ASN Belajar Seri 36 | 2025 - Akademi Pengentasan Kemiskinan dalam Kerangka Corporate University
BcwoRPgpQMk • 2025-09-18
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
[Tepuk tangan]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia.
Siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia lakukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar wujud
pemerintahan
selaku dunia
tukang tekad pantang menyerah
jadi
berkualit
[Musik]
aku belajar
[Musik]
bersama membangun asa
menuju cipta yang mulia
kami hadir kami berk Karya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti menitipiti zaman
dengan semangat pembaruan.
Ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
PPS Temen Jatim Pusat unggulan.
Tempat lahirnya insan berkualitas.
Mencetak STM berkompetensi
tangguh cerdas tangguh inovasi
bersatu dalam visi yang terang menjawab
tantangan jangan gemilang
PPSDM Jawa Timur Center of Sans masa
depan
[Musik]
bersama membangun asa
menuju cita yang mulia.
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti mengiti zaman
dengan semangat pembaruan,
ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
BPSM Jatim Pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas
mencetak STM berkompetensi
tangguh cerdas penuh inovasi bersatu
dalam visi yang terang menjawab
tantangan jangan gemilang
PPSDN Jawa Timur Center of Sans masa
depan gemil
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Marilah kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas kebanggaan negeri berentas
melayani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
Hong hong. Kami dari sini suka dengan
hati.
Tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Melayani bangsa loyal tanpa batasannya.
Kalau adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan
menjadikan ASN lebih berakhlak.
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
[Musik]
kami dari sini tegas dengan hati
Tujukan kompetensi dalam harmoni.
Layani bangsa loyal tanpa batasannya
adaptif dan berkolaborasi.
Bergandeng tangan. Satu tujuan
untuk menjadikan air yang lebih beragam.
Mengerjuh hati tulus membantu sesama di
mana kami malam. melayani
dengan bang kami melayani
dengan kami melayani
bangsa Ah.
[Musik]
H
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
He.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Halo, salam sejahtera bagi kita semua.
Om swastiastu, namo buddhaya. Salam
kebajikan dan rahayu. Salam sehat untuk
kita semua. Sebelum saya memulai dan
juga menyapa seluruh sobat ASN yang
telah bergabung secara online pada pagi
hari ini melalui BPSDM TV maupun secara
Zoom meeting, saya boleh berpantun
terlebih dahulu ya.
Bunga melatih harum mewangi
cakep.
Tumbuh subur di tanah permai.
Cakep.
Korpu menjadi jalan strategis negeri.
Cakep.
Meningkatkan SDM demi hidup yang damai.
Sebelumnya saya ingin menyapa terlebih
dahulu kepada yang terhormat Kepala
BPSDM Provinsi Jawa Timur Bapak Dr.
Ramlianto, S.P., MP. Yang kami hormati
para narasumber dan juga yang telah
hadir secara online, Kepala Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia,
Bapak Dr. Muhammad Taufik, DA, Deputi
Bidang Transformasi Pembelajaran ASN LAN
RI, Ibu Dr. TR. Erna Irawati, Esos Empol
ADM,
Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan
Pemberdayaan Masyarakat Kementerian PPN
BAPENAS RI, Ibu Tirta Suteja, ST, MW,
RM, serta Bapak, Ibu Sobat ASN di mana
pun Anda berada yang telah tergabung
secara Zoom meeting maupun melalui
YouTube di channel BPSDM Jatim TV. Yang
berbahagia, selamat pagi dan selamat
bergabung secara online dalam ASN
Belajar Sari ke-36 yang bertema akademi
pengentasan Kemiskinan dalam Kerangka
Corporate University Korpu. Apa dan
bagaimana perannya yang dipersembahkan
oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur. Puji
syukur kita haturkan kehadirat Tuhan
yang maha esa. Berkat perkenanannya kita
dapat hadir secara online dalam kondisi
sehat, siap, dan semangat untuk dapat
mengikuti kurang lebih 3 jam ke depan
materi yang akan disampaikan oleh para
narasumber dan juga kita akan
berkesempatan untuk berinteraksi secara
langsung nanti dalam sesi tanya jawab
kepada seluruh narasumber dan Bapak,
Ibu, Sobat ASN sekalian. Senang sekali
saya kembali hadir untuk dapat menjadi
moderator kali ini. Saya Fan Patriia.
Kita akan membahas tentang Akademi
Pengentasan Kemiskinan dalam kerangka
Corporate University Korpu. Apa dan
perannya? Di mana ini merupakan pusat
belajar yang dibangun untuk meningkatkan
kemampuan para aparatur, mitra, dan
pihak terkait dalam menanggulangi
kemiskinan. Akademi ini menjadi ruang
berbagai pengetahuan, pengalaman, dan
inovasi agar strategi pengentasan
kemiskinan ini jadi lebih efektif.
Perannya adalah menyiapkan sumber daya
manusia yang kompeten dan berintegritas
melalui beberapa hal yang bisa dilakukan
seperti pelatihan, riset, kolaborasi,
lintas sektor, dan tentunya dengan
pendekatan ini pula Korpu tidak hanya
memperkuat individu saja, tetapi juga
membangun ekosistem yang mendukung
pengentasan kemiskinan secara berlanjut.
Dan selengkapnya akan dibahas dalam
webinar ASN Belajar seri ke-36 tahun
2025.
[Musik]
Sobat ASN yang berbahagia di manapun
Anda berada yang telah bergabung secara
online pada pagi hari ini. Sebelum kita
memulai keynote speech, tentunya kita
juga ingin sekali untuk dapat menyimak
opening speech yang akan disampaikan
oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur
yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto,
S.P., MP.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian.
Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat
bertemu kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini Kamis tanggal 18 September
2025, ASN Belajar telah memasuki seri
yang ke-36.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami, kami
terus berkomitmen sekaligus berikhtiar
untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sahabat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-36 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka menyebarluaskan
sebuah inisiatif brilan yang digagas
oleh Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia yakni Akademi
Pengentasan Kemiskinan.
Program ini dirancang sebagai wadah
kolaboratif yang berfokus pada
pengembangan kompetensi SDM aparatur
sipil negara. beserta mitra ASN agar
berbagai ikhtiar pengentarasan
kemiskinan dapat dilakukan secara lebih
efektif berbasis pada kebutuhan aktual
dan hasilnya juga dapat dirasakan secara
nyata oleh masyarakat.
Karena tema ini sangat tepat untuk kita
elaborasi secara luas dan mendalam, maka
ASN Belajar seri ke-36 tahun 2025 ini
mengangkat topik Akademi Pengentasan
Kemiskinan dalam kerangka corporate
university. Apa dan bagaimana perannya?
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam ASN belajar bahwa topik menarik
ini akan kita bahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Sobat ASN di seluruh tanah air, kita
pasti sadar sepenuhnya bahwa kemiskinan
bukanlah sekedar angka statistik, tapi
wajah nyata dari belum meratanya
keadilan sosial dan masih adanya
keterbatasan kesempatan bagi sebagian
rakyat Indonesia.
Di balik angka statistik kemiskinan, ada
keluarga, ada anak-anak bangsa, ada
cita-cita yang terhenti di tengah jalan.
Oleh karena itu, membicarakan
pengentasan kemiskinan bukan sekedar
agenda teknokratis, melainkan panggilan
nurani dan tanggung jawab moral kita
semua.
Kemiskinan bukanlah sekedar masalah
ekonomi, tapi masalah kemanusiaan.
Ia mencerminkan masih adanya
ketidakstetaraan sosial, belum
optimalnya kebijakan, serta belum
kuatnya keberpihakan pada mereka yang
paling membutuhkan.
Karena itu mengentaskan kemiskinan bukan
hanya soal meningkatkan pendapatan,
tetapi juga soal memulihkan martabat,
menghadirkan keadilan, dan membuka ruang
partisipasi yang setara bagi semua warga
bangsa.
Kemiskinan bukanlah sekedar tantangan
pembangunan, melainkan ujian bagi nurani
dan tanggung jawab kita sebagai aparatur
sipil negara.
Dan di sinilah peran ASN menjadi vital,
menghadirkan kebijakan yang berpihak,
program yang berdampak, serta aksi nyata
yang mengubah data menjadi cerita baru
tentang harapan dan kesejahteraan.
Sobat ASN di seluruh tanah air. Dalam
konteks inilah inisiatif Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia
untuk meluncurkan program Akademi
Pengentasan Kemiskinan merupakan langkah
inovatif yang sangat strategis. Program
ini bukan sekedar pelatihan tambahan,
melainkan terobosan untuk menyiapkan
aparatur yang tidak hanya menguasai
pengetahuan, tetapi mampu menghadirkan
solusi nyata bagi problem kemiskinan di
Indonesia.
Lebih jauh kita menyadari bahwa
paradigma pengembangan kompetensi ASN
telah bergeser. Jika dahulu berfokus
pada kompetensi based learning hanya
memastikan ASN menguasai perangkat
kompetensi, kini kita bergerak menuju
performance based learning, yaitu
memastikan pembelajaran benar-benar
menghasilkan kinerja aksi dan dampak
yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Akademi pengentasan kemiskinan adalah
bukti nyata dari transformasi paradigma
ini. Karena dari ruang belajar lahir
gerakan nyata yang akan mampu mengurangi
kemiskinan secara signifikan di negeri
ini. Akademia ini adalah jembatan antara
ruang belajar dan ruang hidup masyarakat
yang memastikan setiap proses
pembelajaran ASN tidak berhenti pada
tataran pengetahuan, tapi berlanjut
menjadi kinerja dan dampak nyata.
Dengan demikian, Akademi Pengentasan
Kemiskinan adalah manifestasi dari
Corporate University, sebuah ekosistem
belajar yang strategis, kolaboratif, dan
berorientasi pada hasil. Ia menyalakan
harapan bahwa dari ruang-ruang kelas ASN
akan lahir kebijakan yang berpihak,
program yang tepat sasaran, dan
langkah-langkah kecil yang berujung pada
penurunan angka kemiskinan yang terukur
serta peningkatan martabat masyarakat
kita.
Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air,
lalu seperti apa peran dan
program-program Akademi Pengentasan
Kemiskinan ini? Nah, untuk membahas
cerdas dan tuntas topik ini, kami telah
mengundang para narasumber luar biasa
yang sudah barang tentu sangat kompeten
di bidangnya. Kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada para
narasumber hebat yang telah berkenan
hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobatas ASN
di seluruh tanah air. Pertama kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada Bapak Dr. Muhammad Taufik.
Kepala Lembaga Infasi Negara Republik
Indonesia. Kedua, kami menyampaikan
terima kasih dan apresiasi kepada Ibu
Dr. Erna Irawati, Sos, Empol Admin.
Beliau adalah Deputi Bidang Transformasi
Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia. Dan ketiga,
kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi kepada Ibu Tirta Suteja, ST,
MWRM, Direktur Penanggulangan Kemiskinan
dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian
PPN BAPENAS. Nah, Sobat ASN, mari kita
simak dengan seksama webinar ASN belajar
seri ke-36 tahun 2025. Semoga
bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. terima kasih telah
menyampaikan opening speech yang telah
disampaikan oleh Kepala BPSDM Provinsi
Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SPMP
yang tentunya bisa menjadi acuan bagi
kita untuk dapat fokus menyimak apa saja
nanti yang akan disampaikan oleh para
narasumber terkait dengan tema ASN
belajar seri ke-36 tahun 2025 hari ini.
Dan sebelum saya akan mempersilakan
keynote speech yang akan disampaikan
oleh Kepala LAN RI. Sebelumnya saya
ingin sekali untuk menyampaikan rules
atau peraturan yang bisa diikuti oleh
Sobat ASN selama seri kali ini. Yang
pertama sesi tanya jawab diskusi akan
dilakukan di setiap akhir pemaparan
narasumber. Jadi kami mohon partisipasi
dan juga kontribusi dari Sobat ASN yang
ingin berinteraksi secara langsung untuk
rais hand. Maka nanti tim IT dari kami
di sini akan menyambungkan dan
menghubungkan sobat ASN untuk open cam
dan open mic dan bertanya secara
langsung kepada para narasumber.
Kemudian yang kedua, penanya harap
menyebutkan nama, identitas serta
instansinya.
Ketiga, link absensi peserta akan
dibagikan setelah mengisi aplikasi
semesta Bangkom. Jadi pastikan mengisi
terlebih dahulu dan untuk mengeceknya
silakan dicek secara berkala seperti
itu. Dan langsung saja kita akan menyapa
kepada kepala lembaga administrasi
negara Republik Indonesia Bapak Dr.
Muhammad Taufiq di IE untuk dapat
menyampaikan keynote speech.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh, Pak Taufik.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, Mbak Fani.
Kabar. Pagi, Pak.
Pagi. Baik, terima kasih telah bergabung
bersama kami secara online di
tengah-tengah kesibukan tengah minggu
ini, Pak Taufik.
Ya, makasih. Salam sehat semuanya.
Selalu semangat, semangat belajar,
semangat berdampak. Amin. Dan sebelum
kami mempersilakan Bapak untuk dapat
menyampaikan keynote speech, kami ingin
sekali untuk dapat memperkenalkan profil
singkat Bapak dalam momen kali ini di
mana Bapak Dr. Muhammad Taufik di IE,
CHRM, CHCD, CRMP, CACP, MMC menjabat
sebagai Kepala Lembaga Administrasi
Negara mulai dari tahun 2024 hingga
sekarang dan telah mendapatkan banyak
sekali penghargaan dimulai tahun 2024 di
mana salah satunya adalah Satya Lancana
Karya Satya oleh Presiden Republik
Indonesia di tahun 2004 dan terakhir di
tahun 2024 juga mendapatkan Satya
Lancana Karya Satya di mana penghargaan
pengabdian dan 30 tahun pegawai lembaga
administrasi negara tahun 2024 juga
telah didapatkan menjabat dan juga
memiliki pengalaman yang luar biasa. Ini
kalau saya sebutkan satu persatu
tentunya akan mengurangi waktu Bapak
untuk memberikan materinya. Untuk itu
Bapak Taufik kami silakan untuk dapat
menyampaikan keynote speech pada momen
ASN belajar seri kali ini.
Baik, terima kasih Mbak Fani. Saya akan
share
singkat
ya. Sudah kelihatan ya saya gambarnya
ya? Ya.
Iya.
Baik. Ee Bapak Ibu sekalian ee
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, salam
sejahtera untuk kita semuanya.
Ee om swastiastu, Na, Salam kebajikan.
Ee
ee Bapak, Ibu semuanya peserta webinar
yang saya banggakan.
Tadi di depan ee Pak Ramli, Pak Kaban
menyampaikan bagaimana ee pemerintah
sangat konsern terkait dengan
pengentasan kemiskinan. Ya, ini yang
disampaikan oleh ee Bapak Presiden ya,
bahwa ee kemiskinan ini merupakan sebuah
musuh bagi kemerdekaan ya. Bangsa kita
ini belum bisa disebut dengan apa
betul-betul merdeka penuh kalau masih
banyak yang belum bisa senyum. Ya,
makanya kata Bapak Presiden wong cilik
itu ya kalau sudah bisa senyum, bisa
ketawa semua. ya bebas dari kemiskinan
itu baru kita betul-betul akan ee
disebut dengan merdeka secara penuh ya
ee Bapak Ibu sekalian. Jadi ini
perjalanan pengentasan kemiskinan sudah
cukup panjang. banyak prestasi yang
sudah di ee torehkan di dalam
pengentasan kemiskinan mungkin dari ee
sejak zaman Orde Baru ya sampai kemarin
tahun kemarin tahun 2024 ya kalau kita
melihat angkanya memang ee apa ee
belakangan sangat signifikan dalam
penurunan angka kemiskinan. Tetapi di
sisi lain juga kita melihat ee
biaya yang di untuk pengetasan
kemiskinan ini sudah sangat besar dan
ini perlu masih perlu beberapa perbaikan
penguatan-penguatan ke depan ya. ini
kemarin kita juga mendapat apa semuanya
ee membaca informasi ya bahwa ada versi
tentang angka kemiskinan di Indonesia
yang hampir mencapai 60% ini yang
diterbitkan oleh W bank ya. Nah, jadi
ini ee ee peperangan katakan seperti itu
melawan kemiskinan ini masih belum belum
selesai gitu ya. kita perlu bagaimana
merubah strategi kita di dalam
pengetasan kemiskinan. Tadi saya
sampaikan ya ee kita anggaran bansos ee
perlindungan sosial di 2000 terakhir
kemarin ee 2024 496
ee triliun dan ee di 2025 sudah 503
ee triliun ya. Waktu ditotal mungkin
sekitar 10 tahun ini sudah hampir lebih
dari 3.500 triliun kita ee apa gunakan
untuk
mengentaskan kemiskinan. Tetapi nanti
akan kita melihat berbagai hal yang
mungkin masih perlu ee kita perlu
perkuat kembali di dalam kinerja
kebijakan pengentasan kemiskinan ini
sebagai sebuah ee ruangan yang ee apa ee
sifatnya dinamis. kita melihat bagaimana
setiap kali ada konjungtur ekonomi ya,
kelompok rentan kemudian berubah menjadi
ee kemiskin kembali terutama kita ini
masih perlu ee cara-cara yang lebih ee
efektif di dalam penurunan penduduk
miskin ekstrem. Ini yang menjadi ee
sangat ee konsern dari Bapak Presiden,
Bapak, Ibu sekalian. Jadi ee ee
pelaksanaan pengentasan kemiskinan ini
sudah dilakukan dengan berbagai cara.
Yang jelas ee kemiskinan tidak bisa
dilakukan secara ee sektoral, tetapi
sebagai sebuah lintas sektoral. Yang
terakhir kemarin kita memiliki ee tim
nasional penanggulangan kemiskinan ya.
Dan ee tim ini menggabungkan dari
berbagai instansi.
tidak hanya pusat tapi juga ee ee daerah
ya di pemerintah daerah terlibat secara
aktif di dalam ee pengentasan kemiskinan
melalui dari tim nasional penanggulangan
kemiskinan dan dan ee tim ee ee daerah
tentunya penanggulan kemiskinan. Nah,
Bapak Ibu sekalian kita ee lihat apa
yang menjadi catatan dan evaluasi karena
tim ini sudah secara resmi sudah
digantikan ya tahun kemarin bulan
November 2024 sudah selesai dan ada
suatu ee catatan di dalam selama apa
namanya ee cara-cara kita melakukan
pengentasan kemiskinan. Yang pertama
tentunya ee problem dari koordinasi
antar lembaga ya. Ini masih seringki
terfragmentasi dengan aturan standar
masing-masing, perencanaan penganggaran
masing-masing, mone function ya sehingga
kemudian ee implikasinya adalah berjalan
secara sektoral ya ee risiko tumpang
tindih ee masing-masing berentasi pada
output sesuai dengan tugas fungsinya.
Sehingga tadi kalau kita melihat dari
besarnya anggaran yang digelontorkan
totalnya lebih dari mungkin 3.500
triliun selama 10 tahun. Nah, dengan apa
namanya ee hasil yang dicapai tentunya
masih perlu ee apa ruangan-ruangan untuk
kita bisa lakukan perbaikan-perbaikan
ee ke depan terutama tadi dalam ee
kaitannya dengan koordinasi antar
lembaga. Yang kedua, problem data ya.
data dan targeting ini seringki ada apa
namanya program ee problem salah sasaran
ini sering kita mendengarnya karena data
yang berbeda gitu ya sehingga ada ee
kelompok yang seharusnya tidak ee masuk
sasaran tetapi ee masuk sasaran atau
sebaliknya yang seharusnya menjadi
sasaran utama tetapi tidak terinklusi.
Kemudian yang ketiga adalah pada e fokus
masih banyak ee bantuan sosial jangka
pendek ini yang kemudian tadi ee
angkanya mungkin secara nominal
berkurang tapi kerentanannya masih
tinggi ya. Begitu ada konjungtur ekonomi
banyak rumah tangga yang kemudian mudah
untuk jatuh miskin kembali. Kemudian
yang berikutnya adalah catatannya adalah
keterbatasan dalam hal monitoring
evaluasi di mana mekanisme
evaluasi ya masih perlu diperbaiki ya
masih fokus pada serapan anggaran dan
output ini yang menjadi sebuah cara
kerja ee birokratis ya sehingga kemudian
tadi sasaran utama dalam pengentasan
kemiskinan menjadi seringki
terkorbankan. Nah, kalau menarik
menyimak dari ee laporan dari BPKP waktu
pertemuan dengan para pimpinan lembaga
ee kementerian, kepala daerah
akhir 2024 di Sentul waktu itu ya.
Kepala BPKB menyampaikan bahwa ee
inefisiensi yang salah satu yang
tertinggi adalah program pengentasan
kemiskinan ya. Ya, yang lain adalah
program ee stunting, pentas kemiskinan,
UMKM. Ini adalah program-program yang ee
inefisiensinya
lebih dari 52%.
Ya, artinya bahwa ini cara-cara kerja
birokratis yang dilakukan ee tadi
orientasi pada fungsi masing-masing ya.
ee prentasinya adalah capaiannya pada
capaian output perebutan outcome
menyebabkan tadi sumber daya yang
digunakan ya ee tidak bisa atau belum
berhasil ee menciptakan tadi outcome
yang maksimal yang diharapkan. Nah, ini
tentunya nanti perlu ada perbaikan. Dan
yang terakhir adalah dari ee berbagai
kajian evaluasi yang dilakukan
lembaga-lembaga dunia ini problem
dieksekusi di lapangan ya. bagaimana ee
kebijakan-kebijakan atau program yang
disusun oleh tim saran nasional seringki
di daerah tadi ee dihadapkan kepada
keterbatasan
kapasitas dari sumber daya manusianya,
pola penganggarannya,
ketatalaksanaannya, cara kerja pada di
lapangan di dalam pengetasan kemiskinan.
Nah, ini poin yang sangat penting Bapak,
Ibu sekalian bahwa ee ujung tombak di
dalam pengentasan kemiskinan ini adalah
ee kapasitas dari pemerintah daerah.
Nah, dalam hal ini tentunya ee apa
sesuai dengan mandat dari Undang-Undang
ASN ya, Undang-Undang 20 2023
bagaimana ee ASN wajib belajar ya. ini
kita akan gunakan sebagai sebuah sarana
tadi memperbaiki kapasitas dari
khususnya pemerintah daerah untuk me apa
meningkatkan ya ee kinerjanya di dalam
ee pengentasan kemiskinan ini yang kita
topik ee pagi hari ini kita akan ee
bahas Bapak Ibu sekalian. Jadi ee dari
program yang ee sudah berjalan ya dari
zaman Orde Baru hingga pemerintahan ee
Bapak Jokowi tahun kemarin ya ini ada
sebuah listen ya tentunya
dengan problem-problem yang ada perlu
satu perubahan strategi yang pertama
tentunya ada sebuah data yang
terintegrasi ya, bagaimana ada sebuah
dashboard pemantauan bersama ya yang ee
memudahkan untuk memantau bagaimana ee
program-program bisa kemudian menyumbang
dari outcome dari pengentasan
kemiskinan.
Kemudian yang ee berikutnya adalah
perlunya ada transformasi bantuan yang
ee banyak yang sudah merekomendasikan
agar ini kemudian bisa menjadi sebuah ee
cara dari bantuan-bantuan yang sifatnya
memberdayakan. bagaimana ee target
sasaran dari keluarga-keluarga miskin
tadi ee memiliki akses atau dan
kemampuan ee produktif sehingga ee
program pengetahuan kemiskinan ini bisa
ee apa memutus ee mata rantai
kemiskinan. Kemudian yang berikutnya
adalah karena tadi problemnya adalah
banyak kita melihat ee tumbang tindih
karena data yang ee beragam dan
seterusnya maka perlu ada single poverty
registry ya, bagaimana ada data terpandu
ya ee mengenai by name, by address dan
seterusnya yang ini diperlukan tadi
untuk ee apa namanya
melihat ee bagai ee program-program
keter keterpaduan
dari berbagai sektor dengan kelompok
sasaran yang tepat tadi. Kemudian tadi
karena
masih banyak ditemukan dari kelompok
rentan yang kemudian jatuh kembali
menjadi kemiskin kembali dalam
konjungtur ekonomi banyak kembali
menjadi miskin ya ini tentunya perlu ada
pendampingan jangka panjang ya dalam
peningkatan kapasitas ee ee ee keluarga
yang tadi menjadi sasaran dan kemudian
kita perkuat yang terakhir adalah
kolaborasi sektor orientasi masih pada
shell outcome ya yang tadi untuk
memastikan kontribusi dari berbagai
instansi tidak hanya instansi pemerintah
tapi juga ee
ee korporasi dari swasta di dalam
mendukung program pengentasan
kemiskinan. Bapak, Ibu sekalian. Jadi,
ini perlu sebuah paradigma yang tadi
dengan kesimpulannya adalah yang
sebelumnya mungkin banyak ee dilakukan
secara penekatan administratif dari
berbasis pada fungsi, berbasis pada
output ya. ini kita dorong lebih
berbasis pada outcome. Kemudian yang ee
sebelumnya dilakukan secara
parsial karena
ada sektornya, tanggung jawabnya
peraturan perundangan ini kemudian perlu
dirombak secara kolaboratif
agar tadian
ee apa kinerja tadi ee pengentasan
kemiskinan yang lebih berkelanjutan yang
sifatnya bantuan jangka pendek ya. ee
mungkin tadi untuk tambal butuh kurang
lebih seperti itu lebih pendekatannya
perlindungan dari kelompok miskin
menjadi pemberdayaan dan yang semula
mungkin ee banyak hal yang belum bisa
memanfaatkan teknologi kita akan dorong
menjadi sebuah tadi ee apa ee
program-program yang berbasis pada
digitalisasi sesuai dengan arah
kebijakan pemerintah, transformasi
digital, pemanfaatan I di dalam
pengentasan kemiskinan. Nah, ini
perubahan-perubahan yang ee tentunya
tadi memerlukan tadi penyesuaian dari
kapasitas para ASEN, dari para
mindsetnya,
skill setnya, keterampilannya,
pengetahuannya di dalam mengelola
program ee pengentasan kemiskinan. Nah,
Bapak Ibu sekalian, jadi ini yang kalau
kita melihat ee dari secara ee sebuah
siklus ya. Bagaimana pengentasan
kemiskinan? Kalau kita melihat dari ee
apa bisa diruntut dari mulai apa ee
anak-anak begitu ya. Dari sejak lahir
perlu diperhatikan kesehatannya
di waktu usia sekolah, wajib sekolah
perlu dibekali dengan pendidikan yang
menyiapkan mereka menjadi tenaga-tenaga
terampil berkarakter dan ketika bekerja
sudah pada usia produktif kemudian
mereka perlu ee dibantu, diperkuat
kemampuannya untuk masuk akses ee pada
lapangan kerja ya sesuai dengan
keahlian. mereka sesuai dengan apa ee
apa lingkungan mereka dan bagaimana
mereka nanti setelah ee usia lanjut ya.
Ini juga perlu diperhatikan. Nah, ini
dalam satu siklus ee kehidupan dari ee
apa namanya target sasaran ini yang
perlu kemudian dikeroyok bareng-bareng
ya dari mulai perencanaannya,
pemanfaatan datanya, pengawasan monevnya
ya bagaimana tata kelola kelembagaannya
dan juga bagaimana dukungan lintas
sektor termasuk juga nanti dengan
kolaborasi dengan korporasi. Bapak, Ibu
sekalian. Jadi ini sebagai ilustrasi ya.
Kalau kita petakan bagaimana mulai dari
bayi menjadi prasekolah, banyak instansi
yang terlibat di sini secara nasional.
Ya, ini akan kita ee fasilitasi dalam
cara kerja kolaboratif dan kalau
sebelumnya ee apa ee TN ee P2K ya untuk
menyelesaikan
perentasan kemiskinan ee lebih ee fokus
pada bagaimana tata kelola dalam
administrasinya
dengan kita ee ke depan ee ee akan
mendorong sebuah transformasi cara kerja
tadi. Maka kemudian penekanannya tidak
hanya sekedar bagaimana tata kelola
administrasinya, tapi lebih pada
pengembangan kapasitasnya dari berbagai
ee instansi yang terkait para ASN
pimpinannya ya yang ee ada di
instansi-instansi yang terkait dengan
program-program ee pengentasan
kemiskinan. Nah, mulai dari bayi apa
kelompok sasaran dari bayi prasekolah,
kemudian dari ee mereka sekolah ya ee
ini kita libatkan. Nah, nanti kita akan
bicarakan ya, bagaimana dalam konteks di
pemerintahan daerah tentunya ee akan
berhubungan dengan OPD-OPD yang terkait,
akan berhubungan dengan
kabupaten-kabupaten ee kota yang terkait
ya dan ee instansi pemerintah, perguruan
tinggi dan seterusnya sebagai sebuah
ekosistem ya. Jadi, pengentasan
kemiskinan ini harus ee kita lihat
sebagai sebuah cara kerja ekosistem di
mana orientasinya dengan paradigma yang
baru adalah bagaimana
para aktor ini belajar bersama. Ya,
mengapa penekanan belajar bersama?
Karena kita perlu melakukan sebuah
perubahan cara-cara ee kerja yang kita
lihat dari sejak zaman tahun 0-an sampai
2024.
ini ee masih banyak hal yang kemudian
perlu diperbaiki dan ini tentunya ee
akan bisa ee berhasil kalau kemudian
para ASN bersama stakeholder terkait
dalam sebuah ekosistem tadi untuk
kemudian belajar menemukan
tadi ee dalam pengentasan kemiskinan.
Nah, ini yang sering saya ee apa
sampaikan bagaimana car
ee secara tadi apa administratif, secara
birokratif tadi ya. Kita ee biasa
bekerja dengan tadi ee mandat peraturan,
kemudian ada dalam anggaran, ada
perencanaan penganggaran, ada outputnya
dan seterusnya.
Dan ini yang kemudian ee ditengarai oleh
ee BPKP adanya ini efisiensi dan
seterusnya karena
memang dilakukan secara sektoral lebih
berorientasi pada fungsi dan seterusnya.
Dan ini sedikit apa apa ee ee ada ee
berbeda dengan kebutuhan pengentasan
kemiskinan yang berbasis outcome. US
sebuah cara-cara kerja yang baru yang
tadi ee orientasinya bukan pada fungsi
tapi bagai pada program yang sifatnya
lebih kolaboratif, cara-cara yang
kemudian lebih kontekstual sesuai dengan
persoalan-persoalan kemiskinan yang dari
satu daerah ke daerah lain yang berbeda.
Nah, ini tentunya tadi cara-cara bukan
cara-cara kerja birokratis saja yang
diperlukan tentunya secara birokratis
tadi diperlukan dalam memperkuat
akuntabilitas tapi cara-cara yang
inovatif yang dilakukan melalui proses
belajar. Nah, ini yang menjadi kata
kunci tadi bagai ketika bisa menemukan
cara-cara baru yang lebih kontekstual,
yang lebih efektif tadi ketika kita
kemudian masuk pada zona belajar. Ya,
saya sering ilustrasikan cara kerja
birokratis biasanya adalah
ada anggaran misalnya 1 miliar hasilnya
misalnya 10 output
kita dorong kemudian di dalam zona
belajar maka targetnya kemudian kita
naikkan
1 miliard menjadi kemudian ee 100 atau
20 output 30 output dan seterusnya. Nah,
ya target yang challenging tadi e tadi
menuntut
cara baru ya dan tentunya ee memaksa
para ASN bersama-nya
untuk belajar hal yang baru di dalam
cara-cara tadi mengentaskan ee
kemiskinan. Baik, Bapak, Ibu sekalian.
Jadi ini tadi yang saya sampaikan ini
ilustrasi saja ee ee kita sudah petakan
ee kementerian, lembaga dan tanggung
jawab dari setiap dalam setiap tahap
siklus ya untuk ee apa pemberdayaan ee
ee ee kelompok
dan ini tentunya tidak hanya sebatas
dari instansi pemerintah tapi juga ee
dengan korporasi. ini yang kita ee apa
pernah ee gagas dan ini nanti bisa
diadopsi di Jawa Timur juga. kemarin
dengan PT
membuat prototype
parada ya, bagaimana
dari dana-dana ee JSR yang ada digunakan
untuk membantu ee para kelompok sasaran
tadi untuk kemudian bisa ee bekerja.
Nah, ini ee sistemnya seperti dana
bergulir seperti itu yang ini ke depan
tidak hanya dari korporasi tapi juga
kita menjajaki dari Basnas ya ee dari
daerah apa yang dikelola oleh Basnas
untuk membekali para e tadi ya untuk
bisa kemudian ee bekerja pada
sektor-sektor produktif. Nah, jadi ini
juga diperlukan kolaborasi ee dari
program-program pemerintah seperti UMKM,
pertanian ya ee industri dan di satu
daerah ya ee agar kemudian jadi kelompok
miskin tadi bisa kemudian ee belajar dan
memiliki keterampilan sehingga siap
untuk kemudian ee bekerja ya sesuai
dengan ee kompetensi yang sudah disiap.
siapkan. Nah, Bapak Ibu sekalian ini
sebagai ilustrasi bahwa ee keberhasilan
dari ee program pengentasan kemiskinan,
cara kolaborasi, cara-cara yang inovatif
yang harus dieksplore bersama ya, tidak
hanya dengan instansi pemerintah, tapi
dengan organisasiorganisasi
non pemerintah. Nah, ee kembali pada
konteks ee pag
bagaimana kita eh Corporate University
Jawa Timur ya yang ee sangat ee konsern
dan mendedikasikan
ee fokus pembelajarannya pada untuk
mendukung targetarget SDG. Salah satu
target SDG pengentasan kemiskinan. Dan
ini merupakan sebuah ee cara-cara yang
ee dibutuhkan oleh pemerintah. bagaimana
Corporate University Jawa Timur menjadi
sebuah mesin tadi pembelajaran untuk
mendorong inovasi dalam pengentasan
kemiskinan bersama dengan
stakeholder-stakeholder yang terkait di
Jawa Timur ya dan juga secara nasional
dan LAN bersama ee ee Jawa Timur
korporsi Jawa Timur ya ini menggagas ee
kemiskinan tadi dalam rangka
memfasilitasi
ee para aktor tadi, instansi pemerintah,
nonpemerintah ee bersama-sama kemudian
untuk mencari cara-cara baru dalam
pengentasan ee kemiskinan yang berbasis
pada outcome dan berentasi ee secara
apa? Pengentasan kemiskinan yang
berkelanjutan. Nah, Bapak, Ibu sekalian,
jadi ini tahun ini kita nanti akan Buna
menyampaikan ya ee piloting ya.
Jadi ee kita di Jawa Timur ya ee nanti
BPSDM
ee
Jawa Timur dalam rangka Korpu tadi dan
kita akan mengambil lokus ee tahun ini
adalah ee di Probolinggo ya. Ee tentunya
ini ee dengan ee kerja sama dengan BP
Taskin ya kita dengan data yang ada
dengan profiling yang ada kita akan
melakukan exercise di sana. Nah, adapun
nanti pembelajaran yang dilakukan
sifatnya banyak kemudian bukan di kelas
ya kita ceramah bukan tapi di lapangan
yang dilakukan dari berbasis project ya.
Nah, kalau kita melihat dari siklus dari
pengentasan apa ee kehidupan dari
keluarga miskin tadi mulai dari ee bayi,
anak-anak, kemudian sampai orang tua ini
tentunya perlu sebuah jadi intervensi ya
yang inovatif ya dengan melalui kita
menggunakan suatu pendekatan baru dari
berbasis project melibatkan stakeholder
terkait sehingga nanti pendekatannya
lebih kolaboratif. tidak hanya
kolaboratif antar instansi atau antar
OPD ya, tetapi juga ee kita akan gandeng
dari korporasi-korporasi yang terkait
ya. nanti ada proses juga ee apa ee
coaching, mentoring, dan seterusnya
untuk memperkuat tadi kemampuan terutama
pimpinan-pimpinan
instansi terkait dan korporasi untuk
bisa menemukan cara-cara kolaboratif
sehingga tadi ee program pengentasan
kemiskinan tidak lagi berorientasi pada
output, tapi pada outcome ya. membantu
ee kelompok sasaran ee bisa kemudian ee
berdaya katanya e kata kuncinya adalah
tadi ee empowering. Mereka mampu ee
kemudian keluar dari lingkaran
kemiskinan untuk selamanya ya. Nah, jadi
cara-cara kolaboratif yang tadi ee kita
saya sampaikan tadi dengan contoh tadi
dengan yang sudah dilakukan dengan PT
Paragon ya ee ini akan menjadi sebuah
modeling ee tentunya di Jawa Timur
ekosistemnya berbeda, aktornya berbeda,
tetapi tentunya tadi ee apa dengan
kolaborasi yang ada ee kita bisa
menggagas tadi cara-cara baru dalam
pengentasan kemiskinan dan ee
pembelajaran ini hasil ee kita orientasi
pada outcome bagaimana mereka kemudian
ee sejahtera ya ee dari sisi kesehatan,
pendidikan dan seterusnya dan bisa ee
punya penghasilan yang mereka kemudian
keluar untuk selamanya dari kategori ee
keluarga miskin. Dan ini ee
tadi yang e saya sampaikan tentunya
perlu ada pendanaan ya tadi kerja sama
dengan Basnas, kerja sama dengan
korporasi yang ada untuk
membantu dari kelompok ee miskin tadi ya
ee
keluar dari ee lingkaran kemiskinan ya
dan dilakukan nanti pembelajarannya
secara terintegrasi. Nah, di situ ada
manajerial untuk para pimpinannya ya.
Nanti ada e bagaimana ini ada
pimpinannya yang sudah sound 2, ada
sound 3 dan seterusnya. Nanti ada
masing-masing ada recognition-nya,
pengakuannya ya ee pada masing-masing ee
ee partisipan tadi sesuai dengan
jabatannya.
Dan juga ada teknisnya. teknisnya tadi
misalnya kita bicara tentang bagaimana
teknis pemberdayaan ya, teknis kemudian
ee apa namanya untuk memfasilitasi dari
kelompok sasaran dengan
keterampilan-keterampilan yang ada. Nah,
tentunya ini ada ee ee sudah menjadi
tanggung jawab dari instansi-instansi
atau OPD-UPD ya yang punya tanggung
jawab dalam ee pembekalan
keterampilan-keterampilan tadi. Ini kita
lakukan tadi secara kolaboratif dan juga
ada sosiokultural. Apa itu? Yaitu
kemampuan kita untuk kemudian melakukan
program tadi dengan cara yang lebih
empati menempatkan kelompok miskin
sebagai subjek di dalam program. ee
pembelajaran ini ya, bagaimana mereka ee
dibantu ya sesuai dengan apa yang
menjadi harapannya, kebutuhannya dan
ekosistemnya misalnya ee di tempat yang
ee kampung nelayan misalnya ini berbeda
tentunya ekosistemnya dengan yang di
pedesaan berbasis pertanian sehingga ini
ee apa kompetensi-kompetensi ini harus
di ee kuasai. Nah, kelompok sasarannya
memang utamanya ini adalah para ASN
tentunya, tetapi tidak eksklusif ASN
karena tadi untuk mengekskusi programas
kemiskinan perlu kolaborasi yang luas
tadi ya melibatkan
BUMN, korporasi, perguruan tinggi ya ee
NGO, pesantren dan seterusnya. dan ini
merupakan bagian dari sebuah ekosistem
akademi pengentasan kemiskinan yang akan
di ee fasilitasi oleh ee ee Corporate
University Jawa Timur ya. termasuk nanti
di dalam ee kompetensi pemerintahan yang
dibutuhkan tadi untuk mengelola ee
program pengetasan kemiskinan dengan
cara-cara yang baru. Nah, jadi ini
karakter yang ee karakteristik yang ada
ee bagaimana halalnya dengan tadi
pemanfaatan teknologi ya dengan
teknologi ini juga kita akan ee bekali
selama itu relevan di dalam apa namanya
ee project yang dibutuhkan ya. Nah, ee
kita harapkan nanti ini akan ada sebuah
menjawab
problem-problem utama selama ini yang
dihadapi dalam pengentasan kemiskinan
sehingga ee program pengentasan
kemiskinan melalui akademi pengentasan
kemiskinan ini ee bisa dilakukan dengan
cara-cara yang lebih efektif, yang lebih
kemudian efisien dalam resources yang
digunakan ee ee menciptakan outcome yang
lebih berkelanjutan. Nah, Bapak Ibu
sekalian nanti akan disampaikan oleh ee
Bu Wna, oleh kawan-kawan narasumber yang
lain secara lebih teknis ya mengenai
bagaimana desain pembelajaran dari ee
pengentasan kemiskinan. Tetapi pada
intinya adalah bahwa program akademi
pengentasan kemiskinan ini adalah sebuah
ee ee wujud nyata dari perintah
undang-undang bahwa ASN wajib belajar ya
agar relevan dengan kebutuhan
organisasi. yang dalam hal ini adalah
bagaimana tugas pemerintah memastikan
arahan dan prioritas yang menjadi ee
kebijakan Bapak Presiden bisa dilakukan
dengan baik dengan tadi ee memfasilitasi
bahwa ee pembelajaran ini harus
menciptakan dampak nyata, cara-cara
baru, pengentasan kemiskinan sehingga ee
bisa
menghasilkan dari program-program yang
lebih berdampak, lebih berkelanjutan ya
untuk ee apa kesejahteraan yang lebih
merata di Indonesia ya dalam rangka tadi
Indonesia Mars 2045. Mungkin itu ee yang
bisa sampaikan ya ee kurang lebihnya
mohon maaf bila saya. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih banyak Pak
Taufik atas insight yang telah
disampaikan melalui keet speech yang
telah kita dengarkan bersama-sama. Izin,
Pak. Masih ada waktu karena kami
menemukan interaksi yang sudah ee kami
lihat. Ada yang raise hand ingin
bertanya secara langsung. Bagaimana Pak
Taufik?
Silakan. Silakan Prof.
Oke. Baik. Kami akan hubungkan dengan
sobat ASN yang sudah rais hand.
disilakan untuk open mic dan open cam.
Kami masih menunggu.
Baik, terkendala dengan jaringan
nampaknya.
Baik. Oke, kami masih menunggu. Sekali
lagi, Sobat ASN jika langsung ingin
berinteraksi maka harus standby begitu
ya untuk bisa kami hubungkan
open cam dan juga open mic.
Baik, selamat pagi.
Selamat pagi, Bapak. Mohon maaf mic-nya
belum nyala. Mungkin bisa di-onkan
terlebih dahulu.
Ah, baik. Selamat pagi dengan Bapak
siapa ini?
Saya Joko Kesmarinoto dari UPT Blk
Singosari Malang, Jawa Timur.
Dari Malang. Baik, silakan Pak
pertanyaannya kepada Pak Taufik.
Baik. Eh, terima kasih narasumber yang
sangat luar biasa, Pak Dr. Tauf. kami
mencermati dari awal sampai akhir
paparan Bapak tadi. Ee yang ingin kami
tanyakan ada dua hal. Yang pertama
adalah sejauh mana
peran strategis LAN yang dinyatakan
untuk dalam masalah kemiskinan ini.
Kalau saya perhatikan banyak tadi
pendap-pendapat teori tetapi rnya
seperti apa yang telah dilakukan dalam
proses ini. Itu yang pertama. Yang
kedua, sebetulnya kalau kita berbicara
tentang kemiskinan itu kan sederhana
saja. ketika penghasilan tidak mencukupi
untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Itu aja, maka dia akan mengalami
kekurangan dalam bentuk kehidupannya.
Nah, sekarang kalau saya mencermati Pak
di ee
pendidikan juga di tempat kami DPK ini
jarang sekali yang memberikan pendidikan
menjadi kaya. Karena masyarakat enggak
dididik menjadi kaya, akhirnya jadi
banyak miskin.
mestinya ada materi-materi yang itu ee
memberikan wawasan kepada anak didik
kita baik di level pendidikan formal
maupun nonformal pendidikan untuk jadi
orang kaya, Pak.
Islam ini jarang ditemukan kalau kita
bicara orang kaya misalnya cara hidup
jadi orang kaya maksud saya Pak ya itu
seperti contoh ada buku yang bagus itu
cashful kuadran dari Robert Kiosaki itu
gak pernah diajarkan di sekolah manaun
padah itu peta jalan untuk menjadi orang
kaya gitu Pak ya jadi satu contohnyaalah
ee jalur kaya itu kan tidak mungkin bisa
ditempuh dengan jalur menjadi ee
employee Pak tetapi bisa ditempuh dengan
jalur menjadi pengusaha usaha, owner
bisnis, pemasaran marketing, jaringan
dan sebagainya itu jalur petanya di
situ. Tapi kalau hanya menjadi employee
saat ini akan susah. Enak bekerja,
contoh enak bekerja di employee
tiba-tiba perusahaannya bangkrut. Contoh
di Stretteek kemudian di mana itu ee
gudang garam timbin dengar dengan PHK
itu otomatis menjadi sumber pendapatan
kan hilang. Maka apa yang terjadi? Ya
mau enggak mau pasti akan menjadi
miskin, Pak.
Kami punya sebenarnya punya program
pengisan ri langsung masyarakat itu
dengan modal yang minimal tetapi kalau
itu dijalankan menjadi potensi
penghasilan dan insyaallah akan langsung
bisa mengatasi kemiskinan itu, Pak. Kami
ASN yang baru 39 tahun Pak mengabdi
lebih ya. Jadi seperti itu. Jadi ee
pertanyaan kedua saya langkah-langkah
strategis yang akan Bapak sampaikan tadi
di Probolinggo apakah bisa kami akses?
Kalau dibutuhkan kami juga akan bisa
bersinergi dengan program tersebut Pak
jabatan instruktur madya instruk madya
di PT BRK Sengosari barangkali
dibutuhkan, kami bersedia untuk menjadi
ee salah satu ee yang bisa berperan
aktif sebagai ASEAN di sana. Kami juga
sudah mengelola banyak beber usaha itu,
Pak. Jadi ya dalam arti menjadi mentor
selama ini karena kami dalam kondisi pas
kan masih terbatas. ASN sendiri Pak itu
kan employee.
Kalau ingin kaya JN susah Pak kecuali
dia punya eh set job ya Pak ya.
Itu akan bisa menjadi sekarang kalau
employee mendidik dalam kondisi jalur
miskin untuk mengentas kemiskinanah
bagaimana caranya? ini menjadi
problemnya sendiri, Pak.
Jadi maksud saya adalah ee bagaimana
kita bisa bersinergi program-program di
Blk atau di BK itu berikan-berikan cara
hidup orang kaya pada anak-anak kita.
Itu satu di antara adalah strategi untuk
ee mengentaskan kemiskinan. Karena
memang kemiskinan itu ya ini apa salah
apa gimana, Pak? Ya, bahwa di dalam
konstitusi kita kan fakir miskin
dipelihara negara, Pak. Namanya
dipelihara itu akan tambah terus, Pak.
Enggak mungkin kurang ya namanya
dipelihara.
Coba fakir miskin dipelihara oleh negara
ya kan tambah kita punya dua ayam
pelihara jadi banyak ayamnya kok. Ini
kan dilematis ini. Oke Pak. Itu Pak
sebentar pertanyaan saya. Makasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Warahmatullahi wabarakatuh.
Silakan untuk dapat menjawab dua
pertanyaan dari Pak Joko tadi Pak
Taufik.
Makasih, Pak Joko. Pertanyaan luar biasa
ini. Ini visioner banget ini Pak Joko
ini. Jadi tidak hanya sekedar
mengentaskan ee keluar dari lingkaran
kemiskinan, tapi jadi orang kaya ini ya.
Ini ee sangat fundamental ya. Mengapa?
Karena sebenarnya
ee problem kemiskinan ini juga ee
problemnya sebenarnya problem culture
ya, culture budaya secara pola pikir
gitu ya, pola pikir. Sehingga saya
sangat setuju tadi dengan masukan Pak
Joko tadi memang bukan kemudian untuk
menyiapkan mereaya
tapi bagaimana memiliki sebuah mindset
yang berubah ya mindset untuk keluar
dari ee apa lingkaran kemiskinan sebuah
tekad sebuah sikap mental ya cara
pandang yang kemudian mereka ingin ee
apa menyudahi
apa dari kemiskinan tadi. Nah, ini yang
ee tadi Pak Joko menggaris bawahi
pentingnya berpikir sebagai orang kaya,
ya. Ee berpikir sebagai orang kaya itu
artinya dia harus bisa ee apa namanya?
mencari ee sebuah opportunity, sebuah
peluang bagaimana dia bisa making money
ya, membuat uang ya, mendapatkan uang
bukan sekedar bekerja pada orang lain
dan seterusnya. Saya pikir ini gagasan
yang bagus ya di saat apa namanya ee ee
apa ee membangun jiwa kewirausahaan.
Nah, ini ini satu hal yang mungkin
penting bagaimana dari kelompok sasaran
tadi ee memiliki sebuah pola pikir yang
berubah. Tidak punya hanya keterampilan,
tetapi sikap mental, pola pikir yang
berubah. Ya, tentunya tadi akan
disesuaikan dengan ee kemampuan mereka.
Ada yang mereka mampu usaha, ada mereka
memang mungkin mampunya bekerja pada
orang lain dan seterusnya. Tapi pada
intinya sama semuanya bahwa mereka harus
ee bisa mandiri ya tadi bisa punya
penghasilan sehingga ee cukup untuk
membiayai kehidupannya dan keluarganya.
Ya, ini yang yang saya pir saya sangat
setuju ya bahwa ini tidak hanya kemudian
keterampilan-keterampilan tadi, tapi
mindsetnya, sikap mentalnya ya ini harus
berubah. Nah, kemudian tadi yang ee apa
peran strategisan ini ya? Kita dapat
mandat baru ya dengan Perpes 8 2025.
Bagaimana kita ee apa namanya untuk me
ee membantu di dalam kebijakan
pengentasan kemiskinan. Nah, ini yang
kita manfaatkan dengan ee mandat yang ee
apa yang secara apa sebelumnya ya secara
kita sebut dengan konvensionalnya adalah
LAN ini bidangnya ada di di dua hal ya,
bagaimana kita membantu di kualitas
kebijakan. Yang kedua adalah
pengembangan kapasitas ASN. Nah, ini
yang kita ee dengan mandat Undang-Undang
20 ya, kita bagaimana memfasilitasi yang
disebutkan ASN wajib belajar melalui
pembelajaran terintegrasi yaitu
corporate university ee yang dijelaskan
apa corporate university pembelajaran
yang kolaboratif untuk kemudian
menghasilkan sebuah tadi terobosan
dampak nyata cara-cara baru ya di dalam
kita ee apa mendukung ya
kebijakan-kebijakan pemerintahan Nah,
itu yang yang ee dilakukan oleh lembaga
negara Pak Joko dan kita dorong
bagaimana cara kolaboratif dengan
korporasi dan substansi pemerintah
dengan berbagai pihak agar tadi dalam
konteks pembelajaran terintegrasi tadi
ya kita bisa kemudian me mendorong
cara-cara baru, cara-cara inovatif ya
para ASN dalam menyelesaikan ee
problem-problem terutama yang menjadi ee
ee prioritas dari pemerintah. Nah, tadi
yang ee tawaran Pak Joko, saya sangat
sangat sangat senang sekali Pak Joko.
Nanti ee tim akan ee apa berhubung
dengan Pak Joko. Saya ini suatu hal yang
sangat bagus ya di dalam apa di setiap
tempat ada
para pelaku yang ee apa namanya yang
sudah
tadi menjadi bagian dari ekosistem tadi
ya. ee dengan Pak Joko di Blk ini saya
pikir ee sebuah ee bagian dari ekosistem
yang tidak terpisahkan tadi untuk ee
mendorong program pengentaskan
kemiskinan yang orientasinya ee sekarang
paradigma baru pemberdayaan mereka
kemudian lebih sejahtera atau harapannya
Pak Joko tadi lebih menjadi orang yang
lebih kaya insyaallah ya seperti itu
dengan mindset yang sampaikan Pak Joko
ini insyaallah ee semuanya menjadi apa
sejahtera ya Indonesia tidak hanya cukup
tadi mengetaskan kemiskinan tapi jadi
negara yang ee kaya ya ijo royo-royo loh
jinawi ya ee aman tentram ya baik
makasih Pak
Jokoi Pak satu ilustrasi fakta kalau di
sini kan sampaikan ee baru tahun yang
lalu saya diskusi dengan seorang penjual
daw Pak ya penjual dawet ayu di Malang
sambil Kalfide itu dengan modal dua
R50.000
biaya produksi dia bisa menghasilkan
omset sampai Rp800.000, Pak.
H
apes-apes Rp650.000 artinya profit dia
mencapai R00.000 dari modal Rp200.000
lah. Kalau ini bisa dikembangkan berapa
persen, Pak? 200% profitnya itu dia
hanya mahasiswa semester 3 tapi di mana
dayahnya? Ini satu contoh riil yang kita
dapatkan. Mengapa pola pikir kaya itu
sangat penting? Mereka tidak melamar
pekerjaan, tapi mereka menciptakan
lapangan kerja yang dikeluar dengan
baik. Kan seperti ini kalau dikembangkan
terus, Pak, maka insyaallah kemiskinan
itu akan berkurang.
Di dunia ekonomi mana yang bisa menjawab
sampai profit 200% itu lebih ini real
seperti itu. Ilustrasi saja yang saya
dapatkan dari lapangan seperti itu.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Iya, makasih. Matur nuhun, Pak Joko. Ini
memang ee satu kalau kita
ee kalau kita melihat dari indeks
kewirausahaan ya memang Indonesia ini
kendalanya untuk kemudian bisa ee
berkembang lebih jauh lagi tadi mindset
kewirausahaan ya. Pola pikir tadi ya.
Kalau kita punya orang-orang misalnya
tanyayin apa kurang keberhasilan? sudah
sudah bekerja, dia bekerja jadi pegawai
dia ya, bukan menjadi wirausaha. Ini
sebuah sebuah ee apa mindset bagaimana
budaya menjadi pria, menjadi pegawai ini
ee posisinya lebih dihargai. Ini yang
kayak seringki menjadi penghambat ya.
Tidak orang tidak berani ya, tidak
berani menjadi wirausaha.
Kok dagang dawet ya? Wah, mertuanya
nanti enggak jadi anunya kan kok dagang
dawet ya kan. Mending dari pegawai
kelurahan dan sebagainya daripada dagang
dawet gitu meskipun hasilnya banyak.
Nah, ini sebuah budaya yang juga perlu
nanti dalam proses ini Korpu Jawa Timur
ya ini jadi tadi yang saya sampaikan
kompetensi sosiultural ngerubah mindset
orang ya. Nggih. Matur nuwun Pak Joko.
Siap berkarya Indonesia jaya. Makasih.
Terima kasih Pak Joko. Terima kasih
banyak masukan dan juga pertanyaannya.
ini mewakili dari sobat ASN di mana pun
berada dan tentu saja terima kasih
banyak Pak Taufik atas waktu yang
diberikan
karena harus melanjutkan agenda lain
pada hari ini. Sehat selalu, Pak. Sampai
jumpa lagi pada pertemuan berikutnya.
Sehat selalu, Mbak Fani. Makasih
semuanya.
Baik, Sobat di mana pun berada, kita
akan segera berhubung terhubung dengan
narasumber kita yang pertama. Untuk itu
jangan ke mana-mana dulu dan silakan
untuk dapat mengecek semesta Bangkom
untuk presensi.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Terima kasih, Sobat ASN masih bersama
dengan kami dalam ASN belajar. AR seri
ke-36 di mana tema kali ini adalah
Akademi Pengentasan Kemiskinan dalam
kerangka Corporate University Corpu. Apa
dan bagaimana perannya? Jika tadi telah
kita simak bersama keynote speech yang
telah disampaikan oleh Kepala LAN RI
Bapak Muhammad Taufik, maka pada momen
kali ini kita akan segera terhubung
dengan narasumber kita yang pertama yang
tadi sudah diinformasikan juga oleh Pak
Taufik akan lebih rinci mengenai
strategis bagaimana pengetasan
kemiskinan ini di Indonesia. Untuk itu
saya akan terhubung terlebih dahulu
dengan Deputi Bidang Transformasi
Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia Ibu Dr. TR.
Erna Irawati, Esos. Empol, ADM.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh, Ibu Erna.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi, Mbak Feni,
Bapak, Ibu semuanya. Selamat pagi. Masih
semangat tentu saja dan kita menunggu
kehadiran Ibu secara online. Sebelum
saya mempersilakan Ibu untuk dapat
memberikan materinya, saya juga ingin
mengenalkan profil Ibu secara singkat.
Baik, Sobat ASN, Ibu Erna Irawati saat
ini menjabat sebagai deputi bidang
transformasi pembelajaran ASN di LAN RI.
Menempuh pendidikan S1 jurusan
administrasi negara di Universitas
Diponegoro. Kemudian S2-nya di jurusan
administrasi negara di Flinders
University. kemudian mengambil S3 dengan
program studi administrasi pembangunan
negara di Politeknik STI Alan Jakarta
dan juga telah mengambil diploma di
Victoria University Training and
Assessment. Dan menurut riwayat jabatan
mengawali karir sebagai Kasubit Akademis
Pus Diklat Spimnas bidang kepemimpinan
di tahun 2004 hingga 2006 hingga
akhirnya saat ini menjabat sebagai
deputi bidang transformasi pembelajaran
ASN mulai tahun ini ya 2025 hingga
sekarang. Dan 
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:04 UTC
Categories
Manage