Transcript
smHrGmh_aaA • ASN Belajar Seri 41 | 2025 - Meniti Tangga Pengabdian: Pola Karir ASN Menuju Birokrasi Berdampak
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0272_smHrGmh_aaA.txt
Kind: captions
Language: id
ب
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN cetar berkualitas
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas dunia
bukan tekad pancangera
jadi ASN
berkuwa
[Musik]
Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam
webinar ASN belajar yang dipersembahkan
oleh Corporate University SDGIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur.
Sebelum memulai webinar, ada beberapa
hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar
acara dapat berjalan dengan lancar.
Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan
format. Nama strip asal instansi sobat
ASN.
Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi
kamera tidak membelakangi cahaya ya,
agar wajah Sobat ASN dapat terlihat
lebih jelas.
Tiga, gunakan virtual background yang
sudah disediakan.
Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link
pendaftaran, virtual background dapat
diunduh pada link yang dikirimkan
melalui pesan WhatsApp.
Empat, apabila Sobat ASN ingin
mengajukan pertanyaan atau
berpartisipasi interaktif, Sobat ASN
dapat menggunakan reaction angkat tangan
atau rise hand pada Zoom meeting.
Lima.
Bagi sobat ASN yang mengikuti webinar
melalui live YouTube BPSDM Jatim TV
dapat menuliskan pertanyaan melalui
kolom live chat.
Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis
untuk mencatat hal-hal penting, ya.
Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain
untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini
dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN
tentang materi yang disampaikan oleh
narasumber.
Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat
pada webinar ini, Sobat ASN wajib
mengisi link presensi yang akan kami
bagikan pada saat acara webinar
berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi
lembar penilaian dan kuesioner juga agar
e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh.
Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan selama mengikuti webinar ini.
Tetap semangat dan selamat mengikuti
webinar ASN Belajar.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Huray, ada yang baru lagi nih di BPSDM
Provinsi Jawa Timur. Ruang bermain anak.
Tempat yang satu ini adalah solusi bagi
para orang tua yang masih memiliki anak
kecil. Kita sebagai orang tua pasti
khawatir ya, apalagi kalau ditinggal
kerja nih. Wah, kira-kira anak saya aman
enggak ya di rumah? Kira-kira anak saya
bermain atau belajar dengan baik enggak
ya di rumah? Sobat ASN, kalau dikirim
diklat di BPSDM Provinsi Jawa Timur
sekarang udah enggak perlu khawatir
lagi. Karena di BPSDM Provinsi Jawa
Timur ruang bermain anaknya lengkap
banget fasilitasnya. Mulai ada tempat
bermain,
tempat tidur untuk mereka bisa
istirahat,
kemudian buku-buku edukatif,
dan ada ruang nursery juga untuk Ibu
menyusui. Kamar mandinya pun lengkap dan
bersih. Dan yang enggak ketinggalan
penting, Sobat ASN bisa langsung pantau
lewat CCTV. Keren banget, kan? Jadi,
Mommy and Daddy sekarang enggak perlu
khawatir lagi, ya.
Mommy and daddy don't worry we are
happy.
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Murahlah kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
hadir di sini untuk mengabdi rencanakan
tugas ke bangga negeri berentasut
melayani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
Hom
di sini tes dengan hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Layani bangsa loyal tanpa batasannya
selalu adaptif dan berkolaborasi
gandeng tangan satu tujuan
menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati.
Tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Bangsa loyal tanpa batasannya
selalu adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan.
Satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih
beragam. Mengas penuh hati tulus
membantu sesama dengan bangan kami
melayani
dengan kami melayani
bangsa
[Musik]
H
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam
webinar ASN belajar yang dipersembahkan
oleh Corporate University SDGIS BPSDM
Provinsi Jawa Timur.
Sebelum memulai webinar, ada beberapa
hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar
acara dapat berjalan dengan lancar.
Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan
format nama, strip asal instansi Sobat
ASN.
Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi
kamera tidak membelakangi cahaya ya,
agar wajah Sobat ASN dapat terlihat
lebih jelas.
Tiga, gunakan virtual background yang
sudah disediakan.
Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link
pendaftaran, virtual background dapat
diunduh pada link yang dikirimkan
melalui pesan WhatsApp. Empat.
Apabila Sobat ASN ingin mengajukan
pertanyaan atau berpartisipasi
interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan
reaction angkat tangan atau rise hand
pada Zoom meeting.
Lima. Bagi Sobat ASN yang mengikuti
webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim
TV dapat menuliskan pertanyaan melalui
kolom live chat.
Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis
untuk mencatat hal-hal penting ya.
Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain
untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini
dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN
tentang materi yang disampaikan oleh
narasumber.
Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat
pada webinar ini, Sobat ASN wajib
mengisi link presensi yang akan kami
bagikan pada saat acara webinar
berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi
lembar penilaian dan kuesioner juga agar
e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh.
Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN
perhatikan selama mengikuti webinar ini.
Tetap semangat dan selamat mengikuti
webinar ASN Belajar.
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN belajar.
ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Jadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN cetar berkualitas
belajar wujud
pemerintahan
kelas dunia
tukang tekad pancangera
jadi ASN
berkuitar
sama
[Musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi sobat ASN di mana pun
berada. Baik yang sudah bergabung di
Zoom meeting dan juga live YouTube PPSDM
Jatim TV. Nah, senang sekali bersama
saya Devi Santi dapat kembali menyapa
sobat ASN di mana pun berada dalam
webinar ASN belajar seri 41 dari minita
berikan tepuk tangan yang meriah Bapak
dan Ibu
dan tentunya ASN belajar seri 41 tahun
2025 persembahan Korpu SDGIS Provinsi
Jawa Timur BPSDM. Nah, kali ini Sobat
ASN, ASN merupakan garda yang terdepan
dalam mewujudkan birokrasi yang
profesional, adaptif, dan berdampak bagi
masyarakat. Dan tentunya dalam era
reformasi, birokrasi, dan penerapan
sistem merit, pola pikir ASN dan juga
pola karir ASN menjadi faktor penting
untuk membangun aparatur yang
berkompeten, berintegritas, dan memiliki
arah pengabdian. Nah, kali ini Sobat
ASN, namun banyak sekali sobat ASN yang
menghadapi tantangan dalam memahami
strategi pengembangan karir yang efektif
dan juga berkelanjutan dengan melalui
webinar ASN belajar seri 41 yang
bertajuk Meniti Tangga Pengabdian Pola
Karir ASN menuju Birokrasi berdampak
BPSDM Provinsi Jawa Timur mengajak
seluruh sobat ASN di Indonesia untuk
bisa belajar, berbagi, dan juga
menginspirasi dalam meniti karir yang
bermakna dan memberi ber dampak nyata
bagi birokrasi dan masyarakat. Nah, kali
ini
Sobat ASN marilah bersama-sama kita
berpartisipasi dan juga tumbuhkan
semangat pengabdian bersama-sama.
Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN
Belajar seri 41 tahun 2025, marilah
bersama-sama kita akan mendengarkan
opening speech yang akan disampaikan
oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Kepada
Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Kami
persilakan.
Halamualaikum
[Musik]
warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat
dan salam sejahtera untuk kita sekalian.
Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat
bertemu kembali dalam webinar series ASN
belajar, sebuah wahana pengembangan
kompetensi ASN persembahan Jatim Corpo
University, Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari
ini Kamis tanggal 23 Oktober 2025, ASN
Belajar telah memasuki seri ke-41.
Kami menyampaikan terima kasih dan
apresiasi atas antusiasme sobat ASN di
seluruh negeri untuk terus mengikuti
secara aktif program ASN belajar ini.
Sebagai bentuk terima kasih kami. Kami
selalu berkomitmen dan sekaligus
berikhtiar untuk menyajikan topik topik
pengembangan kompetensi yang menarik,
kekinian, dan tentu berdampak secara
nyata terhadap peningkatan kompetensi
dan kinerja ASN di Indonesia.
Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri
ke-41 tahun 2025 ini menyajikan salah
satu topik yang senantiasa menjadi
perpinjangan hangat di kalangan ASN,
yakni tentang pengembangan karir ASN.
Sebuah topik yang bukan hanya menyentuh
dimensi administratif, tapi juga
menyentuh jantung dari profesionalitas
dan makna pengabdian seorang abdi
negara. Karir ASN bukan sekedar
perjalanan menaiki tangga jabatan,
melainkan perjalanan meniti tangga
pengabdian. Di mana setiap jenjang bukan
sekedar posisi, melainkan amanah dan
kesempatan untuk memberi dampak.
Karena tema ini sangat tepat untuk kita
elaborasi secara luas dan mendalam, maka
ASN Belajar seri ke-41 tahun 2025 ini
mengangkat topik menitik
tangga pengabdian, pola karir ASN menuju
birokrasi berdampak.
Nah, Sobat ASN sudah menjadi tradisi
akademik dalam ASN belajar bahwa topik
menarik ini akan kita bahas secara
intensif dari beragam perspektif bersama
para narasumber yang sangat kompeten di
bidangnya.
Sobat ASN di seluruh tanah air, hari ini
kita tidak sekedar membahas pola karir
ASN sebagai topik administratif, tetapi
sedang menapai makna dari perjalanan
pengabdian itu sendiri. Sebab karir ASN
bukanlah sekedar tentang posisi yang
diraih, melainkan tentang arti yang
tumbuh dari setiap langkah pelayanan
yang kita tempuh. Setiap jenjang, setiap
rotasi, setiap promosi bukanlah hanya
perpindahan jabatan, tetapi perjalanan
spiritual pengabdian.
Tangga karir ASN adalah tangga
pengabdian yang menuntun kita dari
sekedar bekerja menjadi bermakna, dari
sekedar menjalankan tugas menjadi
penebar dampak. Dalam kerangka human
capital management dan merit system,
pola karir ASN sesungguhnya adalah
arsitektur kebijakan publik yang
dirancang untuk memastikan kesesuaian
antara kompetensi kinerja dan kebutuhan
organisasi.
Kar SN tidak boleh lagi dipahami hanya
sebagai implementasi regulasi karena
sesungguhnya ia adalah indikator kinerja
birokrasi.
Seberapa baik birokrasi kita mengelola
karir ASN sebenarnya mencerminkan
seberapa efektif birokrasi kita
mengelola perubahan.
ASN yang karirnya terarah dan terbina
dengan baik bukan hanya sumber daya
tetapi aset strategis pembangunan.
Mereka adalah motor penggerak yang
memastikan bahwa pelayanan publik
berjalan efektif, adaptif, dan
berdampak.
Sat di seluruh tanah air, karya ASN
bukan sekedar administrasi, tapi bukti
dedikasi. Di balik setiap SK dan angka
kredit, ada ketulusan dan perjuangan.
Ada lembur yang tidak tercatat, ada
pengabdian yang tak selalu dihitung.
Karir yang sejati bukan ditandai oleh
panjangnya masa kerja, tetapi oleh
kedalaman kontribusi dan konsistensi
dalam melayani.
ASN yang berdedikasi tahu bahwa setiap
jabatan adalah amanah dan setiap amanah
adalah kesempatan untuk menebar manfaat.
Lebih jauh lagi, karir ASN bukan sekedar
kebutuhan individual, melainkan urgensi
sebuah organisasi. Organisasi publik
yang sehat adalah organisasi yang mampu
menumbuhkan karir pegawainya secara
sistemik. Ketika karir ASN stagnan, maka
inovasi pun terhenti. Ketika
pengembangan kompetensi diabaikan, maka
pelayanan kehilangan denyut hidupnya.
Karena itu, karier ASN harus menjadi
bagian integral dari ekosistem
pembelajaran berkelanjutan.
Dan akhirnya karn
bukan hanya demi kesejahteraan pribadi,
tapi juga tentang pengakuan atas
pengabdian. Puncak karir ASN bukanlah
posisi melainkan legitimasi moral dari
publik yang merasakan dampak nyata dari
kerja kita. Birokrasi berdampak bukan
lahir dari sistem yang merumit, tetapi
dari ASN yang menempatkan pelayanan
publik sebagai panggilan hidup. Di
situlah karir menemukan maknanya ketika
ia menjadi jembatan antara profesi dan
pengabdian, antara kinerja dan panggilan
kemanusiaan.
Sahabat ASN di seluruh tanah air, untuk
membahas lebih lanjut topik menarik ini,
kami telah mengundang para narasumber
luar biasa yang sudah barang tentu
sangat kompeten di bidangnya. Kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada para narasumber hebat yang telah
berkenan hadir dan akan berbagi berbagai
informasi strategis kepada Sobat ASN di
seluruh tanah air. Pertama kami
menyampaikan terima kasih dan apresiasi
kepada yang terhormat Bapak Aba Subagia
Sos, MAP. Beliau adalah Deputi Bidang
Sumber dan Manusia Aparatur Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.
Kedua, kami menyampaikan terima kasih
dan apresiasi kepada Bapak Muhammad
Widwan, ST. Master Engineering. Beliau
adalah Direktur Perencanaan Kebutuhan
ASN Badan Kepagai Negara Republik
Indonesia. Dan ketiga, kami menyampaikan
terima kasih dan apresiasi kepada Bapak
Prof. Dr. Agus Pramus. Beliau adalah
guru besar Universitas Gajah Mada
Yogyakarta sekaligus Presiden Asian
Association for Public Administration.
Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan
seksama webinar ASN belajar seri ke-41
tahun 2025. Semoga bermanfaat.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih
banyak untuk opening speech yang telah
disampaikan oleh Bapak Dr. Ramlianto,
SPMP. Nah, kali ini sebelum kita
berlanjut ke sesi yang berikutnya, kami
ingin memberikan satu informasi kepada
Sobat ASN bahwa saat ini sudah dapat
melakukan presensi pada halaman semesta
Bangkom dan juga link presensi dapat
sobat ASN lihat pada running tag
kolom chat Zoom dan juga pinchat YouTube
BPSDM Jatim TV. Dan dikarenakan saat
traffic presensi yang sedang tinggi bagi
sobat ASN yang masih belum bisa
mengakses presensi dapat mencoba kembali
secara berkala sampai dengan pukul 12.00
siang.
Sobat ASN, kita akan menyimak bersama
untuk materi yang pertama yang akan
disampaikan oleh Direktur Perencanaan
Kebutuhan Aparatur Sipil Negara Badan
Kepegawaian Negara Republik Indonesia
dan kali ini Bapak Muhammad Ritwan, ST,
Magister Engineering. Tentunya kami
ingin menyapa terlebih dahulu.
Selamat pagi, Mbak Devi. Apa kabar?
Selamat pagi, Bapak.
Bagaimana kabarnya, Bapak?
Alhamdulillah sehat selalu.
Mudah-mudahan teman-teman BPSDM dan
Wipro Communication senantiasa sehat
juga.
Terima kasih tentunya kali ini Bapak
Muhammad Ritwan sudah tidak sabar ingin
berbagi informasi dan juga inovasi yang
terbaik untuk ASN dan juga sobat ASN di
mana pun berada. Dan kali ini kepada
Bapak Muhammad Ritwan, ST, Magister
Engineering kami persilakan.
Baik, terima kasih Mbak Devi Santi.
Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Selamat
pagi, salam sejahtera untuk kita semua.
Om Swastiastu, namo buddhaya, salam
kebajikan rahayu.
Ee yang saya hormati sahabat saya Pak
Dr. Ramlianto, Kepala BPSDM PEMPR Jatim
yang selalu energik ya dan mampu
membangkitkan suasana pagi ini. Ee yang
saya hormati juga Pak Prof. Agus
Pramusinto ini guru saya ini e mantan ee
ketua KSN. Kemudian nanti ada Pak Aba
Subakja, Pak Deputi ee SDMA.
Tentu saja Mbak Devanti dan teman-teman
Wipro Communication all the best dan
wabil khusus teman-teman semua, sobat
ASN, para
penikmat
ee seri ASN belajar. Baik, saya tidak
akan lama-lama akan saya coba
ee
share paparan saya. Ini kurang lebih
nanti akan berdurasi
30 menit ya. Nah, tetapi rupanya
Pak Ramli dan teman-teman dari BPSDM
membuat sesuatu yang tidak biasa.
Biasanya
pendahuluan dari ASN
belajar ini adalah perspektif makro dulu
yang akan disampaikan seharusnya oleh
Prof. Agus Pramososinto, kemudian aspek
eh regulasinya baru kemudian best
practice-nya di lapangan seperti apa
yang dilakukan oleh BKN. Tapi kali ini
ternyata saya duluan. Ya sudahlah
mungkin beliau sedang sibuk Pak Aba dan
Pak Agus, Pak Dr.
Prof. Agusedang sibuk.
Saya akan coba, Teman-teman sekalian
menyampaikan pola karir ASN menuju
birokrasi berdampak dipandang dari sudut
perencanaan kebutuhannya dan
apa cantolannya di Asta Cita atau di
potensi wilayah.
Saya terima kasih sebelumnya em karena
sudah
pernah juga bergabung di seri ASN
belajar seri 3, 5, 32,
38, 44, dan 47 tahun-tahun sebelumnya
ya. Baik, teman-teman sekalian
ee sahabat saya ASN di seluruh Indonesia
karena saya cek tadi tidak hanya di Jawa
Timur ya, tetapi di di tempat-tempat
lain bahkan kementerian, lembaga dan ini
nasional ya.
Pengembangan karir itu idealnya
ditentukan dari perencanaan kebutuhan
ASN yang matang. Tanpa itu, maka akan
sulit bagi kita untuk mengembangkan
karir dari sisi pribadi dan sulit juga
bagi organisasi untuk menyeimbangkan
atau mengetahui atau menyeleraskan.
Ya, nanti saran saya buat teman-teman
untuk Pak Abah ditanyakan ya hal-hal
yang sekarang sedang menjadi isu isu
hangat nih. Misalnya apakah P3K
paruh waktu penuh waktu itu punya karir
juga?
Apakah benar
tahun 2026 akan ada seleksi ASN hanya
untuk titik-titik misalnya? Apakah benar
ada isu misalnya em
ada revisi Undang-Undang SN di mana P3K
akan
diminta atau dimandatkan untuk langsung
jadi PNS? Nanti ditanyakan ke mereka.
Saya akan lebih ke tataran praktisnya
saja ya. So, enggak peduli Anda ASN,
Anda PNS, Anda P3K. Kita semua sama.
Kita ASN yang harus mengembangkan
karirnya.
Baik. Nah, apa sebenarnya pola hubungan
karir dan perencanaan kebutuhan ASN?
Kalau kita lihat ya, perencanaan
kebutuhan ASN itu kan isinya nanti
tentang data kebutuhan, angka kebutuhan,
kualifikasi jabatan, anjab dan ABK,
informasi jabatan dan sebagainya. Berapa
perlunya jabatan fungsional anu di OPD
tertentu misalnya. Lalu setelah itu
orang-orang di dalam sini tentu setelah
masuk ke dalam sistem harus
mengembangkan kompetensinya dan di
sanalah pola karir akan memegang peranan
di mana profil pegawai peta kompetensi
itu akan saling berhubungan. So sangat
erat hubungan antara perencanaan
kebutuhan ASN di awal waktu kita masuk
dengan pola karir selanjutnya.
Dan ini akan lebih pas lagi karena akan
saya berikan beberapa contoh untuk
kementerian, lembaga dan mungkin
kabupaten kota bagaimana
ee perencanaan kebutuhannya itu akan
agak shift gitu ya, agak bergeser dari
asta cita dari em
ee visi misi kepala daerah dan dari
potensi daerahnya. Dan ini agak
berbahaya kalau kita tidak segera
mengatasinya.
Dan sebagaimana teman-teman ketahui,
perencanaan kebutuhan dalam
Undang-Undang 20 tahun 2023, sori ini
salah ya harusnya 20023 tentang ASN.
Bu Menteri PAN RB menetapkan kebijakan
perencanaan kebutuhan yang itu merupakan
panduan dalam menyusun kebutuhan pegawai
yang didasarkan pada prioritas nasional
dan sesu RPJMN dan kemampuan negara.
Nah, seluruh proses perencanaan
kebutuhan ini saat ini dilakukan pada
sistem yang terintegrasi
namanya SISNBKN
untuk fitur layanan perencanaan
kebutuhan. Teman-teman semua, untuk dua
layanan dasar yang sekarang menjadi
panglima dalam pelayanan publik yaitu
pendidikan dan kesehatan, maka SISN
layanan perencanaan BKN itu sudah
terhubung dengan sistem dengan Dapodik
di KemenicDesment, dengan RTG di
Kemendic Dasment dan sistem-sistem lain
sehingga kebutuhan guru, kebutuhan
pengajar untuk mapel tertentu untuk di
daerah mana kami sudah ketahui. Sehingga
teman-teman nanti dari BKD, BKPP, BKP,
SDM atau Biro SDMKL itu tinggal
menyesuaikan dengan mapping mereka.
Bagaimana dengan Nakes dan NAET, tenaga
kesehatan dan tenaga medis pun sudah
begitu. SI, SDMK sudah saling ber
apa ya? berhubungan sangat erat dengan
sistem DBKn sehingga kebutuhan perawat
ee kebutuhan terapis gigi dan mulut
misalnya dan yang lain itu di manaun
dokter-dokter spesialis juga sudah
terhubung secara ee sistem. Nah, ini
yang memudahkan kita sehingga nanti
perencanaan kebutuhan ini akan pas
kiranya dengan pola karir Bapak, Ibu,
teman-teman semua di masa yang akan
datang.
Nah, ini fungsi jabatannya saya akan ee
banyak ke sini. Kenapa? karena ee banyak
yang kemudian perencanaan kebutuhan itu
menganggap ah ini kan untuk
sesuatu yang 5 tahun sekali atau 1 tahun
sekali cukup gitu. ini tidak cing. Jadi
perencanaan kebutuhan peta peta jabatan
ajab apik tidaking sampai dengan saatnya
semua orang baru tahu bahwa ternyata
formasi P3K, formasi CPNS, formasi ASN,
penetapan kebutuhan dari Menpan untuk
seleksi ASN di berikutnya dasarnya
adalah ini. Dan ee dalam ke
seharian kita dalam siklus manajemen
ASN, peta jabatan itu me mengandung
makna yang sangat penting untuk
penilaian kinerja, pemberhentian,
seleksi dan pengadaan, mutasi, promosi,
dan sebagainya, serta pengembangan
kompetensi dan karir ASN yang sedang
kita bahas.
Baik, sekarang saya next. BKN sedang
getol-getolnya berusaha me
mengendorse pengembangan karir ASN
melalui manajemen talenta. Apa itu
manajemen talenta dan bagaimana ee
manfaatnya? Pertama, manajemen talenta
ASN itu kami gunakan sebagai instrumen
untuk mewujudkan tujuan negara. ini
hafal semua karena setiap apel pagi
setiap upacara dibacakan melindungi
segenap bangsa Indonesia memajukan
kesejahteraan umum mencerdaskan k bangsa
dan seterusnya
itu jadi manajemen talenta ASN dan
tujuan negara adalah ee sesuatu yang
saling berhubungan dan
manajemen talenta ini kita gunakan
sebagai instrumen untuk itu.
Nah, ketika misalnya bagaimana mencari
talenta ASN yang sesuai dengan kebutuhan
jabatan. Kalau ini teman-teman tahu ini
bok ee
ee apa namanya? Potensi vs kinerja ya
yang biasanya
ee apa namanya? Yang promotableel itu
adalah yang di 7, 8, dan 9.
Jadi di BKN sekarang sedang
getol-getolnya ini dan kalau tidak
keliru ee pemerintah Provinsi Jawa Timur
adalah satu dari sekian
ee baru sedikit ya pemerintah daerah
yang sudah diberi mandat untuk dapat
melakukan ee manajemen talenta melalui
tidak melalui mekanisme seleksi terbuka
tetapi melalui pencarian di internal di
dalam
ini seleksi admin administrasinya
berdasarkan persyaratan kualifikasi
minimuduki jabatan ini ada di peta
jabatan APK. Kemudian proyeksinya
berdasarkan rumput jabatan ke ee
sembilan kota ini. Contoh misalnya
Kepala BAPPEDA PEMPR Jatim kosong
misalnya sejak Januari 2025 maka
sebenarnya PEMPR Jatim melalui BKD punya
nama-nama 357
yang telah dipetakan sebagai suksesor
dengan potensi dan kinerja yang tinggi
yang sudah diukur juga di dalam sistem
ee di antaranya services yang dilakukan
oleh BKN. Nah, tinggal kemudian
kompetensi teknisnya saja perlu
dipastikan bahwa itu sesuai dengan
jabatan kepala BPPEDA yang kosong
misalnya.
Dan ee ini akan memudahkan kita yang
secara tradisional 5 tahunan selalu
berganti kepemimpinan ya teman-teman di
daerah. Kalau di kementerian lembaga
mungkin tidak terlalu tidak terlalu ee
fokus dengan itu. Tapi begitu ganti
kepala daerah yang berubah bisa berubah
halian haluan, bisa berubah targetnya,
ini akan akan berbahaya kalau kita tidak
memakai manajemen talenta.
Kemudian ee keberhasilan kinerja
instansi pemerintah itu hasilnya juga
berseiringan dengan pengembangan karir.
Jadi kalau mau kinerjanya tinggi,
karirnya juga harus diperhatikan baik
baik kualifikasi, kompetensi, potensi
kinerja, maupun integritas dan
moralitas. Nah, dari dari ini mobilitas
talenta untuk pengembangan karir pun
bisa dilakukan melalui akuisisi talenta,
melalui pengembangan, retensi,
penempatan dan pemantauan dan evaluasi
sedemikian sehingga ada the best fit
saja yang dapat diangkat dalam jabatan
itu dan tanpa me me apa namanya ee tanpa
kita
khawatir dengan gangguan terhadap
pelanggaran man sistem dan pengembangan
karir.
Nah, ini contoh bagaimana penerapan
perencanaan kebutuhan dan pola karir di
instansi pemerintah. Saya sengaja tidak
memilih PE Prof Jatim biar nanti Bu
Kepala BKD Jatim saja ke ke kami gitu
ya. Saya nyontohkan yang lain-lain.
Contohnya ini.
Bagaimana sebenarnya dukungan terhadap
Asta Cita kelima hilirisasi ya di untuk
Kementerian Energi dan Sumber Daya
Mineral. Kemen SDM ini bertanggung jawab
antaranya di antaranya terhadap
keberhasilan Asacita kedua ya. Kemudian
Astacita kelima.
Kalau Asta cita kedua sembada energi
pangan dan sebagainya. Kalau Asta Cita
kelima, hilirisasi ya untuk
meningkatkan daya tambah.
Nah, kemudian kompetensi strategis yang
dibutuhkan tentu formulasi analisis
kebijakan energi hilisasi nasional,
kemudian ini jabatan fungsionalnya yang
relevan, ini rekomendasi pendidikannya.
Kenapa rekomendasi pendidikan ini
penting? kami ingin memberikan ee
stimulus kepada orang-orang yang mau ee
berada di rekomendasi pilihan ini untuk
selalu naik kalau sudah S1, S2, S2, S3
kemudian ee pencantuman akan AK akan ee
apa gelar akademisnya pun akan
dipermudah di BKN. Kemudian yang kedua
pengawasan talenta dan pengelolaan
energi mineral. Kira-kira ini eh jabatan
fungsional yang relevan. So, if you are
among this jabatan fungsional, Anda
berada di tempat yang tepat di
Kementerian ESDM. Untuk apa pola
karirnya ee dapat diakselerasi
dengan lebih cepat karena sesuai dan
seterusnya ya. Kemudian bagaimana dengan
komposisinya? Nah, ternyata dari
komposisinya kami punya rumus ee baku
2080. 20% itu untuk supporting misalnya
ee auditor kemudian analis SDMA 80%-nya
adalah untuk bidang utama JF tertentu.
Nah, ternyata di ISDM bidang keenergi
ee dan sumber daya mineralan ini hanya
28,6%.
Oleh karena itu ee dari 4.000 ya, jadi
hanya ada 1100 dari 4.237.
Oleh karena itu ee analisis dan
rekomendasi kami misalnya jumlah
jabatannya lebih dari 20% harus
dikurangi nih atau jabatan-jabatan yang
tadinya pelaksana silakan bergeser ke
jabatan fungsional strategis yang cocok
dengan ee Asta Cita ya, cocok dengan
Kementerian ESDM. Nah, kemudian ee
komposisi yang juga perlu ditingkatkan
proporsinya seimbang sehingga antara
inspektor ketenaga listrikan dan
inspektor panas bumi itu harus harus
sama-sama naik gitu. Dan kemudian kami
minta Kementerian SDM membuat analisis
atau kajian terkait jumlah minimum JF
yang diperlukan untuk mendorong supaya
ASTA cita ke berapa tadi? Kedua, dan 5
itu menjadi lebih ee terlaksana lebih
baik. Oke, ini provinsi kami pilih
Provinsi Jawa Barat sebenarnya. Ini
kira-kira uraian kompetensinya SN-nya
ini. Mengembangkan kualitas sumber daya
manusia, mengembangkan ekonomi rakyat,
mengurangi disparitas pembangunan utara
selatan. Ini ee ini visi misinya Pak
Wali, Pak, Pak ee Gubernur KDM, Bapak
Aim meningkatkan proses pendidikan.
Kemudian otomatis rekomendasi JF-nya
yang pas dengan masing-masing ini adalah
sebagai berikut. ada guru, ada
widayiswara dan sebagainya yang terus ke
bawah. Nah, kemudian ini pemenuhan
target pemenuhan JF-nya pada
bidang-bidan JF tertentu. Kami coba cek
bagaimana sebenarnya dukungan pemenuhan
JF jabatan fungsional terhadap potensi
wilayah dan asta cita untuk Provinsi
Jawa Barat. Ya, ternyata dengan belanja
pegawai yang cukup ideal ya ini 29,32
ini ideal karena berada di bawah 30%.
Sementara P Prof Jatim saya cek tadi
berapa? 33%. Hati-hati,
hati-hati karena ee 2027 sesuai dengan
Undang-Undang HKPD maksimal harus 30%.
Nah, oleh karena itu dari
catatan-catatan yang sudah kami
sampaikan kemudian grafik dukungan dan
analisis yang kami lakukan, maka
rekomendasi ee ee kami terhadap PEMPR
Jawa Barat adalah penguatan untuk JFJF
ini
dan rekomendasi JF-nya ini. Sehingga
teman-teman yang ada di kelompok
penguatan ini mestinya mestinya karena
dia sejalan dengan potensi wilayah dan
dan pengembangan asta cid dan
pengembangan ee visi misi ee kepala
daerah Gubernur Jawa Barat, maka
mestinya kelompok-kelompok yang ini ini
akan karirnya moncer gitu ya. harusnya
begitu. Harusnya begitu dibanding yang
lain-lain.
Dan ee itu kira-kira teman-teman yang
bisa saya sampaikan tidak tidak banyak.
Yang jelas BKN
sangat mendukung kebijakan yang proir
ASN ini. Teman-teman mungkin sudah tahu
Bapak Ibu ada delapan kebijakan terbaru
BKN yang pro karir ASN. Pertama
pencantuman gelar akademik. Ya, kalau
dulu wajib
ada ee izin belajar atau tugas belajar,
sekarang ada relaksasi dengan surat
edaran kepada BKN nomor 3. Pokoknya
sudah milik ijazah dan itu terakreditasi
maka bisa dicantumkan di gelarnya.
Kemudian profesi akademik eh profesi
akademik itu kemudian pencantumkan gelar
profesi juga demikian.
Kemudian ee kemudahan ujian kompetensi
untuk ee JF kepegawaian ini menjadi 12
kali setahun alias setiap bulan. Dan
kalau misalnya ee ada yang belum
memenuhi dari subunsur itu, tinggal itu
saja yang direm yang diulang.
Kemudian yang keempat, wah ini
kesempatan kenaikan paket lebih tinggi
dari atasan langsung. Kemudian yang
kelima, nah di kami apapun bentuk surat
masuk dari dari instansi apa apapun
bentuk layanan itu harus selesai
maksimal dalam 5 hari. Kalau tidak
selesai maka dianggap BKN menyetujui loh
kurang gimana.
Yang keenam penguatan independensi
seleksi JPT. Jadi tidak boleh lagi sejak
bulan Juli 2025 dan seterusnya unsur BKN
baik pejabat manajerial atau struktural
maupun JF dan pelaksana untuk menjadi
anggota pansel seleksi di instansi luar.
Kemudian percepatan pembangunan
penerapan manajemen talenta dan terakhir
ee penambahan periodisasi kenaikan
pangkat selama 12 kali dalam setahun.
Nah teman-teman Bapak Ibu yang saya
hormati.
Kira-kira
itu ee yang bisa saya sampaikan dari
sudut pengembangan pengembangan karir,
dari sudut perencanaan kebutuhan dan ee
endorsement yang BKN lakukan dalam
meningkatkan
karir atau kinerja ASN melalui
program-program produk yang pro karir
ASN. Terima kasih atas perhatian Bapak,
Ibu. Dengan senang hati kami akan nanti
ee berdiskusi dalam dalam tanya jawab
yang akan dipandu oleh Mbak Devi.
Allahum thq. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih Bapak Muhammad
Ritwan yang sudah menyampaikan satu
pemaparan yang sangat-sangat menarik
pada sesi yang pertama. Nah, kali ini
tentunya Sobat ASN yang ingin berdiskusi
silakan saja untuk bisa langsung
menggunakan feature as hand di Zoom
ataupun juga bisa bergabung melalui
YouTube dengan menuliskan pertanyaannya
melalui live chat. Dan tentunya sesaat
lagi kita akan melihat siapa saja yang
akan melakukan sesi diskusi pada siang
hari ini.
[Musik]
Baiklah ASN kembali lagi tentunya masih
bersama ASN belajar seri 41 tahun 2025
persembahan dari BPSDM Provinsi Jawa
Timur. Nah, kali ini kami masih
menantikan untuk Anda sobat ASN di mana
pun Anda berada yang sudah ada tentunya
di Zoom ataupun juga YouTube BPSDM Jatim
TV kami persilakan untuk bisa melakukan
sesi sharing ataupun juga bertanya
ataupun juga bisa berpendapat di sini.
Kami persilakan Sobat ASN dan kali ini
untuk Sobat ASN yang sudah bergabung
untuk yang pertama kami mengundang kali
ini ada Bapak Joko Kusmar Henoto dari
Malang. Kami akan menyapa terlebih
dahulu.
Selamat siang, Bapak. Asalamualaikum.
Selamat siang. Selamat sejahtera untuk
semuanya.
Terima kasih. Bagaimana kabarnya Bapak
Joko?
Baik, alhamdulillah. Tetap tetap
semangat,
tetap semangat
dan selamat berkarya di Masa Purna. Oke,
kali ini kami persilakan Bapak Joko
untuk bisa sharing bersama Bapak
Muhammad Ritwan kali ini selaku
narasumber kami.
Terima kasih Bapak Muhammad Ridwan. Kami
tadi mengikuti, saya mengikuti paparan
panjenengan meskipun singkat-singkat
tapi poinnya sudah kita dapatkan kita
tetap terima Pak. Ya, begini Bapak di
Provinsi Jawa Timur itu di antara
program prioritasnya adalah penurunan
angka pengangguran, Pak.
mungkin juga provinsi yang lainnya. Nah,
beban itu diberikan kepada Dinas Tenaga
Kerja Provinsi Jawa Timur.
Ee kita berbicara penurunan angka
pengangguran itu di antaranya adalah
melalui strategi peningkatan kompetensi
tenaga kerja, Pak. Agar bisa mengisi
jabatan kerja yang ada di dunia kerja.
Nah, bicara tentang peningkatan
kompetensi, maka di situ peran strategis
instruktur, Pak.
Instruktur di semua lembaga Balai Latang
Kerja di jajaran Dinas Tagja Provinsi
Timur. Nah, berkaitan dengan materi yang
Bapak sampaikan tadi, kami sebagai
instruktur yang mana kami
menitik karir ini sesuai dengan judul
ini ee sampai sekarang lebih kurang
sudah 39 tahun lebih, Pak. Jadi 3 tahun
9 bulan. Jadi 39 tahun 9 bulan. Namun ee
kami sudah mengikuti bagaimana
perkembangan ee peningkatan ee
pengembangan karir ee yang namanya
instruktur itu, Pak. Mulai dari awal
instruktur sampai dengan sekarang
jabatan fungsional instruktur. Ini yang
ingin kami tanyakan Bapak sudah ada
peraturan BKN Pak nomor 22 kalau ya
nomor 14 nomor 14 tahun 22 berkaitan
dengan ee kelas jabatan fungsional
instruktur mad.
yang itu juga sudah ditindaklanjuti
dengan surat Kementerian Tenaga Kerja
kepada ee provinsi-provinsi, Pak. Namun
sampai dengan sekarang itu belum
dilaksanakan di Pat.
Belum dilaksanakan. Itu peraturan resmi
di zaman Pak Cahyo Kumolo dulu, Pak.
Menpannya
kemudian sampai sekarang belum tidak
lanjuti. Sementara ada jabatan lain
fungsional yang sudah masuk kelas utama
di Provinsi Timur, Pak.
Ya, ini untuk struktur belum ada. Yang
kedua, sistem pembinaan menggunakan
sistem piramid di provinsi menurut saya
perlu ada apa ya, Pak? Review kembali
karena seiring dengan apa yang pernah
sampaikan Pak Zudan waktu itu bahwa
pengembangan karir itu disusuhkan
menggunakan sistem tabung, Pak, bukan
menggunakan piramid. Nah, itu bagaimana
implementasinya? Bagaimana pas sudah
dilaksanakan. Yang ketiga, pertanyaan
kami, Pak, berkaitan dengan masa kerja
ASN yang mana pernah disampaikan Pak
Zudan kalau gak waktu itu sebagai PKN ee
ada penambahan masa kerja instruktur
atau bukan instruktur ya, ASN tepatnya
ya waktu itu. Nah, apakah itu sudah
dibuatkan ee turunannya atau diusulkan
atau bagaimana Presiden?
Karena ini penting, Pak.
pengembangan karir struktur itu
sudah ada landasan hukumnya, namun
sampai sekarang juga belum diterapkan.
Jadi ee kami sudah beberapa kali
komunikasi dengan Kepala Biro
Organisasi, namun tampaknya perlu ada
penjelasan lebih lanjut dari BKN, Pak
tentang itu, Pak.
Terima kasih, Pak. Ada tiga pertanyaan
kami. Insyaallah ee saya
kalau dihadap perpanjangan, Pak, ya 1
Desember sudah masuk purna tugas, Pak,
dengan pangkat terakhir 4D
dengan apa namanya? Masa kerja 39 tahun
10 bulan, Pak. Terima kasih.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Habis ini Bapak Joko akan
kembali berkumpul bersama keluarga
tentunya ya.
Baik, silakan. Kali ini kami persilakan
kepada Bapak Ritwan untuk dapat
menjawab.
Makasih Pak Joko. Ee senior kita semua
nih ya.
Pertama saya ingin mengucapkan selamat
Pak karena apa namanya eerness Bapak
untuk spiritnya sangat tinggi. Tepuk
tangan Pak Joko. Yang kedua, Pak Joko eh
kami sudah sounding kepada teman-teman
Setnik bahwa
eh
Satya Lencana Karya Satya itu tidak
cukup untuk sampai 30 tahun. Kami sudah
sampaikan mbok Yao ada yang 40 tahun
karena faktanya ada orang-orang seperti
Pak Joko ini ya.
Dan kemungkinan para profesor yang
sampai 70 kalau dia masuknya waktu itu
sebagai dosen tahun 20 ee umur 20 maka
sangat panjang bahkan mungkin bisa
sampai ee
Satya Lencana 50 tahun gitu. Jadi itu
Pak mudah-mudahan ada. Kemudian yang
kedua, nah ini memang begini Pak Profan,
Kepala BKN itu kan juga punya wajah lain
yaitu Ketua Umum Korpri, Pak. Nah, dalam
kerangka ee jabatan beliau sebagai dan
dan antara ketua umum Korp dan Kepala
BKN menjadi satu sekarang. Oleh karena
itu kami sampaikan ee delapan kebijakan
yang pro karir ASN itu benar-benar murni
dari beliau. karena beliau pernah PJ
gubernur di tiga tempat, kemudian pernah
ee beberapa kali di tempat lain itu
merasakan dampak dari hambatan-hambatan
yang di
ada di delapan ee kebijakan prokari yang
terbaru itu. Jadi kita WC, Pak karena
ketua umum Korpi sudah menyampaikan ke
kepala eh ke kepala negara, ke presiden
tentang yang 60 jadi 62 e 60 jadi 65,
kemudian ee berapa jadi berapa kita
tunggu saja, Pak. Tapi mungkin tidak
akan tidak akan secepat yang kita bisa
duga. Kemudian yang kedua tentang kelas
jabatan dan sebagainya ini memang
pemilik proses bisnisnya banyak ya, Pak
Joko ya. ada Biro Organisasi, ada BKD,
kemudian ada dari Kementerian
Kementerian Tenaga Kerja sebagai
instansi pembina JF-nya. Ada kami, ada
Kemenpan RB dan mungkin Kementerian
Keuangan. Yang ingin saya sampaikan
adalah ini semua harus terkoordinasi.
Memang kalau kelas jabatannya sudah
disetujui di SOTK ee peta jabatan di
Pempr Jatim sebenarnya tinggal eksekusi.
Tapi sebentar tunggu dulu nanti Bapak
mau tanyakan ke Pak Abah dari KemaPAN RB
apakah sudah menyetujui peta jabatan
itu? Karena kalau sudah disetujui maka
tidak ada hambatan lagi sebenarnya.
Apalagi kalau misalnya ee
ABK-nya sudah ada yang dan akan mengisi
sudah ada. Itu yang
sudah Pak. Sudah setuju ya? 14 tahun 22,
Pak.
Iya. Itu berarti tinggal dilaksanakan
saja Pak. Tapi saya harus cek lagi,
Bapak harus cek lagi apakah misalnya ee
kemampuan fiskal kita tahu ya sekarang
TKD transfer ke daerah ini tahun 2026
akan turun dan itu pasti efeknya akan ke
sana. Saya ingin ingatkan Bapak Ibu ya.
Saya ingin ingatkan mudah-mudahan tidak
terjadi tapi bisa jadi TPP
itu akan disesuaikan untuk daerah-daerah
yang memang sudah tak tertahankan. Ya,
saya ingin sampaikan dari 514 kabupaten
kota misalnya hanya 10% atau sekitar 50
kabupaten kota yang rasio belanja
pegawainya itu ada di angka 30
atau kurang. lainnya lebih kita sebut
Kabupaten Anu 47, kabupaten ini 52. Nah,
itu bahaya bahaya bagi pengembangan ee
atau pelaksanaan visi misi dan
ee potensi daerahnya.
Kemudian yang terakhir ini surprise
banget nih, Pak. Gini untuk instruktur
ya memang Dinas Ketenagakerjaan gak
boleh kerja sendirian tuh kalau mereka
misalnya sudah pintar ya anak-anak asuh
Bapak sudah pintar katakan tapi ternyata
lapangan pekerjaannya kemudian yang
lain-lain di dinas ee yang terlibat ya
yang berkaitan tidak tidak
membantu itu juga enggak bisa misalnya
dinas perdagangan, Dinas Perindustrian,
kabupaten, kota dan yang lain-lain. itu
ee apa pengembangan kompetensi
teman-teman yang dari swasta itu yang
yang di dibantu oleh para instruktur
itu akan musro kalau memang
kesempatannya misalnya mereka kan
rata-rata enggak bankable gak enggak
bankable Pak enggak bankable itu kalau
di apa namanya didatangi oleh bank
dilihat misalnya oh ini gak bisa dibantu
gitu oleh karena itu nanti uang R
triliun itu akan pro juga kalau kemudian
tidak dibantu dengan yang lain-lain.
Tapi saya setuju, Pak, bahwa ee JF
Instruktur ee di Dinas Ketenagak kerjaan
memegang perangat sangat penting karena
mestinya teman-teman di sektor ee publik
ee di sektor swasta lalah yang apa
namanya harus mengembangkan itu karena
kemudian PAD-nya akan tumbuh dan
seterusnya. Terima kasih sekali lagi Pak
Joko. Ini mungkin bisa ditanyakan lagi
nanti ke Pak Aba ya. Terima kasih Bapak
kita ini. Makasih Pak Joko.
Terima kasih Pak Joko untuk
pertanyaannya. Kayaknya kalau dengan
semangatnya Pak Joko kali ini ya, Pak
Ritwan penginnya mengabdi seluruh
usianya untuk pekerjaannya. Hebat
sekali. Tepuk tangan dong untuk Bapak
Joko. Terima kasih Pak Joko antusiasnya
dan tentunya nanti pensiunnya bisa
bahagia bersama keluarga dan juga
menerapkan semua yang sudah kita
informasikan bersama SN belajar untuk
keluarga tercinta. Nah, kali ini Pituan
kita akan menuju untuk penanyaan kedua
yaitu ada Ibu Yunita. Kita akan menyapa.
Selamat pagi Ibu Yunita. Asalamualaikum.
Halo, Ibu Yunita.
Ibu Yunita, mohon izin. Dari mana, Ibu?
Ee dari Kabupaten Mojokerto.
Oh, baik. Silakan Ibu Yunita untuk bisa
sharing, mengungkapkan semuanya atau apa
yang ingin ditanyakan kepada ekspert
kita ataupun juga narasumber kita. Kami
persilakan.
I ee ini kan saya menyimak paparannya
Bapak itu tentang manajemen talenta,
kemudian pengembangan karir. Ee saya
pertanyaan saya itu gini, Pak.
ee itu untuk pengembangan karir
prioritasnya kan kalau di sistem merit
itu kan diutamakan untuk kompetensinya
ya, Pak ya. Nah, kemudian untuk promosi
sendiri itu apakah ada uji tersendiri
gitu kan untuk menunjukkan bahwa ini
sudah kompeten atau belum atau
diutamakan untuk yang masa pengabdiannya
lebih tinggi mungkin atau seperti apa?
Terus kemudian ee saya dulu perekrutan
saya itu pertama kali adalah penata
keuangan. Kemudian
ee mulai tahun ini diubah menjadi
penelaah teknis kebijakan. Nah, dari
penata keuangan yang ee kompetensinya di
bidang keuangan dan akuntansi waktu itu,
ke penelaah teknis kebijakan yang sama
semua di kepegawaian juga ee di bagian
TU itu juga penelaah teknis kebijakan,
di bidang penata perizinan itu juga
penelahan teknis kebijakan. Nah, ini
apakah enggak enggak seperti kemunduran
gitu, Pak? Jadi awalnya tuh sudah
tertata nih sesuai nih dengan
kompetensinya nih. Kemudian disamaatakan
lagi. Nah, itu jadi pola pola karinnya
nanti seperti apa. Kemudian ee atasan ee
bukan atasan ya, di tempat saya ini di
sekretar saya kan berada di dalam
naungan sekretariat nih sekretariat.
Kemudian saya penata keuangan. atasan
saya waktu penyetaraan fungsional
kemarin itu ee di tahun 2023 kalau
enggak salah itu kasak keuangan saya itu
jadi fungsional AKPD. Kemudian
ee tapi di sekretariat itu misalnya saya
penata keuangan ini saya enggak bisa nih
sekarang nih kalau misalnya mau naik itu
jadi AKPD enggak bisa karena kan ee AKPD
itu hanya untuk dinas-dinas tertentu
misalnya seperti itu. Nah, berarti kalau
posisi saya nih enggak ada kemungkinan
ee apa pengembangan karir berarti
seperti itu? Pertanyaan saya karena
posisi saya ini kan kayak ya sudah stak
gitu, Pak. Gimana itu, Pak?
Sebentar, sebentar. Bu Yunita sekarang
fungsional ya?
Enggak, bukan belum, Pak. Jadi waktu
Oh, pelaksana ya penalangan teknis
kebijaksanaan kebijakan.
Iya. Iya. Dulu kan awal awal dari
capeknya jadi terus ke ke pegawainya itu
kan penata keuangan karena kan ee apa
kompetensi saya pendidikan saya kan
akuntansi sesuai kemudian diubah jadi
penelaah teknis kebijakan
yang sama semua di semua sisi itu apa
maksudnya di semua lini di dinas saya
terutama itu sama kalau untuk pelaksana
berarti kan enggak ada pembagian yang
sesuai kompetensinya gitu kan. justru
enggak enggak manajemen talentanya
seperti apa. Terus kemudian waktu saya
ikut mengikuti Zoom untuk yang AKPD itu
bahwa untuk di sekretariat itu tidak
dimungkinkan untuk
hanya untuk ujiom aja loh. Jom, AKN atau
AKPD atau apa itu tidak diizinkan.
Karena di sekretariat itu ee mungkin
pekerjaannya yang rutin-rutin aja begitu
ya. Mungkin hanya dari bidang gitu kan
waktu itu saya
saya mengikuti Zoom-nya itu seperti itu
ya. Terima kasih Pak. Ini curcol Pak.
Nggih. Siap. Matur nuwun.
Nggih. Matur nuwun Bapak. Baik. Kali ini
kami persilakan kepada Bapak Ritwan
untuk dapat menjawab keluh kesah dari
Ibu Yunita, keresahan dari Ibu Yunita
nih.
Baik. Baik. Em,
saat ini struktur dari ASN itu kalau
dilihat dari tugasnya kan ada dua, ada
tiga ya, Bu Yunita dan Bapak Ibu ya.
pertama adalah ee pejabat manajerial
ya atau yang dulu disebut sebagai
pejabat struktural, kepala biru, kepala
badan dan sebagainya. Kemudian yang
kedua ada pejabat fungsional JF ya,
jabatan fungsional. Kemudian yang ketiga
pelaksana. Nah, ketiganya ini memang em
kalau kami sekarang di di Trenhan
Direktorat Percayaan Kebutuhan itu lebih
cenderung ke kami sudah baca dari
referensi dari ee OECD misalnya dari
ee beberapa
ee referensi internasional dan regional.
Angka 2080 itu nampaknya menjadi semacam
menjadi ini ya menjadi ee angka
psikologis gitu 80 JF kemudian 20-nya
adalah supporting atau pelaksana atau JF
yang ada di sekretariatan misalnya
seperti misalnya analis SDM aparatur itu
masuk ke dalam yang 20%. Nah, kemudian
ada Kenpan 282 kalau enggak keliru ya
yang mereposisi jabatan pelaksana itu
menjadi tiga. Ada klerek, ada ee
penelaah, ada apa gitu. Nah, kemudian
dari dari banyak gitu ya, dari banyak
ini memang tendensinya nanti ma mohon
ditanyakan juga ke Pak Abah ada
menskuquis atau memampatkan misalnya
misalnya jabatan fungsional di bidang ee
keuangan negara itu yang tadinya ada
berapa? Ada ada 14 kalau enggak Kir itu
diminta untuk menjadi enam atau lima
saja. ee di Kementerian Kesehatan yang
tadinya ada 40-an itu diminta jadi
berapa belas saja gitu. Di kami pun
begitu di BKN itu kan pembina jabatan
fungsional kepegawaian ya Bu ee Yunita
ya. ada analis SDMA, ada penata SD SDMA,
ada audiman, auditor manajemen ASN,
kemudian ada juga ee asesor. Ini
nampaknya diminta menjadi dua. Nah, yang
jabatan fungsional juga diquis gitu,
dimanfaatkan e dimanfaatkan sori.
Demikian juga dengan terminologi yang
ada di jabatan pelaksana. Masuk. Salah
satunya ada yang terdampak adalah betul
ini penelaah teknis kebijakan itu
jadinya ada di mana-mana dan kalau kita
bilang enggak karu-karuan semuanya bisa
dari teknik nuklir juga bisa masuk situ
dari akuntansi juga masuk situ gitu.
Oleh karena itu, saran saya jika memang
ee
Ibu merasa kompetensi teknis,
kualifikasi, manajerial, sosiokultural,
dan lain-lain memenuhi sebenarnya bisa
ee bisa dicoba untuk ikut ke JF.
Problemnya adalah
80 KL pembina ee JF, ada 283
jenis JF yang model pembinaannya itu
macam-macam.
Ya, ini yang ini yang sedang dicoba di
diurai oleh oleh kami oleh Kepala BKN
dan kami bagaimana para pemilik proses
bisnis ini kemudian sama kalau misalnya
ya
ee kenapa sih harus berbeda tunjangan
tadi JF struktural ahli madia
dengan eh sori struktur JF instruktur
ketenagakerjaan ahli madia yang tadi Pak
siapa tadi Pak Joko dengan misalnya ee
JF auditor ahli madya. Kenapa harus
beda? Karena level pekerjaannya tingkat
kerumitannya kurang lebih sama kan?
Sama-sama madya. Itu yang sekarang
sedang di dicoba di kami ee Pak Kepala
BKN bicara dengan beberapa Bu Menteri,
dengan teman-teman yang ee ada di
kementerian, lembaga dan lain-lain untuk
kita supaya ada satu itulah gitu. Kalau
perlu kalau kita biasanya kenal tadi ya,
Pak Joko sudah sampaikan ada piramid
gitu ya. Nah, JF pertama kemudian muda,
Madia, dan utama. Kenapa enggak tabung?
Dan faktanya ada JF yang tabung Bu ee
Yunita dan Bapak Ibu apa itu? Dosen.
Dosen itu mulai dari asisten bisa jadi
guru besar semua itu benar-benar tabung.
Itu kok bisa, kenapa yang ini enggak
gitu. ini yang ee struggling itu yang
memang kami sedang sisir satu persatu.
Oleh karenanya yang dapat kami lakukan
oleh BKN lakukan adalah mempermudah itu
baru delan area itu tadi Bu ya,
pencantuman gelar yang otomatis gitu.
Bahkan mungkin ya mungkin ke depannya
peran BKD, BKPB, BKPSDM, Karo Biro SDM
itu tidak perlu ada. Kenapa? Karena ya
kalau kalau lulusannya 2019 ke sini itu
data di Forlab PDKT itu sudah ada,
ngapain harus pakai cap basah harus di
itu gitu. Nah, kemudian-kemudahan itu
baru administratif. Nanti mudah-mudahan
mohon doanya ee kesehatan Pak Kepala BKN
dan kami semua ya serta teman-teman BKD
supaya seterusnya bisa nanti lebih ke
substantif. Mudah-mudahan kita bisa
meyakinkan convincing teman-teman
pemilik proses bisnis instansi pemin JF
untuk mempermudah menyamakan, memangkas
dan sebagainya. Termasuk yang Ibu tadi
sampaikan, loh kok bisa padahal
akuntansi kok enggak bisa, kok enggak
boleh bahkan nyobanya enggak boleh gitu.
Nah, itu sebenarnya enggak gini ya. Di
sisi lain ya, Teman-teman. Bapak, Ibu,
ada juga em apa ya tabu-tabu yang kami
pikir loh kok bisa ya gitu? Kok bisa
misalnya kalau benar ya BKPSDM PMKP
Mojokerto siapa sekarang
ee itu melakukan pembatasan itu padahal
mungkin mungkin instansi pembinanya pun
enggak batasin
tapi memang ada JF-JF tertentu izin
mohon izin Bapak Zoom-nya dari KemenQ
Pak waktu itu, Pak.
Nah, iya iya ada. Betul kan?
sektornya
betul sektornya yang masih itu. Nah, ini
yang kami coba bersama dengan Pak Aba
dan teman-teman di ee Kemen Parb.
Pokoknya kalau tagline-nya kan sekarang
ee apa BKN itu apa? Bapaknya para SN ya.
Kami sebagai bapak dan teman-teman
semuanya sebagai anak kami akan
mendahulukan supaya gimana caranya lebih
pintar, lebih karirnya lebih melesat dan
sebagainya. Tapi tentu tentu ada pemilik
proses bisnis lain, ada regulasi yang
juga kita sama-sama harus harmonisasi.
Saya kira saya hanya bisa begitu, Bu.
Saya enggak bisa ini macam-macam ya.
Sementara
itu duluah gimana caranya gini, gimana
caranya Bu Yunita bisa menjadi pembeda
di sekretariat tapi kalau lulusan
akuntansi apalagi UNER dan Ibu sudah
bisa misalnya ya ee bisa membuktikan
bahwa pekerjaannya jauh lebih efektif,
efisien dari yang lain-lain mestinya itu
dilihat. Nah, itu yang yang apa namanya?
Manajemen talenta itu yang kemudian even
itu ibu pelaksana atau yang lain-lain
kalau itu juel hidden jeel di dalam
lumpur misalnya itu kan bisa diambil
juga dan meskipun di lumpur dia
bersinar. Sementara itu mohon maaf saya
tidak bisa menjawab pertanyaan.
Terima kasih Bapak.
Makasih ya.
Terima kasih Ibu Yunita dari Mojokerto.
Nah, kali ini Ibu Yunita semoga
bermanfaat dan tentunya bisa memberikan
sedikit ataupun juga menjawab keresahan
dari Ibu Yunita. Dan kali ini Bapak
Ritwan, kami masih punya beberapa
penanya lagi. Saya akan persilakan
kepada Bapak Juniarso.
Halo, selamat siang. Asalamualaikum
Bapak Juniarso,
Sobat ASN kalau mau bertanya silakan
saja. Kita punya feature sh hand tinggal
saja ditekan saja untuk feature S
hand-nya. Dan kali ini Bapak Juniarsonya
rasanya masih belum bisa mendengar suara
kami. Tapi kali ini kami sudah ada
penanya lagi yaitu ada Bapak Devin.
Selamat siang Bapak Devin.
Asalamualaikum Pak Devin.
Halo. Silakan
ya. Bapak Devin berada di mana, Bapak?
Ma
ee asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Halo. Halo.
Halo. Iya, Bapak Devin. Kami sudah
mendengar
ya. Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullah
wabarakatuh.
Saya dari pemerintah Kasi nih. Saya mau
nanya nih tentang menyimak. Di sana kan
ada peta jabatan.
Dari mana, Pak? Mas
dari Kabupaten Bekasi, Pak. Dari
Kabupaten Bekasi.
Oh.
Oh, dari Bekasi. Baik.
Iya. Saya mau nanya nih. Saya menyimak
tentang adanya pengembangan karir ASN
ya. Nah, di sana saya lihat ada peta
jabatan. Nah, depan itu melihat ada
namanya penilaian kinerja.
Nah, diikan sebagai pondasi pola karil
ISN.
Nah, ee bagaimana cara menghitung
penilaian kinerja sebagai pola aril ASN
menuju birokrasi
ee berdampak? Gimana caranya? Itu cara
menghitung penilaian kinerja.
Itu aja.
Baik, terima kasih Bapak Devin. Dan kali
ini kami persilakan Bapak Ritwan.
Kasih, Pak. Pak Devin kalau dekat sama
ee BKN pusat silakan datang aja ke PTSP
kami, Pak. Penjelasan lebih lanjut ya.
Pertama itu. Yang kedua gini
ee sistem penilaian kerja kan sudah ada
aturannya sendiri ya. Bahkan di BKN
kalau Bapak, Ibu, teman-teman dari ee
daerah atau KL sudah memakai sepenuhnya
sistem kami kinerja.bkn.go.id, go. Maka
sebenarnya penilaian kerja itu sudah
otomatis masuk ke sistem dan kalau itu
kemudian Kabupaten Bekasi katakanlah
sudah menerapkan MT itu juga bagian atau
input atau referensi bagi ee manajemen
talenta di sana. Heeh.
Jadi em sebenarnya begini,
kalau kita lihat misalnya orang-orang
saya coba share sedikit lagi ya, tapi
gak bisa lama-lama nih karena Pak Aba
sudah sudah
sudah masuk di ee Zoom.
Gini ya. Ini yang tadi saya sampaikan
ya.
Sudah terlihat ya, Pak Devin ya.
Nah, ee ketika misalnya kinerja kita
berada di atas ekspektasi either itu di
di boks keempat 7 dan 9 4 itu artinya
kinerjanya tinggi tapi potensinya rendah
dan seterusnya ya. Yang tujuh itu
menengah, tinggi menengah, yang
tinggi-tinggi. Nah, ketika misalnya ee
Pak Devin dan teman-teman sekalian sudah
dipetakan dalam bok atau kuadran kinerja
vs potensi ini, maka sebenarnya di dalam
sistem manajemen talenta kita di mana ee
apa namanya? Penilaian kerja menjadi
salah satu aspek yang dinilai itu
sebenarnya bisa masuk, Pak. Bisa masuk
ke dalam target-target jabatan yang
memang kosong gitu. Cuma yang ini yang
yang ngerti banyak tentu BKD, BKPB,
BKPSDM atau biro biro SDM yang kitanya
sebagai orang orang
ee di luar sana. Pak Davin kalau boleh
tahu di OPD mana, Pak?
Pak Devin.
Iya. Halo. Halo. Halo. Ia.
Iya, Bapak. Di mana, Pak?
Halus. Halo.
Oke.
Saya di bagian perencanaan keuangan
Setda.
Oh, baik.
Bagian percanan keuangan Setda di sini.
Baik.
Iya, siap.
Next.
Saya stopare screen
di sini juga kan kita kanus-putus
kayaknya.
Halo. Di tempat kami masih
memperdengarkan lagu Indonesia Raya.
Saya harus harus off sebentar ya.
Bentar
Kevin dari Bekasi
dapat mendengar kami di studio Bapak
karena tadi sempat dengar
baik
iya. Heeh. Heeh. Siap
Bapak Ritwan.
Iya. Ini juga
ya ee barusan memperdengarkan lagu
Indonesia Raya, jadi saya harus berdiri
dan juga menyanyikan. Mohon maaf. Mohon
maaf.
Baik tidak apa-apa Bapak. Jadi
eh Pak Devin tadi sudah saya sampaikan
bahwa kinerja itu akan menjadi bagian
dari yang akan dinilai selain
ee apa namanya? unsur-unsur yang lain
ya. Jadi yang perlu kita lakukan adalah
kita memang harus bekerja sebaik-baiknya
dan menunjukkan kompetensi kita. Kalau
perlu sikap proaktif, proaktifnya itu
yang yang perlu ditonjolkan ya dengan
kerja sama dengan tim, kolaborasi,
sinergi dan lain-lain. Nah, jika
Kabupaten Bekasi kemudian mengikuti
sistem manajemen talenta yang sedang
dibangun oleh BKN, sebenarnya ee effort
Bapak itu akan terlihat. Akan terlihat.
Apalagi kalau misalnya Bapak sudah
pernah ikut asesmen
ee di BKN atau di di Bekasi yang
diadakan sendiri katakanlah sebenarnya
pola-pola karir ke depan itu akan lebih
jelas memang tapi untuk kita sendiri gu
kadang-kadang ini enggak jelas mau
ngapain gitu ya tapi percayalah i toh
saya saya tahu I know your feeling Pak
ini kok kayaknya kita mau bekerja dari
sudah macet-macetan gitu sama aja ini
Pak ini yang gaji tinggi gaji rendah
sama aja gitu tapi percayalah dengan ee
manajemen talenta yang sedang dibang
BBKN bersama teman-teman yang lain.
Saya tadi sampaikan ke Buyuna, juel-juel
atau intan permata itu pasti terlihat
gitu. Apalagi kalau Bapak misalnya bisa
melakukan inovasi, melakukan ee apa
namanya? Ee pelayanan publik yang lebih
baik dari yang
ee sebelumnya gitu. Itu barangkali Pak
Devin. Nanti kalau kurang tinggal ke
PTSP BKN aja Pak. Kita ngobrol-ngobrol
di sana.
Makasih ya, Pak Devin ya. bisa langsung
ngobrol dengan Bapak Ridwan pastinya
nantinya bisa mampir-mampir langsung.
Baik, terima kasih Bapak Devin dari
Bekasi semoga cukup menjawab. Dan kali
ini juga kami ucapkan terima kasih untuk
Bapak Muhammad Ritwan, ST, Magister
Engineer. Terima kasih banyak untuk
kesempatan dan juga waktu yang sudah
diluangkan pada hari ini tentunya dalam
rangkaian acara ASN belajar seri ke-41.
Mungkin dari Bapak Ritwan ada closing
statement untuk sahabat-sahabat ataupun
juga sobat ASN di mana pun berada Bapak.
Baik, sahabat ASN di mana pun Anda
berada,
pola karir ASN
itu merupakan suatu cita-cita kita. Pola
karya yang bagus merupakan suatu
cita-cita setiap orang, setiap ASN entah
itu PNS, entah itu P3K dan BKN
sudah dan sedang dan terus akan membuka
jalan untuk ee apa ya istilahnya ee
menjadikan kebijakan-kebijakan kami
mulai dari perencanaan, kebutuhan,
seleksi, rotasi, promosi, mutasi, reward
management sampai dengan ee pensiun itu
sesuatu yang pro karir ASN dan mohon
bantuannya Ya, kalau misalnya masih ada
hambatan, sumbatan di mana-mana, saya
kira nomornya Pak Kepala BKN, nomornya
Kepala Kantor Regional ee 2 BKN Surabaya
misalnya yang lain-lain itu bisa diakses
untuk ee disampaikan kepada kami dan
kami akan mencoba untuk me
perbaiki sumbatan-sumbatan itu,
menghalangi sumbatan, melancarkan
sumbatan-sumbatan itu. Tapi tentu dalam
prosesnya kami juga harus berhubungan
dengan pemilik PRN bisnis yang lain.
Kemenan RB misalnya yang memiliki ee apa
namanya kewajiban
menentukan ee formasi
regulasi kebijakan dan yang lain-lain.
kami ada di bawah mereka dalam koridor
pelaksana teknis dan yakin bahwa kita
kalau sudah melakukan sesuatu kemudian
belum dilihat oleh atasan nilainya pasti
sudah ada di kanan kiri kita ini gitu.
Saya kira itu dan mudah-mudahan karir
kita semuanya naik meskipun tidak akan
semuanya jadi kepala badan kepala dinas
ya. Tapi yakin bahwa ee dengan
menjalankan
ee
apa namanya ee dengan menjalankan
sesuatu yang perlu karera ASN sebenarnya
ee kita sedang
melaksanakan atau mengimplementasi visi
misi dan cita-cita dari pemimpin daerah.
Saya kira itu sekali lagi terima kasih
dan Pak Aba serta Pak Prof. Agus. Into
saya izin undur diri dan terima kasih
teman-teman sekalian mudah-mudahan sehat
selalu dan tetap bersemangat dalam
melayani negeri. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Kita berikan tepuk tangan
yang meriah untuk Bapak Muhammad Ridwan,
ST, Magister Engineering. Terima kasih
Bapak untuk kesempatan juga waktunya
yang sudah bergabung dalam rangkaian
acara ASN Belajar seri 41. Nah, kali ini
Sobat ASN jangan ke mana-mana karena
masih akan ada dua narasumber hebat yang
akan memberikan insight yang spesial.
hanya di ASN Belajar seri 41.
So ASN untuk materi berikutnya kali ini
akan disampaikan oleh Deputi Bidang SDM
Aparatur Kementerian Pendayagunaan
Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi
Bapak Aba Subagia Esos MAP.
[Musik]
Asalamualaikum Bapak Abah.
Saya ingin menyapa terlebih dahulu.
Selamat siang Bapak Aba Subagia Esos
MAP.
Dapatkah mendengar suara kami yang di
studio Bapak?
Selamat siang.
Kali ini kita sedang terhubung dengan
Bapak Aba Subagia Sos MAP tentunya untuk
sobat ASN di mana pun Anda berada yang
pasti tentunya sobat ASN jangan lupa
jika ingin bertanya bisa langsung saja
melanjutkan nanti di sesi tanya jawab
tentunya dengan bergabung di Zoom
menggunakan future R hand atau bergabung
melalui YouTube dengan menuliskan
pertanyaan melalui live chat. Dan untuk
sobat ASN di mana pun berada, jangan
lupa untuk bisa langsung saja mengisi
presensi yang tentunya sudah hadir di
sini pada running tex Zoom ataupun juga
di kolom chat di Zoom juga sudah ada dan
ataupun juga langsung saja bisa menuju
pin chat YouTube BPSDM Jatim TV dan
tentunya karena traffic yang cukup
tinggi untuk presensi sobat jangan
khawatir Anda tetap bisa melakukan
presensi mengakses presensi kembali
mencoba kembali secara berkala sampai
dengan pukul 13 Wak Indonesia Barat.
Nah, kali ini kembali lagi kita akan
bersama menyapa Bapak Aba Subagia, SOS
MAP.
Selamat siang, Bapak Ab.
Izinkan kami untuk dapat menyapa
narasumber kami yang kedua.
Dan kali ini tentunya sebelum kita akan
menyapa Bapak Abah Subagia, Sos MAP,
marilah bersama-sama kita akan
menyaksikan satu video tutorial berikut
ini.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
He.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas dunia
tekad pantang menyerah
jadi ASN
berkuwa
servisama.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASM
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN cetar berkualitas
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas dunia
tekad pancang menyerah jadi
C berita
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
uku
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
Taman yang terus bergerak.
Sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar. ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia
siap menyongsong Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN getar berkualitas
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas dunia
tukan tekad pantang
jadi ASN
berkuat
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Barlah kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan
yang hadir di sini untuk mengabdi
rencanakan tugas ke bangga negeri.
Berentas itu melayani bangsa dengan
akuntabilitas tinggi.
Home.
dari sini tugas dengan hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
Layani bangsa loyal tanpa batasannya
selalu adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan
menjadikan ASN lebih berakhlak
bekerja sepenuh hati tulus membantu
sesama dengan bangga kami melayani
bangsa
[Musik]
Kami dari sini tegas dengan hati
tunjukkan kompetensi dalam harmoni.
loyal tanpa batasannya
selalu adaptif dan berkolaborasi
bergandeng tangan satu tujuan
untuk menjadikan ASN lebih beragam
mengerjas penuh hati tulus membantu
sesama
bangga kami melayani
bang kami melayani
bangsa Kami melayani
bangsa
[Musik]
H
[Musik]
He.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]
[Tepuk tangan]
Zaman yang terus bergerak,
sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdampak.
Bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi.
Selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
Menjadi ASN berakhlak mulia.
Siap menyongsong Indonesia emas.
ASN belajar wujudkan pemerintahan
berkelas dunia satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN cetar berkualitas
belajar wujudkan
pemerintahan
kelas dunia
tekadera
[Musik]
jadi ASN
berkualitan
[Musik]
bersama
[Musik]
Kami mencoba menjadi yang terbaik.
Melayani bangsa dengan sepenuh hati.
Murahlah kami junjung teguhkan diri
dan jadikan pedoman serta kekuatan.
Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan
tugas ke bangga negeri. Memerentasit
melayani bangsa dengan akuntabilitas
tinggi.
[Musik]
Kembali lagi sobat ASN tentunya masih
dalam rangkaian ASN belajar seri 41
tahun 2025. Nah, kali ini tentunya kita
sudah terhubung bersama deputi bidang
SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan,
Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi
kepada Bapak Aba Subagia, Sos MAP.
Selamat siang, Bapak.
Siang, Pak Prof. Bagus, Pak. Apa kabar?
Alhamdulillah sehat.
Di Jogja nih. Lagi di Jogja.
Baik, Bapak, bagaimana kabarnya Bapak
Aba?
Alhamdulillah, Pak Tevi.
Alhamdulillah. Dan kali ini tentunya
kepada Bapak Aba sebagai SS MAP kami
persilakan untuk bisa melakukan
pemaparan di sesi yang kedua. Terima
kasih, Bapak.
Oke. Baik, makasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Ya, selamat
pagi. Salam sejahtera untuk kita semua.
Ee Prof. Agus yang kami hormati ya,
teman-teman semua, rekan-rekan ASN
seluruh Indonesia yang juga sudah hadir.
Pertama apresiasi nih untuk BPSDM Jawa
Timur. Bagus nih, rutin nih beliau ini
ee Pak Dr. Ramle ini ya
selalu menyelenggarakan proses
pembelajaranlah melalui webinar bagi
teman-teman untuk bisa mendapatnya
menumpuk di satu tempat karena yang satu
daerah itu infrastruktur untuk
pengembangan kompetensinya dia lebih
menonjol. Maka mobilitas talenta itu
perlu lakukan mobilitas talenta.
Termasuk kemarin kita deskripsi itu isu
mobilitas talenta itu terhadap para
dosen. Banyak dosen di satu kampus dia
hebat-hebat. Di kampus lain itu ada
kekurangan dosen yang hebat-hebat. Jadi
artinya mobilitas talenta ee dosen
misalnya itu juga jadi penting termasuk
guru dan sebagainya. Kemudian kita juga
punya PR mandat di dalam ee
Undang-Undang ASN pasal 66 penyelesaian
tenaga non ASN sehingga penyelesaian
tenaga non ASN ini di dalam sistem merit
kita itu juga jadi penting ya. Kemudian
ada juga terkait dengan digitalisasinya,
digitalis manajen ASN-nya, kemudian
penguatan budaya kerja dan citra ee
institusinya. Nah, dari aspek
pengelolaan kinerja dan kesejahteraan
sekarang ini juga kita sedang membangun
PP tentang pengakuan dan penghargaan
sehingga nanti ini ee kita sisir gitu ya
sistem kesejahteraan kita yang
disparitasnya masih tinggi antara satu
kementerian dengan kementerian yang lain
sehingga nanti kita akan ee lakukan ee
penguatan-penguatan.
Makanya nanti Bapak, Ibu, teman-teman
sekalian nanti manajemen talenta itu
akan menjadi kunci dan akan kita
berlakukan kepada seluruh jabatan
seharusnya apalagi jabatan-jabatan yang
cukup ee strategis. Jadi ini akan
menjadi kunci ini manajemen talenta itu
agar birokrasi kita nanti ee lebih
profesional, lebih adaptif, lebih
inovatif khususnya dalam rangka
menghadapi ee kompetisi global ya di
tahun 2045.
Nah, salah satunya Bapak Ibu sekalian
maka ketika ASN berkinerja harus dia
selesai dengan dirinya. Artinya sistem
karir bagi yang bersangkutan itu harus
lebih jelas dan adil ya. Sehingga nanti
Bapak, Ibu sekalian setiap instansi
kalau sudah dinilai sistem meritnya ya
ee dia sangat baik atau sekarang ini
kita sebut sebagai tinggi atau maju maka
betul-betul harus direncanakan dan ada
transparansi dan sebagainya. Maka ketika
kita bicara sistem karir, nanti
penilaian melalui sistem merit itu
basisnya itu bukan hanya ketersediaan
ya, bukan hanya dokumentasi, tapi aspek
kualitas dan manfaat. Jadi Bapak Ibu
kalau sistem meritnya kita ukur kemudian
hanya pemenuhan dokumentasi saja yang
dipenuhi itu belum tentu dia akan dapat
nilai baik atau akan dapat nilai maju
atau tinggi gitu ya. Karena kenapa?
ternyata dari sisi kualitas dan
kemanfaatannya cukup rendah ya sehingga
enggak bisa itu ya. Kemudian yang kedua
Bapak Ibu sekalian kenapa talenta itu
menjadi penting? Karena kita ingin
menyiapkan pemimpin masa depan sehingga
talentpol rencana suksesi untuk
kepemimpinan birokrasi ini bisa
dilakukan secara berkelanjutan. Karena
sekarang ini banyak Bapak, Ibu,
teman-teman sekalian ketika para
seniornya hilang, kita ada gap yang
cukup besar ya di situ. Nah, sementara
kita enggak punya talenta-talenta ini.
Nah, makanya untuk menyiapkan
talenta-talenta sebagai suksesor nanti,
kita juga harus melakukan transformasi
terkait dengan persyaratan-persyaratan
tadi masalah waktu, pangkat, dan
sebagainya supaya ada akselerasi untuk
ee rencana suksesi di ee birokrasi. Nah,
termasuk juga keseimbangan ee nasional
dan daerah. Jadi distribusi talenta itu
juga harus merata sehingga pelayanan
publik di pusat dan daerah itu dia
memiliki kesetaraan ya. Kesetaraan ini
jadi penting ya. Ee dengan demikian maka
ketika ASDM-nya itu sudah terpenuhi maka
ini akan juga mendukung upaya layanan
publik yang ee lebih baik. Nah, termasuk
juga penempatan dan pengembangan talenta
sesuai dengan keahlian agar kinerja
mereka lebih efektif dan lebih
berdampak. Maka kita harus
mengoptimalisasikan potensi-potensi ASN
kita, termasuk yang di bawah-bawah gitu
ya. termasuk Bapak Ibu sekalian ini juga
untuk mendorong ee daya saing ee di
birokrasi kita sehingga
nantinya outcome dari manajemen Talenta
ini akan menghasilkan birokrasi yang
lebih kompetitif, lebih profesional, dan
inovatif untuk mendukung visi Indonesia
Emas di 2045.
Nah, oleh sebab itu, Bapak, Ibu
sekalian, teman-teman sekalian, maka
upaya-upaya dari Kementerian Lembaga dan
Pemda itu harus dilakukan. Karena
kenapa?
kita ini bukan hanya bicara talenta,
maka kalau kita bicara talenta, kita
akan bicara tentang sistem manajemen
karir,
ya. Sistem manajemen karir artinya apa?
Nanti harus ada perencanaannya,
pengembangannya, ada pola karirnya,
termasuk kelompok rencana suksesil
termasuk Bapak, Ibu sekalian, teman
sekalian. Nanti juga kita akan melakukan
perubahan terhadap Permenpan 3 2020
tentang manajemen talenta ASN karena ee
ini juga akan berubah gitu ya seiring
dengan ee tuntutan dari ee reformasi
birokrasi kita yang memberikan ruang
yang lebih besar. Nah, oleh sebab itu
maka pengembangan talenta karir itu
pertimbangannya apa tadi? Harus ada
kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan
kebutuhan organisasinya. Nah, ini nanti
dilakukan melalui proses mobilitas
talenta. Nah, mobilitas talenta ini bisa
dalam ee satu instansi pemerintah, bisa
antar instansi bahkan bisa keluar
instansi pemerintah. Nah, dengan
demikian, Bapak, Ibu sekalian ee kata
kuncinya berarti kita harus memiliki
desain untuk manajemen talenta itu ya.
Desainnya apa? Kalau kita ingin
membangun talenta yang hebat, maka harus
kita mulai dari akuisisi talentanya.
Termasuk Bapak, Ibu sekalian, akuisisi
talenta ini juga dilakukan melalui
sistem rekrutmen
CPNS maupun ee P3K-nya ya. Berarti kalau
sudah kitaisisi talentanya, maka kita
harus bisa kita klasifikasi talentanya
ya. termasuk kelompok apa suksesinya,
termasuk mana yang kita kembangkan,
termasuk juga retensi talentanya. Jangan
sampai sudah kita kelompokkan orang pada
ee tidak digunakan oleh ee instansi yang
bersangkutan sehingga mobilitas talenta
ASN ini bisa merata ke seluruh ee
instansi ee pemerintah ya. Nah, oleh
sebab itu Bapak, Ibu sekalian tadi
berarti nanti di dalam proses sekarang
transformasi untuk talenta ini, maka
kita juga harus membentuk yang namanya
komite talenta. Nah, komite talenta ini
nanti akan berisi dari ee
pimpinan-pimpinan unit di instansinya ya
yang akan menetapkan predikat talenta di
dalam manajemen ASN di masing-masing
instansi pemerintah. Nah, inilah ya
nantinya yang akan menjadi pertimbangan
bagi pejabat pembina kepegawaian. Nah,
komite talenta ini nanti juga akan
dibantu oleh sekretariat komite talenta
di mana nanti akan bertugas nanti
melaksanakan pelayanan ee secara
administratif guna mendukung
ee manajemen talenta. Nah, komite ini
nanti Bapak, Ibu sekalian nanti secara
nasional akan ada komite talenta
nasional misalnya untuk JPT madya
misalnya atau JPT utama itu dilakukan
oleh Komite Talenta Nasional. Nanti juga
ada komite Talenta instansi pusat yang
akan ada di instansi-instansi di
provinsi, kabupaten, kota. Jadi mereka
itu nanti akan ee membentuk ya komite
talenta yang ditetapkan oleh PPK
masing-masing. Nah, nanti proses ini
Bapak Ibu sekalian penetapan talenta ini
nanti akan dilakukan oleh Komite Talenta
dan nantinya akan menyampaikan
talenta itu kepada PPK sampai dengan
rekomendasinya ya. Nah, oleh sebab itu
ee teman-teman sekalian apa nanti yang
harus dilakukan?
bahwa pola karir kita itu bisa dilakukan
secara horizontal, vertikal, atau
diagonal, ya. Nah, oleh sebab itu maka
tahapan penerapan dalam ee pola karir
ini jadi penting mulai dari mun rencana
pengembangan karirnya, pelaksanaan pola
karirnya, termasuk juga pengawasan dan
pembinaan pola karir. Nah, ini lembaga
pengawas itu nanti harusnya dia
mengendalikan dan ini nanti yang diatur
dalam Permenpan 22 juga ini harus kita
ee sesuaikan karena harus ada
infrastruktur yang mendukung itu
khususnya terkait dengan sistem merit
yang nanti arahnya kepada ee membangun
manajemen talenta di instansi ee
pemerintah. Nah, oleh sebab itu, Bapak,
Ibu sekalian, maka yang harus dibangun
hal lain untuk mendukung itu adalah
aspek pengembangan kompetensi ASN-nya.
Karena ini pun akan menjadi ee pondasi
di mana nanti ASN kita itu bisa lebih
profesional, lebih
adaptif, dan juga mampu menjawab
tuntutan dan tantangan birokrasi yang
lebih ee modern. Maka kalau tanpa
penguatan kompetensi tentunya birokrasi
akanan sulit bergerak, birokrasi akan
sulit untuk meningkatkan kualitas
pelayanan publik dan sulit kita untuk
bersaing. Ya, jadi daya saing bangsanya
itu ee enggak bisa terpenuhi. Nah, oleh
sebab itu maka setidaknya Bangkom kita
itu nanti harusnya bisa
menutup kesenjangan ee kompetensi ya,
baik keterampilan, keahliannya. Karena
memang gap ini Bapak Ibu sekalian
harus memang kita tutup melalui apa?
Melalui proses pengembangan kompetensi
karena ini sudah jadi tuntutan ee
seluruh masyarakat. Kemudian juga ASN
digital yang dan adaptif. Nah, ini juga
penting karena ini menjadi satu
keniscayaan ketika kita tidak masuk ke
dunia digital, literasi digital,
kemampuan kolaborasi lintas sektor,
responsif terhadap perubahan. Jadi kita
ini tidak bisa lagi ee terkungkung
dengan pemikiran-pemikiran feodal dan
sebagainya. Kemudian juga penguasaan
bahasa asing misalnya wawasan global,
empati, komunikasi, kepemimpinan, maka
kita harus tumbuh
pikiran kita menjadi global mindset. Sf
skill kita juga harus kita tingkatkan
apalagi kaitan dengan kepemimpinan.
Kemudian ee pembelajaran yang
terintegrasi dan berkelanjutan. Jadi
kita tidak lagi pembelajaran itu
dilakukan secara parsial. Kalau kita
misal menggunakan penerapan model 70
bisa belajar dari pengalaman, interaksi,
dan pendidikan formal secara ee
seimbang. Jadi maksudnya kita ini
belajar tidak hanya dari satu perspektif
saja, tapi banyak hal yang bisa kita
gunakan. Nah, ini ee juga Bapak, Ibu
sekalian kalau kita bicara pengembangan
kompetensi maka seolah-olah pengembangan
kompetensi itu kita harus di kelas dan
sebagainya. Tapi aksesnya itu harus kita
buka secara merata dan inklusif ya.
Karena setiap ASN itu baik pusat dan
daerah dia akan memiliki kesempatan yang
sama untuk mengikuti pelatihan termasuk
nantinya melalui Smart ASN misalnya.
Jadi kita bisa belajar di mana saja atau
mungkin ada fitur di situ termasuk Bapak
Ibu ter ee punya apa namanya materi
terkait dengan pengembangan kompetensi
nanti kita bisa muat di mana fiturnya
yang punya LAN ya di ASN belajar
misalnya itu yang bisa nanti digunakan
dan bisa ee memperkaya. Nah, oleh sebab
itu Bapak Ibu sekalian kolaborasi itu
akhirnya menjadi penting ya. pemerintah
itu harus bermitra ya dengan di dengan
media, dengan swasta, dengan akademisi
dan bahkan dengan masyarakat. Karena
kenapa? Konsepnya itu kita sudah
bergeser bukan lagi ekosistem tapi ke
ekosistem ya. Jadi artinya ee saya kira
swasta punya teknologi yang memungkinkan
akses pembelajarannya bisa kita lakukan
secara ee kolaboratif gitu ya dengan
media menciptakan konten edukasi yang
lebih menarik yang mudah diakses ya.
Kemudian dengan para akademisi, dengan
teman-teman praktisi swasta misalnya,
kita juga bisa mengembangkan kurikulum
yang berbasis masyarakat dan pasar kerja
atau juga bisa dengan masyarakat karena
akan menjadi agen perubahan ya dengan
memberikan umpan balik dan mendukung ee
inisiatif ee pembelajaran
yang lebih kolaboratif.
Nah, oleh sebab itu, Bapak, Ibu
sekalian, ranah-ranah ini juga sudah
diatur ya, mana pembelajaran yang
menjadi domain yang dakukan oleh ee
lembaga administrasi negara misalnya ada
kepemimpinan dan manajemen,
sosiokultural ya. Kemudian juga teknis
fungsional yang dilakukan oleh instansi
pemerintah masing-masing. Misalnya
contohnya dilakukan oleh instansi
pembina misalnya untuk BPENAS kaitan
dengan perencana BKN kaitan dengan
kepegawaian dan sebagainya. termasuk
juga mungkin ada instansi sebagai pusat
unggulan center of excellence-nya ya.
Bisa saja dia nanti ee lebih tematik ya
tapi tetap nanti koordinasi itu dengan
dilakukan dengan instansi ee pembina.
Sehingga Bapak Ibu sekalian ini harus
kita mulai juga dari aspek ee
rekrutmennya gitu ya.
rekrutmennya sehingga nanti kalau rekrut
rekrutmennya baik maka dia pun akan
berdampak kepada tata kelola dari
talenta. Maka kalau kita sudah membangun
talenta dengan baik, maka kita punya
stok talenta yang strategis untuk
rencana-rencana suksesinya. Jadi bisa
dia bisa beragam itu talenta-talenta itu
bidang kepegawaian, bidang teknis apa
apa-apa dan sebagainya. Dan inilah yang
jadi ee peluru kita untuk melakukan
e tadi apa? Rencana ee suksesi.
Yang kedua adalah kesesuaian kompetensi
dengan jabatan. Right person in the
right rule itu
juga akan masuk di sana ya. Karena kita
akan tahu persis mana kompetensi dan
jabatan apa yang bisa dilakukan termasuk
bisa melakukan akselerasi inovasi
pelayanan.
Karena kita sudah melatih orang-orang
itu sesuai dengan bidangnya. Kemudian
kita juga bisa merencanakan SDM dengan
baik karena basisnya kita data, kita
punya orang-orang yang potensial di
bidang-bidang tertentu ya. Kemudian juga
Bapak Ibu sekalian, ketika kita
kelebihan talenta-talenta hebat itu,
maka seleksi yang kita lakukan itu
dasarnya apa? Dasarnya dari
talenta-talenta yang ada. sehingga ini
akan memperjelas sistem karir orang yang
ada di dalam talenta itu. Sehingga apa
yang terjadi? Maka yang terjadi itu
adalah transparansi dan akuntabilitas
ya di dalam pengembangan karir bagi ASN.
Nah, oleh sebab itu Bapak, Ibu sekalian
juga kita juga enggak lepas sih
sebetulnya dari tantangan-tantangan yang
dalam praktik manajemen ee talenta itu
ya. Misalnya yang pertama terkait dengan
variabel
indikator bobot pemetaan kinerja dan
pemetaan potensi itu kan masih berbeda
antar instansi. Sehingga ini ee sekarang
itu dengan satu data itu nanti kita akan
lihat potensi di situ. Termasuk juga
kadang-kadang kita kesulitan untuk
mengidentifikasi jabatan-jabatan
kritikal
di satu instansi dianggap kritik lain
belum tentu gitu ya. Oh, nanti kalau
kritikal seolah-olah dianggap lebih
penting. Kemudian dia akan masuk ke
talenta, ya. Tu. Kemudian juga terkait
dengan keterbatasan regulasi ya,
keterbatasan SDM, anggaran ya, itu masih
yang klasiknya lah ya. Termasuk juga
teknologi informasi. Tapi yang paling
penting adalah yang terakhir itu adalah
kaitan dengan kurangnya kesadaran dan
komitmen ee pimpinan instansi
pemerintahnya. Nah, ini barangkali juga
ee jadi penting. Makanya Bapak, Ibu
sekalian ee di dalam e penguatan
manajemen talenta ini maka dasar hukum
kita itu harus kuat ya. Termasuk juga
kita punya standaris nasional untuk
jabatan-jabatan kritikal apa aja gitu
ya. Kemudian juga kebijakan kaitan
dengan mobilitas talenta nasional supaya
orang bisa ee masuk ke setiap instansi
pemerintah ya. komunikasi karir yang
lebih jelas, budaya merit dan
transparansi itu menjadi bagian dari
kita melekat termasuk sistem kita itu
tidak lagi terpecah-pecah tapi kita
sudah terintegrasi dalam sistem ee
informasi ASN-nya ya. Nah, oleh sebab
itu, Bapak, Ibu sekalian, maka
sesungguhnya harusnya pemimpin itu harus
jadi role model mendorong kepemimpinan
yang bisa membimbing, mengembangkan
talenta, anak buahnya dibangun supaya
menjadi talenta-talenta hebat. Jadi
pemimpin itu bukan hanya sekedar
melakukan penilaian ya gitu, tapi juga
mengembangkan talenta-talenta supaya ada
aspek regenerasi di sana ya. Kemudian
yang kedua ya harus dilakukan
pembelajaran secara berkelanjutan ya.
Jadi artinya dia tidak harus berhenti di
situ dan pembelajaran itu tidak harus
dilakukan di kelas dan kolaborasi ee
SAKP ya
kolaborasi lintas unit
ya membuka ruang ya kepada seluruh
elemen ya membangun adaptivitas
melalui pengalaman kerja yang bervariasi
mendorong inovasi dan sebagainya
termasuk kita juga ada beberapa praktik
baik yang bisa menginspirasi terhadap
terhadap instansi-instansi yang memang
tadi memiliki prestasi yang ee cukup
luar biasa. Nah, oleh sebab itu Bapak
Ibu sekalian, maka dengan nanti regulasi
yang kita akan kembangkan, maka kita
akan lebih banyak memberikan ruang ya
kepada putra-putri terbaik kita untuk
berkompetisi lebih baik lagi sehingga
nanti betul-betul ketika manajemen
talenta ini diterapkan tapi tetap
basisnya sistem merit yang ketat gitu
ya. Sehingga memang ketika ada
penempatan jabatan orang ditempatkan di
situ betul-betul orang yang memilih
kualifikasi, kompetensi, kinerja bagus,
tapi juga memiliki apa integritas dan
moralitas yang baik gitu ya. Nah, saya
kira ini sharing dari saya gitu ya. Ee
terima kasih Mbak Devi gitu ya,
teman-teman semua yang sudah hadir. Ee
saya kira ini proses yang apa namanya
cukup memberikan ruang kepada
teman-teman khususnya para pembina
kepegawaian, para pejabat pembina
kepegawaian bahwa berilah ruang yang
sebesar-besarnya mereka untuk
mengembangkan kompetensinya,
mengembangkan karirnya, tapi tetap
basisnya adalah meritokrasi. Dan itu
hanya bisa kita bangun ya, kita
kelompokkan potensi-potensi itu ke dalam
kelompok rencana suksesi melalui tata
kelola kita di manajemen talenta ASN.
Ya, tetap semangat ASN hebat.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih kami sampaikan
kepada Bapak Ab Subagia. Dan kali ini
untuk sobat ASN yang ingin bertanya,
kami berikan kesempatan ruang dan waktu
untuk Anda. Silakan bergabung. Untuk
Anda yang di Zoom bisa menggunakan
future rest hand, sedangkan untuk yang
bergabung melalui YouTube bisa melakukan
menuliskan pertanyaan melalui live chat.
Dan tentunya sesaat lagi kita akan
kembali lagi tentunya dalam sesi Q&A
bersama Bapak Aba Subagia.
[Musik]
Baiklah. Bapak Abah, kali ini sudah ada
beberapa penanya yang sangat antusias
ingin sharing dan juga kali ini langsung
saja untuk penanya yang pertama saya
akan mengundang yaitu ada Bapak Edi
Nugraha.
Halo, selamat siang Bapak Edi Nugraha.
Selamat siang Mbak Devi. Asalamualaikum
Pak Abar.
Waalaikumsalam warahmatullahi.
Bapak mohon izin dari mana, Bapak Edi?
Purworejo, Pak Abah. Oh, Purworejo.
Baik, silakan untuk bisa bertanya kepada
Bapak Abah pada siang hari ini. Terima
kasih
salam sehat, Pak Abah. Ee satu hal, Pak
Abah ee diskusinya sebenarnya kurang
panjang ini dari Pak Ridwan, Pak Aba
nanti Prof. Agus tentunya saya yakin
tidak hanya 1 jam, 2 jam mungkin bisa
sehari penuh kalau kita bicara masalah
SDM.
Iya, benar.
Problemnya banyak ya, Pak.
produknya luar biasa. Ee satu Pak Abah
yang mungkin perlu kita ee diskusikan
satu hal terkait dengan manajemen
talenta atau ee program Merage Sistem
yang mungkin sudah sekian tahun mungkin
sekitar 5 atau beberapa tahun yang lalu.
Kemudian ee kalau tidak salah lembaga
Agrasi Negara pernah mengeluarkan buku
saku terkait dengan ee merit waktu itu 2
tahun yang lalu kalau tidak salah juga.
Nah, yang kadang begini, Pak Abad, di
pemerintah daerah itu khususnya di BKD
atau BKPSDM kalau di kabupaten kota
banyak hal yang ee kebijakan di
pemerintah sebenarnya sudah sangat
bagus, sudah sangat rigid. Artinya mulai
dari perencanaan menyusun manajemen
talenta, kemudian assesment, kemudian
ada human capital development
perencanaannya sudah disusun. Tetapi
baik BKN maupun MenPAN sepertinya ee
mohon maaf kurang tegas ke kabupaten
kota. Kadang kabupaten kota kalau orang
Jawa ngemplengke Mbak Devi atau
meremehkan. Nah, meremehkan dengan
kebijakan-kebijakan yang sebenarnya
sangat bagus kalau kami lihat seperti
itu. Kalau kabupaten, Kota, bupati, ee
kepala daerah, walikota, maupun gubernur
itu sangat paham dengan manajemen
talenta atau eh merit ketika Komisi ASN
waktu itu menggawangi Prof. Agus eh
beberapa tahun yang lalu dan sekarang
sudah ditarik ke MenPAN maupun ke PKn.
Ee barangkali ini yang perlu penegasan
Pak Aba ke kepala daerah. Artinya kepala
daerah ini kalau kita bicara apa namanya
seleksi terbuka
sepertinya uangnya habis untuk seleksi
terbuka apa-apa
dua formasi tiga formasi atau bahkan
lima formasi jabatan pimpinan tinggi
pratama misalnya yang diperbutkan oleh
mungkin 5 atau 10 orang kandidat
misalnya itu harusnya bisa ratusan juta
untuk asesmen berapa misalnya kemudian
untuk transportasi untuk menginap hotel
dan segala macamnya sangat luar biasa.
Maka kalau manajemen talenta itu
berjalan dengan sangat baik, merit
sistemnya juga berjalan. Ada indeks
meritage system di setiap tahun, tetapi
kadang indeksnya hanya sebagai
administratif tadi dokumen saja, Pak.
Apa tidak dilaksanakan secara
benar-benar oleh pemerintah daerah. Nah,
ini barangkali kalau dulu pernah saya
dengan Pak ee Prof. Agus Pramusinto
waktu itu ke Komisi ASN sempat saya
sampaikan kalau ada kebijakan seperti
ini idealnya yang diundang adalah para
pucuk-pucuk pimpinan gubernur ee bupati,
walikota. Tetapi kadang mereka tidak mau
hadir karena tidak memiliki apa namanya
ee minat mungkin ya, Kak atau tidak ee
berkomitmen begitu, Pak. Apa yang
ditugaskan adalah hanya Kepala BKD,
BKPSDM-nya atau bahkan wakil. Nah, ini
kadang yang ee ke depan saya yakin
dengan kebijakan-kebijakan yang ada di
Menpan maupun BKN, saya berharap ee
lebih besar, lebih baik untuk ke
depannya karena saya yakin banyak ee
talent-talent yang bagus Pak Abah di
daerah dan mungkin berkesempatan untuk
masuk ke ee provinsi maupun ke pusat
barangkali bisa dijembatani apakah ini
menjadi kesempatan yang baik untuk
turunan-turunan di Undang-Undang ASN
yang baru. Mungkin itu saja, Pak Abah.
Salam hormat dari Purworejo. Matur
nuwun, Mbak Devi. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakat.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Silakan, Bapak Abah.
Baik, pertama saya makasih ya ke Pak Edi
ya. Ini luar biasa karena beliau itu
mempraktikkan ya apa-apa yang jadi ee
kebijakan kita gitu ya. Tapi memang di
daerah itu banyak kendala ya. kendala
yang dihadir terutama kaitan dengan ya
tadilah pembinaan karena PPK-nya itu ya
notabnya ya memang pejabat politik gitu
ya kadang-kadang bisa campur aduklah di
situ ya. Tadi saya setuju saya selalu
sampaikan juga ee Pak Edi ya bahwa
harusnya ini bukannya PKD karena PKD itu
eksekusi gitu ya, tapi kan PKD akan
sangat tergantung pada PYB maupun
PPK-nya. Nah, saya ingin konsen Pak Edi
bahwa mungkin ya jadi evaluasi kita juga
kemarin di Permen 440 tentang sistem
merit kita sebelum menuju ke talenta itu
kan fokus kita itu kepada predikat.
Jadi apapun yang dilakukan oleh instansi
gimana caranya tidak buruk, tidak
kurang,
tapi gimana caranya supaya baik dan
sangat baik. Padahal baik dan sangat
baik itu mencerminkan ada rasa keadilan,
kualitasnya bagus dan sebagainya. Jadi
dengan banyaknya predikat itu ternyata
begitu saya datang ke instansi masih
banyak komplain padahal dia sudah sangat
baik. Waduh saya bilang ini kayaknya ada
yang salah nih. Karena kenapa ya yang
kita juga melakukan penawasan penilaian
tapi juga kita membimbing kan gitu. Jadi
artinya ya artinya udahlah yang penting
ada dokumennya gitu ya. Ee saya kira
itulah yang dikejar akhirnya. Maka
sekarang di yang baru ini kami sudah
harmonisasi Pak Edi. Nanti kita tidak
akan memberikan predikat dengan seperti
sebutan yang saat ini ya. Jadi sebutan
kita itu nanti dasar
ee lanjutan menengah tinggi maju. Jadi
tidak ada konotasi yang negatif.
Ya,
kalau dulu orang dasar itu Pak Edi itu
enggak mau karena buruk. Pak Edi pasti
dimarahi oleh Pak Bupati.
Iya kan? Jadi sekarang ini beda
orientasinya. Orientasinya itu lebih
kepada perbaikan tata kelola. Jadi kalau
tempat masih dapat lanjutan itu enggak
marah. Lanjutan itu kan sebenarnya
kurang. Tapi namanya lanjutan harus kita
apresiasi juga supaya tata kelolanya
baik dia maju ke menengah kan gitu ya.
Nah, itu salah satulah upaya kita supaya
kita ingin merubah orientasi orang itu
bukan lagi kepada predikat dan
penghargaannya, tapi lebih kepada
prosesnya. Bukan apa-apa, Anda dasar
juga sudah punya komitmen kuat nih
tempatnya Pak Edi itu.
Nah, oleh sebab itu maka indeks-indeks
itu kita ubah, Pak sekarang. Karena
itulah, Pak, yang dikejar Pak Edi
sekarang ini. Jadi bukan kepada tata
perbaikan tata kelolanya. dia sudah
sangat baik, tapi orang masih pada
komplain di dalam. Begitu kita lihat,
waduh ini kacau nih. Oh, berarti apa?
Udah, Pak. Secara dokumentasi kami
terpenuhi kok. Gitu ya. Tapi secara
praktik itu enggak. Karena kenapa tadi
yang dikejar tuh predikat? Karena memang
bunyi di Permenpan 40-nya itu tadi
predikatnya seperti itu. Jadi, orang
kalau dapat kurang atau buruk itu orang
takut banget gitu.
Kalau sekarang enggak Bapak ikut kita
nilai dapat dasar, dapat lanjutan itu
bagus. Karena kenapa? Konotasi
predikatnya itu tidak negatif. Nah,
makanya nanti siapapun yang dapat
predikat
dasar
lanjutan menengah, itu semuanya harusnya
diapresiasi sebagai bentuk penghargaan
kita. Tapi dia enggak bisa tinggi loh,
enggak bisa maju dan sebagainya. Jadi
artinya harus ada relevansi antara
predikat yang didapatkan dengan tata
kelola yang baik dengan manajemen
talentanya.
Jadi artinya
kalau kita enggak benar di dalam sistem
meritnya dia masuk talenta, lebih bahaya
lagi, Pak Edi. Karena kenapa? Talenta
itu jadi alat legitimasi untuk ngangkat
orang tanpa melalui proses yang
kompetitif.
Itu juga bahaya. Makanya kita enggak
boleh main-main tentang ini karena
kenapa? Ini keberlangsungan karir
teman-teman kita juga, rasa keadilannya
dan sebagainya. Jadi nanti pengawasan
itu tinggal kontrol aja. Karena kenapa?
Sebetulnya pengawasannya itu sudah
include di dalam ketika kita melakukan
penilaian terhadap ee sistem ee
meritokrasi itu. Makanya saya itu ke
depan ingin bahwa kalau ada instansi
pengawas ya tugasnya memang ngawasi aja.
jangan lagi melakukan pengukuran, jangan
melakukan ini dan sebagainya, tapi lebih
fokus supaya jatuhkan sanksi kepada PPK
yang melanggar lain sebagainya.
Nah, jadi tidak sibuk dengan tadi
misalnya pengukuran dan sebagainya biar
nanti mekanismenya seperti apa nanti
kita sedang ee diskusikan juga di
internal kami. Tapi masukan Pak Edi saya
kira cukup ee relevan karena Pak Edi
merasakan benar ya.
Apalagi apa namanya kami dari Kemenpan
itu kan aspek regulasinya ya ee dari
aspek tadi wasdal dan sebagainya itu
dilakukan oleh ee instansi teknisnya
lah. Tapi ya kadang-kadang juga kita
suka diminta juga untuk memberikan ee
penguatan, Pak. Dan nanti Pak penilaian
itu tidak hanya oleh satu pihak termasuk
juga nanti ada LAN, ada BKN, ada
Kemendagri, termasuk kami masukkan juga
tenaga-tenaga ee apa para pakar untuk
memberikan pendapat ya. Jadi nanti akan
ada pleno, Pak. Akan ada pleno, kemudian
ada masa sangga sehingga nanti memang
ketika di akhir itu sudah dapat masukan
dari mana-mana gitu. Makasih, Pak Edi
ya. Makasih Pak Edi. Salam buat
teman-teman di sana. I terima kasih,
Pak.
Keren, Pak.
Terima kasih Bapak Edi dari Purworejo.
Semoga cukup menjawab pertanyaannya pada
siang hari ini. Dan tentunya juga kami
ucapkan terima kasih untuk Bapak Aba
Subagia, Sos MAP. Mohon maaf Bapak
karena keterbatasan waktu hanya bisa
dengan satu penanya saja. Padahal ini
membutuhkan seperti kata Bapak Edi ya,
kita membutuhkan waktu 1 hari ternyata
memang ya, Pak ya. Nah, kali ini
tentunya SAT sebelum kita menginjak
untuk pemateri ataupun juga narasumber
yang ketiga mungkin dari Bapak Aba
Subagia bisa memberikan kali ini closing
statement yang singkat jelas padat untuk
sobat ASN yang telah hadir dari seluruh
Indonesia Bapak.
Oke. Baik. Jadi prinsipnya nanti
manajemen talenta itu harus betul-betul
menjadi basis karir ASN. Tapi untuk apa
menuju manajemen talenta itu maka sistem
meritnya yang kita bangun dengan pola
yang baru itu memang betul-betul harus
kita apa namanya lakukan dengan baik
gitu. Jadi memang ee nanti orientasinya
harus juga berubah bukan orientasi pada
predikat tapi orientasinya pada
perbaikan tata kelola manajemen ASN
kita. Mudah-mudahan nanti ini akan
memberikan ruang lebih sistem karir yang
lebih adil gitu ya, lalu yang lebih
transparan.
good governance-nya juga bisa terwujud
di situ untuk menuju Indonesia emas di
2045. Jadi salah satu instrumennya
adalah tadi sistem merit dan manajemen
talenta. Saya kira itu teman-teman tetap
semangat ASN kita yang hebat seluruh
Indonesia. Makasih ya.
Terima kasih banyak. Kita berikan tepuk
tangan yang meriah tentunya untuk Bapak
Aba Subagia Esos Map. Terima kasih
banyak Bapak untuk kesempatan dan juga
waktunya. Sehat selalu untuk Bapak Abah.
Izin ya. Salam sehat selalu, Bapak. Nah,
kali ini bagi sobat ASN yang belum
sempat bertanya, jangan khawatir karena
masih ada satu narasumber yang akan kami
hadirkan. Jadi, tetaplah bersama di ASN
Belajar seri ke-41.
Dan tentunya masih bersama webinar ASN
Belajar, Sobat ASN. Materi terakhir pada
hari ini akan disampaikan oleh Presiden
ASEAN Association for Public
Administration atau AAPA yang akan
disampaikan oleh Prof. Dr. Agus Pramuso.
Selamat siang, Prof.
dan selamat siang para sahabat ASN
seluruh Indonesia.
Bagaimana kabarnya siang hari ini, Prof?
Ya, alhamdulillah ee kesempatan luar
biasa ini mudah-mudahan bisa berbagi.
Baik, Prof. Kalau begitu kayaknya Prof.
semangat sekali ingin sharing ya pada
siang hari ini ya, Prof. ya. Dan untuk
itu, Sobat, marilah kita sambut ini dia
Prof. Dr. Agus Pramuso.
Terima kasih. Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat siang dan salam sejahtera untuk
kita semuanya.
Ee yang saya hormati ee Bapak Dr.
Ramlianto, kemudian tadi baru saja Bapak
Abas Subakja, Esos, MAP dan sebelumnya
ada Mas Ridwan ee ST, M. Dan pada
kesempatan ini saya ingin kembali
mengutip apa yang disampaikan oleh Pak
Dr. Ramli tadi. Saya senang dengan
sambutannya ee ketika kita bicara
tentang karir, tentang pola ee karir
ASN, ternyata beliau mengatakan bukan
sekedar urusan administrasi teknis,
bukan sekedar urusan angka kredit
kemudian SK dan sebagainya, tetapi ada
makna yang lebih mendalam tentang ee
makna pengabdian, ada makna pelayanan,
ada makna dedikasi kepada bangsa.
Maka saya kesempatan ini juga akan
mengkaitkan isu tersebut karena yang
teknis-teknis tadi sudah dibicarakan
oleh ee teman dari BKN dan juga ee
Kemenpan ingin
mengisi dengan materi yang lebih makro
yang saya beri judul ee mengembalikan
marwah aparatur Sipil Negara Menuju
Birokrasi berdampak. Izinkan saya untuk
eh sharing ee PPT saya.
Mudah-mudahan sudah terbaca ya.
Jadi ini judul ee yang saya sampaikan ee
mengembalikan marah aparaturis negara ee
dan itu linar dengan apa yang
disampaikan oleh Bapak Dr. Ramlianto
tadi.
Kalau kita bicara tentang ee pelayanan
publik ee saya ingin mengutip beberapa
hal yang sudah banyak dibicarakan oleh
para tokoh ee mulai dari ee ada Donal
Transfeld, kemudian Condolisa Rice,
kemudian eh Market eh Smith dan juga eh
Mahatma Gandhi. Sampaikan sangat relevan
dengan apa yang kita bicarakan.
Eh, Rangep mengatakan bahwa enjoy your
time in public service. It may be one of
the most interesting and challenging
times of life. Jadi, beliau mengatakan
bahwa kita harus bisa menikmati
kehidupan dalam plan karena itu menjadi
salah satu yang ee menarik dan menantang
dalam kehidupan kita.
dan la yangakan mantan eh menteri luar
negeri di Amerika Serikat mengatakan
bahwa there is no greater challenge and
there is no greater honor than to be in
public bahwa tidak ada yang lebih
menantang dan tidak ada yang lebih
terhormat eh selain bekerja di dalam ee
pelan publik
dan juga yang dikatakan oleh eh Market
Smith, belia mengatakan bahwa public
service eh must be more than doing a job
efficiently and honestly. Jadi, peran
publik itu ee
seharusnya lebih dari menjalankan
pekerjaan secara efisien dan ee jujur,
tetapi harus menjadi sebuah ee dedikasi
yang lengkap, dedikasi yang penuh untuk
melayani warga, untuk melayani bangsa.
Dan terakhir adalah yang disampaikan
oleh eh Mahatma Gandi
mengatakan bahwa the best way to find
yourself is to lose yourself in the
surface of others. Jadi cara terbaik
untuk diri kita sendiri adalah kita
menanggalkan diri sendiri demi orang
lain. Jadi kita yang bekerja di dalam
publik, teman-teman atau sahabat-sahabat
ASN saya kira bisa
merenungkan apa yang disampaikan oleh
empat tokoh ini. Bahwa kita bekerja di
dalam institusi yang namanya ee
birokrasi, institusi yang namanya
pemerintahan. tentu kita harus
betul-betul
ee
mewakafkan waktu kita untuk melayani
warga.
Dan sayangnya ketika kita bicara tentang
hal seperti tadi, sesuatu yang ideal,
kita masih menyaksikan ee
sindiran-sindiran yang saya kira itu
menjadi tugas kita untuk memperbaiki
kondisi birokrasi kita dan kondisi
saparatus di negara kita.
Coba lihat apa yang disampaikan oleh
seseorang bahwa eh dia mengatakan
Britain has invented a new missile. Jadi
eh Inggris itu menemukan sebuah misile
baru atau senjata baru. It is called the
servant the civil servant yang disebut
sebagai
eh sipil negara.
Tetapi it doesn't work and it can be,
tetapi itu tidak bisa bekerja dan tidak
bisa di
ee pecat. Jadi sebuah ironi, sebuah
sindiran yang luar biasa. Kemudian ada
juga yang mengatakan with that
is still.
Jadi dengan hukum yang buruk, tetapi
kalau ada ee civil servent yang baik itu
masih mungkin kalau kita untuk kemudian
mengatur, mengelola negara, mengelola
pembangunan, mengelola pelayanan publik.
Sebaliknya
dengan aparatur sipil negara yang buruk
bahkan dengan ee
yang terbaik sekalipun itu tidak akan
membantu. Jadi kalau di sini kita bicara
tentang peran ee aparaturisme negara
menjadi betul-betul samp bahwa kita
memang butuh orang-orang terbaik untuk
ee mengatur negeri ini
dan ee
yang tadi kita juga temukan ee di
birokrasi kita. saya dalam sebuah riset
berali menemukan ee sindiran-sindiran
dan praktik-praktik buruk yang kemudian
ini menjadikan kita PR besar untuk
meragi birokrasiya
di mata publik itu mereka mengatakan
kita tidak butuh birokrasi
kalaupun birokrasi ada, diam itu lebih
baik daripada bekerja tetapi merecoki.
Ini praktik yang banyak terjadi.
misalnya
di
apa daerah, kebetulan di kampung saya
juga ee sebetulnya banyak orang miskin.
Ee pemerintah tidak cukup mampu
membantu, tidak cukup mampu untuk
memberikan pekerjaan. Tetapi begitu
mereka ada usaha kecil yang baru tumbuh
ee dengan mengadakan kegiatan besar di
dalam usaha misalnya desa wisata,
belum-belum sudah dibebani dengan
berbagai pengungutang.
Jadi sebuah ironi negara tidak mampuan
lapangan pekerjaan negara tidak mampu
memberikan kehidupan yang layak. Tetapi
ketika ada usaha kecil baru tumbuh,
negara langsung memberikan beban dengan
berbagai pungutang. Jadi ini sebuah
ironi yang menunjukkan bahwa birokrasi
itu memang ada tetapi ya lebih baik
daripada bekerja tetapi mere.
Kemudian juga ada yang mengatakan di
dunia pendidikan birokrasi dinilai lebih
banyak membuat gelam daripada
memfasilitasi.
Ini kata-kata langsung yang saya terima
dari ee ya sebuah sekolah yang
mengatakan seperti
artinya bahwa ee proses pendidikan kita
banyak di ee ribeti oleh berbagai aturan
di dalam birokrasi.
di dunia pariwisata juga menunjukkan
yang yang mirip
ada atau tidak ada birokrasi pemerintah
pelaku usaha tidak merasakan bedanya.
Jadi betapa
ee
apa rasanya di hati kita terius ketika
mengatakan bahwa birokrasi itu dianggap
ada dan tidak ada. ketika ada juga tidak
ada kontrib, ketika tidak ada juga tidak
dianggap ee merugikan ee birokrasi.
Karena memang kemudian di dalam dunia
pariwisata banyak pelaku-pelaku swasta
entah itu perhotelan, entah itu ee
travel ag dan sebagainya itu seetulnya
mereka bisa bekerja dengan baik untuk
layanan pada ee wisatawan. Tetapi ketika
pemerintah hadir seringkiali justru
mereka menjadi penghalang kemajuan dari
dunia pariwara sendiri. Jadi ini
contoh-contoh bagaimana ee sindiran
simisme yang muncul di dalam masyarakat.
Ya, kita harus menerima itu. Saya sedang
apa mengatakan semua birokrat itu buruk,
tetapi ini PR yang harus kita selesaikan
bersama-sama.
Nah, Teman-teman yang baik, saya kira
kembali ke
pengemb arwah tadi, saya ingin
mengatakan bahwa sebagai pelayan publik
tugas kita adalah memastikan kita melain
warga
bukan untuk sekedar mikir karir saja
apalagi
berpikir untuk bertegar dalam su sebuah
kekuasaan.
Jadi
tugas utama kita adalah memberikan
pelayanan publik
bahwa nanti kemudian ada karir tentu itu
adalah bonus yang ee kita terima sebagai
konsekuensi dari pekerjaan kita melalui
warga. Dan kita harus ingat bahwa
kebahagiaan manusia itu sebetulnya
terletak
kita bisa membantu orang lain. Ketika
kita melayani, maka sebetulnya kita
sedang membantu orang lain. Dan di
situlah sebetulnya ketika kita bisa
solusi, menyelesaikan persoalan
masyarakat, maka akan ada kebahagiaan
yang luar biasa di dalam hati kita. Jadi
kebahagiaan justru bukan saat kita
menerima sesuatu. Kalaupun kita bahagia
misalnya karya meningkat paling juga
hanya hanya sesaat setelah apalagi.
Tetapi kebahagiaan kita yang bisa kita
bangun setiap hari dengan membantu orang
lain, dengan melayani orang lain justuan
sebulan untuk apa ya membuat kita
semakin ee lebih baik.
Dan kita harus ingat bahwa ketika kita
bicara tentang karir, maka penilaian
terbaik
terhadap kita sebutnya adalah apa yang
dirasakan oleh warga. Apakah warga
terbantu? Apakah warga terlayani? Apakah
warga kemudian merasa mendapatkan
manfaat?
Bukan atasan kita.
Jadi kalau kita bekerja, kalau kita
bicara tentang birokrasi berdampak,
mestinya ukuran terbaik, ukuran paling
adalah apa yang dirasakan oleh warga
sebagai orang yang kita layani.
Dan ketika kita berbicara seperti itu ee
artinya kita berpikir untuk warga, maka
perubahan kebijakan apapun, perubahan
regulasi apapun pasti ee ujungnya adalah
kita nikan solusi. Bukan seperti yang
sekarang ini sering kita saksikan.
perubahan kebijakan, perubahan regulasi
kadang-kadang hanya untuk apa? menambah
kewenangan sebuah kementerian atau
menambah kewenangan sebuah direktorat
atau menambah kewenangan sebuah unit
tertentu.
Karena memang kemudian ketika bahkan
duduk kolaboratif, duduk bersama untuk
menyelesaikan masalah ee mereka yang
duduk bersama itu melihat pada masalah
yang dihadapi. Kalau ada usulan untuk
menyelesaikan masalah atau usulan
kebijakan
bukan melihat apakah akan efektif atau
tidak tetapi justru seringki hanya
melirik kiri melirik ke kanan. Apakah
usulan dari kementerian lain itu akan
mengganggu kewenangan kita,
akan mengurangi anggaran kita atau
tidak.
Sebaik apapun usulan kebijakan, tetapi
ketika itu akan menggang kebijak ee
mengganggu kewenang kita itu seringkiali
ditolak. Dan kalau semua orang berpikir
seperti itu, jangan berharap bahwa
perubahan kebijakan itu akan manfaat
pada masyarakat.
Jadi ee sebaliknya kalau bukan untuk
warga, kebijakan yang kita buat hanya
yang berorientasi pada kepentingan
kekuasaan maupun anggaran. Dan itu saya
menyaksikan bukan hanya di pemerintah
pusat, juga di pemerintah daerah baik
provinsi maupun
kabupaten kota.
Dan sebagian saya kira kita perlu
menyadari betul bahwa oke kita saat ini
memang melihat ada perubahan-perubahan
signifikan.
kita mungkin jauh lebih baik
dibandingkan 20 tahun yang lalu. Tapi
ingat bahwa ketika kita mencoba untuk
meningkatkan kualitas, di sisi yang lain
juga ada harapan publik yang meningkat
terus-menerus.
Karena itu, mari kita perbaiki layanan
publik terus-menerus karena publik
sebetulnya menuntut kualitas yang
semakin lebih baik.
Dan kita saksikan masih banyak layanan
yang kuat, masih banyak layanan yang
tidak diukan, tetapi dipertahankan
sampai sekarang. Masih banyak kebijakan
yang seringkiali tidak masuk akal.
Kemudian
ketika belum ada aturan
ee tetapi masalah itu ee menimpa
seorang, seringki tidak diselesaikan
hanya gara-gara belum ada aturan.
Kemudian kita juga menyaksikan bahwa
kebijakan publik seringki justru
menciptakan masalah
dan bukannya menyelesaikan masalah.
Kita bisa melihat contoh
bagaimana harapan publik itu meningkat.
misalnya urus KT hilang
yang terjadi orang
ee memang sudah ada
layanan online, tetapi saya mengalami
sendiri ketika sudah mengisi data secara
online datang ke dutabil masih disuruh
mengisi secara manual
dan bahkan karena KTP hilang saya masih
diminta untuk pirkan KTP yang lama
sebuah
ironi yang ee cukup membuat saya apa ya
ee menahan ter. Nah, ketika saya
sampaikan bahwa saya mengurus di sini
karena KTP saya hilang, jadi tidak
mungkin bagi saya untuk me ee apa itu
melampirkan, tapi kemudian malah ya
kalau memang hilang silakan datang
kantor kuisi untuk menyampaikan
kehilangan baru kemudian
e dicabel untuk mengurus. Pertanyaannya
kenapa tidak langsung saja bahwa datang
ke DJP itu juga sebagai bagian dari
laporan kehilangan KTP sehingga orang
tidak perlu dilempar ke kantor puisi
yang perlu waktu untuk ke sana dan
kemudian perlu waktu untuk antri baru
kemudian datang ke dukcapil untuk
mendapatkan layanan. hal seperti ini
saja mestinya itu bisa dilakukan dengan
cara bisa dipikirkan untuk memperbaiki.
Tapi kadang-kadang karena terbiasa
dengan pekerjaan-pekerjaan bahwa ah itu
sudah ee sewajarnya bahwa urusan hilang,
kenapa tidak kemudian di dibuat lebih
sederhana? Kemudian contoh yang lain ada
SIM atau surat izin mengendara itu
telat memperpanjang, kenapa harus dites
ulang? Apakah kemudian ketika ee tes apa
sudah expired kemudian otomatis kita
kehilangan kompetensi untuk mengendarai
kendaraan
dan praktiknya kemudian ketika orang
harus me
ee mengikuti tes tertulis dan ee tes
secara praktik itu yang lolos itu hanya
10%. selebihnya kurang diminta untuk
datang ke tempat kursus dan di situ
orang harus membayar 800 sampai R1 juta.
Padahal harga resmi SIM itu Rp150.000.
Pertanyaan besar, uang itu lari ke mana?
PR-PR seperti ini banyak kalau kita mau
me
nyisir satu persatu termasuk tes
kesehatan mengurusin itu apa urgensinya?
Apakah ada orang yang ditolak ketika
dianggap tidak? Apakah kemudian batuk
itu kemudian menggagalkan seseorang
untuk dapat?
Atau kalau
dijawab bahwa ya apa penyakitnya serius
misalnya serangan jantung, apakah tes
yang hanya menggunakan ee
stetoskop itu cukup mampu mendefleksi
bahwa seseorang itu berpenyakit serius?
Jadi hal seperti ini kemudian
pertanyaannya adalah untuk apa tes
kesehatan? Di yang lain kita menyajikan
bahwa layanan kesehatan di Puskesus
masih kekurangan dokter. Kenapa orang
yang melayanitas tes kesehatan di situ
tidak dialihkan ke
tempat ya Pusmas
yang di sana betul-betul ee bisa
dimanfaatkan ee apa keahliannya untuk
mengurus kesehatan masyarakat.
Karena ini contoh-contoh saja bahwa
harapan publik itu meningkat dan karena
itu sebagai ASN selalu berpikir apa yang
kita lakukan itu bisa diperbaiki pada
sisi yang mana. Jangan merasa bahwa ee
kita sudah melakukan perbaikan, maka
kita luas dengan ee di titik itu
kemudian menganggap bahwa masyarakat
tidak akan mengeluh lagi. Padahal sekali
lagi publik itu semakin cerdas. publik
selalu bisa menandingkan apa yang di ee
apa ya yang diamati di tempat lain, yang
diamati di negara lain atau di sektor
swasta.
Nah, Bapak Ibu yang saya hormati,
teman-teman atau sahabat ASN yang saya
hormati. Memang untuk kembali
marwah ASN, maka kita harus memastikan
kita punya kemampuan
untuk menjadi good follower.
Sebetulnya antara good follower dan good
leader itu sama saja. Karena ketiga ciri
yang dimiliki oleh good follower itu
juga ciri yang harus dimiliki oleh
seorang good leader. Yang pertama adalah
lead yourself. Orang yang bisa
bekerja secara di semangat, kerja keras,
kerja cerdas, dan kerja tuntas.
Jadi dia selalu mengutamakan kepentingan
publik
dan itu yang menjadi prioritas dan bukan
kepentingan pribadi. Kalau kantor ya
datang mungkin paling pagi. Kalau pulang
ya
pulang paling akhir.
Ini penting untuk memastikan bahwa
kita menjadi contoh paling bagi teman di
lingkungan kita. Atau kalau kita di
keluarga, jadilah contoh bahwa kita
sebagai orang tua yang bisa mengajarkan
anak-anak bekerja itu disiplin, bekerja
itu semangat, bekerja itu kerja keras
dan sebagainya.
Kemudian yang kedua adalah lead the
organization, kemampuan kita untuk
memimpin organisasi
dan di situ kita harus membangun
interaksi yang baik dengan kolega entah
itu ke atas, ke bawah, ke samping.
Dan
di situ kita akan diuji apakah relasi
kita dengan orang lain itu baik, relasi
dengan ee
ee di bawah kita itu baik. Kadang-kadang
ada guyenan-guyenan
ee
kalau sebuah organisasi bimbingannya itu
galak, kadang mau ketemu saja harus
ngecek ke BMKG,
Badan Meteor dan Geofisika untuk
memastikan
kira-kira
apa cuaca hari ini baik atau tidak.
Kalau cuaca mendung, jangan
sekali-sekali ketemu nanti pasti akan
semprot. Tapi kalau cuacanya cerah, ya
silakan datang temu. Cerita itu banyak
terjadi di berbagai organisasi.
Jadi menjadi pemimpinan itu dianggap
sesuatu yang menakutkan. Anak buah tidak
nyaman ee kalau beda pendapat. tidak
nyaman kalau kemudian apa
ee punya pemikiran yang
ketiga adalah leader program bagaimana
merencanakan program bagaimana mengelola
sumber daya mengklusi dan sebagainya dan
leader program harus dipastikan
dampaknya dirasakan publik
entah itu di bidang pekerja memastikan
bahwa kerja pemerintah itu memberikan
lapang kerjaan. Kemudian ee di bidang
pendidikan juga meningkatkan kualitas
pendidikan
dan di bidang kesehatan juga
meningkatkan kualitas pendidikan. Dan
mudah-mudahan
ee dengan ketiga kriteria ini maka
kebaikan dan hasil kerja kita akan
menjadi amal jariah yang dicatat ee oleh
ee yang maha kuasa.
Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati.
Saya kira di dalam birokrasi kita butuh
pemimpin-pemimpin yang kemudian menjadi
ee contoh bagi anak buah dan kita bisa
belajar banyak dari ee
banyak ungkapan di daerah. Entah itu
yang disampaikan di ee masa kabuk
pemimpin itu hanyalah ditingkai
seranting dan dilakukan didahulukan
selangk. Artinya bahwa tidak ada jauh
bedanya untuk pemimpin dengan anak buah.
Kalaupun ada ya bedanya sedikit.
Karena itu apa gunanya menjadi pimpin
sombong kalau ditinggikan?
Apa gunanya arogan kalau kemudian
kalaupun lebih dahulu dia hanya beda
selangkah?
Jadi kita harus betul-betul menempatkan
bahwa sebagai pemimpin itu betul-betul
kita harus bisa menjadi bagian dari
organisasi dan mereka ras pada kita
bukan karena khusus tapi karena cara
kita memperlakukan orang lain.
Kemudian yang ee kedua adalah model
tapanuk. Semua bisa jadi mimpin asalkan
memikirkan orang yang dipimpin.
Jadi ini tentu
artinya bahwa kita harus bisa melayani
orang, bisa peduli pada anak buah, bisa
yaan yang terbaik pada orang lain. Jadi
bukan hanya berpikir tentang dirinya
sendiri.
Jadi
itu yang juga ada peminan Jawa inas
sunod in marasa
dan sebagainya. Intinya saya hanya ingin
menegaskan kembali saya itu jangan
ditakuti anak buah tetapi
ee orang yang respek pada kita. Jangan
orang harus nanya BMKG hanya karena
pengin ketemu kita.
Dan sebagai pemin mestinya kita mau
mendengar dari anak buah. Kemarin saya
dengar
YouTube-nya dari ee Menteri Kewan yang
baru. Dia heran kok ada anak buah
dipindah hanya gara beda pendapat. Maka
dia mengatakan silakan beda pendapat.
Dan saya mengalami itu ee ketika saya
memimpin KSN saya katakan rapat bebas
siapapun boleh berbicara siapapun boleh
berda pendapat. Tetapi ketika sudah
diputuskan bersama-sama maka semua orang
harus tunduk pada bersama.
Jadi saya tidak ee alergi kalau anak
buah itu berbeda pendapat dengan apa
yang saya sampaikan. Silakan.
Kemudian kita juga menyaksikan pada
dasarnya orang itu konsisten.
Kalau ABS
asal Bapak senang itu biasa ABS ke
mana-mana.
ABS pasti ke bawah modelnya itu
menginjak atau menekan.
Tapi kalau ke atas kemudian memuji-muji
berlebihan.
Jadi ada istilah kepunginan yang disebut
sebagai gaya belah bambu. Kat ke atas,
injak ke bawah.
Dan ada ungkapan juga yang mengatakan
bahwa orang yang menghormati orang lain
apa?
Kalau ada orang lain menghormati Anda,
maka belum tentu dia orang baik. Ketika
dia
berperilaku
tidak baik pada orang kecil. Jadi, bisa
saja Anda ketemu orang kemudian sopan
santun, ramah,
kemudian sangat respek. Tetapi itu
menjadi hilang ketika dengan tukang sapu
dia mau menyapa.
dengan office dia tidak mau ngobrol
sementara dia hanya mau hormat kalau
dengan Anda yang posisi setidaknya start
apalagi kalau posisi Anda adalah lebih
tinggi dari dia.
Nah, Bapak, Ibu sekalian ee ini yang
saya kira harus kita ubah ee perilaku
kita
yang mungkin masih ada sisa-sisa
peninggalan
ee pangreh paja yang menduduki jabatan
hanya berorientasi kepada jabatan
menjadi
kata aslinya yaitu public servant atau
perelan publik yang lebih pada orientasi
melayani. menyeluarga.
Karena itu pergeseran itu harus juga
menimbulkan
implikasi
bahwa simbol aku, atribut, dan cara
kerja kita harus berubah dari yang
tadinya model-model penguasa seperti
raja yang harus dihormati, seperti yang
minta dilayani menjadi seorang pelayan
yang kita betul-betul justru menghormati
warga kita yang dilayani memberikan
layan P
dan itu tentu saja bisa dilakukan dengan
berbagai saran.
Saya punya pengalaman membaca peristiwa
Olimpiade BJ 2008.
Mereka ingin memperbaiki
layanan publik dengan mengambil momentum
olimpiade.
Jadi Cina saat itu dikonotasikan sebagai
negeri tirai bambu atau tira besi yang
serba terkesan negatif.
Maka untuk mengubah image itu dia mereka
mengenalkan cara beruban dengan cara
sederhana yaitu menggigit gagang sikat
gigi selama 3 menit setiap 1 jam. Jadi
itu yang dikenalkan kepada para petugas
yang akan melayani olimpiada.
Jadi kira-kira tampilan ramah, tampilan
senyum yang pas adalah ketika dia ee
menggigit gag tidak perlu
ee ratusan juta, tidak perlu kemudian
aturan perda,
tidak perlu kemudian ada Permen P
mengatur cara tersenyum tapi dilakukan
dengan cara yang sederhana dan
harapannya itu akan merubah
ee
Cina menjadi bangsa yang tira besesi
menjadi bangsa yang ramah. Tujuannya
karena di situ ada ee atlet mungkin
ribuan, ada pelatih ribuan dan mungkin
penonton jutaan. Dan karena itu
ee mereka berharap bahwa dengan mengubah
itu nanti banyak wisatawan yang datang
ke Cina, akan banyak orang belajar ke
sana dan banyak kemudian orang
investasi.
perubahan kecil tetapi dengan tujuan
besar ee itu menjadi contoh yang bisa
kita lakukan.
Kebetulan saya baru pulang dari Beijing
2 hari yang lalu dan saya betul-betul
terperanga dengan kemajuan luar biasa
yang ee
sudah meloncat ee sangat cepat
dibandingkan dengan kita.
Nah, saya sekedar ingin menunjukkanah
pejabat yang mungkin
layak kita tiru. Sesuatu yang langka
di negeri kita. Tidak ada salahnya kita
coba belajar dan meniru mereka. Di sini
disebutkan bahwa seorang warga Swedia
sedang menunggu kereta untuk pulang ke
rumah. Setelah pulang kerja dia sudah
membawa burger untuk makan malam.
namanya adalah Elva Johnson dan
pekerjaannya adalah se menteri tenaga
kerja di Swedia. Dia tidak punya mobil
karavan. Dia tidak punya apa sederet
ee bodyguard. Dia tidak memiliki
pembantu.
Dan kita tahu Swedia adalah negara kaya,
negara maju. tetapi menunjukkan
kedisiplinan luar biasa di dalam menun
dana publik dan saya kira negara-negara
berkembang termasuk Indonesia bisa
belajar perempuan ini dalam menggunakan
uang pajak kita. Sementara saya di KSN
sering mendapatkan keluhan dulu ada
pejabat pusat mengel pejabat di daerah
di tengah jalan hanya karena menjemput
dengan mobil yang tidak standar. itu ada
seorang pejabat seperti itu. Kemudian
saya saksikan ada seorang pejabat kalau
pulang ke kampung menemui keluarga
itu tiap minggu
menjemput itu sampai 20 orang dan 20
orang itu pejabat semua yang menggunakan
mobilnas yang tentu saja
menggunakan pajak pajak rakyat.
Jadi ini ironi antara apa yang terjadi
di negara maju dengan kita yang
mudah-mudahan ee ini menjadi pelajaran
ini. Contoh lain yang juga menjadi ee
hal baik dari negeri orang. Misalnya PM
Angel ditanya jurnalis
mengapa baju-bajunya sederhana dan tidak
ada variasi model? Jawabnya adalah saya
petugas permintaan bukan seorang model.
jawaban yang luar biasa dan itu
dipraktikkan.
Perdana Menteri Belanda makru
sehari-hari itu naik sepeda. Ketika dia
selesai menjalankan tugas,
dia perpisahan dengan pulangnya.
Kemudian menteri di Australia, kebetulan
saya 6 tahun di Australia. Kalau saya
ngantar anak selalu ketemu seorang
menteri yang mengantarkan anaknya
sendiri, nyetil sendiri.
Memang kalau siang kemudian yang jemput
adalah orang lain, tetapi saya melihat
bahwa ada fasilitas yang berlebih yang
diberikan kepada seorang menteri di
Islam. Kemudian kita juga menyaksikan
ada Menteri Keuangan
India bernama Nirmala Sitaranon.
dia hanya naik kereta api saat ke
kantor.
Nah, saya kira itu yang bisa sampaikan.
Sekali lagi saya ingin menuntut bahwa
mari kita kembalikan maroh ASN sebagai
dan dampaknya insyaallah akan dirasakan
bermasyarakat dan kehormatan ASN akan
meningkat lebih dari sekedar kenaikan
karir. Terima kasih. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih, Prof. untuk
pemaparan yang telah disampaikan dan
tentunya sesaat lagi untuk sobat ASN
silakan saja yang ingin bertanya untuk
bisa menggunakan future hand atau bisa
langsung saja menggunakan kolom chat
ataupun juga Anda sudah bergabung di via
YouTube. Kami menantikan pertanyaan Anda
untuk Prof. Dr. Agus Pramuso.
Nah, kali ini bersiap-siap untuk sobat
SNI yang sudah ingin bertanya ataupun
juga sharing bersama Prof. Agus pada
siang hari ini yaitu ada Bapak Dani.
Kita akan menyapa Bapak Dani. Halo,
selamat siang Bapak Dani.
Selamat siang.
Boleh disebutkan mohon izin dari mana
Bapak Dani?
Baik, perkenalkan saya YF Dani dari
Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Yaliwi.
Baik, silakan kali ini Bapak Dani.
Apakah pertanyaannya untuk Profesor pada
siang hari ini bisa disampaikan?
Baik, selamat pagi, Prof. Eh, selamat
siang, ya.
Giih. Selamat siang.
Ini Prof. Yang terakhir tadi berkenaan
tentang
ee perilaku ya. Jadi masih banyak
pejabat yang ee saat ini dengan
perilakunya yang unik saya rasa dan
sedikit memalukan. Jadi pernah sampai di
demo ada yang dalam pengawalan kemudian
ee
sudah ada contohnya dulu ketika ada
pejabat yang meninggalkan pengawalan
itu. Tetapi ternyata di era sekarang
kembali lagi. ini mungkin apakah bisa ya
kita me kalau aturan saya juga masih
pesimis tetapi bagaimana keteladanan ini
sungguh bisa dilaksanakan gitu. Jadi,
dan bahkan ee keteladanan ini juga tidak
terjadi, tidak diteladankan oleh
orang-orang
yang apa ya, yang kadang kala
sudah jelas melanggar aturan. Misal
gini, tadi disampaikan ada suatu markas
yang di Jalan negara tetapi di debde
depannya ini dipasang polisi tidur. Ini
kan melanggar aturan sebetulnya. Cuman
itu terjadi dan bahkan sempat terjadi di
Malang ada beberapa korban kecelakaan
karena adanya polisi tidur itu kemudian
terus dihapuskan. Apakah hal-hal seperti
ini harus menunggu kurban dulu gitu. Dan
yang tadi sampai sekarang masih terjadi
Prof. yang pejabat pulang kampung
kemudian dikawal gitu. Jadi apakah
keteladanan seperti ini bisa dibuat
sistemik gitu supaya terjadi tidak hanya
di oleh pusat saja tetapi juga oleh ee
pejabat-pejabat di daerah. Terima kasih.
langsung ya
pertanyaan dari
Bapak Deni kali ini
langsung saya jawab atau nunggu yang
lain?
Langsung saja Prof. Kali ini jawab.
Oke. Baik. Memang kita sulit berharap
orang lain memberikan contoh.
Sulit mengharap misalnya ada pejabat
kemudian menyadari perilakunya itu tidak
benar.
Maka saya mengajak saja kepada
teman-teman, mari mulai dari diri
sendiri.
Jangan meniru senior-senior yang mungkin
berperilaku tidak tepat.
Ya, ada kata-kata kira-kira yang mari
kita mulai dengan sendiri
dari hal yang kecil yang kita bisa
lakukan dan mulai sekarang
memang
harus ee memberikan contoh pada orang.
Saya berusaha untuk memulai dari hal
yang kecil saja ketika saya memimpin
KSN.
Misalnya
saya hanya punya
dua target saja. Kalau kantor yang saya
pimpin pelayanannya harus cepat.
Saya memberikan rekomendasi di tempat
lain mungkin bisa 2 3 bulan kami
memastikan tidak boleh lebih dari 3
hari.
Tapi saya kawal.
harus dipastikan bahwa rekomendasi
betul-betul 3 hari. Hal yang kecil
tetapi kalau itu konsisten ternyata
memberikan kepuasan kepada ee instansi
yang kita
dan tidak muluk-muluk. Pastikan layanan
itu diilakukan dengan cepat.
Yang kedua,
boleh ada uang berkeliaran
untuk apa ya mempercepat layanan kita.
Dan kita bisa bayangkan di tempat saya
dulu mengeluarkan kira-kira 6.000
rekomendasi
untuk menjaga bahwa tidak ada uang
berkeliharan. Ya, pastikan bahwa layanan
kalau sudah cepat apa urgensinya orang
harus bayar.
W sudah 3 hari kecuali seperti di krian
yang lain itu sampai 2 3 bulan untuk hal
yang sama. Kami 2 3 hari ya kemudian
dan semua sudah online.
Ee
ya tidak ada
kepentingannya. Kemudian datang kantor
minta percepatan dari 3 hari.
menjadi misalnya 1 jam ya enggak ada
bedanya. Jadi enggak perlu bayar.
Bahkan kami kalau misalnya ada layanan
yang betul-betul mendesak karena kalau
tidak dikeluarkan ee hari itu kemudian
orang yang harusnya di ee promosikan itu
akan gagal karena sudah lewat umurnya.
Nah, untuk memastikan bahwa tidak ada
uang sora ketika saya mendapatkan
amplop yang enggak jelas ya saya
umumkan.
Dan kemudian saya telepon kepada
pemberi, tolong diambil ya. Saya pernah
mendapatkan
amplop seperti itu dan saya
ee sampaikan ke teman-teman ini ada uang
yang tidak jelas dan saya minta
dikembalikan
nilainya. Mungkin kalau dibandingkan
dengan yang dijarah misalnya di ee
Pertamina triliun ya mungkin enggak
seberapa wong hanya 10.000 dolar.
Tetapi itu menjadi sangat berharga
karena gaji saya ya mungkin hanya ee
seperlima dari itu.
Kemudian saya telepon lembagai itu
tolong diambil duit ini.
Dan apa jawabannya?
Maaf, Pak. kami sudah biara memberikan
pimpinan lembaga uang seperti itu
dan saya jawab, "Lembaga kami tidak
membolehkan dan saya tidak mau." Bukan
kaya, tetapi saya ingin menegaskan bahwa
kami menjaga institusi agar bersih dari
hal seperti itu.
Kemudian jawabannya adalah
ee
saya keringat dingin, Pak. Apa yang
harus saya sampaikan pada peminang? Saya
katakan ya sampai bahwa lembaga saya
tidak membolehkan dan saya tidak mau.
Tidak ada yang sulit yang disampaikan.
Kemudian dia usul lagi, "Bagaimana, Pak,
kalau ini disedekahkan di panti asuhan
atau di lembaga?" Saya katakan itu ide
bagus, tetapi tolong yang menyedekahkan
bukan saya. Jadi saya kembalikan dulu.
silakan kalau mauakan uang yang senilai
10.000 dolar tadi.
Jadi itu contoh dan saya informasikan
kepada semua staf
dan kemudian hari berikutnya mereka
datang dan saya sudah siapkan ee semacam
resit yang ada tanda tangan bahwa uang
sudah saya kembalikan.
Jadi itu contoh sederhana yang memang
harus konsisten kita ajarkan dan harus
kons kita tunjukkan perilaku kita.
Jadi mengharap orang lain memang tidak
mudah, tetapi mari kita mulai dengan
diri sendiri sejak sekarang. Saya kira
itu.
Terima kasih, Prof. untuk jawabannya.
Untuk Bapak Dani di Ngawi, semoga cukup
menjawab ya untuk siang hari ini. Terima
kasih banyak, Prof. Karena keterbatasan
waktu, kami hanya bisa menerima satu
penanya saja. Mohon maaf ya, Prof. Kita
kasih tepuk tangan dulu dong.
Prof. Sebelum kita mengakhir acara
pada siang hari ini, boleh diberikan
closing statement untuk Sobat ASN di
mana pun berada di seluruh Indonesia.
Apa nih, Prof, pesan-pesannya?
Terima kasih para sobat ASN dan semuanya
yang tersebar di seluruh Indonesia. Mari
kita sama-sama berkomitmen menjadi ASN
yang baik. Maka wakafkan hidup kita
untuk melayani warga.
Dan saya kira tidak ada yang sia-sia
dari kerja melayani yang memberikan
manfaat bagi orang banyak.
Saya yakin bahwa Allah Subhanahu wa
taala akan mencatat itu sebagai amal
jariah. Amin. Terima kasih.
Amin. Amin ya rabbal alamin. Terima
kasih, Prof. Sekali lagi kami ucapkan
terima kasih untuk Prof. Dr. Agus
Pramusinto yang sudah memberikan waktu
meluangkan waktunya di pemaparan yang
ketiga. Dan tentunya Sobat ASN tidak
terasa kita sudah sampai di penghujung
acara. Saya ucapkan terima kasih untuk
seluruh pihak yang telah mendukung
webinar ASN belajar seri 41 tahun 2025.
Kembali lagi kami ucapkan terima kasih
banyak untuk Direktur Perencanaan
Kebutuhan Aparatur Sipil Negara BKN
Republik Indonesia, Bapak Muhammad
Ritwan, ST. Register Engineering. Dan
juga kami ucapkan terima kasih untuk
Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian
PAN RB Bapak Aagya Esos MAP. Dan juga
kami ucapkan terima kasih banyak untuk
Presiden ASEAN Association for Public
Administration Prof. Dr. Agus Pramuso.
Dan sobat ASN kembali lagi saya
informasikan sebelum saya mengakhiri
sesi, kami ingatkan kembali untuk cek
secara berkala semesta Bangkom guna
mengunduh e-sertifikat dan belajar seri
41 tahun 2025 dipersembahkan oleh Korpu
SDJIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Saya
Devisanti pamit undur diri. Terima kasih
banyak untuk sobat ASN. Kita berjumpa
lagi di webinar ASN belajar berikutnya.
Sampai jumpa. Wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat
selalu.
[Musik]
ASN belajar seri 41.
[Tepuk tangan]
Sambut dengan penuh semangat.
Saatnya kita melangkah.
Hadapi segala tantangan.
Tingkatkan setiap kompetensi
untuk pelayanan berdempat
bersama ASN
belajar.
Ciptakan SDM unggul berprestasi
selalu inisiatif dan kolaboratif
untuk inovasi yang berkelanjutan.
menjadi ASN berakhlak mulia.
Siap menyongsok Indonesia emas.
ASN
belajar wujudkan pemerintahan berkelas
dunia. Satukan tekad pantang menyerah.
Jadi ASN getar berkualitas.
Belajar wujudkan
pemerintahan
berkelas dunia. Satukan tekad pantang
menyerah
jadi ASN cetar berkualitan.
[Musik]
He.
[Musik]
[Tepuk tangan]
[Musik]