ASN Belajar Seri 36 | 2025 - Akademi Pengentasan Kemiskinan dalam Kerangka Corporate University
BcwoRPgpQMk • 2025-09-18
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] [Tepuk tangan] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia. Siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia lakukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujud pemerintahan selaku dunia tukang tekad pantang menyerah jadi berkualit [Musik] aku belajar [Musik] bersama membangun asa menuju cipta yang mulia kami hadir kami berk Karya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti menitipiti zaman dengan semangat pembaruan. Ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. PPS Temen Jatim Pusat unggulan. Tempat lahirnya insan berkualitas. Mencetak STM berkompetensi tangguh cerdas tangguh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan jangan gemilang PPSDM Jawa Timur Center of Sans masa depan [Musik] bersama membangun asa menuju cita yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti mengiti zaman dengan semangat pembaruan, ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. BPSM Jatim Pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetak STM berkompetensi tangguh cerdas penuh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan jangan gemilang PPSDN Jawa Timur Center of Sans masa depan gemil [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marilah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas kebanggaan negeri berentas melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hong hong. Kami dari sini suka dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Melayani bangsa loyal tanpa batasannya. Kalau adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak. bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] kami dari sini tegas dengan hati Tujukan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi. Bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan air yang lebih beragam. Mengerjuh hati tulus membantu sesama di mana kami malam. melayani dengan bang kami melayani dengan kami melayani bangsa Ah. [Musik] H [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] He. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo, salam sejahtera bagi kita semua. Om swastiastu, namo buddhaya. Salam kebajikan dan rahayu. Salam sehat untuk kita semua. Sebelum saya memulai dan juga menyapa seluruh sobat ASN yang telah bergabung secara online pada pagi hari ini melalui BPSDM TV maupun secara Zoom meeting, saya boleh berpantun terlebih dahulu ya. Bunga melatih harum mewangi cakep. Tumbuh subur di tanah permai. Cakep. Korpu menjadi jalan strategis negeri. Cakep. Meningkatkan SDM demi hidup yang damai. Sebelumnya saya ingin menyapa terlebih dahulu kepada yang terhormat Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur Bapak Dr. Ramlianto, S.P., MP. Yang kami hormati para narasumber dan juga yang telah hadir secara online, Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Bapak Dr. Muhammad Taufik, DA, Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN LAN RI, Ibu Dr. TR. Erna Irawati, Esos Empol ADM, Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian PPN BAPENAS RI, Ibu Tirta Suteja, ST, MW, RM, serta Bapak, Ibu Sobat ASN di mana pun Anda berada yang telah tergabung secara Zoom meeting maupun melalui YouTube di channel BPSDM Jatim TV. Yang berbahagia, selamat pagi dan selamat bergabung secara online dalam ASN Belajar Sari ke-36 yang bertema akademi pengentasan Kemiskinan dalam Kerangka Corporate University Korpu. Apa dan bagaimana perannya yang dipersembahkan oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur. Puji syukur kita haturkan kehadirat Tuhan yang maha esa. Berkat perkenanannya kita dapat hadir secara online dalam kondisi sehat, siap, dan semangat untuk dapat mengikuti kurang lebih 3 jam ke depan materi yang akan disampaikan oleh para narasumber dan juga kita akan berkesempatan untuk berinteraksi secara langsung nanti dalam sesi tanya jawab kepada seluruh narasumber dan Bapak, Ibu, Sobat ASN sekalian. Senang sekali saya kembali hadir untuk dapat menjadi moderator kali ini. Saya Fan Patriia. Kita akan membahas tentang Akademi Pengentasan Kemiskinan dalam kerangka Corporate University Korpu. Apa dan perannya? Di mana ini merupakan pusat belajar yang dibangun untuk meningkatkan kemampuan para aparatur, mitra, dan pihak terkait dalam menanggulangi kemiskinan. Akademi ini menjadi ruang berbagai pengetahuan, pengalaman, dan inovasi agar strategi pengentasan kemiskinan ini jadi lebih efektif. Perannya adalah menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berintegritas melalui beberapa hal yang bisa dilakukan seperti pelatihan, riset, kolaborasi, lintas sektor, dan tentunya dengan pendekatan ini pula Korpu tidak hanya memperkuat individu saja, tetapi juga membangun ekosistem yang mendukung pengentasan kemiskinan secara berlanjut. Dan selengkapnya akan dibahas dalam webinar ASN Belajar seri ke-36 tahun 2025. [Musik] Sobat ASN yang berbahagia di manapun Anda berada yang telah bergabung secara online pada pagi hari ini. Sebelum kita memulai keynote speech, tentunya kita juga ingin sekali untuk dapat menyimak opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur yang terhormat Bapak Dr. Ramlianto, S.P., MP. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 18 September 2025, ASN Belajar telah memasuki seri yang ke-36. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami terus berkomitmen sekaligus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sahabat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-36 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka menyebarluaskan sebuah inisiatif brilan yang digagas oleh Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia yakni Akademi Pengentasan Kemiskinan. Program ini dirancang sebagai wadah kolaboratif yang berfokus pada pengembangan kompetensi SDM aparatur sipil negara. beserta mitra ASN agar berbagai ikhtiar pengentarasan kemiskinan dapat dilakukan secara lebih efektif berbasis pada kebutuhan aktual dan hasilnya juga dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN Belajar seri ke-36 tahun 2025 ini mengangkat topik Akademi Pengentasan Kemiskinan dalam kerangka corporate university. Apa dan bagaimana perannya? Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sobat ASN di seluruh tanah air, kita pasti sadar sepenuhnya bahwa kemiskinan bukanlah sekedar angka statistik, tapi wajah nyata dari belum meratanya keadilan sosial dan masih adanya keterbatasan kesempatan bagi sebagian rakyat Indonesia. Di balik angka statistik kemiskinan, ada keluarga, ada anak-anak bangsa, ada cita-cita yang terhenti di tengah jalan. Oleh karena itu, membicarakan pengentasan kemiskinan bukan sekedar agenda teknokratis, melainkan panggilan nurani dan tanggung jawab moral kita semua. Kemiskinan bukanlah sekedar masalah ekonomi, tapi masalah kemanusiaan. Ia mencerminkan masih adanya ketidakstetaraan sosial, belum optimalnya kebijakan, serta belum kuatnya keberpihakan pada mereka yang paling membutuhkan. Karena itu mengentaskan kemiskinan bukan hanya soal meningkatkan pendapatan, tetapi juga soal memulihkan martabat, menghadirkan keadilan, dan membuka ruang partisipasi yang setara bagi semua warga bangsa. Kemiskinan bukanlah sekedar tantangan pembangunan, melainkan ujian bagi nurani dan tanggung jawab kita sebagai aparatur sipil negara. Dan di sinilah peran ASN menjadi vital, menghadirkan kebijakan yang berpihak, program yang berdampak, serta aksi nyata yang mengubah data menjadi cerita baru tentang harapan dan kesejahteraan. Sobat ASN di seluruh tanah air. Dalam konteks inilah inisiatif Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia untuk meluncurkan program Akademi Pengentasan Kemiskinan merupakan langkah inovatif yang sangat strategis. Program ini bukan sekedar pelatihan tambahan, melainkan terobosan untuk menyiapkan aparatur yang tidak hanya menguasai pengetahuan, tetapi mampu menghadirkan solusi nyata bagi problem kemiskinan di Indonesia. Lebih jauh kita menyadari bahwa paradigma pengembangan kompetensi ASN telah bergeser. Jika dahulu berfokus pada kompetensi based learning hanya memastikan ASN menguasai perangkat kompetensi, kini kita bergerak menuju performance based learning, yaitu memastikan pembelajaran benar-benar menghasilkan kinerja aksi dan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Akademi pengentasan kemiskinan adalah bukti nyata dari transformasi paradigma ini. Karena dari ruang belajar lahir gerakan nyata yang akan mampu mengurangi kemiskinan secara signifikan di negeri ini. Akademia ini adalah jembatan antara ruang belajar dan ruang hidup masyarakat yang memastikan setiap proses pembelajaran ASN tidak berhenti pada tataran pengetahuan, tapi berlanjut menjadi kinerja dan dampak nyata. Dengan demikian, Akademi Pengentasan Kemiskinan adalah manifestasi dari Corporate University, sebuah ekosistem belajar yang strategis, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil. Ia menyalakan harapan bahwa dari ruang-ruang kelas ASN akan lahir kebijakan yang berpihak, program yang tepat sasaran, dan langkah-langkah kecil yang berujung pada penurunan angka kemiskinan yang terukur serta peningkatan martabat masyarakat kita. Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air, lalu seperti apa peran dan program-program Akademi Pengentasan Kemiskinan ini? Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobatas ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Dr. Muhammad Taufik. Kepala Lembaga Infasi Negara Republik Indonesia. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Dr. Erna Irawati, Sos, Empol Admin. Beliau adalah Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. Dan ketiga, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Tirta Suteja, ST, MWRM, Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian PPN BAPENAS. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-36 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. terima kasih telah menyampaikan opening speech yang telah disampaikan oleh Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SPMP yang tentunya bisa menjadi acuan bagi kita untuk dapat fokus menyimak apa saja nanti yang akan disampaikan oleh para narasumber terkait dengan tema ASN belajar seri ke-36 tahun 2025 hari ini. Dan sebelum saya akan mempersilakan keynote speech yang akan disampaikan oleh Kepala LAN RI. Sebelumnya saya ingin sekali untuk menyampaikan rules atau peraturan yang bisa diikuti oleh Sobat ASN selama seri kali ini. Yang pertama sesi tanya jawab diskusi akan dilakukan di setiap akhir pemaparan narasumber. Jadi kami mohon partisipasi dan juga kontribusi dari Sobat ASN yang ingin berinteraksi secara langsung untuk rais hand. Maka nanti tim IT dari kami di sini akan menyambungkan dan menghubungkan sobat ASN untuk open cam dan open mic dan bertanya secara langsung kepada para narasumber. Kemudian yang kedua, penanya harap menyebutkan nama, identitas serta instansinya. Ketiga, link absensi peserta akan dibagikan setelah mengisi aplikasi semesta Bangkom. Jadi pastikan mengisi terlebih dahulu dan untuk mengeceknya silakan dicek secara berkala seperti itu. Dan langsung saja kita akan menyapa kepada kepala lembaga administrasi negara Republik Indonesia Bapak Dr. Muhammad Taufiq di IE untuk dapat menyampaikan keynote speech. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pak Taufik. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, Mbak Fani. Kabar. Pagi, Pak. Pagi. Baik, terima kasih telah bergabung bersama kami secara online di tengah-tengah kesibukan tengah minggu ini, Pak Taufik. Ya, makasih. Salam sehat semuanya. Selalu semangat, semangat belajar, semangat berdampak. Amin. Dan sebelum kami mempersilakan Bapak untuk dapat menyampaikan keynote speech, kami ingin sekali untuk dapat memperkenalkan profil singkat Bapak dalam momen kali ini di mana Bapak Dr. Muhammad Taufik di IE, CHRM, CHCD, CRMP, CACP, MMC menjabat sebagai Kepala Lembaga Administrasi Negara mulai dari tahun 2024 hingga sekarang dan telah mendapatkan banyak sekali penghargaan dimulai tahun 2024 di mana salah satunya adalah Satya Lancana Karya Satya oleh Presiden Republik Indonesia di tahun 2004 dan terakhir di tahun 2024 juga mendapatkan Satya Lancana Karya Satya di mana penghargaan pengabdian dan 30 tahun pegawai lembaga administrasi negara tahun 2024 juga telah didapatkan menjabat dan juga memiliki pengalaman yang luar biasa. Ini kalau saya sebutkan satu persatu tentunya akan mengurangi waktu Bapak untuk memberikan materinya. Untuk itu Bapak Taufik kami silakan untuk dapat menyampaikan keynote speech pada momen ASN belajar seri kali ini. Baik, terima kasih Mbak Fani. Saya akan share singkat ya. Sudah kelihatan ya saya gambarnya ya? Ya. Iya. Baik. Ee Bapak Ibu sekalian ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semuanya. Ee om swastiastu, Na, Salam kebajikan. Ee ee Bapak, Ibu semuanya peserta webinar yang saya banggakan. Tadi di depan ee Pak Ramli, Pak Kaban menyampaikan bagaimana ee pemerintah sangat konsern terkait dengan pengentasan kemiskinan. Ya, ini yang disampaikan oleh ee Bapak Presiden ya, bahwa ee kemiskinan ini merupakan sebuah musuh bagi kemerdekaan ya. Bangsa kita ini belum bisa disebut dengan apa betul-betul merdeka penuh kalau masih banyak yang belum bisa senyum. Ya, makanya kata Bapak Presiden wong cilik itu ya kalau sudah bisa senyum, bisa ketawa semua. ya bebas dari kemiskinan itu baru kita betul-betul akan ee disebut dengan merdeka secara penuh ya ee Bapak Ibu sekalian. Jadi ini perjalanan pengentasan kemiskinan sudah cukup panjang. banyak prestasi yang sudah di ee torehkan di dalam pengentasan kemiskinan mungkin dari ee sejak zaman Orde Baru ya sampai kemarin tahun kemarin tahun 2024 ya kalau kita melihat angkanya memang ee apa ee belakangan sangat signifikan dalam penurunan angka kemiskinan. Tetapi di sisi lain juga kita melihat ee biaya yang di untuk pengetasan kemiskinan ini sudah sangat besar dan ini perlu masih perlu beberapa perbaikan penguatan-penguatan ke depan ya. ini kemarin kita juga mendapat apa semuanya ee membaca informasi ya bahwa ada versi tentang angka kemiskinan di Indonesia yang hampir mencapai 60% ini yang diterbitkan oleh W bank ya. Nah, jadi ini ee ee peperangan katakan seperti itu melawan kemiskinan ini masih belum belum selesai gitu ya. kita perlu bagaimana merubah strategi kita di dalam pengetasan kemiskinan. Tadi saya sampaikan ya ee kita anggaran bansos ee perlindungan sosial di 2000 terakhir kemarin ee 2024 496 ee triliun dan ee di 2025 sudah 503 ee triliun ya. Waktu ditotal mungkin sekitar 10 tahun ini sudah hampir lebih dari 3.500 triliun kita ee apa gunakan untuk mengentaskan kemiskinan. Tetapi nanti akan kita melihat berbagai hal yang mungkin masih perlu ee kita perlu perkuat kembali di dalam kinerja kebijakan pengentasan kemiskinan ini sebagai sebuah ee ruangan yang ee apa ee sifatnya dinamis. kita melihat bagaimana setiap kali ada konjungtur ekonomi ya, kelompok rentan kemudian berubah menjadi ee kemiskin kembali terutama kita ini masih perlu ee cara-cara yang lebih ee efektif di dalam penurunan penduduk miskin ekstrem. Ini yang menjadi ee sangat ee konsern dari Bapak Presiden, Bapak, Ibu sekalian. Jadi ee ee pelaksanaan pengentasan kemiskinan ini sudah dilakukan dengan berbagai cara. Yang jelas ee kemiskinan tidak bisa dilakukan secara ee sektoral, tetapi sebagai sebuah lintas sektoral. Yang terakhir kemarin kita memiliki ee tim nasional penanggulangan kemiskinan ya. Dan ee tim ini menggabungkan dari berbagai instansi. tidak hanya pusat tapi juga ee ee daerah ya di pemerintah daerah terlibat secara aktif di dalam ee pengentasan kemiskinan melalui dari tim nasional penanggulangan kemiskinan dan dan ee tim ee ee daerah tentunya penanggulan kemiskinan. Nah, Bapak Ibu sekalian kita ee lihat apa yang menjadi catatan dan evaluasi karena tim ini sudah secara resmi sudah digantikan ya tahun kemarin bulan November 2024 sudah selesai dan ada suatu ee catatan di dalam selama apa namanya ee cara-cara kita melakukan pengentasan kemiskinan. Yang pertama tentunya ee problem dari koordinasi antar lembaga ya. Ini masih seringki terfragmentasi dengan aturan standar masing-masing, perencanaan penganggaran masing-masing, mone function ya sehingga kemudian ee implikasinya adalah berjalan secara sektoral ya ee risiko tumpang tindih ee masing-masing berentasi pada output sesuai dengan tugas fungsinya. Sehingga tadi kalau kita melihat dari besarnya anggaran yang digelontorkan totalnya lebih dari mungkin 3.500 triliun selama 10 tahun. Nah, dengan apa namanya ee hasil yang dicapai tentunya masih perlu ee apa ruangan-ruangan untuk kita bisa lakukan perbaikan-perbaikan ee ke depan terutama tadi dalam ee kaitannya dengan koordinasi antar lembaga. Yang kedua, problem data ya. data dan targeting ini seringki ada apa namanya program ee problem salah sasaran ini sering kita mendengarnya karena data yang berbeda gitu ya sehingga ada ee kelompok yang seharusnya tidak ee masuk sasaran tetapi ee masuk sasaran atau sebaliknya yang seharusnya menjadi sasaran utama tetapi tidak terinklusi. Kemudian yang ketiga adalah pada e fokus masih banyak ee bantuan sosial jangka pendek ini yang kemudian tadi ee angkanya mungkin secara nominal berkurang tapi kerentanannya masih tinggi ya. Begitu ada konjungtur ekonomi banyak rumah tangga yang kemudian mudah untuk jatuh miskin kembali. Kemudian yang berikutnya adalah catatannya adalah keterbatasan dalam hal monitoring evaluasi di mana mekanisme evaluasi ya masih perlu diperbaiki ya masih fokus pada serapan anggaran dan output ini yang menjadi sebuah cara kerja ee birokratis ya sehingga kemudian tadi sasaran utama dalam pengentasan kemiskinan menjadi seringki terkorbankan. Nah, kalau menarik menyimak dari ee laporan dari BPKP waktu pertemuan dengan para pimpinan lembaga ee kementerian, kepala daerah akhir 2024 di Sentul waktu itu ya. Kepala BPKB menyampaikan bahwa ee inefisiensi yang salah satu yang tertinggi adalah program pengentasan kemiskinan ya. Ya, yang lain adalah program ee stunting, pentas kemiskinan, UMKM. Ini adalah program-program yang ee inefisiensinya lebih dari 52%. Ya, artinya bahwa ini cara-cara kerja birokratis yang dilakukan ee tadi orientasi pada fungsi masing-masing ya. ee prentasinya adalah capaiannya pada capaian output perebutan outcome menyebabkan tadi sumber daya yang digunakan ya ee tidak bisa atau belum berhasil ee menciptakan tadi outcome yang maksimal yang diharapkan. Nah, ini tentunya nanti perlu ada perbaikan. Dan yang terakhir adalah dari ee berbagai kajian evaluasi yang dilakukan lembaga-lembaga dunia ini problem dieksekusi di lapangan ya. bagaimana ee kebijakan-kebijakan atau program yang disusun oleh tim saran nasional seringki di daerah tadi ee dihadapkan kepada keterbatasan kapasitas dari sumber daya manusianya, pola penganggarannya, ketatalaksanaannya, cara kerja pada di lapangan di dalam pengetasan kemiskinan. Nah, ini poin yang sangat penting Bapak, Ibu sekalian bahwa ee ujung tombak di dalam pengentasan kemiskinan ini adalah ee kapasitas dari pemerintah daerah. Nah, dalam hal ini tentunya ee apa sesuai dengan mandat dari Undang-Undang ASN ya, Undang-Undang 20 2023 bagaimana ee ASN wajib belajar ya. ini kita akan gunakan sebagai sebuah sarana tadi memperbaiki kapasitas dari khususnya pemerintah daerah untuk me apa meningkatkan ya ee kinerjanya di dalam ee pengentasan kemiskinan ini yang kita topik ee pagi hari ini kita akan ee bahas Bapak Ibu sekalian. Jadi ee dari program yang ee sudah berjalan ya dari zaman Orde Baru hingga pemerintahan ee Bapak Jokowi tahun kemarin ya ini ada sebuah listen ya tentunya dengan problem-problem yang ada perlu satu perubahan strategi yang pertama tentunya ada sebuah data yang terintegrasi ya, bagaimana ada sebuah dashboard pemantauan bersama ya yang ee memudahkan untuk memantau bagaimana ee program-program bisa kemudian menyumbang dari outcome dari pengentasan kemiskinan. Kemudian yang ee berikutnya adalah perlunya ada transformasi bantuan yang ee banyak yang sudah merekomendasikan agar ini kemudian bisa menjadi sebuah ee cara dari bantuan-bantuan yang sifatnya memberdayakan. bagaimana ee target sasaran dari keluarga-keluarga miskin tadi ee memiliki akses atau dan kemampuan ee produktif sehingga ee program pengetahuan kemiskinan ini bisa ee apa memutus ee mata rantai kemiskinan. Kemudian yang berikutnya adalah karena tadi problemnya adalah banyak kita melihat ee tumbang tindih karena data yang ee beragam dan seterusnya maka perlu ada single poverty registry ya, bagaimana ada data terpandu ya ee mengenai by name, by address dan seterusnya yang ini diperlukan tadi untuk ee apa namanya melihat ee bagai ee program-program keter keterpaduan dari berbagai sektor dengan kelompok sasaran yang tepat tadi. Kemudian tadi karena masih banyak ditemukan dari kelompok rentan yang kemudian jatuh kembali menjadi kemiskin kembali dalam konjungtur ekonomi banyak kembali menjadi miskin ya ini tentunya perlu ada pendampingan jangka panjang ya dalam peningkatan kapasitas ee ee ee keluarga yang tadi menjadi sasaran dan kemudian kita perkuat yang terakhir adalah kolaborasi sektor orientasi masih pada shell outcome ya yang tadi untuk memastikan kontribusi dari berbagai instansi tidak hanya instansi pemerintah tapi juga ee ee korporasi dari swasta di dalam mendukung program pengentasan kemiskinan. Bapak, Ibu sekalian. Jadi, ini perlu sebuah paradigma yang tadi dengan kesimpulannya adalah yang sebelumnya mungkin banyak ee dilakukan secara penekatan administratif dari berbasis pada fungsi, berbasis pada output ya. ini kita dorong lebih berbasis pada outcome. Kemudian yang ee sebelumnya dilakukan secara parsial karena ada sektornya, tanggung jawabnya peraturan perundangan ini kemudian perlu dirombak secara kolaboratif agar tadian ee apa kinerja tadi ee pengentasan kemiskinan yang lebih berkelanjutan yang sifatnya bantuan jangka pendek ya. ee mungkin tadi untuk tambal butuh kurang lebih seperti itu lebih pendekatannya perlindungan dari kelompok miskin menjadi pemberdayaan dan yang semula mungkin ee banyak hal yang belum bisa memanfaatkan teknologi kita akan dorong menjadi sebuah tadi ee apa ee program-program yang berbasis pada digitalisasi sesuai dengan arah kebijakan pemerintah, transformasi digital, pemanfaatan I di dalam pengentasan kemiskinan. Nah, ini perubahan-perubahan yang ee tentunya tadi memerlukan tadi penyesuaian dari kapasitas para ASEN, dari para mindsetnya, skill setnya, keterampilannya, pengetahuannya di dalam mengelola program ee pengentasan kemiskinan. Nah, Bapak Ibu sekalian, jadi ini yang kalau kita melihat ee dari secara ee sebuah siklus ya. Bagaimana pengentasan kemiskinan? Kalau kita melihat dari ee apa bisa diruntut dari mulai apa ee anak-anak begitu ya. Dari sejak lahir perlu diperhatikan kesehatannya di waktu usia sekolah, wajib sekolah perlu dibekali dengan pendidikan yang menyiapkan mereka menjadi tenaga-tenaga terampil berkarakter dan ketika bekerja sudah pada usia produktif kemudian mereka perlu ee dibantu, diperkuat kemampuannya untuk masuk akses ee pada lapangan kerja ya sesuai dengan keahlian. mereka sesuai dengan apa ee apa lingkungan mereka dan bagaimana mereka nanti setelah ee usia lanjut ya. Ini juga perlu diperhatikan. Nah, ini dalam satu siklus ee kehidupan dari ee apa namanya target sasaran ini yang perlu kemudian dikeroyok bareng-bareng ya dari mulai perencanaannya, pemanfaatan datanya, pengawasan monevnya ya bagaimana tata kelola kelembagaannya dan juga bagaimana dukungan lintas sektor termasuk juga nanti dengan kolaborasi dengan korporasi. Bapak, Ibu sekalian. Jadi ini sebagai ilustrasi ya. Kalau kita petakan bagaimana mulai dari bayi menjadi prasekolah, banyak instansi yang terlibat di sini secara nasional. Ya, ini akan kita ee fasilitasi dalam cara kerja kolaboratif dan kalau sebelumnya ee apa ee TN ee P2K ya untuk menyelesaikan perentasan kemiskinan ee lebih ee fokus pada bagaimana tata kelola dalam administrasinya dengan kita ee ke depan ee ee akan mendorong sebuah transformasi cara kerja tadi. Maka kemudian penekanannya tidak hanya sekedar bagaimana tata kelola administrasinya, tapi lebih pada pengembangan kapasitasnya dari berbagai ee instansi yang terkait para ASN pimpinannya ya yang ee ada di instansi-instansi yang terkait dengan program-program ee pengentasan kemiskinan. Nah, mulai dari bayi apa kelompok sasaran dari bayi prasekolah, kemudian dari ee mereka sekolah ya ee ini kita libatkan. Nah, nanti kita akan bicarakan ya, bagaimana dalam konteks di pemerintahan daerah tentunya ee akan berhubungan dengan OPD-OPD yang terkait, akan berhubungan dengan kabupaten-kabupaten ee kota yang terkait ya dan ee instansi pemerintah, perguruan tinggi dan seterusnya sebagai sebuah ekosistem ya. Jadi, pengentasan kemiskinan ini harus ee kita lihat sebagai sebuah cara kerja ekosistem di mana orientasinya dengan paradigma yang baru adalah bagaimana para aktor ini belajar bersama. Ya, mengapa penekanan belajar bersama? Karena kita perlu melakukan sebuah perubahan cara-cara ee kerja yang kita lihat dari sejak zaman tahun 0-an sampai 2024. ini ee masih banyak hal yang kemudian perlu diperbaiki dan ini tentunya ee akan bisa ee berhasil kalau kemudian para ASN bersama stakeholder terkait dalam sebuah ekosistem tadi untuk kemudian belajar menemukan tadi ee dalam pengentasan kemiskinan. Nah, ini yang sering saya ee apa sampaikan bagaimana car ee secara tadi apa administratif, secara birokratif tadi ya. Kita ee biasa bekerja dengan tadi ee mandat peraturan, kemudian ada dalam anggaran, ada perencanaan penganggaran, ada outputnya dan seterusnya. Dan ini yang kemudian ee ditengarai oleh ee BPKP adanya ini efisiensi dan seterusnya karena memang dilakukan secara sektoral lebih berorientasi pada fungsi dan seterusnya. Dan ini sedikit apa apa ee ee ada ee berbeda dengan kebutuhan pengentasan kemiskinan yang berbasis outcome. US sebuah cara-cara kerja yang baru yang tadi ee orientasinya bukan pada fungsi tapi bagai pada program yang sifatnya lebih kolaboratif, cara-cara yang kemudian lebih kontekstual sesuai dengan persoalan-persoalan kemiskinan yang dari satu daerah ke daerah lain yang berbeda. Nah, ini tentunya tadi cara-cara bukan cara-cara kerja birokratis saja yang diperlukan tentunya secara birokratis tadi diperlukan dalam memperkuat akuntabilitas tapi cara-cara yang inovatif yang dilakukan melalui proses belajar. Nah, ini yang menjadi kata kunci tadi bagai ketika bisa menemukan cara-cara baru yang lebih kontekstual, yang lebih efektif tadi ketika kita kemudian masuk pada zona belajar. Ya, saya sering ilustrasikan cara kerja birokratis biasanya adalah ada anggaran misalnya 1 miliar hasilnya misalnya 10 output kita dorong kemudian di dalam zona belajar maka targetnya kemudian kita naikkan 1 miliard menjadi kemudian ee 100 atau 20 output 30 output dan seterusnya. Nah, ya target yang challenging tadi e tadi menuntut cara baru ya dan tentunya ee memaksa para ASN bersama-nya untuk belajar hal yang baru di dalam cara-cara tadi mengentaskan ee kemiskinan. Baik, Bapak, Ibu sekalian. Jadi ini tadi yang saya sampaikan ini ilustrasi saja ee ee kita sudah petakan ee kementerian, lembaga dan tanggung jawab dari setiap dalam setiap tahap siklus ya untuk ee apa pemberdayaan ee ee ee kelompok dan ini tentunya tidak hanya sebatas dari instansi pemerintah tapi juga ee dengan korporasi. ini yang kita ee apa pernah ee gagas dan ini nanti bisa diadopsi di Jawa Timur juga. kemarin dengan PT membuat prototype parada ya, bagaimana dari dana-dana ee JSR yang ada digunakan untuk membantu ee para kelompok sasaran tadi untuk kemudian bisa ee bekerja. Nah, ini ee sistemnya seperti dana bergulir seperti itu yang ini ke depan tidak hanya dari korporasi tapi juga kita menjajaki dari Basnas ya ee dari daerah apa yang dikelola oleh Basnas untuk membekali para e tadi ya untuk bisa kemudian ee bekerja pada sektor-sektor produktif. Nah, jadi ini juga diperlukan kolaborasi ee dari program-program pemerintah seperti UMKM, pertanian ya ee industri dan di satu daerah ya ee agar kemudian jadi kelompok miskin tadi bisa kemudian ee belajar dan memiliki keterampilan sehingga siap untuk kemudian ee bekerja ya sesuai dengan ee kompetensi yang sudah disiap. siapkan. Nah, Bapak Ibu sekalian ini sebagai ilustrasi bahwa ee keberhasilan dari ee program pengentasan kemiskinan, cara kolaborasi, cara-cara yang inovatif yang harus dieksplore bersama ya, tidak hanya dengan instansi pemerintah, tapi dengan organisasiorganisasi non pemerintah. Nah, ee kembali pada konteks ee pag bagaimana kita eh Corporate University Jawa Timur ya yang ee sangat ee konsern dan mendedikasikan ee fokus pembelajarannya pada untuk mendukung targetarget SDG. Salah satu target SDG pengentasan kemiskinan. Dan ini merupakan sebuah ee cara-cara yang ee dibutuhkan oleh pemerintah. bagaimana Corporate University Jawa Timur menjadi sebuah mesin tadi pembelajaran untuk mendorong inovasi dalam pengentasan kemiskinan bersama dengan stakeholder-stakeholder yang terkait di Jawa Timur ya dan juga secara nasional dan LAN bersama ee ee Jawa Timur korporsi Jawa Timur ya ini menggagas ee kemiskinan tadi dalam rangka memfasilitasi ee para aktor tadi, instansi pemerintah, nonpemerintah ee bersama-sama kemudian untuk mencari cara-cara baru dalam pengentasan ee kemiskinan yang berbasis pada outcome dan berentasi ee secara apa? Pengentasan kemiskinan yang berkelanjutan. Nah, Bapak, Ibu sekalian, jadi ini tahun ini kita nanti akan Buna menyampaikan ya ee piloting ya. Jadi ee kita di Jawa Timur ya ee nanti BPSDM ee Jawa Timur dalam rangka Korpu tadi dan kita akan mengambil lokus ee tahun ini adalah ee di Probolinggo ya. Ee tentunya ini ee dengan ee kerja sama dengan BP Taskin ya kita dengan data yang ada dengan profiling yang ada kita akan melakukan exercise di sana. Nah, adapun nanti pembelajaran yang dilakukan sifatnya banyak kemudian bukan di kelas ya kita ceramah bukan tapi di lapangan yang dilakukan dari berbasis project ya. Nah, kalau kita melihat dari siklus dari pengentasan apa ee kehidupan dari keluarga miskin tadi mulai dari ee bayi, anak-anak, kemudian sampai orang tua ini tentunya perlu sebuah jadi intervensi ya yang inovatif ya dengan melalui kita menggunakan suatu pendekatan baru dari berbasis project melibatkan stakeholder terkait sehingga nanti pendekatannya lebih kolaboratif. tidak hanya kolaboratif antar instansi atau antar OPD ya, tetapi juga ee kita akan gandeng dari korporasi-korporasi yang terkait ya. nanti ada proses juga ee apa ee coaching, mentoring, dan seterusnya untuk memperkuat tadi kemampuan terutama pimpinan-pimpinan instansi terkait dan korporasi untuk bisa menemukan cara-cara kolaboratif sehingga tadi ee program pengentasan kemiskinan tidak lagi berorientasi pada output, tapi pada outcome ya. membantu ee kelompok sasaran ee bisa kemudian ee berdaya katanya e kata kuncinya adalah tadi ee empowering. Mereka mampu ee kemudian keluar dari lingkaran kemiskinan untuk selamanya ya. Nah, jadi cara-cara kolaboratif yang tadi ee kita saya sampaikan tadi dengan contoh tadi dengan yang sudah dilakukan dengan PT Paragon ya ee ini akan menjadi sebuah modeling ee tentunya di Jawa Timur ekosistemnya berbeda, aktornya berbeda, tetapi tentunya tadi ee apa dengan kolaborasi yang ada ee kita bisa menggagas tadi cara-cara baru dalam pengentasan kemiskinan dan ee pembelajaran ini hasil ee kita orientasi pada outcome bagaimana mereka kemudian ee sejahtera ya ee dari sisi kesehatan, pendidikan dan seterusnya dan bisa ee punya penghasilan yang mereka kemudian keluar untuk selamanya dari kategori ee keluarga miskin. Dan ini ee tadi yang e saya sampaikan tentunya perlu ada pendanaan ya tadi kerja sama dengan Basnas, kerja sama dengan korporasi yang ada untuk membantu dari kelompok ee miskin tadi ya ee keluar dari ee lingkaran kemiskinan ya dan dilakukan nanti pembelajarannya secara terintegrasi. Nah, di situ ada manajerial untuk para pimpinannya ya. Nanti ada e bagaimana ini ada pimpinannya yang sudah sound 2, ada sound 3 dan seterusnya. Nanti ada masing-masing ada recognition-nya, pengakuannya ya ee pada masing-masing ee ee partisipan tadi sesuai dengan jabatannya. Dan juga ada teknisnya. teknisnya tadi misalnya kita bicara tentang bagaimana teknis pemberdayaan ya, teknis kemudian ee apa namanya untuk memfasilitasi dari kelompok sasaran dengan keterampilan-keterampilan yang ada. Nah, tentunya ini ada ee ee sudah menjadi tanggung jawab dari instansi-instansi atau OPD-UPD ya yang punya tanggung jawab dalam ee pembekalan keterampilan-keterampilan tadi. Ini kita lakukan tadi secara kolaboratif dan juga ada sosiokultural. Apa itu? Yaitu kemampuan kita untuk kemudian melakukan program tadi dengan cara yang lebih empati menempatkan kelompok miskin sebagai subjek di dalam program. ee pembelajaran ini ya, bagaimana mereka ee dibantu ya sesuai dengan apa yang menjadi harapannya, kebutuhannya dan ekosistemnya misalnya ee di tempat yang ee kampung nelayan misalnya ini berbeda tentunya ekosistemnya dengan yang di pedesaan berbasis pertanian sehingga ini ee apa kompetensi-kompetensi ini harus di ee kuasai. Nah, kelompok sasarannya memang utamanya ini adalah para ASN tentunya, tetapi tidak eksklusif ASN karena tadi untuk mengekskusi programas kemiskinan perlu kolaborasi yang luas tadi ya melibatkan BUMN, korporasi, perguruan tinggi ya ee NGO, pesantren dan seterusnya. dan ini merupakan bagian dari sebuah ekosistem akademi pengentasan kemiskinan yang akan di ee fasilitasi oleh ee ee Corporate University Jawa Timur ya. termasuk nanti di dalam ee kompetensi pemerintahan yang dibutuhkan tadi untuk mengelola ee program pengetasan kemiskinan dengan cara-cara yang baru. Nah, jadi ini karakter yang ee karakteristik yang ada ee bagaimana halalnya dengan tadi pemanfaatan teknologi ya dengan teknologi ini juga kita akan ee bekali selama itu relevan di dalam apa namanya ee project yang dibutuhkan ya. Nah, ee kita harapkan nanti ini akan ada sebuah menjawab problem-problem utama selama ini yang dihadapi dalam pengentasan kemiskinan sehingga ee program pengentasan kemiskinan melalui akademi pengentasan kemiskinan ini ee bisa dilakukan dengan cara-cara yang lebih efektif, yang lebih kemudian efisien dalam resources yang digunakan ee ee menciptakan outcome yang lebih berkelanjutan. Nah, Bapak Ibu sekalian nanti akan disampaikan oleh ee Bu Wna, oleh kawan-kawan narasumber yang lain secara lebih teknis ya mengenai bagaimana desain pembelajaran dari ee pengentasan kemiskinan. Tetapi pada intinya adalah bahwa program akademi pengentasan kemiskinan ini adalah sebuah ee ee wujud nyata dari perintah undang-undang bahwa ASN wajib belajar ya agar relevan dengan kebutuhan organisasi. yang dalam hal ini adalah bagaimana tugas pemerintah memastikan arahan dan prioritas yang menjadi ee kebijakan Bapak Presiden bisa dilakukan dengan baik dengan tadi ee memfasilitasi bahwa ee pembelajaran ini harus menciptakan dampak nyata, cara-cara baru, pengentasan kemiskinan sehingga ee bisa menghasilkan dari program-program yang lebih berdampak, lebih berkelanjutan ya untuk ee apa kesejahteraan yang lebih merata di Indonesia ya dalam rangka tadi Indonesia Mars 2045. Mungkin itu ee yang bisa sampaikan ya ee kurang lebihnya mohon maaf bila saya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih banyak Pak Taufik atas insight yang telah disampaikan melalui keet speech yang telah kita dengarkan bersama-sama. Izin, Pak. Masih ada waktu karena kami menemukan interaksi yang sudah ee kami lihat. Ada yang raise hand ingin bertanya secara langsung. Bagaimana Pak Taufik? Silakan. Silakan Prof. Oke. Baik. Kami akan hubungkan dengan sobat ASN yang sudah rais hand. disilakan untuk open mic dan open cam. Kami masih menunggu. Baik, terkendala dengan jaringan nampaknya. Baik. Oke, kami masih menunggu. Sekali lagi, Sobat ASN jika langsung ingin berinteraksi maka harus standby begitu ya untuk bisa kami hubungkan open cam dan juga open mic. Baik, selamat pagi. Selamat pagi, Bapak. Mohon maaf mic-nya belum nyala. Mungkin bisa di-onkan terlebih dahulu. Ah, baik. Selamat pagi dengan Bapak siapa ini? Saya Joko Kesmarinoto dari UPT Blk Singosari Malang, Jawa Timur. Dari Malang. Baik, silakan Pak pertanyaannya kepada Pak Taufik. Baik. Eh, terima kasih narasumber yang sangat luar biasa, Pak Dr. Tauf. kami mencermati dari awal sampai akhir paparan Bapak tadi. Ee yang ingin kami tanyakan ada dua hal. Yang pertama adalah sejauh mana peran strategis LAN yang dinyatakan untuk dalam masalah kemiskinan ini. Kalau saya perhatikan banyak tadi pendap-pendapat teori tetapi rnya seperti apa yang telah dilakukan dalam proses ini. Itu yang pertama. Yang kedua, sebetulnya kalau kita berbicara tentang kemiskinan itu kan sederhana saja. ketika penghasilan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Itu aja, maka dia akan mengalami kekurangan dalam bentuk kehidupannya. Nah, sekarang kalau saya mencermati Pak di ee pendidikan juga di tempat kami DPK ini jarang sekali yang memberikan pendidikan menjadi kaya. Karena masyarakat enggak dididik menjadi kaya, akhirnya jadi banyak miskin. mestinya ada materi-materi yang itu ee memberikan wawasan kepada anak didik kita baik di level pendidikan formal maupun nonformal pendidikan untuk jadi orang kaya, Pak. Islam ini jarang ditemukan kalau kita bicara orang kaya misalnya cara hidup jadi orang kaya maksud saya Pak ya itu seperti contoh ada buku yang bagus itu cashful kuadran dari Robert Kiosaki itu gak pernah diajarkan di sekolah manaun padah itu peta jalan untuk menjadi orang kaya gitu Pak ya jadi satu contohnyaalah ee jalur kaya itu kan tidak mungkin bisa ditempuh dengan jalur menjadi ee employee Pak tetapi bisa ditempuh dengan jalur menjadi pengusaha usaha, owner bisnis, pemasaran marketing, jaringan dan sebagainya itu jalur petanya di situ. Tapi kalau hanya menjadi employee saat ini akan susah. Enak bekerja, contoh enak bekerja di employee tiba-tiba perusahaannya bangkrut. Contoh di Stretteek kemudian di mana itu ee gudang garam timbin dengar dengan PHK itu otomatis menjadi sumber pendapatan kan hilang. Maka apa yang terjadi? Ya mau enggak mau pasti akan menjadi miskin, Pak. Kami punya sebenarnya punya program pengisan ri langsung masyarakat itu dengan modal yang minimal tetapi kalau itu dijalankan menjadi potensi penghasilan dan insyaallah akan langsung bisa mengatasi kemiskinan itu, Pak. Kami ASN yang baru 39 tahun Pak mengabdi lebih ya. Jadi seperti itu. Jadi ee pertanyaan kedua saya langkah-langkah strategis yang akan Bapak sampaikan tadi di Probolinggo apakah bisa kami akses? Kalau dibutuhkan kami juga akan bisa bersinergi dengan program tersebut Pak jabatan instruktur madya instruk madya di PT BRK Sengosari barangkali dibutuhkan, kami bersedia untuk menjadi ee salah satu ee yang bisa berperan aktif sebagai ASEAN di sana. Kami juga sudah mengelola banyak beber usaha itu, Pak. Jadi ya dalam arti menjadi mentor selama ini karena kami dalam kondisi pas kan masih terbatas. ASN sendiri Pak itu kan employee. Kalau ingin kaya JN susah Pak kecuali dia punya eh set job ya Pak ya. Itu akan bisa menjadi sekarang kalau employee mendidik dalam kondisi jalur miskin untuk mengentas kemiskinanah bagaimana caranya? ini menjadi problemnya sendiri, Pak. Jadi maksud saya adalah ee bagaimana kita bisa bersinergi program-program di Blk atau di BK itu berikan-berikan cara hidup orang kaya pada anak-anak kita. Itu satu di antara adalah strategi untuk ee mengentaskan kemiskinan. Karena memang kemiskinan itu ya ini apa salah apa gimana, Pak? Ya, bahwa di dalam konstitusi kita kan fakir miskin dipelihara negara, Pak. Namanya dipelihara itu akan tambah terus, Pak. Enggak mungkin kurang ya namanya dipelihara. Coba fakir miskin dipelihara oleh negara ya kan tambah kita punya dua ayam pelihara jadi banyak ayamnya kok. Ini kan dilematis ini. Oke Pak. Itu Pak sebentar pertanyaan saya. Makasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Warahmatullahi wabarakatuh. Silakan untuk dapat menjawab dua pertanyaan dari Pak Joko tadi Pak Taufik. Makasih, Pak Joko. Pertanyaan luar biasa ini. Ini visioner banget ini Pak Joko ini. Jadi tidak hanya sekedar mengentaskan ee keluar dari lingkaran kemiskinan, tapi jadi orang kaya ini ya. Ini ee sangat fundamental ya. Mengapa? Karena sebenarnya ee problem kemiskinan ini juga ee problemnya sebenarnya problem culture ya, culture budaya secara pola pikir gitu ya, pola pikir. Sehingga saya sangat setuju tadi dengan masukan Pak Joko tadi memang bukan kemudian untuk menyiapkan mereaya tapi bagaimana memiliki sebuah mindset yang berubah ya mindset untuk keluar dari ee apa lingkaran kemiskinan sebuah tekad sebuah sikap mental ya cara pandang yang kemudian mereka ingin ee apa menyudahi apa dari kemiskinan tadi. Nah, ini yang ee tadi Pak Joko menggaris bawahi pentingnya berpikir sebagai orang kaya, ya. Ee berpikir sebagai orang kaya itu artinya dia harus bisa ee apa namanya? mencari ee sebuah opportunity, sebuah peluang bagaimana dia bisa making money ya, membuat uang ya, mendapatkan uang bukan sekedar bekerja pada orang lain dan seterusnya. Saya pikir ini gagasan yang bagus ya di saat apa namanya ee ee apa ee membangun jiwa kewirausahaan. Nah, ini ini satu hal yang mungkin penting bagaimana dari kelompok sasaran tadi ee memiliki sebuah pola pikir yang berubah. Tidak punya hanya keterampilan, tetapi sikap mental, pola pikir yang berubah. Ya, tentunya tadi akan disesuaikan dengan ee kemampuan mereka. Ada yang mereka mampu usaha, ada mereka memang mungkin mampunya bekerja pada orang lain dan seterusnya. Tapi pada intinya sama semuanya bahwa mereka harus ee bisa mandiri ya tadi bisa punya penghasilan sehingga ee cukup untuk membiayai kehidupannya dan keluarganya. Ya, ini yang yang saya pir saya sangat setuju ya bahwa ini tidak hanya kemudian keterampilan-keterampilan tadi, tapi mindsetnya, sikap mentalnya ya ini harus berubah. Nah, kemudian tadi yang ee apa peran strategisan ini ya? Kita dapat mandat baru ya dengan Perpes 8 2025. Bagaimana kita ee apa namanya untuk me ee membantu di dalam kebijakan pengentasan kemiskinan. Nah, ini yang kita manfaatkan dengan ee mandat yang ee apa yang secara apa sebelumnya ya secara kita sebut dengan konvensionalnya adalah LAN ini bidangnya ada di di dua hal ya, bagaimana kita membantu di kualitas kebijakan. Yang kedua adalah pengembangan kapasitas ASN. Nah, ini yang kita ee dengan mandat Undang-Undang 20 ya, kita bagaimana memfasilitasi yang disebutkan ASN wajib belajar melalui pembelajaran terintegrasi yaitu corporate university ee yang dijelaskan apa corporate university pembelajaran yang kolaboratif untuk kemudian menghasilkan sebuah tadi terobosan dampak nyata cara-cara baru ya di dalam kita ee apa mendukung ya kebijakan-kebijakan pemerintahan Nah, itu yang yang ee dilakukan oleh lembaga negara Pak Joko dan kita dorong bagaimana cara kolaboratif dengan korporasi dan substansi pemerintah dengan berbagai pihak agar tadi dalam konteks pembelajaran terintegrasi tadi ya kita bisa kemudian me mendorong cara-cara baru, cara-cara inovatif ya para ASN dalam menyelesaikan ee problem-problem terutama yang menjadi ee ee prioritas dari pemerintah. Nah, tadi yang ee tawaran Pak Joko, saya sangat sangat sangat senang sekali Pak Joko. Nanti ee tim akan ee apa berhubung dengan Pak Joko. Saya ini suatu hal yang sangat bagus ya di dalam apa di setiap tempat ada para pelaku yang ee apa namanya yang sudah tadi menjadi bagian dari ekosistem tadi ya. ee dengan Pak Joko di Blk ini saya pikir ee sebuah ee bagian dari ekosistem yang tidak terpisahkan tadi untuk ee mendorong program pengentaskan kemiskinan yang orientasinya ee sekarang paradigma baru pemberdayaan mereka kemudian lebih sejahtera atau harapannya Pak Joko tadi lebih menjadi orang yang lebih kaya insyaallah ya seperti itu dengan mindset yang sampaikan Pak Joko ini insyaallah ee semuanya menjadi apa sejahtera ya Indonesia tidak hanya cukup tadi mengetaskan kemiskinan tapi jadi negara yang ee kaya ya ijo royo-royo loh jinawi ya ee aman tentram ya baik makasih Pak Jokoi Pak satu ilustrasi fakta kalau di sini kan sampaikan ee baru tahun yang lalu saya diskusi dengan seorang penjual daw Pak ya penjual dawet ayu di Malang sambil Kalfide itu dengan modal dua R50.000 biaya produksi dia bisa menghasilkan omset sampai Rp800.000, Pak. H apes-apes Rp650.000 artinya profit dia mencapai R00.000 dari modal Rp200.000 lah. Kalau ini bisa dikembangkan berapa persen, Pak? 200% profitnya itu dia hanya mahasiswa semester 3 tapi di mana dayahnya? Ini satu contoh riil yang kita dapatkan. Mengapa pola pikir kaya itu sangat penting? Mereka tidak melamar pekerjaan, tapi mereka menciptakan lapangan kerja yang dikeluar dengan baik. Kan seperti ini kalau dikembangkan terus, Pak, maka insyaallah kemiskinan itu akan berkurang. Di dunia ekonomi mana yang bisa menjawab sampai profit 200% itu lebih ini real seperti itu. Ilustrasi saja yang saya dapatkan dari lapangan seperti itu. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Iya, makasih. Matur nuhun, Pak Joko. Ini memang ee satu kalau kita ee kalau kita melihat dari indeks kewirausahaan ya memang Indonesia ini kendalanya untuk kemudian bisa ee berkembang lebih jauh lagi tadi mindset kewirausahaan ya. Pola pikir tadi ya. Kalau kita punya orang-orang misalnya tanyayin apa kurang keberhasilan? sudah sudah bekerja, dia bekerja jadi pegawai dia ya, bukan menjadi wirausaha. Ini sebuah sebuah ee apa mindset bagaimana budaya menjadi pria, menjadi pegawai ini ee posisinya lebih dihargai. Ini yang kayak seringki menjadi penghambat ya. Tidak orang tidak berani ya, tidak berani menjadi wirausaha. Kok dagang dawet ya? Wah, mertuanya nanti enggak jadi anunya kan kok dagang dawet ya kan. Mending dari pegawai kelurahan dan sebagainya daripada dagang dawet gitu meskipun hasilnya banyak. Nah, ini sebuah budaya yang juga perlu nanti dalam proses ini Korpu Jawa Timur ya ini jadi tadi yang saya sampaikan kompetensi sosiultural ngerubah mindset orang ya. Nggih. Matur nuwun Pak Joko. Siap berkarya Indonesia jaya. Makasih. Terima kasih Pak Joko. Terima kasih banyak masukan dan juga pertanyaannya. ini mewakili dari sobat ASN di mana pun berada dan tentu saja terima kasih banyak Pak Taufik atas waktu yang diberikan karena harus melanjutkan agenda lain pada hari ini. Sehat selalu, Pak. Sampai jumpa lagi pada pertemuan berikutnya. Sehat selalu, Mbak Fani. Makasih semuanya. Baik, Sobat di mana pun berada, kita akan segera berhubung terhubung dengan narasumber kita yang pertama. Untuk itu jangan ke mana-mana dulu dan silakan untuk dapat mengecek semesta Bangkom untuk presensi. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Terima kasih, Sobat ASN masih bersama dengan kami dalam ASN belajar. AR seri ke-36 di mana tema kali ini adalah Akademi Pengentasan Kemiskinan dalam kerangka Corporate University Corpu. Apa dan bagaimana perannya? Jika tadi telah kita simak bersama keynote speech yang telah disampaikan oleh Kepala LAN RI Bapak Muhammad Taufik, maka pada momen kali ini kita akan segera terhubung dengan narasumber kita yang pertama yang tadi sudah diinformasikan juga oleh Pak Taufik akan lebih rinci mengenai strategis bagaimana pengetasan kemiskinan ini di Indonesia. Untuk itu saya akan terhubung terlebih dahulu dengan Deputi Bidang Transformasi Pembelajaran ASN Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Ibu Dr. TR. Erna Irawati, Esos. Empol, ADM. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ibu Erna. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, Mbak Feni, Bapak, Ibu semuanya. Selamat pagi. Masih semangat tentu saja dan kita menunggu kehadiran Ibu secara online. Sebelum saya mempersilakan Ibu untuk dapat memberikan materinya, saya juga ingin mengenalkan profil Ibu secara singkat. Baik, Sobat ASN, Ibu Erna Irawati saat ini menjabat sebagai deputi bidang transformasi pembelajaran ASN di LAN RI. Menempuh pendidikan S1 jurusan administrasi negara di Universitas Diponegoro. Kemudian S2-nya di jurusan administrasi negara di Flinders University. kemudian mengambil S3 dengan program studi administrasi pembangunan negara di Politeknik STI Alan Jakarta dan juga telah mengambil diploma di Victoria University Training and Assessment. Dan menurut riwayat jabatan mengawali karir sebagai Kasubit Akademis Pus Diklat Spimnas bidang kepemimpinan di tahun 2004 hingga 2006 hingga akhirnya saat ini menjabat sebagai deputi bidang transformasi pembelajaran ASN mulai tahun ini ya 2025 hingga sekarang. Dan
Resume
Categories