Transcript
SP5M9D6krEI • ASN Belajar Seri 40 | 2025 - Ketahanan Pangan dan Kualitas Hidup Bangsa
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0271_SP5M9D6krEI.txt
Kind: captions
Language: id
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
zaman yang terus bergerak
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN belajar.
ciptakan SDM unggul berprestasi
[Musik]
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan
menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas
ASM belajar wujudkan pemerintahan
berkelas Dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN cetar berkualitasm
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas dunia
tekad pantang menyerah
jadi ASN tukang berkualitas
sama
[Musik]
Yeah.
[Musik]
Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam
webinar ASN belajar yang dipersembahkan
oleh corporate University SDGIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur.
Sebelum memulai webinar, ada beberapa
hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar
acara dapat berjalan dengan lancar.
[Musik]
Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan
format. Nama strip asal instansi Sobat
ASN.
Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi
kamera tidak membelakangi cahaya ya,
agar wajah Sobat ASN dapat terlihat
lebih jelas.
Tiga, gunakan virtual background yang
sudah disediakan.
Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link
pendaftaran, virtual background dapat
diunduh pada link yang dikirimkan
melalui pesan WhatsApp. Empat.
Apabila Sobat ASN ingin mengajukan
pertanyaan atau berpartisipasi
interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan
reaction angkat tangan atau rise hand
pada Zoom meeting.
Lima. Bagi Sobat ASN yang mengikuti
webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim
TV dapat menuliskan pertanyaan melalui
kolom live chat.
Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis
untuk mencatat hal-hal penting ya.
Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain
untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini
dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN
tentang materi yang disampaikan oleh
narasumber.
Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat
pada webinar ini, Sobat ASN wajib
mengisi link presensi yang akan kami
bagikan pada saat acara webinar
berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi
lembar penilaian dan kuesioner juga agar
e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh.
Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan selama mengikuti webinar ini.
Tetap semangat dan selamat mengikuti
webinar ASN Belajar.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Ee perkenalkan nama saya
Trisulo Adi Saputro dari Badan
Pengelolaan Keuangan dan Naset ee
Pengeluan Keuangan dan Pendapatan Daerah
Kabupaten Magetan. Ee alhamdulillah ee
hari ini kami melakukan tes uji
kompetensi pengelola keuangan daerah. Ee
saya selaku bendara pengeluaran
alhamdulillah dengan menguji kompetensi
ini bisa menguji kompetensi kita apakah
kita layak untuk menjadi bendara
pengeluaran. ee pesan-pesan untuk
teman-teman yang lain ee bisa
memaksimalkan apa pengetahuannya untuk
meningkatkan kompetensinya selaku
pengelola keuangan daerah. Kemudian
untuk saran untuk BPSDM Provinsi Jawa
Timur ee
selama kami di sini alhamdulillah
pelayanan cukup baik dan memuaskan
sehingga kami bisa nyaman dan bisa
mengikuti ujian dengan nyaman juga.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Halo,
asalamualaikum. Nama saya Dias
Karismadani. Saya dari Dinas Kesehatan
Kabupaten Mojokerto. Eh, hadir di sini
untuk mengikuti sertifikasi kompetensi
keuangan daerah. Kemarin hadir
panitianya dari BPSDM benar-benar luar
biasa. Penyambutan mulai dari depan
sampai ke registrasi itu panitianya
ramah sekali. Terus begitu masuk ke
kamar ee semua fasilitasnya juga sudah
memadai mulai dari makan, kamar tidur,
kamar mandi, semuanya bersih. Untuk
jalannya tes juga sudah terschedule
dengan rapi, dengan tertib sehingga kami
bisa mengikuti dengan nyaman dengan bisa
fokus dan bisa mendapatkan hasil yang
terbaik. Harapan kita ke depan adalah
mungkin BPSDM bisa lebih sering
mengadakan kegiatan atau untuk
webinarnya lebih berfokus kepada masalah
keuangan daerah, terutama yang untuk
daerah-daerah yang kan masalahnya
berbeda-beda setiap daerah. jadi bisa
lebih sering untuk mengadakan yang
bertema tentang keuangan. Terima kasih.
Wasalamualaikum.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi semuanya. Saya
Dian Asuti Purwandani dari Dinas
Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga
Kabupaten Magetan hari ini ikut
mengikuti diklat ee sertifikasi
Komputasi Pengelolaan Keuangan di
BPKPSDM ee Provinsi. Terima kasih
panitia. luar biasa ee pelaksanaan dikat
lancar dan kami ee selama mengikuti
dikat di sini ee sangat nyaman sekali
dan harapannya untuk PKPSDM Provinsi ee
memberi kuota tambahan biar teman-teman
kami yang berada di kabupaten kota
sekitar seluruh provinsi bisa mengikuti
dikat yang sama sehingga kami dalam
rangka melaksanakan pengolan keuangan di
kabupaten kota ee dapat menyajikan
laporan yang akuntabel transparasi.
Terima kasih. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Perkenalkan nama saya Budi Fajarudin
asal dari Kabupaten Nganjuk ee Kecamatan
Patian Rowo. Ee kami mengucapkan terima
kasih
atas ee fasilitasnya di mana kegiatan
ini bisa berjalan dengan baik dan bisa
menambah ilmu semua rekan-rekan sehingga
apa yang kita lakukan di pemerintah
daerah akan bisa menjadi maksimal.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Nama saya Sumilan dari Kecamatan
Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Peserta ujian sertifikasi kompetensi
pengelolaan keuangan daerah angkatan
pertama di BPSDM Jawa Timur di Surabaya.
Kesan-kesan selama mengikuti acara
sertifikasi kompetensi pengelolaan
keuangan di sini, saya sangat ee
bangga, sangat menambah pengetahuan dan
harapan ke depan ee dari sisi kami, dari
sisi saya, pengetahuan-pengetahuan,
pembelajaran-pembelajaran yang saya
dapat di sini bisa diterapkan di OPD
bisa untuk perbaikan-perbaikan di OPD
dan ee harapan
terkait dengan penyelenggaraan
kompetensi di BBSDM Jawa Timur di
Surabaya mudah-mudahan ke depannya bisa
ditingkatkan lagi. Utamanya terkait
jaringan waktu wawancara ini ada sedikit
kendala sempat putus Pak jaringannya.
Demikian,
terima kasih.
Perkenalkan nama saya Dewi Ratnani
Utami. Saya bendahara dari Dinas KB
Kabupaten Magetan. Kesan-kesan saya saat
mengikuti diklat di BKPSDM
Jawa Timur ini ee saya menikmati sekali
fasilitasnya juga di sini. asesornya, ee
panitia-panitianya juga sangat cepat
dalam
memenuhi kebutuhan kita saat melakukan
diklat. Dan untuk tempat ee asramanya
saya juga merasa nyaman karena sudah
terfasilitasi dari kamar mandi terus apa
ada AC-nya. Jadi kita nyaman saat di
kamar untuk melakukan kegiatan belajar
belajarnya di malam hari atau untuk
menyiapkan ujian-ujiannya, uji
kompetensinya. Untuk pesannya
kemudiannya
lebih baik lagi dan
fasilitas-fasilitasnya
lebih baik lagi serta peserta itu lebih
nyaman lagi untuk tinggal di sini.
Terima kasih.
[Musik]
Oh.
[Musik]
Nama saya Andi Bagus Rahmat. Ee saya
peserta diklat. Terima kasih. Kesan saya
bagus pelayanan.
Semoga kualitasnya semakin meningkat.
Asalamualaikum. warahmatullahi
wabarakatuh. Saya Nama Cilani,
pegawai RSUD Muhammad Nur Pamekasan.
Kami sangat bangga dengan adanya
kompetensi ini karena untuk pembelajaran
bagi kami masalah umur tidak ada
halangan yang penting kita mau belajar.
Dan saya sangat berterima kasih kepada
BPSDM dengan adanya hal ini
pengetahuan-pengetahuan itu akan selalu
bertambah untuk kita semua khususnya
khusus untuk pemerintah Provinsi Jawa
Timur untuk saat ini dan untuk masa
depan. Mungkin itu dari kami kurang
lebihnya mohon maaf. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
[Musik]
Untuk menjawab tantangan tersebut perlu
upaya peningkatan daya SN serta kerja
sama dan kemitraan harmonis. Salah satu
upaya yang dilakukan adalah dengan
pengembangan kompetensi bagi ASN sesuai
dengan tuntutan tugas jabatan dengan
memaksimalkan pemanfaatan teknologi
informasi dan komunikasi serta
terintegrasi secara ee nasional. Kami
berharap alumni sertifikasi komponensi
mampu menggali informasi semaksimal
mungkin keluar dari sertifikasi yang
telah Bapak Ibu lakukan.
ee sehingga Bapak Ibu yang telah
menyatakan kompetan itu memiliki ruang,
gerak dan waktu untuk bisa menatapan
yang lebih
sehingga Bapak Ibu akan dipersiapkan
kembali pada yang lain, pada uji
kompetensi yang lain tentu dengan
jenjang yang berbeda. Mudah-mudahan
untuk Bapak ngih ee bisa masuk ke Hom
yang lain untuk dengan kompetensi yang
berbeda
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Terima kasih atas kehadiran Bapak-bapak.
kami ee sebenarnya Pak Ibuara izin kami
ingin mengundang seluruh alumni
insyaallah nanti bertahan karena
keterbatasan kami sehingga Bapaklah yang
beruntung untuk diundang oleh Buara
segera mengikuti proses TER Studi kali
ini. Ee tujuan teser stud kali ini
adalah ee untuk menggali informasi, Pak.
menggali informasi baik
kompetensi-kompetensi teknis atau
kompetensi-kompetensi
tertentu yang Bapak miliki untuk
dituangkan ke dalam uji kemarin maupun
proses secara teknis.
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Ee perkenalkan nama saya
Trisula Adi Saputro dari Badan
Pengelolaan Keuangan dan Naset ee
Pengelan Keuangan dan Pendapatan Daerah
Kabupaten Magetan. Ee alhamdulillah ee
hari ini kami melakukan tes uji
kompetensi pengelola keuangan daerah. Ee
saya selaku bendara pengeluaran
alhamdulillah dengan uji kompetensi ini
bisa menguji kompetensi kita apakah kita
layak untuk menjadi bendara pengeluaran.
ee pesan-pesan untuk teman-teman yang
lain ee bisa memaksimalkan apa
pengetahuannya untuk meningkatkan
kompetensinya selaku pengelola keuangan
daerah. Kemudian untuk saran untuk BPSDM
Provinsi Jawa Timur ee
selama kami di sini alhamdulillah
pelayanan cukup baik dan memuaskan
sehingga kami bisa nyaman dan bisa
mengikuti ujian dengan nyaman juga.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Halo,
asalamualaikum. Nama saya Dias
Karismadani. Saya dari Dinas Kesehatan
Kabupaten Mojokerto. Eh, hadir di sini
untuk mengikuti sertifikasi kompetensi
keuangan daerah. Kemarin hadir
panitianya dari BPSDM benar-benar luar
biasa. Penyambutan mulai dari depan
sampai ke registrasi itu panitianya
ramah sekali. Terus begitu masuk ke
kamar ee semua fasilitasnya juga sudah
memadai mulai dari makan, kamar tidur,
kamar mandi, semuanya bersih. Untuk
jalannya tes juga sudah terschedule
dengan rapi, dengan tertib sehingga kami
bisa mengikuti dengan nyaman dengan bisa
fokus dan bisa mendapatkan hasil yang
terbaik. Harapan kita ke depan adalah
mungkin BBSDM bisa lebih sering
mengadakan kegiatan atau untuk
webinarnya lebih berfokus kepada masalah
keuangan daerah, terutama yang untuk
daerah-daerah yang kan masalahnya
berbeda-beda setiap daerah. Jadi bisa
lebih sering untuk mengadakan yang
bertema tentang keuangan. Terima kasih.
Wasalamualaikum.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi semuanya. Saya
Dian Asuti Purwandani dari Dinas
Pendidikan Kepemudaan, dan Olahraga
Kabupaten Magetan hari ini ikut
mengikuti diklat ee sertifikasi
kompetensi pengelolaan keuangan di
BPKPSD ee Provinsi. Terima kasih
panitia. luar biasa ee pelaksanaan diket
lancar dan kami ee selama mengikuti
diket di sini ee sangat sangat nyaman
sekali dan harapannya untuk PKPSDM
Provinsi ee memberi kuota tambahan biar
teman-teman kami yang berada di
kabupaten kota sekitar seluruh provinsi
bisa mengikuti dikat yang sama sehingga
kami dalam rangka melaksanakan pengolan
keuangan di kabupaten kota ee dapat
menyajikan laporan yang akunabel
transparasi. Terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Perkenalkan nama saya Budi Fajarudin
asal dari Kabupaten Nganjuk ee Kecamatan
Patian Rowo. Ee kami mengucapkan terima
kasih
atas ee fasilitasnya di mana kegiatan
ini bisa berjalan dengan baik dan bisa
menambah ilmu semua rekan-rekan sehingga
apa yang kita lakukan di pemerintah
daerah akan bisa menjadi maksimal.
Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Nama saya Sumilan dari Kecamatan
Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Peserta ujian sertifikasi kompetensi
pengelolaan keuangan daerah angkatan
pertama di BPSDM Jawa Timur di Surabaya.
kesan-kesan selama mengikuti acara
sertifikasi kompetensi pengelolaan
keuangan di sini, saya sangat ee
bangga, sangat menambah pengetahuan dan
harapan ke depan ee dari sisi kami, dari
sisi saya, pengetahuan-pengetahuan,
pembelajaran-pembelajaran yang saya
dapat di sini bisa diterapkan di OPD
bisa untuk perbaikan-perbaikan di OPD
dan ee harapan
terkait dengan penyelenggaraan
kompetensi di BBSDM Jawa Timur di
Surabaya mudah-mudahan ke depannya bisa
ditingkatkan lagi. Utamanya terkait
jaringan waktu wawancara ini ada sedikit
kendala sempat putus Pak jaringannya.
Demikian,
terima kasih.
Perkenalkan nama saya Dewi Ratnani
Utami. Saya bendahara dari Dinas KB
Kabupaten Magetan. Kesan-kesan saya saat
mengikuti diklat di BKPSDM
Jawa Timur ini ee saya menikmati sekali
fasilitasnya juga di sini. asesornya ee
panitia-panitianya juga sangat cepat
dalam
memenuhi kebutuhan kita saat melakukan
diklat. Dan untuk tempat ee asramanya
saya juga merasa nyaman karena sudah
terfasilitasi dari kamar mandi terus apa
ada AC-nya. Jadi kita nyaman saat di
kamar untuk melakukan kegiatan belajar
belajarnya di malam hari atau untuk
menyiapkan ujian-ujiannya, uji
kompetensinya. Untuk pesannya kemudi ee
semoga ke depannya lebih baik lagi dan
fasilitas-fasilitasnya
lebih baik lagi serta peserta itu lebih
nyaman lagi untuk tinggal di sini.
Terima kasih.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi sobat ASN di
seluruh Indonesia yang tengah
menyaksikan acara ini melalui Zoom
meeting ataupun live YouTube BPSDM Jatim
TV. Senang sekali saya Lukman Ali dapat
kembali menyapa sobat ASN tentunya dalam
webinar ASN belajar seri 40 tahun 2025
spesial dalam rangka memperingati Hari
Pangan Sedunia. Sahabat ASN, ketahanan
pangan merupakan kunci utama dalam
membangun masa depan bangsa yang sehat
dan berdaya saing. Dan di tengah
tantangan global seperti adanya
perubahan iklim, pertumbuhan penduduk,
dan juga konversi lahan pertanian,
Indonesia masih menghadapi kerentanan
dalam menjaga ketersediaan dan juga
akses pangan yang aman serta bergizi.
krisis pangan tidak hanya berdampak pada
kelaparan saja, tapi lebih dari itu juga
berdampak terhadap adanya kasus gizi
buruk dan juga stunting yang tentunya
menghambat tumbuh kembang generasi muda.
Dan oleh karena itu saya rasa memperkuat
sistem pangan nasional bukan sekedar
kebutuhan melainkan investasi jangka
panjang untuk menciptakan sumber daya
manusia yang unggul dan berdaya saing.
Dan melalui webinar ASN Belajar seri 40
kali ini bersama-sama kita akan membahas
banyak sekali hal terkait dengan urgensi
isu ketahanan pangnya
gizi seimbang untuk asupan yang kita
konsumsi dan juga upaya dan kebijakan
yang bisa dilakukan oleh pemerintah
untuk menangani dua ISU tersebut. Ayo
bersama-sama wujudkan ketahanan pangan
nasional di Indonesia selengkapnya di
webinar ASN Belajar Seri 40 tahun 2025
ketahanan Pangan dan Kualitas Hidup
Bangsa. kolaborasi untuk menjamin akses,
menjaga keamanan, dan juga menguatkan
keberlanjutan.
[Musik]
Baik, Sobat ASN, untuk membuka webinar
ASN belajar seri 40 tahun 2025 kali ini,
mari kita bersama-sama dengarkan opening
speech yang akan disampaikan secara
langsung oleh Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur,
Bapak Dr. Ramblianto, SPMP.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi.
wabarakatuh. Salam sehat dan salam
sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN
di seluruh tanah air. Selamat bertemu
kembali dalam webinar series ASN
belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim
Corporate University, Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur.
Hari ini Kamis tanggal 16 Oktober 2025,
ASN Belajar telah memasuki seri ke-40.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Berbagai bentuk terima kasih kami, kami
selalu berkomitmen sekaligus terus
berikhtiar untuk menyajikan topik-topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja aparatur sipil negara di
Indonesia.
Sahabat ASN, hari ini ASN belajar seri
ke-40 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik dalam rangka memberikan
sumbangsih pemikiran pada momen Hari
Pangan Sedunia atau World Food Day yang
diperingat setiap tanggal 16 Oktober
setiap tahunnya. Sebuah momentum untuk
merenungkan kembali arti pangan sebagai
urat nadi kehidupan dan fondasi
kemandirian bangsa.
Momentum ini mengingatkan kita bahwa
pangan bukan sekedar komoditas ekonomi,
tetapi hak dasar setiap manusia, simbol
keadilan sosial, dan ukuran sejauh mana
negara hadir menyejahterakan rakyatnya.
Karena tema ini sangat tepat untuk kita
elaborasi secara luas dan mendalam, maka
ASN Belajar seri ke-40 tahun 2025 ini
mengangkat topik ketahanan, pangan, dan
kualitas hidup bangsa. kolaborasi untuk
menjamin akses, menjaga keamanan, dan
menguatkan keberlanjutan.
Nah, Sobat ASN sudah menjadi tradisi
akademik dalam ASN belajar. Topik
menarik ini akan kita bahas secara
intensif dari beragam perspektif bersama
para narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Sobat ASN di seluruh tanah air, Hari
Pangan Sedunia tahun ini mengambil tema
yang bernuansa sinergi dan kolaborasi
yang sangat kuat, yakni hand in hand for
better food and a better future atau
bergandengan tangan demi pangan yang
lebih baik dan masa depan yang lebih
baik. Sebuah tema yang menggambarkan
betapa pangan tidak bisa dihadirkan oleh
satu tangan, tetapi harus diupayakan
bersama. dalam satu gerak kebangsaan.
Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan
tidak lahir dari kebijakan tunggal,
melainkan dari sinergi yang hidup semua
komponen strategis bangsa.
Karena itu, bergandengan tangan bukan
hanya ajakan moral, tetapi strategi
nyata untuk menghadirkan pangan yang
lebih berkualitas, berkeadilan, dan
berkelanjutan bagi seluruh rakyat
Indonesia.
Sobat ASN, ketika kita mampu membangun
sistem pangan yang tangguh, sesungguhnya
kita sedang menegakkan martabat
kemanusiaan. Sebab ketahanan pangan
bukan sekedar kemampuan memenuhi perut
rakyat, tetapi kemampuan menjaga harapan
mereka untuk hidup layak, hidup sehat,
dan hidup lebih bermartabat.
Sistem pangan yang tangguh adalah sistem
yang tidak hanya menjamin ketersediaan,
tapi juga keadilan dalam akses, keamanan
dalam konsumsi, dan keberlanjutan dalam
produksi. Ia tumbuh dari kebijakan yang
berpihak, ilmu yang terpakai, dan
kolaborasi yang nyata antar pemerintah,
dunia usaha, akademisi, dan seluruh
masyarakat Indonesia.
Sta di seluruh tanah air. Tema ini juga
searah dengan prioritas pembangunan
nasional kita. Dalam pidato RAPBN 2026,
Presiden Republik Indonesia menegaskan
bahwa ketahanan pangan menjadi agenda
prioritas pertama dari delan prioritas
nasional. Sebab pangan bukan hanya
kebutuhan dasar rakyat, melainkan
pondasi kemandirian bangsa dan
kedaulatan negara.
Pemerintah menempatkan swasembada pangan
sebagai simbol sekaligus ukuran
kemampuan kita berdiri di atas kaki
sendiri. Program pencetakan sawah baru,
penyaluran pupuk bersubsidi yang lebih
tepat sasaran, penyediaan bibit unggul,
pemanfaatan alat pertanian modern hingga
akses pembiayaan murah bagi petani dan
layan bukanlah kebijakan yang berdiri
sendiri. Semua langkah ini membentuk
satu ekosistem yang saling menguatkan.
dari hulu ke hilir, dari kebijakan
hingga bermuara ke kesejahteraan rakyat.
Namun tentu kebijakan yang hebat hanya
akan berdampak nyata bila diiringi
kolaborasi yang kuat. Di sinilah peran
SN menjadi sangat penting sebagai
penggerak koordinasi lintas sektor,
jembatan antara kebijakan pusat dan
kebutuhan daerah, serta penjaga
integritas dalam pelaksanaan program di
lapangan.
ASN yang hadir di desa, di kecamatan, di
kabupaten, di provinsi, hingga di
kementerian dan lembaga adalah denyut
nadi dari keberhasilan agenda ketahanan
pangan nasional.
Sampat SN di seluruh tanah air, untuk
membahas lebih lanjut topik menarik ini,
kami telah mengundang para narasumber
luar biasa yang sudah barang tentu
sangat kompeten di bidangnya. Kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada para narasumber hebat yang telah
berkenan hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat TSN di
seluruh tanah air. Pertama kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada yang terhormat Bapak Dr. Ir. Budi
Waranto, M.Si. Beliau adalah Kepala Biro
Perencanaan Kerjama dan Humas Badan
Pangan Nasional. Kedua, kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada yang terhormat Bapak Dr. Ir. Heru
Suseno, MMT. Beliau adalah Kepala Dinas
Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi
Jawa Timur. Dan ketiga, kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada Bapak Dr. Sujarwo, Sp. Beliau
adalah akademisi dari Fakultas Pertanian
Universitas Brawijaya Malang. Nah, Sobat
ASN di seluruh tanah air, mari kita
simak dengan seksama webinar ASN belajar
seri ke-40 tahun 2025. Semoga
bermanfaat. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih
kepada Bapak Dr. Ramlianto, SPMP atas
opening speech yang telah disampaikan.
Dan sebelum kita berlanjut ke sesi
berikutnya, bagi Sobat ASN kami ingin
informasikan bahwa saat ini Anda sudah
dapat melakukan presensi pada laman
semesta Bangk. Dan untuk link presensi
dapat sobat ASN lihat pada running tag
kolom chat Zoom, dan juga pinchat
YouTube BPSDM Jatim TV. Dan dikarenakan
saat ini traffic presensi juga sedang
tinggi. Otomatis bagi sobat TSN yang
mengalami kendala dalam mengakses
presensi dapat mencoba kembali secara
berkala hingga pukul 12.00 siang.
[Musik]
Baik, Sobat ASN, masuk ke materi pertama
kita di pagi hari ini. Kali ini materi
pertama akan disampaikan secara langsung
oleh Kepala Biro Perencanaan Kerjasama
dan Humas Badan Pangan Nasional Bapak
Dr. Ir. Budi Waranto, M.Si. si
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
hadir bersama dengan kita semua di sini
Bapak Budi Waranto. Selamat pagi, Pak
Budi. Kabar baik.
Kabar baik, salam kenal,
salam sehat selalu, Pak Budi. Terima
kasih sebelumnya sudah menyempatkan
waktunya untuk hadir di webinar ASN
belajar seri 40 kali ini. Kali ini kita
akan persilakan kepada Pak Budi untuk
menyampaikan materi kurang lebih selama
30 menit. Nanti kita akan langsung masuk
ke sesi tanya jawab. Silakan, Pak Budi.
Baik.
Ee terima kasih. Ee pertama kami
ee
ucapkan salam sehat. Asalamu'alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Saya hormati tentunya tadi Bapak Kepala
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
ee Provinsi Jawa Timur jajaran
Bapak Kepala Dinas Pertanian dan
Ketahanan Provinsi Jawa Timur,
Pak Her juga narasumber dari ee
Universitas Brawijaya dan hadirin serta
webinar
webinar mohon maaf ee Pada kesempatan
pagi hari ini kami ee memang sedang ee
paralel melakukan aktivitas
ee melakukan rapat di Bijen Anggaran.
Jadi kami
mungkin tadi terlambat
menepi sebentar
dan mungkin dengan HP mudah-mudahan
sinyalnya.
Baik ee saya akan menyampaikan ee
beberapa hal. Yang pertama tentunya ee
rasa syukur kepada Tuhan yang maha kuasa
karena serahmat karunia-Nya kami kita
bisa bertemu
dalam webinar ASN
belajar seri ke-40. Ya, kalau tadi saya
mendengarkan yang ee mempunyai judul ee
ketahanan pangan dan kualitas hibut
bangsa kolaborasi untuk menjamin akses
menjaga keamanan dan menguatkan
keberlanjutan pangan. Oleh karena itu,
dalam konteks ini kami dari Badan Bangan
Nasional ee akan menyampaikan beberapa
hal ya mulainya tentang tentunya karena
tadi disebut kata kolaborasi memang
ketahanan pangan ini ee merupakan
prinsip dasar ya yang ada di
Undang-Undang Dasar 45.
filosofinya jelas. Kalau
soal pangan kita, pemerintah harus wajib
hadir, tidak boleh ada kata terlambat
dan harus tersedia apapun ee kondisi itu
yang penting tadi sudah dimaknai.
mungkin bisa next slide saja bahwa
ee Bapak Ibu ee semua
kita tahu bahwa setiap tahun kita selalu
memperingati
ee Hari Pangan Sedunia. Seingat saya ee
ritual atau kebiasaan ini sudah ee
dirintis sejak ee era tahun 9 mungkin
atau tahun
80 awal gitu ya saya lupa. Jadi ini
tentunya sudah sekian tahun kita selalu
ee memperingatinya dan dengan
mengingatkan kembali kepada kita semua
bahwa ee apapun yang terjadi ee soal
pangan ini menjadi ee sangat penting
apalagi di dalam penguatan pemerintahan
Bapak Presiden Prabowo ini ya tahun
2025-229
ini kata swat sembada pangan selain
energi
itu juga dan air ya tentunya ini menjadi
fokus kita semua tidak bisa dikerjakan
oleh ee masing-masing tapi juga perlu
kolaborasi
termasuk hari ini kalau saya tadi
melihat pembukaannya adalah ee Bapak Ibu
ASN yang ada mudah-mudahan nanti ee
dengan adanya webinar ini kita makin
mendalami kita mau menempatkan di posisi
mana gitu. Yang penting kita ee bisa
berkontribusi untuk ee pangan kita yang
kuat. Next. mungkin. Jadi kalau kita
lihat ee bahwa
ee
slide selanjutnya bisa diinikan untuk
ini. Jadi Bapak Ibu semua di ee negara
kita ini ada menghadapi tantangan pangan
yang ee kompleks ya seingat saya regin
ekstrem ini juga menjadi ee nyata di
depan kita. Dulu saya pernah sekolah
soal menghitung bagaimana kalau andaikan
road sel sana sekian ribu hektar mencair
setebalnya sekian berapa ketinggian air
laut naik ini nyata dan ee saya baru
mendapat data ee real ini dari ee para
ee ee pelaku di lapang dan juga BMKG
bahwa ternyata Indonesia saat ini juga
lagi kena temperatur yang naik.
Sedangkan di Kalimantan itu pagi hari
sudah bisa mencapai 40 derajat celcius.
Ini adalah nyata. Apagi nanti tentunya
kalau iklim yang eh planing ini kita
perlu antisipasi dengan baik. Kemudian
fluktuasi harga.
ee ada juga ee terkait dengan ee
inflasi
ini harus ee kita jaga karena prinsip
inflasi ada dua yaitu inflasi yang
administer price yaitu yang dikendalikan
langsung oleh eh para pemangku ee negara
ini seperti KenQ VIP
misalkan kalau ee ee kenaikan PBM
subsidi itu pasti akan langsung
berdampak ke inflasi. Namun di dalam
pangan kita mengenal juga namanya
inflasi terkejut
dan itu ee menjadi ee pegangan kita juga
bahwa tidak boleh harga setiap
tahun atau setiap hari naik. kita harus
pertahankan inflasi setiap bulan ee bisa
dijaga pada rentang tertentu.
Kemudian kita tahu bahwa Indonesia juga
wilayahnya ini ee
geografisnya dari Sabang sampai Merauke.
Tidak mudah Bapak Ibu bagaimana
mendistribusikan pangan dari satu titik
ke titik lain. Karena tidak semua
wilayah adalah bisa menghasilkan satu
komoditas pangan. ada yang tersentral di
Provinsi A, kita harus kirimkan ke sana.
Ini tadi tentu selain akan berdampak
kepada ketersediaan pangan itu sendiri,
bagi masyarakat yang ee istilahnya
konsumennya juga ee kita harus ee
bagaimana menata logistik yang efisien
agar inflasi bisa ditahan. jumlah
penduduk naik itu pasti ee bahwa kita
masih ee akan terus ee melihat jumlah
penduduk naik yang kalau kita dulu
pelajaran SMA sudahal teorius sampai
saat ini masih terus ya pertumbuhan
penduduk jauh lebih tinggi dari
pertumbuhan produksi. Kemudian juga
teknologi tadi sudah disampaikan ini ee
sebenarnya relatif ya terhadap ee
perkembangan preference konsumen
masyarakat kita. Kalau saya generasi
saya mungkin mengenal kalau makan di ee
restoran warung itu adalah perlu sambal
dengan cabai yang segar. Tapi saya kira
generasi sekarang ini sudah terbiasa
dengan ee berbagai jenis ee produk
olahan. Nah, ini juga menjadi perhatian
kita semua. Selain juga tentunya ee
efisiensi produksi ya melalui
modernisasi tadi sudah disebutkan untuk
menghasilkan satu produk. Jadi hilir
inilah yang Bapak Ibu ee tidak bisa kita
tinggalkan. Kemudian ada satu yang
ngetren atau yang sekarang nanti dalam
Undang-Undang Pangan juga ee dalam
rencana revisi ini di DPR sana akan
dimasukkan lagi tentang putus dan ris.
Barangkali ini menarik Bapak Ibu hal
baru atau ee nanti perlu kita ee lihat
di masa mendatang ya, bahwa kita perlu
juga belajar dari luar negeri. Ee
katakanlah ee tatarannya adalah saya
mendengar, saya belum pernah ke Jerman,
tapi mendengar ee katanya kalau kita ke
restoran nanti ada menu yang seharga 5
euro. ee justru kalau kita habis kita
bayarnya R5, tapi kalau gak habis kita
akan kena J 2 euro. Jadi bayar 7 euro.
Artinya kebiasaan itu juga akan menjadi
salah satu instrumen bagaimana nanti
kita menjaga ee kondisi swasembad pangan
ee berkelanjutan
itu. Ee suatu saat kita pasti ke sana.
Mungkin kita perlu menengok Bapak Ibu
yang hadir di ee webinar ini di ASN di
seluruh Indonesia. Apakah kita sudah
bercermin misalkan ee dalam satu
kenduren gitu kalau seorang Jawa ee itu
ada kelebihan makanan atau tidak atau
sekarang program-program lain ini perlu
ee juga kita p jadi tantangan-tantangan
itu Bapak untuk semua yang ee nyata di
ee depan kita next terus ya ee
selanjutnya ee Bapak Ibu jadi aspeknya
ada dua, tidak hanya pada aspek baik ee
di sisi produksi tapi di konsumsi kita
juga ada tantangan ee soal keamanan
pangan, soal bui. Ee karena kita pada
akhirnya outcome tahun 2045
untuk mencapai Indonesia emas ee adalah
masyarakat yang aktif dan produktif. Ini
tentu harus e makanannya harus kuat ya.
Jadi background
eh tadi disebut ada stunting, kita harus
juga ee tangani kalau di kami badan
pangan nasional mencoba ee melakukan
suatu pemantauan terus-menerus daerah
rentan Pawan Pangan dengan melakukan
peta indeks tahun 2000 ee 24 misalnya
terjadi masih ada 62 kabupaten yang
potensi rawan pang. Nah, ini juga
menjadi ee ee bahasan kita yang penting
pada ee sal tersebut.
Jadi, Bapak Ibu semua
ini harus di tadi Bapak ee Kepala Badan
menyampaikan ini semua harus disusun
dalam tata kelola sistem pangan yang
berkelanjutan. Inilah Bapak Kristen,
kita sedang menata kembali ee
memperbaiki atau menyempurnakan
pangan tadi. Betul kalau pangannya kuat
ee tentunya kita bisa berdaul.
Ee Bapak, Ibu semua kalau dilihat dari
ee program di ee RPJMN bisa mungkin
ditampilkan
ee slide bahwa di ee ee mungkin ee di
RPJMN 2025 ee di asta cita presiden ini
khususnya cita yang kedua itu ee
mewujudkan kemandirian bangsa melalui
swasembarda pangan energi air sebab
penguatan ekonomi hijau dan ekonomi
biru. Ee mungkin di slide selanjutnya ya
kami ee sampaikan bahwa Badan Pangan
Nasional ee dalam rangka menyokong ee
target RPJMN itu kita masuk ke dalam
dukungan ke PN ya prioritas nasional
kedua yaitu fokus mendukung pencapaian
suasembada pangan dan ekonomi sular itu
adalah pergerakan prioritas. Kemudian
ada di PN
saya mohon slide-nya di ee lanjutkan
dulu yang ada kebijakan. Nah, next.
Nah, di sini Bapak Ibu ee kita ada di PN
2 yaitu tentang program prioritasnya
mendukung suasana pangan. Ee kemudian
juga e ekonomi sirkuler tadi yang
ekonomi sirkuler adalah salah satu ee
program prioritas yang ee kekinian juga
yang ee pangan juga dimintakan untuk
mengampung. Kemudian ada di prioritas ee
lima ini adalah sebenarnya menjaga
koefisiensi variasi harga pangan antar
waktu dan antar wilayah. Tadi kami
sampaikan di awal di latar belakang
bahwa wilayah Indonesia ini cukup luas
ya. Bisa saja yang daerah konsumen
terpisah dari Pulau Indu itu akan rentan
terhadap kenaikan pangan yang
berlipat-libat. Nah, ini ee kami juga
memintakan bagaimana menjaga variasi
harganya itu tidak terlalu tinggi. Ada
batasan sekian persen, maka kita harus
lakukan intervensinya. Kemudian yang
ketujuh ee tentunya Bapak Ibu tadi saya
sampaikan soal inflasi bergejola kalau
diletakkan di badan pangan tentunya
tidak badan pangan sendiri. Kami
memerlukan kolaborasi. Dalam hal ini
kalau Bapak, Ibu mengenal ee ada tim
TPIP, TPID ya, tim pengendali inflasi
pusat, tim pengendali inflasi daerah
yang setiap Senin kita selalu
bersama-sama berkolaborasi atas
koordinator dari Kementerian Negeri
melakukan pertemuan langkah-langkah apa
yang ee harus kita lakukan. Apalagi
Bapak Ibu ini biasanya dari tren
data-data sebelumnya kalau sudah masuk
bulan-bulan
berilmu Oktober, November, Desember ee
kita akan ee ketemu kepada masa-masa ee
ada HBKn ini harga biasanya cenderung ee
naik. Nah, ini kita juga sudah
antisipasi bahkan
ee nanti kalau tidak salah hari raya itu
akan maju lagi Februari kalau gak salah
sehingga kita mengantisipasi bagaimana
bulan-bulan itu kita bisa ee menjaga
inflasi tangan sebaik. kita mengenal ada
pang beras, jagung, kedene, cabai merah,
cabai keriting, ada daging, telur, ayam,
Bapak Ibu ini cukup berat. Oleh karena
itu, peran Bapak Ibu semua ee yang ada
di masing-masing lini ini ee
kontribusinya sangat ee ditunggu oleh
negara kita. Ee terus next.
Nah, kemudian kalau ee terkait dengan ee
kegiatan prioritas kalau kita sering ee
ee sebut dengan sebatan maka ee badan
pangan ini punya ee tugas yang cukup
besar yaitu menjaga e cadangan pangan
pemerintah. Dalam hal ini sesuai
peraturan sampai saat ini Per6 tahun
2021 ee Badan Pangan menjadi regulator
BUL untuk ee pertama penugasan
menyiapkan cadangan yang tahap pertama
adalah beras jagung kedelai. Nah, beras
sendiri posisi ee sampai saat ini ee
ditargetkan setiap tahun harus terjaga
3,5 juta ton. Bagaimana mengelola
cadangan pangan ini juga tidaklah mudah
karena apa, Bapak Ibu? ee pangan kalau
disimpan terlalu lama juga potensinya ee
bisa ee mengalami penurunan mutu. Oleh
karena itu kita atur dalam Perpres 125
bagaimana dia ee menyerap pada saat-saat
panen besar dan mengeluarkan pada
saat-saat dibutuhkan sehingga eh
inout-nya itu bisa dijaga dengan baik.
Kemudian juga ee pangan tentunya tidak
hanya beras saja, kami mencoba melihat
ee dari aspek ee penganekaragan konsumsi
pangan dan ini
kami sudah ee mendorong melalui
keluarnya Perpres 81 tahun 2024 tentang
percepatan penganekaan
pangan berbasis pangan lokal. Jadi
pangan lokal kita Bapak, Ibu itu banyak
sekali sumber ini. Pada saat yang sama
misalnya kami sedang menggali di satu ee
kabupaten untuk menerapkan satu sistem
tata kelola dari Pinir yaitu misalnya
komoditas pisang.
Ternyata itu tidak hanya kita lihat di
penjualan pisang-pisang segar, tapi
sebenarnya kalau dia diolah bisa menjadi
tepung,
bisa menjadi pasta, pure dan sebagainya.
Inilah yang produk-produk yang mestinya
kalau segar busuk cepat kita kalau
alihkan ke oolahan ini bisa menjadi ee
juga cadangan pangan bagi masyarakat
yang bisa dikonsumsi setiap saat dengan
umur simpan yang cukup lama ini menarik.
Kemudian ee fortifikasi panganan. Jadi
Bapak Ibu tadi kami sampaikan
daerah runtan rawan pangan atau tim
sustanting ini masih tinggi. Oleh karena
itu ee perlu kiranya nanti ke depan dan
ini sudah diamanatkan di RPJMN bagaimana
bantuan-bantuan pangan itu sebaiknya
mengandung fortifikan ya. Fortifikan ini
adalah zat mikro yang sangat diperlukan
oleh ee manusia dalam rangka pertumbuhan
seperti katakanlah kalau susu kita
mengenal ada susu omega dan sebagainya.
ee kemudian terkait dengan konsumsi
keamanan pangan. Nah, ini juga penting
ee Bapak Ibu semua ee termasuk ee
apa namanya tadi susut dan sisa formu.
Nah, di PN 7 dan 5 ini ee memang
terpisah dari PN ini adalah bagaimana
menjaga inflasi. Artinya kalau kita
melihat gambaran ini ee kita harus
menjaga
dari sisi produksi
dan juga dari sisi konsumsi. Artinya
kalau kita mengenal masa kecil dulu
permainan di taman anak kecil
jungkat-jungkit itu maka dia harus
seimbang. tidak boleh satu terlalu
rendah, yang satu terlalu tinggi. itu
kira-kira Bapak Ibu ee program apa yang
ee sedang kita ee rintis dalam rangka
atau kita teruskan dalam rangka
ee
dengan menunjuk ketahanan pangan kita
dari
kemudian ee Bapak Ibu yang
kita
hormati ini ee
next slide Next. Selanjutnya karena
waktunya juga ini target-target ya
Bapak, Ibu cukup besar kita lewat saja.
Terus ee
next lagi
ini adalah ee
Renstra. Kami sudah punya Renstra. Nanti
ee Bapak Ibu barangkali memerlukan. Nah,
kami sudah menyiapkan pada visi intinya
kami mempunyai misi yaitu tadi menjaga
ketersediaan dan cadangan, logistik,
stabilisasi pasokan,
penanganan daerah rencanaan pangan,
menggunakan penyelamatan pangan, bantuan
pangan dan sebagainya. Ada sembilan
item. Inilah yang ee kami fokus ee ke
sana. Next. Coba Bapak Ibu sekalian.
Nah, ini program-program strategis yang
ee arah kebijakan yang kita lakukan.
misalkan ee di dalam rangka menjamin
ketersediaan
kita ee menetapkan ee beberapa strategi
misalnya meningkatkan keteran pangan
terutama dari produksi dalam negeri,
pengendalian impor dan ekspor pangan,
penguatan cadangan pangan nasional,
pengataan distribusi dan penguatan
logistik pangan, menjaga stabilisasi
pasokan dan seterusnya. Dan kemudian ada
ee strategi dua, menjamin keterjangkauan
ini ada perluasan akses informasi
perawanan pangan, mitigasi potensi
krisis pangen, penyaluran bantuan pangan
dalam rangka pengendalian perawanan
pangan dan seterusnya. Dan ee tentunya
next ee strategi berikutnya adalah ee
tentang ee kualitas konsumsi pangan. Ini
Bapak Ibu yang tadi kami sampaikan ee
tentang pemanfaan pangan berbasis sumber
daya pangan lokal. Kemudian ee perilaku
konsumsi kita harus beragbam, bergizi
seimbang dan aman. ini artinya memang ee
kita kembalikan lagi dan hal ini saya
kira selaras ya dengan program Bapak
Presiden tentang MPQ karena
prinsip-prinsipnya dalam satu piring itu
harus ada karbohidratnya,
ada proteinnya, ada sayuran, buah dan
sebagainya yang seimbang gitu ya. Nah,
kemudian ee kita juga e UMKM kita dorong
Bapak Ibu ee karena memang ee belakakan
kita tahu keterbatasan APBN. kita sedang
mencari sumber-sumber ee pembiayaan
alternatif dan ini saya kira bisa
diadopsi oleh Bapak Ibu di daerah
memulai dari ee bagaimana merancang
suatu input ee produksi, menghasilkan
produksi dan kita melihat ee presensi
pasarnya seperti apa dan ini ee pangan
masih terbuka lebar. banyak sekali kita
bisa menyontok negara lain. Misalnya di
China ini sudah sudah terbiasa bagaimana
e dia ee mempertahankan pangan kayak
buah itu agar awet yaitu melalui teori
atau ee apa namanya teknologi pris dry
yaitu misalkan ini salah satu contoh
saja bagaimana kalau lagi ngusi mangga
seperti saat ini ee untuk menghindari ee
mangga terbuang kita bisa membeli
sebelum masak terlalu matang kita ee
buat diam an dimasukkan ke alat nanti
akan dibekukan ke40 dan di vakum ini
ternyata bisa tahan nanti 6 bulan dan
gusinya tidak hilang hanya berkurang
sekitar 5% dan rasanya pun tidak ini
sudah banyak dikembangkan di negara laut
dan salah satu itulah yang ee menjadi
tujuan kita semua keamanan tentunya kita
ee mengawasi karena pangan kita ee ee
diproduksi oleh berbagai ee produsen ya,
terutama di pasar tradisional kami hadir
ee melakukan pengawasan kadang-kadang
uji sampel ee kemudian uji lab dan
sebagainya ini sudah kita ee
kerjaamakan, koordinasikan,
kolaborasikan dengan ee Bapak Ibu di ee
provinsi dan ee kabupaten kota. Ee saya
kira itu ee yang bisa kami sampaikan
beberapa ee pandangan atau ee
hal yang sedang kita ee lakukan ke
depan. Semoga ketahanan pangan kita bisa
ee berlanjut ee dan Bapak Ibu kita semua
bisa ee berdaulat pangan dan kita bisa
melakukan aktivitas secara aktif dan ee
apa namanya ee produktif. Itu saja kami
kembalikan. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih
kepada Dr. Ir. Budianto, M.Si. Atas
paparan materinya. Menarik. Sedikit
kesimpulan yang tadi bisa kami dapatkan
ya. Ternyata tantangan pembangunan
pangan di Indonesia ini sangat beragam.
Mulai dari inflasi pangannya yang
bergejolak, jumlah penduduknya ini terus
naik dan juga pergeseran gaya hidup.
Kalau kita sebenarnya pergeseran gaya
hidup ini pola konsumsi masyarakat kita
masih mengutamakan yang penting murah
dan kenyang ya. Seringkiali kita
mengabaikan aspek kualitas dan juga gizi
seimbang. Ini juga menjadi PR kita semua
supaya masyarakat ini harus lebih aware
untuk memperhatikan sebenarnya apa yang
mereka konsumsi itu juga harus
memperhatikan aspek gizinya juga. Dan
tadi sudah di paparkan juga oleh Pak
Budi terkait dengan bagaimana strategi
dan juga inisiatif yang dapat dilakukan
oleh pemerintah termasuk dalam hal untuk
mendukung segala indikator ketahanan
pangan mulai dari ketersediaan,
keterjangkauan kualitas dan juga
keamanan. Baik, Sobat ASN, setelah ini
kita akan lanjut ke sesi tanya jawab.
Jadi untuk Sobat ASN yang sedang
bergabung di Zoom ataupun yang tengah
menyaksikan acara ini melalui live
YouTube BPSDM Jatim TV dapat menggunakan
feature rise hand apabila Anda bergabung
di Zoom. yang ingin bertanya kalau yang
bergabung melalui live YouTube BPSDMJM
TV, Anda juga bisa drop question di
kolom e komentar seperti itu. Kita akan
kembali setelah jeda pandwara berikut
ini.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
Baik, Anda kembali menyaksikan webinar
ASN Belajar seri 40. Kali ini kita akan
masuk ke sesi tanya jawab dengan
narasumber pertama kita. Kali ini saya
izin undang dengan hormat kepada Bapak
Susilo Rifai,
silakan untuk bergabung bersama dengan
kami. Selamat pagi, Pak Susilo Rifai.
Pagi, Pak Susilo.
Boleh dibantu untuk di-unmute suaranya
Bapak.
Untuk device-nya, headsetnya mungkin
bisa dicopot supaya suaranya terdengar
lebih jelas, Pak Susilo.
Baik, kami masih mencoba terhubung
dengan Pak Susilo Rifai. Beliau ini
berasal dari Pasuruan. Kita akan tunggu
sejenak. Saya izin undang beliau lagi,
Pak Sosilo Rifai bisa terhubung bersama
dengan kami semua di sini.
Baik, sembari menunggu Pak Susilo Rifai
terhubung bersama dengan kami. Telah
hadir juga di sini Bu Fitri. Saya ingin
sapa beliau. Bu Fitri, apa bisa dengar
kami?
Pak Fitri, mohon maaf.
Selamat pagi, Pak Fitri.
Asalamualaikum.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh,
Pak Fitri. Kabar baik, Pak.
Sehat, alhamdulillah dari Purworejo.
Oh, dari Purworejo. Baik, Pak Fitri.
Boleh disampaikan terlebih dahulu, Pak,
asal instansinya dan nanti langsung saja
disampaikan pertanyaannya kepada Pak
Budi. Saya persilakan, Pak Fitri. Baik,
terima kasih ee Pak Karo. Langsung saja
ee ada satu hal yang menarik dari yang
disampaikan oleh Pak Karo maupun dari
BPSDMD Provinsi Jawa Timur terkait
dengan ee materi paparan ketahanan
pangan hari ini. Satu hal yang kalau
tidak salah di
beberapa waktu yang lalu untuk data yang
ee apa namanya? terkait dengan ketahanan
pangan ee kalau tidak salah target yang
dari Badan Pangan Nasional sepertinya
ingin diturunkan, Pak. Ee apa rawan
pangan, daerah rawan pangan dari 68
kabupaten kota se-Indonesia kalau tidak
salah menjadi 62 kabupaten kota. Nah,
kadang informasi yang ada di daerah
maupun di pusat baik kementerian lembaga
maupun ee pemangku kebijakan itu kadang
datanya Pak yang tidak terintegrasi.
Kadang di pemerintah kabupaten kota
dikira nilainya baik, ternyata di
provinsi maupun di pusat atau di
kementerian lembaga kadang nilainya
rendah. Nah, contoh seperti ee DTKS
misalnya, data sosial.
Nah, kalau
saat ini apakah di Badan ee Pangan
Nasional atau NFA terkait dengan data
indeks rawanan pangan atau daerah rawan
pangan itu menjadi salah satu prioritas,
Pak? Karena kalau kita lihat beberapa
waktu yang lalu kan ada satu ee
pencanangan Presiden Prabowo terkait
dengan food estate. Nah, barangkali ee
mohon pencerahan Pak terkait dengan apa
yang ee ada saat ini khususnya terkait
dengan data yang kadang ee sering miss.
Nah, ini yang saya mohon pencerahan
barangkali ada di ee mana Badan Pangan
Nasional data sudah sangat valid.
Artinya untuk daerah rawan pangan bisa
terpetakkan lebih baik. Karena kalau
kita lihat ke depan tentunya Badan
Panganan Nasional menjadi salah satu
badan yang menjadi prioritas utama oleh
Presiden Prabowo untuk ee menyelesaikan
RPJMN di 2025 sampai dengan 2030.
Mungkin itu dulu saja, Pak. Ee mohon
respon dan terima kasih. Salam dari
Purworejo. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Pak Fitri
untuk pertanyaannya. Mohon izin untuk
menginformasikan setelah sesi tanya
jawab berakhir, Pak Fitri dapat
mengirimkan alamat rumah atau alamat
domisili ke tim admin kami untuk
pengiriman hadiah. Pertanyaan yang
menarik sekali ini berkaitan dengan
integrasi data rawan pangan. Apakah ada
data rawan pangan yang paling valid?
Mungkin yang bisa menjawab dari Badan
Pangan Nasional. Silakan, Pak Budi
Waranto.
Baik, terima kasih. Ee salam kenal Pak
Fitri. Salam hormat. Kalau Purworejo ya
tidak jauh dari ee tempat saya gitu ya.
Nah, nanti kapan-kapan boleh kita main.
Ee baik Bapak Ibu sana pertanyaan Pak.
Jadi begini, Pak. Ee
konsep daerah rentan rawan pangan
ini disusun ee acuannya berdasarkan tiga
pilar ya, Pak. Jadi dari aspek
ketersediaan. Jadi daerah itu tersedia
atau tidak? Jadi tersedia jangan
dipandang ee sebagai suatu wilayah yang
produsen ya. ketersediaan bisa e dapat
dari tempat lain bar produk ya gak masal
keterjangkauan
kalau tersedia enggak bisa dijangkau itu
juga yang terakhir pemanfaatan
bisa dijangkut tapi gak bisa
dimanfaatkan umpama barang itu sudah
busuk
atau keamanan pangannya tadi karena
Bapak
Nah tiga indikator itu ee menjadi ee
salah satu prioritas memang di ee Kad
Pangan Nasional. Ee maka ee waktu
Perpres 66 tahun 2021 saat itu saya juga
belum bergabung tapi para tim penyusun
Perpres itu meletakkannya di namanya
debuti kami itu deputi Kerawanan Pangan
dan ISI. Di situ ada dua direktorat,
yaitu Direktorat Kewaspadaan yang nanti
menghitung indikator-indikator kayak PU
dan
Direktorat Pengendalian Kerawanan. Dulu
ada gizinya, Pak. Ee termasuk cikal
bakal MPG itu kita tahun 2022 sudah
melakukan ee semacam file project
memberikan makan kepada ee ee ini apa
namanya? kepada ee siswa ya itu di
kewaspadaan.
Namun karena kebijakan ada badan gizi
sesuai yang ada maka ee sekarang memang
kami masih merevisi
66. Ke depan juga tadi Bapak sampaikan
kemungkinan ada dinamika
undang-undangnya juga mengalami perut. E
kita menunggu saja. Nah, artinya Bapak
dari tiga indikator itu kita turunkan ee
bagi kepada tanggung jawab
masing-masing, Pak. Kalau di pusat ee
kami memang menyusunnya berdasarkan
data-data dari BPS ya dan juga beberapa
yang ada di dari ee KL ya seperti
Kementerian Kesehatan,
ada juga dari ee PMKAN dan sebagainya
termasuk dari badan pangan sendirian itu
untuk memotret daerah rentana pangan ee
bisa levelnya
yang kabupaten gitu, Pak. Provinsi
kabupaten
biasanya karena saya maaf dulu saya
pekerja di data itu sudah lama gitu.
Tipikal data itu kalau masih levelnya
provinsi kabupaten memang valid di data
aja enak dikoordinasikan.
Nah, kemudian dalam aturan memang kita
tidak bisa menembus ke desa kecamatan.
Oleh karena itu di berbagai tugas nanti
di provinsi itu menyusun rempahan rawan
pangan sampai kecamatan memotret di
kabupaten kota memotret sampai desa.
Ee contohnya kalau saya kemarin punya ee
studi di Cianjur itu Bapak tahu di Jawa
Barat Cianjur itu sangat luas Pak. Tapi
Cianjur Selatan itu daerah Jawa Barat
Selatan itu konteksnya memang daerah
rentan rawan panggung. Makanya sekarang
lagi digenja atau kalau di skala
Indonesia kita bisa memetakan ada di
wilayah timur Pak kabupaten-kabupaten di
timur Indonesia. Nah, masalahnya memang
Pak giliran kita mencari data untuk
menghitung di level desa sesuai nanti ee
apa namanya data yang dibutuhkan untuk
menyusun indeks. Jadi yang dibaca
indeksnya ya, Pak. Datanya sebagai dasar
gitu. Kayak inflasi kan indeksnya.
Sebenarnya inflasi itu dari beberapa
data digabung barba misalnya nanti
ketemu indeksnya. Kalau inflasinya ee
sekian persen jadi bukan lagi angka
rupiah ya. Itu yang menjadi kendala
adalah ee yang ee pada tataran yang
lebih rigid. Oleh karena itu kami
tugasnya badan pangan pangan selain
memproduksi
ee alat itu indeks itu di level nasional
kemudian bisa dibreakdown provinsi
kabupaten kami mengedukasi Pak melakukan
pembinaan kepada provinsi dan juga
kabupaten kota.
Memang ini belum bisa maksimal sekali.
Banyak keterbatasan, Pak. Ee apa
namanya? Ya, Bapak tahu sendiri soal
APBN ini kan ada priority gitu sehingga
kami seringki menyampaikannya melalui
Zoom dan kami juga memperbaiki
metodologinya
melalui FDSD dan masukan dari para pakar
cta akademisi. Jadi memang ee penurunan
ini ee tidak hanya tergantung kepada
peta itu saja, Pak. kejadian-kejadian
ee
eksternal di luar sistem pangan ini juga
sangat mempengaruhi. Jadi pada saat ee
misalnya
2020 sampai 2024 kemarin kita punya
target penurunan yang sekian, itu kita
kan mengalami COVID, Pak.
Nah, itu ternyata terjadi perubahan ee
batasan gitu atau cut off gitu. Itu juga
sangat mempengaruhi daerah-daerah yang
ee dulunya
produsen misalnya tiba-tiba
petaninya enggak boleh ke sawah, gak gak
bisa berproduksi. Itu sungguh sangat ee
membuat kita pusing juga bagaimana ee
mencapai target.
tidak hanya menghitungnya, tapi faktor
lain ini yang harus kita. Nah, oleh
karena itu pemerintah dalam hari ini
Bapak Presiden itu ee fokus sekarang ke
SAS semata pangan dan bentuk turunannya.
Semoga ini, nah bagaimana penataan data
ini?
Ee memang bukan di wilayahnya badan
pangan ya, Pak. Tapi saya kira ada
aturan yang ee mengatakan tentang e
Perpres satu data pangan. Nah, ini yang
memang harus dikolaborasikan bagaimana
bisa menata sampai ke desa. Dulu satu
waktu saya menangani data, Pak, itu
seingat saya di desa itu ee ada kalau di
papan-papan itu ada namanya data desa
ya, Pak, di kelurahan gitu selalu
terupdate di sana. Nah, barangkali itu,
Pak. Bapak yang di Purworejo bisa ee
memulai bagaimana itu bisa hidup. Jadi
di desa itu tidak hanya ee apa namanya
ee memanfaatkan pembangunan berbagai
sektor, tapi bagaimana setelah itu di ee
lakukan itu bisa didata. Nah, baru
kemudian kalau nanti ada permintaan ee
kayak form itu bisa diisi dengan valid
sehingga datanya itu ee bisa ada.
seringki ee memang ee di level ee apa
namanya ee detail itu ee ada ee
kebijakan ini memerlukan data ini. Kita
baru kaget gitu, baru terpalang waduh
saya enggak punya data gitu. Nah,
sehingga mengalami ee lag kesulitan.
Nah, ini ke depan tentu Pak kita akan
terus ee berupaya bagaimana bisa sampai
ke level yang lebih kecil. Andaikan kita
mempunyai cukup berbagai sumber daya ee
saya kira ee ini sangat mungkin karena
ee sekarang sudah di zaman teknologi ya,
Pak ya. Tidak ee menutup kemungkinan ee
bisa dilakukan HP. Kita bisa nanyakan di
mana sih yang enggak waktu gitu. Hanya
kemauan ini yang ee ee ada di
teman-teman kami di daerah untuk bisa
selalu berkoordinasi. Kalau di pusat
kita coba memang masih treatmentnya
membangun. Terus kemudian untuk level
provinsi kita mengedukasi atau
memberikan ee bimbingan-bimbingan
teknis. Harapannya itu masih seperti
itu. Mudah-mudahan ee nanti dari webinar
ini bisa ee kita berkembang ke hal-hal
yang lebih khusus tentang misalnya
membahas tentang daerah rentan
bangembangan. Kita bisa bedah, Pak.
nanti kami tentunya juga akan ee
berkontribusi nanti ada Direktorat
teknis yang khusus membahas kapal
tersebut. Nah, ini sangat penting. Saya
kira itu Pak ee
ee Fitri yang bisa saya sampaikan. Saya
kembalikan lagi. Mudah-mudahan ee ini
kalau belum puas nanti bisa Pak kita
diskusi kapan-kapan seperti itu.
Baik, terima kasih Pak Budi atas
jawabannya Pak Fitri. Salam sehat
selalu. Kita izin untuk beralih ke
penanya berikutnya. Saya izin panggil
kembali Pak Susilo Rifai dari Pasuruan.
Apa bisa monitor suara kami Pak Susilo
Rifai? Silakan Pak.
[Musik]
Baik, Pak Susilo
bisa dibantu untuk unmute Bapak.
Suaranya masih belum terdengar di kami.
Pak Susilo
masih belum terdengar Bapak. Mohon maaf.
Baik. Baik. sepertinya beliau masih
mengalami kendala sinyal. Kalau begitu
Pak Budi Waranto kami ucapkan terima
kasih Pak, sudah berkenan untuk e
berbagai insight ya. Semoga tadi apa
yang sudah Bapak paparkan ini juga bisa
terserap oleh teman-teman yang
menyaksikan acara kali ini. Salam sehat
selalu untuk Pak Budi Waranto. Kita
bertemu lagi di event-event selanjutnya.
Thank you, Pak.
Terima kasih, Mas.
Baik, Sobat ASN jangan ke mana-mana ya.
Jangan khawatir juga bagi yang belum
berkesempatan untuk bertanya. Kita masih
akan ada dua narasumber luar biasa yang
akan berbagi insight tentunya dalam
acara webinar ASN Belajar seri 40.
[Musik]
Baik, di materi kedua kali ini kita akan
bersama-sama dengarkan paparan yang akan
disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian
dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur
yang dalam hal ini akan diwakilkan oleh
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas
Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi
Jawa Timur, Bapak Deni Kurniawan, SP,
M.M.
Terima kasih, Pak.
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Selamat pagi menuju siang, Pak Deni.
Selamat pagi, Pak Nukman. Kabar baik,
Pak Deni?
Alhamdulillah sehat
baik Pak Deni.
Kami akan persilakan Bapak untuk
menyampaikan materinya kurang lebih
selama 30 menit sama seperti dengan
narasumber pertama. Setelah itu kita
akan masuk ke sesi tanya jawab ya, Pak
Deni. Ya, kami persilakan Pak Deni.
Ya, terima kasih Pak
sebagai moderator. Bapak Ibu semua
peserta zooming untuk acara webinar AS
dan belajar periode yang ke-40. Mohon
izin sekiranya jadi Bapak Kepala Dinas
ada pribadi karena diat kota beliau
mewakilkan kepada kami
ee untuk
menyampaikan beberapa materi terkait
ketahanan pangan dan kualitas hubuh
bangsa sesuai dengan apa yang diminta
oleh badan pementan.
Pertama-tama kami ucapkan asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Selamat pagi
Bapak Ibu semua. Salam sehat semuanya.
Ee mungkin kami tidak berpanjang lebar
karena tadi sudah banyak disampaikan
oleh Kepala Biro dari Bagian pangan
nasional terkait dengan fungsi
ee metode maupun strategi terkait dengan
bagaimana cara pengan pangan bisa
memberikan ee kontribusi di saat kita
mewujudkan yang namanya suatu pangan.
Bapak, Ibu semuanya yang kami hormati.
Ee masalah pangan tentunya kita tidak
bisa sebelah tangan karena pangan ini
adalah masalah sangat, sangat penting
ya. J seperti yang disampaikan oleh
Presiden pertama kita Bapak Soekarno,
pangan keadaannya hidup mati suatu
bangsa. Di pangan itu merupakan suatu
hidup mati suatu bangsa yang mana pangan
itu sangat-sangat berpengaruh. J kalau
pangan bermasalah tentunya negara juga
akan bermasalah agak dan tentunya
Indonesia ini sangat-sangat diberkahi
oleh sumber daya alam yang sangat-sangat
luas. Karena luas babi sawah secara
nasional kita ada 7 juta hektar batu
sawah seluruh Indonesia ya.
Alhamdulillah di Provinsi Jawa Timur
luas baknya sekitar 1,2 juta hektar di
mana hampir 700.000 hektar adalah sawah
irigasi yang 400.000 hektar adalah sawah
kadangjan. tentunya Provinsi Jawa Timur
ini sebagai lumbung pangan nasional di
mana sampai 6 tahun beril menjadi
penyumbang produksi
padi nomor satu seindonesia
dan juga sebagai pensuplai kebutuhan
pangan ee di 16 provinsi yang ada di
Indonesia. tentunya ini sejalan dengan
program Ibu Gubernur di ee program Jatim
AGRO kita di mana Provinsi Jawa Timur
sebagai penyangga ketahanan pangan
nasional.
Jadi sudah jelas ee Jawa Timur tentunya
sebagai penangga apa? Penanggak ketap
pangan nasional dan juga sebagai gerbang
baru Nusantara. Jadi titik nolnya kita
titik semuanya ada di Provinsi Jawa
Timur di Monim. Berbahagialah
teman-teman, Bapak, Ibu semua yang hidup
di Jawa Timur karena sumber daya alamnya
sangat-sangat melimpah.
Ada dua aliran sungai Bengawan Solo dan
Brantas. Kemudian ada tujuh wilayah
sungai ee sumber daya air yang tentunya
sangat-sangat kita dalam menjaga
ketahanan pangan yang mana kegiatan
ketahanan pangan tersebut merupakan
program daripada Bapak Presiden kita
bagaimana untuk mempercepat suasada
pangan secepat-cepatnya
yang sekarang ini sudah mencapai usia 1
tahun B sampai usia ya di mana cadangan
pangan kita ee cadangan pangan kita
mulai Mei 2025 kemarin secara nasional
sudah ada 4 juta stop gras ini tentunya
kita sebagai pertanian ee tentunya tidak
bisa bekerja sendiri Bapak Ibu semuanya
dalam menjaga ketahanan pangan kita juga
terkolaborasi dengan beberapa
stakeholder
secara pentelix semua dilipatkan dalam
masalah dan tahanan pangan bisa
dilanjutin
E kita di sini ingin menyampaikan
beberapa hal yang tentunya
ketahanan pang ya hari ini kita apa ee
melaks apa setiap tahun hari ini
merupakan hari pangan sedunia
yang tadi disampaikan oleh Kepala Badan
Pangan Nasional tentunya ini merupakan
ee kegiatan tahunan yang kita laksanakan
yang merupakan dari pangasu itu
merupakan ee langkah awal dari dunia
terkait dengan
pelaksanaan kegiatan menjaga ketahanan
pangan kita. Lanjut.
Ini sudah saya sampaikan tadi tentunya
kita mengacu tentang Undang-Undang 18
tahun 2012 tentang pangan.
Intinya ketahan pangan itu tentunya
sudah merupakan kondisi terpenuhnya
pangan bagi negara sampai dengan
perorangan. Jadi dalam ini negara wajib
hadir ee dalam rangka penelitian pangan
ya, baik dari segi teknis, segi
singknya, kemudian dari pembinaannya dan
sebagai kelembagaannya tentunya wajib.
Tentunya aspek ketahanan pangan yang
disampaikan di Undang-Undang 18 tahun
2012 ini adanya ketersediaan pangan
kemudian ada akses pangan, pemapatan
pemangan, maupun stabilitas pangan.
sudah disampaikan tadi bahwa kekerjaan
pangan itu adalah cukup pasokan pangan
di tingkat nasional dan taban ya.
Tentunya kekerjaan pangan ini
sudah kita laksanakan, kita lakukan
hampir setiap tahun ya. Jadi ee di
Provinsi Jawa Timur tentunya kita selalu
menjaga produktivitas pangan kita,
terutama tanaman pangan dan lain-lain
sebagainya. dankultural
untuk menjaga daripada sentra-sentra
profesi pangan.
Akses pangan tentunya juga harus mengacu
pada kemampuan individu dan rumah tangga
untuk memperoleh pangan yang cukup. Jadi
setiap manusia, setiap individu wajib
pangan yang cukup. Kemudian adanya
pemanfaatan pangan ini disampaikan bahwa
penggunaan pangan yang tepat untuk
mencapai status.
Sekarang kan sudah ada program namanya
MDG bergizi gratis.
yang di mana banyak STPG yang ada di
wilayah-wilayah
Indonesia.
Stabilitas pangan tentunya kita harus
menjaga stabilis pangan terkait dengan
penggiran inflasi kita karena kita tahu
hampir setiap minggu kita mengingatkan
arahan dari Kendagri yang namanya
pengendalian inflasi kita terutama untuk
makanan-makan bahan pokok kita mulai
beras, cab,
bawang putih, dan sebagainya.
Lanjut.
Ini tadi juga sudah kita disampaikan
bahwa tiga pilar ketahan pangan itu
adalah ketersediaan pangan, kemudian
akses apa? Kemudian keterjangan pangan,
dan pemanfaatan pangan. Jadi tiga pilar
ini sangat terkait Bapak Ibu semua ya.
Jadi harus pangan terus harus ada dan
harus dapat dijangkau dan kemudian harus
dapat dimanfaatkan. Ini merupakan rantai
ee rantai apa?
putaran terkait dengan menjaga ketahanan
pangan kita
kalau pangannya enggak ada tentunya
tidak akan pernah terjatuh kemudian
kalau tidak terjangkau tentunya tidak
dapat dimanfaatkan makanya tiga pilar
ketanan yang pangan ini harus kita jaga
baik di kabupaten kota kecamatan kalau
perlu kemudian di provinsi maupun
nasional lanjut
nah ini Bapak Ibu sekalian hari pangan
sucinya di tahun 2025 ini
kita peringati ya temanya adalah hand in
hand for better foods and better
futureya apa bergandingan tangan untuk
makanan yang lebih baik dan masa depan
di makanan yang baik tentunya akan
membuat cita-cita bangsa kita menjadi
lebih baik
gizi yang baik tentunya membuat kita
menjadi lebih baik ini arahnya ke sana
Bapak Ibu sekalian tentunya nya fao itu
membuat empat kebaik apa? Membuat empat
kebijakan itu indikator daripada ee
makanan kita atau ketahanan kita adalah
better produksi adalah
perbaikan daripada stabilitas produksi
kita masing-masing negara kemudian
nutrisi yang baik, lingkungan yang baik
maupun kehidupan yang ber arahnya untuk
kehidupan lebih baik khususnya. Jadi ee
hari tang ini ya kita harus bersatu
berkolaborasi ya di semua pihak kita
bisa menjaga ketahanan tangan kita baik
secara nasional maupun provinsi Banten
per kecamatan. Lanjut Bapak Ibu sekalian
mohon izin lanjut
tantangan ketahanan pang sekalian ya.
Jadi kita memiliki beberapa tantangan ya
ketahanan panganya
ketahanan pangan itu tidak lepas juga
terkait dengan
produksi pangan. Jadi mereka menjadi
satu bagian satu indikator yang mana
kita di satu bagian
yang namanya pertanian itu faktor
pilihan sedangkan ketahanan panganan itu
adalah wajib.
dengan pemerintah daerah ee bahwa
tantangan
kewajiban kita itu mempertahankan posisi
kita di mana kita harus dapat ee
mempertahankan
posisi tersebut dari beberapa tantangan
yang ada. Tentunya
yang pertama adalah perubahan uklim.
Bapak, Ibu sekalian tentunya perubahan
iklim ini
sangat-sangat berpengaruh. Kita kan
punya iklim dua, baik hujan maupun iklim
kering.
Kebetulan di Provinsi Jawa Timur ini.
Nah, sekarang ini belum ada hujan.
Hujannya masih sedikit.
Hujannya itu nanti sekitar penaan bulan
September. Ini yang analisa dari PMKG
November. Kemudian puncak-puncak
hujannya mungkin sekitar Desember dan
Jal.
Perubahan iklim ini juga banyak
mempengaruhi daripada pertumbuhan
tanaman.
terutama apabila tanaman tersebut
terkena banjir maupun kering itu nanti
bisa berakibat puso
itu apa? Artinya tanaman tersebut tidak
bisa tunduh dan ini juga mempengaruhi
daripada produksi danisesta
ya di Provinsi Jawa Timur ini periode
Januari sampai dengan September luas
musuh kita sekitar 4.000 hektar. Jadi
masih 0 kom berapa persen dari luas
bagus sekitar 1,2 juta. Jadi tidak
sedikit banyak
kalau kita di museum kering ini Bapak
Ibu sekalian tentunya banyak penyakit
ya. Kalau banyak penyakit itu tentunya
titik tikus kemudian orang batang coklat
gelas kungro dan sebagain
kalau musim hujan itu tentunya identik
dengan beberapa penyakit
bisa di bawah daun
sebagainya. Jadi ya menerang-menerang ee
tanaman pangan maupun tanaman lainnya
yang kita dapat mempengaruhi daripada
produksi juga. Kemudian pertumbuhan
penduduk ini juga sangat mempengaruhi
tantangan kita sebagai pangan secara
nasional maupun secara provinsi.
Pertumbuhan penduduk di Indonesia ini
tentunya sangat-sangat besar karena
angka kelay kita juga hampir ee sangat
tinggi sekali. Bapak, Ibu sekalian
tentunya ini ee beberapa
kebutuhan daripada pangan kita tentunya
sangat-sangat ee ditentukan oleh
beberapa perkembangan daripada
pertumbuhan penduduk ini. Kita harus
bisa menyelesaikan seperti yang
disampaikan tapi ketersediaan pangan
harus ada sampai dengan
konflik dan krisis Bapak Ibu sekalian.
Nah, kita tahu ini konflik bisnis yang
ada sekarang ini kan adanya peran
perainan Rusia dan sebagainya tentunya
banyak perengaruhi daripada kondisi kita
sebagai
salah satu faktor apa penyedia pangan
perubahan pola konsumsi
ya tadi sudah disampaikan dari Bapakas
Bapak Ibu sekalian kemudian
ketidaksetaraan gender dan sebagainya
kemudian hama penyakit ini sangat
penting Bapak Ibu sekalian jangan sampai
kita ini sebagai orang pertanian bisa
menanam dan gak bisa panen karena apa ya
karena adanya nama penyakit ini jadi
kita harus jaga
petugas kami yang ada di lapangan yang
namanya PUVT tentunya sudah banyak
membantu daripada untuk menjaga proses
kebersediaan panganat itu. Salah satunya
adalah mereka gerakan pengendalian hama
dan penyakit.
Ini PUPT ini ada seluruh Indonesia
sekali. Jadi di pertanian itu ya kami
mohon izinkan cerita pertanian.
Pertanian itu ada tiga pilar yang kami
ada di lapangan yang sangat membantu
untuk menjaga ketahanan pangan Bapak Ibu
sekalian. Yang pertama adalah penyuluh
kita yang sekarang sudah dirifkan ke
pusat.
Kemudian ada POT pengendalian organisme
tumbuhan ya. model Hamad danhir.
Kemudian juga ada namanya pengawas benih
tanaman TDT. Nah, tentunya tiga
ini yang ada di lapangan garda terdita
dalam rangka menjaga
produksi dan instita untuk menuju pada
ketahanan
kerusakan lingkungan. Bapak, Ibu
sekalian, kita tidak bisa memungkiri
Bapak Ibu sekalian lahan-lahan sawah
kita
banyak yang sudah rusak dana apa? banyak
tanaman yang setahun
mungkin ada di wilayah-wilayah tertentu
ya,
tanam padinya tiga kali ya atau yang
mungkin bisa dikatakan padi paripantung
ya. Jadi setahun tanam padi tiga kali
tanpa
ee melakukan apa tanpa melakukan proses
pembenahan tanah yang baik tanpa
memperhatikan afforungan irigasi dan
sebagainya. Tentunya ini juga sangat
mempengaruhi daripada perusakan lima
tersebut. Makanya
untuk menjaga itu kita harus
bisa dan harus mulai sekarang
menghindari namanya pupuk kimia. Banyak
kok Bapak Ibu sekalian ee di kecamatan
atau di para petani kita sudah mulai
pelan-pelan ee menjaga daripada tanah
kita yang namanya yang namanya ramah
lindungan dengan menggunakan bahan-bahan
organis yang ada di sekitar kita.
Lanjut.
upaya apa yang dapat dilakukan dalam
rangka tantangan tahan pangan. Jadi kita
juga samakan ee untuk menghadapi
perubahan iklim kita mengembangkan
variitas tanaman tahap keteringan.
Banyak sekali Kementerian Pertanian
melepas peratasitas yang tahan beringan
juga ada tahan untuk wilayah yang sangat
ee banyak karat dar juga ada tahan hama
penyakit juga jadi sangat macam-macam.
Kemudian mengembangkan sistem irigasi
yang efisien.
Jadi kalau kita bisa tangan kok tanpa
air tentunya sudah bisa menghasilkan
apa-apa Bapak Ibu sekarang. Jadi semua
itu cari keterkaitan. Itu namanya
program intensifikasi pertanian.
Ada pipitnya
ada pupuknya
ada lahannya ada irigasinya dan juga ada
alat mesin pertanian.
Kemudian pertanian berkelanjutan. Nah,
ini yang saya sampaikan tadi mengurangi
pestisida menjaga kesan tanah-tanah kita
sebagian memang sudah sakit. Tapi kami
pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui
dinas ptanya sudah berupaya, sudah
berusaha dan memberikan yang terbaik
untuk menjaga tahanan pangan kita dengan
menjaga lahan-lahan kita. Kita ada
program ini yang ada di Dinas PTA ini
merupakan program unggulan Jawa Timur
yaitu program manajemen tanamanan sehat.
Apa itu manajemen tanaman sehat? Itu
bagaimana kita memperlakukan tanah tanpa
menggunakan pestisida
sama sekali.
Kebetulan tahun ini itu ada di Kabupaten
Jombang.
Bulan depan ada launchingnya asal.
Kemudian pemanfaatan teknologi,
penggunaan teknologi yang menciptakan
priitas pertanian. Teknologi pertanian
sangat luar biasa s
mulai dari al apa teknologi alan
prapanen ada hand traktor traktor roda
tu ya kemudian ada transplanter untuk
tanam padi
pompa air ya kemudian ada pasca panen
ada combine harvester besar power trer
manual kemudian ada coner dan ada drone
dan sebagain
kemudian yang keempat
ada di situasi panganatkan kondusi
pangan lokal dan beragam tentunya kangan
pangan itu bisa apa bisa memunculkan
ee kemudian apa memperkenalkan
tangan-tangan lokal yang ada di
masing-masing kabupaten kota ini
biasanya setiap tahun kalau dalam tangga
hari Taman Sedunia menjadi lomba
lomba pangan lokal per kabupaten kota
yang ada di Provinsi Jawa
Kemudian pengelolaan sumber daya air
mengelola sumber daya air secara
berkelanjutan kita dengan membangun
pembung waduk ya besar iridasi tersier
ya tersier itu ranahnya pertanian
prehak jaring irigasi perpompaan
tipanisasi dan sebagainya ini tentunya
cara-cara kita mengatasi
tantangan-tantangan yang disampaikan
tadi kemitraan global kemitraan
internasional untuk mengatasi pangan ya
itu adalah apa istilahnya dengan
apaan
fao atau mungkin dengan dari luar negeri
dalam rangka untuk menjaga saling
menjaga daripada ee ketahanan tanah yang
ada. Lanjut
mohon izin lanjut.
Nah, ini mungkin Indonesia Mas 2045 ini
merupakan kemarin yang disampaikan Pak
ya 2025 ini menjaga visi Indonesia.
Tentunya nanti Bapak Ibu bisa baca
sendiri. Kita lanjut
pangan sebagai pondasi kualitas bangsa
memang betul hidup mati suatu negara itu
tergantung kepada pangannya.
bermasalah, negara juga ikut bermasalah.
Pondasi kesehatan dan visi ini sangat
penting ya, sekalian ya. Kemudian
peningkatan kapasitas intelektual dan
kesejahteraan sosial. Kemudian mendukung
pemandiran dan permainan semuanya itu
adalah pondasi-pondasi kita dalam rangka
pokok baik di nasional maupun di
provinsi
semuanya itulah untuk meningkatkan
kualitas hidup yang lebih lanjut.
di Provinsi Jawa Timur. Bapak, Ibu
sekalian, tentunya strategi menjaga
ketahan pangan itu kita
yang disampaikan paparan awal adalah
tiga pilar ketantanan. Ketersediaan
pangan
kita berusaha untuk meningkatkan
produksi dan produktivitas kita,
teknologi pangan kita, teknologi alan
kita, ya, teknologi metode tanam kita.
Kemudian apa? ketersediaan benih unggul
bermutu dan bersertifikat
Jawa Timur itu termasuk provinsi nomor 1
untuk jadi provinsi Jawa Timur semuanya
sebin
karena memang semuanya ada di sini
tenang ber swasta tenang berhkm
dan sebagainya ada di sini kemudian
infrastruktur infrastruktur jaringan
irigasi
ya
perbaikan pompa air perbatan jaringan
irigasi dan seterusnya kemudian
perlindungan lahan ya perlindungan lahan
sesuai undang-undang 41 tahun 2009
dengan perlindungan lahan pangan
berkelanjutan atau yang istilahnya LP2B
kita selalu jaga di Provinsi Ju di mana
kita sudah ada 16 kabupaten yang sudah
mempunyai LP2 Binges.
Ini menurut laporan ya ACR BPN.
Kemudian kita mengoptimasi lahan
oplah. Kalau dalam rangka optimasi lahan
di Jawa Timur ini di tahun 2025 ini ada
opah nonaw. Jadi indikator ini untuk
memecah tanangan Jawa Timur luas tahun
202 ini yang dioplakkan
itu sekitar 20.000 hektar yang mana
nanti oplak tersebut juga ada
sintanya dan juga ada petani-petani
milenial di situ. Perencananya begitu.
Ini merupakan program-program kegiatan
dari Kementerian Pertanian dalam rangka
menicu swas pangan secara nasional per
provinsi.
Kemudian akses pangan kita juga ada
akses pangan untuk penguatan drij
stabilitas herbal
yang di mana sekarang hargaah kita
petani sudah 6.500
harga beras kita sudah yang medium sudah
13.500
Jadi sesuai dengan surat dari padan
pangan nasional
Pak Dinumus yang mana apabila di
kabupaten kota yang ada di bawah 6.5 itu
langsung diel oleh Bulo. Kalau sudah di
atas serah nenggok karena Jawa Timur ini
rata-rata harga dapatnya setiap
rata-rata itu sekitar sudah hampir R.000
ya. Jadi sudah lumayan dan harga R00 dan
itu harga pres itu sudah disesuaikan
oleh badan pangan nasional 11900
menjadi 13500.
[Musik]
Kemudian dukungan pembiayaan tentunya
dari pihak-pihak limbara atau bantuan
prioritas
terkait KUR Ali dan sebagainya.
ini kita harus bisa apa mereka
memberikan apa ee dukunganlah terkait
dengan proses karena kita tahu ketahanan
pangan suasada pangan bahkan kedaulatan
pangan itu kita tidak bisa sendiri dan
semua harus ikut ter
tidak hanya pertanian saja semua itu
membantu bagaimana cara kita untuk dapat
menetapkan proses kampanan menuju kepada
Kemudian ada pemanfaatan pangan Bapak
Ibu sekalian. Diversifasi pangan
di pangan itu pengetahuan kami itu ada
non beras macam-macam ya. Ada tiwul, ada
jum dan sebagainya. Ini salah satu
indikator
lahan ya. Kemudian merupakan lahan yang
P2L itu salah satu pengetahuan mendukung
MD lahan-lahan yang ada di rumah-rumah
tangga pernah bisa untuk tanam cabai
yang bisa yang diarangan tomat dan
pengawasan mutu kamahan panganya ini
kita juga beberapa panganu yang
prima dan sebagainya pelaksanaan program
daerah induknya program daerah dalam
nyata jatut agu
ini salah satu faktor yang dapat
membantu kita untuk mencapai proses
ketangan yang ada di provinsi Jawa Timur
lanjut
izin lanjut
selanjutnya menjaga menjaga ketahan
tangan di Jawa Timur kita harus
kolaborasi dengan kebijakan terbaik
Ini yang saya sampaikan tadi bahwa kita
tidak bisa sendirian dalam rangka
menjaga pertempangan.
Kita bisa berkolaborasi dengan lain PTP
YC BUL.
[Musik]
Kemudian dengan pemerintah pusat dan
daerah ada BPWS Bali pusat wilayah
sungai ya.
Kemudian ada masyarakat tentunya.
Kemudian ada pihak-pihak swasta. Ini
swasta ini juga semua membantu
lintas sektor dalam rangka perumusan dan
pelaksanaan program ketahanan pangan.
Dan juga kita harus juga meningkatkan
kualitas SD pertanian melalui pelatihan
dan pendan. Lanjut.
Ini sinergi mult kita
ya. beberapa stakeholder yang kita
sampaikan di sini. Silakan lanjut.
Nah, ini kita ada kebijakan dan program
memperkuot ketahanan pangan tentunya
tidak bisa lepas daripada Undang-Undang
Nomor 12 tahun
2 18 tahun 2012 ya.
bahwa fokus kebijakan kita itu ada
peningkat pangan dan peningkat akses dan
stabilitas
itu ada intensifasi dansi produksi
pertanian ada pengembangan dihan lokal
ada tangan tangan DPP kemudian ada
sistem distribusi penilaian investasi
harga dan pasar investasi harga dan
pasar ini dilakukan dengan beratan
pangan murah ini sampai sekarang kami
yang ada di dinas pertanian dan kita
bangun melakukan segera pangan murah di
beberapa Bapak kabupaten secara intensif
dalam rangka menjaga stabilitas.
Lanjut.
Kemudian yang kedua, pemanfaatan pangan,
perbaikan pola konsumsi, penanggulangan
nutrisi, dan keamanan pangan.
Lanjut saja Bapak Ibu sekalian.
Ya, saya kira itu ee Bapak Ibu sekalian
yang dapat kami disampaikan.
Apabila ada yang terakhir kamias.
Wabillahi taufik wal hiidayah.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Pak Deni
Kurniawan atas materi yang telah
dipaparkan. Setelah ini kita akan masuk
ke sesi diskusi dan tanya jawab. Oleh
karenanya bagi sobat TSN yang tengah
bergabung di Zoom dapat mengaktifkan
feature rise hand bagi Anda yang ingin
bertanya ataupun yang tengah menyaksikan
melalui live YouTube BPSDM Jatim TV
dapat drop question Anda melalui kolom
live chat. Kita akan kembali setelah
jeda berikut ini.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
Baik, Anda kembali lagi menyaksikan
webinar ASN Belajar seri 40. Ini menarik
sekali ya, Pak Deni ya. Tadi kalau kita
lihat kan sebenarnya untuk Hari Pangan
ee dunia ini mengangkat tema better
foods, better future. Nah, kalau boleh
saya bertanya ya, Pak ya. Kalau kita
lihat sebenarnya di kondisi lingkungan
sekitar ee lingkungan sekitar kita,
outlet-outlet makanan sehat ini
jumlahnya masih cenderung lebih sedikit
dibandingkan outlet-outlet makanan
lainnya. Bahkan ee di daerah saya
sendiri pun ee makanan-makanan yang
beredar ini lebih banyak makanan
gorengan, penyetan, sambal, dan lain
sebagainya. Nah, bagaimana sih Pak Deni
melihat fenomena ini gitu ya? Karena kan
berkaitan dengan kualitas pangan yang
nanti juga mempengaruhi kesehatan, gizi
seimbang, dan juga kapasitas intelektual
seperti yang tadi Bapak bilang. Dan apa
saja, Pak, yang sebenarnya bisa kita
lakukan untuk meningkatkan channel atau
distribusi pangan sehat dan juga kalau
kita lihat sebenarnya panganan diet
sehat ini kan harganya juga cenderung
lebih mahal ya di pasaran dibandingkan
dengan e makanan pada umumnya gitu.
Bagaimana Pak Deni melihat isu-isu ini
Pak? Silakan Pak.
Ya, terima kasih Mas Lukman ya. kita
tidak bisa memungkiri ya di manaun pasar
di rumah perumahan sebab ini kan banyak
orang juara terutama
jadi salah satu apa ee makanan cepat saj
sebetulnya yang cepat saji itu juga
sebetulnya kalau
kita juga harusang baik tapi karena
kondisi kondisi
kita selalu cepat instan
[Musik]
Karena memang betul disampaikan untuk
makanan yang tentunya butuh proses juga
prosesnya terutama untuk padi kita juga
padi terbal
bisa jadi beras-beras itu banyak juga
tapi hanya memang karena prosesnya juga
dan sebagian besar masyarakat kita
tentunya
kita awali yang tadi saya sampaikan
bahwa
kita harus menjaga pertama lahan kita
bebas dari tesis sedang itu tunggu
ini kita coba ada di kabupaten ya itu
mereka menjaga lahan mereka dengan
program ramah limpinan juta.
istilahnya
mereka menghindari daripada pestisen
jahat itu sama kalau di tanpa kalau kita
mengurangi yang namanya
saji
memang butuh waktu butuh proses Pak
kita
bisa dan kita tidak bisa bekerja sendiri
dan kita dari beberapa instansi yang
terkait terkait dengan proses-proses
daripada
untuk
apa ya namanya untuk
memperkecil daripada makanan yang selama
ini banyak berbeda di
masyarakat kita karena masalahnya justru
makanan yang seperti itu yang banyak
disukai lo
seperti banyak mulai dari anak kecil
dewasa dan sebagainya banyak juga itu
juga kadang-kadang kita mencegahnya juga
ya itulah karena itu mereka juga mencari
penghasilan
kehidupan.
Saya kira itu, Pak.
Baik. Baik. Small steps ya, Pak ya.
Secara perlahan kita akan menuju ke arah
itu ya untuk pembenahan secara
berkelanjutan ya. Ini ada pertanyaan
masuk Pak di kolom chat Zoom kami dari
Bu Sartika. Pertanyaannya adalah ada
yang ingin saya tanyakan mengenai
apa-apa saja tentang mengimplementasikan
program gizi dan ketahanan lingkungan
rumah sakit dan bagaimana cara
mengatasinya. Silakan Pak Deni.
Coba agak diulang Pak. Putus-putus
sinyal saya kurang baik.
Baik Pak. Saya izin ulang untuk
pertanyaannya, Bapak. Ada yang ingin
saya tanyakan? Ini dari penanya Bu
Sartika mengenai apa saja tantangan
utama dalam mengimplementasikan program
gizi dan ketahanan pangan di lingkungan
rumah sakit dan bagaimana cara
mengatasinya, Pak?
Ya, terima kasih, Pak.
ya tantangan kita dengan rangka untuk
mengatasi gizi
dan tangan yang ada di
saya kira kalau kita di rumah sakit
kalau kita sakit jadi pasien itu
makanannya seya sudah bergizi sekali
karena apa rumah sakit juga punya ahli
sini sama seperti kita seperti program
yang dilaksanakan ini tentunya banyak
ahli
yang sudah berkompeten untuk mengawal
daripada situ ya. Ya, tantangannya apa?
Memang yang tadi saya sampaikan tidak
semua yang ada di pasaran itu ya yang
menjadi bahan baku yang baik tentunya
ahli gizi yang ada di sakit untuk bisa
menilai
seperti apa bisi yang baik dan makanya
rumah sakit itu punya mitra sendiri
mungkin ya
kerja sama dengan di tertentu yang
sesuai standar daripada makanan yang
akan disk yang di rumah tersebut. Kalau
seperti itu saya kira
negara kita kalau seperti itu saya kira
enak ada pengawasnya dan sebagainya kan
tentunya ee gizi itu tentunya tidak
hanya milarisasi atau beberapa faktor
yang dapat membantu daripada
saya kira itu Mas. Baik, terima kasih
Pak Deni. Bu Sartika. Jadi jangan
khawatir ya Bu ya. Karena di rumah sakit
itu seperti tadi apa yang sudah
dikatakan oleh Pak Deni ada yang namanya
Ali gizi untuk menilai bagaimana sih
gizi yang baik untuk dikonsumsi oleh
para pasien yang ada di sana. Baik Pak
Deni saya rasa kami ucapkan terima kasih
sekali lagi ya untuk ee berkenan
membagikan materinya yang sangat luar
biasa di pagi hari ini, Pak Deni. Semoga
apa yang sampaikan bisa bermanfaat untuk
teman-teman dan sobat ASN sekalian.
Salam sehat selalu untuk Pak Deni. Kita
ketemu lagi di event-event selanjutnya
ya, Pak Deni ya.
Ya, terima kasih Mas semuanya. Pakar
mohon izin
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh.
Yang belum sempat bertanya jangan
khawatir, kita masih ada satu narasumber
spesial juga di webinar ASN Belajar seri
40. Jangan ke mana-mana, tetap di
webinar ASN Belajar seri 40.
[Musik]
Baik, masuk di materi terakhir kali ini
akan disampaikan secara langsung oleh
dosen Fakultas Pertanian Universitas
Brawijaya Malang, Bapak Dr. Sujarwo,
S.P., MP.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Selamat datang Jarwinar SM Belajar seri
40. Kabar baik, Pak?
Alhamdulillah. Terima kasih, Pak Lukman.
Terima kasih juga, Pak, sudah berkenan
untuk datang di webinar kali ini. Tadi
kita sudah simak paparan dari narasumber
pertama dan narasumber kedua kita
terkait dengan tantangan apa saja sih
yang dihadapi terkait dengan isu
ketahanan pangan dan inisiatif-inisiatif
apa saja yang bisa kita lakukan ya untuk
ee tackel berbagai em apa namanya ee
tantangan tersebut. Kali ini kita akan
mendengarkan paparan singkat dari Pak
Sujarwo. Waktunya sama, Pak, kurang
lebih selama 30 menit. Nanti kita akan
langsung masuk ke sesi tanya jawab.
Silakan, Pak Sujarwo.
Ee Pak Luman ini anu saya presentasi
langsung atau
bisa?
Ya bisa, Pak. Langsung presentasi saja,
Pak.
Oke, saya slide share, ya.
Silakan.
Baik.
Eh, baik Bapak Ibu sekalian yang saya
hormati. Suara saya ada anu feedback itu
ya kayaknya ya Mas Lukman ya.
Dengar jelas Pak Sujarwo. Sudah baik
silakan Pak.
Heeh. Oke, terima kasih.
Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati.
Moga sehat semuanya. Ee salam sejahtera
dan kita semuanya ee senantiasa
dimudahkan untuk selalu bersyukur karena
dengan bersyukur nikmat ditambah gitu.
Kalau enggak bersyukur dikurangi bukan
dikurangi bahkan itu bahkan di diazab.
Nah, itu ee tidak ada pilihan. Kalau
kita hidup berarti ya bersyukur. Nah,
salah satu tanda kita syukur adalah
memanfaatkan sumber daya yang Tuhan
berikan sebaik-baiknya. Tadi Pak Deni eh
mengempasizing ya menekankan bahwa
penyelamatan sumber daya pertanian
sebagai sisi supply side policy gitu ya
dengan LP2B itu ee penting untuk
dilakukan. Begitu. ee Pak Budi tadi juga
saya sempat ee menyampai mendengarkan ee
paparan-paparan beliau bagaimana Badan
Pangan Nasional sebagai regulator
kemudian menetapkan ee aturan-aturan
sedemikian hingga pasar pangan dalam
kondisi stabil dan aksesibel untuk
seluruh bangsa Indonesia. itu ee
ekspektasi yang ee diharapkan oleh ee
pemerintah
selaku pengelola seluruh sumber daya dan
ee kinerja pembangunan nasional. Nah,
kalau kita bicara pada Hari Pangan
sedunia di sini tentu ee pangan itu
perspektifnya ada dalam konteks ee
ketahanan pangan. berarti ee bagaimana
sebagaimana disampaikan sebelumnya
bagaimana tersedia bisa diakses
digunakan dengan benar sehingga kemudian
bisa hidup sehat dan produktif. Itu
ketahanan pangan. Ee di Undang-Undang
Pangan 18 tahun 2012 itu juga ada ee apa
definisi-definisi lain termasuk ada ee
kemandirian pangan.
Nah, gitu ya. Nah, kalau kemandirian
pangan itu pangannya mandiri berarti ee
kita tidak hanya bertumpu pada satu hal
makanan yang kemudian menjadi rentan
atau rawan atau berisiko terhadap
aksesibilitas pang. Maka keberagaman itu
penting. Maka pangan lokal harus
dikembangkan. Maka sumber daya yang
menganggur harus diaktifkan
sehingga kita bisa mandiri. Nah, ketika
kita mandiri dan kemudian dengan polisi
yang benar di dalam pengelolaan kita ee
pengelolaan pangan dan sistem pangan,
maka dalam sistem pangan maka kita
menjadi berdaulat di dalam ee pangan.
Berdaulat artinya kita tidak akan
disetir oleh kebijakan-kebijakan yang di
luar keinginan kita. kita sebagai suatu
bangsa merdeka untuk menetapkan polisi
yang sustainable terhadap kondisi pangan
yang diharapkan, yaitu yang stabil, yang
baik untuk ee kesejahteraan dan
kesehatan ee seluruh bangsa Indonesia.
Maka ini ee tataran-tataran definisi ee
dari ketahanan pangan, kemandirian,
kemudian ada kedaulatan pangan.
Nah, yang dalam ee kesempatan hari ini
kemudian saya coba untuk melihat secara
ee apa ee nasional nanti akan coba ke
global terus ke nasional lagi. Ee agak
zigzag tapi ini yang menurut saya ee
sistematikanya
mudah untuk bisa dipahami.
ee 30 menit ke depan ee kita coba untuk
memikirkan sebenarnya apa yang ee
perspektif yang harus kita bangun
tentang pangan ini sedemikian hingga ee
bangsa ini bisa ee punya kekuatan yang
berkelanjutan untuk membangun sistem
pangan yang baik. sehingga di Asta Cita
ada nomor dua dan nomor 5
sebenarnya juga akan berimplikasi yang
ke nomor 6 gitu ya ee ya yang mestinya
pondasinya adalah nomor 7 apa toh ini
kok nomor 567 ya Bapak Ibu ya ya
maksudnya gini bahwa kegiatan
pembangunan nasional itu pondasi
dasarnya memang adalah bagaimana kondisi
pangan itu tersedia secara cukup untuk
seluruh bangsa. Kemudian itu diasari
oleh kebijakan yang benar sehingga
reformasi politik hukum dan lain
sebagainya yang misalnya LP2B itu
seperti apa ya jangan dilanggar
kan itu ya dan ini sampai sekarang juga
sulit sekali untuk LP2B itu
terselesaikan gitu kan maksudnya menjadi
sebuah regulasi ee dasar dari daerah
gitu ya. Makanya kalau ini kemudian
menjadi komitmen bersama mestinya
diselamatkan sumber daya pertanian atau
sumber daya pangan nasional. Kenapa?
Karena sangat sulit punya keunggulan
komparatif sebagaimana dititipkan Tuhan
ke kita. di mana lapisan top soil 30
sampai 50 cent di permukaan tanah itu
begitu suburnya secara fisik, secara
kimia, secara biologi yang kemudian itu
menghasilkan produktivitas bagi pangan
nasional, terutama yang di Jawa nih.
Tapi konversi yang di Jawa kan luar
biasa. Nah, ini. Nah, ini nanti kayaknya
juga agak
ribet nanti kalau urusannya dengan Tuhan
ya. Ini kenapa kok dikonversi ya? gitu
ya. Nah, ini kan nanti dihisab itu.
Jadi, Bapak Ibu sekalian sulit sekali
sebenarnya untuk mewujudkan tanah yang
subur sebagaimana yang sudah ada
sekarang ini dan beberapa tahun yang
sebelumnya sedemikian ee kita bisa tahun
1984 pernah menapati
swasmada pangan gitu ya. Ee terus
kemudian harapan dari semua proses
pembangunan yang dimulai dari
pengelolaan sumber daya kemudian ee
bagaimana ee kondisi pangan terjaga dan
kemudian bagaimana ee proses-proses di
dalam sistem pangan itu menghasilkan
nilai tambah. harapannya kemudian
membawa pada implikasi pembangunan
terutama yang menghasilkan pangan yaitu
dari desa yang poin 6 itu. Nah, karena
dalam data-data BPS
wilayah-wilayah yang sentra
produksi pertanian terutama pangan itu
juga sentra kemiskinan.
Nah, ini Bapak Ibu sekalian ya coba kita
pikirkan agak kasar walaupun agak kasar
ya. Coba kita mikir agak sedikit angka
sedikit ya. Ini nanti slide-nya
dibagikan aja Mas Lukman. Gampang ya
dibaca-baca. Cuma ini kita mari kita
coba berpikir ya.
Kalau kita misalnya asumsikan ee di
nasional sekitar 5,2 ee ton per hektar
produktivitas padi itu coba kita
asumsikan ini agak lebih tinggi. Ini
beberapa Jawa Timur kan ee juaranya
untuk ee Pak Padi ya. Katakanlah ee kita
punya lahan kalau ada lahan 1 hektar 6
ton per hektar katakanlah begitu ya 6
ton per hektar.
Kemudian
dari 6 ton per hektar ee supaya
hitungannya gampang kita buat 6.000 per
kg harga yang dipatok oleh pemerintah.
Ada 6,5 sih sebenarnya. Nah, coba kita
tarik garis bawahnya aja enggak apa-apa.
6.000 ee per kg misalnya. Berarti kita
ada sekitar 36 juta per hektar
untuk padi, penerimaan padi. Kalau
misalnya ee harga atau biaya usaha tani
itu katakanlah buat kasarlah 18 saja 18
juta per hektar, maka ada 18 juta
penerimaan apa? Penghasilan dari rumah
tangga petani
ya. 18 juta itu kalau
1 hektar lah. Ini kan rata-rata berapa?
1/3 hektar lah kasarannya. Maka ada 6
juta per katakanlah 3 bulan berproduksi
padi itu 6 juta. Berarti kalau per
bulannya ada 2 juta
ya. Kalau rumah tangga itu punya empat
anggota rumah tangga, ya itu kira-kira
kalau ini tak kalkulasi tadi sebelum
saya ee presentasi ini tadi tak
utek-utek gitu. Itu kalau per harinya
itu sekitar 16.000 itu kalau satu
keluarga itu 4 orang lah. 16.000 itu kan
ya kemiskinan garis kemiskinan
gitu ya Bapak Ibu sekalian. Jadi
ya pantas kalau kemudian ee di desa itu
banyak kemiskinan walaupun ee penghasil
padi. Kenapa? Bukan karena
profitabilitasnya rendah, tapi karena
skala usahanya makin kecil. Makin kecil
makin kecil. Kenapa usahanya makin
kecil? skala usahanya makin kecil karena
lahannya dibagi-bagi.
Kenapa, Pak, lahannya dibagi-bagi?
Karena sulit untuk keluar dari sektor
pertanian.
Kenapa, Pak, kok sulit keluar dari
sektor pertanian? Agroindustrinya enggak
terbangun.
Kenapa enggak terbangun? Ya, jadi
panjang, ya. Jadi Bapak, Ibu sekalian,
transformasi tenaga kerja dari sektor
pertanian ke agroindustri dan industri
itu menjadi sangat ee sangat penting dan
itu beberapa ee ee studi empiris sudah
me membuktikan betapa ee hal itu membawa
dampak kepada penurunan kemiskinan.
Kalau tenaga kerja di sektor pertanian
itu ee apa cukup cukup baik ee ada ada
produktivitas di sektor pertanian tenaga
kerjanya meningkat dengan adanya
transformasi tenaga kerja ini mau nanti
diskusi aja maka kemudian poverty itu
akan lebih ee cepat teratasi
dibandingkan kalau ee senter
pembangunannya ada di industri ini. dari
data OECD ee agak agak tahun 2019-an
tapi saya pikir relevansinya masih ada.
Nah, jadi Bapak Ibu sekalian ini yang
yang penting menjadi pemikiran kita
bersama. Kalau kita bicara tentang
ketahanan pangan ya kita bicara tentang
bagaimana orang-orang yang berproduksi
itu bisa berproduksi secara sustainable,
secara berkelanjutan.
Padahal realitasnya lahan semakin lama
semakin sempit. Ee dan survei BPS kan
juga demikian membuktikan demikian.
Petani gurem makin banyak. Transformasi
tenaga kerja dari sektor pertanian ke
non pertanian relatif sangat lambat
sehingga potensinya adalah banyak
penumpukan tenaga kerja di sektor
pertanian menjadi produktivitas
tenaga kerja di sektor pertanian menjadi
rendah. Kalau produktivitasnya rendah
kayak ini tadi kalkulasi saya 16.000 per
hari, wah itu kan berat sekali itu untuk
hidup gitu. Nah, ini yang yang kemudian
menjadi penting bahwa apa yang
disampaikan oleh pemerintah, apa
kesadaran pemerintah bahwa ini harus
dikerjakan bareng-bareng. Betul.
Tapi itu tidak hanya sekedar bahwa itu
disadari, tapi bagaimana program-program
itu konvergen terhadap sustainability di
dalam pembangunan ketahanan pangan dan
sistem pangan
gitu. Konvergensinya itu gimana lah
kalau misalnya kita bicara ee ee
misalnya harga gabah sudah ditetapkan
oleh BAPAN misalnya. Kemudian kita
bicara ee pupuk sudah dibantu oleh
Kementan.
Tapi kemudian kita bicara tentang
penggunaan sumber daya lahan tidak
terlindungi.
Eksploitasi penggunaan lahan ee terus
berlanjut karena ketidakmengertian
dalam kegiatan produksi.
Kenapa kok begitu? karena lahannya
semakin sempit, inefisiensi semakin
tinggi. Dan itu studi-studi yang
dilakukan di China itu menunjukkan bahwa
ketika pemerintah itu melakukan ee ee
poly yang berbasis kepada skala usaha,
jadi subsidi itu diberikan kepada ee ee
apa? Kegiatan-kegiatan usaha tani dalam
skala yang lebih luas. itu kemudian
berdampak kepada efisiensi penggunaan
input ee pupuk bersubsidi dan itu bahkan
terjadi pengurangan ee penggunaan pupuk
untuk kegiatan produksi persatuan
luasnya.
Dan belum lagi kalau kita bicara ee
teknologi, kalau teknologi itu tidak
didasarkan pada skala usaha yang luas,
kawasan produksi, maka cost of
technology itu menjadi tinggi.
Ketika cost of technology itu tinggi,
sulit untuk adopsi, Bapak, Ibu sekalian.
Sulit untuk adopsi.
Maka sebenarnya korporasi petani,
kawasan agropolitan dan lain sebagainya
itu sebenarnya adalah solusinya.
Tapi kita seperti narik bambu dari ujung
sulit sekali untuk itu menjadi sebuah
eksistensi yang substantif aktivitasnya
bukan yang
project based
memang substansinya aktivitasnya itu
adalah agropolitan atau kawasan
korporasi petani di mana ada suatu
kawasan dengan kemampuan manajerialnya
sehingga muncul muncul efisiensi, muncul
adopsi teknologi, kemudian menciptakan
nilai tambah kan gitu ya. Kalau itu
terjadi maka bagus,
bagus tapi sampai sekarang masih belum.
Kalau Pak Presiden kemudian menggagas
ada koperasi merah putih
ya sebenarnya itu sangat bagus
sebab sama dengan ee misalnya kita
menggiatkan
cooperative farming
atau ee apa
ya? Itulah yang yang dulu pernah digagas
oleh Kementan itu. Itu intinya adalah
pengelolaan kawasan berbasis manajemen,
mengadopsi teknologi, kemudian efisiensi
dan nilai tambah maka kesejahteraan akan
menjadi lebih baik. Ketika kesejahteraan
di sisi hulu menjadi lebih baik, maka
kemudian kegiatan produksi akan menjadi
lebih giat. Maka suplai dari bahan
pangan menjadi tersedia dengan baik.
Kalau suplly tersedia dengan baik, maka
sustainability dari ketahanan pangan
bisa dipertahankan,
sistem pangan bisa semakin kuat untuk
dibentuk,
ya. Nah, kita bicara sistem pangan
adalah operasinya dari hand apa itu
namanya? Satu tangan ke tangan yang lain
dalam suatu value ataupun supply change
ya. itu membentuk sebuah sistem
yang kemudian ee ee tersedia untuk
konsumen untuk dikonsumsi itu ee dalam
suatu sistem pangan. Ee dalam konsep
scop-nya ketahanan pangan mengatur
sampai pada level utility-nya,
penggunaan pangannya bahwa ini akan
berdampak kepada ee kesehatan ee balita
misalnya dalam konsumsi pangannya dan
lain sebagainya. Nah, ini yang yang yang
apa kompleks dari ee apa pembangunan
pangan, ketahanan pangan, dan sistem
pangan yang yang
harusnya menjadi perhatian. Persis
seperti yang disampaikan oleh Pak Budi
dan Pak Deni di materi sebelumnya ini
tidak bisa sendiri-sendiri. Tapi
kemudian siapa yang mengorkestrai?
Mungkin ada kemenangan,
mungkin ada kemudian utilitasnya ada
ee
badan pangan apa pangan dan gizi ya.
Badan pangan dan gizi dan lain
sebagainya itu seperti itu. Tapi memang
orkestrasi itu diperlukan. Siapa yang
mengorkestrai?
Kalau sendiri-sendiri maka nyaris akan
terjadi malapetaka ini. Kenapa? Karena
jumlah penduduknya semakin tinggi, ada
double burden di situ. Ada double beban
di situ. Yang pertama adalah beban
penyediaan konsumsi dan lapangan
pekerjaan. Yang kedua adalah beban
settlement-nya,
yaitu beban penggunaan sumber dayanya.
Yait kemudian berdampak menggerus ee
sumber daya di pertanian untuk
settlement. Belum lagi memang ada sektor
industri yang pertumbuhannya lebih cepat
yang juga membutuhkan ee sumber daya
lahan. sehingga konversi lahan menjadi
sangat-sangat sulit untuk dihindari
walaupun sudah ada LP2B. Jadi, Bapak,
Ibu sekalian, kita menghadapi masa yang
semakin kompleks.
Sistem pertanian kita ee punya challenge
yang cukup besar untuk mereduksi
poverty, untuk menjaga sistem pangan
kita tetap stabil, untuk menjaga
ketahanan pangan kita tetap stabil.
ee semakin detail kita memperhatikan
agak semakin risau kita. Tapi kalau
semakin biasa saja ya gak apa-apa gitu.
Tapi nanti punya efek kita bisa jadi ada
potensi geopolitic problem kemudian
kayak perang dan lain sebagainya atau
pandemi dan lain sebagainya eh climate
change dan sebagainya kita akan kena
shok dan itu bisa sangat risky kalau
tidak dipikirkan dengan baik ee dan di
ee dilakukan secara aksi nyata bagaimana
kolaborasi-kolaborasi itu diperlukan.
Kita ada penta high konsep, kita ada
multi stakeholder untuk berkolaborasi
dalam sinergi program. Tapi aksi
nyatanya tentu harus ada harus ada ee
yang mengorkestrai dan itu ee lokusnya
jelas dan itu sasarannya jelas dan kita
masih problem di data. Mohon maaf ini ee
kita juga masih problem di data. Begitu
bicara data, kita betul-betul
ee
kita yang harus pikirkan dengan
masak-masak itu seperti apa. Karena
pembangunan itu tanpa data kita akan
seperti mengulang kesalahan masa lalu
terus karena kita tidak bisa melihat
lesson learn atas kebijakan yang kita
lakukan.
Bapak, Ibu sekalian.
Ini ini yang dalam perspektif ee saya di
akademisi bahwa ee sistem pangan,
ketahanan pangan, ee kemandirian pangan,
apapun itu namanya memang ee nuansa
ekonominya menjadi sangat dominan. Ee di
ee diakui atau tidak gitu ya. Nuansa
ekonominya harus ee apa sangat dominan.
Kenapa? karena ini menyangkut
livelihood, menyangkut ee
ee apa daya hidup untuk
menopang kebutuhan-kebutuhannya dari ee
return atas investasi waktu dan tenaga
dan uang. Nah, itu sehingga aspek
ekonomi menjadi dominan. Tetapi memang
dalam global isunya harapannya tidak
kemudian tidak memperhatikan lingkungan
dan sosialnya itu juga harus
diperhatikan misalnya. Dan itu adalah
next level dari kegiatan ekonomi yang
kemudian memperhatikan sustainability
melihat aspek lingkungan juga aspek
sosialnya gitu ya. Nah, ini kalau dalam
konteks pengembangan berbasis agribisnis
tentu ee ini adalah commercial base e
berdasarkan kepada kegiatan komersial.
Kalau berdasarkan pada kegiatan
komersial maka tidak bisa dihindari.
Skala ekonomi kembali lagi menjadi
faktor yang sangat menentukan. Karena
ketika skala ekonomi rendah, inefisiensi
tinggi, Bapak, Ibu sekalian,
biaya per unit produk menjadi lebih
tinggi, daya saing menjadi lebih rendah,
gitu ya. Ini yang yang yang mungkin
terus ee kita dengungkan supaya kita
sadar bahwa bersama-sama
membentuk koperasi itu harus muncul dari
kesadaran masyarakat.
Top down itu stimulasi itu ee ee baik
pada awalnya, tapi harus diteruskan
dengan munculnya kesadaran untuk
berkoperasi. Tapi kalau tidak, maka
kemudian itu justru menjadi beban bagi
ee biaya pembangunan. Menjadi beban
biaya pembangunan.
Karena koperasi harusnya bisa
sustainable, bisa sustain dengan dirinya
sendiri, sistem operasi- koperasi,
tetapi justru malah menjadi beban
pembangunan. Nah, kalau muncul misalnya
asumsikanlah bahwa koperasi itu berjalan
dengan baik, masyarakat sudah sadar
tentang berkelompok lebih baik daripada
sendiri-sendiri, membentuk kawasan
produksi menjadi lebih ee diminati
daripada produksi sendiri-sendiri. Maka
kemudian ee harus ada bagaimana
pembukaan wawasan terkait dengan
bagaimana target pasar domestik dan
paket ee target pasar ekspor. Tentu ini
karakteristik yang berbeda
ya. Kalau domestik bagaimana, kalau
ekspor bagaimana dan itu kemudian tidak
bisa dilakukan oleh sendiri-sendiri,
tapi ini harus dalam suatu bangunan
kelembagaan yang baik gitu. Dibina oleh
pemerintah.
Nah, dulu saya mimpi itu Bu Lok ee jadi
leader di sistem pangan kemudian
ditopang oleh followernya ya
perusahaan-perusahaan yang lain gitu ya.
ee kemudian bermitra dengan petani dan
lain sebagainya. Saya pikir itu akan
menjadi ee stimulan atau stimulasi untuk
terbangunnya agribisnis di Indonesia.
Nah, moga-moga nanti bisa gitu ya. Ya,
gitu. Jadi ee sekali lagi dalam konteks
ee sistem pangan, ketahanan pangan untuk
menuju pada kita mandiri di dalam pangan
dan juga ee syukur bisa dalam swastabada
pangan walaupun tidak necessary swasada
seharusnya tapi kalau itu menjadi sebuah
target pemerintah itu possible.
Itu sangat possible. ee mungkin nanti
untuk diskusi juga ee dengan menyasar
kepada bagaimana penggunaan sumber daya
itu pada
pasar domestik maupun pasar ee
internasional.
Sehingga ini kita terpacu terpicu untuk
membangun kualitas. Tidak hanya pokoknya
bisa dijual, dikonsumsi, tapi juga pada
kualitas. Karena ekspor itu berarti
kualitas. Terus kemudian kita harus
mendasarkan pada skala ekonomi
dengan kawasan tertentu, kawasan
produksi. Dengan kawasan produksi akan
menstimulasi munculnya agroindustri ya.
Dengan adanya agroindustri kemudian akan
muncul ee pusat-pusat pertumbuhan
sebenarnya. itu yang kita harapkan
sehingga nanti harapannya ya menguatkan
ee ketahanan pangan tetapi juga
berdampak kepada peningkatan nilai
tambah dan lapangan pekerjaan yang
kemudian berimplikasi pada penurunan
kemiskinan.
Sedangkan yang diekspor,
kegiatan-kegiatan yang ekspor tentu
agribisnis di tingkat ini ee
ee walaupun kita itu adalah pasar yang
besar, kemampuan kita untuk mengekspor
sebenarnya lebih memberikan image bahwa
quality yang kita bangun itu
internationally acceptable. Jadi, secara
internasional itu bisa diterima sehingga
kita bisa ekspor ke Jepang, ekspor ke
Eropa, ke Saudi dan lain sebagainya.
menunjukkan bahwa kita bisa punya
kemampuan quality yang diterima secara
internasional. Nah, nah kemudian memang
implikasinya tentu ee juga adalah dewas
ee devisa ya, devisa bagi ee apa? Negara
dari ee ekspor. Jadi, Bapak Ibu sekalian
nah ini yang dulu ya ee Kementerian
Pertanian dulu ada pengembangan
wirausaha muda pertanian, sekarang ada
program yes ya. ada program ee
ini ini kebetulan ini saya termasuk tim
inti juga di Kementan tahun-tahun itu di
awal-awal itu kita sangat semangat untuk
mendorong adik-adik ke ee berbisnis dan
ini kemudian melibatkan ee digital ee
teknologi digital sehingga kemudian
harapannya bisa mengakselerasi
digitalisasi
ee di sektor pertanian ya, penggunaan
teknologi digital di sektor pertanian.
Nah, ini ee mungkin secara umum itu yang
ee ingin saya sampaikan dan tentunya ee
wawasan kita terhadap pangan itu adalah
bagaimana mewujudkan ketahanan pangan
dari sisi ketersediaan akses dan
utilitasnya yang kemudian menjadi sehat
dan produktif
ditopang oleh sistem pangan yang baik
yang kemudian harapannya bisa membantu
ee meningkatkan kesejahteraan baik di
hulu karena ada nilai tambah juga
kemudian ee memunculkan ee
diversifikasi-diversifikasi
livelihood atau mata pencarian yang
tidak hanya di usaha tani saja tetapi
juga di kegiatan-kegiatan agrindustri.
ee dan itu semakin waktu semakin ee
tahun harapannya kemudian quality
semakin meningkat. Kita menjadi tuan
rumah untuk produk-produk pangan ee di
nasional, tapi juga bisa memenuhi
standar-standar internasional dalam
peluang-peluang ekspor yang bisa dicapai
oleh ee
ee bisnis-bisnis ee di Indonesia.
Mungkin itu yang bisa saya sampaikan
Bapak Ibu sekalian. Ee saya kembalikan
ke Pak Lukman. Mohon maaf kurang
lebihnya. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Pak Dr.
Sujarwo atas materi yang telah
dipaparkan. Setelah ini kita akan masuk
ke sesi diskusi dan juga tanya jawab.
Bagi sobat ASN yang tengah bergabung di
Zoom dapat mengaktifkan feature resen
ataupun yang tengah menyaksikan melalui
live YouTube BPSDM Jatim TV bisa
langsung drop question di live chat.
Kita akan kembali setelah jeda pandiwara
berikut ini.
[Musik]
Yes.
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
Baik, Pak Sujarwo. Saya sepakat dengan
apa yang tadi Bapak sampaikan bahwasanya
sistem pertanian kita ini sedang
menghadapi challenge yang besar ya untuk
hadapi poverty atau kemiskinan. Karena
selain lahannya terbatas, ternyata
kompetisi di pasar ini juga semakin
ketat ya dengan produk-produk impor yang
masuk di Indonesia. Pertanyaannya adalah
bagaimana Pak cara kita bisa menyerap
produk lokal ini? Karena yang kita tahu
juga bahwasanya produk dan brand
awareness terhadap produk pangan atau
pertanian lokal itu masih cenderung
rendah seperti itu. Sehingga produk
lokal kita itu bisa memenangkan pasar
dan kita tidak terlalu bergantung pada
impor. Kalau menurut pandangan Pak
Sujarwo seperti apa, Pak?
Iya. Ee terkait dengan daya saing ya ini
kan kemampuan kita untuk
ee menjadi tuan rumah di negara sendiri
kan gitu ya. Nah, untuk produk pangan.
Kalau makanan, minuman itu kan luar
biasa. Di Jawa Timur itu ya, luar biasa.
Dari PDRB-nya itu sangat tinggi sekali.
Eeah, cuma kemudian kalau kita bicara
ee bagaimana itu kemudian bisa bersaing
dengan produk-produk impor, maka ee
fokus pemikirannya menjadi berbeda,
yaitu ee bagaimana quality.
Kalau kita punya misalnya
ee selai pisang
na pisang kan banyak di Jawa Timur ya
atau keripik singkong kita
ee ee apakah yang ee kemasan bagus itu
hanya bisa dihasilkan oleh perusahaan
besar saja. Mestinya UMKM bisa. Nah, ini
kemudian ee memberikan sinyal bahwa
kalau kemudian kita ingin membangun ee
hulu hilir untuk ee ee agroindustri kita
sehingga kita bisa punya daya saing
bahkan bisa ekspor, maka Kementerian
Pertanian di hulu harus juga connect
dengan perindustrian
untuk bagaimana legalitas, bagaimana ee
apa ee ee kemasan dan lain sebagainya,
standar kemasan dan termasuk juga dengan
koperasinya untuk agregasi atas
produksi-produksi kecil ini menjadi
sebuah ee suplai yang cukup untuk
menjaga kontinuitas. Bisa dibayangkan ee
Mas Lukman ya, kalau misalnya kita ini
punya chips ee ee banana misalnya
ataupun chips ee singkong yang wenak
gitu ya, enak sekali. Nah, terus
kemudian ternyata ee ada permintaan dari
Eropa itu ee sekian kontainer gitu ya
lah itu. Terus kemudian kita gelagepan
cari bahan baku gitu ya. Nah, sehingga
kemudian dari sisi daya saing menjadi
tidak punya daya saing karena kita tidak
bisa memenuhi kebutuhan dalam skala yang
cukup atas permintaan di pasar
internasional.
Nah, ini yang yang harus dipikirkan ee
sentra-sentra produksi dan itu dari ee
ekspektasi pasar mana yang akan dibidik
itu.
Nah, siapa yang mikir? A, Pak Mas Lukman
ya? Siapa yang mikir? mestinya ada yang
mikir dan itu mestinya dari
koperasi-koperasi yang ee merupakan
agregasi dari kebutuhan bisnis
masing-masing entitas ee di hulu ini
untuk kemudian menembus pasar yang lebih
luas. Ya, itu sebenarnya medianya
koperasi.
Saya enggak enggak bisa menemukan cara
yang lain. Dan di New Zealand itu ada
koperasi namanya Fontera, tapi kebetulan
memang koperasi Ternak Sapi Perak.
Itu punya RnD sendiri, punya ee jaringan
pasar yang internasional, yang global
dan itu dimiliki oleh 10.000 peternak
sapi perah di New Zealand.
Nah, bisa. Jadi mereka punya saham-saham
dengan ee jumlah ee 10.000 peternak
sayupah. Kemudian mereka membentuk
koperasi dan ee menembus pasar
internasional dengan itu. Nah,
eh lesson learn, best practices seperti
itu. Bagaimana kemudian kita bisa
eh juga melakukannya dengan
uniqueness produk yang ada di kita. Jadi
boleh katakanlah geographical brand di
kita gitu. Nah, ini ini kemudian kita
bisa menyasar pasar yang sulit untuk
orang lain berkompetisi karena kita
mendasarkan pada geographical brand
misalnya ee Lumajang dengan apa misalnya
Pisang misalnya dan itu dibuat
sedemikian rupa inovasinya kemudian
tase-nya dalam produk hilirisasinya
kemudian sangat disukai. Maka ini adalah
misalnya produk turunan pisang di Lumaja
misalnya. Terus itu tidak bisa ditiru di
tempat lain, maka dia mengeksploitasi
pasar secara ee secara apa itu namanya?
Monopolistik ya. enggak bisa ditiru
orang lain dan itu keunggulan daya sain.
Nah, ini ini tetap dalam ee bingkai
siapa yang mengorkestri,
apakah ada UMKM yang punya kapasitas
manajerial seperti itu
ya.
Nah, ini yang yang PR-PR semua nih, Pak
Lukman.
Menarikmenarik. tiap daerah kita harus
bersama-sama cari sebenarnya tiap daerah
ini punya produk yang unik dan
istilahnya juga diminati pasar itu
seperti apa. Tentunya dengan kolaborasi
antara Kementerian Pertanian dan
Industri seperti yang Bapak bilang,
jangan sampai ketika pasarnya sudah
terbuka tapi pasokan kita tidak bisa
suplly e permintaan tersebut ya jatuhnya
nanti citra kita juga jelek gitu ya di
mata dunia ya.
Betul.
Thank you. Thank you Pak Sujarwo untuk
jawabannya. Ini ada pertanyaan masuk,
Pak, dari emat Zoom kami atas nama
Saudara Fransiskus Marus dari BPBKara.
Ee pertanyaannya sebagai berikut ee Pak
Sujarwo. Mengapa sorgum tidak dijadikan
salah satu potensi unggulan dalam
ketahanan pangan alternatif? Ini mungkin
kalau sobat ASN masih belum tahu
konteksnya, sorgum ini merupakan tanaman
yang bijinya dapat digunakan sebagai
sumber pangan. Ee pertanyaan lanjutannya
adalah seberapa berhasil program
budidaya sorgum yang diuji coba di enam
provinsi yang dicanangkan pada era
pemerintahan sebelumnya pada tahun 2020,
salah satunya di Provinsi Jawa Timur.
Bagaimana tanggapannya, Pak Sujarwo?
Ya.
Jadi kalau ee bicara pangan alternatif
selain beras itu memang dalam
tahap-tahap uji coba semua. Heeh.
Ya. Dalam tahap untuk penjajakan mana
yang paling punya power untuk ee
mendampingi beras ya.
Ya, mendampingi beras. Nah, termasuk
salah satunya adalah sorgum ini ee Bapak
Ibu sekalian bisa bayangkan ya, beras
itu
diintervensi pasarnya
oleh negara dengan dana APBN untuk
harganya dipatok,
untuk usaha tadinya disubsidi dengan
pupuk dan lain sebagainya. itu tentu
akan sangat sulit untuk komunitas yang
lain yang ee tidak di-support
sebagaimana beras kemudian ber bisa
equal di dalam ee kluster pangan utama
alternatif.
Heeh.
Jadi memang akhirnya tetap bertumbuh
pada
beras mas
ya.
Nah, sehingga walaupun sorgum ini juga
ee digadang-gadang menjadi alternatif
tetapi memang dalam konteks skala, dalam
konteks utility.
itu masih ee relatif ee dalam proses
observasilah begitu untuk menjadi ee
produk-produk ee pendamping ee
pendamping beras. Jadi ee Pak Fransiskus
ee ini kayaknya masih berproses. Mohon
maaf secara detail saya tidak ee
mengungkapkan untuk sorgum tetapi
Kementerian Pertanian ee terus punya
data ini dan harapannya akumulasi
knowledge-nya nanti diarahkan kepada
bagaimana upgrading dari kualitas Sorgom
ini untuk kebutuhan-kebutuhan
pangan ee yang bisa diterima di ee
masyarakat mungkin begitu ya. termasuk
juga untuk produk-produk turunan dari
sorgum yang untuk ee ee apa
diversifikasi pangan ee selain beras.
Mungkin jawaban saya mungkin sementara
seperti itu ee Mas Lukman.
Baik, terima kasih Pak Sujaro. Ee
saudara Fransisco semoga bisa terjawab.
mohon izin untuk dapat kirimkan alamat
domisili ke tim admin kami untuk
pengiriman hadiah. Baik, Pak Sujarwo.
Tidak terasa waktu kita sudah habis
untuk sesi kali ini. Namun sebelum
ditutup, barangkali dari Pak Sujarwo ada
closing statement yang ingin disampaikan
kepada seluruh sobat ASN sekalian.
Silakan, Pak Sujarwo.
Iya, saya melihat pemerintah itu mencoba
untuk terus membangun sinergi kolaborasi
lintas ee kelembagaan.
Dan itu harus terus dicoba,
tapi lebih cepat lebih baik
karena waktu terus berjalan dan
tantangan semakin kompleks. Kalau tidak
berkolaborasi,
mohon maaf mungkin garis finishnya
pertanian akan cepat berakhir, akan
cepat kelihatan. Saya sudah bilang
begitu juga di BUL. Kalau Bulok enggak
masuk ke membantu membangun kelembagaan
petani,
kayaknya garis finishnya agriculture
sudah dekat di Indonesia gitu. Ee dan
itu sangat berbahaya mengingat kita
adalah populated nation 180 eh berapa
200 berapa, Mas Lukman?
200 juta ya, Pak ya? Wah 280-an juta
penduduk Indonesia.
Ee itu ee mohon Bapak Ibu sekalian kita
coba pada posisi kita masing-masing
berpikir untuk bagaimana bisa
bersilaturahmi program pada lokus yang
tertentu yang sangat rentan
di dimitigasi
problemnya secara multisektor, multi
stakeholder. Nah, sehingga nanti akan
ada kekuatan untuk mengungkit problem
itu menjadi solusi yang bermanfaat bagi
masyarakat yang bagi pemerintah yang
ngurusi data, mohon maaf itu ya
ee
ini sangat berbahaya sekali kalau margin
error ataupun ee bias,
kita akan sulit untuk mendapatkan lesson
learn atas intervensi
ee pangan maupun gizi di masyarakat.
Jika kita tidak benar-benar mengelola
data, melihat data dengan baik, dengan
presisi,
dengan teknologi digital sekarang
mohon dipikirkan bahwa desain data itu
mestinya
secara
pattern atau secara petunjuk petunjuk
pengumpulan itu dari pusat top down,
tetapi agregat ASI atau ee pengumpulan
data itu mestinya bottom up.
Jadi jangan sampai nanti data di
nasional ketika ada ee data dari
Kemendagri lewat Podes dikumpulkan
bedanya jauh sekali.
Nah, ini jangan sampai makanya satu data
itu penting tapi bagaimana kelayakan
operasionalnya moga bisa dipecahkan
solusinya. Terus kemudian ee kita yang
ada di unit masing-masing memikirkan ini
dengan seksama. Bagaimana berkolaborasi
untuk ee addressing issue maupun
menyelesaikan permasalahan-permasalahan
yang ada di masyarakat. Dan ini bukan
masalah kita sukses, tapi ini adalah
apakah bangsa ini sukses atau tidak
sukses. Itu bergantung kepada bagaimana
kita menjalani tugas kita masing-masing
dengan baik. Mungkin itu Mas Lukman.
Terima kasih.
Baik. Terima kasih Pak Sujarwo sekali
lagi atas kesempatannya berbagi insight
dengan kami semua yang hadir di siang
hari ini. Salam sehat selalu untuk Pak
Sujarwo. Kita bertemu lagi di
event-event selanjutnya ya, Pak Sujarwo
ya.
Terima kasih, Mas Lukman. Bapak Ibu
sekalian izin monggo Bapak. Sobat ASN
tidak terasa kita sudah berada di
penghujung acara webinar ASN belajar
seri 40 tahun 2025. Kami ucapkan sekali
lagi terima kasih kepada seluruh pihak
yang terlibat dalam mendukung
mensukseskan acara webinar kali ini. Dan
sebelum mengakhiri sesi kali ini, kami
ingin ingatkan kembali untuk Sobat TSN
jangan lupa untuk dapat cek secara
berkala semesta Bangkom guna mengunduh
e-sertifikat dari BPSDE Provinsi Jawa
Timur. Dan ASN belajar seri 40 tahun
2025 kali ini dipersembahkan oleh Korpu
SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur.
[Musik]
S belajar seri 40 sukses.
Sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdempat
bersama ASN belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
[Musik]
menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsok Indonesia emas
ASM belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar wujudkan pemerintahan
kelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN
[Musik]