ASN Belajar Seri 38 | 2025 - Pancasila dan Birokrasi: Dari Spirit Kebangsaan Ke Transformasi Yanblik
2msPWrQjEYk • 2025-10-02
Transcript preview
Open
Kind: captions
Language: id
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak
bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan
menjadi ASN. berakhlak mulia,
siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN cetar berkualitas.
ASN belajar wujud
pemerintahan
kelas dunia.
Tad pantang menyerah
jadi ASN cepat berkualitas.
[Musik]
Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam
webinar ASN belajar yang dipersembahkan
oleh Corporate University SDGIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur.
Sebelum memulai webinar, ada beberapa
hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar
acara dapat berjalan dengan lancar.
Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan
format.
Nama strip asal instansi Sobat ASN.
Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi
kamera tidak membelakangi cahaya ya,
agar wajah Sobat ASN dapat terlihat
lebih jelas.
Tiga, gunakan virtual background yang
sudah disediakan.
Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link
pendaftaran, virtual background dapat
diunduh pada link yang dikirimkan
melalui pesan WhatsApp. Empat.
Apabila Sobat ASN ingin mengajukan
pertanyaan atau berpartisipasi
interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan
reaction angkat tangan atau rise hand
pada Zoom meeting.
Lima.
Bagi Sobat ASN yang mengikuti webinar
melalui live YouTube BPSDM Jatim TV
dapat menuliskan pertanyaan melalui
kolom live chat.
Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis
untuk mencatat hal-hal penting, ya.
Siapkan pula alat tulis sobat ASN selain
untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini
dapat mempertajam pemahaman Sobat SN
tentang materi yang disampaikan oleh
narasumber.
Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat
pada webinar ini, Sobat ASN wajib
mengisi link presensi yang akan kami
bagikan pada saat acara webinar
berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi
lembar penilaian dan kuesioner juga agar
e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh.
Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan selama mengikuti webinar ini.
Tetap semangat dan selamat mengikuti
webinar ASN Belajar.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Perkenalkan nama saya
Nugroho. Saya dari Biro Administrasi
Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi
Jawa Timur. Pada saat ini saya mengikuti
pelatihan khusus analis kebijakan
angkatan 4 di BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Pada pelatihan ini kami mengikuti
pelatihan dengan bantuan LMS, offline,
in class, dan Zoom meeting. Semuanya
membuat pelatihan terasa bervariasi dan
semakin menarik. LMS bisa memudahkan
saya untuk mengakses materi-materi kapan
saja dan di mana saja. Zoom memudahkan
kami semua peserta untuk bisa
berinteraksi aktif dengan para
narasumber dan Incl memberikan kita
semua fasilitas untuk saling
meningkatkan networking dan saling
berkoordinasi satu sama lain. BPSDM
Jatim memberikan pelayanan terbaik,
fasilitas yang terbaik dalam pelatihan
saat ini. Dan saya harap BPSDM Jatim
semakin maju dan jaya ke depannya. BPSDM
Jatim juara juara juara.
Selamat pagi. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Saya Ntiani
dari Biro Pemerintahan dan oton daerah
sekretariat daerah Provinsi Jawa Timur.
Peserta pelatihan khusus analis
kebijakan tahun 2025.
di mana dalam pembelajaran ini kami
menggunakan metode trending yaitu ee
satu dengan online class di mana dengan
online class dengan kemajuan teknologi
kami dapat ee pembelajaran secara online
efektif dan efisien. Kemudian kedua
dengan menggunakan eh learning
management system di mana semua
materi-materi yang diberikan oleh ee
narasumber dapat kita download dan dapat
kita ee pelajari setelah ee kita
men-download. Kemudian ketiga dengan
class di mana kita dapat berinteraksi
bertukar pikiran dengan ee para peserta
dan juga bertemu dengan fasilitator yang
ada di BPSDM yang satset. Ee terima
kasih kami ucapkan kepada BPS Jatim,
BPSDM Jatim juara.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullah.
Saya kaget nama saya disebut
buat kesan dan pesan. Jadi kesan
saya
ee mengikuti pelatihan ini. Saya juga ee
terima kasih BPSDM sudah memberikan
kesempatan untuk menambah
wawasan tentang analisis kebijakan.
Ee
namun dengan waktu yang singkat
padat melalui LMS. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat sore dan salam sejahtera kita
semua. Salam sehat Bapak Ibu.
Alhamdulillah hari ini hadir semua ya.
Ada yang izin hari ini?
Oh, ada yang di Korea. Oke, yang lain
mudah-mudahan sehat semua dan semua.
Yang kami hormati Pak Sugeng wakil kelas
dari pelatihan KAKK angkatan yang luar
biasa ini angkatan 45 seperti tahun
kemerdekaan kita. Beri applaus untuk
Bapak Ibu sekalian.
Yang kami hormati pula analis pemuda dan
Bu Uci dan teman-teman tim dariana
serta seluruh peserta pelatihan angka
baik angkatan 4 maupun 5 Provinsi Jawa
Timur yang berbahagia.
[Musik]
Jfak angkatan 4 dan 5
sukses merdeka.
BPSBM Jatim
juara. Juara juara. Jawa Timur
[Musik]
direktur Pembelajaran Karakter dan
Sosial Kultural Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia Bapak Deni
Junanto, S. Mpp. PXID. Kepala Dinas
Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang
diwakili Kepala Bidang Pembina, Guru dan
Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan
Provinsi Jawa Timur.
Salam sehat Bapak, Ibu. Yang terhormat
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr.
Randlianto, S.PMP. Terima kasih, Bapak.
Hari ini ada empat acara beliau. Bapak,
Ibu alhamdulillah berkenan menyempatkan
waktu untuk teman-teman JF di Jawa
Timur. Terima kasih Pak Kaban. Yang kami
hormati pula instansi pembina yang
pertama dari Dinas Pendidikan hadir Bu
Dranda Eti Prawesti, M.Si., Kabit
Pembinaan Gtk Dinas Pendidikan Provinsi
Jawa Timur. Terima kasih, Ibu. Seluruh
peserta hadir guru SMA dan ee SMK di
lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi
Jawa Timur. Izin melaporkan hari ini
akan ada pembukaan yaitu untuk pelatihan
fungsional sosial kultural jenjang du.
Baik, terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Yang saya hormati tim dari Direktorat
Pembelajaran Karakter dan Sosial
Kultural Lembaga Infasi Negara Republik
Indonesia.
dan para panitia penyelenggara, para
instruktur, para narasumber, para
widyaiswara, dan tentu yang saya
banggakan peserta pelatihan ee sosial
kultural jenjang dua. Di dalam
undang-undang disebutkan bahwa
kompetensi sosial kultural adalah
kompetensi di mana ASN akan mengejawan
wantah sebagai
ee perekat persatuan dan kesatuan
bangsa.
Gak tahu jalannya dari santai saja Mas
ya dicat
ini kesendangan sesama guru saja
bisa ada konflik karena kesendangan
akhirnya kepala sekolah kadang-kadang
kait dari kepala sekolah beli opo sih
begitu sampai setahun beli mobil
kesendan buat apa kesend buat apa kata
monggo bui
Artinya anak-anak kita
yang masih belum
apa namanya memahais
yang berikutnya
karena sekarang juga perkembangan FPI
SH itu banyak dari sampah danasan
karena baru sudah
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh Perkenalkan nama saya
Darsanuddin Nurkafat dari SMA Negeri 2
Mejayen Kabupaten Madiun. Di sini saya
sebagai peserta pelatihan sosial
kultural yang diadakan oleh BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Di mana kegiatan
ini itu ada dua aktivitas. Yang pertama
MOC secara online atau daring. Kemudian
yang kedua diadakan secara klasikal di
mana yang pertama itu berada di kantor
BPSDM Provinsi Jawa Timur dan ee
kegiatan klasikal yang kedua itu ada
lokus atau studi lapangan di Surakarta.
Yang pertama itu ada di kantornya Bages
Bangpol. Kemudian studi lapangan yang
kedua itu diadakan di SMAN 1 Surakarta.
di mana kegiatan semua yang diadakan
oleh BPSDM Provinsi Jawa Timur itu
sangat menarik dan menambah di mana
ilmu-ilmu dan wawasan yang kita dapatkan
dari kegiatan ini nantinya akan kita
tularkan pada guru-guru. Terus kemudian
di mana guru-guru itu nanti akan
mengabdikan dirinya memberikan pelayanan
yang terbaik kepada siswa-siswa yang
berada di sekolahan masing-masing. Jadi
kegiatan ini sangat bermanfaat sekali
bagi guru-guru. Terima kasih BPSDM
Provinsi Jawa Timur. BPSDM Provinsi Jawa
Timur. Juara juara juara. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Pelatihan sosial kultural jenjang dua
provinsi Jawa Timur.
Salam Pancasila.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Desi
Nurul Imaniar. Saya dari SMA Negeri 2
Situbondo. Di sini saya mewakili
teman-teman saya dalam pelatihan sosial
kultural jenjang 2 Provinsi Jawa Timur
tahun 2025. Saya mewakili teman-teman
saya mengucapkan banyak terima kasih
terutama kepada BPSDM karena telah
memberikan sarana dan prasarana yang
luar biasa telah menghadirkan ee para
narasumber yang luar biasa kepada kami
sehingga kami banyak mendapatkan
ilmu-ilmu baru. Semoga nantinya kami
bisa menularkan kepada anak didik kami
sebagai ujung tombak dalam perjuangan
bangsa yang akan mewarnai Indonesia ke
depan. Terima kasih BPSDM Jatim. BPSDM
Jatim juara juara juara.
Hai assalamualaikum saya Coach Nfiani.
Hari ini rasanya hati saya hangat
bahagia sekali ketika membersamai
guru-guru dari ee Jawa Timur ya.
Masyaallah dengan ee BPSDM Jawa Timur
yang mengadakan acara hari ini. Saya
melihat betapa guru-guru itu tuh sangat
siap gitu ya untuk menerima apa yang
ingin disampaikan hari ini. Mereka
adalah guru-guru yang lembut hatinya,
punya cinta yang besar banget dan
insyaallah siap untuk memberikan cinta
kepada anak-anak didiknya. Saya merasa
punya harapan Indonesia masih punya
banyak harapan ketika guru-gurunya
seperti ini. Sampai ketemu di acara BPSD
yang berikutnya. Semangat guru-guru
karena dirimu punya jasa yang tidak
pernah bisa dibalas. Terima kasih.
istilahnya LKM.
banyak anak-anak siswa kami itu ee
melakukan perilaku yang
saya ketika MLS itu sering mendapatkan
PKKBN
bahaya stunting
ya peringat gini karena usia belum
matang jadi kalau bahasanya orang anak
ya untuk pengembangan secara kultural
ee Bapak Ibu
Dengan bangganya saya secara pribadi
mengucapkan mengucapkan terima kasih.
Banyak ilmu yang telah saya dapatkan
secara pribadi ee baik itu ilmu yang
terkait dengan ee kompetensi saya ee
yang secara spesifik adalah bagaimana
kita menghadapi kenyataan hidup.
Ternyata kita berbeda.
Luar biasa. Dan nanti ee sertifikat akan
kami bagikan memohon ee rida dari Allah
Subhanahu wa taala dan juga mengucapkan
syukur. Mohon izin juga Bapak Ibu kami
dengan bacaan alhamdulillahiabbil alamin
mengakhiri dan juga menutup latihan eh
Sou School jenjang 2 Provinsi Jawa Timur
tahun 2020.
Terima kasih dan di Selati. Cukup sekian
terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
apa namanya ee untuk segera berdiskusi
dengan para narasumber dari BAPENAS
ataupun dari unit-unit kerja yang lain
yang kompeten. Dan dengan mengucap
bismillahirrahmanirrahim
dengan senantiasa mengharap
rida Allah subhanahu wa taala pada hari
ini hari Rabu tanggal 16 Juli tahun 2025
pelatihan perencanaan dan penganggaran
angkatan 2 tahun 2025 BPSDM Jawa Timur
secara resmi saya nyatakan dibuka dan
dimulai. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
kita di dalam dokumen perencanaan kita
secara nasional maupun secara nasional
di dalam sistem perencanaan sistem
pembangunan nasional yang ada di
Undangan nomor 25 tahun 24 itu
sebetulnya ada tiga dan mendiskusikan
dokumen perencangan penganggaran yang
tidak ada dan untuk menghasilkan dokumen
perencangan penganggaran yang lebih
berkualitas.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya Muhammad Isan
Abdurrahman dari Biro Administrasi
Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi
Jawa Timur. Saya berkesempatan untuk
mengikuti diklat perencanaan dan
penganggaran tahun 2025 angkatan kedua
di BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Diklatnya dilaksanakan dengan blended
running yaitu online dan offline di
BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Cara ini sangat bermanfaat bagi
rekan-rekan
jabatan fungsional perencana di
lingkungan Provinsi Jawa Timur. Semoga
dapat memberikan manfaat dan barokah
khususnya dalam pelaksanaan tugas
perencanaan dan juga BPSDM Provinsi Jawa
Timur dapat terus menjadi pelopor dan
dalam mengembangkan SDM di Provinsi Jawa
Timur. Maju terus BPSDM Provinsi Jawa
Timur. Juara.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Saya Imang Indahuning Room
dari Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Sutomo.
Saya sebagai peserta pelatihan
perencanaan dan penganggaran angkatan 2
tahun 2025 di BPSDM Provinsi Jawa Timur.
Kesan saya selama pelatihan di sini
untuk yang offline atau yang
dilaksanakan secara tatap muka di sini
untuk sarprasnya sangat baik terutama
yang ada di kelasnya. Ee dari sisi ee
penginapan mungkin ke depan bisa di ee
tambahkan untuk pemeliharaannya supaya
kita semua yang berada di sini dan
tinggal di sini semakin nyaman dan aman
untuk melaksanakan pelatihan di BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Terima kasih.
Kami juga mengucapkan terima kasih
sekali kepada Ibu Walikas, kepada Bapak
narumber.
ilmu yang telah kami dapat selama
mengikuti pelatihan ini akan kami
gunakan untuk menambah wawasan di kantor
atau di OPD masing-masing.
[Musik]
Acara semuanya semoga sehat selalu
sampai di rumah ketemu keluarga bahagia
dan tentunya apa yang kita dapatkan ilmu
terutama semoga bisa dimanfaatkan di
OPD-nya masing-masing.
Mungkin itu yang bisa saya sampaikan
Bapak Ibu atas nama
Pemerintah Provinsi Jawa Timur BPSDM
saya mewakili
bahwa pelatihan
ee perencanaan dan penganggaran angkatan
2 tahun 2025
dengan mengucap alhamdulillah
dinyatakan diakhiri.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi sobat ASN di mana pun
berada. Baik yang sudah bergabung di
Zoom meeting dan live YouTube BPSDM
Jatim TV. Senang sekali saya Yuri
Sabrina yang pada pagi hari ini dapat
kembali menyapa Sobat ASN dalam webinar
ASN belajar seri 38 tahun 2025
persembahan Corpu SDGs BPSDM Provinsi
Jawa Timur. Yeay.
[Tepuk tangan]
Di era digital dan globalisasi birokrasi
Indonesia dituntut untuk tidak hanya
cepat dan efisien, tetapi juga berakar
pada nilai-nilai Pancasila. Pelayanan
publik yang transparan, adil, dan
humanis adalah wujud nyata pengalaman
ideologi bangsa dalam kehidupan
sehari-hari. Untuk mewujudkan hal
tersebut, kita sebagai ASN dituntut
untuk mampu mengintegrasikan nilai-nilai
kebangsaan dengan prinsip-prinsip good
governance dan inovasi digital. Oleh
karena itu, dalam rangka memperingati
Hari Kesaktian Pancasila, mari belajar
bersama terkait relevansi Pancasila
dalam membentuk birokrasi yang humanis,
inklusif, dan berdaya saing bersama.
Webinar ASN Belajar seri 38 tahun 2025.
[Musik]
Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN
belajar seri 38 tahun 2025 kali ini,
marilah kita bersama dengarkan opening
speech yang akan disampaikan oleh Kepala
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Provinsi Jawa Timur, yaitu Bapak Dr.
Ramlianto, S.P., MP.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN
di seluruh tanir, selamat bertemu
kembali dalam webinar series ASN
belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University, Badan Pengembangan
Sumber dan Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini Kamis tanggal 2 Oktober 2025,
ASN belajar telah memasuki seri yang
ke-38.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami, kami
selalu berkomitmen dan sekaligus terus
berikhtiar untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN belajar seri
ke-38 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka memberikan
sumbangsi pemikiran pada momen hari
kesaktian Pancasila yang kita peringati
setiap tanggal 1 Oktober. Sebuah
momentum yang bukan sekedar mengenang
sejarah, tetapi juga menghidupkan
kembali kesadaran kita bahwa Pancasila
adalah pondasi sekaligus penuntun arah
bangsa.
Karena tema ini tepat untuk kita
elaborasi secara luas dan mendalam, maka
ASN belajar seri ke-38 tahun 2025 ini
mengangkat topik Pancasila dan birokrasi
dari spirit kebangsaan ke transformasi
pelayanan publik.
Nah, sudah menjadi transisi akademik
dalam ASN belajar bahwa topik menarik
ini akan kita bahas secara intensif dari
beragam perspektif bersama para
narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya. Sabat ASN di seluruh tanah
air, Pancasila adalah bintang penuntun
bangsa. Ia bukan hanya dasar negara,
tapi juga sumber nilai, orientasi moral,
dan panduan etis dalam setiap kebijakan
dan tindakan kita.
Pancasila adalah roh kebangsaan yang
mengikat keberagaman Indonesia menjadi
satu harmoni.
Ia merangkul perbedaan menyatukan
keberagaman agama, suku, dan budaya
dalam satu rumah besar bernama
Indonesia.
Di dalamnya terkandung nilai ketuhanan,
kemanusiaan, tekad persatuan,
permusyawaratan, serta keadilan sosial
yang menjadi benteng bangsa menghadapi
berbagai tantangan zaman.
Bagi birokrasi, Pancasila adalah sumber
energi moral yang menuntun ASN agar
tidak hanya bekerja secara prosedural,
tapi juga menjiwai setiap pelayanan
dengan keadilan, kejujuran, dan
keberpihakan pada rakyat. Dengan
Pancasila, birokrasi bukan hanya mesin
administrasi, melainkan wajah negara
yang humanis dan berintegritas.
Bagi birokrasi, Pancasila bukan sekedar
teks konstitusional yang dibaca hanya
pada saat upacara, melainkan energi yang
harus menghidupkan setiap denyut
pelayanan publik.
Bagi birokrasi, Pancasila adalah kompas
moral dan etika kerja yang menuntun
setiap aparatur untuk bekerja bukan
hanya demi memenuhi target, tetapi juga
untuk menghadirkan rasa keadilan dan
kemanusiaan dalam pelayanan publik.
Di tengah arus disrupsi, digitalisasi,
dan kompetisi global, birokrasi kita
seringkiali dituntut untuk berubah
cepat, tangkas, dan adaptif. Namun
perubahan tanpa pijakan akan kehilangan
arah.
Sobat ASN di seluruh tanah air, di
sinilah Pancasila hadir sebagai jangkar
dan kompas yang menjaga agar inovasi
birokrasi tidak tercerabut dari akar
kebangsaan, agar transformasi birokrasi
tetap berwajah humanis, dan agar
pelayanan publik senantiasa berlandaskan
nilai keadilan, persatuan, dan
kemanusiaan.
Birokrasi yang berpancasila adalah
birokrasi yang tidak hanya efisien, tapi
juga menghadirkan keadilan. Tidak hanya
cepat, tetapi juga beretika. Tidak hanya
modern, tapi juga menumbuhkan
kepercayaan publik. Dari sinilah spirit
kebangsaan menemukan bentuk nyatanya
dalam kerja-kerja ASN sehari-hari.
Transformasi pelan publik tidak boleh
hanya berhenti pada sistem dan prosedur.
Ia harus menyentuh dimensi yang lebih
dalam, nilai, sikap, dan budaya. ASN
adalah wajah negara di mata rakyat. Maka
setiap senyuman, setiap kebijakan, dan
setiap tindakan dan perkataannya adalah
cerminan dari Pancasila yang hidup.
Sobat ASN di seluruh tanah air. Lalu
bagaimana kita sebagai ASN Indonesia
bukan sekedar sebagai aparatur yang
menjalankan administrasi, tapi juga
pewaris nilai Pancasila, menjaga moral
bangsa dan agan perubahan yang
menyalahkan harapan masyarakat. Nah,
untuk membahas cerdas dan tuntas topik
ini, kami telah mengundang para
narasumber hebat yang luar biasa yang
sudah barang tentu sangat kompeten di
bidangnya. Kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada para
narasumber hebat yang telah berkenan
hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ASN di
seluruh tanah air. Pertama kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada Bapak Sadono Sriharjo, ST, MM.
Beliau adalah Direktur Pelaksanaan
Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila pada
Badan Pembinaan Ideologi Pancasila atau
BPIP. Kedua, kami menyampaikan terima
kasih dan apresiasi kepada Bapak Dr.
Listiono Santoso, SS, MHum. Beliau
adalah seorang dosen ilmu filsafat dari
Universitas Erlangga Surabaya. Dan
ketiga, kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi kepada Bapak Zulfikar
Waliuddin Fattah, M.Pd. Beliau adalah
tim pengembang laboratorium Pancasila
pada Universitas Negeri Malang. Nah,
Sobat ASN, mari kita simak dengan
seksama webinar ASN belajar seri ke-38
tahun 2025. Semoga bermanfaat.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih kami ucapkan
untuk Bapak Dr. Ramlianto, S.MP ya. Nah,
sebelum kita berlanjut ke sesi
berikutnya, Sobat ASN, kami informasikan
bahwa saat ini Sobat ASN sudah dapat
melakukan presensi pada laman semesta
Bangkom. Link presensinya dapat Sobat
ASN lihat pada running teks di bawah ya,
kolom chat Zoom dan pincet YouTube BPSDM
Jatim TV. Dan dikarenakan saat ini
traffic presensi sedang tinggi, bagi
sobat ASN yang masih belum bisa
mengakses presensi dapat mencoba kembali
secara berkala sampai dengan pukul 12.00
siang.
[Musik]
Sobat ASN, kita akan simak bersama
materi pertama yang akan disampaikan
oleh tim pengembang laboratorium
Pancasila sekaligus dosen pendidikan
Pancasila dan kewarganegaraan
Universitas Negeri Malang, Bapak
Zulfikar Waliudin Fattah, M.Pd.
[Musik]
Selamat pagi, Pak Zulfikar.
Selamat pagi, Mbak Yuris.
Gimana kabar, Pak? Sehat, Pak.
Alhamdulillah.
Alhamdulillah. sudah siap ya, Pak, untuk
membagikan materi pada pagi hari ini ke
sobat ASN yang sudah kayaknya semangat
banget nih, Teman-teman Sobat ASN untuk
menyimak materi dari Pak Zulfikar.
Siap. Semangat.
Baik, Bapak kami persilakan.
Oke. Baik, terima kasih. Selamat pagi.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Salam sejahtera untuk kita semuanya.
Shalom. Om swastiastu. Namo buddhaya.
Salam kebajikan rahayu. Salam Pancasila.
Terima kasih saya ucapkan ee untuk
materi pertama yang diberikan kepada
saya di sini. Saya akan
ee bersama-sama dengan Sobat ASN
semuanya membahas terkait dengan
Pancasila dan good governance
sebagai jalan menuju reformasi pelayanan
publik. Oke. Baik, bisa ditampilkan
slide-nya.
Slide-nya bisa ditampilkan mungkin.
Cek. Halo.
Tes.
Oke, slide yang pertama monggo bisa di
tampilkan.
Oke,
baik. Terima kasih ee
dari saya saja kalau gitu ya. mungkin ee
ada sedikit gangguan.
I
baik. Eh yang pertama dalam topik
Pancasila dan juga good governance
sebagai jalan menuju reformasi pelayanan
publik.
Di sini kita awali dengan sebuah
pertanyaan yang kemudian bisa merefleksi
kita bersama begitu ya terkait dengan
pertanyaan apakah ASN
saat ini sudah benar-benar menjadi
pelayan masyarakat.
Nah, Sobat ASN semuanya, mari kita
refleksi bersama apakah tugas ini sudah
benar-benar dijalankan dengan
betul-betul.
Karena
ASN tugas utamanya adalah salah satunya
adalah terkait dengan pelayanan publik
dan juga pelayanan masyarakat. Nah, di
sini kita bisa melihat perbedaan gitu ya
dalam paradigma pelayanan publik. Tentu
saja ini ada model pelayanan dalam
birokrasi lama dan juga ataupun versus
birokrasi baru. Nah, apa
perbedaan-perbedaan yang ada dalam
format birokrasi lama dan juga birokrasi
yang baru? Kita bisa melihat di slide
selanjutnya di mana pertanyaan yang
menjadi refleksi kita berikutnya adalah
apa yang dimaksud dengan good
governance.
Apa yang dimaksud dengan good
governance? Di sini merupakan salah satu
refleksi kritis bagaimana pelayanan
publik itu bisa berjalan dengan ideal.
Good governance adalah suatu tata kelola
gitu ya, suatu tata kelola ee
pemerintahan dan juga ekonomi, politik
dan semuanya terkait dengan pelayanan
publik yang kemudian menekankan pada
efektivitas ya transparansi,
akuntabel dan juga equity. Nah, di sini
kita semuanya harus merefleksi apakah
kita ini sudah menjadi seorang ASN yang
ee melakukan pelayanan seperti good
governance itu sendiri. Nah, mari kita
mulai dari landasan filosofis dan juga
konseptual. Yang jelas ini akan
berhubungan dengan nilai-nilai dari
Pancasila.
Oke. Pancasila
adalah jiwa dan juga etika bangsa
Indonesia.
Pancasila terdiri dari lima sila dan
kita tahu Pancasila itu bukan hanya
sebuah ideologi, bukan hanya sebuah
dasar negara, melainkan Pancasila ini
adalah jiwa bangsa. Pancasila ini adalah
way of life. Pancasila adalah pedoman
hidup.
sehingga kita bisa merefleksi
nilai-nilai Pancasila itu mulai dari
sila pertama ya ketuhanan ee nilai-nilai
kemanusiaan
kemudian nilai-nilai persatuan,
kerakyatan dan juga keadilan sosial.
Apakah kemudian
dari spirit Pancasila ini sudah
terinternalisasi dengan baik pada jiwa
dan diri sobat ASN semuanya?
Nah, ini menjadi refleksi kritis apakah
Pancasila ini hanya sebatas teks gitu
ya, apakah Pancasila ini hanya sebatas
konsep namun dalam pelaksanaannya tidak
berjalan dengan baik. Nah, mari kita
refleksi bersama-sama. Jika dikaitkan
dengan pondasi pelayanan publik itu
sendiri, ada nilai keadilan sosial,
kemanusiaan, dan juga persatuan yang di
sini menjadi sebuah landasan etis dalam
memberikan pelayanan terbaik kepada
masyarakat.
Pancasila di sini juga berfungsi dalam
mendorong pondasi pelayanan publik ini
pada setiap aparatur negara untuk
menginternalisasi nilai Pancasila dalam
setiap tindakan dan juga pelayanannya.
Nah, ini yang kemudian menjadi korelasi
pertama antara Pancasila dan juga
pelayanan publik. Pancasila adalah
spirit dan juga pelayanan publik ini
berlaku sebagai tools atau alat. Spirit
dan alat ini jika digunakan dengan baik
maka bisa menjadikan gitu ya pelayanan
publik ini menjadi lebih baik, lebih
efektif, lebih humanis, dan juga lebih
transparan sesuai dengan jiwa Pancasila
yang menjadi pedoman hidup dari bangsa
Indonesia.
kita lanjut. Nah, paradigma baru dalam
tata kelola pemerintahan dalam lingkup
good governance ini tidak lepas dari
tiga sektor yang akan kita bahas di
slide gitu ya. Ada yang namanya ee
pemerintah. Nah, pemerintah ini sebagai
apa? Sebagai regulator, sebagai
fasilitator
untuk apa? Untuk membangun
pertanggungjawaban dan berlaku secara
demokratis.
pemerintah yang pertama. Yang kedua
adalah sektor swasta yang tidak ee kita
tinggalkan begitu ya. Dalam sektor
swasta ini menjadi sebuah mitra
strategis dalam pembangunan ekonomi dan
pelayanan publik yang efisien. Dan yang
ketiga yang menjadi paradigma baru di
sini adalah masyarakat madani.
Partisipasi aktif dalam masyarakat di
sini dapat mendorong terciptanya
goodance partisipasi aktif dalam apa?
dalam pengawasan dan juga evaluasi
kinerja pemerintahan.
Karena masyarakat yang baik bukan hanya
berlaku ee untuk menerapkan regulasi
yang ada dari pemerintah, namun juga
mengawasi, namun juga mengevaluasi agar
apa? tercipta sinergitas antara
pemerintah, sektor swasta, dan juga
masyarakat yang kebutuhannya ini akan
tercukupi dengan adanya lingkaran atau
sinergitas dari ketiga sektor ini. Nah,
dari itu maka good governance ini
merupakan sebuah manajemen pembangunan
yang solid, bertanggung jawab, efisien,
serta demokratis dengan melibatkan
ketiga pilar ini. Oke, kita lanjut.
tiga pilar good governance dalam aksinya
ya. Yang pertama adalah kolaborasi
strategis, sinergi antar pilar, tata
kelola yang berkelanjutan. Kemudian yang
kedua tidak kalah penting adalah
pembagian peran gitu ya. Setelah
bersinergi dengan baik, pembagian peran
ini juga mendapatkan porsi yang cukup
penting di mana peran-peran yang
spesifik ini harus bisa efektif berjalan
untuk menuju kepada good governance
tadi. Nah, itu tidak lepas. Yang ketiga
adalah akuntabilitas bersama, tanggung
jawab kolektif terhadap kesejahteraan
masyarakat. Kembali lagi karena ASN ini
adalah pelayanan gitu ya, fungsi
utamanya adalah kepada pelayanan negara,
kepada masyarakatnya. Maka di sini para
sobat ASN ini adalah pemikul tanggung
jawab yang kemudian
mempertanggungjawabkan
program-program yang dijalankan dengan
efektif, dengan baik kepada masyarakat.
Nah, akuntabilitas ini penting dalam
aksi good governance.
tu.
Oke. Ee setelah kita tadi membahas dalam
bingkai landasan filosofis dan teoritis,
kita masuk pada prinsip-prinsip good
governance dalam pelayanan publik. Nah,
apa saja yang dimaksud di sini
prinsip-prinsip ini? Prinsip utama dalam
good governance, gitu ya. Good
governance di sini adalah melibatkan
partisipasi masyarakat yang baik. Itu
prinsip yang pertama. Nah, jadi jangan
sampai pelibatan masyarakat, pelibatan
ee dalam forum, terus aspirasi dan juga
partisipasi dalam perencanaan ke depan
dalam hal apapun itu, itu harus di ee
miliki atau kemudian dihimpun oleh ee
governance yang baik itu kemudian bisa
dijadikan program-program yang baru.
partisipasi masyarakat ini akan
mendorong kemajuan ini sama baiknya
dengan transparansi.
Transparansi yang dimaksud di sini
adalah terkait dengan dalam utama dalam
good governance itu adalah pertama akses
informasi publik. Apakah publik ini bisa
mengakses gitu ya informasi yang luas
oleh sebuah lembaga?
Apakah publikasi anggaran dan kinerjanya
ini sudah
dipublikasikan dengan baik secara
transparan? Apakah kemudian proses
pengadaan ini ee diberikan secara dengan
prinsip terbuka? Nah, ini yang kemudian
harus dimiliki oleh prinsip-prinsip
dalam good governance terutama pada
partisipasi masyarakat dan juga
transparansi. ini penting untuk
dilakukan tanpa adanya ini ketika pilar
yang di awal tadi kita bahas ada
partisipasi masyarakat di sini yang
kemudian dibantu dengan transparansi
yang baik ini akan mendorong ee tata
kelola pemerintahan ini menuju good
governance.
Prinsip selanjutnya dalam good
governance ini yang tidak kalah penting
adalah akuntabilitas.
Akuntabilitas sama dengan
pertanggungjawaban pejabat publik dan
juga setiap keputusan dan tindakan yang
diambil menjalankan mandat. Jadi
pertanggungjawaban misalkan apakah
kemudian para sobat ASN ini sudah
melakukan pertanggungjawaban dengan
baik, apakah kemudian mangkir dari tugas
dan yang lain-lain itu jangan sampai
terjadi karena itu menyalah yang dari
namanya prinsip good governance.
Akuntabilitas itu penting yang dimiliki
oleh Sobat ASN semuanya. Yang ketiga
adalah supremasi hukum gitu ya,
penegakan hukum yang adil.
konsisten dan juga tidak memandang
status sosial dalam memberikan keadilan.
Nah, yang ke yang terakhir adalah
efektivitas dan juga efisiensi. Ini
perlu di ditekankan juga dalam prinsip
good governance. Apakah pelayanan kita
sudah tepat sasaran? Apakah sudah tepat
waktunya? Apakah sudah efisien? Apakah
sudah optimal dengan sumber daya yang
ada? Nah, jika sudah berarti perlu
dievaluasi untuk ditambahkan dalam
rencana kerja baru untuk menambahkan
efektivitas sehingga pelayanan menjadi
lebih baik lagi. Jika belum dievaluasi
apa yang kurang kemudian ditambahkan
pelayanan-pelayanan yang ee sesuai
dengan prinsip-prinsip good governance
tadi.
Selanjutnya dalam sebuah studi kasus
gitu ya, pelayanan publik kita ada
beberapa pencapaian positif yang ada di
dalam sebuah pelayanan publik atau
services.
perbaikan waktu ya layanan yang
signifikan itu perlu karena ya dalam
studi kasus banyak terjadi gitu ya ee
waktu pelayanan itu tidak menggunakan
waktu yang efektif atau bertele-tele
dan juga peningkatan integritas petugas
pelayanan. Integritasnya ee petugas
pelayanan itu juga perlu gitu ya untuk
ditingkatkan. keramahan dan
profesionalisme petugas serta
kelengkapan sarana dan prasarana.
Pencapaian positif ini menjadi salah
satu tumpuan untuk menuju sebuah
services pelayanan publik dalam good
governance. Lalu muncul tantangan apa
yang kemudian bisa dihadapi dalam kasus
pelayanan publik di masyarakat kita.
pertama adalah kadang-kadang gitu ya
muncul ketidakhadiran petugas ya yang
biasanya ee dalam ee kasus-kasus
tertentu itu molor jamnya begitu ya.
Kemudian mungkin ada gangguan ee dari
listrik yang kemudian menghambat dari
pelayanan itu. Nah, itu perlu
diantisipasi jaringan internet juga
karena kita sudah digitalisasi gitu ya
pada era digitalisasi ya. ini yang perlu
dihadapi, dipersiapkan apa saja
tantangannya, ya. Baru ee birokrasi ini
akan menentukan, mengevaluasi apa saja
yang dihadapi dalam tantangan ini yang
kemudian solusinya apa. Nah, ketika
solusi itu bisa menghadapi tantangan dan
gangguan yang dihadapi tadi, niscaya
pelayanan publik ini akan berjalan
dengan baik, gitu. Jadi intinya apa?
Implementasi good governance ini juga
memerlukan dukungan dari infrastruktur
yang memadai dan juga selain itu ada
komitmen dari seluruh aparatur ee sobat
ASN semuanya dari aparatur negara, dari
aparatur pelayanan semuanya harus
memiliki komitmen juga jadi saling
mengisi gitu ya. Kemudian
di bab yang ketiga kita di bagian yang
ketiga kita masuk pada reaktualisasi
nilai Pancasila dalam pelayanan publik
modern. Nah, apa sih di sini yang
dimaksud dengan reaktualisasi?
Nah, yaitu mengaktualisasikan kembali
gitu ya, menerapkan kembali nilai-nilai
Pancasila dalam pelayanan publik yang
modern ini. Seperti apa? Pertama, nilai
Pancasila ini harus dijadikan sebagai
landasan etika.
Ya, karena Pancasila tadi berlaku
sebagai way of life gitu ya, berlaku
sebagai pedoman hidup. Maka
seluruh aparatur itu harus memiliki jiwa
Pancasila dalam pelayanan publik ini.
Ya, pertama jelas dalam sila ketuhanan,
spiritualitas, nilai religi itu harus
ada
dalam setiap para aparatur negara. Itu
yang harus dimiliki. Kemudian yang kedua
terkait dengan nilai kemanusiaan gitu
ya. melayani dengan penuh empati,
menghormati harkat dan martabat setiap
warga negara. Tidak ada diskriminasi di
sini. Kita memandang ee masyarakat itu
sebagai sebuah subjek yang sama gitu ya,
sebagai subjek yang setara, tidak
kemudian dibeda-bedakan. itu harus
seperti itu dalam memberikan pelayanan
ketika melandaskan etika Pancasila ini
sebagai landasan pelayanan publik. Yang
kedua, yang ketiga adalah persatuan
membangun solidaritas gitu ya, publik
gitu ya, pelayanan publik yang
mengutamakan kepentingan bersama. Jadi
mengutamakan kepentingan bersama
dibandingkan kepentingan dari
masing-masing golongan, masing-masing
individu gitu ya. itu harus diutamakan.
Jadi, apakah itu sudah menjadi gitu ya?
Apakah itu sudah ee termuat semuanya
dalam etika pelayanan Sobat ASN
semuanya? Ya, mari kita refleksikan
bersama-sama.
Yang keempat adalah kerakyatan. Ya,
nilai kerakyatan di sini di sila
keempat. Apa yang dimaksud etika
pelayanan dalam kerakyatan di sini
adalah mendorong partisipasi aktif
masyarakat dalam pengambilan keputusan.
Nah, ini yang kemudian tadi aspirasi
dari masyarakat itu disaring. Ada
help-nya gitu ya, ada ee apa layanan
lapor, ada layanan keluh kesah. Nah, itu
merupakan salah satu penjaringan
aspirasi begitu dalam landasan etika
pelayanan kita. ini menjadi sebuah
evaluasi ketika layanan masyarakat ini
memenuhi aspirasi dari masyarakat itu
kepuasan dari masyarakat juga pasti akan
meningkat. Oke, yang ke terakhir adalah
landasan etika keadilan sosial. Di mana
ee etika dalam keadilan sosial ini
memberikan pelayanan yang setara tanpa
adanya diskriminasi tadi yang adil jika
datangnya ee terakhir gitu ya. ya
didulukan yang pertama tadi datang bukan
berdasarkan orangnya ini pejabat saya
dulukan tidak tapi bagaimana memandang
seseorang itu sebagai subjek utama yang
setara gitu ya yang setara tanpa memihak
pada kepentingan apapun itu gitu ya jadi
landasan etika harus ee dimiliki gitu ya
dalam
landasan pelayanan publik gitu itu dari
nilai masingmas masing-masing sila.
Kemudian kita masuk pada bagian
berikutnya gitu ya. Di sini ada
digitalisasi
pelayanan gitu ya. Karena kita sudah
memasuki era digital di sini, kita bisa
melihat gitu ya serba digital terkait
dengan pelayanan dari ee para aparatur
negara dengan tata kelola pemerintahan
ini sudah banyak mengadopsi ee
teknologi,
sudah banyak mengadopsi terkait dengan
pelayanan yang berbasiskan digital. Nah,
ternyata setelah melakukan digitalisasi
dalam hal pelayanan ini dalam bidang
apapun itu ya, Sobat ASN semuanya,
ternyata tingkat kepuasan itu meningkat
ya. Kenapa ya? Karena masyarakat kita
ini sudah berubah secara paradigma kita
ini hidup di dunia ini sudah berkembang
menuju ee digitalisasi. kita seringki
menggunakan dan akrab menggunakan
teknologi-teknologi yang kita gunakan
secara digital ini setiap hari gitu ya,
dari gadget, dari ee pekerjaan mungkin
yang menggunakan komputer dan yang
lain-lain itu sudah banyak menggunakan
atau mengadopsi ee digitalisasi ini
sehingga apa tingkat kepuasan dari
masyarakat yang menjadi ee faktor utama
dalam pelayanan publik ini bisa
meningkat.
Mungkin studi kasusnya ketika kita bisa
melihat mall pelayanan publik atau ee
apa namanya dalam keluh kesesah warga
itu diberikan platform lapor gitu
misalkan e-lapor. Nah, itu yang kemudian
mengefisiensi
ee dari waktunya mereka. Ternyata ee
saya mudah dengan digitalisasi ini.
Masyarakat merasa mudah itu dan akhirnya
ee tingkat kepuasannya juga akan
meningkat.
Nah, yang kedua adalah pengurangan
waktu. Dengan digitalisasi ini
pengurangan waktu juga cukup signifikan
terjadi begitu ya. Karena mungkin ee
dari kegiatan masyarakat kita yang sibuk
juga ada yang bekerja dan yang lain
dengan kesibukan masing-masing. Maka ee
dengan digitalisasi ini pengurangan
waktu juga bisa lebih ee efektif
digunakan gitu ya tanpa mengurus izin
langsung misalkan datang ke tempat. Nah,
Bapak, Ibu semuanya mungkin sekarang
sudah banyak mengadopsi itu. Pertama
dengan e-presensi ya. Nah, presensinya
secara online ya. Ini yang kemudian
menjadi salah satu efisiensi dalam
digitalisasi pengurangan waktu yang
digunakan dalam pelayanan publik. Nah,
adopsi-adopsi digital seperti itu.
Kemudian ada layanan akses 24 jam per7
hari. Nah, tersedia sepanjang waktu.
Nah, bisa digunakan ee helpdk, program
helpdesk dan yang lain-lain itu yang
kemudian membantu ketika ee pada
waktu-waktu tertentu yang ee pada
kasusnya pada kenyataannya misalkan
kantor tutupnya jam 3.00 sore. Nah,
setelah itu jam .00
ada trouble misalkan karena melakukan
suatu tugas gitu ya yang kemudian bisa
dibantu dengan akses layanan berupa help
base misalkan yang di situ ada jawaban
otomatis ya itu juga salah satuya
membantu gitu ya membantu terkait dengan
pelayanan publik efektivitasnya.
Oke, itu terkait dengan digitalisasi
pelayanan yang ee dalam hal ini menjadi
studi kasus kita dan banyak mengadopsi
ee digitalisasi ini dalam kehidupan tata
kelola pemerintahan
gitu ya. Kemudian kita masuk pada ee
bagian keempat gitu ya, dampak good
governance terhadap reformasi dan juga
pelayanan publik. Nah, di sini kita bisa
gitu ya perbaikan kinerja pelayanan
publik ini bisa berlandaskan yang
pertama ada yang namanya Undang-Undang
Nomor 25 Tahun 2009 terkait dengan
pelayanan publik. Ini merupakan landasan
hukum karena negara kita adalah negara
hukum gitu ya yang tentu saja pelayanan
publik juga diatur di dalam
undang-undang tersebut. bahwasanya
melayani publik itu harus sesuai dengan
standar, harus sesuai dengan prosedur,
harus sesuai dengan mekanisme dan juga
pengawasan pelayanan. Nah, ini semuanya
diatur. Perbaikan kinerja ini harus
kemudian dikembalikan juga dari payung
hukum yang tersedia. contohnya di
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 ini.
Nah, kemudian yang kedua adalah terkait
dengan implementasi prinsip good
governance, penerapan transparansi,
akuntabilitas,
partisipasi dalam aspek pelayanan
publik. Nah, ini perlu ditingkatkan agar
perbaikan kinerja ini juga bisa
meningkat. Transparansi terutama
misalkan dalam penggunaan anggaran
apapun gitu ya, transparansi itu
dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas
atau pertanggungjawaban
seorang tata kelola ee sebuah sistem
gitu ya dalam sebuah lembaga kepada
masyarakatnya. Nah, oleh karena itu
mungkin nanti dari transparansi itu
mendapatkan ee aspirasi ataupun masukan
dari masyarakat yang merupakan subjek
utama dalam pelayanan publik ini. Oh,
mungkin dana yang seperti ini bisa
dialihkan karena saya merasa kok
fasilitas yang ini kurang. Nah, misalkan
itu bisa menjadi bahan perbaikan kinerja
dari pelayanan publik tersebut.
Kemudian peningkatan kualitas layanan.
Hasil nyata berupa pelayanan yang lebih
cepat, mudah, murah, transparan, dan
berkualitas. Ini harus menjadi konsern
utama dalam perbaikan pelayanan publik.
Bagaimana kemudian melayani masyarakat,
melayani publik ini dengan cepat, tidak
perlu bertele-tele dan harus mudah dan
juga murah, transparan, dan juga ber
berkualitas. Nah,
nah kita bisa melihat gitu ya di sini
ada yang namanya
tantangan dan juga solusi dan dalam
implementasi good governance gitu ya.
Seringki dalam hal good governance kita
bisa mengetahui ada hambatan-hambatan
yang kemudian muncul gitu ya. Termasuk
salah satunya yang sering itu adalah
birokrasi yang berbelit gitu ya. budaya
birokrasi yang feodal. Nah, ses kalau
dengan BOS tidak berani membantah.
Padahal bos juga belum tentu benar
semuanya. Nah, itu menyalahi
prinsip-prinsip dari good governance
tadi. Nah, itu yang kemudian harus kita
refleksi bersama-sama. Solusinya apa?
ya, komitmen integritas membangun budaya
kerja yang berintegritas tinggi. Nah,
kita sebagai anggota dari atau bagian
dari pelayanan publik itu juga harus
memberikan saran, masukan, serta
mengevaluasi jika dirasa dalam birokrasi
itu juga tidak sejalan dengan
prinsip-prinsip good governance. Yang
kedua, masalah klasik, korupsi,
penyalahgunaan wewenang untuk
kepentingan pribadi. Ini masalah yang
sering terjadi dan tidak bisa kita putus
sampai saat ini. Korupsi dari tingkat
terkecil sampai terbesar itu memang
menjadi salah satu momok yang ee ada di
dalam kehidupan bangsa Indonesia.
Solusinya apa? Salah satunya adalah
pemberian sanksi yang tegas gitu ya.
penegakan aturan yang tegas, konsisten.
Yang ketiga adalah masalah kurang
transparansi, informasi yang tidak mudah
diakses publik. Ini menjadi salah satu
tantangan bagaimana pelayanan publik ini
harus menghasilkan transparansi yang
baik kepada masyarakat. Salah satunya
adalah mengadopsi inovasi digital ke
dalam pelayanan publik sebagai bentuk
dari good governance. Layanan online,
transparan, efisien itu perlu diberikan
gitu ya, perlu ditekankan di sana. Nah,
salah satu bentuknya adalah pelayanan
terpadu satu pintu. Ini studi kasus
ketika kita melihat sebuah gedung
digunakan dalam ee pelayanan publik. Ada
bagian kesehatan, ada bagian pendidikan,
ada bagian pencatatan dan yang
lain-lain. Ini mempermudah masyarakat
dalam mengakses gitu ya informasi dalam
kemudian mengurus gitu ya terkait dengan
administrasi. Yang pertama adalah
mengurangi ee waktu yang bertele-tele
atau efisiensi waktu di sini bisa
meningkat, pengurangan waktu, pengurusan
perizinan. Nah, ini bisa digunakan dan
ternyata banyak diadopsi dan lebih
efektif gitu ya. Nah, yang kedua adalah
penghematan biaya. karena berkurangnya
biaya yang ee tidak atau dirasa kurang
penting itu bisa berkurang jauh dengan
ee salah satunya pembentukan pelayanan
terpadu satu pintu. Nah, contoh
aplikasinya ah di suatu daerah ya
masing-masing. Mari dievaluasi
bersama-sama. Yang ketiga adalah layanan
daring yang kemudian di sini ternyata ee
akhir-akhir ini menjadi sangat familiar
gitu ya. pelayanan daring ee sistem
erapor dan yang lain-lain itu menjadi
salah satu keunggulan dari ee adopsi
digitalisasi dalam pelayanan terpadu.
Proses cepat dilakukan secara online,
tidak harus datang misalkan mengurusnya.
Nah, itu menjadi komitmen ee dalam
pelayanan publik di sini. Nah, itu ya.
Kemudian
yang terakhir di sini dalam menuju
reformasi pelayanan publik yang
berkelanjutan. Nah, bagaimana peran ASN
Pancasilais? Nah, saya yakin sobat-sobat
ASN semuanya di sini memiliki jiwa
Pancasila, memiliki jiwa yang
Pancasilais. Bagaimana kemudian
mewujudkannya? Nah, Saudara-saudara
semuanya harus kembali lagi pada yang
pertama ASN di sini adalah sebagai role
model integritas.
Nah, seperti yang disinggung tadi di
video pembukaan tadi bahwasanya ASN itu
adalah wajah negara. Nah, Sobat ASN
semuanya di sini dinilai sebagai sebuah
role model dari sebuah negara, dinilai
sebagai wajah dari pemerintah. Nah,
sehingga saudara semuanya, sobat ASN di
sini harus mencerminkan nilai-nilai
Pancasila itu dalam pelayanan publik.
Dari mulai ee keterbukaannya, dari mulai
ee pelayanan terkait dengan ee apa
namanya?
antidiskriminasi dan yang lain-lain itu
harus dijadikan ee pedoman bagi seorang
ASN itu. ASN yang kedua adalah ASN
sebagai agen perubahan dalam birokrasi.
Ya, perubahan dalam birokrasi ini yang
dimaksud apa? Ya, kalau misalkan dirasa
birokrasi yang lama itu sudah tidak
efektif, maka saudara-saudara,
sobat-sobat ASN di sini adalah sebagai
agen perubahan dalam birokrasi tersebut.
harus bisa mendobrak perubahan itu.
Jangan kemudian yah kita ikut birokrasi
yang lama saja. Tampaknya kita kalau
menggunakan birokrasi yang baru banyak
mengalami penolakan. Nah, ini yang
kemudian salah ketika ee teman-teman di
sini menjadi peran ASN yang memiliki
jiwa Pancasila. Ya, Teman-teman di sini,
Sobat ASN semuanya di sini harus
mengawal perubahan birokrasi itu.
Birokrasi yang kemudian lebih
transparan, tidak bertele-tele dan yang
lain-lain. Yang ketiga adalah ASN
sebagai penggerak layanan inklusif dan
juga humanis. Nah, kadang di sini banyak
terjadi gitu ya kasus-kasusnya beredar
di media sosial bahwasanya ada
pembedaan-pembedaan terhadap pelayanan
publik di dalam masyarakat. ya karena
satu dan yang lain hal maka ASN di sini
bergerak harus berdasarkan prinsip
inklusif dan juga humanis.
Selanjutnya sinergi Pancasila dan good
governance di sini membangun
kepercayaan. Penting untuk membangun
kepercayaan pelayanan yang adil dan
transparan untuk meningkatkan apa satu
adalah tras dari masyarakat.
kepercayaan masyarakat ini menjadi kunci
utama dalam pelayanan good governance
yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Yang kedua adalah partisipasi aktif.
Masyarakat ini harus diupayakan terlibat
dalam ee perencanaan dan juga evaluasi
ke depannya. Yang ketiga, akuntabilitas
tadi pertanggungjawaban dan transparansi
yang terukur. Dan yang keempat,
perbaikan yang berkelanjutan. dari
masukan tadi kemudian diberikan evaluasi
untuk dijadikan sebuah program yang baru
mungkin gitu ya untuk mengatasi sebuah
masalah itu. Nah, sinergi ini akan
menjadi sebuah ekosistem dalam pelayanan
publik yang sehat dan responsif serta
orientasinya pada kepentingan dan
kesejahteraan rakyat itu harus
diutamakan.
Strategi implementasinya seperti apa?
Internalisasi nilai Pancasila dalam
budaya kerja harus dimiliki. Jangan
sampai teman-teman di sini ASN menjadi
wajah negara tidak memiliki nilai-nilai
Pancasila dalam budaya kerjanya. Nah,
kadang-kadang e ASN ini hanya
menuntaskan kewajibannya tanpa memiliki
nilai dalam budaya kerja, tanpa memiliki
etcos Pancasila itu sendiri. Yang kedua
adalah penerapan prinsip governance
dalam SOP dan regulasi.
regulasi-regulasi, peraturan-peraturan
ini harus SOP-nya disesuaikan dengan
prinsip good governance tadi. Ini untuk
mencapai good governance yang baik, yang
memiliki sinergitas dengan nilai
Pancasila. Yang ketiga, strateginya
adalah pemanfaatan teknologi digital
secara adil dan juga inklusif. Terakhir
di sini adalah aksi nyata. Pemerintahan
yang baik di sini harus memiliki pondasi
reformasi Pancasila dan good governance
sebagai pondasi kokoh reformasi
pelayanan publik. Sehingga Pancasila dan
good governance ini akan bersinergi
dengan baik untuk pelayanan publik yang
lebih baik dan efektif. Yang ketiga
adalah kolaborasi semua pihak tadi dari
pemerintahnya, dari swasta, dari
masyarakat. Ini untuk apa? untuk
mewujudkan pelayanan yang lebih prima,
pelayanan yang lebih baik. Dan yang
terakhir yang tidak kalah penting adalah
komitmen bersama. Mau enggak kita karena
komitmen ya komitmen bersama mau enggak
kita ini untuk berubah menuju eh good
governance yang lebih baik. Nah,
sehingga apa? Tercipta pembangunan
Indonesia yang lebih maju lagi. Itu
materi yang dapat saya sampaikan di
sini. Saya kembalikan kepada moderator.
Terima kasih.
Baik, terima kasih Pak Zulfikar untuk
materinya yang luar biasa pada pagi hari
ini. Nah, Sobat ASN setelah ini kita
akan lanjut ke sesi tanya jawab. Untuk
Sobat ASN yang bergabung di Zoom bisa
menggunakan fitur rais hand ya atau yang
bergabung melalui YouTube bisa tuliskan
pertanyaan melalui live chat. Jadi
sekali lagiang
ya udah ayo gak apa
[Musik]
sobat ASN. Sekali lagi untuk sobat ASN
yang ingin bertanya silakan gunakan
fitur rest hand dan nanti penanya akan
saya pilih ya. Akan saya pilih untuk
Bapak Muhammad Devin sepertinya sudah
rais hand. Silakan Bapak mengajukan
pertanyaan untuk Bapak Zulfikar terkait
dengan materi yang tadi sudah
disampaikan.
Iya, sudah.
Baik. Selamat pagi Bapak Muhammad Devin.
Halo, selamat pagi semua. Ini kedengaran
kedengaran enggak ini studio?
Oke, suaranya sudah.
Oke,
ya. Eh, oke.
Ee, bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Perkenalkan nama saya
dari bagian keuangan daerahi.
Nah, di sini saya menangkan tentang ee
Pancasila ya. Saya lihat ini ada nilai
sebagai landasan etika pelayanan nih.
Ada kemanusiaan, ada sosial, kerakyatan,
dan juga kesatuan. Nah, di sini ada yang
kurang nih adalah ee Ketuhanan Yang Maha
Esa. Nah, tujuan dari Ketuhanan Yang
Maha Esa dari adanya apa namanya tuh ee
sebagai landasan etika pelayanan publik
seperti apa pada ee apa namanya itu
Ketuhanan Yang Maha Esa. Makasih.
Baik, Bapak Zulfikar apakah sudah bisa
menangkap pertanyaan dari Pak Muhammad
Devin dengan jelas? Jelas enggak nih?
Oke, sudah. Sudah, sudah,
sudah. Oke, siap. Makasih.
Baik, silakan Pak Zulfikar.
Oke. Baik, terima kasih Pak Devin gitu
ya. Tadi memang belum tertulis di dalam
slide gitu ya terkait dengan ee
implementasi etika sila pertama yang
sila ketuhanan di sini. Apa sebenarnya
implementasi dari sila pertama dalam
etika pelayanan publik di sini? Salah
satunya tadi sudah saya sampaikan
sebenarnya di depan gitu ya, Pak,
terkait dengan integritas dan perlakuan
ee sifat kita yang kemudian mencerminkan
ASN ini sebagai agen yang spiritual,
agen yang religius dan takut terhadap
Tuhannya.
Itu, Pak. Sehingga apa? integritas serta
e nilai-nilai yang lain yang dimiliki
oleh ASN tersebut jika terintegrasi
dengan nilai pertama, sila pertama. Itu
tadi jelas kita sebagai ASN gitu ya akan
takut dengan nilai-nilai Tuhan ketika
kita melakukan hal yang kurang tepat
gitu tentunya dalam birokrasi kita.
Salah satunya ini akan menekan pada ee
misalkan hambatan tadi yang kedua adalah
korupsi. Nah, jika seorang ASN itu
memiliki nilai etika ketuhanan yang baik
gitu ya, spiritualitas yang baik, dia
takut akan nilai-nilai Tuhan, nah itu
akan otomatis gitu ya, Pak Devin.
Otomatis tidak akan berani ketika
melakukan korupsi misalkan atau ee
misalkan ee ya sudahlah saya tidak ee
kerja tepat waktu saja. Wong biasanya
ramainya kantor itu jam 09.00 misalkan
saya datangnya 0.30. Nah, ini yang
kemudian kalau tidak memiliki integritas
berdasarkan nilai ketuha
Resume
Read
file updated 2026-02-12 02:05:06 UTC
Categories
Manage