Transcript
44ffsWokIjw • ASN Belajar Seri 37 | 2025 - Membangun Ekosistem Belajar ASN
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0263_44ffsWokIjw.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
[Tepuk tangan]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak
bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia.
Siap Indonesia emas.
ASN belajar wujudkan
pemerintahan
berkelas dunia.
Satukan tekad pantang menyerah
jadi ASN getar berkualitas.
belajar juga menerima
kelas dunia
tekat pandang menyerah
jadi AS berkualitas
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
He.
[Musik]
Has muda semangat membara
di era digital terus berkarya
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cembalak Jawa Timur terus melaju
bersama BPST
Jim kita terus melesat
untuk Indonesia emas prestasi hebat ASN
unggul
tiada yang tertinggal no one left behind
melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemerlang Jawa Timur terus
melaju bersama BPSDM
Jatim
Kita terus melesat untuk Indonesia emas.
Prestasi her aset unggur tiada yang
tertinggal.
No one left behind. Kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemerlang. Jawa Timur terus
melaju bersama BPSDM
Jatim kita terus melesat untuk Indonesia
emas prestasi hebat bersama kampus
satelit PPSM
Jatim no one left behind ASN umbul dan
berkualitas
melesa tinggi
Indonesia jaya Yeah.
[Musik]
Bam membangun asa
menuju cipta yang mulia.
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti menitipi zaman
dengan semangat pembaharuan.
Ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
PPS TM Jing Pusat unggulan.
Tempat lahirnya insan berkualitas.
Mencetak STM berkompetensi
tangguh cerdas dan inovasi bersatu dalam
visi yang terang menjawab tantangan
jalan demiang.
PSDM Jawa Timur Center of Exens masa
depan Donilang
[Musik]
bersama membangun asa
menuju cita yang mulia
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti meniti zaman
dengan semangat pembaharuan.
Ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
BPSM Jatim Pusat unggulan.
tempat lahirnya insan berkualitas
mencatat Sm berkompetensi
tangguh cerdas penuh inovasi
bersatu dalam visi yang terang menjawab
tantangan jangan demiang
PPSDN Jawa Timur Center ofans masa depan
gemilang
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Merha kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga negeri. Memerasi
melayani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
Hong
kami dari sini suka dengan hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
melayani bangsa loyal tanpa batasannya
selalu adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan
menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati.
Tujukan kompetensi dalam harmoni
bangsa loyal tanpa batasannya
adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan
untuk menjadikan air yang lebih beragam
mengerdas penuh hati tulus membantu
sesama dibangun kami melayak
Dengan bang kami melayani
dengan kami melayani
bangsa
[Musik]
Tuhan
[Musik]
[Tepuk tangan]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASM
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN getar berkualitas
[Musik]
belajar wujudkan
perintah
selaku dunia
bukan tekad pantang menyerah
jadi
berkualit
[Musik]
bersama membangun asa
menuju cinta yang mulia
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti menitipi zaman
dengan semangat pembaruan,
ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
PPS Jing Pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas
mencetak STM berkompetensi
tangguh cerdasin
inovasi bersatu dalam visi yang terang
menjawab tantangan jalan kamiang
berpesankan Jawa Timur Center of Sans
masa depan
[Musik]
bersama membangun asa
menuju cita yang mulia.
Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa
Timur yang berjaya.
Langkah pasti meniti zaman
dengan semangat pembaruan,
ilmu dedikasi dan harapan
menjadi bekal masa depan.
BPSM Jatim pusat unggulan
tempat lahirnya insan berkualitas.
Mencat STM berkompetensi.
Tangguh cerdas penuh inovasi
bersatu dalam visi yang terang menjawab
tantangan dan jangan gemilang.
BPSDN Jawa Timur Center of Sans masa
depan Gemilang L
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Marilah kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga negeri
melayani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
Hong
kami dari sini suka dengan hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Layani bangsa loyal tanpa batasannya
telah
berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan
untuk menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
[Musik]
Kami dari sini tugas dengan hati.
Tujuhkan kompetensi dalam harmoni.
Layani bangsa loyal tanpa batasannya.
Kalau ada dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan
untuk menjadikan AS lebih beragung
bekerja penuh hati tulus membantu tetap
bila mengangani
dengan kami melayani
dengan mengang kami melayani M
bes
[Musik]
Has muda semangat membara
di era digital terus berkarya
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cempalak Jawa Timur terus melaju
bersama BPST yang cim Kita terus melesat
untuk Indonesia emas. Prestasi hebat ASN
unggul.
Tiada yang tertinggal. No one left
behind. Kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi
inovasi cemerlang. Jawa Timur terus
melat
[Musik]
kita terus melesat untuk Indonesia emas
prestasi her aset unggur tiada yang
tertinggal
no one left behind kita terus melangkah
berkolaborasi
inisiatif tinggi.
Inovasi cemalah. Jawa Timur terus
melaju. Bersama BPSDM
Jatim kita terus melesat. Untuk
Indonesia emas prestasi hebat bersama
kampus satelit PP PSM Jatim. No one left
behind. I um unggul dan berkualitas.
Melasa tinggi
Indonesia jaya
[Musik]
Halo, asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi sobat ASN di
seluruh Indonesia. Senang sekali saya
Lukman Ali dapat menyapa kembali sobat
ASN tentunya dalam acara webinar ASN
Belajar seri 37 membangun ekosistem
belajar ASN dari individu pembelajar ke
organisasi unggul. Sekali lagi kami
ucapkan selamat datang untuk sobat ASN
yang tengah menyaksikan acara webinar
kali ini, baik melalui platform Zoom
Meeting ataupun yang tengah menyaksikan
melalui live YouTube BPSDM Jatim TV.
Semoga bisa mendapatkan insight yang
banyak sekali yang bisa
diimplementasikan di unit kerja
masing-masing. Dan kami juga ingin
menginformasikan untuk Sobat ASN jangan
lupa untuk isi presensi via Semesta
Bankom guna mendapatkan e-sertificate
dari BPSDM Jawa Timur. Sobat ASN, saya
pernah mendengarkan sebuah coach yang
mengatakan kalau ada sebuah bunga yang
tidak bisa mekar, maka yang harus
dibenahi pertama kali itu adalah
lingkungannya, ekosistemnya, bukan
bunganya. Dan kalau kita bicara terkait
dengan ASN yang unggul, maka untuk
menciptakannya itu diperlukan
pembentukan ekosistem belajar yang baik.
Kemarin saya sempat baca-baca berbagai
artikel, salah satunya dari Harvard
Business Review mengatakan bahwasanya
untuk menciptakan ekosistem belajar yang
baik ternyata memiliki kendala dan
tantangan yang sangat beragam. Coba kita
lihat dari sisi Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia atau kalau dalam
bahasa korporat biasanya kita sebut
sebagai learning and development center
ya. Ternyata untuk membuat program
desain pembelajaran yang bersifat
inklusif dan juga adaptif itu tidak
semudah itu. Sebagai contoh sederhananya
kadang kalaik-topik pembelajarannya
kurang relevan dengan kebutuhan skill
masa kini. Atau kalau kita lihat kendala
dan tantangan dari sisi pembelajar
individual karyawannya. Kadang kala kita
menemui permasalahan mulai dari sisi
kemauan ataupun kemampuan untuk belajar.
Ada yang memang tidak ingin belajar, ada
yang mau belajar tapi bingung harus
mulai dari mana, bagaimana cara
memulainya. Bahkan fakta mengejutkan
dari Deloid kemarin saya baca adalah
rata-rata pekerja global itu hanya
memiliki kurang dari 1% waktu kerja
mereka itu digunakan untuk belajar. Dan
ini tantangan harus benar-benar kita
hadapi bersama-sama. Tentunya
membutuhkan banyak sekali integrasi
antar berbagai stakeholder untuk
mencapai ekosistem belajar yang baik.
Tentunya kali ini kita akan kupas secara
tuntas selengkapnya hanya di webinar ASN
Belajar seri 37 tahun 2025.
[Musik]
Baik, Sobat ASN, untuk memulai webinar
ASN belajar seri 37 tahun 2025 sejenak
mari kita dengarkan bersama opening
speech yang kali ini akan disampaikan
oleh Dr. Ramlianto, SPMP selaku Kepala
BPSDM Provinsi Jawa Timur.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN
di seluruh tanah air, selamat bertemu
kembali dalam webinar series ASN
Belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini, Kamis tanggal 25 September
2025, ASN belajar telah memasuki seri
yang ke-37.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bagian dari terima kasih kami,
kami selalu berkomitmen sekaligus terus
berikhtiar untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-37 tahun 2025 ini kembali menyajikan
salah satu topik dalam rangka terus
mengumandangkan semangat belajar kita
sebagai aparatur sipil negara. Sebuah
semangat yang sudah semestinya kita
rawat, kita jaga, dan kita terus
kobarkan sebagai jalan menuju pengabdian
sejati kepada bangsa dan negara.
Semangat belajar inilah yang akan
menuntun kita dari sekedar pelaksana
tugas menjadi pencipta perubahan dari
birokrat yang hanya menjalankan
rutinitas menjadi abdi negara yang
menyalakan harapan rakyat.
Karena tema ini sangat tepat untuk kita
elaborasi secara luas dan mendalam, maka
ASN Belajar seri ke-37 tahun 2025 ini
mengangkat topik membangun ekosistem
belajar ASN dari individu pembelajar ke
organisasi unggul.
Nah, sudah menjadi tradisi akademik
dalam SN belajar bahwa topik menarik ini
akan kita bahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten dan
berpengalaman di bidangnya.
Sobat TSN di seluruh tanah air, kita
pasti sadar sepenuhnya bahwa belajar
adalah denyut nadi peradaban.
Tanpa belajar bangsa akan tertinggal.
Dengan belajar bangsa akan menjulang.
Birokrasi pun demikian. Ia hanya akan
hidup relevan dan dipercaya ketika para
penggeraknya yaitu kita ASN menjadikan
belajar sebagai nafas sepanjang hayat.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 telah
menegaskan bahwa ASN memiliki kewajiban
untuk terus mengembangkan kompetensinya
secara berkelanjutan.
Ini bukan sekedar regulasi, melainkan
amanat zaman. Bahwa di tengah arus
derasnya disrupsi, digitalisasi, dan
persaingan global, hanya ASN yang terus
belajar yang akan mampu berdiri tegak
melayani negeri. Undang-undang ini hadir
untuk menuntun ASN agar tidak terjebak
dalam rutinitas belaka, tetapi bergerak
menjadi pelaku perubahan.
Regulasi ini bukan sekedar kewajiban
administratif, melainkan panggilan untuk
menyalakan api pengetahuan, memupuk
budaya belajar, dan meneguhkan jati diri
ASN sebagai garda terdepan pelayanan
publik yang unggul dan bermartabat.
Oleh karena itu, menumbuh kembangkan
budaya belajar bagi ASN bukan sekedar
program tambahan, melainkan denyut utama
kehidupan birokrasi modern.
Budaya belajar adalah roh yang
menghidupkan organisasi, menyatukan
individu pembelajar dalam satu ekosistem
pengetahuan yang berkelanjutan.
Melalui budaya belajar, ASN tidak hanya
meningkatkan kompetensi, tapi juga
menumbuhkan kepekaan terhadap perubahan,
kecerdasan dalam mengambil keputusan,
dan ketangguhan dalam menghadapi
tantangan global.
Budaya belajar menjadikan setiap SN
bukan sekedar pelaksana tugas, melainkan
inovator, kolaborator, sekaligus pelita
yang menerangi jalan bangsa menuju masa
depan. Budaya belajar adalah budaya
positif yang harus menjadi semangat
kolektif aparatur sipil negara.
yang bukan sekedar aktivitas menambah
pengetahuan, melainkan sebuah sikap
hidup yang menumbuhkan keterbukaan,
kerendahan hati, dan keberanian untuk
terus beradaptasi.
Soat ASN dalam budaya belajar, setiap
ASN menemukan dirinya sebagai bagian
dari ekosistem yang saling menguatkan.
di mana ilmu bukan hanya milik individu,
tetapi menjadi energi bersama untuk
melahirkan birokrasi yang cerdas,
inovatif, dan terpercaya.
Dari budaya belajar inilah akan tumbuh
pelayanan publik yang lebih prima,
kinerja organisasi yang lebih unggul,
dan pembangunan yang lebih berdampak
untuk rakyat.
Oleh karena itulah mengapa membangun
ekosistem belajar bagi ASN menjadi
kebutuhan yang mendesak dan tak bisa
kita tunda lagi. Ekosistem belajar
adalah fondasi bagi lahirnya birokrat
yang adaptif, inovatif, dan terpercaya.
Di dalamnya setiap ASN tidak hanya
mengasah kompetensi individu, tapi juga
menumbuhkan semangat atau budaya
kolaborasi dan semangat berbagi
pengetahuan.
Inilah ruang belajar yang akan menjadi
denut kehidupan organisasi. Tempat
setiap aparatur menyalakan semangat
pengabdian dan kelas birokrasi
meneguhkan dirinya sebagai motor
penggerak kemajuan bangsa.
Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air.
Lalu bagaimana kita membangun ekosistem
belajar yang benar-benar hidup bukan
sekedar slogan. ekosistem belajar yang
menghadirkan ruang kolaborasi,
mempertemukan pengalaman dengan
pengetahuan dan menjadikan setiap ASN
bukan hanya penerima ilmu, tapi juga
penyumbang gagasan.
Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas
topik ini, kami telah mengundang para
narasumber luar biasa yang sudah barang
tentu sangat kompeten di bidangnya.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi kepada para narasumber hebat
yang telah berkenan hadir dan akan
berbagi berbagai informasi strategis
kepada Sobat ASN di seluruh tanah air.
Pertama kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi kepada Bapak Prof. Dr.
Muhammad Jufri, M.Si., MS, Psikolog.
Beliau adalah Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi
Selatan.
Kedua, kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi kepada Ibu Dr. Uswatun
Hasana, S.Pd., M.Pd. Beliau adalah
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Provinsi Jawa Tengah. Dan
ketiga, kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi kami kepada Ibu Dranda
Nina Dewi, MAP. Beliau adalah Kepala
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Kalimantan Timur. Nah, Sobat
ASN, mari kita simak dengan seksama
webinar ASN belajar seri ke-37 tahun
2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih
kepada Bapak Dr. Ramblianto, SPMP selaku
Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur atas
opening speech yang telah disampaikan.
Sekali lagi kami ingin menginformasikan
dan juga mengingatkan bagi sobat ASN
yang sudah bergabung menyaksikan acara
webinar ASN Belajar seri 37 tahun 2025.
Jangan lupa untuk isi presensi via
Semesta Bangkom dan dikarenakan saat ini
traffic presensi sedang tinggi maka
dapat dipantau secara berkala ya alamat
semesta Bangkomnya. Baik Sobat ASN kali
ini kita akan masuk ke materi kita yang
pertama. Materi pertama akan dideliver
oleh Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si.,
MPSI, Psikolog selaku Kepala BPSDM
Provinsi Sulawesi Selatan.
Ya. Dan telah bergabung bersama dengan
kami semua di sini Prof. Jufri selaku
Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan.
Saya ingin ucapkan selamat datang dan
selamat siang terlebih dahulu. Selamat
siang, Prof. Jufri.
Terima kasih. Selamat siang, Mas.
Kabar baik, Prof.
Giih. Terima kasih karena sudah
menyempatkan waktunya di sela-sela
kesibukan untuk berbagi insight bersama
dengan Sobat ASN di seluruh Indonesia.
Kali ini kita akan dengarkan bersama
paparan dari Prof. Jufri terkait
bagaimana cara kita bisa membangun
ekosistem belajar untuk para ESN ini
sehingga organisasi kita bisa unggul dan
adaptif ke depannya. Kami persilakan
Prof. Jufri nanti kita akan lanjut di
sesi tanya jawab juga. Silakan Prof.
Baik. Baik. Terima kasih banyak.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi menjalan siang. Salam
sejahtera untuk kita semuanya.
Ee pertama-tama saya ingin menyampaikan
terima kasih dan penghargaan yang
setinggi-tingginya kepada sahabat saya
seperjuangan, Bapak Dr. Ramlianto, S.P.,
MP., Kepala Badan Pengembangan Sumber
dan Manusia Provinsi Jawa Timur. yang
telah berkenan memberikan undangan
kehormatan kepada saya untuk ikut
bergabung ee berbagi bersama-sama dengan
Sobat ASN
Mohon maaf atas ketidaknyamanannya dari
tim narasumber pertama kami masih
mengalami kendala.
Ee juga kepada Ibu Dr. Uswatun Hasanah,
S.Pd., M.Pd. sebagai Kepala BPSDM Jawa
Tengah. Iya. senang sekali bisa bertemu
bergabung di sini dan yang saya hormati
membanggakan semua tentu bagi saya
seluruh sahabat-sahabat Sobat ASN yang
telah ee menginvestasikan waktunya yang
sangat baik hari ini untuk kita
bersama-sama berada di ruang
pembelajaran yang sangat aktif,
produktif khususnya bagi teman-teman
BPSDM Jawa Tengemur yang kalau tidak
salah ini sudah ee webinar
ASN Belajar seri ke-37.
Ya, masyaallah ini luar biasa sekali dan
ini bentuk komitmen dari BPSDM Jawa
Timur untuk kita terus mengajak para ASN
kita bisa berada dalam satu ruang
pembelajaran yang terus-menerus akan
aktif mengasah, melatih, mengembangkan
kompetensi yang kita miliki.
I. Nah, hari ini menurut saya ini juga
ee satu bentuk kolaborasi yang sangat
baik, praktik baik yang dibuat oleh
Bapak Kepala BPSDM Jawa Timur ee sabat
saya Pak Ramli. Masyaallah, terima kasih
banyak. I menghadirkan
tiga kepala BPSDM dari provinsi yang
berbeda. Dan ini sekaligus menggambarkan
bahwa peristiwa ini adalah merupakan
wujud nyata dari bentuk kolaborasi
yang kita kembangkan hari ini dan tentu
akan kita dorong terus berkembang di
masa yang akan datang. Ya. Nah, saya
kira kita semua sepakat bahwa salah satu
dari pilar ee ekosistem pembelajaran itu
adalah berkaitan dengan kolaborasi ya.
Tiga yang lainnya itu adalah yang
pertama ada integrasi, kemudian ada
digitalisasi,
berikutnya ada inovasi, dan yang
terakhir adalah kolaborasi. Hari ini
kita membingkai pola kolaborasi dan
bukan tidak mungkin setelah kejadian
hari ini kami dengan ee BPSDM Jawa
Tengah yang sebelumnya juga kami pernah
berkunjung ke Jawa Tengah untuk ee
belajar berbagai hal dalam hal
pengembangan kompetensi dan juga bisa
berkolaborasi dengan ee Ibu Nina dari
Kalimantan Timur. Baik, Ibu Bapak yang
saya hormati, izinkan saya untuk ee
share ee materi yang akan saya
sampaikan.
yang berada di
Oleh karena itu, hari ini kita akan
bahas jika ASN memiliki internal MC dan
ya sudah terlihat Mas.
Iya. Baik.
Nah, kepada saya diminta untuk ee
berbagi terkait dengan ee budaya belajar
kolektif sebagai pondasi ASN
Pelajarahkan.
Oh, saya ingin mengawali dari sini.
Beranilah melakukan dengan cara yang
berbeda karena perbedaan akan
menghasilkan sesuatu yang berbeda. Kalau
kita bawa dalam dunia belajar kita di
ASN ya mungkin sebagian dari ASN kita
berpikir bahwa belajar itu sudah
selesai. Ketika dulu belajar di
perguruan tinggi ngambil S1, ngambil S2
atau berkesempatan ngambil S3 belajarnya
sudah selesai. Padahal ternyata tuntutan
kegiatan belajar seperti yang
disampaikan dalam opening speak Pak Pak
Kaban tadi itu sangat luar biasa bahwa
belajar ini ternyata bukan lagi sebuah
pilihan. Belajar ini bukan lagi sesuatu
yang sifatnya ee alternatif bagi kita.
Tapi belajar ini adalah suatu kebutuhan
yang harus kita terus ee upayakan.
dan ASN yang ingin mendapatkan sesuatu
yang berbeda dalam pekerjaannya, berbeda
tanda kutip dalam pengertian kinerjanya
bisa makin lebih baik dibanding ASN yang
lain. Dia makin lebih produktif
dibanding dengan ASN yang lain. Dia
harus berani untuk bisa memilih satu
cara dan salah satu cara itu mungkin
berbeda dengan cara yang kebanyakan
dilakukan oleh ASN yang lain. Kalau AS
yang lain mungkin di luar waktu kerja
lebih banyak memanfaatkan mohon maaf
untuk beristirahat atau mungkin
melakukan kegiatan-kegiatan lain. Tapi
ASN yang ingin semakin lebih produktif,
semakin lebih baik dalam kerjanya
memilih untuk melakukan kegiatan yang
berbeda. mungkin berbeda dalam satu hari
dia menetapkan bukan hanya belajar di
kantor tapi menambah waktu-waktu yang
tersedia dengan belajar untuk mengkaji,
memahami, menganalisis dan mendapatkan
informasi lain yang mungkin akan sangat
bermanfaat bagi tugas dan karirnya ke
depan. Baik. Nah, Ibu Bapak yang saya
hormati,
mengapa kita harus belajar?
Iya. Nah, saya ingin belajar ee mengajak
kawan-kawan semua kita ee pada salah
satu hasil riset mungkin survei yang ee
mungkin juga teman-teman mohon maaf
mungkin sudah pernah dibaca sebelumnya
ya ee terkait dengan bagaimana ASN kita
ee adaptabilitasnya.
dan bagaimana kesiapan digital dari ee
ASN kita. Nah, ini dari data yang kami
ambil dari salah satu survei yang
dilakukan dari ACT Consulting ya. Dari
data ini terlihat bahwa adaptabilitas
ASN kita secara nasional itu hanya
sekitar 38,90%
dan ini termasuk kategori yang tergolong
rendah. Hanya 20% ASN kita yang
menguasai teknologi digital. Sementara
38,20%
di antaranya itu yang berusia di atas 50
tahun, ya. Nah, padahal
korelasi antara eh digital skill dan
kinerja ASN itu sangat kuat, ya. Kalau
dari analisisnya itu terlihat itu 0, ee
0,7 ya. Nah, fakta ini menunjukkan bahwa
kapasitas ASN kita itu belum siap tanda
kutip untuk menjawab tantangan
transformasi birokrasi.
Nah, karena itu kita berharap ingin
mendorong budaya kerja kolektif karena
dengan hadirnya budaya kerja kolektif
itu bisa menjadi sebuah solusi konkret
untuk memperkuat budaya belajar ASN di
tempat kerja. Ya, bisa membangun
kemampuan adaptif dan kemampuan digital
secara kontekstual serta mempercepat
reformasi birokrasi berdampak secara
nyata.
Nah, kalau kita lihat dari data ini
tantangan adaptabilitas ASN kita yang
saya sampaikan tadi, persentase ASN kita
dalam adaptabilitas itu hanya
ditunjukkan 38,90%
yang ini menunjukkan adanya kesenjangan
kompetensi digital yang nyata
di satuuhan
pembangunan yang makin kompleks. Nah,
Bapak, Ibu sekalian, tanpa budaya
belajar yang
SN kita akan sulit untuk beradaptasi dan
masyarakat akan menerima pelayanan
publik yang tentu juga kurang optimal.
Nah, karena itu ee solusi yang kita
harapkan itu adalah bagaimana
teman-teman ee para ASN, sobat ASN kita
menjadikan belajar ini betul-betul
sebagai sebuah kebutuhan. belajar ini
sangat penting kalau kita lihat dari
arahan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023
khususnya di pasal 49 ayat 1 tadi juga
dipertegas kembali oleh Pak Kaban bahwa
setiap ASN kita itu dituntut untuk bisa
menjadi ee pembelajar dan beradaptasi ya
bukan lagi boleh lagi kita memilih bahwa
itu hanya hak 20 JP per tahun tetapi
dalam yang undang-undang yang baru ini
yang sekarang ini masih kita gunakan itu
memang tuntutannya sudah menjadi sebuah
kewajiban ya wajib untuk kita terus
belajar dan beradaptasi ya belajar ini
juga penting karena belajar akan
mendorong mempercepat proses
transformasi birokrasi yaitu untuk
mewujudkan ee world class birokrasi
tahun 2045 melalui peningkatan
kompetensi dan inovasi. Ya, ini mohon
maaf saya kutipkan salah satu dari ee
tokoh yang kita sangat kenal ya, Mahatma
Gandhi. Beliau eh menyebutkan seperti
ini kalimatnya. Life ask if you were to
die tomorrow
if you were to live forever. Hiduplah
seakan engkau akan mati besok.
Belajarlah seakan engkau akan hidup
selamanya. Ya, ini kalimat yang tentu
sangat dalam sekali maknanya buat kita
semua untuk ee yang bisa memberikan
dorongan untuk kita terus belajar. Nah,
Sobat ASN yang saya banggakan, nah ASN
sebagai individu pembelajar tentu harus
selalu berupaya untuk mendorong agar
rasa ingin tahunya itu tidak berhenti.
Selalu ada dorongan untuk ee mencari
pengetahuan-pengetahuan baru dan
memahami dunia sekitar.
ASN Pembelajar juga berupaya untuk bisa
mendorong kemampuan adaptabilitas pada
dirinya, yaitu kemampuan untuk dapat
menyesuaikan diri dengan perubahan
lingkungan dan tuntutan pekerjaan. Dan
ASN sebagai individu pajar juga dituntut
untuk bisa membangun ketang
untuk bangkit kembali dari kesulitan dan
terus berkembang. Kenapa begitu? karena
tantangan yang kita hadapi ke depan
tentu akan semakin ee semakin variatif,
semakin kompleks ya. Kita dihadapkan
pada disrupsi digital, regulasi yang
baru yang terus-menerus diperbaharui
oleh kementerian, oleh lembaga, dan
seterusnya. Kemudian ada tuntutan
pelayanan publik yang dinamis.
Masyarakat kita semakin membutuhkan
pelayanan yang cepat, yang akurat. Dan
untuk itu semua ASN kita tentu harus
bisa memahami itu sebagai sebuah
tantangan agar kita terus belajar dan
mendorong peningkatan kompetensi di
bidan kita masing-masing. Ibu, Bapak
yang saya hormati, dari nah dari
individu bagaimana kita dorong dari
individu kita bertransformasi ke budaya
belajar kolektif ya. Nah, individu
pembelajar tentu kita akui sebagai
pondasi utama bagi organisasi yang
adaptif dan inovatif.
Dan kita mendorong agar setiap insan
dalam organisasi mau meleburkan dirinya
menjadi sosok pembelajar kolektif, yaitu
ee memiliki sinergi untuk selalu sharing
knowledge, berbagi pengetahuan,
terus ee belajar melalui teknik misalnya
dengan pendekatan mentoring dan juga
aktif untuk melakukan kolaborasi antar
individu. Sebab dari kita, untuk kita,
dan oleh kita itu dimungkinkan untuk
pembelajaran kita bisa terus berubah,
berkembang, dan ber apa ee melaju tanpa
henti. Ya, seorang ahli di dalam bidang
psikologi kognitif mungkin juga Bapak,
Ibu mengenal akrab nama ini yang bagi
yang eh sering mempelajari teori-teori
dan pandangan psikologi kognitif ya,
salah satu aliran dalam psikologi yang
memberikan ee penilaian yang sangat
positif pada manusia. bahwa manusia itu
memiliki kemampuan berpikir yang sangat
luar biasa. Karel Roger menyebut bahwa
the only person who is educated is the
one who has learned how to learn and
change. Satu-satunya orang terdidik
adalah mereka yang telah belajar
bagaimana belajar dan berubah. Ya,
bagaimana belajar dan berubah. Hari ini
kita belajar tentu harus memahami ee
strategi, metode-metode yang lebih ee
bisa mengantar kita untuk belajar
semakin lebih aktif dan memahami
cara-cara untuk menjadi pribadi yang
terus berubah, tidak alergi dengan
perubahan dan bisa mengelola perubahan
itu dengan menghasilkan hal-hal yang
juga semakin lebih produktif. Nah,
Bapak, Ibu yang saya hormati, budaya
belajar kolektif sebagai pondasi ASN
pembelajar tentu ini bisa kita dorong
dengan ee pertama
ee bagaimana kita dalam organisasi itu
memiliki tentu ada visi bersama ya, ada
tujuan yang jelas dan disepakati bersama
oleh seluruh anggota. Kemudian ada
kecerdasan kolektif yaitu memanfaatkan
beragam perspektif untuk solusi yang
lebih baik. Kita boleh belajar tentu
tidak hanya dengan ee dengan orang
tertentu, tapi saat ini dengan
digitalisasi sangat memungkinkan bagi
kita untuk dapat belajar tanpa henti,
tanpa batas, ruangan, dan waktu. Dengan
memanfaatkan fasilitas digital yang ada.
bahkan kita bisa terus mengasa
kecerdasan kolektif kita dengan ee
komunitas-komunitas yang kita bangun
bersama untuk mendalami atau mempelajari
hal-hal tertentu dalam pekerjaan kita
atau mungkin dalam hal-hal lain yang
kita butuhkan untuk pengembangan diri.
Nah, kemudian ada kepercayaan dan
keterlibatan,
yaitu lingkungan yang mendukung
eksperimen dan berbagi tanpa takut
gagal. Nah, Bapak Ibu mendorong
organisasi
eh pembelajar atau organizational
learning untuk birokrasi yang adaptif
dan berkembang harus didukung oleh
berbagai hal. Antara lain di dalamnya
ada ee organisasi yang terus mendorong
karyawannya untuk mau terus belajar ya.
Kemudian harus ada knowledge management,
bagaimana mengelola pengetahuan dengan
baik dan tentu harus didukung dengan eh
digital learning.
Nah, Bapak Ibu, apa manfaat yang kita
peroleh dengan kita ee mengembangkan
budaya belajar kolektif utamanya di OPD
kita masing-masing? Tentu banyak sekali
manfaat yang kita akan peroleh antara
lain di sini ada dengan kita terus
belajar akan terjadi peningkatan
kualitas pelayanan publik karena ASN
kita akan semakin sensitif, akan semakin
tanggap
melihat, merasakan apa yang menjadi
tuntutan bagi pelayanan publik kita.
Nah, dengan kita belajar secara
kolektif, ada budaya belajar yang selalu
kita tumbuhkan, tentu kita akan secara
aktif untuk melihat, memahami apa yang
menjadi tuntutan pelayanan publik dari
masyarakat kita. Tidak menunggu kita
dikomplain terlebih dahulu baru kita
memberikan yang terbaik. Ya, akan jauh
lebih baik sebelum kita dikomplain,
sebelum kita di diprotes, sebelum ada
aksi dan sebagainya, sebelum kita
dilayangkan dan seterusnya berbagai
aduan ke media sosial. lebih baik kita
bertekad untuk mendorong peningkatan
kualitas pelayanan publik dari internal
sehingga ya yang terjadi masyarakat kita
justru akan memberikan dukungan,
memberikan ee penilaian dan memberikan
ee pujian terhadap organisasi kita.
Kenapa? Karena tidak perlu mereka
memberikan ee tidak perlu komplain,
tidak perlu protes, tapi terlebih dahulu
mereka sudah merasakan layanan-layanan
publik yang menjadi tuntutan mereka.
Nah, manfaat budaya belajar kolektif
yang kedua, kita bisa meningkatkan
efisiensi operasional. Ya, ini tentu
kita rasakan ada pergeseran hari ini ee
di seluruh BPSDM seluruh Indonesia
menurut saya kecuali mungkin mohon maaf
Jawa Timur masih ee masih lumayan besar
ini penganggaran yang dapat dikelola
tapi khususnya di kami di Sulawesi
Selatan ini juga terjadi efisiensi yang
sangat yang sangat berarti sehingga mau
tidak mau kami tentu harus berpikir
bagaimana menemukan cara-cara atau
strategi untuk bisa membelajarkan para
ASN kita tidak selalu ee harus dengan
pola klasikal dan kecenderungannya hari
ini menurut saya itu terjadi pergeseran
dari pembelajaran yang dulunya lebih
banyak didominasi dengan pembelajaran
yang sifatnya klasikal. Sekarang sudah
lebih banyak mengedepankan model-model
pembelajaran atau pembelajaran ASN yang
sudah menggunakan pola-pola digital
seperti yang kita lakukan hari ini. Kita
tidak perlu berada di satu ruang yang
sama, tapi kita bisa mendapatkan belajar
dari kawan-kawan kita. Saya juga hari
ini tentu akan belajar dari Bapak, Ibu
semua, dari teman-teman para kepala
BPSDM kami sama-sama untuk terus
belajar. Ee manfaat lain adalah ee kita
bisa terus mendorong terjadinya inovasi
yang berkelanjutan
ya. Sebab tuntutan inovasi tentu tidak
ada henti. Perubahan-perubahan yang
terus terjadi itu akan berdampak
langsung ataupun tidak langsung terhadap
ee organisasi kita. Untuk itu agar kita
tidak punah, agar kita tidak
ketinggalan, kita tentu didorong untuk
terus membangun semangat inovasi dan
inovasi terus harus berkelanjutan.
Manfaat lain adalah peningkatan kepuasan
ASN. Kalau ASN kita belajar
terus-menerus, mereka memahami
pekerjaannya dengan sangat baik, mereka
bisa mendeteksi, mengidentifikasi
kelemahan, mengidentifikasi permasalahan
yang akan terjadi. Tentu itu akan
membuat ASN kita bisa bekerja dengan
baik pada bidang tugas. Kalau dia bisa
bekerja dengan baik, maka akan membuat
ASN tersebut, ASN kita bisa merasakan
kepuasan di dalam pekerjaannya. ya, puas
terhadap atasannya, puas terhadap teman
sejawat, ada kepuasan terhadap gaji yang
mereka terima, ada kepuasan terhadap
sistem promosi, dan ada kepuasan
terhadap ee bagaimana jaminan ee hari
tua dari para ASN kita. Nah, kemudian
manfaat lain adalah ee ASN kita akan
mampu beradaptasi secara cepat dengan
perubahan.
Dan yang terakhir tentu akan dapat ee
kita dapatkan ee terjadi pencapaian
world class birokrasi. Ini yang menjadi
tuntutan dari ee Kementerian Menpan RB
bagaimana mendorong birokrasi kita untuk
bisa menjadi birokrasi yang berkelas
dunia. Nah, Bapak Ibu yang saya hormati.
Ini ada kutipan inspiratif untuk terus
mendorong kita belajar dari ee Benyamin
Franklin. Ya, kita kenal bahwa investasi
dalam pengetahuan ee memberikan bunga
terbaik. Ya, setiap kita pasti ingin dan
senang melihat bunga. Dan bunga terbaik
menurut ee Benjamin Franklin adalah
berinvestasi dalam pengetahuan. Ya,
silakan dimanfaatkan. kita sudah punya
pendekatannya baik itu pendekatan 10%
lewat formal learning, 20% lewat social
learning dan juga 70% melalui eh
experiential learning. Dan satu lagi
dari Nelson Mandela, ya, education is
the most powerful
which you can use to change the world.
Bahwa pendidikan adalah senjata paling
ampuh yang dapat digunakan untuk
mengubah dunia.
Ya. Baik, Ibu Bapak yang saya muliakan.
Sebagai penutup dan refleksi untuk kita
semua, mari kita terus mendorong
semangat belajar baik secara pribadi
maupun berkelompok, berkolektif. Ee
mulai dari diri sendiri, terus kita
bergerak untuk membangun ee ke apa
bersama untuk membangun dan kita ee
jalankan atau kita upayakan terbentuknya
budaya belajar yang kolektif. ASN
pembelajar adalah kebutuhan dan bukan
pilihan.
belajar ee budaya belajar kolektif
adalah bagian dari upaya yang dilakukan
untuk melakukan percepatan transformasi
birokrasi.
Nah, ee Ibu Bapak yang saya hormati, itu
sebagai pengantar bahan kita berdiskusi.
Saya tutup dengan eh quote kita untuk
hari ini. Happy better good, good is not
enough. Kalau bisa menjadi yang terbaik,
maka menjadi baik saja tidak cukup. Saya
yakin, Sobat ASN, kita punya potensi
yang sangat hebat. Kita punya potensi
yang luar biasa dalam pekerjaan, dalam
hal apapun. Mungkin itu baru sebagian
kecil dari potensi hebat yang kita
miliki, yang kita sudah curahkan untuk
pekerjaan kita. Kalau kita menyadari
bahwa potensi terbaik itu masih luar
biasa pada diri kita, jangan kita
berhenti untuk terus mengasa kompetensi
itu. Karena kita bisa menjadi yang
terbaik. Ya, sekali lagi kalau bisa
menjadi yang terbaik, menjadi baik saja
tidak cukup. Bapak, Ibu yang saya
hormati, demikian sebagai pengantar yang
dapat saya sampaikan. Semoga berkenan.
Terima kasih, saya mohon maaf.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih sekali lagi
kepada Prof. Jufri selaku Kepala BPSDM
Provinsi Sulawesi Selatan atas materi
yang telah diberikan. Sekedar
menyimpulkan sedikit dari apa yang tadi
sudah disampaikan oleh Prof. Jufri
bahwasanya ternyata fakta mengejutkan
angka adaptabilitas ASN secara nasional
ini masih tergolong rendah. Bagaimana
cara kita bisa keluar dari angka
tersebut adalah dengan belajar. Harus
dimulai dari individu. Utamanya tadi ada
tiga dimensi sifat yang tadi disebutkan
oleh Prof. Jufri. ASN harus punya
curiosity, ASN harus punya adaptabilitas
yang tinggi dan juga resilience yang
tinggi. Harapannya ketika masing-masing
individu ini sudah memiliki kualitas
yang baik, budaya belajar kolektifnya
ini terbentuk dan nanti multiplayer
effect-nya adalah pencapaian world class
birokrasi di tahun 2045.
Kali ini kita akan masuk ke sesi tanya
jawab bersama dengan para sobat ASN yang
tengah bergabung. Mohon izin kami
menginformasikan untuk penanya nanti
kita juga akan sediakan hadiah berupa
powerbank. Langsung saja saya mau undang
untuk penanya kita yang pertama kali
ini. Kami persilakan untuk bisa
menggunakan feature rise hand ataupun
memberikan pertanyaan melalui live chat
YouTube bagi Anda yang tengah
menyaksikan acara ini melalui YouTube
BPSDM Jatim TV. Prof. Jufri sebelum saya
persilakan kepada Sobat ASN yang ingin
bertanya, saya mau tanya terlebih dahulu
Prof. Jufri tadi. Prof. Jufri mengatakan
bahwasanya ASN itu harus punya
curiosity, adaptability, dan juga
resilience. Kalau menurut pandangannya
Prof. Jufre, di Indonesia sendiri dari
tiga sifat itu, Prof. yang paling lemah
itu di bidang apa? Di bagian apa kita
itu? ASN kita, Prof.
Jadi, iya betul, Mas. Ee ah ini ini
mohon maaf mungkin saya agak agak gegaba
ya kalau saya harus bisa memilih salah
satu di antara ketiganya karena saya
tidak punya belum memiliki risetnya
untuk yang ketiga ini ya.
Tetapi saya kembali ke yang pertama tadi
yang saya sampaikan di awal Mas bahwa ee
riset itu saya yakin juga di Jawa Timur
ini bagian dari riset ini ya karena ini
riset yang dilakukan oleh ACT Consulting
Heeh.
Ee kerja sama apa? ESQ ee ESQ waktu itu
dengan e Kempan RB dan yang saya
tampilkan tadi itu secara nasional
38,90%
99% dan ee khusus kami misalnya di
Sulawesi Selatan itu juga masih
tergolong rendah, Mas. Ee saya mohon
maaf saya tidak menemukan datanya untuk
yang Jawa Timur karena waktu data ini
diserahkan ke kami memang hanya untuk
data Sulawesi Selatan. Mungkin datanya
dengan Pak Kabat juga itu ada tapi mohon
maaf saya tidak sampaikan. Nah, kalau
dari data itu kita melihat bahwa memang
dari ketiganya ee adaptabilitas ini
tergolong rendah dan saya kira itu
sangat berkaitan dengan dua di atasnya,
Mas. Kalau adaptabilitas rendah itu
menunjukkan bahwa sebenarnya rasa ingin
tahunya juga masih perlu digugah gitu
loh. Kalau rasa ingin tahunya tinggi ya
misalnya rasa ingin tahu untuk selalu
melihat apa sih yang masih kurang dari
pekerjaan saya ini atau bidang tugas
saya ini sudah maksimal gak saya punya
kompetensi untuk bisa mengerjakannya.
Heeh. Tapi sobat ASN yang hebat pasti
dia akan selalu bertanya kepada dirinya,
"Ya,
kalau tugas saya seperti ini, kompetensi
apa yang saya butuhkan untuk bisa
melaksanakan tugas ini dengan baik?"
Terus dia kemudian mengevaluasi dirinya
sendiri. Oh, ternyata saya itu saya
masih kurang di sini. Ininya
alhamdulillah sudah baik. Yang ininya
masih perlu dikembangkan lagi. Ini yang
kemudian akan mempengaruhi bagaimana dia
memiliki rasa ingin tahu yang besar. Ya.
Ya. Katakanlah misalnya ya untuk
mendukung pekerjanya dia butuh tambahan
ee skill yang seperti ini. He
ternyata itu dia belum miliki. Nah,
dengan dia menyadari bahwa dia belum
miliki itu ternyata berdampak
mempengaruhi rasa ingin tahunya. Wah,
ini saya harus saya harus tahu ini. Saya
harus cari ke mana saya belajarnya. saya
harus bertanya kepada siapa ini, saya
harus belajar di lembaga mana ini untuk
cari itu. Jadi ada dorongan untuk
memenuhi itu. Jadi curiosity-nya rasa
ingin tahunya muncul. Nah, kemudian yang
kedua yang tadi itu resilience ya. Dia
harus memiliki ketangguhan karena
belajar ini kan juga mohon maaf ya ada
tantangannya juga minimal kita bersedia
untuk menginfest waktu. Bahkan mungkin
dalam belajar itu butuh investasi biaya
ya. ya dan sebagainya. Ee mungkin harus
korban perasaan juga, Mas. Kadang-kadang
kita belajar mungkin ah waktunya kita
istirahat tapi masih ada tuntutan untuk
harus belajar.
Ya, kita harus tanda kutip korban
perasaan. Kadang-kadang kita sudah
belajar
masih apa yang kita lakukan juga tidak
dihargai gitu loh. Makanya salah satu
yang mungkin perlu diperhatikan di sini
agar ekosistem pembelajaran itu bisa
terbangun ya kita juga harus memikirkan
apa yang dilakukan oleh para ASN
pembelajar harus di harus ada kompensasi
tanda kutip untuk hal yang bisa juga
dirasakan sebagai sebuah kebermaknaan
kebermanfaatan bagi mereka yang sedang
belajar.
Di dalam teori pendidikan itu disebut
dengan law of effect. hukum belajar
akibat ya. Apa maksudnya itu hukum
belajar akibat? Mereka akan semakin
termotivasi untuk belajar kalau mereka
merasakan apa akibat atau apa manfaat
yang akan diperoleh setelah dia belajar.
Ya, katakanlah misalnya ASN yang aktif
mengikuti webinar dapat presertifikat
berapa nilai JP-nya. Nanti di akhir
periode mungkin satu kali dalam 6 bulan,
satu kali dalam 1 tahun akan ada ee apa
akan ada rekapitulasi nilai
ya.
Dan itu mungkin menjadi laporan bagi Ibu
Gubernur, menjadi laporan bagi Pak
Gubernur untuk melihat ini potret dari
ASN-nya yang punya kesungguhan untuk
belajar
sehingga ada reward ya. ada perlakuan
yang diberikan untuk membuat ASN
tersebut merasa bahwa apa yang saya
pelajari itu bermakna, berarti,
bermanfaat bagi saya ya. Nah, kalau
tidak itu bisa mempengaruhi
resiliensinya bisa berkurang, daya
tahannya bisa turun ya. Oke, saya rasa
gitu, Mas. Terima kasih.
Thank you, Prof. Jufri. Berarti memang
antar tiga sifat ini tidak bisa terpisah
satu sama lain karena ini merupakan
sebab akibat ya. Dan tadi untuk bisa
mendorong apa namanya ASN yang mau untuk
belajar salah satunya adalah harus
perhatikan drivers-nya pakai skema e
reward dan juga benefit seperti yang
tadi Prof. Jufri bilang seperti itu.
Iya. Reward and punishment juga ya.
Sebaliknya juga ada punishment gitu ya.
Baik Prof. Jufri ini ada Sobat SN yang
tengah bergabung. Prof. Jufri untuk
bertanya kami izin undang terlebih
dahulu. Untuk sobatn-nya kami silakan
Bapak bisa langsung saja open audionya
kemudian diperkenalkan nama asal
institusinya dan juga asal daerahnya.
Silakan, Pak.
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Salam sehat, Prof.
Silakan, Pak.
Ee izin memperkenalkan diri, nama saya
Muhammad Toha dari Pusat Pelatihan
Pegawai ASN Kementerian Desa Pembangunan
dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Ee
menarik, Prof. dari apa yang Prof.
sampaikan tadi memang ee apa namanya ee
belajar seharusnya memang jadi kebutuhan
bagi semua ASN. Cuma memang kita harus
ee yang kita ketahui juga bahwa ee
budaya belajar ini bagi ASN ee seperti
budaya baru, Prof. Jadi hal yang
kadang-kadang kita di ASN ini
sudah merasa ya saya kan sudah jadi ASN,
sudah berada di zona nyaman. Sementara
kita tahu
untuk merubah budaya itu harus ada
keinginan kuat terutama dari keinginan
pribadi sendiri untuk apa terus
berkembang. Tetapi di samping itu kan
duk seperti yang Prof bilang tadi,
dukungan ee pimpinan, dukungan
organisasi juga diperlukan untuk ee
menumbuhkan budaya itu. Kira-kira ee
yang ingin kami sampai kami tanyakan
kepada Prof.
ee sebagai pribadi, apa yang harus kita
bangun agar kita bisa menumbuhkan
semangat belajar dan bisa mengajak
teman-teman? Seperti yang Prof bilang
tadi, belajar itu memang harus kolektif.
Kalau ramai-ramai kayaknya enak gitu,
tapi kalau sendiri kayaknya kesepian
gitu. Kemudian yang kedua itu dari sisi
pribadi. Kemudian yang kedua ee dari
segi pimpinan dan organisasi. Kira-kira
apa yang bisa dilakukan, apa yang harus
seharusnya dilakukan oleh pimpinan dan
organisasi untuk bisa terus menumbuhkan
semangat belajar ASN di lingkungan
kerjanya masing-masing. Mungkin itu,
Prof. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi
wabarakatuhalam
warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
Pak Toha atas pertanyaannya. Mohon izin
menginformasikan Pak Toha. Nanti bisa
kirimkan juga nama dan data diri beserta
nomor handphone yang bisa dihubungi ke
tim admin kami untuk klaim hadiah.
Silakan Prof. Jufri kami persilakan
untuk menjawab pertanyaan dari Pak Toha.
Oke. Baik Mas. Terima kasih banyak. Yang
saya hormati salam kenal untuk Pak
Muhammad Toha ya dari Kementerian ee
Kementerian Desa dan apa Pak? Apa itu?
Kementerian
Pembangunan Daerah tertinggal
apa tadi ya? Oh pembangunan desa
tertinggal. Iya.
Iya
iya. Baik, baik. Terima kasih banyak,
Pak. Saya pertama senang apresiasi yang
Bapak sampaikan. Yang kedua, saya
sepakat dengan apa yang Pak Toha
sampaikan bahwa memang ee untuk
membangun self awareness yang kuat pada
setiap individu untuk belajar itu pasti
berproses ya. kita melihat sendiri
misalnya kalau kita masih belajar waktu
kita melihat masa-masa di saat kita dulu
sekolah ya baik itu di jenjang
pendidikan dasar pendidikan menengah
sampai kita perguruan tinggi kita amati
dari kawan-kawan dekat kita sendiri juga
itu sangat variatif dari ee kemauan dan
cara mereka untuk belajar meningkatkan
kompetensinya. ada yang kemauan
belajarnya sangat tinggi ya, ada yang ee
sedan-sedan saja tapi ada juga yang ee
biasa saja dan bahkan ya istilahnya
menggugurkan kewajiban gitu Pak ya. Ya,
meskipun demikian ini tentu tidak
menjadi jaminan bahwa kesuksesan itu
selalu ditentukan oleh prestasi
akademik. Ya, kita tentu sudah sangat
sering membaca pandangan yang
dikemukakan oleh Daniel Goldman terkait
dengan kecerdasan emosional. ya, bahwa
ternyata porsi kecerdasan emosional yang
dapat mendorong seseorang bisa sukses di
dunia kerja itu justru dinilai diberi
porsi lebih besar sampai 80% ya dan
akademik hanya sekitar 20% saja ya. Tapi
itu juga motivasi buat kita. Nah, ee apa
yang harus di apa yang harus dibangun
secara pribadi untuk? Nah, tentu menurut
saya ee kebiasaan belajar yang harus
kita ciptakan hari ini ya tentu bukan
lagi semata-mata belajar karena ingin
dinilai lulus dari suatu proses proses
pembelajaran tentu sudah lagi tatarannya
tidak di situ. Nah, di di pikiran saya
dan seperti ini yang saya kira sekarang
ini sedang di sedang didorong
dikembangkan oleh LAN melalui kegiatan
pembelajaran ASN dengan membentuk
ekosistem pembelajaran adalah ee
seharusnya setiap ASN, setiap pribadi
memetakkan apa yang menjadi ee tanggung
jawab dalam bidang pekerjaannya. Ya,
bahasa kita dulu mungkin ada uraian
tugas atau job des gitu, Pak ya. Jobesk
description. Nah, dari situ tentu kita
akan buat e turunannya kompetensi apa
yang dibutuhkan untuk bisa menyelesaikan
tugas atau pekerjaan ini dengan baik.
Lalu, pertanyaan berikutnya, untuk bisa
mendorong atau ee membuat kompetensi itu
bisa tercapai itu kita akan melakukan
dengan cara apa gitu, Pak? Ya, jadi ee
tergantung dengan posisi kita. Misalnya
ini kalau yang bersangkutan
mendapat amanah sebagai posisi dalam hal
jabatan manajerial. Nah, tentu ada
persyaratan-persyaratan yang harus
mereka penuhi baik itu persyaratan yang
berkaitan dengan kemampuan
manajerialnya, kemampuan teknis,
kemampuan sosiokultural dan sebagainya.
Nah, lalu kemudian di situ dia bisa
petakan untuk saya bisa mendapatkan
kompetensi itu, saya harus membangun
kompetensi saya itu dengan cara belajar
seperti apa. Oh, ini ternyata saya harus
ikut pelatihan yang dilakukan oleh BPSDM
atau oleh LAN dan seterusnya. Jadi harus
dipetakan begitu. misalnya dia merasakan
bahwa untuk jabatan atau tugas yang
dilakukan itu butuh skill tentang public
speaking contohnya.
Nah, tentu dia harus membangun kesadaran
pada dirinya secara mandiri untuk bisa
membuat diri saya itu punya kemampuan
atau ee keterampilan dalam bidang eh
public speaking. Ya, tentu saya harus
belajar. Kalau di kantor saya tidak
tersedia anggaran untuk ikut ikut untuk
ikut ee kursus misalnya atau ee ikut
pelatihan, ya saya yang harus membuat
perencanaan untuk diri saya. Kalau saya
tidak bisa ikut langsung dalam bentuk ee
kegiatan yang sifatnya offline, ya saya
bisa masuk di LMS-nya LAN misalnya
belajar di situ tentang public speaking
atau mungkin yang paling sederhana kita
bisa belajar sendiri menggunakan ee
fasilitas yang ada di YouTube atau
mungkin di ee media-media yang lainnya.
Jadi kesadaran seperti itu tentu kita
tidak perlu harus menunggu arahan dari
pimpinan, tidak perlu harus ee mendapat
surat tugas untuk mengikuti pelatihan.
Bagi saya ini adalah sebuah tanggung
jawab pribadi yang harus kita dorong.
Kenapa? Karena kebutuhan untuk menjadi
seorang karyawan yang memiliki skill
sebagai public speaker. Kalau pekerjaan
kita sebagai ee yang membutuhkan public
speaker misalnya, itu kebutuhan saya.
Maka saya tidak perlu menunggu perintah,
saya tidak perlu menunggu diberikan
tugas, tapi saya akan berusaha untuk
bisa
meng-upgrade kemampuan ee apa? publish
speaking saya dengan cara yang boleh
saya pilih. Kira-kira gitu, Pak. Jadi
harus ada self awareness, kesadaran dari
diri masing-masing untuk bisa memenuhi
tuntutan kompetensi yang diperlukan
untuk jabatan atau untuk tugas yang
menjadi tanggung jawab kita. Itu yang
pertama. Nah, terus yang kedua ee saya
setuju bahwa memang untuk bisa membuat
sebuah organisasi yang di dalamnya
memiliki kegemaran, kesenangan untuk mau
belajar ya yang disebut oleh Peter
Sengge itu sebagai e learning
organization, organisasi pembelajar ya,
itu memang sangat dibutuhkan ee sosok ya
kehadiran sosok pemimpin di dalam
organisasi ya. Kalau pemimpinnya sendiri
sudah menunjukkan komitmen yang besar,
komitmen yang kuat untuk bisa membawa
organisasi itu sebagai organisasi
pembelajar, maka pasti orang-orang yang
ada di dalamnya, komunitas yang ada di
dalamnya juga pasti akan ikut, Pak. Tapi
kalau misalnya ee karyawannya didorong
tetapi pimpinannya mohon maaf tidak
menunjukkan ee apa effort yang sangat
nyata untuk dilihat oleh para stafnya
bahwa dia juga belajar itu pasti akan
berdampak kurang baik. Staf-stafnya ini
pasti belajar itu hanya karena terpaksa,
mungkin karena ada atasan di situ
sehingga dia mau menunjukkan bahwa dia
hadir dalam proses belajar ya. Nah,
tentu bukan ini yang kita harapkan.
Bukan ini yang kita harapkan. Nah, tapi
peranan sebagai seorang pemimpin dan
bahkan dukungan organisasi ya misalnya
dengan ee organisasi kita di kantor itu
tentu misalnya menyiapkan ee layanan
internet yang memadai supaya ee karyawan
itu bisa akses internet untuk belajar
dengan ee berbagai pilihan kapanpun di
mana pun itu bisa terjadi. Jadi
organisasi punya tanggung jawab untuk
mengalokasikan anggaran ya untuk bisa
membuat organisasi itu memang menjadi
ruang tempat yang memungkinkan seluruh
ASN untuk bisa belajar dengan baik. Dia
bisa memilih cara dan bisa memilih
metode dan bisa memilih pendekatan yang
akan digunakan dalam belajar. Jadi
intinya sepakat Pak Toha insyaallah
pimpinan sangat berperan untuk mendorong
organisasi pembelajaran itu bisa
terbentuk dan organisasi punya tanggung
jawab untuk tanda kutip menyiapkan
berbagai fasilitas pendukung yang
dibutuhkan bagi tumbuhnya ya dan ee
tingginya semangat belajar yang dimiliki
oleh para staf. Dan akhirnya
lama-kelamaan akan semakin terbentuk
satu ekosistem belajar yang kuat. bahkan
bukan hanya di dalam organisasinya, tapi
juga sudah bisa menciptakan pola
pembelajaran yang kolaboratif dengan ee
bermitra baik itu lembaga-lembaga di
luar kantor, lembaga pemerintah,
nonpemerintah dan sebagainya. Saya kira
seperti itu. Demikian, Pak Toha. Semoga
berkenan. Terima kasih. Saya kembalikan
ke Mas Pak Toha. Terima kasih. Salam
hormat saya buat Pak
ee siapa? Ada stafnya Bapak, bosnya
Bapak di situ yang sama-sama belajar
kami kemarin di Pak Hasrul, Pak.
Oh, Pak Hasrul Edar, Pak. Kepala Biro
kita di Biro SDM, Pak Has. Titip salam,
Pak. Pak Has
siap, Pak?
Jago sekali. Jago sekali pantun itu,
Pak.
Siap.
Guru pantun kami dias.
Siap. Siap. Siap.
Terima kasih, Pak Toi,
Pak. Pak, terima kasih. Makasih, Prof.
Selamat melanjutkan tugal, Pak. Nggih,
Pak. Makasih.
Ya, menarik sekali ya. Sedikit
menyimpulkan tadi pertanyaan dari dua
yang disampaikan oleh Pak Toha. Yang
pertama, kita harus tahu dulu jabatan
kita ini membutuhkan kompetensi apa
saja, baik yang current competencies
ataupun future competencies-nya. Nanti
kita asses kita ada di level mana. Kalau
misalnya gap-nya masih terlalu jauh,
kita buat individual development
plan-nya, rencana belajarnya. Dan yang
kedua tadi pimpinan itu adalah cermin.
Kalau misalnya pengin membentuk budaya
belajar yang kolektif, ya pimpinannya
juga harus mencerminkan semangat belajar
tersebut. Dan yang terpenting adalah
bagaimana organisasi atau entitas ini
bisa menyiapkan infrastruktur dan
kontennya yang bersifat adaptif dan juga
inklusif. Prof. Jufri sekali lagi terima
kasih sudah memberikan banyak sekali
insight yang sangat menarik sekali di
sesi pertama kali ini.
Barangkali sebelum diakhiri ada closing
statement yang ingin disampaikan Prof.
Jufri kepada Sobat ASN di seluruh
Indonesia
I. Baik, Mas. Terima kasih banyak. Ee
ASN ee apa, Sobat ASN yang luar biasa.
Kita ee pertama harus bersyukur bahwa
kita telah terpilih sekian apa menjadi
ee apa menjadi orang-orang terpilih yang
berada di dalam ee tugas sebagai ASN.
Ya, betapa banyak masyarakat kita yang
tentu juga bercita-cita berharap untuk
bisa menjadi bagian dari ASN ya. mohon
maaf. Kita lihatlah misalnya bagaimana
animo yang terjadi pada masyarakat kita
untuk P3K termasuk P3 Par waktu ya. Jadi
maksudnya gini, ketika kita sudah ee
terpilih untuk menjadi ASN, maka ini
harus menjadi sesuatu yang ee dinikmati,
dirasakan, dan disyukuri. Nah, cara kita
untuk mensyukuri itu adalah terus
memahami
sejauh mana kompetensi diri kita saat
ini dan masih membutuhkan kompetensi
tambahan apaagi untuk bisa membuat diri
kita sebagai ASN itu mampu melaksanakan
tugas kita dengan baik. ya. Nah, dengan
pertanyaan ini tentu berharap bahwa ASN
akan terus meningkatkan kompetensinya,
akan terus mencari cara-cara yang lebih
produktif, cara-cara yang lebih aktif
untuk membuat kompetensi dirinya terus
melejit, terus meleegit sehingga posisi
kita akan semakin berkelas dan sebagai
ASN kita bisa menjalankan tugas-tugas
kita dengan baik, profesional termasuk
dapat memberikan berikan
pelayanan-pelayanan yang lebih eksellen
untuk masyarakat yang membutuhkan
pelayanan kita. Insyaallah dengan
demikian ASN akan menjadi ASN yang
tangguh, ASN yang profesional.
Nah, saya juga menawarkan mohon maaf
salah satu yang kemarin ketika saya
belajar bersama-sama dengan Pak Kaban,
saya mendorong salah satu eh proyek
perubahan saya itu namanya eh work
Learning. Workplace Learning. belajar di
tempat kerja. Nah, ini kami siasati
sebagai salah satu cara untuk melakukan
efisiensi karena tidak lagi memberi
ruang besar bagi kami untuk melakukan
pelatihan model klasikal sehingga kami
lebih banyak ee menjemput bola kami yang
mendatangi teman-teman para ASN di
setiap OPD-nya sehingga di sana akan
dapat kami berdialog dengan mereka apa
yang menjadi kebutuhan di setiap OPD
dengan karakteristik yang berbeda. Dari
sanalah kami kemudian membantu untuk
merancang kegiatan pembelajaran yang
dibutuhkan. Dan pembelajaran ini akan
sangat berjalan dinamis karena mereka
tidak perlu meninggalkan tempat kerja.
Mereka justru belajar dengan konteks
pembelajaran yang sesuai dengan ee
bidang kerja masing-masing dan bahkan
mereka boleh memilih waktu dan ee cara
yang akan mereka gunakan untuk belajar.
Di antara mereka pun juga akan menjadi
ee eksert dan dari ert ini akan menjadi
teman sebaya. yang akan menjadi
tutor-tutor pembelajaran bagi
kawan-kawan sejawat. Nah, dengan
demikian kita sangat berharap ekosistem
pembelajaran akan terbangun dan ee
dengan ekosistem pembelajaran ternyata
Mas menurut yang saya pahami dalam
psikologi PAL ya, orang yang suka
belajar itu akan semakin membuat
saraf-saraf yang ada di otaknya akan
selalu terkoneksi dengan sangat sempurna
sehingga ee tingkat kecerdasannya akan
semakin bertambah. Dan orang-orang yang
suka belajar ternyata juga bisa awet
muda. Awet muda kenapa? Karena tidak
berhenti berpikir, tidak berhenti untuk
terus mencari cara-cara yang bisa
membuat dirinya itu ee lebih baik lagi.
Jadi, salah satu obat awet mudah adalah
belajarlah tanpa sendi.
Yes.
Saya rasa saya rasa demikian terusar.
Terima kasih banyak untuk seluruh untuk
seluruh ee sobat ASN di seluruh
Indonesia. Terima kasih banyak. Eh saya
juga berterima kasih sekali lagi kepada
Pak Kaban, saudara saya, sahbat saya
yang luar biasa, Pak Dr. Ramli
Ramlianto. Terima kasih juga untuk eh
narasumber yang Ibu Dr. Uswatun Hasanah
dan Ibu Dr. Dewi. Semoga kita bisa
berjumpa lagi nanti secara
langsung ya, sehingga kita bisa bertukar
informasi dan saling belajar.
Terima kasih. Mohon maaf kalau ada yang
kurang berkenan. Terima kasih,
Mas. Saya boleh izin setelah ini saya
akan
ee melayat itu ada sahabat karim, orang
tua kami yang e berduka hari ini.
Mungkin saya ingin melayat dulu. Terima
kasih banyak, mohon maaf.
Semoga bermanfaat kalau ada yang benar
dari Allah Subhanahu wa taala.
Kalau ada yang keliru, pasti karena
keterbatasan saya. Demikian ee
mohon maaf sampai berjumpa lagi.
Terima kasih Prof.fik wal hidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam.
warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih
Prof. Jufri. Salam sehat selalu. Kita
bertemu lagi di event-event selanjutnya.
Sobat ASN jangan ke mana-mana. Kita
masih akan ada dua narasumber yang
menarik. Tetap di webinar ASN belajar
seri 37 tahun 2025.
[Musik]
Ya, Anda kembali lagi menyaksikan
webinar ASN Belajar seri 37 membangun
ekosistem belajar ASN dari individu
pembelajar ke organisasi unggul. Kali
ini di materi kedua kita akan bertemu
dengan narasumber spesial dari Kepala
BPSDM Provinsi Jawa Tengah Ibu Dr.
Uswatun Hasanah, S.Pd., M.Pd.
[Musik]
Pagi menuju siang, Bu Uswatun Hasanah.
Pagi menuju siang. Selamat pagi, Mas
Lukman. Selamat pagi, Prof. Jufri. Saya
berarti kategori dalam yang senang
belajar.
Biar awet muda, biar awet cantik begitu
ya. Alhamdulillah. Terbukti dari baju
yang membahagiakan itu ya.
Terbukti dari baju yang dipakai. Bu Swat
Hasana sangat cerah sekali. Gimana
kabarnya, Bu? Kabar baik?
Alhamdulillah baik. Hari ini
saya sampai belajar ke Jawa Tengah loh
itu.
Iya kita tunggu kan pas saya belum ada
itu ya.
Baik Bu Uswatun Hasana tadi kita sudah
menyimak dari paparan Prof. Jufri sangat
menarik sekali terkait bagaimana
individu pembelajar di ASN ini bisa
membentuk budaya belajar kolektif
sehingga multiplayer effect-nya adalah
world class birokrasi di tahun 2045.
Kali ini kita mau mendengarkan insight
dari Bu Suatun Hasanah. Apa saja sih
yang perlu kita lakukan untuk membentuk
budaya belajar ekosistem yang baik di
lingkungan ASN. Nanti selanjutnya kita
akan masuk ke sesi tanya jawab. Silakan
Bu Uswatun Hasanah menyampaikan
materinya.
Terima kasih. Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Terima kasih waktunya Mas Lukman Ali.
Yang saya hormati senior-senior saya
semuanya ini ya. Karena saya baru ini
ya. Yang saya hormati Dr. Ramlianto,
SPMP, Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Timur
yang luar biasa, yang saya hormati. Ini
yang statement terakhir yang
membahagiakan saya, Prof. Dr. Muhammad
Jufri. Terima kasih, Prof. Semoga suatu
saat bisa bersemuka ya dalam momentum
yang sama-sama memikirkan terkait dengan
ee peningkatan ASN di Indonesia
tentunya. Kemudian yang sangat cantik
sekali hari ini kita warnanya sama ya Bu
ya. Hampir ungu-ungu semuanya gitu ya.
Ini muda-muda semuanya kita suka belajar
gitu ya. Ibu Dranda Nina MAP dari ee
Kalimantan Timur ya. dari Kalimantan
Timur, Kepala BBSDMD Kalimantan Timur
dan tentu seluruh ee teman-teman peserta
ee seminar dengan judul Membangun
ekosistem belajar ASN dari individu
pembelajar ke organisasi unggul. Ini
saya mau sharing sebatas
ee pemahaman saya, kemampuan saya. Ee
saya di BPSDM sejak tanggal 7 Mei tahun
2000. 25. Tentu saya harus banyak
belajar dari senior-senior semua dan
semoga kehadiran saya ee sedikit
memberikan warna untuk BBSDM
ee provinsi-provinsi yang lain sehingga
kita bisa benar-benar membangun sinergi.
Izin saya share screen sendiri saja ya,
Mas. biar mudah dalam mengendalikan nih.
Nanti kalau waktunya kelewatan saya
langsung di kode saja karena biasanya
senang sekali ngomong nih. Ya
bisa digeser ya.
sini.
Apakah kelihatan, Mas? Terlihat, Ibu.
Oke, terima kasih. Ee saya mengambil
judul ASN pembelajar organisasi unggul.
Ya, jadi ASN pembelajar-pembelajar ini
dari PE ya. PE ini berarti mengacu pada
sebuah karakter. ASN yang gemar belajar,
pembelajar sudah menjadi sebuah
karakter. Apabila ASN-nya ini menjadi
seorang pembelajar, maka side effect-nya
tentu saja organisasinya akan unggul.
Nah, bagaimana ASN pembelajar dan
organisasi ini unggul dihadirkan melalui
Jateng Corporate untuk eh Jateng
Corporate University untuk membentuk
ekosistem pembelajar seperti apa yang
disampaikan dari Prof. Dr. Muhammad
Jufri tadi yang saya ee dengar terakhir
tadi. Bapak, Ibu yang kami hormati, ini
sedikit saya menyampaikan kurikulum VIT
saya. Jadi, saya Kepala BPSDMD Provinsi
Jawa Tengah, tapi saya kelahiran Ngawi
ini ya. Ngawi diekspor ke Jawa Tengah.
Saya lahir di Ngawi 30 Juli tahun 1976.
Dan karir terbatas saya seperti yang
saya sampaikan di sini sebelum di BPSDM
saya adalah Kepala Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.
Bapak Ibu yang kami hormati, outline
yang akan kita sampaikan kaitan dengan
lingkungan strategis. bagaimana
lingkungan strategis itu bisa menangkap
program nasional, kemudian juga
menangkap mandatori organisasi
pembelajar dan bagaimana sih organisasi
pembelajar itu direpresentasikan dalam
pembelajaran yang terintegrasi dan terus
melakukan akselerasi pengembangan
kompetensi di Jawa Tengah.
Ibu, Bapak yang kami hormati, perubahan
dunia ini sangatlah cepat dan tentu
menjadi sebuah tantangan besar bagi
birokrasi kita saat ini. Yusuf Yuswo
Hadi ya, Yuswo Hadi dalam bukunya
Entrepreneur ini menyampaikan kaitan
dengan triple disruption atau domino
effect di mana ada pandemic disruption,
kemudian digital disruption, kemudian
juga milenial disruption. Kemarin kita
menghadiri undangan seminar nasional
yang langsung disampaikan materi daging
semua oleh Pak Kalan. Ya, Bapak, Ibu
mungkin kemarin juga hadir dan menyimak
bahwasanya terkait dengan tantangan
birokrasi milenial, terkait dengan
disrupsi yang terjadi saat ini, utamanya
disrupsi digital karena kemarin temanya
terkait dengan digital. budaya
organisasi ini jangan hanya menjadi
sebagai sebuah regulasi ya, tetapi
benar-benar ini menjadi sebuah tantangan
di antara era efisiensi saat ini. Dan
untuk menuju ke sana beliau menyarankan
ada kolaborasi-kolaborasi
sehingga tidak ada skat antara pusat,
daerah, pemerintah, swasta, dan antar
instansi. Dan kegiatan hari ini menjadi
salah satu representasi kolaborasi antar
daerah. Maka saya mengucapkan terima
kasih untuk pemerintah provinsi Jawa
Timur yang sudah menggandeng pemerintah
provinsi Jawa Tengah dalam hal ini
adalah BPSDMD Provinsi Jawa Tengah. Ibu,
Bapak yang kami hormati, terkait dengan
tiga tantangan birokrasi milenial saat
ini, tentu ini tidak bisa transformasi
ini pelan-pelan,
tetapi benar-benar harus dilakukan
sebuah akselerasi karena sistemnya sudah
berubah. Apalagi adanya ya hadirnya
generasi Y dan Z yang membawa kultur dan
nilai-nilai yang gaya bekerjanya itu
berbeda dengan generasi kita ya. Gaya
bekerjanya itu berbeda. Nah, dikuatkan
kembali dari sebuah buku yang ditulis
dari Renat Kasali, seorang guru besar UI
bahwa ditegaskan
praktis hampir semua sektor itu
terdisrupsi.
dengan kehadiran inovasi yang disruptif.
Ya, if di sini adalah sebuah sifat ya,
inovasi ini ya ini disruptif khususnya
teknologi digital sehingga tubuh
organisasi saat ini butuh disruptor.
Dari mulai ya semua organisasi
terdisrupsi, butuh inovasi yang
disruptif ya, yang cepat tentu saja yang
bisa segera menyesuaikan ya, maka butuh
disruptor. Siapa yang menjadi disruptor?
Siapa yang menjadi agen perubahan? Tentu
yang menjadi agen perubahan di sini
adalah ASN.
Ya, agen perubahan di sini bukan agen
perubahan yang hanya stuck pada satu
fase saja ketika terjadi satu fase
disrupsi, tetapi benar-benar agen
perubahan disruptor yang dia adaptif
pada setiap kondisi ya, sehingga bisa
menyesuaikan dalam segala tantangan dan
kondisi yang dihadapi saat ini. Tidak
terkecuali tentu saja terkait dengan
birokrasi publik.
Ibu, Bapak yang kami hormati, menyitir
data yang kemarin juga sempat
disampaikan Pak Kalan bahwa jumlah ASN
yang ada di Indonesia ini R5.221.000.
Kalau di Jawa Tengah itu 49.000
ASN ya, baik PNS maupun P3K. Tentu
provinsi-provinsi yang lain pun juga
menghadapi dinamika yang sama.
Bapak, Ibu, dengan jumlah ASN yang
begitu besar, tentu ini menjadi
tantangan yang mengasikkan. Saya
menggunakan sebuah kata mengasikkan
karena diksi itu mempengaruhi motivasi.
Ketika kita mengatakan itu berat, ya
berat ya, maka di dalamnya akan
menghambat bagaimana inovasi kita akan
bergerak. Ini menjadi sebuah tantangan
yang menyenangkan. Akan menjadi sebuah
trigger bagi kita. Bagaimana sih kita
benar-benar bisa menghadirkan karakter
ASN pembelajar yang efeknya nanti ada
pada organisasi yang unggul?
Ini data-data saja saya kira tidak perlu
saya sampaikan secara detail. Ini
melengkapi Bapak Ibu. Nah, kembali lagi
bahwa birokrasi publik ini menjadi salah
satu hal yang harus segera kita tangkap
agar tuntutan ya harapan adanya
perubahan budaya kerja, perubahan budaya
belajar ini segera diadaptasikan.
Apalagi kita akan menghadapi Indonesia
Emas 2045
tidak hanya sebagai sebuah jargon saja
ya. Tidak hanya sebagai sebuah jargon
saja. siap menyongsong dengan sebuah
statement saja, tetapi harus ada langkah
strategis, langkah praktis, langkah
akurat di mana smart ASN yang di
dalamnya ada nasionalisme,
integritasnya, hospitality, networking,
teknologi informasi, kemampuan berbahasa
asing yang sebenarnya sudah mulai
di-move sejak tahun 2013. Kemudian juga
entrepreneurship ya. Bahkan Menpen pun
juga sudah menyampaikan ASN itu harus
memiliki jiwa entrepreneur. Karena apa?
ketika memiliki jiwa entrepreneur, maka
di situ sebuah tumpukan-tumpukan,
piramida-piramida inovasi akan muncul
dari ee ASN-ASN yang memiliki jiwa
entrepreneur.
didukung pula kemarin juga sudah
disampaikan oleh Pak Kalan juga kemudian
dari Bu Erna juga menyampaikan jika
teman-teman kemarin menyimak saya hadir
secara pribadi kemarin di Jakarta bahwa
semua saat ini semua regulasi itu
mendorong terwujudnya ASN pembelajar dan
organisasi pembelajar melalui entitas
korpu. Bapak, Ibu, saya akan selalu
membawa Korpu karena ini menjadi bagian
penting yang harus benar-benar menjadi
rumah utama kita dalam bekerja.
Nah, regulasi yang pertama dari
Undang-Undang Nomor 20 bahwa di situ
tertulis setiap ASN itu wajib belajar
dengan kuota pembelajaran tahunan. Itu
minimal tentu saja ya. Dan tentu
diharapkan ini harus ada sebuah ee
ketika karakter pembelajar itu muncul
enggak hanya menggugurkan kewajiban
saja. Kemudian pada PP 11 tahun 2017 ini
peraturan turunannya mengatur bahwa
profesi serta kualifikasi kompetensi
ASN. Artinya di situ dari sisi
kompetensi menjadi sebuah tantangan
tertentu. Kemudian dari Menpan RB juga
mempertegas pentingnya kualifikasi dan
standar kompetensi bagi tiap jabatan.
Dikuatkan lagi dengan perelan nomor 10
tahun 2025 ada banyak sekali ternyata
lebih dari 21 varian kalau enggak salah
ya pengembangan kompetensi yang
fleksibel ya. Kemudian juga ee kemarin
disampaikan saat ini ASNASN kita ya itu
lebih banyak menyerbu kegiatan-kegiatan
yang tidak berbayar ya. lebih banyak
yang tidak berbayar. Maka kita
berlomba-lomba bagaimana kita bisa
menjaring ya peningkatan kompetensi ASN
agar selalu muncul mentality pembelajar
yaitu dengan kegiatan-kegiatan
yang bisa diikuti. Baik yang berbasis
anggaran, ada pula yang self
development. Bahkan kemarin sudah
disampaikan juga oleh Pak Kalan ya, MOOC
saat ini menjadi bagian yang sangat
penting ya, moda yang bisa digunakan.
Dikuatkan lagi dengan Perlan nomor 6
tahun 2023 ini mengarahkan pembelajaran
ASN terintegrasi melalui corpu. Nah,
clue pada terintegrasi pada korpu ini
menjadi sebuah rumah yang sangat nyaman
bagi kita dalam bekerja, utamanya dalam
menciptakan ASN pembelajar sehingga
organisasi unggul.
Ibu, Bapak, perspektif Bangkom terkini
dari Pasal 49 Undang-Undang Nomor 20
Tahun 2023 ini saya beri warna kuning
ya. Saya beri warna kuning di situ
terangkai ya. Setiap pegawai ASN wajib
mengikuti pembelajaran secara
terus-menerus. Jadi pembelajar sepanjang
hayat. Kemudian sistem pembelajarannya
diharapkan terintegrasi. terintegrasi
sistemnya, terintegrasi dengan
pekerjaannya, ya. Kemudian juga sebagai
hal yang sangat penting yaitu terkait
dengan komponen manajemen ASN dan
terhubung dengan pegawai ASN lintas
instansi pemerintah maupun dengan pihak
terkait. Salah satunya adalah pada
kesempatan kali ini konklusinya adalah
kewajiban bagi PNS dan P3K berbasis
kemandirian. Kemudian metode 10 20 70
yang pasti sudah diterapkan dan yang tak
kalah penting adalah kehadiran kita.
Kehadiran pimpinan ya, gubernur ya,
Walikota, kemudian juga bupati ini yang
di kabupaten kota ya. Kemudian kalau di
BPSDM tentu kehadiran kita ketika
benar-benar membawa arah perubahan pada
BBSDM ini bukan sesuatu yang bersifat
rutin saja, tetapi bagaimana
menghadirkan sebuah inovasi untuk menuju
pada ee tujuan yang lebih besar lagi.
Ibu, Bapak yang kami hormati.
Terkait dengan komponen organisasi
pembelajar, Peter MS pernah menyampaikan
dalam bukunya bahwa kita itu harus dalam
satu
ee siklus ya, satu siklus yang
terus-menerus kita melakukan pembenahan
mulai dari memiliki misi bersama,
kemudian bagaimana kita mampu berpikir
secara sistem, tidak secara parsial.
Nah, memikirkan sistem itu tentu
membutuhkan sebuah keahlian. Keahlian di
masing-masing personal. Yang ini
dikolaborasikan.
Kolaborasi dalam bentuk belajar tim.
Akhirnya muncullah yang namanya model
mental. Nah, ini menjadi siklus yang
harapannya terus berputar seperti itu.
untuk menuju pada semuanya. Ibu Bapak
yang kami hormati, maka entitas kegiatan
Bangkom untuk ASN Provinsi Jawa Tengah
ini menjadi bagian yang berperan penting
dan sangat strategis untuk ee apa ya
membangun ee sarana strategis mendukung
pencapaian tujuan pembangunan daerah.
Tekline di Jawa Tengah dari Pak Gubernur
adalah ngopeni ngelakoni. Mungkin kalau
Jawa Timur tahu, tapi yang luar Jawa
ngopeni itu merawat ya. Ngelakoni itu
menjalani. Jadi dirawat dan dijalani.
Tidak hanya janji-janji saja. Maka dalam
penanganan isu-isu strategis yang ada di
Jawa Tengah, proses pembelajaran tematik
dan integrasi, saat ini kita sedang
bergerak menuju ke sana. mulai dari
LS-nya atau learning systemnya sampai
pada learning organisasi. Tentu hal ini
menjadi proses yang tidak cepat tetapi
bisa dilakukan sebuah akselerasi ya
panjang itu ada dalam asumsi. Tetapi
ketika kita membuat timeline ya kita
benar-benar membedah program kegiatan di
masing-masing bidang kita visioner ya
maka tidak ada yang tidak mungkin dari
learning system itu nanti akan membentuk
sebuah learning organisasi terpenuhi hak
bangkom semua aparatur ada perbaikan di
dalamnya dan transformasi organisasi
tentu ini menjadi hal yang berkelanjutan
ini memudahkan juga apalagi bagi BBSDM
ya, bagaimana men-support ASN-ASN yang
kompeten. ASNASN yang tidak hanya duduk
di belakang meja mengerjakan
pekerjaan-pekerjaan rutin saja, tapi
benar-benar menjadi sebuah sistem yang
selalu memiliki rasa ingin tahu dan
selalu memiliki karakter pembelajar
sepanjang hayat.
Ibu, Bapak yang kami hormati. Kami tentu
saat ini semakin menguatkan kembali
jejaring kita baik dengan Kemendagri,
LAN, kementerian-kementerian serta
lembaga yang lain. Kemudian dengan ee
pihak swasta juga, kemudian dengan mitra
Bangkom, lintas OPD ya, pasar retret itu
kita semakin menguatkan kembali jejaring
kita, menguatkan kita dari dalam maupun
dari luar. Dan tentu itu muaranya ada
bagaimana membangun learning organisasi
di mana input yang ada di dalamnya
adalah mendukung pada visi organisasi.
Banyak hal ya mulai dari merdeka
belajar, budaya belajar, sinau bareng,
belajar lalu mengajar. Tadi sudah diit
sedikit dari ee Prof. Zufri di
akhir-akhir tadi menjadi tutorial teman
sebaya. ini keren sekali ya dan
insyaallah itu masih berkelanjutan ya
karena tidak akan habis ilmu ketika kita
bagi ya. Jadi tidak ada lagi yang
namanya sekarang pelit ilmu ya. Makin
sering kita berbagi makin banyak ilmu
yang ee didapatkan. Oleh karena itu, Ibu
Bapak yang kami hormati, strategi Jateng
Corporate University dalam pengembangan
kompetensi ASN ini menjadi alat ya yang
kita gunakan untuk benar-benar
mewujudkan learning system dan learning
organisasi.
Dan ini selalu dalam sebuah pemantauan
evaluasi berkelanjutan.
Kondisi realitas saya kira ini semuanya
sama ya di semua provinsi.
ada efisiensi ya, anggaran terbatas,
waktu juga terbatas, SDM-nya kurang.
Jadi hari ini Bapak Ibu ee saya
mengagendakan ada kegiatan-kegiatan
pembinaan di masing-masing bidang. Apa
yang menjadi keluh kesahnya,
tantangannya apa, kemudian juga inovasi
apa yang akan dilakukan ini dengan
metode tirta ya, pendekatan-pendekatan
yang kita lakukan pada lembaga kita ya.
Nah, kemudian ternyata ya keterbatasan
anggaran SDM-nya terbatas itu justru ya
saya mencoba menghighlight yang
disampaikan Pak Kal kemarin ini justru
menjadi tantangan kita untuk bisa
melakukan sebuah inovasi maka teknologi
ini menjadi salah satu strategi untuk
bisa menyelesaikan semuanya ya. Nah,
perubahannya apa? Dimulai dari
pemanfaatan teknologi yang dulu
konvensional. Ah, kalau enggak bertemu
secara langsung rasanya kok enggak
mantap gitu ya. Sekarang kita sudah
terbiasa disrupsi teknologi itu kita
sudah terbiasa semuanya berbasis
teknologi termasuk pertemuan kita saat
ini. Kemudian metode yang klasikal ini
sudah bergeser ke blended atau full
virtual ya. Kemudian anggaran yang dulu
inefisiensi sekarang lebih efisien lagi
jumlah peserta ya. bisa lihat
postingan-postingan di grup ya. Itu
ternyata dari jumlah peserta yang
targetnya 600 bisa 23.000. Sekarang
unlimited, jumlahnya sangat besar. Waktu
dulu harus on schedule, sekarang
fleksibel, adaptif. Adaptif pada apa?
Ya, kondisi ASN ya. kita juga lebih
mudah memantau tentu dengan range waktu
tertentu. Nah, sarpras dulu harus
bergantian ya karena sarasnya terbatas
ya. Bahkan di BBSDM dengan lima
gunungnya ya, lima wismananya ya ini
kapasitas kita saat ini pun juga
terbatas. Untung banyak
kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan
secara blended learning maupun virtual.
Tentu ketika modanya ini diganti,
surprus yang dibutuhkan ini lebih
adaptif lagi dan bisa ee digunakan
sesuai dengan kebutuhan yang tidak bisa
diganti dengan virtual. Hasilnya kalau
dulu yang dilatih ya hanya 40 40 gitu
ya. Nah, misalnya nih kita mau ada yang
di kegiatan bidang tiga ya untuk
pengawas ya, peningkatan kompetensi ASN
yang pengawas ya. Jadi hanya bisa 30 ya
kalau bersemuka. Tetapi ternyata ketika
kita melaksanakan secara virtual, semua
pengawas sekolah saat ini bisa
dilaksanakan bersamaan. Artinya di sini
adalah tidak terbatas. Ibu, Bapak yang
kami hormati, inovasi pembelajaran
berbasis korpu ini menjadi sebuah ee hal
yang harus dibiasakan ya. Untuk menjadi
sebuah kebiasaan itu butuh pembiasaan.
Tentu di BPSDM yang lain pun juga sudah
menerapkan bagaimana formal learning 10%
ini sudah dilaksanakan. Kemudian
dikuatkan lagi ditambah pada social
learning agar tanggung jawab ini menjadi
benar-benar tanggung jawab bersama ya.
Ini menjadi tanggung jawab OPD untuk
melaksanakan social learning dan tentu
akan lebih optimal lagi ketika 70% yaitu
pada experiental learning ya. baik mulai
on eh the job training, kemudian
proyek-proyek nyata,
program magang, workshop. Karena ilmu
yang sebenarnya adalah ketika kita
experiental learning.
Ibu, Bapak yang kami hormati,
tentu untuk menuju pada semuanya butuh
kolaborasi ya, butuh kerja bareng ya,
dan kolaborasi untuk mendapatkan impact
yang lebih besar ini tentu BPSDMD
Provinsi Jawa Tengah mengembangkan
kolaborasi dan integrasi secara
multielik
dan itu ada pada proses bisnisnya
Bangkom sehingga di awal sudah dilakukan
identifikasinya seperti apa. Kemudian
setelah teridentifikasi dilakukan
perencanaan kegiatannya
dilaksanakan dan tentu di bidang satu
terus melakukan sebuah evaluasi.
Setelah itu baru yang berikutnya adalah
bagaimana mengembangkan metode
pembelajaran berbasis teknologi.
Karena pun seperti sudah kita sampaikan
di awal tadi, saat ini teknologi terus
berkembang. Kita tidak bisa mengatakan
saya adalah pakarnya IT ketika ilmu kita
hanya berhenti pada satu inovasi saja.
AI pun ya, AI pun. Nah, sekarang bahasa
bakunya itu adalah KA ya, kecerdasan
artifisial ya. Itu pun saat ini sudah
terdisrupsi juga ya. Bagaimana kita bisa
adaptif ya sehingga kita memiliki mental
mampu untuk menggunakan beragam tool itu
untuk belajar penuh dengan kecermatan
dan kehati-hatian. Dan tentu semuanya
harus diukur dampak pada pembelajaran.
Mengapa harus diukur? Bapak, Ibu, tentu
ini untuk memastikan bahwa pembelajaran
itu benar-benar berhasil mengembangkan
kompetensi peserta dan ini sebuah ee
mata rantai yang dibutuhkan ee jaminan
mutu di setiap program pelatihan. Ibu,
Bapak yang kami hormati, ee saya
lanjutkan pada
ini kolaborasi pentah heli kita ya. ee
tadi sudah kita sampaikan baik dari
pemerintah, akademisi ya, swasta dan
lain sebagainya bahkan di lapisan
masyarakat.
Nah, dalam rangka mewujudkan semuanya ya
Bapak Ibu ee melalui Jateng Korpu bahwa
setiap ASN yang ada di Jawa Tengah ini
semuanya ee wajib memperoleh haknya dan
wajib mengembangkan diri. Sebuah contoh,
Ibu, Bapak, pada tanggal 10 Juni tahun
sampai tanggal 16 ee Juli ee Juni tahun
2025, BPSDMD Provinsi Jawa Tengah
diberikan amanah. Ini juga menjadi
sebuah contoh korpu yang ada di Jawa
Tengah, yaitu manunggal leadership
retet, ngopeni ngelakoni Jawa Tengah. di
mana dalam kegiatan tersebut
seluruh JPT administrator yang ada di
Jawa Tengah jumlahnya 460
ya. Kita dihadirkan secara klasikal
untuk mempelajari asta cita untuk
membumikan asta cita dan pendalaman kita
secara virtual. Sedikit saya sampaikan
paling enggak sampai 1 menit ya. Ini
kegiatan manunggal leadership retret
yang kita mendapatkan penghargaan dari
Kepala BPSDM e Kemendagri dan sekaligus
mendapatkan penghargaan gubernur kita
mendapatkan penghargaan dari ee Mendagri
untuk penyelenggaraan retret di Jawa
Tengah.
Hari ini kita melakukan pembukaan chat.
Ee
audionya terdengar ya, Mas Lukman?
Terdengar, Ibu. Terdengar.
Oke, saya lanjutkan. Iya.
Eersim
bersama-sama. Jadi man
visi misi kita
ini wakdh ya wakil kepala daerah
daripada pelayanan masyarakat sebagai
leader di OPD-OPD kita dan dinas berikut
BUMD dan ini menandakan
BD juga dilibatkan
agar tercipta situasi kebersamaan dalam
rangka menyelesaikan problem-copeng
wilayah kita di Jawa Tengah ini yang
jumlah penduduknya hampir 37 juta.
Kemudian jumlah keluran hampir 8.760,
kecamatannya 500.
Ini tidak bisa kita bergerak secara
sendiri. Kita harus bergerak secara
bersama-sama. Maka retret ini kita
ciptakan dalam rangka melakukan
kolaboratif integratif dari akhlak kita
Bapak Presiden. Kemudian kita tarik
menjadi visi misi kita kemudian asar
kita itu kita jabarkan dalam bentuk
kerja yang dilakukan oleh PD kita.
sehingga secara tidak langsung
kerja-kerja kolaborasi yang kita
ciptakan bersama-sama kita akan sehingga
akan menciptakan suatu aktivitas yang
sehat. Dia akan mempunyai kebersamaan
secara bersama-sama dia mempunyai suatu
kerumpunan, dia mempunyai suatu
permasalahan yang sama. Sehingga secara
tidak langsung tidak ada lagi yang
saling berontok-gerokan dalam bahasa
Jawa. Mereka benar-benar mempunyai
kebersamaan satu untuk semuanya dan
untuk dalam rangka
jadi tadi ee program ya strategic
learning ya strategic learning ee eh
manunggal leadership Retret. Program ini
menjadi sebuah simbol integrasi,
kolaborasi, dan capacity building
bersama sekaligus juga pengembangan
varian kompetensi dan itu masuk dalam eh
strategic learning.
Dan efeknya Ibu Bapak sudah ada tujuh
kabupaten kota ya yang ingin mengikuti
strategi
membumikan Astita di masing-masing
kabupaten kota plus ada empat provinsi
ya ada Kaltara, Riau, Lampung, satu lagi
mana ya saya lupa ya. Itu akan
menyelenggarakan juga di BBSDM. ini
menjadi bagian dari tujuan, salah satu
tujuan corpu kita yaitu kerja-kerja
kolaboratif. Tentu kita sudah
menyediakan model pembelajaran yang
masif dan fleksibel ya Bapak Ibu.
Berikutnya,
BPSDMD Provinsi Jawa Tengah. Semua data
terintegrasi sehingga masing-masing ASN
itu bisa memantau dalam simapan SDM
berapa campaian Bangkom di tahun ini.
Ada yang sudah mencapai 647.
Ini merepresentasikan pembelajar
sepanjang hayat. Dan itu masuk dalam
portal aplikasi Simapan SDM. ada si jari
APK, si Mitra, Tras, dan lain-lain.
Tentu provinsi-provinsi yang lain pun
juga melakukan hal yang sama dan semua
yang ada di sini masih aktif terus
dilakukan evaluasi ya. Ee kemudian juga
bagaimana aktivitas yang ada di
dalamnya. Saya pun masuk melalui admin
ya sehingga bisa memantau semuanya
termasuk di sini ya yang ada di Pak Wi
ya. kita bisa melihat bagaimana WI yang
kosong, kemudian WI ini ke mana,
kemudian ada undangan-undangan yang
lain, siapa yang bisa diberangkatkan.
Ibu, Bapak yang kami hormati, melalui ee
Jateng Korpu tentu ee terus kita
melakukan inovasi selain
kegiatan-kegiatan reguler ya, Latsar,
PKN, PKA, PKP, Latfung, Latnis ya. ini
masif learning juga kita tingkatkan
melalui berbagai moda. Mungkin dalam
waktu dekat kita juga akan mengundang
Ibu Bapak ee Kaban dari provinsi lain
untuk bergabung bersama kita dengan
sebuah podcast yang kita rancang
sesegera mungkin sedang menunggu ee apa
namanya ee jadwal yang ada. Kemudian
juga menunggu jadwal dari kehadiran
pimpinan. Ibu Bapak ini beberapa
platform yang kita gunakan di BBSDMD
Provinsi Jawa Tengah. sinau bareng.
Kemudian MOOC sinau bareng. Ini sebagian
kecil saja ya karena durasi ya. Karena
durasi. Nah, berikutnya adalah webinar
series. Yang saya lakin juga yang lain
juga ada ya tapi perlu kita perkenalkan.
Nah, sarpras digital di BBSDM kita
kemarin habis reakreditasi
ya. Untuk yang di bidang empat ini BBSDM
itu luasnya 21 hektar. ada lima asrama.
Di masing-masing asrama itu ada ee
fitness center, kemudian juga ada
lapangan yang bisa digunakan untuk
upacara dan lain-lain tadi terlihat juga
ya. Kemudian juga ee untuk
kegiatan-kegiatan outdoor itu juga
representatif. Nah, yang berbasis
digital ya kita lihat di sini ee hampir
semuanya ini hotspot area ya semuanya
ada Sumbeng, Muria, Merbabu ya dengan
provider bandwid 430
MB dan lain sebagainya. Kemudian ada lab
komputer ya, kemudian juga ada command
center room bisa melihat semua aktivitas
di sini. Kemudian ada integrated
operational classroom. Jadi ee di
sinilah kegiatan pembelajaran itu
berlangsung yang secara virtual. Nah,
kemudian juga ada studio kreatif untuk
tempat kegiatan-kegiatan kita podcast
dan lain-lain. Dan ee jika butuh ee
retret kan menyepi ya, itu ada virtual
learning center di mana masing-masing
ruangan itu terfasilitasi untuk widya
iswara-widya iswara yang ada di BPSDM.
Bapak, Ibu, semua kegiatan yang ada di
BPSDM tentu harus ada evaluasi dan
tindak lanjut pada pelatihan. Tujuannya
apa? Efektif enggak pelatihannya?
Ya, jika ada yang belum, maka bagaimana
kita tertrigger untuk lebih meningkatkan
lagi. Kemudian juga optimalisasi
investasi pelatihan. Kemudian bagaimana
peningkatan kinerja ASN agar saya
menjadi lebih mudah lagi dalam mengambil
setiap kebijakan.
Nah, untuk meningkatkan kapasitas
organisasi ASN ngopeni ngelakoni Jawa
Tengah ini ee jumlah alumni ASN ya 2023
sampai Juni ini ada 13.906
6 orang yang masif learning-nya ini ada
pada penyelenggaraan kemitraan dan
indeks penjaminan mutu ini 3,661
ini di skala 4 IKM BBSDM ini meningkat
menjadi 91,5
kemudian LHKPN dan LHKASN ini 100% WBK
WBBM.
Terus saat ini kita sedang bergerak
untuk ee KIP kualifikasi informatif ya.
Kemarin kita peringkat dua tingkat
provinsi ya keterbukaan informasi
kemudian indeks SPBE ini terus meningkat
kemudian inovatif government award ini
provinsi terinovatif serta indeks e
reformasi birokrasi ini A dan sakib kita
adalah A. Bapak, Ibu, banyak hal tentu
yang sudah dilakukan, tetapi terus kita
melakukan pembenahan, ya, terus
melakukan sebuah improvisasi, kehadiran
pimpinan di masing-masing instansi tentu
bukan hanya sebagai patung bisu yang
menjalankan kegiatan rutin, tetapi
bagaimana memberikan warna sesuai dengan
potensi yang ada dan benar-benar bisa
menjadi ee bertugas membantu gubernur
dalam melaksanakan tugas dan fungsi.
Inya. Saya kira demikian yang dapat saya
sampaikan. Mohon maaf apabila ada
kekurangan. Waktu saya kembalikan.
Billahi taufik walhidayah.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Bu Uswatun
Hasana. Materinya sangat menarik.
Sedikit saya menyimpulkan terkait apa
yang tadi sudah Ibu sampaikan bahwasanya
ketika kita ingin membuat organisasi
pembelajar penting untuk kita tahu
terlebih dahulu visi bersama yang ingin
kita capai apa baru nanti kita bisa
berpikir secara sistem secara holistik.
Nanti akan terbentuk mental model yang
sama di tiap karyawan atau ee individu
pembelajarnya. Dan tadi yang paling
menarik adalah terkait dengan inovasi
pembelajaran. Seringkiali kita lupa
bahwasanya pembelajaran itu tidak hanya
sit in di kelas ya, ternyata itu hanya
bagian 10% aja formal learning-nya, tapi
yang lebih banyak adalah experiential
learning di 70%. Dan yang paling penting
adalah bagaimana cara kita bisa mengukur
efektivitas evaluasi dari
program-program pembelajaran yang sudah
kita lakukan supaya belajar itu juga
tahu dampaknya apa terhadap kinerja ASN
dan juga terhadap masyarakat secara
keseluruhan. Ee saat ini Bu Oswatun kita
akan masuk ke sesi tanya jawab. Oleh
karenanya, bagi sobat ASN yang tengah
bergabung menyaksikan acara webinar ASN
Belajar seri ke-37 kali ini, silakan
bisa menggunakan feature rise hand
ataupun yang tengah menyaksikan melalui
live YouTube BPSDM Jatim TV bisa
langsung saja drop question di kolom
live chat. Kita akan undang untuk
penanya yang sudah bergabung bersama
dengan kami di sini. Selamat siang, Pak.
Pak Solikin.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Waalaikumsalam, Pakin.
Silakan, Pak.
Selamat pagi menjelang siang, Ibu. Ibu
dokter Hasanah.
Selamat pagi, Bapak. Sehat selalu.
Saya dari Banyuwangi, Bu.
Wih, mantap. Dari Jombang.
Makasih
datang kepada kami. Kembali ke judul
yang tadi Bu, membangun ekosistem
belajar ASN
dari individu pembelajar ke organisasi
unggul.
Tadi Ibu sudah
banyak menguraikan tentang bagaimana
yang ada di Jawa Tengah sangat sangat
bagus sekali. Baik sarprasnya, baik
semua alat-alat.
Cuma ee ada yang perlu kami tanyakan Bu
terkait dengan judul membangun ekosistem
belajar ASN tadi Buang.
Nah, sekarang bagaimana interaksi antara
umpamanya gini Bu, kita ee berinteraksi
bagaimana interaksi antara tumbuhan
hewan dan lingkungan menciptakan
keseimbangan dalam ekosistem Ibu. Itu
yang pertama.
Kemudian
ulangi Pak,
ulangi Pak. Tumbuhan.
Iya. Bagaimana interaksi antara tumbuhan
hewan dengan lingkungan
menciptakan keseimbangan dalam
ekosistem.
Itu yang pertama, Bu. Mungkin
permisi, Pak Solikin. Suaranya sedikit
kurang jelas artikulasinya. Mungkin
headsetnya bisa didekatkan di sumber
suara, Pak.
Gimana?
I ini sudah cukup jelas. Monggo bisa
disampaikan kembali pertanyaannya secara
perlahan untuk pertanyaan pertama Pak
Solikin.
Ngapunten Bu ngapunten. Eh, ini kembali
saya bertanya yang tadi itu
faktor-faktor apa saja yang dapat
mengganggu keseimbangan ekosistem
baik alam maupun akibat-aktivitas
manusia terkait dengan ee terkait dengan
membangun ekosistem belajar ASN tadi
sesuai dengan apa yang jenengan apa
namanya yang jenengan paparkan terkait
dengan itu. Kemudian apa yang yang kedua
apa yang dapat dilakukan untuk menjaga
ekosistem di lingkungan sekitar kita
sendiri Bu?
Karena enggak mungkinlah untuk kita ee
lingkungan lain sementara lingkungan
kita belum bisa untuk ee mengadakan
pembelajaran seperti itu. Bu, gimana Bu?
Jelas Bu.
Iya Pak. Tapi mungkin sebelahnya ada
yang ikutan ngomong ya, Pak ya. Jadi
suaranya noise
ya. Jadi faktor yang mengganggu
ekosistem. Kemudian yang kedua
yaitu terkait dengan bagaimana membangun
sistem di dalam ya Pak ya.
Enggih. Sistem di lingkungan kita
sendiri.
Iya. I
lingkungan sekitar kita sendiri. Matur
nuwun Bu. Matur nuwun. Ngapunten.
Kangah. Makasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam
warahmatullahi wabarakatuh. Terima
kasih, Pak Solikin. Kami persilakan Bu
Uswatun Hasanah untuk menjawab dua
pertanyaan yang telah disampaikan.
Silakan Ibu
nampaknya Pak Solikin ini yang di-mute
dulu, Pak Solikin. Itu ada suara yang
masuk juga ya. Ya. Oke. Ini taknya Pak
Solikin ini seorang sastrawan ya. Jadi
bahasanya bahasa langit ini ya. Ya. Jadi
menganalogikan
ini dengan alam ya. Menganalogikan
dengan alam. Oke, yang pertama Pak ini
sesuai dengan ee sebatas pemahaman saya
ya. Tentu ketika kita mau melakukan
sebuah inovasi apalagi mau akselerasi,
kita harus melakukan mitigasi dulu. Kita
melakukan mitigasi terkait dengan
kendala-kendala apa sih yang dihadapi.
Tadi saya sudah menyampaikan ya, ada
faktor-faktor yang tentu ini menjadi
penghambat dan itu kemarin sudah
dikuatkan dari Pak Kalan. Yang pertama
pasti anggaran, Pak. Ya, pasti anggaran
itu menjadi bagian yang harus
benar-benar apalagi di BPSDM ini
anggarannya kan seksi ya, Pak, ya.
Anggarannya seksi tapi harapannya tinggi
gitu. Enggak apa-apa gitu. Enggak
apa-apa hadirnya pimpinan itu ya untuk
memikirkan itu ya. Itu yang pertama ya
yang terkait dengan anggaran. Kemudian
yang kedua SDM ya. SDM. SDM yang ada ya
ini kan tambal sulam silih berganti.
Apalagi sekarang P3K ada yang diterima
pindah ke sana yang dihadirkan di sini
yang di BPSDM tentu diharapkan mereka
yang memiliki kepakaran enggak bisa
SDMSDM biasa. Maka untuk menuju itu
tentu saja ini akan menjawab yang kedua
nanti. Kemudian yang berikutnya
tantangan ya tantangan yang lain adalah
bagaimana kita memasifkan ya di awal
tahun awal nih kita melakukan
identifikasi kebutuhan semua ASN yang
ada di Jawa Tengah melalui sistem ya.
Kita melakukan mitigasi terkait dengan
kebutuhan pengembangan kompetensi ASN
yang ada di Jawa Tengah ini by system.
Dari itu kita reduksi, kita susun
sedemikian rupa sehingga kita bisa
menyiapkan resour sharing-nya gitu. Kita
bisa menyiapkan alat-alatnya, modanya,
kita berhitung terkait dengan angka,
rupiahnya, kemudian widya iswaranya ya.
Nah, itu yang kita siapkan sehingga apa
kan tentu harus ee T -1 ya, T-1
semuanya. Kemudian kita masifkan tentu
bisa dengan medsos, dengan grup-grup
nih. Saya orangnya orang marketing.
Bagaimana kita menjual tanpa menjual
kegiatan kita ya misalnya kita sedang
kunjungan ke kabupaten kota bahkan ke
provinsi lain, bagaimana kita bisa
memasifkan sebuah publikasi. Nah,
sebenarnya tantangan itu ada di dalam
benak kita gitu. Kalau kita sibuk
berpikir tentang sebuah rintangan, maka
kadang itu akan berhenti melangkah di
satu di satu level. Itu yang pertama,
Pak. Kemudian, bagaimana membangun
sistem yang ada di dalam? Keren sekali.
Namanya BBSDM. Kita sibuk mencerdaskan
yang di luar, di dalam sampai lupa. Ya,
jadi satu ini yang di kami ya, Pak ya.
di kami. Tapi monggo nanti ee yang di
provinsi yang lain itu bisa diikuti juga
atau bisa di ATM ya, amati, tiru, dan
modifikasi gitu. Yang pertama tentu
antara saya dengan pimpinan baik Sekda
maupun Gubernur ya selalu memberikan
laporan tiap bulan ya, baik itu secara
tertulis atau ketika bertemu mendampingi
beliau saya menyampaikan apa yang sudah
dilaksanakan, program apa yang akan
dilakukan itu harus saya lakukan ya.
baik itu kadang tertulis, bersurat, atau
kalau bertemu langsung kita sampaikan.
Yang kedua yaitu bagaimana kita
meningkatkan kursanya dulu antara saya
ya, kemudian sekretariat masing-masing
bidang itu melalui rapat internal setiap
hari Senin pukul .00 itu rutin rutin
harus dilakukan. Ada enggak ada masalah
kita harus rapat terus ya. Karena apa?
Korsa kita harus membangun mimpi kita
itu bersama-sama enggak bisa sendiri.
Nah, kemudian sebulan sekali ya, sebulan
sekali saya melakukan pembinaan di
masing-masing bidang harus hadir secara
pribadi agar apa? Sebagai bagian dari
trianggulasi, data, sumber, informasi
dari kepala bidangnya, subcor-nya agar
kita bisa menguatkan BBSDM biar ketika
kita ee memberikan apa namanya ya ee
saran kepada ASN yang ada di Jawa Tengah
dimulai dari kita dulu. Saya kira
demikian, Mas. Terima kasih.
Terima kasih Bu Uswatun Hasanah untuk
jawabannya. Menarik sekali ya. Yang
paling penting adalah bagaimana cara
menerapkan risk managemen ya ketika kita
bicara terkait dengan faktor-faktor yang
mengganggu ekosistem dan bagaimana cara
kita bisa menjaga ekosistem di sistem
internalnya harus dikuatin dulu.
Kemudian harus punya spirit continuous
improvement. tadi yang sudah dikatakan
oleh Bu Uswatun Hasana mengadakan weekly
meeting untuk saling kontrol dan monitor
seperti apa progresnya what went well
dan what went when poorly seperti itu.
Pak Solikin terima kasih untuk
pertanyaannya jangan lupa Pak untuk
mengirimkan biodata ke tim admin kami
untuk pengiriman hadiahnya. Sekali lagi
terima kasih Pak Solikin
sudah bergabung. Sehat selalu, Bapak
ya. Kita akan berlanjut ke penanya
selanjutnya Bu Suatun Hasana. Kami izin
undang terlebih dahulu untuk penanya
berikutnya. Silakan.
ya sudah bergabung bersama dengan kami.
Ibu boleh dibantu untuk open mic-nya Bu
Tri dari UPT PE SDM Jatim. Silakan Ibu.
Selamat siang.
Siang Bu
Mas Lukma dan Ibu Swartun. Terima kasih
untuk waktu yang diberikan. Cantik
sekali. Pasti senang belajar itu ya
seperti Ibu ya. Jadi biar awet muda ya
Bu. Ee mohon izin Ibu, apa yang
disampaikan Ibu ee luar biasa tadi
dengan anggaran yang seksi namun dengan
harapan yang tinggi. Ee bisa
di-sharingkan, Bu, kira-kira tantangan
yang dihadapi apa, Bu, ketika ingin
membangun ekosistem belajar dari
individu pembelajar ke organisasi
unggul, namun dengan efisiensi yang
dilakukan di sana sini ya otomatis ee
pasti ada tantangannya. Ibu bisa
di-sharingkan pada kami kira-kira
tantangannya bagaimana Bu. Lalu
indikator untuk mengukur keberhasilan
itu apa, Bu yang digunakan? Karena kita
dengan anggaran yang seksi tadi loh,
Ibu. Jadi saya tertarik dengan apa yang
Ibu sampaikan tadi. Ee demikian
pertanyaan saya, Ibu. Terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi.
Terima kasih Bu Tri untuk pertanyaannya.
Ada dua tantangan dan yang kedua
indikator keberhasilan. tadi mungkin
tantangan sudah sempat disinggung tapi
barangkali Bu Uwatun Hasana bisa
mengempasiz kembali. Silakan Bu Uwatun
Hasana.
Iya tantangan tadi sudah kita sampaikan
ya mulai dari anggaran waktu SDM ya dan
semuanya mengalami itu ya ee terkait
dengan tantangan. Nah kemudian ee
jawabannya juga sudah kita sampaikan
bahkan Pak Kalan kemarin menegaskan
jawabannya adalah keterbatasan anggaran
ee SDM-nya terbatas ya teknologi yang
dihadirkan ya tan kena ora. Jadi wajib
itu teknologi dihadirkan. Maka ini masif
harus segera ee kita optimalkan.
Indikatornya apa? Tentu yang pertama iku
dulu ya. Indikator kinerja utama sudah
tercapai. Tercapai kita larinya
selalunya ke sana. Kemudian bagaimana
melalui rumah korpu itu ya rumah korpu
itu kita menjawab tantangan tersebut
dengan capaian. Contoh jumlah peserta
awalnya 600 menjadi 80.000. Tapi lagi
dan lagi saya tegaskan, kita jangan
sibuk dengan target kaitan dengan secara
jumlah kuantitatif sehingga kita lupa
dengan kualitatif. Maka di situlah peran
dari bidang satu, bagaimana penjaminan
mutu pada setiap pengembangan kompetensi
itu harus ada evaluasi dan evaluasi itu
di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah dilakukan
setiap bulan sebelum tanggal 10.
Semuanya wajib hadir ya. sehingga
masing-masing harus bertanggung jawab
pada evaluasi baik evaluasi
penyelenggaraan, kegiatan, peserta dan
lain-lain. Plus tentu banyak warna yang
ada di sana biasanya sangat hidup karena
saya buka ruang untuk diskusi ide-ide
dari teman-teman itu seperti apa. Tugas
saya adalah mendijeni,
membumbui agar menjadi menu yang
istimewa untuk satu tujuan, tetapi
rasanya jauh lebih istimewa. Jadi
indikator per masing-masing kegiatan itu
sudah ada, Ibu dan itu kita kuatkan di
setiap pembinaan di masing-masing
bidang. Terima kasih. Kasih Bu Oswatun
Hasana. Bu Tri semoga menjawab. Jangan
lupa untuk konfirmasi data dirinya di
tim admin kami. Bu Tri
masih di-mute ya?
Iya masih termute.
Sudah aman ya, Bu Tri ya. Salam sehat
selalu Ibu. Thank you so much.
Terima kasih. Jadi memang anu, Bu ya,
menguatkan jiwa korsanya tadi Bu ya.
Jadi apa terus ada e rapat meeting
evaluasi yang tiap bulan itu
ng terima kasih Bu. Terima kasih Mas
Lukman.
Terima kasih Bu Tri. Salam sehat selalu.
Bu Suatun Hasana rasanya masih ingin
mengobrol lebih lama dengan Ibu tapi
mohon maaf karena keterbatasan waktu
untuk sesi kedua kali ini harus kami
akhiri terlebih dahulu. Barangkali
sebelum ditutup ada closing statement
yang ingin Ibu sampaikan kepada seluruh
sobat ASN yang tengah menyaksikan acara
kali ini. Kami persilakan Bu Suatan
Hasana. Baik, untuk seluruh sobat ASN di
seluruh Indonesia, berbahagia sekali
saya diundang dalam agenda hari ini.
Tentu kita selaku ASN, tentu kita selalu
selaku leadingnya di BBSDM
masing-masing. Tidak akan pernah habis
energi kita untuk bisa memberikan
keteladanan, untuk bisa memberikan
warna, dan untuk bisa memberikan sebuah
spirit bahwa ee belajar itu tanpa
menunggu diperintah. Jadilah pembelajar
sepanjang hayat dan terus berinovasi
mengoptimalkan potensi diri dan potensi
yang ada di sekitarnya. Matur nuwun,
Mas. Selamat siang. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Sem.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih sekali lagi Bu
Swatun Hasana tetap menyebarkan positif
vibes ke rekan-rekan sekitar. Ibu selalu
sehat selalu. Baik Sobat ASN tidak
terasa kita masih ada satu narasumber
terakhir jadi jangan ke mana-mana. Tetap
di webinar ASN belajar seri 37 tahun
2025.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Ya, terima kasih Anda masih setia
bersama dengan webinar ASN Belajar seri
37 membangun ekosistem belajar ASN dari
individu pembelajar ke organisasi
unggul. Terkait dengan narasumber
terakhir kita, izinkan kami untuk
mengundang narasumber yang sangat luar
biasa dari Kepala BPSDM Provinsi
Kalimantan Timur, Ibu Dranda Nina Dewi,
MAP.
Ya, saya akan sapa beliau terlebih
dahulu. Selamat siang, Bu Nina Dewi.
Kabar baik, Ibu. Alhamdulillah. Selamat
siang. Asalamualaikum.
Waalaikumsalam. Ini janjian dengan Bu
Uswatun Hasanah. Warna bajunya kok sama.
Iya. Ketak batin sehati.
Satu hati ya. Warnanya cerah banget.
Baik Bu Nina Dewi. Langsung saja saya
persilakan untuk menyampaikan materinya.
Nanti kita akan lanjut dengan sesi tanya
jawab seperti narasumber-narasumber
sebelumnya. Silakan Bu Nina.
Baik, terima kasih Mas Lukman.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat siang, salam sejahtera, salam
sehat untuk kita semua. Ee perkenalkan
saya Nina Dewi dipercaya sebagai Kepala
BPSDM Provinsi Kalimantan Timur sampai
dengan sekarang. Ee yang saya hormati,
saya banggakan rekan sejawat ee Bapak ee
Kepala BPSDM
Provinsi Jawa Timur,
Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Beliau selalu
membersamai ee di setiap ee kesempatan
khususnya kami selalu ee didampingi ke
Kaltim. Kemudian yang saya hormati juga
Bapak eh Prof. Dr. Muhammad Jufri,
M.Si., M.Psi., Psikolog eh Kepala BPSDM
Provinsi Sulawesi Selatan. Salam hormat,
Pak. Kemudian yang saya banggakan
ee Ibu yang cantik, Ibu Dr. Uswatun
Hasanah, S.Pd., M.Pd., Kepala BPSTM
Provinsi Jawa Tengah. Salam hormat.
Salam kenal Ibu. ee dan yang saya
banggakan seluruh peserta
yang bergabung ee pada ee kesempatan
siang hari ini. Sekali lagi terima kasih
atas ee kesempatan yang diberikan kepada
ee saya pada kami BPSDM Provinsi
Kalimantan Timur untuk berbagi ee dalam
webinar pada hari ini yang mana webinar
sudah masuk episode yang ke-37.
ee sangat bangga dan senang sekali untuk
bisa berbagi. Dan tadi sebagaimana yang
sudah disampaikan para narasumber
sebelumnya sangat luar biasa ee
senior-senior saya yang sangat
berpengalaman ee pasti di bidang SDM
luar biasa Bapak Prof. Ibu ee dr.
Dan pada kesempatan ini kami akan
mencoba berbagi bagaimana ee tema yang
diberikan kepada kami yaitu mengenai
strategi membangun jejaring pengetahuan
yang kuat mewuju ee untuk mewujudkan
birokrasi unggul.
Ee tapi lupa saya, saya mau harus e
biasanya memang kami kalau di ee BPSTM
Kaltim harus ada pantun dulu ya.
Sungai Mahakam mengalir di Samarinda.
Airnya tenang, menghanyutkan dan banyak
ikannya. Selamat siang dalam dan salam
hormat dari saya di webinar ASN belajar
BPS Jatim yang luar biasa gitu.
Baik, ee saya lanjutkan ee mengenai tema
yang akan kami angkat pada hari ini
yaitu sebagaimana diketahui di mana di
era yang terus berubah pada saat ini
tantangan yang dihadapi oleh birokrasi
semakin kompleks. Izin kami ee langsung
menampilkan dari ee kami dari sini dari
operator kami di sini.
Permasalahan publik tidak lagi bisa
diselesaikan oleh satu instansi atau
satu unit kerja saja. Keterbatasan
sumber daya, kemudian ledakan informasi
dan tuntutan masyarakat yang semakin
tinggi memaksa kita untuk berpikir dan
bekerja secara lebih kolaboratif. Inilah
mengapa konsep jejaring pengetahuan
menjadi begitu relevan. Jejaring
pengetahuan bukanlah sekedar kumpulan
individu, tetapi sebuah ekosistem
dinamis di mana informasi, pengalaman,
dan keahlian dibagi secara aktif untuk
menghasilkan solusi-solusi inovatif.
Jadi, bayangkan birokrasi kita sebagai
sebuah ee entitas ee tunggal, cerdas,
dan adaptif. di mana setiap unit dan
setiap individu saling berhubung dan
belajar satu sama lain.
Materi yang akan ee kita bahas atau kami
sampaikan pada hari ini akan memadu
memandu kita untuk memahami pentingnya
pengetahuan sebagai pilar utama
birokrasi masa depan. Kemudian
mengidentifikasi
strategi praktis untuk membangun,
memelihara, dan mengoptimalkan
jejaring tersebut. Kemudian bagaimana
mengintegrasikan teknologi dan budaya
kerja kolaboratif untuk menciptakan
lingkungan yang mendukung pertukaran
pengetahuan.
Dengan
ee menerapkan strategi ini, kita tidak
hanya akan meningkatkan efektivitas
kinerja
birokrasi, tetapi juga menumbuhkan
budaya belajar berkelanjutan yang akan
mendorong inovasi dan pelayanan publik
yang lebih baik.
Mari kita bersama
bagaimana jejaring pengetahuan dapat
mengubah cara kita bekerja dan membawa
birokrasi kita menuju era keunggulan.
Bapak, Ibu peserta webinar yang saya
hormati.
Adapun latar belakang ee birok ee yang
kami angkat pada ee paparan ini adalah
bagaimana birokrasi unggul menuntut
kolaborasi pengetahuan yang terarah,
terukur, dan berkelanjutan. Karena itu
BPSDM Provinsi Kalimantan Timur
menempatkan jejaring pengetahuan sebagai
pengungkit utama peningkatan kinerja ASN
yni kolaborasi antara individu, unit,
dan lintas lembaga untuk berbagi
informasi, pengalaman, dan keahlian guna
mempercepat pengambilan
keputusan berbasis data serta melahirkan
solusi inovatif layanan publik. Jadi,
jejaring ini menjawab
langsung ee tantangan nyata pengembangan
kompetensi ASN yang mana keterbatasan
SDM, kemudian teknologi dan
infrastruktur, kemudian ee rigiditas
proses, kebutuhan adaptasi cepat hingga
fragmentasi budaya kerja antar instansi.
Maka dengan ee jejaring yang kuat,
pertukaran praktik terbaik menjadi lebih
cepat.
Akses pengetahuan meluas, kemudian
kolaborasi dan sinergi meningkat, serta
efisiensi dan efektivitas pengembangan
kompetensi makin terjaga pada akhirnya.
Menokang menopang reformasi birokrasi
dan mutu layanan kepada masyarakat. Ee
untuk mengoperasionalkan jejaring
pengetahuan kami dalam hal ini
memberikan ee
ee apa namanya ee yang kami laksanakan
khususnya di BPSDM Provinsi Kalimantan
Timur. bagaimana membangun ekosistem ee
pembelajaran digital yang saling
terhubung.
ee untuk membangun jejaring digital yang
saling terhubung, kami ee menghadirkan
beberapa
ee platform
yang bisa memudahkan bagaimana
menghubungkan ee
melintaskan jejaring tersebut yaitu
antara lain AKPK. Ya, dalam hal ini ee
kami mempunyai platform AKP platform
AKPK yaitu analisis kebutuhan
pengembangan kompetensi,
kemudian pemetaan kebutuhan kompetensi
dan melalui ee sistem informasi
pelatihan, kemudian sistem informasi
pengembangan kompetensi dan ee lain
sebagainya.
Kemudian
untuk manfaat ee daripada jejaring
pengetahuan, bagaimana membangun
jejaring pengetahuan yang kuat, kemudian
membawa sejumlah manfaat ee
transformatif bagi birokrasi. Yang
pertama bagaimana untuk meningkatkan
kualitas layanan publik pastinya dengan
berbagai praktik terbaik, pengalaman dan
ee data antar unit. kemudian
ee meningkatkan
ee kemudian merumuskan kebijakan dan
program yang lebih tepat. misalnya ee
berbagi data dengan yang akurat antara
dinas, bagaimana ee meningkatkan program
penanganan pengetaskan kemiskinan contoh
contohnya dan kemudian kemudian
mempercepat inovasi jejaring pengetahuan
mendorong inovasi dengan ee
mempertemukan ide-ide dari berbagai
disiplin ilmu, kemudian juga penghematan
dan efisiensi anggaran yang sekarang
yang lagi ee lagi tren lagi seksi
masalah penghematan anggaran. Jadi,
bagaimana dengan menghilangkan ee dengan
penghematan anggaran kita terus
melakukan inovasi, inova ee tidak
terhalang, tidak terkendala dengan
efisiensi anggaran. Kemudian
pengembangan SDM harus terus ee
dilakukan
ee kemudian meningkatkan reponsivitas
terhadap perubahan. Baik, Bapak Ibu ee
peserta webinar yang kami banggakan.
kembali kepada
ee ka singgung di awal tadi bahwasanya
apa yang sudah kami lakukan BPSDM
Provinsi Kalimantan Timur karena kami
sampai dengan saat sekarang pun masih
terus ee belajar belajar ee dan belajar
karena apa ee kami BPSDM Provinsi
Kalimantan Timur sudah ee ee apa
Kalimantan Timur Corporate University.
Ya, itu pun kami belajar kepada senior
kami pada Jawa Timur, Jawa Tengah,
kemudian ee sekarang terus melakukan
pengembangan eh corporate university.
Jadi ee dengan manfaat jejaring
pengetahuan bagi ASN ini bagaimana terus
melakukan pengembangan kompetensi ASN
kemudian meningkatkan akses informasi
pengetahuan, kemudian mendorong
kolaborasi dan sinergi dan juga ee
inovasi perbaikan layanan publik terusan
kemudian meningkatkan efisiensi dan efek
ee efektivitas dalam mengembangkan
kompetensi.
kemudian membangun budaya belajar
berkelanjutan dan ee mendukung informasi
ee birokrasi.
Kemudian ee strategi membangun jejaring
pengetahuan eh melalui corporate
university, bagaimana penguatan SDM,
pemanfaatan teknologi, kemudian ee
platform digital pembelajaran dan
kolaborasi lintas sektor baik itu
pemerintah, swasta, akademisi,
masyarakat ee kemudian juga membangun
budaya berbagi pengetahuan melalui
learning organization. Kemudian
monitoring dan evaluasi kami lakukan
tadi sebagaimana ee sudah disampaikan ee
narasumber sebelumnya bahwa ee melakukan
evaluasi yang sudah kita lakukan
misalnya ee terhadap penyelenggaraan
pengembangan ee
kompetensi SDM atau pelatihan yang kita
lakukan. Kemudian terus melakukan
perbaikan. Nah, inilah yang juga kami
lakukan di BPSDM Provinsi Kalimantan
Timur ee
apa namanya? bagaimana membangun
jejaring pengetahuan tersebut dan terus
melakukan pengembangan-pengembangan
terhadap ee apa ee
pengetahuan-pengetahuan yang memang kami
rasa masih terus ee harus dilakukan dan
dikembangkan dan kami terus melakukan
pengembangan jejaring baik itu
kementerian dengan kementerian, lembaga,
pemerintah, daerah, swasta, dan lain
sebagainya. Dan ee
kami ee dalam hal ini didukung ee untuk
ee apa namanya ee dukungan teknologi
informasi di BPSTM Provinsi Kalimantan
Timur dan platform melalui platform atau
portal KYIS Knowled Integrated Solution
System. Bapak, Ibu eh Saudara ee jadi
tadi saya sudah sampaikan ada AKPK di
sini AKPK menganalisis kebutuhan
pengeman kompetensi ee ASN di lingkup
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Jadi inilah merupakan ee ee apa? Dasar
kami dalam hal ini untuk merencanakan
bagaimana kebutuhan ASN pengembangan
kompetensi maupun pelatihan baik ee di
2025 ini dan 2026. Jadi kita petakan
alhamdulillah dari perangkat-perangkat
daerah yang ada di lingkup pemerintah
Provinsi Kalimantan Timur khususnya
sudah sudah kita bisa petakan dari
memang jumlah ASN kami ee di dengan
bergabungnya P3K jadi ada lebih kurang
18.000 ee 5 18.000 sekian ya. Jadi
walaupun mungkin belum semua bisa e
belum semua menyampaikan ee ee usulan
kebutuhannya. Kemudian dari AKPK ini
yang kami sebut namanya AKPK dari itulah
sebagai dasar kita juga meng ee anggaran
yang kita yang kami gunakan untuk ee
memfasilitasi pengembangan kompetensi
dan ini ee kemudian ada platform SIMON
Bangk. Nah, sistem monitoring
pengembangan kompetensi ee yang mana
berdasarkan Undang-Undang 20 2023 bahwa
wajib bagi ASN untuk mengaman kompetensi
melakukan terus pembelajaran dan dari
sinilah sebagai alat ee monitor
pengembangan kompetensi kami yang
terintegrasi dengan ee
kepegawaian. Nah, jadi dengan
terintegrasi dengan kepegawaian ini real
time. Jadi kita bisa lihat ee ASN sama
tadi seperti yang Jawa Tengah. Jadi dia
bisa lihat ee pengembangan kompetensi
apa yang diikuti oleh ee oleh ASN
tersebut. Ini baru bergabung ee di 2023
ini semua ASN karena ada P3K. Jadi ini
dan ini juga di semua dukungan pimpinan,
apresiasi pimpinan dan kami ee
pelaporannya dengan pimpinan juga kita
sampaikan di setiap ee laporan
perkembangan progres daripada Simon
Bangkom. Walaupun mungkin memang ee
disadari ini mungkin salah satu yang
juga menjadi permasalahan ee karena gini
ee pengembangan kompetensi ini mungkin
sekarang belum berdampak kepada
mohon maaf
menjadi poin
baik Bu Nina mohon maaf tadi sempat
terputus Ibu mohon izin. Oh, sekarang
bagaimana?
Ya, sekarang sudah baik. Kami persilakan
kembali untuk menyampaikan materinya, Bu
Nina. Silakan.
Ini terputusnya lama ya?
Gak barusan sanja, Bu.
Oh, baik.
Iya,
baik. Maaf ya. Saya ulangi ee ini
mungkin dukungan teknologi informasi di
PPSDM Provinsi Kalimantan Timur Bapak
Ibu ee peserta webinar. Jadi ada portal
KIS Knowled Integrated Sol System ini di
sini ada eh KPK namanya bagaimana
menghimpun kebutuhan daripada ee
pengembangan kompetensi ee
perangkat-perangkat daerah ASN ASN pada
perangkat daerah lingkup PEMPR. Kemudian
juga di sini sebagai dasar kami juga
BPSTM Provinsi Kalimantan Timur untuk
memetakan kemudian merencanakan ee baik
itu ee pelatihan maupun pengaman
kompetensinya dan ini sebagai ee
bersinggungan dengan pastinya dengan
penganggaran. Dan sekarang mungkin di
2025 kita masih belum terasa ee
berdampak karena mungkin ee BPSDM
merupakan ee penyap melaksanakan
mandatori ya mandatori untuk
melaksanakan
penyelenggaraan pelatihan walaupun belum
terpenuhi 0,34%-nya. Kalau Kaltim baru
0,22%
daripada kewajiban 0,34%.
Tapi dengan alokasi dengan anggaran yang
ada kita optimalkan, kita terus ee
melakukan ee pengembangan kompetensi
khususnya bagi ee ASN PEMPRO dan melalui
AKPK inilah yang membantu ee kemudian
juga bahwa memotret, memetakan yang
dibutuhkan oleh organisasi perangkat
daerah ee untuk melaksanakan ee
pengembangan kompetensi pembelajaran.
Nah, kemudian ee dari berikutnya adalah
Simon Bangkok ini memonitor,
mengevaluasi apakah yang tadi ee
sebagaimana Jawa Tengah juga bahwasannya
ASN itu bisa melihat pengeman kompetensi
ee apa yang sudah ee di
mau Mohon maaf sekali lagi, Sobat ASN di
mana pun Anda berada, masih ada sedikit
kendala jaringan yang dialami oleh
narasumber ketiga, Bu Nina Dewi selaku
Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Timur.
Mohon sejenak untuk menunggu. Kita akan
mencoba untuk terus bergabung bersama
dengan Bu Nina Dewi. Bu Nina Dewi, apa
masih monitor, Ibu?
Saya masih monitor. Bagaimana? Masih
sudah jelas, Ibu?
I silakan,
ya. Ini mungkin dari e gambar sudah
jelas kelihatan. Ada tadi Simon Bangkom
saya ulangi. Kemudian kemudian ee ada
juga KMS knowledge ee
knowledge management system. Kemudian eh
simpel juga ada. Ini bisa di ee lihat
Bapak, Ibu, Saudara sekalian. Inilah
platform atau ee yang kami kembangkan
melalui portal KIS. Masih kedengaran
suara saya ee Mas Lukman?
Masih, masih terdengar, Bu Nina.
Silakan, Ibu.
Mungkin karena jauh di Kaltim ya, jadi
suka timbul tenggelam anunya.
Baik, lanjut lanjut dan ee ee
implementasi ini jaringan DPSDM kami
tadi sudah sudah saya singgung di awal
kami melakukan terus melakukan
pengembangan pengetahuan baik itu dengan
kementerian, lembaga, pemerintah daerah
kemudian dari pihak swasta terus
melakukan pengembangan dan inilah ee
terus kami pun BPSDM Provinsi Kalimantan
Timur terus belajar dan belajar kami
karena ee terus melakukan pengembangan
ini sebagai ee apa?
ee data-data yang sudahikan
sejenak kami memberikan kesimpulan
sedikit ya terkait dengan apa saja yang
baru saja Bu Nina bahas sembari. Oke,
ini sudah tergabung lagi.
Oke.
Baik. Eh i tadi saya sudah sampaikan
bahwa Kalimantan Timur melalui BPSTM
Provinsi Kalimantan Timur sudah ee
Kaltim Korpu tahun 2023 dan memang ee
ada beberapa penyelenggaraan pelatihan
yang sudah ee terakreditasi.
Kemudian ee yang terus kami kembangkan
adalah sekarang mengakreditasi
ee pelatihan-pelatihan yang teknis ee ya
teknis seperti gitu karena ee
akibat daripada perpindahan dari dengan
apa namanya ee hilangnya jabatan
struktural kemudian beralihnya ke
jabatan fungsional. lah itu masih
dirasakan pengetahuan-pengetahuan
bagi pejabat-pejabat atau
jabatan-jabatan tersebut masih dirasa
sangat kurang. Nah, untuk itu kami juga
berterima kasih kepada kementerian
lembaga yang sudah membukakan atau
membuka kesempatan berkolaborasi dengan
kami di pemerintah daerah. Kami ini
salah satu contohnya misal dengan
Kementerian ee Tenaga Kerja kemudian ee
dengan BAPENAS dan lain sebagainya. ini
ee kami terus melakukan pengembangan dan
juga ee terus ee apa namanya melegalkan
atau mengakreditasikan penyelenggaraan
program daripada pelatihan ee teknis
tersebut. Nah, inilah yang baru kami ee
dapatkan untuk BPSDM Provinsi Kalimantan
Timur. Masih terdengar ya?
Masih terdengar Bu Nina.
Baik. Iya. E ini tadi ee knowledge
management system ini terus ee berbagi
kepada kalau misalnya nanti berdampak
kepada anggaran yang
ya kita ketahui bahwasanya juga mungkin
pasti se Indonesia sudah mengalami ini
dan ini juga akan berdampak inilah ee
yang kami ee kembangkan ya knowledge
management system melalui pembelajaran
dan juga kami menghadirkan ee apa
namanya untuk mengisi tidak hanya
terbatas kepada ee provinsi atau ee
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan
Mohon izin Bu Nina suaranya masih Tidak
terdengar, Ibu. Tiba-tiba ter-mute.
Barangkali bisa dibantu untuk dicek
devices-nya, Bu.
Oke. Ini bagaimana langsung?
Iya, ini sudah masuk Bu Nina. Silakan.
Oke. Baik. ini tadi Simon Bangkom sistem
monitoring pengembangan kompetensi yang
kami kembangkan di BPSDM Provinsi
Kalimantan Timur yang mana ee setiap ASN
PEMPRO bisa mengetahui ee pengembangan
kompetensi yang sudah diikuti,
dilaksanakan, apakah sudah terpenuhi
tadi yang menjadi kewajiban ee
berdasarkan Undang-Undang ASN ini real
time. Dan ini juga sebagai laporan kami
kepada ee pimpinan karena pimpinan
sangat konsen terhadap ee pengembangan
ee kompetensi ASN khususnya di
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Walaupun mungkin memulainya ini sudah
sangat luar biasa ee menumpulkan tenaga
atau iPod yang sangat luar biasa untuk
meyakinkan ASN Pem khususnya bahwa harus
terus belajar mengembangkan belajar
terus belajar belajar belajar dan ee
terus dilakukan pengembangan kompetensi.
Nah, itu itulah tantangannya. Kemudian
kami juga ee
apa namanya ee
menerbitkan jurnal dan ee bulletin ini
segar untuk informasi ee para apa ASN
bahwasanya ini pun untuk berbagi tidak
terbatas kepada ee ASN PEMPR ya. Kami
mengundang juga ASN seluruh Indonesia
untuk ee berbagi di eh jurnal BPSDM
Kalimantan Timur, Jurnal Innovation
Nusantara Jurnal Innovation. Ya.
Kemudian
eh pada
ini sering session yang rutin kami
lakukan yang mungkin ee R0 asalkan ada
paket yang dapat sertifikatnya. kemudian
juga webinar yang bisa dilakukan di mana
saja dan ini yang terus kami kembangkan
ee alhamdulillah ee apa namanya
partisipannya sangat luar biasa juga
tidak terbatas kepada Kalimantan Timur
atau ASN Pem Kaltim juga eh IN eh
Indonesia dan ini ee ini mengantisipasi
juga apabila ee memang permasalahan
anggaran itu menjadi permasalahan dan
kendala nantinya. nya ya. Inilah yang
kami lakukan. Ee kemudian ee jadi pada
kesempatan ini mungkin yang bisa saya ee
simpulkan bahwa ee jejaring pengetahuan
ee adalah pondasi birokrasi unggul itu
pasti kemudian dibutuhkan komitmen. Nah,
ini yang paling penting adalah komitmen,
kolaborasi, dan teknologi. Apabila tidak
ada komitmen kita ya akan bekerja pasti
sia-sia. dan komitmen itu paling penting
dan juga kolaborasi kolaborasi basergi
kita tidak mungkin ee bisa melaksanakan
atau melakukan sendiri. Untuk itu ee
sebagaimana tambahan sedikit mungkin ee
untuk evaluasi kami pun di BPSDM ya
mungkin itu terlepas daripada apakah
pimpinannya wanita ya. Saya tadi waktu
mendengar Ibu Uswatun menyampaikan kok
persis-pris amat ya saya lakukan seperti
gitu. Melakukan evaluasi setiap bulan.
Kemudian ee karena kita akan memberikan
contoh kepada eksternal harus kita dulu
yang melakukan ee kontrol. Kemudian ee
itu rutin pula kami lakukan dan melalui
pimpinan juga Bapak Gubernur setiap ee
setiap seminggu sekali beliau ee juga
melakukan briefing kepada kepala
perakatan dan pastinya pasti kita
turunkan lagi ee kepada instansi
internal kita. Ee kemudian adalah ee
selanjutnya birokrasi unggul ee tercapai
dengan SDM cerdas dan sistem yang
terhubung. itu tadi. Mungkin itu Mas
Lukman ee yang bisa kami bagi pada
kesempatan hari ini dan kami terus
melakukan ee pengembangan tidak
dihentinya kami pun PPSDM Provinsi
Kalimantan Timur terus belajar kepada ee
yang senior-senior kami khususnya kami
ee apa yang bisa kami kembangkan untuk
di Kalimantan Timur. Mungkin itu lebih
kurangnya saya mohon maaf saya akhiri.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[Musik]
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih sekali Bu Nina
Dewi untuk paparannya yang sangat
menarik. Ini tadi kalau sejenak saya
simpulkan sedikit terkait dengan apa
yang sudah Ibu sampaikan bahwasanya
konsep jejaring ini sangat perlu untuk
kita resapi ya. Bagaimana jejaring ini
kita saling serapmenyerap ilmu antar
stakeholder satu dengan stakeholder
lainnya. Kemudian tadi sudah dijelaskan
juga bagaimana ee online channel
platform yang dimiliki oleh BPSD
Provinsi Kalimantan Timur mulai dari end
to end, mulai dari analisa kebutuhan ee
pelatihan atau pembelajaran sampai
dengan monitoring dan evaluasi. Yang
enggak kalah penting selain dari online
channel yang kita punya, jangan lupa
offline channel-nya tetap dirawat. Tadi
Ibu juga punya jurnal dan bulletin untuk
menyasar segmen-segmen yang mungkin
masih belum bisa terlalu adaptif dengan
teknologi. Itu menarik sekali. Kali ini
kita akan buka untuk sesi tanya jawab
terhadap Sobat TSN yang ingin bertanya
kepada narasumber terakhir kita di siang
hari ini. Saya persilakan bagi yang
sudah memberikan rise rise hand feature
untuk langsung saja bisa open mic.
Silakan Ibu.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita
semua. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Yang kami hormati Bapak Lukman Ali. Yang
kami hormati Ibu Dr. Randa Nina Dewi,
MAP. Saya dari DKPP Kabupaten Barit
Utara. Luar biasa sekali yang Ibu Nina
sampaikan. Mohon izin bertanya. Salah
satu tantangan birokrasi dalam
pengembangan kompetensi AFN adalah
keterbatasan sumber daya teknologi dan
infrastruktur. Lalu, bagaimana mengatasi
hal tersebut, Ibu? Terima kasih.
Terima kasih. Baik, pertanyaannya adalah
bagaimana cara kita bisa mengatasi
keterbatasan sumber daya dan teknologi
dalam mendukung ekosistem belajar di
lingkungan em pemerintahan Ibu atau
instansi? Silakan Bu Ninan Dewi.
Iya, terima kasih ee Ibu ee
salam kenal dari saya.
ee untuk
mengatasi keterbatasan teknologi
pastinya ee ya di
awal-awal kami juga pada saat bergabung
kita terus menggali kita punya SDM pasti
yang mumpuni dalam hal ee pengaplikasian
teknologi. Nah, untuk itulah dengan
adanya SDM yang sudah mumpuni sebenarnya
mereka perlu diberikan penguatan lagi.
Bagaimana mengembangkan itu yang paling
penting. Jadi mengembangkan memberikan
kesempatan terhadap ee SDM yang memang
mumpuni dalam hal ee pengembangan
teknologi itu yang yang terus kita
lakukan apa ya dibukakan ruangnya tidak
dibatasi ee apa explornya gitu seperti
gitu. Jadi terus melakukan pengembangan
apa yang kita rasakan, apa yang masih
kurang, apa yang kita ATM. Jadi kami
juga mengadop sistem ATM. Ibu amati,
tiru, modifikasi. Itulah makanya ee
terus kita bagus di sini kita bisa
prinsipnya kita bisa seperti gitu, kita
bisa lakukan. Jadi tidak ada kata yang
tidak bisa kalau belum kita lakukan
seperti gitu. Nah, itulah semangat
itulah yang membuat ee kita terus
melakukan mengembangkan
pengembanganembang pengembangan. Jadi
belajar belajar dan pastinya terus
belajar lagi. Mungkin itu Bu
Nina untuk jawabannya. Ibu jangan lupa
untuk mengirimkan biodata ke tim admin
kami untuk mendapatkan souvenir spesial
dari BPSDM Jawa Timur. Terima kasih Ibu
untuk pertanyaannya. Kita undang untuk
penanya berikutnya yang sudah bergabung
bersama dengan kami yang sudah
memberikan rise hand feature di Zoom
kali ini, saya persilakan untuk bisa
memberikan pertanyaannya dan
diperkenalkan dirinya terlebih dahulu.
Silakan Bapak.
Iya. Ee perkenalkan Bu ee saya ee
Muhammad Isa dari ee bagian organisasi
Kabupaten Lamongan. Ee Bapak Ibu tadi
saya sudah ee mendengarkan ya
materi-materi yang Ibu sampaikan. Memang
kalau dari kami Bu justru dengan
kebalikannya dengan pertanyaan
sebelumnya. Jadi kita SDMnya sebenarnya
mumpuni. Jadi kendalanya itu SDMnya
mumpuni. Akan tetapi ee dalam
penerapannya itu sulit Bu. Karena memang
untuk assisting itu penerapan teknologi
masih sulit dilakukan karena memang tadi
ada keterbatasan anggaran dan
lain-lainnya. Nah, sedangkan kita kan
posisinya juga masih SP dan istilahnya
tidak belum bisa terlalu merefek gitu
ya, Bu ya sama kebijakan-kebijakan yang
berlaku. Mohonnya Bu, bagaimana cara
kita tuh enggak stagnan gitu ya Bu ya.
Ee jadi staf kan kita harus juga tetap
mengembangkan kompetensi kita gitu juga
ee skill-skill kita kalau kita hanya
terpatu pada kebijakan yang ada gitu kan
rasanya juga sulit gitu. Mohon
arahannya. Terima kasih.
Baik. Terima kasih, Pak, untuk
pertanyaannya. Jadi, di tengah-tengah
keterbatasan entah itu infrastruktur
again dan keterbatasan dana, bagaimana
para staf ini yang tidak memiliki power
terlalu besar tetap bisa mengembangkan
kompetensi dirinya di lingkungan ee unit
masing-masing. Silakan, Bu Nina Dewi.
Bagaimana Bu?
Iya, terima kasih ee Mas dari Lamongan.
Iya, betul. Sebenarnya memang ini
diperlukan adalah bagaimana komitmen ee
khususnya misalnya pimpinan bagaimana
tidak em apa ya dalam hal ini pertama
pastinya kita sudah bisa juga harus bisa
berkolaborasi, bersinergi ya bersinergi
ee karena terbatas anggaran pasti ada
perangkat atau institusi yang me kalau
dalam ini kami bisa bersinergi dengan
Diskominfo misalnya seperti gitu ya.
Diskominfo. Kemudian ee
komitmen sih terwentu komitmen tidak
membiarkan SDM-nya sudah mumpuni yang
memang punya skill bagus tapi dibiarkan
saja tidak di apa diberikan
ee ruang kesempatan bagi yang terus
mengembangkan tadi. Karena sayang sekali
kan. Jadi e saya sedikit berbagi, Mas.
kami mungkin ee di BPSDM ee
alhamdulillah kami punya SDM yang
bupeni. Jadi kita ee mengembangkannya
itu tidak di maaf di pihak ketigakan
misalnya begitu ya. Tidak di pihak
ketigakan karena saya sadar saya tahu
bahwa di di lingkup saya khususnya punya
SDM yanguni mumpuni dalam hal ee
teknologi IT seperti gitu. Nah, itu
terus bagaimana di dikawal, bagaimana di
ee bina, bagaimana didampingi bahwa ee
mereka potensial. Jadi jangan
disia-siakan seperti gitu potensi
potensinya. Nah, itu kan aset ya. Itu
merupakan aset yang mungkin kita pihak
ketiga kan kita pakai budget yang sangat
pasti lebih. Nah, ini kan aset kita
sudah ada misalnya seperti mungkin Mas
sudah mumpuni di bidang IT, tapi itu
aset kalau dilepas aja begitu kan sayang
mungkin apalagi dengan ee anggaran yang
tidak ada. Nah, itu dipelihara mungkin
di bagaimana dibina. Nah, itu aset saya
betul saya tidak pakai pihak ketiga
misalnya dalam hal terus mengembangkan
mengen ee platform dan segala macamnya
itu tidak jadi kayak menggunakan ee
tenaga-tenaga ee ee apa
teknologiteknologi yang ada di internal
kami karena kenal luar biasa SDM yang
khususnya ya khususnya SDM yang ada di
WPSDM sangat luar biasa. Nah, ya itu t
komitmen pembinaan jangan pembiaran
mungkin itu.
Terima kasih. Terima kasih Bu Nina untuk
jawabannya. Semoga menjawab Pak
Muhammad. Jangan lupa untuk konfirmasi
biodata ke tim admin kami untuk klaim
hadiah. Bu Nina sekali lagi terima kasih
sudah berkenan untuk bergabung di
webinar ASN Belajar seri 37 kali ini
Ibu. Karena keterbatasan waktu kita
harus mengakhiri sesi kali ini. Namun
barangkali dari Bu Nina ada closing
statement yang ingin disampaikan kepada
Sobat ASN di seluruh Indonesia. Kami
persilakan Bu Nina.
Iya. Terima kasih ee Mas Lukman. ee
prinsip-prinsipnya ee pastinya kita
terus belajar, belajar dan belajar. Ee
pengetahuan itu terus berkembang,
berkembang dan berkembang dan
walaupun mungkin ada permasalahan ee
dalam hal ee ee anggaran dan sebagainya,
tapi tidakutuh
apa ya mematahkan semangat bagi ASN
untuk terus berkembang mengembangkan
potensi dan kompetensi diri bagi ASN.
Jadi untuk mewujudkan ASN unggul untuk
Indonesia.
Bu
Nina terima kasih sekali lagi atas
kesempatannya berbagi ilmu di webinar
kali ini. Salam sehat selalu untuk Ibu.
Kapan-kapan kita yang giliran main di
Kalimantan Timur ya, Bu ya.
Siap-siap nanti ada nih undangannya
Rokornas.
Oh iya siap. Sampai bertemu lagi Ibu di
webinar-webinar berikutnya. Salam sehat
selalu, Bu Nina.
Baik, Sobat ASN, tidak terasa kita sudah
berada di ujung acara webinar ASN
belajar seri 37 tahun 2025 persembahan
Corpo SDGIS BPSD Provinsi Jawa Timur.
Sekali lagi kami ucapkan terima kasih
kepada seluruh sobat TSN yang tengah
menyaksikan acara ini hingga akhir
termasuk juga narasumber yang telah
membagikan inset-inset menarik. Ee
layaknya Bu Nina tadi yang ee membuka
acara dengan pantun ya. Saya izin untuk
tutup acara kali ini dengan pantun. Sore
hari makan kuci.
Makan kuaji bareng Bu Asih.
Cukup sekian webinar hari ini. Kami
ucapkan terima kasih. Sampai jumpa di
webinar ASN berikutnya. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Zaman yang terus bergerak.
Sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar juga pemerintahan
selalu dunia
bukan tekad pancang menyerah
jadi
berkuit
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]