Transcript
BcwoRPgpQMk • ASN Belajar Seri 36 | 2025 - Akademi Pengentasan Kemiskinan dalam Kerangka Corporate University
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0262_BcwoRPgpQMk.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
[Tepuk tangan]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia.
Siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia lakukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar wujud
pemerintahan
selaku dunia
tukang tekad pantang menyerah
jadi
berkualit
[Musik]
aku belajar
[Musik]
bersama membangun asa
menuju cipta yang mulia
kami hadir kami berk Karya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti menitipiti zaman
dengan semangat pembaruan.
Ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
PPS Temen Jatim Pusat unggulan.
Tempat lahirnya insan berkualitas.
Mencetak STM berkompetensi
tangguh cerdas tangguh inovasi
bersatu dalam visi yang terang menjawab
tantangan jangan gemilang
PPSDM Jawa Timur Center of Sans masa
depan
[Musik]
bersama membangun asa
menuju cita yang mulia.
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti mengiti zaman
dengan semangat pembaruan,
ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
BPSM Jatim Pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas
mencetak STM berkompetensi
tangguh cerdas penuh inovasi bersatu
dalam visi yang terang menjawab
tantangan jangan gemilang
PPSDN Jawa Timur Center of Sans masa
depan gemil
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Marilah kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas kebanggaan negeri berentas
melayani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
Hong hong. Kami dari sini suka dengan
hati.
Tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Melayani bangsa loyal tanpa batasannya.
Kalau adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan
menjadikan ASN lebih berakhlak.
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
[Musik]
kami dari sini tegas dengan hati
Tujukan kompetensi dalam harmoni.
Layani bangsa loyal tanpa batasannya
adaptif dan berkolaborasi.
Bergandeng tangan. Satu tujuan
untuk menjadikan air yang lebih beragam.
Mengerjuh hati tulus membantu sesama di
mana kami malam. melayani
dengan bang kami melayani
dengan kami melayani
bangsa Ah.
[Musik]
H
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
He.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Halo, salam sejahtera bagi kita semua.
Om swastiastu, namo buddhaya. Salam
kebajikan dan rahayu. Salam sehat untuk
kita semua. Sebelum saya memulai dan
juga menyapa seluruh sobat ASN yang
telah bergabung secara online pada pagi
hari ini melalui BPSDM TV maupun secara
Zoom meeting, saya boleh berpantun
terlebih dahulu ya.
Bunga melatih harum mewangi
cakep.
Tumbuh subur di tanah permai.
Cakep.
Korpu menjadi jalan strategis negeri.
Cakep.
Meningkatkan SDM demi hidup yang damai.
Sebelumnya saya ingin menyapa terlebih
dahulu kepada yang terhormat Kepala
BPSDM Provinsi Jawa Timur Bapak Dr.
Ramlianto, S.P., MP. Yang kami hormati
para narasumber dan juga yang telah
hadir secara online, Kepala Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia,
Bapak Dr. Muhammad Taufik, DA, Deputi
Bidang Transformasi Pembelajaran ASN LAN
RI, Ibu Dr. TR. Erna Irawati, Esos Empol
ADM,
Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan
Pemberdayaan Masyarakat Kementerian PPN
BAPENAS RI, Ibu Tirta Suteja, ST, MW,
RM, serta Bapak, Ibu Sobat ASN di mana
pun Anda berada yang telah tergabung
secara Zoom meeting maupun melalui
YouTube di channel BPSDM Jatim TV. Yang
berbahagia, selamat pagi dan selamat
bergabung secara online dalam ASN
Belajar Sari ke-36 yang bertema akademi
pengentasan Kemiskinan dalam Kerangka
Corporate University Korpu. Apa dan
bagaimana perannya yang dipersembahkan
oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur. Puji
syukur kita haturkan kehadirat Tuhan
yang maha esa. Berkat perkenanannya kita
dapat hadir secara online dalam kondisi
sehat, siap, dan semangat untuk dapat
mengikuti kurang lebih 3 jam ke depan
materi yang akan disampaikan oleh para
narasumber dan juga kita akan
berkesempatan untuk berinteraksi secara
langsung nanti dalam sesi tanya jawab
kepada seluruh narasumber dan Bapak,
Ibu, Sobat ASN sekalian. Senang sekali
saya kembali hadir untuk dapat menjadi
moderator kali ini. Saya Fan Patriia.
Kita akan membahas tentang Akademi
Pengentasan Kemiskinan dalam kerangka
Corporate University Korpu. Apa dan
perannya? Di mana ini merupakan pusat
belajar yang dibangun untuk meningkatkan
kemampuan para aparatur, mitra, dan
pihak terkait dalam menanggulangi
kemiskinan. Akademi ini menjadi ruang
berbagai pengetahuan, pengalaman, dan
inovasi agar strategi pengentasan
kemiskinan ini jadi lebih efektif.
Perannya adalah menyiapkan sumber daya
manusia yang kompeten dan berintegritas
melalui beberapa hal yang bisa dilakukan
seperti pelatihan, riset, kolaborasi,
lintas sektor, dan tentunya dengan
pendekatan ini pula Korpu tidak hanya
memperkuat individu saja, tetapi juga
membangun ekosistem yang mendukung
pengentasan kemiskinan secara berlanjut.
Dan selengkapnya akan dibahas dalam
webinar ASN Belajar seri ke-36 tahun
2025.
[Musik]
Sobat ASN yang berbahagia di manapun
Anda berada yang telah bergabung secara
online pada pagi hari ini. Sebelum kita
memulai keynote speech, tentunya kita
juga ingin sekali untuk dapat menyimak
opening speech yang akan disampaikan
oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur
yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto,
S.P., MP.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian.
Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat
bertemu kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini Kamis tanggal 18 September
2025, ASN Belajar telah memasuki seri
yang ke-36.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami, kami
terus berkomitmen sekaligus berikhtiar
untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sahabat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-36 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka menyebarluaskan
sebuah inisiatif brilan yang digagas
oleh Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia yakni Akademi
Pengentasan Kemiskinan.
Program ini dirancang sebagai wadah
kolaboratif yang berfokus pada
pengembangan kompetensi SDM aparatur
sipil negara. beserta mitra ASN agar
berbagai ikhtiar pengentarasan
kemiskinan dapat dilakukan secara lebih
efektif berbasis pada kebutuhan aktual
dan hasilnya juga dapat dirasakan secara
nyata oleh masyarakat.
Karena tema ini sangat tepat untuk kita
elaborasi secara luas dan mendalam, maka
ASN Belajar seri ke-36 tahun 2025 ini
mengangkat topik Akademi Pengentasan
Kemiskinan dalam kerangka corporate
university. Apa dan bagaimana perannya?
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam ASN belajar bahwa topik menarik
ini akan kita bahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Sobat ASN di seluruh tanah air, kita
pasti sadar sepenuhnya bahwa kemiskinan
bukanlah sekedar angka statistik, tapi
wajah nyata dari belum meratanya
keadilan sosial dan masih adanya
keterbatasan kesempatan bagi sebagian
rakyat Indonesia.
Di balik angka statistik kemiskinan, ada
keluarga, ada anak-anak bangsa, ada
cita-cita yang terhenti di tengah jalan.
Oleh karena itu, membicarakan
pengentasan kemiskinan bukan sekedar
agenda teknokratis, melainkan panggilan
nurani dan tanggung jawab moral kita
semua.
Kemiskinan bukanlah sekedar masalah
ekonomi, tapi masalah kemanusiaan.
Ia mencerminkan masih adanya
ketidakstetaraan sosial, belum
optimalnya kebijakan, serta belum
kuatnya keberpihakan pada mereka yang
paling membutuhkan.
Karena itu mengentaskan kemiskinan bukan
hanya soal meningkatkan pendapatan,
tetapi juga soal memulihkan martabat,
menghadirkan keadilan, dan membuka ruang
partisipasi yang setara bagi semua warga
bangsa.
Kemiskinan bukanlah sekedar tantangan
pembangunan, melainkan ujian bagi nurani
dan tanggung jawab kita sebagai aparatur
sipil negara.
Dan di sinilah peran ASN menjadi vital,
menghadirkan kebijakan yang berpihak,
program yang berdampak, serta aksi nyata
yang mengubah data menjadi cerita baru
tentang harapan dan kesejahteraan.
Sobat ASN di seluruh tanah air. Dalam
konteks inilah inisiatif Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia
untuk meluncurkan program Akademi
Pengentasan Kemiskinan merupakan langkah
inovatif yang sangat strategis. Program
ini bukan sekedar pelatihan tambahan,
melainkan terobosan untuk menyiapkan
aparatur yang tidak hanya menguasai
pengetahuan, tetapi mampu menghadirkan
solusi nyata bagi problem kemiskinan di
Indonesia.
Lebih jauh kita menyadari bahwa
paradigma pengembangan kompetensi ASN
telah bergeser. Jika dahulu berfokus
pada kompetensi based learning hanya
memastikan ASN menguasai perangkat
kompetensi, kini kita bergerak menuju
performance based learning, yaitu
memastikan pembelajaran benar-benar
menghasilkan kinerja aksi dan dampak
yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Akademi pengentasan kemiskinan adalah
bukti nyata dari transformasi paradigma
ini. Karena dari ruang belajar lahir
gerakan nyata yang akan mampu mengurangi
kemiskinan secara signifikan di negeri
ini. Akademia ini adalah jembatan antara
ruang belajar dan ruang hidup masyarakat
yang memastikan setiap proses
pembelajaran ASN tidak berhenti pada
tataran pengetahuan, tapi berlanjut
menjadi kinerja dan dampak nyata.
Dengan demikian, Akademi Pengentasan
Kemiskinan adalah manifestasi dari
Corporate University, sebuah ekosistem
belajar yang strategis, kolaboratif, dan
berorientasi pada hasil. Ia menyalakan
harapan bahwa dari ruang-ruang kelas ASN
akan lahir kebijakan yang berpihak,
program yang tepat sasaran, dan
langkah-langkah kecil yang berujung pada
penurunan angka kemiskinan yang terukur
serta peningkatan martabat masyarakat
kita.
Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air,
lalu seperti apa peran dan
program-program Akademi Pengentasan
Kemiskinan ini? Nah, untuk membahas
cerdas dan tuntas topik ini, kami telah
mengundang para narasumber luar biasa
yang sudah barang tentu sangat kompeten
di bidangnya. Kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada para
narasumber hebat yang telah berkenan
hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobatas ASN
di seluruh tanah air. Pertama kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada Bapak Dr. Muhammad Taufik.
Kepala Lembaga Infasi Negara Republik
Indonesia. Kedua, kami menyampaikan
terima kasih dan apresiasi kepada Ibu
Dr. Erna Irawati, Sos, Empol Admin.
Beliau adalah Deputi Bidang Transformasi
Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia. Dan ketiga,
kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi kepada Ibu Tirta Suteja, ST,
MWRM, Direktur Penanggulangan Kemiskinan
dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian
PPN BAPENAS. Nah, Sobat ASN, mari kita
simak dengan seksama webinar ASN belajar
seri ke-36 tahun 2025. Semoga
bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. terima kasih telah
menyampaikan opening speech yang telah
disampaikan oleh Kepala BPSDM Provinsi
Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SPMP
yang tentunya bisa menjadi acuan bagi
kita untuk dapat fokus menyimak apa saja
nanti yang akan disampaikan oleh para
narasumber terkait dengan tema ASN
belajar seri ke-36 tahun 2025 hari ini.
Dan sebelum saya akan mempersilakan
keynote speech yang akan disampaikan
oleh Kepala LAN RI. Sebelumnya saya
ingin sekali untuk menyampaikan rules
atau peraturan yang bisa diikuti oleh
Sobat ASN selama seri kali ini. Yang
pertama sesi tanya jawab diskusi akan
dilakukan di setiap akhir pemaparan
narasumber. Jadi kami mohon partisipasi
dan juga kontribusi dari Sobat ASN yang
ingin berinteraksi secara langsung untuk
rais hand. Maka nanti tim IT dari kami
di sini akan menyambungkan dan
menghubungkan sobat ASN untuk open cam
dan open mic dan bertanya secara
langsung kepada para narasumber.
Kemudian yang kedua, penanya harap
menyebutkan nama, identitas serta
instansinya.
Ketiga, link absensi peserta akan
dibagikan setelah mengisi aplikasi
semesta Bangkom. Jadi pastikan mengisi
terlebih dahulu dan untuk mengeceknya
silakan dicek secara berkala seperti
itu. Dan langsung saja kita akan menyapa
kepada kepala lembaga administrasi
negara Republik Indonesia Bapak Dr.
Muhammad Taufiq di IE untuk dapat
menyampaikan keynote speech.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh, Pak Taufik.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, Mbak Fani.
Kabar. Pagi, Pak.
Pagi. Baik, terima kasih telah bergabung
bersama kami secara online di
tengah-tengah kesibukan tengah minggu
ini, Pak Taufik.
Ya, makasih. Salam sehat semuanya.
Selalu semangat, semangat belajar,
semangat berdampak. Amin. Dan sebelum
kami mempersilakan Bapak untuk dapat
menyampaikan keynote speech, kami ingin
sekali untuk dapat memperkenalkan profil
singkat Bapak dalam momen kali ini di
mana Bapak Dr. Muhammad Taufik di IE,
CHRM, CHCD, CRMP, CACP, MMC menjabat
sebagai Kepala Lembaga Administrasi
Negara mulai dari tahun 2024 hingga
sekarang dan telah mendapatkan banyak
sekali penghargaan dimulai tahun 2024 di
mana salah satunya adalah Satya Lancana
Karya Satya oleh Presiden Republik
Indonesia di tahun 2004 dan terakhir di
tahun 2024 juga mendapatkan Satya
Lancana Karya Satya di mana penghargaan
pengabdian dan 30 tahun pegawai lembaga
administrasi negara tahun 2024 juga
telah didapatkan menjabat dan juga
memiliki pengalaman yang luar biasa. Ini
kalau saya sebutkan satu persatu
tentunya akan mengurangi waktu Bapak
untuk memberikan materinya. Untuk itu
Bapak Taufik kami silakan untuk dapat
menyampaikan keynote speech pada momen
ASN belajar seri kali ini.
Baik, terima kasih Mbak Fani. Saya akan
share
singkat
ya. Sudah kelihatan ya saya gambarnya
ya? Ya.
Iya.
Baik. Ee Bapak Ibu sekalian ee
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, salam
sejahtera untuk kita semuanya.
Ee om swastiastu, Na, Salam kebajikan.
Ee
ee Bapak, Ibu semuanya peserta webinar
yang saya banggakan.
Tadi di depan ee Pak Ramli, Pak Kaban
menyampaikan bagaimana ee pemerintah
sangat konsern terkait dengan
pengentasan kemiskinan. Ya, ini yang
disampaikan oleh ee Bapak Presiden ya,
bahwa ee kemiskinan ini merupakan sebuah
musuh bagi kemerdekaan ya. Bangsa kita
ini belum bisa disebut dengan apa
betul-betul merdeka penuh kalau masih
banyak yang belum bisa senyum. Ya,
makanya kata Bapak Presiden wong cilik
itu ya kalau sudah bisa senyum, bisa
ketawa semua. ya bebas dari kemiskinan
itu baru kita betul-betul akan ee
disebut dengan merdeka secara penuh ya
ee Bapak Ibu sekalian. Jadi ini
perjalanan pengentasan kemiskinan sudah
cukup panjang. banyak prestasi yang
sudah di ee torehkan di dalam
pengentasan kemiskinan mungkin dari ee
sejak zaman Orde Baru ya sampai kemarin
tahun kemarin tahun 2024 ya kalau kita
melihat angkanya memang ee apa ee
belakangan sangat signifikan dalam
penurunan angka kemiskinan. Tetapi di
sisi lain juga kita melihat ee
biaya yang di untuk pengetasan
kemiskinan ini sudah sangat besar dan
ini perlu masih perlu beberapa perbaikan
penguatan-penguatan ke depan ya. ini
kemarin kita juga mendapat apa semuanya
ee membaca informasi ya bahwa ada versi
tentang angka kemiskinan di Indonesia
yang hampir mencapai 60% ini yang
diterbitkan oleh W bank ya. Nah, jadi
ini ee ee peperangan katakan seperti itu
melawan kemiskinan ini masih belum belum
selesai gitu ya. kita perlu bagaimana
merubah strategi kita di dalam
pengetasan kemiskinan. Tadi saya
sampaikan ya ee kita anggaran bansos ee
perlindungan sosial di 2000 terakhir
kemarin ee 2024 496
ee triliun dan ee di 2025 sudah 503
ee triliun ya. Waktu ditotal mungkin
sekitar 10 tahun ini sudah hampir lebih
dari 3.500 triliun kita ee apa gunakan
untuk
mengentaskan kemiskinan. Tetapi nanti
akan kita melihat berbagai hal yang
mungkin masih perlu ee kita perlu
perkuat kembali di dalam kinerja
kebijakan pengentasan kemiskinan ini
sebagai sebuah ee ruangan yang ee apa ee
sifatnya dinamis. kita melihat bagaimana
setiap kali ada konjungtur ekonomi ya,
kelompok rentan kemudian berubah menjadi
ee kemiskin kembali terutama kita ini
masih perlu ee cara-cara yang lebih ee
efektif di dalam penurunan penduduk
miskin ekstrem. Ini yang menjadi ee
sangat ee konsern dari Bapak Presiden,
Bapak, Ibu sekalian. Jadi ee ee
pelaksanaan pengentasan kemiskinan ini
sudah dilakukan dengan berbagai cara.
Yang jelas ee kemiskinan tidak bisa
dilakukan secara ee sektoral, tetapi
sebagai sebuah lintas sektoral. Yang
terakhir kemarin kita memiliki ee tim
nasional penanggulangan kemiskinan ya.
Dan ee tim ini menggabungkan dari
berbagai instansi.
tidak hanya pusat tapi juga ee ee daerah
ya di pemerintah daerah terlibat secara
aktif di dalam ee pengentasan kemiskinan
melalui dari tim nasional penanggulangan
kemiskinan dan dan ee tim ee ee daerah
tentunya penanggulan kemiskinan. Nah,
Bapak Ibu sekalian kita ee lihat apa
yang menjadi catatan dan evaluasi karena
tim ini sudah secara resmi sudah
digantikan ya tahun kemarin bulan
November 2024 sudah selesai dan ada
suatu ee catatan di dalam selama apa
namanya ee cara-cara kita melakukan
pengentasan kemiskinan. Yang pertama
tentunya ee problem dari koordinasi
antar lembaga ya. Ini masih seringki
terfragmentasi dengan aturan standar
masing-masing, perencanaan penganggaran
masing-masing, mone function ya sehingga
kemudian ee implikasinya adalah berjalan
secara sektoral ya ee risiko tumpang
tindih ee masing-masing berentasi pada
output sesuai dengan tugas fungsinya.
Sehingga tadi kalau kita melihat dari
besarnya anggaran yang digelontorkan
totalnya lebih dari mungkin 3.500
triliun selama 10 tahun. Nah, dengan apa
namanya ee hasil yang dicapai tentunya
masih perlu ee apa ruangan-ruangan untuk
kita bisa lakukan perbaikan-perbaikan
ee ke depan terutama tadi dalam ee
kaitannya dengan koordinasi antar
lembaga. Yang kedua, problem data ya.
data dan targeting ini seringki ada apa
namanya program ee problem salah sasaran
ini sering kita mendengarnya karena data
yang berbeda gitu ya sehingga ada ee
kelompok yang seharusnya tidak ee masuk
sasaran tetapi ee masuk sasaran atau
sebaliknya yang seharusnya menjadi
sasaran utama tetapi tidak terinklusi.
Kemudian yang ketiga adalah pada e fokus
masih banyak ee bantuan sosial jangka
pendek ini yang kemudian tadi ee
angkanya mungkin secara nominal
berkurang tapi kerentanannya masih
tinggi ya. Begitu ada konjungtur ekonomi
banyak rumah tangga yang kemudian mudah
untuk jatuh miskin kembali. Kemudian
yang berikutnya adalah catatannya adalah
keterbatasan dalam hal monitoring
evaluasi di mana mekanisme
evaluasi ya masih perlu diperbaiki ya
masih fokus pada serapan anggaran dan
output ini yang menjadi sebuah cara
kerja ee birokratis ya sehingga kemudian
tadi sasaran utama dalam pengentasan
kemiskinan menjadi seringki
terkorbankan. Nah, kalau menarik
menyimak dari ee laporan dari BPKP waktu
pertemuan dengan para pimpinan lembaga
ee kementerian, kepala daerah
akhir 2024 di Sentul waktu itu ya.
Kepala BPKB menyampaikan bahwa ee
inefisiensi yang salah satu yang
tertinggi adalah program pengentasan
kemiskinan ya. Ya, yang lain adalah
program ee stunting, pentas kemiskinan,
UMKM. Ini adalah program-program yang ee
inefisiensinya
lebih dari 52%.
Ya, artinya bahwa ini cara-cara kerja
birokratis yang dilakukan ee tadi
orientasi pada fungsi masing-masing ya.
ee prentasinya adalah capaiannya pada
capaian output perebutan outcome
menyebabkan tadi sumber daya yang
digunakan ya ee tidak bisa atau belum
berhasil ee menciptakan tadi outcome
yang maksimal yang diharapkan. Nah, ini
tentunya nanti perlu ada perbaikan. Dan
yang terakhir adalah dari ee berbagai
kajian evaluasi yang dilakukan
lembaga-lembaga dunia ini problem
dieksekusi di lapangan ya. bagaimana ee
kebijakan-kebijakan atau program yang
disusun oleh tim saran nasional seringki
di daerah tadi ee dihadapkan kepada
keterbatasan
kapasitas dari sumber daya manusianya,
pola penganggarannya,
ketatalaksanaannya, cara kerja pada di
lapangan di dalam pengetasan kemiskinan.
Nah, ini poin yang sangat penting Bapak,
Ibu sekalian bahwa ee ujung tombak di
dalam pengentasan kemiskinan ini adalah
ee kapasitas dari pemerintah daerah.
Nah, dalam hal ini tentunya ee apa
sesuai dengan mandat dari Undang-Undang
ASN ya, Undang-Undang 20 2023
bagaimana ee ASN wajib belajar ya. ini
kita akan gunakan sebagai sebuah sarana
tadi memperbaiki kapasitas dari
khususnya pemerintah daerah untuk me apa
meningkatkan ya ee kinerjanya di dalam
ee pengentasan kemiskinan ini yang kita
topik ee pagi hari ini kita akan ee
bahas Bapak Ibu sekalian. Jadi ee dari
program yang ee sudah berjalan ya dari
zaman Orde Baru hingga pemerintahan ee
Bapak Jokowi tahun kemarin ya ini ada
sebuah listen ya tentunya
dengan problem-problem yang ada perlu
satu perubahan strategi yang pertama
tentunya ada sebuah data yang
terintegrasi ya, bagaimana ada sebuah
dashboard pemantauan bersama ya yang ee
memudahkan untuk memantau bagaimana ee
program-program bisa kemudian menyumbang
dari outcome dari pengentasan
kemiskinan.
Kemudian yang ee berikutnya adalah
perlunya ada transformasi bantuan yang
ee banyak yang sudah merekomendasikan
agar ini kemudian bisa menjadi sebuah ee
cara dari bantuan-bantuan yang sifatnya
memberdayakan. bagaimana ee target
sasaran dari keluarga-keluarga miskin
tadi ee memiliki akses atau dan
kemampuan ee produktif sehingga ee
program pengetahuan kemiskinan ini bisa
ee apa memutus ee mata rantai
kemiskinan. Kemudian yang berikutnya
adalah karena tadi problemnya adalah
banyak kita melihat ee tumbang tindih
karena data yang ee beragam dan
seterusnya maka perlu ada single poverty
registry ya, bagaimana ada data terpandu
ya ee mengenai by name, by address dan
seterusnya yang ini diperlukan tadi
untuk ee apa namanya
melihat ee bagai ee program-program
keter keterpaduan
dari berbagai sektor dengan kelompok
sasaran yang tepat tadi. Kemudian tadi
karena
masih banyak ditemukan dari kelompok
rentan yang kemudian jatuh kembali
menjadi kemiskin kembali dalam
konjungtur ekonomi banyak kembali
menjadi miskin ya ini tentunya perlu ada
pendampingan jangka panjang ya dalam
peningkatan kapasitas ee ee ee keluarga
yang tadi menjadi sasaran dan kemudian
kita perkuat yang terakhir adalah
kolaborasi sektor orientasi masih pada
shell outcome ya yang tadi untuk
memastikan kontribusi dari berbagai
instansi tidak hanya instansi pemerintah
tapi juga ee
ee korporasi dari swasta di dalam
mendukung program pengentasan
kemiskinan. Bapak, Ibu sekalian. Jadi,
ini perlu sebuah paradigma yang tadi
dengan kesimpulannya adalah yang
sebelumnya mungkin banyak ee dilakukan
secara penekatan administratif dari
berbasis pada fungsi, berbasis pada
output ya. ini kita dorong lebih
berbasis pada outcome. Kemudian yang ee
sebelumnya dilakukan secara
parsial karena
ada sektornya, tanggung jawabnya
peraturan perundangan ini kemudian perlu
dirombak secara kolaboratif
agar tadian
ee apa kinerja tadi ee pengentasan
kemiskinan yang lebih berkelanjutan yang
sifatnya bantuan jangka pendek ya. ee
mungkin tadi untuk tambal butuh kurang
lebih seperti itu lebih pendekatannya
perlindungan dari kelompok miskin
menjadi pemberdayaan dan yang semula
mungkin ee banyak hal yang belum bisa
memanfaatkan teknologi kita akan dorong
menjadi sebuah tadi ee apa ee
program-program yang berbasis pada
digitalisasi sesuai dengan arah
kebijakan pemerintah, transformasi
digital, pemanfaatan I di dalam
pengentasan kemiskinan. Nah, ini
perubahan-perubahan yang ee tentunya
tadi memerlukan tadi penyesuaian dari
kapasitas para ASEN, dari para
mindsetnya,
skill setnya, keterampilannya,
pengetahuannya di dalam mengelola
program ee pengentasan kemiskinan. Nah,
Bapak Ibu sekalian, jadi ini yang kalau
kita melihat ee dari secara ee sebuah
siklus ya. Bagaimana pengentasan
kemiskinan? Kalau kita melihat dari ee
apa bisa diruntut dari mulai apa ee
anak-anak begitu ya. Dari sejak lahir
perlu diperhatikan kesehatannya
di waktu usia sekolah, wajib sekolah
perlu dibekali dengan pendidikan yang
menyiapkan mereka menjadi tenaga-tenaga
terampil berkarakter dan ketika bekerja
sudah pada usia produktif kemudian
mereka perlu ee dibantu, diperkuat
kemampuannya untuk masuk akses ee pada
lapangan kerja ya sesuai dengan
keahlian. mereka sesuai dengan apa ee
apa lingkungan mereka dan bagaimana
mereka nanti setelah ee usia lanjut ya.
Ini juga perlu diperhatikan. Nah, ini
dalam satu siklus ee kehidupan dari ee
apa namanya target sasaran ini yang
perlu kemudian dikeroyok bareng-bareng
ya dari mulai perencanaannya,
pemanfaatan datanya, pengawasan monevnya
ya bagaimana tata kelola kelembagaannya
dan juga bagaimana dukungan lintas
sektor termasuk juga nanti dengan
kolaborasi dengan korporasi. Bapak, Ibu
sekalian. Jadi ini sebagai ilustrasi ya.
Kalau kita petakan bagaimana mulai dari
bayi menjadi prasekolah, banyak instansi
yang terlibat di sini secara nasional.
Ya, ini akan kita ee fasilitasi dalam
cara kerja kolaboratif dan kalau
sebelumnya ee apa ee TN ee P2K ya untuk
menyelesaikan
perentasan kemiskinan ee lebih ee fokus
pada bagaimana tata kelola dalam
administrasinya
dengan kita ee ke depan ee ee akan
mendorong sebuah transformasi cara kerja
tadi. Maka kemudian penekanannya tidak
hanya sekedar bagaimana tata kelola
administrasinya, tapi lebih pada
pengembangan kapasitasnya dari berbagai
ee instansi yang terkait para ASN
pimpinannya ya yang ee ada di
instansi-instansi yang terkait dengan
program-program ee pengentasan
kemiskinan. Nah, mulai dari bayi apa
kelompok sasaran dari bayi prasekolah,
kemudian dari ee mereka sekolah ya ee
ini kita libatkan. Nah, nanti kita akan
bicarakan ya, bagaimana dalam konteks di
pemerintahan daerah tentunya ee akan
berhubungan dengan OPD-OPD yang terkait,
akan berhubungan dengan
kabupaten-kabupaten ee kota yang terkait
ya dan ee instansi pemerintah, perguruan
tinggi dan seterusnya sebagai sebuah
ekosistem ya. Jadi, pengentasan
kemiskinan ini harus ee kita lihat
sebagai sebuah cara kerja ekosistem di
mana orientasinya dengan paradigma yang
baru adalah bagaimana
para aktor ini belajar bersama. Ya,
mengapa penekanan belajar bersama?
Karena kita perlu melakukan sebuah
perubahan cara-cara ee kerja yang kita
lihat dari sejak zaman tahun 0-an sampai
2024.
ini ee masih banyak hal yang kemudian
perlu diperbaiki dan ini tentunya ee
akan bisa ee berhasil kalau kemudian
para ASN bersama stakeholder terkait
dalam sebuah ekosistem tadi untuk
kemudian belajar menemukan
tadi ee dalam pengentasan kemiskinan.
Nah, ini yang sering saya ee apa
sampaikan bagaimana car
ee secara tadi apa administratif, secara
birokratif tadi ya. Kita ee biasa
bekerja dengan tadi ee mandat peraturan,
kemudian ada dalam anggaran, ada
perencanaan penganggaran, ada outputnya
dan seterusnya.
Dan ini yang kemudian ee ditengarai oleh
ee BPKP adanya ini efisiensi dan
seterusnya karena
memang dilakukan secara sektoral lebih
berorientasi pada fungsi dan seterusnya.
Dan ini sedikit apa apa ee ee ada ee
berbeda dengan kebutuhan pengentasan
kemiskinan yang berbasis outcome. US
sebuah cara-cara kerja yang baru yang
tadi ee orientasinya bukan pada fungsi
tapi bagai pada program yang sifatnya
lebih kolaboratif, cara-cara yang
kemudian lebih kontekstual sesuai dengan
persoalan-persoalan kemiskinan yang dari
satu daerah ke daerah lain yang berbeda.
Nah, ini tentunya tadi cara-cara bukan
cara-cara kerja birokratis saja yang
diperlukan tentunya secara birokratis
tadi diperlukan dalam memperkuat
akuntabilitas tapi cara-cara yang
inovatif yang dilakukan melalui proses
belajar. Nah, ini yang menjadi kata
kunci tadi bagai ketika bisa menemukan
cara-cara baru yang lebih kontekstual,
yang lebih efektif tadi ketika kita
kemudian masuk pada zona belajar. Ya,
saya sering ilustrasikan cara kerja
birokratis biasanya adalah
ada anggaran misalnya 1 miliar hasilnya
misalnya 10 output
kita dorong kemudian di dalam zona
belajar maka targetnya kemudian kita
naikkan
1 miliard menjadi kemudian ee 100 atau
20 output 30 output dan seterusnya. Nah,
ya target yang challenging tadi e tadi
menuntut
cara baru ya dan tentunya ee memaksa
para ASN bersama-nya
untuk belajar hal yang baru di dalam
cara-cara tadi mengentaskan ee
kemiskinan. Baik, Bapak, Ibu sekalian.
Jadi ini tadi yang saya sampaikan ini
ilustrasi saja ee ee kita sudah petakan
ee kementerian, lembaga dan tanggung
jawab dari setiap dalam setiap tahap
siklus ya untuk ee apa pemberdayaan ee
ee ee kelompok
dan ini tentunya tidak hanya sebatas
dari instansi pemerintah tapi juga ee
dengan korporasi. ini yang kita ee apa
pernah ee gagas dan ini nanti bisa
diadopsi di Jawa Timur juga. kemarin
dengan PT
membuat prototype
parada ya, bagaimana
dari dana-dana ee JSR yang ada digunakan
untuk membantu ee para kelompok sasaran
tadi untuk kemudian bisa ee bekerja.
Nah, ini ee sistemnya seperti dana
bergulir seperti itu yang ini ke depan
tidak hanya dari korporasi tapi juga
kita menjajaki dari Basnas ya ee dari
daerah apa yang dikelola oleh Basnas
untuk membekali para e tadi ya untuk
bisa kemudian ee bekerja pada
sektor-sektor produktif. Nah, jadi ini
juga diperlukan kolaborasi ee dari
program-program pemerintah seperti UMKM,
pertanian ya ee industri dan di satu
daerah ya ee agar kemudian jadi kelompok
miskin tadi bisa kemudian ee belajar dan
memiliki keterampilan sehingga siap
untuk kemudian ee bekerja ya sesuai
dengan ee kompetensi yang sudah disiap.
siapkan. Nah, Bapak Ibu sekalian ini
sebagai ilustrasi bahwa ee keberhasilan
dari ee program pengentasan kemiskinan,
cara kolaborasi, cara-cara yang inovatif
yang harus dieksplore bersama ya, tidak
hanya dengan instansi pemerintah, tapi
dengan organisasiorganisasi
non pemerintah. Nah, ee kembali pada
konteks ee pag
bagaimana kita eh Corporate University
Jawa Timur ya yang ee sangat ee konsern
dan mendedikasikan
ee fokus pembelajarannya pada untuk
mendukung targetarget SDG. Salah satu
target SDG pengentasan kemiskinan. Dan
ini merupakan sebuah ee cara-cara yang
ee dibutuhkan oleh pemerintah. bagaimana
Corporate University Jawa Timur menjadi
sebuah mesin tadi pembelajaran untuk
mendorong inovasi dalam pengentasan
kemiskinan bersama dengan
stakeholder-stakeholder yang terkait di
Jawa Timur ya dan juga secara nasional
dan LAN bersama ee ee Jawa Timur
korporsi Jawa Timur ya ini menggagas ee
kemiskinan tadi dalam rangka
memfasilitasi
ee para aktor tadi, instansi pemerintah,
nonpemerintah ee bersama-sama kemudian
untuk mencari cara-cara baru dalam
pengentasan ee kemiskinan yang berbasis
pada outcome dan berentasi ee secara
apa? Pengentasan kemiskinan yang
berkelanjutan. Nah, Bapak, Ibu sekalian,
jadi ini tahun ini kita nanti akan Buna
menyampaikan ya ee piloting ya.
Jadi ee kita di Jawa Timur ya ee nanti
BPSDM
ee
Jawa Timur dalam rangka Korpu tadi dan
kita akan mengambil lokus ee tahun ini
adalah ee di Probolinggo ya. Ee tentunya
ini ee dengan ee kerja sama dengan BP
Taskin ya kita dengan data yang ada
dengan profiling yang ada kita akan
melakukan exercise di sana. Nah, adapun
nanti pembelajaran yang dilakukan
sifatnya banyak kemudian bukan di kelas
ya kita ceramah bukan tapi di lapangan
yang dilakukan dari berbasis project ya.
Nah, kalau kita melihat dari siklus dari
pengentasan apa ee kehidupan dari
keluarga miskin tadi mulai dari ee bayi,
anak-anak, kemudian sampai orang tua ini
tentunya perlu sebuah jadi intervensi ya
yang inovatif ya dengan melalui kita
menggunakan suatu pendekatan baru dari
berbasis project melibatkan stakeholder
terkait sehingga nanti pendekatannya
lebih kolaboratif. tidak hanya
kolaboratif antar instansi atau antar
OPD ya, tetapi juga ee kita akan gandeng
dari korporasi-korporasi yang terkait
ya. nanti ada proses juga ee apa ee
coaching, mentoring, dan seterusnya
untuk memperkuat tadi kemampuan terutama
pimpinan-pimpinan
instansi terkait dan korporasi untuk
bisa menemukan cara-cara kolaboratif
sehingga tadi ee program pengentasan
kemiskinan tidak lagi berorientasi pada
output, tapi pada outcome ya. membantu
ee kelompok sasaran ee bisa kemudian ee
berdaya katanya e kata kuncinya adalah
tadi ee empowering. Mereka mampu ee
kemudian keluar dari lingkaran
kemiskinan untuk selamanya ya. Nah, jadi
cara-cara kolaboratif yang tadi ee kita
saya sampaikan tadi dengan contoh tadi
dengan yang sudah dilakukan dengan PT
Paragon ya ee ini akan menjadi sebuah
modeling ee tentunya di Jawa Timur
ekosistemnya berbeda, aktornya berbeda,
tetapi tentunya tadi ee apa dengan
kolaborasi yang ada ee kita bisa
menggagas tadi cara-cara baru dalam
pengentasan kemiskinan dan ee
pembelajaran ini hasil ee kita orientasi
pada outcome bagaimana mereka kemudian
ee sejahtera ya ee dari sisi kesehatan,
pendidikan dan seterusnya dan bisa ee
punya penghasilan yang mereka kemudian
keluar untuk selamanya dari kategori ee
keluarga miskin. Dan ini ee
tadi yang e saya sampaikan tentunya
perlu ada pendanaan ya tadi kerja sama
dengan Basnas, kerja sama dengan
korporasi yang ada untuk
membantu dari kelompok ee miskin tadi ya
ee
keluar dari ee lingkaran kemiskinan ya
dan dilakukan nanti pembelajarannya
secara terintegrasi. Nah, di situ ada
manajerial untuk para pimpinannya ya.
Nanti ada e bagaimana ini ada
pimpinannya yang sudah sound 2, ada
sound 3 dan seterusnya. Nanti ada
masing-masing ada recognition-nya,
pengakuannya ya ee pada masing-masing ee
ee partisipan tadi sesuai dengan
jabatannya.
Dan juga ada teknisnya. teknisnya tadi
misalnya kita bicara tentang bagaimana
teknis pemberdayaan ya, teknis kemudian
ee apa namanya untuk memfasilitasi dari
kelompok sasaran dengan
keterampilan-keterampilan yang ada. Nah,
tentunya ini ada ee ee sudah menjadi
tanggung jawab dari instansi-instansi
atau OPD-UPD ya yang punya tanggung
jawab dalam ee pembekalan
keterampilan-keterampilan tadi. Ini kita
lakukan tadi secara kolaboratif dan juga
ada sosiokultural. Apa itu? Yaitu
kemampuan kita untuk kemudian melakukan
program tadi dengan cara yang lebih
empati menempatkan kelompok miskin
sebagai subjek di dalam program. ee
pembelajaran ini ya, bagaimana mereka ee
dibantu ya sesuai dengan apa yang
menjadi harapannya, kebutuhannya dan
ekosistemnya misalnya ee di tempat yang
ee kampung nelayan misalnya ini berbeda
tentunya ekosistemnya dengan yang di
pedesaan berbasis pertanian sehingga ini
ee apa kompetensi-kompetensi ini harus
di ee kuasai. Nah, kelompok sasarannya
memang utamanya ini adalah para ASN
tentunya, tetapi tidak eksklusif ASN
karena tadi untuk mengekskusi programas
kemiskinan perlu kolaborasi yang luas
tadi ya melibatkan
BUMN, korporasi, perguruan tinggi ya ee
NGO, pesantren dan seterusnya. dan ini
merupakan bagian dari sebuah ekosistem
akademi pengentasan kemiskinan yang akan
di ee fasilitasi oleh ee ee Corporate
University Jawa Timur ya. termasuk nanti
di dalam ee kompetensi pemerintahan yang
dibutuhkan tadi untuk mengelola ee
program pengetasan kemiskinan dengan
cara-cara yang baru. Nah, jadi ini
karakter yang ee karakteristik yang ada
ee bagaimana halalnya dengan tadi
pemanfaatan teknologi ya dengan
teknologi ini juga kita akan ee bekali
selama itu relevan di dalam apa namanya
ee project yang dibutuhkan ya. Nah, ee
kita harapkan nanti ini akan ada sebuah
menjawab
problem-problem utama selama ini yang
dihadapi dalam pengentasan kemiskinan
sehingga ee program pengentasan
kemiskinan melalui akademi pengentasan
kemiskinan ini ee bisa dilakukan dengan
cara-cara yang lebih efektif, yang lebih
kemudian efisien dalam resources yang
digunakan ee ee menciptakan outcome yang
lebih berkelanjutan. Nah, Bapak Ibu
sekalian nanti akan disampaikan oleh ee
Bu Wna, oleh kawan-kawan narasumber yang
lain secara lebih teknis ya mengenai
bagaimana desain pembelajaran dari ee
pengentasan kemiskinan. Tetapi pada
intinya adalah bahwa program akademi
pengentasan kemiskinan ini adalah sebuah
ee ee wujud nyata dari perintah
undang-undang bahwa ASN wajib belajar ya
agar relevan dengan kebutuhan
organisasi. yang dalam hal ini adalah
bagaimana tugas pemerintah memastikan
arahan dan prioritas yang menjadi ee
kebijakan Bapak Presiden bisa dilakukan
dengan baik dengan tadi ee memfasilitasi
bahwa ee pembelajaran ini harus
menciptakan dampak nyata, cara-cara
baru, pengentasan kemiskinan sehingga ee
bisa
menghasilkan dari program-program yang
lebih berdampak, lebih berkelanjutan ya
untuk ee apa kesejahteraan yang lebih
merata di Indonesia ya dalam rangka tadi
Indonesia Mars 2045. Mungkin itu ee yang
bisa sampaikan ya ee kurang lebihnya
mohon maaf bila saya. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih banyak Pak
Taufik atas insight yang telah
disampaikan melalui keet speech yang
telah kita dengarkan bersama-sama. Izin,
Pak. Masih ada waktu karena kami
menemukan interaksi yang sudah ee kami
lihat. Ada yang raise hand ingin
bertanya secara langsung. Bagaimana Pak
Taufik?
Silakan. Silakan Prof.
Oke. Baik. Kami akan hubungkan dengan
sobat ASN yang sudah rais hand.
disilakan untuk open mic dan open cam.
Kami masih menunggu.
Baik, terkendala dengan jaringan
nampaknya.
Baik. Oke, kami masih menunggu. Sekali
lagi, Sobat ASN jika langsung ingin
berinteraksi maka harus standby begitu
ya untuk bisa kami hubungkan
open cam dan juga open mic.
Baik, selamat pagi.
Selamat pagi, Bapak. Mohon maaf mic-nya
belum nyala. Mungkin bisa di-onkan
terlebih dahulu.
Ah, baik. Selamat pagi dengan Bapak
siapa ini?
Saya Joko Kesmarinoto dari UPT Blk
Singosari Malang, Jawa Timur.
Dari Malang. Baik, silakan Pak
pertanyaannya kepada Pak Taufik.
Baik. Eh, terima kasih narasumber yang
sangat luar biasa, Pak Dr. Tauf. kami
mencermati dari awal sampai akhir
paparan Bapak tadi. Ee yang ingin kami
tanyakan ada dua hal. Yang pertama
adalah sejauh mana
peran strategis LAN yang dinyatakan
untuk dalam masalah kemiskinan ini.
Kalau saya perhatikan banyak tadi
pendap-pendapat teori tetapi rnya
seperti apa yang telah dilakukan dalam
proses ini. Itu yang pertama. Yang
kedua, sebetulnya kalau kita berbicara
tentang kemiskinan itu kan sederhana
saja. ketika penghasilan tidak mencukupi
untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Itu aja, maka dia akan mengalami
kekurangan dalam bentuk kehidupannya.
Nah, sekarang kalau saya mencermati Pak
di ee
pendidikan juga di tempat kami DPK ini
jarang sekali yang memberikan pendidikan
menjadi kaya. Karena masyarakat enggak
dididik menjadi kaya, akhirnya jadi
banyak miskin.
mestinya ada materi-materi yang itu ee
memberikan wawasan kepada anak didik
kita baik di level pendidikan formal
maupun nonformal pendidikan untuk jadi
orang kaya, Pak.
Islam ini jarang ditemukan kalau kita
bicara orang kaya misalnya cara hidup
jadi orang kaya maksud saya Pak ya itu
seperti contoh ada buku yang bagus itu
cashful kuadran dari Robert Kiosaki itu
gak pernah diajarkan di sekolah manaun
padah itu peta jalan untuk menjadi orang
kaya gitu Pak ya jadi satu contohnyaalah
ee jalur kaya itu kan tidak mungkin bisa
ditempuh dengan jalur menjadi ee
employee Pak tetapi bisa ditempuh dengan
jalur menjadi pengusaha usaha, owner
bisnis, pemasaran marketing, jaringan
dan sebagainya itu jalur petanya di
situ. Tapi kalau hanya menjadi employee
saat ini akan susah. Enak bekerja,
contoh enak bekerja di employee
tiba-tiba perusahaannya bangkrut. Contoh
di Stretteek kemudian di mana itu ee
gudang garam timbin dengar dengan PHK
itu otomatis menjadi sumber pendapatan
kan hilang. Maka apa yang terjadi? Ya
mau enggak mau pasti akan menjadi
miskin, Pak.
Kami punya sebenarnya punya program
pengisan ri langsung masyarakat itu
dengan modal yang minimal tetapi kalau
itu dijalankan menjadi potensi
penghasilan dan insyaallah akan langsung
bisa mengatasi kemiskinan itu, Pak. Kami
ASN yang baru 39 tahun Pak mengabdi
lebih ya. Jadi seperti itu. Jadi ee
pertanyaan kedua saya langkah-langkah
strategis yang akan Bapak sampaikan tadi
di Probolinggo apakah bisa kami akses?
Kalau dibutuhkan kami juga akan bisa
bersinergi dengan program tersebut Pak
jabatan instruktur madya instruk madya
di PT BRK Sengosari barangkali
dibutuhkan, kami bersedia untuk menjadi
ee salah satu ee yang bisa berperan
aktif sebagai ASEAN di sana. Kami juga
sudah mengelola banyak beber usaha itu,
Pak. Jadi ya dalam arti menjadi mentor
selama ini karena kami dalam kondisi pas
kan masih terbatas. ASN sendiri Pak itu
kan employee.
Kalau ingin kaya JN susah Pak kecuali
dia punya eh set job ya Pak ya.
Itu akan bisa menjadi sekarang kalau
employee mendidik dalam kondisi jalur
miskin untuk mengentas kemiskinanah
bagaimana caranya? ini menjadi
problemnya sendiri, Pak.
Jadi maksud saya adalah ee bagaimana
kita bisa bersinergi program-program di
Blk atau di BK itu berikan-berikan cara
hidup orang kaya pada anak-anak kita.
Itu satu di antara adalah strategi untuk
ee mengentaskan kemiskinan. Karena
memang kemiskinan itu ya ini apa salah
apa gimana, Pak? Ya, bahwa di dalam
konstitusi kita kan fakir miskin
dipelihara negara, Pak. Namanya
dipelihara itu akan tambah terus, Pak.
Enggak mungkin kurang ya namanya
dipelihara.
Coba fakir miskin dipelihara oleh negara
ya kan tambah kita punya dua ayam
pelihara jadi banyak ayamnya kok. Ini
kan dilematis ini. Oke Pak. Itu Pak
sebentar pertanyaan saya. Makasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Warahmatullahi wabarakatuh.
Silakan untuk dapat menjawab dua
pertanyaan dari Pak Joko tadi Pak
Taufik.
Makasih, Pak Joko. Pertanyaan luar biasa
ini. Ini visioner banget ini Pak Joko
ini. Jadi tidak hanya sekedar
mengentaskan ee keluar dari lingkaran
kemiskinan, tapi jadi orang kaya ini ya.
Ini ee sangat fundamental ya. Mengapa?
Karena sebenarnya
ee problem kemiskinan ini juga ee
problemnya sebenarnya problem culture
ya, culture budaya secara pola pikir
gitu ya, pola pikir. Sehingga saya
sangat setuju tadi dengan masukan Pak
Joko tadi memang bukan kemudian untuk
menyiapkan mereaya
tapi bagaimana memiliki sebuah mindset
yang berubah ya mindset untuk keluar
dari ee apa lingkaran kemiskinan sebuah
tekad sebuah sikap mental ya cara
pandang yang kemudian mereka ingin ee
apa menyudahi
apa dari kemiskinan tadi. Nah, ini yang
ee tadi Pak Joko menggaris bawahi
pentingnya berpikir sebagai orang kaya,
ya. Ee berpikir sebagai orang kaya itu
artinya dia harus bisa ee apa namanya?
mencari ee sebuah opportunity, sebuah
peluang bagaimana dia bisa making money
ya, membuat uang ya, mendapatkan uang
bukan sekedar bekerja pada orang lain
dan seterusnya. Saya pikir ini gagasan
yang bagus ya di saat apa namanya ee ee
apa ee membangun jiwa kewirausahaan.
Nah, ini ini satu hal yang mungkin
penting bagaimana dari kelompok sasaran
tadi ee memiliki sebuah pola pikir yang
berubah. Tidak punya hanya keterampilan,
tetapi sikap mental, pola pikir yang
berubah. Ya, tentunya tadi akan
disesuaikan dengan ee kemampuan mereka.
Ada yang mereka mampu usaha, ada mereka
memang mungkin mampunya bekerja pada
orang lain dan seterusnya. Tapi pada
intinya sama semuanya bahwa mereka harus
ee bisa mandiri ya tadi bisa punya
penghasilan sehingga ee cukup untuk
membiayai kehidupannya dan keluarganya.
Ya, ini yang yang saya pir saya sangat
setuju ya bahwa ini tidak hanya kemudian
keterampilan-keterampilan tadi, tapi
mindsetnya, sikap mentalnya ya ini harus
berubah. Nah, kemudian tadi yang ee apa
peran strategisan ini ya? Kita dapat
mandat baru ya dengan Perpes 8 2025.
Bagaimana kita ee apa namanya untuk me
ee membantu di dalam kebijakan
pengentasan kemiskinan. Nah, ini yang
kita manfaatkan dengan ee mandat yang ee
apa yang secara apa sebelumnya ya secara
kita sebut dengan konvensionalnya adalah
LAN ini bidangnya ada di di dua hal ya,
bagaimana kita membantu di kualitas
kebijakan. Yang kedua adalah
pengembangan kapasitas ASN. Nah, ini
yang kita ee dengan mandat Undang-Undang
20 ya, kita bagaimana memfasilitasi yang
disebutkan ASN wajib belajar melalui
pembelajaran terintegrasi yaitu
corporate university ee yang dijelaskan
apa corporate university pembelajaran
yang kolaboratif untuk kemudian
menghasilkan sebuah tadi terobosan
dampak nyata cara-cara baru ya di dalam
kita ee apa mendukung ya
kebijakan-kebijakan pemerintahan Nah,
itu yang yang ee dilakukan oleh lembaga
negara Pak Joko dan kita dorong
bagaimana cara kolaboratif dengan
korporasi dan substansi pemerintah
dengan berbagai pihak agar tadi dalam
konteks pembelajaran terintegrasi tadi
ya kita bisa kemudian me mendorong
cara-cara baru, cara-cara inovatif ya
para ASN dalam menyelesaikan ee
problem-problem terutama yang menjadi ee
ee prioritas dari pemerintah. Nah, tadi
yang ee tawaran Pak Joko, saya sangat
sangat sangat senang sekali Pak Joko.
Nanti ee tim akan ee apa berhubung
dengan Pak Joko. Saya ini suatu hal yang
sangat bagus ya di dalam apa di setiap
tempat ada
para pelaku yang ee apa namanya yang
sudah
tadi menjadi bagian dari ekosistem tadi
ya. ee dengan Pak Joko di Blk ini saya
pikir ee sebuah ee bagian dari ekosistem
yang tidak terpisahkan tadi untuk ee
mendorong program pengentaskan
kemiskinan yang orientasinya ee sekarang
paradigma baru pemberdayaan mereka
kemudian lebih sejahtera atau harapannya
Pak Joko tadi lebih menjadi orang yang
lebih kaya insyaallah ya seperti itu
dengan mindset yang sampaikan Pak Joko
ini insyaallah ee semuanya menjadi apa
sejahtera ya Indonesia tidak hanya cukup
tadi mengetaskan kemiskinan tapi jadi
negara yang ee kaya ya ijo royo-royo loh
jinawi ya ee aman tentram ya baik
makasih Pak
Jokoi Pak satu ilustrasi fakta kalau di
sini kan sampaikan ee baru tahun yang
lalu saya diskusi dengan seorang penjual
daw Pak ya penjual dawet ayu di Malang
sambil Kalfide itu dengan modal dua
R50.000
biaya produksi dia bisa menghasilkan
omset sampai Rp800.000, Pak.
H
apes-apes Rp650.000 artinya profit dia
mencapai R00.000 dari modal Rp200.000
lah. Kalau ini bisa dikembangkan berapa
persen, Pak? 200% profitnya itu dia
hanya mahasiswa semester 3 tapi di mana
dayahnya? Ini satu contoh riil yang kita
dapatkan. Mengapa pola pikir kaya itu
sangat penting? Mereka tidak melamar
pekerjaan, tapi mereka menciptakan
lapangan kerja yang dikeluar dengan
baik. Kan seperti ini kalau dikembangkan
terus, Pak, maka insyaallah kemiskinan
itu akan berkurang.
Di dunia ekonomi mana yang bisa menjawab
sampai profit 200% itu lebih ini real
seperti itu. Ilustrasi saja yang saya
dapatkan dari lapangan seperti itu.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Iya, makasih. Matur nuhun, Pak Joko. Ini
memang ee satu kalau kita
ee kalau kita melihat dari indeks
kewirausahaan ya memang Indonesia ini
kendalanya untuk kemudian bisa ee
berkembang lebih jauh lagi tadi mindset
kewirausahaan ya. Pola pikir tadi ya.
Kalau kita punya orang-orang misalnya
tanyayin apa kurang keberhasilan? sudah
sudah bekerja, dia bekerja jadi pegawai
dia ya, bukan menjadi wirausaha. Ini
sebuah sebuah ee apa mindset bagaimana
budaya menjadi pria, menjadi pegawai ini
ee posisinya lebih dihargai. Ini yang
kayak seringki menjadi penghambat ya.
Tidak orang tidak berani ya, tidak
berani menjadi wirausaha.
Kok dagang dawet ya? Wah, mertuanya
nanti enggak jadi anunya kan kok dagang
dawet ya kan. Mending dari pegawai
kelurahan dan sebagainya daripada dagang
dawet gitu meskipun hasilnya banyak.
Nah, ini sebuah budaya yang juga perlu
nanti dalam proses ini Korpu Jawa Timur
ya ini jadi tadi yang saya sampaikan
kompetensi sosiultural ngerubah mindset
orang ya. Nggih. Matur nuwun Pak Joko.
Siap berkarya Indonesia jaya. Makasih.
Terima kasih Pak Joko. Terima kasih
banyak masukan dan juga pertanyaannya.
ini mewakili dari sobat ASN di mana pun
berada dan tentu saja terima kasih
banyak Pak Taufik atas waktu yang
diberikan
karena harus melanjutkan agenda lain
pada hari ini. Sehat selalu, Pak. Sampai
jumpa lagi pada pertemuan berikutnya.
Sehat selalu, Mbak Fani. Makasih
semuanya.
Baik, Sobat di mana pun berada, kita
akan segera berhubung terhubung dengan
narasumber kita yang pertama. Untuk itu
jangan ke mana-mana dulu dan silakan
untuk dapat mengecek semesta Bangkom
untuk presensi.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Terima kasih, Sobat ASN masih bersama
dengan kami dalam ASN belajar. AR seri
ke-36 di mana tema kali ini adalah
Akademi Pengentasan Kemiskinan dalam
kerangka Corporate University Corpu. Apa
dan bagaimana perannya? Jika tadi telah
kita simak bersama keynote speech yang
telah disampaikan oleh Kepala LAN RI
Bapak Muhammad Taufik, maka pada momen
kali ini kita akan segera terhubung
dengan narasumber kita yang pertama yang
tadi sudah diinformasikan juga oleh Pak
Taufik akan lebih rinci mengenai
strategis bagaimana pengetasan
kemiskinan ini di Indonesia. Untuk itu
saya akan terhubung terlebih dahulu
dengan Deputi Bidang Transformasi
Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia Ibu Dr. TR.
Erna Irawati, Esos. Empol, ADM.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh, Ibu Erna.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, Mbak Feni,
Bapak, Ibu semuanya. Selamat pagi. Masih
semangat tentu saja dan kita menunggu
kehadiran Ibu secara online. Sebelum
saya mempersilakan Ibu untuk dapat
memberikan materinya, saya juga ingin
mengenalkan profil Ibu secara singkat.
Baik, Sobat ASN, Ibu Erna Irawati saat
ini menjabat sebagai deputi bidang
transformasi pembelajaran ASN di LAN RI.
Menempuh pendidikan S1 jurusan
administrasi negara di Universitas
Diponegoro. Kemudian S2-nya di jurusan
administrasi negara di Flinders
University. kemudian mengambil S3 dengan
program studi administrasi pembangunan
negara di Politeknik STI Alan Jakarta
dan juga telah mengambil diploma di
Victoria University Training and
Assessment. Dan menurut riwayat jabatan
mengawali karir sebagai Kasubit Akademis
Pus Diklat Spimnas bidang kepemimpinan
di tahun 2004 hingga 2006 hingga
akhirnya saat ini menjabat sebagai
deputi bidang transformasi pembelajaran
ASN mulai tahun ini ya 2025 hingga
sekarang. Dan riwayat diklat beliau ini
diawali mulai dari tahun 97. Wow, luar
biasa sekali dengan diklat-diklat yang
telah diikuti. Beliau kelahiran Klaten
tanggal 20 Desember 1971. Wah, diingat
ulang tahunnya supaya kita bisa
mengucapkan ulang tahun nanti di akhir
tahun begitu ya.
Baik, makasih
Ibu Erna. 30 menit kami berikan untuk
dapat memberikan materinya. Disilakan.
Oke, terima kasih banyak Mbak Fami.
Sekali lagi asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
warahmatullahi wabarakatuh.
Bapak, Ibu semuanya, tadi kita sudah
mengikuti keynote speech dari Pak Taufik
yang salah satunya yang disebutkan
dijelaskan oleh Pak Tofik adalah
kita berbicara mengenai pengentasan
kemiskinan. Salah satu permasalahannya
adalah belum semua daerah memiliki
kapasitas kelembagaan SDM dan anggaran
yang memadai untuk mengembangkan
berbagai program untuk pengentasan
kemiskinan. Tadi juga ada pertanyaan,
apa peran dari lembaga administrasi
negara? Salah satu yang sekarang kita
lakukan adalah kita mengembangkan
akademi pengentasan kemiskinan sebagai
sebuah media untuk mengembangkan
kapasitas bagi ASN. Jadi saya akan
sedikit lebih detail memberikan gambaran
mengenai apa Akademi Pengentasan
Kemiskinan. Sekali lagi Bapak Ibu, kalau
kita berbicara pengembangan kompetensi
pasti ee saat ini peran pengembangan
kompetensi menjadi sangat-sangat krusial
karena kita berada di sebuah era yang
ditandai dengan perubahan yang sangat
cepat yang menimbulkan berbagai
perubahan dan juga tuntutan untuk
peningkatan kualitas pelayanan publik
yang lebih baik. Nah, sekali lagi ketika
kebutuhan pengembangan kompetensinya ini
semakin tinggi dan semakin bervariasi,
kita membutuhkan sebuah perubahan
paradigma pembelajaran. Salah satunya
yang mungkin sudah berulang kali kita
berdiskusi melalui ASN Corporate
University. Jadi, sekali lagi saya akan
memulainya dari ASN Corporate University
sampai dengan munculnya akademi
pengentasan kemiskinan.
Akademi pengentasan Kemiskinan yang
memangnya
ketika kita berbicara mengenai corporate
university
adalah kalau tadi Pak Taid menyebutkan
corporate university adalah sebuah
pendekatan pengembangan kompetensi
secara kolaboratif.
Secara kolaboratif banyak pihak yang
bertanggung jawab untuk pengembangan
kompetensi bagi ASN. Ada dua yang
menurut saya sangat penting untuk
ditindak lanjuti. Ketika kita berbicara
mengenai corporate university
adalah corporate university
sebagai sebuah pendekatan pembelajari.
Semua pengembangan kompetensi yang
dilakukan harus memberikan dampak nyata
sasaran kinerja pegawai, unit kerja,
instansi, dan sasaran pembangunan
nasional. Jadi yang pertama adalah
pengembangan kompetensi harus memberikan
manfaat. Itu yang pertama. Kemudian yang
kedua adalah kalau tadi saya menyebutkan
bahwa kebutuhannya itu semakin tinggi
sehingga cara-caranya harus semakin
bervariasi. Jadi aspek yang kedua adalah
bagaimana kita bisa mengembangkan
berbagai metode pembelajaran yang
relevan dengan tujuan pembelajaran yang
tadi saya sebutkan harus berkontribusi
terhadap penyelesaian berbagai isu-isu
baik yang sifatnya organisasi ee
nasional maupun misalnya kita berbicara
mengenai ada tema-tema tertentu. Jadi,
corporate university hadir harus hadir
untuk menyelesaikan berbagai isu-isu
yang sifatnya strategi secara nasional.
Tadi yang pertama
kontribusi pengembangan kompetensi harus
meningkatkan kapabilitas SDM sejalan
dengan prioritas dan strategi
pembangunan nasional provinsi, kabupaten
dan kota dan juga mewujudkan atau
meningkatkan daya saing kita. Nah, ini
kalau kita sebutkan tadi bahwa kebutuhan
pengembangan kompetensi harus sejalan
dengan prioritas dan strategi
pembangunan nasional. Bapak Ibu, kita
tahu kita saat ini memiliki impres nomor
4 tahun 2022 tentang percepatan
penghapusan kemiskinan ekstrem yang di
sini Bapak Ibu secara eksplisit
disebutkan bagaimana peran pihak-pihak
untuk mengentaskan kemiskinan. Misalnya
secara eksplisit disebutkan ada 38
kementerian lembaga pusat termasuk TNI
dan Polri beserta seluruh pemerintah
provinsi dan kabupaten kota untuk
terlibat di dalam percepatan penghapusan
kemiskinan ekstrem. Nah, ini Bapak Ibu
corporate university tadi harus
memberikan kontribusi isunya tentang
pengentasan kemiskinan kita masuk
melalui corporate university. Kemudian
yang kedua tadi saya menyebutkan
mengenai akses. Akses pembelajaran saat
ini tidak hanya pembelajaran formal,
tapi juga ada pembelajaran social
learning, experiential learning dengan
berbagai metodologi bisa diblendkan,
bisa berdiri sendiri, bisa
program-program khusus antara satu
metode dengan yang lain kita gabungkan.
Dan kali ini kami melihat bahwa ketika
kita mendesain sebuah pembelajaran ada
tujuan tertentu, ada ukuran tertentu
yang harus dicapai, kita menggunakan
sebuah konsep. Metodenya adalah project
based learning. Project based learning
adalah bagaimana kita memastikan sebuah
ya pengetahuan mengumpulkan
mengintegrasikan berbagai pengetahuan
itu menjadi sebuah aktivitas nyata.
aktivitas nyata itu ada ukuran
keberhasilannya. Jadi, Akademi
Pengentasan Kemiskinan
kita kembangkan berdasarkan pemikiran
ini. Bagaimana kita bisa membuat sebuah
desain pengembangan kompetensi yang
memiliki kontribusi terhadap nasional
melalui bagaimana kita bisa
mengintegrasikan
berbagai pengetahuan baru dan juga
pendekatan yang baru. Misalnya tadi kita
berbicara kolaborasi, Pak tadi sudah
menjelaskan pengentasan kemiskinan itu
menjadi tanggung jawab bersama.
ada pemerintah, ada masyarakat, ada
swasta, ada akademisi, ada NGO. Ayo yang
memiliki potensi sumber daya bekerja
bersama secara berkolaborasi. Nah,
pendekatan yang baru ini kita coba
integrasikan di dalam pembelajaran ini.
Kemudian
basisnya nyata Bapak, Ibu bahwa
pembelajaran ini bagaimana tidak hanya
membekali sebuah konsepsi. konsepsinya
kemudian diteskan. Tapi kita balik Bapak
Ibu, bagaimana kita
mendengarkan dari masyarakat sebenarnya
mereka maunya apa, potensi yang dimiliki
apa, dari situ baru kita bergerak untuk
oke apa pengembangan kompetensi yang
dibutuhkan sehingga kita bisa membuat
project dengan baik. Jadi sekali lagi
dua hal ini yang menjadi latar belakang
kita mengembangkan akademi pengentasan
kemiskinan. Yang pertama adalah
bagaimana kita berkontribusi untuk
pengentasan kemiskinan. Ada
ukuran-ukurannya gitu. ee ukurannya
misalnya penurunan angka kemiskinan,
penurunan angka harapan ee atau
ketergantungan dan lain-lain itu menjadi
bagian dari indikator. Kemudian yang
kedua adalah bagaimana pembelajaran ini
tidak hanya sebuah pembelajaran yang
berbicara mengenai teori bagaimana tidak
hanya berbicara mengenai konsepsi tapi
benar-benar mendengarkan mendekatkan
kepada kebutuhan dari masyarakat.
solusinya nanti kita kolaborasikan
dengan semua pihak yang memiliki potensi
atau resources. Jadi ee latar
belakangnya itu Bapak Ibu. Kemudian ee
kita sudah melakukan saat ini sedang
proses pilooting tentang akademi
pengentasan kemiskinan. ee saya tidak
akan menjelaskan tadi Pak K sudah
berbicara mengenai banyak ee berbicara
banyak mengenai kondisi kemiskinan di
Indonesia dan tadi sudah ada beberapa
diskusi jadi saya tidak akan membahas
terlalu banyak tentang ee misalnya
ukuran-ukuran tentang kemiskinan dan
lain-lain. Saya akan lebih
meng-highlight mengenai sebenarnya
akademi pengentasan kemiskinan itu apa.
Jadi, Akademi Pengentasan Kemiskinan
Bapak, Ibu adalah eh pendekatan human
capital development dengan pendekatan
project based learning yang
dikontribusikan untuk penghapusan
kemiskinan ekstrem di Indonesia. Memang
kita melalui pilot project dulu, tapi
nanti di bagian akhir saya akan sebutkan
sebenarnya apa yang dapat kita lakukan
kalau saat ini sudah mulai dilakukan
akademi pengetasan. ini adalah kondisi
ee tentang kemiskinan di Indonesia. Ada
10 ee provinsi yang menjadi prioritas.
Kita sudah berdiskusi dengan kawan-kawan
BP Taskin. Ee prioritas utama kalau kita
bicara mengenai penanggulangan
kemiskinan adalah di 10 provinsi ini
termasuk tadi ada Jawa Barat, Jawa
Timur, dan Nusa Tenggara Timur yang
memang menjadi lokus kita untuk kita
pilot. Jadi ini Bapak Ibu tahun 2025
kami sudah mulai melakukan akademi
pengentasan kemiskinan di tiga provinsi.
Tadi ada 10 provinsi tapi tahun 2025
kita baru menyelenggarakan ee akademinya
di tiga lokus. Tapi kalau nanti ada
inisiatif di daerah lain mau
menyelenggarakan, kami sangat welcome.
Jadi kami memiliki ee Akademi
Pengentasan Kemiskinan yang saat ini
Minggu hari Senin kemarin sudah mulai
jalan ee di Provinsi Jawa Barat,
Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa
Timur, Kabupaten Probolinggo, dan juga
di Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kota
Kupang. Pemilihan terhadap tiga lokus
ini memperhatikan karakteristik
kemiskinannya, Bapak, Ibu. Jadi misalnya
kalau di Indramayu nanti lebih ke
pertaniannya, kalau di Probolinggau ke
Pesisir Bapak Ibu. Sedangkan di Kupang
untuk wilayah yang karakteristiknya
adalah kota. Jadi ee ketiga piloting ini
nanti akan kita lakukan ee evaluasi
apakah ada beberapa perubahan atau
judgement yang harus kita lakukan untuk
bisa mengadress
permasalahan-permasalahan kemiskinan
yang memiliki karakteristik yang
berbeda. Kemudian ee ini yang menjadi
dasar hukumnya kalau tadi saya
menyebutkan latar belakang. Kemudian
dasar hukumnya apa? Yang pertama sekali
lagi kami masuk melalui corporate
university. Corporate University
pengembang, sebuah strategi pengembangan
kompetensi yang sifatnya kolaboratif
semuanya bekerja sama untuk
menyelesaikan atau berkontribusi
terhadap isu-isu yang sifatnya nasional.
Itu yang pertama. Kemudian yang kedua
adalah kita berbicara mengenai pengakuan
pembelajaran. Ini yang nanti di belakang
akan kami jelaskan gitu. Kalau tadi saya
menyebutkan pengembangan kompetensi
dengan berbagai cara
harus bisa diakui juga tidak hanya
pembelajaran formal tapi juga
pembelajaran sosial, eksperien, prosegis
dan lain-lain itu juga harus bisa
diakui. Jadi ini yang menjadi dasar kami
untuk mengembangkan akademi pengentasan
kemiskinan dan juga tentang impres yang
tadi saya sebutkan optimalisasi
pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan
penghapusan kemiskinan ekstrem. Ee jadi
ini beberapa hal kalau kita berbicara
mengenai tujuan dari program memang kita
lebih mengedas mengedress mengenai
kapasitas dari ASN. Makanya di sini
disebutkan meningkatkan kompetensi ASN
dan mitra non pemerintah dalam
menyelesaikan permasalahan strategis
pengentasan kemiskinan. Nanti saya
jelaskan di dalam skenario
pembelajarannya bagaimana kita mitra non
pemerintah ini bisa hadir bersama-sama
dengan akademi ini untuk pengentasan
kemiskinan, kemudian membangun kemitraan
lintas, memberdayakan, meningkatkan
kapasitas kelompok miskin. tadi juga ada
pertanyaan gitu, bagaimana ee mental
haya dan juga bagaimana mereka keluar
dari mindset mereka sendiri untuk mau
keluar dari jebakan kemiskinan ini
sendiri. kemudian mengaktifkan potensi
ekonomi lokal menghasilkan solusi
pengentasan kemiskinan sebagai model
inovatif dan juga best practice. Jadi
ee ini sebenarnya kalau kita berbicara
akademi pengentasan kemiskinan tidak.
Meskipun tadi saya menyebutkan fokus
utama kita pesertanya adalah ASN, tapi
di dalam prosesnya Bapak Ibu masyarakat
akan dilibatkan secara aktif di dalam
proses pembelajaran ini. Dan juga mitra
non pemerintah. Nanti saya akan jelaskan
masyarakat di mana, mitra non
pemerintahnya di mana. Kemudian ee apa
peran dari pemerintah provinsi kabupaten
kota ketika ingin menyelenggarakan
akademi pementasan kemiskinan. Yang
pertama pasti menyediakan peserta dulu
Bapak, Ibu. Meskipun nanti peserta ini
akan diide gitu. Bagaimana nanti kalau
projek ini berjalan, keyment atau ukuran
keberhasilan dari akademi itu seperti
apa. Jadi ukuran dari keberhasilan
akademi ini ditentukan oleh peserta.
Bapak, Ibu, ada satu mekanisme atau
metode di dalam pelatihan di mana
peserta nanti secara kolaboratif akan
mengidentifikasi ukuran ukaran untuk
melihat keberhasilan dari ee program
yang mereka lakukan. Jadi, ini adalah
gambaran besar mengenai akademi
pengentasan kemiskinan. Jadi, kalau yang
pertama ini ee untuk rekrutmennya
peserta Bapak Ibu ini khusus tentang
akademi pengentasan kemiskinan. Jadi
peserta juga harus dilakukan seleksi
lebih kepada
misalnya kita berbicara pemerintah
daerah yang kita lakukan di Indramayu,
kemudian kita lakukan Probolinggo dan
juga Kota Kupang adalah
instansi atau OPD apa saja di daerah
yang memiliki peran yang terkait dengan
pengentasan kemiskinan sekitar 5 atau en
OPD. Biasanya Bapak Ibu kalau
pengentasan kemiskinan atau bahkan lebih
diidentifikasi kemudian pesertanya
diseleksi gitu. Saat ini kita sudah
memiliki di masing-masing lokus peserta
Akademi Pengentasan kemiskinan adalah 20
orang gitu. Kemudian ee pelatihan ini
tidak
tidak ada sebuah pembelajaran yang
isinya misalnya modul-modul kami bukan
modul-modul yang mengharuskan mereka
mengetahui mengenai sebuah konsepsi
kepemimpinan, konsepsi kerja sama, bukan
Bapak, Ibu. Jadi untuk yang mindset
builder ini lebih kepada tema
pengentasan kemiskinan. Nanti
kawan-kawan dari BP BP Taskin kemudian
dari pemberdayaan perempuan biasanya
mereka akan sharing-sharing beberapa
best practice atau kebijakan-kebijakan
yang sifatnya nasional gitu. Jadi lebih
kepada sharing saja tidak banyak.
Kemudian yang kedua peserta nanti akan
ada dua materi yang diberikan di awal.
Yang pertama adalah bagaimana mereka
mampu melakukan kolaborasi. Bapak, Ibu
secara nanti akan ada fasilitator yang
membimbing mereka bagaimana mereka
berkolaborasi antara OPD yang bergerak
di pengentasan kemiskinan termasuk nanti
bagaimana menetapkan e performance
indikator untuk mengukur keberhasilan
pengentasan kemiskinan. secara spesifik
en atau lima OPD ini akan difasilitasi
untuk mampu berkolaborasi sampai
merumuskan ukuran-ukuran keberhasilan.
Itu yang pertama gitu. Jadi lebih kepada
bagaimana mereka berkolaborasi,
memberikan pengalaman kepada mereka
ketika bertemu 5 en memiliki fungsi yang
berbeda tapi tujuannya sama pengentasan
kemiskinan. Apa yang harus dilakukan dan
apa ukurannya. Kemudian yang kedua
adalah ee lebih kepada bagaimana peserta
mampu mendengarkan berempati kepada
masyarakat. Mereka akan diajari mengenai
teknik mendengarkan, mempraktikkan
bagaimana dari mendengarkan sampai
dengan membuat kesimpulan dilakukan di
sini. Jadi kita tidak berbicara mengenai
sebuah teori, tapi mereka akan
difasilitasi untuk mempraktikkan yang
akhirnya nanti Bapak Ibu kalau tadi saya
menyebutkan masyarakat di dalam
pembelajaran ini dilibatkan. Di mana
masyarakat dilibatkan? Masyarakat mulai
dilibatkan adalah di tahapan ini. Bapak,
Ibu peserta nanti akan bertemu dengan
masyarakat yang termasuk di dalam
kelompok miskin. Mereka akan
mempraktikkan hasil yang ada di sini,
Bapak, Ibu. mereka akan bertemu
kemudian mengembangkan sebuah metode
untuk mendengarkan
problem dari masyarakat,
potensi
dan juga apa mereka yang mereka
inginkan. Jadi pada dasarnya adalah
mendengarkan dari masyarakat kelompok
miskin apa sebenarnya yang mereka maui
dan arah ke depannya akan seperti apa.
Jadi keterlibatan masyarakat akan masuk
di sini sesudah mereka bertemu dengan
masyarakat mendengarkan sampai mereka
mengetahui mengenai keinginan mereka
akan seperti apa, yang sudah mereka
miliki, seperti apa kondisinya kemudian
potensinya nanti digali bersama-sama di
sini Bapak Ibu nanti peserta ASN yang
jumnya 20 tadi akan berkolaborasi untuk
membuat sebuah projek atau rancangan
transformasi Bapak Ibu. itu mereka
secara teknis Bapak Ibu akan dipandu
kemudian kita akan sediakan coaching
bagi mereka. Coaching-nya memang kami
libatkan dari BPSDM Provinsi kalau nanti
di Probolinggo kawan-kawan dari BPSDM
Provinsi Jawa Tengah yang akan
mendampingi plus nanti kami menyediakan
coaching dari nasional Bapak Ibu untuk
membantu menterjemahkan dari masyarakat
pagi menjadi sebuah projek. Nah, sesudah
desain project ini mereka susun, Bapak,
Ibu peran swastanya masuk ke sini. Kita
akan mempertemukan sebetulnya adalah
matching program project dari draf
project yang disusun oleh peserta dengan
NGO, dengan korporasi dan lain-lain yang
sekiranya memiliki sebuah matching dari
tujuan pembelajaran. Selain mereka
mengidentifikasi dari wilayahnya
masing-masing, kami lembaga administrasi
negara juga akan menghadirkan Bapak, Ibu
korporasi dan juga pihak-pihak yang
terkait untuk masuk di matching program
untuk bisa membantu kawan-kawan. Saat
ini kami di Jakarta juga sudah melakukan
serangkaian diskusi ee pembicaraan
dengan kawan-kawan dari korporasi
mengenai akademi ini dan nanti kita akan
hadirkan di sini bergabung dengan yang
sifatnya lokal tadi untuk mendengarkan
projek dari peserta. Kemudian ketika
machine mereka akan bekerja sama
kolaborasi antara pemerintah dengan
korporasi atau NGO untuk melaksanakan
sebuah projek transformasi sekitar 30
hari baru nanti IMP showcase Bapak Ibu.
Jadi alurnya seperti ini. Masyarakatnya
kita libatkan, korporasi dan pemerintah
juga kita libatkan di dalam proses
akademi pengetahuan kemiskinan. meskipun
yang akan kami sasar adalah peningkatan
kapasitas dari sumber daya manusia
aparatur, tapi sekali lagi kalau kita
berbicara mengenai pengentasan
kemiskinan, kita harus tahu problem
sebenarnya. Dan yang kedua adalah upaya
untuk solusinya kita bisa kolaborasikan
dengan yang lain. Kami sekali lagi kita
lakukan
tiga wilayah ini kita sudah siapkan
fasilitator termasuk coach-coach yang
dari
LAN juga sudah kita siapkan. Kemudian
kalau tadi akademinya sudah selesai,
Bapak, Ibu tadi saya menyebutkan bahwa
selain pendekatan corporate university,
kami juga pengakuan pembelajaran.
Kawan-kawan nanti kalau sudah
menyelesaikan pembelajaran ini meskipun
ini masih melalui sebuah proses lagi ya,
Bapak, Ibu. Proses lagi itu bukan secara
otomatis bahwa ketika menyelesaikan
akademi ini misalnya kawan-kawan
diberikan sertifikat untuk pemenuhan
kompetensi manrial. Tapi ada satu
tahapan lagi. Jadi kami memiliki program
baru yang namanya nanti sebutannya
adalah credensial program Bapak Ibu.
Credensial program itu adalah sistem
kredit Bapak Ibu. Kami mengembangkan
sebuah framework mengenai standar
kompetensi. Standar kompetensi ini kalau
kita bisa memenuhi semua elemen
kompetensi yang ada dengan berbagai
cara, tidak selalu melalui pelatihan
formal kepemimpinan. Misalnya Bapak, Ibu
mengikuti pelatihan teknis tertentu atau
mengikuti akademi pengentasan
kemiskinan, nanti akan dipastikan apakah
dari framework ini sudah dipenuhi atau
belum. Kalau sudah dipenuhi, kita bisa
berikan sertifikat pengakuan
pembelajaran. Akademi Pengentasan
Kemiskinan Bapak Ibu kita integrasikan
di dalam program kredensial ini. Jadi
untuk pesertanya
nanti hasil dari pembelajarannya kita
berikan pengakuan pembelajaran meskipun
masih ada tambahan lagi Bapak Ibu karena
ketika kami bandingkan kan masih ada
beberapa frame kompetensi yang memang
belum dipenuhi. Jadi nanti mereka akan
membuat ada tambahan sedikit dari proses
yang harus mereka penuhi. Kalau itu bisa
dilalui, mereka akan kita berikan selain
sertifikat untuk pelatihan akademinya,
akademi pengentasan Kemiskinan, kita
juga akan berikan sertifikat kompetensi
yang nanti disetarakan dengan sertifikat
pelatihan kepemimpinan sesuai dengan
jenjang masing-masing dari peserta. Jadi
pesertanya bervariasi Bapak Ibu untuk
akademi pengentasan kemiskinan tidak
tidak satu homogen gitu misalnya
pengawas semua, administrator semua atau
CPT pratama semua pelaksana tidak. Tapi
ini bervariasi macam-macam tapi kita
pastikan di awal harus ada JPAN, harus
ada administratornya, harus ada
pengawasnya dan juga ada pelaksana yang
potensial bisa masuk di sana. Jadi nanti
di ujungnya selain sertifikat akademi
mereka ditambahi beberapa proses lagi
tidak begitu banyak mereka bisa kita
akui sertifikat kompetensi yang nanti
setara dengan pelatihan kepemimpinan.
Kemudian tindak lanjutnya ini bagian
terakhir dari saya Bapak Ibu nanti kalau
ada pertanyaan secara teknis tentang
akademi monggo
karena kami sudah jelas bahwa pilot
pronya di tiga lokus tadi mungkin ada
beberapa pertanyaan boleh enggak saya
juga menyelenggarakan di kabupaten kita,
kota kita, atau bahkan di provinsi?
Jawaban saya adalah boleh. Monggo
silakan. Misalnya saya mau bikin ee
misalnya ada teman-teman dari Bangkalan
gitu, boleh enggak, Bu, saya bikin?
monggo silakan berkoordinasi dengan kami
atau dengan kawan-kawan BPSDM Provinsi
Jawa Timur yang memang untuk wilayah
Jawa Timur kawan-kawan bisa ee
berkoordinasi dengan BPSDM nanti BPSDM
akan berkoordinasi dengan kami. Jadi
yang pertama tindak lanjut apa yang
dapat dilakukan? Yang pertama adalah
peran BPSDM Provinsi Jawa Timur dalam
konteks akademi pengentasan kemiskinan
dan korpu itu seperti apa.
Untuk wilayah Jawa Timur, kawan-kawan
dari BPSDM Provinsi Jawa Timur kita
gunakan sebagai hub Bapak Ibu ketika
Bapak Ibu ingin membuat akademi
pengentasan kemiskinan di wilayah yang
lain, monggo silakan gitu. Nanti bisa
berkoordinasi dengan kawan-kawan BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Kemudian apalagi
yang dapat dilakukan oleh kawan-kawan
BPSDM Provinsi Jawa Timur adalah
melakukan kolaborasi mengidentifikasi
swasta NGO akademisi yang
bisa masuk di dalam sebuah kolaborasi
yang nantinya dilibatkan ketika ada
kawan-kawan dari wilayah Jawa Timur yang
akan menyelenggarakan akademi
pengentasan kemiskinan. Peran kabupaten
kota seperti apa? kabupaten kota boleh
mengajukan saya mau membuat akademi
pengentasan kemiskinan karena tadi
disebutkan di Impres bahwa semua
kementerian
pemerintah provinsi kabupaten, kota
bekerja sama bagaimana menyelesaikan
permasalahan kemiskinan di wilayahnya
masing-masing yang nantinya akan secara
nasional akan berkontribusi ke arah ke
sana. Jadi, monggo silakan kalau dari
Bapak, Ibu peran ee kabupaten kota ingin
menyelenggarakan Akademi Pengentasan
Kemiskinan kami persilakan kalau nanti
misalnya Bu bisa enggak menghadirkan
beberapa korporasi secara nasional
misalnya kami sudah berdiskusi dengan
kawan-kawan dari Parakon, dari BNIK,
kemudian dari Tanut Foundation dan
lain-lain. kami pasti hadir Bapak Ibu.
Selain memang Bapak Ibu, pemerintah
provinsi juga melakukan identifikasi,
kabupaten kota juga melakukan
identifikasi secara nasional nanti kami
akan membantu menghadirkan beberapa
korporasi ataupun NGO yang kemungkinan
kita bisa memaging program-program yang
didesain oleh Bapak Ibu sendiri sesuai
dengan konteks atau karakteristik dari
wilayahnya masing-masing. Kemudian
pertanyaan yang keempat mungkin
apakah hanya tentang kemiskinan akademi
ini? Jawaban saya tidak, Bapak Ibu. Di
waktu yang sama Bapak Ibu kami
mengembangkan ada akademi sekolah
rakyat, ada akademi koperasi merah
putih. Jadi tadi saya sebutkan bahwa
dalam konteks corporate university,
pengembangan kompetensi harus memiliki
kontribusi terhadap penyelesaian isu-isu
strategis nasional ataupun isu-isu di
instansi atau organisasi masing-masing.
Jadi, Bapak Ibu, Bu Erna tempat saya
bukan kemiskinan deh. Saya mau masalah
yang lain. Boleh enggak saya akademinya
adalah isu yang lain. Monggo silakan
nanti diinformasikan kepada kami. kita
akan berdiskusi secara lebih teknis
dengan skenario yang sama, tapi kita
mengedress isu-isu yang lain. Jadi,
monggo silakan. Kalau kami saat ini yang
kita kembangkan secara nasional yang
pertama memang akademi pengentasan
kemiskinan, akademi sekolah rakyat,
akademi koperasi merah putih. Kita
mainnya di tiga itu dulu, Bapak Ibu.
Tapi kalau Bapak Ibu menghendaki di
ketiga itu atau ada isu yang lain,
monggo dengan skenario yang sama. Kenapa
saya mengatakan skenario yang sama?
Karena nanti untuk ASN kita akan berikan
pengakuannya Bapak Ibu bagaimana
pengakuan dilakukan. Kalau pengakuan
dilakukan memang ini urusannya
kawan-kawan dari BKPSDM atau BKPSDM
kalau di kabupaten kota. Bapak, Ibu dari
peserta nanti diusulkan kepada kami
Lembaga administrasi negara misalnya
sudah mengikuti akademi pengentasan
kemiskinan, akademi yang lain ee
diusulkan ke kami untuk diberikan
pengakuan. Nanti akan kami proses.
Kemudian kita bandingkan dengan
framework kompetensi mana yang kurang.
Biasanya strateginya nanti akan kami
sebutkan. Oh, strateginya melakukan ini
ini sehingga kalau itu sudah dipenuhi
pengakuan dapat diberikan. Jadi sekali
lagi monggo Bapak Ibu sangat welcome
kalau mau mengadopsi akademi ini di
wilayahnya masing-masing ataupun isunya
digeser isu yang lain yang menurut Bapak
Ibu mungkin mendesak untuk segera
diselesaikan. Demikian dari saya pada
pagi hari ini. Sedikit sharing agak
lebih detail mengenai Akademi
Pengentasan Kemiskinan. Harapan saya,
Bapak, Ibu, kehadiran dari Akademi
Pengentasan Kemiskinan dalam Konteks
Corporate University tadi memberikan
kontribusi terhadap penyelesaian
berbagai isu-isu strategis yang kita
hadapi. Demikian, terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih banyak Ibu
atas penjelasan yang sangat rinci dan
juga lengkap. Kita akan berdiskusi
dengan sobat ASN yang telah tergabung
secara online. Disilakan kepada Sobat
ASN yang sudah rais hand untuk dapat
mengaktifkan mic dan juga kameranya.
Saya tadi sempat mengecek untuk BPSDM
Jatin TV, ternyata beberapa pertanyaan
pun sudah masuk begitu ya. Namun kami
prioritaskan untuk pertanyaan yang
terhubung secara langsung.
Baik, selamat siang. E selamat pagi
Bapak.
Selamat pagi,
Pak Dodi. Betul, Pak Doni atau Pak Dwi
nih?
Pak Dani.
Dani.
Iya.
Baik, Pak Dani. Saya hafal nih, aktif
sekali begitu ya dalam sesi diskusi.
Terima kasih banyak Bapak untuk
partisipasinya dan silakan pertanyaannya
untuk Ibu Erna
ya. Terima kasih, Kak atas waktunya.
termasuk juga kepada Pak Joko tadi saya
juga menyimak beliau juga aktif untuk
ini jadi sedikit hanya izin untuk
berpartisipasi dan menyemarakkan diskusi
ini. Ee terima kasih Bu Erna terkait
materinya tadi sangat menarik.
Tapi sebetulnya ee di saya masih ada apa
ya, ada gejola pemikiran yang pertama
[Musik]
ee standar kemiskinan yang biasa kita
pakai kan BPS menggunakan ee Basic need
kemudian Bank Dunia daya beli gitu ya.
He.
Ee kemudian ee di situ ada apa ada
perbedaanlah tentunya apalagi kalau
beberapa kali sudah dikaji beber ee dan
Provinsi Jogja dulu pernah protes
ketika standarnya uang lah. Terus
masyarakat kami yang the power of Ramban
ini bagaimana gitu kan. searnya tidak
tidak dihitung dalam artian eh butuh
telur ayam di belakang kandang ada ayam
butuh ikan di pekarangan ada ikan ya
seperti itu. Sayur-mayur dan lain
sebagainya semuanya itu sudah ee apa
namanya ee bisa terpenuhi gitu. Bahkan
kalau kita mau ngomong tentang kebutuhan
pokok pangan, bahkan orang desa itu
sudah tidak miskin karena mereka
rata-rata berdaulat. Meskipun ada yang
ee
ada ironilah di kondisi negeri kita.
Ada petani yang punya lahan tetapi tidak
pernah ee makan hasil berasnya sendiri
gitu. Ada juga. Nah, ini memang suatu
ironi yang perlu kita selesaikan. Tetapi
menarik sekali bahwasanya akademi ini
bisa mengentaskan kemiskinan dengan
partisipasi. tadi partisipasi
ee mungkin di antara kami yang menerima
apa namanya pembelajaran pada hari ini
Nak tadi ada yang beberapa yang kemudian
tergerak oh ternyata ee pengentasan
kemiskinan itu ee bukan suatu yang
apa ya yang muluk-muluk harus begini
gitu. Cuman kita, saya berpikir eh ada
ternyata ada tetangga saya yang ee dia
janda tidak berpenghasilan. Kemudian
saya bisa berkontribusi apa kan gitu
harapannya dari pembelajaran ini. Jadi
setiap peserta yang bisa mengambil
hikmahnya nanti akan bisa melakukan apa
gitu di daerahnya masing-masing sehingga
embrio-embrio pengentasan kemiskinan
yang tadi partisipatif tadi bisa
tercipta. Nah, ini masalahnya Bu yang
ingin saya tanyakan. Yang pertama tadi
ee bagaimana kita bisa menentukan satu
orang ini benar miskin atau tidak
miskin. Apakah dari kebutuhan
basic need-nya tadi atau daya belinya?
karena ya itu tadi dilemanya seperti
itu. Lalu yang kedua ketika kita
melakukan intervensi dalam artian ee ada
partisipasi
kemudian apakah ini nanti bagai ee gini
ketika partisipasi dari masyarakat ini
bagaimana nanti bisa ee membantu secara
sistemik membantu program pemerintah
gitu. Apakah masyarakat perlu
berkoordinasi RRT RW kemudian perlu
diorganisasikan itu atau ya sudah
militan saja siapa yang mau kerja kerja
gitu aja atau bagaimana gitu. Mungkin
sementara dua itu dulu Bu. Terima kasih
atas waktu yang diberikan.
Ee langsung saja.
Langsung saja Ibu silakan.
I eng Mas Dani. Iya. Ee tadi yang
pertama
indikator ini malah sering sekali
membingungkan ya, Pak ya. Saya
sebenarnya kita masuk yang ada di mana
gitu. Makanya kalau saya di dalam
konteks akademi pengentasan kemiskinan
mengenai parameter dan indikator ini
ditetapkan dari sistem kolaborasi
pesertanya, Pak. Jadi, jadi lebih ke
sana gitu. Jadi kalau lebih kepada
key performance indikator yang utama
yang akan dikolaborasikan itu yang mana
itu? Itu itu yang pertama. Kalau tadi
pertanyaannya adalah ukurannya dari
mana? Apakah dari basic atau dari sisi
daya beli? Saya setuju kalau Basit Bapak
Ibu mungkin kawan-kawan di pedesaan yang
disebut masuk kawasan miskin enggak
pernah kekurangan karena di halamannya
ada singkong, ada pohon rambat. Karena
saya Kelaten, Bapak, Ibu. Bapak, Ibu
saya masih ada itu ada terong dan lain
jarang belanja Bapak, Ibu karena
pekarangannya luas gitu. Pertanyaannya
masuk kelompok miskin enggak ya? karena
sudah dua-duanya pensiun misalnya
seperti tidak ada aktivitas ekonomi
gitu, tapi untuk memenuhi basic need itu
cukup gitu. Kalau daya beli kan ya kita
membeli sesuatu
ya beda lagi ukurannya gitu. Bahwa ada
satu spending money yang harus
iya spending money bahwa kita harus
spending sesuatu. Sedangkan kalau
designate kan tadi makan pagi, makan
siang, makan malam, enggak usah beli
bisa gitu ada telur, ada macam-macam
gitu. ukurannya yang mana gitu. Cuma
sekali lagi dalam kondisi kondisi normal
Bapak Ibu, kita kan berbicara mengenai
sebuah komunitas sosial ya Pak ya. Kita
kan hidup di dalam sebuah komunitas.
Ketika kita berbicara di dalam komunitas
memang ada sebuah standar. Kalau saya
ditanyain harusnya yang mana gitu,
lebih kepada kebutuhannya gitu. Apakah
kebutuhan dari masyarakat itu berhenti
di basic need atau sebenarnya dari
kebutuhan dia mengharuskan dia harus ada
daya belinya gitu.
Misalnya Bapak Ibu enggak usah deh saya
daya beli saya itu kehidupan saya memang
berhenti di basic gitu ya. Berarti kita
bisa mengatakan diri saya adalah tidak
miskin gitu. Tapi ketika kita berbicara
hubungan kita adalah hubungan sebagai
sebuah komunitas, akhirnya Bapak, Ibu ya
pasti daya beli itu masuk gitu. Jadi
kalau saya yang menentukan kita berada
di kelompok miskin atau tidak. Meskipun
secara nasional, secara ukuran pasti kan
ada ukurannya. Makanya tadi Probolinggo
masuk segini dan lain-lain itu kan ada
sebuah indikator yang sifatnya sama
nasional gitu ya. Kita mauakan nasional
atau internasional gitu. Tapi kembali
lagi Bapak Ibu di dalam konteks akademi
pengentasan kemiskinan kalau saya yang
menentukan apa yang dibutuhkan itu
adalah masyarakat itu sendiri gitu dan
juga dari sisi yang ada di daerahnya
masing-masing. Makanya bagian awal dari
Akademi Pengentasan Kemiskinan adalah
menetapkan key performance indikator
Bapak Ibu. Jadi bukan
indikator nasionalnya harus seperti ini,
kita harus ngejari ini, gitu. Tapi
sebenarnya si performance indikator di
dalam akademi itu mau seperti apa. Jadi
kalau saya ditanyain ukurannya lebih ke
basic atau daya beli lebih kita
kembalikan kepada individu dari
masyarakat itu sendiri. Apakah memang
kehidupan dia berhenti di bas signate
atau memang harus ada spendingnya gitu.
kayaknya kalau kita berbicara mengenai
kehidupan sosial enggak berhenti di
basic me kayaknya, Pak ya. Pasti ada
gitu ya ke sana gitu. Kemudian itu
jawaban saya yang pertama ya Bapak Ibu
karena memang kalau ukuran ini ukurannya
macam-macam. Tapi sekali lagi kita
kembalikan apakah hidup kita berhenti di
basic need atau hidup kita secara sosial
memang ada beberapa spending yang memang
kalau orang lain spending gini kenapa
saya enggak bisa dan lain-lain. Akhirnya
kita masuk di dalam ukur ukuran misalnya
begini
ukuran pertama lantainya adalah lantai
tanah misalnya lantai tanah ora enggak
popo gitu ya Pak ya misalnya gitu. Nah,
ini ini
terus punya jamban
ya. Nggih. Saya enggak masalah belakang
rumah saya sungainya malah lebih bersih
misalnya. Tapi ketika kita berbicara
komunitas kita adalah sebuah komunitas
akir kan berbeda ukuran itu akan
berbicara kan gitu. Eh kalau kayak gitu
nanti wah ya ini memang
indikator-indikator ini memiliki konteks
yang berbeda gitu. Itu itu kalau saya
jadi agak agak susah saya jawabnya.
Apakah bisikmit atau daya beli kalau
saya kembalikan ke diri kita sendiri.
Eh, jangan katakan saya miskin lantai
tanah ini sekarang trennya
selesai ya, Pak ya. Kalau kita jawab
seperti itu. Tapi kan ya tapi kalau
menurut ukuran pemerintah daerah kalau
masih lantai tanah enggak punya jamban,
ya kamu masuk di dalam kelompok miskin
gitu. Zaman dulu kayaknya mayoritas ya
enggak punya jamban ya, Pak, ya.
Dan misalnya kita berbicara, saya paling
ingat itu di ada satu di Afrika itu yang
menurut saya sangat menarik, Pak. Ketika
dulu itu mereka sama di kita zaman dulu
Bapak, Ibu. Kalau nyuci kan di di sungai
ya, Pak ya di sini bareng-bareng.
Termasuk jamban juga komunity juga ada
jamban bersama.
Kalau kita di sungai bareng-bareng gitu
kan. Nggih. Nggih. Nah, ada satu
penelitian yang ketika ada satu program
dari
organisasi internal zambanisasi di
Afrika, Bapak, ternyata ada komunitas
ini yang ada nilai sosialnya yang
hilang. Karena apa?
Ketika mereka bertemu bersama, mereka
mendiskusikan beberapa hal gitu. Ketika
mereka dibuatkan zaman, ya sudah enggak
ketemu lagi. G. Ah, ini nih kayaknya
masih sosialinya banyak. Jadi kalau yang
pertama mungkin jawabannya saya enggak
begitu basic need atau daya beli. Kita
kembalikan kepada sebenarnya kita itu di
mana konteks hidup kita itu mau
ukurannya di mana. Apakah kita memang
selesai di basic need tanpa ada
spending, ya sudah kita mau dimasukkan
di kelompok itu terserah. Tapi kalau
kita sudah memang membutuhkan daya beli
ya kayaknya harus ada satu program
tertentu untuk mengintervensi satu itu.
Kemudian yang kedua, kalau kita
melibatkan masyarakat, bagaimana
perannya di dalam akademi ini? Peran
dari masyarakat yang pertama Bapak Ibu
adalah
melihat
apa harapan mereka dan apa yang mereka
miliki saat ini. Nah, apa yang mereka
miliki saat ini? Potensi misalnya ee
dia harapannya adalah saya penginnya
memiliki daya beli yang meningkat. Ee
saat ini mereka kondisinya seperti apa?
Kamu memiliki potensi enggak? Oh, saya
punya pekarangan. Oh, saya punya ini.
Gitu. Nah, misalnya seperti itu. Oh,
saya punya mesin penggiling ini hanya
sampai di sana gitu. Ee kemudian dari
program ini yang pertama adalah
mengidentifikasi itu dulu, Bapak Ibu.
Jangan sampai kita membuat sebuah
program yang tidak berakar dari problem
yang dimiliki oleh masyarakat. Nanti
pertanyaan loh, banyak banget dong
masyarakatnya maunya macam-macam. Ya,
dari situlah bagaimana kita bisa
mendengarkan melakukan clustering atau
melakukan sebuah proses analisis untuk
merumuskan dari berbagai kebutuhan
masyarakat. Satu itu Bapak, Ibu.
Kemudian yang kedua adalah peran
pemerintah adalah mematchingkan, Bapak,
Ibu. mematchingkan itu. Jadi misalnya
begini,
saya punya sebenarnya sudah punya usaha
gitu, kemudian tapi saya enggak punya
untuk marketingnya, tidak punya
uang untuk mungkin scale up atau apa
gitu. Tugas dari peserta pelatihan ini
adalah mencari
program yang ada. misalnya dia memiliki
program yang beruntung sekali tinggal
diagingkan. Tapi kalau tidak mereka
sering sekali kolaborasi
sekali di diucapkan
tapi ketika dilaksanakan itu ya sudah
kolaborasi pokoknya kita sudah komitmen
gitu. Tapi bagaimana benar-benar ada
targetnya memastikan bahwa kebutuhan
masyarakat yang sudah diidentifikasi dan
potensi yang sudah dikatakan eh saya
punya pekarangan, eh saya punya kambing,
eh saya punya ini, dan lain-lain tadi.
Akhirnya dimatchingkan dengan
kolaborasi ini. Jadi peran dari
masyarakat yang selanjutnya akan menjadi
bagian aktif ketika machine ini sudah
terjadi. Ee Pak Deni. Jadi kalau saya
lebih kepada bagaimana masyarakat ini
dari awal sudah tahu apa yang dia mau
dan dia sudah memiliki sesuatu dan
pengin sesuatu,
para peserta akan membantu mchingkan
akhirnya bisa membantu. Kemudian ada
satu lagi Bapak Ibu, kami saat ini
sedang berdiskusi dengan kawan-kawan
DNIK. Kemarin kawan-kawan DNIK pengin
masuk langsung ke masyarakat gitu.
pengin membuka wawasan mereka untuk
keluar dari mindset kemiskinan. Saya
masih berdiskusi ini ee bisa enggak
memang dibutuhkan atau tidak oleh
masyarakat atau masyarakatnya memang oke
saya mau keluar tapi saya butuh bantuan
di bidang ini dan lain-lain. Jadi
masyarakat kita libatkan di awal adalah
untuk menetapkan arahnya
apa sebenarnya program yang dibutuhkan
oleh mereka. Kemudian ketika
matching-nya sudah ketemu, mereka yang
memang harus bekerja melakukan sesuatu
ketika instansi pemerintah sudah
membantu mereka mematchingkan apa yang
mereka butuhkan dengan cara kolaborasi.
Jadi itu, Pak yang samp.
Oke. Siap. I mohon maaf menanggapi
sedikit tadi tentang standarnya kalau
ee kegiatan masyarakat dengan standar
komunitas itu oke saya setuju Ibu karena
memang setiap kebutuhan ee setiap daerah
akan tidak sama kebutuhannya tetapi
mohon nanti apabila
ada standar yang menyinggung kebijakan
ini untuk ya sedikit berhati-hatilah
jadi supaya
tidak sampai terjadi lagi seperti yang
di berita-berita pegawai BUMN masuk ini
anggota dewan masuk apa data miskin
kayak gitu. Jadi itu yang ya karena ini
satu
kebiasaan yang masih sering kita
kerjakan, orang Indonesia kerjakan itu
data kemiskinan selalu melembung ketika
ada bantuan.
Ini kalau Pak Joko bilang mentalnya
mental miskin gitu kan, tetapi akan
selalu kempes apabila akan saya ketika
di Bali itu dipermalukan tanda petik ya.
Jadi kalau saya pernah lihat di Bali itu
kan setiap orang miskin akan dipajang
tuh namanya di setiap ujung gang gitu.
ini jalan ini yang miskin ini ini itu
sedikit memberikan rasa malu itu
sehingga mereka secara pribadi juga
bergerak dan orang-orang yang mau
membantu itu tidak salah sasaran gitu.
Jadi mungkin
sedikit masukannya. Terima kasih Bu.
Nggih. Setuju sekali Pak. Kalau mau
lomba semuanya ngaku baik tapi kalau mau
dikasih bantuan semua ngaku enggak baik
butuh bantuan gitu ya, Pak ya.
Iya. Betul.
Nggih. Siap. Siapap. Siap sekali. Terima
kasih. Nggih. Baik. Pak Dani. Terima
kasih banyak dari Ngawi atas kontribusi
dan juga partisipasinya Bapak. Sampai
bertemu lagi dalam ASN belajar
berikutnya dan kita harus akhiri pada
sesi narasumber yang pertama. Bu Erna
terima kasih banyak atas waktu yang
telah diberikan ee di tengah kesibukan
dari hari ini karena memang harus
melanjutkan agenda lain begitu ya.
Banyak Mbak
sehat selalu Bu Erna. Sampai berjumpa
kembali pada pertemuan berikutnya.
Oke, makasih. Terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Baik, Sobat ASN, kita masih
memiliki satu narasumber lain yang juga
tidak kalah menarik apa yang akan
disampaikan dalam materi sesuai dengan
tema hari ini. Untuk itu, kita akan
segera kembali dengan informasi mengenai
semesta Bangkom.
[Musik]
Hasen bua semangat membara
di era digital terus berkarya berkol
kolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cempalak Jawa Timur terus melaju
bersama BPSTN
Jatim kita terus melesat untuk Indonesia
emas prestasi hebat ASN unggul
tiada yang tertinggal no one left behind
Kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemerlang Jawa Timur terus
melayu. Bersama BPSDM
Jatim kita terus melesat.
Untuk Indonesia emas prestasi her aset
unggur tiada yang tertinggal
no one left behind. Kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemalah Jawa Timur terus melaju.
Bersama BPSDM
Jatim kita terus melesat untuk Indonesia
emas prestasi hebat bersama kampus
satelit PP PSTM Jatim no one left behind
um unggul dan berkualitas
melesa tinggi
Indonesia jaya
[Musik]
bersama membangun asa
menuju cipta yang mulia
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti menitipiti zaman
dengan semangat pembaruan.
Ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
PPS Jatim Pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas
mencetak STM berkompetensi
tangguh cerdas dan inovasi bersatu dalam
visi yang terang menjawab tantangan
jangan gemilang
PPSDM Jawa Timur Center of Exens masa
depan demil
bersama membangun asa
menuju cita yang mulia.
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti mengiti zaman
dengan semangat pembaruan
ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
BPSM Jatim Pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas
mencetat STM berkompetensi
tangguh cerdas penuh inovasi bersatu
dalam visi yang terang menjawab
tantangan dan jangan demiang
PPSDN Jawa Timur Center of Sans masa
depan demi hilang
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Marilah kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas kebanggaan negeri berentasut
melayani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
Ham
di sini sukses dengan hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Layani bangsa loyal tanpa batasannya
[Musik]
dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan untuk
menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati.
Tujukan kompetensi dalam harmoni.
Melayani bangsa loyal tanpa batasannya
adaptif dan berkolaborasi.
Bergandeng tangan satu tujuan
untuk menjadikan AS lebih beragung.
mengerjas penuh hati tulus membantu
sesama bila kami melayani
dengan meng kami melayani
dengan menga kami melayani
bangsa
[Musik]
H
[Musik]
Hasen muda semangat membara
di era digital terus berkarya
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cempal Jawa Timur terus melaju
bersama BPST yang cantik kita terus
Melesa untuk Indonesia emas prestasi
hebat ASN
tiada yang tertinggal no one left behind
kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemerlang Jawa Timur terus
melaju
bersama BP PSDM Jatim kita terus melesat
untuk Indonesia emas prestasi her aset
unggur tiada yang tertinggal
no one left behind kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemalah Jawa Timur terus Terus
melaju bersama BPSDM
Jatim. Kita terus melesat untuk
Indonesia emas prestasi hebat bersama
kampus satelit PPSM
Jatim. No one left behind. ASN unggul
dan berkualitas.
Melesa tinggi
Indonesia jaya.
[Musik]
bersama membangun asa
menuju cinta yang mulia
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti menitipiti zaman
dengan semangat pembaruan.
Ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
PPS Tenjating Pusat unggulan.
Tempat lahirnya insan berkualitas.
Mencetak STM berkompetensi
tangguh cerdas tuh inovasi bersatu dalam
visi yang terang menjawab tantangan
jangan gemilang
PPSDM Jawa Timur Center of Sans masa
depan gemilang
[Musik]
bersama membangun asa
menuju cita yang mulia.
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti mengiti zaman
dengan semangat pembaruan,
ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
BPSM Jatim Pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas
mencetak SDM berkompetensi
tangguh cerdas penuh inovasi bersatu
dalam visi yang terang menjawab
tantangan jangan demiang
BPSDN Jawa Timur Center of Sans masa
depan demi
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Marilah kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga negeri. Memerasi
melayani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
Ho.
Kami dari sini suka dengan hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
melayani bangsa loyal tanpa batasannya
selalu dan berkolaborasi
tangan satu tujuan
menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati.
Tujukan kompetensi dalam harmoni.
Bangsa loyal tanpa batasannya
adaptif dan berkolaborasi.
Bergandeng tangan satu tujuan
untuk menjadikan air yang lebih beragam.
menggenas penuh hati tulus membantu
sesama dengan kami melayani
dengan bang kami melayani
dengan kami melayani
bangsa
[Musik]
Tuhan
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
H
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Sobat ASN, Anda masih bersama kami dalam
ASN belajar seri ke-36 tahun 2025 dengan
tema Akademi Pengentasan Kemiskinan
dalam kerangka Corporate University
Corpu. Apa dan bagaimana perannya?
Terima kasih kesediaannya untuk menunggu
baik itu melalui channel YouTube BPSDM
Jatim TV maupun Zoom Meeting dan kita
akan segera terhubung dengan narasumber
kita yang kedua yang sudah tidak sabar
untuk dapat memaparkan materinya yaitu
Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan
Pemberdayaan Masyarakat Kementerian PPN
Bappenas Republik Indonesia, Ibu Tirta
Suteja, ST, MW, RM.
[Musik]
Selamat siang, Ibu Tirta.
Selamat siang, Bu.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Apa kabar Ibu siang hari
ini?
Waalaikumsalam. Kabar baik,
alhamdulillah.
Baik, terima kasih banyak telah
bergabung dalam ASN Belajar Serikari
ini. Sebelum saya mempersilakan 30 menit
Ibu untuk memaparkan materi, saya ingin
sekali untuk mengenalkan profil sedikit
kepada sobat ASN semua. Baik, Ibu Tirta
Suteja, ST. MWRM lahir di Banjarmasin.
Ternyata tanggal 19 Februari 1978
menempuh pendidikan S1 Teknik Sipil di
Universitas Gadjah Mada tahun 2001.
Kemudian S2 di Master of Water Resources
Management University of Melbourne tahun
2010. di mana saat ini Ibu menjabat
sebagai Direktur Penanggulangan
Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat
Kementerian PPN Bappenas Republik
Indonesia. Baik, sudah saya informasikan
semakin mengenal Ibu dan silakan waktu
30 menit kami berikan kepada Ibu
ya. Baik, terima kasih Mbak. Selamat
pagi ee
sobat ee ASN. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Semoga semua
dalam keadaan sehat dan ee semangat
selalu dalam menjalankan tugas. Ee pada
kesempatan hari ini sesuai dengan
permintaan panitia, kami ee ingin
menyampaikan
terkait dengan kebijakan penanggulangan
kemiskinan khususnya dalam ee jangka
menengah 2025 sampai 2029.
Ee Bapak, Ibu sekalian ee tentunya apa
yang kita lakukan terkait dengan
penanggulangan kemiskinan merupakan
amanat dan ee juga komitmen pemerintah
dalam mensejahterakan penduduk Indonesia
baik secara jangka panjang maupun jangka
menengah.
ee jangka panjang ini sudah ditetapkan
dalam Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024
bahwa di tahun 2045 nanti Indonesia akan
ee menjadi negara yang berdaulat, maju,
dan berkelanjutan.
Dan ee artinya kemiskinan di tahun 2045
ee seharusnya sudah tidak ada lagi di ee
Indonesia ini atau mendekati 0%.
Kemudian amanat rencana pembangunan
jangka panjang ee dijabarkan dalam
rencana pembangunan jangka menengah 5
tahunan dan saat ini kita sudah memasuki
dalam ee tahap ee 5 tahun pertama RPJMN
2025 sampai 2029.
Dalam RPJMN 2025 sampai 2029, ada tiga
tujuan utama agenda pembangunan yang
kita kenal dengan trisula, yaitu
percepatan pertumbuhan ekonomi yang
berkelanjutan dengan target ee 8% di
tahun 202. Kemudian penurunan kemiskinan
yang diharapkan turun di bawah ee 5%
atau di angka 4, sampai 5% dan juga
peningkatan sumber daya manusia yang ee
dapat terus ee berkualitas. Nah, ketiga,
agenda pembangunan ini tentunya akan ee
saling terkait. pertumbuhan ekonomi ee
berarti harus juga bisa menurunkan
kemiskinan atau dalam ee kata lain
pertumbuhan ekonomi harus ee dilakukan
secara inklusif dan ee ini didukung
dengan ee sumber daya manusia yang ee
tentunya harus ee berkualitas untuk bisa
ee
bisa me apa namanya bisa mencapai atau
ee bergerak
mendukung pertumbuhan ekonomi dan ee
juga penurunan kemiskinan.
Kalau kita lihat dari ee trennya saat
ini kemiskinan di Indonesia dari data
terakhir BPS ee Maret 2025 sudah diangka
8,47
ee pers% gitu ya. dan ee ini terus ee
harus kita turunkan
dan ee penurunannya pun ee harus ee bisa
dipercepat karena kalau kita lihat di
sini ee penurunan kemiskinan masih
relatif landai dan ee perlu upaya-upaya
percepatan untuk bisa mencapai target
2029.
Nah, ee sekalian mungkin kita melihat
bagaimana kondisi ee kemiskinan di ee
Jawa Timur. Di sini dari ee data kita
bisa lihat bahwa ee selama 17 tahun
terakhir ee kemiskinan di Jawa Timur
memang ee menurun tapi ee masih di atas
rata-rata kemiskinan ee nasional dan
tingkat kemiskinan yang tertinggi ada di
Kabupaten Sampang, Bangkalan, dan juga
Kabupaten Sumenep. Sementara itu jumlah
penduduk miskin yang terbanyak ini ada
di Kabupaten Malang, Jember, dan ee
Kabupaten Sampang. Dan ee ini artinya di
daerah-daerah atau di
kabupaten-kabupaten ini perlu
mendapatkan perhatian baik ee dari
pemerintah provinsi maupun ee pemerintah
pusat dan ee juga tentunya pemerintah
kabupaten kota yang ee terkait.
Nah, ee baik secara nasional maupun di
tingkat provinsi ee kenapa penurunan
kemiskinan ini masih relatif lambat. Ada
beberapa tantangan yang dihadapi.
Pertama, terkait dengan ee terbatasnya
akses layanan dasar bagi penduduk
miskin. Nah, layanan dasar ee ini
utamanya adalah ee yang terkait dengan
ee layanan ee kesehatan dan ee juga
akses terhadap ee pendidikan. 67%
penduduk miskin dan ee rentan yang sakit
ternyata belum mendapatkan akses ke
fasilitas kesehatan. angka putus sekolah
juga masih tinggi khususnya SMA dan ee
perguruan tinggi. Kemudian ee akses
terhadap kesempatan ekonomi juga ee
masih rendah. Padahal kesempatan ekonomi
ini sangat penting ee agar masyarakat
bisa ee memiliki pendapatan yang
berkelanjutan
untuk kemudian ee bisa meningkatkan
kesejahteraannya secara
berkesinambungan.
akses terhadap kesempatan ekonomi ini
mencakup ee akses pendanaan usaha,
kemudian akses terhadap pelatihan,
keterampilan,
dan ee juga ee kewirausahaan
dan juga akses terhadap ee aset ee
produktif. ini masih ee menjadi PR bagi
ee pemerintah pusat dan daerah untuk ee
bisa memberikan ee program-program
pemberdayaan yang ee lebih optimal
khususnya untuk masyarakat miskin dan
rentan. Akses terhadap infrastruktur
dasar juga masih ee rendah antara lain
akses terhadap ee rumah yang layak huni
kemudian ee air minum dan juga ee
sanitasi yang ee aman. Harusnya air
minum yang aman ini bukan hanya dari
sumur, tapi juga ee harus ee dari ee
perpipaan yang dipantau terus
kualitasnya.
dengan ee tersedianya rumah kemudian air
minum, sanitasi yang ee layak dan aman
tentunya masyarakat ee kemudian bisa
lebih fokus kepada ee peningkatan
pendapatan ee karena dari sisi ee
kesehatan dan juga keamanannya sudah ee
terjin.
Kemudian untuk masyarakat ee miskin dan
rentan sendiri ee tentunya pemerintah ee
perlu memberikan ee dukungan agar mereka
bisa hidup secara layak, dapat memenuhi
kebutuhan dasarnya. Untuk itu ee perlu
ada ee dukungan melalui program
perlindungan sosial. Namun memang
perlindungan sosial ini ternyata belum
ee di ee apa namanya? Belum bisa
diterima gitu ya oleh ee seluruh
masyarakat. Ini yang kemudian ee harus
terus kita tingkatkan baik ee akurasi,
cakupan, dan ee kualitas ee programnya
agar ee sesuai dengan ee kebutuhan dan
juga kerentanan dari ee masyarakat. Nah,
ee dari tantangan yang ee cukup
ee multidimensi ini kemudian strategi
yang harus dilakukan oleh pemerintah ke
depan ee adalah melalui ee pertama
program pengurangan beban pengeluaran
masyarakat ini melalui program-program
perlindungan sosial seperti subsidi,
bantuan sosial, dan jaminan sosial yang
kemudian akan diintegrasikan dalam
program kartu kesejahteraan.
Kemudian yang kedua ee program
peningkatan pendapatan dan kesempatan
kerja yang akan diintegrasikan melalui
program kartu usaha, pembangunan
infrastruktur dasar yang afirmatif untuk
penduduk miskin dan rentan dan ee juga
peningkatan kualitas ee data serta tata
kelola ee program penanggulangan
kemiskinan.
Harapannya nanti di tahun 2029
kemiskinan bisa ee di ee turunkan di
angka 4,5 sampai 5 ee%.
Selanjutnya ini sebetulnya ee kurang
lebih sama ya, bahwa ee untuk
penanggulangan kemiskinan strateginya
bisa kita kelompokkan menjadi tiga
intervensi utama. Yang pertama tadi
pengurangan beban pengeluaran
masyarakat, peningkatan pendapatan, dan
ee juga pembangunan infrastruktur ee
dasar untuk penduduk miskin dan ee
rentan serta penguatan tata kelola.
Nah, ee dalam RPJMN
2025 sampai 2029
ee ada dua prioritas nasional yang ee
terkait ee sangat terkait dengan ee
penanggulangan kemiskinan. Yang pertama
adalah prioritas nasional keenam yaitu
ee membangun dari desa dan dari bawah
untuk pertumbuhan ekonomi dan juga
pengurangan kemiskinan.
Di sini ada tujuh program ee pembangunan
yang ee ada tiga ya ini yang mungkin ee
perlu kita highlight bersama. Yang
pertama terkait dengan pendataan PP
pertama. Kemudian yang kedua terkait
dengan perlindungan sosial adaptif dan
ee inklusif. Dan yang ketiga pertumbuhan
usaha berkelanjutan dan ee inovatif.
Jadi ee tiga prioritas pembangunan ini
ee juga kemudian ee seharus ee menjadi
ee harapannya bisa ee selaras di
internalisasi juga dalam dokumen
perencanaan daerah atau ee RPJMD
ee provinsi dan juga kabupaten kota.
target-targetnya untuk ee prioritas
nasional ee keenam mungkin Bapak Ibu
bisa ee melihat di layar ya khususnya
yang tingkat kemiskinan.
Kemudian dari tingkat kemiskinan
2025 ini harapannya bisa turun di angka
7 sampai 8% untuk kemudian menjadi 4,5
sampai 5% di tahun 2029.
Data terakhir ee Maret kemiskinan
sudah diangka 8,47
dan ee untuk itu ee kita optimis ya di
tahun 2025 di akhir 2025 ee target ini
bisa tercapai.
Kemudian
prioritas nasional ee lainnya yang
terkait adalah prioritas nasional H
Kalau kita lihat lagi dari ee data
kelompok rentan untuk disabilitas
ee sekarang ini sebetulnya ee datanya
sudah mencapai ee 15 juta gitu ya. Dan
ee kalau kita lihat dari kondisinya,
kondisi mereka ini
tidak lebih baik dengan ee penduduk ee
rata-rata di ee Indonesia.
Bisa kita lihat dari tingkat
kesejahteraannya, penduduk disabilitas
ee kebanyakan berada di desil 1. Ee
artinya mereka ee kelompok masyarakat
yang paling miskin.
Kemudian lanjut usia juga ee sama gitu
ya, ada di desil eh 1.
Kemudian untuk disabilitas dan lansia
apa yang akan kita lakukan?
untuk ee disabilitas
ee tentunya kita menjalankan ee amanat
dari ee Undang-Undang dan juga peraturan
yang sudah ada. Pertama Undang-Undang
Nomor 8 Tahun 2016 tentang pemenuhan hak
penyandan disabilitas.
Kemudian peraturan pemerintah tahun 70,
maaf nomor 70 tahun 2019 yang
mengamanatkan perencanaan dan
penganggaran serta evaluasi terhadap
pemenuhan hak penyandang disabilitas
melalui rencana induk penyandang
disabilitas, rencana aksi nasional dan
juga rencana aksi daerah.
Kemudian ee PP70 ditindak lanjuti juga
dengan Peraturan Menteri PPN Bappenas
nomor 3 tahun 2021 di mana pemerintah
daerah khususnya provinsi diamanatkan
untuk menyusun rencana aksi daerah
penyandang disabilitas.
Nah, ee dalam rencana aksi nasional dan
rencana aksi daerah pian disabilitas ini
mencakup ee tujuh aspek atau sasaran
strategis.
Yang pertama adalah pendataan.
Kemudian penyediaan lingkungan tanpa
hambatan, perlindungan hak dan akses
politik dan keadilan,
pemberdayaan,
perwujudan ekonomi inklusif, pendidikan
dan keterampilan, serta akses dan ee
layanan kesehatan bagi penyandang
disabilitas.
sama seperti ee program penanggulangan
kemiskinan ini artinya harus ee secara
terintegrasi, komprehensif melalui
perlindungan sosialnya, kemudian
pemberdayaannya
dan juga memastikan ee sarana dan juga
ee layanan dasar untuk nyandang
disabilitas harus ee sudah terpenuhi.
Nah, ee kebetulan Provinsi Jawa Timur
kalau kami lihat ini belum ee ini ya
memiliki ee rencana aksi ee daerah
penyandang ee disabilitas. Jadi ee kami
ee mendorong agar ee Jawa Timur juga ee
bisa menyusul provinsi-provinsi lain
yang ee sudah memiliki rencana aksi
daerah penyandan disabilitas sebagai ee
acuan untuk ee OPD dan ee juga seluruh
lapisan masyarakat dapat ee memenuhi
hak-hak penyandang disabilitas.
Kemudian selain penyandang disabilitas,
kita juga perlu memperhatikan ee terkait
dengan lansia. Karena saat ini Indonesia
sudah memasuki ee kategori ee negara
yang ee aging. Artinya lebih dari 10%
penduduk ee Indonesia ini sudah ee
memasuki ee masa lansia. 2000 ini sudah
mulai 2021 sebetulnya ya ee dan tahun
2024 kemarin penduduk lansia di
Indonesia itu sudah mencapai 12%.
Saat ini memang ee usia produktif di
Indonesia
kontribusi terhadap ee pembangunan.
Untuk itu ee ya kita sudah memiliki ee
kerangka regulasinya yaitu ee PP nomor 8
tahun 2021
tentang ee Stranas kelanjut usiaan ini.
Ee visi misinya adalah untuk mewujudkan
ee lansia yang mandiri, sejahtera, dan
ee bermartabat.
Untuk ee layanan lansia sendiri ee ee di
Indonesia ini sudah ee banyak dilakukan
sebetulnya termasuk eh pilot project
yang sudah dilakukan dan ee kemudian
sudah dikembangkan secara lebih luas
yaitu di ee Provinsi Bali dan juga
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.
Konsepnya adalah ee
me me apa namanya? menghubungkan antara
lansia dengan ee layanan yang tersedia
di ee komunitas. Dalam hal ini di level
ee desa atau ee kelurahan
ee lansia yang ada di desa atau ee
kelurahan. Kemudian oleh ee tim yang
kita kenal dengan tim LLT ini akan
dikategorisasikan
menjadi ee tiga kategori yaitu lansia
aktif, lansia yang sudah ee memerlukan
preventif dan ee lansia yang ee sudah
memerlukan perawatan jangka panjang.
ketiga ee kelompok ini kemudian
disusunkan ee program-program
yang ee sesuai dengan ee kondisinya
dan ee dihubungkan dengan ee kegiatan
yang ee tersedia di ee
ee daerah ee LLT tersebut.
Mungkin ee Bapak Ibu juga bisa melihat
ee ini ya foto-fotonya. gitu ya.
Ini yang sebelah kanan bawah ee tim LLT
sedang melakukan ee pendataan dan juga
medical checkup.
Kemudian ee nanti yang membutuhkan ee
perawatan akan ee difasilitasi untuk
bisa ee berobat gitu ya atau melakukan
ee medical check up baik di rumah
ataupun ke fasilitas kesehatan yang
tersedia.
Kemudian yang masih aktif dihubungkan
juga dengan kegiatan-kegiatan
seperti olahraga, kegiatan ee kesenian
dan ee juga sebetulnya kegiatan
pemberdayaan juga ee dilakukan juga dan
ini ee sangat apa namanya memberikan
dampak yang ee positif untuk ee
lansia-lansia
dan ee mereka kemudian bisa ee tetap
tetap ee aktif dan ee produktif.
Nah, ee kemudian ee Bapak, Ibu sekalian
tentunya untuk penanggulangan kemiskinan
kita perlu melihat dari ee kondisi
wilayah ee masing-masing ee daerah gitu
ya. karena ee daerah di Indonesia ini
kan cukup ee Ah.
untuk di Jawa Timur ee ee tadi sudah
disampaikan bahwa ee masih di atas
ee rata-rata nasional kemiskinannya.
Jadi ini memerlukan ee perhatian lebih
dari pemerintah ee daerah dan juga
pemerintah pusat.
Kemudian ee kita bisa lihat juga
sebetulnya ee di mana kantong-kantong
kemiskinan di Provinsi Jawa Timur. Kalau
dari ee jumlah
ee penduduk ee miskinnya secara absolut
ini paling banyak ada di daerah Malang,
Sampang ee dan juga Sumenep.
Kemudian ee sebaran
kalau kita lihat sebaran dari ee
persentasenya
ini paling tinggi ada di ee Sampang,
Sumenuk, Sumenep, dan ee Tuban ya. Oke.
Dan ee ini tentunya perlu mendapat
perhatian kita bersama dan ee kita lihat
juga ee apa sebetulnya penyebab dari
kemiskinan di daerah tersebut. Kemudian
kita lihat ee potensi ee daerah di sana
apa saja dan ee dukungan apa saja yang
diperlukan dari pemerintah kabupaten,
kota, provinsi, dan ee juga pemerintah
pusat serta ee dari pihak-pihak ee di
luar pemerintah lainnya yang harapannya
bisa secara sinergis berkolaborasi untuk
ee menanggulangi kemiskinan.
Ee kam selanjutnya
iya
terkait dengan ee masyarakat miskin
rentan. Ee program yang pertama tadi
kami sampaikan adalah yang ee terkait
dengan ee perlindungan sosial. Mungkin
kita bisa lihat terkait dengan
perlindungan sosial yang ada di Jawa
Timur. perlindungan sosial ini contohnya
program ee PKH sembako,
kemudian juga program Indonesia pintar.
Ee isunya adalah ee bahwa ee PKH ini kan
seharusnya diberikan kepada rumah tangga
miskin desil 1 sampai 2 ya. Tapi
realisasinya berdasarkan data ee masih
ada
rumah tangga yang ee ada di desil atas
atau lebih sejahtera yang mendapatkan
program PKH. Sehingga ee kita perlu
melihat kembali datanya. Sekarang kita
sudah punya ee DTSEN yang diarahkan
untuk digunakan dalam ee pelaksanaan
program pemerintah.
Harapannya DTSN ini bisa ee memperbaiki
ee data sasaran sehingga bisa lebih ee
tepat dan ee akurat. Begitu juga untuk
program sembakau dan juga program ee
Indonesia Pintar.
Kemudian kita ee bisa lihat juga terkait
dengan ee pelayanan dasar
seperti rumah dan juga sanitasi serta ee
air minum di mana saja ee daerah-daerah
yang ee akses terhadap rumah, air minum,
dan sanitasinya yang ee masih ee rendah.
ini perlu mendapatkan perhatian dari ee
pemerintah untuk ee bisa segera di ee ee
kembangkan ee akses perumahan dan juga
air minum serta sanitasi yang ee layak
dan ee aman.
Begitu juga dengan ee fasilitas
kesehatan dasar untuk Provinsi Jawa
Timur ini. Kami ada data dari survei
kesehatan Indonesia, Kementerian
Kesehatan
ya.
ee beberapa masyarakat ya sebagian
masyarakat
ee menyampaikan
ada kemudahan untuk mengakses layanan
kesehatan dan juga memiliki pengetahuan
tentang kemudahan fasilitas layanan
kesehatan. Namun ternyata masih ada yang
ee kesulitan bahkan sangat sulit untuk
ee mengakses layanan kesehatan ee
hilang kemudian ee menjadi lebih miskin.
Bahkan yang tadinya ee sudah sejahtera
karena ee bencana kemudian menjadi ee
miskin.
pengolahan, kemudian sektor pertanian,
kehutanan, perikanan, pariwisata, dan
juga ekonomi kreatifnya ee sangat ee
berkembang dengan ee baik. Harapan kami,
saran kami ee ini perlu di ee sinergikan
dengan program penanggulangan
kemiskinan.
Diharapkan masyarakat miskin dan rentan
bisa dilibatkan
baik dari sisi tenaga kerjanya melalui
pelatihan tentunya dan ee juga melalui
kewirausahaan masyarakat miskin dan
rentan agar bisa mendukung ee kegiatan
dan juga pertumbuhan ekonomi di Jawa
Timur dan ee kemudian juga bisa
meningkatkan kesejahteraan ee penduduk
yang saat ini masih ee masuk kategori
masyarakat atau penduduk miskin
di ee Jawa Timur juga ee apa namanya ee
juga dilaksanakan
program-program prioritas nasional
seperti makan bergizi gratis, kemudian
revitalisasi sarana prasarana sekolah
dan sekarang ada program sekolah rakyat.
Kemudian ee program hilirisasi ee
industri infrastruktur juga ya. Ini ee
mohon juga ee bisa di pastikan
keterlibatan dari ee masyarakat miskin
dan ee rentan baik dari sisi tenaga
kerja maupun ee dukungan ee UMKM dalam
rantai ee pasok pelaksanaan program
prioritas ee nasional.
Terakhir ee kami ingin menyampaikan
bahwa perlu ada kolaborasi yang sangat
kuat antara pemerintah pusat, pemerintah
daerah, pelaku usaha, masyarakat,
ee perguruan tinggi dan ee juga lembaga
lain termasuk ee media informasi publik
untuk ee berkolaborasi dalam ee
menurunkan kemiskinan dan ee juga
peningkatan kesejahteraan.
Dan ee jangan lupa tadi ya terkait
dengan ee masyarakat miskin rentan,
disabilitas dan ee lansia juga perlu
kita ee perhatikan.
Ee yang ee ini kemudian juga ee
memerlukan ee kolaborasi
ee bersama antar ee pihak. Demikian ee
paparan dari ee saya, saya ee kembalikan
dan ee nanti bisa kita lanjutkan dengan
ee diskusi. Terima kasih.
[Musik]
Baik, terima kasih banyak Ibu pemaparan
yang jelas dan juga lengkap di akhir
sesi kali ini. Namun kami hanya
mengambil satu pertanyaan yang sudah
masuk melalui YouTube channel kami di
BPSDM TV. Datangnya dari Safira dari NTB
ternyata dari ASN Pomprov. Pertanyaannya
adalah dalam kerangka corporate
university, apa tantangan terbesar dalam
membangun kapasitas ASN agar mampu
menjadi agen pengentasan kemiskinan di
daerah? Seperti itu pertanyaannya, Ibu.
Monggo silakan untuk dapat dijawab
secara langsung.
Oke. Baik. Untuk dapat ee merentaskan ee
kemiskinan tentunya kita mulai dari
perencanaan ya. ee perencanaan ee dalam
pengentasan kemiskinan ee harus selaras
antara pusat dan ee daerah. Nah, untuk
itu ee perlu dipastikan target-target
pembangunan di ee provinsi ee ini
selaras dengan target pembangunan di
pusat. Kemudian provinsi juga ee ee kami
harapkan bisa
mengkoordinasikan penurunan kemiskinan
di kabupaten kota. Kemudian yang kedua
menyusun ee strategi mulai dari ee pem
memastikan perlindungan sosial untuk
masyarakat. Kemudian program ee
peningkatan pendapatan melalui
pemberdayaan
dan ee ini dilakukan melalui
peningkatan keterampilan dan juga ee
kemampuan kewirausahaan.
Dan yang ketiga adalah ee melalui
peningkatan dan juga penyediaan
infrastruktur dasar dan juga layanan
dasar.
Nampaknya terkendala dengan koneksi,
namun kita masih menunggu untuk bisa
terhubung kembali dengan Ibu Tirta.
Baik, semoga saja kita akan terhubung
kembali di saat-saat terakhir ini sambil
kita menunggu jawaban dari pertanyaan
yang telah disampaikan tadi oleh Safira
dari ASN Pempr NTB. Mohon maaf apabila
jawabannya harus terpotong begitu ya.
Kita masih menunggu koneksi Ibu Tirta
kembali. Namun saya ingin informasikan
juga kepada sobat ASN jika terjadi
kendala silakan untuk hubungi nomor
helpdesk di 08216644*61.
Running Tex juga telah memberikan
informasi selengkap-lengkapnya mengenai
semesta Bangkom.
Baik, Ibu selamat siang. Mohon maaf tadi
terkendala dengan teknis jadi terpotong
begitu. Monggo silakan dilanjutkan. Tadi
kalau tidak salah sudah menuju ke ee dua
langkah begitu ya. Silakan.
Baik. Yang ketiga ee adalah memastikan.
Kendala teknis terjadi kembali begitu
ya. Nampaknya cukup sulit jaringan yang
ada di lokasi Ibu Tirta. kami masih
menunggu begitu karena memang jawaban
ini sangatlah penting begitu ya. Tidak
hanya bagi Safira saja yang ada di ASN
Pemprov NTB tapi untuk kita semua siang
hari ini sebagai penutup.
Kami masih menunggu untuk sesi terakhir
kali ini. Ibu mohon maaf jaringannya
memang cukup sulit berada di sana begitu
ya. Izin untuk dapat melanjutkan, Ibu
ya. Baik. Tadi yang ketiga terkait
dengan ini ya Bu ya apa ee memastikan
tersedianya layanan dan juga
infrastruktur dasar. Layanan artinya ee
seperti pendidikan, kesehatan, dan
infrastruktur dasar. Ee contohnya ee
perumahan yang layak, air minum, dan
juga ee sanitasi.
Dan ee tentunya ini harus ee berdasarkan
ee perencanaan yang berbasis bukti
sesuai dengan kondisi masyarakat serta
ee potensi ee daerah ee masing-masing
karena setiap daerah memiliki ee
tantangan dan ee juga potensinya
masing-masing.
Baik,
ada tanggapan atau mungkin jawaban lagi
Bu Tirta terkait dengan pertanyaan yang
disampaikan oleh Ibu Safira tadi di akun
YouTube channel BPSDMTV.
Apakah suara saya terdengar, Ibu Tirta?
Baik,
ya.
Suara saya terdengar, Ibu?
Iya, iya terdengar, Mbak.
Terdengar. Baik, kalau begitu terima
kasih banyak jawabannya dan terima kasih
juga untuk Ibu Safira dari ASN PPRF NTB.
Karena waktu yang terbatas kita harus
akhiri ASN belajar seri ke-36 ini dengan
materi yang telah disampaikan oleh
Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan
Pemberdayaan Masyarakat Kementerian PPN
BAPENAS Republik Indonesia, Ibu Tirta
Suteja, ST., MWRM. Ibu terima kasih
banyak waktunya. Walaupun terkendala
banyak sekali ee teknis begitu ya, namun
informasi yang disampaikan sangatlah
berarti untuk kami pada siang hari ini.
Sampai jumpa kembali, Ibu. Selamat
melanjutkan aktivitas dan semoga saja
kita dapat berjumpa dalam kesempatan ASN
belajar yang lain. Selamat siang, Ibu.
Sehat selalu.
Selamat siang. Terima kasih, Mbak.
Terima kasih.
Baik, Sobat ASN, tibalah saatnya kita di
pengujung acara pada seri kali ini.
Sobat ASN, sebelum mengakhiri sesi, kami
ingatkan kembali untuk mengecek secara
berkala semesta Bangkom yang telah diisi
guna mengunduh e-sertifikat karena ini
penting sekali untuk setiap ASN yang
telah mengikuti seri kali ini.
Demikianlah seluruh rangkaian ASN
belajar seri 36 tahun 2025 hari ini.
Terima kasih untuk antusiasmenya,
partisipasi dan kontribusi dari setiap
ASN yang telah mengikuti jalannya sesi
kali ini dan tentu saja yang sudah
mengikuti baik itu Zoom meeting maupun
di YouTube channel BPSDM Jatim TV. ASN
belajar seri ke-36 tahun 2025 ini
dipersembahkan oleh Corpu SDGIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Akhir kata, saya
Fanik Patriia pamit undur diri. Sampai
jumpa pada seri berikutnya.
Wassalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
[Tepuk tangan]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak
bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia.
Siap Indonesia emas.
ASN belajar wujudkan
pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN getar berkualitas.
belajar juga
kelas dunia
tekat pantang menyerah
jadi AS berkualit Kita
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]