ASN Belajar Seri 35 | 2025 - Literasi Untuk Transformasi: Dari Pengetahuan Membangun Peradaban
YCjj_v5LZeY • 2025-09-13
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
[Tepuk tangan]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan
menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN cetar berkualitas
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas dunia
tekad tanggungera
jadi ASN
berkualitan
servis
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Pada hari ini, Senin, 9 Desember 2024,
kita semua dapat berkumpul bersama dalam
penyelenggaraan kegiatan sharing session
sobat sertifikasi kompetensi investasi
ASN berkualitas dalam keadaan sehat.
Bapak,
salah satu langkah strategis dalam
meningkatkan kualitas ASN adalah
pengobaan kompetensi melalui sertifikasi
kompetensi. Sertifikasi kompetensi bukan
sekedar selar penghanal tetapi merupakan
bentuk investasi nyata. Memastikan ASN
memiliki standar keahlian yang sesuai
dengan kebutuhan pekerjaan. Sertifikasi
kompetensi
investasi ASN kualitas hanya resmi
dibuka dan dimulai.
[Musik]
A
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Ee perkenalkan nama saya
Trisul Adi Saputro dari Badan
Pengelolaan Keuangan dan Naset ee
Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan
Daerah Kabupaten Magetan. Ee
alhamdulillah ee hari ini kami melakukan
tes uji kompetensi pengelola keuangan
daerah. Ee saya selaku bendara
pengeluaran alhamdulillah dengan uji
kompetensi ini bisa menguji kompetensi
kita apakah kita layak untuk menjadi
bendara pengeluaran. ee pesan-pesan
untuk teman-teman yang lain ee bisa
memaksimalkan apa pengetahuannya untuk
meningkatkan kompetensinya selaku
pengelola keuangan daerah. Kemudian
untuk saran untuk BPSDM Provinsi Jawa
Timur ee
selama kami di sini alhamdulillah
pelayanan cukup baik dan memuaskan
sehingga kami bisa nyaman dan bisa
mengikuti ujian dengan nyaman juga.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Halo,
asalamualaikum. Nama saya Dias
Karismadani. Saya dari Dinas Kesehatan
Kabupaten Mojokerto. Eh, hadir di sini
untuk mengikuti sertifikasi kompetensi
keuangan daerah. Kemarin hadir
panitianya dari BPSDM benar-benar luar
biasa. Penyambutan mulai dari depan
sampai ke registrasi itu panitianya
ramah sekali. Terus begitu masuk ke
kamar ee semua fasilitasnya juga sudah
memadai mulai dari makan, kamar tidur,
kamar mandi, semuanya bersih. Untuk
jalannya tes juga sudah terschedule
dengan rapi, dengan tertib sehingga kami
bisa mengikuti dengan nyaman dengan bisa
fokus dan bisa mendapatkan hasil yang
terbaik. Harapan kita ke depan adalah
mungkin BPSDM bisa lebih sering
mengadakan kegiatan atau untuk
webinarnya lebih berfokus kepada masalah
keuangan daerah, terutama yang untuk
daerah-daerah yang kan masalahnya
berbeda-beda setiap daerah. Jadi bisa
lebih sering untuk mengadakan yang
bertema tentang keuangan. Terima kasih.
Wasalamualaikum.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi semuanya. Saya
Dian Astuti Purwandani dari Dinas
Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga
Kabupaten Magetan hari ini ikut
mengikuti diklat ee sertifikasi
Komputasi Pengolaan Keuangan di BPKPSDM
ee Provinsi. Terima kasih panitia. luar
biasa ee pelaksanaan diket lancar dan
kami ee selama mengikuti diket di sini
ee sangat nyaman sekali dan harapannya
untuk PKPSDM Provinsi ee memberi kuota
tambahan biar teman-teman kami yang
berada di kabupaten kota sekitar seluruh
provinsi bisa mengikuti dikat yang sama
sehingga kami dalam rangka melaksanakan
pengolan keuangan di kabupaten kota ee
dapat menyajikan laporan yang akuntabel
transparasi. Terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Perkenalkan nama saya Budi Fajarudin
asal dari Kabupaten Nganjuk ee Kecamatan
Patian Rowo. Ee kami mengucapkan terima
kasih
atas ee fasilitasnya di mana kegiatan
ini bisa berjalan dengan baik dan bisa
menambah ilmu semua rekan-rekan sehingga
apa yang kita lakukan
dan harapan ke depan ee dari sisi kami,
dari sisi saya, pengetahuan-pengetahuan,
pembelajaran-pembelajaran yang saya
dapat di sini bisa diterapkan di OPD
bisa untuk perbaikan-perbaikan di OPD
dan ee harapan
terkait dengan penyelenggaraan
kompetensi di BBSDM Jawa Timur
ditingkatkan lagi utamanya terkait
jaringan waktu wawancara ini ada sedikit
kendala sempat putus Pak jaringannya.
Demikian
terima kasih. Perkenalkan nama saya Dewi
Ratani Utami. Saya bendahara dari Dinas
KB Kabupaten Magetan. Kesan-kesan saya
saat mengikuti diklat di BKPSDM
Jawa Timur ini ee saya menikmati sekali
fasilitasnya juga di sini. Asesornya ee
panitia-panitianya juga sangat cepat
dalam
memenuhi kebutuhan kita saat melakukan
diklat. Dan untuk tempat ee asramanya
saya juga merasa nyaman karena sudah
terfasilitasi dari kamar mandi terus apa
ada AC-nya. Jadi kita nyaman saat di
kamar untuk melakukan kegiatan belajar
belajarnya di malam hari atau untuk
menyiapkan ujian-ujiannya, uji
kompetensinya. untuk pesannya.
Kemudiannya
lebih baik lagi dan
fasilitas-fasilitasnya
lebih baik lagi serta peserta itu lebih
nyaman lagi untuk tinggal di sini.
Terima kasih.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Untuk menjawab tantangan tersebut perlu
upaya peningkatan daya SN serta kerja
sama dan kemitraan komunis. Salah satu
upaya yang dilakukan adalah dengan
pengembangan kompetensi bagi ASN sesuai
dengan tuntutan tugas jabatan dengan
memaksimalkan pemanfaatan teknologi
informasi dan komunikasi serta
terintegrasi secara ee nasional.
Kami berharap alumni sertifikasi
kompetensi mampu menggali informasi
semaksimal mungkin keluar dari
sertifikasi yang telah Bapak Ibu
lakukan.
ee sehingga Bapak Ibu yang telah
menyatakan kompetan itu memiliki ruang
gerak dan waktu untuk bisa meningkatkan
yang lebih
sehingga Bapak Ibu akan dipersiapkan
kembali pada yang lain pada uji
kompetensi yang lain tentu dengan
jenjang yang berbeda. Mudah-mudahan itu
Bapak ngih ee bisa masuk ke hukum yang
lain dengan kompetensi yang bergerak.
[Musik]
He.
[Musik]
Terima kasih atas kehadiran Bapak-bapak.
kami ee sebenarnya Pak Ibuas sebagai
izin kami ingin mengundang seluruh
alumni insyaallah nanti bertahan karena
keterbatasan kami sehingga Bapaklah yang
beruntung untuk diundang oleh Buara
untuk segera mengikuti proses taser stud
kali ini. Ee tujuan taser stadi kali ini
adalah ee untuk menggali informasi, Pak.
menggali informasi baik
kompetensi-kompetensi teknis atau
kompetensi-kompetensi
tertentu yang Bapak Ibu miliki untuk
dituangkan ke dalam uji kemarin maupun
proses secara teknis.
[Musik]
Nama saya Andi Bagus Rahmat. Ee saya
peserta Diklat. Terima kasih. Kesan saya
bagus pelayanan
semoga kualitasnya semakin meningkat.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya nama cilani,
pegawai RSUD Muhammad Nur Pamekasan.
Kami sangat bangga dengan adanya
kompetensi ini karena untuk pembelajaran
bagi kami masalah umur tidak ada
halangan yang penting kita mau belajar.
Dan saya sangat berterima kasih kepada
BPSDM dengan adanya hal ini
pengetahuan-pengetahuan itu akan selalu
bertambah untuk kita semua khususnya
khusus untuk pemerintah Provinsi Jawa
Timur untuk saat ini dan untuk masa
depan. Mungkin itu dari kami kurang
lebihnya mohon maaf. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Yeah.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak
bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
menjadi ASN berakhlak mulia,
siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN cetar berkualitas
belajar wujud
pemerintahan
kelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN
berkuat cita
[Musik]
sama
[Musik]
yang terus bergerak
sambut dengan penuh Semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia,
siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN cetar berkualitas
belajar wujud
pemerintahan
kelas dunia
tukang tekad pantang menyerah
jadi ASN
berkuat kita
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASM
belajar wujudkan
pemerintahan
berkelas dunia. Satukan tekad pantang
menyerah.
Jadi ASN cetar berkualitas
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas dunia.
Tunjukkan tekad pantang menyerah
jadi ASN cepat berkewajiban
[Musik]
bersama
[Musik]
wabarakatuh. Selamat pagi sobat AS di
mana pun Anda berada baik yang sudah
bergabung di Zoom meeting ataupun yang
tengah menyaksikan acara ini melalui
live YouTube BPSDM Jatim TV. Senang
sekali saya Luk kembali menyapa sobat
ASN tentunya dalam acara webinar ASN
belajar seri 35 tahun 2020
provinsi
global dan
tidak menjalankan tugas administratif
saja tapi lebih dari itu juga sebagai
motor
dan
[Musik]
Ah.
[Musik]
zaman yang terus bergerak
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASM
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN cetar berkualitas
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas dunia satukan tekad pancang
menyerah
jadi ASN
berkuwa
sama
[Musik]
Term
[Musik]
Cek cek.
[Musik]
e
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Kami ucapkan selamat pagi
kembali bagi sobat SN di mana pun Anda
berada. Baik yang tengah menyaksikan
acara ini melalui Zoom meeting ataupun
yang tengah bergabung melalui live
YouTube BPSDM Jatim TV. Senang sekali
saya Lukman Ali kembali menyapa Anda
tentunya dalam acara webinar ASN Belajar
seri 35 tahun 2025 Persembahan Korpu
SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Kami
mengucapkan mohon maaf apabila ada
kendala teknis yang sempat terjadi.
Semoga acara ke depan tetap dapat
berjalan dengan baik dan juga optimal.
Sobat ASN di mana pun Anda berada di
tengah arus perubahan global dan
transformasi digital, ASN dituntut untuk
tidak hanya menjalankan tugas
administratif saja, tetapi juga dituntut
untuk menjadi motor penggerak perubahan
dan literasi yang mencakup kemampuan
memahami, menganalisis, dan juga
memanfaatkan informasi secara kritis
menjadi fondasi penting dalam mendukung
pengambilan keputusan yang tepat dan
pelayanan publik yang berkualitas.
Sayangnya, tingkat literasi di Indonesia
masih menghadapi berbagai tantangan,
termasuk di kalangan ASN. Padahal peran
kita sebagai ASN sangat strategis dalam
membangun peradaban melalui kebijakan
dan juga pelayanan. Dan bersama webinar
ASN belajar kali ini, mari terus belajar
dan mengembangkan kapasitas literasi
demi mewujudkan pemerintahan yang
adaptif, inovatif, dan berdaya saing.
[Musik]
Baik, Sobat ASN, untuk membuka webinar
ASN Belajar seri 35 tahun 2025, kali ini
kita akan mendengarkan opening speech
yang akan disampaikan oleh Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Ramlianto, SPMP.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN
di seluruh tanah air. Selamat bertemu
kembali dalam webinar series ASN belajar
sebuah wahana pengembangan kompetensi
ASN persembahan Jatim Corporate
University Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari
ini Kamis tanggal 11 September 2025 ASN
belajar telah memasuki seri yang ke-35.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami, kami
selalu berkomitmen sekaligus berikhtiar
untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-35 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka turut serta
memberikan sumbangsi pemikiran dalam
rangka hari literasi internasional yang
jatuh pada tanggal 8 September kemarin.
Sebuah momentum yang tak sekedar
peringatan melainkan pengingat bahwa
aksara adalah pintu gerbang peradaban.
Dari aksara lahir kata, dari kata lahir
pengetahuan dan dari pengetahuan
lahirlah peradaban.
Karena tema ini sangat tepat untuk kita
elaborasi secara luas dan mendalam, maka
ASN Belajar seri ke-35 tahun 2025 ini
mengangkat topik literasi untuk
transformasi dari pengetahuan membangun
peradaban.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam ASN belajar bahwa topik menarik
ini akan kita bahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Sahabat ASN di seluruh tanah air, kita
sadar bahwa literasi adalah cahaya yang
menuntun peradaban dari aksara pertama
yang digoreskan di daun lontar hingga
algoritma yang kini menata dunia
digital. Literasi selalu menjadi
jembatan antara pengetahuan dan
perubahan sosial. Bangsa yang maju
bukanlah bangsa yang hanya kaya sumber
daya, melainkan bangsa yang kaya
pengetahuan, terampil mengelola
informasi, dan bijak
mentransformasikannya
menjadi kebijakan dan tindakan.
Sejarah membuktikan bahwa peradaban
besar lahir dari literasi. Peradaban
Mesir kuno mengabadikan jejaknya lewat
hieroglave yang terukir di dinding batu.
Yunani menorehkan filsafat dan sains
dalam manuskrip yang abadi. Romawi
membangun sistem hukum yang tertulis
rapi menjadi fondasi hukum modern hingga
hari ini. Semua itu menunjukkan bahwa
aksara bukan sekedar simbol, melainkan
kekuatan yang menggerakkan sejarah.
Bangsa yang literat adalah bangsa yang
mampu bertahan dan bertransformasi.
Jepang menjadikan literasi dan riset
menjadi kunci kebangkitan pasca perang.
Korea Selatan menggerakkan revolusi
pengetahuan untuk melesatkan menjadi
kekuatan ekonomi baru. Finlandia
menempatkan literasi sebagai inti
pendidikan hingga melahirkan sistem
pembelajaran terbaik di dunia. Sbat di
seluruh tanah air bagi Indonesia,
literasi adalah warisan luhur sekaligus
tugas besar dari prasasti Yupa di Kutai,
relief di Borobudur hingga naskah kuno
yang tersebar di berbagai daerah. Nenek
moyang kita telah menorehkan pesan
literasi adalah nyawa kebudayaan.
Tantangan kita hari ini adalah
menafsirkan ulang literasi agar tidak
hanya bermakna membaca dan menulis, tapi
juga berpikir kritis, kreatif, dan mampu
mengubah pengetahuan menjadi peradaban
baru yang lebih maju.
Pada akhirnya kita belajar bahwa setiap
sejarah besar selalu dimulai dari
terasi.
Aksara yang sederhana mampu menyalakan
obor peradaban, mengubah pengetahuan
menjadi kekuatan, dan menggerakkan
bangsa menuju kejayaan.
Literasi adalah akar yang menumbuhkan
pohon ilmu, batang yang menyanggang
budaya, dan buah yang menjahterakan
masyarakat. Tanpa literasi, peradaban
akan rapuh. Dengan literasi, bangsa akan
tumbuh, tegak, dan melampaui zamannya.
Sahabat ASN di seluruh tanah air. Lalu
bagaimana kita sebagai ASN Indonesia
menjadikan literasi bukan sekedar
keterampilan administratif, melainkan
energi transformasi yang menuntun bangsa
menuju Indonesia emas 2045.
Nah, untuk membahas redasan tuntas topik
ini, kami telah mengundang para
narasumber hebat yang sudah barang tentu
sangat kompeten di bidangnya. Kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada para narasumber yang telah
berkenan hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat HSN di
seluruh tanah air. Pertama kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada Bapak Dr. Adin Bondar Esos, M.Si.
Beliau adalah Deputi Bidang Pengembangan
Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas
Republik Indonesia. Kedua, kami
menyampaikan terima kasih kepada Bapak
Dr. Prao, MED. Beliau adalah Kepala
Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan
Provinsi Jawa Timur. Dan ketiga, kami
menyampaikan terima kasih kepada Bapak
Prof. Dr. Joko Sarono, M.Pd. Beliau
adalah guru besar Fakultas Sastra
sekaligus kepala perpustakaan
Universitas Negeri Malang. Nah, sobat
ASN di seluruh tanah air, mari kita
simak dengan seksama webinar ASN belajar
seri ke-35 tahun 2025. Semoga
bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih
kepada Bapak Dr. atau SPMP atas speech
yang telah disampaikan. Dan sebelum kita
berlanjut pada sesi berikutnya, kami
ingin informasikan bahwa saat ini Sobat
AS sudah dapat melakukan presensi via
laman semesta dan juga link presensi ini
dapat Sobat ASN lihat pada running tags,
kemudian kolom chat Zoom dan juga pin
chat YouTube BPSDM Jatim TV. Dan
dikarenakan saat ini traffic presensi
sedang tinggi. Jadi bagi Sobat TSN yang
masih belum bisa mengakses laman
presensi kami dapat mencoba kembali
secara berkala sampai dengan pukul 12.00
siang.
[Musik]
Kali ini kita akan bersama yang kali ini
akan disampaikan secara langsung oleh
Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan
Pengembangan Budaya Baca Perpustakaan
Nasional Republik Indonesia, Bapak
Nuradi Saputra, Sos, M.Si.
[Musik]
telah bergabung bersama kami di sini
Bapak Nurhadi Saputra. Saya akan sapa
beliau terlebih dahulu. Selamat pagi,
Pak Nurhadi.
Selamat pagi, Mas.
Kabar baik, Bapak.
Alhamdulillah baik.
Alhamdulillah baik ya, Pak. Ya. Baik,
Pak. Untuk mempersingkat waktu saja saya
persilakan untuk Bapak silakan
menyampaikan materinya kurang lebih
selama 30 menit. Nanti kita akan
langsung masuk ke sesi Q& Pak Nuri.
Baik. Baik. Terima Lukman.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi, shalom, om swastiastu,
Namo Buddhaya, salam kebajikan dan salam
literasi.
Yang saya hormati Bapak Kepala DPSDM
Provinsi Jawa Timur, Bapak Ramlianto,
Bapak Ibu narasumber yang juga ikut
hadir dalam ee acara webinar ASN belajar
ini. Ada Bapak Prof. Dr. Joko Sarono,
apa kabar, Pak? Kemudian ada Bapak Dr.
Prao dan Bapak Ibu peserta ASN Belajar
seri 35 tahun 2025.
Ee sebelumnya saya
mohon maaf jika saya menggantikan Bapak
Deputi. Tadi disampaikan oleh Pak
Ramlianto bahwa yang akan hadir adalah
Bapak Deputi Bidang Pengembangan Sumber
Daya Perpustakaan yaitu Bapak Dr. Adin
Bondar. Tapi mohon maaf beliau tiba-tiba
ada tugas mendadak untuk ee acara MOU
dengan Bapak Menteri Kumham. Jadi beliau
mendisposisi tugas ini untuk memberikan
materi kepada Bapak Ibu ee
mengenai literasi dalam acara ASN
Belajar seri 35 tahun 2025. Baik ee
Bapak Ibu sekalian, puji syukur kita
panjatkan kehadirat Allah Subhanahu wa
taala, Tuhan yang maha esa karena atas
karunia dan kasih sayangnya kita dapat
bertemu secara daring. Bapak, Ibu tadi
banyak sekali yang disampaikan oleh
Bapak Kepala BPSDM Pak Ramlianto bahwa
memang tanggal 8 September kemarin
adalah peringatan Hari Literasi Sedunia
yang sejak tahun
ee diperingati oleh seluruh negara.
ini sebagai pengingat bahwa literasi
adalah hak asasi manusia, fondasi
pembangunan berkelanjutan dan pintu
gerbang menuju keadilan sosial serta
masyarakat yang damai dan inklusif.
Literasi secara umum didefinisikan
sebagai kemampuan seseorang untuk
membaca, menulis, memahami, dan
menggunakan bahasa secara efektif. Saya
izin share screen ya, Mas Lukman ya.
Oke. Apakah terlihat?
Sudah, Pak. Silakan, Pak.
Siap.
Eh, belum full screen, ya?
sebentar.
Baik. Ee
literasi ee juga mencakup keterampilan
berpikir kritis, menyaring informasi,
serta berkomunikasi secara lisan dan
tertulis. Saat ini literasi tidak hanya
terbatas pada aspek dan bahasa dan
aksara, tetapi berkembang mengikuti
zaman di mana saat ini kita mengenal ada
literasi digital, literasi finansial,
literasi budaya yang semakin berkembang
dalam masyarakat modern.
Sejarah literasi di dunia merupakan
perjalanan panjang yang merefleksikan
perkembangan peradaban manusia dari masa
ke masa. Literasi yang awalnya hanya
dipahami sebagai kemampuan membaca dan
menulis. pada dasarnya telah menjadi
satu pondasi utama kemajuan ilmu
pengetahuan, teknologi dan kebudayaan.
Maaf, maaf.
Cek cek
Pak Nurhadi. Untuk tampilannya masih
belum tertampil share screen Bapak
mungkin bisa di slide show untuk
PowerPoint-nya. Apakah apakah sekarang
sudah terlihat
untuk dibantu untuk full screen Bapak?
Diklik SL.
Oke. Oke. Sebentar, sebentar.
Siap. Sudah aman Pak Nurhadi. Kami
persilakan kembali untuk melanjutkan
materinya.
Oke. Iya. Baik.
Terlihat ya Pak.
hilang lagi.
Mohon untuk ditunggu sejenak, Pak.
Oke. Oke.
Sekarang terlihat
baik, masih belum tertampil, Pak
Nurhadi.
Oh, maaf, maaf, maaf, maaf.
Saya ulangi share screen, ya.
Kami persilakan, Pak.
ini terlihat Pak.
Terlihat sudah full screen juga. Baik,
ini tertampil halaman pertama covernya
Pak Nurhad.
Oke, siap. Baik.
Iya.
Baik. ee ketika bicara literasi,
bagaimana literasi berperan dalam
membangun peradaban.
Tadi sudah disampaikan oleh Pak
Ramlianto bahwa awal kali ee literasi
ini hadir dalam peradaban manusia adalah
pada bangsa Sumeria yaitu sekitar kurang
lebih 3.200 sebelum Masehi.
Bangsa Sumaria di Mesopotamia
mengembangkan sistem tulisan paku di
atas lempung tanah liat.
Tulisan ini digunakan untuk mencatat
perdagangan, hukum, dan administrasi
pemerintahan.
Inilah cikal bakal dasar bagi
pengembangan hukum tertulis dan
birokrasi modern. Literasi di
Mesopotamia ini melahirkan konsep kota
dan negara sebagai pusat peradaban.
Setelah fase bangsa Sumeria, kemudian
peradaban manusia diisi oleh peradaban
bangsa misteri kuno itu kurang lebih
sekitar 3.100 sebelum Masehi dengan
tulisan hieroglifnya
yang digunakan dalam arsitektur
piramida, catatan medis hingga kitab
keagamaan.
Catatan Heroglif ini banyak merekam
pengetahuan tentang matematika,
kedokteran, dan astronomi yang
berkembang pesat di peradaban Mesir yang
menjadi landasan ilmu pengetahuan di
dunia Barat melalui penerjemahan teks
Mesir ke bahasa Yunani dan Arab di masa
berikutnya.
Fase selanjutnya literasi mengambil
peradaban pada era Yunani kuno yang
kurang lebih sekitar 800 sebelum Masehi
sampai dengan 200 ee ee sebelum Masehi.
Yunani kuno yang dikenal sebagai pusat
filsafat seni dan demokrasi dengan
tokoh-tokoh yang kita kenal seperti
Plato, Aristoteles, Sokrates menulis
karya filsafat dan politik yang
mempengaruhi Eropa hingga era modern.
Literasi filsafat Yunani melahirkan
demokrasi Atena dan tradisi berpikir
kritis yang menjadi dasar ilmu
pengetahuan Barat.
Fase peradaban selanjutnya literasi pun
mengambil peran pada ee dunia Islam
sekitar kurang lebih 750 sampai dengan
Masehi. di mana dalam era keemasan ee
Islam di bawah dinasti Abbasiyah Baitul
Hikmah di Baghdad menjadi pusat
penerjemahan dan pengembangan ilmu
pengetahuan.
Naskah-naskah Yunani dan Persia
diterjemahkan ke bahasa Arab. Kemudian
muncul ilmuwan seperti Alkhawarismi,
ilmuwan matematika. Kemudian ada Ibnu
Sina, kedokteran dan Alfarabi ee ilmuwan
cendikiawan filsafat. Pengetahuan dari
dunia Islam ini diterjemahkan ke bahasa
Latin yang memicu renisance Eropa.
Fase selanjutnya peradaban ee literasi
ee ee pada zaman Tiongkok kuno kurang
lebih sekitar 105 Masehi. Di mana
ditemukan kertas dan teknik pencatatan
awal di Tiongkok yang mendorong
penyebarluasan literasi.
Ajaran Confusius dan teks-teks klasik
Tiongkok mempengaruhi budaya, etika, dan
sistem pendidikan di Asia Timur.
Tiongkok menjadi pusat peradaban dengan
birokrasi pemerintahan yang berbasis
ujian. Nah, inilah pertama kali asesmen
untuk pegawai kerajaan dilakukan yaitu
pada era Tiongkok di mana ee
sudah ada pegawai-pegawai yang akan ee
dipekerjakan di dalam kerajaan. ini
harus lolos tes kemampuan untuk bisa
membaca.
Kemudian ee fase peradaban ee manusia
selanjutnya pada zaman Eropa modern yang
ee kurang lebih sekitar tahun 1450
sampai dengan 1700 Masehi. Setelah
ditemukannya mesin cetak di Jerman yang
membuat buku lebih murah dan terjangkau.
Inilah mendorong reformasi Protestan,
renaisans hingga munculnya pencerahan
yang melahirkan ilmu pengetahuan modern.
Literasi memicu lahirnya universitas
modern, sains eksperimental, dan
revolusi industri.
Dan ini adalah ee fase literasi pada
saat ini, yaitu fase era digital.
Perkembangan komputer, internet, dan
kecerdasan buatan atau AI melahirkan era
literasi digital dan data.
Literasi memungkinkan masyarakat
menyalin data, memanfaatkan teknologi,
dan berpartisipasi dalam ekonomi
berbasis pengetahuan. Melahirkan
masyarakat informasi global di mana
pengetahuan menjadi sumber daya utama
pembangunan dan inovasi.
Bagaimana kondisi literasi Indonesia?
Tadi Pak Ramlianto menyampaikan bahwa
ketika melihat bagaimana sejarah
literasi di Indonesia, mungkin sejarah
literasi awal itu ada dalam prasasti
Yupa
sekitar ee ya ribuan tahun yang lalu.
Tetapi memang secara konteks isi dari
prestasi Yupa itu tidak ee tidak menjadi
sebuah pegangan dari sebuah peradaban
yang ada.
Kondisi melek ee aksara dewasa di
Indonesia pada tahun 2024 menurut ee
data UNESCO secara capaian nasional
angka melek huruf atau AMH usia 15 tahun
ke atas mencapai 96,7%.
Ini capaian yang yang luar biasa
sebenarnya dengan apa yang digalakkan
oleh pemerintah sejak ee kemerdekaan
Indonesia tahun 1945.
Ketika dulu
permasalahan kita adalah ee buta huruf,
tetapi 2024 ini dengan angka melek huruf
yang tinggi 96,47, kita bisa ee
bisa berbangga bahwa memang duta huruf
sudah tertangani. Walaupun mungkin
literasi di hal lain kita masih sangat
tertinggal.
berkaitan dengan ee literasi ee masih
terdapat kesenjangan di ee secara ee
gender di mana laki-laki 97,7%
sudah menunjukkan ee kualitas ee
kemampuan dalam membaca ee membaca.
Kemudian ee perempuan ini 9 ee masih
95,7.
Walaupun disparitasnya kecil, namun
signifikan mengingat jumlah perempuan
ini jauh lebih banyak dibanding jumlah
laki-laki.
Dan kemudian juga berkaitan dengan ee
kesenjangan wilayah di mana ee
wilayah-wilayah urban
kemampuan literasinya 98,1.
Sementara di wilayah ee pedalaman rural
itu sekitar 94,7%
yang mencerminkan tantangan distribusi
akses pendidikan yang belum merata.
Kemudian juga di kelompok rentan,
kelompok usia lanjut, dan masyarakat
pedesaan memiliki risiko lebih tinggi
untuk tidak mel aksara.
Berkaitan dengan literasi juga ini
adalah catatan mengenai literasi siswa
Indonesia pada tahun 2024. memang ada
kenaikan secara ee nasional. Di tahun
literasi kita mencapai 59,
ee 5%. Kemudian di tahun 2023
ee bertumbuh 68% dan 2024 ee 70%. ini
sebuah harapan yang baik ee ke depannya
bahwa literasi siswa-siswi kita ee sudah
ee menuju ke arah perbaikan dan secara
perjenjang pendidikan
ee literasi siswa Indonesia di tingkat
SD 71,8%,
[Musik]
kemudian di SMP 70,3% dan SMA 64,8%
serta SMK 66%
ya yang sebagian besar kategorinya
adalah baik baik atau sedang. Dan
kemudian juga berkaitan dengan ee
numerasi. Jadi selain literasi juga ada
numerasi ee ada penguatan fondasi lubrik
bagi siswa-siswi di Indonesia.
Tren positifnya adalah peningkatan
capaian mencerminkan efektivitas
intervensi kebijakan literasi secara
nasional.
Namun dari ee dari beapa angka positif
ini ada tujuan perbaikan, tapi ada
beberapa hal catatan kita berkaitan
dengan kualitas literasi kita.
secara studi PISA program international
student Assessment ee yang dilakukan
oleh CDNLAU
menunjukkan bahwa siswa-siswi Indonesia
ini masih jauh di bawah rata-rata
internasional.
Sekalipun di dalam rapor pendidikan kita
ee kualitas literasi murid masih dalam
kategori baik dan sedang.
Data BPS tahun 2024, rata-rata lama
sekolah penduduk Indonesia usia 15 tahun
ke atas
itu hanya mencapai 9,22 tahun atau
setara jenjang SMP.
Jadi 10 ee 10% yang menyelesaikan
pendidikan di perguruan tinggi, 30,85%
yang hanya memiliki jasa SMA atau
sederajat. 22,79%
memiliki jasa SLTP.
dan 24,72%
memiliki ijazah SD.
Serta banyak sekali lulusan pendidikan
menengah yang tidak memiliki
keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja
dan akhirnya menerima pekerjaan bergaji
rendah. Ini berdasarkan perhitungan Bank
Dunia pada ee Sakernas
dan lebih dari 55% siswa tidak mencapai
kompetensi minimum dalam literasi dan
matematika. Karena dalam kurikulum
pendidikan yang diajarkan cenderung
tidak selaras dengan kebutuhan pasar
saat ini berdasarkan data World Bank.
Tingkatan literasi.
bagaimana kita ee memetakan bahwa
kemampuan literasi kita ini sudah cukup
baik ee atau memang kita masih dalam ee
skala ee mengenal atau ee sampai sebatas
memahami. Jadi kalau kita melihat ada
tujuh tahapan di mana ee literasi itu
ee bisa dinilai.
Pertama, tahapan pertama adalah
bagaimana mengingat, menghafal atau
mengingat kembali informasi dasar.
Kemudian di tahapan kedua, bagaimana
memahami, menjelaskan ide atau konsep
dengan kata-kata sendiri. Kemudian di
tahapan ketiga, menerapkan menggunakan
informasi dalam situasi baru.
Kemudian di tahapan selanjutnya, di
tahapan empat, memecah informasi ke
dalam bagian-bagian dan memahami
hubungan antar antar bagian.
Tahapan 1 sampai dengan 4 ini adalah
keterampilan berpikir pada aras rendah.
Dan ketika sudah kemudian Bapak Ibu
sudah mampu kemudian melakukan ee ee
mensintesiskan merangkaikan informasi
tentang sebuah persoalan yang diperoleh
dari berbagai sumber untuk disusun
menjadi satu kesatuan yang utuh.
Kemudian di tahap 6 menilai membuat
penilaian berdasarkan kriteria dan
standar. Kemudian di tahapan ketujuh
adalah mencipta.
Poin 5 sampai dengan 7 ini adalah
kemampuan berpikir pada aras tinggi.
Nah, di manakah kemampuan literasi kita
saat ini? Silakan Bapak Ibu bisa
mempetakan apakah setiap informasi
sudah sampai sejauh mana itu bisa
mempengaruhi Bapak Ibu.
Dampak literasi untuk sosial ekonomi.
Jika kita melihat dalam grafik ini
bagaimana
ee dampak literasi rentah yang akan
dihadapi, kompetensi dan upah yang
rendah, biaya tinggi untuk perbaikan
karakter, biaya tinggi untuk peningkatan
kesehatan, kemudian biaya tinggi yang
untuk mengatasi kriminalitas.
Dan apabila kita memang bisa mencapai ee
literasi yang lebih baik, maka kita
pastikan akan dapat menurunkan angka
kemiskinan dan pengurangan kesenjangan,
membuat ekonomi semakin kuat, terbuka
pilihan pekerjaan, dan lebih produktif,
lebih banyak terlibat dalam kegiatan
komunitas dan ada peningkatan
kesejahteraan secara individual.
Manfaat literasi untuk transformasi
individu yang pertama adalah literasi
membuka wawasan dan memperkaya
pengetahuan.
Literasi melatih kemampuan berpikir dan
kritis dan analitis. Literasi mendorong
kreativitas dan inovasi literasi
memperkuat keterampilan komunikasi.
Dan literasi membentuk karakter
pembelajar sepanjang hayat.
Transformasi individu melalui literasi
akan menciptakan manusia yang cerdas,
kritis, kreatif, beretika, dan berdaya
saing tinggi. Inilah modal utama yang
membangun masyarakat inklusif, inovatif,
dan siap menghadapi tantangan global di
era digital dan pengetahuan.
Dan literasi untuk transformasi sosial.
Literasi merupakan kunci atau sarana
untuk membangun kesadaran kritis
masyarakat.
Literasi mendorong partisipasi sosial
dan demokrasi.
Literasi berperan dalam pemberdayaan
ekonomi masyarakat. Literasi memperkuat
kohesi sosial dan toleransi. Dan dan
literasi akan melahirkan komunitas
pembelajar di akar rumpuk. Literasi
untuk transformasi sosial tidak hanya
meningkatkan kapasitas individu, tetapi
juga membangun masyarakat yang inklusif,
partisipatif, inovatif, dan berkeadilan
sosial.
Transformasi ini akan memperkuat
ketahanan sosial sekaligus mendorong
kemajuan bangsa secara berkelanjutan.
Kemudian juga peran literasi untuk
transformasi bangsa. Literasi ini
menjadi katalisator membangun sumber
daya manusia. Literasi mendukung
transparansi dan tata kelola
pemerintahan yang baik. Literasi ee
mempunyai peran dalam penguatan ekonomi
bangsa. dan literasi menjadi sarana
pelestarian budaya dan identitas bangsa.
Transformasi bangsa melalui literasi
membutuhkan strategi komprehensif yang
melibatkan semua pemangku kepentingan
baik pemerintah, lembaga pendidikan,
komunitas literasi, mediator sektor
swasta, dan masyarakat luas. Program
literasi harus dirancang tidak hanya
untuk meningkatkan minat baca, tetapi
juga memperkuat kecakapan hidup,
pemanfaatan teknologi informasi dan
pemberdayaan masyarakat berbasis
pengetahuan.
Ini beberapa fakta mengenai manfaat
literasi.
angka kemiskinan yang menurun. Di mana
faktanya jika anak di seluruh dunia
belajar membaca maka 171 juta orang akan
keluar dari kemiskinan. Ini setara
dengan populasi di Spanyol, Italia, dan
United Kingdom.
Kemudian juga faktanya angka kematian
akan rendah. Jepang dengan tingkat
literasi 99%
memiliki tingkat kematian bayi paling
rendah yaitu 2 dari 1000 kelahiran. Dan
selama 4 dekade terakhir angka kematian
balita berkurang seiring meningkatnya ee
literasi pada perempuan.
Manfaat literasi juga akan membuat
ekonomi lebih kuat.
di mana hasil riset memperlihatkan bahwa
penambahan 1 tahun sekolah akan
meningkatkan penghasilan pribadi hingga
10% dan tidak ada negara yang mencapai
pertumbuhan ekonomi yang cepat dan
berkelanjutan tanpa minimal 40%
masyarakatnya dapat membaca dan menulis.
Literasi juga akan membangun partisipasi
masyarakat yang tinggi. Orang literat
lebih banyak terlibat secara sosial dan
memiliki potensi lebih besar untuk
dipilih sebagai pemimpin.
Peningkatan literasi orang dewasa
berkorelasi dengan peningkatan di
serikat buruh, aksi komunitas dan
kehidupan ee politik nasional. Dan
kemudian juga literasi dipastikan akan
meningkatkan kesejahteraan dan
kebahagiaan diri.
Di UK, 78% masyarakat literat merasa
puas dengan hidupnya.
50% ibu berpendidikan lebih memungkinkan
untuk memberikan imunisasi kepada
anaknya daripada yang tidak
berpendidikan. Dan orang dewasa dengan
kemampuan membaca, memahami konteks, dan
memanfaatkan informasi kesehatan lebih
bahagia.
Nah, apa yang kami harapkan dari ee
peran ASN dalam literasi? Yang pertama,
seorang ASN harus menjadi role model
memberikan pelajaran.
ASN harus menunjukkan perilaku literat
dalam keseharian.
Contoh, ASN yang aktif belajar, diskusi,
mengikuti pelatihan atau berbagi ilmu
pada rekan kerja yang akan menginspirasi
budaya literasi di lingkungan kerja.
Kemudian juga
ASN diharapkan bisa menjadi penggerak
menginisiasi kegiatan literasi. ASN
tidak hanya menjadi peserta tetapi juga
penggerak program literasi baik di
kantor maupun di lingkungan masyarakat.
Menginisiasi kelompok belajar atau
berbagai ee berbagi ilmu dengan
masyarakat sekitar.
Dan kemudian juga peran ASN juga
berharap menjadi agen perubahan
yang meningkatkan pelayanan publik
berbasis pengetahuan.
ASN yang literat menggunakan data,
riset, dan informasi untuk membuat
kebijakan atau layanan publik lebih ee
tepat sasaran. Contohnya adalah
penggunaan data untuk menyusun langkah
layanan berbasis e-goverment atau
inovasi pelayanan publik yang lebih
transparan dan inklusif.
Nah, ini apa yang sudah dilakukan
Perpustakaan Nasional sebagai sebuah
lembaga yang memang konsen terhadap
pengembangan literasi.
Pada tahun 2024 dan 2025 ini
ada lima program prioritas Perpustakaan
nasional dalam penguatan ee budaya baca
dan kecakapan literasi masyarakat. Yang
pertama adalah Tebis atau transformasi
perpustakaan berbasis inklusi sosial.
Kemudian kami juga memiliki ee program
bantuan buku bermutu
dan kemudian ada KKN atau kuliah kerja
nyata tematik ee literasi, kemudian ada
program relawan literasi dan ee
penguatan pemberdayaan perpustakaan.
Transformasi perpustakaan berbasis
inklusi sosial atau TPIS ini mendorong
perpustakaan menjadi sarana reproduksi
pengetahuan dalam aksi nyata untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
di dalam program ee TPBIS ini, kami
menginisiasi memunculkan fungsi dan
peran terhadap perpustakaan ee desa
khususnya karena memang perpustakaan
desa adalah perpustakaan yang paling
dekat dengan masyarakat. Menjadikan
perpustakaan desa menjadi ruang belajar,
ruang ee berinovasi bagi masyarakat
sekitarnya.
sudah sangat banyak ee praktik baik yang
ee berhasil dilakukan melalui program
ini dan kita berharap program ini ke
depan terus berlanjut sehingga akan
meningkatkan ee kesejahteraan masyarakat
yang lebih baik.
Kemudian juga ada program bantuan buku
bermutu.
Sejak tahun 2024 ee Perpustakaan
Nasional sudah
memberikan bantuan. Total ada 20.000
perpustakaan baik di tingkat desa atau
kelurahan serta taman bacaan masyarakat.
Masing-masing mendapat 1000 buku buku ee
yang disertai dengan pembinaan kepada ee
penerimanya.
Kemudian ee ada KKN tematik Literasi ini
bekerja sama dengan Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi
ee menghadirkan program KKN tematik
Literasi. Saat ini sudah sekitar ee 15
perguruan tinggi yang bekerja sama
dengan Perpustakaan Nasional menjalankan
program KKN ee tematik literasi ini.
Mahasiswa kemudian hadir pada tingkat
desa, kemudian mengedukasi masyarakat di
sana untuk menguatkan literasi.
Kemudian juga tahun ini juga sudah
dijalankan program relawan literasi
masyarakat yang merupakan ee bentuk
komitmen dalam meningkatkan budaya baca
dan meningkatkan kecakapan literasi.
Kami mengaktivasi relawan-relawan yang
ada di sekitar masyarakat untuk
mendorong adanya penguatan literasi di
masyarakat.
Dan yang terakhir adalah penguatan
pemberdayaan perpustakaan. Kegiatan
penguatan pemberdayaan perpustakaan baik
sekolah, desa, dan perguruan tinggi
hadir untuk membangun jejaring, melatih
kapasitas, serta merancang aksi
kolaborasi yang berdampak langsung.
Kegiatan ini melibatkan tenaga
perpustakaan
di setiap daerah dengan agenda
pembinaan, diskusi hingga pembentukan
kelompok kolaborasi.
Dengan cara ini, pemberdayaan bukan
hanya konsep, tapi menjadi gerakan
bersama.
Terakhir mungkin mengutip dari ee duta
baca yang
ee kita di Bu Najwa Zihad ini duta baca
kita hingga tahun 2020 ee 3.
Membaca ialah upaya merengkuh makna,
ikhtiar untuk memahami alam semesta.
Itulah mengapa buku disebut jendela
dunia yang merangsang pikiran agar terus
terbuka.
Baik, ee mungkin itu yang bisa saya
sampaikan, Mas Lukman. Terima kasih.
Kurang lebihnya mohon maaf.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih
untuk Bapak Nurhadi Saputra, Sos, M.Si.
Atas pemaparan materinya yang sangat
menarik sekali. Dan sobat SN, setelah
ini kita akan lanjut masuk ke sesi tanya
jawab. Jadi untuk sobat SN yang ingin
bergabung di Zoom apabila ingin bertanya
bisa menggunakan feature rise hand
ataupun yang tengah menyaksikan acara
ini melalui live YouTube BPSDM Jatim TV
bisa langsung tuliskan saja pertanyaan
melalui live chat. Ini menarik sekali ya
Pak Nurhadi ya. Terkait dengan materi
yang Bapak sampaikan. Kita bisa lihat
sebenarnya perkembangan literasi.
Definisi literasi itu kalau dulu itu
cuman sekedar membaca, menghitung dan
lain sebagainya. Tapi di era digital
sekarang ini sudah berpindah
definisinya. Nah, literasi ini sudah
diredefinisikan sebagai bagaimana cara
kita bisa memiliki pengetahuan itu untuk
kemudian kita bisa berpikir kritis dan
menentukan dalam pengambilan sikap. Tapi
Pak pertanyaannya Pak Nurhadi, yang
menjadi masalah ini kan sebenarnya kalau
kita lihat akses pendidikan ini sudah
semakin banyak gitu ya. Tapi yang
menjadi akar masalah itu adalah
bagaimana cara kita bisa menimbulkan
curiosity atau rasa ingin tahu di
seluruh lapisan masyarakat kita agar
terus menjadi lifelong learner. Karena
kan sebagian besar paradigma masyarakat
saat ini itu melihat bahwasanya belajar
itu hanya dilakukan di sekolah saja,
tapi di luar sekolah mereka rasa
kayaknya tidak perlu belajar gitu deh ee
yang berkembang di paradigma masyarakat
saat ini. Kalau menurut Pak Nurhadi
bagaimana melihat fenomena ini dan
solusi quick wins yang bisa kita
lakukan, Pak?
Iya. Baik. Ee Masukman kalau kita
melihat memang apa ya ee kultur kita ya
ketika misalnya seseorang ini merasa ee
pembelajaran di sekolah sudah selesai
dan kemudian mereka melanjutkan di fase
kehidupan yang lain menganggap ee
belajar itu tidak penting. Ini memang ee
ee ee apa ya kultur yang memang
terbentuk di masyarakat, di sebagian
besar masyarakat.
pemerintah sebenarnya ee terus
menciptakan ruang-ruang belajar bagi
masyarakat ya. Kehadiran perpustakaan
pun ini menjadi sebuah ruang bagi
masyarakat untuk terus belajar. Nah,
cuman memang kita melihat ada
faktor-faktor lain nih yang mungkin
menjadi pertimbangan masyarakat juga
kenapa kemudian mereka merasa sudah
cukup untuk belajar dan berhenti untuk
belajar. Ini ya yang menjadi musuh kita
bersama mungkin ya. tidak hanya ee ee
kita yang memang ee bekerja di bidang
literasi, tapi mungkin semua pihak ini
harus turun andil. bahwa namanya belajar
ini tidak akan pernah selesai karena
ilmu pengetahuan ini selalu berkembang,
teknologi selalu berkembang dan ketika
kita merasa kita sudah cukup maka kita
tidak akan pernah bisa meraih apa yang
ada di depan potensi dan peluang itu.
Nah, ini ini yang menjadi trigger kami
bagaimana kemudian ee memberikan
pemerataan terhadap akses informasi,
akses pengetahuan kepada seluruh
masyarakat. beberapa program yang sudah
dijalankan Perpustakaan Nasional tadi
salah satunya itu men-trigger masyarakat
untuk terus belajar karena banyak hal
yang mungkin ee belum dipahami. Karena
menurut ee riset kami, kemiskinan,
ketidaksejahteraan
masyarakat ini bukan ee bukan hanya
sebatas mereka tidak punya peluang,
tetapi kesempatan mereka untuk
memperoleh informasi ada apa dan apa
yang bisa mereka ee raih itu yang tidak
terinfokan. potensi diri mereka
terkadang tidak bisa berkembang karena
ya minimnya ee minimnya pengetahuan,
minimnya informasi yang mereka dapat.
Nah, inilah kami hadir bagaimana ee
memotivasi mereka dengan menyediakan
berbagai kebutuhan dalam penguatan
literasi dan kapasitas mereka sehingga
kita berharap mereka kemudian bisa
berinovasi untuk hidupnya dan akhirnya
ee bisa meningkatkan kesejahteraannya.
Jadi buat masyarakat ya jangan berhenti
belajar. Kita harus terus belajar karena
ee ilmu pengetahuan itu terus
berkembang. Karena literasi bukan hanya
sekedar ee bisa baca dan bisa tulis.
Sekarang sudah di era digital. Kemampuan
literasi juga kita juga harus terus
diasah. Kemampuan kita memilahmilih
informasi. Kemudian mana menentukan
informasi yang memang ee kita butuhkan
untuk ee untuk ee kehidupan kita, baik
itu untuk menunjang profesi kita, untuk
ee
menunjang ee ee kapasitas kita. Nah, ini
yang diperlukan. Mungkin itu, Mas Luan.
Perbedaan
loyal.
Baik, kita akan masuk ke sesi tanya
jawab. Sudah bergabung bersama dengan
kami Bapak Irwan Kholid. kami persilakan
untuk menyampaikan langsung
pertanyaannya. Silakan, Pak Irwan
Khalid. Ada
kami terus
baik, makasih. Ee menarik hari ini ee
pembahasan kita terkait dengan ee
literasi untuk transformasi dari
pengetahuan membangun peradaban. Ee
menarik ee kenapa menarik? Karena memang
mau tidak mau, suka tidak suka, literasi
ini adalah sebuah bagian yang dapat
merubah sebuah sebuah ee apa ya? warga
negara di sebuah negara. Oleh karenanya
literasi di era sekarang sudah sudah
merupakan keharusan. Nah, yang menjadi
perhatian saya adalah terkadang
pemerintah
masih menggunakan paradigma lama di
dalam bagaimana mliterasi literasikan ee
ke masyarakat. Contohnya misalnya
pemerintah masih dengan menggunakan
konsep-konsep ee yang ee menurut
anak-anak sekarang, generasi ee Z
sekarang ini yang agak sulit di di
disesuaikan. Contohnya seperti ini. Ee
sekarang zet-Zet ataupun perangkat
digital adalah sebuah sebuah perangkat
yang merupakan kebutuhan dari sebuah
dari ee masyarakat. Nah, kalau kita
diarahkan untuk membaca sebuah buku ya
kita kan ini kan lebih pada membaca
sebuah buku. Sementara di perangkatnya
itu ada sebuah alat yang bisa dapat apa
ya menerima informasi dari sebuah buku.
Bahkan di alatnya itu pun dapat meresume
sebuah buku. Jadi sebuah buku itu kita
dengan menggunakan perangkat yang ada di
perangkat ee HP-nya atau gadgetnya itu
dia bisa meresume sebuah buku. Akan
tetapi pemerintah
mengharuskan bahwa ee bagaimana
masyarakat untuk terus program literasi
literasi literasi ini dengan menggunakan
budaya baca, program budaya baca. Nah,
apakah pemerintah ya pemerintah sudah
mempunyai konsep program dengan
perkembangan era digital sekarang
merubah paradigma di dalam ee
melaksanakan ataupun menjalankan
program-program ee literasi digital
kepada masyarakat. Itu yang pertama.
Yang kedua,
ee izin Pak ee kami menyarankan jangan
ee pemerintah yang terlalu dominan ke
depan, ya. Jangan pemerintah coba
dicarikan bagaimana literasi ini tumbuh
dari masyarakat.
Jadi ee regulasinya dari pemerintah tapi
operator di tingkat bawah itu
masyarakat. Nah, dengan adanya ee
menyerahkan ee pelimpahan kewenangan
kepada kelompok-kelompok masyarakat
untuk bagaimana literasi ini bisa ee
bisa jalan di tingkat masyarakat, saya
pikir bahwa pemerintah sudah harus
ikhlas untuk menyerahkan ee kewenangan
kewenangannya yang ada ke tingkat level
masyarakat agar supaya langsung
bersentuhan dengan masyarakat. Karena
kita tahu bahwa di setiap komunitas atau
kelompok masyarakat tuh berbeda-beda
kebutuhan-kebutuhan literasi yang mereka
ee butuhkan. Oleh karenanya saya
menyarankan ee keduanya adalah bagaimana
ada program PERPUS PERPUS Pusat untuk ee
ee programnya langsung ke masyarakat.
Nah, jadi nanti di nanti adalah
pola-pola gimanalah dari oleh ee ee
perpustakaan untuk ee memilih ataupun
mengorganisir kelompok masyarakat dalam
rangka untuk ee melaksanakan program
literasi di tingkat masyarakat. Mungkin
itu. Terima kasih. Selamat, Pak. Kami
salut dan kami akan terus men-support ee
program-program BPSDM Jawa Timur
terutama narasumber-narasumber yang
berkualitas. Izin saya Irwan Khalid dari
Gorontalo, Sulawesi Utara atau Provinsi
Gorontalo. Kami kembalikan ke host.
Oh, jauh sekali, Pak. Dari Gorontalo,
Pak.
Iya, Pak.
Makasih, Pak Irwan. Silakan, Pak
Nurhadi. Langsung saja dijawab, Pak.
Baik, terima kasih. Ee terima kasih, Pak
Irwan Khalid. Nih, saya baru tahu nih,
ternyata ee webinar ASN belajar ini yang
ikut tidak hanya dari Jawa Timur ya.
Saya pikir tadi hanya sebatas ee ASN di
lingkungan Jawa Timur saja. ternyata
dari Gorontalo nih, Pak Irwan nih. Baik,
Pak Irwan. Memang kalau kita melihat ee
tren sekarang ketika kemudian perangkat
digital ee akses digital ini menjadi
hampir apa ya ee sebuah kebutuhan ya
bagi kacamata kami di pemerintah dan
khususnya di Perpustakaan nasional ini
bukan sebuah pertentangan.
Kami pun ada ee apa namanya ee
perkembangan teknologi ini pun kami
adaptasi gitu. Jadi ee penguatan
literasi ini tidak hanya sebatas kepada
akses buku-buku tercetak, tetapi juga
kami juga memberikan layanan terhadap
akses-aksas digital. Cuman memang ee
penguatan literasi melalui teknologi ee
digital ini masih pro kontra ya. banyak
sekali ee ahli juga menyatakan ada
keterbatasan indra kita ketika kita
mengakses koleksi secara digital. Dan ee
beberapa ahli pun mengatakan bahwa
ketika kita membaca buku konvensional
atau buku cetak itu itu jauh lebih
nyaman dan informasi yang di ada di
dalam ee buku itu biasanya lebih ee
melekat lebih lama di dalam ee otak
kita.
Nah, kemudian tadi Pak Irwan juga
menyatakan bagaimana program literasi
ini juga di di digerakkan oleh
masyarakat. Ini juga dilakukan, Pak.
Sebenarnya banyak sekali
komunitas-komunitas atau pegiat-pegiat
literasi yang memang ee bersinergi
dengan kami. Yang perlu dipastikan bahwa
kita punya tujuan yang sama. Kita punya
tujuan yang sama bagaimana kita
menguatkan atau meningkatkan literasi
masyarakat. Memang ee kalau kita melihat
yang dulu-dulu ini ee penguatan literasi
ini berjalan sporadis. Komunitas punya
konsep sendiri, punya tujuan sendiri,
pemerintah punya tujuan sendiri. Nah,
ini semenjak ee 5 tahun ke belakang itu
kita sudah bersinergi bersama. Jadi kita
juga memfasilitasi komunitas yang memang
mereka berada di tengah-tengah
masyarakat
memotret apa yang menjadi kebutuhan
masyarakatnya dan kita ee kita suplly
dengan kebutuhan ee informasi yang
dibutuhkan. Jadi tadi yang disampaikan
program ee transformasi perpustakaan
berbasis inklusi sosial ini juga kami
mengedepankan fungsi-fungsi di
perpustakaan desa, perpustakaan yang
paling dekat dengan masyarakat ya.
kemudian bagaimana ee memetakan
kebutuhan masyarakat di sekitarnya dan
kami ee kami intervensi dengan ee
pemenuhan terhadap ee ee koleksi-koleksi
yang memang dibutuhkan oleh masyarakat.
Sama juga kemudian ada relawan literasi
masyarakat. kami mengaktivasi ee
komunitas-komunitas ee perorangan,
penggiat literasi untuk mereka hadir ee
di tengah-tengah masyarakat memberikan
ee berbagai program dan kegiatan ee agar
masyarakat peduli dan kemudian kita bisa
menumbuhkan literasi gitu, Pak.
Terjawab, Pak Irwan. Semoga sudah bisa
terjawab semua pertanyaannya. Terima
kasih sekali lagi Pak Irwan untuk
pertanyaannya Pak Nur Hadi Saputra.
Sekali lagi kami ucapkan terima kasih
untuk paparannya di sesi pertama kali
ini. Mohon maaf karena keterbatasan
waktu kami harus mengakhiri untuk sesi
pertama kali ini. Salam sehat selalu
untuk Pak Nuradi Saputra. Semoga kita
bisa bertemu lagi di lain kesempatan.
Thank you so much Pak Nuradi.
Amin. Terima kasih, Mas Lukman.
Baik, Sobat SN, jangan ke mana-mana
karena sesaat lagi kita masih akan ada
dua narasumber yang tentunya tidak kalah
menarik dibandingkan dengan narasumber
yang pertama tetap di webinar ASN
belajar seri 35 tahun 2025.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASM
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN cetar berkualitas
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas dunia
tukan tekad pantang menyerah
jadi ASN
berkualitas
sama aku
[Musik]
Ya, Sobat ASN, Anda kembali lagi
menyaksikan webinar ASN belajar seri 35
tahun 2025. Kali ini kita akan beranjak
ke materi berikutnya. Materi berikutnya
akan disampaikan secara 
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:08 UTC
Categories
Manage