ASN Belajar Seri 38 | 2025 - Pancasila dan Birokrasi: Dari Spirit Kebangsaan Ke Transformasi Yanblik
2msPWrQjEYk • 2025-10-02
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan menjadi ASN. berakhlak mulia, siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas. ASN belajar wujud pemerintahan kelas dunia. Tad pantang menyerah jadi ASN cepat berkualitas. [Musik] Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar yang dipersembahkan oleh Corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format. Nama strip asal instansi Sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. Empat. Apabila Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi Sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting, ya. Siapkan pula alat tulis sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat SN tentang materi yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN Belajar. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Nugroho. Saya dari Biro Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Pada saat ini saya mengikuti pelatihan khusus analis kebijakan angkatan 4 di BPSDM Provinsi Jawa Timur. Pada pelatihan ini kami mengikuti pelatihan dengan bantuan LMS, offline, in class, dan Zoom meeting. Semuanya membuat pelatihan terasa bervariasi dan semakin menarik. LMS bisa memudahkan saya untuk mengakses materi-materi kapan saja dan di mana saja. Zoom memudahkan kami semua peserta untuk bisa berinteraksi aktif dengan para narasumber dan Incl memberikan kita semua fasilitas untuk saling meningkatkan networking dan saling berkoordinasi satu sama lain. BPSDM Jatim memberikan pelayanan terbaik, fasilitas yang terbaik dalam pelatihan saat ini. Dan saya harap BPSDM Jatim semakin maju dan jaya ke depannya. BPSDM Jatim juara juara juara. Selamat pagi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ntiani dari Biro Pemerintahan dan oton daerah sekretariat daerah Provinsi Jawa Timur. Peserta pelatihan khusus analis kebijakan tahun 2025. di mana dalam pembelajaran ini kami menggunakan metode trending yaitu ee satu dengan online class di mana dengan online class dengan kemajuan teknologi kami dapat ee pembelajaran secara online efektif dan efisien. Kemudian kedua dengan menggunakan eh learning management system di mana semua materi-materi yang diberikan oleh ee narasumber dapat kita download dan dapat kita ee pelajari setelah ee kita men-download. Kemudian ketiga dengan class di mana kita dapat berinteraksi bertukar pikiran dengan ee para peserta dan juga bertemu dengan fasilitator yang ada di BPSDM yang satset. Ee terima kasih kami ucapkan kepada BPS Jatim, BPSDM Jatim juara. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Saya kaget nama saya disebut buat kesan dan pesan. Jadi kesan saya ee mengikuti pelatihan ini. Saya juga ee terima kasih BPSDM sudah memberikan kesempatan untuk menambah wawasan tentang analisis kebijakan. Ee namun dengan waktu yang singkat padat melalui LMS. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Selamat sore dan salam sejahtera kita semua. Salam sehat Bapak Ibu. Alhamdulillah hari ini hadir semua ya. Ada yang izin hari ini? Oh, ada yang di Korea. Oke, yang lain mudah-mudahan sehat semua dan semua. Yang kami hormati Pak Sugeng wakil kelas dari pelatihan KAKK angkatan yang luar biasa ini angkatan 45 seperti tahun kemerdekaan kita. Beri applaus untuk Bapak Ibu sekalian. Yang kami hormati pula analis pemuda dan Bu Uci dan teman-teman tim dariana serta seluruh peserta pelatihan angka baik angkatan 4 maupun 5 Provinsi Jawa Timur yang berbahagia. [Musik] Jfak angkatan 4 dan 5 sukses merdeka. BPSBM Jatim juara. Juara juara. Jawa Timur [Musik] direktur Pembelajaran Karakter dan Sosial Kultural Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Bapak Deni Junanto, S. Mpp. PXID. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang diwakili Kepala Bidang Pembina, Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Salam sehat Bapak, Ibu. Yang terhormat Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Randlianto, S.PMP. Terima kasih, Bapak. Hari ini ada empat acara beliau. Bapak, Ibu alhamdulillah berkenan menyempatkan waktu untuk teman-teman JF di Jawa Timur. Terima kasih Pak Kaban. Yang kami hormati pula instansi pembina yang pertama dari Dinas Pendidikan hadir Bu Dranda Eti Prawesti, M.Si., Kabit Pembinaan Gtk Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Terima kasih, Ibu. Seluruh peserta hadir guru SMA dan ee SMK di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur. Izin melaporkan hari ini akan ada pembukaan yaitu untuk pelatihan fungsional sosial kultural jenjang du. Baik, terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Yang saya hormati tim dari Direktorat Pembelajaran Karakter dan Sosial Kultural Lembaga Infasi Negara Republik Indonesia. dan para panitia penyelenggara, para instruktur, para narasumber, para widyaiswara, dan tentu yang saya banggakan peserta pelatihan ee sosial kultural jenjang dua. Di dalam undang-undang disebutkan bahwa kompetensi sosial kultural adalah kompetensi di mana ASN akan mengejawan wantah sebagai ee perekat persatuan dan kesatuan bangsa. Gak tahu jalannya dari santai saja Mas ya dicat ini kesendangan sesama guru saja bisa ada konflik karena kesendangan akhirnya kepala sekolah kadang-kadang kait dari kepala sekolah beli opo sih begitu sampai setahun beli mobil kesendan buat apa kesend buat apa kata monggo bui Artinya anak-anak kita yang masih belum apa namanya memahais yang berikutnya karena sekarang juga perkembangan FPI SH itu banyak dari sampah danasan karena baru sudah Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Perkenalkan nama saya Darsanuddin Nurkafat dari SMA Negeri 2 Mejayen Kabupaten Madiun. Di sini saya sebagai peserta pelatihan sosial kultural yang diadakan oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur. Di mana kegiatan ini itu ada dua aktivitas. Yang pertama MOC secara online atau daring. Kemudian yang kedua diadakan secara klasikal di mana yang pertama itu berada di kantor BPSDM Provinsi Jawa Timur dan ee kegiatan klasikal yang kedua itu ada lokus atau studi lapangan di Surakarta. Yang pertama itu ada di kantornya Bages Bangpol. Kemudian studi lapangan yang kedua itu diadakan di SMAN 1 Surakarta. di mana kegiatan semua yang diadakan oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur itu sangat menarik dan menambah di mana ilmu-ilmu dan wawasan yang kita dapatkan dari kegiatan ini nantinya akan kita tularkan pada guru-guru. Terus kemudian di mana guru-guru itu nanti akan mengabdikan dirinya memberikan pelayanan yang terbaik kepada siswa-siswa yang berada di sekolahan masing-masing. Jadi kegiatan ini sangat bermanfaat sekali bagi guru-guru. Terima kasih BPSDM Provinsi Jawa Timur. BPSDM Provinsi Jawa Timur. Juara juara juara. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Pelatihan sosial kultural jenjang dua provinsi Jawa Timur. Salam Pancasila. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Desi Nurul Imaniar. Saya dari SMA Negeri 2 Situbondo. Di sini saya mewakili teman-teman saya dalam pelatihan sosial kultural jenjang 2 Provinsi Jawa Timur tahun 2025. Saya mewakili teman-teman saya mengucapkan banyak terima kasih terutama kepada BPSDM karena telah memberikan sarana dan prasarana yang luar biasa telah menghadirkan ee para narasumber yang luar biasa kepada kami sehingga kami banyak mendapatkan ilmu-ilmu baru. Semoga nantinya kami bisa menularkan kepada anak didik kami sebagai ujung tombak dalam perjuangan bangsa yang akan mewarnai Indonesia ke depan. Terima kasih BPSDM Jatim. BPSDM Jatim juara juara juara. Hai assalamualaikum saya Coach Nfiani. Hari ini rasanya hati saya hangat bahagia sekali ketika membersamai guru-guru dari ee Jawa Timur ya. Masyaallah dengan ee BPSDM Jawa Timur yang mengadakan acara hari ini. Saya melihat betapa guru-guru itu tuh sangat siap gitu ya untuk menerima apa yang ingin disampaikan hari ini. Mereka adalah guru-guru yang lembut hatinya, punya cinta yang besar banget dan insyaallah siap untuk memberikan cinta kepada anak-anak didiknya. Saya merasa punya harapan Indonesia masih punya banyak harapan ketika guru-gurunya seperti ini. Sampai ketemu di acara BPSD yang berikutnya. Semangat guru-guru karena dirimu punya jasa yang tidak pernah bisa dibalas. Terima kasih. istilahnya LKM. banyak anak-anak siswa kami itu ee melakukan perilaku yang saya ketika MLS itu sering mendapatkan PKKBN bahaya stunting ya peringat gini karena usia belum matang jadi kalau bahasanya orang anak ya untuk pengembangan secara kultural ee Bapak Ibu Dengan bangganya saya secara pribadi mengucapkan mengucapkan terima kasih. Banyak ilmu yang telah saya dapatkan secara pribadi ee baik itu ilmu yang terkait dengan ee kompetensi saya ee yang secara spesifik adalah bagaimana kita menghadapi kenyataan hidup. Ternyata kita berbeda. Luar biasa. Dan nanti ee sertifikat akan kami bagikan memohon ee rida dari Allah Subhanahu wa taala dan juga mengucapkan syukur. Mohon izin juga Bapak Ibu kami dengan bacaan alhamdulillahiabbil alamin mengakhiri dan juga menutup latihan eh Sou School jenjang 2 Provinsi Jawa Timur tahun 2020. Terima kasih dan di Selati. Cukup sekian terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] apa namanya ee untuk segera berdiskusi dengan para narasumber dari BAPENAS ataupun dari unit-unit kerja yang lain yang kompeten. Dan dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim dengan senantiasa mengharap rida Allah subhanahu wa taala pada hari ini hari Rabu tanggal 16 Juli tahun 2025 pelatihan perencanaan dan penganggaran angkatan 2 tahun 2025 BPSDM Jawa Timur secara resmi saya nyatakan dibuka dan dimulai. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] kita di dalam dokumen perencanaan kita secara nasional maupun secara nasional di dalam sistem perencanaan sistem pembangunan nasional yang ada di Undangan nomor 25 tahun 24 itu sebetulnya ada tiga dan mendiskusikan dokumen perencangan penganggaran yang tidak ada dan untuk menghasilkan dokumen perencangan penganggaran yang lebih berkualitas. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Muhammad Isan Abdurrahman dari Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Saya berkesempatan untuk mengikuti diklat perencanaan dan penganggaran tahun 2025 angkatan kedua di BPSDM Provinsi Jawa Timur. Diklatnya dilaksanakan dengan blended running yaitu online dan offline di BPSDM Provinsi Jawa Timur. Cara ini sangat bermanfaat bagi rekan-rekan jabatan fungsional perencana di lingkungan Provinsi Jawa Timur. Semoga dapat memberikan manfaat dan barokah khususnya dalam pelaksanaan tugas perencanaan dan juga BPSDM Provinsi Jawa Timur dapat terus menjadi pelopor dan dalam mengembangkan SDM di Provinsi Jawa Timur. Maju terus BPSDM Provinsi Jawa Timur. Juara. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya Imang Indahuning Room dari Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Sutomo. Saya sebagai peserta pelatihan perencanaan dan penganggaran angkatan 2 tahun 2025 di BPSDM Provinsi Jawa Timur. Kesan saya selama pelatihan di sini untuk yang offline atau yang dilaksanakan secara tatap muka di sini untuk sarprasnya sangat baik terutama yang ada di kelasnya. Ee dari sisi ee penginapan mungkin ke depan bisa di ee tambahkan untuk pemeliharaannya supaya kita semua yang berada di sini dan tinggal di sini semakin nyaman dan aman untuk melaksanakan pelatihan di BPSDM Provinsi Jawa Timur. Terima kasih. Kami juga mengucapkan terima kasih sekali kepada Ibu Walikas, kepada Bapak narumber. ilmu yang telah kami dapat selama mengikuti pelatihan ini akan kami gunakan untuk menambah wawasan di kantor atau di OPD masing-masing. [Musik] Acara semuanya semoga sehat selalu sampai di rumah ketemu keluarga bahagia dan tentunya apa yang kita dapatkan ilmu terutama semoga bisa dimanfaatkan di OPD-nya masing-masing. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan Bapak Ibu atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur BPSDM saya mewakili bahwa pelatihan ee perencanaan dan penganggaran angkatan 2 tahun 2025 dengan mengucap alhamdulillah dinyatakan diakhiri. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi sobat ASN di mana pun berada. Baik yang sudah bergabung di Zoom meeting dan live YouTube BPSDM Jatim TV. Senang sekali saya Yuri Sabrina yang pada pagi hari ini dapat kembali menyapa Sobat ASN dalam webinar ASN belajar seri 38 tahun 2025 persembahan Corpu SDGs BPSDM Provinsi Jawa Timur. Yeay. [Tepuk tangan] Di era digital dan globalisasi birokrasi Indonesia dituntut untuk tidak hanya cepat dan efisien, tetapi juga berakar pada nilai-nilai Pancasila. Pelayanan publik yang transparan, adil, dan humanis adalah wujud nyata pengalaman ideologi bangsa dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mewujudkan hal tersebut, kita sebagai ASN dituntut untuk mampu mengintegrasikan nilai-nilai kebangsaan dengan prinsip-prinsip good governance dan inovasi digital. Oleh karena itu, dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, mari belajar bersama terkait relevansi Pancasila dalam membentuk birokrasi yang humanis, inklusif, dan berdaya saing bersama. Webinar ASN Belajar seri 38 tahun 2025. [Musik] Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN belajar seri 38 tahun 2025 kali ini, marilah kita bersama dengarkan opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, yaitu Bapak Dr. Ramlianto, S.P., MP. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanir, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber dan Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 2 Oktober 2025, ASN belajar telah memasuki seri yang ke-38. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami, kami selalu berkomitmen dan sekaligus terus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN belajar seri ke-38 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka memberikan sumbangsi pemikiran pada momen hari kesaktian Pancasila yang kita peringati setiap tanggal 1 Oktober. Sebuah momentum yang bukan sekedar mengenang sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali kesadaran kita bahwa Pancasila adalah pondasi sekaligus penuntun arah bangsa. Karena tema ini tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN belajar seri ke-38 tahun 2025 ini mengangkat topik Pancasila dan birokrasi dari spirit kebangsaan ke transformasi pelayanan publik. Nah, sudah menjadi transisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sabat ASN di seluruh tanah air, Pancasila adalah bintang penuntun bangsa. Ia bukan hanya dasar negara, tapi juga sumber nilai, orientasi moral, dan panduan etis dalam setiap kebijakan dan tindakan kita. Pancasila adalah roh kebangsaan yang mengikat keberagaman Indonesia menjadi satu harmoni. Ia merangkul perbedaan menyatukan keberagaman agama, suku, dan budaya dalam satu rumah besar bernama Indonesia. Di dalamnya terkandung nilai ketuhanan, kemanusiaan, tekad persatuan, permusyawaratan, serta keadilan sosial yang menjadi benteng bangsa menghadapi berbagai tantangan zaman. Bagi birokrasi, Pancasila adalah sumber energi moral yang menuntun ASN agar tidak hanya bekerja secara prosedural, tapi juga menjiwai setiap pelayanan dengan keadilan, kejujuran, dan keberpihakan pada rakyat. Dengan Pancasila, birokrasi bukan hanya mesin administrasi, melainkan wajah negara yang humanis dan berintegritas. Bagi birokrasi, Pancasila bukan sekedar teks konstitusional yang dibaca hanya pada saat upacara, melainkan energi yang harus menghidupkan setiap denyut pelayanan publik. Bagi birokrasi, Pancasila adalah kompas moral dan etika kerja yang menuntun setiap aparatur untuk bekerja bukan hanya demi memenuhi target, tetapi juga untuk menghadirkan rasa keadilan dan kemanusiaan dalam pelayanan publik. Di tengah arus disrupsi, digitalisasi, dan kompetisi global, birokrasi kita seringkiali dituntut untuk berubah cepat, tangkas, dan adaptif. Namun perubahan tanpa pijakan akan kehilangan arah. Sobat ASN di seluruh tanah air, di sinilah Pancasila hadir sebagai jangkar dan kompas yang menjaga agar inovasi birokrasi tidak tercerabut dari akar kebangsaan, agar transformasi birokrasi tetap berwajah humanis, dan agar pelayanan publik senantiasa berlandaskan nilai keadilan, persatuan, dan kemanusiaan. Birokrasi yang berpancasila adalah birokrasi yang tidak hanya efisien, tapi juga menghadirkan keadilan. Tidak hanya cepat, tetapi juga beretika. Tidak hanya modern, tapi juga menumbuhkan kepercayaan publik. Dari sinilah spirit kebangsaan menemukan bentuk nyatanya dalam kerja-kerja ASN sehari-hari. Transformasi pelan publik tidak boleh hanya berhenti pada sistem dan prosedur. Ia harus menyentuh dimensi yang lebih dalam, nilai, sikap, dan budaya. ASN adalah wajah negara di mata rakyat. Maka setiap senyuman, setiap kebijakan, dan setiap tindakan dan perkataannya adalah cerminan dari Pancasila yang hidup. Sobat ASN di seluruh tanah air. Lalu bagaimana kita sebagai ASN Indonesia bukan sekedar sebagai aparatur yang menjalankan administrasi, tapi juga pewaris nilai Pancasila, menjaga moral bangsa dan agan perubahan yang menyalahkan harapan masyarakat. Nah, untuk membahas cerdas dan tuntas topik ini, kami telah mengundang para narasumber hebat yang luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Sadono Sriharjo, ST, MM. Beliau adalah Direktur Pelaksanaan Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila pada Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau BPIP. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Dr. Listiono Santoso, SS, MHum. Beliau adalah seorang dosen ilmu filsafat dari Universitas Erlangga Surabaya. Dan ketiga, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Zulfikar Waliuddin Fattah, M.Pd. Beliau adalah tim pengembang laboratorium Pancasila pada Universitas Negeri Malang. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-38 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih kami ucapkan untuk Bapak Dr. Ramlianto, S.MP ya. Nah, sebelum kita berlanjut ke sesi berikutnya, Sobat ASN, kami informasikan bahwa saat ini Sobat ASN sudah dapat melakukan presensi pada laman semesta Bangkom. Link presensinya dapat Sobat ASN lihat pada running teks di bawah ya, kolom chat Zoom dan pincet YouTube BPSDM Jatim TV. Dan dikarenakan saat ini traffic presensi sedang tinggi, bagi sobat ASN yang masih belum bisa mengakses presensi dapat mencoba kembali secara berkala sampai dengan pukul 12.00 siang. [Musik] Sobat ASN, kita akan simak bersama materi pertama yang akan disampaikan oleh tim pengembang laboratorium Pancasila sekaligus dosen pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan Universitas Negeri Malang, Bapak Zulfikar Waliudin Fattah, M.Pd. [Musik] Selamat pagi, Pak Zulfikar. Selamat pagi, Mbak Yuris. Gimana kabar, Pak? Sehat, Pak. Alhamdulillah. Alhamdulillah. sudah siap ya, Pak, untuk membagikan materi pada pagi hari ini ke sobat ASN yang sudah kayaknya semangat banget nih, Teman-teman Sobat ASN untuk menyimak materi dari Pak Zulfikar. Siap. Semangat. Baik, Bapak kami persilakan. Oke. Baik, terima kasih. Selamat pagi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sejahtera untuk kita semuanya. Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya. Salam kebajikan rahayu. Salam Pancasila. Terima kasih saya ucapkan ee untuk materi pertama yang diberikan kepada saya di sini. Saya akan ee bersama-sama dengan Sobat ASN semuanya membahas terkait dengan Pancasila dan good governance sebagai jalan menuju reformasi pelayanan publik. Oke. Baik, bisa ditampilkan slide-nya. Slide-nya bisa ditampilkan mungkin. Cek. Halo. Tes. Oke, slide yang pertama monggo bisa di tampilkan. Oke, baik. Terima kasih ee dari saya saja kalau gitu ya. mungkin ee ada sedikit gangguan. I baik. Eh yang pertama dalam topik Pancasila dan juga good governance sebagai jalan menuju reformasi pelayanan publik. Di sini kita awali dengan sebuah pertanyaan yang kemudian bisa merefleksi kita bersama begitu ya terkait dengan pertanyaan apakah ASN saat ini sudah benar-benar menjadi pelayan masyarakat. Nah, Sobat ASN semuanya, mari kita refleksi bersama apakah tugas ini sudah benar-benar dijalankan dengan betul-betul. Karena ASN tugas utamanya adalah salah satunya adalah terkait dengan pelayanan publik dan juga pelayanan masyarakat. Nah, di sini kita bisa melihat perbedaan gitu ya dalam paradigma pelayanan publik. Tentu saja ini ada model pelayanan dalam birokrasi lama dan juga ataupun versus birokrasi baru. Nah, apa perbedaan-perbedaan yang ada dalam format birokrasi lama dan juga birokrasi yang baru? Kita bisa melihat di slide selanjutnya di mana pertanyaan yang menjadi refleksi kita berikutnya adalah apa yang dimaksud dengan good governance. Apa yang dimaksud dengan good governance? Di sini merupakan salah satu refleksi kritis bagaimana pelayanan publik itu bisa berjalan dengan ideal. Good governance adalah suatu tata kelola gitu ya, suatu tata kelola ee pemerintahan dan juga ekonomi, politik dan semuanya terkait dengan pelayanan publik yang kemudian menekankan pada efektivitas ya transparansi, akuntabel dan juga equity. Nah, di sini kita semuanya harus merefleksi apakah kita ini sudah menjadi seorang ASN yang ee melakukan pelayanan seperti good governance itu sendiri. Nah, mari kita mulai dari landasan filosofis dan juga konseptual. Yang jelas ini akan berhubungan dengan nilai-nilai dari Pancasila. Oke. Pancasila adalah jiwa dan juga etika bangsa Indonesia. Pancasila terdiri dari lima sila dan kita tahu Pancasila itu bukan hanya sebuah ideologi, bukan hanya sebuah dasar negara, melainkan Pancasila ini adalah jiwa bangsa. Pancasila ini adalah way of life. Pancasila adalah pedoman hidup. sehingga kita bisa merefleksi nilai-nilai Pancasila itu mulai dari sila pertama ya ketuhanan ee nilai-nilai kemanusiaan kemudian nilai-nilai persatuan, kerakyatan dan juga keadilan sosial. Apakah kemudian dari spirit Pancasila ini sudah terinternalisasi dengan baik pada jiwa dan diri sobat ASN semuanya? Nah, ini menjadi refleksi kritis apakah Pancasila ini hanya sebatas teks gitu ya, apakah Pancasila ini hanya sebatas konsep namun dalam pelaksanaannya tidak berjalan dengan baik. Nah, mari kita refleksi bersama-sama. Jika dikaitkan dengan pondasi pelayanan publik itu sendiri, ada nilai keadilan sosial, kemanusiaan, dan juga persatuan yang di sini menjadi sebuah landasan etis dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pancasila di sini juga berfungsi dalam mendorong pondasi pelayanan publik ini pada setiap aparatur negara untuk menginternalisasi nilai Pancasila dalam setiap tindakan dan juga pelayanannya. Nah, ini yang kemudian menjadi korelasi pertama antara Pancasila dan juga pelayanan publik. Pancasila adalah spirit dan juga pelayanan publik ini berlaku sebagai tools atau alat. Spirit dan alat ini jika digunakan dengan baik maka bisa menjadikan gitu ya pelayanan publik ini menjadi lebih baik, lebih efektif, lebih humanis, dan juga lebih transparan sesuai dengan jiwa Pancasila yang menjadi pedoman hidup dari bangsa Indonesia. kita lanjut. Nah, paradigma baru dalam tata kelola pemerintahan dalam lingkup good governance ini tidak lepas dari tiga sektor yang akan kita bahas di slide gitu ya. Ada yang namanya ee pemerintah. Nah, pemerintah ini sebagai apa? Sebagai regulator, sebagai fasilitator untuk apa? Untuk membangun pertanggungjawaban dan berlaku secara demokratis. pemerintah yang pertama. Yang kedua adalah sektor swasta yang tidak ee kita tinggalkan begitu ya. Dalam sektor swasta ini menjadi sebuah mitra strategis dalam pembangunan ekonomi dan pelayanan publik yang efisien. Dan yang ketiga yang menjadi paradigma baru di sini adalah masyarakat madani. Partisipasi aktif dalam masyarakat di sini dapat mendorong terciptanya goodance partisipasi aktif dalam apa? dalam pengawasan dan juga evaluasi kinerja pemerintahan. Karena masyarakat yang baik bukan hanya berlaku ee untuk menerapkan regulasi yang ada dari pemerintah, namun juga mengawasi, namun juga mengevaluasi agar apa? tercipta sinergitas antara pemerintah, sektor swasta, dan juga masyarakat yang kebutuhannya ini akan tercukupi dengan adanya lingkaran atau sinergitas dari ketiga sektor ini. Nah, dari itu maka good governance ini merupakan sebuah manajemen pembangunan yang solid, bertanggung jawab, efisien, serta demokratis dengan melibatkan ketiga pilar ini. Oke, kita lanjut. tiga pilar good governance dalam aksinya ya. Yang pertama adalah kolaborasi strategis, sinergi antar pilar, tata kelola yang berkelanjutan. Kemudian yang kedua tidak kalah penting adalah pembagian peran gitu ya. Setelah bersinergi dengan baik, pembagian peran ini juga mendapatkan porsi yang cukup penting di mana peran-peran yang spesifik ini harus bisa efektif berjalan untuk menuju kepada good governance tadi. Nah, itu tidak lepas. Yang ketiga adalah akuntabilitas bersama, tanggung jawab kolektif terhadap kesejahteraan masyarakat. Kembali lagi karena ASN ini adalah pelayanan gitu ya, fungsi utamanya adalah kepada pelayanan negara, kepada masyarakatnya. Maka di sini para sobat ASN ini adalah pemikul tanggung jawab yang kemudian mempertanggungjawabkan program-program yang dijalankan dengan efektif, dengan baik kepada masyarakat. Nah, akuntabilitas ini penting dalam aksi good governance. tu. Oke. Ee setelah kita tadi membahas dalam bingkai landasan filosofis dan teoritis, kita masuk pada prinsip-prinsip good governance dalam pelayanan publik. Nah, apa saja yang dimaksud di sini prinsip-prinsip ini? Prinsip utama dalam good governance, gitu ya. Good governance di sini adalah melibatkan partisipasi masyarakat yang baik. Itu prinsip yang pertama. Nah, jadi jangan sampai pelibatan masyarakat, pelibatan ee dalam forum, terus aspirasi dan juga partisipasi dalam perencanaan ke depan dalam hal apapun itu, itu harus di ee miliki atau kemudian dihimpun oleh ee governance yang baik itu kemudian bisa dijadikan program-program yang baru. partisipasi masyarakat ini akan mendorong kemajuan ini sama baiknya dengan transparansi. Transparansi yang dimaksud di sini adalah terkait dengan dalam utama dalam good governance itu adalah pertama akses informasi publik. Apakah publik ini bisa mengakses gitu ya informasi yang luas oleh sebuah lembaga? Apakah publikasi anggaran dan kinerjanya ini sudah dipublikasikan dengan baik secara transparan? Apakah kemudian proses pengadaan ini ee diberikan secara dengan prinsip terbuka? Nah, ini yang kemudian harus dimiliki oleh prinsip-prinsip dalam good governance terutama pada partisipasi masyarakat dan juga transparansi. ini penting untuk dilakukan tanpa adanya ini ketika pilar yang di awal tadi kita bahas ada partisipasi masyarakat di sini yang kemudian dibantu dengan transparansi yang baik ini akan mendorong ee tata kelola pemerintahan ini menuju good governance. Prinsip selanjutnya dalam good governance ini yang tidak kalah penting adalah akuntabilitas. Akuntabilitas sama dengan pertanggungjawaban pejabat publik dan juga setiap keputusan dan tindakan yang diambil menjalankan mandat. Jadi pertanggungjawaban misalkan apakah kemudian para sobat ASN ini sudah melakukan pertanggungjawaban dengan baik, apakah kemudian mangkir dari tugas dan yang lain-lain itu jangan sampai terjadi karena itu menyalah yang dari namanya prinsip good governance. Akuntabilitas itu penting yang dimiliki oleh Sobat ASN semuanya. Yang ketiga adalah supremasi hukum gitu ya, penegakan hukum yang adil. konsisten dan juga tidak memandang status sosial dalam memberikan keadilan. Nah, yang ke yang terakhir adalah efektivitas dan juga efisiensi. Ini perlu di ditekankan juga dalam prinsip good governance. Apakah pelayanan kita sudah tepat sasaran? Apakah sudah tepat waktunya? Apakah sudah efisien? Apakah sudah optimal dengan sumber daya yang ada? Nah, jika sudah berarti perlu dievaluasi untuk ditambahkan dalam rencana kerja baru untuk menambahkan efektivitas sehingga pelayanan menjadi lebih baik lagi. Jika belum dievaluasi apa yang kurang kemudian ditambahkan pelayanan-pelayanan yang ee sesuai dengan prinsip-prinsip good governance tadi. Selanjutnya dalam sebuah studi kasus gitu ya, pelayanan publik kita ada beberapa pencapaian positif yang ada di dalam sebuah pelayanan publik atau services. perbaikan waktu ya layanan yang signifikan itu perlu karena ya dalam studi kasus banyak terjadi gitu ya ee waktu pelayanan itu tidak menggunakan waktu yang efektif atau bertele-tele dan juga peningkatan integritas petugas pelayanan. Integritasnya ee petugas pelayanan itu juga perlu gitu ya untuk ditingkatkan. keramahan dan profesionalisme petugas serta kelengkapan sarana dan prasarana. Pencapaian positif ini menjadi salah satu tumpuan untuk menuju sebuah services pelayanan publik dalam good governance. Lalu muncul tantangan apa yang kemudian bisa dihadapi dalam kasus pelayanan publik di masyarakat kita. pertama adalah kadang-kadang gitu ya muncul ketidakhadiran petugas ya yang biasanya ee dalam ee kasus-kasus tertentu itu molor jamnya begitu ya. Kemudian mungkin ada gangguan ee dari listrik yang kemudian menghambat dari pelayanan itu. Nah, itu perlu diantisipasi jaringan internet juga karena kita sudah digitalisasi gitu ya pada era digitalisasi ya. ini yang perlu dihadapi, dipersiapkan apa saja tantangannya, ya. Baru ee birokrasi ini akan menentukan, mengevaluasi apa saja yang dihadapi dalam tantangan ini yang kemudian solusinya apa. Nah, ketika solusi itu bisa menghadapi tantangan dan gangguan yang dihadapi tadi, niscaya pelayanan publik ini akan berjalan dengan baik, gitu. Jadi intinya apa? Implementasi good governance ini juga memerlukan dukungan dari infrastruktur yang memadai dan juga selain itu ada komitmen dari seluruh aparatur ee sobat ASN semuanya dari aparatur negara, dari aparatur pelayanan semuanya harus memiliki komitmen juga jadi saling mengisi gitu ya. Kemudian di bab yang ketiga kita di bagian yang ketiga kita masuk pada reaktualisasi nilai Pancasila dalam pelayanan publik modern. Nah, apa sih di sini yang dimaksud dengan reaktualisasi? Nah, yaitu mengaktualisasikan kembali gitu ya, menerapkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam pelayanan publik yang modern ini. Seperti apa? Pertama, nilai Pancasila ini harus dijadikan sebagai landasan etika. Ya, karena Pancasila tadi berlaku sebagai way of life gitu ya, berlaku sebagai pedoman hidup. Maka seluruh aparatur itu harus memiliki jiwa Pancasila dalam pelayanan publik ini. Ya, pertama jelas dalam sila ketuhanan, spiritualitas, nilai religi itu harus ada dalam setiap para aparatur negara. Itu yang harus dimiliki. Kemudian yang kedua terkait dengan nilai kemanusiaan gitu ya. melayani dengan penuh empati, menghormati harkat dan martabat setiap warga negara. Tidak ada diskriminasi di sini. Kita memandang ee masyarakat itu sebagai sebuah subjek yang sama gitu ya, sebagai subjek yang setara, tidak kemudian dibeda-bedakan. itu harus seperti itu dalam memberikan pelayanan ketika melandaskan etika Pancasila ini sebagai landasan pelayanan publik. Yang kedua, yang ketiga adalah persatuan membangun solidaritas gitu ya, publik gitu ya, pelayanan publik yang mengutamakan kepentingan bersama. Jadi mengutamakan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan dari masing-masing golongan, masing-masing individu gitu ya. itu harus diutamakan. Jadi, apakah itu sudah menjadi gitu ya? Apakah itu sudah ee termuat semuanya dalam etika pelayanan Sobat ASN semuanya? Ya, mari kita refleksikan bersama-sama. Yang keempat adalah kerakyatan. Ya, nilai kerakyatan di sini di sila keempat. Apa yang dimaksud etika pelayanan dalam kerakyatan di sini adalah mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan. Nah, ini yang kemudian tadi aspirasi dari masyarakat itu disaring. Ada help-nya gitu ya, ada ee apa layanan lapor, ada layanan keluh kesah. Nah, itu merupakan salah satu penjaringan aspirasi begitu dalam landasan etika pelayanan kita. ini menjadi sebuah evaluasi ketika layanan masyarakat ini memenuhi aspirasi dari masyarakat itu kepuasan dari masyarakat juga pasti akan meningkat. Oke, yang ke terakhir adalah landasan etika keadilan sosial. Di mana ee etika dalam keadilan sosial ini memberikan pelayanan yang setara tanpa adanya diskriminasi tadi yang adil jika datangnya ee terakhir gitu ya. ya didulukan yang pertama tadi datang bukan berdasarkan orangnya ini pejabat saya dulukan tidak tapi bagaimana memandang seseorang itu sebagai subjek utama yang setara gitu ya yang setara tanpa memihak pada kepentingan apapun itu gitu ya jadi landasan etika harus ee dimiliki gitu ya dalam landasan pelayanan publik gitu itu dari nilai masingmas masing-masing sila. Kemudian kita masuk pada bagian berikutnya gitu ya. Di sini ada digitalisasi pelayanan gitu ya. Karena kita sudah memasuki era digital di sini, kita bisa melihat gitu ya serba digital terkait dengan pelayanan dari ee para aparatur negara dengan tata kelola pemerintahan ini sudah banyak mengadopsi ee teknologi, sudah banyak mengadopsi terkait dengan pelayanan yang berbasiskan digital. Nah, ternyata setelah melakukan digitalisasi dalam hal pelayanan ini dalam bidang apapun itu ya, Sobat ASN semuanya, ternyata tingkat kepuasan itu meningkat ya. Kenapa ya? Karena masyarakat kita ini sudah berubah secara paradigma kita ini hidup di dunia ini sudah berkembang menuju ee digitalisasi. kita seringki menggunakan dan akrab menggunakan teknologi-teknologi yang kita gunakan secara digital ini setiap hari gitu ya, dari gadget, dari ee pekerjaan mungkin yang menggunakan komputer dan yang lain-lain itu sudah banyak menggunakan atau mengadopsi ee digitalisasi ini sehingga apa tingkat kepuasan dari masyarakat yang menjadi ee faktor utama dalam pelayanan publik ini bisa meningkat. Mungkin studi kasusnya ketika kita bisa melihat mall pelayanan publik atau ee apa namanya dalam keluh kesesah warga itu diberikan platform lapor gitu misalkan e-lapor. Nah, itu yang kemudian mengefisiensi ee dari waktunya mereka. Ternyata ee saya mudah dengan digitalisasi ini. Masyarakat merasa mudah itu dan akhirnya ee tingkat kepuasannya juga akan meningkat. Nah, yang kedua adalah pengurangan waktu. Dengan digitalisasi ini pengurangan waktu juga cukup signifikan terjadi begitu ya. Karena mungkin ee dari kegiatan masyarakat kita yang sibuk juga ada yang bekerja dan yang lain dengan kesibukan masing-masing. Maka ee dengan digitalisasi ini pengurangan waktu juga bisa lebih ee efektif digunakan gitu ya tanpa mengurus izin langsung misalkan datang ke tempat. Nah, Bapak, Ibu semuanya mungkin sekarang sudah banyak mengadopsi itu. Pertama dengan e-presensi ya. Nah, presensinya secara online ya. Ini yang kemudian menjadi salah satu efisiensi dalam digitalisasi pengurangan waktu yang digunakan dalam pelayanan publik. Nah, adopsi-adopsi digital seperti itu. Kemudian ada layanan akses 24 jam per7 hari. Nah, tersedia sepanjang waktu. Nah, bisa digunakan ee helpdk, program helpdesk dan yang lain-lain itu yang kemudian membantu ketika ee pada waktu-waktu tertentu yang ee pada kasusnya pada kenyataannya misalkan kantor tutupnya jam 3.00 sore. Nah, setelah itu jam .00 ada trouble misalkan karena melakukan suatu tugas gitu ya yang kemudian bisa dibantu dengan akses layanan berupa help base misalkan yang di situ ada jawaban otomatis ya itu juga salah satuya membantu gitu ya membantu terkait dengan pelayanan publik efektivitasnya. Oke, itu terkait dengan digitalisasi pelayanan yang ee dalam hal ini menjadi studi kasus kita dan banyak mengadopsi ee digitalisasi ini dalam kehidupan tata kelola pemerintahan gitu ya. Kemudian kita masuk pada ee bagian keempat gitu ya, dampak good governance terhadap reformasi dan juga pelayanan publik. Nah, di sini kita bisa gitu ya perbaikan kinerja pelayanan publik ini bisa berlandaskan yang pertama ada yang namanya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 terkait dengan pelayanan publik. Ini merupakan landasan hukum karena negara kita adalah negara hukum gitu ya yang tentu saja pelayanan publik juga diatur di dalam undang-undang tersebut. bahwasanya melayani publik itu harus sesuai dengan standar, harus sesuai dengan prosedur, harus sesuai dengan mekanisme dan juga pengawasan pelayanan. Nah, ini semuanya diatur. Perbaikan kinerja ini harus kemudian dikembalikan juga dari payung hukum yang tersedia. contohnya di Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 ini. Nah, kemudian yang kedua adalah terkait dengan implementasi prinsip good governance, penerapan transparansi, akuntabilitas, partisipasi dalam aspek pelayanan publik. Nah, ini perlu ditingkatkan agar perbaikan kinerja ini juga bisa meningkat. Transparansi terutama misalkan dalam penggunaan anggaran apapun gitu ya, transparansi itu dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas atau pertanggungjawaban seorang tata kelola ee sebuah sistem gitu ya dalam sebuah lembaga kepada masyarakatnya. Nah, oleh karena itu mungkin nanti dari transparansi itu mendapatkan ee aspirasi ataupun masukan dari masyarakat yang merupakan subjek utama dalam pelayanan publik ini. Oh, mungkin dana yang seperti ini bisa dialihkan karena saya merasa kok fasilitas yang ini kurang. Nah, misalkan itu bisa menjadi bahan perbaikan kinerja dari pelayanan publik tersebut. Kemudian peningkatan kualitas layanan. Hasil nyata berupa pelayanan yang lebih cepat, mudah, murah, transparan, dan berkualitas. Ini harus menjadi konsern utama dalam perbaikan pelayanan publik. Bagaimana kemudian melayani masyarakat, melayani publik ini dengan cepat, tidak perlu bertele-tele dan harus mudah dan juga murah, transparan, dan juga ber berkualitas. Nah, nah kita bisa melihat gitu ya di sini ada yang namanya tantangan dan juga solusi dan dalam implementasi good governance gitu ya. Seringki dalam hal good governance kita bisa mengetahui ada hambatan-hambatan yang kemudian muncul gitu ya. Termasuk salah satunya yang sering itu adalah birokrasi yang berbelit gitu ya. budaya birokrasi yang feodal. Nah, ses kalau dengan BOS tidak berani membantah. Padahal bos juga belum tentu benar semuanya. Nah, itu menyalahi prinsip-prinsip dari good governance tadi. Nah, itu yang kemudian harus kita refleksi bersama-sama. Solusinya apa? ya, komitmen integritas membangun budaya kerja yang berintegritas tinggi. Nah, kita sebagai anggota dari atau bagian dari pelayanan publik itu juga harus memberikan saran, masukan, serta mengevaluasi jika dirasa dalam birokrasi itu juga tidak sejalan dengan prinsip-prinsip good governance. Yang kedua, masalah klasik, korupsi, penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan pribadi. Ini masalah yang sering terjadi dan tidak bisa kita putus sampai saat ini. Korupsi dari tingkat terkecil sampai terbesar itu memang menjadi salah satu momok yang ee ada di dalam kehidupan bangsa Indonesia. Solusinya apa? Salah satunya adalah pemberian sanksi yang tegas gitu ya. penegakan aturan yang tegas, konsisten. Yang ketiga adalah masalah kurang transparansi, informasi yang tidak mudah diakses publik. Ini menjadi salah satu tantangan bagaimana pelayanan publik ini harus menghasilkan transparansi yang baik kepada masyarakat. Salah satunya adalah mengadopsi inovasi digital ke dalam pelayanan publik sebagai bentuk dari good governance. Layanan online, transparan, efisien itu perlu diberikan gitu ya, perlu ditekankan di sana. Nah, salah satu bentuknya adalah pelayanan terpadu satu pintu. Ini studi kasus ketika kita melihat sebuah gedung digunakan dalam ee pelayanan publik. Ada bagian kesehatan, ada bagian pendidikan, ada bagian pencatatan dan yang lain-lain. Ini mempermudah masyarakat dalam mengakses gitu ya informasi dalam kemudian mengurus gitu ya terkait dengan administrasi. Yang pertama adalah mengurangi ee waktu yang bertele-tele atau efisiensi waktu di sini bisa meningkat, pengurangan waktu, pengurusan perizinan. Nah, ini bisa digunakan dan ternyata banyak diadopsi dan lebih efektif gitu ya. Nah, yang kedua adalah penghematan biaya. karena berkurangnya biaya yang ee tidak atau dirasa kurang penting itu bisa berkurang jauh dengan ee salah satunya pembentukan pelayanan terpadu satu pintu. Nah, contoh aplikasinya ah di suatu daerah ya masing-masing. Mari dievaluasi bersama-sama. Yang ketiga adalah layanan daring yang kemudian di sini ternyata ee akhir-akhir ini menjadi sangat familiar gitu ya. pelayanan daring ee sistem erapor dan yang lain-lain itu menjadi salah satu keunggulan dari ee adopsi digitalisasi dalam pelayanan terpadu. Proses cepat dilakukan secara online, tidak harus datang misalkan mengurusnya. Nah, itu menjadi komitmen ee dalam pelayanan publik di sini. Nah, itu ya. Kemudian yang terakhir di sini dalam menuju reformasi pelayanan publik yang berkelanjutan. Nah, bagaimana peran ASN Pancasilais? Nah, saya yakin sobat-sobat ASN semuanya di sini memiliki jiwa Pancasila, memiliki jiwa yang Pancasilais. Bagaimana kemudian mewujudkannya? Nah, Saudara-saudara semuanya harus kembali lagi pada yang pertama ASN di sini adalah sebagai role model integritas. Nah, seperti yang disinggung tadi di video pembukaan tadi bahwasanya ASN itu adalah wajah negara. Nah, Sobat ASN semuanya di sini dinilai sebagai sebuah role model dari sebuah negara, dinilai sebagai wajah dari pemerintah. Nah, sehingga saudara semuanya, sobat ASN di sini harus mencerminkan nilai-nilai Pancasila itu dalam pelayanan publik. Dari mulai ee keterbukaannya, dari mulai ee pelayanan terkait dengan ee apa namanya? antidiskriminasi dan yang lain-lain itu harus dijadikan ee pedoman bagi seorang ASN itu. ASN yang kedua adalah ASN sebagai agen perubahan dalam birokrasi. Ya, perubahan dalam birokrasi ini yang dimaksud apa? Ya, kalau misalkan dirasa birokrasi yang lama itu sudah tidak efektif, maka saudara-saudara, sobat-sobat ASN di sini adalah sebagai agen perubahan dalam birokrasi tersebut. harus bisa mendobrak perubahan itu. Jangan kemudian yah kita ikut birokrasi yang lama saja. Tampaknya kita kalau menggunakan birokrasi yang baru banyak mengalami penolakan. Nah, ini yang kemudian salah ketika ee teman-teman di sini menjadi peran ASN yang memiliki jiwa Pancasila. Ya, Teman-teman di sini, Sobat ASN semuanya di sini harus mengawal perubahan birokrasi itu. Birokrasi yang kemudian lebih transparan, tidak bertele-tele dan yang lain-lain. Yang ketiga adalah ASN sebagai penggerak layanan inklusif dan juga humanis. Nah, kadang di sini banyak terjadi gitu ya kasus-kasusnya beredar di media sosial bahwasanya ada pembedaan-pembedaan terhadap pelayanan publik di dalam masyarakat. ya karena satu dan yang lain hal maka ASN di sini bergerak harus berdasarkan prinsip inklusif dan juga humanis. Selanjutnya sinergi Pancasila dan good governance di sini membangun kepercayaan. Penting untuk membangun kepercayaan pelayanan yang adil dan transparan untuk meningkatkan apa satu adalah tras dari masyarakat. kepercayaan masyarakat ini menjadi kunci utama dalam pelayanan good governance yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Yang kedua adalah partisipasi aktif. Masyarakat ini harus diupayakan terlibat dalam ee perencanaan dan juga evaluasi ke depannya. Yang ketiga, akuntabilitas tadi pertanggungjawaban dan transparansi yang terukur. Dan yang keempat, perbaikan yang berkelanjutan. dari masukan tadi kemudian diberikan evaluasi untuk dijadikan sebuah program yang baru mungkin gitu ya untuk mengatasi sebuah masalah itu. Nah, sinergi ini akan menjadi sebuah ekosistem dalam pelayanan publik yang sehat dan responsif serta orientasinya pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat itu harus diutamakan. Strategi implementasinya seperti apa? Internalisasi nilai Pancasila dalam budaya kerja harus dimiliki. Jangan sampai teman-teman di sini ASN menjadi wajah negara tidak memiliki nilai-nilai Pancasila dalam budaya kerjanya. Nah, kadang-kadang e ASN ini hanya menuntaskan kewajibannya tanpa memiliki nilai dalam budaya kerja, tanpa memiliki etcos Pancasila itu sendiri. Yang kedua adalah penerapan prinsip governance dalam SOP dan regulasi. regulasi-regulasi, peraturan-peraturan ini harus SOP-nya disesuaikan dengan prinsip good governance tadi. Ini untuk mencapai good governance yang baik, yang memiliki sinergitas dengan nilai Pancasila. Yang ketiga, strateginya adalah pemanfaatan teknologi digital secara adil dan juga inklusif. Terakhir di sini adalah aksi nyata. Pemerintahan yang baik di sini harus memiliki pondasi reformasi Pancasila dan good governance sebagai pondasi kokoh reformasi pelayanan publik. Sehingga Pancasila dan good governance ini akan bersinergi dengan baik untuk pelayanan publik yang lebih baik dan efektif. Yang ketiga adalah kolaborasi semua pihak tadi dari pemerintahnya, dari swasta, dari masyarakat. Ini untuk apa? untuk mewujudkan pelayanan yang lebih prima, pelayanan yang lebih baik. Dan yang terakhir yang tidak kalah penting adalah komitmen bersama. Mau enggak kita karena komitmen ya komitmen bersama mau enggak kita ini untuk berubah menuju eh good governance yang lebih baik. Nah, sehingga apa? Tercipta pembangunan Indonesia yang lebih maju lagi. Itu materi yang dapat saya sampaikan di sini. Saya kembalikan kepada moderator. Terima kasih. Baik, terima kasih Pak Zulfikar untuk materinya yang luar biasa pada pagi hari ini. Nah, Sobat ASN setelah ini kita akan lanjut ke sesi tanya jawab. Untuk Sobat ASN yang bergabung di Zoom bisa menggunakan fitur rais hand ya atau yang bergabung melalui YouTube bisa tuliskan pertanyaan melalui live chat. Jadi sekali lagiang ya udah ayo gak apa [Musik] sobat ASN. Sekali lagi untuk sobat ASN yang ingin bertanya silakan gunakan fitur rest hand dan nanti penanya akan saya pilih ya. Akan saya pilih untuk Bapak Muhammad Devin sepertinya sudah rais hand. Silakan Bapak mengajukan pertanyaan untuk Bapak Zulfikar terkait dengan materi yang tadi sudah disampaikan. Iya, sudah. Baik. Selamat pagi Bapak Muhammad Devin. Halo, selamat pagi semua. Ini kedengaran kedengaran enggak ini studio? Oke, suaranya sudah. Oke, ya. Eh, oke. Ee, bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya dari bagian keuangan daerahi. Nah, di sini saya menangkan tentang ee Pancasila ya. Saya lihat ini ada nilai sebagai landasan etika pelayanan nih. Ada kemanusiaan, ada sosial, kerakyatan, dan juga kesatuan. Nah, di sini ada yang kurang nih adalah ee Ketuhanan Yang Maha Esa. Nah, tujuan dari Ketuhanan Yang Maha Esa dari adanya apa namanya tuh ee sebagai landasan etika pelayanan publik seperti apa pada ee apa namanya itu Ketuhanan Yang Maha Esa. Makasih. Baik, Bapak Zulfikar apakah sudah bisa menangkap pertanyaan dari Pak Muhammad Devin dengan jelas? Jelas enggak nih? Oke, sudah. Sudah, sudah, sudah. Oke, siap. Makasih. Baik, silakan Pak Zulfikar. Oke. Baik, terima kasih Pak Devin gitu ya. Tadi memang belum tertulis di dalam slide gitu ya terkait dengan ee implementasi etika sila pertama yang sila ketuhanan di sini. Apa sebenarnya implementasi dari sila pertama dalam etika pelayanan publik di sini? Salah satunya tadi sudah saya sampaikan sebenarnya di depan gitu ya, Pak, terkait dengan integritas dan perlakuan ee sifat kita yang kemudian mencerminkan ASN ini sebagai agen yang spiritual, agen yang religius dan takut terhadap Tuhannya. Itu, Pak. Sehingga apa? integritas serta e nilai-nilai yang lain yang dimiliki oleh ASN tersebut jika terintegrasi dengan nilai pertama, sila pertama. Itu tadi jelas kita sebagai ASN gitu ya akan takut dengan nilai-nilai Tuhan ketika kita melakukan hal yang kurang tepat gitu tentunya dalam birokrasi kita. Salah satunya ini akan menekan pada ee misalkan hambatan tadi yang kedua adalah korupsi. Nah, jika seorang ASN itu memiliki nilai etika ketuhanan yang baik gitu ya, spiritualitas yang baik, dia takut akan nilai-nilai Tuhan, nah itu akan otomatis gitu ya, Pak Devin. Otomatis tidak akan berani ketika melakukan korupsi misalkan atau ee misalkan ee ya sudahlah saya tidak ee kerja tepat waktu saja. Wong biasanya ramainya kantor itu jam 09.00 misalkan saya datangnya 0.30. Nah, ini yang kemudian kalau tidak memiliki integritas berdasarkan nilai ketuha
Resume
Categories