Transcript
44ffsWokIjw • ASN Belajar Seri 37 | 2025 - Membangun Ekosistem Belajar ASN
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0263_44ffsWokIjw.txt
Kind: captions Language: id [Musik] [Tepuk tangan] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia. Siap Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia. Satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas. belajar juga menerima kelas dunia tekat pandang menyerah jadi AS berkualitas [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] He. [Musik] Has muda semangat membara di era digital terus berkarya berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cembalak Jawa Timur terus melaju bersama BPST Jim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi hebat ASN unggul tiada yang tertinggal no one left behind melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemerlang Jawa Timur terus melaju bersama BPSDM Jatim Kita terus melesat untuk Indonesia emas. Prestasi her aset unggur tiada yang tertinggal. No one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemerlang. Jawa Timur terus melaju bersama BPSDM Jatim kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi hebat bersama kampus satelit PPSM Jatim no one left behind ASN umbul dan berkualitas melesa tinggi Indonesia jaya Yeah. [Musik] Bam membangun asa menuju cipta yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti menitipi zaman dengan semangat pembaharuan. Ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. PPS TM Jing Pusat unggulan. Tempat lahirnya insan berkualitas. Mencetak STM berkompetensi tangguh cerdas dan inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan jalan demiang. PSDM Jawa Timur Center of Exens masa depan Donilang [Musik] bersama membangun asa menuju cita yang mulia Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti meniti zaman dengan semangat pembaharuan. Ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. BPSM Jatim Pusat unggulan. tempat lahirnya insan berkualitas mencatat Sm berkompetensi tangguh cerdas penuh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan jangan demiang PPSDN Jawa Timur Center ofans masa depan gemilang [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Merha kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Memerasi melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hong kami dari sini suka dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. melayani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tujukan kompetensi dalam harmoni bangsa loyal tanpa batasannya adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan air yang lebih beragam mengerdas penuh hati tulus membantu sesama dibangun kami melayak Dengan bang kami melayani dengan kami melayani bangsa [Musik] Tuhan [Musik] [Tepuk tangan] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas [Musik] belajar wujudkan perintah selaku dunia bukan tekad pantang menyerah jadi berkualit [Musik] bersama membangun asa menuju cinta yang mulia Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti menitipi zaman dengan semangat pembaruan, ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. PPS Jing Pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas mencetak STM berkompetensi tangguh cerdasin inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan jalan kamiang berpesankan Jawa Timur Center of Sans masa depan [Musik] bersama membangun asa menuju cita yang mulia. Kami hadir, kami berkarya untuk Jawa Timur yang berjaya. Langkah pasti meniti zaman dengan semangat pembaruan, ilmu dedikasi dan harapan menjadi bekal masa depan. BPSM Jatim pusat unggulan tempat lahirnya insan berkualitas. Mencat STM berkompetensi. Tangguh cerdas penuh inovasi bersatu dalam visi yang terang menjawab tantangan dan jangan gemilang. BPSDN Jawa Timur Center of Sans masa depan Gemilang L [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Marilah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hong kami dari sini suka dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya telah berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tugas dengan hati. Tujuhkan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya. Kalau ada dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan AS lebih beragung bekerja penuh hati tulus membantu tetap bila mengangani dengan kami melayani dengan mengang kami melayani M bes [Musik] Has muda semangat membara di era digital terus berkarya berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cempalak Jawa Timur terus melaju bersama BPST yang cim Kita terus melesat untuk Indonesia emas. Prestasi hebat ASN unggul. Tiada yang tertinggal. No one left behind. Kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi inovasi cemerlang. Jawa Timur terus melat [Musik] kita terus melesat untuk Indonesia emas prestasi her aset unggur tiada yang tertinggal no one left behind kita terus melangkah berkolaborasi inisiatif tinggi. Inovasi cemalah. Jawa Timur terus melaju. Bersama BPSDM Jatim kita terus melesat. Untuk Indonesia emas prestasi hebat bersama kampus satelit PP PSM Jatim. No one left behind. I um unggul dan berkualitas. Melasa tinggi Indonesia jaya [Musik] Halo, asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi sobat ASN di seluruh Indonesia. Senang sekali saya Lukman Ali dapat menyapa kembali sobat ASN tentunya dalam acara webinar ASN Belajar seri 37 membangun ekosistem belajar ASN dari individu pembelajar ke organisasi unggul. Sekali lagi kami ucapkan selamat datang untuk sobat ASN yang tengah menyaksikan acara webinar kali ini, baik melalui platform Zoom Meeting ataupun yang tengah menyaksikan melalui live YouTube BPSDM Jatim TV. Semoga bisa mendapatkan insight yang banyak sekali yang bisa diimplementasikan di unit kerja masing-masing. Dan kami juga ingin menginformasikan untuk Sobat ASN jangan lupa untuk isi presensi via Semesta Bankom guna mendapatkan e-sertificate dari BPSDM Jawa Timur. Sobat ASN, saya pernah mendengarkan sebuah coach yang mengatakan kalau ada sebuah bunga yang tidak bisa mekar, maka yang harus dibenahi pertama kali itu adalah lingkungannya, ekosistemnya, bukan bunganya. Dan kalau kita bicara terkait dengan ASN yang unggul, maka untuk menciptakannya itu diperlukan pembentukan ekosistem belajar yang baik. Kemarin saya sempat baca-baca berbagai artikel, salah satunya dari Harvard Business Review mengatakan bahwasanya untuk menciptakan ekosistem belajar yang baik ternyata memiliki kendala dan tantangan yang sangat beragam. Coba kita lihat dari sisi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia atau kalau dalam bahasa korporat biasanya kita sebut sebagai learning and development center ya. Ternyata untuk membuat program desain pembelajaran yang bersifat inklusif dan juga adaptif itu tidak semudah itu. Sebagai contoh sederhananya kadang kalaik-topik pembelajarannya kurang relevan dengan kebutuhan skill masa kini. Atau kalau kita lihat kendala dan tantangan dari sisi pembelajar individual karyawannya. Kadang kala kita menemui permasalahan mulai dari sisi kemauan ataupun kemampuan untuk belajar. Ada yang memang tidak ingin belajar, ada yang mau belajar tapi bingung harus mulai dari mana, bagaimana cara memulainya. Bahkan fakta mengejutkan dari Deloid kemarin saya baca adalah rata-rata pekerja global itu hanya memiliki kurang dari 1% waktu kerja mereka itu digunakan untuk belajar. Dan ini tantangan harus benar-benar kita hadapi bersama-sama. Tentunya membutuhkan banyak sekali integrasi antar berbagai stakeholder untuk mencapai ekosistem belajar yang baik. Tentunya kali ini kita akan kupas secara tuntas selengkapnya hanya di webinar ASN Belajar seri 37 tahun 2025. [Musik] Baik, Sobat ASN, untuk memulai webinar ASN belajar seri 37 tahun 2025 sejenak mari kita dengarkan bersama opening speech yang kali ini akan disampaikan oleh Dr. Ramlianto, SPMP selaku Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN Belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini, Kamis tanggal 25 September 2025, ASN belajar telah memasuki seri yang ke-37. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bagian dari terima kasih kami, kami selalu berkomitmen sekaligus terus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-37 tahun 2025 ini kembali menyajikan salah satu topik dalam rangka terus mengumandangkan semangat belajar kita sebagai aparatur sipil negara. Sebuah semangat yang sudah semestinya kita rawat, kita jaga, dan kita terus kobarkan sebagai jalan menuju pengabdian sejati kepada bangsa dan negara. Semangat belajar inilah yang akan menuntun kita dari sekedar pelaksana tugas menjadi pencipta perubahan dari birokrat yang hanya menjalankan rutinitas menjadi abdi negara yang menyalakan harapan rakyat. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN Belajar seri ke-37 tahun 2025 ini mengangkat topik membangun ekosistem belajar ASN dari individu pembelajar ke organisasi unggul. Nah, sudah menjadi tradisi akademik dalam SN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten dan berpengalaman di bidangnya. Sobat TSN di seluruh tanah air, kita pasti sadar sepenuhnya bahwa belajar adalah denyut nadi peradaban. Tanpa belajar bangsa akan tertinggal. Dengan belajar bangsa akan menjulang. Birokrasi pun demikian. Ia hanya akan hidup relevan dan dipercaya ketika para penggeraknya yaitu kita ASN menjadikan belajar sebagai nafas sepanjang hayat. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 telah menegaskan bahwa ASN memiliki kewajiban untuk terus mengembangkan kompetensinya secara berkelanjutan. Ini bukan sekedar regulasi, melainkan amanat zaman. Bahwa di tengah arus derasnya disrupsi, digitalisasi, dan persaingan global, hanya ASN yang terus belajar yang akan mampu berdiri tegak melayani negeri. Undang-undang ini hadir untuk menuntun ASN agar tidak terjebak dalam rutinitas belaka, tetapi bergerak menjadi pelaku perubahan. Regulasi ini bukan sekedar kewajiban administratif, melainkan panggilan untuk menyalakan api pengetahuan, memupuk budaya belajar, dan meneguhkan jati diri ASN sebagai garda terdepan pelayanan publik yang unggul dan bermartabat. Oleh karena itu, menumbuh kembangkan budaya belajar bagi ASN bukan sekedar program tambahan, melainkan denyut utama kehidupan birokrasi modern. Budaya belajar adalah roh yang menghidupkan organisasi, menyatukan individu pembelajar dalam satu ekosistem pengetahuan yang berkelanjutan. Melalui budaya belajar, ASN tidak hanya meningkatkan kompetensi, tapi juga menumbuhkan kepekaan terhadap perubahan, kecerdasan dalam mengambil keputusan, dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan global. Budaya belajar menjadikan setiap SN bukan sekedar pelaksana tugas, melainkan inovator, kolaborator, sekaligus pelita yang menerangi jalan bangsa menuju masa depan. Budaya belajar adalah budaya positif yang harus menjadi semangat kolektif aparatur sipil negara. yang bukan sekedar aktivitas menambah pengetahuan, melainkan sebuah sikap hidup yang menumbuhkan keterbukaan, kerendahan hati, dan keberanian untuk terus beradaptasi. Soat ASN dalam budaya belajar, setiap ASN menemukan dirinya sebagai bagian dari ekosistem yang saling menguatkan. di mana ilmu bukan hanya milik individu, tetapi menjadi energi bersama untuk melahirkan birokrasi yang cerdas, inovatif, dan terpercaya. Dari budaya belajar inilah akan tumbuh pelayanan publik yang lebih prima, kinerja organisasi yang lebih unggul, dan pembangunan yang lebih berdampak untuk rakyat. Oleh karena itulah mengapa membangun ekosistem belajar bagi ASN menjadi kebutuhan yang mendesak dan tak bisa kita tunda lagi. Ekosistem belajar adalah fondasi bagi lahirnya birokrat yang adaptif, inovatif, dan terpercaya. Di dalamnya setiap ASN tidak hanya mengasah kompetensi individu, tapi juga menumbuhkan semangat atau budaya kolaborasi dan semangat berbagi pengetahuan. Inilah ruang belajar yang akan menjadi denut kehidupan organisasi. Tempat setiap aparatur menyalakan semangat pengabdian dan kelas birokrasi meneguhkan dirinya sebagai motor penggerak kemajuan bangsa. Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air. Lalu bagaimana kita membangun ekosistem belajar yang benar-benar hidup bukan sekedar slogan. ekosistem belajar yang menghadirkan ruang kolaborasi, mempertemukan pengalaman dengan pengetahuan dan menjadikan setiap ASN bukan hanya penerima ilmu, tapi juga penyumbang gagasan. Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si., MS, Psikolog. Beliau adalah Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Sulawesi Selatan. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ibu Dr. Uswatun Hasana, S.Pd., M.Pd. Beliau adalah Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Tengah. Dan ketiga, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kami kepada Ibu Dranda Nina Dewi, MAP. Beliau adalah Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Kalimantan Timur. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-37 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ramblianto, SPMP selaku Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur atas opening speech yang telah disampaikan. Sekali lagi kami ingin menginformasikan dan juga mengingatkan bagi sobat ASN yang sudah bergabung menyaksikan acara webinar ASN Belajar seri 37 tahun 2025. Jangan lupa untuk isi presensi via Semesta Bangkom dan dikarenakan saat ini traffic presensi sedang tinggi maka dapat dipantau secara berkala ya alamat semesta Bangkomnya. Baik Sobat ASN kali ini kita akan masuk ke materi kita yang pertama. Materi pertama akan dideliver oleh Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si., MPSI, Psikolog selaku Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan. Ya. Dan telah bergabung bersama dengan kami semua di sini Prof. Jufri selaku Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan. Saya ingin ucapkan selamat datang dan selamat siang terlebih dahulu. Selamat siang, Prof. Jufri. Terima kasih. Selamat siang, Mas. Kabar baik, Prof. Giih. Terima kasih karena sudah menyempatkan waktunya di sela-sela kesibukan untuk berbagi insight bersama dengan Sobat ASN di seluruh Indonesia. Kali ini kita akan dengarkan bersama paparan dari Prof. Jufri terkait bagaimana cara kita bisa membangun ekosistem belajar untuk para ESN ini sehingga organisasi kita bisa unggul dan adaptif ke depannya. Kami persilakan Prof. Jufri nanti kita akan lanjut di sesi tanya jawab juga. Silakan Prof. Baik. Baik. Terima kasih banyak. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi menjalan siang. Salam sejahtera untuk kita semuanya. Ee pertama-tama saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada sahabat saya seperjuangan, Bapak Dr. Ramlianto, S.P., MP., Kepala Badan Pengembangan Sumber dan Manusia Provinsi Jawa Timur. yang telah berkenan memberikan undangan kehormatan kepada saya untuk ikut bergabung ee berbagi bersama-sama dengan Sobat ASN Mohon maaf atas ketidaknyamanannya dari tim narasumber pertama kami masih mengalami kendala. Ee juga kepada Ibu Dr. Uswatun Hasanah, S.Pd., M.Pd. sebagai Kepala BPSDM Jawa Tengah. Iya. senang sekali bisa bertemu bergabung di sini dan yang saya hormati membanggakan semua tentu bagi saya seluruh sahabat-sahabat Sobat ASN yang telah ee menginvestasikan waktunya yang sangat baik hari ini untuk kita bersama-sama berada di ruang pembelajaran yang sangat aktif, produktif khususnya bagi teman-teman BPSDM Jawa Tengemur yang kalau tidak salah ini sudah ee webinar ASN Belajar seri ke-37. Ya, masyaallah ini luar biasa sekali dan ini bentuk komitmen dari BPSDM Jawa Timur untuk kita terus mengajak para ASN kita bisa berada dalam satu ruang pembelajaran yang terus-menerus akan aktif mengasah, melatih, mengembangkan kompetensi yang kita miliki. I. Nah, hari ini menurut saya ini juga ee satu bentuk kolaborasi yang sangat baik, praktik baik yang dibuat oleh Bapak Kepala BPSDM Jawa Timur ee sabat saya Pak Ramli. Masyaallah, terima kasih banyak. I menghadirkan tiga kepala BPSDM dari provinsi yang berbeda. Dan ini sekaligus menggambarkan bahwa peristiwa ini adalah merupakan wujud nyata dari bentuk kolaborasi yang kita kembangkan hari ini dan tentu akan kita dorong terus berkembang di masa yang akan datang. Ya. Nah, saya kira kita semua sepakat bahwa salah satu dari pilar ee ekosistem pembelajaran itu adalah berkaitan dengan kolaborasi ya. Tiga yang lainnya itu adalah yang pertama ada integrasi, kemudian ada digitalisasi, berikutnya ada inovasi, dan yang terakhir adalah kolaborasi. Hari ini kita membingkai pola kolaborasi dan bukan tidak mungkin setelah kejadian hari ini kami dengan ee BPSDM Jawa Tengah yang sebelumnya juga kami pernah berkunjung ke Jawa Tengah untuk ee belajar berbagai hal dalam hal pengembangan kompetensi dan juga bisa berkolaborasi dengan ee Ibu Nina dari Kalimantan Timur. Baik, Ibu Bapak yang saya hormati, izinkan saya untuk ee share ee materi yang akan saya sampaikan. yang berada di Oleh karena itu, hari ini kita akan bahas jika ASN memiliki internal MC dan ya sudah terlihat Mas. Iya. Baik. Nah, kepada saya diminta untuk ee berbagi terkait dengan ee budaya belajar kolektif sebagai pondasi ASN Pelajarahkan. Oh, saya ingin mengawali dari sini. Beranilah melakukan dengan cara yang berbeda karena perbedaan akan menghasilkan sesuatu yang berbeda. Kalau kita bawa dalam dunia belajar kita di ASN ya mungkin sebagian dari ASN kita berpikir bahwa belajar itu sudah selesai. Ketika dulu belajar di perguruan tinggi ngambil S1, ngambil S2 atau berkesempatan ngambil S3 belajarnya sudah selesai. Padahal ternyata tuntutan kegiatan belajar seperti yang disampaikan dalam opening speak Pak Pak Kaban tadi itu sangat luar biasa bahwa belajar ini ternyata bukan lagi sebuah pilihan. Belajar ini bukan lagi sesuatu yang sifatnya ee alternatif bagi kita. Tapi belajar ini adalah suatu kebutuhan yang harus kita terus ee upayakan. dan ASN yang ingin mendapatkan sesuatu yang berbeda dalam pekerjaannya, berbeda tanda kutip dalam pengertian kinerjanya bisa makin lebih baik dibanding ASN yang lain. Dia makin lebih produktif dibanding dengan ASN yang lain. Dia harus berani untuk bisa memilih satu cara dan salah satu cara itu mungkin berbeda dengan cara yang kebanyakan dilakukan oleh ASN yang lain. Kalau AS yang lain mungkin di luar waktu kerja lebih banyak memanfaatkan mohon maaf untuk beristirahat atau mungkin melakukan kegiatan-kegiatan lain. Tapi ASN yang ingin semakin lebih produktif, semakin lebih baik dalam kerjanya memilih untuk melakukan kegiatan yang berbeda. mungkin berbeda dalam satu hari dia menetapkan bukan hanya belajar di kantor tapi menambah waktu-waktu yang tersedia dengan belajar untuk mengkaji, memahami, menganalisis dan mendapatkan informasi lain yang mungkin akan sangat bermanfaat bagi tugas dan karirnya ke depan. Baik. Nah, Ibu Bapak yang saya hormati, mengapa kita harus belajar? Iya. Nah, saya ingin belajar ee mengajak kawan-kawan semua kita ee pada salah satu hasil riset mungkin survei yang ee mungkin juga teman-teman mohon maaf mungkin sudah pernah dibaca sebelumnya ya ee terkait dengan bagaimana ASN kita ee adaptabilitasnya. dan bagaimana kesiapan digital dari ee ASN kita. Nah, ini dari data yang kami ambil dari salah satu survei yang dilakukan dari ACT Consulting ya. Dari data ini terlihat bahwa adaptabilitas ASN kita secara nasional itu hanya sekitar 38,90% dan ini termasuk kategori yang tergolong rendah. Hanya 20% ASN kita yang menguasai teknologi digital. Sementara 38,20% di antaranya itu yang berusia di atas 50 tahun, ya. Nah, padahal korelasi antara eh digital skill dan kinerja ASN itu sangat kuat, ya. Kalau dari analisisnya itu terlihat itu 0, ee 0,7 ya. Nah, fakta ini menunjukkan bahwa kapasitas ASN kita itu belum siap tanda kutip untuk menjawab tantangan transformasi birokrasi. Nah, karena itu kita berharap ingin mendorong budaya kerja kolektif karena dengan hadirnya budaya kerja kolektif itu bisa menjadi sebuah solusi konkret untuk memperkuat budaya belajar ASN di tempat kerja. Ya, bisa membangun kemampuan adaptif dan kemampuan digital secara kontekstual serta mempercepat reformasi birokrasi berdampak secara nyata. Nah, kalau kita lihat dari data ini tantangan adaptabilitas ASN kita yang saya sampaikan tadi, persentase ASN kita dalam adaptabilitas itu hanya ditunjukkan 38,90% yang ini menunjukkan adanya kesenjangan kompetensi digital yang nyata di satuuhan pembangunan yang makin kompleks. Nah, Bapak, Ibu sekalian, tanpa budaya belajar yang SN kita akan sulit untuk beradaptasi dan masyarakat akan menerima pelayanan publik yang tentu juga kurang optimal. Nah, karena itu ee solusi yang kita harapkan itu adalah bagaimana teman-teman ee para ASN, sobat ASN kita menjadikan belajar ini betul-betul sebagai sebuah kebutuhan. belajar ini sangat penting kalau kita lihat dari arahan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 khususnya di pasal 49 ayat 1 tadi juga dipertegas kembali oleh Pak Kaban bahwa setiap ASN kita itu dituntut untuk bisa menjadi ee pembelajar dan beradaptasi ya bukan lagi boleh lagi kita memilih bahwa itu hanya hak 20 JP per tahun tetapi dalam yang undang-undang yang baru ini yang sekarang ini masih kita gunakan itu memang tuntutannya sudah menjadi sebuah kewajiban ya wajib untuk kita terus belajar dan beradaptasi ya belajar ini juga penting karena belajar akan mendorong mempercepat proses transformasi birokrasi yaitu untuk mewujudkan ee world class birokrasi tahun 2045 melalui peningkatan kompetensi dan inovasi. Ya, ini mohon maaf saya kutipkan salah satu dari ee tokoh yang kita sangat kenal ya, Mahatma Gandhi. Beliau eh menyebutkan seperti ini kalimatnya. Life ask if you were to die tomorrow if you were to live forever. Hiduplah seakan engkau akan mati besok. Belajarlah seakan engkau akan hidup selamanya. Ya, ini kalimat yang tentu sangat dalam sekali maknanya buat kita semua untuk ee yang bisa memberikan dorongan untuk kita terus belajar. Nah, Sobat ASN yang saya banggakan, nah ASN sebagai individu pembelajar tentu harus selalu berupaya untuk mendorong agar rasa ingin tahunya itu tidak berhenti. Selalu ada dorongan untuk ee mencari pengetahuan-pengetahuan baru dan memahami dunia sekitar. ASN Pembelajar juga berupaya untuk bisa mendorong kemampuan adaptabilitas pada dirinya, yaitu kemampuan untuk dapat menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan dan tuntutan pekerjaan. Dan ASN sebagai individu pajar juga dituntut untuk bisa membangun ketang untuk bangkit kembali dari kesulitan dan terus berkembang. Kenapa begitu? karena tantangan yang kita hadapi ke depan tentu akan semakin ee semakin variatif, semakin kompleks ya. Kita dihadapkan pada disrupsi digital, regulasi yang baru yang terus-menerus diperbaharui oleh kementerian, oleh lembaga, dan seterusnya. Kemudian ada tuntutan pelayanan publik yang dinamis. Masyarakat kita semakin membutuhkan pelayanan yang cepat, yang akurat. Dan untuk itu semua ASN kita tentu harus bisa memahami itu sebagai sebuah tantangan agar kita terus belajar dan mendorong peningkatan kompetensi di bidan kita masing-masing. Ibu, Bapak yang saya hormati, dari nah dari individu bagaimana kita dorong dari individu kita bertransformasi ke budaya belajar kolektif ya. Nah, individu pembelajar tentu kita akui sebagai pondasi utama bagi organisasi yang adaptif dan inovatif. Dan kita mendorong agar setiap insan dalam organisasi mau meleburkan dirinya menjadi sosok pembelajar kolektif, yaitu ee memiliki sinergi untuk selalu sharing knowledge, berbagi pengetahuan, terus ee belajar melalui teknik misalnya dengan pendekatan mentoring dan juga aktif untuk melakukan kolaborasi antar individu. Sebab dari kita, untuk kita, dan oleh kita itu dimungkinkan untuk pembelajaran kita bisa terus berubah, berkembang, dan ber apa ee melaju tanpa henti. Ya, seorang ahli di dalam bidang psikologi kognitif mungkin juga Bapak, Ibu mengenal akrab nama ini yang bagi yang eh sering mempelajari teori-teori dan pandangan psikologi kognitif ya, salah satu aliran dalam psikologi yang memberikan ee penilaian yang sangat positif pada manusia. bahwa manusia itu memiliki kemampuan berpikir yang sangat luar biasa. Karel Roger menyebut bahwa the only person who is educated is the one who has learned how to learn and change. Satu-satunya orang terdidik adalah mereka yang telah belajar bagaimana belajar dan berubah. Ya, bagaimana belajar dan berubah. Hari ini kita belajar tentu harus memahami ee strategi, metode-metode yang lebih ee bisa mengantar kita untuk belajar semakin lebih aktif dan memahami cara-cara untuk menjadi pribadi yang terus berubah, tidak alergi dengan perubahan dan bisa mengelola perubahan itu dengan menghasilkan hal-hal yang juga semakin lebih produktif. Nah, Bapak, Ibu yang saya hormati, budaya belajar kolektif sebagai pondasi ASN pembelajar tentu ini bisa kita dorong dengan ee pertama ee bagaimana kita dalam organisasi itu memiliki tentu ada visi bersama ya, ada tujuan yang jelas dan disepakati bersama oleh seluruh anggota. Kemudian ada kecerdasan kolektif yaitu memanfaatkan beragam perspektif untuk solusi yang lebih baik. Kita boleh belajar tentu tidak hanya dengan ee dengan orang tertentu, tapi saat ini dengan digitalisasi sangat memungkinkan bagi kita untuk dapat belajar tanpa henti, tanpa batas, ruangan, dan waktu. Dengan memanfaatkan fasilitas digital yang ada. bahkan kita bisa terus mengasa kecerdasan kolektif kita dengan ee komunitas-komunitas yang kita bangun bersama untuk mendalami atau mempelajari hal-hal tertentu dalam pekerjaan kita atau mungkin dalam hal-hal lain yang kita butuhkan untuk pengembangan diri. Nah, kemudian ada kepercayaan dan keterlibatan, yaitu lingkungan yang mendukung eksperimen dan berbagi tanpa takut gagal. Nah, Bapak Ibu mendorong organisasi eh pembelajar atau organizational learning untuk birokrasi yang adaptif dan berkembang harus didukung oleh berbagai hal. Antara lain di dalamnya ada ee organisasi yang terus mendorong karyawannya untuk mau terus belajar ya. Kemudian harus ada knowledge management, bagaimana mengelola pengetahuan dengan baik dan tentu harus didukung dengan eh digital learning. Nah, Bapak Ibu, apa manfaat yang kita peroleh dengan kita ee mengembangkan budaya belajar kolektif utamanya di OPD kita masing-masing? Tentu banyak sekali manfaat yang kita akan peroleh antara lain di sini ada dengan kita terus belajar akan terjadi peningkatan kualitas pelayanan publik karena ASN kita akan semakin sensitif, akan semakin tanggap melihat, merasakan apa yang menjadi tuntutan bagi pelayanan publik kita. Nah, dengan kita belajar secara kolektif, ada budaya belajar yang selalu kita tumbuhkan, tentu kita akan secara aktif untuk melihat, memahami apa yang menjadi tuntutan pelayanan publik dari masyarakat kita. Tidak menunggu kita dikomplain terlebih dahulu baru kita memberikan yang terbaik. Ya, akan jauh lebih baik sebelum kita dikomplain, sebelum kita di diprotes, sebelum ada aksi dan sebagainya, sebelum kita dilayangkan dan seterusnya berbagai aduan ke media sosial. lebih baik kita bertekad untuk mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik dari internal sehingga ya yang terjadi masyarakat kita justru akan memberikan dukungan, memberikan ee penilaian dan memberikan ee pujian terhadap organisasi kita. Kenapa? Karena tidak perlu mereka memberikan ee tidak perlu komplain, tidak perlu protes, tapi terlebih dahulu mereka sudah merasakan layanan-layanan publik yang menjadi tuntutan mereka. Nah, manfaat budaya belajar kolektif yang kedua, kita bisa meningkatkan efisiensi operasional. Ya, ini tentu kita rasakan ada pergeseran hari ini ee di seluruh BPSDM seluruh Indonesia menurut saya kecuali mungkin mohon maaf Jawa Timur masih ee masih lumayan besar ini penganggaran yang dapat dikelola tapi khususnya di kami di Sulawesi Selatan ini juga terjadi efisiensi yang sangat yang sangat berarti sehingga mau tidak mau kami tentu harus berpikir bagaimana menemukan cara-cara atau strategi untuk bisa membelajarkan para ASN kita tidak selalu ee harus dengan pola klasikal dan kecenderungannya hari ini menurut saya itu terjadi pergeseran dari pembelajaran yang dulunya lebih banyak didominasi dengan pembelajaran yang sifatnya klasikal. Sekarang sudah lebih banyak mengedepankan model-model pembelajaran atau pembelajaran ASN yang sudah menggunakan pola-pola digital seperti yang kita lakukan hari ini. Kita tidak perlu berada di satu ruang yang sama, tapi kita bisa mendapatkan belajar dari kawan-kawan kita. Saya juga hari ini tentu akan belajar dari Bapak, Ibu semua, dari teman-teman para kepala BPSDM kami sama-sama untuk terus belajar. Ee manfaat lain adalah ee kita bisa terus mendorong terjadinya inovasi yang berkelanjutan ya. Sebab tuntutan inovasi tentu tidak ada henti. Perubahan-perubahan yang terus terjadi itu akan berdampak langsung ataupun tidak langsung terhadap ee organisasi kita. Untuk itu agar kita tidak punah, agar kita tidak ketinggalan, kita tentu didorong untuk terus membangun semangat inovasi dan inovasi terus harus berkelanjutan. Manfaat lain adalah peningkatan kepuasan ASN. Kalau ASN kita belajar terus-menerus, mereka memahami pekerjaannya dengan sangat baik, mereka bisa mendeteksi, mengidentifikasi kelemahan, mengidentifikasi permasalahan yang akan terjadi. Tentu itu akan membuat ASN kita bisa bekerja dengan baik pada bidang tugas. Kalau dia bisa bekerja dengan baik, maka akan membuat ASN tersebut, ASN kita bisa merasakan kepuasan di dalam pekerjaannya. ya, puas terhadap atasannya, puas terhadap teman sejawat, ada kepuasan terhadap gaji yang mereka terima, ada kepuasan terhadap sistem promosi, dan ada kepuasan terhadap ee bagaimana jaminan ee hari tua dari para ASN kita. Nah, kemudian manfaat lain adalah ee ASN kita akan mampu beradaptasi secara cepat dengan perubahan. Dan yang terakhir tentu akan dapat ee kita dapatkan ee terjadi pencapaian world class birokrasi. Ini yang menjadi tuntutan dari ee Kementerian Menpan RB bagaimana mendorong birokrasi kita untuk bisa menjadi birokrasi yang berkelas dunia. Nah, Bapak Ibu yang saya hormati. Ini ada kutipan inspiratif untuk terus mendorong kita belajar dari ee Benyamin Franklin. Ya, kita kenal bahwa investasi dalam pengetahuan ee memberikan bunga terbaik. Ya, setiap kita pasti ingin dan senang melihat bunga. Dan bunga terbaik menurut ee Benjamin Franklin adalah berinvestasi dalam pengetahuan. Ya, silakan dimanfaatkan. kita sudah punya pendekatannya baik itu pendekatan 10% lewat formal learning, 20% lewat social learning dan juga 70% melalui eh experiential learning. Dan satu lagi dari Nelson Mandela, ya, education is the most powerful which you can use to change the world. Bahwa pendidikan adalah senjata paling ampuh yang dapat digunakan untuk mengubah dunia. Ya. Baik, Ibu Bapak yang saya muliakan. Sebagai penutup dan refleksi untuk kita semua, mari kita terus mendorong semangat belajar baik secara pribadi maupun berkelompok, berkolektif. Ee mulai dari diri sendiri, terus kita bergerak untuk membangun ee ke apa bersama untuk membangun dan kita ee jalankan atau kita upayakan terbentuknya budaya belajar yang kolektif. ASN pembelajar adalah kebutuhan dan bukan pilihan. belajar ee budaya belajar kolektif adalah bagian dari upaya yang dilakukan untuk melakukan percepatan transformasi birokrasi. Nah, ee Ibu Bapak yang saya hormati, itu sebagai pengantar bahan kita berdiskusi. Saya tutup dengan eh quote kita untuk hari ini. Happy better good, good is not enough. Kalau bisa menjadi yang terbaik, maka menjadi baik saja tidak cukup. Saya yakin, Sobat ASN, kita punya potensi yang sangat hebat. Kita punya potensi yang luar biasa dalam pekerjaan, dalam hal apapun. Mungkin itu baru sebagian kecil dari potensi hebat yang kita miliki, yang kita sudah curahkan untuk pekerjaan kita. Kalau kita menyadari bahwa potensi terbaik itu masih luar biasa pada diri kita, jangan kita berhenti untuk terus mengasa kompetensi itu. Karena kita bisa menjadi yang terbaik. Ya, sekali lagi kalau bisa menjadi yang terbaik, menjadi baik saja tidak cukup. Bapak, Ibu yang saya hormati, demikian sebagai pengantar yang dapat saya sampaikan. Semoga berkenan. Terima kasih, saya mohon maaf. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih sekali lagi kepada Prof. Jufri selaku Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan atas materi yang telah diberikan. Sekedar menyimpulkan sedikit dari apa yang tadi sudah disampaikan oleh Prof. Jufri bahwasanya ternyata fakta mengejutkan angka adaptabilitas ASN secara nasional ini masih tergolong rendah. Bagaimana cara kita bisa keluar dari angka tersebut adalah dengan belajar. Harus dimulai dari individu. Utamanya tadi ada tiga dimensi sifat yang tadi disebutkan oleh Prof. Jufri. ASN harus punya curiosity, ASN harus punya adaptabilitas yang tinggi dan juga resilience yang tinggi. Harapannya ketika masing-masing individu ini sudah memiliki kualitas yang baik, budaya belajar kolektifnya ini terbentuk dan nanti multiplayer effect-nya adalah pencapaian world class birokrasi di tahun 2045. Kali ini kita akan masuk ke sesi tanya jawab bersama dengan para sobat ASN yang tengah bergabung. Mohon izin kami menginformasikan untuk penanya nanti kita juga akan sediakan hadiah berupa powerbank. Langsung saja saya mau undang untuk penanya kita yang pertama kali ini. Kami persilakan untuk bisa menggunakan feature rise hand ataupun memberikan pertanyaan melalui live chat YouTube bagi Anda yang tengah menyaksikan acara ini melalui YouTube BPSDM Jatim TV. Prof. Jufri sebelum saya persilakan kepada Sobat ASN yang ingin bertanya, saya mau tanya terlebih dahulu Prof. Jufri tadi. Prof. Jufri mengatakan bahwasanya ASN itu harus punya curiosity, adaptability, dan juga resilience. Kalau menurut pandangannya Prof. Jufre, di Indonesia sendiri dari tiga sifat itu, Prof. yang paling lemah itu di bidang apa? Di bagian apa kita itu? ASN kita, Prof. Jadi, iya betul, Mas. Ee ah ini ini mohon maaf mungkin saya agak agak gegaba ya kalau saya harus bisa memilih salah satu di antara ketiganya karena saya tidak punya belum memiliki risetnya untuk yang ketiga ini ya. Tetapi saya kembali ke yang pertama tadi yang saya sampaikan di awal Mas bahwa ee riset itu saya yakin juga di Jawa Timur ini bagian dari riset ini ya karena ini riset yang dilakukan oleh ACT Consulting Heeh. Ee kerja sama apa? ESQ ee ESQ waktu itu dengan e Kempan RB dan yang saya tampilkan tadi itu secara nasional 38,90% 99% dan ee khusus kami misalnya di Sulawesi Selatan itu juga masih tergolong rendah, Mas. Ee saya mohon maaf saya tidak menemukan datanya untuk yang Jawa Timur karena waktu data ini diserahkan ke kami memang hanya untuk data Sulawesi Selatan. Mungkin datanya dengan Pak Kabat juga itu ada tapi mohon maaf saya tidak sampaikan. Nah, kalau dari data itu kita melihat bahwa memang dari ketiganya ee adaptabilitas ini tergolong rendah dan saya kira itu sangat berkaitan dengan dua di atasnya, Mas. Kalau adaptabilitas rendah itu menunjukkan bahwa sebenarnya rasa ingin tahunya juga masih perlu digugah gitu loh. Kalau rasa ingin tahunya tinggi ya misalnya rasa ingin tahu untuk selalu melihat apa sih yang masih kurang dari pekerjaan saya ini atau bidang tugas saya ini sudah maksimal gak saya punya kompetensi untuk bisa mengerjakannya. Heeh. Tapi sobat ASN yang hebat pasti dia akan selalu bertanya kepada dirinya, "Ya, kalau tugas saya seperti ini, kompetensi apa yang saya butuhkan untuk bisa melaksanakan tugas ini dengan baik?" Terus dia kemudian mengevaluasi dirinya sendiri. Oh, ternyata saya itu saya masih kurang di sini. Ininya alhamdulillah sudah baik. Yang ininya masih perlu dikembangkan lagi. Ini yang kemudian akan mempengaruhi bagaimana dia memiliki rasa ingin tahu yang besar. Ya. Ya. Katakanlah misalnya ya untuk mendukung pekerjanya dia butuh tambahan ee skill yang seperti ini. He ternyata itu dia belum miliki. Nah, dengan dia menyadari bahwa dia belum miliki itu ternyata berdampak mempengaruhi rasa ingin tahunya. Wah, ini saya harus saya harus tahu ini. Saya harus cari ke mana saya belajarnya. saya harus bertanya kepada siapa ini, saya harus belajar di lembaga mana ini untuk cari itu. Jadi ada dorongan untuk memenuhi itu. Jadi curiosity-nya rasa ingin tahunya muncul. Nah, kemudian yang kedua yang tadi itu resilience ya. Dia harus memiliki ketangguhan karena belajar ini kan juga mohon maaf ya ada tantangannya juga minimal kita bersedia untuk menginfest waktu. Bahkan mungkin dalam belajar itu butuh investasi biaya ya. ya dan sebagainya. Ee mungkin harus korban perasaan juga, Mas. Kadang-kadang kita belajar mungkin ah waktunya kita istirahat tapi masih ada tuntutan untuk harus belajar. Ya, kita harus tanda kutip korban perasaan. Kadang-kadang kita sudah belajar masih apa yang kita lakukan juga tidak dihargai gitu loh. Makanya salah satu yang mungkin perlu diperhatikan di sini agar ekosistem pembelajaran itu bisa terbangun ya kita juga harus memikirkan apa yang dilakukan oleh para ASN pembelajar harus di harus ada kompensasi tanda kutip untuk hal yang bisa juga dirasakan sebagai sebuah kebermaknaan kebermanfaatan bagi mereka yang sedang belajar. Di dalam teori pendidikan itu disebut dengan law of effect. hukum belajar akibat ya. Apa maksudnya itu hukum belajar akibat? Mereka akan semakin termotivasi untuk belajar kalau mereka merasakan apa akibat atau apa manfaat yang akan diperoleh setelah dia belajar. Ya, katakanlah misalnya ASN yang aktif mengikuti webinar dapat presertifikat berapa nilai JP-nya. Nanti di akhir periode mungkin satu kali dalam 6 bulan, satu kali dalam 1 tahun akan ada ee apa akan ada rekapitulasi nilai ya. Dan itu mungkin menjadi laporan bagi Ibu Gubernur, menjadi laporan bagi Pak Gubernur untuk melihat ini potret dari ASN-nya yang punya kesungguhan untuk belajar sehingga ada reward ya. ada perlakuan yang diberikan untuk membuat ASN tersebut merasa bahwa apa yang saya pelajari itu bermakna, berarti, bermanfaat bagi saya ya. Nah, kalau tidak itu bisa mempengaruhi resiliensinya bisa berkurang, daya tahannya bisa turun ya. Oke, saya rasa gitu, Mas. Terima kasih. Thank you, Prof. Jufri. Berarti memang antar tiga sifat ini tidak bisa terpisah satu sama lain karena ini merupakan sebab akibat ya. Dan tadi untuk bisa mendorong apa namanya ASN yang mau untuk belajar salah satunya adalah harus perhatikan drivers-nya pakai skema e reward dan juga benefit seperti yang tadi Prof. Jufri bilang seperti itu. Iya. Reward and punishment juga ya. Sebaliknya juga ada punishment gitu ya. Baik Prof. Jufri ini ada Sobat SN yang tengah bergabung. Prof. Jufri untuk bertanya kami izin undang terlebih dahulu. Untuk sobatn-nya kami silakan Bapak bisa langsung saja open audionya kemudian diperkenalkan nama asal institusinya dan juga asal daerahnya. Silakan, Pak. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Salam sehat, Prof. Silakan, Pak. Ee izin memperkenalkan diri, nama saya Muhammad Toha dari Pusat Pelatihan Pegawai ASN Kementerian Desa Pembangunan dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Ee menarik, Prof. dari apa yang Prof. sampaikan tadi memang ee apa namanya ee belajar seharusnya memang jadi kebutuhan bagi semua ASN. Cuma memang kita harus ee yang kita ketahui juga bahwa ee budaya belajar ini bagi ASN ee seperti budaya baru, Prof. Jadi hal yang kadang-kadang kita di ASN ini sudah merasa ya saya kan sudah jadi ASN, sudah berada di zona nyaman. Sementara kita tahu untuk merubah budaya itu harus ada keinginan kuat terutama dari keinginan pribadi sendiri untuk apa terus berkembang. Tetapi di samping itu kan duk seperti yang Prof bilang tadi, dukungan ee pimpinan, dukungan organisasi juga diperlukan untuk ee menumbuhkan budaya itu. Kira-kira ee yang ingin kami sampai kami tanyakan kepada Prof. ee sebagai pribadi, apa yang harus kita bangun agar kita bisa menumbuhkan semangat belajar dan bisa mengajak teman-teman? Seperti yang Prof bilang tadi, belajar itu memang harus kolektif. Kalau ramai-ramai kayaknya enak gitu, tapi kalau sendiri kayaknya kesepian gitu. Kemudian yang kedua itu dari sisi pribadi. Kemudian yang kedua ee dari segi pimpinan dan organisasi. Kira-kira apa yang bisa dilakukan, apa yang harus seharusnya dilakukan oleh pimpinan dan organisasi untuk bisa terus menumbuhkan semangat belajar ASN di lingkungan kerjanya masing-masing. Mungkin itu, Prof. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Toha atas pertanyaannya. Mohon izin menginformasikan Pak Toha. Nanti bisa kirimkan juga nama dan data diri beserta nomor handphone yang bisa dihubungi ke tim admin kami untuk klaim hadiah. Silakan Prof. Jufri kami persilakan untuk menjawab pertanyaan dari Pak Toha. Oke. Baik Mas. Terima kasih banyak. Yang saya hormati salam kenal untuk Pak Muhammad Toha ya dari Kementerian ee Kementerian Desa dan apa Pak? Apa itu? Kementerian Pembangunan Daerah tertinggal apa tadi ya? Oh pembangunan desa tertinggal. Iya. Iya iya. Baik, baik. Terima kasih banyak, Pak. Saya pertama senang apresiasi yang Bapak sampaikan. Yang kedua, saya sepakat dengan apa yang Pak Toha sampaikan bahwa memang ee untuk membangun self awareness yang kuat pada setiap individu untuk belajar itu pasti berproses ya. kita melihat sendiri misalnya kalau kita masih belajar waktu kita melihat masa-masa di saat kita dulu sekolah ya baik itu di jenjang pendidikan dasar pendidikan menengah sampai kita perguruan tinggi kita amati dari kawan-kawan dekat kita sendiri juga itu sangat variatif dari ee kemauan dan cara mereka untuk belajar meningkatkan kompetensinya. ada yang kemauan belajarnya sangat tinggi ya, ada yang ee sedan-sedan saja tapi ada juga yang ee biasa saja dan bahkan ya istilahnya menggugurkan kewajiban gitu Pak ya. Ya, meskipun demikian ini tentu tidak menjadi jaminan bahwa kesuksesan itu selalu ditentukan oleh prestasi akademik. Ya, kita tentu sudah sangat sering membaca pandangan yang dikemukakan oleh Daniel Goldman terkait dengan kecerdasan emosional. ya, bahwa ternyata porsi kecerdasan emosional yang dapat mendorong seseorang bisa sukses di dunia kerja itu justru dinilai diberi porsi lebih besar sampai 80% ya dan akademik hanya sekitar 20% saja ya. Tapi itu juga motivasi buat kita. Nah, ee apa yang harus di apa yang harus dibangun secara pribadi untuk? Nah, tentu menurut saya ee kebiasaan belajar yang harus kita ciptakan hari ini ya tentu bukan lagi semata-mata belajar karena ingin dinilai lulus dari suatu proses proses pembelajaran tentu sudah lagi tatarannya tidak di situ. Nah, di di pikiran saya dan seperti ini yang saya kira sekarang ini sedang di sedang didorong dikembangkan oleh LAN melalui kegiatan pembelajaran ASN dengan membentuk ekosistem pembelajaran adalah ee seharusnya setiap ASN, setiap pribadi memetakkan apa yang menjadi ee tanggung jawab dalam bidang pekerjaannya. Ya, bahasa kita dulu mungkin ada uraian tugas atau job des gitu, Pak ya. Jobesk description. Nah, dari situ tentu kita akan buat e turunannya kompetensi apa yang dibutuhkan untuk bisa menyelesaikan tugas atau pekerjaan ini dengan baik. Lalu, pertanyaan berikutnya, untuk bisa mendorong atau ee membuat kompetensi itu bisa tercapai itu kita akan melakukan dengan cara apa gitu, Pak? Ya, jadi ee tergantung dengan posisi kita. Misalnya ini kalau yang bersangkutan mendapat amanah sebagai posisi dalam hal jabatan manajerial. Nah, tentu ada persyaratan-persyaratan yang harus mereka penuhi baik itu persyaratan yang berkaitan dengan kemampuan manajerialnya, kemampuan teknis, kemampuan sosiokultural dan sebagainya. Nah, lalu kemudian di situ dia bisa petakan untuk saya bisa mendapatkan kompetensi itu, saya harus membangun kompetensi saya itu dengan cara belajar seperti apa. Oh, ini ternyata saya harus ikut pelatihan yang dilakukan oleh BPSDM atau oleh LAN dan seterusnya. Jadi harus dipetakan begitu. misalnya dia merasakan bahwa untuk jabatan atau tugas yang dilakukan itu butuh skill tentang public speaking contohnya. Nah, tentu dia harus membangun kesadaran pada dirinya secara mandiri untuk bisa membuat diri saya itu punya kemampuan atau ee keterampilan dalam bidang eh public speaking. Ya, tentu saya harus belajar. Kalau di kantor saya tidak tersedia anggaran untuk ikut ikut untuk ikut ee kursus misalnya atau ee ikut pelatihan, ya saya yang harus membuat perencanaan untuk diri saya. Kalau saya tidak bisa ikut langsung dalam bentuk ee kegiatan yang sifatnya offline, ya saya bisa masuk di LMS-nya LAN misalnya belajar di situ tentang public speaking atau mungkin yang paling sederhana kita bisa belajar sendiri menggunakan ee fasilitas yang ada di YouTube atau mungkin di ee media-media yang lainnya. Jadi kesadaran seperti itu tentu kita tidak perlu harus menunggu arahan dari pimpinan, tidak perlu harus ee mendapat surat tugas untuk mengikuti pelatihan. Bagi saya ini adalah sebuah tanggung jawab pribadi yang harus kita dorong. Kenapa? Karena kebutuhan untuk menjadi seorang karyawan yang memiliki skill sebagai public speaker. Kalau pekerjaan kita sebagai ee yang membutuhkan public speaker misalnya, itu kebutuhan saya. Maka saya tidak perlu menunggu perintah, saya tidak perlu menunggu diberikan tugas, tapi saya akan berusaha untuk bisa meng-upgrade kemampuan ee apa? publish speaking saya dengan cara yang boleh saya pilih. Kira-kira gitu, Pak. Jadi harus ada self awareness, kesadaran dari diri masing-masing untuk bisa memenuhi tuntutan kompetensi yang diperlukan untuk jabatan atau untuk tugas yang menjadi tanggung jawab kita. Itu yang pertama. Nah, terus yang kedua ee saya setuju bahwa memang untuk bisa membuat sebuah organisasi yang di dalamnya memiliki kegemaran, kesenangan untuk mau belajar ya yang disebut oleh Peter Sengge itu sebagai e learning organization, organisasi pembelajar ya, itu memang sangat dibutuhkan ee sosok ya kehadiran sosok pemimpin di dalam organisasi ya. Kalau pemimpinnya sendiri sudah menunjukkan komitmen yang besar, komitmen yang kuat untuk bisa membawa organisasi itu sebagai organisasi pembelajar, maka pasti orang-orang yang ada di dalamnya, komunitas yang ada di dalamnya juga pasti akan ikut, Pak. Tapi kalau misalnya ee karyawannya didorong tetapi pimpinannya mohon maaf tidak menunjukkan ee apa effort yang sangat nyata untuk dilihat oleh para stafnya bahwa dia juga belajar itu pasti akan berdampak kurang baik. Staf-stafnya ini pasti belajar itu hanya karena terpaksa, mungkin karena ada atasan di situ sehingga dia mau menunjukkan bahwa dia hadir dalam proses belajar ya. Nah, tentu bukan ini yang kita harapkan. Bukan ini yang kita harapkan. Nah, tapi peranan sebagai seorang pemimpin dan bahkan dukungan organisasi ya misalnya dengan ee organisasi kita di kantor itu tentu misalnya menyiapkan ee layanan internet yang memadai supaya ee karyawan itu bisa akses internet untuk belajar dengan ee berbagai pilihan kapanpun di mana pun itu bisa terjadi. Jadi organisasi punya tanggung jawab untuk mengalokasikan anggaran ya untuk bisa membuat organisasi itu memang menjadi ruang tempat yang memungkinkan seluruh ASN untuk bisa belajar dengan baik. Dia bisa memilih cara dan bisa memilih metode dan bisa memilih pendekatan yang akan digunakan dalam belajar. Jadi intinya sepakat Pak Toha insyaallah pimpinan sangat berperan untuk mendorong organisasi pembelajaran itu bisa terbentuk dan organisasi punya tanggung jawab untuk tanda kutip menyiapkan berbagai fasilitas pendukung yang dibutuhkan bagi tumbuhnya ya dan ee tingginya semangat belajar yang dimiliki oleh para staf. Dan akhirnya lama-kelamaan akan semakin terbentuk satu ekosistem belajar yang kuat. bahkan bukan hanya di dalam organisasinya, tapi juga sudah bisa menciptakan pola pembelajaran yang kolaboratif dengan ee bermitra baik itu lembaga-lembaga di luar kantor, lembaga pemerintah, nonpemerintah dan sebagainya. Saya kira seperti itu. Demikian, Pak Toha. Semoga berkenan. Terima kasih. Saya kembalikan ke Mas Pak Toha. Terima kasih. Salam hormat saya buat Pak ee siapa? Ada stafnya Bapak, bosnya Bapak di situ yang sama-sama belajar kami kemarin di Pak Hasrul, Pak. Oh, Pak Hasrul Edar, Pak. Kepala Biro kita di Biro SDM, Pak Has. Titip salam, Pak. Pak Has siap, Pak? Jago sekali. Jago sekali pantun itu, Pak. Siap. Guru pantun kami dias. Siap. Siap. Siap. Terima kasih, Pak Toi, Pak. Pak, terima kasih. Makasih, Prof. Selamat melanjutkan tugal, Pak. Nggih, Pak. Makasih. Ya, menarik sekali ya. Sedikit menyimpulkan tadi pertanyaan dari dua yang disampaikan oleh Pak Toha. Yang pertama, kita harus tahu dulu jabatan kita ini membutuhkan kompetensi apa saja, baik yang current competencies ataupun future competencies-nya. Nanti kita asses kita ada di level mana. Kalau misalnya gap-nya masih terlalu jauh, kita buat individual development plan-nya, rencana belajarnya. Dan yang kedua tadi pimpinan itu adalah cermin. Kalau misalnya pengin membentuk budaya belajar yang kolektif, ya pimpinannya juga harus mencerminkan semangat belajar tersebut. Dan yang terpenting adalah bagaimana organisasi atau entitas ini bisa menyiapkan infrastruktur dan kontennya yang bersifat adaptif dan juga inklusif. Prof. Jufri sekali lagi terima kasih sudah memberikan banyak sekali insight yang sangat menarik sekali di sesi pertama kali ini. Barangkali sebelum diakhiri ada closing statement yang ingin disampaikan Prof. Jufri kepada Sobat ASN di seluruh Indonesia I. Baik, Mas. Terima kasih banyak. Ee ASN ee apa, Sobat ASN yang luar biasa. Kita ee pertama harus bersyukur bahwa kita telah terpilih sekian apa menjadi ee apa menjadi orang-orang terpilih yang berada di dalam ee tugas sebagai ASN. Ya, betapa banyak masyarakat kita yang tentu juga bercita-cita berharap untuk bisa menjadi bagian dari ASN ya. mohon maaf. Kita lihatlah misalnya bagaimana animo yang terjadi pada masyarakat kita untuk P3K termasuk P3 Par waktu ya. Jadi maksudnya gini, ketika kita sudah ee terpilih untuk menjadi ASN, maka ini harus menjadi sesuatu yang ee dinikmati, dirasakan, dan disyukuri. Nah, cara kita untuk mensyukuri itu adalah terus memahami sejauh mana kompetensi diri kita saat ini dan masih membutuhkan kompetensi tambahan apaagi untuk bisa membuat diri kita sebagai ASN itu mampu melaksanakan tugas kita dengan baik. ya. Nah, dengan pertanyaan ini tentu berharap bahwa ASN akan terus meningkatkan kompetensinya, akan terus mencari cara-cara yang lebih produktif, cara-cara yang lebih aktif untuk membuat kompetensi dirinya terus melejit, terus meleegit sehingga posisi kita akan semakin berkelas dan sebagai ASN kita bisa menjalankan tugas-tugas kita dengan baik, profesional termasuk dapat memberikan berikan pelayanan-pelayanan yang lebih eksellen untuk masyarakat yang membutuhkan pelayanan kita. Insyaallah dengan demikian ASN akan menjadi ASN yang tangguh, ASN yang profesional. Nah, saya juga menawarkan mohon maaf salah satu yang kemarin ketika saya belajar bersama-sama dengan Pak Kaban, saya mendorong salah satu eh proyek perubahan saya itu namanya eh work Learning. Workplace Learning. belajar di tempat kerja. Nah, ini kami siasati sebagai salah satu cara untuk melakukan efisiensi karena tidak lagi memberi ruang besar bagi kami untuk melakukan pelatihan model klasikal sehingga kami lebih banyak ee menjemput bola kami yang mendatangi teman-teman para ASN di setiap OPD-nya sehingga di sana akan dapat kami berdialog dengan mereka apa yang menjadi kebutuhan di setiap OPD dengan karakteristik yang berbeda. Dari sanalah kami kemudian membantu untuk merancang kegiatan pembelajaran yang dibutuhkan. Dan pembelajaran ini akan sangat berjalan dinamis karena mereka tidak perlu meninggalkan tempat kerja. Mereka justru belajar dengan konteks pembelajaran yang sesuai dengan ee bidang kerja masing-masing dan bahkan mereka boleh memilih waktu dan ee cara yang akan mereka gunakan untuk belajar. Di antara mereka pun juga akan menjadi ee eksert dan dari ert ini akan menjadi teman sebaya. yang akan menjadi tutor-tutor pembelajaran bagi kawan-kawan sejawat. Nah, dengan demikian kita sangat berharap ekosistem pembelajaran akan terbangun dan ee dengan ekosistem pembelajaran ternyata Mas menurut yang saya pahami dalam psikologi PAL ya, orang yang suka belajar itu akan semakin membuat saraf-saraf yang ada di otaknya akan selalu terkoneksi dengan sangat sempurna sehingga ee tingkat kecerdasannya akan semakin bertambah. Dan orang-orang yang suka belajar ternyata juga bisa awet muda. Awet muda kenapa? Karena tidak berhenti berpikir, tidak berhenti untuk terus mencari cara-cara yang bisa membuat dirinya itu ee lebih baik lagi. Jadi, salah satu obat awet mudah adalah belajarlah tanpa sendi. Yes. Saya rasa saya rasa demikian terusar. Terima kasih banyak untuk seluruh untuk seluruh ee sobat ASN di seluruh Indonesia. Terima kasih banyak. Eh saya juga berterima kasih sekali lagi kepada Pak Kaban, saudara saya, sahbat saya yang luar biasa, Pak Dr. Ramli Ramlianto. Terima kasih juga untuk eh narasumber yang Ibu Dr. Uswatun Hasanah dan Ibu Dr. Dewi. Semoga kita bisa berjumpa lagi nanti secara langsung ya, sehingga kita bisa bertukar informasi dan saling belajar. Terima kasih. Mohon maaf kalau ada yang kurang berkenan. Terima kasih, Mas. Saya boleh izin setelah ini saya akan ee melayat itu ada sahabat karim, orang tua kami yang e berduka hari ini. Mungkin saya ingin melayat dulu. Terima kasih banyak, mohon maaf. Semoga bermanfaat kalau ada yang benar dari Allah Subhanahu wa taala. Kalau ada yang keliru, pasti karena keterbatasan saya. Demikian ee mohon maaf sampai berjumpa lagi. Terima kasih Prof.fik wal hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Prof. Jufri. Salam sehat selalu. Kita bertemu lagi di event-event selanjutnya. Sobat ASN jangan ke mana-mana. Kita masih akan ada dua narasumber yang menarik. Tetap di webinar ASN belajar seri 37 tahun 2025. [Musik] Ya, Anda kembali lagi menyaksikan webinar ASN Belajar seri 37 membangun ekosistem belajar ASN dari individu pembelajar ke organisasi unggul. Kali ini di materi kedua kita akan bertemu dengan narasumber spesial dari Kepala BPSDM Provinsi Jawa Tengah Ibu Dr. Uswatun Hasanah, S.Pd., M.Pd. [Musik] Pagi menuju siang, Bu Uswatun Hasanah. Pagi menuju siang. Selamat pagi, Mas Lukman. Selamat pagi, Prof. Jufri. Saya berarti kategori dalam yang senang belajar. Biar awet muda, biar awet cantik begitu ya. Alhamdulillah. Terbukti dari baju yang membahagiakan itu ya. Terbukti dari baju yang dipakai. Bu Swat Hasana sangat cerah sekali. Gimana kabarnya, Bu? Kabar baik? Alhamdulillah baik. Hari ini saya sampai belajar ke Jawa Tengah loh itu. Iya kita tunggu kan pas saya belum ada itu ya. Baik Bu Uswatun Hasana tadi kita sudah menyimak dari paparan Prof. Jufri sangat menarik sekali terkait bagaimana individu pembelajar di ASN ini bisa membentuk budaya belajar kolektif sehingga multiplayer effect-nya adalah world class birokrasi di tahun 2045. Kali ini kita mau mendengarkan insight dari Bu Suatun Hasanah. Apa saja sih yang perlu kita lakukan untuk membentuk budaya belajar ekosistem yang baik di lingkungan ASN. Nanti selanjutnya kita akan masuk ke sesi tanya jawab. Silakan Bu Uswatun Hasanah menyampaikan materinya. Terima kasih. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih waktunya Mas Lukman Ali. Yang saya hormati senior-senior saya semuanya ini ya. Karena saya baru ini ya. Yang saya hormati Dr. Ramlianto, SPMP, Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Timur yang luar biasa, yang saya hormati. Ini yang statement terakhir yang membahagiakan saya, Prof. Dr. Muhammad Jufri. Terima kasih, Prof. Semoga suatu saat bisa bersemuka ya dalam momentum yang sama-sama memikirkan terkait dengan ee peningkatan ASN di Indonesia tentunya. Kemudian yang sangat cantik sekali hari ini kita warnanya sama ya Bu ya. Hampir ungu-ungu semuanya gitu ya. Ini muda-muda semuanya kita suka belajar gitu ya. Ibu Dranda Nina MAP dari ee Kalimantan Timur ya. dari Kalimantan Timur, Kepala BBSDMD Kalimantan Timur dan tentu seluruh ee teman-teman peserta ee seminar dengan judul Membangun ekosistem belajar ASN dari individu pembelajar ke organisasi unggul. Ini saya mau sharing sebatas ee pemahaman saya, kemampuan saya. Ee saya di BPSDM sejak tanggal 7 Mei tahun 2000. 25. Tentu saya harus banyak belajar dari senior-senior semua dan semoga kehadiran saya ee sedikit memberikan warna untuk BBSDM ee provinsi-provinsi yang lain sehingga kita bisa benar-benar membangun sinergi. Izin saya share screen sendiri saja ya, Mas. biar mudah dalam mengendalikan nih. Nanti kalau waktunya kelewatan saya langsung di kode saja karena biasanya senang sekali ngomong nih. Ya bisa digeser ya. sini. Apakah kelihatan, Mas? Terlihat, Ibu. Oke, terima kasih. Ee saya mengambil judul ASN pembelajar organisasi unggul. Ya, jadi ASN pembelajar-pembelajar ini dari PE ya. PE ini berarti mengacu pada sebuah karakter. ASN yang gemar belajar, pembelajar sudah menjadi sebuah karakter. Apabila ASN-nya ini menjadi seorang pembelajar, maka side effect-nya tentu saja organisasinya akan unggul. Nah, bagaimana ASN pembelajar dan organisasi ini unggul dihadirkan melalui Jateng Corporate untuk eh Jateng Corporate University untuk membentuk ekosistem pembelajar seperti apa yang disampaikan dari Prof. Dr. Muhammad Jufri tadi yang saya ee dengar terakhir tadi. Bapak, Ibu yang kami hormati, ini sedikit saya menyampaikan kurikulum VIT saya. Jadi, saya Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, tapi saya kelahiran Ngawi ini ya. Ngawi diekspor ke Jawa Tengah. Saya lahir di Ngawi 30 Juli tahun 1976. Dan karir terbatas saya seperti yang saya sampaikan di sini sebelum di BPSDM saya adalah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah. Bapak Ibu yang kami hormati, outline yang akan kita sampaikan kaitan dengan lingkungan strategis. bagaimana lingkungan strategis itu bisa menangkap program nasional, kemudian juga menangkap mandatori organisasi pembelajar dan bagaimana sih organisasi pembelajar itu direpresentasikan dalam pembelajaran yang terintegrasi dan terus melakukan akselerasi pengembangan kompetensi di Jawa Tengah. Ibu, Bapak yang kami hormati, perubahan dunia ini sangatlah cepat dan tentu menjadi sebuah tantangan besar bagi birokrasi kita saat ini. Yusuf Yuswo Hadi ya, Yuswo Hadi dalam bukunya Entrepreneur ini menyampaikan kaitan dengan triple disruption atau domino effect di mana ada pandemic disruption, kemudian digital disruption, kemudian juga milenial disruption. Kemarin kita menghadiri undangan seminar nasional yang langsung disampaikan materi daging semua oleh Pak Kalan. Ya, Bapak, Ibu mungkin kemarin juga hadir dan menyimak bahwasanya terkait dengan tantangan birokrasi milenial, terkait dengan disrupsi yang terjadi saat ini, utamanya disrupsi digital karena kemarin temanya terkait dengan digital. budaya organisasi ini jangan hanya menjadi sebagai sebuah regulasi ya, tetapi benar-benar ini menjadi sebuah tantangan di antara era efisiensi saat ini. Dan untuk menuju ke sana beliau menyarankan ada kolaborasi-kolaborasi sehingga tidak ada skat antara pusat, daerah, pemerintah, swasta, dan antar instansi. Dan kegiatan hari ini menjadi salah satu representasi kolaborasi antar daerah. Maka saya mengucapkan terima kasih untuk pemerintah provinsi Jawa Timur yang sudah menggandeng pemerintah provinsi Jawa Tengah dalam hal ini adalah BPSDMD Provinsi Jawa Tengah. Ibu, Bapak yang kami hormati, terkait dengan tiga tantangan birokrasi milenial saat ini, tentu ini tidak bisa transformasi ini pelan-pelan, tetapi benar-benar harus dilakukan sebuah akselerasi karena sistemnya sudah berubah. Apalagi adanya ya hadirnya generasi Y dan Z yang membawa kultur dan nilai-nilai yang gaya bekerjanya itu berbeda dengan generasi kita ya. Gaya bekerjanya itu berbeda. Nah, dikuatkan kembali dari sebuah buku yang ditulis dari Renat Kasali, seorang guru besar UI bahwa ditegaskan praktis hampir semua sektor itu terdisrupsi. dengan kehadiran inovasi yang disruptif. Ya, if di sini adalah sebuah sifat ya, inovasi ini ya ini disruptif khususnya teknologi digital sehingga tubuh organisasi saat ini butuh disruptor. Dari mulai ya semua organisasi terdisrupsi, butuh inovasi yang disruptif ya, yang cepat tentu saja yang bisa segera menyesuaikan ya, maka butuh disruptor. Siapa yang menjadi disruptor? Siapa yang menjadi agen perubahan? Tentu yang menjadi agen perubahan di sini adalah ASN. Ya, agen perubahan di sini bukan agen perubahan yang hanya stuck pada satu fase saja ketika terjadi satu fase disrupsi, tetapi benar-benar agen perubahan disruptor yang dia adaptif pada setiap kondisi ya, sehingga bisa menyesuaikan dalam segala tantangan dan kondisi yang dihadapi saat ini. Tidak terkecuali tentu saja terkait dengan birokrasi publik. Ibu, Bapak yang kami hormati, menyitir data yang kemarin juga sempat disampaikan Pak Kalan bahwa jumlah ASN yang ada di Indonesia ini R5.221.000. Kalau di Jawa Tengah itu 49.000 ASN ya, baik PNS maupun P3K. Tentu provinsi-provinsi yang lain pun juga menghadapi dinamika yang sama. Bapak, Ibu, dengan jumlah ASN yang begitu besar, tentu ini menjadi tantangan yang mengasikkan. Saya menggunakan sebuah kata mengasikkan karena diksi itu mempengaruhi motivasi. Ketika kita mengatakan itu berat, ya berat ya, maka di dalamnya akan menghambat bagaimana inovasi kita akan bergerak. Ini menjadi sebuah tantangan yang menyenangkan. Akan menjadi sebuah trigger bagi kita. Bagaimana sih kita benar-benar bisa menghadirkan karakter ASN pembelajar yang efeknya nanti ada pada organisasi yang unggul? Ini data-data saja saya kira tidak perlu saya sampaikan secara detail. Ini melengkapi Bapak Ibu. Nah, kembali lagi bahwa birokrasi publik ini menjadi salah satu hal yang harus segera kita tangkap agar tuntutan ya harapan adanya perubahan budaya kerja, perubahan budaya belajar ini segera diadaptasikan. Apalagi kita akan menghadapi Indonesia Emas 2045 tidak hanya sebagai sebuah jargon saja ya. Tidak hanya sebagai sebuah jargon saja. siap menyongsong dengan sebuah statement saja, tetapi harus ada langkah strategis, langkah praktis, langkah akurat di mana smart ASN yang di dalamnya ada nasionalisme, integritasnya, hospitality, networking, teknologi informasi, kemampuan berbahasa asing yang sebenarnya sudah mulai di-move sejak tahun 2013. Kemudian juga entrepreneurship ya. Bahkan Menpen pun juga sudah menyampaikan ASN itu harus memiliki jiwa entrepreneur. Karena apa? ketika memiliki jiwa entrepreneur, maka di situ sebuah tumpukan-tumpukan, piramida-piramida inovasi akan muncul dari ee ASN-ASN yang memiliki jiwa entrepreneur. didukung pula kemarin juga sudah disampaikan oleh Pak Kalan juga kemudian dari Bu Erna juga menyampaikan jika teman-teman kemarin menyimak saya hadir secara pribadi kemarin di Jakarta bahwa semua saat ini semua regulasi itu mendorong terwujudnya ASN pembelajar dan organisasi pembelajar melalui entitas korpu. Bapak, Ibu, saya akan selalu membawa Korpu karena ini menjadi bagian penting yang harus benar-benar menjadi rumah utama kita dalam bekerja. Nah, regulasi yang pertama dari Undang-Undang Nomor 20 bahwa di situ tertulis setiap ASN itu wajib belajar dengan kuota pembelajaran tahunan. Itu minimal tentu saja ya. Dan tentu diharapkan ini harus ada sebuah ee ketika karakter pembelajar itu muncul enggak hanya menggugurkan kewajiban saja. Kemudian pada PP 11 tahun 2017 ini peraturan turunannya mengatur bahwa profesi serta kualifikasi kompetensi ASN. Artinya di situ dari sisi kompetensi menjadi sebuah tantangan tertentu. Kemudian dari Menpan RB juga mempertegas pentingnya kualifikasi dan standar kompetensi bagi tiap jabatan. Dikuatkan lagi dengan perelan nomor 10 tahun 2025 ada banyak sekali ternyata lebih dari 21 varian kalau enggak salah ya pengembangan kompetensi yang fleksibel ya. Kemudian juga ee kemarin disampaikan saat ini ASNASN kita ya itu lebih banyak menyerbu kegiatan-kegiatan yang tidak berbayar ya. lebih banyak yang tidak berbayar. Maka kita berlomba-lomba bagaimana kita bisa menjaring ya peningkatan kompetensi ASN agar selalu muncul mentality pembelajar yaitu dengan kegiatan-kegiatan yang bisa diikuti. Baik yang berbasis anggaran, ada pula yang self development. Bahkan kemarin sudah disampaikan juga oleh Pak Kalan ya, MOOC saat ini menjadi bagian yang sangat penting ya, moda yang bisa digunakan. Dikuatkan lagi dengan Perlan nomor 6 tahun 2023 ini mengarahkan pembelajaran ASN terintegrasi melalui corpu. Nah, clue pada terintegrasi pada korpu ini menjadi sebuah rumah yang sangat nyaman bagi kita dalam bekerja, utamanya dalam menciptakan ASN pembelajar sehingga organisasi unggul. Ibu, Bapak, perspektif Bangkom terkini dari Pasal 49 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 ini saya beri warna kuning ya. Saya beri warna kuning di situ terangkai ya. Setiap pegawai ASN wajib mengikuti pembelajaran secara terus-menerus. Jadi pembelajar sepanjang hayat. Kemudian sistem pembelajarannya diharapkan terintegrasi. terintegrasi sistemnya, terintegrasi dengan pekerjaannya, ya. Kemudian juga sebagai hal yang sangat penting yaitu terkait dengan komponen manajemen ASN dan terhubung dengan pegawai ASN lintas instansi pemerintah maupun dengan pihak terkait. Salah satunya adalah pada kesempatan kali ini konklusinya adalah kewajiban bagi PNS dan P3K berbasis kemandirian. Kemudian metode 10 20 70 yang pasti sudah diterapkan dan yang tak kalah penting adalah kehadiran kita. Kehadiran pimpinan ya, gubernur ya, Walikota, kemudian juga bupati ini yang di kabupaten kota ya. Kemudian kalau di BPSDM tentu kehadiran kita ketika benar-benar membawa arah perubahan pada BBSDM ini bukan sesuatu yang bersifat rutin saja, tetapi bagaimana menghadirkan sebuah inovasi untuk menuju pada ee tujuan yang lebih besar lagi. Ibu, Bapak yang kami hormati. Terkait dengan komponen organisasi pembelajar, Peter MS pernah menyampaikan dalam bukunya bahwa kita itu harus dalam satu ee siklus ya, satu siklus yang terus-menerus kita melakukan pembenahan mulai dari memiliki misi bersama, kemudian bagaimana kita mampu berpikir secara sistem, tidak secara parsial. Nah, memikirkan sistem itu tentu membutuhkan sebuah keahlian. Keahlian di masing-masing personal. Yang ini dikolaborasikan. Kolaborasi dalam bentuk belajar tim. Akhirnya muncullah yang namanya model mental. Nah, ini menjadi siklus yang harapannya terus berputar seperti itu. untuk menuju pada semuanya. Ibu Bapak yang kami hormati, maka entitas kegiatan Bangkom untuk ASN Provinsi Jawa Tengah ini menjadi bagian yang berperan penting dan sangat strategis untuk ee apa ya membangun ee sarana strategis mendukung pencapaian tujuan pembangunan daerah. Tekline di Jawa Tengah dari Pak Gubernur adalah ngopeni ngelakoni. Mungkin kalau Jawa Timur tahu, tapi yang luar Jawa ngopeni itu merawat ya. Ngelakoni itu menjalani. Jadi dirawat dan dijalani. Tidak hanya janji-janji saja. Maka dalam penanganan isu-isu strategis yang ada di Jawa Tengah, proses pembelajaran tematik dan integrasi, saat ini kita sedang bergerak menuju ke sana. mulai dari LS-nya atau learning systemnya sampai pada learning organisasi. Tentu hal ini menjadi proses yang tidak cepat tetapi bisa dilakukan sebuah akselerasi ya panjang itu ada dalam asumsi. Tetapi ketika kita membuat timeline ya kita benar-benar membedah program kegiatan di masing-masing bidang kita visioner ya maka tidak ada yang tidak mungkin dari learning system itu nanti akan membentuk sebuah learning organisasi terpenuhi hak bangkom semua aparatur ada perbaikan di dalamnya dan transformasi organisasi tentu ini menjadi hal yang berkelanjutan ini memudahkan juga apalagi bagi BBSDM ya, bagaimana men-support ASN-ASN yang kompeten. ASNASN yang tidak hanya duduk di belakang meja mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rutin saja, tapi benar-benar menjadi sebuah sistem yang selalu memiliki rasa ingin tahu dan selalu memiliki karakter pembelajar sepanjang hayat. Ibu, Bapak yang kami hormati. Kami tentu saat ini semakin menguatkan kembali jejaring kita baik dengan Kemendagri, LAN, kementerian-kementerian serta lembaga yang lain. Kemudian dengan ee pihak swasta juga, kemudian dengan mitra Bangkom, lintas OPD ya, pasar retret itu kita semakin menguatkan kembali jejaring kita, menguatkan kita dari dalam maupun dari luar. Dan tentu itu muaranya ada bagaimana membangun learning organisasi di mana input yang ada di dalamnya adalah mendukung pada visi organisasi. Banyak hal ya mulai dari merdeka belajar, budaya belajar, sinau bareng, belajar lalu mengajar. Tadi sudah diit sedikit dari ee Prof. Zufri di akhir-akhir tadi menjadi tutorial teman sebaya. ini keren sekali ya dan insyaallah itu masih berkelanjutan ya karena tidak akan habis ilmu ketika kita bagi ya. Jadi tidak ada lagi yang namanya sekarang pelit ilmu ya. Makin sering kita berbagi makin banyak ilmu yang ee didapatkan. Oleh karena itu, Ibu Bapak yang kami hormati, strategi Jateng Corporate University dalam pengembangan kompetensi ASN ini menjadi alat ya yang kita gunakan untuk benar-benar mewujudkan learning system dan learning organisasi. Dan ini selalu dalam sebuah pemantauan evaluasi berkelanjutan. Kondisi realitas saya kira ini semuanya sama ya di semua provinsi. ada efisiensi ya, anggaran terbatas, waktu juga terbatas, SDM-nya kurang. Jadi hari ini Bapak Ibu ee saya mengagendakan ada kegiatan-kegiatan pembinaan di masing-masing bidang. Apa yang menjadi keluh kesahnya, tantangannya apa, kemudian juga inovasi apa yang akan dilakukan ini dengan metode tirta ya, pendekatan-pendekatan yang kita lakukan pada lembaga kita ya. Nah, kemudian ternyata ya keterbatasan anggaran SDM-nya terbatas itu justru ya saya mencoba menghighlight yang disampaikan Pak Kal kemarin ini justru menjadi tantangan kita untuk bisa melakukan sebuah inovasi maka teknologi ini menjadi salah satu strategi untuk bisa menyelesaikan semuanya ya. Nah, perubahannya apa? Dimulai dari pemanfaatan teknologi yang dulu konvensional. Ah, kalau enggak bertemu secara langsung rasanya kok enggak mantap gitu ya. Sekarang kita sudah terbiasa disrupsi teknologi itu kita sudah terbiasa semuanya berbasis teknologi termasuk pertemuan kita saat ini. Kemudian metode yang klasikal ini sudah bergeser ke blended atau full virtual ya. Kemudian anggaran yang dulu inefisiensi sekarang lebih efisien lagi jumlah peserta ya. bisa lihat postingan-postingan di grup ya. Itu ternyata dari jumlah peserta yang targetnya 600 bisa 23.000. Sekarang unlimited, jumlahnya sangat besar. Waktu dulu harus on schedule, sekarang fleksibel, adaptif. Adaptif pada apa? Ya, kondisi ASN ya. kita juga lebih mudah memantau tentu dengan range waktu tertentu. Nah, sarpras dulu harus bergantian ya karena sarasnya terbatas ya. Bahkan di BBSDM dengan lima gunungnya ya, lima wismananya ya ini kapasitas kita saat ini pun juga terbatas. Untung banyak kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan secara blended learning maupun virtual. Tentu ketika modanya ini diganti, surprus yang dibutuhkan ini lebih adaptif lagi dan bisa ee digunakan sesuai dengan kebutuhan yang tidak bisa diganti dengan virtual. Hasilnya kalau dulu yang dilatih ya hanya 40 40 gitu ya. Nah, misalnya nih kita mau ada yang di kegiatan bidang tiga ya untuk pengawas ya, peningkatan kompetensi ASN yang pengawas ya. Jadi hanya bisa 30 ya kalau bersemuka. Tetapi ternyata ketika kita melaksanakan secara virtual, semua pengawas sekolah saat ini bisa dilaksanakan bersamaan. Artinya di sini adalah tidak terbatas. Ibu, Bapak yang kami hormati, inovasi pembelajaran berbasis korpu ini menjadi sebuah ee hal yang harus dibiasakan ya. Untuk menjadi sebuah kebiasaan itu butuh pembiasaan. Tentu di BPSDM yang lain pun juga sudah menerapkan bagaimana formal learning 10% ini sudah dilaksanakan. Kemudian dikuatkan lagi ditambah pada social learning agar tanggung jawab ini menjadi benar-benar tanggung jawab bersama ya. Ini menjadi tanggung jawab OPD untuk melaksanakan social learning dan tentu akan lebih optimal lagi ketika 70% yaitu pada experiental learning ya. baik mulai on eh the job training, kemudian proyek-proyek nyata, program magang, workshop. Karena ilmu yang sebenarnya adalah ketika kita experiental learning. Ibu, Bapak yang kami hormati, tentu untuk menuju pada semuanya butuh kolaborasi ya, butuh kerja bareng ya, dan kolaborasi untuk mendapatkan impact yang lebih besar ini tentu BPSDMD Provinsi Jawa Tengah mengembangkan kolaborasi dan integrasi secara multielik dan itu ada pada proses bisnisnya Bangkom sehingga di awal sudah dilakukan identifikasinya seperti apa. Kemudian setelah teridentifikasi dilakukan perencanaan kegiatannya dilaksanakan dan tentu di bidang satu terus melakukan sebuah evaluasi. Setelah itu baru yang berikutnya adalah bagaimana mengembangkan metode pembelajaran berbasis teknologi. Karena pun seperti sudah kita sampaikan di awal tadi, saat ini teknologi terus berkembang. Kita tidak bisa mengatakan saya adalah pakarnya IT ketika ilmu kita hanya berhenti pada satu inovasi saja. AI pun ya, AI pun. Nah, sekarang bahasa bakunya itu adalah KA ya, kecerdasan artifisial ya. Itu pun saat ini sudah terdisrupsi juga ya. Bagaimana kita bisa adaptif ya sehingga kita memiliki mental mampu untuk menggunakan beragam tool itu untuk belajar penuh dengan kecermatan dan kehati-hatian. Dan tentu semuanya harus diukur dampak pada pembelajaran. Mengapa harus diukur? Bapak, Ibu, tentu ini untuk memastikan bahwa pembelajaran itu benar-benar berhasil mengembangkan kompetensi peserta dan ini sebuah ee mata rantai yang dibutuhkan ee jaminan mutu di setiap program pelatihan. Ibu, Bapak yang kami hormati, ee saya lanjutkan pada ini kolaborasi pentah heli kita ya. ee tadi sudah kita sampaikan baik dari pemerintah, akademisi ya, swasta dan lain sebagainya bahkan di lapisan masyarakat. Nah, dalam rangka mewujudkan semuanya ya Bapak Ibu ee melalui Jateng Korpu bahwa setiap ASN yang ada di Jawa Tengah ini semuanya ee wajib memperoleh haknya dan wajib mengembangkan diri. Sebuah contoh, Ibu, Bapak, pada tanggal 10 Juni tahun sampai tanggal 16 ee Juli ee Juni tahun 2025, BPSDMD Provinsi Jawa Tengah diberikan amanah. Ini juga menjadi sebuah contoh korpu yang ada di Jawa Tengah, yaitu manunggal leadership retet, ngopeni ngelakoni Jawa Tengah. di mana dalam kegiatan tersebut seluruh JPT administrator yang ada di Jawa Tengah jumlahnya 460 ya. Kita dihadirkan secara klasikal untuk mempelajari asta cita untuk membumikan asta cita dan pendalaman kita secara virtual. Sedikit saya sampaikan paling enggak sampai 1 menit ya. Ini kegiatan manunggal leadership retret yang kita mendapatkan penghargaan dari Kepala BPSDM e Kemendagri dan sekaligus mendapatkan penghargaan gubernur kita mendapatkan penghargaan dari ee Mendagri untuk penyelenggaraan retret di Jawa Tengah. Hari ini kita melakukan pembukaan chat. Ee audionya terdengar ya, Mas Lukman? Terdengar, Ibu. Terdengar. Oke, saya lanjutkan. Iya. Eersim bersama-sama. Jadi man visi misi kita ini wakdh ya wakil kepala daerah daripada pelayanan masyarakat sebagai leader di OPD-OPD kita dan dinas berikut BUMD dan ini menandakan BD juga dilibatkan agar tercipta situasi kebersamaan dalam rangka menyelesaikan problem-copeng wilayah kita di Jawa Tengah ini yang jumlah penduduknya hampir 37 juta. Kemudian jumlah keluran hampir 8.760, kecamatannya 500. Ini tidak bisa kita bergerak secara sendiri. Kita harus bergerak secara bersama-sama. Maka retret ini kita ciptakan dalam rangka melakukan kolaboratif integratif dari akhlak kita Bapak Presiden. Kemudian kita tarik menjadi visi misi kita kemudian asar kita itu kita jabarkan dalam bentuk kerja yang dilakukan oleh PD kita. sehingga secara tidak langsung kerja-kerja kolaborasi yang kita ciptakan bersama-sama kita akan sehingga akan menciptakan suatu aktivitas yang sehat. Dia akan mempunyai kebersamaan secara bersama-sama dia mempunyai suatu kerumpunan, dia mempunyai suatu permasalahan yang sama. Sehingga secara tidak langsung tidak ada lagi yang saling berontok-gerokan dalam bahasa Jawa. Mereka benar-benar mempunyai kebersamaan satu untuk semuanya dan untuk dalam rangka jadi tadi ee program ya strategic learning ya strategic learning ee eh manunggal leadership Retret. Program ini menjadi sebuah simbol integrasi, kolaborasi, dan capacity building bersama sekaligus juga pengembangan varian kompetensi dan itu masuk dalam eh strategic learning. Dan efeknya Ibu Bapak sudah ada tujuh kabupaten kota ya yang ingin mengikuti strategi membumikan Astita di masing-masing kabupaten kota plus ada empat provinsi ya ada Kaltara, Riau, Lampung, satu lagi mana ya saya lupa ya. Itu akan menyelenggarakan juga di BBSDM. ini menjadi bagian dari tujuan, salah satu tujuan corpu kita yaitu kerja-kerja kolaboratif. Tentu kita sudah menyediakan model pembelajaran yang masif dan fleksibel ya Bapak Ibu. Berikutnya, BPSDMD Provinsi Jawa Tengah. Semua data terintegrasi sehingga masing-masing ASN itu bisa memantau dalam simapan SDM berapa campaian Bangkom di tahun ini. Ada yang sudah mencapai 647. Ini merepresentasikan pembelajar sepanjang hayat. Dan itu masuk dalam portal aplikasi Simapan SDM. ada si jari APK, si Mitra, Tras, dan lain-lain. Tentu provinsi-provinsi yang lain pun juga melakukan hal yang sama dan semua yang ada di sini masih aktif terus dilakukan evaluasi ya. Ee kemudian juga bagaimana aktivitas yang ada di dalamnya. Saya pun masuk melalui admin ya sehingga bisa memantau semuanya termasuk di sini ya yang ada di Pak Wi ya. kita bisa melihat bagaimana WI yang kosong, kemudian WI ini ke mana, kemudian ada undangan-undangan yang lain, siapa yang bisa diberangkatkan. Ibu, Bapak yang kami hormati, melalui ee Jateng Korpu tentu ee terus kita melakukan inovasi selain kegiatan-kegiatan reguler ya, Latsar, PKN, PKA, PKP, Latfung, Latnis ya. ini masif learning juga kita tingkatkan melalui berbagai moda. Mungkin dalam waktu dekat kita juga akan mengundang Ibu Bapak ee Kaban dari provinsi lain untuk bergabung bersama kita dengan sebuah podcast yang kita rancang sesegera mungkin sedang menunggu ee apa namanya ee jadwal yang ada. Kemudian juga menunggu jadwal dari kehadiran pimpinan. Ibu Bapak ini beberapa platform yang kita gunakan di BBSDMD Provinsi Jawa Tengah. sinau bareng. Kemudian MOOC sinau bareng. Ini sebagian kecil saja ya karena durasi ya. Karena durasi. Nah, berikutnya adalah webinar series. Yang saya lakin juga yang lain juga ada ya tapi perlu kita perkenalkan. Nah, sarpras digital di BBSDM kita kemarin habis reakreditasi ya. Untuk yang di bidang empat ini BBSDM itu luasnya 21 hektar. ada lima asrama. Di masing-masing asrama itu ada ee fitness center, kemudian juga ada lapangan yang bisa digunakan untuk upacara dan lain-lain tadi terlihat juga ya. Kemudian juga ee untuk kegiatan-kegiatan outdoor itu juga representatif. Nah, yang berbasis digital ya kita lihat di sini ee hampir semuanya ini hotspot area ya semuanya ada Sumbeng, Muria, Merbabu ya dengan provider bandwid 430 MB dan lain sebagainya. Kemudian ada lab komputer ya, kemudian juga ada command center room bisa melihat semua aktivitas di sini. Kemudian ada integrated operational classroom. Jadi ee di sinilah kegiatan pembelajaran itu berlangsung yang secara virtual. Nah, kemudian juga ada studio kreatif untuk tempat kegiatan-kegiatan kita podcast dan lain-lain. Dan ee jika butuh ee retret kan menyepi ya, itu ada virtual learning center di mana masing-masing ruangan itu terfasilitasi untuk widya iswara-widya iswara yang ada di BPSDM. Bapak, Ibu, semua kegiatan yang ada di BPSDM tentu harus ada evaluasi dan tindak lanjut pada pelatihan. Tujuannya apa? Efektif enggak pelatihannya? Ya, jika ada yang belum, maka bagaimana kita tertrigger untuk lebih meningkatkan lagi. Kemudian juga optimalisasi investasi pelatihan. Kemudian bagaimana peningkatan kinerja ASN agar saya menjadi lebih mudah lagi dalam mengambil setiap kebijakan. Nah, untuk meningkatkan kapasitas organisasi ASN ngopeni ngelakoni Jawa Tengah ini ee jumlah alumni ASN ya 2023 sampai Juni ini ada 13.906 6 orang yang masif learning-nya ini ada pada penyelenggaraan kemitraan dan indeks penjaminan mutu ini 3,661 ini di skala 4 IKM BBSDM ini meningkat menjadi 91,5 kemudian LHKPN dan LHKASN ini 100% WBK WBBM. Terus saat ini kita sedang bergerak untuk ee KIP kualifikasi informatif ya. Kemarin kita peringkat dua tingkat provinsi ya keterbukaan informasi kemudian indeks SPBE ini terus meningkat kemudian inovatif government award ini provinsi terinovatif serta indeks e reformasi birokrasi ini A dan sakib kita adalah A. Bapak, Ibu, banyak hal tentu yang sudah dilakukan, tetapi terus kita melakukan pembenahan, ya, terus melakukan sebuah improvisasi, kehadiran pimpinan di masing-masing instansi tentu bukan hanya sebagai patung bisu yang menjalankan kegiatan rutin, tetapi bagaimana memberikan warna sesuai dengan potensi yang ada dan benar-benar bisa menjadi ee bertugas membantu gubernur dalam melaksanakan tugas dan fungsi. Inya. Saya kira demikian yang dapat saya sampaikan. Mohon maaf apabila ada kekurangan. Waktu saya kembalikan. Billahi taufik walhidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bu Uswatun Hasana. Materinya sangat menarik. Sedikit saya menyimpulkan terkait apa yang tadi sudah Ibu sampaikan bahwasanya ketika kita ingin membuat organisasi pembelajar penting untuk kita tahu terlebih dahulu visi bersama yang ingin kita capai apa baru nanti kita bisa berpikir secara sistem secara holistik. Nanti akan terbentuk mental model yang sama di tiap karyawan atau ee individu pembelajarnya. Dan tadi yang paling menarik adalah terkait dengan inovasi pembelajaran. Seringkiali kita lupa bahwasanya pembelajaran itu tidak hanya sit in di kelas ya, ternyata itu hanya bagian 10% aja formal learning-nya, tapi yang lebih banyak adalah experiential learning di 70%. Dan yang paling penting adalah bagaimana cara kita bisa mengukur efektivitas evaluasi dari program-program pembelajaran yang sudah kita lakukan supaya belajar itu juga tahu dampaknya apa terhadap kinerja ASN dan juga terhadap masyarakat secara keseluruhan. Ee saat ini Bu Oswatun kita akan masuk ke sesi tanya jawab. Oleh karenanya, bagi sobat ASN yang tengah bergabung menyaksikan acara webinar ASN Belajar seri ke-37 kali ini, silakan bisa menggunakan feature rise hand ataupun yang tengah menyaksikan melalui live YouTube BPSDM Jatim TV bisa langsung saja drop question di kolom live chat. Kita akan undang untuk penanya yang sudah bergabung bersama dengan kami di sini. Selamat siang, Pak. Pak Solikin. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam, Pakin. Silakan, Pak. Selamat pagi menjelang siang, Ibu. Ibu dokter Hasanah. Selamat pagi, Bapak. Sehat selalu. Saya dari Banyuwangi, Bu. Wih, mantap. Dari Jombang. Makasih datang kepada kami. Kembali ke judul yang tadi Bu, membangun ekosistem belajar ASN dari individu pembelajar ke organisasi unggul. Tadi Ibu sudah banyak menguraikan tentang bagaimana yang ada di Jawa Tengah sangat sangat bagus sekali. Baik sarprasnya, baik semua alat-alat. Cuma ee ada yang perlu kami tanyakan Bu terkait dengan judul membangun ekosistem belajar ASN tadi Buang. Nah, sekarang bagaimana interaksi antara umpamanya gini Bu, kita ee berinteraksi bagaimana interaksi antara tumbuhan hewan dan lingkungan menciptakan keseimbangan dalam ekosistem Ibu. Itu yang pertama. Kemudian ulangi Pak, ulangi Pak. Tumbuhan. Iya. Bagaimana interaksi antara tumbuhan hewan dengan lingkungan menciptakan keseimbangan dalam ekosistem. Itu yang pertama, Bu. Mungkin permisi, Pak Solikin. Suaranya sedikit kurang jelas artikulasinya. Mungkin headsetnya bisa didekatkan di sumber suara, Pak. Gimana? I ini sudah cukup jelas. Monggo bisa disampaikan kembali pertanyaannya secara perlahan untuk pertanyaan pertama Pak Solikin. Ngapunten Bu ngapunten. Eh, ini kembali saya bertanya yang tadi itu faktor-faktor apa saja yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem baik alam maupun akibat-aktivitas manusia terkait dengan ee terkait dengan membangun ekosistem belajar ASN tadi sesuai dengan apa yang jenengan apa namanya yang jenengan paparkan terkait dengan itu. Kemudian apa yang yang kedua apa yang dapat dilakukan untuk menjaga ekosistem di lingkungan sekitar kita sendiri Bu? Karena enggak mungkinlah untuk kita ee lingkungan lain sementara lingkungan kita belum bisa untuk ee mengadakan pembelajaran seperti itu. Bu, gimana Bu? Jelas Bu. Iya Pak. Tapi mungkin sebelahnya ada yang ikutan ngomong ya, Pak ya. Jadi suaranya noise ya. Jadi faktor yang mengganggu ekosistem. Kemudian yang kedua yaitu terkait dengan bagaimana membangun sistem di dalam ya Pak ya. Enggih. Sistem di lingkungan kita sendiri. Iya. I lingkungan sekitar kita sendiri. Matur nuwun Bu. Matur nuwun. Ngapunten. Kangah. Makasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih, Pak Solikin. Kami persilakan Bu Uswatun Hasanah untuk menjawab dua pertanyaan yang telah disampaikan. Silakan Ibu nampaknya Pak Solikin ini yang di-mute dulu, Pak Solikin. Itu ada suara yang masuk juga ya. Ya. Oke. Ini taknya Pak Solikin ini seorang sastrawan ya. Jadi bahasanya bahasa langit ini ya. Ya. Jadi menganalogikan ini dengan alam ya. Menganalogikan dengan alam. Oke, yang pertama Pak ini sesuai dengan ee sebatas pemahaman saya ya. Tentu ketika kita mau melakukan sebuah inovasi apalagi mau akselerasi, kita harus melakukan mitigasi dulu. Kita melakukan mitigasi terkait dengan kendala-kendala apa sih yang dihadapi. Tadi saya sudah menyampaikan ya, ada faktor-faktor yang tentu ini menjadi penghambat dan itu kemarin sudah dikuatkan dari Pak Kalan. Yang pertama pasti anggaran, Pak. Ya, pasti anggaran itu menjadi bagian yang harus benar-benar apalagi di BPSDM ini anggarannya kan seksi ya, Pak, ya. Anggarannya seksi tapi harapannya tinggi gitu. Enggak apa-apa gitu. Enggak apa-apa hadirnya pimpinan itu ya untuk memikirkan itu ya. Itu yang pertama ya yang terkait dengan anggaran. Kemudian yang kedua SDM ya. SDM. SDM yang ada ya ini kan tambal sulam silih berganti. Apalagi sekarang P3K ada yang diterima pindah ke sana yang dihadirkan di sini yang di BPSDM tentu diharapkan mereka yang memiliki kepakaran enggak bisa SDMSDM biasa. Maka untuk menuju itu tentu saja ini akan menjawab yang kedua nanti. Kemudian yang berikutnya tantangan ya tantangan yang lain adalah bagaimana kita memasifkan ya di awal tahun awal nih kita melakukan identifikasi kebutuhan semua ASN yang ada di Jawa Tengah melalui sistem ya. Kita melakukan mitigasi terkait dengan kebutuhan pengembangan kompetensi ASN yang ada di Jawa Tengah ini by system. Dari itu kita reduksi, kita susun sedemikian rupa sehingga kita bisa menyiapkan resour sharing-nya gitu. Kita bisa menyiapkan alat-alatnya, modanya, kita berhitung terkait dengan angka, rupiahnya, kemudian widya iswaranya ya. Nah, itu yang kita siapkan sehingga apa kan tentu harus ee T -1 ya, T-1 semuanya. Kemudian kita masifkan tentu bisa dengan medsos, dengan grup-grup nih. Saya orangnya orang marketing. Bagaimana kita menjual tanpa menjual kegiatan kita ya misalnya kita sedang kunjungan ke kabupaten kota bahkan ke provinsi lain, bagaimana kita bisa memasifkan sebuah publikasi. Nah, sebenarnya tantangan itu ada di dalam benak kita gitu. Kalau kita sibuk berpikir tentang sebuah rintangan, maka kadang itu akan berhenti melangkah di satu di satu level. Itu yang pertama, Pak. Kemudian, bagaimana membangun sistem yang ada di dalam? Keren sekali. Namanya BBSDM. Kita sibuk mencerdaskan yang di luar, di dalam sampai lupa. Ya, jadi satu ini yang di kami ya, Pak ya. di kami. Tapi monggo nanti ee yang di provinsi yang lain itu bisa diikuti juga atau bisa di ATM ya, amati, tiru, dan modifikasi gitu. Yang pertama tentu antara saya dengan pimpinan baik Sekda maupun Gubernur ya selalu memberikan laporan tiap bulan ya, baik itu secara tertulis atau ketika bertemu mendampingi beliau saya menyampaikan apa yang sudah dilaksanakan, program apa yang akan dilakukan itu harus saya lakukan ya. baik itu kadang tertulis, bersurat, atau kalau bertemu langsung kita sampaikan. Yang kedua yaitu bagaimana kita meningkatkan kursanya dulu antara saya ya, kemudian sekretariat masing-masing bidang itu melalui rapat internal setiap hari Senin pukul .00 itu rutin rutin harus dilakukan. Ada enggak ada masalah kita harus rapat terus ya. Karena apa? Korsa kita harus membangun mimpi kita itu bersama-sama enggak bisa sendiri. Nah, kemudian sebulan sekali ya, sebulan sekali saya melakukan pembinaan di masing-masing bidang harus hadir secara pribadi agar apa? Sebagai bagian dari trianggulasi, data, sumber, informasi dari kepala bidangnya, subcor-nya agar kita bisa menguatkan BBSDM biar ketika kita ee memberikan apa namanya ya ee saran kepada ASN yang ada di Jawa Tengah dimulai dari kita dulu. Saya kira demikian, Mas. Terima kasih. Terima kasih Bu Uswatun Hasanah untuk jawabannya. Menarik sekali ya. Yang paling penting adalah bagaimana cara menerapkan risk managemen ya ketika kita bicara terkait dengan faktor-faktor yang mengganggu ekosistem dan bagaimana cara kita bisa menjaga ekosistem di sistem internalnya harus dikuatin dulu. Kemudian harus punya spirit continuous improvement. tadi yang sudah dikatakan oleh Bu Uswatun Hasana mengadakan weekly meeting untuk saling kontrol dan monitor seperti apa progresnya what went well dan what went when poorly seperti itu. Pak Solikin terima kasih untuk pertanyaannya jangan lupa Pak untuk mengirimkan biodata ke tim admin kami untuk pengiriman hadiahnya. Sekali lagi terima kasih Pak Solikin sudah bergabung. Sehat selalu, Bapak ya. Kita akan berlanjut ke penanya selanjutnya Bu Suatun Hasana. Kami izin undang terlebih dahulu untuk penanya berikutnya. Silakan. ya sudah bergabung bersama dengan kami. Ibu boleh dibantu untuk open mic-nya Bu Tri dari UPT PE SDM Jatim. Silakan Ibu. Selamat siang. Siang Bu Mas Lukma dan Ibu Swartun. Terima kasih untuk waktu yang diberikan. Cantik sekali. Pasti senang belajar itu ya seperti Ibu ya. Jadi biar awet muda ya Bu. Ee mohon izin Ibu, apa yang disampaikan Ibu ee luar biasa tadi dengan anggaran yang seksi namun dengan harapan yang tinggi. Ee bisa di-sharingkan, Bu, kira-kira tantangan yang dihadapi apa, Bu, ketika ingin membangun ekosistem belajar dari individu pembelajar ke organisasi unggul, namun dengan efisiensi yang dilakukan di sana sini ya otomatis ee pasti ada tantangannya. Ibu bisa di-sharingkan pada kami kira-kira tantangannya bagaimana Bu. Lalu indikator untuk mengukur keberhasilan itu apa, Bu yang digunakan? Karena kita dengan anggaran yang seksi tadi loh, Ibu. Jadi saya tertarik dengan apa yang Ibu sampaikan tadi. Ee demikian pertanyaan saya, Ibu. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi. Terima kasih Bu Tri untuk pertanyaannya. Ada dua tantangan dan yang kedua indikator keberhasilan. tadi mungkin tantangan sudah sempat disinggung tapi barangkali Bu Uwatun Hasana bisa mengempasiz kembali. Silakan Bu Uwatun Hasana. Iya tantangan tadi sudah kita sampaikan ya mulai dari anggaran waktu SDM ya dan semuanya mengalami itu ya ee terkait dengan tantangan. Nah kemudian ee jawabannya juga sudah kita sampaikan bahkan Pak Kalan kemarin menegaskan jawabannya adalah keterbatasan anggaran ee SDM-nya terbatas ya teknologi yang dihadirkan ya tan kena ora. Jadi wajib itu teknologi dihadirkan. Maka ini masif harus segera ee kita optimalkan. Indikatornya apa? Tentu yang pertama iku dulu ya. Indikator kinerja utama sudah tercapai. Tercapai kita larinya selalunya ke sana. Kemudian bagaimana melalui rumah korpu itu ya rumah korpu itu kita menjawab tantangan tersebut dengan capaian. Contoh jumlah peserta awalnya 600 menjadi 80.000. Tapi lagi dan lagi saya tegaskan, kita jangan sibuk dengan target kaitan dengan secara jumlah kuantitatif sehingga kita lupa dengan kualitatif. Maka di situlah peran dari bidang satu, bagaimana penjaminan mutu pada setiap pengembangan kompetensi itu harus ada evaluasi dan evaluasi itu di BPSDMD Provinsi Jawa Tengah dilakukan setiap bulan sebelum tanggal 10. Semuanya wajib hadir ya. sehingga masing-masing harus bertanggung jawab pada evaluasi baik evaluasi penyelenggaraan, kegiatan, peserta dan lain-lain. Plus tentu banyak warna yang ada di sana biasanya sangat hidup karena saya buka ruang untuk diskusi ide-ide dari teman-teman itu seperti apa. Tugas saya adalah mendijeni, membumbui agar menjadi menu yang istimewa untuk satu tujuan, tetapi rasanya jauh lebih istimewa. Jadi indikator per masing-masing kegiatan itu sudah ada, Ibu dan itu kita kuatkan di setiap pembinaan di masing-masing bidang. Terima kasih. Kasih Bu Oswatun Hasana. Bu Tri semoga menjawab. Jangan lupa untuk konfirmasi data dirinya di tim admin kami. Bu Tri masih di-mute ya? Iya masih termute. Sudah aman ya, Bu Tri ya. Salam sehat selalu Ibu. Thank you so much. Terima kasih. Jadi memang anu, Bu ya, menguatkan jiwa korsanya tadi Bu ya. Jadi apa terus ada e rapat meeting evaluasi yang tiap bulan itu ng terima kasih Bu. Terima kasih Mas Lukman. Terima kasih Bu Tri. Salam sehat selalu. Bu Suatun Hasana rasanya masih ingin mengobrol lebih lama dengan Ibu tapi mohon maaf karena keterbatasan waktu untuk sesi kedua kali ini harus kami akhiri terlebih dahulu. Barangkali sebelum ditutup ada closing statement yang ingin Ibu sampaikan kepada seluruh sobat ASN yang tengah menyaksikan acara kali ini. Kami persilakan Bu Suatan Hasana. Baik, untuk seluruh sobat ASN di seluruh Indonesia, berbahagia sekali saya diundang dalam agenda hari ini. Tentu kita selaku ASN, tentu kita selalu selaku leadingnya di BBSDM masing-masing. Tidak akan pernah habis energi kita untuk bisa memberikan keteladanan, untuk bisa memberikan warna, dan untuk bisa memberikan sebuah spirit bahwa ee belajar itu tanpa menunggu diperintah. Jadilah pembelajar sepanjang hayat dan terus berinovasi mengoptimalkan potensi diri dan potensi yang ada di sekitarnya. Matur nuwun, Mas. Selamat siang. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sem. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih sekali lagi Bu Swatun Hasana tetap menyebarkan positif vibes ke rekan-rekan sekitar. Ibu selalu sehat selalu. Baik Sobat ASN tidak terasa kita masih ada satu narasumber terakhir jadi jangan ke mana-mana. Tetap di webinar ASN belajar seri 37 tahun 2025. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Ya, terima kasih Anda masih setia bersama dengan webinar ASN Belajar seri 37 membangun ekosistem belajar ASN dari individu pembelajar ke organisasi unggul. Terkait dengan narasumber terakhir kita, izinkan kami untuk mengundang narasumber yang sangat luar biasa dari Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Timur, Ibu Dranda Nina Dewi, MAP. Ya, saya akan sapa beliau terlebih dahulu. Selamat siang, Bu Nina Dewi. Kabar baik, Ibu. Alhamdulillah. Selamat siang. Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Ini janjian dengan Bu Uswatun Hasanah. Warna bajunya kok sama. Iya. Ketak batin sehati. Satu hati ya. Warnanya cerah banget. Baik Bu Nina Dewi. Langsung saja saya persilakan untuk menyampaikan materinya. Nanti kita akan lanjut dengan sesi tanya jawab seperti narasumber-narasumber sebelumnya. Silakan Bu Nina. Baik, terima kasih Mas Lukman. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang, salam sejahtera, salam sehat untuk kita semua. Ee perkenalkan saya Nina Dewi dipercaya sebagai Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Timur sampai dengan sekarang. Ee yang saya hormati, saya banggakan rekan sejawat ee Bapak ee Kepala BPSDM Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Beliau selalu membersamai ee di setiap ee kesempatan khususnya kami selalu ee didampingi ke Kaltim. Kemudian yang saya hormati juga Bapak eh Prof. Dr. Muhammad Jufri, M.Si., M.Psi., Psikolog eh Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Selatan. Salam hormat, Pak. Kemudian yang saya banggakan ee Ibu yang cantik, Ibu Dr. Uswatun Hasanah, S.Pd., M.Pd., Kepala BPSTM Provinsi Jawa Tengah. Salam hormat. Salam kenal Ibu. ee dan yang saya banggakan seluruh peserta yang bergabung ee pada ee kesempatan siang hari ini. Sekali lagi terima kasih atas ee kesempatan yang diberikan kepada ee saya pada kami BPSDM Provinsi Kalimantan Timur untuk berbagi ee dalam webinar pada hari ini yang mana webinar sudah masuk episode yang ke-37. ee sangat bangga dan senang sekali untuk bisa berbagi. Dan tadi sebagaimana yang sudah disampaikan para narasumber sebelumnya sangat luar biasa ee senior-senior saya yang sangat berpengalaman ee pasti di bidang SDM luar biasa Bapak Prof. Ibu ee dr. Dan pada kesempatan ini kami akan mencoba berbagi bagaimana ee tema yang diberikan kepada kami yaitu mengenai strategi membangun jejaring pengetahuan yang kuat mewuju ee untuk mewujudkan birokrasi unggul. Ee tapi lupa saya, saya mau harus e biasanya memang kami kalau di ee BPSTM Kaltim harus ada pantun dulu ya. Sungai Mahakam mengalir di Samarinda. Airnya tenang, menghanyutkan dan banyak ikannya. Selamat siang dalam dan salam hormat dari saya di webinar ASN belajar BPS Jatim yang luar biasa gitu. Baik, ee saya lanjutkan ee mengenai tema yang akan kami angkat pada hari ini yaitu sebagaimana diketahui di mana di era yang terus berubah pada saat ini tantangan yang dihadapi oleh birokrasi semakin kompleks. Izin kami ee langsung menampilkan dari ee kami dari sini dari operator kami di sini. Permasalahan publik tidak lagi bisa diselesaikan oleh satu instansi atau satu unit kerja saja. Keterbatasan sumber daya, kemudian ledakan informasi dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi memaksa kita untuk berpikir dan bekerja secara lebih kolaboratif. Inilah mengapa konsep jejaring pengetahuan menjadi begitu relevan. Jejaring pengetahuan bukanlah sekedar kumpulan individu, tetapi sebuah ekosistem dinamis di mana informasi, pengalaman, dan keahlian dibagi secara aktif untuk menghasilkan solusi-solusi inovatif. Jadi, bayangkan birokrasi kita sebagai sebuah ee entitas ee tunggal, cerdas, dan adaptif. di mana setiap unit dan setiap individu saling berhubung dan belajar satu sama lain. Materi yang akan ee kita bahas atau kami sampaikan pada hari ini akan memadu memandu kita untuk memahami pentingnya pengetahuan sebagai pilar utama birokrasi masa depan. Kemudian mengidentifikasi strategi praktis untuk membangun, memelihara, dan mengoptimalkan jejaring tersebut. Kemudian bagaimana mengintegrasikan teknologi dan budaya kerja kolaboratif untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertukaran pengetahuan. Dengan ee menerapkan strategi ini, kita tidak hanya akan meningkatkan efektivitas kinerja birokrasi, tetapi juga menumbuhkan budaya belajar berkelanjutan yang akan mendorong inovasi dan pelayanan publik yang lebih baik. Mari kita bersama bagaimana jejaring pengetahuan dapat mengubah cara kita bekerja dan membawa birokrasi kita menuju era keunggulan. Bapak, Ibu peserta webinar yang saya hormati. Adapun latar belakang ee birok ee yang kami angkat pada ee paparan ini adalah bagaimana birokrasi unggul menuntut kolaborasi pengetahuan yang terarah, terukur, dan berkelanjutan. Karena itu BPSDM Provinsi Kalimantan Timur menempatkan jejaring pengetahuan sebagai pengungkit utama peningkatan kinerja ASN yni kolaborasi antara individu, unit, dan lintas lembaga untuk berbagi informasi, pengalaman, dan keahlian guna mempercepat pengambilan keputusan berbasis data serta melahirkan solusi inovatif layanan publik. Jadi, jejaring ini menjawab langsung ee tantangan nyata pengembangan kompetensi ASN yang mana keterbatasan SDM, kemudian teknologi dan infrastruktur, kemudian ee rigiditas proses, kebutuhan adaptasi cepat hingga fragmentasi budaya kerja antar instansi. Maka dengan ee jejaring yang kuat, pertukaran praktik terbaik menjadi lebih cepat. Akses pengetahuan meluas, kemudian kolaborasi dan sinergi meningkat, serta efisiensi dan efektivitas pengembangan kompetensi makin terjaga pada akhirnya. Menokang menopang reformasi birokrasi dan mutu layanan kepada masyarakat. Ee untuk mengoperasionalkan jejaring pengetahuan kami dalam hal ini memberikan ee ee apa namanya ee yang kami laksanakan khususnya di BPSDM Provinsi Kalimantan Timur. bagaimana membangun ekosistem ee pembelajaran digital yang saling terhubung. ee untuk membangun jejaring digital yang saling terhubung, kami ee menghadirkan beberapa ee platform yang bisa memudahkan bagaimana menghubungkan ee melintaskan jejaring tersebut yaitu antara lain AKPK. Ya, dalam hal ini ee kami mempunyai platform AKP platform AKPK yaitu analisis kebutuhan pengembangan kompetensi, kemudian pemetaan kebutuhan kompetensi dan melalui ee sistem informasi pelatihan, kemudian sistem informasi pengembangan kompetensi dan ee lain sebagainya. Kemudian untuk manfaat ee daripada jejaring pengetahuan, bagaimana membangun jejaring pengetahuan yang kuat, kemudian membawa sejumlah manfaat ee transformatif bagi birokrasi. Yang pertama bagaimana untuk meningkatkan kualitas layanan publik pastinya dengan berbagai praktik terbaik, pengalaman dan ee data antar unit. kemudian ee meningkatkan ee kemudian merumuskan kebijakan dan program yang lebih tepat. misalnya ee berbagi data dengan yang akurat antara dinas, bagaimana ee meningkatkan program penanganan pengetaskan kemiskinan contoh contohnya dan kemudian kemudian mempercepat inovasi jejaring pengetahuan mendorong inovasi dengan ee mempertemukan ide-ide dari berbagai disiplin ilmu, kemudian juga penghematan dan efisiensi anggaran yang sekarang yang lagi ee lagi tren lagi seksi masalah penghematan anggaran. Jadi, bagaimana dengan menghilangkan ee dengan penghematan anggaran kita terus melakukan inovasi, inova ee tidak terhalang, tidak terkendala dengan efisiensi anggaran. Kemudian pengembangan SDM harus terus ee dilakukan ee kemudian meningkatkan reponsivitas terhadap perubahan. Baik, Bapak Ibu ee peserta webinar yang kami banggakan. kembali kepada ee ka singgung di awal tadi bahwasanya apa yang sudah kami lakukan BPSDM Provinsi Kalimantan Timur karena kami sampai dengan saat sekarang pun masih terus ee belajar belajar ee dan belajar karena apa ee kami BPSDM Provinsi Kalimantan Timur sudah ee ee apa Kalimantan Timur Corporate University. Ya, itu pun kami belajar kepada senior kami pada Jawa Timur, Jawa Tengah, kemudian ee sekarang terus melakukan pengembangan eh corporate university. Jadi ee dengan manfaat jejaring pengetahuan bagi ASN ini bagaimana terus melakukan pengembangan kompetensi ASN kemudian meningkatkan akses informasi pengetahuan, kemudian mendorong kolaborasi dan sinergi dan juga ee inovasi perbaikan layanan publik terusan kemudian meningkatkan efisiensi dan efek ee efektivitas dalam mengembangkan kompetensi. kemudian membangun budaya belajar berkelanjutan dan ee mendukung informasi ee birokrasi. Kemudian ee strategi membangun jejaring pengetahuan eh melalui corporate university, bagaimana penguatan SDM, pemanfaatan teknologi, kemudian ee platform digital pembelajaran dan kolaborasi lintas sektor baik itu pemerintah, swasta, akademisi, masyarakat ee kemudian juga membangun budaya berbagi pengetahuan melalui learning organization. Kemudian monitoring dan evaluasi kami lakukan tadi sebagaimana ee sudah disampaikan ee narasumber sebelumnya bahwa ee melakukan evaluasi yang sudah kita lakukan misalnya ee terhadap penyelenggaraan pengembangan ee kompetensi SDM atau pelatihan yang kita lakukan. Kemudian terus melakukan perbaikan. Nah, inilah yang juga kami lakukan di BPSDM Provinsi Kalimantan Timur ee apa namanya? bagaimana membangun jejaring pengetahuan tersebut dan terus melakukan pengembangan-pengembangan terhadap ee apa ee pengetahuan-pengetahuan yang memang kami rasa masih terus ee harus dilakukan dan dikembangkan dan kami terus melakukan pengembangan jejaring baik itu kementerian dengan kementerian, lembaga, pemerintah, daerah, swasta, dan lain sebagainya. Dan ee kami ee dalam hal ini didukung ee untuk ee apa namanya ee dukungan teknologi informasi di BPSTM Provinsi Kalimantan Timur dan platform melalui platform atau portal KYIS Knowled Integrated Solution System. Bapak, Ibu eh Saudara ee jadi tadi saya sudah sampaikan ada AKPK di sini AKPK menganalisis kebutuhan pengeman kompetensi ee ASN di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Jadi inilah merupakan ee ee apa? Dasar kami dalam hal ini untuk merencanakan bagaimana kebutuhan ASN pengembangan kompetensi maupun pelatihan baik ee di 2025 ini dan 2026. Jadi kita petakan alhamdulillah dari perangkat-perangkat daerah yang ada di lingkup pemerintah Provinsi Kalimantan Timur khususnya sudah sudah kita bisa petakan dari memang jumlah ASN kami ee di dengan bergabungnya P3K jadi ada lebih kurang 18.000 ee 5 18.000 sekian ya. Jadi walaupun mungkin belum semua bisa e belum semua menyampaikan ee ee usulan kebutuhannya. Kemudian dari AKPK ini yang kami sebut namanya AKPK dari itulah sebagai dasar kita juga meng ee anggaran yang kita yang kami gunakan untuk ee memfasilitasi pengembangan kompetensi dan ini ee kemudian ada platform SIMON Bangk. Nah, sistem monitoring pengembangan kompetensi ee yang mana berdasarkan Undang-Undang 20 2023 bahwa wajib bagi ASN untuk mengaman kompetensi melakukan terus pembelajaran dan dari sinilah sebagai alat ee monitor pengembangan kompetensi kami yang terintegrasi dengan ee kepegawaian. Nah, jadi dengan terintegrasi dengan kepegawaian ini real time. Jadi kita bisa lihat ee ASN sama tadi seperti yang Jawa Tengah. Jadi dia bisa lihat ee pengembangan kompetensi apa yang diikuti oleh ee oleh ASN tersebut. Ini baru bergabung ee di 2023 ini semua ASN karena ada P3K. Jadi ini dan ini juga di semua dukungan pimpinan, apresiasi pimpinan dan kami ee pelaporannya dengan pimpinan juga kita sampaikan di setiap ee laporan perkembangan progres daripada Simon Bangkom. Walaupun mungkin memang ee disadari ini mungkin salah satu yang juga menjadi permasalahan ee karena gini ee pengembangan kompetensi ini mungkin sekarang belum berdampak kepada mohon maaf menjadi poin baik Bu Nina mohon maaf tadi sempat terputus Ibu mohon izin. Oh, sekarang bagaimana? Ya, sekarang sudah baik. Kami persilakan kembali untuk menyampaikan materinya, Bu Nina. Silakan. Ini terputusnya lama ya? Gak barusan sanja, Bu. Oh, baik. Iya, baik. Maaf ya. Saya ulangi ee ini mungkin dukungan teknologi informasi di PPSDM Provinsi Kalimantan Timur Bapak Ibu ee peserta webinar. Jadi ada portal KIS Knowled Integrated Sol System ini di sini ada eh KPK namanya bagaimana menghimpun kebutuhan daripada ee pengembangan kompetensi ee perangkat-perangkat daerah ASN ASN pada perangkat daerah lingkup PEMPR. Kemudian juga di sini sebagai dasar kami juga BPSTM Provinsi Kalimantan Timur untuk memetakan kemudian merencanakan ee baik itu ee pelatihan maupun pengaman kompetensinya dan ini sebagai ee bersinggungan dengan pastinya dengan penganggaran. Dan sekarang mungkin di 2025 kita masih belum terasa ee berdampak karena mungkin ee BPSDM merupakan ee penyap melaksanakan mandatori ya mandatori untuk melaksanakan penyelenggaraan pelatihan walaupun belum terpenuhi 0,34%-nya. Kalau Kaltim baru 0,22% daripada kewajiban 0,34%. Tapi dengan alokasi dengan anggaran yang ada kita optimalkan, kita terus ee melakukan ee pengembangan kompetensi khususnya bagi ee ASN PEMPRO dan melalui AKPK inilah yang membantu ee kemudian juga bahwa memotret, memetakan yang dibutuhkan oleh organisasi perangkat daerah ee untuk melaksanakan ee pengembangan kompetensi pembelajaran. Nah, kemudian ee dari berikutnya adalah Simon Bangkok ini memonitor, mengevaluasi apakah yang tadi ee sebagaimana Jawa Tengah juga bahwasannya ASN itu bisa melihat pengeman kompetensi ee apa yang sudah ee di mau Mohon maaf sekali lagi, Sobat ASN di mana pun Anda berada, masih ada sedikit kendala jaringan yang dialami oleh narasumber ketiga, Bu Nina Dewi selaku Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Timur. Mohon sejenak untuk menunggu. Kita akan mencoba untuk terus bergabung bersama dengan Bu Nina Dewi. Bu Nina Dewi, apa masih monitor, Ibu? Saya masih monitor. Bagaimana? Masih sudah jelas, Ibu? I silakan, ya. Ini mungkin dari e gambar sudah jelas kelihatan. Ada tadi Simon Bangkom saya ulangi. Kemudian kemudian ee ada juga KMS knowledge ee knowledge management system. Kemudian eh simpel juga ada. Ini bisa di ee lihat Bapak, Ibu, Saudara sekalian. Inilah platform atau ee yang kami kembangkan melalui portal KIS. Masih kedengaran suara saya ee Mas Lukman? Masih, masih terdengar, Bu Nina. Silakan, Ibu. Mungkin karena jauh di Kaltim ya, jadi suka timbul tenggelam anunya. Baik, lanjut lanjut dan ee ee implementasi ini jaringan DPSDM kami tadi sudah sudah saya singgung di awal kami melakukan terus melakukan pengembangan pengetahuan baik itu dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah kemudian dari pihak swasta terus melakukan pengembangan dan inilah ee terus kami pun BPSDM Provinsi Kalimantan Timur terus belajar dan belajar kami karena ee terus melakukan pengembangan ini sebagai ee apa? ee data-data yang sudahikan sejenak kami memberikan kesimpulan sedikit ya terkait dengan apa saja yang baru saja Bu Nina bahas sembari. Oke, ini sudah tergabung lagi. Oke. Baik. Eh i tadi saya sudah sampaikan bahwa Kalimantan Timur melalui BPSTM Provinsi Kalimantan Timur sudah ee Kaltim Korpu tahun 2023 dan memang ee ada beberapa penyelenggaraan pelatihan yang sudah ee terakreditasi. Kemudian ee yang terus kami kembangkan adalah sekarang mengakreditasi ee pelatihan-pelatihan yang teknis ee ya teknis seperti gitu karena ee akibat daripada perpindahan dari dengan apa namanya ee hilangnya jabatan struktural kemudian beralihnya ke jabatan fungsional. lah itu masih dirasakan pengetahuan-pengetahuan bagi pejabat-pejabat atau jabatan-jabatan tersebut masih dirasa sangat kurang. Nah, untuk itu kami juga berterima kasih kepada kementerian lembaga yang sudah membukakan atau membuka kesempatan berkolaborasi dengan kami di pemerintah daerah. Kami ini salah satu contohnya misal dengan Kementerian ee Tenaga Kerja kemudian ee dengan BAPENAS dan lain sebagainya. ini ee kami terus melakukan pengembangan dan juga ee terus ee apa namanya melegalkan atau mengakreditasikan penyelenggaraan program daripada pelatihan ee teknis tersebut. Nah, inilah yang baru kami ee dapatkan untuk BPSDM Provinsi Kalimantan Timur. Masih terdengar ya? Masih terdengar Bu Nina. Baik. Iya. E ini tadi ee knowledge management system ini terus ee berbagi kepada kalau misalnya nanti berdampak kepada anggaran yang ya kita ketahui bahwasanya juga mungkin pasti se Indonesia sudah mengalami ini dan ini juga akan berdampak inilah ee yang kami ee kembangkan ya knowledge management system melalui pembelajaran dan juga kami menghadirkan ee apa namanya untuk mengisi tidak hanya terbatas kepada ee provinsi atau ee Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Mohon izin Bu Nina suaranya masih Tidak terdengar, Ibu. Tiba-tiba ter-mute. Barangkali bisa dibantu untuk dicek devices-nya, Bu. Oke. Ini bagaimana langsung? Iya, ini sudah masuk Bu Nina. Silakan. Oke. Baik. ini tadi Simon Bangkom sistem monitoring pengembangan kompetensi yang kami kembangkan di BPSDM Provinsi Kalimantan Timur yang mana ee setiap ASN PEMPRO bisa mengetahui ee pengembangan kompetensi yang sudah diikuti, dilaksanakan, apakah sudah terpenuhi tadi yang menjadi kewajiban ee berdasarkan Undang-Undang ASN ini real time. Dan ini juga sebagai laporan kami kepada ee pimpinan karena pimpinan sangat konsen terhadap ee pengembangan ee kompetensi ASN khususnya di Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Walaupun mungkin memulainya ini sudah sangat luar biasa ee menumpulkan tenaga atau iPod yang sangat luar biasa untuk meyakinkan ASN Pem khususnya bahwa harus terus belajar mengembangkan belajar terus belajar belajar belajar dan ee terus dilakukan pengembangan kompetensi. Nah, itu itulah tantangannya. Kemudian kami juga ee apa namanya ee menerbitkan jurnal dan ee bulletin ini segar untuk informasi ee para apa ASN bahwasanya ini pun untuk berbagi tidak terbatas kepada ee ASN PEMPR ya. Kami mengundang juga ASN seluruh Indonesia untuk ee berbagi di eh jurnal BPSDM Kalimantan Timur, Jurnal Innovation Nusantara Jurnal Innovation. Ya. Kemudian eh pada ini sering session yang rutin kami lakukan yang mungkin ee R0 asalkan ada paket yang dapat sertifikatnya. kemudian juga webinar yang bisa dilakukan di mana saja dan ini yang terus kami kembangkan ee alhamdulillah ee apa namanya partisipannya sangat luar biasa juga tidak terbatas kepada Kalimantan Timur atau ASN Pem Kaltim juga eh IN eh Indonesia dan ini ee ini mengantisipasi juga apabila ee memang permasalahan anggaran itu menjadi permasalahan dan kendala nantinya. nya ya. Inilah yang kami lakukan. Ee kemudian ee jadi pada kesempatan ini mungkin yang bisa saya ee simpulkan bahwa ee jejaring pengetahuan ee adalah pondasi birokrasi unggul itu pasti kemudian dibutuhkan komitmen. Nah, ini yang paling penting adalah komitmen, kolaborasi, dan teknologi. Apabila tidak ada komitmen kita ya akan bekerja pasti sia-sia. dan komitmen itu paling penting dan juga kolaborasi kolaborasi basergi kita tidak mungkin ee bisa melaksanakan atau melakukan sendiri. Untuk itu ee sebagaimana tambahan sedikit mungkin ee untuk evaluasi kami pun di BPSDM ya mungkin itu terlepas daripada apakah pimpinannya wanita ya. Saya tadi waktu mendengar Ibu Uswatun menyampaikan kok persis-pris amat ya saya lakukan seperti gitu. Melakukan evaluasi setiap bulan. Kemudian ee karena kita akan memberikan contoh kepada eksternal harus kita dulu yang melakukan ee kontrol. Kemudian ee itu rutin pula kami lakukan dan melalui pimpinan juga Bapak Gubernur setiap ee setiap seminggu sekali beliau ee juga melakukan briefing kepada kepala perakatan dan pastinya pasti kita turunkan lagi ee kepada instansi internal kita. Ee kemudian adalah ee selanjutnya birokrasi unggul ee tercapai dengan SDM cerdas dan sistem yang terhubung. itu tadi. Mungkin itu Mas Lukman ee yang bisa kami bagi pada kesempatan hari ini dan kami terus melakukan ee pengembangan tidak dihentinya kami pun PPSDM Provinsi Kalimantan Timur terus belajar kepada ee yang senior-senior kami khususnya kami ee apa yang bisa kami kembangkan untuk di Kalimantan Timur. Mungkin itu lebih kurangnya saya mohon maaf saya akhiri. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih sekali Bu Nina Dewi untuk paparannya yang sangat menarik. Ini tadi kalau sejenak saya simpulkan sedikit terkait dengan apa yang sudah Ibu sampaikan bahwasanya konsep jejaring ini sangat perlu untuk kita resapi ya. Bagaimana jejaring ini kita saling serapmenyerap ilmu antar stakeholder satu dengan stakeholder lainnya. Kemudian tadi sudah dijelaskan juga bagaimana ee online channel platform yang dimiliki oleh BPSD Provinsi Kalimantan Timur mulai dari end to end, mulai dari analisa kebutuhan ee pelatihan atau pembelajaran sampai dengan monitoring dan evaluasi. Yang enggak kalah penting selain dari online channel yang kita punya, jangan lupa offline channel-nya tetap dirawat. Tadi Ibu juga punya jurnal dan bulletin untuk menyasar segmen-segmen yang mungkin masih belum bisa terlalu adaptif dengan teknologi. Itu menarik sekali. Kali ini kita akan buka untuk sesi tanya jawab terhadap Sobat TSN yang ingin bertanya kepada narasumber terakhir kita di siang hari ini. Saya persilakan bagi yang sudah memberikan rise rise hand feature untuk langsung saja bisa open mic. Silakan Ibu. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera bagi kita semua. Om swastiastu. Namo buddhaya. Yang kami hormati Bapak Lukman Ali. Yang kami hormati Ibu Dr. Randa Nina Dewi, MAP. Saya dari DKPP Kabupaten Barit Utara. Luar biasa sekali yang Ibu Nina sampaikan. Mohon izin bertanya. Salah satu tantangan birokrasi dalam pengembangan kompetensi AFN adalah keterbatasan sumber daya teknologi dan infrastruktur. Lalu, bagaimana mengatasi hal tersebut, Ibu? Terima kasih. Terima kasih. Baik, pertanyaannya adalah bagaimana cara kita bisa mengatasi keterbatasan sumber daya dan teknologi dalam mendukung ekosistem belajar di lingkungan em pemerintahan Ibu atau instansi? Silakan Bu Ninan Dewi. Iya, terima kasih ee Ibu ee salam kenal dari saya. ee untuk mengatasi keterbatasan teknologi pastinya ee ya di awal-awal kami juga pada saat bergabung kita terus menggali kita punya SDM pasti yang mumpuni dalam hal ee pengaplikasian teknologi. Nah, untuk itulah dengan adanya SDM yang sudah mumpuni sebenarnya mereka perlu diberikan penguatan lagi. Bagaimana mengembangkan itu yang paling penting. Jadi mengembangkan memberikan kesempatan terhadap ee SDM yang memang mumpuni dalam hal ee pengembangan teknologi itu yang yang terus kita lakukan apa ya dibukakan ruangnya tidak dibatasi ee apa explornya gitu seperti gitu. Jadi terus melakukan pengembangan apa yang kita rasakan, apa yang masih kurang, apa yang kita ATM. Jadi kami juga mengadop sistem ATM. Ibu amati, tiru, modifikasi. Itulah makanya ee terus kita bagus di sini kita bisa prinsipnya kita bisa seperti gitu, kita bisa lakukan. Jadi tidak ada kata yang tidak bisa kalau belum kita lakukan seperti gitu. Nah, itulah semangat itulah yang membuat ee kita terus melakukan mengembangkan pengembanganembang pengembangan. Jadi belajar belajar dan pastinya terus belajar lagi. Mungkin itu Bu Nina untuk jawabannya. Ibu jangan lupa untuk mengirimkan biodata ke tim admin kami untuk mendapatkan souvenir spesial dari BPSDM Jawa Timur. Terima kasih Ibu untuk pertanyaannya. Kita undang untuk penanya berikutnya yang sudah bergabung bersama dengan kami yang sudah memberikan rise hand feature di Zoom kali ini, saya persilakan untuk bisa memberikan pertanyaannya dan diperkenalkan dirinya terlebih dahulu. Silakan Bapak. Iya. Ee perkenalkan Bu ee saya ee Muhammad Isa dari ee bagian organisasi Kabupaten Lamongan. Ee Bapak Ibu tadi saya sudah ee mendengarkan ya materi-materi yang Ibu sampaikan. Memang kalau dari kami Bu justru dengan kebalikannya dengan pertanyaan sebelumnya. Jadi kita SDMnya sebenarnya mumpuni. Jadi kendalanya itu SDMnya mumpuni. Akan tetapi ee dalam penerapannya itu sulit Bu. Karena memang untuk assisting itu penerapan teknologi masih sulit dilakukan karena memang tadi ada keterbatasan anggaran dan lain-lainnya. Nah, sedangkan kita kan posisinya juga masih SP dan istilahnya tidak belum bisa terlalu merefek gitu ya, Bu ya sama kebijakan-kebijakan yang berlaku. Mohonnya Bu, bagaimana cara kita tuh enggak stagnan gitu ya Bu ya. Ee jadi staf kan kita harus juga tetap mengembangkan kompetensi kita gitu juga ee skill-skill kita kalau kita hanya terpatu pada kebijakan yang ada gitu kan rasanya juga sulit gitu. Mohon arahannya. Terima kasih. Baik. Terima kasih, Pak, untuk pertanyaannya. Jadi, di tengah-tengah keterbatasan entah itu infrastruktur again dan keterbatasan dana, bagaimana para staf ini yang tidak memiliki power terlalu besar tetap bisa mengembangkan kompetensi dirinya di lingkungan ee unit masing-masing. Silakan, Bu Nina Dewi. Bagaimana Bu? Iya, terima kasih ee Mas dari Lamongan. Iya, betul. Sebenarnya memang ini diperlukan adalah bagaimana komitmen ee khususnya misalnya pimpinan bagaimana tidak em apa ya dalam hal ini pertama pastinya kita sudah bisa juga harus bisa berkolaborasi, bersinergi ya bersinergi ee karena terbatas anggaran pasti ada perangkat atau institusi yang me kalau dalam ini kami bisa bersinergi dengan Diskominfo misalnya seperti gitu ya. Diskominfo. Kemudian ee komitmen sih terwentu komitmen tidak membiarkan SDM-nya sudah mumpuni yang memang punya skill bagus tapi dibiarkan saja tidak di apa diberikan ee ruang kesempatan bagi yang terus mengembangkan tadi. Karena sayang sekali kan. Jadi e saya sedikit berbagi, Mas. kami mungkin ee di BPSDM ee alhamdulillah kami punya SDM yang bupeni. Jadi kita ee mengembangkannya itu tidak di maaf di pihak ketigakan misalnya begitu ya. Tidak di pihak ketigakan karena saya sadar saya tahu bahwa di di lingkup saya khususnya punya SDM yanguni mumpuni dalam hal ee teknologi IT seperti gitu. Nah, itu terus bagaimana di dikawal, bagaimana di ee bina, bagaimana didampingi bahwa ee mereka potensial. Jadi jangan disia-siakan seperti gitu potensi potensinya. Nah, itu kan aset ya. Itu merupakan aset yang mungkin kita pihak ketiga kan kita pakai budget yang sangat pasti lebih. Nah, ini kan aset kita sudah ada misalnya seperti mungkin Mas sudah mumpuni di bidang IT, tapi itu aset kalau dilepas aja begitu kan sayang mungkin apalagi dengan ee anggaran yang tidak ada. Nah, itu dipelihara mungkin di bagaimana dibina. Nah, itu aset saya betul saya tidak pakai pihak ketiga misalnya dalam hal terus mengembangkan mengen ee platform dan segala macamnya itu tidak jadi kayak menggunakan ee tenaga-tenaga ee ee apa teknologiteknologi yang ada di internal kami karena kenal luar biasa SDM yang khususnya ya khususnya SDM yang ada di WPSDM sangat luar biasa. Nah, ya itu t komitmen pembinaan jangan pembiaran mungkin itu. Terima kasih. Terima kasih Bu Nina untuk jawabannya. Semoga menjawab Pak Muhammad. Jangan lupa untuk konfirmasi biodata ke tim admin kami untuk klaim hadiah. Bu Nina sekali lagi terima kasih sudah berkenan untuk bergabung di webinar ASN Belajar seri 37 kali ini Ibu. Karena keterbatasan waktu kita harus mengakhiri sesi kali ini. Namun barangkali dari Bu Nina ada closing statement yang ingin disampaikan kepada Sobat ASN di seluruh Indonesia. Kami persilakan Bu Nina. Iya. Terima kasih ee Mas Lukman. ee prinsip-prinsipnya ee pastinya kita terus belajar, belajar dan belajar. Ee pengetahuan itu terus berkembang, berkembang dan berkembang dan walaupun mungkin ada permasalahan ee dalam hal ee ee anggaran dan sebagainya, tapi tidakutuh apa ya mematahkan semangat bagi ASN untuk terus berkembang mengembangkan potensi dan kompetensi diri bagi ASN. Jadi untuk mewujudkan ASN unggul untuk Indonesia. Bu Nina terima kasih sekali lagi atas kesempatannya berbagi ilmu di webinar kali ini. Salam sehat selalu untuk Ibu. Kapan-kapan kita yang giliran main di Kalimantan Timur ya, Bu ya. Siap-siap nanti ada nih undangannya Rokornas. Oh iya siap. Sampai bertemu lagi Ibu di webinar-webinar berikutnya. Salam sehat selalu, Bu Nina. Baik, Sobat ASN, tidak terasa kita sudah berada di ujung acara webinar ASN belajar seri 37 tahun 2025 persembahan Corpo SDGIS BPSD Provinsi Jawa Timur. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih kepada seluruh sobat TSN yang tengah menyaksikan acara ini hingga akhir termasuk juga narasumber yang telah membagikan inset-inset menarik. Ee layaknya Bu Nina tadi yang ee membuka acara dengan pantun ya. Saya izin untuk tutup acara kali ini dengan pantun. Sore hari makan kuci. Makan kuaji bareng Bu Asih. Cukup sekian webinar hari ini. Kami ucapkan terima kasih. Sampai jumpa di webinar ASN berikutnya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Zaman yang terus bergerak. Sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar juga pemerintahan selalu dunia bukan tekad pancang menyerah jadi berkuit [Musik] [Tepuk tangan] [Musik]