Transcript
BcwoRPgpQMk • ASN Belajar Seri 36 | 2025 - Akademi Pengentasan Kemiskinan dalam Kerangka Corporate University
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0262_BcwoRPgpQMk.txt
Kind: captions Language: id [Musik] [Tepuk tangan] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia. Siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia lakukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujud pemerintahan selaku dunia tukang tekad pantang menyerah jadi berkualit [Musik] aku belajar [Musik] bersama membangun asa menuju cipta yang mulia kami hadir kami berk Karya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti menitipiti zaman dengan semangat pembaruan. Ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. PPS Temen Jatim Pusat unggulan. Tempat lahirnya insan berkualitas. Mencetak STM berkompetensi tangguh cerdas tangguh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan jangan gemilang PPSDM Jawa Timur Center of Sans masa depan [Musik] bersama membangun asa menuju cita yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti mengiti zaman dengan semangat pembaruan, ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. BPSM Jatim Pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetak STM berkompetensi tangguh cerdas penuh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan jangan gemilang PPSDN Jawa Timur Center of Sans masa depan gemil [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marilah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas kebanggaan negeri berentas melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hong hong. Kami dari sini suka dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa batasannya. Kalau adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak. bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] kami dari sini tegas dengan hati Tujukan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan air yang lebih beragam. Mengerjuh hati tulus membantu sesama di mana kami malam. melayani dengan bang kami melayani dengan kami melayani bangsa Ah. [Musik] H [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] He. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo, salam sejahtera bagi kita semua. Om swastiastu, namo buddhaya. Salam kebajikan dan rahayu. Salam sehat untuk kita semua. Sebelum saya memulai dan juga menyapa seluruh sobat ASN yang telah bergabung secara online pada pagi hari ini melalui BPSDM TV maupun secara Zoom meeting, saya boleh berpantun terlebih dahulu ya. Bunga melatih harum mewangi cakep. Tumbuh subur di tanah permai. Cakep. Korpu menjadi jalan strategis negeri. Cakep. Meningkatkan SDM demi hidup yang damai. Sebelumnya saya ingin menyapa terlebih dahulu kepada yang terhormat Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. Ramlianto, S.P., MP. Yang kami hormati para narasumber dan juga yang telah hadir secara online, Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Bapak Dr. Muhammad Taufik, DA, Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN LAN RI, Ibu Dr. TR. Erna Irawati, Esos Empol ADM, Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian PPN BAPENAS RI, Ibu Tirta Suteja, ST, MW, RM, serta Bapak, Ibu Sobat ASN di mana pun Anda berada yang telah tergabung secara Zoom meeting maupun melalui YouTube di channel BPSDM Jatim TV. Yang berbahagia, selamat pagi dan selamat bergabung secara online dalam ASN Belajar Sari ke-36 yang bertema akademi pengentasan Kemiskinan dalam Kerangka Corporate University Korpu. Apa dan bagaimana perannya yang dipersembahkan oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur. Puji syukur kita haturkan kehadirat Tuhan yang maha esa. Berkat perkenanannya kita dapat hadir secara online dalam kondisi sehat, siap, dan semangat untuk dapat mengikuti kurang lebih 3 jam ke depan materi yang akan disampaikan oleh para narasumber dan juga kita akan berkesempatan untuk berinteraksi secara langsung nanti dalam sesi tanya jawab kepada seluruh narasumber dan Bapak, Ibu, Sobat ASN sekalian. Senang sekali saya kembali hadir untuk dapat menjadi moderator kali ini. Saya Fan Patriia. Kita akan membahas tentang Akademi Pengentasan Kemiskinan dalam kerangka Corporate University Korpu. Apa dan perannya? Di mana ini merupakan pusat belajar yang dibangun untuk meningkatkan kemampuan para aparatur, mitra, dan pihak terkait dalam menanggulangi kemiskinan. Akademi ini menjadi ruang berbagai pengetahuan, pengalaman, dan inovasi agar strategi pengentasan kemiskinan ini jadi lebih efektif. Perannya adalah menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas melalui beberapa hal yang bisa dilakukan seperti pelatihan, riset, kolaborasi, lintas sektor, dan tentunya dengan pendekatan ini pula Korpu tidak hanya memperkuat individu saja, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung pengentasan kemiskinan secara berlanjut. Dan selengkapnya akan dibahas dalam webinar ASN Belajar seri ke-36 tahun 2025. [Musik] Sobat ASN yang berbahagia di manapun Anda berada yang telah bergabung secara online pada pagi hari ini. Sebelum kita memulai keynote speech, tentunya kita juga ingin sekali untuk dapat menyimak opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto, S.P., MP. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 18 September 2025, ASN Belajar telah memasuki seri yang ke-36. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami terus berkomitmen sekaligus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sahabat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-36 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka menyebarluaskan sebuah inisiatif brilan yang digagas oleh Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia yakni Akademi Pengentasan Kemiskinan. Program ini dirancang sebagai wadah kolaboratif yang berfokus pada pengembangan kompetensi SDM aparatur sipil negara. beserta mitra ASN agar berbagai ikhtiar pengentarasan kemiskinan dapat dilakukan secara lebih efektif berbasis pada kebutuhan aktual dan hasilnya juga dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN Belajar seri ke-36 tahun 2025 ini mengangkat topik Akademi Pengentasan Kemiskinan dalam kerangka corporate university. Apa dan bagaimana perannya? Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sobat ASN di seluruh tanah air, kita pasti sadar sepenuhnya bahwa kemiskinan bukanlah sekedar angka statistik, tapi wajah nyata dari belum meratanya keadilan sosial dan masih adanya keterbatasan kesempatan bagi sebagian rakyat Indonesia. Di balik angka statistik kemiskinan, ada keluarga, ada anak-anak bangsa, ada cita-cita yang terhenti di tengah jalan. Oleh karena itu, membicarakan pengentasan kemiskinan bukan sekedar agenda teknokratis, melainkan panggilan nurani dan tanggung jawab moral kita semua. Kemiskinan bukanlah sekedar masalah ekonomi, tapi masalah kemanusiaan. Ia mencerminkan masih adanya ketidakstetaraan sosial, belum optimalnya kebijakan, serta belum kuatnya keberpihakan pada mereka yang paling membutuhkan. Karena itu mengentaskan kemiskinan bukan hanya soal meningkatkan pendapatan, tetapi juga soal memulihkan martabat, menghadirkan keadilan, dan membuka ruang partisipasi yang setara bagi semua warga bangsa. Kemiskinan bukanlah sekedar tantangan pembangunan, melainkan ujian bagi nurani dan tanggung jawab kita sebagai aparatur sipil negara. Dan di sinilah peran ASN menjadi vital, menghadirkan kebijakan yang berpihak, program yang berdampak, serta aksi nyata yang mengubah data menjadi cerita baru tentang harapan dan kesejahteraan. Sobat ASN di seluruh tanah air. Dalam konteks inilah inisiatif Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia untuk meluncurkan program Akademi Pengentasan Kemiskinan merupakan langkah inovatif yang sangat strategis. Program ini bukan sekedar pelatihan tambahan, melainkan terobosan untuk menyiapkan aparatur yang tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi mampu menghadirkan solusi nyata bagi problem kemiskinan di Indonesia. Lebih jauh kita menyadari bahwa paradigma pengembangan kompetensi ASN telah bergeser. Jika dahulu berfokus pada kompetensi based learning hanya memastikan ASN menguasai perangkat kompetensi, kini kita bergerak menuju performance based learning, yaitu memastikan pembelajaran benar-benar menghasilkan kinerja aksi dan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Akademi pengentasan kemiskinan adalah bukti nyata dari transformasi paradigma ini. Karena dari ruang belajar lahir gerakan nyata yang akan mampu mengurangi kemiskinan secara signifikan di negeri ini. Akademia ini adalah jembatan antara ruang belajar dan ruang hidup masyarakat yang memastikan setiap proses pembelajaran ASN tidak berhenti pada tataran pengetahuan, tapi berlanjut menjadi kinerja dan dampak nyata. Dengan demikian, Akademi Pengentasan Kemiskinan adalah manifestasi dari Corporate University, sebuah ekosistem belajar yang strategis, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil. Ia menyalakan harapan bahwa dari ruang-ruang kelas ASN akan lahir kebijakan yang berpihak, program yang tepat sasaran, dan langkah-langkah kecil yang berujung pada penurunan angka kemiskinan yang terukur serta peningkatan martabat masyarakat kita. Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air, lalu seperti apa peran dan program-program Akademi Pengentasan Kemiskinan ini? Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobatas ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Dr. Muhammad Taufik. Kepala Lembaga Infasi Negara Republik Indonesia. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Dr. Erna Irawati, Sos, Empol Admin. Beliau adalah Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Dan ketiga, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Tirta Suteja, ST, MWRM, Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian PPN BAPENAS. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-36 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. terima kasih telah menyampaikan opening speech yang telah disampaikan oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SPMP yang tentunya bisa menjadi acuan bagi kita untuk dapat fokus menyimak apa saja nanti yang akan disampaikan oleh para narasumber terkait dengan tema ASN belajar seri ke-36 tahun 2025 hari ini. Dan sebelum saya akan mempersilakan keynote speech yang akan disampaikan oleh Kepala LAN RI. Sebelumnya saya ingin sekali untuk menyampaikan rules atau peraturan yang bisa diikuti oleh Sobat ASN selama seri kali ini. Yang pertama sesi tanya jawab diskusi akan dilakukan di setiap akhir pemaparan narasumber. Jadi kami mohon partisipasi dan juga kontribusi dari Sobat ASN yang ingin berinteraksi secara langsung untuk rais hand. Maka nanti tim IT dari kami di sini akan menyambungkan dan menghubungkan sobat ASN untuk open cam dan open mic dan bertanya secara langsung kepada para narasumber. Kemudian yang kedua, penanya harap menyebutkan nama, identitas serta instansinya. Ketiga, link absensi peserta akan dibagikan setelah mengisi aplikasi semesta Bangkom. Jadi pastikan mengisi terlebih dahulu dan untuk mengeceknya silakan dicek secara berkala seperti itu. Dan langsung saja kita akan menyapa kepada kepala lembaga administrasi negara Republik Indonesia Bapak Dr. Muhammad Taufiq di IE untuk dapat menyampaikan keynote speech. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pak Taufik. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, Mbak Fani. Kabar. Pagi, Pak. Pagi. Baik, terima kasih telah bergabung bersama kami secara online di tengah-tengah kesibukan tengah minggu ini, Pak Taufik. Ya, makasih. Salam sehat semuanya. Selalu semangat, semangat belajar, semangat berdampak. Amin. Dan sebelum kami mempersilakan Bapak untuk dapat menyampaikan keynote speech, kami ingin sekali untuk dapat memperkenalkan profil singkat Bapak dalam momen kali ini di mana Bapak Dr. Muhammad Taufik di IE, CHRM, CHCD, CRMP, CACP, MMC menjabat sebagai Kepala Lembaga Administrasi Negara mulai dari tahun 2024 hingga sekarang dan telah mendapatkan banyak sekali penghargaan dimulai tahun 2024 di mana salah satunya adalah Satya Lancana Karya Satya oleh Presiden Republik Indonesia di tahun 2004 dan terakhir di tahun 2024 juga mendapatkan Satya Lancana Karya Satya di mana penghargaan pengabdian dan 30 tahun pegawai lembaga administrasi negara tahun 2024 juga telah didapatkan menjabat dan juga memiliki pengalaman yang luar biasa. Ini kalau saya sebutkan satu persatu tentunya akan mengurangi waktu Bapak untuk memberikan materinya. Untuk itu Bapak Taufik kami silakan untuk dapat menyampaikan keynote speech pada momen ASN belajar seri kali ini. Baik, terima kasih Mbak Fani. Saya akan share singkat ya. Sudah kelihatan ya saya gambarnya ya? Ya. Iya. Baik. Ee Bapak Ibu sekalian ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semuanya. Ee om swastiastu, Na, Salam kebajikan. Ee ee Bapak, Ibu semuanya peserta webinar yang saya banggakan. Tadi di depan ee Pak Ramli, Pak Kaban menyampaikan bagaimana ee pemerintah sangat konsern terkait dengan pengentasan kemiskinan. Ya, ini yang disampaikan oleh ee Bapak Presiden ya, bahwa ee kemiskinan ini merupakan sebuah musuh bagi kemerdekaan ya. Bangsa kita ini belum bisa disebut dengan apa betul-betul merdeka penuh kalau masih banyak yang belum bisa senyum. Ya, makanya kata Bapak Presiden wong cilik itu ya kalau sudah bisa senyum, bisa ketawa semua. ya bebas dari kemiskinan itu baru kita betul-betul akan ee disebut dengan merdeka secara penuh ya ee Bapak Ibu sekalian. Jadi ini perjalanan pengentasan kemiskinan sudah cukup panjang. banyak prestasi yang sudah di ee torehkan di dalam pengentasan kemiskinan mungkin dari ee sejak zaman Orde Baru ya sampai kemarin tahun kemarin tahun 2024 ya kalau kita melihat angkanya memang ee apa ee belakangan sangat signifikan dalam penurunan angka kemiskinan. Tetapi di sisi lain juga kita melihat ee biaya yang di untuk pengetasan kemiskinan ini sudah sangat besar dan ini perlu masih perlu beberapa perbaikan penguatan-penguatan ke depan ya. ini kemarin kita juga mendapat apa semuanya ee membaca informasi ya bahwa ada versi tentang angka kemiskinan di Indonesia yang hampir mencapai 60% ini yang diterbitkan oleh W bank ya. Nah, jadi ini ee ee peperangan katakan seperti itu melawan kemiskinan ini masih belum belum selesai gitu ya. kita perlu bagaimana merubah strategi kita di dalam pengetasan kemiskinan. Tadi saya sampaikan ya ee kita anggaran bansos ee perlindungan sosial di 2000 terakhir kemarin ee 2024 496 ee triliun dan ee di 2025 sudah 503 ee triliun ya. Waktu ditotal mungkin sekitar 10 tahun ini sudah hampir lebih dari 3.500 triliun kita ee apa gunakan untuk mengentaskan kemiskinan. Tetapi nanti akan kita melihat berbagai hal yang mungkin masih perlu ee kita perlu perkuat kembali di dalam kinerja kebijakan pengentasan kemiskinan ini sebagai sebuah ee ruangan yang ee apa ee sifatnya dinamis. kita melihat bagaimana setiap kali ada konjungtur ekonomi ya, kelompok rentan kemudian berubah menjadi ee kemiskin kembali terutama kita ini masih perlu ee cara-cara yang lebih ee efektif di dalam penurunan penduduk miskin ekstrem. Ini yang menjadi ee sangat ee konsern dari Bapak Presiden, Bapak, Ibu sekalian. Jadi ee ee pelaksanaan pengentasan kemiskinan ini sudah dilakukan dengan berbagai cara. Yang jelas ee kemiskinan tidak bisa dilakukan secara ee sektoral, tetapi sebagai sebuah lintas sektoral. Yang terakhir kemarin kita memiliki ee tim nasional penanggulangan kemiskinan ya. Dan ee tim ini menggabungkan dari berbagai instansi. tidak hanya pusat tapi juga ee ee daerah ya di pemerintah daerah terlibat secara aktif di dalam ee pengentasan kemiskinan melalui dari tim nasional penanggulangan kemiskinan dan dan ee tim ee ee daerah tentunya penanggulan kemiskinan. Nah, Bapak Ibu sekalian kita ee lihat apa yang menjadi catatan dan evaluasi karena tim ini sudah secara resmi sudah digantikan ya tahun kemarin bulan November 2024 sudah selesai dan ada suatu ee catatan di dalam selama apa namanya ee cara-cara kita melakukan pengentasan kemiskinan. Yang pertama tentunya ee problem dari koordinasi antar lembaga ya. Ini masih seringki terfragmentasi dengan aturan standar masing-masing, perencanaan penganggaran masing-masing, mone function ya sehingga kemudian ee implikasinya adalah berjalan secara sektoral ya ee risiko tumpang tindih ee masing-masing berentasi pada output sesuai dengan tugas fungsinya. Sehingga tadi kalau kita melihat dari besarnya anggaran yang digelontorkan totalnya lebih dari mungkin 3.500 triliun selama 10 tahun. Nah, dengan apa namanya ee hasil yang dicapai tentunya masih perlu ee apa ruangan-ruangan untuk kita bisa lakukan perbaikan-perbaikan ee ke depan terutama tadi dalam ee kaitannya dengan koordinasi antar lembaga. Yang kedua, problem data ya. data dan targeting ini seringki ada apa namanya program ee problem salah sasaran ini sering kita mendengarnya karena data yang berbeda gitu ya sehingga ada ee kelompok yang seharusnya tidak ee masuk sasaran tetapi ee masuk sasaran atau sebaliknya yang seharusnya menjadi sasaran utama tetapi tidak terinklusi. Kemudian yang ketiga adalah pada e fokus masih banyak ee bantuan sosial jangka pendek ini yang kemudian tadi ee angkanya mungkin secara nominal berkurang tapi kerentanannya masih tinggi ya. Begitu ada konjungtur ekonomi banyak rumah tangga yang kemudian mudah untuk jatuh miskin kembali. Kemudian yang berikutnya adalah catatannya adalah keterbatasan dalam hal monitoring evaluasi di mana mekanisme evaluasi ya masih perlu diperbaiki ya masih fokus pada serapan anggaran dan output ini yang menjadi sebuah cara kerja ee birokratis ya sehingga kemudian tadi sasaran utama dalam pengentasan kemiskinan menjadi seringki terkorbankan. Nah, kalau menarik menyimak dari ee laporan dari BPKP waktu pertemuan dengan para pimpinan lembaga ee kementerian, kepala daerah akhir 2024 di Sentul waktu itu ya. Kepala BPKB menyampaikan bahwa ee inefisiensi yang salah satu yang tertinggi adalah program pengentasan kemiskinan ya. Ya, yang lain adalah program ee stunting, pentas kemiskinan, UMKM. Ini adalah program-program yang ee inefisiensinya lebih dari 52%. Ya, artinya bahwa ini cara-cara kerja birokratis yang dilakukan ee tadi orientasi pada fungsi masing-masing ya. ee prentasinya adalah capaiannya pada capaian output perebutan outcome menyebabkan tadi sumber daya yang digunakan ya ee tidak bisa atau belum berhasil ee menciptakan tadi outcome yang maksimal yang diharapkan. Nah, ini tentunya nanti perlu ada perbaikan. Dan yang terakhir adalah dari ee berbagai kajian evaluasi yang dilakukan lembaga-lembaga dunia ini problem dieksekusi di lapangan ya. bagaimana ee kebijakan-kebijakan atau program yang disusun oleh tim saran nasional seringki di daerah tadi ee dihadapkan kepada keterbatasan kapasitas dari sumber daya manusianya, pola penganggarannya, ketatalaksanaannya, cara kerja pada di lapangan di dalam pengetasan kemiskinan. Nah, ini poin yang sangat penting Bapak, Ibu sekalian bahwa ee ujung tombak di dalam pengentasan kemiskinan ini adalah ee kapasitas dari pemerintah daerah. Nah, dalam hal ini tentunya ee apa sesuai dengan mandat dari Undang-Undang ASN ya, Undang-Undang 20 2023 bagaimana ee ASN wajib belajar ya. ini kita akan gunakan sebagai sebuah sarana tadi memperbaiki kapasitas dari khususnya pemerintah daerah untuk me apa meningkatkan ya ee kinerjanya di dalam ee pengentasan kemiskinan ini yang kita topik ee pagi hari ini kita akan ee bahas Bapak Ibu sekalian. Jadi ee dari program yang ee sudah berjalan ya dari zaman Orde Baru hingga pemerintahan ee Bapak Jokowi tahun kemarin ya ini ada sebuah listen ya tentunya dengan problem-problem yang ada perlu satu perubahan strategi yang pertama tentunya ada sebuah data yang terintegrasi ya, bagaimana ada sebuah dashboard pemantauan bersama ya yang ee memudahkan untuk memantau bagaimana ee program-program bisa kemudian menyumbang dari outcome dari pengentasan kemiskinan. Kemudian yang ee berikutnya adalah perlunya ada transformasi bantuan yang ee banyak yang sudah merekomendasikan agar ini kemudian bisa menjadi sebuah ee cara dari bantuan-bantuan yang sifatnya memberdayakan. bagaimana ee target sasaran dari keluarga-keluarga miskin tadi ee memiliki akses atau dan kemampuan ee produktif sehingga ee program pengetahuan kemiskinan ini bisa ee apa memutus ee mata rantai kemiskinan. Kemudian yang berikutnya adalah karena tadi problemnya adalah banyak kita melihat ee tumbang tindih karena data yang ee beragam dan seterusnya maka perlu ada single poverty registry ya, bagaimana ada data terpandu ya ee mengenai by name, by address dan seterusnya yang ini diperlukan tadi untuk ee apa namanya melihat ee bagai ee program-program keter keterpaduan dari berbagai sektor dengan kelompok sasaran yang tepat tadi. Kemudian tadi karena masih banyak ditemukan dari kelompok rentan yang kemudian jatuh kembali menjadi kemiskin kembali dalam konjungtur ekonomi banyak kembali menjadi miskin ya ini tentunya perlu ada pendampingan jangka panjang ya dalam peningkatan kapasitas ee ee ee keluarga yang tadi menjadi sasaran dan kemudian kita perkuat yang terakhir adalah kolaborasi sektor orientasi masih pada shell outcome ya yang tadi untuk memastikan kontribusi dari berbagai instansi tidak hanya instansi pemerintah tapi juga ee ee korporasi dari swasta di dalam mendukung program pengentasan kemiskinan. Bapak, Ibu sekalian. Jadi, ini perlu sebuah paradigma yang tadi dengan kesimpulannya adalah yang sebelumnya mungkin banyak ee dilakukan secara penekatan administratif dari berbasis pada fungsi, berbasis pada output ya. ini kita dorong lebih berbasis pada outcome. Kemudian yang ee sebelumnya dilakukan secara parsial karena ada sektornya, tanggung jawabnya peraturan perundangan ini kemudian perlu dirombak secara kolaboratif agar tadian ee apa kinerja tadi ee pengentasan kemiskinan yang lebih berkelanjutan yang sifatnya bantuan jangka pendek ya. ee mungkin tadi untuk tambal butuh kurang lebih seperti itu lebih pendekatannya perlindungan dari kelompok miskin menjadi pemberdayaan dan yang semula mungkin ee banyak hal yang belum bisa memanfaatkan teknologi kita akan dorong menjadi sebuah tadi ee apa ee program-program yang berbasis pada digitalisasi sesuai dengan arah kebijakan pemerintah, transformasi digital, pemanfaatan I di dalam pengentasan kemiskinan. Nah, ini perubahan-perubahan yang ee tentunya tadi memerlukan tadi penyesuaian dari kapasitas para ASEN, dari para mindsetnya, skill setnya, keterampilannya, pengetahuannya di dalam mengelola program ee pengentasan kemiskinan. Nah, Bapak Ibu sekalian, jadi ini yang kalau kita melihat ee dari secara ee sebuah siklus ya. Bagaimana pengentasan kemiskinan? Kalau kita melihat dari ee apa bisa diruntut dari mulai apa ee anak-anak begitu ya. Dari sejak lahir perlu diperhatikan kesehatannya di waktu usia sekolah, wajib sekolah perlu dibekali dengan pendidikan yang menyiapkan mereka menjadi tenaga-tenaga terampil berkarakter dan ketika bekerja sudah pada usia produktif kemudian mereka perlu ee dibantu, diperkuat kemampuannya untuk masuk akses ee pada lapangan kerja ya sesuai dengan keahlian. mereka sesuai dengan apa ee apa lingkungan mereka dan bagaimana mereka nanti setelah ee usia lanjut ya. Ini juga perlu diperhatikan. Nah, ini dalam satu siklus ee kehidupan dari ee apa namanya target sasaran ini yang perlu kemudian dikeroyok bareng-bareng ya dari mulai perencanaannya, pemanfaatan datanya, pengawasan monevnya ya bagaimana tata kelola kelembagaannya dan juga bagaimana dukungan lintas sektor termasuk juga nanti dengan kolaborasi dengan korporasi. Bapak, Ibu sekalian. Jadi ini sebagai ilustrasi ya. Kalau kita petakan bagaimana mulai dari bayi menjadi prasekolah, banyak instansi yang terlibat di sini secara nasional. Ya, ini akan kita ee fasilitasi dalam cara kerja kolaboratif dan kalau sebelumnya ee apa ee TN ee P2K ya untuk menyelesaikan perentasan kemiskinan ee lebih ee fokus pada bagaimana tata kelola dalam administrasinya dengan kita ee ke depan ee ee akan mendorong sebuah transformasi cara kerja tadi. Maka kemudian penekanannya tidak hanya sekedar bagaimana tata kelola administrasinya, tapi lebih pada pengembangan kapasitasnya dari berbagai ee instansi yang terkait para ASN pimpinannya ya yang ee ada di instansi-instansi yang terkait dengan program-program ee pengentasan kemiskinan. Nah, mulai dari bayi apa kelompok sasaran dari bayi prasekolah, kemudian dari ee mereka sekolah ya ee ini kita libatkan. Nah, nanti kita akan bicarakan ya, bagaimana dalam konteks di pemerintahan daerah tentunya ee akan berhubungan dengan OPD-OPD yang terkait, akan berhubungan dengan kabupaten-kabupaten ee kota yang terkait ya dan ee instansi pemerintah, perguruan tinggi dan seterusnya sebagai sebuah ekosistem ya. Jadi, pengentasan kemiskinan ini harus ee kita lihat sebagai sebuah cara kerja ekosistem di mana orientasinya dengan paradigma yang baru adalah bagaimana para aktor ini belajar bersama. Ya, mengapa penekanan belajar bersama? Karena kita perlu melakukan sebuah perubahan cara-cara ee kerja yang kita lihat dari sejak zaman tahun 0-an sampai 2024. ini ee masih banyak hal yang kemudian perlu diperbaiki dan ini tentunya ee akan bisa ee berhasil kalau kemudian para ASN bersama stakeholder terkait dalam sebuah ekosistem tadi untuk kemudian belajar menemukan tadi ee dalam pengentasan kemiskinan. Nah, ini yang sering saya ee apa sampaikan bagaimana car ee secara tadi apa administratif, secara birokratif tadi ya. Kita ee biasa bekerja dengan tadi ee mandat peraturan, kemudian ada dalam anggaran, ada perencanaan penganggaran, ada outputnya dan seterusnya. Dan ini yang kemudian ee ditengarai oleh ee BPKP adanya ini efisiensi dan seterusnya karena memang dilakukan secara sektoral lebih berorientasi pada fungsi dan seterusnya. Dan ini sedikit apa apa ee ee ada ee berbeda dengan kebutuhan pengentasan kemiskinan yang berbasis outcome. US sebuah cara-cara kerja yang baru yang tadi ee orientasinya bukan pada fungsi tapi bagai pada program yang sifatnya lebih kolaboratif, cara-cara yang kemudian lebih kontekstual sesuai dengan persoalan-persoalan kemiskinan yang dari satu daerah ke daerah lain yang berbeda. Nah, ini tentunya tadi cara-cara bukan cara-cara kerja birokratis saja yang diperlukan tentunya secara birokratis tadi diperlukan dalam memperkuat akuntabilitas tapi cara-cara yang inovatif yang dilakukan melalui proses belajar. Nah, ini yang menjadi kata kunci tadi bagai ketika bisa menemukan cara-cara baru yang lebih kontekstual, yang lebih efektif tadi ketika kita kemudian masuk pada zona belajar. Ya, saya sering ilustrasikan cara kerja birokratis biasanya adalah ada anggaran misalnya 1 miliar hasilnya misalnya 10 output kita dorong kemudian di dalam zona belajar maka targetnya kemudian kita naikkan 1 miliard menjadi kemudian ee 100 atau 20 output 30 output dan seterusnya. Nah, ya target yang challenging tadi e tadi menuntut cara baru ya dan tentunya ee memaksa para ASN bersama-nya untuk belajar hal yang baru di dalam cara-cara tadi mengentaskan ee kemiskinan. Baik, Bapak, Ibu sekalian. Jadi ini tadi yang saya sampaikan ini ilustrasi saja ee ee kita sudah petakan ee kementerian, lembaga dan tanggung jawab dari setiap dalam setiap tahap siklus ya untuk ee apa pemberdayaan ee ee ee kelompok dan ini tentunya tidak hanya sebatas dari instansi pemerintah tapi juga ee dengan korporasi. ini yang kita ee apa pernah ee gagas dan ini nanti bisa diadopsi di Jawa Timur juga. kemarin dengan PT membuat prototype parada ya, bagaimana dari dana-dana ee JSR yang ada digunakan untuk membantu ee para kelompok sasaran tadi untuk kemudian bisa ee bekerja. Nah, ini ee sistemnya seperti dana bergulir seperti itu yang ini ke depan tidak hanya dari korporasi tapi juga kita menjajaki dari Basnas ya ee dari daerah apa yang dikelola oleh Basnas untuk membekali para e tadi ya untuk bisa kemudian ee bekerja pada sektor-sektor produktif. Nah, jadi ini juga diperlukan kolaborasi ee dari program-program pemerintah seperti UMKM, pertanian ya ee industri dan di satu daerah ya ee agar kemudian jadi kelompok miskin tadi bisa kemudian ee belajar dan memiliki keterampilan sehingga siap untuk kemudian ee bekerja ya sesuai dengan ee kompetensi yang sudah disiap. siapkan. Nah, Bapak Ibu sekalian ini sebagai ilustrasi bahwa ee keberhasilan dari ee program pengentasan kemiskinan, cara kolaborasi, cara-cara yang inovatif yang harus dieksplore bersama ya, tidak hanya dengan instansi pemerintah, tapi dengan organisasiorganisasi non pemerintah. Nah, ee kembali pada konteks ee pag bagaimana kita eh Corporate University Jawa Timur ya yang ee sangat ee konsern dan mendedikasikan ee fokus pembelajarannya pada untuk mendukung targetarget SDG. Salah satu target SDG pengentasan kemiskinan. Dan ini merupakan sebuah ee cara-cara yang ee dibutuhkan oleh pemerintah. bagaimana Corporate University Jawa Timur menjadi sebuah mesin tadi pembelajaran untuk mendorong inovasi dalam pengentasan kemiskinan bersama dengan stakeholder-stakeholder yang terkait di Jawa Timur ya dan juga secara nasional dan LAN bersama ee ee Jawa Timur korporsi Jawa Timur ya ini menggagas ee kemiskinan tadi dalam rangka memfasilitasi ee para aktor tadi, instansi pemerintah, nonpemerintah ee bersama-sama kemudian untuk mencari cara-cara baru dalam pengentasan ee kemiskinan yang berbasis pada outcome dan berentasi ee secara apa? Pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan. Nah, Bapak, Ibu sekalian, jadi ini tahun ini kita nanti akan Buna menyampaikan ya ee piloting ya. Jadi ee kita di Jawa Timur ya ee nanti BPSDM ee Jawa Timur dalam rangka Korpu tadi dan kita akan mengambil lokus ee tahun ini adalah ee di Probolinggo ya. Ee tentunya ini ee dengan ee kerja sama dengan BP Taskin ya kita dengan data yang ada dengan profiling yang ada kita akan melakukan exercise di sana. Nah, adapun nanti pembelajaran yang dilakukan sifatnya banyak kemudian bukan di kelas ya kita ceramah bukan tapi di lapangan yang dilakukan dari berbasis project ya. Nah, kalau kita melihat dari siklus dari pengentasan apa ee kehidupan dari keluarga miskin tadi mulai dari ee bayi, anak-anak, kemudian sampai orang tua ini tentunya perlu sebuah jadi intervensi ya yang inovatif ya dengan melalui kita menggunakan suatu pendekatan baru dari berbasis project melibatkan stakeholder terkait sehingga nanti pendekatannya lebih kolaboratif. tidak hanya kolaboratif antar instansi atau antar OPD ya, tetapi juga ee kita akan gandeng dari korporasi-korporasi yang terkait ya. nanti ada proses juga ee apa ee coaching, mentoring, dan seterusnya untuk memperkuat tadi kemampuan terutama pimpinan-pimpinan instansi terkait dan korporasi untuk bisa menemukan cara-cara kolaboratif sehingga tadi ee program pengentasan kemiskinan tidak lagi berorientasi pada output, tapi pada outcome ya. membantu ee kelompok sasaran ee bisa kemudian ee berdaya katanya e kata kuncinya adalah tadi ee empowering. Mereka mampu ee kemudian keluar dari lingkaran kemiskinan untuk selamanya ya. Nah, jadi cara-cara kolaboratif yang tadi ee kita saya sampaikan tadi dengan contoh tadi dengan yang sudah dilakukan dengan PT Paragon ya ee ini akan menjadi sebuah modeling ee tentunya di Jawa Timur ekosistemnya berbeda, aktornya berbeda, tetapi tentunya tadi ee apa dengan kolaborasi yang ada ee kita bisa menggagas tadi cara-cara baru dalam pengentasan kemiskinan dan ee pembelajaran ini hasil ee kita orientasi pada outcome bagaimana mereka kemudian ee sejahtera ya ee dari sisi kesehatan, pendidikan dan seterusnya dan bisa ee punya penghasilan yang mereka kemudian keluar untuk selamanya dari kategori ee keluarga miskin. Dan ini ee tadi yang e saya sampaikan tentunya perlu ada pendanaan ya tadi kerja sama dengan Basnas, kerja sama dengan korporasi yang ada untuk membantu dari kelompok ee miskin tadi ya ee keluar dari ee lingkaran kemiskinan ya dan dilakukan nanti pembelajarannya secara terintegrasi. Nah, di situ ada manajerial untuk para pimpinannya ya. Nanti ada e bagaimana ini ada pimpinannya yang sudah sound 2, ada sound 3 dan seterusnya. Nanti ada masing-masing ada recognition-nya, pengakuannya ya ee pada masing-masing ee ee partisipan tadi sesuai dengan jabatannya. Dan juga ada teknisnya. teknisnya tadi misalnya kita bicara tentang bagaimana teknis pemberdayaan ya, teknis kemudian ee apa namanya untuk memfasilitasi dari kelompok sasaran dengan keterampilan-keterampilan yang ada. Nah, tentunya ini ada ee ee sudah menjadi tanggung jawab dari instansi-instansi atau OPD-UPD ya yang punya tanggung jawab dalam ee pembekalan keterampilan-keterampilan tadi. Ini kita lakukan tadi secara kolaboratif dan juga ada sosiokultural. Apa itu? Yaitu kemampuan kita untuk kemudian melakukan program tadi dengan cara yang lebih empati menempatkan kelompok miskin sebagai subjek di dalam program. ee pembelajaran ini ya, bagaimana mereka ee dibantu ya sesuai dengan apa yang menjadi harapannya, kebutuhannya dan ekosistemnya misalnya ee di tempat yang ee kampung nelayan misalnya ini berbeda tentunya ekosistemnya dengan yang di pedesaan berbasis pertanian sehingga ini ee apa kompetensi-kompetensi ini harus di ee kuasai. Nah, kelompok sasarannya memang utamanya ini adalah para ASN tentunya, tetapi tidak eksklusif ASN karena tadi untuk mengekskusi programas kemiskinan perlu kolaborasi yang luas tadi ya melibatkan BUMN, korporasi, perguruan tinggi ya ee NGO, pesantren dan seterusnya. dan ini merupakan bagian dari sebuah ekosistem akademi pengentasan kemiskinan yang akan di ee fasilitasi oleh ee ee Corporate University Jawa Timur ya. termasuk nanti di dalam ee kompetensi pemerintahan yang dibutuhkan tadi untuk mengelola ee program pengetasan kemiskinan dengan cara-cara yang baru. Nah, jadi ini karakter yang ee karakteristik yang ada ee bagaimana halalnya dengan tadi pemanfaatan teknologi ya dengan teknologi ini juga kita akan ee bekali selama itu relevan di dalam apa namanya ee project yang dibutuhkan ya. Nah, ee kita harapkan nanti ini akan ada sebuah menjawab problem-problem utama selama ini yang dihadapi dalam pengentasan kemiskinan sehingga ee program pengentasan kemiskinan melalui akademi pengentasan kemiskinan ini ee bisa dilakukan dengan cara-cara yang lebih efektif, yang lebih kemudian efisien dalam resources yang digunakan ee ee menciptakan outcome yang lebih berkelanjutan. Nah, Bapak Ibu sekalian nanti akan disampaikan oleh ee Bu Wna, oleh kawan-kawan narasumber yang lain secara lebih teknis ya mengenai bagaimana desain pembelajaran dari ee pengentasan kemiskinan. Tetapi pada intinya adalah bahwa program akademi pengentasan kemiskinan ini adalah sebuah ee ee wujud nyata dari perintah undang-undang bahwa ASN wajib belajar ya agar relevan dengan kebutuhan organisasi. yang dalam hal ini adalah bagaimana tugas pemerintah memastikan arahan dan prioritas yang menjadi ee kebijakan Bapak Presiden bisa dilakukan dengan baik dengan tadi ee memfasilitasi bahwa ee pembelajaran ini harus menciptakan dampak nyata, cara-cara baru, pengentasan kemiskinan sehingga ee bisa menghasilkan dari program-program yang lebih berdampak, lebih berkelanjutan ya untuk ee apa kesejahteraan yang lebih merata di Indonesia ya dalam rangka tadi Indonesia Mars 2045. Mungkin itu ee yang bisa sampaikan ya ee kurang lebihnya mohon maaf bila saya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak Pak Taufik atas insight yang telah disampaikan melalui keet speech yang telah kita dengarkan bersama-sama. Izin, Pak. Masih ada waktu karena kami menemukan interaksi yang sudah ee kami lihat. Ada yang raise hand ingin bertanya secara langsung. Bagaimana Pak Taufik? Silakan. Silakan Prof. Oke. Baik. Kami akan hubungkan dengan sobat ASN yang sudah rais hand. disilakan untuk open mic dan open cam. Kami masih menunggu. Baik, terkendala dengan jaringan nampaknya. Baik. Oke, kami masih menunggu. Sekali lagi, Sobat ASN jika langsung ingin berinteraksi maka harus standby begitu ya untuk bisa kami hubungkan open cam dan juga open mic. Baik, selamat pagi. Selamat pagi, Bapak. Mohon maaf mic-nya belum nyala. Mungkin bisa di-onkan terlebih dahulu. Ah, baik. Selamat pagi dengan Bapak siapa ini? Saya Joko Kesmarinoto dari UPT Blk Singosari Malang, Jawa Timur. Dari Malang. Baik, silakan Pak pertanyaannya kepada Pak Taufik. Baik. Eh, terima kasih narasumber yang sangat luar biasa, Pak Dr. Tauf. kami mencermati dari awal sampai akhir paparan Bapak tadi. Ee yang ingin kami tanyakan ada dua hal. Yang pertama adalah sejauh mana peran strategis LAN yang dinyatakan untuk dalam masalah kemiskinan ini. Kalau saya perhatikan banyak tadi pendap-pendapat teori tetapi rnya seperti apa yang telah dilakukan dalam proses ini. Itu yang pertama. Yang kedua, sebetulnya kalau kita berbicara tentang kemiskinan itu kan sederhana saja. ketika penghasilan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Itu aja, maka dia akan mengalami kekurangan dalam bentuk kehidupannya. Nah, sekarang kalau saya mencermati Pak di ee pendidikan juga di tempat kami DPK ini jarang sekali yang memberikan pendidikan menjadi kaya. Karena masyarakat enggak dididik menjadi kaya, akhirnya jadi banyak miskin. mestinya ada materi-materi yang itu ee memberikan wawasan kepada anak didik kita baik di level pendidikan formal maupun nonformal pendidikan untuk jadi orang kaya, Pak. Islam ini jarang ditemukan kalau kita bicara orang kaya misalnya cara hidup jadi orang kaya maksud saya Pak ya itu seperti contoh ada buku yang bagus itu cashful kuadran dari Robert Kiosaki itu gak pernah diajarkan di sekolah manaun padah itu peta jalan untuk menjadi orang kaya gitu Pak ya jadi satu contohnyaalah ee jalur kaya itu kan tidak mungkin bisa ditempuh dengan jalur menjadi ee employee Pak tetapi bisa ditempuh dengan jalur menjadi pengusaha usaha, owner bisnis, pemasaran marketing, jaringan dan sebagainya itu jalur petanya di situ. Tapi kalau hanya menjadi employee saat ini akan susah. Enak bekerja, contoh enak bekerja di employee tiba-tiba perusahaannya bangkrut. Contoh di Stretteek kemudian di mana itu ee gudang garam timbin dengar dengan PHK itu otomatis menjadi sumber pendapatan kan hilang. Maka apa yang terjadi? Ya mau enggak mau pasti akan menjadi miskin, Pak. Kami punya sebenarnya punya program pengisan ri langsung masyarakat itu dengan modal yang minimal tetapi kalau itu dijalankan menjadi potensi penghasilan dan insyaallah akan langsung bisa mengatasi kemiskinan itu, Pak. Kami ASN yang baru 39 tahun Pak mengabdi lebih ya. Jadi seperti itu. Jadi ee pertanyaan kedua saya langkah-langkah strategis yang akan Bapak sampaikan tadi di Probolinggo apakah bisa kami akses? Kalau dibutuhkan kami juga akan bisa bersinergi dengan program tersebut Pak jabatan instruktur madya instruk madya di PT BRK Sengosari barangkali dibutuhkan, kami bersedia untuk menjadi ee salah satu ee yang bisa berperan aktif sebagai ASEAN di sana. Kami juga sudah mengelola banyak beber usaha itu, Pak. Jadi ya dalam arti menjadi mentor selama ini karena kami dalam kondisi pas kan masih terbatas. ASN sendiri Pak itu kan employee. Kalau ingin kaya JN susah Pak kecuali dia punya eh set job ya Pak ya. Itu akan bisa menjadi sekarang kalau employee mendidik dalam kondisi jalur miskin untuk mengentas kemiskinanah bagaimana caranya? ini menjadi problemnya sendiri, Pak. Jadi maksud saya adalah ee bagaimana kita bisa bersinergi program-program di Blk atau di BK itu berikan-berikan cara hidup orang kaya pada anak-anak kita. Itu satu di antara adalah strategi untuk ee mengentaskan kemiskinan. Karena memang kemiskinan itu ya ini apa salah apa gimana, Pak? Ya, bahwa di dalam konstitusi kita kan fakir miskin dipelihara negara, Pak. Namanya dipelihara itu akan tambah terus, Pak. Enggak mungkin kurang ya namanya dipelihara. Coba fakir miskin dipelihara oleh negara ya kan tambah kita punya dua ayam pelihara jadi banyak ayamnya kok. Ini kan dilematis ini. Oke Pak. Itu Pak sebentar pertanyaan saya. Makasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Warahmatullahi wabarakatuh. Silakan untuk dapat menjawab dua pertanyaan dari Pak Joko tadi Pak Taufik. Makasih, Pak Joko. Pertanyaan luar biasa ini. Ini visioner banget ini Pak Joko ini. Jadi tidak hanya sekedar mengentaskan ee keluar dari lingkaran kemiskinan, tapi jadi orang kaya ini ya. Ini ee sangat fundamental ya. Mengapa? Karena sebenarnya ee problem kemiskinan ini juga ee problemnya sebenarnya problem culture ya, culture budaya secara pola pikir gitu ya, pola pikir. Sehingga saya sangat setuju tadi dengan masukan Pak Joko tadi memang bukan kemudian untuk menyiapkan mereaya tapi bagaimana memiliki sebuah mindset yang berubah ya mindset untuk keluar dari ee apa lingkaran kemiskinan sebuah tekad sebuah sikap mental ya cara pandang yang kemudian mereka ingin ee apa menyudahi apa dari kemiskinan tadi. Nah, ini yang ee tadi Pak Joko menggaris bawahi pentingnya berpikir sebagai orang kaya, ya. Ee berpikir sebagai orang kaya itu artinya dia harus bisa ee apa namanya? mencari ee sebuah opportunity, sebuah peluang bagaimana dia bisa making money ya, membuat uang ya, mendapatkan uang bukan sekedar bekerja pada orang lain dan seterusnya. Saya pikir ini gagasan yang bagus ya di saat apa namanya ee ee apa ee membangun jiwa kewirausahaan. Nah, ini ini satu hal yang mungkin penting bagaimana dari kelompok sasaran tadi ee memiliki sebuah pola pikir yang berubah. Tidak punya hanya keterampilan, tetapi sikap mental, pola pikir yang berubah. Ya, tentunya tadi akan disesuaikan dengan ee kemampuan mereka. Ada yang mereka mampu usaha, ada mereka memang mungkin mampunya bekerja pada orang lain dan seterusnya. Tapi pada intinya sama semuanya bahwa mereka harus ee bisa mandiri ya tadi bisa punya penghasilan sehingga ee cukup untuk membiayai kehidupannya dan keluarganya. Ya, ini yang yang saya pir saya sangat setuju ya bahwa ini tidak hanya kemudian keterampilan-keterampilan tadi, tapi mindsetnya, sikap mentalnya ya ini harus berubah. Nah, kemudian tadi yang ee apa peran strategisan ini ya? Kita dapat mandat baru ya dengan Perpes 8 2025. Bagaimana kita ee apa namanya untuk me ee membantu di dalam kebijakan pengentasan kemiskinan. Nah, ini yang kita manfaatkan dengan ee mandat yang ee apa yang secara apa sebelumnya ya secara kita sebut dengan konvensionalnya adalah LAN ini bidangnya ada di di dua hal ya, bagaimana kita membantu di kualitas kebijakan. Yang kedua adalah pengembangan kapasitas ASN. Nah, ini yang kita ee dengan mandat Undang-Undang 20 ya, kita bagaimana memfasilitasi yang disebutkan ASN wajib belajar melalui pembelajaran terintegrasi yaitu corporate university ee yang dijelaskan apa corporate university pembelajaran yang kolaboratif untuk kemudian menghasilkan sebuah tadi terobosan dampak nyata cara-cara baru ya di dalam kita ee apa mendukung ya kebijakan-kebijakan pemerintahan Nah, itu yang yang ee dilakukan oleh lembaga negara Pak Joko dan kita dorong bagaimana cara kolaboratif dengan korporasi dan substansi pemerintah dengan berbagai pihak agar tadi dalam konteks pembelajaran terintegrasi tadi ya kita bisa kemudian me mendorong cara-cara baru, cara-cara inovatif ya para ASN dalam menyelesaikan ee problem-problem terutama yang menjadi ee ee prioritas dari pemerintah. Nah, tadi yang ee tawaran Pak Joko, saya sangat sangat sangat senang sekali Pak Joko. Nanti ee tim akan ee apa berhubung dengan Pak Joko. Saya ini suatu hal yang sangat bagus ya di dalam apa di setiap tempat ada para pelaku yang ee apa namanya yang sudah tadi menjadi bagian dari ekosistem tadi ya. ee dengan Pak Joko di Blk ini saya pikir ee sebuah ee bagian dari ekosistem yang tidak terpisahkan tadi untuk ee mendorong program pengentaskan kemiskinan yang orientasinya ee sekarang paradigma baru pemberdayaan mereka kemudian lebih sejahtera atau harapannya Pak Joko tadi lebih menjadi orang yang lebih kaya insyaallah ya seperti itu dengan mindset yang sampaikan Pak Joko ini insyaallah ee semuanya menjadi apa sejahtera ya Indonesia tidak hanya cukup tadi mengetaskan kemiskinan tapi jadi negara yang ee kaya ya ijo royo-royo loh jinawi ya ee aman tentram ya baik makasih Pak Jokoi Pak satu ilustrasi fakta kalau di sini kan sampaikan ee baru tahun yang lalu saya diskusi dengan seorang penjual daw Pak ya penjual dawet ayu di Malang sambil Kalfide itu dengan modal dua R50.000 biaya produksi dia bisa menghasilkan omset sampai Rp800.000, Pak. H apes-apes Rp650.000 artinya profit dia mencapai R00.000 dari modal Rp200.000 lah. Kalau ini bisa dikembangkan berapa persen, Pak? 200% profitnya itu dia hanya mahasiswa semester 3 tapi di mana dayahnya? Ini satu contoh riil yang kita dapatkan. Mengapa pola pikir kaya itu sangat penting? Mereka tidak melamar pekerjaan, tapi mereka menciptakan lapangan kerja yang dikeluar dengan baik. Kan seperti ini kalau dikembangkan terus, Pak, maka insyaallah kemiskinan itu akan berkurang. Di dunia ekonomi mana yang bisa menjawab sampai profit 200% itu lebih ini real seperti itu. Ilustrasi saja yang saya dapatkan dari lapangan seperti itu. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Iya, makasih. Matur nuhun, Pak Joko. Ini memang ee satu kalau kita ee kalau kita melihat dari indeks kewirausahaan ya memang Indonesia ini kendalanya untuk kemudian bisa ee berkembang lebih jauh lagi tadi mindset kewirausahaan ya. Pola pikir tadi ya. Kalau kita punya orang-orang misalnya tanyayin apa kurang keberhasilan? sudah sudah bekerja, dia bekerja jadi pegawai dia ya, bukan menjadi wirausaha. Ini sebuah sebuah ee apa mindset bagaimana budaya menjadi pria, menjadi pegawai ini ee posisinya lebih dihargai. Ini yang kayak seringki menjadi penghambat ya. Tidak orang tidak berani ya, tidak berani menjadi wirausaha. Kok dagang dawet ya? Wah, mertuanya nanti enggak jadi anunya kan kok dagang dawet ya kan. Mending dari pegawai kelurahan dan sebagainya daripada dagang dawet gitu meskipun hasilnya banyak. Nah, ini sebuah budaya yang juga perlu nanti dalam proses ini Korpu Jawa Timur ya ini jadi tadi yang saya sampaikan kompetensi sosiultural ngerubah mindset orang ya. Nggih. Matur nuwun Pak Joko. Siap berkarya Indonesia jaya. Makasih. Terima kasih Pak Joko. Terima kasih banyak masukan dan juga pertanyaannya. ini mewakili dari sobat ASN di mana pun berada dan tentu saja terima kasih banyak Pak Taufik atas waktu yang diberikan karena harus melanjutkan agenda lain pada hari ini. Sehat selalu, Pak. Sampai jumpa lagi pada pertemuan berikutnya. Sehat selalu, Mbak Fani. Makasih semuanya. Baik, Sobat di mana pun berada, kita akan segera berhubung terhubung dengan narasumber kita yang pertama. Untuk itu jangan ke mana-mana dulu dan silakan untuk dapat mengecek semesta Bangkom untuk presensi. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Terima kasih, Sobat ASN masih bersama dengan kami dalam ASN belajar. AR seri ke-36 di mana tema kali ini adalah Akademi Pengentasan Kemiskinan dalam kerangka Corporate University Corpu. Apa dan bagaimana perannya? Jika tadi telah kita simak bersama keynote speech yang telah disampaikan oleh Kepala LAN RI Bapak Muhammad Taufik, maka pada momen kali ini kita akan segera terhubung dengan narasumber kita yang pertama yang tadi sudah diinformasikan juga oleh Pak Taufik akan lebih rinci mengenai strategis bagaimana pengetasan kemiskinan ini di Indonesia. Untuk itu saya akan terhubung terlebih dahulu dengan Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Ibu Dr. TR. Erna Irawati, Esos. Empol, ADM. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ibu Erna. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, Mbak Feni, Bapak, Ibu semuanya. Selamat pagi. Masih semangat tentu saja dan kita menunggu kehadiran Ibu secara online. Sebelum saya mempersilakan Ibu untuk dapat memberikan materinya, saya juga ingin mengenalkan profil Ibu secara singkat. Baik, Sobat ASN, Ibu Erna Irawati saat ini menjabat sebagai deputi bidang transformasi pembelajaran ASN di LAN RI. Menempuh pendidikan S1 jurusan administrasi negara di Universitas Diponegoro. Kemudian S2-nya di jurusan administrasi negara di Flinders University. kemudian mengambil S3 dengan program studi administrasi pembangunan negara di Politeknik STI Alan Jakarta dan juga telah mengambil diploma di Victoria University Training and Assessment. Dan menurut riwayat jabatan mengawali karir sebagai Kasubit Akademis Pus Diklat Spimnas bidang kepemimpinan di tahun 2004 hingga 2006 hingga akhirnya saat ini menjabat sebagai deputi bidang transformasi pembelajaran ASN mulai tahun ini ya 2025 hingga sekarang. Dan riwayat diklat beliau ini diawali mulai dari tahun 97. Wow, luar biasa sekali dengan diklat-diklat yang telah diikuti. Beliau kelahiran Klaten tanggal 20 Desember 1971. Wah, diingat ulang tahunnya supaya kita bisa mengucapkan ulang tahun nanti di akhir tahun begitu ya. Baik, makasih Ibu Erna. 30 menit kami berikan untuk dapat memberikan materinya. Disilakan. Oke, terima kasih banyak Mbak Fami. Sekali lagi asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi warahmatullahi wabarakatuh. Bapak, Ibu semuanya, tadi kita sudah mengikuti keynote speech dari Pak Taufik yang salah satunya yang disebutkan dijelaskan oleh Pak Tofik adalah kita berbicara mengenai pengentasan kemiskinan. Salah satu permasalahannya adalah belum semua daerah memiliki kapasitas kelembagaan SDM dan anggaran yang memadai untuk mengembangkan berbagai program untuk pengentasan kemiskinan. Tadi juga ada pertanyaan, apa peran dari lembaga administrasi negara? Salah satu yang sekarang kita lakukan adalah kita mengembangkan akademi pengentasan kemiskinan sebagai sebuah media untuk mengembangkan kapasitas bagi ASN. Jadi saya akan sedikit lebih detail memberikan gambaran mengenai apa Akademi Pengentasan Kemiskinan. Sekali lagi Bapak Ibu, kalau kita berbicara pengembangan kompetensi pasti ee saat ini peran pengembangan kompetensi menjadi sangat-sangat krusial karena kita berada di sebuah era yang ditandai dengan perubahan yang sangat cepat yang menimbulkan berbagai perubahan dan juga tuntutan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik yang lebih baik. Nah, sekali lagi ketika kebutuhan pengembangan kompetensinya ini semakin tinggi dan semakin bervariasi, kita membutuhkan sebuah perubahan paradigma pembelajaran. Salah satunya yang mungkin sudah berulang kali kita berdiskusi melalui ASN Corporate University. Jadi, sekali lagi saya akan memulainya dari ASN Corporate University sampai dengan munculnya akademi pengentasan kemiskinan. Akademi pengentasan Kemiskinan yang memangnya ketika kita berbicara mengenai corporate university adalah kalau tadi Pak Taid menyebutkan corporate university adalah sebuah pendekatan pengembangan kompetensi secara kolaboratif. Secara kolaboratif banyak pihak yang bertanggung jawab untuk pengembangan kompetensi bagi ASN. Ada dua yang menurut saya sangat penting untuk ditindak lanjuti. Ketika kita berbicara mengenai corporate university adalah corporate university sebagai sebuah pendekatan pembelajari. Semua pengembangan kompetensi yang dilakukan harus memberikan dampak nyata sasaran kinerja pegawai, unit kerja, instansi, dan sasaran pembangunan nasional. Jadi yang pertama adalah pengembangan kompetensi harus memberikan manfaat. Itu yang pertama. Kemudian yang kedua adalah kalau tadi saya menyebutkan bahwa kebutuhannya itu semakin tinggi sehingga cara-caranya harus semakin bervariasi. Jadi aspek yang kedua adalah bagaimana kita bisa mengembangkan berbagai metode pembelajaran yang relevan dengan tujuan pembelajaran yang tadi saya sebutkan harus berkontribusi terhadap penyelesaian berbagai isu-isu baik yang sifatnya organisasi ee nasional maupun misalnya kita berbicara mengenai ada tema-tema tertentu. Jadi, corporate university hadir harus hadir untuk menyelesaikan berbagai isu-isu yang sifatnya strategi secara nasional. Tadi yang pertama kontribusi pengembangan kompetensi harus meningkatkan kapabilitas SDM sejalan dengan prioritas dan strategi pembangunan nasional provinsi, kabupaten dan kota dan juga mewujudkan atau meningkatkan daya saing kita. Nah, ini kalau kita sebutkan tadi bahwa kebutuhan pengembangan kompetensi harus sejalan dengan prioritas dan strategi pembangunan nasional. Bapak Ibu, kita tahu kita saat ini memiliki impres nomor 4 tahun 2022 tentang percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem yang di sini Bapak Ibu secara eksplisit disebutkan bagaimana peran pihak-pihak untuk mengentaskan kemiskinan. Misalnya secara eksplisit disebutkan ada 38 kementerian lembaga pusat termasuk TNI dan Polri beserta seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten kota untuk terlibat di dalam percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem. Nah, ini Bapak Ibu corporate university tadi harus memberikan kontribusi isunya tentang pengentasan kemiskinan kita masuk melalui corporate university. Kemudian yang kedua tadi saya menyebutkan mengenai akses. Akses pembelajaran saat ini tidak hanya pembelajaran formal, tapi juga ada pembelajaran social learning, experiential learning dengan berbagai metodologi bisa diblendkan, bisa berdiri sendiri, bisa program-program khusus antara satu metode dengan yang lain kita gabungkan. Dan kali ini kami melihat bahwa ketika kita mendesain sebuah pembelajaran ada tujuan tertentu, ada ukuran tertentu yang harus dicapai, kita menggunakan sebuah konsep. Metodenya adalah project based learning. Project based learning adalah bagaimana kita memastikan sebuah ya pengetahuan mengumpulkan mengintegrasikan berbagai pengetahuan itu menjadi sebuah aktivitas nyata. aktivitas nyata itu ada ukuran keberhasilannya. Jadi, Akademi Pengentasan Kemiskinan kita kembangkan berdasarkan pemikiran ini. Bagaimana kita bisa membuat sebuah desain pengembangan kompetensi yang memiliki kontribusi terhadap nasional melalui bagaimana kita bisa mengintegrasikan berbagai pengetahuan baru dan juga pendekatan yang baru. Misalnya tadi kita berbicara kolaborasi, Pak tadi sudah menjelaskan pengentasan kemiskinan itu menjadi tanggung jawab bersama. ada pemerintah, ada masyarakat, ada swasta, ada akademisi, ada NGO. Ayo yang memiliki potensi sumber daya bekerja bersama secara berkolaborasi. Nah, pendekatan yang baru ini kita coba integrasikan di dalam pembelajaran ini. Kemudian basisnya nyata Bapak, Ibu bahwa pembelajaran ini bagaimana tidak hanya membekali sebuah konsepsi. konsepsinya kemudian diteskan. Tapi kita balik Bapak Ibu, bagaimana kita mendengarkan dari masyarakat sebenarnya mereka maunya apa, potensi yang dimiliki apa, dari situ baru kita bergerak untuk oke apa pengembangan kompetensi yang dibutuhkan sehingga kita bisa membuat project dengan baik. Jadi sekali lagi dua hal ini yang menjadi latar belakang kita mengembangkan akademi pengentasan kemiskinan. Yang pertama adalah bagaimana kita berkontribusi untuk pengentasan kemiskinan. Ada ukuran-ukurannya gitu. ee ukurannya misalnya penurunan angka kemiskinan, penurunan angka harapan ee atau ketergantungan dan lain-lain itu menjadi bagian dari indikator. Kemudian yang kedua adalah bagaimana pembelajaran ini tidak hanya sebuah pembelajaran yang berbicara mengenai teori bagaimana tidak hanya berbicara mengenai konsepsi tapi benar-benar mendengarkan mendekatkan kepada kebutuhan dari masyarakat. solusinya nanti kita kolaborasikan dengan semua pihak yang memiliki potensi atau resources. Jadi ee latar belakangnya itu Bapak Ibu. Kemudian ee kita sudah melakukan saat ini sedang proses pilooting tentang akademi pengentasan kemiskinan. ee saya tidak akan menjelaskan tadi Pak K sudah berbicara mengenai banyak ee berbicara banyak mengenai kondisi kemiskinan di Indonesia dan tadi sudah ada beberapa diskusi jadi saya tidak akan membahas terlalu banyak tentang ee misalnya ukuran-ukuran tentang kemiskinan dan lain-lain. Saya akan lebih meng-highlight mengenai sebenarnya akademi pengentasan kemiskinan itu apa. Jadi, Akademi Pengentasan Kemiskinan Bapak, Ibu adalah eh pendekatan human capital development dengan pendekatan project based learning yang dikontribusikan untuk penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia. Memang kita melalui pilot project dulu, tapi nanti di bagian akhir saya akan sebutkan sebenarnya apa yang dapat kita lakukan kalau saat ini sudah mulai dilakukan akademi pengetasan. ini adalah kondisi ee tentang kemiskinan di Indonesia. Ada 10 ee provinsi yang menjadi prioritas. Kita sudah berdiskusi dengan kawan-kawan BP Taskin. Ee prioritas utama kalau kita bicara mengenai penanggulangan kemiskinan adalah di 10 provinsi ini termasuk tadi ada Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur yang memang menjadi lokus kita untuk kita pilot. Jadi ini Bapak Ibu tahun 2025 kami sudah mulai melakukan akademi pengentasan kemiskinan di tiga provinsi. Tadi ada 10 provinsi tapi tahun 2025 kita baru menyelenggarakan ee akademinya di tiga lokus. Tapi kalau nanti ada inisiatif di daerah lain mau menyelenggarakan, kami sangat welcome. Jadi kami memiliki ee Akademi Pengentasan Kemiskinan yang saat ini Minggu hari Senin kemarin sudah mulai jalan ee di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Probolinggo, dan juga di Provinsi Nusa Tenggara Timur di Kota Kupang. Pemilihan terhadap tiga lokus ini memperhatikan karakteristik kemiskinannya, Bapak, Ibu. Jadi misalnya kalau di Indramayu nanti lebih ke pertaniannya, kalau di Probolinggau ke Pesisir Bapak Ibu. Sedangkan di Kupang untuk wilayah yang karakteristiknya adalah kota. Jadi ee ketiga piloting ini nanti akan kita lakukan ee evaluasi apakah ada beberapa perubahan atau judgement yang harus kita lakukan untuk bisa mengadress permasalahan-permasalahan kemiskinan yang memiliki karakteristik yang berbeda. Kemudian ee ini yang menjadi dasar hukumnya kalau tadi saya menyebutkan latar belakang. Kemudian dasar hukumnya apa? Yang pertama sekali lagi kami masuk melalui corporate university. Corporate University pengembang, sebuah strategi pengembangan kompetensi yang sifatnya kolaboratif semuanya bekerja sama untuk menyelesaikan atau berkontribusi terhadap isu-isu yang sifatnya nasional. Itu yang pertama. Kemudian yang kedua adalah kita berbicara mengenai pengakuan pembelajaran. Ini yang nanti di belakang akan kami jelaskan gitu. Kalau tadi saya menyebutkan pengembangan kompetensi dengan berbagai cara harus bisa diakui juga tidak hanya pembelajaran formal tapi juga pembelajaran sosial, eksperien, prosegis dan lain-lain itu juga harus bisa diakui. Jadi ini yang menjadi dasar kami untuk mengembangkan akademi pengentasan kemiskinan dan juga tentang impres yang tadi saya sebutkan optimalisasi pelaksanaan pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Ee jadi ini beberapa hal kalau kita berbicara mengenai tujuan dari program memang kita lebih mengedas mengedress mengenai kapasitas dari ASN. Makanya di sini disebutkan meningkatkan kompetensi ASN dan mitra non pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan strategis pengentasan kemiskinan. Nanti saya jelaskan di dalam skenario pembelajarannya bagaimana kita mitra non pemerintah ini bisa hadir bersama-sama dengan akademi ini untuk pengentasan kemiskinan, kemudian membangun kemitraan lintas, memberdayakan, meningkatkan kapasitas kelompok miskin. tadi juga ada pertanyaan gitu, bagaimana ee mental haya dan juga bagaimana mereka keluar dari mindset mereka sendiri untuk mau keluar dari jebakan kemiskinan ini sendiri. kemudian mengaktifkan potensi ekonomi lokal menghasilkan solusi pengentasan kemiskinan sebagai model inovatif dan juga best practice. Jadi ee ini sebenarnya kalau kita berbicara akademi pengentasan kemiskinan tidak. Meskipun tadi saya menyebutkan fokus utama kita pesertanya adalah ASN, tapi di dalam prosesnya Bapak Ibu masyarakat akan dilibatkan secara aktif di dalam proses pembelajaran ini. Dan juga mitra non pemerintah. Nanti saya akan jelaskan masyarakat di mana, mitra non pemerintahnya di mana. Kemudian ee apa peran dari pemerintah provinsi kabupaten kota ketika ingin menyelenggarakan akademi pementasan kemiskinan. Yang pertama pasti menyediakan peserta dulu Bapak, Ibu. Meskipun nanti peserta ini akan diide gitu. Bagaimana nanti kalau projek ini berjalan, keyment atau ukuran keberhasilan dari akademi itu seperti apa. Jadi ukuran dari keberhasilan akademi ini ditentukan oleh peserta. Bapak, Ibu, ada satu mekanisme atau metode di dalam pelatihan di mana peserta nanti secara kolaboratif akan mengidentifikasi ukuran ukaran untuk melihat keberhasilan dari ee program yang mereka lakukan. Jadi, ini adalah gambaran besar mengenai akademi pengentasan kemiskinan. Jadi, kalau yang pertama ini ee untuk rekrutmennya peserta Bapak Ibu ini khusus tentang akademi pengentasan kemiskinan. Jadi peserta juga harus dilakukan seleksi lebih kepada misalnya kita berbicara pemerintah daerah yang kita lakukan di Indramayu, kemudian kita lakukan Probolinggo dan juga Kota Kupang adalah instansi atau OPD apa saja di daerah yang memiliki peran yang terkait dengan pengentasan kemiskinan sekitar 5 atau en OPD. Biasanya Bapak Ibu kalau pengentasan kemiskinan atau bahkan lebih diidentifikasi kemudian pesertanya diseleksi gitu. Saat ini kita sudah memiliki di masing-masing lokus peserta Akademi Pengentasan kemiskinan adalah 20 orang gitu. Kemudian ee pelatihan ini tidak tidak ada sebuah pembelajaran yang isinya misalnya modul-modul kami bukan modul-modul yang mengharuskan mereka mengetahui mengenai sebuah konsepsi kepemimpinan, konsepsi kerja sama, bukan Bapak, Ibu. Jadi untuk yang mindset builder ini lebih kepada tema pengentasan kemiskinan. Nanti kawan-kawan dari BP BP Taskin kemudian dari pemberdayaan perempuan biasanya mereka akan sharing-sharing beberapa best practice atau kebijakan-kebijakan yang sifatnya nasional gitu. Jadi lebih kepada sharing saja tidak banyak. Kemudian yang kedua peserta nanti akan ada dua materi yang diberikan di awal. Yang pertama adalah bagaimana mereka mampu melakukan kolaborasi. Bapak, Ibu secara nanti akan ada fasilitator yang membimbing mereka bagaimana mereka berkolaborasi antara OPD yang bergerak di pengentasan kemiskinan termasuk nanti bagaimana menetapkan e performance indikator untuk mengukur keberhasilan pengentasan kemiskinan. secara spesifik en atau lima OPD ini akan difasilitasi untuk mampu berkolaborasi sampai merumuskan ukuran-ukuran keberhasilan. Itu yang pertama gitu. Jadi lebih kepada bagaimana mereka berkolaborasi, memberikan pengalaman kepada mereka ketika bertemu 5 en memiliki fungsi yang berbeda tapi tujuannya sama pengentasan kemiskinan. Apa yang harus dilakukan dan apa ukurannya. Kemudian yang kedua adalah ee lebih kepada bagaimana peserta mampu mendengarkan berempati kepada masyarakat. Mereka akan diajari mengenai teknik mendengarkan, mempraktikkan bagaimana dari mendengarkan sampai dengan membuat kesimpulan dilakukan di sini. Jadi kita tidak berbicara mengenai sebuah teori, tapi mereka akan difasilitasi untuk mempraktikkan yang akhirnya nanti Bapak Ibu kalau tadi saya menyebutkan masyarakat di dalam pembelajaran ini dilibatkan. Di mana masyarakat dilibatkan? Masyarakat mulai dilibatkan adalah di tahapan ini. Bapak, Ibu peserta nanti akan bertemu dengan masyarakat yang termasuk di dalam kelompok miskin. Mereka akan mempraktikkan hasil yang ada di sini, Bapak, Ibu. mereka akan bertemu kemudian mengembangkan sebuah metode untuk mendengarkan problem dari masyarakat, potensi dan juga apa mereka yang mereka inginkan. Jadi pada dasarnya adalah mendengarkan dari masyarakat kelompok miskin apa sebenarnya yang mereka maui dan arah ke depannya akan seperti apa. Jadi keterlibatan masyarakat akan masuk di sini sesudah mereka bertemu dengan masyarakat mendengarkan sampai mereka mengetahui mengenai keinginan mereka akan seperti apa, yang sudah mereka miliki, seperti apa kondisinya kemudian potensinya nanti digali bersama-sama di sini Bapak Ibu nanti peserta ASN yang jumnya 20 tadi akan berkolaborasi untuk membuat sebuah projek atau rancangan transformasi Bapak Ibu. itu mereka secara teknis Bapak Ibu akan dipandu kemudian kita akan sediakan coaching bagi mereka. Coaching-nya memang kami libatkan dari BPSDM Provinsi kalau nanti di Probolinggo kawan-kawan dari BPSDM Provinsi Jawa Tengah yang akan mendampingi plus nanti kami menyediakan coaching dari nasional Bapak Ibu untuk membantu menterjemahkan dari masyarakat pagi menjadi sebuah projek. Nah, sesudah desain project ini mereka susun, Bapak, Ibu peran swastanya masuk ke sini. Kita akan mempertemukan sebetulnya adalah matching program project dari draf project yang disusun oleh peserta dengan NGO, dengan korporasi dan lain-lain yang sekiranya memiliki sebuah matching dari tujuan pembelajaran. Selain mereka mengidentifikasi dari wilayahnya masing-masing, kami lembaga administrasi negara juga akan menghadirkan Bapak, Ibu korporasi dan juga pihak-pihak yang terkait untuk masuk di matching program untuk bisa membantu kawan-kawan. Saat ini kami di Jakarta juga sudah melakukan serangkaian diskusi ee pembicaraan dengan kawan-kawan dari korporasi mengenai akademi ini dan nanti kita akan hadirkan di sini bergabung dengan yang sifatnya lokal tadi untuk mendengarkan projek dari peserta. Kemudian ketika machine mereka akan bekerja sama kolaborasi antara pemerintah dengan korporasi atau NGO untuk melaksanakan sebuah projek transformasi sekitar 30 hari baru nanti IMP showcase Bapak Ibu. Jadi alurnya seperti ini. Masyarakatnya kita libatkan, korporasi dan pemerintah juga kita libatkan di dalam proses akademi pengetahuan kemiskinan. meskipun yang akan kami sasar adalah peningkatan kapasitas dari sumber daya manusia aparatur, tapi sekali lagi kalau kita berbicara mengenai pengentasan kemiskinan, kita harus tahu problem sebenarnya. Dan yang kedua adalah upaya untuk solusinya kita bisa kolaborasikan dengan yang lain. Kami sekali lagi kita lakukan tiga wilayah ini kita sudah siapkan fasilitator termasuk coach-coach yang dari LAN juga sudah kita siapkan. Kemudian kalau tadi akademinya sudah selesai, Bapak, Ibu tadi saya menyebutkan bahwa selain pendekatan corporate university, kami juga pengakuan pembelajaran. Kawan-kawan nanti kalau sudah menyelesaikan pembelajaran ini meskipun ini masih melalui sebuah proses lagi ya, Bapak, Ibu. Proses lagi itu bukan secara otomatis bahwa ketika menyelesaikan akademi ini misalnya kawan-kawan diberikan sertifikat untuk pemenuhan kompetensi manrial. Tapi ada satu tahapan lagi. Jadi kami memiliki program baru yang namanya nanti sebutannya adalah credensial program Bapak Ibu. Credensial program itu adalah sistem kredit Bapak Ibu. Kami mengembangkan sebuah framework mengenai standar kompetensi. Standar kompetensi ini kalau kita bisa memenuhi semua elemen kompetensi yang ada dengan berbagai cara, tidak selalu melalui pelatihan formal kepemimpinan. Misalnya Bapak, Ibu mengikuti pelatihan teknis tertentu atau mengikuti akademi pengentasan kemiskinan, nanti akan dipastikan apakah dari framework ini sudah dipenuhi atau belum. Kalau sudah dipenuhi, kita bisa berikan sertifikat pengakuan pembelajaran. Akademi Pengentasan Kemiskinan Bapak Ibu kita integrasikan di dalam program kredensial ini. Jadi untuk pesertanya nanti hasil dari pembelajarannya kita berikan pengakuan pembelajaran meskipun masih ada tambahan lagi Bapak Ibu karena ketika kami bandingkan kan masih ada beberapa frame kompetensi yang memang belum dipenuhi. Jadi nanti mereka akan membuat ada tambahan sedikit dari proses yang harus mereka penuhi. Kalau itu bisa dilalui, mereka akan kita berikan selain sertifikat untuk pelatihan akademinya, akademi pengentasan Kemiskinan, kita juga akan berikan sertifikat kompetensi yang nanti disetarakan dengan sertifikat pelatihan kepemimpinan sesuai dengan jenjang masing-masing dari peserta. Jadi pesertanya bervariasi Bapak Ibu untuk akademi pengentasan kemiskinan tidak tidak satu homogen gitu misalnya pengawas semua, administrator semua atau CPT pratama semua pelaksana tidak. Tapi ini bervariasi macam-macam tapi kita pastikan di awal harus ada JPAN, harus ada administratornya, harus ada pengawasnya dan juga ada pelaksana yang potensial bisa masuk di sana. Jadi nanti di ujungnya selain sertifikat akademi mereka ditambahi beberapa proses lagi tidak begitu banyak mereka bisa kita akui sertifikat kompetensi yang nanti setara dengan pelatihan kepemimpinan. Kemudian tindak lanjutnya ini bagian terakhir dari saya Bapak Ibu nanti kalau ada pertanyaan secara teknis tentang akademi monggo karena kami sudah jelas bahwa pilot pronya di tiga lokus tadi mungkin ada beberapa pertanyaan boleh enggak saya juga menyelenggarakan di kabupaten kita, kota kita, atau bahkan di provinsi? Jawaban saya adalah boleh. Monggo silakan. Misalnya saya mau bikin ee misalnya ada teman-teman dari Bangkalan gitu, boleh enggak, Bu, saya bikin? monggo silakan berkoordinasi dengan kami atau dengan kawan-kawan BPSDM Provinsi Jawa Timur yang memang untuk wilayah Jawa Timur kawan-kawan bisa ee berkoordinasi dengan BPSDM nanti BPSDM akan berkoordinasi dengan kami. Jadi yang pertama tindak lanjut apa yang dapat dilakukan? Yang pertama adalah peran BPSDM Provinsi Jawa Timur dalam konteks akademi pengentasan kemiskinan dan korpu itu seperti apa. Untuk wilayah Jawa Timur, kawan-kawan dari BPSDM Provinsi Jawa Timur kita gunakan sebagai hub Bapak Ibu ketika Bapak Ibu ingin membuat akademi pengentasan kemiskinan di wilayah yang lain, monggo silakan gitu. Nanti bisa berkoordinasi dengan kawan-kawan BPSDM Provinsi Jawa Timur. Kemudian apalagi yang dapat dilakukan oleh kawan-kawan BPSDM Provinsi Jawa Timur adalah melakukan kolaborasi mengidentifikasi swasta NGO akademisi yang bisa masuk di dalam sebuah kolaborasi yang nantinya dilibatkan ketika ada kawan-kawan dari wilayah Jawa Timur yang akan menyelenggarakan akademi pengentasan kemiskinan. Peran kabupaten kota seperti apa? kabupaten kota boleh mengajukan saya mau membuat akademi pengentasan kemiskinan karena tadi disebutkan di Impres bahwa semua kementerian pemerintah provinsi kabupaten, kota bekerja sama bagaimana menyelesaikan permasalahan kemiskinan di wilayahnya masing-masing yang nantinya akan secara nasional akan berkontribusi ke arah ke sana. Jadi, monggo silakan kalau dari Bapak, Ibu peran ee kabupaten kota ingin menyelenggarakan Akademi Pengentasan Kemiskinan kami persilakan kalau nanti misalnya Bu bisa enggak menghadirkan beberapa korporasi secara nasional misalnya kami sudah berdiskusi dengan kawan-kawan dari Parakon, dari BNIK, kemudian dari Tanut Foundation dan lain-lain. kami pasti hadir Bapak Ibu. Selain memang Bapak Ibu, pemerintah provinsi juga melakukan identifikasi, kabupaten kota juga melakukan identifikasi secara nasional nanti kami akan membantu menghadirkan beberapa korporasi ataupun NGO yang kemungkinan kita bisa memaging program-program yang didesain oleh Bapak Ibu sendiri sesuai dengan konteks atau karakteristik dari wilayahnya masing-masing. Kemudian pertanyaan yang keempat mungkin apakah hanya tentang kemiskinan akademi ini? Jawaban saya tidak, Bapak Ibu. Di waktu yang sama Bapak Ibu kami mengembangkan ada akademi sekolah rakyat, ada akademi koperasi merah putih. Jadi tadi saya sebutkan bahwa dalam konteks corporate university, pengembangan kompetensi harus memiliki kontribusi terhadap penyelesaian isu-isu strategis nasional ataupun isu-isu di instansi atau organisasi masing-masing. Jadi, Bapak Ibu, Bu Erna tempat saya bukan kemiskinan deh. Saya mau masalah yang lain. Boleh enggak saya akademinya adalah isu yang lain. Monggo silakan nanti diinformasikan kepada kami. kita akan berdiskusi secara lebih teknis dengan skenario yang sama, tapi kita mengedress isu-isu yang lain. Jadi, monggo silakan. Kalau kami saat ini yang kita kembangkan secara nasional yang pertama memang akademi pengentasan kemiskinan, akademi sekolah rakyat, akademi koperasi merah putih. Kita mainnya di tiga itu dulu, Bapak Ibu. Tapi kalau Bapak Ibu menghendaki di ketiga itu atau ada isu yang lain, monggo dengan skenario yang sama. Kenapa saya mengatakan skenario yang sama? Karena nanti untuk ASN kita akan berikan pengakuannya Bapak Ibu bagaimana pengakuan dilakukan. Kalau pengakuan dilakukan memang ini urusannya kawan-kawan dari BKPSDM atau BKPSDM kalau di kabupaten kota. Bapak, Ibu dari peserta nanti diusulkan kepada kami Lembaga administrasi negara misalnya sudah mengikuti akademi pengentasan kemiskinan, akademi yang lain ee diusulkan ke kami untuk diberikan pengakuan. Nanti akan kami proses. Kemudian kita bandingkan dengan framework kompetensi mana yang kurang. Biasanya strateginya nanti akan kami sebutkan. Oh, strateginya melakukan ini ini sehingga kalau itu sudah dipenuhi pengakuan dapat diberikan. Jadi sekali lagi monggo Bapak Ibu sangat welcome kalau mau mengadopsi akademi ini di wilayahnya masing-masing ataupun isunya digeser isu yang lain yang menurut Bapak Ibu mungkin mendesak untuk segera diselesaikan. Demikian dari saya pada pagi hari ini. Sedikit sharing agak lebih detail mengenai Akademi Pengentasan Kemiskinan. Harapan saya, Bapak, Ibu, kehadiran dari Akademi Pengentasan Kemiskinan dalam Konteks Corporate University tadi memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai isu-isu strategis yang kita hadapi. Demikian, terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak Ibu atas penjelasan yang sangat rinci dan juga lengkap. Kita akan berdiskusi dengan sobat ASN yang telah tergabung secara online. Disilakan kepada Sobat ASN yang sudah rais hand untuk dapat mengaktifkan mic dan juga kameranya. Saya tadi sempat mengecek untuk BPSDM Jatin TV, ternyata beberapa pertanyaan pun sudah masuk begitu ya. Namun kami prioritaskan untuk pertanyaan yang terhubung secara langsung. Baik, selamat siang. E selamat pagi Bapak. Selamat pagi, Pak Dodi. Betul, Pak Doni atau Pak Dwi nih? Pak Dani. Dani. Iya. Baik, Pak Dani. Saya hafal nih, aktif sekali begitu ya dalam sesi diskusi. Terima kasih banyak Bapak untuk partisipasinya dan silakan pertanyaannya untuk Ibu Erna ya. Terima kasih, Kak atas waktunya. termasuk juga kepada Pak Joko tadi saya juga menyimak beliau juga aktif untuk ini jadi sedikit hanya izin untuk berpartisipasi dan menyemarakkan diskusi ini. Ee terima kasih Bu Erna terkait materinya tadi sangat menarik. Tapi sebetulnya ee di saya masih ada apa ya, ada gejola pemikiran yang pertama [Musik] ee standar kemiskinan yang biasa kita pakai kan BPS menggunakan ee Basic need kemudian Bank Dunia daya beli gitu ya. He. Ee kemudian ee di situ ada apa ada perbedaanlah tentunya apalagi kalau beberapa kali sudah dikaji beber ee dan Provinsi Jogja dulu pernah protes ketika standarnya uang lah. Terus masyarakat kami yang the power of Ramban ini bagaimana gitu kan. searnya tidak tidak dihitung dalam artian eh butuh telur ayam di belakang kandang ada ayam butuh ikan di pekarangan ada ikan ya seperti itu. Sayur-mayur dan lain sebagainya semuanya itu sudah ee apa namanya ee bisa terpenuhi gitu. Bahkan kalau kita mau ngomong tentang kebutuhan pokok pangan, bahkan orang desa itu sudah tidak miskin karena mereka rata-rata berdaulat. Meskipun ada yang ee ada ironilah di kondisi negeri kita. Ada petani yang punya lahan tetapi tidak pernah ee makan hasil berasnya sendiri gitu. Ada juga. Nah, ini memang suatu ironi yang perlu kita selesaikan. Tetapi menarik sekali bahwasanya akademi ini bisa mengentaskan kemiskinan dengan partisipasi. tadi partisipasi ee mungkin di antara kami yang menerima apa namanya pembelajaran pada hari ini Nak tadi ada yang beberapa yang kemudian tergerak oh ternyata ee pengentasan kemiskinan itu ee bukan suatu yang apa ya yang muluk-muluk harus begini gitu. Cuman kita, saya berpikir eh ada ternyata ada tetangga saya yang ee dia janda tidak berpenghasilan. Kemudian saya bisa berkontribusi apa kan gitu harapannya dari pembelajaran ini. Jadi setiap peserta yang bisa mengambil hikmahnya nanti akan bisa melakukan apa gitu di daerahnya masing-masing sehingga embrio-embrio pengentasan kemiskinan yang tadi partisipatif tadi bisa tercipta. Nah, ini masalahnya Bu yang ingin saya tanyakan. Yang pertama tadi ee bagaimana kita bisa menentukan satu orang ini benar miskin atau tidak miskin. Apakah dari kebutuhan basic need-nya tadi atau daya belinya? karena ya itu tadi dilemanya seperti itu. Lalu yang kedua ketika kita melakukan intervensi dalam artian ee ada partisipasi kemudian apakah ini nanti bagai ee gini ketika partisipasi dari masyarakat ini bagaimana nanti bisa ee membantu secara sistemik membantu program pemerintah gitu. Apakah masyarakat perlu berkoordinasi RRT RW kemudian perlu diorganisasikan itu atau ya sudah militan saja siapa yang mau kerja kerja gitu aja atau bagaimana gitu. Mungkin sementara dua itu dulu Bu. Terima kasih atas waktu yang diberikan. Ee langsung saja. Langsung saja Ibu silakan. I eng Mas Dani. Iya. Ee tadi yang pertama indikator ini malah sering sekali membingungkan ya, Pak ya. Saya sebenarnya kita masuk yang ada di mana gitu. Makanya kalau saya di dalam konteks akademi pengentasan kemiskinan mengenai parameter dan indikator ini ditetapkan dari sistem kolaborasi pesertanya, Pak. Jadi, jadi lebih ke sana gitu. Jadi kalau lebih kepada key performance indikator yang utama yang akan dikolaborasikan itu yang mana itu? Itu itu yang pertama. Kalau tadi pertanyaannya adalah ukurannya dari mana? Apakah dari basic atau dari sisi daya beli? Saya setuju kalau Basit Bapak Ibu mungkin kawan-kawan di pedesaan yang disebut masuk kawasan miskin enggak pernah kekurangan karena di halamannya ada singkong, ada pohon rambat. Karena saya Kelaten, Bapak, Ibu. Bapak, Ibu saya masih ada itu ada terong dan lain jarang belanja Bapak, Ibu karena pekarangannya luas gitu. Pertanyaannya masuk kelompok miskin enggak ya? karena sudah dua-duanya pensiun misalnya seperti tidak ada aktivitas ekonomi gitu, tapi untuk memenuhi basic need itu cukup gitu. Kalau daya beli kan ya kita membeli sesuatu ya beda lagi ukurannya gitu. Bahwa ada satu spending money yang harus iya spending money bahwa kita harus spending sesuatu. Sedangkan kalau designate kan tadi makan pagi, makan siang, makan malam, enggak usah beli bisa gitu ada telur, ada macam-macam gitu. ukurannya yang mana gitu. Cuma sekali lagi dalam kondisi kondisi normal Bapak Ibu, kita kan berbicara mengenai sebuah komunitas sosial ya Pak ya. Kita kan hidup di dalam sebuah komunitas. Ketika kita berbicara di dalam komunitas memang ada sebuah standar. Kalau saya ditanyain harusnya yang mana gitu, lebih kepada kebutuhannya gitu. Apakah kebutuhan dari masyarakat itu berhenti di basic need atau sebenarnya dari kebutuhan dia mengharuskan dia harus ada daya belinya gitu. Misalnya Bapak Ibu enggak usah deh saya daya beli saya itu kehidupan saya memang berhenti di basic gitu ya. Berarti kita bisa mengatakan diri saya adalah tidak miskin gitu. Tapi ketika kita berbicara hubungan kita adalah hubungan sebagai sebuah komunitas, akhirnya Bapak, Ibu ya pasti daya beli itu masuk gitu. Jadi kalau saya yang menentukan kita berada di kelompok miskin atau tidak. Meskipun secara nasional, secara ukuran pasti kan ada ukurannya. Makanya tadi Probolinggo masuk segini dan lain-lain itu kan ada sebuah indikator yang sifatnya sama nasional gitu ya. Kita mauakan nasional atau internasional gitu. Tapi kembali lagi Bapak Ibu di dalam konteks akademi pengentasan kemiskinan kalau saya yang menentukan apa yang dibutuhkan itu adalah masyarakat itu sendiri gitu dan juga dari sisi yang ada di daerahnya masing-masing. Makanya bagian awal dari Akademi Pengentasan Kemiskinan adalah menetapkan key performance indikator Bapak Ibu. Jadi bukan indikator nasionalnya harus seperti ini, kita harus ngejari ini, gitu. Tapi sebenarnya si performance indikator di dalam akademi itu mau seperti apa. Jadi kalau saya ditanyain ukurannya lebih ke basic atau daya beli lebih kita kembalikan kepada individu dari masyarakat itu sendiri. Apakah memang kehidupan dia berhenti di bas signate atau memang harus ada spendingnya gitu. kayaknya kalau kita berbicara mengenai kehidupan sosial enggak berhenti di basic me kayaknya, Pak ya. Pasti ada gitu ya ke sana gitu. Kemudian itu jawaban saya yang pertama ya Bapak Ibu karena memang kalau ukuran ini ukurannya macam-macam. Tapi sekali lagi kita kembalikan apakah hidup kita berhenti di basic need atau hidup kita secara sosial memang ada beberapa spending yang memang kalau orang lain spending gini kenapa saya enggak bisa dan lain-lain. Akhirnya kita masuk di dalam ukur ukuran misalnya begini ukuran pertama lantainya adalah lantai tanah misalnya lantai tanah ora enggak popo gitu ya Pak ya misalnya gitu. Nah, ini ini terus punya jamban ya. Nggih. Saya enggak masalah belakang rumah saya sungainya malah lebih bersih misalnya. Tapi ketika kita berbicara komunitas kita adalah sebuah komunitas akir kan berbeda ukuran itu akan berbicara kan gitu. Eh kalau kayak gitu nanti wah ya ini memang indikator-indikator ini memiliki konteks yang berbeda gitu. Itu itu kalau saya jadi agak agak susah saya jawabnya. Apakah bisikmit atau daya beli kalau saya kembalikan ke diri kita sendiri. Eh, jangan katakan saya miskin lantai tanah ini sekarang trennya selesai ya, Pak ya. Kalau kita jawab seperti itu. Tapi kan ya tapi kalau menurut ukuran pemerintah daerah kalau masih lantai tanah enggak punya jamban, ya kamu masuk di dalam kelompok miskin gitu. Zaman dulu kayaknya mayoritas ya enggak punya jamban ya, Pak, ya. Dan misalnya kita berbicara, saya paling ingat itu di ada satu di Afrika itu yang menurut saya sangat menarik, Pak. Ketika dulu itu mereka sama di kita zaman dulu Bapak, Ibu. Kalau nyuci kan di di sungai ya, Pak ya di sini bareng-bareng. Termasuk jamban juga komunity juga ada jamban bersama. Kalau kita di sungai bareng-bareng gitu kan. Nggih. Nggih. Nah, ada satu penelitian yang ketika ada satu program dari organisasi internal zambanisasi di Afrika, Bapak, ternyata ada komunitas ini yang ada nilai sosialnya yang hilang. Karena apa? Ketika mereka bertemu bersama, mereka mendiskusikan beberapa hal gitu. Ketika mereka dibuatkan zaman, ya sudah enggak ketemu lagi. G. Ah, ini nih kayaknya masih sosialinya banyak. Jadi kalau yang pertama mungkin jawabannya saya enggak begitu basic need atau daya beli. Kita kembalikan kepada sebenarnya kita itu di mana konteks hidup kita itu mau ukurannya di mana. Apakah kita memang selesai di basic need tanpa ada spending, ya sudah kita mau dimasukkan di kelompok itu terserah. Tapi kalau kita sudah memang membutuhkan daya beli ya kayaknya harus ada satu program tertentu untuk mengintervensi satu itu. Kemudian yang kedua, kalau kita melibatkan masyarakat, bagaimana perannya di dalam akademi ini? Peran dari masyarakat yang pertama Bapak Ibu adalah melihat apa harapan mereka dan apa yang mereka miliki saat ini. Nah, apa yang mereka miliki saat ini? Potensi misalnya ee dia harapannya adalah saya penginnya memiliki daya beli yang meningkat. Ee saat ini mereka kondisinya seperti apa? Kamu memiliki potensi enggak? Oh, saya punya pekarangan. Oh, saya punya ini. Gitu. Nah, misalnya seperti itu. Oh, saya punya mesin penggiling ini hanya sampai di sana gitu. Ee kemudian dari program ini yang pertama adalah mengidentifikasi itu dulu, Bapak Ibu. Jangan sampai kita membuat sebuah program yang tidak berakar dari problem yang dimiliki oleh masyarakat. Nanti pertanyaan loh, banyak banget dong masyarakatnya maunya macam-macam. Ya, dari situlah bagaimana kita bisa mendengarkan melakukan clustering atau melakukan sebuah proses analisis untuk merumuskan dari berbagai kebutuhan masyarakat. Satu itu Bapak, Ibu. Kemudian yang kedua adalah peran pemerintah adalah mematchingkan, Bapak, Ibu. mematchingkan itu. Jadi misalnya begini, saya punya sebenarnya sudah punya usaha gitu, kemudian tapi saya enggak punya untuk marketingnya, tidak punya uang untuk mungkin scale up atau apa gitu. Tugas dari peserta pelatihan ini adalah mencari program yang ada. misalnya dia memiliki program yang beruntung sekali tinggal diagingkan. Tapi kalau tidak mereka sering sekali kolaborasi sekali di diucapkan tapi ketika dilaksanakan itu ya sudah kolaborasi pokoknya kita sudah komitmen gitu. Tapi bagaimana benar-benar ada targetnya memastikan bahwa kebutuhan masyarakat yang sudah diidentifikasi dan potensi yang sudah dikatakan eh saya punya pekarangan, eh saya punya kambing, eh saya punya ini, dan lain-lain tadi. Akhirnya dimatchingkan dengan kolaborasi ini. Jadi peran dari masyarakat yang selanjutnya akan menjadi bagian aktif ketika machine ini sudah terjadi. Ee Pak Deni. Jadi kalau saya lebih kepada bagaimana masyarakat ini dari awal sudah tahu apa yang dia mau dan dia sudah memiliki sesuatu dan pengin sesuatu, para peserta akan membantu mchingkan akhirnya bisa membantu. Kemudian ada satu lagi Bapak Ibu, kami saat ini sedang berdiskusi dengan kawan-kawan DNIK. Kemarin kawan-kawan DNIK pengin masuk langsung ke masyarakat gitu. pengin membuka wawasan mereka untuk keluar dari mindset kemiskinan. Saya masih berdiskusi ini ee bisa enggak memang dibutuhkan atau tidak oleh masyarakat atau masyarakatnya memang oke saya mau keluar tapi saya butuh bantuan di bidang ini dan lain-lain. Jadi masyarakat kita libatkan di awal adalah untuk menetapkan arahnya apa sebenarnya program yang dibutuhkan oleh mereka. Kemudian ketika matching-nya sudah ketemu, mereka yang memang harus bekerja melakukan sesuatu ketika instansi pemerintah sudah membantu mereka mematchingkan apa yang mereka butuhkan dengan cara kolaborasi. Jadi itu, Pak yang samp. Oke. Siap. I mohon maaf menanggapi sedikit tadi tentang standarnya kalau ee kegiatan masyarakat dengan standar komunitas itu oke saya setuju Ibu karena memang setiap kebutuhan ee setiap daerah akan tidak sama kebutuhannya tetapi mohon nanti apabila ada standar yang menyinggung kebijakan ini untuk ya sedikit berhati-hatilah jadi supaya tidak sampai terjadi lagi seperti yang di berita-berita pegawai BUMN masuk ini anggota dewan masuk apa data miskin kayak gitu. Jadi itu yang ya karena ini satu kebiasaan yang masih sering kita kerjakan, orang Indonesia kerjakan itu data kemiskinan selalu melembung ketika ada bantuan. Ini kalau Pak Joko bilang mentalnya mental miskin gitu kan, tetapi akan selalu kempes apabila akan saya ketika di Bali itu dipermalukan tanda petik ya. Jadi kalau saya pernah lihat di Bali itu kan setiap orang miskin akan dipajang tuh namanya di setiap ujung gang gitu. ini jalan ini yang miskin ini ini itu sedikit memberikan rasa malu itu sehingga mereka secara pribadi juga bergerak dan orang-orang yang mau membantu itu tidak salah sasaran gitu. Jadi mungkin sedikit masukannya. Terima kasih Bu. Nggih. Setuju sekali Pak. Kalau mau lomba semuanya ngaku baik tapi kalau mau dikasih bantuan semua ngaku enggak baik butuh bantuan gitu ya, Pak ya. Iya. Betul. Nggih. Siap. Siapap. Siap sekali. Terima kasih. Nggih. Baik. Pak Dani. Terima kasih banyak dari Ngawi atas kontribusi dan juga partisipasinya Bapak. Sampai bertemu lagi dalam ASN belajar berikutnya dan kita harus akhiri pada sesi narasumber yang pertama. Bu Erna terima kasih banyak atas waktu yang telah diberikan ee di tengah kesibukan dari hari ini karena memang harus melanjutkan agenda lain begitu ya. Banyak Mbak sehat selalu Bu Erna. Sampai berjumpa kembali pada pertemuan berikutnya. Oke, makasih. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Baik, Sobat ASN, kita masih memiliki satu narasumber lain yang juga tidak kalah menarik apa yang akan disampaikan dalam materi sesuai dengan tema hari ini. Untuk itu, kita akan segera kembali dengan informasi mengenai semesta Bangkom. [Musik] Hasen bua semangat membara di era digital terus berkarya berkol kolaborasi inisiatif tinggi inovasi cempalak Jawa Timur terus melaju bersama BPSTN Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi hebat ASN unggul tiada yang tertinggal no one left behind Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemerlang Jawa Timur terus melayu. Bersama BPSDM Jatim kita terus melesat. Untuk Indonesia emas prestasi her aset unggur tiada yang tertinggal no one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemalah Jawa Timur terus melaju. Bersama BPSDM Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi hebat bersama kampus satelit PP PSTM Jatim no one left behind um unggul dan berkualitas melesa tinggi Indonesia jaya [Musik] bersama membangun asa menuju cipta yang mulia Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti menitipiti zaman dengan semangat pembaruan. Ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. PPS Jatim Pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetak STM berkompetensi tangguh cerdas dan inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan jangan gemilang PPSDM Jawa Timur Center of Exens masa depan demil bersama membangun asa menuju cita yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti mengiti zaman dengan semangat pembaruan ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. BPSM Jatim Pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetat STM berkompetensi tangguh cerdas penuh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan dan jangan demiang PPSDN Jawa Timur Center of Sans masa depan demi hilang [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marilah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas kebanggaan negeri berentasut melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Ham di sini sukses dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya [Musik] dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tujukan kompetensi dalam harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan AS lebih beragung. mengerjas penuh hati tulus membantu sesama bila kami melayani dengan meng kami melayani dengan menga kami melayani bangsa [Musik] H [Musik] Hasen muda semangat membara di era digital terus berkarya berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cempal Jawa Timur terus melaju bersama BPST yang cantik kita terus Melesa untuk Indonesia emas prestasi hebat ASN tiada yang tertinggal no one left behind kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemerlang Jawa Timur terus melaju bersama BP PSDM Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi her aset unggur tiada yang tertinggal no one left behind kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemalah Jawa Timur terus Terus melaju bersama BPSDM Jatim. Kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi hebat bersama kampus satelit PPSM Jatim. No one left behind. ASN unggul dan berkualitas. Melesa tinggi Indonesia jaya. [Musik] bersama membangun asa menuju cinta yang mulia Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti menitipiti zaman dengan semangat pembaruan. Ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. PPS Tenjating Pusat unggulan. Tempat lahirnya insan berkualitas. Mencetak STM berkompetensi tangguh cerdas tuh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan jangan gemilang PPSDM Jawa Timur Center of Sans masa depan gemilang [Musik] bersama membangun asa menuju cita yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti mengiti zaman dengan semangat pembaruan, ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. BPSM Jatim Pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetak SDM berkompetensi tangguh cerdas penuh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan jangan demiang BPSDN Jawa Timur Center of Sans masa depan demi [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marilah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Memerasi melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Ho. Kami dari sini suka dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. melayani bangsa loyal tanpa batasannya selalu dan berkolaborasi tangan satu tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tujukan kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan air yang lebih beragam. menggenas penuh hati tulus membantu sesama dengan kami melayani dengan bang kami melayani dengan kami melayani bangsa [Musik] Tuhan [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] H [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Sobat ASN, Anda masih bersama kami dalam ASN belajar seri ke-36 tahun 2025 dengan tema Akademi Pengentasan Kemiskinan dalam kerangka Corporate University Corpu. Apa dan bagaimana perannya? Terima kasih kesediaannya untuk menunggu baik itu melalui channel YouTube BPSDM Jatim TV maupun Zoom Meeting dan kita akan segera terhubung dengan narasumber kita yang kedua yang sudah tidak sabar untuk dapat memaparkan materinya yaitu Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian PPN Bappenas Republik Indonesia, Ibu Tirta Suteja, ST, MW, RM. [Musik] Selamat siang, Ibu Tirta. Selamat siang, Bu. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Apa kabar Ibu siang hari ini? Waalaikumsalam. Kabar baik, alhamdulillah. Baik, terima kasih banyak telah bergabung dalam ASN Belajar Serikari ini. Sebelum saya mempersilakan 30 menit Ibu untuk memaparkan materi, saya ingin sekali untuk mengenalkan profil sedikit kepada sobat ASN semua. Baik, Ibu Tirta Suteja, ST. MWRM lahir di Banjarmasin. Ternyata tanggal 19 Februari 1978 menempuh pendidikan S1 Teknik Sipil di Universitas Gadjah Mada tahun 2001. Kemudian S2 di Master of Water Resources Management University of Melbourne tahun 2010. di mana saat ini Ibu menjabat sebagai Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian PPN Bappenas Republik Indonesia. Baik, sudah saya informasikan semakin mengenal Ibu dan silakan waktu 30 menit kami berikan kepada Ibu ya. Baik, terima kasih Mbak. Selamat pagi ee sobat ee ASN. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Semoga semua dalam keadaan sehat dan ee semangat selalu dalam menjalankan tugas. Ee pada kesempatan hari ini sesuai dengan permintaan panitia, kami ee ingin menyampaikan terkait dengan kebijakan penanggulangan kemiskinan khususnya dalam ee jangka menengah 2025 sampai 2029. Ee Bapak, Ibu sekalian ee tentunya apa yang kita lakukan terkait dengan penanggulangan kemiskinan merupakan amanat dan ee juga komitmen pemerintah dalam mensejahterakan penduduk Indonesia baik secara jangka panjang maupun jangka menengah. ee jangka panjang ini sudah ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 bahwa di tahun 2045 nanti Indonesia akan ee menjadi negara yang berdaulat, maju, dan berkelanjutan. Dan ee artinya kemiskinan di tahun 2045 ee seharusnya sudah tidak ada lagi di ee Indonesia ini atau mendekati 0%. Kemudian amanat rencana pembangunan jangka panjang ee dijabarkan dalam rencana pembangunan jangka menengah 5 tahunan dan saat ini kita sudah memasuki dalam ee tahap ee 5 tahun pertama RPJMN 2025 sampai 2029. Dalam RPJMN 2025 sampai 2029, ada tiga tujuan utama agenda pembangunan yang kita kenal dengan trisula, yaitu percepatan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan target ee 8% di tahun 202. Kemudian penurunan kemiskinan yang diharapkan turun di bawah ee 5% atau di angka 4, sampai 5% dan juga peningkatan sumber daya manusia yang ee dapat terus ee berkualitas. Nah, ketiga, agenda pembangunan ini tentunya akan ee saling terkait. pertumbuhan ekonomi ee berarti harus juga bisa menurunkan kemiskinan atau dalam ee kata lain pertumbuhan ekonomi harus ee dilakukan secara inklusif dan ee ini didukung dengan ee sumber daya manusia yang ee tentunya harus ee berkualitas untuk bisa ee bisa me apa namanya bisa mencapai atau ee bergerak mendukung pertumbuhan ekonomi dan ee juga penurunan kemiskinan. Kalau kita lihat dari ee trennya saat ini kemiskinan di Indonesia dari data terakhir BPS ee Maret 2025 sudah diangka 8,47 ee pers% gitu ya. dan ee ini terus ee harus kita turunkan dan ee penurunannya pun ee harus ee bisa dipercepat karena kalau kita lihat di sini ee penurunan kemiskinan masih relatif landai dan ee perlu upaya-upaya percepatan untuk bisa mencapai target 2029. Nah, ee sekalian mungkin kita melihat bagaimana kondisi ee kemiskinan di ee Jawa Timur. Di sini dari ee data kita bisa lihat bahwa ee selama 17 tahun terakhir ee kemiskinan di Jawa Timur memang ee menurun tapi ee masih di atas rata-rata kemiskinan ee nasional dan tingkat kemiskinan yang tertinggi ada di Kabupaten Sampang, Bangkalan, dan juga Kabupaten Sumenep. Sementara itu jumlah penduduk miskin yang terbanyak ini ada di Kabupaten Malang, Jember, dan ee Kabupaten Sampang. Dan ee ini artinya di daerah-daerah atau di kabupaten-kabupaten ini perlu mendapatkan perhatian baik ee dari pemerintah provinsi maupun ee pemerintah pusat dan ee juga tentunya pemerintah kabupaten kota yang ee terkait. Nah, ee baik secara nasional maupun di tingkat provinsi ee kenapa penurunan kemiskinan ini masih relatif lambat. Ada beberapa tantangan yang dihadapi. Pertama, terkait dengan ee terbatasnya akses layanan dasar bagi penduduk miskin. Nah, layanan dasar ee ini utamanya adalah ee yang terkait dengan ee layanan ee kesehatan dan ee juga akses terhadap ee pendidikan. 67% penduduk miskin dan ee rentan yang sakit ternyata belum mendapatkan akses ke fasilitas kesehatan. angka putus sekolah juga masih tinggi khususnya SMA dan ee perguruan tinggi. Kemudian ee akses terhadap kesempatan ekonomi juga ee masih rendah. Padahal kesempatan ekonomi ini sangat penting ee agar masyarakat bisa ee memiliki pendapatan yang berkelanjutan untuk kemudian ee bisa meningkatkan kesejahteraannya secara berkesinambungan. akses terhadap kesempatan ekonomi ini mencakup ee akses pendanaan usaha, kemudian akses terhadap pelatihan, keterampilan, dan ee juga ee kewirausahaan dan juga akses terhadap ee aset ee produktif. ini masih ee menjadi PR bagi ee pemerintah pusat dan daerah untuk ee bisa memberikan ee program-program pemberdayaan yang ee lebih optimal khususnya untuk masyarakat miskin dan rentan. Akses terhadap infrastruktur dasar juga masih ee rendah antara lain akses terhadap ee rumah yang layak huni kemudian ee air minum dan juga ee sanitasi yang ee aman. Harusnya air minum yang aman ini bukan hanya dari sumur, tapi juga ee harus ee dari ee perpipaan yang dipantau terus kualitasnya. dengan ee tersedianya rumah kemudian air minum, sanitasi yang ee layak dan aman tentunya masyarakat ee kemudian bisa lebih fokus kepada ee peningkatan pendapatan ee karena dari sisi ee kesehatan dan juga keamanannya sudah ee terjin. Kemudian untuk masyarakat ee miskin dan rentan sendiri ee tentunya pemerintah ee perlu memberikan ee dukungan agar mereka bisa hidup secara layak, dapat memenuhi kebutuhan dasarnya. Untuk itu ee perlu ada ee dukungan melalui program perlindungan sosial. Namun memang perlindungan sosial ini ternyata belum ee di ee apa namanya? Belum bisa diterima gitu ya oleh ee seluruh masyarakat. Ini yang kemudian ee harus terus kita tingkatkan baik ee akurasi, cakupan, dan ee kualitas ee programnya agar ee sesuai dengan ee kebutuhan dan juga kerentanan dari ee masyarakat. Nah, ee dari tantangan yang ee cukup ee multidimensi ini kemudian strategi yang harus dilakukan oleh pemerintah ke depan ee adalah melalui ee pertama program pengurangan beban pengeluaran masyarakat ini melalui program-program perlindungan sosial seperti subsidi, bantuan sosial, dan jaminan sosial yang kemudian akan diintegrasikan dalam program kartu kesejahteraan. Kemudian yang kedua ee program peningkatan pendapatan dan kesempatan kerja yang akan diintegrasikan melalui program kartu usaha, pembangunan infrastruktur dasar yang afirmatif untuk penduduk miskin dan rentan dan ee juga peningkatan kualitas ee data serta tata kelola ee program penanggulangan kemiskinan. Harapannya nanti di tahun 2029 kemiskinan bisa ee di ee turunkan di angka 4,5 sampai 5 ee%. Selanjutnya ini sebetulnya ee kurang lebih sama ya, bahwa ee untuk penanggulangan kemiskinan strateginya bisa kita kelompokkan menjadi tiga intervensi utama. Yang pertama tadi pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan, dan ee juga pembangunan infrastruktur ee dasar untuk penduduk miskin dan ee rentan serta penguatan tata kelola. Nah, ee dalam RPJMN 2025 sampai 2029 ee ada dua prioritas nasional yang ee terkait ee sangat terkait dengan ee penanggulangan kemiskinan. Yang pertama adalah prioritas nasional keenam yaitu ee membangun dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan ekonomi dan juga pengurangan kemiskinan. Di sini ada tujuh program ee pembangunan yang ee ada tiga ya ini yang mungkin ee perlu kita highlight bersama. Yang pertama terkait dengan pendataan PP pertama. Kemudian yang kedua terkait dengan perlindungan sosial adaptif dan ee inklusif. Dan yang ketiga pertumbuhan usaha berkelanjutan dan ee inovatif. Jadi ee tiga prioritas pembangunan ini ee juga kemudian ee seharus ee menjadi ee harapannya bisa ee selaras di internalisasi juga dalam dokumen perencanaan daerah atau ee RPJMD ee provinsi dan juga kabupaten kota. target-targetnya untuk ee prioritas nasional ee keenam mungkin Bapak Ibu bisa ee melihat di layar ya khususnya yang tingkat kemiskinan. Kemudian dari tingkat kemiskinan 2025 ini harapannya bisa turun di angka 7 sampai 8% untuk kemudian menjadi 4,5 sampai 5% di tahun 2029. Data terakhir ee Maret kemiskinan sudah diangka 8,47 dan ee untuk itu ee kita optimis ya di tahun 2025 di akhir 2025 ee target ini bisa tercapai. Kemudian prioritas nasional ee lainnya yang terkait adalah prioritas nasional H Kalau kita lihat lagi dari ee data kelompok rentan untuk disabilitas ee sekarang ini sebetulnya ee datanya sudah mencapai ee 15 juta gitu ya. Dan ee kalau kita lihat dari kondisinya, kondisi mereka ini tidak lebih baik dengan ee penduduk ee rata-rata di ee Indonesia. Bisa kita lihat dari tingkat kesejahteraannya, penduduk disabilitas ee kebanyakan berada di desil 1. Ee artinya mereka ee kelompok masyarakat yang paling miskin. Kemudian lanjut usia juga ee sama gitu ya, ada di desil eh 1. Kemudian untuk disabilitas dan lansia apa yang akan kita lakukan? untuk ee disabilitas ee tentunya kita menjalankan ee amanat dari ee Undang-Undang dan juga peraturan yang sudah ada. Pertama Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang pemenuhan hak penyandan disabilitas. Kemudian peraturan pemerintah tahun 70, maaf nomor 70 tahun 2019 yang mengamanatkan perencanaan dan penganggaran serta evaluasi terhadap pemenuhan hak penyandang disabilitas melalui rencana induk penyandang disabilitas, rencana aksi nasional dan juga rencana aksi daerah. Kemudian ee PP70 ditindak lanjuti juga dengan Peraturan Menteri PPN Bappenas nomor 3 tahun 2021 di mana pemerintah daerah khususnya provinsi diamanatkan untuk menyusun rencana aksi daerah penyandang disabilitas. Nah, ee dalam rencana aksi nasional dan rencana aksi daerah pian disabilitas ini mencakup ee tujuh aspek atau sasaran strategis. Yang pertama adalah pendataan. Kemudian penyediaan lingkungan tanpa hambatan, perlindungan hak dan akses politik dan keadilan, pemberdayaan, perwujudan ekonomi inklusif, pendidikan dan keterampilan, serta akses dan ee layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas. sama seperti ee program penanggulangan kemiskinan ini artinya harus ee secara terintegrasi, komprehensif melalui perlindungan sosialnya, kemudian pemberdayaannya dan juga memastikan ee sarana dan juga ee layanan dasar untuk nyandang disabilitas harus ee sudah terpenuhi. Nah, ee kebetulan Provinsi Jawa Timur kalau kami lihat ini belum ee ini ya memiliki ee rencana aksi ee daerah penyandang ee disabilitas. Jadi ee kami ee mendorong agar ee Jawa Timur juga ee bisa menyusul provinsi-provinsi lain yang ee sudah memiliki rencana aksi daerah penyandan disabilitas sebagai ee acuan untuk ee OPD dan ee juga seluruh lapisan masyarakat dapat ee memenuhi hak-hak penyandang disabilitas. Kemudian selain penyandang disabilitas, kita juga perlu memperhatikan ee terkait dengan lansia. Karena saat ini Indonesia sudah memasuki ee kategori ee negara yang ee aging. Artinya lebih dari 10% penduduk ee Indonesia ini sudah ee memasuki ee masa lansia. 2000 ini sudah mulai 2021 sebetulnya ya ee dan tahun 2024 kemarin penduduk lansia di Indonesia itu sudah mencapai 12%. Saat ini memang ee usia produktif di Indonesia kontribusi terhadap ee pembangunan. Untuk itu ee ya kita sudah memiliki ee kerangka regulasinya yaitu ee PP nomor 8 tahun 2021 tentang ee Stranas kelanjut usiaan ini. Ee visi misinya adalah untuk mewujudkan ee lansia yang mandiri, sejahtera, dan ee bermartabat. Untuk ee layanan lansia sendiri ee ee di Indonesia ini sudah ee banyak dilakukan sebetulnya termasuk eh pilot project yang sudah dilakukan dan ee kemudian sudah dikembangkan secara lebih luas yaitu di ee Provinsi Bali dan juga Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Konsepnya adalah ee me me apa namanya? menghubungkan antara lansia dengan ee layanan yang tersedia di ee komunitas. Dalam hal ini di level ee desa atau ee kelurahan ee lansia yang ada di desa atau ee kelurahan. Kemudian oleh ee tim yang kita kenal dengan tim LLT ini akan dikategorisasikan menjadi ee tiga kategori yaitu lansia aktif, lansia yang sudah ee memerlukan preventif dan ee lansia yang ee sudah memerlukan perawatan jangka panjang. ketiga ee kelompok ini kemudian disusunkan ee program-program yang ee sesuai dengan ee kondisinya dan ee dihubungkan dengan ee kegiatan yang ee tersedia di ee ee daerah ee LLT tersebut. Mungkin ee Bapak Ibu juga bisa melihat ee ini ya foto-fotonya. gitu ya. Ini yang sebelah kanan bawah ee tim LLT sedang melakukan ee pendataan dan juga medical checkup. Kemudian ee nanti yang membutuhkan ee perawatan akan ee difasilitasi untuk bisa ee berobat gitu ya atau melakukan ee medical check up baik di rumah ataupun ke fasilitas kesehatan yang tersedia. Kemudian yang masih aktif dihubungkan juga dengan kegiatan-kegiatan seperti olahraga, kegiatan ee kesenian dan ee juga sebetulnya kegiatan pemberdayaan juga ee dilakukan juga dan ini ee sangat apa namanya memberikan dampak yang ee positif untuk ee lansia-lansia dan ee mereka kemudian bisa ee tetap tetap ee aktif dan ee produktif. Nah, ee kemudian ee Bapak, Ibu sekalian tentunya untuk penanggulangan kemiskinan kita perlu melihat dari ee kondisi wilayah ee masing-masing ee daerah gitu ya. karena ee daerah di Indonesia ini kan cukup ee Ah. untuk di Jawa Timur ee ee tadi sudah disampaikan bahwa ee masih di atas ee rata-rata nasional kemiskinannya. Jadi ini memerlukan ee perhatian lebih dari pemerintah ee daerah dan juga pemerintah pusat. Kemudian ee kita bisa lihat juga sebetulnya ee di mana kantong-kantong kemiskinan di Provinsi Jawa Timur. Kalau dari ee jumlah ee penduduk ee miskinnya secara absolut ini paling banyak ada di daerah Malang, Sampang ee dan juga Sumenep. Kemudian ee sebaran kalau kita lihat sebaran dari ee persentasenya ini paling tinggi ada di ee Sampang, Sumenuk, Sumenep, dan ee Tuban ya. Oke. Dan ee ini tentunya perlu mendapat perhatian kita bersama dan ee kita lihat juga ee apa sebetulnya penyebab dari kemiskinan di daerah tersebut. Kemudian kita lihat ee potensi ee daerah di sana apa saja dan ee dukungan apa saja yang diperlukan dari pemerintah kabupaten, kota, provinsi, dan ee juga pemerintah pusat serta ee dari pihak-pihak ee di luar pemerintah lainnya yang harapannya bisa secara sinergis berkolaborasi untuk ee menanggulangi kemiskinan. Ee kam selanjutnya iya terkait dengan ee masyarakat miskin rentan. Ee program yang pertama tadi kami sampaikan adalah yang ee terkait dengan ee perlindungan sosial. Mungkin kita bisa lihat terkait dengan perlindungan sosial yang ada di Jawa Timur. perlindungan sosial ini contohnya program ee PKH sembako, kemudian juga program Indonesia pintar. Ee isunya adalah ee bahwa ee PKH ini kan seharusnya diberikan kepada rumah tangga miskin desil 1 sampai 2 ya. Tapi realisasinya berdasarkan data ee masih ada rumah tangga yang ee ada di desil atas atau lebih sejahtera yang mendapatkan program PKH. Sehingga ee kita perlu melihat kembali datanya. Sekarang kita sudah punya ee DTSEN yang diarahkan untuk digunakan dalam ee pelaksanaan program pemerintah. Harapannya DTSN ini bisa ee memperbaiki ee data sasaran sehingga bisa lebih ee tepat dan ee akurat. Begitu juga untuk program sembakau dan juga program ee Indonesia Pintar. Kemudian kita ee bisa lihat juga terkait dengan ee pelayanan dasar seperti rumah dan juga sanitasi serta ee air minum di mana saja ee daerah-daerah yang ee akses terhadap rumah, air minum, dan sanitasinya yang ee masih ee rendah. ini perlu mendapatkan perhatian dari ee pemerintah untuk ee bisa segera di ee ee kembangkan ee akses perumahan dan juga air minum serta sanitasi yang ee layak dan ee aman. Begitu juga dengan ee fasilitas kesehatan dasar untuk Provinsi Jawa Timur ini. Kami ada data dari survei kesehatan Indonesia, Kementerian Kesehatan ya. ee beberapa masyarakat ya sebagian masyarakat ee menyampaikan ada kemudahan untuk mengakses layanan kesehatan dan juga memiliki pengetahuan tentang kemudahan fasilitas layanan kesehatan. Namun ternyata masih ada yang ee kesulitan bahkan sangat sulit untuk ee mengakses layanan kesehatan ee hilang kemudian ee menjadi lebih miskin. Bahkan yang tadinya ee sudah sejahtera karena ee bencana kemudian menjadi ee miskin. pengolahan, kemudian sektor pertanian, kehutanan, perikanan, pariwisata, dan juga ekonomi kreatifnya ee sangat ee berkembang dengan ee baik. Harapan kami, saran kami ee ini perlu di ee sinergikan dengan program penanggulangan kemiskinan. Diharapkan masyarakat miskin dan rentan bisa dilibatkan baik dari sisi tenaga kerjanya melalui pelatihan tentunya dan ee juga melalui kewirausahaan masyarakat miskin dan rentan agar bisa mendukung ee kegiatan dan juga pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur dan ee kemudian juga bisa meningkatkan kesejahteraan ee penduduk yang saat ini masih ee masuk kategori masyarakat atau penduduk miskin di ee Jawa Timur juga ee apa namanya ee juga dilaksanakan program-program prioritas nasional seperti makan bergizi gratis, kemudian revitalisasi sarana prasarana sekolah dan sekarang ada program sekolah rakyat. Kemudian ee program hilirisasi ee industri infrastruktur juga ya. Ini ee mohon juga ee bisa di pastikan keterlibatan dari ee masyarakat miskin dan ee rentan baik dari sisi tenaga kerja maupun ee dukungan ee UMKM dalam rantai ee pasok pelaksanaan program prioritas ee nasional. Terakhir ee kami ingin menyampaikan bahwa perlu ada kolaborasi yang sangat kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, masyarakat, ee perguruan tinggi dan ee juga lembaga lain termasuk ee media informasi publik untuk ee berkolaborasi dalam ee menurunkan kemiskinan dan ee juga peningkatan kesejahteraan. Dan ee jangan lupa tadi ya terkait dengan ee masyarakat miskin rentan, disabilitas dan ee lansia juga perlu kita ee perhatikan. Ee yang ee ini kemudian juga ee memerlukan ee kolaborasi ee bersama antar ee pihak. Demikian ee paparan dari ee saya, saya ee kembalikan dan ee nanti bisa kita lanjutkan dengan ee diskusi. Terima kasih. [Musik] Baik, terima kasih banyak Ibu pemaparan yang jelas dan juga lengkap di akhir sesi kali ini. Namun kami hanya mengambil satu pertanyaan yang sudah masuk melalui YouTube channel kami di BPSDM TV. Datangnya dari Safira dari NTB ternyata dari ASN Pomprov. Pertanyaannya adalah dalam kerangka corporate university, apa tantangan terbesar dalam membangun kapasitas ASN agar mampu menjadi agen pengentasan kemiskinan di daerah? Seperti itu pertanyaannya, Ibu. Monggo silakan untuk dapat dijawab secara langsung. Oke. Baik. Untuk dapat ee merentaskan ee kemiskinan tentunya kita mulai dari perencanaan ya. ee perencanaan ee dalam pengentasan kemiskinan ee harus selaras antara pusat dan ee daerah. Nah, untuk itu ee perlu dipastikan target-target pembangunan di ee provinsi ee ini selaras dengan target pembangunan di pusat. Kemudian provinsi juga ee ee kami harapkan bisa mengkoordinasikan penurunan kemiskinan di kabupaten kota. Kemudian yang kedua menyusun ee strategi mulai dari ee pem memastikan perlindungan sosial untuk masyarakat. Kemudian program ee peningkatan pendapatan melalui pemberdayaan dan ee ini dilakukan melalui peningkatan keterampilan dan juga ee kemampuan kewirausahaan. Dan yang ketiga adalah ee melalui peningkatan dan juga penyediaan infrastruktur dasar dan juga layanan dasar. Nampaknya terkendala dengan koneksi, namun kita masih menunggu untuk bisa terhubung kembali dengan Ibu Tirta. Baik, semoga saja kita akan terhubung kembali di saat-saat terakhir ini sambil kita menunggu jawaban dari pertanyaan yang telah disampaikan tadi oleh Safira dari ASN Pempr NTB. Mohon maaf apabila jawabannya harus terpotong begitu ya. Kita masih menunggu koneksi Ibu Tirta kembali. Namun saya ingin informasikan juga kepada sobat ASN jika terjadi kendala silakan untuk hubungi nomor helpdesk di 08216644*61. Running Tex juga telah memberikan informasi selengkap-lengkapnya mengenai semesta Bangkom. Baik, Ibu selamat siang. Mohon maaf tadi terkendala dengan teknis jadi terpotong begitu. Monggo silakan dilanjutkan. Tadi kalau tidak salah sudah menuju ke ee dua langkah begitu ya. Silakan. Baik. Yang ketiga ee adalah memastikan. Kendala teknis terjadi kembali begitu ya. Nampaknya cukup sulit jaringan yang ada di lokasi Ibu Tirta. kami masih menunggu begitu karena memang jawaban ini sangatlah penting begitu ya. Tidak hanya bagi Safira saja yang ada di ASN Pemprov NTB tapi untuk kita semua siang hari ini sebagai penutup. Kami masih menunggu untuk sesi terakhir kali ini. Ibu mohon maaf jaringannya memang cukup sulit berada di sana begitu ya. Izin untuk dapat melanjutkan, Ibu ya. Baik. Tadi yang ketiga terkait dengan ini ya Bu ya apa ee memastikan tersedianya layanan dan juga infrastruktur dasar. Layanan artinya ee seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar. Ee contohnya ee perumahan yang layak, air minum, dan juga ee sanitasi. Dan ee tentunya ini harus ee berdasarkan ee perencanaan yang berbasis bukti sesuai dengan kondisi masyarakat serta ee potensi ee daerah ee masing-masing karena setiap daerah memiliki ee tantangan dan ee juga potensinya masing-masing. Baik, ada tanggapan atau mungkin jawaban lagi Bu Tirta terkait dengan pertanyaan yang disampaikan oleh Ibu Safira tadi di akun YouTube channel BPSDMTV. Apakah suara saya terdengar, Ibu Tirta? Baik, ya. Suara saya terdengar, Ibu? Iya, iya terdengar, Mbak. Terdengar. Baik, kalau begitu terima kasih banyak jawabannya dan terima kasih juga untuk Ibu Safira dari ASN PPRF NTB. Karena waktu yang terbatas kita harus akhiri ASN belajar seri ke-36 ini dengan materi yang telah disampaikan oleh Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian PPN BAPENAS Republik Indonesia, Ibu Tirta Suteja, ST., MWRM. Ibu terima kasih banyak waktunya. Walaupun terkendala banyak sekali ee teknis begitu ya, namun informasi yang disampaikan sangatlah berarti untuk kami pada siang hari ini. Sampai jumpa kembali, Ibu. Selamat melanjutkan aktivitas dan semoga saja kita dapat berjumpa dalam kesempatan ASN belajar yang lain. Selamat siang, Ibu. Sehat selalu. Selamat siang. Terima kasih, Mbak. Terima kasih. Baik, Sobat ASN, tibalah saatnya kita di pengujung acara pada seri kali ini. Sobat ASN, sebelum mengakhiri sesi, kami ingatkan kembali untuk mengecek secara berkala semesta Bangkom yang telah diisi guna mengunduh e-sertifikat karena ini penting sekali untuk setiap ASN yang telah mengikuti seri kali ini. Demikianlah seluruh rangkaian ASN belajar seri 36 tahun 2025 hari ini. Terima kasih untuk antusiasmenya, partisipasi dan kontribusi dari setiap ASN yang telah mengikuti jalannya sesi kali ini dan tentu saja yang sudah mengikuti baik itu Zoom meeting maupun di YouTube channel BPSDM Jatim TV. ASN belajar seri ke-36 tahun 2025 ini dipersembahkan oleh Corpu SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Akhir kata, saya Fanik Patriia pamit undur diri. Sampai jumpa pada seri berikutnya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] [Tepuk tangan] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia. Siap Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas. belajar juga kelas dunia tekat pantang menyerah jadi AS berkualit Kita [Musik] [Tepuk tangan] [Musik]