ASN Belajar Seri 41 | 2025 - Meniti Tangga Pengabdian: Pola Karir ASN Menuju Birokrasi Berdampak
smHrGmh_aaA • 2025-10-23
Transcript preview
Open
Kind: captions Language: id ب [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. Ciptakan SDM unggul berprestasi. selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Menjadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar wujudkan pemerintahan kelas dunia bukan tekad pancangera jadi ASN berkuwa [Musik] Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar yang dipersembahkan oleh Corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format. Nama strip asal instansi sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. Empat, apabila Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting, ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN Belajar. [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Huray, ada yang baru lagi nih di BPSDM Provinsi Jawa Timur. Ruang bermain anak. Tempat yang satu ini adalah solusi bagi para orang tua yang masih memiliki anak kecil. Kita sebagai orang tua pasti khawatir ya, apalagi kalau ditinggal kerja nih. Wah, kira-kira anak saya aman enggak ya di rumah? Kira-kira anak saya bermain atau belajar dengan baik enggak ya di rumah? Sobat ASN, kalau dikirim diklat di BPSDM Provinsi Jawa Timur sekarang udah enggak perlu khawatir lagi. Karena di BPSDM Provinsi Jawa Timur ruang bermain anaknya lengkap banget fasilitasnya. Mulai ada tempat bermain, tempat tidur untuk mereka bisa istirahat, kemudian buku-buku edukatif, dan ada ruang nursery juga untuk Ibu menyusui. Kamar mandinya pun lengkap dan bersih. Dan yang enggak ketinggalan penting, Sobat ASN bisa langsung pantau lewat CCTV. Keren banget, kan? Jadi, Mommy and Daddy sekarang enggak perlu khawatir lagi, ya. Mommy and daddy don't worry we are happy. [Musik] Kami mencoba menjadi yang terbaik. Melayani bangsa dengan sepenuh hati. Murahlah kami junjung teguhkan diri dan jadikan pedoman serta kekuatan. hadir di sini untuk mengabdi rencanakan tugas ke bangga negeri berentasut melayani bangsa dengan akuntabilitas tinggi. Hom di sini tes dengan hati tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Layani bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi gandeng tangan satu tujuan menjadikan ASN lebih berakhlak bekerja sepenuh hati tulus membantu sesama dengan bangga kami melayani bangsa [Musik] Kami dari sini tegas dengan hati. Tunjukkan kompetensi dalam harmoni. Bangsa loyal tanpa batasannya selalu adaptif dan berkolaborasi bergandeng tangan. Satu tujuan untuk menjadikan ASN lebih beragam. Mengas penuh hati tulus membantu sesama dengan bangan kami melayani dengan kami melayani bangsa [Musik] H [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Halo sobat ASN, kita berjumpa lagi dalam webinar ASN belajar yang dipersembahkan oleh Corporate University SDGIS BPSDM Provinsi Jawa Timur. Sebelum memulai webinar, ada beberapa hal yang perlu Sobat ASN perhatikan agar acara dapat berjalan dengan lancar. Satu, tulis nama akun Zoom sesuai dengan format nama, strip asal instansi Sobat ASN. Dua, aktifkan kamera. Pastikan posisi kamera tidak membelakangi cahaya ya, agar wajah Sobat ASN dapat terlihat lebih jelas. Tiga, gunakan virtual background yang sudah disediakan. Bagi sobat ASN yang sudah mengisi link pendaftaran, virtual background dapat diunduh pada link yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp. Empat. Apabila Sobat ASN ingin mengajukan pertanyaan atau berpartisipasi interaktif, Sobat ASN dapat menggunakan reaction angkat tangan atau rise hand pada Zoom meeting. Lima. Bagi Sobat ASN yang mengikuti webinar melalui live YouTube BPSDM Jatim TV dapat menuliskan pertanyaan melalui kolom live chat. Enam. Jangan lupa siapkan alat tulis untuk mencatat hal-hal penting ya. Siapkan pula alat tulis Sobat ASN selain untuk mencatat hal-hal penting. Hal ini dapat mempertajam pemahaman Sobat ASN tentang materi yang disampaikan oleh narasumber. Tujuh. Untuk mendapatkan e-sertifikat pada webinar ini, Sobat ASN wajib mengisi link presensi yang akan kami bagikan pada saat acara webinar berlangsung. Jangan lupa untuk mengisi lembar penilaian dan kuesioner juga agar e-sertifikat Sobat ASN dapat diunduh. Itulah beberapa hal yang patut Sobat ASN perhatikan selama mengikuti webinar ini. Tetap semangat dan selamat mengikuti webinar ASN Belajar. [Musik] Zaman yang terus bergerak, sambut dengan penuh semangat. Saatnya kita melangkah. Hadapi segala tantangan. Tingkatkan setiap kompetensi untuk pelayanan berdampak. Bersama ASN belajar. ciptakan SDM unggul berprestasi selalu inisiatif dan kolaboratif untuk inovasi yang berkelanjutan. Jadi ASN berakhlak mulia siap menyongsong Indonesia emas. ASN belajar wujudkan pemerintahan berkelas dunia satukan tekad pantang menyerah jadi ASN cetar berkualitas belajar wujud pemerintahan kelas dunia tukang tekad pancangera jadi ASN berkuitar sama [Musik] Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi sobat ASN di mana pun berada. Baik yang sudah bergabung di Zoom meeting dan juga live YouTube PPSDM Jatim TV. Nah, senang sekali bersama saya Devi Santi dapat kembali menyapa sobat ASN di mana pun berada dalam webinar ASN belajar seri 41 dari minita berikan tepuk tangan yang meriah Bapak dan Ibu dan tentunya ASN belajar seri 41 tahun 2025 persembahan Korpu SDGIS Provinsi Jawa Timur BPSDM. Nah, kali ini Sobat ASN, ASN merupakan garda yang terdepan dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat. Dan tentunya dalam era reformasi, birokrasi, dan penerapan sistem merit, pola pikir ASN dan juga pola karir ASN menjadi faktor penting untuk membangun aparatur yang berkompeten, berintegritas, dan memiliki arah pengabdian. Nah, kali ini Sobat ASN, namun banyak sekali sobat ASN yang menghadapi tantangan dalam memahami strategi pengembangan karir yang efektif dan juga berkelanjutan dengan melalui webinar ASN belajar seri 41 yang bertajuk Meniti Tangga Pengabdian Pola Karir ASN menuju Birokrasi berdampak BPSDM Provinsi Jawa Timur mengajak seluruh sobat ASN di Indonesia untuk bisa belajar, berbagi, dan juga menginspirasi dalam meniti karir yang bermakna dan memberi ber dampak nyata bagi birokrasi dan masyarakat. Nah, kali ini Sobat ASN marilah bersama-sama kita berpartisipasi dan juga tumbuhkan semangat pengabdian bersama-sama. Sobat ASN, untuk membuka webinar ASN Belajar seri 41 tahun 2025, marilah bersama-sama kita akan mendengarkan opening speech yang akan disampaikan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Kepada Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Kami persilakan. Halamualaikum [Musik] warahmatullahi wabarakatuh. Salam sehat dan salam sejahtera untuk kita sekalian. Sobat ASN di seluruh tanah air, selamat bertemu kembali dalam webinar series ASN belajar, sebuah wahana pengembangan kompetensi ASN persembahan Jatim Corpo University, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur. Hari ini Kamis tanggal 23 Oktober 2025, ASN Belajar telah memasuki seri ke-41. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas antusiasme sobat ASN di seluruh negeri untuk terus mengikuti secara aktif program ASN belajar ini. Sebagai bentuk terima kasih kami. Kami selalu berkomitmen dan sekaligus berikhtiar untuk menyajikan topik topik pengembangan kompetensi yang menarik, kekinian, dan tentu berdampak secara nyata terhadap peningkatan kompetensi dan kinerja ASN di Indonesia. Sobat ASN, hari ini ASN Belajar seri ke-41 tahun 2025 ini menyajikan salah satu topik yang senantiasa menjadi perpinjangan hangat di kalangan ASN, yakni tentang pengembangan karir ASN. Sebuah topik yang bukan hanya menyentuh dimensi administratif, tapi juga menyentuh jantung dari profesionalitas dan makna pengabdian seorang abdi negara. Karir ASN bukan sekedar perjalanan menaiki tangga jabatan, melainkan perjalanan meniti tangga pengabdian. Di mana setiap jenjang bukan sekedar posisi, melainkan amanah dan kesempatan untuk memberi dampak. Karena tema ini sangat tepat untuk kita elaborasi secara luas dan mendalam, maka ASN Belajar seri ke-41 tahun 2025 ini mengangkat topik menitik tangga pengabdian, pola karir ASN menuju birokrasi berdampak. Nah, Sobat ASN sudah menjadi tradisi akademik dalam ASN belajar bahwa topik menarik ini akan kita bahas secara intensif dari beragam perspektif bersama para narasumber yang sangat kompeten di bidangnya. Sobat ASN di seluruh tanah air, hari ini kita tidak sekedar membahas pola karir ASN sebagai topik administratif, tetapi sedang menapai makna dari perjalanan pengabdian itu sendiri. Sebab karir ASN bukanlah sekedar tentang posisi yang diraih, melainkan tentang arti yang tumbuh dari setiap langkah pelayanan yang kita tempuh. Setiap jenjang, setiap rotasi, setiap promosi bukanlah hanya perpindahan jabatan, tetapi perjalanan spiritual pengabdian. Tangga karir ASN adalah tangga pengabdian yang menuntun kita dari sekedar bekerja menjadi bermakna, dari sekedar menjalankan tugas menjadi penebar dampak. Dalam kerangka human capital management dan merit system, pola karir ASN sesungguhnya adalah arsitektur kebijakan publik yang dirancang untuk memastikan kesesuaian antara kompetensi kinerja dan kebutuhan organisasi. Kar SN tidak boleh lagi dipahami hanya sebagai implementasi regulasi karena sesungguhnya ia adalah indikator kinerja birokrasi. Seberapa baik birokrasi kita mengelola karir ASN sebenarnya mencerminkan seberapa efektif birokrasi kita mengelola perubahan. ASN yang karirnya terarah dan terbina dengan baik bukan hanya sumber daya tetapi aset strategis pembangunan. Mereka adalah motor penggerak yang memastikan bahwa pelayanan publik berjalan efektif, adaptif, dan berdampak. Sat di seluruh tanah air, karya ASN bukan sekedar administrasi, tapi bukti dedikasi. Di balik setiap SK dan angka kredit, ada ketulusan dan perjuangan. Ada lembur yang tidak tercatat, ada pengabdian yang tak selalu dihitung. Karir yang sejati bukan ditandai oleh panjangnya masa kerja, tetapi oleh kedalaman kontribusi dan konsistensi dalam melayani. ASN yang berdedikasi tahu bahwa setiap jabatan adalah amanah dan setiap amanah adalah kesempatan untuk menebar manfaat. Lebih jauh lagi, karir ASN bukan sekedar kebutuhan individual, melainkan urgensi sebuah organisasi. Organisasi publik yang sehat adalah organisasi yang mampu menumbuhkan karir pegawainya secara sistemik. Ketika karir ASN stagnan, maka inovasi pun terhenti. Ketika pengembangan kompetensi diabaikan, maka pelayanan kehilangan denyut hidupnya. Karena itu, karier ASN harus menjadi bagian integral dari ekosistem pembelajaran berkelanjutan. Dan akhirnya karn bukan hanya demi kesejahteraan pribadi, tapi juga tentang pengakuan atas pengabdian. Puncak karir ASN bukanlah posisi melainkan legitimasi moral dari publik yang merasakan dampak nyata dari kerja kita. Birokrasi berdampak bukan lahir dari sistem yang merumit, tetapi dari ASN yang menempatkan pelayanan publik sebagai panggilan hidup. Di situlah karir menemukan maknanya ketika ia menjadi jembatan antara profesi dan pengabdian, antara kinerja dan panggilan kemanusiaan. Sahabat ASN di seluruh tanah air, untuk membahas lebih lanjut topik menarik ini, kami telah mengundang para narasumber luar biasa yang sudah barang tentu sangat kompeten di bidangnya. Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para narasumber hebat yang telah berkenan hadir dan akan berbagi berbagai informasi strategis kepada Sobat ASN di seluruh tanah air. Pertama kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yang terhormat Bapak Aba Subagia Sos, MAP. Beliau adalah Deputi Bidang Sumber dan Manusia Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia. Kedua, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Muhammad Widwan, ST. Master Engineering. Beliau adalah Direktur Perencanaan Kebutuhan ASN Badan Kepagai Negara Republik Indonesia. Dan ketiga, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bapak Prof. Dr. Agus Pramus. Beliau adalah guru besar Universitas Gajah Mada Yogyakarta sekaligus Presiden Asian Association for Public Administration. Nah, Sobat ASN, mari kita simak dengan seksama webinar ASN belajar seri ke-41 tahun 2025. Semoga bermanfaat. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Kami ucapkan terima kasih banyak untuk opening speech yang telah disampaikan oleh Bapak Dr. Ramlianto, SPMP. Nah, kali ini sebelum kita berlanjut ke sesi yang berikutnya, kami ingin memberikan satu informasi kepada Sobat ASN bahwa saat ini sudah dapat melakukan presensi pada halaman semesta Bangkom dan juga link presensi dapat sobat ASN lihat pada running tag kolom chat Zoom dan juga pinchat YouTube BPSDM Jatim TV. Dan dikarenakan saat traffic presensi yang sedang tinggi bagi sobat ASN yang masih belum bisa mengakses presensi dapat mencoba kembali secara berkala sampai dengan pukul 12.00 siang. Sobat ASN, kita akan menyimak bersama untuk materi yang pertama yang akan disampaikan oleh Direktur Perencanaan Kebutuhan Aparatur Sipil Negara Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia dan kali ini Bapak Muhammad Ritwan, ST, Magister Engineering. Tentunya kami ingin menyapa terlebih dahulu. Selamat pagi, Mbak Devi. Apa kabar? Selamat pagi, Bapak. Bagaimana kabarnya, Bapak? Alhamdulillah sehat selalu. Mudah-mudahan teman-teman BPSDM dan Wipro Communication senantiasa sehat juga. Terima kasih tentunya kali ini Bapak Muhammad Ritwan sudah tidak sabar ingin berbagi informasi dan juga inovasi yang terbaik untuk ASN dan juga sobat ASN di mana pun berada. Dan kali ini kepada Bapak Muhammad Ritwan, ST, Magister Engineering kami persilakan. Baik, terima kasih Mbak Devi Santi. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita semua. Om Swastiastu, namo buddhaya, salam kebajikan rahayu. Ee yang saya hormati sahabat saya Pak Dr. Ramlianto, Kepala BPSDM PEMPR Jatim yang selalu energik ya dan mampu membangkitkan suasana pagi ini. Ee yang saya hormati juga Pak Prof. Agus Pramusinto ini guru saya ini e mantan ee ketua KSN. Kemudian nanti ada Pak Aba Subakja, Pak Deputi ee SDMA. Tentu saja Mbak Devanti dan teman-teman Wipro Communication all the best dan wabil khusus teman-teman semua, sobat ASN, para penikmat ee seri ASN belajar. Baik, saya tidak akan lama-lama akan saya coba ee share paparan saya. Ini kurang lebih nanti akan berdurasi 30 menit ya. Nah, tetapi rupanya Pak Ramli dan teman-teman dari BPSDM membuat sesuatu yang tidak biasa. Biasanya pendahuluan dari ASN belajar ini adalah perspektif makro dulu yang akan disampaikan seharusnya oleh Prof. Agus Pramososinto, kemudian aspek eh regulasinya baru kemudian best practice-nya di lapangan seperti apa yang dilakukan oleh BKN. Tapi kali ini ternyata saya duluan. Ya sudahlah mungkin beliau sedang sibuk Pak Aba dan Pak Agus, Pak Dr. Prof. Agusedang sibuk. Saya akan coba, Teman-teman sekalian menyampaikan pola karir ASN menuju birokrasi berdampak dipandang dari sudut perencanaan kebutuhannya dan apa cantolannya di Asta Cita atau di potensi wilayah. Saya terima kasih sebelumnya em karena sudah pernah juga bergabung di seri ASN belajar seri 3, 5, 32, 38, 44, dan 47 tahun-tahun sebelumnya ya. Baik, teman-teman sekalian ee sahabat saya ASN di seluruh Indonesia karena saya cek tadi tidak hanya di Jawa Timur ya, tetapi di di tempat-tempat lain bahkan kementerian, lembaga dan ini nasional ya. Pengembangan karir itu idealnya ditentukan dari perencanaan kebutuhan ASN yang matang. Tanpa itu, maka akan sulit bagi kita untuk mengembangkan karir dari sisi pribadi dan sulit juga bagi organisasi untuk menyeimbangkan atau mengetahui atau menyeleraskan. Ya, nanti saran saya buat teman-teman untuk Pak Abah ditanyakan ya hal-hal yang sekarang sedang menjadi isu isu hangat nih. Misalnya apakah P3K paruh waktu penuh waktu itu punya karir juga? Apakah benar tahun 2026 akan ada seleksi ASN hanya untuk titik-titik misalnya? Apakah benar ada isu misalnya em ada revisi Undang-Undang SN di mana P3K akan diminta atau dimandatkan untuk langsung jadi PNS? Nanti ditanyakan ke mereka. Saya akan lebih ke tataran praktisnya saja ya. So, enggak peduli Anda ASN, Anda PNS, Anda P3K. Kita semua sama. Kita ASN yang harus mengembangkan karirnya. Baik. Nah, apa sebenarnya pola hubungan karir dan perencanaan kebutuhan ASN? Kalau kita lihat ya, perencanaan kebutuhan ASN itu kan isinya nanti tentang data kebutuhan, angka kebutuhan, kualifikasi jabatan, anjab dan ABK, informasi jabatan dan sebagainya. Berapa perlunya jabatan fungsional anu di OPD tertentu misalnya. Lalu setelah itu orang-orang di dalam sini tentu setelah masuk ke dalam sistem harus mengembangkan kompetensinya dan di sanalah pola karir akan memegang peranan di mana profil pegawai peta kompetensi itu akan saling berhubungan. So sangat erat hubungan antara perencanaan kebutuhan ASN di awal waktu kita masuk dengan pola karir selanjutnya. Dan ini akan lebih pas lagi karena akan saya berikan beberapa contoh untuk kementerian, lembaga dan mungkin kabupaten kota bagaimana ee perencanaan kebutuhannya itu akan agak shift gitu ya, agak bergeser dari asta cita dari em ee visi misi kepala daerah dan dari potensi daerahnya. Dan ini agak berbahaya kalau kita tidak segera mengatasinya. Dan sebagaimana teman-teman ketahui, perencanaan kebutuhan dalam Undang-Undang 20 tahun 2023, sori ini salah ya harusnya 20023 tentang ASN. Bu Menteri PAN RB menetapkan kebijakan perencanaan kebutuhan yang itu merupakan panduan dalam menyusun kebutuhan pegawai yang didasarkan pada prioritas nasional dan sesu RPJMN dan kemampuan negara. Nah, seluruh proses perencanaan kebutuhan ini saat ini dilakukan pada sistem yang terintegrasi namanya SISNBKN untuk fitur layanan perencanaan kebutuhan. Teman-teman semua, untuk dua layanan dasar yang sekarang menjadi panglima dalam pelayanan publik yaitu pendidikan dan kesehatan, maka SISN layanan perencanaan BKN itu sudah terhubung dengan sistem dengan Dapodik di KemenicDesment, dengan RTG di Kemendic Dasment dan sistem-sistem lain sehingga kebutuhan guru, kebutuhan pengajar untuk mapel tertentu untuk di daerah mana kami sudah ketahui. Sehingga teman-teman nanti dari BKD, BKPP, BKP, SDM atau Biro SDMKL itu tinggal menyesuaikan dengan mapping mereka. Bagaimana dengan Nakes dan NAET, tenaga kesehatan dan tenaga medis pun sudah begitu. SI, SDMK sudah saling ber apa ya? berhubungan sangat erat dengan sistem DBKn sehingga kebutuhan perawat ee kebutuhan terapis gigi dan mulut misalnya dan yang lain itu di manaun dokter-dokter spesialis juga sudah terhubung secara ee sistem. Nah, ini yang memudahkan kita sehingga nanti perencanaan kebutuhan ini akan pas kiranya dengan pola karir Bapak, Ibu, teman-teman semua di masa yang akan datang. Nah, ini fungsi jabatannya saya akan ee banyak ke sini. Kenapa? karena ee banyak yang kemudian perencanaan kebutuhan itu menganggap ah ini kan untuk sesuatu yang 5 tahun sekali atau 1 tahun sekali cukup gitu. ini tidak cing. Jadi perencanaan kebutuhan peta peta jabatan ajab apik tidaking sampai dengan saatnya semua orang baru tahu bahwa ternyata formasi P3K, formasi CPNS, formasi ASN, penetapan kebutuhan dari Menpan untuk seleksi ASN di berikutnya dasarnya adalah ini. Dan ee dalam ke seharian kita dalam siklus manajemen ASN, peta jabatan itu me mengandung makna yang sangat penting untuk penilaian kinerja, pemberhentian, seleksi dan pengadaan, mutasi, promosi, dan sebagainya, serta pengembangan kompetensi dan karir ASN yang sedang kita bahas. Baik, sekarang saya next. BKN sedang getol-getolnya berusaha me mengendorse pengembangan karir ASN melalui manajemen talenta. Apa itu manajemen talenta dan bagaimana ee manfaatnya? Pertama, manajemen talenta ASN itu kami gunakan sebagai instrumen untuk mewujudkan tujuan negara. ini hafal semua karena setiap apel pagi setiap upacara dibacakan melindungi segenap bangsa Indonesia memajukan kesejahteraan umum mencerdaskan k bangsa dan seterusnya itu jadi manajemen talenta ASN dan tujuan negara adalah ee sesuatu yang saling berhubungan dan manajemen talenta ini kita gunakan sebagai instrumen untuk itu. Nah, ketika misalnya bagaimana mencari talenta ASN yang sesuai dengan kebutuhan jabatan. Kalau ini teman-teman tahu ini bok ee ee apa namanya? Potensi vs kinerja ya yang biasanya ee apa namanya? Yang promotableel itu adalah yang di 7, 8, dan 9. Jadi di BKN sekarang sedang getol-getolnya ini dan kalau tidak keliru ee pemerintah Provinsi Jawa Timur adalah satu dari sekian ee baru sedikit ya pemerintah daerah yang sudah diberi mandat untuk dapat melakukan ee manajemen talenta melalui tidak melalui mekanisme seleksi terbuka tetapi melalui pencarian di internal di dalam ini seleksi admin administrasinya berdasarkan persyaratan kualifikasi minimuduki jabatan ini ada di peta jabatan APK. Kemudian proyeksinya berdasarkan rumput jabatan ke ee sembilan kota ini. Contoh misalnya Kepala BAPPEDA PEMPR Jatim kosong misalnya sejak Januari 2025 maka sebenarnya PEMPR Jatim melalui BKD punya nama-nama 357 yang telah dipetakan sebagai suksesor dengan potensi dan kinerja yang tinggi yang sudah diukur juga di dalam sistem ee di antaranya services yang dilakukan oleh BKN. Nah, tinggal kemudian kompetensi teknisnya saja perlu dipastikan bahwa itu sesuai dengan jabatan kepala BPPEDA yang kosong misalnya. Dan ee ini akan memudahkan kita yang secara tradisional 5 tahunan selalu berganti kepemimpinan ya teman-teman di daerah. Kalau di kementerian lembaga mungkin tidak terlalu tidak terlalu ee fokus dengan itu. Tapi begitu ganti kepala daerah yang berubah bisa berubah halian haluan, bisa berubah targetnya, ini akan akan berbahaya kalau kita tidak memakai manajemen talenta. Kemudian ee keberhasilan kinerja instansi pemerintah itu hasilnya juga berseiringan dengan pengembangan karir. Jadi kalau mau kinerjanya tinggi, karirnya juga harus diperhatikan baik baik kualifikasi, kompetensi, potensi kinerja, maupun integritas dan moralitas. Nah, dari dari ini mobilitas talenta untuk pengembangan karir pun bisa dilakukan melalui akuisisi talenta, melalui pengembangan, retensi, penempatan dan pemantauan dan evaluasi sedemikian sehingga ada the best fit saja yang dapat diangkat dalam jabatan itu dan tanpa me me apa namanya ee tanpa kita khawatir dengan gangguan terhadap pelanggaran man sistem dan pengembangan karir. Nah, ini contoh bagaimana penerapan perencanaan kebutuhan dan pola karir di instansi pemerintah. Saya sengaja tidak memilih PE Prof Jatim biar nanti Bu Kepala BKD Jatim saja ke ke kami gitu ya. Saya nyontohkan yang lain-lain. Contohnya ini. Bagaimana sebenarnya dukungan terhadap Asta Cita kelima hilirisasi ya di untuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Kemen SDM ini bertanggung jawab antaranya di antaranya terhadap keberhasilan Asacita kedua ya. Kemudian Astacita kelima. Kalau Asta cita kedua sembada energi pangan dan sebagainya. Kalau Asta Cita kelima, hilirisasi ya untuk meningkatkan daya tambah. Nah, kemudian kompetensi strategis yang dibutuhkan tentu formulasi analisis kebijakan energi hilisasi nasional, kemudian ini jabatan fungsionalnya yang relevan, ini rekomendasi pendidikannya. Kenapa rekomendasi pendidikan ini penting? kami ingin memberikan ee stimulus kepada orang-orang yang mau ee berada di rekomendasi pilihan ini untuk selalu naik kalau sudah S1, S2, S2, S3 kemudian ee pencantuman akan AK akan ee apa gelar akademisnya pun akan dipermudah di BKN. Kemudian yang kedua pengawasan talenta dan pengelolaan energi mineral. Kira-kira ini eh jabatan fungsional yang relevan. So, if you are among this jabatan fungsional, Anda berada di tempat yang tepat di Kementerian ESDM. Untuk apa pola karirnya ee dapat diakselerasi dengan lebih cepat karena sesuai dan seterusnya ya. Kemudian bagaimana dengan komposisinya? Nah, ternyata dari komposisinya kami punya rumus ee baku 2080. 20% itu untuk supporting misalnya ee auditor kemudian analis SDMA 80%-nya adalah untuk bidang utama JF tertentu. Nah, ternyata di ISDM bidang keenergi ee dan sumber daya mineralan ini hanya 28,6%. Oleh karena itu ee dari 4.000 ya, jadi hanya ada 1100 dari 4.237. Oleh karena itu ee analisis dan rekomendasi kami misalnya jumlah jabatannya lebih dari 20% harus dikurangi nih atau jabatan-jabatan yang tadinya pelaksana silakan bergeser ke jabatan fungsional strategis yang cocok dengan ee Asta Cita ya, cocok dengan Kementerian ESDM. Nah, kemudian ee komposisi yang juga perlu ditingkatkan proporsinya seimbang sehingga antara inspektor ketenaga listrikan dan inspektor panas bumi itu harus harus sama-sama naik gitu. Dan kemudian kami minta Kementerian SDM membuat analisis atau kajian terkait jumlah minimum JF yang diperlukan untuk mendorong supaya ASTA cita ke berapa tadi? Kedua, dan 5 itu menjadi lebih ee terlaksana lebih baik. Oke, ini provinsi kami pilih Provinsi Jawa Barat sebenarnya. Ini kira-kira uraian kompetensinya SN-nya ini. Mengembangkan kualitas sumber daya manusia, mengembangkan ekonomi rakyat, mengurangi disparitas pembangunan utara selatan. Ini ee ini visi misinya Pak Wali, Pak, Pak ee Gubernur KDM, Bapak Aim meningkatkan proses pendidikan. Kemudian otomatis rekomendasi JF-nya yang pas dengan masing-masing ini adalah sebagai berikut. ada guru, ada widayiswara dan sebagainya yang terus ke bawah. Nah, kemudian ini pemenuhan target pemenuhan JF-nya pada bidang-bidan JF tertentu. Kami coba cek bagaimana sebenarnya dukungan pemenuhan JF jabatan fungsional terhadap potensi wilayah dan asta cita untuk Provinsi Jawa Barat. Ya, ternyata dengan belanja pegawai yang cukup ideal ya ini 29,32 ini ideal karena berada di bawah 30%. Sementara P Prof Jatim saya cek tadi berapa? 33%. Hati-hati, hati-hati karena ee 2027 sesuai dengan Undang-Undang HKPD maksimal harus 30%. Nah, oleh karena itu dari catatan-catatan yang sudah kami sampaikan kemudian grafik dukungan dan analisis yang kami lakukan, maka rekomendasi ee ee kami terhadap PEMPR Jawa Barat adalah penguatan untuk JFJF ini dan rekomendasi JF-nya ini. Sehingga teman-teman yang ada di kelompok penguatan ini mestinya mestinya karena dia sejalan dengan potensi wilayah dan dan pengembangan asta cid dan pengembangan ee visi misi ee kepala daerah Gubernur Jawa Barat, maka mestinya kelompok-kelompok yang ini ini akan karirnya moncer gitu ya. harusnya begitu. Harusnya begitu dibanding yang lain-lain. Dan ee itu kira-kira teman-teman yang bisa saya sampaikan tidak tidak banyak. Yang jelas BKN sangat mendukung kebijakan yang proir ASN ini. Teman-teman mungkin sudah tahu Bapak Ibu ada delapan kebijakan terbaru BKN yang pro karir ASN. Pertama pencantuman gelar akademik. Ya, kalau dulu wajib ada ee izin belajar atau tugas belajar, sekarang ada relaksasi dengan surat edaran kepada BKN nomor 3. Pokoknya sudah milik ijazah dan itu terakreditasi maka bisa dicantumkan di gelarnya. Kemudian profesi akademik eh profesi akademik itu kemudian pencantumkan gelar profesi juga demikian. Kemudian ee kemudahan ujian kompetensi untuk ee JF kepegawaian ini menjadi 12 kali setahun alias setiap bulan. Dan kalau misalnya ee ada yang belum memenuhi dari subunsur itu, tinggal itu saja yang direm yang diulang. Kemudian yang keempat, wah ini kesempatan kenaikan paket lebih tinggi dari atasan langsung. Kemudian yang kelima, nah di kami apapun bentuk surat masuk dari dari instansi apa apapun bentuk layanan itu harus selesai maksimal dalam 5 hari. Kalau tidak selesai maka dianggap BKN menyetujui loh kurang gimana. Yang keenam penguatan independensi seleksi JPT. Jadi tidak boleh lagi sejak bulan Juli 2025 dan seterusnya unsur BKN baik pejabat manajerial atau struktural maupun JF dan pelaksana untuk menjadi anggota pansel seleksi di instansi luar. Kemudian percepatan pembangunan penerapan manajemen talenta dan terakhir ee penambahan periodisasi kenaikan pangkat selama 12 kali dalam setahun. Nah teman-teman Bapak Ibu yang saya hormati. Kira-kira itu ee yang bisa saya sampaikan dari sudut pengembangan pengembangan karir, dari sudut perencanaan kebutuhan dan ee endorsement yang BKN lakukan dalam meningkatkan karir atau kinerja ASN melalui program-program produk yang pro karir ASN. Terima kasih atas perhatian Bapak, Ibu. Dengan senang hati kami akan nanti ee berdiskusi dalam dalam tanya jawab yang akan dipandu oleh Mbak Devi. Allahum thq. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Terima kasih Bapak Muhammad Ritwan yang sudah menyampaikan satu pemaparan yang sangat-sangat menarik pada sesi yang pertama. Nah, kali ini tentunya Sobat ASN yang ingin berdiskusi silakan saja untuk bisa langsung menggunakan feature as hand di Zoom ataupun juga bisa bergabung melalui YouTube dengan menuliskan pertanyaannya melalui live chat. Dan tentunya sesaat lagi kita akan melihat siapa saja yang akan melakukan sesi diskusi pada siang hari ini. [Musik] Baiklah ASN kembali lagi tentunya masih bersama ASN belajar seri 41 tahun 2025 persembahan dari BPSDM Provinsi Jawa Timur. Nah, kali ini kami masih menantikan untuk Anda sobat ASN di mana pun Anda berada yang sudah ada tentunya di Zoom ataupun juga YouTube BPSDM Jatim TV kami persilakan untuk bisa melakukan sesi sharing ataupun juga bertanya ataupun juga bisa berpendapat di sini. Kami persilakan Sobat ASN dan kali ini untuk Sobat ASN yang sudah bergabung untuk yang pertama kami mengundang kali ini ada Bapak Joko Kusmar Henoto dari Malang. Kami akan menyapa terlebih dahulu. Selamat siang, Bapak. Asalamualaikum. Selamat siang. Selamat sejahtera untuk semuanya. Terima kasih. Bagaimana kabarnya Bapak Joko? Baik, alhamdulillah. Tetap tetap semangat, tetap semangat dan selamat berkarya di Masa Purna. Oke, kali ini kami persilakan Bapak Joko untuk bisa sharing bersama Bapak Muhammad Ritwan kali ini selaku narasumber kami. Terima kasih Bapak Muhammad Ridwan. Kami tadi mengikuti, saya mengikuti paparan panjenengan meskipun singkat-singkat tapi poinnya sudah kita dapatkan kita tetap terima Pak. Ya, begini Bapak di Provinsi Jawa Timur itu di antara program prioritasnya adalah penurunan angka pengangguran, Pak. mungkin juga provinsi yang lainnya. Nah, beban itu diberikan kepada Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Timur. Ee kita berbicara penurunan angka pengangguran itu di antaranya adalah melalui strategi peningkatan kompetensi tenaga kerja, Pak. Agar bisa mengisi jabatan kerja yang ada di dunia kerja. Nah, bicara tentang peningkatan kompetensi, maka di situ peran strategis instruktur, Pak. Instruktur di semua lembaga Balai Latang Kerja di jajaran Dinas Tagja Provinsi Timur. Nah, berkaitan dengan materi yang Bapak sampaikan tadi, kami sebagai instruktur yang mana kami menitik karir ini sesuai dengan judul ini ee sampai sekarang lebih kurang sudah 39 tahun lebih, Pak. Jadi 3 tahun 9 bulan. Jadi 39 tahun 9 bulan. Namun ee kami sudah mengikuti bagaimana perkembangan ee peningkatan ee pengembangan karir ee yang namanya instruktur itu, Pak. Mulai dari awal instruktur sampai dengan sekarang jabatan fungsional instruktur. Ini yang ingin kami tanyakan Bapak sudah ada peraturan BKN Pak nomor 22 kalau ya nomor 14 nomor 14 tahun 22 berkaitan dengan ee kelas jabatan fungsional instruktur mad. yang itu juga sudah ditindaklanjuti dengan surat Kementerian Tenaga Kerja kepada ee provinsi-provinsi, Pak. Namun sampai dengan sekarang itu belum dilaksanakan di Pat. Belum dilaksanakan. Itu peraturan resmi di zaman Pak Cahyo Kumolo dulu, Pak. Menpannya kemudian sampai sekarang belum tidak lanjuti. Sementara ada jabatan lain fungsional yang sudah masuk kelas utama di Provinsi Timur, Pak. Ya, ini untuk struktur belum ada. Yang kedua, sistem pembinaan menggunakan sistem piramid di provinsi menurut saya perlu ada apa ya, Pak? Review kembali karena seiring dengan apa yang pernah sampaikan Pak Zudan waktu itu bahwa pengembangan karir itu disusuhkan menggunakan sistem tabung, Pak, bukan menggunakan piramid. Nah, itu bagaimana implementasinya? Bagaimana pas sudah dilaksanakan. Yang ketiga, pertanyaan kami, Pak, berkaitan dengan masa kerja ASN yang mana pernah disampaikan Pak Zudan kalau gak waktu itu sebagai PKN ee ada penambahan masa kerja instruktur atau bukan instruktur ya, ASN tepatnya ya waktu itu. Nah, apakah itu sudah dibuatkan ee turunannya atau diusulkan atau bagaimana Presiden? Karena ini penting, Pak. pengembangan karir struktur itu sudah ada landasan hukumnya, namun sampai sekarang juga belum diterapkan. Jadi ee kami sudah beberapa kali komunikasi dengan Kepala Biro Organisasi, namun tampaknya perlu ada penjelasan lebih lanjut dari BKN, Pak tentang itu, Pak. Terima kasih, Pak. Ada tiga pertanyaan kami. Insyaallah ee saya kalau dihadap perpanjangan, Pak, ya 1 Desember sudah masuk purna tugas, Pak, dengan pangkat terakhir 4D dengan apa namanya? Masa kerja 39 tahun 10 bulan, Pak. Terima kasih. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Habis ini Bapak Joko akan kembali berkumpul bersama keluarga tentunya ya. Baik, silakan. Kali ini kami persilakan kepada Bapak Ritwan untuk dapat menjawab. Makasih Pak Joko. Ee senior kita semua nih ya. Pertama saya ingin mengucapkan selamat Pak karena apa namanya eerness Bapak untuk spiritnya sangat tinggi. Tepuk tangan Pak Joko. Yang kedua, Pak Joko eh kami sudah sounding kepada teman-teman Setnik bahwa eh Satya Lencana Karya Satya itu tidak cukup untuk sampai 30 tahun. Kami sudah sampaikan mbok Yao ada yang 40 tahun karena faktanya ada orang-orang seperti Pak Joko ini ya. Dan kemungkinan para profesor yang sampai 70 kalau dia masuknya waktu itu sebagai dosen tahun 20 ee umur 20 maka sangat panjang bahkan mungkin bisa sampai ee Satya Lencana 50 tahun gitu. Jadi itu Pak mudah-mudahan ada. Kemudian yang kedua, nah ini memang begini Pak Profan, Kepala BKN itu kan juga punya wajah lain yaitu Ketua Umum Korpri, Pak. Nah, dalam kerangka ee jabatan beliau sebagai dan dan antara ketua umum Korp dan Kepala BKN menjadi satu sekarang. Oleh karena itu kami sampaikan ee delapan kebijakan yang pro karir ASN itu benar-benar murni dari beliau. karena beliau pernah PJ gubernur di tiga tempat, kemudian pernah ee beberapa kali di tempat lain itu merasakan dampak dari hambatan-hambatan yang di ada di delapan ee kebijakan prokari yang terbaru itu. Jadi kita WC, Pak karena ketua umum Korpi sudah menyampaikan ke kepala eh ke kepala negara, ke presiden tentang yang 60 jadi 62 e 60 jadi 65, kemudian ee berapa jadi berapa kita tunggu saja, Pak. Tapi mungkin tidak akan tidak akan secepat yang kita bisa duga. Kemudian yang kedua tentang kelas jabatan dan sebagainya ini memang pemilik proses bisnisnya banyak ya, Pak Joko ya. ada Biro Organisasi, ada BKD, kemudian ada dari Kementerian Kementerian Tenaga Kerja sebagai instansi pembina JF-nya. Ada kami, ada Kemenpan RB dan mungkin Kementerian Keuangan. Yang ingin saya sampaikan adalah ini semua harus terkoordinasi. Memang kalau kelas jabatannya sudah disetujui di SOTK ee peta jabatan di Pempr Jatim sebenarnya tinggal eksekusi. Tapi sebentar tunggu dulu nanti Bapak mau tanyakan ke Pak Abah dari KemaPAN RB apakah sudah menyetujui peta jabatan itu? Karena kalau sudah disetujui maka tidak ada hambatan lagi sebenarnya. Apalagi kalau misalnya ee ABK-nya sudah ada yang dan akan mengisi sudah ada. Itu yang sudah Pak. Sudah setuju ya? 14 tahun 22, Pak. Iya. Itu berarti tinggal dilaksanakan saja Pak. Tapi saya harus cek lagi, Bapak harus cek lagi apakah misalnya ee kemampuan fiskal kita tahu ya sekarang TKD transfer ke daerah ini tahun 2026 akan turun dan itu pasti efeknya akan ke sana. Saya ingin ingatkan Bapak Ibu ya. Saya ingin ingatkan mudah-mudahan tidak terjadi tapi bisa jadi TPP itu akan disesuaikan untuk daerah-daerah yang memang sudah tak tertahankan. Ya, saya ingin sampaikan dari 514 kabupaten kota misalnya hanya 10% atau sekitar 50 kabupaten kota yang rasio belanja pegawainya itu ada di angka 30 atau kurang. lainnya lebih kita sebut Kabupaten Anu 47, kabupaten ini 52. Nah, itu bahaya bahaya bagi pengembangan ee atau pelaksanaan visi misi dan ee potensi daerahnya. Kemudian yang terakhir ini surprise banget nih, Pak. Gini untuk instruktur ya memang Dinas Ketenagakerjaan gak boleh kerja sendirian tuh kalau mereka misalnya sudah pintar ya anak-anak asuh Bapak sudah pintar katakan tapi ternyata lapangan pekerjaannya kemudian yang lain-lain di dinas ee yang terlibat ya yang berkaitan tidak tidak membantu itu juga enggak bisa misalnya dinas perdagangan, Dinas Perindustrian, kabupaten, kota dan yang lain-lain. itu ee apa pengembangan kompetensi teman-teman yang dari swasta itu yang yang di dibantu oleh para instruktur itu akan musro kalau memang kesempatannya misalnya mereka kan rata-rata enggak bankable gak enggak bankable Pak enggak bankable itu kalau di apa namanya didatangi oleh bank dilihat misalnya oh ini gak bisa dibantu gitu oleh karena itu nanti uang R triliun itu akan pro juga kalau kemudian tidak dibantu dengan yang lain-lain. Tapi saya setuju, Pak, bahwa ee JF Instruktur ee di Dinas Ketenagak kerjaan memegang perangat sangat penting karena mestinya teman-teman di sektor ee publik ee di sektor swasta lalah yang apa namanya harus mengembangkan itu karena kemudian PAD-nya akan tumbuh dan seterusnya. Terima kasih sekali lagi Pak Joko. Ini mungkin bisa ditanyakan lagi nanti ke Pak Aba ya. Terima kasih Bapak kita ini. Makasih Pak Joko. Terima kasih Pak Joko untuk pertanyaannya. Kayaknya kalau dengan semangatnya Pak Joko kali ini ya, Pak Ritwan penginnya mengabdi seluruh usianya untuk pekerjaannya. Hebat sekali. Tepuk tangan dong untuk Bapak Joko. Terima kasih Pak Joko antusiasnya dan tentunya nanti pensiunnya bisa bahagia bersama keluarga dan juga menerapkan semua yang sudah kita informasikan bersama SN belajar untuk keluarga tercinta. Nah, kali ini Pituan kita akan menuju untuk penanyaan kedua yaitu ada Ibu Yunita. Kita akan menyapa. Selamat pagi Ibu Yunita. Asalamualaikum. Halo, Ibu Yunita. Ibu Yunita, mohon izin. Dari mana, Ibu? Ee dari Kabupaten Mojokerto. Oh, baik. Silakan Ibu Yunita untuk bisa sharing, mengungkapkan semuanya atau apa yang ingin ditanyakan kepada ekspert kita ataupun juga narasumber kita. Kami persilakan. I ee ini kan saya menyimak paparannya Bapak itu tentang manajemen talenta, kemudian pengembangan karir. Ee saya pertanyaan saya itu gini, Pak. ee itu untuk pengembangan karir prioritasnya kan kalau di sistem merit itu kan diutamakan untuk kompetensinya ya, Pak ya. Nah, kemudian untuk promosi sendiri itu apakah ada uji tersendiri gitu kan untuk menunjukkan bahwa ini sudah kompeten atau belum atau diutamakan untuk yang masa pengabdiannya lebih tinggi mungkin atau seperti apa? Terus kemudian ee saya dulu perekrutan saya itu pertama kali adalah penata keuangan. Kemudian ee mulai tahun ini diubah menjadi penelaah teknis kebijakan. Nah, dari penata keuangan yang ee kompetensinya di bidang keuangan dan akuntansi waktu itu, ke penelaah teknis kebijakan yang sama semua di kepegawaian juga ee di bagian TU itu juga penelaah teknis kebijakan, di bidang penata perizinan itu juga penelahan teknis kebijakan. Nah, ini apakah enggak enggak seperti kemunduran gitu, Pak? Jadi awalnya tuh sudah tertata nih sesuai nih dengan kompetensinya nih. Kemudian disamaatakan lagi. Nah, itu jadi pola pola karinnya nanti seperti apa. Kemudian ee atasan ee bukan atasan ya, di tempat saya ini di sekretar saya kan berada di dalam naungan sekretariat nih sekretariat. Kemudian saya penata keuangan. atasan saya waktu penyetaraan fungsional kemarin itu ee di tahun 2023 kalau enggak salah itu kasak keuangan saya itu jadi fungsional AKPD. Kemudian ee tapi di sekretariat itu misalnya saya penata keuangan ini saya enggak bisa nih sekarang nih kalau misalnya mau naik itu jadi AKPD enggak bisa karena kan ee AKPD itu hanya untuk dinas-dinas tertentu misalnya seperti itu. Nah, berarti kalau posisi saya nih enggak ada kemungkinan ee apa pengembangan karir berarti seperti itu? Pertanyaan saya karena posisi saya ini kan kayak ya sudah stak gitu, Pak. Gimana itu, Pak? Sebentar, sebentar. Bu Yunita sekarang fungsional ya? Enggak, bukan belum, Pak. Jadi waktu Oh, pelaksana ya penalangan teknis kebijaksanaan kebijakan. Iya. Iya. Dulu kan awal awal dari capeknya jadi terus ke ke pegawainya itu kan penata keuangan karena kan ee apa kompetensi saya pendidikan saya kan akuntansi sesuai kemudian diubah jadi penelaah teknis kebijakan yang sama semua di semua sisi itu apa maksudnya di semua lini di dinas saya terutama itu sama kalau untuk pelaksana berarti kan enggak ada pembagian yang sesuai kompetensinya gitu kan. justru enggak enggak manajemen talentanya seperti apa. Terus kemudian waktu saya ikut mengikuti Zoom untuk yang AKPD itu bahwa untuk di sekretariat itu tidak dimungkinkan untuk hanya untuk ujiom aja loh. Jom, AKN atau AKPD atau apa itu tidak diizinkan. Karena di sekretariat itu ee mungkin pekerjaannya yang rutin-rutin aja begitu ya. Mungkin hanya dari bidang gitu kan waktu itu saya saya mengikuti Zoom-nya itu seperti itu ya. Terima kasih Pak. Ini curcol Pak. Nggih. Siap. Matur nuwun. Nggih. Matur nuwun Bapak. Baik. Kali ini kami persilakan kepada Bapak Ritwan untuk dapat menjawab keluh kesah dari Ibu Yunita, keresahan dari Ibu Yunita nih. Baik. Baik. Em, saat ini struktur dari ASN itu kalau dilihat dari tugasnya kan ada dua, ada tiga ya, Bu Yunita dan Bapak Ibu ya. pertama adalah ee pejabat manajerial ya atau yang dulu disebut sebagai pejabat struktural, kepala biru, kepala badan dan sebagainya. Kemudian yang kedua ada pejabat fungsional JF ya, jabatan fungsional. Kemudian yang ketiga pelaksana. Nah, ketiganya ini memang em kalau kami sekarang di di Trenhan Direktorat Percayaan Kebutuhan itu lebih cenderung ke kami sudah baca dari referensi dari ee OECD misalnya dari ee beberapa ee referensi internasional dan regional. Angka 2080 itu nampaknya menjadi semacam menjadi ini ya menjadi ee angka psikologis gitu 80 JF kemudian 20-nya adalah supporting atau pelaksana atau JF yang ada di sekretariatan misalnya seperti misalnya analis SDM aparatur itu masuk ke dalam yang 20%. Nah, kemudian ada Kenpan 282 kalau enggak keliru ya yang mereposisi jabatan pelaksana itu menjadi tiga. Ada klerek, ada ee penelaah, ada apa gitu. Nah, kemudian dari dari banyak gitu ya, dari banyak ini memang tendensinya nanti ma mohon ditanyakan juga ke Pak Abah ada menskuquis atau memampatkan misalnya misalnya jabatan fungsional di bidang ee keuangan negara itu yang tadinya ada berapa? Ada ada 14 kalau enggak Kir itu diminta untuk menjadi enam atau lima saja. ee di Kementerian Kesehatan yang tadinya ada 40-an itu diminta jadi berapa belas saja gitu. Di kami pun begitu di BKN itu kan pembina jabatan fungsional kepegawaian ya Bu ee Yunita ya. ada analis SDMA, ada penata SD SDMA, ada audiman, auditor manajemen ASN, kemudian ada juga ee asesor. Ini nampaknya diminta menjadi dua. Nah, yang jabatan fungsional juga diquis gitu, dimanfaatkan e dimanfaatkan sori. Demikian juga dengan terminologi yang ada di jabatan pelaksana. Masuk. Salah satunya ada yang terdampak adalah betul ini penelaah teknis kebijakan itu jadinya ada di mana-mana dan kalau kita bilang enggak karu-karuan semuanya bisa dari teknik nuklir juga bisa masuk situ dari akuntansi juga masuk situ gitu. Oleh karena itu, saran saya jika memang ee Ibu merasa kompetensi teknis, kualifikasi, manajerial, sosiokultural, dan lain-lain memenuhi sebenarnya bisa ee bisa dicoba untuk ikut ke JF. Problemnya adalah 80 KL pembina ee JF, ada 283 jenis JF yang model pembinaannya itu macam-macam. Ya, ini yang ini yang sedang dicoba di diurai oleh oleh kami oleh Kepala BKN dan kami bagaimana para pemilik proses bisnis ini kemudian sama kalau misalnya ya ee kenapa sih harus berbeda tunjangan tadi JF struktural ahli madia dengan eh sori struktur JF instruktur ketenagakerjaan ahli madia yang tadi Pak siapa tadi Pak Joko dengan misalnya ee JF auditor ahli madya. Kenapa harus beda? Karena level pekerjaannya tingkat kerumitannya kurang lebih sama kan? Sama-sama madya. Itu yang sekarang sedang di dicoba di kami ee Pak Kepala BKN bicara dengan beberapa Bu Menteri, dengan teman-teman yang ee ada di kementerian, lembaga dan lain-lain untuk kita supaya ada satu itulah gitu. Kalau perlu kalau kita biasanya kenal tadi ya, Pak Joko sudah sampaikan ada piramid gitu ya. Nah, JF pertama kemudian muda, Madia, dan utama. Kenapa enggak tabung? Dan faktanya ada JF yang tabung Bu ee Yunita dan Bapak Ibu apa itu? Dosen. Dosen itu mulai dari asisten bisa jadi guru besar semua itu benar-benar tabung. Itu kok bisa, kenapa yang ini enggak gitu. ini yang ee struggling itu yang memang kami sedang sisir satu persatu. Oleh karenanya yang dapat kami lakukan oleh BKN lakukan adalah mempermudah itu baru delan area itu tadi Bu ya, pencantuman gelar yang otomatis gitu. Bahkan mungkin ya mungkin ke depannya peran BKD, BKPB, BKPSDM, Karo Biro SDM itu tidak perlu ada. Kenapa? Karena ya kalau kalau lulusannya 2019 ke sini itu data di Forlab PDKT itu sudah ada, ngapain harus pakai cap basah harus di itu gitu. Nah, kemudian-kemudahan itu baru administratif. Nanti mudah-mudahan mohon doanya ee kesehatan Pak Kepala BKN dan kami semua ya serta teman-teman BKD supaya seterusnya bisa nanti lebih ke substantif. Mudah-mudahan kita bisa meyakinkan convincing teman-teman pemilik proses bisnis instansi pemin JF untuk mempermudah menyamakan, memangkas dan sebagainya. Termasuk yang Ibu tadi sampaikan, loh kok bisa padahal akuntansi kok enggak bisa, kok enggak boleh bahkan nyobanya enggak boleh gitu. Nah, itu sebenarnya enggak gini ya. Di sisi lain ya, Teman-teman. Bapak, Ibu, ada juga em apa ya tabu-tabu yang kami pikir loh kok bisa ya gitu? Kok bisa misalnya kalau benar ya BKPSDM PMKP Mojokerto siapa sekarang ee itu melakukan pembatasan itu padahal mungkin mungkin instansi pembinanya pun enggak batasin tapi memang ada JF-JF tertentu izin mohon izin Bapak Zoom-nya dari KemenQ Pak waktu itu, Pak. Nah, iya iya ada. Betul kan? sektornya betul sektornya yang masih itu. Nah, ini yang kami coba bersama dengan Pak Aba dan teman-teman di ee Kemen Parb. Pokoknya kalau tagline-nya kan sekarang ee apa BKN itu apa? Bapaknya para SN ya. Kami sebagai bapak dan teman-teman semuanya sebagai anak kami akan mendahulukan supaya gimana caranya lebih pintar, lebih karirnya lebih melesat dan sebagainya. Tapi tentu tentu ada pemilik proses bisnis lain, ada regulasi yang juga kita sama-sama harus harmonisasi. Saya kira saya hanya bisa begitu, Bu. Saya enggak bisa ini macam-macam ya. Sementara itu duluah gimana caranya gini, gimana caranya Bu Yunita bisa menjadi pembeda di sekretariat tapi kalau lulusan akuntansi apalagi UNER dan Ibu sudah bisa misalnya ya ee bisa membuktikan bahwa pekerjaannya jauh lebih efektif, efisien dari yang lain-lain mestinya itu dilihat. Nah, itu yang yang apa namanya? Manajemen talenta itu yang kemudian even itu ibu pelaksana atau yang lain-lain kalau itu juel hidden jeel di dalam lumpur misalnya itu kan bisa diambil juga dan meskipun di lumpur dia bersinar. Sementara itu mohon maaf saya tidak bisa menjawab pertanyaan. Terima kasih Bapak. Makasih ya. Terima kasih Ibu Yunita dari Mojokerto. Nah, kali ini Ibu Yunita semoga bermanfaat dan tentunya bisa memberikan sedikit ataupun juga menjawab keresahan dari Ibu Yunita. Dan kali ini Bapak Ritwan, kami masih punya beberapa penanya lagi. Saya akan persilakan kepada Bapak Juniarso. Halo, selamat siang. Asalamualaikum Bapak Juniarso, Sobat ASN kalau mau bertanya silakan saja. Kita punya feature sh hand tinggal saja ditekan saja untuk feature S hand-nya. Dan kali ini Bapak Juniarsonya rasanya masih belum bisa mendengar suara kami. Tapi kali ini kami sudah ada penanya lagi yaitu ada Bapak Devin. Selamat siang Bapak Devin. Asalamualaikum Pak Devin. Halo. Silakan ya. Bapak Devin berada di mana, Bapak? Ma ee asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Halo. Halo. Halo. Iya, Bapak Devin. Kami sudah mendengar ya. Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Saya dari pemerintah Kasi nih. Saya mau nanya nih tentang menyimak. Di sana kan ada peta jabatan. Dari mana, Pak? Mas dari Kabupaten Bekasi, Pak. Dari Kabupaten Bekasi. Oh. Oh, dari Bekasi. Baik. Iya. Saya mau nanya nih. Saya menyimak tentang adanya pengembangan karir ASN ya. Nah, di sana saya lihat ada peta jabatan. Nah, depan itu melihat ada namanya penilaian kinerja. Nah, diikan sebagai pondasi pola karil ISN. Nah, ee bagaimana cara menghitung penilaian kinerja sebagai pola aril ASN menuju birokrasi ee berdampak? Gimana caranya? Itu cara menghitung penilaian kinerja. Itu aja. Baik, terima kasih Bapak Devin. Dan kali ini kami persilakan Bapak Ritwan. Kasih, Pak. Pak Devin kalau dekat sama ee BKN pusat silakan datang aja ke PTSP kami, Pak. Penjelasan lebi
Resume
Categories