ASN Belajar Seri 40 | 2025 - Ketahanan Pangan dan Kualitas Hidup Bangsa
SP5M9D6krEI • 2025-10-16
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] zaman yang terus bergerak sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. ciptakan SDM unggul berprestasi [Musik] selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas Dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitasm belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia tekad pantang menyerah jadi ASN tukang berkualitas sama [Musik] Yeah. [Musik] Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar yang dipersembahkan oleh corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. [Musik] Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format. Nama strip asal instansi Sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. Empat. Apabila Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi Sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN Belajar. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee perkenalkan nama saya Trisulo Adi Saputro dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Naset ee Pengeluan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Magetan. Ee alhamdulillah ee hari ini kami melakukan tes uji kompetensi pengelola keuangan daerah. Ee saya selaku bendara pengeluaran alhamdulillah dengan menguji kompetensi ini bisa menguji kompetensi kita apakah kita layak untuk menjadi bendara pengeluaran. ee pesan-pesan untuk teman-teman yang lain ee bisa memaksimalkan apa pengetahuannya untuk meningkatkan kompetensinya selaku pengelola keuangan daerah. Kemudian untuk saran untuk BPSDM Provinsi Jawa Timur ee selama kami di sini alhamdulillah pelayanan cukup baik dan memuaskan sehingga kami bisa nyaman dan bisa mengikuti ujian dengan nyaman juga. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo, asalamualaikum. Nama saya Dias Karismadani. Saya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto. Eh, hadir di sini untuk mengikuti sertifikasi kompetensi keuangan daerah. Kemarin hadir panitianya dari BPSDM benar-benar luar biasa. Penyambutan mulai dari depan sampai ke registrasi itu panitianya ramah sekali. Terus begitu masuk ke kamar ee semua fasilitasnya juga sudah memadai mulai dari makan, kamar tidur, kamar mandi, semuanya bersih. Untuk jalannya tes juga sudah terschedule dengan rapi, dengan tertib sehingga kami bisa mengikuti dengan nyaman dengan bisa fokus dan bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Harapan kita ke depan adalah mungkin BPSDM bisa lebih sering mengadakan kegiatan atau untuk webinarnya lebih berfokus kepada masalah keuangan daerah, terutama yang untuk daerah-daerah yang kan masalahnya berbeda-beda setiap daerah. jadi bisa lebih sering untuk mengadakan yang bertema tentang keuangan. Terima kasih. Wasalamualaikum. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi semuanya. Saya Dian Asuti Purwandani dari Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magetan hari ini ikut mengikuti diklat ee sertifikasi Komputasi Pengelolaan Keuangan di BPKPSDM ee Provinsi. Terima kasih panitia. luar biasa ee pelaksanaan dikat lancar dan kami ee selama mengikuti dikat di sini ee sangat nyaman sekali dan harapannya untuk PKPSDM Provinsi ee memberi kuota tambahan biar teman-teman kami yang berada di kabupaten kota sekitar seluruh provinsi bisa mengikuti dikat yang sama sehingga kami dalam rangka melaksanakan pengolan keuangan di kabupaten kota ee dapat menyajikan laporan yang akuntabel transparasi. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Budi Fajarudin asal dari Kabupaten Nganjuk ee Kecamatan Patian Rowo. Ee kami mengucapkan terima kasih atas ee fasilitasnya di mana kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan bisa menambah ilmu semua rekan-rekan sehingga apa yang kita lakukan di pemerintah daerah akan bisa menjadi maksimal. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Sumilan dari Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Peserta ujian sertifikasi kompetensi pengelolaan keuangan daerah angkatan pertama di BPSDM Jawa Timur di Surabaya. Kesan-kesan selama mengikuti acara sertifikasi kompetensi pengelolaan keuangan di sini, saya sangat ee bangga, sangat menambah pengetahuan dan harapan ke depan ee dari sisi kami, dari sisi saya, pengetahuan-pengetahuan, pembelajaran-pembelajaran yang saya dapat di sini bisa diterapkan di OPD bisa untuk perbaikan-perbaikan di OPD dan ee harapan terkait dengan penyelenggaraan kompetensi di BBSDM Jawa Timur di Surabaya mudah-mudahan ke depannya bisa ditingkatkan lagi. Utamanya terkait jaringan waktu wawancara ini ada sedikit kendala sempat putus Pak jaringannya. Demikian, terima kasih. Perkenalkan nama saya Dewi Ratnani Utami. Saya bendahara dari Dinas KB Kabupaten Magetan. Kesan-kesan saya saat mengikuti diklat di BKPSDM Jawa Timur ini ee saya menikmati sekali fasilitasnya juga di sini. asesornya, ee panitia-panitianya juga sangat cepat dalam memenuhi kebutuhan kita saat melakukan diklat. Dan untuk tempat ee asramanya saya juga merasa nyaman karena sudah terfasilitasi dari kamar mandi terus apa ada AC-nya. Jadi kita nyaman saat di kamar untuk melakukan kegiatan belajar belajarnya di malam hari atau untuk menyiapkan ujian-ujiannya, uji kompetensinya. Untuk pesannya kemudiannya lebih baik lagi dan fasilitas-fasilitasnya lebih baik lagi serta peserta itu lebih nyaman lagi untuk tinggal di sini. Terima kasih. [Musik] Oh. [Musik] Nama saya Andi Bagus Rahmat. Ee saya peserta diklat. Terima kasih. Kesan saya bagus pelayanan. Semoga kualitasnya semakin meningkat. Asalamualaikum. warahmatullahi wabarakatuh. Saya Nama Cilani, pegawai RSUD Muhammad Nur Pamekasan. Kami sangat bangga dengan adanya kompetensi ini karena untuk pembelajaran bagi kami masalah umur tidak ada halangan yang penting kita mau belajar. Dan saya sangat berterima kasih kepada BPSDM dengan adanya hal ini pengetahuan-pengetahuan itu akan selalu bertambah untuk kita semua khususnya khusus untuk pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk saat ini dan untuk masa depan. Mungkin itu dari kami kurang lebihnya mohon maaf. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Musik] Untuk menjawab tantangan tersebut perlu upaya peningkatan daya SN serta kerja sama dan kemitraan harmonis. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pengembangan kompetensi bagi ASN sesuai dengan tuntutan tugas jabatan dengan memaksimalkan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta terintegrasi secara ee nasional. Kami berharap alumni sertifikasi komponensi mampu menggali informasi semaksimal mungkin keluar dari sertifikasi yang telah Bapak Ibu lakukan. ee sehingga Bapak Ibu yang telah menyatakan kompetan itu memiliki ruang, gerak dan waktu untuk bisa menatapan yang lebih sehingga Bapak Ibu akan dipersiapkan kembali pada yang lain, pada uji kompetensi yang lain tentu dengan jenjang yang berbeda. Mudah-mudahan untuk Bapak ngih ee bisa masuk ke Hom yang lain untuk dengan kompetensi yang berbeda [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Terima kasih atas kehadiran Bapak-bapak. kami ee sebenarnya Pak Ibuara izin kami ingin mengundang seluruh alumni insyaallah nanti bertahan karena keterbatasan kami sehingga Bapaklah yang beruntung untuk diundang oleh Buara segera mengikuti proses TER Studi kali ini. Ee tujuan teser stud kali ini adalah ee untuk menggali informasi, Pak. menggali informasi baik kompetensi-kompetensi teknis atau kompetensi-kompetensi tertentu yang Bapak miliki untuk dituangkan ke dalam uji kemarin maupun proses secara teknis. [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ee perkenalkan nama saya Trisula Adi Saputro dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Naset ee Pengelan Keuangan dan Pendapatan Daerah Kabupaten Magetan. Ee alhamdulillah ee hari ini kami melakukan tes uji kompetensi pengelola keuangan daerah. Ee saya selaku bendara pengeluaran alhamdulillah dengan uji kompetensi ini bisa menguji kompetensi kita apakah kita layak untuk menjadi bendara pengeluaran. ee pesan-pesan untuk teman-teman yang lain ee bisa memaksimalkan apa pengetahuannya untuk meningkatkan kompetensinya selaku pengelola keuangan daerah. Kemudian untuk saran untuk BPSDM Provinsi Jawa Timur ee selama kami di sini alhamdulillah pelayanan cukup baik dan memuaskan sehingga kami bisa nyaman dan bisa mengikuti ujian dengan nyaman juga. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo, asalamualaikum. Nama saya Dias Karismadani. Saya dari Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto. Eh, hadir di sini untuk mengikuti sertifikasi kompetensi keuangan daerah. Kemarin hadir panitianya dari BPSDM benar-benar luar biasa. Penyambutan mulai dari depan sampai ke registrasi itu panitianya ramah sekali. Terus begitu masuk ke kamar ee semua fasilitasnya juga sudah memadai mulai dari makan, kamar tidur, kamar mandi, semuanya bersih. Untuk jalannya tes juga sudah terschedule dengan rapi, dengan tertib sehingga kami bisa mengikuti dengan nyaman dengan bisa fokus dan bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Harapan kita ke depan adalah mungkin BBSDM bisa lebih sering mengadakan kegiatan atau untuk webinarnya lebih berfokus kepada masalah keuangan daerah, terutama yang untuk daerah-daerah yang kan masalahnya berbeda-beda setiap daerah. Jadi bisa lebih sering untuk mengadakan yang bertema tentang keuangan. Terima kasih. Wasalamualaikum. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi semuanya. Saya Dian Asuti Purwandani dari Dinas Pendidikan Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magetan hari ini ikut mengikuti diklat ee sertifikasi kompetensi pengelolaan keuangan di BPKPSD ee Provinsi. Terima kasih panitia. luar biasa ee pelaksanaan diket lancar dan kami ee selama mengikuti diket di sini ee sangat sangat nyaman sekali dan harapannya untuk PKPSDM Provinsi ee memberi kuota tambahan biar teman-teman kami yang berada di kabupaten kota sekitar seluruh provinsi bisa mengikuti dikat yang sama sehingga kami dalam rangka melaksanakan pengolan keuangan di kabupaten kota ee dapat menyajikan laporan yang akunabel transparasi. Terima kasih. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Perkenalkan nama saya Budi Fajarudin asal dari Kabupaten Nganjuk ee Kecamatan Patian Rowo. Ee kami mengucapkan terima kasih atas ee fasilitasnya di mana kegiatan ini bisa berjalan dengan baik dan bisa menambah ilmu semua rekan-rekan sehingga apa yang kita lakukan di pemerintah daerah akan bisa menjadi maksimal. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Nama saya Sumilan dari Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Peserta ujian sertifikasi kompetensi pengelolaan keuangan daerah angkatan pertama di BPSDM Jawa Timur di Surabaya. kesan-kesan selama mengikuti acara sertifikasi kompetensi pengelolaan keuangan di sini, saya sangat ee bangga, sangat menambah pengetahuan dan harapan ke depan ee dari sisi kami, dari sisi saya, pengetahuan-pengetahuan, pembelajaran-pembelajaran yang saya dapat di sini bisa diterapkan di OPD bisa untuk perbaikan-perbaikan di OPD dan ee harapan terkait dengan penyelenggaraan kompetensi di BBSDM Jawa Timur di Surabaya mudah-mudahan ke depannya bisa ditingkatkan lagi. Utamanya terkait jaringan waktu wawancara ini ada sedikit kendala sempat putus Pak jaringannya. Demikian, terima kasih. Perkenalkan nama saya Dewi Ratnani Utami. Saya bendahara dari Dinas KB Kabupaten Magetan. Kesan-kesan saya saat mengikuti diklat di BKPSDM Jawa Timur ini ee saya menikmati sekali fasilitasnya juga di sini. asesornya ee panitia-panitianya juga sangat cepat dalam memenuhi kebutuhan kita saat melakukan diklat. Dan untuk tempat ee asramanya saya juga merasa nyaman karena sudah terfasilitasi dari kamar mandi terus apa ada AC-nya. Jadi kita nyaman saat di kamar untuk melakukan kegiatan belajar belajarnya di malam hari atau untuk menyiapkan ujian-ujiannya, uji kompetensinya. Untuk pesannya kemudi ee semoga ke depannya lebih baik lagi dan fasilitas-fasilitasnya lebih baik lagi serta peserta itu lebih nyaman lagi untuk tinggal di sini. Terima kasih. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi sobat ASN di seluruh Indonesia yang tengah menyaksikan acara ini melalui Zoom meeting ataupun live YouTube BPSDM Jatim TV. Senang sekali saya Lukman Ali dapat kembali menyapa sobat ASN tentunya dalam webinar ASN belajar seri 40 tahun 2025 spesial dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia. Sahabat ASN, ketahanan pangan merupakan kunci utama dalam membangun masa depan bangsa yang sehat dan berdaya saing. Dan di tengah tantangan global seperti adanya perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan juga konversi lahan pertanian, Indonesia masih menghadapi kerentanan dalam menjaga ketersediaan dan juga akses pangan yang aman serta bergizi. krisis pangan tidak hanya berdampak pada kelaparan saja, tapi lebih dari itu juga berdampak terhadap adanya kasus gizi buruk dan juga stunting yang tentunya menghambat tumbuh kembang generasi muda. Dan oleh karena itu saya rasa memperkuat sistem pangan nasional bukan sekedar kebutuhan melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Dan melalui webinar ASN Belajar seri 40 kali ini bersama-sama kita akan membahas banyak sekali hal terkait dengan urgensi isu ketahanan pangnya gizi seimbang untuk asupan yang kita konsumsi dan juga upaya dan kebijakan yang bisa dilakukan oleh pemerintah untuk menangani dua ISU tersebut. Ayo bersama-sama wujudkan ketahanan pangan nasional di Indonesia selengkapnya di webinar ASN Belajar Seri 40 tahun 2025 ketahanan Pangan dan Kualitas Hidup Bangsa. kolaborasi untuk menjamin akses, menjaga keamanan, dan juga menguatkan keberlanjutan. [Musik] Baik, Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN belajar seri 40 tahun 2025 kali ini, mari kita bersama-sama dengarkan opening speech yang akan disampaikan secara langsung oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur, Bapak Dr. Ramblianto, SPMP. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi. wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air. Selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corporate University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 16 Oktober 2025, ASN Belajar telah memasuki seri ke-40. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme Sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Berbagai bentuk terima kasih kami, kami selalu berkomitmen sekaligus terus berikhtiar untuk menyajikan topik-topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja aparatur sipil negara di Indonesia. Sahabat ASN, hari ini ASN belajar seri ke-40 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik dalam rangka memberikan sumbangsih pemikiran pada momen Hari Pangan Sedunia atau World Food Day yang diperingat setiap tanggal 16 Oktober setiap tahunnya. Sebuah momentum untuk merenungkan kembali arti pangan sebagai urat nadi kehidupan dan fondasi kemandirian bangsa. Momentum ini mengingatkan kita bahwa pangan bukan sekedar komoditas ekonomi, tetapi hak dasar setiap manusia, simbol keadilan sosial, dan ukuran sejauh mana negara hadir menyejahterakan rakyatnya. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN Belajar seri ke-40 tahun 2025 ini mengangkat topik ketahanan, pangan, dan kualitas hidup bangsa. kolaborasi untuk menjamin akses, menjaga keamanan, dan menguatkan keberlanjutan. Nah, Sobat ASN sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar. Topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sobat ASN di seluruh tanah air, Hari Pangan Sedunia tahun ini mengambil tema yang bernuansa sinergi dan kolaborasi yang sangat kuat, yakni hand in hand for better food and a better future atau bergandengan tangan demi pangan yang lebih baik dan masa depan yang lebih baik. Sebuah tema yang menggambarkan betapa pangan tidak bisa dihadirkan oleh satu tangan, tetapi harus diupayakan bersama. dalam satu gerak kebangsaan. Ia menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak lahir dari kebijakan tunggal, melainkan dari sinergi yang hidup semua komponen strategis bangsa. Karena itu, bergandengan tangan bukan hanya ajakan moral, tetapi strategi nyata untuk menghadirkan pangan yang lebih berkualitas, berkeadilan, dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia. Sobat ASN, ketika kita mampu membangun sistem pangan yang tangguh, sesungguhnya kita sedang menegakkan martabat kemanusiaan. Sebab ketahanan pangan bukan sekedar kemampuan memenuhi perut rakyat, tetapi kemampuan menjaga harapan mereka untuk hidup layak, hidup sehat, dan hidup lebih bermartabat. Sistem pangan yang tangguh adalah sistem yang tidak hanya menjamin ketersediaan, tapi juga keadilan dalam akses, keamanan dalam konsumsi, dan keberlanjutan dalam produksi. Ia tumbuh dari kebijakan yang berpihak, ilmu yang terpakai, dan kolaborasi yang nyata antar pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh masyarakat Indonesia. Sta di seluruh tanah air. Tema ini juga searah dengan prioritas pembangunan nasional kita. Dalam pidato RAPBN 2026, Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa ketahanan pangan menjadi agenda prioritas pertama dari delan prioritas nasional. Sebab pangan bukan hanya kebutuhan dasar rakyat, melainkan pondasi kemandirian bangsa dan kedaulatan negara. Pemerintah menempatkan swasembada pangan sebagai simbol sekaligus ukuran kemampuan kita berdiri di atas kaki sendiri. Program pencetakan sawah baru, penyaluran pupuk bersubsidi yang lebih tepat sasaran, penyediaan bibit unggul, pemanfaatan alat pertanian modern hingga akses pembiayaan murah bagi petani dan layan bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri. Semua langkah ini membentuk satu ekosistem yang saling menguatkan. dari hulu ke hilir, dari kebijakan hingga bermuara ke kesejahteraan rakyat. Namun tentu kebijakan yang hebat hanya akan berdampak nyata bila diiringi kolaborasi yang kuat. Di sinilah peran SN menjadi sangat penting sebagai penggerak koordinasi lintas sektor, jembatan antara kebijakan pusat dan kebutuhan daerah, serta penjaga integritas dalam pelaksanaan program di lapangan. ASN yang hadir di desa, di kecamatan, di kabupaten, di provinsi, hingga di kementerian dan lembaga adalah denyut nadi dari keberhasilan agenda ketahanan pangan nasional. Sampat SN di seluruh tanah air, untuk membahas lebih lanjut topik menarik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat TSN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Bapak Dr. Ir. Budi Waranto, M.Si. Beliau adalah Kepala Biro Perencanaan Kerjama dan Humas Badan Pangan Nasional. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Bapak Dr. Ir. Heru Suseno, MMT. Beliau adalah Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur. Dan ketiga, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Dr. Sujarwo, Sp. Beliau adalah akademisi dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Nah, Sobat ASN di seluruh tanah air, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-40 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Dr. Ramlianto, SPMP atas opening speech yang telah disampaikan. Dan sebelum kita berlanjut ke sesi berikutnya, bagi Sobat ASN kami ingin informasikan bahwa saat ini Anda sudah dapat melakukan presensi pada laman semesta Bangk. Dan untuk link presensi dapat sobat ASN lihat pada running tag kolom chat Zoom, dan juga pinchat YouTube BPSDM Jatim TV. Dan dikarenakan saat ini traffic presensi juga sedang tinggi. Otomatis bagi sobat TSN yang mengalami kendala dalam mengakses presensi dapat mencoba kembali secara berkala hingga pukul 12.00 siang. [Musik] Baik, Sobat ASN, masuk ke materi pertama kita di pagi hari ini. Kali ini materi pertama akan disampaikan secara langsung oleh Kepala Biro Perencanaan Kerjasama dan Humas Badan Pangan Nasional Bapak Dr. Ir. Budi Waranto, M.Si. si [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] hadir bersama dengan kita semua di sini Bapak Budi Waranto. Selamat pagi, Pak Budi. Kabar baik. Kabar baik, salam kenal, salam sehat selalu, Pak Budi. Terima kasih sebelumnya sudah menyempatkan waktunya untuk hadir di webinar ASN belajar seri 40 kali ini. Kali ini kita akan persilakan kepada Pak Budi untuk menyampaikan materi kurang lebih selama 30 menit. Nanti kita akan langsung masuk ke sesi tanya jawab. Silakan, Pak Budi. Baik. Ee terima kasih. Ee pertama kami ee ucapkan salam sehat. Asalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Saya hormati tentunya tadi Bapak Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia ee Provinsi Jawa Timur jajaran Bapak Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Provinsi Jawa Timur, Pak Her juga narasumber dari ee Universitas Brawijaya dan hadirin serta webinar webinar mohon maaf ee Pada kesempatan pagi hari ini kami ee memang sedang ee paralel melakukan aktivitas ee melakukan rapat di Bijen Anggaran. Jadi kami mungkin tadi terlambat menepi sebentar dan mungkin dengan HP mudah-mudahan sinyalnya. Baik ee saya akan menyampaikan ee beberapa hal. Yang pertama tentunya ee rasa syukur kepada Tuhan yang maha kuasa karena serahmat karunia-Nya kami kita bisa bertemu dalam webinar ASN belajar seri ke-40. Ya, kalau tadi saya mendengarkan yang ee mempunyai judul ee ketahanan pangan dan kualitas hibut bangsa kolaborasi untuk menjamin akses menjaga keamanan dan menguatkan keberlanjutan pangan. Oleh karena itu, dalam konteks ini kami dari Badan Bangan Nasional ee akan menyampaikan beberapa hal ya mulainya tentang tentunya karena tadi disebut kata kolaborasi memang ketahanan pangan ini ee merupakan prinsip dasar ya yang ada di Undang-Undang Dasar 45. filosofinya jelas. Kalau soal pangan kita, pemerintah harus wajib hadir, tidak boleh ada kata terlambat dan harus tersedia apapun ee kondisi itu yang penting tadi sudah dimaknai. mungkin bisa next slide saja bahwa ee Bapak Ibu ee semua kita tahu bahwa setiap tahun kita selalu memperingati ee Hari Pangan Sedunia. Seingat saya ee ritual atau kebiasaan ini sudah ee dirintis sejak ee era tahun 9 mungkin atau tahun 80 awal gitu ya saya lupa. Jadi ini tentunya sudah sekian tahun kita selalu ee memperingatinya dan dengan mengingatkan kembali kepada kita semua bahwa ee apapun yang terjadi ee soal pangan ini menjadi ee sangat penting apalagi di dalam penguatan pemerintahan Bapak Presiden Prabowo ini ya tahun 2025-229 ini kata swat sembada pangan selain energi itu juga dan air ya tentunya ini menjadi fokus kita semua tidak bisa dikerjakan oleh ee masing-masing tapi juga perlu kolaborasi termasuk hari ini kalau saya tadi melihat pembukaannya adalah ee Bapak Ibu ASN yang ada mudah-mudahan nanti ee dengan adanya webinar ini kita makin mendalami kita mau menempatkan di posisi mana gitu. Yang penting kita ee bisa berkontribusi untuk ee pangan kita yang kuat. Next. mungkin. Jadi kalau kita lihat ee bahwa ee slide selanjutnya bisa diinikan untuk ini. Jadi Bapak Ibu semua di ee negara kita ini ada menghadapi tantangan pangan yang ee kompleks ya seingat saya regin ekstrem ini juga menjadi ee nyata di depan kita. Dulu saya pernah sekolah soal menghitung bagaimana kalau andaikan road sel sana sekian ribu hektar mencair setebalnya sekian berapa ketinggian air laut naik ini nyata dan ee saya baru mendapat data ee real ini dari ee para ee ee pelaku di lapang dan juga BMKG bahwa ternyata Indonesia saat ini juga lagi kena temperatur yang naik. Sedangkan di Kalimantan itu pagi hari sudah bisa mencapai 40 derajat celcius. Ini adalah nyata. Apagi nanti tentunya kalau iklim yang eh planing ini kita perlu antisipasi dengan baik. Kemudian fluktuasi harga. ee ada juga ee terkait dengan ee inflasi ini harus ee kita jaga karena prinsip inflasi ada dua yaitu inflasi yang administer price yaitu yang dikendalikan langsung oleh eh para pemangku ee negara ini seperti KenQ VIP misalkan kalau ee ee kenaikan PBM subsidi itu pasti akan langsung berdampak ke inflasi. Namun di dalam pangan kita mengenal juga namanya inflasi terkejut dan itu ee menjadi ee pegangan kita juga bahwa tidak boleh harga setiap tahun atau setiap hari naik. kita harus pertahankan inflasi setiap bulan ee bisa dijaga pada rentang tertentu. Kemudian kita tahu bahwa Indonesia juga wilayahnya ini ee geografisnya dari Sabang sampai Merauke. Tidak mudah Bapak Ibu bagaimana mendistribusikan pangan dari satu titik ke titik lain. Karena tidak semua wilayah adalah bisa menghasilkan satu komoditas pangan. ada yang tersentral di Provinsi A, kita harus kirimkan ke sana. Ini tadi tentu selain akan berdampak kepada ketersediaan pangan itu sendiri, bagi masyarakat yang ee istilahnya konsumennya juga ee kita harus ee bagaimana menata logistik yang efisien agar inflasi bisa ditahan. jumlah penduduk naik itu pasti ee bahwa kita masih ee akan terus ee melihat jumlah penduduk naik yang kalau kita dulu pelajaran SMA sudahal teorius sampai saat ini masih terus ya pertumbuhan penduduk jauh lebih tinggi dari pertumbuhan produksi. Kemudian juga teknologi tadi sudah disampaikan ini ee sebenarnya relatif ya terhadap ee perkembangan preference konsumen masyarakat kita. Kalau saya generasi saya mungkin mengenal kalau makan di ee restoran warung itu adalah perlu sambal dengan cabai yang segar. Tapi saya kira generasi sekarang ini sudah terbiasa dengan ee berbagai jenis ee produk olahan. Nah, ini juga menjadi perhatian kita semua. Selain juga tentunya ee efisiensi produksi ya melalui modernisasi tadi sudah disebutkan untuk menghasilkan satu produk. Jadi hilir inilah yang Bapak Ibu ee tidak bisa kita tinggalkan. Kemudian ada satu yang ngetren atau yang sekarang nanti dalam Undang-Undang Pangan juga ee dalam rencana revisi ini di DPR sana akan dimasukkan lagi tentang putus dan ris. Barangkali ini menarik Bapak Ibu hal baru atau ee nanti perlu kita ee lihat di masa mendatang ya, bahwa kita perlu juga belajar dari luar negeri. Ee katakanlah ee tatarannya adalah saya mendengar, saya belum pernah ke Jerman, tapi mendengar ee katanya kalau kita ke restoran nanti ada menu yang seharga 5 euro. ee justru kalau kita habis kita bayarnya R5, tapi kalau gak habis kita akan kena J 2 euro. Jadi bayar 7 euro. Artinya kebiasaan itu juga akan menjadi salah satu instrumen bagaimana nanti kita menjaga ee kondisi swasembad pangan ee berkelanjutan itu. Ee suatu saat kita pasti ke sana. Mungkin kita perlu menengok Bapak Ibu yang hadir di ee webinar ini di ASN di seluruh Indonesia. Apakah kita sudah bercermin misalkan ee dalam satu kenduren gitu kalau seorang Jawa ee itu ada kelebihan makanan atau tidak atau sekarang program-program lain ini perlu ee juga kita p jadi tantangan-tantangan itu Bapak untuk semua yang ee nyata di ee depan kita next terus ya ee selanjutnya ee Bapak Ibu jadi aspeknya ada dua, tidak hanya pada aspek baik ee di sisi produksi tapi di konsumsi kita juga ada tantangan ee soal keamanan pangan, soal bui. Ee karena kita pada akhirnya outcome tahun 2045 untuk mencapai Indonesia emas ee adalah masyarakat yang aktif dan produktif. Ini tentu harus e makanannya harus kuat ya. Jadi background eh tadi disebut ada stunting, kita harus juga ee tangani kalau di kami badan pangan nasional mencoba ee melakukan suatu pemantauan terus-menerus daerah rentan Pawan Pangan dengan melakukan peta indeks tahun 2000 ee 24 misalnya terjadi masih ada 62 kabupaten yang potensi rawan pang. Nah, ini juga menjadi ee ee bahasan kita yang penting pada ee sal tersebut. Jadi, Bapak Ibu semua ini harus di tadi Bapak ee Kepala Badan menyampaikan ini semua harus disusun dalam tata kelola sistem pangan yang berkelanjutan. Inilah Bapak Kristen, kita sedang menata kembali ee memperbaiki atau menyempurnakan pangan tadi. Betul kalau pangannya kuat ee tentunya kita bisa berdaul. Ee Bapak, Ibu semua kalau dilihat dari ee program di ee RPJMN bisa mungkin ditampilkan ee slide bahwa di ee ee mungkin ee di RPJMN 2025 ee di asta cita presiden ini khususnya cita yang kedua itu ee mewujudkan kemandirian bangsa melalui swasembarda pangan energi air sebab penguatan ekonomi hijau dan ekonomi biru. Ee mungkin di slide selanjutnya ya kami ee sampaikan bahwa Badan Pangan Nasional ee dalam rangka menyokong ee target RPJMN itu kita masuk ke dalam dukungan ke PN ya prioritas nasional kedua yaitu fokus mendukung pencapaian suasembada pangan dan ekonomi sular itu adalah pergerakan prioritas. Kemudian ada di PN saya mohon slide-nya di ee lanjutkan dulu yang ada kebijakan. Nah, next. Nah, di sini Bapak Ibu ee kita ada di PN 2 yaitu tentang program prioritasnya mendukung suasana pangan. Ee kemudian juga e ekonomi sirkuler tadi yang ekonomi sirkuler adalah salah satu ee program prioritas yang ee kekinian juga yang ee pangan juga dimintakan untuk mengampung. Kemudian ada di prioritas ee lima ini adalah sebenarnya menjaga koefisiensi variasi harga pangan antar waktu dan antar wilayah. Tadi kami sampaikan di awal di latar belakang bahwa wilayah Indonesia ini cukup luas ya. Bisa saja yang daerah konsumen terpisah dari Pulau Indu itu akan rentan terhadap kenaikan pangan yang berlipat-libat. Nah, ini ee kami juga memintakan bagaimana menjaga variasi harganya itu tidak terlalu tinggi. Ada batasan sekian persen, maka kita harus lakukan intervensinya. Kemudian yang ketujuh ee tentunya Bapak Ibu tadi saya sampaikan soal inflasi bergejola kalau diletakkan di badan pangan tentunya tidak badan pangan sendiri. Kami memerlukan kolaborasi. Dalam hal ini kalau Bapak, Ibu mengenal ee ada tim TPIP, TPID ya, tim pengendali inflasi pusat, tim pengendali inflasi daerah yang setiap Senin kita selalu bersama-sama berkolaborasi atas koordinator dari Kementerian Negeri melakukan pertemuan langkah-langkah apa yang ee harus kita lakukan. Apalagi Bapak Ibu ini biasanya dari tren data-data sebelumnya kalau sudah masuk bulan-bulan berilmu Oktober, November, Desember ee kita akan ee ketemu kepada masa-masa ee ada HBKn ini harga biasanya cenderung ee naik. Nah, ini kita juga sudah antisipasi bahkan ee nanti kalau tidak salah hari raya itu akan maju lagi Februari kalau gak salah sehingga kita mengantisipasi bagaimana bulan-bulan itu kita bisa ee menjaga inflasi tangan sebaik. kita mengenal ada pang beras, jagung, kedene, cabai merah, cabai keriting, ada daging, telur, ayam, Bapak Ibu ini cukup berat. Oleh karena itu, peran Bapak Ibu semua ee yang ada di masing-masing lini ini ee kontribusinya sangat ee ditunggu oleh negara kita. Ee terus next. Nah, kemudian kalau ee terkait dengan ee kegiatan prioritas kalau kita sering ee ee sebut dengan sebatan maka ee badan pangan ini punya ee tugas yang cukup besar yaitu menjaga e cadangan pangan pemerintah. Dalam hal ini sesuai peraturan sampai saat ini Per6 tahun 2021 ee Badan Pangan menjadi regulator BUL untuk ee pertama penugasan menyiapkan cadangan yang tahap pertama adalah beras jagung kedelai. Nah, beras sendiri posisi ee sampai saat ini ee ditargetkan setiap tahun harus terjaga 3,5 juta ton. Bagaimana mengelola cadangan pangan ini juga tidaklah mudah karena apa, Bapak Ibu? ee pangan kalau disimpan terlalu lama juga potensinya ee bisa ee mengalami penurunan mutu. Oleh karena itu kita atur dalam Perpres 125 bagaimana dia ee menyerap pada saat-saat panen besar dan mengeluarkan pada saat-saat dibutuhkan sehingga eh inout-nya itu bisa dijaga dengan baik. Kemudian juga ee pangan tentunya tidak hanya beras saja, kami mencoba melihat ee dari aspek ee penganekaragan konsumsi pangan dan ini kami sudah ee mendorong melalui keluarnya Perpres 81 tahun 2024 tentang percepatan penganekaan pangan berbasis pangan lokal. Jadi pangan lokal kita Bapak, Ibu itu banyak sekali sumber ini. Pada saat yang sama misalnya kami sedang menggali di satu ee kabupaten untuk menerapkan satu sistem tata kelola dari Pinir yaitu misalnya komoditas pisang. Ternyata itu tidak hanya kita lihat di penjualan pisang-pisang segar, tapi sebenarnya kalau dia diolah bisa menjadi tepung, bisa menjadi pasta, pure dan sebagainya. Inilah yang produk-produk yang mestinya kalau segar busuk cepat kita kalau alihkan ke oolahan ini bisa menjadi ee juga cadangan pangan bagi masyarakat yang bisa dikonsumsi setiap saat dengan umur simpan yang cukup lama ini menarik. Kemudian ee fortifikasi panganan. Jadi Bapak Ibu tadi kami sampaikan daerah runtan rawan pangan atau tim sustanting ini masih tinggi. Oleh karena itu ee perlu kiranya nanti ke depan dan ini sudah diamanatkan di RPJMN bagaimana bantuan-bantuan pangan itu sebaiknya mengandung fortifikan ya. Fortifikan ini adalah zat mikro yang sangat diperlukan oleh ee manusia dalam rangka pertumbuhan seperti katakanlah kalau susu kita mengenal ada susu omega dan sebagainya. ee kemudian terkait dengan konsumsi keamanan pangan. Nah, ini juga penting ee Bapak Ibu semua ee termasuk ee apa namanya tadi susut dan sisa formu. Nah, di PN 7 dan 5 ini ee memang terpisah dari PN ini adalah bagaimana menjaga inflasi. Artinya kalau kita melihat gambaran ini ee kita harus menjaga dari sisi produksi dan juga dari sisi konsumsi. Artinya kalau kita mengenal masa kecil dulu permainan di taman anak kecil jungkat-jungkit itu maka dia harus seimbang. tidak boleh satu terlalu rendah, yang satu terlalu tinggi. itu kira-kira Bapak Ibu ee program apa yang ee sedang kita ee rintis dalam rangka atau kita teruskan dalam rangka ee dengan menunjuk ketahanan pangan kita dari kemudian ee Bapak Ibu yang kita hormati ini ee next slide Next. Selanjutnya karena waktunya juga ini target-target ya Bapak, Ibu cukup besar kita lewat saja. Terus ee next lagi ini adalah ee Renstra. Kami sudah punya Renstra. Nanti ee Bapak Ibu barangkali memerlukan. Nah, kami sudah menyiapkan pada visi intinya kami mempunyai misi yaitu tadi menjaga ketersediaan dan cadangan, logistik, stabilisasi pasokan, penanganan daerah rencanaan pangan, menggunakan penyelamatan pangan, bantuan pangan dan sebagainya. Ada sembilan item. Inilah yang ee kami fokus ee ke sana. Next. Coba Bapak Ibu sekalian. Nah, ini program-program strategis yang ee arah kebijakan yang kita lakukan. misalkan ee di dalam rangka menjamin ketersediaan kita ee menetapkan ee beberapa strategi misalnya meningkatkan keteran pangan terutama dari produksi dalam negeri, pengendalian impor dan ekspor pangan, penguatan cadangan pangan nasional, pengataan distribusi dan penguatan logistik pangan, menjaga stabilisasi pasokan dan seterusnya. Dan kemudian ada ee strategi dua, menjamin keterjangkauan ini ada perluasan akses informasi perawanan pangan, mitigasi potensi krisis pangen, penyaluran bantuan pangan dalam rangka pengendalian perawanan pangan dan seterusnya. Dan ee tentunya next ee strategi berikutnya adalah ee tentang ee kualitas konsumsi pangan. Ini Bapak Ibu yang tadi kami sampaikan ee tentang pemanfaan pangan berbasis sumber daya pangan lokal. Kemudian ee perilaku konsumsi kita harus beragbam, bergizi seimbang dan aman. ini artinya memang ee kita kembalikan lagi dan hal ini saya kira selaras ya dengan program Bapak Presiden tentang MPQ karena prinsip-prinsipnya dalam satu piring itu harus ada karbohidratnya, ada proteinnya, ada sayuran, buah dan sebagainya yang seimbang gitu ya. Nah, kemudian ee kita juga e UMKM kita dorong Bapak Ibu ee karena memang ee belakakan kita tahu keterbatasan APBN. kita sedang mencari sumber-sumber ee pembiayaan alternatif dan ini saya kira bisa diadopsi oleh Bapak Ibu di daerah memulai dari ee bagaimana merancang suatu input ee produksi, menghasilkan produksi dan kita melihat ee presensi pasarnya seperti apa dan ini ee pangan masih terbuka lebar. banyak sekali kita bisa menyontok negara lain. Misalnya di China ini sudah sudah terbiasa bagaimana e dia ee mempertahankan pangan kayak buah itu agar awet yaitu melalui teori atau ee apa namanya teknologi pris dry yaitu misalkan ini salah satu contoh saja bagaimana kalau lagi ngusi mangga seperti saat ini ee untuk menghindari ee mangga terbuang kita bisa membeli sebelum masak terlalu matang kita ee buat diam an dimasukkan ke alat nanti akan dibekukan ke40 dan di vakum ini ternyata bisa tahan nanti 6 bulan dan gusinya tidak hilang hanya berkurang sekitar 5% dan rasanya pun tidak ini sudah banyak dikembangkan di negara laut dan salah satu itulah yang ee menjadi tujuan kita semua keamanan tentunya kita ee mengawasi karena pangan kita ee ee diproduksi oleh berbagai ee produsen ya, terutama di pasar tradisional kami hadir ee melakukan pengawasan kadang-kadang uji sampel ee kemudian uji lab dan sebagainya ini sudah kita ee kerjaamakan, koordinasikan, kolaborasikan dengan ee Bapak Ibu di ee provinsi dan ee kabupaten kota. Ee saya kira itu ee yang bisa kami sampaikan beberapa ee pandangan atau ee hal yang sedang kita ee lakukan ke depan. Semoga ketahanan pangan kita bisa ee berlanjut ee dan Bapak Ibu kita semua bisa ee berdaulat pangan dan kita bisa melakukan aktivitas secara aktif dan ee apa namanya ee produktif. Itu saja kami kembalikan. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih kepada Dr. Ir. Budianto, M.Si. Atas paparan materinya. Menarik. Sedikit kesimpulan yang tadi bisa kami dapatkan ya. Ternyata tantangan pembangunan pangan di Indonesia ini sangat beragam. Mulai dari inflasi pangannya yang bergejolak, jumlah penduduknya ini terus naik dan juga pergeseran gaya hidup. Kalau kita sebenarnya pergeseran gaya hidup ini pola konsumsi masyarakat kita masih mengutamakan yang penting murah dan kenyang ya. Seringkiali kita mengabaikan aspek kualitas dan juga gizi seimbang. Ini juga menjadi PR kita semua supaya masyarakat ini harus lebih aware untuk memperhatikan sebenarnya apa yang mereka konsumsi itu juga harus memperhatikan aspek gizinya juga. Dan tadi sudah di paparkan juga oleh Pak Budi terkait dengan bagaimana strategi dan juga inisiatif yang dapat dilakukan oleh pemerintah termasuk dalam hal untuk mendukung segala indikator ketahanan pangan mulai dari ketersediaan, keterjangkauan kualitas dan juga keamanan. Baik, Sobat ASN, setelah ini kita akan lanjut ke sesi tanya jawab. Jadi untuk Sobat ASN yang sedang bergabung di Zoom ataupun yang tengah menyaksikan acara ini melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat menggunakan feature rise hand apabila Anda bergabung di Zoom. yang ingin bertanya kalau yang bergabung melalui live YouTube BPSDMJM TV, Anda juga bisa drop question di kolom e komentar seperti itu. Kita akan kembali setelah jeda pandwara berikut ini. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] Baik, Anda kembali menyaksikan webinar ASN Belajar seri 40. Kali ini kita akan masuk ke sesi tanya jawab dengan narasumber pertama kita. Kali ini saya izin undang dengan hormat kepada Bapak Susilo Rifai, silakan untuk bergabung bersama dengan kami. Selamat pagi, Pak Susilo Rifai. Pagi, Pak Susilo. Boleh dibantu untuk di-unmute suaranya Bapak. Untuk device-nya, headsetnya mungkin bisa dicopot supaya suaranya terdengar lebih jelas, Pak Susilo. Baik, kami masih mencoba terhubung dengan Pak Susilo Rifai. Beliau ini berasal dari Pasuruan. Kita akan tunggu sejenak. Saya izin undang beliau lagi, Pak Sosilo Rifai bisa terhubung bersama dengan kami semua di sini. Baik, sembari menunggu Pak Susilo Rifai terhubung bersama dengan kami. Telah hadir juga di sini Bu Fitri. Saya ingin sapa beliau. Bu Fitri, apa bisa dengar kami? Pak Fitri, mohon maaf. Selamat pagi, Pak Fitri. Asalamualaikum. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, Pak Fitri. Kabar baik, Pak. Sehat, alhamdulillah dari Purworejo. Oh, dari Purworejo. Baik, Pak Fitri. Boleh disampaikan terlebih dahulu, Pak, asal instansinya dan nanti langsung saja disampaikan pertanyaannya kepada Pak Budi. Saya persilakan, Pak Fitri. Baik, terima kasih ee Pak Karo. Langsung saja ee ada satu hal yang menarik dari yang disampaikan oleh Pak Karo maupun dari BPSDMD Provinsi Jawa Timur terkait dengan ee materi paparan ketahanan pangan hari ini. Satu hal yang kalau tidak salah di beberapa waktu yang lalu untuk data yang ee apa namanya? terkait dengan ketahanan pangan ee kalau tidak salah target yang dari Badan Pangan Nasional sepertinya ingin diturunkan, Pak. Ee apa rawan pangan, daerah rawan pangan dari 68 kabupaten kota se-Indonesia kalau tidak salah menjadi 62 kabupaten kota. Nah, kadang informasi yang ada di daerah maupun di pusat baik kementerian lembaga maupun ee pemangku kebijakan itu kadang datanya Pak yang tidak terintegrasi. Kadang di pemerintah kabupaten kota dikira nilainya baik, ternyata di provinsi maupun di pusat atau di kementerian lembaga kadang nilainya rendah. Nah, contoh seperti ee DTKS misalnya, data sosial. Nah, kalau saat ini apakah di Badan ee Pangan Nasional atau NFA terkait dengan data indeks rawanan pangan atau daerah rawan pangan itu menjadi salah satu prioritas, Pak? Karena kalau kita lihat beberapa waktu yang lalu kan ada satu ee pencanangan Presiden Prabowo terkait dengan food estate. Nah, barangkali ee mohon pencerahan Pak terkait dengan apa yang ee ada saat ini khususnya terkait dengan data yang kadang ee sering miss. Nah, ini yang saya mohon pencerahan barangkali ada di ee mana Badan Pangan Nasional data sudah sangat valid. Artinya untuk daerah rawan pangan bisa terpetakkan lebih baik. Karena kalau kita lihat ke depan tentunya Badan Panganan Nasional menjadi salah satu badan yang menjadi prioritas utama oleh Presiden Prabowo untuk ee menyelesaikan RPJMN di 2025 sampai dengan 2030. Mungkin itu dulu saja, Pak. Ee mohon respon dan terima kasih. Salam dari Purworejo. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Pak Fitri untuk pertanyaannya. Mohon izin untuk menginformasikan setelah sesi tanya jawab berakhir, Pak Fitri dapat mengirimkan alamat rumah atau alamat domisili ke tim admin kami untuk pengiriman hadiah. Pertanyaan yang menarik sekali ini berkaitan dengan integrasi data rawan pangan. Apakah ada data rawan pangan yang paling valid? Mungkin yang bisa menjawab dari Badan Pangan Nasional. Silakan, Pak Budi Waranto. Baik, terima kasih. Ee salam kenal Pak Fitri. Salam hormat. Kalau Purworejo ya tidak jauh dari ee tempat saya gitu ya. Nah, nanti kapan-kapan boleh kita main. Ee baik Bapak Ibu sana pertanyaan Pak. Jadi begini, Pak. Ee konsep daerah rentan rawan pangan ini disusun ee acuannya berdasarkan tiga pilar ya, Pak. Jadi dari aspek ketersediaan. Jadi daerah itu tersedia atau tidak? Jadi tersedia jangan dipandang ee sebagai suatu wilayah yang produsen ya. ketersediaan bisa e dapat dari tempat lain bar produk ya gak masal keterjangkauan kalau tersedia enggak bisa dijangkau itu juga yang terakhir pemanfaatan bisa dijangkut tapi gak bisa dimanfaatkan umpama barang itu sudah busuk atau keamanan pangannya tadi karena Bapak Nah tiga indikator itu ee menjadi ee salah satu prioritas memang di ee Kad Pangan Nasional. Ee maka ee waktu Perpres 66 tahun 2021 saat itu saya juga belum bergabung tapi para tim penyusun Perpres itu meletakkannya di namanya debuti kami itu deputi Kerawanan Pangan dan ISI. Di situ ada dua direktorat, yaitu Direktorat Kewaspadaan yang nanti menghitung indikator-indikator kayak PU dan Direktorat Pengendalian Kerawanan. Dulu ada gizinya, Pak. Ee termasuk cikal bakal MPG itu kita tahun 2022 sudah melakukan ee semacam file project memberikan makan kepada ee ee ini apa namanya? kepada ee siswa ya itu di kewaspadaan. Namun karena kebijakan ada badan gizi sesuai yang ada maka ee sekarang memang kami masih merevisi 66. Ke depan juga tadi Bapak sampaikan kemungkinan ada dinamika undang-undangnya juga mengalami perut. E kita menunggu saja. Nah, artinya Bapak dari tiga indikator itu kita turunkan ee bagi kepada tanggung jawab masing-masing, Pak. Kalau di pusat ee kami memang menyusunnya berdasarkan data-data dari BPS ya dan juga beberapa yang ada di dari ee KL ya seperti Kementerian Kesehatan, ada juga dari ee PMKAN dan sebagainya termasuk dari badan pangan sendirian itu untuk memotret daerah rentana pangan ee bisa levelnya yang kabupaten gitu, Pak. Provinsi kabupaten biasanya karena saya maaf dulu saya pekerja di data itu sudah lama gitu. Tipikal data itu kalau masih levelnya provinsi kabupaten memang valid di data aja enak dikoordinasikan. Nah, kemudian dalam aturan memang kita tidak bisa menembus ke desa kecamatan. Oleh karena itu di berbagai tugas nanti di provinsi itu menyusun rempahan rawan pangan sampai kecamatan memotret di kabupaten kota memotret sampai desa. Ee contohnya kalau saya kemarin punya ee studi di Cianjur itu Bapak tahu di Jawa Barat Cianjur itu sangat luas Pak. Tapi Cianjur Selatan itu daerah Jawa Barat Selatan itu konteksnya memang daerah rentan rawan panggung. Makanya sekarang lagi digenja atau kalau di skala Indonesia kita bisa memetakan ada di wilayah timur Pak kabupaten-kabupaten di timur Indonesia. Nah, masalahnya memang Pak giliran kita mencari data untuk menghitung di level desa sesuai nanti ee apa namanya data yang dibutuhkan untuk menyusun indeks. Jadi yang dibaca indeksnya ya, Pak. Datanya sebagai dasar gitu. Kayak inflasi kan indeksnya. Sebenarnya inflasi itu dari beberapa data digabung barba misalnya nanti ketemu indeksnya. Kalau inflasinya ee sekian persen jadi bukan lagi angka rupiah ya. Itu yang menjadi kendala adalah ee yang ee pada tataran yang lebih rigid. Oleh karena itu kami tugasnya badan pangan pangan selain memproduksi ee alat itu indeks itu di level nasional kemudian bisa dibreakdown provinsi kabupaten kami mengedukasi Pak melakukan pembinaan kepada provinsi dan juga kabupaten kota. Memang ini belum bisa maksimal sekali. Banyak keterbatasan, Pak. Ee apa namanya? Ya, Bapak tahu sendiri soal APBN ini kan ada priority gitu sehingga kami seringki menyampaikannya melalui Zoom dan kami juga memperbaiki metodologinya melalui FDSD dan masukan dari para pakar cta akademisi. Jadi memang ee penurunan ini ee tidak hanya tergantung kepada peta itu saja, Pak. kejadian-kejadian ee eksternal di luar sistem pangan ini juga sangat mempengaruhi. Jadi pada saat ee misalnya 2020 sampai 2024 kemarin kita punya target penurunan yang sekian, itu kita kan mengalami COVID, Pak. Nah, itu ternyata terjadi perubahan ee batasan gitu atau cut off gitu. Itu juga sangat mempengaruhi daerah-daerah yang ee dulunya produsen misalnya tiba-tiba petaninya enggak boleh ke sawah, gak gak bisa berproduksi. Itu sungguh sangat ee membuat kita pusing juga bagaimana ee mencapai target. tidak hanya menghitungnya, tapi faktor lain ini yang harus kita. Nah, oleh karena itu pemerintah dalam hari ini Bapak Presiden itu ee fokus sekarang ke SAS semata pangan dan bentuk turunannya. Semoga ini, nah bagaimana penataan data ini? Ee memang bukan di wilayahnya badan pangan ya, Pak. Tapi saya kira ada aturan yang ee mengatakan tentang e Perpres satu data pangan. Nah, ini yang memang harus dikolaborasikan bagaimana bisa menata sampai ke desa. Dulu satu waktu saya menangani data, Pak, itu seingat saya di desa itu ee ada kalau di papan-papan itu ada namanya data desa ya, Pak, di kelurahan gitu selalu terupdate di sana. Nah, barangkali itu, Pak. Bapak yang di Purworejo bisa ee memulai bagaimana itu bisa hidup. Jadi di desa itu tidak hanya ee apa namanya ee memanfaatkan pembangunan berbagai sektor, tapi bagaimana setelah itu di ee lakukan itu bisa didata. Nah, baru kemudian kalau nanti ada permintaan ee kayak form itu bisa diisi dengan valid sehingga datanya itu ee bisa ada. seringki ee memang ee di level ee apa namanya ee detail itu ee ada ee kebijakan ini memerlukan data ini. Kita baru kaget gitu, baru terpalang waduh saya enggak punya data gitu. Nah, sehingga mengalami ee lag kesulitan. Nah, ini ke depan tentu Pak kita akan terus ee berupaya bagaimana bisa sampai ke level yang lebih kecil. Andaikan kita mempunyai cukup berbagai sumber daya ee saya kira ee ini sangat mungkin karena ee sekarang sudah di zaman teknologi ya, Pak ya. Tidak ee menutup kemungkinan ee bisa dilakukan HP. Kita bisa nanyakan di mana sih yang enggak waktu gitu. Hanya kemauan ini yang ee ee ada di teman-teman kami di daerah untuk bisa selalu berkoordinasi. Kalau di pusat kita coba memang masih treatmentnya membangun. Terus kemudian untuk level provinsi kita mengedukasi atau memberikan ee bimbingan-bimbingan teknis. Harapannya itu masih seperti itu. Mudah-muda
Resume
Categories