Transcript
SP5M9D6krEI • ASN Belajar Seri 40 | 2025 - Ketahanan Pangan dan Kualitas Hidup Bangsa
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0271_SP5M9D6krEI.txt
Kind: captions Language: id [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] zaman yang terus bergerak sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. ciptakan SDM unggul berprestasi [Musik] selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas Dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitasm belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia tekad pantang menyerah jadi ASN tukang berkualitas sama [Musik] Yeah. [Musik] Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar yang dipersembahkan oleh corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. [Musik] Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format. Nama strip asal instansi Sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. Empat. Apabila Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi Sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN Belajar. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee perkenalkan nama saya Trisulo Adi Saputro dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Naset ee Pengeluan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Magetan. Ee alhamdulillah ee hari ini kami melakukan tes uji kompetensi pengelola keuangan daerah. Ee saya selaku bendara pengeluaran alhamdulillah dengan menguji kompetensi ini bisa menguji kompetensi kita apakah kita layak untuk menjadi bendara pengeluaran. ee pesan-pesan untuk teman-teman yang lain ee bisa memaksimalkan apa pengetahuannya untuk meningkatkan kompetensinya selaku pengelola keuangan daerah. Kemudian untuk saran untuk BPSDM Provinsi Jawa Timur ee selama kami di sini alhamdulillah pelayanan cukup baik dan memuaskan sehingga kami bisa nyaman dan bisa mengikuti ujian dengan nyaman juga. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo, asalamualaikum. Nama saya Dias Karismadani. Saya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto. Eh, hadir di sini untuk mengikuti sertifikasi kompetensi keuangan daerah. Kemarin hadir panitianya dari BPSDM benar-benar luar biasa. Penyambutan mulai dari depan sampai ke registrasi itu panitianya ramah sekali. Terus begitu masuk ke kamar ee semua fasilitasnya juga sudah memadai mulai dari makan, kamar tidur, kamar mandi, semuanya bersih. Untuk jalannya tes juga sudah terschedule dengan rapi, dengan tertib sehingga kami bisa mengikuti dengan nyaman dengan bisa fokus dan bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Harapan kita ke depan adalah mungkin BPSDM bisa lebih sering mengadakan kegiatan atau untuk webinarnya lebih berfokus kepada masalah keuangan daerah, terutama yang untuk daerah-daerah yang kan masalahnya berbeda-beda setiap daerah. jadi bisa lebih sering untuk mengadakan yang bertema tentang keuangan. Terima kasih. Wasalamualaikum. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi semuanya. Saya Dian Asuti Purwandani dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magetan hari ini ikut mengikuti diklat ee sertifikasi Komputasi Pengelolaan Keuangan di BPKPSDM ee Provinsi. Terima kasih panitia. luar biasa ee pelaksanaan dikat lancar dan kami ee selama mengikuti dikat di sini ee sangat nyaman sekali dan harapannya untuk PKPSDM Provinsi ee memberi kuota tambahan biar teman-teman kami yang berada di kabupaten kota sekitar seluruh provinsi bisa mengikuti dikat yang sama sehingga kami dalam rangka melaksanakan pengolan keuangan di kabupaten kota ee dapat menyajikan laporan yang akuntabel transparasi. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Budi Fajarudin asal dari Kabupaten Nganjuk ee Kecamatan Patian Rowo. Ee kami mengucapkan terima kasih atas ee fasilitasnya di mana kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan bisa menambah ilmu semua rekan-rekan sehingga apa yang kita lakukan di pemerintah daerah akan bisa menjadi maksimal. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Sumilan dari Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Peserta ujian sertifikasi kompetensi pengelolaan keuangan daerah angkatan pertama di BPSDM Jawa Timur di Surabaya. Kesan-kesan selama mengikuti acara sertifikasi kompetensi pengelolaan keuangan di sini, saya sangat ee bangga, sangat menambah pengetahuan dan harapan ke depan ee dari sisi kami, dari sisi saya, pengetahuan-pengetahuan, pembelajaran-pembelajaran yang saya dapat di sini bisa diterapkan di OPD bisa untuk perbaikan-perbaikan di OPD dan ee harapan terkait dengan penyelenggaraan kompetensi di BBSDM Jawa Timur di Surabaya mudah-mudahan ke depannya bisa ditingkatkan lagi. Utamanya terkait jaringan waktu wawancara ini ada sedikit kendala sempat putus Pak jaringannya. Demikian, terima kasih. Perkenalkan nama saya Dewi Ratnani Utami. Saya bendahara dari Dinas KB Kabupaten Magetan. Kesan-kesan saya saat mengikuti diklat di BKPSDM Jawa Timur ini ee saya menikmati sekali fasilitasnya juga di sini. asesornya, ee panitia-panitianya juga sangat cepat dalam memenuhi kebutuhan kita saat melakukan diklat. Dan untuk tempat ee asramanya saya juga merasa nyaman karena sudah terfasilitasi dari kamar mandi terus apa ada AC-nya. Jadi kita nyaman saat di kamar untuk melakukan kegiatan belajar belajarnya di malam hari atau untuk menyiapkan ujian-ujiannya, uji kompetensinya. Untuk pesannya kemudiannya lebih baik lagi dan fasilitas-fasilitasnya lebih baik lagi serta peserta itu lebih nyaman lagi untuk tinggal di sini. Terima kasih. [Musik] Oh. [Musik] Nama saya Andi Bagus Rahmat. Ee saya peserta diklat. Terima kasih. Kesan saya bagus pelayanan. Semoga kualitasnya semakin meningkat. Asalamualaikum. warahmatullahi wabarakatuh. Saya Nama Cilani, pegawai RSUD Muhammad Nur Pamekasan. Kami sangat bangga dengan adanya kompetensi ini karena untuk pembelajaran bagi kami masalah umur tidak ada halangan yang penting kita mau belajar. Dan saya sangat berterima kasih kepada BPSDM dengan adanya hal ini pengetahuan-pengetahuan itu akan selalu bertambah untuk kita semua khususnya khusus untuk pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk saat ini dan untuk masa depan. Mungkin itu dari kami kurang lebihnya mohon maaf. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Untuk menjawab tantangan tersebut perlu upaya peningkatan daya SN serta kerja sama dan kemitraan harmonis. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pengembangan kompetensi bagi ASN sesuai dengan tuntutan tugas jabatan dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta terintegrasi secara ee nasional. Kami berharap alumni sertifikasi komponensi mampu menggali informasi semaksimal mungkin keluar dari sertifikasi yang telah Bapak Ibu lakukan. ee sehingga Bapak Ibu yang telah menyatakan kompetan itu memiliki ruang, gerak dan waktu untuk bisa menatapan yang lebih sehingga Bapak Ibu akan dipersiapkan kembali pada yang lain, pada uji kompetensi yang lain tentu dengan jenjang yang berbeda. Mudah-mudahan untuk Bapak ngih ee bisa masuk ke Hom yang lain untuk dengan kompetensi yang berbeda [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Terima kasih atas kehadiran Bapak-bapak. kami ee sebenarnya Pak Ibuara izin kami ingin mengundang seluruh alumni insyaallah nanti bertahan karena keterbatasan kami sehingga Bapaklah yang beruntung untuk diundang oleh Buara segera mengikuti proses TER Studi kali ini. Ee tujuan teser stud kali ini adalah ee untuk menggali informasi, Pak. menggali informasi baik kompetensi-kompetensi teknis atau kompetensi-kompetensi tertentu yang Bapak miliki untuk dituangkan ke dalam uji kemarin maupun proses secara teknis. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee perkenalkan nama saya Trisula Adi Saputro dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Naset ee Pengelan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Magetan. Ee alhamdulillah ee hari ini kami melakukan tes uji kompetensi pengelola keuangan daerah. Ee saya selaku bendara pengeluaran alhamdulillah dengan uji kompetensi ini bisa menguji kompetensi kita apakah kita layak untuk menjadi bendara pengeluaran. ee pesan-pesan untuk teman-teman yang lain ee bisa memaksimalkan apa pengetahuannya untuk meningkatkan kompetensinya selaku pengelola keuangan daerah. Kemudian untuk saran untuk BPSDM Provinsi Jawa Timur ee selama kami di sini alhamdulillah pelayanan cukup baik dan memuaskan sehingga kami bisa nyaman dan bisa mengikuti ujian dengan nyaman juga. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo, asalamualaikum. Nama saya Dias Karismadani. Saya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto. Eh, hadir di sini untuk mengikuti sertifikasi kompetensi keuangan daerah. Kemarin hadir panitianya dari BPSDM benar-benar luar biasa. Penyambutan mulai dari depan sampai ke registrasi itu panitianya ramah sekali. Terus begitu masuk ke kamar ee semua fasilitasnya juga sudah memadai mulai dari makan, kamar tidur, kamar mandi, semuanya bersih. Untuk jalannya tes juga sudah terschedule dengan rapi, dengan tertib sehingga kami bisa mengikuti dengan nyaman dengan bisa fokus dan bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Harapan kita ke depan adalah mungkin BBSDM bisa lebih sering mengadakan kegiatan atau untuk webinarnya lebih berfokus kepada masalah keuangan daerah, terutama yang untuk daerah-daerah yang kan masalahnya berbeda-beda setiap daerah. Jadi bisa lebih sering untuk mengadakan yang bertema tentang keuangan. Terima kasih. Wasalamualaikum. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi semuanya. Saya Dian Asuti Purwandani dari Dinas Pendidikan Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magetan hari ini ikut mengikuti diklat ee sertifikasi kompetensi pengelolaan keuangan di BPKPSD ee Provinsi. Terima kasih panitia. luar biasa ee pelaksanaan diket lancar dan kami ee selama mengikuti diket di sini ee sangat sangat nyaman sekali dan harapannya untuk PKPSDM Provinsi ee memberi kuota tambahan biar teman-teman kami yang berada di kabupaten kota sekitar seluruh provinsi bisa mengikuti dikat yang sama sehingga kami dalam rangka melaksanakan pengolan keuangan di kabupaten kota ee dapat menyajikan laporan yang akunabel transparasi. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Budi Fajarudin asal dari Kabupaten Nganjuk ee Kecamatan Patian Rowo. Ee kami mengucapkan terima kasih atas ee fasilitasnya di mana kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan bisa menambah ilmu semua rekan-rekan sehingga apa yang kita lakukan di pemerintah daerah akan bisa menjadi maksimal. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Sumilan dari Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Peserta ujian sertifikasi kompetensi pengelolaan keuangan daerah angkatan pertama di BPSDM Jawa Timur di Surabaya. kesan-kesan selama mengikuti acara sertifikasi kompetensi pengelolaan keuangan di sini, saya sangat ee bangga, sangat menambah pengetahuan dan harapan ke depan ee dari sisi kami, dari sisi saya, pengetahuan-pengetahuan, pembelajaran-pembelajaran yang saya dapat di sini bisa diterapkan di OPD bisa untuk perbaikan-perbaikan di OPD dan ee harapan terkait dengan penyelenggaraan kompetensi di BBSDM Jawa Timur di Surabaya mudah-mudahan ke depannya bisa ditingkatkan lagi. Utamanya terkait jaringan waktu wawancara ini ada sedikit kendala sempat putus Pak jaringannya. Demikian, terima kasih. Perkenalkan nama saya Dewi Ratnani Utami. Saya bendahara dari Dinas KB Kabupaten Magetan. Kesan-kesan saya saat mengikuti diklat di BKPSDM Jawa Timur ini ee saya menikmati sekali fasilitasnya juga di sini. asesornya ee panitia-panitianya juga sangat cepat dalam memenuhi kebutuhan kita saat melakukan diklat. Dan untuk tempat ee asramanya saya juga merasa nyaman karena sudah terfasilitasi dari kamar mandi terus apa ada AC-nya. Jadi kita nyaman saat di kamar untuk melakukan kegiatan belajar belajarnya di malam hari atau untuk menyiapkan ujian-ujiannya, uji kompetensinya. Untuk pesannya kemudi ee semoga ke depannya lebih baik lagi dan fasilitas-fasilitasnya lebih baik lagi serta peserta itu lebih nyaman lagi untuk tinggal di sini. Terima kasih. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi sobat ASN di seluruh Indonesia yang tengah menyaksikan acara ini melalui Zoom meeting ataupun live YouTube BPSDM Jatim TV. Senang sekali saya Lukman Ali dapat kembali menyapa sobat ASN tentunya dalam webinar ASN belajar seri 40 tahun 2025 spesial dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia. Sahabat ASN, ketahanan pangan merupakan kunci utama dalam membangun masa depan bangsa yang sehat dan berdaya saing. Dan di tengah tantangan global seperti adanya perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan juga konversi lahan pertanian, Indonesia masih menghadapi kerentanan dalam menjaga ketersediaan dan juga akses pangan yang aman serta bergizi. krisis pangan tidak hanya berdampak pada kelaparan saja, tapi lebih dari itu juga berdampak terhadap adanya kasus gizi buruk dan juga stunting yang tentunya menghambat tumbuh kembang generasi muda. Dan oleh karena itu saya rasa memperkuat sistem pangan nasional bukan sekedar kebutuhan melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Dan melalui webinar ASN Belajar seri 40 kali ini bersama-sama kita akan membahas banyak sekali hal terkait dengan urgensi isu ketahanan pangnya gizi seimbang untuk asupan yang kita konsumsi dan juga upaya dan kebijakan yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk menangani dua ISU tersebut. Ayo bersama-sama wujudkan ketahanan pangan nasional di Indonesia selengkapnya di webinar ASN Belajar Seri 40 tahun 2025 ketahanan Pangan dan Kualitas Hidup Bangsa. kolaborasi untuk menjamin akses, menjaga keamanan, dan juga menguatkan keberlanjutan. [Musik] Baik, Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN belajar seri 40 tahun 2025 kali ini, mari kita bersama-sama dengarkan opening speech yang akan disampaikan secara langsung oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramblianto, SPMP. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi. wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air. Selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 16 Oktober 2025, ASN Belajar telah memasuki seri ke-40. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Berbagai bentuk terima kasih kami, kami selalu berkomitmen sekaligus terus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sahabat ASN, hari ini ASN belajar seri ke-40 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka memberikan sumbangsih pemikiran pada momen Hari Pangan Sedunia atau World Food Day yang diperingat setiap tanggal 16 Oktober setiap tahunnya. Sebuah momentum untuk merenungkan kembali arti pangan sebagai urat nadi kehidupan dan fondasi kemandirian bangsa. Momentum ini mengingatkan kita bahwa pangan bukan sekedar komoditas ekonomi, tetapi hak dasar setiap manusia, simbol keadilan sosial, dan ukuran sejauh mana negara hadir menyejahterakan rakyatnya. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN Belajar seri ke-40 tahun 2025 ini mengangkat topik ketahanan, pangan, dan kualitas hidup bangsa. kolaborasi untuk menjamin akses, menjaga keamanan, dan menguatkan keberlanjutan. Nah, Sobat ASN sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar. Topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sobat ASN di seluruh tanah air, Hari Pangan Sedunia tahun ini mengambil tema yang bernuansa sinergi dan kolaborasi yang sangat kuat, yakni hand in hand for better food and a better future atau bergandengan tangan demi pangan yang lebih baik dan masa depan yang lebih baik. Sebuah tema yang menggambarkan betapa pangan tidak bisa dihadirkan oleh satu tangan, tetapi harus diupayakan bersama. dalam satu gerak kebangsaan. Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak lahir dari kebijakan tunggal, melainkan dari sinergi yang hidup semua komponen strategis bangsa. Karena itu, bergandengan tangan bukan hanya ajakan moral, tetapi strategi nyata untuk menghadirkan pangan yang lebih berkualitas, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia. Sobat ASN, ketika kita mampu membangun sistem pangan yang tangguh, sesungguhnya kita sedang menegakkan martabat kemanusiaan. Sebab ketahanan pangan bukan sekedar kemampuan memenuhi perut rakyat, tetapi kemampuan menjaga harapan mereka untuk hidup layak, hidup sehat, dan hidup lebih bermartabat. Sistem pangan yang tangguh adalah sistem yang tidak hanya menjamin ketersediaan, tapi juga keadilan dalam akses, keamanan dalam konsumsi, dan keberlanjutan dalam produksi. Ia tumbuh dari kebijakan yang berpihak, ilmu yang terpakai, dan kolaborasi yang nyata antar pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh masyarakat Indonesia. Sta di seluruh tanah air. Tema ini juga searah dengan prioritas pembangunan nasional kita. Dalam pidato RAPBN 2026, Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi agenda prioritas pertama dari delan prioritas nasional. Sebab pangan bukan hanya kebutuhan dasar rakyat, melainkan pondasi kemandirian bangsa dan kedaulatan negara. Pemerintah menempatkan swasembada pangan sebagai simbol sekaligus ukuran kemampuan kita berdiri di atas kaki sendiri. Program pencetakan sawah baru, penyaluran pupuk bersubsidi yang lebih tepat sasaran, penyediaan bibit unggul, pemanfaatan alat pertanian modern hingga akses pembiayaan murah bagi petani dan layan bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri. Semua langkah ini membentuk satu ekosistem yang saling menguatkan. dari hulu ke hilir, dari kebijakan hingga bermuara ke kesejahteraan rakyat. Namun tentu kebijakan yang hebat hanya akan berdampak nyata bila diiringi kolaborasi yang kuat. Di sinilah peran SN menjadi sangat penting sebagai penggerak koordinasi lintas sektor, jembatan antara kebijakan pusat dan kebutuhan daerah, serta penjaga integritas dalam pelaksanaan program di lapangan. ASN yang hadir di desa, di kecamatan, di kabupaten, di provinsi, hingga di kementerian dan lembaga adalah denyut nadi dari keberhasilan agenda ketahanan pangan nasional. Sampat SN di seluruh tanah air, untuk membahas lebih lanjut topik menarik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat TSN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Bapak Dr. Ir. Budi Waranto, M.Si. Beliau adalah Kepala Biro Perencanaan Kerjama dan Humas Badan Pangan Nasional. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Bapak Dr. Ir. Heru Suseno, MMT. Beliau adalah Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur. Dan ketiga, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Dr. Sujarwo, Sp. Beliau adalah akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-40 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ramlianto, SPMP atas opening speech yang telah disampaikan. Dan sebelum kita berlanjut ke sesi berikutnya, bagi Sobat ASN kami ingin informasikan bahwa saat ini Anda sudah dapat melakukan presensi pada laman semesta Bangk. Dan untuk link presensi dapat sobat ASN lihat pada running tag kolom chat Zoom, dan juga pinchat YouTube BPSDM Jatim TV. Dan dikarenakan saat ini traffic presensi juga sedang tinggi. Otomatis bagi sobat TSN yang mengalami kendala dalam mengakses presensi dapat mencoba kembali secara berkala hingga pukul 12.00 siang. [Musik] Baik, Sobat ASN, masuk ke materi pertama kita di pagi hari ini. Kali ini materi pertama akan disampaikan secara langsung oleh Kepala Biro Perencanaan Kerjasama dan Humas Badan Pangan Nasional Bapak Dr. Ir. Budi Waranto, M.Si. si [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] hadir bersama dengan kita semua di sini Bapak Budi Waranto. Selamat pagi, Pak Budi. Kabar baik. Kabar baik, salam kenal, salam sehat selalu, Pak Budi. Terima kasih sebelumnya sudah menyempatkan waktunya untuk hadir di webinar ASN belajar seri 40 kali ini. Kali ini kita akan persilakan kepada Pak Budi untuk menyampaikan materi kurang lebih selama 30 menit. Nanti kita akan langsung masuk ke sesi tanya jawab. Silakan, Pak Budi. Baik. Ee terima kasih. Ee pertama kami ee ucapkan salam sehat. Asalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya hormati tentunya tadi Bapak Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ee Provinsi Jawa Timur jajaran Bapak Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Provinsi Jawa Timur, Pak Her juga narasumber dari ee Universitas Brawijaya dan hadirin serta webinar webinar mohon maaf ee Pada kesempatan pagi hari ini kami ee memang sedang ee paralel melakukan aktivitas ee melakukan rapat di Bijen Anggaran. Jadi kami mungkin tadi terlambat menepi sebentar dan mungkin dengan HP mudah-mudahan sinyalnya. Baik ee saya akan menyampaikan ee beberapa hal. Yang pertama tentunya ee rasa syukur kepada Tuhan yang maha kuasa karena serahmat karunia-Nya kami kita bisa bertemu dalam webinar ASN belajar seri ke-40. Ya, kalau tadi saya mendengarkan yang ee mempunyai judul ee ketahanan pangan dan kualitas hibut bangsa kolaborasi untuk menjamin akses menjaga keamanan dan menguatkan keberlanjutan pangan. Oleh karena itu, dalam konteks ini kami dari Badan Bangan Nasional ee akan menyampaikan beberapa hal ya mulainya tentang tentunya karena tadi disebut kata kolaborasi memang ketahanan pangan ini ee merupakan prinsip dasar ya yang ada di Undang-Undang Dasar 45. filosofinya jelas. Kalau soal pangan kita, pemerintah harus wajib hadir, tidak boleh ada kata terlambat dan harus tersedia apapun ee kondisi itu yang penting tadi sudah dimaknai. mungkin bisa next slide saja bahwa ee Bapak Ibu ee semua kita tahu bahwa setiap tahun kita selalu memperingati ee Hari Pangan Sedunia. Seingat saya ee ritual atau kebiasaan ini sudah ee dirintis sejak ee era tahun 9 mungkin atau tahun 80 awal gitu ya saya lupa. Jadi ini tentunya sudah sekian tahun kita selalu ee memperingatinya dan dengan mengingatkan kembali kepada kita semua bahwa ee apapun yang terjadi ee soal pangan ini menjadi ee sangat penting apalagi di dalam penguatan pemerintahan Bapak Presiden Prabowo ini ya tahun 2025-229 ini kata swat sembada pangan selain energi itu juga dan air ya tentunya ini menjadi fokus kita semua tidak bisa dikerjakan oleh ee masing-masing tapi juga perlu kolaborasi termasuk hari ini kalau saya tadi melihat pembukaannya adalah ee Bapak Ibu ASN yang ada mudah-mudahan nanti ee dengan adanya webinar ini kita makin mendalami kita mau menempatkan di posisi mana gitu. Yang penting kita ee bisa berkontribusi untuk ee pangan kita yang kuat. Next. mungkin. Jadi kalau kita lihat ee bahwa ee slide selanjutnya bisa diinikan untuk ini. Jadi Bapak Ibu semua di ee negara kita ini ada menghadapi tantangan pangan yang ee kompleks ya seingat saya regin ekstrem ini juga menjadi ee nyata di depan kita. Dulu saya pernah sekolah soal menghitung bagaimana kalau andaikan road sel sana sekian ribu hektar mencair setebalnya sekian berapa ketinggian air laut naik ini nyata dan ee saya baru mendapat data ee real ini dari ee para ee ee pelaku di lapang dan juga BMKG bahwa ternyata Indonesia saat ini juga lagi kena temperatur yang naik. Sedangkan di Kalimantan itu pagi hari sudah bisa mencapai 40 derajat celcius. Ini adalah nyata. Apagi nanti tentunya kalau iklim yang eh planing ini kita perlu antisipasi dengan baik. Kemudian fluktuasi harga. ee ada juga ee terkait dengan ee inflasi ini harus ee kita jaga karena prinsip inflasi ada dua yaitu inflasi yang administer price yaitu yang dikendalikan langsung oleh eh para pemangku ee negara ini seperti KenQ VIP misalkan kalau ee ee kenaikan PBM subsidi itu pasti akan langsung berdampak ke inflasi. Namun di dalam pangan kita mengenal juga namanya inflasi terkejut dan itu ee menjadi ee pegangan kita juga bahwa tidak boleh harga setiap tahun atau setiap hari naik. kita harus pertahankan inflasi setiap bulan ee bisa dijaga pada rentang tertentu. Kemudian kita tahu bahwa Indonesia juga wilayahnya ini ee geografisnya dari Sabang sampai Merauke. Tidak mudah Bapak Ibu bagaimana mendistribusikan pangan dari satu titik ke titik lain. Karena tidak semua wilayah adalah bisa menghasilkan satu komoditas pangan. ada yang tersentral di Provinsi A, kita harus kirimkan ke sana. Ini tadi tentu selain akan berdampak kepada ketersediaan pangan itu sendiri, bagi masyarakat yang ee istilahnya konsumennya juga ee kita harus ee bagaimana menata logistik yang efisien agar inflasi bisa ditahan. jumlah penduduk naik itu pasti ee bahwa kita masih ee akan terus ee melihat jumlah penduduk naik yang kalau kita dulu pelajaran SMA sudahal teorius sampai saat ini masih terus ya pertumbuhan penduduk jauh lebih tinggi dari pertumbuhan produksi. Kemudian juga teknologi tadi sudah disampaikan ini ee sebenarnya relatif ya terhadap ee perkembangan preference konsumen masyarakat kita. Kalau saya generasi saya mungkin mengenal kalau makan di ee restoran warung itu adalah perlu sambal dengan cabai yang segar. Tapi saya kira generasi sekarang ini sudah terbiasa dengan ee berbagai jenis ee produk olahan. Nah, ini juga menjadi perhatian kita semua. Selain juga tentunya ee efisiensi produksi ya melalui modernisasi tadi sudah disebutkan untuk menghasilkan satu produk. Jadi hilir inilah yang Bapak Ibu ee tidak bisa kita tinggalkan. Kemudian ada satu yang ngetren atau yang sekarang nanti dalam Undang-Undang Pangan juga ee dalam rencana revisi ini di DPR sana akan dimasukkan lagi tentang putus dan ris. Barangkali ini menarik Bapak Ibu hal baru atau ee nanti perlu kita ee lihat di masa mendatang ya, bahwa kita perlu juga belajar dari luar negeri. Ee katakanlah ee tatarannya adalah saya mendengar, saya belum pernah ke Jerman, tapi mendengar ee katanya kalau kita ke restoran nanti ada menu yang seharga 5 euro. ee justru kalau kita habis kita bayarnya R5, tapi kalau gak habis kita akan kena J 2 euro. Jadi bayar 7 euro. Artinya kebiasaan itu juga akan menjadi salah satu instrumen bagaimana nanti kita menjaga ee kondisi swasembad pangan ee berkelanjutan itu. Ee suatu saat kita pasti ke sana. Mungkin kita perlu menengok Bapak Ibu yang hadir di ee webinar ini di ASN di seluruh Indonesia. Apakah kita sudah bercermin misalkan ee dalam satu kenduren gitu kalau seorang Jawa ee itu ada kelebihan makanan atau tidak atau sekarang program-program lain ini perlu ee juga kita p jadi tantangan-tantangan itu Bapak untuk semua yang ee nyata di ee depan kita next terus ya ee selanjutnya ee Bapak Ibu jadi aspeknya ada dua, tidak hanya pada aspek baik ee di sisi produksi tapi di konsumsi kita juga ada tantangan ee soal keamanan pangan, soal bui. Ee karena kita pada akhirnya outcome tahun 2045 untuk mencapai Indonesia emas ee adalah masyarakat yang aktif dan produktif. Ini tentu harus e makanannya harus kuat ya. Jadi background eh tadi disebut ada stunting, kita harus juga ee tangani kalau di kami badan pangan nasional mencoba ee melakukan suatu pemantauan terus-menerus daerah rentan Pawan Pangan dengan melakukan peta indeks tahun 2000 ee 24 misalnya terjadi masih ada 62 kabupaten yang potensi rawan pang. Nah, ini juga menjadi ee ee bahasan kita yang penting pada ee sal tersebut. Jadi, Bapak Ibu semua ini harus di tadi Bapak ee Kepala Badan menyampaikan ini semua harus disusun dalam tata kelola sistem pangan yang berkelanjutan. Inilah Bapak Kristen, kita sedang menata kembali ee memperbaiki atau menyempurnakan pangan tadi. Betul kalau pangannya kuat ee tentunya kita bisa berdaul. Ee Bapak, Ibu semua kalau dilihat dari ee program di ee RPJMN bisa mungkin ditampilkan ee slide bahwa di ee ee mungkin ee di RPJMN 2025 ee di asta cita presiden ini khususnya cita yang kedua itu ee mewujudkan kemandirian bangsa melalui swasembarda pangan energi air sebab penguatan ekonomi hijau dan ekonomi biru. Ee mungkin di slide selanjutnya ya kami ee sampaikan bahwa Badan Pangan Nasional ee dalam rangka menyokong ee target RPJMN itu kita masuk ke dalam dukungan ke PN ya prioritas nasional kedua yaitu fokus mendukung pencapaian suasembada pangan dan ekonomi sular itu adalah pergerakan prioritas. Kemudian ada di PN saya mohon slide-nya di ee lanjutkan dulu yang ada kebijakan. Nah, next. Nah, di sini Bapak Ibu ee kita ada di PN 2 yaitu tentang program prioritasnya mendukung suasana pangan. Ee kemudian juga e ekonomi sirkuler tadi yang ekonomi sirkuler adalah salah satu ee program prioritas yang ee kekinian juga yang ee pangan juga dimintakan untuk mengampung. Kemudian ada di prioritas ee lima ini adalah sebenarnya menjaga koefisiensi variasi harga pangan antar waktu dan antar wilayah. Tadi kami sampaikan di awal di latar belakang bahwa wilayah Indonesia ini cukup luas ya. Bisa saja yang daerah konsumen terpisah dari Pulau Indu itu akan rentan terhadap kenaikan pangan yang berlipat-libat. Nah, ini ee kami juga memintakan bagaimana menjaga variasi harganya itu tidak terlalu tinggi. Ada batasan sekian persen, maka kita harus lakukan intervensinya. Kemudian yang ketujuh ee tentunya Bapak Ibu tadi saya sampaikan soal inflasi bergejola kalau diletakkan di badan pangan tentunya tidak badan pangan sendiri. Kami memerlukan kolaborasi. Dalam hal ini kalau Bapak, Ibu mengenal ee ada tim TPIP, TPID ya, tim pengendali inflasi pusat, tim pengendali inflasi daerah yang setiap Senin kita selalu bersama-sama berkolaborasi atas koordinator dari Kementerian Negeri melakukan pertemuan langkah-langkah apa yang ee harus kita lakukan. Apalagi Bapak Ibu ini biasanya dari tren data-data sebelumnya kalau sudah masuk bulan-bulan berilmu Oktober, November, Desember ee kita akan ee ketemu kepada masa-masa ee ada HBKn ini harga biasanya cenderung ee naik. Nah, ini kita juga sudah antisipasi bahkan ee nanti kalau tidak salah hari raya itu akan maju lagi Februari kalau gak salah sehingga kita mengantisipasi bagaimana bulan-bulan itu kita bisa ee menjaga inflasi tangan sebaik. kita mengenal ada pang beras, jagung, kedene, cabai merah, cabai keriting, ada daging, telur, ayam, Bapak Ibu ini cukup berat. Oleh karena itu, peran Bapak Ibu semua ee yang ada di masing-masing lini ini ee kontribusinya sangat ee ditunggu oleh negara kita. Ee terus next. Nah, kemudian kalau ee terkait dengan ee kegiatan prioritas kalau kita sering ee ee sebut dengan sebatan maka ee badan pangan ini punya ee tugas yang cukup besar yaitu menjaga e cadangan pangan pemerintah. Dalam hal ini sesuai peraturan sampai saat ini Per6 tahun 2021 ee Badan Pangan menjadi regulator BUL untuk ee pertama penugasan menyiapkan cadangan yang tahap pertama adalah beras jagung kedelai. Nah, beras sendiri posisi ee sampai saat ini ee ditargetkan setiap tahun harus terjaga 3,5 juta ton. Bagaimana mengelola cadangan pangan ini juga tidaklah mudah karena apa, Bapak Ibu? ee pangan kalau disimpan terlalu lama juga potensinya ee bisa ee mengalami penurunan mutu. Oleh karena itu kita atur dalam Perpres 125 bagaimana dia ee menyerap pada saat-saat panen besar dan mengeluarkan pada saat-saat dibutuhkan sehingga eh inout-nya itu bisa dijaga dengan baik. Kemudian juga ee pangan tentunya tidak hanya beras saja, kami mencoba melihat ee dari aspek ee penganekaragan konsumsi pangan dan ini kami sudah ee mendorong melalui keluarnya Perpres 81 tahun 2024 tentang percepatan penganekaan pangan berbasis pangan lokal. Jadi pangan lokal kita Bapak, Ibu itu banyak sekali sumber ini. Pada saat yang sama misalnya kami sedang menggali di satu ee kabupaten untuk menerapkan satu sistem tata kelola dari Pinir yaitu misalnya komoditas pisang. Ternyata itu tidak hanya kita lihat di penjualan pisang-pisang segar, tapi sebenarnya kalau dia diolah bisa menjadi tepung, bisa menjadi pasta, pure dan sebagainya. Inilah yang produk-produk yang mestinya kalau segar busuk cepat kita kalau alihkan ke oolahan ini bisa menjadi ee juga cadangan pangan bagi masyarakat yang bisa dikonsumsi setiap saat dengan umur simpan yang cukup lama ini menarik. Kemudian ee fortifikasi panganan. Jadi Bapak Ibu tadi kami sampaikan daerah runtan rawan pangan atau tim sustanting ini masih tinggi. Oleh karena itu ee perlu kiranya nanti ke depan dan ini sudah diamanatkan di RPJMN bagaimana bantuan-bantuan pangan itu sebaiknya mengandung fortifikan ya. Fortifikan ini adalah zat mikro yang sangat diperlukan oleh ee manusia dalam rangka pertumbuhan seperti katakanlah kalau susu kita mengenal ada susu omega dan sebagainya. ee kemudian terkait dengan konsumsi keamanan pangan. Nah, ini juga penting ee Bapak Ibu semua ee termasuk ee apa namanya tadi susut dan sisa formu. Nah, di PN 7 dan 5 ini ee memang terpisah dari PN ini adalah bagaimana menjaga inflasi. Artinya kalau kita melihat gambaran ini ee kita harus menjaga dari sisi produksi dan juga dari sisi konsumsi. Artinya kalau kita mengenal masa kecil dulu permainan di taman anak kecil jungkat-jungkit itu maka dia harus seimbang. tidak boleh satu terlalu rendah, yang satu terlalu tinggi. itu kira-kira Bapak Ibu ee program apa yang ee sedang kita ee rintis dalam rangka atau kita teruskan dalam rangka ee dengan menunjuk ketahanan pangan kita dari kemudian ee Bapak Ibu yang kita hormati ini ee next slide Next. Selanjutnya karena waktunya juga ini target-target ya Bapak, Ibu cukup besar kita lewat saja. Terus ee next lagi ini adalah ee Renstra. Kami sudah punya Renstra. Nanti ee Bapak Ibu barangkali memerlukan. Nah, kami sudah menyiapkan pada visi intinya kami mempunyai misi yaitu tadi menjaga ketersediaan dan cadangan, logistik, stabilisasi pasokan, penanganan daerah rencanaan pangan, menggunakan penyelamatan pangan, bantuan pangan dan sebagainya. Ada sembilan item. Inilah yang ee kami fokus ee ke sana. Next. Coba Bapak Ibu sekalian. Nah, ini program-program strategis yang ee arah kebijakan yang kita lakukan. misalkan ee di dalam rangka menjamin ketersediaan kita ee menetapkan ee beberapa strategi misalnya meningkatkan keteran pangan terutama dari produksi dalam negeri, pengendalian impor dan ekspor pangan, penguatan cadangan pangan nasional, pengataan distribusi dan penguatan logistik pangan, menjaga stabilisasi pasokan dan seterusnya. Dan kemudian ada ee strategi dua, menjamin keterjangkauan ini ada perluasan akses informasi perawanan pangan, mitigasi potensi krisis pangen, penyaluran bantuan pangan dalam rangka pengendalian perawanan pangan dan seterusnya. Dan ee tentunya next ee strategi berikutnya adalah ee tentang ee kualitas konsumsi pangan. Ini Bapak Ibu yang tadi kami sampaikan ee tentang pemanfaan pangan berbasis sumber daya pangan lokal. Kemudian ee perilaku konsumsi kita harus beragbam, bergizi seimbang dan aman. ini artinya memang ee kita kembalikan lagi dan hal ini saya kira selaras ya dengan program Bapak Presiden tentang MPQ karena prinsip-prinsipnya dalam satu piring itu harus ada karbohidratnya, ada proteinnya, ada sayuran, buah dan sebagainya yang seimbang gitu ya. Nah, kemudian ee kita juga e UMKM kita dorong Bapak Ibu ee karena memang ee belakakan kita tahu keterbatasan APBN. kita sedang mencari sumber-sumber ee pembiayaan alternatif dan ini saya kira bisa diadopsi oleh Bapak Ibu di daerah memulai dari ee bagaimana merancang suatu input ee produksi, menghasilkan produksi dan kita melihat ee presensi pasarnya seperti apa dan ini ee pangan masih terbuka lebar. banyak sekali kita bisa menyontok negara lain. Misalnya di China ini sudah sudah terbiasa bagaimana e dia ee mempertahankan pangan kayak buah itu agar awet yaitu melalui teori atau ee apa namanya teknologi pris dry yaitu misalkan ini salah satu contoh saja bagaimana kalau lagi ngusi mangga seperti saat ini ee untuk menghindari ee mangga terbuang kita bisa membeli sebelum masak terlalu matang kita ee buat diam an dimasukkan ke alat nanti akan dibekukan ke40 dan di vakum ini ternyata bisa tahan nanti 6 bulan dan gusinya tidak hilang hanya berkurang sekitar 5% dan rasanya pun tidak ini sudah banyak dikembangkan di negara laut dan salah satu itulah yang ee menjadi tujuan kita semua keamanan tentunya kita ee mengawasi karena pangan kita ee ee diproduksi oleh berbagai ee produsen ya, terutama di pasar tradisional kami hadir ee melakukan pengawasan kadang-kadang uji sampel ee kemudian uji lab dan sebagainya ini sudah kita ee kerjaamakan, koordinasikan, kolaborasikan dengan ee Bapak Ibu di ee provinsi dan ee kabupaten kota. Ee saya kira itu ee yang bisa kami sampaikan beberapa ee pandangan atau ee hal yang sedang kita ee lakukan ke depan. Semoga ketahanan pangan kita bisa ee berlanjut ee dan Bapak Ibu kita semua bisa ee berdaulat pangan dan kita bisa melakukan aktivitas secara aktif dan ee apa namanya ee produktif. Itu saja kami kembalikan. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih kepada Dr. Ir. Budianto, M.Si. Atas paparan materinya. Menarik. Sedikit kesimpulan yang tadi bisa kami dapatkan ya. Ternyata tantangan pembangunan pangan di Indonesia ini sangat beragam. Mulai dari inflasi pangannya yang bergejolak, jumlah penduduknya ini terus naik dan juga pergeseran gaya hidup. Kalau kita sebenarnya pergeseran gaya hidup ini pola konsumsi masyarakat kita masih mengutamakan yang penting murah dan kenyang ya. Seringkiali kita mengabaikan aspek kualitas dan juga gizi seimbang. Ini juga menjadi PR kita semua supaya masyarakat ini harus lebih aware untuk memperhatikan sebenarnya apa yang mereka konsumsi itu juga harus memperhatikan aspek gizinya juga. Dan tadi sudah di paparkan juga oleh Pak Budi terkait dengan bagaimana strategi dan juga inisiatif yang dapat dilakukan oleh pemerintah termasuk dalam hal untuk mendukung segala indikator ketahanan pangan mulai dari ketersediaan, keterjangkauan kualitas dan juga keamanan. Baik, Sobat ASN, setelah ini kita akan lanjut ke sesi tanya jawab. Jadi untuk Sobat ASN yang sedang bergabung di Zoom ataupun yang tengah menyaksikan acara ini melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat menggunakan feature rise hand apabila Anda bergabung di Zoom. yang ingin bertanya kalau yang bergabung melalui live YouTube BPSDMJM TV, Anda juga bisa drop question di kolom e komentar seperti itu. Kita akan kembali setelah jeda pandwara berikut ini. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] Baik, Anda kembali menyaksikan webinar ASN Belajar seri 40. Kali ini kita akan masuk ke sesi tanya jawab dengan narasumber pertama kita. Kali ini saya izin undang dengan hormat kepada Bapak Susilo Rifai, silakan untuk bergabung bersama dengan kami. Selamat pagi, Pak Susilo Rifai. Pagi, Pak Susilo. Boleh dibantu untuk di-unmute suaranya Bapak. Untuk device-nya, headsetnya mungkin bisa dicopot supaya suaranya terdengar lebih jelas, Pak Susilo. Baik, kami masih mencoba terhubung dengan Pak Susilo Rifai. Beliau ini berasal dari Pasuruan. Kita akan tunggu sejenak. Saya izin undang beliau lagi, Pak Sosilo Rifai bisa terhubung bersama dengan kami semua di sini. Baik, sembari menunggu Pak Susilo Rifai terhubung bersama dengan kami. Telah hadir juga di sini Bu Fitri. Saya ingin sapa beliau. Bu Fitri, apa bisa dengar kami? Pak Fitri, mohon maaf. Selamat pagi, Pak Fitri. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Pak Fitri. Kabar baik, Pak. Sehat, alhamdulillah dari Purworejo. Oh, dari Purworejo. Baik, Pak Fitri. Boleh disampaikan terlebih dahulu, Pak, asal instansinya dan nanti langsung saja disampaikan pertanyaannya kepada Pak Budi. Saya persilakan, Pak Fitri. Baik, terima kasih ee Pak Karo. Langsung saja ee ada satu hal yang menarik dari yang disampaikan oleh Pak Karo maupun dari BPSDMD Provinsi Jawa Timur terkait dengan ee materi paparan ketahanan pangan hari ini. Satu hal yang kalau tidak salah di beberapa waktu yang lalu untuk data yang ee apa namanya? terkait dengan ketahanan pangan ee kalau tidak salah target yang dari Badan Pangan Nasional sepertinya ingin diturunkan, Pak. Ee apa rawan pangan, daerah rawan pangan dari 68 kabupaten kota se-Indonesia kalau tidak salah menjadi 62 kabupaten kota. Nah, kadang informasi yang ada di daerah maupun di pusat baik kementerian lembaga maupun ee pemangku kebijakan itu kadang datanya Pak yang tidak terintegrasi. Kadang di pemerintah kabupaten kota dikira nilainya baik, ternyata di provinsi maupun di pusat atau di kementerian lembaga kadang nilainya rendah. Nah, contoh seperti ee DTKS misalnya, data sosial. Nah, kalau saat ini apakah di Badan ee Pangan Nasional atau NFA terkait dengan data indeks rawanan pangan atau daerah rawan pangan itu menjadi salah satu prioritas, Pak? Karena kalau kita lihat beberapa waktu yang lalu kan ada satu ee pencanangan Presiden Prabowo terkait dengan food estate. Nah, barangkali ee mohon pencerahan Pak terkait dengan apa yang ee ada saat ini khususnya terkait dengan data yang kadang ee sering miss. Nah, ini yang saya mohon pencerahan barangkali ada di ee mana Badan Pangan Nasional data sudah sangat valid. Artinya untuk daerah rawan pangan bisa terpetakkan lebih baik. Karena kalau kita lihat ke depan tentunya Badan Panganan Nasional menjadi salah satu badan yang menjadi prioritas utama oleh Presiden Prabowo untuk ee menyelesaikan RPJMN di 2025 sampai dengan 2030. Mungkin itu dulu saja, Pak. Ee mohon respon dan terima kasih. Salam dari Purworejo. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Fitri untuk pertanyaannya. Mohon izin untuk menginformasikan setelah sesi tanya jawab berakhir, Pak Fitri dapat mengirimkan alamat rumah atau alamat domisili ke tim admin kami untuk pengiriman hadiah. Pertanyaan yang menarik sekali ini berkaitan dengan integrasi data rawan pangan. Apakah ada data rawan pangan yang paling valid? Mungkin yang bisa menjawab dari Badan Pangan Nasional. Silakan, Pak Budi Waranto. Baik, terima kasih. Ee salam kenal Pak Fitri. Salam hormat. Kalau Purworejo ya tidak jauh dari ee tempat saya gitu ya. Nah, nanti kapan-kapan boleh kita main. Ee baik Bapak Ibu sana pertanyaan Pak. Jadi begini, Pak. Ee konsep daerah rentan rawan pangan ini disusun ee acuannya berdasarkan tiga pilar ya, Pak. Jadi dari aspek ketersediaan. Jadi daerah itu tersedia atau tidak? Jadi tersedia jangan dipandang ee sebagai suatu wilayah yang produsen ya. ketersediaan bisa e dapat dari tempat lain bar produk ya gak masal keterjangkauan kalau tersedia enggak bisa dijangkau itu juga yang terakhir pemanfaatan bisa dijangkut tapi gak bisa dimanfaatkan umpama barang itu sudah busuk atau keamanan pangannya tadi karena Bapak Nah tiga indikator itu ee menjadi ee salah satu prioritas memang di ee Kad Pangan Nasional. Ee maka ee waktu Perpres 66 tahun 2021 saat itu saya juga belum bergabung tapi para tim penyusun Perpres itu meletakkannya di namanya debuti kami itu deputi Kerawanan Pangan dan ISI. Di situ ada dua direktorat, yaitu Direktorat Kewaspadaan yang nanti menghitung indikator-indikator kayak PU dan Direktorat Pengendalian Kerawanan. Dulu ada gizinya, Pak. Ee termasuk cikal bakal MPG itu kita tahun 2022 sudah melakukan ee semacam file project memberikan makan kepada ee ee ini apa namanya? kepada ee siswa ya itu di kewaspadaan. Namun karena kebijakan ada badan gizi sesuai yang ada maka ee sekarang memang kami masih merevisi 66. Ke depan juga tadi Bapak sampaikan kemungkinan ada dinamika undang-undangnya juga mengalami perut. E kita menunggu saja. Nah, artinya Bapak dari tiga indikator itu kita turunkan ee bagi kepada tanggung jawab masing-masing, Pak. Kalau di pusat ee kami memang menyusunnya berdasarkan data-data dari BPS ya dan juga beberapa yang ada di dari ee KL ya seperti Kementerian Kesehatan, ada juga dari ee PMKAN dan sebagainya termasuk dari badan pangan sendirian itu untuk memotret daerah rentana pangan ee bisa levelnya yang kabupaten gitu, Pak. Provinsi kabupaten biasanya karena saya maaf dulu saya pekerja di data itu sudah lama gitu. Tipikal data itu kalau masih levelnya provinsi kabupaten memang valid di data aja enak dikoordinasikan. Nah, kemudian dalam aturan memang kita tidak bisa menembus ke desa kecamatan. Oleh karena itu di berbagai tugas nanti di provinsi itu menyusun rempahan rawan pangan sampai kecamatan memotret di kabupaten kota memotret sampai desa. Ee contohnya kalau saya kemarin punya ee studi di Cianjur itu Bapak tahu di Jawa Barat Cianjur itu sangat luas Pak. Tapi Cianjur Selatan itu daerah Jawa Barat Selatan itu konteksnya memang daerah rentan rawan panggung. Makanya sekarang lagi digenja atau kalau di skala Indonesia kita bisa memetakan ada di wilayah timur Pak kabupaten-kabupaten di timur Indonesia. Nah, masalahnya memang Pak giliran kita mencari data untuk menghitung di level desa sesuai nanti ee apa namanya data yang dibutuhkan untuk menyusun indeks. Jadi yang dibaca indeksnya ya, Pak. Datanya sebagai dasar gitu. Kayak inflasi kan indeksnya. Sebenarnya inflasi itu dari beberapa data digabung barba misalnya nanti ketemu indeksnya. Kalau inflasinya ee sekian persen jadi bukan lagi angka rupiah ya. Itu yang menjadi kendala adalah ee yang ee pada tataran yang lebih rigid. Oleh karena itu kami tugasnya badan pangan pangan selain memproduksi ee alat itu indeks itu di level nasional kemudian bisa dibreakdown provinsi kabupaten kami mengedukasi Pak melakukan pembinaan kepada provinsi dan juga kabupaten kota. Memang ini belum bisa maksimal sekali. Banyak keterbatasan, Pak. Ee apa namanya? Ya, Bapak tahu sendiri soal APBN ini kan ada priority gitu sehingga kami seringki menyampaikannya melalui Zoom dan kami juga memperbaiki metodologinya melalui FDSD dan masukan dari para pakar cta akademisi. Jadi memang ee penurunan ini ee tidak hanya tergantung kepada peta itu saja, Pak. kejadian-kejadian ee eksternal di luar sistem pangan ini juga sangat mempengaruhi. Jadi pada saat ee misalnya 2020 sampai 2024 kemarin kita punya target penurunan yang sekian, itu kita kan mengalami COVID, Pak. Nah, itu ternyata terjadi perubahan ee batasan gitu atau cut off gitu. Itu juga sangat mempengaruhi daerah-daerah yang ee dulunya produsen misalnya tiba-tiba petaninya enggak boleh ke sawah, gak gak bisa berproduksi. Itu sungguh sangat ee membuat kita pusing juga bagaimana ee mencapai target. tidak hanya menghitungnya, tapi faktor lain ini yang harus kita. Nah, oleh karena itu pemerintah dalam hari ini Bapak Presiden itu ee fokus sekarang ke SAS semata pangan dan bentuk turunannya. Semoga ini, nah bagaimana penataan data ini? Ee memang bukan di wilayahnya badan pangan ya, Pak. Tapi saya kira ada aturan yang ee mengatakan tentang e Perpres satu data pangan. Nah, ini yang memang harus dikolaborasikan bagaimana bisa menata sampai ke desa. Dulu satu waktu saya menangani data, Pak, itu seingat saya di desa itu ee ada kalau di papan-papan itu ada namanya data desa ya, Pak, di kelurahan gitu selalu terupdate di sana. Nah, barangkali itu, Pak. Bapak yang di Purworejo bisa ee memulai bagaimana itu bisa hidup. Jadi di desa itu tidak hanya ee apa namanya ee memanfaatkan pembangunan berbagai sektor, tapi bagaimana setelah itu di ee lakukan itu bisa didata. Nah, baru kemudian kalau nanti ada permintaan ee kayak form itu bisa diisi dengan valid sehingga datanya itu ee bisa ada. seringki ee memang ee di level ee apa namanya ee detail itu ee ada ee kebijakan ini memerlukan data ini. Kita baru kaget gitu, baru terpalang waduh saya enggak punya data gitu. Nah, sehingga mengalami ee lag kesulitan. Nah, ini ke depan tentu Pak kita akan terus ee berupaya bagaimana bisa sampai ke level yang lebih kecil. Andaikan kita mempunyai cukup berbagai sumber daya ee saya kira ee ini sangat mungkin karena ee sekarang sudah di zaman teknologi ya, Pak ya. Tidak ee menutup kemungkinan ee bisa dilakukan HP. Kita bisa nanyakan di mana sih yang enggak waktu gitu. Hanya kemauan ini yang ee ee ada di teman-teman kami di daerah untuk bisa selalu berkoordinasi. Kalau di pusat kita coba memang masih treatmentnya membangun. Terus kemudian untuk level provinsi kita mengedukasi atau memberikan ee bimbingan-bimbingan teknis. Harapannya itu masih seperti itu. Mudah-mudahan ee nanti dari webinar ini bisa ee kita berkembang ke hal-hal yang lebih khusus tentang misalnya membahas tentang daerah rentan bangembangan. Kita bisa bedah, Pak. nanti kami tentunya juga akan ee berkontribusi nanti ada Direktorat teknis yang khusus membahas kapal tersebut. Nah, ini sangat penting. Saya kira itu Pak ee ee Fitri yang bisa saya sampaikan. Saya kembalikan lagi. Mudah-mudahan ee ini kalau belum puas nanti bisa Pak kita diskusi kapan-kapan seperti itu. Baik, terima kasih Pak Budi atas jawabannya Pak Fitri. Salam sehat selalu. Kita izin untuk beralih ke penanya berikutnya. Saya izin panggil kembali Pak Susilo Rifai dari Pasuruan. Apa bisa monitor suara kami Pak Susilo Rifai? Silakan Pak. [Musik] Baik, Pak Susilo bisa dibantu untuk unmute Bapak. Suaranya masih belum terdengar di kami. Pak Susilo masih belum terdengar Bapak. Mohon maaf. Baik. Baik. sepertinya beliau masih mengalami kendala sinyal. Kalau begitu Pak Budi Waranto kami ucapkan terima kasih Pak, sudah berkenan untuk e berbagai insight ya. Semoga tadi apa yang sudah Bapak paparkan ini juga bisa terserap oleh teman-teman yang menyaksikan acara kali ini. Salam sehat selalu untuk Pak Budi Waranto. Kita bertemu lagi di event-event selanjutnya. Thank you, Pak. Terima kasih, Mas. Baik, Sobat ASN jangan ke mana-mana ya. Jangan khawatir juga bagi yang belum berkesempatan untuk bertanya. Kita masih akan ada dua narasumber luar biasa yang akan berbagi insight tentunya dalam acara webinar ASN Belajar seri 40. [Musik] Baik, di materi kedua kali ini kita akan bersama-sama dengarkan paparan yang akan disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur yang dalam hal ini akan diwakilkan oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, Bapak Deni Kurniawan, SP, M.M. Terima kasih, Pak. [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Selamat pagi menuju siang, Pak Deni. Selamat pagi, Pak Nukman. Kabar baik, Pak Deni? Alhamdulillah sehat baik Pak Deni. Kami akan persilakan Bapak untuk menyampaikan materinya kurang lebih selama 30 menit sama seperti dengan narasumber pertama. Setelah itu kita akan masuk ke sesi tanya jawab ya, Pak Deni. Ya, kami persilakan Pak Deni. Ya, terima kasih Pak sebagai moderator. Bapak Ibu semua peserta zooming untuk acara webinar AS dan belajar periode yang ke-40. Mohon izin sekiranya jadi Bapak Kepala Dinas ada pribadi karena diat kota beliau mewakilkan kepada kami ee untuk menyampaikan beberapa materi terkait ketahanan pangan dan kualitas hubuh bangsa sesuai dengan apa yang diminta oleh badan pementan. Pertama-tama kami ucapkan asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi Bapak Ibu semua. Salam sehat semuanya. Ee mungkin kami tidak berpanjang lebar karena tadi sudah banyak disampaikan oleh Kepala Biro dari Bagian pangan nasional terkait dengan fungsi ee metode maupun strategi terkait dengan bagaimana cara pengan pangan bisa memberikan ee kontribusi di saat kita mewujudkan yang namanya suatu pangan. Bapak, Ibu semuanya yang kami hormati. Ee masalah pangan tentunya kita tidak bisa sebelah tangan karena pangan ini adalah masalah sangat, sangat penting ya. J seperti yang disampaikan oleh Presiden pertama kita Bapak Soekarno, pangan keadaannya hidup mati suatu bangsa. Di pangan itu merupakan suatu hidup mati suatu bangsa yang mana pangan itu sangat-sangat berpengaruh. J kalau pangan bermasalah tentunya negara juga akan bermasalah agak dan tentunya Indonesia ini sangat-sangat diberkahi oleh sumber daya alam yang sangat-sangat luas. Karena luas babi sawah secara nasional kita ada 7 juta hektar batu sawah seluruh Indonesia ya. Alhamdulillah di Provinsi Jawa Timur luas baknya sekitar 1,2 juta hektar di mana hampir 700.000 hektar adalah sawah irigasi yang 400.000 hektar adalah sawah kadangjan. tentunya Provinsi Jawa Timur ini sebagai lumbung pangan nasional di mana sampai 6 tahun beril menjadi penyumbang produksi padi nomor satu seindonesia dan juga sebagai pensuplai kebutuhan pangan ee di 16 provinsi yang ada di Indonesia. tentunya ini sejalan dengan program Ibu Gubernur di ee program Jatim AGRO kita di mana Provinsi Jawa Timur sebagai penyangga ketahanan pangan nasional. Jadi sudah jelas ee Jawa Timur tentunya sebagai penangga apa? Penanggak ketap pangan nasional dan juga sebagai gerbang baru Nusantara. Jadi titik nolnya kita titik semuanya ada di Provinsi Jawa Timur di Monim. Berbahagialah teman-teman, Bapak, Ibu semua yang hidup di Jawa Timur karena sumber daya alamnya sangat-sangat melimpah. Ada dua aliran sungai Bengawan Solo dan Brantas. Kemudian ada tujuh wilayah sungai ee sumber daya air yang tentunya sangat-sangat kita dalam menjaga ketahanan pangan yang mana kegiatan ketahanan pangan tersebut merupakan program daripada Bapak Presiden kita bagaimana untuk mempercepat suasada pangan secepat-cepatnya yang sekarang ini sudah mencapai usia 1 tahun B sampai usia ya di mana cadangan pangan kita ee cadangan pangan kita mulai Mei 2025 kemarin secara nasional sudah ada 4 juta stop gras ini tentunya kita sebagai pertanian ee tentunya tidak bisa bekerja sendiri Bapak Ibu semuanya dalam menjaga ketahanan pangan kita juga terkolaborasi dengan beberapa stakeholder secara pentelix semua dilipatkan dalam masalah dan tahanan pangan bisa dilanjutin E kita di sini ingin menyampaikan beberapa hal yang tentunya ketahanan pang ya hari ini kita apa ee melaks apa setiap tahun hari ini merupakan hari pangan sedunia yang tadi disampaikan oleh Kepala Badan Pangan Nasional tentunya ini merupakan ee kegiatan tahunan yang kita laksanakan yang merupakan dari pangasu itu merupakan ee langkah awal dari dunia terkait dengan pelaksanaan kegiatan menjaga ketahanan pangan kita. Lanjut. Ini sudah saya sampaikan tadi tentunya kita mengacu tentang Undang-Undang 18 tahun 2012 tentang pangan. Intinya ketahan pangan itu tentunya sudah merupakan kondisi terpenuhnya pangan bagi negara sampai dengan perorangan. Jadi dalam ini negara wajib hadir ee dalam rangka penelitian pangan ya, baik dari segi teknis, segi singknya, kemudian dari pembinaannya dan sebagai kelembagaannya tentunya wajib. Tentunya aspek ketahanan pangan yang disampaikan di Undang-Undang 18 tahun 2012 ini adanya ketersediaan pangan kemudian ada akses pangan, pemapatan pemangan, maupun stabilitas pangan. sudah disampaikan tadi bahwa kekerjaan pangan itu adalah cukup pasokan pangan di tingkat nasional dan taban ya. Tentunya kekerjaan pangan ini sudah kita laksanakan, kita lakukan hampir setiap tahun ya. Jadi ee di Provinsi Jawa Timur tentunya kita selalu menjaga produktivitas pangan kita, terutama tanaman pangan dan lain-lain sebagainya. dankultural untuk menjaga daripada sentra-sentra profesi pangan. Akses pangan tentunya juga harus mengacu pada kemampuan individu dan rumah tangga untuk memperoleh pangan yang cukup. Jadi setiap manusia, setiap individu wajib pangan yang cukup. Kemudian adanya pemanfaatan pangan ini disampaikan bahwa penggunaan pangan yang tepat untuk mencapai status. Sekarang kan sudah ada program namanya MDG bergizi gratis. yang di mana banyak STPG yang ada di wilayah-wilayah Indonesia. Stabilitas pangan tentunya kita harus menjaga stabilis pangan terkait dengan penggiran inflasi kita karena kita tahu hampir setiap minggu kita mengingatkan arahan dari Kendagri yang namanya pengendalian inflasi kita terutama untuk makanan-makan bahan pokok kita mulai beras, cab, bawang putih, dan sebagainya. Lanjut. Ini tadi juga sudah kita disampaikan bahwa tiga pilar ketahan pangan itu adalah ketersediaan pangan, kemudian akses apa? Kemudian keterjangan pangan, dan pemanfaatan pangan. Jadi tiga pilar ini sangat terkait Bapak Ibu semua ya. Jadi harus pangan terus harus ada dan harus dapat dijangkau dan kemudian harus dapat dimanfaatkan. Ini merupakan rantai ee rantai apa? putaran terkait dengan menjaga ketahanan pangan kita kalau pangannya enggak ada tentunya tidak akan pernah terjatuh kemudian kalau tidak terjangkau tentunya tidak dapat dimanfaatkan makanya tiga pilar ketanan yang pangan ini harus kita jaga baik di kabupaten kota kecamatan kalau perlu kemudian di provinsi maupun nasional lanjut nah ini Bapak Ibu sekalian hari pangan sucinya di tahun 2025 ini kita peringati ya temanya adalah hand in hand for better foods and better futureya apa bergandingan tangan untuk makanan yang lebih baik dan masa depan di makanan yang baik tentunya akan membuat cita-cita bangsa kita menjadi lebih baik gizi yang baik tentunya membuat kita menjadi lebih baik ini arahnya ke sana Bapak Ibu sekalian tentunya nya fao itu membuat empat kebaik apa? Membuat empat kebijakan itu indikator daripada ee makanan kita atau ketahanan kita adalah better produksi adalah perbaikan daripada stabilitas produksi kita masing-masing negara kemudian nutrisi yang baik, lingkungan yang baik maupun kehidupan yang ber arahnya untuk kehidupan lebih baik khususnya. Jadi ee hari tang ini ya kita harus bersatu berkolaborasi ya di semua pihak kita bisa menjaga ketahanan tangan kita baik secara nasional maupun provinsi Banten per kecamatan. Lanjut Bapak Ibu sekalian mohon izin lanjut tantangan ketahanan pang sekalian ya. Jadi kita memiliki beberapa tantangan ya ketahanan panganya ketahanan pangan itu tidak lepas juga terkait dengan produksi pangan. Jadi mereka menjadi satu bagian satu indikator yang mana kita di satu bagian yang namanya pertanian itu faktor pilihan sedangkan ketahanan panganan itu adalah wajib. dengan pemerintah daerah ee bahwa tantangan kewajiban kita itu mempertahankan posisi kita di mana kita harus dapat ee mempertahankan posisi tersebut dari beberapa tantangan yang ada. Tentunya yang pertama adalah perubahan uklim. Bapak, Ibu sekalian tentunya perubahan iklim ini sangat-sangat berpengaruh. Kita kan punya iklim dua, baik hujan maupun iklim kering. Kebetulan di Provinsi Jawa Timur ini. Nah, sekarang ini belum ada hujan. Hujannya masih sedikit. Hujannya itu nanti sekitar penaan bulan September. Ini yang analisa dari PMKG November. Kemudian puncak-puncak hujannya mungkin sekitar Desember dan Jal. Perubahan iklim ini juga banyak mempengaruhi daripada pertumbuhan tanaman. terutama apabila tanaman tersebut terkena banjir maupun kering itu nanti bisa berakibat puso itu apa? Artinya tanaman tersebut tidak bisa tunduh dan ini juga mempengaruhi daripada produksi danisesta ya di Provinsi Jawa Timur ini periode Januari sampai dengan September luas musuh kita sekitar 4.000 hektar. Jadi masih 0 kom berapa persen dari luas bagus sekitar 1,2 juta. Jadi tidak sedikit banyak kalau kita di museum kering ini Bapak Ibu sekalian tentunya banyak penyakit ya. Kalau banyak penyakit itu tentunya titik tikus kemudian orang batang coklat gelas kungro dan sebagain kalau musim hujan itu tentunya identik dengan beberapa penyakit bisa di bawah daun sebagainya. Jadi ya menerang-menerang ee tanaman pangan maupun tanaman lainnya yang kita dapat mempengaruhi daripada produksi juga. Kemudian pertumbuhan penduduk ini juga sangat mempengaruhi tantangan kita sebagai pangan secara nasional maupun secara provinsi. Pertumbuhan penduduk di Indonesia ini tentunya sangat-sangat besar karena angka kelay kita juga hampir ee sangat tinggi sekali. Bapak, Ibu sekalian tentunya ini ee beberapa kebutuhan daripada pangan kita tentunya sangat-sangat ee ditentukan oleh beberapa perkembangan daripada pertumbuhan penduduk ini. Kita harus bisa menyelesaikan seperti yang disampaikan tapi ketersediaan pangan harus ada sampai dengan konflik dan krisis Bapak Ibu sekalian. Nah, kita tahu ini konflik bisnis yang ada sekarang ini kan adanya peran perainan Rusia dan sebagainya tentunya banyak perengaruhi daripada kondisi kita sebagai salah satu faktor apa penyedia pangan perubahan pola konsumsi ya tadi sudah disampaikan dari Bapakas Bapak Ibu sekalian kemudian ketidaksetaraan gender dan sebagainya kemudian hama penyakit ini sangat penting Bapak Ibu sekalian jangan sampai kita ini sebagai orang pertanian bisa menanam dan gak bisa panen karena apa ya karena adanya nama penyakit ini jadi kita harus jaga petugas kami yang ada di lapangan yang namanya PUVT tentunya sudah banyak membantu daripada untuk menjaga proses kebersediaan panganat itu. Salah satunya adalah mereka gerakan pengendalian hama dan penyakit. Ini PUPT ini ada seluruh Indonesia sekali. Jadi di pertanian itu ya kami mohon izinkan cerita pertanian. Pertanian itu ada tiga pilar yang kami ada di lapangan yang sangat membantu untuk menjaga ketahanan pangan Bapak Ibu sekalian. Yang pertama adalah penyuluh kita yang sekarang sudah dirifkan ke pusat. Kemudian ada POT pengendalian organisme tumbuhan ya. model Hamad danhir. Kemudian juga ada namanya pengawas benih tanaman TDT. Nah, tentunya tiga ini yang ada di lapangan garda terdita dalam rangka menjaga produksi dan instita untuk menuju pada ketahanan kerusakan lingkungan. Bapak, Ibu sekalian, kita tidak bisa memungkiri Bapak Ibu sekalian lahan-lahan sawah kita banyak yang sudah rusak dana apa? banyak tanaman yang setahun mungkin ada di wilayah-wilayah tertentu ya, tanam padinya tiga kali ya atau yang mungkin bisa dikatakan padi paripantung ya. Jadi setahun tanam padi tiga kali tanpa ee melakukan apa tanpa melakukan proses pembenahan tanah yang baik tanpa memperhatikan afforungan irigasi dan sebagainya. Tentunya ini juga sangat mempengaruhi daripada perusakan lima tersebut. Makanya untuk menjaga itu kita harus bisa dan harus mulai sekarang menghindari namanya pupuk kimia. Banyak kok Bapak Ibu sekalian ee di kecamatan atau di para petani kita sudah mulai pelan-pelan ee menjaga daripada tanah kita yang namanya yang namanya ramah lindungan dengan menggunakan bahan-bahan organis yang ada di sekitar kita. Lanjut. upaya apa yang dapat dilakukan dalam rangka tantangan tahan pangan. Jadi kita juga samakan ee untuk menghadapi perubahan iklim kita mengembangkan variitas tanaman tahap keteringan. Banyak sekali Kementerian Pertanian melepas peratasitas yang tahan beringan juga ada tahan untuk wilayah yang sangat ee banyak karat dar juga ada tahan hama penyakit juga jadi sangat macam-macam. Kemudian mengembangkan sistem irigasi yang efisien. Jadi kalau kita bisa tangan kok tanpa air tentunya sudah bisa menghasilkan apa-apa Bapak Ibu sekarang. Jadi semua itu cari keterkaitan. Itu namanya program intensifikasi pertanian. Ada pipitnya ada pupuknya ada lahannya ada irigasinya dan juga ada alat mesin pertanian. Kemudian pertanian berkelanjutan. Nah, ini yang saya sampaikan tadi mengurangi pestisida menjaga kesan tanah-tanah kita sebagian memang sudah sakit. Tapi kami pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui dinas ptanya sudah berupaya, sudah berusaha dan memberikan yang terbaik untuk menjaga tahanan pangan kita dengan menjaga lahan-lahan kita. Kita ada program ini yang ada di Dinas PTA ini merupakan program unggulan Jawa Timur yaitu program manajemen tanamanan sehat. Apa itu manajemen tanaman sehat? Itu bagaimana kita memperlakukan tanah tanpa menggunakan pestisida sama sekali. Kebetulan tahun ini itu ada di Kabupaten Jombang. Bulan depan ada launchingnya asal. Kemudian pemanfaatan teknologi, penggunaan teknologi yang menciptakan priitas pertanian. Teknologi pertanian sangat luar biasa s mulai dari al apa teknologi alan prapanen ada hand traktor traktor roda tu ya kemudian ada transplanter untuk tanam padi pompa air ya kemudian ada pasca panen ada combine harvester besar power trer manual kemudian ada coner dan ada drone dan sebagain kemudian yang keempat ada di situasi panganatkan kondusi pangan lokal dan beragam tentunya kangan pangan itu bisa apa bisa memunculkan ee kemudian apa memperkenalkan tangan-tangan lokal yang ada di masing-masing kabupaten kota ini biasanya setiap tahun kalau dalam tangga hari Taman Sedunia menjadi lomba lomba pangan lokal per kabupaten kota yang ada di Provinsi Jawa Kemudian pengelolaan sumber daya air mengelola sumber daya air secara berkelanjutan kita dengan membangun pembung waduk ya besar iridasi tersier ya tersier itu ranahnya pertanian prehak jaring irigasi perpompaan tipanisasi dan sebagainya ini tentunya cara-cara kita mengatasi tantangan-tantangan yang disampaikan tadi kemitraan global kemitraan internasional untuk mengatasi pangan ya itu adalah apa istilahnya dengan apaan fao atau mungkin dengan dari luar negeri dalam rangka untuk menjaga saling menjaga daripada ee ketahanan tanah yang ada. Lanjut mohon izin lanjut. Nah, ini mungkin Indonesia Mas 2045 ini merupakan kemarin yang disampaikan Pak ya 2025 ini menjaga visi Indonesia. Tentunya nanti Bapak Ibu bisa baca sendiri. Kita lanjut pangan sebagai pondasi kualitas bangsa memang betul hidup mati suatu negara itu tergantung kepada pangannya. bermasalah, negara juga ikut bermasalah. Pondasi kesehatan dan visi ini sangat penting ya, sekalian ya. Kemudian peningkatan kapasitas intelektual dan kesejahteraan sosial. Kemudian mendukung pemandiran dan permainan semuanya itu adalah pondasi-pondasi kita dalam rangka pokok baik di nasional maupun di provinsi semuanya itulah untuk meningkatkan kualitas hidup yang lebih lanjut. di Provinsi Jawa Timur. Bapak, Ibu sekalian, tentunya strategi menjaga ketahan pangan itu kita yang disampaikan paparan awal adalah tiga pilar ketantanan. Ketersediaan pangan kita berusaha untuk meningkatkan produksi dan produktivitas kita, teknologi pangan kita, teknologi alan kita, ya, teknologi metode tanam kita. Kemudian apa? ketersediaan benih unggul bermutu dan bersertifikat Jawa Timur itu termasuk provinsi nomor 1 untuk jadi provinsi Jawa Timur semuanya sebin karena memang semuanya ada di sini tenang ber swasta tenang berhkm dan sebagainya ada di sini kemudian infrastruktur infrastruktur jaringan irigasi ya perbaikan pompa air perbatan jaringan irigasi dan seterusnya kemudian perlindungan lahan ya perlindungan lahan sesuai undang-undang 41 tahun 2009 dengan perlindungan lahan pangan berkelanjutan atau yang istilahnya LP2B kita selalu jaga di Provinsi Ju di mana kita sudah ada 16 kabupaten yang sudah mempunyai LP2 Binges. Ini menurut laporan ya ACR BPN. Kemudian kita mengoptimasi lahan oplah. Kalau dalam rangka optimasi lahan di Jawa Timur ini di tahun 2025 ini ada opah nonaw. Jadi indikator ini untuk memecah tanangan Jawa Timur luas tahun 202 ini yang dioplakkan itu sekitar 20.000 hektar yang mana nanti oplak tersebut juga ada sintanya dan juga ada petani-petani milenial di situ. Perencananya begitu. Ini merupakan program-program kegiatan dari Kementerian Pertanian dalam rangka menicu swas pangan secara nasional per provinsi. Kemudian akses pangan kita juga ada akses pangan untuk penguatan drij stabilitas herbal yang di mana sekarang hargaah kita petani sudah 6.500 harga beras kita sudah yang medium sudah 13.500 Jadi sesuai dengan surat dari padan pangan nasional Pak Dinumus yang mana apabila di kabupaten kota yang ada di bawah 6.5 itu langsung diel oleh Bulo. Kalau sudah di atas serah nenggok karena Jawa Timur ini rata-rata harga dapatnya setiap rata-rata itu sekitar sudah hampir R.000 ya. Jadi sudah lumayan dan harga R00 dan itu harga pres itu sudah disesuaikan oleh badan pangan nasional 11900 menjadi 13500. [Musik] Kemudian dukungan pembiayaan tentunya dari pihak-pihak limbara atau bantuan prioritas terkait KUR Ali dan sebagainya. ini kita harus bisa apa mereka memberikan apa ee dukunganlah terkait dengan proses karena kita tahu ketahanan pangan suasada pangan bahkan kedaulatan pangan itu kita tidak bisa sendiri dan semua harus ikut ter tidak hanya pertanian saja semua itu membantu bagaimana cara kita untuk dapat menetapkan proses kampanan menuju kepada Kemudian ada pemanfaatan pangan Bapak Ibu sekalian. Diversifasi pangan di pangan itu pengetahuan kami itu ada non beras macam-macam ya. Ada tiwul, ada jum dan sebagainya. Ini salah satu indikator lahan ya. Kemudian merupakan lahan yang P2L itu salah satu pengetahuan mendukung MD lahan-lahan yang ada di rumah-rumah tangga pernah bisa untuk tanam cabai yang bisa yang diarangan tomat dan pengawasan mutu kamahan panganya ini kita juga beberapa panganu yang prima dan sebagainya pelaksanaan program daerah induknya program daerah dalam nyata jatut agu ini salah satu faktor yang dapat membantu kita untuk mencapai proses ketangan yang ada di provinsi Jawa Timur lanjut izin lanjut selanjutnya menjaga menjaga ketahan tangan di Jawa Timur kita harus kolaborasi dengan kebijakan terbaik Ini yang saya sampaikan tadi bahwa kita tidak bisa sendirian dalam rangka menjaga pertempangan. Kita bisa berkolaborasi dengan lain PTP YC BUL. [Musik] Kemudian dengan pemerintah pusat dan daerah ada BPWS Bali pusat wilayah sungai ya. Kemudian ada masyarakat tentunya. Kemudian ada pihak-pihak swasta. Ini swasta ini juga semua membantu lintas sektor dalam rangka perumusan dan pelaksanaan program ketahanan pangan. Dan juga kita harus juga meningkatkan kualitas SD pertanian melalui pelatihan dan pendan. Lanjut. Ini sinergi mult kita ya. beberapa stakeholder yang kita sampaikan di sini. Silakan lanjut. Nah, ini kita ada kebijakan dan program memperkuot ketahanan pangan tentunya tidak bisa lepas daripada Undang-Undang Nomor 12 tahun 2 18 tahun 2012 ya. bahwa fokus kebijakan kita itu ada peningkat pangan dan peningkat akses dan stabilitas itu ada intensifasi dansi produksi pertanian ada pengembangan dihan lokal ada tangan tangan DPP kemudian ada sistem distribusi penilaian investasi harga dan pasar investasi harga dan pasar ini dilakukan dengan beratan pangan murah ini sampai sekarang kami yang ada di dinas pertanian dan kita bangun melakukan segera pangan murah di beberapa Bapak kabupaten secara intensif dalam rangka menjaga stabilitas. Lanjut. Kemudian yang kedua, pemanfaatan pangan, perbaikan pola konsumsi, penanggulangan nutrisi, dan keamanan pangan. Lanjut saja Bapak Ibu sekalian. Ya, saya kira itu ee Bapak Ibu sekalian yang dapat kami disampaikan. Apabila ada yang terakhir kamias. Wabillahi taufik wal hiidayah. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Deni Kurniawan atas materi yang telah dipaparkan. Setelah ini kita akan masuk ke sesi diskusi dan tanya jawab. Oleh karenanya bagi sobat TSN yang tengah bergabung di Zoom dapat mengaktifkan feature rise hand bagi Anda yang ingin bertanya ataupun yang tengah menyaksikan melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat drop question Anda melalui kolom live chat. Kita akan kembali setelah jeda berikut ini. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] Baik, Anda kembali lagi menyaksikan webinar ASN Belajar seri 40. Ini menarik sekali ya, Pak Deni ya. Tadi kalau kita lihat kan sebenarnya untuk Hari Pangan ee dunia ini mengangkat tema better foods, better future. Nah, kalau boleh saya bertanya ya, Pak ya. Kalau kita lihat sebenarnya di kondisi lingkungan sekitar ee lingkungan sekitar kita, outlet-outlet makanan sehat ini jumlahnya masih cenderung lebih sedikit dibandingkan outlet-outlet makanan lainnya. Bahkan ee di daerah saya sendiri pun ee makanan-makanan yang beredar ini lebih banyak makanan gorengan, penyetan, sambal, dan lain sebagainya. Nah, bagaimana sih Pak Deni melihat fenomena ini gitu ya? Karena kan berkaitan dengan kualitas pangan yang nanti juga mempengaruhi kesehatan, gizi seimbang, dan juga kapasitas intelektual seperti yang tadi Bapak bilang. Dan apa saja, Pak, yang sebenarnya bisa kita lakukan untuk meningkatkan channel atau distribusi pangan sehat dan juga kalau kita lihat sebenarnya panganan diet sehat ini kan harganya juga cenderung lebih mahal ya di pasaran dibandingkan dengan e makanan pada umumnya gitu. Bagaimana Pak Deni melihat isu-isu ini Pak? Silakan Pak. Ya, terima kasih Mas Lukman ya. kita tidak bisa memungkiri ya di manaun pasar di rumah perumahan sebab ini kan banyak orang juara terutama jadi salah satu apa ee makanan cepat saj sebetulnya yang cepat saji itu juga sebetulnya kalau kita juga harusang baik tapi karena kondisi kondisi kita selalu cepat instan [Musik] Karena memang betul disampaikan untuk makanan yang tentunya butuh proses juga prosesnya terutama untuk padi kita juga padi terbal bisa jadi beras-beras itu banyak juga tapi hanya memang karena prosesnya juga dan sebagian besar masyarakat kita tentunya kita awali yang tadi saya sampaikan bahwa kita harus menjaga pertama lahan kita bebas dari tesis sedang itu tunggu ini kita coba ada di kabupaten ya itu mereka menjaga lahan mereka dengan program ramah limpinan juta. istilahnya mereka menghindari daripada pestisen jahat itu sama kalau di tanpa kalau kita mengurangi yang namanya saji memang butuh waktu butuh proses Pak kita bisa dan kita tidak bisa bekerja sendiri dan kita dari beberapa instansi yang terkait terkait dengan proses-proses daripada untuk apa ya namanya untuk memperkecil daripada makanan yang selama ini banyak berbeda di masyarakat kita karena masalahnya justru makanan yang seperti itu yang banyak disukai lo seperti banyak mulai dari anak kecil dewasa dan sebagainya banyak juga itu juga kadang-kadang kita mencegahnya juga ya itulah karena itu mereka juga mencari penghasilan kehidupan. Saya kira itu, Pak. Baik. Baik. Small steps ya, Pak ya. Secara perlahan kita akan menuju ke arah itu ya untuk pembenahan secara berkelanjutan ya. Ini ada pertanyaan masuk Pak di kolom chat Zoom kami dari Bu Sartika. Pertanyaannya adalah ada yang ingin saya tanyakan mengenai apa-apa saja tentang mengimplementasikan program gizi dan ketahanan lingkungan rumah sakit dan bagaimana cara mengatasinya. Silakan Pak Deni. Coba agak diulang Pak. Putus-putus sinyal saya kurang baik. Baik Pak. Saya izin ulang untuk pertanyaannya, Bapak. Ada yang ingin saya tanyakan? Ini dari penanya Bu Sartika mengenai apa saja tantangan utama dalam mengimplementasikan program gizi dan ketahanan pangan di lingkungan rumah sakit dan bagaimana cara mengatasinya, Pak? Ya, terima kasih, Pak. ya tantangan kita dengan rangka untuk mengatasi gizi dan tangan yang ada di saya kira kalau kita di rumah sakit kalau kita sakit jadi pasien itu makanannya seya sudah bergizi sekali karena apa rumah sakit juga punya ahli sini sama seperti kita seperti program yang dilaksanakan ini tentunya banyak ahli yang sudah berkompeten untuk mengawal daripada situ ya. Ya, tantangannya apa? Memang yang tadi saya sampaikan tidak semua yang ada di pasaran itu ya yang menjadi bahan baku yang baik tentunya ahli gizi yang ada di sakit untuk bisa menilai seperti apa bisi yang baik dan makanya rumah sakit itu punya mitra sendiri mungkin ya kerja sama dengan di tertentu yang sesuai standar daripada makanan yang akan disk yang di rumah tersebut. Kalau seperti itu saya kira negara kita kalau seperti itu saya kira enak ada pengawasnya dan sebagainya kan tentunya ee gizi itu tentunya tidak hanya milarisasi atau beberapa faktor yang dapat membantu daripada saya kira itu Mas. Baik, terima kasih Pak Deni. Bu Sartika. Jadi jangan khawatir ya Bu ya. Karena di rumah sakit itu seperti tadi apa yang sudah dikatakan oleh Pak Deni ada yang namanya Ali gizi untuk menilai bagaimana sih gizi yang baik untuk dikonsumsi oleh para pasien yang ada di sana. Baik Pak Deni saya rasa kami ucapkan terima kasih sekali lagi ya untuk ee berkenan membagikan materinya yang sangat luar biasa di pagi hari ini, Pak Deni. Semoga apa yang sampaikan bisa bermanfaat untuk teman-teman dan sobat ASN sekalian. Salam sehat selalu untuk Pak Deni. Kita ketemu lagi di event-event selanjutnya ya, Pak Deni ya. Ya, terima kasih Mas semuanya. Pakar mohon izin asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Yang belum sempat bertanya jangan khawatir, kita masih ada satu narasumber spesial juga di webinar ASN Belajar seri 40. Jangan ke mana-mana, tetap di webinar ASN Belajar seri 40. [Musik] Baik, masuk di materi terakhir kali ini akan disampaikan secara langsung oleh dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang, Bapak Dr. Sujarwo, S.P., MP. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Selamat datang Jarwinar SM Belajar seri 40. Kabar baik, Pak? Alhamdulillah. Terima kasih, Pak Lukman. Terima kasih juga, Pak, sudah berkenan untuk datang di webinar kali ini. Tadi kita sudah simak paparan dari narasumber pertama dan narasumber kedua kita terkait dengan tantangan apa saja sih yang dihadapi terkait dengan isu ketahanan pangan dan inisiatif-inisiatif apa saja yang bisa kita lakukan ya untuk ee tackel berbagai em apa namanya ee tantangan tersebut. Kali ini kita akan mendengarkan paparan singkat dari Pak Sujarwo. Waktunya sama, Pak, kurang lebih selama 30 menit. Nanti kita akan langsung masuk ke sesi tanya jawab. Silakan, Pak Sujarwo. Ee Pak Luman ini anu saya presentasi langsung atau bisa? Ya bisa, Pak. Langsung presentasi saja, Pak. Oke, saya slide share, ya. Silakan. Baik. Eh, baik Bapak Ibu sekalian yang saya hormati. Suara saya ada anu feedback itu ya kayaknya ya Mas Lukman ya. Dengar jelas Pak Sujarwo. Sudah baik silakan Pak. Heeh. Oke, terima kasih. Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati. Moga sehat semuanya. Ee salam sejahtera dan kita semuanya ee senantiasa dimudahkan untuk selalu bersyukur karena dengan bersyukur nikmat ditambah gitu. Kalau enggak bersyukur dikurangi bukan dikurangi bahkan itu bahkan di diazab. Nah, itu ee tidak ada pilihan. Kalau kita hidup berarti ya bersyukur. Nah, salah satu tanda kita syukur adalah memanfaatkan sumber daya yang Tuhan berikan sebaik-baiknya. Tadi Pak Deni eh mengempasizing ya menekankan bahwa penyelamatan sumber daya pertanian sebagai sisi supply side policy gitu ya dengan LP2B itu ee penting untuk dilakukan. Begitu. ee Pak Budi tadi juga saya sempat ee menyampai mendengarkan ee paparan-paparan beliau bagaimana Badan Pangan Nasional sebagai regulator kemudian menetapkan ee aturan-aturan sedemikian hingga pasar pangan dalam kondisi stabil dan aksesibel untuk seluruh bangsa Indonesia. itu ee ekspektasi yang ee diharapkan oleh ee pemerintah selaku pengelola seluruh sumber daya dan ee kinerja pembangunan nasional. Nah, kalau kita bicara pada Hari Pangan sedunia di sini tentu ee pangan itu perspektifnya ada dalam konteks ee ketahanan pangan. berarti ee bagaimana sebagaimana disampaikan sebelumnya bagaimana tersedia bisa diakses digunakan dengan benar sehingga kemudian bisa hidup sehat dan produktif. Itu ketahanan pangan. Ee di Undang-Undang Pangan 18 tahun 2012 itu juga ada ee apa definisi-definisi lain termasuk ada ee kemandirian pangan. Nah, gitu ya. Nah, kalau kemandirian pangan itu pangannya mandiri berarti ee kita tidak hanya bertumpu pada satu hal makanan yang kemudian menjadi rentan atau rawan atau berisiko terhadap aksesibilitas pang. Maka keberagaman itu penting. Maka pangan lokal harus dikembangkan. Maka sumber daya yang menganggur harus diaktifkan sehingga kita bisa mandiri. Nah, ketika kita mandiri dan kemudian dengan polisi yang benar di dalam pengelolaan kita ee pengelolaan pangan dan sistem pangan, maka dalam sistem pangan maka kita menjadi berdaulat di dalam ee pangan. Berdaulat artinya kita tidak akan disetir oleh kebijakan-kebijakan yang di luar keinginan kita. kita sebagai suatu bangsa merdeka untuk menetapkan polisi yang sustainable terhadap kondisi pangan yang diharapkan, yaitu yang stabil, yang baik untuk ee kesejahteraan dan kesehatan ee seluruh bangsa Indonesia. Maka ini ee tataran-tataran definisi ee dari ketahanan pangan, kemandirian, kemudian ada kedaulatan pangan. Nah, yang dalam ee kesempatan hari ini kemudian saya coba untuk melihat secara ee apa ee nasional nanti akan coba ke global terus ke nasional lagi. Ee agak zigzag tapi ini yang menurut saya ee sistematikanya mudah untuk bisa dipahami. ee 30 menit ke depan ee kita coba untuk memikirkan sebenarnya apa yang ee perspektif yang harus kita bangun tentang pangan ini sedemikian hingga ee bangsa ini bisa ee punya kekuatan yang berkelanjutan untuk membangun sistem pangan yang baik. sehingga di Asta Cita ada nomor dua dan nomor 5 sebenarnya juga akan berimplikasi yang ke nomor 6 gitu ya ee ya yang mestinya pondasinya adalah nomor 7 apa toh ini kok nomor 567 ya Bapak Ibu ya ya maksudnya gini bahwa kegiatan pembangunan nasional itu pondasi dasarnya memang adalah bagaimana kondisi pangan itu tersedia secara cukup untuk seluruh bangsa. Kemudian itu diasari oleh kebijakan yang benar sehingga reformasi politik hukum dan lain sebagainya yang misalnya LP2B itu seperti apa ya jangan dilanggar kan itu ya dan ini sampai sekarang juga sulit sekali untuk LP2B itu terselesaikan gitu kan maksudnya menjadi sebuah regulasi ee dasar dari daerah gitu ya. Makanya kalau ini kemudian menjadi komitmen bersama mestinya diselamatkan sumber daya pertanian atau sumber daya pangan nasional. Kenapa? Karena sangat sulit punya keunggulan komparatif sebagaimana dititipkan Tuhan ke kita. di mana lapisan top soil 30 sampai 50 cent di permukaan tanah itu begitu suburnya secara fisik, secara kimia, secara biologi yang kemudian itu menghasilkan produktivitas bagi pangan nasional, terutama yang di Jawa nih. Tapi konversi yang di Jawa kan luar biasa. Nah, ini. Nah, ini nanti kayaknya juga agak ribet nanti kalau urusannya dengan Tuhan ya. Ini kenapa kok dikonversi ya? gitu ya. Nah, ini kan nanti dihisab itu. Jadi, Bapak Ibu sekalian sulit sekali sebenarnya untuk mewujudkan tanah yang subur sebagaimana yang sudah ada sekarang ini dan beberapa tahun yang sebelumnya sedemikian ee kita bisa tahun 1984 pernah menapati swasmada pangan gitu ya. Ee terus kemudian harapan dari semua proses pembangunan yang dimulai dari pengelolaan sumber daya kemudian ee bagaimana ee kondisi pangan terjaga dan kemudian bagaimana ee proses-proses di dalam sistem pangan itu menghasilkan nilai tambah. harapannya kemudian membawa pada implikasi pembangunan terutama yang menghasilkan pangan yaitu dari desa yang poin 6 itu. Nah, karena dalam data-data BPS wilayah-wilayah yang sentra produksi pertanian terutama pangan itu juga sentra kemiskinan. Nah, ini Bapak Ibu sekalian ya coba kita pikirkan agak kasar walaupun agak kasar ya. Coba kita mikir agak sedikit angka sedikit ya. Ini nanti slide-nya dibagikan aja Mas Lukman. Gampang ya dibaca-baca. Cuma ini kita mari kita coba berpikir ya. Kalau kita misalnya asumsikan ee di nasional sekitar 5,2 ee ton per hektar produktivitas padi itu coba kita asumsikan ini agak lebih tinggi. Ini beberapa Jawa Timur kan ee juaranya untuk ee Pak Padi ya. Katakanlah ee kita punya lahan kalau ada lahan 1 hektar 6 ton per hektar katakanlah begitu ya 6 ton per hektar. Kemudian dari 6 ton per hektar ee supaya hitungannya gampang kita buat 6.000 per kg harga yang dipatok oleh pemerintah. Ada 6,5 sih sebenarnya. Nah, coba kita tarik garis bawahnya aja enggak apa-apa. 6.000 ee per kg misalnya. Berarti kita ada sekitar 36 juta per hektar untuk padi, penerimaan padi. Kalau misalnya ee harga atau biaya usaha tani itu katakanlah buat kasarlah 18 saja 18 juta per hektar, maka ada 18 juta penerimaan apa? Penghasilan dari rumah tangga petani ya. 18 juta itu kalau 1 hektar lah. Ini kan rata-rata berapa? 1/3 hektar lah kasarannya. Maka ada 6 juta per katakanlah 3 bulan berproduksi padi itu 6 juta. Berarti kalau per bulannya ada 2 juta ya. Kalau rumah tangga itu punya empat anggota rumah tangga, ya itu kira-kira kalau ini tak kalkulasi tadi sebelum saya ee presentasi ini tadi tak utek-utek gitu. Itu kalau per harinya itu sekitar 16.000 itu kalau satu keluarga itu 4 orang lah. 16.000 itu kan ya kemiskinan garis kemiskinan gitu ya Bapak Ibu sekalian. Jadi ya pantas kalau kemudian ee di desa itu banyak kemiskinan walaupun ee penghasil padi. Kenapa? Bukan karena profitabilitasnya rendah, tapi karena skala usahanya makin kecil. Makin kecil makin kecil. Kenapa usahanya makin kecil? skala usahanya makin kecil karena lahannya dibagi-bagi. Kenapa, Pak, lahannya dibagi-bagi? Karena sulit untuk keluar dari sektor pertanian. Kenapa, Pak, kok sulit keluar dari sektor pertanian? Agroindustrinya enggak terbangun. Kenapa enggak terbangun? Ya, jadi panjang, ya. Jadi Bapak, Ibu sekalian, transformasi tenaga kerja dari sektor pertanian ke agroindustri dan industri itu menjadi sangat ee sangat penting dan itu beberapa ee ee studi empiris sudah me membuktikan betapa ee hal itu membawa dampak kepada penurunan kemiskinan. Kalau tenaga kerja di sektor pertanian itu ee apa cukup cukup baik ee ada ada produktivitas di sektor pertanian tenaga kerjanya meningkat dengan adanya transformasi tenaga kerja ini mau nanti diskusi aja maka kemudian poverty itu akan lebih ee cepat teratasi dibandingkan kalau ee senter pembangunannya ada di industri ini. dari data OECD ee agak agak tahun 2019-an tapi saya pikir relevansinya masih ada. Nah, jadi Bapak Ibu sekalian ini yang yang penting menjadi pemikiran kita bersama. Kalau kita bicara tentang ketahanan pangan ya kita bicara tentang bagaimana orang-orang yang berproduksi itu bisa berproduksi secara sustainable, secara berkelanjutan. Padahal realitasnya lahan semakin lama semakin sempit. Ee dan survei BPS kan juga demikian membuktikan demikian. Petani gurem makin banyak. Transformasi tenaga kerja dari sektor pertanian ke non pertanian relatif sangat lambat sehingga potensinya adalah banyak penumpukan tenaga kerja di sektor pertanian menjadi produktivitas tenaga kerja di sektor pertanian menjadi rendah. Kalau produktivitasnya rendah kayak ini tadi kalkulasi saya 16.000 per hari, wah itu kan berat sekali itu untuk hidup gitu. Nah, ini yang yang kemudian menjadi penting bahwa apa yang disampaikan oleh pemerintah, apa kesadaran pemerintah bahwa ini harus dikerjakan bareng-bareng. Betul. Tapi itu tidak hanya sekedar bahwa itu disadari, tapi bagaimana program-program itu konvergen terhadap sustainability di dalam pembangunan ketahanan pangan dan sistem pangan gitu. Konvergensinya itu gimana lah kalau misalnya kita bicara ee ee misalnya harga gabah sudah ditetapkan oleh BAPAN misalnya. Kemudian kita bicara ee pupuk sudah dibantu oleh Kementan. Tapi kemudian kita bicara tentang penggunaan sumber daya lahan tidak terlindungi. Eksploitasi penggunaan lahan ee terus berlanjut karena ketidakmengertian dalam kegiatan produksi. Kenapa kok begitu? karena lahannya semakin sempit, inefisiensi semakin tinggi. Dan itu studi-studi yang dilakukan di China itu menunjukkan bahwa ketika pemerintah itu melakukan ee ee poly yang berbasis kepada skala usaha, jadi subsidi itu diberikan kepada ee ee apa? Kegiatan-kegiatan usaha tani dalam skala yang lebih luas. itu kemudian berdampak kepada efisiensi penggunaan input ee pupuk bersubsidi dan itu bahkan terjadi pengurangan ee penggunaan pupuk untuk kegiatan produksi persatuan luasnya. Dan belum lagi kalau kita bicara ee teknologi, kalau teknologi itu tidak didasarkan pada skala usaha yang luas, kawasan produksi, maka cost of technology itu menjadi tinggi. Ketika cost of technology itu tinggi, sulit untuk adopsi, Bapak, Ibu sekalian. Sulit untuk adopsi. Maka sebenarnya korporasi petani, kawasan agropolitan dan lain sebagainya itu sebenarnya adalah solusinya. Tapi kita seperti narik bambu dari ujung sulit sekali untuk itu menjadi sebuah eksistensi yang substantif aktivitasnya bukan yang project based memang substansinya aktivitasnya itu adalah agropolitan atau kawasan korporasi petani di mana ada suatu kawasan dengan kemampuan manajerialnya sehingga muncul muncul efisiensi, muncul adopsi teknologi, kemudian menciptakan nilai tambah kan gitu ya. Kalau itu terjadi maka bagus, bagus tapi sampai sekarang masih belum. Kalau Pak Presiden kemudian menggagas ada koperasi merah putih ya sebenarnya itu sangat bagus sebab sama dengan ee misalnya kita menggiatkan cooperative farming atau ee apa ya? Itulah yang yang dulu pernah digagas oleh Kementan itu. Itu intinya adalah pengelolaan kawasan berbasis manajemen, mengadopsi teknologi, kemudian efisiensi dan nilai tambah maka kesejahteraan akan menjadi lebih baik. Ketika kesejahteraan di sisi hulu menjadi lebih baik, maka kemudian kegiatan produksi akan menjadi lebih giat. Maka suplai dari bahan pangan menjadi tersedia dengan baik. Kalau suplly tersedia dengan baik, maka sustainability dari ketahanan pangan bisa dipertahankan, sistem pangan bisa semakin kuat untuk dibentuk, ya. Nah, kita bicara sistem pangan adalah operasinya dari hand apa itu namanya? Satu tangan ke tangan yang lain dalam suatu value ataupun supply change ya. itu membentuk sebuah sistem yang kemudian ee ee tersedia untuk konsumen untuk dikonsumsi itu ee dalam suatu sistem pangan. Ee dalam konsep scop-nya ketahanan pangan mengatur sampai pada level utility-nya, penggunaan pangannya bahwa ini akan berdampak kepada ee kesehatan ee balita misalnya dalam konsumsi pangannya dan lain sebagainya. Nah, ini yang yang yang apa kompleks dari ee apa pembangunan pangan, ketahanan pangan, dan sistem pangan yang yang harusnya menjadi perhatian. Persis seperti yang disampaikan oleh Pak Budi dan Pak Deni di materi sebelumnya ini tidak bisa sendiri-sendiri. Tapi kemudian siapa yang mengorkestrai? Mungkin ada kemenangan, mungkin ada kemudian utilitasnya ada ee badan pangan apa pangan dan gizi ya. Badan pangan dan gizi dan lain sebagainya itu seperti itu. Tapi memang orkestrasi itu diperlukan. Siapa yang mengorkestrai? Kalau sendiri-sendiri maka nyaris akan terjadi malapetaka ini. Kenapa? Karena jumlah penduduknya semakin tinggi, ada double burden di situ. Ada double beban di situ. Yang pertama adalah beban penyediaan konsumsi dan lapangan pekerjaan. Yang kedua adalah beban settlement-nya, yaitu beban penggunaan sumber dayanya. Yait kemudian berdampak menggerus ee sumber daya di pertanian untuk settlement. Belum lagi memang ada sektor industri yang pertumbuhannya lebih cepat yang juga membutuhkan ee sumber daya lahan. sehingga konversi lahan menjadi sangat-sangat sulit untuk dihindari walaupun sudah ada LP2B. Jadi, Bapak, Ibu sekalian, kita menghadapi masa yang semakin kompleks. Sistem pertanian kita ee punya challenge yang cukup besar untuk mereduksi poverty, untuk menjaga sistem pangan kita tetap stabil, untuk menjaga ketahanan pangan kita tetap stabil. ee semakin detail kita memperhatikan agak semakin risau kita. Tapi kalau semakin biasa saja ya gak apa-apa gitu. Tapi nanti punya efek kita bisa jadi ada potensi geopolitic problem kemudian kayak perang dan lain sebagainya atau pandemi dan lain sebagainya eh climate change dan sebagainya kita akan kena shok dan itu bisa sangat risky kalau tidak dipikirkan dengan baik ee dan di ee dilakukan secara aksi nyata bagaimana kolaborasi-kolaborasi itu diperlukan. Kita ada penta high konsep, kita ada multi stakeholder untuk berkolaborasi dalam sinergi program. Tapi aksi nyatanya tentu harus ada harus ada ee yang mengorkestrai dan itu ee lokusnya jelas dan itu sasarannya jelas dan kita masih problem di data. Mohon maaf ini ee kita juga masih problem di data. Begitu bicara data, kita betul-betul ee kita yang harus pikirkan dengan masak-masak itu seperti apa. Karena pembangunan itu tanpa data kita akan seperti mengulang kesalahan masa lalu terus karena kita tidak bisa melihat lesson learn atas kebijakan yang kita lakukan. Bapak, Ibu sekalian. Ini ini yang dalam perspektif ee saya di akademisi bahwa ee sistem pangan, ketahanan pangan, ee kemandirian pangan, apapun itu namanya memang ee nuansa ekonominya menjadi sangat dominan. Ee di ee diakui atau tidak gitu ya. Nuansa ekonominya harus ee apa sangat dominan. Kenapa? karena ini menyangkut livelihood, menyangkut ee ee apa daya hidup untuk menopang kebutuhan-kebutuhannya dari ee return atas investasi waktu dan tenaga dan uang. Nah, itu sehingga aspek ekonomi menjadi dominan. Tetapi memang dalam global isunya harapannya tidak kemudian tidak memperhatikan lingkungan dan sosialnya itu juga harus diperhatikan misalnya. Dan itu adalah next level dari kegiatan ekonomi yang kemudian memperhatikan sustainability melihat aspek lingkungan juga aspek sosialnya gitu ya. Nah, ini kalau dalam konteks pengembangan berbasis agribisnis tentu ee ini adalah commercial base e berdasarkan kepada kegiatan komersial. Kalau berdasarkan pada kegiatan komersial maka tidak bisa dihindari. Skala ekonomi kembali lagi menjadi faktor yang sangat menentukan. Karena ketika skala ekonomi rendah, inefisiensi tinggi, Bapak, Ibu sekalian, biaya per unit produk menjadi lebih tinggi, daya saing menjadi lebih rendah, gitu ya. Ini yang yang yang mungkin terus ee kita dengungkan supaya kita sadar bahwa bersama-sama membentuk koperasi itu harus muncul dari kesadaran masyarakat. Top down itu stimulasi itu ee ee baik pada awalnya, tapi harus diteruskan dengan munculnya kesadaran untuk berkoperasi. Tapi kalau tidak, maka kemudian itu justru menjadi beban bagi ee biaya pembangunan. Menjadi beban biaya pembangunan. Karena koperasi harusnya bisa sustainable, bisa sustain dengan dirinya sendiri, sistem operasi- koperasi, tetapi justru malah menjadi beban pembangunan. Nah, kalau muncul misalnya asumsikanlah bahwa koperasi itu berjalan dengan baik, masyarakat sudah sadar tentang berkelompok lebih baik daripada sendiri-sendiri, membentuk kawasan produksi menjadi lebih ee diminati daripada produksi sendiri-sendiri. Maka kemudian ee harus ada bagaimana pembukaan wawasan terkait dengan bagaimana target pasar domestik dan paket ee target pasar ekspor. Tentu ini karakteristik yang berbeda ya. Kalau domestik bagaimana, kalau ekspor bagaimana dan itu kemudian tidak bisa dilakukan oleh sendiri-sendiri, tapi ini harus dalam suatu bangunan kelembagaan yang baik gitu. Dibina oleh pemerintah. Nah, dulu saya mimpi itu Bu Lok ee jadi leader di sistem pangan kemudian ditopang oleh followernya ya perusahaan-perusahaan yang lain gitu ya. ee kemudian bermitra dengan petani dan lain sebagainya. Saya pikir itu akan menjadi ee stimulan atau stimulasi untuk terbangunnya agribisnis di Indonesia. Nah, moga-moga nanti bisa gitu ya. Ya, gitu. Jadi ee sekali lagi dalam konteks ee sistem pangan, ketahanan pangan untuk menuju pada kita mandiri di dalam pangan dan juga ee syukur bisa dalam swastabada pangan walaupun tidak necessary swasada seharusnya tapi kalau itu menjadi sebuah target pemerintah itu possible. Itu sangat possible. ee mungkin nanti untuk diskusi juga ee dengan menyasar kepada bagaimana penggunaan sumber daya itu pada pasar domestik maupun pasar ee internasional. Sehingga ini kita terpacu terpicu untuk membangun kualitas. Tidak hanya pokoknya bisa dijual, dikonsumsi, tapi juga pada kualitas. Karena ekspor itu berarti kualitas. Terus kemudian kita harus mendasarkan pada skala ekonomi dengan kawasan tertentu, kawasan produksi. Dengan kawasan produksi akan menstimulasi munculnya agroindustri ya. Dengan adanya agroindustri kemudian akan muncul ee pusat-pusat pertumbuhan sebenarnya. itu yang kita harapkan sehingga nanti harapannya ya menguatkan ee ketahanan pangan tetapi juga berdampak kepada peningkatan nilai tambah dan lapangan pekerjaan yang kemudian berimplikasi pada penurunan kemiskinan. Sedangkan yang diekspor, kegiatan-kegiatan yang ekspor tentu agribisnis di tingkat ini ee ee walaupun kita itu adalah pasar yang besar, kemampuan kita untuk mengekspor sebenarnya lebih memberikan image bahwa quality yang kita bangun itu internationally acceptable. Jadi, secara internasional itu bisa diterima sehingga kita bisa ekspor ke Jepang, ekspor ke Eropa, ke Saudi dan lain sebagainya. menunjukkan bahwa kita bisa punya kemampuan quality yang diterima secara internasional. Nah, nah kemudian memang implikasinya tentu ee juga adalah dewas ee devisa ya, devisa bagi ee apa? Negara dari ee ekspor. Jadi, Bapak Ibu sekalian nah ini yang dulu ya ee Kementerian Pertanian dulu ada pengembangan wirausaha muda pertanian, sekarang ada program yes ya. ada program ee ini ini kebetulan ini saya termasuk tim inti juga di Kementan tahun-tahun itu di awal-awal itu kita sangat semangat untuk mendorong adik-adik ke ee berbisnis dan ini kemudian melibatkan ee digital ee teknologi digital sehingga kemudian harapannya bisa mengakselerasi digitalisasi ee di sektor pertanian ya, penggunaan teknologi digital di sektor pertanian. Nah, ini ee mungkin secara umum itu yang ee ingin saya sampaikan dan tentunya ee wawasan kita terhadap pangan itu adalah bagaimana mewujudkan ketahanan pangan dari sisi ketersediaan akses dan utilitasnya yang kemudian menjadi sehat dan produktif ditopang oleh sistem pangan yang baik yang kemudian harapannya bisa membantu ee meningkatkan kesejahteraan baik di hulu karena ada nilai tambah juga kemudian ee memunculkan ee diversifikasi-diversifikasi livelihood atau mata pencarian yang tidak hanya di usaha tani saja tetapi juga di kegiatan-kegiatan agrindustri. ee dan itu semakin waktu semakin ee tahun harapannya kemudian quality semakin meningkat. Kita menjadi tuan rumah untuk produk-produk pangan ee di nasional, tapi juga bisa memenuhi standar-standar internasional dalam peluang-peluang ekspor yang bisa dicapai oleh ee ee bisnis-bisnis ee di Indonesia. Mungkin itu yang bisa saya sampaikan Bapak Ibu sekalian. Ee saya kembalikan ke Pak Lukman. Mohon maaf kurang lebihnya. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Dr. Sujarwo atas materi yang telah dipaparkan. Setelah ini kita akan masuk ke sesi diskusi dan juga tanya jawab. Bagi sobat ASN yang tengah bergabung di Zoom dapat mengaktifkan feature resen ataupun yang tengah menyaksikan melalui live YouTube BPSDM Jatim TV bisa langsung drop question di live chat. Kita akan kembali setelah jeda pandiwara berikut ini. [Musik] Yes. [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] Baik, Pak Sujarwo. Saya sepakat dengan apa yang tadi Bapak sampaikan bahwasanya sistem pertanian kita ini sedang menghadapi challenge yang besar ya untuk hadapi poverty atau kemiskinan. Karena selain lahannya terbatas, ternyata kompetisi di pasar ini juga semakin ketat ya dengan produk-produk impor yang masuk di Indonesia. Pertanyaannya adalah bagaimana Pak cara kita bisa menyerap produk lokal ini? Karena yang kita tahu juga bahwasanya produk dan brand awareness terhadap produk pangan atau pertanian lokal itu masih cenderung rendah seperti itu. Sehingga produk lokal kita itu bisa memenangkan pasar dan kita tidak terlalu bergantung pada impor. Kalau menurut pandangan Pak Sujarwo seperti apa, Pak? Iya. Ee terkait dengan daya saing ya ini kan kemampuan kita untuk ee menjadi tuan rumah di negara sendiri kan gitu ya. Nah, untuk produk pangan. Kalau makanan, minuman itu kan luar biasa. Di Jawa Timur itu ya, luar biasa. Dari PDRB-nya itu sangat tinggi sekali. Eeah, cuma kemudian kalau kita bicara ee bagaimana itu kemudian bisa bersaing dengan produk-produk impor, maka ee fokus pemikirannya menjadi berbeda, yaitu ee bagaimana quality. Kalau kita punya misalnya ee selai pisang na pisang kan banyak di Jawa Timur ya atau keripik singkong kita ee ee apakah yang ee kemasan bagus itu hanya bisa dihasilkan oleh perusahaan besar saja. Mestinya UMKM bisa. Nah, ini kemudian ee memberikan sinyal bahwa kalau kemudian kita ingin membangun ee hulu hilir untuk ee ee agroindustri kita sehingga kita bisa punya daya saing bahkan bisa ekspor, maka Kementerian Pertanian di hulu harus juga connect dengan perindustrian untuk bagaimana legalitas, bagaimana ee apa ee ee kemasan dan lain sebagainya, standar kemasan dan termasuk juga dengan koperasinya untuk agregasi atas produksi-produksi kecil ini menjadi sebuah ee suplai yang cukup untuk menjaga kontinuitas. Bisa dibayangkan ee Mas Lukman ya, kalau misalnya kita ini punya chips ee ee banana misalnya ataupun chips ee singkong yang wenak gitu ya, enak sekali. Nah, terus kemudian ternyata ee ada permintaan dari Eropa itu ee sekian kontainer gitu ya lah itu. Terus kemudian kita gelagepan cari bahan baku gitu ya. Nah, sehingga kemudian dari sisi daya saing menjadi tidak punya daya saing karena kita tidak bisa memenuhi kebutuhan dalam skala yang cukup atas permintaan di pasar internasional. Nah, ini yang yang harus dipikirkan ee sentra-sentra produksi dan itu dari ee ekspektasi pasar mana yang akan dibidik itu. Nah, siapa yang mikir? A, Pak Mas Lukman ya? Siapa yang mikir? mestinya ada yang mikir dan itu mestinya dari koperasi-koperasi yang ee merupakan agregasi dari kebutuhan bisnis masing-masing entitas ee di hulu ini untuk kemudian menembus pasar yang lebih luas. Ya, itu sebenarnya medianya koperasi. Saya enggak enggak bisa menemukan cara yang lain. Dan di New Zealand itu ada koperasi namanya Fontera, tapi kebetulan memang koperasi Ternak Sapi Perak. Itu punya RnD sendiri, punya ee jaringan pasar yang internasional, yang global dan itu dimiliki oleh 10.000 peternak sapi perah di New Zealand. Nah, bisa. Jadi mereka punya saham-saham dengan ee jumlah ee 10.000 peternak sayupah. Kemudian mereka membentuk koperasi dan ee menembus pasar internasional dengan itu. Nah, eh lesson learn, best practices seperti itu. Bagaimana kemudian kita bisa eh juga melakukannya dengan uniqueness produk yang ada di kita. Jadi boleh katakanlah geographical brand di kita gitu. Nah, ini ini kemudian kita bisa menyasar pasar yang sulit untuk orang lain berkompetisi karena kita mendasarkan pada geographical brand misalnya ee Lumajang dengan apa misalnya Pisang misalnya dan itu dibuat sedemikian rupa inovasinya kemudian tase-nya dalam produk hilirisasinya kemudian sangat disukai. Maka ini adalah misalnya produk turunan pisang di Lumaja misalnya. Terus itu tidak bisa ditiru di tempat lain, maka dia mengeksploitasi pasar secara ee secara apa itu namanya? Monopolistik ya. enggak bisa ditiru orang lain dan itu keunggulan daya sain. Nah, ini ini tetap dalam ee bingkai siapa yang mengorkestri, apakah ada UMKM yang punya kapasitas manajerial seperti itu ya. Nah, ini yang yang PR-PR semua nih, Pak Lukman. Menarikmenarik. tiap daerah kita harus bersama-sama cari sebenarnya tiap daerah ini punya produk yang unik dan istilahnya juga diminati pasar itu seperti apa. Tentunya dengan kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan Industri seperti yang Bapak bilang, jangan sampai ketika pasarnya sudah terbuka tapi pasokan kita tidak bisa suplly e permintaan tersebut ya jatuhnya nanti citra kita juga jelek gitu ya di mata dunia ya. Betul. Thank you. Thank you Pak Sujarwo untuk jawabannya. Ini ada pertanyaan masuk, Pak, dari emat Zoom kami atas nama Saudara Fransiskus Marus dari BPBKara. Ee pertanyaannya sebagai berikut ee Pak Sujarwo. Mengapa sorgum tidak dijadikan salah satu potensi unggulan dalam ketahanan pangan alternatif? Ini mungkin kalau sobat ASN masih belum tahu konteksnya, sorgum ini merupakan tanaman yang bijinya dapat digunakan sebagai sumber pangan. Ee pertanyaan lanjutannya adalah seberapa berhasil program budidaya sorgum yang diuji coba di enam provinsi yang dicanangkan pada era pemerintahan sebelumnya pada tahun 2020, salah satunya di Provinsi Jawa Timur. Bagaimana tanggapannya, Pak Sujarwo? Ya. Jadi kalau ee bicara pangan alternatif selain beras itu memang dalam tahap-tahap uji coba semua. Heeh. Ya. Dalam tahap untuk penjajakan mana yang paling punya power untuk ee mendampingi beras ya. Ya, mendampingi beras. Nah, termasuk salah satunya adalah sorgum ini ee Bapak Ibu sekalian bisa bayangkan ya, beras itu diintervensi pasarnya oleh negara dengan dana APBN untuk harganya dipatok, untuk usaha tadinya disubsidi dengan pupuk dan lain sebagainya. itu tentu akan sangat sulit untuk komunitas yang lain yang ee tidak di-support sebagaimana beras kemudian ber bisa equal di dalam ee kluster pangan utama alternatif. Heeh. Jadi memang akhirnya tetap bertumbuh pada beras mas ya. Nah, sehingga walaupun sorgum ini juga ee digadang-gadang menjadi alternatif tetapi memang dalam konteks skala, dalam konteks utility. itu masih ee relatif ee dalam proses observasilah begitu untuk menjadi ee produk-produk ee pendamping ee pendamping beras. Jadi ee Pak Fransiskus ee ini kayaknya masih berproses. Mohon maaf secara detail saya tidak ee mengungkapkan untuk sorgum tetapi Kementerian Pertanian ee terus punya data ini dan harapannya akumulasi knowledge-nya nanti diarahkan kepada bagaimana upgrading dari kualitas Sorgom ini untuk kebutuhan-kebutuhan pangan ee yang bisa diterima di ee masyarakat mungkin begitu ya. termasuk juga untuk produk-produk turunan dari sorgum yang untuk ee ee apa diversifikasi pangan ee selain beras. Mungkin jawaban saya mungkin sementara seperti itu ee Mas Lukman. Baik, terima kasih Pak Sujaro. Ee saudara Fransisco semoga bisa terjawab. mohon izin untuk dapat kirimkan alamat domisili ke tim admin kami untuk pengiriman hadiah. Baik, Pak Sujarwo. Tidak terasa waktu kita sudah habis untuk sesi kali ini. Namun sebelum ditutup, barangkali dari Pak Sujarwo ada closing statement yang ingin disampaikan kepada seluruh sobat ASN sekalian. Silakan, Pak Sujarwo. Iya, saya melihat pemerintah itu mencoba untuk terus membangun sinergi kolaborasi lintas ee kelembagaan. Dan itu harus terus dicoba, tapi lebih cepat lebih baik karena waktu terus berjalan dan tantangan semakin kompleks. Kalau tidak berkolaborasi, mohon maaf mungkin garis finishnya pertanian akan cepat berakhir, akan cepat kelihatan. Saya sudah bilang begitu juga di BUL. Kalau Bulok enggak masuk ke membantu membangun kelembagaan petani, kayaknya garis finishnya agriculture sudah dekat di Indonesia gitu. Ee dan itu sangat berbahaya mengingat kita adalah populated nation 180 eh berapa 200 berapa, Mas Lukman? 200 juta ya, Pak ya? Wah 280-an juta penduduk Indonesia. Ee itu ee mohon Bapak Ibu sekalian kita coba pada posisi kita masing-masing berpikir untuk bagaimana bisa bersilaturahmi program pada lokus yang tertentu yang sangat rentan di dimitigasi problemnya secara multisektor, multi stakeholder. Nah, sehingga nanti akan ada kekuatan untuk mengungkit problem itu menjadi solusi yang bermanfaat bagi masyarakat yang bagi pemerintah yang ngurusi data, mohon maaf itu ya ee ini sangat berbahaya sekali kalau margin error ataupun ee bias, kita akan sulit untuk mendapatkan lesson learn atas intervensi ee pangan maupun gizi di masyarakat. Jika kita tidak benar-benar mengelola data, melihat data dengan baik, dengan presisi, dengan teknologi digital sekarang mohon dipikirkan bahwa desain data itu mestinya secara pattern atau secara petunjuk petunjuk pengumpulan itu dari pusat top down, tetapi agregat ASI atau ee pengumpulan data itu mestinya bottom up. Jadi jangan sampai nanti data di nasional ketika ada ee data dari Kemendagri lewat Podes dikumpulkan bedanya jauh sekali. Nah, ini jangan sampai makanya satu data itu penting tapi bagaimana kelayakan operasionalnya moga bisa dipecahkan solusinya. Terus kemudian ee kita yang ada di unit masing-masing memikirkan ini dengan seksama. Bagaimana berkolaborasi untuk ee addressing issue maupun menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat. Dan ini bukan masalah kita sukses, tapi ini adalah apakah bangsa ini sukses atau tidak sukses. Itu bergantung kepada bagaimana kita menjalani tugas kita masing-masing dengan baik. Mungkin itu Mas Lukman. Terima kasih. Baik. Terima kasih Pak Sujarwo sekali lagi atas kesempatannya berbagi insight dengan kami semua yang hadir di siang hari ini. Salam sehat selalu untuk Pak Sujarwo. Kita bertemu lagi di event-event selanjutnya ya, Pak Sujarwo ya. Terima kasih, Mas Lukman. Bapak Ibu sekalian izin monggo Bapak. Sobat ASN tidak terasa kita sudah berada di penghujung acara webinar ASN belajar seri 40 tahun 2025. Kami ucapkan sekali lagi terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam mendukung mensukseskan acara webinar kali ini. Dan sebelum mengakhiri sesi kali ini, kami ingin ingatkan kembali untuk Sobat TSN jangan lupa untuk dapat cek secara berkala semesta Bangkom guna mengunduh e-sertifikat dari BPSDE Provinsi Jawa Timur. Dan ASN belajar seri 40 tahun 2025 kali ini dipersembahkan oleh Korpu SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. [Musik] S belajar seri 40 sukses. Sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdempat bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. [Musik] menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsok Indonesia emas ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN [Musik]