus mendorong kemajuan bangsa secara berkelanjutan. Kemudian juga peran literasi untuk transformasi bangsa. Literasi ini menjadi katalisator membangun sumber daya manusia. Literasi mendukung transparansi dan tata kelola pemerintahan yang baik. Literasi ee mempunyai peran dalam penguatan ekonomi bangsa. dan literasi menjadi sarana pelestarian budaya dan identitas bangsa. Transformasi bangsa melalui literasi membutuhkan strategi komprehensif yang melibatkan semua pemangku kepentingan baik pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas literasi, mediator sektor swasta, dan masyarakat luas. Program literasi harus dirancang tidak hanya untuk meningkatkan minat baca, tetapi juga memperkuat kecakapan hidup, pemanfaatan teknologi informasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis pengetahuan. Ini beberapa fakta mengenai manfaat literasi. angka kemiskinan yang menurun. Di mana faktanya jika anak di seluruh dunia belajar membaca maka 171 juta orang akan keluar dari kemiskinan. Ini setara dengan populasi di Spanyol, Italia, dan United Kingdom. Kemudian juga faktanya angka kematian akan rendah. Jepang dengan tingkat literasi 99% memiliki tingkat kematian bayi paling rendah yaitu 2 dari 1000 kelahiran. Dan selama 4 dekade terakhir angka kematian balita berkurang seiring meningkatnya ee literasi pada perempuan. Manfaat literasi juga akan membuat ekonomi lebih kuat. di mana hasil riset memperlihatkan bahwa penambahan 1 tahun sekolah akan meningkatkan penghasilan pribadi hingga 10% dan tidak ada negara yang mencapai pertumbuhan ekonomi yang cepat dan berkelanjutan tanpa minimal 40% masyarakatnya dapat membaca dan menulis. Literasi juga akan membangun partisipasi masyarakat yang tinggi. Orang literat lebih banyak terlibat secara sosial dan memiliki potensi lebih besar untuk dipilih sebagai pemimpin. Peningkatan literasi orang dewasa berkorelasi dengan peningkatan di serikat buruh, aksi komunitas dan kehidupan ee politik nasional. Dan kemudian juga literasi dipastikan akan meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan diri. Di UK, 78% masyarakat literat merasa puas dengan hidupnya. 50% ibu berpendidikan lebih memungkinkan untuk memberikan imunisasi kepada anaknya daripada yang tidak berpendidikan. Dan orang dewasa dengan kemampuan membaca, memahami konteks, dan memanfaatkan informasi kesehatan lebih bahagia. Nah, apa yang kami harapkan dari ee peran ASN dalam literasi? Yang pertama, seorang ASN harus menjadi role model memberikan pelajaran. ASN harus menunjukkan perilaku literat dalam keseharian. Contoh, ASN yang aktif belajar, diskusi, mengikuti pelatihan atau berbagi ilmu pada rekan kerja yang akan menginspirasi budaya literasi di lingkungan kerja. Kemudian juga ASN diharapkan bisa menjadi penggerak menginisiasi kegiatan literasi. ASN tidak hanya menjadi peserta tetapi juga penggerak program literasi baik di kantor maupun di lingkungan masyarakat. Menginisiasi kelompok belajar atau berbagai ee berbagi ilmu dengan masyarakat sekitar. Dan kemudian juga peran ASN juga berharap menjadi agen perubahan yang meningkatkan pelayanan publik berbasis pengetahuan. ASN yang literat menggunakan data, riset, dan informasi untuk membuat kebijakan atau layanan publik lebih ee tepat sasaran. Contohnya adalah penggunaan data untuk menyusun langkah layanan berbasis e-goverment atau inovasi pelayanan publik yang lebih transparan dan inklusif. Nah, ini apa yang sudah dilakukan Perpustakaan Nasional sebagai sebuah lembaga yang memang konsen terhadap pengembangan literasi. Pada tahun 2024 dan 2025 ini ada lima program prioritas Perpustakaan nasional dalam penguatan ee budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat. Yang pertama adalah Tebis atau transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Kemudian kami juga memiliki ee program bantuan buku bermutu dan kemudian ada KKN atau kuliah kerja nyata tematik ee literasi, kemudian ada program relawan literasi dan ee penguatan pemberdayaan perpustakaan. Transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial atau TPIS ini mendorong perpustakaan menjadi sarana reproduksi pengetahuan dalam aksi nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. di dalam program ee TPBIS ini, kami menginisiasi memunculkan fungsi dan peran terhadap perpustakaan ee desa khususnya karena memang perpustakaan desa adalah perpustakaan yang paling dekat dengan masyarakat. Menjadikan perpustakaan desa menjadi ruang belajar, ruang ee berinovasi bagi masyarakat sekitarnya. sudah sangat banyak ee praktik baik yang ee berhasil dilakukan melalui program ini dan kita berharap program ini ke depan terus berlanjut sehingga akan meningkatkan ee kesejahteraan masyarakat yang lebih baik. Kemudian juga ada program bantuan buku bermutu. Sejak tahun 2024 ee Perpustakaan Nasional sudah memberikan bantuan. Total ada 20.000 perpustakaan baik di tingkat desa atau kelurahan serta taman bacaan masyarakat. Masing-masing mendapat 1000 buku buku ee yang disertai dengan pembinaan kepada ee penerimanya. Kemudian ee ada KKN tematik Literasi ini bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi ee menghadirkan program KKN tematik Literasi. Saat ini sudah sekitar ee 15 perguruan tinggi yang bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional menjalankan program KKN ee tematik literasi ini. Mahasiswa kemudian hadir pada tingkat desa, kemudian mengedukasi masyarakat di sana untuk menguatkan literasi. Kemudian juga tahun ini juga sudah dijalankan program relawan literasi masyarakat yang merupakan ee bentuk komitmen dalam meningkatkan budaya baca dan meningkatkan kecakapan literasi. Kami mengaktivasi relawan-relawan yang ada di sekitar masyarakat untuk mendorong adanya penguatan literasi di masyarakat. Dan yang terakhir adalah penguatan pemberdayaan perpustakaan. Kegiatan penguatan pemberdayaan perpustakaan baik sekolah, desa, dan perguruan tinggi hadir untuk membangun jejaring, melatih kapasitas, serta merancang aksi kolaborasi yang berdampak langsung. Kegiatan ini melibatkan tenaga perpustakaan di setiap daerah dengan agenda pembinaan, diskusi hingga pembentukan kelompok kolaborasi. Dengan cara ini, pemberdayaan bukan hanya konsep, tapi menjadi gerakan bersama. Terakhir mungkin mengutip dari ee duta baca yang ee kita di Bu Najwa Zihad ini duta baca kita hingga tahun 2020 ee 3. Membaca ialah upaya merengkuh makna, ikhtiar untuk memahami alam semesta. Itulah mengapa buku disebut jendela dunia yang merangsang pikiran agar terus terbuka. Baik, ee mungkin itu yang bisa saya sampaikan, Mas Lukman. Terima kasih. Kurang lebihnya mohon maaf. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih untuk Bapak Nurhadi Saputra, Sos, M.Si. Atas pemaparan materinya yang sangat menarik sekali. Dan sobat SN, setelah ini kita akan lanjut masuk ke sesi tanya jawab. Jadi untuk sobat SN yang ingin bergabung di Zoom apabila ingin bertanya bisa menggunakan feature rise hand ataupun yang tengah menyaksikan acara ini melalui live YouTube BPSDM Jatim TV bisa langsung tuliskan saja pertanyaan melalui live chat. Ini menarik sekali ya Pak Nurhadi ya. Terkait dengan materi yang Bapak sampaikan. Kita bisa lihat sebenarnya perkembangan literasi. Definisi literasi itu kalau dulu itu cuman sekedar membaca, menghitung dan lain sebagainya. Tapi di era digital sekarang ini sudah berpindah definisinya. Nah, literasi ini sudah diredefinisikan sebagai bagaimana cara kita bisa memiliki pengetahuan itu untuk kemudian kita bisa berpikir kritis dan menentukan dalam pengambilan sikap. Tapi Pak pertanyaannya Pak Nurhadi, yang menjadi masalah ini kan sebenarnya kalau kita lihat akses pendidikan ini sudah semakin banyak gitu ya. Tapi yang menjadi akar masalah itu adalah bagaimana cara kita bisa menimbulkan curiosity atau rasa ingin tahu di seluruh lapisan masyarakat kita agar terus menjadi lifelong learner. Karena kan sebagian besar paradigma masyarakat saat ini itu melihat bahwasanya belajar itu hanya dilakukan di sekolah saja, tapi di luar sekolah mereka rasa kayaknya tidak perlu belajar gitu deh ee yang berkembang di paradigma masyarakat saat ini. Kalau menurut Pak Nurhadi bagaimana melihat fenomena ini dan solusi quick wins yang bisa kita lakukan, Pak? Iya. Baik. Ee Masukman kalau kita melihat memang apa ya ee kultur kita ya ketika misalnya seseorang ini merasa ee pembelajaran di sekolah sudah selesai dan kemudian mereka melanjutkan di fase kehidupan yang lain menganggap ee belajar itu tidak penting. Ini memang ee ee ee apa ya kultur yang memang terbentuk di masyarakat, di sebagian besar masyarakat. pemerintah sebenarnya ee terus menciptakan ruang-ruang belajar bagi masyarakat ya. Kehadiran perpustakaan pun ini menjadi sebuah ruang bagi masyarakat untuk terus belajar. Nah, cuman memang kita melihat ada faktor-faktor lain nih yang mungkin menjadi pertimbangan masyarakat juga kenapa kemudian mereka merasa sudah cukup untuk belajar dan berhenti untuk belajar. Ini ya yang menjadi musuh kita bersama mungkin ya. tidak hanya ee ee kita yang memang ee bekerja di bidang literasi, tapi mungkin semua pihak ini harus turun andil. bahwa namanya belajar ini tidak akan pernah selesai karena ilmu pengetahuan ini selalu berkembang, teknologi selalu berkembang dan ketika kita merasa kita sudah cukup maka kita tidak akan pernah bisa meraih apa yang ada di depan potensi dan peluang itu. Nah, ini ini yang menjadi trigger kami bagaimana kemudian ee memberikan pemerataan terhadap akses informasi, akses pengetahuan kepada seluruh masyarakat. beberapa program yang sudah dijalankan Perpustakaan Nasional tadi salah satunya itu men-trigger masyarakat untuk terus belajar karena banyak hal yang mungkin ee belum dipahami. Karena menurut ee riset kami, kemiskinan, ketidaksejahteraan masyarakat ini bukan ee bukan hanya sebatas mereka tidak punya peluang, tetapi kesempatan mereka untuk memperoleh informasi ada apa dan apa yang bisa mereka ee raih itu yang tidak terinfokan. potensi diri mereka terkadang tidak bisa berkembang karena ya minimnya ee minimnya pengetahuan, minimnya informasi yang mereka dapat. Nah, inilah kami hadir bagaimana ee memotivasi mereka dengan menyediakan berbagai kebutuhan dalam penguatan literasi dan kapasitas mereka sehingga kita berharap mereka kemudian bisa berinovasi untuk hidupnya dan akhirnya ee bisa meningkatkan kesejahteraannya. Jadi buat masyarakat ya jangan berhenti belajar. Kita harus terus belajar karena ee ilmu pengetahuan itu terus berkembang. Karena literasi bukan hanya sekedar ee bisa baca dan bisa tulis. Sekarang sudah di era digital. Kemampuan literasi juga kita juga harus terus diasah. Kemampuan kita memilahmilih informasi. Kemudian mana menentukan informasi yang memang ee kita butuhkan untuk ee untuk ee kehidupan kita, baik itu untuk menunjang profesi kita, untuk ee menunjang ee ee kapasitas kita. Nah, ini yang diperlukan. Mungkin itu, Mas Luan. Perbedaan loyal. Baik, kita akan masuk ke sesi tanya jawab. Sudah bergabung bersama dengan kami Bapak Irwan Kholid. kami persilakan untuk menyampaikan langsung pertanyaannya. Silakan, Pak Irwan Khalid. Ada kami terus baik, makasih. Ee menarik hari ini ee pembahasan kita terkait dengan ee literasi untuk transformasi dari pengetahuan membangun peradaban. Ee menarik ee kenapa menarik? Karena memang mau tidak mau, suka tidak suka, literasi ini adalah sebuah bagian yang dapat merubah sebuah sebuah ee apa ya? warga negara di sebuah negara. Oleh karenanya literasi di era sekarang sudah sudah merupakan keharusan. Nah, yang menjadi perhatian saya adalah terkadang pemerintah masih menggunakan paradigma lama di dalam bagaimana mliterasi literasikan ee ke masyarakat. Contohnya misalnya pemerintah masih dengan menggunakan konsep-konsep ee yang ee menurut anak-anak sekarang, generasi ee Z sekarang ini yang agak sulit di di disesuaikan. Contohnya seperti ini. Ee sekarang zet-Zet ataupun perangkat digital adalah sebuah sebuah perangkat yang merupakan kebutuhan dari sebuah dari ee masyarakat. Nah, kalau kita diarahkan untuk membaca sebuah buku ya kita kan ini kan lebih pada membaca sebuah buku. Sementara di perangkatnya itu ada sebuah alat yang bisa dapat apa ya menerima informasi dari sebuah buku. Bahkan di alatnya itu pun dapat meresume sebuah buku. Jadi sebuah buku itu kita dengan menggunakan perangkat yang ada di perangkat ee HP-nya atau gadgetnya itu dia bisa meresume sebuah buku. Akan tetapi pemerintah mengharuskan bahwa ee bagaimana masyarakat untuk terus program literasi literasi literasi ini dengan menggunakan budaya baca, program budaya baca. Nah, apakah pemerintah ya pemerintah sudah mempunyai konsep program dengan perkembangan era digital sekarang merubah paradigma di dalam ee melaksanakan ataupun menjalankan program-program ee literasi digital kepada masyarakat. Itu yang pertama. Yang kedua, ee izin Pak ee kami menyarankan jangan ee pemerintah yang terlalu dominan ke depan, ya. Jangan pemerintah coba dicarikan bagaimana literasi ini tumbuh dari masyarakat. Jadi ee regulasinya dari pemerintah tapi operator di tingkat bawah itu masyarakat. Nah, dengan adanya ee menyerahkan ee pelimpahan kewenangan kepada kelompok-kelompok masyarakat untuk bagaimana literasi ini bisa ee bisa jalan di tingkat masyarakat, saya pikir bahwa pemerintah sudah harus ikhlas untuk menyerahkan ee kewenangan kewenangannya yang ada ke tingkat level masyarakat agar supaya langsung bersentuhan dengan masyarakat. Karena kita tahu bahwa di setiap komunitas atau kelompok masyarakat tuh berbeda-beda kebutuhan-kebutuhan literasi yang mereka ee butuhkan. Oleh karenanya saya menyarankan ee keduanya adalah bagaimana ada program PERPUS PERPUS Pusat untuk ee ee programnya langsung ke masyarakat. Nah, jadi nanti di nanti adalah pola-pola gimanalah dari oleh ee ee perpustakaan untuk ee memilih ataupun mengorganisir kelompok masyarakat dalam rangka untuk ee melaksanakan program literasi di tingkat masyarakat. Mungkin itu. Terima kasih. Selamat, Pak. Kami salut dan kami akan terus men-support ee program-program BPSDM Jawa Timur terutama narasumber-narasumber yang berkualitas. Izin saya Irwan Khalid dari Gorontalo, Sulawesi Utara atau Provinsi Gorontalo. Kami kembalikan ke host. Oh, jauh sekali, Pak. Dari Gorontalo, Pak. Iya, Pak. Makasih, Pak Irwan. Silakan, Pak Nurhadi. Langsung saja dijawab, Pak. Baik, terima kasih. Ee terima kasih, Pak Irwan Khalid. Nih, saya baru tahu nih, ternyata ee webinar ASN belajar ini yang ikut tidak hanya dari Jawa Timur ya. Saya pikir tadi hanya sebatas ee ASN di lingkungan Jawa Timur saja. ternyata dari Gorontalo nih, Pak Irwan nih. Baik, Pak Irwan. Memang kalau kita melihat ee tren sekarang ketika kemudian perangkat digital ee akses digital ini menjadi hampir apa ya ee sebuah kebutuhan ya bagi kacamata kami di pemerintah dan khususnya di Perpustakaan nasional ini bukan sebuah pertentangan. Kami pun ada ee apa namanya ee perkembangan teknologi ini pun kami adaptasi gitu. Jadi ee penguatan literasi ini tidak hanya sebatas kepada akses buku-buku tercetak, tetapi juga kami juga memberikan layanan terhadap akses-aksas digital. Cuman memang ee penguatan literasi melalui teknologi ee digital ini masih pro kontra ya. banyak sekali ee ahli juga menyatakan ada keterbatasan indra kita ketika kita mengakses koleksi secara digital. Dan ee beberapa ahli pun mengatakan bahwa ketika kita membaca buku konvensional atau buku cetak itu itu jauh lebih nyaman dan informasi yang di ada di dalam ee buku itu biasanya lebih ee melekat lebih lama di dalam ee otak kita. Nah, kemudian tadi Pak Irwan juga menyatakan bagaimana program literasi ini juga di di digerakkan oleh masyarakat. Ini juga dilakukan, Pak. Sebenarnya banyak sekali komunitas-komunitas atau pegiat-pegiat literasi yang memang ee bersinergi dengan kami. Yang perlu dipastikan bahwa kita punya tujuan yang sama. Kita punya tujuan yang sama bagaimana kita menguatkan atau meningkatkan literasi masyarakat. Memang ee kalau kita melihat yang dulu-dulu ini ee penguatan literasi ini berjalan sporadis. Komunitas punya konsep sendiri, punya tujuan sendiri, pemerintah punya tujuan sendiri. Nah, ini semenjak ee 5 tahun ke belakang itu kita sudah bersinergi bersama. Jadi kita juga memfasilitasi komunitas yang memang mereka berada di tengah-tengah masyarakat memotret apa yang menjadi kebutuhan masyarakatnya dan kita ee kita suplly dengan kebutuhan ee informasi yang dibutuhkan. Jadi tadi yang disampaikan program ee transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial ini juga kami mengedepankan fungsi-fungsi di perpustakaan desa, perpustakaan yang paling dekat dengan masyarakat ya. kemudian bagaimana ee memetakan kebutuhan masyarakat di sekitarnya dan kami ee kami intervensi dengan ee pemenuhan terhadap ee ee koleksi-koleksi yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. Sama juga kemudian ada relawan literasi masyarakat. kami mengaktivasi ee komunitas-komunitas ee perorangan, penggiat literasi untuk mereka hadir ee di tengah-tengah masyarakat memberikan ee berbagai program dan kegiatan ee agar masyarakat peduli dan kemudian kita bisa menumbuhkan literasi gitu, Pak. Terjawab, Pak Irwan. Semoga sudah bisa terjawab semua pertanyaannya. Terima kasih sekali lagi Pak Irwan untuk pertanyaannya Pak Nur Hadi Saputra. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih untuk paparannya di sesi pertama kali ini. Mohon maaf karena keterbatasan waktu kami harus mengakhiri untuk sesi pertama kali ini. Salam sehat selalu untuk Pak Nuradi Saputra. Semoga kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan. Thank you so much Pak Nuradi. Amin. Terima kasih, Mas Lukman. Baik, Sobat SN, jangan ke mana-mana karena sesaat lagi kita masih akan ada dua narasumber yang tentunya tidak kalah menarik dibandingkan dengan narasumber yang pertama tetap di webinar ASN belajar seri 35 tahun 2025. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia tukan tekad pantang menyerah jadi ASN berkualitas sama aku [Musik] Ya, Sobat ASN, Anda kembali lagi menyaksikan webinar ASN belajar seri 35 tahun 2025. Kali ini kita akan beranjak ke materi berikutnya. Materi berikutnya akan disampaikan secara
Resume
Categories