Transcript
smHrGmh_aaA • ASN Belajar Seri 41 | 2025 - Meniti Tangga Pengabdian: Pola Karir ASN Menuju Birokrasi Berdampak
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0272_smHrGmh_aaA.txt
Kind: captions Language: id ب [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia bukan tekad pancangera jadi ASN berkuwa [Musik] Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar yang dipersembahkan oleh Corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format. Nama strip asal instansi sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. Empat, apabila Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting, ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN Belajar. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Huray, ada yang baru lagi nih di BPSDM Provinsi Jawa Timur. Ruang bermain anak. Tempat yang satu ini adalah solusi bagi para orang tua yang masih memiliki anak kecil. Kita sebagai orang tua pasti khawatir ya, apalagi kalau ditinggal kerja nih. Wah, kira-kira anak saya aman enggak ya di rumah? Kira-kira anak saya bermain atau belajar dengan baik enggak ya di rumah? Sobat ASN, kalau dikirim diklat di BPSDM Provinsi Jawa Timur sekarang udah enggak perlu khawatir lagi. Karena di BPSDM Provinsi Jawa Timur ruang bermain anaknya lengkap banget fasilitasnya. Mulai ada tempat bermain, tempat tidur untuk mereka bisa istirahat, kemudian buku-buku edukatif, dan ada ruang nursery juga untuk Ibu menyusui. Kamar mandinya pun lengkap dan bersih. Dan yang enggak ketinggalan penting, Sobat ASN bisa langsung pantau lewat CCTV. Keren banget, kan? Jadi, Mommy and Daddy sekarang enggak perlu khawatir lagi, ya. Mommy and daddy don't worry we are happy. [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Murahlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. hadir di sini untuk mengabdi rencanakan tugas ke bangga negeri berentasut melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hom di sini tes dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi gandeng tangan satu tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragam. Mengas penuh hati tulus membantu sesama dengan bangan kami melayani dengan kami melayani bangsa [Musik] H [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar yang dipersembahkan oleh Corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format nama, strip asal instansi Sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. Empat. Apabila Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi Sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN Belajar. [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Jadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar wujud pemerintahan kelas dunia tukang tekad pancangera jadi ASN berkuitar sama [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi sobat ASN di mana pun berada. Baik yang sudah bergabung di Zoom meeting dan juga live YouTube PPSDM Jatim TV. Nah, senang sekali bersama saya Devi Santi dapat kembali menyapa sobat ASN di mana pun berada dalam webinar ASN belajar seri 41 dari minita berikan tepuk tangan yang meriah Bapak dan Ibu dan tentunya ASN belajar seri 41 tahun 2025 persembahan Korpu SDGIS Provinsi Jawa Timur BPSDM. Nah, kali ini Sobat ASN, ASN merupakan garda yang terdepan dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat. Dan tentunya dalam era reformasi, birokrasi, dan penerapan sistem merit, pola pikir ASN dan juga pola karir ASN menjadi faktor penting untuk membangun aparatur yang berkompeten, berintegritas, dan memiliki arah pengabdian. Nah, kali ini Sobat ASN, namun banyak sekali sobat ASN yang menghadapi tantangan dalam memahami strategi pengembangan karir yang efektif dan juga berkelanjutan dengan melalui webinar ASN belajar seri 41 yang bertajuk Meniti Tangga Pengabdian Pola Karir ASN menuju Birokrasi berdampak BPSDM Provinsi Jawa Timur mengajak seluruh sobat ASN di Indonesia untuk bisa belajar, berbagi, dan juga menginspirasi dalam meniti karir yang bermakna dan memberi ber dampak nyata bagi birokrasi dan masyarakat. Nah, kali ini Sobat ASN marilah bersama-sama kita berpartisipasi dan juga tumbuhkan semangat pengabdian bersama-sama. Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN Belajar seri 41 tahun 2025, marilah bersama-sama kita akan mendengarkan opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Kepada Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Kami persilakan. Halamualaikum [Musik] warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corpo University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 23 Oktober 2025, ASN Belajar telah memasuki seri ke-41. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami. Kami selalu berkomitmen dan sekaligus berikhtiar untuk menyajikan topik topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja ASN di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-41 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik yang senantiasa menjadi perpinjangan hangat di kalangan ASN, yakni tentang pengembangan karir ASN. Sebuah topik yang bukan hanya menyentuh dimensi administratif, tapi juga menyentuh jantung dari profesionalitas dan makna pengabdian seorang abdi negara. Karir ASN bukan sekedar perjalanan menaiki tangga jabatan, melainkan perjalanan meniti tangga pengabdian. Di mana setiap jenjang bukan sekedar posisi, melainkan amanah dan kesempatan untuk memberi dampak. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN Belajar seri ke-41 tahun 2025 ini mengangkat topik menitik tangga pengabdian, pola karir ASN menuju birokrasi berdampak. Nah, Sobat ASN sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sobat ASN di seluruh tanah air, hari ini kita tidak sekedar membahas pola karir ASN sebagai topik administratif, tetapi sedang menapai makna dari perjalanan pengabdian itu sendiri. Sebab karir ASN bukanlah sekedar tentang posisi yang diraih, melainkan tentang arti yang tumbuh dari setiap langkah pelayanan yang kita tempuh. Setiap jenjang, setiap rotasi, setiap promosi bukanlah hanya perpindahan jabatan, tetapi perjalanan spiritual pengabdian. Tangga karir ASN adalah tangga pengabdian yang menuntun kita dari sekedar bekerja menjadi bermakna, dari sekedar menjalankan tugas menjadi penebar dampak. Dalam kerangka human capital management dan merit system, pola karir ASN sesungguhnya adalah arsitektur kebijakan publik yang dirancang untuk memastikan kesesuaian antara kompetensi kinerja dan kebutuhan organisasi. Kar SN tidak boleh lagi dipahami hanya sebagai implementasi regulasi karena sesungguhnya ia adalah indikator kinerja birokrasi. Seberapa baik birokrasi kita mengelola karir ASN sebenarnya mencerminkan seberapa efektif birokrasi kita mengelola perubahan. ASN yang karirnya terarah dan terbina dengan baik bukan hanya sumber daya tetapi aset strategis pembangunan. Mereka adalah motor penggerak yang memastikan bahwa pelayanan publik berjalan efektif, adaptif, dan berdampak. Sat di seluruh tanah air, karya ASN bukan sekedar administrasi, tapi bukti dedikasi. Di balik setiap SK dan angka kredit, ada ketulusan dan perjuangan. Ada lembur yang tidak tercatat, ada pengabdian yang tak selalu dihitung. Karir yang sejati bukan ditandai oleh panjangnya masa kerja, tetapi oleh kedalaman kontribusi dan konsistensi dalam melayani. ASN yang berdedikasi tahu bahwa setiap jabatan adalah amanah dan setiap amanah adalah kesempatan untuk menebar manfaat. Lebih jauh lagi, karir ASN bukan sekedar kebutuhan individual, melainkan urgensi sebuah organisasi. Organisasi publik yang sehat adalah organisasi yang mampu menumbuhkan karir pegawainya secara sistemik. Ketika karir ASN stagnan, maka inovasi pun terhenti. Ketika pengembangan kompetensi diabaikan, maka pelayanan kehilangan denyut hidupnya. Karena itu, karier ASN harus menjadi bagian integral dari ekosistem pembelajaran berkelanjutan. Dan akhirnya karn bukan hanya demi kesejahteraan pribadi, tapi juga tentang pengakuan atas pengabdian. Puncak karir ASN bukanlah posisi melainkan legitimasi moral dari publik yang merasakan dampak nyata dari kerja kita. Birokrasi berdampak bukan lahir dari sistem yang merumit, tetapi dari ASN yang menempatkan pelayanan publik sebagai panggilan hidup. Di situlah karir menemukan maknanya ketika ia menjadi jembatan antara profesi dan pengabdian, antara kinerja dan panggilan kemanusiaan. Sahabat ASN di seluruh tanah air, untuk membahas lebih lanjut topik menarik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Bapak Aba Subagia Sos, MAP. Beliau adalah Deputi Bidang Sumber dan Manusia Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Muhammad Widwan, ST. Master Engineering. Beliau adalah Direktur Perencanaan Kebutuhan ASN Badan Kepagai Negara Republik Indonesia. Dan ketiga, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Prof. Dr. Agus Pramus. Beliau adalah guru besar Universitas Gajah Mada Yogyakarta sekaligus Presiden Asian Association for Public Administration. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-41 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih banyak untuk opening speech yang telah disampaikan oleh Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Nah, kali ini sebelum kita berlanjut ke sesi yang berikutnya, kami ingin memberikan satu informasi kepada Sobat ASN bahwa saat ini sudah dapat melakukan presensi pada halaman semesta Bangkom dan juga link presensi dapat sobat ASN lihat pada running tag kolom chat Zoom dan juga pinchat YouTube BPSDM Jatim TV. Dan dikarenakan saat traffic presensi yang sedang tinggi bagi sobat ASN yang masih belum bisa mengakses presensi dapat mencoba kembali secara berkala sampai dengan pukul 12.00 siang. Sobat ASN, kita akan menyimak bersama untuk materi yang pertama yang akan disampaikan oleh Direktur Perencanaan Kebutuhan Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia dan kali ini Bapak Muhammad Ritwan, ST, Magister Engineering. Tentunya kami ingin menyapa terlebih dahulu. Selamat pagi, Mbak Devi. Apa kabar? Selamat pagi, Bapak. Bagaimana kabarnya, Bapak? Alhamdulillah sehat selalu. Mudah-mudahan teman-teman BPSDM dan Wipro Communication senantiasa sehat juga. Terima kasih tentunya kali ini Bapak Muhammad Ritwan sudah tidak sabar ingin berbagi informasi dan juga inovasi yang terbaik untuk ASN dan juga sobat ASN di mana pun berada. Dan kali ini kepada Bapak Muhammad Ritwan, ST, Magister Engineering kami persilakan. Baik, terima kasih Mbak Devi Santi. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua. Om Swastiastu, namo buddhaya, salam kebajikan rahayu. Ee yang saya hormati sahabat saya Pak Dr. Ramlianto, Kepala BPSDM PEMPR Jatim yang selalu energik ya dan mampu membangkitkan suasana pagi ini. Ee yang saya hormati juga Pak Prof. Agus Pramusinto ini guru saya ini e mantan ee ketua KSN. Kemudian nanti ada Pak Aba Subakja, Pak Deputi ee SDMA. Tentu saja Mbak Devanti dan teman-teman Wipro Communication all the best dan wabil khusus teman-teman semua, sobat ASN, para penikmat ee seri ASN belajar. Baik, saya tidak akan lama-lama akan saya coba ee share paparan saya. Ini kurang lebih nanti akan berdurasi 30 menit ya. Nah, tetapi rupanya Pak Ramli dan teman-teman dari BPSDM membuat sesuatu yang tidak biasa. Biasanya pendahuluan dari ASN belajar ini adalah perspektif makro dulu yang akan disampaikan seharusnya oleh Prof. Agus Pramososinto, kemudian aspek eh regulasinya baru kemudian best practice-nya di lapangan seperti apa yang dilakukan oleh BKN. Tapi kali ini ternyata saya duluan. Ya sudahlah mungkin beliau sedang sibuk Pak Aba dan Pak Agus, Pak Dr. Prof. Agusedang sibuk. Saya akan coba, Teman-teman sekalian menyampaikan pola karir ASN menuju birokrasi berdampak dipandang dari sudut perencanaan kebutuhannya dan apa cantolannya di Asta Cita atau di potensi wilayah. Saya terima kasih sebelumnya em karena sudah pernah juga bergabung di seri ASN belajar seri 3, 5, 32, 38, 44, dan 47 tahun-tahun sebelumnya ya. Baik, teman-teman sekalian ee sahabat saya ASN di seluruh Indonesia karena saya cek tadi tidak hanya di Jawa Timur ya, tetapi di di tempat-tempat lain bahkan kementerian, lembaga dan ini nasional ya. Pengembangan karir itu idealnya ditentukan dari perencanaan kebutuhan ASN yang matang. Tanpa itu, maka akan sulit bagi kita untuk mengembangkan karir dari sisi pribadi dan sulit juga bagi organisasi untuk menyeimbangkan atau mengetahui atau menyeleraskan. Ya, nanti saran saya buat teman-teman untuk Pak Abah ditanyakan ya hal-hal yang sekarang sedang menjadi isu isu hangat nih. Misalnya apakah P3K paruh waktu penuh waktu itu punya karir juga? Apakah benar tahun 2026 akan ada seleksi ASN hanya untuk titik-titik misalnya? Apakah benar ada isu misalnya em ada revisi Undang-Undang SN di mana P3K akan diminta atau dimandatkan untuk langsung jadi PNS? Nanti ditanyakan ke mereka. Saya akan lebih ke tataran praktisnya saja ya. So, enggak peduli Anda ASN, Anda PNS, Anda P3K. Kita semua sama. Kita ASN yang harus mengembangkan karirnya. Baik. Nah, apa sebenarnya pola hubungan karir dan perencanaan kebutuhan ASN? Kalau kita lihat ya, perencanaan kebutuhan ASN itu kan isinya nanti tentang data kebutuhan, angka kebutuhan, kualifikasi jabatan, anjab dan ABK, informasi jabatan dan sebagainya. Berapa perlunya jabatan fungsional anu di OPD tertentu misalnya. Lalu setelah itu orang-orang di dalam sini tentu setelah masuk ke dalam sistem harus mengembangkan kompetensinya dan di sanalah pola karir akan memegang peranan di mana profil pegawai peta kompetensi itu akan saling berhubungan. So sangat erat hubungan antara perencanaan kebutuhan ASN di awal waktu kita masuk dengan pola karir selanjutnya. Dan ini akan lebih pas lagi karena akan saya berikan beberapa contoh untuk kementerian, lembaga dan mungkin kabupaten kota bagaimana ee perencanaan kebutuhannya itu akan agak shift gitu ya, agak bergeser dari asta cita dari em ee visi misi kepala daerah dan dari potensi daerahnya. Dan ini agak berbahaya kalau kita tidak segera mengatasinya. Dan sebagaimana teman-teman ketahui, perencanaan kebutuhan dalam Undang-Undang 20 tahun 2023, sori ini salah ya harusnya 20023 tentang ASN. Bu Menteri PAN RB menetapkan kebijakan perencanaan kebutuhan yang itu merupakan panduan dalam menyusun kebutuhan pegawai yang didasarkan pada prioritas nasional dan sesu RPJMN dan kemampuan negara. Nah, seluruh proses perencanaan kebutuhan ini saat ini dilakukan pada sistem yang terintegrasi namanya SISNBKN untuk fitur layanan perencanaan kebutuhan. Teman-teman semua, untuk dua layanan dasar yang sekarang menjadi panglima dalam pelayanan publik yaitu pendidikan dan kesehatan, maka SISN layanan perencanaan BKN itu sudah terhubung dengan sistem dengan Dapodik di KemenicDesment, dengan RTG di Kemendic Dasment dan sistem-sistem lain sehingga kebutuhan guru, kebutuhan pengajar untuk mapel tertentu untuk di daerah mana kami sudah ketahui. Sehingga teman-teman nanti dari BKD, BKPP, BKP, SDM atau Biro SDMKL itu tinggal menyesuaikan dengan mapping mereka. Bagaimana dengan Nakes dan NAET, tenaga kesehatan dan tenaga medis pun sudah begitu. SI, SDMK sudah saling ber apa ya? berhubungan sangat erat dengan sistem DBKn sehingga kebutuhan perawat ee kebutuhan terapis gigi dan mulut misalnya dan yang lain itu di manaun dokter-dokter spesialis juga sudah terhubung secara ee sistem. Nah, ini yang memudahkan kita sehingga nanti perencanaan kebutuhan ini akan pas kiranya dengan pola karir Bapak, Ibu, teman-teman semua di masa yang akan datang. Nah, ini fungsi jabatannya saya akan ee banyak ke sini. Kenapa? karena ee banyak yang kemudian perencanaan kebutuhan itu menganggap ah ini kan untuk sesuatu yang 5 tahun sekali atau 1 tahun sekali cukup gitu. ini tidak cing. Jadi perencanaan kebutuhan peta peta jabatan ajab apik tidaking sampai dengan saatnya semua orang baru tahu bahwa ternyata formasi P3K, formasi CPNS, formasi ASN, penetapan kebutuhan dari Menpan untuk seleksi ASN di berikutnya dasarnya adalah ini. Dan ee dalam ke seharian kita dalam siklus manajemen ASN, peta jabatan itu me mengandung makna yang sangat penting untuk penilaian kinerja, pemberhentian, seleksi dan pengadaan, mutasi, promosi, dan sebagainya, serta pengembangan kompetensi dan karir ASN yang sedang kita bahas. Baik, sekarang saya next. BKN sedang getol-getolnya berusaha me mengendorse pengembangan karir ASN melalui manajemen talenta. Apa itu manajemen talenta dan bagaimana ee manfaatnya? Pertama, manajemen talenta ASN itu kami gunakan sebagai instrumen untuk mewujudkan tujuan negara. ini hafal semua karena setiap apel pagi setiap upacara dibacakan melindungi segenap bangsa Indonesia memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan k bangsa dan seterusnya itu jadi manajemen talenta ASN dan tujuan negara adalah ee sesuatu yang saling berhubungan dan manajemen talenta ini kita gunakan sebagai instrumen untuk itu. Nah, ketika misalnya bagaimana mencari talenta ASN yang sesuai dengan kebutuhan jabatan. Kalau ini teman-teman tahu ini bok ee ee apa namanya? Potensi vs kinerja ya yang biasanya ee apa namanya? Yang promotableel itu adalah yang di 7, 8, dan 9. Jadi di BKN sekarang sedang getol-getolnya ini dan kalau tidak keliru ee pemerintah Provinsi Jawa Timur adalah satu dari sekian ee baru sedikit ya pemerintah daerah yang sudah diberi mandat untuk dapat melakukan ee manajemen talenta melalui tidak melalui mekanisme seleksi terbuka tetapi melalui pencarian di internal di dalam ini seleksi admin administrasinya berdasarkan persyaratan kualifikasi minimuduki jabatan ini ada di peta jabatan APK. Kemudian proyeksinya berdasarkan rumput jabatan ke ee sembilan kota ini. Contoh misalnya Kepala BAPPEDA PEMPR Jatim kosong misalnya sejak Januari 2025 maka sebenarnya PEMPR Jatim melalui BKD punya nama-nama 357 yang telah dipetakan sebagai suksesor dengan potensi dan kinerja yang tinggi yang sudah diukur juga di dalam sistem ee di antaranya services yang dilakukan oleh BKN. Nah, tinggal kemudian kompetensi teknisnya saja perlu dipastikan bahwa itu sesuai dengan jabatan kepala BPPEDA yang kosong misalnya. Dan ee ini akan memudahkan kita yang secara tradisional 5 tahunan selalu berganti kepemimpinan ya teman-teman di daerah. Kalau di kementerian lembaga mungkin tidak terlalu tidak terlalu ee fokus dengan itu. Tapi begitu ganti kepala daerah yang berubah bisa berubah halian haluan, bisa berubah targetnya, ini akan akan berbahaya kalau kita tidak memakai manajemen talenta. Kemudian ee keberhasilan kinerja instansi pemerintah itu hasilnya juga berseiringan dengan pengembangan karir. Jadi kalau mau kinerjanya tinggi, karirnya juga harus diperhatikan baik baik kualifikasi, kompetensi, potensi kinerja, maupun integritas dan moralitas. Nah, dari dari ini mobilitas talenta untuk pengembangan karir pun bisa dilakukan melalui akuisisi talenta, melalui pengembangan, retensi, penempatan dan pemantauan dan evaluasi sedemikian sehingga ada the best fit saja yang dapat diangkat dalam jabatan itu dan tanpa me me apa namanya ee tanpa kita khawatir dengan gangguan terhadap pelanggaran man sistem dan pengembangan karir. Nah, ini contoh bagaimana penerapan perencanaan kebutuhan dan pola karir di instansi pemerintah. Saya sengaja tidak memilih PE Prof Jatim biar nanti Bu Kepala BKD Jatim saja ke ke kami gitu ya. Saya nyontohkan yang lain-lain. Contohnya ini. Bagaimana sebenarnya dukungan terhadap Asta Cita kelima hilirisasi ya di untuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Kemen SDM ini bertanggung jawab antaranya di antaranya terhadap keberhasilan Asacita kedua ya. Kemudian Astacita kelima. Kalau Asta cita kedua sembada energi pangan dan sebagainya. Kalau Asta Cita kelima, hilirisasi ya untuk meningkatkan daya tambah. Nah, kemudian kompetensi strategis yang dibutuhkan tentu formulasi analisis kebijakan energi hilisasi nasional, kemudian ini jabatan fungsionalnya yang relevan, ini rekomendasi pendidikannya. Kenapa rekomendasi pendidikan ini penting? kami ingin memberikan ee stimulus kepada orang-orang yang mau ee berada di rekomendasi pilihan ini untuk selalu naik kalau sudah S1, S2, S2, S3 kemudian ee pencantuman akan AK akan ee apa gelar akademisnya pun akan dipermudah di BKN. Kemudian yang kedua pengawasan talenta dan pengelolaan energi mineral. Kira-kira ini eh jabatan fungsional yang relevan. So, if you are among this jabatan fungsional, Anda berada di tempat yang tepat di Kementerian ESDM. Untuk apa pola karirnya ee dapat diakselerasi dengan lebih cepat karena sesuai dan seterusnya ya. Kemudian bagaimana dengan komposisinya? Nah, ternyata dari komposisinya kami punya rumus ee baku 2080. 20% itu untuk supporting misalnya ee auditor kemudian analis SDMA 80%-nya adalah untuk bidang utama JF tertentu. Nah, ternyata di ISDM bidang keenergi ee dan sumber daya mineralan ini hanya 28,6%. Oleh karena itu ee dari 4.000 ya, jadi hanya ada 1100 dari 4.237. Oleh karena itu ee analisis dan rekomendasi kami misalnya jumlah jabatannya lebih dari 20% harus dikurangi nih atau jabatan-jabatan yang tadinya pelaksana silakan bergeser ke jabatan fungsional strategis yang cocok dengan ee Asta Cita ya, cocok dengan Kementerian ESDM. Nah, kemudian ee komposisi yang juga perlu ditingkatkan proporsinya seimbang sehingga antara inspektor ketenaga listrikan dan inspektor panas bumi itu harus harus sama-sama naik gitu. Dan kemudian kami minta Kementerian SDM membuat analisis atau kajian terkait jumlah minimum JF yang diperlukan untuk mendorong supaya ASTA cita ke berapa tadi? Kedua, dan 5 itu menjadi lebih ee terlaksana lebih baik. Oke, ini provinsi kami pilih Provinsi Jawa Barat sebenarnya. Ini kira-kira uraian kompetensinya SN-nya ini. Mengembangkan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan ekonomi rakyat, mengurangi disparitas pembangunan utara selatan. Ini ee ini visi misinya Pak Wali, Pak, Pak ee Gubernur KDM, Bapak Aim meningkatkan proses pendidikan. Kemudian otomatis rekomendasi JF-nya yang pas dengan masing-masing ini adalah sebagai berikut. ada guru, ada widayiswara dan sebagainya yang terus ke bawah. Nah, kemudian ini pemenuhan target pemenuhan JF-nya pada bidang-bidan JF tertentu. Kami coba cek bagaimana sebenarnya dukungan pemenuhan JF jabatan fungsional terhadap potensi wilayah dan asta cita untuk Provinsi Jawa Barat. Ya, ternyata dengan belanja pegawai yang cukup ideal ya ini 29,32 ini ideal karena berada di bawah 30%. Sementara P Prof Jatim saya cek tadi berapa? 33%. Hati-hati, hati-hati karena ee 2027 sesuai dengan Undang-Undang HKPD maksimal harus 30%. Nah, oleh karena itu dari catatan-catatan yang sudah kami sampaikan kemudian grafik dukungan dan analisis yang kami lakukan, maka rekomendasi ee ee kami terhadap PEMPR Jawa Barat adalah penguatan untuk JFJF ini dan rekomendasi JF-nya ini. Sehingga teman-teman yang ada di kelompok penguatan ini mestinya mestinya karena dia sejalan dengan potensi wilayah dan dan pengembangan asta cid dan pengembangan ee visi misi ee kepala daerah Gubernur Jawa Barat, maka mestinya kelompok-kelompok yang ini ini akan karirnya moncer gitu ya. harusnya begitu. Harusnya begitu dibanding yang lain-lain. Dan ee itu kira-kira teman-teman yang bisa saya sampaikan tidak tidak banyak. Yang jelas BKN sangat mendukung kebijakan yang proir ASN ini. Teman-teman mungkin sudah tahu Bapak Ibu ada delapan kebijakan terbaru BKN yang pro karir ASN. Pertama pencantuman gelar akademik. Ya, kalau dulu wajib ada ee izin belajar atau tugas belajar, sekarang ada relaksasi dengan surat edaran kepada BKN nomor 3. Pokoknya sudah milik ijazah dan itu terakreditasi maka bisa dicantumkan di gelarnya. Kemudian profesi akademik eh profesi akademik itu kemudian pencantumkan gelar profesi juga demikian. Kemudian ee kemudahan ujian kompetensi untuk ee JF kepegawaian ini menjadi 12 kali setahun alias setiap bulan. Dan kalau misalnya ee ada yang belum memenuhi dari subunsur itu, tinggal itu saja yang direm yang diulang. Kemudian yang keempat, wah ini kesempatan kenaikan paket lebih tinggi dari atasan langsung. Kemudian yang kelima, nah di kami apapun bentuk surat masuk dari dari instansi apa apapun bentuk layanan itu harus selesai maksimal dalam 5 hari. Kalau tidak selesai maka dianggap BKN menyetujui loh kurang gimana. Yang keenam penguatan independensi seleksi JPT. Jadi tidak boleh lagi sejak bulan Juli 2025 dan seterusnya unsur BKN baik pejabat manajerial atau struktural maupun JF dan pelaksana untuk menjadi anggota pansel seleksi di instansi luar. Kemudian percepatan pembangunan penerapan manajemen talenta dan terakhir ee penambahan periodisasi kenaikan pangkat selama 12 kali dalam setahun. Nah teman-teman Bapak Ibu yang saya hormati. Kira-kira itu ee yang bisa saya sampaikan dari sudut pengembangan pengembangan karir, dari sudut perencanaan kebutuhan dan ee endorsement yang BKN lakukan dalam meningkatkan karir atau kinerja ASN melalui program-program produk yang pro karir ASN. Terima kasih atas perhatian Bapak, Ibu. Dengan senang hati kami akan nanti ee berdiskusi dalam dalam tanya jawab yang akan dipandu oleh Mbak Devi. Allahum thq. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bapak Muhammad Ritwan yang sudah menyampaikan satu pemaparan yang sangat-sangat menarik pada sesi yang pertama. Nah, kali ini tentunya Sobat ASN yang ingin berdiskusi silakan saja untuk bisa langsung menggunakan feature as hand di Zoom ataupun juga bisa bergabung melalui YouTube dengan menuliskan pertanyaannya melalui live chat. Dan tentunya sesaat lagi kita akan melihat siapa saja yang akan melakukan sesi diskusi pada siang hari ini. [Musik] Baiklah ASN kembali lagi tentunya masih bersama ASN belajar seri 41 tahun 2025 persembahan dari BPSDM Provinsi Jawa Timur. Nah, kali ini kami masih menantikan untuk Anda sobat ASN di mana pun Anda berada yang sudah ada tentunya di Zoom ataupun juga YouTube BPSDM Jatim TV kami persilakan untuk bisa melakukan sesi sharing ataupun juga bertanya ataupun juga bisa berpendapat di sini. Kami persilakan Sobat ASN dan kali ini untuk Sobat ASN yang sudah bergabung untuk yang pertama kami mengundang kali ini ada Bapak Joko Kusmar Henoto dari Malang. Kami akan menyapa terlebih dahulu. Selamat siang, Bapak. Asalamualaikum. Selamat siang. Selamat sejahtera untuk semuanya. Terima kasih. Bagaimana kabarnya Bapak Joko? Baik, alhamdulillah. Tetap tetap semangat, tetap semangat dan selamat berkarya di Masa Purna. Oke, kali ini kami persilakan Bapak Joko untuk bisa sharing bersama Bapak Muhammad Ritwan kali ini selaku narasumber kami. Terima kasih Bapak Muhammad Ridwan. Kami tadi mengikuti, saya mengikuti paparan panjenengan meskipun singkat-singkat tapi poinnya sudah kita dapatkan kita tetap terima Pak. Ya, begini Bapak di Provinsi Jawa Timur itu di antara program prioritasnya adalah penurunan angka pengangguran, Pak. mungkin juga provinsi yang lainnya. Nah, beban itu diberikan kepada Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur. Ee kita berbicara penurunan angka pengangguran itu di antaranya adalah melalui strategi peningkatan kompetensi tenaga kerja, Pak. Agar bisa mengisi jabatan kerja yang ada di dunia kerja. Nah, bicara tentang peningkatan kompetensi, maka di situ peran strategis instruktur, Pak. Instruktur di semua lembaga Balai Latang Kerja di jajaran Dinas Tagja Provinsi Timur. Nah, berkaitan dengan materi yang Bapak sampaikan tadi, kami sebagai instruktur yang mana kami menitik karir ini sesuai dengan judul ini ee sampai sekarang lebih kurang sudah 39 tahun lebih, Pak. Jadi 3 tahun 9 bulan. Jadi 39 tahun 9 bulan. Namun ee kami sudah mengikuti bagaimana perkembangan ee peningkatan ee pengembangan karir ee yang namanya instruktur itu, Pak. Mulai dari awal instruktur sampai dengan sekarang jabatan fungsional instruktur. Ini yang ingin kami tanyakan Bapak sudah ada peraturan BKN Pak nomor 22 kalau ya nomor 14 nomor 14 tahun 22 berkaitan dengan ee kelas jabatan fungsional instruktur mad. yang itu juga sudah ditindaklanjuti dengan surat Kementerian Tenaga Kerja kepada ee provinsi-provinsi, Pak. Namun sampai dengan sekarang itu belum dilaksanakan di Pat. Belum dilaksanakan. Itu peraturan resmi di zaman Pak Cahyo Kumolo dulu, Pak. Menpannya kemudian sampai sekarang belum tidak lanjuti. Sementara ada jabatan lain fungsional yang sudah masuk kelas utama di Provinsi Timur, Pak. Ya, ini untuk struktur belum ada. Yang kedua, sistem pembinaan menggunakan sistem piramid di provinsi menurut saya perlu ada apa ya, Pak? Review kembali karena seiring dengan apa yang pernah sampaikan Pak Zudan waktu itu bahwa pengembangan karir itu disusuhkan menggunakan sistem tabung, Pak, bukan menggunakan piramid. Nah, itu bagaimana implementasinya? Bagaimana pas sudah dilaksanakan. Yang ketiga, pertanyaan kami, Pak, berkaitan dengan masa kerja ASN yang mana pernah disampaikan Pak Zudan kalau gak waktu itu sebagai PKN ee ada penambahan masa kerja instruktur atau bukan instruktur ya, ASN tepatnya ya waktu itu. Nah, apakah itu sudah dibuatkan ee turunannya atau diusulkan atau bagaimana Presiden? Karena ini penting, Pak. pengembangan karir struktur itu sudah ada landasan hukumnya, namun sampai sekarang juga belum diterapkan. Jadi ee kami sudah beberapa kali komunikasi dengan Kepala Biro Organisasi, namun tampaknya perlu ada penjelasan lebih lanjut dari BKN, Pak tentang itu, Pak. Terima kasih, Pak. Ada tiga pertanyaan kami. Insyaallah ee saya kalau dihadap perpanjangan, Pak, ya 1 Desember sudah masuk purna tugas, Pak, dengan pangkat terakhir 4D dengan apa namanya? Masa kerja 39 tahun 10 bulan, Pak. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Habis ini Bapak Joko akan kembali berkumpul bersama keluarga tentunya ya. Baik, silakan. Kali ini kami persilakan kepada Bapak Ritwan untuk dapat menjawab. Makasih Pak Joko. Ee senior kita semua nih ya. Pertama saya ingin mengucapkan selamat Pak karena apa namanya eerness Bapak untuk spiritnya sangat tinggi. Tepuk tangan Pak Joko. Yang kedua, Pak Joko eh kami sudah sounding kepada teman-teman Setnik bahwa eh Satya Lencana Karya Satya itu tidak cukup untuk sampai 30 tahun. Kami sudah sampaikan mbok Yao ada yang 40 tahun karena faktanya ada orang-orang seperti Pak Joko ini ya. Dan kemungkinan para profesor yang sampai 70 kalau dia masuknya waktu itu sebagai dosen tahun 20 ee umur 20 maka sangat panjang bahkan mungkin bisa sampai ee Satya Lencana 50 tahun gitu. Jadi itu Pak mudah-mudahan ada. Kemudian yang kedua, nah ini memang begini Pak Profan, Kepala BKN itu kan juga punya wajah lain yaitu Ketua Umum Korpri, Pak. Nah, dalam kerangka ee jabatan beliau sebagai dan dan antara ketua umum Korp dan Kepala BKN menjadi satu sekarang. Oleh karena itu kami sampaikan ee delapan kebijakan yang pro karir ASN itu benar-benar murni dari beliau. karena beliau pernah PJ gubernur di tiga tempat, kemudian pernah ee beberapa kali di tempat lain itu merasakan dampak dari hambatan-hambatan yang di ada di delapan ee kebijakan prokari yang terbaru itu. Jadi kita WC, Pak karena ketua umum Korpi sudah menyampaikan ke kepala eh ke kepala negara, ke presiden tentang yang 60 jadi 62 e 60 jadi 65, kemudian ee berapa jadi berapa kita tunggu saja, Pak. Tapi mungkin tidak akan tidak akan secepat yang kita bisa duga. Kemudian yang kedua tentang kelas jabatan dan sebagainya ini memang pemilik proses bisnisnya banyak ya, Pak Joko ya. ada Biro Organisasi, ada BKD, kemudian ada dari Kementerian Kementerian Tenaga Kerja sebagai instansi pembina JF-nya. Ada kami, ada Kemenpan RB dan mungkin Kementerian Keuangan. Yang ingin saya sampaikan adalah ini semua harus terkoordinasi. Memang kalau kelas jabatannya sudah disetujui di SOTK ee peta jabatan di Pempr Jatim sebenarnya tinggal eksekusi. Tapi sebentar tunggu dulu nanti Bapak mau tanyakan ke Pak Abah dari KemaPAN RB apakah sudah menyetujui peta jabatan itu? Karena kalau sudah disetujui maka tidak ada hambatan lagi sebenarnya. Apalagi kalau misalnya ee ABK-nya sudah ada yang dan akan mengisi sudah ada. Itu yang sudah Pak. Sudah setuju ya? 14 tahun 22, Pak. Iya. Itu berarti tinggal dilaksanakan saja Pak. Tapi saya harus cek lagi, Bapak harus cek lagi apakah misalnya ee kemampuan fiskal kita tahu ya sekarang TKD transfer ke daerah ini tahun 2026 akan turun dan itu pasti efeknya akan ke sana. Saya ingin ingatkan Bapak Ibu ya. Saya ingin ingatkan mudah-mudahan tidak terjadi tapi bisa jadi TPP itu akan disesuaikan untuk daerah-daerah yang memang sudah tak tertahankan. Ya, saya ingin sampaikan dari 514 kabupaten kota misalnya hanya 10% atau sekitar 50 kabupaten kota yang rasio belanja pegawainya itu ada di angka 30 atau kurang. lainnya lebih kita sebut Kabupaten Anu 47, kabupaten ini 52. Nah, itu bahaya bahaya bagi pengembangan ee atau pelaksanaan visi misi dan ee potensi daerahnya. Kemudian yang terakhir ini surprise banget nih, Pak. Gini untuk instruktur ya memang Dinas Ketenagakerjaan gak boleh kerja sendirian tuh kalau mereka misalnya sudah pintar ya anak-anak asuh Bapak sudah pintar katakan tapi ternyata lapangan pekerjaannya kemudian yang lain-lain di dinas ee yang terlibat ya yang berkaitan tidak tidak membantu itu juga enggak bisa misalnya dinas perdagangan, Dinas Perindustrian, kabupaten, kota dan yang lain-lain. itu ee apa pengembangan kompetensi teman-teman yang dari swasta itu yang yang di dibantu oleh para instruktur itu akan musro kalau memang kesempatannya misalnya mereka kan rata-rata enggak bankable gak enggak bankable Pak enggak bankable itu kalau di apa namanya didatangi oleh bank dilihat misalnya oh ini gak bisa dibantu gitu oleh karena itu nanti uang R triliun itu akan pro juga kalau kemudian tidak dibantu dengan yang lain-lain. Tapi saya setuju, Pak, bahwa ee JF Instruktur ee di Dinas Ketenagak kerjaan memegang perangat sangat penting karena mestinya teman-teman di sektor ee publik ee di sektor swasta lalah yang apa namanya harus mengembangkan itu karena kemudian PAD-nya akan tumbuh dan seterusnya. Terima kasih sekali lagi Pak Joko. Ini mungkin bisa ditanyakan lagi nanti ke Pak Aba ya. Terima kasih Bapak kita ini. Makasih Pak Joko. Terima kasih Pak Joko untuk pertanyaannya. Kayaknya kalau dengan semangatnya Pak Joko kali ini ya, Pak Ritwan penginnya mengabdi seluruh usianya untuk pekerjaannya. Hebat sekali. Tepuk tangan dong untuk Bapak Joko. Terima kasih Pak Joko antusiasnya dan tentunya nanti pensiunnya bisa bahagia bersama keluarga dan juga menerapkan semua yang sudah kita informasikan bersama SN belajar untuk keluarga tercinta. Nah, kali ini Pituan kita akan menuju untuk penanyaan kedua yaitu ada Ibu Yunita. Kita akan menyapa. Selamat pagi Ibu Yunita. Asalamualaikum. Halo, Ibu Yunita. Ibu Yunita, mohon izin. Dari mana, Ibu? Ee dari Kabupaten Mojokerto. Oh, baik. Silakan Ibu Yunita untuk bisa sharing, mengungkapkan semuanya atau apa yang ingin ditanyakan kepada ekspert kita ataupun juga narasumber kita. Kami persilakan. I ee ini kan saya menyimak paparannya Bapak itu tentang manajemen talenta, kemudian pengembangan karir. Ee saya pertanyaan saya itu gini, Pak. ee itu untuk pengembangan karir prioritasnya kan kalau di sistem merit itu kan diutamakan untuk kompetensinya ya, Pak ya. Nah, kemudian untuk promosi sendiri itu apakah ada uji tersendiri gitu kan untuk menunjukkan bahwa ini sudah kompeten atau belum atau diutamakan untuk yang masa pengabdiannya lebih tinggi mungkin atau seperti apa? Terus kemudian ee saya dulu perekrutan saya itu pertama kali adalah penata keuangan. Kemudian ee mulai tahun ini diubah menjadi penelaah teknis kebijakan. Nah, dari penata keuangan yang ee kompetensinya di bidang keuangan dan akuntansi waktu itu, ke penelaah teknis kebijakan yang sama semua di kepegawaian juga ee di bagian TU itu juga penelaah teknis kebijakan, di bidang penata perizinan itu juga penelahan teknis kebijakan. Nah, ini apakah enggak enggak seperti kemunduran gitu, Pak? Jadi awalnya tuh sudah tertata nih sesuai nih dengan kompetensinya nih. Kemudian disamaatakan lagi. Nah, itu jadi pola pola karinnya nanti seperti apa. Kemudian ee atasan ee bukan atasan ya, di tempat saya ini di sekretar saya kan berada di dalam naungan sekretariat nih sekretariat. Kemudian saya penata keuangan. atasan saya waktu penyetaraan fungsional kemarin itu ee di tahun 2023 kalau enggak salah itu kasak keuangan saya itu jadi fungsional AKPD. Kemudian ee tapi di sekretariat itu misalnya saya penata keuangan ini saya enggak bisa nih sekarang nih kalau misalnya mau naik itu jadi AKPD enggak bisa karena kan ee AKPD itu hanya untuk dinas-dinas tertentu misalnya seperti itu. Nah, berarti kalau posisi saya nih enggak ada kemungkinan ee apa pengembangan karir berarti seperti itu? Pertanyaan saya karena posisi saya ini kan kayak ya sudah stak gitu, Pak. Gimana itu, Pak? Sebentar, sebentar. Bu Yunita sekarang fungsional ya? Enggak, bukan belum, Pak. Jadi waktu Oh, pelaksana ya penalangan teknis kebijaksanaan kebijakan. Iya. Iya. Dulu kan awal awal dari capeknya jadi terus ke ke pegawainya itu kan penata keuangan karena kan ee apa kompetensi saya pendidikan saya kan akuntansi sesuai kemudian diubah jadi penelaah teknis kebijakan yang sama semua di semua sisi itu apa maksudnya di semua lini di dinas saya terutama itu sama kalau untuk pelaksana berarti kan enggak ada pembagian yang sesuai kompetensinya gitu kan. justru enggak enggak manajemen talentanya seperti apa. Terus kemudian waktu saya ikut mengikuti Zoom untuk yang AKPD itu bahwa untuk di sekretariat itu tidak dimungkinkan untuk hanya untuk ujiom aja loh. Jom, AKN atau AKPD atau apa itu tidak diizinkan. Karena di sekretariat itu ee mungkin pekerjaannya yang rutin-rutin aja begitu ya. Mungkin hanya dari bidang gitu kan waktu itu saya saya mengikuti Zoom-nya itu seperti itu ya. Terima kasih Pak. Ini curcol Pak. Nggih. Siap. Matur nuwun. Nggih. Matur nuwun Bapak. Baik. Kali ini kami persilakan kepada Bapak Ritwan untuk dapat menjawab keluh kesah dari Ibu Yunita, keresahan dari Ibu Yunita nih. Baik. Baik. Em, saat ini struktur dari ASN itu kalau dilihat dari tugasnya kan ada dua, ada tiga ya, Bu Yunita dan Bapak Ibu ya. pertama adalah ee pejabat manajerial ya atau yang dulu disebut sebagai pejabat struktural, kepala biru, kepala badan dan sebagainya. Kemudian yang kedua ada pejabat fungsional JF ya, jabatan fungsional. Kemudian yang ketiga pelaksana. Nah, ketiganya ini memang em kalau kami sekarang di di Trenhan Direktorat Percayaan Kebutuhan itu lebih cenderung ke kami sudah baca dari referensi dari ee OECD misalnya dari ee beberapa ee referensi internasional dan regional. Angka 2080 itu nampaknya menjadi semacam menjadi ini ya menjadi ee angka psikologis gitu 80 JF kemudian 20-nya adalah supporting atau pelaksana atau JF yang ada di sekretariatan misalnya seperti misalnya analis SDM aparatur itu masuk ke dalam yang 20%. Nah, kemudian ada Kenpan 282 kalau enggak keliru ya yang mereposisi jabatan pelaksana itu menjadi tiga. Ada klerek, ada ee penelaah, ada apa gitu. Nah, kemudian dari dari banyak gitu ya, dari banyak ini memang tendensinya nanti ma mohon ditanyakan juga ke Pak Abah ada menskuquis atau memampatkan misalnya misalnya jabatan fungsional di bidang ee keuangan negara itu yang tadinya ada berapa? Ada ada 14 kalau enggak Kir itu diminta untuk menjadi enam atau lima saja. ee di Kementerian Kesehatan yang tadinya ada 40-an itu diminta jadi berapa belas saja gitu. Di kami pun begitu di BKN itu kan pembina jabatan fungsional kepegawaian ya Bu ee Yunita ya. ada analis SDMA, ada penata SD SDMA, ada audiman, auditor manajemen ASN, kemudian ada juga ee asesor. Ini nampaknya diminta menjadi dua. Nah, yang jabatan fungsional juga diquis gitu, dimanfaatkan e dimanfaatkan sori. Demikian juga dengan terminologi yang ada di jabatan pelaksana. Masuk. Salah satunya ada yang terdampak adalah betul ini penelaah teknis kebijakan itu jadinya ada di mana-mana dan kalau kita bilang enggak karu-karuan semuanya bisa dari teknik nuklir juga bisa masuk situ dari akuntansi juga masuk situ gitu. Oleh karena itu, saran saya jika memang ee Ibu merasa kompetensi teknis, kualifikasi, manajerial, sosiokultural, dan lain-lain memenuhi sebenarnya bisa ee bisa dicoba untuk ikut ke JF. Problemnya adalah 80 KL pembina ee JF, ada 283 jenis JF yang model pembinaannya itu macam-macam. Ya, ini yang ini yang sedang dicoba di diurai oleh oleh kami oleh Kepala BKN dan kami bagaimana para pemilik proses bisnis ini kemudian sama kalau misalnya ya ee kenapa sih harus berbeda tunjangan tadi JF struktural ahli madia dengan eh sori struktur JF instruktur ketenagakerjaan ahli madia yang tadi Pak siapa tadi Pak Joko dengan misalnya ee JF auditor ahli madya. Kenapa harus beda? Karena level pekerjaannya tingkat kerumitannya kurang lebih sama kan? Sama-sama madya. Itu yang sekarang sedang di dicoba di kami ee Pak Kepala BKN bicara dengan beberapa Bu Menteri, dengan teman-teman yang ee ada di kementerian, lembaga dan lain-lain untuk kita supaya ada satu itulah gitu. Kalau perlu kalau kita biasanya kenal tadi ya, Pak Joko sudah sampaikan ada piramid gitu ya. Nah, JF pertama kemudian muda, Madia, dan utama. Kenapa enggak tabung? Dan faktanya ada JF yang tabung Bu ee Yunita dan Bapak Ibu apa itu? Dosen. Dosen itu mulai dari asisten bisa jadi guru besar semua itu benar-benar tabung. Itu kok bisa, kenapa yang ini enggak gitu. ini yang ee struggling itu yang memang kami sedang sisir satu persatu. Oleh karenanya yang dapat kami lakukan oleh BKN lakukan adalah mempermudah itu baru delan area itu tadi Bu ya, pencantuman gelar yang otomatis gitu. Bahkan mungkin ya mungkin ke depannya peran BKD, BKPB, BKPSDM, Karo Biro SDM itu tidak perlu ada. Kenapa? Karena ya kalau kalau lulusannya 2019 ke sini itu data di Forlab PDKT itu sudah ada, ngapain harus pakai cap basah harus di itu gitu. Nah, kemudian-kemudahan itu baru administratif. Nanti mudah-mudahan mohon doanya ee kesehatan Pak Kepala BKN dan kami semua ya serta teman-teman BKD supaya seterusnya bisa nanti lebih ke substantif. Mudah-mudahan kita bisa meyakinkan convincing teman-teman pemilik proses bisnis instansi pemin JF untuk mempermudah menyamakan, memangkas dan sebagainya. Termasuk yang Ibu tadi sampaikan, loh kok bisa padahal akuntansi kok enggak bisa, kok enggak boleh bahkan nyobanya enggak boleh gitu. Nah, itu sebenarnya enggak gini ya. Di sisi lain ya, Teman-teman. Bapak, Ibu, ada juga em apa ya tabu-tabu yang kami pikir loh kok bisa ya gitu? Kok bisa misalnya kalau benar ya BKPSDM PMKP Mojokerto siapa sekarang ee itu melakukan pembatasan itu padahal mungkin mungkin instansi pembinanya pun enggak batasin tapi memang ada JF-JF tertentu izin mohon izin Bapak Zoom-nya dari KemenQ Pak waktu itu, Pak. Nah, iya iya ada. Betul kan? sektornya betul sektornya yang masih itu. Nah, ini yang kami coba bersama dengan Pak Aba dan teman-teman di ee Kemen Parb. Pokoknya kalau tagline-nya kan sekarang ee apa BKN itu apa? Bapaknya para SN ya. Kami sebagai bapak dan teman-teman semuanya sebagai anak kami akan mendahulukan supaya gimana caranya lebih pintar, lebih karirnya lebih melesat dan sebagainya. Tapi tentu tentu ada pemilik proses bisnis lain, ada regulasi yang juga kita sama-sama harus harmonisasi. Saya kira saya hanya bisa begitu, Bu. Saya enggak bisa ini macam-macam ya. Sementara itu duluah gimana caranya gini, gimana caranya Bu Yunita bisa menjadi pembeda di sekretariat tapi kalau lulusan akuntansi apalagi UNER dan Ibu sudah bisa misalnya ya ee bisa membuktikan bahwa pekerjaannya jauh lebih efektif, efisien dari yang lain-lain mestinya itu dilihat. Nah, itu yang yang apa namanya? Manajemen talenta itu yang kemudian even itu ibu pelaksana atau yang lain-lain kalau itu juel hidden jeel di dalam lumpur misalnya itu kan bisa diambil juga dan meskipun di lumpur dia bersinar. Sementara itu mohon maaf saya tidak bisa menjawab pertanyaan. Terima kasih Bapak. Makasih ya. Terima kasih Ibu Yunita dari Mojokerto. Nah, kali ini Ibu Yunita semoga bermanfaat dan tentunya bisa memberikan sedikit ataupun juga menjawab keresahan dari Ibu Yunita. Dan kali ini Bapak Ritwan, kami masih punya beberapa penanya lagi. Saya akan persilakan kepada Bapak Juniarso. Halo, selamat siang. Asalamualaikum Bapak Juniarso, Sobat ASN kalau mau bertanya silakan saja. Kita punya feature sh hand tinggal saja ditekan saja untuk feature S hand-nya. Dan kali ini Bapak Juniarsonya rasanya masih belum bisa mendengar suara kami. Tapi kali ini kami sudah ada penanya lagi yaitu ada Bapak Devin. Selamat siang Bapak Devin. Asalamualaikum Pak Devin. Halo. Silakan ya. Bapak Devin berada di mana, Bapak? Ma ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo. Halo. Halo. Iya, Bapak Devin. Kami sudah mendengar ya. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Saya dari pemerintah Kasi nih. Saya mau nanya nih tentang menyimak. Di sana kan ada peta jabatan. Dari mana, Pak? Mas dari Kabupaten Bekasi, Pak. Dari Kabupaten Bekasi. Oh. Oh, dari Bekasi. Baik. Iya. Saya mau nanya nih. Saya menyimak tentang adanya pengembangan karir ASN ya. Nah, di sana saya lihat ada peta jabatan. Nah, depan itu melihat ada namanya penilaian kinerja. Nah, diikan sebagai pondasi pola karil ISN. Nah, ee bagaimana cara menghitung penilaian kinerja sebagai pola aril ASN menuju birokrasi ee berdampak? Gimana caranya? Itu cara menghitung penilaian kinerja. Itu aja. Baik, terima kasih Bapak Devin. Dan kali ini kami persilakan Bapak Ritwan. Kasih, Pak. Pak Devin kalau dekat sama ee BKN pusat silakan datang aja ke PTSP kami, Pak. Penjelasan lebih lanjut ya. Pertama itu. Yang kedua gini ee sistem penilaian kerja kan sudah ada aturannya sendiri ya. Bahkan di BKN kalau Bapak, Ibu, teman-teman dari ee daerah atau KL sudah memakai sepenuhnya sistem kami kinerja.bkn.go.id, go. Maka sebenarnya penilaian kerja itu sudah otomatis masuk ke sistem dan kalau itu kemudian Kabupaten Bekasi katakanlah sudah menerapkan MT itu juga bagian atau input atau referensi bagi ee manajemen talenta di sana. Heeh. Jadi em sebenarnya begini, kalau kita lihat misalnya orang-orang saya coba share sedikit lagi ya, tapi gak bisa lama-lama nih karena Pak Aba sudah sudah sudah masuk di ee Zoom. Gini ya. Ini yang tadi saya sampaikan ya. Sudah terlihat ya, Pak Devin ya. Nah, ee ketika misalnya kinerja kita berada di atas ekspektasi either itu di di boks keempat 7 dan 9 4 itu artinya kinerjanya tinggi tapi potensinya rendah dan seterusnya ya. Yang tujuh itu menengah, tinggi menengah, yang tinggi-tinggi. Nah, ketika misalnya ee Pak Devin dan teman-teman sekalian sudah dipetakan dalam bok atau kuadran kinerja vs potensi ini, maka sebenarnya di dalam sistem manajemen talenta kita di mana ee apa namanya? Penilaian kerja menjadi salah satu aspek yang dinilai itu sebenarnya bisa masuk, Pak. Bisa masuk ke dalam target-target jabatan yang memang kosong gitu. Cuma yang ini yang yang ngerti banyak tentu BKD, BKPB, BKPSDM atau biro biro SDM yang kitanya sebagai orang orang ee di luar sana. Pak Davin kalau boleh tahu di OPD mana, Pak? Pak Devin. Iya. Halo. Halo. Halo. Ia. Iya, Bapak. Di mana, Pak? Halus. Halo. Oke. Saya di bagian perencanaan keuangan Setda. Oh, baik. Bagian percanan keuangan Setda di sini. Baik. Iya, siap. Next. Saya stopare screen di sini juga kan kita kanus-putus kayaknya. Halo. Di tempat kami masih memperdengarkan lagu Indonesia Raya. Saya harus harus off sebentar ya. Bentar Kevin dari Bekasi dapat mendengar kami di studio Bapak karena tadi sempat dengar baik iya. Heeh. Heeh. Siap Bapak Ritwan. Iya. Ini juga ya ee barusan memperdengarkan lagu Indonesia Raya, jadi saya harus berdiri dan juga menyanyikan. Mohon maaf. Mohon maaf. Baik tidak apa-apa Bapak. Jadi eh Pak Devin tadi sudah saya sampaikan bahwa kinerja itu akan menjadi bagian dari yang akan dinilai selain ee apa namanya? unsur-unsur yang lain ya. Jadi yang perlu kita lakukan adalah kita memang harus bekerja sebaik-baiknya dan menunjukkan kompetensi kita. Kalau perlu sikap proaktif, proaktifnya itu yang yang perlu ditonjolkan ya dengan kerja sama dengan tim, kolaborasi, sinergi dan lain-lain. Nah, jika Kabupaten Bekasi kemudian mengikuti sistem manajemen talenta yang sedang dibangun oleh BKN, sebenarnya ee effort Bapak itu akan terlihat. Akan terlihat. Apalagi kalau misalnya Bapak sudah pernah ikut asesmen ee di BKN atau di di Bekasi yang diadakan sendiri katakanlah sebenarnya pola-pola karir ke depan itu akan lebih jelas memang tapi untuk kita sendiri gu kadang-kadang ini enggak jelas mau ngapain gitu ya tapi percayalah i toh saya saya tahu I know your feeling Pak ini kok kayaknya kita mau bekerja dari sudah macet-macetan gitu sama aja ini Pak ini yang gaji tinggi gaji rendah sama aja gitu tapi percayalah dengan ee manajemen talenta yang sedang dibang BBKN bersama teman-teman yang lain. Saya tadi sampaikan ke Buyuna, juel-juel atau intan permata itu pasti terlihat gitu. Apalagi kalau Bapak misalnya bisa melakukan inovasi, melakukan ee apa namanya? Ee pelayanan publik yang lebih baik dari yang ee sebelumnya gitu. Itu barangkali Pak Devin. Nanti kalau kurang tinggal ke PTSP BKN aja Pak. Kita ngobrol-ngobrol di sana. Makasih ya, Pak Devin ya. bisa langsung ngobrol dengan Bapak Ridwan pastinya nantinya bisa mampir-mampir langsung. Baik, terima kasih Bapak Devin dari Bekasi semoga cukup menjawab. Dan kali ini juga kami ucapkan terima kasih untuk Bapak Muhammad Ritwan, ST, Magister Engineer. Terima kasih banyak untuk kesempatan dan juga waktu yang sudah diluangkan pada hari ini tentunya dalam rangkaian acara ASN belajar seri ke-41. Mungkin dari Bapak Ritwan ada closing statement untuk sahabat-sahabat ataupun juga sobat ASN di mana pun berada Bapak. Baik, sahabat ASN di mana pun Anda berada, pola karir ASN itu merupakan suatu cita-cita kita. Pola karya yang bagus merupakan suatu cita-cita setiap orang, setiap ASN entah itu PNS, entah itu P3K dan BKN sudah dan sedang dan terus akan membuka jalan untuk ee apa ya istilahnya ee menjadikan kebijakan-kebijakan kami mulai dari perencanaan, kebutuhan, seleksi, rotasi, promosi, mutasi, reward management sampai dengan ee pensiun itu sesuatu yang pro karir ASN dan mohon bantuannya Ya, kalau misalnya masih ada hambatan, sumbatan di mana-mana, saya kira nomornya Pak Kepala BKN, nomornya Kepala Kantor Regional ee 2 BKN Surabaya misalnya yang lain-lain itu bisa diakses untuk ee disampaikan kepada kami dan kami akan mencoba untuk me perbaiki sumbatan-sumbatan itu, menghalangi sumbatan, melancarkan sumbatan-sumbatan itu. Tapi tentu dalam prosesnya kami juga harus berhubungan dengan pemilik PRN bisnis yang lain. Kemenan RB misalnya yang memiliki ee apa namanya kewajiban menentukan ee formasi regulasi kebijakan dan yang lain-lain. kami ada di bawah mereka dalam koridor pelaksana teknis dan yakin bahwa kita kalau sudah melakukan sesuatu kemudian belum dilihat oleh atasan nilainya pasti sudah ada di kanan kiri kita ini gitu. Saya kira itu dan mudah-mudahan karir kita semuanya naik meskipun tidak akan semuanya jadi kepala badan kepala dinas ya. Tapi yakin bahwa ee dengan menjalankan ee apa namanya ee dengan menjalankan sesuatu yang perlu karera ASN sebenarnya ee kita sedang melaksanakan atau mengimplementasi visi misi dan cita-cita dari pemimpin daerah. Saya kira itu sekali lagi terima kasih dan Pak Aba serta Pak Prof. Agus. Into saya izin undur diri dan terima kasih teman-teman sekalian mudah-mudahan sehat selalu dan tetap bersemangat dalam melayani negeri. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk Bapak Muhammad Ridwan, ST, Magister Engineering. Terima kasih Bapak untuk kesempatan juga waktunya yang sudah bergabung dalam rangkaian acara ASN Belajar seri 41. Nah, kali ini Sobat ASN jangan ke mana-mana karena masih akan ada dua narasumber hebat yang akan memberikan insight yang spesial. hanya di ASN Belajar seri 41. So ASN untuk materi berikutnya kali ini akan disampaikan oleh Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi Bapak Aba Subagia Esos MAP. [Musik] Asalamualaikum Bapak Abah. Saya ingin menyapa terlebih dahulu. Selamat siang Bapak Aba Subagia Esos MAP. Dapatkah mendengar suara kami yang di studio Bapak? Selamat siang. Kali ini kita sedang terhubung dengan Bapak Aba Subagia Sos MAP tentunya untuk sobat ASN di mana pun Anda berada yang pasti tentunya sobat ASN jangan lupa jika ingin bertanya bisa langsung saja melanjutkan nanti di sesi tanya jawab tentunya dengan bergabung di Zoom menggunakan future R hand atau bergabung melalui YouTube dengan menuliskan pertanyaan melalui live chat. Dan untuk sobat ASN di mana pun berada, jangan lupa untuk bisa langsung saja mengisi presensi yang tentunya sudah hadir di sini pada running tex Zoom ataupun juga di kolom chat di Zoom juga sudah ada dan ataupun juga langsung saja bisa menuju pin chat YouTube BPSDM Jatim TV dan tentunya karena traffic yang cukup tinggi untuk presensi sobat jangan khawatir Anda tetap bisa melakukan presensi mengakses presensi kembali mencoba kembali secara berkala sampai dengan pukul 13 Wak Indonesia Barat. Nah, kali ini kembali lagi kita akan bersama menyapa Bapak Aba Subagia, SOS MAP. Selamat siang, Bapak Ab. Izinkan kami untuk dapat menyapa narasumber kami yang kedua. Dan kali ini tentunya sebelum kita akan menyapa Bapak Abah Subagia, Sos MAP, marilah bersama-sama kita akan menyaksikan satu video tutorial berikut ini. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] He. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia tekad pantang menyerah jadi ASN berkuwa servisama. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASM belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia tekad pancang menyerah jadi C berita [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] uku [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Taman yang terus bergerak. Sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN getar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia tukan tekad pantang jadi ASN berkuat [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Barlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan yang hadir di sini untuk mengabdi rencanakan tugas ke bangga negeri. Berentas itu melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Home. dari sini tugas dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragam mengerjas penuh hati tulus membantu sesama bangga kami melayani bang kami melayani bangsa Kami melayani bangsa [Musik] H [Musik] He. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. Selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia. Siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia tekadera [Musik] jadi ASN berkualitan [Musik] bersama [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Murahlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. Hadir di sini untuk mengabdi laksanakan tugas ke bangga negeri. Memerentasit melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. [Musik] Kembali lagi sobat ASN tentunya masih dalam rangkaian ASN belajar seri 41 tahun 2025. Nah, kali ini tentunya kita sudah terhubung bersama deputi bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan, Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi kepada Bapak Aba Subagia, Sos MAP. Selamat siang, Bapak. Siang, Pak Prof. Bagus, Pak. Apa kabar? Alhamdulillah sehat. Di Jogja nih. Lagi di Jogja. Baik, Bapak, bagaimana kabarnya Bapak Aba? Alhamdulillah, Pak Tevi. Alhamdulillah. Dan kali ini tentunya kepada Bapak Aba sebagai SS MAP kami persilakan untuk bisa melakukan pemaparan di sesi yang kedua. Terima kasih, Bapak. Oke. Baik, makasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Ya, selamat pagi. Salam sejahtera untuk kita semua. Ee Prof. Agus yang kami hormati ya, teman-teman semua, rekan-rekan ASN seluruh Indonesia yang juga sudah hadir. Pertama apresiasi nih untuk BPSDM Jawa Timur. Bagus nih, rutin nih beliau ini ee Pak Dr. Ramle ini ya selalu menyelenggarakan proses pembelajaranlah melalui webinar bagi teman-teman untuk bisa mendapatnya menumpuk di satu tempat karena yang satu daerah itu infrastruktur untuk pengembangan kompetensinya dia lebih menonjol. Maka mobilitas talenta itu perlu lakukan mobilitas talenta. Termasuk kemarin kita deskripsi itu isu mobilitas talenta itu terhadap para dosen. Banyak dosen di satu kampus dia hebat-hebat. Di kampus lain itu ada kekurangan dosen yang hebat-hebat. Jadi artinya mobilitas talenta ee dosen misalnya itu juga jadi penting termasuk guru dan sebagainya. Kemudian kita juga punya PR mandat di dalam ee Undang-Undang ASN pasal 66 penyelesaian tenaga non ASN sehingga penyelesaian tenaga non ASN ini di dalam sistem merit kita itu juga jadi penting ya. Kemudian ada juga terkait dengan digitalisasinya, digitalis manajen ASN-nya, kemudian penguatan budaya kerja dan citra ee institusinya. Nah, dari aspek pengelolaan kinerja dan kesejahteraan sekarang ini juga kita sedang membangun PP tentang pengakuan dan penghargaan sehingga nanti ini ee kita sisir gitu ya sistem kesejahteraan kita yang disparitasnya masih tinggi antara satu kementerian dengan kementerian yang lain sehingga nanti kita akan ee lakukan ee penguatan-penguatan. Makanya nanti Bapak, Ibu, teman-teman sekalian nanti manajemen talenta itu akan menjadi kunci dan akan kita berlakukan kepada seluruh jabatan seharusnya apalagi jabatan-jabatan yang cukup ee strategis. Jadi ini akan menjadi kunci ini manajemen talenta itu agar birokrasi kita nanti ee lebih profesional, lebih adaptif, lebih inovatif khususnya dalam rangka menghadapi ee kompetisi global ya di tahun 2045. Nah, salah satunya Bapak Ibu sekalian maka ketika ASN berkinerja harus dia selesai dengan dirinya. Artinya sistem karir bagi yang bersangkutan itu harus lebih jelas dan adil ya. Sehingga nanti Bapak, Ibu sekalian setiap instansi kalau sudah dinilai sistem meritnya ya ee dia sangat baik atau sekarang ini kita sebut sebagai tinggi atau maju maka betul-betul harus direncanakan dan ada transparansi dan sebagainya. Maka ketika kita bicara sistem karir, nanti penilaian melalui sistem merit itu basisnya itu bukan hanya ketersediaan ya, bukan hanya dokumentasi, tapi aspek kualitas dan manfaat. Jadi Bapak Ibu kalau sistem meritnya kita ukur kemudian hanya pemenuhan dokumentasi saja yang dipenuhi itu belum tentu dia akan dapat nilai baik atau akan dapat nilai maju atau tinggi gitu ya. Karena kenapa? ternyata dari sisi kualitas dan kemanfaatannya cukup rendah ya sehingga enggak bisa itu ya. Kemudian yang kedua Bapak Ibu sekalian kenapa talenta itu menjadi penting? Karena kita ingin menyiapkan pemimpin masa depan sehingga talentpol rencana suksesi untuk kepemimpinan birokrasi ini bisa dilakukan secara berkelanjutan. Karena sekarang ini banyak Bapak, Ibu, teman-teman sekalian ketika para seniornya hilang, kita ada gap yang cukup besar ya di situ. Nah, sementara kita enggak punya talenta-talenta ini. Nah, makanya untuk menyiapkan talenta-talenta sebagai suksesor nanti, kita juga harus melakukan transformasi terkait dengan persyaratan-persyaratan tadi masalah waktu, pangkat, dan sebagainya supaya ada akselerasi untuk ee rencana suksesi di ee birokrasi. Nah, termasuk juga keseimbangan ee nasional dan daerah. Jadi distribusi talenta itu juga harus merata sehingga pelayanan publik di pusat dan daerah itu dia memiliki kesetaraan ya. Kesetaraan ini jadi penting ya. Ee dengan demikian maka ketika ASDM-nya itu sudah terpenuhi maka ini akan juga mendukung upaya layanan publik yang ee lebih baik. Nah, termasuk juga penempatan dan pengembangan talenta sesuai dengan keahlian agar kinerja mereka lebih efektif dan lebih berdampak. Maka kita harus mengoptimalisasikan potensi-potensi ASN kita, termasuk yang di bawah-bawah gitu ya. termasuk Bapak Ibu sekalian ini juga untuk mendorong ee daya saing ee di birokrasi kita sehingga nantinya outcome dari manajemen Talenta ini akan menghasilkan birokrasi yang lebih kompetitif, lebih profesional, dan inovatif untuk mendukung visi Indonesia Emas di 2045. Nah, oleh sebab itu, Bapak, Ibu sekalian, teman-teman sekalian, maka upaya-upaya dari Kementerian Lembaga dan Pemda itu harus dilakukan. Karena kenapa? kita ini bukan hanya bicara talenta, maka kalau kita bicara talenta, kita akan bicara tentang sistem manajemen karir, ya. Sistem manajemen karir artinya apa? Nanti harus ada perencanaannya, pengembangannya, ada pola karirnya, termasuk kelompok rencana suksesil termasuk Bapak, Ibu sekalian, teman sekalian. Nanti juga kita akan melakukan perubahan terhadap Permenpan 3 2020 tentang manajemen talenta ASN karena ee ini juga akan berubah gitu ya seiring dengan ee tuntutan dari ee reformasi birokrasi kita yang memberikan ruang yang lebih besar. Nah, oleh sebab itu maka pengembangan talenta karir itu pertimbangannya apa tadi? Harus ada kualifikasi, kompetensi, kinerja, dan kebutuhan organisasinya. Nah, ini nanti dilakukan melalui proses mobilitas talenta. Nah, mobilitas talenta ini bisa dalam ee satu instansi pemerintah, bisa antar instansi bahkan bisa keluar instansi pemerintah. Nah, dengan demikian, Bapak, Ibu sekalian ee kata kuncinya berarti kita harus memiliki desain untuk manajemen talenta itu ya. Desainnya apa? Kalau kita ingin membangun talenta yang hebat, maka harus kita mulai dari akuisisi talentanya. Termasuk Bapak, Ibu sekalian, akuisisi talenta ini juga dilakukan melalui sistem rekrutmen CPNS maupun ee P3K-nya ya. Berarti kalau sudah kitaisisi talentanya, maka kita harus bisa kita klasifikasi talentanya ya. termasuk kelompok apa suksesinya, termasuk mana yang kita kembangkan, termasuk juga retensi talentanya. Jangan sampai sudah kita kelompokkan orang pada ee tidak digunakan oleh ee instansi yang bersangkutan sehingga mobilitas talenta ASN ini bisa merata ke seluruh ee instansi ee pemerintah ya. Nah, oleh sebab itu Bapak, Ibu sekalian tadi berarti nanti di dalam proses sekarang transformasi untuk talenta ini, maka kita juga harus membentuk yang namanya komite talenta. Nah, komite talenta ini nanti akan berisi dari ee pimpinan-pimpinan unit di instansinya ya yang akan menetapkan predikat talenta di dalam manajemen ASN di masing-masing instansi pemerintah. Nah, inilah ya nantinya yang akan menjadi pertimbangan bagi pejabat pembina kepegawaian. Nah, komite talenta ini nanti juga akan dibantu oleh sekretariat komite talenta di mana nanti akan bertugas nanti melaksanakan pelayanan ee secara administratif guna mendukung ee manajemen talenta. Nah, komite ini nanti Bapak, Ibu sekalian nanti secara nasional akan ada komite talenta nasional misalnya untuk JPT madya misalnya atau JPT utama itu dilakukan oleh Komite Talenta Nasional. Nanti juga ada komite Talenta instansi pusat yang akan ada di instansi-instansi di provinsi, kabupaten, kota. Jadi mereka itu nanti akan ee membentuk ya komite talenta yang ditetapkan oleh PPK masing-masing. Nah, nanti proses ini Bapak Ibu sekalian penetapan talenta ini nanti akan dilakukan oleh Komite Talenta dan nantinya akan menyampaikan talenta itu kepada PPK sampai dengan rekomendasinya ya. Nah, oleh sebab itu ee teman-teman sekalian apa nanti yang harus dilakukan? bahwa pola karir kita itu bisa dilakukan secara horizontal, vertikal, atau diagonal, ya. Nah, oleh sebab itu maka tahapan penerapan dalam ee pola karir ini jadi penting mulai dari mun rencana pengembangan karirnya, pelaksanaan pola karirnya, termasuk juga pengawasan dan pembinaan pola karir. Nah, ini lembaga pengawas itu nanti harusnya dia mengendalikan dan ini nanti yang diatur dalam Permenpan 22 juga ini harus kita ee sesuaikan karena harus ada infrastruktur yang mendukung itu khususnya terkait dengan sistem merit yang nanti arahnya kepada ee membangun manajemen talenta di instansi ee pemerintah. Nah, oleh sebab itu, Bapak, Ibu sekalian, maka yang harus dibangun hal lain untuk mendukung itu adalah aspek pengembangan kompetensi ASN-nya. Karena ini pun akan menjadi ee pondasi di mana nanti ASN kita itu bisa lebih profesional, lebih adaptif, dan juga mampu menjawab tuntutan dan tantangan birokrasi yang lebih ee modern. Maka kalau tanpa penguatan kompetensi tentunya birokrasi akanan sulit bergerak, birokrasi akan sulit untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan sulit kita untuk bersaing. Ya, jadi daya saing bangsanya itu ee enggak bisa terpenuhi. Nah, oleh sebab itu maka setidaknya Bangkom kita itu nanti harusnya bisa menutup kesenjangan ee kompetensi ya, baik keterampilan, keahliannya. Karena memang gap ini Bapak Ibu sekalian harus memang kita tutup melalui apa? Melalui proses pengembangan kompetensi karena ini sudah jadi tuntutan ee seluruh masyarakat. Kemudian juga ASN digital yang dan adaptif. Nah, ini juga penting karena ini menjadi satu keniscayaan ketika kita tidak masuk ke dunia digital, literasi digital, kemampuan kolaborasi lintas sektor, responsif terhadap perubahan. Jadi kita ini tidak bisa lagi ee terkungkung dengan pemikiran-pemikiran feodal dan sebagainya. Kemudian juga penguasaan bahasa asing misalnya wawasan global, empati, komunikasi, kepemimpinan, maka kita harus tumbuh pikiran kita menjadi global mindset. Sf skill kita juga harus kita tingkatkan apalagi kaitan dengan kepemimpinan. Kemudian ee pembelajaran yang terintegrasi dan berkelanjutan. Jadi kita tidak lagi pembelajaran itu dilakukan secara parsial. Kalau kita misal menggunakan penerapan model 70 bisa belajar dari pengalaman, interaksi, dan pendidikan formal secara ee seimbang. Jadi maksudnya kita ini belajar tidak hanya dari satu perspektif saja, tapi banyak hal yang bisa kita gunakan. Nah, ini ee juga Bapak, Ibu sekalian kalau kita bicara pengembangan kompetensi maka seolah-olah pengembangan kompetensi itu kita harus di kelas dan sebagainya. Tapi aksesnya itu harus kita buka secara merata dan inklusif ya. Karena setiap ASN itu baik pusat dan daerah dia akan memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti pelatihan termasuk nantinya melalui Smart ASN misalnya. Jadi kita bisa belajar di mana saja atau mungkin ada fitur di situ termasuk Bapak Ibu ter ee punya apa namanya materi terkait dengan pengembangan kompetensi nanti kita bisa muat di mana fiturnya yang punya LAN ya di ASN belajar misalnya itu yang bisa nanti digunakan dan bisa ee memperkaya. Nah, oleh sebab itu Bapak Ibu sekalian kolaborasi itu akhirnya menjadi penting ya. pemerintah itu harus bermitra ya dengan di dengan media, dengan swasta, dengan akademisi dan bahkan dengan masyarakat. Karena kenapa? Konsepnya itu kita sudah bergeser bukan lagi ekosistem tapi ke ekosistem ya. Jadi artinya ee saya kira swasta punya teknologi yang memungkinkan akses pembelajarannya bisa kita lakukan secara ee kolaboratif gitu ya dengan media menciptakan konten edukasi yang lebih menarik yang mudah diakses ya. Kemudian dengan para akademisi, dengan teman-teman praktisi swasta misalnya, kita juga bisa mengembangkan kurikulum yang berbasis masyarakat dan pasar kerja atau juga bisa dengan masyarakat karena akan menjadi agen perubahan ya dengan memberikan umpan balik dan mendukung ee inisiatif ee pembelajaran yang lebih kolaboratif. Nah, oleh sebab itu, Bapak, Ibu sekalian, ranah-ranah ini juga sudah diatur ya, mana pembelajaran yang menjadi domain yang dakukan oleh ee lembaga administrasi negara misalnya ada kepemimpinan dan manajemen, sosiokultural ya. Kemudian juga teknis fungsional yang dilakukan oleh instansi pemerintah masing-masing. Misalnya contohnya dilakukan oleh instansi pembina misalnya untuk BPENAS kaitan dengan perencana BKN kaitan dengan kepegawaian dan sebagainya. termasuk juga mungkin ada instansi sebagai pusat unggulan center of excellence-nya ya. Bisa saja dia nanti ee lebih tematik ya tapi tetap nanti koordinasi itu dengan dilakukan dengan instansi ee pembina. Sehingga Bapak Ibu sekalian ini harus kita mulai juga dari aspek ee rekrutmennya gitu ya. rekrutmennya sehingga nanti kalau rekrut rekrutmennya baik maka dia pun akan berdampak kepada tata kelola dari talenta. Maka kalau kita sudah membangun talenta dengan baik, maka kita punya stok talenta yang strategis untuk rencana-rencana suksesinya. Jadi bisa dia bisa beragam itu talenta-talenta itu bidang kepegawaian, bidang teknis apa apa-apa dan sebagainya. Dan inilah yang jadi ee peluru kita untuk melakukan e tadi apa? Rencana ee suksesi. Yang kedua adalah kesesuaian kompetensi dengan jabatan. Right person in the right rule itu juga akan masuk di sana ya. Karena kita akan tahu persis mana kompetensi dan jabatan apa yang bisa dilakukan termasuk bisa melakukan akselerasi inovasi pelayanan. Karena kita sudah melatih orang-orang itu sesuai dengan bidangnya. Kemudian kita juga bisa merencanakan SDM dengan baik karena basisnya kita data, kita punya orang-orang yang potensial di bidang-bidang tertentu ya. Kemudian juga Bapak Ibu sekalian, ketika kita kelebihan talenta-talenta hebat itu, maka seleksi yang kita lakukan itu dasarnya apa? Dasarnya dari talenta-talenta yang ada. sehingga ini akan memperjelas sistem karir orang yang ada di dalam talenta itu. Sehingga apa yang terjadi? Maka yang terjadi itu adalah transparansi dan akuntabilitas ya di dalam pengembangan karir bagi ASN. Nah, oleh sebab itu Bapak, Ibu sekalian juga kita juga enggak lepas sih sebetulnya dari tantangan-tantangan yang dalam praktik manajemen ee talenta itu ya. Misalnya yang pertama terkait dengan variabel indikator bobot pemetaan kinerja dan pemetaan potensi itu kan masih berbeda antar instansi. Sehingga ini ee sekarang itu dengan satu data itu nanti kita akan lihat potensi di situ. Termasuk juga kadang-kadang kita kesulitan untuk mengidentifikasi jabatan-jabatan kritikal di satu instansi dianggap kritik lain belum tentu gitu ya. Oh, nanti kalau kritikal seolah-olah dianggap lebih penting. Kemudian dia akan masuk ke talenta, ya. Tu. Kemudian juga terkait dengan keterbatasan regulasi ya, keterbatasan SDM, anggaran ya, itu masih yang klasiknya lah ya. Termasuk juga teknologi informasi. Tapi yang paling penting adalah yang terakhir itu adalah kaitan dengan kurangnya kesadaran dan komitmen ee pimpinan instansi pemerintahnya. Nah, ini barangkali juga ee jadi penting. Makanya Bapak, Ibu sekalian ee di dalam e penguatan manajemen talenta ini maka dasar hukum kita itu harus kuat ya. Termasuk juga kita punya standaris nasional untuk jabatan-jabatan kritikal apa aja gitu ya. Kemudian juga kebijakan kaitan dengan mobilitas talenta nasional supaya orang bisa ee masuk ke setiap instansi pemerintah ya. komunikasi karir yang lebih jelas, budaya merit dan transparansi itu menjadi bagian dari kita melekat termasuk sistem kita itu tidak lagi terpecah-pecah tapi kita sudah terintegrasi dalam sistem ee informasi ASN-nya ya. Nah, oleh sebab itu, Bapak, Ibu sekalian, maka sesungguhnya harusnya pemimpin itu harus jadi role model mendorong kepemimpinan yang bisa membimbing, mengembangkan talenta, anak buahnya dibangun supaya menjadi talenta-talenta hebat. Jadi pemimpin itu bukan hanya sekedar melakukan penilaian ya gitu, tapi juga mengembangkan talenta-talenta supaya ada aspek regenerasi di sana ya. Kemudian yang kedua ya harus dilakukan pembelajaran secara berkelanjutan ya. Jadi artinya dia tidak harus berhenti di situ dan pembelajaran itu tidak harus dilakukan di kelas dan kolaborasi ee SAKP ya kolaborasi lintas unit ya membuka ruang ya kepada seluruh elemen ya membangun adaptivitas melalui pengalaman kerja yang bervariasi mendorong inovasi dan sebagainya termasuk kita juga ada beberapa praktik baik yang bisa menginspirasi terhadap terhadap instansi-instansi yang memang tadi memiliki prestasi yang ee cukup luar biasa. Nah, oleh sebab itu Bapak Ibu sekalian, maka dengan nanti regulasi yang kita akan kembangkan, maka kita akan lebih banyak memberikan ruang ya kepada putra-putri terbaik kita untuk berkompetisi lebih baik lagi sehingga nanti betul-betul ketika manajemen talenta ini diterapkan tapi tetap basisnya sistem merit yang ketat gitu ya. Sehingga memang ketika ada penempatan jabatan orang ditempatkan di situ betul-betul orang yang memilih kualifikasi, kompetensi, kinerja bagus, tapi juga memiliki apa integritas dan moralitas yang baik gitu ya. Nah, saya kira ini sharing dari saya gitu ya. Ee terima kasih Mbak Devi gitu ya, teman-teman semua yang sudah hadir. Ee saya kira ini proses yang apa namanya cukup memberikan ruang kepada teman-teman khususnya para pembina kepegawaian, para pejabat pembina kepegawaian bahwa berilah ruang yang sebesar-besarnya mereka untuk mengembangkan kompetensinya, mengembangkan karirnya, tapi tetap basisnya adalah meritokrasi. Dan itu hanya bisa kita bangun ya, kita kelompokkan potensi-potensi itu ke dalam kelompok rencana suksesi melalui tata kelola kita di manajemen talenta ASN. Ya, tetap semangat ASN hebat. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Ab Subagia. Dan kali ini untuk sobat ASN yang ingin bertanya, kami berikan kesempatan ruang dan waktu untuk Anda. Silakan bergabung. Untuk Anda yang di Zoom bisa menggunakan future rest hand, sedangkan untuk yang bergabung melalui YouTube bisa melakukan menuliskan pertanyaan melalui live chat. Dan tentunya sesaat lagi kita akan kembali lagi tentunya dalam sesi Q&A bersama Bapak Aba Subagia. [Musik] Baiklah. Bapak Abah, kali ini sudah ada beberapa penanya yang sangat antusias ingin sharing dan juga kali ini langsung saja untuk penanya yang pertama saya akan mengundang yaitu ada Bapak Edi Nugraha. Halo, selamat siang Bapak Edi Nugraha. Selamat siang Mbak Devi. Asalamualaikum Pak Abar. Waalaikumsalam warahmatullahi. Bapak mohon izin dari mana, Bapak Edi? Purworejo, Pak Abah. Oh, Purworejo. Baik, silakan untuk bisa bertanya kepada Bapak Abah pada siang hari ini. Terima kasih salam sehat, Pak Abah. Ee satu hal, Pak Abah ee diskusinya sebenarnya kurang panjang ini dari Pak Ridwan, Pak Aba nanti Prof. Agus tentunya saya yakin tidak hanya 1 jam, 2 jam mungkin bisa sehari penuh kalau kita bicara masalah SDM. Iya, benar. Problemnya banyak ya, Pak. produknya luar biasa. Ee satu Pak Abah yang mungkin perlu kita ee diskusikan satu hal terkait dengan manajemen talenta atau ee program Merage Sistem yang mungkin sudah sekian tahun mungkin sekitar 5 atau beberapa tahun yang lalu. Kemudian ee kalau tidak salah lembaga Agrasi Negara pernah mengeluarkan buku saku terkait dengan ee merit waktu itu 2 tahun yang lalu kalau tidak salah juga. Nah, yang kadang begini, Pak Abad, di pemerintah daerah itu khususnya di BKD atau BKPSDM kalau di kabupaten kota banyak hal yang ee kebijakan di pemerintah sebenarnya sudah sangat bagus, sudah sangat rigid. Artinya mulai dari perencanaan menyusun manajemen talenta, kemudian assesment, kemudian ada human capital development perencanaannya sudah disusun. Tetapi baik BKN maupun MenPAN sepertinya ee mohon maaf kurang tegas ke kabupaten kota. Kadang kabupaten kota kalau orang Jawa ngemplengke Mbak Devi atau meremehkan. Nah, meremehkan dengan kebijakan-kebijakan yang sebenarnya sangat bagus kalau kami lihat seperti itu. Kalau kabupaten, Kota, bupati, ee kepala daerah, walikota, maupun gubernur itu sangat paham dengan manajemen talenta atau eh merit ketika Komisi ASN waktu itu menggawangi Prof. Agus eh beberapa tahun yang lalu dan sekarang sudah ditarik ke MenPAN maupun ke PKn. Ee barangkali ini yang perlu penegasan Pak Aba ke kepala daerah. Artinya kepala daerah ini kalau kita bicara apa namanya seleksi terbuka sepertinya uangnya habis untuk seleksi terbuka apa-apa dua formasi tiga formasi atau bahkan lima formasi jabatan pimpinan tinggi pratama misalnya yang diperbutkan oleh mungkin 5 atau 10 orang kandidat misalnya itu harusnya bisa ratusan juta untuk asesmen berapa misalnya kemudian untuk transportasi untuk menginap hotel dan segala macamnya sangat luar biasa. Maka kalau manajemen talenta itu berjalan dengan sangat baik, merit sistemnya juga berjalan. Ada indeks meritage system di setiap tahun, tetapi kadang indeksnya hanya sebagai administratif tadi dokumen saja, Pak. Apa tidak dilaksanakan secara benar-benar oleh pemerintah daerah. Nah, ini barangkali kalau dulu pernah saya dengan Pak ee Prof. Agus Pramusinto waktu itu ke Komisi ASN sempat saya sampaikan kalau ada kebijakan seperti ini idealnya yang diundang adalah para pucuk-pucuk pimpinan gubernur ee bupati, walikota. Tetapi kadang mereka tidak mau hadir karena tidak memiliki apa namanya ee minat mungkin ya, Kak atau tidak ee berkomitmen begitu, Pak. Apa yang ditugaskan adalah hanya Kepala BKD, BKPSDM-nya atau bahkan wakil. Nah, ini kadang yang ee ke depan saya yakin dengan kebijakan-kebijakan yang ada di Menpan maupun BKN, saya berharap ee lebih besar, lebih baik untuk ke depannya karena saya yakin banyak ee talent-talent yang bagus Pak Abah di daerah dan mungkin berkesempatan untuk masuk ke ee provinsi maupun ke pusat barangkali bisa dijembatani apakah ini menjadi kesempatan yang baik untuk turunan-turunan di Undang-Undang ASN yang baru. Mungkin itu saja, Pak Abah. Salam hormat dari Purworejo. Matur nuwun, Mbak Devi. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakat. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Silakan, Bapak Abah. Baik, pertama saya makasih ya ke Pak Edi ya. Ini luar biasa karena beliau itu mempraktikkan ya apa-apa yang jadi ee kebijakan kita gitu ya. Tapi memang di daerah itu banyak kendala ya. kendala yang dihadir terutama kaitan dengan ya tadilah pembinaan karena PPK-nya itu ya notabnya ya memang pejabat politik gitu ya kadang-kadang bisa campur aduklah di situ ya. Tadi saya setuju saya selalu sampaikan juga ee Pak Edi ya bahwa harusnya ini bukannya PKD karena PKD itu eksekusi gitu ya, tapi kan PKD akan sangat tergantung pada PYB maupun PPK-nya. Nah, saya ingin konsen Pak Edi bahwa mungkin ya jadi evaluasi kita juga kemarin di Permen 440 tentang sistem merit kita sebelum menuju ke talenta itu kan fokus kita itu kepada predikat. Jadi apapun yang dilakukan oleh instansi gimana caranya tidak buruk, tidak kurang, tapi gimana caranya supaya baik dan sangat baik. Padahal baik dan sangat baik itu mencerminkan ada rasa keadilan, kualitasnya bagus dan sebagainya. Jadi dengan banyaknya predikat itu ternyata begitu saya datang ke instansi masih banyak komplain padahal dia sudah sangat baik. Waduh saya bilang ini kayaknya ada yang salah nih. Karena kenapa ya yang kita juga melakukan penawasan penilaian tapi juga kita membimbing kan gitu. Jadi artinya ya artinya udahlah yang penting ada dokumennya gitu ya. Ee saya kira itulah yang dikejar akhirnya. Maka sekarang di yang baru ini kami sudah harmonisasi Pak Edi. Nanti kita tidak akan memberikan predikat dengan seperti sebutan yang saat ini ya. Jadi sebutan kita itu nanti dasar ee lanjutan menengah tinggi maju. Jadi tidak ada konotasi yang negatif. Ya, kalau dulu orang dasar itu Pak Edi itu enggak mau karena buruk. Pak Edi pasti dimarahi oleh Pak Bupati. Iya kan? Jadi sekarang ini beda orientasinya. Orientasinya itu lebih kepada perbaikan tata kelola. Jadi kalau tempat masih dapat lanjutan itu enggak marah. Lanjutan itu kan sebenarnya kurang. Tapi namanya lanjutan harus kita apresiasi juga supaya tata kelolanya baik dia maju ke menengah kan gitu ya. Nah, itu salah satulah upaya kita supaya kita ingin merubah orientasi orang itu bukan lagi kepada predikat dan penghargaannya, tapi lebih kepada prosesnya. Bukan apa-apa, Anda dasar juga sudah punya komitmen kuat nih tempatnya Pak Edi itu. Nah, oleh sebab itu maka indeks-indeks itu kita ubah, Pak sekarang. Karena itulah, Pak, yang dikejar Pak Edi sekarang ini. Jadi bukan kepada tata perbaikan tata kelolanya. dia sudah sangat baik, tapi orang masih pada komplain di dalam. Begitu kita lihat, waduh ini kacau nih. Oh, berarti apa? Udah, Pak. Secara dokumentasi kami terpenuhi kok. Gitu ya. Tapi secara praktik itu enggak. Karena kenapa tadi yang dikejar tuh predikat? Karena memang bunyi di Permenpan 40-nya itu tadi predikatnya seperti itu. Jadi, orang kalau dapat kurang atau buruk itu orang takut banget gitu. Kalau sekarang enggak Bapak ikut kita nilai dapat dasar, dapat lanjutan itu bagus. Karena kenapa? Konotasi predikatnya itu tidak negatif. Nah, makanya nanti siapapun yang dapat predikat dasar lanjutan menengah, itu semuanya harusnya diapresiasi sebagai bentuk penghargaan kita. Tapi dia enggak bisa tinggi loh, enggak bisa maju dan sebagainya. Jadi artinya harus ada relevansi antara predikat yang didapatkan dengan tata kelola yang baik dengan manajemen talentanya. Jadi artinya kalau kita enggak benar di dalam sistem meritnya dia masuk talenta, lebih bahaya lagi, Pak Edi. Karena kenapa? Talenta itu jadi alat legitimasi untuk ngangkat orang tanpa melalui proses yang kompetitif. Itu juga bahaya. Makanya kita enggak boleh main-main tentang ini karena kenapa? Ini keberlangsungan karir teman-teman kita juga, rasa keadilannya dan sebagainya. Jadi nanti pengawasan itu tinggal kontrol aja. Karena kenapa? Sebetulnya pengawasannya itu sudah include di dalam ketika kita melakukan penilaian terhadap ee sistem ee meritokrasi itu. Makanya saya itu ke depan ingin bahwa kalau ada instansi pengawas ya tugasnya memang ngawasi aja. jangan lagi melakukan pengukuran, jangan melakukan ini dan sebagainya, tapi lebih fokus supaya jatuhkan sanksi kepada PPK yang melanggar lain sebagainya. Nah, jadi tidak sibuk dengan tadi misalnya pengukuran dan sebagainya biar nanti mekanismenya seperti apa nanti kita sedang ee diskusikan juga di internal kami. Tapi masukan Pak Edi saya kira cukup ee relevan karena Pak Edi merasakan benar ya. Apalagi apa namanya kami dari Kemenpan itu kan aspek regulasinya ya ee dari aspek tadi wasdal dan sebagainya itu dilakukan oleh ee instansi teknisnya lah. Tapi ya kadang-kadang juga kita suka diminta juga untuk memberikan ee penguatan, Pak. Dan nanti Pak penilaian itu tidak hanya oleh satu pihak termasuk juga nanti ada LAN, ada BKN, ada Kemendagri, termasuk kami masukkan juga tenaga-tenaga ee apa para pakar untuk memberikan pendapat ya. Jadi nanti akan ada pleno, Pak. Akan ada pleno, kemudian ada masa sangga sehingga nanti memang ketika di akhir itu sudah dapat masukan dari mana-mana gitu. Makasih, Pak Edi ya. Makasih Pak Edi. Salam buat teman-teman di sana. I terima kasih, Pak. Keren, Pak. Terima kasih Bapak Edi dari Purworejo. Semoga cukup menjawab pertanyaannya pada siang hari ini. Dan tentunya juga kami ucapkan terima kasih untuk Bapak Aba Subagia, Sos MAP. Mohon maaf Bapak karena keterbatasan waktu hanya bisa dengan satu penanya saja. Padahal ini membutuhkan seperti kata Bapak Edi ya, kita membutuhkan waktu 1 hari ternyata memang ya, Pak ya. Nah, kali ini tentunya SAT sebelum kita menginjak untuk pemateri ataupun juga narasumber yang ketiga mungkin dari Bapak Aba Subagia bisa memberikan kali ini closing statement yang singkat jelas padat untuk sobat ASN yang telah hadir dari seluruh Indonesia Bapak. Oke. Baik. Jadi prinsipnya nanti manajemen talenta itu harus betul-betul menjadi basis karir ASN. Tapi untuk apa menuju manajemen talenta itu maka sistem meritnya yang kita bangun dengan pola yang baru itu memang betul-betul harus kita apa namanya lakukan dengan baik gitu. Jadi memang ee nanti orientasinya harus juga berubah bukan orientasi pada predikat tapi orientasinya pada perbaikan tata kelola manajemen ASN kita. Mudah-mudahan nanti ini akan memberikan ruang lebih sistem karir yang lebih adil gitu ya, lalu yang lebih transparan. good governance-nya juga bisa terwujud di situ untuk menuju Indonesia emas di 2045. Jadi salah satu instrumennya adalah tadi sistem merit dan manajemen talenta. Saya kira itu teman-teman tetap semangat ASN kita yang hebat seluruh Indonesia. Makasih ya. Terima kasih banyak. Kita berikan tepuk tangan yang meriah tentunya untuk Bapak Aba Subagia Esos Map. Terima kasih banyak Bapak untuk kesempatan dan juga waktunya. Sehat selalu untuk Bapak Abah. Izin ya. Salam sehat selalu, Bapak. Nah, kali ini bagi sobat ASN yang belum sempat bertanya, jangan khawatir karena masih ada satu narasumber yang akan kami hadirkan. Jadi, tetaplah bersama di ASN Belajar seri ke-41. Dan tentunya masih bersama webinar ASN Belajar, Sobat ASN. Materi terakhir pada hari ini akan disampaikan oleh Presiden ASEAN Association for Public Administration atau AAPA yang akan disampaikan oleh Prof. Dr. Agus Pramuso. Selamat siang, Prof. dan selamat siang para sahabat ASN seluruh Indonesia. Bagaimana kabarnya siang hari ini, Prof? Ya, alhamdulillah ee kesempatan luar biasa ini mudah-mudahan bisa berbagi. Baik, Prof. Kalau begitu kayaknya Prof. semangat sekali ingin sharing ya pada siang hari ini ya, Prof. ya. Dan untuk itu, Sobat, marilah kita sambut ini dia Prof. Dr. Agus Pramuso. Terima kasih. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat siang dan salam sejahtera untuk kita semuanya. Ee yang saya hormati ee Bapak Dr. Ramlianto, kemudian tadi baru saja Bapak Abas Subakja, Esos, MAP dan sebelumnya ada Mas Ridwan ee ST, M. Dan pada kesempatan ini saya ingin kembali mengutip apa yang disampaikan oleh Pak Dr. Ramli tadi. Saya senang dengan sambutannya ee ketika kita bicara tentang karir, tentang pola ee karir ASN, ternyata beliau mengatakan bukan sekedar urusan administrasi teknis, bukan sekedar urusan angka kredit kemudian SK dan sebagainya, tetapi ada makna yang lebih mendalam tentang ee makna pengabdian, ada makna pelayanan, ada makna dedikasi kepada bangsa. Maka saya kesempatan ini juga akan mengkaitkan isu tersebut karena yang teknis-teknis tadi sudah dibicarakan oleh ee teman dari BKN dan juga ee Kemenpan ingin mengisi dengan materi yang lebih makro yang saya beri judul ee mengembalikan marwah aparatur Sipil Negara Menuju Birokrasi berdampak. Izinkan saya untuk eh sharing ee PPT saya. Mudah-mudahan sudah terbaca ya. Jadi ini judul ee yang saya sampaikan ee mengembalikan marah aparaturis negara ee dan itu linar dengan apa yang disampaikan oleh Bapak Dr. Ramlianto tadi. Kalau kita bicara tentang ee pelayanan publik ee saya ingin mengutip beberapa hal yang sudah banyak dibicarakan oleh para tokoh ee mulai dari ee ada Donal Transfeld, kemudian Condolisa Rice, kemudian eh Market eh Smith dan juga eh Mahatma Gandhi. Sampaikan sangat relevan dengan apa yang kita bicarakan. Eh, Rangep mengatakan bahwa enjoy your time in public service. It may be one of the most interesting and challenging times of life. Jadi, beliau mengatakan bahwa kita harus bisa menikmati kehidupan dalam plan karena itu menjadi salah satu yang ee menarik dan menantang dalam kehidupan kita. dan la yangakan mantan eh menteri luar negeri di Amerika Serikat mengatakan bahwa there is no greater challenge and there is no greater honor than to be in public bahwa tidak ada yang lebih menantang dan tidak ada yang lebih terhormat eh selain bekerja di dalam ee pelan publik dan juga yang dikatakan oleh eh Market Smith, belia mengatakan bahwa public service eh must be more than doing a job efficiently and honestly. Jadi, peran publik itu ee seharusnya lebih dari menjalankan pekerjaan secara efisien dan ee jujur, tetapi harus menjadi sebuah ee dedikasi yang lengkap, dedikasi yang penuh untuk melayani warga, untuk melayani bangsa. Dan terakhir adalah yang disampaikan oleh eh Mahatma Gandi mengatakan bahwa the best way to find yourself is to lose yourself in the surface of others. Jadi cara terbaik untuk diri kita sendiri adalah kita menanggalkan diri sendiri demi orang lain. Jadi kita yang bekerja di dalam publik, teman-teman atau sahabat-sahabat ASN saya kira bisa merenungkan apa yang disampaikan oleh empat tokoh ini. Bahwa kita bekerja di dalam institusi yang namanya ee birokrasi, institusi yang namanya pemerintahan. tentu kita harus betul-betul ee mewakafkan waktu kita untuk melayani warga. Dan sayangnya ketika kita bicara tentang hal seperti tadi, sesuatu yang ideal, kita masih menyaksikan ee sindiran-sindiran yang saya kira itu menjadi tugas kita untuk memperbaiki kondisi birokrasi kita dan kondisi saparatus di negara kita. Coba lihat apa yang disampaikan oleh seseorang bahwa eh dia mengatakan Britain has invented a new missile. Jadi eh Inggris itu menemukan sebuah misile baru atau senjata baru. It is called the servant the civil servant yang disebut sebagai eh sipil negara. Tetapi it doesn't work and it can be, tetapi itu tidak bisa bekerja dan tidak bisa di ee pecat. Jadi sebuah ironi, sebuah sindiran yang luar biasa. Kemudian ada juga yang mengatakan with that is still. Jadi dengan hukum yang buruk, tetapi kalau ada ee civil servent yang baik itu masih mungkin kalau kita untuk kemudian mengatur, mengelola negara, mengelola pembangunan, mengelola pelayanan publik. Sebaliknya dengan aparatur sipil negara yang buruk bahkan dengan ee yang terbaik sekalipun itu tidak akan membantu. Jadi kalau di sini kita bicara tentang peran ee aparaturisme negara menjadi betul-betul samp bahwa kita memang butuh orang-orang terbaik untuk ee mengatur negeri ini dan ee yang tadi kita juga temukan ee di birokrasi kita. saya dalam sebuah riset berali menemukan ee sindiran-sindiran dan praktik-praktik buruk yang kemudian ini menjadikan kita PR besar untuk meragi birokrasiya di mata publik itu mereka mengatakan kita tidak butuh birokrasi kalaupun birokrasi ada, diam itu lebih baik daripada bekerja tetapi merecoki. Ini praktik yang banyak terjadi. misalnya di apa daerah, kebetulan di kampung saya juga ee sebetulnya banyak orang miskin. Ee pemerintah tidak cukup mampu membantu, tidak cukup mampu untuk memberikan pekerjaan. Tetapi begitu mereka ada usaha kecil yang baru tumbuh ee dengan mengadakan kegiatan besar di dalam usaha misalnya desa wisata, belum-belum sudah dibebani dengan berbagai pengungutang. Jadi sebuah ironi negara tidak mampuan lapangan pekerjaan negara tidak mampu memberikan kehidupan yang layak. Tetapi ketika ada usaha kecil baru tumbuh, negara langsung memberikan beban dengan berbagai pungutang. Jadi ini sebuah ironi yang menunjukkan bahwa birokrasi itu memang ada tetapi ya lebih baik daripada bekerja tetapi mere. Kemudian juga ada yang mengatakan di dunia pendidikan birokrasi dinilai lebih banyak membuat gelam daripada memfasilitasi. Ini kata-kata langsung yang saya terima dari ee ya sebuah sekolah yang mengatakan seperti artinya bahwa ee proses pendidikan kita banyak di ee ribeti oleh berbagai aturan di dalam birokrasi. di dunia pariwisata juga menunjukkan yang yang mirip ada atau tidak ada birokrasi pemerintah pelaku usaha tidak merasakan bedanya. Jadi betapa ee apa rasanya di hati kita terius ketika mengatakan bahwa birokrasi itu dianggap ada dan tidak ada. ketika ada juga tidak ada kontrib, ketika tidak ada juga tidak dianggap ee merugikan ee birokrasi. Karena memang kemudian di dalam dunia pariwisata banyak pelaku-pelaku swasta entah itu perhotelan, entah itu ee travel ag dan sebagainya itu seetulnya mereka bisa bekerja dengan baik untuk layanan pada ee wisatawan. Tetapi ketika pemerintah hadir seringkiali justru mereka menjadi penghalang kemajuan dari dunia pariwara sendiri. Jadi ini contoh-contoh bagaimana ee sindiran simisme yang muncul di dalam masyarakat. Ya, kita harus menerima itu. Saya sedang apa mengatakan semua birokrat itu buruk, tetapi ini PR yang harus kita selesaikan bersama-sama. Nah, Teman-teman yang baik, saya kira kembali ke pengemb arwah tadi, saya ingin mengatakan bahwa sebagai pelayan publik tugas kita adalah memastikan kita melain warga bukan untuk sekedar mikir karir saja apalagi berpikir untuk bertegar dalam su sebuah kekuasaan. Jadi tugas utama kita adalah memberikan pelayanan publik bahwa nanti kemudian ada karir tentu itu adalah bonus yang ee kita terima sebagai konsekuensi dari pekerjaan kita melalui warga. Dan kita harus ingat bahwa kebahagiaan manusia itu sebetulnya terletak kita bisa membantu orang lain. Ketika kita melayani, maka sebetulnya kita sedang membantu orang lain. Dan di situlah sebetulnya ketika kita bisa solusi, menyelesaikan persoalan masyarakat, maka akan ada kebahagiaan yang luar biasa di dalam hati kita. Jadi kebahagiaan justru bukan saat kita menerima sesuatu. Kalaupun kita bahagia misalnya karya meningkat paling juga hanya hanya sesaat setelah apalagi. Tetapi kebahagiaan kita yang bisa kita bangun setiap hari dengan membantu orang lain, dengan melayani orang lain justuan sebulan untuk apa ya membuat kita semakin ee lebih baik. Dan kita harus ingat bahwa ketika kita bicara tentang karir, maka penilaian terbaik terhadap kita sebutnya adalah apa yang dirasakan oleh warga. Apakah warga terbantu? Apakah warga terlayani? Apakah warga kemudian merasa mendapatkan manfaat? Bukan atasan kita. Jadi kalau kita bekerja, kalau kita bicara tentang birokrasi berdampak, mestinya ukuran terbaik, ukuran paling adalah apa yang dirasakan oleh warga sebagai orang yang kita layani. Dan ketika kita berbicara seperti itu ee artinya kita berpikir untuk warga, maka perubahan kebijakan apapun, perubahan regulasi apapun pasti ee ujungnya adalah kita nikan solusi. Bukan seperti yang sekarang ini sering kita saksikan. perubahan kebijakan, perubahan regulasi kadang-kadang hanya untuk apa? menambah kewenangan sebuah kementerian atau menambah kewenangan sebuah direktorat atau menambah kewenangan sebuah unit tertentu. Karena memang kemudian ketika bahkan duduk kolaboratif, duduk bersama untuk menyelesaikan masalah ee mereka yang duduk bersama itu melihat pada masalah yang dihadapi. Kalau ada usulan untuk menyelesaikan masalah atau usulan kebijakan bukan melihat apakah akan efektif atau tidak tetapi justru seringki hanya melirik kiri melirik ke kanan. Apakah usulan dari kementerian lain itu akan mengganggu kewenangan kita, akan mengurangi anggaran kita atau tidak. Sebaik apapun usulan kebijakan, tetapi ketika itu akan menggang kebijak ee mengganggu kewenang kita itu seringkiali ditolak. Dan kalau semua orang berpikir seperti itu, jangan berharap bahwa perubahan kebijakan itu akan manfaat pada masyarakat. Jadi ee sebaliknya kalau bukan untuk warga, kebijakan yang kita buat hanya yang berorientasi pada kepentingan kekuasaan maupun anggaran. Dan itu saya menyaksikan bukan hanya di pemerintah pusat, juga di pemerintah daerah baik provinsi maupun kabupaten kota. Dan sebagian saya kira kita perlu menyadari betul bahwa oke kita saat ini memang melihat ada perubahan-perubahan signifikan. kita mungkin jauh lebih baik dibandingkan 20 tahun yang lalu. Tapi ingat bahwa ketika kita mencoba untuk meningkatkan kualitas, di sisi yang lain juga ada harapan publik yang meningkat terus-menerus. Karena itu, mari kita perbaiki layanan publik terus-menerus karena publik sebetulnya menuntut kualitas yang semakin lebih baik. Dan kita saksikan masih banyak layanan yang kuat, masih banyak layanan yang tidak diukan, tetapi dipertahankan sampai sekarang. Masih banyak kebijakan yang seringkiali tidak masuk akal. Kemudian ketika belum ada aturan ee tetapi masalah itu ee menimpa seorang, seringki tidak diselesaikan hanya gara-gara belum ada aturan. Kemudian kita juga menyaksikan bahwa kebijakan publik seringki justru menciptakan masalah dan bukannya menyelesaikan masalah. Kita bisa melihat contoh bagaimana harapan publik itu meningkat. misalnya urus KT hilang yang terjadi orang ee memang sudah ada layanan online, tetapi saya mengalami sendiri ketika sudah mengisi data secara online datang ke dutabil masih disuruh mengisi secara manual dan bahkan karena KTP hilang saya masih diminta untuk pirkan KTP yang lama sebuah ironi yang ee cukup membuat saya apa ya ee menahan ter. Nah, ketika saya sampaikan bahwa saya mengurus di sini karena KTP saya hilang, jadi tidak mungkin bagi saya untuk me ee apa itu melampirkan, tapi kemudian malah ya kalau memang hilang silakan datang kantor kuisi untuk menyampaikan kehilangan baru kemudian e dicabel untuk mengurus. Pertanyaannya kenapa tidak langsung saja bahwa datang ke DJP itu juga sebagai bagian dari laporan kehilangan KTP sehingga orang tidak perlu dilempar ke kantor puisi yang perlu waktu untuk ke sana dan kemudian perlu waktu untuk antri baru kemudian datang ke dukcapil untuk mendapatkan layanan. hal seperti ini saja mestinya itu bisa dilakukan dengan cara bisa dipikirkan untuk memperbaiki. Tapi kadang-kadang karena terbiasa dengan pekerjaan-pekerjaan bahwa ah itu sudah ee sewajarnya bahwa urusan hilang, kenapa tidak kemudian di dibuat lebih sederhana? Kemudian contoh yang lain ada SIM atau surat izin mengendara itu telat memperpanjang, kenapa harus dites ulang? Apakah kemudian ketika ee tes apa sudah expired kemudian otomatis kita kehilangan kompetensi untuk mengendarai kendaraan dan praktiknya kemudian ketika orang harus me ee mengikuti tes tertulis dan ee tes secara praktik itu yang lolos itu hanya 10%. selebihnya kurang diminta untuk datang ke tempat kursus dan di situ orang harus membayar 800 sampai R1 juta. Padahal harga resmi SIM itu Rp150.000. Pertanyaan besar, uang itu lari ke mana? PR-PR seperti ini banyak kalau kita mau me nyisir satu persatu termasuk tes kesehatan mengurusin itu apa urgensinya? Apakah ada orang yang ditolak ketika dianggap tidak? Apakah kemudian batuk itu kemudian menggagalkan seseorang untuk dapat? Atau kalau dijawab bahwa ya apa penyakitnya serius misalnya serangan jantung, apakah tes yang hanya menggunakan ee stetoskop itu cukup mampu mendefleksi bahwa seseorang itu berpenyakit serius? Jadi hal seperti ini kemudian pertanyaannya adalah untuk apa tes kesehatan? Di yang lain kita menyajikan bahwa layanan kesehatan di Puskesus masih kekurangan dokter. Kenapa orang yang melayanitas tes kesehatan di situ tidak dialihkan ke tempat ya Pusmas yang di sana betul-betul ee bisa dimanfaatkan ee apa keahliannya untuk mengurus kesehatan masyarakat. Karena ini contoh-contoh saja bahwa harapan publik itu meningkat dan karena itu sebagai ASN selalu berpikir apa yang kita lakukan itu bisa diperbaiki pada sisi yang mana. Jangan merasa bahwa ee kita sudah melakukan perbaikan, maka kita luas dengan ee di titik itu kemudian menganggap bahwa masyarakat tidak akan mengeluh lagi. Padahal sekali lagi publik itu semakin cerdas. publik selalu bisa menandingkan apa yang di ee apa ya yang diamati di tempat lain, yang diamati di negara lain atau di sektor swasta. Nah, Bapak Ibu yang saya hormati, teman-teman atau sahabat ASN yang saya hormati. Memang untuk kembali marwah ASN, maka kita harus memastikan kita punya kemampuan untuk menjadi good follower. Sebetulnya antara good follower dan good leader itu sama saja. Karena ketiga ciri yang dimiliki oleh good follower itu juga ciri yang harus dimiliki oleh seorang good leader. Yang pertama adalah lead yourself. Orang yang bisa bekerja secara di semangat, kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas. Jadi dia selalu mengutamakan kepentingan publik dan itu yang menjadi prioritas dan bukan kepentingan pribadi. Kalau kantor ya datang mungkin paling pagi. Kalau pulang ya pulang paling akhir. Ini penting untuk memastikan bahwa kita menjadi contoh paling bagi teman di lingkungan kita. Atau kalau kita di keluarga, jadilah contoh bahwa kita sebagai orang tua yang bisa mengajarkan anak-anak bekerja itu disiplin, bekerja itu semangat, bekerja itu kerja keras dan sebagainya. Kemudian yang kedua adalah lead the organization, kemampuan kita untuk memimpin organisasi dan di situ kita harus membangun interaksi yang baik dengan kolega entah itu ke atas, ke bawah, ke samping. Dan di situ kita akan diuji apakah relasi kita dengan orang lain itu baik, relasi dengan ee ee di bawah kita itu baik. Kadang-kadang ada guyenan-guyenan ee kalau sebuah organisasi bimbingannya itu galak, kadang mau ketemu saja harus ngecek ke BMKG, Badan Meteor dan Geofisika untuk memastikan kira-kira apa cuaca hari ini baik atau tidak. Kalau cuaca mendung, jangan sekali-sekali ketemu nanti pasti akan semprot. Tapi kalau cuacanya cerah, ya silakan datang temu. Cerita itu banyak terjadi di berbagai organisasi. Jadi menjadi pemimpinan itu dianggap sesuatu yang menakutkan. Anak buah tidak nyaman ee kalau beda pendapat. tidak nyaman kalau kemudian apa ee punya pemikiran yang ketiga adalah leader program bagaimana merencanakan program bagaimana mengelola sumber daya mengklusi dan sebagainya dan leader program harus dipastikan dampaknya dirasakan publik entah itu di bidang pekerja memastikan bahwa kerja pemerintah itu memberikan lapang kerjaan. Kemudian ee di bidang pendidikan juga meningkatkan kualitas pendidikan dan di bidang kesehatan juga meningkatkan kualitas pendidikan. Dan mudah-mudahan ee dengan ketiga kriteria ini maka kebaikan dan hasil kerja kita akan menjadi amal jariah yang dicatat ee oleh ee yang maha kuasa. Bapak, Ibu sekalian yang saya hormati. Saya kira di dalam birokrasi kita butuh pemimpin-pemimpin yang kemudian menjadi ee contoh bagi anak buah dan kita bisa belajar banyak dari ee banyak ungkapan di daerah. Entah itu yang disampaikan di ee masa kabuk pemimpin itu hanyalah ditingkai seranting dan dilakukan didahulukan selangk. Artinya bahwa tidak ada jauh bedanya untuk pemimpin dengan anak buah. Kalaupun ada ya bedanya sedikit. Karena itu apa gunanya menjadi pimpin sombong kalau ditinggikan? Apa gunanya arogan kalau kemudian kalaupun lebih dahulu dia hanya beda selangkah? Jadi kita harus betul-betul menempatkan bahwa sebagai pemimpin itu betul-betul kita harus bisa menjadi bagian dari organisasi dan mereka ras pada kita bukan karena khusus tapi karena cara kita memperlakukan orang lain. Kemudian yang ee kedua adalah model tapanuk. Semua bisa jadi mimpin asalkan memikirkan orang yang dipimpin. Jadi ini tentu artinya bahwa kita harus bisa melayani orang, bisa peduli pada anak buah, bisa yaan yang terbaik pada orang lain. Jadi bukan hanya berpikir tentang dirinya sendiri. Jadi itu yang juga ada peminan Jawa inas sunod in marasa dan sebagainya. Intinya saya hanya ingin menegaskan kembali saya itu jangan ditakuti anak buah tetapi ee orang yang respek pada kita. Jangan orang harus nanya BMKG hanya karena pengin ketemu kita. Dan sebagai pemin mestinya kita mau mendengar dari anak buah. Kemarin saya dengar YouTube-nya dari ee Menteri Kewan yang baru. Dia heran kok ada anak buah dipindah hanya gara beda pendapat. Maka dia mengatakan silakan beda pendapat. Dan saya mengalami itu ee ketika saya memimpin KSN saya katakan rapat bebas siapapun boleh berbicara siapapun boleh berda pendapat. Tetapi ketika sudah diputuskan bersama-sama maka semua orang harus tunduk pada bersama. Jadi saya tidak ee alergi kalau anak buah itu berbeda pendapat dengan apa yang saya sampaikan. Silakan. Kemudian kita juga menyaksikan pada dasarnya orang itu konsisten. Kalau ABS asal Bapak senang itu biasa ABS ke mana-mana. ABS pasti ke bawah modelnya itu menginjak atau menekan. Tapi kalau ke atas kemudian memuji-muji berlebihan. Jadi ada istilah kepunginan yang disebut sebagai gaya belah bambu. Kat ke atas, injak ke bawah. Dan ada ungkapan juga yang mengatakan bahwa orang yang menghormati orang lain apa? Kalau ada orang lain menghormati Anda, maka belum tentu dia orang baik. Ketika dia berperilaku tidak baik pada orang kecil. Jadi, bisa saja Anda ketemu orang kemudian sopan santun, ramah, kemudian sangat respek. Tetapi itu menjadi hilang ketika dengan tukang sapu dia mau menyapa. dengan office dia tidak mau ngobrol sementara dia hanya mau hormat kalau dengan Anda yang posisi setidaknya start apalagi kalau posisi Anda adalah lebih tinggi dari dia. Nah, Bapak, Ibu sekalian ee ini yang saya kira harus kita ubah ee perilaku kita yang mungkin masih ada sisa-sisa peninggalan ee pangreh paja yang menduduki jabatan hanya berorientasi kepada jabatan menjadi kata aslinya yaitu public servant atau perelan publik yang lebih pada orientasi melayani. menyeluarga. Karena itu pergeseran itu harus juga menimbulkan implikasi bahwa simbol aku, atribut, dan cara kerja kita harus berubah dari yang tadinya model-model penguasa seperti raja yang harus dihormati, seperti yang minta dilayani menjadi seorang pelayan yang kita betul-betul justru menghormati warga kita yang dilayani memberikan layan P dan itu tentu saja bisa dilakukan dengan berbagai saran. Saya punya pengalaman membaca peristiwa Olimpiade BJ 2008. Mereka ingin memperbaiki layanan publik dengan mengambil momentum olimpiade. Jadi Cina saat itu dikonotasikan sebagai negeri tirai bambu atau tira besi yang serba terkesan negatif. Maka untuk mengubah image itu dia mereka mengenalkan cara beruban dengan cara sederhana yaitu menggigit gagang sikat gigi selama 3 menit setiap 1 jam. Jadi itu yang dikenalkan kepada para petugas yang akan melayani olimpiada. Jadi kira-kira tampilan ramah, tampilan senyum yang pas adalah ketika dia ee menggigit gag tidak perlu ee ratusan juta, tidak perlu kemudian aturan perda, tidak perlu kemudian ada Permen P mengatur cara tersenyum tapi dilakukan dengan cara yang sederhana dan harapannya itu akan merubah ee Cina menjadi bangsa yang tira besesi menjadi bangsa yang ramah. Tujuannya karena di situ ada ee atlet mungkin ribuan, ada pelatih ribuan dan mungkin penonton jutaan. Dan karena itu ee mereka berharap bahwa dengan mengubah itu nanti banyak wisatawan yang datang ke Cina, akan banyak orang belajar ke sana dan banyak kemudian orang investasi. perubahan kecil tetapi dengan tujuan besar ee itu menjadi contoh yang bisa kita lakukan. Kebetulan saya baru pulang dari Beijing 2 hari yang lalu dan saya betul-betul terperanga dengan kemajuan luar biasa yang ee sudah meloncat ee sangat cepat dibandingkan dengan kita. Nah, saya sekedar ingin menunjukkanah pejabat yang mungkin layak kita tiru. Sesuatu yang langka di negeri kita. Tidak ada salahnya kita coba belajar dan meniru mereka. Di sini disebutkan bahwa seorang warga Swedia sedang menunggu kereta untuk pulang ke rumah. Setelah pulang kerja dia sudah membawa burger untuk makan malam. namanya adalah Elva Johnson dan pekerjaannya adalah se menteri tenaga kerja di Swedia. Dia tidak punya mobil karavan. Dia tidak punya apa sederet ee bodyguard. Dia tidak memiliki pembantu. Dan kita tahu Swedia adalah negara kaya, negara maju. tetapi menunjukkan kedisiplinan luar biasa di dalam menun dana publik dan saya kira negara-negara berkembang termasuk Indonesia bisa belajar perempuan ini dalam menggunakan uang pajak kita. Sementara saya di KSN sering mendapatkan keluhan dulu ada pejabat pusat mengel pejabat di daerah di tengah jalan hanya karena menjemput dengan mobil yang tidak standar. itu ada seorang pejabat seperti itu. Kemudian saya saksikan ada seorang pejabat kalau pulang ke kampung menemui keluarga itu tiap minggu menjemput itu sampai 20 orang dan 20 orang itu pejabat semua yang menggunakan mobilnas yang tentu saja menggunakan pajak pajak rakyat. Jadi ini ironi antara apa yang terjadi di negara maju dengan kita yang mudah-mudahan ee ini menjadi pelajaran ini. Contoh lain yang juga menjadi ee hal baik dari negeri orang. Misalnya PM Angel ditanya jurnalis mengapa baju-bajunya sederhana dan tidak ada variasi model? Jawabnya adalah saya petugas permintaan bukan seorang model. jawaban yang luar biasa dan itu dipraktikkan. Perdana Menteri Belanda makru sehari-hari itu naik sepeda. Ketika dia selesai menjalankan tugas, dia perpisahan dengan pulangnya. Kemudian menteri di Australia, kebetulan saya 6 tahun di Australia. Kalau saya ngantar anak selalu ketemu seorang menteri yang mengantarkan anaknya sendiri, nyetil sendiri. Memang kalau siang kemudian yang jemput adalah orang lain, tetapi saya melihat bahwa ada fasilitas yang berlebih yang diberikan kepada seorang menteri di Islam. Kemudian kita juga menyaksikan ada Menteri Keuangan India bernama Nirmala Sitaranon. dia hanya naik kereta api saat ke kantor. Nah, saya kira itu yang bisa sampaikan. Sekali lagi saya ingin menuntut bahwa mari kita kembalikan maroh ASN sebagai dan dampaknya insyaallah akan dirasakan bermasyarakat dan kehormatan ASN akan meningkat lebih dari sekedar kenaikan karir. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih, Prof. untuk pemaparan yang telah disampaikan dan tentunya sesaat lagi untuk sobat ASN silakan saja yang ingin bertanya untuk bisa menggunakan future hand atau bisa langsung saja menggunakan kolom chat ataupun juga Anda sudah bergabung di via YouTube. Kami menantikan pertanyaan Anda untuk Prof. Dr. Agus Pramuso. Nah, kali ini bersiap-siap untuk sobat SNI yang sudah ingin bertanya ataupun juga sharing bersama Prof. Agus pada siang hari ini yaitu ada Bapak Dani. Kita akan menyapa Bapak Dani. Halo, selamat siang Bapak Dani. Selamat siang. Boleh disebutkan mohon izin dari mana Bapak Dani? Baik, perkenalkan saya YF Dani dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Yaliwi. Baik, silakan kali ini Bapak Dani. Apakah pertanyaannya untuk Profesor pada siang hari ini bisa disampaikan? Baik, selamat pagi, Prof. Eh, selamat siang, ya. Giih. Selamat siang. Ini Prof. Yang terakhir tadi berkenaan tentang ee perilaku ya. Jadi masih banyak pejabat yang ee saat ini dengan perilakunya yang unik saya rasa dan sedikit memalukan. Jadi pernah sampai di demo ada yang dalam pengawalan kemudian ee sudah ada contohnya dulu ketika ada pejabat yang meninggalkan pengawalan itu. Tetapi ternyata di era sekarang kembali lagi. ini mungkin apakah bisa ya kita me kalau aturan saya juga masih pesimis tetapi bagaimana keteladanan ini sungguh bisa dilaksanakan gitu. Jadi, dan bahkan ee keteladanan ini juga tidak terjadi, tidak diteladankan oleh orang-orang yang apa ya, yang kadang kala sudah jelas melanggar aturan. Misal gini, tadi disampaikan ada suatu markas yang di Jalan negara tetapi di debde depannya ini dipasang polisi tidur. Ini kan melanggar aturan sebetulnya. Cuman itu terjadi dan bahkan sempat terjadi di Malang ada beberapa korban kecelakaan karena adanya polisi tidur itu kemudian terus dihapuskan. Apakah hal-hal seperti ini harus menunggu kurban dulu gitu. Dan yang tadi sampai sekarang masih terjadi Prof. yang pejabat pulang kampung kemudian dikawal gitu. Jadi apakah keteladanan seperti ini bisa dibuat sistemik gitu supaya terjadi tidak hanya di oleh pusat saja tetapi juga oleh ee pejabat-pejabat di daerah. Terima kasih. langsung ya pertanyaan dari Bapak Deni kali ini langsung saya jawab atau nunggu yang lain? Langsung saja Prof. Kali ini jawab. Oke. Baik. Memang kita sulit berharap orang lain memberikan contoh. Sulit mengharap misalnya ada pejabat kemudian menyadari perilakunya itu tidak benar. Maka saya mengajak saja kepada teman-teman, mari mulai dari diri sendiri. Jangan meniru senior-senior yang mungkin berperilaku tidak tepat. Ya, ada kata-kata kira-kira yang mari kita mulai dengan sendiri dari hal yang kecil yang kita bisa lakukan dan mulai sekarang memang harus ee memberikan contoh pada orang. Saya berusaha untuk memulai dari hal yang kecil saja ketika saya memimpin KSN. Misalnya saya hanya punya dua target saja. Kalau kantor yang saya pimpin pelayanannya harus cepat. Saya memberikan rekomendasi di tempat lain mungkin bisa 2 3 bulan kami memastikan tidak boleh lebih dari 3 hari. Tapi saya kawal. harus dipastikan bahwa rekomendasi betul-betul 3 hari. Hal yang kecil tetapi kalau itu konsisten ternyata memberikan kepuasan kepada ee instansi yang kita dan tidak muluk-muluk. Pastikan layanan itu diilakukan dengan cepat. Yang kedua, boleh ada uang berkeliaran untuk apa ya mempercepat layanan kita. Dan kita bisa bayangkan di tempat saya dulu mengeluarkan kira-kira 6.000 rekomendasi untuk menjaga bahwa tidak ada uang berkeliharan. Ya, pastikan bahwa layanan kalau sudah cepat apa urgensinya orang harus bayar. W sudah 3 hari kecuali seperti di krian yang lain itu sampai 2 3 bulan untuk hal yang sama. Kami 2 3 hari ya kemudian dan semua sudah online. Ee ya tidak ada kepentingannya. Kemudian datang kantor minta percepatan dari 3 hari. menjadi misalnya 1 jam ya enggak ada bedanya. Jadi enggak perlu bayar. Bahkan kami kalau misalnya ada layanan yang betul-betul mendesak karena kalau tidak dikeluarkan ee hari itu kemudian orang yang harusnya di ee promosikan itu akan gagal karena sudah lewat umurnya. Nah, untuk memastikan bahwa tidak ada uang sora ketika saya mendapatkan amplop yang enggak jelas ya saya umumkan. Dan kemudian saya telepon kepada pemberi, tolong diambil ya. Saya pernah mendapatkan amplop seperti itu dan saya ee sampaikan ke teman-teman ini ada uang yang tidak jelas dan saya minta dikembalikan nilainya. Mungkin kalau dibandingkan dengan yang dijarah misalnya di ee Pertamina triliun ya mungkin enggak seberapa wong hanya 10.000 dolar. Tetapi itu menjadi sangat berharga karena gaji saya ya mungkin hanya ee seperlima dari itu. Kemudian saya telepon lembagai itu tolong diambil duit ini. Dan apa jawabannya? Maaf, Pak. kami sudah biara memberikan pimpinan lembaga uang seperti itu dan saya jawab, "Lembaga kami tidak membolehkan dan saya tidak mau." Bukan kaya, tetapi saya ingin menegaskan bahwa kami menjaga institusi agar bersih dari hal seperti itu. Kemudian jawabannya adalah ee saya keringat dingin, Pak. Apa yang harus saya sampaikan pada peminang? Saya katakan ya sampai bahwa lembaga saya tidak membolehkan dan saya tidak mau. Tidak ada yang sulit yang disampaikan. Kemudian dia usul lagi, "Bagaimana, Pak, kalau ini disedekahkan di panti asuhan atau di lembaga?" Saya katakan itu ide bagus, tetapi tolong yang menyedekahkan bukan saya. Jadi saya kembalikan dulu. silakan kalau mauakan uang yang senilai 10.000 dolar tadi. Jadi itu contoh dan saya informasikan kepada semua staf dan kemudian hari berikutnya mereka datang dan saya sudah siapkan ee semacam resit yang ada tanda tangan bahwa uang sudah saya kembalikan. Jadi itu contoh sederhana yang memang harus konsisten kita ajarkan dan harus kons kita tunjukkan perilaku kita. Jadi mengharap orang lain memang tidak mudah, tetapi mari kita mulai dengan diri sendiri sejak sekarang. Saya kira itu. Terima kasih, Prof. untuk jawabannya. Untuk Bapak Dani di Ngawi, semoga cukup menjawab ya untuk siang hari ini. Terima kasih banyak, Prof. Karena keterbatasan waktu, kami hanya bisa menerima satu penanya saja. Mohon maaf ya, Prof. Kita kasih tepuk tangan dulu dong. Prof. Sebelum kita mengakhir acara pada siang hari ini, boleh diberikan closing statement untuk Sobat ASN di mana pun berada di seluruh Indonesia. Apa nih, Prof, pesan-pesannya? Terima kasih para sobat ASN dan semuanya yang tersebar di seluruh Indonesia. Mari kita sama-sama berkomitmen menjadi ASN yang baik. Maka wakafkan hidup kita untuk melayani warga. Dan saya kira tidak ada yang sia-sia dari kerja melayani yang memberikan manfaat bagi orang banyak. Saya yakin bahwa Allah Subhanahu wa taala akan mencatat itu sebagai amal jariah. Amin. Terima kasih. Amin. Amin ya rabbal alamin. Terima kasih, Prof. Sekali lagi kami ucapkan terima kasih untuk Prof. Dr. Agus Pramusinto yang sudah memberikan waktu meluangkan waktunya di pemaparan yang ketiga. Dan tentunya Sobat ASN tidak terasa kita sudah sampai di penghujung acara. Saya ucapkan terima kasih untuk seluruh pihak yang telah mendukung webinar ASN belajar seri 41 tahun 2025. Kembali lagi kami ucapkan terima kasih banyak untuk Direktur Perencanaan Kebutuhan Aparatur Sipil Negara BKN Republik Indonesia, Bapak Muhammad Ritwan, ST. Register Engineering. Dan juga kami ucapkan terima kasih untuk Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PAN RB Bapak Aagya Esos MAP. Dan juga kami ucapkan terima kasih banyak untuk Presiden ASEAN Association for Public Administration Prof. Dr. Agus Pramuso. Dan sobat ASN kembali lagi saya informasikan sebelum saya mengakhiri sesi, kami ingatkan kembali untuk cek secara berkala semesta Bangkom guna mengunduh e-sertifikat dan belajar seri 41 tahun 2025 dipersembahkan oleh Korpu SDJIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Saya Devisanti pamit undur diri. Terima kasih banyak untuk sobat ASN. Kita berjumpa lagi di webinar ASN belajar berikutnya. Sampai jumpa. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat selalu. [Musik] ASN belajar seri 41. [Tepuk tangan] Sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdempat bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. menjadi ASN berakhlak mulia. Siap menyongsok Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia. Satukan tekad pantang menyerah. Jadi ASN getar berkualitas. Belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia. Satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitan. [Musik] He. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik]