Transcript
j3pimrE0roE • ASN Mengaji Seri 19 | 2025 - Fiqih Safar: Apa dan Bagaimana? (Eps. 04)
/home/itcorpmy/itcorp.my.id/harry/yt_channel/out/BPSDMJATIMTV/.shards/text-0001.zst#text/0273_j3pimrE0roE.txt
Kind: captions Language: id Asar 4, magrib 3, isya 4. Kan enak zuhur selesai, magrib selesai. Jadi umpama ngapunten nggih mantun setelah magrib tidur sampai bangun-bangun subuh kan aman sudah salat. Paham nggih? Nauzubillah. Umpama tengah-tengah Isya dia waktu tidur wafat, berarti kan wafat dalam kondisi husnul khatimah. Karena sudah salat. Makanya kalau saya lebih enak dijamak takdim. Paham nggih? Mbok menawakan kita enggak tahu umur lah. Kalau dimajukan kan enak ya. Kalau dimajukan lebih enak. Jadi jamak takdim zuhur, asarnya masuk ke zuhur, isyanya masuk ke magrib pun. Ini menurut Imam Nawawi kalau sakitnya parah. Apa batasan parah? Ada ulama yang mengatakan sekiranya dia diperbolehkan salat duduk. Paham nggih? Oh ya kalau orang kayak lumpuh orang yang kayak ya hidupnya di mana? Di kamar tempat tidur itu kan wis parah itu berarti itu boleh. Kalau di rumah sakit saya juga sama. Kalau jenengan ada keluarga jenengan yang dirawat di rumah sakit itu mending dijamak. Jenengan bolak-balik rumah sakit itu resiko. Orang sakit bolak-balik kamar mandi itu resiko. Mending jamak. Selama di rumah sakit dijamak. Ini yang kemudian salat karena sakit pun. Yang kedua, ada salat tidak safar karena hajat, karena ada keperluan penting yang mendesak. Ini disebutkan di antaranya oleh Imam Nawawi dalam syarah Muslim. Beliau mengatakan jamaat minal aimah jawazil jam lil hajati lim yattakuatan. Sekelompok ulama memperbolehkan menjamak salat di rumah karena ada keperluan mendesak asalkan tidak dijadikan rutinitas. Wahua ibnu sirin wa asab min ashabi malik wahaul khati anil qofal wasyasi alkabir an ashabi syafii an nabi ishaq almwazi dan seterusnya. Ini beberapa yang kemudian pendapat yang diambil oleh beberapa ulama. Contoh, contoh. Saya pernah ngalami, Pak, salat zuhur itu sudah mepet ono tek tol muacat. Maju yo ndak iso, mundur yo ndak iso, ngan ndak iso, ngiri ndak iso. Hanya ikut arus. Pertanyaan saya, kalau umpama jenengan baru masuk tol jam .00, baru keluar tol jam .00, pertanyaan saya, apakah jenengan salat di tol? Oh, gak bisa crash area enggak bisa. Ini yang namanya kita boleh diniati salat jamak asalkan tidak dijadikan rutinitas. Kan sesekali seperti itu, Pak. Contoh yang kedua, manten. Nah, manten kalau di desa itu kan dipajang mulai isuk sampai bengi. Jenengan dulu dipajang mboten, Pak? Oh, pajang [tertawa] ya. Kalau di sini nyewa nyewa apa? Nyewa hall itu kan ndak dipajang ya. Paling rong jam, tel jam mari. Tapi kalau di desa mulai isuk sampai bengi dipajang wong macake mawon riasnya saja itu bisa 2 jam 3 jam. Bayangkan jenengan perempuan dirias mulai jam . Rias durung semet salat mari ngono ngentut magribe salate bagaimana? Apa mau wudu? Kan kalau wudu kan riyasnya harus di dihilangkan. Andaikan riasnya dihilangkan, sing bengak-bengok sinten, Pak? Tukang riase. [tertawa] Paham nggih? Sing bengak-bengok tukang riase lah. Kondisi seperti ini jenengan boleh jamak. Nanti salat magribnya dijamak. Setelah nanti turun dari kuade tinggal nanti salat. Nah, salat wajib ya sekalian dengan salat mau ibadah yang lain gu loh. Jadi bisa digabung nanti salat magribnya dijamak dan kemudian ee selesai. Ini namanya asalkan satu tidak dijadikan kebiasaan. Pertanyaan saya, jenengan nikah kebiasaan atau sekali seumur hidup? Ya kecuali nek biasa bendino akad nikah gak oleh paham nggih. Kan kalau jenengan nikah seumur hidup cuma sekali dua kali ya bisa pakai ini. Paham nggih? Oh yang kedua. Yang ketiga ada contoh lagi Pak. Dokter ini sering saya contohkan dokter. Dokter itu ada yang operasi itu kadang-kadang bisa 1 jam. Ada yang proses operasi mulai masuk kamar operasi persiapan sampai selesai operasi bisa 3 sampai 4 jam tergantung kasus. Ada dokter umpama dokter ini ini perkiraan dia masuk dia masuk ke ruang operasi itu mungkin sekitar jam .30.30 itu dia masuk. Berarti dia andaikan dia masuk gak mungkin salat asar. Ternyata kasusnya berat. Perkiraan bisa 4 sampai 5 jam. Berarti dia masuk .30 atau jam 3. Jam 0.30 lah. Dia masuk. 30 baru keluar sekitar 1 2 3 4 jam 0. Maka yang akan bahaya satu salat asar. Nomor dua salat magrib. Nah, kalau kasus seperti ini saya anjurkan si dokter asarnya dijamak takdim dengan zuhur, magribnya nanti dijamak takhir dengan isya. Jadi ketika dia sebelum operasi, sebelum masuk ke ruang operasi karena enggak mungkin nanti asar dia bisa keluar, ya sudah waktu salat zuhur dia salat zuhur plus asar jamak takdim. Paham nggih? Tapi gak boleh qasar. Nanti setelah operasi antara dia magrib dan isya kan masih di ruang operasi. Nah, nanti selesai operasi jam .00 keluar baru dia salat jamak takhir. Magribnya dijamak takhir dengan isya. Paham nggih? Pertanyaan saya, Pak. Jenengan andaikan dokter operasi umpama bri untuk salat kiro-kiro pasiennya [tertawa] yang waktu dioperasi itu sik briik isik gawe salat iki perintahe Allah umpama [tertawa] gitu ya seakan pasien Pak nyelamatkan nyawa itu juga perintah Allah paham nggih nyelamatkan nyawa itu juga perintah Allah makanya kalau kondisi seperti ini ya sudah bisa ikut pendapat yang ini. Jamak zuhurnya jamak takdim dengan asar, isyanya jamak takhir dengan isya, magribnya jamak takir dengan isya. Paham nggih? Ini contoh yang ketiga. Dan banyak lagi contoh-contoh yang bisa seperti ini atau kasus begini, Pak. Lagi, Pak. Ya, kalau jenengan kayak ada seminar gitu, Pak. Seminar jedinge mek siji, toilete mek siji. Wis koy enggak memungkinkan. Ya, sesekali sing penting ojo bendino seminar kan seminar paling setahun sepisan kasusnya seperti itu bisa ikut pendapat ini boleh dijamak karena ada kepentingan yang mendesak. Paham nggih? Pun yang ketiga karena hujan tapi kalau sekarang untuk yang hujan itu agak sulit Pak dipraktikkan. Jenengan nanti jamak setelah ini gak boleh, Pak. [tertawa] Hujannya kan nanti masih bisa reda ini. Paham nggih? E kalau yang ketiga tidak saya perlukan. Jadi yang paling penting itu yang pertama sakit sama kemudian karena hajat. Paham nggih? P ini yang pertama. Yang kedua, kalau jenengan safar harus yang kedua adalah salat Jumat, Pak. Karena kita laki-laki, yang perlu kita perhatikan adalah salat Jumat. Nah, salat Jumat itu wajib. Kecuali bagi musafir. Musafir itu nak wajib Jumat. Tapi ulama berbeda pendapat. Kapan orang itu bisa jamaknya tidak boleh apa dia bisa tidak salat Jumat karena musafir? Satu yang ulama sepakat kalau bepergiannya sebelum subuh. Dalam kitab Almajmu dikatakan, "Idza safaro qoblal fajri jaza bila khilafin bikulli halin." Orang yang berangkatnya sebelum subuh, ulama tanpa ada perbedaan mengatakan boleh gak jumatan. Nanti jumatannya diganti zuhur dijamak. Paham nggih? Kalau berangkatnya sebelum subuh. Nah, kalau berangkatnya setelah subuh ulama berbeda pendapat. Tapi pendapat yang kedua memperbolehkan sebelum subuh eh setelah subuh yang penting yang penting sebelum zawal. Zawal itu perkiraan jam 12.00 istiwa. Ee jam 12.00 istiwa itu istiwa sedikit itu antara itu gak masalah. Jadi kalau gampangannya sekarang, Pak, jenengan kalau berangkatnya sebelum azan Jumat itu masih ada ulama yang memperbolehkan. Jadi kalau ma jenengan mau ke Jakarta jam berapa berangkatnya? Oh, ke bandara berangkatnya jam 10.00. Itu masih ada ulama yang memperbolehkan. Jadi andaikan jenengan gak jemah di nak salat Jumat di bandara gak masalah. Paham nggih? Pun. Nah, ini yang kemudian tapi kalau paling aman sebelum subuh tapi kan jarang tergantung tiket kan Pak nggih? Tergantung tiket. Kalau tikate jenengan setelah subuh ya bisa ikut pendapat yang kedua memperbolehkan untuk tidak salat Jumat. Paham nggih? Pun lanjut. Tata cara salat di kendaraan satu. Kalau di pesawat ulama berbeda pendapat. Gini, Pak. Ada begini. Salat itu harus di tempat yang menetap. Jenengan salat di perahu kan masih perahunya nempel bumi. Jenengan salat di atas kereta, keretanya kan masih netap di bumi. Pertanyaannya kalau jenengan salat di pesawat, pesawatnya tetap di bumi atau di udara? Di udara. Inilah yang ulama berbeda pendapat. Paham nggih? Saya bacakan di kitab attakqriratus sadidah. Di kitab ataradi kata gini. asatu thi salat di pesawat fajuzu mahah shatun nafli kalau salat sunah itu gak ada masalah Pak salat sunah itu paling gampang pak jenengan salat sunah amb nyetir bisa dengan salat sunah di mobil itu bisa meskipun sambil duduk mobilnya keliling-keliling gak ngadap kiblat boleh salat sunah itu agak agak longgar banyak kelonggaran paham nggih salat sunat tapi wa amma shatul fard tapi kalau Kalau salat fardu inat alaihiri wathlawilah. Beliau mengatakan kalau jenengan di atas pesawat kalau masih bisa dijamak mending dijamak. Jangan salat di atas pesawat. Paham nggih? Jadi kalau mama jenengan umrah gitu atau ke Surabaya gitu ya. Kalau jenengan bisa jamak sebelum berangkat atau setelah berangkat gak usah maksa salat di pesawat mending jamak. Ini ulama sepakat boleh paham nggih. Tapi kan ada perjalanan itu jauh kayak umrah itu kan perjalanan berapa menit? Berapa jam Pak? Bisa 10 sampai pinten? 9 jam nggih. Umrah 9 sampai 10 jam nggih. 9 sampai 10 jam kan kalau berangkatnya umpama jam siang berarti kan aman zuhur asalnya. Magrib isyanya masih aman sebenarnya. Nggih. Kalau seperti ini masih aman, Pak. Mending gak usah gak usah salat di pesawat nunggu turun. Paham nggih? Nah, yang masalah begini. Yang masalah itu kalau jangan berangkatnya sebelum zuhur. Jadi pesawatnya itu berangkatnya jam 10.11. Nanti nyampai tempat itu sekitar Isya. Berarti kan mau gak mau zuhur, asar ini kan hilang. Kalau jenengan gak bisa jamak kan. Nah, kalau tidak bisa maka beliau mengatakan beliau mengatakan kalau masih bisa salat sebelum atau ketika sebelum take off atau setelah landing maka kalau bisa salat jamak. Kalau gak bisa bagaimana kata beliau? Nah, ini kata beliau, "Fafi hadilah yajibu alaihius lihurmatil wakti." Orang yang seperti ini tetap wajib salat di atas pesawat. Ketika salat di atas pesawat kata beliau, ada dua kemungkinan. Satu, ina biitmamir ruku was sujud. Salatnya tetap sujudnya sempurna, rukuknya sempurna, ngadap kiblat. Dan dia salatnya bisa pakai wudu karena ada air. Maka yang seperti ini ulama ada yang mengatakan tidak wajib diulang. Paham nggih? Tapi kalau salatnya ngadap kiblat gak iso. Kenapa ngadap kiblat gak iso? Wong dia selurusnya kursi ya enggak rukuk ya enggak sujud. Maka yang seperti ini kalau mazhab Syafi'i maka dia wajib salat iadah. Paham nggih? Nah, saya saya lupa kapan itu yang umrah yang kapan itu umrah Ramadan kemarin kalau enggak eh bulan tahun kemarin itu enggak kalau enggak salah pesawat Saudi Airlines atau apa saya lupa itu ada disiapkan musala Pak tapi enggak setiap maskap ada. Saya pernah ikut maskap itu yang enggak ada. Ada yang disiapkan musala di tengah-tengah itu ada. Meskipun cukup untuk 3 empih gak bisa lah. Kalau seperti ini jenengan bisa ngamalkan yang pertama. Jadi kalau memang terpaksa jenengan tidak bisa jamak takdim, tidak bisa jamak takhir, maka jenengan wudu. Cara wudunya bagaimana? Wudu di toilet pakai semprotan itu. Itu kan aman. Itu kan gak membasahi. Itu jenengan semprotan itu wudu selesai. Setelah itu jenengan ke musala itu. Lah ke musala itu jenengan lihat arah kiblat ke mana jenengan salat di situ. Maka jenengan bisa salat. Dan ini ada ulama yang mengatakan tidak wajib iadah. Paham nggih? Pun ini kalau di pesawat lanjut. Nah, bagaimana kalau di kereta? Kalau kereta masih aman, Pak. kereta itu kereta itu. Tapi kalau jenengan di kereta tetap tidak boleh sambil duduk enggak ngadap kiblat ya. Kecuali duduknya bisa ngadap kiblat loh. Nggih. Kalau di kereta itu enak. Saya beberapa kali naik kereta itu di kalau enggak salah dekatnya kantin. Dekatnya kantin itu ada musala nggih. Nah jenengan pakai itu. Jenengan pakai musala kemudian jenengan cari jalur yang lurus. Nah, kalau kereta itu kan lebih banyak lurus. Ah, jenengan cari jalur lurus, maka jenengan cek GPS. Jenengan setelah wudu bisa pakai yang semprotan itu dengan wudu cari musala. Kemudian jenengan lihat GPS ini kalau lurus arah kiblat mana? Kalau jenengan bisa ngadap kiblat maka jenengan salat sesuai arah kiblat. Maka jenengan salatnya sah, ndak wajib iadah, gak wajib diqada nanti. Tapi kalau gak mungkin, baik yang di pesawat ataupun yang di kereta maka jenengan tetap salat. Tapi namanya salat lihurmatil wakti. Nanti kalau nyampai selamat, maka jenengan wajib ngulang salatnya. Tapi kalau jenengan naudubillah kok kecelakaan, jenengan dianggap sudah melaksanakan salat. Ini namanya salat liormatil wakti. Sing repot itu, Pak. Kalau salatnya naik bus, ada bus sliper, nggih. Nah, bus itu jenengan bisa enggak salat di bus itu ngadap kiblat? Tapi enggak tahu kalau kalau naik tol, nggih. Kalau busnya maka Jakarta naik tol. Tapi kalau busnya lewat bawah itu gak mungkin bisa. Tapi, kalau busnya naik tol masih mungkin kayak kereta jenengan berarti. Jenengan tinggal nanti ee lihat jalurnya yang lurus ngadap kiblat itu aman. Tapi kalau jenengan naik bus yang kemudian di dalam kota tidak lewat tol itu tetap wajib salat. Tapi jenengan salatnya dianggap lihormatil wakti. Kenapa? Ada satu yang tidak bisa kalau naik bus itu. Kalau yang di dalam kota ngadap kiblat. Jenengan kalau dalam kota naik bus bisa ngadap kiblat? Ndak iso wong besengene keliling, Pak. Kalau kereta masih banyak jalur lurus. Nah, kalau naik bus sliper kalau jenengan ndak memungkinkan jamak sebelum atau setelahnya maka jenengan salat lihormatil wakti nyampai nanti di salat iadah. Paham nggih? Pun. Ini yang kemudian harus dipahami bersama. Lanjut. Nah, saya sering ngomong kalau saya pribadi, Pak. Salat di pesawat itu boleh tayamum gak? Di pesawat boleh tayamum gak? Gak boleh, Pak. Kenapa enggak boleh tayamum? Syaratnya tayamum itu enggak ada air. Nomor dua, gak boleh kena air. Pertanyaan saya, di pesawat ada air? Ada. Apakah wudu harus pakai air banyak? Kan gak. Kan sudah ada cara praktis. Yang kemarin saya ceritakan satu botol bisa cukup untuk wudu. Makanya kalau bisa jenengan kalau di pesawat jangan tayamum. Nomor dua, pertanyaan saya kalau jangan maitmaut tayamum? Pertanyaan saya, Pak, di pesawat ada debu gak? Kalau ada debu pesawatnya bermasalah, berarti kebersihannya kurang kurang bersih. Paham nggih? Makanya kalau pesawat ambil semprotan jenengan wudu pakai semprotan yang dulu sudah saya jelaskan. Paham ngih? Pun lanjut. Ini senang ngaji udan-udan senang, Pak. Suasananya mendukung untuk ngantuk. [tertawa] Lanjut, Pak. Lanjut. Nah, ini yang penting. Kalau bisa selama perjalanan itu jangan full musik apalagi full kublo. Jadi kalau itu jenengan mobil itu Pak, jenengan cari apa namanya? Cari flash disk. Isinya tuh jangan diisi mosok flashdis isine mendak koplo, dangdut, India. [tertawa] Sesekalah jenengan isi pengajian. Isiwatan isi zikir adelaham [tertawa] loh. Ngapunten. Kita kan ndak pernah tahu perjalanan itu perjalanan terakhir kita. Kita bisa balik ke rumah atau ndak paham nggih mbok menowo. Nauzubillah nggih. Jenengan waktu dengarkan Adela mar ngo kecelakaan nabrak itu kan mati dalam kondisi mendengarkan dangdut kupluk. Kan gak enak Pak. Paham nggih? Makanya usul saya kalau kita dalam perjalanan itu kalau bisa full doa full zikir. Nopo? Full doa, full zikir pun. Di hadis riwayat Abu Hurairah dikatakan riwayat Ahmad, Abu Dawud, Turmudzi, salatu dawat mustajabat la syakka fihinna. Ada tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi. Satu, dakwatul mazlum. Doanya orang yang dizalimi. Jenengan hati-hati jangan zalim ke orang. Karena kalau orang yang jenengan zalimi kok doa, doanya itu langsung tembus langit gak ada penghalang. Paham nggih? Nah, kalau jenengan pengin doanya mustajab gampang njaluk tempeling wong tempilingan aku berarti kan dizalimi. [tertawa] Tapi gak usah pak gak usah gak usah pakai cara itu pun. Yang penting hati-hati jangan zalim ke orang kita ngasut orang, jegal orang. Kita kemudian memfitnah orang, kita kemudian mencaci orang. Ingat Allah Subhanahu wa taala maha adil. Kalau orang yang dizalimi sampai doa, maka doanya itu pasti dikabulkan. Paham nggih? Satu. Nomor dua, dakwatul musafir. Doanya musafir. Jadi doanya jenengan ketika bepergian jauh itu setara doanya orang yang dizalimi. Mustajab kan eman-eman jenengan umpama di perjalanan dibandingkan full koplo jenengan doa kan enak. Ya Allah manar mogo gaji dangdang cair. Gaji dangdang tambah. Kan waktu itu untuk doa. Paham nggih? Mbok menowo nanti nyampai mana? Nyampai tujuan langsung dapat kabar ee golongannya naik kan barokahe doa di safar. Nggih. Ini namanya dakwatul musafir. Yang ketiga, dakwatul walid ala waladi. Doanya orang tua kepada anaknya. Ini yang sering saya sampaikan. Ayo jenengan jadi orang tua. Hati-hati nang lesan. Saya sering ngomong ke orang tua, anak itu yo opo-yopo anak kita ya. Kalau jenengan marah kayak apapun ke anak, boleh marah. Asalkan satu, jaga lesen. Jangan sampai keluar kata kotor, doa jelek. Kasihan anaknya. Paham nggih? Karena doanya orang tua, Pak, kepada anak saleh saja itu mandi. Doa jelek ke orang saleh, ke anak saleh itu bisa mandi. Apalagi doa jelek kepada anak yang saleh. Makanya kita sebagai orang tua hati-hati. Nah, saya sering ngomong begini, Pak. Harus ada ini namanya lingkaran setan. Nakalnya anak, anak. Nakal, Pak. Anak nakal sampean marah, orang tua marah. Orang tua marah karena dia marah dia gak rida. Tidak rida ke anaknya gak rida. Apalagi ditambah doa jelek. Pertanyaan saya, anak semakin baik atau semakin nakal? Semakin nakal atau semakin baik? Semakin nakal. Tambah nakal, tambah nakal. Jenengan tambah marah, tambah gak rida, tambah doa jelek, tambah nakal lagi. Akhirnya anak tambah nakal terus, Pak. Paham nggih? Inilah yang saya sampaikan. Harus diputus. Harus diputus. Jenengan boleh marah, boleh, tapi jangan sampai gak rida ke anak. Jenengan boleh marah, tapi jangan sampai doa jelek. Maka ini harus kita putus, Pak. Bagaimana cara mutusnya? Cara mutusnya adalah kalau kita punya anak nakal, marah manusiawi. Paham nggih? Manah manusiawi. Jadi kalau saya boleh usul begini, Pak. Yang kedua, Pak, nakal. Umpama jenengan marah, monggo manusiawi. Saya enggak enggak ngelarang orang tua marah, ndak ndak masalah ya. Manusiawi marah. Tapi ayo setelah marah ojo dikabeh-kabehno jenengan berusaha setelah marah jenengan tetap rida ke anak. Setelah jenengan rida ke anak ayo doa baik. Kalau orang tua rida, doa baik, anak baik atau nakal? Baik. Maka di sini putus. Paham nggih? Putus. Nah, kalau jenengan nakal, marah, ndak rida, doa jelek, semakin nakal, semakin marah jenengan, semakin gak rida, semakin doa terus gitu. Enggak selesai. Cara untuk menghilangkan kenakalan anak, ayo kita putus dengan apa? Satu, kita rida ke dia. Nomor dua, selalu doakan yang terbaik. Jangan pernah doa buruk kepada anak. Doaan orang tua itu lebih mustajab dibandingkan doa siapapun. Karena doa orang tua itu di hadis yang lain seperti doanya Nabi kepada umatnya. Ya, kalau jenengan punya anak gak usah minta doakan ustaz, jenengan sendiri itu doanya mustajab apalagi doanya ibu. Paham nggih? Jenengan bilang sama istri jenengan, "Saya sudah, saya juga sering ngomong sama istri saya, ayo sak pegel-pegele nang anak." Kuncinya doa. Harus tetap rida jangan sampai doa jelek. I opo-yopo iki anak kita? Enggih, Pak. Loh, jenengan umpama anake nambeng, Pak, nama kebun binatang metu kabeh. Loh, jangan salahkan nanti kalau anak jenengan tidak menjadi bintang kelas malah jadi binatang kelas. Paham nggih? Makanya saya masih ingat salah satu salah satu di biografinya Kiai Hamid Pasuruan. Kalau jenengan tahu Kiai Hamid Pasuruan yang sangat terkenal itu beliau itu katanya waktu kecilnya itu senang nempilingan wong. Jadi beliau itu e senang nempilan uang itu sering ee biografi beliau itu ibunya beliau itu sering dilabrak tetangga. Kenapa? Anaknya ditempiling Kiai Hamid Kecil. Tapi ibunya itu, masyaallah ibunya itu kalau ibunya itu kemudian agak gak kuat itu beliau ngelus dodoh sampai dungo. Ya Allah. Wali jenengan iki kok cek ngerepotine. Jadi dari kecil itu beliau ibunya selalu mengatakan, "Ya Allah, wali jenengan iku kok cek ngerepotinya." Maka wajar beliau ketika beliau sepuh, terkenal sebagai wali yang kemudian banyak orang silaturahim minta doa ke beliau karena doanya ibunya mulai kecil seperti itu. Saya enggak bisa bayangkan, Pak. Kalau umpama ibunya Kiai Hamid kayak ibu-ibu zaman now, mek ngamuk kabeh metu kebun binatang, mungkin Kiai Hamid tidak seperti sekarang, Pak. Paham nggih? Makanya hati-hati. Ayo jenengan punya anak hati-hati ngomong dijogo ke anak dongo jangan sumpah serapah ya opo-yopo anak kita paham nggih? Ya kalau jadi orang tua ya ayo legowo. Marah boleh marah boleh tapi legowo. Rida dan doa terbaik. Paham nggih? Saya sepakat dengan Gusmi. Gusmi itu pernah mengatakan begini. Berti mengatakan saat ini mendidik anak itu lebih efektif. Bukan nempeleng pakai tangan, bukan negor pakai lesan, tapi nempelengnya pakai doa dan nempelengnya pakai bacaan Fatihah. Jadi anak sampean tempeling, anak zaman now, Pak. Kalau sampai nempeling iso ngelawan, iso tukaran. Ana zaman sekarang jenengan tegor pakai lesan iso misuh. Maka ayo ada cara paling gampang. Yang punya anak ini Allah. Yang bisa bolak-balikkan hatinya Allah. Kita mintanya ke Allah lewat doakan anak tiap salat. Bacakan Fatihah untuk dia setiap salat. Paham nggih? Ee saya nggih ngapunten mungkin ini sedikit cerita tentang diri saya. Saya itu bersyukur karena ibu saya itu ndak pernah doa jelek. Selalu doa baik, Pak. Maka saya kadang merasakan apa yang saya alami saat ini, semua yang saya capai saat ini, itu semua berkat doanya ibu saya. Meskipun waktu itu agak mustahil saya punya adik itu macam-macam, Pak. Kan saya itu kan satu keluarga kan ibu saya dulu ikut KB. Makanya karena ikut KB anaknya gak banyak cuma 10 giih keluarga besar. Jadi ibu saya itu ikut keluarga besar ikut KB makanya anaknya 10. Saya itu anak pertama dari 10 bersaudara. Saya umur 13 tahun itu adik saya sudah cilik-cilik gitu. Cilik-cilik pun dari sekian adik sing jenenge arek kan uteke macam-macam perilakunya macam-macam. Ada adik saya itu yang sampai sekarang gak punya ijazah. Gak punya ijazah karena SD gak sampai lulus mondok yo mulian gak punya ijazah. Tapi alhamdulillah saya alhamdulillah syukur sama ibu saya gak pernah doa jelek. Tapi alhamdulillah adik saya yang sekarang gak punya ijazah itu jadi pengusaha Pak. Barokah gak ada du ijazah jadi pengusaha. Barokahnya doanya ibu itu dulu keras orangnya keras nempilingan wong dulu. Ibu saya itu sampai sumpek. Apa yang disumpekan ibu saya? Belum ngat me anakku kawin kok bojone ditempilingi ae. Karena waktu kecilnya nempilingan wong. Tapi masyaallah beliau itu selalu doa, "Ya Allah kulo niteng panjenengan tok." Itu yang saya rasakan setelah beliau wafat. Adik saya nempilingan ini Pak, termasuk adik yang sekarang sabar. Saya tanya ke boc ke istrinya, "Nempilingan?" Mboten? Sabar. Itu kekuatan doa orang tua, Pak. Jangan, jangan remehkan. Mungkin gak sekarang, tapi sekian tahun akan jenengan buktikan itu dan itu saya rasakan. Ada lagi ada saya itu yang pintar tapi ngambulan. Pintar tapi ngambulan. Gampang terpengaruh. Jadi saya punya adik itu waktu sekolah mogok ya. Mogok kemudian dia enggak sekolah jadi enggak sampai lulus. Kalau enggak salah masih MTS. MTS mogok lulus gak? Gak bisa gak lulus. Sampai akhirnya kemudian pernah nguli ibu saya itu nangis. Ya Allah anakku kok nguli ya jenenge ibu ngih. Jenenge ibu ya wajarlah saya wajar ya Allah. Nah nangis ketika abah saya wafat itu dinasehati. Saya masih ingat itu. Abah saya mau wafat itu nasihati nak sampai kapan koy ngene? Ayo mek kate tobat tak pondokno maneh. Abah ndak isin kate nang kiai meskipun ping piro tak mondokno ditinggal belayu. Besoknya apa saya wafat? Saya masih ingat momen itu. Masih ingat besoknya wafat. Nah saya cara apapun sudah pernah saya lakukan mulai cara yang paling brutal pernah tak lakukan yo digebuk yo mari. Sampai saya kemudian cara paling ekstrem saya sama ibu bilang jangan masak supaya adik saya enggak bisa makan. Biar sadar. Tapi jenenge arek pintter bengi-bengi nyungkiti lemari, golek mi goreng, [tertawa] golek mi iso mangan oj arek gak bisa. Akhirnya saya bilang sama ibu saya begini, ini kisah nyata. Saya bilang, "Bu, ngeten wis sudah bukan pakai tangan, sudah bukan pakai lesan." Saya bilang sama beliau, "Pun ndak usah ditegur, ndak usah dikandani, ndak usah diapak-apakno. Jenengan bagian dungo jangan lupa baca Fatihah." Masyaallah. Ternyata lebih efektif cara yang kedua. Setulah 1 bulan, saya masih ingat kalau enggak bicara satu atau 2 bulan adik saya yang ini itu datang ke saya. Mas, opo? Kati mondok saya jual mahal. Jal mahal ndak. Engko tak pondok maneh mulih dia pergi, Pak. Sampai tiga kali mekso mau mondok. Alhamdulillah dia akhirnya mondok dan dia termasuk adik saya yang dapat beasiswa kuliahnya ke luar negeri. Padahal saya dulu dapat beasis enggak ke luar negeri. Loh ini kekuatan doa. Apalagi kedoanya orang tua perempuan loh. Makanya jangan pesan sama istri-istri jenengan ini kalau jangan punya anak ayo jogo lesane. Ayo jenengan jangan lupa mendoakan anak. Dan ini masyaallah saya merasakan sendiri bagaimana doa ibu, doa orang tua itu nembus segala kemustahilan. Paham nggih? Pun ini yang kemudian ini. Nah, doanya musafir itu sama dengan doanya orang tua. Mangkane mek jenengan perjalanan eman-eman ojo full kuplo, tapi full doa dan full zikir. Paham nggih? Pun. Lanjut. Nah, di hadis Bukhari Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu kalau perjalanan nanjak beliau baca takbir tapi kalau perjalanannya turun baca tasbih. Ini cocok kalau jenengan senang ke Malang. Kalau Malang ke pacet itu cocok ini. Jadi waktu nanja moco takbir sing akeh kalau turun baca tasbih. Subhanallah. Ini beberapa wiitan pun. Lanjut saya percepat karena ini adalah pertemuan terakhir untuk bab safar. ee sebelum kita bahas bab yang lain. Nah, selanjutnya kalau jenengan perjalanan pulang satu, kalau bisa jangan pulang malam kecuali sudah janjian sama istri dan keluarga. Paham nggih? Jadi kalau istri, istri kan punya hak istirahat. Anak juga punya hak isti. Jangan mentang-mentang jenengan kepala rumah tangga mulai kapan ae bojo kudu siap. Itu gak bagus. Makanya Rasulullah sallahu alaihi wasallam dalam hadis riwayat Bukhari mengatakan, "Nahan Nabi ayat ahlahu lailan." Rasulullah itu melarang seorang yang bepergian kalau pulang malam ngetuk pintu ganggu istrinya yang tidur. Bagaimana hebatnya Rasulullah? Kecuali sudah janjian loh, nggih. Sudah janjian. Tapi kalau jenengan anu gak boleh, Pak. Istri punya hak istirahat. Makanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu pernah suatu ketika kalau jenengan pernah dengar ceritanya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu pernah tidur di depan pintu karena beliau merasa beliau yang salah datang malam. Makanya Siti Aisyah ketika buka pintu itu kaget karena di depannya pintu itu ternyata Rasul sahu alaihi wasallam itu tidur di pintu. Paham nggih? Pun di hadis yang lain riwayat Bukhari dikatakan kana nabi la yatruku ahlahu kana laadul illa gutwah a asyah. Rasulullah itu kalau perjalanan jauh pulang sekiranya malam beliau buat tenda. Buat tenda nginp di sebelum pulang. Kalau dulu kan gak ada WA, Pak. Kalau sekarang ya bisa WA ya. WA-an lah. Dik aku sakmene sampean istirahat sik ya monggo gak apa-apa kalau tapi kalau mendadak jangan. Paham nggih? Pun. Ini yang pertama. Yang kedua, nah ini penting Pak ini penting supaya keluarga kita itu harmonis. Ini penting. Satu, kalau kita berangkat bugar, pulang bugar. Paham nggih? Jenengan berangkat ketemu anak seger, jangan sampai pulang ketemu anak loyo. Loyo ko dijak dulinan ambek anak ndak gelem. Dijak nopo ki? Dijak guyon ambek anak ngamuk-ngamuk. Anak trauma nanti dengan kita. Paham nggih? Makanya jangan lihat kenapa sahabat itu dulu anaknya gak ada yang trauma dengan bapaknya. Karena Rasulullah sallallahu alaihi wasallam mengajarkan berangkat senang berangkat bugar mulo seneng mulai yo bugar. Paham nggih? Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu perjalanan jauh pulang cucunya menjadikan beliau kuda-kudaan itu masih kuat. Coba sampean perjalanan jauh pulang kan masih lemas. Nah usahakan seperti itu, Pak. Makanya usahakan sebelum pulang jenengan mampir di masjid atau mampir di tempat manaun mandi sing seger sing wangi. Sing penting siji minyak wangi ojo berubah. Minyak wangi berubah bahaya. [tertawa] Oke sing penting siji minyak wangi berubah. Jadi ee karena bahaya kalau jadi mandi segar, minyak wangi, salat di masjid. Jadi sunahnya nanti Pak sebelum nyampai rumah itu salat di masjid. Memang Rasul sallallahu alaihi wasallam itu sebelum nyampai rumah itu masjid salat di masjid. Nah, kalau jenengan mau perjalanan, mau pulang itu supaya segar, pulang segar masih masjid apalagi perjalanan 1 bulan, tugas kota 1 minggu kan anak pengin ketemu sampean kan seger senang gitu loh. Nah, sakurunge mulih jenengan masjid paham nggih. Sekirane bojone yo seneng pisan sampeyan mulih ku yo greng pisan gitu loh. Jangan sampai sampeyan mul loyo. Paham nggih? Loh, ini penting, Pak. Ini penting. Ngapunten. Ngapunten. Untuk urusan ini Rasul itu sangat vulgar karena ini penting bagi keluarga. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sampai mengatakan begini. Di hadis riwayat Bukhari Muslim Rasulullah sallallahu alaihi wasallam itu pernah di satu ketika beliau itu perjalanan jauh dari perang gitu ya. Beliau kemudian masuk Madinah. Sebelum masuk Madinah beliau buat khemah. Sahabat yang punya darah yang apa suruh mandi bersih wangi. Rasulullah sallallahu alaihi wasallam ngutus satu orang untuk datang ke Madinah. Apa tujuannya? Satu orang ini ngasih tahu yang di rumah sing wedok kongkon dandan. Mek ono klambi mantene kongkon gawe. Sing penting cukup saiki muat. [tertawa] Loh, ini Rasulullah sallallahu alaihi wasallam sampai ngapunten agak vulgar. Beliau mengatakan begini, Pak. Kitamasit asyaah watastaid almibah. Perempuan-perempuan dandan sisiran. Nomor dua, ngapunten. Sampai perempuan-perempuan yang ditinggal mati suaminya, kalian akan bertemu dengan suaminya. Cukur bulu kemaluannya. Loh, ini enak berangkat seger, pulang bojone yo seger, sing lanang yo seger. Kan enak, Pak. Umpama sampeyan wis ngempet sak wulan pole di luar kota ketok bojone dasteran ambune kecut ini kan menjadi masalah keluarga loh paham nggih loh makanya untuk ini Rasulullah itu tegas tegas jadi Rasulullah itu punya sunah itu yang bisa menjadikan keluarga itu harmonis paham nggih berangkat seger mulai seger yang di rumah juga sama berangkat ketok bojone yo seger mulai ojo ketok dasteran Mul ket bojone yo seger ngono loh. Loh [tertawa] wis tua itu kan kalau enggak digoda Pak jenengan 1 bulan di kota digoda banyak itu kan pulang kan harus siap semuanya. Sing lanang yo siap sing wedok yo wis siap. Paham nggih? Oh ini sunahnya Rasulullah alaihi wasallam. Lanjut lanjut. Terakhir dari saya salat sunah di masjid. Nah ini di hadis riwayat Bukhari. Nabi Muhammad tu qfarinal masjid qlaajlis. Rasul alaihi wasallam kalau safar mampir di masjid salat dua rakaat. Tadi saya katakan kalau jenengan berpegan jauh paling enak mampir masjid. Mampir masjid adus gawe kelambi sing anyar. Jenengan bepergian itu pakai pakai pakaian-pakaian lungset gak apa-apa. Tapi di tas itu usahakan ada baju baru yang baju siap yang nanti kita pakai untuk masuk rumah pakai wangi-wangian segar salat dua rakaat mulih paham nggih pun ini sunahnya Rasulullah sallallahu alaihi wasallam saya kira cukup kalau ada yang mau ditanyakan saya persilakan monggo. [tertawa] Tapi tapi kuat beliau Jawa Pak Ustaz. Oh Jawa. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam warahmatullah. Yang kulo tanggaken permasalahan salat itu wajib. Wajib itu apa? Bisa dikatakan terutang. Artinya kalau belum kita laksanakan kita harus melaksanakan salat itu yang tidak tergantung waktu. Jadi misalkan saya pulang sore sampai di rumah magrib, apakah saya harus membayar hutang salat asar di rumah? Masalahnya ya perjalanan ee ketika saya berangkat dari sini belum salat asar. ketika sampai di rumah sudah salat magrib seperti itu pun itu berlangsung untuk salat-salat yang lain. Artinya kalau salat itu belum kita laksanakan, kita harus melaksanakannya gitu. Jadi kalau qasar qada itu kan istilahnya caranya, tapi kewajiban kita akan tetap salat. Apakah kita harus melaksanakan seperti itu? Matur nuwun, Pak Ustaz. ee nanti penjelasan detail bisa dilihat di yang kemarin ngih kajian kemarin itu ada. Jadi salat wajib itu saya sering ngomong salat itu termasuk kewajiban harga mati. Jadi satu-satunya dalam Islam kewajiban yang enggak bisa ditawar cuma salat. Puasa gak kuat bisa bayar fidyah. Kalau jenengan haji gak kuat ya gak usah haji. Zakat gak bisa. Tapi kalau salat, satu-satunya ibadah dalam Islam yang harga mati itu cuma salat. Jadi yang harga mati bukan hanya NKRI, NKRI yang harga mati. Salah satunya salat. Makanya salat itu pilihannya cuma dua, salat atau disalati. Gak ada lagi. Selagi masih bisa salat, ya salat. Kalau sudah enggak bisa disalati. Makanya saya kemarin ngomong, jangan pernah kita selama hidup ndak pernah salat di belakang imam. Sekali salat langsung di depan imam. Jan milih di belakang imam atau di depan imam? Di depan imam gak enak, Pak. Berarti disalati pun satu. Nomor dua, ulama sepakat bahkan Imam Nawawi mengatakan ijmak meskipun ada ulama yang mengatakan itu mayoritas yang mengatakan orang yang punya hutang salat itu wajib mengqada salatnya. Tidak cukup tobat dan istigfar. Paham nggih? Sama dengan orang punya hutang ke tetangga salah wis nunggak pirang-pirang tahun ndak cukup naluk sepuro. Bayaran isik baru jaluk sepuro. Itu yang pertama. Yang kedua, bahkan ada ulama yang agak ekstrem termasuk Ibnu Hajar itu agak ekstrem. Beliau mengatakan, "Orang yang punya tanggungan salat." Dulu mungkin zaman jahiliyah pernah gak salat atau dulu waktu-waktu SMA sudah balik. Senangnya bukan malam jumatan tapi malam mingguan. Berangkate durunge zuhur mulai mari isya. Ndak salat zuhur, ndak salat asar, ndak salat magrib. Maka yang seperti ini wajib salat. Bahkan kata Ibnu Hajar, tidak boleh salat sunah sebelum salat wajibnya. diqada. Paham nggih? Ini Ibnu Hajar meskipun agak ekstrem, meskipun ulama yang lain gak seekstrem itu. Kata ulama yang lain, "Ya monggo salat sunah tapi salat qadanya diprioritaskan." Itu yang kedua. Yang ketiga begini, Pak. Di hadis yang wajib itu 70 kali lipat salat sunah. Jadi, salat wajib itu kualitasnya 70 kali lipat salat sunah. Artinya kalau jenengan bolong wajib siji, jenengan rajin salat sunah, maka 70 salat sunah itu nembel satu salat wajib. Paham nggih? Makanya kata ulama dibandingkan jenengan fokus salat sunah atuan qada. Karena kalau qada itu sama dengan orang nyaur. Jadi kalau jenengan qada itu 1 banding 1. Jenengan do utang salat zuhur siji. Kalau jenengan qada 1 banding 1. Tapi kalau jenengan fokus salat sunah, salat sunah itu 70 kali lipatnya wajib. Itu 70 kali lipatnya sunah. Kalau jenengan fokus salat sunah 70 sunah baru dapat satu. Paham nggih? Makanya usul saya kalau jenengan punya hutang salat dulu zaman-zaman jahiliah, fokusnya qada bukan salat sunah. Jadi kalau umpama salat zuhur begini nggih, jenengan sebelum salat zuhur salat 4 rakaat jangan salat qabliah, salat qada zuhur subuh gitu. Sebelum salat subuh sambil nunggu imam jenengan salat dua rakaat. Gak usah diniati salat qobliah subuh, diniati salat qada itu subuh. Nanti asar juga sama sebelumnya. Sing repot itu magrib. Karena salat sunah tel rakaat kan gak ono kecuali witir. Witir kan setelah isya ya. Khusus magrib supaya enggak fitnah. Pulang di rumah salat qada ngoten nggih. Isya juga sama. Usahakan diqada. Pun ada lagi cekap. Nggih. Gigih nggih. Ngaji udan-udan ojok suwe-suwe Pak Guwih. Nggih. [tertawa] Cekap. Nggih. Nggih Pak. Kenapa? Satu lagi. Oh, satu lagi. Nggih. Monggo, monggo. Monggo. Asalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. Waalaikumsalam waratakan yaitu masalah doa orang tua kepada anaknya. Bila anaknya itu nakal, tuanya sudah terlalu jelek, bagaimana? Nggih. Kalau wis terlanjur, Pak. Ayo doa jeleknya jenengan ganti dengan doa baik mulai sekarang supaya doa baik ini kemudian menjadikan doa yang jelek itu tertolak. Paham nggih? Pun saya tak cerita satu, Pak. Ini kisah yang eh ini kisah doanya ibu itu mandi meskipun kepada orang saleh. Doanya ibu itu mandi meskipun kepada orang saleh. Nah, ini saya tutup dengan ini. Jadi, makanya jangan kalau umpama wis biyen-biyen doa-doa elek anak itu jangan tebus dengan sekarang doa-doa baik untuk anak. Paham nggih? Pun ini kasih ee saya terakhir ini, Pak. Minta izin sedikit tentang kisahnya Juret. Pernah dengar kisahnya Juret? Pernah. Juret itu pertanyaan saya ahli maksiat atau ahli ibadah? Ahli ibadah. Jurat itu hidupnya siang puasa, malam salat. Pokoknya tiap hari salat, puasa, salat, puasa. Suatu ketika ibunya itu ada keperluan ke juret. Dia manggil juret. Juret. Juret. Juret ini ketika dipanggil dalam kondisi salat. Juret kemudian bingung. Ya Allah, saya milih ibu saya atau milih salat saya. Juret keliru. Ini bahayanya orang ahli ibadah ndak punya ilmu. Kata ulama gara-gara apa? Gara-gara juret ahli ibadah ndak ngerti ilmu. Juret itu mikirnya begini. Ibadah itu kan nang Pangeran. Ibu kan ibu kan menungso. Maka Juret melanjutkan salatnya tidak memenuhi panggilannya ibu. Ibunya jengkel marah. Nggih wajar wajar. Nah, hari kedua sama ibunya manggil juret dalam salat. Maka jurat kemudian sama mikirnya, "Ya Allah, saya lanjut salat atau ibu?" Juret milih salat. Kenapa? Pikirannya juret salat ini untuk Allah. Ibu itu manusia. Yo opo-yopo dukuran pangeran. Ini kelirunya juret nanti. Paham nggih? Pun nanti akan saya jelaskan. Yang ketiga, yang kedua. Hari kedua tambah mangkel, Pak. Hari ketiga kok sama mangkelnya membuncak langsung metu omongkan. Ini bahaya omongannya membuncah. Langsung ngomong begini, "Ya Allah, jangan engkau matikan Jurit sebelum dia dipermalukan di depan para pelacur." Wis kadang elek baya loh. Dia di hadisnya begitu, Pak. Nah, dongnya orang tua itu pasti kena, Pak. Meskipun kepada orang saleh. Paham ngih? Ini kan orang saleh ini. Ini bahayanya doanya orang tua, Pak. Apa yang terjadi? Yang terjadi ada perempuan cantik yang selama ini ngincer curet ditolak. Karena ditolak akhirnya dia kemudian mau sama pengembala. Kemudian bunting hamil lahir anak sak deso rame ini siapa? Ini yang menghamili si ini hadis sahih. Siapa yang menghamili perempuan ini? Loh, perempuan ini kemudian ngomong yang menghamili saya juret. W sak deso muara pak berarti kita selama ini ditipu oleh hujuret. Penipu ulung ini penjual agama ini ditipu kita. Akhirnya apa? tanpa babi ibu jurat langsung didatangi. Musah tempat ibadahnya yang khusus itu dirobohkan, juret dipukuli, digeret seperti layaknya hewan. Kemudian digeret ini juret. Waktu digeret kok ngelewati rumah bordir yang di atas itu banyak pelacur-pelacur melihat. Juret sadar, "Oh, saya tahu ini ini masalah doa ibu saya." Ya, karena doa ibunya jangan matikan joret kecuali di permalukan di depan para pelacur. Juret baru sadar itu Pak. Oh, ini ini yang salah saya enggak bisa jelaskan ini yang salah ini bukan bukan siapa-siapa ini. Barok ini gara-gara doa ibu saya ketika dia melihat ada pelacur-pelacur yang melihat dia diseret. Maka Juret kemudian ketika disidang, Juret kemudian mengatakan, "Kasih saya kesempatan satu. Saya gak akan menjelaskan kronologis. kasih kesempatan satu apa? Saya pengin salat dua rakaat. Akhirnya oleh masyarakat dipersilakan boleh salat dua rakaat. Setelah salat dua rakaat, Juret doa. Setelah doa Juret mengatakan, "Mana anaknya?" Anaknya ini kemudian oleh Juret ditanyai, "Anak bayi ini, Pak. Nak, bapakmu sing ngamili ibumu sopo?" Anak bayi ini itu langsung bisa ngomong, "Pak, oh sing ngamili aku duduk joret. pengembala sing iko kaget semuanya, Pak. Minta maaf sama Juret. Minta maaf, minta maaf. Sampai kemudian orang-orang mengatakan, "Juret, kalau kamu mau kami bangunkan kembali tempat idahmu dari emas." Apa kata Jeret? Dak. Kembalikan seperti semula. Karena itu adalah karena doa karma ibuku. Oh, ini Pak pertanyaan saya Pak, ibunya doa untuk anak saleh atau anak saleh? Saleh. Doanya untuk anak yang salat atau anak yang kemudian ke alun-alun gak pamit? Salat. Doa orang tua pasti kena meskipun ke orang saleh. Ini bahayanya orang tua kalau gak hati-hati. Paham nggih? Oh, itu yang pertama. Makanya pelajarannya kata ulama satu, jurat itu kesalahannya satu. Apa? Jurat itu lupa. Salat itu perintah Allah. Bakti ke orang tua juga perintah Allah. Harusnya jurat ketika salat. Mikirnya bukan salat itu Allah. Ibu saya manusia. Harusnya mikirnya salat ya perintah Allah. Manggilan ibu juga perintah Allah. Yang wajib yang mana? Panggilan ibu. Wong salatnya salat sunah. Maka kata ulama, andaikan jurid itu ngerti fikih, dia akan membatalkan salatnya untuk memenuhi panggilan ibunya. Karena panggilan ibunya itu perintah Allah wajib. Salat sunah bisa ditinggalkan. Itu pertama kata ulama. Nomor dua, andaikan juret alim, juret bisa waktu salat sunah suaranya dikeraskan supaya ibunya dengar gak kecewa. Itu tidak dilakukan oleh juret. Ini kesalahan juret. Paham nggih? Nomor dua, hadis ini menunjukkan doa orang tua itu mustajab meskipun ke anak yang saleh. Paham nggih? Makanya ayo sing wis mari dungo elek nang anak eling-eling ayo ditebus saiki sing akeh dungo akik. Cukup nggih. Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirabbil alamin. Allahumma shalli wasallim ala sayyidina Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad. Rabbanafirlana waliwalidina warhamhum kama rabbauna. Allahumna bimaamana mafaunaidna ilbana qulubana ba'da iditana wahablana minadunka rahma innaka antal wahab. Rabbana hablana min azwajina wurriyatina qurun waj'alna lil muttaqina imama. Rabbana atina fid dunya hasanah wafil akhirati hasanah waqinazabanar. Wasallallahu ala sayyidina Muhammadin waa alihi wasbihi wasallam. Subhanaabbika izzati amma yasifun. Wasalamun alal mursalin. Walhamdulillahiabbil alamin. Bibarakatil fatihah. Ini yang bisa saya sampaikan. Kurang lebihnya saya mohon maaf. Subhanakallahumma wabihamdika ashadu alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu ilaik wa akr. Wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. [musik] Makasih tadi. [musik]